Skip to main content

Tokoh Edisi 931 | Tokoh

Page 1

24

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Acara penganugerahan “Perempuan Inspiratif Tokoh 2016” diselenggarakan di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Rabu (7/12). Hadir dalam acara ini Ny. Bintang Puspayoga (istri Menteri Koperasi dan UKM RI), Ny. Selly D. Mantra (istri Walikota Denpasar), Ny. Sri Utari Satria Nara­ dha, AAA Tini Rusmini Gorda (Ketua BKOW Bali), AA Sagung Anie Asmoro (Ketua KPPAD Provinsi Bali), penerima penghargaan Perempuan Inspiratif Tokoh 2015, penerima penghargaan Perempuan Inspiratif Tokoh 2016, serta para mitra kerja Tokoh dan Kelompok Media Bali Post.

Dari kiri: IA. Nyoman Candrawati (perwakilan BP3A Provinsi Bali) Ny. Bintang Puspayoga (istri Menteri Koperasi dan UKM RI), Ny. Selly D. Mantra (istri Walikota Denpasar), AAA Tini Rusmini Gorda (Ketua BKOW Bali), Sri Sumahardani, Ni Putu Sudiadnyani, dan Ny. Sri Utari Satria Naradha

Ny. Bintang Puspayoga membubuhkan tanda tangan di spanduk “Tokoh Melangkah Bersama Sejuta Wanita”.

Perempuan harus Tunjukkan Jati Diri

“A

(WHDI) Provinsi Bali ini. Dalam kesempatan tersebut Ny. Bintang Puspayoga dan para wanita yang hadir di acara sederhana ini membubuhkan tanda tangan di spanduk “Tokoh Melangkah

nugerah Perempuan Inspiratif Tokoh ini merupakan bukti komitmen dan konsistensi Tokoh untuk selalu mendukung wanita dan keluarga. Penerima yang berasal dari berbagai bidang profesi menunjukkan perempuan bisa menjadi inspirasi di berbagai bidang. Perempuan harus bisa menunjukkan jati dirinya sendiri. Tidak ada istilah tidak bisa. Asal ada kemuauan dan kerja keras, perempuan pasti bisa,” tegas Ny. Bintang Puspayoga yang juga Ketua Umum Wanita Hindu Dharma Indonesia

Hen

ahardani y Shanti berduet dengan Sri Sum

Bersama Sejuta Wanita”. Selain penganugerahan juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Tokoh dengan IKIP PGRI Bali dan Tokoh dengan BPR Kanti serta perkenalan Koperasi Wanita Raka Bali. Acara yang dipandu Dwi Vera juga dimeriahkan dengan penampilan Heny Shanti. “Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh merupakan bentuk apresiasi Tokoh sebagai bacaan wanita dan keluarga. Mereka yang mendapatkan anugerah merupakan perempuan yang bisa menginspirasi melalui kegiatan yang mereka lakukan,” jelas Ngurah Budi, Redaktur Pelaksana Tokoh yang didampingi Sri Ardhini, Ketua Pelaksana PIT 2016. (inten.indrawati@ cybertokoh.com)

MoU antara Tokoh dengan IKIP PGRI Bali dan Tokoh dengan BPR Kanti

Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada para mitra kerja dalam acara Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh 2016

Undangan yang hadir di acara “Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh 2016” di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha

1.Bara Silver 2.ASBEST Kota Denpasar 3.IKIP PGRI Bali 4.Moritz Logistics 5.Miracle Aestethic Clinic 6.Indivara Aesthetic Clinic 7.D & I Skin Centre 8.Yayasan Kecantikan Agung 9.Secret Garden Village 10.Batik Bali Bintang Mira 11.Neluwung Artccessories 12.Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) Bali 13.Dhani’s Art in Service

14.Hotel Santika Seminyak 15.The One Legian Hotel 16.Swiss-belhotel Petitenget 17.Grand Livio Legian Hotel 18.Odenant Texstile 19.Warung D’sambal 20.Minardi Butik 21.Candra Collection 22. BPR Kanti 23. Bali Creative Wedding Souvenir 24.Rumah Boneka 25. Aqua 26.Kelompok Media Bali Post

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


2

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

GORO-GORO S u d i , anak tetangga bertanya pada i b u n y a : “ Pa k Guru nanya, apa beda, Bhineka Putu Wijaya Tunggal Ika dengan Bhineka Tunggal Eka?” Ibu Sudi merasa tidak ada perbedaan. “Memang dulu ditulis Eka, sekarang Ika, tapi maksudnya sama. Berbeda-beda tapi satu adanya!” Anak itu tertawa. “Salah!” “Salahnya apa? Mungkin dulu salah tulis jadi eka, mestinya kan ika!” “Kenapa?” “Sudah diem! Orang salah tulis, kok kenapa! Ya salah tulis! Kalau kamu jalan keseleo lalu jatuh, kenapa, ya keseleo, kok repot!” Sudi ketawa lalu mencatat. Bu Sudi penasaran, lalu nanya

suaminya. “Pak, kenapa dulu Bhineka Tunggal EKA, sekarang Bhineka Tunggal IKA?” Pak Sudi yang sedang asyik mengikuti berita-berita Demo Damai jilid dua dan jilid tiga, asal menjawab, “Biar eka atau ika, pokoknya damai, biar bhineka!” “Tapi Sudi tadi nertawain . . . . .” “Sudah, jangan ngurus politik, pusing! Sudah ada ahlinya! Masak saja yang cepetan, sudah kriukkriuk nih!” Bu Sudi tertawa. Pak Sudi merasa ditertawakan. Malam hari, kebetulan ia papasan jalan dengan Amat. Langsung dia rogoh pendapat orang yang dianggapnya panutan itu. “Pak Amat, maaf, apa artinya Bhineka Tunggal Ika?” Amat kontan menjawab, “Walau pun berbeda-beda, semua itu dalam kesatuan.”

Ekspresso

BHINEKA TUNGGAl IKA

“Kalau Bhineka Tunggak Eka?” Amat tertegun. Lalu menatap Pak Sudi. “Ini kuis atau apa Pak Sudi?” Pak Sudi ketawa lalu menjelaskan masalahnya. “Ini akibat tv sekarang kebanyakan politik, Pak Amat. Istri saya ngetes saya. Waktu saya bilang, sama saja, eee…, dia ketawa! Padahal sama saja kan? Hanya beda tipis, dulu E sekarang I. Ya, kan Pak?!” Amat terpaksa ngajak Pak Sudi berhenti, lalu memberi kuliah. “Memang beda tipis, hanya E dan I, tapi bedanya banyak, Pak Sudi. Sama dengan uang seratus ribu, misalnya. Sebagai kertas, lembaran uang itu kecil sekali. Untuk bungkus apa pun tak cukup. Tapi coba dibelanjakan, bisa untuk beli berkilo-kilo koran bekas yang bisa untuk membungkus keperluan belanjaan sampai

sebulan. Jadi antara EKA dan IKA itu nampaknya sama tapi beda!” Pak Sudi bingung. “Pak Sudi! Bhineka yang jadi eka itu berarti unsur-unsurnya lebur jadi satu, tapi bhineka ika itu, unsur-unsurnya tetap utuh: suku, adat-istiadat, agama dll. tetap berbeda-beda, tapi semuanya berada dalam kesatuan sebutan dan cita-cita: Indonesia! Memang kedengaran sama, tapi sebenarnya tak sama!” “Jadi sama, tapi tak sama?” “Paaaakkk!” Terdengar suara Bu Amat memanggil. Amat terpaksa bergegas

pulang. Pak Sudi termenung. Waktu sampai di rumah, ternyata ia sudah ditunggu Sudi. “Pak, guru nyuruh aku mewawancarai Bapak. Apa beda Bhineka Tunggal Eka dan Bhineka Tunggal Ika?” Pak Sudi kontan menjawab: “Sama! Tapi tak sama!” Tengah malam itu juga, pintu rumah Pak Sudi diketok. Gelagapan Sudi membuka pintu. “Pak Amat! Ada apa, Pak?” “Bilangin Bapak! Salah! Bukan sama, tapi tak sama! Yang betul, beda jauh! Meskipun kedengaran sama!

Sudut Pandang

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebagai lembaga pemerintah mempunyai tanggung jawab antara lain merumuskan kebijakan dan mengkoordinasikan berbagai program pemberdayaan perempuan di bidang strategis untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya perempuan. Melalui kebijakan perlindungan hak perempuan dalam ketenagakerjaan yang mencakup pencegahan, penanganan dan pemberdayaan, dapat melindungi para pekerja perempuan yang merupakan kebijakan mendasar terutama dalam menjamin hakhak dasar pekerja perempuan. Perlindungan dimaksud adalah agar pekerja perempuan mendapat perlakuan yang wajar dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya tanpa diskriminasi, sesuai dengan harkat, martabat dan kodratnya. Hal ini dimaksudkan agar pekerja perempuan mampu melaksanakan peran dan fungsi yang dimilikinya dalam pembangunan sosial ekonomi masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, maka KPPPA berkepentingan untuk meningkatkan pemahaman terkait kebijakan perlindungan hak perempuan dalam ketenagakerjaan melalui kegiatan sosialisasi dan advokasi, sebagai upaya menjamin hak-hak dasar tenaga

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kerja perempuan dan menjamin kesempatan serta perlakuan yang sama tanpa diskriminasi. Mengingat pula bahwa pertumbuhan penduduk tidak sebanding dengan pertumbuhan lapangan kerja. Peran dan partisipasi perempuan dalam ketenagakerjaan masih rendah. Masih adanya diskriminasi dalam ketenagakerjaan, mulai dari penerimaan, saat kerja, dan purna kerja Lemahnya pengawasan dalam hubungan kerja. Masih sering terjadi pelanggaran terhadap hak pekerja, terutama perempuan. Minimnya ketersediaan data pelanggaran hak pekerja. Untuk tahun 2016 ini program unggulannya adalah 3 End. Pertama, akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Aplikasinya dengan informasi hak perempuan dan anak menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Berfungsinya kelembagaan di tingkat desa untuk memastikan pemenuhan hak perempuan dan anak. Berfungsinya satgas perlindungan perempuan dan anak di daerah. Dukungan yang massif dari pemangku kepentingan (kementerian/lembaga, pemda dan lembaga masyarakat. Kedua, akhiri perdagangan manusia. Aplikasinya dengan terbangunnya sistem deteksi anti perdagangan manusia(perempuan dan anak). Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam sistem deteksi antiperdagangan manusia.Terbangunnya

Ida Ayu Nyoman Candrawati

sinergi antar pemangku kepenting­ an dalam penanganan kasus perdagangan manusia melalui gugus tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Memastikan setiap calon TKW mendapatkan pelatihan yang memadai. Ketiga, akhiri kesenjangan ekonomi. Aplikasinya memastikan jalannya program pelatihan bagi perempuan pelaku usaha. Memastikan setiap perempuan berhak mendapatkan akses permodalan melalui lembaga keuangan. Menyiapkan sistem permodalan alternatif bagi perempuan pelaku

usaha mikro. Mengembangkan dukungan dana /sarana alternatif bagi perempuan innovator. Selanjutnya berharap sesuai dengan Permen PPPA No.5 Tahun 2015, sebagai acuan bagi instansi pemerintah maupun swasta, dalam rangka penyediaan sarana kerja yang responsif gender dan peduli anak di tempat kerja, yang harus disediakan antara lain ruang ASI, termasuk pemberian waktu untuk memerah ASI atau memberikan ASI eksklusif, ruang pengasuhan anak, fasilitas pelayanan kesehatan, sarana lain yang menunjang, termasuk sumber daya manusia sebagai pengelolanya. Begitu pula dengan Permen PP dan PA No. 5 Tahun 2015 tentang Penyediaan Sarana Kerja yang Responsif Gender dan Peduli Anak, mengingat saat ini perempuan bekerja hampir di semua bidang pembangunan, sesuai kodratnya, perempuan mengalami haid, kehamilan, melahirkan

dan menyusui. Oleh sebab itu, perempuan pekerja memerlukan pemeliharaan dan perlindungan kesehatan yang baik, terutama terkait kesehatan reproduksinya, agar generasi penerus terjamin kesehatannya. Semoga sosialiasi yang sudah kami laksanakan Kamis (8/11) di Hotel Harris Cokroaminoto, Denpasar dapat memberi gambaran tujuannya yakni mengupayakan pemenuhan hak perempuan di bidang ketenagakerjaan; memberikan pemahaman terkait kebijakan perlindungan tenaga kerja perempuan; memberikan pemahaman tentang kesetaraan dalam ketenagakerjaan. Dan mengetahui langkahlangkah yang harus kita laukan bersama untuk perempuan dan anak. Ida Ayu Nyoman Candrawati Kepala Bidang Perlindungan Perempuan di BP3A Provinsi Bali

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23

Berbagi untuk Kehidupan yang lebih Baik

Sejumlah artis saat ini tengah sibuk menggalang bantuan untuk korban gempa bumi yang terjadi di Aceh, Rabu (7/12). Di antaranya adalah Tompi dan Nova Eliza yang memang berasal dari bumi ‘Serambi Mekkah’ itu. Apalagi Nova yang bukan saja berasal dari Aceh tapi keluarga besarnya ada yang menjadi korban gempa. Menurut Nova, sebagian keluarganya ada di Pidie sedang ibu saudara lainnya di Banda Aceh.

Nova Eliza

Sosialisasi dan Advokasi Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

“B

egitu tahu ada gempa, aku sempat telepon mama tapi teleponnya mati. Aku telepon keponakan, juga mati. Aku benarbenar panik karena tidak bisa menghubungi mereka. Untungnya kakak rupanya sempat menelepon mama dan nyambung. Mama cerita mereka merasakan gempa dan mereka lari ke halaman rumah. Jadi mama nggak apa-apa. Tapi ada saudaraku di Pidie kabarnya menjadi korban

terkena reruntuhan bangunan,” ungkap Nova yang menggalang bantuan lewat medsos. Aksi menggalang dana dan aktif dikegiatan sosial memang bukan hal yang baru bagi Nova. Sejak lama ia sudah menyukai berbagai aktivitas berbagi dengan sesama, khususnya pada kegiatan sosial terkait masalah perempuan dan anak-anak tak mampu. Ia juga aktif memperjuangkan anti kekerasan terhadap perempuan. Melalui organisasi ‘Suara Hati’ ia aktif mengumpulkan dana bagi perempuan tak mampu korban kekerasan dengan tujuan agar para korban dapat memperoleh kehidupan lebih baik, semisal membuka usaha. Nova mengaku sangat mensyukuri kariernya yang bagus di dunia entertainment, baik itu akting, menyanyi maupun jadi host acara. Wujud dari rasa syukur atas rezeki ia dapat adalah berbagi dengan sesama. “Jadi aktris sudah, menyanyi, host juga, sudah semua. Jadi waktunya adalah berbagi pada sesama yang memerlukan,” ujar Nova yang juga membantu anakanak yatim dan mendirikan rumah singgah untuk korban kekerasan. Selain Nova, artis lain yang juga peduli pada perempuan dan anakanak adalah Yuni Shara. Penyanyi mungil ini bahkan sudah mendi-

rikan sekolah untuk anak-anak tak mampu di kampungnya, Batu Malang, Jawa Timur, sejak beberapa tahun lalu. “Aku suka kegiatan sosial, khususnya bidang yang terkait dengan anak-anak dan perempuan. Untuk pendidikan anak-anak tak mampu misalnya, sudah empat tahun ini aku telah membangun tempat pendidikan di kampung aku Batu Malang,” ungkap perempuan yang bernama lengkap Wahyu Setyaning Budi, ini. Dulu ada sekolah di daerahnya akan ditutup. Sebagai pemerhati pendidikan anak, dia merasa sangat sayang jika hal itu terjadi padahal ada banyak anak-anak di daerahnya membutuhkan pendidikan. “Akhirnya saya meneruskan sekolah itu, saya jalani saja. Saat memutuskan itu, saya nggak mikir nantinya bagaimana-bagaimana (biaya), ya mengalir saya. Saya percaya, Insya Allah, ada jalan Tuhan akan memberi rezeki. Jadi yang penting adalah nawaitu-nya saja, niat saya adalah membantu manusia lain,” ucap ibu dari Cavin dan Cello ini. Tuhan memang memberkati niat Yuni ini. Empat tahun berjalan, sekolahnya berkembang pesat. Dari awalnya hanya play group saja, kini sudah memiliki tiga kelas TK, juga daycare atau TPA (tempat penitipan anak).

Berbagi tak harus Uang Menurut Darren Firmansyah, berbagi tidak harus dilakukan pada hari raya besar. Namun, sebaiknya berbagi dilakukan setiap hari. Menurutnya juga, berbagi tidak melulu soal uang, tapi berbagi juga dapat diartikan dengan kita memberikan perhatian, toleransi, dan kasih sayang kepada keluarga. Jadi sebelum berbagi dengan orang yang tidak mampu, jangan lupa untuk berbagi dengan keluarga. “Kalau saya pulang ke kampung asal di Bandung, saya senang sekali bertemu adik-adik dan kemenakan saya. Kebetulan saya banyak punya kemenakan. Kami melakukan hal-hal yang menyenangkan, menonton bioskop, jalan-jalan, makan, dan belanja. Menurut saya, itu juga termasuk berbagi kepada sesama. Satu hal yang sangat menginspirasi adalah mama saya karena mama mengajarkan untuk selalu menghormati orang lain dan berbagi,” ujar Marketing Communication Manager Secret Garden Village ini. Menurut lelaki kelahiran 28 Februari 1989 ini, ia banyak melihat sikap mamanya yang selalu memberinya inspirasi untuk berbagi kepada` orang lain. “Kalau ada orang yang datang dari kampung papa saya, misalnya mereka mau mencari kerja, walaupun tidak ada ikatan dengan keluarga saya, mama saya membantunya dengan memberikan tumpangan tempat

Darren Firmansyah

tinggal. Untuk makan, kami makan seadanya. Mama tidak pernah meminta orang itu untuk membelikan beras atau apa. Sikap mama saya itu juga menginspirasi saya untuk berbagi tidak harus dengan uang,” kata lelaki yang pernah menjadi Duta Pariwisata Jawa Barat ini. Ia mengaku miris, melihat banyak sekali saat ini, orang kalau berbagi atau menyumbang kepada orang lain, membawa media dan mempublikasikan diri. Padahal, ketika kita memberi, itu urusan kita dengan Tuhan. Sementara, bagi Dewi, berbagi kepada sesama memang seharus-

nya dilakukan, apalagi bagi kita yang diberikan rezeki lebih. “Rezeki yang kita terima beberapa persennya itu merupakan berkah dari orang lain karena itu kita perlu berbagi kepada orang lain,” ujar karyawati swasta ini. Biasanya, Dewi rutin melakukan kegiatan amal, saat berulangtahun. Ia mengatakan, berbagi tidak dilakukan dengan berlebihan. Namun, ada yang dibagikan kepada orang-orang yang hidupnya masih kekurangan. “Biasanya saya menyumbang ke panti asuhan. Jumlahnya tidak banyak, tapi ada, walau sedikit. Kadang, saya juga merayakan ulangtahun anak saya bersama anak-anak yang kurang mampu,” ujarnya. Selain ulangtahun, saat menjelang hari raya, ia juga rutin beramal kepada sesama. Saat perayaan Natal, biasanya ia memberikan beberapa hadiah kepada anak-anak di panti asuhan. “Natal tahun ini ia berharap, dapat melakukannya lagi,” kata Dewi. Bagi Dewi, saat berbagi, ia selalu berdoa semoga rezeki yang ia terima selalu bisa bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan orang lain. Menurutnya, berbagi kepada sesama, sangat baik diajarkan kepada anak-anak sejak kecil. Agar mereka bisa belajar tidak egois dan bersyukur dengan semua karunia Tuhan. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Yuni Shara

“Muridnya banyak, kami sampai kewalahan. Banyak anak ingin bersekolah di tempat saya, tapi tempat terbatas. Terpaksa saya menolak anak-anak yang ingin mendaftar. Itulah yang sekarang saya sedang pikirkan bagaimana pengembangan sekolah ini,” ujarnya. Menurut Yuni, guru-guru yang mengajar di sekolahnya adalah gu-

ru-guru profesional sarjana PAUD. “Guru-guru saya adalah guru-guru berkualitas, mereka adalah sarjanasarjana PAUD. Mereka sering saya kirim untuk studi banding pendidikan ke Jakarta, juga ke sejumlah sekolah di sana, di antaranya sekolah Kak Seto. Hasil studi banding itu diterapkan di sekolah kami. Dengan begitu pelajaran di sekolah kami sama dengan anak-anak yang ada di Jakarta,” ujar Yuni yang namanya mulai melejit di blantika musik nasional tahun 1991. Namun demikian, kata pelantun tembang ‘Hilang Permataku’ ,ini, sampai sekarang sekolahnya belum mendapat subsidi dari pemerintah. Hal ini disebabkan lahan yang digunakan adalah lahan sewa. Karena itu, lanjut wanita kelahiran 1972 ini, saat ini dia tengah giat mengumpulkan uang untuk membeli lahan sendiri dan membangun sekolah. Ditambahkan Yuni, semangatnya yang tinggi dalam menangani sekolah tersebut, tak lepas dari dukungan yang diberikan Cavin dan Cello. “Kedua anak saya juga keluarga sangat mendukung. Mereka kerap memberikan masukan untuk banyak hal,” kata Yuni. (dianaruntu@cybertokoh.com)

Berbagi Ilmu sesuai Pengalaman Pengalaman adalah guru terbaik dalam hidup, demikian ungkapan yang sering kita dengar. Namun, apalah arti pengalaman baik maupun yang buruk jika setiap orang tidak mampu mengambil hikmahnya. Pengalaman buruk akan menjadi baik jika seseorang tidak mengulangi kesalahan yang sama pada pengalaman tersebut. Begitu sebaliknya, pengalaman baik akan berfaedah jika seseorang dapat membagi pengalaman tersebut. Made Nyiri Yasa, S.Sos M.MA, Kepala Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa Kabupaten Buleleng menceritakan pengalaman yang dimiliki kepada orang lain adalah salah satu bentuk berbagi kepada sesama. Pengalaman buruk maupun pengalaMade Nyiri Yasa man baik sama-sama penting untuk dibagikan. Pria yang selama 28 tahun menjabat sebagai Kepala LPD Desa Ambengan Kecamatan Sukasada Buleleng ini menambahkan tidak semua pengalaman yang ia bagikan perlu dicontoh dan diterapkan oleh tiap orang. “Ya pengalaman yang saya bagi tentu terkait dengan pengalaman organisasi di LPD, sehingga pengalaman yang buruk bisa dipelajari lagi dan pengalaman yang baik mungkin bisa dicontoh oleh masyarakat,” paparnya. Dosen luar biasa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Panji Sakti Singaraja tersebut mengungkapkan hal penting yang perlu diperhatikan dalam berbagai pengalaman adalah kejujuran. Sebagai orang yang telah lama berkecimpung di lembaga perkreditan, kejujuran dan disiplin adalah dua modal utama yang harus dipegang teguh. “Tanpa kedua hal tersebut bagaimana orang bisa percaya dengan kita?” tegasnya. Pengalaman yang paling sering ia bagi dengan rekan-rekan sesama pengurus LPD lainnya adalah cara mengelola lembaga. Profesionalitas perlu dijaga antar kepala LPD dan pengurusnya, sehingga ketika menemui suatu masalah dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat. “Sebagai kepala seharus bisa bertanggungjawab jangan ada masalah malah lari tetapi cari solusi,” jelasnya. Berbagi pengalaman menurut pria kelahiran 13 Mei 1963 tersebut bukanlah hal yang merugikan. Justru dengan berbagi pengalaman dirinya dapat bertukar pikiran (sharing) ide-ide yang dapat dikembangkan dalam keorganisasian. “Dengan berbagai cerita pengalaman orang lain bisa menerapkan teori kita begitu juga sebaliknya,” tandasnya. Selain pengalaman, berbagi yang ia lakukan melalui LPD adalah berbagai dalam bentuk materi. Sesuai peraturan 20% dana dari laba LPD digunakan sebagai dana pembangunan desa adat baik fisik maupun nonfisik sedangkan 5% digunakan sebagai dana sosial yang dikelola oleh pengurus LPD dengan persetujuan desa adat. “Kami akan tuangkan dalam rencana kerja yang disusun tiap tahunnya. Biasanya digunakan untuk sosial keagamaan, pendidikan dan kegiatan yang mendukung perkembangan LPD ke depan,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)


22

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Kasus kekerasan ter­hadap anak se­ makin mengkhawat­ irkan. Bukan hanya mening­kat dari sisi jumlah tapi juga pelakunya sebagian di antaranya adalah orang-orang dekat si anak. Yang lebih memprihatinkan, akhir-akhir ini mun­ cul sejumlah kasus di mana kekerasan di­ lakukan oleh orangtua sehingga menyebab­ kan anak meninggal. Orangtua yang sehar­ usnya menjadi pelind­ ung anak, berbuat sebaliknya. Karena emosi dan tekanan ekonomi, membuat mereka tega menga­ niaya anaknya hingga tewas.

Gunilla Olsson

K

asus teranyar di Jabodetabek ter­ jadi di Bogor dan Tangerang. Kasus yang cukup menyita perhatian publik ini membuat banyak pihak ikut angkat bicara menyoroti hal tersebut. Di Kabupaten Bogor, seorang bocah 3 tahun tewas dianiaya orangtuanya. Bocah yang sedang lucu-lucunya itu meninggal dunia dengan sekujur tubuh penuh luka. Namun, luka paling fatal adalah pada kepala korban yang sudah beberapa kali dibenturkan ke tembok. Ibu korban mengaku tega menganiaya anaknya kar­ ena stres banyak utang, sedang sang ayah mengaku menganiaya karena anaknya tidak mau menu­ rut. Sedang kasus dua bocah di Tangerang masing-masing tewas karena dianiaya ibu tirinya. Komisioner KPAI (Komisi Per­ lindungan Anak Indonesia) Erlinda mengatakan, secara keseluru­ han pihaknya (KPAI) menerima laporan kekerasan terhadap anak yang terjadi di seluruh Indonesia

Pola Asuh Keluarga Pengaruhi Kasus Kekerasan terhadap Anak

sekitar 200 laporan per-hari, baik itu kekerasan orangtua terhadap anak, guru terhadap murid, dll. Tingginya jumlah laporan kek­ erasan terhadap anak ini menun­ jukkan belum optimalnya sistem pengawasan terhadap anak. “Masalahnya bukan pada aturan atau sanksi yang ada. Peraturan tentang kekerasan yang ada saat ini sudah cukup. Tinggal harmonisasi dan implementasinya saja yang harus dioptimalkan. Pengawasan di tengah masyarakat juga masih lemah,” ungkap Ketua Divisi Sosialisasi KPAI ini. Program pencegahan lewat pelayanan terpadu, menjadi pe­ nentu berjalan tidaknya penga­ wasan terhadap anak. “Pelayanan ini harus berjalan sampai ke ting­ kat paling dasar, yakni RT, RW juga kelurahan,” katanya. Makin memprihatinkannya kekerasan terhadap anak juga menjadi sorotan Perwakilan Uni­ cef (United Nation Children’s Fund). Mengutip pernyataan Kepala Perwakilan Unicef di Indonesia, Gunilla Olsson, kek­ erasan terhadap anak adalah krisis senyap di Indonesia dan hanya akan berhenti jika kita semua— baik itu orangtua, guru, pemuka masyarakat, pemerintah--- bek­ erja sama dan melindungi semua anak, seperti mereka adalah anak sendiri. “Jadi ibaratnya, jika diper­ lukan satu desa untuk membesar­ kan anak maka diperlukan juga satu desa untuk melindungi anak,” kata Gunilla. Ditambahkannya, anak yang menjadi korban kekerasan akan menderita baik secara fisik mau­ pun psikologis untuk jangka waktu lama. “Bahkan kita tahu bahwa banyak pelaku kekerasan ternyata juga adalah korban kekerasan saat mereka masih anak-anak,” jelasnya. Karenanya ia mengajak agar masyarakat Indonesia melawan kekerasan dan menjadi pelindung anak. “Sudah waktunya untuk menghentikan kekerasan terh­ adap anak. Saya pelindung anak dan saya mengajak semua orang untuk menjadi pelindung anak,” tegasnya. Senada dengan Gunilla, Er­ linda juga menyatakan bahwa tindakan kekerasan terhadap anak menjadi trauma yang mendalam bagi si anak yang terus terbawa sepanjang hidupnya. Karenanya ia mengajak agar orangtua, guru juga masyarakat agar memahami pentingnya hak dasar anak. Khususnya orangtua, papar Erlinda, harus membangun ko­ munikasi keluarga yang baik, ber­ prilaku yang baik sebagai teladan terhadap anak-anaknya. Sebab, tambahnya, anak-anak rentan terpengaruh pola hidup, pola asuh dan prilaku orangtua dalam kehidupan sehari-hari. Dia juga menambahkan, tidak

Sosialita Lima perempuan Bali meraih anugerah Perempuan Inspiratif Tokoh (PIT) 2016. Acara penganugerah­ an dilaksanakan Rabu (7/12) di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha. Mereka adalah IA Selly Fajarini, Sri Sumahardani, Ni Putu Sudiadnyani, Ni Made Herry Erika Sedana, dan Nengah Widiasih. Dari lima perempuan ini, Widiasih tidak bisa hadir karena sedang mengikuti Pelatnas di Solo. Berikut pro­ fil para peraih peng­ hargaan Perempuan Inspiratif Tokoh 2016.

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

3

Perempuan Inspiratif Tokoh 2016 Ida Ayu Selly Fajarini , S. E. Di tengah kesibukan yang padat menggerakkan berbagai organisasi sebagai istri Wali Kota Denpasar, IA Selly Fajarini S.E yang lebih dikenal dengan IA Selly D. Mantra ini, sungguh memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi, khususnya untuk dedikasinya ter­ hadap anak-anak penyandang disabilitas. Berbagai terobosan telah dilakukannya dalam memberi ruang dan kesempatan bagi mereka untuk maju dan berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing. Untuk mutiara-mutiara bangsa yang spesial ini, Selly D. Mantra, selaku Ketua Koordina­ tor Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3 S) Kota Denpasar bergandengan dengan pemerintah, sekaligus menggandeng pengusaha dan para voluntir untuk bekerjasama. Salah satu kegiatan yang gaungnya hingga ke ranah nasional adalah Pemilihan Putra Putri Tuli se-Bali. Maka tak heran jika ia seringkali diminta sebagai narasumber mengenai anak –anak disabilitas di tingkat nasional. Begitu juga kiprahnya di bidang budaya, banyak aksi dan kegiatan yang sudah digagasnya untuk mendukung Denpasar sebagi Kota Kreatif berbasis budaya.

Ni Putu Sudiadnyani

Ni Ketut Sri Sumahardani, S.E, M.M

Asrorun Niam

selamanya masalah ekonomi men­ jadi pemicu timbulnya kekerasan orangtua terhadap anak. “Masalah pola asuh keluarga juga dominan menentukan terjadinya kekerasan terhadap anak. Banyak kelu­ arga yang secara pereko­ nomian bagus namun pola asuh dan komu­ nikasi

kekerasan terhadap anak menga­ lami peningkatan selama beber­ apa tahun terakhir. Berdasarkan data Polri, kata Asrorum, terjadi peningkatan tindak kekerasan terhadap anak yang tadinya di tahun 2014 tercatat 382 laporan maka tahun 2015 naik menjadi 574 laporan. Ia juga menambahkan bahwa kehadiran media sosial berbasis online ikut memberi kontri­ busi terhadap terjadinya tin­ dak kekerasan terhadap anak. “Selain sebagai sara­ na pembelajaran, med­ sos juga menjadi sarana terhad­ inya pembunu­ han dan per­

dagangan anak,” tegasnya. Menurutnya, sumber utama masalah terjadinya tindak ke­ jahatan terhadap anak adalah keluarga. Berdasarkan kajian, sumber utama masalah adalah pada keluarga. Selain itu, ia juga meminta agar aparat penegak hukum tidak menyamaratakan proses hukum terhadap semua pelaku kejahatan. Karena kerap kali, katanya, perlakukan kejaha­ tan anak dengan orang dewasa disamakan. “Harusnya, kalau anak sebagai pelaku, penanganannya beda dengan jika pelaku orang de­ wasa. Pendekatan kepada anak yang ajdi pelaku ada­ lah dalam konteks pe­ mulihan. Mereka harus direhabilitasi di tempat khusus,” jelasnya. (dianaruntu@ cybertokoh.com)

Ni Made Herry Erika Sedana, A.Md, S.E. Perempuan yang menuntaskan D3 dan S1 dengan predikat cumlaude ini dikenal sangat mencintai dunia logistics & supply chain. Se­ masa berkarier, ia memperoleh 9 penghargaan Indonesia dan Asia Pacific. Ia juga menjadi QSE Global Facilitator untuk Asia Pacific Region. Pada masa kariernya, ia adalah perempuan Bali pertama termuda yang menjadi Kepala Cabang di perusahaan asal Germany - DHL Express, Country Retail Manager dan Area Sales Manager untuk memimpin sales di empat cabang utama di Indonesia (Bali, Balikpapan, Medan & Batam). Saat ini Erika menaruh prioritas pada pengembangan usaha di MORITZ LOGISTICS INDONESIA yang hingga saat ini sudah bisa melakukan export ke lebih dari 200 negara. Ia terus melakukan peningkatan kerjasama sehingga dapat membantu para UKM di Bali untuk bisa menjual produk kualitas terbaik mereka ke pasar internasional.

kurang baik, sehingga ini juga rentan terjadi kekerasan,” ungkapnya. KONTRIBUSI MEDIA ONLINE Tentang mening­ katnya kekerasan ter­ hadap anak juga telah dilaporkan Ketua KPAI Asrorun Niam kepada DPR beberapa waktu lalu. Menurutnya, tindak

Sosoknya kini menjadi public speaker yang ditunggutunggu kehadirannya. Sebab, selain materinya sangat menginspirasi, sebagai seorang praktisi langsung dan ditunjang pengalamannya yang lebih dari puluhan tahun, ia sangat mumpuni dan sukses membawakan materi dengan gaya bicara “smart, powerfull dan fun”. Dengan jadwal yang sangat padat dan jam terbang sangat tinggi, sebagai seorang public speaker ia telah bicara di depan ribuan peserta. Sri Sumahardani bak seorang penyihir, seperti tagline-nya “Salam 3 SP”… Salam Se­ nyum Sang Penyihir. Hingga kini, penulis rubrik Dhani’s Art in Service di Mingguan Tokoh ini pun, dipercaya menjadi public speaker di semua kalangan, mulai dari anak sekolah atau pelajar, mahasiswa, kalangan industri jasa, para pelaku layanan, hingga pejabat publik.

Erlinda

Kiprahnya semakin meluas. Sebagai pengusaha jewellery ia sangat produktif. Karyakaryanya disukai hingga ke berbagai wilayah di Indonesia. Dalam bekerja ia mengusung motto “Berkarya tiada henti, inspirasi tanpa batas” Perempuan yang selalu tampil khas ini bukan hanya membuat karya dalam jumlah yang banyak, namun juga is­ timewa. Karenanya, tak salah jika Bu Bara-begitu sapaan akrabnya, sempat meraih penghargaan di ajang PKB. Bahkan. ia digandengkan menjadi partner berkarya untuk pagelaran desainer senior Indonesia, seperti Ivan Gunawan dan Anne Avantie. Dan sebagai perempuan yang tak bisa diam, ia juga meng­ gagas berdirinya Komunias Cinta Kamen Bali,.. mengajak perempuan Bali untuk lebih mencintai, menghargai, dan ikut melestarikan salah satu warisan budaya ini.

Nengah Widiasih Perempuan kelahiran Karangasem, 12 Desember 1992 ini merupakan atlet angkat berat. Ia meraih medali perunggu di ajang Paralympic 2016 di Rio de Jenairo, Brasil. Prestasi yang diraih merupakan hasil latihan, latihan, dan latihan. Ketidaksempur­ naan fisik tidak menjadi halangan baginya untuk berpretasi. Widiasih per­ caya, hidup harus punya mimpi. Untuk meraih mimpi, harus dengan kerja keras. Saat ini Nengah Widi­ asih tidak dapat hadir bersama kita semua un­ tuk menerima penghar­ gaan secara langsung, se­ bab ia tengah mengikuti Peltnas di Solo.


4

Inspirasi

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

Devina Bertha

Tunjukkan Diri dan Hati untuk Bali Menyadari kemampuan diri merupakan anugerah. Bangga terhadap kelebihan, mengetahui kekurangan adalah bentuk penyadaran tersebut. Banyak orang yang terlampau jumawa, tidak sedikit pula yang merasa sengsara. Namun, bila tahu potensi diri dan lebih mendengar kata hati, pasti ada jalan untuk menggapai prestasi. Penyadaran diri dari Devina Bertha (19) merupakan contoh yang menarik.

R

esmi dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Bali 2016 pada 3 Desember 2016 kemarin, ia mampu menunjukkan diri untuk Bali. Upaya Devina menunjukan diri tidak terlepas dari karakter unik yang dimiliki. Devina tidak sungkan untuk menyadari kelebihan dan kekurangannya. Ia pun berani menjadi diri sendiri, sehingga kecantikan hatinya terpancar menawan. Mahasiswi Manajemen Universitas Udayana tersebut mengaku selalu bersyukur adalah kunci sukses. Ia pun menyadari karakter unik dari tubuhnya yang berotot, kepribadiannya yang pantang menyerah, dan juga moody. “Saya sadar, tubuh saya berotot dan tidak sekurus perempuan lain. Saya harus syukuri. Saya tahu kalau perempuan mempunyai keunikan masing-masing,” tutur buah hati dari Ni Made Widyasari tersebut. Keunikan itu pula diyakini Devina sebagai faktor yang memengaruhi penilaian terhadap dirinya di ajang pemilihan Puteri Indonesia Bali 2016 itu.

“Saya yakin alasan juri memilih saya karena saya unik dan tidak meniru orang lain. Kita perlu menjadi orang yang beda dan unik agar selalu diingat orang,” tutur dara kelahiran Jakarta, 14 Juli 1997. Ketika ditanya tentang perasaannya, Devina mengatakan sangat bahagia. “ Tentu saya senang. Namun, merayakan kemenangan sepertinya tidak perlu berlebih. Masih banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk tahap selanjutnya di Jakarta.” Finalis Cantik Indonesia Trans TV 2015 itu kini tengah memperkaya diri dengan wawasan budaya, pariwisata, dan latihan bakat untuk mengahadpai pemilihan Puteri Indonesia, awal tahun depan. Ketika ditanya tentang persiapan ketika mengikuti Puteri Indonesia Bali, Ia mengatakan tidak ada persiapan yang terlalu serius karena waktu yang singkat. “Saya hanya menambah pengetahuan dengan membaca, dan ingat-ingat keterampilan yang sudah saya kuasai sebagai modal untuk ikut ajang itu. Awalnya saya hanya coba-coba ikut, melihat informasi di internet, dan mengirim

Mandalika

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

Konferensi Islam Internasional di IAIN Dengan tema “The Qur’an, Higher Education, and Islamic Civilization”, konferensi Islam Internasional berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu. Dihadiri oleh beberapa tokoh nasional dan internasional di antaranya, Prof. Dr. H. Said Agil Husin Almunawar, Lc, MA, Syaikh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber, M. Zaidi Abdad dan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi kegiatan ini berlangsung dihadiri banyak cendekiawan Muslim, terutama dari kalangan akademisi.

