Skip to main content

Tokoh Edisi 933 | Tokoh

Page 1

24

Sudut Pandang

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 JANUARI 2017

Tak semua artis memilih bekerja di malam pergantian tahun. Meski mereka tahu tawaran tampil di malam pergantian tahun dan pada tahun baru bayarannya berlipat-lipat dari biasanya. Ayu Ting Ting, sejak jauhjauh hari meminta manajemennya untuk mengosongkan waktu jelang pergantian tahun dan tahun baru karena ia berencana umroh sekaligus berlibur ke Tanah Suci.

Akhir Tahun bersama Keluarga rasakan setiap liburan akhir tahun adalah atmosfir liburan yang cukup festive, ya. Sudah pasti nanti bakal ramai di mana-mana, namanya juga musim liburan, apalagi di destinasidestinasi wisata yang populer. Bagi saya suasana itu justru menambah keseruan liburan,” ungkap istri Udzir Harris ini.

“A

da banyak tawaran pekerjaan tapi saya nggak ambil. Umrah bersama keluarga sudah direncanakan sejak lama, ini penting,” ucap Ayu yang tahun lalu menghabiskan liburan bersama keluarganya ke Hong Kong. Menurut Ayu, selama ini ia sibuk bekerja sehingga waktu untuk keluarga, khususnya anak semata wayang Bilqis menjadi berkurang. Begitu juga waktunya berkumpul dengan anggota keluarga lain, menjadi tidak banyak. Karena itu momen akhir tahun dan tahun baru dirasakannya sangat tepat untuk kumpul keluarga, sekaligus dirinya melepas stres dan penat. “Selama ini kan saya sudah sibuk bekerja, nyari uang. Jadi sekarang saatnya kumpul keluarga,” ujar wanita bernama asli Ayu Rosmalina ini. Yang istimewa, liburan tahun baru Ayu diisi dengan ibadah bersama keluarganya ke Tanah Suci. Kesempatan ini, sudah lama diinginkannya. Kalau biasanya ia umroh hanya dengan ayah-ibu, maka kali ini dengan saudara lainnya, bahkan Bilqis Khumairah

Ayu Ting Ting

Luna Maya

Razak, pun dibawa serta. Karenanya, kata pelantun ‘Sambalado’, persiapannya menjadi agak ‘ribet’, mulai dari perlengkapan Bilqis hingga masalah kesehatan semacam pemberian vaksin, dll. “Tahun ini bawa Bilqis, dia kan sudah besar jadi sudah boleh lah. Ya persiapannya lumayan banyak, termasuk masalah kesehatan seperti imuniasasi, dll,” kata pedangdut papan atas ini dengan wajah semringah. Senada dengan Ayu, mantan vokalis Kotak, Kikan Namara pun lebih suka menghabiskan waktunya bersama keluarga ketimbang harus bekerja di malam pergantian tahun atau tahun baru. Tahun ini Kikan bersama keluarganya akan berlibur ke Malaysia

yakni Kuala Lumpur dan Penang. “Sebenarnya ada beberapa tawaran kerja (menyanyi) di daerah tapi saya tolak. Karena saya berencana menghabiskan waktu bersama dengan keluarga. Kita berencana liburan akhir tahun keluar negeri, saya akan mengajak anak-anak ke Kuala Lumpur dan Penang,” ungkap ibu dua anak ini. Kikan yang sangat populer dengan lagu ‘Bendera’ ini bertutur, sepanjang tahun sibuk bekerja maka momen akhir tahun dan memasuki tahun baru yang paling afdol adalah menikmatinya bersama keluarga. Kikan sendiri sudah membayangkan betapa asyiknya liburan bersama anak-anaknya. “Rasanya akan asyik. Yang saya

QUALITY TIME BERSAMA KELUARGA Artis cantik Citra Kirana juga terpaksa harus menolak sejumlah tawaran off air karena lebih memilih berkumpul bersama keluarga di akhir tahun. Apalagi memang, kata pemeran ‘Rumana’ dalam sinteron ‘Tukang Bubur Naik Haji’ bahwa sudah tradisi dalam keluarganya untuk berkumpul saat malam pergantian tahun dan tahun baru. “Setiap tahun aku nggak pernah ngambil job akhir tahun. Kami punya acara rutin keluarga saat pergantian tahun. Dari aku kecil sampai sekarang, acara akhir tahun selalu bersama keluarga. Sekalipun aku sibuk dengan pekerjaan, tradisi keluarga itu tetap bertahan,” kata gadis cantik ini diselasela break syuting. Dia tak masalah meski banyak orang bilang tawaran tampil di acara akhir tahun honornya berlipat-lipat. “Nggak masalah buat aku. Bagi aku quality time bersama keluarga lebih penting. Uang bisa dicari tapi kebersamaan dengan keluarga lebih penting. Apalagi seperti aku yang sangat sibuk kerja sehingga sangat jarang kumpul keluarga. Jadi sekarang ini adalah waktunya,” tambah Citra yang

baru saja liburan ke Australia. “Aku liburan sekalian nonton Coldplay,” tambahnya. Lebih jauh tentang kebersamaan dengan keluarga, Citra mengaku, acara tahun baru di rumahnya nanti juga akan dihadiri oleh keluarga besarnya. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, nanti juga akan ada open house. Banyak saudara-saudara aku datang. Acaranya sih nggak resmi, ya, cuma kumpul-kumpul, barbeque sambil menunggu jam 12 malam, pas pergantian tahun. Lalu kita bakar kembang api, nyanyi-nyanyi,” tutur gadis kelahiran April 1994 yang bakal pulang ke Bandung, Jawa Barat, untuk kumpul dengan keluarganya. Lain lagi dengan Luna Maya yang tahun ini sungguh ‘kasihan’. Luna yang biasanya setiap akhir tahun pergi berlibur, namun tahun ini sepertinya tidak bisa maksimal. “Paling aku libur cuma 31 Desember 2016 dan 1 Januari 2017, setelah itu kerja lagi,” katanya. Sebenarnya aku Luna yang beberapa waktu terakhir ini lebih banyak mencurahkan waktunya untuk mengelola bisnis-bisnisnya, telah berencana untuk berlibur. Namun karena jadwal syuting film, dilakukan pada akhir tahun, terpaksa rencana liburan panjang tidak jadi terlaksana. Luna sendiri tak keberatan dengan hal itu, karena mengaku dirinya lama tidak main film, dan ia merindukannya. “Tahun depan film aku ini bakal tayang. Akhir tahun ini kerja karena sudah masuk proses reading,” ungkap Luna yang pada 2017 mendatang akan main dalam sejumlah film. (dianaruntu@cybertokoh.com)

Iwapi Gianyar Berbagi Kebahagiaan di Panti Jompo

Para anggota Iwapi Gianyar berfoto bersama pengurus dan penghuni panti

Penyerahan bantuan beras secara simbolis

Menyambut Hari Ibu dan Tahun Baru, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kabupaten Gianyar melakukan kunjungan ke Panti Sosial Tresna Werdha “Wanaseraya”, Biaung, Selasa (20/12). Ketua Iwapi Gianyar Dra. Ni Made Rai Sukmawati, B.Sc, mengatakan kegiatan ini adalah salah satu kegiatan sosial Iwapi Gianyar. Kegiatan sosial lainnya, yaitu pemberian beasiswa, pemberian sembako pada kaum lansia, dan juga pemberian bantuan dana untuk pengusaha kecil di perdesaan. Dan, sumber dana dari semua

kegiatan tersebut adalah dari anggota Iwapi sendiri. “Inti dari kegiatan yang bertajuk ‘3 Jam Bersama Keluarga Panti Sosial Tresna Werdha’ ini adalah berbagi kebahagiaan dan mengajak ibu-ibu dan bapak-bapak kita di sana agar bisa ikut merasakan indahnya kebersamaan merayakan Hari Ibu dan menyambut Tahun Baru dengan bernyanyi bersama, sehingga beliau-beliau ini tidak merasa sendiri,” paparnya. Pada kesempatan itu, Iwapi Gianyar menyerahkan sembako seperti beras putih dan

b e ra s m e ra h , 2 5 p a k sabun cuci, 2 dus mi instant, obat gosok, vitamin dan juga dana tunai. “Ma­ sing-masing lansia juga kami ber­i kan bingkisan dan uang tunai,” imbuhnya. Dalam kegiatan yang dikem a s s e d e r h a n a te r s e b u t , para anggota Iwapi Gianyar

bersuka ria berbaur dalam gelak tawa penuh keceriaan dengan penghuni panti. Saat itu juga dirayakan Ulang Tahun bersama dari anggota Iwapi yang berulang tahun di Bulan Desember, yakni Ibu Warti, Ibu Ayani, Ibu Fitri, dan Ibu AA Adi Ardani. Kepala UPT Pelayanan Sosial

Dinas Sosial Provinsi Bali Nyo­ man Ratnaningsih, S.H., M.H. menyambut baik kunjungan Iwapi Gianyar tersebut dan mengatakan sangat senang karena masih ada orang yang peduli terhadap para lansia, serta berharap ada juga ulur­ an tangan untuk anak yatim piatu binaannya. –ten

Iwapi Gianyar berbaur dalam keceriaan bersama penghuni panti

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


2

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

GORO-GORO A m a t membacakan rancangan renungannya, yang akan dibacakan pada malam tahun baru 2017: Putu Wijaya “Ketika masih muda, kita tak pernah memikirkan bagaimana nanti kalau kita sudah tua, “kata Amat mengucapkan pembukaan renungannya yang ia hapal di luar kepala. “Setiap kali menyambut tahun baru, yang menghantui kepala kita adalah, bagaimana nanti kalau generasi di depan kita sudah berguguran dan giliran kita yang akan berkibar.” “Kita selalu sibuk merancang, meracik, mengatur taktik dan strategi, untuk tidak mengulangi kesalahan para pendahulu kita, agar dapat mencapai target dengan perolehan maksimal. Itu yang namanya kemajuan. Memang begitulah mestinya generasi muda berkiprah agar bangsa dan negeri kita makin mendekat ke cita-cita yang sudah dirindukan oleh para perintis kemerdekaan.”

“Tapi, itu saja tidak cukup. Kalau kita berhenti di situ. Sejarah akan berulang. Setiap tahun, suka atau tidak suka, tahun baru akan mengusir tahun tua. Satu tahun ke depan memang terus tetap 365/6 hari, jadi terasa lama. Tapi 20 tahun setelah lewat hanya terasa sekejap mata. Tahu-tahu kita baru mengjapkan mata, rambut kita sudah memutih, tulang keropos, segala penyakit singgah dan uang kita habis. Kita harus turun dari kursi dan tidak tahu ke mana harus pergi! Tapi ke mana pun tidak ada tempat buat tua bangka yang kantungnya bolong. Kita bangkrut dan baru menyesal setelah terlambat!” “Karena itu,” sambung Amat mengakhiri renungannya, “dalam memasuki tahun baru, jangan hanya melihat pintu masuknya. Periksa juga pintu belakangnya untuk keluar. Kalau masuk hanya membawa satu kopor, karena dua kopor sudah dibawa banjir tahun lalu, rencanakan, jadwalkan, taktik dan strategikan, pastikan nanti kalau keluar dari pintu belakang 2017, harus bawa paling sedikit 3 kopor. Satu kopor modal kita. Satu kopor lagi gaji kita. Satu kopor lagi bonus kita karena sukses. Dan kalau ada satu

Ekspresso

2017

kopor tambah lagi, akan mantap. Itu baru seratus bulat! Asal semua itu bukan hasil korupsi!” Selesai. Amat menoleh Bu Amat yang tadi sengaja ditariknya dari dapur untuk memberi kritik. Ternyata Bu Amat sudah ada di dapur. Kedengaran teriakannya marah mengusir kucing yang maksa mau memeriksa isi almari dapur. Amat kesal. Ia terpaksa menilai lagi sendiri apa yang sudah ditulisnya semalam sampai subuh. “Kenapa, Pak?” tanya Bu Amat, muncul dari dapur membawa gelas kopi. Amat tak menjawab karena masih keki. “Saya sudah tahu isinya,” kata Bu Amat sambil menaruh gelas kopi, “tadi pagi waktu Bapak tidur, sudah tak baca dua kali.” Amat mulai tertarik. “Dua kali?” “Hampir tiga kali.” “Ah, tiga kali, masak? Kenapa? Bagus?” “Karena ada kopor-kopornya itu.” “Kenapa kopornya?”

“Bapak bilang masuk bawa 2 kopor, keluar bawa 3 kopor? Betul?” “Betul!” “Lalu tambah satu kopor lagi. Jadi 4 kopor? Betul?” “Betul!” “Kopor yang keempat itu isinya apa?” Amat terkejut, “Ini bukan soal isinya, Bu!” “Kenapa bukan?” “Ini soal jumlah kopornya!” “Kenapa jumlah kopornya?” “Ya, ini kan pidato renungan, sebuah retorika dalam ilmu satra, bukan perdebatan debat kusir di pengadilan. Yang penting maknanya. Masuk bawa 2 kopor, keluar dengan 4 kopor, itu berarti produktif. Kasarnya untung. Tapi bukan hasil korupsi atau hasil tindakan kriminal lain. Jadi cukup

untuk mengatasi kebangkrutan di hari tua! Itu pesan moralnya! Ya, nggak ?!” Bu Amat duduk di depan Amat. “Bagaimana kalau kopor keempat isinya hanya pakaian kotor?” Amat terkejut. “Dan bagaimana kalau tiga kopor lainnya, isinya hanya kertas-kertas berkas kantor?” Amat tercengang. “Bawa seratus kopor pun kalau kosong, tidak ada gunanya! Keluar tanpa kopor, apa salahnya kalau di kantongnya sudah ada kartu kredit dengan simpanan Rp 100 M di bank?” Amat kaget. Tanpa menunggu jawaban Bu Amat kembali ke dapur. Amat merasa KO. Jab istrinya lembut tapi telak. Amat menarik nafas panjang, lalu meremas kertas renungannya. Kemudian mengangkat gelas untuk menyirami otaknya yang terasa lembek. Kembali ia terkesima. Ternyata gelas kopi itu kosong. Ini baru retorika, bisik Amat dalam hati.

Introspeksi Perubahan Diri dan Keluarga Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam kehidupan ini, baik dalam kehidupan pribadi maupun di lingkungan keluarga. Sebagai makhluk yang diciptakan paling sempurna, kita harusnya mampu mengelola perubahan hidup. Mengelola adalah bagaimana kita membuat sebuah perencanaan, melakukan rencana tersebut, mengevaluasi dan kemudian melakukan tindak lanjut dari hasil evaluasi yang lakukan. Di penghujung tahun 2016 ini, saatnya kita melakukan evaluasi diri dan keluarga. Evaluasi merupakan sebuah tindakan dalam memberikan sebuah penilaian atau mengukur sebuah proses yang sudah kita lakukan. Mengapa kita perlu melakukan evaluasi akhir tahun? Karena kita menginginkan sesuatu yang lebih baik di tahun depan, berdasarkan pengalaman yang telah terjadi pada tahun ini. Tujuannya tentu untuk mengetahui bagaimana kualitas hidup kita dan keluarga pada tahun ini, apakah lebih baik atau lebih buruk. Jadi evaluasi akhir tahun sangatlah penting untuk mempersiapkan rencana di tahun depan. Dalam kajian psikologi, manusia merupakan makhluk bio, psiko, sosio dan spiritual. Konsep bio-psiko-sosiospiritual ini, bisa kita pergunakan sebagai parameter dalam mengukur perubahan kualitas hidup kita dan keluarga. Sebagai seorang individu, kita bisa mengukur capaian-capaian yang telah kita raih pada tahun ini, apakah sudah sesuai, terwujud atau minimal ada kemajuan dari rencanarencana yang telah kita buat pada awal tahun. Capaian tersebut bisa berupa kondisi kesehatan, karier atau pekerjaan, pendidikan, keuan-

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

gan, dan lain sebagainya. Mengevaluasi kondisi keuangan merupakan yang paling popular di akhir tahun, padalah kalau kita mau, aspek lainnya sangat perlu juga kita evaluasi. Mengukur perubahan kualitas diri dan keluarga, yaitu mengukur apakah kita semakin ahli dalam mengatur keluarga, semakin matang dalam berpikir, atau semakin bijak dalam mengambil keputusan untuk keluarga. Evaluasi kualitas diri adalah sesuatu yang mendasar untuk mengetahui perubahan kualitas hidup kita dalam keluarga. Sebagai contoh apakah kita merasakan hubungan yang semakin harmonis, saling menyayangi, saling tulus memberi perhatian, lebih kompak, sering makan malam bersama, mampu menjadi panutan bagi anakanak dan apakah kita paham akan kebutuhan keluarga. Komunikasi yang intensif dalam keluarga sangat berpengaruh pada kebahagiaan keluarga. Sehingga dalam melakukan evaluasi akhir tahun, kita harus mengetahui apakah ada anggota keluarga yang memiliki rahasia yang mungkin tidak diketahui oleh anggota keluarga lain, atau ada yang merasa tidak mendapat perhatian dan kasih sayang? Seyogyanya, hubungan harmonis dalam keluarga adalah hubungan saling percaya, perhatian, saling memahami dan mampu mengkomunikasikan segala sesuatu tanpa beban. Kenapa perlu evaluasi seberapa sering kita “makan bersama” keluarga? Karena makan bersama merupakan sebuah bentuk kebiasaan positif yang mampu membuat hubungan semakin erat. Banyak hal bisa terungkap saat makan bersama, pada saat menikmati makanan, biasanya ada interaksi saling melayani dan berbagi

I Made Widiantara, S.Psi.,M.Si. satu sama lain. Sehingga saat makan bersama, hubungan kita menjadi lebih cair dan saling memahami satu sama lain. Kebiasaan makan bersama yang perlu dilakukan selain makan di dalam rumah, yaitu “ritual” makan bersama keluarga di luar rumah. Disadari atau tidak, dengan makan bersama di luar rumah (restauran, warung makan, dll), dapat membentuk sebuah identitas keluarga, sehingga makan bersama sebulan sekali perlu diagendakan sebagai sebuah kebiasaan positif keluarga. Sebagai makhluk sosial, evaluasi kualitas diri dan keluarga dilakukan dengan cara mengukur peran kita dan keluarga di lingkungan sosial. Sebagai contoh, bagaimana hubungan dengan tetangga sekitar, hubungan anggota keluarga dengan kolega di kantor,

termasuk juga bagaimana tugas di kantor yang bisa diperankan secara profesional tanpa mengganggu keharmonisan keluarga. Bekerja di kantor menuntut sisi profesional kita dalam berinteraksi dengan orang lain, sedangkan peran kita di keluarga (rumah tangga) merupakan peran informal yang menonjolkan sisi humanis kita sebagai manusia. Sehingga dampak permainan peran ini, akan menjadi tolak ukur kesuksesan diri dan keluarga, yaitu peningkatan kemampuan finansial keluarga karena dampak positif profesionalisme kita dalam bekerja. Acuan lain dalam evaluasi peran sosial ini, adalah kekompakan kita bersama keluarga, yaitu apakah kita semakin mampu menunjukkan sikap saling mendukung antar anggota keluarga, saling menumbuhkan kesadaran diri dalam keluarga bahwa betapa pentingnya nama baik dan martabat keluarga. Aspek spiritual, mengukur sejauh mana kita dalam keluarga mempunyai keyakinan dan kepercayaan yang taat dan rajin dalam melaksanakan kegiatan spiritual. Mengukur aspek spiritual dengan cara; apakah kita dan keluarga rajin berdoa, mentaati ajaran-Nya, mampu menerapkan ajaran dari

keyakinan kita dalam kehidupan nyata serta mampu memberikan rasa damai dan tenang di lingkungan sekitar. Jika, kita dan keluarga masih kurang memiliki keyakinan dan menerapkan nilai-nilai spiritual ini, kita bisa merancang bagaimana di tahun depan agar bisa meningkatkan dan memperbanyak kegiatan-kegiatan spiritual. Beberapa parameter tersebut, sebagai contoh dalam upaya kita melakukan evaluasi akhir tahun. Masih banyak lagi parameter yang bisa digunakan, tergantung dari tujuan kita dalam melakukan evaluasi akhir tahun. Sudah saatnya kita sebagai pribadi yang terus tumbung berkembang bersama keluarga mulai membiasakan untuk melakukan evaluasi akhir tahun. Tujuannya jelas, agar tahun depan menjadi lebih baik dari tahun ini, dan tentu harus membuat perencanaan yang lebih matang lagi untuk menyambut tahun baru 2017. “Manage your life, change your life... choose happiness”. I Made Widiantara, S.Psi.,M.Si. Dosen Politeknik Negeri Bali, Trainer in Personality Development, Communications and Customer Service

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Sudut Pandang

Belajar dari Liburan R

utinitas akan membuat orang merasa penat, sehingga liburan merupakan salah satu cara untuk melepaskan diri dari kepenatan. Banyak orang memaknai liburan dengan cara yang berbeda. Menurut Ratna Kanaya, pemilik Rumah Cantik Kanaya memaknai liburan sebagai cara untuk mencari sesuatu yang tidak didapatkan di rumah. “Ketika orang ingin berlibur sebenarnya orang ingin menemukan home felling yang dirindukan. Home yang sesungguhnya adalah felling,” jelasnya. Dirinya juga memaknai liburan sebagai jeda dari rutinitas yang selama ini dijalani. Dalam jeda yang dimaksud di dalamnya ada proses kontemplatif untuk mendapat ketenangan. Hal ketiga, ia memaknai liburan untuk mengisi kembali dan orang yang melakukan liburan dengan proses penikmatan pada level mental dan batin. Penikmatan liburan pada level mental atau pikiran akan membuat orang tidak merasa puas. “Mereka liburan ke mana pun mungkin senang tetapi tidak menikmati sehingga ingin lagi dan lagi,” ujarnya. Akan tetapi jika orang liburan dengan penikmatan batin, orang akan melihat dengan kesadaran proses perjalanan sebagai kebesaran Tuhan. “Saya lebih suka pergi ke desa, tetapi ketika pergi ke Amerika Serikat yang merupakan kota besar, tetap merasakan liburan yang meaningful sehingga pulangnya terisi secara batin tidak hanya dipuaskan secara pikiran,” jelasnya. Jangan sampai liburan yang dilalui membuat hati merasa kosong meskipun dipikiran terasa sudah terpenuhi. Atas kondisi ini, sebelum merencanakan liburan keluarga, pemilik dari Bank Kanaya ini selalu melakukan tukar pikiran dengan anggota kelu-

Putu Ayu Reika Nurhaeni

Ratna Kanaya

arga. Bahwa setiap perjalanan liburan yang dilakukan adalah belajar sesuatu. “Ada sesuatu yang harus dicapai dari perjalanan ini yaitu peningkatan kesadaran,” ujarnya. Perempuan kelahiran 2 Maret juga menambahkan lebih senang mengajak anak-anaknya ke tempat yang dapat memberi sesuatu. “Saya akan mengajak mereka ke suatu tempat yang kecil melihat budaya, tingkat kesadaran masingmasing individunya sehingga mereka tidak kaget dengan perbedaan. Malah perbedaan adalah sesuatu yang indah,” ungkapnya. Baginya setiap orang pasti memiliki cara masing-masing dalam melakukan liburan, namun bagi dirinya lebih terhadap peningkatan kesadaran yaitu rohani. “Bagi saya yang eksternal hanya untuk mendorong sesuatu yang internal. Eksternal bukan tujuan utama melainkan memberi stimulan untuk

kontemplasi ke dalam,” imbuhnya. Liburan akhir tahun ini juga harus dilalui lebih dari liburan-liburan lainnya sebab akan menyongsong tahun baru. “Ini momen yang sangat baik untuk keluarga karena dapat memikirkan apakah banyak kesia-sian waktu yang terlewatkan karena waktu tidak akan kembali,” tuturnya. KALAU TIDAK LENGKAP, DIUNDUR Sementara itu, menikmati liburan akhir tahun merupakan hal yang paling ditunggu oleh keluarga Putu Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos. Hal ini dikarenakan minimnya kauntitas waktu yang dimiliki untuk berkumpul bersama keluarga. Kadisdukcapil Kabupaten Buleleng ini mengaku liburan tahun baru momen yang sangat pas untuk berkumpul besar semua keluarga. “Jarang bisa berkumpul bareng

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

23

Liburan setelah Tahun Baru Malam pergantian merupakan saat yang sibuk bagi Ni Putu Dwi Verayanti Utami. Presenter yang akrab disapa Veve ini mengaku sudah ada pekerjaan yang dilakoni. “Empat tahun terakhir saya ambil job di malam pergantian tahun. Kebetulan orangtua yang bekerja di bidang pariwisata juga sibuk dengan kegiatan di hotel. Karena sama-sama sibuk, kami pun memilih liburan setelah acara tahun baruan,” ungkap perempuan kelahiran Denpasar, 20 April 1992 ini. Veve mengaku pilihan untuk libur bersama keluarga setelah acara tahun baru merupakan solusi yang bermanfaat bagi keluarganya. Setelah semua aktivitas beres, mereka pun bisa liburan dengan tenang. Sepanjang 2016, Veve mengatakan hal-hal yang diimpikan bisa tercapai, antara lain menyelesaikan pendidikan S2 Linguistik di Universitas Udayana dan membuat tempat les bahasa Inggris “Dwi English Course” di rumahnya. Prestasi Veve lainnya, ia menjadi juara 2 lomba Dharma Wacana Bahasa Inggris kategori dewasa tingkat Provinsi Bali. Presenter Bali TV sejak 2009 ini juga memiliki pengalaman berkesan selama menjadi MC. “Saya jadi MC di International Forum on Economic Development and Public Policy yang dihadiri Ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan Indonesia). Pengalaman yang luar biasa,” tegas perempuan yang bercita-cita menjadi dosen dan melanjutkan pendidikan S3 serta membuka kelas public speaking ini. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

karena kesibukan masing-masing tetapi komunikasi melalui HP tetap harus dilakukan,” ujarnya. Dirinya tidak menampik jika masing-masing anggota keluarga memiliki hobi yang berbeda sehingga dalam menentukan tempat untuk liburan harus dirundingkan kembali. “Ada yang suka wisata alam, ada yang suka makan, ada yang suka belanja juga,” jelasnya. Hal ini yang membuat Reika sapaan akrabnya harus benarbenar selektif memilih tempat liburan representatif untuk memenuhi semua keinginan anggota keluarganya. “Sehabis wisata alam bisa langsung

hunting kulinernya,” ungkapnya. Mantan Camat Buleleng tersebut juga menjelaskan lebih menyukai tempat-tempat liburan yang ada di Bali. Menurutnya, Bali sangat kaya akan tempat wisata dan masih banyak lokasi yang belum pernah dikunjungi. “Lebih suka liburan di Bali saja, hal ini juga karena terkendala waktu,” tambahnya. Ia menambahkan liburan akhir tahun hanya akan berjalan jika semua anggota keluarga dapat turut serta. “Harus semua ikut, kalau ada yang nggak bisa lebih baik diundur saja,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)


22

Sosialita

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Banyak sebab kenapa banyak artis memilih bekerja di malam pergantian tahun ataupun di Tahun Baru. Tapi satu kesamaannya adalah honor yang dijanjikan sangat menggiurkan. Seorang manajer artis menyebut, artis yang paling panen di malam Tahun Baru atau pas Tahun Baru adalah para penyanyi. Bayarannya benar-benar ‘aduhai’ yakni bisa tiga kali lipat dari honor biasanya. Bahkan untuk penyanyi-penyanyi papan atas bisa mematok harga lebih tinggi lagi.

“M

alah dulu Ahmad Dhani, konon, pernah mematok honornya Rp 500 juta sekali manggung. Itu sekitar tahun 2014, lho. Karena bayarannya tinggi maka wajar dong tawaran manggung di malam tahun baru menjadi begitu menggoda. Bukan hanya berlaku untuk artis-artis papan atas, tapi juga artis lain. Cuma, kan, kalau artis papan atas, tingkat kepopulerannya tinggi, maka nilai bargain nya tinggi juga. Yang pasti, ya, honornya bisa naik 2-3 kali lipat atau lebih,” ungkap manajer artis yang tak mau disebut namanya itu. Karenanya tak heran kalau banyak artis papan atas merasa sayang melewatkan kesempatannya menangguk rejeki. Toh, berkumpul bersama keluarga bisa ditunda beberapa jam. Ataupun kalaupun berencana liburan, itu bisa dilakukan setelah job. Tapi, tambah si manajer artis itu, jangan hanya melihat honor fantastis yang diterima artis. Karena sebenarnya penampilan artis di malam tahun baru juga spesial dalam artian, mereka mengeluarkan kemampuan lebih dibanding biasanya. Misalnya saja, durasi penampilan yang biasanya cuma 1-2 jam, bisa lebih panjang. Itu artinya akan banyak lagu yang dibawakannya. Grup-grup band juga begitu. Mereka harus tampil lebih lama dari biasanya. Bukan itu saja, tapi juga mereka--baik itu penyanyi ataupun grup band--- akan menyajikan triktrik tertentu untuk membuat acara yang dibawakannya menjadi lebih berkesan. “Jadi pastinya ada effort lebih yang diberikan, dan sudah

Rio Dewanto

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Bali Yoga Festival 2017

Berburu Rezeki di Akhir Tahun pasti melelahkan, kan? makanya bayaran lebih pun wajar saja dong,” tambahnya. Sejumlah selebriti papan atas seperti Ruth Sahanaya, Krisdayanti, Rossa maupun Ayu Ting Ting pun pernah melakukannya. Namun, mereka tidak hanya datang seorang diri. Mereka memboyong keluarganya supaya mereka pun bisa ikut menikmati keceriaan pergantian tahun sekaligus berlibur bersamanya. Mereka hanya menyanyi beberapa jam dan setelahnya bisa berkumpul bersama. Judika, salah satu penyanyi laris saat ini, juga mengakui hal itu. Penyanyi jebolan Indonesian Idol ini bakal manggung di acara Tahun Baru yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Ditanya soal berapa honornya, Judika yang juga merambah kiprahnya ke bidang akting, menolak menjawab. “Ya yang pasti bayarannya besar. Ini kan setahun sekali. Semua artis juga bakal pasang harga tinggi,” ucapnya tanpa menyebut nominal yang diterimanya. Hal yang sama juga diungkap vokalis Gigi Armand Maulana, yang berkilah yang tahu persis besaran honornya adalah manajemennya. Artis lain yang juga terang-terangan mengaku ‘mengejar’ honor tahun baru adalah Denada. “Sebagai penyanyi yang bekerja di akhir tahun, apalagi yang dikejar kalau bukan honor lebih,” ujar Dena, sapaan akrab Denada, akan manggung di sebuah resort di Jawa Timur. “Bisa sekalian bawa anak aku, Syakira Aurum. Aku kerja, dia bisa main, kan ada yang dampingi juga. Jadi anggap aja ini liburan juga,” kata wanita cantik yang kini digosipkan tengah dekat dengan Ikhsan Idol. “Kerja di malam tahun baru itu spesial ya karena kita dapat honor spesial alias lebih dari biasanya. Jadi ya kenapa enggak diambil?” tambahnya. Lain lagi dengan pasangan Demian Aditya dan istrinya, Sara Wijayanto. Pasangan ini juga mengambil job malam pergantian tahun namun berbeda tempat, yang satu di Jakarta dan lainnya di luar kota. Seperti artis lainnya, mereka juga beranggapan sayang melewatkan tawaran menggiurkan di malam tahun baru apalagi honornya pun jauh melampaui biasanya. Karena honor yang lebih dari

Denada

lumayan itulah maka mereka pun rela tidak menikmati malam pergantian tahun bersama. “Rencananya di malam tahun baru kita bakal perform di tempat yang berbeda. Saya di Jakarta, dia di luar kota,” ucap Sara yang menunda liburannya pada bulan Maret 2017 mendatang. Giring Nidji juga termasuk artis yang kebanjiran rezeki akhir tahun. Tak tanggung-tanggung ia bukan hanya manggung di malam pergantian tahun tapi juga pada tahun baru. “Hehe...iya malamnya manggung di Kediri, trus Tahun Baru, besok siangnya, di Cibubur,” kata Giring yang didampingi sang istri Cinthya Reza. Soal liburan, ungkap Giring, tidak masalah tertunda. Lagi pula, sepanjang 2016 mereka sudah banyak berlibur. “Jadi nggak masalah nggak liburan akhir tahun. Sudah banyak libur kok,” tambahnya. Ia juga mengaku sang istri tidak keberatan dengan aktivitasnya ini karena sejak awal sang istri telah tahu dan memahami pekerjaan suaminya.

Judika

Titi Kamal

SYUTING KEJAR TAYANG DI AKHIR TAHUN Lalu bagaimana dengan para artis yang biasa berkiprah di dunia akting. Sebagian dari mereka ada juga yang mendapat tawaran manggung off air, namun tidak banyak. Tapi di luar itu, ada juga yang tetap bekerja di penghujung tahun. Ini tidak ada hubungannya dengan honor fantastis sebagaimana rekan-rekan mereka di dunia menyanyi. Mereka ini biasanya adalah artisartis yang bermain sinetron atau FTV kejar tayang ataupun pekerja film yang proyeknya harus selesai di akhir tahun karena akan segera diluncurkan di tahun depan. Beruntungnya dibanding penyanyi, mereka masih memiliki waktu menikmati malam pergantian tahun bersama keluarga. “Kita tetap kerja di akhir tahun makanya tahun baru nggak bisa liburan panjang. Tapi pas malamnya bisa kumpul dengan keluarga menikmati pergantian tahun bersama,” kata Citra Kirana.

Giring

Titi Kamal pun demikian. Artis serba bisa yang belakangan lebih banyak waktunya untuk mengelola bisnis-bisnisnya, mengaku ia baru saja menerima tawaran stripping yang mengharuskan dirinya dan pekerja lainnya untuk bekerja di akhir tahun. Titi mengaku sudah izin suami, sehingga tidak masalah. “Jadi kalau ditanya rencana acara tahun baru aku bagaimana, aku belum tahu nih. Soalnya aku ada stripping. Jadi tahun baru ini aku belum kepikiran mau bagaimana. Nggak bisa libur lama-lama atau pergi jauh-jauh karena takutnya kan gak ada stok. Jadi kalau mau pergi, ya paling di sekitar Jakarta saja atau luar kota tapi dekat Jakarta,” ungkap Titi yang juga membawa anaknya, Juna, ke lokasi syuting, Hadirnya Juna di lokasi syuting lantaran pekerjaan yang dilakoni Titi memakan cukup lama. Karena itu atas izin pelaksana proyek stripping, dia diizinkan membawa anak semata wayangnya sehingga tidak harus berpisah terlalu lama dengan ibunya. Tahun 2016, capaian Titi cukup banyak, baik di bidang bisnis maupun dunia akting yang telah membesarkan namanya. Setidaknya selain sibuk berbisnis, mengurus keluarga, ia juga sempat bermain film, yakni ‘Hangout’ yang disutradarai oleh Raditya Dika. Seperti syuting stripping sekarang, kata Titi, Juna anaknya pun ikut saat ia syuting ‘Hangout’. Yang juga tetap bekerja di akhir tahun adalah Rio Dewanto yang tengah sibuk mempersiapkan perannya dalam film ‘Filosofi Kopi” yang akan diproduksi pada awal 2017. Ia mengaku akhir tahun ini justru jadwalnya sangat padat dengan pekerjaan. “Jadi kita akan reading dan workshop. Pokoknya jadwal padat,” kata suami Atiqah Hasiholan ini sembari menambahkan, karena sibuknya bekerja maka ia dan istrinya sepakat menunda liburan tahun baru. “Kita tunda liburannya, mungkin antara Februa atau Maret. Lagian liburan pada bulan itu lebih murah, kan,” ujarnya berseloroh. (dianaruntu@cybertokoh.com)

3

Sehatkan Umat Damaikan Dunia

Yoga makin hari makin diminati oleh masyarakat. Apalagi sete­lah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendeklarasikan bahwa tanggal 21 Juni sebagai Hari Yoga Sedunia. Namun, masih ada masyarakat yang menyalahartikan yoga tersebut. Yoga tidaklah semata-mata dipandang sebagai sebuah olah raga seperti yang umum dipahami, melainkan ada prinsipprinsip dasar menyangkut metafisika, etika, psikologi, ­spiritual dan anatomi yang perlu diketahui.

Y

oga merupakan satu-kesatuan atau rangkaian kegiatan untuk menyatukan body, mind and soul. Yoga menyentuh tidak hanya aspek-aspek fisik/gerak badan, namun juga unsur-unsur halus, seperti pikiran, ego, indra, roh, prana dan pranayama.

Yoga dirasakan tidak hanya sangat penting tetapi sangat mendasar karena menyangkut hidup itu sendiri. Begitu disampaikan oleh Bunda Dian didampingi beberapa guru yoga saat ditemui di Yayasan Markandeya Yoga Indonesia, di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, pekan lalu.

Menurut Bunda Dian, yoga melihat manusia dan lingkungannya secara holistik, integratif dan universal. Menembus batas-batas bangsa, kebudayaan, bahasa dan agama. Setiap negara memiliki style yoga yang berbeda-beda, dan tidak ada cara melaksanakan yoga yang benar maupun salah. Begitu pula dengan Bali. Bali juga memiliki yoga tradisi yaitu Yoga Bali Klasik yang menggunakan prinsip-prinsip dasar yoga spiritual. Karenanya, Bali Yoga Festival (BYF) 2017 yang diseleng-

garakan oleh seluruh anggota Pasraman Markandeya Yoga Indonesia yang berada di Bali maupun luar Bali di seluruh Indonesia juga didukung oleh Pemerintah Kota Denpasar ini ingin mengenalkan Yoga Bali Klasik atau yoga tradisonal Bali kepada masyarakat umum. Bukan hanya itu, kegiatan ini juga bakal dimeriahkan oleh beberapa guru yoga dari ber­bagai daerah di Indonesia maupun luar negeri, yaitu India. “Kami ingin bersama-sama memberikan pemahaman tentang yoga

dan menyatukan yoga secara global dalam bentuk gerakan, pranayama, meditasi, maupun pencerahan spiritual,” ujar Bunda Dian. Ia kembali menekankan jika kegiatan BYF lebih luas lagi ingin memperkenalkan Yoga Sastra dan Yoga Bali Klasik kepada masyarakat umum. Kemudian, menyatukan masyarakat global melalui yoga tradisional Bali melalui berbagai bentuk kegiatan dengan tujuan menyehatkan umat mendamaikan dunia. -ard

Di arena Bali Yoga Festival yang akan dilaksanakan di Taman Kota Lumintang ini bakal berlangsung : 1. Yoga gratis bagi siswa-siswi tingkat PAUD hingga SMA 2. Pelaksanaan yoga umum, seperti yoga kids, yoga mix, dan sebagainya. bagi seluruh masyarakat Bali maupun Indonesia dari guru Markandeya Indonesia 3. Pelaksanaan meditasi bagi seluruh masyarakat Bali maupun Indonesia 4. Pencerahan tentang yoga dari Guruji Shunil Sharma, India 5. Pencerahan tentang yoga dari Guru Made Sumantra 6. Yoga Aura Therapy dari Bunda Dian 7. Kelas Healing Theraphy dari Guru Mangku Hypno dan Jero Deddy 8. Pameran produk kesehatan 9. Pameran makanan sehat 10. Pameran produk-produk yoga yang berupa seperti matras, pakaian yoga, aksesori rudraksa dan yang lainnya. JADWAL 1. Pelaksanaan yoga gratis bagi siswa-siswi PAUD hingga SMA/SMK se-Bali a. Hari/tanggal : Jumat, 13 Januari 2017 b. Waktu pelaksanaan : Pk. 07.30 Wita - Selesai c. Tempat pelaksanaan kegiatan : Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali 2. a. b. c.

Yoga Umum bagi masyarakat sekaligus pencerahan dari Guru Made dan Aura Therapy dari Bunda Dian Hari/Tanggal : Sabtu, 14 Januari 2017 Waktu Pelaksanaan : Pk .07.30 Wita - Selesai Tempat pelaksanaan kegiatan : Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali

4. a. c. d.

Pelaksanaan segala jenis pameran (makanan sehat, produk yoga, produk kesehatan) Hari /tanggal : Jumat - Minggu (13- 15 Januari 2017) Waktu pelaksanaan : Pk. 07.30 Wita - Selesai tempat pelaksanaan kegiatan : Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali

3. a. b. c.

Yoga umum sekaligus pencerahan dari Guruji Shunil Sharma, India, dan Aura Theraphy dari Bunda Dian Hari/ Tanggal : Minggu,15 Januari 2017 Waktu pelaksanaan : Pk. 07.30 Wita - Selesai Tempat pelaksanaan kegiatan : Taman Kota Lumintang, Denpasar , Bali


Inspirasi

Reza Rahadian Terbiasa 4

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Menghadapi Perbedaan Ada banyak keluarga yang bisa hidup harmonis sekalipun berbeda agama.Bagi mereka justru perbedaan itu menjadi semakin menguatkan tali persaudaraan. Satu hal yang pasti hidup dengan berinteraksi bersama mereka yang berbeda telah menumbuhkan sikap saling menghormati dan toleran.

R e za

S

Rahadian

etidaknya itulah yang dirasakan Reza Rahadian Matulessy yang tumbuh dan besar dalam keluarga yang berbeda agama. Bahkan pemeran ‘Habibie’ muda ini tinggal bersama mamanya yang beragama Kristen. ‘Jadi ketika natalan saya ikut menemani mama mempersiapkan Natal. Nggak masalah kok. Begitu juga ketika bulan Puasa. Mama membantu mempersiapkan makanan buka puasa ataupun sahur,” ungkap Reza yang ayah dan ibunya telah berpisah sejak ia masih kecil. Keluarganya, kata Reza, banyak yang beragama Kristen. Karenanya ia menjadi terbiasa menghadapi perbedaan. Tumbuhnya sikap toleransi terhadap sesama menjadi kuat karena hal tersebut. “Keluarga saya sebagian besar Nasrani. Tapi begitu indah. Tidak pernah ada benturan. Semua saling menghargai, respect dengan kepercayaan masing-masing. Tidak ada yang

ngejudge agamanya paling benar atau apapun. Semuanya berusaha menjalankan agamanya dengan benar,” tutur Reza. Moment yang menarik dan yang tak terlupakan oleh Reza adalah ketika suatu hari digelar dua acara berbeda di rumahnya. “Jadi suatu ketika saya membuat acara s’lametan rumah, dimana saya mengundang anak yatim trus ada acara sholat bersama. Sedang pada malam harinya, ibu saya menggelar acara kebaktian gereja di rumah. Buat saya, itu semua indah banget,” tuturnya. Masing-masing bebas melakukan ibadah sesuai dengan kepercayaannya, termasuk memasang atribut-atribut seperti misalnya dirinya memasang atribut bertulisan ‘Allah’ di dinding, sementara ibunya memasang patung Bunda Maria. “Jadi itu semua ada di rumah saya. Itu kan indah banget ya,” tutur pemeran film ‘Surga yang Tidak Dirindukan’ 2. Menurut Reza, dengan kon-

disi demikian, harusnya kita bangga dengan negara kita yang memiliki toleransi yang besar, dengan umat beragama satu dengan lainnya bisa hidup rukun. “Ini adalah harga yang mahal yang tidak bisa dibayar dengan apapun kecuali dengan toleransi itu sendiri,” tegasnya. Sebagaimana diketahui pria yang tengah bersinar kariernya di industri perfilman Indonesia juga kerap mendapat berbagai penghargaan atas aktingnya yang memukau, memulai debutnya di dunia entertainment saat belia, lewat penampilannya sebagai model. Setelah itu ia merambah ke sinetron lewat ‘Culunnya Pacarku’ tahun 2005. Dari sinetron ia pun mulai dilirik untuk main film, dan akhirnya membawanya mendapat penghargaan pertamanya lewat film ‘Perempuan Berkalung Sorban’ , dimana dia meraih Piala Citra dalam kategori ‘Pemeran Pendukung Pria Terbaik’ 2009. Sejak itu kariernya semakin kinclong seiring dengan penghargaan demi penghargaan yang diterimanya. Terakhir penghargaan yang diterimanya adalah di ajang Festival Film Bandung 2016 lewat perannya dalam film My Stupid Boss pada September 2016 lalu dan Piala Citra dalam FFI 2016 di Taman Ismail Marzuki, November lalu, untuk film yang sama yakni My StupidBoss. Menurut Reza, apa yang dicapainya dalam karier berkat support kuat dari mamanya, Pr a t i w i W i d a n t i n i Matulessy. “Mama itu adalah sumber inspirasi saya, dia motor penggerak yang sangat kuat dalam saya berkarier. Dia adalah enerji hidup saya juga pelindung saya,” ungkap Reza yang mengaku sangat dengat dengan sang ibu. Baginya sang mama adalah sosok yang luar biasa, wanita ‘strong’ yang telah berjuang untuknya juga adiknya sebagai single parent. Kecintaannya kepada sang mama, meski kerap diungkapkannya dalam keseharian, namun biasanya ada hal spesial

Reza lebih jauh. Berbicara tentang kariernya, di mana dalam 11 tahun dia berkarier, telah membintangi hampir 30 film, belum termasuk sinetron, ia menyebut sangat bersyukur karenanya. Meski dalam perjalanannya, kata Reza, dirasakan tidak selalu mulus. Bahkan pernah suatu ketika ia merasa ingin berhenti dari industri yang telah membesarkan namanya itu. “Tentang hal itu maka orang pertama yang aku ajak bicara adalah mama. Mamaku cuma bilang bahwa apa yang telah kamu capai sekarang adalah bukan sesuatu yang gampang. “Mama bilang, coba kami lihat bagaimana kamu 10 tahun lalu.” Lalu saya perpikir dan merenungkan perkataan mama itu, dan yaa benar...akhirnya saya terus lagi berkarier,” kata dia. Usia Reza yang 29 tahun sempat menjadi tanda tanya sebagian orang karena tidak pernah terdengar ia memiliki kekasih. Menjawab hal ini, Reza mengaku dirinya sangat sibuk sehingga tidak sempat memikirkan kehidupan pribadinya, khususnya mencari pasangan apalagi berpikir menikah. “Hidup saya nggak jauh-jauh dari kerja, kerja dan kerja. Bahkan untuk sekadar nongkrong dengan sahabat-sahabat saya pun kadang tidak sempat,” ujarnya. Jangankan urusan percintaan atau sekadar menghabiskan waktu dengan temanteman, katanya, saking sibuknya kadang ia pun menjadi jarang bertemu dengan keluarganya. Jadi disadarinya bahwa untuk mencapai sesuatu, ia harus mengorbankan sesuatu pula. Itulah yang terjadi. Ia bekerja sangat keras demi kariernya, dan ia harus mengorbankan waktu bersama keluarga, teman-teman, termasuk untuk dirinya sendiri. (diana.runtu @cybertokoh.com)

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

21

Keberagaman adalah Kekuatan dan Modal Membangun NTB

Dua belas penerjun payung dari Detasemen Matra II Pasukan Khas (Paskhas) Malang, Batalyon Komando 464 Paskhas Lanud Abdurahman Saleh Malang yang masingmasing membawa bendera Indonesia, bendera Provinsi NTB, dan 10 bendera dari Kabupaten/Kota yang ada di NTB, memeriahkan HUT ke-58 NTB pada tanggal 17 Desember 2016 lalu. Semarak hari ulang tahun NTB kali ini menjadi unik dan berbeda ketika para undangan hadir dengan mengenakan pakaian adat dari tiga suku yang ada di NTB yakni suku Sasak, Samawa, dan Mbojo.

M

Reza Rahadian dan mamanya

diberikannya pada setiap Hari Ibu. “Jadi Hari Ibu itu buat saya sangat spesial ya. Saya selalu memperingatinya. Meski kita memang biasa mengekspresikan sayang dan cinta pada ibu setiap hari, namun saya merasa Hari Ibu adalah suatu yang spesial. Biasanya pada hari spesial itu saya membuat puisi atau surat panjang buat mama. Saya juga bisa mengungkapkan berapa berterima kasihnya saya pada mama. Yahhh memang hal-hal seperti itu biasa ya kita ungkapkan sehari-hari tapi mungkin karena momentumnya, hal itu menjadi terasa lebih spesial,” tutur pria kelahiran Bogor 1987, ini. Reza menambahkan bahwa mamanya mampu memerankan dengan baik sebagai ibu, ayah bahkan sebagai best friend, juga sebagai lawan berdebat. “Jadi hubungan saya dengan mamaku tuh sangat personal sekali. Mau ngomong apa saja bisa. Mamaku tuh bisa mendidik anak-anaknya sampai pada posisi dimana kita bisa bebas bercerita apa saja padanya,” ungkap

Mandalika

engenakan pakaian adat dari berbagai suku yang ada di Nusa Tenggara Barat, para tamu undangan ini menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke - 58 Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB. Dengan pakaian adat ini, upacara peringatan HUT NTB menjadi berbeda dari biasanya. Termasuk Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, yang biasanya memakai pakaian putih khas uniform gubernur, kali ini ia

Gora yang tersemat sebagai julukan Provinsi NTB ini merupakan kerja keras para pemimpin NTB sebelumnya yang telah berhasil mengatasi krisis pangan pada era tahun 1980-an. Benih yang ditanam untuk mengatasi krisis pangan kala itu bernama Bumi Gora, dapat tumbuh di bumi Nusa Tenggara Barat. Hingga akhirnya pada tahun 2015, produksi beras di NTB mencapai 1,3 juta ton menjadikan NTB sebagai salah satu daerah penyandang pangan nasional. Di masa ini, peran NTB semakin kokoh dalam pembangunan nasional. “Hasil kerja keras ini

memimpin upacara dengan mengenakan pakaian adat Sasak. Selain pegawai negeri sipil lingkup Provinsi NTB, peserta upacara juga datang dari perwakilan TNI dan Polri serta perwakilan pemuda dan pelajar di Kota Mataram. Peringatan HUT ke-58 tahun yang mengusung tema “NTB Gemilang, Ikhtiar Tiada Henti”, dihadiri Wakil Gubernur NTB H. M. Amin, S.H., M.Si, Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda.,S.H.,M.H., anggota Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) dan Satuan Kerja perangkat Daerah (SKPD) lingkup Provinsi NTB. Beberapa tamu kehormatan juga turut hadir. Mereka adalah mantan Gubernur NTB ke-5 periode 1998-2003 Drs. H. Harun Al Rasyid, mantan Gubernur NTB ke-6 periode 2003-2008 H. Lalu Serinata, dan mantan Wakil Gubernur NTB periode 2008-2013 H. L. Azhar. Ketika menyampaikan sambutan pada HUT NTB tahun ini, Gubernur NTB menyampaikan wajah kemajuan yang dicapai provinsi dengan julukan Bumi Gora ini. Bumi

tidak luput dari perjuangan para pemimpin terdahulu yang telah memberikan pondasi yang kuat,” ujarnya. Beberapa pencapaian yang telah diraih oleh Provinsi NTB hingga usianya yang ke-58 ini, antara lain, NTB telah mampu mensuplai kebutuhan beras nasional sebesar 700.000 ton setiap tahun, dalam pada sektor pariwisata kunjungan wisatawan semakin meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2015 kunjungan wisatawan ke Provinsi NTB berjumlah 2,2 juta orang, dan NTB mampu mempertahankan gelar sebagai World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination pada ajang penghargaan yang sama. “Pengembangan pariwisata kita Insya Allah berada pada jalur yang tepat, yaitu selain mengembangkan pariwisata konvensional yang sudah ada, tetapi juga menciptakan satu segmen baru yaitu Wisata Halal,” ujarnya.Majdi mengatakan bahwa seluruh capaian pembangunan berdampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB.

Gubernur NTB dan para tamu undangan mengenakan pakaian adat NTB pada puncak peringatan HUT ke-58 NTB

KEMBANGKAN EKONOMI KREATIF Sementara itu pertumbuhan ekonomi NTB pada tahun 2015 sebesar 9,9% dan merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional. Pada triwulan ke-2 tahun 2016 pertumbuhan ekonomi NTB sebesar 9,92% yang berada pada posisi ke-2 dari seluruh provinsi di Indonesia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB berkat upaya berkelanjutan sejak pemimpin pertama sampai masa permerintahan gubernur ke-7 setiap tahun semakin meningkat. “Alhamdulillah, sejak tahun 2014 Provinsi NTB selama dua tahun berturut-turut ditetapkan sebagai Top Mover dalam akselerasi peningkatan IPM,” katanya. Selain itu, sejak tahun 2011 sampai tahun 2015 Provinsi NTB berada pada peringkat pertama dalam pencapaian target MDG’s dan memperoleh predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) 5 kali berturut-turut sejak tahun 2011. Atas pencapaian ini Gubernur berharap pada semua pihak untuk melakukan introspeksi diri, melihat sejauh mana pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Sejauh mana pertumbuhan pariwisata mampu menyerap ekonomi kreatif yang berkembang di masyarakat, serta memastikan setiap proses pembangunan tidak hanya menghasilkan kemanfaatan ekonomi tetapi juga memperhatikan daya dukung lingkungan. Gubernur meminta untuk selalu menjaga momentum pembangunan dan kondisi daerah NTB yang aman dan kondusif. “Mari kita rawat persaudaraan diantara seluruh kom-

ponen masyarakat, baik agama, suku, profesi dan keberagaman yang lain. Kita sudah sepakat, seluruh keberagaman itu adalah kekuatan dan modal dalam membangun NTB,” ungkapnya. Ia mengimbau seluruh perangkat pemerintahan daerah agar saling bahu membahu, meningkatkan etos kerja dan profesionalitas, meningkatkan tranparansi dan akuntabilitas demi berjalannya pembangunan di masa-masa mendatang. “Mari menjadi pemimpin yang dapat diteladani oleh seluruh masyarakat. Kepada pelajar, pemuda, dan mahasiswa untuk selalu bersungguh-sunggguh menuntut ilmu, persiapGubernur NTB menerima bendera kan diri untuk menjadi Provinsi Nusa Tenggara Barat dari penerjun payung penerus masa depan NTB dan bangsa, jauhi pergaulan be- NTB dan Badan Informasi Geo-spabas, narkoba dan perilaku destruktif sial, penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi lainnya,” katanya. Pada puncak peringatan HUT NTB dengan Badan Pusat Statistik ke-58 NTB, sekaligus dilakukan pen- dan penandatanganan kesepakatan andatanganan prasasti peresmian bersama antara Pemerintah Provinsi beberapa proyek di NTB, seperti, NTB dengan PT. Sang Hyang Sri proyek Kantor Sekertariat Dewan (Persero). Dilakukan pula penyPerwakilan Rakyat Daerah Provinsi erahan sertifikasi ISO 9001-2015 NTB, Kantor dan Laboraturium terhadap standarisasi mutu perizUPTB-BPSMP Badan Ketahanan inan kepada Gubernur NTB oleh Pangan Provinsi NTB dan Drive Direktur Utama PT. Bintang Solusi Thru Paok Montong serta Drive Utama sebagai Konsultan ISO dan peThru Gunung Sari Dinas Pendapatan Daerah Provinsi. Selain itu dilakukan nyerahan bantuan alat berat dan alat juga penandatanganan kesepakatan lainnya dari Pemerintah Australia. (naniek.itaufan@cybertokoh.com) bersama antara Pemerintah Provinsi


20

Nine

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Hari Ibu

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

5

Momentum Ibu Bekerja dan Berkarya Pertengahan Desember 2016, Paruga Na’e Kecamatan Bolo meriah oleh berbagai kegiatan menyambut Hari Ibu 22 Desember 2016. Lokasi berada di jantung Kecamatan Bolo ini menjadi pusat kegiatan lombalomba yang diselenggarakan para ibu di kecamatan ini.

B

erlangsung semarak, Paruga Na’e menjadi saksi kebersamaan dan silaturahmi serta kekompakan para perempuan di Kecamatan Bolo yang terekam dalam lomba-lomba menyambut dan menyemarakkan Hari Ibu ini. Jika selama ini banyak kegiatan peringatan Hari Ibu diselenggarakan sebagai formalitas belaka, maka dari Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, perayaan Hari Ibu menjadi demikian bermakna. Memiliki Bupati seorang perempuan, Hj. Indah Damayanti Putri dan Ketua KPU Kabupaten Bima, Nursusila menjadikan semangat berkarya bagi para perempuan di Kecamatan Bolo ini. Mengangkat tema, “Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki untuk Mewujudkan Indonesia yang bebas dari Kekerasan, Perdagangan Orang dan Kesenjangan Akses Ekonomi terhadap Perempuan”, semangat para ibu di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima dalam merayakan hari ibu tahun 2016 ini, pantas diapresiasi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang relatif biasa saja, kegiatan yang diselenggarakan oleh seluruh panitia dan peserta yang nyaris seluruhnya ibu-ibu kali ini berlangsung begitu meriah. Semangat perempuan ini menjadi unik karena datang dari desa-desa di sebuah kecamatan yang relatif biasa saja. Bolo bukan sebuah kecamatan yang terkenal atau banyak dibicarakan. Namun, kemeriahan menyambut dan merayakan Hari Ibu yang dilakukan para perempuan di kecamatan ini, layak ditiru. Karena dari semangat itulah kemeriahan

Foto bersama Forum Puspa Bali 2016

Kemeriahan menyambut dan merayakan Hari Ibu 2016 ditunjukkan para ibu di Kecamatan Bolo dengan antusias mengikuti kegiatan lomba-lomba yang diselenggarakan panitia

datang dari kampung-kampung di kecamatan ini di mana para ibu serius menyiapkan diri untuk berkompetisi mengikuti lomba-lomba yang diselenggarakan. Karena semangat yang sama, mereka rela menyisihkan waktu untuk berlatih bersama menjelang lomba tarik tambang (9-10 Desember 2016), bola gembira (17 Desember 2016), lomba gerak jalan (18 Desember 2016) dan lomba lari karung (19 Desember 2016).. Semangat itu tidak hanya datang dari peserta, melainkan diperlihatkan para panitia yang bahu membahu menyukseskan kegiatan-kegiatan lomba untuk memeriahkan Hari Ibu tahun ini. panitia yang kebanyakan adalah para guru ini bahkan bekerja siang dan malam demi suksesnya kegiatan kampung ini. “Semangat panitia dan juga peserta melaksanakan kegiatan lomba-lomba berlangsung sukses,” ungkap Prima Damayanti, S.Pd., Sekretaris Panitia. Keseruan menjadi semakin tampak selama persiapan berlangsung tatkala para panitia yang sibuk menyiapkan berbagai kegiatan dan acara ini, juga tengah sibuk mengurus ujian/ ulangan bagi anak didik di tempat mereka mengajar masing-masing. Ditambah lagi mereka ini juga sibuk menyiapkan diri sebagai peserta lomba paduan suara dan lainnya. Namun semangat para ibu ini tidak pernah surut. Mereka bertekad menyukseskan semua, sukses ujian para siswa, sukses pelaksanaan kegiatan Hari Ibu dan sukses pula mengikuti lomba-lomba. Menurut Dra. Sitti Syarah, M.Pd., Ketua Panitia, keseruan persiapan dan antusisme para peserta lebih

karena kesadaran bersama para ibu untuk memeriahkan Hari Ibu. Panitia sendiri menurut Syarah, sengaja menyelenggarakan kegiatan tahun ini dengan meriah demi membangkitkan semangat para ibu di kecamatan ini untuk menumbuhkan kesadaran bukan semata sebagai sebuah kegiatan yang bersifat formalitas belaka melainkan juga memaknai peringatan Hari Ibu tersebut sebagai momentum bagi para ibu untuk bekerja dan berkarya. Karena itulah partisipasi para ibu di Kecamatan Bolo untuk mengikuti berbagai lomba sangat tinggi tahun ini. Segala perbedaan menjadi satu dan melebur dalam semangat per-

hingga tumbuh menjadi anak yang membanggakan. Momen peringatan Hari Ibu ini tentu memiliki arti tersendiri bagi panitia dan juga para ibu di Kecamatan Bolo. Selain untuk meningkatkan pemahaman terhadap hakikat, kodrat, dan fitrah kaum perempuan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menambah dan meningkatkan rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan kekompakan bersama juga untuk meningkatkan rasa percaya diri bagi kaum ibu khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Bolo Kabupaten Bima serta sebagai ajang silaturahim dan hiburan bagi kaum ibu di kecamatan ini.

Bersama panitia lainnya, Sitti Syarah (paling kanan) dan Prima Damayanti (dua dari kanan), memimpin kegiatan perayaan Hari Ibu Kecamatan Bolo tahun 2016, dengan semangat silaturahmi, kebersamaan, persaudaraan dan kekompakan

saudaraan. Sebagai Ketua Panitia, Sitti Syarah selalu menekankan bahwa kegiatan ini harus diselenggarakan dengan landasan sportivitas. “Mari berlomba dalam semangat sportivitas dan bergembira bersama,” ungkap Sitti Syarah. Panitia menyadari peran ibu yang besar adalah sebagai peletak dasar lahirnya generasi penerus bangsa sebagai pewaris peradaban kegiatan, itulah yang membuat para ibu di kampung ini serius menyiapkannya. Di tangan ibulah para pemimpin bangsa ini dilahirkan dengan kepribadian istimewa. Sosok ibu yang mengantarkan kesuksesan anak-anaknya menjadi orang yang berguna, walau tanpa sosok yang mendampinginya ibu selalu siap mendidik anak-anaknya

Meriahnya penyambutan Hari Ibu di Kecamatan Bolo berangkat dari kesadaran bahwa momentum Hari Ibu tahun ini dimaknai sebagai kebangkitan persatuan kesatuan gerak perjuangan perempuan yang tidak terpisahkan darikebangkitan dan perjuangan bangsa Indonesia. Karena hari ibu merupakan tonggak sejarah bagi perjuangan kaum perempuan Indonesia. Makna peringatan hari ibu sebagai upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang dalam merebut kemerdekaan. Selain itu, dengan adanya momen tersebut, diharapkan bisa memberikan motivasi bagi kaum perempuan untuk lebih maju lagi dalam segala bidang pembangunan. Inilah dasar bagi panitia dalam menyelenggarakan kegiatan untuk memperingati Hari Ibu tahun ini. “Kegiatan ini dipersembahkan untuk ibu-ibu dengan harapan, kegiatan ini dapat mempererat tali silaturrahmi dan kekeluargaan baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan

masyarakat,” ungkap Syarah. Meski ini kegiatan kampung, tampaknya tidak bisa dipandang sebelah mata. Manajemen kegiatan yang rapi dengan semangat keseriusan dari panitia dan peserta menjadikan event ini memiliki kelas tersendiri. “Saya salut pada panitia yang mau bekerja serius pada seksinya masingmasing,” ungkap Syarah. Kemeriahan persiapan dan pelaksanaan kegiatan menunjukkan kekompakan para ibu di kecamatan ini. KALAH MENANG SAMA-SAMA BAHAGIA Lomba-lomba yang diselenggarakan memang lomba-lomba konvensional dan sudah biasa dilombakan, namun antusiasme para ibu menjadi keunikan tersendiri karena kemeriahan ini datang dari kampung yang sesungguhnya dalam kondisi serba terbatas, termasuk dalam hal pendanaan. Namun, semua itu bukan kendala bagi lebih dari 30 panitia dengan hampir 800 peserta untuk menyukseskan kegiatan ini. Para ibu ini bahkan banyak yang mengikuti lebih dari satu mata lomba. Kerja keras panitia mampu mendongkrak semangat silaturahmi dan kebersamaan para ibu di kecamatan ini. Sepanjang kegiatan lomba-lomba berlangsung, kebahagiaan menyelimuti para ibu di kecamatan ini karena selama berlomba kejadian-kejadian lucu dan menggelitik menjadi penghibur yang menghangatkan suasana lomba. Menang kalah dalam lombalomba yang dilaksanakan adalah salah satu pembelajaran bagi para peserta. “Kalah dan menang samasama membahagiakan bagi para ibu di sini. Yang penting silaturahmi dan kebersamaan,” kata Prima. Kegiatan ini rencananya akan selalu digelar tiap peringatan Hari Ibu tahun-tahun berikutnya, dengan tetap disambut meriah seperti tahun ini. Semua dilakukan panitia demi membangkitkan semangat persatuan di kalangan ibu-ibu di Kecamatan Bolo. Dari tangan para ibu di Kecamatan Bolo, semangat silaturahmi, kebersamaan dan kekompakan dikobarkan demi mempererat persaudaraan. Dan dari kecamatan inilah, para ibu memperlihatkan kualitasnya dalam berkarya, sekecil apapun karya itu, para ibu di kampung ini telah menunjukkan eksistensi kepeduliannya untuk mengangkat harkat dan derajat kaum perempuan Indonesia. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Soft Launching Auto Imunne Preneurs Indonesia

Pusat Kajian Perempuan dan Anak FH Undiknas Denpasar Bersinergi Tuntaskan Three Ends

“Bersama Kita Bisa”, itulah moto yang digengam oleh Dr. A.A.Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M. M,H., Puspa Bali 2016 dari kalangan Akademisi, yang dikenal pula sebagai pemerhati peran perempuan dalam keluarga dan pendidikan di Bali ini. Dalam langkahnya melaksankan kegiatan penuntasan Three Ends, ia dengan cerdas menyinergikan program tersebut bersama Pusat Kajian Perempuan dan Anak FH Undiknas Denpasar, dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali serta Kantor PPKB Kabupaten Karangasem seperti yang dipaparkannya saat Evaluasi Kegiatan Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan tahun 2016 di Hotel Aston, Denpasar pekan lalu. Dalam kegiatan yang juga dilangsungkan Penyusunan Rencana Aksi Tahun 2017- 2018, dihadiri Kepala Badan PPPA Provinsi Bali Ni Luh Putu Praharsini Juana didampingi Kabid Perlindungan BP3A Provinsi Bali Ida Ayu Nyoman Candrawati tersebut, Kementriaan Pemberdayaan Perempuan dan

Perlindungan Anak (Kemen PP PA) RI sangat mengapresiasi kinerja Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Bali dalam implementasi program unggulan Three Ends yang memang baru kali pertama dilaksanakan di Indonesia itu. Pada kesempatan itu juga tak tanggung-tanggung Kementerian PPPA RI melalui Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA RI yang kehadirannya diwakili oleh Kabid Kegiatan Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan, Atjeu Janestri, mengatakan bahwa Provinsi Bali luar biasa dibandingkan dengan Provinsi lainnya. Maka, saat itu pula Bali diberikan motivasi untuk dapat mengajukan anggaran implementasi Three Ends periode 2017 sampai 2018 dan tentu saja semua program yang sudah berjalan dapat dilanjutkan. Selanjutnya Tini Gorda didampingi tim kerjanya menjabarkan berbagai program riil untuk masyarakat yang telah dilaksanakan sebagai aktivitas prioritas dalam menangani Three Ends, yaitu ; Akhiri kekerasan

Pendampingan pembentukan desa ramah keluarga di Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem terhadap perempuan; Akhiri perdagangan orang; dan Akhiri ketidakadilan ekonomi terhadap perempuan. Langkah mereka di antaranya berupa penyuluhan, sosialisasi serta workshop isu-isu perlindungan anak masuk dalam perarem untuk ke langkah berikutnya masuk dalam

awig-awig, pelatihan keterampilan sesuai dengan yang diperlukan masyarakat setempat hingga pendampingan untuk pembentukan koperasi. Selain itu juga telah pula dilakukan workshop partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak (Puspa ); workshop pengem-

bangan penanganan korban kekerasan pada anak dengan membantu membentuk Desa Ramah Keluarga di Dusun Padang Sari, Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem, serta berhasil menyiapkan modul pranikah bersama yayasan Sarwe Sukhinah Bhawantu. Tak ketinggalan juga dilangsungkan kegiatan pengarusutamaangender di Desa Dukuh, Kubu, Karangasem. Menariknya pula, tepat pada saat pelaksanaan workshop partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak (puspa) 2016, berhasil dilangsungkan Pengukuhan Forum Puspa Provinsi Bali dan soft launching Autoimun Preneur Indonesia. Mengenai semua aktivitas yang telah dijalankan bersama tersebut, Tini Gorda dan semua yang terlibat dalam proses pengerjaannya memiliki harapan semua akan dapat berlanjut dan semua pihak yang terlibat akan selalu dan terus bersinergi untuk hasil terbaik dan maksimal dalam menuntaskan Three Ends sebagai program prioritas mereka. Termasuk, dapat dilakukannya pembentukan Puspa di Kabupaten/Kota seluruh Bali. - ard

Susunan Pengurus Unit Pusat Kajian Perempuan dan Anak Fakultas Hukum Undiknas Denpasar

Penanggung Jawab

: Dr. A.A.A. Ngurah Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., M.H. (Dekan FH Undiknas)

Bendahara Anggota

: I Gusti Ayu Eviani Yuliantari, S.H., M.H : 1. I Nyoman Ngurah Suwarnatha, S.H., I.I.M. 2. Dr. Ida Ayu Sadnyini, S.H., M.H. 3. Ida Ayu Ketut Artami, S.H.,M.H 4. Dr. I Made Wirya Darma, S.H.,M.H.

Pengurus Unit Pusat Kajian Perempuan dan Anak Ketua : Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda,S.H.,M.M.,M.H Wakil Ketua : Dr. Ni Nyoman Juwita Arsawati, S.H., M.Hum. Sekretaris 1 : Putu Eva Ditayani Antari, S.H., M.H. Sekretaris II : Kadek Januarsa Adi Sudharma, S.H., M.H.

Sosialisasi pembentukan desa ramah keluarga di Dusun Padang Sari, Desa Tianyar Tengah, Kec. Kubu, Karangasem

Diskusi kelompok dalam penyusunan rekomendasi

Pelatihan menjahit di Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem

Pembuatan pola baju kebaya di Desa Dukuh, Kec. Kubu


6

Woman on Top

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Eka Wiryastuti, menjadi sosok fenomenal, ketika ia berhasil memenangkan Pilkada Kabupaten Tabanan tahun 2010. Terpilihnya perempuan kelahiran 21 Desember 1975 ini sebagai orang nomor satu di Taba­ nan sekaligus memecahkan rekor Bupati perempuan pertama di Bali.

S

etelah dilantik 9 Agustus 2010, Eka bertekad melunasi janji-janji politiknya untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat. Sebagai umat Hindu yang taat, ia menyakini, janji adalah suatu ikatan suci. Lingkupnya bukan hanya antara manusia dan manusia, tetapi pertanggungjawaban kepada

Buku Investasi Hati

Investasi Hati Eka Wiryastuti Tuhan. Sadar akan ikatan suci, Eka totalitas mengabdikan dirinya, tenaganya, pikirannya, dan kemampuannya demi kesejahteraan rakyat. Inilah sisi filosofis dan religiusitas kepemimpinan yang patut diteladani. Pada prosesnya, matrilisasi spritualisme dalam diri Eka diwujudkan ke dalam empat prinsip kehidupan yang dilakukan dengan, berjuang dalam doa, tirakat, puasa, dan menabung karma. Saat Eka terpilih menjadi Bupati Tabanan, banyak kalangan yang nyinyir dan meragukan kepmemimpinannya. Muncul banyak gunjingan terutama dari lawan politiknya yang menggunakan sentimen politik dinasti sampai minimnya pengalaman politik untuk menghambat langkahnya. Bagi Eka, semua kontroversi yang mengarah kepada dirinya itu dianggap sebagai kritik yang mesti dijawab dengan perbuatan. “Biarlah waktu yang membuktikan,” kata Eka. Rekam jejak perjuangan Eka Wiryastuti dalam memimpin Tabanan, diaktulisasikan dalam satu buku “Investasi Hati”, yang diluncurkan bertepatan dengan hari ulangtahunnya, di Art Centre Denpasar, (21/12). Buku yang ditulis Prasetyo dan Aprilia Hariani, dan diterbitkan Pusat Kajian Keuangan Negara ini, menceritakan sosok Eka sebagai pribadi yang tumbuh secara alami menjadi pemimpin. Dalam usia yang masih muda, 35 tahun, ia mampu membuktikan eksistensi perempuan dalam kancah politik lokal. Buku ini juga dapat dimaknai

Dari kiri: Aprilia Hariana, Prasetyo, Ketua DPRD Prov. Bali Adi Wiryatama, Bupati Tabanan Eka Wiryastuti, Prof. Ermaya, dan Prof. Bahrullah Akbar

sebagai salah satu bentuk akuntabilitas kepemimpinan Eka dalam periode pertama kepemimpinannya, yakni, rekam jejak, kinerja, inovasi, dan prestasi yang berhasil ditorehkan Kabupaten Tabanan selama masa kepemimpinannya periode tahun 2011-2015. Megawati dalam sambutan awal di buku tersebut mengatakan, dengan membaca buku ini, kita akan memahami untuk menjadi seorang pemimpin diperlukan laku tirakat dan perjuangan yang tidak mudah. Eka mampu menjalankan amanah menerjemahkan garis-garis perjuangan partai ke dalam program dan kebijakan pembangunan di kabupaten Tabanan. Hal ini ditunjukkan dari semangatnya membangkitkan partisipasi dan menumbuhkan antusiasme rakyat untuk turut serta dalam membangun daerah. Inilah semangat kerja yang perlu terus digelorakan. Gotong royong harus dijadikan sebagai tulang punggung pembangunan. Prof. Dr. Bahrullah Akbar, MBA, guru besar dan dosen Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam

Negeri (IPDN), saat membedah buku ini mengatakan, dari judul buku sudah sangat menarik. Buku ini memberikan perspektif dalam pembangunan karakter. Buku ini banyak menuliskan inti dari model kepemimpinan. Sangat menginspirasi para perempuan, juga, mendorong para generasi muda untuk menjadi entrepreneur, dengan dorongan one village one produk. Buku ini cocok disebut ilmiah popular, dapat juga menginspirasi para mahasiswa, bahkan bisa dijadikan disertasi, model sukses pengelolaan pemerintahan daerah. dan juga, karena banyak menerangkan model kepemimpinan, cocok dijadikan kajian dalam tata kepemerintahan daerah. Prof. Bahrullah Akbar menilai, Eka Wiryastuti sosok yang mau belajar. Ini ditunjukkan, sejak tahun 2010 kabupaten Tabanan belum pernah mendapat opini WTP. Namun, di akhir masa tugas periode pertama, kabupaten Tabanan brhasil meraih WTP. Perubahan tersebut setidaknya menjadi gambaran, Eka mau belajar dan memberi keteladanan, sehingga

jajaran pemerintah daerah Tabanan memiliki kemauan yang sama untuk memperbaiki dan menindaklanjuti rekomendasi dari BPK RI. Ke depan, pengelolaan keuangan daerah di Tabanan tetap perlu ditingkatkan agar dapat memberi nilai tambah dan semakin terlihat memberikan kontribusi posisitf untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Rektor IPDN Prof. Dr. H. Ermaya yang juga ikut membedah buku ini mengatakan, perlu ada banyak buku seperti ini di zaman globalisasi, yang mengangkat karakter satu daerah. Dalam memimpin satu daerah tidak hanya diperlukan kekuatan tapi juga kemampuan yang unggul. Eka Wiryas­ tuti sudah membuktikan. Dalam buku ini tidak hanya sekadar memberi pengalaman, tapi ada yang hal yang perlu dipelajari dari pengalaman, mengembangkan pengetahuan menjadi lebih maju. Buku ini akan djual, dan hasil penjualan akan digunakan untuk ­charity. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

SPAK Siap Sinergi dengan Komunitas Antikorupsi SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) di Bali makin dikenal. Di beberapa kesempatan Agen SPAK diberikan waktu untuk kampanye dan menyebarkan virus–virus antikorupsi melalui permainan. SPAK adalah sebuah gerakan nasional anti korupsi yang dimulai dari perempuan. Gerakan ini memiliki agen yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia dan Bali salah satunya. SPAK lahir atas sebuah keprihatinan, masih sedikit orangtua yang menanamkan kejujuran pada anak-anaknya. Gerakan ini diluncurkan April 2014, namun untuk Agen SPAK di Bali mulai beraksi sekitar bulan Agustus 2016. Tepatnya setelah para agen SPAK mengikuti Pelatihan Fasilitator Agen SPAK . “Setelah mengikuti pelatihan, kami semua dengan niat tulus mengabdi dan berkomitmen untuk menjalankan gerakan SPAK sebisa mungkin,” ujar Raden Ajeng Ayu Citra Resminingrum, SKM, yang akrab disapa Ayu yang terpilih sebagai koordinator Agen SPAK di wilayah Bali ini. SPAK, kata perempuan kelahiran, Jakarta 18 April 1988 dan kini ber-

domisili Desa Pengotan, di Bangli ini memiliki visi menyebarkan virus anti korupsi ke semua lini masyarakat serta misi memberantas perilaku-perilaku korupsi, budaya korupsi yang dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat yang selama ini sudah berakar dan beranak pinak. “Kami berkumpul bersama dengan visi dan misi yang sama untuk beregiatan menyebarkan pengetahuan antikorupsi dengan beberapa alat bantu. Dalam permainan ini kami tidak berbicara mengenai hal-hal korupsi tetapi berbicara mengenai 9 nilai yang berdasarkan studi yang dilakukan oleh KPK, seperti kejujuran, keadilan, kerjasama, kemandirian, kedisiplinan, bertanggungjawab, kegigihan, keberanian, dan kepedulian. Selanjutnya Agen SPAK Bali melakukan “blusukan” dalam penyebaran virus anti korupsi tersebut. Secara umum, tiap agen SPAK memulai gerakannya dari lingkungan terdekat yakni keluarga, kerabat, teman-teman, rekan kerja. Kemudian sebagai agen secara perorangan maupun berkelompok juga blusukan seperti ke sekolah-sekolah. Di sana

mereka menyebarkan virus antikorupsi melalui berbagai bentuk permainan bekal kami yang diberikan oleh KPK tersebut. “Karena saya posisinya di Bangli maka untuk sekolah kami mengawalinya dengan SD, SMP dan SMA yang ada di Bangli. Kemudian menjalar ke Tabanan, Denpasar hingga Karangasem,” imbuh Ayu. Selain itu Agen SPAK Bali juga digandeng oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Provinsi Bali untuk bersama melakukan kegaitan SPAK di Kementerian Agama Provinsi Bali, Bangli, Karangasem. Bahkan Agen SPAK Bali juga sudah digandeng Ibu Sekda Provinsi Bali untuk menyebarkan virus antikorupsi ini termasuk KPU Kabupaten Bangli tidak ketinggalan sudah merangkul Agen SPAK untuk menanamkan sifat antikorupsi di kalangan pegawai KPU Bangli. Beberapa waktu lalu, Agen SPAK Bali

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Siapa tak kenal Uci Flowdea? Bukan saja seba­ gai pengusaha wanita yang cukup sukses di bisnis kayu, tapi Uci, juga terkenal sebagai salah satu sosi­ alita papan atas Surabaya. Bahkan, beberapa waktu lalu Uci, mulai main dalam film layar lebar “Romansa : Gending Cinta di Tanah Turki” dan juga menjadi produser film “The Perfect Dream” yang akan mulai tayang Januari 2017 nanti.

D

alam menjalankan bisnisnya, Uci Flowdea, tak pernah setengah-setengah, dan selalu mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Hingga sekarang dia bisa menjadi pengusaha sukses. “Rasanya sejak kecil saya sudah memiliki talenta sebagai pengusaha. Karena, dalam mengerjakan segala sesuatu saya tak pernah asal-asalan dan setengahsetengah. Saya selalu fokus pada apa yang saya kerjakan,” ujarnya disela-sela private lunch perayaan ulang tahunnya yang dirayakan di Avenue Lounge Bar Hotel Java Paragon Surabaya, pekan lalu. Selain bisnis dan hobi yang sudah dijalankan, akhir-akhir ini Uci, juga mulai menjalankan bisnis barunya, café dan persewaan kapal (yacht, speedboat), yang semuanya berlokasi di Bali. “Karena bisnis baru saya ini semua berlokasi di Bali, ma-

Yang menarik dari kegiatan bersama yang cukup banyak dihadiri para perempuan tersebut adalah digelarnya sebuah acara yang bertajuk “Warga Bicara Anti Korupsi” Di sana semua komunitas yang peduli dengan kondisi bangsa akibat korupsi ini berbicara blak-blakan. Agen SPAK Bali berkesempatan bicara mengenai Aksi Perempuan Melawan Korupsi. “Kami bersama meneriakkan yelyel antikorupsi. Untuk kedepannya kami berharap bisa lebih dibukakan jalan oleh seluruh lapisan masyarakat agar Agen SPAK khususnya di Bali dapat lebih gencar untuk melakukan penyebaran virus antikorupsi.Sehingga kami bisa berkontribusi membantu pembentukan karakter anak bangsa dengan sifat antikorupsi sejak dini. Agar Indonesia bisa menjadi Indonesia yangg bersih di tahun 2025,” tegas Ayu. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

Selalu Pegang Komitmen

kanya saya harus mondar-mandir Surabaya-Bali. Makanya sebagian teman-teman saya menyebut saya sebagai wanita angkasa,” ujarnya sambil tersenyum. Bagi Uci, menjalankan begitu banyak usaha dan bisnis, tidak akan membuatnya jenuh, karena dalam bekerja, ia selalu mengerjakan usahanya sesuai dengan hobi dan kesukaannya. “Karena saya anggap juga sebagai hobi, makanya saya senangsenang melakukan pekerjaan itu,” tambah Uci. Ketika disinggung soal pembagian waktu, antara bisnis dan keluarga, pengusaha wanita yang juga sosialita ini mengatakan, apapun yang akan dilakukan harus ada komitmen. Karena tanpa adanya komitmen, bagi Uci, tak mungkin orang akan sukses, apa lagi bila punya berbagai kegiatan dan usaha. “Saya selalu berusaha untuk memegang komitmen pada setiap pekerjaan yang saya lakukan. Termasuk komitmen dan tanggung jawab saya sebagai ibu bagi kedua anak saya. Karena itu, dimanapun saya berada untuk bekerja, saya selalu memantau keseharian anakanak,” tambah Uci. Bagi dirinya, keluarga khususnya anak-anak adalah hal utama yang selalu menjadi prioritas. “Buat apa saya kerja keras dan sukses pada banyak hal, tapi saya kehilangan keluarga, khususnya anak-anak saya. Karena, tidak jarang saya mengajak anak-anak ikut dalam kegiatanku, supaya anakanak juga tahu apa yang dilakukan ibunya,” pungkas Uci. (Dona)

Menikmati Sunset di Selat Madura Sunset di Selat Madura ternyata tak kalah dengan Bali. Tenggelamnya matahari terlihat sangat indah ketika dilihat dari selat yang memisahkan Pulau Madura dengan Surabaya. Mengarungi Selat Madura dengan kapal pesiar Arthama Pelindo, terutama saat musim liburan sekolah ini sayang untuk dilewatkan begitu saja. Kapal Arthama milik PT Pelindo Properti Indonesia

mulai bersinergi dengan beberapa komunitas yang memiliki misi yang sama yakni lebih banyak dan lebih sering lagi menebarkan virus-virus antikorupsi. Salah satunya mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anti-Korupsi Internasional, yang ditetapkan setiap tanggal 9 Desember.

Uci Flowdea

19

berkapasitas 30 penumpang ini, disediakan khusus untuk warga yang ingin melihat langsung matahari terbenam dari atas kapal. Selain itu, Kapal Arthama juga akan berkeliling kawasan pelabuhan serta mengajak masyarakat menikmati sensasi melintas di bawah Jembatan Suramadu. Pemandangan sunset yang sangat menakjubkan di Selat Madura. Kebetulan, saat itu cuaca

Sunset di Selat Madura

cerah dan cukup bersahabat, sehingga kapal melaju pelan meninggalkan pelabuhan. Di tengah kapal pesiar mini menuju ke laut, pelan-pelan matahari mulai jingga merona. ‘’Suasananya sangat indah,’’ kata Public Relation East Area XL, Ida Ayu Rossy, saat bersama rombongan wartawan melihat sunset di Selat Madura, pekan lalu. Tak melewatkan kesempatan, berbagai pose foto pun dia-

badikan. Mulai dari selfie, foto bareng, sampai foto alay sebagai kenang-kenangan. Didalam dek kapal tersedia aneka menu

makan malam untuk dinikmati, yang rasanya sangat pas dengan lidah. Selain itu, pengunjung juga bisa berkaraoke. (Lely Yuana)

BRI Siapkan Kas Rp 650 Miliar Memasuki liburan Natal dan Tahun 2017, BRI Wilayah Denpasar menyiapkan kas Rp 650 miliar. Hal ini diungkapkan Arif Wicaksono, Wakil Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Bidang Operasional, Rabu (21/12). Dana tersebut meningkat 10% dibanding tahun lalu. Arif yang didampingi I Gusti Made Sardula, Kabag Operasional, Jaringan, Layanan, dan Performance Manajemen BRI Wilayah Denpasar menjelaskan dari dana Rp 650 miliar tersebut, Rp 240 miliar untuk Bali sedangkan Rp Arif 400 miliar disiapkan untuk NTB dan NTT. Selain menyiapkanh kas, BRI juga membuka layanan kas khusus selama liburan Nataru ini termasuk menyiagakan Satgas. (ngurahbudi)


18

Mozaik

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Upaya menarik kunjungan wisatawan ke Buleleng terus digalakkan oleh pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Bahkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di tahun 2016, pemerintah membangkitkan atraksiatraksi melalui festival desa. Hal ini bertujuan agar masing-masing desa dapat bergiat membangkitkan seni budaya sebab pariwisata di Buleleng berbasis budaya.

M

enurut Kepala Disbudpar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, M.M., Buleleng telah memiliki beberapa event rutin yang digelar setiap tahunnya. Disbudpar melalui pembinaan-pembinaan akan lebih berkonsentrasi untuk membangkitkan wisata di masing-masing

Tahun 2017 Disbudpar Kabupaten Buleleng Tambah Tiga Event Wisata desa. “Hal ini dilakukan melalui lomba desa, lomba subak, lomba nyastra Bali, dan kesenian PKB,” ujarnya. Kegiatan tersebut dituangkan secara jelas dalam calendar of event. Ditambahkan oleh Sutrisna, pihaknya akan terus berupaya memenuhi target kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara dengan penambahan event baik tingkat provinsi maupun nasional. Tahun ini, tercatat 10 event yang digulirkan pemerintah daerah, seperti seperti Twin Lake Festival (TLV), Buleleng Festival (Bulfest), Buleleng Endek Carnival (BEC), Festival Lovina (Feslov), dan Buleleng Bali Dive Festival (BBDF). Menginjak tahun 2017 nanti, Disbudpar merencanakan akan menggelar penambahan 3 event baru di antaranya Pameran Pariwisata Nasional, Pemuteran Bay Festival, dan Wanaralaba Festival. Pameran Pariwisata Nasional

Nyoman Sutrisna

merupakan event nasional yang telah dijual di beberapa daerah di Indonesia. Pameran ini rencananya akan digelar di Gedung Mr. Ketut Pudja eks. Pelabuhan Buleleng dengan target 100 kabupaten kota maupun provinsi di seluruh Indonesia. “Pameran Nasional akan diadakan pada Mei, sudah ada di kalender event,” jelasnya. Sementara Wa-

Istri Punya Penghasilan, Suami Segan Rumah tangga tidak akan harmonis jika masing-masing pasangan tidak memiliki sebuah komitmen. Maraknya kekerasan dalam rumah tangga yang biasanya menimpa seorang perempuan adalah salah satu keadaan yang disebabkan oleh tidak adanya komitmen terhadap pasangan. Saling menghargai dan menghormati terhadap pasangan adalah bentuk komitmen mendasar yang harus dimiliki oleh pasangan suami istri. Seorang istri tidak berhak mendapat perlakuan kasar dari suami yang tidak menjaga komitmennya. Berbagai bentuk kekerasan rumah tangga baik yang dilakukan secara fisik maupun kata-kata harus segera dihentikan. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Drs. Gede Komang, M.Si., mengungkapkan pengertian merupakan hal penting lain yang harus dimiliki oleh setiap pasangan. Lamanya hidup bersama pasangan akan membuat kita tahu baik buruk sifat maupun prilaku yang dimilikinya masing-masing pasangan. “Tidak mungkin orang ada baiknya saja pasti juga ada buruknya, masing-masing harus bisa saling menerima dan melengkapi,” ungkapnya. Gede Komang mengatakan kedua hal tersebut, penyebab maraknya k e k erasan d a lam

Gede Komang

rumah tangga terhadap perempuan adalah faktor ekonomi. Ia menambahkan seorang perempuan seharusnya membekali diri dengan pendidikan dan juga ketrampilan sebelum membina rumah tangga. “Ekonomi pribadi harus kuat. Kalau perempuan sudah memiliki penghasilan, suami akan segan,” ungkapnya. Penghasilan bagi seorang perempuan bukan semata-mata membuat segan pasangan, tetapi lebih terhadap memajukan ekonomi keluarga. Selain penguatan dari diri secara materi, kehidupan rumah tangga harus didukung pula dengan penguatan spritual “Kalau secara materi dan spiritual sudah terpenuhi maka kecil kemungkinan terjadi KDRT,” ujarnya. Sebagai instansi yang memiliki fungsi ikut menangani masalah perempuan, Dinsos memberikan advokasi kepada masyarakat khususnya perempuan-perempuan yang telah membina rumah tangga agar terhindar dari segala bentuk kekerasan. Langkah nyata yang dilakukan Dinsos adalah memberikan asupan makanan dan memberikan bantuan berupa Usaha Ekonomi Produktif. Program ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masing-masing keluarga sehingga mencegah terjadinya tindak kekerasan. Menurutnya, program tersebut diikuti dengan pemberian pelatihan sesuai dengan minat dan bakat dari calon penerima bantuan. “Kami latih dulu sebelum diberikan permodalan agar bantuan dapat digunakan secara maksimal,” jelasnya. Dengan Usaha Ekonomi Produktif masing-masing rumah tangga dapat mengembangkan usaha yang akan digeluti. “Kalau yang suka buat jajanan bisa jualan, kalau yang suka ternak bisa memelihara ternak,” pungkasnya. (wiwinmeliana22 @cybertokoh.com)

naralaba Festival akan diadakan di kawasan Pulaki namun disinggung masalah teknis, Sutrisna belum dapat menjelaskan secara rinci. “Sistemnya sudah kami buat tetapi masih ada perubahan-perubahan,” lengkapnya. Mantan Kadiskanla Kabupaten Buleleng itu juga menjelaskan bahwa Pemuteran Bay Festival akan lebih memfokuskan kepada seni dan budaya yang merupakan kombinasi dari wisata bahari dan seni. “Kalau BBDF lebih menjual lautnya, sedangkan di PBF akan menggabungkan wisata bahari dan seni yang ada di darat. Kalau di darat ada budaya, spiritual, dan panorama alamnya,” jelasnya. Selain merancang event baru, pemerintah mengubah kemasan beberapa event yang sudah pernah digelar. Event tersebut adalah BBDF yang telah dua kali digelar di Desa Pemuteran. Dalam pagelarannya, pemerintah memutuskan memindahkan

BBDF ke wilayah Timur yaitu desa Tejakula. Mengingat saat ini wilayah timur Buleleng seperti Penuktukan dan Bondalem, sedang mengembangkan terumbu karang. Hanya saja, upaya itu kurang dikenal, karena promosi yang minim. “Kita sudah masukkan 13 event wisata itu, untuk dijadikan bahan promosi. Kita harapkan dari pagelaran yang terjadwal itu dapat menarik minat wisatawan datang berkunjung ke Buleleng,” katanya. Sutrisna menambahkan, pada kalender event 2017 ada salah satu agenda yang diperkirakan mengalami pergeseran jadwal. Event itu adalah Sail Indonesia yang biasanya dirangkaikan dengan Festival Lovina. Event itu rencananya akan digelar 24-25 September, namun informasi dari organizing committee, Sail Indonesia akan dilaksanakan di Buleleng pada 14-16 Agustus 2017. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Seminar Memperingati Hari AIDS Sedunia

Dr. Sundayana: Bangkitkan Civitas Akademika Stikes Buleleng untuk Jadi Teladan

Menumbuhkan kebiasaan tanpa perlindungan atau tanpa yang baik sama sulitnya mengmenggunakan kontrasepsi atau hilangkan kebiasaan yang buruk. kondom, cara kedua HIV daInilah tantangan manusia untuk pat menular melalui transfusi mampu bangkit menjadi diri darah dengan darah yang susendiri dan mampu bergaul dah tercemar HIV, cara ketiga secara sosial sekaligus memetik seorang ibu yang mengidap sebuah hikmah untuk mampu HIV bisa pula menularkannya membedakan yang baik dan yang dengan bayi yang di kandung buruk. Termasuk mampu memdan cara yang ke empat adalah bentengi diri dalam kehidupan melalui pemakaian jarum suntik, bermasyarakat agar tidak mudah akupuntur, jarum tindik dan terjangkit oleh virus HIV dan peralatan lainnya yang sudah penyakit AIDS dari kehidupan terjangkit virus HIV. seks bebas. Di bagian lain Dr. SunUntuk itu Ketua Stikes Dr. I dayana memberi contoh dan Dr. Sundayana Made Sundayana, M.Si., mengajak menjadi contoh memang berbeda civitas akademika Stikes Buleleng untuk bangkit dalam sebutan dan makna katanya, menjadi menjadi panutan dan ikut menekan terjangkitcontoh sudah pasti menjadi panutan hingga nya penyakit yang mematikan seperti HIV/AIDS telah dianggap seorang tokoh penerang dalam dalam sambutannya memperingati hari HIV/ memerangi berjangkitnya TB-HIV tersebut di AIDS sedunia yang di selenggarakan di Aula bagian akhir Dr. Sundayana menyampaikan seLantai 2 Stikes Buleleng, Jalan Raya Air Sanih makin diteliti, semakin diseminarkan sepertinya Km 11 Bungkulan Singaraja, Sabtu (17/12). TB-HIV semakin meningkat penyebarannya. “Mari kita bangkit, tinggalkan cara hidup yang Peserta sekitar 200 orang terdiri atas tenaga sudah-sudah, karena negara lain sudah hidup kesehatan dan mahasiswa. Ketua panitia dalam secara ilmiah dalam memerangi diri guna penyampaian laporannya, bangga diberi waktu menemukan jati diri sebagai aset bangsa yang ruang dan tempat serta kesempatan untuk meditunggu kompetensinya mungkin ini sebuah nyelenggarakan seminar sehari memperingati degradasi atau kemunduran, kemerosotan hari HIV/AIDS sedunia yang dilanjutkan dengan termasuk penurunan ahklak budi pekerti dari renungan suci pada malam harinya, sehingga sebagian generasi kita,” ujarnya. tenaga atau calon tenaga kesehatan semakin paham akan penyakit yang menakutkan ini. Untuk Untuk itu, peran tri pusat pendidikan, mencapai tujuan ini panitia dalam hal ini UKM meliputi orang tua, guru atau pemerintah dan PIK-M dan HMIK (Himpunan Mahasiswa Ilmu masyarakat sudahkah menjadi contoh yang disKeperawatan) terus melakukan kolaborasi dan egani tanpa ditakuti termasuk peran pemimpin, memerlukan keterlibatan semua aspek sebagai pengemban dan pengambil kebijakan bangsa ini wujud Tri Dharma perguruan tinggi. hendaknya segera menjadi contoh teladan yang disegani. Berhentilah diantara kita yang hanya Peranan yang paling mudah dilakukan oleh memberi contoh dengan hiasan gaya bahasa mahasiswa dalam pencegahan TB-HIV salah yang indah dan mudah dicerna, namun tidak satunya adalah memberikan pengetahuan secara memberi efek jera atau takut dengan penyakit dini serta pemahaman tentang TB-HIV dan mematikan ini. bagaimana perkembangan mengenai TB-HIV di era informasi dan tekonologi ini. Melalui Semoga apa yang telah diwujudkan UKM tema “World Aids Day (WAD) Kita Tingkatkan PIK-M dibawah pembinaan BEM dan HMIK Pengabdian sebagai Jalan untuk Memerangi mampu mengurangi serta memerangi penyeHIV/AIDS” dengan pemakalah I Dewa Ayu baran serta penularan virus HIV ini mampu Rismayanti,S.Kep., Ns.,M.Kep.,M.Si dan Joanna membuka mata hati masyarakat luas khususnya Kristianty, S.ST., M.M.Kes., selaku konselor yang masih awam mengenai penyakit ini. SemiHIV/AIDS ternama mengupas habis tetang TBnar dan malam renungan ini diharapkan mampu HIV termasuk cara menekan terjangkitnya HIV. mengubah prilaku hidup masyarakat khususnya Ada empat penularan HIV/AIDS yaitu pertama anak bangsa kita agar terhindar dari virus HIV melalui hubungan seksual dengan pengidap HIV dan terbebas dari penyakit AIDS. (win)

Bertepatan dengan Hari Ibu, Kamis (22/12), kaum perempuan Bali menggalang kebersamaan dengan membentukan Koperasi Wanita Raka Dewi Bali yang memiliki tagline “Luih Mautama”. Koperasi yang diketuai Jemiwi Jro ini bertujuan mewadahi wanita Bali agar bisa berperan dalam kehidupan yang lebih baik di segala aspek.

M

7

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

enurut Jemiwi, pembentukan koperasi ini dilakukan dengan dasar memberikan penghargaan kepada perempuan Bali. Selama ini, perempuan Bali disibukkan dengan beragam tugas dan meniti karier sehingga terkadang diabaikan hak-haknya. Untuk memberikan penghargaan serta pemberdayaan pada perempuan Bali, koperasi ini dibentuk.

Foto bersama anggota Koperasi Wanita Raka Dewi Bali

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali

Gerakan Pemberdayaan Wanita Bali

Ia menambahkan anggota koperasi wanita ini berasal dari berbagai kalangan, baik pengusaha wanita, UKM, ibu RT, mahasiswi, karyawati. Koperasi tersebut dibentuk dengan visi misi membentuk badan usaha koperasi yang andal untuk memenuhi segala keperluan anggota. “Keperluan anggota tidak saja sesuatu yang bersifat materiil tapi juga immaterial,” tandasnya. Keperluan immaterial misalnya dukungan spiritual, dukun-

Kalimasada

gan kekuatan sebagai seorang perempuan yang multitasking. Ia berharap ada suatu gerakan yang benar-benar memberdayakan wanita Bali dan kesadaran seorang ibu bisa bangkit untuk mengoptimalkan dirinya dan menambah kualitas dirinya dalam berbagai hal. I Ketut Madia, Kepala Seksi Penyuluhan dan Badan Hukum Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali mengatakan, wanita di Bali cukup banyak bahkan lebih banyak wanita daripada laki-laki. Melihat jumlahnya, ia menilai sangat

Bangkitkan Reggae di Bali Utara Musik merupakan salah satu seni yang menyelaraskan antara irama dan bahasa sehingga menimbulkan kesan yang berbeda pada rasa tiap jiwa. Banyaknya aliran musik memunculkan penggemar dari berbagai aliran musik itu sendiri. Salah satunya adalah jenis reggae yang mendapat tempat sendiri bagi para personil Kalimasada Band. Band asal Singaraja yang telah terbentuk sejak tahun 2004 silam itu mengambil genre reggae dalam aliran musiknya. Bagi para personil, musik reggae merupakan musik perdamaian yang dapat diterima dari berbagai elemen masyarakat baik anak-anak, dewasa terlebih yang sudah tua. Sempat eksis mengisi berbagai event di Buleleng, Kalimasada vakum dalam kurun waktu yang cukup lama. Hingga masuknya Wayan Sam awal September 2016, membangkitkan kembali grup ini dengan tujuan membangkitkan musik reggae di Bali Utara. Meskipun mengalami perubahan formasi, band yang digawangi oleh Wayan Sam (vokal), Aris (vokal), Spink (drum), Dwie ( Bass), Widi (Keyboard), dan Radit (gitar) tetap konsisten dengan genre reggae dan mulai aktif mengisi berbagai acara baik di kota maupun luar kota. Nama Kalimasada sendiri merupakan nama yang begitu saja tercetus oleh salah satu personilnya. Ketika coba dimaknai, Kalimasada adalah sebuah pusaka dalam dunia pewayangan yang dimiliki oleh Prabu Punta-

dewa (Yudistira) pemimpin Pandawa. “Kami kemudia mengaplikasikan nama ini dalam grup dengan tagline 3K, yaitu Karakter, Karya dan Keseriusan,” ungkap Wayan Sam. Aris menambahkan bahwa reggae memiliki karakteristik yang unik dari musik lainnya. Menurutnya, dengan reggae para personil dapat menyampaikan secara tidak langsung pesan-pesan perdamaian melalui lirik-liriknya yang bertemakan sosial, budaya, agama, dan keseharian. “Pecinta musik reggae adalah orang-orang cinta damai,” imbuhnya. Senada dengan Aris, Spink juga mengungkapkan kecintaanya terhadap reggae. Baginya, maraknya aksi-aksi demo belakangan yang dipicu oleh kebhinekaan dikarenakan orangorang yang tidak bisa mencintai perbedaan. “Melalui musik reggae ini kami juga ingin menyampaikan bahwa keragaman itu ada dan harus disyukuri,” tandasnya. Selain membawakan lagu-lagu dari dari grup reggae kenamaan, Kalimasada juga sudah memilikii sejumlah lagu sendiri yang kerap kali dibawakan saat manggung. Beberapa lagu di antaranya, Reggae Yoyo, Yolo-Yolo, Love Feel, dan Pemuteran. Beberapa lagu memang dibuat menggunakan bahasa Inggris yang notabene merupakan bahasa internasional. “Kami kan dari daerah wisata dan sering manggung juga di café dan resto di Lovina, jadi menyesuaikan juga,” pungkas sang vokalis yang menyebut penggemarnya Singarasta tersebut. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

potensial untuk membentuk wadah dalam sebuah koperasi. “Ketika para pengusaha wanita itu memerlukan apa yang kurang dimiliki atau belum dimiliki, bisa disiapkan oleh koperasi dalam unit usaha tertentu sesuai dengan usaha-usaha yang dinanti, nantinya akan dibentuk di koperasi itu sendiri,” ujarnya. Ia menambahkan koperasi dimiliki anggota. Apa yang diperlukan anggota dipenuhi koperasi. Anggota pun harus berpartisipasi. Sinergi ini akan menentukan maju mundurkan koperasi. Di sisi lain, pendiri harus punya visi dan misi, serta mampu memaksimalkan potensi di sekitarnya. (Maya)

I Ketut Madia

“BALI BUSINESS FORUM DAN AWARDING NIGHT GALA DINNER BBB BICSA 2016”

ASEAN ENTREPRENEUR CENTER BERI APRESIASI PADA PERUSAHAAN TERBAIK DI BALI

AWARDING – I Gusti Ayu Sita Wedastiti, S.E.(Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bidang Ekonomi), Indra Bekti bersama para nominee Bali Best Brand dan Bali International Customers Satisfaction Bali Best Brand Award 2016 adalah sebuah ajang bergengsi di dunia industri di Pulau Dewata Bali guna mendukung perkembangan industri baik dalam segi pelayanan maupun kualitasnya. Yang pada saat ini kembali lagi menggelar acara untuk yang ke-6 kalinya sejak tahun 2011 dengan acara “Awarding Night Gala Dinner”. Pada halnya tujuan dari terselenggaranya acara ini guna untuk memberikan penghargaan pada perusahaanperusahaan yang memiliki pengaruh besar di Bali dan ini merupakan suatu bentuk apresiasi bagi sebuah perusahaan yang dinilai memiliki motivasi tinggi, sehingga bisa memberikan semangat juang untuk mengelola perusahaannya dengan lebih baik lagi. Tentunya ini merupakan pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang terbaik dan diharapkan bisa terus menjaga konsistensinya, serta untuk dapat menjadikan penguatan merek di mata masyarakat luas karena bagaimanapun juga masyarakat atau konsumen juga yang memiliki peranan penting untuk kemajuan suatu perusahaan. Prestasi yang diraih dari sebuah perusahaan–perusahaan yang sudah menjadi nominee tentunya akan memberikan contoh kepada perusahaan yang lainnya sebagai teladan dalam dunia ekonomi.

Melalui acara ini diharapkan agar setiap perusahaan bisa meningkatkan kreativitas para SDM dari usaha yang dijalankannya untuk bersaing tidak hanya dalam pasar lokal saja tetapi bersaing dalam pasar global. Dengan konsep ini “Bali Best Brand Award” kali ini ingin juga memberikan sebuah contoh sikap konsistensi terhadap suatu pagelaran acara yang dimana dilakukan rutin setiap tahunnya untuk menunjukan peningkatan kreativitas dari yang sebelumnya. Dalam kesempatan tersebut IGA Sita Wedastiti,S.E. (Wakil Ketua PDI Perjuangan Bidang Ekonomi) mengungkapkan, tahun ini yang akan menjelang pergantian tahun, diharapkan pada setiap pengusaha bisa menerapkan sistem ekonomi kreatif. “Ekonomi kreatif tersebut merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Konsep ini biasanya akan didukung dengan keberadaan industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya,” ungkap Gek Sita yang juga sebagai fashion designer. Dalam kesempatan tersebut artis nasional Indra Bekti turut hadir yang juga merupakan Brand Ambassador BBB BICSA.


8

Bunda & Ananda

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Anak Ceriwis Diikutkan Pelatihan Presenter sekolah diganti dengan berbagai kegiatan lain. Liburan pun tak harus pergi ke luar kota atau ke luar negeri. “Liburan merupakan saat anak dan orangtua bisa bersama. Saat melakukan hal yang menyenangkan atau quality time,” u j a r M a d e Ra i M a r i a n t i n i , S.Psi., Psikolog. Aktivitas liburan perlu dikomunikasikan antara anak dan orangtua. Jangan sampai anak memaksa orangtua atau orangtua memaksa anak. Kesepakatan antara anak dan orangtua sangat membantu agar liburan benarbenar bermanfaat. Hal yang dilakukan Bu Ayu

Liburan selama dua minggu ini banyak dimanfaatkan orangtua untuk mengikutkan putra-putrinya sebuah kegiatan positif. Ibu Ayu misalnya. Ia mengikutkan putri bungsunya, Andin untuk mengikuti pelatihan presenter, MC, dan penyiar. “Waktu liburan kenaikan kelas kemarin, saya kelewatan. Untungnya ketika liburan sekarang ini, ada teman yang menginfokan dan saya juga melihat di medsos,” ujar Bu Ayu.

R

upanya sejak lama Bu Ayu ingin mengarahkan anaknya yang ia nilai super ceriwis itu untuk ikut pelatihan presenter. “Soalnya dia sering sekali berlagak sebagai presenter. Setiap apapun yang dilakukannya pasti dijelaskannya, bahkan tak jarang direkam di tabletnya. Ya..biar terarahlah ceriwisnya itu. Syukur-syukur jika bisa jadi presenter cilik,” ujar Bu Ayu sembari tersenyum.

Pelatihan dasar dilaksanakan selama dua. Pada hari pertama, menurut instrukturnya, Andin masih kalem, masih malu-malu. Bu Ayu pun menanyakan kepada Andin apa saja yang diajarkan. Dengan bahasa anak-anak, Andin yang masih duduk di kelas 1 SD tersebut mengatakan bahwa dia diajarkan ekspresi serta dilatih melafalkan kata dengan suara yang keras dan jelas. Hari kedua, Andin tampak bersemangat. Bahkan dia minta

Berbagi Kasih melalui Shoe Box Menjelang pergantian tahun, Ant (Anointing Nation Team) Charity mendistribusikan Christmas shoe box yang berisikan barang-barang keperluan anak-anak seperti alat-alat tulis, tempat minum dan beberapa keperluan lainnya kepada anak-anak didik di Ant Charity Life Center Gilimanuk (2/12), Life Center Sanur (3/12) dan Ant Charity Life Center Tojan (4/12). Acara pendistribusian shoebox ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti lokakarya olehaa Susantry Sihombing, BBA, salah satu Ant Charity volunteer, kepada orangtua anak-anak didik yang bertajuk ‘Anak Dalam Keluraga’, English quizzes dalam topik shoebox dan unjuk kebolehan oleh anak-anak didik Ant Charity. Rangkaian kegiatan ini dipimpin Samuel Safera Wijaya, salah satu leader boards dari Ant Charity bersama Irsan Djunaidi, head of event. Acara dibuka dengan pemutaran video yang berdurasi 5 menit yang menggambarkan bagaimana shoebox tersebut diisi hadiah-hadiah dan akhirnya dibungkus dengan kertas pembungkus. Pada kesempatan tersebut pula para donatur memberikan harapannya agar anakanak mendapatkan hadiah ini anak- anak supaya lebih maju dalam bidang pendidikan. Anak-anak didikan Ant Charity juga ditantang untuk membuat mannequin challenge yang sedang menjadi trend di dunia daring. Mereka menjadi patung selama beberapa menit kemudian direkam. Akhirnya proses pengambilan berlangsung 2 kali dikarenakan anak-anak diberikan kesempatan untuk dapat memilih hasil yang lebih baik. “Hadiah yang diberikan sangat berguna dalam kegiatan sekolahnya dan juga ada beberapa pemberian hadiah yang bisa dipakai keluarga. Isi dari shoe box tersebut juga memberikan makna bahwa pemberian ini membuat penerima supaya menjadi lebih baik ke depan nanti,” ujar Diah, siswa kelas 2 SMP yang tergabung di Ant Charity Life Center Tojan. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

Anak-anak penerima shoe box

dan Andin ini termasuk dalam perencanaan dan pelaksanaan liburan yang bermanfaat. Keinginan Andin untuk belajar menjadi presenter difasilitasi ibunya dengan mengikutkan pelatihan. “Liburan itu intinya senang-senang dan mengasyikan. Kalau anak punya keinginan dan orangtua bisa memfasilitasi, sangat bagus. Ada hal-hal baru yang dipelajari anak dan itu bermanfaat bagi diri si anak di kemudian hari,” ujar psikolog di Biro Psikologi Wira Kasih Dharma dan konselor PAUD Candra Kasih ini. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

Made Rai Mariantini

berangkat lebih awal agar tidak terlambat. Rupanya dia sudah mulai bisa menyesesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Ceriwisnya pun sudah mulai keluar. “Ibu, nanti bellin Andin tas kecil ya buat les presenter, biar gayaan dikit loh Bu,” ujar Andin kepada ibunya yang hanya bisa geregetan melihat tingkah laku anaknya itu. LIBURAN BERMANFAAT Liburan memang sangat dinikmati anak sekolahan. Kepenatan dan rutinitas belajar di

Andin saat mengikuti pelatihan presenter

Mendongeng Lima Menit

SELAMAT PAGI, PENDEKAR!

Tersebutlah pada suatu pagi seorang petani menangkap seekor burung beo. Burung yang jinak itu bukan saja hormat kepada majikannya yang baru, tetapi juga hormat kepada setiap orang yang lewat. Made Taro “Selamat pagi, Pak Tani!” sapanya kepada petani pemilik burung itu. “Selamat siang, Pak Kades!” sapanya kepada Kepala Desa yang lewat di depan pondoknya. “Apa khabar, Pak Pendekar?” tanyanya kepada seorang laki-laki bertubuh kekar. Laki-laki yang disapa pendekar itu terkagumkagum mendengar burung beo yang ramah itu. Setelah mendengar beberapa percakapan antara beo dan pemiliknya, laki-laki itu berniat membelinya. “Aku beli beomu 100.000 rupiah,” kata laki-laki yang suka dipanggil pendekar itu. Mula-mula petani itu bertahan tidak menjualnya. Namun karena keperluan uang, ditambah lagi desakan isterinya, akhirnya ia melepas burung kesayangan itu dengan harga 150.000 rupiah. Di rumah pendekar yang mewah itu, si burung beo bertambah ramah. Ia menyapa setiap tamu. Ia banyak bercakap dengan orang-orang baru bertubuh kekar. Lama-kelamaan tahulah ia, bahwa majikan dan kawan-kawannya itu adalah gerombolan garong. Setiap malam garong-garong itu pergi dan kembali menjelang fajar menyingsing. Mereka membawa banyak perhiasan emas dan uang, lalu membagi-baginya. “Selamat pagi, Garong!” demikian sapaan burung

beo yang ramah dan jujur itu. “Apa katamu? Garong?” Tiba-tiba majikan burung itu membentak. “Seharusnya kamu menyapa, selamat pagi, Pendekar!” Hari demi hari burung beo yang bandel itu tidak mau merubah sapaannya. “Selamat pagi, Garong! Selamat pagi, Garong!” demikian celotehnya. Sang majikan yang bangga dipanggil pendekar itu marah. Ia mengancam. “Kamu bilang ‘selamat pagi pendekar’ atau ‘kau kubunuh’!” Keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, burung beo itu lagi-lagi menyapa, “Selamat pagi, Garong!” Pendekar yang berprofesi perampok itu naik pitam. Ia mengambil burung bandel itu lalu mengurungnya bersama dua ekor anak ayam yang akan disembelihnya besok. “Biar ia mati dikeroyok!” seru sang majikan. Hari berikutnya, ketika bangun pagi, ia mendengar burung beo itu berteriak-teriak. “Kau bilang selamat pagi pendekar, atau kau kubunuh!” Teriakan yang berulang-ulang itu terdengar makin keras. Sang pendekar segera mendekatinya. Didapatinya seekor anak ayamnya mati tergeletak. Burung beo itu masih mematuk-matuk kepala anak ayam yang satu lagi, sambil berteriak, “Kau bilang selamat pagi pendekar, atau kau kubunuh!” Laki-laki bertubuh kekar itu segera menyelamatkan anak ayamnya yang masih hidup. Ia mengambil burung beo itu lalu memasukkannya ke sangkar semula. “Selamat pagi burung beo! Terimakasih, kau telah memperingatiku!” katanya sambil memberi makan. Burung beo itu pun menjawab, “Selamat pagi, Pendekar!” (Puerto Rico)

Griya

17

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Permasalahan Rumah saat Musim Hujan Bulan Desember sangat identik dengan musim penghujan, bahkan di beberapa daerah, hujan juga disertai angin kencang . Curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini, bahkan hamper setiap hari melanda berbagai wilayah di Bali bahkan di Indonesia. Berbagai masalah kerap timbul saat musim penghujan tiba, dari serangan banjir, penyakit atau pun permasalahan yang timbul di rumah.

D

ampak hujan terhadap rumah juga menjadi persoalan cukup rumit. Sudahkah rumah Anda terbebas dari masalah di musim penghujan ini? Berikut ini penjelasan I Gusti AB Arimbawa, S.T., M.T. dan A.A. Gede Raka Hartawan, S.ST. dari Crea Bali Mandiri, architecture consultant & general contractor

aspal, yaitu dengan melapisi atap beton dengan membrane dan dibakar dengan api sehingga seluruh atap beton tertutup dan juga tetap memper­ha­ti­kan ke­mi­ringan untuk jalan air ke arah roof drain. “Periksalah secara berkala roof drain yang terdapat di rumah Anda, karena seringkali roof drain tersumbat dengan sampah baik itu daun ataupun sampah lainnya sehingga air hujan tetap lancar mengalir ke rumah,” Permasalahan imbuhnya. pada atap rumah Satu lagi kesalahan yang sering Rancangan atap rumah sebaiknya terjadi adalah pemilihan penutup lubang didesain dari awal untuk menghadapi saluran air. “Jangan mempergunakan dua iklim yang terjadi di Indonesia, floor drain yang fungsinya untuk aliran yaitu tahan terhadap panas matahari kamar mandi tapi pergunakan roof dan tahan terhadap hujan. Biasanya drain,” ingatnya. bentuk atap yang dipilih adalah bentuk Dinding rumah juga tidak luput atap limasan atau atap pelana dari permasalahan di musim dengan kemiringan atap hujan, seperti rembesan air, antara 30 derajat sampai sehingga timbul bercak dengan 45 derajat. dan lumut di dinding ruDengan kemiringan atap mah. Karena itu, untuk tersebut diharapkan dinding luar rumah sesemua air hujan yang baiknya dilapisi denjatuh ke atap akan gan cat yang lebih cepat meluncur ke tahan terhadap air, bawah. Pemilihan ataupun bisa dilapisi genteng juga menjadi dengan lapisan cat wasalah satu acuan. Ada terproofing yang sekarang beberapa jenis genteng yang tersedia dengan berbagai bagus untuk menahan panas macam pilihan warna cat. dan hujan dari genteng tanah Roof drain “Untuk dinding dapat memliat, genteng beton ataupun genteng pergunakan cat dinding biasa tapi sebaidari bahan zinkalum ataupun genteng knya sebelum melakukan pengecatan dari bahan aspal. “Untuk mencegah pada dinding, harus dilapisi cat dengan rembesan air hujan sebaiknya di bahan dasar alkali yang lebih tahan terhbawah genteng dilapisi dengan lapisan adap lembab. Barulah setelah itu dilapisi aluminium foil yang diletakkan di dengan cat dinding. Untuk dinding luar bawah reng, sehingga jika terjadi rumah yang dilapisi dengan batu alam, tetesan air, maka air tidak akan sampai sebaiknya sebelum memasang batu di plafon,” ujar Arimbawa. alam, dinding dilapisi dulu dengan waPada atap beton juga sering sekali terproofing barulah setelah itu dipasang terjadi permasalahan di musim hujan, batu alam sehingga tidak terdapat celah hal ini terjadi karena penanganan yang air untuk masuk ke dalam rumah,” jelas tidak maksimal pada atap beton. Arimbawa. “Untuk atap beton sebaiknya dilapisi Permasalahan yang paling sering dengan lapisan waterproofing yang muncul pada dinding adalah ketika baik. Waterproofing yang kita kenal membangun rumah dengan dinding di pasaran ada 3 jenis yaitu semen yang menempel dengan bangunan tetbase, paint base ataupun waterproofing angga, sehingga kita tidak bisa menutup dengan bahan dasar aspal. “Untuk atap dinding bagian luar dengan plesteran beton sebaiknya mempergunakan ataupun dengan cat waterproofing. waterproofing denganlapisan semen Untuk masalah di dua dinding yang base yang dikuas ke seluruh bagian berdekatan ini sebaiknya celah antara atap beton dan juga di atas lapisan dua dinding ditutup dengan lapisan water­proofing dilapisi dengan rabatan beton 8 cm ataupun 10 cm dan dibuat beton dengan kemiringan yang cukup kemiringan untuk aliran air. Sifat kapiler ke arah roof drain, sehingga air cepat yang dimiliki air tanah juga bisamenjadi mengalir,” ujar Raka­ Hartawan. masalah pada dinding rumah. Biasanya Untuk lapisan yang lebih bagus kita bisa lihat dinding terlihat basah yakni dengan lapisan membrane atau sekitar 60 cm dari lantai, itu akibat air

Pemasangan aluminium foil pada atap rumah

Kemiringan atap

Genteng aspal

yang meresap dari pondasi dan merambat ke dinding rumah. Untuk mengatasi masalah ini sebaiknya dinding dilapisi dengan plesteran transram dengan ketinggian 60 cm sampai 1meter dari sloof bangunan. Permasalahan pada lantai dan lampu outdoor Lantai di dalam rumah se­ baiknya lebih tinggi daripada lantai teras. Kemudian sebaiknya tidak menggunakan materi lantai indoor untuk ruangan outdoor. Gunakan keramik anti slip untuk lantai luar, sehingga tidak licin sewaktu hujan. Sebelum memasang keramik, sebaiknya lantai kerja dilapisi dengan beton dengan memakai wiremesh 1 ataupun dua lapis. Dan tampiasan air hujan yang jatuh ke lantai teras dapat

Genteng beton

Genteng tanah liat

diatasi dengan membuat overstek. Agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah saat musim hujan, maka level ketinggian rumah harus lebih tinggi dari level jalan. Ketika musim hujan, lampu outdoor juga perlu diperhatikan. Periksa dan pastikan bahwa kabel tetap terbungkus rapi. Karena bila ada kabel yang lecet atau terkelupas, apalagi telanjang, akan sangat membahayakan. Untuk lampu taman atau luar rumah disarankan menggunakan aliran DC, agar lebih aman karena tak menghantar listrik. Riol dan septiktank Pada bagian lingkungan di sekitar rumah, hendaknya juga dilakukan pembersihan pada parit dan saluran air dari rumah secara rutin, dan pastikan tidak tersumbat akibat kotoran dan

sampah dan menggenang. Saluran roil rumah yang menuju ke parit sebaiknya dibuat dengan kemiripan cukup, untuk mencegah tergenangnya air (ngantong). Pasanglah kawat kasa di mulutriol untuk mencegah masuknya tikus, sebab binatang ini juga bisa membuntukan selokan/got. Untuk menghindari macetnya saluran pembuangan air pada kamar mandi dan WC, bagi daerah yang kadar air tanahnya tinggi maka sebaiknya bikin ruang rembesan air (septick tank) lebihbesar. Lebih baik lagi jika lahan tanah tempat tinggalnya tinggi karena air dapat langsung merembes ke tanah. Tetapi jika di tanah termasuk daerah banjir dankadar air dalam tanah juga tinggi, sebaiknya perlu dibuat lebih dari satu daerah rembesan sedalam 3-4 meter.

Campuran transram

I Gusti AB Arimbawa dan A.A. Gede Raka Hartawan


16

Edukasi

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Mengulang, Mengulang, dan Mengulang

Melakoni profesi sebagai guru di SLB (Sekolah Luar Biasa) diakui Drs. H. Daldiri memerlukan kesabaran ekstra, apalagi di SLB C (tuna grahita/ IQ rendah). Namun, Wakasek Sarana Prasarana/Kesiswaan/ Humas SLB C Negeri Denpasar ini mengatakan senang dan mendapatkan kepuasan tersendiri jika anak didiknya sampai mampu mandiri.

anak yang memiliki IQ antara 3049 masuk dalam kategori mampu latih (C1), dan anak di bawah IQ tersebut dikategorikan ke dalam anak mampu rawat. SLB C yang berlokasi di Jalan A. Yani Selatan, Denpasar ini memiliki tiga tingkatan pendidikan, yakni tingkat SD, SMP, dan SMA. Kurikulumnya dari pusat disesuaikan dengan yang ada disini. Jenjang pendidikan untuk tuna grahita ini dijelaskannya hanya sampai pada tingkat SMA. “Untuk tingkat perguruan tinggi belum ada. Jika anak tuna netra (SLB A), mereka masih bisa mengikuti perkulihan tinggi di umum, karena IQnya normal. Demikian juga dengan anak tuna daksa (cacat tubuh),” ungkapnya. H. Daldiri menyampaikan, anak-anak tuna grahita ini jika dilihat dari penampilan (segi

H. Daldiri

fisik), tak terlihat. Biasanya kekurangan mereka itu akan terlihat ketika diajak berkomunikasi. Misalkan menyebutkan nama-nama presiden atau yang

mengharuskan mereka berpikir keras, anak-anak tuna grahita ini agak kesulitan menjawab atau menjawabnya lama, dan harus dipancing-pancing baru dia akan mengingat. “Seperti matematika, ada anak-anak kami matematikanya lancar, bacanya sama sekali tidak bisa. Ada juga yang membacanya lancar, matematikanya nol,” contohnya. Di sinilah dikatakannya tantangan seorang guru SLB. Karena itu ia menyebut metode mengajar anak-anak ini adalah drill, yakni diulang, diulang, dan diulang. “Karena memberikan pertanyaan sekali belum tentu bisa ditangkap oleh anak. Makanya harus diulang, diulang, dipancing, diberikan suasana senang sehingga anak bisa,” ucapnya. H. Daldiri yang sudah 32 tahun menjadi guru SLB ini

lebih banyak membidangi olahraga mengatakan, pada umumnya anak-anak tuna grahita ini senang di atletik (lari, lompat jauh). Olahraga pada anak luar biasa (disabilitas) khusus untuk anak tuna grahita adalah SOIna (Special Olympics Indonesia). Lomba ini memakai teknik divisioning yang dilaksanakan 4 tahun sekali di tingkat nasional (Pornas). Sementara untuk disabilitas keseluruhan, di bawah naungan NPC (National Paralympic Committe). “Dulu namanya YPOC (Yayasan Pembinaan Olahraga Cacat), kemudian menjadi BPOC (Badan Pembina Olahraga Cacat), dan sekarang menjadi NPC untuk payung seluruh penyandang disabilitas,” paparnya. (inten.indrawati@gmail.com)

M

ereka yang masuk di SLB C ini adalah anak-anak yang memiliki IQ antara 50-70 dan dikategorikan siswa mampu didik. “Mereka ini masih mampu untuk dididik. Khasnya, pendidikan bina mandiri, mereka dididik untuk bisa mengurus diri sendiri supaya bisa mandiri,” jelas H. Daldiri. Sementara untuk anak-

Pelesir Memiliki garis terpanjang pantai di Bali, membuat Buleleng memiliki banyak andalan wisata bahari. Salah satunya ada di Desa Pemuteran kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali Utara atau sekitar 55 Km arah barat dari kota Singaraja. Wilayah ini terkenal sebagai kawasan konservasi laut untuk proyek terumbu karang artifisal Biorock. Beberapa yayasan beserta masyarakat setempat bergerak aktif dalam mengelola usaha pelestarian terumbu karang. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, MM., wisata bahari Pemuteran merupakan daerah wisata di antara gugusan perbukitan serta hamparan laut Utara Bali dengan posisi yang sangat strategis. Untuk menambah keindahan kawasan Pemuteran, kini wisata Bahari Pemuteran menyuguhkan taman bawah laut yang ditempuh

Beberapa kegiatan anak-anak SLB C

Taman Laut Percepat Pertumbuhan Terumbu Karang Pemuteran sekitar 15 menit dari Pemuteran dengan perahu sewaan. Kegiatan diving dan snorkeling menjadi andalan wisata di sini dengan suguhan taman bawah laut kelas dunia di Pulau Menjangan. Banyak gua besar serta kecil di lokasi bawah laut tersebut dapat ditemui keanekaragaman terumbu karang dalam berbagai tipe dan warna serta biota laut yang lain. Menurutnya, tujuan dari taman laut tersebut adalah untuk menambah wisata bahari dan membuat rumah-rumah ikan. “Lebih cepat pertumbuhan terumbu karang berarti pemijahan ikan juga akan lebih cepat,” jelasnya. Ketika ikan memiliki rumah, maka akan menambah hidup

Salah satu patung di Taman Laut Pemuteran

Aktivitas diving di Pemuteran

dengan nyaman dan menambah biota laut lainnya sehingga akan memancing wisatawan untuk

datang ke Pemuteran. Ada yang menarik bagi penyelam yaitu pemandangan Pura (Candi) di tengah laut. Pura bawah laut menjadikan keindahan bawah laut yang unik dan elok dipandang mata dengan 33 patung Dewa, Gajah Mina dan Bedawang Nala. “Ada juga terowongan, kubah macam-macam sehingga ikan akan betah tinggal di sana,” jelasnya. Mantan Kadiskanla Kabupaten Buleleng ini juga menambahkan patung yang terdapat di bawah laut tidak membahayakan terumbu karang sebab ter-

buat dari eksodom dan semen yang terdapat kapurnya. “Justru kapur itu yang mempercepat 6 hingga 8 kali pertumbuhan terumbu karang,” lanjutnya. Pihaknya mengatakan ide pembuatan taman laut tersebut telah lama dirintis oleh warga yang peduli terhadap pelestarian terumbu karang, bahkan pengelolaanya dilakukan oleh yayasan Karang Lestari. “Yayasan Karang Lestari lah yang melakukan pemeliharaan dan pengembangan dan tugas Dinas hanya melakukan pembinaan saja,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Dara

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Pembangunan memang selalu diidentikkan dengan pemerintah, padahal sebagai generasi muda sudah seharusnya ikut berkontribusi positif terhadap program pemerintah dalam kegiatan membangun. Melalui ajang Pro Bali Ambassador tahun 2016 yang digelar atas kerjasama Yayasan Ria Asteria Maha Widya dan Yayasan Dana Abadi di bawah naungan Pemerintah Provinsi Bali, membuat I Gusti Ayu Ardaba Kory menorehkan prestasi.

M

eskipun tidak masuk dalam tiga besar, Kory sapaan akrabnya sangat antusias menceritakan pengalamannya saat mengikuti ajang tersebut. Pro Bali Ambassador bertujuan memilih duta pembangunan Bali yang bertugas mensosialisasikan program-program Pemprov Bali. Menurutnya, sebagai generasi muda seharusnya ikut peran serta dalam pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. “Anak muda seharusnya mengkritisi pembangunan namun juga dibarengi dengan tindakan di lapangan,” ujar perempuan kelahiran 27 Juli 1995 tersebut. Menurutnya, jika pemuda memiliki peran serta ikut mensosialisasikan pembangun kepada masyarakat maka masyarakat akan dengan mudah mengerti dan memahami program pemerintah.

S

E

9

I Gusti Ayu Ardaba Kory

Kritis dibarengi Tindakan “Jika masyarakat tahu program maka mereka tidak akan bingung baik memanfaatkan maupun menjalankan program,” jelasnya. Peraih Best Project Idea tersebut juga mengaku tertarik mengikuti ajang ini karena memang sangat pro dengan tindakan-tindakan nyata yang harus dilakukan oleh anak muda. Apalagi di usianya yang masih belia, ia berharap dapat menjalani banyak proses dan menikmatinya setiap prosesnya. “Kebetulan passion Kory juga di sini. Membangun relasi dan pengalaman baru sekaligus belajar mengenai pemerintahan,”

X DU

ujarnya. Hal yang membuat Kabid Humas KMHDI Kabupaten Buleleng tersebut mengikuti ajang bergengsi tersebut karena merasa telah mengantongi modal awal di bidang soft skill. “Public speaking dan tahu program kerja memang sudah dibidangi selama mengikuti organisasi,” ujarnya. Bagi mahasiswa semester VII jurusan pendidikan Bahasa Inggris Undiksha Singaraja tersebut, tugas seorang mahasiswa bukan hanya belajar melainkan juga diimbangi dengan praktek-praktek dari ilmu yang didapatkan dari kampus. “Di kampus ini seharusnya mencari

Kirim surat Anda ke Redaksi ­Tokoh dan cantum­kan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksitokoh@ yahoo.com. atau redaksitokoh@gmail.com Rubrik ini ­diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) ­Denpasar.

“Dok, aku sudah pernah beberapa kali pacaran dengan laki-laki, yang kujalani biasa saja, layaknya perempuan lain. Termasuk saat berhubungan seksual. Tetapi aku sekarang dekat dengan seorang perempuan teman sekantor. Bersamanya aku menikmati rasa sayang dan ada kenikmatan saat bercinta yang berbeda dan lebih dari yang sudah-sudah. Apakah menjalankan hubungan sejenis seperti ini masih wajar dan tidak berisiko, Dok?” (Eve, 23 thn) Seseorang disebut berorientasi seks homoseksual jika hanya tertarik dan terangsang terhadap yang sesama jenis kelamin dan malah tidak tertarik dan tidak terangsang terhadap lawan jenis. Akibatnya, dia tidak tertarik untuk melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis. Untuk yang sesama perempuan, lebih dikenal dengan istilah lesbian. Kalau dilihat dari kasus di atas, di mana sebelumnya dapat melakukan dan menikmati hubungan seksual dengan laki-laki yang dipacari, maka cinta sejenis yang kini dijalaninya sebenarnya bukanlah homoseksual murni, tetapi lebih cenderung dapat dianggap sebagai seorang biseksual. Atau orientasi seksual ganda, bisa kepada laki-laki dan perempuan. Masih banyak persepsi masyarakat menyatakan homoseksualitas sebagai

dr. Oka Negara, FIAS

sebuah abnormalitas. Padahal itu keliru, homoseksual, biseksual dan heteroseksual adalah orientasi seksual. Itu artinya adalah sebuah pilihan, yang tergantung dari penyebabnya. Penyebabnya adalah beberapa faktor. Pertama, faktor biologi, berupa gangguan pada pusat seks di otak atau permasalahan genetik dan kromosomnya. Kedua, faktor psikodinamik, yaitu gangguan perkembangan psikoseksual pada masa kecil. Ketiga, faktor sosiokultural, yaitu kebiasaan yang berakar pada budaya setempat. Keempat, faktor lingkungan, yaitu akibat pengaruh pergaulan atau pengalaman pertama kejadian cinta sejenis. Dilihat dari kasus di atas, cinta sejenis yang disampaikan besar kemungkinan disebabkan oleh faktor lingkungan, dan bila ditanya apakah mungkin dapat diubah kembali menjadi heteroseksual, tentu saja tidak selalu mudah. Tergantung kemauan, kuatnya pengaruh lingkungan dan penting atau tidaknya diubah. Kalau penyebab lain, misalnya karena faktor sosiokultural mungkin dapat diubah kalau yang bersangkutan segera keluar atau meninggalkan budayanya, walau ini juga tidak mudah dilakukan karena faktor sosiokultural pada umumnya sudah melekat sejak masa kecil. Kalau karena faktor biologi, misalnya kelainan genetik,

pengalaman sehingga ketika turun ke dunia kerja tidak kaget lagi,” ungkapnya. Dua program kerja yang mengantarkannya meraih kategori Best Project Idea adalah Charity Concert (konser amal) dan Diklat Kepemimpinan. Konsep dari konser amal ini membangkitkan kreativitas seni budaya Bali melalui Karang Taruna se-provinsi Bali. Nantinya pengunjung yang hadir harus membeli tiket ditambah membawa buku maupun baju bekas yang masih layak pakai. “Nantinya buku dan baju akan kami sumbangkan sedangkan hasil penjualan tiket akan digunakan untuk membiayai bintang tamu dan memberikan reward kepada para pemenang,” jelasnya. Ide kedua terselanggarakannya diklat kepemimpinan. Menurutnya sebagai seorang duta pembangunan sudah seharusnya menyiapkan seorang pemimpin masa depan. Pemimpinan dikatakan ideal apabila ucapan selaras dengan tindakan. “Pemimpin jangan pernah berbohong, apa yang dikonsep itu yang harus direalisasikan,” tandasnya. Sekretaris dari Buleleng Aksi Sosial tersebut juga mengimbau anak-anak muda seharusnya dapat berperan serta baik di sekup yang paling kecil sehingga benar-benar dapat berguna bagi pembangunan. “Gali potensi baik di bidang

I Gusti Ayu Ardaba Kory

akademik maupun nonakademik karena saat ini masa-masa untuk menemukan jati diri,” pungkas perempuan murah senyum tersebut. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Berisikokah Hubungan Sejenis? sudah dapat dipastikan tidak mungkin dapat diubah menjadi heteroseksual. Sedang yang karena faktor psikodinamik juga hampir pasti tidak dapat diubah, kecuali didukung oleh kesadaran dan kemauan yang luar biasa. Jadi cinta sejenis itu sesungguhnya adalah lebih ke permasalahan pilihan hidup atau orientasi. Hanya, yang menjalaninya sering kali merasa akhirnya tidak nyaman karena menjadi berbeda dengan orang banyak. Akan terlihat menjadi aneh dan dicap mengalami kelainan oleh masyarakat banyak jika ketahuan, sehingga lebih banyak yang menyembunyikan orientasi seksualnya ini. Keinginan itu dapat hilang sama sekali atau tidak, sangat tergantung kepada apa penyebabnya tadi. Apakah cinta sejenis ini berbahaya? Sesungguhnya risikonya sama saja dengan hubungan cinta yang biasa, akan dapat muncul problem psikis dan emosional dari hubungan ini dan risiko medis seperti infeksi ringan hingga infeksi menular, jika dilakukan berganti pasangan, selama kontak seksual yang dilakukan tanpa proteksi kondom. Pasangan homoseksual biasanya melakukan hubungan seksual dengan melakukan oral seks dan petting (menggesek-gesekkan kelamin atau bercumbu berat). Jangan salah, oral seks dan

petting juga bisa memunculkan luka lecet atau mikrolesi yang menjadi jalan masuk virus, jamur maupun bakteri yang diidap oleh salah satu pihak diantaranya. Lalu, jika ada yang berniat buat meninggalkan aktivitas cinta sejenis, apa bisa? Kalau penyebabnya “hanya” karena pengaruh lingkungan, keadaan ini dapat diatasi. Selama ada kemauan kuat, pengaruh lingkungan juga bisa dikendalikan dan tetap berupaya mengontrol keinginan untuk konsisten tidak mencoba hubungan dengan sesama jenis. Sebaliknya, jika seandainya ingin dilanjutkan, apa bisa? Bisa saja, selama lingkungan sekitarnya tidak mempermasalahkan dan pelakunya tidak merugikan pihak lain. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang bisa tetap toleransi dan lebih menerima perilaku homoseksual. Seorang lesbian atau gay, tetap bisa sukses di profesi masing-masing yang digelutinya. Bahkan di banyak negara saat ini ada kecenderungan perilaku homoseksual sudah bukan lagi sebuah aib, sebaliknya banyak yang kemudian muncul sebuah trend, akibat banyaknya artis yang secara eksplisist menunjukkan kehomoseksualan mereka. Karena cinta sejenis sesungguhnya lebih tepat adalah sebuah pilihan. Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapinya. It`s your choice.


10

Kreasi

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Duel Damai Gong Kebyar Lombok vs Bali Gong kebyar telah mendunia. Gamelan Bali yang hampir dapat dijumpai di seluruh pelosok Pulau Dewata ini, telah tersebar di mancanegara. Di tanah air sendiri, ensambel yang bergaya musikal energik nan dinamik ini sudah merasuk di kotakota besar Indonesia.

D

i pulau Lombok, eksistensi gamelan yang lahir di Bali Utara pada tahun 1915 ini, tampaknya yang termasuk paling berurat akar. Keberadaannya tidak hanya terbatas sebagai media hiburan, namun juga berfungsi dalam kancah upacara keagamaan. Bahkan gamelan ini juga berkontribusi pada sebagian kesenian masyarakat Sasak. Apabila kini, seperti di Kota Mataram misalnya, seni kakebyaran—pertunjukan yang bernuansa estetik kebyar—menjadi salah satu seni pentas favorit masyarakat setempat, semua itu sudah dimulai dan bertumbuh pada tahun 1930-an dan menunjukkan kegairahan makin sumringah sejak tahun 1950an. Belakangan, euforia sajian gong kebyar di arena Pesta Kesenian Bali (PKB), juga ikut lebih menggeliatkan seni kakebyaran di kalangan seniman pulau pedas

tersebut. Pagelaran seni tabuh dan tari di Pura Lingsar, Lombok Barat, Selasa (13/12) malam lalu menjadi bukti. Penampilan secara mabarung atau bersanding dalam satu panggung antara Himpunan Seniman Muda Mataram (HSM) dengan Himpunan Briuk Sepanggul (HBS) Karangasem, Bali, sungguh heboh dan mengharukan. Bertempat di Wantilan halaman luar Pura Lingsar—pura yang dikenal sebagai simbol kerukunan umat Hindu dengan penganut Islam Waktu Telu warga lokal Sasak— penonton tampak telah menunggununggu duel gong kebyar tersebut. Para penonton duduk lesehan, berbaur harmonis, antara pemeluk agama Hindu dan penganut agama Islam. Dua barung gamelan gong kebyar dipajang berhadapan. Kedua tim kebyar telah mempersiapkan materi tabuh dan tari yang akan ditampilkan. Keduanya secara bergantian menyuguhkan masingmasing dua tabuh dan lima nomor tarian. Pagelaran yang bergulir tak

kurang dari empat jam, disimak penonton penuh antusias. Ratusan penonton itu begitu tekun dan tampak responsif menikmati sajian tabuh dan lenggang tari dari kedua himpunan seniman Kota Mataram dan Kabupaten Karangasem itu. Tepuk tangan meriah sebagai ungkapan keterkesanan, meletup berkali-kali.

Secara historis, Bali dan Lombok memiliki kedekatan kultural. Seni sebagai ekspresi budaya juga menjadi bagian dari interaksi perjalanan sejarah masa lampau Lombok-Bali. Gong kebyar dengan seni kakebyaran-nya kini menjadi tontonan yang semakin mendapat tempat di hati masyarakat Lombok. Gong kebyar gaya Bali Utara dan gong kebyar gaya Bali Selatan mewarnai kesemarakan perkembangan seni kakebyaran di sana. Masyarakat minoritas Hindu sebagai penyangga utama dari denyut estetis seni kakebyaran memposisikan salah satu identitas budayanya dengan fleksibel sehingga diterima dengan toleran sebagai sebuah ketulusan sifat dasar seni yang universal. Di Lombok, gong kebyar tak hanya menjadi media ekspresi komunitas Hindu suku Bali namun juga dilakoni oleh para seniman Sasak. Karena itu tidak menjadi aneh bila kesenian lokal Sasak juga menerima penguatan dari elemen gamelan kebyar atau musikalitas seni kakebayaran. Bagi masyarakat Sasak, toleransi budaya telah membumi secara batin dan spiritual dari Pura Lingsar--tempat gelar seni tabuh dan tari dua tim seniman Bali dan Lombok itu. Pura yang telah terbangun pada tahun 1759 oleh Raja Ketut Karangasem Singosari ini memang dimaksudkan untuk mempersatukan masyarakat pendatang dari Bali dengan masyarakat Sasak. Bangunan suci Hindu yang disebut gaduh dan bangunan suci Islam Waktu Telu yang disebut kemaliq, tegak damai berdampingan di Pura Lingsar. Menurut legendanya, nama Pura ini adalah Al’Mual yang artinya air mengalir dari sebuah mata air yang kini dikeramatkan. Kini dengan nama Lingsar dimaknai sebagai “wahyu yang jelas”, ling berarti wahyu atau sabda dan sar berarti sah atau jelas. Percikan sejuk dari mata air keramat Pura Lingsar itu kini direguk sebagai pluralitas yang patut dite-

ladani. Binar kerukunan ini disemai menjadi kearifan budaya, dan ini telah berlangsung pada jagat seni, seperti tampak pada keberadaan gong kebyar di tengah masyarakat Sasak. Gelar tabuh dan tari gong kebyar mabarung Lombok dan Bali itu, berlangsung rukun yang diapresiasi masyarakat penonton dengan tulus damai. Betapa jagat seni mengomunikasikan rasa persaudaraan antara tim kesenian gong kebyar yang jauh-jauh bertandang dari Karangasem, Bali, mendapat jamuan keakraban seni dari tim kesenian Kota Mataram, Lombok Barat. Tampil secara bergatian, mereka tampak bukan berpretensi unjuk keunggulan namun lebih kepada saling menghargai dan saling menyayangi. Demikian pula penonton yang plural, tak tampak sikap berjarak. Mereka terbingkai dalam kerukunan, disatukan apiknya estetika tatabuhan gamelan dan indahnya olah tari kakebyaran. Fibrasi Pura Lingsar yang mewadahi kemajemukan umatnya, makin terasa menggetarkan ketika tim gong kebyar dari Bali menyuguhkan tari Palawakia. Tari kakebayaran ciptaan Pan Wandres dari Desa Jagaraga, Buleleng, pada tahun 1940-an ini, dalam pesan untaian kakawin serta narasi terjemahannya, mengingatkan penonton untuk merawat kebhinekaan kita dalam berbangsa. Palawakia yang dibawakan Laras sebagai penari dan Natya menjadi penerjemah, pada penutup pesannya, menggugah dengan dua pantun yang menggelitik. “Dari Bali menuju Lombok, cari makan ayam taliwang, mari bersatu jangan bentrok, berbangsa dengan kasih sayang”. Penonton bertepuk. “Kendang beliq kesenian sasak, suaranya menawan menari riang gembira, majulah indonesia kita tercinta, berjaya dalam kesatuan Bhineka Tunggal Ika”. Kembali penonton menyambut dengan pekik “Setujuuuu!” Kadek Suartaya

Style

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Modis dengan Bias Etnik dan Linggayoni kembali menyuguhkan koleksi terbarunya. Ragam kreasinya berupa gaun pesta dan busana kasual berhasil menarik perhatian pengunjung saat diperagakan di panggung fashion show “HIPMI Market Festival” dan “Bali Women Fes­­tival” di Beachwalk, Kuta, beberapa waktu lalu.

15

Modern U

ntuk rancangan gaun pestanya kali ini Inda Trimafo pemilik Linggayoni nampak konsisten menggunakan material tradisional endek dengan kombinasi satin, tile, chiffon, dan brokat. Alhasil karyanya mampu memberi nuansa yang balance antara unsur modern, bias etniknya dengan kesan seksi namun tetap elegan. Sementara pada barisan busana

Linggayoni yang kasual dan digarap ready to wear masih identik dengan nuansa resort atau dress tropis. Di sini Inda Trimafo menghadirkan rancangan model loose yang keren dengan pilihan long dress, mini dress atau jump suits dilengakapi aplikasi payet. Seluruh rancangannya menjadi bukan hanya modis tapi juga sangat nyaman dengan pilihan bahan rayon, katun polos dan bercorak. (sri.ardhini@cybertokoh.com)


14

Jelita

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Perawatan kulit dan wajah sudah oke. Gaya make up juga sudah disiapkan. Lantas apa pilihan gaya rambutmu untuk menyongsong tahun baru? Bagaimana kalau mencoba melengkapi penampilan dengan memberikan sentuhan highlight pada rambut?

Tampil Berkilau di Tahun Baru dan wajib melakukan perawatannya. Kalau dilakukan sendiri di rumah, gunakanlah produk perawatan khusus untuk rambut berwarna. Biasanya produk ini mengandung kondisioner yang lebih banyak, yang berguna mengatasi rambut kering akibat zat kimia dalam pewarna. Selain itu, gunakan sisir ber-

H

ighlight adalah salah satu pilihan gaya rambut yang dapat membantu mengubah penampilan seseorang. Untuk menghasilkan warna highlight yang keluarnya indah, diperlukan pewarna khusus dan trik tersendiri. Begitu disampaikan Pariadnyani Melati pemilik Adibi Salon & Spa, di kawasan Jalan Letda Tantular. Menurutnya dengan menambahkan highlight dapat menghadirkan kesan rambut n lebih bervolume dan berkilau. Akibat adanya gradasi warna gelap dan terang, maka rambut pun terdiri dari beberapa tingkatan warna. “Sebenarnya, warna alami rambut kita juga memiliki gradasi sendiri. Cobalah sesekali perhatikan ketika berada di bawah sinar matahari. Biasanya akan terlihat kalau rambut kita terdiri atas beberapa warna. Yang umum terlihat adalah cokelat tua dan cokelat kemerahan,” terang Pariadnyani Melati. Namun, dalam kondisi biasa gradasi warna rambut alami ini memang kurang terlihat. Karena itulah banyak perempuan ingin memperindah warnanya dengan menambahkan highlight menggunakan pewarna rambut khusus. “Dalam mengaplikasikannya pun tidak bisa sembarangan. Warna yang indah dan berkilau bisa di miliki ki dengan teknik highlight yang benar. Jika prosesnya keliru, justru bisa mengakibatkan kerusakan pada rambut, mulai dari pecah – pecah hingga rambut menjadi sangat kering,” lanjutnya. Agar hasilnya sempurna, sebelumnya akan sangat baik dipilih dahulu highlight yang sesuai dengan warna rambut , kulit dan panjang rambut. Hal ini dilakukan agar kilaunya lebih indah namun tetap berkesan alami dan si pemilik rambut pun akan tampil elegan dan percaya diri. Intinya adalah, bagi siapapun yang akan meng-highlight rambutnya, upayakan tidak memilih warna yang mencolok. Pertahankanlah warna aslinya kemudian mintalah pada penata rambut agar menghighlight area yang biasa tertimpa sinar matahari. Selanjutnya Pariadnyani Melati menyampaikan bahwa highlight

Pariadnyani

tkh/net

rambut dapat dilakukan dengan teknik, foil highlight dan chunking. Foil, adalah teknik memakai foil untuk memisahkan serta membungkus helai rambut yang bakal di highlight agar pewarnanya tidak menyebar pada helai rambut lainnya. Sedangkan chunking, teknik pewarnaan dengan berbagai ukuran rambut dan melukis adalah cara memakai sisir untuk mewarnai rambut yang diinginkan. Selain itu, demi memperoleh hasil akhir agar sesuai dengan harapan, Pariadnyani Melati menyarankan agar kita berkonsultasi lebih dulu untuk mengenal klasifikasi tipe dari warna rambut. Katanya, ada tipe dingin dan hangat. Yang tergolong tipe dingin diantaranya biru – hitam, abu coklat, coklat keemasan, pirang, coklat kopi tua, dan pirang keemasan. Sedangkan warna rambut yang termasuk kategori hangat yakni coklat tua, merah, pirang strawberry dan abu-abu. Berdasarkan kategori tersebut , kita dapat memilih warna highlight yang sempurna. Nuansa yang paling cocok untuk mendapatkan nuansa dingin adalah abu cokelat, blacks raven tone, burgundy, cool blondes dan warna merah api. Sementara nuansa seperti perunggu, kuning, emas atau merah sebaiknya dihindari sebab highlight ini menawarkan tampilan yang pucat. Berikutnya pilihan highlight terbaik bagi warna hangat adalah coklat, merah, coklat keemasan, emas pirang, cokelat kemerahan dan orange. Warna rambut ini sebaiknya menghindari highlight ungu, biru dan putih karena akan menjauhkan rambut dari warna aslinya. Namun, dikatakannya selama ini umumnya, mereka yang ingin rambutnya di highlight jarang yang mempertimbangakan jenis atau tipe warna rambutnya, tapi memilih warna

yang sedang ngetren. Atau , mereka memilih warna highlight yang paling sering digunakan oleh kebanyakan perempuan. Seperti warna merah yang memiliki lebih banyak coklat di dalamnya. Khusus untuk perempuan yang berusia matang atau mereka yang sudah bekerja, akan lebih baik jika highlight hanya diterapkan di area mahkota yang disesuaikan dengan tebal atau tipisnya rambut. Untuk tampil elegan dapat memilih highlight berwarna tembaga kecokelatan atau pirang kemerahan. Menyadari kalau rambut adalah salah satu penunjang penting penampilan setiap orang terutama bagi perempuan. Maka , jangan lupa setelah diwarnai untuk lebih peduli

gigi jarang, karena sisir ini bisa membuat rambut tetap kuat dan tidak gampang patah. Sedangkan untuk mempertahankan keindahan highlight , diperlukan juga touch up setiap beberapa bulan sekali. Selain warna rambut dapat bertahan lama, juga menjadikannya lebih sehat. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

Bugar Bayi mengalami percepatan pertumbuhan dalam mingguminggu pertama kehidupannya. Se­ telah dalam 6 bulan pertama hanya mengandalkan ASI, maka mulailah pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), sambil tetap terus menyusui si buah hati. Inilah yang sedang disebarluaskan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bali di Level 21 Mal Denpasar, pekan lalu.

A

disti Bakri, B.Bus. Wakil Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bali, mengatakan, tak ada satu pun cairan gizi yang seimbang dan memiliki suhu yang tetap seperti ASI. Saat bayi usia 6 bulan, diperkenalkan makanan pendamping ASI, sembari ASI tetap diberikan sampai usia 2 tahun. Makanan pendamping ASI ini penting karena setelah 6 bulan ada banyak zat yang hanya terpenuhi 60% dari ASI. Jadi sisanya tersebut dicari dari makanan pendamping ASI. Menu kebutuhan per umur juga harus dipadupadankan, ujarnya. Ia menegaskan, makanan pendamping ASI, sebaiknya diberikan saat yang tepat, artinya, tidak terlalu cepat atau tidak terlalu lama menunggu. Waktu yang baik saat usia 6 bulan. Makanan pendamping ASI yang diberikan terlalu cepat sebelum usia 6 bulan, atau terlalu lama 7-8 bulan, malah dapat meningkatkan risiko

Adisti Bakri, B.Bus

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

11

Pentingnya Makanan Pendamping ASI Makanan usia 6 bulan

sakit dan meningkatkan diare. Bisa juga menyebabkan bayi alergi, kata Adisti. Ia mengatakan, banyak ibu yang sering memberi bayinya air titisan. Saya tidak menganjurkan bayi diberikan air titisan, karena titisan gizinya kurang dan bayi cepat kenyang, katanya. Ia menyarankan, makanan pendamping ASI, sebaiknya dibuat dari bahan lokal, dan sesuai dengan makanan rumahan. Makanan pendamping ASI, syaratnya harus lengkap gizi, tidak pedas, dan mudah disiapkan. Ia tidak menganjurkan memberikan bayi jus buah, sebaiknya buah di-pure saja karena masih ada seratnya sehingga bayi tahu tekstur buah. Makanan sebaiknya dibuat tanpa gula dan garam sampai bayi usia 2 tahun. Kita perkenalkan rasa asli makanan kepada bayi. Disamping itu, pemberian gula dan garam sejak bayi, malah dapat memperberat ginjal, ujarnya. Susu formula bukanlah solusi permasalahan makanan anak. yang diperlukan, variasi makanan itu penting bagi anak. Susu memang mengandung kalsium, namun, kebanyakan minum susu malah dapat menghambat penyerapan zat besi. Kalsium tidak hanya terdapat dalam susu, tapi kalsium juga terkandung dalam ikan teri, tempe, tahu, brokoli, bokcay, yogurt, dan sayursayuran hijau, jelasnya. Tips pemberian makanan, seperti variasikan menu makanan untuk anak dan sebisa mungkin temukan apa yang ia sukai. Lalu buat suasana makan yang ceria dan tidak membosankan seperti sediakan alatalat makanan yang bisa ia pegang. Bisa juga ajak makan si anak saat bersama keluarga, hargai selera makan anak jangan memaksa anak habiskan porsi tertentu. Fleksibel dalam

mengatur jadwal makan anak. Usia 6 bulan, mulailah dengan memberi makan anak sebanyak 1-2 kali sehari dan lanjutkan menyusui sesuka bayi. Mulai dengan 2-3 sendok makan setiap makan, lalu tingkatkan kuantitas secara bertahap bubur kental (pure, buah, dan sayuran tumbuk halus, daging lumat). Gunakan semaksimal mungkin bahan lokal untuk asupan bahan makanan hewani, pangan pokok, kacang-kacangan, buah, dan sayuran. Usia 6,5 bulan sampai dengan 9 bulan. Mulailah dengan memberi makan anak sebanyak 2-3 kali sehari dan 1-2 kali makanan ringan. Tingkatkan secara perlahan jumlah yang dikonsumsi bayi hingga 125 ml. Sebaiknya ukur volume piring/mangkuk bayi agar kita tahu jumlah yang dikonsumsi. Berikan makanan keluarga yang dilunakkan, seperti bubur kental atau bubur saring. Gunakan semaksimal mungkin bahan lokal untuk asupan bahan makanan hewani, pangan pokok, kacangkacangan, buah, dan sayuran. Usia 9 bulan sampai dengan 12 bulan. Mulailah dengan memberi makan anak sebanyak 3 kali sehari dan 2 kali makanan ringan. Tingkatkan secara perlahan jumlah yang dikonsumsi bayi hingga 200 ml. Sebaiknya ukur volume piring/mangkuk bayi agar kita tahu jumlah yang dikonsumsi. Makanan yang bisa digenggam, makanan keluarga, dicincang jika perlu. Gunakan semaksimal mungkin bahan lokal untuk asupan bahan makanan hewani, pangan pokok, kacang-kacangan, buah, dan sayuran. Usia 12 bulan sampai dengan 24 bulan. Mulailah dengan memberi makan anak sebanyak 3-4 kali sehari dan 1-2 kali makanan ringan. Tingkatkan secara perlahan menjadi 250 ml. Sebaiknya ukur volume piring/mangkuk bayi agar kita tahu jumlah yang dikonsumsi. Makanan yang bisa digenggam, makanan keluarga, dicincang jika perlu. Gunakan semaksimal mungkin bahan lokal untuk asupan bahan makanan hewani, pangan pokok, kacangkacangan, buah dan sayuran. (wirati.astiti@cybertokoh.com).

Makanan usia 6,5 s.d. 9 bulan

Makanan usia 9 s.d. 12 bulan

Makanan usia 1 tahun ke atas


12

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Kreasi Kue Singkong

S

ingkong juga bisa disulap menjadi kue-kue yang enak. Dari singkong juga bisa dikreasikan aneka kue cantik, seperti yang diajarkan chef Suama dari Indonesian Chef Association (ICA) Bali kepada ibu-ibu PKK Desa Sembung, Kabupaten Badung. Bahan utama

Klepon Singkong Bahan: 2,5 kg : singkong yang dikukus 50 gr : tepung sagu 0,65 liter : air hangat 15 gr : garam Pewarna secukupnya

- Bulatan dimasukkan ke dalam air yang sudah mendidih sampai mengambang. Se­telah mengambang diangkat dan guling­kan di atas kelapa parut.

Isi: ¼ kg : gula merah iris Wijen disangrai secukupnya Cara membuat: - Singkong kukus dicampur dengan tepung sagu, garam, dan pewarna daun suji. - Adonan diuleni sembari ditambahkan air hangat. Setelah kalis, bulatkan adonan. Beri isian gula merah di dalamnya.

Kue Singkong Isi Pisang

Bahan: 1 kg : singkong yang diparut ¼ kg : gula pasir 1 bungkus : agar-agar 1 kg : kelapa parut Pewarna merah, kuning, dan hijau. Garam secukupnya

Bahan: 2 kg : singkong parut 1 kg : kelapa parut 10 buah : pisang kukus Garam Daun pisang Gula pasir Daun pandan

Cara membuat: - Singkong dicampur garam, gula, dan agar-agar. Kemudian diberi masing-masing pewarna. - Bulatkan adonan dan siap dikukus. Setelah matang, ditusuk dalam lidi. Satu tusukan berisi tiga warna. Beri taburan kepala parut.

Cara membuat: - Campurkan singkong parut, kelapa parut, dan garam. - Ambil daun pisang, pipihkan adonan singkong di dalamnya. Beri pisang dan daun pandan, kemudian tutup kembali dengan adonan singkong. - Gulung adonan seperti pepes. Kemudian kukus sampai matang. Setelah matang, dipotong-potong.

Rai Sudiani

Putu Yuni

sebaiknya dipetakan terlebih dahulu, apa kebutuhan para perempuan sebelum mereka dibawa ke musrenbang, sehingga mereka mengerti apa yang harus disampaikan. Ketua LSM Bali Sruti Luh Riniti menilai, perempuan juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa dan negara, jadi suara perempuan harus didengar. Peringatan Hari Ibu 22 Desember, sebenarnya bukan hanya soal pemberian ucapan terimakasih kepada ibu yang melahirkan, tapi peringatan kepada semua perempuan yang berjuang dan bangkit untuk memberi kontribusi kepada bangsa dan negara, entah itu seorang ibu, atau perempuan lajang profesional. Untuk bisa perempuan berperan tidak hanya di ranah domestik, kepentingan perempuan memang harus diperjuangkan. Seperti soal uang

desa, yang bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan kaum perempuan. Faktanya, setelah tiga tahun UU desa ini berjalan, apakah dalam musrenbang perempuan sudah dilibatkan, termasuk apakah suara dan kepentingan perempuan sudah diakomodir. Dalam tatanan BPD, yang akan membedah usulan dalam musrenbang, juga, harus ada perempuan yang duduk sebagai anggotanya, sehingga kepentingan perempuan bisa diperjuangkan. “Saya mendorong para NGO peduli perempuan dan anak ini untuk ikut mengawasi program pengunaan dana desa ini, agar responsif gender,” ujar Riniti. Ketua Tim Penggerak PKK Desa Gluntung, Marga, Tabanan Putu Yuni, mengatakan, ia sendiri membuat banyak program untuk pemberdayaan perempuan. Program itu merupakan

13

S

wirati.astiti@cybertokoh.com

usulan dari anggota PKK itu sendiri. Usulan itu biasanya disampaikan lewat pertemuan rutin tiap bulan sekalian arisan. Namun, tak jarang juga, ia mendapatkan usulan program lewat SMS karena mungkin saja ibu itu malu menyampaikan lewat rapat. Ada beberapa program yang dibuat seperti ibu-ibu dilatih menjadi penyiar radio, mereka diberikan kesempatan siaran di radio komunitas, pelatihan tata rias, pelatihan banten, pelatihan keripik dari sayur-sayuran, pemeriksaan kanker serviks, dan pembentukkan seka janger. Menurutnya, untuk mengajak para ibu PKK tertarik menjalankan program adalah dengan pendekatan secara kekeluargaan. “Saya mencoba mendekatkan diri dengan para ibu, agar apa keinginan dan kebutuhan mereka bisa mereka sampaikan ke saya. Saya tidak mau berjanji tapi mencoba merealisasikan bukan memanjakan, asalkan sesuai dengan kepentingan desa pasti saya perjuangkan. Itulah selama ini yang bisa saya lakukan untuk member-

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

alad itulah materi yang dibawakan chef Doni dari Sri Ratih Cottages Ubud, dalam ajang Festival Makanan Big Feast 2016 di Level 21 mall Denpasar, pekan lalu. Chef Doni mengatakan, salad yang disajikan sangat unik karena memakai bahan utama jeruk bali atau yang dikenal dengan pamelo. Ia menyebutkan jeruk bali mengandung asam folat yang berguna untuk perkembangan janin. Selain itu, juga mengandung banyak vitamin C, dan pectin yang bermanfaat untuk mencegah kolesterol dan pengapuran dalam pembuluh darah. Jeruk bali juga mengandung zat lain, likopen, pigmen bioflavanoid, dan vitamin A, B, B1, B2. Apalagi, kata dia, jeruk bali dibuat salad, tentu makanan ini sangat sehat.

singkong dipilih karena Desa Sembung banyak menghasilkan singkong. Selain singkong dijual sebagai bahan baku, para ibu PKK juga ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan membuat kue dari singkong. Jika Anda tertarik mencobanya, berikut resepnya.

Bola-bola Singkong Tusuk

Perempuan Bangkit dari Desa Sesuai UU Desa Nomor 6 Tahun 2014, dana desa dari APBN langsung ditransfer ke rekening desa guna membangun Indonesia dari pinggiran. Dana publik tersebut dapat dimanfaatkan untuk semua, termasuk perempuan. Topik ini yang dibahas LSM Bali Sruti dalam diskusi dengan tema “Perempuan Bangkit dari Desa”, Kamis (22/12). Kepala Desa Sibang Kaja, Badung, Made Rai Sudani mengatakan, dalam pengunaan dana desa tersebut, ia memberikan kesempatan masingmasing dusun untuk membuat program. Dalam musyawarah dusun tersebut semua dilibatkan baik perempuan dan laki-laki. Kemudian, semua proposal yang masuk tersebut dibahas bersama BPD. Program yang dibuat untuk masyarakat Desa Sibang Kaja menyasar semua lapisan, mulai dari ibu hamil sampai lansia. Beberapa program yang sudah dibuat seperti, kelas ibu hamil, posyandu, PAUD, pemberian makanan tambahan anak SD, pemberian bantuan kepada anak yatim piatu, bintek kewirausahaan dan majemen kepemimpinan untuk remaja, dan karang lansia. Desa layak anak, melibatkan hansip, dan inovasi terbaru, pasraman anak. Menurut Siti Van Bemmelen, dari penelitiannya di Jawa Barat, masalah para ibu itu adalah soal uang. Uang untuk melahirkan, uang untuk anak sekolah dll. Para perempuan berani menyuarakan kebutuhan mereka, ketika itu berhubungan dngan pengalaman mereka sendiri. Itu artinya, untuk mendapatkan suara perempuan,

Kuliner Salad Jeruk Bali

dayakan para ibu PKK lewat dana desa tersebut,” ujarnya. Salah seorang peserta diskusi, Rathi mengatakan, pada program yang banyak responsif gender, sebagian besar pemimpinnya perempuan seperti, Kepala Desa Sibang Kaja, dan Ketua PKK Desa Glungtung, Bagaimana dengan pemimpin desa yang laki-laki, apakah mereka sudah membuat program yang responsif gender, inilah yang harus dievaluasi. Ia menilai, sepertinya tidak semua masyarakat mengerti bahwa ada uang yang digelontorkan pemerintah sangat besar ke desa yang bertujuan untuk membangun masyarakat mulai dari bawah. Apalagi, rencananya tahun 2017, dana itu digelontorkan langsung sekaligus dalam jumlah miliaran, tentu membuat pemuka desa kebingungan membuat program. Untuk itu, ia berharap, para NGO perempuan bisa mendampingi agar program yang dibuat desa, bisa responsif gender. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Thai Dressing Pamelo Prawn Salad with Thai Dressing Bahan: Jeruk Bali dipotong-potong kecil Selada merah diiris-iris tipis Daun selada diiris tipis Tomat ceri dipotong empat bagian Daun ketumbar secukupnya Bunga teleng 1 buah Udang ukuran 15 cm, diberi perasan air jeruk nipis, kemudian direbus sebentar dalam air mendidih, diberi tambahan garam, merica, dan olive oil.

Bahan: 1 ½ sdm : gula merah dicincang 1 sdt : daun ketumbar 1 ½ sdt : kecap ikan 2 sdm : air jeruk nipis 1 sdm : irisan daun jeruk Cara membuat thai dressing: Bahan dicampur dan diaduk rata. Siap digunakan. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Cara penyelesaian: Semua bahan ditata yang cantik dalam piring. Kemudian dituang thai dressing. Beri di atasnya daun basil dan daun mint. Siap disajikan.

Sup Kimlo

Sarwan Bahan : 500 gr ½ liter 1 buah 200 gr 6 buah 50 gr 50 gr 50 gr 50 gr

Bahan Bumbu: 11 buah bawang merah cincang halus. 5 siung bawang putih cincang halus. 1 sdt lada bubuk. 1 buah kaldu blok rasa ayam. Gula, garam secukupnya.

: ayam file rebus suwir suwir : kaldu ayam : wortel potong dadu : udang bersihkan kulitnya : bakso ikan belah 2 bagian : bunga sedap malam rendam air panas : jamur kuping belah 4 bagian : kacang kapri buang seratnya : soun rendam air panas, tiriskan

Sita Van Bemmelen dan Luh Riniti

bakso udang udang kupas air kaldu air bakso ikan

Sup Buntut Goreng Bahan: 750 gr : 1,3 liter : 2 ruas : 2 batang : 1batang : 2 buah : 2 buah : 1 buah :

Sup Tekwan Bahan: 10 buah : 150 gr : 500 ml : 1 liter : 10 buah :

Cara Membuat: Panaskan margarin, lalu masukkan irisan bawang merah dan bawang putih. Rebus air kaldu lalu masukkan tumisan bawang dan masukkan lada bubuk, masak hingga mendidih. Masukkan irisan wortel juga bahan lainnya masak hingga mendidih dan bumbu meresap. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.

50 gr : 50 gr : 2 batang : 1 sdm :

jamur kuping bunga sedap malam rendam air panas daun bawang prei, iris-iris seledri cincang halus

1 buah : kaldu blok rasa ayam Micin kalau suka 1 sdm : bawang putih goreng 7 siung : bawang putih 1 sdt : lada butir Gula, garam secukupnya Cara Membuat : - Tumis bumbu halus sampai harum lalu angkat, masukkan

buntut potong menurut selera air jari jahe memarkan daun bawang, potong serong seledri ikat simpul wortel kupas potong selera kentang kupas potong selera kaldu blok rasa sapi

ke dalam kaldu yang sudah mendidih. - Lalu masukkan bakso udang, bakso ikan, jamur kuping, bunga sedap malam, dan daun bawang, gula, garam dan kaldu blok. - Masak hingga mendidih dan siap disajikan ke dalam mangkok, taburi dengan bawang putih goreng dan irisan seledri.

750 ml : air buat presto buntut Gula, garam, minyak goreng secukupnya Bumbu 9 buah 4 siung 1 sdt ¼ sdt

Halus: : bawang merah : bawang putih : lada butir : pala

Cara Membuat: Presto buntut sapi sampai lunak empuk, tiriskan, saring kaldunya. Goreng buntut sapi sampai kecokelatan, lalu tumis bumbu halus dan irisan bawang prei sampai harum. Masukkan ke dalam panci kuah, rebus air bersama sisa saringan kaldu, masukkan, rebus sampai mendidih, lalu masukkan irisan wortel juga seledri dan buntut, goreng, lalu masukkan kaldu blok juga garam dan gula. Masak sampai bumbu meresap dan mendidih, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.


12

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Kreasi Kue Singkong

S

ingkong juga bisa disulap menjadi kue-kue yang enak. Dari singkong juga bisa dikreasikan aneka kue cantik, seperti yang diajarkan chef Suama dari Indonesian Chef Association (ICA) Bali kepada ibu-ibu PKK Desa Sembung, Kabupaten Badung. Bahan utama

Klepon Singkong Bahan: 2,5 kg : singkong yang dikukus 50 gr : tepung sagu 0,65 liter : air hangat 15 gr : garam Pewarna secukupnya

- Bulatan dimasukkan ke dalam air yang sudah mendidih sampai mengambang. Se­telah mengambang diangkat dan guling­kan di atas kelapa parut.

Isi: ¼ kg : gula merah iris Wijen disangrai secukupnya Cara membuat: - Singkong kukus dicampur dengan tepung sagu, garam, dan pewarna daun suji. - Adonan diuleni sembari ditambahkan air hangat. Setelah kalis, bulatkan adonan. Beri isian gula merah di dalamnya.

Kue Singkong Isi Pisang

Bahan: 1 kg : singkong yang diparut ¼ kg : gula pasir 1 bungkus : agar-agar 1 kg : kelapa parut Pewarna merah, kuning, dan hijau. Garam secukupnya

Bahan: 2 kg : singkong parut 1 kg : kelapa parut 10 buah : pisang kukus Garam Daun pisang Gula pasir Daun pandan

Cara membuat: - Singkong dicampur garam, gula, dan agar-agar. Kemudian diberi masing-masing pewarna. - Bulatkan adonan dan siap dikukus. Setelah matang, ditusuk dalam lidi. Satu tusukan berisi tiga warna. Beri taburan kepala parut.

Cara membuat: - Campurkan singkong parut, kelapa parut, dan garam. - Ambil daun pisang, pipihkan adonan singkong di dalamnya. Beri pisang dan daun pandan, kemudian tutup kembali dengan adonan singkong. - Gulung adonan seperti pepes. Kemudian kukus sampai matang. Setelah matang, dipotong-potong.

Rai Sudiani

Putu Yuni

sebaiknya dipetakan terlebih dahulu, apa kebutuhan para perempuan sebelum mereka dibawa ke musrenbang, sehingga mereka mengerti apa yang harus disampaikan. Ketua LSM Bali Sruti Luh Riniti menilai, perempuan juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa dan negara, jadi suara perempuan harus didengar. Peringatan Hari Ibu 22 Desember, sebenarnya bukan hanya soal pemberian ucapan terimakasih kepada ibu yang melahirkan, tapi peringatan kepada semua perempuan yang berjuang dan bangkit untuk memberi kontribusi kepada bangsa dan negara, entah itu seorang ibu, atau perempuan lajang profesional. Untuk bisa perempuan berperan tidak hanya di ranah domestik, kepentingan perempuan memang harus diperjuangkan. Seperti soal uang

desa, yang bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan kaum perempuan. Faktanya, setelah tiga tahun UU desa ini berjalan, apakah dalam musrenbang perempuan sudah dilibatkan, termasuk apakah suara dan kepentingan perempuan sudah diakomodir. Dalam tatanan BPD, yang akan membedah usulan dalam musrenbang, juga, harus ada perempuan yang duduk sebagai anggotanya, sehingga kepentingan perempuan bisa diperjuangkan. “Saya mendorong para NGO peduli perempuan dan anak ini untuk ikut mengawasi program pengunaan dana desa ini, agar responsif gender,” ujar Riniti. Ketua Tim Penggerak PKK Desa Gluntung, Marga, Tabanan Putu Yuni, mengatakan, ia sendiri membuat banyak program untuk pemberdayaan perempuan. Program itu merupakan

13

S

wirati.astiti@cybertokoh.com

usulan dari anggota PKK itu sendiri. Usulan itu biasanya disampaikan lewat pertemuan rutin tiap bulan sekalian arisan. Namun, tak jarang juga, ia mendapatkan usulan program lewat SMS karena mungkin saja ibu itu malu menyampaikan lewat rapat. Ada beberapa program yang dibuat seperti ibu-ibu dilatih menjadi penyiar radio, mereka diberikan kesempatan siaran di radio komunitas, pelatihan tata rias, pelatihan banten, pelatihan keripik dari sayur-sayuran, pemeriksaan kanker serviks, dan pembentukkan seka janger. Menurutnya, untuk mengajak para ibu PKK tertarik menjalankan program adalah dengan pendekatan secara kekeluargaan. “Saya mencoba mendekatkan diri dengan para ibu, agar apa keinginan dan kebutuhan mereka bisa mereka sampaikan ke saya. Saya tidak mau berjanji tapi mencoba merealisasikan bukan memanjakan, asalkan sesuai dengan kepentingan desa pasti saya perjuangkan. Itulah selama ini yang bisa saya lakukan untuk member-

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

alad itulah materi yang dibawakan chef Doni dari Sri Ratih Cottages Ubud, dalam ajang Festival Makanan Big Feast 2016 di Level 21 mall Denpasar, pekan lalu. Chef Doni mengatakan, salad yang disajikan sangat unik karena memakai bahan utama jeruk bali atau yang dikenal dengan pamelo. Ia menyebutkan jeruk bali mengandung asam folat yang berguna untuk perkembangan janin. Selain itu, juga mengandung banyak vitamin C, dan pectin yang bermanfaat untuk mencegah kolesterol dan pengapuran dalam pembuluh darah. Jeruk bali juga mengandung zat lain, likopen, pigmen bioflavanoid, dan vitamin A, B, B1, B2. Apalagi, kata dia, jeruk bali dibuat salad, tentu makanan ini sangat sehat.

singkong dipilih karena Desa Sembung banyak menghasilkan singkong. Selain singkong dijual sebagai bahan baku, para ibu PKK juga ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan membuat kue dari singkong. Jika Anda tertarik mencobanya, berikut resepnya.

Bola-bola Singkong Tusuk

Perempuan Bangkit dari Desa Sesuai UU Desa Nomor 6 Tahun 2014, dana desa dari APBN langsung ditransfer ke rekening desa guna membangun Indonesia dari pinggiran. Dana publik tersebut dapat dimanfaatkan untuk semua, termasuk perempuan. Topik ini yang dibahas LSM Bali Sruti dalam diskusi dengan tema “Perempuan Bangkit dari Desa”, Kamis (22/12). Kepala Desa Sibang Kaja, Badung, Made Rai Sudani mengatakan, dalam pengunaan dana desa tersebut, ia memberikan kesempatan masingmasing dusun untuk membuat program. Dalam musyawarah dusun tersebut semua dilibatkan baik perempuan dan laki-laki. Kemudian, semua proposal yang masuk tersebut dibahas bersama BPD. Program yang dibuat untuk masyarakat Desa Sibang Kaja menyasar semua lapisan, mulai dari ibu hamil sampai lansia. Beberapa program yang sudah dibuat seperti, kelas ibu hamil, posyandu, PAUD, pemberian makanan tambahan anak SD, pemberian bantuan kepada anak yatim piatu, bintek kewirausahaan dan majemen kepemimpinan untuk remaja, dan karang lansia. Desa layak anak, melibatkan hansip, dan inovasi terbaru, pasraman anak. Menurut Siti Van Bemmelen, dari penelitiannya di Jawa Barat, masalah para ibu itu adalah soal uang. Uang untuk melahirkan, uang untuk anak sekolah dll. Para perempuan berani menyuarakan kebutuhan mereka, ketika itu berhubungan dngan pengalaman mereka sendiri. Itu artinya, untuk mendapatkan suara perempuan,

Kuliner Salad Jeruk Bali

dayakan para ibu PKK lewat dana desa tersebut,” ujarnya. Salah seorang peserta diskusi, Rathi mengatakan, pada program yang banyak responsif gender, sebagian besar pemimpinnya perempuan seperti, Kepala Desa Sibang Kaja, dan Ketua PKK Desa Glungtung, Bagaimana dengan pemimpin desa yang laki-laki, apakah mereka sudah membuat program yang responsif gender, inilah yang harus dievaluasi. Ia menilai, sepertinya tidak semua masyarakat mengerti bahwa ada uang yang digelontorkan pemerintah sangat besar ke desa yang bertujuan untuk membangun masyarakat mulai dari bawah. Apalagi, rencananya tahun 2017, dana itu digelontorkan langsung sekaligus dalam jumlah miliaran, tentu membuat pemuka desa kebingungan membuat program. Untuk itu, ia berharap, para NGO perempuan bisa mendampingi agar program yang dibuat desa, bisa responsif gender. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Thai Dressing Pamelo Prawn Salad with Thai Dressing Bahan: Jeruk Bali dipotong-potong kecil Selada merah diiris-iris tipis Daun selada diiris tipis Tomat ceri dipotong empat bagian Daun ketumbar secukupnya Bunga teleng 1 buah Udang ukuran 15 cm, diberi perasan air jeruk nipis, kemudian direbus sebentar dalam air mendidih, diberi tambahan garam, merica, dan olive oil.

Bahan: 1 ½ sdm : gula merah dicincang 1 sdt : daun ketumbar 1 ½ sdt : kecap ikan 2 sdm : air jeruk nipis 1 sdm : irisan daun jeruk Cara membuat thai dressing: Bahan dicampur dan diaduk rata. Siap digunakan. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Cara penyelesaian: Semua bahan ditata yang cantik dalam piring. Kemudian dituang thai dressing. Beri di atasnya daun basil dan daun mint. Siap disajikan.

Sup Kimlo

Sarwan Bahan : 500 gr ½ liter 1 buah 200 gr 6 buah 50 gr 50 gr 50 gr 50 gr

Bahan Bumbu: 11 buah bawang merah cincang halus. 5 siung bawang putih cincang halus. 1 sdt lada bubuk. 1 buah kaldu blok rasa ayam. Gula, garam secukupnya.

: ayam file rebus suwir suwir : kaldu ayam : wortel potong dadu : udang bersihkan kulitnya : bakso ikan belah 2 bagian : bunga sedap malam rendam air panas : jamur kuping belah 4 bagian : kacang kapri buang seratnya : soun rendam air panas, tiriskan

Sita Van Bemmelen dan Luh Riniti

bakso udang udang kupas air kaldu air bakso ikan

Sup Buntut Goreng Bahan: 750 gr : 1,3 liter : 2 ruas : 2 batang : 1batang : 2 buah : 2 buah : 1 buah :

Sup Tekwan Bahan: 10 buah : 150 gr : 500 ml : 1 liter : 10 buah :

Cara Membuat: Panaskan margarin, lalu masukkan irisan bawang merah dan bawang putih. Rebus air kaldu lalu masukkan tumisan bawang dan masukkan lada bubuk, masak hingga mendidih. Masukkan irisan wortel juga bahan lainnya masak hingga mendidih dan bumbu meresap. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.

50 gr : 50 gr : 2 batang : 1 sdm :

jamur kuping bunga sedap malam rendam air panas daun bawang prei, iris-iris seledri cincang halus

1 buah : kaldu blok rasa ayam Micin kalau suka 1 sdm : bawang putih goreng 7 siung : bawang putih 1 sdt : lada butir Gula, garam secukupnya Cara Membuat : - Tumis bumbu halus sampai harum lalu angkat, masukkan

buntut potong menurut selera air jari jahe memarkan daun bawang, potong serong seledri ikat simpul wortel kupas potong selera kentang kupas potong selera kaldu blok rasa sapi

ke dalam kaldu yang sudah mendidih. - Lalu masukkan bakso udang, bakso ikan, jamur kuping, bunga sedap malam, dan daun bawang, gula, garam dan kaldu blok. - Masak hingga mendidih dan siap disajikan ke dalam mangkok, taburi dengan bawang putih goreng dan irisan seledri.

750 ml : air buat presto buntut Gula, garam, minyak goreng secukupnya Bumbu 9 buah 4 siung 1 sdt ¼ sdt

Halus: : bawang merah : bawang putih : lada butir : pala

Cara Membuat: Presto buntut sapi sampai lunak empuk, tiriskan, saring kaldunya. Goreng buntut sapi sampai kecokelatan, lalu tumis bumbu halus dan irisan bawang prei sampai harum. Masukkan ke dalam panci kuah, rebus air bersama sisa saringan kaldu, masukkan, rebus sampai mendidih, lalu masukkan irisan wortel juga seledri dan buntut, goreng, lalu masukkan kaldu blok juga garam dan gula. Masak sampai bumbu meresap dan mendidih, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.


14

Jelita

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Perawatan kulit dan wajah sudah oke. Gaya make up juga sudah disiapkan. Lantas apa pilihan gaya rambutmu untuk menyongsong tahun baru? Bagaimana kalau mencoba melengkapi penampilan dengan memberikan sentuhan highlight pada rambut?

Tampil Berkilau di Tahun Baru dan wajib melakukan perawatannya. Kalau dilakukan sendiri di rumah, gunakanlah produk perawatan khusus untuk rambut berwarna. Biasanya produk ini mengandung kondisioner yang lebih banyak, yang berguna mengatasi rambut kering akibat zat kimia dalam pewarna. Selain itu, gunakan sisir ber-

H

ighlight adalah salah satu pilihan gaya rambut yang dapat membantu mengubah penampilan seseorang. Untuk menghasilkan warna highlight yang keluarnya indah, diperlukan pewarna khusus dan trik tersendiri. Begitu disampaikan Pariadnyani Melati pemilik Adibi Salon & Spa, di kawasan Jalan Letda Tantular. Menurutnya dengan menambahkan highlight dapat menghadirkan kesan rambut n lebih bervolume dan berkilau. Akibat adanya gradasi warna gelap dan terang, maka rambut pun terdiri dari beberapa tingkatan warna. “Sebenarnya, warna alami rambut kita juga memiliki gradasi sendiri. Cobalah sesekali perhatikan ketika berada di bawah sinar matahari. Biasanya akan terlihat kalau rambut kita terdiri atas beberapa warna. Yang umum terlihat adalah cokelat tua dan cokelat kemerahan,” terang Pariadnyani Melati. Namun, dalam kondisi biasa gradasi warna rambut alami ini memang kurang terlihat. Karena itulah banyak perempuan ingin memperindah warnanya dengan menambahkan highlight menggunakan pewarna rambut khusus. “Dalam mengaplikasikannya pun tidak bisa sembarangan. Warna yang indah dan berkilau bisa di miliki ki dengan teknik highlight yang benar. Jika prosesnya keliru, justru bisa mengakibatkan kerusakan pada rambut, mulai dari pecah – pecah hingga rambut menjadi sangat kering,” lanjutnya. Agar hasilnya sempurna, sebelumnya akan sangat baik dipilih dahulu highlight yang sesuai dengan warna rambut , kulit dan panjang rambut. Hal ini dilakukan agar kilaunya lebih indah namun tetap berkesan alami dan si pemilik rambut pun akan tampil elegan dan percaya diri. Intinya adalah, bagi siapapun yang akan meng-highlight rambutnya, upayakan tidak memilih warna yang mencolok. Pertahankanlah warna aslinya kemudian mintalah pada penata rambut agar menghighlight area yang biasa tertimpa sinar matahari. Selanjutnya Pariadnyani Melati menyampaikan bahwa highlight

Pariadnyani

tkh/net

rambut dapat dilakukan dengan teknik, foil highlight dan chunking. Foil, adalah teknik memakai foil untuk memisahkan serta membungkus helai rambut yang bakal di highlight agar pewarnanya tidak menyebar pada helai rambut lainnya. Sedangkan chunking, teknik pewarnaan dengan berbagai ukuran rambut dan melukis adalah cara memakai sisir untuk mewarnai rambut yang diinginkan. Selain itu, demi memperoleh hasil akhir agar sesuai dengan harapan, Pariadnyani Melati menyarankan agar kita berkonsultasi lebih dulu untuk mengenal klasifikasi tipe dari warna rambut. Katanya, ada tipe dingin dan hangat. Yang tergolong tipe dingin diantaranya biru – hitam, abu coklat, coklat keemasan, pirang, coklat kopi tua, dan pirang keemasan. Sedangkan warna rambut yang termasuk kategori hangat yakni coklat tua, merah, pirang strawberry dan abu-abu. Berdasarkan kategori tersebut , kita dapat memilih warna highlight yang sempurna. Nuansa yang paling cocok untuk mendapatkan nuansa dingin adalah abu cokelat, blacks raven tone, burgundy, cool blondes dan warna merah api. Sementara nuansa seperti perunggu, kuning, emas atau merah sebaiknya dihindari sebab highlight ini menawarkan tampilan yang pucat. Berikutnya pilihan highlight terbaik bagi warna hangat adalah coklat, merah, coklat keemasan, emas pirang, cokelat kemerahan dan orange. Warna rambut ini sebaiknya menghindari highlight ungu, biru dan putih karena akan menjauhkan rambut dari warna aslinya. Namun, dikatakannya selama ini umumnya, mereka yang ingin rambutnya di highlight jarang yang mempertimbangakan jenis atau tipe warna rambutnya, tapi memilih warna

yang sedang ngetren. Atau , mereka memilih warna highlight yang paling sering digunakan oleh kebanyakan perempuan. Seperti warna merah yang memiliki lebih banyak coklat di dalamnya. Khusus untuk perempuan yang berusia matang atau mereka yang sudah bekerja, akan lebih baik jika highlight hanya diterapkan di area mahkota yang disesuaikan dengan tebal atau tipisnya rambut. Untuk tampil elegan dapat memilih highlight berwarna tembaga kecokelatan atau pirang kemerahan. Menyadari kalau rambut adalah salah satu penunjang penting penampilan setiap orang terutama bagi perempuan. Maka , jangan lupa setelah diwarnai untuk lebih peduli

gigi jarang, karena sisir ini bisa membuat rambut tetap kuat dan tidak gampang patah. Sedangkan untuk mempertahankan keindahan highlight , diperlukan juga touch up setiap beberapa bulan sekali. Selain warna rambut dapat bertahan lama, juga menjadikannya lebih sehat. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

Bugar Bayi mengalami percepatan pertumbuhan dalam mingguminggu pertama kehidupannya. Se­ telah dalam 6 bulan pertama hanya mengandalkan ASI, maka mulailah pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), sambil tetap terus menyusui si buah hati. Inilah yang sedang disebarluaskan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bali di Level 21 Mal Denpasar, pekan lalu.

A

disti Bakri, B.Bus. Wakil Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bali, mengatakan, tak ada satu pun cairan gizi yang seimbang dan memiliki suhu yang tetap seperti ASI. Saat bayi usia 6 bulan, diperkenalkan makanan pendamping ASI, sembari ASI tetap diberikan sampai usia 2 tahun. Makanan pendamping ASI ini penting karena setelah 6 bulan ada banyak zat yang hanya terpenuhi 60% dari ASI. Jadi sisanya tersebut dicari dari makanan pendamping ASI. Menu kebutuhan per umur juga harus dipadupadankan, ujarnya. Ia menegaskan, makanan pendamping ASI, sebaiknya diberikan saat yang tepat, artinya, tidak terlalu cepat atau tidak terlalu lama menunggu. Waktu yang baik saat usia 6 bulan. Makanan pendamping ASI yang diberikan terlalu cepat sebelum usia 6 bulan, atau terlalu lama 7-8 bulan, malah dapat meningkatkan risiko

Adisti Bakri, B.Bus

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

11

Pentingnya Makanan Pendamping ASI Makanan usia 6 bulan

sakit dan meningkatkan diare. Bisa juga menyebabkan bayi alergi, kata Adisti. Ia mengatakan, banyak ibu yang sering memberi bayinya air titisan. Saya tidak menganjurkan bayi diberikan air titisan, karena titisan gizinya kurang dan bayi cepat kenyang, katanya. Ia menyarankan, makanan pendamping ASI, sebaiknya dibuat dari bahan lokal, dan sesuai dengan makanan rumahan. Makanan pendamping ASI, syaratnya harus lengkap gizi, tidak pedas, dan mudah disiapkan. Ia tidak menganjurkan memberikan bayi jus buah, sebaiknya buah di-pure saja karena masih ada seratnya sehingga bayi tahu tekstur buah. Makanan sebaiknya dibuat tanpa gula dan garam sampai bayi usia 2 tahun. Kita perkenalkan rasa asli makanan kepada bayi. Disamping itu, pemberian gula dan garam sejak bayi, malah dapat memperberat ginjal, ujarnya. Susu formula bukanlah solusi permasalahan makanan anak. yang diperlukan, variasi makanan itu penting bagi anak. Susu memang mengandung kalsium, namun, kebanyakan minum susu malah dapat menghambat penyerapan zat besi. Kalsium tidak hanya terdapat dalam susu, tapi kalsium juga terkandung dalam ikan teri, tempe, tahu, brokoli, bokcay, yogurt, dan sayursayuran hijau, jelasnya. Tips pemberian makanan, seperti variasikan menu makanan untuk anak dan sebisa mungkin temukan apa yang ia sukai. Lalu buat suasana makan yang ceria dan tidak membosankan seperti sediakan alatalat makanan yang bisa ia pegang. Bisa juga ajak makan si anak saat bersama keluarga, hargai selera makan anak jangan memaksa anak habiskan porsi tertentu. Fleksibel dalam

mengatur jadwal makan anak. Usia 6 bulan, mulailah dengan memberi makan anak sebanyak 1-2 kali sehari dan lanjutkan menyusui sesuka bayi. Mulai dengan 2-3 sendok makan setiap makan, lalu tingkatkan kuantitas secara bertahap bubur kental (pure, buah, dan sayuran tumbuk halus, daging lumat). Gunakan semaksimal mungkin bahan lokal untuk asupan bahan makanan hewani, pangan pokok, kacang-kacangan, buah, dan sayuran. Usia 6,5 bulan sampai dengan 9 bulan. Mulailah dengan memberi makan anak sebanyak 2-3 kali sehari dan 1-2 kali makanan ringan. Tingkatkan secara perlahan jumlah yang dikonsumsi bayi hingga 125 ml. Sebaiknya ukur volume piring/mangkuk bayi agar kita tahu jumlah yang dikonsumsi. Berikan makanan keluarga yang dilunakkan, seperti bubur kental atau bubur saring. Gunakan semaksimal mungkin bahan lokal untuk asupan bahan makanan hewani, pangan pokok, kacangkacangan, buah, dan sayuran. Usia 9 bulan sampai dengan 12 bulan. Mulailah dengan memberi makan anak sebanyak 3 kali sehari dan 2 kali makanan ringan. Tingkatkan secara perlahan jumlah yang dikonsumsi bayi hingga 200 ml. Sebaiknya ukur volume piring/mangkuk bayi agar kita tahu jumlah yang dikonsumsi. Makanan yang bisa digenggam, makanan keluarga, dicincang jika perlu. Gunakan semaksimal mungkin bahan lokal untuk asupan bahan makanan hewani, pangan pokok, kacang-kacangan, buah, dan sayuran. Usia 12 bulan sampai dengan 24 bulan. Mulailah dengan memberi makan anak sebanyak 3-4 kali sehari dan 1-2 kali makanan ringan. Tingkatkan secara perlahan menjadi 250 ml. Sebaiknya ukur volume piring/mangkuk bayi agar kita tahu jumlah yang dikonsumsi. Makanan yang bisa digenggam, makanan keluarga, dicincang jika perlu. Gunakan semaksimal mungkin bahan lokal untuk asupan bahan makanan hewani, pangan pokok, kacangkacangan, buah dan sayuran. (wirati.astiti@cybertokoh.com).

Makanan usia 6,5 s.d. 9 bulan

Makanan usia 9 s.d. 12 bulan

Makanan usia 1 tahun ke atas


10

Kreasi

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Duel Damai Gong Kebyar Lombok vs Bali Gong kebyar telah mendunia. Gamelan Bali yang hampir dapat dijumpai di seluruh pelosok Pulau Dewata ini, telah tersebar di mancanegara. Di tanah air sendiri, ensambel yang bergaya musikal energik nan dinamik ini sudah merasuk di kotakota besar Indonesia.

D

i pulau Lombok, eksistensi gamelan yang lahir di Bali Utara pada tahun 1915 ini, tampaknya yang termasuk paling berurat akar. Keberadaannya tidak hanya terbatas sebagai media hiburan, namun juga berfungsi dalam kancah upacara keagamaan. Bahkan gamelan ini juga berkontribusi pada sebagian kesenian masyarakat Sasak. Apabila kini, seperti di Kota Mataram misalnya, seni kakebyaran—pertunjukan yang bernuansa estetik kebyar—menjadi salah satu seni pentas favorit masyarakat setempat, semua itu sudah dimulai dan bertumbuh pada tahun 1930-an dan menunjukkan kegairahan makin sumringah sejak tahun 1950an. Belakangan, euforia sajian gong kebyar di arena Pesta Kesenian Bali (PKB), juga ikut lebih menggeliatkan seni kakebyaran di kalangan seniman pulau pedas

tersebut. Pagelaran seni tabuh dan tari di Pura Lingsar, Lombok Barat, Selasa (13/12) malam lalu menjadi bukti. Penampilan secara mabarung atau bersanding dalam satu panggung antara Himpunan Seniman Muda Mataram (HSM) dengan Himpunan Briuk Sepanggul (HBS) Karangasem, Bali, sungguh heboh dan mengharukan. Bertempat di Wantilan halaman luar Pura Lingsar—pura yang dikenal sebagai simbol kerukunan umat Hindu dengan penganut Islam Waktu Telu warga lokal Sasak— penonton tampak telah menunggununggu duel gong kebyar tersebut. Para penonton duduk lesehan, berbaur harmonis, antara pemeluk agama Hindu dan penganut agama Islam. Dua barung gamelan gong kebyar dipajang berhadapan. Kedua tim kebyar telah mempersiapkan materi tabuh dan tari yang akan ditampilkan. Keduanya secara bergantian menyuguhkan masingmasing dua tabuh dan lima nomor tarian. Pagelaran yang bergulir tak

kurang dari empat jam, disimak penonton penuh antusias. Ratusan penonton itu begitu tekun dan tampak responsif menikmati sajian tabuh dan lenggang tari dari kedua himpunan seniman Kota Mataram dan Kabupaten Karangasem itu. Tepuk tangan meriah sebagai ungkapan keterkesanan, meletup berkali-kali.

Secara historis, Bali dan Lombok memiliki kedekatan kultural. Seni sebagai ekspresi budaya juga menjadi bagian dari interaksi perjalanan sejarah masa lampau Lombok-Bali. Gong kebyar dengan seni kakebyaran-nya kini menjadi tontonan yang semakin mendapat tempat di hati masyarakat Lombok. Gong kebyar gaya Bali Utara dan gong kebyar gaya Bali Selatan mewarnai kesemarakan perkembangan seni kakebyaran di sana. Masyarakat minoritas Hindu sebagai penyangga utama dari denyut estetis seni kakebyaran memposisikan salah satu identitas budayanya dengan fleksibel sehingga diterima dengan toleran sebagai sebuah ketulusan sifat dasar seni yang universal. Di Lombok, gong kebyar tak hanya menjadi media ekspresi komunitas Hindu suku Bali namun juga dilakoni oleh para seniman Sasak. Karena itu tidak menjadi aneh bila kesenian lokal Sasak juga menerima penguatan dari elemen gamelan kebyar atau musikalitas seni kakebayaran. Bagi masyarakat Sasak, toleransi budaya telah membumi secara batin dan spiritual dari Pura Lingsar--tempat gelar seni tabuh dan tari dua tim seniman Bali dan Lombok itu. Pura yang telah terbangun pada tahun 1759 oleh Raja Ketut Karangasem Singosari ini memang dimaksudkan untuk mempersatukan masyarakat pendatang dari Bali dengan masyarakat Sasak. Bangunan suci Hindu yang disebut gaduh dan bangunan suci Islam Waktu Telu yang disebut kemaliq, tegak damai berdampingan di Pura Lingsar. Menurut legendanya, nama Pura ini adalah Al’Mual yang artinya air mengalir dari sebuah mata air yang kini dikeramatkan. Kini dengan nama Lingsar dimaknai sebagai “wahyu yang jelas”, ling berarti wahyu atau sabda dan sar berarti sah atau jelas. Percikan sejuk dari mata air keramat Pura Lingsar itu kini direguk sebagai pluralitas yang patut dite-

ladani. Binar kerukunan ini disemai menjadi kearifan budaya, dan ini telah berlangsung pada jagat seni, seperti tampak pada keberadaan gong kebyar di tengah masyarakat Sasak. Gelar tabuh dan tari gong kebyar mabarung Lombok dan Bali itu, berlangsung rukun yang diapresiasi masyarakat penonton dengan tulus damai. Betapa jagat seni mengomunikasikan rasa persaudaraan antara tim kesenian gong kebyar yang jauh-jauh bertandang dari Karangasem, Bali, mendapat jamuan keakraban seni dari tim kesenian Kota Mataram, Lombok Barat. Tampil secara bergatian, mereka tampak bukan berpretensi unjuk keunggulan namun lebih kepada saling menghargai dan saling menyayangi. Demikian pula penonton yang plural, tak tampak sikap berjarak. Mereka terbingkai dalam kerukunan, disatukan apiknya estetika tatabuhan gamelan dan indahnya olah tari kakebyaran. Fibrasi Pura Lingsar yang mewadahi kemajemukan umatnya, makin terasa menggetarkan ketika tim gong kebyar dari Bali menyuguhkan tari Palawakia. Tari kakebayaran ciptaan Pan Wandres dari Desa Jagaraga, Buleleng, pada tahun 1940-an ini, dalam pesan untaian kakawin serta narasi terjemahannya, mengingatkan penonton untuk merawat kebhinekaan kita dalam berbangsa. Palawakia yang dibawakan Laras sebagai penari dan Natya menjadi penerjemah, pada penutup pesannya, menggugah dengan dua pantun yang menggelitik. “Dari Bali menuju Lombok, cari makan ayam taliwang, mari bersatu jangan bentrok, berbangsa dengan kasih sayang”. Penonton bertepuk. “Kendang beliq kesenian sasak, suaranya menawan menari riang gembira, majulah indonesia kita tercinta, berjaya dalam kesatuan Bhineka Tunggal Ika”. Kembali penonton menyambut dengan pekik “Setujuuuu!” Kadek Suartaya

Style

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Modis dengan Bias Etnik dan Linggayoni kembali menyuguhkan koleksi terbarunya. Ragam kreasinya berupa gaun pesta dan busana kasual berhasil menarik perhatian pengunjung saat diperagakan di panggung fashion show “HIPMI Market Festival” dan “Bali Women Fes­­tival” di Beachwalk, Kuta, beberapa waktu lalu.

15

Modern U

ntuk rancangan gaun pestanya kali ini Inda Trimafo pemilik Linggayoni nampak konsisten menggunakan material tradisional endek dengan kombinasi satin, tile, chiffon, dan brokat. Alhasil karyanya mampu memberi nuansa yang balance antara unsur modern, bias etniknya dengan kesan seksi namun tetap elegan. Sementara pada barisan busana

Linggayoni yang kasual dan digarap ready to wear masih identik dengan nuansa resort atau dress tropis. Di sini Inda Trimafo menghadirkan rancangan model loose yang keren dengan pilihan long dress, mini dress atau jump suits dilengakapi aplikasi payet. Seluruh rancangannya menjadi bukan hanya modis tapi juga sangat nyaman dengan pilihan bahan rayon, katun polos dan bercorak. (sri.ardhini@cybertokoh.com)


16

Edukasi

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Mengulang, Mengulang, dan Mengulang

Melakoni profesi sebagai guru di SLB (Sekolah Luar Biasa) diakui Drs. H. Daldiri memerlukan kesabaran ekstra, apalagi di SLB C (tuna grahita/ IQ rendah). Namun, Wakasek Sarana Prasarana/Kesiswaan/ Humas SLB C Negeri Denpasar ini mengatakan senang dan mendapatkan kepuasan tersendiri jika anak didiknya sampai mampu mandiri.

anak yang memiliki IQ antara 3049 masuk dalam kategori mampu latih (C1), dan anak di bawah IQ tersebut dikategorikan ke dalam anak mampu rawat. SLB C yang berlokasi di Jalan A. Yani Selatan, Denpasar ini memiliki tiga tingkatan pendidikan, yakni tingkat SD, SMP, dan SMA. Kurikulumnya dari pusat disesuaikan dengan yang ada disini. Jenjang pendidikan untuk tuna grahita ini dijelaskannya hanya sampai pada tingkat SMA. “Untuk tingkat perguruan tinggi belum ada. Jika anak tuna netra (SLB A), mereka masih bisa mengikuti perkulihan tinggi di umum, karena IQnya normal. Demikian juga dengan anak tuna daksa (cacat tubuh),” ungkapnya. H. Daldiri menyampaikan, anak-anak tuna grahita ini jika dilihat dari penampilan (segi

H. Daldiri

fisik), tak terlihat. Biasanya kekurangan mereka itu akan terlihat ketika diajak berkomunikasi. Misalkan menyebutkan nama-nama presiden atau yang

mengharuskan mereka berpikir keras, anak-anak tuna grahita ini agak kesulitan menjawab atau menjawabnya lama, dan harus dipancing-pancing baru dia akan mengingat. “Seperti matematika, ada anak-anak kami matematikanya lancar, bacanya sama sekali tidak bisa. Ada juga yang membacanya lancar, matematikanya nol,” contohnya. Di sinilah dikatakannya tantangan seorang guru SLB. Karena itu ia menyebut metode mengajar anak-anak ini adalah drill, yakni diulang, diulang, dan diulang. “Karena memberikan pertanyaan sekali belum tentu bisa ditangkap oleh anak. Makanya harus diulang, diulang, dipancing, diberikan suasana senang sehingga anak bisa,” ucapnya. H. Daldiri yang sudah 32 tahun menjadi guru SLB ini

lebih banyak membidangi olahraga mengatakan, pada umumnya anak-anak tuna grahita ini senang di atletik (lari, lompat jauh). Olahraga pada anak luar biasa (disabilitas) khusus untuk anak tuna grahita adalah SOIna (Special Olympics Indonesia). Lomba ini memakai teknik divisioning yang dilaksanakan 4 tahun sekali di tingkat nasional (Pornas). Sementara untuk disabilitas keseluruhan, di bawah naungan NPC (National Paralympic Committe). “Dulu namanya YPOC (Yayasan Pembinaan Olahraga Cacat), kemudian menjadi BPOC (Badan Pembina Olahraga Cacat), dan sekarang menjadi NPC untuk payung seluruh penyandang disabilitas,” paparnya. (inten.indrawati@gmail.com)

M

ereka yang masuk di SLB C ini adalah anak-anak yang memiliki IQ antara 50-70 dan dikategorikan siswa mampu didik. “Mereka ini masih mampu untuk dididik. Khasnya, pendidikan bina mandiri, mereka dididik untuk bisa mengurus diri sendiri supaya bisa mandiri,” jelas H. Daldiri. Sementara untuk anak-

Pelesir Memiliki garis terpanjang pantai di Bali, membuat Buleleng memiliki banyak andalan wisata bahari. Salah satunya ada di Desa Pemuteran kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali Utara atau sekitar 55 Km arah barat dari kota Singaraja. Wilayah ini terkenal sebagai kawasan konservasi laut untuk proyek terumbu karang artifisal Biorock. Beberapa yayasan beserta masyarakat setempat bergerak aktif dalam mengelola usaha pelestarian terumbu karang. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, MM., wisata bahari Pemuteran merupakan daerah wisata di antara gugusan perbukitan serta hamparan laut Utara Bali dengan posisi yang sangat strategis. Untuk menambah keindahan kawasan Pemuteran, kini wisata Bahari Pemuteran menyuguhkan taman bawah laut yang ditempuh

Beberapa kegiatan anak-anak SLB C

Taman Laut Percepat Pertumbuhan Terumbu Karang Pemuteran sekitar 15 menit dari Pemuteran dengan perahu sewaan. Kegiatan diving dan snorkeling menjadi andalan wisata di sini dengan suguhan taman bawah laut kelas dunia di Pulau Menjangan. Banyak gua besar serta kecil di lokasi bawah laut tersebut dapat ditemui keanekaragaman terumbu karang dalam berbagai tipe dan warna serta biota laut yang lain. Menurutnya, tujuan dari taman laut tersebut adalah untuk menambah wisata bahari dan membuat rumah-rumah ikan. “Lebih cepat pertumbuhan terumbu karang berarti pemijahan ikan juga akan lebih cepat,” jelasnya. Ketika ikan memiliki rumah, maka akan menambah hidup

Salah satu patung di Taman Laut Pemuteran

Aktivitas diving di Pemuteran

dengan nyaman dan menambah biota laut lainnya sehingga akan memancing wisatawan untuk

datang ke Pemuteran. Ada yang menarik bagi penyelam yaitu pemandangan Pura (Candi) di tengah laut. Pura bawah laut menjadikan keindahan bawah laut yang unik dan elok dipandang mata dengan 33 patung Dewa, Gajah Mina dan Bedawang Nala. “Ada juga terowongan, kubah macam-macam sehingga ikan akan betah tinggal di sana,” jelasnya. Mantan Kadiskanla Kabupaten Buleleng ini juga menambahkan patung yang terdapat di bawah laut tidak membahayakan terumbu karang sebab ter-

buat dari eksodom dan semen yang terdapat kapurnya. “Justru kapur itu yang mempercepat 6 hingga 8 kali pertumbuhan terumbu karang,” lanjutnya. Pihaknya mengatakan ide pembuatan taman laut tersebut telah lama dirintis oleh warga yang peduli terhadap pelestarian terumbu karang, bahkan pengelolaanya dilakukan oleh yayasan Karang Lestari. “Yayasan Karang Lestari lah yang melakukan pemeliharaan dan pengembangan dan tugas Dinas hanya melakukan pembinaan saja,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Dara

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Pembangunan memang selalu diidentikkan dengan pemerintah, padahal sebagai generasi muda sudah seharusnya ikut berkontribusi positif terhadap program pemerintah dalam kegiatan membangun. Melalui ajang Pro Bali Ambassador tahun 2016 yang digelar atas kerjasama Yayasan Ria Asteria Maha Widya dan Yayasan Dana Abadi di bawah naungan Pemerintah Provinsi Bali, membuat I Gusti Ayu Ardaba Kory menorehkan prestasi.

M

eskipun tidak masuk dalam tiga besar, Kory sapaan akrabnya sangat antusias menceritakan pengalamannya saat mengikuti ajang tersebut. Pro Bali Ambassador bertujuan memilih duta pembangunan Bali yang bertugas mensosialisasikan program-program Pemprov Bali. Menurutnya, sebagai generasi muda seharusnya ikut peran serta dalam pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. “Anak muda seharusnya mengkritisi pembangunan namun juga dibarengi dengan tindakan di lapangan,” ujar perempuan kelahiran 27 Juli 1995 tersebut. Menurutnya, jika pemuda memiliki peran serta ikut mensosialisasikan pembangun kepada masyarakat maka masyarakat akan dengan mudah mengerti dan memahami program pemerintah.

S

E

9

I Gusti Ayu Ardaba Kory

Kritis dibarengi Tindakan “Jika masyarakat tahu program maka mereka tidak akan bingung baik memanfaatkan maupun menjalankan program,” jelasnya. Peraih Best Project Idea tersebut juga mengaku tertarik mengikuti ajang ini karena memang sangat pro dengan tindakan-tindakan nyata yang harus dilakukan oleh anak muda. Apalagi di usianya yang masih belia, ia berharap dapat menjalani banyak proses dan menikmatinya setiap prosesnya. “Kebetulan passion Kory juga di sini. Membangun relasi dan pengalaman baru sekaligus belajar mengenai pemerintahan,”

X DU

ujarnya. Hal yang membuat Kabid Humas KMHDI Kabupaten Buleleng tersebut mengikuti ajang bergengsi tersebut karena merasa telah mengantongi modal awal di bidang soft skill. “Public speaking dan tahu program kerja memang sudah dibidangi selama mengikuti organisasi,” ujarnya. Bagi mahasiswa semester VII jurusan pendidikan Bahasa Inggris Undiksha Singaraja tersebut, tugas seorang mahasiswa bukan hanya belajar melainkan juga diimbangi dengan praktek-praktek dari ilmu yang didapatkan dari kampus. “Di kampus ini seharusnya mencari

Kirim surat Anda ke Redaksi ­Tokoh dan cantum­kan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksitokoh@ yahoo.com. atau redaksitokoh@gmail.com Rubrik ini ­diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) ­Denpasar.

“Dok, aku sudah pernah beberapa kali pacaran dengan laki-laki, yang kujalani biasa saja, layaknya perempuan lain. Termasuk saat berhubungan seksual. Tetapi aku sekarang dekat dengan seorang perempuan teman sekantor. Bersamanya aku menikmati rasa sayang dan ada kenikmatan saat bercinta yang berbeda dan lebih dari yang sudah-sudah. Apakah menjalankan hubungan sejenis seperti ini masih wajar dan tidak berisiko, Dok?” (Eve, 23 thn) Seseorang disebut berorientasi seks homoseksual jika hanya tertarik dan terangsang terhadap yang sesama jenis kelamin dan malah tidak tertarik dan tidak terangsang terhadap lawan jenis. Akibatnya, dia tidak tertarik untuk melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis. Untuk yang sesama perempuan, lebih dikenal dengan istilah lesbian. Kalau dilihat dari kasus di atas, di mana sebelumnya dapat melakukan dan menikmati hubungan seksual dengan laki-laki yang dipacari, maka cinta sejenis yang kini dijalaninya sebenarnya bukanlah homoseksual murni, tetapi lebih cenderung dapat dianggap sebagai seorang biseksual. Atau orientasi seksual ganda, bisa kepada laki-laki dan perempuan. Masih banyak persepsi masyarakat menyatakan homoseksualitas sebagai

dr. Oka Negara, FIAS

sebuah abnormalitas. Padahal itu keliru, homoseksual, biseksual dan heteroseksual adalah orientasi seksual. Itu artinya adalah sebuah pilihan, yang tergantung dari penyebabnya. Penyebabnya adalah beberapa faktor. Pertama, faktor biologi, berupa gangguan pada pusat seks di otak atau permasalahan genetik dan kromosomnya. Kedua, faktor psikodinamik, yaitu gangguan perkembangan psikoseksual pada masa kecil. Ketiga, faktor sosiokultural, yaitu kebiasaan yang berakar pada budaya setempat. Keempat, faktor lingkungan, yaitu akibat pengaruh pergaulan atau pengalaman pertama kejadian cinta sejenis. Dilihat dari kasus di atas, cinta sejenis yang disampaikan besar kemungkinan disebabkan oleh faktor lingkungan, dan bila ditanya apakah mungkin dapat diubah kembali menjadi heteroseksual, tentu saja tidak selalu mudah. Tergantung kemauan, kuatnya pengaruh lingkungan dan penting atau tidaknya diubah. Kalau penyebab lain, misalnya karena faktor sosiokultural mungkin dapat diubah kalau yang bersangkutan segera keluar atau meninggalkan budayanya, walau ini juga tidak mudah dilakukan karena faktor sosiokultural pada umumnya sudah melekat sejak masa kecil. Kalau karena faktor biologi, misalnya kelainan genetik,

pengalaman sehingga ketika turun ke dunia kerja tidak kaget lagi,” ungkapnya. Dua program kerja yang mengantarkannya meraih kategori Best Project Idea adalah Charity Concert (konser amal) dan Diklat Kepemimpinan. Konsep dari konser amal ini membangkitkan kreativitas seni budaya Bali melalui Karang Taruna se-provinsi Bali. Nantinya pengunjung yang hadir harus membeli tiket ditambah membawa buku maupun baju bekas yang masih layak pakai. “Nantinya buku dan baju akan kami sumbangkan sedangkan hasil penjualan tiket akan digunakan untuk membiayai bintang tamu dan memberikan reward kepada para pemenang,” jelasnya. Ide kedua terselanggarakannya diklat kepemimpinan. Menurutnya sebagai seorang duta pembangunan sudah seharusnya menyiapkan seorang pemimpin masa depan. Pemimpinan dikatakan ideal apabila ucapan selaras dengan tindakan. “Pemimpin jangan pernah berbohong, apa yang dikonsep itu yang harus direalisasikan,” tandasnya. Sekretaris dari Buleleng Aksi Sosial tersebut juga mengimbau anak-anak muda seharusnya dapat berperan serta baik di sekup yang paling kecil sehingga benar-benar dapat berguna bagi pembangunan. “Gali potensi baik di bidang

I Gusti Ayu Ardaba Kory

akademik maupun nonakademik karena saat ini masa-masa untuk menemukan jati diri,” pungkas perempuan murah senyum tersebut. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Berisikokah Hubungan Sejenis? sudah dapat dipastikan tidak mungkin dapat diubah menjadi heteroseksual. Sedang yang karena faktor psikodinamik juga hampir pasti tidak dapat diubah, kecuali didukung oleh kesadaran dan kemauan yang luar biasa. Jadi cinta sejenis itu sesungguhnya adalah lebih ke permasalahan pilihan hidup atau orientasi. Hanya, yang menjalaninya sering kali merasa akhirnya tidak nyaman karena menjadi berbeda dengan orang banyak. Akan terlihat menjadi aneh dan dicap mengalami kelainan oleh masyarakat banyak jika ketahuan, sehingga lebih banyak yang menyembunyikan orientasi seksualnya ini. Keinginan itu dapat hilang sama sekali atau tidak, sangat tergantung kepada apa penyebabnya tadi. Apakah cinta sejenis ini berbahaya? Sesungguhnya risikonya sama saja dengan hubungan cinta yang biasa, akan dapat muncul problem psikis dan emosional dari hubungan ini dan risiko medis seperti infeksi ringan hingga infeksi menular, jika dilakukan berganti pasangan, selama kontak seksual yang dilakukan tanpa proteksi kondom. Pasangan homoseksual biasanya melakukan hubungan seksual dengan melakukan oral seks dan petting (menggesek-gesekkan kelamin atau bercumbu berat). Jangan salah, oral seks dan

petting juga bisa memunculkan luka lecet atau mikrolesi yang menjadi jalan masuk virus, jamur maupun bakteri yang diidap oleh salah satu pihak diantaranya. Lalu, jika ada yang berniat buat meninggalkan aktivitas cinta sejenis, apa bisa? Kalau penyebabnya “hanya” karena pengaruh lingkungan, keadaan ini dapat diatasi. Selama ada kemauan kuat, pengaruh lingkungan juga bisa dikendalikan dan tetap berupaya mengontrol keinginan untuk konsisten tidak mencoba hubungan dengan sesama jenis. Sebaliknya, jika seandainya ingin dilanjutkan, apa bisa? Bisa saja, selama lingkungan sekitarnya tidak mempermasalahkan dan pelakunya tidak merugikan pihak lain. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang bisa tetap toleransi dan lebih menerima perilaku homoseksual. Seorang lesbian atau gay, tetap bisa sukses di profesi masing-masing yang digelutinya. Bahkan di banyak negara saat ini ada kecenderungan perilaku homoseksual sudah bukan lagi sebuah aib, sebaliknya banyak yang kemudian muncul sebuah trend, akibat banyaknya artis yang secara eksplisist menunjukkan kehomoseksualan mereka. Karena cinta sejenis sesungguhnya lebih tepat adalah sebuah pilihan. Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapinya. It`s your choice.


8

Bunda & Ananda

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Anak Ceriwis Diikutkan Pelatihan Presenter sekolah diganti dengan berbagai kegiatan lain. Liburan pun tak harus pergi ke luar kota atau ke luar negeri. “Liburan merupakan saat anak dan orangtua bisa bersama. Saat melakukan hal yang menyenangkan atau quality time,” u j a r M a d e Ra i M a r i a n t i n i , S.Psi., Psikolog. Aktivitas liburan perlu dikomunikasikan antara anak dan orangtua. Jangan sampai anak memaksa orangtua atau orangtua memaksa anak. Kesepakatan antara anak dan orangtua sangat membantu agar liburan benarbenar bermanfaat. Hal yang dilakukan Bu Ayu

Liburan selama dua minggu ini banyak dimanfaatkan orangtua untuk mengikutkan putra-putrinya sebuah kegiatan positif. Ibu Ayu misalnya. Ia mengikutkan putri bungsunya, Andin untuk mengikuti pelatihan presenter, MC, dan penyiar. “Waktu liburan kenaikan kelas kemarin, saya kelewatan. Untungnya ketika liburan sekarang ini, ada teman yang menginfokan dan saya juga melihat di medsos,” ujar Bu Ayu.

R

upanya sejak lama Bu Ayu ingin mengarahkan anaknya yang ia nilai super ceriwis itu untuk ikut pelatihan presenter. “Soalnya dia sering sekali berlagak sebagai presenter. Setiap apapun yang dilakukannya pasti dijelaskannya, bahkan tak jarang direkam di tabletnya. Ya..biar terarahlah ceriwisnya itu. Syukur-syukur jika bisa jadi presenter cilik,” ujar Bu Ayu sembari tersenyum.

Pelatihan dasar dilaksanakan selama dua. Pada hari pertama, menurut instrukturnya, Andin masih kalem, masih malu-malu. Bu Ayu pun menanyakan kepada Andin apa saja yang diajarkan. Dengan bahasa anak-anak, Andin yang masih duduk di kelas 1 SD tersebut mengatakan bahwa dia diajarkan ekspresi serta dilatih melafalkan kata dengan suara yang keras dan jelas. Hari kedua, Andin tampak bersemangat. Bahkan dia minta

Berbagi Kasih melalui Shoe Box Menjelang pergantian tahun, Ant (Anointing Nation Team) Charity mendistribusikan Christmas shoe box yang berisikan barang-barang keperluan anak-anak seperti alat-alat tulis, tempat minum dan beberapa keperluan lainnya kepada anak-anak didik di Ant Charity Life Center Gilimanuk (2/12), Life Center Sanur (3/12) dan Ant Charity Life Center Tojan (4/12). Acara pendistribusian shoebox ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti lokakarya olehaa Susantry Sihombing, BBA, salah satu Ant Charity volunteer, kepada orangtua anak-anak didik yang bertajuk ‘Anak Dalam Keluraga’, English quizzes dalam topik shoebox dan unjuk kebolehan oleh anak-anak didik Ant Charity. Rangkaian kegiatan ini dipimpin Samuel Safera Wijaya, salah satu leader boards dari Ant Charity bersama Irsan Djunaidi, head of event. Acara dibuka dengan pemutaran video yang berdurasi 5 menit yang menggambarkan bagaimana shoebox tersebut diisi hadiah-hadiah dan akhirnya dibungkus dengan kertas pembungkus. Pada kesempatan tersebut pula para donatur memberikan harapannya agar anakanak mendapatkan hadiah ini anak- anak supaya lebih maju dalam bidang pendidikan. Anak-anak didikan Ant Charity juga ditantang untuk membuat mannequin challenge yang sedang menjadi trend di dunia daring. Mereka menjadi patung selama beberapa menit kemudian direkam. Akhirnya proses pengambilan berlangsung 2 kali dikarenakan anak-anak diberikan kesempatan untuk dapat memilih hasil yang lebih baik. “Hadiah yang diberikan sangat berguna dalam kegiatan sekolahnya dan juga ada beberapa pemberian hadiah yang bisa dipakai keluarga. Isi dari shoe box tersebut juga memberikan makna bahwa pemberian ini membuat penerima supaya menjadi lebih baik ke depan nanti,” ujar Diah, siswa kelas 2 SMP yang tergabung di Ant Charity Life Center Tojan. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

Anak-anak penerima shoe box

dan Andin ini termasuk dalam perencanaan dan pelaksanaan liburan yang bermanfaat. Keinginan Andin untuk belajar menjadi presenter difasilitasi ibunya dengan mengikutkan pelatihan. “Liburan itu intinya senang-senang dan mengasyikan. Kalau anak punya keinginan dan orangtua bisa memfasilitasi, sangat bagus. Ada hal-hal baru yang dipelajari anak dan itu bermanfaat bagi diri si anak di kemudian hari,” ujar psikolog di Biro Psikologi Wira Kasih Dharma dan konselor PAUD Candra Kasih ini. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

Made Rai Mariantini

berangkat lebih awal agar tidak terlambat. Rupanya dia sudah mulai bisa menyesesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Ceriwisnya pun sudah mulai keluar. “Ibu, nanti bellin Andin tas kecil ya buat les presenter, biar gayaan dikit loh Bu,” ujar Andin kepada ibunya yang hanya bisa geregetan melihat tingkah laku anaknya itu. LIBURAN BERMANFAAT Liburan memang sangat dinikmati anak sekolahan. Kepenatan dan rutinitas belajar di

Andin saat mengikuti pelatihan presenter

Mendongeng Lima Menit

SELAMAT PAGI, PENDEKAR!

Tersebutlah pada suatu pagi seorang petani menangkap seekor burung beo. Burung yang jinak itu bukan saja hormat kepada majikannya yang baru, tetapi juga hormat kepada setiap orang yang lewat. Made Taro “Selamat pagi, Pak Tani!” sapanya kepada petani pemilik burung itu. “Selamat siang, Pak Kades!” sapanya kepada Kepala Desa yang lewat di depan pondoknya. “Apa khabar, Pak Pendekar?” tanyanya kepada seorang laki-laki bertubuh kekar. Laki-laki yang disapa pendekar itu terkagumkagum mendengar burung beo yang ramah itu. Setelah mendengar beberapa percakapan antara beo dan pemiliknya, laki-laki itu berniat membelinya. “Aku beli beomu 100.000 rupiah,” kata laki-laki yang suka dipanggil pendekar itu. Mula-mula petani itu bertahan tidak menjualnya. Namun karena keperluan uang, ditambah lagi desakan isterinya, akhirnya ia melepas burung kesayangan itu dengan harga 150.000 rupiah. Di rumah pendekar yang mewah itu, si burung beo bertambah ramah. Ia menyapa setiap tamu. Ia banyak bercakap dengan orang-orang baru bertubuh kekar. Lama-kelamaan tahulah ia, bahwa majikan dan kawan-kawannya itu adalah gerombolan garong. Setiap malam garong-garong itu pergi dan kembali menjelang fajar menyingsing. Mereka membawa banyak perhiasan emas dan uang, lalu membagi-baginya. “Selamat pagi, Garong!” demikian sapaan burung

beo yang ramah dan jujur itu. “Apa katamu? Garong?” Tiba-tiba majikan burung itu membentak. “Seharusnya kamu menyapa, selamat pagi, Pendekar!” Hari demi hari burung beo yang bandel itu tidak mau merubah sapaannya. “Selamat pagi, Garong! Selamat pagi, Garong!” demikian celotehnya. Sang majikan yang bangga dipanggil pendekar itu marah. Ia mengancam. “Kamu bilang ‘selamat pagi pendekar’ atau ‘kau kubunuh’!” Keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, burung beo itu lagi-lagi menyapa, “Selamat pagi, Garong!” Pendekar yang berprofesi perampok itu naik pitam. Ia mengambil burung bandel itu lalu mengurungnya bersama dua ekor anak ayam yang akan disembelihnya besok. “Biar ia mati dikeroyok!” seru sang majikan. Hari berikutnya, ketika bangun pagi, ia mendengar burung beo itu berteriak-teriak. “Kau bilang selamat pagi pendekar, atau kau kubunuh!” Teriakan yang berulang-ulang itu terdengar makin keras. Sang pendekar segera mendekatinya. Didapatinya seekor anak ayamnya mati tergeletak. Burung beo itu masih mematuk-matuk kepala anak ayam yang satu lagi, sambil berteriak, “Kau bilang selamat pagi pendekar, atau kau kubunuh!” Laki-laki bertubuh kekar itu segera menyelamatkan anak ayamnya yang masih hidup. Ia mengambil burung beo itu lalu memasukkannya ke sangkar semula. “Selamat pagi burung beo! Terimakasih, kau telah memperingatiku!” katanya sambil memberi makan. Burung beo itu pun menjawab, “Selamat pagi, Pendekar!” (Puerto Rico)

Griya

17

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Permasalahan Rumah saat Musim Hujan Bulan Desember sangat identik dengan musim penghujan, bahkan di beberapa daerah, hujan juga disertai angin kencang . Curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini, bahkan hamper setiap hari melanda berbagai wilayah di Bali bahkan di Indonesia. Berbagai masalah kerap timbul saat musim penghujan tiba, dari serangan banjir, penyakit atau pun permasalahan yang timbul di rumah.

D

ampak hujan terhadap rumah juga menjadi persoalan cukup rumit. Sudahkah rumah Anda terbebas dari masalah di musim penghujan ini? Berikut ini penjelasan I Gusti AB Arimbawa, S.T., M.T. dan A.A. Gede Raka Hartawan, S.ST. dari Crea Bali Mandiri, architecture consultant & general contractor

aspal, yaitu dengan melapisi atap beton dengan membrane dan dibakar dengan api sehingga seluruh atap beton tertutup dan juga tetap memper­ha­ti­kan ke­mi­ringan untuk jalan air ke arah roof drain. “Periksalah secara berkala roof drain yang terdapat di rumah Anda, karena seringkali roof drain tersumbat dengan sampah baik itu daun ataupun sampah lainnya sehingga air hujan tetap lancar mengalir ke rumah,” Permasalahan imbuhnya. pada atap rumah Satu lagi kesalahan yang sering Rancangan atap rumah sebaiknya terjadi adalah pemilihan penutup lubang didesain dari awal untuk menghadapi saluran air. “Jangan mempergunakan dua iklim yang terjadi di Indonesia, floor drain yang fungsinya untuk aliran yaitu tahan terhadap panas matahari kamar mandi tapi pergunakan roof dan tahan terhadap hujan. Biasanya drain,” ingatnya. bentuk atap yang dipilih adalah bentuk Dinding rumah juga tidak luput atap limasan atau atap pelana dari permasalahan di musim dengan kemiringan atap hujan, seperti rembesan air, antara 30 derajat sampai sehingga timbul bercak dengan 45 derajat. dan lumut di dinding ruDengan kemiringan atap mah. Karena itu, untuk tersebut diharapkan dinding luar rumah sesemua air hujan yang baiknya dilapisi denjatuh ke atap akan gan cat yang lebih cepat meluncur ke tahan terhadap air, bawah. Pemilihan ataupun bisa dilapisi genteng juga menjadi dengan lapisan cat wasalah satu acuan. Ada terproofing yang sekarang beberapa jenis genteng yang tersedia dengan berbagai bagus untuk menahan panas macam pilihan warna cat. dan hujan dari genteng tanah Roof drain “Untuk dinding dapat memliat, genteng beton ataupun genteng pergunakan cat dinding biasa tapi sebaidari bahan zinkalum ataupun genteng knya sebelum melakukan pengecatan dari bahan aspal. “Untuk mencegah pada dinding, harus dilapisi cat dengan rembesan air hujan sebaiknya di bahan dasar alkali yang lebih tahan terhbawah genteng dilapisi dengan lapisan adap lembab. Barulah setelah itu dilapisi aluminium foil yang diletakkan di dengan cat dinding. Untuk dinding luar bawah reng, sehingga jika terjadi rumah yang dilapisi dengan batu alam, tetesan air, maka air tidak akan sampai sebaiknya sebelum memasang batu di plafon,” ujar Arimbawa. alam, dinding dilapisi dulu dengan waPada atap beton juga sering sekali terproofing barulah setelah itu dipasang terjadi permasalahan di musim hujan, batu alam sehingga tidak terdapat celah hal ini terjadi karena penanganan yang air untuk masuk ke dalam rumah,” jelas tidak maksimal pada atap beton. Arimbawa. “Untuk atap beton sebaiknya dilapisi Permasalahan yang paling sering dengan lapisan waterproofing yang muncul pada dinding adalah ketika baik. Waterproofing yang kita kenal membangun rumah dengan dinding di pasaran ada 3 jenis yaitu semen yang menempel dengan bangunan tetbase, paint base ataupun waterproofing angga, sehingga kita tidak bisa menutup dengan bahan dasar aspal. “Untuk atap dinding bagian luar dengan plesteran beton sebaiknya mempergunakan ataupun dengan cat waterproofing. waterproofing denganlapisan semen Untuk masalah di dua dinding yang base yang dikuas ke seluruh bagian berdekatan ini sebaiknya celah antara atap beton dan juga di atas lapisan dua dinding ditutup dengan lapisan water­proofing dilapisi dengan rabatan beton 8 cm ataupun 10 cm dan dibuat beton dengan kemiringan yang cukup kemiringan untuk aliran air. Sifat kapiler ke arah roof drain, sehingga air cepat yang dimiliki air tanah juga bisamenjadi mengalir,” ujar Raka­ Hartawan. masalah pada dinding rumah. Biasanya Untuk lapisan yang lebih bagus kita bisa lihat dinding terlihat basah yakni dengan lapisan membrane atau sekitar 60 cm dari lantai, itu akibat air

Pemasangan aluminium foil pada atap rumah

Kemiringan atap

Genteng aspal

yang meresap dari pondasi dan merambat ke dinding rumah. Untuk mengatasi masalah ini sebaiknya dinding dilapisi dengan plesteran transram dengan ketinggian 60 cm sampai 1meter dari sloof bangunan. Permasalahan pada lantai dan lampu outdoor Lantai di dalam rumah se­ baiknya lebih tinggi daripada lantai teras. Kemudian sebaiknya tidak menggunakan materi lantai indoor untuk ruangan outdoor. Gunakan keramik anti slip untuk lantai luar, sehingga tidak licin sewaktu hujan. Sebelum memasang keramik, sebaiknya lantai kerja dilapisi dengan beton dengan memakai wiremesh 1 ataupun dua lapis. Dan tampiasan air hujan yang jatuh ke lantai teras dapat

Genteng beton

Genteng tanah liat

diatasi dengan membuat overstek. Agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah saat musim hujan, maka level ketinggian rumah harus lebih tinggi dari level jalan. Ketika musim hujan, lampu outdoor juga perlu diperhatikan. Periksa dan pastikan bahwa kabel tetap terbungkus rapi. Karena bila ada kabel yang lecet atau terkelupas, apalagi telanjang, akan sangat membahayakan. Untuk lampu taman atau luar rumah disarankan menggunakan aliran DC, agar lebih aman karena tak menghantar listrik. Riol dan septiktank Pada bagian lingkungan di sekitar rumah, hendaknya juga dilakukan pembersihan pada parit dan saluran air dari rumah secara rutin, dan pastikan tidak tersumbat akibat kotoran dan

sampah dan menggenang. Saluran roil rumah yang menuju ke parit sebaiknya dibuat dengan kemiripan cukup, untuk mencegah tergenangnya air (ngantong). Pasanglah kawat kasa di mulutriol untuk mencegah masuknya tikus, sebab binatang ini juga bisa membuntukan selokan/got. Untuk menghindari macetnya saluran pembuangan air pada kamar mandi dan WC, bagi daerah yang kadar air tanahnya tinggi maka sebaiknya bikin ruang rembesan air (septick tank) lebihbesar. Lebih baik lagi jika lahan tanah tempat tinggalnya tinggi karena air dapat langsung merembes ke tanah. Tetapi jika di tanah termasuk daerah banjir dankadar air dalam tanah juga tinggi, sebaiknya perlu dibuat lebih dari satu daerah rembesan sedalam 3-4 meter.

Campuran transram

I Gusti AB Arimbawa dan A.A. Gede Raka Hartawan


18

Mozaik

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Upaya menarik kunjungan wisatawan ke Buleleng terus digalakkan oleh pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Bahkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di tahun 2016, pemerintah membangkitkan atraksiatraksi melalui festival desa. Hal ini bertujuan agar masing-masing desa dapat bergiat membangkitkan seni budaya sebab pariwisata di Buleleng berbasis budaya.

M

enurut Kepala Disbudpar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, M.M., Buleleng telah memiliki beberapa event rutin yang digelar setiap tahunnya. Disbudpar melalui pembinaan-pembinaan akan lebih berkonsentrasi untuk membangkitkan wisata di masing-masing

Tahun 2017 Disbudpar Kabupaten Buleleng Tambah Tiga Event Wisata desa. “Hal ini dilakukan melalui lomba desa, lomba subak, lomba nyastra Bali, dan kesenian PKB,” ujarnya. Kegiatan tersebut dituangkan secara jelas dalam calendar of event. Ditambahkan oleh Sutrisna, pihaknya akan terus berupaya memenuhi target kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara dengan penambahan event baik tingkat provinsi maupun nasional. Tahun ini, tercatat 10 event yang digulirkan pemerintah daerah, seperti seperti Twin Lake Festival (TLV), Buleleng Festival (Bulfest), Buleleng Endek Carnival (BEC), Festival Lovina (Feslov), dan Buleleng Bali Dive Festival (BBDF). Menginjak tahun 2017 nanti, Disbudpar merencanakan akan menggelar penambahan 3 event baru di antaranya Pameran Pariwisata Nasional, Pemuteran Bay Festival, dan Wanaralaba Festival. Pameran Pariwisata Nasional

Nyoman Sutrisna

merupakan event nasional yang telah dijual di beberapa daerah di Indonesia. Pameran ini rencananya akan digelar di Gedung Mr. Ketut Pudja eks. Pelabuhan Buleleng dengan target 100 kabupaten kota maupun provinsi di seluruh Indonesia. “Pameran Nasional akan diadakan pada Mei, sudah ada di kalender event,” jelasnya. Sementara Wa-

Istri Punya Penghasilan, Suami Segan Rumah tangga tidak akan harmonis jika masing-masing pasangan tidak memiliki sebuah komitmen. Maraknya kekerasan dalam rumah tangga yang biasanya menimpa seorang perempuan adalah salah satu keadaan yang disebabkan oleh tidak adanya komitmen terhadap pasangan. Saling menghargai dan menghormati terhadap pasangan adalah bentuk komitmen mendasar yang harus dimiliki oleh pasangan suami istri. Seorang istri tidak berhak mendapat perlakuan kasar dari suami yang tidak menjaga komitmennya. Berbagai bentuk kekerasan rumah tangga baik yang dilakukan secara fisik maupun kata-kata harus segera dihentikan. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Drs. Gede Komang, M.Si., mengungkapkan pengertian merupakan hal penting lain yang harus dimiliki oleh setiap pasangan. Lamanya hidup bersama pasangan akan membuat kita tahu baik buruk sifat maupun prilaku yang dimilikinya masing-masing pasangan. “Tidak mungkin orang ada baiknya saja pasti juga ada buruknya, masing-masing harus bisa saling menerima dan melengkapi,” ungkapnya. Gede Komang mengatakan kedua hal tersebut, penyebab maraknya k e k erasan d a lam

Gede Komang

rumah tangga terhadap perempuan adalah faktor ekonomi. Ia menambahkan seorang perempuan seharusnya membekali diri dengan pendidikan dan juga ketrampilan sebelum membina rumah tangga. “Ekonomi pribadi harus kuat. Kalau perempuan sudah memiliki penghasilan, suami akan segan,” ungkapnya. Penghasilan bagi seorang perempuan bukan semata-mata membuat segan pasangan, tetapi lebih terhadap memajukan ekonomi keluarga. Selain penguatan dari diri secara materi, kehidupan rumah tangga harus didukung pula dengan penguatan spritual “Kalau secara materi dan spiritual sudah terpenuhi maka kecil kemungkinan terjadi KDRT,” ujarnya. Sebagai instansi yang memiliki fungsi ikut menangani masalah perempuan, Dinsos memberikan advokasi kepada masyarakat khususnya perempuan-perempuan yang telah membina rumah tangga agar terhindar dari segala bentuk kekerasan. Langkah nyata yang dilakukan Dinsos adalah memberikan asupan makanan dan memberikan bantuan berupa Usaha Ekonomi Produktif. Program ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masing-masing keluarga sehingga mencegah terjadinya tindak kekerasan. Menurutnya, program tersebut diikuti dengan pemberian pelatihan sesuai dengan minat dan bakat dari calon penerima bantuan. “Kami latih dulu sebelum diberikan permodalan agar bantuan dapat digunakan secara maksimal,” jelasnya. Dengan Usaha Ekonomi Produktif masing-masing rumah tangga dapat mengembangkan usaha yang akan digeluti. “Kalau yang suka buat jajanan bisa jualan, kalau yang suka ternak bisa memelihara ternak,” pungkasnya. (wiwinmeliana22 @cybertokoh.com)

naralaba Festival akan diadakan di kawasan Pulaki namun disinggung masalah teknis, Sutrisna belum dapat menjelaskan secara rinci. “Sistemnya sudah kami buat tetapi masih ada perubahan-perubahan,” lengkapnya. Mantan Kadiskanla Kabupaten Buleleng itu juga menjelaskan bahwa Pemuteran Bay Festival akan lebih memfokuskan kepada seni dan budaya yang merupakan kombinasi dari wisata bahari dan seni. “Kalau BBDF lebih menjual lautnya, sedangkan di PBF akan menggabungkan wisata bahari dan seni yang ada di darat. Kalau di darat ada budaya, spiritual, dan panorama alamnya,” jelasnya. Selain merancang event baru, pemerintah mengubah kemasan beberapa event yang sudah pernah digelar. Event tersebut adalah BBDF yang telah dua kali digelar di Desa Pemuteran. Dalam pagelarannya, pemerintah memutuskan memindahkan

BBDF ke wilayah Timur yaitu desa Tejakula. Mengingat saat ini wilayah timur Buleleng seperti Penuktukan dan Bondalem, sedang mengembangkan terumbu karang. Hanya saja, upaya itu kurang dikenal, karena promosi yang minim. “Kita sudah masukkan 13 event wisata itu, untuk dijadikan bahan promosi. Kita harapkan dari pagelaran yang terjadwal itu dapat menarik minat wisatawan datang berkunjung ke Buleleng,” katanya. Sutrisna menambahkan, pada kalender event 2017 ada salah satu agenda yang diperkirakan mengalami pergeseran jadwal. Event itu adalah Sail Indonesia yang biasanya dirangkaikan dengan Festival Lovina. Event itu rencananya akan digelar 24-25 September, namun informasi dari organizing committee, Sail Indonesia akan dilaksanakan di Buleleng pada 14-16 Agustus 2017. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Seminar Memperingati Hari AIDS Sedunia

Dr. Sundayana: Bangkitkan Civitas Akademika Stikes Buleleng untuk Jadi Teladan

Menumbuhkan kebiasaan tanpa perlindungan atau tanpa yang baik sama sulitnya mengmenggunakan kontrasepsi atau hilangkan kebiasaan yang buruk. kondom, cara kedua HIV daInilah tantangan manusia untuk pat menular melalui transfusi mampu bangkit menjadi diri darah dengan darah yang susendiri dan mampu bergaul dah tercemar HIV, cara ketiga secara sosial sekaligus memetik seorang ibu yang mengidap sebuah hikmah untuk mampu HIV bisa pula menularkannya membedakan yang baik dan yang dengan bayi yang di kandung buruk. Termasuk mampu memdan cara yang ke empat adalah bentengi diri dalam kehidupan melalui pemakaian jarum suntik, bermasyarakat agar tidak mudah akupuntur, jarum tindik dan terjangkit oleh virus HIV dan peralatan lainnya yang sudah penyakit AIDS dari kehidupan terjangkit virus HIV. seks bebas. Di bagian lain Dr. SunUntuk itu Ketua Stikes Dr. I dayana memberi contoh dan Dr. Sundayana Made Sundayana, M.Si., mengajak menjadi contoh memang berbeda civitas akademika Stikes Buleleng untuk bangkit dalam sebutan dan makna katanya, menjadi menjadi panutan dan ikut menekan terjangkitcontoh sudah pasti menjadi panutan hingga nya penyakit yang mematikan seperti HIV/AIDS telah dianggap seorang tokoh penerang dalam dalam sambutannya memperingati hari HIV/ memerangi berjangkitnya TB-HIV tersebut di AIDS sedunia yang di selenggarakan di Aula bagian akhir Dr. Sundayana menyampaikan seLantai 2 Stikes Buleleng, Jalan Raya Air Sanih makin diteliti, semakin diseminarkan sepertinya Km 11 Bungkulan Singaraja, Sabtu (17/12). TB-HIV semakin meningkat penyebarannya. “Mari kita bangkit, tinggalkan cara hidup yang Peserta sekitar 200 orang terdiri atas tenaga sudah-sudah, karena negara lain sudah hidup kesehatan dan mahasiswa. Ketua panitia dalam secara ilmiah dalam memerangi diri guna penyampaian laporannya, bangga diberi waktu menemukan jati diri sebagai aset bangsa yang ruang dan tempat serta kesempatan untuk meditunggu kompetensinya mungkin ini sebuah nyelenggarakan seminar sehari memperingati degradasi atau kemunduran, kemerosotan hari HIV/AIDS sedunia yang dilanjutkan dengan termasuk penurunan ahklak budi pekerti dari renungan suci pada malam harinya, sehingga sebagian generasi kita,” ujarnya. tenaga atau calon tenaga kesehatan semakin paham akan penyakit yang menakutkan ini. Untuk Untuk itu, peran tri pusat pendidikan, mencapai tujuan ini panitia dalam hal ini UKM meliputi orang tua, guru atau pemerintah dan PIK-M dan HMIK (Himpunan Mahasiswa Ilmu masyarakat sudahkah menjadi contoh yang disKeperawatan) terus melakukan kolaborasi dan egani tanpa ditakuti termasuk peran pemimpin, memerlukan keterlibatan semua aspek sebagai pengemban dan pengambil kebijakan bangsa ini wujud Tri Dharma perguruan tinggi. hendaknya segera menjadi contoh teladan yang disegani. Berhentilah diantara kita yang hanya Peranan yang paling mudah dilakukan oleh memberi contoh dengan hiasan gaya bahasa mahasiswa dalam pencegahan TB-HIV salah yang indah dan mudah dicerna, namun tidak satunya adalah memberikan pengetahuan secara memberi efek jera atau takut dengan penyakit dini serta pemahaman tentang TB-HIV dan mematikan ini. bagaimana perkembangan mengenai TB-HIV di era informasi dan tekonologi ini. Melalui Semoga apa yang telah diwujudkan UKM tema “World Aids Day (WAD) Kita Tingkatkan PIK-M dibawah pembinaan BEM dan HMIK Pengabdian sebagai Jalan untuk Memerangi mampu mengurangi serta memerangi penyeHIV/AIDS” dengan pemakalah I Dewa Ayu baran serta penularan virus HIV ini mampu Rismayanti,S.Kep., Ns.,M.Kep.,M.Si dan Joanna membuka mata hati masyarakat luas khususnya Kristianty, S.ST., M.M.Kes., selaku konselor yang masih awam mengenai penyakit ini. SemiHIV/AIDS ternama mengupas habis tetang TBnar dan malam renungan ini diharapkan mampu HIV termasuk cara menekan terjangkitnya HIV. mengubah prilaku hidup masyarakat khususnya Ada empat penularan HIV/AIDS yaitu pertama anak bangsa kita agar terhindar dari virus HIV melalui hubungan seksual dengan pengidap HIV dan terbebas dari penyakit AIDS. (win)

Bertepatan dengan Hari Ibu, Kamis (22/12), kaum perempuan Bali menggalang kebersamaan dengan membentukan Koperasi Wanita Raka Dewi Bali yang memiliki tagline “Luih Mautama”. Koperasi yang diketuai Jemiwi Jro ini bertujuan mewadahi wanita Bali agar bisa berperan dalam kehidupan yang lebih baik di segala aspek.

M

7

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

enurut Jemiwi, pembentukan koperasi ini dilakukan dengan dasar memberikan penghargaan kepada perempuan Bali. Selama ini, perempuan Bali disibukkan dengan beragam tugas dan meniti karier sehingga terkadang diabaikan hak-haknya. Untuk memberikan penghargaan serta pemberdayaan pada perempuan Bali, koperasi ini dibentuk.

Foto bersama anggota Koperasi Wanita Raka Dewi Bali

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali

Gerakan Pemberdayaan Wanita Bali

Ia menambahkan anggota koperasi wanita ini berasal dari berbagai kalangan, baik pengusaha wanita, UKM, ibu RT, mahasiswi, karyawati. Koperasi tersebut dibentuk dengan visi misi membentuk badan usaha koperasi yang andal untuk memenuhi segala keperluan anggota. “Keperluan anggota tidak saja sesuatu yang bersifat materiil tapi juga immaterial,” tandasnya. Keperluan immaterial misalnya dukungan spiritual, dukun-

Kalimasada

gan kekuatan sebagai seorang perempuan yang multitasking. Ia berharap ada suatu gerakan yang benar-benar memberdayakan wanita Bali dan kesadaran seorang ibu bisa bangkit untuk mengoptimalkan dirinya dan menambah kualitas dirinya dalam berbagai hal. I Ketut Madia, Kepala Seksi Penyuluhan dan Badan Hukum Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali mengatakan, wanita di Bali cukup banyak bahkan lebih banyak wanita daripada laki-laki. Melihat jumlahnya, ia menilai sangat

Bangkitkan Reggae di Bali Utara Musik merupakan salah satu seni yang menyelaraskan antara irama dan bahasa sehingga menimbulkan kesan yang berbeda pada rasa tiap jiwa. Banyaknya aliran musik memunculkan penggemar dari berbagai aliran musik itu sendiri. Salah satunya adalah jenis reggae yang mendapat tempat sendiri bagi para personil Kalimasada Band. Band asal Singaraja yang telah terbentuk sejak tahun 2004 silam itu mengambil genre reggae dalam aliran musiknya. Bagi para personil, musik reggae merupakan musik perdamaian yang dapat diterima dari berbagai elemen masyarakat baik anak-anak, dewasa terlebih yang sudah tua. Sempat eksis mengisi berbagai event di Buleleng, Kalimasada vakum dalam kurun waktu yang cukup lama. Hingga masuknya Wayan Sam awal September 2016, membangkitkan kembali grup ini dengan tujuan membangkitkan musik reggae di Bali Utara. Meskipun mengalami perubahan formasi, band yang digawangi oleh Wayan Sam (vokal), Aris (vokal), Spink (drum), Dwie ( Bass), Widi (Keyboard), dan Radit (gitar) tetap konsisten dengan genre reggae dan mulai aktif mengisi berbagai acara baik di kota maupun luar kota. Nama Kalimasada sendiri merupakan nama yang begitu saja tercetus oleh salah satu personilnya. Ketika coba dimaknai, Kalimasada adalah sebuah pusaka dalam dunia pewayangan yang dimiliki oleh Prabu Punta-

dewa (Yudistira) pemimpin Pandawa. “Kami kemudia mengaplikasikan nama ini dalam grup dengan tagline 3K, yaitu Karakter, Karya dan Keseriusan,” ungkap Wayan Sam. Aris menambahkan bahwa reggae memiliki karakteristik yang unik dari musik lainnya. Menurutnya, dengan reggae para personil dapat menyampaikan secara tidak langsung pesan-pesan perdamaian melalui lirik-liriknya yang bertemakan sosial, budaya, agama, dan keseharian. “Pecinta musik reggae adalah orang-orang cinta damai,” imbuhnya. Senada dengan Aris, Spink juga mengungkapkan kecintaanya terhadap reggae. Baginya, maraknya aksi-aksi demo belakangan yang dipicu oleh kebhinekaan dikarenakan orangorang yang tidak bisa mencintai perbedaan. “Melalui musik reggae ini kami juga ingin menyampaikan bahwa keragaman itu ada dan harus disyukuri,” tandasnya. Selain membawakan lagu-lagu dari dari grup reggae kenamaan, Kalimasada juga sudah memilikii sejumlah lagu sendiri yang kerap kali dibawakan saat manggung. Beberapa lagu di antaranya, Reggae Yoyo, Yolo-Yolo, Love Feel, dan Pemuteran. Beberapa lagu memang dibuat menggunakan bahasa Inggris yang notabene merupakan bahasa internasional. “Kami kan dari daerah wisata dan sering manggung juga di café dan resto di Lovina, jadi menyesuaikan juga,” pungkas sang vokalis yang menyebut penggemarnya Singarasta tersebut. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

potensial untuk membentuk wadah dalam sebuah koperasi. “Ketika para pengusaha wanita itu memerlukan apa yang kurang dimiliki atau belum dimiliki, bisa disiapkan oleh koperasi dalam unit usaha tertentu sesuai dengan usaha-usaha yang dinanti, nantinya akan dibentuk di koperasi itu sendiri,” ujarnya. Ia menambahkan koperasi dimiliki anggota. Apa yang diperlukan anggota dipenuhi koperasi. Anggota pun harus berpartisipasi. Sinergi ini akan menentukan maju mundurkan koperasi. Di sisi lain, pendiri harus punya visi dan misi, serta mampu memaksimalkan potensi di sekitarnya. (Maya)

I Ketut Madia

“BALI BUSINESS FORUM DAN AWARDING NIGHT GALA DINNER BBB BICSA 2016”

ASEAN ENTREPRENEUR CENTER BERI APRESIASI PADA PERUSAHAAN TERBAIK DI BALI

AWARDING – I Gusti Ayu Sita Wedastiti, S.E.(Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bidang Ekonomi), Indra Bekti bersama para nominee Bali Best Brand dan Bali International Customers Satisfaction Bali Best Brand Award 2016 adalah sebuah ajang bergengsi di dunia industri di Pulau Dewata Bali guna mendukung perkembangan industri baik dalam segi pelayanan maupun kualitasnya. Yang pada saat ini kembali lagi menggelar acara untuk yang ke-6 kalinya sejak tahun 2011 dengan acara “Awarding Night Gala Dinner”. Pada halnya tujuan dari terselenggaranya acara ini guna untuk memberikan penghargaan pada perusahaanperusahaan yang memiliki pengaruh besar di Bali dan ini merupakan suatu bentuk apresiasi bagi sebuah perusahaan yang dinilai memiliki motivasi tinggi, sehingga bisa memberikan semangat juang untuk mengelola perusahaannya dengan lebih baik lagi. Tentunya ini merupakan pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang terbaik dan diharapkan bisa terus menjaga konsistensinya, serta untuk dapat menjadikan penguatan merek di mata masyarakat luas karena bagaimanapun juga masyarakat atau konsumen juga yang memiliki peranan penting untuk kemajuan suatu perusahaan. Prestasi yang diraih dari sebuah perusahaan–perusahaan yang sudah menjadi nominee tentunya akan memberikan contoh kepada perusahaan yang lainnya sebagai teladan dalam dunia ekonomi.

Melalui acara ini diharapkan agar setiap perusahaan bisa meningkatkan kreativitas para SDM dari usaha yang dijalankannya untuk bersaing tidak hanya dalam pasar lokal saja tetapi bersaing dalam pasar global. Dengan konsep ini “Bali Best Brand Award” kali ini ingin juga memberikan sebuah contoh sikap konsistensi terhadap suatu pagelaran acara yang dimana dilakukan rutin setiap tahunnya untuk menunjukan peningkatan kreativitas dari yang sebelumnya. Dalam kesempatan tersebut IGA Sita Wedastiti,S.E. (Wakil Ketua PDI Perjuangan Bidang Ekonomi) mengungkapkan, tahun ini yang akan menjelang pergantian tahun, diharapkan pada setiap pengusaha bisa menerapkan sistem ekonomi kreatif. “Ekonomi kreatif tersebut merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Konsep ini biasanya akan didukung dengan keberadaan industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya,” ungkap Gek Sita yang juga sebagai fashion designer. Dalam kesempatan tersebut artis nasional Indra Bekti turut hadir yang juga merupakan Brand Ambassador BBB BICSA.


6

Woman on Top

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Eka Wiryastuti, menjadi sosok fenomenal, ketika ia berhasil memenangkan Pilkada Kabupaten Tabanan tahun 2010. Terpilihnya perempuan kelahiran 21 Desember 1975 ini sebagai orang nomor satu di Taba­ nan sekaligus memecahkan rekor Bupati perempuan pertama di Bali.

S

etelah dilantik 9 Agustus 2010, Eka bertekad melunasi janji-janji politiknya untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat. Sebagai umat Hindu yang taat, ia menyakini, janji adalah suatu ikatan suci. Lingkupnya bukan hanya antara manusia dan manusia, tetapi pertanggungjawaban kepada

Buku Investasi Hati

Investasi Hati Eka Wiryastuti Tuhan. Sadar akan ikatan suci, Eka totalitas mengabdikan dirinya, tenaganya, pikirannya, dan kemampuannya demi kesejahteraan rakyat. Inilah sisi filosofis dan religiusitas kepemimpinan yang patut diteladani. Pada prosesnya, matrilisasi spritualisme dalam diri Eka diwujudkan ke dalam empat prinsip kehidupan yang dilakukan dengan, berjuang dalam doa, tirakat, puasa, dan menabung karma. Saat Eka terpilih menjadi Bupati Tabanan, banyak kalangan yang nyinyir dan meragukan kepmemimpinannya. Muncul banyak gunjingan terutama dari lawan politiknya yang menggunakan sentimen politik dinasti sampai minimnya pengalaman politik untuk menghambat langkahnya. Bagi Eka, semua kontroversi yang mengarah kepada dirinya itu dianggap sebagai kritik yang mesti dijawab dengan perbuatan. “Biarlah waktu yang membuktikan,” kata Eka. Rekam jejak perjuangan Eka Wiryastuti dalam memimpin Tabanan, diaktulisasikan dalam satu buku “Investasi Hati”, yang diluncurkan bertepatan dengan hari ulangtahunnya, di Art Centre Denpasar, (21/12). Buku yang ditulis Prasetyo dan Aprilia Hariani, dan diterbitkan Pusat Kajian Keuangan Negara ini, menceritakan sosok Eka sebagai pribadi yang tumbuh secara alami menjadi pemimpin. Dalam usia yang masih muda, 35 tahun, ia mampu membuktikan eksistensi perempuan dalam kancah politik lokal. Buku ini juga dapat dimaknai

Dari kiri: Aprilia Hariana, Prasetyo, Ketua DPRD Prov. Bali Adi Wiryatama, Bupati Tabanan Eka Wiryastuti, Prof. Ermaya, dan Prof. Bahrullah Akbar

sebagai salah satu bentuk akuntabilitas kepemimpinan Eka dalam periode pertama kepemimpinannya, yakni, rekam jejak, kinerja, inovasi, dan prestasi yang berhasil ditorehkan Kabupaten Tabanan selama masa kepemimpinannya periode tahun 2011-2015. Megawati dalam sambutan awal di buku tersebut mengatakan, dengan membaca buku ini, kita akan memahami untuk menjadi seorang pemimpin diperlukan laku tirakat dan perjuangan yang tidak mudah. Eka mampu menjalankan amanah menerjemahkan garis-garis perjuangan partai ke dalam program dan kebijakan pembangunan di kabupaten Tabanan. Hal ini ditunjukkan dari semangatnya membangkitkan partisipasi dan menumbuhkan antusiasme rakyat untuk turut serta dalam membangun daerah. Inilah semangat kerja yang perlu terus digelorakan. Gotong royong harus dijadikan sebagai tulang punggung pembangunan. Prof. Dr. Bahrullah Akbar, MBA, guru besar dan dosen Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam

Negeri (IPDN), saat membedah buku ini mengatakan, dari judul buku sudah sangat menarik. Buku ini memberikan perspektif dalam pembangunan karakter. Buku ini banyak menuliskan inti dari model kepemimpinan. Sangat menginspirasi para perempuan, juga, mendorong para generasi muda untuk menjadi entrepreneur, dengan dorongan one village one produk. Buku ini cocok disebut ilmiah popular, dapat juga menginspirasi para mahasiswa, bahkan bisa dijadikan disertasi, model sukses pengelolaan pemerintahan daerah. dan juga, karena banyak menerangkan model kepemimpinan, cocok dijadikan kajian dalam tata kepemerintahan daerah. Prof. Bahrullah Akbar menilai, Eka Wiryastuti sosok yang mau belajar. Ini ditunjukkan, sejak tahun 2010 kabupaten Tabanan belum pernah mendapat opini WTP. Namun, di akhir masa tugas periode pertama, kabupaten Tabanan brhasil meraih WTP. Perubahan tersebut setidaknya menjadi gambaran, Eka mau belajar dan memberi keteladanan, sehingga

jajaran pemerintah daerah Tabanan memiliki kemauan yang sama untuk memperbaiki dan menindaklanjuti rekomendasi dari BPK RI. Ke depan, pengelolaan keuangan daerah di Tabanan tetap perlu ditingkatkan agar dapat memberi nilai tambah dan semakin terlihat memberikan kontribusi posisitf untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Rektor IPDN Prof. Dr. H. Ermaya yang juga ikut membedah buku ini mengatakan, perlu ada banyak buku seperti ini di zaman globalisasi, yang mengangkat karakter satu daerah. Dalam memimpin satu daerah tidak hanya diperlukan kekuatan tapi juga kemampuan yang unggul. Eka Wiryas­ tuti sudah membuktikan. Dalam buku ini tidak hanya sekadar memberi pengalaman, tapi ada yang hal yang perlu dipelajari dari pengalaman, mengembangkan pengetahuan menjadi lebih maju. Buku ini akan djual, dan hasil penjualan akan digunakan untuk ­charity. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

SPAK Siap Sinergi dengan Komunitas Antikorupsi SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) di Bali makin dikenal. Di beberapa kesempatan Agen SPAK diberikan waktu untuk kampanye dan menyebarkan virus–virus antikorupsi melalui permainan. SPAK adalah sebuah gerakan nasional anti korupsi yang dimulai dari perempuan. Gerakan ini memiliki agen yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia dan Bali salah satunya. SPAK lahir atas sebuah keprihatinan, masih sedikit orangtua yang menanamkan kejujuran pada anak-anaknya. Gerakan ini diluncurkan April 2014, namun untuk Agen SPAK di Bali mulai beraksi sekitar bulan Agustus 2016. Tepatnya setelah para agen SPAK mengikuti Pelatihan Fasilitator Agen SPAK . “Setelah mengikuti pelatihan, kami semua dengan niat tulus mengabdi dan berkomitmen untuk menjalankan gerakan SPAK sebisa mungkin,” ujar Raden Ajeng Ayu Citra Resminingrum, SKM, yang akrab disapa Ayu yang terpilih sebagai koordinator Agen SPAK di wilayah Bali ini. SPAK, kata perempuan kelahiran, Jakarta 18 April 1988 dan kini ber-

domisili Desa Pengotan, di Bangli ini memiliki visi menyebarkan virus anti korupsi ke semua lini masyarakat serta misi memberantas perilaku-perilaku korupsi, budaya korupsi yang dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat yang selama ini sudah berakar dan beranak pinak. “Kami berkumpul bersama dengan visi dan misi yang sama untuk beregiatan menyebarkan pengetahuan antikorupsi dengan beberapa alat bantu. Dalam permainan ini kami tidak berbicara mengenai hal-hal korupsi tetapi berbicara mengenai 9 nilai yang berdasarkan studi yang dilakukan oleh KPK, seperti kejujuran, keadilan, kerjasama, kemandirian, kedisiplinan, bertanggungjawab, kegigihan, keberanian, dan kepedulian. Selanjutnya Agen SPAK Bali melakukan “blusukan” dalam penyebaran virus anti korupsi tersebut. Secara umum, tiap agen SPAK memulai gerakannya dari lingkungan terdekat yakni keluarga, kerabat, teman-teman, rekan kerja. Kemudian sebagai agen secara perorangan maupun berkelompok juga blusukan seperti ke sekolah-sekolah. Di sana

mereka menyebarkan virus antikorupsi melalui berbagai bentuk permainan bekal kami yang diberikan oleh KPK tersebut. “Karena saya posisinya di Bangli maka untuk sekolah kami mengawalinya dengan SD, SMP dan SMA yang ada di Bangli. Kemudian menjalar ke Tabanan, Denpasar hingga Karangasem,” imbuh Ayu. Selain itu Agen SPAK Bali juga digandeng oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Provinsi Bali untuk bersama melakukan kegaitan SPAK di Kementerian Agama Provinsi Bali, Bangli, Karangasem. Bahkan Agen SPAK Bali juga sudah digandeng Ibu Sekda Provinsi Bali untuk menyebarkan virus antikorupsi ini termasuk KPU Kabupaten Bangli tidak ketinggalan sudah merangkul Agen SPAK untuk menanamkan sifat antikorupsi di kalangan pegawai KPU Bangli. Beberapa waktu lalu, Agen SPAK Bali

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Siapa tak kenal Uci Flowdea? Bukan saja seba­ gai pengusaha wanita yang cukup sukses di bisnis kayu, tapi Uci, juga terkenal sebagai salah satu sosi­ alita papan atas Surabaya. Bahkan, beberapa waktu lalu Uci, mulai main dalam film layar lebar “Romansa : Gending Cinta di Tanah Turki” dan juga menjadi produser film “The Perfect Dream” yang akan mulai tayang Januari 2017 nanti.

D

alam menjalankan bisnisnya, Uci Flowdea, tak pernah setengah-setengah, dan selalu mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Hingga sekarang dia bisa menjadi pengusaha sukses. “Rasanya sejak kecil saya sudah memiliki talenta sebagai pengusaha. Karena, dalam mengerjakan segala sesuatu saya tak pernah asal-asalan dan setengahsetengah. Saya selalu fokus pada apa yang saya kerjakan,” ujarnya disela-sela private lunch perayaan ulang tahunnya yang dirayakan di Avenue Lounge Bar Hotel Java Paragon Surabaya, pekan lalu. Selain bisnis dan hobi yang sudah dijalankan, akhir-akhir ini Uci, juga mulai menjalankan bisnis barunya, café dan persewaan kapal (yacht, speedboat), yang semuanya berlokasi di Bali. “Karena bisnis baru saya ini semua berlokasi di Bali, ma-

Yang menarik dari kegiatan bersama yang cukup banyak dihadiri para perempuan tersebut adalah digelarnya sebuah acara yang bertajuk “Warga Bicara Anti Korupsi” Di sana semua komunitas yang peduli dengan kondisi bangsa akibat korupsi ini berbicara blak-blakan. Agen SPAK Bali berkesempatan bicara mengenai Aksi Perempuan Melawan Korupsi. “Kami bersama meneriakkan yelyel antikorupsi. Untuk kedepannya kami berharap bisa lebih dibukakan jalan oleh seluruh lapisan masyarakat agar Agen SPAK khususnya di Bali dapat lebih gencar untuk melakukan penyebaran virus antikorupsi.Sehingga kami bisa berkontribusi membantu pembentukan karakter anak bangsa dengan sifat antikorupsi sejak dini. Agar Indonesia bisa menjadi Indonesia yangg bersih di tahun 2025,” tegas Ayu. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

Selalu Pegang Komitmen

kanya saya harus mondar-mandir Surabaya-Bali. Makanya sebagian teman-teman saya menyebut saya sebagai wanita angkasa,” ujarnya sambil tersenyum. Bagi Uci, menjalankan begitu banyak usaha dan bisnis, tidak akan membuatnya jenuh, karena dalam bekerja, ia selalu mengerjakan usahanya sesuai dengan hobi dan kesukaannya. “Karena saya anggap juga sebagai hobi, makanya saya senangsenang melakukan pekerjaan itu,” tambah Uci. Ketika disinggung soal pembagian waktu, antara bisnis dan keluarga, pengusaha wanita yang juga sosialita ini mengatakan, apapun yang akan dilakukan harus ada komitmen. Karena tanpa adanya komitmen, bagi Uci, tak mungkin orang akan sukses, apa lagi bila punya berbagai kegiatan dan usaha. “Saya selalu berusaha untuk memegang komitmen pada setiap pekerjaan yang saya lakukan. Termasuk komitmen dan tanggung jawab saya sebagai ibu bagi kedua anak saya. Karena itu, dimanapun saya berada untuk bekerja, saya selalu memantau keseharian anakanak,” tambah Uci. Bagi dirinya, keluarga khususnya anak-anak adalah hal utama yang selalu menjadi prioritas. “Buat apa saya kerja keras dan sukses pada banyak hal, tapi saya kehilangan keluarga, khususnya anak-anak saya. Karena, tidak jarang saya mengajak anak-anak ikut dalam kegiatanku, supaya anakanak juga tahu apa yang dilakukan ibunya,” pungkas Uci. (Dona)

Menikmati Sunset di Selat Madura Sunset di Selat Madura ternyata tak kalah dengan Bali. Tenggelamnya matahari terlihat sangat indah ketika dilihat dari selat yang memisahkan Pulau Madura dengan Surabaya. Mengarungi Selat Madura dengan kapal pesiar Arthama Pelindo, terutama saat musim liburan sekolah ini sayang untuk dilewatkan begitu saja. Kapal Arthama milik PT Pelindo Properti Indonesia

mulai bersinergi dengan beberapa komunitas yang memiliki misi yang sama yakni lebih banyak dan lebih sering lagi menebarkan virus-virus antikorupsi. Salah satunya mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anti-Korupsi Internasional, yang ditetapkan setiap tanggal 9 Desember.

Uci Flowdea

19

berkapasitas 30 penumpang ini, disediakan khusus untuk warga yang ingin melihat langsung matahari terbenam dari atas kapal. Selain itu, Kapal Arthama juga akan berkeliling kawasan pelabuhan serta mengajak masyarakat menikmati sensasi melintas di bawah Jembatan Suramadu. Pemandangan sunset yang sangat menakjubkan di Selat Madura. Kebetulan, saat itu cuaca

Sunset di Selat Madura

cerah dan cukup bersahabat, sehingga kapal melaju pelan meninggalkan pelabuhan. Di tengah kapal pesiar mini menuju ke laut, pelan-pelan matahari mulai jingga merona. ‘’Suasananya sangat indah,’’ kata Public Relation East Area XL, Ida Ayu Rossy, saat bersama rombongan wartawan melihat sunset di Selat Madura, pekan lalu. Tak melewatkan kesempatan, berbagai pose foto pun dia-

badikan. Mulai dari selfie, foto bareng, sampai foto alay sebagai kenang-kenangan. Didalam dek kapal tersedia aneka menu

makan malam untuk dinikmati, yang rasanya sangat pas dengan lidah. Selain itu, pengunjung juga bisa berkaraoke. (Lely Yuana)

BRI Siapkan Kas Rp 650 Miliar Memasuki liburan Natal dan Tahun 2017, BRI Wilayah Denpasar menyiapkan kas Rp 650 miliar. Hal ini diungkapkan Arif Wicaksono, Wakil Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Bidang Operasional, Rabu (21/12). Dana tersebut meningkat 10% dibanding tahun lalu. Arif yang didampingi I Gusti Made Sardula, Kabag Operasional, Jaringan, Layanan, dan Performance Manajemen BRI Wilayah Denpasar menjelaskan dari dana Rp 650 miliar tersebut, Rp 240 miliar untuk Bali sedangkan Rp Arif 400 miliar disiapkan untuk NTB dan NTT. Selain menyiapkanh kas, BRI juga membuka layanan kas khusus selama liburan Nataru ini termasuk menyiagakan Satgas. (ngurahbudi)


20

Nine

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Hari Ibu

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

5

Momentum Ibu Bekerja dan Berkarya Pertengahan Desember 2016, Paruga Na’e Kecamatan Bolo meriah oleh berbagai kegiatan menyambut Hari Ibu 22 Desember 2016. Lokasi berada di jantung Kecamatan Bolo ini menjadi pusat kegiatan lombalomba yang diselenggarakan para ibu di kecamatan ini.

B

erlangsung semarak, Paruga Na’e menjadi saksi kebersamaan dan silaturahmi serta kekompakan para perempuan di Kecamatan Bolo yang terekam dalam lomba-lomba menyambut dan menyemarakkan Hari Ibu ini. Jika selama ini banyak kegiatan peringatan Hari Ibu diselenggarakan sebagai formalitas belaka, maka dari Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, perayaan Hari Ibu menjadi demikian bermakna. Memiliki Bupati seorang perempuan, Hj. Indah Damayanti Putri dan Ketua KPU Kabupaten Bima, Nursusila menjadikan semangat berkarya bagi para perempuan di Kecamatan Bolo ini. Mengangkat tema, “Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki untuk Mewujudkan Indonesia yang bebas dari Kekerasan, Perdagangan Orang dan Kesenjangan Akses Ekonomi terhadap Perempuan”, semangat para ibu di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima dalam merayakan hari ibu tahun 2016 ini, pantas diapresiasi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang relatif biasa saja, kegiatan yang diselenggarakan oleh seluruh panitia dan peserta yang nyaris seluruhnya ibu-ibu kali ini berlangsung begitu meriah. Semangat perempuan ini menjadi unik karena datang dari desa-desa di sebuah kecamatan yang relatif biasa saja. Bolo bukan sebuah kecamatan yang terkenal atau banyak dibicarakan. Namun, kemeriahan menyambut dan merayakan Hari Ibu yang dilakukan para perempuan di kecamatan ini, layak ditiru. Karena dari semangat itulah kemeriahan

Foto bersama Forum Puspa Bali 2016

Kemeriahan menyambut dan merayakan Hari Ibu 2016 ditunjukkan para ibu di Kecamatan Bolo dengan antusias mengikuti kegiatan lomba-lomba yang diselenggarakan panitia

datang dari kampung-kampung di kecamatan ini di mana para ibu serius menyiapkan diri untuk berkompetisi mengikuti lomba-lomba yang diselenggarakan. Karena semangat yang sama, mereka rela menyisihkan waktu untuk berlatih bersama menjelang lomba tarik tambang (9-10 Desember 2016), bola gembira (17 Desember 2016), lomba gerak jalan (18 Desember 2016) dan lomba lari karung (19 Desember 2016).. Semangat itu tidak hanya datang dari peserta, melainkan diperlihatkan para panitia yang bahu membahu menyukseskan kegiatan-kegiatan lomba untuk memeriahkan Hari Ibu tahun ini. panitia yang kebanyakan adalah para guru ini bahkan bekerja siang dan malam demi suksesnya kegiatan kampung ini. “Semangat panitia dan juga peserta melaksanakan kegiatan lomba-lomba berlangsung sukses,” ungkap Prima Damayanti, S.Pd., Sekretaris Panitia. Keseruan menjadi semakin tampak selama persiapan berlangsung tatkala para panitia yang sibuk menyiapkan berbagai kegiatan dan acara ini, juga tengah sibuk mengurus ujian/ ulangan bagi anak didik di tempat mereka mengajar masing-masing. Ditambah lagi mereka ini juga sibuk menyiapkan diri sebagai peserta lomba paduan suara dan lainnya. Namun semangat para ibu ini tidak pernah surut. Mereka bertekad menyukseskan semua, sukses ujian para siswa, sukses pelaksanaan kegiatan Hari Ibu dan sukses pula mengikuti lomba-lomba. Menurut Dra. Sitti Syarah, M.Pd., Ketua Panitia, keseruan persiapan dan antusisme para peserta lebih

karena kesadaran bersama para ibu untuk memeriahkan Hari Ibu. Panitia sendiri menurut Syarah, sengaja menyelenggarakan kegiatan tahun ini dengan meriah demi membangkitkan semangat para ibu di kecamatan ini untuk menumbuhkan kesadaran bukan semata sebagai sebuah kegiatan yang bersifat formalitas belaka melainkan juga memaknai peringatan Hari Ibu tersebut sebagai momentum bagi para ibu untuk bekerja dan berkarya. Karena itulah partisipasi para ibu di Kecamatan Bolo untuk mengikuti berbagai lomba sangat tinggi tahun ini. Segala perbedaan menjadi satu dan melebur dalam semangat per-

hingga tumbuh menjadi anak yang membanggakan. Momen peringatan Hari Ibu ini tentu memiliki arti tersendiri bagi panitia dan juga para ibu di Kecamatan Bolo. Selain untuk meningkatkan pemahaman terhadap hakikat, kodrat, dan fitrah kaum perempuan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menambah dan meningkatkan rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan kekompakan bersama juga untuk meningkatkan rasa percaya diri bagi kaum ibu khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Bolo Kabupaten Bima serta sebagai ajang silaturahim dan hiburan bagi kaum ibu di kecamatan ini.

Bersama panitia lainnya, Sitti Syarah (paling kanan) dan Prima Damayanti (dua dari kanan), memimpin kegiatan perayaan Hari Ibu Kecamatan Bolo tahun 2016, dengan semangat silaturahmi, kebersamaan, persaudaraan dan kekompakan

saudaraan. Sebagai Ketua Panitia, Sitti Syarah selalu menekankan bahwa kegiatan ini harus diselenggarakan dengan landasan sportivitas. “Mari berlomba dalam semangat sportivitas dan bergembira bersama,” ungkap Sitti Syarah. Panitia menyadari peran ibu yang besar adalah sebagai peletak dasar lahirnya generasi penerus bangsa sebagai pewaris peradaban kegiatan, itulah yang membuat para ibu di kampung ini serius menyiapkannya. Di tangan ibulah para pemimpin bangsa ini dilahirkan dengan kepribadian istimewa. Sosok ibu yang mengantarkan kesuksesan anak-anaknya menjadi orang yang berguna, walau tanpa sosok yang mendampinginya ibu selalu siap mendidik anak-anaknya

Meriahnya penyambutan Hari Ibu di Kecamatan Bolo berangkat dari kesadaran bahwa momentum Hari Ibu tahun ini dimaknai sebagai kebangkitan persatuan kesatuan gerak perjuangan perempuan yang tidak terpisahkan darikebangkitan dan perjuangan bangsa Indonesia. Karena hari ibu merupakan tonggak sejarah bagi perjuangan kaum perempuan Indonesia. Makna peringatan hari ibu sebagai upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang dalam merebut kemerdekaan. Selain itu, dengan adanya momen tersebut, diharapkan bisa memberikan motivasi bagi kaum perempuan untuk lebih maju lagi dalam segala bidang pembangunan. Inilah dasar bagi panitia dalam menyelenggarakan kegiatan untuk memperingati Hari Ibu tahun ini. “Kegiatan ini dipersembahkan untuk ibu-ibu dengan harapan, kegiatan ini dapat mempererat tali silaturrahmi dan kekeluargaan baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan

masyarakat,” ungkap Syarah. Meski ini kegiatan kampung, tampaknya tidak bisa dipandang sebelah mata. Manajemen kegiatan yang rapi dengan semangat keseriusan dari panitia dan peserta menjadikan event ini memiliki kelas tersendiri. “Saya salut pada panitia yang mau bekerja serius pada seksinya masingmasing,” ungkap Syarah. Kemeriahan persiapan dan pelaksanaan kegiatan menunjukkan kekompakan para ibu di kecamatan ini. KALAH MENANG SAMA-SAMA BAHAGIA Lomba-lomba yang diselenggarakan memang lomba-lomba konvensional dan sudah biasa dilombakan, namun antusiasme para ibu menjadi keunikan tersendiri karena kemeriahan ini datang dari kampung yang sesungguhnya dalam kondisi serba terbatas, termasuk dalam hal pendanaan. Namun, semua itu bukan kendala bagi lebih dari 30 panitia dengan hampir 800 peserta untuk menyukseskan kegiatan ini. Para ibu ini bahkan banyak yang mengikuti lebih dari satu mata lomba. Kerja keras panitia mampu mendongkrak semangat silaturahmi dan kebersamaan para ibu di kecamatan ini. Sepanjang kegiatan lomba-lomba berlangsung, kebahagiaan menyelimuti para ibu di kecamatan ini karena selama berlomba kejadian-kejadian lucu dan menggelitik menjadi penghibur yang menghangatkan suasana lomba. Menang kalah dalam lombalomba yang dilaksanakan adalah salah satu pembelajaran bagi para peserta. “Kalah dan menang samasama membahagiakan bagi para ibu di sini. Yang penting silaturahmi dan kebersamaan,” kata Prima. Kegiatan ini rencananya akan selalu digelar tiap peringatan Hari Ibu tahun-tahun berikutnya, dengan tetap disambut meriah seperti tahun ini. Semua dilakukan panitia demi membangkitkan semangat persatuan di kalangan ibu-ibu di Kecamatan Bolo. Dari tangan para ibu di Kecamatan Bolo, semangat silaturahmi, kebersamaan dan kekompakan dikobarkan demi mempererat persaudaraan. Dan dari kecamatan inilah, para ibu memperlihatkan kualitasnya dalam berkarya, sekecil apapun karya itu, para ibu di kampung ini telah menunjukkan eksistensi kepeduliannya untuk mengangkat harkat dan derajat kaum perempuan Indonesia. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Soft Launching Auto Imunne Preneurs Indonesia

Pusat Kajian Perempuan dan Anak FH Undiknas Denpasar Bersinergi Tuntaskan Three Ends

“Bersama Kita Bisa”, itulah moto yang digengam oleh Dr. A.A.Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M. M,H., Puspa Bali 2016 dari kalangan Akademisi, yang dikenal pula sebagai pemerhati peran perempuan dalam keluarga dan pendidikan di Bali ini. Dalam langkahnya melaksankan kegiatan penuntasan Three Ends, ia dengan cerdas menyinergikan program tersebut bersama Pusat Kajian Perempuan dan Anak FH Undiknas Denpasar, dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali serta Kantor PPKB Kabupaten Karangasem seperti yang dipaparkannya saat Evaluasi Kegiatan Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan tahun 2016 di Hotel Aston, Denpasar pekan lalu. Dalam kegiatan yang juga dilangsungkan Penyusunan Rencana Aksi Tahun 2017- 2018, dihadiri Kepala Badan PPPA Provinsi Bali Ni Luh Putu Praharsini Juana didampingi Kabid Perlindungan BP3A Provinsi Bali Ida Ayu Nyoman Candrawati tersebut, Kementriaan Pemberdayaan Perempuan dan

Perlindungan Anak (Kemen PP PA) RI sangat mengapresiasi kinerja Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Bali dalam implementasi program unggulan Three Ends yang memang baru kali pertama dilaksanakan di Indonesia itu. Pada kesempatan itu juga tak tanggung-tanggung Kementerian PPPA RI melalui Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA RI yang kehadirannya diwakili oleh Kabid Kegiatan Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan, Atjeu Janestri, mengatakan bahwa Provinsi Bali luar biasa dibandingkan dengan Provinsi lainnya. Maka, saat itu pula Bali diberikan motivasi untuk dapat mengajukan anggaran implementasi Three Ends periode 2017 sampai 2018 dan tentu saja semua program yang sudah berjalan dapat dilanjutkan. Selanjutnya Tini Gorda didampingi tim kerjanya menjabarkan berbagai program riil untuk masyarakat yang telah dilaksanakan sebagai aktivitas prioritas dalam menangani Three Ends, yaitu ; Akhiri kekerasan

Pendampingan pembentukan desa ramah keluarga di Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem terhadap perempuan; Akhiri perdagangan orang; dan Akhiri ketidakadilan ekonomi terhadap perempuan. Langkah mereka di antaranya berupa penyuluhan, sosialisasi serta workshop isu-isu perlindungan anak masuk dalam perarem untuk ke langkah berikutnya masuk dalam

awig-awig, pelatihan keterampilan sesuai dengan yang diperlukan masyarakat setempat hingga pendampingan untuk pembentukan koperasi. Selain itu juga telah pula dilakukan workshop partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak (Puspa ); workshop pengem-

bangan penanganan korban kekerasan pada anak dengan membantu membentuk Desa Ramah Keluarga di Dusun Padang Sari, Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem, serta berhasil menyiapkan modul pranikah bersama yayasan Sarwe Sukhinah Bhawantu. Tak ketinggalan juga dilangsungkan kegiatan pengarusutamaangender di Desa Dukuh, Kubu, Karangasem. Menariknya pula, tepat pada saat pelaksanaan workshop partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak (puspa) 2016, berhasil dilangsungkan Pengukuhan Forum Puspa Provinsi Bali dan soft launching Autoimun Preneur Indonesia. Mengenai semua aktivitas yang telah dijalankan bersama tersebut, Tini Gorda dan semua yang terlibat dalam proses pengerjaannya memiliki harapan semua akan dapat berlanjut dan semua pihak yang terlibat akan selalu dan terus bersinergi untuk hasil terbaik dan maksimal dalam menuntaskan Three Ends sebagai program prioritas mereka. Termasuk, dapat dilakukannya pembentukan Puspa di Kabupaten/Kota seluruh Bali. - ard

Susunan Pengurus Unit Pusat Kajian Perempuan dan Anak Fakultas Hukum Undiknas Denpasar

Penanggung Jawab

: Dr. A.A.A. Ngurah Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., M.H. (Dekan FH Undiknas)

Bendahara Anggota

: I Gusti Ayu Eviani Yuliantari, S.H., M.H : 1. I Nyoman Ngurah Suwarnatha, S.H., I.I.M. 2. Dr. Ida Ayu Sadnyini, S.H., M.H. 3. Ida Ayu Ketut Artami, S.H.,M.H 4. Dr. I Made Wirya Darma, S.H.,M.H.

Pengurus Unit Pusat Kajian Perempuan dan Anak Ketua : Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda,S.H.,M.M.,M.H Wakil Ketua : Dr. Ni Nyoman Juwita Arsawati, S.H., M.Hum. Sekretaris 1 : Putu Eva Ditayani Antari, S.H., M.H. Sekretaris II : Kadek Januarsa Adi Sudharma, S.H., M.H.

Sosialisasi pembentukan desa ramah keluarga di Dusun Padang Sari, Desa Tianyar Tengah, Kec. Kubu, Karangasem

Diskusi kelompok dalam penyusunan rekomendasi

Pelatihan menjahit di Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem

Pembuatan pola baju kebaya di Desa Dukuh, Kec. Kubu


Inspirasi

Reza Rahadian Terbiasa 4

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

Menghadapi Perbedaan Ada banyak keluarga yang bisa hidup harmonis sekalipun berbeda agama.Bagi mereka justru perbedaan itu menjadi semakin menguatkan tali persaudaraan. Satu hal yang pasti hidup dengan berinteraksi bersama mereka yang berbeda telah menumbuhkan sikap saling menghormati dan toleran.

R e za

S

Rahadian

etidaknya itulah yang dirasakan Reza Rahadian Matulessy yang tumbuh dan besar dalam keluarga yang berbeda agama. Bahkan pemeran ‘Habibie’ muda ini tinggal bersama mamanya yang beragama Kristen. ‘Jadi ketika natalan saya ikut menemani mama mempersiapkan Natal. Nggak masalah kok. Begitu juga ketika bulan Puasa. Mama membantu mempersiapkan makanan buka puasa ataupun sahur,” ungkap Reza yang ayah dan ibunya telah berpisah sejak ia masih kecil. Keluarganya, kata Reza, banyak yang beragama Kristen. Karenanya ia menjadi terbiasa menghadapi perbedaan. Tumbuhnya sikap toleransi terhadap sesama menjadi kuat karena hal tersebut. “Keluarga saya sebagian besar Nasrani. Tapi begitu indah. Tidak pernah ada benturan. Semua saling menghargai, respect dengan kepercayaan masing-masing. Tidak ada yang

ngejudge agamanya paling benar atau apapun. Semuanya berusaha menjalankan agamanya dengan benar,” tutur Reza. Moment yang menarik dan yang tak terlupakan oleh Reza adalah ketika suatu hari digelar dua acara berbeda di rumahnya. “Jadi suatu ketika saya membuat acara s’lametan rumah, dimana saya mengundang anak yatim trus ada acara sholat bersama. Sedang pada malam harinya, ibu saya menggelar acara kebaktian gereja di rumah. Buat saya, itu semua indah banget,” tuturnya. Masing-masing bebas melakukan ibadah sesuai dengan kepercayaannya, termasuk memasang atribut-atribut seperti misalnya dirinya memasang atribut bertulisan ‘Allah’ di dinding, sementara ibunya memasang patung Bunda Maria. “Jadi itu semua ada di rumah saya. Itu kan indah banget ya,” tutur pemeran film ‘Surga yang Tidak Dirindukan’ 2. Menurut Reza, dengan kon-

disi demikian, harusnya kita bangga dengan negara kita yang memiliki toleransi yang besar, dengan umat beragama satu dengan lainnya bisa hidup rukun. “Ini adalah harga yang mahal yang tidak bisa dibayar dengan apapun kecuali dengan toleransi itu sendiri,” tegasnya. Sebagaimana diketahui pria yang tengah bersinar kariernya di industri perfilman Indonesia juga kerap mendapat berbagai penghargaan atas aktingnya yang memukau, memulai debutnya di dunia entertainment saat belia, lewat penampilannya sebagai model. Setelah itu ia merambah ke sinetron lewat ‘Culunnya Pacarku’ tahun 2005. Dari sinetron ia pun mulai dilirik untuk main film, dan akhirnya membawanya mendapat penghargaan pertamanya lewat film ‘Perempuan Berkalung Sorban’ , dimana dia meraih Piala Citra dalam kategori ‘Pemeran Pendukung Pria Terbaik’ 2009. Sejak itu kariernya semakin kinclong seiring dengan penghargaan demi penghargaan yang diterimanya. Terakhir penghargaan yang diterimanya adalah di ajang Festival Film Bandung 2016 lewat perannya dalam film My Stupid Boss pada September 2016 lalu dan Piala Citra dalam FFI 2016 di Taman Ismail Marzuki, November lalu, untuk film yang sama yakni My StupidBoss. Menurut Reza, apa yang dicapainya dalam karier berkat support kuat dari mamanya, Pr a t i w i W i d a n t i n i Matulessy. “Mama itu adalah sumber inspirasi saya, dia motor penggerak yang sangat kuat dalam saya berkarier. Dia adalah enerji hidup saya juga pelindung saya,” ungkap Reza yang mengaku sangat dengat dengan sang ibu. Baginya sang mama adalah sosok yang luar biasa, wanita ‘strong’ yang telah berjuang untuknya juga adiknya sebagai single parent. Kecintaannya kepada sang mama, meski kerap diungkapkannya dalam keseharian, namun biasanya ada hal spesial

Reza lebih jauh. Berbicara tentang kariernya, di mana dalam 11 tahun dia berkarier, telah membintangi hampir 30 film, belum termasuk sinetron, ia menyebut sangat bersyukur karenanya. Meski dalam perjalanannya, kata Reza, dirasakan tidak selalu mulus. Bahkan pernah suatu ketika ia merasa ingin berhenti dari industri yang telah membesarkan namanya itu. “Tentang hal itu maka orang pertama yang aku ajak bicara adalah mama. Mamaku cuma bilang bahwa apa yang telah kamu capai sekarang adalah bukan sesuatu yang gampang. “Mama bilang, coba kami lihat bagaimana kamu 10 tahun lalu.” Lalu saya perpikir dan merenungkan perkataan mama itu, dan yaa benar...akhirnya saya terus lagi berkarier,” kata dia. Usia Reza yang 29 tahun sempat menjadi tanda tanya sebagian orang karena tidak pernah terdengar ia memiliki kekasih. Menjawab hal ini, Reza mengaku dirinya sangat sibuk sehingga tidak sempat memikirkan kehidupan pribadinya, khususnya mencari pasangan apalagi berpikir menikah. “Hidup saya nggak jauh-jauh dari kerja, kerja dan kerja. Bahkan untuk sekadar nongkrong dengan sahabat-sahabat saya pun kadang tidak sempat,” ujarnya. Jangankan urusan percintaan atau sekadar menghabiskan waktu dengan temanteman, katanya, saking sibuknya kadang ia pun menjadi jarang bertemu dengan keluarganya. Jadi disadarinya bahwa untuk mencapai sesuatu, ia harus mengorbankan sesuatu pula. Itulah yang terjadi. Ia bekerja sangat keras demi kariernya, dan ia harus mengorbankan waktu bersama keluarga, teman-teman, termasuk untuk dirinya sendiri. (diana.runtu @cybertokoh.com)

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

21

Keberagaman adalah Kekuatan dan Modal Membangun NTB

Dua belas penerjun payung dari Detasemen Matra II Pasukan Khas (Paskhas) Malang, Batalyon Komando 464 Paskhas Lanud Abdurahman Saleh Malang yang masingmasing membawa bendera Indonesia, bendera Provinsi NTB, dan 10 bendera dari Kabupaten/Kota yang ada di NTB, memeriahkan HUT ke-58 NTB pada tanggal 17 Desember 2016 lalu. Semarak hari ulang tahun NTB kali ini menjadi unik dan berbeda ketika para undangan hadir dengan mengenakan pakaian adat dari tiga suku yang ada di NTB yakni suku Sasak, Samawa, dan Mbojo.

M

Reza Rahadian dan mamanya

diberikannya pada setiap Hari Ibu. “Jadi Hari Ibu itu buat saya sangat spesial ya. Saya selalu memperingatinya. Meski kita memang biasa mengekspresikan sayang dan cinta pada ibu setiap hari, namun saya merasa Hari Ibu adalah suatu yang spesial. Biasanya pada hari spesial itu saya membuat puisi atau surat panjang buat mama. Saya juga bisa mengungkapkan berapa berterima kasihnya saya pada mama. Yahhh memang hal-hal seperti itu biasa ya kita ungkapkan sehari-hari tapi mungkin karena momentumnya, hal itu menjadi terasa lebih spesial,” tutur pria kelahiran Bogor 1987, ini. Reza menambahkan bahwa mamanya mampu memerankan dengan baik sebagai ibu, ayah bahkan sebagai best friend, juga sebagai lawan berdebat. “Jadi hubungan saya dengan mamaku tuh sangat personal sekali. Mau ngomong apa saja bisa. Mamaku tuh bisa mendidik anak-anaknya sampai pada posisi dimana kita bisa bebas bercerita apa saja padanya,” ungkap

Mandalika

engenakan pakaian adat dari berbagai suku yang ada di Nusa Tenggara Barat, para tamu undangan ini menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke - 58 Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB. Dengan pakaian adat ini, upacara peringatan HUT NTB menjadi berbeda dari biasanya. Termasuk Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, yang biasanya memakai pakaian putih khas uniform gubernur, kali ini ia

Gora yang tersemat sebagai julukan Provinsi NTB ini merupakan kerja keras para pemimpin NTB sebelumnya yang telah berhasil mengatasi krisis pangan pada era tahun 1980-an. Benih yang ditanam untuk mengatasi krisis pangan kala itu bernama Bumi Gora, dapat tumbuh di bumi Nusa Tenggara Barat. Hingga akhirnya pada tahun 2015, produksi beras di NTB mencapai 1,3 juta ton menjadikan NTB sebagai salah satu daerah penyandang pangan nasional. Di masa ini, peran NTB semakin kokoh dalam pembangunan nasional. “Hasil kerja keras ini

memimpin upacara dengan mengenakan pakaian adat Sasak. Selain pegawai negeri sipil lingkup Provinsi NTB, peserta upacara juga datang dari perwakilan TNI dan Polri serta perwakilan pemuda dan pelajar di Kota Mataram. Peringatan HUT ke-58 tahun yang mengusung tema “NTB Gemilang, Ikhtiar Tiada Henti”, dihadiri Wakil Gubernur NTB H. M. Amin, S.H., M.Si, Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda.,S.H.,M.H., anggota Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) dan Satuan Kerja perangkat Daerah (SKPD) lingkup Provinsi NTB. Beberapa tamu kehormatan juga turut hadir. Mereka adalah mantan Gubernur NTB ke-5 periode 1998-2003 Drs. H. Harun Al Rasyid, mantan Gubernur NTB ke-6 periode 2003-2008 H. Lalu Serinata, dan mantan Wakil Gubernur NTB periode 2008-2013 H. L. Azhar. Ketika menyampaikan sambutan pada HUT NTB tahun ini, Gubernur NTB menyampaikan wajah kemajuan yang dicapai provinsi dengan julukan Bumi Gora ini. Bumi

tidak luput dari perjuangan para pemimpin terdahulu yang telah memberikan pondasi yang kuat,” ujarnya. Beberapa pencapaian yang telah diraih oleh Provinsi NTB hingga usianya yang ke-58 ini, antara lain, NTB telah mampu mensuplai kebutuhan beras nasional sebesar 700.000 ton setiap tahun, dalam pada sektor pariwisata kunjungan wisatawan semakin meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2015 kunjungan wisatawan ke Provinsi NTB berjumlah 2,2 juta orang, dan NTB mampu mempertahankan gelar sebagai World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination pada ajang penghargaan yang sama. “Pengembangan pariwisata kita Insya Allah berada pada jalur yang tepat, yaitu selain mengembangkan pariwisata konvensional yang sudah ada, tetapi juga menciptakan satu segmen baru yaitu Wisata Halal,” ujarnya.Majdi mengatakan bahwa seluruh capaian pembangunan berdampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB.

Gubernur NTB dan para tamu undangan mengenakan pakaian adat NTB pada puncak peringatan HUT ke-58 NTB

KEMBANGKAN EKONOMI KREATIF Sementara itu pertumbuhan ekonomi NTB pada tahun 2015 sebesar 9,9% dan merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional. Pada triwulan ke-2 tahun 2016 pertumbuhan ekonomi NTB sebesar 9,92% yang berada pada posisi ke-2 dari seluruh provinsi di Indonesia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB berkat upaya berkelanjutan sejak pemimpin pertama sampai masa permerintahan gubernur ke-7 setiap tahun semakin meningkat. “Alhamdulillah, sejak tahun 2014 Provinsi NTB selama dua tahun berturut-turut ditetapkan sebagai Top Mover dalam akselerasi peningkatan IPM,” katanya. Selain itu, sejak tahun 2011 sampai tahun 2015 Provinsi NTB berada pada peringkat pertama dalam pencapaian target MDG’s dan memperoleh predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) 5 kali berturut-turut sejak tahun 2011. Atas pencapaian ini Gubernur berharap pada semua pihak untuk melakukan introspeksi diri, melihat sejauh mana pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Sejauh mana pertumbuhan pariwisata mampu menyerap ekonomi kreatif yang berkembang di masyarakat, serta memastikan setiap proses pembangunan tidak hanya menghasilkan kemanfaatan ekonomi tetapi juga memperhatikan daya dukung lingkungan. Gubernur meminta untuk selalu menjaga momentum pembangunan dan kondisi daerah NTB yang aman dan kondusif. “Mari kita rawat persaudaraan diantara seluruh kom-

ponen masyarakat, baik agama, suku, profesi dan keberagaman yang lain. Kita sudah sepakat, seluruh keberagaman itu adalah kekuatan dan modal dalam membangun NTB,” ungkapnya. Ia mengimbau seluruh perangkat pemerintahan daerah agar saling bahu membahu, meningkatkan etos kerja dan profesionalitas, meningkatkan tranparansi dan akuntabilitas demi berjalannya pembangunan di masa-masa mendatang. “Mari menjadi pemimpin yang dapat diteladani oleh seluruh masyarakat. Kepada pelajar, pemuda, dan mahasiswa untuk selalu bersungguh-sunggguh menuntut ilmu, persiapGubernur NTB menerima bendera kan diri untuk menjadi Provinsi Nusa Tenggara Barat dari penerjun payung penerus masa depan NTB dan bangsa, jauhi pergaulan be- NTB dan Badan Informasi Geo-spabas, narkoba dan perilaku destruktif sial, penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi lainnya,” katanya. Pada puncak peringatan HUT NTB dengan Badan Pusat Statistik ke-58 NTB, sekaligus dilakukan pen- dan penandatanganan kesepakatan andatanganan prasasti peresmian bersama antara Pemerintah Provinsi beberapa proyek di NTB, seperti, NTB dengan PT. Sang Hyang Sri proyek Kantor Sekertariat Dewan (Persero). Dilakukan pula penyPerwakilan Rakyat Daerah Provinsi erahan sertifikasi ISO 9001-2015 NTB, Kantor dan Laboraturium terhadap standarisasi mutu perizUPTB-BPSMP Badan Ketahanan inan kepada Gubernur NTB oleh Pangan Provinsi NTB dan Drive Direktur Utama PT. Bintang Solusi Thru Paok Montong serta Drive Utama sebagai Konsultan ISO dan peThru Gunung Sari Dinas Pendapatan Daerah Provinsi. Selain itu dilakukan nyerahan bantuan alat berat dan alat juga penandatanganan kesepakatan lainnya dari Pemerintah Australia. (naniek.itaufan@cybertokoh.com) bersama antara Pemerintah Provinsi


22

Sosialita

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Banyak sebab kenapa banyak artis memilih bekerja di malam pergantian tahun ataupun di Tahun Baru. Tapi satu kesamaannya adalah honor yang dijanjikan sangat menggiurkan. Seorang manajer artis menyebut, artis yang paling panen di malam Tahun Baru atau pas Tahun Baru adalah para penyanyi. Bayarannya benar-benar ‘aduhai’ yakni bisa tiga kali lipat dari honor biasanya. Bahkan untuk penyanyi-penyanyi papan atas bisa mematok harga lebih tinggi lagi.

“M

alah dulu Ahmad Dhani, konon, pernah mematok honornya Rp 500 juta sekali manggung. Itu sekitar tahun 2014, lho. Karena bayarannya tinggi maka wajar dong tawaran manggung di malam tahun baru menjadi begitu menggoda. Bukan hanya berlaku untuk artis-artis papan atas, tapi juga artis lain. Cuma, kan, kalau artis papan atas, tingkat kepopulerannya tinggi, maka nilai bargain nya tinggi juga. Yang pasti, ya, honornya bisa naik 2-3 kali lipat atau lebih,” ungkap manajer artis yang tak mau disebut namanya itu. Karenanya tak heran kalau banyak artis papan atas merasa sayang melewatkan kesempatannya menangguk rejeki. Toh, berkumpul bersama keluarga bisa ditunda beberapa jam. Ataupun kalaupun berencana liburan, itu bisa dilakukan setelah job. Tapi, tambah si manajer artis itu, jangan hanya melihat honor fantastis yang diterima artis. Karena sebenarnya penampilan artis di malam tahun baru juga spesial dalam artian, mereka mengeluarkan kemampuan lebih dibanding biasanya. Misalnya saja, durasi penampilan yang biasanya cuma 1-2 jam, bisa lebih panjang. Itu artinya akan banyak lagu yang dibawakannya. Grup-grup band juga begitu. Mereka harus tampil lebih lama dari biasanya. Bukan itu saja, tapi juga mereka--baik itu penyanyi ataupun grup band--- akan menyajikan triktrik tertentu untuk membuat acara yang dibawakannya menjadi lebih berkesan. “Jadi pastinya ada effort lebih yang diberikan, dan sudah

Rio Dewanto

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 januari 2017

Bali Yoga Festival 2017

Berburu Rezeki di Akhir Tahun pasti melelahkan, kan? makanya bayaran lebih pun wajar saja dong,” tambahnya. Sejumlah selebriti papan atas seperti Ruth Sahanaya, Krisdayanti, Rossa maupun Ayu Ting Ting pun pernah melakukannya. Namun, mereka tidak hanya datang seorang diri. Mereka memboyong keluarganya supaya mereka pun bisa ikut menikmati keceriaan pergantian tahun sekaligus berlibur bersamanya. Mereka hanya menyanyi beberapa jam dan setelahnya bisa berkumpul bersama. Judika, salah satu penyanyi laris saat ini, juga mengakui hal itu. Penyanyi jebolan Indonesian Idol ini bakal manggung di acara Tahun Baru yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Ditanya soal berapa honornya, Judika yang juga merambah kiprahnya ke bidang akting, menolak menjawab. “Ya yang pasti bayarannya besar. Ini kan setahun sekali. Semua artis juga bakal pasang harga tinggi,” ucapnya tanpa menyebut nominal yang diterimanya. Hal yang sama juga diungkap vokalis Gigi Armand Maulana, yang berkilah yang tahu persis besaran honornya adalah manajemennya. Artis lain yang juga terang-terangan mengaku ‘mengejar’ honor tahun baru adalah Denada. “Sebagai penyanyi yang bekerja di akhir tahun, apalagi yang dikejar kalau bukan honor lebih,” ujar Dena, sapaan akrab Denada, akan manggung di sebuah resort di Jawa Timur. “Bisa sekalian bawa anak aku, Syakira Aurum. Aku kerja, dia bisa main, kan ada yang dampingi juga. Jadi anggap aja ini liburan juga,” kata wanita cantik yang kini digosipkan tengah dekat dengan Ikhsan Idol. “Kerja di malam tahun baru itu spesial ya karena kita dapat honor spesial alias lebih dari biasanya. Jadi ya kenapa enggak diambil?” tambahnya. Lain lagi dengan pasangan Demian Aditya dan istrinya, Sara Wijayanto. Pasangan ini juga mengambil job malam pergantian tahun namun berbeda tempat, yang satu di Jakarta dan lainnya di luar kota. Seperti artis lainnya, mereka juga beranggapan sayang melewatkan tawaran menggiurkan di malam tahun baru apalagi honornya pun jauh melampaui biasanya. Karena honor yang lebih dari

Denada

lumayan itulah maka mereka pun rela tidak menikmati malam pergantian tahun bersama. “Rencananya di malam tahun baru kita bakal perform di tempat yang berbeda. Saya di Jakarta, dia di luar kota,” ucap Sara yang menunda liburannya pada bulan Maret 2017 mendatang. Giring Nidji juga termasuk artis yang kebanjiran rezeki akhir tahun. Tak tanggung-tanggung ia bukan hanya manggung di malam pergantian tahun tapi juga pada tahun baru. “Hehe...iya malamnya manggung di Kediri, trus Tahun Baru, besok siangnya, di Cibubur,” kata Giring yang didampingi sang istri Cinthya Reza. Soal liburan, ungkap Giring, tidak masalah tertunda. Lagi pula, sepanjang 2016 mereka sudah banyak berlibur. “Jadi nggak masalah nggak liburan akhir tahun. Sudah banyak libur kok,” tambahnya. Ia juga mengaku sang istri tidak keberatan dengan aktivitasnya ini karena sejak awal sang istri telah tahu dan memahami pekerjaan suaminya.

Judika

Titi Kamal

SYUTING KEJAR TAYANG DI AKHIR TAHUN Lalu bagaimana dengan para artis yang biasa berkiprah di dunia akting. Sebagian dari mereka ada juga yang mendapat tawaran manggung off air, namun tidak banyak. Tapi di luar itu, ada juga yang tetap bekerja di penghujung tahun. Ini tidak ada hubungannya dengan honor fantastis sebagaimana rekan-rekan mereka di dunia menyanyi. Mereka ini biasanya adalah artisartis yang bermain sinetron atau FTV kejar tayang ataupun pekerja film yang proyeknya harus selesai di akhir tahun karena akan segera diluncurkan di tahun depan. Beruntungnya dibanding penyanyi, mereka masih memiliki waktu menikmati malam pergantian tahun bersama keluarga. “Kita tetap kerja di akhir tahun makanya tahun baru nggak bisa liburan panjang. Tapi pas malamnya bisa kumpul dengan keluarga menikmati pergantian tahun bersama,” kata Citra Kirana.

Giring

Titi Kamal pun demikian. Artis serba bisa yang belakangan lebih banyak waktunya untuk mengelola bisnis-bisnisnya, mengaku ia baru saja menerima tawaran stripping yang mengharuskan dirinya dan pekerja lainnya untuk bekerja di akhir tahun. Titi mengaku sudah izin suami, sehingga tidak masalah. “Jadi kalau ditanya rencana acara tahun baru aku bagaimana, aku belum tahu nih. Soalnya aku ada stripping. Jadi tahun baru ini aku belum kepikiran mau bagaimana. Nggak bisa libur lama-lama atau pergi jauh-jauh karena takutnya kan gak ada stok. Jadi kalau mau pergi, ya paling di sekitar Jakarta saja atau luar kota tapi dekat Jakarta,” ungkap Titi yang juga membawa anaknya, Juna, ke lokasi syuting, Hadirnya Juna di lokasi syuting lantaran pekerjaan yang dilakoni Titi memakan cukup lama. Karena itu atas izin pelaksana proyek stripping, dia diizinkan membawa anak semata wayangnya sehingga tidak harus berpisah terlalu lama dengan ibunya. Tahun 2016, capaian Titi cukup banyak, baik di bidang bisnis maupun dunia akting yang telah membesarkan namanya. Setidaknya selain sibuk berbisnis, mengurus keluarga, ia juga sempat bermain film, yakni ‘Hangout’ yang disutradarai oleh Raditya Dika. Seperti syuting stripping sekarang, kata Titi, Juna anaknya pun ikut saat ia syuting ‘Hangout’. Yang juga tetap bekerja di akhir tahun adalah Rio Dewanto yang tengah sibuk mempersiapkan perannya dalam film ‘Filosofi Kopi” yang akan diproduksi pada awal 2017. Ia mengaku akhir tahun ini justru jadwalnya sangat padat dengan pekerjaan. “Jadi kita akan reading dan workshop. Pokoknya jadwal padat,” kata suami Atiqah Hasiholan ini sembari menambahkan, karena sibuknya bekerja maka ia dan istrinya sepakat menunda liburan tahun baru. “Kita tunda liburannya, mungkin antara Februa atau Maret. Lagian liburan pada bulan itu lebih murah, kan,” ujarnya berseloroh. (dianaruntu@cybertokoh.com)

3

Sehatkan Umat Damaikan Dunia

Yoga makin hari makin diminati oleh masyarakat. Apalagi sete­lah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendeklarasikan bahwa tanggal 21 Juni sebagai Hari Yoga Sedunia. Namun, masih ada masyarakat yang menyalahartikan yoga tersebut. Yoga tidaklah semata-mata dipandang sebagai sebuah olah raga seperti yang umum dipahami, melainkan ada prinsipprinsip dasar menyangkut metafisika, etika, psikologi, ­spiritual dan anatomi yang perlu diketahui.

Y

oga merupakan satu-kesatuan atau rangkaian kegiatan untuk menyatukan body, mind and soul. Yoga menyentuh tidak hanya aspek-aspek fisik/gerak badan, namun juga unsur-unsur halus, seperti pikiran, ego, indra, roh, prana dan pranayama.

Yoga dirasakan tidak hanya sangat penting tetapi sangat mendasar karena menyangkut hidup itu sendiri. Begitu disampaikan oleh Bunda Dian didampingi beberapa guru yoga saat ditemui di Yayasan Markandeya Yoga Indonesia, di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, pekan lalu.

Menurut Bunda Dian, yoga melihat manusia dan lingkungannya secara holistik, integratif dan universal. Menembus batas-batas bangsa, kebudayaan, bahasa dan agama. Setiap negara memiliki style yoga yang berbeda-beda, dan tidak ada cara melaksanakan yoga yang benar maupun salah. Begitu pula dengan Bali. Bali juga memiliki yoga tradisi yaitu Yoga Bali Klasik yang menggunakan prinsip-prinsip dasar yoga spiritual. Karenanya, Bali Yoga Festival (BYF) 2017 yang diseleng-

garakan oleh seluruh anggota Pasraman Markandeya Yoga Indonesia yang berada di Bali maupun luar Bali di seluruh Indonesia juga didukung oleh Pemerintah Kota Denpasar ini ingin mengenalkan Yoga Bali Klasik atau yoga tradisonal Bali kepada masyarakat umum. Bukan hanya itu, kegiatan ini juga bakal dimeriahkan oleh beberapa guru yoga dari ber­bagai daerah di Indonesia maupun luar negeri, yaitu India. “Kami ingin bersama-sama memberikan pemahaman tentang yoga

dan menyatukan yoga secara global dalam bentuk gerakan, pranayama, meditasi, maupun pencerahan spiritual,” ujar Bunda Dian. Ia kembali menekankan jika kegiatan BYF lebih luas lagi ingin memperkenalkan Yoga Sastra dan Yoga Bali Klasik kepada masyarakat umum. Kemudian, menyatukan masyarakat global melalui yoga tradisional Bali melalui berbagai bentuk kegiatan dengan tujuan menyehatkan umat mendamaikan dunia. -ard

Di arena Bali Yoga Festival yang akan dilaksanakan di Taman Kota Lumintang ini bakal berlangsung : 1. Yoga gratis bagi siswa-siswi tingkat PAUD hingga SMA 2. Pelaksanaan yoga umum, seperti yoga kids, yoga mix, dan sebagainya. bagi seluruh masyarakat Bali maupun Indonesia dari guru Markandeya Indonesia 3. Pelaksanaan meditasi bagi seluruh masyarakat Bali maupun Indonesia 4. Pencerahan tentang yoga dari Guruji Shunil Sharma, India 5. Pencerahan tentang yoga dari Guru Made Sumantra 6. Yoga Aura Therapy dari Bunda Dian 7. Kelas Healing Theraphy dari Guru Mangku Hypno dan Jero Deddy 8. Pameran produk kesehatan 9. Pameran makanan sehat 10. Pameran produk-produk yoga yang berupa seperti matras, pakaian yoga, aksesori rudraksa dan yang lainnya. JADWAL 1. Pelaksanaan yoga gratis bagi siswa-siswi PAUD hingga SMA/SMK se-Bali a. Hari/tanggal : Jumat, 13 Januari 2017 b. Waktu pelaksanaan : Pk. 07.30 Wita - Selesai c. Tempat pelaksanaan kegiatan : Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali 2. a. b. c.

Yoga Umum bagi masyarakat sekaligus pencerahan dari Guru Made dan Aura Therapy dari Bunda Dian Hari/Tanggal : Sabtu, 14 Januari 2017 Waktu Pelaksanaan : Pk .07.30 Wita - Selesai Tempat pelaksanaan kegiatan : Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali

4. a. c. d.

Pelaksanaan segala jenis pameran (makanan sehat, produk yoga, produk kesehatan) Hari /tanggal : Jumat - Minggu (13- 15 Januari 2017) Waktu pelaksanaan : Pk. 07.30 Wita - Selesai tempat pelaksanaan kegiatan : Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali

3. a. b. c.

Yoga umum sekaligus pencerahan dari Guruji Shunil Sharma, India, dan Aura Theraphy dari Bunda Dian Hari/ Tanggal : Minggu,15 Januari 2017 Waktu pelaksanaan : Pk. 07.30 Wita - Selesai Tempat pelaksanaan kegiatan : Taman Kota Lumintang, Denpasar , Bali


2

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

GORO-GORO A m a t membacakan rancangan renungannya, yang akan dibacakan pada malam tahun baru 2017: Putu Wijaya “Ketika masih muda, kita tak pernah memikirkan bagaimana nanti kalau kita sudah tua, “kata Amat mengucapkan pembukaan renungannya yang ia hapal di luar kepala. “Setiap kali menyambut tahun baru, yang menghantui kepala kita adalah, bagaimana nanti kalau generasi di depan kita sudah berguguran dan giliran kita yang akan berkibar.” “Kita selalu sibuk merancang, meracik, mengatur taktik dan strategi, untuk tidak mengulangi kesalahan para pendahulu kita, agar dapat mencapai target dengan perolehan maksimal. Itu yang namanya kemajuan. Memang begitulah mestinya generasi muda berkiprah agar bangsa dan negeri kita makin mendekat ke cita-cita yang sudah dirindukan oleh para perintis kemerdekaan.”

“Tapi, itu saja tidak cukup. Kalau kita berhenti di situ. Sejarah akan berulang. Setiap tahun, suka atau tidak suka, tahun baru akan mengusir tahun tua. Satu tahun ke depan memang terus tetap 365/6 hari, jadi terasa lama. Tapi 20 tahun setelah lewat hanya terasa sekejap mata. Tahu-tahu kita baru mengjapkan mata, rambut kita sudah memutih, tulang keropos, segala penyakit singgah dan uang kita habis. Kita harus turun dari kursi dan tidak tahu ke mana harus pergi! Tapi ke mana pun tidak ada tempat buat tua bangka yang kantungnya bolong. Kita bangkrut dan baru menyesal setelah terlambat!” “Karena itu,” sambung Amat mengakhiri renungannya, “dalam memasuki tahun baru, jangan hanya melihat pintu masuknya. Periksa juga pintu belakangnya untuk keluar. Kalau masuk hanya membawa satu kopor, karena dua kopor sudah dibawa banjir tahun lalu, rencanakan, jadwalkan, taktik dan strategikan, pastikan nanti kalau keluar dari pintu belakang 2017, harus bawa paling sedikit 3 kopor. Satu kopor modal kita. Satu kopor lagi gaji kita. Satu kopor lagi bonus kita karena sukses. Dan kalau ada satu

Ekspresso

2017

kopor tambah lagi, akan mantap. Itu baru seratus bulat! Asal semua itu bukan hasil korupsi!” Selesai. Amat menoleh Bu Amat yang tadi sengaja ditariknya dari dapur untuk memberi kritik. Ternyata Bu Amat sudah ada di dapur. Kedengaran teriakannya marah mengusir kucing yang maksa mau memeriksa isi almari dapur. Amat kesal. Ia terpaksa menilai lagi sendiri apa yang sudah ditulisnya semalam sampai subuh. “Kenapa, Pak?” tanya Bu Amat, muncul dari dapur membawa gelas kopi. Amat tak menjawab karena masih keki. “Saya sudah tahu isinya,” kata Bu Amat sambil menaruh gelas kopi, “tadi pagi waktu Bapak tidur, sudah tak baca dua kali.” Amat mulai tertarik. “Dua kali?” “Hampir tiga kali.” “Ah, tiga kali, masak? Kenapa? Bagus?” “Karena ada kopor-kopornya itu.” “Kenapa kopornya?”

“Bapak bilang masuk bawa 2 kopor, keluar bawa 3 kopor? Betul?” “Betul!” “Lalu tambah satu kopor lagi. Jadi 4 kopor? Betul?” “Betul!” “Kopor yang keempat itu isinya apa?” Amat terkejut, “Ini bukan soal isinya, Bu!” “Kenapa bukan?” “Ini soal jumlah kopornya!” “Kenapa jumlah kopornya?” “Ya, ini kan pidato renungan, sebuah retorika dalam ilmu satra, bukan perdebatan debat kusir di pengadilan. Yang penting maknanya. Masuk bawa 2 kopor, keluar dengan 4 kopor, itu berarti produktif. Kasarnya untung. Tapi bukan hasil korupsi atau hasil tindakan kriminal lain. Jadi cukup

untuk mengatasi kebangkrutan di hari tua! Itu pesan moralnya! Ya, nggak ?!” Bu Amat duduk di depan Amat. “Bagaimana kalau kopor keempat isinya hanya pakaian kotor?” Amat terkejut. “Dan bagaimana kalau tiga kopor lainnya, isinya hanya kertas-kertas berkas kantor?” Amat tercengang. “Bawa seratus kopor pun kalau kosong, tidak ada gunanya! Keluar tanpa kopor, apa salahnya kalau di kantongnya sudah ada kartu kredit dengan simpanan Rp 100 M di bank?” Amat kaget. Tanpa menunggu jawaban Bu Amat kembali ke dapur. Amat merasa KO. Jab istrinya lembut tapi telak. Amat menarik nafas panjang, lalu meremas kertas renungannya. Kemudian mengangkat gelas untuk menyirami otaknya yang terasa lembek. Kembali ia terkesima. Ternyata gelas kopi itu kosong. Ini baru retorika, bisik Amat dalam hati.

Introspeksi Perubahan Diri dan Keluarga Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam kehidupan ini, baik dalam kehidupan pribadi maupun di lingkungan keluarga. Sebagai makhluk yang diciptakan paling sempurna, kita harusnya mampu mengelola perubahan hidup. Mengelola adalah bagaimana kita membuat sebuah perencanaan, melakukan rencana tersebut, mengevaluasi dan kemudian melakukan tindak lanjut dari hasil evaluasi yang lakukan. Di penghujung tahun 2016 ini, saatnya kita melakukan evaluasi diri dan keluarga. Evaluasi merupakan sebuah tindakan dalam memberikan sebuah penilaian atau mengukur sebuah proses yang sudah kita lakukan. Mengapa kita perlu melakukan evaluasi akhir tahun? Karena kita menginginkan sesuatu yang lebih baik di tahun depan, berdasarkan pengalaman yang telah terjadi pada tahun ini. Tujuannya tentu untuk mengetahui bagaimana kualitas hidup kita dan keluarga pada tahun ini, apakah lebih baik atau lebih buruk. Jadi evaluasi akhir tahun sangatlah penting untuk mempersiapkan rencana di tahun depan. Dalam kajian psikologi, manusia merupakan makhluk bio, psiko, sosio dan spiritual. Konsep bio-psiko-sosiospiritual ini, bisa kita pergunakan sebagai parameter dalam mengukur perubahan kualitas hidup kita dan keluarga. Sebagai seorang individu, kita bisa mengukur capaian-capaian yang telah kita raih pada tahun ini, apakah sudah sesuai, terwujud atau minimal ada kemajuan dari rencanarencana yang telah kita buat pada awal tahun. Capaian tersebut bisa berupa kondisi kesehatan, karier atau pekerjaan, pendidikan, keuan-

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

gan, dan lain sebagainya. Mengevaluasi kondisi keuangan merupakan yang paling popular di akhir tahun, padalah kalau kita mau, aspek lainnya sangat perlu juga kita evaluasi. Mengukur perubahan kualitas diri dan keluarga, yaitu mengukur apakah kita semakin ahli dalam mengatur keluarga, semakin matang dalam berpikir, atau semakin bijak dalam mengambil keputusan untuk keluarga. Evaluasi kualitas diri adalah sesuatu yang mendasar untuk mengetahui perubahan kualitas hidup kita dalam keluarga. Sebagai contoh apakah kita merasakan hubungan yang semakin harmonis, saling menyayangi, saling tulus memberi perhatian, lebih kompak, sering makan malam bersama, mampu menjadi panutan bagi anakanak dan apakah kita paham akan kebutuhan keluarga. Komunikasi yang intensif dalam keluarga sangat berpengaruh pada kebahagiaan keluarga. Sehingga dalam melakukan evaluasi akhir tahun, kita harus mengetahui apakah ada anggota keluarga yang memiliki rahasia yang mungkin tidak diketahui oleh anggota keluarga lain, atau ada yang merasa tidak mendapat perhatian dan kasih sayang? Seyogyanya, hubungan harmonis dalam keluarga adalah hubungan saling percaya, perhatian, saling memahami dan mampu mengkomunikasikan segala sesuatu tanpa beban. Kenapa perlu evaluasi seberapa sering kita “makan bersama” keluarga? Karena makan bersama merupakan sebuah bentuk kebiasaan positif yang mampu membuat hubungan semakin erat. Banyak hal bisa terungkap saat makan bersama, pada saat menikmati makanan, biasanya ada interaksi saling melayani dan berbagi

I Made Widiantara, S.Psi.,M.Si. satu sama lain. Sehingga saat makan bersama, hubungan kita menjadi lebih cair dan saling memahami satu sama lain. Kebiasaan makan bersama yang perlu dilakukan selain makan di dalam rumah, yaitu “ritual” makan bersama keluarga di luar rumah. Disadari atau tidak, dengan makan bersama di luar rumah (restauran, warung makan, dll), dapat membentuk sebuah identitas keluarga, sehingga makan bersama sebulan sekali perlu diagendakan sebagai sebuah kebiasaan positif keluarga. Sebagai makhluk sosial, evaluasi kualitas diri dan keluarga dilakukan dengan cara mengukur peran kita dan keluarga di lingkungan sosial. Sebagai contoh, bagaimana hubungan dengan tetangga sekitar, hubungan anggota keluarga dengan kolega di kantor,

termasuk juga bagaimana tugas di kantor yang bisa diperankan secara profesional tanpa mengganggu keharmonisan keluarga. Bekerja di kantor menuntut sisi profesional kita dalam berinteraksi dengan orang lain, sedangkan peran kita di keluarga (rumah tangga) merupakan peran informal yang menonjolkan sisi humanis kita sebagai manusia. Sehingga dampak permainan peran ini, akan menjadi tolak ukur kesuksesan diri dan keluarga, yaitu peningkatan kemampuan finansial keluarga karena dampak positif profesionalisme kita dalam bekerja. Acuan lain dalam evaluasi peran sosial ini, adalah kekompakan kita bersama keluarga, yaitu apakah kita semakin mampu menunjukkan sikap saling mendukung antar anggota keluarga, saling menumbuhkan kesadaran diri dalam keluarga bahwa betapa pentingnya nama baik dan martabat keluarga. Aspek spiritual, mengukur sejauh mana kita dalam keluarga mempunyai keyakinan dan kepercayaan yang taat dan rajin dalam melaksanakan kegiatan spiritual. Mengukur aspek spiritual dengan cara; apakah kita dan keluarga rajin berdoa, mentaati ajaran-Nya, mampu menerapkan ajaran dari

keyakinan kita dalam kehidupan nyata serta mampu memberikan rasa damai dan tenang di lingkungan sekitar. Jika, kita dan keluarga masih kurang memiliki keyakinan dan menerapkan nilai-nilai spiritual ini, kita bisa merancang bagaimana di tahun depan agar bisa meningkatkan dan memperbanyak kegiatan-kegiatan spiritual. Beberapa parameter tersebut, sebagai contoh dalam upaya kita melakukan evaluasi akhir tahun. Masih banyak lagi parameter yang bisa digunakan, tergantung dari tujuan kita dalam melakukan evaluasi akhir tahun. Sudah saatnya kita sebagai pribadi yang terus tumbung berkembang bersama keluarga mulai membiasakan untuk melakukan evaluasi akhir tahun. Tujuannya jelas, agar tahun depan menjadi lebih baik dari tahun ini, dan tentu harus membuat perencanaan yang lebih matang lagi untuk menyambut tahun baru 2017. “Manage your life, change your life... choose happiness”. I Made Widiantara, S.Psi.,M.Si. Dosen Politeknik Negeri Bali, Trainer in Personality Development, Communications and Customer Service

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Sudut Pandang

Belajar dari Liburan R

utinitas akan membuat orang merasa penat, sehingga liburan merupakan salah satu cara untuk melepaskan diri dari kepenatan. Banyak orang memaknai liburan dengan cara yang berbeda. Menurut Ratna Kanaya, pemilik Rumah Cantik Kanaya memaknai liburan sebagai cara untuk mencari sesuatu yang tidak didapatkan di rumah. “Ketika orang ingin berlibur sebenarnya orang ingin menemukan home felling yang dirindukan. Home yang sesungguhnya adalah felling,” jelasnya. Dirinya juga memaknai liburan sebagai jeda dari rutinitas yang selama ini dijalani. Dalam jeda yang dimaksud di dalamnya ada proses kontemplatif untuk mendapat ketenangan. Hal ketiga, ia memaknai liburan untuk mengisi kembali dan orang yang melakukan liburan dengan proses penikmatan pada level mental dan batin. Penikmatan liburan pada level mental atau pikiran akan membuat orang tidak merasa puas. “Mereka liburan ke mana pun mungkin senang tetapi tidak menikmati sehingga ingin lagi dan lagi,” ujarnya. Akan tetapi jika orang liburan dengan penikmatan batin, orang akan melihat dengan kesadaran proses perjalanan sebagai kebesaran Tuhan. “Saya lebih suka pergi ke desa, tetapi ketika pergi ke Amerika Serikat yang merupakan kota besar, tetap merasakan liburan yang meaningful sehingga pulangnya terisi secara batin tidak hanya dipuaskan secara pikiran,” jelasnya. Jangan sampai liburan yang dilalui membuat hati merasa kosong meskipun dipikiran terasa sudah terpenuhi. Atas kondisi ini, sebelum merencanakan liburan keluarga, pemilik dari Bank Kanaya ini selalu melakukan tukar pikiran dengan anggota kelu-

Putu Ayu Reika Nurhaeni

Ratna Kanaya

arga. Bahwa setiap perjalanan liburan yang dilakukan adalah belajar sesuatu. “Ada sesuatu yang harus dicapai dari perjalanan ini yaitu peningkatan kesadaran,” ujarnya. Perempuan kelahiran 2 Maret juga menambahkan lebih senang mengajak anak-anaknya ke tempat yang dapat memberi sesuatu. “Saya akan mengajak mereka ke suatu tempat yang kecil melihat budaya, tingkat kesadaran masingmasing individunya sehingga mereka tidak kaget dengan perbedaan. Malah perbedaan adalah sesuatu yang indah,” ungkapnya. Baginya setiap orang pasti memiliki cara masing-masing dalam melakukan liburan, namun bagi dirinya lebih terhadap peningkatan kesadaran yaitu rohani. “Bagi saya yang eksternal hanya untuk mendorong sesuatu yang internal. Eksternal bukan tujuan utama melainkan memberi stimulan untuk

kontemplasi ke dalam,” imbuhnya. Liburan akhir tahun ini juga harus dilalui lebih dari liburan-liburan lainnya sebab akan menyongsong tahun baru. “Ini momen yang sangat baik untuk keluarga karena dapat memikirkan apakah banyak kesia-sian waktu yang terlewatkan karena waktu tidak akan kembali,” tuturnya. KALAU TIDAK LENGKAP, DIUNDUR Sementara itu, menikmati liburan akhir tahun merupakan hal yang paling ditunggu oleh keluarga Putu Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos. Hal ini dikarenakan minimnya kauntitas waktu yang dimiliki untuk berkumpul bersama keluarga. Kadisdukcapil Kabupaten Buleleng ini mengaku liburan tahun baru momen yang sangat pas untuk berkumpul besar semua keluarga. “Jarang bisa berkumpul bareng

Edisi 933/ 26 desember 2016 - 1 januari 2017

23

Liburan setelah Tahun Baru Malam pergantian merupakan saat yang sibuk bagi Ni Putu Dwi Verayanti Utami. Presenter yang akrab disapa Veve ini mengaku sudah ada pekerjaan yang dilakoni. “Empat tahun terakhir saya ambil job di malam pergantian tahun. Kebetulan orangtua yang bekerja di bidang pariwisata juga sibuk dengan kegiatan di hotel. Karena sama-sama sibuk, kami pun memilih liburan setelah acara tahun baruan,” ungkap perempuan kelahiran Denpasar, 20 April 1992 ini. Veve mengaku pilihan untuk libur bersama keluarga setelah acara tahun baru merupakan solusi yang bermanfaat bagi keluarganya. Setelah semua aktivitas beres, mereka pun bisa liburan dengan tenang. Sepanjang 2016, Veve mengatakan hal-hal yang diimpikan bisa tercapai, antara lain menyelesaikan pendidikan S2 Linguistik di Universitas Udayana dan membuat tempat les bahasa Inggris “Dwi English Course” di rumahnya. Prestasi Veve lainnya, ia menjadi juara 2 lomba Dharma Wacana Bahasa Inggris kategori dewasa tingkat Provinsi Bali. Presenter Bali TV sejak 2009 ini juga memiliki pengalaman berkesan selama menjadi MC. “Saya jadi MC di International Forum on Economic Development and Public Policy yang dihadiri Ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan Indonesia). Pengalaman yang luar biasa,” tegas perempuan yang bercita-cita menjadi dosen dan melanjutkan pendidikan S3 serta membuka kelas public speaking ini. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

karena kesibukan masing-masing tetapi komunikasi melalui HP tetap harus dilakukan,” ujarnya. Dirinya tidak menampik jika masing-masing anggota keluarga memiliki hobi yang berbeda sehingga dalam menentukan tempat untuk liburan harus dirundingkan kembali. “Ada yang suka wisata alam, ada yang suka makan, ada yang suka belanja juga,” jelasnya. Hal ini yang membuat Reika sapaan akrabnya harus benarbenar selektif memilih tempat liburan representatif untuk memenuhi semua keinginan anggota keluarganya. “Sehabis wisata alam bisa langsung

hunting kulinernya,” ungkapnya. Mantan Camat Buleleng tersebut juga menjelaskan lebih menyukai tempat-tempat liburan yang ada di Bali. Menurutnya, Bali sangat kaya akan tempat wisata dan masih banyak lokasi yang belum pernah dikunjungi. “Lebih suka liburan di Bali saja, hal ini juga karena terkendala waktu,” tambahnya. Ia menambahkan liburan akhir tahun hanya akan berjalan jika semua anggota keluarga dapat turut serta. “Harus semua ikut, kalau ada yang nggak bisa lebih baik diundur saja,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)


24

Sudut Pandang

Edisi 933/ 26 DESEMBER 2016 - 1 JANUARI 2017

Tak semua artis memilih bekerja di malam pergantian tahun. Meski mereka tahu tawaran tampil di malam pergantian tahun dan pada tahun baru bayarannya berlipat-lipat dari biasanya. Ayu Ting Ting, sejak jauhjauh hari meminta manajemennya untuk mengosongkan waktu jelang pergantian tahun dan tahun baru karena ia berencana umroh sekaligus berlibur ke Tanah Suci.

Akhir Tahun bersama Keluarga rasakan setiap liburan akhir tahun adalah atmosfir liburan yang cukup festive, ya. Sudah pasti nanti bakal ramai di mana-mana, namanya juga musim liburan, apalagi di destinasidestinasi wisata yang populer. Bagi saya suasana itu justru menambah keseruan liburan,” ungkap istri Udzir Harris ini.

“A

da banyak tawaran pekerjaan tapi saya nggak ambil. Umrah bersama keluarga sudah direncanakan sejak lama, ini penting,” ucap Ayu yang tahun lalu menghabiskan liburan bersama keluarganya ke Hong Kong. Menurut Ayu, selama ini ia sibuk bekerja sehingga waktu untuk keluarga, khususnya anak semata wayang Bilqis menjadi berkurang. Begitu juga waktunya berkumpul dengan anggota keluarga lain, menjadi tidak banyak. Karena itu momen akhir tahun dan tahun baru dirasakannya sangat tepat untuk kumpul keluarga, sekaligus dirinya melepas stres dan penat. “Selama ini kan saya sudah sibuk bekerja, nyari uang. Jadi sekarang saatnya kumpul keluarga,” ujar wanita bernama asli Ayu Rosmalina ini. Yang istimewa, liburan tahun baru Ayu diisi dengan ibadah bersama keluarganya ke Tanah Suci. Kesempatan ini, sudah lama diinginkannya. Kalau biasanya ia umroh hanya dengan ayah-ibu, maka kali ini dengan saudara lainnya, bahkan Bilqis Khumairah

Ayu Ting Ting

Luna Maya

Razak, pun dibawa serta. Karenanya, kata pelantun ‘Sambalado’, persiapannya menjadi agak ‘ribet’, mulai dari perlengkapan Bilqis hingga masalah kesehatan semacam pemberian vaksin, dll. “Tahun ini bawa Bilqis, dia kan sudah besar jadi sudah boleh lah. Ya persiapannya lumayan banyak, termasuk masalah kesehatan seperti imuniasasi, dll,” kata pedangdut papan atas ini dengan wajah semringah. Senada dengan Ayu, mantan vokalis Kotak, Kikan Namara pun lebih suka menghabiskan waktunya bersama keluarga ketimbang harus bekerja di malam pergantian tahun atau tahun baru. Tahun ini Kikan bersama keluarganya akan berlibur ke Malaysia

yakni Kuala Lumpur dan Penang. “Sebenarnya ada beberapa tawaran kerja (menyanyi) di daerah tapi saya tolak. Karena saya berencana menghabiskan waktu bersama dengan keluarga. Kita berencana liburan akhir tahun keluar negeri, saya akan mengajak anak-anak ke Kuala Lumpur dan Penang,” ungkap ibu dua anak ini. Kikan yang sangat populer dengan lagu ‘Bendera’ ini bertutur, sepanjang tahun sibuk bekerja maka momen akhir tahun dan memasuki tahun baru yang paling afdol adalah menikmatinya bersama keluarga. Kikan sendiri sudah membayangkan betapa asyiknya liburan bersama anak-anaknya. “Rasanya akan asyik. Yang saya

QUALITY TIME BERSAMA KELUARGA Artis cantik Citra Kirana juga terpaksa harus menolak sejumlah tawaran off air karena lebih memilih berkumpul bersama keluarga di akhir tahun. Apalagi memang, kata pemeran ‘Rumana’ dalam sinteron ‘Tukang Bubur Naik Haji’ bahwa sudah tradisi dalam keluarganya untuk berkumpul saat malam pergantian tahun dan tahun baru. “Setiap tahun aku nggak pernah ngambil job akhir tahun. Kami punya acara rutin keluarga saat pergantian tahun. Dari aku kecil sampai sekarang, acara akhir tahun selalu bersama keluarga. Sekalipun aku sibuk dengan pekerjaan, tradisi keluarga itu tetap bertahan,” kata gadis cantik ini diselasela break syuting. Dia tak masalah meski banyak orang bilang tawaran tampil di acara akhir tahun honornya berlipat-lipat. “Nggak masalah buat aku. Bagi aku quality time bersama keluarga lebih penting. Uang bisa dicari tapi kebersamaan dengan keluarga lebih penting. Apalagi seperti aku yang sangat sibuk kerja sehingga sangat jarang kumpul keluarga. Jadi sekarang ini adalah waktunya,” tambah Citra yang

baru saja liburan ke Australia. “Aku liburan sekalian nonton Coldplay,” tambahnya. Lebih jauh tentang kebersamaan dengan keluarga, Citra mengaku, acara tahun baru di rumahnya nanti juga akan dihadiri oleh keluarga besarnya. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, nanti juga akan ada open house. Banyak saudara-saudara aku datang. Acaranya sih nggak resmi, ya, cuma kumpul-kumpul, barbeque sambil menunggu jam 12 malam, pas pergantian tahun. Lalu kita bakar kembang api, nyanyi-nyanyi,” tutur gadis kelahiran April 1994 yang bakal pulang ke Bandung, Jawa Barat, untuk kumpul dengan keluarganya. Lain lagi dengan Luna Maya yang tahun ini sungguh ‘kasihan’. Luna yang biasanya setiap akhir tahun pergi berlibur, namun tahun ini sepertinya tidak bisa maksimal. “Paling aku libur cuma 31 Desember 2016 dan 1 Januari 2017, setelah itu kerja lagi,” katanya. Sebenarnya aku Luna yang beberapa waktu terakhir ini lebih banyak mencurahkan waktunya untuk mengelola bisnis-bisnisnya, telah berencana untuk berlibur. Namun karena jadwal syuting film, dilakukan pada akhir tahun, terpaksa rencana liburan panjang tidak jadi terlaksana. Luna sendiri tak keberatan dengan hal itu, karena mengaku dirinya lama tidak main film, dan ia merindukannya. “Tahun depan film aku ini bakal tayang. Akhir tahun ini kerja karena sudah masuk proses reading,” ungkap Luna yang pada 2017 mendatang akan main dalam sejumlah film. (dianaruntu@cybertokoh.com)

Iwapi Gianyar Berbagi Kebahagiaan di Panti Jompo

Para anggota Iwapi Gianyar berfoto bersama pengurus dan penghuni panti

Penyerahan bantuan beras secara simbolis

Menyambut Hari Ibu dan Tahun Baru, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kabupaten Gianyar melakukan kunjungan ke Panti Sosial Tresna Werdha “Wanaseraya”, Biaung, Selasa (20/12). Ketua Iwapi Gianyar Dra. Ni Made Rai Sukmawati, B.Sc, mengatakan kegiatan ini adalah salah satu kegiatan sosial Iwapi Gianyar. Kegiatan sosial lainnya, yaitu pemberian beasiswa, pemberian sembako pada kaum lansia, dan juga pemberian bantuan dana untuk pengusaha kecil di perdesaan. Dan, sumber dana dari semua

kegiatan tersebut adalah dari anggota Iwapi sendiri. “Inti dari kegiatan yang bertajuk ‘3 Jam Bersama Keluarga Panti Sosial Tresna Werdha’ ini adalah berbagi kebahagiaan dan mengajak ibu-ibu dan bapak-bapak kita di sana agar bisa ikut merasakan indahnya kebersamaan merayakan Hari Ibu dan menyambut Tahun Baru dengan bernyanyi bersama, sehingga beliau-beliau ini tidak merasa sendiri,” paparnya. Pada kesempatan itu, Iwapi Gianyar menyerahkan sembako seperti beras putih dan

b e ra s m e ra h , 2 5 p a k sabun cuci, 2 dus mi instant, obat gosok, vitamin dan juga dana tunai. “Ma­ sing-masing lansia juga kami ber­i kan bingkisan dan uang tunai,” imbuhnya. Dalam kegiatan yang dikem a s s e d e r h a n a te r s e b u t , para anggota Iwapi Gianyar

bersuka ria berbaur dalam gelak tawa penuh keceriaan dengan penghuni panti. Saat itu juga dirayakan Ulang Tahun bersama dari anggota Iwapi yang berulang tahun di Bulan Desember, yakni Ibu Warti, Ibu Ayani, Ibu Fitri, dan Ibu AA Adi Ardani. Kepala UPT Pelayanan Sosial

Dinas Sosial Provinsi Bali Nyo­ man Ratnaningsih, S.H., M.H. menyambut baik kunjungan Iwapi Gianyar tersebut dan mengatakan sangat senang karena masih ada orang yang peduli terhadap para lansia, serta berharap ada juga ulur­ an tangan untuk anak yatim piatu binaannya. –ten

Iwapi Gianyar berbaur dalam keceriaan bersama penghuni panti

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook