24
Sudut Pandang
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Percaya Tuhan Pasti Beri yang Terbaik Aria Indrawati boleh dibilang beruntung. Di negeri yang masyarakatnya masih kental perlakuan diskriminatifnya pada kalangan disabilitas, Aria yang tunanetra berhasil mencapai pendidikan tinggi bahkan lulus sebagai sarjana hukum di sebuah perguruan tinggi swasta. Untuk mencapai hasil itu bukan hal yang mudah.
B
ukan karena otaknya tak mampu mencerna pelajaran di sekolah umum, tapi lebih kepada penolakan pihak sekolah untuk menerimanya sebagai murid. Untuk membuktikan dirinya mampu, Aria yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia) bukan saja harus bermental baja, tapi juga belajar super keras agar mendapat nilai baik dalam semua pelajaran di sekolahnya. Usahanya tidak sia-sia. Aria pun menjadi salah satu siswa berprestasi di sekolahnya dan berhak masuk ‘kelas teladan’, yakni kelas tempat berkumpulnya siswa-siswa pintar di sekolah itu. Sejak saat itu ‘mata’ orang-orang di lingkungan sekolahnya ‘terbuka’ bahwa Aria lebih dari sekadar mampu dalam menyerap pelajaran di sekolah umum. Nilainilai yang didapatnya pun mampu melampaui teman lainnya, dan ia pun berhasil lulus dengan predikat terbaik kedua untuk jurusan IPS. Di sisi lain, upaya Aria bukan hanya belajar giat tapi dia juga mengembangkan sikap bersahabat kepada semua temannya. Dia bukan pribadi yang tertutup. Karena itu, pada akhirnya sebagian besar orang di lingkungan sekolahnya bisa menerimanya dengan terbuka. Ketika lulus SMA, Aria kembali harus menerima penolakan dari pihak universitas negeri tempatnya mendaftar dan sempat dinyatakan lulus. Ketika tahu ia tunanetra, pihak universitas pun dengan berbagai alasan, menolaknya. “Memang tidak mudah untuk tunanetra mendapat akses pendidikan, penolakan-penolakan dari sekolah-sekolah umum sudah saya rasakan semua. Jadi ketika berhasil masuk sekolah umum, saya berupaya keras dengan belajar
Aria Indrawati
giat agar tidak diremehkan. Itulah pengalaman saya,” kata Aria yang sempat menjadi dosen di Universitas 17 Agustus. Menurutnya, tidak ada orang di dunia berkeinginan atau memilih sebagai tunanetra namun ketika hal itu terjadi pada dirinya, tak mungkin ditolak. Ia pun sempat mengalami pergolakan batin yang dahsyat sebelum akhirnya bisa menerima keadaan dan bersyukur atas anugerah Tuhan. “Aku percaya, dilahirkan menjadi seorang tunanetra bukanlah sebuah ‘kebetulan’. Tapi ini adalah rencana Tuhan untukku, dan aku percaya itu pasti yang terbaik,” ucap Aria yang kini juga aktif di Yayasan Mitra Netra sebagai Kepala Humas. Akses pendidikan untuk kalangan tunanetra, kata Aria, sampai saat ini bisa dibilang masih sangat terbatas. “Pertuni menginginkan anak-anak tunanetra di seluruh Indonesia bisa bersekolah karena sampai saat ini jika melihat data yang ada, masih banyak sekali anak tunanetra tidak dapat sekolah. Bahkan menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah keseluruhan anak disabilitas di Indonesia, termasuk tunanetra, yang bisa bersekolah hanyalah 12%,” ungkap wanita kelahiran 1965 ini. Karenanya, tutur Aria, memperoleh kemudahan akses bagi anakanak tunanetra untuk sekolah menjadi salah satu yang diminta Pertuni
kepada pemerintah. “Jadi salah satu permintaan Pertuni kepada pemerintah daerah khususnya adalah harus membawa semua anak tunanetra ke sekolah dan untuk itu harus difasilitasi dengan fasilitas pendidikan yang memang khusus dibutuhkan anak tunanetra,” katanya. Diakuinya, sejak UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas disahkan dan diberlakukan, perhatian pemerintah sudah mulai dirasakan. Namun, karena UU ini masih baru, jadi memang belumlah seperti yang diharapkan. Menurutnya, ada banyak hal yang diharap Pertuni segera dilakukan pemerintah selain masalah akses pendidikan. “Layanan bank misalnya, sangat kami rasakan sekali masih terkendala. Masih ada perbedaan misalnya di bank yang sama tapi berbeda perlakuan, ada yang bisa ada yang tidak bisa. Tunanetra bisa menabung tapi tidak boleh punya ATM, dan berbagai masalah lainnya. Karena itu saat ini kami sedang mendorong OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk membuatkan guide line tentang masalah ini,” tuturnya. Hal yang juga terkait dalam kehidupan sehari-hari adalah transportasi. Sebagaimana diketahui transportasi merupakan hal yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari, demikian halnya dengan tunanetra. Sayangnya fasilitas transportasi yang ada masih dirasakan belum ‘ramah’ terhadap penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Di kota- kota besar kebanyakan sudah memiliki fasilitas yang bisa memudahkan kalangan difabel. “Di Jakarta, yang saya tahu salah satunya adalah di Stasiun KA Gambir yang sudah memiliki fasilitas bantuan. Tapi bagaimana dengan kota-kota kecil, saya berharap hal ini diperhatikan. Saya berharap pemerintah harus mulai punya kesadaran untuk melaksanakan tugasnya, nggak usah menunggu masyarakat marah-marah dulu,” katanya lagi. Hal yang tak kalah penting adalah perhatian pada akses pekerjaan, baik itu formal maupun kewirausahaan. Pemerintah, menggelontorkan banyak dana untuk UKM, diharapkan juga mengucur pada tunanetra yang menekuni kewirausahaan. (dianaruntu@cybertokoh.com)
Gali Potensi Selama ini, keberadaan penyandang disabilitas cenderung diabaikan dalam hakhaknya. Salah satunya terkait hak hidup. Banyak yang masih memberi stigma ‘kutukan’ ataupun ‘malapetaka’ bagi mereka yang berkekurangan secara fisik maupun mental. Tak jarang, pandangan semacam ini justru datang dari keluarga dekat. Para penyandang disabilitas pun sering mengalami nasib kurang menyenangkan. Entah dikucilkan, dikirim ke panti, atau yang terburuk, dipasung. Menurut Ketua National Paralympic Commite (NPC) Kabupaten Buleleng I Komang Sarira, S.S., keberadaan UU yang mengatur hak penyandang disabilitas diharapkan mampu memberikan kesamaan dalam bidang pendidikan dengan orang normal pada umumnya. Ia menambahkan, anak dengan kebutuhan khusus jika dilatih dengan baik maka akan mampu berprestasi sesuai dengan bakat yang dimilikinya. “Kalau mereka berprestasi ini akan menjadi motivasi untuk penyandang disabilitas yang lain dan menjadi kebanggaan bagi diri sendiri dan keluarga,” jelasnya. Pada dasarnya penyandang disabilitas memerlukan pendidikan seperti layaknya anak normal, namun pandangan orangtua yang beranggapan bahwa pendidikan untuk disabilitas tidaklah begitu berguna, padahal sebaliknya bahwa pendidikan disabilitas sangatlah berguna untuk menggali potensi anak tersebut sehingga mereka dapat mengembangkan potensinya dibalik kekurangan yang dimiliki. Sarira menambahkan, keberadaan Sekolah Luar Biasa di Buleleng rupanya belum mampu menyadarkan betapa
I Komang Sarira, S.S.
pentingnya pendidikan ditengah keterbatasan fisik maupun mental. Bahkan tidak jarang orangtua yang memiliki anak dengan kelainan fisik malah merasa malu dan tidak mengizinkan anaknya mengenyam pendidikan. “Bagi orangtua, untuk apa menyekolahkan anak yang memiliki keterbatasan fisik dan mental,” tambahnya. Dirinya sangat berharap kesadaran dari keluarga untuk menyekolahkan anaknya di SLB. Menurut Binpres NPC tingkat provinsi Bali tersebut dengan adanya peraturan perundang-undangan yang melindungi hak-hak penyandang disabilitas, merupakan langkah progresif untuk menghilangkan stigma terhadap penyandang disabilitas. Tantangan selanjutnya adalah kesiapan sekolah untuk memfasilitasi siswa penyandang disabilitas. “Semoga pemangku kebijakan dapat memberikan perhatian khusus bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Semoga tak ada lagi diskriminasi di masa depan,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@ cybertokoh.com)
Berdayakan Kaum Disabilitas agar Mandiri Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung I.B. Oka Dirga mengatakan, saat ini jumlah penyandang disabilitas di kabupaten Badung 2223 orang. “Data ini terus kami perbaharui tiap tahun. Kecacatan bisa karena disebabkan dua hal yakni kecelakaan atau emergency dan cacat dari lahir, sehingga memperbaharui data sangat penting kami lakukan,” katanya. Pelayanan kepada kaum disabilitas dimulai dari pemberdayaan. Dalam artian, pemberian pelatihan keterampilan sesuai dengan kecacatan mereka. “Tujuan dari kegiatan pemberdayaan tenaga kerja disabilitas ini untuk mendorong jiwa kewirausahaan yang mandiri pada tenaga kerja disabilitas agar menjadi unit ekonomi yang mandiri,” ujarnya. Menurut dia, kegiatan ini untuk
meningkatkan akseskecantikan. Sementara, abilitas atas kesempatan bagi penyandang disabiliats kerja bagi tenaga kerja yang permanen atau cacat disabilitas serta menciptetap, juga difasilitasi dentakan lapangan kerja bagi gan pemberian bantuan tenaga kerja penyandang alat sesuai tingkat kecadisabilitas di sektor incatan mereka. formal sekaligus menguSaat peringatan Hari rangi angka pengangguran. Disabilitas, Pemkab BaIa menambahkan, pemberdung merayakan bersama dayaan penempatan tenaga kaum disabilitas dengan kerja disabilitas ini untuk mengadakan acara syumemberikan kesempatan kuran di Wantilan DPRD yang sama tanpa diskrimiBadung. Acara diisi dennasi untuk memperoleh gan pameran hasil karya pekerjaan bagi tenaga kerja para kaum disabilitas dan disabilitas. pertunjukkan kesenian I.B. Oka Dirga Pelatihan keterampilan dari mereka. yang sudah diberikan seperti menjahit, Untuk saat ini, kata Oka Dirga, para dismengukir, menyablon, massage, dan salon abilitas memiliki kelompok sesuai dengan
kecatatan mereka. Misalnya, kelompok massage. Mereka diberikan kesempatan memakai gedung LPK di Abiansemal untuk berwirausaha. Tarif yang dikenakan kepada konsumen murni untuk kemajuan kelompok mereka masing-masing. Salah satu kelompok yang juga sudah sukses dibina, adalah kelompok menjahit di Desa Munggu. “Mereka ini sudah mandiri dan bisa menghasilkan,” ucapnya. Rencana ke depan, untuk tahun 2017, pelatihan keterampilan kepada kaum disabilitas akan lebih intensif diberikan. Selain itu, sembari menunggu aturan dari Pusat rencana akan dibuatkan Perda bagi kaum disabilitas. “Pusat masih merancang aturan untuk bisa membuat perda, se hingga kalau sudah ada perda, bisa kami fasilitasi dengan lebih baik,” kata Oka Dirga. (wirati.astiti@cybertokoh.com).
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com
2
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
GORO-GORO Biasanya perusahaan mem-PHK karyawan. Tapi kali ini 5 karyawan mau mem-PHK perusahaan yang puPutu Wijaya nya 250 karyawan. Caranya dengan minta berhenti secara sepihak. Tiga sekawan berkata tegas. “ Pak Presiden Direktur, kami beda konsep dengan Bapak, bahkan bertentangan tujuan. Bapak ingin perusahaan berkembang jadi perusahaan raksasa, tapi sebaliknya, kami ingin kesejahteraan karyawanlah yang diprioritaskan. Jadi kalau ada keuntungan karyawan pertama yang menikmatinya, baru sisanya untuk mempebesar perusaan. Bukan sebaliknya!!” Dua karyawan lainnya mengaku kecewa. “Bapak Presdir, mengapa perusahaan terlambat minta maaf karena sudah telat naikkan gaji kami, padahal perusahaan sudah setahun di belakang maju pesat! Coba kalau cepat minta maaf kami akan mengerti. Sekarang kami sudah terlalu kecewa. Kami resign!” Presdir cepat menego tiga sekawan. “Jangan resign, perusahaan memerlukan oposisi seperti kalian, agar langkah tetap terjaga kritis.”.
Tetapi kepada dua sekawan, Presdir berkata singkat: “Terimakasih, silakan mundur!” Tiga sekawan kembali bekerja. Malah diharapkan duduk di Dewan Karyawan memberikan saran-saran, tetapi lewat mekanisme dan prosedur yang sudah ada aturannya. Serta menjunjung azas demokrasi tunduk kepada aturan yang ada. Sementara dua karyawan yang diizinkan berhenti, menikmati uang pesangonnya selama 3 bulan. Tapi masuk ke bulan keempat mereka mulai kelimpungan. Melamar ke sana ke mari ditolak. Akhirnya mereka datang ke rumah Amat. Tentu saja Amat terkejut, karena tak kenal. “Bapak tidak kenal kami, tapi kami kenal Bapak. Bapak adalah Pak Amat, teman sekolah Pak Ngurah Budi, mantan Presdir kami. Beliau sering menyebut-nyebut nama Bapak kalau memberikan kami pengarahan. Bapak dipuji sebagai orang jujur, berdedikasi tinggi, punya komitmen tangguh, sederhana, bersih jujur dan mensyukuri karuniaNya. Karena itu hidup Bapak tenang dan panjang umur. Tidak banyak orang seperti Bapak!!” Amat tidak membantah. Ia mendengarkan saja kedua orang itu mengamuknya dengan pujian. Entah siapa
ambil muka
sebenarnya yang dia mau puji. Sambil menduga-duga apa mau kedua orang itu, Amat hanya manggut-manggut. Setelah setengah jam cerita ke sana-ke mari akhirnya mereka buka kartu. “Pak Amat, kami heran, Pak Amat, mengapa ketiga kawan kami yang mengecam keras dan beda konsep dengan Bos kok ditarik masuk? Kami yang hanya menuntut dia minta maaf malah dipecat? Apa dasar logikanya? Di mana letak keadilannya? Padahal kita ini kan berdasarkan musyawarah dalam mufakat dan berkeadilan sosial untuk seluruh rakyat. Jadi kami merasa diperlakukan tidak adil. Bagaimana pendapat pak Amat? Padahal kritik kami kan positif sekali. Kami membela karyawan seluruhnya dengan mengorbankan kepentingan kami sendiri. Apa yang kami tuntut itu kan bukan uang yang bisa merugikan perusahaan. Seharusnya dia kan mesti berterima kasih kepada kami, karena kalau saja mau minta maaf, seluruh karyawan akan terpanggil rasa memilikinya pada perusahaan dan saya yakin kinerja mereka akan tambah bagus. Jadi akhirnya perusahaan juga yang akan diuntungkan. Kan begitu, Pak Amat? Bagaimana pendapat Pak Amat. Memecat kami itu tindakan yang keliru! Dari mana-mana saya dapat empati
yang mendukung tindakan kami. Tolong sampaikan ini kepada beliau, supaya beliau bisa melihat persoalan yang sebenarnya. Kalau tidak, saya takut nanti ada gerakan yang mengadukan tindakan yang tak adil ini ke pengadilan. Jadi saya kasihan, jangan sampai ... .” “Bapak tak mampu lagi mendengar lalu tertidur.” Kata Amat esoknya bercerita pada Ami. “Waktu Bapak bangun lagi, temannya yang satu lagi bicara. Suaranya lembut, halus. Tapi Bapak sudah kenal suara seperti itu. Itu bukan lembut asli. Sopan-santun palsu. Sayup-sayup Bapak dengar: .... “ “Kami seluruh karyawan ikut membina perusahaan dari nol. Mulai dari hanya uang makan harian, sampai gaji di bawah UPH minimum sampai sepuluh tahun. Bahkan waktu perusahaan sudah berkembang, upah kami terhitung paling murah. Sekarang perusahaan jadi raksasa kok tidak
Ekspresso ada penghargaan pada karyawan yang sudah berjasa. Atas dasar itu kami bertindak memperjuangkan nasib mereka dengan mempertaruhkan karier kami .. .. .” “Sampai di situ, Bapak tertidur lagi,” lanjut Amat. “Waktu Bapak bangun lagi ternyata mereka sudah pergi. Kata ibu kamu, mereka tidak tahu Bapak tertidur. Mereka menyangka Bapak marah. Ami tertawa. “Terus?” “Kata ibu kamu, mereka lalu minta maaf. Dan sebelum pulang berjanji akan kembali ke kantor untuk minta maaf pada Presdir.” “O,ya, kenapa?” “Kata ibu kamu, karena melihat Bapak marah, mereka terus-terang mengaku, tindakan yang mereka lakukan itu sebenarnya bukan untuk membela nasib karyawan, tapi mau ambil muka sama karyawan, sebab selama ini mereka dikeluarkan dari serikat karyawan karena ada kasus.” “Terus Presdirnya bilang apa? “Ya nggak tahu, Bapak kan tidak kenal.”
Semangat Teman-Teman Disabilitas sangat Menginspirasi Curhat ini saya awali saat pertama kali bergabung di K3S Kota Denpasar pada tahun 2012. Ketika itu saya masih sangat awam. Setelah berada di dalamnya ternyata kegiatan sosial itu cakupannya sangat luas. Ada baiknya kita ketahui terlebuh dahulu apa itu K3S. Kooordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) atau biasa disingkat K3S Kota Denpasar yang dikomandoi oleh Ida Ayu Selly D.Mantra adalah salah satu mitra kerja Pemerintah Kota Denpasar yang bergerak dibidang sosial. K3S merupakan suatu organisasi koordinatif, bukan sebagai penyandang dana melainkan sebagai mediator/ fasilitator dalam menjembatani para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti para difabel, tuna netra, tuli, autis, tuna grahita, keluarga miskin dan lain-lainnya dengan menggandeng para donatur/dermawan, dengan harapan permasalahan sosial yang timbul dapat diminimalkan atau bahkan dituntaskan. Sangat unik bisa mengenal mereka para PMKS ini lebih dekat. Seperti teman-teman tuna netra di Yayasan Panti Guna Dria Raba ataupun yang tergabung dalam PORTUNI, mereka memiliki bakat dan suara yang bagus, termasuk memiliki semangat dan kemauan yang luar biasa. Tidak tanggung-tanggung mereka bahkan punya sekaa gong tuna netra. Seka-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
ini ini juga sudah biasa tampil dalam acaranya Pemerintah Kota Denpasar baik yang berskala nasional maupun internasional. Kalau mereka yang tuli, untuk mengenal mereka lebih dekat, kita harus tahu bahasa isyarat. Bahasa isyarat saat ini ada 2 yang umum di gunakan masyarakat yaitu Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) untuk bahasa isyarat resmi di sekolahsekolah. Sedangkan, Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) bahasa isyarat yang dibuat oleh teman-teman tuli sendiri yang lebih populer seperti bahasa gaul anak muda karena lebih mudah dipahami. Semangat teman-teman tuli juga luar biasa, mereka sangat kompak satu sama lain. Mereka sering kumpul-kumpul di suatu tempat untuk bersama-sama melakukan kegiatan. Saya sering memperhatikan saat mereka ngumpul, ramairamai, suasana tetap senyap dalam riuhnya percakapan mereka. Kalau kita bicara bakat atau talenta , selama ini mereka lebih banyak bergerak di bidang seni gerak dan tari. Untuk Kota Denpasar bahkan sudah memiliki agenda melaksanakan ajang yang cukup besar bagi teman-teman tuli se Bali, yakni “Pemilihan Putra Putri Tuli Bali. Sementara untuk teman-teman autis ataupun tuna grahita, saya merasa paling sulit diajak komunikasi, jika hanya sesaat saja mengenal mereka.
Rah Tut
Di sini sangat diperlukan kesabaran ekstra untuk bisa mendampingi mereka. Namun, jangan salah mereka juga selalu siap dan bersemangat saat diajak membuat atau menggarap sebuah pagelaran. Untuk teman-teman kita yang cacat secara fisik, karena mereka tidak ada sekolah khusus ataupun tempat berkumpul yang khusus, menjadikan komunikasi saya dengan mereka lebih terbatas. Sebab, mereka pastinya tinggal menyebar di Kota Denpasar. Istimewanya secara umum mereka sudah lebih mandiri, teman kita ini ada yang bekerja sebagai tukang jahit, ada yang masih sekolah, ada yang sudah memiliki usaha. Jika ada kegiatan dari
K3S kita mengumpulkan mereka melalui kecamatan. Terkait keberadaan teman-teman kita ini, pada kenyataannya dalam masyarakat kita masih melihat kurangnya pemahaman tentang disabilitas. Dari sini saya ingin berbagi, mengajak semua pihak untuk mengenal mereka lebih dalam dan lebih dekat lagi. Mari kita memberikan ruang yang sama dalam beraktivitas dan berekspresi. Kebersamaan kami selama ini telah menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa mereka yang memiliki keterbatasan tidak selalu menjadi halangan untuk meraih sukses. Bahkan mereka dapat berguna bagi manusia lain. Meskipun, perjuangan itu tentu aja tidaklah mudah, karena masih adanya ketidakpahaman masyarakat tentang teman-teman kita dengan disabilitas ini, bagaimana potensi mereka, bagaimana cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka, dan bagaimana hidup, bekerja, dan ber-
juang bersama-sama mereka. Kita tidak perlu under estimate terhadap mereka. Bersyukur saat ini Pemerintah Kota Denpasar melalui kepemimpinan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, telah memberikan ruang yang sama bagi para penyandang disabilitas. Pemberdayaan dan ruang kreativitas bagikaum disabilitas dalam meningkatkan kemampuannya terus dilakukan. Keterlibatan mereka yang memiliki gangguan atau keterbatasan partisipasi ini di tiap event budaya yang digelar Pemkot Denpasar sering kita lihat dan saksikan. Dengan begitu diharapkan para kaum disabilitas dapat memiliki kesempatan yang sama dengan orang normal lainnya di segala bidang pembangunan di Kota Denpasar. Rah Tut (Musisi dan Pemerhati Sosial)
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
23
Pod Bali Chocolate Factory & Outlet Dari Kakao Lokal yang Siap Go International
S
atu lagi tempat wisata yang menarik hadir di Badung, Pod Bali Chocolate Factory & Outlet. Lokasinya di Banjar Binong, Desa Werdhi Buana, Mengwi, Badung, Peresmian tempat ini dilakukan Selasa (29/11), ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon. Pod Bali Chocolate Factory & Outlet tidak hanya menyediakan cokelat yang selama ini sudah sangat dikenal, namun kunjungan menjadi semakin lengkap dengan melihat langsung dan mengenal bagaimana selukbeluk proses pengolahan kakao hingga menjadi sajian cokelat yang berkualitas, enak sekaligus menyehatkan. Disamping itu oleh-oleh cokelat dari Bali yang bernama Coklat Pod ini, istimewa karena bisa dikonsumsi untuk semua orang. Pod Bali Chocolate Factory & Outlet ini, merupakan cabang kedua setelah di Desa Carang Sari, Petang. Lokasi di Carang-
sari satu areal dengan Bali Elephant Park. I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, yang biasa disapa Gek Inda, pemilik Pod Bali Chocolate terus berupaya mengembangkan inovasi, salah satunya memadukan berbagai potensi dalam satu kawasan tempat usahanya. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali ini, mengatakan mereka yang hadir ke Pod Bali Chocolate Factory & Outlet akan memperoleh edukasi sekaligus pengalaman yang menarik. “Pengalaman yang tak akan terlupakan dengan melihat proses pembuatan cokelat mulai dari kakao lokal hingga menjadi coklat yang berkualitas ,” terang Gek Inda. Ia menuturkan usaha coklatnya ini berawal dari kecintaannya terhadap coklat. Bahkan semua jenis rasa coklat sudah dinikmatinya. Coklat Pod, sesuai dengan impiannya sudah menjadi oleholeh dari Bali yang dicari. Sebab selain produksinya memang di Bali, bahan coklat yang digunakan juga merupakan hasil dari
petani lokal. “ Sekarang jika kita bicara tempat wisata , maka Pod Bali Chocolate Factory & Outlet pun menjadi pilihan tempat yang wajib untuk dikunjungi. Selain nyaman, sekaligus menjadi tempat mencari oleh-oleh Bali serta tempat edukasi yang keren bagi siapa saja yang ingin mengetahui bagaimana proses pembuatan cokelat yang baik, benar dan berkualitas,” jelasnya. Usai pemotongan pita tanda peresmian Pod Bali Chocolate Factory & Outlet,undangan dipandu oleh pendiri Coklat Pod, Tobby Garret yang juga suami Gek Inda, untuk melihat-lihat ruangan yang berisikan alat-alat yang digunakan untuk memproses kakao hingga menjadi coklat yang enak. Tobby dengan sangat detil memaparkan setiap proses yang dilakukan. Salah satunya ia memperlihatkan cetakan coklat yang berasal dari Jerman, dikatkannya jika ingin coklatnya mengkilat maka cetakannya pun harus mengkilat. Seluruh ruang tempat proses
Prosesi pemotongan pita saat pembukaan Pod Bali Chocolate Factory & Outlet
coklat itu put sangat terjaga kehigienisnya. Diakuinya jika selama ini mereka baru bisa memenuhi market Coklat Pod lebih banyak di lokal, Namun, dengan hadirnya mesin yang bisa berproduksi berlipat-lipat kali dibanding yang selama ini digunakan, maka salah satu produk UKM di Badung siap ke nasional bahkan go international. Sampai saat ini sebagian besar hotel, resort, dan restoran terbaik di Bali sudah menjadi konsumen Coklat Pod. Tobby menjelaskan dengan alat-alat canggih yang ada dipabriknya sekarang tentu hasil produksinya pun makin banyak dan siapa memenuhi pesanan coklat yang datang dari berbagai negara. Mimpi mereka tidak hanya sampai di sini ia masih ingin memiliki alat yang lebih baik lagi hingga produksinya bukan hanya lebih banyak na-
mun juga lebih cepat dari yang ada sekarang. Sembari menerangkan peningkatan kecanggihan alatalat yang dimilikinya Tobby juga menyampikan bahwa biji kakao hasil petani lokal ternyata memiliki kualitas yang bagus atau premium. “Ketika kami berada di toko coklat yang ada di Prancis, kami mencoba menyelidiki asal produksi coklat
di Prancis tersebut hingga bisa harganya sangat mahal dan kualitasnya tinggi. Ternyata sebagian besar buah kakao yang diproduksi menjadi cokleat terbaik yang ada di Prancis dan negara lainnya berasal dari para petani di Indonesia. Di situ kami mulai berpikir kenapa tidak kita manfaatkan kondisi ini yang baik ini. Kami ingin bisa berproduksi untuk memenuhi keperluan penggemar coklat yang ada di luar negeri, seperti Jepang misalnya,” kata Tobby. “Sekarang kita ketahui Coklat Pod diproduksi di Bali, langsung dari tanah perkebunan di Bali. Pod juga mendukung petani lokal dalam menyejahterahkan dan mendukung budidaya cokelat lokal. Dengan membelinya berarti kita semua juga turut mendukung petani lokal. Ini berarti kita mencintai produk dalam negeri,” imbuh Gek Inda. Ia juga mengatakan kalau Pod Bali Chocolate yang memiliki banyak varian rasa ini bisa, selain di dua lokasi pembuatannya juga didapatkan di sejumlah outlet, seperti di Beach Walk dan Duty Free di Bandara Ngurah Rai. Bagi para wisatawan juga keluarga nusantra yang liburan ke Bali, jangan lupa datang ke Pod Bali Chocolate Factory & Outlet, isi liburan dengan pengalaman yang berbeda, dengan belajar segala sesuatu tentang cokelat serta mencicipi cokelat homemade yang kualitasnya terjamin. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
22
Sosialita
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
UN Dihapus
Kualitas Pendidikan belum Merata Meski belum final, rencana pemerintah memoratorium (penundaan) pelaksanaan Ujian Nasional (UN) ramai diperbincangkan. Banyak pihak yang setuju, utamanya mereka yang sejak lama mengumandangkan agar pihak Kemendikbud menghapus UN karena dinilai bukan saja tak jelas manfaatnya serta menimbulkan ‘kekisruhan’.
Retno Listyarti
S
elain itu, UN menimbulkan banyak praktik kecurangan baik yang dilakukan oleh siswa maupun pihak sekolah yang menginginkan murid-muridnya berhasil dalam UN. Yang juga ikut bergembira—tentu saja—adalah para siswa yang saat ini sebenarnya tengah mempersiapkan diri mengikuti UN. “Aku senang kalau memang nantinya jadi dihapus. UN bikin kita stres. Sekarang saja, meskipun hasil UN tidak menjadi penentu kelulusan, tapi nyatanya ada juga tuh perguruan tinggi minta hasil UN-nya. Jadi kan berarti hasil UN tetap diperhatikan atau dipertimbangkan,” ungkap Rina yang mengaku sejak jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk ujian kelulusan karena berharap bisa diterima di perguruan tinggi negeri. Menurut siswa SMA Khatolik ini, selain nantinya lewat jalur SNMPTN, ia juga mempersiapkan diri untuk ikut jalur SBMPTN. “Jaga-jaga kalau nggak lulus SNMPTN,” ucap Rina yang ikut bimbel untuk mempersiapkan diri. Namun jika nanti UN dihapus, dia menjadi tidak terlalu stres lagi karena khawatir hasil UN ‘jeblok’. “Moga-moga aja deh. Tapi nggak tahu juga nantinya akan bagaimana, model ujiannya seperti apa. Lihat nanti aja,” tambahnya. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud berencana memoratorium UN pada 2017 mendatang. Hal ini bukan saja sekadar melaksanakan putusan Mahkamah Agung tahun 2008, tapi juga setelah melakukan evaluasi pelaksanaan UN selama ini. Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia, Retno Listyarti mengaku sangat setuju dengan rencana moratorium UN tersebut, yang menurutnya seharusnya dilakukan sejak lama. Sejak beberapa tahun lalu telah menyerukan hal tersebut. Dihapusnya UN, bukan berarti tidak ada peningkatan kualitas pendidikan. Harus diakui, sampai saat ini kondisi pendidikan dalam pengertian kualitas pendidikan masih belum merata di seluruh Indonesia. Begitu juga kualitas gurunya. “Karena itu alangkah tidak adilnya jika standarnya disamakan dalam UN,” papar mantan Kepala Sekolah SMAN 13 Jakarta, ini. “Jadi adalah tepat jika standar dikembalikan ke daerah masing-masing sesuai kondisinya. Nanti daerah masingmasing yang mengadakan ujian. Nanti, jika sarana dan prasaran pendidikan serta kualitas guru telah sama di seluruh
daerah barulah bisa UN dilaksanakan. Jadi sampai standarnya sama,” ucapnya. Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli Rahim. Ia menyatakan setuju dan mendukung rencana Kemendikbud memoratorium UN. “Secara umum kita mendukung Kemendikbud menghapus UN. Bahkan sejak lima tahun lalu, IGI telah menerbitkan ‘buku hitam’ UN karena rawan kecurangan. Jadi mau digunakan untuk apapun tidak ada gunanya. Mau digunakan sebagai basis dasar pemetaan pun, kalau basis data salah, tidak betul, ya, pasti juga tidak ada gunanya. Jadi pada dasarnya kami dari IGI juga dari dulu berjuang agar UN dihapuskan,” tegas Ramli. Soal pemetaan pendidikan juga disinggung Mendikbud Muhadjir Effendi saat berbicara dengan wartawan tentang rencana moratorium UN. Menurutnya, ada sejumlah alasan kenapa UN perlu dimoratorium. Salah satunya adalah UN dinilai belum menjadi alat pemetaan yang tepat. “Pemetaan mutu tidak perlu dilakukan setiap tahun dan tidak perlu diberlakukan untuk seluruh siswa,” ujar Muhadjir kepada wartawan seusai rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, (1/12). “Pemetaan kan tidak harus terus menerus. Tapi hasil temuan pemetaan itu lah yang kita treatment, utamanya untuk sekolah-sekolah yang diketahui sangat rendah kualitasnya, kita tangani sungguh-sungguh,” tegasnya. Dikatakannya, hingga saat ini hasil UN, belum dapat menjadi instrumen peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Bentuk UN kurang mendorong berkembangnya kemampuan siswa secara utuh. Secara hukum, UN perlu dimoratorium untuk menindaklanjuti putusan MA tahun 2008 yang isinya, antara lain, memerintahkan kepada para tergugat untuk meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasaranan sekolah, akses informasi yang lengkap di seluruh daerah di Indonesia, belum mengeluarkan kebijakan pelaksanaan UN lebih lanjut. Menurut mantan Rektor Universitas Muhammadyah Malang ini lebih lanjut, menjelang UN biasanya semua sekolah memprioritaskan mata pelajaran yang diujikan sehingga seolah-olah mata pelajaran lain tidak penting dan ini juga berimplikasi pada gurunya. “Sekolah-sekolah sekarang fokus mempersiapkan anak didiknya hanya untuk UN, yang lain dianggap tidak penting. Ini berimplikasi pada guru yang bukan
mengajar mata pelajaran UN, dianggap ‘kelas dua’. Mereka tidak dihargai,” katanya. USBN PENGGANTI UN Di bagian lain Muhadjir yang juga mantan Ketua PWI Perwakilan Malang menyebut tentang format soal UN yang berupa pilihan ganda. Menurutnya hal ini tidak melatih siswa berpikir kritis dan analis. “Pilihan ganda dalam UN hanya membuat siswa siswa mengenal, mengingat
dan mengaplikasikan. Tidak membuat siswa berpikir kritis dan analis. Padahal kalau kita ingin menyiapkan generasi berpikir tingkat tinggi maka kalau tes pakai multiple choice tidak akan bisa ketemu,” jelasnya. Pihaknya, kata Muhadjir lebih jauh, sudah menyiapkan pengganti yakni USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional). Konsepnya, soal terdiri dari pilihan ganda dan esai. Materinya akan mencakup seluruh pelajaran dan akan memasukan konten lokal dan nasional.
“Jumlah soal pilihan ganda dikurangi. Ini guna mendeteksi kemampuan berpikir kritis siswa,” ucapnya. Jadi nantinya—jika jadi dilaksanakan—ujian kelulusan akan diberikan kepada Pemkot, Pemkab untuk SD dan SMP, sedang SMK dan SMA diselenggarakan oleh provinsi. Pusat akan menentukan standar nasionalnya melalui Kemendikbud dan Badan Standar Pendidikan (BSNP). Apa yang dipaparkan Mendikbud ini memang masih sebatas rencana, karena untuk memastikan hal tersebut jadi dilaksanakan atau tidak, masih menunggu hasil rapat kabinet terbatas yang akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Di sisi lain, meski banyak pihak setuju dengan rencana moratorium UN, namun ada juga suara-suara yang mempertanyakan. Salah satunya adalah Wapres Jusuf Kalla yang mempertanyakan soal standar penentuan kelulusan siswa. “Kalau tidak ada standar bagaimana kita tahu sudah sampai mana?” kata Wapres yang biasa disapa dengan sebutan JK. “Jangan lupa, dulu, kan, ujian nasional itu orang lulus dengan angka 3,5. Lalu setiap tahun naik setengah, ini guna mencapai standar nasional. Karena dengan itulah maka daerah memperbaiki fasilitasnya agar jangan banyak yang tidak lulus. Nah, kalau tidak ada standar bagaimana memperbaikinya,” kata JK bertanya. Menurutnya, adalah sebuah logika berpikir yang terbalik jika pelaksanaan ujian nasional baru bisa dilakukan setelah semua konsep pendidikan nasional sudah membaik. ”Kalau tidak ada standar bagaimana cara memperbaikinya. Tidak ada standar yang mau dicapai, bagaimana?” UN, tambahnya, dilaksanakan agar seluruh siswa mencapai standar nasional dan memiliki kemampuan yang sama. (dianaruntu@cybertokoh.com)
Keinginan beberapa siswa BOS agar Business Owner School (BOS) berkelanjutan kini terealisasi. Salah seorang siswa BOS yang benar-benar getol berjuang hingga “BOS is Back” adalah Jro Jeky. “Saya sangat sedih ketika BOS tidak berlanjut. Karena saya benar-benar merasakannya manfaatnya. Saya bangkit dari keterpurukan saya setelah gabung di BOS,” ungkapnya.
K
ini, murid-murid BOS kembali buka kelas dan sudah ada beberapa orang yang bergabung. Mereka sering melakukan master mind dengan kebanyakan mentornya adalah murid-murid BOS yang sudah sukses. Pemilik nama lengkap Ni Wayan Resini ini mengatakan yang ditekankan di BOS adalah berbagi. Sehingga, ketika bergabung dalam kelas BOS, kita banyak belajar dari pengalaman mereka-mereka yang lebih dulu terjun di dunia usaha, kendala yang dihadapi seperti apa, sampai solusinya ditemukan disana. Master mind pun kerap dilakukan di tempat usaha murid BOS yang sudah punya usaha yang bisa dikatakan sudah sukses. “Jujur, saya sangat senang bergabung di BOS. Karena para mentornya ada yang dari tiada menjadi ada atau punya usaha. Ada juga dari yang usahanya macet jadi jalan lagi, dari usahanya kecil menjadi besar. Sementara saya, berawal dari depresi jadi bangkit lagi, dari bekerja keras jadi bekerja cerdas,” jelas Jro Jeky yang kini sudah menjalankan Koperasi Mesari dan Toko (modern) Kintamani-nya dengan konsep BOS.
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Jro Jeky
Gabung di Dari Kerja Keras Jadi Kerja Cerdas
Made Robert bersama para siswa BOS
Menuju Sukses Bersama BOS
Miracle Facial Harmony Tren Estetika 2017 Tampil cantik dan menawan adalah impian tiap perempuan. Berbagai tren kecantikan pun muncul, baik untuk wanita maupun pria. Jika beberapa tahun belakangan ini Korea Selatan dianggap sebagai kiblat tren kecantikan di Asia bahkan dunia, kini muncul dari Hollywood, Amerika Serikat yang mulai menggeser. Jika dulu bibir yang seksi adalah bibir yang tipis, kini ditinggalkan seiring dengan banyaknya artis papan atas dunia yang tampil cantik nan seksi dengan bibir yang lebih bervolume. Begitu disampaikan dr. Kadek Dewitini, salah seorang dokter konsultan Miracle Aesthetic Clinik Denpasar, saat Miracle Press Gathering , Selasa (29/11) di Artotel, Sanur Bali. Dikatakannya begitu banyaknya tren kecantikan yang muncul, sehingga terciptalah pula berbagai macam istilah dalam perawatan wajah. Salah satunya adalah profiloplasty, yakni prosedur perawatan yang bertujuan memperbaiki atau menyempurkan wajah seseorang secara keseluruhan. Juga, mengoreksi setidaknya pada dua areah wajah, dengan metode pembenahan (operasi plastik) Kombinasi yang sering dilakukan adalah Rynoplasty (hidung) dengan Chin Augmentation (dagu) atau kombinasi dengan melakukan Liposuction atau facelift. Beberapa orang masih memilih operasi plastik, meski biayanya sangat tinggi. Jika selama ini pemintanya adalah artis Hollywood, Thailand , Korea dan Singapura kini di Indonesia
permintaan operasi plastik juga cukup tinggi, karena bertahan secara permanen dan tidak perlu pengulangan dalam waktu dekat. Namun, kekurangannya, pasien tidak dapat beraktivitas secra normal selama satu minggu atau lebih setelah operasi dan terganggu agak sakit akibat pembedahan. Sementara prosedur perawatan wajah tanpa operasi yang juga populer sebab mampu memberikan hasil dengan cepat, mudah, aman dan dengan harga terjangkau. Bicara perkembangan perawatan kecantikan yang akan datang, dokter Dewi mengatakan tidak hanya memperhatikan salah satu aspek kecantikan atau kesehatan kulit. Juga tidak semata melihat bagian wajah secara sepenggal, melainkan menggunakan sudut pandang estetika yang lebih utuh, proporsional, dan seimbang, yang disebut konsep Facial Harmony. Sebagaimana komitmen Miracle yang ingin memberikan solusi terbaik kepada setiap pelanggan. Maka menghadapi tahun 2017 nanti, Miracle telah menyiapkan berbagai inovasi perawatan maupun produk terbaru dengan mengusung konsep “Miracle 8R Facial Harmony” yang merupakan sebuah inovasi penanganan problem estetik untuk menuntaskan setiap problem kulit dan wajah, yang ditangani melalui pendekatan menyeluruh dengan mempertimbangkan 8 tujuan (8R). Tujuan 8R tersebut, pertama Renew yang meregulasi atau mengembalikan fungsi sel-sel kulit, sehingga sel kulit mati dan tua bisa digantikan sel kulit baru. Kemudian kedua, Remove, yang mengatasi problem seperti jerawat, pigmentasi, dan tumor jinak kulit. Ketiga, Refirm yang memperbaiki elastisitas kulit wajah. Keempat, Relift, yang berfungsi mengencangkan kulit wajah kendur dan menstimulasi produksi kolagen. Kelima, Refine, yaitu menghaluskan dan memperbaiki tekstur kulit dari pori–pori besar dan sebagainya. Keenam, Relax, yakni merelaksasi otot penyebab kerutan dan garis ekspresi wajah. Ketujuh, Reshape yakni mengisi lipatan kulit, memberi volume bagian tertentu, mengoreksi dan membentuk kontur wajah ideal dan balance. Kedelapan, Reduce yakni mengurangi lemak pada bagian wajah dan membuatnya lebih tirus. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
Berdirinya BUSINESS OWNER SCHOOL (BOS) dikisahkan Made Robert dari pengalamannya sebagai pengusaha yang jatuh bangun di dunia usaha. Bahwa, untuk mencapai sukses harus menempuh perjalanan panjang. Hal ini terjadi karena ketiadaan mentor yang tepat dan komunitas bisnis yang berdaya. “Saya terpanggil untuk membuat semacam PETA SUKSES yang saya tuangkan dalam bentuk sekolah bisnis nonformal sehingga siapa pun yang terjun di dunia usaha akan makin cepat sukses. Tujuan BOS adalah membantu menciptakan wirausaha baru, yang belum punya agar punya usaha, yang sudah punya usaha biar maju, menguntungkan dan bersistem. Yang usahanya sudah maju biar bisa buka cabang. Yang sudah buka cabang biar bisa go franchise dan selanjutnya bisa pensiun dini dan bebas finansial. Visi BOS menjadi lembaga pendidikan nonformal di bidang kewirausahaan berskala nasional yang menciptakan pengusaha baru yang tangguh, kreatif, inovatif dan berbudi pekerti yang luhur. Dengan misi merubah mindset dari job seeker menjadi job creator, menanamkan nilai dan spirit kewirausahaan yang tangguh, menjadi komunitas pengusaha yang kreatif dan berkualitas yang merupakan kebanggan bangsa Indonesia, menjadi tempat bagi mahasiswa, lulusan SMA, karyawan yang di PHK, ibu rumah
tangga, pensiunan,PNS/swasta, wanita maupun para selebritis atau public figure untuk berkreatif, berbisnis dan mengembangkan diri. Program-program BOS di antaranya : Pertama, Seminar Pengenalan BOS. Program pengenalan dilakukan dalam sebuah seminar bisnis untuk menjadi pengusaha sukses yang dibawakan oleh Made Robert. Hal ini berguna untuk pengenalan program-program BOS kepada calon peserta, sehingga tertarik untuk menjadi seorang entrepreneur sukses. Seminar ini bisa juga disampaikan oleh pengusaha sukses lainnya dari seluruh Indonesia. Kedua, Mentoring BOS. Program Mentoring dilakukan di kelas setiap minggu selama 8 kali pertemuan. Setiap pertemuan akan diisi selama 3-4 jam dengan materi dan mentor berbedabeda. Para mentor adalah para pengusaha sukses dan praktisi bisnis dari Bali, Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, Malang, NTB dan bahkan dari luar negeri. Ketiga, Master Mind BOS. Bertemu, berdiskusi dan tumbuh bersama menjadi pengusaha sukses. Di kalangan pengusaha etnis Tionghoa tradisi ini disebut KONG KOW KONG KOW. Di tradisi masyarakat Bali disebut SEKEHA. Namun saat ini belum ada sekeha PENGUSAHA. “Mulai saat ini alumni BOS akan
menghimpun diri dalam sebuah Sekeha Pengusaha/Master Mind alumni BOS. Serta mendapat bimbingan, konsultasi dan evaluasi usaha baik secara individu maupun berkelompok. Keempat, Pelatihan Mental BOS melalu Financial Breakthrough With Firewalk, Dream Breakthrough & Survival Breakthrough. Manfaat dari pelatihan Mental bisnis ini adalah menghancurkan mental block sebagai pengusaha, menghilangkan trauma-trauma bangkrut/ gagal, melatih untuk tetap semangat dalam kondisi apapun, memasukan bibit dan spirit entreprenuership, menanam impian di alam pikiran bawah sadar, menciptakan blue print yang benar sebagai pengusaha, mengubah Money Blue Print terhadap kekayaan. Kelima, Business Field Trip BOS. Program kunjungan ke tempat usaha, mendengarkan langsung kisah sukses dari pengusaha di tempat usahanya, merasakan aura dan chemistry sebagai pengusaha. Keenam, Gathering Alumni BOS Seluruh Indonesia. Gathering nasional alumni BOS seluruh Indonesia diadakan setahun sekali di Bali. Program ini diadakan sebagai ajang bertemunya seluruh alumni BOS se-Indonesia. Maksud dan tujuannya sebagai berikut; Menyediakan peluang bisnis baik secara business opportunity maupun franchise; Meningkatkan networking business; Memberikan peluang transaksi produk; Mendapatkan inspirasi bisnis melalui sharing dengan pembicara yang kompeten; Memperkuat dan memperluas brand image perusahaan kepada masyarakat luas; Mendapatkan strategi marketing yang kuat, handal, kreatif dan inovatif. Bagi yang ingin bergabung di BOS, tidak harus mengikuti seminarnya dulu, langsung bisa gabung jadi murid BOS. Info lanjut, silakan menghubungi Kantor BOS di Jalan Buana Raya No. 88 Padang Sambian, Denpasar. Telepon: 081 239 470 88, 0878 6091 1588, 0813 39112536.–ten
Dengan dibukanya kelas BOS ini, ia mengatakan berkesempatan membagi ilmu-ilmu yang didapat di BOS, yang sudah ia rasakan sendiri manfaatnya yang sangat bagus, baik untuk diri sendiri, apalagi berbisnis, karena semuanya di-cover dengan spiritual. “Banyak siswa BOS yang sekarang sudah berhasil. Ada seorang siswa BOS yang sekarang jadi mentor, dulu sampai tujuh kali berganti-ganti usaha. Sejak bergabung di BOS dan diajari cara-
3
caranya, kini ia jadi pengusa sukses,” tutur istri dari I Wayan Koyan ini. Salah satu bentuk ritual spiritual yang diajrkan di BOS adalah sujud/ mencium kaki orangtua. Ini pula yang dilakukan Jro Jeky, dan sungguh ia mengaku ada perubahan luar biasa. “Memang kelihatan klise, tapi itu saya lakukan. Kemudian, komunikasi yang baik dalam keluarga, karena doa kita dari istri/suami, anak, orangtua, itulah awalnya. Jika di dalam keluarga sudah harmonis, pasti pintu rezeki terbuka lebar,” ujarnya. Jro Jeky mengisahkan dirinya ketika ia bergabung di BOS dalam kondisi depresi berat. Oleh konseptor sekaligus mentor BOS, Made Robert, mental bloknya dilepas, dan ia diarahkan untuk melakukan terapi ke guru spiritual. Sementara yang berkaitan dengan bisnis, seperti bangkrut, di tangan Made Robert hal ini sudah bisa teratasi. Ia mengatakan, di BOS ada mentoring, master mind, dan mereka yang bergabung masuk dalam grup BOS yang setiap saat bisa saling sharing, dan tiap minggu juga ada kegiatan pertemuan rutin. Minggu, 4 Desember 2016 juga dilaksanakan seminar “Rahasia Membangun Mesin Uang Bersama Bapak Wily (Pengusaha)”. “Di BOS, segala sesuatunya disentuh dengan cara berbeda. Seperti bisnis properti yang sekarang lagi down, di tangan BOS jadi naik, karena dinilai dengan cara berbeda,” ucap Jro Jeky yang bergabung di BOS sejak 2012. Yang lebih membuatnya bahagia lagi adalah, murid-murd BOS sekarang banyak anak-anak muda yang baru akan memulai usaha. Di mindset mereka, bukan lagi “kuliah sambil kerja” tapi “kerja sambil kuliah”. Sama seperti Jro Jeky, mereka juga sudah sering ikut seminar-seminar serupa hingga ke Jakarta, namun mereka mengaku lebih nyaman ikut Made Robert, hingga akhirnya bergabung di BOS. “Saya bangga jadi murid BOS dan nyaman disini. Karena jika kita mengalami kesulitan/kendala/konsultasi, benarbenar langsung direspons oleh Pak Robert. Kalau ikut seminar dengan mentor lain, seperti beli putus. Setelah ikut seminarnya, sudah. Saya bangga, Bali memiliki putra daerah yang hebat seperti Pak Robert,” ujarnya. -ten
4
Inspirasi
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
Almeyda Nayara Alzier
Entrepreneur Cilik Jagoan Slime Cerita tentang pengusaha sukses pasti sudah banyak orang mendengarnya, tapi bagaimana dengan pengusaha cilik, usia 9 tahun tapi sudah mampu mendapatkan penghasilan puluhan juta per bulan dari hasil karyanya. Hal ini mungkin jarang terdengar. Itulah Almeyda Nayara Alzier, bocah cantik kelas empat SD yang lewat karyanya, ‘slime’, bukan saja sukses berbisnis tapi juga memberi lapangan pekerjaan pada orang lain.
‘S
lime’ adalah semacam gumpalan yang lembut, kenyal, dan bisa dibentuk jadi berbagai macam sesuai keinginan. Saat ini ‘slime’ yang juga bisa dipakai sebagai alat untuk membersihkan celah-celah yang kotor yang sulit dijangkau, tengah ngetren di kalangan anak-anak dan remaja sebagai permainan. Dengan bermain ‘slime’, anak-anak akan terangsang otaknya untuk berpikir kreatif, membentuk gumpalan kenyal itu menjadi berbagai macam benda. Nah, aneka ‘slime’ itu lah yang diproduksi Naya, begitu panggilan akrab bocah ini, yang kemudian dijualnya lewat instagram. “Untuk membuat ‘slime’ tidak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar 3-5 menit,” ucap bocah yang belakangan wajahnya kerap muncul di berbagai televisi nasional untuk berbagi pengalaman sebagai entrepreneur cilik. Seperti kala itu ia bersama ibunya Imelda Liana Sari berada di sebuah studio di bilangan Kebon Jeruk , Jakarta Barat. Perkenalannya dengan ‘slime’ , kata Naya, awalnya karena melihat kakak kelasnya membawa cup‘slime’ dan memainkannya. Ia pun merasa tertarik karena ‘slime’ itu bisa dibentuk jadi berbagai macam benda. “Lalu aku bertanya kepada kakak kelas aku, itu apa namanya. Dia menjawab ini ‘slime’,” ungkap bocah kelahiran 18 April 2007 ini. Rupanya Naya menjadi sangat penasaran, dan ia pun mencaricari informasi tentang ‘slime’. “Trus aku searching di youtube cara membuat ‘slime’ dan akhirnya ketemu banyak (tutorial) salah satunya adalah slime dari Thailand,” ucapnya. Sang ibu, Imelda Liana Sari menambahkan, Naya mulai bereksperimen membuat ‘slime’ sekitar setahun lalu. “Waktu itu ia minta uang ke saya Rp50 ribu untuk membeli bahan-bahan. Ketika saya tanya, dia bilang akan membeli bahan-bahan untuk berkreasi membuat mainan baru. Awalnya saya kasih (uang) terus. Tapi kok lama-lama—saya merasa seperti membuang-buang uang karena bahan-bahan ‘slime’ jadi bertaburan di mana-mana, seperti
di lantai juga nempel di jilbab sekolahnya. Saya tanya ini apa, dia bilang ini ‘slime’, mama. Saya kan, nggak tahu ‘slime’ itu apa. Lalu Naya menjelaskan,” tutur ibu cantik ini. Sebenarnya, tutur Imelda, ia juga sempat menegur Naya karena berantakannya bahan-bahan ‘slime’ itu diberbagai tempat. Namun Naya rupanya terus berusaha agar ia berhasil membuat ‘slime’. Sampai-sampai dia melakukannya secara sembunyisembunyi di kamar mandi. Meski diam-diam, kata Imelda, dia tahu apa yang dilakukan Naya. Dari sana, katanya, ia juga melihat anaknya punya tekad kuat dan
Barang dagangan Naya
Ditambahkan Imelda, meski Naya sudah bisa membuat ‘slime’ bahkan menjualnya, namun dia belum puas. Ia terus mencari cara agar dapat menghasilkan ‘slime’ berkualitas baik. “Di awal-awal itu, dia kerap gagal dalam eksperimennya. Karena kesal dan putus asal dia sampai sempat mogok tidak mau berjualan lagi (di event entrepre-
PROGRAM ENTREPRENEUR DI SEKOLAH Kebetulan, lanjut Imelda, di sekolah anaknya ada event ‘Entrepreneur’ yang digelar sebulan sekali. Di ajang tersebut para siswa dapat menjual berbagai produk kreasinya. “Nah Naya ingin menjual sesuatu yang berbeda dari teman-temannya maka dia pun membawa ‘slime’ karyanya untuk dijual dalam ajang “Entrepreneur’ itu,” kata Imelda. Ternyata jualan Naya mendapat sambutan hangat dari temantemannya. Dagangannya pun laris manis. “Waktu pertama kali aku menjualnya dengan harga Rp3000 per cup,” kata Naya.
neur’ sekolah),” tambah Imelda. “Tapi aku ingat teman-teman banyak yang pesan, jadi aku kembali membuat ‘slime’,” kata Naya yang kini telah mempekerjakan delapan karyawan untuk membantu bisnisnya. Terkait dengan kefasihan Naya berselancar di internet, Imelda mengatakan, dirinya sebagai orangtua sangat membatasi anaknya memegang (bermain) gadget. Naya hanya mempunyai kesempatan memegang gadget dua jam sehari, sedang Sabtu dan Minggu, ia baru bisa memegang gadget seharian. Namun biasanya Naya tidak mempergunakan gadget untuk bermain. Biasanya dia menggunakannya untuk browsing mencaricari informasi, juga untuk melihat perkembangan toko onlinenya atau membalas komentar-komentar yang masuk. “Jadi kalau
saya lihat lebih kepada penggunaan internet sehat ya. Naya browsing internet, youtube dsb itu untuk ‘mengambil’ ilmu di sana,” jelasnya. Setelah banyak permintaan ‘slime’ buatan Naya, yang konon tidak mudah cair seperti slime yang biasa dibeli dipasaran, Naya pun semakin giat berproduksi. Meski begitu aku Naya, tidak setiap hari ia membuatnya karena ia harus membagi waktunya antara bermain, berkarya (slime) dan belajar. “Aku sih biasanya membuatnya pada Sabtu dan Minggu doang, jadi nggak ganggu sekolah. Tapi kalau aku bosan, ya aku main saja,” tambah Naya yang bercita-cita menjadi desainer dan dokter. AWALNYA TAK BOLEH BISNIS Tentang bisnis, menurut Imelda, sebenarnya pada awalnya dia menolak Naya memperluas bisnisnya, dalam pengertian bukan sekadar berjualan di sekolah. “Karena saya nggak mau masa anak-anaknya hilang karena sibuk mikirin bisnis, omzet dan sebagainya. Tapi Naya dan kakaknya mendesak, jadi saya berdiskusi dengan ayahnya. Anak-anak bilang memangnya mama tidak bangga kalau anaknya bisa berkreasi. Terus ayahnya juga mendukung. Lalu saya pikir, ya apa salahnya. Hanya ayahnya berpesan agar saya selalu mengawasi. Maka jadilah Naya berjualan ‘slime’ di instagram,” ungkap Imelda panjang-lebar. Menariknya, ternyata untuk membuka toko online shop, Naya dibantu oleh kakaknya, Abien, yang usianya hanya beberapa tahun lebih tua dari Naya. Seperti Naya, Abien juga punya ketertarikan pada internet dan mencari ilmu di sana. Di usia Abien yang masih sangat belia, dia sudah mampu memfoto produk-produknya, memberi caption, dan mengupload di instagram. “Abien juga belajar
sendiri lewat internet,” tambah Imelda. Menurut Naya, awalnya, dagangan yang dipamerkan di Olshop (toko online) tidak langsung laku. Ia harus menunggu berminggu-minggu sampai akhirnya ada yang membeli. Bisa jadi awalnya karena getok-tular, makin lama pembeli makin banyak. Kalau dulunya follower instagram Naya hanya 12 orang kemudian dengan cepat melejit dan kini sudah mencapai 144.000 orang. Boleh dibilang jualan ‘slime’ Naya laris manis, pembelinya datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua dan Batam. Dagangan Naya semakin laris, juga, karena pihak managementnya, rajin melakukan pameran ke berbagai kota untuk memperkenalkan produknya. Imelda juga menambahkan, meski penghasilan Naya cukup lumayan, namun anaknya selalu menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu kalangan tidak mampu. Hal itu, kata Imelda, telah dilakukan Naya sejak dia mulai berjualan di sekolah. “Jadi ketika itu ia mendapat keuntungan dari penjualan ‘slime’ di sekolah. Kemudian dia menanyakan kepada saya , apakah bisa dia menyisihkan sebagian penghasilannya untuk disumbangkan kepada teman-temannya yang tak mampu.” “Saya bilang, tentu saja boleh. Saya pikir, anak seumur Naya sudah memiliki rasa kepedulian kepada sesama. Sebagai orangtua, saya merasa bangga dan mengapresiasi keinginannya untuk bersedekah dengan uangnya sendiri. Jadi saya pikir, karena keinginannya untuk membantu teman-temannya lewat penghasilan yang didapatnya, maka Alhamdulilah Olshopnya menjadi berkah dan mendapat ridho dari Allah. Dengan begitu Naya bisa lebih banyak membantu teman lainnya,” ujar Imelda. (diana.runtu@cybertokoh.com)
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
21
Tim Saber Pungli NTB Dikukuhkan
Sejalan dengan kebijakan Pemerintah RI saat ini yang ingin mewujudkan Indonesia bersih dan bebas Pungutan Liar (Pungli) guna menciptakan sistem yang berintegritas, Provinsi Nusa Tenggara Barat baru-baru ini melantik Tim Saber (Sapu Bersih) Pungli untuk mendukung kebijakan tersebut. Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi melantik dan mengukuhkan tim satuan tugas sapu bersih pungutan liar Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2016, beberapa waktu lalu di Mataram.
P
Naya bersama Abien, kakaknya dan Imelda Liana Sari, ibunya
ulet dalam berusaha. Sampai akhirnya Naya berhasil dalam eksperimennya dan dia pun menunjukkannya pada sang ibu.
Mandalika
engurus dan anggota tim ini terdiri dari berbagai unsur, seperti perwakilan dari Polda NTB, Forkompinda, BPKP Perwakilan NTB, ombudsman, akademisi, inspektorat, Pol PP NTB, Kepala Biro Hukum, Kepala Dishubkominfo, Kepala Biro Umum, BPKAD, Bakesbangpoldagri, Kejati, Korem, Lanal, dan Lanud. “Jika kita ingin menciptakan sistem yang berintegritas, maka harus dimulai dari diri sendiri. Ketika kita ingin menghapus pungli, maka harus dimulai dari diri sendiri. Kita harus mengambil sikap untuk membenahi dan memperbaiki sistem, jangan sampai apatis, purapura tidak tahu dan tidak perduli terhadap perilaku pungli yang seringkali terjadi di sekitar kita. Terlebih sudah ada perintah dan arahan
tegas sekaligus contoh dari Presiden RI, Joko Widodo, bahwa sikap yang harus kita ambil menyikapi pungli ini adalah sikap tegas, menghentikan, menstop pungli, jangan sampai terlibat dalam pungli,” ungkap Gubernur NTB saat melantik Tim Saber Pungli Provinsi NTB. Diyakini, bahwa semua tugas dan program akan dapat berjalan dengan sukses jika bermula dari komitmen yang tegas dan menjaga integritas dari seluruh perangkat pimpinan yang ada di daerah ini, tentu saja dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. “Mari kita tegakkan dan laksanakan, serta wujudkan
Logo HUT ke-58 NTB
Pelantikan Tim Saber Pungli Provinsi NTB
komitmen ini, untuk membuat masyarakat merasa terlayani tanpa merasa terintimidasi oleh perangkat pemerintah,” ujar Majdi. HUT ke-58 NTB Menyambut Hari Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Barat, 17 Desember tahun 2016 ini, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi secara resmi telah meluncurkan Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Nusa Tenggara Barat tahun 2016, di halaman Kantor Gubernur, beberapa
waktu lalu. Peluncuran ini menandai dimulainya seluruh rangkaian peringatan hari lahirnya provinsi dengan julukan Bumi Gora ini. Logo hasil karya Putu Bagoes Kuwerajaya tersebut memiliki empat kombinasi warna, yaitu biru, hijau, kuning dan orange, merupakan logo terbaik yang terpilih dari hasil seleksi pada ajang Lomba Desain Logo HUT ke-58 NTB, yang digelar beberapa pekan sebelumnya. Kabag Pemberitaan dan Komunikasi, Biro Humas dan Protokol
Peluncuran logo HUT ke-58 NTB
Guru Pilar Utama Tingkatkan SDM kan pemahaman dan Gedung Olah Raga pendidikan tentang (GOR) Turide Mataram kearifan lokal. “Maka penuh oleh para guru hadirlah di sekolah yang berdatangan untuk dengan sepenuh hati. memperingati Puncak Di tangan Bapak IbuPeringatan Hari Ulang lah bagaimana nasib Tahun PGRI yang ke-71 bangsa ini ke depandan Hari Guru Nasional nya,” tuturnya. 2016. Mengusung tema Tantangan yang di“Membangkitkan Kesahadapi guru di sekolah daran Kolektif Guru dayang semakin besar lam Meningkatkan Kualimembuat Ali Rahim tas Pendidikan”, kegiatan menitip harapan pada ini dihadiri para guru para guru agar lebih Nusa Tenggara Barat. bersabar dalam menPada peringatan Wakil Gubernur NTB memberi apresiasi pada guru saat perigatan didik dan membimbtersebut, Wakil GuHari Guru NAsional dan HUT PGRI di Mataram1 ing anak-anak sekolah. bernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si. menyampaikan yang akan datang harus lebih baik Dalam hal ini Ali meminta kerjasama semua pihak, terutama orangtua harapan agar kualitas pendidikan dibanding hari ini,” ungkap Amin. Dunia pendidikan mengalami murid untuk terus memantau dan terus diperbaiki dan dibenahi. Karenanya ia meminta seluruh jajaran krisis kepemimpinan. Demikian mendidik anak-anaknya di rumah, dunia pendidikan di NTB untuk disampaikan Ketua PGRI NTB Drs. sehingga apa yang dicita-citakan terus memperbaiki kualitas SDM H. Ali Rahim, M.Pd. Hal ini terli- bersama dapat tercapai, bukan malah guru serta sarana dan prasarana hat dari bagaimana semua elemen melaporkan guru-guru ke polisi. Mengenai program ke depan, masyarakat tidak memahami dengan pendidikan. “Dunia pendidikan kita harus lebih baik kearifan lokal yang ada yang PGRI tengah mengusulkan tentang baik. Hari ini harus lebih baik diband- harus dimiliki oleh pemimpin. Karena adanya Undang-undang perlindungan ing kemarin serta pendidikan di masa itu, tugas gurulah yang memberi- guru. Hal ini menurutnya perlu di-
Setda Provinsi NTB Drs. H. Wirajaya Kusuma, M.H., mengungkapkan soal warna yang terdapat dalam logo tersebut. “Warna biru menggambarkan kesetiaan dan konsistensi. Kuning artinya kejayaan dan kemakmuran. Sedangkan hijau menggambarkan NTB yang terus tumbuh,” ujarnya. Sementara, Tulisan Gemilang dan Iktiar Tiada Henti menjelaskan prestasi yang dicapai saat ini lebih baik dari sebelumnya. “Ikhtiar tiada henti menggambarkan usaha dan kerja keras untuk mencapai sesuatu yang terbaik tanpa harus dibatasi waktu,” tambahnya. Kepala rusa yang terdapat dalam logo tersebut merupakan lambang Daerah Nusa Tenggara Barat. Beberapa kegiatan mewarnai HUT ke-58 NTB seperti pameran pembangunan kemajuan NTB yang menampilkan pembangunan sejak Gubernur pertama hingga eranya TGB saat ini. Ada juga kegiatan Clean Up Rinjani dengan mengerahkan ribuan masyarakat untuk membersihkan sampah yang ada di kawasan Gunung Rinjani. Bahkan, akan ada pameran foto perjalanan NTB selama 58 tahun yang akan dijejerkan di sepanjang jalan protokola dari Islamic Center (IC) sampai ke depan pendopo gubernur. Agenda lain adalah acara NTB Bersih. Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai untuk menjaga kebersihan seluruh objek yang ada di NTB, terutama pada pesisir-pesisir pantai yang sering dijadikan objek wisata oleh masyarakat yang ada di seluruh NTB. Ada juga kegiatan yang dilaksanakan menjelang puncak perayaan HUT, yaitu NTB Berdo’a. Pada hari itu diharapkan semua masyarakat NTB berdo’a untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat NTB dan Indonesia serta pada hari itu diupayakan agar semua khatib membacakan khutbah yang sama tentang HUT ke-58 NTB. HUT NTB tahun ini akan semakin semarak dengan digelarnya berbagai kegiatan sosial dan lainnya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
lakukan mengingat banyak sekali guru yang masuk penjara karena dianggap melakukan kekerasan terhadap anak didik. Padahal, menurutnya tidak ada niat guru untuk mencederai anak didik, melainkan bentuk pendidikan dan pembinaan yang dilakukan oleh guru. Atas kiprah PGRI NTB selama ini, Wakil Gubernur yang turut hadir dalam peringatan ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan, khususnya menyangkut kualitas guru dan
mutu pendidikan yang telah banyak menorehkan prestasi bagi dunia pendidikan. “Pilar utama dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia adalah para guru,” kata Wagub. Meski demikian, Wagub juga meminta segala permasalahan, baik yang dialami PGRI maupun guru harus disikapi dengan bijak, agar tujuan utama organisasi tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh para guru dan dunia pendidikan. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
Peringatan Hari Guru di Mataram
20
Nine
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
Melewati Ujian tanpa Masalah Menjalani karier dalam lingkungan yang sangat berbeda membuat Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah matang dengan pengalaman. Pernah menggeluti berbagai profesi, dari hiruk pikuk dunia politik sampai kini berlabuh di dunia pendidikan, membuat Rektor Universitas Hamzanwadi Lombok Timur ini, terbilang sebagai sosok perempuan yang beruntung. Masamasa menjalani karier dilewatinya dengan begitu berwarna.
Rohmi bersama ibundanya, Hj. Siti Rauhun Zaenuddin Abdul Majid
D
ari tiga profesi yang pernah dijalaninya itu, ia jatuh hati ‘setengah mati’ pada dunia pendidikan. Ia mulai fokus memimpin STKIP Hamzanwadi sejak tahun 2012 yang kemudian beralih status menjadi Universitas Hamzanwadi pada September 2016 lalu. Tetapi, ketika ia jatuh hati pada dunia pendidikan, Rohmi selalu merindukan dunia profesional dan politik yang pernah digelutinya. Karena dua bidang itu telah mengajarkannya begitu banyak hal dalam perjalanan hidupnya. Tidak banyak perempuan yang memiliki kesempatan menggeluti tiga profesi yang sangat berbeda itu. Rohmi menikmatinya dengan suka dan duka yang menjadi bagian dari catatan hidupnya hari ini. Tentu saja, ada senyum, ada tawa, ada galau, ada gelisah juga ada kesedihan yang mengaduk-aduk emosinya saat menjalani semua itu. Bagi Rohmi, di sanalah hidup yang sesungguhnya diuji dan ia membuktikan bahwa ia mampu melewati semua itu dengan tanpa meninggalkan masalah. Rohmi menggeluti dunia profesional ketika ia bekerja di PT Newmont Nusa Tenggara dengan jabatan General Foreman selama hampir sepuluh tahun (2000-2009). Di sana Rohmi belajar dan mendapat pengalaman tentang kedispilinan, komitmen, konsistensi dan menjadi profesional. Segala sesuatu yang sudah ditargetkan harus terlaksana sesuai dengan komitmen yang dibangun dengan dasar kedisplinan. Sesungguhnya bagi Rohmi tidaklah sulit menjalani disiplin ala perusahaan asing seperti itu, karena sejak kecil ia telah dididik dengan kedisiplinan yang luar biasa dari sang ayah,HM. Djalaluddin. Rohmi enjoy menjalaninya. Peralihan profesi dari profesional ke dunia politik, rupanya punya cerita sendiri bagi Rohmi. Secara jujur Rohmi mengakui bahwa ketika akhirnya ia terjun di dunia politik tahun 2009, di permulaan kisahnya ia sempat shock. Sangat wajar jika Rohmi mengungkapkan hal itu. Lingkungan profesional yang lebih
dari 10 tahun ia jalani (sebelum di Newmot Nusa Tenggara), Rohmi juga pernah bekerja di perusahaan swasta lain), sangatlah berbeda dengan arena yang baru dimasukinya yakni politik. Di mana politik bicara tentang kepentingan, terutama kepentingan partai, kepentingan masyarakat, kepentingan konstituen dan konteksnya tetaplah kepentingan. Kisahnya beralih dari dunia profesional ke dunia politik rupanya menarik untuk disimak. Di mana ibundanya, Hj. Siti Rauhun Zaenuddin Abdul Majid, berperan besar dalam perjalanan Rohmi ketika menjatuhkan pilihannya pada dunia politik. Sang Bunda yang merupakan putri pertama dari Almaghfurlah Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zaenuddin Abdul Majid, pendiri organisasi Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat, Nahdlatul Wathan ini, adalah sosok yang sangat
fesional yang telah memiliki pekerjaan yang mapan ke dunia politik lalu kini bergelut dengan dunia pendidikan. Sebelum akhirnya benar-benar memutuskan untuk meninggalkan dunia profesional kemudian beralih ke dunia politik, ibundanya sudah mulai mewacanakan hal tersebut. Hampir setahun lamanya Rohmi menjalani proses untuk mengambil keputusan tersebut. Penyampaian wacana yang dilakukan ibundanya membuat ia terkagum-kagum. Menurutnya, cara penyampaian wacana tersebut dilakukan ibundanya dengan sangat halus dan jauh dari kata memaksa. Di matanya ibundanya sukses membimbing dan mengarahkannya dengan menyerahkan seluruh perjalanan masa-masa ia memilih dengan begitu cerdas. “Ketika saya akhirnya memilih, maka pilihan itu saya rasakan benar-benar datang dari kesadaran saya sendiri atas bimbingan Ummi itu,” ujarnya.
tentu menawarkannya nilai materi seperti halnya di perusahaan tersebut. Apalagi dengan jabatan yang tinggi. Awalnya, Rohmi sempat merasa galau. Nasehat-nasehat Umminya membuat ia menyadari bahwa rezeki itu bukanlah matematika. Umminya meyakinkan benar akan hal ini. “Ummi selalu bilang bahwa keberkahan itu tidak tergantung dari banyaknya uang. Rezeki itu bukanlah hitungan matematika. Ummi meminta saya mempertimbangkan hal itu dengan dasar saya harus melanjutkan perjuangan kakek saya,” ujarnya. Rohmi sadar dengan sendirinya bahwa sebagai cucu tertua dari Almaghfurlah Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zaenuddin Abdul Majid, ia harus dapat melanjutkan perjuangan, tokoh agama dan tokoh pendidikan tersebut. Lewat jalur legislatiflah salah satu cara yang lebih dekat dengan perjuangan sang kakek. Ia kemudian mantap untuk memilih
Dr. Sitti Rohmi Djalillah, saat memimpin rapat sebagai Ketua DPRD Lombok Timur
dikagumi Rohmi. Begitu banyak teladan yang dicontohkan oleh ibundanya tentang bagaimana menjalani kehidupan ini harus dalam “kesadaran” yang tetap terjaga dengan baik. Ummi Rauhun juga yang selalu mengingatkan untuk mengejar barokah dalam hidup ini. “Berdoalah untuk mendapatkan ilmu dan rezeki yang barokah pula. Karena ilmu tidak ada artinya jika tidak bermanfaat bagi orang banyak dan rezeki tidak ada artinya jika tidak bermanfaat dunia dan akhirat,” ujarnya. Dengan bekal dari Umminya itulah, Rohmi merasa dapat melalui perpindahan profesi dari seorang pro-
Rohmi bahkan seperti merasakan pilihan itu mengalir begitu saja, datang dari hati kecilnya yang paling jujur. Ya, ini pilihan yang ia putuskan sendiri. Di balik pilihan itulah, kuliah-kuliah Umminya sangat berpengaruh baginya. “Saya dapat kuliah ber-SKS-SKS tentang masalah keberkahan dari Ummi,” ujarnya tertawa. Bisa dibayangkan, saat bekerja di perusahaan asing itu, Rohmi jelas mendapatkan penghasilan secara finasial yang begitu mapan dengan jabatan yang mapan pula. Lalu kemudian dengan serta merta ia keluar dan beralih pada dunia yang harus ia mulai dari nol kembali dan belum
Rohmi bersama para dosen Universitas Hamzanwadi
politik sebagai jalan perjuangannya. Rohmi lalu meninggalkan pekerjaan lamanya yang cenderung membuatnya lebih banyak memikirkan diri sendiri, kemudian beralih dengan lapang dada, ikhlas pada lahan perjuangan baru yang lebih luas bagi umat dengan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Lombok Timur. BELAJAR DARI ADIK Saat berada dalam kawah politik itu, Rohmi terpilih menjadi Ketua DPRD. Di sinilah peristiwa-peristiwa ‘mengejutkan’ banyak dialaminya, dimana Rohmi tidak mungkin memakai cara dari pengalamannya di dunia
profesional karena posisinya sebagai Ketua DPRD itu hanyalah menjalankan tugas sebagai fasilitator bagi seluruh anggota yang mewakili konstituen masing-masing. Ia harus bisa menjadi fasilitator dengan anggota yang membawa kepentingannya masingmasing. Namun begitu, pengalamannya memimpin di dunia profesional, setidaknya pada hal-hal yang bersifat prinsip bisa diterapkannya. Dalam kekagetan-kekagetannya menghadapi dunia politik, Rohmi mengaku beruntung dan bersyukur memiliki seorang adik yang sudah jauh lebih panjang perjalanannya di dunia politik, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, yang saat ini menjadi Gubernur NTB. Lebih beruntung lagi karena Rohmi adalah tipe yang mau belajar dari siapapun tanpa mengenal usia. Sekalipun Majdi adalah adiknya, ia merasa bahwa adiknya adiknya yang pernah menjadi anggota DPR RI dan menjalani amanah tugas sebagai Gubernur NTB dua periode itu jauh lebih paham dan berpengalaman dari dirinya dalam dunia politik. Jadilah adiknya itu sebagai tempat curhat politiknya. Tiap kali mendapati peristiwa yang ‘mengejutkan’ ia bisa langsung berdiskusi dan meminta nasehat politik pada adiknya itu. Menurut Rohmi, penyampaian adiknya yang kerap bercanda kala menenangkan dan menasehatinya selalu membuatnya menemukan jalan keluar yang tepat. “Tenang… tenang…. Itu belum apaapa. Maklumlah, namanya juga pemain pemula. Pegang dan amankan prinsip itu dan yakinkan apa yang ada depan mata sesuai dengan prinsip tersebut tentang apa yang sedang kita perjuangkan,” kata Rohmi mengulang kelakar dan nasehat adiknya. Inilah yang membuat Rohmi kemudian terbiasa dengan intrik-intrik politik dan bisa menikmati dunia yang menawarkannya medan perjuangan bagi umat ini. Rohmi belajar berkompromi dengan keadaan. Saat menjadi Ketua DPRD ia sempat membuat peraturan no smoking di ruang rapat. “Namun peraturan tersebut implementasinya menjadi no smoking kalau ada Ibu Ketua,” ujarnya tertawa memaklumi situasi itu dengan penuh kompromi. Rohmi menikmati setiap peristiwa yang sudah dilewatinya. Namun pada hal-hal yang bersifat prinsip yang menjadi tanggung jawabnya, Rohmi bertindak tegas. Kompromi pada tempatnya membuat Rohmi mampu menjaga kekompakan dalam institusi ini hingga akhir masa jabatannya sebagai Ketua DPRD Lombok Timur 2009-2013. “Walaupun DPRD itu lembaga politik tapi alhamdulillah selama berada dalam institusi tersebut kami semua kompak berfikir yang terbaik untuk Lombok Timur,” katanya Rohmi yang kini menjatuhkan pilihan hatinya pada dunia pendidikan. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
5
Peresmian Kantor Pusat Baru BPR Bali Dananiaga
Jumat, 2 Desember 2016 merupa kan momen yang membahagiakan dan bersejarah bagi keluarga besar PT. BPR Bali Dananiaga. Hari itu, meru pakan peresmian pembukaan kantor pusat baru PT. BPR Bali Dananiaga yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 332 Denpasar, yang sebelumnya beralamat di Jalan Teuku Umar Nomor 8 kawasan Niaga B 11 Denpasar. BPR Bali Dananiaga adalah per usahaan yang bergerak di bidang per bankan dengan Akta Pendirian Nomor 78 tanggal 8 Desember 1992 di notaris I Putu Chandra, S.H. Saat ini Bank BDN mempunyai 3 kantor operasional yaitu Kantor Pusat yang dipimpin 2 orang Direksi yaitu I Made Arta, S.E.,M.M. (Direktur Utama) dan Desak Wayan Satya Pusparini, S.E. (Direktur), Kan tor Cabang Ubud dipimpin I Gusti Ayu Mirah Kumala Dewi, S.E,M.M., beralamat di Jalan Agung Mandera Br. Teges Kangin Peliatan Ubud, Gianyar telp. 0361-973044, merupakan kantor pertama tempat berdirinya Bank BDN, Kantor Cabang Jimbaran dipimpin Ani Suryaningsih, S.E. beralamat di Jalan By Pas Ngurah Rai Nomor 98 B Jimbaran Kuta Badung telp. 0361 4725520. Pembukaan kantor pusat baru dihadiri jajaran pemegang saham Bank BDN terdiri dari I Ketut De ger Setiasa, I Wayan Catra Sanjaya, I Made Asa, I Made Jedeg Sariana, I Made Rai Oka Rimbawa, S.E. dan jajaran Dewan Komisaris terdiri dari I Nyoman Sutrisno, S.E.,M.M. sebagai Komisaris dan I Made Rai Oka Rimbawa, S.E.,M.M. sebagai Komisaris Utama. Turut hadir pula Dewan Direksi dan seluruh karyawan, nasabah, dan rekanan BPR Bali Dananiaga. I Made Arta dalam sambutannya menyampaikan, ucapan terima kasih kepada para pemegang saham dan keluarga, steak holder, share holder, para nasabah, para relasi, instansi pe merintah, OJK dan manajemen karya wan/karyawati yang telah banyak memberikan dukungannya sehingga pemindahan gedung kantor pusat ini bisa berjalan dengan lancar. “Dengan adanya gedung baru ini, menjadikan sebuah tantangan baru bagi kami untuk bisa meningkatkan pertumbuh an bisnis dan meningkatkan kinerja dengan baik, mengimplementasikan visi dan misi yang sudah jelas, begitu pula manajemen tidak henti-hentinya mengingatkan untuk selalu belajar, be lajar, dan belajar serta bekerja, bekerja, dan bekerja,” ujarnya. Arta menambahkan, bekerja agar kita sebagai pekerja mampu bersaing di dunia kerja mengingat persaingan sekarang ini cukup ketat, apalagi MEA sudah di depan mata. Begitu juga dapat memberikan pelayanan kepada nasa bah, dan calon nasabah yang lebih baik mengingat dengan pelayanan yang maksimal akan memberikan dampak yang baik juga terhadap Bank BDN. Dalam kesempatan tersebut, BPR Bali Dananiaga yang lebih dikenal dengan Bank BDN juga melakukan penandatanganan MoU dengan PT. Jam krida yang bertujuan untuk memberi kan keamanan kepada nasabah dengan memberikan penjaminan terhadap kredit yang diberikan Bank BDN. Hal
pada sektor riil yang ujarnya. Selain itu, juga mendapatkan merupakan kebutuhan kesempatan untuk meraih doorprize sehari-hari sehingga yang sangat menggiurkan. Arisan ini perputaran keuangan dilakukan secara transparan karena bank BDN sangat baik. disaksikan oleh perwakilan peserta Made Arta juga me dan diumumkan melalui SMS Broad nyampaikan, meskipun cast sehingga memudahkan peserta situsi ekonomi sedang mendapatkan informasi yang diperlu bergejolak, Bank BDN kan tentang kegiatan arisan ini. bisa tetap eksis di dunia Bank BDN juga sedang gencarperbankan dengan gencarnya memberikan service kepada mengutamakan prin nasabah melalui program BDN VIP sip kehati-hatian dan Club Card. Yaitu kartu member yang service kepada nasa diberikan kepada nasabah VIP yang bah disesuaikan dengan bisa digunakan untuk mendapatkan tuntutan zaman. “Kami previllage di merchant-merchant berkomitmen mening kerja sama yang meliputi life style, katkan kualitas SDM food & beverage, health, vacation dan IT untuk memenuhi yang telah bekerja sama dengan kebutuhan layanan jasa perusahaan-perusahaan besar. Nasa perbankan sehingga bah yang termasuk dalam BDN VIP memenuhi kepuasan telah mencapai lebih dari ratusan. nasabah. Kami melaku “Kami berharap kerja sama ini juga ini bertujuan pula untuk memberikan tata kelola perusahaan yang baik. kan penataan internal sehingga tetap diikuti oleh perusahaan-perusahaan perlindungan kepada bank sehingga Ia mengatakan, di tengah lesunya siap meskipun sedang mengalami lain yang memenuhi kriteria merchant tujuan sebagai bank yang mengutama kondisi perekonomian global saat ini, perlambatan laju ekonomi dengan BDN VIP Club Card. Untuk kategori kan aspek kehati-hatian akan tercapai. ditandai dengan pertumbuhan yang infrastruktur yang lebih siap sehingga Food & Beverage kami akan bekerja Apabila bank menerapkan prinsip cenderung bias ke bawah, sebagai bisa bertahan dalam persaingan dalam sama dengan sejumlah resto yang akan kehati-hatian maka nasabah akan lebih dampak dari pemulihan ekonomi global kondisi apapun,” kata Made Arta. memanjakan lidah nasabah VIP mela aman dan nyaman. yang maasih berlangsung melambat dan “Sesuai dengan budaya masyarakat lui wisata kulinernya. Adapun yang ter Selain itu, Bank BDN juga melaku tidak merata. Bank BDN sebagai bank Ubud yang membutuhkan layanan yang masuk kategori Life Style adalah yang kan MoU dengan AKUBANK dan Wear kecil yang melayani usaha kecil dan mudah, kami memberikan layanan jem bergerak di bidang beauty, clothing, ness untuk pengembangan SDM. Hal masyarakat pedesaan sudah terbukti put setoran untuk membuat nyaman dan lainnya. Sedangkan Health adalah ini menjadi tekad Bank BDN untuk masih tetap berdiri kokoh di tengah- nasabah sehingga mewujudkan salah satu misi yaitu tengah masyarakat yang bersatu padu, kami bisa tetap ber meningkatkan kompetensi SDM di walaupun goncangan dari tahun ke tahan dalam per bidang keuangan perbankan melalui tahun akibat krisis moneter tahun saingan yang ketat pendidikan dan pelatihan, memberi 1998, krisis global tahun 2008 serta dan menjadi Bank kan layanan prima dan solusi yang perubahan regulasi, begitu juga dampak yang dibutuhkan bernilai tambah kepada seluruh nasa dari kebijakan pemerintah. di tengah-tengah bah, dan selaku mitra pillihan utama Bank BDN berkomitmen untuk masyarakat,” imbuh melalui sumber daya manusia yang su terus meningkatkan kinerjanya. Hal I Gusti Ayu Mirah dah terlatih sesuai dengan bidangnya. ini ditunjukkan dengan posisi aset K u m a l a D e w i , Untuk memenuhi komitmennya dalam sampai dengan November 2016 Rp pimpinan cabang hal pelayanan istimewa lainnya, Bank 152 miliar, tumbuh 32 % dari tahun Ubud. BDN melakukan MoU dengan USSI lalu, penghimpunan dana pihak ketiga “Semoga de yang merupakan salah satu vendor Rp 110 miliar tumbuh 58 %, fortofolio ngan adanya pem untuk pengembangan sistem dan IT. kredit Rp 128 miliar tumbuh 35 % b u k a a n k a n t o r Acara peresmian pembukaan serta rasio kecukupan modal sudah pusat baru yang kantor pusat baru ini ditandai den di atas ketentuan yang dipersyaratkan lebih megah, akan gan prosesi pengguntingan pita oleh atau sebesar 13,65 % menambah kenya Direktur BPR Bali Dananiaga Desak Wayan Satya Pusparini menuliskan harapan di pohon doa Direktur Utama yang didampingi Dalam hal bisnis, Bank BDN salah manan dan keper seluruh undangan yang kemudian satu bank yang tetap berdiri kokoh cayaan nasabah terhadap Bank BDN merchant yang bergerak di bidang ke dilanjutkan dengan memasuki gedung meski kondisi ekonomi mengalami karena ini sebagai bukti bahwa kami sehatan seperti klinik kesehatan atau baru dan berkeliling untuk melihat guncangan krisis moneter tahun terus bertumbuh untuk mewujudkan lainnya. Serta Vacation yang bergerak ruangan-ruangan dalam gedung baru 1998, krisis global tahun 2008 dan komitmennya meningkatkan pelayan di bidang tempat wisata untuk refreshyang ditutup dengan penulisan doa tahun 2015 mengalami perlambatan an kepada nasabah yang berdampak ing nasabah,” katanya. untuk Bank BDN pada pohon doa pertumbuhan. “Diibaratkan dalam terhadap pertumbuhan bisnis baik Bank BDN juga membantu menge yang nantinya akan menjadi pengingat dunia percaturan BPR identik dengan penghimpunan dana maupun penya lola dana nasabah melalui “Tabungan untuk mewujudkan semua doa. “pion” dimana dalam permainannya/ luran kredit,” ucap Ani Suryaningsih, Nagata” yaitu tabungan berjangka yang Menurut Made Arta, pembukaan gerakannya pion itu sebagai garda pimpinan cabang Jimbaran. cocok untuk nasabah yang mempunyai kantor pusat baru yang berdesain terdepan walaupun kecil tidak akan Bank BDN juga telah menggulirkan rencana keperluan dana di masa depan modern minimalis yang memberikan pernah mundur/pantang mundur produk simpanan yang berkonsep sehingga tidak perlu risau lagi tentang kenyamanan kepada nasabah ini juga tetapi minimal bisa bertahan dan Arisan yaitu “Si Tenar” yang telah kesiapan dananya. Tabungan berjangka bertujuan untuk mewujudkan visi maju,” ujar Made Arta, yang masih berjalan 2 periode dan akan bergulir ini juga dilengkapi dengan memberikan menjadi bank perkreditan rakyat yang diberikan kepercayaan mengelola lagi pada periode selanjutnya. Arisan hadiah langsung melalui produk Tabung tumbuh sehat dan berkembang secara bank BDN ini. Dengan menawarkan ini sangat menguntungkan nasabah an Nagata Plus dengan berbagai pilihan wajar. Sedangkan misinya meningkat kemudahan-kemudahan dalam proses karena ketika menang sudah tidak hadiah sesuai kebutuhan nasabah. “Ke kan kompetensi SDM di bidang keuang pembiayaan kebutuhan nasabah perlu bayar lagi. Hal ini mengakomodir depan masyarakat harus dibiasakan an perbankan melalui pendidikan baik untuk konsumtif, modal kerja kebutuhan nasabah yang sudah ter menyimpan uangnya di BPR dan BPR dan pelatihan, memberikan layanan maupun investasi melalui kredit yang biasa mengikuti arisan di masyarakat. harus mampu mengakomodir apa yang prima dan solusi yang bernilai tambah tepat guna dengan suku bunga yang “Adapun model arisan yang kami ta dibutuhkan masyarakat. Dengan adanya kepada seluruh nasabah, dan selaku bersaing dan proses yang cepat tanpa warkan sudah pasti aman karena kami produk-produk tabungan atau simpanan mitra pillihan utama, meningkatkan melupakan prinsip kehati-hatian. dijamin oleh Lembaga Penjaminan menarik yang dapat memenuhi keingin nilai investasi yang unggul kepada para Bank BDN yang memiliki segmen Simpanan dan diawasi Otoritas Jasa an mereka yang menjadikan menabung pemegang saham, menciptakan kondisi pasar yang bervariatif di antaranya Keuangan. Sehingga peserta arisan atau menyimpan uang di bank menjadi rasa aman dan nyaman kepada para pemberian kredit kepada pedagang tidak perlu khawatir kehilangan dana hal yang menarik untuk masyarakat,” karyawan sebagai tempat kebanggaan bakso, dagang kelontong, dagang tahu yang sudah disetorkan dalam bentuk kata Made Arta. untuk berkarya dan berprestasi, me tempe, dagang tipat cantok/rujak, tabungan karena meskipun belum Bank BDN punya keinginan untuk ningkatkan kepedulian dan tanggung tukang cukur, bengkel sepeda motor, menang setelah periode berakhir yaitu menjadi one stop banking. “One stop jawab terhadap lingkungan sosial, men penjahit kebaya, dll baik yang ada di pada bulan ke-30 peserta akan menda banking yakni Bank BDN menjadi bank jadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan pasar maupun di warung-warung kecil patkan dana arisan dan cashback-nya,” yang mampu memenuhi segala kebu tuhan finansial baik yang memerlukan tambahan dana maupun pengelolaan dana,” imbuh Desak Satya Pusparini. Melihat situasi dan kondisi ekono mi yang berubah begitu cepat dan selalu dinamis, ia berharap, manajemen BPR Bali Dananiaga selalu berpedoman tingkat kehati-hatian dalam bekerja, memberikan pelayanan yang maksimal kepada nasabah dengan cara mening katkan kualitas SDM yang ada baik melalui pendidikan dan pelatihan. “Selalu bisa memahami kondisi di masyarakat sehingga pelayanan Bank BDN selalu bisa menjadi an dalan bagi masyarakat. Kecepatan, ketepatan, dan kenyamanan adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh bank,” ucap I Made Rai Oka Rimbawa dan I Nyoman Sutrisno selaku Komi Para pemegang saham bersama Direktur Utama BPR Bali Dananiaga Made Arta Para pemegang saham bersama perwakilan instansi yang melakukan MoU dari AKUBANK, saris Utama dan Komisaris. (ast) (kiri depan) dan Direktur BPR Bali Dananiaga Desak Wayan Satya Pusparini Wearness, USSI, dan PT. Jamkrida
6
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Woman on Top Anak Agung Ayu Ketut Agung
Berikan Diskon 50% Kursus Tata Rias
B
Anak Agung Ayu Ketut Agung
Tiap tanggal 22 Desember kita memperingati Hari Ibu. Seorang Ibu adalah sosok perempuan yang luar biasa. Karena itulah, Anak Agung Ayu Ketut Agung mengaku dirinya bangga dilahirkan sebagai perempuan, terlebih perempuan Bali.
ali yang dikenal hingga ke mancanegara karena adat dan budayanya yang unik menggugah hati Bu Agung-sapaan akrabnya, untuk turut berperan dalam melestarikan budaya serta pemberdayaan perempuan agar bisa mandiri. Karena itu pula, pakar tata rias dan busana adat Bali ini terus “berbuat” menggandeng dan bekerjasama dengan instansi pemerintah, swasta, organisasi wanita, dan media, untuk memberikan pelatihan-pelatihan tata rias (make up) untuk diri sendiri, membuat dan memasang sanggul Bali (pusung tagel) serta menyosialisasikan berbusana adat yang baik dan benar,
tanpa dipungut biaya. Bu Agung juga kerap memberikan beasiswa bagi mereka yang kurang mampu namun benar-benar berbakat dan serius ingin kursus tata rias di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung yang dipimpinnya. Mereka yang sudah memiliki keterampilan ini kemudian dianjur-
kan untuk mengikuti uji kompetensi di Tempat Uji Kompetensi (TUK) agar mengantongi sertifikat uji kompetensi. Sertifikat profesi ini ibarat SIM, sehingga orang-orang mengakui kompetensinya. Tak jarang pula Bu Agung memberikan beasiswa untuk uji kompetensi di TUK Agung. Semua itu dikatakan-
nya untuk mendukung “Gerakan Indonesia Kompeten” dari Kemendikbud dan “Denpasar Kota Kompeten”. Karena banyaknya animo masyarakat untuk kursus tata rias, dalam rangka Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru, LKP Agung memberikon diskon kursus 50%. –inten
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Hujan gerimis terus mengiringi perjalanan menuju rumah seorang lelaki paruh baya yang sukses pelakukan penangkaran hewan pengerat, landak Jawa. Ia adalah Suyanto (55), warga Desa/Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
T
erlihat, dia sedang duduk-duduk sembari memberi pakan ratusan ikan gurami yang sudah 4 bulan dibudidaya disamping rumahnya.
19
Suyanto
Penangkar Landak Jawa
Sesekali tangan kirinya menggeser tongkat ketiak. “Beginilah kerjaan sehari-hari saya mengurus ikan, puluhan ayam dan belasan landak. Inilah yang bisa saya kerjakan,” kata Suyanto. Menurutnya selain budidaya ikan, ternak ayam juga penangkar landak Jawa. Awalnya hewan berbulu tebal serta berdiri itu, diperoleh dari seorang petani
yang berhasil menangkap di area persawahan miliknya. Landak selalu merusak tanaman miliknya. Lalu dua ekor landak itu dibeli untuk dirawat. Namun perjalanan waktu, dua hewan berlainan jenis itu berjodoh dan beranak. Berkat keuletan setiap hari merawat serta memberi pakan, sejumlah landak miliknya bertambah hingga 14 ekor. “Beberapa minggu lalu, ada
Kabupaten Karimun Magang di PKBM AGUNG
Landak Jawa di kandang
orang yang membeli 4 ekor landak seharga Rp 2,7 juta. Kini tinggal 10 ekor,” ungkapnya. Ia menjelaskan memang untuk biaya pakan sangatlah tidak sedikit, karena hewan jenis ini makannya banyak. Dalam sehari 10 ekor landak menghabiskan sekitar 1,5 kg hingga 2 kg katul. Meski hewan landak pengem-
bangbiakkannya lama, namun ia mengaku sangat senang. “Ya, untuk mengisi waktu yang kosong. Sebenarnya hewan landak, juga banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Biasanya dijual ditempat-tempat wisata alam, karena dagingnya lezat jika dibuat sate,” paparnya. (Ajun Ally)
Dalam kesempatan berbeda, Pemkot Denpasar dalam hal ini Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra yang senantiasa mensupport kegiatan Bu Agung, Jumat (2/11) membuka program magang PKBM dari Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, di PKBM Agung. Orang nomor satu di Denpasar tersebut mengatakan salut dengan program ekonomi kreatif berbasis budaya ini karena dinilai tepat sasaran, relevan dengan permasalahan yang ada. Karena itu ia berharap program PKBM ini dapat berkesinambungan dengan program pemerintah dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat melalui program ekonomi berbasis budaya. Ketua PKBM Agung-Bu Agung mengatakan, melalui program PKBM itu, masyarakat yang putus sekolah atau mereka yang tidak memiliki keterampilan akan mendapatkan bekal memampuan dan pengetahuan khusus d i bidang tat arias dan kecantikan, yang selanjutnya diharapkan mampu menjadi individu yang mandiri. –inten
“PELAYAN KEKINIAN” Salam Senyum, “Mbak... bisa minta tolong fotoin dong...”... “Bli.. Bli...Tolong dong kami difoto ya.... tapi agar keliatan lebih cantik dan kurus ya... juga biar jerawatnya disamarkan...” Permintaan-permintaan seperti itu sangat sering kita temui di suatu tempat. Dan yang menjadi fotografernya adalah sang pelayan yang kebetulan lewat, atau pelayan yang memang bertugas melayani meja kita. Saya yakin kejadian seperti ilustrasi di atas, pembaca setia Dhani’s Art in Service juga pernah melakukannya. Baik ketika di rumah makan, di tempat ngopi bareng teman, di pusat perbelanjaan, di salon kecantikan, atau di tempat- tempat lainnya. Kira-kira kalau saya tanya,”bagaimana perasaan kita ketika hasil jepretan yang dilakukan oleh pelayan itu hasilnya kurang memuaskan? “Yaaaa... gambarnya kabur, atau ada salah satu teman yang tidak nampak difoto, atau bahkan malah hasilnya gelap gulita. heheheheh..Walaupun maklum kalau si pelayan bukan seorang fotografer tapi tetap saja perasaan kita tidak puas dan akan menggerutu kecewa... Kejadian lain pernah saya amati seperti ini. Seorang ibu paruh baya datang ke customer service (CS) Bank untuk melakukan transaksi. Ketika sudah hampir selesai transaksi, tiba-tiba ibu tadi minta tolong kepada CS bank tadi untuk melakukan sesuatu di tab yang dibawa, terlihat agak lama si CS berusaha membantu Ibu
tadi, namun kelihatannya gagal. Ada raut kekecewaan yang timbul di wajah Ibu tadi, dan sepertinya transaksi di Bank menjadi tertunda. Hmmmm.... kira-kira apa ya yang membuat seperti itu?. Dengan bermaksud dapat membantu Ibu tadi, saya yang kebetulan tepat nomor antrean di belakangnya, menawarkan bantuan. “Ada yang bisa dibantu bu?”, tanya saya dengan ramah. “Ini lho Mbak.. (syukurlah saya dipanggil Mbak, mungkin saya keliatan lebih muda ya.. heheheh ).. Saya ingin memperlihatkan kiriman foto Passport saya yang dikirim anak saya melalui email, dan ingin saya update data agar sesuai dengan data di account saya di Bank. Tapi saya kurang mengerti cara membuka filenya, dan saya lupa saya simpan di file apa di tab saya ini,” lanjut Ibu tadi sambil memperlihatkan tab nya ke saya. Dengan tidak terlalu sulit kemudian saya dapat menemukan tersimpannya file ibu tadi di tab yang dia bawa. Syukurlah, dan Ibu tadi segera melanjutkan transaksinya di Bank. Namun..... setengah menggerutu dia bilang ke CS Bank tadi,...” untung saya ditolong oleh Mbak itu, (sambil menunjuk saya), kalau tidak saya akan rugi antre lama-lama di Bank tapi tidak jadi transaksi. Coba deh Mbak-nya belajar lebih “kekinian” dong. Masa mengoperasikan tab saja tidak paham, kan Mbak-nya masih jauh lebih muda dari pada saya... “.. Itu kira-kira isi pesan pelanggan kepada CS Bank tadi... Naaaahhh.. kalau sudah seperti ini, jelas
pelanggan tadi itu kecewa dengan layanan dari petugas counter Bank tersebut. Pembaca setia.. inilah yang akan saya ulas dimana tetap pada topik yaitu di dunia service/layanan. Saat ini pelayanan yang baik bukan hanya membuat pelanggan kita merasa puas. Tapi dengan berkembangnya ilmu layanan, diharapkan sekarang para penyedia jasa layanan agar dapat melebihi dari apa yang menjadi standar kepuasan dari pelanggan itu. Dari pengalaman dan beberapa literatur yang saya baca, saya akan kutip dari bukunya Hermawan Kartajaya (Wow service is Care : 2014) dimana saat ini pelanggan menginginkan suatu “KEJUTAN”... Menciptakan sebuah kejutan dalam layanan tentu tidak semudah memberikan standar kepuasan biasa. Layanan yang pertama adalah bagaimana pelanggan merasa SENANG (ENJOY). Senang ini tentunya disebabkan karena produk dan layanan yang diberikan secara standar. Tingkat selanjutnya agar melebihi perasaan senang. Perusahaan jasa biasanya menambah dengan “PENGALAMAN” (EXPERIENCE). Di mana di sini akan diberikan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang. Baik secara Premisesnya (fasilitas ruangan) yang nyaman atau pun didukung oleh pelayanan yang ramah dan terlatih dengan keterampilanketeramilan lain yang dapat menunjang pelayanan. Untuk layanan selanjutnya adalah yang menuju layanan bersifat “PRIBADI”. Dan ENGAGE pelanggan dapat tercipta dimana pelayan harus mampu memahami pribadi dari para pelanggannya dengan baik. Dan jika ada kesempatan, akan diberikan perlakuan khusus bahkan sering
berupa kejutan untuk pelayanan ini. Naaaaahhh.. pembaca setia.. kalau kembali kita baca dua contoh di atas, ternyata pelanggan itu mengharapkan lebih dari sekadar kepuasan dari produk jasa standar. Pelayan harus mampu membuat sebuah pengalaman yang membuat pelanggan terkesan. Seperti contohnya di atas, pelayan rumah makan harus bisa menjadi fotografer dadakan. Atau petugas counter Bank harus menguasai cara mengoperasikan Tab yang benar, dan lain-lainnya... yang semua itu sebagai ketrampilan khusus yang dimiliki pelayan dan tentunya tidak ada dalam SOP (Standar Operasional Prosedur) Dan.. inilah yang saya sebut dengan “PELAYAN KEKINIAN” . Yang tahu dengan hal-hal baru yang tentunya sangat erat hubungannya dengan penunjang kepuasan dari pelanggan. Ayooooo...... mari kita latih para pelayan dengan hal-hal diluar standar pelayanan itu sendiri. Dengan hal tersebut saya yakin, pelanggan akan membawa kenangan tersendiri dari pengalaman yang indah dan tak terlupakan dari layanan yang kita berikan. Ingin mengetahui dan menerapkan bagaimana caranya agar “PELAYAN KEKINIAN” selalu siap di perusahaan/ instansi Bapak/Ibu ? Silahkan hubungi manajemen kami, dan kami siap sharing dalam pelatihan, IHT ( In House Training) atau workshop dan seminar seperti apa yang Bapak/Ibu butuhkan. Salam3SP Salam Senyum Sang Penyihir. Sri.Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com
Suyanto, penangkar landak Jawa membetulkan kandang
Suyanto memberi pakan dengan dedaunan
Saim Sihombing
Polisi Kreatif yang Bisnis Kambing Ada polisi kreatif di Tulungagung, Jawa Timur (Jatim). Selepas dinas, abdi negara berseragam coklat ini tidak mau berpangku
tangan. Tangan kreatifnya terus bekerja guna menambah pundipundi dapur istrinya dan membesarkan anak-anaknya. Polisi kreatif
Iptu Sihombing memberi pakan kambingnya
itu bernama Iptu Saim Sihombing. Meski memiliki posisi penting dalam jajaran Polres Tulungagung, namun tidak menjadi penghalang bagi perwira pertama ini menjadi peternak kambing. “Baru lepas dinas, tahu-tahu kambing pada ngembek semua, minta makan,” kata warga Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung ini. Ia tak ragu sama sekali masuk ke dalam kandang kambing yang kotor dan bau. Saim terlihat biasabiasa saja, dan menikmatinya. “Bau kotoran itu, biasa. Justru capek, jenuh itu hilang seketika ketika melihat kambing-kambing ini,” kata Kaur Bina Operasi Satuan Sabhara di Polres Tulungagung ini. Ia tak canggung memberikan pakan kepada hewan ternaknya
ini. Dengan menggunakan sebuah sabit, ia merajang kecil-kecil rumput gajah atau sebagian orang menyebutnya kolonjono. Rumput ini disajikan sambil sesekali tangannya mengelus-ngelus kepala kambing penuh kasih sayang. Model dan penataan kandang milik Iptu Saim, didesain bagus. Dibuat berjajar dan alasnya di atas tanah. Ada penyangganya. Sehingga kandang tidak mudah becek. ‘’Untuk membersihkan kandang dari kotoran kambing juga mudah. Disemprot air sedikit sudah bersih,” ujarnya pria berbadan tegap ini. Usaha ternak kambing ini dimulai sejak setahun silam. Saim, bersama salah satu teman sekolahnya saat masih di SMP dulu. Mereka patungan modal untuk pembuatan kandang dan membeli beberapa ekor kambing kurus di pasar hewan. Dengan berbekal pengalaman yang dimiliki, kambing-kambing tersebut dirawat. Hasilnya luar biasa. Kambing yang tadinya kurus menjadi gemuk. Bahkan, ada beberapa kambing betina yang mulai beranak. Seiring waktu, kambing berkembang biak menjadi banyak. Mencapai ratusan kambing.
Untuk itu, Iptu Saim, tak sanggup lagi menanganinya sendirian. Ia dibantu beberapa orang pembantu. Bahkan, kambing-kambing tersebut dititipkan ke warga lain dalam bentuk bagi hasil. Saat ini, ada tiga kandang kambing yang dimiliki Iptu Saim, di Desa Sanggrahan dan Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu serta Desa Pandansari, Kecamatan Ngunut, Tulungagung. “Alhamdulillah, lumayan banyak sekarang,” ujarnya. Bisnis kambing, kata Iptu Saim sangat menguntungkan. Apalagi memasuki hari raya kurban. Banyak orang yang perlu kam bing untuk hewan sembelihan. Pada saat itulah, harga kambing menjadi mahal. Untungnya bisa berlipat-lipat dibanding hari biasa. “Ukuran segini ini, bisa Rp 3 juta,” tukas Iptu Saim, sambil menunjukkan ke arah salah satu kambing di sebelahnya. Bagi Iptu Saim, bisnis itu tidak harus pandang bulu. Kalau cocok dan menguntungkan, kerjakan saja. Yang penting halal. Soal kotor dan bau itu, tidak penting. Tapi bagaimana bisnis tersebut membawa perubahan ekonomi yang lebih baik itu jauh lebih penting. (Khoirul Abadi)
18
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Tidak hanya kaya akan keindahan alam, namun Indonesia juga beragama dengan suku, adat dan budaya. Tetapi, belakangan ini ketentraman Bangsa Indonesia seakan diguncang oleh pemberitaan-pemberitaan yang memperlihatkan sensitifitas terhadap perbedaan.
Pererat Persatuan dalam Bingkai Kebhinekaan Gunaja menambahkan, acara ini merupakan komitmen dari seluruh lapisan masyarakat Buleleng untuk bersatu dan tidak membedakan ras, suku dan agama sehingga satu sama lain menghargai kebhinekaan. “Saya berharap momen ini bukan hanya serimonial saja, tapi masyarakat Buleleng harus bisa membuktikan dan menjaga Buleleng tetap damai dan bersatu. Mari kita saling bahumembahu untuk menjaga keutuhan NKRI ini,” tandasnya.
G
una mencegah perpecahan dan membangkitkan rasa persatuan serta nasionalisme, secara serentak diadakan doa bersama yang bertajuk Nusantara Bersatu di seluruh kota-kota di Indonesia. Di Buleleng, kawasan Tugu Singa Ambara Raja dipadati ribuan masyarakat Buleleng yang nampak sangat antusias mengikuti acara doa bersama Nusantara Bersatu, Rabu (30/11). Doa yang melibatkan ratusan pelajar, organisasi masyarakat, PNS, TNI, Polri dan masyarakat lintas agama kompak menggunakan ikat kepala berwarna merah putih. Meski hujan
gerimis sempat mengguyur kawasan Kota Singaraja tak menyurutkan niat masyarakat mengikuti acara doa bersama ini. Dengan semangat persatuan, masyarakat meneriakkan yel-yel Nusantara Bersatu. Doa bersama Nusantara Bersatu yang digagas oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ini pertama kali didengungkan saat memberikan kuliah umum di salah satu perguruan tinggi di Jawa Barat. Pelaksana tugas Bupati Buleleng Ir. I Made Gunja, M.Si ditemui usai acara mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mengumandangkan perdamaian dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hindari Unggahan Provokatif
Dr. Nyoman Jampel, M.Pd.
Revisi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE menjadi trending topic yang sampai kini masih hangat diperbincangkan. Pembaharuan UU ITE terutama pada pasal pencemaran nama baik tersebut sudah diberlakukan sejak Senin, 28/11. Revisi UU ITE bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan perlakuan yang adil bagi para pengguna internet. Menurut Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja Dr. Nyoman Jampel, M.Pd., perlu kehati-hatian dalam menggunakan tekhnologi utamanya media sosial. “Kita memang mengalami percepatan kemajuan informasi yang selalu dibarengi dengan dampak positif dan negatif,” jelasnya. Akan tetapi jika setiap orang dapat menggunakan media sosial secara bijak, tentu dampak positif akan jauh sangat dirasakan. Ia menambahkan salah satu keuntungan yang paling dirasakan adalah dalam memperoleh informasi tanpa
batas. Ditegaskan pula informasi dapat disebarluaskan dengan cepat sehingga perlu ketelitian dalam mempelajari informasi tautan yang hendak dibagikan. Pria murah senyum itu mengatakan bahwa media sosial sebagai ruang publik yang tidak terbatas sehingga informasi yang dapat dilihat dari akun pribadi tidak dapat difilter. “Kalau tidak bisa difilter apapun itu bisa masuk ke akun baik yang bersifat hinaan dan provokasi, sehingga perlu sekali bijak dalam menggunakannya,” imbuhnya. Menurutnya, dengan adanya UU ITE yang diperbaharui tersebut hendaknya tiap individu cermat sebelum mengunggah sesuatu. “Ini akan berdampak hukum sehingga jangan mengungah pernyataan yang berbau kebencian dan SARA,” ujar pria kelahiran 10 Oktober 1959 tersebut. Faktor sengaja maupun tidak kesengajaan statement yang dirasa mengundang provokasi tetap dikatakan melanggar UU ITE dan akan diproses secara hukum. Di kampus sebagai lingkungan civitas akademika, Jampel dengan tegas menghimbau kepada dosen, staf pegawai, dan mahasiswanya untuk membatasi unggahan yang mengarah pada penghinaan dan bullying. “Kuncinya jangan membuat pernyataan yang menyinggung kehidupan pribadi seseorang,” tandasnya. Jika revisi UU ITE mendapat kecaman karena dianggap membatasi kebebasan dalam berpendapat lain hal dengan Jampel yang melihat hal tersebut secara bijak. Menurutnya untuk dapat dikatakan merdeka dan bebas harus ada tata aturan yang menjadi pedoman. Sehingga kebebasan pribadi harus juga melihat kebebasan orang lain. “Kalau bebas tanpa adanya aturan itu namanya brutal. Begitu juga kalau kebebasan mengeluarkan pendapat tanpa ada aturan maka runtuhlah Indonesia,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Slamet Winarto dalam kesempatan itu mengajak seluruh lapisan masyarakat Buleleng untuk selalu kompak menjaga keutuhan NKRI. Ia juga mengatakan perbedaan ras, suku dan agama bukan merupakan halangan untuk menjaga kesatuan dan persatuan NKRI. “Kita lihat tadi, dari seluruh pemuka agama sudah memberikan doa untuk keselamatan kita bersama. Saya berharap bangsa ini tidak hancur karna perbedaan
melainkan menjadikan perbedaan ini sebagai suatu hal yang postif untuk Indonesia yang lebih maju,” harapnya. Sementara itu Luh Wina Anggiani, siswi SMK N 1 Singaraja mengungkapkan momen deklarasi persatuan tersebut sangat penting dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Kita memang berbeda namun kita punya dasar negara yang sama,” tegasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Doa bersama Nusantara Bersatu
Wisata Air Terjun Silangajana Terkendala Akses Jalan Desa Silangjana merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Dulu, masyarakat belum terlalu akrab dengan desa yang berbatasan langsung dengan Desa Sudaji tersebut. Akan tetapi, beberapa akhir belakangan ini Silangjana begitu marak diperbincangkan oleh masyarakat terutama di media sosial. Hal ini lantaran terdapat kolam renang lengkap dengan beberapa wahana permainan yang dibangun oleh Komang Sura Darma. Jika dibandingkan dengan pengusaha lokal lainnya yang lebih memilih lokasi dekat dengan perkotaan, pria yang akrab dipanggil Mang Sura ini lebih memilih Silangjana untuk berinvestasi. Ia mengaku dengan membangun objek wisata baru di desa tersebut akan mampu mengangkat nama desa sehingga tidak lagi dipandang sebelah mata. Ia juga menambahkan bahwa sebenarnya desa Silangjana memiliki beragam potensi yang seharusnya dapat dikembangkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. “Desa ini kaya dengan potensi alam maupun budaya hanya saja kurang diekspos,” ujar owner Alamandoe Pool
Air Terjun Silangajana
Komang Sura Darma
tersebut. Keberadaan kolam renang yang baru beberapa bulan diresmikan ini diyakini dapat membuat orang-orang lebih mengenal desa Silangjana. “Di Buleleng Cuma ada dua gula aren yang terkenal dari Pedawa dan Silangjana,” jelasnya. Sejak keberadaan kolam pemandian tersebut, pengunjung yang datang nyaris tidak pernah sepi. Bahkan dalam sehari tempat tersebut bisa dikunjungi oleh 100 orang. Pembangunan kolam memanfaatkan sumber air tanah alami yang berada di tengah sawah sehingga air kolam selalu bersih. “Kami manfaatkan air kelebutan kemudian akan kembali dialirkan ke sawah sehingga airnya kami manfaatkan tanpa mengurangi iragasi di sawah,” tuturnya. Sebagai salah satu pengusaha lokal yang berasal dari desa setempat, Mang Sura ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangkitkan potensi-potensi yang dimiliki. Meskipun saat ini ia berada di daerah perantauan dan sukses menjalankan usaha akan tetapi tidak pernah melupakan tempat kelahirannya. “Kita boleh saja merantau namun ketika sukses jangan
pernah melupakan tempat kelahiran,” pungkas pria kelahiran 14 September 1980 tersebut. Sementara itu, Kelian Banjar Dinas Dajan Margi Desa Silangjana Wayan Wasista mengungkapkan banyak wisata alam yang ingin dikembangkan oleh pihak desa. Salah satu yang sudah dilirik adalah keberadaan 2 air terjun bertingkat. Kedua titik air terjun tersebut berlokasi di Banjar Dajan Margi, Desa Silangjana. Salah satu titik air terjun berada di tebing setinggi 50 meter lebih, sementara air terjun satunya lagi muncul dari ketinggian tebing 35 meter. Kedua air terjun di Desa Silangjana ini memiliki keunikan tersendiri. Khusus di lokasi air terjun yang tingginya sekitar 50 meter, terdapat goa-goa kecil di bawahnya. Sedangkan untuk lokasi air terjun dengan ketinggian tebing 35 meter, terdapat dua tingkat air terjun. Selama ini masih terkendala akses jalan yang kurang memadai untuk dapat mencapai kedua air terjun tersebut. “Jalan untuk turun ke lokasi kami belum ada sehingga hanya bisa lihat-lihat dari atas saja,” jelasnya. Selain wisata alam, terdapat pula wisata budaya, agro, dan wisata religi yang dimiliki dan belum banyak diketahui orang. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Desa Silangjana Wayan Erkadawan juga membenarkan terdapat dua air terjun yang sedang dicoba untuk dikembangkan. Masalah yang paling krusial adalah letak desa di lokasi yang terpencil sehingga kesulitan untuk diakses. “Desa ini merupakan desa yang terlepas dari kecamatan. Seharusnya tembus di Pegayaman namun karena tidak ada jembatan akhirnya desa ini jarang dikunjungi,” jelasnya. Pihaknya berharap pemerintah terkait bisa segera membangun jembatan penghubung antara Desa Silangjana dan Desa Pegayaman sehingga ketika wisatawan datang dapat mengunjungi beberapa objek wisata sekaligus. “Ya kalau ada jembatan, wisatawan yang datang ke sini bisa langsung ke Gitgit dan sekitarnya dengan sekali jalan,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Life Story
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
7
Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama
Dalam senyum haru, air mata Nindi (24), nama samaran, menetes saat duduk di pelaminan malam itu. Pelaminan yang dibuat seadanya di depan rumah bibinya di kampung halamannya di Bima. Ditemani anak perempuannya yang baru berusia dua tahun, ia tampak bahagia bersanding dengan Romi, laki-laki yang mau menerima dirinya apa adanya.
K
isah hidup Nindi cukup menyedihkan. Sejak bayi, orangtuanya sudah meninggal dunia. Ia tinggal dengan bibinya sejak bayi. Ia dibesarkan dalam keadaan serba kekurangan. Bibinya menjadi tukang cuci pakaian dan Nindi pun sempat ikut-ikut membantunya. Dari bayaran inilah ia bisa menyelesaikan sekolah SMA-nya. Sayangnya, saat Nindi menyelesaikan sekolahnya, ia terjebak cinta di dunia maya. Lewat media sosial ia mengenal seorang lakilaki dari Pulau Jawa. Kisah cintanya bermula dari media sosial dan perkenalan mereka berlanjut hingga copy darat. “Saya tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba ada seorang laki-laki dari Pulau Jawa datang ke rumah dan mengatakan ingin melamar Nindi,” kata Utari, bibinya Nindi. Karena kaget, Utari dan suaminya sementara menolak lamaran laki-laki itu dengan mengatakan agar ia datang membawa orangtuanya. Gelagat bahwa lamaran tersebut tidak diterima membuat Nindi dan laki-laki yang baru dikenal itu memilih lari ke kampung halaman laki-laki tersebut. “Tibatiba kami mengetahui kalau Nindi sudah menikah
di Jawa,” kata Utari. Sejak kepergian Nindi, Utari dan keluarganya tidak pernah berhubungan lagi dengan Nindi kecuali mendengar selentingan kabar pernikahan tersebut dan kemudian Nindi hamil. “Kabar-kabar tentang Nindi lebih banyak kami dapat dari kawankawannya di media sosial yang kami kenal. Sampai suatu hari, Nindi pulang sendiri tanpa suaminya itu. Dengan menggendong bayi perempuan, Nindi menangis dan menceritakan kisahnya kekerasan yang yang dilakukan suaminya pada dirinya. “Suaminya juga pencemburu parah,” ungkap Utari. Meski sempat kesal pada kepergian Nindi, Utari dan suaminya serta keluarga, mau tidak mau harus menerima kembalinya Nindi yang seorang yatim piatu itu. Mereka juga ikut merawat bayi Nindi selayaknya cucu mereka. Setelah setahun berlalu, Nindi meminta cerai pada suaminya. “Untuk bercerai ia harus pergi ke Jawa guna mengurus perceraian tersebut,” kata Utara. Lagi-lagi Nindi bertemu laki-laki yang menaruh hati padanya dengan cara tidak sengaja. Dalam perjalanannya mengurus perceraiannya di Pulau Jawa itu, Nindi kembali bertemu dengan laki-laki yang merupakan menumpang bus yang sama dengannya. “Romi namanya. Saat itu mereka bertemu di bus. Nindi dari Bima dan Romi naik di Bali. Tujuan Nindi ke Jawa Timur dan tujuan Romi juga ke Jawa Timur,” kata Utari. Itulah perkenalan pertama Nindi dan Romi yang kemudian berlanjut, sekali lagi, lewat dunia maya. Sembari Nindi mengurus perceraiannya, mereka berdua banyak berhubungan menjalin
Sudut Pandang
SLB B Singaraja Seimbangkan Prestasi Akademik dan Nonakademik Janganlah selalu beranggapan bahwa anakanak dengan disabilitas hanya menjadi ‘beban’ orang-orang di sekelilingnya. Namun, berpikirlah bahwa mereka pun bisa berprestasi layaknya anak-anak normal. Padahal, jika anak dengan disabilitas dididik untuk selalu percaya diri dan diasah bakatnya, maka suatu perubahan positif mungkin saja dapat terjadi. Tak sedikit anak-anak disabilitas yang mampu mencatat prestasi dalam berbagai bidang baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. Menurut I Komang Sarira, S.S., guru olaharaga di SLB B Singaraja, mengajar anak dengan kebutuhan khusus memang cukup memberi tantangan. Dalam hal ini, SLB B Singaraja mendidik anak-anak yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran dan berbicara. “Secara fisik mereka terlihat normal dan dari segi mental mereka lebih baik dari penyandang disabilitas jenis lainnya,” jelasnya. Memiliki perbedaan emosional dengan orang normal pada umumnya, membuat Sarira beserta dewan guru lainnya harus melakukan hal terbaik dalam mendidik anak asuhnya. “Secara emosi mereka berbeda, sebab mereka tidak mendengar apa yang kami sampaikan dan tidak bisa menyampaikan apa yang ingin mereka keluhkan,” tambahnya. Perlu upaya dan kerja keras sesama pelatih dan pengajar untuk men-
garahkan anak-anak tersebut ke dalam minat dan bakatnya. Di SLB B Singaraja sudah berhasil digali potensi yang dimiliki anak diberbagai bidang di antaranya dalam bidang seni dan olaharga. “Banyak yang memiliki minat namun belum tentu memiliki bakat. Jadi kami harus mengarahkan sesuai dengan kemampuan,” ujarnya. Keuletan pihak sekolah dan kegigihan para anak didiknya, telah mengantarkan SLB B Singaraja meraih beberapa kejuaraan tingkat kabupaten maupun provinsi. Dari beberapa lomba yang diselenggarakan melalui ajang paralympic SLB B Singaraja pernah meraih juara I catur tingkat provinsi, juara III lompat jauh putri tingkat provinsi dan mewakili Bali dalam lomba desain grafis tingkat nasional. “Bahkan beberapa atlet kami sudah terjaring dalam pekan paralympic pelajar provinsi dan tahun ini menjadi juara umum dua tingkat provinsi,” tambahnya. Rasa bangga diungkapkan oleh Kepala SLB B Singaraja Drs. I Wayan Cirtha, M.Pd., atas perolehan prestasi yang diraih selama ini. Dirinya mengharapkan para siswa dapat senantiasa meningkatkan prestasi melalui kerja keras dalam menghadapi lomba-lomba ke depan. Dengan memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus selain membanggakan sekolah tentu juga akan membanggakan diri sendiri dan keluarga. Selama ini prestasi yang diraih hanya dalam bidang nonakademik, ke depan ia akan merancang program untuk menyeimbangkan prestasi pada bidang akademik. “Semua pelajaran sudah ada pada kurikulum dan kami hanya perlu mengembangkan saja, tidak terlepas dengan kesabaran dan kasih sayang sehingga dengan begitu mereka akan fokus terhadap apa yang kami sampaikan,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@ Kepala SLB B Singaraja (tengah) bersama para siswa berprestasi cybertokoh.com)
komunikasi dan saling berjanji lewat media sosial. “Sampai pada akhirnya Romi mengatakan ingin melamar Nindi,” kata Utari. Kali ini, Utari meminta Nindi untuk berhatihati. “Karena pengalaman yang lalu, saya benarbenar meminta Nindi untuk berhati-hati. Karena bagaimana pun seperti halnya suaminya yang pertama, Nindi belum terlalu mengenal Romi,” kata Utari khawatir. Kali ini Nindi memang tidak terburu-buru. Dalam hubungan baru yang dibangunnya, rupanya Romi yang pekerjannya sebagai tukang bangunan di sebuah perusahaan bangunan itu memberi perhatian pada Nindi dan putrinya. “Tiap bulan Romi rajin mengirimkan uang Nindi dan putrinya,” kata Utari. Itu berlangsung sekitar enam bulan. Dalam keadaan tiada memiliki penghasilan karena ia tidak bekerja, apa yang dilakukan Romi membuat Nindi mulai merasa punya tempat untuk berlindung dan bersandar. Hingga akhirnya Romi menyampaikan bahwa ia ingin melamarnya. “Tapi pada saat waktu yang dijanjikan untuk datang melamar Nindi, Romi tidak juga datang,” kata Utari.
Hal inilah yang sempat membuat Utari menaruh rasa khawatir dan was-was Romi dan juga pada Nindi. “Saya bilang pada Nindi, kalau lihat situasinya seperti ini, belajarlah jangan mengulangi kesalahan yang sama,” kata Utari. Nindi sempat diam beberapa hari karena Romi sendiri tidak pernah memberi kabar sejak hari lamaran itu batal dilakukannya. Tapi rupanya, seminggu kemudian, Romi memberi kabar kalau ia terpaksa membatalkan lamaran itu karena ia mendadak tkh/net harus ke pedalaman Kalimantan untuk ikut rombongan tukang yang akan membangun sebuah fasilitas perusahaan baru di sana. Itu sebabnya ia tidak bisa memberi kabar. Dalam pekerjaannya Romi memang selalu berpindah tempat. Tergantung di mana perusahannya mendapatkan pekerjaan membangun fasilitas fisik. Inilah yang kemudian bisa dimaklumi oleh keluarga Nindi yang melihat meski gagal melamar, Romi masih tetap rutin mengirimkan uang untuk Nindi dan putrinya. “Romi berjanji akan datang melamar setelah pekerjaannya selesai,” kata Utari. Benar saja, Romi bahkan datang bersama ayahnya untuk melamar Nindi. Kedatangan Romi dan ayahnya itu membuat Utari dan keluarga besarnya menaruh rasa percaya pada kesungguhan Romi. Mereka pun menerima lamaran tersebut dan pernikahan digelar sebulan kemudian. “Saya selalu berharap agar Nindi dapat hidup bahagia selamanya dengan Romi,” ujar Utari, sambil mengelus putri kecil Nindi di pangkuannya saat menyaksikan Nindi dan Romi bersanding di pelaminan sederhana, sesederhana keinginan Utari. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
WEDAKARNA GELORAKAN KB BALI 4 ANAK UNTUK AJEG HINDU
LUKISAN MAHASISWI ISI HIASI ISTANA MANCAWARNA TAMPAKSIRING dari itu saya berpandangan bahwa KB Nasional dengan 2 anak tidak relevan lagi. Apalagi kita tahu kebijakan KB 2 anak di Bali sangat diskriminatif dan hanya menyasar pada keluarga orang Bali. Ini yang kita tata dan segmentasinya tentu anak muda Hindu,” ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun kini memperhatikan semangat pasangan muda-mudi di Bali untuk memiliki anak 4 dengan program Save Nyoman dan Ketut sudah semakin banyak. “Kini dimanapun saya datang ke desa-desa, datang Satyagraha – Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya ke keluarga-keluarga yang Wedakarna MWS III Bersama Seniman Muda I Gusti Ayu Agung memiliki hajatan pawiwah Aristi Putri ( Mahasiswi ISI Denpasar) an, masyarakat sudah meres pons baik ide KB Bali dengan 4 anak. Ini baik Demi eksistensi agama Hindu di Bali salah untuk pertahanan agama Hindu dan hasilnya satu strategi yang bisa dijalankan oleh umat kita bisa lihat 10 dan 20 tahun yang akan daHindu adalah melestarikan KB ala Bali yakni tang. Jangan sampai pendatang yang menguasai memiliki 4 anak. Hal ini dirasa relevan mengsektor-sektor di Bali. Ini bagian dari satyagraha ingat masih adanya pandangan kebijakan pusat Bali. Dan akan terus kita gelorakan,” ungkap yang dinilai diskriminatif terhadap umat Hindu Gusti Wedakarna. Salah satu apresiasi atas ide khususnya di Bali diantaranya masih adanya tentang KB Bali ternyata menginspirasi seorang gerakan halus untuk menghancurkan ketahanan mahasiswi ISI yakni I Gusti Ayu Agung Aristi Hindu Bali melalui program KB Nasional. Maka Putri yang secara tidak sengaja menggunggah dari itu sejak beberapa tahun terkakhir, sosok hasil karyanya lukisan wayang yang unik mengDr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS gambarkan KB Bali. Secara tidak terduga Gusti III yang dikenal sebagai tokoh Hindu Indonesia Wedakarna mengundang pelukis tersebut dan terus mengkampanyekan gerakan lestarikan menawarkan agar lukisan itu dipajang di Istana KB Bali yakni dengan 4 anak khususnya pada Mancawarna Tampaksiring. pasangan muda-mudi Bali. “Melestarikan agama Hindu dengan adat dan budayanya adalah “Saya dan keluarga mengucapkan terima pekerjaan berat. Kita memiliki 150 hari raya kasih dan merasa terhormat bahwa karya saya tiap tahun, beban mengupacarai Pura yang dihargai oleh Ratu Gusti Wedakarna. Beliau luar biasa banyak jumlahnya dan belum lagi benar-benar menghargai seniman dan kami banyaknya kewajiban di adat dan semua itu sangat apresiasi. Semoga bermanfaat,” ungkap perlu SDM alias perlu umat yang banyak. Maka I Gusti Ayu Agung Aristi Putri.
8
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
Bunda & Ananda
Ayudia
Jago IT yang Juara Nulis Aksara Bali
Pesatnya perkembangan teknologi membuat anak-anak sekarang memiliki akses mudah untuk belajar. Berbagai hal bisa dipelajari dengan mengakses Google, YouTube dan media sosial. Orangtua pun harus selalu mengawasi dan memantau aktivitas anak yang bersentuhan dengan dunia informasi dan teknologi (IT).
“S
ebagai orangtua, kami menyediakan fasilitas bagi anak untuk belajar, termasuk internet. Kami juga menggunakan aplikasi yang bisa menyaring konten-konten yang tidak layak untuk anak-anak. Banyak hal yang bisa dipelajari dengan bantuan internet,” ujar Ni Luh Gede Sugi Artini, ibu dari Made Pradiptha Ayudia Risma.
Sugi menuturkan, Ayudia termasuk anak yang cepat beradaptasi dengan dunia IT. “Kalau di rumah, ia bisa browsing sendiri untuk tugas sekolah. Bahkan ia belajar tentang meretas akun media sosial. Tapi itu hanya sebatas dipelajari,” imbuh Sugi. Perempuan yang menekuni usaha biro perjalanan ini menambahkan, putri keduanya termasuk orang yang kepo.
Kumpulan prestasi Ayudia
“BRI Melihat Dunia”
Dalam rangka memeriahkan HUT ke-121 Bank BRI dan Hari Juang Kartika tahun 2016, Bank BRI bekerjasama dengan Kodam IX/Udayana mengadakan bakti sosial operasi katarak gratis kepada 50 orang pasien katarak yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di provinsi Bali. Pelaksanaan kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis yang bertajuk “BRI Melihat Dunia” tersebut dilaksanakan di Rumah Sakit Tingkat II Udayana dari tanggal 25 November 2016 sampai dengan 2 Desember 2016 dengan total biaya Rp 350 juta. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar yang mewilayahi Provinsi Bali dan Nusa Tenggara, Dedi Sunardi mengatakan, kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Bank BRI terhadap kesehatan masyarakat. Sebanyak 50 pasien katarak dari seluruh Bali akan mendapat pelayanan operasi katarak gratis di rumah sakit Tingkat II Udayana yang ditangani oleh tenaga medis yang andal dan profesional. (ngurah budi)
Program BERANDA Telkomsel Regional Bali Nusra
Sebagai bentuk ungkapan syukur atas pencapaian dan eksistensi Telkomsel selama ini, khususnya di Regional Bali Nusra, November 2016 ini, seluruh karyawan Telkomsel BalNus secara serentak di 3 Branch, yaitu Branch Denpasar, Branch Mataram dan Branch Kupang, merayakan hal tersebut dengan berbagi kepada sebagian masyarakat Indonesia di Propinsi Bali, NTB dan NTT yang membutuhkan melalui Program BERANDA (Berbagi Berkah dan Doa). Pada momen ini, Telkomsel juga membagikan perlengkapan sekolah kepada lebih dari 250 anak yatim yang tersebar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, serta dilengkapi dengan bantuan sarana dan penunjang ibadah kepada 8 yayasan/panti asuhan yang berada di sekitar wilayah kerja Telkomsel, yaitu Panti Asuhan Welas Asih, Panti Asuhan Ebenhaezer, Pondok Pesantren Amal Mukhlisin, Pondok Pesantren Hidayatullah Mataram, Pondok Pesantren Nurul Ismi, Pondok Pesantren Al Muwahidin, Yayasan Alma Oebufu dan Yayasan Hidayatullah Kupang. GM ICT Operation Regional Bali Nusra Danny A Triawan mengungkapkan, Telkomsel bisa terus berkarya, berinovasi dan menjadi salah satu perusahaan telekomunikasi yang terkemuka di Tanah Air, adalah berkat dukungan, kontribusi, partisipasi dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia. Untuk itu, sebagai satu-satunya perusahaan operator selular milik Indonesia, sejak awal berdiri dan hingga saat ini Telkomsel secara konsisten terus berupaya melakukan pembangunan jaringan telekomunikasi ke seluruh wilayah Tanah Air, tidak hanya di kota-kota besar namun juga hingga ke pelosok, pulau terdepan, bahkan daerah perbatasan. (ngurah budi)
Jika diajak bepergian, mulai dari naik mobil hingga turun, ada saja hal yang ditanyakan. Sebelum mendapatkan jawaban yang dianggap masuk akal, ia tidak akan selesai bertanya. Ayudia sendiri mengaku senang dengan dunia IT karena banyak hal yang bisa ia pelajari. Bocah kelas 5B SD Cipta Dharma ini juga mengatakan belajar tentang IT dilakukan di rumah karena fasiltas internet sudah disediakan. Walaupun termasuk jago IT, bukan berarti adik dari Putu Ruzhira Ayu Risma Puspa ini tidak menyenangi bidang lain yang berbau tradisional. Ayudia punya prestasi sebagai Juara Lomba Menulis Aksara Bali yang diadakan SD Cipta Dharma dalam rangka Bulan Bahasa 2016. Prestasi lainnya sebagai juara Lomba Busana Kartini yang juga digelar di sekolahnya. Berbagai prestasi yang ditunjukkan buah hati pasangan I Nyoman Krismahendra-Sugi Artini ini ternyata belum cukup dan membuatnya terus memacu diri. Ia pun rajin
Ayudia
orangtuanya yang membatasi Ayudia bermain dengan binatang karena khawatir asmanya kambuh. Di sekolah, penggemar Exo dan Isyana Saraswati ini menyukai pelajaran budi pekerti dan ikut ekskul taekwondo. “Budi Pekerti itu paling mudah diterapkan. Kalau di rumah, saya terapkan dengan membantu orangtua. Tugas saya menyapu dan mebanten. Untuk jaga diri, saya ikut taekwondo. Awalnya ikut-ikutan teman, lama-lama jadi asyik,” ungkapnya. (wah)
belajar, baik sendiri maupun ditemani orangtuanya. “Saya mau jadi psikolog,” tegas bocah kelahiran Denpasar, 27 April 2006 ini. Satu hal lagi yang juga digemari Ayudia, bermain dengan binatang. “Saya suka binatang sejak kecil. Dulu pernah pelihara anjing, kucing, hamster, kelinci, dan burung. Sama ular juga berani,” ujar Ayudia. Pengalamannya digigit anjing tak m e m b u a t nya Ayudia bersama keluarga kapok. Malah
Griya
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
IPBI Bali Gelar Workshop Merangkai Aneka Daun Bertempat di Benoa Function Room, Hotel The Yani, Jalan By Pass Ngurah Rai, Persanggaran, DPD Ikatan Perangkai Bunga Indonesai (IPBI) Bali menggelar kegiatan, yang memperkenalkan bunga dan daun sebagai objek kegiatan seni sekaligus mengasah kreativitas dengan tema “Aplikasi Buntal dan Garland pada Rangkaian Bunga”, Rabu (30/11).
M
enurut Humas IPBI Bali, Kenrina Anggoro Wulandari, acara ini adalah kegiatan reguler dari IPBI Bali setiap bulannya. Saat itu, mereka mengambil tema rangkaian daun. September lalu, IPBI juga sudah menggelar workshop dan demo rangkaian janur yang dapat diimplementasikan ke dalam rangkain modern. Misalnya saat acara pesta pernikahan, seminar, ulang tahun dan berbagai acara lainnya. Jika selama ini kita hanya bisa mengaguminya, nah kenapa tidak sekarang belajar keterampilan merangkainya. Untuk November, masih mengusung tema rangkaian daun, dan kali ini dalam bentuk buntal dan garland. Dua orang ahli dari IPBI Bali yakni Beby Marchelina dan Indra Perusha dengan cekatan dan terampil mendemokan teknik merangkai bunga dengan aplikasi buntal dan garland. Buntal adalah satu rangkaian dari beberapa daun yang telah ada sejak zaman kerajaan sebagai hiasan busana para raja dan para bangsawan saat menikah. Sedangkan garland itu merupakan suatu rangkaian daun daun
1 yang berasal dari bangsa Romawi. IPBI Bali mencoba mengkreasikan dalam rangkaian yang lebih modern dan lebih bisa bernilai komersial. Ketua DPD IPBI Bali Alit Suarta didampingi salah seorang pakar merangkai bunga di Bali, Yati Nali mengatakan IPBI memliki agenda untuk mengedukasi masyarakat pecinta bunga atau yang memiliki hobi merangkai bunga. “Kami akan konsisten untuk memberikan pendidikan,
pelatihan, pengajaran berbagai ilmu mengenai teknik-teknik dasar, tips sampai estetika dalam merangkai bunga. Hal ini bertujuan untuk membantu para pencinta bunga mendapatkan ilmu untuk diterapkan sekaligus memajukan dunia floris,” tegas Alit. Kenrina menambahkan, IPBI Bali sebagai sebuah organisasi profesi menyadari sepenuhnya kewajibannya untuk ikut serta dalam upaya mencapai tujuan nasional yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, yang merata baik materiil maupun spiritual tentu salah satunya melalui langkah edukasi dan pendidikan. Menurut Yati Nala, melalui kegiatan merangkai bunga yang digelar IPBI, masyarakat yang mencintai bunga lebih berkembang dan termotivasi untuk maju. Karenanya ia juga mengajak masyarakat untuk bergabung sebagai anggota IPBI Bali untuk lebih intensif memperoleh pengetahuan dan pendidikan serta bersama- sama memajukan dunia floris khususnya di Bali. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan bergabung dalam komunitas ini. Selain bisa mengetahui informasi tentang berbagai bunga dan perkembangannya, anggota juga bisa berkenalan dengan sesama pencinta bunga, memperluas pergaulan, hingga akhirnya memperbesar jaringan. Kalau sudah begini, peluang membuka usaha pun bisa terbuka lebar. sri.ardhini @cybertokoh.com
2
Mendongeng Lima Menit peti ajaib
Sepasang suami-istri yang sudah lanjut usia, setiap pagi pergi ke hutan mencari kayu api. Mereka pulang menjelang matahari tenggelam. Sang istri menaruh kayu apinya Made Taro dalam gubuk. Kayu itu akan dipakai memasak nasi. Sang suami menaruh kayunya di luar gubuk. Ia akan menjualnya ke pasar esok hari. Ketika bangun pagi, sang suami terkejut. Kayu apinya hilang. Hari itu tak ada kayu yang dijualnya ke pasar. Berarti tak ada bahan makanan yang dimaksak. Terpaksa sang istri hanya memasak singkong dan daun-daunan. Keesokan harinya pasangan suami-istri itu pergi ke hutan lagi. Sore hari, sebagaimana biasa, sang istri menaruh satu ikatan kayu api di dalam gubuk dan sang suami di luar gubuk. Hari berikutnya, pagi-pagi benar, sang suami terkejut. Kayu api yang akan dijualnya ke pasar, hilang lagi. Suami-istri itu berembug. Mereka ingin menangkap tangan sang penjahat. Malam itu sang suami tidak tidur di dalam gubuk, tetapi membungkus dirinya dalam kayu api yang terikat. Tibalah tengah malam gelap. Sang suami merasakan dirinya terangkat, makin lama makin tinggi. Ketika bangun ia mendapati dirinya melayanglayang di atas awan. “Aku tahu penderitaanmu.” Tiba-tiba terdengar suara gaib. “Sehari tidak menjual kayu, kamu tidak
mendapatkan bahan makanan. Kamu sungguh ulet, jujur dan tawakal. Akulah yang mengambil kayumu. Sekarang pulanglah! Di balik pintu kusediakan sebuah peti hadiah untukmu.” “Peti apa itu, wahai suara gaib?” tanya sang suami memberanikan diri. “Bukalah peti itu satu kali sehari, tidak lebih!” Setiba di rumah ia membuka pintu. Ia dapati sebuah peti tertutup. Bersama istrinya, ia membuka peti itu. Wow, ajaib! Di dalamnya terdapat sekeping uang emas! Keesokan harinya ia membuka lagi peti itu. Wow! Sekeping uang emas! Keesokan harinya, sekeping uang emas lagi. “Istriku!” seru suaminya bergembira. “Buat apa mencari kayu api ke hutan dan buat apa menjualnya ke pasar? Bukankah kita cukup uang?” Pasangan suami-istri itu sekarang mulai bermalas-malasan. Tanpa kerja keras mereka sudah punya rumah bagus lengkap dengan peralatannya yang mewah. Sang suami mulai berpikir, mengapa membuka peti hanya sekali dalam satu hari? Atas persetujuan istrinya, hari itu juga, sang suami membuka peti itu lebih dari satu kali. Satu kali, satu keping emas! Dua kali, dua keping emas! Tiga kali, tiga keping emas! Suami-istri itu sangat senang dan berambisi untuk cepat kaya. Ia buka peti itu untuk keempat kali. Apa yang terjadi? Kosong! Ia buka lagi. Kosong! Lama-kelamaan ia menjual rumah dan perlengkapannya. Lama-kelamaan ia hidup kembali seperti sediakala. Pagi-pagi benar meninggalkan gubuk, pergi ke hutan mencari kayu api. (Korea)
17
4
Sebagian Pengurus IPBI Bali
Beberapa rangkaian bunga dengan aplikasi buntal dan garland serta peruntukannya.
3
6
5
- Rangkaian 1. Cantik untuk counter table (reception desk/spa/kasir) - Rangkaian 2. Bisa digunakan untuk berbagai event, diletakkan di meja dinding atau counter dan tempat lainnya. - Rangkaian 3. Model bridal bouquet, hanya saja jarang yang menggunakan dan lebih banyak digunakan untuk fashion show. - Rangkaian 4. Krans/wreath untuk condulences (duka cita) bisa juga diberi ornamen Natal atau Paskah, sehingga kegunaannya bisa beragam. - Rangkaian 5. Sebenarnya ini salah satu model bridal bouquet. Bridenya harus yang berpostur tinggi. - Rangkaian 6.Krans/wreath untuk hiasan dinding atau pintu (biasanya untuk acara Natal. - Rangkaian 7. Penempatannya bisa di meja konsol/meja dinding sebagai pewangi atau aromaterapi (wanginya melati) atau centre piece meja konsol. - Rangkaian 8. Dapat diletakkan untuk welcome table atau meja dinding. - Rangkaian 9. Sangat cocok untuk counter reception cp piece lobby hotel.
7
8
9
16
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Edukasi
Monumen Jagaraga
Sarana Edukasi Pembelajaran Sejarah
Lokasi pembangunan Monumen Jagaraga
Pembangunan monumen Jagaraga merupakan salah satu bentuk cara untuk menghidupkan kembali sejarah perjuangan pahlawan Buleleng. Perang terbesar dan pertama di Buleleng pernah terjadi di tahun 1847 dan 1849 yang berkaitan erat terhadap sosok Patih Jelantik dan Jero Jempiring dengan teknik perang supit urang.
K
epala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng Drs. Gede Ko m a n g , M . S i berharap monumen memberi pembelajaran penting mengenai makna filosofi perang Jagaraga. “Perang Jagaraga merupakan perang yang memberikan vibrasi dan motivasi kepada raja-raja di Buleleng untuk membakar semangat juang dan nasionalisme,” jelasnya. Dengan dibangunnya monumen Jagaraga sebagai bukti
sejarah, generasi muda dapat mempelajari sejarah secara langsung. “Lokasinya persis dengan pertempuran benteng pertahanan Gusti Jelantik dan Jro Jempiring,” imbuhnya. Ada beberapa hal mendasar yang diutamakan dalam pembangun monumen bersejarah tersebut. Pertama, tokoh Gusti Ketut Jelantik dan Jro Jempiring sebagai simbol heroik perang Puputan Jagaraga. Awalnya, hanya Gusti Jelantik yang ingin ditampil-
kan karena hanya Gusti Jelantik yang sudah mendapat pengakuan secara nasional. “Banyak tokoh masyarakat yang meminta untuk ditampilkan juga istri dari Patih Jelantik yaitu Jro Jempiring dengan tinggi patung sekitar 6 meter dan terbuat dari perunggu,” paparnya. Selain pembangunan simbol heroik, akan dibangun juga gedung besar yang di dalamnya berisi diorama tentang penggambaran perang yang dipimpin oleh Patih Jelantik dan Jro Jempiring. Pengunjung bisa melihat diorama pertama hingga terakhir penggambaran perang Jagaraga. Gedung juga akan dilengkapi perpustakaan yang akan menyediakan buku-buku mengenai peristiwa sejarah di Buleleng. Di bagian luar gedung akan dibangun patung-patung yang menggambarkan kekhasan masing-masing prajurit di Bali. “Prajurit Buleleng seperti apa, karakter-
istik dan pakaiannya seperti apa, begitu juga dengan prajurit Karangasem dan yang lain,” ujarnya. Pembangunan monumen juga akan ditunjang dengan pembangunan panggung, balai serba guna, dan taman untuk memperindah areal sekitarnya. Ia menargetkan proyek yang telah rampung 70 % tersebut dapat diselesaikan akhir Desember 2016. Pihaknya juga mengatakan pembangunan monumen perang Jagaraga di Desa Jagaraga Kecamatan Sawan, Buleleng akan membawa multi player effect terhadap pembangunan dan ekonomi. Areal monumen bisa dimanfaatkan sebagai lokasi untuk menggelar kegiatan atau mementaskan event seni dan budaya. Langkah ini akan berdampak lebih baik lagi untuk mengangkat nama Desa Jagaraga. “Ke depan monumen Jagaraga mampu sebagai tonggak perjuangan dalam melaksanakan revolusi mental. Keberadaan monumen
Pelesir
Songsong 2017, Hotel Santika Seminyak Sajikan New Year Night Market
Bali merupakan salah satu tujuan wisata favorit dunia yang selalu memberikan pesona alam yang tidak pernah membuat bosan para wisatawan. Sepanjang tahun 2016, banyak event telah diselenggarakan di Bali. Hotel Santika Seminyak yang memulai soft opening pada tanggal 20 September 2015 dan berlokasikan di Jalan Sunset Road No 17, Seminyak tidak mau ketinggalan dalam menunjang aktivitas pariwisata di Bali. Dengan desain arsitektur yang memiliki konsep kolonial, ditunjang dengan kamar yang nyaman dan berukuran besar, fasilitas ruang meeting yang lengkap, Merah Saga Rooftop Restaurant & Bar yang menawan, serta rooftop pool yang menyajikan pemandangan matahari terbenam di sore hari, Hotel Santika Seminyak Bali telah menjadi tempat yang terpilih untuk berbagai event berkelas seperti, Bali United Club Gathering, Pit Stop Mercedez Benz Club, Pit Stop Djarum Scorpio Bikers Club, Pemilihan Super Model Indonesia 2016 oleh Roy Entertainment, event International ADADA (Asia
Digital Art and Design Association). Ada pula beberapa event perbankan seperti BCA, Bank CIMB Niaga, Mandiri Taspen, dan Bank BJB. Selain itu, Hotel Santika Seminyak dijadikan pilihan akomodasi untuk para petinggi Astra International yang berpartisipasi dalam acara tahunan yaitu GEMBA dan juga meeting regular dari Bank OCBC NISP. Selanjutnya Hotel San-
tika Seminyak juga memiliki program regular setiap tahunnya yang sudah dijalankan pada tahun 2016, seperti donor darah, kunjungan spritual ke beberapa Pura yang ada di Bali dan kunjungan sosial ke panti asuhan di daerah Jembrana, Bali. Menyongsong tahun 2017, Hotel Santika Seminyak kembali hadir dengan menyajikan
akan berdampak luas kepada masyarakat. Salah satunya di sekitar monumen akan digunakan sebagai lokasi rekreasi. Ekonomi masyarakat lebih terpacu meningkat berkat multi player effect,” tandasnya. (wiwinmeliana22@ cybertokoh.com)
Drs. Gede Komang, M.Si
event penutup tahun New Year Eve Celebration dengan konsep New Year Night Market, bagi para wisatawan agar dapat menikmati sajian klasik dan hiburan yang menarik di Merah Saga Rooftop Restaurant & Bar sambil melewati pergantian tahun menuju tahun 2017 tepat pada tanggal 31 Desember 2016. Konsep New Year Night Market di Hotel Santika Seminyak dibuat menggunakan nuansa pasar tradisional dengan hadirnya berbagai stand makanan tradisional yang dipadukan dengan aneka hidangan nusantara dalam bentuk buffet. Para tamu yang mengikuti acara makan malam ini akan dimanjakan dengan berbagai macam menu pilihan. Selain itu, tamu juga dapat menikmati beberapa penampilan seperti: tarian Bali dan band akustik. Selama acara berlangsung tamu dikutsertakan dalam fun games dan diakhiri dengan pemberian doorprize yang sangat menarik. Bagi tamu yang ingin lebih memanjakan diri, tersedia paket menginap yang sudah termasuk acara New Year Night Market di Hotel Santika Seminyak Bali. Di tahun 2017, Hotel Santika Seminyak tetap berharap seluruh tamu baik domestik dan mancanegara yang pernah menginap di Hotel Santika Seminyak akan tetap mempercayakan akomodasinya selama di Bali bersama Hotel Santika Seminyak. Informasi lebih lanjut hubungi Hotel Santika Seminyak, Jalan Sunset Road No 17, Seminyak, Tlp. 0361 4727 111, Faks. 0361 4727 222. (bns)
Dara Di Negeri Patali Nagantun, tersebutlah seorang raja yang setiap malam harus dihidangkan seorang gadis perawan. Sang Prabu Eswaryadala memerintahkan kepada patihnya agar memburu gadis-gadis itu ke seluruh pelosok keraja an. Suatu hari, karena Patih Bandeswarya tidak lagi mendapatkan perawan untuk melayani birahi rajanya, terpaksa ia menghaturkan anak gadisnya sendiri. Namun putrinya, Ni Diah Tantri, bukan wanita sembarangan. Kecerdikan dan kecerdasan Tantri justru berhasil menyadarkan Prabu Eswaryadala untuk meng hentikan mengumbar nafsu liarnya. Caranya adalah melalui tuturan dongeng yang sarat pesan moral.
M
inggu (27/11), cerita yang banyak dijadikan sumber lakon karya seni pentas tersebut, disajikan oleh Pasraman Prabha Budaya Denpasar, dalam gelar seni Nawanatya di Taman Budaya Bali. Bertempat di panggung Ayodya, komunitas seni yang dipimpin oleh Anak Agung Ngurah Bagus Supartama itu, menuangkannya dalam presentasi teater pakeliran dengan mengangkat lakon “Kambing Takutin Macan”. Pijakan kreatif dari garapan seni pertunjukan yang bergulir hampir dua jam ini adalah mengeksplorasi estetika seni pedalangan. Di tengah panggung dibentangkan layar putih (kelir) 3x2 meter, tempat sebagian adegan divisualisasikan melalui media wayang dua dimensi. Seni pertunjukan Bali yang identik dengan cerita Tantri adalah dramatari tantri. Namun, seni pentas yang pernah dikenal pada zaman kerajaan Bali itu kini sulit ditemukan keberadaannya. Pernah ada upaya untuk mendenyutkannya kembali akan tetapi tak berhasil. Belakangan, dongeng-dongeng yang dimuat dalam cerita Tantri banyak diadopsi untuk garapan seni pentas dolanan yang disajikan dalam parade gong kebyar tingkat anak-anak di arena Pesta Kesenian Bali (PKB). Sementara itu, lombalomba masatua (mendongeng) yang digelar untuk kalangan pelajar pun, juga pada umumnya mengangkat materi dongeng dari karya sastra Tantri. Berbicara mengenai teater pakeliran yang mengangkat lakon bersumber dari sastra Tantri-yang sempat secara signifikan mengaktualisakan cerita Tantri-adalah Wayang Tantri. Adalah Dalang I Wayan Wija dari Banjar Babakan, Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar, yang menggarap dan mempersembahkan kepada khalayak Bali sejak tahun 1987. Secara perlahan wayang kreasi itu diterima para penonton dan hingga kini masih sering pentas di tengah masyarakat. Melalui sumber lakon dari Tantri, teater wayang kulit yang sudah dipentaskan Dalang Wija di mancanegara ini tetap anut dengan pakem estetika-dramatik wayang kulit klasik Bali. Hanya keseluruhan karakter-karakter wayangnya diciptakan baru, sesuai dengan kebutuhan lakon. Komunitas seni Pasraman Pra bha Budaya tampaknya mencoba memberikan penafsiran baru ter hadap kisah Tantri yang diangkat-
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
9
“ K a m b i n g Ta k u t i n M a c a n ”
Simbol Perlawanan terhadap Penguasa Licik
nya. Layar yang membentang di tengah panggung dijadikan media semprotan cahaya atau gambar latar dari arah belakang, menggunakan proyektor yang dikendalikan komputer. Karakter-karakter wayang dimainkan oleh sejumlah dalang. Sebagian pengadegan berlangsung di depan layar dibawakan oleh penari dan atau aktor. Seluruh jalannya pertunjukan digarisbawahi oleh antawacana seorang dalang yang duduk di depan penabuh. Aksentuasi dan dramatisasi garapan pakeliran ini didukung oleh olah karawitan menggunakan gamelan slonding dan gender wayang. Terasa ada totalitas berkesenian dalam garapan bertajuk “Kambing Takutin Macan” ini. Alkisah, seekor kambing perempuan pergi ke tengah hutan mencari makanan. Di tengah hutan kambing betina ini bersua dengan macan yang menyeringai garang. Tetapi, si kambing tak gentar dan dengan tenang serta meyakinkan menga takan dirinya sakti serta biasa menyantap daging macan. Bukan main kecutnya nyali si macan, tanpa pikir panjang langsung lari tunggang langgang ketakutan. Seekor kera membesarkan hati macan, dan mereka berdua kembali menemui kambing. Lagi-lagi kambing menggertak dengan mengatakan macan yang diantar kera adalah untuk bayar utang. Si macan gemetaran dan meloncat kabur, lalu ter jerembab jatuh menemui ajalnya di dasar jurang. Secara verbal-naratif, macan si raja rimba dikisahkan begitu bodoh yang mudah diolok-olok oleh kambing. Namun, jika disimak pesan moral “Kambing Takutin Macan” yang dituturkan Diah Tantri sungguh menohok Raja Eswarya dala. Betapa seorang penguasa semestinya memimpin dengan arif dan bijaksana serta selalu waspada terhadap isuisu menyesatkan yang membawa bencana bagi kehidupan, persatuan dan kesatuan bangsa. Kambing dalam hal ini menjadi simbol pemberi peringatan kepada sang pemimpin. Sebaliknya, si kambing berjenggot juga bisa menjadi representasi figur antagonis yang dengan segala muslihat menjungkirkan penguasa yang sah dengan cara-cara licik. Garapan teater pakel iran ini cukup apik dan memikat. Penari dan pendongeng Larasari yang memerankan kambing, tampil penuh kesungguhan. Penari dan aktor drama gong Tilem Pastika yang memerankan macan, bermain total. Jika saja dialog-dialog dan perdebatan kambing versus macan dibingkai dengan kontekstualisasi topik kekinian yang sedang hangat di tengah masyarakat, misalnya
tentang bhineka tunggal ika kita atau tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang belakang an mencuat jadi perbincangan nasional, niscaya garapan seni
pentas ini akan lebih menggigit. Sebab dongeng-dongeng cerita Tantri yang sebagian besar dipersonifikasikan melalui peran-peran binatang (fabel) memiliki fleksi-
belitas nan satiristik yang ditujuk an untuk masyarakat manusia, kita-kita, mahluk ciptaan Tuhan yang konon paling mulia ini. (Kadek Suartaya)
10
Style
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
PKK dan Dekranasda Gianyar Bersinergi
Lestarikan Budaya Melalui Lomba Peragaan Busana ke Pura
H
ari itu Balai Budaya Gianyar terlihat berwarna, dipenuhi laki-laki dan perempuan yang mengenakan busana adat. Ketika di panggung muncul pasangan berbusana adat ke pura dengan penuh rasa percaya diri, tepuk tangan gemuruh pun mengiringi. Dan, di depan di antara penonton ada 3 orang dewan juri yang menilai mereka. Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra, Ketua DPRD Gianyar, anggota DPRD Gianyar serta Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Gianyar tersebut berlangsung meriah dan istimewa. Sebab, hari itu, Senin (28/11), serangkaian Peringatan Hari Ibu ke-88, di Balai Budaya tengah dilaksanakan “Lomba Peragaan Busana ke Pura Berpasangan” yang diikuti seluruh Perbekel dan Lurah seKabupaten Gianyar beserta pasangannya masing-masing. Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata saat membuka acara menyatakan sangat mengapresiasi acara tersebut, dengan memberikan tam-
bahan dana untuk para pemenang lomba. Bupati juga sempat menyatakan bangga atas kebersamaan yang terjalin. Menurutnya, kesuksesan seorang perbekel di masyarakat tidak bisa dilepaskan dari peran istri. Terlebih istri perbekel/lurah merupakan Ketua TP PKK di desa/ kelurahan. Bupati juga menyebutkant jika acara tersebut baru ada satu-satunya di Indonesa. Sedangkan Ny. Dayu Surya Adnyani Mahayastra, Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kota Gianyar selaku penyelenggara dengan bangga dan bahagia mengatakan acara berjalan lancar. “Bahwa sinergi Dekranasda dengan PKK ini sesuai pula dengan program kerja kami. Jika di PKK adanya di Pokja 3 yakni terkait sandang. Lomba ini bertujuan pertama turut melestarikan budaya , khususnya busana adat Bali. Kemudian memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang etika berbusana ke pura secara baik dan benar. Mengingat juga para Perbekel dan Lurah adalah pimpinan dan publik figur, yang akan menjadi panutan bagi masyarakat sekitarnya. Mereka mesti dapat memberikan contoh di lingkung a n nya b a g a i m a n a sebenarnya busana ke pura yang sesuai dengan etika berbusana dan agama Hindu,” papar istri Wakil Bupati Gianyar ini. Apalagi, lanjutnya para Perbekel dan L u ra h , s e hari-harinya disibukkan dengan tugas pemerintahan, di acara ini mereka bisa menjalin kebersamaan sekaligus tampil bersama p a s a n g a n nya sebagai model memperagakan busana adat ke p u ra , D e n g a n diadakannya lomba kita semua juga semakin jelas mana-yang kurang tepat atau salah dalam berbusa adat ke pura. Seperti kesalahan pada bapakbapak saat mengenakan saput, semestinya menutup ke kanan tapi dikenakannya ke kiri. Sedangkan kain perempuan nutupnya ke kiri. Jangan sampai kebiasaan yang keliru ini berlanjut.
Selanjutnya AA Ayu Ketut Agung yang juga duduk sebagai dewan juri bersama Ny.Dayu Surya Adnyani Mahayastra dan Dewa Putu Metayana, menambahkan, bahwa perbekel dan lurah hendaknya menjadi contoh yang baik, dan masyrakat akan lebih paham. “Boleh mengikuti mode tapi jangan capes (cacat fashion),” kata Bu Agung mengutip istilah yang sering digunakan yang sering digunakan Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Pupayoga, jika mengikutu mode atau tren namun tidak pada tempatnya. BuAgung juga mengatakan kalau busana adat ke pura tidak harus putih dan kuning, warna apa saja bisa yang penting bersih dan sopan. “Kemudian ikuti etika yang berlaku di masyarakat sehingga acara ini benar-benar ada man-
faatnya bagi kita. Untuk para ibu, gunakan pusung tagel yang merupakan lambang kedewasaan wanita Bali. Apalagi sudah ada salon desa,” ujarnya.. Untuk bunga di rambut jangan terlalu banyak, lebih baik menggunakan bunga-bunga yang harum-harum seperti cempaka putih -kuning, mawar dan yang lainnya. Untuk kebaya sebaiknya tidak menggunkan brokat, pilih bahan yang tidak tembus pandang. Brokat dengan segala modifikasinya dapat dikenakan untuk ke acara resepsi. Untuk para bapak juga mesti diperhatikan bagimana menggunakan kain dan saputnya yang benar, termasuk arah nutup saputnya. “Apalagi hadiahnya yang luar biasa melebih hadiah untuk lomba ting-
kat nasiona,” cetus Bu Agung sembari menyampaikan memberikan Voucver Kursus Gratis Tata Rias untuk Juara 1 sampai harapan 3 dengan kursus sampai bisa di Salon Agung dengan harapan setelah bisa dapat ditularkan di desanya masing-masing. Mengenai pemenang, dikatakan oleh Dayu Surya selain dipilih Juara I hingga harapan juga dipilih juga Juara Favorit, Busana Terbaik, Pasangan Terbaik atau Serasi dan Make up atau Tata Rias terbaik. Khusus untuk tata rias yang di sini yang dinilai adalah salon desa yang merias peserta. Sebab para peserta lomba wajib tata riasnya ditangani oleh salon desa di wilayah masing-masing. Setelah melewati proses penjurian yang tidak mudah, akhirnya terpilih sebagai juara pertama pasangan Lurah Bitera Kec. Gianyar, Juara Kedua Lurah Beng Kec. Gianyar, Juara ketiga Perbekel Desa Melinggih Kec. Payangan. Masingmasing meperoleh hadiah Juara I yang berhak mendapat Rp 15 juta, Jura II Rp10 juta dan Juara III Rp 5 juta. Selanjutnya Juara Harapan I Pejeng Kangin, Tampak Siring ; Harapan II Sebatu Tegalalang; dan Harapan ke III Singapadu, Sukawati. Juara Favorit Perbekel Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Juara Busana Terbaik diraih Lurah Gianyar, Juara Pasangan Terbaik diraih Perbekel Desa Sukawati, Juara Best Catwalk diraih Lurah Ubud dan yang berhasil meraih kategori make up terbaik adalah Salon Desa Bresela, Kecamatan Payangan. - ard
Kasual dan Menawan
Gaya yang clean, simple, dan casual, itulah sebagian ciri busana ready to wear Kolek si Anemone Design. Seperti yang terlihat pada fashion show saat acara “Talk Show I’m Every Women” di Restauran Nyonya Sooly, beberapa waktu lalu.
M
emilih bahan yang basic, seperti putih hitam dan abu, Nikki Indrawati sang desainer menghadirkan karyanya yang dikenakan beberapa model. Mulai dari Natalie tampil memakai atasan linen kerah sabrina berdetil rumbai, Celana pendek mano dari bahan linen, serta tas anyaman rotan. Kemudian dr. Dian menampilkan kemeja longgar ambarwati, juga dari bahan linen dan dipadankan rok pensil dari tenun ikat. Ada juga Gek Yuni memasangkan kemeja tanpa lengan gili dari bahan linen dengan rok lipit sarita dari bahan tenun ikat polos. Penampilannya pun semakin keren dengan anting rumbai dan dompet tangan kulit. Sementara m o d e l b e rnama Buratwangi mengenakan nari blazer dari bahan tenun ikat, atasan Lola dari bahan tencel dengan detil rumbai dan celana pendek mano dari bahan linen dan dompet tangan kulit. Dan, pilihan berikutnya dari Buratwangi adalah terusan longgar dari bahan tenun ikat dan kalung anyam makrame Semua tas yang dibawa model untuk melengkapi penampilannya semakin menawan kali ini, kata Nikki, adalah koleksi dari D’ s i m p l e . B e g i t u j u g a d e n g a n Drg.Pratita memilih memakai terusan halter dari bahan linen dengan kombinasi tenun ikat, anting rumbai lengkap dengan dompet tangan kulitnya. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
15
14
Menikah adalah ritual sakral yang ingin dirayakan dengan sempurna oleh kedua mempelai. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari urusan pakaian, menu, kartu undangan, tempat acara, hiburan, foto prewedding, bahkan video shooting untuk mengabadikan momen sakral ini.
U
Jelita
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
ntuk momen terindah ini pula, mereka juga sibuk berburu referensi mendapatkan penampilan yang prima dan istimewa saat acara resepsi atau bahkan sejak foto prewedding. Berbicara penampilan, tentu saja yang dimaksud adalah tampilan menyeluruh termasuk kulit yang bersih bersinar dan terbebas dari masalah seperti flek, jerawat, dan kerutan di kulit. Yang menjadi pertanyaan kemudian, apakah hanya mempelai wanita yang butuh penampilan prima? Perlukan mempelai pria juga berpenampilan prima? Apakah tabu bagi kaum pria melakukan perawatan kulit? Tentu saja tidak. Baik pria maupun wanita, harus berpenampilan prima saat momen spesial tersebut. Apalagi zaman sekarang sudah bukan hal tabu lagi kaum pria melakukan perawatan. Menurut dr. Kadek Trisnadewi, M.,Biomed (AAM), pemilik Indivara Aesthetic di kawasan Jalan Tukad Barito, kulit yang bersih, sehat, dan bersinar, sangat menunjang penampilan. Namun ,tidak semua orang beruntung memilikinya. Bagi yang kulitnya bermasalah, akan melakukan segala usaha demi mendapatkan kulit idaman. Namun ,hal ini tidak mudah dan perlu perjuangan, ketekunan, ketelatenan, serta biaya yang terkadang tidak sedikit. Dikatakamnya, khusus untuk momen spesial, apapun akan dilakukan, tanpa memperdulikan biaya tersebut. Tidak sedikit pula salon atu klinik kecantikan yang dengan senang hati membantu para calon mempelai mendapatkan kulit indah dan berseri. Namun, perlu berhati-hati, jangan sampai ingin kulit idaman malah berujung masalah. Sebaiknya gali informasi yang banyak tentang salon atau klinik mana yang akan dituju. Perawatan sebelum menikah, akan lebih baik jika dilakukan menyeluruh, yakni dari ujung rambut sampai ujung kaki. Perawatan ini, sebaiknya dimulai minimal 3 bulan sebelum hari “H”, sebab hasilnya memerlukan proses. Perawatan yang tergesa gesa berisiko terjadi masalah, atau biaya lebih membengkak dibandingkan jika dilakukan jauh hari sebelumnya. Dokter Kadek mengatakan kalau perawatan pada calon mempelai wanita lebih kompleks diban dingkan calon prianya. Pada calon mempelai wanita, perawatan dilakukan mulai dari rambut, wajah, badan dan bentuk badan, sampai jari tangan dan kaki termasuk kuku. Sedangkan pada calon mempelai pria, lebih terfokus pada rambut dan kulit bersih. Berikut dipaparkan oleh dokter Kadek, apa saja perawatan pra nikah yang diperlukan calon mempelai wanita:
Tampil Istimewa dengan Perawatan Pra-Nikah Rambut dan kulit kepala Rambut adalah mahkota wanita. Rambut indah dan kulit kepala sehat sangat menunjang penampilan, dan membuat mempelai wanita lebih percaya diri pada malam pertama. Perawatan yang dilakukan dari creambath, hair spa, hingga colou ring, hair extension. Jika kulit kepala berketombe, dapat mengambil perawatan khusus dan konsultasikan pada ahlinya. Alis Alis yang tebal, rapi dan indah merupakan dambaan setiap wanita. Namun, bentuk dan ketebalan alis harus disesuaikan dengan bentuk wajah dan karakter seseorang. Meski trend alis saat ini adalah alis “Sin Chan”, tebal dan besar. Tetapi, tidak semua wajah cocok. Jadi, kita perlu memperbanyak referensi sebelum menjatuhkan pilihan di mana akan melakukan sulam alis. Bulu mata Untuk menimbulkan kesan bulu mata yang lentik dan lebat, saat ini bisa dilakukan eyelashes extension. Ada pilihan terkait ketebalan dan seberapa panjangnya bulu mata yang diinginkan. Kulit wajah Kulit wajah pada usia 20an biasanya bermasalah jerawat atau flek ringan. Kerutan belum banyak muncul, kecuali pada kulit yang sangat kering atau erlalu sering menggunakan otot wajah secara berlebihan. Yang paling umum adalah masalah jerawat. Kulit berjerawat butuh waktu minimal dua minggu untuk proses penyembuhan. Rutin menggunakan produk perawatan khusus kulit berjerawat mulai dari sabun wajah, toner khusus, produk perawatan pagi dan malam, dan rutin melakukan facial khusus kulit berjerawat demi mempercepat penyembuhan jerawat. Gigi Susunan gigi yang kurang rapi, warna yang kurang bersih, dan adanya karang gigi tentu sangat menggangu penampilan. Seperti merapikan susunan gigi, memutihkan warna gigi dengan teknik veneer. Sedangkan untuk mengatasi menumpuknya karang gigi, dapat dilakukan scalling. Kulit badan Perawatan kulit badan seperti massage, scrub atau luluran, berendam garam mineral, dan masker badan yang disesuaikan dengan jenis dan masalah kulit. Lakukan perawatan ini seminggu sekali. Oleskan secara rutin lotion pelembab/ pencerah pada malam hari
dank arena sifatnya sensitif, maka produknya berbeda dengan k area lainnya. Bentuk badan Berjalan menuju pelaminan tentu saja menjadi pusat perhatian para undangan. Dengan kostum yang indah, tata rambut dan make up yang cantik tentu akan lebih sempurna bila didukung bentuk badan yang indah. Meski tidak semua orang beruntung memilikinya, tapi tak perlu khawatir,konsultasikan dengan ahli gizi untuk pengaturan diet, lakukan olahraga rutin, dan jika perlu dibantu dengan peralatan modern. Hindari mengosumsi obat pelangsing yang tidak jelas sumbernya, tanpa konsultasi dengan ahlinya. dr. Kadek Trisnadewi, M.,Biomed (AAM)
dan sunscreen khusus badan di pagi hari untuk hasil yang maksimal. Kulit pada area lipatan perlu perhatian khusus karena sering terlewatkan
Jari jemari tangan dan kaki Lakukan pedicure dan menicure secara rutin setiap 2 minggu untuk mempercantik jemari saat cincin kawin disematkan. Perlu
diperhatikan sterilitas peralatan yang digunakan. untuk menghindari penularan penyakit seperti HIV, hepatitis B, dan yang selanjutnya, ada calon mempelai pria, perawatan yang perlu dilakukan lebih simpel. Perawatan rambut cukup dengan rutin melakukan creambath, hair spa, hair mask, dan hair colouring. Untuk perawatan kulit, lebih terfokus pada masalah yang dialami. Pria usia 20an tahun biasanya bermasalah dengan jerawat, pori-pori lebar, dan scar. Untuk mengatasi kulit berjerawat dapat dilakukan perawatan seperti facial khusus kulit berjerawat. Hindari penggunaan sun protector (sunblock/sunscreen/tabir surya/ tirai) karena dapat memicu munculnya jerawat lebih parah. Pesan dokter Kadek bagi perempuan yang ingin hari pernikahan menjadi momen spesial de ngan penampilan prima, adalah jangan lupa melakukan perawatan jauh -jauh hari sebelumnya dengan rutin. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
Bugar
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Saat ini makin hari makin banyak bermunculan kasus penyakit autoimun. Kalangan masyarakat awam mulai mempertanyakan kebingungannya karena cukup heran mendengar istilah penyakit autoimun.
M
enurut dr. IA. Ratih Wulansari Manuaba,SpPDKR,M.Kes, tubuh manusia memiliki sistem imun atau kita sebut sistem kekebalan tubuh. Sistem ini normalnya bekerja memiliki mekanisme sentral maupun perifir yang mampu membunuh dan membersihkan organisme patogen seperti virus, bakteri, parasit yang masuk ke dalam tubuh manusia, sehingga tidak sampai sakit. Namun adakalanya sistem ini gagal karena berbagai faktor risiko yang terjadi sehingga manusia bisa sakit. Mengapa bisa terjadi penyakit autoimun? “Konsep terjadi autoimunitas sudah mulai dipelajari dan dipublikasi oleh Paul Ehrlich di tahun 1901 dengan mempostulasikan horror autotoxicus yaitu terjadi kerusakan sel tubuh yang normal sebagai akibat suatu mekanisme perantara reaksi imun tubuh yang salah mengenali sehingga menyerang sel tubuh sendiri (breakdown in tolerance),” ujar dokter di RS Manuaba ini. Akibat terjadinya kerusakan struktur
Lesi autoimun pada kulit
Vasculitis dan bengkak pada kaki
Dermatomyositis
11
Waspadai Penyakit Autoimun jaringan tubuh sendiri hasil dari reaksi imun spesifik tadi disebut sebagai penyakit autoimun (Burnet & Fenner 1949). “Dalam tubuh pasien dengan penyakit autoimun didapatkan suatu autoantibodi dalam konsentrasi tinggi yang terlibat dalam mekanisme terjadinya penyakit autoimun ini, umumnya dalam bentuk isotope IgG dg aviditas tinggi sebagai antigen dan terdapat hipermutasi somatik region V, autoantibodi ini sebagai produksi dari aktivasi sel T helper oleh sel B secara terus menerus. Jadi sesungguhnya mekanisme terjadinya penyakit autoimun pada seseorang sangat rumit dan ini telah terinisiasi sejak lama sebelum penyakit itu sendiri muncul,” kata dr. Ratih. Ia menyatakan, penyakit autoimun banyak sekali jenisnya mulai dari yang organ spesifik atau ada yang sistemik, dan berdasarkan perbedaan dari mekanisme terjadinya penyakit. Pada mekanisme penyakit yang berakibat hilangnya fungsi jaringan target secara komplit bisa diambil contoh tiroiditis Hashimoto; diabetes mellitus tipe I, mekanisme reaksi imun yang mengakibatkan hiperstimulasi kronis & hambatan fungsi organ contohnya penyakit Graves; miastenia gravis mekanisme yang lebih rumit menimbulkan kondisi kerusakan jaringan & organ vital serentak secara sistemik contohnya Lupus eritematosus sistemik. Apakah penyakit autoimun ini merupakan penyakit keturunan? “Jawabannya tidak. Pasien yang terkena penyakit autoimun sesungguhnya sudah memiliki gen (30%) yang salah dibawa sejak lahir namun gen ini tidak diturunkan,” tegasnya. Insiasi yang panjang sepanjang umurnya bisa melalui faktor lingkungan (70%) sebagai pemicu antara lain pola makan (diet) yang tidak sehat, aktivitas yang memicu kelelahan kronis dan stres berlebihan semuanya berpadu mengakibatkan meningkatnya autoimunitas & menurunnya kemampuan regulasi autoimunitas tubuh terjadilah penyakit autoimun. Muncul pertanyaan mengapa pasien penyakit autoimun lebih banyak wanita? Faktor sex hormone memegang peranan penting sebagai pemicu terjadinya penyakit autoimun. Telah diketahui sex hormone baik natural maupun sintetik secara langsung berinteraksi dengan sistem imun melalui reseptor permukaan maupun dalam sel. “Hormon estrogen maupun androgen mempengaruhi produksi antibodi dan proliferasi sel imun, bisa merangsang maupun menghambat sistem imun. Perempuan dikatakan memiliki respon pembentukan antibodi lebih aktif daripada pria, dan dalam perjalanan hidupnya produksi sex hormone perempuan sangat berfluktuasi tergantung kondisinya sebagai contoh .menjelang menstruasi, saat menstruasi, periode kehamilan, periode menyusui, menjelang menopause terjadi perbedaan fluktuasi produksi sex hormone yang mengakibatkan produksi antibodi bisa lebih tinggi,” ungkapnya lebih jauh.
Apa saja gejala penyakit autoimun? Ber- gobatan bisa diberikan oleh dokter sebagai bagai jenis penyakit autoimun diketahui di terapi terhadap pasien dengan penyakit dunia ini bahkan mencapai lebih dari 150 autoimun. Penggunaan obat golongan jenis. “Gejala penyakit autoimun tentu saja steroid bisa menjadi dasar pengobatan sangat beragam. Pada umumnya pasien untuk kemudian bisa dikombinasi dengan akan mengalami gejala konstitusional berbagai obat golongan imunosupresan seperti mudah lelah, sering pusing, badan sesuai dengan jenis penyakit. Namun, ia sakit ngilu-ngilu, rambut menipis menegaskan, pasien dilarang mendan rontok berlebihan, muncul gonsumsi dan membeli sendiri obatruam-ruam kulit yang aneh, obat jenis ini karena tentu efek sendi bengkak tiba-tiba, dan samping obat harus dievaluasi lain-lain,” jelasnya. oleh dokter yang memberi Gejala lain, tergantung terapi. (wirati.astiti@ organ yang terkena miscybertokoh.com) alnya didapatkan benjolan di leher, mata makin melotot, otot lemas sampai hampir lumpuh, ruam merah di pipi kanan kiri, luka keropeng pada kulit, mata merah tiba-tiba dan sangat sakit, ketombe yang berlebihan di kulit kepala dan wajah, kejang, bisa juga gejala seperti orang gila, banyak sekali gejala lainnya yang memerlukan ketelitian dan kecermatan dokter yang memeriksa pasien. Ia menyebutkan, dr. IA. Ratih Wulansari berbagai pilihan penManuaba,SpPD-KR,M.Kes
12
Kuliner
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
Eksotik A-Bar
Sajikan Menu Kebab Suasana malam di seputaran Jalan Petitenget, memberikan suasana eksotik bagi Anda yang sedang berjalan-jalan. Aneka restoran dan bar dengan suasana terbuka, memberikan tawaran menarik bagi pe nikmat kuliner. Salah satunya A-Bar Sports & Entertainment dari Swiss-Belhotel Petitenget.
J
Kebab
am buka mulai pukul 5 sore sampai 12 malam, A-Bar memberikan salah satu pilihan menu Jimbaran Grilled Seafood terbaik di areal Petitenget. “Untuk konsep restoran, lebih ke arah sports bar, karena di seputaran Petitenget belum ada bar yang menampilkan konsep seperti ini. Ini memang segmen kami untuk menarik turis Australia. Di samping itu, kami san gat senang untuk menyambut tamu lokal yang juga menyukai sports bar,” ujar Food a n d B e v e r a g e Manager, Donny. Dengan har ga yang san gat terjangkau, mulai dari Rp 60.000 (enam puluh ribu rupiah), Anda bisa memilih aneka kebab mulai dari jagung, seafood,
ayam, atau da ging sapi. Selain itu, Anda mendapatkan gratis nasi goreng Bali, pasta, salad, dan 6 macam sambal yang membuat makan malam Anda menjadi lebih nikmat. Nasi goreng Bali, tentu terdengar sangat menarik. Ya, tentu saja, karena racikan bumbu khas Bali kesuna cekuh sebagai bumbu utama racikan, Executive Chef, Wayan Karmana. “Bumbu kesuna cekuh yang memberi rasa gurih dan sedap dari nasi goreng Bali ini. Termasuk ada warna kuning dari nasi karena ada bumbu kunyit di dalamnya. Sebagai dagingnya, ada tambahan daging ayam suwir-suwir. Nasi goreng ini pas sekali dipadupadankan dengan aneka kebab,” imbuh
Beef Burger
Tentang Swiss-Belhotel Petitenget: Terletak di tengah kawasan trendi Petitenget dan dikelilingi oleh restoran-restoran, klub, kafe, toko-toko dan tempat bergaya lainnya. Bagi anda yang mau menikmati hidup, di mana lagi selain di Swiss-Belhotel Petitenget. 111 kamar yang nyaman dan modern di Bali yang menggabungkan dekorasi kontemporer dan berbagai fasilitas dengan sentuhan tradisional Bali yang menciptakan suasana damai dan santai. Swiss-Belhotel Petitenget menawarkan 59 kamar Deluxe City View, 38 kamar Deluxe Paddy View dengan tambahan pemandangan sawah yang memukau dari balkon anda dan 14 kamar Griya Santi Suite dengan desain yang menciptakan suasana damai dan menghadap kolam renang. Selain itu anda juga dapat menikmati hidangan khas Bali di PAON restoran. Sanje Bar & Lounge yang berlokasi di kolam renang yang akan memanjakan anda di sore hari dan A-Bar Sports & Entertainment dengan Jimbaran Grilled Seafood untuk menemani anda yang suka dengan pertandingan olahraga dan seafood. Temukan kenyamanan menginap dan berbagai hidangan spesial di Swiss-Belhotel Petitenget. Instagram : @sbipetitenget Twitter : @sbipetitenget Facebook : Swiss-Belhotel Petitenget Youtube : Swiss-Belhotel Petitenget
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
Ledok merupakan makanan khas Nusa Penida. Ledok aslinya terbuat dari bahan utama, singkong yang dimasak menjadi bubur dan diberi bumbu tradisional Bali atau biasa disebut basa genep. Ledok dapat disajikan sebagai makanan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Ledok menjadi makanan favorit dalam g athering Indonesian Chef Association (ICA) Bali di Swiss-bellhotel Rainforest Kuta, Rabu (30/11).
Ledok
Menu Sehat Nusa Penida
M
enurut chef Nyoman Ariani, disebut ledok karena makanan ini dalam proses pembuatannya diaduk-aduk (ledok). Untuk bahan tambahan ledok, ada sayur bayam, kemangi, kelor, dan abon teri. Ada sambal yang ditambahkan sehingga rasanya agak pedas. Makanan ini sangat cocok sekali dimakan di musim hujan. Kerinduannya pada ledok, membuat ia terinspirasi menyajikan menu spesial yang hanya bisa ditemui di Nusa Penida ini, dalam pertemuan bulanan insan kuliner ICA Bali. “Saya tahu ledok karena
Suasana A-Bar Sports
chef Karmana. Jika Anda merasa kurang suka dengan saus barbeque, ada pilihan sambal lainnya. Cobalah sambal matah khas bali dan sambal basa genep bali. Kalau mau yang lebih ke citarasa western, Anda bisa memilih mushroom sauce, black pepper sauce, dan garlic butter sauce sebagai peneman kebab. “Kebab jagung yang paling diminati dan disukai lidah lokal. Sementara, bagi tamu yang lebih banyak dari Australia, beef kebab menjadi pilihan utama sembari menikmati koktail yang menyegarkan,” kata Executive Secretary & Public Relations,
Christiana Goh. Ia menambahkan, suasana nya juga sangat romantis bagi yang mau makan malam dengan candle light d inner bersama pasangan. Bagi yang ingin sekadar hangouts dengan temanteman, juga tak Wrapping King Prawn kalah seru. Aneka mocktails dengan ribu rupiah). A-Bar memiliki harga Rp 45.000 (empat puluh cocktail yang paling banyak lima ribu rupiah) dan cocktails di-request yaitu Tequila Sunrise Rp 120.000 (seratus dua puluh dan Illusion. Selain menu buffet, Anda juga bisa memesan menu ala carte. Dua menu yang pa ling popular adalah Chicken or Beef Burger dan Wrapping King Prawn. Donny menambahkan, tiap pukul 21.00 ada pertan dingan softball ala Australia di layar lebar yang dipasang untuk lebih menarik tamu yang datang makan. “Letak A-bar yang di pinggir jalan, memberikan nilai lebih dan mampu menarik turis yang sedang berjalan-jalan untuk datang makan,” katanya. Rencana ke depan, tiap dua minggu sekali, di hari Rabu dan Jumat akan diadakan live music. Dari kiri: Chef Karmana, Executive Secretary & Public Relations, Christiana Goh, dan Food and Beverage Manager, Donny
(wirati.astiti@cybertokoh.com)
Tentang Swiss-Belhotel International: Swiss-Belhotel International saat ini mengelola portfolio lebih dari 125 hotel, resor dan proyek pembangunan di China, Vietnam, Philippines, Malaysia, Indonesia, Thailand, Australia, New Zealand, Georgia, Kuwait, Qatar, Bahrain, Iraq, Oman, Saudi Arabia and United Arab Emirates. Memperoleh peng hargaan sebagai “Indonesia’s Leading Global Hotel Chain” selama 5 tahun berturut turut dan sebagai “Hotel Bintang 4 Favorit”, Swiss-Belhotel Interna-
tional menjadi salah satu perusahaan pengelola hotel dan jasa dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Swiss-Belhotel International menyediakan layanan pengelolaan yang profesional dan terpadu dalam seluruh aspek hotel, resor dan serviced residence dan memiliki kantor di in Hong Kong, Dubai – United Arab Emirates, Shanghai - China, Sydney – Australia, Hanoi - Vietnam, Jakarta - Indonesia, Bali - Indonesia, dan Auckland - New Zealand.
Laklak
Ledok
suami saya aslinya dari Nusa. Dari sanalah, saya belajar membuat ledok. Ledok buatan saya memang lebih bervariasi, karena saya tambahkan beras sebagai bahan utama selain singkong, agar rasanya lebih mantap. Untuk bahan tambahan, tetap ada sayuran, ikan teri, telur,
dan rempeyek,” kata chef Ariani. Ia mengatakan, selain lezat, pengobat rindu, ledok juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Singkong, sayursayuran, dan ikan menjadikan ledok lengkap dengan zat gizi. Apalagi, di Nusa Penida, bahan makanan yang dimasak lebih banyak hasil kebun mereka yang masih alami. Selain ledok yang menjadi favorit para tamu yang datang, Ariani juga menyajikan cumi-cumi hitam. Menu ini juga berasal dari Nusa Penida. Menurut chef Ariani, menu
Singkong keju
Sushi
13
tambahkan keju mozzarella di dalamnya. Kemudian diberi wijen dan digoreng. “Singkong keju merupakan makanan kombinasi tradisional dan modern. Kue ini menjadi unik saat dimakan, keju akan memanjang karena menggunakan keju mozarrela bahan topping pizza,” ujarnya. Ariani juga membuat langsung kue laklak, tanpa pewarna hanya menggunakan pewarna alami daun suji dan daun pandan. Ketua ICA Bali Chef Komang Adi Arsana (kiri) menyerahkan piagam pengharagan kepada GM Ia memberikan tips Swiss-bellhotel Rainforest Kuta, Teazer Mirza, jitu agar kue laklak selaku tuan rumah gathering mengembang semcumi-cumi hitam sangatlah mudah purna. “Resepnya terletak pada dalam pembuatanya. Ia hanya saat kita membuat adonannya. menambahkan bumbu, bawang Saat menguleni tepung harus agak merah, bawang putih, jahe, cabai lama, agar adonan saat dibakar rawit, dan asam. Setelah cumi-cumi tidak bantat,” katanya. dibersihkan dari tinta hitamnya, Membuat makanan ala Jepang, kemudian dimasak dengan bumbu Sushi dengan bahan lokal, juga sederhana tersebut. menjadi menu spesial pembuka. Menurut chef Ariani, ia ingin “Saya membuat campuran beras menampilkan menu yang spesial Bali dan ketan sebagai bahan dalam pertemuan para chef terse- utama sushi. Kemudian untuk but. Walaupun hanya mengguna- bumbu, tidak memakai sake dan kan bahan utama singkong, ia ingin mirin, cukup cuka dan gula. Kulit tetap menyajikan luar sushi tetap menggunakan nori. mak anan berkelas Inilah sushi Indonesia,” ujarnya hotel berbintang. sembari berkata, rasanya sesuai Selain ledok, ada dengan lidah orang Indonesia. juga kue singkong Acara gathering ICA Bali di keju. Menurut chef bulan November menjadi spesial Ariani, membuat- karena dilengkapi dengan pengun y a j u g a s a n g a t kuhan ICA BPC Nusa Dua yang gamp ang. Setelah diketuai chef Wayan Susana dari singkong dikukus Bali Paragon, Jimbaran. dan dihaluskan, ia (wirati.astiti@cybertokoh.com)
Soto Banjar Sarwan Bahan: 1 ekor 1 sdt 3 butir 150 gr 1 sdm 1 sdm 1 buah ½ sdm 2 sdt 150 ml 1 buah
: ayam kampung bersihkan : cuka : telur rebus : macaroni rebus tiriskan : daun bawang iris-iris. 100 grm suun rendam air panas tiriskan. : sledri iris iris : kaldu blok rasa ayam : gula : lada bubuk : susu kental manis. : kentang sedang kupas rebus haluskan
Bahan Tambahan: 1 jari : kayu manis 1 sdm : bawang putih goreng 2 buah : kapulaga 2 buah : pekak atau bunga lawang 2 buah : cengkeh. 2 batang : serai memarkam 3 buah : daun salam 3 lembar : daun jeruk 2 ruas : jari lengkuas memarkan
Bumbu Halus : 11 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangria 2 ruas : jari jahe Cara Membuat : - Rebus ayam bersama cuka sampai mendidih dan berbuih lalu angkat, cuci bersih dan buang airnya. Rebus lagi bersama air 1,5 liter air ayam bersama bahan tambahan, biarkan sampai ayam empuk matang, tiriskan, jangan buang air rebusan karena dibuat
kuah. Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan bumbu ke dalam rebusan ayam. - Masukkan lagi air rebusan ayam, masukkan susu kental manis juga halusan kentang dan irisan wortel dan gula garam, kaldu blok, masak sampai mendidih dan wortel dan irisan daun bawang dan daun seledri. Aduk matang dan siap disaji, lalu tata di piring saji irisan telor macaroni juga suwiran ayam. Siram dengan kuah soto. Siap disajikan bersama irisan lontong dan tabururan bawang putih goreng.
Mie Ayam Bahan: 250 gr : ayam file potong dadu 250 gr : mie 100 gr : jamur kancing belah jadi 4 bagian 3 sdm : kecap manis 1 sdm : saus tiram ½ sdm : gula merah 1 sdm : bawang putih goreng 2 sdm : minyak goreng 2 ikat : sawi hijau, potong menurut selera Garam, kaldu bubuk rasa ayam secukupnya Bumbu 6 buah 3 siung 1 sdt 1 butir 1 ruas 1 ruas
Halus: : bawang merah : bawang putih : ketumbar sangria : kemiri sangrai : jari jahe : jari lengkuas
Buat Kuah: 1 buah bawang bombai cincang halus. 2 siung bawang putih
cincang halus. 2 ruas jari jahe memarkan. 1 sdt lada bubuk. 200 gr tulang ayam atau ceker ayam. ½ liter air. 1 sdt garam. 1 buah kaldu blok rasa ayam. Cara Membuat: Tumis bumbu halus sampai harum lalu masukkan irisan ayam dadu, aduk hingga berubah warna, lalu masukkan kecap manis, saus tiram, gula, garam kaldu bubuk, juga lada bubuk, aduk tercampur. Masukkan air 100 ml masak sampai matang dan bumbu meresap, serta air berkurang dan bumbu meresap, tiriskan. Rebus sawi hijau sampai layu, matang, tiriskan. Rebus mi sampai matang dan masak airnya, beri minyak biar mi tidak menggumpal. Siap disajikan dalam mangkok saji, tambahkan sawi hijau dan beri 2 sdm ayam bumbu, taburi bawang putih goreng dan siram dengan kuah kaldu. Siap disajikan dengan krupuk pangsit goreng.
12
Kuliner
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
Eksotik A-Bar
Sajikan Menu Kebab Suasana malam di seputaran Jalan Petitenget, memberikan suasana eksotik bagi Anda yang sedang berjalan-jalan. Aneka restoran dan bar dengan suasana terbuka, memberikan tawaran menarik bagi pe nikmat kuliner. Salah satunya A-Bar Sports & Entertainment dari Swiss-Belhotel Petitenget.
J
Kebab
am buka mulai pukul 5 sore sampai 12 malam, A-Bar memberikan salah satu pilihan menu Jimbaran Grilled Seafood terbaik di areal Petitenget. “Untuk konsep restoran, lebih ke arah sports bar, karena di seputaran Petitenget belum ada bar yang menampilkan konsep seperti ini. Ini memang segmen kami untuk menarik turis Australia. Di samping itu, kami san gat senang untuk menyambut tamu lokal yang juga menyukai sports bar,” ujar Food a n d B e v e r a g e Manager, Donny. Dengan har ga yang san gat terjangkau, mulai dari Rp 60.000 (enam puluh ribu rupiah), Anda bisa memilih aneka kebab mulai dari jagung, seafood,
ayam, atau da ging sapi. Selain itu, Anda mendapatkan gratis nasi goreng Bali, pasta, salad, dan 6 macam sambal yang membuat makan malam Anda menjadi lebih nikmat. Nasi goreng Bali, tentu terdengar sangat menarik. Ya, tentu saja, karena racikan bumbu khas Bali kesuna cekuh sebagai bumbu utama racikan, Executive Chef, Wayan Karmana. “Bumbu kesuna cekuh yang memberi rasa gurih dan sedap dari nasi goreng Bali ini. Termasuk ada warna kuning dari nasi karena ada bumbu kunyit di dalamnya. Sebagai dagingnya, ada tambahan daging ayam suwir-suwir. Nasi goreng ini pas sekali dipadupadankan dengan aneka kebab,” imbuh
Beef Burger
Tentang Swiss-Belhotel Petitenget: Terletak di tengah kawasan trendi Petitenget dan dikelilingi oleh restoran-restoran, klub, kafe, toko-toko dan tempat bergaya lainnya. Bagi anda yang mau menikmati hidup, di mana lagi selain di Swiss-Belhotel Petitenget. 111 kamar yang nyaman dan modern di Bali yang menggabungkan dekorasi kontemporer dan berbagai fasilitas dengan sentuhan tradisional Bali yang menciptakan suasana damai dan santai. Swiss-Belhotel Petitenget menawarkan 59 kamar Deluxe City View, 38 kamar Deluxe Paddy View dengan tambahan pemandangan sawah yang memukau dari balkon anda dan 14 kamar Griya Santi Suite dengan desain yang menciptakan suasana damai dan menghadap kolam renang. Selain itu anda juga dapat menikmati hidangan khas Bali di PAON restoran. Sanje Bar & Lounge yang berlokasi di kolam renang yang akan memanjakan anda di sore hari dan A-Bar Sports & Entertainment dengan Jimbaran Grilled Seafood untuk menemani anda yang suka dengan pertandingan olahraga dan seafood. Temukan kenyamanan menginap dan berbagai hidangan spesial di Swiss-Belhotel Petitenget. Instagram : @sbipetitenget Twitter : @sbipetitenget Facebook : Swiss-Belhotel Petitenget Youtube : Swiss-Belhotel Petitenget
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
Ledok merupakan makanan khas Nusa Penida. Ledok aslinya terbuat dari bahan utama, singkong yang dimasak menjadi bubur dan diberi bumbu tradisional Bali atau biasa disebut basa genep. Ledok dapat disajikan sebagai makanan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Ledok menjadi makanan favorit dalam g athering Indonesian Chef Association (ICA) Bali di Swiss-bellhotel Rainforest Kuta, Rabu (30/11).
Ledok
Menu Sehat Nusa Penida
M
enurut chef Nyoman Ariani, disebut ledok karena makanan ini dalam proses pembuatannya diaduk-aduk (ledok). Untuk bahan tambahan ledok, ada sayur bayam, kemangi, kelor, dan abon teri. Ada sambal yang ditambahkan sehingga rasanya agak pedas. Makanan ini sangat cocok sekali dimakan di musim hujan. Kerinduannya pada ledok, membuat ia terinspirasi menyajikan menu spesial yang hanya bisa ditemui di Nusa Penida ini, dalam pertemuan bulanan insan kuliner ICA Bali. “Saya tahu ledok karena
Suasana A-Bar Sports
chef Karmana. Jika Anda merasa kurang suka dengan saus barbeque, ada pilihan sambal lainnya. Cobalah sambal matah khas bali dan sambal basa genep bali. Kalau mau yang lebih ke citarasa western, Anda bisa memilih mushroom sauce, black pepper sauce, dan garlic butter sauce sebagai peneman kebab. “Kebab jagung yang paling diminati dan disukai lidah lokal. Sementara, bagi tamu yang lebih banyak dari Australia, beef kebab menjadi pilihan utama sembari menikmati koktail yang menyegarkan,” kata Executive Secretary & Public Relations,
Christiana Goh. Ia menambahkan, suasana nya juga sangat romantis bagi yang mau makan malam dengan candle light d inner bersama pasangan. Bagi yang ingin sekadar hangouts dengan temanteman, juga tak Wrapping King Prawn kalah seru. Aneka mocktails dengan ribu rupiah). A-Bar memiliki harga Rp 45.000 (empat puluh cocktail yang paling banyak lima ribu rupiah) dan cocktails di-request yaitu Tequila Sunrise Rp 120.000 (seratus dua puluh dan Illusion. Selain menu buffet, Anda juga bisa memesan menu ala carte. Dua menu yang pa ling popular adalah Chicken or Beef Burger dan Wrapping King Prawn. Donny menambahkan, tiap pukul 21.00 ada pertan dingan softball ala Australia di layar lebar yang dipasang untuk lebih menarik tamu yang datang makan. “Letak A-bar yang di pinggir jalan, memberikan nilai lebih dan mampu menarik turis yang sedang berjalan-jalan untuk datang makan,” katanya. Rencana ke depan, tiap dua minggu sekali, di hari Rabu dan Jumat akan diadakan live music. Dari kiri: Chef Karmana, Executive Secretary & Public Relations, Christiana Goh, dan Food and Beverage Manager, Donny
(wirati.astiti@cybertokoh.com)
Tentang Swiss-Belhotel International: Swiss-Belhotel International saat ini mengelola portfolio lebih dari 125 hotel, resor dan proyek pembangunan di China, Vietnam, Philippines, Malaysia, Indonesia, Thailand, Australia, New Zealand, Georgia, Kuwait, Qatar, Bahrain, Iraq, Oman, Saudi Arabia and United Arab Emirates. Memperoleh peng hargaan sebagai “Indonesia’s Leading Global Hotel Chain” selama 5 tahun berturut turut dan sebagai “Hotel Bintang 4 Favorit”, Swiss-Belhotel Interna-
tional menjadi salah satu perusahaan pengelola hotel dan jasa dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Swiss-Belhotel International menyediakan layanan pengelolaan yang profesional dan terpadu dalam seluruh aspek hotel, resor dan serviced residence dan memiliki kantor di in Hong Kong, Dubai – United Arab Emirates, Shanghai - China, Sydney – Australia, Hanoi - Vietnam, Jakarta - Indonesia, Bali - Indonesia, dan Auckland - New Zealand.
Laklak
Ledok
suami saya aslinya dari Nusa. Dari sanalah, saya belajar membuat ledok. Ledok buatan saya memang lebih bervariasi, karena saya tambahkan beras sebagai bahan utama selain singkong, agar rasanya lebih mantap. Untuk bahan tambahan, tetap ada sayuran, ikan teri, telur,
dan rempeyek,” kata chef Ariani. Ia mengatakan, selain lezat, pengobat rindu, ledok juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Singkong, sayursayuran, dan ikan menjadikan ledok lengkap dengan zat gizi. Apalagi, di Nusa Penida, bahan makanan yang dimasak lebih banyak hasil kebun mereka yang masih alami. Selain ledok yang menjadi favorit para tamu yang datang, Ariani juga menyajikan cumi-cumi hitam. Menu ini juga berasal dari Nusa Penida. Menurut chef Ariani, menu
Singkong keju
Sushi
13
tambahkan keju mozzarella di dalamnya. Kemudian diberi wijen dan digoreng. “Singkong keju merupakan makanan kombinasi tradisional dan modern. Kue ini menjadi unik saat dimakan, keju akan memanjang karena menggunakan keju mozarrela bahan topping pizza,” ujarnya. Ariani juga membuat langsung kue laklak, tanpa pewarna hanya menggunakan pewarna alami daun suji dan daun pandan. Ketua ICA Bali Chef Komang Adi Arsana (kiri) menyerahkan piagam pengharagan kepada GM Ia memberikan tips Swiss-bellhotel Rainforest Kuta, Teazer Mirza, jitu agar kue laklak selaku tuan rumah gathering mengembang semcumi-cumi hitam sangatlah mudah purna. “Resepnya terletak pada dalam pembuatanya. Ia hanya saat kita membuat adonannya. menambahkan bumbu, bawang Saat menguleni tepung harus agak merah, bawang putih, jahe, cabai lama, agar adonan saat dibakar rawit, dan asam. Setelah cumi-cumi tidak bantat,” katanya. dibersihkan dari tinta hitamnya, Membuat makanan ala Jepang, kemudian dimasak dengan bumbu Sushi dengan bahan lokal, juga sederhana tersebut. menjadi menu spesial pembuka. Menurut chef Ariani, ia ingin “Saya membuat campuran beras menampilkan menu yang spesial Bali dan ketan sebagai bahan dalam pertemuan para chef terse- utama sushi. Kemudian untuk but. Walaupun hanya mengguna- bumbu, tidak memakai sake dan kan bahan utama singkong, ia ingin mirin, cukup cuka dan gula. Kulit tetap menyajikan luar sushi tetap menggunakan nori. mak anan berkelas Inilah sushi Indonesia,” ujarnya hotel berbintang. sembari berkata, rasanya sesuai Selain ledok, ada dengan lidah orang Indonesia. juga kue singkong Acara gathering ICA Bali di keju. Menurut chef bulan November menjadi spesial Ariani, membuat- karena dilengkapi dengan pengun y a j u g a s a n g a t kuhan ICA BPC Nusa Dua yang gamp ang. Setelah diketuai chef Wayan Susana dari singkong dikukus Bali Paragon, Jimbaran. dan dihaluskan, ia (wirati.astiti@cybertokoh.com)
Soto Banjar Sarwan Bahan: 1 ekor 1 sdt 3 butir 150 gr 1 sdm 1 sdm 1 buah ½ sdm 2 sdt 150 ml 1 buah
: ayam kampung bersihkan : cuka : telur rebus : macaroni rebus tiriskan : daun bawang iris-iris. 100 grm suun rendam air panas tiriskan. : sledri iris iris : kaldu blok rasa ayam : gula : lada bubuk : susu kental manis. : kentang sedang kupas rebus haluskan
Bahan Tambahan: 1 jari : kayu manis 1 sdm : bawang putih goreng 2 buah : kapulaga 2 buah : pekak atau bunga lawang 2 buah : cengkeh. 2 batang : serai memarkam 3 buah : daun salam 3 lembar : daun jeruk 2 ruas : jari lengkuas memarkan
Bumbu Halus : 11 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangria 2 ruas : jari jahe Cara Membuat : - Rebus ayam bersama cuka sampai mendidih dan berbuih lalu angkat, cuci bersih dan buang airnya. Rebus lagi bersama air 1,5 liter air ayam bersama bahan tambahan, biarkan sampai ayam empuk matang, tiriskan, jangan buang air rebusan karena dibuat
kuah. Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan bumbu ke dalam rebusan ayam. - Masukkan lagi air rebusan ayam, masukkan susu kental manis juga halusan kentang dan irisan wortel dan gula garam, kaldu blok, masak sampai mendidih dan wortel dan irisan daun bawang dan daun seledri. Aduk matang dan siap disaji, lalu tata di piring saji irisan telor macaroni juga suwiran ayam. Siram dengan kuah soto. Siap disajikan bersama irisan lontong dan tabururan bawang putih goreng.
Mie Ayam Bahan: 250 gr : ayam file potong dadu 250 gr : mie 100 gr : jamur kancing belah jadi 4 bagian 3 sdm : kecap manis 1 sdm : saus tiram ½ sdm : gula merah 1 sdm : bawang putih goreng 2 sdm : minyak goreng 2 ikat : sawi hijau, potong menurut selera Garam, kaldu bubuk rasa ayam secukupnya Bumbu 6 buah 3 siung 1 sdt 1 butir 1 ruas 1 ruas
Halus: : bawang merah : bawang putih : ketumbar sangria : kemiri sangrai : jari jahe : jari lengkuas
Buat Kuah: 1 buah bawang bombai cincang halus. 2 siung bawang putih
cincang halus. 2 ruas jari jahe memarkan. 1 sdt lada bubuk. 200 gr tulang ayam atau ceker ayam. ½ liter air. 1 sdt garam. 1 buah kaldu blok rasa ayam. Cara Membuat: Tumis bumbu halus sampai harum lalu masukkan irisan ayam dadu, aduk hingga berubah warna, lalu masukkan kecap manis, saus tiram, gula, garam kaldu bubuk, juga lada bubuk, aduk tercampur. Masukkan air 100 ml masak sampai matang dan bumbu meresap, serta air berkurang dan bumbu meresap, tiriskan. Rebus sawi hijau sampai layu, matang, tiriskan. Rebus mi sampai matang dan masak airnya, beri minyak biar mi tidak menggumpal. Siap disajikan dalam mangkok saji, tambahkan sawi hijau dan beri 2 sdm ayam bumbu, taburi bawang putih goreng dan siram dengan kuah kaldu. Siap disajikan dengan krupuk pangsit goreng.
14
Menikah adalah ritual sakral yang ingin dirayakan dengan sempurna oleh kedua mempelai. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari urusan pakaian, menu, kartu undangan, tempat acara, hiburan, foto prewedding, bahkan video shooting untuk mengabadikan momen sakral ini.
U
Jelita
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
ntuk momen terindah ini pula, mereka juga sibuk berburu referensi mendapatkan penampilan yang prima dan istimewa saat acara resepsi atau bahkan sejak foto prewedding. Berbicara penampilan, tentu saja yang dimaksud adalah tampilan menyeluruh termasuk kulit yang bersih bersinar dan terbebas dari masalah seperti flek, jerawat, dan kerutan di kulit. Yang menjadi pertanyaan kemudian, apakah hanya mempelai wanita yang butuh penampilan prima? Perlukan mempelai pria juga berpenampilan prima? Apakah tabu bagi kaum pria melakukan perawatan kulit? Tentu saja tidak. Baik pria maupun wanita, harus berpenampilan prima saat momen spesial tersebut. Apalagi zaman sekarang sudah bukan hal tabu lagi kaum pria melakukan perawatan. Menurut dr. Kadek Trisnadewi, M.,Biomed (AAM), pemilik Indivara Aesthetic di kawasan Jalan Tukad Barito, kulit yang bersih, sehat, dan bersinar, sangat menunjang penampilan. Namun ,tidak semua orang beruntung memilikinya. Bagi yang kulitnya bermasalah, akan melakukan segala usaha demi mendapatkan kulit idaman. Namun ,hal ini tidak mudah dan perlu perjuangan, ketekunan, ketelatenan, serta biaya yang terkadang tidak sedikit. Dikatakamnya, khusus untuk momen spesial, apapun akan dilakukan, tanpa memperdulikan biaya tersebut. Tidak sedikit pula salon atu klinik kecantikan yang dengan senang hati membantu para calon mempelai mendapatkan kulit indah dan berseri. Namun, perlu berhati-hati, jangan sampai ingin kulit idaman malah berujung masalah. Sebaiknya gali informasi yang banyak tentang salon atau klinik mana yang akan dituju. Perawatan sebelum menikah, akan lebih baik jika dilakukan menyeluruh, yakni dari ujung rambut sampai ujung kaki. Perawatan ini, sebaiknya dimulai minimal 3 bulan sebelum hari “H”, sebab hasilnya memerlukan proses. Perawatan yang tergesa gesa berisiko terjadi masalah, atau biaya lebih membengkak dibandingkan jika dilakukan jauh hari sebelumnya. Dokter Kadek mengatakan kalau perawatan pada calon mempelai wanita lebih kompleks diban dingkan calon prianya. Pada calon mempelai wanita, perawatan dilakukan mulai dari rambut, wajah, badan dan bentuk badan, sampai jari tangan dan kaki termasuk kuku. Sedangkan pada calon mempelai pria, lebih terfokus pada rambut dan kulit bersih. Berikut dipaparkan oleh dokter Kadek, apa saja perawatan pra nikah yang diperlukan calon mempelai wanita:
Tampil Istimewa dengan Perawatan Pra-Nikah Rambut dan kulit kepala Rambut adalah mahkota wanita. Rambut indah dan kulit kepala sehat sangat menunjang penampilan, dan membuat mempelai wanita lebih percaya diri pada malam pertama. Perawatan yang dilakukan dari creambath, hair spa, hingga colou ring, hair extension. Jika kulit kepala berketombe, dapat mengambil perawatan khusus dan konsultasikan pada ahlinya. Alis Alis yang tebal, rapi dan indah merupakan dambaan setiap wanita. Namun, bentuk dan ketebalan alis harus disesuaikan dengan bentuk wajah dan karakter seseorang. Meski trend alis saat ini adalah alis “Sin Chan”, tebal dan besar. Tetapi, tidak semua wajah cocok. Jadi, kita perlu memperbanyak referensi sebelum menjatuhkan pilihan di mana akan melakukan sulam alis. Bulu mata Untuk menimbulkan kesan bulu mata yang lentik dan lebat, saat ini bisa dilakukan eyelashes extension. Ada pilihan terkait ketebalan dan seberapa panjangnya bulu mata yang diinginkan. Kulit wajah Kulit wajah pada usia 20an biasanya bermasalah jerawat atau flek ringan. Kerutan belum banyak muncul, kecuali pada kulit yang sangat kering atau erlalu sering menggunakan otot wajah secara berlebihan. Yang paling umum adalah masalah jerawat. Kulit berjerawat butuh waktu minimal dua minggu untuk proses penyembuhan. Rutin menggunakan produk perawatan khusus kulit berjerawat mulai dari sabun wajah, toner khusus, produk perawatan pagi dan malam, dan rutin melakukan facial khusus kulit berjerawat demi mempercepat penyembuhan jerawat. Gigi Susunan gigi yang kurang rapi, warna yang kurang bersih, dan adanya karang gigi tentu sangat menggangu penampilan. Seperti merapikan susunan gigi, memutihkan warna gigi dengan teknik veneer. Sedangkan untuk mengatasi menumpuknya karang gigi, dapat dilakukan scalling. Kulit badan Perawatan kulit badan seperti massage, scrub atau luluran, berendam garam mineral, dan masker badan yang disesuaikan dengan jenis dan masalah kulit. Lakukan perawatan ini seminggu sekali. Oleskan secara rutin lotion pelembab/ pencerah pada malam hari
dank arena sifatnya sensitif, maka produknya berbeda dengan k area lainnya. Bentuk badan Berjalan menuju pelaminan tentu saja menjadi pusat perhatian para undangan. Dengan kostum yang indah, tata rambut dan make up yang cantik tentu akan lebih sempurna bila didukung bentuk badan yang indah. Meski tidak semua orang beruntung memilikinya, tapi tak perlu khawatir,konsultasikan dengan ahli gizi untuk pengaturan diet, lakukan olahraga rutin, dan jika perlu dibantu dengan peralatan modern. Hindari mengosumsi obat pelangsing yang tidak jelas sumbernya, tanpa konsultasi dengan ahlinya. dr. Kadek Trisnadewi, M.,Biomed (AAM)
dan sunscreen khusus badan di pagi hari untuk hasil yang maksimal. Kulit pada area lipatan perlu perhatian khusus karena sering terlewatkan
Jari jemari tangan dan kaki Lakukan pedicure dan menicure secara rutin setiap 2 minggu untuk mempercantik jemari saat cincin kawin disematkan. Perlu
diperhatikan sterilitas peralatan yang digunakan. untuk menghindari penularan penyakit seperti HIV, hepatitis B, dan yang selanjutnya, ada calon mempelai pria, perawatan yang perlu dilakukan lebih simpel. Perawatan rambut cukup dengan rutin melakukan creambath, hair spa, hair mask, dan hair colouring. Untuk perawatan kulit, lebih terfokus pada masalah yang dialami. Pria usia 20an tahun biasanya bermasalah dengan jerawat, pori-pori lebar, dan scar. Untuk mengatasi kulit berjerawat dapat dilakukan perawatan seperti facial khusus kulit berjerawat. Hindari penggunaan sun protector (sunblock/sunscreen/tabir surya/ tirai) karena dapat memicu munculnya jerawat lebih parah. Pesan dokter Kadek bagi perempuan yang ingin hari pernikahan menjadi momen spesial de ngan penampilan prima, adalah jangan lupa melakukan perawatan jauh -jauh hari sebelumnya dengan rutin. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
Bugar
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Saat ini makin hari makin banyak bermunculan kasus penyakit autoimun. Kalangan masyarakat awam mulai mempertanyakan kebingungannya karena cukup heran mendengar istilah penyakit autoimun.
M
enurut dr. IA. Ratih Wulansari Manuaba,SpPDKR,M.Kes, tubuh manusia memiliki sistem imun atau kita sebut sistem kekebalan tubuh. Sistem ini normalnya bekerja memiliki mekanisme sentral maupun perifir yang mampu membunuh dan membersihkan organisme patogen seperti virus, bakteri, parasit yang masuk ke dalam tubuh manusia, sehingga tidak sampai sakit. Namun adakalanya sistem ini gagal karena berbagai faktor risiko yang terjadi sehingga manusia bisa sakit. Mengapa bisa terjadi penyakit autoimun? “Konsep terjadi autoimunitas sudah mulai dipelajari dan dipublikasi oleh Paul Ehrlich di tahun 1901 dengan mempostulasikan horror autotoxicus yaitu terjadi kerusakan sel tubuh yang normal sebagai akibat suatu mekanisme perantara reaksi imun tubuh yang salah mengenali sehingga menyerang sel tubuh sendiri (breakdown in tolerance),” ujar dokter di RS Manuaba ini. Akibat terjadinya kerusakan struktur
Lesi autoimun pada kulit
Vasculitis dan bengkak pada kaki
Dermatomyositis
11
Waspadai Penyakit Autoimun jaringan tubuh sendiri hasil dari reaksi imun spesifik tadi disebut sebagai penyakit autoimun (Burnet & Fenner 1949). “Dalam tubuh pasien dengan penyakit autoimun didapatkan suatu autoantibodi dalam konsentrasi tinggi yang terlibat dalam mekanisme terjadinya penyakit autoimun ini, umumnya dalam bentuk isotope IgG dg aviditas tinggi sebagai antigen dan terdapat hipermutasi somatik region V, autoantibodi ini sebagai produksi dari aktivasi sel T helper oleh sel B secara terus menerus. Jadi sesungguhnya mekanisme terjadinya penyakit autoimun pada seseorang sangat rumit dan ini telah terinisiasi sejak lama sebelum penyakit itu sendiri muncul,” kata dr. Ratih. Ia menyatakan, penyakit autoimun banyak sekali jenisnya mulai dari yang organ spesifik atau ada yang sistemik, dan berdasarkan perbedaan dari mekanisme terjadinya penyakit. Pada mekanisme penyakit yang berakibat hilangnya fungsi jaringan target secara komplit bisa diambil contoh tiroiditis Hashimoto; diabetes mellitus tipe I, mekanisme reaksi imun yang mengakibatkan hiperstimulasi kronis & hambatan fungsi organ contohnya penyakit Graves; miastenia gravis mekanisme yang lebih rumit menimbulkan kondisi kerusakan jaringan & organ vital serentak secara sistemik contohnya Lupus eritematosus sistemik. Apakah penyakit autoimun ini merupakan penyakit keturunan? “Jawabannya tidak. Pasien yang terkena penyakit autoimun sesungguhnya sudah memiliki gen (30%) yang salah dibawa sejak lahir namun gen ini tidak diturunkan,” tegasnya. Insiasi yang panjang sepanjang umurnya bisa melalui faktor lingkungan (70%) sebagai pemicu antara lain pola makan (diet) yang tidak sehat, aktivitas yang memicu kelelahan kronis dan stres berlebihan semuanya berpadu mengakibatkan meningkatnya autoimunitas & menurunnya kemampuan regulasi autoimunitas tubuh terjadilah penyakit autoimun. Muncul pertanyaan mengapa pasien penyakit autoimun lebih banyak wanita? Faktor sex hormone memegang peranan penting sebagai pemicu terjadinya penyakit autoimun. Telah diketahui sex hormone baik natural maupun sintetik secara langsung berinteraksi dengan sistem imun melalui reseptor permukaan maupun dalam sel. “Hormon estrogen maupun androgen mempengaruhi produksi antibodi dan proliferasi sel imun, bisa merangsang maupun menghambat sistem imun. Perempuan dikatakan memiliki respon pembentukan antibodi lebih aktif daripada pria, dan dalam perjalanan hidupnya produksi sex hormone perempuan sangat berfluktuasi tergantung kondisinya sebagai contoh .menjelang menstruasi, saat menstruasi, periode kehamilan, periode menyusui, menjelang menopause terjadi perbedaan fluktuasi produksi sex hormone yang mengakibatkan produksi antibodi bisa lebih tinggi,” ungkapnya lebih jauh.
Apa saja gejala penyakit autoimun? Ber- gobatan bisa diberikan oleh dokter sebagai bagai jenis penyakit autoimun diketahui di terapi terhadap pasien dengan penyakit dunia ini bahkan mencapai lebih dari 150 autoimun. Penggunaan obat golongan jenis. “Gejala penyakit autoimun tentu saja steroid bisa menjadi dasar pengobatan sangat beragam. Pada umumnya pasien untuk kemudian bisa dikombinasi dengan akan mengalami gejala konstitusional berbagai obat golongan imunosupresan seperti mudah lelah, sering pusing, badan sesuai dengan jenis penyakit. Namun, ia sakit ngilu-ngilu, rambut menipis menegaskan, pasien dilarang mendan rontok berlebihan, muncul gonsumsi dan membeli sendiri obatruam-ruam kulit yang aneh, obat jenis ini karena tentu efek sendi bengkak tiba-tiba, dan samping obat harus dievaluasi lain-lain,” jelasnya. oleh dokter yang memberi Gejala lain, tergantung terapi. (wirati.astiti@ organ yang terkena miscybertokoh.com) alnya didapatkan benjolan di leher, mata makin melotot, otot lemas sampai hampir lumpuh, ruam merah di pipi kanan kiri, luka keropeng pada kulit, mata merah tiba-tiba dan sangat sakit, ketombe yang berlebihan di kulit kepala dan wajah, kejang, bisa juga gejala seperti orang gila, banyak sekali gejala lainnya yang memerlukan ketelitian dan kecermatan dokter yang memeriksa pasien. Ia menyebutkan, dr. IA. Ratih Wulansari berbagai pilihan penManuaba,SpPD-KR,M.Kes
10
Style
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
PKK dan Dekranasda Gianyar Bersinergi
Lestarikan Budaya Melalui Lomba Peragaan Busana ke Pura
H
ari itu Balai Budaya Gianyar terlihat berwarna, dipenuhi laki-laki dan perempuan yang mengenakan busana adat. Ketika di panggung muncul pasangan berbusana adat ke pura dengan penuh rasa percaya diri, tepuk tangan gemuruh pun mengiringi. Dan, di depan di antara penonton ada 3 orang dewan juri yang menilai mereka. Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra, Ketua DPRD Gianyar, anggota DPRD Gianyar serta Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Gianyar tersebut berlangsung meriah dan istimewa. Sebab, hari itu, Senin (28/11), serangkaian Peringatan Hari Ibu ke-88, di Balai Budaya tengah dilaksanakan “Lomba Peragaan Busana ke Pura Berpasangan” yang diikuti seluruh Perbekel dan Lurah seKabupaten Gianyar beserta pasangannya masing-masing. Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata saat membuka acara menyatakan sangat mengapresiasi acara tersebut, dengan memberikan tam-
bahan dana untuk para pemenang lomba. Bupati juga sempat menyatakan bangga atas kebersamaan yang terjalin. Menurutnya, kesuksesan seorang perbekel di masyarakat tidak bisa dilepaskan dari peran istri. Terlebih istri perbekel/lurah merupakan Ketua TP PKK di desa/ kelurahan. Bupati juga menyebutkant jika acara tersebut baru ada satu-satunya di Indonesa. Sedangkan Ny. Dayu Surya Adnyani Mahayastra, Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kota Gianyar selaku penyelenggara dengan bangga dan bahagia mengatakan acara berjalan lancar. “Bahwa sinergi Dekranasda dengan PKK ini sesuai pula dengan program kerja kami. Jika di PKK adanya di Pokja 3 yakni terkait sandang. Lomba ini bertujuan pertama turut melestarikan budaya , khususnya busana adat Bali. Kemudian memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang etika berbusana ke pura secara baik dan benar. Mengingat juga para Perbekel dan Lurah adalah pimpinan dan publik figur, yang akan menjadi panutan bagi masyarakat sekitarnya. Mereka mesti dapat memberikan contoh di lingkung a n nya b a g a i m a n a sebenarnya busana ke pura yang sesuai dengan etika berbusana dan agama Hindu,” papar istri Wakil Bupati Gianyar ini. Apalagi, lanjutnya para Perbekel dan L u ra h , s e hari-harinya disibukkan dengan tugas pemerintahan, di acara ini mereka bisa menjalin kebersamaan sekaligus tampil bersama p a s a n g a n nya sebagai model memperagakan busana adat ke p u ra , D e n g a n diadakannya lomba kita semua juga semakin jelas mana-yang kurang tepat atau salah dalam berbusa adat ke pura. Seperti kesalahan pada bapakbapak saat mengenakan saput, semestinya menutup ke kanan tapi dikenakannya ke kiri. Sedangkan kain perempuan nutupnya ke kiri. Jangan sampai kebiasaan yang keliru ini berlanjut.
Selanjutnya AA Ayu Ketut Agung yang juga duduk sebagai dewan juri bersama Ny.Dayu Surya Adnyani Mahayastra dan Dewa Putu Metayana, menambahkan, bahwa perbekel dan lurah hendaknya menjadi contoh yang baik, dan masyrakat akan lebih paham. “Boleh mengikuti mode tapi jangan capes (cacat fashion),” kata Bu Agung mengutip istilah yang sering digunakan yang sering digunakan Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Pupayoga, jika mengikutu mode atau tren namun tidak pada tempatnya. BuAgung juga mengatakan kalau busana adat ke pura tidak harus putih dan kuning, warna apa saja bisa yang penting bersih dan sopan. “Kemudian ikuti etika yang berlaku di masyarakat sehingga acara ini benar-benar ada man-
faatnya bagi kita. Untuk para ibu, gunakan pusung tagel yang merupakan lambang kedewasaan wanita Bali. Apalagi sudah ada salon desa,” ujarnya.. Untuk bunga di rambut jangan terlalu banyak, lebih baik menggunakan bunga-bunga yang harum-harum seperti cempaka putih -kuning, mawar dan yang lainnya. Untuk kebaya sebaiknya tidak menggunkan brokat, pilih bahan yang tidak tembus pandang. Brokat dengan segala modifikasinya dapat dikenakan untuk ke acara resepsi. Untuk para bapak juga mesti diperhatikan bagimana menggunakan kain dan saputnya yang benar, termasuk arah nutup saputnya. “Apalagi hadiahnya yang luar biasa melebih hadiah untuk lomba ting-
kat nasiona,” cetus Bu Agung sembari menyampaikan memberikan Voucver Kursus Gratis Tata Rias untuk Juara 1 sampai harapan 3 dengan kursus sampai bisa di Salon Agung dengan harapan setelah bisa dapat ditularkan di desanya masing-masing. Mengenai pemenang, dikatakan oleh Dayu Surya selain dipilih Juara I hingga harapan juga dipilih juga Juara Favorit, Busana Terbaik, Pasangan Terbaik atau Serasi dan Make up atau Tata Rias terbaik. Khusus untuk tata rias yang di sini yang dinilai adalah salon desa yang merias peserta. Sebab para peserta lomba wajib tata riasnya ditangani oleh salon desa di wilayah masing-masing. Setelah melewati proses penjurian yang tidak mudah, akhirnya terpilih sebagai juara pertama pasangan Lurah Bitera Kec. Gianyar, Juara Kedua Lurah Beng Kec. Gianyar, Juara ketiga Perbekel Desa Melinggih Kec. Payangan. Masingmasing meperoleh hadiah Juara I yang berhak mendapat Rp 15 juta, Jura II Rp10 juta dan Juara III Rp 5 juta. Selanjutnya Juara Harapan I Pejeng Kangin, Tampak Siring ; Harapan II Sebatu Tegalalang; dan Harapan ke III Singapadu, Sukawati. Juara Favorit Perbekel Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Juara Busana Terbaik diraih Lurah Gianyar, Juara Pasangan Terbaik diraih Perbekel Desa Sukawati, Juara Best Catwalk diraih Lurah Ubud dan yang berhasil meraih kategori make up terbaik adalah Salon Desa Bresela, Kecamatan Payangan. - ard
Kasual dan Menawan
Gaya yang clean, simple, dan casual, itulah sebagian ciri busana ready to wear Kolek si Anemone Design. Seperti yang terlihat pada fashion show saat acara “Talk Show I’m Every Women” di Restauran Nyonya Sooly, beberapa waktu lalu.
M
emilih bahan yang basic, seperti putih hitam dan abu, Nikki Indrawati sang desainer menghadirkan karyanya yang dikenakan beberapa model. Mulai dari Natalie tampil memakai atasan linen kerah sabrina berdetil rumbai, Celana pendek mano dari bahan linen, serta tas anyaman rotan. Kemudian dr. Dian menampilkan kemeja longgar ambarwati, juga dari bahan linen dan dipadankan rok pensil dari tenun ikat. Ada juga Gek Yuni memasangkan kemeja tanpa lengan gili dari bahan linen dengan rok lipit sarita dari bahan tenun ikat polos. Penampilannya pun semakin keren dengan anting rumbai dan dompet tangan kulit. Sementara m o d e l b e rnama Buratwangi mengenakan nari blazer dari bahan tenun ikat, atasan Lola dari bahan tencel dengan detil rumbai dan celana pendek mano dari bahan linen dan dompet tangan kulit. Dan, pilihan berikutnya dari Buratwangi adalah terusan longgar dari bahan tenun ikat dan kalung anyam makrame Semua tas yang dibawa model untuk melengkapi penampilannya semakin menawan kali ini, kata Nikki, adalah koleksi dari D’ s i m p l e . B e g i t u j u g a d e n g a n Drg.Pratita memilih memakai terusan halter dari bahan linen dengan kombinasi tenun ikat, anting rumbai lengkap dengan dompet tangan kulitnya. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
15
16
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Edukasi
Monumen Jagaraga
Sarana Edukasi Pembelajaran Sejarah
Lokasi pembangunan Monumen Jagaraga
Pembangunan monumen Jagaraga merupakan salah satu bentuk cara untuk menghidupkan kembali sejarah perjuangan pahlawan Buleleng. Perang terbesar dan pertama di Buleleng pernah terjadi di tahun 1847 dan 1849 yang berkaitan erat terhadap sosok Patih Jelantik dan Jero Jempiring dengan teknik perang supit urang.
K
epala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng Drs. Gede Ko m a n g , M . S i berharap monumen memberi pembelajaran penting mengenai makna filosofi perang Jagaraga. “Perang Jagaraga merupakan perang yang memberikan vibrasi dan motivasi kepada raja-raja di Buleleng untuk membakar semangat juang dan nasionalisme,” jelasnya. Dengan dibangunnya monumen Jagaraga sebagai bukti
sejarah, generasi muda dapat mempelajari sejarah secara langsung. “Lokasinya persis dengan pertempuran benteng pertahanan Gusti Jelantik dan Jro Jempiring,” imbuhnya. Ada beberapa hal mendasar yang diutamakan dalam pembangun monumen bersejarah tersebut. Pertama, tokoh Gusti Ketut Jelantik dan Jro Jempiring sebagai simbol heroik perang Puputan Jagaraga. Awalnya, hanya Gusti Jelantik yang ingin ditampil-
kan karena hanya Gusti Jelantik yang sudah mendapat pengakuan secara nasional. “Banyak tokoh masyarakat yang meminta untuk ditampilkan juga istri dari Patih Jelantik yaitu Jro Jempiring dengan tinggi patung sekitar 6 meter dan terbuat dari perunggu,” paparnya. Selain pembangunan simbol heroik, akan dibangun juga gedung besar yang di dalamnya berisi diorama tentang penggambaran perang yang dipimpin oleh Patih Jelantik dan Jro Jempiring. Pengunjung bisa melihat diorama pertama hingga terakhir penggambaran perang Jagaraga. Gedung juga akan dilengkapi perpustakaan yang akan menyediakan buku-buku mengenai peristiwa sejarah di Buleleng. Di bagian luar gedung akan dibangun patung-patung yang menggambarkan kekhasan masing-masing prajurit di Bali. “Prajurit Buleleng seperti apa, karakter-
istik dan pakaiannya seperti apa, begitu juga dengan prajurit Karangasem dan yang lain,” ujarnya. Pembangunan monumen juga akan ditunjang dengan pembangunan panggung, balai serba guna, dan taman untuk memperindah areal sekitarnya. Ia menargetkan proyek yang telah rampung 70 % tersebut dapat diselesaikan akhir Desember 2016. Pihaknya juga mengatakan pembangunan monumen perang Jagaraga di Desa Jagaraga Kecamatan Sawan, Buleleng akan membawa multi player effect terhadap pembangunan dan ekonomi. Areal monumen bisa dimanfaatkan sebagai lokasi untuk menggelar kegiatan atau mementaskan event seni dan budaya. Langkah ini akan berdampak lebih baik lagi untuk mengangkat nama Desa Jagaraga. “Ke depan monumen Jagaraga mampu sebagai tonggak perjuangan dalam melaksanakan revolusi mental. Keberadaan monumen
Pelesir
Songsong 2017, Hotel Santika Seminyak Sajikan New Year Night Market
Bali merupakan salah satu tujuan wisata favorit dunia yang selalu memberikan pesona alam yang tidak pernah membuat bosan para wisatawan. Sepanjang tahun 2016, banyak event telah diselenggarakan di Bali. Hotel Santika Seminyak yang memulai soft opening pada tanggal 20 September 2015 dan berlokasikan di Jalan Sunset Road No 17, Seminyak tidak mau ketinggalan dalam menunjang aktivitas pariwisata di Bali. Dengan desain arsitektur yang memiliki konsep kolonial, ditunjang dengan kamar yang nyaman dan berukuran besar, fasilitas ruang meeting yang lengkap, Merah Saga Rooftop Restaurant & Bar yang menawan, serta rooftop pool yang menyajikan pemandangan matahari terbenam di sore hari, Hotel Santika Seminyak Bali telah menjadi tempat yang terpilih untuk berbagai event berkelas seperti, Bali United Club Gathering, Pit Stop Mercedez Benz Club, Pit Stop Djarum Scorpio Bikers Club, Pemilihan Super Model Indonesia 2016 oleh Roy Entertainment, event International ADADA (Asia
Digital Art and Design Association). Ada pula beberapa event perbankan seperti BCA, Bank CIMB Niaga, Mandiri Taspen, dan Bank BJB. Selain itu, Hotel Santika Seminyak dijadikan pilihan akomodasi untuk para petinggi Astra International yang berpartisipasi dalam acara tahunan yaitu GEMBA dan juga meeting regular dari Bank OCBC NISP. Selanjutnya Hotel San-
tika Seminyak juga memiliki program regular setiap tahunnya yang sudah dijalankan pada tahun 2016, seperti donor darah, kunjungan spritual ke beberapa Pura yang ada di Bali dan kunjungan sosial ke panti asuhan di daerah Jembrana, Bali. Menyongsong tahun 2017, Hotel Santika Seminyak kembali hadir dengan menyajikan
akan berdampak luas kepada masyarakat. Salah satunya di sekitar monumen akan digunakan sebagai lokasi rekreasi. Ekonomi masyarakat lebih terpacu meningkat berkat multi player effect,” tandasnya. (wiwinmeliana22@ cybertokoh.com)
Drs. Gede Komang, M.Si
event penutup tahun New Year Eve Celebration dengan konsep New Year Night Market, bagi para wisatawan agar dapat menikmati sajian klasik dan hiburan yang menarik di Merah Saga Rooftop Restaurant & Bar sambil melewati pergantian tahun menuju tahun 2017 tepat pada tanggal 31 Desember 2016. Konsep New Year Night Market di Hotel Santika Seminyak dibuat menggunakan nuansa pasar tradisional dengan hadirnya berbagai stand makanan tradisional yang dipadukan dengan aneka hidangan nusantara dalam bentuk buffet. Para tamu yang mengikuti acara makan malam ini akan dimanjakan dengan berbagai macam menu pilihan. Selain itu, tamu juga dapat menikmati beberapa penampilan seperti: tarian Bali dan band akustik. Selama acara berlangsung tamu dikutsertakan dalam fun games dan diakhiri dengan pemberian doorprize yang sangat menarik. Bagi tamu yang ingin lebih memanjakan diri, tersedia paket menginap yang sudah termasuk acara New Year Night Market di Hotel Santika Seminyak Bali. Di tahun 2017, Hotel Santika Seminyak tetap berharap seluruh tamu baik domestik dan mancanegara yang pernah menginap di Hotel Santika Seminyak akan tetap mempercayakan akomodasinya selama di Bali bersama Hotel Santika Seminyak. Informasi lebih lanjut hubungi Hotel Santika Seminyak, Jalan Sunset Road No 17, Seminyak, Tlp. 0361 4727 111, Faks. 0361 4727 222. (bns)
Dara Di Negeri Patali Nagantun, tersebutlah seorang raja yang setiap malam harus dihidangkan seorang gadis perawan. Sang Prabu Eswaryadala memerintahkan kepada patihnya agar memburu gadis-gadis itu ke seluruh pelosok keraja an. Suatu hari, karena Patih Bandeswarya tidak lagi mendapatkan perawan untuk melayani birahi rajanya, terpaksa ia menghaturkan anak gadisnya sendiri. Namun putrinya, Ni Diah Tantri, bukan wanita sembarangan. Kecerdikan dan kecerdasan Tantri justru berhasil menyadarkan Prabu Eswaryadala untuk meng hentikan mengumbar nafsu liarnya. Caranya adalah melalui tuturan dongeng yang sarat pesan moral.
M
inggu (27/11), cerita yang banyak dijadikan sumber lakon karya seni pentas tersebut, disajikan oleh Pasraman Prabha Budaya Denpasar, dalam gelar seni Nawanatya di Taman Budaya Bali. Bertempat di panggung Ayodya, komunitas seni yang dipimpin oleh Anak Agung Ngurah Bagus Supartama itu, menuangkannya dalam presentasi teater pakeliran dengan mengangkat lakon “Kambing Takutin Macan”. Pijakan kreatif dari garapan seni pertunjukan yang bergulir hampir dua jam ini adalah mengeksplorasi estetika seni pedalangan. Di tengah panggung dibentangkan layar putih (kelir) 3x2 meter, tempat sebagian adegan divisualisasikan melalui media wayang dua dimensi. Seni pertunjukan Bali yang identik dengan cerita Tantri adalah dramatari tantri. Namun, seni pentas yang pernah dikenal pada zaman kerajaan Bali itu kini sulit ditemukan keberadaannya. Pernah ada upaya untuk mendenyutkannya kembali akan tetapi tak berhasil. Belakangan, dongeng-dongeng yang dimuat dalam cerita Tantri banyak diadopsi untuk garapan seni pentas dolanan yang disajikan dalam parade gong kebyar tingkat anak-anak di arena Pesta Kesenian Bali (PKB). Sementara itu, lombalomba masatua (mendongeng) yang digelar untuk kalangan pelajar pun, juga pada umumnya mengangkat materi dongeng dari karya sastra Tantri. Berbicara mengenai teater pakeliran yang mengangkat lakon bersumber dari sastra Tantri-yang sempat secara signifikan mengaktualisakan cerita Tantri-adalah Wayang Tantri. Adalah Dalang I Wayan Wija dari Banjar Babakan, Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar, yang menggarap dan mempersembahkan kepada khalayak Bali sejak tahun 1987. Secara perlahan wayang kreasi itu diterima para penonton dan hingga kini masih sering pentas di tengah masyarakat. Melalui sumber lakon dari Tantri, teater wayang kulit yang sudah dipentaskan Dalang Wija di mancanegara ini tetap anut dengan pakem estetika-dramatik wayang kulit klasik Bali. Hanya keseluruhan karakter-karakter wayangnya diciptakan baru, sesuai dengan kebutuhan lakon. Komunitas seni Pasraman Pra bha Budaya tampaknya mencoba memberikan penafsiran baru ter hadap kisah Tantri yang diangkat-
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
9
“ K a m b i n g Ta k u t i n M a c a n ”
Simbol Perlawanan terhadap Penguasa Licik
nya. Layar yang membentang di tengah panggung dijadikan media semprotan cahaya atau gambar latar dari arah belakang, menggunakan proyektor yang dikendalikan komputer. Karakter-karakter wayang dimainkan oleh sejumlah dalang. Sebagian pengadegan berlangsung di depan layar dibawakan oleh penari dan atau aktor. Seluruh jalannya pertunjukan digarisbawahi oleh antawacana seorang dalang yang duduk di depan penabuh. Aksentuasi dan dramatisasi garapan pakeliran ini didukung oleh olah karawitan menggunakan gamelan slonding dan gender wayang. Terasa ada totalitas berkesenian dalam garapan bertajuk “Kambing Takutin Macan” ini. Alkisah, seekor kambing perempuan pergi ke tengah hutan mencari makanan. Di tengah hutan kambing betina ini bersua dengan macan yang menyeringai garang. Tetapi, si kambing tak gentar dan dengan tenang serta meyakinkan menga takan dirinya sakti serta biasa menyantap daging macan. Bukan main kecutnya nyali si macan, tanpa pikir panjang langsung lari tunggang langgang ketakutan. Seekor kera membesarkan hati macan, dan mereka berdua kembali menemui kambing. Lagi-lagi kambing menggertak dengan mengatakan macan yang diantar kera adalah untuk bayar utang. Si macan gemetaran dan meloncat kabur, lalu ter jerembab jatuh menemui ajalnya di dasar jurang. Secara verbal-naratif, macan si raja rimba dikisahkan begitu bodoh yang mudah diolok-olok oleh kambing. Namun, jika disimak pesan moral “Kambing Takutin Macan” yang dituturkan Diah Tantri sungguh menohok Raja Eswarya dala. Betapa seorang penguasa semestinya memimpin dengan arif dan bijaksana serta selalu waspada terhadap isuisu menyesatkan yang membawa bencana bagi kehidupan, persatuan dan kesatuan bangsa. Kambing dalam hal ini menjadi simbol pemberi peringatan kepada sang pemimpin. Sebaliknya, si kambing berjenggot juga bisa menjadi representasi figur antagonis yang dengan segala muslihat menjungkirkan penguasa yang sah dengan cara-cara licik. Garapan teater pakel iran ini cukup apik dan memikat. Penari dan pendongeng Larasari yang memerankan kambing, tampil penuh kesungguhan. Penari dan aktor drama gong Tilem Pastika yang memerankan macan, bermain total. Jika saja dialog-dialog dan perdebatan kambing versus macan dibingkai dengan kontekstualisasi topik kekinian yang sedang hangat di tengah masyarakat, misalnya
tentang bhineka tunggal ika kita atau tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang belakang an mencuat jadi perbincangan nasional, niscaya garapan seni
pentas ini akan lebih menggigit. Sebab dongeng-dongeng cerita Tantri yang sebagian besar dipersonifikasikan melalui peran-peran binatang (fabel) memiliki fleksi-
belitas nan satiristik yang ditujuk an untuk masyarakat manusia, kita-kita, mahluk ciptaan Tuhan yang konon paling mulia ini. (Kadek Suartaya)
8
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
Bunda & Ananda
Ayudia
Jago IT yang Juara Nulis Aksara Bali
Pesatnya perkembangan teknologi membuat anak-anak sekarang memiliki akses mudah untuk belajar. Berbagai hal bisa dipelajari dengan mengakses Google, YouTube dan media sosial. Orangtua pun harus selalu mengawasi dan memantau aktivitas anak yang bersentuhan dengan dunia informasi dan teknologi (IT).
“S
ebagai orangtua, kami menyediakan fasilitas bagi anak untuk belajar, termasuk internet. Kami juga menggunakan aplikasi yang bisa menyaring konten-konten yang tidak layak untuk anak-anak. Banyak hal yang bisa dipelajari dengan bantuan internet,” ujar Ni Luh Gede Sugi Artini, ibu dari Made Pradiptha Ayudia Risma.
Sugi menuturkan, Ayudia termasuk anak yang cepat beradaptasi dengan dunia IT. “Kalau di rumah, ia bisa browsing sendiri untuk tugas sekolah. Bahkan ia belajar tentang meretas akun media sosial. Tapi itu hanya sebatas dipelajari,” imbuh Sugi. Perempuan yang menekuni usaha biro perjalanan ini menambahkan, putri keduanya termasuk orang yang kepo.
Kumpulan prestasi Ayudia
“BRI Melihat Dunia”
Dalam rangka memeriahkan HUT ke-121 Bank BRI dan Hari Juang Kartika tahun 2016, Bank BRI bekerjasama dengan Kodam IX/Udayana mengadakan bakti sosial operasi katarak gratis kepada 50 orang pasien katarak yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di provinsi Bali. Pelaksanaan kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis yang bertajuk “BRI Melihat Dunia” tersebut dilaksanakan di Rumah Sakit Tingkat II Udayana dari tanggal 25 November 2016 sampai dengan 2 Desember 2016 dengan total biaya Rp 350 juta. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar yang mewilayahi Provinsi Bali dan Nusa Tenggara, Dedi Sunardi mengatakan, kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Bank BRI terhadap kesehatan masyarakat. Sebanyak 50 pasien katarak dari seluruh Bali akan mendapat pelayanan operasi katarak gratis di rumah sakit Tingkat II Udayana yang ditangani oleh tenaga medis yang andal dan profesional. (ngurah budi)
Program BERANDA Telkomsel Regional Bali Nusra
Sebagai bentuk ungkapan syukur atas pencapaian dan eksistensi Telkomsel selama ini, khususnya di Regional Bali Nusra, November 2016 ini, seluruh karyawan Telkomsel BalNus secara serentak di 3 Branch, yaitu Branch Denpasar, Branch Mataram dan Branch Kupang, merayakan hal tersebut dengan berbagi kepada sebagian masyarakat Indonesia di Propinsi Bali, NTB dan NTT yang membutuhkan melalui Program BERANDA (Berbagi Berkah dan Doa). Pada momen ini, Telkomsel juga membagikan perlengkapan sekolah kepada lebih dari 250 anak yatim yang tersebar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, serta dilengkapi dengan bantuan sarana dan penunjang ibadah kepada 8 yayasan/panti asuhan yang berada di sekitar wilayah kerja Telkomsel, yaitu Panti Asuhan Welas Asih, Panti Asuhan Ebenhaezer, Pondok Pesantren Amal Mukhlisin, Pondok Pesantren Hidayatullah Mataram, Pondok Pesantren Nurul Ismi, Pondok Pesantren Al Muwahidin, Yayasan Alma Oebufu dan Yayasan Hidayatullah Kupang. GM ICT Operation Regional Bali Nusra Danny A Triawan mengungkapkan, Telkomsel bisa terus berkarya, berinovasi dan menjadi salah satu perusahaan telekomunikasi yang terkemuka di Tanah Air, adalah berkat dukungan, kontribusi, partisipasi dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia. Untuk itu, sebagai satu-satunya perusahaan operator selular milik Indonesia, sejak awal berdiri dan hingga saat ini Telkomsel secara konsisten terus berupaya melakukan pembangunan jaringan telekomunikasi ke seluruh wilayah Tanah Air, tidak hanya di kota-kota besar namun juga hingga ke pelosok, pulau terdepan, bahkan daerah perbatasan. (ngurah budi)
Jika diajak bepergian, mulai dari naik mobil hingga turun, ada saja hal yang ditanyakan. Sebelum mendapatkan jawaban yang dianggap masuk akal, ia tidak akan selesai bertanya. Ayudia sendiri mengaku senang dengan dunia IT karena banyak hal yang bisa ia pelajari. Bocah kelas 5B SD Cipta Dharma ini juga mengatakan belajar tentang IT dilakukan di rumah karena fasiltas internet sudah disediakan. Walaupun termasuk jago IT, bukan berarti adik dari Putu Ruzhira Ayu Risma Puspa ini tidak menyenangi bidang lain yang berbau tradisional. Ayudia punya prestasi sebagai Juara Lomba Menulis Aksara Bali yang diadakan SD Cipta Dharma dalam rangka Bulan Bahasa 2016. Prestasi lainnya sebagai juara Lomba Busana Kartini yang juga digelar di sekolahnya. Berbagai prestasi yang ditunjukkan buah hati pasangan I Nyoman Krismahendra-Sugi Artini ini ternyata belum cukup dan membuatnya terus memacu diri. Ia pun rajin
Ayudia
orangtuanya yang membatasi Ayudia bermain dengan binatang karena khawatir asmanya kambuh. Di sekolah, penggemar Exo dan Isyana Saraswati ini menyukai pelajaran budi pekerti dan ikut ekskul taekwondo. “Budi Pekerti itu paling mudah diterapkan. Kalau di rumah, saya terapkan dengan membantu orangtua. Tugas saya menyapu dan mebanten. Untuk jaga diri, saya ikut taekwondo. Awalnya ikut-ikutan teman, lama-lama jadi asyik,” ungkapnya. (wah)
belajar, baik sendiri maupun ditemani orangtuanya. “Saya mau jadi psikolog,” tegas bocah kelahiran Denpasar, 27 April 2006 ini. Satu hal lagi yang juga digemari Ayudia, bermain dengan binatang. “Saya suka binatang sejak kecil. Dulu pernah pelihara anjing, kucing, hamster, kelinci, dan burung. Sama ular juga berani,” ujar Ayudia. Pengalamannya digigit anjing tak m e m b u a t nya Ayudia bersama keluarga kapok. Malah
Griya
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
IPBI Bali Gelar Workshop Merangkai Aneka Daun Bertempat di Benoa Function Room, Hotel The Yani, Jalan By Pass Ngurah Rai, Persanggaran, DPD Ikatan Perangkai Bunga Indonesai (IPBI) Bali menggelar kegiatan, yang memperkenalkan bunga dan daun sebagai objek kegiatan seni sekaligus mengasah kreativitas dengan tema “Aplikasi Buntal dan Garland pada Rangkaian Bunga”, Rabu (30/11).
M
enurut Humas IPBI Bali, Kenrina Anggoro Wulandari, acara ini adalah kegiatan reguler dari IPBI Bali setiap bulannya. Saat itu, mereka mengambil tema rangkaian daun. September lalu, IPBI juga sudah menggelar workshop dan demo rangkaian janur yang dapat diimplementasikan ke dalam rangkain modern. Misalnya saat acara pesta pernikahan, seminar, ulang tahun dan berbagai acara lainnya. Jika selama ini kita hanya bisa mengaguminya, nah kenapa tidak sekarang belajar keterampilan merangkainya. Untuk November, masih mengusung tema rangkaian daun, dan kali ini dalam bentuk buntal dan garland. Dua orang ahli dari IPBI Bali yakni Beby Marchelina dan Indra Perusha dengan cekatan dan terampil mendemokan teknik merangkai bunga dengan aplikasi buntal dan garland. Buntal adalah satu rangkaian dari beberapa daun yang telah ada sejak zaman kerajaan sebagai hiasan busana para raja dan para bangsawan saat menikah. Sedangkan garland itu merupakan suatu rangkaian daun daun
1 yang berasal dari bangsa Romawi. IPBI Bali mencoba mengkreasikan dalam rangkaian yang lebih modern dan lebih bisa bernilai komersial. Ketua DPD IPBI Bali Alit Suarta didampingi salah seorang pakar merangkai bunga di Bali, Yati Nali mengatakan IPBI memliki agenda untuk mengedukasi masyarakat pecinta bunga atau yang memiliki hobi merangkai bunga. “Kami akan konsisten untuk memberikan pendidikan,
pelatihan, pengajaran berbagai ilmu mengenai teknik-teknik dasar, tips sampai estetika dalam merangkai bunga. Hal ini bertujuan untuk membantu para pencinta bunga mendapatkan ilmu untuk diterapkan sekaligus memajukan dunia floris,” tegas Alit. Kenrina menambahkan, IPBI Bali sebagai sebuah organisasi profesi menyadari sepenuhnya kewajibannya untuk ikut serta dalam upaya mencapai tujuan nasional yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, yang merata baik materiil maupun spiritual tentu salah satunya melalui langkah edukasi dan pendidikan. Menurut Yati Nala, melalui kegiatan merangkai bunga yang digelar IPBI, masyarakat yang mencintai bunga lebih berkembang dan termotivasi untuk maju. Karenanya ia juga mengajak masyarakat untuk bergabung sebagai anggota IPBI Bali untuk lebih intensif memperoleh pengetahuan dan pendidikan serta bersama- sama memajukan dunia floris khususnya di Bali. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan bergabung dalam komunitas ini. Selain bisa mengetahui informasi tentang berbagai bunga dan perkembangannya, anggota juga bisa berkenalan dengan sesama pencinta bunga, memperluas pergaulan, hingga akhirnya memperbesar jaringan. Kalau sudah begini, peluang membuka usaha pun bisa terbuka lebar. sri.ardhini @cybertokoh.com
2
Mendongeng Lima Menit peti ajaib
Sepasang suami-istri yang sudah lanjut usia, setiap pagi pergi ke hutan mencari kayu api. Mereka pulang menjelang matahari tenggelam. Sang istri menaruh kayu apinya Made Taro dalam gubuk. Kayu itu akan dipakai memasak nasi. Sang suami menaruh kayunya di luar gubuk. Ia akan menjualnya ke pasar esok hari. Ketika bangun pagi, sang suami terkejut. Kayu apinya hilang. Hari itu tak ada kayu yang dijualnya ke pasar. Berarti tak ada bahan makanan yang dimaksak. Terpaksa sang istri hanya memasak singkong dan daun-daunan. Keesokan harinya pasangan suami-istri itu pergi ke hutan lagi. Sore hari, sebagaimana biasa, sang istri menaruh satu ikatan kayu api di dalam gubuk dan sang suami di luar gubuk. Hari berikutnya, pagi-pagi benar, sang suami terkejut. Kayu api yang akan dijualnya ke pasar, hilang lagi. Suami-istri itu berembug. Mereka ingin menangkap tangan sang penjahat. Malam itu sang suami tidak tidur di dalam gubuk, tetapi membungkus dirinya dalam kayu api yang terikat. Tibalah tengah malam gelap. Sang suami merasakan dirinya terangkat, makin lama makin tinggi. Ketika bangun ia mendapati dirinya melayanglayang di atas awan. “Aku tahu penderitaanmu.” Tiba-tiba terdengar suara gaib. “Sehari tidak menjual kayu, kamu tidak
mendapatkan bahan makanan. Kamu sungguh ulet, jujur dan tawakal. Akulah yang mengambil kayumu. Sekarang pulanglah! Di balik pintu kusediakan sebuah peti hadiah untukmu.” “Peti apa itu, wahai suara gaib?” tanya sang suami memberanikan diri. “Bukalah peti itu satu kali sehari, tidak lebih!” Setiba di rumah ia membuka pintu. Ia dapati sebuah peti tertutup. Bersama istrinya, ia membuka peti itu. Wow, ajaib! Di dalamnya terdapat sekeping uang emas! Keesokan harinya ia membuka lagi peti itu. Wow! Sekeping uang emas! Keesokan harinya, sekeping uang emas lagi. “Istriku!” seru suaminya bergembira. “Buat apa mencari kayu api ke hutan dan buat apa menjualnya ke pasar? Bukankah kita cukup uang?” Pasangan suami-istri itu sekarang mulai bermalas-malasan. Tanpa kerja keras mereka sudah punya rumah bagus lengkap dengan peralatannya yang mewah. Sang suami mulai berpikir, mengapa membuka peti hanya sekali dalam satu hari? Atas persetujuan istrinya, hari itu juga, sang suami membuka peti itu lebih dari satu kali. Satu kali, satu keping emas! Dua kali, dua keping emas! Tiga kali, tiga keping emas! Suami-istri itu sangat senang dan berambisi untuk cepat kaya. Ia buka peti itu untuk keempat kali. Apa yang terjadi? Kosong! Ia buka lagi. Kosong! Lama-kelamaan ia menjual rumah dan perlengkapannya. Lama-kelamaan ia hidup kembali seperti sediakala. Pagi-pagi benar meninggalkan gubuk, pergi ke hutan mencari kayu api. (Korea)
17
4
Sebagian Pengurus IPBI Bali
Beberapa rangkaian bunga dengan aplikasi buntal dan garland serta peruntukannya.
3
6
5
- Rangkaian 1. Cantik untuk counter table (reception desk/spa/kasir) - Rangkaian 2. Bisa digunakan untuk berbagai event, diletakkan di meja dinding atau counter dan tempat lainnya. - Rangkaian 3. Model bridal bouquet, hanya saja jarang yang menggunakan dan lebih banyak digunakan untuk fashion show. - Rangkaian 4. Krans/wreath untuk condulences (duka cita) bisa juga diberi ornamen Natal atau Paskah, sehingga kegunaannya bisa beragam. - Rangkaian 5. Sebenarnya ini salah satu model bridal bouquet. Bridenya harus yang berpostur tinggi. - Rangkaian 6.Krans/wreath untuk hiasan dinding atau pintu (biasanya untuk acara Natal. - Rangkaian 7. Penempatannya bisa di meja konsol/meja dinding sebagai pewangi atau aromaterapi (wanginya melati) atau centre piece meja konsol. - Rangkaian 8. Dapat diletakkan untuk welcome table atau meja dinding. - Rangkaian 9. Sangat cocok untuk counter reception cp piece lobby hotel.
7
8
9
18
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Tidak hanya kaya akan keindahan alam, namun Indonesia juga beragama dengan suku, adat dan budaya. Tetapi, belakangan ini ketentraman Bangsa Indonesia seakan diguncang oleh pemberitaan-pemberitaan yang memperlihatkan sensitifitas terhadap perbedaan.
Pererat Persatuan dalam Bingkai Kebhinekaan Gunaja menambahkan, acara ini merupakan komitmen dari seluruh lapisan masyarakat Buleleng untuk bersatu dan tidak membedakan ras, suku dan agama sehingga satu sama lain menghargai kebhinekaan. “Saya berharap momen ini bukan hanya serimonial saja, tapi masyarakat Buleleng harus bisa membuktikan dan menjaga Buleleng tetap damai dan bersatu. Mari kita saling bahumembahu untuk menjaga keutuhan NKRI ini,” tandasnya.
G
una mencegah perpecahan dan membangkitkan rasa persatuan serta nasionalisme, secara serentak diadakan doa bersama yang bertajuk Nusantara Bersatu di seluruh kota-kota di Indonesia. Di Buleleng, kawasan Tugu Singa Ambara Raja dipadati ribuan masyarakat Buleleng yang nampak sangat antusias mengikuti acara doa bersama Nusantara Bersatu, Rabu (30/11). Doa yang melibatkan ratusan pelajar, organisasi masyarakat, PNS, TNI, Polri dan masyarakat lintas agama kompak menggunakan ikat kepala berwarna merah putih. Meski hujan
gerimis sempat mengguyur kawasan Kota Singaraja tak menyurutkan niat masyarakat mengikuti acara doa bersama ini. Dengan semangat persatuan, masyarakat meneriakkan yel-yel Nusantara Bersatu. Doa bersama Nusantara Bersatu yang digagas oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ini pertama kali didengungkan saat memberikan kuliah umum di salah satu perguruan tinggi di Jawa Barat. Pelaksana tugas Bupati Buleleng Ir. I Made Gunja, M.Si ditemui usai acara mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mengumandangkan perdamaian dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hindari Unggahan Provokatif
Dr. Nyoman Jampel, M.Pd.
Revisi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE menjadi trending topic yang sampai kini masih hangat diperbincangkan. Pembaharuan UU ITE terutama pada pasal pencemaran nama baik tersebut sudah diberlakukan sejak Senin, 28/11. Revisi UU ITE bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan perlakuan yang adil bagi para pengguna internet. Menurut Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja Dr. Nyoman Jampel, M.Pd., perlu kehati-hatian dalam menggunakan tekhnologi utamanya media sosial. “Kita memang mengalami percepatan kemajuan informasi yang selalu dibarengi dengan dampak positif dan negatif,” jelasnya. Akan tetapi jika setiap orang dapat menggunakan media sosial secara bijak, tentu dampak positif akan jauh sangat dirasakan. Ia menambahkan salah satu keuntungan yang paling dirasakan adalah dalam memperoleh informasi tanpa
batas. Ditegaskan pula informasi dapat disebarluaskan dengan cepat sehingga perlu ketelitian dalam mempelajari informasi tautan yang hendak dibagikan. Pria murah senyum itu mengatakan bahwa media sosial sebagai ruang publik yang tidak terbatas sehingga informasi yang dapat dilihat dari akun pribadi tidak dapat difilter. “Kalau tidak bisa difilter apapun itu bisa masuk ke akun baik yang bersifat hinaan dan provokasi, sehingga perlu sekali bijak dalam menggunakannya,” imbuhnya. Menurutnya, dengan adanya UU ITE yang diperbaharui tersebut hendaknya tiap individu cermat sebelum mengunggah sesuatu. “Ini akan berdampak hukum sehingga jangan mengungah pernyataan yang berbau kebencian dan SARA,” ujar pria kelahiran 10 Oktober 1959 tersebut. Faktor sengaja maupun tidak kesengajaan statement yang dirasa mengundang provokasi tetap dikatakan melanggar UU ITE dan akan diproses secara hukum. Di kampus sebagai lingkungan civitas akademika, Jampel dengan tegas menghimbau kepada dosen, staf pegawai, dan mahasiswanya untuk membatasi unggahan yang mengarah pada penghinaan dan bullying. “Kuncinya jangan membuat pernyataan yang menyinggung kehidupan pribadi seseorang,” tandasnya. Jika revisi UU ITE mendapat kecaman karena dianggap membatasi kebebasan dalam berpendapat lain hal dengan Jampel yang melihat hal tersebut secara bijak. Menurutnya untuk dapat dikatakan merdeka dan bebas harus ada tata aturan yang menjadi pedoman. Sehingga kebebasan pribadi harus juga melihat kebebasan orang lain. “Kalau bebas tanpa adanya aturan itu namanya brutal. Begitu juga kalau kebebasan mengeluarkan pendapat tanpa ada aturan maka runtuhlah Indonesia,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Slamet Winarto dalam kesempatan itu mengajak seluruh lapisan masyarakat Buleleng untuk selalu kompak menjaga keutuhan NKRI. Ia juga mengatakan perbedaan ras, suku dan agama bukan merupakan halangan untuk menjaga kesatuan dan persatuan NKRI. “Kita lihat tadi, dari seluruh pemuka agama sudah memberikan doa untuk keselamatan kita bersama. Saya berharap bangsa ini tidak hancur karna perbedaan
melainkan menjadikan perbedaan ini sebagai suatu hal yang postif untuk Indonesia yang lebih maju,” harapnya. Sementara itu Luh Wina Anggiani, siswi SMK N 1 Singaraja mengungkapkan momen deklarasi persatuan tersebut sangat penting dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Kita memang berbeda namun kita punya dasar negara yang sama,” tegasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Doa bersama Nusantara Bersatu
Wisata Air Terjun Silangajana Terkendala Akses Jalan Desa Silangjana merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Dulu, masyarakat belum terlalu akrab dengan desa yang berbatasan langsung dengan Desa Sudaji tersebut. Akan tetapi, beberapa akhir belakangan ini Silangjana begitu marak diperbincangkan oleh masyarakat terutama di media sosial. Hal ini lantaran terdapat kolam renang lengkap dengan beberapa wahana permainan yang dibangun oleh Komang Sura Darma. Jika dibandingkan dengan pengusaha lokal lainnya yang lebih memilih lokasi dekat dengan perkotaan, pria yang akrab dipanggil Mang Sura ini lebih memilih Silangjana untuk berinvestasi. Ia mengaku dengan membangun objek wisata baru di desa tersebut akan mampu mengangkat nama desa sehingga tidak lagi dipandang sebelah mata. Ia juga menambahkan bahwa sebenarnya desa Silangjana memiliki beragam potensi yang seharusnya dapat dikembangkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. “Desa ini kaya dengan potensi alam maupun budaya hanya saja kurang diekspos,” ujar owner Alamandoe Pool
Air Terjun Silangajana
Komang Sura Darma
tersebut. Keberadaan kolam renang yang baru beberapa bulan diresmikan ini diyakini dapat membuat orang-orang lebih mengenal desa Silangjana. “Di Buleleng Cuma ada dua gula aren yang terkenal dari Pedawa dan Silangjana,” jelasnya. Sejak keberadaan kolam pemandian tersebut, pengunjung yang datang nyaris tidak pernah sepi. Bahkan dalam sehari tempat tersebut bisa dikunjungi oleh 100 orang. Pembangunan kolam memanfaatkan sumber air tanah alami yang berada di tengah sawah sehingga air kolam selalu bersih. “Kami manfaatkan air kelebutan kemudian akan kembali dialirkan ke sawah sehingga airnya kami manfaatkan tanpa mengurangi iragasi di sawah,” tuturnya. Sebagai salah satu pengusaha lokal yang berasal dari desa setempat, Mang Sura ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangkitkan potensi-potensi yang dimiliki. Meskipun saat ini ia berada di daerah perantauan dan sukses menjalankan usaha akan tetapi tidak pernah melupakan tempat kelahirannya. “Kita boleh saja merantau namun ketika sukses jangan
pernah melupakan tempat kelahiran,” pungkas pria kelahiran 14 September 1980 tersebut. Sementara itu, Kelian Banjar Dinas Dajan Margi Desa Silangjana Wayan Wasista mengungkapkan banyak wisata alam yang ingin dikembangkan oleh pihak desa. Salah satu yang sudah dilirik adalah keberadaan 2 air terjun bertingkat. Kedua titik air terjun tersebut berlokasi di Banjar Dajan Margi, Desa Silangjana. Salah satu titik air terjun berada di tebing setinggi 50 meter lebih, sementara air terjun satunya lagi muncul dari ketinggian tebing 35 meter. Kedua air terjun di Desa Silangjana ini memiliki keunikan tersendiri. Khusus di lokasi air terjun yang tingginya sekitar 50 meter, terdapat goa-goa kecil di bawahnya. Sedangkan untuk lokasi air terjun dengan ketinggian tebing 35 meter, terdapat dua tingkat air terjun. Selama ini masih terkendala akses jalan yang kurang memadai untuk dapat mencapai kedua air terjun tersebut. “Jalan untuk turun ke lokasi kami belum ada sehingga hanya bisa lihat-lihat dari atas saja,” jelasnya. Selain wisata alam, terdapat pula wisata budaya, agro, dan wisata religi yang dimiliki dan belum banyak diketahui orang. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Desa Silangjana Wayan Erkadawan juga membenarkan terdapat dua air terjun yang sedang dicoba untuk dikembangkan. Masalah yang paling krusial adalah letak desa di lokasi yang terpencil sehingga kesulitan untuk diakses. “Desa ini merupakan desa yang terlepas dari kecamatan. Seharusnya tembus di Pegayaman namun karena tidak ada jembatan akhirnya desa ini jarang dikunjungi,” jelasnya. Pihaknya berharap pemerintah terkait bisa segera membangun jembatan penghubung antara Desa Silangjana dan Desa Pegayaman sehingga ketika wisatawan datang dapat mengunjungi beberapa objek wisata sekaligus. “Ya kalau ada jembatan, wisatawan yang datang ke sini bisa langsung ke Gitgit dan sekitarnya dengan sekali jalan,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Life Story
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
7
Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama
Dalam senyum haru, air mata Nindi (24), nama samaran, menetes saat duduk di pelaminan malam itu. Pelaminan yang dibuat seadanya di depan rumah bibinya di kampung halamannya di Bima. Ditemani anak perempuannya yang baru berusia dua tahun, ia tampak bahagia bersanding dengan Romi, laki-laki yang mau menerima dirinya apa adanya.
K
isah hidup Nindi cukup menyedihkan. Sejak bayi, orangtuanya sudah meninggal dunia. Ia tinggal dengan bibinya sejak bayi. Ia dibesarkan dalam keadaan serba kekurangan. Bibinya menjadi tukang cuci pakaian dan Nindi pun sempat ikut-ikut membantunya. Dari bayaran inilah ia bisa menyelesaikan sekolah SMA-nya. Sayangnya, saat Nindi menyelesaikan sekolahnya, ia terjebak cinta di dunia maya. Lewat media sosial ia mengenal seorang lakilaki dari Pulau Jawa. Kisah cintanya bermula dari media sosial dan perkenalan mereka berlanjut hingga copy darat. “Saya tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba ada seorang laki-laki dari Pulau Jawa datang ke rumah dan mengatakan ingin melamar Nindi,” kata Utari, bibinya Nindi. Karena kaget, Utari dan suaminya sementara menolak lamaran laki-laki itu dengan mengatakan agar ia datang membawa orangtuanya. Gelagat bahwa lamaran tersebut tidak diterima membuat Nindi dan laki-laki yang baru dikenal itu memilih lari ke kampung halaman laki-laki tersebut. “Tibatiba kami mengetahui kalau Nindi sudah menikah
di Jawa,” kata Utari. Sejak kepergian Nindi, Utari dan keluarganya tidak pernah berhubungan lagi dengan Nindi kecuali mendengar selentingan kabar pernikahan tersebut dan kemudian Nindi hamil. “Kabar-kabar tentang Nindi lebih banyak kami dapat dari kawankawannya di media sosial yang kami kenal. Sampai suatu hari, Nindi pulang sendiri tanpa suaminya itu. Dengan menggendong bayi perempuan, Nindi menangis dan menceritakan kisahnya kekerasan yang yang dilakukan suaminya pada dirinya. “Suaminya juga pencemburu parah,” ungkap Utari. Meski sempat kesal pada kepergian Nindi, Utari dan suaminya serta keluarga, mau tidak mau harus menerima kembalinya Nindi yang seorang yatim piatu itu. Mereka juga ikut merawat bayi Nindi selayaknya cucu mereka. Setelah setahun berlalu, Nindi meminta cerai pada suaminya. “Untuk bercerai ia harus pergi ke Jawa guna mengurus perceraian tersebut,” kata Utara. Lagi-lagi Nindi bertemu laki-laki yang menaruh hati padanya dengan cara tidak sengaja. Dalam perjalanannya mengurus perceraiannya di Pulau Jawa itu, Nindi kembali bertemu dengan laki-laki yang merupakan menumpang bus yang sama dengannya. “Romi namanya. Saat itu mereka bertemu di bus. Nindi dari Bima dan Romi naik di Bali. Tujuan Nindi ke Jawa Timur dan tujuan Romi juga ke Jawa Timur,” kata Utari. Itulah perkenalan pertama Nindi dan Romi yang kemudian berlanjut, sekali lagi, lewat dunia maya. Sembari Nindi mengurus perceraiannya, mereka berdua banyak berhubungan menjalin
Sudut Pandang
SLB B Singaraja Seimbangkan Prestasi Akademik dan Nonakademik Janganlah selalu beranggapan bahwa anakanak dengan disabilitas hanya menjadi ‘beban’ orang-orang di sekelilingnya. Namun, berpikirlah bahwa mereka pun bisa berprestasi layaknya anak-anak normal. Padahal, jika anak dengan disabilitas dididik untuk selalu percaya diri dan diasah bakatnya, maka suatu perubahan positif mungkin saja dapat terjadi. Tak sedikit anak-anak disabilitas yang mampu mencatat prestasi dalam berbagai bidang baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. Menurut I Komang Sarira, S.S., guru olaharaga di SLB B Singaraja, mengajar anak dengan kebutuhan khusus memang cukup memberi tantangan. Dalam hal ini, SLB B Singaraja mendidik anak-anak yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran dan berbicara. “Secara fisik mereka terlihat normal dan dari segi mental mereka lebih baik dari penyandang disabilitas jenis lainnya,” jelasnya. Memiliki perbedaan emosional dengan orang normal pada umumnya, membuat Sarira beserta dewan guru lainnya harus melakukan hal terbaik dalam mendidik anak asuhnya. “Secara emosi mereka berbeda, sebab mereka tidak mendengar apa yang kami sampaikan dan tidak bisa menyampaikan apa yang ingin mereka keluhkan,” tambahnya. Perlu upaya dan kerja keras sesama pelatih dan pengajar untuk men-
garahkan anak-anak tersebut ke dalam minat dan bakatnya. Di SLB B Singaraja sudah berhasil digali potensi yang dimiliki anak diberbagai bidang di antaranya dalam bidang seni dan olaharga. “Banyak yang memiliki minat namun belum tentu memiliki bakat. Jadi kami harus mengarahkan sesuai dengan kemampuan,” ujarnya. Keuletan pihak sekolah dan kegigihan para anak didiknya, telah mengantarkan SLB B Singaraja meraih beberapa kejuaraan tingkat kabupaten maupun provinsi. Dari beberapa lomba yang diselenggarakan melalui ajang paralympic SLB B Singaraja pernah meraih juara I catur tingkat provinsi, juara III lompat jauh putri tingkat provinsi dan mewakili Bali dalam lomba desain grafis tingkat nasional. “Bahkan beberapa atlet kami sudah terjaring dalam pekan paralympic pelajar provinsi dan tahun ini menjadi juara umum dua tingkat provinsi,” tambahnya. Rasa bangga diungkapkan oleh Kepala SLB B Singaraja Drs. I Wayan Cirtha, M.Pd., atas perolehan prestasi yang diraih selama ini. Dirinya mengharapkan para siswa dapat senantiasa meningkatkan prestasi melalui kerja keras dalam menghadapi lomba-lomba ke depan. Dengan memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus selain membanggakan sekolah tentu juga akan membanggakan diri sendiri dan keluarga. Selama ini prestasi yang diraih hanya dalam bidang nonakademik, ke depan ia akan merancang program untuk menyeimbangkan prestasi pada bidang akademik. “Semua pelajaran sudah ada pada kurikulum dan kami hanya perlu mengembangkan saja, tidak terlepas dengan kesabaran dan kasih sayang sehingga dengan begitu mereka akan fokus terhadap apa yang kami sampaikan,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@ Kepala SLB B Singaraja (tengah) bersama para siswa berprestasi cybertokoh.com)
komunikasi dan saling berjanji lewat media sosial. “Sampai pada akhirnya Romi mengatakan ingin melamar Nindi,” kata Utari. Kali ini, Utari meminta Nindi untuk berhatihati. “Karena pengalaman yang lalu, saya benarbenar meminta Nindi untuk berhati-hati. Karena bagaimana pun seperti halnya suaminya yang pertama, Nindi belum terlalu mengenal Romi,” kata Utari khawatir. Kali ini Nindi memang tidak terburu-buru. Dalam hubungan baru yang dibangunnya, rupanya Romi yang pekerjannya sebagai tukang bangunan di sebuah perusahaan bangunan itu memberi perhatian pada Nindi dan putrinya. “Tiap bulan Romi rajin mengirimkan uang Nindi dan putrinya,” kata Utari. Itu berlangsung sekitar enam bulan. Dalam keadaan tiada memiliki penghasilan karena ia tidak bekerja, apa yang dilakukan Romi membuat Nindi mulai merasa punya tempat untuk berlindung dan bersandar. Hingga akhirnya Romi menyampaikan bahwa ia ingin melamarnya. “Tapi pada saat waktu yang dijanjikan untuk datang melamar Nindi, Romi tidak juga datang,” kata Utari.
Hal inilah yang sempat membuat Utari menaruh rasa khawatir dan was-was Romi dan juga pada Nindi. “Saya bilang pada Nindi, kalau lihat situasinya seperti ini, belajarlah jangan mengulangi kesalahan yang sama,” kata Utari. Nindi sempat diam beberapa hari karena Romi sendiri tidak pernah memberi kabar sejak hari lamaran itu batal dilakukannya. Tapi rupanya, seminggu kemudian, Romi memberi kabar kalau ia terpaksa membatalkan lamaran itu karena ia mendadak tkh/net harus ke pedalaman Kalimantan untuk ikut rombongan tukang yang akan membangun sebuah fasilitas perusahaan baru di sana. Itu sebabnya ia tidak bisa memberi kabar. Dalam pekerjaannya Romi memang selalu berpindah tempat. Tergantung di mana perusahannya mendapatkan pekerjaan membangun fasilitas fisik. Inilah yang kemudian bisa dimaklumi oleh keluarga Nindi yang melihat meski gagal melamar, Romi masih tetap rutin mengirimkan uang untuk Nindi dan putrinya. “Romi berjanji akan datang melamar setelah pekerjaannya selesai,” kata Utari. Benar saja, Romi bahkan datang bersama ayahnya untuk melamar Nindi. Kedatangan Romi dan ayahnya itu membuat Utari dan keluarga besarnya menaruh rasa percaya pada kesungguhan Romi. Mereka pun menerima lamaran tersebut dan pernikahan digelar sebulan kemudian. “Saya selalu berharap agar Nindi dapat hidup bahagia selamanya dengan Romi,” ujar Utari, sambil mengelus putri kecil Nindi di pangkuannya saat menyaksikan Nindi dan Romi bersanding di pelaminan sederhana, sesederhana keinginan Utari. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
WEDAKARNA GELORAKAN KB BALI 4 ANAK UNTUK AJEG HINDU
LUKISAN MAHASISWI ISI HIASI ISTANA MANCAWARNA TAMPAKSIRING dari itu saya berpandangan bahwa KB Nasional dengan 2 anak tidak relevan lagi. Apalagi kita tahu kebijakan KB 2 anak di Bali sangat diskriminatif dan hanya menyasar pada keluarga orang Bali. Ini yang kita tata dan segmentasinya tentu anak muda Hindu,” ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun kini memperhatikan semangat pasangan muda-mudi di Bali untuk memiliki anak 4 dengan program Save Nyoman dan Ketut sudah semakin banyak. “Kini dimanapun saya datang ke desa-desa, datang Satyagraha – Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya ke keluarga-keluarga yang Wedakarna MWS III Bersama Seniman Muda I Gusti Ayu Agung memiliki hajatan pawiwah Aristi Putri ( Mahasiswi ISI Denpasar) an, masyarakat sudah meres pons baik ide KB Bali dengan 4 anak. Ini baik Demi eksistensi agama Hindu di Bali salah untuk pertahanan agama Hindu dan hasilnya satu strategi yang bisa dijalankan oleh umat kita bisa lihat 10 dan 20 tahun yang akan daHindu adalah melestarikan KB ala Bali yakni tang. Jangan sampai pendatang yang menguasai memiliki 4 anak. Hal ini dirasa relevan mengsektor-sektor di Bali. Ini bagian dari satyagraha ingat masih adanya pandangan kebijakan pusat Bali. Dan akan terus kita gelorakan,” ungkap yang dinilai diskriminatif terhadap umat Hindu Gusti Wedakarna. Salah satu apresiasi atas ide khususnya di Bali diantaranya masih adanya tentang KB Bali ternyata menginspirasi seorang gerakan halus untuk menghancurkan ketahanan mahasiswi ISI yakni I Gusti Ayu Agung Aristi Hindu Bali melalui program KB Nasional. Maka Putri yang secara tidak sengaja menggunggah dari itu sejak beberapa tahun terkakhir, sosok hasil karyanya lukisan wayang yang unik mengDr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS gambarkan KB Bali. Secara tidak terduga Gusti III yang dikenal sebagai tokoh Hindu Indonesia Wedakarna mengundang pelukis tersebut dan terus mengkampanyekan gerakan lestarikan menawarkan agar lukisan itu dipajang di Istana KB Bali yakni dengan 4 anak khususnya pada Mancawarna Tampaksiring. pasangan muda-mudi Bali. “Melestarikan agama Hindu dengan adat dan budayanya adalah “Saya dan keluarga mengucapkan terima pekerjaan berat. Kita memiliki 150 hari raya kasih dan merasa terhormat bahwa karya saya tiap tahun, beban mengupacarai Pura yang dihargai oleh Ratu Gusti Wedakarna. Beliau luar biasa banyak jumlahnya dan belum lagi benar-benar menghargai seniman dan kami banyaknya kewajiban di adat dan semua itu sangat apresiasi. Semoga bermanfaat,” ungkap perlu SDM alias perlu umat yang banyak. Maka I Gusti Ayu Agung Aristi Putri.
6
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Woman on Top Anak Agung Ayu Ketut Agung
Berikan Diskon 50% Kursus Tata Rias
B
Anak Agung Ayu Ketut Agung
Tiap tanggal 22 Desember kita memperingati Hari Ibu. Seorang Ibu adalah sosok perempuan yang luar biasa. Karena itulah, Anak Agung Ayu Ketut Agung mengaku dirinya bangga dilahirkan sebagai perempuan, terlebih perempuan Bali.
ali yang dikenal hingga ke mancanegara karena adat dan budayanya yang unik menggugah hati Bu Agung-sapaan akrabnya, untuk turut berperan dalam melestarikan budaya serta pemberdayaan perempuan agar bisa mandiri. Karena itu pula, pakar tata rias dan busana adat Bali ini terus “berbuat” menggandeng dan bekerjasama dengan instansi pemerintah, swasta, organisasi wanita, dan media, untuk memberikan pelatihan-pelatihan tata rias (make up) untuk diri sendiri, membuat dan memasang sanggul Bali (pusung tagel) serta menyosialisasikan berbusana adat yang baik dan benar,
tanpa dipungut biaya. Bu Agung juga kerap memberikan beasiswa bagi mereka yang kurang mampu namun benar-benar berbakat dan serius ingin kursus tata rias di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung yang dipimpinnya. Mereka yang sudah memiliki keterampilan ini kemudian dianjur-
kan untuk mengikuti uji kompetensi di Tempat Uji Kompetensi (TUK) agar mengantongi sertifikat uji kompetensi. Sertifikat profesi ini ibarat SIM, sehingga orang-orang mengakui kompetensinya. Tak jarang pula Bu Agung memberikan beasiswa untuk uji kompetensi di TUK Agung. Semua itu dikatakan-
nya untuk mendukung “Gerakan Indonesia Kompeten” dari Kemendikbud dan “Denpasar Kota Kompeten”. Karena banyaknya animo masyarakat untuk kursus tata rias, dalam rangka Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru, LKP Agung memberikon diskon kursus 50%. –inten
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Hujan gerimis terus mengiringi perjalanan menuju rumah seorang lelaki paruh baya yang sukses pelakukan penangkaran hewan pengerat, landak Jawa. Ia adalah Suyanto (55), warga Desa/Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
T
erlihat, dia sedang duduk-duduk sembari memberi pakan ratusan ikan gurami yang sudah 4 bulan dibudidaya disamping rumahnya.
19
Suyanto
Penangkar Landak Jawa
Sesekali tangan kirinya menggeser tongkat ketiak. “Beginilah kerjaan sehari-hari saya mengurus ikan, puluhan ayam dan belasan landak. Inilah yang bisa saya kerjakan,” kata Suyanto. Menurutnya selain budidaya ikan, ternak ayam juga penangkar landak Jawa. Awalnya hewan berbulu tebal serta berdiri itu, diperoleh dari seorang petani
yang berhasil menangkap di area persawahan miliknya. Landak selalu merusak tanaman miliknya. Lalu dua ekor landak itu dibeli untuk dirawat. Namun perjalanan waktu, dua hewan berlainan jenis itu berjodoh dan beranak. Berkat keuletan setiap hari merawat serta memberi pakan, sejumlah landak miliknya bertambah hingga 14 ekor. “Beberapa minggu lalu, ada
Kabupaten Karimun Magang di PKBM AGUNG
Landak Jawa di kandang
orang yang membeli 4 ekor landak seharga Rp 2,7 juta. Kini tinggal 10 ekor,” ungkapnya. Ia menjelaskan memang untuk biaya pakan sangatlah tidak sedikit, karena hewan jenis ini makannya banyak. Dalam sehari 10 ekor landak menghabiskan sekitar 1,5 kg hingga 2 kg katul. Meski hewan landak pengem-
bangbiakkannya lama, namun ia mengaku sangat senang. “Ya, untuk mengisi waktu yang kosong. Sebenarnya hewan landak, juga banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Biasanya dijual ditempat-tempat wisata alam, karena dagingnya lezat jika dibuat sate,” paparnya. (Ajun Ally)
Dalam kesempatan berbeda, Pemkot Denpasar dalam hal ini Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra yang senantiasa mensupport kegiatan Bu Agung, Jumat (2/11) membuka program magang PKBM dari Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, di PKBM Agung. Orang nomor satu di Denpasar tersebut mengatakan salut dengan program ekonomi kreatif berbasis budaya ini karena dinilai tepat sasaran, relevan dengan permasalahan yang ada. Karena itu ia berharap program PKBM ini dapat berkesinambungan dengan program pemerintah dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat melalui program ekonomi berbasis budaya. Ketua PKBM Agung-Bu Agung mengatakan, melalui program PKBM itu, masyarakat yang putus sekolah atau mereka yang tidak memiliki keterampilan akan mendapatkan bekal memampuan dan pengetahuan khusus d i bidang tat arias dan kecantikan, yang selanjutnya diharapkan mampu menjadi individu yang mandiri. –inten
“PELAYAN KEKINIAN” Salam Senyum, “Mbak... bisa minta tolong fotoin dong...”... “Bli.. Bli...Tolong dong kami difoto ya.... tapi agar keliatan lebih cantik dan kurus ya... juga biar jerawatnya disamarkan...” Permintaan-permintaan seperti itu sangat sering kita temui di suatu tempat. Dan yang menjadi fotografernya adalah sang pelayan yang kebetulan lewat, atau pelayan yang memang bertugas melayani meja kita. Saya yakin kejadian seperti ilustrasi di atas, pembaca setia Dhani’s Art in Service juga pernah melakukannya. Baik ketika di rumah makan, di tempat ngopi bareng teman, di pusat perbelanjaan, di salon kecantikan, atau di tempat- tempat lainnya. Kira-kira kalau saya tanya,”bagaimana perasaan kita ketika hasil jepretan yang dilakukan oleh pelayan itu hasilnya kurang memuaskan? “Yaaaa... gambarnya kabur, atau ada salah satu teman yang tidak nampak difoto, atau bahkan malah hasilnya gelap gulita. heheheheh..Walaupun maklum kalau si pelayan bukan seorang fotografer tapi tetap saja perasaan kita tidak puas dan akan menggerutu kecewa... Kejadian lain pernah saya amati seperti ini. Seorang ibu paruh baya datang ke customer service (CS) Bank untuk melakukan transaksi. Ketika sudah hampir selesai transaksi, tiba-tiba ibu tadi minta tolong kepada CS bank tadi untuk melakukan sesuatu di tab yang dibawa, terlihat agak lama si CS berusaha membantu Ibu
tadi, namun kelihatannya gagal. Ada raut kekecewaan yang timbul di wajah Ibu tadi, dan sepertinya transaksi di Bank menjadi tertunda. Hmmmm.... kira-kira apa ya yang membuat seperti itu?. Dengan bermaksud dapat membantu Ibu tadi, saya yang kebetulan tepat nomor antrean di belakangnya, menawarkan bantuan. “Ada yang bisa dibantu bu?”, tanya saya dengan ramah. “Ini lho Mbak.. (syukurlah saya dipanggil Mbak, mungkin saya keliatan lebih muda ya.. heheheh ).. Saya ingin memperlihatkan kiriman foto Passport saya yang dikirim anak saya melalui email, dan ingin saya update data agar sesuai dengan data di account saya di Bank. Tapi saya kurang mengerti cara membuka filenya, dan saya lupa saya simpan di file apa di tab saya ini,” lanjut Ibu tadi sambil memperlihatkan tab nya ke saya. Dengan tidak terlalu sulit kemudian saya dapat menemukan tersimpannya file ibu tadi di tab yang dia bawa. Syukurlah, dan Ibu tadi segera melanjutkan transaksinya di Bank. Namun..... setengah menggerutu dia bilang ke CS Bank tadi,...” untung saya ditolong oleh Mbak itu, (sambil menunjuk saya), kalau tidak saya akan rugi antre lama-lama di Bank tapi tidak jadi transaksi. Coba deh Mbak-nya belajar lebih “kekinian” dong. Masa mengoperasikan tab saja tidak paham, kan Mbak-nya masih jauh lebih muda dari pada saya... “.. Itu kira-kira isi pesan pelanggan kepada CS Bank tadi... Naaaahhh.. kalau sudah seperti ini, jelas
pelanggan tadi itu kecewa dengan layanan dari petugas counter Bank tersebut. Pembaca setia.. inilah yang akan saya ulas dimana tetap pada topik yaitu di dunia service/layanan. Saat ini pelayanan yang baik bukan hanya membuat pelanggan kita merasa puas. Tapi dengan berkembangnya ilmu layanan, diharapkan sekarang para penyedia jasa layanan agar dapat melebihi dari apa yang menjadi standar kepuasan dari pelanggan itu. Dari pengalaman dan beberapa literatur yang saya baca, saya akan kutip dari bukunya Hermawan Kartajaya (Wow service is Care : 2014) dimana saat ini pelanggan menginginkan suatu “KEJUTAN”... Menciptakan sebuah kejutan dalam layanan tentu tidak semudah memberikan standar kepuasan biasa. Layanan yang pertama adalah bagaimana pelanggan merasa SENANG (ENJOY). Senang ini tentunya disebabkan karena produk dan layanan yang diberikan secara standar. Tingkat selanjutnya agar melebihi perasaan senang. Perusahaan jasa biasanya menambah dengan “PENGALAMAN” (EXPERIENCE). Di mana di sini akan diberikan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang. Baik secara Premisesnya (fasilitas ruangan) yang nyaman atau pun didukung oleh pelayanan yang ramah dan terlatih dengan keterampilanketeramilan lain yang dapat menunjang pelayanan. Untuk layanan selanjutnya adalah yang menuju layanan bersifat “PRIBADI”. Dan ENGAGE pelanggan dapat tercipta dimana pelayan harus mampu memahami pribadi dari para pelanggannya dengan baik. Dan jika ada kesempatan, akan diberikan perlakuan khusus bahkan sering
berupa kejutan untuk pelayanan ini. Naaaaahhh.. pembaca setia.. kalau kembali kita baca dua contoh di atas, ternyata pelanggan itu mengharapkan lebih dari sekadar kepuasan dari produk jasa standar. Pelayan harus mampu membuat sebuah pengalaman yang membuat pelanggan terkesan. Seperti contohnya di atas, pelayan rumah makan harus bisa menjadi fotografer dadakan. Atau petugas counter Bank harus menguasai cara mengoperasikan Tab yang benar, dan lain-lainnya... yang semua itu sebagai ketrampilan khusus yang dimiliki pelayan dan tentunya tidak ada dalam SOP (Standar Operasional Prosedur) Dan.. inilah yang saya sebut dengan “PELAYAN KEKINIAN” . Yang tahu dengan hal-hal baru yang tentunya sangat erat hubungannya dengan penunjang kepuasan dari pelanggan. Ayooooo...... mari kita latih para pelayan dengan hal-hal diluar standar pelayanan itu sendiri. Dengan hal tersebut saya yakin, pelanggan akan membawa kenangan tersendiri dari pengalaman yang indah dan tak terlupakan dari layanan yang kita berikan. Ingin mengetahui dan menerapkan bagaimana caranya agar “PELAYAN KEKINIAN” selalu siap di perusahaan/ instansi Bapak/Ibu ? Silahkan hubungi manajemen kami, dan kami siap sharing dalam pelatihan, IHT ( In House Training) atau workshop dan seminar seperti apa yang Bapak/Ibu butuhkan. Salam3SP Salam Senyum Sang Penyihir. Sri.Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com
Suyanto, penangkar landak Jawa membetulkan kandang
Suyanto memberi pakan dengan dedaunan
Saim Sihombing
Polisi Kreatif yang Bisnis Kambing Ada polisi kreatif di Tulungagung, Jawa Timur (Jatim). Selepas dinas, abdi negara berseragam coklat ini tidak mau berpangku
tangan. Tangan kreatifnya terus bekerja guna menambah pundipundi dapur istrinya dan membesarkan anak-anaknya. Polisi kreatif
Iptu Sihombing memberi pakan kambingnya
itu bernama Iptu Saim Sihombing. Meski memiliki posisi penting dalam jajaran Polres Tulungagung, namun tidak menjadi penghalang bagi perwira pertama ini menjadi peternak kambing. “Baru lepas dinas, tahu-tahu kambing pada ngembek semua, minta makan,” kata warga Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung ini. Ia tak ragu sama sekali masuk ke dalam kandang kambing yang kotor dan bau. Saim terlihat biasabiasa saja, dan menikmatinya. “Bau kotoran itu, biasa. Justru capek, jenuh itu hilang seketika ketika melihat kambing-kambing ini,” kata Kaur Bina Operasi Satuan Sabhara di Polres Tulungagung ini. Ia tak canggung memberikan pakan kepada hewan ternaknya
ini. Dengan menggunakan sebuah sabit, ia merajang kecil-kecil rumput gajah atau sebagian orang menyebutnya kolonjono. Rumput ini disajikan sambil sesekali tangannya mengelus-ngelus kepala kambing penuh kasih sayang. Model dan penataan kandang milik Iptu Saim, didesain bagus. Dibuat berjajar dan alasnya di atas tanah. Ada penyangganya. Sehingga kandang tidak mudah becek. ‘’Untuk membersihkan kandang dari kotoran kambing juga mudah. Disemprot air sedikit sudah bersih,” ujarnya pria berbadan tegap ini. Usaha ternak kambing ini dimulai sejak setahun silam. Saim, bersama salah satu teman sekolahnya saat masih di SMP dulu. Mereka patungan modal untuk pembuatan kandang dan membeli beberapa ekor kambing kurus di pasar hewan. Dengan berbekal pengalaman yang dimiliki, kambing-kambing tersebut dirawat. Hasilnya luar biasa. Kambing yang tadinya kurus menjadi gemuk. Bahkan, ada beberapa kambing betina yang mulai beranak. Seiring waktu, kambing berkembang biak menjadi banyak. Mencapai ratusan kambing.
Untuk itu, Iptu Saim, tak sanggup lagi menanganinya sendirian. Ia dibantu beberapa orang pembantu. Bahkan, kambing-kambing tersebut dititipkan ke warga lain dalam bentuk bagi hasil. Saat ini, ada tiga kandang kambing yang dimiliki Iptu Saim, di Desa Sanggrahan dan Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu serta Desa Pandansari, Kecamatan Ngunut, Tulungagung. “Alhamdulillah, lumayan banyak sekarang,” ujarnya. Bisnis kambing, kata Iptu Saim sangat menguntungkan. Apalagi memasuki hari raya kurban. Banyak orang yang perlu kam bing untuk hewan sembelihan. Pada saat itulah, harga kambing menjadi mahal. Untungnya bisa berlipat-lipat dibanding hari biasa. “Ukuran segini ini, bisa Rp 3 juta,” tukas Iptu Saim, sambil menunjukkan ke arah salah satu kambing di sebelahnya. Bagi Iptu Saim, bisnis itu tidak harus pandang bulu. Kalau cocok dan menguntungkan, kerjakan saja. Yang penting halal. Soal kotor dan bau itu, tidak penting. Tapi bagaimana bisnis tersebut membawa perubahan ekonomi yang lebih baik itu jauh lebih penting. (Khoirul Abadi)
20
Nine
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
Melewati Ujian tanpa Masalah Menjalani karier dalam lingkungan yang sangat berbeda membuat Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah matang dengan pengalaman. Pernah menggeluti berbagai profesi, dari hiruk pikuk dunia politik sampai kini berlabuh di dunia pendidikan, membuat Rektor Universitas Hamzanwadi Lombok Timur ini, terbilang sebagai sosok perempuan yang beruntung. Masamasa menjalani karier dilewatinya dengan begitu berwarna.
Rohmi bersama ibundanya, Hj. Siti Rauhun Zaenuddin Abdul Majid
D
ari tiga profesi yang pernah dijalaninya itu, ia jatuh hati ‘setengah mati’ pada dunia pendidikan. Ia mulai fokus memimpin STKIP Hamzanwadi sejak tahun 2012 yang kemudian beralih status menjadi Universitas Hamzanwadi pada September 2016 lalu. Tetapi, ketika ia jatuh hati pada dunia pendidikan, Rohmi selalu merindukan dunia profesional dan politik yang pernah digelutinya. Karena dua bidang itu telah mengajarkannya begitu banyak hal dalam perjalanan hidupnya. Tidak banyak perempuan yang memiliki kesempatan menggeluti tiga profesi yang sangat berbeda itu. Rohmi menikmatinya dengan suka dan duka yang menjadi bagian dari catatan hidupnya hari ini. Tentu saja, ada senyum, ada tawa, ada galau, ada gelisah juga ada kesedihan yang mengaduk-aduk emosinya saat menjalani semua itu. Bagi Rohmi, di sanalah hidup yang sesungguhnya diuji dan ia membuktikan bahwa ia mampu melewati semua itu dengan tanpa meninggalkan masalah. Rohmi menggeluti dunia profesional ketika ia bekerja di PT Newmont Nusa Tenggara dengan jabatan General Foreman selama hampir sepuluh tahun (2000-2009). Di sana Rohmi belajar dan mendapat pengalaman tentang kedispilinan, komitmen, konsistensi dan menjadi profesional. Segala sesuatu yang sudah ditargetkan harus terlaksana sesuai dengan komitmen yang dibangun dengan dasar kedisplinan. Sesungguhnya bagi Rohmi tidaklah sulit menjalani disiplin ala perusahaan asing seperti itu, karena sejak kecil ia telah dididik dengan kedisiplinan yang luar biasa dari sang ayah,HM. Djalaluddin. Rohmi enjoy menjalaninya. Peralihan profesi dari profesional ke dunia politik, rupanya punya cerita sendiri bagi Rohmi. Secara jujur Rohmi mengakui bahwa ketika akhirnya ia terjun di dunia politik tahun 2009, di permulaan kisahnya ia sempat shock. Sangat wajar jika Rohmi mengungkapkan hal itu. Lingkungan profesional yang lebih
dari 10 tahun ia jalani (sebelum di Newmot Nusa Tenggara), Rohmi juga pernah bekerja di perusahaan swasta lain), sangatlah berbeda dengan arena yang baru dimasukinya yakni politik. Di mana politik bicara tentang kepentingan, terutama kepentingan partai, kepentingan masyarakat, kepentingan konstituen dan konteksnya tetaplah kepentingan. Kisahnya beralih dari dunia profesional ke dunia politik rupanya menarik untuk disimak. Di mana ibundanya, Hj. Siti Rauhun Zaenuddin Abdul Majid, berperan besar dalam perjalanan Rohmi ketika menjatuhkan pilihannya pada dunia politik. Sang Bunda yang merupakan putri pertama dari Almaghfurlah Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zaenuddin Abdul Majid, pendiri organisasi Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat, Nahdlatul Wathan ini, adalah sosok yang sangat
fesional yang telah memiliki pekerjaan yang mapan ke dunia politik lalu kini bergelut dengan dunia pendidikan. Sebelum akhirnya benar-benar memutuskan untuk meninggalkan dunia profesional kemudian beralih ke dunia politik, ibundanya sudah mulai mewacanakan hal tersebut. Hampir setahun lamanya Rohmi menjalani proses untuk mengambil keputusan tersebut. Penyampaian wacana yang dilakukan ibundanya membuat ia terkagum-kagum. Menurutnya, cara penyampaian wacana tersebut dilakukan ibundanya dengan sangat halus dan jauh dari kata memaksa. Di matanya ibundanya sukses membimbing dan mengarahkannya dengan menyerahkan seluruh perjalanan masa-masa ia memilih dengan begitu cerdas. “Ketika saya akhirnya memilih, maka pilihan itu saya rasakan benar-benar datang dari kesadaran saya sendiri atas bimbingan Ummi itu,” ujarnya.
tentu menawarkannya nilai materi seperti halnya di perusahaan tersebut. Apalagi dengan jabatan yang tinggi. Awalnya, Rohmi sempat merasa galau. Nasehat-nasehat Umminya membuat ia menyadari bahwa rezeki itu bukanlah matematika. Umminya meyakinkan benar akan hal ini. “Ummi selalu bilang bahwa keberkahan itu tidak tergantung dari banyaknya uang. Rezeki itu bukanlah hitungan matematika. Ummi meminta saya mempertimbangkan hal itu dengan dasar saya harus melanjutkan perjuangan kakek saya,” ujarnya. Rohmi sadar dengan sendirinya bahwa sebagai cucu tertua dari Almaghfurlah Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zaenuddin Abdul Majid, ia harus dapat melanjutkan perjuangan, tokoh agama dan tokoh pendidikan tersebut. Lewat jalur legislatiflah salah satu cara yang lebih dekat dengan perjuangan sang kakek. Ia kemudian mantap untuk memilih
Dr. Sitti Rohmi Djalillah, saat memimpin rapat sebagai Ketua DPRD Lombok Timur
dikagumi Rohmi. Begitu banyak teladan yang dicontohkan oleh ibundanya tentang bagaimana menjalani kehidupan ini harus dalam “kesadaran” yang tetap terjaga dengan baik. Ummi Rauhun juga yang selalu mengingatkan untuk mengejar barokah dalam hidup ini. “Berdoalah untuk mendapatkan ilmu dan rezeki yang barokah pula. Karena ilmu tidak ada artinya jika tidak bermanfaat bagi orang banyak dan rezeki tidak ada artinya jika tidak bermanfaat dunia dan akhirat,” ujarnya. Dengan bekal dari Umminya itulah, Rohmi merasa dapat melalui perpindahan profesi dari seorang pro-
Rohmi bahkan seperti merasakan pilihan itu mengalir begitu saja, datang dari hati kecilnya yang paling jujur. Ya, ini pilihan yang ia putuskan sendiri. Di balik pilihan itulah, kuliah-kuliah Umminya sangat berpengaruh baginya. “Saya dapat kuliah ber-SKS-SKS tentang masalah keberkahan dari Ummi,” ujarnya tertawa. Bisa dibayangkan, saat bekerja di perusahaan asing itu, Rohmi jelas mendapatkan penghasilan secara finasial yang begitu mapan dengan jabatan yang mapan pula. Lalu kemudian dengan serta merta ia keluar dan beralih pada dunia yang harus ia mulai dari nol kembali dan belum
Rohmi bersama para dosen Universitas Hamzanwadi
politik sebagai jalan perjuangannya. Rohmi lalu meninggalkan pekerjaan lamanya yang cenderung membuatnya lebih banyak memikirkan diri sendiri, kemudian beralih dengan lapang dada, ikhlas pada lahan perjuangan baru yang lebih luas bagi umat dengan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Lombok Timur. BELAJAR DARI ADIK Saat berada dalam kawah politik itu, Rohmi terpilih menjadi Ketua DPRD. Di sinilah peristiwa-peristiwa ‘mengejutkan’ banyak dialaminya, dimana Rohmi tidak mungkin memakai cara dari pengalamannya di dunia
profesional karena posisinya sebagai Ketua DPRD itu hanyalah menjalankan tugas sebagai fasilitator bagi seluruh anggota yang mewakili konstituen masing-masing. Ia harus bisa menjadi fasilitator dengan anggota yang membawa kepentingannya masingmasing. Namun begitu, pengalamannya memimpin di dunia profesional, setidaknya pada hal-hal yang bersifat prinsip bisa diterapkannya. Dalam kekagetan-kekagetannya menghadapi dunia politik, Rohmi mengaku beruntung dan bersyukur memiliki seorang adik yang sudah jauh lebih panjang perjalanannya di dunia politik, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, yang saat ini menjadi Gubernur NTB. Lebih beruntung lagi karena Rohmi adalah tipe yang mau belajar dari siapapun tanpa mengenal usia. Sekalipun Majdi adalah adiknya, ia merasa bahwa adiknya adiknya yang pernah menjadi anggota DPR RI dan menjalani amanah tugas sebagai Gubernur NTB dua periode itu jauh lebih paham dan berpengalaman dari dirinya dalam dunia politik. Jadilah adiknya itu sebagai tempat curhat politiknya. Tiap kali mendapati peristiwa yang ‘mengejutkan’ ia bisa langsung berdiskusi dan meminta nasehat politik pada adiknya itu. Menurut Rohmi, penyampaian adiknya yang kerap bercanda kala menenangkan dan menasehatinya selalu membuatnya menemukan jalan keluar yang tepat. “Tenang… tenang…. Itu belum apaapa. Maklumlah, namanya juga pemain pemula. Pegang dan amankan prinsip itu dan yakinkan apa yang ada depan mata sesuai dengan prinsip tersebut tentang apa yang sedang kita perjuangkan,” kata Rohmi mengulang kelakar dan nasehat adiknya. Inilah yang membuat Rohmi kemudian terbiasa dengan intrik-intrik politik dan bisa menikmati dunia yang menawarkannya medan perjuangan bagi umat ini. Rohmi belajar berkompromi dengan keadaan. Saat menjadi Ketua DPRD ia sempat membuat peraturan no smoking di ruang rapat. “Namun peraturan tersebut implementasinya menjadi no smoking kalau ada Ibu Ketua,” ujarnya tertawa memaklumi situasi itu dengan penuh kompromi. Rohmi menikmati setiap peristiwa yang sudah dilewatinya. Namun pada hal-hal yang bersifat prinsip yang menjadi tanggung jawabnya, Rohmi bertindak tegas. Kompromi pada tempatnya membuat Rohmi mampu menjaga kekompakan dalam institusi ini hingga akhir masa jabatannya sebagai Ketua DPRD Lombok Timur 2009-2013. “Walaupun DPRD itu lembaga politik tapi alhamdulillah selama berada dalam institusi tersebut kami semua kompak berfikir yang terbaik untuk Lombok Timur,” katanya Rohmi yang kini menjatuhkan pilihan hatinya pada dunia pendidikan. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
5
Peresmian Kantor Pusat Baru BPR Bali Dananiaga
Jumat, 2 Desember 2016 merupa kan momen yang membahagiakan dan bersejarah bagi keluarga besar PT. BPR Bali Dananiaga. Hari itu, meru pakan peresmian pembukaan kantor pusat baru PT. BPR Bali Dananiaga yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 332 Denpasar, yang sebelumnya beralamat di Jalan Teuku Umar Nomor 8 kawasan Niaga B 11 Denpasar. BPR Bali Dananiaga adalah per usahaan yang bergerak di bidang per bankan dengan Akta Pendirian Nomor 78 tanggal 8 Desember 1992 di notaris I Putu Chandra, S.H. Saat ini Bank BDN mempunyai 3 kantor operasional yaitu Kantor Pusat yang dipimpin 2 orang Direksi yaitu I Made Arta, S.E.,M.M. (Direktur Utama) dan Desak Wayan Satya Pusparini, S.E. (Direktur), Kan tor Cabang Ubud dipimpin I Gusti Ayu Mirah Kumala Dewi, S.E,M.M., beralamat di Jalan Agung Mandera Br. Teges Kangin Peliatan Ubud, Gianyar telp. 0361-973044, merupakan kantor pertama tempat berdirinya Bank BDN, Kantor Cabang Jimbaran dipimpin Ani Suryaningsih, S.E. beralamat di Jalan By Pas Ngurah Rai Nomor 98 B Jimbaran Kuta Badung telp. 0361 4725520. Pembukaan kantor pusat baru dihadiri jajaran pemegang saham Bank BDN terdiri dari I Ketut De ger Setiasa, I Wayan Catra Sanjaya, I Made Asa, I Made Jedeg Sariana, I Made Rai Oka Rimbawa, S.E. dan jajaran Dewan Komisaris terdiri dari I Nyoman Sutrisno, S.E.,M.M. sebagai Komisaris dan I Made Rai Oka Rimbawa, S.E.,M.M. sebagai Komisaris Utama. Turut hadir pula Dewan Direksi dan seluruh karyawan, nasabah, dan rekanan BPR Bali Dananiaga. I Made Arta dalam sambutannya menyampaikan, ucapan terima kasih kepada para pemegang saham dan keluarga, steak holder, share holder, para nasabah, para relasi, instansi pe merintah, OJK dan manajemen karya wan/karyawati yang telah banyak memberikan dukungannya sehingga pemindahan gedung kantor pusat ini bisa berjalan dengan lancar. “Dengan adanya gedung baru ini, menjadikan sebuah tantangan baru bagi kami untuk bisa meningkatkan pertumbuh an bisnis dan meningkatkan kinerja dengan baik, mengimplementasikan visi dan misi yang sudah jelas, begitu pula manajemen tidak henti-hentinya mengingatkan untuk selalu belajar, be lajar, dan belajar serta bekerja, bekerja, dan bekerja,” ujarnya. Arta menambahkan, bekerja agar kita sebagai pekerja mampu bersaing di dunia kerja mengingat persaingan sekarang ini cukup ketat, apalagi MEA sudah di depan mata. Begitu juga dapat memberikan pelayanan kepada nasa bah, dan calon nasabah yang lebih baik mengingat dengan pelayanan yang maksimal akan memberikan dampak yang baik juga terhadap Bank BDN. Dalam kesempatan tersebut, BPR Bali Dananiaga yang lebih dikenal dengan Bank BDN juga melakukan penandatanganan MoU dengan PT. Jam krida yang bertujuan untuk memberi kan keamanan kepada nasabah dengan memberikan penjaminan terhadap kredit yang diberikan Bank BDN. Hal
pada sektor riil yang ujarnya. Selain itu, juga mendapatkan merupakan kebutuhan kesempatan untuk meraih doorprize sehari-hari sehingga yang sangat menggiurkan. Arisan ini perputaran keuangan dilakukan secara transparan karena bank BDN sangat baik. disaksikan oleh perwakilan peserta Made Arta juga me dan diumumkan melalui SMS Broad nyampaikan, meskipun cast sehingga memudahkan peserta situsi ekonomi sedang mendapatkan informasi yang diperlu bergejolak, Bank BDN kan tentang kegiatan arisan ini. bisa tetap eksis di dunia Bank BDN juga sedang gencarperbankan dengan gencarnya memberikan service kepada mengutamakan prin nasabah melalui program BDN VIP sip kehati-hatian dan Club Card. Yaitu kartu member yang service kepada nasa diberikan kepada nasabah VIP yang bah disesuaikan dengan bisa digunakan untuk mendapatkan tuntutan zaman. “Kami previllage di merchant-merchant berkomitmen mening kerja sama yang meliputi life style, katkan kualitas SDM food & beverage, health, vacation dan IT untuk memenuhi yang telah bekerja sama dengan kebutuhan layanan jasa perusahaan-perusahaan besar. Nasa perbankan sehingga bah yang termasuk dalam BDN VIP memenuhi kepuasan telah mencapai lebih dari ratusan. nasabah. Kami melaku “Kami berharap kerja sama ini juga ini bertujuan pula untuk memberikan tata kelola perusahaan yang baik. kan penataan internal sehingga tetap diikuti oleh perusahaan-perusahaan perlindungan kepada bank sehingga Ia mengatakan, di tengah lesunya siap meskipun sedang mengalami lain yang memenuhi kriteria merchant tujuan sebagai bank yang mengutama kondisi perekonomian global saat ini, perlambatan laju ekonomi dengan BDN VIP Club Card. Untuk kategori kan aspek kehati-hatian akan tercapai. ditandai dengan pertumbuhan yang infrastruktur yang lebih siap sehingga Food & Beverage kami akan bekerja Apabila bank menerapkan prinsip cenderung bias ke bawah, sebagai bisa bertahan dalam persaingan dalam sama dengan sejumlah resto yang akan kehati-hatian maka nasabah akan lebih dampak dari pemulihan ekonomi global kondisi apapun,” kata Made Arta. memanjakan lidah nasabah VIP mela aman dan nyaman. yang maasih berlangsung melambat dan “Sesuai dengan budaya masyarakat lui wisata kulinernya. Adapun yang ter Selain itu, Bank BDN juga melaku tidak merata. Bank BDN sebagai bank Ubud yang membutuhkan layanan yang masuk kategori Life Style adalah yang kan MoU dengan AKUBANK dan Wear kecil yang melayani usaha kecil dan mudah, kami memberikan layanan jem bergerak di bidang beauty, clothing, ness untuk pengembangan SDM. Hal masyarakat pedesaan sudah terbukti put setoran untuk membuat nyaman dan lainnya. Sedangkan Health adalah ini menjadi tekad Bank BDN untuk masih tetap berdiri kokoh di tengah- nasabah sehingga mewujudkan salah satu misi yaitu tengah masyarakat yang bersatu padu, kami bisa tetap ber meningkatkan kompetensi SDM di walaupun goncangan dari tahun ke tahan dalam per bidang keuangan perbankan melalui tahun akibat krisis moneter tahun saingan yang ketat pendidikan dan pelatihan, memberi 1998, krisis global tahun 2008 serta dan menjadi Bank kan layanan prima dan solusi yang perubahan regulasi, begitu juga dampak yang dibutuhkan bernilai tambah kepada seluruh nasa dari kebijakan pemerintah. di tengah-tengah bah, dan selaku mitra pillihan utama Bank BDN berkomitmen untuk masyarakat,” imbuh melalui sumber daya manusia yang su terus meningkatkan kinerjanya. Hal I Gusti Ayu Mirah dah terlatih sesuai dengan bidangnya. ini ditunjukkan dengan posisi aset K u m a l a D e w i , Untuk memenuhi komitmennya dalam sampai dengan November 2016 Rp pimpinan cabang hal pelayanan istimewa lainnya, Bank 152 miliar, tumbuh 32 % dari tahun Ubud. BDN melakukan MoU dengan USSI lalu, penghimpunan dana pihak ketiga “Semoga de yang merupakan salah satu vendor Rp 110 miliar tumbuh 58 %, fortofolio ngan adanya pem untuk pengembangan sistem dan IT. kredit Rp 128 miliar tumbuh 35 % b u k a a n k a n t o r Acara peresmian pembukaan serta rasio kecukupan modal sudah pusat baru yang kantor pusat baru ini ditandai den di atas ketentuan yang dipersyaratkan lebih megah, akan gan prosesi pengguntingan pita oleh atau sebesar 13,65 % menambah kenya Direktur BPR Bali Dananiaga Desak Wayan Satya Pusparini menuliskan harapan di pohon doa Direktur Utama yang didampingi Dalam hal bisnis, Bank BDN salah manan dan keper seluruh undangan yang kemudian satu bank yang tetap berdiri kokoh cayaan nasabah terhadap Bank BDN merchant yang bergerak di bidang ke dilanjutkan dengan memasuki gedung meski kondisi ekonomi mengalami karena ini sebagai bukti bahwa kami sehatan seperti klinik kesehatan atau baru dan berkeliling untuk melihat guncangan krisis moneter tahun terus bertumbuh untuk mewujudkan lainnya. Serta Vacation yang bergerak ruangan-ruangan dalam gedung baru 1998, krisis global tahun 2008 dan komitmennya meningkatkan pelayan di bidang tempat wisata untuk refreshyang ditutup dengan penulisan doa tahun 2015 mengalami perlambatan an kepada nasabah yang berdampak ing nasabah,” katanya. untuk Bank BDN pada pohon doa pertumbuhan. “Diibaratkan dalam terhadap pertumbuhan bisnis baik Bank BDN juga membantu menge yang nantinya akan menjadi pengingat dunia percaturan BPR identik dengan penghimpunan dana maupun penya lola dana nasabah melalui “Tabungan untuk mewujudkan semua doa. “pion” dimana dalam permainannya/ luran kredit,” ucap Ani Suryaningsih, Nagata” yaitu tabungan berjangka yang Menurut Made Arta, pembukaan gerakannya pion itu sebagai garda pimpinan cabang Jimbaran. cocok untuk nasabah yang mempunyai kantor pusat baru yang berdesain terdepan walaupun kecil tidak akan Bank BDN juga telah menggulirkan rencana keperluan dana di masa depan modern minimalis yang memberikan pernah mundur/pantang mundur produk simpanan yang berkonsep sehingga tidak perlu risau lagi tentang kenyamanan kepada nasabah ini juga tetapi minimal bisa bertahan dan Arisan yaitu “Si Tenar” yang telah kesiapan dananya. Tabungan berjangka bertujuan untuk mewujudkan visi maju,” ujar Made Arta, yang masih berjalan 2 periode dan akan bergulir ini juga dilengkapi dengan memberikan menjadi bank perkreditan rakyat yang diberikan kepercayaan mengelola lagi pada periode selanjutnya. Arisan hadiah langsung melalui produk Tabung tumbuh sehat dan berkembang secara bank BDN ini. Dengan menawarkan ini sangat menguntungkan nasabah an Nagata Plus dengan berbagai pilihan wajar. Sedangkan misinya meningkat kemudahan-kemudahan dalam proses karena ketika menang sudah tidak hadiah sesuai kebutuhan nasabah. “Ke kan kompetensi SDM di bidang keuang pembiayaan kebutuhan nasabah perlu bayar lagi. Hal ini mengakomodir depan masyarakat harus dibiasakan an perbankan melalui pendidikan baik untuk konsumtif, modal kerja kebutuhan nasabah yang sudah ter menyimpan uangnya di BPR dan BPR dan pelatihan, memberikan layanan maupun investasi melalui kredit yang biasa mengikuti arisan di masyarakat. harus mampu mengakomodir apa yang prima dan solusi yang bernilai tambah tepat guna dengan suku bunga yang “Adapun model arisan yang kami ta dibutuhkan masyarakat. Dengan adanya kepada seluruh nasabah, dan selaku bersaing dan proses yang cepat tanpa warkan sudah pasti aman karena kami produk-produk tabungan atau simpanan mitra pillihan utama, meningkatkan melupakan prinsip kehati-hatian. dijamin oleh Lembaga Penjaminan menarik yang dapat memenuhi keingin nilai investasi yang unggul kepada para Bank BDN yang memiliki segmen Simpanan dan diawasi Otoritas Jasa an mereka yang menjadikan menabung pemegang saham, menciptakan kondisi pasar yang bervariatif di antaranya Keuangan. Sehingga peserta arisan atau menyimpan uang di bank menjadi rasa aman dan nyaman kepada para pemberian kredit kepada pedagang tidak perlu khawatir kehilangan dana hal yang menarik untuk masyarakat,” karyawan sebagai tempat kebanggaan bakso, dagang kelontong, dagang tahu yang sudah disetorkan dalam bentuk kata Made Arta. untuk berkarya dan berprestasi, me tempe, dagang tipat cantok/rujak, tabungan karena meskipun belum Bank BDN punya keinginan untuk ningkatkan kepedulian dan tanggung tukang cukur, bengkel sepeda motor, menang setelah periode berakhir yaitu menjadi one stop banking. “One stop jawab terhadap lingkungan sosial, men penjahit kebaya, dll baik yang ada di pada bulan ke-30 peserta akan menda banking yakni Bank BDN menjadi bank jadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan pasar maupun di warung-warung kecil patkan dana arisan dan cashback-nya,” yang mampu memenuhi segala kebu tuhan finansial baik yang memerlukan tambahan dana maupun pengelolaan dana,” imbuh Desak Satya Pusparini. Melihat situasi dan kondisi ekono mi yang berubah begitu cepat dan selalu dinamis, ia berharap, manajemen BPR Bali Dananiaga selalu berpedoman tingkat kehati-hatian dalam bekerja, memberikan pelayanan yang maksimal kepada nasabah dengan cara mening katkan kualitas SDM yang ada baik melalui pendidikan dan pelatihan. “Selalu bisa memahami kondisi di masyarakat sehingga pelayanan Bank BDN selalu bisa menjadi an dalan bagi masyarakat. Kecepatan, ketepatan, dan kenyamanan adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh bank,” ucap I Made Rai Oka Rimbawa dan I Nyoman Sutrisno selaku Komi Para pemegang saham bersama Direktur Utama BPR Bali Dananiaga Made Arta Para pemegang saham bersama perwakilan instansi yang melakukan MoU dari AKUBANK, saris Utama dan Komisaris. (ast) (kiri depan) dan Direktur BPR Bali Dananiaga Desak Wayan Satya Pusparini Wearness, USSI, dan PT. Jamkrida
4
Inspirasi
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
Almeyda Nayara Alzier
Entrepreneur Cilik Jagoan Slime Cerita tentang pengusaha sukses pasti sudah banyak orang mendengarnya, tapi bagaimana dengan pengusaha cilik, usia 9 tahun tapi sudah mampu mendapatkan penghasilan puluhan juta per bulan dari hasil karyanya. Hal ini mungkin jarang terdengar. Itulah Almeyda Nayara Alzier, bocah cantik kelas empat SD yang lewat karyanya, ‘slime’, bukan saja sukses berbisnis tapi juga memberi lapangan pekerjaan pada orang lain.
‘S
lime’ adalah semacam gumpalan yang lembut, kenyal, dan bisa dibentuk jadi berbagai macam sesuai keinginan. Saat ini ‘slime’ yang juga bisa dipakai sebagai alat untuk membersihkan celah-celah yang kotor yang sulit dijangkau, tengah ngetren di kalangan anak-anak dan remaja sebagai permainan. Dengan bermain ‘slime’, anak-anak akan terangsang otaknya untuk berpikir kreatif, membentuk gumpalan kenyal itu menjadi berbagai macam benda. Nah, aneka ‘slime’ itu lah yang diproduksi Naya, begitu panggilan akrab bocah ini, yang kemudian dijualnya lewat instagram. “Untuk membuat ‘slime’ tidak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar 3-5 menit,” ucap bocah yang belakangan wajahnya kerap muncul di berbagai televisi nasional untuk berbagi pengalaman sebagai entrepreneur cilik. Seperti kala itu ia bersama ibunya Imelda Liana Sari berada di sebuah studio di bilangan Kebon Jeruk , Jakarta Barat. Perkenalannya dengan ‘slime’ , kata Naya, awalnya karena melihat kakak kelasnya membawa cup‘slime’ dan memainkannya. Ia pun merasa tertarik karena ‘slime’ itu bisa dibentuk jadi berbagai macam benda. “Lalu aku bertanya kepada kakak kelas aku, itu apa namanya. Dia menjawab ini ‘slime’,” ungkap bocah kelahiran 18 April 2007 ini. Rupanya Naya menjadi sangat penasaran, dan ia pun mencaricari informasi tentang ‘slime’. “Trus aku searching di youtube cara membuat ‘slime’ dan akhirnya ketemu banyak (tutorial) salah satunya adalah slime dari Thailand,” ucapnya. Sang ibu, Imelda Liana Sari menambahkan, Naya mulai bereksperimen membuat ‘slime’ sekitar setahun lalu. “Waktu itu ia minta uang ke saya Rp50 ribu untuk membeli bahan-bahan. Ketika saya tanya, dia bilang akan membeli bahan-bahan untuk berkreasi membuat mainan baru. Awalnya saya kasih (uang) terus. Tapi kok lama-lama—saya merasa seperti membuang-buang uang karena bahan-bahan ‘slime’ jadi bertaburan di mana-mana, seperti
di lantai juga nempel di jilbab sekolahnya. Saya tanya ini apa, dia bilang ini ‘slime’, mama. Saya kan, nggak tahu ‘slime’ itu apa. Lalu Naya menjelaskan,” tutur ibu cantik ini. Sebenarnya, tutur Imelda, ia juga sempat menegur Naya karena berantakannya bahan-bahan ‘slime’ itu diberbagai tempat. Namun Naya rupanya terus berusaha agar ia berhasil membuat ‘slime’. Sampai-sampai dia melakukannya secara sembunyisembunyi di kamar mandi. Meski diam-diam, kata Imelda, dia tahu apa yang dilakukan Naya. Dari sana, katanya, ia juga melihat anaknya punya tekad kuat dan
Barang dagangan Naya
Ditambahkan Imelda, meski Naya sudah bisa membuat ‘slime’ bahkan menjualnya, namun dia belum puas. Ia terus mencari cara agar dapat menghasilkan ‘slime’ berkualitas baik. “Di awal-awal itu, dia kerap gagal dalam eksperimennya. Karena kesal dan putus asal dia sampai sempat mogok tidak mau berjualan lagi (di event entrepre-
PROGRAM ENTREPRENEUR DI SEKOLAH Kebetulan, lanjut Imelda, di sekolah anaknya ada event ‘Entrepreneur’ yang digelar sebulan sekali. Di ajang tersebut para siswa dapat menjual berbagai produk kreasinya. “Nah Naya ingin menjual sesuatu yang berbeda dari teman-temannya maka dia pun membawa ‘slime’ karyanya untuk dijual dalam ajang “Entrepreneur’ itu,” kata Imelda. Ternyata jualan Naya mendapat sambutan hangat dari temantemannya. Dagangannya pun laris manis. “Waktu pertama kali aku menjualnya dengan harga Rp3000 per cup,” kata Naya.
neur’ sekolah),” tambah Imelda. “Tapi aku ingat teman-teman banyak yang pesan, jadi aku kembali membuat ‘slime’,” kata Naya yang kini telah mempekerjakan delapan karyawan untuk membantu bisnisnya. Terkait dengan kefasihan Naya berselancar di internet, Imelda mengatakan, dirinya sebagai orangtua sangat membatasi anaknya memegang (bermain) gadget. Naya hanya mempunyai kesempatan memegang gadget dua jam sehari, sedang Sabtu dan Minggu, ia baru bisa memegang gadget seharian. Namun biasanya Naya tidak mempergunakan gadget untuk bermain. Biasanya dia menggunakannya untuk browsing mencaricari informasi, juga untuk melihat perkembangan toko onlinenya atau membalas komentar-komentar yang masuk. “Jadi kalau
saya lihat lebih kepada penggunaan internet sehat ya. Naya browsing internet, youtube dsb itu untuk ‘mengambil’ ilmu di sana,” jelasnya. Setelah banyak permintaan ‘slime’ buatan Naya, yang konon tidak mudah cair seperti slime yang biasa dibeli dipasaran, Naya pun semakin giat berproduksi. Meski begitu aku Naya, tidak setiap hari ia membuatnya karena ia harus membagi waktunya antara bermain, berkarya (slime) dan belajar. “Aku sih biasanya membuatnya pada Sabtu dan Minggu doang, jadi nggak ganggu sekolah. Tapi kalau aku bosan, ya aku main saja,” tambah Naya yang bercita-cita menjadi desainer dan dokter. AWALNYA TAK BOLEH BISNIS Tentang bisnis, menurut Imelda, sebenarnya pada awalnya dia menolak Naya memperluas bisnisnya, dalam pengertian bukan sekadar berjualan di sekolah. “Karena saya nggak mau masa anak-anaknya hilang karena sibuk mikirin bisnis, omzet dan sebagainya. Tapi Naya dan kakaknya mendesak, jadi saya berdiskusi dengan ayahnya. Anak-anak bilang memangnya mama tidak bangga kalau anaknya bisa berkreasi. Terus ayahnya juga mendukung. Lalu saya pikir, ya apa salahnya. Hanya ayahnya berpesan agar saya selalu mengawasi. Maka jadilah Naya berjualan ‘slime’ di instagram,” ungkap Imelda panjang-lebar. Menariknya, ternyata untuk membuka toko online shop, Naya dibantu oleh kakaknya, Abien, yang usianya hanya beberapa tahun lebih tua dari Naya. Seperti Naya, Abien juga punya ketertarikan pada internet dan mencari ilmu di sana. Di usia Abien yang masih sangat belia, dia sudah mampu memfoto produk-produknya, memberi caption, dan mengupload di instagram. “Abien juga belajar
sendiri lewat internet,” tambah Imelda. Menurut Naya, awalnya, dagangan yang dipamerkan di Olshop (toko online) tidak langsung laku. Ia harus menunggu berminggu-minggu sampai akhirnya ada yang membeli. Bisa jadi awalnya karena getok-tular, makin lama pembeli makin banyak. Kalau dulunya follower instagram Naya hanya 12 orang kemudian dengan cepat melejit dan kini sudah mencapai 144.000 orang. Boleh dibilang jualan ‘slime’ Naya laris manis, pembelinya datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua dan Batam. Dagangan Naya semakin laris, juga, karena pihak managementnya, rajin melakukan pameran ke berbagai kota untuk memperkenalkan produknya. Imelda juga menambahkan, meski penghasilan Naya cukup lumayan, namun anaknya selalu menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu kalangan tidak mampu. Hal itu, kata Imelda, telah dilakukan Naya sejak dia mulai berjualan di sekolah. “Jadi ketika itu ia mendapat keuntungan dari penjualan ‘slime’ di sekolah. Kemudian dia menanyakan kepada saya , apakah bisa dia menyisihkan sebagian penghasilannya untuk disumbangkan kepada teman-temannya yang tak mampu.” “Saya bilang, tentu saja boleh. Saya pikir, anak seumur Naya sudah memiliki rasa kepedulian kepada sesama. Sebagai orangtua, saya merasa bangga dan mengapresiasi keinginannya untuk bersedekah dengan uangnya sendiri. Jadi saya pikir, karena keinginannya untuk membantu teman-temannya lewat penghasilan yang didapatnya, maka Alhamdulilah Olshopnya menjadi berkah dan mendapat ridho dari Allah. Dengan begitu Naya bisa lebih banyak membantu teman lainnya,” ujar Imelda. (diana.runtu@cybertokoh.com)
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
21
Tim Saber Pungli NTB Dikukuhkan
Sejalan dengan kebijakan Pemerintah RI saat ini yang ingin mewujudkan Indonesia bersih dan bebas Pungutan Liar (Pungli) guna menciptakan sistem yang berintegritas, Provinsi Nusa Tenggara Barat baru-baru ini melantik Tim Saber (Sapu Bersih) Pungli untuk mendukung kebijakan tersebut. Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi melantik dan mengukuhkan tim satuan tugas sapu bersih pungutan liar Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2016, beberapa waktu lalu di Mataram.
P
Naya bersama Abien, kakaknya dan Imelda Liana Sari, ibunya
ulet dalam berusaha. Sampai akhirnya Naya berhasil dalam eksperimennya dan dia pun menunjukkannya pada sang ibu.
Mandalika
engurus dan anggota tim ini terdiri dari berbagai unsur, seperti perwakilan dari Polda NTB, Forkompinda, BPKP Perwakilan NTB, ombudsman, akademisi, inspektorat, Pol PP NTB, Kepala Biro Hukum, Kepala Dishubkominfo, Kepala Biro Umum, BPKAD, Bakesbangpoldagri, Kejati, Korem, Lanal, dan Lanud. “Jika kita ingin menciptakan sistem yang berintegritas, maka harus dimulai dari diri sendiri. Ketika kita ingin menghapus pungli, maka harus dimulai dari diri sendiri. Kita harus mengambil sikap untuk membenahi dan memperbaiki sistem, jangan sampai apatis, purapura tidak tahu dan tidak perduli terhadap perilaku pungli yang seringkali terjadi di sekitar kita. Terlebih sudah ada perintah dan arahan
tegas sekaligus contoh dari Presiden RI, Joko Widodo, bahwa sikap yang harus kita ambil menyikapi pungli ini adalah sikap tegas, menghentikan, menstop pungli, jangan sampai terlibat dalam pungli,” ungkap Gubernur NTB saat melantik Tim Saber Pungli Provinsi NTB. Diyakini, bahwa semua tugas dan program akan dapat berjalan dengan sukses jika bermula dari komitmen yang tegas dan menjaga integritas dari seluruh perangkat pimpinan yang ada di daerah ini, tentu saja dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. “Mari kita tegakkan dan laksanakan, serta wujudkan
Logo HUT ke-58 NTB
Pelantikan Tim Saber Pungli Provinsi NTB
komitmen ini, untuk membuat masyarakat merasa terlayani tanpa merasa terintimidasi oleh perangkat pemerintah,” ujar Majdi. HUT ke-58 NTB Menyambut Hari Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Barat, 17 Desember tahun 2016 ini, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi secara resmi telah meluncurkan Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Nusa Tenggara Barat tahun 2016, di halaman Kantor Gubernur, beberapa
waktu lalu. Peluncuran ini menandai dimulainya seluruh rangkaian peringatan hari lahirnya provinsi dengan julukan Bumi Gora ini. Logo hasil karya Putu Bagoes Kuwerajaya tersebut memiliki empat kombinasi warna, yaitu biru, hijau, kuning dan orange, merupakan logo terbaik yang terpilih dari hasil seleksi pada ajang Lomba Desain Logo HUT ke-58 NTB, yang digelar beberapa pekan sebelumnya. Kabag Pemberitaan dan Komunikasi, Biro Humas dan Protokol
Peluncuran logo HUT ke-58 NTB
Guru Pilar Utama Tingkatkan SDM kan pemahaman dan Gedung Olah Raga pendidikan tentang (GOR) Turide Mataram kearifan lokal. “Maka penuh oleh para guru hadirlah di sekolah yang berdatangan untuk dengan sepenuh hati. memperingati Puncak Di tangan Bapak IbuPeringatan Hari Ulang lah bagaimana nasib Tahun PGRI yang ke-71 bangsa ini ke depandan Hari Guru Nasional nya,” tuturnya. 2016. Mengusung tema Tantangan yang di“Membangkitkan Kesahadapi guru di sekolah daran Kolektif Guru dayang semakin besar lam Meningkatkan Kualimembuat Ali Rahim tas Pendidikan”, kegiatan menitip harapan pada ini dihadiri para guru para guru agar lebih Nusa Tenggara Barat. bersabar dalam menPada peringatan Wakil Gubernur NTB memberi apresiasi pada guru saat perigatan didik dan membimbtersebut, Wakil GuHari Guru NAsional dan HUT PGRI di Mataram1 ing anak-anak sekolah. bernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si. menyampaikan yang akan datang harus lebih baik Dalam hal ini Ali meminta kerjasama semua pihak, terutama orangtua harapan agar kualitas pendidikan dibanding hari ini,” ungkap Amin. Dunia pendidikan mengalami murid untuk terus memantau dan terus diperbaiki dan dibenahi. Karenanya ia meminta seluruh jajaran krisis kepemimpinan. Demikian mendidik anak-anaknya di rumah, dunia pendidikan di NTB untuk disampaikan Ketua PGRI NTB Drs. sehingga apa yang dicita-citakan terus memperbaiki kualitas SDM H. Ali Rahim, M.Pd. Hal ini terli- bersama dapat tercapai, bukan malah guru serta sarana dan prasarana hat dari bagaimana semua elemen melaporkan guru-guru ke polisi. Mengenai program ke depan, masyarakat tidak memahami dengan pendidikan. “Dunia pendidikan kita harus lebih baik kearifan lokal yang ada yang PGRI tengah mengusulkan tentang baik. Hari ini harus lebih baik diband- harus dimiliki oleh pemimpin. Karena adanya Undang-undang perlindungan ing kemarin serta pendidikan di masa itu, tugas gurulah yang memberi- guru. Hal ini menurutnya perlu di-
Setda Provinsi NTB Drs. H. Wirajaya Kusuma, M.H., mengungkapkan soal warna yang terdapat dalam logo tersebut. “Warna biru menggambarkan kesetiaan dan konsistensi. Kuning artinya kejayaan dan kemakmuran. Sedangkan hijau menggambarkan NTB yang terus tumbuh,” ujarnya. Sementara, Tulisan Gemilang dan Iktiar Tiada Henti menjelaskan prestasi yang dicapai saat ini lebih baik dari sebelumnya. “Ikhtiar tiada henti menggambarkan usaha dan kerja keras untuk mencapai sesuatu yang terbaik tanpa harus dibatasi waktu,” tambahnya. Kepala rusa yang terdapat dalam logo tersebut merupakan lambang Daerah Nusa Tenggara Barat. Beberapa kegiatan mewarnai HUT ke-58 NTB seperti pameran pembangunan kemajuan NTB yang menampilkan pembangunan sejak Gubernur pertama hingga eranya TGB saat ini. Ada juga kegiatan Clean Up Rinjani dengan mengerahkan ribuan masyarakat untuk membersihkan sampah yang ada di kawasan Gunung Rinjani. Bahkan, akan ada pameran foto perjalanan NTB selama 58 tahun yang akan dijejerkan di sepanjang jalan protokola dari Islamic Center (IC) sampai ke depan pendopo gubernur. Agenda lain adalah acara NTB Bersih. Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai untuk menjaga kebersihan seluruh objek yang ada di NTB, terutama pada pesisir-pesisir pantai yang sering dijadikan objek wisata oleh masyarakat yang ada di seluruh NTB. Ada juga kegiatan yang dilaksanakan menjelang puncak perayaan HUT, yaitu NTB Berdo’a. Pada hari itu diharapkan semua masyarakat NTB berdo’a untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat NTB dan Indonesia serta pada hari itu diupayakan agar semua khatib membacakan khutbah yang sama tentang HUT ke-58 NTB. HUT NTB tahun ini akan semakin semarak dengan digelarnya berbagai kegiatan sosial dan lainnya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
lakukan mengingat banyak sekali guru yang masuk penjara karena dianggap melakukan kekerasan terhadap anak didik. Padahal, menurutnya tidak ada niat guru untuk mencederai anak didik, melainkan bentuk pendidikan dan pembinaan yang dilakukan oleh guru. Atas kiprah PGRI NTB selama ini, Wakil Gubernur yang turut hadir dalam peringatan ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan, khususnya menyangkut kualitas guru dan
mutu pendidikan yang telah banyak menorehkan prestasi bagi dunia pendidikan. “Pilar utama dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia adalah para guru,” kata Wagub. Meski demikian, Wagub juga meminta segala permasalahan, baik yang dialami PGRI maupun guru harus disikapi dengan bijak, agar tujuan utama organisasi tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh para guru dan dunia pendidikan. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
Peringatan Hari Guru di Mataram
22
Sosialita
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
UN Dihapus
Kualitas Pendidikan belum Merata Meski belum final, rencana pemerintah memoratorium (penundaan) pelaksanaan Ujian Nasional (UN) ramai diperbincangkan. Banyak pihak yang setuju, utamanya mereka yang sejak lama mengumandangkan agar pihak Kemendikbud menghapus UN karena dinilai bukan saja tak jelas manfaatnya serta menimbulkan ‘kekisruhan’.
Retno Listyarti
S
elain itu, UN menimbulkan banyak praktik kecurangan baik yang dilakukan oleh siswa maupun pihak sekolah yang menginginkan murid-muridnya berhasil dalam UN. Yang juga ikut bergembira—tentu saja—adalah para siswa yang saat ini sebenarnya tengah mempersiapkan diri mengikuti UN. “Aku senang kalau memang nantinya jadi dihapus. UN bikin kita stres. Sekarang saja, meskipun hasil UN tidak menjadi penentu kelulusan, tapi nyatanya ada juga tuh perguruan tinggi minta hasil UN-nya. Jadi kan berarti hasil UN tetap diperhatikan atau dipertimbangkan,” ungkap Rina yang mengaku sejak jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk ujian kelulusan karena berharap bisa diterima di perguruan tinggi negeri. Menurut siswa SMA Khatolik ini, selain nantinya lewat jalur SNMPTN, ia juga mempersiapkan diri untuk ikut jalur SBMPTN. “Jaga-jaga kalau nggak lulus SNMPTN,” ucap Rina yang ikut bimbel untuk mempersiapkan diri. Namun jika nanti UN dihapus, dia menjadi tidak terlalu stres lagi karena khawatir hasil UN ‘jeblok’. “Moga-moga aja deh. Tapi nggak tahu juga nantinya akan bagaimana, model ujiannya seperti apa. Lihat nanti aja,” tambahnya. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud berencana memoratorium UN pada 2017 mendatang. Hal ini bukan saja sekadar melaksanakan putusan Mahkamah Agung tahun 2008, tapi juga setelah melakukan evaluasi pelaksanaan UN selama ini. Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia, Retno Listyarti mengaku sangat setuju dengan rencana moratorium UN tersebut, yang menurutnya seharusnya dilakukan sejak lama. Sejak beberapa tahun lalu telah menyerukan hal tersebut. Dihapusnya UN, bukan berarti tidak ada peningkatan kualitas pendidikan. Harus diakui, sampai saat ini kondisi pendidikan dalam pengertian kualitas pendidikan masih belum merata di seluruh Indonesia. Begitu juga kualitas gurunya. “Karena itu alangkah tidak adilnya jika standarnya disamakan dalam UN,” papar mantan Kepala Sekolah SMAN 13 Jakarta, ini. “Jadi adalah tepat jika standar dikembalikan ke daerah masing-masing sesuai kondisinya. Nanti daerah masingmasing yang mengadakan ujian. Nanti, jika sarana dan prasaran pendidikan serta kualitas guru telah sama di seluruh
daerah barulah bisa UN dilaksanakan. Jadi sampai standarnya sama,” ucapnya. Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli Rahim. Ia menyatakan setuju dan mendukung rencana Kemendikbud memoratorium UN. “Secara umum kita mendukung Kemendikbud menghapus UN. Bahkan sejak lima tahun lalu, IGI telah menerbitkan ‘buku hitam’ UN karena rawan kecurangan. Jadi mau digunakan untuk apapun tidak ada gunanya. Mau digunakan sebagai basis dasar pemetaan pun, kalau basis data salah, tidak betul, ya, pasti juga tidak ada gunanya. Jadi pada dasarnya kami dari IGI juga dari dulu berjuang agar UN dihapuskan,” tegas Ramli. Soal pemetaan pendidikan juga disinggung Mendikbud Muhadjir Effendi saat berbicara dengan wartawan tentang rencana moratorium UN. Menurutnya, ada sejumlah alasan kenapa UN perlu dimoratorium. Salah satunya adalah UN dinilai belum menjadi alat pemetaan yang tepat. “Pemetaan mutu tidak perlu dilakukan setiap tahun dan tidak perlu diberlakukan untuk seluruh siswa,” ujar Muhadjir kepada wartawan seusai rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, (1/12). “Pemetaan kan tidak harus terus menerus. Tapi hasil temuan pemetaan itu lah yang kita treatment, utamanya untuk sekolah-sekolah yang diketahui sangat rendah kualitasnya, kita tangani sungguh-sungguh,” tegasnya. Dikatakannya, hingga saat ini hasil UN, belum dapat menjadi instrumen peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Bentuk UN kurang mendorong berkembangnya kemampuan siswa secara utuh. Secara hukum, UN perlu dimoratorium untuk menindaklanjuti putusan MA tahun 2008 yang isinya, antara lain, memerintahkan kepada para tergugat untuk meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasaranan sekolah, akses informasi yang lengkap di seluruh daerah di Indonesia, belum mengeluarkan kebijakan pelaksanaan UN lebih lanjut. Menurut mantan Rektor Universitas Muhammadyah Malang ini lebih lanjut, menjelang UN biasanya semua sekolah memprioritaskan mata pelajaran yang diujikan sehingga seolah-olah mata pelajaran lain tidak penting dan ini juga berimplikasi pada gurunya. “Sekolah-sekolah sekarang fokus mempersiapkan anak didiknya hanya untuk UN, yang lain dianggap tidak penting. Ini berimplikasi pada guru yang bukan
mengajar mata pelajaran UN, dianggap ‘kelas dua’. Mereka tidak dihargai,” katanya. USBN PENGGANTI UN Di bagian lain Muhadjir yang juga mantan Ketua PWI Perwakilan Malang menyebut tentang format soal UN yang berupa pilihan ganda. Menurutnya hal ini tidak melatih siswa berpikir kritis dan analis. “Pilihan ganda dalam UN hanya membuat siswa siswa mengenal, mengingat
dan mengaplikasikan. Tidak membuat siswa berpikir kritis dan analis. Padahal kalau kita ingin menyiapkan generasi berpikir tingkat tinggi maka kalau tes pakai multiple choice tidak akan bisa ketemu,” jelasnya. Pihaknya, kata Muhadjir lebih jauh, sudah menyiapkan pengganti yakni USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional). Konsepnya, soal terdiri dari pilihan ganda dan esai. Materinya akan mencakup seluruh pelajaran dan akan memasukan konten lokal dan nasional.
“Jumlah soal pilihan ganda dikurangi. Ini guna mendeteksi kemampuan berpikir kritis siswa,” ucapnya. Jadi nantinya—jika jadi dilaksanakan—ujian kelulusan akan diberikan kepada Pemkot, Pemkab untuk SD dan SMP, sedang SMK dan SMA diselenggarakan oleh provinsi. Pusat akan menentukan standar nasionalnya melalui Kemendikbud dan Badan Standar Pendidikan (BSNP). Apa yang dipaparkan Mendikbud ini memang masih sebatas rencana, karena untuk memastikan hal tersebut jadi dilaksanakan atau tidak, masih menunggu hasil rapat kabinet terbatas yang akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Di sisi lain, meski banyak pihak setuju dengan rencana moratorium UN, namun ada juga suara-suara yang mempertanyakan. Salah satunya adalah Wapres Jusuf Kalla yang mempertanyakan soal standar penentuan kelulusan siswa. “Kalau tidak ada standar bagaimana kita tahu sudah sampai mana?” kata Wapres yang biasa disapa dengan sebutan JK. “Jangan lupa, dulu, kan, ujian nasional itu orang lulus dengan angka 3,5. Lalu setiap tahun naik setengah, ini guna mencapai standar nasional. Karena dengan itulah maka daerah memperbaiki fasilitasnya agar jangan banyak yang tidak lulus. Nah, kalau tidak ada standar bagaimana memperbaikinya,” kata JK bertanya. Menurutnya, adalah sebuah logika berpikir yang terbalik jika pelaksanaan ujian nasional baru bisa dilakukan setelah semua konsep pendidikan nasional sudah membaik. ”Kalau tidak ada standar bagaimana cara memperbaikinya. Tidak ada standar yang mau dicapai, bagaimana?” UN, tambahnya, dilaksanakan agar seluruh siswa mencapai standar nasional dan memiliki kemampuan yang sama. (dianaruntu@cybertokoh.com)
Keinginan beberapa siswa BOS agar Business Owner School (BOS) berkelanjutan kini terealisasi. Salah seorang siswa BOS yang benar-benar getol berjuang hingga “BOS is Back” adalah Jro Jeky. “Saya sangat sedih ketika BOS tidak berlanjut. Karena saya benar-benar merasakannya manfaatnya. Saya bangkit dari keterpurukan saya setelah gabung di BOS,” ungkapnya.
K
ini, murid-murid BOS kembali buka kelas dan sudah ada beberapa orang yang bergabung. Mereka sering melakukan master mind dengan kebanyakan mentornya adalah murid-murid BOS yang sudah sukses. Pemilik nama lengkap Ni Wayan Resini ini mengatakan yang ditekankan di BOS adalah berbagi. Sehingga, ketika bergabung dalam kelas BOS, kita banyak belajar dari pengalaman mereka-mereka yang lebih dulu terjun di dunia usaha, kendala yang dihadapi seperti apa, sampai solusinya ditemukan disana. Master mind pun kerap dilakukan di tempat usaha murid BOS yang sudah punya usaha yang bisa dikatakan sudah sukses. “Jujur, saya sangat senang bergabung di BOS. Karena para mentornya ada yang dari tiada menjadi ada atau punya usaha. Ada juga dari yang usahanya macet jadi jalan lagi, dari usahanya kecil menjadi besar. Sementara saya, berawal dari depresi jadi bangkit lagi, dari bekerja keras jadi bekerja cerdas,” jelas Jro Jeky yang kini sudah menjalankan Koperasi Mesari dan Toko (modern) Kintamani-nya dengan konsep BOS.
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Jro Jeky
Gabung di Dari Kerja Keras Jadi Kerja Cerdas
Made Robert bersama para siswa BOS
Menuju Sukses Bersama BOS
Miracle Facial Harmony Tren Estetika 2017 Tampil cantik dan menawan adalah impian tiap perempuan. Berbagai tren kecantikan pun muncul, baik untuk wanita maupun pria. Jika beberapa tahun belakangan ini Korea Selatan dianggap sebagai kiblat tren kecantikan di Asia bahkan dunia, kini muncul dari Hollywood, Amerika Serikat yang mulai menggeser. Jika dulu bibir yang seksi adalah bibir yang tipis, kini ditinggalkan seiring dengan banyaknya artis papan atas dunia yang tampil cantik nan seksi dengan bibir yang lebih bervolume. Begitu disampaikan dr. Kadek Dewitini, salah seorang dokter konsultan Miracle Aesthetic Clinik Denpasar, saat Miracle Press Gathering , Selasa (29/11) di Artotel, Sanur Bali. Dikatakannya begitu banyaknya tren kecantikan yang muncul, sehingga terciptalah pula berbagai macam istilah dalam perawatan wajah. Salah satunya adalah profiloplasty, yakni prosedur perawatan yang bertujuan memperbaiki atau menyempurkan wajah seseorang secara keseluruhan. Juga, mengoreksi setidaknya pada dua areah wajah, dengan metode pembenahan (operasi plastik) Kombinasi yang sering dilakukan adalah Rynoplasty (hidung) dengan Chin Augmentation (dagu) atau kombinasi dengan melakukan Liposuction atau facelift. Beberapa orang masih memilih operasi plastik, meski biayanya sangat tinggi. Jika selama ini pemintanya adalah artis Hollywood, Thailand , Korea dan Singapura kini di Indonesia
permintaan operasi plastik juga cukup tinggi, karena bertahan secara permanen dan tidak perlu pengulangan dalam waktu dekat. Namun, kekurangannya, pasien tidak dapat beraktivitas secra normal selama satu minggu atau lebih setelah operasi dan terganggu agak sakit akibat pembedahan. Sementara prosedur perawatan wajah tanpa operasi yang juga populer sebab mampu memberikan hasil dengan cepat, mudah, aman dan dengan harga terjangkau. Bicara perkembangan perawatan kecantikan yang akan datang, dokter Dewi mengatakan tidak hanya memperhatikan salah satu aspek kecantikan atau kesehatan kulit. Juga tidak semata melihat bagian wajah secara sepenggal, melainkan menggunakan sudut pandang estetika yang lebih utuh, proporsional, dan seimbang, yang disebut konsep Facial Harmony. Sebagaimana komitmen Miracle yang ingin memberikan solusi terbaik kepada setiap pelanggan. Maka menghadapi tahun 2017 nanti, Miracle telah menyiapkan berbagai inovasi perawatan maupun produk terbaru dengan mengusung konsep “Miracle 8R Facial Harmony” yang merupakan sebuah inovasi penanganan problem estetik untuk menuntaskan setiap problem kulit dan wajah, yang ditangani melalui pendekatan menyeluruh dengan mempertimbangkan 8 tujuan (8R). Tujuan 8R tersebut, pertama Renew yang meregulasi atau mengembalikan fungsi sel-sel kulit, sehingga sel kulit mati dan tua bisa digantikan sel kulit baru. Kemudian kedua, Remove, yang mengatasi problem seperti jerawat, pigmentasi, dan tumor jinak kulit. Ketiga, Refirm yang memperbaiki elastisitas kulit wajah. Keempat, Relift, yang berfungsi mengencangkan kulit wajah kendur dan menstimulasi produksi kolagen. Kelima, Refine, yaitu menghaluskan dan memperbaiki tekstur kulit dari pori–pori besar dan sebagainya. Keenam, Relax, yakni merelaksasi otot penyebab kerutan dan garis ekspresi wajah. Ketujuh, Reshape yakni mengisi lipatan kulit, memberi volume bagian tertentu, mengoreksi dan membentuk kontur wajah ideal dan balance. Kedelapan, Reduce yakni mengurangi lemak pada bagian wajah dan membuatnya lebih tirus. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
Berdirinya BUSINESS OWNER SCHOOL (BOS) dikisahkan Made Robert dari pengalamannya sebagai pengusaha yang jatuh bangun di dunia usaha. Bahwa, untuk mencapai sukses harus menempuh perjalanan panjang. Hal ini terjadi karena ketiadaan mentor yang tepat dan komunitas bisnis yang berdaya. “Saya terpanggil untuk membuat semacam PETA SUKSES yang saya tuangkan dalam bentuk sekolah bisnis nonformal sehingga siapa pun yang terjun di dunia usaha akan makin cepat sukses. Tujuan BOS adalah membantu menciptakan wirausaha baru, yang belum punya agar punya usaha, yang sudah punya usaha biar maju, menguntungkan dan bersistem. Yang usahanya sudah maju biar bisa buka cabang. Yang sudah buka cabang biar bisa go franchise dan selanjutnya bisa pensiun dini dan bebas finansial. Visi BOS menjadi lembaga pendidikan nonformal di bidang kewirausahaan berskala nasional yang menciptakan pengusaha baru yang tangguh, kreatif, inovatif dan berbudi pekerti yang luhur. Dengan misi merubah mindset dari job seeker menjadi job creator, menanamkan nilai dan spirit kewirausahaan yang tangguh, menjadi komunitas pengusaha yang kreatif dan berkualitas yang merupakan kebanggan bangsa Indonesia, menjadi tempat bagi mahasiswa, lulusan SMA, karyawan yang di PHK, ibu rumah
tangga, pensiunan,PNS/swasta, wanita maupun para selebritis atau public figure untuk berkreatif, berbisnis dan mengembangkan diri. Program-program BOS di antaranya : Pertama, Seminar Pengenalan BOS. Program pengenalan dilakukan dalam sebuah seminar bisnis untuk menjadi pengusaha sukses yang dibawakan oleh Made Robert. Hal ini berguna untuk pengenalan program-program BOS kepada calon peserta, sehingga tertarik untuk menjadi seorang entrepreneur sukses. Seminar ini bisa juga disampaikan oleh pengusaha sukses lainnya dari seluruh Indonesia. Kedua, Mentoring BOS. Program Mentoring dilakukan di kelas setiap minggu selama 8 kali pertemuan. Setiap pertemuan akan diisi selama 3-4 jam dengan materi dan mentor berbedabeda. Para mentor adalah para pengusaha sukses dan praktisi bisnis dari Bali, Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, Malang, NTB dan bahkan dari luar negeri. Ketiga, Master Mind BOS. Bertemu, berdiskusi dan tumbuh bersama menjadi pengusaha sukses. Di kalangan pengusaha etnis Tionghoa tradisi ini disebut KONG KOW KONG KOW. Di tradisi masyarakat Bali disebut SEKEHA. Namun saat ini belum ada sekeha PENGUSAHA. “Mulai saat ini alumni BOS akan
menghimpun diri dalam sebuah Sekeha Pengusaha/Master Mind alumni BOS. Serta mendapat bimbingan, konsultasi dan evaluasi usaha baik secara individu maupun berkelompok. Keempat, Pelatihan Mental BOS melalu Financial Breakthrough With Firewalk, Dream Breakthrough & Survival Breakthrough. Manfaat dari pelatihan Mental bisnis ini adalah menghancurkan mental block sebagai pengusaha, menghilangkan trauma-trauma bangkrut/ gagal, melatih untuk tetap semangat dalam kondisi apapun, memasukan bibit dan spirit entreprenuership, menanam impian di alam pikiran bawah sadar, menciptakan blue print yang benar sebagai pengusaha, mengubah Money Blue Print terhadap kekayaan. Kelima, Business Field Trip BOS. Program kunjungan ke tempat usaha, mendengarkan langsung kisah sukses dari pengusaha di tempat usahanya, merasakan aura dan chemistry sebagai pengusaha. Keenam, Gathering Alumni BOS Seluruh Indonesia. Gathering nasional alumni BOS seluruh Indonesia diadakan setahun sekali di Bali. Program ini diadakan sebagai ajang bertemunya seluruh alumni BOS se-Indonesia. Maksud dan tujuannya sebagai berikut; Menyediakan peluang bisnis baik secara business opportunity maupun franchise; Meningkatkan networking business; Memberikan peluang transaksi produk; Mendapatkan inspirasi bisnis melalui sharing dengan pembicara yang kompeten; Memperkuat dan memperluas brand image perusahaan kepada masyarakat luas; Mendapatkan strategi marketing yang kuat, handal, kreatif dan inovatif. Bagi yang ingin bergabung di BOS, tidak harus mengikuti seminarnya dulu, langsung bisa gabung jadi murid BOS. Info lanjut, silakan menghubungi Kantor BOS di Jalan Buana Raya No. 88 Padang Sambian, Denpasar. Telepon: 081 239 470 88, 0878 6091 1588, 0813 39112536.–ten
Dengan dibukanya kelas BOS ini, ia mengatakan berkesempatan membagi ilmu-ilmu yang didapat di BOS, yang sudah ia rasakan sendiri manfaatnya yang sangat bagus, baik untuk diri sendiri, apalagi berbisnis, karena semuanya di-cover dengan spiritual. “Banyak siswa BOS yang sekarang sudah berhasil. Ada seorang siswa BOS yang sekarang jadi mentor, dulu sampai tujuh kali berganti-ganti usaha. Sejak bergabung di BOS dan diajari cara-
3
caranya, kini ia jadi pengusa sukses,” tutur istri dari I Wayan Koyan ini. Salah satu bentuk ritual spiritual yang diajrkan di BOS adalah sujud/ mencium kaki orangtua. Ini pula yang dilakukan Jro Jeky, dan sungguh ia mengaku ada perubahan luar biasa. “Memang kelihatan klise, tapi itu saya lakukan. Kemudian, komunikasi yang baik dalam keluarga, karena doa kita dari istri/suami, anak, orangtua, itulah awalnya. Jika di dalam keluarga sudah harmonis, pasti pintu rezeki terbuka lebar,” ujarnya. Jro Jeky mengisahkan dirinya ketika ia bergabung di BOS dalam kondisi depresi berat. Oleh konseptor sekaligus mentor BOS, Made Robert, mental bloknya dilepas, dan ia diarahkan untuk melakukan terapi ke guru spiritual. Sementara yang berkaitan dengan bisnis, seperti bangkrut, di tangan Made Robert hal ini sudah bisa teratasi. Ia mengatakan, di BOS ada mentoring, master mind, dan mereka yang bergabung masuk dalam grup BOS yang setiap saat bisa saling sharing, dan tiap minggu juga ada kegiatan pertemuan rutin. Minggu, 4 Desember 2016 juga dilaksanakan seminar “Rahasia Membangun Mesin Uang Bersama Bapak Wily (Pengusaha)”. “Di BOS, segala sesuatunya disentuh dengan cara berbeda. Seperti bisnis properti yang sekarang lagi down, di tangan BOS jadi naik, karena dinilai dengan cara berbeda,” ucap Jro Jeky yang bergabung di BOS sejak 2012. Yang lebih membuatnya bahagia lagi adalah, murid-murd BOS sekarang banyak anak-anak muda yang baru akan memulai usaha. Di mindset mereka, bukan lagi “kuliah sambil kerja” tapi “kerja sambil kuliah”. Sama seperti Jro Jeky, mereka juga sudah sering ikut seminar-seminar serupa hingga ke Jakarta, namun mereka mengaku lebih nyaman ikut Made Robert, hingga akhirnya bergabung di BOS. “Saya bangga jadi murid BOS dan nyaman disini. Karena jika kita mengalami kesulitan/kendala/konsultasi, benarbenar langsung direspons oleh Pak Robert. Kalau ikut seminar dengan mentor lain, seperti beli putus. Setelah ikut seminarnya, sudah. Saya bangga, Bali memiliki putra daerah yang hebat seperti Pak Robert,” ujarnya. -ten
2
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
GORO-GORO Biasanya perusahaan mem-PHK karyawan. Tapi kali ini 5 karyawan mau mem-PHK perusahaan yang puPutu Wijaya nya 250 karyawan. Caranya dengan minta berhenti secara sepihak. Tiga sekawan berkata tegas. “ Pak Presiden Direktur, kami beda konsep dengan Bapak, bahkan bertentangan tujuan. Bapak ingin perusahaan berkembang jadi perusahaan raksasa, tapi sebaliknya, kami ingin kesejahteraan karyawanlah yang diprioritaskan. Jadi kalau ada keuntungan karyawan pertama yang menikmatinya, baru sisanya untuk mempebesar perusaan. Bukan sebaliknya!!” Dua karyawan lainnya mengaku kecewa. “Bapak Presdir, mengapa perusahaan terlambat minta maaf karena sudah telat naikkan gaji kami, padahal perusahaan sudah setahun di belakang maju pesat! Coba kalau cepat minta maaf kami akan mengerti. Sekarang kami sudah terlalu kecewa. Kami resign!” Presdir cepat menego tiga sekawan. “Jangan resign, perusahaan memerlukan oposisi seperti kalian, agar langkah tetap terjaga kritis.”.
Tetapi kepada dua sekawan, Presdir berkata singkat: “Terimakasih, silakan mundur!” Tiga sekawan kembali bekerja. Malah diharapkan duduk di Dewan Karyawan memberikan saran-saran, tetapi lewat mekanisme dan prosedur yang sudah ada aturannya. Serta menjunjung azas demokrasi tunduk kepada aturan yang ada. Sementara dua karyawan yang diizinkan berhenti, menikmati uang pesangonnya selama 3 bulan. Tapi masuk ke bulan keempat mereka mulai kelimpungan. Melamar ke sana ke mari ditolak. Akhirnya mereka datang ke rumah Amat. Tentu saja Amat terkejut, karena tak kenal. “Bapak tidak kenal kami, tapi kami kenal Bapak. Bapak adalah Pak Amat, teman sekolah Pak Ngurah Budi, mantan Presdir kami. Beliau sering menyebut-nyebut nama Bapak kalau memberikan kami pengarahan. Bapak dipuji sebagai orang jujur, berdedikasi tinggi, punya komitmen tangguh, sederhana, bersih jujur dan mensyukuri karuniaNya. Karena itu hidup Bapak tenang dan panjang umur. Tidak banyak orang seperti Bapak!!” Amat tidak membantah. Ia mendengarkan saja kedua orang itu mengamuknya dengan pujian. Entah siapa
ambil muka
sebenarnya yang dia mau puji. Sambil menduga-duga apa mau kedua orang itu, Amat hanya manggut-manggut. Setelah setengah jam cerita ke sana-ke mari akhirnya mereka buka kartu. “Pak Amat, kami heran, Pak Amat, mengapa ketiga kawan kami yang mengecam keras dan beda konsep dengan Bos kok ditarik masuk? Kami yang hanya menuntut dia minta maaf malah dipecat? Apa dasar logikanya? Di mana letak keadilannya? Padahal kita ini kan berdasarkan musyawarah dalam mufakat dan berkeadilan sosial untuk seluruh rakyat. Jadi kami merasa diperlakukan tidak adil. Bagaimana pendapat pak Amat? Padahal kritik kami kan positif sekali. Kami membela karyawan seluruhnya dengan mengorbankan kepentingan kami sendiri. Apa yang kami tuntut itu kan bukan uang yang bisa merugikan perusahaan. Seharusnya dia kan mesti berterima kasih kepada kami, karena kalau saja mau minta maaf, seluruh karyawan akan terpanggil rasa memilikinya pada perusahaan dan saya yakin kinerja mereka akan tambah bagus. Jadi akhirnya perusahaan juga yang akan diuntungkan. Kan begitu, Pak Amat? Bagaimana pendapat Pak Amat. Memecat kami itu tindakan yang keliru! Dari mana-mana saya dapat empati
yang mendukung tindakan kami. Tolong sampaikan ini kepada beliau, supaya beliau bisa melihat persoalan yang sebenarnya. Kalau tidak, saya takut nanti ada gerakan yang mengadukan tindakan yang tak adil ini ke pengadilan. Jadi saya kasihan, jangan sampai ... .” “Bapak tak mampu lagi mendengar lalu tertidur.” Kata Amat esoknya bercerita pada Ami. “Waktu Bapak bangun lagi, temannya yang satu lagi bicara. Suaranya lembut, halus. Tapi Bapak sudah kenal suara seperti itu. Itu bukan lembut asli. Sopan-santun palsu. Sayup-sayup Bapak dengar: .... “ “Kami seluruh karyawan ikut membina perusahaan dari nol. Mulai dari hanya uang makan harian, sampai gaji di bawah UPH minimum sampai sepuluh tahun. Bahkan waktu perusahaan sudah berkembang, upah kami terhitung paling murah. Sekarang perusahaan jadi raksasa kok tidak
Ekspresso ada penghargaan pada karyawan yang sudah berjasa. Atas dasar itu kami bertindak memperjuangkan nasib mereka dengan mempertaruhkan karier kami .. .. .” “Sampai di situ, Bapak tertidur lagi,” lanjut Amat. “Waktu Bapak bangun lagi ternyata mereka sudah pergi. Kata ibu kamu, mereka tidak tahu Bapak tertidur. Mereka menyangka Bapak marah. Ami tertawa. “Terus?” “Kata ibu kamu, mereka lalu minta maaf. Dan sebelum pulang berjanji akan kembali ke kantor untuk minta maaf pada Presdir.” “O,ya, kenapa?” “Kata ibu kamu, karena melihat Bapak marah, mereka terus-terang mengaku, tindakan yang mereka lakukan itu sebenarnya bukan untuk membela nasib karyawan, tapi mau ambil muka sama karyawan, sebab selama ini mereka dikeluarkan dari serikat karyawan karena ada kasus.” “Terus Presdirnya bilang apa? “Ya nggak tahu, Bapak kan tidak kenal.”
Semangat Teman-Teman Disabilitas sangat Menginspirasi Curhat ini saya awali saat pertama kali bergabung di K3S Kota Denpasar pada tahun 2012. Ketika itu saya masih sangat awam. Setelah berada di dalamnya ternyata kegiatan sosial itu cakupannya sangat luas. Ada baiknya kita ketahui terlebuh dahulu apa itu K3S. Kooordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) atau biasa disingkat K3S Kota Denpasar yang dikomandoi oleh Ida Ayu Selly D.Mantra adalah salah satu mitra kerja Pemerintah Kota Denpasar yang bergerak dibidang sosial. K3S merupakan suatu organisasi koordinatif, bukan sebagai penyandang dana melainkan sebagai mediator/ fasilitator dalam menjembatani para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti para difabel, tuna netra, tuli, autis, tuna grahita, keluarga miskin dan lain-lainnya dengan menggandeng para donatur/dermawan, dengan harapan permasalahan sosial yang timbul dapat diminimalkan atau bahkan dituntaskan. Sangat unik bisa mengenal mereka para PMKS ini lebih dekat. Seperti teman-teman tuna netra di Yayasan Panti Guna Dria Raba ataupun yang tergabung dalam PORTUNI, mereka memiliki bakat dan suara yang bagus, termasuk memiliki semangat dan kemauan yang luar biasa. Tidak tanggung-tanggung mereka bahkan punya sekaa gong tuna netra. Seka-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
ini ini juga sudah biasa tampil dalam acaranya Pemerintah Kota Denpasar baik yang berskala nasional maupun internasional. Kalau mereka yang tuli, untuk mengenal mereka lebih dekat, kita harus tahu bahasa isyarat. Bahasa isyarat saat ini ada 2 yang umum di gunakan masyarakat yaitu Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) untuk bahasa isyarat resmi di sekolahsekolah. Sedangkan, Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) bahasa isyarat yang dibuat oleh teman-teman tuli sendiri yang lebih populer seperti bahasa gaul anak muda karena lebih mudah dipahami. Semangat teman-teman tuli juga luar biasa, mereka sangat kompak satu sama lain. Mereka sering kumpul-kumpul di suatu tempat untuk bersama-sama melakukan kegiatan. Saya sering memperhatikan saat mereka ngumpul, ramairamai, suasana tetap senyap dalam riuhnya percakapan mereka. Kalau kita bicara bakat atau talenta , selama ini mereka lebih banyak bergerak di bidang seni gerak dan tari. Untuk Kota Denpasar bahkan sudah memiliki agenda melaksanakan ajang yang cukup besar bagi teman-teman tuli se Bali, yakni “Pemilihan Putra Putri Tuli Bali. Sementara untuk teman-teman autis ataupun tuna grahita, saya merasa paling sulit diajak komunikasi, jika hanya sesaat saja mengenal mereka.
Rah Tut
Di sini sangat diperlukan kesabaran ekstra untuk bisa mendampingi mereka. Namun, jangan salah mereka juga selalu siap dan bersemangat saat diajak membuat atau menggarap sebuah pagelaran. Untuk teman-teman kita yang cacat secara fisik, karena mereka tidak ada sekolah khusus ataupun tempat berkumpul yang khusus, menjadikan komunikasi saya dengan mereka lebih terbatas. Sebab, mereka pastinya tinggal menyebar di Kota Denpasar. Istimewanya secara umum mereka sudah lebih mandiri, teman kita ini ada yang bekerja sebagai tukang jahit, ada yang masih sekolah, ada yang sudah memiliki usaha. Jika ada kegiatan dari
K3S kita mengumpulkan mereka melalui kecamatan. Terkait keberadaan teman-teman kita ini, pada kenyataannya dalam masyarakat kita masih melihat kurangnya pemahaman tentang disabilitas. Dari sini saya ingin berbagi, mengajak semua pihak untuk mengenal mereka lebih dalam dan lebih dekat lagi. Mari kita memberikan ruang yang sama dalam beraktivitas dan berekspresi. Kebersamaan kami selama ini telah menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa mereka yang memiliki keterbatasan tidak selalu menjadi halangan untuk meraih sukses. Bahkan mereka dapat berguna bagi manusia lain. Meskipun, perjuangan itu tentu aja tidaklah mudah, karena masih adanya ketidakpahaman masyarakat tentang teman-teman kita dengan disabilitas ini, bagaimana potensi mereka, bagaimana cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka, dan bagaimana hidup, bekerja, dan ber-
juang bersama-sama mereka. Kita tidak perlu under estimate terhadap mereka. Bersyukur saat ini Pemerintah Kota Denpasar melalui kepemimpinan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, telah memberikan ruang yang sama bagi para penyandang disabilitas. Pemberdayaan dan ruang kreativitas bagikaum disabilitas dalam meningkatkan kemampuannya terus dilakukan. Keterlibatan mereka yang memiliki gangguan atau keterbatasan partisipasi ini di tiap event budaya yang digelar Pemkot Denpasar sering kita lihat dan saksikan. Dengan begitu diharapkan para kaum disabilitas dapat memiliki kesempatan yang sama dengan orang normal lainnya di segala bidang pembangunan di Kota Denpasar. Rah Tut (Musisi dan Pemerhati Sosial)
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 930/ 5 - 11 desember 2016
23
Pod Bali Chocolate Factory & Outlet Dari Kakao Lokal yang Siap Go International
S
atu lagi tempat wisata yang menarik hadir di Badung, Pod Bali Chocolate Factory & Outlet. Lokasinya di Banjar Binong, Desa Werdhi Buana, Mengwi, Badung, Peresmian tempat ini dilakukan Selasa (29/11), ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon. Pod Bali Chocolate Factory & Outlet tidak hanya menyediakan cokelat yang selama ini sudah sangat dikenal, namun kunjungan menjadi semakin lengkap dengan melihat langsung dan mengenal bagaimana selukbeluk proses pengolahan kakao hingga menjadi sajian cokelat yang berkualitas, enak sekaligus menyehatkan. Disamping itu oleh-oleh cokelat dari Bali yang bernama Coklat Pod ini, istimewa karena bisa dikonsumsi untuk semua orang. Pod Bali Chocolate Factory & Outlet ini, merupakan cabang kedua setelah di Desa Carang Sari, Petang. Lokasi di Carang-
sari satu areal dengan Bali Elephant Park. I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, yang biasa disapa Gek Inda, pemilik Pod Bali Chocolate terus berupaya mengembangkan inovasi, salah satunya memadukan berbagai potensi dalam satu kawasan tempat usahanya. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali ini, mengatakan mereka yang hadir ke Pod Bali Chocolate Factory & Outlet akan memperoleh edukasi sekaligus pengalaman yang menarik. “Pengalaman yang tak akan terlupakan dengan melihat proses pembuatan cokelat mulai dari kakao lokal hingga menjadi coklat yang berkualitas ,” terang Gek Inda. Ia menuturkan usaha coklatnya ini berawal dari kecintaannya terhadap coklat. Bahkan semua jenis rasa coklat sudah dinikmatinya. Coklat Pod, sesuai dengan impiannya sudah menjadi oleholeh dari Bali yang dicari. Sebab selain produksinya memang di Bali, bahan coklat yang digunakan juga merupakan hasil dari
petani lokal. “ Sekarang jika kita bicara tempat wisata , maka Pod Bali Chocolate Factory & Outlet pun menjadi pilihan tempat yang wajib untuk dikunjungi. Selain nyaman, sekaligus menjadi tempat mencari oleh-oleh Bali serta tempat edukasi yang keren bagi siapa saja yang ingin mengetahui bagaimana proses pembuatan cokelat yang baik, benar dan berkualitas,” jelasnya. Usai pemotongan pita tanda peresmian Pod Bali Chocolate Factory & Outlet,undangan dipandu oleh pendiri Coklat Pod, Tobby Garret yang juga suami Gek Inda, untuk melihat-lihat ruangan yang berisikan alat-alat yang digunakan untuk memproses kakao hingga menjadi coklat yang enak. Tobby dengan sangat detil memaparkan setiap proses yang dilakukan. Salah satunya ia memperlihatkan cetakan coklat yang berasal dari Jerman, dikatkannya jika ingin coklatnya mengkilat maka cetakannya pun harus mengkilat. Seluruh ruang tempat proses
Prosesi pemotongan pita saat pembukaan Pod Bali Chocolate Factory & Outlet
coklat itu put sangat terjaga kehigienisnya. Diakuinya jika selama ini mereka baru bisa memenuhi market Coklat Pod lebih banyak di lokal, Namun, dengan hadirnya mesin yang bisa berproduksi berlipat-lipat kali dibanding yang selama ini digunakan, maka salah satu produk UKM di Badung siap ke nasional bahkan go international. Sampai saat ini sebagian besar hotel, resort, dan restoran terbaik di Bali sudah menjadi konsumen Coklat Pod. Tobby menjelaskan dengan alat-alat canggih yang ada dipabriknya sekarang tentu hasil produksinya pun makin banyak dan siapa memenuhi pesanan coklat yang datang dari berbagai negara. Mimpi mereka tidak hanya sampai di sini ia masih ingin memiliki alat yang lebih baik lagi hingga produksinya bukan hanya lebih banyak na-
mun juga lebih cepat dari yang ada sekarang. Sembari menerangkan peningkatan kecanggihan alatalat yang dimilikinya Tobby juga menyampikan bahwa biji kakao hasil petani lokal ternyata memiliki kualitas yang bagus atau premium. “Ketika kami berada di toko coklat yang ada di Prancis, kami mencoba menyelidiki asal produksi coklat
di Prancis tersebut hingga bisa harganya sangat mahal dan kualitasnya tinggi. Ternyata sebagian besar buah kakao yang diproduksi menjadi cokleat terbaik yang ada di Prancis dan negara lainnya berasal dari para petani di Indonesia. Di situ kami mulai berpikir kenapa tidak kita manfaatkan kondisi ini yang baik ini. Kami ingin bisa berproduksi untuk memenuhi keperluan penggemar coklat yang ada di luar negeri, seperti Jepang misalnya,” kata Tobby. “Sekarang kita ketahui Coklat Pod diproduksi di Bali, langsung dari tanah perkebunan di Bali. Pod juga mendukung petani lokal dalam menyejahterahkan dan mendukung budidaya cokelat lokal. Dengan membelinya berarti kita semua juga turut mendukung petani lokal. Ini berarti kita mencintai produk dalam negeri,” imbuh Gek Inda. Ia juga mengatakan kalau Pod Bali Chocolate yang memiliki banyak varian rasa ini bisa, selain di dua lokasi pembuatannya juga didapatkan di sejumlah outlet, seperti di Beach Walk dan Duty Free di Bandara Ngurah Rai. Bagi para wisatawan juga keluarga nusantra yang liburan ke Bali, jangan lupa datang ke Pod Bali Chocolate Factory & Outlet, isi liburan dengan pengalaman yang berbeda, dengan belajar segala sesuatu tentang cokelat serta mencicipi cokelat homemade yang kualitasnya terjamin. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
24
Sudut Pandang
Edisi 930/ 5 - 11 DESEMBER 2016
Percaya Tuhan Pasti Beri yang Terbaik Aria Indrawati boleh dibilang beruntung. Di negeri yang masyarakatnya masih kental perlakuan diskriminatifnya pada kalangan disabilitas, Aria yang tunanetra berhasil mencapai pendidikan tinggi bahkan lulus sebagai sarjana hukum di sebuah perguruan tinggi swasta. Untuk mencapai hasil itu bukan hal yang mudah.
B
ukan karena otaknya tak mampu mencerna pelajaran di sekolah umum, tapi lebih kepada penolakan pihak sekolah untuk menerimanya sebagai murid. Untuk membuktikan dirinya mampu, Aria yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia) bukan saja harus bermental baja, tapi juga belajar super keras agar mendapat nilai baik dalam semua pelajaran di sekolahnya. Usahanya tidak sia-sia. Aria pun menjadi salah satu siswa berprestasi di sekolahnya dan berhak masuk ‘kelas teladan’, yakni kelas tempat berkumpulnya siswa-siswa pintar di sekolah itu. Sejak saat itu ‘mata’ orang-orang di lingkungan sekolahnya ‘terbuka’ bahwa Aria lebih dari sekadar mampu dalam menyerap pelajaran di sekolah umum. Nilainilai yang didapatnya pun mampu melampaui teman lainnya, dan ia pun berhasil lulus dengan predikat terbaik kedua untuk jurusan IPS. Di sisi lain, upaya Aria bukan hanya belajar giat tapi dia juga mengembangkan sikap bersahabat kepada semua temannya. Dia bukan pribadi yang tertutup. Karena itu, pada akhirnya sebagian besar orang di lingkungan sekolahnya bisa menerimanya dengan terbuka. Ketika lulus SMA, Aria kembali harus menerima penolakan dari pihak universitas negeri tempatnya mendaftar dan sempat dinyatakan lulus. Ketika tahu ia tunanetra, pihak universitas pun dengan berbagai alasan, menolaknya. “Memang tidak mudah untuk tunanetra mendapat akses pendidikan, penolakan-penolakan dari sekolah-sekolah umum sudah saya rasakan semua. Jadi ketika berhasil masuk sekolah umum, saya berupaya keras dengan belajar
Aria Indrawati
giat agar tidak diremehkan. Itulah pengalaman saya,” kata Aria yang sempat menjadi dosen di Universitas 17 Agustus. Menurutnya, tidak ada orang di dunia berkeinginan atau memilih sebagai tunanetra namun ketika hal itu terjadi pada dirinya, tak mungkin ditolak. Ia pun sempat mengalami pergolakan batin yang dahsyat sebelum akhirnya bisa menerima keadaan dan bersyukur atas anugerah Tuhan. “Aku percaya, dilahirkan menjadi seorang tunanetra bukanlah sebuah ‘kebetulan’. Tapi ini adalah rencana Tuhan untukku, dan aku percaya itu pasti yang terbaik,” ucap Aria yang kini juga aktif di Yayasan Mitra Netra sebagai Kepala Humas. Akses pendidikan untuk kalangan tunanetra, kata Aria, sampai saat ini bisa dibilang masih sangat terbatas. “Pertuni menginginkan anak-anak tunanetra di seluruh Indonesia bisa bersekolah karena sampai saat ini jika melihat data yang ada, masih banyak sekali anak tunanetra tidak dapat sekolah. Bahkan menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah keseluruhan anak disabilitas di Indonesia, termasuk tunanetra, yang bisa bersekolah hanyalah 12%,” ungkap wanita kelahiran 1965 ini. Karenanya, tutur Aria, memperoleh kemudahan akses bagi anakanak tunanetra untuk sekolah menjadi salah satu yang diminta Pertuni
kepada pemerintah. “Jadi salah satu permintaan Pertuni kepada pemerintah daerah khususnya adalah harus membawa semua anak tunanetra ke sekolah dan untuk itu harus difasilitasi dengan fasilitas pendidikan yang memang khusus dibutuhkan anak tunanetra,” katanya. Diakuinya, sejak UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas disahkan dan diberlakukan, perhatian pemerintah sudah mulai dirasakan. Namun, karena UU ini masih baru, jadi memang belumlah seperti yang diharapkan. Menurutnya, ada banyak hal yang diharap Pertuni segera dilakukan pemerintah selain masalah akses pendidikan. “Layanan bank misalnya, sangat kami rasakan sekali masih terkendala. Masih ada perbedaan misalnya di bank yang sama tapi berbeda perlakuan, ada yang bisa ada yang tidak bisa. Tunanetra bisa menabung tapi tidak boleh punya ATM, dan berbagai masalah lainnya. Karena itu saat ini kami sedang mendorong OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk membuatkan guide line tentang masalah ini,” tuturnya. Hal yang juga terkait dalam kehidupan sehari-hari adalah transportasi. Sebagaimana diketahui transportasi merupakan hal yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari, demikian halnya dengan tunanetra. Sayangnya fasilitas transportasi yang ada masih dirasakan belum ‘ramah’ terhadap penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Di kota- kota besar kebanyakan sudah memiliki fasilitas yang bisa memudahkan kalangan difabel. “Di Jakarta, yang saya tahu salah satunya adalah di Stasiun KA Gambir yang sudah memiliki fasilitas bantuan. Tapi bagaimana dengan kota-kota kecil, saya berharap hal ini diperhatikan. Saya berharap pemerintah harus mulai punya kesadaran untuk melaksanakan tugasnya, nggak usah menunggu masyarakat marah-marah dulu,” katanya lagi. Hal yang tak kalah penting adalah perhatian pada akses pekerjaan, baik itu formal maupun kewirausahaan. Pemerintah, menggelontorkan banyak dana untuk UKM, diharapkan juga mengucur pada tunanetra yang menekuni kewirausahaan. (dianaruntu@cybertokoh.com)
Gali Potensi Selama ini, keberadaan penyandang disabilitas cenderung diabaikan dalam hakhaknya. Salah satunya terkait hak hidup. Banyak yang masih memberi stigma ‘kutukan’ ataupun ‘malapetaka’ bagi mereka yang berkekurangan secara fisik maupun mental. Tak jarang, pandangan semacam ini justru datang dari keluarga dekat. Para penyandang disabilitas pun sering mengalami nasib kurang menyenangkan. Entah dikucilkan, dikirim ke panti, atau yang terburuk, dipasung. Menurut Ketua National Paralympic Commite (NPC) Kabupaten Buleleng I Komang Sarira, S.S., keberadaan UU yang mengatur hak penyandang disabilitas diharapkan mampu memberikan kesamaan dalam bidang pendidikan dengan orang normal pada umumnya. Ia menambahkan, anak dengan kebutuhan khusus jika dilatih dengan baik maka akan mampu berprestasi sesuai dengan bakat yang dimilikinya. “Kalau mereka berprestasi ini akan menjadi motivasi untuk penyandang disabilitas yang lain dan menjadi kebanggaan bagi diri sendiri dan keluarga,” jelasnya. Pada dasarnya penyandang disabilitas memerlukan pendidikan seperti layaknya anak normal, namun pandangan orangtua yang beranggapan bahwa pendidikan untuk disabilitas tidaklah begitu berguna, padahal sebaliknya bahwa pendidikan disabilitas sangatlah berguna untuk menggali potensi anak tersebut sehingga mereka dapat mengembangkan potensinya dibalik kekurangan yang dimiliki. Sarira menambahkan, keberadaan Sekolah Luar Biasa di Buleleng rupanya belum mampu menyadarkan betapa
I Komang Sarira, S.S.
pentingnya pendidikan ditengah keterbatasan fisik maupun mental. Bahkan tidak jarang orangtua yang memiliki anak dengan kelainan fisik malah merasa malu dan tidak mengizinkan anaknya mengenyam pendidikan. “Bagi orangtua, untuk apa menyekolahkan anak yang memiliki keterbatasan fisik dan mental,” tambahnya. Dirinya sangat berharap kesadaran dari keluarga untuk menyekolahkan anaknya di SLB. Menurut Binpres NPC tingkat provinsi Bali tersebut dengan adanya peraturan perundang-undangan yang melindungi hak-hak penyandang disabilitas, merupakan langkah progresif untuk menghilangkan stigma terhadap penyandang disabilitas. Tantangan selanjutnya adalah kesiapan sekolah untuk memfasilitasi siswa penyandang disabilitas. “Semoga pemangku kebijakan dapat memberikan perhatian khusus bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Semoga tak ada lagi diskriminasi di masa depan,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@ cybertokoh.com)
Berdayakan Kaum Disabilitas agar Mandiri Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung I.B. Oka Dirga mengatakan, saat ini jumlah penyandang disabilitas di kabupaten Badung 2223 orang. “Data ini terus kami perbaharui tiap tahun. Kecacatan bisa karena disebabkan dua hal yakni kecelakaan atau emergency dan cacat dari lahir, sehingga memperbaharui data sangat penting kami lakukan,” katanya. Pelayanan kepada kaum disabilitas dimulai dari pemberdayaan. Dalam artian, pemberian pelatihan keterampilan sesuai dengan kecacatan mereka. “Tujuan dari kegiatan pemberdayaan tenaga kerja disabilitas ini untuk mendorong jiwa kewirausahaan yang mandiri pada tenaga kerja disabilitas agar menjadi unit ekonomi yang mandiri,” ujarnya. Menurut dia, kegiatan ini untuk
meningkatkan akseskecantikan. Sementara, abilitas atas kesempatan bagi penyandang disabiliats kerja bagi tenaga kerja yang permanen atau cacat disabilitas serta menciptetap, juga difasilitasi dentakan lapangan kerja bagi gan pemberian bantuan tenaga kerja penyandang alat sesuai tingkat kecadisabilitas di sektor incatan mereka. formal sekaligus menguSaat peringatan Hari rangi angka pengangguran. Disabilitas, Pemkab BaIa menambahkan, pemberdung merayakan bersama dayaan penempatan tenaga kaum disabilitas dengan kerja disabilitas ini untuk mengadakan acara syumemberikan kesempatan kuran di Wantilan DPRD yang sama tanpa diskrimiBadung. Acara diisi dennasi untuk memperoleh gan pameran hasil karya pekerjaan bagi tenaga kerja para kaum disabilitas dan disabilitas. pertunjukkan kesenian I.B. Oka Dirga Pelatihan keterampilan dari mereka. yang sudah diberikan seperti menjahit, Untuk saat ini, kata Oka Dirga, para dismengukir, menyablon, massage, dan salon abilitas memiliki kelompok sesuai dengan
kecatatan mereka. Misalnya, kelompok massage. Mereka diberikan kesempatan memakai gedung LPK di Abiansemal untuk berwirausaha. Tarif yang dikenakan kepada konsumen murni untuk kemajuan kelompok mereka masing-masing. Salah satu kelompok yang juga sudah sukses dibina, adalah kelompok menjahit di Desa Munggu. “Mereka ini sudah mandiri dan bisa menghasilkan,” ucapnya. Rencana ke depan, untuk tahun 2017, pelatihan keterampilan kepada kaum disabilitas akan lebih intensif diberikan. Selain itu, sembari menunggu aturan dari Pusat rencana akan dibuatkan Perda bagi kaum disabilitas. “Pusat masih merancang aturan untuk bisa membuat perda, se hingga kalau sudah ada perda, bisa kami fasilitasi dengan lebih baik,” kata Oka Dirga. (wirati.astiti@cybertokoh.com).
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com