S

formulir. Tentu walau iseng saya yakin ini kesempatan yang baik,” tuturnya. PERJALANAN MERAIH SUKSES Meraih sukses tentu ada suka dan duka. Hal itu dirasakan oleh gadis yang gemar olahraga dan memasak. Ia senang karena kenal dengan orang-orang hebat yang mempunyai pengalaman banyak di bidangnya masing-masing. Ia pun banyak bertukar pendapat dengan peserta lain. Duka yang ditemui yakni lelah. Kelelahan itu dikarenakan latihan choreography selama 12 jam dengan highheels. “Ketika itu saya banyak mendapat wawasan baru dari para peserta. Selain itu, walau lelah usai latihan, semua itu bertujuan untuk melatih fisik. Sebab perempuan, harus mampu melampaui batas fisiknya,” ungkap saudari dari Jessica Andrea itu. “Visi saya, saya ingin pemuda Bali mampu melihat budaya sendiri. Selain itu mereka mampu bangga dengan kebudayaannya. Saya ingin menciptakan paradigm bahwa menjadi orang Bali itu keren. Kita hidup karena budaya. Orang asing tertarik dengan budaya Bali. Jika budaya sudah tiada, maka tidak ada orang yang melirik Bali. Saya ingin kontribusi saya didengar oleh pemuda Bali. ” kata alumni SMAN 1 Denpasar, SMPN 1 Denpasar, dan SD 3 Saraswati. “Saya ingin mengatakan, putri itu orang yang merakyat, membuat perbuahan, memberikan sesuatu untuk Bali. Bukan putri yang priyayi. Bagi saya perempuan adalah sosok yang multi talenta, mereka pendidik, mereka menggunakan hati dan logika. Mereka mampu menggunakan hati dan pikiran. Ada suara-suara yang belum tersampaikan dan banyak ide hebat dari mereka,” kata Juara 3 wallclimbing Denpasar

dan Saraswati Prusiking 2013-2014. Bagi Devina, ajang Puteri Bali 2016 memberiya banyak pel­ ajaran. Ia kini belajar menjadi orang yang tertata. Menjadi s e ­o r a n g perempuan yang mampu mengatur segala hal de­n gan baik. Ternyata ada ko­ relasi antara hobi dan pemilihan puteri Bali. “Hobi olahraga menjadikan fisik dan mental saya kuat. Pemilihan putri seperti ini membutuhkan fisik yang kuat untuk bertanding dan berkompetensi,” kata pemilik motto be more than before itu. Banyak mimpi yang belum Devina raih, salah satunya yakni menjadi entrepreneur yang mempunyai kualitas brand cake yang bagus. Hobi memasak menjadikan dirinya kini mempunyai usaha kue yakni Vintha Cakes Bali yang dapat diakses melaui instagram @vinthacakes dan http:// vinthacakesbali.weebly.com. PANTANG MENYERAH Kesuksesan yang diraih tidak terlepas dari tekad pantang menyerah. “Saya tidak menyerah karena banyak hal yang ingin saya capai. Saya punya life goal. Saya harus penuhi life goal itu. Tahapan saya setelah ini tentu lebih tinggi lagi. Ini bukan tentang popularitas. Ini tentang manfaat untuk hidup saat kedepan, belajar dan bermanfaat untuk orang lain. Saya pun harus menghalau rasa

cepat puas dan rasa lelah. Hal buruk itu harus dilawan. Ketika fisik lelah, saya ingat impian saya, dan bangkit kembali.” Te r k a i t tokoh yang mengins­ pirasi De­ vina, ia se­ but Nadya Hu­t agalung “Orang yang menginspi­ rasi bagi saya adalah Nadya Hutagalung. Dia cantik, kuat, dan cinta alam. Tidak menutupi diri dengan m a k e u p . B e n a r- b e n a r cantik alami,” tutur gadis yang mengakui tidak pernah ke salon untuk perawatan. Perawatan kulitnya, hanya putih telor, dan bahan-bahan alami lainnya. “Kulit saya sensitive jadi saya menggunakan yang alami,” katanya. “Saya ingin mengenalkan Bali ke Indonesia. Banyak yang belum tahu tentang Bali. Banyak tempat yang mereka belum jelajahi. Bali tidak hanay Ubud, Kuta, dan Jimbaran. Bali punya banyak air terjun yang menarik. Marilah ke sini dan lihat senidiri keindahan Bali,” tukasnya penuh semangat. Sebagai penutup, Devina menyatakan bahwa perempuan muda atau kaum muda sebaiknya tidak berada di zona aman. “Jangan cepat puas, jangan diam di zona nyaman. Semua glamour itu hanya maya, palsu. Nanti, 20 tahun lagi itu hilang. Tidak diingat dan terpuruk,” tutur pemilik akun instagram @vinthadevina itu mengakhiri percakapan. (Wulan)

21

Para pembicara dalam Konferensi Islam Internasional berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat

Konferensi Islam Internasional berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat

aid Agil Munawar yang tampil sebagai pembicara pertama menyampaikan harapannya agar Al-Qur’an dapat menjadi sumber nilai universal, karena Al-Qur’an memiliki nilai yang tidak pernah rapuh dan berlaku sepanjang masa. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa sebagai firman Allah SWT, Al-Qur’an bersifat mutlak, dan kuat serta memiliki nilai kebenaran yang dapat diuji secara metafisis maupun saintis. Hal senada juga disampaikan pembicara kedua yang juga merupakan tokoh Islam lainnya, Syaikh Ali Jaber. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang juga seorang Tuan Guru, tampil sebagai pembicara ke-

tiga berharap agar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, tempat berlangsungnya kegiatan ini, harus berani menjadikan Icon Jami’atul Qur’an (Universitas Al-Qur’an) di IAIN Mataram. “Yang saya harapkan IAIN sebagai suatu institusi bisa menjadi penggerak untuk mengokohkan Al-Qur’an, peran dan peradaban islam sebagai hadaratunnas”, tegasnya. Majdi memiliki keyakinan bahwa IAIN Mataram ke depannya akan lebih membanggakan di masa mendatang. Ia optimis IAIN Mataram akan melahirkan, pemikir-pemikir Qur’ani dan sarjana-sarjana Qur’ani yang akan menjadi sebaik-baik pondasi bagi pembangunan NTB ke depannya. naniek.itaufan@cybertokoh.com

Minimalisir Terjadinya Kasus TPPO/TKI Pemprov NTB Segera Bentuk LTSP P2TKI Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah yang banyak mengirim tenaga kerjanya untuk bekerja di luar negeri. NTB juga adalah daerah dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi dan jumlah angkatan kerja yang terus bertambah setiap tahunnya. Akan tetapi, ketidakseimbangan peningkatan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia mengakibatkan banyak tenaga kerja yang memilih bekerja ke luar negeri menjadi TKI dengan atau tanpa perizinan dan persyaratan yang seringkali diabaikan para TKI mengakibatkan mereka dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, terutama di negara tempat mereka bekerja. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si, saat menerima kunjungan kerja Tim Pengawas Perlindungan TKI DPR RI di Ruang rapat Utama Kantor Gubernur NTB, hari Jum’at (9/12) lalu. Menurut Wakil Gubernur, untuk meminimalisir terjadinya kasus-kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)/TKI bermasalah di luar negeri, berbagai hal yang sedang dan telah diikhtiarkan oleh Pemerintah Provinsi NTB salah satunya adalah rencana pembentukan LTSP P2TKI di 6 (enam) Kabupaten/ Kota se-NTB yang di fasilitasi oleh BNP2TKI, dan didukung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Kementerian Ketenagakerjaan RI. Program ini

Tim Pengawas Perlindungan TKI DPR RI saat melakukan kunjungan ke NTB

dimaksudkan dalam rangka perbaikan tata kelola layanan TKI ke luar negeri, sehingga diharapkan dengan berdirinya 6 (enam) unit pelayanan tersebut akan meminimalisir terjadinya pengiriman/ penempatan TKI nonprosedural termasuk juga kasus TPPO. Ketua Rombongan Timwas Perlindungan TKI DPR RI, H. Dede Yusuf Effendi menyampaikan bahwa tim ini adalah sebuah tim yang dibentuk oleh Ketua DPR RI yang menyikapi terkait permasalahan TKI mulai dari pra penempatan sebelum diberangkatkan, pada saat penempatan TKI di luar negeri dan purna penempatan. “Masalah utama TKI kita berasal dari dalam dimana saat akan diberangkatkan, banyak sekali kasus pemalsuan dokumen baik oleh pihak kantor

imigrasi sendiri maupun adanya percaloan dalam memuluskan keberangkatan tenaga kerja yang belum cukup umur. Selain itu kurangnya keahlian yang dimiliki tenaga kerja juga sangat mempengaruhi nasib hidup mereka di sana karena ketidakpahaman akan hal-hal tersebutlah yang mendatangkan masalah pada saat penempatan kerja mereka, jadi nasib tenaga kerja disana menjadi terkatung-katung,” kata Dede. Itulah sebabnya menurut Dede, bahwa pemerintah pun tidak bisa bertanggung jawab atas nasib TKI di luar negeri disebabkan oleh ketidaktahuan adanya warga yang diberangkatkan untuk bekerja di luar negeri sehingga tiba-tiba saja diberitakan tersangkut permasalahan

hukum kemudian pulang hanya tinggal nama saja. Itu akibat dari pemalsuan dokumen itu. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi juga menyampaikan beberapa aspirasi yang diharapkan dapat disampaikan ke pihak-pihak terkait yang menangani masalah TKI ini. Ia berharap kepada pihak Kementerian Luar Negeri agar ada protap yang lebih ketat di Kantor Imigrasi untuk memberikan dokumen perjalanan bagi warga negara RI yang akan keluar negeri. Jangan sampai praktik percaloan berkembang sehingga banyak warga di bawah umur bisa lolos berangkat ke luar negeri menjadi tenaga kerja dengan kemampuan kerja yang terbatas. Dikhawatirkan dari hal tersebut akan ada potensi korban perdagangan

manusia. Ia juga berharap agar Timwas TKI ini dapat berkunjung ke kedutaan-kedutaan besar Indonesia di negara-negara yang banyak menerima TKI untuk melihat SOP mereka ketika menangani TKI-TKI yang banyak mendapat masalah hukum, karena pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan sama sekali terhadap hal tersebut. Selain itu, gubernur juga menyarankan agar kementerian ketenagakerjaan melalui Presiden membuat satu kebijakan dan menghimpun dana ketenagakerjaan atau yang disebut juga dana reboisasi yaitu mewajibkan perusahaan-perusahaan yang bekerjasama dengan kehutanan untuk berinvestasi dalam rangka menanam kembali hutan gundul setelah penebangan sekaligus dana tersebut dapat dipergunakan untuk kasus asuransi tenaga kerja, sehingga TKI yang terkena masalah hukum secara psikologis tidak merasa bebannya terlalu berat. Ada juga masalah problem yang dialami Balai Latihan Kerja (BLK) yang disampaikan Gubernur pada Tim ini yaitu tentang fasilitas gedung yang dibangun sangat bagus akan tetapi utilitasnya tidak maksimal. Ia meminta agar perangkat yang ada di daerah yang telah dipersiapkan dengan biaya yang besar itu bisa dipergunakan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. naniek.itaufan@cybertokoh.com


20

Nine

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

D r. Hj. S itti Ro h mi Djalilla h

Enjoy Mengabdi di Bidang Pendidikan

Memaknai bahwa bekerja adalah amanah yang berangkat dari niat ibadah, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengikuti perjalanan hidupnya yang mengalir. Rohmi menjalani proses karirnya dengan memaknainya sebagai titipan. Dan layaknya sebuah titipan, kelak akan dikembalikannya dalam keadaan yang baik dan utuh. Itulah amanah sesungguhnya yang harus dipertanggungjawabkannya pada Allah SWT dan juga setelah itu kepada orang-orang yang bekerja sama dengannya. Ia selalu menjalani karirnya dengan prinsip “do my best” (bekerja dengan kemampuan terbaik). “Apapun yang saya bisa, saya berikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Rektor Universitas Hamzanwadi ini.

Rohmi saat menerima penyerahan SK Universitas Hamzanwadi oleh Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Riset dan Teknologi RI

S

ebelum menjadi Rektor, Rohmi pernah menjadi Ketua DPRD Lombok Timur. Dua dunia yang menawarkan lingkungan kerja yang sangat jauh berbeda. Namun Rohmi menikmati tanggung jawabnya ini selayaknya ia menikmati hidupnya. Dan ia membuktikan bahwa menjadi pemimpin itu bukanlah soal jenis kelamin. Sebagai seorang perempuan, ia sama sekali tidak mengalami kendala dalam memimpin. Syarat utama seorang pemimpin adalah profesional dan kompetensi adalah harga mati. “Menjaga nama baik dan prilaku serta menghormati diri sendiri sehingga apresiasi akan datang dengan sendirinya,” katanya. Karena itulah, sepanjang menjalani karirnya, ia tidak pernah mengalami masa dilecehkan. Setelah tuntas menjalani masa tugasnya sebagai Ketua DPRD Lombok Timur (2009-2013), Rohmi kemudian fokus pada dunia pendidikan sebagai Rektor Universitas Hamzanwadi. Sebenarnya, sebelum menjadi rektor, ia telah memimpin institusi

pendidikan yang dulu bernama STKIP Hamzanwadi Selong ini sejak tahun 2012 sebagai Ketua. Dan pada 23 September 2016, STKIP Hamzanwadi Selong beralih status menjadi Universitas Hamzanwadi dan Rohmi menjadi Rektor. Sejak berkarir di bidang pendidikan, Rohmi mengaku menemukan pilihan hidup yang sesungguhnya karena di sinilah lahan yang menawarkan pengabdian yang lebih lagi bagi masyarakat. Ia menjadi sangat enjoy. Dan jika boleh memilih, ia merasa lebih pas dengan dunia pendidikan. Bukan berarti di dunia profesional dan politik yang pernah dilaluinya, ia tidak enjoy,melainkan lebih pas tempatnya untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat dengan cakupan yang lebih luas pula. “Dalam dunia pendidikan kita bicara pada semua aspek kehidupan. Di sana ada pembentukan karakter, bicara tentang kompetensi, manajemen dan sebagainya,” ungkapnya. Dengan visi “Bersaing dan Berbudaya Santri”, Universitas Hamzanwadi memiliki empat

Sebagai Ketua Muslimat NW, Rohmi turut hadir dalam kegiatan-kegiatan resmi organisasi NW

fakultas dan 22 program studi. Rohmi ingin menjadikan kampus ini selain melahirkan generasi kompetitif juga memiliki kompetensi hingga tingkat global. Selain itu harus berbudaya santri dengan karakter islami. Dan karakter islami itu, menurutnya, bukan hanya bicara soal salat, zakat, puasa dan lainnya, tetapi juga bicara soal integritas, kejujuran pekerja keras. Di samping itu juga mendidik mahasiswa yang mampu membangun hubungan hablum minannas yang baik dengan sesama/ semua golongan. Dan semua itu dihidupkan dalam lingkungan

Dr. Sitti Rohmi Djajillah, Rektor Universitas Hamzanwadi, saat penandatanganan MoU dengan Windesheim University of Netherland

Indonesia. Setidaknya itulah citacita dan harapan Rohmi terhadap kampus ini. Di kampus ini, Rohmi merasa bisa mengabdi dan berkhidmat lebih luas bagi masyarakat. Maka ia pimpin universitas ini memulainya dengan sebuah PR besar yakni merubah mindset terutama dalam hal etos kerja. Dimana kerja keras itu harus menjadi sebuah keniscayaan dan harus benar-benar dijalankan. Stop santai dan tidak memiliki target dalam hidup, itulah hal pertama

Rohmi saat menjadi pembicara pada International Conference on Elemantary and Teacher Education

kampus. “Saya berharap semua orang khususnya yang lahir dari kampus ini dapat interaksi yang baik terhadap semua golongan, hidup rukun berdampingan, yang setiap waktu mengambil peran selalu menebar energi positif. Dan bukan pula berarti yang kuliah di sini hanya orang islam karena dalam agama lain pun mengajarkan hal yang sama, soal kejujuran, integritas juga bekerja keras. Bisa membawa kedamaian di mana pun mereka berada,” ungkapnya. Rohmi ingin membawa Universitas Hamzanwadi yang berada di Pancor Lombok Timur ini, tidak hanya untuk melahirkan lulusan yang memiliki kompeten tetapi juga memiliki karakter islami. Lulusan yang tidak hanya memiliki integritas dan kualitas lokal melainkan dengan kualitas yang sama dengan perguruan tinggi lain yang menasional. Rohmi ingin kampus ini memberikan kontribusi terbaik bagi daerah. Dari Pancor untuk

yang dirubahnya. Ia membangun etos kerja itu yang dimulai dari membangun sistemnya. Ia terapkan sistem monitoring dan keteladanan yang harus dicontohkan yang ia mulai dari dirinya sendiri. Yang paling menonjol sejak kepemimpinannya adalah, meeting (pertemuan/ rapat) bisa dilakukan kapan pun

dibutuhkan dan waktu yang dipilih adalah menjelang waktu istirahat. Tidak lagi ada rapat yang dipaksa direncanakan terlebih dahulu apalagi dengan embelembel persiapan memesan snack dan lainnya. “Sewaktu-waktu bisa meeting sesuai dengan kebutuhan. Meeting sesering mungkin tapi tentu saja seefektif mungkin,” ungkapnya. Rapat itu yang penting adalah materi yang didiskusikan bukan rapat sambil makan. Dan kedisiplinan menjadi salah satu fokus bagi Rohmi dalam memimpin. Dan kedisiplinan seperti ini diterapkan Rohmi mulai berangkat dari rumah. Sebagai ibu dari tiga orang anak, H. Abdul Baasith Asdjazzi, Lc., 22 tahun, saat ini sedang menempuh kuliah master di Universitas Al Azhar Cairo Mesir, Raania Amaani, 20 tahun, saat ini sedang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Muhammad Nabiel Rahmany, yang masih taman kanak-kanak, terbiasa dengan target tinggi agar ada proses perjuangan di dalam menjalaninya. Dan ia yakin itu akan sangat membentuk karakter anak-anaknya kelak. Baginya, hidup itu harus memiliki standar yang tinggi. “Karena dengan standar yang tinggi maka orang akan berlari untuk mencapainya. Jika standarnya biasa-biasa saja maka dengan mengesot saja bisa dicapai, namun hasil pencapaiannya tentu saja tidak maksimal seperti jika dilakukan dengan berlari,” ungkap istri dari HM. Khairul Rizal ST., M.Kom (Ketua DPRD Lotim saat ini). naniek.itaufan@cybertokoh.com

Rohmi (satu dari kiri depan) bersama para pimpinan Muslimat NW Wilayah NTB

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

5

Penandatanganan MoU Politeknik Negeri Bali dengan Hilton Worldwide

H

ari Kamis, 8 Desember, merupakan hari yang sangat istimewa bagi Politeknik Negeri Bali (PNB). Satu prestasi telah diraih karena mendapatkan kepercayaan dari Hilton Worldwide, perusahaan yang bergerak di bidang hospitality dunia, untuk bisa bekerja sama. PNB merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang dipilih untuk mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan Hilton Worldwide. Dengan dihadiri para pimpinan di masing-masing jurusan dan para dosen, bertempat di ruang Widya Guna PNB, dilakukan penandatanganan MoU yang dilakukan Direktur PNB ­­Ir. I Made Mudhina, M.T., dengan ­Regional General Manager Indonesia Hilton Worldwide Mr. Nils-Arne Schroeder.

Tinggi memberikan pendidikan berbagai bidang keahlian dan ke­ terampilan khusus untuk mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan profesional. Sehingga diharapkan nanti bisa menghasilkan lulus­ an yang dibutuhkan industri. PNB menyelenggarakan pendidikan berbagai program studi disam­ping program di bidang pariwisata, ada juga program studi akutansi, administrasi bisnis, mekanik, elektrikal, infrastruktur dan IT, semua diarahkan untuk memenuhi tuntut­ an industri pariwisata. “Tahun ini kami juga sedang menunggu izin operasional dua program baru di bidang teknik yakni automation enginnering and mechanical ­engineering, dan building utility, yang fokus di kompetensi bidang teknik untuk mendukung industri bisnis hotel,” ujarnya. Dengan kerja sama ini, kata dia, semakin m e ­w u j u d k a n visi PNB untuk menjadi lembaga pendidikan yang terdepan, profesional, dan berdaya saing internasional. PNB memiliki kelebihan kare­ na kekhususan pendidikannya dalam mendukung pariwisata. Dalam hal ini, pendidikan di PNB memberikan pendidikan Dari kiri: Kajur Pariwisata I Ketut Suarta, S.E., M.Si., Ketua umum dan spesiPanitia Ni Nyoman Sri Astuti, S.ST. Par., M.Par., Direktur PNB fik dalam bidang yang terkait de­ Ir. Made Mudhina, M.T., dan Sekjur Pariwisata Dr. I Ketut Budarma, M.Par., MMTHRL. ngan kompetensi keterampilan Dalam kesempatan itu, turut lulus­an tersebut. Sangat berbeda hadir Sr. Director of Human Re- dengan perguruan tinggi yang tidak sources India and South East Asia, menyelenggarakan pendidikan di Mr. Sabu Raghavan; Head of India ragam bidang karya dan keterampil­ Operations, Mr. Andre Gomez; Re- an pasti sangat terbatas lingkup gional Director of Sales-India, Mr. kerja sama yang bisa dibangun. Pariva Rustagi; General Manager “Kami menyelengarakan pendidik­ Hilton Bali and Resort, Mr. Peter an kepariwisataan didukung dan Simson; General Manager Hilton dikuatkan oleh berbagai bidang, Garden Inn Bali, Mr. Jean-Philip De sehingga partner yang diajak be­ Haas; Director of Operations Conrad kerja sama mendapatkan manfaat Bali, Mr. Stephane Roubin. lebih dari kerja sama tersebut. Direk t u r PNB I r. I M a de Tidak saja bicara tentang akomo­Mudhina, M.T., dalam sambutan- dasinya, travel, atau destinasi, tapi nya mengatakan, rasa syukur terkait dengan bidang lain, misalnya yang mendalam dan penghargaan bidang infrastruktur, keuangan, ­s etinggi-tingginya, atas keper- atau bisnis. PNB juga memberikan cayaan Hilton Worldwide dengan bekal kompentensi tambahan untuk memilih PNB sebagai mitra kerja. penguatan kepariwisataan. Itulah PNB sebagai perguruan tinggi pe- kelebihan PNB,” ujarnya. merintah di bawah Kementerian Kedepannya, akan ada kelas dari Riset Teknologi dan Pendidikan Hilton, yang memberikan tambahan

Penandatanganan MoU yang dilakukan Direktur PNB Ir. I Made Mudhina, M.T., dengan Regional General Manager Indonesia Hilton Worldwide Mr. Nils-Arne Schroeder

soft skill bagaimana berprilaku di dunia industri, lebih-lebih dalam dunia pariwisata. “Ini merupakan hal yang luar biasa, karena kami masih ada kekurangan dari sisi penyiapan SDM. Tentu ilmu yang diberikan dari Hilton Worldwide ini akan menambah kompetensi keprofesian lulusan PNB agar dapat sesuai dengan harapan industri,” kata Made Mudhina. Dalam kesempatan ini juga, ia mewakili civitas akademika PNB meyampaikan apresiasi dan penghargaan setingginya kepada Hilton Worldwide, pemerintah, dan masyarakat yang berkenan bersama-sama PNB untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas dan profesional. Tentu ini me­ rupakan tantaangan bagi PNB untuk memenuhi ekspetasi dari seluruh harapan masyarakat dalam mempersiapkan SDM yang mampu bersaing di skala internasional. Ia berharap, kerja sama dengan Hilton Worldwide ini dapat memberikan benefit untuk pengemba­ ngan dan kemajuan Hilton di seluruh dunia dan PNB.

Menurut Sekretaris Jurusan Pariwisata, Dr. I Ketut Budarma, M.Par., MMTHRL., yang diberikan kepercayaan untuk menginisasi kerja sama ini, mengatakan, ke­ giatan kerja sama antara PNB dan Hilton Worldwide, sudah di­awali bulan Juni yang lalu. “PNB sebagai pendidikan advokasi harus melakukan aliansi dengan industry. Saat openhouse lalu, PNB sudah melakukan kerja sama dengan stakeholder yang lokal. Sedangkan internasional yang terbesar adalah Hilton Worldwide. Harapan kami, agar visi internasional PNB langsung bisa terealisasi tahun ini. Dengan adanya kelas Hilton ini, mahasiswa juga berkesempatan untuk training dan direkrut bekerja di properti Hilton di seluruh dunia,” ucapnya. Ia sangat berharap, kerja sama ini, tidak saja memberi dampak bagi kualitas lulusan, namun, dapat memberikan pengembangan bagi para dosen melakukan observasi dan pembinaan untuk penguatan kurikulum di masing-masing program studi di PNB.

Para pimpinan di lingkup Kampus PNB bersama pejabat dari Hilton Worldwide

Regional General Manager Indonesia Hilton Worldwide Mr. ­Nils-Arne Schroeder mengatakan, kerja sama ini merupakan yang pertama di Indonesia dan kelima di wilayah Asia Tenggara dan India. Kerja sama ini merupakan komitmen Hilton Worldwide untuk mendukung industri pariwisata yang sedang berkembang di Indonesia. Dengan adanya kelas Hilton akan membuka wawasan mahasiswa untuk melihat bahwa banyak sekali peluang yang ditawarkan Hilton untuk masa depan atau karier me­reka. Ia berharap, kesempatan kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang positif ke depannya bagi PNB dan Hilton Worldwide. “Kami memilih PNB untuk be­ kerja sama karena kami yakin PNB merupakan perguruan tinggi yang terbaik di Bali dan kami yakin, ke depannya, kerja sama ini akan memberikan hasil yang sangat baik tidak saja bagi lulusan PNB tapi bagi Hilton Worldwide,” katanya. Mr. Nils-Arne Schroeder menambahkan, kelas Hilton merupakan program global untuk mendukung para tenaga muda dimana diharapkan 1 juta orang muda di ­tahun 2019 dapat menyadari potensi mereka dan menjadi tenaga profesional yang mampu bersaing di era globalisasi. “Mahasiswa PNB dapat mengikuti magang dan pengembangan keprofesionalan mereka di beragai jaringan Hilton. Program ini sudah merupakan tangunggjawab perusahaan untuk menciptakan nilai yang berguna bagi masyarakat, bisnis, dan lingkungannya,” kata Mr. Nils-Arne Schroeder. Mr. Nils-Arne Schroeder me­ ngatakan, akan ada beberapa mahasiswa PNB diseleksi untuk mengikuti kelas Hilton ini. Mereka akan mendapatkan tambahan ilmu dan softskil dari dosen tamu yang disiapkan Hilton. Mereka akan mendapatkan kesempatan untuk magang selama tiga sampai dengan enam bulan di jaringan Hilton, dan lulusan PNB juga berkesempatan diterima bekerja di jaringan Hilton. –ast


6

Woman on Top Wayan Ari Trisna Handayani, SSTP, M.Si.

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Harus Pintar Bagi Waktu

S

elain fogging dari pemer­ intah, program PSN ini terus dilakukan bersamasama ke masyarakat me­ nyalurkan bubuk abate. Karena menu­ rutnya, jika fogging hanya memberantas yang bersifat sementara. Makanya dia getol mengintensifkan program PSN ini untuk memberantas dari jentik sehingga nyamuk tak sampai berkembangbiak. “Kami turun bersama petugas Jumantik yang ada di tiap lingkungan, memerikasa tempat-tempat penampungan air. Jika positif isi jentik diberikan bubuk abate,” ucapnya. Petugas Jumantik ini tak turun sendiri ke masyarakat. Mereka juga didampingi pihak kelurahan, bidan puskesmas pembantu, dan DKP sebagai Bapak Asuh. “Tiap SKPD di Kabupaten Gianyar memiliki anak asuh, dan DKP adalah Bapak Asuh kami,” jelasnya. MASIH KUCING-KUCINGAN Prioritas berikutnya adalah pen­ dataan penduduk pendatang, karena Abianbase adalah salah satu kelurahan penyanding kota, wilayahnya berse­ belahan dengan Kelurahan Gianyar.

Ari bersama suami

“Misalnya penduduk yang memiliki KTP di luar Gianyar, kami wajibkan untuk membuat kartu identitas sementara (kipem),” ucapnya. Pendataan penduduk pendatang ini pun masih tetap menjadi programnya di tahun 2017, karena kondisi itu selalu ada. Persentase untuk penduduk penda­ tang ini bahkan dikatakannya agak tinggi hampir 30% lebih. Mereka rata-rata pekerja dan berkeluarga, dan sebagian kecilnya pelajar. Terkait kependudukan

ini, Ari mengaku masih banyak penduduk pendatang yang masih kucing-kucingan alias sembunyi-sembunyi dengan petugas saat dilakukan sidak. Untuk itu, kini ia sudah meng­ ganti jam-jam sidak. Selanjutnya, Ari melirik po­ tensi keterampilan masyarakat yang ada di wilayahnya. Di Kelurahan Abianbase ada 4 lingkungan yang terdiri atas 5 banjar. Rata-rata di tiap ling­ kungan ini ada pembuat rem­ peyek. Mereka berkelompok ada yang juga mandiri. Untuk meningkatkan kemampuan berproduksi, pihaknya mem­ berikan pelatihan-pelatihan dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja, baik dari pihak kabupaten maupun provinsi. Kelompok yang dikerjakan sebagian besar ibu rumah tangga ini mendapat bantuan teori, alat, dan praktik. Pe­ masarannya rempeyek seranseran yang berbentuk bulat lempeng kecil berbahan kacang merah ini bisa didapatkan di warungwarung dan pasar di Gianyar, bahkan pemasarannya hingga ke Denpasar. Ke depannya, ia ingin para pem­ buat rempeyek ini memiliki sebuah wadah seperti koperasi agar semua terakomodasi disana. “Jadi bisa diwa­ dahi koperasi untuk pendistribusian dalam jumlah besar,” harapnya, sembari mengatakan untuk pertanian, kangkung Abianbase juga lumayan terkenal, petik kangkung di lahan dan langsung dikirim

Sudut Pandang

Berbagi adalah Kewajiban

Memiliki sifat suka berbagi adalah salah satu kekuatan dari kepribadian seseorang. Apalagi yang kemudian mentradisikan berbagi untuk membantu sesa­ ma. Tidak mengenal waktu, tempat dan kepada siapa pun, berbagi itu menjadi bagian dari instropeksi diri. Hal inilah yang dilakukan oleh Hj. Putu Selly Andayani, Kepala Dinas Koperasi dan KUMKM Provinsi NTB. “Berhentilah makan sebelum kenyang,” ungkap Selly tentang filosofinya dalam berbagi. Meski memiliki kelebihan, ia tidak akan ‘makan’ hingga kenyang ketika melihat orang-orang di sekitarnya dalam keadaan ‘lapar’. Maka di sanalah pent­ ing kesadaran untuk berhenti

makan sebelum kenyang. Selly dikenal sebagai sosok yang suka berbagi. Berbagi tam­ paknya tidak hanya berupa materi bagi Selly, melainkan berbagi keramahan sikap menjadi ciri khas darinya. Menyenangkan orang terutama yang berada di seki­ tarnya, adalah bagian dari berbagi baginya. Berbagi kebahagiaan. Selly memaknai benar arti senyum sebagai sedekah. Islam sebagai agama Rahma­ tanlilalamin, rahmat bagi semesta alam ini, dimaknai oleh Selly sebagai tempat yang luas untuk berbagi. “Berbagi kepada semua makhluk Allah SWT yang ada di muka bumi ini adalah kewajiban,” ungkap istri politikus H. Rachmat Hidayat ini. Karena itu jika memi­

Hj. Putu Selly Andayani bersama berbagi kebahagiaan

liki kelebihan secara materi, kapan dan dimanapun serta kepada siapa pun, Selly selalu mengutamakan untuk berbagi. Tidak itu saja, bagi Selly, berbagi itu tidak hanya kepada sesame manusia, melainkan juga kepada seluruh yang ada di alam ini. Begitu luas tempat berbagi yang tidak ingin disia-siakannya. “Bahkan kepada pohon-pohon, kepada binatang pun kita harus berbagi. Dan berbagi itu tidak kenal waktu, kapan saja bisa berbagi,” kata nenek 9 cucu ini. Baginya, landasan berbagi ada­ lah ikhlas yang tidak mengenal pamrih. Begitu pula bagi Nyayu Erna­ wati, mantan anggota DPRD Kota Mataram yang kini menjadi aktivis anak di Mataram. Kon­ sepnya dalam berbagi sederhana saja, berbagi apa saja dan di mana saja. “Berbagi waktu, berbagi ilmu bahkan syukur-syukur da­ pat berbagi rejeki,” ungkapnya. Dalam berbagi, seperti halnya Selly, Nyayu selalu meyakini bahwa Sang Pencipta akan selalu memberi jalan ketika niat ber­ bagi itu terus dipelihara dalam diri seseorang. “Allah tidak akan menutup jalan jika terhadap niat baik manusia termasuk niat untuk selalu ingin berbagi,” katanya. (naniek. itaufan@cybertokoh.com)

ke pasar tiap hari. Selain itu, ada banyak pelatihan yang juga dilaksanakan. Seperti, pelatihan untuk para pecalang, juga kursus tata rias, bekerjasama dengan dinas tenaga kerja kabupaten untuk kelompok rempeyek, karena di Abian­ base, industri kecil itu lumayan banyak, hanya saja tidak tampak karena home industry. Sebagai istri dari I Gede Arimbawa, S.E. dan ibu dari seorang putri, Putu Indira Putri Maharani, tentunya Ari harus pintar-pintar mem­ bagi waktu. Antara pekerjaan, keluarga, dan bermasyarakat. “Saat jam dinas se­ bagai lurah di kan­ tor. Ada kegiatan adat saya sebagai masyarakat, dan di rumah sebagai ibu. Bekerja se­ suai jam kerja , namun di luar jam itu banyak juga pekerjaan atau panggilan-panggilan yang tidak bisa ditolak. HP saya on 24 jam,” ucap­ nya tersenyum. Syukurnya, keluarga mengerti kondisi dan profesinya sebagai lu­ rah yang harus mengayomi 1500an warga. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

T

Ada Kepuasan Saat Mengajar

I Ketut Lanus, S.Sn., M.Si.

“Biarkan semua berjalan apa adanya, yang penting berbuat yang positif”. De­ mikianlah prinsip hidup yang dipegang I Ketut Lanus, S.Sn., M.Si., seniman musik yang juga dosen IKIP PGRI Bali yang mengampu mata kuliah Dasardasar Musik, Tradisi Apresiasi Musik dan Penciptaan Musik ini, mengatakan ilmu yang ia miliki khususnya di bidang musik akan lebih bermanfaat dan berkembang jika dibagi. Itu pula yang menjadi alasan­ nya menerima tawaran sebagai dosen di kampus pencetak calon guru tersebut, tanpa memikirkan nilai rupiah yang disodorkan. “Saya mengajar di IKIP PGRI Bali, lebih ke idealisme saya sebagai seniman. Sebagai pengembangan diri dan bisa berbagai kepada adik-adik yang perkem­ bangannya tentu berbeda dengan saya. Terutama tentang tuntutan kekinian, yang bisa saya terapkan dalam bermusik. Dengan berinteraksi dengan mereka,

Tempatnya sederhana. Tidak terlalu luas dan bangunannya pun minima­ lis. tulah gambaran kecil tempat usaha pembua­ tan miniatur kapal yang dikelola Prianto di Desa Tlogo, Kecamatan Kani­ goro, Kabupaten Blitar. Meski lokasi keberada dalam perkampungan kecil yang jauh dari pusat keramaian kota Blitar, na­ mun usahanya ini dikenal dimana-mana. idak hanya di wilayah Blitar, tetapi lain daerah seperti Tu­ lungagung, Kediri, Jombang, Malang, Banyuwangi, juga mengenalnya. Bahkan, di kota-kota besar seperti Yogyakar­ ta, Denpasar, Jakarta, Surabaya, Medan, tak asing dengan usaha

Wayan Ari Trisna Handayani, SSTP, M.Si.

Ia satu-satunya lurah perem­ puan di Gianyar. Perempuan kelahiran 23 Juni 1983 ini adalah Wayan Ari Trisna Handayani, SSTP, M.Si. Ia mulai menjabat sebagai Lurah Abianbase, Gianyar, sejak Juni 2013. “Program per tahun kami beda-beda. Untuk tahun ini di Abianbase programnya pem­ berantasan sarang nyamuk karena demam berdarah masih mewabah. Sepertinya akan terus berlangsung tergantung cuaca dan cara kita membersihkan lingkungan,” ujar perempuan jebolan STPDN yang akrab disapa Ari ini.

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

saya juga jadi tahu perkembangan anak muda sekarang. Jadi, sama-sama belajar dan saling berbagi, dapat output dan input,” paparnya. Demikian halnya dengan mahasiswa, paling tidak, saat ujian akhir mereka mampu menghasikan/menciptakan suatu karya. Karena menurutnya, seni itu harus banyak menonton, melihat dan terjun langsung bergabung dengan grup lain sebagai proses, serta diajak praktik lang­ sung. “Di sanalah ia akan mendapatkan teori yang sudah diajarkan di kampus, yang tak bisa hanya dipelajari di bangku kuliah,” ujar Ketut Lanus. Idealismenya sebagai seniman, ia harus membedakan dimana tempat mencari uang dimana untuk sosial. “Tempat mencari uang sudah ketemu sesuai dengan profesi saya. Tapi ternyata kepuasan tidak ada disana. Prinsip saya, buat apa belajar akademik jika hanya diketahui sendiri. Karena itu, sebelum di IKIP, saya dulu sempat juga mengajar di sekolah-sekolah umum,” imbuhnya. Menurutnya, ilmu seni itu jangan sampai meninggalkan akar dan jangan pula mengabaikan perkembangan. Itulah konsep yang ia tawarkan dalam penciptaan karya-karya musiknya. Hal itu ia ibaratkan seperti mategenan (mengusung), jika kita bisa seimbang kiri-kanan, atas-bawah, pasti bisa, kon­ sep keseimbangan dalam hidup. Ketut Lanus yang mendirikan Sanggar Cahya Art tahun 1999, se­ bagi belajar menari dan gamelan, kini mengaku lebih fokus pada penciptaan musik. Mengemas musik tradisional dengan originalitasnya dikolaborasikan dengan musik modern. Syukurnya, hasil garapan musik yang sering dis­ ebut musik kontemporer ini diterima baik masyarakat, dan hingga kini terus berkembang. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

Limbah Kayu Jadi Miniatur Kapal yang dikelola bapak satu anak ini. “Kalau pasar lokal, hampir daerah ada. Sekarang ini mulai ada satu, dua pesanan dari negara tetangga,” ungkap Prianto. Usaha pembuatan kapal dari limbah potongan kayu jati ini, di mulai Prianto sejak satu tahun lalu. Ketika ia memutuskan ber­ henti sebagai salesman onderdil motor. Waktu itu, ia melihat banyak limbah potongan kayu di salah satu pembuatan mebel. Oleh Prianto, potongan kayu jati tersebut kemudian dibeli dengan harga murah. Setiba di rumah, limbah po­

Ulfa Maria

Nikmati Profesi Terapkan Inovasi Tutur katanya santun dan keibuan. Wanita berambut pendek dengan senyum ramah ini adalah Ulfa Maria, Sales & Marketing Manager Hotel Bisanta Bidakara Surabaya yang telah malang melintang di dunia perhotelan sejak 1992. Ulfa mengaku telah mengge­ luti dunia perhotelan selama 24 tahun silam. Berawal dari pen­ didikannya di jurusan sekretaris, ibu dua anak ini malah terjun sebagai seorang waitress yang harus menguasai bidang food & beverage (F & B). Hingga akhir­ nya dia direkrut sebagai tenaga marketing yang kemudian mem­ bawanya memasuki jajaran hotel bintang lima di Surabaya sebagai seorang marketer andal. “Pertama kali saya join di hotel itu pada 1992. Waktu itu, di Hotel Hyatt sebagai wait­ ress sekitar dua tahun. Usai di Hyatt, pindah dan bekerja di Shang-rila. Hotel bintang lima yang terletak di Jalan Mayjen Sungkono ini sekitar 13 tahunan. Bahkan, tiga tahun terakhir di Shang-rila, mulai terjun di bidang mar­keting setelah sebelum di F&B,” katanya. Ulfa mengatakan awal kari­ ernya sebagai marketing ia memerlukan adaptasi, meskipun tidak jauh beda dengan dunia yang selama ia tekuni sebagai waitress hotel bintang lima. “Yaaaaa……., perlu adaptasi. Dimana, biasanya nggak pegang komputer jadi harus pegang komputer. Kemudian bertemu dengan customer untuk mencari jaringan bisnis. Kalau di waitress kan lebih ke servis,” jelas Ulfa, yang mengisi waktu luangnya

19

dengan memasak bersama kedua putrinya. Enam bulan ini Ulfa, meme­ gang posisi sebagai Sales & Mar­ keting Manager Hotel Bisanta Bidakara. Berbagai inovasi coba ia terapkan guna mendongkrak tingkat okupansi. ”Saya selalu memperhatikan aspek kerama­ han dan kebersihan agar cus­ tomer nyaman selama menginap di Hotel Bisanta. Apalagi tahun depan Hotel Bisanta akan men­ jadi satu manajemen, itu menjadi tantangan tersendiri dengan menciptkan berbagai inovasi dan promo,” ujarnya sambil terse­ nyum ramah. Wanita energik ini, mengaku sangat menikmati menjalani pro­ fesinya sebagai seorang manager marketing. ”Let it flow. Itu saja yang selalu saya terapkan dalam menjalani karier. Yang pasti, saya harus mengikuti perkembangan zaman, seperti menguasai pe­ masaran melalui bisnis online,” pungkasnya. (Lely Yuana)

Ulfa Maria

Prianto dan miniatur kapalnya

tongan kayu jati tersebut dijemur hingga kering. Karena belum ada ide, potongan kayu tersebut ditumpuk di samping rumahnya. Seminggu kemudian, terbersit dalam benaknya ingin membuat miniatur kapal. Dengan menggu­ nakan perkakas, gergaji, bor, jadi­ lah miniatur kapal yang diinginkan. “Pertama kali saya buat jenis kapal feri,” cerita Prianto. Minitur kapal penyebrangan tersebut, selanjutnya oleh Pri­ anto di pajang di ruang tamu sebagai koleksi pribadi. Tanpa disangka, miniatur kapal bua­ tannya ini banyak yang menyu­ kai. Kemudian minta dbuatkan Prianto. Seiring dengan waktu, lelaki tamatan STM ini ingin mengembangkan usahanya den­

gan cara membuat jenis kapal lainya. Mulai dari ulai dari Dewa Ruci, Amerigo Pesi, dan lain sebagainya. Dengan makin banyaknya jenis miniatur kapal ini, tempat

usaha Prianto ini makin dikenal banyak orang. Termasuk jumlah permintaannya pun terus ber­ tambah. Tidak hanya wilayah Blitar saja yang harus dilayani, tetapi luar daerah juga banyak yang pada ngantre. Tidak ingin kehilangan rezeki, Prianto pun akhirnya merekrut beberapa orang karyawan. “Ada 5 orang karyawan yang membantu saya. Alhamdulillah semua pesanan dapat terlayani,” paparnya. Masing-masing miniatur ka­ pal buatan Prianto ini, memi­ liki harga variatif, tergantung ukuran, tingkat kesulitan, dan lamanya pengerjaan. Harganya antara Rp 150.000 hingga Rp 750.000 per biji. Dalam satu bulan Prianto mampu menem­ bus omzet hingga puluhan juta rupiah. (Khoirul Abadi)

Proses pembuatan miniatur kapal

Shri Shri Shri Shivarudra Balayogi (Yogi dari Himalaya)

Om Swastiastu Banyak orang telah menyadari pentingnya Darshan oleh seorang Yogi. Darshan menyimbulkan Shakti (Energi Ketuhanan), Shanti (Kedamaian), dan Vidya (Pengetahuan). Orang suci selalu memberikan Darshan untuk membantu kita berevolusi, keluar dari “kegelapan” sehingga dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik, lebih damai, dan lebih sejahtera. Shri Shri Shri Shivarudra Balayogi atau Babaji adalah seorang Yogi dari Himalaya yang telah menyelesaikan Tapas. Babaji mempunyai misi, mendatangi umat manusia untuk memberi darshan, menginspirasi umat manusia melakukan sadhana, membimbing, dan menginisiasi dalam dhyana sehingga lepas dari penderitaan badan dan pikiran serta menemukan kedamaian sesungguhnya. Kami mengundang Shri Shri Shri Shivarudra Balayogi untuk hadir di Bali dalam acara sbb. 1. Hari/tanggal: Sabtu/ 17 Desember 2016 Tempat : Gedung Sasana Budaya, Jln. Veteran No. 20 Singaraja Jam : 17.00 – 21.00 Wita Acara : Agni Hotra dan Darshan Pakaian : Adat

Gratis 2. Hari/tanggal: Minggu/ 18 Desember 2016 Tempat : STKIP Agama Hindu , Jln. Pulau Timor No. 24 Singaraja Jam : 9.00 – 12.00 Wita Acara : Penjelasan Meditasi dan Darshan Pakaian : Bebas, tetapi Santun dan Rapi 3. Hari/tanggal : Senin/19 Desember 2016 Tempat : IHDN. Jln. Ratna No. 51 Denpasar Jam : 9.00 – 12.00 Wita Acara : Penjelasan Meditasi dan Darshan Pakaian : Bebas, tetapi Santun dan Rapi Hadirlah bersama keluarga/teman/sahabat dalam acara tersebut dan terimalah Darshan dari Yogi ini. Om Santih, Santih, Santih, Om

Kontak:

Bu Ngurah, Telp. 081936615757


18

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Dalam ilmu ekonomi diungkapkan bahwa sekecil apapun usaha yang kita buat, kita tetap menjadi bosnya. Sehebat apapun kita bekerja sebagai karyawan, kita tetap menjadi karyawan. Hal inilah yang menjadi dasar terselenggarakannya seminar nasional “Ayo Berwirausaha, Ayo Membangun Buleleng’’ atas kerjasama Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Buleleng dengan Radio Singaraja 92.0 FM dan Kelompok Media Bali Post (KMB).

Ayo Membangun Buleleng

Retorika harus Dibarengi Kerja Nyata

D

ua program utama Peradah adalah kepemimpinan dan kewirausahaan. Melalui seminar nasional kewirausahaan ini Peradah ingin membangkitkan jiwa wirausaha muda dengan mengundang pembicara Gusti Ngurah Anom owner Krisna Holding. Dipilihnya Gusti Ngurah Anom atau yang akrab disapa Cok Krisna ini karena merupakan salah satu dari 10 tokoh inspiratif Bali yang mendapat penghargaan dari Presiden Jokowi. Menurut Ketua DPK Peradah Buleleng, I Made Bagus Andi Purnomo, seminar tersebut diharapkan dapat memberi motivasi kepada generasi muda untuk berkarya membangun Buleleng.

Cok Krisna sebagai pembicara dalam Seminar Nasional Wirausaha

“Cok Krisna memiliki pengalaman yang luar biasa dalam bisnis semoga ia bisa memberi vibrasi positif kepada peserta,” ungkapnya disela-sela sambutan di Gedung wantilan Krisna Oleh-oleh, Desa Temukus, Rabu (7/12). Sementara itu Ketua Panitia pelaksana seminar nasional Kadek Duwika menambahkan memban-

gun Buleleng hanya sebatas retorika jika tidak dibarengi dengan kerja nyata. Menurutnya sebagai generasi muda sudah seharusnya memiliki jiwa wirausaha agar kelak dapat membuka lapangan kerja sendiri. “Setiap tahun berapa banyak orang yang merantau untuk bekerja, padahal kalau kita jeli kita bisa membuka usaha baik

di desa, di kota maupun di kabupaten,” ungkapnya. Cok Krisna menuturkan tidak ada kesuksesan tanpa ada cerita kegagalan. Beragam terobosan ide muncul dibenak Cok Krisna, dia mencoba mandiri membuka Cok Konfeksi, berlanjut Krisna Oleh-oleh sampai beberapa outlet besar didirikan di Singa-

raja berkembang pesat setiap tahunnnya. “Di Singaraja sudah ada lima outlet di tahun 2015. Nilai investasinya sampai miliaran. Ini untuk membangun Bali Utara lebih maju. Kami terus berekspansi dan anak pertama saya Gusti Ngurah Berlin Bramantara sudah membangun Krisna Funtastic Land,” paparnya. Dia berharap dapat terus mengabdi untuk Bali Utara. Sistim bergotong royong secara bahu-membahu ditekankan mencari ide baru untuk mewujudkan Singaraja, yang lebih maju dan ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. “Setahun ke depan saya akan berkunjung ke desa-desa, menata kebersihan dan keamanan. Melalui seminar wirausaha ini, jangan hanya sharing saja. Tapi, hal utama adalah aksinya. Intinya semangat juangnya harus ada. Semua itu tergantung karakter. Di Singaraja, kami kami akan bangun gedung di tanah 1 hektare untuk para UKM. Aksi lebih penting dan masyarakat sudah bisa menilai sendiri,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Urai Kemacetan dengan Bus Sekolah Guna mengurai Wahana Tata Nugraha kemacetan di Kabu(WTN). paten Buleleng, banyak Bus sekolah yang renstrategi yang dilakukan cananya akan diberikan oleh Dinas Perhubundi penghujung Desember gan Kabupaten Buleleng. 2016 diharapkan dapat Salah satunya dengan digunakan oleh siswa-siswi mengajukan pengadaan dengan baik. Rencana awal bus sekolah ke KemenDishub Buleleng akan trian Perhubungan RI. menggunakan bus tersebut Hal ini bertujuan untuk untuk melayani siswa-siswi mengurangi kemacetan antar terminal sehingga khususnya pada saat jam rute yang dilalui hanya sepulang sekolah. batas wilayah perkotaan. Menurut Sekretaris “Ya untuk di wilayah kota Dinas Perhubungan Kadulu, nanti kami akan buat bupaten Buleleng Ir. I rute-rutenya,” jelas pria Ir. I Made Arnaya Made Arnaya, jam pulang kelahiran 29 November sekolah adalah waktu yang paling rentan 1960 tersebut. Dirinya juga tidak meterjadi kemacetan. Ini dikarenakan setiap nampik selain untuk mengurai kemacetan, siswa dengan jumlah hingga ribuan akan keberadaan bus sekolah tersebut juga didijemput dengan menggunakan sepeda harapkan dapat membantu menekan biaya motor atau mobil. “Bisa dibayangkan jika transportasi siswa. “Tujuan lainnya adalah setiap siswa dijemput dengan kendaraan sosial karena bus sekolah ini digratiskan,” pribadi, ada berapa kendaraan yang parkir lanjutnya. di badan jalan” tanyanya. Di tingkat daerah pemerintah tinggal Gayung bersambut, Arnaya me- merancang penerapan bus sekolah kenambahkan jika pengajuan bus sekolah pada pihak memerlukan. Pihaknya juga mendapat respons positif dari Kemente- akan mengkaji kembali keberadaan bus rian Perhubungan RI. Presentasi mengenai tersebut sebab jika memungkinkan selain perkembangan dan keperluan perhubun- siswa, bus tersebut juga dapat digunakan gan di Buleleng dipaparkan Kadishub oleh mahasiswa dan pegawai di lingkungan Gunawan, yang disimak langsung pejabat Pemkab. “Kalau memungkinkan kenapa teras di Kemenhub RI. Ketertarikan itu tidak? Kami diminta menyiapkan anggaran membuat Buleleng dibantu dua kend- operasional Rp 150 juta. Rencana terdekat araan bus. Selain tertarik dengan materi bus sekolah akan khusus melayani siswapresentasi, hal lain yang diperhatikan ialah siswi di wilayah Kota Singaraja, utamanya keberhasilan Dishub Buleleng beberapa antar terminal.” tandasnya. kali berhasil memperoleh penghargaan (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Life Story Dengan senyum yang terus mengembang, Warda (38) mengisahkan perjalanan hidupnya terbuang dari keluarga besarnya karena memilih menikah dengan laki-laki yang dicintainya. Hari itu, di sebuah rumah yang lebih layak disebut gubuk tempatnya tinggal bersama suami dan dua anaknya, Warda tengah menggoreng pisang dagangannya. Tiap hari, berdagang gorengan menjadi aktivitasnya. 20 tahun yang lalu dari sebuah kota besar di Pulau Jawa, Warda harus terbuang hingga ke sebuah dusun terpencil di Lombok bagian Selatan. Ia tinggalkan semua kisah kehidupan yang mapan dan gemerlapnya kota besar demi cintanya pada suaminya.

U

sai menyelesaikan pendidikannya di SMU, Warda meninggalkan rumah orangtuanya menuju Lombok untuk tinggal bersama bibinya. Ia ingin sekali melanjutkan kuliahnya di Lombok. Ia jatuh cinta pada Lombok awalnya karena keindahan pantai dan alamnya. “Saya jatuh hati pada Lombok karena alam dan pantainya indah-indah,” ungkap Warda. Tetapi rupanya Warda tidak hanya jatuh cinta pada alam dan pantai Lombok tetapi juga laki-laki Lombok yang akhirnya memesonanya. Kisahnya bermula sejak 20 tahun lalu. Saat ia datang ke Lombok ia tinggal dengan paman dan bibinya yang kehidupannya juga cukup mapan. Memiliki rumah yang besar dan halaman serta kebun-kebun

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Cintaku Mengalahkan Statusku yang luas. Warda kerapkali berjalan-jalan mengitari seputar halaman dan kebun yang rindang oleh pohon-pohon. Di sanalah ia sering bertemu dengan Agra, tukang kebun yang sudah empat tahun bekerja di rumah bibinya itu. Secara fisik, terlihat memang jauh perbedaan antara Warda dan Agra. Warda memiliki rambut lebat panjang dengan kulit yang putih segar. Tubuhnya tinggi dan montok. Sedangkan Agra hanya lakilaki desa biasa, tidak tinggi dan kulit gelap akibat banyak bekerja di bawah sinar matahari. Tapi entah dari mana datangnya, mereka akhirnya saling jatuh hati. Mereka lalu menjalin hubungan secara diam-diam. Sampai akhirnya hubungan tersebut diketahui oleh bibi Warda yang lumayan marah karenanya. “Bibi saya marah ketika memergoki saya berduaan dengan Agra. Sejak itulah hubungan kami ketahuan,” kata Warda. Sudah jelas, bibinya melarang keras mereka melanjutkan hubungan tersebut. Tapi Warda bergeming. Ia telah jatuh hati pada Agra dan memilih untuk tetap bersamanya. Mendengar kabar tersebut, orang tua Warda selekas mungkin datang ke Lombok untuk menjemputnya setelah mengetahui kabar hubungan mereka tersebut. Beruntungnya Warda dan Agra

“Bibi saya tidak bisa menerima saya sepenuh­nya, tapi pa­ man saya kelihatannya kasih­an pada saya se­ hingga saya bisa ting­ gal di rumah itu lagi,”

Pelatihan IT IBS Core Banking pengurus dan pegawai LPD Desa Adat Ambengan

Kedepankan Teknologi, LPD Ambengan Terapkan IT Core Banking Untuk mendukung perkembangan dalam industri perbankan dan lembaga perkreditan yang semakin pesat, maka dukungan teknologi atau sistem menjadi penting dan merupakan suatu keperluan yang tidak dapat diabaikan. Saat ini nasabah berharap proses transaksi dengan cepat, aman, dan nyaman menjadi prioritas utama yang mendukung puas atau tidaknya nasabah melakukan transaksi. Dengan adanya tuntutan ini, maka petugas dituntut untuk mampu mengoperasikan sistem aplikasi dengan baik dan dapat menerapkan sistem dan prosedur yang berlaku diperbankan maupun lembaga perkreditan sehingga dapat memberikan kenyamanan dan menjaga kerahasiaan data nasabah. Hal tersebut yang melatarbelakangi dilakukanya pelatihan IT Core Banking kepada staf LPD Desa Ambengan secara intern. Pelatihan dimaksud untuk meminimalisir kesalahan transaksi oleh staf bersangkutan. Menurut kepala LPD Desa Ambengan I Made Nyiri Yasa, S.Sos., M.MA, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan lembaga khusus milik desa adat yang menangani aspek keuangan dan perekonomian khusus krama desa. Tidak hanya mengedepankan keuntungan dengan target tertinggi, akan tetapi untuk menyejahterakan krama desa setempat dengan mencanangkan program-program baru khusus kepada nasabah. “Sementara hanya ditujukan untuk staf intern dulu. Saya ingin LPD Ambengan menjadi pioneer dalam menerapkan sistem ini sehingga nanti bisa dicontoh oleh LPD lain,” ungkap pria yang pernah menyandang predikat terbaik III sebagai Kepala

LPD tingkat provinsi Bali, Sabtu, (10/12). Pelatihan terkait IT Core Banking merupakan program baru dan sangat populer ini memanfatkan kecanggihan teknologi internet bekerja sama dengan tenaga IT dari PT USSI Bandung. “Pelatihan akan berlangsung selama tiga hari memanfaatkan waktu libur hingga staf benar-benar fasih dalam menggunakan aplikasi ini,” ujar Ketua Badan Kerja Sama (BKS) sekaligus Ketua KSPBNA disela-sela pelatihan di gedung lantai 2 LPD Ambengan. Dikatakan, bercermin dari pengalaman pengelolaan keuangan yang kurang transparan hingga mengakibatkan kerugian, diharapkan dengan pelatihan yang diterapkan kepada staf LPD ini nantinya mampu menerapkan sistem terkontrol rapi dan transparan. Selain melibatkan pengurus dan karyawan serta karyawati LPD, turut hadir juga Pengawas internal yang terdiri dari Kelian Adat, Perbekel dan para Kelian serta anggota Pengawas Independen. Rencananya, sistem yang akan diterapkan Januari 2017 tersebut dimanfaatkan dalam transaksi untuk operasional meliputi transaksi kas masuk dan keluar, non kas dan laporan dari LPD itu sendiri. “Selain pelatihan IT Core Banking juga akan diadakan pelatihan analisa kredit,” jelas Ketua Yayasan KORPRI Panji Sakti tersebut. Analisa kredit juga sangat penting untuk memberi pertimbangan terhaadap kelayakan calon penerima kredit sehingga menekan terjadinya kredit macet yang berpengaruh kepada aset di LPD Itu sendiri. (win)

BPD Bali Cabang Singaraja Gelar Silaturahmi BPD (Bank Pembangunan Daerah) Bali Cabang Singaraja menggelar silahturahmi akhir tahun bersama seluruh pengurus Badan Kerja Sama (BKS) dan Kepala LPD di Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan di Rumah Makan Sari Mina Segara, Selasa (6/12) lalu. Acara ini bertujuan untuk mempererat kerjasama yang sejak lama telah terjalin bersama dengan sejumlah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) seKabupaten Buleleng. Kepala Cabang BPD Bali I Made Lestare Widiatmika, S.E.,

7

didampingi Kasi Dana dan Jasa I Made Badra, S.E., mengatakan sinergi dan kerjasama yang telah terjalin agar tetap dipertahankan sehingga antara BPD dan LPD dapat saling dukung dalam berbagai jenis kegiatan. “Kami berharap bisa saling membantu khususnya dalam rangka pencapaian target akhir tahun dan untuk menjaga dana pihak ketiga. Kontribusinya kepada LPD, kami siap membantu apapun kegiatan yang diselenggarakan LPD,” ungkap Lestare. (wiwin)

mengetahui rencana kedatangan orangtua Warda untuk menjemput Warda. “Sebelum orangtua saya tiba di Lombok, kami lari ke Lombok Tengah dan memilih menikah selekas mungkin di sana,” ujar Warda. Warda merasa salut pada suaminya itu karena begitu gigih ia mempertahankannya. Karena rasa cinta Warda pada Agra begitu besar, ia bahkan rela menjadi mualaf agar bisa menikah dengan Agra. Tidak perlu waktu lama, sebelum orang Warda tiba di Lombok, mereka rupanya telah menikah. “Hari itu saya menjadi mualaf dan menikah dengan Agra,” ujarnya. Dimulailah kehidupan Warda yang diakuinya penuh kesengsaraan. Orangtua dan keluarga Agra bukanlah orang berada seperti halnya orangtua dan keluarga Warda. Dari sanalah Warda memulai perjuangan hidupnya dalam cobaan-cobaan yang dikatakannya hidup penuh penderitaan. “Hidup saya menderita Mbak, tapi inilah pilihan saya maka saya harus menerimanya,” ujarnya. Bulan ketiga setelah menikah, Warda pun mengandung. Pada usia kandungannya menginjak enam bulan, ia memberanikan diri pulang ke rumah bibinya. “Bibi saya tidak bisa menerima saya sepenuhnya, tapi paman saya kelihatannya kasihan pada saya sehingga saya bisa tinggal di rumah itu lagi,” katanya. Warda dan suaminya diberikan sebuah kamar yang lokasinya terpisah dari rumah induk dan mereka memulai menjual gorengan keliling. Warda dan Agra bahu membahu menjual gorengan demi bisa membiayai hidup mereka. Dalam perjalanan, kehidupan mereka bersama bibinya Warda tidak berjalan

mulus. Termasuk soal Agra yang tidak menyukai anjing peliharaan bibinya Warda yang selalu berkeliaran di sekitar dagangannya. Itu membuat bibi Warda tersinggung kemudian mengusir mereka dari rumah tersebut. “Kalau kamu ingin mengikuti suamimu, silahkan pergi dari sini,” kata bibi Warda. Malam itu juga Warda dan suaminya keluar dari rumah dan sempat kebingungan pergi ke mana dengan perut yang sudah membesar. “Dua minggu kami menumpang tidur di sebuah ruangan sekolah yang tidak terpakai. Tanpa listrik kami hidup dalam gelap. Hanya lilin yang tidak seberapa bisa kami beli yang menerangi seadanya,” katanya. Warda merasakan benar hidup yang sengsara sampai anaknya lahir mereka tinggal di kos-kosan dengan kondisi yang memprihatinkan. Tetapi mereka menerima dan menjalani semua itu dengan sabar. Sesekali mereka berusaha dengan Agra menjadi tukang sampah atau pun pekerjaan serabutan lainnya. Dari hasil kerja keras itu mereka dapat memulai hidup seadanya sampai akhirnya kini memiliki dua orang anak. Sebuah warung kecil kini dikelola oleh Warda. Modalnya rupanya diperoleh dari kebaikan hati pamannya. “Paman diam-diam memberi saya modal untuk membuka warung kecil ini,” kata Warda. Warda dan Agra hidup berbahagia bersama kedua anak mereka meski tetap dalam kondisi prihatin. Namun, tidak ada yang lebih membahagiakan bagi Warda ketika mengetahui dirinya masih terus mencintai Agra hingga hari ini. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

PERESMIAN VEDANTA ASHRAM NUSA DUA

LESTARIKAN PEMIKIRAN PENDIRI PARISADHA HINDU, SHRI WEDASTERA SUYASA Bertepatan dengan Shri Wedastera Suyasa,” hari jadi ke-15, purusa Puri ungkap Turah Wira. Tegeh Kori Shri I Gusti NguSeperti diketahui bahwa rah Bhisma Vedanta Suliwa selain memiliki sejumlah Wiswakarma Wedakarmuseum dan pusat kajian naputra Suyasa IV pada 4 kebangsaan, keluarga Puri Desember 2016 (wuku Tegeh Kori juga dibawah Prangbakat), keluarga besar bendera Yayasan Mahenpuri meresmikan sebuah dradatta juga mengelola situs keluarga yang dinaPerguruan Tinggi swasta makan Vedanta Ashram. tertua di Bali yakni UniverBerlokasi di tempat strategis sitas Mahendradatta yang di kawasan Taman Mumbul juga didirikan atas gagasan Nusa Dua Kuta Selatan, AshBung Karno pada 1962 dan ram ini didedikasikan untuk juga sejumlah unit usaha mengenang kepemimpinan perkebunan, agrobisnis, (swargi) Shri Wedastera Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS properti dan unit usaha Suyasa sebagai tokoh Hindu III Bersama Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry lainnya.”Kami selalu menIndonesia yang telah banyak dengar nasihat dari orangSuyasa dan Turah Bhisma Vedanta di berjasa untuk membela Vedanta Ashram Taman Mumbul Nusa Dua tua bahwa antara dharma, kepentingan Hindu. Salah artha, kama haruslah seimsatunya adalah peran dari Shri Wedastera Suyasa bang. Di keluarga kami selalu dijalankan keseimsebagai salah satu pendiri dari Parisadha Hindu bangan antara idealisme dengan jiwa wirausaha. Dharma Indonesia (PHDI) pada tahun 1959 berSesungguhnya dengan menjalankan Dharma sama sejumlah founding fathers Bali lainnya. Demaka diperlukan fondasi yang kokoh yakni Artha. mikian diungkap oleh Shri I Gusti Ngurah Wira Astungkara penataan Duwe tengah akan terus Wedawitry Wedasteraputra Suyasa, S.Sos, SH, berjalan seiring waktu. Kami ingin meneladani MH (Ketua Panitia Pembangunan Duwe Puri Tegeh leluhur kami Ida Betara Tegeh Kori (Raja Badung Kori) disela-sela upacara pemlaspasan. I) agar bisa menjadi teladan bagi Bali,” ungkap “Sejak tahun 2000, atau tepatnya pasca Turah Wira yang juga pendiri Bhisma MahendraSwargi Ratu Aji Shri Wedastera Suyasa mangkat datta Sport Center di kawasan Lumintang dan (lebar), kami sekeluarga bertekad untuk menata seorang Wakil Ketua DPD KNPI Bali ini. Saat ini seluruh aset duwe tengah milik Puri di seluruh Turah Wira dipercaya dalam pembangunan Istana Bali. Dan tentu penataan aset ini juga dibarengi Pesanggrahan Jimbarwana yang akan menjadi dengan sejumlah program pembangunan situs kompleks istana terbesar di Bali di Desa Penkebangsaan. Misalkan menata peninggalan bendayaringan Mendoyo Jembrana. “Kami mohon doa benda sejarah yang ada hubungannya dengan Bung restu dalam prosea pembangunan simbol leluhur Karno sudah kami buatkan tempat di The Sukarno Ratu Kakiang I Goesti Ngoerah Ketoet Soeyasa I. Center Tampaksiring. Begitu juga untuk buku dan Semacam replika Istana Bogor akan dibangun di literatur sejarah kini sudah tertata di Niti Mandala Jembrana. Ini akan jadi kompleks pesanggrahan Renon. Sejarah PNI kita sudah resmikan “White terbesar di Bali yang didirikan dikawasan terHouse” di kawasan Teuku Umar Barat Denpasar. integrasi hampir 10 hektare. Ide dan desain dari Dan yang saat ini kita resmikan Vedanta Ashram di Kakanda Gusti Wedakarna dan astungkara 2019 Nusa Dua sebagai tempat melestarikan pemikiran akan tuntas. Mohon doanya,” ungkap Turah Wira moderat Hindu yang diwariskan oleh Ayahanda yang lulusan Reyukai Institute Japan ini.


8

Bunda & Ananda

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

Men Brayut

Banyak Anak Berlimpah Kasih Dongeng Men Brayut yang dikisahkan memiliki belasan anak, dipandang aneh di era ­keberhasilan Keluarga Berencana (KB) ­sekarang ini, ­dengan ­anjuran cukup dua anak, laki dan p­erempuan sama saja. Tetapi, dulu ­ketika masyarakat ­bersetuju dengan pandangan ­banyak anak rezeki melimpah, kisah suami-istri Pan Brayut dan Men Brayut yang digelayuti banyak anak, dipahami masyarakat sebagai suatu yang wajar dan bahkan dikagumi.

K

endati kini dongeng Men Brayut menjadi kurang populer, namun di mata seniman, cerita itu justru menginspirasi. Tengoklah garapan seni tari dengan tajuk “Kasihku” yang disajikan dalam gelar seni Nawanatya, Jumat (2/12) di Taman Budaya Bali. Karya tari yang berdurasi sekitar satu setengah jam itu dikoreografi dalam bingkai seni pentas kontemporer. Segenap aspek estetik tari ini melenggang lepas dari tatanan gaya dan unsur seni tradisi. Adalah Sanggar Tari Bali Lokananta Singapadu bergabung dengan Komunitas Prodi Tari ISI Denpasar, menjelajah mengejawantahkan sebuah konsep pertunjukan tari kontemporer--seni seni pentas masa kini yang sedang mencari ruang apresiasi dan eksistensi di tengah masyarakat kontemporer. Tari “Kasihku” mencoba menggugah perhatian masyarakat penonton Bali dengan gagasan tari kontemporer yang menarik ditonton dan sekaligus dengan muatan pesan moral yang kontekstual. Panggung dengan dekor candi bentar permanen itu, seluruhnya ditutup kain hitam. Para pemain keluar masuk dari belahan-belahan kain. Diawali dengan penampilan sepasang penari laki dan perempuan dengan latar musik melodi sayup-sayup romantis. Adegan pembuka ini terasa ceria, bergairah, suka cita dan mesra dalam nuansa ekspresi optimistik kedua penari lewat menguasaan ruang dan mengungkapan simbol-simbol

gerak, pose, dan gestur. Bagian ini, ditutup dengan simbol kehamilan si wanita melalui penegasan kedua pemain mengelus cikal, sebutir tunas buah kelapa. Kecemasan merona pada raut wajah sepasang remaja yang dimabuk cinta asmara itu. Tampak penonton dapat menangkap prolog garapan tari “Kasihku” itu. Kemudian, dari seluruh sudut panggung menguak delapan anak-anak laki perempuan dari belahan-belahan kain hitam. Bercawat dan berkaos putih, mereka bertingkah polah menggelikan. Ada yang merangkak mondar mandir, merengek berguling-guling, meloncat-loncat tak karuan kesana kemari dan ada pula yang cengarcengir senyum sana senyum sini. Semuanya menggambarkan betapa semerawutnya kehidupan keluarga besar Pan dan Men Brayut yang tampak sangat repot mengurus dan melayani anak-anaknya di tengah kemiskinan nestapa hidup yang menderanya. Kendati demikian, Men Brayut tak ada henti, secara sambung menyambung melahirkan dan melahirkan anak. Membesarkan belasan anak dari bayi yang masih menyusui hingga yang sudah menginjak remaja yang dilakoni Pan dan Men Brayut dalam garapan tari kontemporer ini digulirkan secara naratif lewat ungkapan visual laku yang imajinatif. Setelah bagian pengasuhan anak-anak Men Brayut usia bocah, disambung dengan adegan usia kanak-kanak hingga remaja. Tampak dimunculkan konflik diantara anak-anak Pan dan

Men Brayut itu. Melalui format estetika tari yang berdinamika rampak, pecah, bergelut, bersatu, dan mengalir, dihadirkan ego-ego yang bertumbuh pada diri setiap anak manusia. Pan dan Men Brayut tetap tabah mengasuh, membesarkan belasan anak-anaknya dengan kasih sayang nan tulus, sehingga ketika semuanya sudah dewasa menjadi sumber insani yang berguna bagi dirinya sendiri maupun di tengah masyarakat. Siratan pesan moral dari garapan tari “Kasihku” ini adalah bakti kepada orangtua yang melahirkan, mengasuh, dan membesarkan kita.

Pesan ini digambarkan dalam adegan terakhir. Bagaimana Pan dan Men Brayut yang telah renta mensyukuri bakti semua anak-anaknya. Kasih yang ditumpahkan Pan dan Men Brayut kepada anak-anaknya dibalas kasih tulus yang setimpal dari seluruh buah hatinya. Pesan ini, sungguh sebuah cerita kehidupan yang ideal dan mulia namun tidak jarang dalam kenyataannya di tengah masyarakat masa kini bahwasannya tidak sedikit anak manusia berprilaku durhaka terhadap orangtua sendiri. Tampak, “Kasihku” ingin mengingatkan kita semua agar memposisikan

ibu-bapak dengan penuh rasa hormat. Rasa hormat rupanya patut diterima oleh Pan dan Men Brayut. Sebab setelah anak-anaknya tumbuh dewasa, suami istri ini menyerahkan geliat zaman membentuk jalan hidup anaknya masing-masing. Ada kesejajaran kearifan pengasuhan anak ala Pan dan Men Brayut dengan pemikiran penyair Kahlil Gibran, “Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu, mereka adalah anakanak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri, mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu, meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu”. Kandungan pesan puisi itu bahwa, hubungan antara orangtua dan anak hanya memberikan arahan dan bimbingan tetapi bukan memaksakan keinginan dan pemikirannya. Secara insplisit, tari “Kasihku” mengkomunikasikan pesan itu. Bertindak selaku koreografer, Ida Ayu Made Dwita Sugiantini, S.Sn, dibawah binaan I Wayan Sutirtha, S.Sn., M.Sn, dosen ISI Denpasar yang juga ketua Sanggar Tari Lokananta Singapadu. Didukung oleh 30 orang pemain usia lima hingga belasan tahun yang semuanya sedang dalam proses pembelajaran tari Bali, garapan seni pertunjukan “Kasihku”, hadir memikat dalam ujaran tema manusiawi yang memancarkan pesan hidup berbinar maknawi. Kadek Suartaya

Mendongeng Lima Menit pengeran kodok

Putri Mayang sangat senang mendapat hadiah ulang tahun dari ibu tercinta. Hadiah itu adalah sebuah mainan berbentuk bola berlapis emas. Bola itu sangat rinMade Taro gan, gampang berguling dan melayang-layang di udara. Ketika asyik bermain-main di pinggir kolam istana, tiba-tiba bertiup angin kencang. Bola emas yang indah itu terbang lalu jatuh di tengah-tengah kolam. Putri cantik itu sedih. Ia duduk termenung di pinggir kolam sambil mengeluh. “Barang siapa yang dapat mengembalikan bola mainanku, akan kujadikan teman setiaku. Ia akan kuajak makan satu piring bersama, dan tidur satu bantal bersama,” katanya. Berjam-jam lamanya ia duduk termenung. Ia tidak berani pulang, karena takut dimarahi ibunya. Sekali-sekali ia memandang bolanya yang mengapung di tengah kolam. Wooow! Ke mana bola itu? Ia berdiri dan mengamati dengan saksama. Bola itu hilang! “Kwek, kwek, kwek…! Inikah bola Tuan Putri?” Putri Mayang menoleh ke arah suara itu. Seekor kodok bulat kecil menggenggam sebuah bola emas. Kodok itu mendekat lalu menyerahkan bola itu kepada pemiliknya. Betapa gembiranya Putri Mayang! Ia mengambil bola itu, lalu segera lari masuk ke kamar istana.

Siang hari, ketika Tuan Putri makan bersamasama ibunya, terdengar ketukan pintu. Sang ibu menyuruh putrinya membukakan pintu. Wooow! Seekor kodok mengangakan mulutnya. “Kwek, kwek, kwek…! Aku temanmu. Bukankah kau berjanji makan dan tidur bersama?” Tuan Putri marah, lalu menendang kodok itu hingga terpental jauh. Ibu Mayang heran, lalu menanyakan kepada putrinya, apa maksud dari kata-kata yang diucapkan kodok itu. Tuan Putri lalu menceritakan peristiwa hilangnya bola emas, mainan kesayangannya itu. “Kalau demikian kau telah berbuat kurang ajar!” kata sang Ibu marah. “Pertama, kau tidak mengucapkan terimakasih; kedua, kau ingkar janji; dan ketiga, kau membalas budi baik dengan tindakan kurang ajar.” Sang Putri sadar akan kesalahannya. Ia segera menjemput kodok mungil itu, memangkunya, mengelus-elus kepalanya, lalu mencium pipinya. Ajaib, sungguh ajaib! Di depan Putri Mayang yang cantik itu sekarang berdiri seorang pemuda tampan. Konon, pemuda tampan itu adalah seorang pangeran bernama Purbawan yang dikutuk menjadi kodok, karena suka menangkap dan membunuh belut. Ia akan bebas dari kutukan apabila, pertama, ia sanggup mengubah sifatnya yang buruk; dan kedua, ia mendapatkan ciuman dari seorang putri. Akhirnya Putri Mayang dan Pangeran Purbawan saling jatuh cinta yang berakhir dengan pernikahan. (Brothers Grimm).

Griya

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

17

SOHO, Solusi Tempat Tinggal bagi Wirausaha Di Ibu Kota, pertumbuhan konsep SOHO (Small Office Home Office) dinilai sangat ­praktis. ­Bertambahnya jumlah profesional dan ­enterpreneur muda menjadi pemicu utama akan ­kehadiran SOHO. Demikian diungkapkan Novia Sartika Dewi, owner Grafisio Design Bali

antaranya, SOHO bukanlah murni hunian. Karenanya developer yang mengembangkan SOHO seharusnya menerapkan standar layaknya perkantoran yang dilengkapi oleh sistem internet, wi-fi, jaringan komunikasi, bahkan mungkin fasilitas ruang pertemuan untuk meeting.

Novia Sartika Dewi

S

elain itu, dikatakannya juga harga jualnya relatif terjangkau jika dibandingkan harus menyewa unit kantor. Sementara itu, mereka bisa menghemat waktu dan energi karena bekerja di dalam rumah. Menariknya prospek pasar kantor sekaligus tempat tinggal itu menjadikan sejumlah pengembang berminat memasarkannya. Novi mengingatkan, jika ingin memilih SOHO sebagai tempat tinggal, tetap harus mempertimbangkan beberapa hal. Di

Antara Kebutuhan dan Gaya Hidup Bila kita melihat perkembangan properti di Indonesia, sebenarnya konsep SOHO bukanlah hal baru. Di Indonesia, konsep SOHO tidak jauh berbeda dengan konsep ruko (rumah toko) atau rukan (rumah kantor). Melihat konsep SOHO yang lebih dikategorikan sebagai properti komersial seharusnya memang lebih mengarah ke perkantoran dan bukan hunian, mengingat izin

ruko dan rukan pun mempunyai izin sebagai bangunan komersial dan bukan hunian. Konsep SOHO tidak selalu harus dibangun sebagai high-rise building. Banyak juga masyarakat yang menggunakan rumahnya

sebagai tempat bekerja bahkan kantornya. Banyak masyarakat yang menggunakan garasi untuk ruang kerja yang tentunya untuk menghemat biaya sewa kantor. Meskipun demikian hal ini tentunya melanggar peruntukan yang ada karena seharusnya rumah tinggal tidak boleh beralih fungsi menjadi kantor. Dengan masih barunya konsep SOHO yang diterapkan di gedung-gedung yang ada di Indonesia, masih menyisakan beberapa hal yang terkadang dilupakan oleh manajemen gedung terkait dengan keamanan dan

jaminan keselamatan yang ada. Karena dengan difungsikan sebagai kantor, artinya dimungkinkan adanya beberapa karyawan dan klien yang hilir mudik dalam area SOHO. Namun di sisi lain, SOHO menjawab kebutuhan untuk para profesional yang terbiasa bekerja di rumah dan tidak perlu ke kantor untuk bekerja. Dengan berkembang pesatnya teknologi internet, maka mereka dapat melakukan semuanya di rumah dengan bantuan alat telekomunikasi, email, atau tele-conference. Hal ini juga

apartemen ke perkantoran yang dibangun sebagai high-rise building. Banyak juga yang menggunakan unit SOHO sebagai virtual office yang merupakan simbol domisili sebuah kantor. Dengan keterbatasan space yang ada, banyak unit-unit SOHO yang mulai didesain dengan konsep loft 2 lantai atau unit satu lantai dengan ceiling yang tinggi dengan lantai mezanine di tengahnya. Pamor SOHO saat ini berkembang sebagai sebuah perkembangan modern dan bergengsi dibandingkan dengan konsep

menjawab macetnya lalu lintas untuk hanya sekedar meeting dengan klien. Bahkan mungkin waktu untuk sampai ke tempat meeting lebih lama dibandingkan meeting itu sendiri.

lama ruko atau rukan. Konsep ini dikenal luas di Singapura mengingat disana orang asing yang ingin mendirikan kantor relatif sulit. Banyak entrepreneur muda yang menyiasatinya dengan konsep SOHO. Benar adanya, khususnya di kota-kota besar seperti Denpasar - Bali, konsep SOHO ini akan semakin diminati para entrepreneur dan pekerja profesional. Pasar SOHO diperkirakan lebih mengarah kepada pengusaha dan profesional muda yang baru memulai usaha dimana mereka akan mengefisiensikan ruang unitnya sebagai hunian juga. Dalam perkembangan pasar yang ada, konsep ini masih harus diuji di pasar Indonesia, mengingat saat ini belum terbentuk secara jelas minat pasar yang ada. Celah pasar SOHO tidak akan menggeser pasar ruko atau rukan yang lebih ‘kuno’, karena diperkirakan masing-masing jenis properti tersebut relatif mempunyai pasar yang berbeda.

CELAH PASAR SOHO DI Bali Novi mengatakan, perkembangan SOHO di Indonesia saat ini memang lebih dikenal sebagai sebuah transformasi konsep dari

inten. indrawati@cybertokoh.com


16

Mozaik

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Denfes 2016 telah Di-launching di Kementerian Pariwisata RI Jakarta

Siap Warnai Akhir Tahun Kota Denpasar

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti Me-launching “Denpasar Festival Tahun 2016 di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Jakarta pada Selasa (22/11) lalu.

P

ada Launching Denfes 2016 , yang dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar, Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra sebagai penggagas Pesona Endek Kota Denpasar dan Ny. Bintang Puspayoga serta tokoh masyarakat yang ada di Jakarta tersebut, Menpar RI

Arief Yahya dalam sambutannya mengatakan mengapresiasi penyelenggaraan Denpasar Festival Tahun 2016 sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisman ke Bali, menjelang liburan akhir tahun. Terlebih Bali gencar menggelar eventevent menarik di antaranya Denfes, sejak digelar tahun 2008 dengan nama Gajah Mada Town Festival. Berikutnya Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan penyelenggaraan Denpasar Festival berawal dari keinginan untuk mengingat kembali masa lalu suasana Jalan Gajah Mada sebagai pusat ajang kreativitas warga Denpasar. Semangat dan gairah kreativitas masyarakat Kota Denpasar menginspirasi Pemerintah

Kota Denpasar untuk membuat dan mengagendakan Gajah Mada Town Festival menjadi even kalender tahunan. Hal ini juga sebagai aktualisasi terhadap dinamisasi peran serta masyarakat pada pelaksanaan tahun ke-2 Gajah Mada Town Festival berubah menjadi Denpasar Festival (Denfes). Sementara IA Selly D. Mantra, selaku Ketua Dekranasda Kota Denpasar didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., dan I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, S.S., M.Hum mengatakan bahwa Kegiatan Pesona Endek Kota Denpasar dalam Launching Denpasar Festival 2016, demi mengangkat potensi besar yang dimiliki Kota Denpasar, dimana Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen terus-menerus mengembangkan dan mengampanye-

kan penggunaan produksi dalam negeri salah satunya ’Tenun Ikat Bali yaitu Endek’ sebagai warisan budaya. Endek, harus dijaga, dilestarikan dan dikembangkan tanpa menghilangkan ciri khasnya yang memiliki nilai yang sangat tinggi dan telah diterima di berbagai kalangan masyarakat termasuk generasi muda . Sehingga Endek mampu memberikan kontribusi yang baik kepada para pengrajin melalui program ”Save Our Heritage ” sehingga kain endek menjadi fashion icon untuk generasi mendatang. Dikatakan oleh Selly D mantra, bahwa kain adat ’Endek’ ini merupakan produk unggulan Kota Denpasar sejak zaman dulu. Endek yang kaya akan motif, warna lengkap dengan ciri khasnya. Begitu pula dengan setiap motif, desain sesuai filosofi dari kain endek dengan tagline ’Endek Kita Punya Kita Pakai dan Kita Bangga” Pada kesempatan tersebut juga dilangsungkan ”Pagelaran Busana Pesona Endek Kota Denpasar menampilkan karya desainer dan pengrajin Kota Denpasar, Anom Mayun, Tude Togog, Chaterine Sutajaya, Rhea Cempaka dengan garapan koreografi oleh Iam Model and Talent Management. Pesona Endek Kota Denpasar itu juga didukung sepenuhnya oleh Bank Indonesia, BPD Bali, BNI Kanwil Denpasar, Hotel Inna Bali, Bank BRI Kanwil Renon enpasar yang di-organised oleh Disperindag Kota Denpasar dan Dekranasda Kota Denpasar. -ard

Ekonomi Bali Move On di 2017

Pesimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2017 disebabkan degradasi budaya yang tidak terasa akan berdampak negatif pada pariwisata. Selain itu sinergitas antara pariwisata dan pertanian di Bali belum terealisasi, pembangunan yang tidak merata antara Bali Utara dan Selatan, dan ketidaksesuaian pasar dengan jumlah hotel yang dibangun yang berSuasana “Out Look Ekonomi Move On 2017” dampak pada perang tarif, dan tingkat hunian kamar (TPK) yang Pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2017 hanya 58,56% untuk hotel berbintang dan ditanggapi optimis dan pesimis. Berdasarkan 30,45% untuk hotel non bintang dengan lama data ekonomi dari Bank Indonesia Perwakilan tinggal tidak lebih dari 3 hari. Provinsi Bali, ekonomi Bali diprediksi tumbuh Salah satu pendukung pertumbuhan dan antara 6,2 hingga 6,6% di tahun 2017. pemerataan adalah pembangunan infrastruktur. “Meskipun ekonomi Bali triwulan 3 tahun Dukungan pembangunan infrastruktur oleh pe2016 mengalami perlambatan yaitu 6,17% merintah pusat, Bali diposisikan sebagai pintu dibandingkan triwulan sebelumnya yang 6,5% gerbang pariwisata nasional dengan rencana namun dengan adanya beberapa kebijakan dari pembangungan beberapa proyek infrastruktur. Bank Indonesia, perekonomian Bali diprediksi Namun sayangnya, proyek infrastruktur yang dapat move on di tahun depan,” ujar Teguh dibiayai oleh APBN sangat sedikit di Bali yaitu Setiadi, Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Rp 0,91 triliun tahun 2016. Keuangan BI Perwakilan Provinsi Bali dalam Sementara itu Kadin Bali berharap agar “Out Look Ekonomi Move On 2017” yang pengusaha Bali tidak menjadi penonton karena dilaksanakan di Kantor BI Perwakilan Provinsi itu ia menyarankan adanya Bali in Corporation. Bali, Jumat (9/12). “ Di Bali in Corporation ini semua komponen Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M., masyarakat Bali bersatu dan menguasai perAk., akademisi Unud mengatakan optimis dan ekonomian di Bali,” kata Ketua Kadin Bali, AA. pesimis terhadap perekonomian Bali tahun Ngurah Alit Wiraputra. Dalam Bali in Corpo2017. Optimismenya dilandasi oleh beberapa ration, tidak hanya pengusaha, tapi juga ada hal seperti kekayaan alam immaterial di sekmasyarakat dan pemerintah bersatu. tor pariwisata, pertanian, industri kreatif dan Jumlah investasi di Bali yang totalnya Rp kelautan. Bali juga merupakan daerah tujuan 400 triliun, hanya Rp 20 triliun yang merupainvestasi dimana nanti pasca tax amnesty, kan milik masyarakat Bali. Bali in corporation diharapkan berpengaruh signifikan terhadap inilah yang akan mengakusisi, membeli, meninvestasi asing di Bali. Pertumbuhan property gaplikasikan arahan Bali ke depan, membuat yang merosot di tahun 2016, diprediksi juga blue print pariwisata bali, blue print arahan Bali akan membaik seiring dengan membaiknya secara keseluruhan dengan tetap mempertahdaya beli masyarakat. ankan budaya dan adat. (Maya)

S SAKSIKAN LOMBA BUSANA GURU TK SE-KOTA DENPASAR Denfes ke-9 tahun ini mengangkat Tema “Padmaksara” sebagai ajang puncak-puncak kreativitas masyarakat Kota Denpasar. Even Denfes juga telah diawali dari Pra Event, yang meliputi kegiatan DTIK Festival, Pets Festival, Mahabandana Prasada, dan event Festival Puputan Badung. Selanjutnya masih dalam rangka menyukseskan kegiatan Denpasar Festival (Denfes) ke-9 Tahun 2016 yang sudah masuk dalam Kalender Event Pariwisata Nasional ini akan dilaksanakan pada 28 s. d 31 Desember. Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar akan mengadakan kegiatan pameran dan lomba selama even berlangsung. Salah satu kegiatan yang selalu ditunggu-tunggumasyaraklat adalah Lomba Busana Endek. Untuk tahun ini yang akan dipersembahkan untuk masyarakat Bali, bahkan wisatawan domestik maupun manacanegara , adalah Lomba Busana Seragam Endek Guru-Guru Taman Kanak-Kanak Se-Kota Denpasar. Acaranya akan berlangsung Kamis, 29 Desember 2016. Selain itu ada pula suguhan Fashion Show Duta Endek Kota Denpasar, Pameran Kerajinan, Pameran Pesona Endek Kota Denpasar. -ard

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

E

X DU

Kirim surat Anda ke Redaksi ­Tokoh dan cantum­kan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksitokoh@ yahoo.com. atau redaksitokoh@gmail.com Rubrik ini ­diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) ­Denpasar. dr. Oka Negara, FIAS

Lebih Besar lebih Baik? “Dok, saya cowok usia 23 tahun dan belum menikah. Setiap saya mau ML dengan pacar, saya selalu ditertawakan pacar karena penis saya katanya kecil dan kadang pacar saya tidak merasa puas ML dengan saya karenanya. Saya mau tanya bagaimana cara memperbesar penis saya, Dok? Terimakasih. (Sut, 20 thn) Pesan saya pertama, di usia yang masih muda, walau dorongan seksual adalah alamiah sudah muncul dan menggebugebu, tetapi tetaplah sebaiknya dikelola dengan baik dan memahami risikonya, seperti kehamilan tidak diinginkan pada pasangan dan infeksi menular seksual jika kemungkinan berganti pasangan seksual. Itu dulu dipahami. Nah, selanjutnya, tentang pertanyaan. Akan selalu muncul banyak diskusi yang tiada habisnya mengenai penis, termasuk tentang ukuran ideal untuk dapat membawa kepuasan seksual bagi laki-laki dan pasangannya. Sebuah mitos populer tentang ukuran penis adalah “lebih besar, lebih baik”. Secara turun temurun berbagai cara tidak logis dan tidak ilmiah telah dilakukan untuk memperpanjang ukuran penis, dan memperbesar diameternya, yang ternyata dapat mengakibatkan efek buruk, akhirnya malah mengorbankan fungsi penis itu sendiri. Berhati-hatilah.

Struktur penis karena lebih banyak jaringan ikat dan otot polos dengan hanya sedikit otot bergaris, maka sejak pubertas mencapai puncak di usia 1617 tahun, ukuran penis sudah tidak bisa lagi mengalami perubahan. Sedangkan sebelum usia tersebut ukuran penis masih bisa berkembang karena pengaruh hormon, terutama testosteron. Ketakutan laki-laki bahwa ukuran penisnya terlihat terlalu kecil untuk memuaskan pasangannya saat berhubungan seksual seringkali menjadi sebuah alasan paling sering. Namun, justru kebanyakan lakilaki yang berpikir penis mereka terlalu kecil sesungguhnya memiliki penis masih berukuran normal. Alasan lain yang sering muncul adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri. Harap dicatat bahwa secara fisik, ukuran penis tidak berpengaruh bagi tercapainya orgasme dan kepuasan seksual perempuan, selama penis dalam keadaan normal sesuai perkembangan seharusnya. Orgasme dan kepuasan seksual perempuan lebih ditentukan oleh kualitas ereksi, kemampuan mengontrol ejakulasi dan keterlibatan emosional terhadap pasangan. Telah banyak upaya keliru yang dilakukan laki-laki selama ini untuk melakukan pembesaran penis. Tanpa disadari hal ini

9

Yayasan Sarwe Sukhinah Bhawantu

Siapkan Pendidikan Pranikah Ketika generasi muda Hindu tiba pada langkah jenjang pernikahan, maka selanjutnya yang diharapkan akan melahirkan generasi penerus yang suputra. Maka, alangkah indah jika sebelumnya para generasi muda Hindu memiliki bekal yang lengkap. Lantas apa yang harus mereka lakukan? Untuk hal inilah hadir “Yayasan Sarwe Sukhinah Bhawantu” sebagai wadah bagi individu yang menginginkan generasi suputra tersebut, melalui sebuah persiapan pernikahan yang dikemas dalam’ Pendidikan Pranikah’. Belum lama ini, Sukhinah Bhawantu memulai debutnya dengan menyusun modul Pranikah. Modul terdiri dari 5 materi, diantaranya Perkawinan dalam Agama Hindu, Perkawinan dalam Hukum Hindu, Kesehatan Reproduksi, Perencanaan Keuangan serta Psikologi Perkawinan. Ida Ayu Alit Maharatni, Ketua Yayasan Sukhinah Bhawantu mengatakan, sudah seharusnya calon pasangan pengantin Hindu Bali memperoleh bekal sebelum mereka melangkah pada pernikahan yang agung untuk memperoleh anak-anak yang suputra demi terwujudnya keluarga yang Sukhinah Bhawantu “Banyak orangtua dewasa ini “mati gaya” menghadapi perilaku anak-anaknya. Hal ini disebabkan ketidaksiapan para orangtua dalam memainkan peran sebagai orangtua modern seperti tuntutan anak-anak maupun remaja masa kini,” katanya. Terkait ungkapan tidak ada sekolah untuk orangtua, menurut Dr. Kadek Aria Prima Dewi, S.Ag., M.Pd, inilah momentum yang tepat bagi kita untuk menyediakan pendidikan pranikah .” Sekaligus juga sebagai cikal bakal

menjadi sasaran kalangan-kalangan yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan komersial yang tidak logis. Padahal sudah jelas pada banyak kasus, yang terjadi setelah melakukan prosedur memperbesar penis adalah banyak penis yang mengalami kerusakan baik secara fisik maupun fungsi seksual. Alat-alat bantu yang ditujukan secara komersial untuk pembesaran penis dapat berbahaya bagi kesehatan seksual laki-laki yang bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada penis. Kalau coba dicermati kembali apa yang sering dilakukan untuk pembesaran penis tersebut banyak yang berupa suntikan silikon cair yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan penis secara permanen hingga kanker, hingga mengonsumsi pil, obat oles dan bahan lain (misalnya rendaman teh). Tidak satupun dari produk-produk ini terbukti bekerja dan beberapa mungkin dapat berbahaya jika dosisnya sembarang, misalnya yang sengaja dioplos dengan hormon tanpa takaran yang jelas. Dalam banyak kasus, ukuran penis adalah soal preferensi pribadi bagi lakilaki dan pasangannya. Kalau selama ini dirasa misalnya perempuan merasa ukuran penis pasangannya lebih kecil dari apa yang diketahui atau dari pengalaman seksual dengan pasangan sebelumnya, berarti mind settingnya yang perlu diperbaiki. Karena yang lebih utama adalah relasi seksual dan komunikasi seksual yang baik, jadi tidak hanya ukuran fisik semata. Terlebih perlu disadari bahwa peka rangsangan pada vagina (G-spot) terletak di sepertiga bagian luar vagina. Jadi, sebetulnya

mendampingi para calon orangtua memahami tugas dan tanggung jawabnya,” lanjut Prima, yang menjadi Sekretaris Sukhinah Bhawantu. Harapan senada disampaikan oleh Wakil Ketua Sukhinah Bhawantu Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H, agar sebelum menikah calon pengantin disyaratkan mengantongi sertifikat pranikah untuk memperoleh akta perkawinan kelak di Kantor Catatan Sipil. Sementara I G.N.A Wijaya Mahardika, Humas dan Bendahara dalam Sukhinah Bhawantu menyatakan, setelah modul ini selesai mereka akan melanjutkan dengan melakukan sosialisasi ke kabupaten/kota se-Bali. Setelah itu mempersiapkan pelatihan, setiap wilayah dapat bergerak secara massif. Kegiatan penyusunan modul Pranikah ini terselenggara atas prakarsa Badan Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Bali, atas rekomendasi dari Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak. Ida Ayu Candrawati, SH., M.Par., Kabid PP pada BP3A Prov Bali menyatakan, kita semua memiliki tanggung jawab moral mengantarkan generasi muda Hindu untuk mempersiapkan masa depan dengan baik. “Dengan adanya workshop pembuatan modul pranikah oleh Yayasan Sarwe Sukhinah Bhawantu ini, gerakan nyata pemerintah mempersiapkan generasi muda agar disambut masyarakat dengan baik,” ujarnya. -ard

sangat tidak relevan memperpanjang atau memperbesar ukuran penis demi kepuasan pasangan. Sesungguhnya banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan pemahaman seksual yang baik bersama pasangan. Hal-hal berikut bisa dilakukan, terutama saat sudah aktif berhubungan seksual dengan pasangan: Berkomunikasi seksual yang lebih baik dengan pasangan. Termasuk berusaha berdiskusi terbuka tentang segala apa yang ada di diri dan pada pasangan. Meningkatkan penampilan diri. Olahraga teratur tentu saja dapat membuat perbedaan besar. Juga kebiasaan hidup sehat, makan berimbang, menghentikan kebiasaan buruk (merokok, alkohol), menjaga berat badan tetap ideal. Rapikan rambut kemaluan yang tidak rapi di sekitar dasar penis, sehingga dapat membuat penis tampak lebih menarik. Pencukuran rambut kelamin dapat meningkatkan sensitivitas di sekitar dasar penis. Berdiskusilah dengan dokter yang memahami kesehatan seksual. Banyak laki-laki akhirnya merasa nyaman dengan keyakinan bahwa mereka “normal” atas rekomendasi seorang ahli. Jadi, yang justru sangat penting untuk dilakukan saat ini adalah mengedukasi seluruh lapisan masyarakat agar memiliki pengetahuan yang memadai, termasuk tentang seksualitasnya. Atas dasar pengetahuan yang baik ini akan terbentuk persepsi yang sehat dan dasar perilaku seksual yang sehat. Mitos memperbesar penis sudah seharusnya tidak lagi dipercaya dan dihindari, karena sering kali mengorbankan fungsi seksual.


10

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

Ida Bagus Blangsinga

Kreasi

Kisah Ketekunan, Fokus dan Sepasang Dupa untuk Hyang Taksu Ida Bagus Oka Wirjana atau yang lebih akrab disapa, Ida Bagus Blangsinga dikenal sebagai Maestro Tari Kebyar Duduk. Tarian tunggal yang diciptakan oleh I Ketut Mario (I Ketut Mariya) mampu ia ekpresikan dengan baik, sehingga menjadi begitu khas saat ia tarikan. Tari itu menjadi lebih indah, agem kuat, harmoni irama musik dengan gerak tubuh yang pas, serta gerakan mata yang menakjubkan.

S

eledet dengan gaya permainan mata yang naik turun kemudian bergetar menjadi inspirasi setiap generasi pecinta Tari Kebyar Duduk kini. Memiliki ragam gerak yang banyak membuat dirinya kaya eksplorasi, sehingga mampu menguasai panggung dalam bentuk apapun serta kondisi penontonnya. Setiap jengkal panggung seakan tak pernah kosong, meski ia membawakan tarian tunggal. Hal itu

(pakem) dan Sang Pemilik Jiwa (Taksu) agar berkenan hadir dalam diri, terpatri dalam setiap laku hidup. Dan ia menjalani keindahan dan beratnya tantangan perjalanan karier sebagai seorang penari. Pernah pada satu masa ia terjebak selama 4 jam dalam susana perang peluru yang bersliweran di atas kepala. “Suasana sangat mencekam. Saya pikir tak dapat kembali lagi ke Bali,” kenangnya ketika menjalani tugas sebagai penari Angkatan Perang di tahun 50-

memunculkan sebuah getaran dan vibrasi seni pertunjukan yang kuat. Sangat sulit mendeskripsikan keindahan jiwa yang ia miliki, jika tidak merasakan langsung aura pementasannya. Itulah taksu dari seorang maestro asal Ubud ini. Taksu sebagai hasil laku sadhana, ia menggeluti dunia kepenarian. Menari baginya adalah keyakinan hidup, diperlukan usaha keras untuk mencurahkan seluruh hati dan pikiran pada seni yang ditekuni. “Fokus pada yang satu!” katanya. Ida Bagus Blangsinga memiliki disiplin latihan yang tinggi, fokus pada satu titik, selalu ingat pada ajaran sesepuh

an.

Pada masa pemerintahan Soekarno, Ida Bagus Blangsinga bersama penari lainnya sering mendapat tugas menampilkan sajian estetis bagi Angkatan Darat di Jakarta melalui DUKT (Dinas Urusan Kesejahteraan Tentara), di Istana Negara. Kedekatannya dengan Presiden RI I kala itu mempengaruhi dirinya untuk melabuhkan pilihan pada jalan hidup bersahaja. Meski bolak-balik melakukan lawatan ke luar negeri, murid-murid dari seantero negeri tidak

Style

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

Gaya Kebaya Dress dan Bohemian Sabda Alam begitu tema yang diusung Rhe Cempaka dan Dewi Anyar, ketika menghadirkan koleksi mereka dalam acara di Hipmi Bali Market Festival di Beachwalk, Kuta, beberapa waktu lalu.

K

edua pengurusa Asbest Kota Denpasar ini, menyuguhkan karya yang terinsiprasi dari perpaduan warna alam yang hijau, hitam dan coklat. Sabda Alam, yang berarti menyuarakan keseimbangan serta keharmonisan alam. Gambaran keindahan ini berhasil mereka tuangkan dalam rangkaian modifiksi tenun ikat Bali, Endek dengan desain yang modern dan etnik. Rhea Cempaka

merubah kesahajaannya. “Pak Presiden ngranaang aji ten medue napi (Pak Presiden yang membuat saya miskin). Tapi aji sugih ken nyama braya, timpal, pengalaman, to ne alih to ne langgeng (Tapi saya kaya akan keluarga, kerabat, teman, dan pengalaman, itu yang dicari itu yang langgeng),” kenang Ida Bagus Blangsinga saat bercakap-cakap dengan Presiden Soekarno. Di usianya yang ke 87 Ida Bagus Blangsinga masih aktif menari. Beberapa waktu lalu ia

menari saat mlaspas geria (upacara syukur atas selesainya pembangunan rumah dan mohon agar dapat menempatinya dengan segala limpahan berkah) sendiri. Rumahnya direnovasi atas bantuan pemerintah Kabupaten Gianyar dan diplaspas pada April 2016. Ida Bagus Blangsinga terkenal energik meski usianya sudah sepuh, sehingga tak pernah menyerah pada panggung. Sayangnya kondisi kesehatannya menurun akibat kurang cairan dan sakit pada lambung sejak 4 bulan terakhir. Ia tampak sedikit frustasi pada penyakitnya, “Banyak janji menari yang harus dibatalkan,” ungkapnya.

Namun, ketika berkisah tentang tarian, taksu tampaknya tak kuasa menghindar darinya. Dalam nafas berat terengahengah beliau berkisah senang sepotong demi sepotong, semua masih tampak jelas dalam ingatannya. Bahkan sesekali menari dan menggerakkan mata khasnya. Dalam nafas berat itu, ia mengungkapkan kesedihannya karena belum ada yang mampu menangkap getaran jiwa sang maestronya. Utamanya pada Tari Goak Macok gayanya. “Ada ne andelang aji, tapi be lepas dadi pregina,.. liu jejemak nik nik jani…, sing inget ngenjit asep kekalih nunas ica ring sane ngeragaang seni, …to mawinan Taksu joh, mekohkeh nak nik nik ngigel penonton ten nyantep. (Ada yang saya harapkan mampu tapi sudah usai menari, … terlalu banyak kegiatan anak anak sekarang, … juga tak selalu ingat menyalakan sepasang dupa mohon pada Hyang Taksu sebelum menari, … itulah sebab taksu menjauh. Mekohkeh (jungkir balik) anak-anak menari tak mampu menyentuh hati penonton,” keluhnya. Dan yang menjadi harapannya kini adalah cucu kesayangannya Ida Ayu Triana Titania Manuaba untuk dapat melanjutkan ruh kepenariannya, meski perjalanan masih jauh. Dayu Ani

kali ini menampilkan rancangan berbahan lokal yang kental dengan bahan tradisional dan modernya, berupa ‘Kebaya Dress Etnic’. Sementara Dewi Anyar seperti biasa dengan ciri khasnya karyanya ‘Etnic Bohemian. Untuk kali ini para model semkain cantik dengan polesan Ratu MUA. Bagi yang ingin tampil beda dan menarik bisa mencoba model ini. (sri.ardhini@ cybertokoh. com)

15


Jelita

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Salah satu masalah utama kulit tubuh kita yang mengganggu penampilan adalah stretch mark dan selulit. Kedua masalah kulit ini sebenarnya tidak membahayakan kesehatan, tapi bisa meruntuhkan kepercayaan diri seseorang. Stretch mark dan selulit merupakan kasus yang sering terjadi, namun umumnya orang masih sering salah dalam penamaannya.

Kulit lebih Mulus Sambut Tahun 2017

S

tretch marks adalah garis-garis berwarna putih pada kulit, yang muncul akibat peregangan yang drastis dan elastisitas kulit rendah. Stretch mark merupakan tanda garis tidak beraturan berwarna kemerahan atau putih akibat menipis dan pecahnya permukaan kulit. Ketika elastisitas kulit dipaksa meregang secara drastis sepeti perubahan berat badan mendadak dari kurus menjadi gemuk atau sebaliknya, saat wanita hamil atau bisa juga karena pemakaian obat-obatan yang mengandung steroid. Begitu disampikan oleh dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.K.K.,Owner DNI Skin Centre ini. Dikatakannya biasanya stretch marks dijumpai pada perut, paha, pinggul, payudara, lengan atas dan punggung bawah, pada wanita maupun pria.. Stretch marks diawali garis-garis kemerahan, selanjutnya jika tidak diatasi menjadi garis putih atau silver. “Genetik adalah faktor utama seseorang mengalami stretch mark. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Investigative Dermatology menemukan, ilmuwan meneliti DNA 33 ribu wanita dengan 4.967 di antaranya adalah wanita hamil dengan stretch marks. Hasilnya, sebanyak 40 % wanita dengan stretch mark mengalami peningkatan empat gen spesifik, yakni ELN, SRPX, HMCN1 dan TMEM18,” ujar dosen Ilmu kesehatan Kulit FK Unud/ RS Sanglah, yang saat ini sedang pendidikan S3 doktor ilmu kedokteran FK Unair, Surabaya. ELN alias elastin, yang paling erat kaitannya dengan stretch mark, terutama yang berkembang selama masa kehamilan. Elastin merupakan komponen utama dari serat elastis, yang membantu jaringan meregangkan dan menarik kulit. Namun, pada beberapa orang lebih mungkin mendapatkan stretch mark dibanding yang lain. Selain faktor genetik, stretch mark dapat juga dipengaruhi kekeringan dan tisitas kulit, dan untuk mencegahnya dapat dilakukan dengan menggunakan pelembab sesering mungkin, terutama pada bumil. Sehingga, peregangan kulit karena membesarnya perut tidak menyebabkan stretch mark. Saat ini belum terdapat terapi yang paling memuaskan untuk menghilangkan stretch mark. “Umumnya terapi berupa krim dan perawatan berupa laser, microdermabrasiatau peeling, dermaroller atau tanam benang umumnya mampu memperbaiki 40-60% saja,” ujar dokter Darma. Penggunaan krim stretch mark yang umumnya mengandung asam vitamin A cukup efektif dalam mengatasi stretch mark terutama jika masih berwarna kemerahan. Penggunaan alat microdermabrasi yaitu prosedur yang menggunakan

dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.K.K.

perangkat genggam tangan untuk meniupkan kristal abrasif ke dalam kulit. Dengan, lembut menghilangkan lapisan kulit terluar dan memicu pertumbuhan kulit baru, yang lebih elastis. Perawatan laser yaitu berupa terapi cahaya yang bersifat intens merangsang kolagen, elastin dan produksi melanin. Salah satu pilihan yang paling efektif adalah terapi cahaya yang bisa mengobati stretch mark yang sudah lama muncul di kulit Anda. Terapi ini juga dapat memicu perubahan pigmen kulit pada pasien berkulit gelap. Berbeda dengan stretch mark,selulit merupakan kondisi hadirnya lemak di bawah permukaan kulit. Lemak ini secara kentara muncul karena mendorong jaringan ikat di atasnya. Hal inilah yang menyebabkan permukaan kulit jadi nampak bergelombang atau tidak rata. Selulit, umumnya terjadi lebih banyak pada wanita dibandingkan pria dan bersifat genetis. Jika ada anggota keluarga yang memiliki selulit, besar kemungkinan wanita lain di keluarga tersebut pun memiliki selulit. Meski tidak berbahaya, banyak orang ingin menyingkirkannya karena membuat permukaan kulit jadi tidak indah dipandang. Apalagi selulit sering hadir di pinggang, bokong, paha belakang, dan payudara. Selulit kata dokter Darma b ukan hanya ada pada tubuh orang gemuk, orang kurus juga bisa memilikinya. Ada faktor lain yang bisa menyebabkan selulit hadir yakni diet yang buruk, metabolisme tubuh melambat, perubahan hormon, aktivitas fisik yang kurang, dehidrasi, jumlah lemak tubuh, serta ketebalan dan warna kulit. Penyebab dari masalah selulit ini adalah hiperestrogenisme atau kelebihan hormon wanita, inflamasi atau peradangan, dan juga penumpukkan cairan dan perubahan yang terjadi secara mikroskopis di dalam suatu jaringan ikat

kulit dan juga lemak. Secara umum banyak orang mengira selulit itu hanya berupa kondisi permukaan kulit tidak merata alias bergelombang. Padahal, tidak semua tipe selulit seperti itu. Berdasarkan tipenya selulit dapat menjadi selulit adipose, yaitu bentuk selulit yang halus tidak terlalu kentara. Kedua, selulit oedematous. Ini terjadi karena retensi cairan tubuh biasa terjadi pada kulit kendur. Ketiga, tipe selulit fibrotik. Ini adalah kondisi selulit yang sudah nampak terlihat jelas lemak di bawah permukaan kulit. Untuk mencegah selulit datang ada baiknya untuk rutin melakukan olahraga. Lari, jalan cepat, dan renang merupakan bentuk olahraga yang terbaik untuk meningkatkan aliran darah serta mengendurkan jaringan lemak di bawah permukaan kulit. Umumnya selulit tidak dapat dihilangkan sampai total menghilang seperti kulit normal. Selulit berada di bawah epidermis, sehingga ketika Anda menggunakan krim perawatan. Meski krim ini dapat membantu seseorang menghilangkan selulit secara kasat mata, tapi tidak secara keseluruhan. Masih ada kemungkinan selulit muncul kembali.Mengaplikasikan produk-produk antiselulit usai olahraga membantu menyamarkan selulit yang ada.Salah satu kandungan penting dalam produk yang mengatasi selulit adalah centella asiatica. Kandungan makromolekul di dalamnya membantu membuat kulit jadi lebih elasatis. Lalu perlu

juga mengandung ginko biloba yang kaya antioksidan untuk mengoksidasi sel-sel lemak di bawah permukaan kulit. Selain berolahraga, asupan makanan yang sehat berperan penting menjaga berat badan. Hal ini akan berdampak pada berkurangnya

selulit di paha Anda. Konsumsi banyak buah dan sayur, protein dari kacang-kacangan, lemak sehat. Tindakan lain yang saat ini dapat memebantu mengurangi selulit adalah subscision, injeksi mesotherapy lemak dan penggunaan laser. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

Bugar

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

11

Hipnoterapi sebagai Solusi Masalah Pikiran dan Emosi

Pemahaman masyarakat tentang hipnosis sudah makin terbuka dan berkembang, tidak semata seseorang dibuat tidur atau dijadikan bahan permainan seperti yang sering dilihat dalam pertunjukan-pertunjukan hipnosis di televisi. Masyarakat sudah mengenalnya sebagai hipnoterapi. Demikian diutarakan ahli hipnoterapi, Agus Wirajaya, S.E., S.Ag., CCH.

I

a mengatakan, beberapa tahun terakhir ini di Bali, hipnoterapi khususnya hipnoterapi klinis telah berkembang menjadi salah satu solusi alternatif dalam mengatasi masalah emosi dan pikiran masyarakat di Bali. “Ini terjadi karena kesadaran masyarakat yang makin meningkat akan kesehatan emosi dan mentalnya. Untuk itu masyarakat sudah tidak lagi malu untuk mencari bantuan profesional guna mengatasi masalah-masalah mereka terkait emosi, pikiran, dan perilakunya,” ujar pria yang mendapatkan Certified Clinical Hypno­therapist of Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology ini. Menurut Agus Wirajaya, hipnoterapi klinis adalah modalitas terapi yang telah diterima dan mendapat pengakuan dari American Psychological Association (APA) sebagai cabang ilmu psikologi di tahun 1960 dan merupakan divisi ke-30 (Society of Psychological Hypnosis) dari 56 divisi dalam APA. British Medical Association (BMA) pada tahun 1955 menerbitkan laporan, hipnosis adalah alat bantu medis yang berharga. Pada tahun 1958 American

Medical Association yang telah tertanam di (AMA) juga mengepikiran bawah sadar luarkan pernyataan kita untuk minum miresmi hipnosis adalah numan tersebut atau modalitas terapi yang mengambil sesuatu layak dan ilmiah. Sedengan tangan kadangkan di tahun 1962 nan,” jelasnya. American PsychiatDemikian pula ric Association (APA) fobia, trauma, dan juga mengakui hipnopenyakit psikosomasis sebagai modalitas tis yang terjadi pada terapi yang layak untuk seseorang seringkali menangani beberapa merupakan sebuah masalah psikologis. bentuk program yang Barios (1970) telah salah sehingga mermelakukan survei berugikan orang tersebut, bagai literatur ilmiah dan ini bisa diatasi dan membandingkan dengan hipnoterapi. tingkat kesembuhan Menurut Tebbetts yang berhasil dica(1985) hipnoterapi Agus Wirajaya, S.E., S.Ag., CCH. pai dengan modalitas bekerja berdasar dua terapi berbeda, yang dimuat dalam Ameri- prinsip penting, pertama, sebagian besar can Health Magazine, dengan temuan perilaku maladaptif adalah hasil dari respon Psikoanalisa 38% kesembuhan setelah penyesuaian yang tidak tepat, yang dipilih dilakukan 600 sesi terapi. Terapi perilaku untuk memenuhi kebutuhan masa kecil, (behavior therapy) 72% kesembuhan set- yang tidak sesuai dengan situasi atau konelah dilakukan 22 sesi terapi. Hipnoterapi disi saat dewasa. Kedua, sebagian besar 93% kesembuhan setelah 6 sesi terapi. penyakit bersifat psikosomatis dan dipilih Hipnoterapi menjadi efektif kare­ secara tidak sadar, sebagai upaya untuk lari na proses terapi dilakukan pada pikiran dari situasi yang dianggap sebagai situasi bawah sadar klien yang menyimpan ber- dengan tekanan mental yang berlebih, bagai program pikiran maupun emosi yang menjadi penyebab utama yang berkaitan dengan atau yang menjadi gangguan emosi, perilaku, maupun penyakit yang bersifat psikosomatis. “Seringkali seseorang mengabaikan pikiran bawah sadarnya dan menganggap pikiran sadar yang beroperasi sejak kita bangun tidur sampai sebelum tidur sebagai pikiran kita yang utama,” ujarnya. Padahal, pikiran bawah sadar itu bertanggung jawab, memengaruhi dan menentukan 95% hingga 99% proses aktivitas berpikir sehingga pikiran bawah sadar ini menentukan hampir semua keputusan, tindakan, emosi, dan perilaku kita. Misalnya saja, saat kita pergi ke rumah makan, setelah memilih makanan, sering kali saat ditanya mau minum apa kita menyebutkan es teh atau es jeruk atau air putih atau es jus apokat tanpa melihat lagi daftar menu minumannya. Setelah minuman disuguhkan, kita mengambil gelas dengan tangan kanan lalu menyorongkannya ke mulut dan semuanya dilakukan seperti tanpa berpikir. “Hal ini terjadi karena program

yang disebabkan oleh emosi destruktif seperti kemarahan, kebencian, dendam, perasaan bersalah, dan takut. “Hipnoterapi sangat bisa membantu masalah yang berkaitan dengan pikiran dan emosi, namun syarat utamanya agar memberikan hasil yang efektif adalah seorang klien bersedia menjalani sesi konseling dan atau terapi atas kesadarannya sendiri bukan paksaan dari orang lain karena hipnosis baru bisa dilakukan bila klien bersedia untuk dihipnosis,” ujarnya. Agus Wirajaya mengatakan, hipnoterapi adalah terapi bersifat komplementer yaitu melengkapi proses pengobatan yang sedang dijalankan seorang klien, bukan menggantikannya. “Seorang hipnoterapis tidak berhak menghentikan atau menghambat proses medis yang sedang dijalankan seseorang. Misalkan saja seorang yang sedang menjalani kemoterapi, maka hipnoterapi dilakukan untuk membantu masalah emosi yang mengganggu proses kemoterapinya,” ucapnya. Seorang hipnoterapis juga, tidak berhak menyarankan apalagi meresepkan obat atau sebaliknya meminta seorang klien menghentikan minum obat yang sedang diresepkan dokter, karena hipnoterapis semata hanya berurus­ an dengan emosi dan pikiran klien. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Nusa Dua Kawasan ITDC Blok D, Nusa Dua 80363, Bali, Indonesia (+62 361) 3000 911

)

14

info@bimcbali.com www.bimcbali.com

bimc hospital

@bimchospital


12

Kuliner

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

Ginger House Sambut Natal Varian Menu Baru Grand Livio Hotel S

ebentar lagi umat Kristiani akan merayakan Natal. Namun, suasana Natal sudah mulai terlihat sejak 5 Desember. Inilah yang tergambar di Hotel Golden Tulip Bay View Hotel and Convention Bali Jimbaran. Saat memasuki lobi, tamu sudah bisa melihat ginger house yang besar melengkapi pohon Natal yang sudah dipajang dengan cantik. Ginger house merupakan satu dekorasi khas Natal yang terbuat dari bahan kue. Seperti apa? Berikut penjelasan executive chef Nyoman Maleachi. “Untuk pembuatan ginger house ini saya menghabiskan waktu 3 minggu mulai dari persiapan bahan,” ujar lelaki asal Negara, yang juga merayakan Natal ini. Ia membuat kue ginger house dengan ukuran yang agak besar yakni 1,5 meter x 80 cm. Ia menghabiskan bahan yang terdiiri dari: tepung terigu 60 kg, telur ayam 100 butir, jahe 10 kg, gula pasir 6 kg, tepung maizena 1,5 kg, dan garam 500 gram, serta beberapa bahan lain sebagai hiasan, seperti icing sugar dan pondant. Cara membuatnya, semua bahan dicampur menjadi satu untuk menjadi satu adonan. “Ginger house ini sifatnya untuk dekorasi tidak dimakan, jadi kami buat sekeras mungkin dengan tambahan tepung

yang lebih banyak,” katanya. Setelah adonan tercampur rata, kemudian dicetak menjadi bentuk datar, dan dioven. “Tujuannya dicetak datar, agar nantinya memudahkan untuk membentuk sesuai keinginan. Setelah kue matang, didiamkan sebentar agar dingin, setelah itu siap di­ cetak sesuai kerangka,” jelasnya. Kali ini, chef Male, begitu biasa ia disapa, memakai kerangka rumah model Eropa. “Kiblat Natal di dunia memang lebih banyak ke Jerman karena di sanalah penduduknya paling banyak merayakan Natal dan suasana Natal sangat meriah,” imbuhnya. Setelah kerangka dibuat, ia mulai memotong kue sesuai patron yang ada. Kemudian, ia menyiapkan i­cing sugar atau adonan tepung gula yang dikocok, sebagai perekatnya. Satupersatu potongan-potongan kue ditempel sehingga terbentuk satu rumah bergaya Eropa yang sangat cantik. Natal selalu identik dengan salju. Karena itu, selain icing sugar digunakan sebagai alat perekat, salju juga dibuat dari icing sugar. Untuk

membuat hiasan lain, seperti pohon dan manusia, ia menggunakan pondant, yakni bahan dekorasi cake yang cenderung elastis sehingga mudah dibentuk sesuai dengan keinginan.

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

13

Untuk membuat ginger house ini makin mewah, di dalamnya dipasangkan balon lampu sehingga menjelang malam hari terlihat bercahaya.

Chef Male

(wirati.astiti@cybertokoh.com)

Berbicara kuliner tidak akan ada habisnya. Berbagai tujuan wisata yang dikunjungi tidak lengkap rasanya bila tidak mencicipi sajian khas daerah tersebut. Begitu pula dengan destinasi pariwisata favorit, Pulau Dewata. Inovasi kuliner Bali yang semakin berkembang tidak membuat minat masyarakat melupakan kelezatan menu – menu andalan khas Bali. Grand Livio Hotel yang berlokasi di salah satu pusat kuliner Bali, di Jalan Dewi Sri Kuta, turut meramaikan wisata kuliner dengan varian menu baru yang diluncurkan pada bulan

Desember 2016. Dari menu Western Food, Japanese Food, hingga Nasi Goreng khas Indonesia hadir untuk menambah pilihan masyarakat yang hobi berwisata kuliner. Salah satu menu special Grand Livio Hotel ialah Grilled Pork Spare Ribs Black Pepper Sauce. Keunikan rasa manis dan gurih dari sajian ini akan selalu dinanti oleh para pencinta kuliner. Disajikan dengan Steam Rice/ Mashed Potato, Salad, dan Black Pepper Sauce dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp. 65.500++, kenikmatan Pork Ribs khas Grand Livio Hotel sudah bisa Anda coba.

Ginger House

Grand Opening Secret Garden Village

Pengguntingan pita bunga pertanda peresmian Secret Garden Village

Untuk melengkapi tujuan wisata di Bali Utara, Secret Garden ­Village hadir di Baturiti Tabanan. Acara grand opening dibuka Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, Bupati Tabanan Eka Wiryastuti, dan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Jumat, (9/12). Secret

Garden Village sudah melakukan soft opening 1 Mei lalu, meng­usung tagline “The First Educational Tour for Beauty, Coffee, and Resto”. “Secret Garden Village merupakan wisata edukasi pertama di Bali dan terlengkap di Indonesia,”

ujar pemiliknya, Billy Hartono Salim, yang sebelumnya bermimpi suatu saat bisa membangun destinasi wisata yang menonjolkan kekayaan dan warisan budaya Indoensia. Secret Garden Village mem­ punyai 4 brand, Oemah ­Herborist, Black Eye Coffe and Roastery, The Luwus Restaurant and Rice View restaurant. Di Secret Garden Village menyuguhkan dua jenis tour edukasi yakni edukasi pembuatan produk kosmetik Oemah Herborist dan edukasi kopi Black Eye Coffee and Roaster. Secret Garden Village juga dilengkapi museum, mini plant, theatre, dan beauty outlet. Acara grand opening dimeriah­ kan artis Ibu Kota Rossa, musisi jazz Balawan, komedian Cak Lontong, artis Bali Ayu Saraswati, dan Putri Indonesia 2011 Maria Selena. Masih dalam rangkaian Grand Opening, diselenggarakan

juga Secret Garden Festival (10 s.d. 11 Desember) yang melibatkan vendor dan UKM Bali yang dihibur artis KLA project, Endah n’Rhesa, Nostress, DJ Dominique

Feat Arie Kurniawan Saxophone, Sound of Mine. Ada juga, meet and greet dengan artis Natasha Wilona pemain sinetron “Anak Jalanan”. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Mie Kluntung Goreng Sarwan

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kalung bunga) dan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti sedang meninjau Oemah Herborist ditemani pemilik Secret Garden Village Billy Hartono Salim (kiri)

Bahan: 1 sdm : seledri cincang 1 sdm : daun prei cincang kasar Sawi daun secukupnya 2 sdm : minyak goreng 1 sdm : bawang merah goreng 1 butir : telur 100 gr : udang kupas kulitnya 1 pak : mie urai burung dara atau mie telor cap 3 ayam ½ sdt : lada bubuk 3 sdm : kecap manis 75 ml : air kaldu ayam ½ sdt : gula 1 sdt : kaldu bubuk rasa ayam Garam secukupnya

Bumbu 7 buah 3 siung 2 buah 5 buah 3 butir ¼ sdt

Halus: : bawang merah : bawang putih : cabe merah besar : cabe rawit : kemiri sangria : pala

Bahan Pelengkap: - Sosis potong menurut selera. Bakso belah jadi 4 bagian. Kru-

puk. Ayam goreng suwir. Cara Membuat: - Rebus mi sampai matang, tiriskan, siram dengan 3 sdm minyak, aduk rata. Tumis bumbu halus sampai harum lalu masukkan telur, orakarik hingga matang lalu masukkan udang, aduk hingga berubah warna lalu masukkan sawi, daun seledri, juga irisan daun bawang. Masak hingga setengah layu lalu masukkan mi, air, aduk rata. Masukkan garam, kaldu bubuk, kecap manis, sosis dan bakso, juga ayam suwir. Aduk hingga tercampur rata dan cicipi. Jika sudah pas, siap disajikan dalam piring saji, tata dengan tataan yang rapi dan taburi bawang putih goreng di atasnya.

Balado Jambal Asin Bahan: 250 gr : 1 sdm : 1 buah : 10 buah : 4 siung : 1 sdt : 2 buah :

jambal asin potong-potong kecil atau menurut selera daun bawang iris tomat hijau cincang dadu bawang merah cincang halus bawang putih cincang halus lada bubuk cabe merah cincang kasar.

5 buah : cabe rawit cincang halus Gula, garam, kaldu bubuk, dan minyak secukupnya Cara Membuat: Tumis irisan bawah merah dan putih hingga layu, lalu masukkan irisan daun bawang tomat dan bahan-bahan lainnya. Masukkan irisan ikan jambal, tambahkan 100 ml air, masak hingga air agak menggering. Siap disajikan

Besengek Teri Nasi Cecek

Bahan: 150 gr : teri nasi 100 gr : cecek 100 gr : tempe potong kecil dadu, goreng setengah matang 11 buah : kacang panjang potong korek api 4 buah : cabe besar hijau iris serong 3 buah : cabe besar merah iris serong 50 gr : petai kupas potong serong 2 lembar : daun salam 1 ruas : jari lengkuas memarkan 500 ml : santan encer 150 ml : santan kental Gula, garam, kaldu bubuk atau micin kalau suka Minyak secukupnya

Bumbu 9 buah 4 siung 3 buah 7 buah 1 sdt 3 butir

Halus: : bawang merah : bawang putih : cabe merah besar : cabe rawit : ketumbar sangrai : kemiri sangrai

Cara Membuat : Tumis bumbu halus bersama daun salam dan lengkuas hingga harum lalu masukkan irisan cabe hijau dan besar serta petai, aduk rata. Kemudian masukkan santan encer lalu masukkan irisan cecek dan kancang panjang dan tempe yang udah digoreng dan teri nasi. Masak sampai mendidih lalu masukkan garam, gula, kaldu bubuk, aduk lalu masukkan santan kental, masak dengan api kecil, aduk biar santan tidak pecah dan mendidih. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.


12

Kuliner

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

Ginger House Sambut Natal Varian Menu Baru Grand Livio Hotel S

ebentar lagi umat Kristiani akan merayakan Natal. Namun, suasana Natal sudah mulai terlihat sejak 5 Desember. Inilah yang tergambar di Hotel Golden Tulip Bay View Hotel and Convention Bali Jimbaran. Saat memasuki lobi, tamu sudah bisa melihat ginger house yang besar melengkapi pohon Natal yang sudah dipajang dengan cantik. Ginger house merupakan satu dekorasi khas Natal yang terbuat dari bahan kue. Seperti apa? Berikut penjelasan executive chef Nyoman Maleachi. “Untuk pembuatan ginger house ini saya menghabiskan waktu 3 minggu mulai dari persiapan bahan,” ujar lelaki asal Negara, yang juga merayakan Natal ini. Ia membuat kue ginger house dengan ukuran yang agak besar yakni 1,5 meter x 80 cm. Ia menghabiskan bahan yang terdiiri dari: tepung terigu 60 kg, telur ayam 100 butir, jahe 10 kg, gula pasir 6 kg, tepung maizena 1,5 kg, dan garam 500 gram, serta beberapa bahan lain sebagai hiasan, seperti icing sugar dan pondant. Cara membuatnya, semua bahan dicampur menjadi satu untuk menjadi satu adonan. “Ginger house ini sifatnya untuk dekorasi tidak dimakan, jadi kami buat sekeras mungkin dengan tambahan tepung

yang lebih banyak,” katanya. Setelah adonan tercampur rata, kemudian dicetak menjadi bentuk datar, dan dioven. “Tujuannya dicetak datar, agar nantinya memudahkan untuk membentuk sesuai keinginan. Setelah kue matang, didiamkan sebentar agar dingin, setelah itu siap di­ cetak sesuai kerangka,” jelasnya. Kali ini, chef Male, begitu biasa ia disapa, memakai kerangka rumah model Eropa. “Kiblat Natal di dunia memang lebih banyak ke Jerman karena di sanalah penduduknya paling banyak merayakan Natal dan suasana Natal sangat meriah,” imbuhnya. Setelah kerangka dibuat, ia mulai memotong kue sesuai patron yang ada. Kemudian, ia menyiapkan i­cing sugar atau adonan tepung gula yang dikocok, sebagai perekatnya. Satupersatu potongan-potongan kue ditempel sehingga terbentuk satu rumah bergaya Eropa yang sangat cantik. Natal selalu identik dengan salju. Karena itu, selain icing sugar digunakan sebagai alat perekat, salju juga dibuat dari icing sugar. Untuk

membuat hiasan lain, seperti pohon dan manusia, ia menggunakan pondant, yakni bahan dekorasi cake yang cenderung elastis sehingga mudah dibentuk sesuai dengan keinginan.

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

13

Untuk membuat ginger house ini makin mewah, di dalamnya dipasangkan balon lampu sehingga menjelang malam hari terlihat bercahaya.

Chef Male

(wirati.astiti@cybertokoh.com)

Berbicara kuliner tidak akan ada habisnya. Berbagai tujuan wisata yang dikunjungi tidak lengkap rasanya bila tidak mencicipi sajian khas daerah tersebut. Begitu pula dengan destinasi pariwisata favorit, Pulau Dewata. Inovasi kuliner Bali yang semakin berkembang tidak membuat minat masyarakat melupakan kelezatan menu – menu andalan khas Bali. Grand Livio Hotel yang berlokasi di salah satu pusat kuliner Bali, di Jalan Dewi Sri Kuta, turut meramaikan wisata kuliner dengan varian menu baru yang diluncurkan pada bulan

Desember 2016. Dari menu Western Food, Japanese Food, hingga Nasi Goreng khas Indonesia hadir untuk menambah pilihan masyarakat yang hobi berwisata kuliner. Salah satu menu special Grand Livio Hotel ialah Grilled Pork Spare Ribs Black Pepper Sauce. Keunikan rasa manis dan gurih dari sajian ini akan selalu dinanti oleh para pencinta kuliner. Disajikan dengan Steam Rice/ Mashed Potato, Salad, dan Black Pepper Sauce dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp. 65.500++, kenikmatan Pork Ribs khas Grand Livio Hotel sudah bisa Anda coba.

Ginger House

Grand Opening Secret Garden Village

Pengguntingan pita bunga pertanda peresmian Secret Garden Village

Untuk melengkapi tujuan wisata di Bali Utara, Secret Garden ­Village hadir di Baturiti Tabanan. Acara grand opening dibuka Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, Bupati Tabanan Eka Wiryastuti, dan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Jumat, (9/12). Secret

Garden Village sudah melakukan soft opening 1 Mei lalu, meng­usung tagline “The First Educational Tour for Beauty, Coffee, and Resto”. “Secret Garden Village merupakan wisata edukasi pertama di Bali dan terlengkap di Indonesia,”

ujar pemiliknya, Billy Hartono Salim, yang sebelumnya bermimpi suatu saat bisa membangun destinasi wisata yang menonjolkan kekayaan dan warisan budaya Indoensia. Secret Garden Village mem­ punyai 4 brand, Oemah ­Herborist, Black Eye Coffe and Roastery, The Luwus Restaurant and Rice View restaurant. Di Secret Garden Village menyuguhkan dua jenis tour edukasi yakni edukasi pembuatan produk kosmetik Oemah Herborist dan edukasi kopi Black Eye Coffee and Roaster. Secret Garden Village juga dilengkapi museum, mini plant, theatre, dan beauty outlet. Acara grand opening dimeriah­ kan artis Ibu Kota Rossa, musisi jazz Balawan, komedian Cak Lontong, artis Bali Ayu Saraswati, dan Putri Indonesia 2011 Maria Selena. Masih dalam rangkaian Grand Opening, diselenggarakan

juga Secret Garden Festival (10 s.d. 11 Desember) yang melibatkan vendor dan UKM Bali yang dihibur artis KLA project, Endah n’Rhesa, Nostress, DJ Dominique

Feat Arie Kurniawan Saxophone, Sound of Mine. Ada juga, meet and greet dengan artis Natasha Wilona pemain sinetron “Anak Jalanan”. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Mie Kluntung Goreng Sarwan

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kalung bunga) dan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti sedang meninjau Oemah Herborist ditemani pemilik Secret Garden Village Billy Hartono Salim (kiri)

Bahan: 1 sdm : seledri cincang 1 sdm : daun prei cincang kasar Sawi daun secukupnya 2 sdm : minyak goreng 1 sdm : bawang merah goreng 1 butir : telur 100 gr : udang kupas kulitnya 1 pak : mie urai burung dara atau mie telor cap 3 ayam ½ sdt : lada bubuk 3 sdm : kecap manis 75 ml : air kaldu ayam ½ sdt : gula 1 sdt : kaldu bubuk rasa ayam Garam secukupnya

Bumbu 7 buah 3 siung 2 buah 5 buah 3 butir ¼ sdt

Halus: : bawang merah : bawang putih : cabe merah besar : cabe rawit : kemiri sangria : pala

Bahan Pelengkap: - Sosis potong menurut selera. Bakso belah jadi 4 bagian. Kru-

puk. Ayam goreng suwir. Cara Membuat: - Rebus mi sampai matang, tiriskan, siram dengan 3 sdm minyak, aduk rata. Tumis bumbu halus sampai harum lalu masukkan telur, orakarik hingga matang lalu masukkan udang, aduk hingga berubah warna lalu masukkan sawi, daun seledri, juga irisan daun bawang. Masak hingga setengah layu lalu masukkan mi, air, aduk rata. Masukkan garam, kaldu bubuk, kecap manis, sosis dan bakso, juga ayam suwir. Aduk hingga tercampur rata dan cicipi. Jika sudah pas, siap disajikan dalam piring saji, tata dengan tataan yang rapi dan taburi bawang putih goreng di atasnya.

Balado Jambal Asin Bahan: 250 gr : 1 sdm : 1 buah : 10 buah : 4 siung : 1 sdt : 2 buah :

jambal asin potong-potong kecil atau menurut selera daun bawang iris tomat hijau cincang dadu bawang merah cincang halus bawang putih cincang halus lada bubuk cabe merah cincang kasar.

5 buah : cabe rawit cincang halus Gula, garam, kaldu bubuk, dan minyak secukupnya Cara Membuat: Tumis irisan bawah merah dan putih hingga layu, lalu masukkan irisan daun bawang tomat dan bahan-bahan lainnya. Masukkan irisan ikan jambal, tambahkan 100 ml air, masak hingga air agak menggering. Siap disajikan

Besengek Teri Nasi Cecek

Bahan: 150 gr : teri nasi 100 gr : cecek 100 gr : tempe potong kecil dadu, goreng setengah matang 11 buah : kacang panjang potong korek api 4 buah : cabe besar hijau iris serong 3 buah : cabe besar merah iris serong 50 gr : petai kupas potong serong 2 lembar : daun salam 1 ruas : jari lengkuas memarkan 500 ml : santan encer 150 ml : santan kental Gula, garam, kaldu bubuk atau micin kalau suka Minyak secukupnya

Bumbu 9 buah 4 siung 3 buah 7 buah 1 sdt 3 butir

Halus: : bawang merah : bawang putih : cabe merah besar : cabe rawit : ketumbar sangrai : kemiri sangrai

Cara Membuat : Tumis bumbu halus bersama daun salam dan lengkuas hingga harum lalu masukkan irisan cabe hijau dan besar serta petai, aduk rata. Kemudian masukkan santan encer lalu masukkan irisan cecek dan kancang panjang dan tempe yang udah digoreng dan teri nasi. Masak sampai mendidih lalu masukkan garam, gula, kaldu bubuk, aduk lalu masukkan santan kental, masak dengan api kecil, aduk biar santan tidak pecah dan mendidih. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.


Jelita

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Salah satu masalah utama kulit tubuh kita yang mengganggu penampilan adalah stretch mark dan selulit. Kedua masalah kulit ini sebenarnya tidak membahayakan kesehatan, tapi bisa meruntuhkan kepercayaan diri seseorang. Stretch mark dan selulit merupakan kasus yang sering terjadi, namun umumnya orang masih sering salah dalam penamaannya.

Kulit lebih Mulus Sambut Tahun 2017

S

tretch marks adalah garis-garis berwarna putih pada kulit, yang muncul akibat peregangan yang drastis dan elastisitas kulit rendah. Stretch mark merupakan tanda garis tidak beraturan berwarna kemerahan atau putih akibat menipis dan pecahnya permukaan kulit. Ketika elastisitas kulit dipaksa meregang secara drastis sepeti perubahan berat badan mendadak dari kurus menjadi gemuk atau sebaliknya, saat wanita hamil atau bisa juga karena pemakaian obat-obatan yang mengandung steroid. Begitu disampikan oleh dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.K.K.,Owner DNI Skin Centre ini. Dikatakannya biasanya stretch marks dijumpai pada perut, paha, pinggul, payudara, lengan atas dan punggung bawah, pada wanita maupun pria.. Stretch marks diawali garis-garis kemerahan, selanjutnya jika tidak diatasi menjadi garis putih atau silver. “Genetik adalah faktor utama seseorang mengalami stretch mark. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Investigative Dermatology menemukan, ilmuwan meneliti DNA 33 ribu wanita dengan 4.967 di antaranya adalah wanita hamil dengan stretch marks. Hasilnya, sebanyak 40 % wanita dengan stretch mark mengalami peningkatan empat gen spesifik, yakni ELN, SRPX, HMCN1 dan TMEM18,” ujar dosen Ilmu kesehatan Kulit FK Unud/ RS Sanglah, yang saat ini sedang pendidikan S3 doktor ilmu kedokteran FK Unair, Surabaya. ELN alias elastin, yang paling erat kaitannya dengan stretch mark, terutama yang berkembang selama masa kehamilan. Elastin merupakan komponen utama dari serat elastis, yang membantu jaringan meregangkan dan menarik kulit. Namun, pada beberapa orang lebih mungkin mendapatkan stretch mark dibanding yang lain. Selain faktor genetik, stretch mark dapat juga dipengaruhi kekeringan dan tisitas kulit, dan untuk mencegahnya dapat dilakukan dengan menggunakan pelembab sesering mungkin, terutama pada bumil. Sehingga, peregangan kulit karena membesarnya perut tidak menyebabkan stretch mark. Saat ini belum terdapat terapi yang paling memuaskan untuk menghilangkan stretch mark. “Umumnya terapi berupa krim dan perawatan berupa laser, microdermabrasiatau peeling, dermaroller atau tanam benang umumnya mampu memperbaiki 40-60% saja,” ujar dokter Darma. Penggunaan krim stretch mark yang umumnya mengandung asam vitamin A cukup efektif dalam mengatasi stretch mark terutama jika masih berwarna kemerahan. Penggunaan alat microdermabrasi yaitu prosedur yang menggunakan

dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.K.K.

perangkat genggam tangan untuk meniupkan kristal abrasif ke dalam kulit. Dengan, lembut menghilangkan lapisan kulit terluar dan memicu pertumbuhan kulit baru, yang lebih elastis. Perawatan laser yaitu berupa terapi cahaya yang bersifat intens merangsang kolagen, elastin dan produksi melanin. Salah satu pilihan yang paling efektif adalah terapi cahaya yang bisa mengobati stretch mark yang sudah lama muncul di kulit Anda. Terapi ini juga dapat memicu perubahan pigmen kulit pada pasien berkulit gelap. Berbeda dengan stretch mark,selulit merupakan kondisi hadirnya lemak di bawah permukaan kulit. Lemak ini secara kentara muncul karena mendorong jaringan ikat di atasnya. Hal inilah yang menyebabkan permukaan kulit jadi nampak bergelombang atau tidak rata. Selulit, umumnya terjadi lebih banyak pada wanita dibandingkan pria dan bersifat genetis. Jika ada anggota keluarga yang memiliki selulit, besar kemungkinan wanita lain di keluarga tersebut pun memiliki selulit. Meski tidak berbahaya, banyak orang ingin menyingkirkannya karena membuat permukaan kulit jadi tidak indah dipandang. Apalagi selulit sering hadir di pinggang, bokong, paha belakang, dan payudara. Selulit kata dokter Darma b ukan hanya ada pada tubuh orang gemuk, orang kurus juga bisa memilikinya. Ada faktor lain yang bisa menyebabkan selulit hadir yakni diet yang buruk, metabolisme tubuh melambat, perubahan hormon, aktivitas fisik yang kurang, dehidrasi, jumlah lemak tubuh, serta ketebalan dan warna kulit. Penyebab dari masalah selulit ini adalah hiperestrogenisme atau kelebihan hormon wanita, inflamasi atau peradangan, dan juga penumpukkan cairan dan perubahan yang terjadi secara mikroskopis di dalam suatu jaringan ikat

kulit dan juga lemak. Secara umum banyak orang mengira selulit itu hanya berupa kondisi permukaan kulit tidak merata alias bergelombang. Padahal, tidak semua tipe selulit seperti itu. Berdasarkan tipenya selulit dapat menjadi selulit adipose, yaitu bentuk selulit yang halus tidak terlalu kentara. Kedua, selulit oedematous. Ini terjadi karena retensi cairan tubuh biasa terjadi pada kulit kendur. Ketiga, tipe selulit fibrotik. Ini adalah kondisi selulit yang sudah nampak terlihat jelas lemak di bawah permukaan kulit. Untuk mencegah selulit datang ada baiknya untuk rutin melakukan olahraga. Lari, jalan cepat, dan renang merupakan bentuk olahraga yang terbaik untuk meningkatkan aliran darah serta mengendurkan jaringan lemak di bawah permukaan kulit. Umumnya selulit tidak dapat dihilangkan sampai total menghilang seperti kulit normal. Selulit berada di bawah epidermis, sehingga ketika Anda menggunakan krim perawatan. Meski krim ini dapat membantu seseorang menghilangkan selulit secara kasat mata, tapi tidak secara keseluruhan. Masih ada kemungkinan selulit muncul kembali.Mengaplikasikan produk-produk antiselulit usai olahraga membantu menyamarkan selulit yang ada.Salah satu kandungan penting dalam produk yang mengatasi selulit adalah centella asiatica. Kandungan makromolekul di dalamnya membantu membuat kulit jadi lebih elasatis. Lalu perlu

juga mengandung ginko biloba yang kaya antioksidan untuk mengoksidasi sel-sel lemak di bawah permukaan kulit. Selain berolahraga, asupan makanan yang sehat berperan penting menjaga berat badan. Hal ini akan berdampak pada berkurangnya

selulit di paha Anda. Konsumsi banyak buah dan sayur, protein dari kacang-kacangan, lemak sehat. Tindakan lain yang saat ini dapat memebantu mengurangi selulit adalah subscision, injeksi mesotherapy lemak dan penggunaan laser. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

Bugar

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

11

Hipnoterapi sebagai Solusi Masalah Pikiran dan Emosi

Pemahaman masyarakat tentang hipnosis sudah makin terbuka dan berkembang, tidak semata seseorang dibuat tidur atau dijadikan bahan permainan seperti yang sering dilihat dalam pertunjukan-pertunjukan hipnosis di televisi. Masyarakat sudah mengenalnya sebagai hipnoterapi. Demikian diutarakan ahli hipnoterapi, Agus Wirajaya, S.E., S.Ag., CCH.

I

a mengatakan, beberapa tahun terakhir ini di Bali, hipnoterapi khususnya hipnoterapi klinis telah berkembang menjadi salah satu solusi alternatif dalam mengatasi masalah emosi dan pikiran masyarakat di Bali. “Ini terjadi karena kesadaran masyarakat yang makin meningkat akan kesehatan emosi dan mentalnya. Untuk itu masyarakat sudah tidak lagi malu untuk mencari bantuan profesional guna mengatasi masalah-masalah mereka terkait emosi, pikiran, dan perilakunya,” ujar pria yang mendapatkan Certified Clinical Hypno­therapist of Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology ini. Menurut Agus Wirajaya, hipnoterapi klinis adalah modalitas terapi yang telah diterima dan mendapat pengakuan dari American Psychological Association (APA) sebagai cabang ilmu psikologi di tahun 1960 dan merupakan divisi ke-30 (Society of Psychological Hypnosis) dari 56 divisi dalam APA. British Medical Association (BMA) pada tahun 1955 menerbitkan laporan, hipnosis adalah alat bantu medis yang berharga. Pada tahun 1958 American

Medical Association yang telah tertanam di (AMA) juga mengepikiran bawah sadar luarkan pernyataan kita untuk minum miresmi hipnosis adalah numan tersebut atau modalitas terapi yang mengambil sesuatu layak dan ilmiah. Sedengan tangan kadangkan di tahun 1962 nan,” jelasnya. American PsychiatDemikian pula ric Association (APA) fobia, trauma, dan juga mengakui hipnopenyakit psikosomasis sebagai modalitas tis yang terjadi pada terapi yang layak untuk seseorang seringkali menangani beberapa merupakan sebuah masalah psikologis. bentuk program yang Barios (1970) telah salah sehingga mermelakukan survei berugikan orang tersebut, bagai literatur ilmiah dan ini bisa diatasi dan membandingkan dengan hipnoterapi. tingkat kesembuhan Menurut Tebbetts yang berhasil dica(1985) hipnoterapi Agus Wirajaya, S.E., S.Ag., CCH. pai dengan modalitas bekerja berdasar dua terapi berbeda, yang dimuat dalam Ameri- prinsip penting, pertama, sebagian besar can Health Magazine, dengan temuan perilaku maladaptif adalah hasil dari respon Psikoanalisa 38% kesembuhan setelah penyesuaian yang tidak tepat, yang dipilih dilakukan 600 sesi terapi. Terapi perilaku untuk memenuhi kebutuhan masa kecil, (behavior therapy) 72% kesembuhan set- yang tidak sesuai dengan situasi atau konelah dilakukan 22 sesi terapi. Hipnoterapi disi saat dewasa. Kedua, sebagian besar 93% kesembuhan setelah 6 sesi terapi. penyakit bersifat psikosomatis dan dipilih Hipnoterapi menjadi efektif kare­ secara tidak sadar, sebagai upaya untuk lari na proses terapi dilakukan pada pikiran dari situasi yang dianggap sebagai situasi bawah sadar klien yang menyimpan ber- dengan tekanan mental yang berlebih, bagai program pikiran maupun emosi yang menjadi penyebab utama yang berkaitan dengan atau yang menjadi gangguan emosi, perilaku, maupun penyakit yang bersifat psikosomatis. “Seringkali seseorang mengabaikan pikiran bawah sadarnya dan menganggap pikiran sadar yang beroperasi sejak kita bangun tidur sampai sebelum tidur sebagai pikiran kita yang utama,” ujarnya. Padahal, pikiran bawah sadar itu bertanggung jawab, memengaruhi dan menentukan 95% hingga 99% proses aktivitas berpikir sehingga pikiran bawah sadar ini menentukan hampir semua keputusan, tindakan, emosi, dan perilaku kita. Misalnya saja, saat kita pergi ke rumah makan, setelah memilih makanan, sering kali saat ditanya mau minum apa kita menyebutkan es teh atau es jeruk atau air putih atau es jus apokat tanpa melihat lagi daftar menu minumannya. Setelah minuman disuguhkan, kita mengambil gelas dengan tangan kanan lalu menyorongkannya ke mulut dan semuanya dilakukan seperti tanpa berpikir. “Hal ini terjadi karena program

yang disebabkan oleh emosi destruktif seperti kemarahan, kebencian, dendam, perasaan bersalah, dan takut. “Hipnoterapi sangat bisa membantu masalah yang berkaitan dengan pikiran dan emosi, namun syarat utamanya agar memberikan hasil yang efektif adalah seorang klien bersedia menjalani sesi konseling dan atau terapi atas kesadarannya sendiri bukan paksaan dari orang lain karena hipnosis baru bisa dilakukan bila klien bersedia untuk dihipnosis,” ujarnya. Agus Wirajaya mengatakan, hipnoterapi adalah terapi bersifat komplementer yaitu melengkapi proses pengobatan yang sedang dijalankan seorang klien, bukan menggantikannya. “Seorang hipnoterapis tidak berhak menghentikan atau menghambat proses medis yang sedang dijalankan seseorang. Misalkan saja seorang yang sedang menjalani kemoterapi, maka hipnoterapi dilakukan untuk membantu masalah emosi yang mengganggu proses kemoterapinya,” ucapnya. Seorang hipnoterapis juga, tidak berhak menyarankan apalagi meresepkan obat atau sebaliknya meminta seorang klien menghentikan minum obat yang sedang diresepkan dokter, karena hipnoterapis semata hanya berurus­ an dengan emosi dan pikiran klien. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Nusa Dua Kawasan ITDC Blok D, Nusa Dua 80363, Bali, Indonesia (+62 361) 3000 911

)

14

info@bimcbali.com www.bimcbali.com

bimc hospital

@bimchospital


10

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

Ida Bagus Blangsinga

Kreasi

Kisah Ketekunan, Fokus dan Sepasang Dupa untuk Hyang Taksu Ida Bagus Oka Wirjana atau yang lebih akrab disapa, Ida Bagus Blangsinga dikenal sebagai Maestro Tari Kebyar Duduk. Tarian tunggal yang diciptakan oleh I Ketut Mario (I Ketut Mariya) mampu ia ekpresikan dengan baik, sehingga menjadi begitu khas saat ia tarikan. Tari itu menjadi lebih indah, agem kuat, harmoni irama musik dengan gerak tubuh yang pas, serta gerakan mata yang menakjubkan.

S

eledet dengan gaya permainan mata yang naik turun kemudian bergetar menjadi inspirasi setiap generasi pecinta Tari Kebyar Duduk kini. Memiliki ragam gerak yang banyak membuat dirinya kaya eksplorasi, sehingga mampu menguasai panggung dalam bentuk apapun serta kondisi penontonnya. Setiap jengkal panggung seakan tak pernah kosong, meski ia membawakan tarian tunggal. Hal itu

(pakem) dan Sang Pemilik Jiwa (Taksu) agar berkenan hadir dalam diri, terpatri dalam setiap laku hidup. Dan ia menjalani keindahan dan beratnya tantangan perjalanan karier sebagai seorang penari. Pernah pada satu masa ia terjebak selama 4 jam dalam susana perang peluru yang bersliweran di atas kepala. “Suasana sangat mencekam. Saya pikir tak dapat kembali lagi ke Bali,” kenangnya ketika menjalani tugas sebagai penari Angkatan Perang di tahun 50-

memunculkan sebuah getaran dan vibrasi seni pertunjukan yang kuat. Sangat sulit mendeskripsikan keindahan jiwa yang ia miliki, jika tidak merasakan langsung aura pementasannya. Itulah taksu dari seorang maestro asal Ubud ini. Taksu sebagai hasil laku sadhana, ia menggeluti dunia kepenarian. Menari baginya adalah keyakinan hidup, diperlukan usaha keras untuk mencurahkan seluruh hati dan pikiran pada seni yang ditekuni. “Fokus pada yang satu!” katanya. Ida Bagus Blangsinga memiliki disiplin latihan yang tinggi, fokus pada satu titik, selalu ingat pada ajaran sesepuh

an.

Pada masa pemerintahan Soekarno, Ida Bagus Blangsinga bersama penari lainnya sering mendapat tugas menampilkan sajian estetis bagi Angkatan Darat di Jakarta melalui DUKT (Dinas Urusan Kesejahteraan Tentara), di Istana Negara. Kedekatannya dengan Presiden RI I kala itu mempengaruhi dirinya untuk melabuhkan pilihan pada jalan hidup bersahaja. Meski bolak-balik melakukan lawatan ke luar negeri, murid-murid dari seantero negeri tidak

Style

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

Gaya Kebaya Dress dan Bohemian Sabda Alam begitu tema yang diusung Rhe Cempaka dan Dewi Anyar, ketika menghadirkan koleksi mereka dalam acara di Hipmi Bali Market Festival di Beachwalk, Kuta, beberapa waktu lalu.

K

edua pengurusa Asbest Kota Denpasar ini, menyuguhkan karya yang terinsiprasi dari perpaduan warna alam yang hijau, hitam dan coklat. Sabda Alam, yang berarti menyuarakan keseimbangan serta keharmonisan alam. Gambaran keindahan ini berhasil mereka tuangkan dalam rangkaian modifiksi tenun ikat Bali, Endek dengan desain yang modern dan etnik. Rhea Cempaka

merubah kesahajaannya. “Pak Presiden ngranaang aji ten medue napi (Pak Presiden yang membuat saya miskin). Tapi aji sugih ken nyama braya, timpal, pengalaman, to ne alih to ne langgeng (Tapi saya kaya akan keluarga, kerabat, teman, dan pengalaman, itu yang dicari itu yang langgeng),” kenang Ida Bagus Blangsinga saat bercakap-cakap dengan Presiden Soekarno. Di usianya yang ke 87 Ida Bagus Blangsinga masih aktif menari. Beberapa waktu lalu ia

menari saat mlaspas geria (upacara syukur atas selesainya pembangunan rumah dan mohon agar dapat menempatinya dengan segala limpahan berkah) sendiri. Rumahnya direnovasi atas bantuan pemerintah Kabupaten Gianyar dan diplaspas pada April 2016. Ida Bagus Blangsinga terkenal energik meski usianya sudah sepuh, sehingga tak pernah menyerah pada panggung. Sayangnya kondisi kesehatannya menurun akibat kurang cairan dan sakit pada lambung sejak 4 bulan terakhir. Ia tampak sedikit frustasi pada penyakitnya, “Banyak janji menari yang harus dibatalkan,” ungkapnya.

Namun, ketika berkisah tentang tarian, taksu tampaknya tak kuasa menghindar darinya. Dalam nafas berat terengahengah beliau berkisah senang sepotong demi sepotong, semua masih tampak jelas dalam ingatannya. Bahkan sesekali menari dan menggerakkan mata khasnya. Dalam nafas berat itu, ia mengungkapkan kesedihannya karena belum ada yang mampu menangkap getaran jiwa sang maestronya. Utamanya pada Tari Goak Macok gayanya. “Ada ne andelang aji, tapi be lepas dadi pregina,.. liu jejemak nik nik jani…, sing inget ngenjit asep kekalih nunas ica ring sane ngeragaang seni, …to mawinan Taksu joh, mekohkeh nak nik nik ngigel penonton ten nyantep. (Ada yang saya harapkan mampu tapi sudah usai menari, … terlalu banyak kegiatan anak anak sekarang, … juga tak selalu ingat menyalakan sepasang dupa mohon pada Hyang Taksu sebelum menari, … itulah sebab taksu menjauh. Mekohkeh (jungkir balik) anak-anak menari tak mampu menyentuh hati penonton,” keluhnya. Dan yang menjadi harapannya kini adalah cucu kesayangannya Ida Ayu Triana Titania Manuaba untuk dapat melanjutkan ruh kepenariannya, meski perjalanan masih jauh. Dayu Ani

kali ini menampilkan rancangan berbahan lokal yang kental dengan bahan tradisional dan modernya, berupa ‘Kebaya Dress Etnic’. Sementara Dewi Anyar seperti biasa dengan ciri khasnya karyanya ‘Etnic Bohemian. Untuk kali ini para model semkain cantik dengan polesan Ratu MUA. Bagi yang ingin tampil beda dan menarik bisa mencoba model ini. (sri.ardhini@ cybertokoh. com)

15


16

Mozaik

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Denfes 2016 telah Di-launching di Kementerian Pariwisata RI Jakarta

Siap Warnai Akhir Tahun Kota Denpasar

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti Me-launching “Denpasar Festival Tahun 2016 di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Jakarta pada Selasa (22/11) lalu.

P

ada Launching Denfes 2016 , yang dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar, Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra sebagai penggagas Pesona Endek Kota Denpasar dan Ny. Bintang Puspayoga serta tokoh masyarakat yang ada di Jakarta tersebut, Menpar RI

Arief Yahya dalam sambutannya mengatakan mengapresiasi penyelenggaraan Denpasar Festival Tahun 2016 sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisman ke Bali, menjelang liburan akhir tahun. Terlebih Bali gencar menggelar eventevent menarik di antaranya Denfes, sejak digelar tahun 2008 dengan nama Gajah Mada Town Festival. Berikutnya Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan penyelenggaraan Denpasar Festival berawal dari keinginan untuk mengingat kembali masa lalu suasana Jalan Gajah Mada sebagai pusat ajang kreativitas warga Denpasar. Semangat dan gairah kreativitas masyarakat Kota Denpasar menginspirasi Pemerintah

Kota Denpasar untuk membuat dan mengagendakan Gajah Mada Town Festival menjadi even kalender tahunan. Hal ini juga sebagai aktualisasi terhadap dinamisasi peran serta masyarakat pada pelaksanaan tahun ke-2 Gajah Mada Town Festival berubah menjadi Denpasar Festival (Denfes). Sementara IA Selly D. Mantra, selaku Ketua Dekranasda Kota Denpasar didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., dan I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, S.S., M.Hum mengatakan bahwa Kegiatan Pesona Endek Kota Denpasar dalam Launching Denpasar Festival 2016, demi mengangkat potensi besar yang dimiliki Kota Denpasar, dimana Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen terus-menerus mengembangkan dan mengampanye-

kan penggunaan produksi dalam negeri salah satunya ’Tenun Ikat Bali yaitu Endek’ sebagai warisan budaya. Endek, harus dijaga, dilestarikan dan dikembangkan tanpa menghilangkan ciri khasnya yang memiliki nilai yang sangat tinggi dan telah diterima di berbagai kalangan masyarakat termasuk generasi muda . Sehingga Endek mampu memberikan kontribusi yang baik kepada para pengrajin melalui program ”Save Our Heritage ” sehingga kain endek menjadi fashion icon untuk generasi mendatang. Dikatakan oleh Selly D mantra, bahwa kain adat ’Endek’ ini merupakan produk unggulan Kota Denpasar sejak zaman dulu. Endek yang kaya akan motif, warna lengkap dengan ciri khasnya. Begitu pula dengan setiap motif, desain sesuai filosofi dari kain endek dengan tagline ’Endek Kita Punya Kita Pakai dan Kita Bangga” Pada kesempatan tersebut juga dilangsungkan ”Pagelaran Busana Pesona Endek Kota Denpasar menampilkan karya desainer dan pengrajin Kota Denpasar, Anom Mayun, Tude Togog, Chaterine Sutajaya, Rhea Cempaka dengan garapan koreografi oleh Iam Model and Talent Management. Pesona Endek Kota Denpasar itu juga didukung sepenuhnya oleh Bank Indonesia, BPD Bali, BNI Kanwil Denpasar, Hotel Inna Bali, Bank BRI Kanwil Renon enpasar yang di-organised oleh Disperindag Kota Denpasar dan Dekranasda Kota Denpasar. -ard

Ekonomi Bali Move On di 2017

Pesimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2017 disebabkan degradasi budaya yang tidak terasa akan berdampak negatif pada pariwisata. Selain itu sinergitas antara pariwisata dan pertanian di Bali belum terealisasi, pembangunan yang tidak merata antara Bali Utara dan Selatan, dan ketidaksesuaian pasar dengan jumlah hotel yang dibangun yang berSuasana “Out Look Ekonomi Move On 2017” dampak pada perang tarif, dan tingkat hunian kamar (TPK) yang Pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2017 hanya 58,56% untuk hotel berbintang dan ditanggapi optimis dan pesimis. Berdasarkan 30,45% untuk hotel non bintang dengan lama data ekonomi dari Bank Indonesia Perwakilan tinggal tidak lebih dari 3 hari. Provinsi Bali, ekonomi Bali diprediksi tumbuh Salah satu pendukung pertumbuhan dan antara 6,2 hingga 6,6% di tahun 2017. pemerataan adalah pembangunan infrastruktur. “Meskipun ekonomi Bali triwulan 3 tahun Dukungan pembangunan infrastruktur oleh pe2016 mengalami perlambatan yaitu 6,17% merintah pusat, Bali diposisikan sebagai pintu dibandingkan triwulan sebelumnya yang 6,5% gerbang pariwisata nasional dengan rencana namun dengan adanya beberapa kebijakan dari pembangungan beberapa proyek infrastruktur. Bank Indonesia, perekonomian Bali diprediksi Namun sayangnya, proyek infrastruktur yang dapat move on di tahun depan,” ujar Teguh dibiayai oleh APBN sangat sedikit di Bali yaitu Setiadi, Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Rp 0,91 triliun tahun 2016. Keuangan BI Perwakilan Provinsi Bali dalam Sementara itu Kadin Bali berharap agar “Out Look Ekonomi Move On 2017” yang pengusaha Bali tidak menjadi penonton karena dilaksanakan di Kantor BI Perwakilan Provinsi itu ia menyarankan adanya Bali in Corporation. Bali, Jumat (9/12). “ Di Bali in Corporation ini semua komponen Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M., masyarakat Bali bersatu dan menguasai perAk., akademisi Unud mengatakan optimis dan ekonomian di Bali,” kata Ketua Kadin Bali, AA. pesimis terhadap perekonomian Bali tahun Ngurah Alit Wiraputra. Dalam Bali in Corpo2017. Optimismenya dilandasi oleh beberapa ration, tidak hanya pengusaha, tapi juga ada hal seperti kekayaan alam immaterial di sekmasyarakat dan pemerintah bersatu. tor pariwisata, pertanian, industri kreatif dan Jumlah investasi di Bali yang totalnya Rp kelautan. Bali juga merupakan daerah tujuan 400 triliun, hanya Rp 20 triliun yang merupainvestasi dimana nanti pasca tax amnesty, kan milik masyarakat Bali. Bali in corporation diharapkan berpengaruh signifikan terhadap inilah yang akan mengakusisi, membeli, meninvestasi asing di Bali. Pertumbuhan property gaplikasikan arahan Bali ke depan, membuat yang merosot di tahun 2016, diprediksi juga blue print pariwisata bali, blue print arahan Bali akan membaik seiring dengan membaiknya secara keseluruhan dengan tetap mempertahdaya beli masyarakat. ankan budaya dan adat. (Maya)

S SAKSIKAN LOMBA BUSANA GURU TK SE-KOTA DENPASAR Denfes ke-9 tahun ini mengangkat Tema “Padmaksara” sebagai ajang puncak-puncak kreativitas masyarakat Kota Denpasar. Even Denfes juga telah diawali dari Pra Event, yang meliputi kegiatan DTIK Festival, Pets Festival, Mahabandana Prasada, dan event Festival Puputan Badung. Selanjutnya masih dalam rangka menyukseskan kegiatan Denpasar Festival (Denfes) ke-9 Tahun 2016 yang sudah masuk dalam Kalender Event Pariwisata Nasional ini akan dilaksanakan pada 28 s. d 31 Desember. Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar akan mengadakan kegiatan pameran dan lomba selama even berlangsung. Salah satu kegiatan yang selalu ditunggu-tunggumasyaraklat adalah Lomba Busana Endek. Untuk tahun ini yang akan dipersembahkan untuk masyarakat Bali, bahkan wisatawan domestik maupun manacanegara , adalah Lomba Busana Seragam Endek Guru-Guru Taman Kanak-Kanak Se-Kota Denpasar. Acaranya akan berlangsung Kamis, 29 Desember 2016. Selain itu ada pula suguhan Fashion Show Duta Endek Kota Denpasar, Pameran Kerajinan, Pameran Pesona Endek Kota Denpasar. -ard

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

E

X DU

Kirim surat Anda ke Redaksi ­Tokoh dan cantum­kan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksitokoh@ yahoo.com. atau redaksitokoh@gmail.com Rubrik ini ­diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) ­Denpasar. dr. Oka Negara, FIAS

Lebih Besar lebih Baik? “Dok, saya cowok usia 23 tahun dan belum menikah. Setiap saya mau ML dengan pacar, saya selalu ditertawakan pacar karena penis saya katanya kecil dan kadang pacar saya tidak merasa puas ML dengan saya karenanya. Saya mau tanya bagaimana cara memperbesar penis saya, Dok? Terimakasih. (Sut, 20 thn) Pesan saya pertama, di usia yang masih muda, walau dorongan seksual adalah alamiah sudah muncul dan menggebugebu, tetapi tetaplah sebaiknya dikelola dengan baik dan memahami risikonya, seperti kehamilan tidak diinginkan pada pasangan dan infeksi menular seksual jika kemungkinan berganti pasangan seksual. Itu dulu dipahami. Nah, selanjutnya, tentang pertanyaan. Akan selalu muncul banyak diskusi yang tiada habisnya mengenai penis, termasuk tentang ukuran ideal untuk dapat membawa kepuasan seksual bagi laki-laki dan pasangannya. Sebuah mitos populer tentang ukuran penis adalah “lebih besar, lebih baik”. Secara turun temurun berbagai cara tidak logis dan tidak ilmiah telah dilakukan untuk memperpanjang ukuran penis, dan memperbesar diameternya, yang ternyata dapat mengakibatkan efek buruk, akhirnya malah mengorbankan fungsi penis itu sendiri. Berhati-hatilah.

Struktur penis karena lebih banyak jaringan ikat dan otot polos dengan hanya sedikit otot bergaris, maka sejak pubertas mencapai puncak di usia 1617 tahun, ukuran penis sudah tidak bisa lagi mengalami perubahan. Sedangkan sebelum usia tersebut ukuran penis masih bisa berkembang karena pengaruh hormon, terutama testosteron. Ketakutan laki-laki bahwa ukuran penisnya terlihat terlalu kecil untuk memuaskan pasangannya saat berhubungan seksual seringkali menjadi sebuah alasan paling sering. Namun, justru kebanyakan lakilaki yang berpikir penis mereka terlalu kecil sesungguhnya memiliki penis masih berukuran normal. Alasan lain yang sering muncul adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri. Harap dicatat bahwa secara fisik, ukuran penis tidak berpengaruh bagi tercapainya orgasme dan kepuasan seksual perempuan, selama penis dalam keadaan normal sesuai perkembangan seharusnya. Orgasme dan kepuasan seksual perempuan lebih ditentukan oleh kualitas ereksi, kemampuan mengontrol ejakulasi dan keterlibatan emosional terhadap pasangan. Telah banyak upaya keliru yang dilakukan laki-laki selama ini untuk melakukan pembesaran penis. Tanpa disadari hal ini

9

Yayasan Sarwe Sukhinah Bhawantu

Siapkan Pendidikan Pranikah Ketika generasi muda Hindu tiba pada langkah jenjang pernikahan, maka selanjutnya yang diharapkan akan melahirkan generasi penerus yang suputra. Maka, alangkah indah jika sebelumnya para generasi muda Hindu memiliki bekal yang lengkap. Lantas apa yang harus mereka lakukan? Untuk hal inilah hadir “Yayasan Sarwe Sukhinah Bhawantu” sebagai wadah bagi individu yang menginginkan generasi suputra tersebut, melalui sebuah persiapan pernikahan yang dikemas dalam’ Pendidikan Pranikah’. Belum lama ini, Sukhinah Bhawantu memulai debutnya dengan menyusun modul Pranikah. Modul terdiri dari 5 materi, diantaranya Perkawinan dalam Agama Hindu, Perkawinan dalam Hukum Hindu, Kesehatan Reproduksi, Perencanaan Keuangan serta Psikologi Perkawinan. Ida Ayu Alit Maharatni, Ketua Yayasan Sukhinah Bhawantu mengatakan, sudah seharusnya calon pasangan pengantin Hindu Bali memperoleh bekal sebelum mereka melangkah pada pernikahan yang agung untuk memperoleh anak-anak yang suputra demi terwujudnya keluarga yang Sukhinah Bhawantu “Banyak orangtua dewasa ini “mati gaya” menghadapi perilaku anak-anaknya. Hal ini disebabkan ketidaksiapan para orangtua dalam memainkan peran sebagai orangtua modern seperti tuntutan anak-anak maupun remaja masa kini,” katanya. Terkait ungkapan tidak ada sekolah untuk orangtua, menurut Dr. Kadek Aria Prima Dewi, S.Ag., M.Pd, inilah momentum yang tepat bagi kita untuk menyediakan pendidikan pranikah .” Sekaligus juga sebagai cikal bakal

menjadi sasaran kalangan-kalangan yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan komersial yang tidak logis. Padahal sudah jelas pada banyak kasus, yang terjadi setelah melakukan prosedur memperbesar penis adalah banyak penis yang mengalami kerusakan baik secara fisik maupun fungsi seksual. Alat-alat bantu yang ditujukan secara komersial untuk pembesaran penis dapat berbahaya bagi kesehatan seksual laki-laki yang bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada penis. Kalau coba dicermati kembali apa yang sering dilakukan untuk pembesaran penis tersebut banyak yang berupa suntikan silikon cair yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan penis secara permanen hingga kanker, hingga mengonsumsi pil, obat oles dan bahan lain (misalnya rendaman teh). Tidak satupun dari produk-produk ini terbukti bekerja dan beberapa mungkin dapat berbahaya jika dosisnya sembarang, misalnya yang sengaja dioplos dengan hormon tanpa takaran yang jelas. Dalam banyak kasus, ukuran penis adalah soal preferensi pribadi bagi lakilaki dan pasangannya. Kalau selama ini dirasa misalnya perempuan merasa ukuran penis pasangannya lebih kecil dari apa yang diketahui atau dari pengalaman seksual dengan pasangan sebelumnya, berarti mind settingnya yang perlu diperbaiki. Karena yang lebih utama adalah relasi seksual dan komunikasi seksual yang baik, jadi tidak hanya ukuran fisik semata. Terlebih perlu disadari bahwa peka rangsangan pada vagina (G-spot) terletak di sepertiga bagian luar vagina. Jadi, sebetulnya

mendampingi para calon orangtua memahami tugas dan tanggung jawabnya,” lanjut Prima, yang menjadi Sekretaris Sukhinah Bhawantu. Harapan senada disampaikan oleh Wakil Ketua Sukhinah Bhawantu Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H, agar sebelum menikah calon pengantin disyaratkan mengantongi sertifikat pranikah untuk memperoleh akta perkawinan kelak di Kantor Catatan Sipil. Sementara I G.N.A Wijaya Mahardika, Humas dan Bendahara dalam Sukhinah Bhawantu menyatakan, setelah modul ini selesai mereka akan melanjutkan dengan melakukan sosialisasi ke kabupaten/kota se-Bali. Setelah itu mempersiapkan pelatihan, setiap wilayah dapat bergerak secara massif. Kegiatan penyusunan modul Pranikah ini terselenggara atas prakarsa Badan Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Bali, atas rekomendasi dari Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak. Ida Ayu Candrawati, SH., M.Par., Kabid PP pada BP3A Prov Bali menyatakan, kita semua memiliki tanggung jawab moral mengantarkan generasi muda Hindu untuk mempersiapkan masa depan dengan baik. “Dengan adanya workshop pembuatan modul pranikah oleh Yayasan Sarwe Sukhinah Bhawantu ini, gerakan nyata pemerintah mempersiapkan generasi muda agar disambut masyarakat dengan baik,” ujarnya. -ard

sangat tidak relevan memperpanjang atau memperbesar ukuran penis demi kepuasan pasangan. Sesungguhnya banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan pemahaman seksual yang baik bersama pasangan. Hal-hal berikut bisa dilakukan, terutama saat sudah aktif berhubungan seksual dengan pasangan: Berkomunikasi seksual yang lebih baik dengan pasangan. Termasuk berusaha berdiskusi terbuka tentang segala apa yang ada di diri dan pada pasangan. Meningkatkan penampilan diri. Olahraga teratur tentu saja dapat membuat perbedaan besar. Juga kebiasaan hidup sehat, makan berimbang, menghentikan kebiasaan buruk (merokok, alkohol), menjaga berat badan tetap ideal. Rapikan rambut kemaluan yang tidak rapi di sekitar dasar penis, sehingga dapat membuat penis tampak lebih menarik. Pencukuran rambut kelamin dapat meningkatkan sensitivitas di sekitar dasar penis. Berdiskusilah dengan dokter yang memahami kesehatan seksual. Banyak laki-laki akhirnya merasa nyaman dengan keyakinan bahwa mereka “normal” atas rekomendasi seorang ahli. Jadi, yang justru sangat penting untuk dilakukan saat ini adalah mengedukasi seluruh lapisan masyarakat agar memiliki pengetahuan yang memadai, termasuk tentang seksualitasnya. Atas dasar pengetahuan yang baik ini akan terbentuk persepsi yang sehat dan dasar perilaku seksual yang sehat. Mitos memperbesar penis sudah seharusnya tidak lagi dipercaya dan dihindari, karena sering kali mengorbankan fungsi seksual.


8

Bunda & Ananda

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

Men Brayut

Banyak Anak Berlimpah Kasih Dongeng Men Brayut yang dikisahkan memiliki belasan anak, dipandang aneh di era ­keberhasilan Keluarga Berencana (KB) ­sekarang ini, ­dengan ­anjuran cukup dua anak, laki dan p­erempuan sama saja. Tetapi, dulu ­ketika masyarakat ­bersetuju dengan pandangan ­banyak anak rezeki melimpah, kisah suami-istri Pan Brayut dan Men Brayut yang digelayuti banyak anak, dipahami masyarakat sebagai suatu yang wajar dan bahkan dikagumi.

K

endati kini dongeng Men Brayut menjadi kurang populer, namun di mata seniman, cerita itu justru menginspirasi. Tengoklah garapan seni tari dengan tajuk “Kasihku” yang disajikan dalam gelar seni Nawanatya, Jumat (2/12) di Taman Budaya Bali. Karya tari yang berdurasi sekitar satu setengah jam itu dikoreografi dalam bingkai seni pentas kontemporer. Segenap aspek estetik tari ini melenggang lepas dari tatanan gaya dan unsur seni tradisi. Adalah Sanggar Tari Bali Lokananta Singapadu bergabung dengan Komunitas Prodi Tari ISI Denpasar, menjelajah mengejawantahkan sebuah konsep pertunjukan tari kontemporer--seni seni pentas masa kini yang sedang mencari ruang apresiasi dan eksistensi di tengah masyarakat kontemporer. Tari “Kasihku” mencoba menggugah perhatian masyarakat penonton Bali dengan gagasan tari kontemporer yang menarik ditonton dan sekaligus dengan muatan pesan moral yang kontekstual. Panggung dengan dekor candi bentar permanen itu, seluruhnya ditutup kain hitam. Para pemain keluar masuk dari belahan-belahan kain. Diawali dengan penampilan sepasang penari laki dan perempuan dengan latar musik melodi sayup-sayup romantis. Adegan pembuka ini terasa ceria, bergairah, suka cita dan mesra dalam nuansa ekspresi optimistik kedua penari lewat menguasaan ruang dan mengungkapan simbol-simbol

gerak, pose, dan gestur. Bagian ini, ditutup dengan simbol kehamilan si wanita melalui penegasan kedua pemain mengelus cikal, sebutir tunas buah kelapa. Kecemasan merona pada raut wajah sepasang remaja yang dimabuk cinta asmara itu. Tampak penonton dapat menangkap prolog garapan tari “Kasihku” itu. Kemudian, dari seluruh sudut panggung menguak delapan anak-anak laki perempuan dari belahan-belahan kain hitam. Bercawat dan berkaos putih, mereka bertingkah polah menggelikan. Ada yang merangkak mondar mandir, merengek berguling-guling, meloncat-loncat tak karuan kesana kemari dan ada pula yang cengarcengir senyum sana senyum sini. Semuanya menggambarkan betapa semerawutnya kehidupan keluarga besar Pan dan Men Brayut yang tampak sangat repot mengurus dan melayani anak-anaknya di tengah kemiskinan nestapa hidup yang menderanya. Kendati demikian, Men Brayut tak ada henti, secara sambung menyambung melahirkan dan melahirkan anak. Membesarkan belasan anak dari bayi yang masih menyusui hingga yang sudah menginjak remaja yang dilakoni Pan dan Men Brayut dalam garapan tari kontemporer ini digulirkan secara naratif lewat ungkapan visual laku yang imajinatif. Setelah bagian pengasuhan anak-anak Men Brayut usia bocah, disambung dengan adegan usia kanak-kanak hingga remaja. Tampak dimunculkan konflik diantara anak-anak Pan dan

Men Brayut itu. Melalui format estetika tari yang berdinamika rampak, pecah, bergelut, bersatu, dan mengalir, dihadirkan ego-ego yang bertumbuh pada diri setiap anak manusia. Pan dan Men Brayut tetap tabah mengasuh, membesarkan belasan anak-anaknya dengan kasih sayang nan tulus, sehingga ketika semuanya sudah dewasa menjadi sumber insani yang berguna bagi dirinya sendiri maupun di tengah masyarakat. Siratan pesan moral dari garapan tari “Kasihku” ini adalah bakti kepada orangtua yang melahirkan, mengasuh, dan membesarkan kita.

Pesan ini digambarkan dalam adegan terakhir. Bagaimana Pan dan Men Brayut yang telah renta mensyukuri bakti semua anak-anaknya. Kasih yang ditumpahkan Pan dan Men Brayut kepada anak-anaknya dibalas kasih tulus yang setimpal dari seluruh buah hatinya. Pesan ini, sungguh sebuah cerita kehidupan yang ideal dan mulia namun tidak jarang dalam kenyataannya di tengah masyarakat masa kini bahwasannya tidak sedikit anak manusia berprilaku durhaka terhadap orangtua sendiri. Tampak, “Kasihku” ingin mengingatkan kita semua agar memposisikan

ibu-bapak dengan penuh rasa hormat. Rasa hormat rupanya patut diterima oleh Pan dan Men Brayut. Sebab setelah anak-anaknya tumbuh dewasa, suami istri ini menyerahkan geliat zaman membentuk jalan hidup anaknya masing-masing. Ada kesejajaran kearifan pengasuhan anak ala Pan dan Men Brayut dengan pemikiran penyair Kahlil Gibran, “Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu, mereka adalah anakanak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri, mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu, meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu”. Kandungan pesan puisi itu bahwa, hubungan antara orangtua dan anak hanya memberikan arahan dan bimbingan tetapi bukan memaksakan keinginan dan pemikirannya. Secara insplisit, tari “Kasihku” mengkomunikasikan pesan itu. Bertindak selaku koreografer, Ida Ayu Made Dwita Sugiantini, S.Sn, dibawah binaan I Wayan Sutirtha, S.Sn., M.Sn, dosen ISI Denpasar yang juga ketua Sanggar Tari Lokananta Singapadu. Didukung oleh 30 orang pemain usia lima hingga belasan tahun yang semuanya sedang dalam proses pembelajaran tari Bali, garapan seni pertunjukan “Kasihku”, hadir memikat dalam ujaran tema manusiawi yang memancarkan pesan hidup berbinar maknawi. Kadek Suartaya

Mendongeng Lima Menit pengeran kodok

Putri Mayang sangat senang mendapat hadiah ulang tahun dari ibu tercinta. Hadiah itu adalah sebuah mainan berbentuk bola berlapis emas. Bola itu sangat rinMade Taro gan, gampang berguling dan melayang-layang di udara. Ketika asyik bermain-main di pinggir kolam istana, tiba-tiba bertiup angin kencang. Bola emas yang indah itu terbang lalu jatuh di tengah-tengah kolam. Putri cantik itu sedih. Ia duduk termenung di pinggir kolam sambil mengeluh. “Barang siapa yang dapat mengembalikan bola mainanku, akan kujadikan teman setiaku. Ia akan kuajak makan satu piring bersama, dan tidur satu bantal bersama,” katanya. Berjam-jam lamanya ia duduk termenung. Ia tidak berani pulang, karena takut dimarahi ibunya. Sekali-sekali ia memandang bolanya yang mengapung di tengah kolam. Wooow! Ke mana bola itu? Ia berdiri dan mengamati dengan saksama. Bola itu hilang! “Kwek, kwek, kwek…! Inikah bola Tuan Putri?” Putri Mayang menoleh ke arah suara itu. Seekor kodok bulat kecil menggenggam sebuah bola emas. Kodok itu mendekat lalu menyerahkan bola itu kepada pemiliknya. Betapa gembiranya Putri Mayang! Ia mengambil bola itu, lalu segera lari masuk ke kamar istana.

Siang hari, ketika Tuan Putri makan bersamasama ibunya, terdengar ketukan pintu. Sang ibu menyuruh putrinya membukakan pintu. Wooow! Seekor kodok mengangakan mulutnya. “Kwek, kwek, kwek…! Aku temanmu. Bukankah kau berjanji makan dan tidur bersama?” Tuan Putri marah, lalu menendang kodok itu hingga terpental jauh. Ibu Mayang heran, lalu menanyakan kepada putrinya, apa maksud dari kata-kata yang diucapkan kodok itu. Tuan Putri lalu menceritakan peristiwa hilangnya bola emas, mainan kesayangannya itu. “Kalau demikian kau telah berbuat kurang ajar!” kata sang Ibu marah. “Pertama, kau tidak mengucapkan terimakasih; kedua, kau ingkar janji; dan ketiga, kau membalas budi baik dengan tindakan kurang ajar.” Sang Putri sadar akan kesalahannya. Ia segera menjemput kodok mungil itu, memangkunya, mengelus-elus kepalanya, lalu mencium pipinya. Ajaib, sungguh ajaib! Di depan Putri Mayang yang cantik itu sekarang berdiri seorang pemuda tampan. Konon, pemuda tampan itu adalah seorang pangeran bernama Purbawan yang dikutuk menjadi kodok, karena suka menangkap dan membunuh belut. Ia akan bebas dari kutukan apabila, pertama, ia sanggup mengubah sifatnya yang buruk; dan kedua, ia mendapatkan ciuman dari seorang putri. Akhirnya Putri Mayang dan Pangeran Purbawan saling jatuh cinta yang berakhir dengan pernikahan. (Brothers Grimm).

Griya

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

17

SOHO, Solusi Tempat Tinggal bagi Wirausaha Di Ibu Kota, pertumbuhan konsep SOHO (Small Office Home Office) dinilai sangat ­praktis. ­Bertambahnya jumlah profesional dan ­enterpreneur muda menjadi pemicu utama akan ­kehadiran SOHO. Demikian diungkapkan Novia Sartika Dewi, owner Grafisio Design Bali

antaranya, SOHO bukanlah murni hunian. Karenanya developer yang mengembangkan SOHO seharusnya menerapkan standar layaknya perkantoran yang dilengkapi oleh sistem internet, wi-fi, jaringan komunikasi, bahkan mungkin fasilitas ruang pertemuan untuk meeting.

Novia Sartika Dewi

S

elain itu, dikatakannya juga harga jualnya relatif terjangkau jika dibandingkan harus menyewa unit kantor. Sementara itu, mereka bisa menghemat waktu dan energi karena bekerja di dalam rumah. Menariknya prospek pasar kantor sekaligus tempat tinggal itu menjadikan sejumlah pengembang berminat memasarkannya. Novi mengingatkan, jika ingin memilih SOHO sebagai tempat tinggal, tetap harus mempertimbangkan beberapa hal. Di

Antara Kebutuhan dan Gaya Hidup Bila kita melihat perkembangan properti di Indonesia, sebenarnya konsep SOHO bukanlah hal baru. Di Indonesia, konsep SOHO tidak jauh berbeda dengan konsep ruko (rumah toko) atau rukan (rumah kantor). Melihat konsep SOHO yang lebih dikategorikan sebagai properti komersial seharusnya memang lebih mengarah ke perkantoran dan bukan hunian, mengingat izin

ruko dan rukan pun mempunyai izin sebagai bangunan komersial dan bukan hunian. Konsep SOHO tidak selalu harus dibangun sebagai high-rise building. Banyak juga masyarakat yang menggunakan rumahnya

sebagai tempat bekerja bahkan kantornya. Banyak masyarakat yang menggunakan garasi untuk ruang kerja yang tentunya untuk menghemat biaya sewa kantor. Meskipun demikian hal ini tentunya melanggar peruntukan yang ada karena seharusnya rumah tinggal tidak boleh beralih fungsi menjadi kantor. Dengan masih barunya konsep SOHO yang diterapkan di gedung-gedung yang ada di Indonesia, masih menyisakan beberapa hal yang terkadang dilupakan oleh manajemen gedung terkait dengan keamanan dan

jaminan keselamatan yang ada. Karena dengan difungsikan sebagai kantor, artinya dimungkinkan adanya beberapa karyawan dan klien yang hilir mudik dalam area SOHO. Namun di sisi lain, SOHO menjawab kebutuhan untuk para profesional yang terbiasa bekerja di rumah dan tidak perlu ke kantor untuk bekerja. Dengan berkembang pesatnya teknologi internet, maka mereka dapat melakukan semuanya di rumah dengan bantuan alat telekomunikasi, email, atau tele-conference. Hal ini juga

apartemen ke perkantoran yang dibangun sebagai high-rise building. Banyak juga yang menggunakan unit SOHO sebagai virtual office yang merupakan simbol domisili sebuah kantor. Dengan keterbatasan space yang ada, banyak unit-unit SOHO yang mulai didesain dengan konsep loft 2 lantai atau unit satu lantai dengan ceiling yang tinggi dengan lantai mezanine di tengahnya. Pamor SOHO saat ini berkembang sebagai sebuah perkembangan modern dan bergengsi dibandingkan dengan konsep

menjawab macetnya lalu lintas untuk hanya sekedar meeting dengan klien. Bahkan mungkin waktu untuk sampai ke tempat meeting lebih lama dibandingkan meeting itu sendiri.

lama ruko atau rukan. Konsep ini dikenal luas di Singapura mengingat disana orang asing yang ingin mendirikan kantor relatif sulit. Banyak entrepreneur muda yang menyiasatinya dengan konsep SOHO. Benar adanya, khususnya di kota-kota besar seperti Denpasar - Bali, konsep SOHO ini akan semakin diminati para entrepreneur dan pekerja profesional. Pasar SOHO diperkirakan lebih mengarah kepada pengusaha dan profesional muda yang baru memulai usaha dimana mereka akan mengefisiensikan ruang unitnya sebagai hunian juga. Dalam perkembangan pasar yang ada, konsep ini masih harus diuji di pasar Indonesia, mengingat saat ini belum terbentuk secara jelas minat pasar yang ada. Celah pasar SOHO tidak akan menggeser pasar ruko atau rukan yang lebih ‘kuno’, karena diperkirakan masing-masing jenis properti tersebut relatif mempunyai pasar yang berbeda.

CELAH PASAR SOHO DI Bali Novi mengatakan, perkembangan SOHO di Indonesia saat ini memang lebih dikenal sebagai sebuah transformasi konsep dari

inten. indrawati@cybertokoh.com


18

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Dalam ilmu ekonomi diungkapkan bahwa sekecil apapun usaha yang kita buat, kita tetap menjadi bosnya. Sehebat apapun kita bekerja sebagai karyawan, kita tetap menjadi karyawan. Hal inilah yang menjadi dasar terselenggarakannya seminar nasional “Ayo Berwirausaha, Ayo Membangun Buleleng’’ atas kerjasama Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Buleleng dengan Radio Singaraja 92.0 FM dan Kelompok Media Bali Post (KMB).

Ayo Membangun Buleleng

Retorika harus Dibarengi Kerja Nyata

D

ua program utama Peradah adalah kepemimpinan dan kewirausahaan. Melalui seminar nasional kewirausahaan ini Peradah ingin membangkitkan jiwa wirausaha muda dengan mengundang pembicara Gusti Ngurah Anom owner Krisna Holding. Dipilihnya Gusti Ngurah Anom atau yang akrab disapa Cok Krisna ini karena merupakan salah satu dari 10 tokoh inspiratif Bali yang mendapat penghargaan dari Presiden Jokowi. Menurut Ketua DPK Peradah Buleleng, I Made Bagus Andi Purnomo, seminar tersebut diharapkan dapat memberi motivasi kepada generasi muda untuk berkarya membangun Buleleng.

Cok Krisna sebagai pembicara dalam Seminar Nasional Wirausaha

“Cok Krisna memiliki pengalaman yang luar biasa dalam bisnis semoga ia bisa memberi vibrasi positif kepada peserta,” ungkapnya disela-sela sambutan di Gedung wantilan Krisna Oleh-oleh, Desa Temukus, Rabu (7/12). Sementara itu Ketua Panitia pelaksana seminar nasional Kadek Duwika menambahkan memban-

gun Buleleng hanya sebatas retorika jika tidak dibarengi dengan kerja nyata. Menurutnya sebagai generasi muda sudah seharusnya memiliki jiwa wirausaha agar kelak dapat membuka lapangan kerja sendiri. “Setiap tahun berapa banyak orang yang merantau untuk bekerja, padahal kalau kita jeli kita bisa membuka usaha baik

di desa, di kota maupun di kabupaten,” ungkapnya. Cok Krisna menuturkan tidak ada kesuksesan tanpa ada cerita kegagalan. Beragam terobosan ide muncul dibenak Cok Krisna, dia mencoba mandiri membuka Cok Konfeksi, berlanjut Krisna Oleh-oleh sampai beberapa outlet besar didirikan di Singa-

raja berkembang pesat setiap tahunnnya. “Di Singaraja sudah ada lima outlet di tahun 2015. Nilai investasinya sampai miliaran. Ini untuk membangun Bali Utara lebih maju. Kami terus berekspansi dan anak pertama saya Gusti Ngurah Berlin Bramantara sudah membangun Krisna Funtastic Land,” paparnya. Dia berharap dapat terus mengabdi untuk Bali Utara. Sistim bergotong royong secara bahu-membahu ditekankan mencari ide baru untuk mewujudkan Singaraja, yang lebih maju dan ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. “Setahun ke depan saya akan berkunjung ke desa-desa, menata kebersihan dan keamanan. Melalui seminar wirausaha ini, jangan hanya sharing saja. Tapi, hal utama adalah aksinya. Intinya semangat juangnya harus ada. Semua itu tergantung karakter. Di Singaraja, kami kami akan bangun gedung di tanah 1 hektare untuk para UKM. Aksi lebih penting dan masyarakat sudah bisa menilai sendiri,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Urai Kemacetan dengan Bus Sekolah Guna mengurai Wahana Tata Nugraha kemacetan di Kabu(WTN). paten Buleleng, banyak Bus sekolah yang renstrategi yang dilakukan cananya akan diberikan oleh Dinas Perhubundi penghujung Desember gan Kabupaten Buleleng. 2016 diharapkan dapat Salah satunya dengan digunakan oleh siswa-siswi mengajukan pengadaan dengan baik. Rencana awal bus sekolah ke KemenDishub Buleleng akan trian Perhubungan RI. menggunakan bus tersebut Hal ini bertujuan untuk untuk melayani siswa-siswi mengurangi kemacetan antar terminal sehingga khususnya pada saat jam rute yang dilalui hanya sepulang sekolah. batas wilayah perkotaan. Menurut Sekretaris “Ya untuk di wilayah kota Dinas Perhubungan Kadulu, nanti kami akan buat bupaten Buleleng Ir. I rute-rutenya,” jelas pria Ir. I Made Arnaya Made Arnaya, jam pulang kelahiran 29 November sekolah adalah waktu yang paling rentan 1960 tersebut. Dirinya juga tidak meterjadi kemacetan. Ini dikarenakan setiap nampik selain untuk mengurai kemacetan, siswa dengan jumlah hingga ribuan akan keberadaan bus sekolah tersebut juga didijemput dengan menggunakan sepeda harapkan dapat membantu menekan biaya motor atau mobil. “Bisa dibayangkan jika transportasi siswa. “Tujuan lainnya adalah setiap siswa dijemput dengan kendaraan sosial karena bus sekolah ini digratiskan,” pribadi, ada berapa kendaraan yang parkir lanjutnya. di badan jalan” tanyanya. Di tingkat daerah pemerintah tinggal Gayung bersambut, Arnaya me- merancang penerapan bus sekolah kenambahkan jika pengajuan bus sekolah pada pihak memerlukan. Pihaknya juga mendapat respons positif dari Kemente- akan mengkaji kembali keberadaan bus rian Perhubungan RI. Presentasi mengenai tersebut sebab jika memungkinkan selain perkembangan dan keperluan perhubun- siswa, bus tersebut juga dapat digunakan gan di Buleleng dipaparkan Kadishub oleh mahasiswa dan pegawai di lingkungan Gunawan, yang disimak langsung pejabat Pemkab. “Kalau memungkinkan kenapa teras di Kemenhub RI. Ketertarikan itu tidak? Kami diminta menyiapkan anggaran membuat Buleleng dibantu dua kend- operasional Rp 150 juta. Rencana terdekat araan bus. Selain tertarik dengan materi bus sekolah akan khusus melayani siswapresentasi, hal lain yang diperhatikan ialah siswi di wilayah Kota Singaraja, utamanya keberhasilan Dishub Buleleng beberapa antar terminal.” tandasnya. kali berhasil memperoleh penghargaan (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Life Story Dengan senyum yang terus mengembang, Warda (38) mengisahkan perjalanan hidupnya terbuang dari keluarga besarnya karena memilih menikah dengan laki-laki yang dicintainya. Hari itu, di sebuah rumah yang lebih layak disebut gubuk tempatnya tinggal bersama suami dan dua anaknya, Warda tengah menggoreng pisang dagangannya. Tiap hari, berdagang gorengan menjadi aktivitasnya. 20 tahun yang lalu dari sebuah kota besar di Pulau Jawa, Warda harus terbuang hingga ke sebuah dusun terpencil di Lombok bagian Selatan. Ia tinggalkan semua kisah kehidupan yang mapan dan gemerlapnya kota besar demi cintanya pada suaminya.

U

sai menyelesaikan pendidikannya di SMU, Warda meninggalkan rumah orangtuanya menuju Lombok untuk tinggal bersama bibinya. Ia ingin sekali melanjutkan kuliahnya di Lombok. Ia jatuh cinta pada Lombok awalnya karena keindahan pantai dan alamnya. “Saya jatuh hati pada Lombok karena alam dan pantainya indah-indah,” ungkap Warda. Tetapi rupanya Warda tidak hanya jatuh cinta pada alam dan pantai Lombok tetapi juga laki-laki Lombok yang akhirnya memesonanya. Kisahnya bermula sejak 20 tahun lalu. Saat ia datang ke Lombok ia tinggal dengan paman dan bibinya yang kehidupannya juga cukup mapan. Memiliki rumah yang besar dan halaman serta kebun-kebun

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Cintaku Mengalahkan Statusku yang luas. Warda kerapkali berjalan-jalan mengitari seputar halaman dan kebun yang rindang oleh pohon-pohon. Di sanalah ia sering bertemu dengan Agra, tukang kebun yang sudah empat tahun bekerja di rumah bibinya itu. Secara fisik, terlihat memang jauh perbedaan antara Warda dan Agra. Warda memiliki rambut lebat panjang dengan kulit yang putih segar. Tubuhnya tinggi dan montok. Sedangkan Agra hanya lakilaki desa biasa, tidak tinggi dan kulit gelap akibat banyak bekerja di bawah sinar matahari. Tapi entah dari mana datangnya, mereka akhirnya saling jatuh hati. Mereka lalu menjalin hubungan secara diam-diam. Sampai akhirnya hubungan tersebut diketahui oleh bibi Warda yang lumayan marah karenanya. “Bibi saya marah ketika memergoki saya berduaan dengan Agra. Sejak itulah hubungan kami ketahuan,” kata Warda. Sudah jelas, bibinya melarang keras mereka melanjutkan hubungan tersebut. Tapi Warda bergeming. Ia telah jatuh hati pada Agra dan memilih untuk tetap bersamanya. Mendengar kabar tersebut, orang tua Warda selekas mungkin datang ke Lombok untuk menjemputnya setelah mengetahui kabar hubungan mereka tersebut. Beruntungnya Warda dan Agra

“Bibi saya tidak bisa menerima saya sepenuh­nya, tapi pa­ man saya kelihatannya kasih­an pada saya se­ hingga saya bisa ting­ gal di rumah itu lagi,”

Pelatihan IT IBS Core Banking pengurus dan pegawai LPD Desa Adat Ambengan

Kedepankan Teknologi, LPD Ambengan Terapkan IT Core Banking Untuk mendukung perkembangan dalam industri perbankan dan lembaga perkreditan yang semakin pesat, maka dukungan teknologi atau sistem menjadi penting dan merupakan suatu keperluan yang tidak dapat diabaikan. Saat ini nasabah berharap proses transaksi dengan cepat, aman, dan nyaman menjadi prioritas utama yang mendukung puas atau tidaknya nasabah melakukan transaksi. Dengan adanya tuntutan ini, maka petugas dituntut untuk mampu mengoperasikan sistem aplikasi dengan baik dan dapat menerapkan sistem dan prosedur yang berlaku diperbankan maupun lembaga perkreditan sehingga dapat memberikan kenyamanan dan menjaga kerahasiaan data nasabah. Hal tersebut yang melatarbelakangi dilakukanya pelatihan IT Core Banking kepada staf LPD Desa Ambengan secara intern. Pelatihan dimaksud untuk meminimalisir kesalahan transaksi oleh staf bersangkutan. Menurut kepala LPD Desa Ambengan I Made Nyiri Yasa, S.Sos., M.MA, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan lembaga khusus milik desa adat yang menangani aspek keuangan dan perekonomian khusus krama desa. Tidak hanya mengedepankan keuntungan dengan target tertinggi, akan tetapi untuk menyejahterakan krama desa setempat dengan mencanangkan program-program baru khusus kepada nasabah. “Sementara hanya ditujukan untuk staf intern dulu. Saya ingin LPD Ambengan menjadi pioneer dalam menerapkan sistem ini sehingga nanti bisa dicontoh oleh LPD lain,” ungkap pria yang pernah menyandang predikat terbaik III sebagai Kepala

LPD tingkat provinsi Bali, Sabtu, (10/12). Pelatihan terkait IT Core Banking merupakan program baru dan sangat populer ini memanfatkan kecanggihan teknologi internet bekerja sama dengan tenaga IT dari PT USSI Bandung. “Pelatihan akan berlangsung selama tiga hari memanfaatkan waktu libur hingga staf benar-benar fasih dalam menggunakan aplikasi ini,” ujar Ketua Badan Kerja Sama (BKS) sekaligus Ketua KSPBNA disela-sela pelatihan di gedung lantai 2 LPD Ambengan. Dikatakan, bercermin dari pengalaman pengelolaan keuangan yang kurang transparan hingga mengakibatkan kerugian, diharapkan dengan pelatihan yang diterapkan kepada staf LPD ini nantinya mampu menerapkan sistem terkontrol rapi dan transparan. Selain melibatkan pengurus dan karyawan serta karyawati LPD, turut hadir juga Pengawas internal yang terdiri dari Kelian Adat, Perbekel dan para Kelian serta anggota Pengawas Independen. Rencananya, sistem yang akan diterapkan Januari 2017 tersebut dimanfaatkan dalam transaksi untuk operasional meliputi transaksi kas masuk dan keluar, non kas dan laporan dari LPD itu sendiri. “Selain pelatihan IT Core Banking juga akan diadakan pelatihan analisa kredit,” jelas Ketua Yayasan KORPRI Panji Sakti tersebut. Analisa kredit juga sangat penting untuk memberi pertimbangan terhaadap kelayakan calon penerima kredit sehingga menekan terjadinya kredit macet yang berpengaruh kepada aset di LPD Itu sendiri. (win)

BPD Bali Cabang Singaraja Gelar Silaturahmi BPD (Bank Pembangunan Daerah) Bali Cabang Singaraja menggelar silahturahmi akhir tahun bersama seluruh pengurus Badan Kerja Sama (BKS) dan Kepala LPD di Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan di Rumah Makan Sari Mina Segara, Selasa (6/12) lalu. Acara ini bertujuan untuk mempererat kerjasama yang sejak lama telah terjalin bersama dengan sejumlah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) seKabupaten Buleleng. Kepala Cabang BPD Bali I Made Lestare Widiatmika, S.E.,

7

didampingi Kasi Dana dan Jasa I Made Badra, S.E., mengatakan sinergi dan kerjasama yang telah terjalin agar tetap dipertahankan sehingga antara BPD dan LPD dapat saling dukung dalam berbagai jenis kegiatan. “Kami berharap bisa saling membantu khususnya dalam rangka pencapaian target akhir tahun dan untuk menjaga dana pihak ketiga. Kontribusinya kepada LPD, kami siap membantu apapun kegiatan yang diselenggarakan LPD,” ungkap Lestare. (wiwin)

mengetahui rencana kedatangan orangtua Warda untuk menjemput Warda. “Sebelum orangtua saya tiba di Lombok, kami lari ke Lombok Tengah dan memilih menikah selekas mungkin di sana,” ujar Warda. Warda merasa salut pada suaminya itu karena begitu gigih ia mempertahankannya. Karena rasa cinta Warda pada Agra begitu besar, ia bahkan rela menjadi mualaf agar bisa menikah dengan Agra. Tidak perlu waktu lama, sebelum orang Warda tiba di Lombok, mereka rupanya telah menikah. “Hari itu saya menjadi mualaf dan menikah dengan Agra,” ujarnya. Dimulailah kehidupan Warda yang diakuinya penuh kesengsaraan. Orangtua dan keluarga Agra bukanlah orang berada seperti halnya orangtua dan keluarga Warda. Dari sanalah Warda memulai perjuangan hidupnya dalam cobaan-cobaan yang dikatakannya hidup penuh penderitaan. “Hidup saya menderita Mbak, tapi inilah pilihan saya maka saya harus menerimanya,” ujarnya. Bulan ketiga setelah menikah, Warda pun mengandung. Pada usia kandungannya menginjak enam bulan, ia memberanikan diri pulang ke rumah bibinya. “Bibi saya tidak bisa menerima saya sepenuhnya, tapi paman saya kelihatannya kasihan pada saya sehingga saya bisa tinggal di rumah itu lagi,” katanya. Warda dan suaminya diberikan sebuah kamar yang lokasinya terpisah dari rumah induk dan mereka memulai menjual gorengan keliling. Warda dan Agra bahu membahu menjual gorengan demi bisa membiayai hidup mereka. Dalam perjalanan, kehidupan mereka bersama bibinya Warda tidak berjalan

mulus. Termasuk soal Agra yang tidak menyukai anjing peliharaan bibinya Warda yang selalu berkeliaran di sekitar dagangannya. Itu membuat bibi Warda tersinggung kemudian mengusir mereka dari rumah tersebut. “Kalau kamu ingin mengikuti suamimu, silahkan pergi dari sini,” kata bibi Warda. Malam itu juga Warda dan suaminya keluar dari rumah dan sempat kebingungan pergi ke mana dengan perut yang sudah membesar. “Dua minggu kami menumpang tidur di sebuah ruangan sekolah yang tidak terpakai. Tanpa listrik kami hidup dalam gelap. Hanya lilin yang tidak seberapa bisa kami beli yang menerangi seadanya,” katanya. Warda merasakan benar hidup yang sengsara sampai anaknya lahir mereka tinggal di kos-kosan dengan kondisi yang memprihatinkan. Tetapi mereka menerima dan menjalani semua itu dengan sabar. Sesekali mereka berusaha dengan Agra menjadi tukang sampah atau pun pekerjaan serabutan lainnya. Dari hasil kerja keras itu mereka dapat memulai hidup seadanya sampai akhirnya kini memiliki dua orang anak. Sebuah warung kecil kini dikelola oleh Warda. Modalnya rupanya diperoleh dari kebaikan hati pamannya. “Paman diam-diam memberi saya modal untuk membuka warung kecil ini,” kata Warda. Warda dan Agra hidup berbahagia bersama kedua anak mereka meski tetap dalam kondisi prihatin. Namun, tidak ada yang lebih membahagiakan bagi Warda ketika mengetahui dirinya masih terus mencintai Agra hingga hari ini. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

PERESMIAN VEDANTA ASHRAM NUSA DUA

LESTARIKAN PEMIKIRAN PENDIRI PARISADHA HINDU, SHRI WEDASTERA SUYASA Bertepatan dengan Shri Wedastera Suyasa,” hari jadi ke-15, purusa Puri ungkap Turah Wira. Tegeh Kori Shri I Gusti NguSeperti diketahui bahwa rah Bhisma Vedanta Suliwa selain memiliki sejumlah Wiswakarma Wedakarmuseum dan pusat kajian naputra Suyasa IV pada 4 kebangsaan, keluarga Puri Desember 2016 (wuku Tegeh Kori juga dibawah Prangbakat), keluarga besar bendera Yayasan Mahenpuri meresmikan sebuah dradatta juga mengelola situs keluarga yang dinaPerguruan Tinggi swasta makan Vedanta Ashram. tertua di Bali yakni UniverBerlokasi di tempat strategis sitas Mahendradatta yang di kawasan Taman Mumbul juga didirikan atas gagasan Nusa Dua Kuta Selatan, AshBung Karno pada 1962 dan ram ini didedikasikan untuk juga sejumlah unit usaha mengenang kepemimpinan perkebunan, agrobisnis, (swargi) Shri Wedastera Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS properti dan unit usaha Suyasa sebagai tokoh Hindu III Bersama Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry lainnya.”Kami selalu menIndonesia yang telah banyak dengar nasihat dari orangSuyasa dan Turah Bhisma Vedanta di berjasa untuk membela Vedanta Ashram Taman Mumbul Nusa Dua tua bahwa antara dharma, kepentingan Hindu. Salah artha, kama haruslah seimsatunya adalah peran dari Shri Wedastera Suyasa bang. Di keluarga kami selalu dijalankan keseimsebagai salah satu pendiri dari Parisadha Hindu bangan antara idealisme dengan jiwa wirausaha. Dharma Indonesia (PHDI) pada tahun 1959 berSesungguhnya dengan menjalankan Dharma sama sejumlah founding fathers Bali lainnya. Demaka diperlukan fondasi yang kokoh yakni Artha. mikian diungkap oleh Shri I Gusti Ngurah Wira Astungkara penataan Duwe tengah akan terus Wedawitry Wedasteraputra Suyasa, S.Sos, SH, berjalan seiring waktu. Kami ingin meneladani MH (Ketua Panitia Pembangunan Duwe Puri Tegeh leluhur kami Ida Betara Tegeh Kori (Raja Badung Kori) disela-sela upacara pemlaspasan. I) agar bisa menjadi teladan bagi Bali,” ungkap “Sejak tahun 2000, atau tepatnya pasca Turah Wira yang juga pendiri Bhisma MahendraSwargi Ratu Aji Shri Wedastera Suyasa mangkat datta Sport Center di kawasan Lumintang dan (lebar), kami sekeluarga bertekad untuk menata seorang Wakil Ketua DPD KNPI Bali ini. Saat ini seluruh aset duwe tengah milik Puri di seluruh Turah Wira dipercaya dalam pembangunan Istana Bali. Dan tentu penataan aset ini juga dibarengi Pesanggrahan Jimbarwana yang akan menjadi dengan sejumlah program pembangunan situs kompleks istana terbesar di Bali di Desa Penkebangsaan. Misalkan menata peninggalan bendayaringan Mendoyo Jembrana. “Kami mohon doa benda sejarah yang ada hubungannya dengan Bung restu dalam prosea pembangunan simbol leluhur Karno sudah kami buatkan tempat di The Sukarno Ratu Kakiang I Goesti Ngoerah Ketoet Soeyasa I. Center Tampaksiring. Begitu juga untuk buku dan Semacam replika Istana Bogor akan dibangun di literatur sejarah kini sudah tertata di Niti Mandala Jembrana. Ini akan jadi kompleks pesanggrahan Renon. Sejarah PNI kita sudah resmikan “White terbesar di Bali yang didirikan dikawasan terHouse” di kawasan Teuku Umar Barat Denpasar. integrasi hampir 10 hektare. Ide dan desain dari Dan yang saat ini kita resmikan Vedanta Ashram di Kakanda Gusti Wedakarna dan astungkara 2019 Nusa Dua sebagai tempat melestarikan pemikiran akan tuntas. Mohon doanya,” ungkap Turah Wira moderat Hindu yang diwariskan oleh Ayahanda yang lulusan Reyukai Institute Japan ini.


6

Woman on Top Wayan Ari Trisna Handayani, SSTP, M.Si.

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Harus Pintar Bagi Waktu

S

elain fogging dari pemer­ intah, program PSN ini terus dilakukan bersamasama ke masyarakat me­ nyalurkan bubuk abate. Karena menu­ rutnya, jika fogging hanya memberantas yang bersifat sementara. Makanya dia getol mengintensifkan program PSN ini untuk memberantas dari jentik sehingga nyamuk tak sampai berkembangbiak. “Kami turun bersama petugas Jumantik yang ada di tiap lingkungan, memerikasa tempat-tempat penampungan air. Jika positif isi jentik diberikan bubuk abate,” ucapnya. Petugas Jumantik ini tak turun sendiri ke masyarakat. Mereka juga didampingi pihak kelurahan, bidan puskesmas pembantu, dan DKP sebagai Bapak Asuh. “Tiap SKPD di Kabupaten Gianyar memiliki anak asuh, dan DKP adalah Bapak Asuh kami,” jelasnya. MASIH KUCING-KUCINGAN Prioritas berikutnya adalah pen­ dataan penduduk pendatang, karena Abianbase adalah salah satu kelurahan penyanding kota, wilayahnya berse­ belahan dengan Kelurahan Gianyar.

Ari bersama suami

“Misalnya penduduk yang memiliki KTP di luar Gianyar, kami wajibkan untuk membuat kartu identitas sementara (kipem),” ucapnya. Pendataan penduduk pendatang ini pun masih tetap menjadi programnya di tahun 2017, karena kondisi itu selalu ada. Persentase untuk penduduk penda­ tang ini bahkan dikatakannya agak tinggi hampir 30% lebih. Mereka rata-rata pekerja dan berkeluarga, dan sebagian kecilnya pelajar. Terkait kependudukan

ini, Ari mengaku masih banyak penduduk pendatang yang masih kucing-kucingan alias sembunyi-sembunyi dengan petugas saat dilakukan sidak. Untuk itu, kini ia sudah meng­ ganti jam-jam sidak. Selanjutnya, Ari melirik po­ tensi keterampilan masyarakat yang ada di wilayahnya. Di Kelurahan Abianbase ada 4 lingkungan yang terdiri atas 5 banjar. Rata-rata di tiap ling­ kungan ini ada pembuat rem­ peyek. Mereka berkelompok ada yang juga mandiri. Untuk meningkatkan kemampuan berproduksi, pihaknya mem­ berikan pelatihan-pelatihan dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja, baik dari pihak kabupaten maupun provinsi. Kelompok yang dikerjakan sebagian besar ibu rumah tangga ini mendapat bantuan teori, alat, dan praktik. Pe­ masarannya rempeyek seranseran yang berbentuk bulat lempeng kecil berbahan kacang merah ini bisa didapatkan di warungwarung dan pasar di Gianyar, bahkan pemasarannya hingga ke Denpasar. Ke depannya, ia ingin para pem­ buat rempeyek ini memiliki sebuah wadah seperti koperasi agar semua terakomodasi disana. “Jadi bisa diwa­ dahi koperasi untuk pendistribusian dalam jumlah besar,” harapnya, sembari mengatakan untuk pertanian, kangkung Abianbase juga lumayan terkenal, petik kangkung di lahan dan langsung dikirim

Sudut Pandang

Berbagi adalah Kewajiban

Memiliki sifat suka berbagi adalah salah satu kekuatan dari kepribadian seseorang. Apalagi yang kemudian mentradisikan berbagi untuk membantu sesa­ ma. Tidak mengenal waktu, tempat dan kepada siapa pun, berbagi itu menjadi bagian dari instropeksi diri. Hal inilah yang dilakukan oleh Hj. Putu Selly Andayani, Kepala Dinas Koperasi dan KUMKM Provinsi NTB. “Berhentilah makan sebelum kenyang,” ungkap Selly tentang filosofinya dalam berbagi. Meski memiliki kelebihan, ia tidak akan ‘makan’ hingga kenyang ketika melihat orang-orang di sekitarnya dalam keadaan ‘lapar’. Maka di sanalah pent­ ing kesadaran untuk berhenti

makan sebelum kenyang. Selly dikenal sebagai sosok yang suka berbagi. Berbagi tam­ paknya tidak hanya berupa materi bagi Selly, melainkan berbagi keramahan sikap menjadi ciri khas darinya. Menyenangkan orang terutama yang berada di seki­ tarnya, adalah bagian dari berbagi baginya. Berbagi kebahagiaan. Selly memaknai benar arti senyum sebagai sedekah. Islam sebagai agama Rahma­ tanlilalamin, rahmat bagi semesta alam ini, dimaknai oleh Selly sebagai tempat yang luas untuk berbagi. “Berbagi kepada semua makhluk Allah SWT yang ada di muka bumi ini adalah kewajiban,” ungkap istri politikus H. Rachmat Hidayat ini. Karena itu jika memi­

Hj. Putu Selly Andayani bersama berbagi kebahagiaan

liki kelebihan secara materi, kapan dan dimanapun serta kepada siapa pun, Selly selalu mengutamakan untuk berbagi. Tidak itu saja, bagi Selly, berbagi itu tidak hanya kepada sesame manusia, melainkan juga kepada seluruh yang ada di alam ini. Begitu luas tempat berbagi yang tidak ingin disia-siakannya. “Bahkan kepada pohon-pohon, kepada binatang pun kita harus berbagi. Dan berbagi itu tidak kenal waktu, kapan saja bisa berbagi,” kata nenek 9 cucu ini. Baginya, landasan berbagi ada­ lah ikhlas yang tidak mengenal pamrih. Begitu pula bagi Nyayu Erna­ wati, mantan anggota DPRD Kota Mataram yang kini menjadi aktivis anak di Mataram. Kon­ sepnya dalam berbagi sederhana saja, berbagi apa saja dan di mana saja. “Berbagi waktu, berbagi ilmu bahkan syukur-syukur da­ pat berbagi rejeki,” ungkapnya. Dalam berbagi, seperti halnya Selly, Nyayu selalu meyakini bahwa Sang Pencipta akan selalu memberi jalan ketika niat ber­ bagi itu terus dipelihara dalam diri seseorang. “Allah tidak akan menutup jalan jika terhadap niat baik manusia termasuk niat untuk selalu ingin berbagi,” katanya. (naniek. itaufan@cybertokoh.com)

ke pasar tiap hari. Selain itu, ada banyak pelatihan yang juga dilaksanakan. Seperti, pelatihan untuk para pecalang, juga kursus tata rias, bekerjasama dengan dinas tenaga kerja kabupaten untuk kelompok rempeyek, karena di Abian­ base, industri kecil itu lumayan banyak, hanya saja tidak tampak karena home industry. Sebagai istri dari I Gede Arimbawa, S.E. dan ibu dari seorang putri, Putu Indira Putri Maharani, tentunya Ari harus pintar-pintar mem­ bagi waktu. Antara pekerjaan, keluarga, dan bermasyarakat. “Saat jam dinas se­ bagai lurah di kan­ tor. Ada kegiatan adat saya sebagai masyarakat, dan di rumah sebagai ibu. Bekerja se­ suai jam kerja , namun di luar jam itu banyak juga pekerjaan atau panggilan-panggilan yang tidak bisa ditolak. HP saya on 24 jam,” ucap­ nya tersenyum. Syukurnya, keluarga mengerti kondisi dan profesinya sebagai lu­ rah yang harus mengayomi 1500an warga. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

T

Ada Kepuasan Saat Mengajar

I Ketut Lanus, S.Sn., M.Si.

“Biarkan semua berjalan apa adanya, yang penting berbuat yang positif”. De­ mikianlah prinsip hidup yang dipegang I Ketut Lanus, S.Sn., M.Si., seniman musik yang juga dosen IKIP PGRI Bali yang mengampu mata kuliah Dasardasar Musik, Tradisi Apresiasi Musik dan Penciptaan Musik ini, mengatakan ilmu yang ia miliki khususnya di bidang musik akan lebih bermanfaat dan berkembang jika dibagi. Itu pula yang menjadi alasan­ nya menerima tawaran sebagai dosen di kampus pencetak calon guru tersebut, tanpa memikirkan nilai rupiah yang disodorkan. “Saya mengajar di IKIP PGRI Bali, lebih ke idealisme saya sebagai seniman. Sebagai pengembangan diri dan bisa berbagai kepada adik-adik yang perkem­ bangannya tentu berbeda dengan saya. Terutama tentang tuntutan kekinian, yang bisa saya terapkan dalam bermusik. Dengan berinteraksi dengan mereka,

Tempatnya sederhana. Tidak terlalu luas dan bangunannya pun minima­ lis. tulah gambaran kecil tempat usaha pembua­ tan miniatur kapal yang dikelola Prianto di Desa Tlogo, Kecamatan Kani­ goro, Kabupaten Blitar. Meski lokasi keberada dalam perkampungan kecil yang jauh dari pusat keramaian kota Blitar, na­ mun usahanya ini dikenal dimana-mana. idak hanya di wilayah Blitar, tetapi lain daerah seperti Tu­ lungagung, Kediri, Jombang, Malang, Banyuwangi, juga mengenalnya. Bahkan, di kota-kota besar seperti Yogyakar­ ta, Denpasar, Jakarta, Surabaya, Medan, tak asing dengan usaha

Wayan Ari Trisna Handayani, SSTP, M.Si.

Ia satu-satunya lurah perem­ puan di Gianyar. Perempuan kelahiran 23 Juni 1983 ini adalah Wayan Ari Trisna Handayani, SSTP, M.Si. Ia mulai menjabat sebagai Lurah Abianbase, Gianyar, sejak Juni 2013. “Program per tahun kami beda-beda. Untuk tahun ini di Abianbase programnya pem­ berantasan sarang nyamuk karena demam berdarah masih mewabah. Sepertinya akan terus berlangsung tergantung cuaca dan cara kita membersihkan lingkungan,” ujar perempuan jebolan STPDN yang akrab disapa Ari ini.

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

saya juga jadi tahu perkembangan anak muda sekarang. Jadi, sama-sama belajar dan saling berbagi, dapat output dan input,” paparnya. Demikian halnya dengan mahasiswa, paling tidak, saat ujian akhir mereka mampu menghasikan/menciptakan suatu karya. Karena menurutnya, seni itu harus banyak menonton, melihat dan terjun langsung bergabung dengan grup lain sebagai proses, serta diajak praktik lang­ sung. “Di sanalah ia akan mendapatkan teori yang sudah diajarkan di kampus, yang tak bisa hanya dipelajari di bangku kuliah,” ujar Ketut Lanus. Idealismenya sebagai seniman, ia harus membedakan dimana tempat mencari uang dimana untuk sosial. “Tempat mencari uang sudah ketemu sesuai dengan profesi saya. Tapi ternyata kepuasan tidak ada disana. Prinsip saya, buat apa belajar akademik jika hanya diketahui sendiri. Karena itu, sebelum di IKIP, saya dulu sempat juga mengajar di sekolah-sekolah umum,” imbuhnya. Menurutnya, ilmu seni itu jangan sampai meninggalkan akar dan jangan pula mengabaikan perkembangan. Itulah konsep yang ia tawarkan dalam penciptaan karya-karya musiknya. Hal itu ia ibaratkan seperti mategenan (mengusung), jika kita bisa seimbang kiri-kanan, atas-bawah, pasti bisa, kon­ sep keseimbangan dalam hidup. Ketut Lanus yang mendirikan Sanggar Cahya Art tahun 1999, se­ bagi belajar menari dan gamelan, kini mengaku lebih fokus pada penciptaan musik. Mengemas musik tradisional dengan originalitasnya dikolaborasikan dengan musik modern. Syukurnya, hasil garapan musik yang sering dis­ ebut musik kontemporer ini diterima baik masyarakat, dan hingga kini terus berkembang. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

Limbah Kayu Jadi Miniatur Kapal yang dikelola bapak satu anak ini. “Kalau pasar lokal, hampir daerah ada. Sekarang ini mulai ada satu, dua pesanan dari negara tetangga,” ungkap Prianto. Usaha pembuatan kapal dari limbah potongan kayu jati ini, di mulai Prianto sejak satu tahun lalu. Ketika ia memutuskan ber­ henti sebagai salesman onderdil motor. Waktu itu, ia melihat banyak limbah potongan kayu di salah satu pembuatan mebel. Oleh Prianto, potongan kayu jati tersebut kemudian dibeli dengan harga murah. Setiba di rumah, limbah po­

Ulfa Maria

Nikmati Profesi Terapkan Inovasi Tutur katanya santun dan keibuan. Wanita berambut pendek dengan senyum ramah ini adalah Ulfa Maria, Sales & Marketing Manager Hotel Bisanta Bidakara Surabaya yang telah malang melintang di dunia perhotelan sejak 1992. Ulfa mengaku telah mengge­ luti dunia perhotelan selama 24 tahun silam. Berawal dari pen­ didikannya di jurusan sekretaris, ibu dua anak ini malah terjun sebagai seorang waitress yang harus menguasai bidang food & beverage (F & B). Hingga akhir­ nya dia direkrut sebagai tenaga marketing yang kemudian mem­ bawanya memasuki jajaran hotel bintang lima di Surabaya sebagai seorang marketer andal. “Pertama kali saya join di hotel itu pada 1992. Waktu itu, di Hotel Hyatt sebagai wait­ ress sekitar dua tahun. Usai di Hyatt, pindah dan bekerja di Shang-rila. Hotel bintang lima yang terletak di Jalan Mayjen Sungkono ini sekitar 13 tahunan. Bahkan, tiga tahun terakhir di Shang-rila, mulai terjun di bidang mar­keting setelah sebelum di F&B,” katanya. Ulfa mengatakan awal kari­ ernya sebagai marketing ia memerlukan adaptasi, meskipun tidak jauh beda dengan dunia yang selama ia tekuni sebagai waitress hotel bintang lima. “Yaaaaa……., perlu adaptasi. Dimana, biasanya nggak pegang komputer jadi harus pegang komputer. Kemudian bertemu dengan customer untuk mencari jaringan bisnis. Kalau di waitress kan lebih ke servis,” jelas Ulfa, yang mengisi waktu luangnya

19

dengan memasak bersama kedua putrinya. Enam bulan ini Ulfa, meme­ gang posisi sebagai Sales & Mar­ keting Manager Hotel Bisanta Bidakara. Berbagai inovasi coba ia terapkan guna mendongkrak tingkat okupansi. ”Saya selalu memperhatikan aspek kerama­ han dan kebersihan agar cus­ tomer nyaman selama menginap di Hotel Bisanta. Apalagi tahun depan Hotel Bisanta akan men­ jadi satu manajemen, itu menjadi tantangan tersendiri dengan menciptkan berbagai inovasi dan promo,” ujarnya sambil terse­ nyum ramah. Wanita energik ini, mengaku sangat menikmati menjalani pro­ fesinya sebagai seorang manager marketing. ”Let it flow. Itu saja yang selalu saya terapkan dalam menjalani karier. Yang pasti, saya harus mengikuti perkembangan zaman, seperti menguasai pe­ masaran melalui bisnis online,” pungkasnya. (Lely Yuana)

Ulfa Maria

Prianto dan miniatur kapalnya

tongan kayu jati tersebut dijemur hingga kering. Karena belum ada ide, potongan kayu tersebut ditumpuk di samping rumahnya. Seminggu kemudian, terbersit dalam benaknya ingin membuat miniatur kapal. Dengan menggu­ nakan perkakas, gergaji, bor, jadi­ lah miniatur kapal yang diinginkan. “Pertama kali saya buat jenis kapal feri,” cerita Prianto. Minitur kapal penyebrangan tersebut, selanjutnya oleh Pri­ anto di pajang di ruang tamu sebagai koleksi pribadi. Tanpa disangka, miniatur kapal bua­ tannya ini banyak yang menyu­ kai. Kemudian minta dbuatkan Prianto. Seiring dengan waktu, lelaki tamatan STM ini ingin mengembangkan usahanya den­

gan cara membuat jenis kapal lainya. Mulai dari ulai dari Dewa Ruci, Amerigo Pesi, dan lain sebagainya. Dengan makin banyaknya jenis miniatur kapal ini, tempat

usaha Prianto ini makin dikenal banyak orang. Termasuk jumlah permintaannya pun terus ber­ tambah. Tidak hanya wilayah Blitar saja yang harus dilayani, tetapi luar daerah juga banyak yang pada ngantre. Tidak ingin kehilangan rezeki, Prianto pun akhirnya merekrut beberapa orang karyawan. “Ada 5 orang karyawan yang membantu saya. Alhamdulillah semua pesanan dapat terlayani,” paparnya. Masing-masing miniatur ka­ pal buatan Prianto ini, memi­ liki harga variatif, tergantung ukuran, tingkat kesulitan, dan lamanya pengerjaan. Harganya antara Rp 150.000 hingga Rp 750.000 per biji. Dalam satu bulan Prianto mampu menem­ bus omzet hingga puluhan juta rupiah. (Khoirul Abadi)

Proses pembuatan miniatur kapal

Shri Shri Shri Shivarudra Balayogi (Yogi dari Himalaya)

Om Swastiastu Banyak orang telah menyadari pentingnya Darshan oleh seorang Yogi. Darshan menyimbulkan Shakti (Energi Ketuhanan), Shanti (Kedamaian), dan Vidya (Pengetahuan). Orang suci selalu memberikan Darshan untuk membantu kita berevolusi, keluar dari “kegelapan” sehingga dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik, lebih damai, dan lebih sejahtera. Shri Shri Shri Shivarudra Balayogi atau Babaji adalah seorang Yogi dari Himalaya yang telah menyelesaikan Tapas. Babaji mempunyai misi, mendatangi umat manusia untuk memberi darshan, menginspirasi umat manusia melakukan sadhana, membimbing, dan menginisiasi dalam dhyana sehingga lepas dari penderitaan badan dan pikiran serta menemukan kedamaian sesungguhnya. Kami mengundang Shri Shri Shri Shivarudra Balayogi untuk hadir di Bali dalam acara sbb. 1. Hari/tanggal: Sabtu/ 17 Desember 2016 Tempat : Gedung Sasana Budaya, Jln. Veteran No. 20 Singaraja Jam : 17.00 – 21.00 Wita Acara : Agni Hotra dan Darshan Pakaian : Adat

Gratis 2. Hari/tanggal: Minggu/ 18 Desember 2016 Tempat : STKIP Agama Hindu , Jln. Pulau Timor No. 24 Singaraja Jam : 9.00 – 12.00 Wita Acara : Penjelasan Meditasi dan Darshan Pakaian : Bebas, tetapi Santun dan Rapi 3. Hari/tanggal : Senin/19 Desember 2016 Tempat : IHDN. Jln. Ratna No. 51 Denpasar Jam : 9.00 – 12.00 Wita Acara : Penjelasan Meditasi dan Darshan Pakaian : Bebas, tetapi Santun dan Rapi Hadirlah bersama keluarga/teman/sahabat dalam acara tersebut dan terimalah Darshan dari Yogi ini. Om Santih, Santih, Santih, Om

Kontak:

Bu Ngurah, Telp. 081936615757


20

Nine

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

D r. Hj. S itti Ro h mi Djalilla h

Enjoy Mengabdi di Bidang Pendidikan

Memaknai bahwa bekerja adalah amanah yang berangkat dari niat ibadah, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengikuti perjalanan hidupnya yang mengalir. Rohmi menjalani proses karirnya dengan memaknainya sebagai titipan. Dan layaknya sebuah titipan, kelak akan dikembalikannya dalam keadaan yang baik dan utuh. Itulah amanah sesungguhnya yang harus dipertanggungjawabkannya pada Allah SWT dan juga setelah itu kepada orang-orang yang bekerja sama dengannya. Ia selalu menjalani karirnya dengan prinsip “do my best” (bekerja dengan kemampuan terbaik). “Apapun yang saya bisa, saya berikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Rektor Universitas Hamzanwadi ini.

Rohmi saat menerima penyerahan SK Universitas Hamzanwadi oleh Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Riset dan Teknologi RI

S

ebelum menjadi Rektor, Rohmi pernah menjadi Ketua DPRD Lombok Timur. Dua dunia yang menawarkan lingkungan kerja yang sangat jauh berbeda. Namun Rohmi menikmati tanggung jawabnya ini selayaknya ia menikmati hidupnya. Dan ia membuktikan bahwa menjadi pemimpin itu bukanlah soal jenis kelamin. Sebagai seorang perempuan, ia sama sekali tidak mengalami kendala dalam memimpin. Syarat utama seorang pemimpin adalah profesional dan kompetensi adalah harga mati. “Menjaga nama baik dan prilaku serta menghormati diri sendiri sehingga apresiasi akan datang dengan sendirinya,” katanya. Karena itulah, sepanjang menjalani karirnya, ia tidak pernah mengalami masa dilecehkan. Setelah tuntas menjalani masa tugasnya sebagai Ketua DPRD Lombok Timur (2009-2013), Rohmi kemudian fokus pada dunia pendidikan sebagai Rektor Universitas Hamzanwadi. Sebenarnya, sebelum menjadi rektor, ia telah memimpin institusi

pendidikan yang dulu bernama STKIP Hamzanwadi Selong ini sejak tahun 2012 sebagai Ketua. Dan pada 23 September 2016, STKIP Hamzanwadi Selong beralih status menjadi Universitas Hamzanwadi dan Rohmi menjadi Rektor. Sejak berkarir di bidang pendidikan, Rohmi mengaku menemukan pilihan hidup yang sesungguhnya karena di sinilah lahan yang menawarkan pengabdian yang lebih lagi bagi masyarakat. Ia menjadi sangat enjoy. Dan jika boleh memilih, ia merasa lebih pas dengan dunia pendidikan. Bukan berarti di dunia profesional dan politik yang pernah dilaluinya, ia tidak enjoy,melainkan lebih pas tempatnya untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat dengan cakupan yang lebih luas pula. “Dalam dunia pendidikan kita bicara pada semua aspek kehidupan. Di sana ada pembentukan karakter, bicara tentang kompetensi, manajemen dan sebagainya,” ungkapnya. Dengan visi “Bersaing dan Berbudaya Santri”, Universitas Hamzanwadi memiliki empat

Sebagai Ketua Muslimat NW, Rohmi turut hadir dalam kegiatan-kegiatan resmi organisasi NW

fakultas dan 22 program studi. Rohmi ingin menjadikan kampus ini selain melahirkan generasi kompetitif juga memiliki kompetensi hingga tingkat global. Selain itu harus berbudaya santri dengan karakter islami. Dan karakter islami itu, menurutnya, bukan hanya bicara soal salat, zakat, puasa dan lainnya, tetapi juga bicara soal integritas, kejujuran pekerja keras. Di samping itu juga mendidik mahasiswa yang mampu membangun hubungan hablum minannas yang baik dengan sesama/ semua golongan. Dan semua itu dihidupkan dalam lingkungan

Dr. Sitti Rohmi Djajillah, Rektor Universitas Hamzanwadi, saat penandatanganan MoU dengan Windesheim University of Netherland

Indonesia. Setidaknya itulah citacita dan harapan Rohmi terhadap kampus ini. Di kampus ini, Rohmi merasa bisa mengabdi dan berkhidmat lebih luas bagi masyarakat. Maka ia pimpin universitas ini memulainya dengan sebuah PR besar yakni merubah mindset terutama dalam hal etos kerja. Dimana kerja keras itu harus menjadi sebuah keniscayaan dan harus benar-benar dijalankan. Stop santai dan tidak memiliki target dalam hidup, itulah hal pertama

Rohmi saat menjadi pembicara pada International Conference on Elemantary and Teacher Education

kampus. “Saya berharap semua orang khususnya yang lahir dari kampus ini dapat interaksi yang baik terhadap semua golongan, hidup rukun berdampingan, yang setiap waktu mengambil peran selalu menebar energi positif. Dan bukan pula berarti yang kuliah di sini hanya orang islam karena dalam agama lain pun mengajarkan hal yang sama, soal kejujuran, integritas juga bekerja keras. Bisa membawa kedamaian di mana pun mereka berada,” ungkapnya. Rohmi ingin membawa Universitas Hamzanwadi yang berada di Pancor Lombok Timur ini, tidak hanya untuk melahirkan lulusan yang memiliki kompeten tetapi juga memiliki karakter islami. Lulusan yang tidak hanya memiliki integritas dan kualitas lokal melainkan dengan kualitas yang sama dengan perguruan tinggi lain yang menasional. Rohmi ingin kampus ini memberikan kontribusi terbaik bagi daerah. Dari Pancor untuk

yang dirubahnya. Ia membangun etos kerja itu yang dimulai dari membangun sistemnya. Ia terapkan sistem monitoring dan keteladanan yang harus dicontohkan yang ia mulai dari dirinya sendiri. Yang paling menonjol sejak kepemimpinannya adalah, meeting (pertemuan/ rapat) bisa dilakukan kapan pun

dibutuhkan dan waktu yang dipilih adalah menjelang waktu istirahat. Tidak lagi ada rapat yang dipaksa direncanakan terlebih dahulu apalagi dengan embelembel persiapan memesan snack dan lainnya. “Sewaktu-waktu bisa meeting sesuai dengan kebutuhan. Meeting sesering mungkin tapi tentu saja seefektif mungkin,” ungkapnya. Rapat itu yang penting adalah materi yang didiskusikan bukan rapat sambil makan. Dan kedisiplinan menjadi salah satu fokus bagi Rohmi dalam memimpin. Dan kedisiplinan seperti ini diterapkan Rohmi mulai berangkat dari rumah. Sebagai ibu dari tiga orang anak, H. Abdul Baasith Asdjazzi, Lc., 22 tahun, saat ini sedang menempuh kuliah master di Universitas Al Azhar Cairo Mesir, Raania Amaani, 20 tahun, saat ini sedang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Muhammad Nabiel Rahmany, yang masih taman kanak-kanak, terbiasa dengan target tinggi agar ada proses perjuangan di dalam menjalaninya. Dan ia yakin itu akan sangat membentuk karakter anak-anaknya kelak. Baginya, hidup itu harus memiliki standar yang tinggi. “Karena dengan standar yang tinggi maka orang akan berlari untuk mencapainya. Jika standarnya biasa-biasa saja maka dengan mengesot saja bisa dicapai, namun hasil pencapaiannya tentu saja tidak maksimal seperti jika dilakukan dengan berlari,” ungkap istri dari HM. Khairul Rizal ST., M.Kom (Ketua DPRD Lotim saat ini). naniek.itaufan@cybertokoh.com

Rohmi (satu dari kiri depan) bersama para pimpinan Muslimat NW Wilayah NTB

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

5

Penandatanganan MoU Politeknik Negeri Bali dengan Hilton Worldwide

H

ari Kamis, 8 Desember, merupakan hari yang sangat istimewa bagi Politeknik Negeri Bali (PNB). Satu prestasi telah diraih karena mendapatkan kepercayaan dari Hilton Worldwide, perusahaan yang bergerak di bidang hospitality dunia, untuk bisa bekerja sama. PNB merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang dipilih untuk mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan Hilton Worldwide. Dengan dihadiri para pimpinan di masing-masing jurusan dan para dosen, bertempat di ruang Widya Guna PNB, dilakukan penandatanganan MoU yang dilakukan Direktur PNB ­­Ir. I Made Mudhina, M.T., dengan ­Regional General Manager Indonesia Hilton Worldwide Mr. Nils-Arne Schroeder.

Tinggi memberikan pendidikan berbagai bidang keahlian dan ke­ terampilan khusus untuk mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan profesional. Sehingga diharapkan nanti bisa menghasilkan lulus­ an yang dibutuhkan industri. PNB menyelenggarakan pendidikan berbagai program studi disam­ping program di bidang pariwisata, ada juga program studi akutansi, administrasi bisnis, mekanik, elektrikal, infrastruktur dan IT, semua diarahkan untuk memenuhi tuntut­ an industri pariwisata. “Tahun ini kami juga sedang menunggu izin operasional dua program baru di bidang teknik yakni automation enginnering and mechanical ­engineering, dan building utility, yang fokus di kompetensi bidang teknik untuk mendukung industri bisnis hotel,” ujarnya. Dengan kerja sama ini, kata dia, semakin m e ­w u j u d k a n visi PNB untuk menjadi lembaga pendidikan yang terdepan, profesional, dan berdaya saing internasional. PNB memiliki kelebihan kare­ na kekhususan pendidikannya dalam mendukung pariwisata. Dalam hal ini, pendidikan di PNB memberikan pendidikan Dari kiri: Kajur Pariwisata I Ketut Suarta, S.E., M.Si., Ketua umum dan spesiPanitia Ni Nyoman Sri Astuti, S.ST. Par., M.Par., Direktur PNB fik dalam bidang yang terkait de­ Ir. Made Mudhina, M.T., dan Sekjur Pariwisata Dr. I Ketut Budarma, M.Par., MMTHRL. ngan kompetensi keterampilan Dalam kesempatan itu, turut lulus­an tersebut. Sangat berbeda hadir Sr. Director of Human Re- dengan perguruan tinggi yang tidak sources India and South East Asia, menyelenggarakan pendidikan di Mr. Sabu Raghavan; Head of India ragam bidang karya dan keterampil­ Operations, Mr. Andre Gomez; Re- an pasti sangat terbatas lingkup gional Director of Sales-India, Mr. kerja sama yang bisa dibangun. Pariva Rustagi; General Manager “Kami menyelengarakan pendidik­ Hilton Bali and Resort, Mr. Peter an kepariwisataan didukung dan Simson; General Manager Hilton dikuatkan oleh berbagai bidang, Garden Inn Bali, Mr. Jean-Philip De sehingga partner yang diajak be­ Haas; Director of Operations Conrad kerja sama mendapatkan manfaat Bali, Mr. Stephane Roubin. lebih dari kerja sama tersebut. Direk t u r PNB I r. I M a de Tidak saja bicara tentang akomo­Mudhina, M.T., dalam sambutan- dasinya, travel, atau destinasi, tapi nya mengatakan, rasa syukur terkait dengan bidang lain, misalnya yang mendalam dan penghargaan bidang infrastruktur, keuangan, ­s etinggi-tingginya, atas keper- atau bisnis. PNB juga memberikan cayaan Hilton Worldwide dengan bekal kompentensi tambahan untuk memilih PNB sebagai mitra kerja. penguatan kepariwisataan. Itulah PNB sebagai perguruan tinggi pe- kelebihan PNB,” ujarnya. merintah di bawah Kementerian Kedepannya, akan ada kelas dari Riset Teknologi dan Pendidikan Hilton, yang memberikan tambahan

Penandatanganan MoU yang dilakukan Direktur PNB Ir. I Made Mudhina, M.T., dengan Regional General Manager Indonesia Hilton Worldwide Mr. Nils-Arne Schroeder

soft skill bagaimana berprilaku di dunia industri, lebih-lebih dalam dunia pariwisata. “Ini merupakan hal yang luar biasa, karena kami masih ada kekurangan dari sisi penyiapan SDM. Tentu ilmu yang diberikan dari Hilton Worldwide ini akan menambah kompetensi keprofesian lulusan PNB agar dapat sesuai dengan harapan industri,” kata Made Mudhina. Dalam kesempatan ini juga, ia mewakili civitas akademika PNB meyampaikan apresiasi dan penghargaan setingginya kepada Hilton Worldwide, pemerintah, dan masyarakat yang berkenan bersama-sama PNB untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas dan profesional. Tentu ini me­ rupakan tantaangan bagi PNB untuk memenuhi ekspetasi dari seluruh harapan masyarakat dalam mempersiapkan SDM yang mampu bersaing di skala internasional. Ia berharap, kerja sama dengan Hilton Worldwide ini dapat memberikan benefit untuk pengemba­ ngan dan kemajuan Hilton di seluruh dunia dan PNB.

Menurut Sekretaris Jurusan Pariwisata, Dr. I Ketut Budarma, M.Par., MMTHRL., yang diberikan kepercayaan untuk menginisasi kerja sama ini, mengatakan, ke­ giatan kerja sama antara PNB dan Hilton Worldwide, sudah di­awali bulan Juni yang lalu. “PNB sebagai pendidikan advokasi harus melakukan aliansi dengan industry. Saat openhouse lalu, PNB sudah melakukan kerja sama dengan stakeholder yang lokal. Sedangkan internasional yang terbesar adalah Hilton Worldwide. Harapan kami, agar visi internasional PNB langsung bisa terealisasi tahun ini. Dengan adanya kelas Hilton ini, mahasiswa juga berkesempatan untuk training dan direkrut bekerja di properti Hilton di seluruh dunia,” ucapnya. Ia sangat berharap, kerja sama ini, tidak saja memberi dampak bagi kualitas lulusan, namun, dapat memberikan pengembangan bagi para dosen melakukan observasi dan pembinaan untuk penguatan kurikulum di masing-masing program studi di PNB.

Para pimpinan di lingkup Kampus PNB bersama pejabat dari Hilton Worldwide

Regional General Manager Indonesia Hilton Worldwide Mr. ­Nils-Arne Schroeder mengatakan, kerja sama ini merupakan yang pertama di Indonesia dan kelima di wilayah Asia Tenggara dan India. Kerja sama ini merupakan komitmen Hilton Worldwide untuk mendukung industri pariwisata yang sedang berkembang di Indonesia. Dengan adanya kelas Hilton akan membuka wawasan mahasiswa untuk melihat bahwa banyak sekali peluang yang ditawarkan Hilton untuk masa depan atau karier me­reka. Ia berharap, kesempatan kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang positif ke depannya bagi PNB dan Hilton Worldwide. “Kami memilih PNB untuk be­ kerja sama karena kami yakin PNB merupakan perguruan tinggi yang terbaik di Bali dan kami yakin, ke depannya, kerja sama ini akan memberikan hasil yang sangat baik tidak saja bagi lulusan PNB tapi bagi Hilton Worldwide,” katanya. Mr. Nils-Arne Schroeder menambahkan, kelas Hilton merupakan program global untuk mendukung para tenaga muda dimana diharapkan 1 juta orang muda di ­tahun 2019 dapat menyadari potensi mereka dan menjadi tenaga profesional yang mampu bersaing di era globalisasi. “Mahasiswa PNB dapat mengikuti magang dan pengembangan keprofesionalan mereka di beragai jaringan Hilton. Program ini sudah merupakan tangunggjawab perusahaan untuk menciptakan nilai yang berguna bagi masyarakat, bisnis, dan lingkungannya,” kata Mr. Nils-Arne Schroeder. Mr. Nils-Arne Schroeder me­ ngatakan, akan ada beberapa mahasiswa PNB diseleksi untuk mengikuti kelas Hilton ini. Mereka akan mendapatkan tambahan ilmu dan softskil dari dosen tamu yang disiapkan Hilton. Mereka akan mendapatkan kesempatan untuk magang selama tiga sampai dengan enam bulan di jaringan Hilton, dan lulusan PNB juga berkesempatan diterima bekerja di jaringan Hilton. –ast


4

Inspirasi

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

Devina Bertha

Tunjukkan Diri dan Hati untuk Bali Menyadari kemampuan diri merupakan anugerah. Bangga terhadap kelebihan, mengetahui kekurangan adalah bentuk penyadaran tersebut. Banyak orang yang terlampau jumawa, tidak sedikit pula yang merasa sengsara. Namun, bila tahu potensi diri dan lebih mendengar kata hati, pasti ada jalan untuk menggapai prestasi. Penyadaran diri dari Devina Bertha (19) merupakan contoh yang menarik.

R

esmi dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Bali 2016 pada 3 Desember 2016 kemarin, ia mampu menunjukkan diri untuk Bali. Upaya Devina menunjukan diri tidak terlepas dari karakter unik yang dimiliki. Devina tidak sungkan untuk menyadari kelebihan dan kekurangannya. Ia pun berani menjadi diri sendiri, sehingga kecantikan hatinya terpancar menawan. Mahasiswi Manajemen Universitas Udayana tersebut mengaku selalu bersyukur adalah kunci sukses. Ia pun menyadari karakter unik dari tubuhnya yang berotot, kepribadiannya yang pantang menyerah, dan juga moody. “Saya sadar, tubuh saya berotot dan tidak sekurus perempuan lain. Saya harus syukuri. Saya tahu kalau perempuan mempunyai keunikan masing-masing,” tutur buah hati dari Ni Made Widyasari tersebut. Keunikan itu pula diyakini Devina sebagai faktor yang memengaruhi penilaian terhadap dirinya di ajang pemilihan Puteri Indonesia Bali 2016 itu.

“Saya yakin alasan juri memilih saya karena saya unik dan tidak meniru orang lain. Kita perlu menjadi orang yang beda dan unik agar selalu diingat orang,” tutur dara kelahiran Jakarta, 14 Juli 1997. Ketika ditanya tentang perasaannya, Devina mengatakan sangat bahagia. “ Tentu saya senang. Namun, merayakan kemenangan sepertinya tidak perlu berlebih. Masih banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk tahap selanjutnya di Jakarta.” Finalis Cantik Indonesia Trans TV 2015 itu kini tengah memperkaya diri dengan wawasan budaya, pariwisata, dan latihan bakat untuk mengahadpai pemilihan Puteri Indonesia, awal tahun depan. Ketika ditanya tentang persiapan ketika mengikuti Puteri Indonesia Bali, Ia mengatakan tidak ada persiapan yang terlalu serius karena waktu yang singkat. “Saya hanya menambah pengetahuan dengan membaca, dan ingat-ingat keterampilan yang sudah saya kuasai sebagai modal untuk ikut ajang itu. Awalnya saya hanya coba-coba ikut, melihat informasi di internet, dan mengirim

Mandalika

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

Konferensi Islam Internasional di IAIN Dengan tema “The Qur’an, Higher Education, and Islamic Civilization”, konferensi Islam Internasional berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu. Dihadiri oleh beberapa tokoh nasional dan internasional di antaranya, Prof. Dr. H. Said Agil Husin Almunawar, Lc, MA, Syaikh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber, M. Zaidi Abdad dan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi kegiatan ini berlangsung dihadiri banyak cendekiawan Muslim, terutama dari kalangan akademisi.

S

formulir. Tentu walau iseng saya yakin ini kesempatan yang baik,” tuturnya. PERJALANAN MERAIH SUKSES Meraih sukses tentu ada suka dan duka. Hal itu dirasakan oleh gadis yang gemar olahraga dan memasak. Ia senang karena kenal dengan orang-orang hebat yang mempunyai pengalaman banyak di bidangnya masing-masing. Ia pun banyak bertukar pendapat dengan peserta lain. Duka yang ditemui yakni lelah. Kelelahan itu dikarenakan latihan choreography selama 12 jam dengan highheels. “Ketika itu saya banyak mendapat wawasan baru dari para peserta. Selain itu, walau lelah usai latihan, semua itu bertujuan untuk melatih fisik. Sebab perempuan, harus mampu melampaui batas fisiknya,” ungkap saudari dari Jessica Andrea itu. “Visi saya, saya ingin pemuda Bali mampu melihat budaya sendiri. Selain itu mereka mampu bangga dengan kebudayaannya. Saya ingin menciptakan paradigm bahwa menjadi orang Bali itu keren. Kita hidup karena budaya. Orang asing tertarik dengan budaya Bali. Jika budaya sudah tiada, maka tidak ada orang yang melirik Bali. Saya ingin kontribusi saya didengar oleh pemuda Bali. ” kata alumni SMAN 1 Denpasar, SMPN 1 Denpasar, dan SD 3 Saraswati. “Saya ingin mengatakan, putri itu orang yang merakyat, membuat perbuahan, memberikan sesuatu untuk Bali. Bukan putri yang priyayi. Bagi saya perempuan adalah sosok yang multi talenta, mereka pendidik, mereka menggunakan hati dan logika. Mereka mampu menggunakan hati dan pikiran. Ada suara-suara yang belum tersampaikan dan banyak ide hebat dari mereka,” kata Juara 3 wallclimbing Denpasar

dan Saraswati Prusiking 2013-2014. Bagi Devina, ajang Puteri Bali 2016 memberiya banyak pel­ ajaran. Ia kini belajar menjadi orang yang tertata. Menjadi s e ­o r a n g perempuan yang mampu mengatur segala hal de­n gan baik. Ternyata ada ko­ relasi antara hobi dan pemilihan puteri Bali. “Hobi olahraga menjadikan fisik dan mental saya kuat. Pemilihan putri seperti ini membutuhkan fisik yang kuat untuk bertanding dan berkompetensi,” kata pemilik motto be more than before itu. Banyak mimpi yang belum Devina raih, salah satunya yakni menjadi entrepreneur yang mempunyai kualitas brand cake yang bagus. Hobi memasak menjadikan dirinya kini mempunyai usaha kue yakni Vintha Cakes Bali yang dapat diakses melaui instagram @vinthacakes dan http:// vinthacakesbali.weebly.com. PANTANG MENYERAH Kesuksesan yang diraih tidak terlepas dari tekad pantang menyerah. “Saya tidak menyerah karena banyak hal yang ingin saya capai. Saya punya life goal. Saya harus penuhi life goal itu. Tahapan saya setelah ini tentu lebih tinggi lagi. Ini bukan tentang popularitas. Ini tentang manfaat untuk hidup saat kedepan, belajar dan bermanfaat untuk orang lain. Saya pun harus menghalau rasa

cepat puas dan rasa lelah. Hal buruk itu harus dilawan. Ketika fisik lelah, saya ingat impian saya, dan bangkit kembali.” Te r k a i t tokoh yang mengins­ pirasi De­ vina, ia se­ but Nadya Hu­t agalung “Orang yang menginspi­ rasi bagi saya adalah Nadya Hutagalung. Dia cantik, kuat, dan cinta alam. Tidak menutupi diri dengan m a k e u p . B e n a r- b e n a r cantik alami,” tutur gadis yang mengakui tidak pernah ke salon untuk perawatan. Perawatan kulitnya, hanya putih telor, dan bahan-bahan alami lainnya. “Kulit saya sensitive jadi saya menggunakan yang alami,” katanya. “Saya ingin mengenalkan Bali ke Indonesia. Banyak yang belum tahu tentang Bali. Banyak tempat yang mereka belum jelajahi. Bali tidak hanay Ubud, Kuta, dan Jimbaran. Bali punya banyak air terjun yang menarik. Marilah ke sini dan lihat senidiri keindahan Bali,” tukasnya penuh semangat. Sebagai penutup, Devina menyatakan bahwa perempuan muda atau kaum muda sebaiknya tidak berada di zona aman. “Jangan cepat puas, jangan diam di zona nyaman. Semua glamour itu hanya maya, palsu. Nanti, 20 tahun lagi itu hilang. Tidak diingat dan terpuruk,” tutur pemilik akun instagram @vinthadevina itu mengakhiri percakapan. (Wulan)

21

Para pembicara dalam Konferensi Islam Internasional berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat

Konferensi Islam Internasional berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat

aid Agil Munawar yang tampil sebagai pembicara pertama menyampaikan harapannya agar Al-Qur’an dapat menjadi sumber nilai universal, karena Al-Qur’an memiliki nilai yang tidak pernah rapuh dan berlaku sepanjang masa. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa sebagai firman Allah SWT, Al-Qur’an bersifat mutlak, dan kuat serta memiliki nilai kebenaran yang dapat diuji secara metafisis maupun saintis. Hal senada juga disampaikan pembicara kedua yang juga merupakan tokoh Islam lainnya, Syaikh Ali Jaber. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang juga seorang Tuan Guru, tampil sebagai pembicara ke-

tiga berharap agar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, tempat berlangsungnya kegiatan ini, harus berani menjadikan Icon Jami’atul Qur’an (Universitas Al-Qur’an) di IAIN Mataram. “Yang saya harapkan IAIN sebagai suatu institusi bisa menjadi penggerak untuk mengokohkan Al-Qur’an, peran dan peradaban islam sebagai hadaratunnas”, tegasnya. Majdi memiliki keyakinan bahwa IAIN Mataram ke depannya akan lebih membanggakan di masa mendatang. Ia optimis IAIN Mataram akan melahirkan, pemikir-pemikir Qur’ani dan sarjana-sarjana Qur’ani yang akan menjadi sebaik-baik pondasi bagi pembangunan NTB ke depannya. naniek.itaufan@cybertokoh.com

Minimalisir Terjadinya Kasus TPPO/TKI Pemprov NTB Segera Bentuk LTSP P2TKI Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah yang banyak mengirim tenaga kerjanya untuk bekerja di luar negeri. NTB juga adalah daerah dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi dan jumlah angkatan kerja yang terus bertambah setiap tahunnya. Akan tetapi, ketidakseimbangan peningkatan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia mengakibatkan banyak tenaga kerja yang memilih bekerja ke luar negeri menjadi TKI dengan atau tanpa perizinan dan persyaratan yang seringkali diabaikan para TKI mengakibatkan mereka dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, terutama di negara tempat mereka bekerja. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si, saat menerima kunjungan kerja Tim Pengawas Perlindungan TKI DPR RI di Ruang rapat Utama Kantor Gubernur NTB, hari Jum’at (9/12) lalu. Menurut Wakil Gubernur, untuk meminimalisir terjadinya kasus-kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)/TKI bermasalah di luar negeri, berbagai hal yang sedang dan telah diikhtiarkan oleh Pemerintah Provinsi NTB salah satunya adalah rencana pembentukan LTSP P2TKI di 6 (enam) Kabupaten/ Kota se-NTB yang di fasilitasi oleh BNP2TKI, dan didukung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Kementerian Ketenagakerjaan RI. Program ini

Tim Pengawas Perlindungan TKI DPR RI saat melakukan kunjungan ke NTB

dimaksudkan dalam rangka perbaikan tata kelola layanan TKI ke luar negeri, sehingga diharapkan dengan berdirinya 6 (enam) unit pelayanan tersebut akan meminimalisir terjadinya pengiriman/ penempatan TKI nonprosedural termasuk juga kasus TPPO. Ketua Rombongan Timwas Perlindungan TKI DPR RI, H. Dede Yusuf Effendi menyampaikan bahwa tim ini adalah sebuah tim yang dibentuk oleh Ketua DPR RI yang menyikapi terkait permasalahan TKI mulai dari pra penempatan sebelum diberangkatkan, pada saat penempatan TKI di luar negeri dan purna penempatan. “Masalah utama TKI kita berasal dari dalam dimana saat akan diberangkatkan, banyak sekali kasus pemalsuan dokumen baik oleh pihak kantor

imigrasi sendiri maupun adanya percaloan dalam memuluskan keberangkatan tenaga kerja yang belum cukup umur. Selain itu kurangnya keahlian yang dimiliki tenaga kerja juga sangat mempengaruhi nasib hidup mereka di sana karena ketidakpahaman akan hal-hal tersebutlah yang mendatangkan masalah pada saat penempatan kerja mereka, jadi nasib tenaga kerja disana menjadi terkatung-katung,” kata Dede. Itulah sebabnya menurut Dede, bahwa pemerintah pun tidak bisa bertanggung jawab atas nasib TKI di luar negeri disebabkan oleh ketidaktahuan adanya warga yang diberangkatkan untuk bekerja di luar negeri sehingga tiba-tiba saja diberitakan tersangkut permasalahan

hukum kemudian pulang hanya tinggal nama saja. Itu akibat dari pemalsuan dokumen itu. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi juga menyampaikan beberapa aspirasi yang diharapkan dapat disampaikan ke pihak-pihak terkait yang menangani masalah TKI ini. Ia berharap kepada pihak Kementerian Luar Negeri agar ada protap yang lebih ketat di Kantor Imigrasi untuk memberikan dokumen perjalanan bagi warga negara RI yang akan keluar negeri. Jangan sampai praktik percaloan berkembang sehingga banyak warga di bawah umur bisa lolos berangkat ke luar negeri menjadi tenaga kerja dengan kemampuan kerja yang terbatas. Dikhawatirkan dari hal tersebut akan ada potensi korban perdagangan

manusia. Ia juga berharap agar Timwas TKI ini dapat berkunjung ke kedutaan-kedutaan besar Indonesia di negara-negara yang banyak menerima TKI untuk melihat SOP mereka ketika menangani TKI-TKI yang banyak mendapat masalah hukum, karena pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan sama sekali terhadap hal tersebut. Selain itu, gubernur juga menyarankan agar kementerian ketenagakerjaan melalui Presiden membuat satu kebijakan dan menghimpun dana ketenagakerjaan atau yang disebut juga dana reboisasi yaitu mewajibkan perusahaan-perusahaan yang bekerjasama dengan kehutanan untuk berinvestasi dalam rangka menanam kembali hutan gundul setelah penebangan sekaligus dana tersebut dapat dipergunakan untuk kasus asuransi tenaga kerja, sehingga TKI yang terkena masalah hukum secara psikologis tidak merasa bebannya terlalu berat. Ada juga masalah problem yang dialami Balai Latihan Kerja (BLK) yang disampaikan Gubernur pada Tim ini yaitu tentang fasilitas gedung yang dibangun sangat bagus akan tetapi utilitasnya tidak maksimal. Ia meminta agar perangkat yang ada di daerah yang telah dipersiapkan dengan biaya yang besar itu bisa dipergunakan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. naniek.itaufan@cybertokoh.com


22

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Kasus kekerasan ter­hadap anak se­ makin mengkhawat­ irkan. Bukan hanya mening­kat dari sisi jumlah tapi juga pelakunya sebagian di antaranya adalah orang-orang dekat si anak. Yang lebih memprihatinkan, akhir-akhir ini mun­ cul sejumlah kasus di mana kekerasan di­ lakukan oleh orangtua sehingga menyebab­ kan anak meninggal. Orangtua yang sehar­ usnya menjadi pelind­ ung anak, berbuat sebaliknya. Karena emosi dan tekanan ekonomi, membuat mereka tega menga­ niaya anaknya hingga tewas.

Gunilla Olsson

K

asus teranyar di Jabodetabek ter­ jadi di Bogor dan Tangerang. Kasus yang cukup menyita perhatian publik ini membuat banyak pihak ikut angkat bicara menyoroti hal tersebut. Di Kabupaten Bogor, seorang bocah 3 tahun tewas dianiaya orangtuanya. Bocah yang sedang lucu-lucunya itu meninggal dunia dengan sekujur tubuh penuh luka. Namun, luka paling fatal adalah pada kepala korban yang sudah beberapa kali dibenturkan ke tembok. Ibu korban mengaku tega menganiaya anaknya kar­ ena stres banyak utang, sedang sang ayah mengaku menganiaya karena anaknya tidak mau menu­ rut. Sedang kasus dua bocah di Tangerang masing-masing tewas karena dianiaya ibu tirinya. Komisioner KPAI (Komisi Per­ lindungan Anak Indonesia) Erlinda mengatakan, secara keseluru­ han pihaknya (KPAI) menerima laporan kekerasan terhadap anak yang terjadi di seluruh Indonesia

Pola Asuh Keluarga Pengaruhi Kasus Kekerasan terhadap Anak

sekitar 200 laporan per-hari, baik itu kekerasan orangtua terhadap anak, guru terhadap murid, dll. Tingginya jumlah laporan kek­ erasan terhadap anak ini menun­ jukkan belum optimalnya sistem pengawasan terhadap anak. “Masalahnya bukan pada aturan atau sanksi yang ada. Peraturan tentang kekerasan yang ada saat ini sudah cukup. Tinggal harmonisasi dan implementasinya saja yang harus dioptimalkan. Pengawasan di tengah masyarakat juga masih lemah,” ungkap Ketua Divisi Sosialisasi KPAI ini. Program pencegahan lewat pelayanan terpadu, menjadi pe­ nentu berjalan tidaknya penga­ wasan terhadap anak. “Pelayanan ini harus berjalan sampai ke ting­ kat paling dasar, yakni RT, RW juga kelurahan,” katanya. Makin memprihatinkannya kekerasan terhadap anak juga menjadi sorotan Perwakilan Uni­ cef (United Nation Children’s Fund). Mengutip pernyataan Kepala Perwakilan Unicef di Indonesia, Gunilla Olsson, kek­ erasan terhadap anak adalah krisis senyap di Indonesia dan hanya akan berhenti jika kita semua— baik itu orangtua, guru, pemuka masyarakat, pemerintah--- bek­ erja sama dan melindungi semua anak, seperti mereka adalah anak sendiri. “Jadi ibaratnya, jika diper­ lukan satu desa untuk membesar­ kan anak maka diperlukan juga satu desa untuk melindungi anak,” kata Gunilla. Ditambahkannya, anak yang menjadi korban kekerasan akan menderita baik secara fisik mau­ pun psikologis untuk jangka waktu lama. “Bahkan kita tahu bahwa banyak pelaku kekerasan ternyata juga adalah korban kekerasan saat mereka masih anak-anak,” jelasnya. Karenanya ia mengajak agar masyarakat Indonesia melawan kekerasan dan menjadi pelindung anak. “Sudah waktunya untuk menghentikan kekerasan terh­ adap anak. Saya pelindung anak dan saya mengajak semua orang untuk menjadi pelindung anak,” tegasnya. Senada dengan Gunilla, Er­ linda juga menyatakan bahwa tindakan kekerasan terhadap anak menjadi trauma yang mendalam bagi si anak yang terus terbawa sepanjang hidupnya. Karenanya ia mengajak agar orangtua, guru juga masyarakat agar memahami pentingnya hak dasar anak. Khususnya orangtua, papar Erlinda, harus membangun ko­ munikasi keluarga yang baik, ber­ prilaku yang baik sebagai teladan terhadap anak-anaknya. Sebab, tambahnya, anak-anak rentan terpengaruh pola hidup, pola asuh dan prilaku orangtua dalam kehidupan sehari-hari. Dia juga menambahkan, tidak

Sosialita Lima perempuan Bali meraih anugerah Perempuan Inspiratif Tokoh (PIT) 2016. Acara penganugerah­ an dilaksanakan Rabu (7/12) di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha. Mereka adalah IA Selly Fajarini, Sri Sumahardani, Ni Putu Sudiadnyani, Ni Made Herry Erika Sedana, dan Nengah Widiasih. Dari lima perempuan ini, Widiasih tidak bisa hadir karena sedang mengikuti Pelatnas di Solo. Berikut pro­ fil para peraih peng­ hargaan Perempuan Inspiratif Tokoh 2016.

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

3

Perempuan Inspiratif Tokoh 2016 Ida Ayu Selly Fajarini , S. E. Di tengah kesibukan yang padat menggerakkan berbagai organisasi sebagai istri Wali Kota Denpasar, IA Selly Fajarini S.E yang lebih dikenal dengan IA Selly D. Mantra ini, sungguh memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi, khususnya untuk dedikasinya ter­ hadap anak-anak penyandang disabilitas. Berbagai terobosan telah dilakukannya dalam memberi ruang dan kesempatan bagi mereka untuk maju dan berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing. Untuk mutiara-mutiara bangsa yang spesial ini, Selly D. Mantra, selaku Ketua Koordina­ tor Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3 S) Kota Denpasar bergandengan dengan pemerintah, sekaligus menggandeng pengusaha dan para voluntir untuk bekerjasama. Salah satu kegiatan yang gaungnya hingga ke ranah nasional adalah Pemilihan Putra Putri Tuli se-Bali. Maka tak heran jika ia seringkali diminta sebagai narasumber mengenai anak –anak disabilitas di tingkat nasional. Begitu juga kiprahnya di bidang budaya, banyak aksi dan kegiatan yang sudah digagasnya untuk mendukung Denpasar sebagi Kota Kreatif berbasis budaya.

Ni Putu Sudiadnyani

Ni Ketut Sri Sumahardani, S.E, M.M

Asrorun Niam

selamanya masalah ekonomi men­ jadi pemicu timbulnya kekerasan orangtua terhadap anak. “Masalah pola asuh keluarga juga dominan menentukan terjadinya kekerasan terhadap anak. Banyak kelu­ arga yang secara pereko­ nomian bagus namun pola asuh dan komu­ nikasi

kekerasan terhadap anak menga­ lami peningkatan selama beber­ apa tahun terakhir. Berdasarkan data Polri, kata Asrorum, terjadi peningkatan tindak kekerasan terhadap anak yang tadinya di tahun 2014 tercatat 382 laporan maka tahun 2015 naik menjadi 574 laporan. Ia juga menambahkan bahwa kehadiran media sosial berbasis online ikut memberi kontri­ busi terhadap terjadinya tin­ dak kekerasan terhadap anak. “Selain sebagai sara­ na pembelajaran, med­ sos juga menjadi sarana terhad­ inya pembunu­ han dan per­

dagangan anak,” tegasnya. Menurutnya, sumber utama masalah terjadinya tindak ke­ jahatan terhadap anak adalah keluarga. Berdasarkan kajian, sumber utama masalah adalah pada keluarga. Selain itu, ia juga meminta agar aparat penegak hukum tidak menyamaratakan proses hukum terhadap semua pelaku kejahatan. Karena kerap kali, katanya, perlakukan kejaha­ tan anak dengan orang dewasa disamakan. “Harusnya, kalau anak sebagai pelaku, penanganannya beda dengan jika pelaku orang de­ wasa. Pendekatan kepada anak yang ajdi pelaku ada­ lah dalam konteks pe­ mulihan. Mereka harus direhabilitasi di tempat khusus,” jelasnya. (dianaruntu@ cybertokoh.com)

Ni Made Herry Erika Sedana, A.Md, S.E. Perempuan yang menuntaskan D3 dan S1 dengan predikat cumlaude ini dikenal sangat mencintai dunia logistics & supply chain. Se­ masa berkarier, ia memperoleh 9 penghargaan Indonesia dan Asia Pacific. Ia juga menjadi QSE Global Facilitator untuk Asia Pacific Region. Pada masa kariernya, ia adalah perempuan Bali pertama termuda yang menjadi Kepala Cabang di perusahaan asal Germany - DHL Express, Country Retail Manager dan Area Sales Manager untuk memimpin sales di empat cabang utama di Indonesia (Bali, Balikpapan, Medan & Batam). Saat ini Erika menaruh prioritas pada pengembangan usaha di MORITZ LOGISTICS INDONESIA yang hingga saat ini sudah bisa melakukan export ke lebih dari 200 negara. Ia terus melakukan peningkatan kerjasama sehingga dapat membantu para UKM di Bali untuk bisa menjual produk kualitas terbaik mereka ke pasar internasional.

kurang baik, sehingga ini juga rentan terjadi kekerasan,” ungkapnya. KONTRIBUSI MEDIA ONLINE Tentang mening­ katnya kekerasan ter­ hadap anak juga telah dilaporkan Ketua KPAI Asrorun Niam kepada DPR beberapa waktu lalu. Menurutnya, tindak

Sosoknya kini menjadi public speaker yang ditunggutunggu kehadirannya. Sebab, selain materinya sangat menginspirasi, sebagai seorang praktisi langsung dan ditunjang pengalamannya yang lebih dari puluhan tahun, ia sangat mumpuni dan sukses membawakan materi dengan gaya bicara “smart, powerfull dan fun”. Dengan jadwal yang sangat padat dan jam terbang sangat tinggi, sebagai seorang public speaker ia telah bicara di depan ribuan peserta. Sri Sumahardani bak seorang penyihir, seperti tagline-nya “Salam 3 SP”… Salam Se­ nyum Sang Penyihir. Hingga kini, penulis rubrik Dhani’s Art in Service di Mingguan Tokoh ini pun, dipercaya menjadi public speaker di semua kalangan, mulai dari anak sekolah atau pelajar, mahasiswa, kalangan industri jasa, para pelaku layanan, hingga pejabat publik.

Erlinda

Kiprahnya semakin meluas. Sebagai pengusaha jewellery ia sangat produktif. Karyakaryanya disukai hingga ke berbagai wilayah di Indonesia. Dalam bekerja ia mengusung motto “Berkarya tiada henti, inspirasi tanpa batas” Perempuan yang selalu tampil khas ini bukan hanya membuat karya dalam jumlah yang banyak, namun juga is­ timewa. Karenanya, tak salah jika Bu Bara-begitu sapaan akrabnya, sempat meraih penghargaan di ajang PKB. Bahkan. ia digandengkan menjadi partner berkarya untuk pagelaran desainer senior Indonesia, seperti Ivan Gunawan dan Anne Avantie. Dan sebagai perempuan yang tak bisa diam, ia juga meng­ gagas berdirinya Komunias Cinta Kamen Bali,.. mengajak perempuan Bali untuk lebih mencintai, menghargai, dan ikut melestarikan salah satu warisan budaya ini.

Nengah Widiasih Perempuan kelahiran Karangasem, 12 Desember 1992 ini merupakan atlet angkat berat. Ia meraih medali perunggu di ajang Paralympic 2016 di Rio de Jenairo, Brasil. Prestasi yang diraih merupakan hasil latihan, latihan, dan latihan. Ketidaksempur­ naan fisik tidak menjadi halangan baginya untuk berpretasi. Widiasih per­ caya, hidup harus punya mimpi. Untuk meraih mimpi, harus dengan kerja keras. Saat ini Nengah Widi­ asih tidak dapat hadir bersama kita semua un­ tuk menerima penghar­ gaan secara langsung, se­ bab ia tengah mengikuti Peltnas di Solo.


2

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

GORO-GORO S u d i , anak tetangga bertanya pada i b u n y a : “ Pa k Guru nanya, apa beda, Bhineka Putu Wijaya Tunggal Ika dengan Bhineka Tunggal Eka?” Ibu Sudi merasa tidak ada perbedaan. “Memang dulu ditulis Eka, sekarang Ika, tapi maksudnya sama. Berbeda-beda tapi satu adanya!” Anak itu tertawa. “Salah!” “Salahnya apa? Mungkin dulu salah tulis jadi eka, mestinya kan ika!” “Kenapa?” “Sudah diem! Orang salah tulis, kok kenapa! Ya salah tulis! Kalau kamu jalan keseleo lalu jatuh, kenapa, ya keseleo, kok repot!” Sudi ketawa lalu mencatat. Bu Sudi penasaran, lalu nanya

suaminya. “Pak, kenapa dulu Bhineka Tunggal EKA, sekarang Bhineka Tunggal IKA?” Pak Sudi yang sedang asyik mengikuti berita-berita Demo Damai jilid dua dan jilid tiga, asal menjawab, “Biar eka atau ika, pokoknya damai, biar bhineka!” “Tapi Sudi tadi nertawain . . . . .” “Sudah, jangan ngurus politik, pusing! Sudah ada ahlinya! Masak saja yang cepetan, sudah kriukkriuk nih!” Bu Sudi tertawa. Pak Sudi merasa ditertawakan. Malam hari, kebetulan ia papasan jalan dengan Amat. Langsung dia rogoh pendapat orang yang dianggapnya panutan itu. “Pak Amat, maaf, apa artinya Bhineka Tunggal Ika?” Amat kontan menjawab, “Walau pun berbeda-beda, semua itu dalam kesatuan.”

Ekspresso

BHINEKA TUNGGAl IKA

“Kalau Bhineka Tunggak Eka?” Amat tertegun. Lalu menatap Pak Sudi. “Ini kuis atau apa Pak Sudi?” Pak Sudi ketawa lalu menjelaskan masalahnya. “Ini akibat tv sekarang kebanyakan politik, Pak Amat. Istri saya ngetes saya. Waktu saya bilang, sama saja, eee…, dia ketawa! Padahal sama saja kan? Hanya beda tipis, dulu E sekarang I. Ya, kan Pak?!” Amat terpaksa ngajak Pak Sudi berhenti, lalu memberi kuliah. “Memang beda tipis, hanya E dan I, tapi bedanya banyak, Pak Sudi. Sama dengan uang seratus ribu, misalnya. Sebagai kertas, lembaran uang itu kecil sekali. Untuk bungkus apa pun tak cukup. Tapi coba dibelanjakan, bisa untuk beli berkilo-kilo koran bekas yang bisa untuk membungkus keperluan belanjaan sampai

sebulan. Jadi antara EKA dan IKA itu nampaknya sama tapi beda!” Pak Sudi bingung. “Pak Sudi! Bhineka yang jadi eka itu berarti unsur-unsurnya lebur jadi satu, tapi bhineka ika itu, unsur-unsurnya tetap utuh: suku, adat-istiadat, agama dll. tetap berbeda-beda, tapi semuanya berada dalam kesatuan sebutan dan cita-cita: Indonesia! Memang kedengaran sama, tapi sebenarnya tak sama!” “Jadi sama, tapi tak sama?” “Paaaakkk!” Terdengar suara Bu Amat memanggil. Amat terpaksa bergegas

pulang. Pak Sudi termenung. Waktu sampai di rumah, ternyata ia sudah ditunggu Sudi. “Pak, guru nyuruh aku mewawancarai Bapak. Apa beda Bhineka Tunggal Eka dan Bhineka Tunggal Ika?” Pak Sudi kontan menjawab: “Sama! Tapi tak sama!” Tengah malam itu juga, pintu rumah Pak Sudi diketok. Gelagapan Sudi membuka pintu. “Pak Amat! Ada apa, Pak?” “Bilangin Bapak! Salah! Bukan sama, tapi tak sama! Yang betul, beda jauh! Meskipun kedengaran sama!

Sudut Pandang

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebagai lembaga pemerintah mempunyai tanggung jawab antara lain merumuskan kebijakan dan mengkoordinasikan berbagai program pemberdayaan perempuan di bidang strategis untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya perempuan. Melalui kebijakan perlindungan hak perempuan dalam ketenagakerjaan yang mencakup pencegahan, penanganan dan pemberdayaan, dapat melindungi para pekerja perempuan yang merupakan kebijakan mendasar terutama dalam menjamin hakhak dasar pekerja perempuan. Perlindungan dimaksud adalah agar pekerja perempuan mendapat perlakuan yang wajar dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya tanpa diskriminasi, sesuai dengan harkat, martabat dan kodratnya. Hal ini dimaksudkan agar pekerja perempuan mampu melaksanakan peran dan fungsi yang dimilikinya dalam pembangunan sosial ekonomi masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, maka KPPPA berkepentingan untuk meningkatkan pemahaman terkait kebijakan perlindungan hak perempuan dalam ketenagakerjaan melalui kegiatan sosialisasi dan advokasi, sebagai upaya menjamin hak-hak dasar tenaga

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kerja perempuan dan menjamin kesempatan serta perlakuan yang sama tanpa diskriminasi. Mengingat pula bahwa pertumbuhan penduduk tidak sebanding dengan pertumbuhan lapangan kerja. Peran dan partisipasi perempuan dalam ketenagakerjaan masih rendah. Masih adanya diskriminasi dalam ketenagakerjaan, mulai dari penerimaan, saat kerja, dan purna kerja Lemahnya pengawasan dalam hubungan kerja. Masih sering terjadi pelanggaran terhadap hak pekerja, terutama perempuan. Minimnya ketersediaan data pelanggaran hak pekerja. Untuk tahun 2016 ini program unggulannya adalah 3 End. Pertama, akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Aplikasinya dengan informasi hak perempuan dan anak menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Berfungsinya kelembagaan di tingkat desa untuk memastikan pemenuhan hak perempuan dan anak. Berfungsinya satgas perlindungan perempuan dan anak di daerah. Dukungan yang massif dari pemangku kepentingan (kementerian/lembaga, pemda dan lembaga masyarakat. Kedua, akhiri perdagangan manusia. Aplikasinya dengan terbangunnya sistem deteksi anti perdagangan manusia(perempuan dan anak). Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam sistem deteksi antiperdagangan manusia.Terbangunnya

Ida Ayu Nyoman Candrawati

sinergi antar pemangku kepenting­ an dalam penanganan kasus perdagangan manusia melalui gugus tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Memastikan setiap calon TKW mendapatkan pelatihan yang memadai. Ketiga, akhiri kesenjangan ekonomi. Aplikasinya memastikan jalannya program pelatihan bagi perempuan pelaku usaha. Memastikan setiap perempuan berhak mendapatkan akses permodalan melalui lembaga keuangan. Menyiapkan sistem permodalan alternatif bagi perempuan pelaku

usaha mikro. Mengembangkan dukungan dana /sarana alternatif bagi perempuan innovator. Selanjutnya berharap sesuai dengan Permen PPPA No.5 Tahun 2015, sebagai acuan bagi instansi pemerintah maupun swasta, dalam rangka penyediaan sarana kerja yang responsif gender dan peduli anak di tempat kerja, yang harus disediakan antara lain ruang ASI, termasuk pemberian waktu untuk memerah ASI atau memberikan ASI eksklusif, ruang pengasuhan anak, fasilitas pelayanan kesehatan, sarana lain yang menunjang, termasuk sumber daya manusia sebagai pengelolanya. Begitu pula dengan Permen PP dan PA No. 5 Tahun 2015 tentang Penyediaan Sarana Kerja yang Responsif Gender dan Peduli Anak, mengingat saat ini perempuan bekerja hampir di semua bidang pembangunan, sesuai kodratnya, perempuan mengalami haid, kehamilan, melahirkan

dan menyusui. Oleh sebab itu, perempuan pekerja memerlukan pemeliharaan dan perlindungan kesehatan yang baik, terutama terkait kesehatan reproduksinya, agar generasi penerus terjamin kesehatannya. Semoga sosialiasi yang sudah kami laksanakan Kamis (8/11) di Hotel Harris Cokroaminoto, Denpasar dapat memberi gambaran tujuannya yakni mengupayakan pemenuhan hak perempuan di bidang ketenagakerjaan; memberikan pemahaman terkait kebijakan perlindungan tenaga kerja perempuan; memberikan pemahaman tentang kesetaraan dalam ketenagakerjaan. Dan mengetahui langkahlangkah yang harus kita laukan bersama untuk perempuan dan anak. Ida Ayu Nyoman Candrawati Kepala Bidang Perlindungan Perempuan di BP3A Provinsi Bali

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23

Berbagi untuk Kehidupan yang lebih Baik

Sejumlah artis saat ini tengah sibuk menggalang bantuan untuk korban gempa bumi yang terjadi di Aceh, Rabu (7/12). Di antaranya adalah Tompi dan Nova Eliza yang memang berasal dari bumi ‘Serambi Mekkah’ itu. Apalagi Nova yang bukan saja berasal dari Aceh tapi keluarga besarnya ada yang menjadi korban gempa. Menurut Nova, sebagian keluarganya ada di Pidie sedang ibu saudara lainnya di Banda Aceh.

Nova Eliza

Sosialisasi dan Advokasi Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan

Edisi 931/ 12 - 18 desember 2016

“B

egitu tahu ada gempa, aku sempat telepon mama tapi teleponnya mati. Aku telepon keponakan, juga mati. Aku benarbenar panik karena tidak bisa menghubungi mereka. Untungnya kakak rupanya sempat menelepon mama dan nyambung. Mama cerita mereka merasakan gempa dan mereka lari ke halaman rumah. Jadi mama nggak apa-apa. Tapi ada saudaraku di Pidie kabarnya menjadi korban

terkena reruntuhan bangunan,” ungkap Nova yang menggalang bantuan lewat medsos. Aksi menggalang dana dan aktif dikegiatan sosial memang bukan hal yang baru bagi Nova. Sejak lama ia sudah menyukai berbagai aktivitas berbagi dengan sesama, khususnya pada kegiatan sosial terkait masalah perempuan dan anak-anak tak mampu. Ia juga aktif memperjuangkan anti kekerasan terhadap perempuan. Melalui organisasi ‘Suara Hati’ ia aktif mengumpulkan dana bagi perempuan tak mampu korban kekerasan dengan tujuan agar para korban dapat memperoleh kehidupan lebih baik, semisal membuka usaha. Nova mengaku sangat mensyukuri kariernya yang bagus di dunia entertainment, baik itu akting, menyanyi maupun jadi host acara. Wujud dari rasa syukur atas rezeki ia dapat adalah berbagi dengan sesama. “Jadi aktris sudah, menyanyi, host juga, sudah semua. Jadi waktunya adalah berbagi pada sesama yang memerlukan,” ujar Nova yang juga membantu anakanak yatim dan mendirikan rumah singgah untuk korban kekerasan. Selain Nova, artis lain yang juga peduli pada perempuan dan anakanak adalah Yuni Shara. Penyanyi mungil ini bahkan sudah mendi-

rikan sekolah untuk anak-anak tak mampu di kampungnya, Batu Malang, Jawa Timur, sejak beberapa tahun lalu. “Aku suka kegiatan sosial, khususnya bidang yang terkait dengan anak-anak dan perempuan. Untuk pendidikan anak-anak tak mampu misalnya, sudah empat tahun ini aku telah membangun tempat pendidikan di kampung aku Batu Malang,” ungkap perempuan yang bernama lengkap Wahyu Setyaning Budi, ini. Dulu ada sekolah di daerahnya akan ditutup. Sebagai pemerhati pendidikan anak, dia merasa sangat sayang jika hal itu terjadi padahal ada banyak anak-anak di daerahnya membutuhkan pendidikan. “Akhirnya saya meneruskan sekolah itu, saya jalani saja. Saat memutuskan itu, saya nggak mikir nantinya bagaimana-bagaimana (biaya), ya mengalir saya. Saya percaya, Insya Allah, ada jalan Tuhan akan memberi rezeki. Jadi yang penting adalah nawaitu-nya saja, niat saya adalah membantu manusia lain,” ucap ibu dari Cavin dan Cello ini. Tuhan memang memberkati niat Yuni ini. Empat tahun berjalan, sekolahnya berkembang pesat. Dari awalnya hanya play group saja, kini sudah memiliki tiga kelas TK, juga daycare atau TPA (tempat penitipan anak).

Berbagi tak harus Uang Menurut Darren Firmansyah, berbagi tidak harus dilakukan pada hari raya besar. Namun, sebaiknya berbagi dilakukan setiap hari. Menurutnya juga, berbagi tidak melulu soal uang, tapi berbagi juga dapat diartikan dengan kita memberikan perhatian, toleransi, dan kasih sayang kepada keluarga. Jadi sebelum berbagi dengan orang yang tidak mampu, jangan lupa untuk berbagi dengan keluarga. “Kalau saya pulang ke kampung asal di Bandung, saya senang sekali bertemu adik-adik dan kemenakan saya. Kebetulan saya banyak punya kemenakan. Kami melakukan hal-hal yang menyenangkan, menonton bioskop, jalan-jalan, makan, dan belanja. Menurut saya, itu juga termasuk berbagi kepada sesama. Satu hal yang sangat menginspirasi adalah mama saya karena mama mengajarkan untuk selalu menghormati orang lain dan berbagi,” ujar Marketing Communication Manager Secret Garden Village ini. Menurut lelaki kelahiran 28 Februari 1989 ini, ia banyak melihat sikap mamanya yang selalu memberinya inspirasi untuk berbagi kepada` orang lain. “Kalau ada orang yang datang dari kampung papa saya, misalnya mereka mau mencari kerja, walaupun tidak ada ikatan dengan keluarga saya, mama saya membantunya dengan memberikan tumpangan tempat

Darren Firmansyah

tinggal. Untuk makan, kami makan seadanya. Mama tidak pernah meminta orang itu untuk membelikan beras atau apa. Sikap mama saya itu juga menginspirasi saya untuk berbagi tidak harus dengan uang,” kata lelaki yang pernah menjadi Duta Pariwisata Jawa Barat ini. Ia mengaku miris, melihat banyak sekali saat ini, orang kalau berbagi atau menyumbang kepada orang lain, membawa media dan mempublikasikan diri. Padahal, ketika kita memberi, itu urusan kita dengan Tuhan. Sementara, bagi Dewi, berbagi kepada sesama memang seharus-

nya dilakukan, apalagi bagi kita yang diberikan rezeki lebih. “Rezeki yang kita terima beberapa persennya itu merupakan berkah dari orang lain karena itu kita perlu berbagi kepada orang lain,” ujar karyawati swasta ini. Biasanya, Dewi rutin melakukan kegiatan amal, saat berulangtahun. Ia mengatakan, berbagi tidak dilakukan dengan berlebihan. Namun, ada yang dibagikan kepada orang-orang yang hidupnya masih kekurangan. “Biasanya saya menyumbang ke panti asuhan. Jumlahnya tidak banyak, tapi ada, walau sedikit. Kadang, saya juga merayakan ulangtahun anak saya bersama anak-anak yang kurang mampu,” ujarnya. Selain ulangtahun, saat menjelang hari raya, ia juga rutin beramal kepada sesama. Saat perayaan Natal, biasanya ia memberikan beberapa hadiah kepada anak-anak di panti asuhan. “Natal tahun ini ia berharap, dapat melakukannya lagi,” kata Dewi. Bagi Dewi, saat berbagi, ia selalu berdoa semoga rezeki yang ia terima selalu bisa bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan orang lain. Menurutnya, berbagi kepada sesama, sangat baik diajarkan kepada anak-anak sejak kecil. Agar mereka bisa belajar tidak egois dan bersyukur dengan semua karunia Tuhan. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Yuni Shara

“Muridnya banyak, kami sampai kewalahan. Banyak anak ingin bersekolah di tempat saya, tapi tempat terbatas. Terpaksa saya menolak anak-anak yang ingin mendaftar. Itulah yang sekarang saya sedang pikirkan bagaimana pengembangan sekolah ini,” ujarnya. Menurut Yuni, guru-guru yang mengajar di sekolahnya adalah gu-

ru-guru profesional sarjana PAUD. “Guru-guru saya adalah guru-guru berkualitas, mereka adalah sarjanasarjana PAUD. Mereka sering saya kirim untuk studi banding pendidikan ke Jakarta, juga ke sejumlah sekolah di sana, di antaranya sekolah Kak Seto. Hasil studi banding itu diterapkan di sekolah kami. Dengan begitu pelajaran di sekolah kami sama dengan anak-anak yang ada di Jakarta,” ujar Yuni yang namanya mulai melejit di blantika musik nasional tahun 1991. Namun demikian, kata pelantun tembang ‘Hilang Permataku’ ,ini, sampai sekarang sekolahnya belum mendapat subsidi dari pemerintah. Hal ini disebabkan lahan yang digunakan adalah lahan sewa. Karena itu, lanjut wanita kelahiran 1972 ini, saat ini dia tengah giat mengumpulkan uang untuk membeli lahan sendiri dan membangun sekolah. Ditambahkan Yuni, semangatnya yang tinggi dalam menangani sekolah tersebut, tak lepas dari dukungan yang diberikan Cavin dan Cello. “Kedua anak saya juga keluarga sangat mendukung. Mereka kerap memberikan masukan untuk banyak hal,” kata Yuni. (dianaruntu@cybertokoh.com)

Berbagi Ilmu sesuai Pengalaman Pengalaman adalah guru terbaik dalam hidup, demikian ungkapan yang sering kita dengar. Namun, apalah arti pengalaman baik maupun yang buruk jika setiap orang tidak mampu mengambil hikmahnya. Pengalaman buruk akan menjadi baik jika seseorang tidak mengulangi kesalahan yang sama pada pengalaman tersebut. Begitu sebaliknya, pengalaman baik akan berfaedah jika seseorang dapat membagi pengalaman tersebut. Made Nyiri Yasa, S.Sos M.MA, Kepala Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa Kabupaten Buleleng menceritakan pengalaman yang dimiliki kepada orang lain adalah salah satu bentuk berbagi kepada sesama. Pengalaman buruk maupun pengalaMade Nyiri Yasa man baik sama-sama penting untuk dibagikan. Pria yang selama 28 tahun menjabat sebagai Kepala LPD Desa Ambengan Kecamatan Sukasada Buleleng ini menambahkan tidak semua pengalaman yang ia bagikan perlu dicontoh dan diterapkan oleh tiap orang. “Ya pengalaman yang saya bagi tentu terkait dengan pengalaman organisasi di LPD, sehingga pengalaman yang buruk bisa dipelajari lagi dan pengalaman yang baik mungkin bisa dicontoh oleh masyarakat,” paparnya. Dosen luar biasa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Panji Sakti Singaraja tersebut mengungkapkan hal penting yang perlu diperhatikan dalam berbagai pengalaman adalah kejujuran. Sebagai orang yang telah lama berkecimpung di lembaga perkreditan, kejujuran dan disiplin adalah dua modal utama yang harus dipegang teguh. “Tanpa kedua hal tersebut bagaimana orang bisa percaya dengan kita?” tegasnya. Pengalaman yang paling sering ia bagi dengan rekan-rekan sesama pengurus LPD lainnya adalah cara mengelola lembaga. Profesionalitas perlu dijaga antar kepala LPD dan pengurusnya, sehingga ketika menemui suatu masalah dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat. “Sebagai kepala seharus bisa bertanggungjawab jangan ada masalah malah lari tetapi cari solusi,” jelasnya. Berbagi pengalaman menurut pria kelahiran 13 Mei 1963 tersebut bukanlah hal yang merugikan. Justru dengan berbagi pengalaman dirinya dapat bertukar pikiran (sharing) ide-ide yang dapat dikembangkan dalam keorganisasian. “Dengan berbagai cerita pengalaman orang lain bisa menerapkan teori kita begitu juga sebaliknya,” tandasnya. Selain pengalaman, berbagi yang ia lakukan melalui LPD adalah berbagai dalam bentuk materi. Sesuai peraturan 20% dana dari laba LPD digunakan sebagai dana pembangunan desa adat baik fisik maupun nonfisik sedangkan 5% digunakan sebagai dana sosial yang dikelola oleh pengurus LPD dengan persetujuan desa adat. “Kami akan tuangkan dalam rencana kerja yang disusun tiap tahunnya. Biasanya digunakan untuk sosial keagamaan, pendidikan dan kegiatan yang mendukung perkembangan LPD ke depan,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)


24

Edisi 931/ 12 - 18 DESEMBER 2016

Acara penganugerahan “Perempuan Inspiratif Tokoh 2016” diselenggarakan di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Rabu (7/12). Hadir dalam acara ini Ny. Bintang Puspayoga (istri Menteri Koperasi dan UKM RI), Ny. Selly D. Mantra (istri Walikota Denpasar), Ny. Sri Utari Satria Nara­ dha, AAA Tini Rusmini Gorda (Ketua BKOW Bali), AA Sagung Anie Asmoro (Ketua KPPAD Provinsi Bali), penerima penghargaan Perempuan Inspiratif Tokoh 2015, penerima penghargaan Perempuan Inspiratif Tokoh 2016, serta para mitra kerja Tokoh dan Kelompok Media Bali Post.

Dari kiri: IA. Nyoman Candrawati (perwakilan BP3A Provinsi Bali) Ny. Bintang Puspayoga (istri Menteri Koperasi dan UKM RI), Ny. Selly D. Mantra (istri Walikota Denpasar), AAA Tini Rusmini Gorda (Ketua BKOW Bali), Sri Sumahardani, Ni Putu Sudiadnyani, dan Ny. Sri Utari Satria Naradha

Ny. Bintang Puspayoga membubuhkan tanda tangan di spanduk “Tokoh Melangkah Bersama Sejuta Wanita”.

Perempuan harus Tunjukkan Jati Diri

“A

(WHDI) Provinsi Bali ini. Dalam kesempatan tersebut Ny. Bintang Puspayoga dan para wanita yang hadir di acara sederhana ini membubuhkan tanda tangan di spanduk “Tokoh Melangkah

nugerah Perempuan Inspiratif Tokoh ini merupakan bukti komitmen dan konsistensi Tokoh untuk selalu mendukung wanita dan keluarga. Penerima yang berasal dari berbagai bidang profesi menunjukkan perempuan bisa menjadi inspirasi di berbagai bidang. Perempuan harus bisa menunjukkan jati dirinya sendiri. Tidak ada istilah tidak bisa. Asal ada kemuauan dan kerja keras, perempuan pasti bisa,” tegas Ny. Bintang Puspayoga yang juga Ketua Umum Wanita Hindu Dharma Indonesia

Hen

ahardani y Shanti berduet dengan Sri Sum

Bersama Sejuta Wanita”. Selain penganugerahan juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Tokoh dengan IKIP PGRI Bali dan Tokoh dengan BPR Kanti serta perkenalan Koperasi Wanita Raka Bali. Acara yang dipandu Dwi Vera juga dimeriahkan dengan penampilan Heny Shanti. “Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh merupakan bentuk apresiasi Tokoh sebagai bacaan wanita dan keluarga. Mereka yang mendapatkan anugerah merupakan perempuan yang bisa menginspirasi melalui kegiatan yang mereka lakukan,” jelas Ngurah Budi, Redaktur Pelaksana Tokoh yang didampingi Sri Ardhini, Ketua Pelaksana PIT 2016. (inten.indrawati@ cybertokoh.com)

MoU antara Tokoh dengan IKIP PGRI Bali dan Tokoh dengan BPR Kanti

Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada para mitra kerja dalam acara Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh 2016

Undangan yang hadir di acara “Penganugerahan Perempuan Inspiratif Tokoh 2016” di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha

1.Bara Silver 2.ASBEST Kota Denpasar 3.IKIP PGRI Bali 4.Moritz Logistics 5.Miracle Aestethic Clinic 6.Indivara Aesthetic Clinic 7.D & I Skin Centre 8.Yayasan Kecantikan Agung 9.Secret Garden Village 10.Batik Bali Bintang Mira 11.Neluwung Artccessories 12.Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) Bali 13.Dhani’s Art in Service

14.Hotel Santika Seminyak 15.The One Legian Hotel 16.Swiss-belhotel Petitenget 17.Grand Livio Legian Hotel 18.Odenant Texstile 19.Warung D’sambal 20.Minardi Butik 21.Candra Collection 22. BPR Kanti 23. Bali Creative Wedding Souvenir 24.Rumah Boneka 25. Aqua 26.Kelompok Media Bali Post

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook