Skip to main content

Tokoh Edisi 929 | Tokoh

Page 1

24

What’s Up

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Fa s h i o n S h o w E n d e k d i B C I C D e n p a s a r

Selly D. Mantra: Kita Harus Bangga Pakai Endek

Serangkaian pelaksanaan Pameran UKM/IKM & Industri Kreatif di Bali Creative Industry Centre (BCIC), Denpasar yang digelar sejak 17 s.d. 20 November 2016, Dekranasda Kota Denpasar bekerjasama dengan ASBEST (Asosiasi Bordir, Endek dan Songket) Kota Denpasar menggelar fashion show busana endek yang mengambil tema “Endek Casual” pada Sabtu (19/11).

D

alam kesempatan tersebut Ketua Dekranasda Kota Denpasar, IA Selly D.Mantra. mengatakan pelaksanaan lomba ini sangat penting bagi pelestarian dan pengembangan Busana Endek. “Tema Casual yang diangkat oleh panitia tentu saja menunjukkan bahwa Endek sangat jauh dari kesan busana yang ‘old fashion’ melainkan sangat bisa diaplikasikan ke dalam busana sehari- hari yang trendi dan khas anak muda. Semoga even sperti ini akan lebih lagi menjadikan Busana Endek semakin dikenal dan dicintai oleh masyarakat terutama generasi muda di Kota Denpasar,” ujar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra sembari mengatakan sebagai generasi muda harus bangga memakai endek. Demikian juga dengan Mira Minardi selaku ketua panitia mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan Fashion Show “Endek Casual” ini adalah demi memacu masyarakat terutama gene­ rasi muda agar lebih mencintai Busana Endek. ”Kami mengangkat kembali Endek yang merupakan produk unggulan lokal Kota Denpasar agar lebih

banyak lagi orang yang memakai Endek untuk busana sehari- hari. Karenanya kami menghadirkan tema “Endek Casual”. Kami juga berharap anak-anak usia sekolah yang mengikuti lomba fashion show ini semakin mengenal dan mencintai Endek sejak usia dini,” tuturnya. Dikatakannya untuk kriteria lomba, yakni 70 persen menggunakan endek bermotif dan 30 persennya lagi tenun

ikat yang polos namun tetap boleh dimodifikasi sesuai dengan keperluan gaya dan desain yang dikenakan peserta. Pendaftaran peserta sebelumnya sudah dibuka sejak 4 s.d 16 November. Kami juga melaksanakan technical metting pada (17/11). “Di acara technical metting tersebut kami memberitahukan kepada peserta tentang tema “Endek Casual” , yang salah satu poinnya tidak dianjurkan menggunakan high heels, agar

nantinya tidak terjadi kesimpangsiuran tentang peraturan lomba di antara para peserta,” ujar Mira lebih lanjut. Para peserta lomba Fashion Show Endek Casual ini dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari desainer, praktisi fashion dan juga Duta Endek Kota Denpasar. Para pemenang lomba fashion show kali ini berhak atas hadiah piala dari Dekranasda Kota denpasar. “Harapan kami selaku panitia tentu saja melalui lomba ini masyarakat terutama generasi muda Kota Denpasar semakin mencintai Busana Endek sekaligus mengenalkan kain Endek ini di tingkat regional, nasional bahkan kalau bisa ke kancah internasional,” ujar Mira yang diamini oleh tim panitia lainnya. Salah seorang dewan juri, Dewi Anyar menyatakan melihat para peserta sangat antusias. Dan, istimewanya lagi hampir semua berhasil tampil memukau di panggung. Baik peserta kategori yang paling kecil hingga mereka yang remaja, sukses membuat para dewan juri kerja keras untuk menentukan pemenangnya. Sementara, seorang peserta lomba

fashion show yakni Diva dari SD Pelita Bangsa mengaku sangat senang dapat mengikuti lomba Fashion Show Endek Casual ini. ”Saya mempersiapkan mulai dari busana hingga belajar bagaimana bergaya dan penguasaan panggung untuk dapat tampil maksimal saat lomba,” ujarnya. Selanjutnya Ketua Asbests Kota Denpasar, Rhea Cempaka mengaku teringat perjuangan 7 tahun silam, bersama Ibu Selly D. Mantra saat Denfest 2009 pertama kali hanya sedikit peng­rajin yang mau memotong kain endeknya untuk menjadi pakaian jadi. Sekarang semua usaha itu berbuah kebahagian, termasuk melihat peserta lomba kali ini, yang rata-rata tampil keren, kreatif, inovatif. “Kami bangga dan terharu melihat semua peserta tampil bagus dan maksimal. Rupanya mereka memang luar biasa dan menurut saya semua juara karena berani tampil serta berkreativitas dengan endek dan mengeksplor endek hingga menjadi pakaian yang keren dan kece dikenakan se­h arihari. -ard

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


2

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

GORO-GORO “Jadi bagaimana Ahok, Pak Amat?” tanya pak Made. “Ya, serahkan saja pada proses hukumnya, Pak!” “Pak Amat masih milih Ahok?” “Ya, tetap!” Putu Wijaya “Meskipun Pak Amat bukan penduduk Jakarta?!” “Tetap, Pak Made!” “Kenapa?” Amat nampak bingung. Kemudian langsung memperbaiki jawabannya. “Ya, nggaklah Pak Made. Kita kan bukan penduduk DKI!” “O, kirain Pak Amat jadi pindah ke DKI!” Pak Made ketawa. Lalu ngeloyor pergi. Para tetangga yang lagi pada menyapu halaman, ikut ketawa. Amat yang merasa sudah diejek, ngedumel. “Apa salahnya orang milih Ahok?” kata Amat sewot. Bu Amat cepat nongol. “Kenapa, Pak? Pagi-sudah ahok-ahok?!” “Itu Pak Made, masak ngeledek Bapak terus?” “Ngeledek bagaimana?” “Ya kan gara-gara Bapak milih Ahok.” “Lho, jadi kita jadi mau pindah ke Jakarta?” Amat tercengang. Para tetangga yang masih nguping kembali ketawa. Terpaksa Amat tidak menjawab. Ia heran kenapa ia terus jadi bahan olok-olok. Bahkan istrinya sekarang ikut menertawakan di depan tetangga. Amat memang sudah sempat gembar-gembor memujikan Ahok. Ia menganggap Ahoklah yang sudah berhasil menyelamatkan

ahok

ibukota dari banjir. Baginya setelah Bang Ali, baru Ahok gubernur yang berani dan nyata kerjanya membenahi “rimba’” Jakarta. Malam hari, karena penasaran, Amat terpaksa bertanya: “Kok ibu ikut ngejek Bapak mau pindah Jakarta? Kenapa?” Bu Amat tersenyum. “Bapak kesel, ya?” “Kesel sih tidak. Cuma mangkel saja!” “Kalau begitu, bagus.” Amat terkejut. “Kok bagus?” “Ya! Habis, gara-gara Bapak pernah memuji Ahok sebagai gubernur yang satu-satunya kerja betul sesudah Bang Ali, Pak Made marah. Nah sekarang Ahok kena perkara, kesempatan bukan hanya Bapak, saya juga diketawain oleh ibu Made di depan ibu-ibu arisan. Disindir-sindir, kapan jadi pindah ke ibukota, katanya!. Jadi saya terpaksa ikut-ikutan ngomong begitu, ikut ngetawain Bapak, supaya mereka berhenti ngetawain saya!” Amat manggut-manggut. “O, begitu?! Jadi kalau ikut-ikutan ketawa jadi tidak termasuk pihak yang diketawain?” “Iya, kan?!!” Amat tiba-tiba ketawa. “Jadi kalau begitu, kalian ibu-ibu juga sudah main politik kecil-kecilan, sesama tetangga!” “Ya bagaimana lagi, Pak, supaya aman. Apa enaknya kalau hidup tegang.” “Kalau begitu, Bapak harus pura-pura memang mau pindah ke Jakarta, tapi sekarang tidak jadi! Begitu?” “O, jangan! Nanti mereka kecewa, kehilangan bahan untuk ketawa! Bapak terus saja seperti

Ekspresso sekarang ini. Tapi tidak boleh marah!” Amat mau membantah, tapi Bu Amat membentak. “Sudah! Jangan membantah terus! Ini politik!” Amat bengong. Tak habis pikir kenapa sandiwara sudah menjalar keluar panggung. Tidak hanya ke jajaran atas. Juga sudah merambah ke pergaulan antar tetangga. “Tapi baiklah, kalau itu dapat membuat hidup bertetangga lebih damai. Apa beratnya hanya bersandiwara mau pindah ke Jakarta!” kata Amat akhirnya. Sejak itu, Amat jadi badut untuk diketawakan semua oraang. Ia berkoar memastikan akan pindah ke Jakarta segera. Tapi apa yang terjadi? Sebaliknya dari ketawa, semua orang bengong. Mereka ramai kasak-kusuk. Dan pada puncaknya, malam-malam bertamu ke rumah Amat. Dipimpin oleh Pak Alit, mereka bertanya, apa rumor Amat mau hijrah ke Jakarta itu betul. Ketika Amat mengangguk dengan harapan semua akan ketawa, terjadi sebaliknya. “Aduh, Pak Amat, maaf seribu maaf, kalau kami lancang,”kata Pak Alit mewakili warga,”bukan ingin mencampuri hak-hak azasi Pak Amat, tapi kami hanya mengingatkan sebagai sesama warga, persoalan Pak Ahok sudah diurus oleh hukum. Sebagai warga dari negara hukum, kita wajib mematuhi bagaimana pun nanti keputusannya. Lalu, soal gubernur, Pak Amat, sekali lagi beribu maaf, sudahlah biarkan rakyat Jakarta memilih gubernurnya sendiri, kenapa mesti direcoki? Pak Amat lebih baik memikirkan siapa nanti yang harus memimpin Bali dalam 5 tahun ke depan ini. Bagaimana Pak Amat, cocok, tidak dengan saran kami?” Amat terpesona.

Bahasa Prancis Membuka Jalan Keberhasilan di Berbagai Bidang

Bahasa Prancis yang menjadi salah satu bahasa yang sulit dipelajari ternyata merupakan salah satu bahasa yang banyak dituturkan di dunia. Sebagian besar orang di Indonesia mengenal bahasa Prancis sebagai bahasa diplomasi karena dijadikan sebagai salah satu bahasa kerja dan bahasa resmi di PBB, Uni Eropa, UNESCO, NATO dan termasuk Palang Merah Dunia. Selain itu, bahasa Prancis juga dapat berperan dalam meningkatkan peluang sukses di bidang pendidikan. pasar kerja baik di bidang perhotelan, pariwisata, bisnis, hubungan internasional, dll. Tidak banyak pula yang mengetahui bahwa dalam dunia seni dan budaya, bahasa Prancis telah menjadi bahasa internasional untuk bidang teatrikal, seni visual, tari, arsitektur, kuliner dan juga mode. Prancis dengan bahasanya yang dituturkan di 5 benua di sekitar 70 negara memiliki banyak jaringan budaya di luar negeri termasuk di Indonesia. Pelaksanaan pagelaran budaya juga rutin dilaku-

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kan, seperti pagelaran “Musim Semi Prancis”, festival budaya dan audiovisual. Institut Français juga telah dibentuk di beberapa kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya) serta pusat-pusat budaya Prancis. Pemerintah Prancis juga menyediakan berbagai jenis kursus yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Prancis, melalui lembaga kebudayaannya. Kerjasama juga pernah terjalin antara pemerintah Republik Indonesia dan Republik Prancis melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI dan Kementerian Ekonomi dan Industri Republik Prancis untuk mempromosikan kedua negara di bidang pariwisata, pengembangan sumber daya manusia dan kerjasama di sektor swasta. Kerjasama ini diharapkan akan dapat mendukung pembangunan Indonesia sebagai negara berkembang. Kemitraan melalui kerjasama di bidang pendidikan juga telah dilakukan Indonesia-Prancis mengingat semakin meningkatnya jumlah mahasiswa

Ni Kadek Sulistiawati

Indonesia yang menempuh pendidikan di Prancis. Guna mengikuti pendidikan tinggi di Prancis, mahasiswa Indonesia dituntut untuk memiliki kemampuan berbahasa Prancis pada tingkat B2 (untuk ilmu sosial) dan B1 (ilmu science). Kemitraan ini juga merupakan salah satu strategi dalam mengharmonisasikan lulusan pendidikan tinggi Prancis dan Indonesia dengan dunia kerja dan kewirausahaan

yang semakin dinamis Jika di negara-negara frankofon bahasa Prancis sudah sangat popular, tidak begitu halnya dengan di Indonesia, khususnya di Bali. Padahal persaingan saat ini sudah semakin ketat. Sudah semakin banyak ekspatriat (warga Prancis dan penutur bahasa Prancis) yang datang dan kemudian menetap di Indonesia, khususnya di Bali untuk mengembangkan usaha di berbagai bidang, mulai dari bisnis konvensional, pariwisata dan bidang jasa lainnya. Semakin banyak pula orangorang Indonesia yang ingin datang ke negara tersebut maupun ke

negara-negara seperti : Kanada, Belgia, Swiss dan sebagainya yang menjadikan bahasa Prancis sebagai bahasa resminya dengan berbagai tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Karena demikian banyak perannya baik dalam diplomasi, ekonomi, pendidikan juga seni dan budaya sehingga membuat bahasa Prancis menjadi salah satu bahasa yang penting untuk menunjang studi dan karier serta membuka peluang untuk keberhasilan di pasar kerja. Ni Kadek Sulistiawati Guru privat Bahasa Prancis

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Sudut Pandang Aktivitas bangun pagi kadang sangat sulit. Ada yang akhirnya kebablasan alias bangun kesiangan. Namun, dengan adanya alarm, baik dari weker maupun telepon seluler (ponsel) sangat membantu membuat orang cepat terjaga dari tidur. Ponsel pun menjadi “teman tidur” yang setia.

“H

al yang pertama saya lakukan saat bangun tidur adalah cek ponsel untuk sekadar lihat jam atau cek notifikasi. Rutinitas ini saya lakukan sejak SMP, sejak punya ponsel,” ungkap Dwi Lina Sari Tanjung, GM Secretary & Public Relation Hotel Santika Seminyak Pengalaman yang sama disampaikan Ni Kadek Alvioni, Kabid Marketing PT. Puri Bunda- RSIA Puri Bunda. “Bangun pagi, saya langsung ambil ponsel, setelah itu ke kamar mandi, lalu minum kopi,

23

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Bangun Pagi Cek Ponsel

Onik

Lina

olahraga, mandi,” ujar perempuan yang akrab disapa Onik ini. Rutinitas membawa ponsel ke tempat tidur ini ia lakukan dari pertama kali punya ponsel. Karena dekatnya dengan ponsel, ia merasa sedih kalau saat bangun pagi, ponselnya mati karena kehabisan baterai. Ia pun langsung mengisi baterai sambil berharap segera bisa baca pesan yang masuk atau sekadar memantau akun media sosialnya. Bagi Onik, dirinya memilih ketinggalan

dompet daripada ketinggalan ponsel. Setelah urusan cek ponsel beres, Onik biasa olahraga di rumah. Kadang ia memanfaatkan treadmill untuk mengganti lari pagi, atau sit up. “Badan sakit semua dan berasa gemuk banget kalau tidak olahraga pagi karena. Tidak perlu mandi air hangat di pagi hari karena badan sudah hangat setelah olahraga,” tandasnya. Sementara itu, Winny Sri

Adriani mengatakan hal pertama yang ia lakukan saat bangun pagi adalah berdoa dan bersyukur masih punya kesempatan hidup, sehat, dan melihat orang-orang tersayang sehat dan baik-baik saja. Ia juga berdoa semoga hari yang akan dilalui selalu dalam lindungan Tuhan. “Habis berdoa, baru ngecek ponsel. Lihat e-mail, chat. Selanjutnya persiapan berangkat kerja,” ujarnya. Regional Sales Digital Advertising Telkomel Bali Nusra ini mengatakan kebiasaan di pagi hari itu ia lakoni sejak tiga tahun terakhir. Winny pernah punya pengalaman unik tentang bangun pagi. “Waktu itu ada acara di kantor dan saya harus hadir pukul 06.00. Saya sudah setel alarm dan yakin tidak akan terlambat. Paginya saya bangun pukul 05.30 dan alarm ponsel belum bunyi. Spontan saya kaget menyiapkan diri dengan secepat mungkin. Orang rumah nanya nanya, mau kemana. Saya jawab ada acara di kantor. Mereka nanya lagi, apakah hari Minggu kerja. Saya tersadar, ternyata acara di kantor itu Senin, bukan Minggu,” ujarnya sembari tertawa. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

Winny

Olahraga Pagi Naikkan Adrenalin Rathi terbangun pukul 5 pagi. Ia kaget mendengar suara hujan deras. Hari itu jadwalnya seperti biasa naik sepeda sebelum beraktivitas ke kantor. Namun, karena cuaca kurang mendukung, akhirnya hanya bisa memandangi hujan dari balik jendela kamarnya. Olahraga outdoor memang sering terkendala cuaca. Karena itu pula, kadang memicu orang menjadi tidak rutin berolahraga atau malas berolahraga. Demikian diungkapkan, dosen fisiologi olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dr. I Putu Adiartha Griadhi, M.Fis. AIFO. Menurutnya, dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat, ada beberapa olahraga pagi yang bisa dilakukan di tempat. Misalnya, jalan di tempat, senam, atau naik turun tangga. Namun, bagi yang mempunyai alat kebugaran di rumah atau melakukan olahraga indoor tentu faktor cuaca bukanlah hambatan. Banyak orang menilai, olahraga pagi adalah olahraga yang terbaik. Mengapa? “Saat kita pulang kerja, tentu tubuh sudah letih sehingga jika ditambah lagi dengan berolahraga tentu akan membuat tubuh menjadi lebih lelah. Olahraga pagi menjadi alternatif terbaik,” ucapnya. Ia juga menyebutkan, olahraga pagi, akan membuat tubuh menjadi lebih siap beraktivitas. Antisipasi bagi pekerja kantoran yang terbiasa duduk lama, otot

menjadi lebih siap untuk menekan gerak badan. Dari segi mental, olahraga pagi dapat memicu menaikkan andrenalin, sehingga lebih fokus, tidak mengantuk, dan lebih waspada. Untuk dapat bugar melakukan olahraga pagi, sebaiknya malam hari sudah tidur pukul 22.00. Kemudian pukul 4-5 pagi sudah bisa bangun. Kemudian ada waktu transisi dari tidur ke aktivitas selanjutnya. Minum air secukupnya, kemudian dilanjutkan dengan membersihkan badan agar tubuh menjadi rileks, dan siap berolahraga. “Olahraga yang kita ambil pagi hari hanya untuk persiapan aktivitas. Jadi, sarapan yang dipilih bisa yang sederhana. Jenis sarapan bisa roti, susu, atau bagi yang suka minum kopi juga bisa. Intinya, jangan sampai perut menjadi kosong atau terlalu penuh,” sarannya. Waktu yang diperlukan untuk olahraga pagi hanya 20 menit. S e dan-

gkan rekomendasi AS menganjurkan 30 menit tiap hari. Ada juga anjuran olahraga dapat dilakukan komulatif, artinya dalam seminggu capaiannya sekian jam, sehingga ada juga yang memilih olahraga dua hari sekali. Aturan berolahraga, 5 menit pemanasan, 10 menit olahraga inti, dan 5 menit pendinginan. Ibarat sepeda motor, tubuh juga perlu dipanaskan sebelum melakukan aktivitas berat. Misalnya, kita memilih olahraga lari. Pemanasan dapat dilakukan dengan jalan-jalan di tempat dengan menaikkan kaki sedikit tinggi. Tujuan dari pemanasan, untuk menaikkan denyut nadi. Denyut nadi normal 80. Ketika sudah melakukan pemanasan, kita bisa mengukur kembali denyut nadi. Menurut aturan, denyut nadi setelah pemanasan naik 30-40 kali per menit. Kemudian baru dilanjutkan ke olah-

dr. I Putu Adiartha Griadhi, M.Fis. AIFO

raga inti yakni lari. Untuk pendinginan, gerakannya mirip dengan pemanasan, namun, tujuannya untuk meregangkan otot lebih intens. Pendinginan dilakukan dengan cara, tidak diam setelah lari, namun, kita bisa jalan dengan pelan-pelan, kemudian dilanjutkan dengan meregangkan badan. Selain lari, olahraga pagi yang baik dilakukan adalah jalan kaki dan naik sepeda. Agar lebih rileks, banyak variasi yang bisa dilakukan saat olahraga misalnya mendengarkan musik atau jalan sembari membawa binatang peliharaan. Bahkan, bagi ibu-ibu, bisa berjalan kaki pergi ke pasar. “Ada orang yang mengatakan, tidak ada waktu untuk olahraga, karena sudah sibuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Itu kan sama saja dengan olahraga,” tegas dr. Adiartha. JANGAN LANGSUNG MAKAN Menurutnya, kita harus membedakan daily activity dan fisical activity. “Melakukan pekerjaan rumahtangga bukanlah olahraga, karena sulit mengukur takarannya dan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Sebaiknya, memang ada waktu khusus yang dipersiapkan untuk olahraga,” katanya. Setelah olahraga, ia menganjurkan sebaiknya tidak langsung makan banyak. Bisa saja minum atau makan, tapi jangan terlalu

banyak. Sebaiknya makan atau minum sedikit saja. Makan banyak bisa dilakukan dua jam kemudian. Memang ia mengakui, olahraga belum menjadi satu hal yang penting bagi sebagian orang. Mengubah prilaku seseorang untuk bugar dengan olahraga memang tak semudah membalikkan tangan. Menurutnya, tidak ada aturan yang memberi manfaat bagi yang melakukannya. “Sama halnya dengan anjuran memakai helm, kalau tidak diwajibkan mana ada orang pakai helm. Padahal memakai helm untuk keselamatan pengendara. Sama juga dengan olahraga. Walaupun disediakan fasilitas solahraga tapi orangnya tidak mau olahraga, sulit juga,” ujarnya. Dari penelitiannya, ia menilai, mengubah prilaku orang ini harus dengan reward yang nyata, Misalnya, buat satu momen penghargaan, aktivitas kolektif dalam durasi tertentu dengan tujuan akhir. Misalnya, dalam satu kantor/kampus, ada reward karyawan atau angkatan terbugar. Mereka ini bisa membangkitkan orang lain atau lingkungannya untuk mengubah prilaku menjadi rajin berolahraga. Menurutnya, diperlukan inovasi intervensi variatif. Namun, ia mengakui, memang tak mudah melakukan itu, karena belum semua orang memikirkan pentingnya berolahraga. (wirati.astiti@cybertokoh.com)


Sosialita

Edisi 929/ 28 November - 4 DESEMBER 2016

Sejak ramai diberitakan media pembangunan fasilitas publik di bekas kawasan lokalisasi pelacuran Kalijodo hampir rampung, banyak warga yang kerap datang mengintip di balik pagar seng yang mengelilingi lokasi proyek seluas 1,5 ha itu. Warga mengaku tak sabar sekaligus penasaran atas hasil kerja Pemprov DKI Jakarta setelah berhasil menggusur tempat pelacuran yang berdiri sejak tahun 1970-an itu pada Februari 2016 lalu.

“K

ita nggak sabar nih kapan jadinya sih,” ucap Maman yang bersama temannya kedapatan tengah mengintip di balik pagar seng. Memang warga belum diizinkan masuk sekalipun beberapa bangunan tampak sudah hampir rampung. Bahkan lapangan futsal lengkap dengan gawangnya pun sudah berdiri kokoh. “Ini memang hampir selesai. Pengerjaan sudah mencapai 80%, kira-kira bulan depan sudah rampung semua, sekarang tinggal finishing saja. Jadi warga belum boleh masuk dulu, nanti Desember saja (masuk),” ucap pengawas proyek. Sebagaimana diketahui penggusuran lokalisasi pelacuran Kalijodo sempat menghebohkan publik. Aksi tegas Pemda DKI Jakarta berhadapan dengan masyarakat khususnya pemilik bangunan lokalisasi, sempat menjadi topik berita hangat. Saat itu banyak kritikan dilancarkan berbagai pihak pada Pemda DKI Jakarta, tapi banyak juga yang memuji karena lokalisasi pelacuran itu sejak dulu begitu sulit ditertibkan. Berkali-kali

Menunggu Perubahan “Wajah” Kalijodo coba ditertibkan, namun kembali muncul dan beroperasi lagi. Disana bukan hanya jadi sarang pelacuran dan perjudian, tapi juga sarang penjahat kambuhan. Tapi kini wajah bekas lokasilisasi pelacuran itu telah berubah total. Sejak digusur, Pemda langsung action dengan melakukan pengurukan dan pembangunan. Kini sejumlah bangunan yang telah direncanakan sudah hampir rampung, di antaranya arena skateboard, taman, lapangan futsal, bangunan serba guna, jogging track, dll. Di sana juga dibangun sejumlah kios untuk para pelaku UKM setempat. Salah satu yang juga unik adalah letak ruang fasilitas publik itu yang berada di dua wilayah yakni Jakarta Utara dan Barat, tapi lahan terbesar ada di Jakarta Utara yakni 1,4 ha. Sehingga nantinya bisa jadi hak pengelolaan areal tersebut dibebankan kepada pemda kedua wilayah itu. Dengan perubahan wajah pada bekas lahan lokalisasi pelacuran Kalijodo, maka berarti Pemda DKI Jakarta untuk kedua kalinya telah sukses mengubah wajah tempat pelacuran. Sebelumnya Gubernur Sutiyoso dengan sikap tegasnya pun berhasil menggusur lokalisasi pelacuran Kramat Tunggak di tahun 1999. Lokalisasi yang sempat dijuluki sebagai kompleks pelacuran terbesar se-Asia Tenggara ini letaknya di wilayah Jakarta Utara,

D

persisnya di Kramat Tunggak (Kramat Jaya), dekat Pelabuhan Tanjung Priok. Berbeda dengan Kalijodo, yang merupakan lokalisasi pelacuran liar, Kramat Tunggak yang pada masanya adalah tempat pelacuran resmi yang ditetapkan lewat SK Gubernur DKI Jakarta (Ali Sadikin) pada 1970. Tapi sebenarnya, bukan sengaja tempat itu jadi lokalisasi pelacuran resmi. Awalnya, tempat tersebut adalah panti rehabilitasi sosial yang dibangun Pemda DKI Jakarta untuk membina para PSK yang terjaring razia ‘penyakit sosial masyarakat’ dengan memberi mereka pembi-

1st Anniversary BWL Bertempat di Hotel Aston Denpasar, Minggu (20/11) dilaksanakan acara 1st Anniversary BWL. Acara dimeriahkan dengan digelarnya acara Pemilihan Putra Putri BWL dan Lomba Foto Cantik. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan demo produk kecantikan dari BWL yang dilakukan oleh Dian Wulansari​. Acara ulang tahun pertama BWL ini juga dihadiri oleh Country Manager BWL Daniel Chang, dan Top Leader Indonesia Daniel Santoso beserta Erina. Pada acara yang berlangsung meriah itu juga para undangan yang hadir berkesemptan memenangkan door prize produk BWL. (bns)

Kebaya modifikasi yang keren dengan pilihan warna dan detil yang khas ala GS Mode saat ini tengah menjadi incaran utama kebanyakan perempuan di Bali. Apalagi untuk momen yang sangat spesial dan bersejarah seperti pernikahan, GS Mode juga yang menjadi tumpuan agar tampil istimewa.

naan agama juga ketrampilan. Namun, entah bagaimana, perlahan panti rehabilitasi sosial itu berubah fungsi, malah menjadi tempat pelacuran. Akhirnya Pemda memutuskan untuk menjadikan tempat itu sebagai tempat pelacuran resmi, dengan begitu para PSK yang pada masa itu banyak berkeliaran di sejumlah tempat di Jakarta seperti kawasan Planet Senen, Pejompongan, Binaria, dll, tidak beroperasi sembarang tempat. Awalnya areal panti tidaklah terlalu besar, namun seiring waktu, tempat itu berkembang pesat bahkan meluas hingga mencapai 12 ha. Pengunjungnya datang berbagai tempat, bahkan tak jarang ada ‘orang bule’ di sana, maklum letaknya tak jauh dari pelabuhan. Tidak itu saja, perkembangan kompleks pelacuran tersebut juga diikuti dengan bermunculannya warung “remang-remang” di luar kompleks Kramat Tunggak. Pertumbuhan rumah remang-remang yang pesat dan ‘bercampur-baur’ dengan permukiman penduduk, semakin membuat warga setempat dan para ulama resah dan khawatir. Mereka khawatir itu membawa dampak negatif bagi perkembangan anak-anaknya. Karena tak dapat dipungkiri, ketika Kramat Tunggak berjaya, remaja juga kalangan muda warga setempat pun, ikut meraup ‘rezeki’ semisal menjadi juru parkir, dll. Berdasarkan data, jumlah PSK yang beroperasi di Kramat Tunggak sekitar 2.000 orang lebih, mereka di bawah kontrol 258 mucikari. Suburnya usaha ini konon juga ikut menghidupi 700 lebih pembantu, 800 pedagang asongan dan ratusan tukang ojek. Walau ada ‘rezeki’ yang bisa dikais dari bisnis tersebut, tetap saja sebagian besar warga setempat menginginkan tempat itu ditutup. Namun, entah kenapa kala itu teriakan warga dan ulama seolah tidak terdengar oleh pemerintah setempat. Rencana pembongkaran selalu gagal. Sampai akhirnya pada 1999 ketika Gubernur Jakarta dijabat oleh Sutiyoso barulah tindakan tegas berhasil diambil. Kala itu, sikap keras Pemda DKI Jakarta bukannya tak menda-

pat penentangan keras, khususnya dari para preman dan pemilik tempat hiburan di dalam lokalisasi, namun Sutiyoso tetap jalan dengan tekadnya. Akhirnya kini, setelah 17 tahun berlalu, wajah bekas lokalisasi pelacuran Kramat Tunggak telah berubah total. Stigma itu sudah hilang dan menjadi bagian sejarah pertumbuhan kawasan itu. Masyarakat asli sana yang kini usianya sudah lanjut hanya bisa mengenangnya. Perubahan wajah itu terjadi bukan hanya karena digusurnya kompleks lokalisasi tertua di Jakarta itu, tapi juga karena keberadaan Islamic Center yang nan megah yang kini menempati bekas kawasan lokalisasi itu. Total luas kompleks Jakarta Islamic Center sekitar 21.452 M2, selain masjid sebagai tempat ibadah juga di kompleks tersebut terdapat bangunan untuk tempat pengkajian agama Islam, sarana pendidikan, bisnis, hingga wisma. Kini Jakarta Islamic Center bukan hanya selalu ramai pengunjung tapi juga menjadi kebanggaan warga setempat. Padahal dulu –hingga tahun 1990-an sebelum dibongkar— sebagian masyarakat kawasan tersebut mengaku sempat malu menyebut tempat tinggalnya di dekat kompleks pelacuran tersebut. Anak-anak SMP hingga SMA, terlebih lagi. Untuk kalangan anak sekolah, tinggal di sekitar lokalisasi seperti ‘aib’ karena mereka menjadi bulan-bulanan ejekan teman-teman sekolahnya. Padahal tak jauh dari lokalisasi itu ada sejumlah sekolah, salah satunya adalah SD,SMP dan SMA Khatolik Marsudirini-Fons Vitae II. “Sudah belasan tahun, sudah daerah sini sudah banyak berubah. Warga asli pun sudah banyak yang pindah. Kami sekarang tidak malu lagi karena kan ada Islamic Center. Pengunjung yang datang pun bukan hanya warga Jakarta tapi luar daerah bahkan luar negeri. Islamic Center kini jadi kebanggaan warga,” ungkap Lily, yang pada masa kejayaan kompleks pelacuran Kramat Tunggak ia dan keluarganya tinggal persis di samping tempat pelacuran itu. (dianaruntu@cybertokoh.com)

esak Made Arisanthi Dewi, S.E., yang biasa disapa Sakdek adalah sosok yang ada di balik semua persembahan koleksi kebaya modifikasi GS Mode. Pekan lalu Tokoh hadir di show room sekaligus workshop-nya di Jalan Tukad Batanghari XI, Batanghari Residence Kav 1, Denpasar. Show room siap melayani konsumen, Senin s.d. Sabtu, pukul 08.30 - 18.00, kecuali Minggu. Dengan penuh keramah­ an ibu dari Ni Putu Dyanti Maheswari Giri dan I Made Devananda Maheswara Giri ini pun bersedia mengisahkan awal mula usahanya hingga bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain. Cita-cita seriusnya muncul setelah hampir menyelesaikan kuliah di Universitas Brawijaya Malang. Pilihannya adalah menjadi dosen atau jadi tukang jahit. Menurut istri I Putu Sugi Ambara Giri, S.T., ini hanya dua jenis pekerjaan itu yang ada di pikirannya. Mengi­ ngat Sakdek memiliki mimpi jika menikah ingin mengurus keluarga, suami dan anak sendiri, namun masih bisa menghasilkan materi meski tidak banyak. “Saat itu sebenarnya saya sama sekali tidak mengerti bisnis menjahit itu seperti apa. Apalagi cara mejahitnya. Parah kan?” kenangnya sambil tertawa. Pada tahun 2000, Sakdek sempat melamar menjadi dosen di Unud, namun kandas. Lantas, dengan terpaksa ia bekerja di supplier hotel & restoran, tapi hanya bertahan 3 bulan lalu kabur. Ia kemudian bekerja di tailor milik saudaranya. Meski jenis kerjanya serabutan, ternyata Sakdek sangat menikmati pekerjaannya. “Banyak hal baru yang saya pelajari terutama tentang kualitas jahitan yang menjadi standar utama saya berkarya sekarang,” cetusnya. Selain itu, katanya Sakdek masih sempat juga mencoba peruntungan bekerja Bursa Valuta Asing, harapannya untuk mengumpulkan modal, tapi nyatanya malah gagal total. Berikutnya ia pun bekerja apa aja yang bisa menghasilkan uang. Tahun 2002 awal,

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

3

Sakdek

Persembahan yang Terbaik

Sakdek dan keluarga

atas saran teman kerjanya di tailor dulu, ia memberanikan diri mencari order dengan datang langsung ke rumah–rumah saudaranya yang tinggal di seputaran Denpasar untuk menjahit apa saja yang bisa dijahit. Singkat cerita, beberapa waktu kemudian, adik ibunya yang memberikan pinjaman uang untuk me­ ngontrak tempat. Total modal awal yang ia miliki ketika itu, Rp 20 juta, yang digunakan untuk biaya kontrak toko selama 2 tahun, membeli mesin nasket (lubang kancing), serta alat jahit lainnya dan sedikit renovasi tempat. “Astungkara, Tuhan selalu ada untuk saya, GS Mode dari hari pertama buka sampai saat ini yang namanya rezeki selalu datang kepada kami. Dari seragam anak SD sampai grup villa di Sanur yang karyawannya ratusan, menjadi pelanggan tetapnya, hanya dengan info dari mulut ke mulut,” paparnya. Tahun kedua ia mulai melirik kebaya bordir. Saat itu semua dikerjakannya sendiri, dari menggambar motif, mencari kain, benang, hingga tukang bordirnya. Akhirnya Sakdek mulai merasakan hasilnya, dengan semakin banyaknya peminat. Namun, saat dirasakan munculnya persaingan kurang se-

Kesibukan di workshop GS Mode

hat, Sakdek segera beralih membuat kebaya modifikasi. Sakdek pun mengaku ia mulai melihat-lihat di berbagai majalah wanita dan mengumpulkan semua yang ada foto kebaya modifikasinya. Ia kembali belajar sendiri. Ia mencoba membuat contoh dan ditawarkan ke semua konsumen yang datang, dan rata-rata belum tertarik. Sambil menunggu konsumen yang tertarik, Sakdek bersama semua karyawan semakin giat membuat contoh yang lebih beragam. Agar lebih menarik ditambah payet, brads dan dibuatkan korsase, sampai dipasang apli­ kasi bordir yang dipayet untuk bentuk leher. “Ini yang akhirnya menjadi ciri khas kami sampai saat ini,” katanya tersenyum.

Halaman depan GS Mode

sar yang kami kerjakan adalah custom order. Sedangkan untuk sewa kami hanya menyewakan untuk pengantin saja. Namun, kebaya modifikasi yang ready to wear ada, biasanya untuk acara mendadak mereka lebih banyak membeli yang sudah ada. Kini dengan total 20 orang karyawan, GS paling cepat dapat menyelesaikan kebaya dengan standar sedang, pemasangan

FOKUS DI KEBAYA WEDDING “Melihat perkembangan permintaan kebaya modifikasi yang tiap tahun semakin naik, akhirnya saya memberanikan diri di tahun 2013 fokus hanya di kebaya. Agar saya dan anakanak GS bisa lebih fokus mengeksplor kemampuan masing-masing. Walau di sisi lain, ada yang kecewa terutama pelanggan tetap kami yang terbiasa menjahitkan seragamnya,” ungkapnya. GS lebih banyak mengerjakan kebaya untuk wedding dan kebaya dengan acara khusus, dengan harga umumnya berkisar dari Rp 850 ribu sampai Rp 2,5 juta. Harga di atas itu biasanya berdasarkan perminta­an khusus dari pelanggan. Saat Koleksi GS Mode ini juga sebagian be-

detil yang tidak terlalu banyak, paling cepat 10 hari. Bicara soal pelanggan bagi Sakdek pelanggan adalah sahabat, yang senantiasa harus dilayani dengan hati. Berbagai macam keluhan yang datang, menjadi guru-guru terbaik baginya. “Hal ini selalu saya komunikasikan dengan anak-anak GS untuk menjaga, membuat baju seperti milik sendiri,” ujar putri dari I Dewa Ketut Suteca (alm) dan Luh Made Wathi ini sembari mengatakan untuk tahun 2016 ia membuat sistem baru dalam usahanya agar dapat meningkatkan pelayanan, dari segi kualitas maupun waktu yang selalu menjadi masalah kebanyakan penjahit yang ada. Bagi Sakdek yang namanya

menjaga hubungan baik itu sangat penting, dengan siapa saja, kapan saja, dimana saja. Sebab, katanya kita tidak pernah tahu suatu saat bantuan itu datangnya dari mana. Termasuk karyawannya dan keluarga mereka semua sudah dianggap sebagai keluarga besarnya. “Untuk karyawan yang telah setahun bergabung, tiap tahunnya ada tanda cinta dari perusahaan yang berbentuk cincin dan dipilih sendiri di toko perhiasannya . Tahun ini kali ketiga kami melakukannya,” ucapnya. Semua yang ada kini menurut Sakdek karena dukungan yang luar biasa dari suami tercinta, sejak awal hingga saat ini tanpa henti. Bahkan dengan kemajuan perusahaan yang lumayan cepat di tahun 2013, sete­ lah berdiskusi panjang selama 2 tahun, suami memilih berhenti dari pekerjaannya dan ikut terlibat total untuk sistem manajemen perusahaan mereka. Sakdek merasa lega bisa lebih fokus untuk membuat inovasi dan memberikan hasil terbaik untuk pelanggan, mengingat pesaing makin hari makin bertambah. Selain itu ia juga bisa lebih banyak waktu untuk kedua anaknya, seperti awal keingin­ annya agar anak tidak menjadi korban kesibukan orangtuanya. -ard

Koleksi GS Mode

22


4

Mandalika

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

21

Gelar TTG Nasional XVIII Tahun 2016

Memasyarakatkan Inovasi Hasil Teknologi Tepat Guna Gianyar Tuan Rumah ARFC 2016

Bukti Komitmen sebagai Kota Layak Anak

The Fourth Asian Forum on The Rights of The Child 2016 (ARFC 2016) merupakan agenda rutin setiap dua tahun yang dilaksanakan sebagai wadah untuk bertukar informasi, prestasi, dan membahas permasalahan dan upaya–upaya untuk pemenuhan hak– hak anak di Asia. ARFC 2016 digelar di Bali Safari Marine Park, Gianyar, 23-25 November 2016. Forum diikuti oleh delegasi dari Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Kamboja, Filipina, Mongolia, Nepal, dan India. Peserta terdiri dari

wakil pemerintahan, universitas, dunia usaha, dam lembaga masyarakat yang bergerak di bidang anak. Ketua Konferensi ARFC 2016 Lenny Rosalin mengatakan, ARFC 2016 adalah lanjutan dari tiga forum, yang sebelumnya telah berlangsung di Seoul (2009), Tokyo (2011), dan Ulanbator (2014). Forum ini bertujuan untuk menjamin hak–hak anak, menyampaikan prestasi dari negara Asia dalam upaya perlindungan anak di tingkat nasional dan regional, mengidentifikasi tantangan

yang muncul, dan mencari peluang kerjasama lebih lanjut. ”Substansinya fokus kepada Kota Layak Anak (KLA),” ujar Deputi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI tersebut. Selama forum berlangsung, panel mengeksplorasikan secara mendalam pendekatan dan praktik terbaik untuk membangun pemenuhan hak di tingkat Asia. Di penghujung panel, mereka membuat rekomendasi resmi dalam bentuk deklarasi. Menteri PPPA RI Yohana Yembise mengatakan, Indonesia sebagai anggota PBB telah ikut meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) tahun 1990, untuk memastikan komitmen Indonesia dalam implementasi dan wujud nyata pemenuhan dan perlindungan hak anak.”Indonesia juga berkomitmen mendukung gerakan global “World Fit for Children” melalui pembangunan KLA,” tegasnya. Ia menambahkan, kredit khusus diberikan untuk komitmen Gianyar yang sangat baik kemajuannya dalam upaya menuju KLA. “Saya harap forum ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang pertunjukkan untuk delegasi dunia, bahwa Gianyar memang terbukti sangat layak menyandang predikat tersebut,” ujar Yohana. Kepala Bappeda Kabupaten Gianyar Made Wisnu Wijaya, mewakili

We, the participants of the Fourth Asian Forum on the Rights of the Child, Recognizing the vulnerabilities faced and suffering of children who are victims of violence including in conflict situations as well as children affected by humanitarian disaster situations., Drawing attention to a large number of Asian children who suffer from violation of their rights such as discrimination, poverty, and violence in the form of trafficking, child labor, sexual exploitation, substance abuse and neglect, corporal punishment, bullying and harmful traditional practices. Reconfirming that children are full subjects of rights and that they shall be respected as members of the society today as recognized by the Convention on the Rights of the Child (CRC) , to which all the Asian states are parties and which now forms the common language and tools for us, Bearing in mind that all the rights enshrined in the CRC must be guaranteed and ensured for all children in all settings with special emphasis on the four general principles of the CRC, namely the principles of nondiscrimination, the best interests of the child, the right to life, survival and development and respect for the views of the child, Reconfirming the importance of advancing the creation and exchange of information through research relevant to the implementation on the rights of the child, by sharing data and facts on children’s situations as well

as information on legislation, policies, initiatives and practices concerning children, Encouraging all the stakeholders to secure the best interest of children and their rights to express their views and participate in all actions concerning them and, for this purpose, to create structures and mechanisms for children to participate in the development and implementation of legislation, policies, programs and other measures concerning them, Inviting countries in Asia to join the Asian Forum on the Rights of the Child with a view to working towards the creation of child-friendly Asian continent, Determined to pursue the effective realization of children’s rights in each country and in the whole region of Asia by promoting collaboration among researchers and experts as well as governments, international organizations, NGOs/civil society and other actors with CRC as the basis, Building on the outcomes of the First Forum in Seoul in 2009 (Key theme: the Actual Situation of and Challenges to the Rights of the Child in East Asia) and the Second Forum in Tokyo in 2011 (Key theme: Creating ‘A World Fit for Children’) and the Third Forum in Ulaanbaatar in 2014 (Key theme: the Development of ‘ChildFriendly Societies in Asia’), Have agreed to promote the following initiatives for “the Development of Child Friendly Cities and the Realization of the Best Interests of the Child”,

which is the key theme of the Fourth Forum in Bali: Given the fact that all the countries in Asia are now States Parties to the CRC, to ensure that all the countries are involved in the amendments to and the adoption of the child-related legislation as appropriate for comprehensive and effective protection of children’s rights; And recognizing the push back on issues and standards around juvenile justice in Asian countries, to work together convince the governments to uphold the international standards; To disseminate the purposes and provisions of the CRC that recognizes that children are full subjects of rights throughout their life cycle, particularly to promote dissemination and awareness-raising through the media as well as education and learning in this regard; With a view to ensuring that children have the right to have their best interests assessed and taken into account as a primary consideration in all actions concerning them, address the growing problems of social and economic disparities and poverty among children, through appropriate and adequate budget allocations, for the realization of children’s rights; and interventions in basic services like health, education, and child protection. Recognizing that the rights of children to express their views and to actively participate in issues concerning them, and to be heard is essential and significant rights for children, which should not dependent on the

Bupati Gianyar mengatakan, selain memang berkomitmen kuat untuk mewujudkan KLA, masyarakat di Bali, khususnya Kabupaten Gianyar yang memang mayoritas beragama Hindu senantiasa menjaga nilai tradisi dan budaya. Anak adalah harta yang paling berharga dalam keluarga. Maka dari itu, sang anak sejak lahir hingga tumbuh dan menikah selalu diupacarai sebagai tanda penghormatan. Adapun prosesi upacara adalah ketika bayi dalam kandungan disebut megedong–gedongan, upacara jata karma dilaksanakan sebelum bayi lepas tali pusar, upacara bajang colong ketika bayi berumur 12 hari, selanjutnya ketika

intentions, circumstances and other factors on the part of adults, to develop mechanisms to realize these rights and to support children in this regard according to their age capacity and circumstances; In order to ensure that children are not subject to any forms of discrimination, that their life is valued and that they can develop in safe and secure environment, to review all actions and initiatives from children’s rights perspectives such as policies, laws and programmes with a view to restructuring them and mainstreaming child rights in all such initiatives; and to end all forms of discrimination against girls. To accelerate the development and implementation of legislation, policies, awareness-raising activities and other measures for the prevention and prohibition of all forms of violence against children, including exploitation, child abuse and neglect, corporal punishment and bullying; and, through these initiatives, to develop comprehensive plans and codes of conduct for the prevention and prohibition of all forms of violence against children and ensure children are protected all the times. To move progressively towards prohibition of all forms of child labour and exploitation and to provide children engaged in child labour and their families with viable alternatives, while taking all the measures to ensure their right to education and secure their growth and development; To provide comprehensive and continuous support to children as well

bayi berusia 42 hari dilakukan upacara kambuhan, berikutnya saat menginjak 105 hari upacaranya dinamakan tiga bulanan, dan kemudian setiap enam bulan kalender Bali, diupacarai dengan otonan. “Serangkaian upacara tersebut adalah bentuk penghargaan tertinggi atas lahirnya sang anak, dan diharapkan anak tersebut tumbuh menjadi pribadi yang taat dan berbakti terhadap kehidupan. Nantinya generasi inilah yang mengemban tanggung jawab melanjutkan cita– cita bangsa ini,” ujar Wisnu Wijaya. Hari Jumat (25/11), delegasi melakukan kunjungan ke Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Gianyar, yakni SDN 2 Gianyar, SMP N 1 Gianyar, SMP 1 Blahbatuh. Selain itu juga dilakukan kunjungan ke Puskesmas Ramah Anak, yakni UPT Kesmas 1 Blahabtuh dan UPT Kesmas 2 Blahabtuh. Rombongan yang dipimpin Lenny Rosalin juga melakukan kunjungan ke Desa Ramah Anak, yakni Desa Batuan, dan Desa Batuan Kaler. (ard/humas gianyar)

Dihadiri tidak kurang dari 3.000 orang, pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVIII ­Tahun 2016 berlangsung meriah, di Mataram Nusa Tenggara Barat beberapa hari lalu. Gelar TTG Nasional yang mengangkat tema “Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan dan Kedaulatan Desa” ini berlangsung di Mataram Nusa Tenggara Barat 22 s.d. 26 November 2016.

G

elar TTG ini adalah yang pertama kali diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, dimana perhelatan TTG sebelumnya dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Gelar TTG merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memasyarakatkan inovasi hasil teknologi tepat guna yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Selain itu, TTG dapat dijadikan sebagai ajang promosi dan pertukaran informasi terkait pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi masyarakat,

khususnya masyarakat yang tinggal di desa. Indonesia adalah bangsa yang dikaruniai banyak berkah potensi alam dan sumber daya manusia oleh Tuhan Yang Maha Esa. Menggerakkan dan mengolah potensi-potensi yang ada di negeri ini secara maksimal akan dapat menghasilkan karya-karya bagi anak-anak negeri. Selain dikaruniai lahan tropis nomor dua terbesar di dunia dengan garis pantai terpanjang nomor dua di dunia juga dengan jumlah penduduk terbesar nomor empat di dunia serta menjadi negara demokrasi terbesar nomor tiga di dunia, Indonesia juga memiliki kebudayaan yang paling beragam

dan suku bangsa terbesar di dunia. “Jika di dunia ada kurang lebih 5.000 suku bangsa dan adat istiadat, maka 1.200-nya ada di Indonesia,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo, BSEE, MBA., saat membuka gelar TTG Nasional XVIII Tahun 2016. Selain itu Indonesia termasuk

ke dalam negara dengan kekuatan ekonomi nomor 16 terbesar di dunia. Di Negara Eropa saja, begitu banyak negara maju namun hanya empat negara yang masuk G-20 yakni Inggris, Jerman, Italia, dan Perancis. G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Se-

cara resmi G-20 dinamakan The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok Dua puluh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Menurut Eko, jika bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi seperti saat ini, diperkirakan Indonesia akan mencapai kekuatan nomor lima sampai nomor tujuh di dunia.

Inovasi Percepat Pembangunan Desa Kunjungan delegasi ke Desa Batuan desa ramah anak

Ten Points Bali Declaration of the Fourth Asian Forum on the Rights of the Child

as their parents and families and to promote a diversity of support policies, including the improvement of conditions of day-care workers, teachers and other supporters who work with children, with a view of protecting their rights so that they can provide appropriate support to children; Promote the development of “childfriendly cities” on the basis of the CRC, so that the whole communities become places for children to participate, play, learn, and develop in comfort and safety, and underlining the fact that child-friendly cities are friendly to all; Recognizing climate change as a child rights and justice issue because of the devastating consequences it has had in the Asian countries resulting in natural disasters witnessed in Nepal, India, Bangladesh, Philippines, Japan and Indonesia in the recent years have a long term impact on children’s right to survival, protection and development, to urge the concerned national mechanism to incorporate the issues and concerns of children into the national plans of action for disaster risk management, preservation and protection of environment. To work towards the creation of “child-friendly Asian societies” on the basis of the national initiatives for “child-friendly cities” through collaboration of national and local governments, national and international organizations, researchers and experts, NGOs/civil society, children groups/ forums/ clubs, private sector and other stakeholders.

Hadirnya ribuan peserta dari seluruh tanah air ini dimaknai oleh Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, akan semakin mempererat silaturahmi untuk mengenal satu sama lain. Apalagi dengan gelaran teknologi ini akan hadir penemuanpenemuan dari anak-anak negeri. “Dengan banyaknya teknologi tepat guna yang dilahirkan oleh anak-anak muda kita, Insya Allah hal itu menunjukkan bangsa kita memiliki banyak potensi kebaikan,” kata Gubernur saat memberikan sambutan pada gelar TTG Nasional di Islamic Center. Gubernur juga menyampaikan sebagai bangsa yang memiliki keragaman suku, adat, budaya dan agama penting untuk saling mendoakan, saling mendukung, dan saling mengokohkan satu sama

lain. Ia menegaskan agama tidak hanya dimaknakan sebagai pengalaman personal, tetapi menjadi modal untuk membangun daerah yang kita cintai. “Walaupun NTB

dilihat sebagai daerah yang mayoritas muslim (sekitar 93% warga NTB memeluk agama Islam), tetapi Alhamdulillah kehidupan keagamaannya terjalin dengan harmonis. Semua pemeluk agama bisa beribadah dengan tenang, saling menghormati dan berempati satu sama lain,” ujarnya. Ia menekankan untuk memperbanyak perjumpaan dalam konteks yang baik. “Jika kita ingin maju, mari membuka ruang sebanyak-banyaknya bagi para cendekiawan, investor dan penemu-penemu untuk membangun Indonesia lebih baik. Mudahmudahan semua penemuanpenemuan atau karya teknologi tepat guna bisa digunakan untuk membangun desa berbasis

teknologi,” ujarnya. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia juga berharap agar teknologi juga bisa menyebarkan informasi lebih besar sehingga persatuan dan kesatuan bangsa bisa kita jaga dan kedepannya Indonesia bisa menjadi Negara yang besar. “Mari gunakan inovasi ini untuk lebih mempercepat pembangunan desa. Karena desa bisa menjadi motor pembangunan,” katanya. Pada kegiatan Gelar TTG Nasional XVIII tahun 2016 ini, ada sembilan Gubernur, delapan Bupati, dan empat Walikota di Indonesia yang mendapatkan penghargaan. Penghargaan ini diberikan karena para kepala

daerah ini dinilai berjuang dalam pemberdayaan dan pengembangan TTG di daerah masing-masing. Mereka itu adalah Gubernur NTB, Gubernur Kepulauan Riau, Gubernur Lampung, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Riau, Gubernur Sumatera Barat dan Gubernur Jawa barat. Sementara itu delapan bupati adalah Bupati Lombok Timur, Bupati Lampung Timur, Bupati Pati, Bupati Wajo, Bupati Batang, Bupati Tanah Datar, Bupati Pelalawan, Bupati Bandung Barat. Empat Walikota, yakni, Walikota Tanjung Pinang, Walikota Balikpapan, Walikota Batam dan Walikota Jakarta Barat. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Rangkaian kegiatan Pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XVIII tahun 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat.


20

Nine

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Sudut Pandang

d r g . Fa r i d a I s t i a r i n i , S p. O r t

Senyum Mereka Jadi Bahagianya Senyum adalah bahasa paling indah untuk mengungkapkan perasaan bahagia. Dan, lewat bibirlah senyum itu disampaikan. Dapat dibayangkan jika bibir yang dipakai untuk tersenyum itu kondisinya memprihatinkan.

H

al inilah yang dialami oleh para penderita bibir sumbing. Mereka tidak dapat menyampaikan ungkapan hatinya dengan senyuman karena kondisi bibir yang terbelah. Tentulah dapat dibayangkan bagaimana perasaan para penderita bibir sumbing. “Kebanyakan mereka sedih, tidak percaya diri dan berada dalam kondisi minder,” ungkap drg. Farida Istiarini, Sp.Ort. Tidak hanya itu beban mereka akan ditambah lagi dengan sikap lingkungan yang tidak mendukung. Mereka kerap mengalami bullying dan tidak jarang dikucilkan. Karena itulah, saat melihat pasiennya tersenyum kembali, adalah momen yang paling membahagiakan dalam hidup dokter Farida. Ada rasa haru tiap kali ia melihat pasien bibir sumbingnya akhirnya bisa tersenyum menampilkan keindahan. “Sungguh saya sangat bahagia tiap kali melihat mereka tersenyum,” ujar Farida yang ditemui menjelang praktik di klinik

Joli Sourire Dental Care di Lombok miliknya beberapa waktu lalu. Meski usianya masih relatif muda, Farida tidak melulu menghabiskan waktunya di ruang praktik untuk mengumpulkan pundi-pundi uang yang bisa datang tiap waktu bahkan tiap menit, melainkan ia juga kerap meluangkan waktunya untuk bekerja sosial. Bersama timnya dari Rotary Club Internasional dan Yayasan Kita Peduli, Orthodontist pertama yang merupakan putri daerah NTB ini turun lapangan melakukan bakti sosial demi membuat para penderita bibir sumbing di NTB tersenyum bahagia. Farida memanfaatkan keahliannya untuk bekerja sosial sejak pertama kali menjadi dokter. Setelah delapan tahun terlibat kerja sosial dalam melakukan operasi bibir sumbing di Nusa Tenggara Barat sejak tahun 2008, dokter Farida Istiarini, Sp.ort., belum juga bisa bernapas lega mengingat kasus bibir sumbing masih terus banyak ditemukan. Padahal setiap tahun setidaknya satu hingga

Andien

B

Farida bersama staf di kliniknya

dua kali operasi gratis bibir sumbing dilakukannya bersama timnya. “Kasus bibir sumbing di NTB masih belum berkurang jumlahnya. Tiap kali operasi kami lakukan, rata-rata pesertanya ada 35-45 orang

pasien. Dan jumlah itu relatif stabil tiap tahunnya. NTB termasuk yang tinggi angka bibir sumbing dibandingkan daerah lain di Indonesia,” ungkap Farida. (nanik.itaufan@cybertokoh.com)

80% Penderita Bibir Sumbing karena Faktor Genetika

Dokter Farida saat memperdalam ilmu orthodonti-nya di Eropa

Menurut dokter Farida, tingginya angka bibir sumbing di NTB khususnya di Pulau Lombok dipengaruhi faktor genetik dan kebiasaan pernikahan yang terlalu dekat (antar keluarga) yang sering terjadi di Lombok. “Banyak kecenderungan memilih pernikahan antar keluarga khususnya yang memiliki hubungan keluarga terlalu dekat menjadi salah satu faktor genetis lahirnya anak bibir sumbing. Sebagian besar (80%) dari pasien yang datang untuk operasi bibir sumbing, adalah mereka yang terlahir dari orangtuanya yang masih berkerabat, seperti pernikahan antara sepupu,” ungkap putri dari H.M. Rapi’i dan Hj. Kurniah ini. Bibir sumbing pada bayi bisa dihindari bila si ibu menjaga

asupan gizi yang dikonsumsinya selama hamil. Karena menurutnya bibir sumbing ini terjadi selain karena faktor genetik (keturunan), perkawinan antar kerabat dekat juga karena ibu hamil kekurangan gizi. Farida banyak menyiapkan waktu dan tenaga tanpa dibayar dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti ini, adalah karena keinginannya melihat anak-anak NTB penderita bibir sumbing dapat merenda cita-cita dan memiliki masa depan. Karena menurutnya, angka penderita bibir sumbing di NTB sangat tinggi, terutama anakanak. Anak-anak yang memiliki peluang menjadi pemimpin dan penerus generasi NTB yang menderita bibir sumbing kebanyakan putus sekolah akibat minder dan

kerap dibully. “Jika para penderita bibir sumbing, terutama anak-anak, tidak tertangani dengan baik dan sejak dini, bagaimana masa depan mereka dengan segala beban psikologi dan tekanan yang terus mengikuti selama mereka sumbing. Dan ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” kata dokter Spesialis Orthodontis lulusan Universitas Gajah Mada tahun 2008 ini. Karena itulah sejak pulang ke Lombok tahun 2009, Farida lalu mendedikasikan sebagian waktunya untuk menjadi voluntir dalam menangani penderita bibir sumbing ini. Farida termasuk perempuan yang beruntung menjalani profesinya itu. Karena ia berada dalam dunia yang perbedaannya sangat mencolok. Saat ia turun lapangan dan menjadi voluntir bagi penderita bibir sumbing, Farida harus berhadapan dengan orang-orang biasa yang kebanyakan hidupnya kurang beruntung dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang minim. Di sana ia harus menjadi sosok yang dituntut harus bisa menghadapi situasi serumit apapun. Sangat berbeda ketika ia tengah menjalankan praktik sebagai dokter yang merawat dan mempercantik gigi pasiennya yang kebanyakan berasal dari kalangan menengah ke atas. Para pasien itu datang ke tempat praktiknya dengan tampilan yang wangi dan pengetahuan yang mumpuni dengan begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang juga siap dengan biaya-biaya untuk membayar keahliannya.

Itulah keuntungan bagi Farida yang mungkin tidak bisa diperoleh semua dokter. Ia mengenal dunia pasien bibir sumbingnya dengan segala permasalahannya, ia juga mengenal dunia pasien dari kalangan atas. Di sanalah keseimbangan hidup diperoleh Farida. Dan itu pengalaman dan pelajaran berharga bagi dirinya dan juga putera putrinya yang kerap ia ajak saat melakukan bakti sosial. Farida mengajarkan anak-anaknya untuk hidup dengan kepedulian. Meski kesibukannya terbilang tinggi, sebagai seorang ibu dua anak, Keysha Nasheeta dan Arvyn Ramadhany, Farida masih tetap meluangkan waktunya untuk menjemput anak-anaknya dari sekolah. Hanya dalam keadaan yang sangat terpaksa saja ia tidak melakukan itu. Sehari-hari selain melakukan bakti sosial operasi bibir sumbing sesuai dengan yang sudah terjadwal, Farida menjalankan tugasnya di rumah sakit daerah Lombok Barat. Usai jam kerjanya itu ia pulang untuk menjemput anak-anaknya

dari sekolah dan setelah itu langsung menuju tempat praktik di kliniknya hingga malam hari. Di sela-sela aktivitasnya sebagai seorang dokter, Farida rajin berolah raga sepeda. Ia kerap bersepeda untuk mengisi waktunya. Di samping untuk menjaga kebugaran tubuhnya, rupanya Farida sempat menjajal kemampuannya bersepeda dengan mengikuti ajang lomba Grand Fondo New York (GFNY) jalur Lombok. Pada kategori 80 km, Farida sukses menjadi juara ketiga pada ajang lomba yang diikuti oleh peserta yang datang dari lebih 100 negara itu dengan menduduki posisi ketiga untuk usia 40-44 tahun. Hobi bersepeda yang tiga tahun terakhir digelutinya inilah yang membuatnya dapat menjaga vitalitas dan kebugaran tubuhnya meski aktivitasnya padatnya. (nanik.itaufan@ cybertokoh.com)

drg. Farida Istiarini, Sp.Ort.

agi selebriti, bangun pagi dirasakan sebagai suatu ‘penderitaan’ yang kalaupun terpaksa harus dilakukan memerlukan perjuangan keras dan tekad kuat. Banyak dari mereka yang mengaku tidak bisa bangun pagi karena sibuk bekerja hingga malam. Karenanya ketika mendapat kesempatan tidur malam dipergunakan sebaik-baiknya guna memulihkan tenaga. Fatin Sidqia Lubis, penyanyi yang melejit namanya di blantika hiburan Tanah Air setelah menjuarai ‘X Factor Indonesia 2013’ mengaku sangat sulit bangun pagi, dalam artian bangun sebelum pukul 06.00. “Aku memang bukan tipe orang yang bisa bangun pagi, maksudnya bangun sebelum pukul 6 ya. Paginya aku tuh pukul 8-9 an,” kata gadis yang belum lama ini meraih penghargaan ‘The DafBAMA Music Award 2016’ di Jerman, sambil tersipu. Diakui Fatin itu merupakan salah

5

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Rutin Minum Air Putih satu kelemahan yang perlu perjuangan untuk memperbaikinya. Selain ia punya banyak job menyanyi, ia juga sibuk kuliah di jurusan Performing Arts Comminication, London School of Public Relation (LSPR). Jadi dua bidang yang dijalaninya itu cukup menguras energi. Jadi bukan hanya pekerjaannya saja yang bebannya tinggi, di kuliah pun ia banyak tugas yang harus diselesaikan. Makanya ketika mendapat kesempatan tidur malam, ia seperti ingin menikmati sepuasnya. Namun tentu saja tidak bisa selalu karena tak jarang setelah job di malam hari, di pagi hari job baru telah menunggunya. “Jadi memang harus pandaipandai mengatur waktu,” ucap Fatin yang selain menyanyi juga kini merambah ke dunia akting. Tapi, kata bintang film ‘Dreams’ ini, sekarang dirinya sudah lumayan dalam menyiasati keharusan bangun pagi. “Kalau kebetulan malamnya aku nggak ada acara, lebih enak mengaturnya. Misalnya acara pukul 7 maka aku sudah menjadwal bangun pukul 3, mandi pukul 4, setelah itu melakukan persiapan macam-macam seperti make up, dll, jadi aku sudah ready pada waktunya,” tutur pelantun tembang hits ‘Aku Memilih Setia’ ini. Dulu, saat di awal-awal kariernya, malah lebih parah. Dia bukan hanya susah dibangunkan pagi tapi kadang membangunkannya pun harus dengan memercikan air. “Dulu, mama paling repot bangunin aku. Tapi sekarang sudah tidak lagi kok, kan sudah besar, sudah dewasa, jadi aku makin sadar bahwa semua itu untuk kepentingan aku sendiri,” ujar Fatin. Selain itu, manajernya juga sangat membantunya dalam menyiasati bangun pagi. Misalnya, kalau acara pagi, maka sang manajer menyampaikan ke Fatin waktu yang telah dimajukan 1 atau 2 jam. Itu maksudnya agar Fatin lebih cepat bangun dan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri. Kalau ada waktu, misalnya tidak sedang terburu-buru untuk pergi ke acara, Fatin me-

ISTANA MANCAWARNA SERAHKAN KRISTAL CANDLELIER UNTUK PURI PEGUYANGAN DENPASAR Untuk merekatkan kekerabatan dengan Puri-Puri se-Bali, Istana Mancawarna Tampaksiring memberikan cinderamata (cihna) berupa seperangkat lampu kristal khas Eropa (Candlelier) kepada sejumlah Puri. Hal ini bertujuan untuk mendukung keberadaan Puri sebagai benteng utama budaya dan agama Hindu. Demikian diungkap oleh Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry Wedasteraputra Suyasa saat bertemu A.A.Ngurah Widiada di Puri Peguyangan Denpasar. “Tiang diutus oleh kakanda Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang tempo hari sudah sempat hadir memenuhi undangan A.A.Ngurah WidiTurah Wira Wedawitry bersama A.A.Ngurah Widiada, ada. Waktu itu beliau berjanji Penglingsir Puri Peguyangan Denpasar untuk menyerahkan satu set Candlelier ke Puri Peguyangan. Tiang hadir mangkin“ ungkap Wira Wedawitry yang juga Wakil Ketua KNPI Bali. Lebih lanjut, kelestarian pertalian antara Puri Tegeh Kori dengan Puri-Puri di Bali adalah sebuah kewajiban bagi warihnya. “Tiang dididik oleh almarhum Ida Betara Shri Wedastera Suyasa untuk selalu menghargai penglingsir. Sesana manut linggih harus dipahami oleh generasi muda saat ini. Pertalian sejarah Raja Badung I, Ida Betara Tegeh Kori dengan semeton para Arya di Bali adalah satu adanya. Maka dari itu sebagai bagian dari yowana Tegeh Kori tiang berkewajiban untuk menjalin kekerabatan dengan para warih,“ ungkap Gung Wira yang juga Ketua Umum Yayasan Mahendradatta ini. “Kami ingin Puri di Bali diperindah dengan kristal eropa ini. Minimal dengan cihna ini sebagai cahaya untuk menerangi Puri dengan cahaya Ibu Laksmi. Dalam konsep Hindu bahwa Istana dan Puri itu harus terang benderang sebagai simbol kemakmuran dan cahaya Dewi Laksmi (Sri). Semoga persahabatan kami tambah erat demi Bali dan Hindu Dharma,“ ungkap Turah Wira yang baru saja didaulat menjadi Ketua DPD PNI Marhenisme Provinsi Bali ini.

nyempatkan diri untuk berolahraga kecil. Tapi yang pasti rutin adalah sehabis bangun tidur adalah minum air putih. Seperti Fatin, Andien pun mengawali paginya dengan minum air putih yang sudah disiapkan di meja kamarnya. “Itu kebiasaan rutin ya sebelum dan sebangun tidur pasti minum air putih. Aku selalu siapkan satu botol untuk sebelum dan saat bangun pagi,” kata Andien, penyanyi jazz yang kini tengah hamil. Setelah itu, biasanya ia melakukan perenggangan kecil, sebelum melakukan aktivitas lain. Untuk olah raga, karena sedang hamil, maka ia untuk sementara tidak lagi melakukan olah raga ekstrem seperti biasanya. “Tapi olah raga tetap rutin seperti dulu hanya saja tidak olah raga berat, tapi yang ringan-ringan saja. Orang hamil kan bukan berarti sakit jadi memang harus bergerak juga olah raga hanya saja olah raganya disesuaikan dengan kondisi,” ungkap penembang hits ‘Let it be My Way’ ini. “Dulu waktu kandungan masih kecil, janin masih kecil, masih berani loncat, misalnya. Tapi sekarang sudah tidak lagi,” tambahnya. (dianaruntu@cybertokoh.com)

Fatin

Awali Pagi dengan Yoga

Banyak orang yang percaya mengawali hari di pagi hari dengan kegiatan yang menyenangkan dapat menambah semangat untuk menjalankan rutinitas selanjutnya. Mengawali pagi dimulai sejak baru bangun tidur. Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk mengawali pagi sehingga mampu memberikan vibrasi positif terhadap hari-harinya. Menurut Luh Mila Trisna Dewi, Pembantu Ketua II Sekolah Tinggi Kejuruan dan Ilmu Pendidikan Agama Hindu Singaraja, yang pertama dilakukan ketika baru bangun dari tidur di pagi hari adalah mengecek notifikasi di media sosialnya. Ia menambahkan tidak memasukkan hal tersebut dalam rutinitas pagi hari, akan tetapi secara refleks tangannya akan mencari ponsel miliknya. Mila, sapaan akrabnya menuturkan, jika pagi hari ketika baru bangun ia sempatkan untuk melihat pemberitahuan di media sosial melalui akun pribadinya. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab bagi seorang yang menggeluti bisnis online harus rajin melihat postingan. “Setiap hari saya upload Mila Trisna Dewi pakaian dan harus dilihat laku atau ada yang pesen gak,” jelasnya. Keberadaan ponsel dan media sosial sangat bermanfaat bagi dirinya yang menggeluti bisnis online shop. Selain mengecek online shop miliknya, ia juga sempatkan waktu untuk membaca informasi untuk menambah pengetahuan. Saat ini sudah banyak media-media online yang menyuguhkan berita-berita terkini sehingga memudahkan ia mengetahui informasi. “Dengan teknologi, informasi itu sudah ada dalam genggaman,” tambah owner dari SGB Boutiq tersebut. Hal penting lainnya yang dilakukan perempuan kelahiran 27 Agustus 1981 tersebut ketika baru bangun adalah merencanakan kegiatan yang akan dilakukan. Ia memang secara khusus membuat planning kegiatan di luar kegiatan yang sudah terjadwalkan. “Kalau masak, bersihbersih, dan ke kantor kan memang sudah dijadwal, saya harus punya rencana terhadap kegiatan yang lain,” ungkapnya. Ia mencontohkan, sebagai anggota dari bisnis MLM ia harus menentukan tujuan dalam memprospek anggotanya. JAPA YOGA Sementara itu Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia Kabupaten Buleleng, I Made Bagus Andi Purnomo, S.Pd., mengatakan untuk mengawali hari di pagi hari dilakukan dengan yoga. Japa yoga di pagi hari menurutnya untuk hari yang penuh karunia. Ia menambahkan japa yoga sangat bertuah jika dilakukan pada pagi hari atau lebih tepatnya subuh sebelum matahari terbit antara pukul 03.30 sampai 05.30. “Dalam veda disebut waktu Brahma Muhurta,” jelasnya. Pria yang akrab disapa Bagus Andi ini membiasakan diri untuk bangun pagi-pagi dan melakukan japa yoga setelah mandi dan melakukan puja Tri Sandya. Dalam ajaran agama Hindu, japa yoga adalah cara menghubungkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa dengan cara menyebutkan nama suci beliau. Manfaatnya adalah mewujudkan segala sifat ke-Tuhanan sehingga mengalir dalam pikiran. Japa akan mengubah alam pikiran manusia, yang kemudian akan mengisinya dengan sifat Sattva. “Melakukan japa adalah perintah Veda, dan japa merupakan yajna tertinggi,” ungkap dosen pengajar di STAH Negeri Mpu Kuturan tersebut. Dirinya juga menyarankan untuk melakukan japa yoga di pagi hari untuk mencapai kesuksesan dalam lahir dan batin atau jasmani dan rohani, secara material dan spiritual. Dengan hal tersebut maka buktikanlah keseharian Anda akan penuh karunia dan tentu apapun masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan pikiran tenang dan sikap bijaksana. Bagus Andi Purnomo (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)


6

Woman on Top

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

“S

aya kuliah Diploma 3 Akuntansi Perhotelan STP Nusa Dua Bali tahun 1994–1997. Setelah lulus, bekerja di Hotel Santika Premiere Beach Resort yang sekarang jadi Anvaya,” ujar perempuan kelahiran 3 Mei 1975 ini. Emmy, sapaan akrabnya menuturkan, karena ada renovasi Santika Premier ia memilih pensiun dini. Namun, dirinya tak bisa lepas dari dunia hotel. Ia berkarier di Grand Whiz Kuta yang rebranding menjadi Grand Ixora Kuta lalu pindah ke The Bulakan Management 2015-2016. Selanjutnya perempuan asal Buleleng ini dipanggil ke Hotal Santika Seminyak. “Bekerja di bidang hospitality membuat saya kenal banyak orang. Saya jadi banyak teman dan banyak pengalaman. Tiap saat bisa berkenalan dengan orang baru. Bisa dibilang saya jadi kaya teman, “ ujarnya sembari tersenyum.

Komang Emmy Aryanti

Banyak Teman Banyak Pengalaman Ia menambahkan, dirinya banyak belajar dari pengalaman. Salah satunya bagaimana cara mempromosikan keberadaan hotel. “Kami menggunakan metode lama, dengan mengirim penawaran via pos. Kami punya database orang-orang yang pernah dan sedang dibidik menjadi customer. Kami kirimkan penawaran langsung kepada orangnya. Ada perasaan senang ketika nama kita dicantumkan dalam surat. Itu artinya surat ditujukan secara personal, bukan dengan broadcast,” ungkapnya. Metode lain yang juga digunakan dengan memperbanyak kunjungan ke klien, termasuk media massa. Hal ini ia dan timnya lakukan untuk meningkatkan siner­ gi. Emmy yang didampingi GM Secretary & Public Relation Hotel Santika Seminyak Dwi Lina Sari Tanjung simakrama ke Kelompok Media Bali Post, Kamis (24/11). “Kami datang langsung untuk menjelaskan apa yang kami miliki, dimana kami berada. Kami paham siapa-siapa yang menjadi segmentasi kami,” jelasnya. Di sisi

lain, persaingan antar hotel juga diakui Emmy. Tetapi, hal itu sudah diantisipasi dengan memberikan promo spesial. Pesaing lain yang tak boleh diabadikan adalah negara-negara lain. Banyak wisatawan yang memilih berkunjung ke negara selain Indonesia karena biaya yang ditawarkan lebih murah. Karena itu sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat perlu untuk mempertahankan Bali khususnya dan Indonesia umumnya sebagai destinasi wisata favorit. Kendala yang kerap ditemui adalah mahalnya harga tiket pesawat. Ini membuat wisatawan asing atau wisatawan domestik mengalihkan tujuan ke negara tetang­g a, seperti Thailand. “Masalah keamanan juga harus diperhatikan. Kalau sering terjadi kejahatan, wisatawan bisa takut ke Bali. Pariwisata sangat rentan dengan masalah keamanan,” tegasnya. Sebagai upaya memperkenalkan hotelnya, Emmy bersama tim kerap melakukan kegiatan

I Gusti Agung Rai Mayuni

Lestarikan Tradisi Hasilkan Seni Bahasa Bali jangan sampai ditinggalkan oleh para generasi muda. Bahasa Bali yang merupakan Bahasa Ibu merupakan akar dari kebudayaan Bali. Maka dari itu, akar dari kebudayaan Bali tersebut harus dijaga sebagaiamana kita menjaga kebudayaan Bali. Kecintaan terhadap Bahasa Bali harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda Bali dan harus bersumber dari kesadaran dalam diri setiap indvidu untuk ikut serta melestarikan Bahasa Bali. Sebagai perempuan Bali, I Gusti Agung Rai Mayuni, yang lahir di Desa Sukahat, 23 Februari 1992 merupakan putri pasangan I Gusti Agung Ngurah, S.Pd dan I Gusti Ayu Tirtawati (Alm). Putri pertama dari lima orang saudara perempuan ini sejak kecil memang sudah senang dengan Bahasa Bali. “Sejak kelas 4 SD saya sudah senang menulis dan melukis di daun lontar. Bakat melukis di daun lontar (prasi) diturunkan oleh ayahnya yang

Dengan menekuni menulis di daun lontar ini, Agung Mayuni telah mendapatkan beberapa penghargaan diantaranya juara-juara dalam menulis aksara Bali, menjadi finalis pada pemilihan Wirausaha

I Gusti Agung Rai Mayuni

sudah menekuni kegiatan melukis di daun lontar sejak dahulu,” ujar perempuan yang akrab disapa Agung Mayuni ini.

bakti sosial, donor darah, dan tirtayatra. Hal ini sekaligus untuk menyeimbangan sisi komersial dengan sisi sosial dan religius. (ngurahbudi@ cybertokoh.com)

Komang Emmy Aryanti

Bekerja di dunia perhotelan memberi banyak kesempatan untuk bertemu orang, baik orang dari negeri sendiri maupun dari negara lain. Hal ini dialami Komang Emmy Aryanti, Sales Manager Hotel Santika Seminyak yang sudah 15 tahun berkecimpung di dunia perhotelan.

Bank Indonesia, dan juara 3 pada pemilihan Wanita Kreatif Indonesia tahun 2015 “Menulis di daun lontar ini adalah wujud kecintaan saya terhadap budaya dan bahasa Bali. Tradisi menulis di daun lontar harus tetap dilestarikan terlebih lagi oleh generasi muda Bali. Dari tradisi dapat menghasilkan seni dan menambah pundi-pundi. Sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak ikut serta melestarikan budaya dan bahasa Bali,” tegasnya. Selain itu, Agung Mayuni juga ikut melestarikan Bahasa Bali dengan sebuah kerja nyata yaitu membina kelompok-kelompok belajar Bahasa Bali. Sarjana Pendidikan Bahasa Bali lulusan Universitas Pendidikan Ganesha ini bekerja

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Kambing etawa termasuk kambing unggul di Indonesia. Tidak hanya dagingnya yang dapat memberi nilai ekonomis tinggi tetapi juga anakan, indukan, dan pejantannya, samasama memiliki nilai jual tinggi. Bila kualitas bagus, kambing bisa terjual antara Rp 20 juta Rp 25 juta per ekor. Bahkan, ada yang dipatok antara Rp 40 juta ­Rp 50 juta untuk kam­ bing kelas kontes.

T

idak hanya itu, susu kambing etawa juga memiliki nilai ekonomis tinggi, dibanding susu sapi. Selain untuk menjaga kesehatan, susu kambing etawa diyakini berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit akut yang berhubungan dengan gangguan pernapasan, seperti

sebagai Penyuluh Bahasa Bali yang ditugaskan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Ia pun melaksanakan kerja nyata dengan membentuk kelompok-kelompok belajar Bahasa Bali. Dalam kelompok belajar Bahasa Bali tersebut, para siswa diajarkan menulis aksara Bali, berbahasa Bali yang baik dan banyak lagi kegiatan lainnya yang tujuannya adalah memupuk kesadaran siswa untuk mencintai budaya dan bahasa Bali. Selain itu kelompok belajar Bahasa Bali tersebut dilaksanakan agar para siswa lebih giat belajar Bahasa Bali. “Saya berharap dengan adanya kerja nyata tersebut, keberadaan Bahasa Bali akan tetap lestari,” tegasnya. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

etawa pilihan. Mereka datangnya dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, seperti Jatim, Jateng, Jabar, Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Adapun jenis yang dilombakan mulai dari kategori kelas pejantan, pejantan unggul dan calon pejantan. Untuk kelas induk terdiri dari kategori kelas unggulan dan calon indukan. Sedangkan kriteria penilaian terdiri dari postur tubuh, panjang telinga, warna bulu, bentuk kepala, ekor, leher, kaki, dan tanduk. Sebelum mengikuti lomba kontes kambing etawa ini, peserta perlu persiapan khusus. Misalnya,

tkh/net

Khasiat Susu Kambing Etawa

Dari Obat Asma hingga Meningkatkan Vitalitas TBC dan asma. Bahkan susu kambing etawa diyakini mampu meningkatkan vitalitas pria. Karena banyak memberikan keuntungan itulah, Paguyuban Ternak Kambing kembali meng-

19

susu kam­bing etawa diyakini berkhasiat menyem­ buhkan berbagai penyakit akut yang berhubungan de­ ngan gangguan pernapasan, seper­ ti TBC dan asma. Bahkan susu kam­ bing etawa diyakini mampu meningkat­ kan ­vitalitas pria. jalan juga perlu, kata salah satu peserta asal Malang, Mugiharjo. Bupati Blitar H. Rijanto, yang hadir pada saat kontes, meng­ apresiasi jalannya lomba kambing etawa. Hal ini dinilai positif dan dapat meningkatkan perekonomian rakyat kecil yang mandiri. Bagus sekali ini. Kalau bisa jangan setahun sekali lomba seperti ini, tutur Rijanto. Dengan adanya kontes seperti ini, secara tidak langsung peternak akan semakin giat mengembang-

gelar kontes kambing etawa skala nasional di Pasar Hewan Terpadu di Desa Dandong, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), pekan lalu. Kontes ini diikuti 400 ekor kambing

Cangkul Tulungagung Siap Bersaing dengan Cangkul Tiongkok

Sugianto pengrajin cangkul

Cangkul asal Tiongkok sempat membuat heboh. Sebab, impor cangkul tersebut dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk langsung pemerintah Indonesia. Menjawab tantangan ini, puluhan pande besi khususnya perajin cangkul di Tulungagung, mengaku siap menghadapi cangkul buatan negeri Tirai Bambu ini. Sugianto, seorang perajin cangkul, asal Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, mengatakan, cangkul buatan Tiongkok ini tak akan mempengaruhi cangkul buatan lokal. Alasannya, cangkul buatan lokal ini lebih mengutamakan kualitas bahan. Selain itu, ketajamannya juga lebih terjamin. Kualitas bahan bagus, tajamnya juga terjamin, kata Sugianto. Tidak hanya itu, perajin cangkul lokal juga memberikan garansi 100 persen kepada pelanggannya. Misalnya, ada cangkul

yang belum lama digunakan kok, sudah patah, perajin langsung memperbaikinya tanpa dipungut biaya sepersepun. Menjaga mutu dan layanan inilah yang dipersiapkan perajin cangkul Tulungagung untuk menandingi cangkul buatan Tiongkok. Bicara soal kualitas, Sigianto tidak mau sembarang menggunakan bahan yang digunakan. Ia

harus selektif memilih baja yang berkualitas tinggi, sebagai dasar pembuatan cangkul. Selain itu, proses pembakarannya harus seimbang. Saya jamin, cangkul sampai tipis tetap tajam, dan tidak mudah mletot, jawab Sugianto. Yang dikhawatirkan Sugianto, justru masyarakat salah pilih. Sebab, nama dan bentuk antara cangkul buatan lokal dengan impor dari Tiongkok, hampir mirip. Untuk itu, masyarakat harus bisa mengenali mana buatan lokal dan produk Tiongkok. Panjang mata cangkul 25 cm dan lebar 15 cm. Namun, cangkul impor dari Tiongkok ini lebih berat ketimbang cangkul buatan pengrajin lokal. Berat bukan berarti bahan yang digunakan Tiongkok lebih bagus. Tapi tajam, ringan, dan tahan gempuran itulah yang lebih berkualitas, tambahnya. (Khoirul Abadi)

Proses pembuatan cangkul

Kontes kambing etawa di Pasar Hewan Srengat

untuk perawatan seperti bulu-bulu kambing yang setiap seminggu sekali harus dimandikan menggunakan shampoo serta kondisioner tertentu. Selain itu kambing etawa juga diberi makanan segar, nutrisi, dan vitamin. Agar kondisi kambing sehat dan bulunya bersih. Selain memperhatikan konsumsi, jalan-

biakkan kambingnya. Selain itu, bagi pengusaha susu kambing etawa juga semakin kreatif memasarkan produksinya. Khasiat susu kambing etawa tidak diragukan lagi. Tapi untuk menarik pembeli, kemasan juga harus bagus, tambah Riyanto. (Koirul Abadi)


18

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Manusia memanfaatkan sumber daya alam guna mendukung perkembangan teknologi. Ada dua sumber alam di bumi, yang dapat diperbarui dan yang tidak dapat diperbarui. Motor adalah salah satu bentuk kemanjuan teknologi yang memanfaatkan minyak sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Bahan bakar minyak yang terbentuk dari fosil-fosil mahkluk hidup berjuta-juta tahun tentu akan tereduksi jika terus-menerus digunakan.

Ganesha 1.0 Modifikasi Otomotif Inovatif

H

al inilah yang mendasari ide kreatif mahasiswa jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) Undiksha. alternatif energi sebagai pengganti bahan bakar minyak adalah dengan menggarap motor listrik sejenis skuter elektrik. Motor yang diberi nama Ganesha 1.0 Generasi Pertama tersebut menggunakan arus DC yang dihasilkan dari limbah treadmill. Teknis motor listrik ini bertranmisi Electric Vehicles Base Continous Variable Transmission (EVCVT) dengan menggunakan mikro switch dan menempel pada mekanis gas, fungsinya memberi keamanan sistem daya kendaraan dalam berbagai kondisi. Selanjutnya, generator

Ketua jurusan teknik mesin dan tim perancang Ganesha 1.0

menjadi sumber listrik motor, dengan kombinasi alat pengisian energi berfungsi mengubah arus bolak-balik AC menjadi arus searah DC. “Motor listrik lain memakai BLDC, pada tromol ban ada gigi satu sampai empat. Variabel seperti motor matic gigi 1,1 atau 1,2 ada. Jadi penggunaan tinggal di gas saja,” ucap Ketua Jurusn Teknik

Mesin yang juga Ketua tim peneliti, Dr. Kadek Rihendra Dantes, MT. Penelitian tersebut didanai oleh Kemenristekdikti dari Dirjen CPBT (Calon Perusahaan Berbasis Teknologi). Rihendra menambahkan melalui CPBT, Undiksha dapat memproduksi secara massal dan hasilnya untuk kampus sendiri. Secara keseluruhan,

Infrastruktur Jalan Tunjang Kunjungan Wisatawan

Gusti Ngurah Anom

Melirik potensi pariwisata di Kabupaten Buleleng sangat luar biasa dengan wilayahnya yang nyegara gunung. Hal inilah yang memunculkan rasa ketertarikan baik investor maupun wisatawan untuk berkunjung ke Bali Utara. Berbagai upaya pun untuk mempromosikan ragam potensi dilakukan namun banyak yang hendak menanamkan modal sering berpikir dan mengeluhkan infrastruktur jalan. Sebagai seorang pengusaha lokal yang sangat berambisi memajukan Buleleng, Gusti Ngurah Anom mengatakan Buleleng memiliki potensi luar biasa yang mesti diekspos kepada khalayak. Tetapi, usaha pembangunan daerah mesti didukung dengan peningkatan infrastruktur utamanya akses jalan. Pria yang akrab disapa Cok Krisna tersebut mengaku jika rencana pemerintah membangun short cut dapat segera direalisasi

maka peminat wisatawan yang datang ke Buleleng akan sangat meningkat. Ia menambahkan jika selama ini kendala orang-orang datang ke Buleleng adalah perjalanan yang jauh, namun yang lebih menjadi alasan adalah jalak bekelokkelok dengan tikungan tajam. “Jauh tidak jadi masalah asal tidak berkelok, karena banyak tamu-tamu saya yang tiba di Buleleng bilang pusing dan mual,” ungkapnya. Pria kelahiran Desa Tangguwisia Kecamatan Seririt, 5 Maret 1971 menilai kemudahan akses jalan merupakan penunjang kunjungan tamu ke berbagai destinasi pariwisata di Buleleng. “Kami sempat diundang Pak Presiden Joko Widodo, beliau bertanya bagaimana pariwisata di Bali. Saya bilang kebetulan sedang mengembangkan Bali Utara, kita tidak minta tetapi mohon Bapak Presiden, membantu akses jalan di Bali Utara. Pemerintah pasti sudah memikirkan daerah ini,” cerita Cok Krisna, ketika hadir di Istana Presiden dengan sembilan undangan pilihan, yang dinilai menginspirasi pembangunan di daerahnya masing-masing. Dia berharap Buleleng terus berkembang dengan kehadiran investor dari berbagai daerah. Pihaknya sendiri sudah membangun enam outlet antara lain, Krisna Oleh-oleh, Krisna Beach Street, Krisna Adventure, Krisna Water Sports, Bebek Tepi Sawah, dan terbaru Krisna Fantastic Land. “Kami membangun pasti ada duka dan soal suka nanti-lah. Sudah hampir 1,5 tahun berjalan membangun usaha di Buleleng. Kami rencana bangun mall dan waterpark di Singaraja,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@ cybertokoh.com)

penggarapan motor listrik sudah rampung hingga 70 % dengan menghabiskan biaya Rp 80 juta dari anggaran Rp 112 juta. Rancangan motor listrik tersebut, tidak ditampik oleh Rihendra bahwa masih banyak memiliki kekurangan. Salah satunya mesin yang digunakan masih menimbulkan suara yang bising. Kemudian tidak sama seperti motor berbahan minyak pada umumnya, motor listrik ini hanya mampu digunakan pada jalanan kota yang notabene memiliki kontur jalan datar karena hanya memiliki kemampuan kurang dari 35 cc. “Kami akan terus lakukan pengembangan sehingga nanti akan ada Ganesha 1.0 generasi pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Mudahan dapat bermanfaat dan bisa menjadi ikon bagi kampus kami,” tambah pria kelahiran 1 Desember 1972 tersebut. Keunikan motor listrik memakai serat nanas perahu dan daun gebang

untuk bahan pembuatan bodi motor yang ramah lingkungan. Selain ramah lingkungan penggunaan bahan-bahan alam tersebut memiliki kekuatan sehingga menghindari benturan saat terjadi kecelakaan. “Serat digunakan sebagai penguat fiber glass. Kami ambil serat lalu ditiriskan kadar airnya dan dijemur untuk dirol dan dipisahkan dari kambium,” imbuhnya. Menurut Kejur beprestasi III tahun 2014 se-Undiksha tersebut ingin membangun kreativitas mahasiswa dan memberi gambaran kepada masyarakat luas bahwa anak-anak di jurusan mesin tidak hanya mencetak tenaga pendidik melainkan juga non pendidikan. “Saya dan teman-teman dosen yang lain, berpikir bahwa jika hanya berpikir pada out put pendidikan maka ilmu murni mesin akan hilang. Sehingga dalam kurikulum kami buat dua ranah,” jelasnya. Hal ini bermaksud untuk mencetak lulusan yang bergerak dalam bidang pendidikan namun tetap memahami ilmu mesin murni. Salah satu kosentrasi dalam jurusan adalah modifikasi otomotif dengan kompetensi dasar, mahasiswa menciptakan produk inovasi yang berkaitan dengan otomotif. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

TINGKATAN DISIPLIN BERLALU LINTAS

STIKES BULELENG GANDENG POLRES BULELENG DAN JASA RAHARJA Tuhan menyayangi ciptaanSebanyak 60 mahasiswa mengiNya, termasuk manusia sebagai kuti sosialisasi tersebut sangat antubagian ciptaan tertinggi yang sias dengan program yang dicananmemiliki sabda, bayu, dan idep. gkan oleh Polres Buleleng. Bahkan Menyayangi sudah pasti hormat mereka menyadari bahwa etika dan terima kasih kepada sang berlalu lintas merupakan keperluan Pencipta dan sudah pasti pula bagi semua individu. Pada kesemketenangan serta kenyamanan patan tersebut juga mengundang segera dapat singgah di hati beberapa peserta diskusi untuk berkita. Inilah sebuah disiplin yang tanya kepada narasumber. “Apakah memiliki makna yang dimulai dari wisatawan atau WNA yang mengadiri sendiri termasuk displin etika lami kecelakaan akan mendapatkan berlalu lintas di jalan raya. tanggungan?” satu pertanyaan yang dilontarkan oleh Sastra. Pertanyaan Melalui kerja sama Stikes Dr. Sundayana tersebut ditanggapi bahwa seluruh Buleleng dengan Jasa Raharja dan warga negara Indonesia atau negara asing samaPolres Buleleng, diadakan ceramah dan pemahasama mendapat tanggungan semasih pengendara man tentang disiplin beretika berlalu lintas yang itu membawa kendaraan yang berplat Indonesia rutin diselenggarakan di Stikes Buleleng di Jln. Raya karena kendaraannya membayar pajak. Meri Air Sanih Km.11, Bungkulan, Singaraja. Permatasari juga mengajukan pertanyaan tentang Ketua Stikes Buleleng Dr. Sundayana wantisebuah kasus. Jika seseorang yang sedang mengwanti memberikan cemeti dan sugesti bagi peserta endarai sepeda motor ditabrak oleh pengendara didiknya. Bahwa kesuksesaan akan diraih oleh diri lain, namun dalam kasus ini si penabrak memiliki sendiri yang diawali dengan disiplin yang selalu SIM dan korban tidak memiliki SIM maka dalam berwawasan ke depan. “Untuk dapat meraih kekejadian itu siapakah yang salah?. Jawaban dari suksesan, seseorang harus memiliki sifat optimis kasus tersebut adalah kesalahan terjadi di kedua dan siap menghadapi tantangan, ancaman dan kebelah pihak. Polisi dapat membawa kasus tersebut nikmatan hidup termasuk di dalamnya berdisiplin ke pengadilan dan menyidangkan sesuai dengan berlalu lintas di jalan raya,” paparnya. ketentuan hukum. Dengan terbatasnya waktu Generasi muda sebagai estafet bangsa henpenanya terakhir adalah Sukma, mahasiswa dari daknya memilih komitmen dalam berdisiplin bersemester I ilmu keperawatan. “Seorang yang menlalu lintas, karena hal tersebut merupakan program genakan pakaian adat tetapi tidak memakai helm, rutin Polres Buleleng. Kanit Lalu Lintas Ipda Okta apakah dikenakan sanksi tilang?” ujarnya. Jawaban Wawan. A dan tim memberikan secara menyeluatas pertanyaan tersebut adalah pengendara tetap ruh etika berlalu lintas. “Salah satu indikator dalam harus memakai helm untuk keselamatan dirinya. berlalu lintas adalah selalu memeriksa kondisi “Kami akan melakukan peneguran kepada yang kendaraan, surat-surat kendaraan bermotor, dan bersangkutan. Pentingnya keselamatan berkselalu mentaati peraturan,” ungkapnya. endara baik itu sembahyang maupun kemanapun harus memakai helm,”jelas Ipda Okta. Disadari bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan karena pemahaman tentang etika hidup dan kehidupan mulai menjadi hal terpenting. Inilah yang menjembatani MoU Stikes Buleleng dengan Polres Buleleng dan Jasa Raharja sehingga hal-hal yang tidak diinginkan demi sebuah kualitas diri dapat dilewati, dan untuk panutan diri dan orang lain kelak nanti menjadi tenaga Mahasiswa sedang mengikuti sosialisasi kesehatan di tengah masyarakat luas.

Pelesir Kawasan Wisata Taman Nasional Komodo merupakan destinasi wisata yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah melalui Kementrian Pariwisata. Kawasan yang pintu masuknya melalui Pelabuhan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ini juga masuk dalam satu diantara sepuluh destinasi wisata prioritas tahun 2016.

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Menjelajahi Keindahan Kawasan Taman Nasional Komodo

T

aman Nasional Komodo awalnya didirikan tahun 1980 bertujuan melindungi komodo dari kepunahan. Kemudian di tahun 1991 diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO dan masuk dalam tujuh keajaiban dunia. Kawasan Taman Nasional Komodo memiliki luas 173.300 ha, terdiri dari daratan dan lautan. Untuk daratan, Taman Nasional ini terdiri dari tiga pulau besar, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar dan puluhan pulau kecil. Potensi andalan di pulau tersebut adalah keberadaan komodo. Data tahun 2015, estimasi populasi hewan komodo di Pulau Komodo berjumlah 1377 ekor, di Pulau Rinca 1553 ekor komodo, Pulau Padar 3 ekor dan Pulau Motang 59 ekor. Untuk potensi perairannya, terdapat terumbu karang dengan 253 spesies terumbu karang dengan sekitar 1000 spesies ikan, keajaiban dan keindahan ini menarik minat wisatawan untuk berenang atau menyelam di perairan.

7

Taman Nasional Komodo

Menurut Tauji, salah seorang pemandu wisata di Taman Nasional Komodo, kunjungan wisatawan ke Kawasan Taman Nasional Komodo sehari rata-rata sekitar 300 sampai 400 orang. Hal ini diperkirakan karena biaya perjalanan cukup besar. Lelaki yang 18 tahun menjadi pemandu wisata ini mengatakan, wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang datang ke kawasan taman nasional biasanya untuk melihat pemandangan alam dari Pulau Padar, wisata air di Pantai Ping, dan melihat komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca,” katanya. Dari Pulau Padar, terlihat pemandangan deretan beberapa pulau dan teluk-teluk yang ada di Kawasan Taman Nasional Komodo. Untuk bisa sampai di Pulau Padar, dapat dilakukan dengan mengendarai kapal laut

Cleaning Blitz dan Sosialisasi BGHA Sekitar 700 peserta mengikuti kegiatan Cleaning Blitz di Pantai Petitenget, Kamis (24/1). Aksi bersih pantai kerjasama Bali Travel News (BTN), dan Bali Villa Association, PHRI Badung, Lebak Sari Group, IHGMA, STP Nusa Dua, Bali Post, International Bali Post, Bali TV, STP Nusa Dua, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. Acara juga diisi dengan sosialisasi Bali Green Hotel Award (BGHA). Ketua BVA, Nik Sukarta didamping Sekjen Yoga Iswara mengatakan, Cleaning Blitz merupakan kegiatan rutinitas pengelola hotel dan villa di Pantai Petitenget, Kuta. Program ini menurut mereka sangat penting dalam mewujudkan hotel yang ramah lingkungan. (kmb)

PLN Dukung Pertumbuhan Listrik Perdesaan di Bali PLN Distribusi Bali terus memacu tumbuhnya perekonomian perdesaan melalui Program Listrik Perdesaan (Lisdes) yang tersebar di seluruh Pulau Bali. Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Bali PT PLN (Persero) Amin Subekti berkesempatan meresmikan penyambungan listrik perdesaan di Dusun Banjar Anyar, Desa Sambangan, Singaraja, Selasa (22/11). “Program Lisdes merupakan upaya PLN untuk terus memompa tumbuhnya perekonomian perdesaan melalui penyediaan listrik yang menjangkau hingga ke pelosok desa. Tersedianya listrik di desa tentunya akan meningkatkan produktivitas dan taraf hidup masyarakat setempat”, ungkap Amin. Upaya melistriki desa sejalan dengan semangat “”Kerja Nyata, Terangi Negeri” yang menjadi komitmen PLN untuk membangun Indonesia melalui kelistrikan. General Manager PLN Distribusi Bali Sandika Aflianto mengatakan untuk seluruh wilayah Bali Utara, PLN menyiapkan dana Rp 16,9 miliar untuk membangun listrik perdesaan. (wiwin)

dari Pelabuhan Bajo, dengan jarak tempuh kurang lebih 1,5 jam. Pulau Padar memiliko kontur perbukitan batu karang tanpa sebatang pohon yang tumbuh. Wisatawan yang datang ke pulau ini kebanyakan wisatawan tracking. Dengan menelusuri jalan setapak yang sedikit curam, akan ditemui pemandangan yang eksotik. Ada tiga spot yang merupakan lokasi untuk menikmati pemandangan kawasan taman nasional komodo. Dari tiga spot itu, spot ketiga yang merupakan puncak dari bukit/pulau yang jarak tempuh sekitar 2 kilometer itu keindahan luar biasa terlihat. Wisatawan yang sampai di puncak pun biasanya mengabadikan keindah­ an itu dengan berfoto. Dari Pulau Padar menuju Pulau Komodo memerlukan waktu perjalanan sekitar 30 menit. Pulau

Taman Nasional Komodo ini terlihat dari infrastruktur, tampak lebih bagus dibandingkan dengan Pulau Padar. Di Pulau Komodo, menjual tiga paket wisata berkeliling untuk melihat komodo. Diantaranya tracking

Pulau Padar

dengan jalur panjang, jalur medium dan jalur pendek. Setiap pengunjung akan ditemani seorang ranger atau pawang yang akan menjaga dan mengarahkan setiap pengunjung yang melihat komodo. Pemandangan eksotis lainnya dapat dilihat dari potensi bawah laut di Pantai Pink. Indahnya ekosistem bawah laut sangat cocok bagi penghobi menyelam. Pantai Pink masih termasuk kawasan Taman Nasional Komodo dan merupakan pantai yang paling banyak di kunjungi wisatawan. Di Pantai Pink, selain melihat pemandangan bawah laut, mereka juga menjumpai keajaiban alam dengan melihat bentangan pasir putih yang bercampur warna pink. Warna pink ini lebih terlihat ketika, air pantai surut. (Dharmada)


8

Bagi orangtua yang anak bersekolah, pasti memiliki pengalaman dalam mem­ bangunkan anak di pagi hari. Ada yang mudah dibangunkan, ada yang sulit. Bagaimana kiat agar orangtua bisa membantu anak bangun pagi dan se­mangat menjalani hari-harinya?

M

Bunda & Ananda

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

enurut I Made Widiantara, S.Psi. M.Psi, ada beberapa penyebab seorang anak sulit bangun pagi. Pertama, kuantitas dan kualitas tidur si anak. Anak akan sulit bangun pagi jika tidur malamnya kurang, baik secara kuantitas maupun kualitas. NSF (National Sleep Foundation) menyatakan bahwa keperluan tidur si anak berbeda-beda sesuai dengan usianya. Sebagai contoh, anak dengan usia preschool dengan usia 3 sampai 5 tahun memerlukan waktu tidur antara 10 sampai dengan 13 jam sehari, Anak dengan usia 6 sampai dengan 13 tahun memerlukan waktu tidur selama 9 sampai 11 jam, sedangkan anak dengan usia 14 sampai 17 tahun memerlukan waktu tidur selama 8 sampai 10 jam. Kedua, kondisi kesehatan si anak. Ada beberapa anak yang sakit atau juga yang kurang gizi akan mengalami kesulitan tidur, sehingga bangunnya pun akan mengalami permasalahan. Bayangkan kalau anak masih lapar terus disuruh tidur, pastilah akan susah tidur karena menahan lapar. Dalam beberapa penelitian menyatakan ada dua hal yang paling besar pengaruhnya seorang anak akan dengan cepat tertidur yaitu karena perutnya kenyang dan lelah setelah bermain (beraktivitas). “Anak yang mudah bangun pagi, pastinya ketika dia mendapatkan waktu tidur yang cukup dengan kualitas tidur yang cukup pula, selain karena si anak sudah dibiasakan oleh orang tuanya untuk secara rutin bangun pagi,” ujar anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali ini. Agar anak mudah bangun pagi untuk melakukan aktivitas rutinnya seperti ke sekolah, orangtua semestinya melakukan pendekatan yang humanis. Persiapkan malam hari sebelum si anak tidur dengan memperhatikan asupan gizi si anak. “Anak harus dalam kondisi sehat tanpa kurang gizi. Sebagai contoh makan malam secukupnya sehingga si anak tidak sampai kelaparan yang bisa membangunkannya saat tidur malam. Kalau anak sehat pastilah kualitas tidurnya akan lebih bagus. Minum susu mungkin menjadi salah satu kebiasaan bagus di malam hari, karena dengan kandungan gizi yang ada di dalamnya akan membuat si anak cepat tidur,” ujar dosen Psikologi Komunikasi Poltek Negeri Bali ini. Selain itu, orangtua harus membiasakan kebiasaan sehat di sore hari atau sebelum tidur, seperti: mandi sore setelah beraktivitas (berkeringat), kemudian sebelum naik ke kasur biasakan cuci kaki dan tangan, menggosok gigi dan juga minum air putih, kemudian sebelum terlelap diajak berdoa agar tidurnya nyenyak dan mimpi indah. Ritual membacakan dongeng merupakan suatu hal yang positif bagi si anak, selain mengembangkan imajinasi si anak, juga membuat pikiran anak akan lebih fokus dan memudahkannya cepat tertidur. Ketika mendongeng pun perlu diakhiri dengan kata-kata sugesti untuk membuat si anak berpikir positif. Berikan

Griya

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Kelola Waktu Tidur Anak agar Hidupnya Menyenangkan pengertian, tidur yang nyenyak akan membuat badan lebih sehat, dan kalau nyenyak tidurnya besok pagi bisa bangun pagi sehingga bisa sekolah tepat waktu dan tidak ketinggalan pelajaran. “Oran tua bisa mengkondisikan suasana kamar si anak dengan nyaman, misalnya mengatur suhu ruangan dengan pengaturan AC kalau di kamar memakai AC. Jangan terlalu dingin ataupun terlalu panas. Selain itu sinar lampu perlu diatur sedemikian rupa sehingga tidak begitu terang dan menyilaukan mata sehingga akan membuat susah tidur. Sebaliknya, kamar yang gelap pun juga tidak bagus, karena kebanyakan si anak takut akan gelap. Dari kelima indera manusia, indera yang paling terakhir dan yang pertama terjaga adalah indera pendengaran, sehingga sangatlah penting bagi orang tua yang ingin agar anaknya bisa tidur nyenyak untuk mengkondisikan agar sedikit ada suara-suara yang mengganggu tidur si anak. Seperti dengan menurunkan volume televisi, radio dan lainnya termasuk ponsel orangtua,” ujar ayah dua anak ini. Di pagi hari, orang tua perlu membuat suara-suara yang bisa membangunkan si anak. Suara bisikan dan ajakan bangun pagi merupakan cara terhalus untuk membangunkan. Bisa juga menggunakan alarm, sehingga si anakpun bisa terbangun dengan baik dan tanpa dipaksa dibangunkan. Cara lain untuk membangunkan si anak, dengan melakukan pemijatan lembut di punggungnya. Dengan pijatan lembut tersebut, diharapkan akan merangsang persyarafan si anak agar cepat tersadar dan terbangun. Hal positif lain yang perlu dibiasakan orangtua adalah minum air mineral (air putih) sesaat setelah bangun pagi, setelah itu jika memungkinkan ajaklah si anak untuk sekadar menggerakkan badannya atau berolahraga agar makin sadar dan tidak mengantuk lagi. HINDARI “MAGER” “Secara psikologis, pasti terkait antara aktivitas anak dan waktu tidur. Anak yang normal dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal akan membuat kualitas tidurnya juga normal. Jika seorang anak beraktivitas secara berlebihan, mereka akan merasa kelelahan secara berlebihan dan akan lebih sering mengalami masalah tidur, misalnya akan mengigau atau mimpi buruk. Mungkin para orangtua pernah mengalaminya saat mendapati si anak yang terbangun di malam hari kemudian mengigau dan gelisah, kemudian setelah ditelusuri, si anak pada saat siangnya bermainnya begitu lama dan berlebihan. Orangtua perlu mengawasi anak agar jangan sampai beraktivitas berlebihan, begitupun sebaliknya jangan sampai kurang melakukan aktivitas, istilah kerennya saat ini “mager” atau malas gerak. Sepertinya ini menjadi fenomena anak-anak saat ini, dimana anakanak terlalu asik bermain gadget dengan permainan yang beraneka macam, sehingga juga mempengaruhi perkembangan otot kebugarannya,” jelas Widiantara. Agar anak bisa istirahat yang cukup, orangtua perlu sering berkomu-

Widiantara

nikasi dan mengadakan kesepakatan yang positif. Berkomunikasi dengan kata-kata positif dengan ajakan beraktivitas dan bermain yang baik, seperti olahraga berjalan, bersepeda, dan aktivitas lainnya. Membatasi aktivitasnya dalam bermain gadget adalah tantangan terbesar orangtua saat ini, salah satu caranya adalah membuat kesepakatan agar bermain gadget dibatasi waktunya, kapan saja boleh main gadget dan kapan tidak boleh. Memang biasanya anak susah diajak kompromi untuk yang satu ini, caranya adalah saat gadget-nya mati,

maka ada baiknya jangan buruburu di-charge, sehingga memberikan waktu yang lebih lama untuk tidak bermain gadget. Atau, jangan selalu sediakan paket data internet, sehingga si anak tidak selalu bisa mengakses permainan di gadgetnya. Cara lain untuk mengatur anak agar bisa istirahat yang cukup, adalah dengan cara mengubah perilaku orangtua. Sebagai contoh orangtua juga harus membatasi atau mengurangi menonton televisi. Banyak orangtua yang kadang kalau sudah menonton televisi apalagi nonton sinetron atau teledrama, menjadi tidak peduli lagi waktu istirahat si anak, sehingga si anakpun ikut-ikutan menonton dan lupa waktu istirahat. Salah satu indikator kesehatan dan kebahagiaan sebuah keluarga adalah bagaimana keluarga tersebut bisa memulai kegiatan pagi hari dengan cara menyenangkan. Hal ini termasuk saat mempersiapkan anak-anak bangun pagi dan memulai aktivitasnya ke sekolah. Pentingnya contoh bagi orangtua agar tidak malas bangun pagi, adalah salah satu hal yang perlu dilakukan para orangtua. Sehingga orangtua yang membiasakan bangun pagi dengan bermacam-macam kegiatan di dapur dan mandi akan membiasakan si anak untuk mengikutinya. “Perlu adanya pembagian peran dan tugas orangtua dalam hal ini

seorang ayah dan ibu agar tidak “megrudugan”. Sebagai contoh, selagi si ibu mempersiapkan sarapan pagi, si ayah yang membangunkan si anak, kemudian mandi, dan begitu seterusnya. Sehingga peran dan tugas kedua orang tua ini bisa saling mengisi dan berbagi. Membiasakan aktivitas yang terjadwal di pagi hari sangatlah penting, seperti bangun pagi jam berapa, siapa yang harus merapikan tempat tidurnya, siapa yang mandi duluan agar tidak berebut (kalau kamar mandinya tidak banyak), sarapan pagi yang cukup dan jam berapa harus sudah berangkat ke sekolah. Si anak, kalau sudah dibiasakan dengan pola perilaku yang terjadwal akan lebih menikmati aktivitasnya. Secara umum, konsep hidup teratur itu akan dimaknasi oleh si anak sebagai sesuatu yang menyenangkan. Jadi kata kunci dalam mengatur agar anak bisa bangun pagi dan dapat beraktivitas dengan menyenangkan adalah dengan membuat kesepakatan hidup teratur dan terjadwal. Sebagai orangtua harus menjalankan dengan konsisten jadwal dan kesepakatan tersebut. Kemudian secara berlahan-lahan buatlah si anak untuk ikut bertanggung jawab atas aktivitasnya di pagi hari, dengan menekankan hukum sebab akibat, yaitu bahwa kalau si anak tidak mentaatinya (tidurnya malam dan tidak bangun pagi, misalnya) maka akan merusak jadwal kegiatan hari itu,” ungkap Widiantara. (ngurahbudi@cybertokoh.com).

Mendongeng Lima Menit

Mencari Penjaga Telur

Sudah berharihari seekor buaya betina mengeram telurnya. Suatu pagi ia merasa sangat lapar. Ia berpikir, lebih baik mencari teman untuk menMade Taro jaga telur-telurnya, sehingga ia bisa bebas mencari makan. “Hai, Kambing!” katanya kepada seekor kambing yang sedang lewat di depannya. “Maukah kau menjaga telur-telurku? Aku akan mencari makan. Nanti kuhadiahkan daun-daun segar.” Si Kambing menyanggupi. Beberapa saat kemudian, kambing penjaga telur itu mendengar burung nuri bernyanyi-nyanyi di sebuah ranting pohon. Kambing yang juga penggemar lagu-lagu itu sangat senang. Ia bangkit dari tempat duduknya lalu menarinari mengikuti nyanyian yang indah itu. Nyanyian itu makin keras dan makin cepat. Si Kambing melompat-lompat. Braaak…! Ia jatuh bergedebuk dan menimpa telur-telur buaya. Telur-telur itu pecah. Ketika beranjak lari, si Buaya datang. “Mau ke mana kau, Kambing? Bagaimana telur-telurku?” Kambing gemetar ketakutan. Ia minta maaf dan berdalih. “Gara-gara si Nuri yang bernyanyi, timbul keinginanku untuk menghibur telur-telurmu. Aku menari-nari

mengikuti irama nyanyian Nuri. Sial, aku jatuh terpeleset menimpa telur-telur itu.” Si Buaya marah, bukan kepada Kambing, tetapi kepada Nuri. Ia mendatangi burung yang kurang ajar itu. “Hai, Nuri! Gara-gara nyanyianmu, si Kambing menari-nari lalu memecahkan telurtelurku! Sekarang terimalah hukumanmu!” ancam Buaya. “Si Nuri terkejut, lalu katanya, “Aku bernyanyi untuk mengingatkan hewan-hewan agar waspada, karena si Monyet meloncatloncat dari satu cabang pohon ke pohon yang lain. Aku kira akan ada bencana.” “Hai, Monyet! Gara-gara lompatanmu, telur-telurku terinjak oleh si Kambing. Sekarang terimalah hukumanmu!” Si Monyet takut, lalu ia berusaha menenangkan diri dengan berterus terang. “Dari cabang pohon aku melihat seekor buaya menyembul dari sungai. Lalu kuberitahu teman-teman agar berhati-hati.” Sang Buaya menyadari bahwa peristiwa berantai itu adalah gara-gara ia sendiri. Waktu itu buaya betina itu mencari makan di sungai. Ketika menyembul, si monyet takut, lalu ia segera memberitahu tetangganya, si Nuri. Burung itu takut lalu segera memberi tahu si Kambing. Namun si Kam­bing, penggemar nyanyian itu, tidak mengerti peringatan burung nuri. Ia menari-nari lalu menginjak telur buaya. (Filipina)

Seperti halnya desain rumah tinggal, desain museum yang diperuntukkan publik pun umum­nya mencermin­ kan karakter pemilik­ nya, tanpa meninggalkan filosofi Hindu-Bali. Hal itu bisa dilihat pada The Blanco Renaissance Museum, di Campuan Ubud, Bali.

B

lanco Museum memajang sekitar 300 karya lukisan sang Maestro Don Antonio Blanco yang bergaya Ekspresionis-Romantik. Gaya lukisannya itu tercermin pula dalam pemilihan bentuk, warna dan keseluruhan museum. Bentuk-bentuk melengkung dengan warna-warna lembut (pastel) yang berkesan romantis sangat mendominasi interior ruang museum. Meski permainan warna pada masing-masing bidang dinding terlihat kontras, namun masih tetap terlihat harmonis. Permainan warna yang dinamis tersebut seolah berkata bahwa meski hidup ini penuh dinamika dan warna namun tetap harus dijalani dengan harmoni (seimbang). Bangunan utama museum terdiri dari tiga lantai, yang mengambil filosofi dan kepercayaan orang Bali yang melukiskan struktur Tuhan dengan percikan sinar sucinya yakni dewa-dewi, manusia, dan bhutakala. Museum ini terlihat megah dengan wujud

17

Sentuhan Rococo pada

arsitekturalnya yang memperlihatkan keanggunan sentuhan Rococo yang dipadu dengan konsep dan kearifan arsitektur Bali. Bangunan Blanco Museum ini pun memiliki arti dari setiap bentuknya. Sebut saja di depan museum berdiri batu marmer besar menyerupai pintu masuk atau candi kurung setinggi 15 meter. Ini adalah logo Blanco Musem yang merupakan tanda tangan Don Antonio Blanco apabila dilipat dua. Sementara di kiri-kanan pintu masuk tersebut terdapat patung naga dari batu yang menyiratkan sebagai pengawal/penjaga museum secara mistis. Di depan museum terdapat air mancur yang melambangkan ombak di laut dan juga berhubungan dengan semua kosmos yang ada. Puncak atap museum disebut dome yang dalam bahasa Bali dikenal dengan nama saab. Dome (saab) ini melambangkan topi penutup sebagai wujud persembahan kepada Sang Maha Pencipta. Satu (1) atap ini dengan 8 sudut ini memiliki arti lambang dari 9 penjuru mata angin (pengider-ider). Sementara di atas museum ditempatkan patung-patung penari berwarna keemasan se-

Konsep Bali

bagai wujud penghargaan sang Maestro Don Antonio Blanco kepada penari-penari Bali, yang merupakan sumber inspirasinya dalam melukis saat pertamakali datang ke Bali. Tak hanya itu, mereka yang mengunjungi Blanco Museum ini juga bisa menikmati suasana lingkungan museum yang dirancang sedemikian rupa dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. (inten.indrawati@cybertokoh.com)


Edukasi

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Mengenal Negara Lain dari Perangko dengan teman-teman ayahnya. Koleksi terbaru yang dimiliki adalah seri PON 2016 Bandung. “Saya senang anak-anak mau ikut mengoleksi perangko. Ini kegiatan yang mengasyikkan. Walaupun pengiriman surat sudah beralih ke e-mail, tetapi perangko masih diburu. Ini menjadi lahan untuk meraih penghasilan,” ujar Surya Hadinata yang punya koleksi perangko pertama di dunia serta perangko seri Soekarno ini. Baliphex 2016 juga dirayakan dengan peluncuran prangko edisi khusus dan sampul peringatan. Istimewanya, artwork yang digunakan pada perangko dan sampul peringatan tersebut diciptakan oleh Alit Ambara, perupa asal Bali yang terkenal karena desain-

Bagi penggemar perangko atau filatelis, ada keasyikan tersendiri ketika merapikan, menyusun, dan mempelajari hal-hal yang tertera di gambar perangko. Untuk mewadahi para fila­telis dan masyarakat umum mengenal filatelis, diadakan Baliphex 2016 di Kantor Pos Renon, Denpasar, 22-26 November 2016.

desainya kental dengan warna pergerakan sosial. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

P

GN Surya Hadinata. Ia menjelaskan koleksi yang dipamerkan mampu menarik perhatian masyarakat yang datang ke Kantor Pos. Sembari menunggu giliran, mereka bisa melihat-lihat koleksi benda-benda pos yang dipamerkan. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga tertarik untuk menyaksikan pameran ini. Ata dan Deklon, dua siswa SD Cipta Dharma Denpasar termasuk pengunjung yang antusias dengan pameran ini. Keduanya juga diberi kesempatan untuk

menempelkan perangko bekas di World Stamp Mozaik. “Saya mau beli album perangko yang baru karena ada beberapa koleksi yang belum ditata. Ternyata stok kosong. Pak Ngurah Surya punya yang bekas, saya beli saja,” ujar Ata yang mengaku belajar tentang negara lain dari perangko. Ata menuturkan dirinya mengo­leksi perangko karena dikenalkan ayahnya. Jika ada keluarga yang ke luar negeri, Ata diberikan oleh-oleh perangko. Selain itu ada juga yang barter

GN Surya Hadinata

Penjualan perangko bekas

Franchise Kumon

Peluang Usaha Menarik di Bidang Pendidikan Pendidikan merupakan modal penting bagi perkem­ bangan setiap bangsa. Hal ini karena bangsa yang memper­ hatikan kualitas pendidikan adalah bangsa yang maju di segala bidang. Melihat begitu pentingnya pendidikan serta masih belum meratanya sa­ rana yang ada di Indonesia, maka usaha bidang pendidik­ an merupakan peluang yang bisa diambil bagi mereka yang memiliki keahlian dalam bi­ dang tersebut. Anda yang berminat mem­ buka usaha di bidang pen­ didikan tetapi belum memiliki sistem yang mendukung usaha tersebut dapat memilih sistem franchise (waralaba). Kelebihan utama sistem franchise ada­ lah tidak perlu mengenalkan brand dari awal karena brand tersebut sudah dikenal kon­ sumen sebelumnya. Kelebihan lain adalah adanya program pelatihan yang dibutuhkan agar pemilik franchise memiliki bekal untuk mengelola usaha secara mandiri.

KUMON adalah sistem franchise dengan sejarah yang panjang sejak tahun 1950 dan sampai dengan saat ini sudah tersebar di 47 negara di selu­ ruh dunia. Pemilik franchise KUMON (pembimbing kumon)

adalah orang-orang yang mau belajar dari siswa dan terjun langsung membimbing anakanak di kelas. Pembimbing KU­ MON berkomitmen mendorong anak-anak memiliki life skill yang memungkinkan mereka

menjalani hidup dengan senang dan mengembangkannya sampai maksimal, memiliki impian dan tujuan serta bersemangat men­ coba hal-hal baru. Program belajar KUMON terdiri dari program Matema­

Semerbak harum bunga cempaka berdesir menggugah suksma. Semilir wangi kembang kecil berkelopak lentur itu, menggiring masyarakat Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar, menuju jalan utama di sepanjang desa menyaksikan sebuah tradisi yang telah diwarisi sejak dulu. Seperti setiap sore, pada tanggal 1619 November lalu, bunga cempaka putih dan kuning ditata indah sebagai rias kepala para dara setempat, berbusana busana adat, mengayun langkah pelan sembari menyungggingkan senyum. Ya, peed, adalah persembahan keagamaan yang tak pernah lekang dari antusiasisme partisipasi tulus wanita Sukawati.

L

Pengunjung antusias melihat pameran perangko yang diadakan Baliphex 2016 di Kantor Pos Renon, Denpasar

ameran ini menampilkan sejumlah besar prangko, surat dan kartu pos bersejarah yang terkait tentang Bali dari periode sebelum kemerdekaan hingga ke masa kini. “Baliphex 2016 merupakan kerja bersama antara Pos Indonesia, pengurus daerah Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) serta KoFKI. Ini adalah pameran tahun ke delapan. Kami berharap masyarakat bakan lebih mengenal filateli,” ujar Ketua Panitia Baliphex 2016,

Dara

tika dan Bahasa Inggris. Tujuan Metode KUMON adalah siswa mampu belajar di atas tingkatan kelas secara mandiri. Lembar kerja KUMON telah didesain sedemikian rupa sehingga me­ mungkinkan siswa memahami sendiri bagaimana menyelesai­ kan soalnya. Ketika memasuki topik baru diberikan contoh dan penjelasan yang mendorong siswa untuk mempelajarinya sendiri dan maju dengan ke­ mampuannya sendiri. Saat ini PT KIE Indonesia memberikan kesempatan ke­ pada Masyarakat Bali untuk dapat memiliki Kelas KUMON sekaligus menjadi Pembimbing KUMON. Ingin tau lebih banyak mengenai franchise kumon, daf­ tarkan diri Anda sekarang juga, GRATIS!. Persyaratan utama adalah Wanita usia maksimal 45 tahun dengan pendidikan minimal D3 semua jurusan, me­ nyukai pendidikan dan anakanak. Untuk Informasi lebih lanjutan dapat menghubungi (0361) 232121; 0815-13145367; 0878-6099-5895.

aras, salah seorang gadis Sukawati, pada Rabu 16 Nopember itu, menghias diri mengenakan busana adat tradisional agung. Sore itu, bersama ratusan wanita Sukawati lainnya ia mendapat giliran mapeed. “Sebuah kesempatan langka yang sudah setahun ditunggu-tunggu,” ujar dara berusia 18 tahun ini ceria. Tradisi yang terkait erat dengan ritual keagamaan itu biasanya hadir saat penyelenggaraan odalan besar di pura Tri Kahyangan setempat. Peed pada pertengahan November ini berkaitan dengan odalan di Pura Desa Sukawati. Memang, partisipan terbesar dari tradisi ini adalah kaum wanita, umumnya para remaja putri. Namun anak-anak belia dan ibu-ibu bahkan nenek-nenek pun banyak yang dengan sarat euforia tampil mapeed. Di tengah masyarakat Bali, peed dimaknai sebagai sebuah iring-iringan, biasanya dalam konteks ritual keagamaan. Di Desa Sukawati juga demikian, namun pengertiannya lebih spesifik. Istilah peed diduga terangkat dari kekhasan berbusana adat para kaum wanitanya. Khususnya ujung kain (kancut) yang dikenakan agak panjang, sekitar satu meter, dan jika berjalan diseret (paid) disela kedua kaki. Model pengenaan kamen seperti itu dapat kita saksikan dalam tari Oleg Tamulilingan. Tapi kini kendati pun tidak semua peserta memakai kamen kancut panjang (mekancut), tradisi desa Sukawati itu masih dengan takzim disebut peed. Sejatinya tradisi mapeed di Sukawati berkaitan dengan pengambilan air suci, dari Pura ke sebuah sumber mata air di desa setempat sebagai wangsuhpada yang dipercikkan kepada umat dalam persembahyangan. Jarak antara Pura ke sumber mata air itu sekitar dua kilometer. Tetapi karena iring-iringan peed tersebut berayun pelan, jarak yang relatif pendek itu ditempuh hingga satu jam. Selain didominasi oleh partisipan kaum wanita, para pemangku

Para gadis Sukawati melakukan acara Mepeed pada pertengahan November berkaitan dengan odalan di Pura Desa Sukawati.

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

9

Wanita Sukawati Mepeed Tulus Hati pura memegang peran terpenting dalam ritual yang berlangsung pada sore hari tersebut. Hari-hari mapeed dalam ritual keagamaan itu pada umumnya memang dinanti-nanti oleh kaum wanita Desa Sukawati. Selain mempersiapkan bunga cempaka dan atribut hiasan kepala lainnya, jauh-jauh hari mereka telah mempersiapkan busana yang akan dipakai. Dulu, para peserta peed memakai pakaian pribadi hingga penonton dapat meraba-raba status sosial keluarga orang tersebut. Tapi perkembangannya kini, kebanyakan partisipan peed memanfaatkan jasa penyewaan pakaian adat dan agama yang banyak bertebaran. Begitu juga dalam hal memoles wajah (make up), tak lagi amatiran seperti dulu, kini umumnya diserahkan sepenuhnya pada tenaga profesional salon-salon kecantikan. Biaya keseluruhan tata rias dan busana peed Sukawati itu, kini rata-rata sekitar Rp 1 juta untuk wanita dewasa dan Rp 500-700 ribu untuk gadis belia dan remaja. Kendati sudah bergeser kepada kepraktisan, semangat mapeed tampaknya masih berhulu pada relung religiusitas yaitu spirit ngayah. Seperti kita ketahui, ngayah adalah sebuah energi kultural yang menyangga seni dan kebudayaan masyarakat Bali. Ngayah mapeed kaum wanita Sukawati dipersembahkan secara tulus ikhlas disertai rasa bhakti nan dalam kepada Hyang Widhi. Jika tidak demikian, bagaimana mungkin mereka mempersiapkan finansial, mental, dan fisik tanpa adanya bersitan pamerih sama sekali. Mereka hadir ngayah mapeed dengan keceriaan hati dan nurani bening. Ketika sore telah merambat, ritual peed pun dimulai. Seribu orang wanita berpartisipasi dalam ritual peed selama empat hari itu. Penonton berkerumun sepanjang jalan yang dilalui iring-iringan. Tak ketinggalan para wisatawan mancanegara juga banyak yang datang menyimak atraksi budaya ini. Dari arah Pura terdengar derap gamelan balaganjur. Pada barisan terdepan, beragam atribut panji-panji Pura seperti umbul-umbul, pajeng, kober, beragam jenis tombak, dibawa oleh puluhan remaja pria. Sebuah grup gamelan baleganjur mengikuti di belakangnya berjalan se-

langkah demi selangkah memainkan tatabuhan bernuansa agung. Sepasang instrumen kendang mengendalikan gending, cengceng mengisi ritme, reong menjalin melodi, dan debur gong menggarisbawahi. Mengalirlah kemudian barisan peed. Dimulai dari partisipan gadis-gadis belia dan diteruskan oleh dara-dara remaja dan selanjutkan kaum ibu-ibu serta juga nenek-nenek. Langkah diayun ayu terukur dan anggun seakan mengikuti tempo atau irama ponggang gamelan baleganjur. Semua mengalir satu persatu dengan sunggingan senyumnya masing-masing. Tapi, awas, langkahnya mesti diayun hati-hati, jangan sampai terjatuh. Jangan sampai menginjak julurun kain (kancut) peserta didepannya atau sebaliknya kain sendiri terinjak peserta di belakang. Pada barisan paling belakang dikunci kembali dengan sepasukan grup gamelan baleganjur. Ada juga sekumpulan ibuibu mengumandangkan kidung suci. Di tengah-tengahnya para pemangku berseragam putih mengusung toplestoples tempat dan atau berisi air suci yang diambil di sumber mata air dan atau dibawa ke Pura. Ritual peed ini berakhir pada senja hari di halaman luar Pura. Para peserta pun, kemudian kembali ke rumah masing-masing melepas busana peed-nya. Batin bahagia membuncah di hati masingmasing. Menurut Laras yang kini

sedang menapak bangku kuliah di ISI Denpasar, berpartisipasi dalam ritual keagamaan adalah ungkapan tulus bakti pada kasih nirmala Hyang Widhi Wasa. “Kaum wanita Desa Sukawati akan setia mengawal tradisi agung ini,“ tegas Laras, penerima Anugrah Kebudayaan RI tahun 2014 dalam bidang Seni Tari dan Seni Bercerita ini. (Kadek Suartaya)

Laras

16


10

Style

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Diah Chandra

Persembahkan Talk Show “I’m Every Woman”

S

esungguhnya setiap wanita itu hebat . Apalagi jika ia dilengkapi dengan personality, mampu mengatur finansial, pengetahuan fashion yang baik. Dan, akan menjadi istimewa jika dalam tulusnya kebersamaan wanita mau berbagi dan mengedukasi bahkan menginspirasi wanita lainnya. Begitu yang tertangkap di acara talk show bertajuk “I’m Every Woman” yang dikemas santai di Restauran Nyonya Sooly, di Sooly Family Hotel, di Jalan Suli, Denpasar, Minggu (20/11). Penggagas acara sekaligus salah seorang pembicara Putu Diah Chandra Dewi, S.H., M.Kn., yang juga seorang Notaris – PPAT ini , mengatakan talk show tersebut terselenggara sebab baginya setiap wanita memiliki jiwa yang hebat. Tidak perlu meremehkan diri sendiri, sebab tak ada yang sempurna. Jika kita tidak bahagia, perbaiki apa yang salah dan

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Pesona Batik Bali Batik adalah warisan kekayaan budaya Nusantara. Keberadaannya wajib dijaga. Hal inilah yang dilakukan salah satu desainer papan atas Bali, Bintang Mira. Koleksi batiknya menghadirkan ciri khas dan keunikan motif lokal Bali. Agar semakin menarik ia juga mengolaborasikan berbeberapa motif.

S

Kika, Diah Chandra, Aida, Ratna, Nikki dan Nirmala (yang berdiri)

S2 UGM, John Robert Power (program public relation), Susan Budihardjo (fashion designer), Pandan College (Japanese), Bisma Informatika (komputer) dan berbagai macam kursus lainnya, serta beragam-macam sertifikasi di bidang hukum terkait pekerjaannya saat ini. Untuk semua itu, sembari menyuguhkan jamuan minum teh dan makan siang yang ringan, Chandra mengajak empat orang sahabatnya, Nikki Indrawati (Anemone Design Creator), Aida Sugianto (Financial Controller di Asian Trails), dan Ratna Somantri (Author of The Story in A Cup of tea) untuk bersi­nergi Pie Susu Nyonya Sooly membagikan ilmutetap melangkah. Mulai dengan nya masing-masing untuk sebuah mensyukuri apa yang dimiliki. “kesadaran”dan Nirmala Trisna Karena di luar sana masih banyak sebagai host, untuk mewujudkan wanita yang perlu bantuan untuk rencana kolaborasi mereka yang menjadi kuat, sebagaimana se- sudah dicanangkan sejak 4 tahun orang anak dalam keluarga perlu silam. Pada talk show “I’m Every seorang yang kuat untuk tempat Woman”, Diah Chandra yang bernaung. Seorang wanita tidak perlu mengajar pengembangan pribadi membandingkan diri dengan pada beberapa perusahaan dan orang lain, termasuk berkompetisi holding company ini menyamdan cemburu pada orang lain, paikan tentang, 1. Pengenalan karena setiap wanita berjuang personality development (mendengan jalannya sendiri. Akan genal karakter diri sendiri, siapa indah jika para wanita memban- diri yang sebenarnya). 2. Kedegun kesadaran dan maju bersama, wasaan/kepercayaan diri (adanya tanpa batasan, bergandengan keseimbangan mengontrol emosi tangan bangkit menjadi wanita dan pikiran, proses penemuan seperti versinya saat ini. Dalam jati diri). 3. Sosialisasi (keluarga, hidup banyak yang harus dijela- teman sepermainan, sekolah, temjahi, bukan hanya berada di zona pat bekerja, masyarakat dan sosial nyaman,” tutur lulusan S1Unud, media). 4. kontrol diri (sikap dan

perilaku yang tercermin dari ucapan dan perbuatan). 5. Mempunyai identitas/signature (mengetahui kemauan dan tujuan hidup yang jelas). 6. Menjadi priba­di yang berkualitas dan murni (tidak salah memilih role model, semua yang kita lakukan dari hati, go strong with your heart). Selanjutnya Aida mengupas perihal mengontrol keuangan. Tahu siapa diri kita, bekerja dimana, gaji berapa, apa yang kita inginkan, mampukah kita wujudkan jika tidak punya identitas atau pola hidup yang sesuai kemampuan. Begitu juga dalam bersosialisasi yang jelas dan bermanfaat, misalnya arisan yang diperhitungkan, bukan sekadar show off atau mempunyai tujuan lain. Di sini wanita membangun

Diah Chandra

Seluruh Pembicara dan Para Model

15

eperti poleng yang merupakan salah satu identias Bali, dengan filosofi Rwabhineda, h i t a m dan putih, m e n c e rminkan sifat yang bertolak belakang selalu menarik untuk digarap

kembali. Malah ia mencoba memadukannya dengan motif batik parang dan hadirlah poleng parang. Begitu pula dengan oramen seni pepatran yang biasanya a d a pada bangunan den-

gan maknanya memberi perlindungan agar manusia merasa nyaman pun menjadi salah satu pilihan untuk Batik Bali koleksi Bintang Mira. Di sini ia mengangkat ornamen patra Cina, yang idenya dari bunga mawar. Ada juga Patra Mesir (meander), umumnya merupakan hiasan pinggir yang bentuk dasarnya garis berliku atau berkelokkelok. Motifnya sangat beragam, yakni U dan N yang saling bertaut. Persembahan motif flora, patra sekar dan lainnya terinspirasi dari beraneka ragam bunga biasa dipakai sarana persembahyangan di Bali, selain sebagai lambagng keindahan. Motif batiklainnya yang ia produksi misalnya menyertakan gambar Aji Semar atau Tualen , Batik parang , batik dengan motif lurik yang semuanya memiliki filosofi masingmasing . Masih banyak lagi motif pepatran Bali yang sudah diangkatnya dan akan dihadirkan pada Batik Bali karya Bintang Mira berikutnya. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

Suasana Talk Show

“kesadaran” mengontrol diri untuk tahu kemampuan kapan harus mengeluarkan, kapan berhenti, memikirkan masa depan serta mewujudkan cita-cita. Dilanjutkan dengan Nikki yang membahas tentang fashion, pengenalan dan tips tentang item fashion yang wajib dimiliki. Selain itu ia juga membangun “kesadaran” memilih busana yang tepat. Tahu apa yang kita pakai dan kita beli sehingga berhasil menemukan “personal style” masing-masing yang mudah dikenakan dan tidak meniru orang lain. Saat itu juga sempat diperagakan desain yang bertemakan conscious closet. Mengenalkan Teh Indonesia & Pie Susu Nyonya Sooly DalamTalk Show “I’m Every Woman” tersebut, Ratna Somantri mengajak seluruh wanita yang hadir untuk lebih lagi mengenal teh. Bahwa setiap wanita pasti ingin rileks dan berhenti sejenak dari kegiatan rutinitasnya. Salah satunya

Restoran Nyonya Sooly dengan penataan mejaya yang sangat cantik

dilakukan dengan minum teh. Di samping itu juga, Ratna pun mengenalkan mengenai teh Indonesia, dipadukan dengan koleksi cangkir-cangkir cantik milik Diah Chandra. Semua terlihat sangat klop untuk suasana santai di hari minggu, apalagi dilengkapi de­ngan jamuan kue-kue cantik buatan Chef Stanley Lumi. Sebelum acara berakhir Diah Chandra juga mengenalkan pie susu dessert dengan brand Nyonya Sooly yang crispy, milky dan delicious dengan kemasan yang sangat cantik sebagai oleh-oleh Bali. Di pengujung acara pula, melihat astusiasme seluruh peserta hingga akhir, Diah Chandra mengatakan bahwa itulah tujuan acara Talk Show I’m Every Woman ; mengedukasi para wanita untuk bisa menjadi dirinya sendiri. “Tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini, mempunyai tujuan hidup yang jelas, memiliki identitas dan kedewasaan, sehingga bisa mengenal dirinya dengan baik, konsep diri dan jati dirinya terbentuk, dengan demikian dapat memudahkannya menjalani hidup,” kata pemilik motto life must dynamic and balanced so do what’s the best for yourself ini. Dan sebelum meninggalkan lokasi acara seluruh peserta pun menerima goodie bag yang dibagikan adalah tas tangan hasil kerajinan industri kreatif daerah Bali yang berisi Pie Susu Nyonya Sooly, Dini Hari Coffee dan mug i’m every woman. Isi goodie bag tersebut kata Diah Chandra mewakili gambaran, ketika pagi hari saat para wanita minum kopi menggunakan mug i’m every woman dan ditemani kudapan pie susu Nyonya Sooly, mereka akan menyadari bahwa seorang wanita memiliki jiwa yang hebat dengan perjuangannya masing-masing dan penuh semangat menjalani hari dan aktivitasnya. - ard


14

Jelita

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Setelah wajah yang terlihat segar, lembab dan bercahaya, maka sangat perlu diimbangi dengan kulit tubuh yang sehat. Kulit bersih dan awet muda salah satunya berawal dari body lotion yang canggih dan tepat. Lantas kemampuan apa saja yang harus dimiliki body lotion yang akan kita pilih dan gunakan agar kulit terjaga kesempurnaannya.

I

da Syafira pemilik Safira Salon & SPA di Mataram,yang sudah puluhan tahun di dunia perawatan kecantikan membagikan info apa saja kriteria lotion sebagai penyempurna kulit dan perlindungan ekstra setiap harinya. Menutrisi Kulit Prinsipnya lotion yang mampu menutrisi kulit adalah sama dengan menutrisi tubuh. Jadi pilihlah lotion yang mengandung glycerina active AHA serta anti oksidan yang merupakan nutrisi penting yang diperlukan oleh sel kulit. Sehingga, nantinya diperoleh kulit yang mulus, sehat dan awet muda. Menjaga Kulit dari Sinar UVA dan UVB Bagi mereka yang dipastikan beraktivitas atau lebih banyak wara-wiri di luar ruangan, maka kontak secara langsung ataupun

Sempurnakan Kehalusan Kulit dengan Lotion yang Tepat kulit. Diperlukan lotion yang mengandung unsur whitening. Selain dapat mencerhakan kulit, pilihlan lotion whitening yang mengandung vitamin B3 dan CLA secara rutin yang juga bermanfaat meratakan warna kulit. Di sini jika masih ragu dapat berkonsultasi pada dokter kulit yang dipercaya.

bagian yang tersembunyi, seperti ketika, siku, lutrut dan bikini lines, karena hiperpigmentasi. Pada area tertsebut jangan pernah sembarangan ,menggosokkan scrub, tapi redakan warna gelap dengan lotion yang memiliki kandungan active B3 dan active AHA. Kencangkan Kulit Kulit yang kencang dan bebas dari kerutan bisa di peroleh jika kelembaban kulit terjaga serta produksi kolagen cukup. Jangan sepelekan kandungan glicerine dan retinol pada lotion, sebab keduanya bakal menjadikan kulit seseorang kencang kembali.

Untk itu wajib menggunakan lotion pelindung kulit yang ada kansungan vitamin B3 . Juga berfungsi mengembalikan kondisi kulit kembali cerah.

Cegah Dehidrasi Tinggal di wilayah tropis, sertingkalai menjadikan permpuan agak malas menggunakan pelembab, dengan alasan seringkali merasa lengket. Padahal smeua jenis kulit sangat memerlukan pelembab agar terhindar darfi kulit kusam dan dehindrasi. Terlabih bagi perempuan yang cukup banyak beraktivitas di ruangan ber AC. Tanpa disadari perlahan kulit dapat kehilangan kelembabannya. Kuncinya jangan lupa oleskan lotion di pagi hari setelah mandi dan jika mungkin ulangi sesering mungkin.

Ratakan Rona Kulit Banyak dianatara kita yang tidak menyadari bahwa rona kulit wajah, leher serta tangan tidaklah sama. Hal ini dikatakan pertanda jika sinar matahari telah merusak

Tekan Noda Gelap di Area Lipatan Harus diakui bahwa bertambahnya usia dan segundang aktivitas umumnya diringi pula dengan menggelapnya kulit di beberapa

tidak langsung kulit terhadap sinar matahari tidak akan terhindarkan. Termasuk saat seseorang mengendari kendaraan Bahaya akan penyakit kulitpun siap menghadang. Karenanya, kita wajib melindungi kulit dengan tameng yang tepat. Di sini diperlukan lotion yang dapat mencegaah sinar UVA (Ultra Violet A) dan UVB (Ultra Violet B) dengan efektif, seperti lotion yang mengandung SPF( Sun Protection Factor) dan PA ( Protection Grade of UV A). Menjaga Cahaya Kulit Modal dasar memiliki kulit yang bersih, segar dan cerah adalah melakukan Perawatan kulit dengan tepat. Kulit yang sehat bisa dikatakan kulit yang bebas dari residu, kotaran serta sel kulit mati yang bakal mengganggu regenerasi kulit. Jadi, pastikan lotion yang digunakan mengandung AHA (Alpha Hydroxy Acids) supaya kulit yang baru terbentuk segar dan bercahaya. Cerahkan Kulit Salah satu efek sinar matahari yang paling tidak diharapkan perempuan adalah pigmentasi.

Ida Syafira

Cegah Penuaan Dini Mencegah tentu akan selalu lebih baik ketimbang mengobati. Maka lakukanlah perawatan kulit sejak awal demi menghindari penuaan dini seperti cepatnya muncul kerutan atau kulit yang mengendur . Selain diet yang seimbang kulit juga memerlukan retinol dan antioksidan yang mernagsang produksi kolagen sehingga penuaan dini dapat diminimalkan atau ditekan .

Bugar Secret Garden Village merupakan destinasi wisata baru di Bali Utara. Tempat ini sangat unik bisa dilihat dari arsitektur gedungnya termasuk outlet-outlet yang ada di dalamnya. Untuk menarik wisatawan, Secret Garden Village menawarkan satu paket komplit. Oemah Herbolist, merupakan refresentatif mewakili produk kecantikan asli Indonesia. “Kami persembahkan seunik mungkin dengan tampilan yang oke, sesuai kekinian dan modern, tapi tetap tidak meninggalkan budaya Bali,” ujar Darren Firmansyah, Marketing Communication Manager Secret Garden Village.

I

a menambahkan, selain dari bahan-bahan produk yang natural, pengolahan juga sesuai dengan pengawasan Badan POM. “Produk yang dihasilkan juga berdasarkan riset. Edukasi yang disajikan bukan hanya tempelan tapi semua berdasarkan riset. Pengunjung bisa datang langsung ke pabrik untuk melihatnya,” kata Darren. Untuk menarik wisatawan, ada satu inovasi baru dalam penataan outlet konsep beauty gourmet. “Kita mengenal gourmet identik dengan makanan. Supaya orang tertarik untuk membeli kosmetik kita, dibuatlah beauty gourment, ada duplikat makanan seperti es

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Sensasi Secret Garden

11

Oemah Herbolist Tawarkan Kecantikan Alam Sejati produk kecantikan, perawatan tubuh, dan wewangian berkualitas yang membawa Anda ke suasana alam. Dengan pilihan bahan-bahan berkualitas tinggi yang terinspirasi dari berbagai sumber daya alam, Secret Garden memberikan sensasi aroma wewangian yang dapat membantu menyegarkan di pagi hari dan membersihkan pikiran di sepanjang hari. Bath bomb adalah sabun yang berbentuk bulat yang tinggal dilarutkan di bathtab lalu berendam dan tidak perlu dibilas langsung dilap dengan handuk. Setelah mandi kulit akan terasa lembab dan lembut, serta wangi parfumnya akan menempel di badan. Bath bomb ada lima varian yakni, Bath bomb hello its me merupakan aroma mawar untuk memperbaiki metabolisme dan sistem peredaran darah, meringankan kepekaan kulit yang sensitif dan alergi. Bath bomb like a love song aroma frangipani untuk menyegarkan tubuh, mencerahkan dan mengencangkan kulit. Aromanya membantu mempertajam ingatan dank e mampuan berkonsentrasi. Bath bomb Mama I love u aroma vanilla, untuk memulihkan kondisi tubuh yang letih, Aromanya lembut dan

sri.ardhini@cybertokoh.com)

Konsumen bisa mencoba wewangian sebelum memutuskan untuk membeli

krim, donut, es krim, dan cup cake,” imbuhnya. Ia menegaskan, Secret Garden premium sengaja dibuat sebagai pilihan baru wisata belanja di Bali. “Kami ingin turis ke Bali tidak hanya membeli suvenir kaus atau makanan, tapi ada kosmetik asli Indonesia yang unik dan sehat,” ucapnya sembari menambahkan, produk Secret Garden disukai para artis-artis ibukota. Secret Garden memiliki rangkaian produk kecantikan untuk memanjakan dan menyegarkan diri dalam dunia modern. Iik Kusuma Adi, Operational Oemah Herbolist SPV mengatakan, melalui konsep kembali ke alam, Secret Garden menciptakan serangkaian

Aneka sabun menyerupai bentuk makanan

Beauty Gourmet

hangat , memberikan suasana nyaman dan menenangkan fikiran. Bath bomb suns kissing tree aroma jasmine, untuk memulihkan energi dan menghilangkan kepenatan. Aromanya menenangkan, sensual, romantik, dan meningkatkan rasa percaya diri. Bath bomb Till I see you again aroma lavender untuk memudahkan tidur dan meredakan kegelisahan. Aromanya membantu menjaga keseimbangan tubuh dan fikiran . Buble bar adalah sabun mandi dengan busa melimpah. Cara memakainya, patahkan batang buble bar larutkan di bathtub lebih baik dengan air hangat. Bilas setelah itu, keringkan tubuh dengan handuk setelah kering kulit akan lembab dan wangi. Jenisnya, Hello Its me, Like a love song, Mama, i love you, Sun’s kissing tree, Till I see you again. Exfoliating Loofah Soap adalah

sabun dengan potongan oyong kering di dalamnya, membatnu menghilangkan sel kulit mati dengan keharuman yang lembut. Mengunakan bahan dasar glisera yang memberikan kesan lembut dan lembab pada kulit. Slice Soap adalah sabun yang diiris persegi dibuat dengan unsur-unsur yang bermanfaat bagi kulit. Sempurna untuk mencegah kulit kering, menutrisi dan melindungi kulit memberikan kesan lembut. Fancy Soap Soapsicle adalah sabun dalam bentuk es batangan dengan 6 varian beda. Perpaduan susu dan buah-buahan. Fancy Soap Pudding adalah sabun berbentuk potongan pudding yang lucu beraroma buah-buahan, membuat waktu mandi terasa menyenangkan. Freshmade Artisan Soap, adalah sabun berbentuk cupcake dan donat yang manis ini akan membuat pengalaman indah sewaktu mandi. Pelembabnya mengurangi kekeringan pada kulit dan memberikan rasa halus. Fresh Facial Mask adalah masker wajah dengan bahan pilihan menggoda, tinggi nutrisi yang membuat kulit terasa lembut dan halus. Dengan 9 jenis varian yang berbeda dan kaya kandungan whitening dan protein alami dari kepompong ulat sutra. Secret Garden tanpa Whitening Natural Honey merupakan perpaduan formula yang sempurna untuk mendapatkan kulit yang lembut, sehat, dan halus. Diperkaya protein dan kepompong ulat sutra dan madu alami yang membantu mencegah kulit kering. Ada 5 varian, bath shower, moisturizing lotion, body butter, body exfoliating scrub, dan hand cream. Spicy Ginger, formula yang memberikan perlindungan dari kulit kering yang membuat tampilan kulit menjadi bercahaya. Ada 3 varian, body scrub untuk melancarkan peredaran darah, bath shower dan collagen untuk mengenyalkan kulit dan melancarkan peredaran darah. Hand body lotion dan Silk protein untuk melancarkan peredaran darah. Balinese Oriza, perpaduan sempurna ekstrak beras Bali yang diperkaya dengan protein dari kepompong ulat sutra yang membantu menjaga kehalusan kulit dan mencerahkan warna kulit. Jenisnya, body srucb untuk melembutkan dan mencerahkan. Bath shower dan collagen memperbaiki jaringan kulit yang rusak dan mencerahkan. Hand body lotion untuk melembutkan, menghaluskan, dan mencerahkan. Body butter untuk melembabkan dan mencerahkan.

Hand cream untuk mengurangi kadar minyak di kulit, menjaga kelembapan, kelembapan dan mencerahkan telapak tangan. Bali Frangipani sebagai pelembab alami yang merawat kulit dan memberikan perasaan nyaman dengan aroma khas Bali yang menyegarkan dan merelaksasi. Variannya, Body scrub untuk mengembalikan kesegaran kulit dan untuk kulit yang sensitif. Bath and shower gel dengan vitamin C untuk melindungi kulit dari radikal bebas. Hand and body lotion sebagai anti inflamasi untuk melembutkan dan menghaluskan kulit. Secret Garden dengan Whitening Exsotic Granade untuk mencegah dehidrasi pada kulit, baik untuk kulit pecah-pecah dan yang teriritasi. Membuat kulit lembab dengan raoma wewangian yang eksotik dan tahan lama. Lush Rose, kombinasi ekstrak bunga mawar diperkaya dengan protein dari kepompong ulat sutra yang bekerja dengan baik untuk menutrisi dan menyempurnakan tampilan warna kulit. Body scrub untuk melembabkan kulit yang dehidrasi. Fruity Berries, untuk mencegah kerusakan kulit dan melindungi dari sinar UV. Tropical Pamelo, kaya nutrisi dengan kandungan antioksidan yang tinggi untuk melindungi kulit terhadap radikal bebas dan mencegah tampilan kulit yang tidak merata dengan aroma citrus yang menyegarkan. Matcha Green Tea kaya antioksidan untuk menjaga elastisitas kulit dengan aroma yang menyegarkan pikiran. Secret Garden juga mempunyai rangkaian sensasi aroma wewangian membantu menyegarkan tubuh dan pikiran sepanjang hari. Wewangian ini ada tiga kategori, Eau toilette for men, Eau de toilette for women, dan Eau de toilette your mood scents. Selain untuk badan, Secret Garden juga mengeluarkan produk pengharum ruangan. Ada Scented candle dan Aroma Reeds Diffuser. Scented candle, menggunakan aroma wewangian dengan konsentrasi tinggi, campuran ekskusif dari lilin yang berbahan dasar alami kelapa sawit dan sumbu yang tidak mudah terbakar, meleleh serta konsisten dan merata, memancarkan aroma ke seluruh ruangan. Aroma Reeds Diffuser, pewangi ruangan dengan media pengantar stik bambu berongga yang berasal dari alam, dipadukan dengan minyak esensial yang dengan lembut menciptakan suasana yang tepat di setiap ruangan. (wirati.astiti@cybertokoh.com)


12

Kuliner

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Tipat Kuah Taman Kota Bali memiliki aneka makanan khas tradisi­ onal. Masing-masing kabupaten mempunyai ciri khas tersendiri seperti Denpasar dikenal dengan nasi jinggonya, Gianyar ada babi guling, begitu juga di Buleleng, terkenal dengan siobak khas Singaraja.

S

alah seorang penggiat kuliner, Desak, asli Buleleng, mencoba mengadu nasib di kota Denpasar. Berbekal keterampilannya memasak, ia mencoba menawarkan makan­ an khas ala Buleleng. Namun, ia tak melulu menjual makanan yang sama persis dengan aslinya, ia memberikan sentuhan inovasi dalam kreasi menunya, tipat kuah. Makanan ini dikenal sangat baik di Buleleng. Biasanya, menu

dahulu. Bahan utama bumbu kemiri terdiri dari bawang putih, kencur, kemiri, cabai merah besar, cabai rawit, dan terasi. Setelah semua bumbu dihaluskan, bumbu dimasak sampai mendidih. Kemudian, ia memasukkan daging ayam ke dalam bumbu tadi. Setelah daging setengah matang, ia tambahkan santan. “Sekali-kali harus diaduk agar bumbu menyatu dengan da­ ging ayam,” kata ibu dua anak ini. Setelah daging ayam matang, angkat kemudian ayam

Ayam bumbu kemiri

ini disajikan dengan kuah srosob, yakni lebih kental dari tipat kuah ala Desak, karena ada campuran tepung sebagai pengentalnya. Sementara, tipat kuah buatan Desak, hanya memakai kuah santan. “Saya memakai satu bumbu utama yakni bumbu kemiri, campuran dari bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, kencur, kemiri, dan terasi. Dari satu bumbu ini, saya jadikan bumbu dari beberapa makanan, seperti ayam kuah kemiri, ayam sambal matah, sayur urab, dan sambal cabai hijau,” jelasnya. Desak mengatakan, sebagai langkah awal, ia membuat bumbu utama yakni bumbu kemiri terlebih

digoreng sampai kecokelatan. Ayam goreng ini kemudian ia olah menjadi ayam sisit sambal matah dan ayam kemiri. Untuk ayam sisit sambal matah, ayam goreng disuwir-suwir halus, kemudian dicampurkan dengan sambal matah yang terdiri dari bumbu irisan bawang merah, cabai rawit, dan terasi. Untuk membuat sambal cabai hijau, tumis bumbu kemiri secukupnya, masukkan potongan cabai rawit hijau, aduk rata, kemudian angkat. Untuk ayam kemiri, setelah ayam digoreng kemudian di­ potong kecil-kecil dan dimasukkan ke dalam wajan, tambahkan

Desak

Tipat kuah

kuah bumbu kemiri, dan sambal cabai rawit hijau secukupnya, beri tambahan daun jeruk, daun salam, dan sereh. Tunggu sampai mendidih, angkat. “Untuk membuat sayur urab, saya juga memakai bumbu kemiri. Pertama buat bumbunya dulu. Tumis bumbu kemiri secukupnya, masukkan kelapa parut dan santan, aduk rata. Bumbu ini yang dipakai sebagai bumbu sayur urab,” kata Desak. Langkah berikutnya, siapkan sayuran seperti bayam, kacang panjang, dan tauge yang sudah direbus dan ditiriskan. Kemudian campurkan dengan bumbu tadi dan tambahkan bawang goreng, sambal cabai hijau, dan terasi goreng, aduk rata. Sayur urab sudah siap. Untuk satu paket tipat kuah terdiri dari beberapa potongan ketupat, telur sambal kecap, ayam kemiri, ayam sambal matah, sayur urab, kacang tanah goreng, kerupuk jagung, dan sambal cabai rawit hijau. Harganya sangat terjangkau Rp 10 ribu. Peruntungannya di Taman Kota Saat ini Desak mengadu nasib di Taman Kota Denpasar. Dengan restribusi Rp 10 ribu tiap hari, ia merasa peruntungannya berjualan di Taman Kota cukup baik. Desak memulai usahanya berjualan tipat kuah sejak tahun 2012. Bersama suami, Parwata, ia berbagi tugas dalam menyiap-

kan tipat kuah. Awalnya ia tertarik berjualan tipat kuah, karena melihat belum banyak penjual tipat kuah dengan bumbu khas Buleleng. Ia pun memberanikan diri mencoba sembari mengasuh kedua anaknya yang masih kecil. Ternyata, racikan tipat kuahnya disukai pembeli. Sebelum berjualan di Taman kota Denpasar, ia pernah mencoba berjualan di tempat lain. Namun, ia merasa peruntungannya kurang baik. Sejak pindah ke Taman Kota, ia melihat prospeknya sangat bagus

juga untuk sekadar jalan-jalan. Banyak pembeli di hari Minggu,” kata Desak. Namun, Desak kadang galau. Apalagi, saat ini musim hujan. Ia sering merenung kalau hujan deras turun setiap hari. Otomatis berpengaruh kepada omzetnya. Namun, walaupun begitu, ia belum berpikir untuk menyewa toko tetap. Bagi Desak, kondisi cuaca yang kurang bersahabat ia siasati dengan tidak membuat terlalu banyak. “Yang penting saya punya stok bumbu utama yakni bumbu kemiri sambil saya lihat perkembangan pembeli. Kalau ramai baru saya buat persediaan lagi,” ucap Desak. Desak dibantu suaminya berjualan. Warungnya buka mulai pukul 7 pagi sampai 21.00. Kalau hujan ia lebih cepat menutup warungnya. Untuk mengolah makanan, Desak langsung mengerjakan di warungnya. Dengan membawa seperangkat kompor gas, Desak mengolah makanan saat konsumen lagi kosong. Desak meyakinkan, semua makanan paket tipat kuahnya habis dalam satu hari, tidak ada sisa sehingga ia selalu menjual yang baru tiap hari. Karena itu, ia tidak mau membuat banyak ­k arena

Si Manis Donat dan Pancake

Donat adalah penganan yang digoreng, dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur, dan mentega. Donat paling umum adalah berbentuk cincin dengan lubang di tengah dan donat berbentuk bundar dengan isi rasa manis, seperti selai, jelly, krim, dan curtard. Pancake adalah kue dadar yang dibuat dari tepung terigu,

telur, gula, dan susu. Bahan dicampur dengan air membentuk adonan kental kemudian dimasak di atas wajan datar. Biasanya disantap dengan berbagai isi. Pancake enak disantap saat sarapan, makan siang bahkan makanan penutup. Berikut hasil kreasi mahasiswa LP3 Prshanti Nilayam Kuta. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Donat

Bahan: 1 kg 20 gr 10 gr 70 gr 100 cc 4 butir 100 gr 350 cc 20 gr

: tepung terigu : yeast : bread improver (pengembang roti) : gula pasir : susu cair : telur ayam : mentega : air es : garam

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Cara membuat: - Semua bahan dicampur menjadi satu kecuali garam. Aduk rata dan uleni sampai 20 menit, kemudian baru tambahkan garam. - Setelah adonan kalis angkat lalu istirahatkan atau diamkan selama 20 menit. - Pipihkan adonan dan giling dengan roll atau botol dengan ketebalan 3 mm, lalu cetak bundar dengan mulut gelas. - Diamkan sebentar sekitar 1520 menit, kemudian goreng sampai berwarna kecokelatan.

Pancake Bahan : 6 butir : telur ayam utuh 6 butir : kuning telur 250 gr : gula pasir 500 cc : susu cair 500 gr : tepung terigu 30 gr : baking powder Vanilla esen

Mahasiswa LP3 Prshanti Nilayam Kuta

13

- Siapkan aneka toping, seperti keju, gula bubuk, mesis, cokelat leleh, selai stroberi dll. - Beri toping donat sesuai yang diinginkan, siap disajikan.

terakhir beri vanilla esen. - Siap dicetak di pan atau teplon atau cetakan wafel. - Beri toping Pancake sesuai selera, bisa es krim dan selai stroberi. Selamat menikmati.

Cara membuat: - Telur dikocok bersama gula sebentar jangan sampai terlalu putih, tambahkan susu aduk rata. - Masukkan tepung terigu dan baking powder, dan

Ayam Panggang Wijen Sarwan

Sambal cabai hijau

Hari-hari biasa, ia menghabiskan 5 kilogram beras untuk tipat kuahnya. Sementara Sabtu dan Minggu bisa sampai 10 kg. “ Tiap Sabtu, Minggu, dan hari libur banyak orang datang ke Taman Kota. Selain untuk berolahraga

Warung tipat kuah milik Desak

s­ elain basi, ia takut juga nanti tersisa. “Kalau sekarang saya biasa­ nya tutup warung kalau sudah habis. Saya sudah tahu perkiraan berapa porsi harus membuat tiap hari,” ujar Desak. Salah seorang pembeli setia, Ria, yang rutin berolahraga di Taman Kota mengaku, sangat menyukai tipat kuah buatan Desak. “Kalau saya sehabis olahraga pagi pasti saya beli tipat kuah. Rasanya beda dengan tipat kuah lainnya. Saya suka keripik jagungnya, apalagi sambal cabai hijaunya krutuk-krutuk enak,” ujarnya sembari menyantap tipat kuah dengan semangat. (wirati.astiti @cybertokoh.com)

Bahan: 15 potong : paha ayam 250 cc : susu 55 gr : tepung roti 50 gr : keju parut cedar ½ sdt : saus sambal ½ sdt : saus tomat 1 sdt : lada bubuk 1 sdm : kecap manis 1 sdt : kecap asin 1 sdt : peterseli cincang 1 sdt : paprika bubuk 25 gr : wijen sangrai 1 sdt : saus tiram Margarin secukupnya buat olesan

nit. Campur dan aduk tepung roti dengan keju parut, saus tomat, saus sambal, saus tiram, cabe bubuk, paprika bubuk, peterseli. Juga wijen sangrai, kecap manis, kecap asin. Keluarkan paha ayam dari lemari pendingin, campur dan aduk dengan campuran tepung roti. Lalu

atur ayam dalam pinggan tahan panas,yang telah diolesi dengan margarin atau mentega. - Taburkan sisa bahan dan mentega kemudian panggang dalam oven selama 45menit atau sampai ayam matang dan berwarna kekuning-kuningan, angkat dan sajikan.

Jus Varian Tiga Rasa Bahan: 250 gr : pepaya matang 2 buah : pisang ambon matang 1 buah : jeruk lemon ambil airya 3 sdm : gula pasir 1 buah : jambu klutuk 500 ml : susu cair full crem Es batu secukupnya

Cara membuat: - Rendam paha ayam dengan susu. Masukkan ke kulkas atau lemari pendingin selama 20 me-

Ikan Bakar Madu Bahan: 1 kg 2 sdm 2 sdm 4 sdm 9 buah

: ikan kakap atau gurami bersihkan, sayat punggungnya, pilih ikan yang sedang : air jeruk nipis : kecap manis : madu, mentega buat olesan, garam, kaldu bubuk secukupnya. : bawang merah

4 siung : bawang putih ½ sdt : lada butir 2 lembar : daun jeruk, buang tangkainya 2 ruas : jari lengkuas 2 ruas : jari jahe 4 butir : kemiri sangrai 1 sdt : ketumbar sangrai Minyak untuk menumis, bumbu halus

Cara membuat: Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan kecap manis dan madu. Aduk rata, lalu masukkan gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya. Masak hingga matang dan tiriskan, lalu lumuri ikan dengan air jeruk nipis. Diamkan 10 menit, lalu lumuri lagi tumisan bumbu, bolak-balik hingga rata, lalu diamkan 20 menit. Bakar di atas api arang bara, bolakbalik sambil diolesin margarin dan bumbu, masak hingga matang. Siap disajikan

Cara Membuat : Potong-potong pepaya, pisang, jambu klutuk. Campur semuanya dengan air jeruk lemon, lalu campur bersama gula pasir, susu dan es batu secukupnya. Lalu proses diblender sampai kental dan berbuah siap disajikan dalam gelas saji.


12

Kuliner

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Tipat Kuah Taman Kota Bali memiliki aneka makanan khas tradisi­ onal. Masing-masing kabupaten mempunyai ciri khas tersendiri seperti Denpasar dikenal dengan nasi jinggonya, Gianyar ada babi guling, begitu juga di Buleleng, terkenal dengan siobak khas Singaraja.

S

alah seorang penggiat kuliner, Desak, asli Buleleng, mencoba mengadu nasib di kota Denpasar. Berbekal keterampilannya memasak, ia mencoba menawarkan makan­ an khas ala Buleleng. Namun, ia tak melulu menjual makanan yang sama persis dengan aslinya, ia memberikan sentuhan inovasi dalam kreasi menunya, tipat kuah. Makanan ini dikenal sangat baik di Buleleng. Biasanya, menu

dahulu. Bahan utama bumbu kemiri terdiri dari bawang putih, kencur, kemiri, cabai merah besar, cabai rawit, dan terasi. Setelah semua bumbu dihaluskan, bumbu dimasak sampai mendidih. Kemudian, ia memasukkan daging ayam ke dalam bumbu tadi. Setelah daging setengah matang, ia tambahkan santan. “Sekali-kali harus diaduk agar bumbu menyatu dengan da­ ging ayam,” kata ibu dua anak ini. Setelah daging ayam matang, angkat kemudian ayam

Ayam bumbu kemiri

ini disajikan dengan kuah srosob, yakni lebih kental dari tipat kuah ala Desak, karena ada campuran tepung sebagai pengentalnya. Sementara, tipat kuah buatan Desak, hanya memakai kuah santan. “Saya memakai satu bumbu utama yakni bumbu kemiri, campuran dari bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, kencur, kemiri, dan terasi. Dari satu bumbu ini, saya jadikan bumbu dari beberapa makanan, seperti ayam kuah kemiri, ayam sambal matah, sayur urab, dan sambal cabai hijau,” jelasnya. Desak mengatakan, sebagai langkah awal, ia membuat bumbu utama yakni bumbu kemiri terlebih

digoreng sampai kecokelatan. Ayam goreng ini kemudian ia olah menjadi ayam sisit sambal matah dan ayam kemiri. Untuk ayam sisit sambal matah, ayam goreng disuwir-suwir halus, kemudian dicampurkan dengan sambal matah yang terdiri dari bumbu irisan bawang merah, cabai rawit, dan terasi. Untuk membuat sambal cabai hijau, tumis bumbu kemiri secukupnya, masukkan potongan cabai rawit hijau, aduk rata, kemudian angkat. Untuk ayam kemiri, setelah ayam digoreng kemudian di­ potong kecil-kecil dan dimasukkan ke dalam wajan, tambahkan

Desak

Tipat kuah

kuah bumbu kemiri, dan sambal cabai rawit hijau secukupnya, beri tambahan daun jeruk, daun salam, dan sereh. Tunggu sampai mendidih, angkat. “Untuk membuat sayur urab, saya juga memakai bumbu kemiri. Pertama buat bumbunya dulu. Tumis bumbu kemiri secukupnya, masukkan kelapa parut dan santan, aduk rata. Bumbu ini yang dipakai sebagai bumbu sayur urab,” kata Desak. Langkah berikutnya, siapkan sayuran seperti bayam, kacang panjang, dan tauge yang sudah direbus dan ditiriskan. Kemudian campurkan dengan bumbu tadi dan tambahkan bawang goreng, sambal cabai hijau, dan terasi goreng, aduk rata. Sayur urab sudah siap. Untuk satu paket tipat kuah terdiri dari beberapa potongan ketupat, telur sambal kecap, ayam kemiri, ayam sambal matah, sayur urab, kacang tanah goreng, kerupuk jagung, dan sambal cabai rawit hijau. Harganya sangat terjangkau Rp 10 ribu. Peruntungannya di Taman Kota Saat ini Desak mengadu nasib di Taman Kota Denpasar. Dengan restribusi Rp 10 ribu tiap hari, ia merasa peruntungannya berjualan di Taman Kota cukup baik. Desak memulai usahanya berjualan tipat kuah sejak tahun 2012. Bersama suami, Parwata, ia berbagi tugas dalam menyiap-

kan tipat kuah. Awalnya ia tertarik berjualan tipat kuah, karena melihat belum banyak penjual tipat kuah dengan bumbu khas Buleleng. Ia pun memberanikan diri mencoba sembari mengasuh kedua anaknya yang masih kecil. Ternyata, racikan tipat kuahnya disukai pembeli. Sebelum berjualan di Taman kota Denpasar, ia pernah mencoba berjualan di tempat lain. Namun, ia merasa peruntungannya kurang baik. Sejak pindah ke Taman Kota, ia melihat prospeknya sangat bagus

juga untuk sekadar jalan-jalan. Banyak pembeli di hari Minggu,” kata Desak. Namun, Desak kadang galau. Apalagi, saat ini musim hujan. Ia sering merenung kalau hujan deras turun setiap hari. Otomatis berpengaruh kepada omzetnya. Namun, walaupun begitu, ia belum berpikir untuk menyewa toko tetap. Bagi Desak, kondisi cuaca yang kurang bersahabat ia siasati dengan tidak membuat terlalu banyak. “Yang penting saya punya stok bumbu utama yakni bumbu kemiri sambil saya lihat perkembangan pembeli. Kalau ramai baru saya buat persediaan lagi,” ucap Desak. Desak dibantu suaminya berjualan. Warungnya buka mulai pukul 7 pagi sampai 21.00. Kalau hujan ia lebih cepat menutup warungnya. Untuk mengolah makanan, Desak langsung mengerjakan di warungnya. Dengan membawa seperangkat kompor gas, Desak mengolah makanan saat konsumen lagi kosong. Desak meyakinkan, semua makanan paket tipat kuahnya habis dalam satu hari, tidak ada sisa sehingga ia selalu menjual yang baru tiap hari. Karena itu, ia tidak mau membuat banyak ­k arena

Si Manis Donat dan Pancake

Donat adalah penganan yang digoreng, dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur, dan mentega. Donat paling umum adalah berbentuk cincin dengan lubang di tengah dan donat berbentuk bundar dengan isi rasa manis, seperti selai, jelly, krim, dan curtard. Pancake adalah kue dadar yang dibuat dari tepung terigu,

telur, gula, dan susu. Bahan dicampur dengan air membentuk adonan kental kemudian dimasak di atas wajan datar. Biasanya disantap dengan berbagai isi. Pancake enak disantap saat sarapan, makan siang bahkan makanan penutup. Berikut hasil kreasi mahasiswa LP3 Prshanti Nilayam Kuta. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

Donat

Bahan: 1 kg 20 gr 10 gr 70 gr 100 cc 4 butir 100 gr 350 cc 20 gr

: tepung terigu : yeast : bread improver (pengembang roti) : gula pasir : susu cair : telur ayam : mentega : air es : garam

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Cara membuat: - Semua bahan dicampur menjadi satu kecuali garam. Aduk rata dan uleni sampai 20 menit, kemudian baru tambahkan garam. - Setelah adonan kalis angkat lalu istirahatkan atau diamkan selama 20 menit. - Pipihkan adonan dan giling dengan roll atau botol dengan ketebalan 3 mm, lalu cetak bundar dengan mulut gelas. - Diamkan sebentar sekitar 1520 menit, kemudian goreng sampai berwarna kecokelatan.

Pancake Bahan : 6 butir : telur ayam utuh 6 butir : kuning telur 250 gr : gula pasir 500 cc : susu cair 500 gr : tepung terigu 30 gr : baking powder Vanilla esen

Mahasiswa LP3 Prshanti Nilayam Kuta

13

- Siapkan aneka toping, seperti keju, gula bubuk, mesis, cokelat leleh, selai stroberi dll. - Beri toping donat sesuai yang diinginkan, siap disajikan.

terakhir beri vanilla esen. - Siap dicetak di pan atau teplon atau cetakan wafel. - Beri toping Pancake sesuai selera, bisa es krim dan selai stroberi. Selamat menikmati.

Cara membuat: - Telur dikocok bersama gula sebentar jangan sampai terlalu putih, tambahkan susu aduk rata. - Masukkan tepung terigu dan baking powder, dan

Ayam Panggang Wijen Sarwan

Sambal cabai hijau

Hari-hari biasa, ia menghabiskan 5 kilogram beras untuk tipat kuahnya. Sementara Sabtu dan Minggu bisa sampai 10 kg. “ Tiap Sabtu, Minggu, dan hari libur banyak orang datang ke Taman Kota. Selain untuk berolahraga

Warung tipat kuah milik Desak

s­ elain basi, ia takut juga nanti tersisa. “Kalau sekarang saya biasa­ nya tutup warung kalau sudah habis. Saya sudah tahu perkiraan berapa porsi harus membuat tiap hari,” ujar Desak. Salah seorang pembeli setia, Ria, yang rutin berolahraga di Taman Kota mengaku, sangat menyukai tipat kuah buatan Desak. “Kalau saya sehabis olahraga pagi pasti saya beli tipat kuah. Rasanya beda dengan tipat kuah lainnya. Saya suka keripik jagungnya, apalagi sambal cabai hijaunya krutuk-krutuk enak,” ujarnya sembari menyantap tipat kuah dengan semangat. (wirati.astiti @cybertokoh.com)

Bahan: 15 potong : paha ayam 250 cc : susu 55 gr : tepung roti 50 gr : keju parut cedar ½ sdt : saus sambal ½ sdt : saus tomat 1 sdt : lada bubuk 1 sdm : kecap manis 1 sdt : kecap asin 1 sdt : peterseli cincang 1 sdt : paprika bubuk 25 gr : wijen sangrai 1 sdt : saus tiram Margarin secukupnya buat olesan

nit. Campur dan aduk tepung roti dengan keju parut, saus tomat, saus sambal, saus tiram, cabe bubuk, paprika bubuk, peterseli. Juga wijen sangrai, kecap manis, kecap asin. Keluarkan paha ayam dari lemari pendingin, campur dan aduk dengan campuran tepung roti. Lalu

atur ayam dalam pinggan tahan panas,yang telah diolesi dengan margarin atau mentega. - Taburkan sisa bahan dan mentega kemudian panggang dalam oven selama 45menit atau sampai ayam matang dan berwarna kekuning-kuningan, angkat dan sajikan.

Jus Varian Tiga Rasa Bahan: 250 gr : pepaya matang 2 buah : pisang ambon matang 1 buah : jeruk lemon ambil airya 3 sdm : gula pasir 1 buah : jambu klutuk 500 ml : susu cair full crem Es batu secukupnya

Cara membuat: - Rendam paha ayam dengan susu. Masukkan ke kulkas atau lemari pendingin selama 20 me-

Ikan Bakar Madu Bahan: 1 kg 2 sdm 2 sdm 4 sdm 9 buah

: ikan kakap atau gurami bersihkan, sayat punggungnya, pilih ikan yang sedang : air jeruk nipis : kecap manis : madu, mentega buat olesan, garam, kaldu bubuk secukupnya. : bawang merah

4 siung : bawang putih ½ sdt : lada butir 2 lembar : daun jeruk, buang tangkainya 2 ruas : jari lengkuas 2 ruas : jari jahe 4 butir : kemiri sangrai 1 sdt : ketumbar sangrai Minyak untuk menumis, bumbu halus

Cara membuat: Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan kecap manis dan madu. Aduk rata, lalu masukkan gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya. Masak hingga matang dan tiriskan, lalu lumuri ikan dengan air jeruk nipis. Diamkan 10 menit, lalu lumuri lagi tumisan bumbu, bolak-balik hingga rata, lalu diamkan 20 menit. Bakar di atas api arang bara, bolakbalik sambil diolesin margarin dan bumbu, masak hingga matang. Siap disajikan

Cara Membuat : Potong-potong pepaya, pisang, jambu klutuk. Campur semuanya dengan air jeruk lemon, lalu campur bersama gula pasir, susu dan es batu secukupnya. Lalu proses diblender sampai kental dan berbuah siap disajikan dalam gelas saji.


14

Jelita

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Setelah wajah yang terlihat segar, lembab dan bercahaya, maka sangat perlu diimbangi dengan kulit tubuh yang sehat. Kulit bersih dan awet muda salah satunya berawal dari body lotion yang canggih dan tepat. Lantas kemampuan apa saja yang harus dimiliki body lotion yang akan kita pilih dan gunakan agar kulit terjaga kesempurnaannya.

I

da Syafira pemilik Safira Salon & SPA di Mataram,yang sudah puluhan tahun di dunia perawatan kecantikan membagikan info apa saja kriteria lotion sebagai penyempurna kulit dan perlindungan ekstra setiap harinya. Menutrisi Kulit Prinsipnya lotion yang mampu menutrisi kulit adalah sama dengan menutrisi tubuh. Jadi pilihlah lotion yang mengandung glycerina active AHA serta anti oksidan yang merupakan nutrisi penting yang diperlukan oleh sel kulit. Sehingga, nantinya diperoleh kulit yang mulus, sehat dan awet muda. Menjaga Kulit dari Sinar UVA dan UVB Bagi mereka yang dipastikan beraktivitas atau lebih banyak wara-wiri di luar ruangan, maka kontak secara langsung ataupun

Sempurnakan Kehalusan Kulit dengan Lotion yang Tepat kulit. Diperlukan lotion yang mengandung unsur whitening. Selain dapat mencerhakan kulit, pilihlan lotion whitening yang mengandung vitamin B3 dan CLA secara rutin yang juga bermanfaat meratakan warna kulit. Di sini jika masih ragu dapat berkonsultasi pada dokter kulit yang dipercaya.

bagian yang tersembunyi, seperti ketika, siku, lutrut dan bikini lines, karena hiperpigmentasi. Pada area tertsebut jangan pernah sembarangan ,menggosokkan scrub, tapi redakan warna gelap dengan lotion yang memiliki kandungan active B3 dan active AHA. Kencangkan Kulit Kulit yang kencang dan bebas dari kerutan bisa di peroleh jika kelembaban kulit terjaga serta produksi kolagen cukup. Jangan sepelekan kandungan glicerine dan retinol pada lotion, sebab keduanya bakal menjadikan kulit seseorang kencang kembali.

Untk itu wajib menggunakan lotion pelindung kulit yang ada kansungan vitamin B3 . Juga berfungsi mengembalikan kondisi kulit kembali cerah.

Cegah Dehidrasi Tinggal di wilayah tropis, sertingkalai menjadikan permpuan agak malas menggunakan pelembab, dengan alasan seringkali merasa lengket. Padahal smeua jenis kulit sangat memerlukan pelembab agar terhindar darfi kulit kusam dan dehindrasi. Terlabih bagi perempuan yang cukup banyak beraktivitas di ruangan ber AC. Tanpa disadari perlahan kulit dapat kehilangan kelembabannya. Kuncinya jangan lupa oleskan lotion di pagi hari setelah mandi dan jika mungkin ulangi sesering mungkin.

Ratakan Rona Kulit Banyak dianatara kita yang tidak menyadari bahwa rona kulit wajah, leher serta tangan tidaklah sama. Hal ini dikatakan pertanda jika sinar matahari telah merusak

Tekan Noda Gelap di Area Lipatan Harus diakui bahwa bertambahnya usia dan segundang aktivitas umumnya diringi pula dengan menggelapnya kulit di beberapa

tidak langsung kulit terhadap sinar matahari tidak akan terhindarkan. Termasuk saat seseorang mengendari kendaraan Bahaya akan penyakit kulitpun siap menghadang. Karenanya, kita wajib melindungi kulit dengan tameng yang tepat. Di sini diperlukan lotion yang dapat mencegaah sinar UVA (Ultra Violet A) dan UVB (Ultra Violet B) dengan efektif, seperti lotion yang mengandung SPF( Sun Protection Factor) dan PA ( Protection Grade of UV A). Menjaga Cahaya Kulit Modal dasar memiliki kulit yang bersih, segar dan cerah adalah melakukan Perawatan kulit dengan tepat. Kulit yang sehat bisa dikatakan kulit yang bebas dari residu, kotaran serta sel kulit mati yang bakal mengganggu regenerasi kulit. Jadi, pastikan lotion yang digunakan mengandung AHA (Alpha Hydroxy Acids) supaya kulit yang baru terbentuk segar dan bercahaya. Cerahkan Kulit Salah satu efek sinar matahari yang paling tidak diharapkan perempuan adalah pigmentasi.

Ida Syafira

Cegah Penuaan Dini Mencegah tentu akan selalu lebih baik ketimbang mengobati. Maka lakukanlah perawatan kulit sejak awal demi menghindari penuaan dini seperti cepatnya muncul kerutan atau kulit yang mengendur . Selain diet yang seimbang kulit juga memerlukan retinol dan antioksidan yang mernagsang produksi kolagen sehingga penuaan dini dapat diminimalkan atau ditekan .

Bugar Secret Garden Village merupakan destinasi wisata baru di Bali Utara. Tempat ini sangat unik bisa dilihat dari arsitektur gedungnya termasuk outlet-outlet yang ada di dalamnya. Untuk menarik wisatawan, Secret Garden Village menawarkan satu paket komplit. Oemah Herbolist, merupakan refresentatif mewakili produk kecantikan asli Indonesia. “Kami persembahkan seunik mungkin dengan tampilan yang oke, sesuai kekinian dan modern, tapi tetap tidak meninggalkan budaya Bali,” ujar Darren Firmansyah, Marketing Communication Manager Secret Garden Village.

I

a menambahkan, selain dari bahan-bahan produk yang natural, pengolahan juga sesuai dengan pengawasan Badan POM. “Produk yang dihasilkan juga berdasarkan riset. Edukasi yang disajikan bukan hanya tempelan tapi semua berdasarkan riset. Pengunjung bisa datang langsung ke pabrik untuk melihatnya,” kata Darren. Untuk menarik wisatawan, ada satu inovasi baru dalam penataan outlet konsep beauty gourmet. “Kita mengenal gourmet identik dengan makanan. Supaya orang tertarik untuk membeli kosmetik kita, dibuatlah beauty gourment, ada duplikat makanan seperti es

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Sensasi Secret Garden

11

Oemah Herbolist Tawarkan Kecantikan Alam Sejati produk kecantikan, perawatan tubuh, dan wewangian berkualitas yang membawa Anda ke suasana alam. Dengan pilihan bahan-bahan berkualitas tinggi yang terinspirasi dari berbagai sumber daya alam, Secret Garden memberikan sensasi aroma wewangian yang dapat membantu menyegarkan di pagi hari dan membersihkan pikiran di sepanjang hari. Bath bomb adalah sabun yang berbentuk bulat yang tinggal dilarutkan di bathtab lalu berendam dan tidak perlu dibilas langsung dilap dengan handuk. Setelah mandi kulit akan terasa lembab dan lembut, serta wangi parfumnya akan menempel di badan. Bath bomb ada lima varian yakni, Bath bomb hello its me merupakan aroma mawar untuk memperbaiki metabolisme dan sistem peredaran darah, meringankan kepekaan kulit yang sensitif dan alergi. Bath bomb like a love song aroma frangipani untuk menyegarkan tubuh, mencerahkan dan mengencangkan kulit. Aromanya membantu mempertajam ingatan dank e mampuan berkonsentrasi. Bath bomb Mama I love u aroma vanilla, untuk memulihkan kondisi tubuh yang letih, Aromanya lembut dan

sri.ardhini@cybertokoh.com)

Konsumen bisa mencoba wewangian sebelum memutuskan untuk membeli

krim, donut, es krim, dan cup cake,” imbuhnya. Ia menegaskan, Secret Garden premium sengaja dibuat sebagai pilihan baru wisata belanja di Bali. “Kami ingin turis ke Bali tidak hanya membeli suvenir kaus atau makanan, tapi ada kosmetik asli Indonesia yang unik dan sehat,” ucapnya sembari menambahkan, produk Secret Garden disukai para artis-artis ibukota. Secret Garden memiliki rangkaian produk kecantikan untuk memanjakan dan menyegarkan diri dalam dunia modern. Iik Kusuma Adi, Operational Oemah Herbolist SPV mengatakan, melalui konsep kembali ke alam, Secret Garden menciptakan serangkaian

Aneka sabun menyerupai bentuk makanan

Beauty Gourmet

hangat , memberikan suasana nyaman dan menenangkan fikiran. Bath bomb suns kissing tree aroma jasmine, untuk memulihkan energi dan menghilangkan kepenatan. Aromanya menenangkan, sensual, romantik, dan meningkatkan rasa percaya diri. Bath bomb Till I see you again aroma lavender untuk memudahkan tidur dan meredakan kegelisahan. Aromanya membantu menjaga keseimbangan tubuh dan fikiran . Buble bar adalah sabun mandi dengan busa melimpah. Cara memakainya, patahkan batang buble bar larutkan di bathtub lebih baik dengan air hangat. Bilas setelah itu, keringkan tubuh dengan handuk setelah kering kulit akan lembab dan wangi. Jenisnya, Hello Its me, Like a love song, Mama, i love you, Sun’s kissing tree, Till I see you again. Exfoliating Loofah Soap adalah

sabun dengan potongan oyong kering di dalamnya, membatnu menghilangkan sel kulit mati dengan keharuman yang lembut. Mengunakan bahan dasar glisera yang memberikan kesan lembut dan lembab pada kulit. Slice Soap adalah sabun yang diiris persegi dibuat dengan unsur-unsur yang bermanfaat bagi kulit. Sempurna untuk mencegah kulit kering, menutrisi dan melindungi kulit memberikan kesan lembut. Fancy Soap Soapsicle adalah sabun dalam bentuk es batangan dengan 6 varian beda. Perpaduan susu dan buah-buahan. Fancy Soap Pudding adalah sabun berbentuk potongan pudding yang lucu beraroma buah-buahan, membuat waktu mandi terasa menyenangkan. Freshmade Artisan Soap, adalah sabun berbentuk cupcake dan donat yang manis ini akan membuat pengalaman indah sewaktu mandi. Pelembabnya mengurangi kekeringan pada kulit dan memberikan rasa halus. Fresh Facial Mask adalah masker wajah dengan bahan pilihan menggoda, tinggi nutrisi yang membuat kulit terasa lembut dan halus. Dengan 9 jenis varian yang berbeda dan kaya kandungan whitening dan protein alami dari kepompong ulat sutra. Secret Garden tanpa Whitening Natural Honey merupakan perpaduan formula yang sempurna untuk mendapatkan kulit yang lembut, sehat, dan halus. Diperkaya protein dan kepompong ulat sutra dan madu alami yang membantu mencegah kulit kering. Ada 5 varian, bath shower, moisturizing lotion, body butter, body exfoliating scrub, dan hand cream. Spicy Ginger, formula yang memberikan perlindungan dari kulit kering yang membuat tampilan kulit menjadi bercahaya. Ada 3 varian, body scrub untuk melancarkan peredaran darah, bath shower dan collagen untuk mengenyalkan kulit dan melancarkan peredaran darah. Hand body lotion dan Silk protein untuk melancarkan peredaran darah. Balinese Oriza, perpaduan sempurna ekstrak beras Bali yang diperkaya dengan protein dari kepompong ulat sutra yang membantu menjaga kehalusan kulit dan mencerahkan warna kulit. Jenisnya, body srucb untuk melembutkan dan mencerahkan. Bath shower dan collagen memperbaiki jaringan kulit yang rusak dan mencerahkan. Hand body lotion untuk melembutkan, menghaluskan, dan mencerahkan. Body butter untuk melembabkan dan mencerahkan.

Hand cream untuk mengurangi kadar minyak di kulit, menjaga kelembapan, kelembapan dan mencerahkan telapak tangan. Bali Frangipani sebagai pelembab alami yang merawat kulit dan memberikan perasaan nyaman dengan aroma khas Bali yang menyegarkan dan merelaksasi. Variannya, Body scrub untuk mengembalikan kesegaran kulit dan untuk kulit yang sensitif. Bath and shower gel dengan vitamin C untuk melindungi kulit dari radikal bebas. Hand and body lotion sebagai anti inflamasi untuk melembutkan dan menghaluskan kulit. Secret Garden dengan Whitening Exsotic Granade untuk mencegah dehidrasi pada kulit, baik untuk kulit pecah-pecah dan yang teriritasi. Membuat kulit lembab dengan raoma wewangian yang eksotik dan tahan lama. Lush Rose, kombinasi ekstrak bunga mawar diperkaya dengan protein dari kepompong ulat sutra yang bekerja dengan baik untuk menutrisi dan menyempurnakan tampilan warna kulit. Body scrub untuk melembabkan kulit yang dehidrasi. Fruity Berries, untuk mencegah kerusakan kulit dan melindungi dari sinar UV. Tropical Pamelo, kaya nutrisi dengan kandungan antioksidan yang tinggi untuk melindungi kulit terhadap radikal bebas dan mencegah tampilan kulit yang tidak merata dengan aroma citrus yang menyegarkan. Matcha Green Tea kaya antioksidan untuk menjaga elastisitas kulit dengan aroma yang menyegarkan pikiran. Secret Garden juga mempunyai rangkaian sensasi aroma wewangian membantu menyegarkan tubuh dan pikiran sepanjang hari. Wewangian ini ada tiga kategori, Eau toilette for men, Eau de toilette for women, dan Eau de toilette your mood scents. Selain untuk badan, Secret Garden juga mengeluarkan produk pengharum ruangan. Ada Scented candle dan Aroma Reeds Diffuser. Scented candle, menggunakan aroma wewangian dengan konsentrasi tinggi, campuran ekskusif dari lilin yang berbahan dasar alami kelapa sawit dan sumbu yang tidak mudah terbakar, meleleh serta konsisten dan merata, memancarkan aroma ke seluruh ruangan. Aroma Reeds Diffuser, pewangi ruangan dengan media pengantar stik bambu berongga yang berasal dari alam, dipadukan dengan minyak esensial yang dengan lembut menciptakan suasana yang tepat di setiap ruangan. (wirati.astiti@cybertokoh.com)


10

Style

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Diah Chandra

Persembahkan Talk Show “I’m Every Woman”

S

esungguhnya setiap wanita itu hebat . Apalagi jika ia dilengkapi dengan personality, mampu mengatur finansial, pengetahuan fashion yang baik. Dan, akan menjadi istimewa jika dalam tulusnya kebersamaan wanita mau berbagi dan mengedukasi bahkan menginspirasi wanita lainnya. Begitu yang tertangkap di acara talk show bertajuk “I’m Every Woman” yang dikemas santai di Restauran Nyonya Sooly, di Sooly Family Hotel, di Jalan Suli, Denpasar, Minggu (20/11). Penggagas acara sekaligus salah seorang pembicara Putu Diah Chandra Dewi, S.H., M.Kn., yang juga seorang Notaris – PPAT ini , mengatakan talk show tersebut terselenggara sebab baginya setiap wanita memiliki jiwa yang hebat. Tidak perlu meremehkan diri sendiri, sebab tak ada yang sempurna. Jika kita tidak bahagia, perbaiki apa yang salah dan

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Pesona Batik Bali Batik adalah warisan kekayaan budaya Nusantara. Keberadaannya wajib dijaga. Hal inilah yang dilakukan salah satu desainer papan atas Bali, Bintang Mira. Koleksi batiknya menghadirkan ciri khas dan keunikan motif lokal Bali. Agar semakin menarik ia juga mengolaborasikan berbeberapa motif.

S

Kika, Diah Chandra, Aida, Ratna, Nikki dan Nirmala (yang berdiri)

S2 UGM, John Robert Power (program public relation), Susan Budihardjo (fashion designer), Pandan College (Japanese), Bisma Informatika (komputer) dan berbagai macam kursus lainnya, serta beragam-macam sertifikasi di bidang hukum terkait pekerjaannya saat ini. Untuk semua itu, sembari menyuguhkan jamuan minum teh dan makan siang yang ringan, Chandra mengajak empat orang sahabatnya, Nikki Indrawati (Anemone Design Creator), Aida Sugianto (Financial Controller di Asian Trails), dan Ratna Somantri (Author of The Story in A Cup of tea) untuk bersi­nergi Pie Susu Nyonya Sooly membagikan ilmutetap melangkah. Mulai dengan nya masing-masing untuk sebuah mensyukuri apa yang dimiliki. “kesadaran”dan Nirmala Trisna Karena di luar sana masih banyak sebagai host, untuk mewujudkan wanita yang perlu bantuan untuk rencana kolaborasi mereka yang menjadi kuat, sebagaimana se- sudah dicanangkan sejak 4 tahun orang anak dalam keluarga perlu silam. Pada talk show “I’m Every seorang yang kuat untuk tempat Woman”, Diah Chandra yang bernaung. Seorang wanita tidak perlu mengajar pengembangan pribadi membandingkan diri dengan pada beberapa perusahaan dan orang lain, termasuk berkompetisi holding company ini menyamdan cemburu pada orang lain, paikan tentang, 1. Pengenalan karena setiap wanita berjuang personality development (mendengan jalannya sendiri. Akan genal karakter diri sendiri, siapa indah jika para wanita memban- diri yang sebenarnya). 2. Kedegun kesadaran dan maju bersama, wasaan/kepercayaan diri (adanya tanpa batasan, bergandengan keseimbangan mengontrol emosi tangan bangkit menjadi wanita dan pikiran, proses penemuan seperti versinya saat ini. Dalam jati diri). 3. Sosialisasi (keluarga, hidup banyak yang harus dijela- teman sepermainan, sekolah, temjahi, bukan hanya berada di zona pat bekerja, masyarakat dan sosial nyaman,” tutur lulusan S1Unud, media). 4. kontrol diri (sikap dan

perilaku yang tercermin dari ucapan dan perbuatan). 5. Mempunyai identitas/signature (mengetahui kemauan dan tujuan hidup yang jelas). 6. Menjadi priba­di yang berkualitas dan murni (tidak salah memilih role model, semua yang kita lakukan dari hati, go strong with your heart). Selanjutnya Aida mengupas perihal mengontrol keuangan. Tahu siapa diri kita, bekerja dimana, gaji berapa, apa yang kita inginkan, mampukah kita wujudkan jika tidak punya identitas atau pola hidup yang sesuai kemampuan. Begitu juga dalam bersosialisasi yang jelas dan bermanfaat, misalnya arisan yang diperhitungkan, bukan sekadar show off atau mempunyai tujuan lain. Di sini wanita membangun

Diah Chandra

Seluruh Pembicara dan Para Model

15

eperti poleng yang merupakan salah satu identias Bali, dengan filosofi Rwabhineda, h i t a m dan putih, m e n c e rminkan sifat yang bertolak belakang selalu menarik untuk digarap

kembali. Malah ia mencoba memadukannya dengan motif batik parang dan hadirlah poleng parang. Begitu pula dengan oramen seni pepatran yang biasanya a d a pada bangunan den-

gan maknanya memberi perlindungan agar manusia merasa nyaman pun menjadi salah satu pilihan untuk Batik Bali koleksi Bintang Mira. Di sini ia mengangkat ornamen patra Cina, yang idenya dari bunga mawar. Ada juga Patra Mesir (meander), umumnya merupakan hiasan pinggir yang bentuk dasarnya garis berliku atau berkelokkelok. Motifnya sangat beragam, yakni U dan N yang saling bertaut. Persembahan motif flora, patra sekar dan lainnya terinspirasi dari beraneka ragam bunga biasa dipakai sarana persembahyangan di Bali, selain sebagai lambagng keindahan. Motif batiklainnya yang ia produksi misalnya menyertakan gambar Aji Semar atau Tualen , Batik parang , batik dengan motif lurik yang semuanya memiliki filosofi masingmasing . Masih banyak lagi motif pepatran Bali yang sudah diangkatnya dan akan dihadirkan pada Batik Bali karya Bintang Mira berikutnya. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

Suasana Talk Show

“kesadaran” mengontrol diri untuk tahu kemampuan kapan harus mengeluarkan, kapan berhenti, memikirkan masa depan serta mewujudkan cita-cita. Dilanjutkan dengan Nikki yang membahas tentang fashion, pengenalan dan tips tentang item fashion yang wajib dimiliki. Selain itu ia juga membangun “kesadaran” memilih busana yang tepat. Tahu apa yang kita pakai dan kita beli sehingga berhasil menemukan “personal style” masing-masing yang mudah dikenakan dan tidak meniru orang lain. Saat itu juga sempat diperagakan desain yang bertemakan conscious closet. Mengenalkan Teh Indonesia & Pie Susu Nyonya Sooly DalamTalk Show “I’m Every Woman” tersebut, Ratna Somantri mengajak seluruh wanita yang hadir untuk lebih lagi mengenal teh. Bahwa setiap wanita pasti ingin rileks dan berhenti sejenak dari kegiatan rutinitasnya. Salah satunya

Restoran Nyonya Sooly dengan penataan mejaya yang sangat cantik

dilakukan dengan minum teh. Di samping itu juga, Ratna pun mengenalkan mengenai teh Indonesia, dipadukan dengan koleksi cangkir-cangkir cantik milik Diah Chandra. Semua terlihat sangat klop untuk suasana santai di hari minggu, apalagi dilengkapi de­ngan jamuan kue-kue cantik buatan Chef Stanley Lumi. Sebelum acara berakhir Diah Chandra juga mengenalkan pie susu dessert dengan brand Nyonya Sooly yang crispy, milky dan delicious dengan kemasan yang sangat cantik sebagai oleh-oleh Bali. Di pengujung acara pula, melihat astusiasme seluruh peserta hingga akhir, Diah Chandra mengatakan bahwa itulah tujuan acara Talk Show I’m Every Woman ; mengedukasi para wanita untuk bisa menjadi dirinya sendiri. “Tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini, mempunyai tujuan hidup yang jelas, memiliki identitas dan kedewasaan, sehingga bisa mengenal dirinya dengan baik, konsep diri dan jati dirinya terbentuk, dengan demikian dapat memudahkannya menjalani hidup,” kata pemilik motto life must dynamic and balanced so do what’s the best for yourself ini. Dan sebelum meninggalkan lokasi acara seluruh peserta pun menerima goodie bag yang dibagikan adalah tas tangan hasil kerajinan industri kreatif daerah Bali yang berisi Pie Susu Nyonya Sooly, Dini Hari Coffee dan mug i’m every woman. Isi goodie bag tersebut kata Diah Chandra mewakili gambaran, ketika pagi hari saat para wanita minum kopi menggunakan mug i’m every woman dan ditemani kudapan pie susu Nyonya Sooly, mereka akan menyadari bahwa seorang wanita memiliki jiwa yang hebat dengan perjuangannya masing-masing dan penuh semangat menjalani hari dan aktivitasnya. - ard


Edukasi

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Mengenal Negara Lain dari Perangko dengan teman-teman ayahnya. Koleksi terbaru yang dimiliki adalah seri PON 2016 Bandung. “Saya senang anak-anak mau ikut mengoleksi perangko. Ini kegiatan yang mengasyikkan. Walaupun pengiriman surat sudah beralih ke e-mail, tetapi perangko masih diburu. Ini menjadi lahan untuk meraih penghasilan,” ujar Surya Hadinata yang punya koleksi perangko pertama di dunia serta perangko seri Soekarno ini. Baliphex 2016 juga dirayakan dengan peluncuran prangko edisi khusus dan sampul peringatan. Istimewanya, artwork yang digunakan pada perangko dan sampul peringatan tersebut diciptakan oleh Alit Ambara, perupa asal Bali yang terkenal karena desain-

Bagi penggemar perangko atau filatelis, ada keasyikan tersendiri ketika merapikan, menyusun, dan mempelajari hal-hal yang tertera di gambar perangko. Untuk mewadahi para fila­telis dan masyarakat umum mengenal filatelis, diadakan Baliphex 2016 di Kantor Pos Renon, Denpasar, 22-26 November 2016.

desainya kental dengan warna pergerakan sosial. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

P

GN Surya Hadinata. Ia menjelaskan koleksi yang dipamerkan mampu menarik perhatian masyarakat yang datang ke Kantor Pos. Sembari menunggu giliran, mereka bisa melihat-lihat koleksi benda-benda pos yang dipamerkan. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga tertarik untuk menyaksikan pameran ini. Ata dan Deklon, dua siswa SD Cipta Dharma Denpasar termasuk pengunjung yang antusias dengan pameran ini. Keduanya juga diberi kesempatan untuk

menempelkan perangko bekas di World Stamp Mozaik. “Saya mau beli album perangko yang baru karena ada beberapa koleksi yang belum ditata. Ternyata stok kosong. Pak Ngurah Surya punya yang bekas, saya beli saja,” ujar Ata yang mengaku belajar tentang negara lain dari perangko. Ata menuturkan dirinya mengo­leksi perangko karena dikenalkan ayahnya. Jika ada keluarga yang ke luar negeri, Ata diberikan oleh-oleh perangko. Selain itu ada juga yang barter

GN Surya Hadinata

Penjualan perangko bekas

Franchise Kumon

Peluang Usaha Menarik di Bidang Pendidikan Pendidikan merupakan modal penting bagi perkem­ bangan setiap bangsa. Hal ini karena bangsa yang memper­ hatikan kualitas pendidikan adalah bangsa yang maju di segala bidang. Melihat begitu pentingnya pendidikan serta masih belum meratanya sa­ rana yang ada di Indonesia, maka usaha bidang pendidik­ an merupakan peluang yang bisa diambil bagi mereka yang memiliki keahlian dalam bi­ dang tersebut. Anda yang berminat mem­ buka usaha di bidang pen­ didikan tetapi belum memiliki sistem yang mendukung usaha tersebut dapat memilih sistem franchise (waralaba). Kelebihan utama sistem franchise ada­ lah tidak perlu mengenalkan brand dari awal karena brand tersebut sudah dikenal kon­ sumen sebelumnya. Kelebihan lain adalah adanya program pelatihan yang dibutuhkan agar pemilik franchise memiliki bekal untuk mengelola usaha secara mandiri.

KUMON adalah sistem franchise dengan sejarah yang panjang sejak tahun 1950 dan sampai dengan saat ini sudah tersebar di 47 negara di selu­ ruh dunia. Pemilik franchise KUMON (pembimbing kumon)

adalah orang-orang yang mau belajar dari siswa dan terjun langsung membimbing anakanak di kelas. Pembimbing KU­ MON berkomitmen mendorong anak-anak memiliki life skill yang memungkinkan mereka

menjalani hidup dengan senang dan mengembangkannya sampai maksimal, memiliki impian dan tujuan serta bersemangat men­ coba hal-hal baru. Program belajar KUMON terdiri dari program Matema­

Semerbak harum bunga cempaka berdesir menggugah suksma. Semilir wangi kembang kecil berkelopak lentur itu, menggiring masyarakat Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar, menuju jalan utama di sepanjang desa menyaksikan sebuah tradisi yang telah diwarisi sejak dulu. Seperti setiap sore, pada tanggal 1619 November lalu, bunga cempaka putih dan kuning ditata indah sebagai rias kepala para dara setempat, berbusana busana adat, mengayun langkah pelan sembari menyungggingkan senyum. Ya, peed, adalah persembahan keagamaan yang tak pernah lekang dari antusiasisme partisipasi tulus wanita Sukawati.

L

Pengunjung antusias melihat pameran perangko yang diadakan Baliphex 2016 di Kantor Pos Renon, Denpasar

ameran ini menampilkan sejumlah besar prangko, surat dan kartu pos bersejarah yang terkait tentang Bali dari periode sebelum kemerdekaan hingga ke masa kini. “Baliphex 2016 merupakan kerja bersama antara Pos Indonesia, pengurus daerah Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) serta KoFKI. Ini adalah pameran tahun ke delapan. Kami berharap masyarakat bakan lebih mengenal filateli,” ujar Ketua Panitia Baliphex 2016,

Dara

tika dan Bahasa Inggris. Tujuan Metode KUMON adalah siswa mampu belajar di atas tingkatan kelas secara mandiri. Lembar kerja KUMON telah didesain sedemikian rupa sehingga me­ mungkinkan siswa memahami sendiri bagaimana menyelesai­ kan soalnya. Ketika memasuki topik baru diberikan contoh dan penjelasan yang mendorong siswa untuk mempelajarinya sendiri dan maju dengan ke­ mampuannya sendiri. Saat ini PT KIE Indonesia memberikan kesempatan ke­ pada Masyarakat Bali untuk dapat memiliki Kelas KUMON sekaligus menjadi Pembimbing KUMON. Ingin tau lebih banyak mengenai franchise kumon, daf­ tarkan diri Anda sekarang juga, GRATIS!. Persyaratan utama adalah Wanita usia maksimal 45 tahun dengan pendidikan minimal D3 semua jurusan, me­ nyukai pendidikan dan anakanak. Untuk Informasi lebih lanjutan dapat menghubungi (0361) 232121; 0815-13145367; 0878-6099-5895.

aras, salah seorang gadis Sukawati, pada Rabu 16 Nopember itu, menghias diri mengenakan busana adat tradisional agung. Sore itu, bersama ratusan wanita Sukawati lainnya ia mendapat giliran mapeed. “Sebuah kesempatan langka yang sudah setahun ditunggu-tunggu,” ujar dara berusia 18 tahun ini ceria. Tradisi yang terkait erat dengan ritual keagamaan itu biasanya hadir saat penyelenggaraan odalan besar di pura Tri Kahyangan setempat. Peed pada pertengahan November ini berkaitan dengan odalan di Pura Desa Sukawati. Memang, partisipan terbesar dari tradisi ini adalah kaum wanita, umumnya para remaja putri. Namun anak-anak belia dan ibu-ibu bahkan nenek-nenek pun banyak yang dengan sarat euforia tampil mapeed. Di tengah masyarakat Bali, peed dimaknai sebagai sebuah iring-iringan, biasanya dalam konteks ritual keagamaan. Di Desa Sukawati juga demikian, namun pengertiannya lebih spesifik. Istilah peed diduga terangkat dari kekhasan berbusana adat para kaum wanitanya. Khususnya ujung kain (kancut) yang dikenakan agak panjang, sekitar satu meter, dan jika berjalan diseret (paid) disela kedua kaki. Model pengenaan kamen seperti itu dapat kita saksikan dalam tari Oleg Tamulilingan. Tapi kini kendati pun tidak semua peserta memakai kamen kancut panjang (mekancut), tradisi desa Sukawati itu masih dengan takzim disebut peed. Sejatinya tradisi mapeed di Sukawati berkaitan dengan pengambilan air suci, dari Pura ke sebuah sumber mata air di desa setempat sebagai wangsuhpada yang dipercikkan kepada umat dalam persembahyangan. Jarak antara Pura ke sumber mata air itu sekitar dua kilometer. Tetapi karena iring-iringan peed tersebut berayun pelan, jarak yang relatif pendek itu ditempuh hingga satu jam. Selain didominasi oleh partisipan kaum wanita, para pemangku

Para gadis Sukawati melakukan acara Mepeed pada pertengahan November berkaitan dengan odalan di Pura Desa Sukawati.

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

9

Wanita Sukawati Mepeed Tulus Hati pura memegang peran terpenting dalam ritual yang berlangsung pada sore hari tersebut. Hari-hari mapeed dalam ritual keagamaan itu pada umumnya memang dinanti-nanti oleh kaum wanita Desa Sukawati. Selain mempersiapkan bunga cempaka dan atribut hiasan kepala lainnya, jauh-jauh hari mereka telah mempersiapkan busana yang akan dipakai. Dulu, para peserta peed memakai pakaian pribadi hingga penonton dapat meraba-raba status sosial keluarga orang tersebut. Tapi perkembangannya kini, kebanyakan partisipan peed memanfaatkan jasa penyewaan pakaian adat dan agama yang banyak bertebaran. Begitu juga dalam hal memoles wajah (make up), tak lagi amatiran seperti dulu, kini umumnya diserahkan sepenuhnya pada tenaga profesional salon-salon kecantikan. Biaya keseluruhan tata rias dan busana peed Sukawati itu, kini rata-rata sekitar Rp 1 juta untuk wanita dewasa dan Rp 500-700 ribu untuk gadis belia dan remaja. Kendati sudah bergeser kepada kepraktisan, semangat mapeed tampaknya masih berhulu pada relung religiusitas yaitu spirit ngayah. Seperti kita ketahui, ngayah adalah sebuah energi kultural yang menyangga seni dan kebudayaan masyarakat Bali. Ngayah mapeed kaum wanita Sukawati dipersembahkan secara tulus ikhlas disertai rasa bhakti nan dalam kepada Hyang Widhi. Jika tidak demikian, bagaimana mungkin mereka mempersiapkan finansial, mental, dan fisik tanpa adanya bersitan pamerih sama sekali. Mereka hadir ngayah mapeed dengan keceriaan hati dan nurani bening. Ketika sore telah merambat, ritual peed pun dimulai. Seribu orang wanita berpartisipasi dalam ritual peed selama empat hari itu. Penonton berkerumun sepanjang jalan yang dilalui iring-iringan. Tak ketinggalan para wisatawan mancanegara juga banyak yang datang menyimak atraksi budaya ini. Dari arah Pura terdengar derap gamelan balaganjur. Pada barisan terdepan, beragam atribut panji-panji Pura seperti umbul-umbul, pajeng, kober, beragam jenis tombak, dibawa oleh puluhan remaja pria. Sebuah grup gamelan baleganjur mengikuti di belakangnya berjalan se-

langkah demi selangkah memainkan tatabuhan bernuansa agung. Sepasang instrumen kendang mengendalikan gending, cengceng mengisi ritme, reong menjalin melodi, dan debur gong menggarisbawahi. Mengalirlah kemudian barisan peed. Dimulai dari partisipan gadis-gadis belia dan diteruskan oleh dara-dara remaja dan selanjutkan kaum ibu-ibu serta juga nenek-nenek. Langkah diayun ayu terukur dan anggun seakan mengikuti tempo atau irama ponggang gamelan baleganjur. Semua mengalir satu persatu dengan sunggingan senyumnya masing-masing. Tapi, awas, langkahnya mesti diayun hati-hati, jangan sampai terjatuh. Jangan sampai menginjak julurun kain (kancut) peserta didepannya atau sebaliknya kain sendiri terinjak peserta di belakang. Pada barisan paling belakang dikunci kembali dengan sepasukan grup gamelan baleganjur. Ada juga sekumpulan ibuibu mengumandangkan kidung suci. Di tengah-tengahnya para pemangku berseragam putih mengusung toplestoples tempat dan atau berisi air suci yang diambil di sumber mata air dan atau dibawa ke Pura. Ritual peed ini berakhir pada senja hari di halaman luar Pura. Para peserta pun, kemudian kembali ke rumah masing-masing melepas busana peed-nya. Batin bahagia membuncah di hati masingmasing. Menurut Laras yang kini

sedang menapak bangku kuliah di ISI Denpasar, berpartisipasi dalam ritual keagamaan adalah ungkapan tulus bakti pada kasih nirmala Hyang Widhi Wasa. “Kaum wanita Desa Sukawati akan setia mengawal tradisi agung ini,“ tegas Laras, penerima Anugrah Kebudayaan RI tahun 2014 dalam bidang Seni Tari dan Seni Bercerita ini. (Kadek Suartaya)

Laras

16


8

Bagi orangtua yang anak bersekolah, pasti memiliki pengalaman dalam mem­ bangunkan anak di pagi hari. Ada yang mudah dibangunkan, ada yang sulit. Bagaimana kiat agar orangtua bisa membantu anak bangun pagi dan se­mangat menjalani hari-harinya?

M

Bunda & Ananda

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

enurut I Made Widiantara, S.Psi. M.Psi, ada beberapa penyebab seorang anak sulit bangun pagi. Pertama, kuantitas dan kualitas tidur si anak. Anak akan sulit bangun pagi jika tidur malamnya kurang, baik secara kuantitas maupun kualitas. NSF (National Sleep Foundation) menyatakan bahwa keperluan tidur si anak berbeda-beda sesuai dengan usianya. Sebagai contoh, anak dengan usia preschool dengan usia 3 sampai 5 tahun memerlukan waktu tidur antara 10 sampai dengan 13 jam sehari, Anak dengan usia 6 sampai dengan 13 tahun memerlukan waktu tidur selama 9 sampai 11 jam, sedangkan anak dengan usia 14 sampai 17 tahun memerlukan waktu tidur selama 8 sampai 10 jam. Kedua, kondisi kesehatan si anak. Ada beberapa anak yang sakit atau juga yang kurang gizi akan mengalami kesulitan tidur, sehingga bangunnya pun akan mengalami permasalahan. Bayangkan kalau anak masih lapar terus disuruh tidur, pastilah akan susah tidur karena menahan lapar. Dalam beberapa penelitian menyatakan ada dua hal yang paling besar pengaruhnya seorang anak akan dengan cepat tertidur yaitu karena perutnya kenyang dan lelah setelah bermain (beraktivitas). “Anak yang mudah bangun pagi, pastinya ketika dia mendapatkan waktu tidur yang cukup dengan kualitas tidur yang cukup pula, selain karena si anak sudah dibiasakan oleh orang tuanya untuk secara rutin bangun pagi,” ujar anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali ini. Agar anak mudah bangun pagi untuk melakukan aktivitas rutinnya seperti ke sekolah, orangtua semestinya melakukan pendekatan yang humanis. Persiapkan malam hari sebelum si anak tidur dengan memperhatikan asupan gizi si anak. “Anak harus dalam kondisi sehat tanpa kurang gizi. Sebagai contoh makan malam secukupnya sehingga si anak tidak sampai kelaparan yang bisa membangunkannya saat tidur malam. Kalau anak sehat pastilah kualitas tidurnya akan lebih bagus. Minum susu mungkin menjadi salah satu kebiasaan bagus di malam hari, karena dengan kandungan gizi yang ada di dalamnya akan membuat si anak cepat tidur,” ujar dosen Psikologi Komunikasi Poltek Negeri Bali ini. Selain itu, orangtua harus membiasakan kebiasaan sehat di sore hari atau sebelum tidur, seperti: mandi sore setelah beraktivitas (berkeringat), kemudian sebelum naik ke kasur biasakan cuci kaki dan tangan, menggosok gigi dan juga minum air putih, kemudian sebelum terlelap diajak berdoa agar tidurnya nyenyak dan mimpi indah. Ritual membacakan dongeng merupakan suatu hal yang positif bagi si anak, selain mengembangkan imajinasi si anak, juga membuat pikiran anak akan lebih fokus dan memudahkannya cepat tertidur. Ketika mendongeng pun perlu diakhiri dengan kata-kata sugesti untuk membuat si anak berpikir positif. Berikan

Griya

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Kelola Waktu Tidur Anak agar Hidupnya Menyenangkan pengertian, tidur yang nyenyak akan membuat badan lebih sehat, dan kalau nyenyak tidurnya besok pagi bisa bangun pagi sehingga bisa sekolah tepat waktu dan tidak ketinggalan pelajaran. “Oran tua bisa mengkondisikan suasana kamar si anak dengan nyaman, misalnya mengatur suhu ruangan dengan pengaturan AC kalau di kamar memakai AC. Jangan terlalu dingin ataupun terlalu panas. Selain itu sinar lampu perlu diatur sedemikian rupa sehingga tidak begitu terang dan menyilaukan mata sehingga akan membuat susah tidur. Sebaliknya, kamar yang gelap pun juga tidak bagus, karena kebanyakan si anak takut akan gelap. Dari kelima indera manusia, indera yang paling terakhir dan yang pertama terjaga adalah indera pendengaran, sehingga sangatlah penting bagi orang tua yang ingin agar anaknya bisa tidur nyenyak untuk mengkondisikan agar sedikit ada suara-suara yang mengganggu tidur si anak. Seperti dengan menurunkan volume televisi, radio dan lainnya termasuk ponsel orangtua,” ujar ayah dua anak ini. Di pagi hari, orang tua perlu membuat suara-suara yang bisa membangunkan si anak. Suara bisikan dan ajakan bangun pagi merupakan cara terhalus untuk membangunkan. Bisa juga menggunakan alarm, sehingga si anakpun bisa terbangun dengan baik dan tanpa dipaksa dibangunkan. Cara lain untuk membangunkan si anak, dengan melakukan pemijatan lembut di punggungnya. Dengan pijatan lembut tersebut, diharapkan akan merangsang persyarafan si anak agar cepat tersadar dan terbangun. Hal positif lain yang perlu dibiasakan orangtua adalah minum air mineral (air putih) sesaat setelah bangun pagi, setelah itu jika memungkinkan ajaklah si anak untuk sekadar menggerakkan badannya atau berolahraga agar makin sadar dan tidak mengantuk lagi. HINDARI “MAGER” “Secara psikologis, pasti terkait antara aktivitas anak dan waktu tidur. Anak yang normal dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal akan membuat kualitas tidurnya juga normal. Jika seorang anak beraktivitas secara berlebihan, mereka akan merasa kelelahan secara berlebihan dan akan lebih sering mengalami masalah tidur, misalnya akan mengigau atau mimpi buruk. Mungkin para orangtua pernah mengalaminya saat mendapati si anak yang terbangun di malam hari kemudian mengigau dan gelisah, kemudian setelah ditelusuri, si anak pada saat siangnya bermainnya begitu lama dan berlebihan. Orangtua perlu mengawasi anak agar jangan sampai beraktivitas berlebihan, begitupun sebaliknya jangan sampai kurang melakukan aktivitas, istilah kerennya saat ini “mager” atau malas gerak. Sepertinya ini menjadi fenomena anak-anak saat ini, dimana anakanak terlalu asik bermain gadget dengan permainan yang beraneka macam, sehingga juga mempengaruhi perkembangan otot kebugarannya,” jelas Widiantara. Agar anak bisa istirahat yang cukup, orangtua perlu sering berkomu-

Widiantara

nikasi dan mengadakan kesepakatan yang positif. Berkomunikasi dengan kata-kata positif dengan ajakan beraktivitas dan bermain yang baik, seperti olahraga berjalan, bersepeda, dan aktivitas lainnya. Membatasi aktivitasnya dalam bermain gadget adalah tantangan terbesar orangtua saat ini, salah satu caranya adalah membuat kesepakatan agar bermain gadget dibatasi waktunya, kapan saja boleh main gadget dan kapan tidak boleh. Memang biasanya anak susah diajak kompromi untuk yang satu ini, caranya adalah saat gadget-nya mati,

maka ada baiknya jangan buruburu di-charge, sehingga memberikan waktu yang lebih lama untuk tidak bermain gadget. Atau, jangan selalu sediakan paket data internet, sehingga si anak tidak selalu bisa mengakses permainan di gadgetnya. Cara lain untuk mengatur anak agar bisa istirahat yang cukup, adalah dengan cara mengubah perilaku orangtua. Sebagai contoh orangtua juga harus membatasi atau mengurangi menonton televisi. Banyak orangtua yang kadang kalau sudah menonton televisi apalagi nonton sinetron atau teledrama, menjadi tidak peduli lagi waktu istirahat si anak, sehingga si anakpun ikut-ikutan menonton dan lupa waktu istirahat. Salah satu indikator kesehatan dan kebahagiaan sebuah keluarga adalah bagaimana keluarga tersebut bisa memulai kegiatan pagi hari dengan cara menyenangkan. Hal ini termasuk saat mempersiapkan anak-anak bangun pagi dan memulai aktivitasnya ke sekolah. Pentingnya contoh bagi orangtua agar tidak malas bangun pagi, adalah salah satu hal yang perlu dilakukan para orangtua. Sehingga orangtua yang membiasakan bangun pagi dengan bermacam-macam kegiatan di dapur dan mandi akan membiasakan si anak untuk mengikutinya. “Perlu adanya pembagian peran dan tugas orangtua dalam hal ini

seorang ayah dan ibu agar tidak “megrudugan”. Sebagai contoh, selagi si ibu mempersiapkan sarapan pagi, si ayah yang membangunkan si anak, kemudian mandi, dan begitu seterusnya. Sehingga peran dan tugas kedua orang tua ini bisa saling mengisi dan berbagi. Membiasakan aktivitas yang terjadwal di pagi hari sangatlah penting, seperti bangun pagi jam berapa, siapa yang harus merapikan tempat tidurnya, siapa yang mandi duluan agar tidak berebut (kalau kamar mandinya tidak banyak), sarapan pagi yang cukup dan jam berapa harus sudah berangkat ke sekolah. Si anak, kalau sudah dibiasakan dengan pola perilaku yang terjadwal akan lebih menikmati aktivitasnya. Secara umum, konsep hidup teratur itu akan dimaknasi oleh si anak sebagai sesuatu yang menyenangkan. Jadi kata kunci dalam mengatur agar anak bisa bangun pagi dan dapat beraktivitas dengan menyenangkan adalah dengan membuat kesepakatan hidup teratur dan terjadwal. Sebagai orangtua harus menjalankan dengan konsisten jadwal dan kesepakatan tersebut. Kemudian secara berlahan-lahan buatlah si anak untuk ikut bertanggung jawab atas aktivitasnya di pagi hari, dengan menekankan hukum sebab akibat, yaitu bahwa kalau si anak tidak mentaatinya (tidurnya malam dan tidak bangun pagi, misalnya) maka akan merusak jadwal kegiatan hari itu,” ungkap Widiantara. (ngurahbudi@cybertokoh.com).

Mendongeng Lima Menit

Mencari Penjaga Telur

Sudah berharihari seekor buaya betina mengeram telurnya. Suatu pagi ia merasa sangat lapar. Ia berpikir, lebih baik mencari teman untuk menMade Taro jaga telur-telurnya, sehingga ia bisa bebas mencari makan. “Hai, Kambing!” katanya kepada seekor kambing yang sedang lewat di depannya. “Maukah kau menjaga telur-telurku? Aku akan mencari makan. Nanti kuhadiahkan daun-daun segar.” Si Kambing menyanggupi. Beberapa saat kemudian, kambing penjaga telur itu mendengar burung nuri bernyanyi-nyanyi di sebuah ranting pohon. Kambing yang juga penggemar lagu-lagu itu sangat senang. Ia bangkit dari tempat duduknya lalu menarinari mengikuti nyanyian yang indah itu. Nyanyian itu makin keras dan makin cepat. Si Kambing melompat-lompat. Braaak…! Ia jatuh bergedebuk dan menimpa telur-telur buaya. Telur-telur itu pecah. Ketika beranjak lari, si Buaya datang. “Mau ke mana kau, Kambing? Bagaimana telur-telurku?” Kambing gemetar ketakutan. Ia minta maaf dan berdalih. “Gara-gara si Nuri yang bernyanyi, timbul keinginanku untuk menghibur telur-telurmu. Aku menari-nari

mengikuti irama nyanyian Nuri. Sial, aku jatuh terpeleset menimpa telur-telur itu.” Si Buaya marah, bukan kepada Kambing, tetapi kepada Nuri. Ia mendatangi burung yang kurang ajar itu. “Hai, Nuri! Gara-gara nyanyianmu, si Kambing menari-nari lalu memecahkan telurtelurku! Sekarang terimalah hukumanmu!” ancam Buaya. “Si Nuri terkejut, lalu katanya, “Aku bernyanyi untuk mengingatkan hewan-hewan agar waspada, karena si Monyet meloncatloncat dari satu cabang pohon ke pohon yang lain. Aku kira akan ada bencana.” “Hai, Monyet! Gara-gara lompatanmu, telur-telurku terinjak oleh si Kambing. Sekarang terimalah hukumanmu!” Si Monyet takut, lalu ia berusaha menenangkan diri dengan berterus terang. “Dari cabang pohon aku melihat seekor buaya menyembul dari sungai. Lalu kuberitahu teman-teman agar berhati-hati.” Sang Buaya menyadari bahwa peristiwa berantai itu adalah gara-gara ia sendiri. Waktu itu buaya betina itu mencari makan di sungai. Ketika menyembul, si monyet takut, lalu ia segera memberitahu tetangganya, si Nuri. Burung itu takut lalu segera memberi tahu si Kambing. Namun si Kam­bing, penggemar nyanyian itu, tidak mengerti peringatan burung nuri. Ia menari-nari lalu menginjak telur buaya. (Filipina)

Seperti halnya desain rumah tinggal, desain museum yang diperuntukkan publik pun umum­nya mencermin­ kan karakter pemilik­ nya, tanpa meninggalkan filosofi Hindu-Bali. Hal itu bisa dilihat pada The Blanco Renaissance Museum, di Campuan Ubud, Bali.

B

lanco Museum memajang sekitar 300 karya lukisan sang Maestro Don Antonio Blanco yang bergaya Ekspresionis-Romantik. Gaya lukisannya itu tercermin pula dalam pemilihan bentuk, warna dan keseluruhan museum. Bentuk-bentuk melengkung dengan warna-warna lembut (pastel) yang berkesan romantis sangat mendominasi interior ruang museum. Meski permainan warna pada masing-masing bidang dinding terlihat kontras, namun masih tetap terlihat harmonis. Permainan warna yang dinamis tersebut seolah berkata bahwa meski hidup ini penuh dinamika dan warna namun tetap harus dijalani dengan harmoni (seimbang). Bangunan utama museum terdiri dari tiga lantai, yang mengambil filosofi dan kepercayaan orang Bali yang melukiskan struktur Tuhan dengan percikan sinar sucinya yakni dewa-dewi, manusia, dan bhutakala. Museum ini terlihat megah dengan wujud

17

Sentuhan Rococo pada

arsitekturalnya yang memperlihatkan keanggunan sentuhan Rococo yang dipadu dengan konsep dan kearifan arsitektur Bali. Bangunan Blanco Museum ini pun memiliki arti dari setiap bentuknya. Sebut saja di depan museum berdiri batu marmer besar menyerupai pintu masuk atau candi kurung setinggi 15 meter. Ini adalah logo Blanco Musem yang merupakan tanda tangan Don Antonio Blanco apabila dilipat dua. Sementara di kiri-kanan pintu masuk tersebut terdapat patung naga dari batu yang menyiratkan sebagai pengawal/penjaga museum secara mistis. Di depan museum terdapat air mancur yang melambangkan ombak di laut dan juga berhubungan dengan semua kosmos yang ada. Puncak atap museum disebut dome yang dalam bahasa Bali dikenal dengan nama saab. Dome (saab) ini melambangkan topi penutup sebagai wujud persembahan kepada Sang Maha Pencipta. Satu (1) atap ini dengan 8 sudut ini memiliki arti lambang dari 9 penjuru mata angin (pengider-ider). Sementara di atas museum ditempatkan patung-patung penari berwarna keemasan se-

Konsep Bali

bagai wujud penghargaan sang Maestro Don Antonio Blanco kepada penari-penari Bali, yang merupakan sumber inspirasinya dalam melukis saat pertamakali datang ke Bali. Tak hanya itu, mereka yang mengunjungi Blanco Museum ini juga bisa menikmati suasana lingkungan museum yang dirancang sedemikian rupa dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. (inten.indrawati@cybertokoh.com)


18

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Manusia memanfaatkan sumber daya alam guna mendukung perkembangan teknologi. Ada dua sumber alam di bumi, yang dapat diperbarui dan yang tidak dapat diperbarui. Motor adalah salah satu bentuk kemanjuan teknologi yang memanfaatkan minyak sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Bahan bakar minyak yang terbentuk dari fosil-fosil mahkluk hidup berjuta-juta tahun tentu akan tereduksi jika terus-menerus digunakan.

Ganesha 1.0 Modifikasi Otomotif Inovatif

H

al inilah yang mendasari ide kreatif mahasiswa jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) Undiksha. alternatif energi sebagai pengganti bahan bakar minyak adalah dengan menggarap motor listrik sejenis skuter elektrik. Motor yang diberi nama Ganesha 1.0 Generasi Pertama tersebut menggunakan arus DC yang dihasilkan dari limbah treadmill. Teknis motor listrik ini bertranmisi Electric Vehicles Base Continous Variable Transmission (EVCVT) dengan menggunakan mikro switch dan menempel pada mekanis gas, fungsinya memberi keamanan sistem daya kendaraan dalam berbagai kondisi. Selanjutnya, generator

Ketua jurusan teknik mesin dan tim perancang Ganesha 1.0

menjadi sumber listrik motor, dengan kombinasi alat pengisian energi berfungsi mengubah arus bolak-balik AC menjadi arus searah DC. “Motor listrik lain memakai BLDC, pada tromol ban ada gigi satu sampai empat. Variabel seperti motor matic gigi 1,1 atau 1,2 ada. Jadi penggunaan tinggal di gas saja,” ucap Ketua Jurusn Teknik

Mesin yang juga Ketua tim peneliti, Dr. Kadek Rihendra Dantes, MT. Penelitian tersebut didanai oleh Kemenristekdikti dari Dirjen CPBT (Calon Perusahaan Berbasis Teknologi). Rihendra menambahkan melalui CPBT, Undiksha dapat memproduksi secara massal dan hasilnya untuk kampus sendiri. Secara keseluruhan,

Infrastruktur Jalan Tunjang Kunjungan Wisatawan

Gusti Ngurah Anom

Melirik potensi pariwisata di Kabupaten Buleleng sangat luar biasa dengan wilayahnya yang nyegara gunung. Hal inilah yang memunculkan rasa ketertarikan baik investor maupun wisatawan untuk berkunjung ke Bali Utara. Berbagai upaya pun untuk mempromosikan ragam potensi dilakukan namun banyak yang hendak menanamkan modal sering berpikir dan mengeluhkan infrastruktur jalan. Sebagai seorang pengusaha lokal yang sangat berambisi memajukan Buleleng, Gusti Ngurah Anom mengatakan Buleleng memiliki potensi luar biasa yang mesti diekspos kepada khalayak. Tetapi, usaha pembangunan daerah mesti didukung dengan peningkatan infrastruktur utamanya akses jalan. Pria yang akrab disapa Cok Krisna tersebut mengaku jika rencana pemerintah membangun short cut dapat segera direalisasi

maka peminat wisatawan yang datang ke Buleleng akan sangat meningkat. Ia menambahkan jika selama ini kendala orang-orang datang ke Buleleng adalah perjalanan yang jauh, namun yang lebih menjadi alasan adalah jalak bekelokkelok dengan tikungan tajam. “Jauh tidak jadi masalah asal tidak berkelok, karena banyak tamu-tamu saya yang tiba di Buleleng bilang pusing dan mual,” ungkapnya. Pria kelahiran Desa Tangguwisia Kecamatan Seririt, 5 Maret 1971 menilai kemudahan akses jalan merupakan penunjang kunjungan tamu ke berbagai destinasi pariwisata di Buleleng. “Kami sempat diundang Pak Presiden Joko Widodo, beliau bertanya bagaimana pariwisata di Bali. Saya bilang kebetulan sedang mengembangkan Bali Utara, kita tidak minta tetapi mohon Bapak Presiden, membantu akses jalan di Bali Utara. Pemerintah pasti sudah memikirkan daerah ini,” cerita Cok Krisna, ketika hadir di Istana Presiden dengan sembilan undangan pilihan, yang dinilai menginspirasi pembangunan di daerahnya masing-masing. Dia berharap Buleleng terus berkembang dengan kehadiran investor dari berbagai daerah. Pihaknya sendiri sudah membangun enam outlet antara lain, Krisna Oleh-oleh, Krisna Beach Street, Krisna Adventure, Krisna Water Sports, Bebek Tepi Sawah, dan terbaru Krisna Fantastic Land. “Kami membangun pasti ada duka dan soal suka nanti-lah. Sudah hampir 1,5 tahun berjalan membangun usaha di Buleleng. Kami rencana bangun mall dan waterpark di Singaraja,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@ cybertokoh.com)

penggarapan motor listrik sudah rampung hingga 70 % dengan menghabiskan biaya Rp 80 juta dari anggaran Rp 112 juta. Rancangan motor listrik tersebut, tidak ditampik oleh Rihendra bahwa masih banyak memiliki kekurangan. Salah satunya mesin yang digunakan masih menimbulkan suara yang bising. Kemudian tidak sama seperti motor berbahan minyak pada umumnya, motor listrik ini hanya mampu digunakan pada jalanan kota yang notabene memiliki kontur jalan datar karena hanya memiliki kemampuan kurang dari 35 cc. “Kami akan terus lakukan pengembangan sehingga nanti akan ada Ganesha 1.0 generasi pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Mudahan dapat bermanfaat dan bisa menjadi ikon bagi kampus kami,” tambah pria kelahiran 1 Desember 1972 tersebut. Keunikan motor listrik memakai serat nanas perahu dan daun gebang

untuk bahan pembuatan bodi motor yang ramah lingkungan. Selain ramah lingkungan penggunaan bahan-bahan alam tersebut memiliki kekuatan sehingga menghindari benturan saat terjadi kecelakaan. “Serat digunakan sebagai penguat fiber glass. Kami ambil serat lalu ditiriskan kadar airnya dan dijemur untuk dirol dan dipisahkan dari kambium,” imbuhnya. Menurut Kejur beprestasi III tahun 2014 se-Undiksha tersebut ingin membangun kreativitas mahasiswa dan memberi gambaran kepada masyarakat luas bahwa anak-anak di jurusan mesin tidak hanya mencetak tenaga pendidik melainkan juga non pendidikan. “Saya dan teman-teman dosen yang lain, berpikir bahwa jika hanya berpikir pada out put pendidikan maka ilmu murni mesin akan hilang. Sehingga dalam kurikulum kami buat dua ranah,” jelasnya. Hal ini bermaksud untuk mencetak lulusan yang bergerak dalam bidang pendidikan namun tetap memahami ilmu mesin murni. Salah satu kosentrasi dalam jurusan adalah modifikasi otomotif dengan kompetensi dasar, mahasiswa menciptakan produk inovasi yang berkaitan dengan otomotif. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

TINGKATAN DISIPLIN BERLALU LINTAS

STIKES BULELENG GANDENG POLRES BULELENG DAN JASA RAHARJA Tuhan menyayangi ciptaanSebanyak 60 mahasiswa mengiNya, termasuk manusia sebagai kuti sosialisasi tersebut sangat antubagian ciptaan tertinggi yang sias dengan program yang dicananmemiliki sabda, bayu, dan idep. gkan oleh Polres Buleleng. Bahkan Menyayangi sudah pasti hormat mereka menyadari bahwa etika dan terima kasih kepada sang berlalu lintas merupakan keperluan Pencipta dan sudah pasti pula bagi semua individu. Pada kesemketenangan serta kenyamanan patan tersebut juga mengundang segera dapat singgah di hati beberapa peserta diskusi untuk berkita. Inilah sebuah disiplin yang tanya kepada narasumber. “Apakah memiliki makna yang dimulai dari wisatawan atau WNA yang mengadiri sendiri termasuk displin etika lami kecelakaan akan mendapatkan berlalu lintas di jalan raya. tanggungan?” satu pertanyaan yang dilontarkan oleh Sastra. Pertanyaan Melalui kerja sama Stikes Dr. Sundayana tersebut ditanggapi bahwa seluruh Buleleng dengan Jasa Raharja dan warga negara Indonesia atau negara asing samaPolres Buleleng, diadakan ceramah dan pemahasama mendapat tanggungan semasih pengendara man tentang disiplin beretika berlalu lintas yang itu membawa kendaraan yang berplat Indonesia rutin diselenggarakan di Stikes Buleleng di Jln. Raya karena kendaraannya membayar pajak. Meri Air Sanih Km.11, Bungkulan, Singaraja. Permatasari juga mengajukan pertanyaan tentang Ketua Stikes Buleleng Dr. Sundayana wantisebuah kasus. Jika seseorang yang sedang mengwanti memberikan cemeti dan sugesti bagi peserta endarai sepeda motor ditabrak oleh pengendara didiknya. Bahwa kesuksesaan akan diraih oleh diri lain, namun dalam kasus ini si penabrak memiliki sendiri yang diawali dengan disiplin yang selalu SIM dan korban tidak memiliki SIM maka dalam berwawasan ke depan. “Untuk dapat meraih kekejadian itu siapakah yang salah?. Jawaban dari suksesan, seseorang harus memiliki sifat optimis kasus tersebut adalah kesalahan terjadi di kedua dan siap menghadapi tantangan, ancaman dan kebelah pihak. Polisi dapat membawa kasus tersebut nikmatan hidup termasuk di dalamnya berdisiplin ke pengadilan dan menyidangkan sesuai dengan berlalu lintas di jalan raya,” paparnya. ketentuan hukum. Dengan terbatasnya waktu Generasi muda sebagai estafet bangsa henpenanya terakhir adalah Sukma, mahasiswa dari daknya memilih komitmen dalam berdisiplin bersemester I ilmu keperawatan. “Seorang yang menlalu lintas, karena hal tersebut merupakan program genakan pakaian adat tetapi tidak memakai helm, rutin Polres Buleleng. Kanit Lalu Lintas Ipda Okta apakah dikenakan sanksi tilang?” ujarnya. Jawaban Wawan. A dan tim memberikan secara menyeluatas pertanyaan tersebut adalah pengendara tetap ruh etika berlalu lintas. “Salah satu indikator dalam harus memakai helm untuk keselamatan dirinya. berlalu lintas adalah selalu memeriksa kondisi “Kami akan melakukan peneguran kepada yang kendaraan, surat-surat kendaraan bermotor, dan bersangkutan. Pentingnya keselamatan berkselalu mentaati peraturan,” ungkapnya. endara baik itu sembahyang maupun kemanapun harus memakai helm,”jelas Ipda Okta. Disadari bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan karena pemahaman tentang etika hidup dan kehidupan mulai menjadi hal terpenting. Inilah yang menjembatani MoU Stikes Buleleng dengan Polres Buleleng dan Jasa Raharja sehingga hal-hal yang tidak diinginkan demi sebuah kualitas diri dapat dilewati, dan untuk panutan diri dan orang lain kelak nanti menjadi tenaga Mahasiswa sedang mengikuti sosialisasi kesehatan di tengah masyarakat luas.

Pelesir Kawasan Wisata Taman Nasional Komodo merupakan destinasi wisata yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah melalui Kementrian Pariwisata. Kawasan yang pintu masuknya melalui Pelabuhan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ini juga masuk dalam satu diantara sepuluh destinasi wisata prioritas tahun 2016.

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Menjelajahi Keindahan Kawasan Taman Nasional Komodo

T

aman Nasional Komodo awalnya didirikan tahun 1980 bertujuan melindungi komodo dari kepunahan. Kemudian di tahun 1991 diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO dan masuk dalam tujuh keajaiban dunia. Kawasan Taman Nasional Komodo memiliki luas 173.300 ha, terdiri dari daratan dan lautan. Untuk daratan, Taman Nasional ini terdiri dari tiga pulau besar, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar dan puluhan pulau kecil. Potensi andalan di pulau tersebut adalah keberadaan komodo. Data tahun 2015, estimasi populasi hewan komodo di Pulau Komodo berjumlah 1377 ekor, di Pulau Rinca 1553 ekor komodo, Pulau Padar 3 ekor dan Pulau Motang 59 ekor. Untuk potensi perairannya, terdapat terumbu karang dengan 253 spesies terumbu karang dengan sekitar 1000 spesies ikan, keajaiban dan keindahan ini menarik minat wisatawan untuk berenang atau menyelam di perairan.

7

Taman Nasional Komodo

Menurut Tauji, salah seorang pemandu wisata di Taman Nasional Komodo, kunjungan wisatawan ke Kawasan Taman Nasional Komodo sehari rata-rata sekitar 300 sampai 400 orang. Hal ini diperkirakan karena biaya perjalanan cukup besar. Lelaki yang 18 tahun menjadi pemandu wisata ini mengatakan, wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang datang ke kawasan taman nasional biasanya untuk melihat pemandangan alam dari Pulau Padar, wisata air di Pantai Ping, dan melihat komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca,” katanya. Dari Pulau Padar, terlihat pemandangan deretan beberapa pulau dan teluk-teluk yang ada di Kawasan Taman Nasional Komodo. Untuk bisa sampai di Pulau Padar, dapat dilakukan dengan mengendarai kapal laut

Cleaning Blitz dan Sosialisasi BGHA Sekitar 700 peserta mengikuti kegiatan Cleaning Blitz di Pantai Petitenget, Kamis (24/1). Aksi bersih pantai kerjasama Bali Travel News (BTN), dan Bali Villa Association, PHRI Badung, Lebak Sari Group, IHGMA, STP Nusa Dua, Bali Post, International Bali Post, Bali TV, STP Nusa Dua, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. Acara juga diisi dengan sosialisasi Bali Green Hotel Award (BGHA). Ketua BVA, Nik Sukarta didamping Sekjen Yoga Iswara mengatakan, Cleaning Blitz merupakan kegiatan rutinitas pengelola hotel dan villa di Pantai Petitenget, Kuta. Program ini menurut mereka sangat penting dalam mewujudkan hotel yang ramah lingkungan. (kmb)

PLN Dukung Pertumbuhan Listrik Perdesaan di Bali PLN Distribusi Bali terus memacu tumbuhnya perekonomian perdesaan melalui Program Listrik Perdesaan (Lisdes) yang tersebar di seluruh Pulau Bali. Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Bali PT PLN (Persero) Amin Subekti berkesempatan meresmikan penyambungan listrik perdesaan di Dusun Banjar Anyar, Desa Sambangan, Singaraja, Selasa (22/11). “Program Lisdes merupakan upaya PLN untuk terus memompa tumbuhnya perekonomian perdesaan melalui penyediaan listrik yang menjangkau hingga ke pelosok desa. Tersedianya listrik di desa tentunya akan meningkatkan produktivitas dan taraf hidup masyarakat setempat”, ungkap Amin. Upaya melistriki desa sejalan dengan semangat “”Kerja Nyata, Terangi Negeri” yang menjadi komitmen PLN untuk membangun Indonesia melalui kelistrikan. General Manager PLN Distribusi Bali Sandika Aflianto mengatakan untuk seluruh wilayah Bali Utara, PLN menyiapkan dana Rp 16,9 miliar untuk membangun listrik perdesaan. (wiwin)

dari Pelabuhan Bajo, dengan jarak tempuh kurang lebih 1,5 jam. Pulau Padar memiliko kontur perbukitan batu karang tanpa sebatang pohon yang tumbuh. Wisatawan yang datang ke pulau ini kebanyakan wisatawan tracking. Dengan menelusuri jalan setapak yang sedikit curam, akan ditemui pemandangan yang eksotik. Ada tiga spot yang merupakan lokasi untuk menikmati pemandangan kawasan taman nasional komodo. Dari tiga spot itu, spot ketiga yang merupakan puncak dari bukit/pulau yang jarak tempuh sekitar 2 kilometer itu keindahan luar biasa terlihat. Wisatawan yang sampai di puncak pun biasanya mengabadikan keindah­ an itu dengan berfoto. Dari Pulau Padar menuju Pulau Komodo memerlukan waktu perjalanan sekitar 30 menit. Pulau

Taman Nasional Komodo ini terlihat dari infrastruktur, tampak lebih bagus dibandingkan dengan Pulau Padar. Di Pulau Komodo, menjual tiga paket wisata berkeliling untuk melihat komodo. Diantaranya tracking

Pulau Padar

dengan jalur panjang, jalur medium dan jalur pendek. Setiap pengunjung akan ditemani seorang ranger atau pawang yang akan menjaga dan mengarahkan setiap pengunjung yang melihat komodo. Pemandangan eksotis lainnya dapat dilihat dari potensi bawah laut di Pantai Pink. Indahnya ekosistem bawah laut sangat cocok bagi penghobi menyelam. Pantai Pink masih termasuk kawasan Taman Nasional Komodo dan merupakan pantai yang paling banyak di kunjungi wisatawan. Di Pantai Pink, selain melihat pemandangan bawah laut, mereka juga menjumpai keajaiban alam dengan melihat bentangan pasir putih yang bercampur warna pink. Warna pink ini lebih terlihat ketika, air pantai surut. (Dharmada)


6

Woman on Top

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

“S

aya kuliah Diploma 3 Akuntansi Perhotelan STP Nusa Dua Bali tahun 1994–1997. Setelah lulus, bekerja di Hotel Santika Premiere Beach Resort yang sekarang jadi Anvaya,” ujar perempuan kelahiran 3 Mei 1975 ini. Emmy, sapaan akrabnya menuturkan, karena ada renovasi Santika Premier ia memilih pensiun dini. Namun, dirinya tak bisa lepas dari dunia hotel. Ia berkarier di Grand Whiz Kuta yang rebranding menjadi Grand Ixora Kuta lalu pindah ke The Bulakan Management 2015-2016. Selanjutnya perempuan asal Buleleng ini dipanggil ke Hotal Santika Seminyak. “Bekerja di bidang hospitality membuat saya kenal banyak orang. Saya jadi banyak teman dan banyak pengalaman. Tiap saat bisa berkenalan dengan orang baru. Bisa dibilang saya jadi kaya teman, “ ujarnya sembari tersenyum.

Komang Emmy Aryanti

Banyak Teman Banyak Pengalaman Ia menambahkan, dirinya banyak belajar dari pengalaman. Salah satunya bagaimana cara mempromosikan keberadaan hotel. “Kami menggunakan metode lama, dengan mengirim penawaran via pos. Kami punya database orang-orang yang pernah dan sedang dibidik menjadi customer. Kami kirimkan penawaran langsung kepada orangnya. Ada perasaan senang ketika nama kita dicantumkan dalam surat. Itu artinya surat ditujukan secara personal, bukan dengan broadcast,” ungkapnya. Metode lain yang juga digunakan dengan memperbanyak kunjungan ke klien, termasuk media massa. Hal ini ia dan timnya lakukan untuk meningkatkan siner­ gi. Emmy yang didampingi GM Secretary & Public Relation Hotel Santika Seminyak Dwi Lina Sari Tanjung simakrama ke Kelompok Media Bali Post, Kamis (24/11). “Kami datang langsung untuk menjelaskan apa yang kami miliki, dimana kami berada. Kami paham siapa-siapa yang menjadi segmentasi kami,” jelasnya. Di sisi

lain, persaingan antar hotel juga diakui Emmy. Tetapi, hal itu sudah diantisipasi dengan memberikan promo spesial. Pesaing lain yang tak boleh diabadikan adalah negara-negara lain. Banyak wisatawan yang memilih berkunjung ke negara selain Indonesia karena biaya yang ditawarkan lebih murah. Karena itu sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat perlu untuk mempertahankan Bali khususnya dan Indonesia umumnya sebagai destinasi wisata favorit. Kendala yang kerap ditemui adalah mahalnya harga tiket pesawat. Ini membuat wisatawan asing atau wisatawan domestik mengalihkan tujuan ke negara tetang­g a, seperti Thailand. “Masalah keamanan juga harus diperhatikan. Kalau sering terjadi kejahatan, wisatawan bisa takut ke Bali. Pariwisata sangat rentan dengan masalah keamanan,” tegasnya. Sebagai upaya memperkenalkan hotelnya, Emmy bersama tim kerap melakukan kegiatan

I Gusti Agung Rai Mayuni

Lestarikan Tradisi Hasilkan Seni Bahasa Bali jangan sampai ditinggalkan oleh para generasi muda. Bahasa Bali yang merupakan Bahasa Ibu merupakan akar dari kebudayaan Bali. Maka dari itu, akar dari kebudayaan Bali tersebut harus dijaga sebagaiamana kita menjaga kebudayaan Bali. Kecintaan terhadap Bahasa Bali harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda Bali dan harus bersumber dari kesadaran dalam diri setiap indvidu untuk ikut serta melestarikan Bahasa Bali. Sebagai perempuan Bali, I Gusti Agung Rai Mayuni, yang lahir di Desa Sukahat, 23 Februari 1992 merupakan putri pasangan I Gusti Agung Ngurah, S.Pd dan I Gusti Ayu Tirtawati (Alm). Putri pertama dari lima orang saudara perempuan ini sejak kecil memang sudah senang dengan Bahasa Bali. “Sejak kelas 4 SD saya sudah senang menulis dan melukis di daun lontar. Bakat melukis di daun lontar (prasi) diturunkan oleh ayahnya yang

Dengan menekuni menulis di daun lontar ini, Agung Mayuni telah mendapatkan beberapa penghargaan diantaranya juara-juara dalam menulis aksara Bali, menjadi finalis pada pemilihan Wirausaha

I Gusti Agung Rai Mayuni

sudah menekuni kegiatan melukis di daun lontar sejak dahulu,” ujar perempuan yang akrab disapa Agung Mayuni ini.

bakti sosial, donor darah, dan tirtayatra. Hal ini sekaligus untuk menyeimbangan sisi komersial dengan sisi sosial dan religius. (ngurahbudi@ cybertokoh.com)

Komang Emmy Aryanti

Bekerja di dunia perhotelan memberi banyak kesempatan untuk bertemu orang, baik orang dari negeri sendiri maupun dari negara lain. Hal ini dialami Komang Emmy Aryanti, Sales Manager Hotel Santika Seminyak yang sudah 15 tahun berkecimpung di dunia perhotelan.

Bank Indonesia, dan juara 3 pada pemilihan Wanita Kreatif Indonesia tahun 2015 “Menulis di daun lontar ini adalah wujud kecintaan saya terhadap budaya dan bahasa Bali. Tradisi menulis di daun lontar harus tetap dilestarikan terlebih lagi oleh generasi muda Bali. Dari tradisi dapat menghasilkan seni dan menambah pundi-pundi. Sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak ikut serta melestarikan budaya dan bahasa Bali,” tegasnya. Selain itu, Agung Mayuni juga ikut melestarikan Bahasa Bali dengan sebuah kerja nyata yaitu membina kelompok-kelompok belajar Bahasa Bali. Sarjana Pendidikan Bahasa Bali lulusan Universitas Pendidikan Ganesha ini bekerja

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Kambing etawa termasuk kambing unggul di Indonesia. Tidak hanya dagingnya yang dapat memberi nilai ekonomis tinggi tetapi juga anakan, indukan, dan pejantannya, samasama memiliki nilai jual tinggi. Bila kualitas bagus, kambing bisa terjual antara Rp 20 juta Rp 25 juta per ekor. Bahkan, ada yang dipatok antara Rp 40 juta ­Rp 50 juta untuk kam­ bing kelas kontes.

T

idak hanya itu, susu kambing etawa juga memiliki nilai ekonomis tinggi, dibanding susu sapi. Selain untuk menjaga kesehatan, susu kambing etawa diyakini berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit akut yang berhubungan dengan gangguan pernapasan, seperti

sebagai Penyuluh Bahasa Bali yang ditugaskan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Ia pun melaksanakan kerja nyata dengan membentuk kelompok-kelompok belajar Bahasa Bali. Dalam kelompok belajar Bahasa Bali tersebut, para siswa diajarkan menulis aksara Bali, berbahasa Bali yang baik dan banyak lagi kegiatan lainnya yang tujuannya adalah memupuk kesadaran siswa untuk mencintai budaya dan bahasa Bali. Selain itu kelompok belajar Bahasa Bali tersebut dilaksanakan agar para siswa lebih giat belajar Bahasa Bali. “Saya berharap dengan adanya kerja nyata tersebut, keberadaan Bahasa Bali akan tetap lestari,” tegasnya. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

etawa pilihan. Mereka datangnya dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, seperti Jatim, Jateng, Jabar, Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Adapun jenis yang dilombakan mulai dari kategori kelas pejantan, pejantan unggul dan calon pejantan. Untuk kelas induk terdiri dari kategori kelas unggulan dan calon indukan. Sedangkan kriteria penilaian terdiri dari postur tubuh, panjang telinga, warna bulu, bentuk kepala, ekor, leher, kaki, dan tanduk. Sebelum mengikuti lomba kontes kambing etawa ini, peserta perlu persiapan khusus. Misalnya,

tkh/net

Khasiat Susu Kambing Etawa

Dari Obat Asma hingga Meningkatkan Vitalitas TBC dan asma. Bahkan susu kambing etawa diyakini mampu meningkatkan vitalitas pria. Karena banyak memberikan keuntungan itulah, Paguyuban Ternak Kambing kembali meng-

19

susu kam­bing etawa diyakini berkhasiat menyem­ buhkan berbagai penyakit akut yang berhubungan de­ ngan gangguan pernapasan, seper­ ti TBC dan asma. Bahkan susu kam­ bing etawa diyakini mampu meningkat­ kan ­vitalitas pria. jalan juga perlu, kata salah satu peserta asal Malang, Mugiharjo. Bupati Blitar H. Rijanto, yang hadir pada saat kontes, meng­ apresiasi jalannya lomba kambing etawa. Hal ini dinilai positif dan dapat meningkatkan perekonomian rakyat kecil yang mandiri. Bagus sekali ini. Kalau bisa jangan setahun sekali lomba seperti ini, tutur Rijanto. Dengan adanya kontes seperti ini, secara tidak langsung peternak akan semakin giat mengembang-

gelar kontes kambing etawa skala nasional di Pasar Hewan Terpadu di Desa Dandong, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), pekan lalu. Kontes ini diikuti 400 ekor kambing

Cangkul Tulungagung Siap Bersaing dengan Cangkul Tiongkok

Sugianto pengrajin cangkul

Cangkul asal Tiongkok sempat membuat heboh. Sebab, impor cangkul tersebut dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk langsung pemerintah Indonesia. Menjawab tantangan ini, puluhan pande besi khususnya perajin cangkul di Tulungagung, mengaku siap menghadapi cangkul buatan negeri Tirai Bambu ini. Sugianto, seorang perajin cangkul, asal Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, mengatakan, cangkul buatan Tiongkok ini tak akan mempengaruhi cangkul buatan lokal. Alasannya, cangkul buatan lokal ini lebih mengutamakan kualitas bahan. Selain itu, ketajamannya juga lebih terjamin. Kualitas bahan bagus, tajamnya juga terjamin, kata Sugianto. Tidak hanya itu, perajin cangkul lokal juga memberikan garansi 100 persen kepada pelanggannya. Misalnya, ada cangkul

yang belum lama digunakan kok, sudah patah, perajin langsung memperbaikinya tanpa dipungut biaya sepersepun. Menjaga mutu dan layanan inilah yang dipersiapkan perajin cangkul Tulungagung untuk menandingi cangkul buatan Tiongkok. Bicara soal kualitas, Sigianto tidak mau sembarang menggunakan bahan yang digunakan. Ia

harus selektif memilih baja yang berkualitas tinggi, sebagai dasar pembuatan cangkul. Selain itu, proses pembakarannya harus seimbang. Saya jamin, cangkul sampai tipis tetap tajam, dan tidak mudah mletot, jawab Sugianto. Yang dikhawatirkan Sugianto, justru masyarakat salah pilih. Sebab, nama dan bentuk antara cangkul buatan lokal dengan impor dari Tiongkok, hampir mirip. Untuk itu, masyarakat harus bisa mengenali mana buatan lokal dan produk Tiongkok. Panjang mata cangkul 25 cm dan lebar 15 cm. Namun, cangkul impor dari Tiongkok ini lebih berat ketimbang cangkul buatan pengrajin lokal. Berat bukan berarti bahan yang digunakan Tiongkok lebih bagus. Tapi tajam, ringan, dan tahan gempuran itulah yang lebih berkualitas, tambahnya. (Khoirul Abadi)

Proses pembuatan cangkul

Kontes kambing etawa di Pasar Hewan Srengat

untuk perawatan seperti bulu-bulu kambing yang setiap seminggu sekali harus dimandikan menggunakan shampoo serta kondisioner tertentu. Selain itu kambing etawa juga diberi makanan segar, nutrisi, dan vitamin. Agar kondisi kambing sehat dan bulunya bersih. Selain memperhatikan konsumsi, jalan-

biakkan kambingnya. Selain itu, bagi pengusaha susu kambing etawa juga semakin kreatif memasarkan produksinya. Khasiat susu kambing etawa tidak diragukan lagi. Tapi untuk menarik pembeli, kemasan juga harus bagus, tambah Riyanto. (Koirul Abadi)


20

Nine

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Sudut Pandang

d r g . Fa r i d a I s t i a r i n i , S p. O r t

Senyum Mereka Jadi Bahagianya Senyum adalah bahasa paling indah untuk mengungkapkan perasaan bahagia. Dan, lewat bibirlah senyum itu disampaikan. Dapat dibayangkan jika bibir yang dipakai untuk tersenyum itu kondisinya memprihatinkan.

H

al inilah yang dialami oleh para penderita bibir sumbing. Mereka tidak dapat menyampaikan ungkapan hatinya dengan senyuman karena kondisi bibir yang terbelah. Tentulah dapat dibayangkan bagaimana perasaan para penderita bibir sumbing. “Kebanyakan mereka sedih, tidak percaya diri dan berada dalam kondisi minder,” ungkap drg. Farida Istiarini, Sp.Ort. Tidak hanya itu beban mereka akan ditambah lagi dengan sikap lingkungan yang tidak mendukung. Mereka kerap mengalami bullying dan tidak jarang dikucilkan. Karena itulah, saat melihat pasiennya tersenyum kembali, adalah momen yang paling membahagiakan dalam hidup dokter Farida. Ada rasa haru tiap kali ia melihat pasien bibir sumbingnya akhirnya bisa tersenyum menampilkan keindahan. “Sungguh saya sangat bahagia tiap kali melihat mereka tersenyum,” ujar Farida yang ditemui menjelang praktik di klinik

Joli Sourire Dental Care di Lombok miliknya beberapa waktu lalu. Meski usianya masih relatif muda, Farida tidak melulu menghabiskan waktunya di ruang praktik untuk mengumpulkan pundi-pundi uang yang bisa datang tiap waktu bahkan tiap menit, melainkan ia juga kerap meluangkan waktunya untuk bekerja sosial. Bersama timnya dari Rotary Club Internasional dan Yayasan Kita Peduli, Orthodontist pertama yang merupakan putri daerah NTB ini turun lapangan melakukan bakti sosial demi membuat para penderita bibir sumbing di NTB tersenyum bahagia. Farida memanfaatkan keahliannya untuk bekerja sosial sejak pertama kali menjadi dokter. Setelah delapan tahun terlibat kerja sosial dalam melakukan operasi bibir sumbing di Nusa Tenggara Barat sejak tahun 2008, dokter Farida Istiarini, Sp.ort., belum juga bisa bernapas lega mengingat kasus bibir sumbing masih terus banyak ditemukan. Padahal setiap tahun setidaknya satu hingga

Andien

B

Farida bersama staf di kliniknya

dua kali operasi gratis bibir sumbing dilakukannya bersama timnya. “Kasus bibir sumbing di NTB masih belum berkurang jumlahnya. Tiap kali operasi kami lakukan, rata-rata pesertanya ada 35-45 orang

pasien. Dan jumlah itu relatif stabil tiap tahunnya. NTB termasuk yang tinggi angka bibir sumbing dibandingkan daerah lain di Indonesia,” ungkap Farida. (nanik.itaufan@cybertokoh.com)

80% Penderita Bibir Sumbing karena Faktor Genetika

Dokter Farida saat memperdalam ilmu orthodonti-nya di Eropa

Menurut dokter Farida, tingginya angka bibir sumbing di NTB khususnya di Pulau Lombok dipengaruhi faktor genetik dan kebiasaan pernikahan yang terlalu dekat (antar keluarga) yang sering terjadi di Lombok. “Banyak kecenderungan memilih pernikahan antar keluarga khususnya yang memiliki hubungan keluarga terlalu dekat menjadi salah satu faktor genetis lahirnya anak bibir sumbing. Sebagian besar (80%) dari pasien yang datang untuk operasi bibir sumbing, adalah mereka yang terlahir dari orangtuanya yang masih berkerabat, seperti pernikahan antara sepupu,” ungkap putri dari H.M. Rapi’i dan Hj. Kurniah ini. Bibir sumbing pada bayi bisa dihindari bila si ibu menjaga

asupan gizi yang dikonsumsinya selama hamil. Karena menurutnya bibir sumbing ini terjadi selain karena faktor genetik (keturunan), perkawinan antar kerabat dekat juga karena ibu hamil kekurangan gizi. Farida banyak menyiapkan waktu dan tenaga tanpa dibayar dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti ini, adalah karena keinginannya melihat anak-anak NTB penderita bibir sumbing dapat merenda cita-cita dan memiliki masa depan. Karena menurutnya, angka penderita bibir sumbing di NTB sangat tinggi, terutama anakanak. Anak-anak yang memiliki peluang menjadi pemimpin dan penerus generasi NTB yang menderita bibir sumbing kebanyakan putus sekolah akibat minder dan

kerap dibully. “Jika para penderita bibir sumbing, terutama anak-anak, tidak tertangani dengan baik dan sejak dini, bagaimana masa depan mereka dengan segala beban psikologi dan tekanan yang terus mengikuti selama mereka sumbing. Dan ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” kata dokter Spesialis Orthodontis lulusan Universitas Gajah Mada tahun 2008 ini. Karena itulah sejak pulang ke Lombok tahun 2009, Farida lalu mendedikasikan sebagian waktunya untuk menjadi voluntir dalam menangani penderita bibir sumbing ini. Farida termasuk perempuan yang beruntung menjalani profesinya itu. Karena ia berada dalam dunia yang perbedaannya sangat mencolok. Saat ia turun lapangan dan menjadi voluntir bagi penderita bibir sumbing, Farida harus berhadapan dengan orang-orang biasa yang kebanyakan hidupnya kurang beruntung dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang minim. Di sana ia harus menjadi sosok yang dituntut harus bisa menghadapi situasi serumit apapun. Sangat berbeda ketika ia tengah menjalankan praktik sebagai dokter yang merawat dan mempercantik gigi pasiennya yang kebanyakan berasal dari kalangan menengah ke atas. Para pasien itu datang ke tempat praktiknya dengan tampilan yang wangi dan pengetahuan yang mumpuni dengan begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang juga siap dengan biaya-biaya untuk membayar keahliannya.

Itulah keuntungan bagi Farida yang mungkin tidak bisa diperoleh semua dokter. Ia mengenal dunia pasien bibir sumbingnya dengan segala permasalahannya, ia juga mengenal dunia pasien dari kalangan atas. Di sanalah keseimbangan hidup diperoleh Farida. Dan itu pengalaman dan pelajaran berharga bagi dirinya dan juga putera putrinya yang kerap ia ajak saat melakukan bakti sosial. Farida mengajarkan anak-anaknya untuk hidup dengan kepedulian. Meski kesibukannya terbilang tinggi, sebagai seorang ibu dua anak, Keysha Nasheeta dan Arvyn Ramadhany, Farida masih tetap meluangkan waktunya untuk menjemput anak-anaknya dari sekolah. Hanya dalam keadaan yang sangat terpaksa saja ia tidak melakukan itu. Sehari-hari selain melakukan bakti sosial operasi bibir sumbing sesuai dengan yang sudah terjadwal, Farida menjalankan tugasnya di rumah sakit daerah Lombok Barat. Usai jam kerjanya itu ia pulang untuk menjemput anak-anaknya

dari sekolah dan setelah itu langsung menuju tempat praktik di kliniknya hingga malam hari. Di sela-sela aktivitasnya sebagai seorang dokter, Farida rajin berolah raga sepeda. Ia kerap bersepeda untuk mengisi waktunya. Di samping untuk menjaga kebugaran tubuhnya, rupanya Farida sempat menjajal kemampuannya bersepeda dengan mengikuti ajang lomba Grand Fondo New York (GFNY) jalur Lombok. Pada kategori 80 km, Farida sukses menjadi juara ketiga pada ajang lomba yang diikuti oleh peserta yang datang dari lebih 100 negara itu dengan menduduki posisi ketiga untuk usia 40-44 tahun. Hobi bersepeda yang tiga tahun terakhir digelutinya inilah yang membuatnya dapat menjaga vitalitas dan kebugaran tubuhnya meski aktivitasnya padatnya. (nanik.itaufan@ cybertokoh.com)

drg. Farida Istiarini, Sp.Ort.

agi selebriti, bangun pagi dirasakan sebagai suatu ‘penderitaan’ yang kalaupun terpaksa harus dilakukan memerlukan perjuangan keras dan tekad kuat. Banyak dari mereka yang mengaku tidak bisa bangun pagi karena sibuk bekerja hingga malam. Karenanya ketika mendapat kesempatan tidur malam dipergunakan sebaik-baiknya guna memulihkan tenaga. Fatin Sidqia Lubis, penyanyi yang melejit namanya di blantika hiburan Tanah Air setelah menjuarai ‘X Factor Indonesia 2013’ mengaku sangat sulit bangun pagi, dalam artian bangun sebelum pukul 06.00. “Aku memang bukan tipe orang yang bisa bangun pagi, maksudnya bangun sebelum pukul 6 ya. Paginya aku tuh pukul 8-9 an,” kata gadis yang belum lama ini meraih penghargaan ‘The DafBAMA Music Award 2016’ di Jerman, sambil tersipu. Diakui Fatin itu merupakan salah

5

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Rutin Minum Air Putih satu kelemahan yang perlu perjuangan untuk memperbaikinya. Selain ia punya banyak job menyanyi, ia juga sibuk kuliah di jurusan Performing Arts Comminication, London School of Public Relation (LSPR). Jadi dua bidang yang dijalaninya itu cukup menguras energi. Jadi bukan hanya pekerjaannya saja yang bebannya tinggi, di kuliah pun ia banyak tugas yang harus diselesaikan. Makanya ketika mendapat kesempatan tidur malam, ia seperti ingin menikmati sepuasnya. Namun tentu saja tidak bisa selalu karena tak jarang setelah job di malam hari, di pagi hari job baru telah menunggunya. “Jadi memang harus pandaipandai mengatur waktu,” ucap Fatin yang selain menyanyi juga kini merambah ke dunia akting. Tapi, kata bintang film ‘Dreams’ ini, sekarang dirinya sudah lumayan dalam menyiasati keharusan bangun pagi. “Kalau kebetulan malamnya aku nggak ada acara, lebih enak mengaturnya. Misalnya acara pukul 7 maka aku sudah menjadwal bangun pukul 3, mandi pukul 4, setelah itu melakukan persiapan macam-macam seperti make up, dll, jadi aku sudah ready pada waktunya,” tutur pelantun tembang hits ‘Aku Memilih Setia’ ini. Dulu, saat di awal-awal kariernya, malah lebih parah. Dia bukan hanya susah dibangunkan pagi tapi kadang membangunkannya pun harus dengan memercikan air. “Dulu, mama paling repot bangunin aku. Tapi sekarang sudah tidak lagi kok, kan sudah besar, sudah dewasa, jadi aku makin sadar bahwa semua itu untuk kepentingan aku sendiri,” ujar Fatin. Selain itu, manajernya juga sangat membantunya dalam menyiasati bangun pagi. Misalnya, kalau acara pagi, maka sang manajer menyampaikan ke Fatin waktu yang telah dimajukan 1 atau 2 jam. Itu maksudnya agar Fatin lebih cepat bangun dan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri. Kalau ada waktu, misalnya tidak sedang terburu-buru untuk pergi ke acara, Fatin me-

ISTANA MANCAWARNA SERAHKAN KRISTAL CANDLELIER UNTUK PURI PEGUYANGAN DENPASAR Untuk merekatkan kekerabatan dengan Puri-Puri se-Bali, Istana Mancawarna Tampaksiring memberikan cinderamata (cihna) berupa seperangkat lampu kristal khas Eropa (Candlelier) kepada sejumlah Puri. Hal ini bertujuan untuk mendukung keberadaan Puri sebagai benteng utama budaya dan agama Hindu. Demikian diungkap oleh Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry Wedasteraputra Suyasa saat bertemu A.A.Ngurah Widiada di Puri Peguyangan Denpasar. “Tiang diutus oleh kakanda Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang tempo hari sudah sempat hadir memenuhi undangan A.A.Ngurah WidiTurah Wira Wedawitry bersama A.A.Ngurah Widiada, ada. Waktu itu beliau berjanji Penglingsir Puri Peguyangan Denpasar untuk menyerahkan satu set Candlelier ke Puri Peguyangan. Tiang hadir mangkin“ ungkap Wira Wedawitry yang juga Wakil Ketua KNPI Bali. Lebih lanjut, kelestarian pertalian antara Puri Tegeh Kori dengan Puri-Puri di Bali adalah sebuah kewajiban bagi warihnya. “Tiang dididik oleh almarhum Ida Betara Shri Wedastera Suyasa untuk selalu menghargai penglingsir. Sesana manut linggih harus dipahami oleh generasi muda saat ini. Pertalian sejarah Raja Badung I, Ida Betara Tegeh Kori dengan semeton para Arya di Bali adalah satu adanya. Maka dari itu sebagai bagian dari yowana Tegeh Kori tiang berkewajiban untuk menjalin kekerabatan dengan para warih,“ ungkap Gung Wira yang juga Ketua Umum Yayasan Mahendradatta ini. “Kami ingin Puri di Bali diperindah dengan kristal eropa ini. Minimal dengan cihna ini sebagai cahaya untuk menerangi Puri dengan cahaya Ibu Laksmi. Dalam konsep Hindu bahwa Istana dan Puri itu harus terang benderang sebagai simbol kemakmuran dan cahaya Dewi Laksmi (Sri). Semoga persahabatan kami tambah erat demi Bali dan Hindu Dharma,“ ungkap Turah Wira yang baru saja didaulat menjadi Ketua DPD PNI Marhenisme Provinsi Bali ini.

nyempatkan diri untuk berolahraga kecil. Tapi yang pasti rutin adalah sehabis bangun tidur adalah minum air putih. Seperti Fatin, Andien pun mengawali paginya dengan minum air putih yang sudah disiapkan di meja kamarnya. “Itu kebiasaan rutin ya sebelum dan sebangun tidur pasti minum air putih. Aku selalu siapkan satu botol untuk sebelum dan saat bangun pagi,” kata Andien, penyanyi jazz yang kini tengah hamil. Setelah itu, biasanya ia melakukan perenggangan kecil, sebelum melakukan aktivitas lain. Untuk olah raga, karena sedang hamil, maka ia untuk sementara tidak lagi melakukan olah raga ekstrem seperti biasanya. “Tapi olah raga tetap rutin seperti dulu hanya saja tidak olah raga berat, tapi yang ringan-ringan saja. Orang hamil kan bukan berarti sakit jadi memang harus bergerak juga olah raga hanya saja olah raganya disesuaikan dengan kondisi,” ungkap penembang hits ‘Let it be My Way’ ini. “Dulu waktu kandungan masih kecil, janin masih kecil, masih berani loncat, misalnya. Tapi sekarang sudah tidak lagi,” tambahnya. (dianaruntu@cybertokoh.com)

Fatin

Awali Pagi dengan Yoga

Banyak orang yang percaya mengawali hari di pagi hari dengan kegiatan yang menyenangkan dapat menambah semangat untuk menjalankan rutinitas selanjutnya. Mengawali pagi dimulai sejak baru bangun tidur. Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk mengawali pagi sehingga mampu memberikan vibrasi positif terhadap hari-harinya. Menurut Luh Mila Trisna Dewi, Pembantu Ketua II Sekolah Tinggi Kejuruan dan Ilmu Pendidikan Agama Hindu Singaraja, yang pertama dilakukan ketika baru bangun dari tidur di pagi hari adalah mengecek notifikasi di media sosialnya. Ia menambahkan tidak memasukkan hal tersebut dalam rutinitas pagi hari, akan tetapi secara refleks tangannya akan mencari ponsel miliknya. Mila, sapaan akrabnya menuturkan, jika pagi hari ketika baru bangun ia sempatkan untuk melihat pemberitahuan di media sosial melalui akun pribadinya. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab bagi seorang yang menggeluti bisnis online harus rajin melihat postingan. “Setiap hari saya upload Mila Trisna Dewi pakaian dan harus dilihat laku atau ada yang pesen gak,” jelasnya. Keberadaan ponsel dan media sosial sangat bermanfaat bagi dirinya yang menggeluti bisnis online shop. Selain mengecek online shop miliknya, ia juga sempatkan waktu untuk membaca informasi untuk menambah pengetahuan. Saat ini sudah banyak media-media online yang menyuguhkan berita-berita terkini sehingga memudahkan ia mengetahui informasi. “Dengan teknologi, informasi itu sudah ada dalam genggaman,” tambah owner dari SGB Boutiq tersebut. Hal penting lainnya yang dilakukan perempuan kelahiran 27 Agustus 1981 tersebut ketika baru bangun adalah merencanakan kegiatan yang akan dilakukan. Ia memang secara khusus membuat planning kegiatan di luar kegiatan yang sudah terjadwalkan. “Kalau masak, bersihbersih, dan ke kantor kan memang sudah dijadwal, saya harus punya rencana terhadap kegiatan yang lain,” ungkapnya. Ia mencontohkan, sebagai anggota dari bisnis MLM ia harus menentukan tujuan dalam memprospek anggotanya. JAPA YOGA Sementara itu Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia Kabupaten Buleleng, I Made Bagus Andi Purnomo, S.Pd., mengatakan untuk mengawali hari di pagi hari dilakukan dengan yoga. Japa yoga di pagi hari menurutnya untuk hari yang penuh karunia. Ia menambahkan japa yoga sangat bertuah jika dilakukan pada pagi hari atau lebih tepatnya subuh sebelum matahari terbit antara pukul 03.30 sampai 05.30. “Dalam veda disebut waktu Brahma Muhurta,” jelasnya. Pria yang akrab disapa Bagus Andi ini membiasakan diri untuk bangun pagi-pagi dan melakukan japa yoga setelah mandi dan melakukan puja Tri Sandya. Dalam ajaran agama Hindu, japa yoga adalah cara menghubungkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa dengan cara menyebutkan nama suci beliau. Manfaatnya adalah mewujudkan segala sifat ke-Tuhanan sehingga mengalir dalam pikiran. Japa akan mengubah alam pikiran manusia, yang kemudian akan mengisinya dengan sifat Sattva. “Melakukan japa adalah perintah Veda, dan japa merupakan yajna tertinggi,” ungkap dosen pengajar di STAH Negeri Mpu Kuturan tersebut. Dirinya juga menyarankan untuk melakukan japa yoga di pagi hari untuk mencapai kesuksesan dalam lahir dan batin atau jasmani dan rohani, secara material dan spiritual. Dengan hal tersebut maka buktikanlah keseharian Anda akan penuh karunia dan tentu apapun masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan pikiran tenang dan sikap bijaksana. Bagus Andi Purnomo (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)


4

Mandalika

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

21

Gelar TTG Nasional XVIII Tahun 2016

Memasyarakatkan Inovasi Hasil Teknologi Tepat Guna Gianyar Tuan Rumah ARFC 2016

Bukti Komitmen sebagai Kota Layak Anak

The Fourth Asian Forum on The Rights of The Child 2016 (ARFC 2016) merupakan agenda rutin setiap dua tahun yang dilaksanakan sebagai wadah untuk bertukar informasi, prestasi, dan membahas permasalahan dan upaya–upaya untuk pemenuhan hak– hak anak di Asia. ARFC 2016 digelar di Bali Safari Marine Park, Gianyar, 23-25 November 2016. Forum diikuti oleh delegasi dari Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Kamboja, Filipina, Mongolia, Nepal, dan India. Peserta terdiri dari

wakil pemerintahan, universitas, dunia usaha, dam lembaga masyarakat yang bergerak di bidang anak. Ketua Konferensi ARFC 2016 Lenny Rosalin mengatakan, ARFC 2016 adalah lanjutan dari tiga forum, yang sebelumnya telah berlangsung di Seoul (2009), Tokyo (2011), dan Ulanbator (2014). Forum ini bertujuan untuk menjamin hak–hak anak, menyampaikan prestasi dari negara Asia dalam upaya perlindungan anak di tingkat nasional dan regional, mengidentifikasi tantangan

yang muncul, dan mencari peluang kerjasama lebih lanjut. ”Substansinya fokus kepada Kota Layak Anak (KLA),” ujar Deputi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI tersebut. Selama forum berlangsung, panel mengeksplorasikan secara mendalam pendekatan dan praktik terbaik untuk membangun pemenuhan hak di tingkat Asia. Di penghujung panel, mereka membuat rekomendasi resmi dalam bentuk deklarasi. Menteri PPPA RI Yohana Yembise mengatakan, Indonesia sebagai anggota PBB telah ikut meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) tahun 1990, untuk memastikan komitmen Indonesia dalam implementasi dan wujud nyata pemenuhan dan perlindungan hak anak.”Indonesia juga berkomitmen mendukung gerakan global “World Fit for Children” melalui pembangunan KLA,” tegasnya. Ia menambahkan, kredit khusus diberikan untuk komitmen Gianyar yang sangat baik kemajuannya dalam upaya menuju KLA. “Saya harap forum ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang pertunjukkan untuk delegasi dunia, bahwa Gianyar memang terbukti sangat layak menyandang predikat tersebut,” ujar Yohana. Kepala Bappeda Kabupaten Gianyar Made Wisnu Wijaya, mewakili

We, the participants of the Fourth Asian Forum on the Rights of the Child, Recognizing the vulnerabilities faced and suffering of children who are victims of violence including in conflict situations as well as children affected by humanitarian disaster situations., Drawing attention to a large number of Asian children who suffer from violation of their rights such as discrimination, poverty, and violence in the form of trafficking, child labor, sexual exploitation, substance abuse and neglect, corporal punishment, bullying and harmful traditional practices. Reconfirming that children are full subjects of rights and that they shall be respected as members of the society today as recognized by the Convention on the Rights of the Child (CRC) , to which all the Asian states are parties and which now forms the common language and tools for us, Bearing in mind that all the rights enshrined in the CRC must be guaranteed and ensured for all children in all settings with special emphasis on the four general principles of the CRC, namely the principles of nondiscrimination, the best interests of the child, the right to life, survival and development and respect for the views of the child, Reconfirming the importance of advancing the creation and exchange of information through research relevant to the implementation on the rights of the child, by sharing data and facts on children’s situations as well

as information on legislation, policies, initiatives and practices concerning children, Encouraging all the stakeholders to secure the best interest of children and their rights to express their views and participate in all actions concerning them and, for this purpose, to create structures and mechanisms for children to participate in the development and implementation of legislation, policies, programs and other measures concerning them, Inviting countries in Asia to join the Asian Forum on the Rights of the Child with a view to working towards the creation of child-friendly Asian continent, Determined to pursue the effective realization of children’s rights in each country and in the whole region of Asia by promoting collaboration among researchers and experts as well as governments, international organizations, NGOs/civil society and other actors with CRC as the basis, Building on the outcomes of the First Forum in Seoul in 2009 (Key theme: the Actual Situation of and Challenges to the Rights of the Child in East Asia) and the Second Forum in Tokyo in 2011 (Key theme: Creating ‘A World Fit for Children’) and the Third Forum in Ulaanbaatar in 2014 (Key theme: the Development of ‘ChildFriendly Societies in Asia’), Have agreed to promote the following initiatives for “the Development of Child Friendly Cities and the Realization of the Best Interests of the Child”,

which is the key theme of the Fourth Forum in Bali: Given the fact that all the countries in Asia are now States Parties to the CRC, to ensure that all the countries are involved in the amendments to and the adoption of the child-related legislation as appropriate for comprehensive and effective protection of children’s rights; And recognizing the push back on issues and standards around juvenile justice in Asian countries, to work together convince the governments to uphold the international standards; To disseminate the purposes and provisions of the CRC that recognizes that children are full subjects of rights throughout their life cycle, particularly to promote dissemination and awareness-raising through the media as well as education and learning in this regard; With a view to ensuring that children have the right to have their best interests assessed and taken into account as a primary consideration in all actions concerning them, address the growing problems of social and economic disparities and poverty among children, through appropriate and adequate budget allocations, for the realization of children’s rights; and interventions in basic services like health, education, and child protection. Recognizing that the rights of children to express their views and to actively participate in issues concerning them, and to be heard is essential and significant rights for children, which should not dependent on the

Bupati Gianyar mengatakan, selain memang berkomitmen kuat untuk mewujudkan KLA, masyarakat di Bali, khususnya Kabupaten Gianyar yang memang mayoritas beragama Hindu senantiasa menjaga nilai tradisi dan budaya. Anak adalah harta yang paling berharga dalam keluarga. Maka dari itu, sang anak sejak lahir hingga tumbuh dan menikah selalu diupacarai sebagai tanda penghormatan. Adapun prosesi upacara adalah ketika bayi dalam kandungan disebut megedong–gedongan, upacara jata karma dilaksanakan sebelum bayi lepas tali pusar, upacara bajang colong ketika bayi berumur 12 hari, selanjutnya ketika

intentions, circumstances and other factors on the part of adults, to develop mechanisms to realize these rights and to support children in this regard according to their age capacity and circumstances; In order to ensure that children are not subject to any forms of discrimination, that their life is valued and that they can develop in safe and secure environment, to review all actions and initiatives from children’s rights perspectives such as policies, laws and programmes with a view to restructuring them and mainstreaming child rights in all such initiatives; and to end all forms of discrimination against girls. To accelerate the development and implementation of legislation, policies, awareness-raising activities and other measures for the prevention and prohibition of all forms of violence against children, including exploitation, child abuse and neglect, corporal punishment and bullying; and, through these initiatives, to develop comprehensive plans and codes of conduct for the prevention and prohibition of all forms of violence against children and ensure children are protected all the times. To move progressively towards prohibition of all forms of child labour and exploitation and to provide children engaged in child labour and their families with viable alternatives, while taking all the measures to ensure their right to education and secure their growth and development; To provide comprehensive and continuous support to children as well

bayi berusia 42 hari dilakukan upacara kambuhan, berikutnya saat menginjak 105 hari upacaranya dinamakan tiga bulanan, dan kemudian setiap enam bulan kalender Bali, diupacarai dengan otonan. “Serangkaian upacara tersebut adalah bentuk penghargaan tertinggi atas lahirnya sang anak, dan diharapkan anak tersebut tumbuh menjadi pribadi yang taat dan berbakti terhadap kehidupan. Nantinya generasi inilah yang mengemban tanggung jawab melanjutkan cita– cita bangsa ini,” ujar Wisnu Wijaya. Hari Jumat (25/11), delegasi melakukan kunjungan ke Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Gianyar, yakni SDN 2 Gianyar, SMP N 1 Gianyar, SMP 1 Blahbatuh. Selain itu juga dilakukan kunjungan ke Puskesmas Ramah Anak, yakni UPT Kesmas 1 Blahabtuh dan UPT Kesmas 2 Blahabtuh. Rombongan yang dipimpin Lenny Rosalin juga melakukan kunjungan ke Desa Ramah Anak, yakni Desa Batuan, dan Desa Batuan Kaler. (ard/humas gianyar)

Dihadiri tidak kurang dari 3.000 orang, pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVIII ­Tahun 2016 berlangsung meriah, di Mataram Nusa Tenggara Barat beberapa hari lalu. Gelar TTG Nasional yang mengangkat tema “Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan dan Kedaulatan Desa” ini berlangsung di Mataram Nusa Tenggara Barat 22 s.d. 26 November 2016.

G

elar TTG ini adalah yang pertama kali diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, dimana perhelatan TTG sebelumnya dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Gelar TTG merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memasyarakatkan inovasi hasil teknologi tepat guna yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Selain itu, TTG dapat dijadikan sebagai ajang promosi dan pertukaran informasi terkait pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi masyarakat,

khususnya masyarakat yang tinggal di desa. Indonesia adalah bangsa yang dikaruniai banyak berkah potensi alam dan sumber daya manusia oleh Tuhan Yang Maha Esa. Menggerakkan dan mengolah potensi-potensi yang ada di negeri ini secara maksimal akan dapat menghasilkan karya-karya bagi anak-anak negeri. Selain dikaruniai lahan tropis nomor dua terbesar di dunia dengan garis pantai terpanjang nomor dua di dunia juga dengan jumlah penduduk terbesar nomor empat di dunia serta menjadi negara demokrasi terbesar nomor tiga di dunia, Indonesia juga memiliki kebudayaan yang paling beragam

dan suku bangsa terbesar di dunia. “Jika di dunia ada kurang lebih 5.000 suku bangsa dan adat istiadat, maka 1.200-nya ada di Indonesia,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo, BSEE, MBA., saat membuka gelar TTG Nasional XVIII Tahun 2016. Selain itu Indonesia termasuk

ke dalam negara dengan kekuatan ekonomi nomor 16 terbesar di dunia. Di Negara Eropa saja, begitu banyak negara maju namun hanya empat negara yang masuk G-20 yakni Inggris, Jerman, Italia, dan Perancis. G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Se-

cara resmi G-20 dinamakan The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok Dua puluh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Menurut Eko, jika bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi seperti saat ini, diperkirakan Indonesia akan mencapai kekuatan nomor lima sampai nomor tujuh di dunia.

Inovasi Percepat Pembangunan Desa Kunjungan delegasi ke Desa Batuan desa ramah anak

Ten Points Bali Declaration of the Fourth Asian Forum on the Rights of the Child

as their parents and families and to promote a diversity of support policies, including the improvement of conditions of day-care workers, teachers and other supporters who work with children, with a view of protecting their rights so that they can provide appropriate support to children; Promote the development of “childfriendly cities” on the basis of the CRC, so that the whole communities become places for children to participate, play, learn, and develop in comfort and safety, and underlining the fact that child-friendly cities are friendly to all; Recognizing climate change as a child rights and justice issue because of the devastating consequences it has had in the Asian countries resulting in natural disasters witnessed in Nepal, India, Bangladesh, Philippines, Japan and Indonesia in the recent years have a long term impact on children’s right to survival, protection and development, to urge the concerned national mechanism to incorporate the issues and concerns of children into the national plans of action for disaster risk management, preservation and protection of environment. To work towards the creation of “child-friendly Asian societies” on the basis of the national initiatives for “child-friendly cities” through collaboration of national and local governments, national and international organizations, researchers and experts, NGOs/civil society, children groups/ forums/ clubs, private sector and other stakeholders.

Hadirnya ribuan peserta dari seluruh tanah air ini dimaknai oleh Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, akan semakin mempererat silaturahmi untuk mengenal satu sama lain. Apalagi dengan gelaran teknologi ini akan hadir penemuanpenemuan dari anak-anak negeri. “Dengan banyaknya teknologi tepat guna yang dilahirkan oleh anak-anak muda kita, Insya Allah hal itu menunjukkan bangsa kita memiliki banyak potensi kebaikan,” kata Gubernur saat memberikan sambutan pada gelar TTG Nasional di Islamic Center. Gubernur juga menyampaikan sebagai bangsa yang memiliki keragaman suku, adat, budaya dan agama penting untuk saling mendoakan, saling mendukung, dan saling mengokohkan satu sama

lain. Ia menegaskan agama tidak hanya dimaknakan sebagai pengalaman personal, tetapi menjadi modal untuk membangun daerah yang kita cintai. “Walaupun NTB

dilihat sebagai daerah yang mayoritas muslim (sekitar 93% warga NTB memeluk agama Islam), tetapi Alhamdulillah kehidupan keagamaannya terjalin dengan harmonis. Semua pemeluk agama bisa beribadah dengan tenang, saling menghormati dan berempati satu sama lain,” ujarnya. Ia menekankan untuk memperbanyak perjumpaan dalam konteks yang baik. “Jika kita ingin maju, mari membuka ruang sebanyak-banyaknya bagi para cendekiawan, investor dan penemu-penemu untuk membangun Indonesia lebih baik. Mudahmudahan semua penemuanpenemuan atau karya teknologi tepat guna bisa digunakan untuk membangun desa berbasis

teknologi,” ujarnya. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia juga berharap agar teknologi juga bisa menyebarkan informasi lebih besar sehingga persatuan dan kesatuan bangsa bisa kita jaga dan kedepannya Indonesia bisa menjadi Negara yang besar. “Mari gunakan inovasi ini untuk lebih mempercepat pembangunan desa. Karena desa bisa menjadi motor pembangunan,” katanya. Pada kegiatan Gelar TTG Nasional XVIII tahun 2016 ini, ada sembilan Gubernur, delapan Bupati, dan empat Walikota di Indonesia yang mendapatkan penghargaan. Penghargaan ini diberikan karena para kepala

daerah ini dinilai berjuang dalam pemberdayaan dan pengembangan TTG di daerah masing-masing. Mereka itu adalah Gubernur NTB, Gubernur Kepulauan Riau, Gubernur Lampung, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Riau, Gubernur Sumatera Barat dan Gubernur Jawa barat. Sementara itu delapan bupati adalah Bupati Lombok Timur, Bupati Lampung Timur, Bupati Pati, Bupati Wajo, Bupati Batang, Bupati Tanah Datar, Bupati Pelalawan, Bupati Bandung Barat. Empat Walikota, yakni, Walikota Tanjung Pinang, Walikota Balikpapan, Walikota Batam dan Walikota Jakarta Barat. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Rangkaian kegiatan Pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XVIII tahun 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat.


Sosialita

Edisi 929/ 28 November - 4 DESEMBER 2016

Sejak ramai diberitakan media pembangunan fasilitas publik di bekas kawasan lokalisasi pelacuran Kalijodo hampir rampung, banyak warga yang kerap datang mengintip di balik pagar seng yang mengelilingi lokasi proyek seluas 1,5 ha itu. Warga mengaku tak sabar sekaligus penasaran atas hasil kerja Pemprov DKI Jakarta setelah berhasil menggusur tempat pelacuran yang berdiri sejak tahun 1970-an itu pada Februari 2016 lalu.

“K

ita nggak sabar nih kapan jadinya sih,” ucap Maman yang bersama temannya kedapatan tengah mengintip di balik pagar seng. Memang warga belum diizinkan masuk sekalipun beberapa bangunan tampak sudah hampir rampung. Bahkan lapangan futsal lengkap dengan gawangnya pun sudah berdiri kokoh. “Ini memang hampir selesai. Pengerjaan sudah mencapai 80%, kira-kira bulan depan sudah rampung semua, sekarang tinggal finishing saja. Jadi warga belum boleh masuk dulu, nanti Desember saja (masuk),” ucap pengawas proyek. Sebagaimana diketahui penggusuran lokalisasi pelacuran Kalijodo sempat menghebohkan publik. Aksi tegas Pemda DKI Jakarta berhadapan dengan masyarakat khususnya pemilik bangunan lokalisasi, sempat menjadi topik berita hangat. Saat itu banyak kritikan dilancarkan berbagai pihak pada Pemda DKI Jakarta, tapi banyak juga yang memuji karena lokalisasi pelacuran itu sejak dulu begitu sulit ditertibkan. Berkali-kali

Menunggu Perubahan “Wajah” Kalijodo coba ditertibkan, namun kembali muncul dan beroperasi lagi. Disana bukan hanya jadi sarang pelacuran dan perjudian, tapi juga sarang penjahat kambuhan. Tapi kini wajah bekas lokasilisasi pelacuran itu telah berubah total. Sejak digusur, Pemda langsung action dengan melakukan pengurukan dan pembangunan. Kini sejumlah bangunan yang telah direncanakan sudah hampir rampung, di antaranya arena skateboard, taman, lapangan futsal, bangunan serba guna, jogging track, dll. Di sana juga dibangun sejumlah kios untuk para pelaku UKM setempat. Salah satu yang juga unik adalah letak ruang fasilitas publik itu yang berada di dua wilayah yakni Jakarta Utara dan Barat, tapi lahan terbesar ada di Jakarta Utara yakni 1,4 ha. Sehingga nantinya bisa jadi hak pengelolaan areal tersebut dibebankan kepada pemda kedua wilayah itu. Dengan perubahan wajah pada bekas lahan lokalisasi pelacuran Kalijodo, maka berarti Pemda DKI Jakarta untuk kedua kalinya telah sukses mengubah wajah tempat pelacuran. Sebelumnya Gubernur Sutiyoso dengan sikap tegasnya pun berhasil menggusur lokalisasi pelacuran Kramat Tunggak di tahun 1999. Lokalisasi yang sempat dijuluki sebagai kompleks pelacuran terbesar se-Asia Tenggara ini letaknya di wilayah Jakarta Utara,

D

persisnya di Kramat Tunggak (Kramat Jaya), dekat Pelabuhan Tanjung Priok. Berbeda dengan Kalijodo, yang merupakan lokalisasi pelacuran liar, Kramat Tunggak yang pada masanya adalah tempat pelacuran resmi yang ditetapkan lewat SK Gubernur DKI Jakarta (Ali Sadikin) pada 1970. Tapi sebenarnya, bukan sengaja tempat itu jadi lokalisasi pelacuran resmi. Awalnya, tempat tersebut adalah panti rehabilitasi sosial yang dibangun Pemda DKI Jakarta untuk membina para PSK yang terjaring razia ‘penyakit sosial masyarakat’ dengan memberi mereka pembi-

1st Anniversary BWL Bertempat di Hotel Aston Denpasar, Minggu (20/11) dilaksanakan acara 1st Anniversary BWL. Acara dimeriahkan dengan digelarnya acara Pemilihan Putra Putri BWL dan Lomba Foto Cantik. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan demo produk kecantikan dari BWL yang dilakukan oleh Dian Wulansari​. Acara ulang tahun pertama BWL ini juga dihadiri oleh Country Manager BWL Daniel Chang, dan Top Leader Indonesia Daniel Santoso beserta Erina. Pada acara yang berlangsung meriah itu juga para undangan yang hadir berkesemptan memenangkan door prize produk BWL. (bns)

Kebaya modifikasi yang keren dengan pilihan warna dan detil yang khas ala GS Mode saat ini tengah menjadi incaran utama kebanyakan perempuan di Bali. Apalagi untuk momen yang sangat spesial dan bersejarah seperti pernikahan, GS Mode juga yang menjadi tumpuan agar tampil istimewa.

naan agama juga ketrampilan. Namun, entah bagaimana, perlahan panti rehabilitasi sosial itu berubah fungsi, malah menjadi tempat pelacuran. Akhirnya Pemda memutuskan untuk menjadikan tempat itu sebagai tempat pelacuran resmi, dengan begitu para PSK yang pada masa itu banyak berkeliaran di sejumlah tempat di Jakarta seperti kawasan Planet Senen, Pejompongan, Binaria, dll, tidak beroperasi sembarang tempat. Awalnya areal panti tidaklah terlalu besar, namun seiring waktu, tempat itu berkembang pesat bahkan meluas hingga mencapai 12 ha. Pengunjungnya datang berbagai tempat, bahkan tak jarang ada ‘orang bule’ di sana, maklum letaknya tak jauh dari pelabuhan. Tidak itu saja, perkembangan kompleks pelacuran tersebut juga diikuti dengan bermunculannya warung “remang-remang” di luar kompleks Kramat Tunggak. Pertumbuhan rumah remang-remang yang pesat dan ‘bercampur-baur’ dengan permukiman penduduk, semakin membuat warga setempat dan para ulama resah dan khawatir. Mereka khawatir itu membawa dampak negatif bagi perkembangan anak-anaknya. Karena tak dapat dipungkiri, ketika Kramat Tunggak berjaya, remaja juga kalangan muda warga setempat pun, ikut meraup ‘rezeki’ semisal menjadi juru parkir, dll. Berdasarkan data, jumlah PSK yang beroperasi di Kramat Tunggak sekitar 2.000 orang lebih, mereka di bawah kontrol 258 mucikari. Suburnya usaha ini konon juga ikut menghidupi 700 lebih pembantu, 800 pedagang asongan dan ratusan tukang ojek. Walau ada ‘rezeki’ yang bisa dikais dari bisnis tersebut, tetap saja sebagian besar warga setempat menginginkan tempat itu ditutup. Namun, entah kenapa kala itu teriakan warga dan ulama seolah tidak terdengar oleh pemerintah setempat. Rencana pembongkaran selalu gagal. Sampai akhirnya pada 1999 ketika Gubernur Jakarta dijabat oleh Sutiyoso barulah tindakan tegas berhasil diambil. Kala itu, sikap keras Pemda DKI Jakarta bukannya tak menda-

pat penentangan keras, khususnya dari para preman dan pemilik tempat hiburan di dalam lokalisasi, namun Sutiyoso tetap jalan dengan tekadnya. Akhirnya kini, setelah 17 tahun berlalu, wajah bekas lokalisasi pelacuran Kramat Tunggak telah berubah total. Stigma itu sudah hilang dan menjadi bagian sejarah pertumbuhan kawasan itu. Masyarakat asli sana yang kini usianya sudah lanjut hanya bisa mengenangnya. Perubahan wajah itu terjadi bukan hanya karena digusurnya kompleks lokalisasi tertua di Jakarta itu, tapi juga karena keberadaan Islamic Center yang nan megah yang kini menempati bekas kawasan lokalisasi itu. Total luas kompleks Jakarta Islamic Center sekitar 21.452 M2, selain masjid sebagai tempat ibadah juga di kompleks tersebut terdapat bangunan untuk tempat pengkajian agama Islam, sarana pendidikan, bisnis, hingga wisma. Kini Jakarta Islamic Center bukan hanya selalu ramai pengunjung tapi juga menjadi kebanggaan warga setempat. Padahal dulu –hingga tahun 1990-an sebelum dibongkar— sebagian masyarakat kawasan tersebut mengaku sempat malu menyebut tempat tinggalnya di dekat kompleks pelacuran tersebut. Anak-anak SMP hingga SMA, terlebih lagi. Untuk kalangan anak sekolah, tinggal di sekitar lokalisasi seperti ‘aib’ karena mereka menjadi bulan-bulanan ejekan teman-teman sekolahnya. Padahal tak jauh dari lokalisasi itu ada sejumlah sekolah, salah satunya adalah SD,SMP dan SMA Khatolik Marsudirini-Fons Vitae II. “Sudah belasan tahun, sudah daerah sini sudah banyak berubah. Warga asli pun sudah banyak yang pindah. Kami sekarang tidak malu lagi karena kan ada Islamic Center. Pengunjung yang datang pun bukan hanya warga Jakarta tapi luar daerah bahkan luar negeri. Islamic Center kini jadi kebanggaan warga,” ungkap Lily, yang pada masa kejayaan kompleks pelacuran Kramat Tunggak ia dan keluarganya tinggal persis di samping tempat pelacuran itu. (dianaruntu@cybertokoh.com)

esak Made Arisanthi Dewi, S.E., yang biasa disapa Sakdek adalah sosok yang ada di balik semua persembahan koleksi kebaya modifikasi GS Mode. Pekan lalu Tokoh hadir di show room sekaligus workshop-nya di Jalan Tukad Batanghari XI, Batanghari Residence Kav 1, Denpasar. Show room siap melayani konsumen, Senin s.d. Sabtu, pukul 08.30 - 18.00, kecuali Minggu. Dengan penuh keramah­ an ibu dari Ni Putu Dyanti Maheswari Giri dan I Made Devananda Maheswara Giri ini pun bersedia mengisahkan awal mula usahanya hingga bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain. Cita-cita seriusnya muncul setelah hampir menyelesaikan kuliah di Universitas Brawijaya Malang. Pilihannya adalah menjadi dosen atau jadi tukang jahit. Menurut istri I Putu Sugi Ambara Giri, S.T., ini hanya dua jenis pekerjaan itu yang ada di pikirannya. Mengi­ ngat Sakdek memiliki mimpi jika menikah ingin mengurus keluarga, suami dan anak sendiri, namun masih bisa menghasilkan materi meski tidak banyak. “Saat itu sebenarnya saya sama sekali tidak mengerti bisnis menjahit itu seperti apa. Apalagi cara mejahitnya. Parah kan?” kenangnya sambil tertawa. Pada tahun 2000, Sakdek sempat melamar menjadi dosen di Unud, namun kandas. Lantas, dengan terpaksa ia bekerja di supplier hotel & restoran, tapi hanya bertahan 3 bulan lalu kabur. Ia kemudian bekerja di tailor milik saudaranya. Meski jenis kerjanya serabutan, ternyata Sakdek sangat menikmati pekerjaannya. “Banyak hal baru yang saya pelajari terutama tentang kualitas jahitan yang menjadi standar utama saya berkarya sekarang,” cetusnya. Selain itu, katanya Sakdek masih sempat juga mencoba peruntungan bekerja Bursa Valuta Asing, harapannya untuk mengumpulkan modal, tapi nyatanya malah gagal total. Berikutnya ia pun bekerja apa aja yang bisa menghasilkan uang. Tahun 2002 awal,

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

3

Sakdek

Persembahan yang Terbaik

Sakdek dan keluarga

atas saran teman kerjanya di tailor dulu, ia memberanikan diri mencari order dengan datang langsung ke rumah–rumah saudaranya yang tinggal di seputaran Denpasar untuk menjahit apa saja yang bisa dijahit. Singkat cerita, beberapa waktu kemudian, adik ibunya yang memberikan pinjaman uang untuk me­ ngontrak tempat. Total modal awal yang ia miliki ketika itu, Rp 20 juta, yang digunakan untuk biaya kontrak toko selama 2 tahun, membeli mesin nasket (lubang kancing), serta alat jahit lainnya dan sedikit renovasi tempat. “Astungkara, Tuhan selalu ada untuk saya, GS Mode dari hari pertama buka sampai saat ini yang namanya rezeki selalu datang kepada kami. Dari seragam anak SD sampai grup villa di Sanur yang karyawannya ratusan, menjadi pelanggan tetapnya, hanya dengan info dari mulut ke mulut,” paparnya. Tahun kedua ia mulai melirik kebaya bordir. Saat itu semua dikerjakannya sendiri, dari menggambar motif, mencari kain, benang, hingga tukang bordirnya. Akhirnya Sakdek mulai merasakan hasilnya, dengan semakin banyaknya peminat. Namun, saat dirasakan munculnya persaingan kurang se-

Kesibukan di workshop GS Mode

hat, Sakdek segera beralih membuat kebaya modifikasi. Sakdek pun mengaku ia mulai melihat-lihat di berbagai majalah wanita dan mengumpulkan semua yang ada foto kebaya modifikasinya. Ia kembali belajar sendiri. Ia mencoba membuat contoh dan ditawarkan ke semua konsumen yang datang, dan rata-rata belum tertarik. Sambil menunggu konsumen yang tertarik, Sakdek bersama semua karyawan semakin giat membuat contoh yang lebih beragam. Agar lebih menarik ditambah payet, brads dan dibuatkan korsase, sampai dipasang apli­ kasi bordir yang dipayet untuk bentuk leher. “Ini yang akhirnya menjadi ciri khas kami sampai saat ini,” katanya tersenyum.

Halaman depan GS Mode

sar yang kami kerjakan adalah custom order. Sedangkan untuk sewa kami hanya menyewakan untuk pengantin saja. Namun, kebaya modifikasi yang ready to wear ada, biasanya untuk acara mendadak mereka lebih banyak membeli yang sudah ada. Kini dengan total 20 orang karyawan, GS paling cepat dapat menyelesaikan kebaya dengan standar sedang, pemasangan

FOKUS DI KEBAYA WEDDING “Melihat perkembangan permintaan kebaya modifikasi yang tiap tahun semakin naik, akhirnya saya memberanikan diri di tahun 2013 fokus hanya di kebaya. Agar saya dan anakanak GS bisa lebih fokus mengeksplor kemampuan masing-masing. Walau di sisi lain, ada yang kecewa terutama pelanggan tetap kami yang terbiasa menjahitkan seragamnya,” ungkapnya. GS lebih banyak mengerjakan kebaya untuk wedding dan kebaya dengan acara khusus, dengan harga umumnya berkisar dari Rp 850 ribu sampai Rp 2,5 juta. Harga di atas itu biasanya berdasarkan perminta­an khusus dari pelanggan. Saat Koleksi GS Mode ini juga sebagian be-

detil yang tidak terlalu banyak, paling cepat 10 hari. Bicara soal pelanggan bagi Sakdek pelanggan adalah sahabat, yang senantiasa harus dilayani dengan hati. Berbagai macam keluhan yang datang, menjadi guru-guru terbaik baginya. “Hal ini selalu saya komunikasikan dengan anak-anak GS untuk menjaga, membuat baju seperti milik sendiri,” ujar putri dari I Dewa Ketut Suteca (alm) dan Luh Made Wathi ini sembari mengatakan untuk tahun 2016 ia membuat sistem baru dalam usahanya agar dapat meningkatkan pelayanan, dari segi kualitas maupun waktu yang selalu menjadi masalah kebanyakan penjahit yang ada. Bagi Sakdek yang namanya

menjaga hubungan baik itu sangat penting, dengan siapa saja, kapan saja, dimana saja. Sebab, katanya kita tidak pernah tahu suatu saat bantuan itu datangnya dari mana. Termasuk karyawannya dan keluarga mereka semua sudah dianggap sebagai keluarga besarnya. “Untuk karyawan yang telah setahun bergabung, tiap tahunnya ada tanda cinta dari perusahaan yang berbentuk cincin dan dipilih sendiri di toko perhiasannya . Tahun ini kali ketiga kami melakukannya,” ucapnya. Semua yang ada kini menurut Sakdek karena dukungan yang luar biasa dari suami tercinta, sejak awal hingga saat ini tanpa henti. Bahkan dengan kemajuan perusahaan yang lumayan cepat di tahun 2013, sete­ lah berdiskusi panjang selama 2 tahun, suami memilih berhenti dari pekerjaannya dan ikut terlibat total untuk sistem manajemen perusahaan mereka. Sakdek merasa lega bisa lebih fokus untuk membuat inovasi dan memberikan hasil terbaik untuk pelanggan, mengingat pesaing makin hari makin bertambah. Selain itu ia juga bisa lebih banyak waktu untuk kedua anaknya, seperti awal keingin­ annya agar anak tidak menjadi korban kesibukan orangtuanya. -ard

Koleksi GS Mode

22


2

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

GORO-GORO “Jadi bagaimana Ahok, Pak Amat?” tanya pak Made. “Ya, serahkan saja pada proses hukumnya, Pak!” “Pak Amat masih milih Ahok?” “Ya, tetap!” Putu Wijaya “Meskipun Pak Amat bukan penduduk Jakarta?!” “Tetap, Pak Made!” “Kenapa?” Amat nampak bingung. Kemudian langsung memperbaiki jawabannya. “Ya, nggaklah Pak Made. Kita kan bukan penduduk DKI!” “O, kirain Pak Amat jadi pindah ke DKI!” Pak Made ketawa. Lalu ngeloyor pergi. Para tetangga yang lagi pada menyapu halaman, ikut ketawa. Amat yang merasa sudah diejek, ngedumel. “Apa salahnya orang milih Ahok?” kata Amat sewot. Bu Amat cepat nongol. “Kenapa, Pak? Pagi-sudah ahok-ahok?!” “Itu Pak Made, masak ngeledek Bapak terus?” “Ngeledek bagaimana?” “Ya kan gara-gara Bapak milih Ahok.” “Lho, jadi kita jadi mau pindah ke Jakarta?” Amat tercengang. Para tetangga yang masih nguping kembali ketawa. Terpaksa Amat tidak menjawab. Ia heran kenapa ia terus jadi bahan olok-olok. Bahkan istrinya sekarang ikut menertawakan di depan tetangga. Amat memang sudah sempat gembar-gembor memujikan Ahok. Ia menganggap Ahoklah yang sudah berhasil menyelamatkan

ahok

ibukota dari banjir. Baginya setelah Bang Ali, baru Ahok gubernur yang berani dan nyata kerjanya membenahi “rimba’” Jakarta. Malam hari, karena penasaran, Amat terpaksa bertanya: “Kok ibu ikut ngejek Bapak mau pindah Jakarta? Kenapa?” Bu Amat tersenyum. “Bapak kesel, ya?” “Kesel sih tidak. Cuma mangkel saja!” “Kalau begitu, bagus.” Amat terkejut. “Kok bagus?” “Ya! Habis, gara-gara Bapak pernah memuji Ahok sebagai gubernur yang satu-satunya kerja betul sesudah Bang Ali, Pak Made marah. Nah sekarang Ahok kena perkara, kesempatan bukan hanya Bapak, saya juga diketawain oleh ibu Made di depan ibu-ibu arisan. Disindir-sindir, kapan jadi pindah ke ibukota, katanya!. Jadi saya terpaksa ikut-ikutan ngomong begitu, ikut ngetawain Bapak, supaya mereka berhenti ngetawain saya!” Amat manggut-manggut. “O, begitu?! Jadi kalau ikut-ikutan ketawa jadi tidak termasuk pihak yang diketawain?” “Iya, kan?!!” Amat tiba-tiba ketawa. “Jadi kalau begitu, kalian ibu-ibu juga sudah main politik kecil-kecilan, sesama tetangga!” “Ya bagaimana lagi, Pak, supaya aman. Apa enaknya kalau hidup tegang.” “Kalau begitu, Bapak harus pura-pura memang mau pindah ke Jakarta, tapi sekarang tidak jadi! Begitu?” “O, jangan! Nanti mereka kecewa, kehilangan bahan untuk ketawa! Bapak terus saja seperti

Ekspresso sekarang ini. Tapi tidak boleh marah!” Amat mau membantah, tapi Bu Amat membentak. “Sudah! Jangan membantah terus! Ini politik!” Amat bengong. Tak habis pikir kenapa sandiwara sudah menjalar keluar panggung. Tidak hanya ke jajaran atas. Juga sudah merambah ke pergaulan antar tetangga. “Tapi baiklah, kalau itu dapat membuat hidup bertetangga lebih damai. Apa beratnya hanya bersandiwara mau pindah ke Jakarta!” kata Amat akhirnya. Sejak itu, Amat jadi badut untuk diketawakan semua oraang. Ia berkoar memastikan akan pindah ke Jakarta segera. Tapi apa yang terjadi? Sebaliknya dari ketawa, semua orang bengong. Mereka ramai kasak-kusuk. Dan pada puncaknya, malam-malam bertamu ke rumah Amat. Dipimpin oleh Pak Alit, mereka bertanya, apa rumor Amat mau hijrah ke Jakarta itu betul. Ketika Amat mengangguk dengan harapan semua akan ketawa, terjadi sebaliknya. “Aduh, Pak Amat, maaf seribu maaf, kalau kami lancang,”kata Pak Alit mewakili warga,”bukan ingin mencampuri hak-hak azasi Pak Amat, tapi kami hanya mengingatkan sebagai sesama warga, persoalan Pak Ahok sudah diurus oleh hukum. Sebagai warga dari negara hukum, kita wajib mematuhi bagaimana pun nanti keputusannya. Lalu, soal gubernur, Pak Amat, sekali lagi beribu maaf, sudahlah biarkan rakyat Jakarta memilih gubernurnya sendiri, kenapa mesti direcoki? Pak Amat lebih baik memikirkan siapa nanti yang harus memimpin Bali dalam 5 tahun ke depan ini. Bagaimana Pak Amat, cocok, tidak dengan saran kami?” Amat terpesona.

Bahasa Prancis Membuka Jalan Keberhasilan di Berbagai Bidang

Bahasa Prancis yang menjadi salah satu bahasa yang sulit dipelajari ternyata merupakan salah satu bahasa yang banyak dituturkan di dunia. Sebagian besar orang di Indonesia mengenal bahasa Prancis sebagai bahasa diplomasi karena dijadikan sebagai salah satu bahasa kerja dan bahasa resmi di PBB, Uni Eropa, UNESCO, NATO dan termasuk Palang Merah Dunia. Selain itu, bahasa Prancis juga dapat berperan dalam meningkatkan peluang sukses di bidang pendidikan. pasar kerja baik di bidang perhotelan, pariwisata, bisnis, hubungan internasional, dll. Tidak banyak pula yang mengetahui bahwa dalam dunia seni dan budaya, bahasa Prancis telah menjadi bahasa internasional untuk bidang teatrikal, seni visual, tari, arsitektur, kuliner dan juga mode. Prancis dengan bahasanya yang dituturkan di 5 benua di sekitar 70 negara memiliki banyak jaringan budaya di luar negeri termasuk di Indonesia. Pelaksanaan pagelaran budaya juga rutin dilaku-

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kan, seperti pagelaran “Musim Semi Prancis”, festival budaya dan audiovisual. Institut Français juga telah dibentuk di beberapa kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya) serta pusat-pusat budaya Prancis. Pemerintah Prancis juga menyediakan berbagai jenis kursus yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Prancis, melalui lembaga kebudayaannya. Kerjasama juga pernah terjalin antara pemerintah Republik Indonesia dan Republik Prancis melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI dan Kementerian Ekonomi dan Industri Republik Prancis untuk mempromosikan kedua negara di bidang pariwisata, pengembangan sumber daya manusia dan kerjasama di sektor swasta. Kerjasama ini diharapkan akan dapat mendukung pembangunan Indonesia sebagai negara berkembang. Kemitraan melalui kerjasama di bidang pendidikan juga telah dilakukan Indonesia-Prancis mengingat semakin meningkatnya jumlah mahasiswa

Ni Kadek Sulistiawati

Indonesia yang menempuh pendidikan di Prancis. Guna mengikuti pendidikan tinggi di Prancis, mahasiswa Indonesia dituntut untuk memiliki kemampuan berbahasa Prancis pada tingkat B2 (untuk ilmu sosial) dan B1 (ilmu science). Kemitraan ini juga merupakan salah satu strategi dalam mengharmonisasikan lulusan pendidikan tinggi Prancis dan Indonesia dengan dunia kerja dan kewirausahaan

yang semakin dinamis Jika di negara-negara frankofon bahasa Prancis sudah sangat popular, tidak begitu halnya dengan di Indonesia, khususnya di Bali. Padahal persaingan saat ini sudah semakin ketat. Sudah semakin banyak ekspatriat (warga Prancis dan penutur bahasa Prancis) yang datang dan kemudian menetap di Indonesia, khususnya di Bali untuk mengembangkan usaha di berbagai bidang, mulai dari bisnis konvensional, pariwisata dan bidang jasa lainnya. Semakin banyak pula orangorang Indonesia yang ingin datang ke negara tersebut maupun ke

negara-negara seperti : Kanada, Belgia, Swiss dan sebagainya yang menjadikan bahasa Prancis sebagai bahasa resminya dengan berbagai tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Karena demikian banyak perannya baik dalam diplomasi, ekonomi, pendidikan juga seni dan budaya sehingga membuat bahasa Prancis menjadi salah satu bahasa yang penting untuk menunjang studi dan karier serta membuka peluang untuk keberhasilan di pasar kerja. Ni Kadek Sulistiawati Guru privat Bahasa Prancis

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Sudut Pandang Aktivitas bangun pagi kadang sangat sulit. Ada yang akhirnya kebablasan alias bangun kesiangan. Namun, dengan adanya alarm, baik dari weker maupun telepon seluler (ponsel) sangat membantu membuat orang cepat terjaga dari tidur. Ponsel pun menjadi “teman tidur” yang setia.

“H

al yang pertama saya lakukan saat bangun tidur adalah cek ponsel untuk sekadar lihat jam atau cek notifikasi. Rutinitas ini saya lakukan sejak SMP, sejak punya ponsel,” ungkap Dwi Lina Sari Tanjung, GM Secretary & Public Relation Hotel Santika Seminyak Pengalaman yang sama disampaikan Ni Kadek Alvioni, Kabid Marketing PT. Puri Bunda- RSIA Puri Bunda. “Bangun pagi, saya langsung ambil ponsel, setelah itu ke kamar mandi, lalu minum kopi,

23

Edisi 929/ 28 november - 4 desember 2016

Bangun Pagi Cek Ponsel

Onik

Lina

olahraga, mandi,” ujar perempuan yang akrab disapa Onik ini. Rutinitas membawa ponsel ke tempat tidur ini ia lakukan dari pertama kali punya ponsel. Karena dekatnya dengan ponsel, ia merasa sedih kalau saat bangun pagi, ponselnya mati karena kehabisan baterai. Ia pun langsung mengisi baterai sambil berharap segera bisa baca pesan yang masuk atau sekadar memantau akun media sosialnya. Bagi Onik, dirinya memilih ketinggalan

dompet daripada ketinggalan ponsel. Setelah urusan cek ponsel beres, Onik biasa olahraga di rumah. Kadang ia memanfaatkan treadmill untuk mengganti lari pagi, atau sit up. “Badan sakit semua dan berasa gemuk banget kalau tidak olahraga pagi karena. Tidak perlu mandi air hangat di pagi hari karena badan sudah hangat setelah olahraga,” tandasnya. Sementara itu, Winny Sri

Adriani mengatakan hal pertama yang ia lakukan saat bangun pagi adalah berdoa dan bersyukur masih punya kesempatan hidup, sehat, dan melihat orang-orang tersayang sehat dan baik-baik saja. Ia juga berdoa semoga hari yang akan dilalui selalu dalam lindungan Tuhan. “Habis berdoa, baru ngecek ponsel. Lihat e-mail, chat. Selanjutnya persiapan berangkat kerja,” ujarnya. Regional Sales Digital Advertising Telkomel Bali Nusra ini mengatakan kebiasaan di pagi hari itu ia lakoni sejak tiga tahun terakhir. Winny pernah punya pengalaman unik tentang bangun pagi. “Waktu itu ada acara di kantor dan saya harus hadir pukul 06.00. Saya sudah setel alarm dan yakin tidak akan terlambat. Paginya saya bangun pukul 05.30 dan alarm ponsel belum bunyi. Spontan saya kaget menyiapkan diri dengan secepat mungkin. Orang rumah nanya nanya, mau kemana. Saya jawab ada acara di kantor. Mereka nanya lagi, apakah hari Minggu kerja. Saya tersadar, ternyata acara di kantor itu Senin, bukan Minggu,” ujarnya sembari tertawa. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

Winny

Olahraga Pagi Naikkan Adrenalin Rathi terbangun pukul 5 pagi. Ia kaget mendengar suara hujan deras. Hari itu jadwalnya seperti biasa naik sepeda sebelum beraktivitas ke kantor. Namun, karena cuaca kurang mendukung, akhirnya hanya bisa memandangi hujan dari balik jendela kamarnya. Olahraga outdoor memang sering terkendala cuaca. Karena itu pula, kadang memicu orang menjadi tidak rutin berolahraga atau malas berolahraga. Demikian diungkapkan, dosen fisiologi olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dr. I Putu Adiartha Griadhi, M.Fis. AIFO. Menurutnya, dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat, ada beberapa olahraga pagi yang bisa dilakukan di tempat. Misalnya, jalan di tempat, senam, atau naik turun tangga. Namun, bagi yang mempunyai alat kebugaran di rumah atau melakukan olahraga indoor tentu faktor cuaca bukanlah hambatan. Banyak orang menilai, olahraga pagi adalah olahraga yang terbaik. Mengapa? “Saat kita pulang kerja, tentu tubuh sudah letih sehingga jika ditambah lagi dengan berolahraga tentu akan membuat tubuh menjadi lebih lelah. Olahraga pagi menjadi alternatif terbaik,” ucapnya. Ia juga menyebutkan, olahraga pagi, akan membuat tubuh menjadi lebih siap beraktivitas. Antisipasi bagi pekerja kantoran yang terbiasa duduk lama, otot

menjadi lebih siap untuk menekan gerak badan. Dari segi mental, olahraga pagi dapat memicu menaikkan andrenalin, sehingga lebih fokus, tidak mengantuk, dan lebih waspada. Untuk dapat bugar melakukan olahraga pagi, sebaiknya malam hari sudah tidur pukul 22.00. Kemudian pukul 4-5 pagi sudah bisa bangun. Kemudian ada waktu transisi dari tidur ke aktivitas selanjutnya. Minum air secukupnya, kemudian dilanjutkan dengan membersihkan badan agar tubuh menjadi rileks, dan siap berolahraga. “Olahraga yang kita ambil pagi hari hanya untuk persiapan aktivitas. Jadi, sarapan yang dipilih bisa yang sederhana. Jenis sarapan bisa roti, susu, atau bagi yang suka minum kopi juga bisa. Intinya, jangan sampai perut menjadi kosong atau terlalu penuh,” sarannya. Waktu yang diperlukan untuk olahraga pagi hanya 20 menit. S e dan-

gkan rekomendasi AS menganjurkan 30 menit tiap hari. Ada juga anjuran olahraga dapat dilakukan komulatif, artinya dalam seminggu capaiannya sekian jam, sehingga ada juga yang memilih olahraga dua hari sekali. Aturan berolahraga, 5 menit pemanasan, 10 menit olahraga inti, dan 5 menit pendinginan. Ibarat sepeda motor, tubuh juga perlu dipanaskan sebelum melakukan aktivitas berat. Misalnya, kita memilih olahraga lari. Pemanasan dapat dilakukan dengan jalan-jalan di tempat dengan menaikkan kaki sedikit tinggi. Tujuan dari pemanasan, untuk menaikkan denyut nadi. Denyut nadi normal 80. Ketika sudah melakukan pemanasan, kita bisa mengukur kembali denyut nadi. Menurut aturan, denyut nadi setelah pemanasan naik 30-40 kali per menit. Kemudian baru dilanjutkan ke olah-

dr. I Putu Adiartha Griadhi, M.Fis. AIFO

raga inti yakni lari. Untuk pendinginan, gerakannya mirip dengan pemanasan, namun, tujuannya untuk meregangkan otot lebih intens. Pendinginan dilakukan dengan cara, tidak diam setelah lari, namun, kita bisa jalan dengan pelan-pelan, kemudian dilanjutkan dengan meregangkan badan. Selain lari, olahraga pagi yang baik dilakukan adalah jalan kaki dan naik sepeda. Agar lebih rileks, banyak variasi yang bisa dilakukan saat olahraga misalnya mendengarkan musik atau jalan sembari membawa binatang peliharaan. Bahkan, bagi ibu-ibu, bisa berjalan kaki pergi ke pasar. “Ada orang yang mengatakan, tidak ada waktu untuk olahraga, karena sudah sibuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Itu kan sama saja dengan olahraga,” tegas dr. Adiartha. JANGAN LANGSUNG MAKAN Menurutnya, kita harus membedakan daily activity dan fisical activity. “Melakukan pekerjaan rumahtangga bukanlah olahraga, karena sulit mengukur takarannya dan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Sebaiknya, memang ada waktu khusus yang dipersiapkan untuk olahraga,” katanya. Setelah olahraga, ia menganjurkan sebaiknya tidak langsung makan banyak. Bisa saja minum atau makan, tapi jangan terlalu

banyak. Sebaiknya makan atau minum sedikit saja. Makan banyak bisa dilakukan dua jam kemudian. Memang ia mengakui, olahraga belum menjadi satu hal yang penting bagi sebagian orang. Mengubah prilaku seseorang untuk bugar dengan olahraga memang tak semudah membalikkan tangan. Menurutnya, tidak ada aturan yang memberi manfaat bagi yang melakukannya. “Sama halnya dengan anjuran memakai helm, kalau tidak diwajibkan mana ada orang pakai helm. Padahal memakai helm untuk keselamatan pengendara. Sama juga dengan olahraga. Walaupun disediakan fasilitas solahraga tapi orangnya tidak mau olahraga, sulit juga,” ujarnya. Dari penelitiannya, ia menilai, mengubah prilaku orang ini harus dengan reward yang nyata, Misalnya, buat satu momen penghargaan, aktivitas kolektif dalam durasi tertentu dengan tujuan akhir. Misalnya, dalam satu kantor/kampus, ada reward karyawan atau angkatan terbugar. Mereka ini bisa membangkitkan orang lain atau lingkungannya untuk mengubah prilaku menjadi rajin berolahraga. Menurutnya, diperlukan inovasi intervensi variatif. Namun, ia mengakui, memang tak mudah melakukan itu, karena belum semua orang memikirkan pentingnya berolahraga. (wirati.astiti@cybertokoh.com)


24

What’s Up

Edisi 929/ 28 november - 4 DESEMBER 2016

Fa s h i o n S h o w E n d e k d i B C I C D e n p a s a r

Selly D. Mantra: Kita Harus Bangga Pakai Endek

Serangkaian pelaksanaan Pameran UKM/IKM & Industri Kreatif di Bali Creative Industry Centre (BCIC), Denpasar yang digelar sejak 17 s.d. 20 November 2016, Dekranasda Kota Denpasar bekerjasama dengan ASBEST (Asosiasi Bordir, Endek dan Songket) Kota Denpasar menggelar fashion show busana endek yang mengambil tema “Endek Casual” pada Sabtu (19/11).

D

alam kesempatan tersebut Ketua Dekranasda Kota Denpasar, IA Selly D.Mantra. mengatakan pelaksanaan lomba ini sangat penting bagi pelestarian dan pengembangan Busana Endek. “Tema Casual yang diangkat oleh panitia tentu saja menunjukkan bahwa Endek sangat jauh dari kesan busana yang ‘old fashion’ melainkan sangat bisa diaplikasikan ke dalam busana sehari- hari yang trendi dan khas anak muda. Semoga even sperti ini akan lebih lagi menjadikan Busana Endek semakin dikenal dan dicintai oleh masyarakat terutama generasi muda di Kota Denpasar,” ujar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra sembari mengatakan sebagai generasi muda harus bangga memakai endek. Demikian juga dengan Mira Minardi selaku ketua panitia mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan Fashion Show “Endek Casual” ini adalah demi memacu masyarakat terutama gene­ rasi muda agar lebih mencintai Busana Endek. ”Kami mengangkat kembali Endek yang merupakan produk unggulan lokal Kota Denpasar agar lebih

banyak lagi orang yang memakai Endek untuk busana sehari- hari. Karenanya kami menghadirkan tema “Endek Casual”. Kami juga berharap anak-anak usia sekolah yang mengikuti lomba fashion show ini semakin mengenal dan mencintai Endek sejak usia dini,” tuturnya. Dikatakannya untuk kriteria lomba, yakni 70 persen menggunakan endek bermotif dan 30 persennya lagi tenun

ikat yang polos namun tetap boleh dimodifikasi sesuai dengan keperluan gaya dan desain yang dikenakan peserta. Pendaftaran peserta sebelumnya sudah dibuka sejak 4 s.d 16 November. Kami juga melaksanakan technical metting pada (17/11). “Di acara technical metting tersebut kami memberitahukan kepada peserta tentang tema “Endek Casual” , yang salah satu poinnya tidak dianjurkan menggunakan high heels, agar

nantinya tidak terjadi kesimpangsiuran tentang peraturan lomba di antara para peserta,” ujar Mira lebih lanjut. Para peserta lomba Fashion Show Endek Casual ini dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari desainer, praktisi fashion dan juga Duta Endek Kota Denpasar. Para pemenang lomba fashion show kali ini berhak atas hadiah piala dari Dekranasda Kota denpasar. “Harapan kami selaku panitia tentu saja melalui lomba ini masyarakat terutama generasi muda Kota Denpasar semakin mencintai Busana Endek sekaligus mengenalkan kain Endek ini di tingkat regional, nasional bahkan kalau bisa ke kancah internasional,” ujar Mira yang diamini oleh tim panitia lainnya. Salah seorang dewan juri, Dewi Anyar menyatakan melihat para peserta sangat antusias. Dan, istimewanya lagi hampir semua berhasil tampil memukau di panggung. Baik peserta kategori yang paling kecil hingga mereka yang remaja, sukses membuat para dewan juri kerja keras untuk menentukan pemenangnya. Sementara, seorang peserta lomba

fashion show yakni Diva dari SD Pelita Bangsa mengaku sangat senang dapat mengikuti lomba Fashion Show Endek Casual ini. ”Saya mempersiapkan mulai dari busana hingga belajar bagaimana bergaya dan penguasaan panggung untuk dapat tampil maksimal saat lomba,” ujarnya. Selanjutnya Ketua Asbests Kota Denpasar, Rhea Cempaka mengaku teringat perjuangan 7 tahun silam, bersama Ibu Selly D. Mantra saat Denfest 2009 pertama kali hanya sedikit peng­rajin yang mau memotong kain endeknya untuk menjadi pakaian jadi. Sekarang semua usaha itu berbuah kebahagian, termasuk melihat peserta lomba kali ini, yang rata-rata tampil keren, kreatif, inovatif. “Kami bangga dan terharu melihat semua peserta tampil bagus dan maksimal. Rupanya mereka memang luar biasa dan menurut saya semua juara karena berani tampil serta berkreativitas dengan endek dan mengeksplor endek hingga menjadi pakaian yang keren dan kece dikenakan se­h arihari. -ard

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook