Skip to main content

Tokoh Edisi 927 | Tokoh

Page 1

24

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Personal Branding Terbentuk Alami saja,” tambahnya. Istri dari Putu Agus Suradnyana tersebut tidak menampik jika tugasnya setelah mendampingi suami menjadi lebih banyak. Dengan berbagai jenis tugas yang diemban selama ini, dirinya tidak memungkiri jika itu di luar batas kemampuannya. “Saya terus belajar dari pengalaman agar bisa menjadi pengarah yang baik bagi masyarakat,” jelasnya. Aries menambahkan jika karakter dalam keseharian tidak jauh berbeda dalam menjalankan tugas. Hanya saja ketika bertugas lebih menempatkan diri dalam I Gusti Ayu Aries Sujati sosialisasi. “Ya kalau sedang enurut I Gusti bersama masyarakat seharusnya bagaimana, Ayu Aries Sujati, personal begitu juga ketika bersama rekan-rekan kerja branding akan terbentuk seseharusnya bagaimana menjaga sikap. Intinya cara alami di masing-masing disesuaikan dengan situasi dan kondisi,” lengindividu dan masyarakat sebagai penentu brand kapnya. yang berhasil dibentuk. “Karakter itu akan terSatu hal sikap yang harus dihindari olehnya bentuk dalam diri seseorang. Jika yang terlihat adalah kemarahan. Menurutnya, kemarahan tidak sesuai dengan karakter rasanya itu terlalu tidak akan menyelesaikan masalah justru akan dibuat-buat,” ungkapnya. Dirinya juga mememperpanjang dan menambah masalah. “Kanambahkan jika sejak dulu memang lebih suka lau orang sedang marah lebih baik dijauhi dulu blusukan untuk berbaur dengan masyarakat, agar kita tidak ikutan marah. Begitu juga jangan sehingga ketika mendampingi suami sebagai pernah marah-marah kepada masyarakat. Kalau orang pertama di Kabupaten Buleleng kebikita marah-marah lalu bagaimana masyarakat asaan itu pun masih dibawa. “Saya dan Bapak bisa mengikuti kita?” paparnya. Akan tetapi ia sejak masih kuliah pun memang suka turun ke menegaskan bahwa tidak marah bukan berarti pasar,” imbuhnya. tidak tegas. “Ada saatnya kita harus bersikap Perempuan kelahiran 30 Maret tersebut tegas,” imbuhnya. mengaku jika memang dirinya sering berhadaUntuk mengatasi hal tersebut, kunci utapan dengan masyarakat luas dalam menjalankan manya adalah komunikasi. Setiap permasalahan tugas-tugasnya. Akan tetapi cara paling sederyang ditemui alangkah baiknya jika semua dikohana yang bisa dilakukan adalah merangkul munikasikan secara baik. “Kalau ada masalah, ya masyarakat dengan senyum dan ketulusan hati. kita bisa bicarakan secara tatap muka,” pung“Jangan lupa, berikan contoh secara nyata juga kasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com) kepada masyarakat jangan hanya memberitahu Saat ini, banyak orangorang cerdas di segala bidang menggunakan personal branding untuk bisa meraih kesuksesan. Dengan personal branding seseorang dapat memperkenalkan ciri khasnya yang membedakan agar mudah diingat oleh orang lain. Ciri khas yang dimaksud dapat dilihat melalui bahasa yang digunakan, penampilan, dan juga bahasa tubuh untuk membangun brand yang dapat menunjukan identitas mereka.

M

Sudut Pandang

Personal Branding perlu Asupan Nilai Sejatinya personal branding penting bagi ya, namanya tetap saja personal branding,” papar semua orang, bukan hanya untuk public figure. dosen di sejumlah perguruan tinggi ini. Dengan menciptakan ‘brand’ untuk diri sendiri Popularitas memiliki hubungan erat dengan membuka kesempatan datangnya kebaikanpersonal branding. Karena untuk mengatur kebaikan untuk diri kita. “Bagi public figure, popularitas diperlukan personal branding. “Kar‘brand’ sangat dibutuhkan agar figurnya lebih ena itu aku suka menyayangkan ada orang yang mengakar dengan berbasis kompetensi, keahlian telah mencapai popularitas tertentu tapi tidak dan kemampuan,” ungkap Tika Bisono, penyanyi merawatnya dengan baik, tidak menjaga popupopuler era 1980-an. laritasnya,” kata Tika. Tika yang kini berprofesi sebagai psikolog, Lalu Tika pun berbicara tentang pengalakonsultan juga dosen ini menjelaskan, memman dirinya ketika masih aktif di dunia hiburan. bangun personal branding sebaiknya disesuaikan Apa yang ia rasakan dituangkan dalam skripsi dengan jati diri, personality dan kompetensinya “Popularitas dan Konflik”. Dari pembuatan agar personal branding itu bisa benar-benar skripsi itulah, ia menjadi makin paham tentang dikembangkan dan pada akhirnya akan mengperlunya menjaga popularitas, perlunya personal kristal. Untuk membangun citra diri, orang harus branding, dll. “Aku jadi semakin paham,’Ohh mengeksplor dirinya, mengetahui keunggulan ternyata harus dijaga, ohh ternyata harus dikasih dan kekhasannya. “Jadi yang terpenting adalah asupan nilai, dll,” tambahnya. manusianya,” ucap Putri Remaja Indonesia Dari hasil kajian itu, kata wanita kelahiran 1978 ini. Oktober 1960 ini lagi, dia mendapati bahwa Menurut Tika, personal branding itu bisa juga sesungguhnya popularitas itu adalah suatu amadiartikan secara luas, dalam nah, sesuatu yang menguntungkan asalkan dijaga pengertian yang ingin ditampildengan baik dan untuk kan seseorang tidak melulu kemaslahatan masyarakat. suatu yang positif berdasarkan Tapi kalau kita mencedpemahaman secara umum. erai popularitas, itu sama Karena kadang ada juga public saja kita tidak menghargai figure yang justru mem-brand profesi sendiri, tidak mengdirinya sebagai tokoh yang hargai diri sendiri. kontroversial. Ada banyak orang ber“Salah satu contohnya, bakat di dunia ini. Jika tidak mungkin adalah Donald Trump mampu membangun peryang baru saja terpilih sebagai sonal branding yang kuat, Presiden AS. Dia digambarkan ia akan menjadi biasa-biasa sebagai sosok kontroversaja, tidak menjadi hebat sesial, namun berhasil menang bagaimana seharusnya berPilpres. Bisa jadi itu (kemedasarkan bakatnya. Personal nangan) karena masyarakat branding itu bukanlah barang disana sudah jenuh dengan mati, dia akan berkembang perpolitakan yang ada di sana. sesuai dengan tahapan itu Tapi apapun namanya, baik yang dijalani. (dianaruntu@ Tika Bisono itu brand jelek atau buruk, cybertokoh.com)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


2

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

GORO-GORO K a b a r pengejut dari Jakarta meresahkan Amat. Kalau dengan hanya mengemis Putu Wijaya Mukhlis bisa mengumpulkan Rp 90 juta, tidak sedikit orang akan berhenti dari pekerjannya, lalu menjadi pengemis. “Soalnya bukan hanya Mukhlis, di Medan juga ditemukan pengemis dengan uang jutaan dan bahkan punya paspor. Dia mengaku mengemis untuk bisa dapat tambahan uang guna pelesir keluar negeri,” kata Amat sewot. “Bukan apa-apa, terserah orang mau bagaimana saja boleh, ini kan negeri merdeka, asal tak melanggar hukum, “lanjut Amat, “tapi kalau mengemis perlahan-lahan beringsut dan meyakinkan prospeknya, ya,

kan pasti ulah itu akan jadi rebutan. Orang akan jor-jorn jadi pengemis. Buat apa mereka banting tulang jadi buruh penambangan, jadi tukang sapu jalan atau jadi tukang sampah? Kan mengemis enak, bebas, merdeka, tak ada tanggungjawab, banyak untung lagi!” “Tapi kehilangan harga diri!” “Harga diri? Bu, masyarakat kita sedang diberangkatkan menjadi komunitas yang terbiasa hidup tanpa harga diri oleh para pengejut itu!” “Apa itu pengejut?” “Pengemis jutawan! Hari ini mantannya Bapak undang ke rumah kita ini!” Bu Amat terkejut. “Apa? Bapak mengundang siapa hari ini? Kok tidak bilang-bilang.” “Nah itu, orangnya datang!’ Amat berdiri dari kursi lalu menyongsong ke depan rumah. Bu Amat bingung. Ia tak siap menerima

PENGEJUT

tamu. Hampir ia masuk kamar untuk ganti pakaian, tapi Amat keburu masuk. “Berapa orang, Pak?” “Satu.” “Mau di terima di luar saja atau akan disuruh masuk? “Masuk.” “Saya tidak perlu ikut, kan?” “Perlu. Justru Bapak mau kenalkan dengan ibu.” “Saya untuk apa kenalan dengan bekas pengemis?” “Supaya paham, mereka itu sebenarnya ‘bekerja’ bukan mengemis. Tapi orang sudah salah kaprah, dikiranya hanya dengan merengekrengek, menadahkan tangan pengejut itu dapat duit jutaan. Lalu mereka meniru. Akhirnya bukan jutaan yang didapat tapi celaan; pemalesan! Atau deraan dari petugas, ditangkap dan dikembalikan ke daerah asalnya. Tapi pekerjaan asalnya sudah dia

tinggalkan. Akhirnya dia kembali ke Jakarta jadi pengems dan sekali lagi ditangkap. Pengejut lain. Mereka pakai strategi. Ada targetnya. Kalau target sudah terpenuhi, dia tinggalkan dunia tanpa harga diri itu, lalu jadi petani, ada yang jadi guru, ada juga yang jadi pengusaha. Dan salah satunya ada juga yang jadi ... Bu Amat penasaran. “Jadi apa?” “Jadi seorang suami.” “Maksudnya?” “Menikah. Punya keluarga. Jadi anggota masyarakat dan ... “ “Dan mengemis lagi!”

Ekspresso “Tidak! Dan punya harga diri yang dia bangun kembali dari reruntuhannya. Karena ia sadar, hidup tak hanya memerlukan uang, tetapi harga diri. Bahkan itu yang paling penting!” Bu Amat tertegun dan nampak amat terkesan. Ia lupa mau masuk kamar ganti pakaian. Ia merapikan sedikit kebaya dan rambutnya. “Ya, sudah, Pak, kalau begitu, saya ikut menemani Bapak mendengarkan pengalamannya. Dipersilakan saja masuk.” Amat tersenyum. “Tidak usah” “Kok tidak usah?” “Ia sudah masuk.’ Bu Amat terkejut dan memeriksa. “Mana?” “Tepat di depanmu.”

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmen untuk menyelaraskan pertumbuhan antara sektor pertanian dengan sektor pariwisata. Salah upaya yang dikumandangkan adalah meningkatkan kualitas pertanian termasuk semangta bangga jadi petani. Hal ini terungkap dalam acara “Talk Show Pelaksanaan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana di Kabupaten Badung dengan tema “Bangga Jadi Petani”, Kamis (10/11) di Puspem Badung. Talk show ini merupakan kerja sama Pemkab Badung dengan Kelompok Media Bali Post.

23

Talk Show “Bangga Jadi Petani”

Badung Siap Proteksi Petani dari Hulu sampai Hilir

Suasana Talk Show “Bangga Jadi Petani”

Pentingnya Personal Branding Pemahaman tentang pentingnya personal branding bisa menjadi sebuah revolusi pembelajaran pengembangan diri. Pembelajaran yang akan memberi ruang tak terbatas untuk melakukan evolusi terhadap diri sendiri (advanced personal development). Personal branding sehari-hari sebetulnya sudah sangat lama diimplementasikan oleh sebagian orang. Mereka yang tergolong sukses dari pekerjaan, sekolah, komunitas sampai pada organisasi sesungguhnya mengalirkan personal branding sejalan dengan kegiatan yang mereka lakukan sehari-hari. Mereka setuju bahwa personal branding ini adalah sebuah investasi yang mendasar. Perusahaan melakukan company branding untuk memenangkan segmen pasar tertentu. Jangan lupa bahwa untuk memenangkan kompetisi direct sales atau penjualan langsung kepada pelanggan terentu, para eksekutif melakukan personal branding. Evolusi teknologi di masa sekarang ini menuntut personal branding juga dilakukan melalui media sosial. Mengapa personal branding? Belakangan ini hampir di setiap organisasi atau perusahaan, kita mendengar istilah personal branding. Mengapa banyak kalangan saat ini berbicara tentang pentingnya personal branding. Masih ingat tulisan tentang The Speed Of Trust karya Steven M.R. Covey? Kemampuan kita untuk membangun kepercayaan adalah komponen

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

mendasar dari kompetensi kunci untuk bisa memenangkan persaingan global. Kita bisa menilai diri kita dari tujuan dan pikiran kita sendiri. Sementara, kita menilai orang lain dari sikap dan perilaku mereka. Bagi para eksekutif, kepercayaan yang datang dari orang lain kepada mereka diyakini mampu meningkatkan closing ratio penjualan dan produktifitas mereka. Meyakinkan orang lain membutuhkan personal branding yang kuat. Berangkat dari konsep tadi, banyak yang kini sudah mulai untuk menciptakan dan mengembangkan personal branding mereka (create & grow your personal branding). Menumbuhkan personal branding perlu investasi waktu, usaha dan komitmen. Personal branding akan berkembang menjadi suatu kebutuhan yang melekat pada setiap orang yang akan terus menggiring para eksekutif dalam perjalanan karir mereka. Personal branding sangat mencerminkan pikiran dan perilaku seseorang. Kalau kita amati, orang-orang yang kita jadikan role model sesungguhnya memiliki personal branding yang sangat kuat. Dan mereka konsisten terhadap personal branding yang mereka yakini. Implementasi personal branding juga mempunyai tahapan-tahapan. Understanding; pemahaman tentang personal branding sebagai suatu penilaian dari orang lain terhadap nama kita dalam kehidupan sosial dan karir atau usaha. Acceptance; menerima dengan

Made Herry Erika Sedana

komitmen penuh untuk mulai menerapkan konsep penting personal branding. Implementation; di tahap implementasi ini, kita dituntut untuk merealisasikan personal branding di setiap aspek komunikasi sehari-hari. Baik komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal. Tahap berikutnya adalah improvement, yakni meningkatkan level personal branding dari pemahaman atau pembelajaran yang diperoleh baik dari literatur ataupun dari pengalaman orang lain serta personal branding orang lain yang kita lihat langsung yang memberi kesan positif dan kuat. Attitude adalah cerminan dari personal branding dan jangan lupa bahwa attitude shows

your altitude. Istilah lead with personal branding atau memimpin melalui personal branding menguatkan pemahaman akan pentingnya personal branding. Coach atau mentor kita telah menanam dan menumbuhkan personal branding sejak lama sehingga benar-benar menyatu dengan sikap, respon dan bahasa yang disampaikan. Sehingga terkadang tanpa diminta, kita sudah bisa melihat dan melakukan hal-hal yang perlu dikerjakan agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efektif. Apakah personal branding dapat dipelajari dari mentor? Ada proses duplikasi yang berjalan tanpa disadari. Proses duplikasi ini bisa terjadi pada cara berpikir, struktur berbahasa sampai pada beberapa gesture duduk atau gesture saat berbicara. Duplikasi juga terjadi pada tampilan atau pengaturan emosi seseorang termasuk bagaimana seseorang bisa kelihatan sangat tenang pada saat menghadapi masalah sekalipun. Halhal yang terduplikasi terjadi karena personal branding yang memberikan kesan positif yang mendalam se-

hingga kita membiarkan mentor mempengaruhi gerak dan pikiran kita. Dalam kondisi ini mentor kita menerapkan konsep lead with personal branding. Saya meyakini bahwa personal branding adalah sebuah seni. Personal branding juga merupakan aset. Tentunya pembaca sependapat jika kita menyimpulkan bahwa personal branding lebih kuat pengaruhnya dari kata-kata yang diucapkan. Personal branding sering kali memenangkan kepercayaan orang lain atau lawan bicara bahkan sebelum kita mulai berbicara kepada seseorang. Personal branding dapat membuat lompatan yang signifikan pada produktivitas seseorang. Menguatkan pentingnya personal branding, ungkapan yang barangkali ingin sama-sama kita pegang adalah personal branding speaks louder then words –Made Herry Erika Sedana Managing Director MORITZ Logistics Indonesia Asia Pacific Award Winning Sales Professional Logistics & Supply Chain

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

D

Narasumber dalam acara Talk Show “Bangga Jadi Petani”

alam pemaparannya, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menjelaskan Badung mempunyai lima skala prioritas untuk mensejahterakan masyarakatnya. Pertama, sandang, papan, dan pangan. Kedua, kesehatan dan pendidikan. Ketiga, adat, agama, kesenian dan budaya. Keempat, jaminan sosial dan tenaga kerja. Kelima, pariwisata. “Untuk menjalankan skala prioritas tersebut, kami berkomitmen untuk menjadikan masyarakat Badung bangga menjadi petani.

Komitmen tersebut akan diproteksi dari hulu, tengah hingga hilir. Ketika kita ingin menjadikan petani bangga menjadi petani, disana kita berpikir bagaimana memproteksinya dengan pola pembangunan nasional semesta berencana dari hulu, tengah dan hilir. Hulu akan kami bantu dari segi penguatan modal dan pelatihan, tengah akan kami bantu dengan teknologi dan hilir kita bantu dengan proteksi harga pasar. Sehingga, manfaat dari hasil pertanian bisa dirasakan secara maksimal dan langsung oleh petani sesuai dengan harapan mereka,” tegas Giri Prasta di hadapan ratusan peserta talk show yang terdiri dari pekaseh seBadung serta perwakilan anggota kelompok tani di Badung. Giri Prasta menambahkan, pihaknya akan menganggarkan APBD khusus di bidang pertanian. Selain itu, membuat regulasi dan format yang tepat dan baik untuk anggaran tersebut. Sehingga, regulasi anggaran bisa berjalan sesuai dengan ketentuan dan bisa bermanfaat kemajuan dan kesejahteraan para petani di Kabupaten Badung. “Kami tidak hanya memikirkan dari segi input, proses dan output, tetapi lebih mementingkan outcome-nya. Dengan demikian, petani pasti akan bangga menjadi petani,” ujarnya disamBupati dan Wakil Bupati Badung duet menyanyikan but tepuk tangan peserta “Kidung Kasmaran” talk show.

Terkait dengan pemasaran, Giri Prasta menjelaskan Badung mengembangan Badung Smart City di sektor pertanian. Dinas Pertanian akan mempunyai aplikasi untuk memperkenalkan dan memasarkan hasil produk pertanian para petani. Selain itu, pihaknya juga sedang mencari jalan keluar terkait dengan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan. Badung akan memadukan antara sektor pertanian dengan sektor pariwisata. Caranya dengan pertanian kontemporer, sehingga petani nantinya akan mendapatkan hasil pertaniannya yang berkualitas dan tempat pertanian akan kami jadikan ekowisata berbasis lingkungan. “Misalnya, manggis hasil petani Badung wajib ada di hotel-hotel dan di kantor Bupati. Dimakan tidak dimakan, manggis itu sudah dibayar. Ini merupakan proteksi petani. Tidak ada yang berpikir, nanti dijual kemana. Petani hanya perlu buat hasil panen yang berkualitas Ini menjamin pemasaran produk pertanian Badung. Kami juga menyiapkan Agro Tourism Teknopark, Taman Gumi Banten. Taman Usaha, dan Taman Hayati. Kami ingin Badung berdaulat di bidang pangan dan mandiri,” jelas Bupati yang dikenal bares (dermawan) ini. Sementara itu, Dr. Ir. Ketut Suamba, Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Unud memaparkan di tingkat kelembagaan, untuk membangun pertanian ada rekayasa teknologi, rekayasa sosial kelembagaan, dan rekayasa kebijakan. “Kebijakan Badung sudah luar biasa. Sosial kelembagaan ada subak, yang masuk sosial dan budaya. Tetapi, biaya jangan dibebankan kepada petani. Lebih bagus kalau ada pendanaan dari pemerintah. Terkait

program kalau sudah ada, siapa yang mengelola, harus jelas agar tidak mandeg,” ujarnya. Ia menambahkan di Unud sudah siapkan Program Studi Agribisnis, Agroteknologi, dan Arsitektur Pertamanan. Kerjasama dengan Badung pun sudah dilakukan Unud untuk penelitian lahan pertanian. Selain itu, pengetahuan terhadap pertanian, seperti kesuburan tanah, pemilihan bibit unggul, iklim dan teknologi juga sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil pertanian. Sebagai akademisi, pihaknya akan terus mengupayakan melalui kajian-kajian dan penelitian terhadap permasalahan yang dihadapi petani selama ini. Apalagi saat ini dikatakan minat mahasiswa untuk menjadi sarjana pertanian sudah meningkat. Sehinga, selain menjadi peneliti, sarjana pertanian juga menjadi praktisi sebagai penggerak pertanian kedepannya. Apalagi, sarjana pertanian Unud saat ini sudah dibekali dengan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dan siap menjadi pengusaha di bidang pertanian. SEMUA HARUS BERSINERGI Talk show yang dipandu Pemimpin Redaksi Bali Post Nyoman Wirata ini juga menghadirkan dua petani sukses yang berbagi kiat agar bisa bangga menjadi petani. Mereka adalah I Gede Adnyana (penangkar benih padi) dan I Nyoman Sudarta (petani asparagus). Dari pemerintah, hadir juga Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Badung, I Gst. A. Ketut Sudaratmaja. Dari kalangan legislator hadir Wakil Ketua DPRD Badung I Nyoman Karyana.

Acara talk show ditandai dengan penyerahan secara simbolis bibit kelapa daksina kepada Bupati Badung oleh Redaktur Pelaksana Bali Post Wayan Dira Arsana. Saat jeda, peserta juga dihibur penampilan Wakil Bupati yang menyanyikan lagu “Kidung Kasmaran” dan Bupati yang menyanyikan lagu “Song Brerong”. Suiasa dan Karyana pun mendukung pemaparan yang disampaikan Bupati Badung terkait dengan Pelaksanaan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana di Kabupaten Badung. “Saya mempertajam apa yang disampaikan Bupati karena kami satu paket. Perlu ada rekayasa teknologi, manajemen, dan kebijakan. Untuk manajemen, Badung akan bentuk perusahaan daerah. Pertanian sangat potensial, pariwisata juga potensial. Pariwisata dan pertanian bagai dua sisi mata uang. Kami akan meningkatkan pendapatan masyarakat, memberdayakan masyarakat dan semua harus bersinergi. Petani mandiri, desa mandiri, Badung mandiri,” tegas Suiasa. Dari kalangan petani menyampaikan usulan agar sekali waktu mahasiswa pertanian turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil. Selama ini banyak pekaseh dan pangliman yang sudah tua karena jarang ada petani muda. Dengan adanya pendampingan, diharapkan semangat anak muda bertani bisa bergairah kembali. Akademisi juga diharapkan memberi solusi untuk mengatasi persoalan hama yang kerap terjadi. Ada juga petani yang mengusulkan asuransi pertanian untuk menjaga jika suatu saat harga di pasaran jauh dari harapan. Dengan demikian, petani tidak merasa rugi. (winatha/ngurahbudi@cybertokoh.com)

Peserta Talk Show “Bangga Jadi Petani”


22

Edisi 927/ 14 - 20 November 2016

Dua perempuan tampak lama mengamati foto-foto hitam putih yang menghiasi Alun-alun Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta. Dari satu foto pindah ke foto-foto lain dalam tempo lambat, wajah mereka tidak nampak ceria. Sebaliknya terlihat muram ada tampak gurat kesedihan di sana. Ada apakah?

Cerita di Balik Penderita Kanker Payudara

R

Linda Amalia Sari Gumelar

upanya, dua perempuan yang ternyata ibu dan anak ini, begitu tersentuh melihat foto-foto yang mengambarkan perjalanan wanita-wanita penderita kanker payudara menghadapi penyakitnya. Bukan hanya para penderita kanker tapi juga bagaimana anggota keluarganya tampil mendampingi mereka. “Sebenarnya saya datang ke sini untuk suatu keperluan, bukan mau melihat pameran karena memang tidak tahu, ya. Tapi saya jadi tertarik dan mampir lihat foto-foto itu, oh ternyata tentang penderita kanker. Foto-fotonya begitu mengharukan. Saya jadi sedih, ingat keponakan saya yang baru-baru ini divonis menderita kanker payudara stadium lanjut. Kami keluarga terkejut, karena memang sebelumnya tidak ada kabar tentang itu. Bahkan keponakan saya sendiri pun shock karena dia tidak mengira. Dia tidak ‘ngeh’ kalau tanda-tanda yang dia dapat selama itu adalah kanker,”

Sosialita

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Harapan Mereka Wayan Padmi

(Pemilik Duabe Modelling Scholl & Entertainment di Jimbaran) Tokoh sebagai penanggung tugas sosial-edukatif karena punya peran menciptakan citra perempuan. Mempresentasikan peran dan citra perempuan yang seimbang dan positif kepada masyarakat, baik urusan domestik maupun karier atau aktivitasnya di ruang publik. Jangan lupa terus ditingkatkan seni lay out baik halaman depannya hingga penataan dalamnya agar pembaca lebih semangat. Pemotongan tumpeng oleh Penanggung Jawab Tokoh Gde Palgunadi di acara syukuran perayaan HUT ke-18 Tokoh

ungkap Ny. Anita yang datang ke GI didampingi putrinya, Sara. Keponakannya sempat terpikir soal gejala aneh itu, namun dia takut memeriksakan diri ke dokter. Jadi dia biarkan saja, sampai akhirnya penyakit itu sudah menjalar. “Saya sedih lihat dia sekarang, banyak mengurung diri, tidak ceria seperti dulu. Dia sudah menjalani kemo beberapa kali,” ungkap Ny. Anita dengan mata berkaca-kaca. Sara putrinya lantas memegang lengan sang ibu. Dua puluh foto bernuansa hitam putih karya Margareth Horhoruw yang dipamerkan di Alun Alun Indonesia itu begitu menggugah para pemerhatinya. Foto-foto itu mengambarkan kisah perjuangan 11 orang perempuan usia (30-52 tahun) dalam menghadapi penyakit kanker payudara. Pameran foto yang digelar sejak 3 November hingga 15 November merupakan bagian dari kampanye Sadari (Pemeriksaan Payudara Sendiri) yang terus digalakkan. Event yang mengangkat tema besar “#Sadari: Kenali Tubuhmu, Sadari Adanya Kelainan” ini bukan hanya menggelar pameran foto tapi juga sejumlah diskusi dengan sajian tema beragam namun semuanya terkait kanker payudara. Para pembicara di antaranya para pakar seperti Dr. Arie Munandar dari Komite Penanggulangan Kanker Nasional, Prof. Zubairi Djoerban, dan dr. Inez Nimpuno MPS MA dari ACT Health, Canberra, Australia, dll. Hadir juga pihak YKPI serta komunitaskomunitas pendukung penyintas seperti Srikandi Bekasi & Bandung Cancer Society, juga komunitas Pink Shimmerinc, dll. Margareth Horhoruw, sang fotografer, mengaku tertarik mengangkat isu ini karena dia melihat di Indonesia, isu kanker payudara belum banyak diangkat lewat

media foto. Padahal penyakit ini begitu mempengaruhi semua aspek kehidupan orang terkait dan semua di sekitarnya. Dengan adanya ini (foto-foto), ia berharap semakin banyak orang paham tentang penyakit tersebut, baik tentang pentingnya deteksi dini maupun faktor pendukung lain yang dapat membuat proses penyembuhan bisa lebih cepat. Di sisi lain, dengan menggarap pemotretan tersebut dia juga menjadi banyak belajar tentang semangat hidup dari para narasumbernya. “Saya banyak belajar dari para narasumber yang sudah stadium empat. Terlepas dari penyakit yang dideritanya, mereka tetap aktif menjalani rutinitas sehari-hari termasuk mendampingi para pasien yang tengah berjuang,” ungkap Maggy, begitu dia akrab disapa. BEROBAT SETELAH STADIUM LANJUT Berdasarkan data, kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap maupun rawat jalan di seluruh rumah sakit di Indonesia. Yang memprihatinkan, 70% pasien kanker payudara baru

datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut. Hal itu diungkap Linda Amalia Sari Gumelar, Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI). “Pada 2010, jumlah pasien kanker payudara sudah mencapai 28,7% dari total penderita kanker,” jelasnya. Dikatakannya, secara umum, prevalensi penyakit kanker di Indonesia cukup tinggi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 dari 1.000 penduduk atau sekitar 347.000 orang. Di seluruh dunia, 8,2 juta orang meninggal dunia setiap tahun akibat kanker. Diperkirakan pada 2025, jumlah yang meninggal akibat kanker meningkat menjadi 11,5% bila tidak dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian yang efektif. “Di Indonesia, kasus kasus kanker payudara menjadi kasus kematian tertinggi dengan angka 21,5 pada setiap 100 ribu. Namun, mereka baru datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut,” ucap Linda yang juga pernah menderita kanker payudara. Bahkan dulu, Linda pernah bercerita bahwa ketika ia mengetahui dirinya menderita

penyakit mematikan itu, dokter mengatakan harapan hidupnya tinggal 40%. Untunglah berkat pengasihan Tuhan, juga upaya-upaya pengobatan yang dijalankan akhirnya ia berhasil sembuh. “Itulah pelajaran yang saya dapat dari perjalanan terkena kanker. Banyak hikmah yang saya dapat,” ungkapnya. Maka tak heran Linda sangat peduli dengan hal ini dan terus menggalakkan kampanye Sadari. Dr. Inez Nimpuno dalam kesempatan berbeda sempat mengungkapkan kalau sebenarnya sampai kini belum ada teknologi yang bisa membuat 100% kanker sembuh. “Jadi pendekatannya, untuk yang stadium awal diambil jaringan tumornya via operasi, kemo untuk mematikan sel-sel yang diprediksi masih sisa dan ‘jalan-jalan’ di aliran darah supaya tidak membuat tumor baru tumbuh di tempat lain. Lalu diradiasi, disinar, untuk mematikan sel kanker di tempat dia tumbuh,” ungkap Inez yang kini bekerja di Kementerian Kesehatan Negara Bagian Australian Capital Territory. Itu semua, tujuannya agar kanker yang stadium awal itu tidak muncul lagi dikemudian hari. “Keadaan orang dengan stadium awal kanker dan sesudah menjalani terapi, kemudian dilakukan beberapa tes dan hasilnya tidak ada lagi, ini yang dinamakan ‘sembuh’,” tambahnya. Kata sembuh dengan tanda kutip dimaksudkan karena saat itu setelah dilakukan pengetesan memang kanker sudah tidak ada di badannya. Namun bisa saja atau ada kemungkinan kankernya kambuh lagi. “Dan biasanya bila hal itu terjadi, kanker itu sudah masuk ke stadium lanjut, yaitu penyebarannya di tempat jauh dari tumor itu berasal,” ucapnya. Sedang yang stadium lanjut, beda terapinya. Biasanya, tidak bisa dioperasi karena sudah menyebar ke mana-mana. “Jadi yang bisa dilakukan adalah kemo dan radiasi untuk menyusutkan tumornya dan memperpanjang hidup dengan memperbaiki kualitas hidup,” katanya. Jadi intinya, semakin dini kanker ditemukan maka angka harapan hidup bebas dari kanker akan semakin besar. (dianaruntu@cybertokoh.com)

3

Melangkah Bersama Sejuta Wanita

Tokoh memasuki usia 18 tahun. Perjalanan panjang bagi sebuah media massa. Acara syukuran perayaan HUT ke-18 Tokoh dirayakan secara sederhana di halaman Gedung Pers Bali K. Nadha, Rabu (9/11).

D

alam acara tersebut, Penanggung Jawab Tokoh Gde Palgunadi menegaskan komitmen Tokoh sebagai media wanita dan keluarga yang siap bersinergi dengan berbagai komponen untuk mencapai kesuksesan bersama. “Dukungan dari Kelompok Media Bali Post juga menjadi nilai plus yang membuat

Heny Shanti

(Pengusaha dan Artis Bali) Selama ini Tokoh juga sudah berhasil memotret bagaimana langkah perempuan dalam berpikir, berkarya, berbuat, mengambil keputusan, memimpin, dan sebagainya. Teruslah menghadirkan kisah positif perjuangan para perempuan , pengalaman, serta tidak lupa pengembangan diri di berbagai lini tentu dengan narasumber yang mumpuni seperti selama ini. Ke depannya Tokoh bukan menjadi bacaan alternatif tapi memang menjadi media utama yang ditunggutunggu wanita dan keluarga. Terus menginspirasi. Bravo Tabloid Wanita Tokoh.

Byang Mangku Hipno

Pelepasan burung di acara HUT ke-18 Tokoh oleh Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha

Tokoh terus bisa eksis berkiprah di kalangan wanita khususnya dan masyarakat umumnya,” ujar Palgunadi.

Kru tokoh saat mendengarkan wejangan dari Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha di acara HUT ke-18 Tokoh

Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha pun memberi apresiasi bagi Tokoh yang sudah menginjak usia 18 tahun. Hal-hal yang bermanfaat bagi perkembangan wanita dan keluarga harus terus ditingkatkan. Komitmen untuk menjadi bacaan wanita dan keluarga, tidak hanya di Bali tetapi harus bisa meluas. Salah satu target yang ditetapkan adalah menjadikan Tokoh sebagai partner media bagi kaum wanita. “Melangkah Bersama Sejuta Wanita” pun menjadi program yang harus dijalankan Tokoh selama setahun ke depan. Langkah awal sudah dilakukan dengan mengadakan open house bersama relasi dan sahabat Tokoh bertema “Langkah Inspiratif 18 Tahun Tokoh”.

(Pakar Hypno Beauty) Semoga Tokoh terus bertumbuh kembang menebar fibrasi semangat sehingga mampu menjadi yang terdepan dalam memberi informasi dan inspirasi. Tokoh harus mampu menjadi life style bukan saja bagi seorang ibu, seorang ayah,.namun juga bagi lintas generasi. Tetaplah menjadi cahaya dalam menebar pengetahuan, tetaplah menjadi sumber pemikiran dalam rangka membangun kehidupan yang jagadhita. Tokoh telah terbukti secara nyata mampu membuat seseorang berkreasi dan berkreativitas lebih baik dari sebelumnya. Tetaplah memberi arti sehingga kehadiran setiap minggunya selalu membawa manfaat dan dinantikan.

Yoseva Listyati

(Pengusaha wanita ) Semoga Tokoh tetap menjadi bacaan terdepan dan menginspirasi. Informasi-informasi atau konten yang disuguhkan mencerahkan khususnya bagi kaum perempuan Bali

Acara tabur bunga di Taman Pujaan Bangsa Margarana serangkaian HUT ke-18 Tokoh

Acara tiup lilin bersama sahabat Tokoh

Suasana open house bersama sahabat Tokoh di ruang kreatif


4

Inspirasi

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Benny Nurhuda

Kunci Sukses Miliki Mental Baja Sekarang ini nampaknya makin banyak kalangan muda tertarik berbisnis ketimbang bekerja di kantoran. Salah satunya adalah Benny Nurhuda, yang kini menekuni bisnis craft batik kayu di Yogyakarta. Menariknya, meski Benny (30 tahun) meneruskan bisnis ayahnya, namun dia berhasil mengembangkan bisnis tersebut sehingga kokoh dan tetap eksis di tengah persaingan yang semakin tajam.

B

ahkan di tengah kelesuan ekonomi seperti sekarang dan pengusaha menjerit karena ‘sepi order’, Benny justru mengaku, ia kerap kali kewalahan mengerjakan orderan dari customer dari dalam dan luar negeri. “Iya memang banyak yang mengaku sepi orderan, bahkan tahun 2016 yang sudah masuk semester dua, belum ada perkembangan yang berarti atau masih sepi. Tapi usaha saya, alhamdulilah, tetap stabil. Saya

ndak tahu kenapa, mungkin karena saya pedagang grosiran sedang yang merasakan lesu adalah mereka yang retail. Malah saya, terus terang saja, sampai sekarang masih sering kewalahan terima orderan,” ungkap Benny yang juga menekuni bisnis souvenir pernikahan. “Beberapa pelanggan saya juga mengaku sepi order, tapi nyatanya mereka tetap meminta pengiriman barang secara rutin, bahkan jumlah pesanan pun tidak dikurangi. Kalau sepi pembeli, kok order jalan terus, kan aneh juga,” ujarnya. Benny mengaku sejak kecil telah ikut terjun membantu orangtuanya dalam bisnis kerajinan, namun baru tahun 2007 lah dia men-take over secara penuh bisnis tersebut. “Ayah saya memulai bisnis kerajinan tahun 90an tapi ketika itu kerajinan kulit sapi, yang dibuat wayang, kap lampu, kipas, dan aksesoris rumah tangga lainnya. Tahun 2008,

kami beralih ke bisnis kerajinan batik kayu,” tuturnya. Ketika itu, ‘pemain’ di bisnis ini tidak banyak sehingga usaha ini bisa melenggang bagus, bahkan bisa ekspor ke mancanegara. Namun, katanya, makin lama jumlah pengusaha yang bergerak di kerajinan batik kayu semakin meningkat. “Persaingan makin keras dan tajam, itu terasa sekali bagi saya. Misalnya saja soal harga. Mereka itu bisa lho menjual dengan harga yang menurut kita sangat tidak masuk akal. Misal-

nya saya menjual harga Rp100 , mereka bisa menjual dengan harga Rp90. Saya benar-benar ndak habis pikir, padahal dari hitung-hitungannya saja –ongkos produksi--sudah tidak masuk. Saya saja menjual dengan harga Rp100 dengan keuntungan yang sangat tipis,” jelas Benny. Tapi biasanya, kata Benny, mereka yang ‘banting’ harga seperti itu tidak akan bertahan lama. “Dia bisa jual lebih murah karena mungkin hanya menghargai tenaga saja, tapi material— yang mudah didapat--- tidak dihitung. Biasanya pengusaha yang seperti itu rontok satu per satu, karena memang tidak mungkin,” tuturnya. Benny sendiri mengaku tidak mau terpengaruh dengan caracara seperti itu. Dia tetap menjalankan usahanya sebagaimana mestinya, seraya terus melakukan inovasi produk. “Saya kira kunci bisa survive di tengah persaingan selain marketing yang baik juga

Benny Nurhuda didampingi adiknya Betty

rajin melakukan inovasi produk, kreatif. Kita harus rajin mengeluarkan produk baru. Jangan takut ditiru karena itu memang sudah ‘hukum’ nya. Itulah yang saya lakukan,” kata Benny yang meski usianya baru 30 tahun namun tampak fasih dalam bisnis yang tengah digelutinya ini. Menurut Benny, kunci sukses menjalani bisnis salah satunya adalah harus memiliki mental baja, apalagi di bisnis yang ia tekuni bukan saja banyak persaingan namun kadang ada saja yang bersaing secara tidak fair. “Kalau ada yang seperti itu ya kita nggak perlu ikut-ikutan. Karena biasanya yang seperti itu tak lama bertahan,” tutur pemuda yang berlatar belakang pendidik teknik mesin, ini. Terkait latar belakang pendidikannya, anak pertama empat bersaudara pasangan Bambam-Sugiyani ini mengaku, ia menggemari mesin khususnya bidang otomotif. “Dulu saya sempat menyambi, coba-coba bisnis aksesoris otomotif, namun ketika bisnis kerajinan kayu batik ini makin berkembang, akhirnya bisnis itu saya tinggal, karena sudah ndak ada waktu lagi. Jadi otomotif itu sekarang hanya hobi thok,” katanya. PENGRAJIN ADALAH ‘RAJA’ Hal lain yang terungkap dari percakapan dengan Benny adalah soal jumlah pengrajin yang kian terbatas. Pasalnya, bukan karena jumlah pengrajin yang menyusut tapi jumlah pengusaha yang bergerak di bidang kerajinan semakin banyak sementara pertambahan jumlah pengrajin tidak terlalu banyak. Jadi katanya, demi kelancaran usaha, pengusaha harus pandai-pandai ‘merawat’ para pengrajin itu. “Saya punya pengrajin tetap di Bantul, Yogyakarta. Disana lah barang-barang saya diproduksi. Nah sebisa mungkin saya harus mencari order secara rutin

sehingga mereka tetap bekerja pada saya. Alhamdulilah sampai saat ini berjalan dengan baik, bahkan dengan orderan saya saja mereka sudah kewalahan,” tuturnya. Bukan hanya itu upaya dalam ‘merawat’ para pengrajin ini agar tetap setia. Sebagai pengusaha katanya ia juga harus memahami kearifan lokal. “Kita tidak bisa semaunya meski kita punya banyak orderan,” ucapnya. Misalnya, saat musim hujan adalah waktu para pengrajin itu beralih pekerjaan sebagai petani. Salah satu contoh, kata Benny, ketika mereka (pengrajin) memiliki kesibukan bertani, lalu kebetulan saat itu dirinya mendapat orderan dari customer yang harus dikerjakan selama satu bulan. “Hal ini lalu saya diskusikan pada para pengrajin. Mereka bilang tidak bisa karena sedang sibuk, kalau mau 40 hari. Nah saya harus menegosiasikan kepada pembeli tentang pengunduran waktu ini. Jadi saya sebagai pengusaha juga harus pintar-pintar nego. Untungnya kebanyakan customer bisa mengerti. Jadi memang kalau urusan bertani dan memang

sedang musimnya, kita tidak bisa ganggu gugat sekalipun kita punya uang,” paparnya. Jadi dari kondisi ini, ia pun jadi memahami bahwa uang bukan lah segalanya. Istilah ‘Pembeli’ adalah ‘Raja’ seolah tak berlaku pada keadaan ini. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Sebenarnya bisa saja saya cari pengrajin lain, tapi kan berisiko, bagaimana dengan mutu atau kualitas produk. Saya tidak mau hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kualitas produk. Karena dalam bisnis ini adalah kepercayaan customer, apalagi pelanggan setia, harus dijaga betul. Jadi karena saya sudah tahu kualitas karya para pengrajin saya, maka saya ikuti ‘aturan’ main mereka, sejauh ini tidak masalah. Tinggal pintarpintarnya saya saja bernegosiasi dengan pembeli,” katanya. Begitu juga, tambah Benny, kalau ada hajatan kampung dimana para pengrajin pasti akan minta libur untuk ikut hajatan dan itu bisa berhari-hari. “Ini pun saya harus maklum. Jadi begitulah kita sebagai pengusaha harus mengerti adat istiadat setempat juga,” katanya. Yang menariknya, tambah Benny, sekalipun begitu dibutuhkan sehingga kita terpaksa menuruti kemauan mereka, namun para pengrajin ini tidak ‘mentang-mentang’, dalam artian minta ongkos kerja tinggi. “Itu tidak. Ongkos kerjanya wajar saja. Mereka tidak menuntut ongkos tinggi hanya saja kita yang harus pengertian dengan kebutuhan mereka menjalani aktivitas lain,” tambahnya. Tapi kata Benny lagi, dia pun tak mau berdiam diri mengatasi masalah tersebut. Salah satu siasat yang dijalankan adalah pada saat musim panas, produksi ditingkatkan sebanyakbanyaknya untuk stok. “Jadi saat itu kita produksi sekencang-kencangnya,” kata Benny yang secara rutin mengekspor produknya ke beberapa kota di Malaysia. –dianaruntu@cybertokoh.com

Mandalika

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

21

Titipan Harapan Para Pahlawan

“Satukan Langkah untuk Negeri”

Peringatan Hari Pahlawan di Mataram NTB diikuti oleh ASN

“Satukan Langkah untuk Negeri”. Begitulah tema Hari Pahlawan 10 November 2016. Tema tersebut menitip harapan agar seluruh warga ­Negara Indonesia bersatu dalam kebersamaan dan kebersamaan dalam persatuan untuk mewujudkan cita-cita negeri yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa ini. “Kepada seluruh lapisan masyarakat ­diimbau untuk terus berjuang, bekerja, serta berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini,” ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB saat peringatan Hari Pahlawan.

E

mpat pesan penting disampaikannya dalam memaknai Hari Pahlawan tahun ini adalah selalu bertaqwa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, selalu berjuang dengan ikhlas dengan mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan golongan, percaya diri dalam membangun negara, dan membangun NTB, serta yang terakhir, mengutip pesan dari Bung Hatta, “jangan sampai kita mencuri dari ibu pertiwi”. Dan warisan terbaik yang ditinggalkan oleh para pahlawan bangsa ini bukanlah “politik ketakutan” me-

lainkan “politik harapan”. Seberat apapun tantangan yang dihadapi dengan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan. Seperti biasa peringatan Hari Pahlawan yang ke-71 ini dihadiri oleh para veteran dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hadir pula perwakilan TNI dan Polri serta pelajar di Kota Mataram, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Prov. NTB, pejabat eselon dua dan eselon tiga dari dinas/ badan lingkup Provinsi NTB. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Datang ke RS, Pulang dengan Senyum Pembangunan sektor kesehatan merupakan salah satu program prioritas Provinsi Nusa Tenggara Barat. Oleh karenanya provinsi ini menilai bahwa sangat penting untuk memastikan agar kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat. Namun, untuk mencapai peningkatan yang dimaksud, tentu tidak cukup hanya den-

gan cita-cita dan program saja, melainkan harus didukung dengan upaya yang komprehensif dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari upaya advokasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, hingga dukungan dari pemerintah, sebagai bentuk kewajiban nya menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai bagi

Gubernur NTB saat mengunjungi pasien di RSUP NTB

masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang menjadi pembina upacara saat memperingati HUT ke-47 Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB yang dirangkaikan dengan peresmian gedung Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah Terpadu RSUD Provinsi NTB. “Semoga dengan usia yang semakin matang ini, pelayanan dan seluruh hal yang terlaksana di rumah sakit ini semakin sesuai dengan harapan dan dambaan seluruh masyarakat NTB,” ungkap Gubernur. Harapannya adalah RS ini dapat berperan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan Pemerintah Provinsi NTB. Gubernur juga mengajak seluruh keluarga besar RS untuk terusmenerus meningkatkan kualitas pelayanan. Tidak hanya dari kualitas sarana fisik dan peralatan kesehatan yang mengadopsi perkembangan teknologi, namun juga harus didukung dengan tenaga kesehatan yang kompeten

Peresmian gedung Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah Terpadu RSUP Provinsi NTB

dan berdedikasi penuh. Dengan bangunan yang cukup megah ia berharap bahwa rumah sakit tersebut dapat meraih akreditasi terbaik, sesuai harapan seluruh pihak. Tidak kalah pentingnya Gubernur mengajak seluruh petugas yang bertugas di RS untuk mengedepankan pelayanan. “Saya berharap siapa pun yang datang ke rumah sakit tersebut dapat pulang dengan senyum.

Tersenyum karena puas dengan pelayanan, dan fasilitas kesehatan yang kita berikan. “Berikan pelayanan sepenuh hati,” katanya. Jadikan RS ini sebagai tempat pengabdian yang utama, dengan dedikasi penuh. Keutuhan dedikasi akan membangun suasana kerja yang baik, menciptakan suatu team work dengan kebersamaan yang baik,” pesannya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)


20

Nine

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

B aiq Diyah Ratu Ganefi

Hobi Dengarkan Orang Pintar Bicara

Selain membaca dan banyak belajar, senang mendengarkan orang pintar bicara adalah salah satu cara yang dilakukan Baiq Diyah Ratu Ganefi untuk belajar. Dari tekun mendengar dan mencermati apa yang dibicarakan orang lain itulah yang membuatnya mengerti dan memahami suatu persoalan. “Saya sangat hobi mendengarkan orang pintar bicara,” kata Diyah Ganefi, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Nusa Tenggara Barat.

I

tulah trik awal yang dilakukan Diyah ketika pertama kali terpilih sebagai Anggota DPD RI periode pertama tahun 20092014, untuk dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya. Hasilnya, hari ini Diyah yang merintis karirnya mulai nol ini demikian fasih bicara tentang politik, kebijakan maupun produk hukum, terutama yang berkaitan dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab sebagai Anggota

DPD RI yang tengah diembannya pada periode kedua ini, 20142019. Namun begitu, meskipun kini setelah menjalani masa tugas yang cukup panjang sebagai Anggota DPD RI, menyimak orang pintar sedang bicara itu tetap menjadi hobi utamanya di samping banyak bergaul. Baginya, di sanalah momentum baginya untuk menimba ilmu, khususnya mengenai topiktopik bahasan baru. Seperti halnya ia pernah

Diyah Ratu Ganefi bersama rekan-rekannya di IWAPI

merintis kehidupannya mulai dari nol sebagai pedagang asongan di kawasan wisata Senggigi Lombok puluhan tahun lalu saat pariwisata Lombok mulai dirintis, Diyah juga melakukan hal yang sama di dunia politik. Ia mulai dari bawah. Belajar pun dari nol. Ia bahkan tidak pernah membayangkan dirinya akan

menggeluti dunia politik apalagi hingga duduk di Senayan. “Tidak pernah terpikirkan bahwa Allah menggariskan perjalanan hidup saya hingga ke dunia politik ini,” ungkapnya. Sekalipun ia tidak pernah membayangkan hal itu, jangan dilupakan bahwa dalam diri Diyah Ganefi mengalir darah politisi dari

almarhum ayahnya, Lalu Djapa, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat, yang pertama pada tahun 1960-1965. Rupanya meskipun sebelumnya ia tak pernah bersentuhan langsung dengan dunia politik, bakat besar telah ada dalam diri Diyah. Ditambah lagi ia tekun belajar dan banyak mendengar membuatnya lekas beradaptasi dalam dunia penuh intrik tersebut. Setelah menjadi seorang senator, barulah Diyah mengerti bahwa di situlah tempatnya untuk berjuang atas nama rakyat. Ketika terpilih pertama kali, ia sadar bahwa ini adalah beban tanggung jawab yang harus harus ia tuntaskan. Bagaimana ia harus bisa membawa seluruh aspirasi masyarakat tidak hanya pada bidang pariwisata yang selama sebelum itu ia geluti melainkan juga harus bersifat makro. Ia juga harus memperkenalkan seluruh potensi sumber daya yang ada di NTB. naniek.itaufan@cybertokoh.com

Intensifkan Koordinasi dan Komunikasi

Salah satu masalah yang menjadi sorotan fokusnya adalah masalah tenaga kerja yang bekerja ke luar negeri khususnya pula asal NTB mengingat NTB merupakan daerah terbesar ketiga pengirim tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Banyak masalah tenaga kerja yang ditemukannya ketika melakukan pengawasan ke daerah maupun ke luar negeri, seperti Malaysia, Korea, Hongkong dan lainnya karena TKI tidak memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan pekerjaannya, terutama soal bahasa. Untuk meminimalisir permasalahan-permasaahan yang kerap dihadapi tenaga kerja Indonesia, Diyah selalu intensif berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi, SKPD-SKPD daerah pemerintah kabupaten dan kota juga dengan warga masyarakat khususnya yang berangkat sebagai TKI. Caranya dengan terus mendorong agar para tenaga kerja khususnya asal NTB tidak berbondong-bondong menjadi buruh migran tanpa skill. Masalah skill inilah yang menurutnya bisa menjadi sumber pemicu masalah bagi para TKI. “Untuk

itu pemerintah harus benarbenar membangun kerjsama dengan seluruh stake holder dan seluruh elemen masyarakat,” katanya. Ia aktif memberi usulan kepada SKPD terkait dan pemerintah daerah agar memperketat proses-proses pendaftaran Calon TKI mulai dari dokumen-dokumennya. Selain itu menurutnya, para calon TKI itu harus memiliki kemampuan minimal bahasa negara tujuan, harus pula memiliki wawasan dan mengerti adat dan kebiasaan Negara tujuan dan lainnya. Para TKI harus tahu nomor telepon KBRI di negara tujuan dan lainnya. “Masalah-masalah seperti

Baiq Diyah Ratu Ganefi, saat turun menyapa masyarakat ke desa-desa

ini adalah hal dasar yang tidak dimiliki para TKI. Saya temukan permasalahan ini sewaktu turun melakukan pengawasan ke luar negeri,” ujarnya. Tiap kali ia turun melakukan pengawasan bidang tenaga kerja ke luar negeri, Diyah selalu bertemu dan berdialog dengan para TKI (legal) yang biasanya dikumpulkan dalam satu tempat. “Di mana pun bertemu dengan para TKI saya selalu mengingatkan mereka untuk memegang nomor telepon KBRI. Itu yang pertama kali harus dipegang saat tiba di negara tujuan,” katanya. Selain soal tenaga kerja, Diyah juga memberi perhatian yang sama pada bidang Komite III yang menjadi tanggung jawabnya seperti, pendidikan, agama, kebudayaan, kesehatan, pariwisata, pemuda dan olahraga, kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, tenaga kerja dan transmigrasi, ekonomi kreatif, administrasi kependudukan/ pencatatan sipil, pengendalian kependudukan/keluarga berencana dan perpustakaan. Sebagai salah seorang pimpinan pada Panitia Perancang Un-

dang-undang DPD RI, Diyah gen- ujarnya dengan mata berkacacar memperjuangkan RUU yang kaca menahan haru mengingat menjadi kebutuhan masyarakat. dulu ia pernah berjuang secara Empat RUU yang lahir dari inisiatif ekonomi untuk bisa hidup. Kerja DPD RI kini tengah dalam pem- keras dan perjuangannya itu menbahasan serius, yakni, RUU Wa- gantarnya sukses dari pedagang wasan Nusantara, RUU Ekonomi asongan sampai akhirnya menjadi Kreatif, RUU Penghapusan Kek- Ketua IWAPI NTB saat ini. erasan Seksual dan RUU tentang Sebagai anak ke 8 dari 12 Kebudayaan. Selain itu keseharian bersaudara, Diyah mengisahkan Diyah dalam menjalankan fungsi bahwa sekali pun ayahnya pernah legislasi juga dipadati oleh pemba- menjadi Ketua DPRD Lombok hasan-pembahasan RUU lainnya Barat, ia dan saudara-saudaranya dalam tahap-tahap harmonisasi tidak ditinggalkan warisan materi maupun dengar pendapat dan lain apa pun. Diyah dan saudara-sausebagainya. daranya berjuang sendiri-sendiri Menggeluti dunia politik yang untuk dapat menghidupi keluarga menurutnya banyak tantangannya masing-masing tanpa bekal wariini tidak membuat Diyah meny- san dari orangtua. Namun, rupaerah. Pengalaman dan perjuan- nya ada warisan terbesar yang gan hidupnya yang pahit tempo ditinggalkan L. Djapa, khususnya dulu rupanya menjadi penopang bagi Diyah adalah darah politisi kehidupan berpolitiknya saat ini. amanah yang mengalir dalam tuIa menjadi kuat karena pernah buhnya. “Saya hanya berusaha merasakan hidup yang tidak keras dan terus-menerus untuk punya apa-apa. Dan perjuangan menjaga amanah yang diberikan hidup itu ia maknai sebagai proses masyarakat pada saya,” ujarnya. yang memang disiapkan untuknya naniek.itaufan@cybertokoh.com oleh Sang Pencipta. “Saya pernah merasakan hidup dari yang sangat tidak punya dan ini memberikan makna yang luar biasa bagi hidup saya hari ini. Dan seluas dunia ini pun rasanya belum cukup bagi saya untuk berterima kasih kepada Allah atas apa yang sudah diberikannya pada Memberikan santunan pada keluarga TKW asal Lombok Timur yang meninggal dunia di Malaysia saya hari ini,”

Inspirasi Bekerja sepenuh hati. Bekerja total. Itulah prinsip kerja yang selalu dipegang Cut Mini Theo dalam melakoni kerjanya di dunia akting. Kerja, kerja, kerja, tanpa memikirkan akan mendapat apa nantinya.

“D

alam bekerja, dalam setiap film-film yang saya bintangi, saya berupaya untuk dapat melakukan yang terbaik. Semaksimal mungkin dalam berkontribusi. Ini bukan hanya untuk kepuasan batin tapi juga guna menyenangkan sutradara juga semua orang yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya,” ungkap Cut Mini yang pekan lalu meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik lewat penampilannya dalam film ‘Athirah’. Cut Mini yang akrab disapa Mini adalah sosok yang tak asing lagi bagi kalangan penggemar film maupun sinetron Tanah Air. Kualitas aktingnya di berbagai film yang dibintanginya kerap mendapat banyak pujian dari insan perfilman. Namun begitu belum sekalipun Mini berhasil menggondol Piala Citra, bahkan masuk nominee dari berbagai kategori yang ada di Festival Film Indonesia sebelumnya. Tak heran kalau wanita kelahiran Desember 1973 ini mengaku syok ketika dalam FFI 2016 yang digelar pekan lalu di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, namanya disebut sebagai pemenang dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik. Maklum saja, meski namanya masuk nominee namun dia harus bersaing dengan artis berprestasi lainnya seperti Christine Hakim, Chelsea Islan, Ine Febriyanti dan Atiqah Hasiolan. Lawan Mini ini adalah peraih penghargaan juga langganan nominasi dari berbagai festival film. Apalagi Christine Hakim, artis senior Indonesia, yang bukan saja enam kali meraih Piala Citra tapi juga berbagai penghargaan festival film lainnya, termasuk Festival Film Internasional Asia Pasifik dimana Christine meraih Best Actress. Dengan fakta-fakta tersebut, wajar kalau Mini mengaku tidak ngarep apaapa dari perhelatan FFI 2016. “Nominee yang menjadi lawan saya itu berat-berat dan semuanya bermain dengan bagus dalam filmnya. Mereka juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan piala ini. Saya tidak tahu kenapa itu (piala) harus pulang sama saya,” kata Mini dengan wajah haru. Ia tak mengira kalau kerja kerasnya kali ini berbuah penghargaan FFI. Ia syok karena tidak berharap dan tak berpikir bahwa dirinya bakal berhasil bawa pulang Piala Citra. “Saya bahagia sekali dan sungguh tidak percaya ini bisa menjadi milik saya,” ucapnya. Bicara Mini merendah. Tapi sebenarnya dia pun bukannya tanpa prestasi. Setidaknya lewat penampilannya di film ‘Laskar Pelangi’ 2008 , Mini telah meraih sejumlah penghargaan bukan hanya dari dalam negeri tapi juga di luar negeri. Lewat perannya sebagai Ibu Muslimah dalam ‘Laskar Pelangi’, wanita 42 tahun ini meraih penghargaan IMA (Indonesian Movie Awards) 2009 untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik, prestasi yang sama juga diraihnya di Festival Film Bandung 2009. Film ini juga telah mengantar Mini meraih penghargaan internasional pertamanya yakni dalam Brussel International Independen Film

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

C u t

Min i

5

T h e o

Keluar Main Film, Pulang Bawa Piala Citra

Festival 2009 dimana dia meraih Best Actress. Makanya banyak insan perfilman tak heran ketika Mini akhirnya berhasil menyabet Piala Citra, karena menurut mereka penampilan Mini dalam ‘Athirah’ , film yang menghantarnya meraih piala bergengsi kalangan perfilman, sangat total dan baik sekali. Bahkan keluarga Jusuf Kalla pun memuji Mini yang memerankan ibunya. “Mungkin ini adalah jalannya, dan sudah rezeki saya mendapatkan ini (piala),” katanya. Sebagaimana diketahui, film ‘Athirah’ bercerita tentang perjalanan hidup ibunda Wakil Presiden Jusuf Kalla bernama Athirah yang penuh inspirasi. Bagaimana Athirah yang dimadu suaminya dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul dengan pikiran positif. Film ini sendiri diangkat dari novel dengan judul yang sama ditulis oleh Alberthiene Endah. TERLALU MENJIWAI, MINI PINGSAN Mini yang merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara ini memulai kariernya di dunia hiburan usia 15 tahun lewat kiprahnya sebagai model di majalah remaja. Namun namanya mulai dikenal publik ketika ia menjadi model video klip lagu ‘Kuta Bali’ dan ‘Bidadari’ yang dilantunkan oleh Andre Hehanussa. Ia juga sempat tampil di sinetron ‘Catatan Si Boy’. Setelah itu Mini lebih banyak berkiprah sebagai presenter. Berkat kepopulerannya sebagai presenter ia mendapat tawaran main sinetron di negara tetangga, Malaysia. Nama Cut Mini barulah mendapat perhatian secara luas di jagat hiburan Tanah Air ketika ia membintangi film ‘Arisan!’, 2003. Selanjutnya anak pasangan Abdullah-Cut Dermawan ini pun aktif tampil di berbagai film populer di Tanah Air, di antaranya ‘Kawin Kontrak’ dan ‘Arisan 2’ pada

2011. Vakum di film, rupanya Mini sibuk main sinetron dan FTV. Barulah pada 2016 Mini langsung mendapat dua film, ‘Me and Mami’ dan ‘Athirah’ yang membuahkan Piala Citra pertamanya. Menurut Mini, dirinya sangat bersyukur banyak orang mengapresiasi penampilannya di ‘Athirah’ , namun katanya, untuk mendapatkan hasil itu bukan hal yang mudah. “Memerankan ibunda Athirah lumayan berat dan perlu banyak energi,” ungkapnya. Sosok ibu A t h i r a h benar-benar berbeda dari kepribadinya. “Ini keluar dari diri saya,” ucapnya yang terus fokus selama dua bulan untuk mendalami karakter tokoh yang diperankannya. Bahkan demi memerankan secara total karakter Athirah, Mini pun rela untuk tidak mengambil job apapun di luar film ini. Scene by scene, kata Mini, sangatlah berat karena ia berupaya menekan semua emosi dan tampil tidak berlebihan. Ketegaran wajah, bahkan senyum pun tidak bisa lebar. Sebagai pribadi, ia mendapat banyak pelajaran dari film yang mengangkat kesabaran seorang istri yang ditinggal suami menikah lagi. “Sosok ibu Athirah super sabar dan kuat dalam menghadapi berbagai cobaan,” tambahnya. Karena terlalu menghayati perannya, Mini mengaku ikut terbawa emosinya dalam memerankan tokoh tersebut. Dia ikut merasakan kesedihan yang amat sangat juga kekesalan. Bahkan karena terlalu emosinya, ia sempat pingsan. Itulah kenapa menurut Mini peran Athirah terasa berat buatnya. Tapi lebih dari itu, Mini merasa bahagia karena ia mendapat kesempatan memerankan tokoh luar biasa itu, yang bukan saja menjadi pembelajaran baginya tapi

juga memperkaya dirinya. Ia juga merasa beruntung berkesempatan tampil dalam banyak film bagus yang memberinya banyak pengalaman berharga. Seperti saat ‘Laskar Pelangi’ misalnya, di sana ia

merasa mendapat banyak ilmu, termasuk belajar bagaimana membaca skenario yang baik dan benar, cara menghayati peran, dll. Sementara saat di Athirah, ia belajar mengatur emosi agar tidak berlebihan dalam memerankan tokoh tersebut. Mini juga bersyukur selain tim kerjanya, ia juga mendapat dukungan penuh dari keluarganya, khususnya sang suami, Safril Sarwono. Rasa syukur itu pula dia lontarkan saat menerima Piala Citra. Dalam kata sambutannya, ia mengucapkan terima kasih pada banyak pihak, di antaranya adalah sang suami yang telah memberinya izin keluar rumah. “Yang pasti saya dapatkan ini atas izin suami saya, boleh keluar rumah untuk main film,” kata Mini dengan air mata berlinang. Ia merasa sangat beruntung memiliki suami yang sangat mendukung kariernya di dunia perfiman. Tak jarang karena kesibukannya syuting ia terpaksa harus meninggalkan suaminya untuk waktu yang cukup lama. Suami yang pengertian dan baik, Mini menyebutnya suami ‘super duper yummy’. “Alhamdulilah suami selalu mengiyakan ketika saya akan meninggalkannya untuk keperluan syuting. Saya punya suami yang ‘super duper yummy’,” tambahnya sembari mengaku bahagia dengan pernikahannya. Di kala senggang, ungkap Mini yang 16 tahun menikah, banyak waktu dihabiskan bersama suaminya dalam melakukan berbagai aktivitas, termasuk nonton dan berlibur ke luar kota. (dianaruntu@cybertokoh.com)


6

Woman on Top

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

“Berkarya tiada henti, inspirasi tanpa batas”. Demikianlah moto yang ia usung dalam berkarya. Siapa yang tak kenal Bu Bara? Dengan rambut pirang berjambul, mengenakan aksesori serba besar, dan tentunya selalu menebar senyum kepada siapa saja, dari jarak seratus meter pun, orang pasti mengenalinya. Inilah ciri khas seorang Bu Bara.

A

pakah ini salah satu cara untuk membangun personal branding? Bisa jadi, iya. Karena menurut Bu Bara, perlu ada seni mem-branding diri. “Penampilan adalah nomor kesekian. Yang paling utama adalah bagaimana kita menjadi diri sendiri,” tegasnya. Jika kita ingin kita di-branding, apa yang harus dilakukan? “Mulai dari diri sendiri, bagaimana etika kita berbicara, etika bergaul, etika kita menghargai orang lain. Itu yang terpenting. Karena sekaya apapun kita, sebanyak apapun uang dan harta kita, ketika kita tidak bisa menghargai orang lain, itu akan menjatuhkan branding kita. Kesimpulannya, personal branding itu dekat dengan pribadi kita sendiri,” imbuh istri dari Ketut Sumadi ini. Pemilik Bara Silver ini mengingatkan, kita harus selalu sadar bahwa kita tak bisa hidup sendiri, kita perlu teman dan orang lain di lingkungan kita. Kita harus selalu sadar dimana kita berada dan

Putu Adnyani (Bu Bara)

Perlu Seni Mem-branding Diri dengan siapa kita berbicara. Karena dari sanalah awalnya branding kita dibentuk dari orang yang kita ajak berinteraksi. “Jika kita tak bisa menghargai orang lain, lalu siapa yang kita suruh mengakui bahwa kita punya branding. Di sini sebenarnya letaknya seni mem-branding diri,” ucap Bu Bara yang desain-desain aksesorisnya sempat berkolaborasi dengan desainer papan atas di antaranya Anne Avantie dan Ivan Gunawan ini. “Selama ini, seorang Bara tak pernah memilih teman. Saya bisa masuk di kalangan mana pun, karena saya sangat bisa menghargai seseorang. Jika orang tersebut dari kalangan A, ini yang harus saya perbuat, dst., dan saya tak pernah merasa karena saya punya brand, lalu saya sombong,” imbuhnya. Hal ini pula sudah sering dikoar-koarkannya kepada para anggota Komunitas Cinta Kamen Bali (KCKB). Sebagai penggagas berdirinya KCKB tersebut, Bu Bara menegaskan bahwa modal satu-satunya yang ia punya adalah senyum. Ketika orang datang kepadanya, kemana pun ia pergi, dimana pun ia berada. Mau ia kenal ataupun tidak kenal dengan orang tersebut, Bu Bara selalu senyum. “Saya selalu berlaku bahwa saya kenal dengan orang itu. Itu yang pertama bagi saya,” ucapnya.

Putu Adnyani (Bu Bara)

Karena itu ia menegaskan bahwa sebenarnya mem-branding diri itu gampang sekali kalau kita paham dan sadar bahwa kita hidup tak bisa sendiri, selalu berdampingan dan memerlukan orang lain. Kapan pun itu, apalagi

dalam berbisnis. Sangat penting punya banyak teman dan mengenal banyak orang. Bu Bara sangat bersemangat mengulas personal branding ini karena ia mengamati banyak sekali ia lihat orang yang ingin di-branding tapi dia tak bisa menghargai orang lain. Lalu, bagaimana orang lain bisa menghargai dia? Kesannya justru negatif. “Brand itu datang dari diri kita sendiri. Kenapa seorang Bara di-branding oleh orang lain? Karena dimana pun saya berada, orang itu nyaman bersama saya. Apa yang harus saya lakukan agar orang itu nyaman bersama saya? Itu datangnya dari diri sendiri dari hati nurani. Kalaupun kita ikut sekolah kepribadian, mampukah kita melakukannya ketika bermasyarakat. Persoalannya kembali ke individu masing-masing,” tegasnya. Melihat kondisi ini, Bu Bara mengingatkan lagi dengan filosofi menanam gandum, yang notabene adalah makanan pokok. Ladang Tuhan ini begitu luas, Tuhan menyiapkan ladang yang begitu luas untuk kita menanam sebutir gandum. Kalau kita menanam bersama itu akan jadi ladang gandum yang luas dan bisa panen bersama. Bagaimana kita mau panen jika kita tak mau menanam? Ketika menanam pun kita harus rawat, dipupuk, di-

Mem-branding Diri? Tujuannya harus Jelas ing dirinya (personal branding). “Sejatinya personal branding ini terbentuk dari sikap kita dan kesan orang lain terhadap kita,” ujar Agus Binti Kh, S. Psi., Psi., CHt. CI.,M.NLP. Mem-branding diri bisa dilakukan oleh diri sendiri atau oleh orang lain. “Tetap ada plus-minusnya. Jika mem-branding diri kita

Bunda Agus

Antara satu individu dengan individu lainnya, sekali pun kembar, tentu ada saja yang berbeda. Salah satunya dengan bagaimana individu tersebut membrand-

sendiri tentu lebih hemat, tak perlu budget. Kita lebih tau apa yang akan kita jual kepada user. Karena, kita yang paling tahu akan kemampuan diri untuk kita eksplor. Minusnya, ketika kita yang mem-branding-kan diri kita, biasanya kurang terstruktur. Karena, ada tahapan atau cara-cara bagaimana kita mem-branding potensi diri kita, yang pastinya jika ditangani orang lain tentu bisa lebih melihat kita,” ucap Konsultan Psikologi Klinik Hypnotherapy & Psikoneurologi ini. Bunda Agus--sapaan akrabnya mengatakan, ketika kita membranding diri, kita hanya bisa bercermin dari diri kita, yang mana terkadang bisa saja ada yang terlewatkan. “Inilah perlunya orang lain untuk mem-branding diri kita, selain oleh diri sendiri. Jadi, saling melengkapi,” ujar pemilik Madania Center ini. Dari apa yang sudah dijalaninya selama ini, ia mengaku tidak pernah punya pikiran untuk membranding diri sendiri. Yang dilakukannya adalah apa yang terbaik

untuk dirinya. “Bahwa pekerjaan inilah yang saya cintai. Saat saya mencintai maka segala sesuatu saya jalani dengan indah dan nyaman. Dan, itu akan berpengaruh kepada lingkungan sekitar juga. Akhirnya orang-orang di sekitarlah yang mem-branding saya, mem-branding diri kita,” paparnya. Di zaman serba digital ini, Bunda Agus melihat banyak orang yang mem-branding dirinya lewat media sosial, yang tentunya juga ada plus minusnya. Sekarang tergantung tujuan orang tersebut mem-branding diri. Jika branding diri untuk show off, itu juga akan membahayakan diri dan keluarganya. Show off-nya untuk apa? Apakah untuk pamer, atau sesuatu yang memuaskan untuk dirinya? Jadi, perlu tujuan yang jelas,” ucapnya. Namun di sisi lain, ia tak menampik sosmed juga menjadi salah satu sarana/alat agar masyarakat tahu siapa diri kita. “Untuk pengembangan potensi dan karier, yang sifatnya positif,

siram. Hal inilah yang terkadang kurang dipahami orang-orang. Ingin mendapatkan (memanen) sesuatu tapi tidak menanam, jadinya ya “mencuri”. Tidak pernah menanam tapi mau memetik, itu tidak mungkin. Semua perlu proses. Di sebagian masyarakat kita, hal ini jarang dipahami bahwa menanam itu penting. Yang mereka lihat hanya hasil akhirnya. Banyak juga yang tidak mensyukuri rezeki orang. “Mensyukuri rezeki orang dan menghargai orang lain, itu sudah klop satu paket,” tegasnya. Seharusnya kita juga bersyukur jika orangorang di sekeliing kita berhasil, seharusnya kita saling mendukung. Rasa syukur membuat kita rendah hati. Mengutip ucapan Anne Avantie, bahwa seorang desainer tak harus bisa pola, atau gambar, tetapi punya ide dan tim kerja. “Demikian halnya dengan membranding diri. Mem-branding diri itu penting, perlu seni membranding diri, dan fleksibilitas karena situasi dan kondisi yang akan dihadapi nanti pastinya berbedabeda,” ujar Bu Bara yang juga menggagas terbentuknya CWCC (Celuk Woman Caring Community), untuk sadar berbagi dan lebih mempersatukan warga Celuk, Sukawati, Gianyar ini. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

tidak masalah selama masih dalam koridornya. Selfie pun ada plus minusnya. Demikian halnya dengan foto selfie. Foto selfie yang sekadar selfie, dengan foto selfie yang sifatnya mengajak, itu akan terlifat berbeda. Dan, cara kita mem-posting pun beda. Di sini perlu seni mem-branding diri, dan ini pun ada etikanya,” jelasnya. Yang perlu disadari, ketika kita mem-branding diri di medsos, ada miliaran manusia yang bisa melihat. Kita tak tahu mereka, dan kapasitas kita juga sedikit untuk mengetahui apa dan bagaimana mereka. Makanya tak jarang juga banyak kejahatan dilakukan melalui medsos. Ini karena kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya cara yang dilakukan untuk mem-branding diri itu kurang tepat, sehingga akhirnya disalahguanakan oleh orang lain seperti itu. Kejahatan akan dilakukan oleh orang lain karena diri kita yang memberi peluang/kesempatan, tanpa kita sadari, karena ada celah untuk itu. “Karena itu, tujuannya harus jelas. Foto selfie sih foto selfie, tapi fotonya seperti apa, sehingga ada maknanya,” pungkas Bunda Agus yang baru saja meluncurkan bukunya yang berjudul Design The Life You Want “Parenting with NLP” ini. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

19

Mengenal Khasiat Belut Selama ini, kawasan Rolak Gunungsari telah menjadi tempat khusus penjualan belut. Letaknya, persis di bagian selatan jembatan Gunungsari. Bagi pencinta belut, lokasi ini sudah tidak asing lagi karena mereka sering ke sana untuk membeli belut. Penjualan belut di kawasan tersebut sudah berlangsung puluhan tahun.

B

u Purnomo, salah satu dari lima orang penjualan belut di kawasan itu, mengatakan pihaknya sudah menjual belut di kawasan itu sejak 25 tahun silam. “Awalnya saya jual belut ini di ujung selatan jembatan Gunungsari ini. Namun karena sering diusir oleh Satpol PP, akhirnya saya dan teman-teman ini pindah jual di lapangan PKL Gunungsari ini,” ujar Bu Purnomo. Keempat orang lain yang juga ikut menjual belut di kawasan tersebut adalah Pak Koko, Pak Rokim, Pak

Yanto dan Bu Ngatir. Mereka yang mengakui, belut yang mereka jual berasal dari Lamongan baik jenis belut sawah maupun belut rawah dan hampir setiap hari penjualnnya datang menjual ke kawasan ini. Para pedagang ini menjual antara 15 hingga 50 kg belut. Menurut pengakuan Bu Purnomo mereka membeli belut itu seharga Rp 55 ribu/kg dan dijual rata-rata Rp 60 ribu/kg. Belut yang mereka jual semuanya masih hidup dan kalau sudah mati tidak ada lagi yang mau beli. Karena itu,

Nila Puri Widjaja

Kebersamaan Ciptakan Keberhasilan Bekerja di dunia perhotelan terbilang cukup lama. Bahkan, memulai karier dari bawah sejak 1993. Karena itu, perhatian terhadap tamu hotel dan karyawannya begitu besar. Itulah sosok Nila Puri Widjaja, yang menjabat sebagai General Manager Hotel Grand Surabaya. Bagi Puri, karyawan harus memiliki rasa kepedulian pada tempat kerjanya dan mencintai profesi. Itu yang harus diciptakan terlebih dahulu. “Dengan demikian karyawan bisa melayani dengan baik,” kata Puri. Anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Rosyid

Adi Raharja (alm) dan Endro W Tyas, ini menyatakan, bila karyawan peduli terhadap pekerjaan dan tamu, sudah dapat dipastikan kebersamaan sesama pegawai akan tercipta. Karena itu, lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini dalam mewujudkan terciptanya kebersamaan dianggap

sebagai dasar yang kuat dalam membangun suatu keberhasilan. Dengan dasar itu, Puri, tidak membedakan antara karyawan baru dan lama. Yang penting dapat bekerja secara tim antara atasan dan bawahan. Tentang hunian, bapak lima anak menyatakan, saat ini tingkat okupansinya diatas 50 persen. Hotel Grand Surabaya memiliki 99 kamar dengan 50 karyawan dan terletak di tengah kota yang cukup strategis.Selain letaknya strategis, sebagian besar tamu yang menginap dari kalangan pebisnis. Misalnya, banyak pedagang serta karyawan yang sedang melakukan perjalanan dinas. Menyinggung persaingan yang ketat, manajemen Hotel Grand Surabaya menerapkan strategi tekan harga. Disamping itu, juga menjalin kerjasama dengan steakholder. Juga menyajikan unggulan menu makanan di restoran. Misalnya, tiap hari menyajikan 22 jenis menu yang berbeda, khususnya dim sum. (Bambang Wiliarto)

para penjual ini selalu berusaha untuk merawat belum tersebut agar tidak mati. Cara yang dilakukan menurut Bu Purnomo dengan mengganti air secara rutin dan setiap harirata-rata mengganti airnya sebanyak lima kali. “Jika airnya tidak sering diganti belutnya bisa mati cepat. Belut ini biasanya hidup di lumpur tetapi kalau kita taruh di baskom dengan diisi air sedikit, bisa cepat mati,” ujarnya. Selain itu, menjual belut ini seringkali rugi, selain karena tidak tahan hidup, beratnya pun bisa turun drastis karena selama mereka jual tidak diberi makan dan belut tersebut bertahan hidup dalam sebuah baskom atau jerigen dengan diisi sedikit air. Ketika ditanya keuntungan yang mereka raih dalam sehari, Bu Purnomo mengatakan sehari rata-rata bisa meraup keuntungan sekitar Rp 75 ribu dan sebulan sekitar Rp 500 ribu. “Keuntungannya relatif tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk membiayai kehidupan keluarga, baik untuk makan dan minum termasuk untuk membiayai sekolah anakanak mereka, “ ujarnya. Selain menjual belut, kelima orang ini juga menjual ikan lele

seharga Rp 25 ribu/kg, ikan kutuk seharga Rp 60 ribu/kg, ikan wader Rp 25 ribu/kg dan kepiting seharga Rp 80 ribu/kg. Bu Purnomo mengaku yang datang membeli belut di sini rata-rata pria dan sedikit yang wanita. Menurut ibu enam orang anak dan tiga cucu ini, daging belut mempunyai khasiat yang sangat tinggi. Salah satu khasiatnya adalah untuk menambah energi khusus bagi pria. “Setelah mengonsumi daging belut khususnya bagian kepala, pria langsung greng. Kalau tidak percaya, Anda bisa mencoba sendiri,” ujarnya. Arfi, salah satu pembeli belut ditemui di lokasi tersebut mengatakan dirinya selalu membeli belut di kawasan itu untuk dijual lagi ke warung-warung. “Saya biasa membeli belut di sini untuk dijual lagi ke beberapa warung yang khusus menyediahkan menu daging belut,” ujarnya. Selain di Rolak, Gunungsari, penjualan belut juga terdapat di Jalan Banyu Urip dan di sana ada dua orang penjualnnya. Selain itu, belut juga dijual di pasar-pasar tradisional dan di pasar modern seperti di supermarket. (Yosef Sintar)


18

Life Story

Edisi 927/ 14 -20 november 2016

Mendengar Lembaga Permasyarakatan tentu membuat ngeri bagi sebagian orang. Sebab di dalamnya merupakan tempat orang-orang ‘pesakitan’ yang telah dijatuhkan vonis hukuman. Tetapi, lain halnya dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Singaraja, yang di dalamnya memberi pembinaan baik kepribadian maupun kemandirian bagi warga binaannya.

K

epala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Singaraja, Sutarno, Bc, IP, SH, MH., mengatakan pembinaan kepribadian mencakup bidang kerohanian, kesenian dan olahraga sedangkan pembinaan kemandirian meliputi pelatihan tata boga, tata busana, tata rias, dan ketrampilan pembuatan kerajinan. Sutarno menambahkan tujuan pembinaan tersebut adalah memberi bekal ketrampilan khusus di dalam lapas. “Akan sangat dirasakan bagi mereka pascamenjalani masa tahanan. Mereka sudah memiliki keahlian

Lapas Singaraja Dukung Warga Binaan Buat Kerajinan membuat kerajinan unik dan mampu membuka usaha sendiri nantinya,” jelasnya. Warga binaan diberi ketrampilan menghindari rasa bosan saat menjalani hukuman. “Lapas ini kapasitasnya 78 orang namun saat ini ada 152 orang penghuni bahkan beberapa waktu lalu over kapasitasnya mencapai seratus persen,” ujar mantan Kepala Pengamanan LP kelas I Tangerang tersebut. Ketrampilan yang sangat diminati oleh warga binaan adalah membuat kerajinan, di antaranya membuat bokor, keben, lampu hias dan masih banyak lagi yang dibuat dari bahan stik es krim, batang korek api, dan koran bekas. Sejumlah pameran sering dikuti perwakilan Lapas Kelas II B

Jro Budiasa menunjukkan proses pembuatan kerajian di dalam lapas

Singaraja. Petugas memamerkan hasil kerajinan warga binaan ke Taman Budaya Art Centre di Denpasar dan pertunjukan kesenian di perkotaan. “Pameran hasil warga binaan baru-baru ini dipamerkan di Art Centre Denpasar. Tenaga warga binaan kami dalam membuat kerajinan mencapai 10 orang. Itu khusus membuat kerajinan berbahan kayu atau katik es krim. Membuat kerajinan memerlukan kesabaran tinggi,” paparnya. Ia menambahkan, hasil penjualan diberikan 50% kepada warga binaan. “Hasil kerajinan umumnya dipasarkan dijual kepada masyarakat. Kemudian hasilnya 50% kami beri kepada warga binaan dan sisanya untuk biaya pembinaan,” tambahnya. Keahlian dimiliki dalam membuat ketrampilan diakui Sutarno menjadi kegiatan positif warga binaan. Hanya saja kendala dialami terbentur tempat latihan yang

kurang memadai. “Kami juga ajarkan cara pembuatan batako dan pemasarannya cukup lumayan hanya saja terkendala tempat untuk pembuatan,” paparnya. Hal ini yang sangat disayangkan olehnya, satu sisi warga binaan mengakui kesalahan pelanggaran hukum dilakukan dan hendak berbenah diri menjadi individu lebih baik, namun saat itu pula ruang untuk mewadahi aktivitas positif mereka mengalami keterbatasan. “Sudah kami sampaikan agar lapas direlokasi ke tempat lain yang lebih representatif. Akan tetapi ketika sudah menemukan tempat, lokasinya terlalu jauh di Gerokgak sehingga belum bisa direlokasi ke sana sebab Lapas ini sekaligus sebagai Rutan,” imbuhnya. Salah satu warga binaan

Dirinya mengaku dapat berkreasi membuat bokor dengan berbagai motif, keben, dulang, dan aneka jenis sarana upacara. Menjalani sisa masa hukuman menurutnya akan menjadi membosankan jika tidak melakukan hal yang bermanfaat. Selain, menghilangkan jenuh kegiatan ini juga dapat menghasilkan uang. “Satu produk harganya berbeda menurut ukuran dan tingkat kesulitan motif. Rata-rata dijual dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu,” jelasnya. Pria yang berasal dari desa Kalibukbuk tersebut mengaku jika pihak Lapas memfasilitasi dari segi pemasaran. Beberapa kru bisnis sudah menjadi langganan produk buatannya. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dirinya bersama teman-teman sesama warga binaan terus melakukan inovasi. “Kami minta bantuan kepada teman-teman di luar untuk

Buleleng, Rabu (2/11). Pembinaan dipimpin langsung oleh Kadishub Buleleng, Gede Gunawan AP, SE.,M.Si., terhadap juru parkir yang sebenarnya sudah melaksanakan tugas dengan baik agar terhindar dari aktivitas pungli. Hal ini sebagai bentuk dukungan dari program pemerintah untuk memberantas pungli sampai ke akar-akarnya.

Dishub Buleleng ingin mengajak kepada para juru parkir untuk bekerja sesuai aturan misalnya selalu memberikan karcis saat bertugas. Hal ini harus dilakukan karena kalau tidak akan disinyalir sebagai pungutan liar. “Kami ingin menekankan kepada temanteman yang bertugas di lapangan untuk bekerja sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya. Mantan Kab a g Humas ini juga

Pembinaan juru parkir oleh Dinas Perhubugan Kabupaten Buleleng

“S

aya mau pergi dari rumah. Saya sudah tidak tahan menghadapi situasi ini,” katanya menangis. Sayangnya, Sinta masih beberapa hari berada di luar kota karena harus menyelesaikan urusan bisnisnya. Sinta lalu mengisahkan perjalanan hidup sahabat dekatnya tersebut yang menurutnya bagai tragedi itu. “Sejak menikah, Rashi sesungguhnya tidak pernah mengecap manisnya kebahagiaan akibat pengkhiatan yang kerap dilakukan oleh suaminya,” ungkapnya. Sinta mengingat bahwa sesungguhnya pernikahan Rashi dan suaminya telah diwarnai perselingkuhan yang dilakukan suami Rashi bahkan sejak mereka pacaran. Namun entah mengapa, keduanya memang terlihat seperti tidak bisa terpisah satu sama lain. “Saya akui kalau suami Rashi sangat mencintai Rashi meski pun mereka kerap bertengkar untuk persoalan yang sama, suaminya selalu meminta maaf dan jika ada yang harus dipilih, maka pilihannya pasti dan

Pengkhianatan yang Menyakitkan

selalu pada Rashi,” kata Sinta. Hal inilah yang juga rupanya membuat Rashi tidak bisa meninggalkan suaminya meski kerap disakiti. Sinta sendiri mengaku beberapa kali meminta Rashi untuk mempertimbangkan hubungannya dengan suaminya bahkan sebelum Rashi menikah. “Tapi saya mau bilang apa, saya tidak berani mencampuri urusan mereka berdua kecuali memberi saran dan nasehat sebagai sahabat saja,” katanya. Perjalanan hidup Rashi pun dimulai sejak ia menikah 30 tahun lalu. Selama 30 tahun itu, menurut Rashi pengkhianatan demi pengkhianatan terjadi dengan begitu menyakitkan. “Tapi saya salut, terutama pada Rashi di mana mereka masih mampu bertahan dengan situasi itu hingga hari ini,” ungkapnya. Empat peristiwa yang sama pernah dicatat oleh Sinta yang menemukan sahabatnya Rashi menangis dan sempat pergi dari rumahnya selama beberapa hari. “Rashi pernah menginap di hotel selama seminggu untuk menghindari suaminya yang saat itu kedapatan tengah berselingkuh. Ia juga pernah ke rumah saya beberapa hari juga untuk menghindari suaminya yang juga kedapatan berselingkuh,” kata Sinta. Yang lebih menyakitkan adalah ketika tiba-tiba seorang perempuan meneleponnya sembari memaki-maki Rashi dengan men-

Sudut Pandang

gatakan bahwa Rashi tidak memberi kesempatan pada suaminya untuk mengunjunginya. “Rashi jelas kaget dengan pengakuan perempuan yang mengaku telah menikah dengan suaminya itu,” kata Sinta. Tetapi, Rashi itu dinilainya sebagai perempuan yang luar biasa. Dengan tenang Rashi bertanya pada perempuan di ujung telepon itu, mungkin dia salah menelepon. “Saya yakin saat itu Rashi sudah curiga bahwa itu bukan salah telepon melainkan kemungkinan besar suaminya memang telah menikah, namun ia menutupinya dari saya,” kata Sinta yang ada bersama Rashi kala Rashi menerima telepon tersebut. Ia mengkonfirmasi berulang-ulang hingga akhirnya ia menyadari bahwa benar suaminya itu telah menikah tanpa sepengetahuannya. “Saya melihat Rashi shock tapi dia berpura-pura tenang,” ujar Sinta. Setahu Sinta, Rashi saat itu sempat meminta cerai pada suaminya namun suaminya menolaknya. Lagu lama, suaminya itu meminta maaf sembari memohon-mohon padanya agar tidak meninggalkan dirinya. Ia mengaku sangat mencintai Rashi. “Saya tahu benar Rashi tidak akan pernah mau dimadu,” ujarnya. Rupanya Rashi saat itu meminta suaminya untuk memilih dirinya atau perempuan tersebut,” kata Sinta. Suaminya memilih dirinya dan meninggalkan perempuan tersebut meski mer-

Branding di Media Sosial Kerajinan dari korek kaya

yang membuat keben berbahan korek kayu api, Jro Budiasa mengaku sangat senang mendapat pembinaan ketrampilan tersebut.

mencari tahu motif yang sedang menjadi trend di masyarakat,” tambahnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Bina Juru Parkir untuk Antisipasi Pungli Masalah pungutan liar (pungli) menjadi hal yang marak diperbincangkan akhir-akhir ini. Dalam upaya pemberantasan pungutan liar (pungli) berbagai instansi terkait mulai mengambil langkahlangkah. Salah satunya adalah Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng yang melakukan pembinaan kepada para juru parkir yang dilakukan di Aula Kantor Dishub

“Mbak…. ada di mana?” tanya Rashi lewat telepon genggam Sinta sahabatnya. Hari itu Sinta sedang tidak berada di Mataram melainkan tengah berada di luar kota. Dari ujung telepon, Rashi menangis, berharap sangat Sinta ada di Mataram saat itu juga. Ia ingin menumpahkan kisah hatinya yang pedih untuk kesekian kalinya pada sahabatnya itu.

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

mengungkapkan penekanan pembinaan ini dilakukan kepada para koordinator juru parkir di Kabupaten Buleleng. Para koordinator ini diharapkan bisa mempengaruhi teman-temannya untuk bekerja sesuai aturan. Menurutnya, selama ini para juru parkir sudah bekerja dengan baik namun ada warga yang biasanya tidak menerima karcis saat diberikan. “Kegiatan ini untuk menghindarkan para juru parkir ini melakukan aktivitas pungli,” ungkapnya. Sanksi tegas pun telah disiapkan terhadap juru parkir yang terbukti melanggar aturan. Gunawan menjelaskan setelah melakukan pembinaan dan pengarahan tentang aturan yang tidak dilakukan, pihaknya akan melakukan sidak dan razia. Dishub Buleleng akan melihat tingkat kesalahannya sebelum menjatuhkan sanksi yang sesuai bagi pelanggar. Dishub Buleleng juga memiliki tim untuk pembinaan, pengarahan dan

teguran. “Sanksi akan diberikan kepada para juru parkir yang melanggar. Bahkan sampai saat ini kita telah melakukan pemecatan kepada juru parkir yang tidak bekerja sesuai dengan tupoksinya,” jelas Gunawan. Sementara itu, salah satu juru parkir dari Wanagiri, Nengah Arcana, mengungkapkan selama 20 tahun dirinya bekerja sebagai juru parkir, tidak ada hambatan yang berarti. Arcana mengaku sudah bekerja sesuai aturan. Pihaknya juga sangat berterimakasih kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng karena sudah memberikan informasi tentang pungli kepada dirinya. “Selama ini saya bekerja sebagai juru parkir tidak ada hambatan. Saya juga menyampaikan terimakasih kepada Dishub Buleleng karena terus memberikan informasi dan pembinaan kepada para juru parkir,” tegasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Mengungkapkan perWa k i l S e k r e t a r i s sonal branding meruPemuda Panca Marga pakan hal yang sangat Buleleng tersebut juga wajar dalam sebuah mengatakan bahwa ia k ep em i m p i n a n . H a l tidak bisa secara khusus ini diungkapkan Ketua menggambarkan brandKomite Nasional Peing yang telah dibenmuda Indonesia (KNPI) tuknya. “Saya tidak Buleleng I Putu Gede pernah secara khusus Parma, S.ST.Par., M.Par. mem-branding diri,” imDengan membentuk buhnya. Menurutnya, karakteristik seorang semua mengalir sesuai pemimpin akan memidengan karakter kejiliki ciri khas dalam waannya yang sabar, masyarakat sehingga tenang namun tetap membedakannya dentegas dan memiliki prinI Putu Gede Parma gan pemimpin yang lain. sip. “Hal ini sebagai format pencitraan untuk Di era digital dan teknologi informasi menjadi daya tarik seorang pemimpin ini, branding seseorang akan sangat mudi hadapan rakyatnya,” jelasnya. dah terbentuk dan terbaca dengan banMenurutnya seorang pemimpin tuan media sosial. Beberapa orang akan memiliki gaya yang berbeda dalam mudah menjadi terkenal ketika menmem-branding dirinya masing-masing. gunggah aktivitas yang menarik di depan Bahkan di belahan dunia lain pun, media publik. Parma tidak ragu mengakui personal branding telah lazim diguna- jika dirinya pun selalu mempublikasikan kan dalam mempromosikan produk segala bentuk kegiatan yang dilakukan di maupun diri. “Pemimpin-pemimpin media sosial. “Saya selalu upayakan untuk di dunia yang secara cepat mencuri mempublikasikan setiap kegiatan melalui perhatian publik pun berangkat dari facebook atau yang lain,” imbuh Wakil mem-branding diri secara berbeda. Ada Dekan III Fakultas Ekonomi Undiksha terseyang bergaya demokratis, santai, ter- but. Parma menambahkan bahwa banyak buka, berjarak, dan militeristik,” jelas yang menanggapi positif tindakan tersebut, pria yang lahir pada 19 Agustus 1977 namun tidak jarang juga yang menganggap tersebut. Ia menambahkan perbedaan hal tersebut adalah sebuah pencitraan. “Bagi gaya kepemimpinan memiliki pemuja saya itu bukan masalah, era kini adalah era yang fanatik karena masyarakat juga self branding sehingga sah-sah saja setiap memiliki pengharapan tertentu terh- orang melakukannya,” tandasnya. adap pemimpinnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

eka telah memiliki seorang anak. Rumah tangga mereka kembali berjalan damai. Tetapi hanya selang dua tahun, hal yang sama terulang kembali. “Beruntung belum sampai terjadi pernikahan,” kata Sinta. Entah bagaimana ceritanya (Sinta lupa mengingat cerita Rashi), waktu itu Rashi mendapat kabar dari rekan suaminya kalau suaminya itu hendak menikah esok hari. Ia lalu meminta alamat perempuan yang hendak dinikahi suaminya itu dan mendapatkan alamat itu setelah tengah malam lewat (sehari sebelum pernikahan akan dilangsungkan). Esok paginya, Rashi menuju rumah perempuan itu sembari membiarkan suaminya yang tampan itu pamit dari rumah dengan mengatakan hendak pergi ke pengajian dengan pakaian yang rapi. Saat ia masuk gang yang mengarah ke rumah perempuan itu, ia telah melihat ada sedikit keramaian di rumah tersebut. “Benar ini pasti akan ada hajatan. Rashi yakin di situlah akan digelar penikahan suaminya,” kata Sinta. Jelas dadanya bergemuruh. Namun ia kuatkan dirinya. Betapa terkejutnya suaminya ketika melihatnya ada di depan pintu rumah ‘calon mertua barunya’ itu tetapi tidak bisa berkata apa-apa. Dengan lugas serta tenang, Rashi menceritakan siapa dirinya pada keluarga calon madunya itu. “Saya istri dari calon menantu bapak dan

7

ibu. Saya memiliki dua anak dan sampai saat ini masih berstatus suami istri,” ungkap Rashi saat itu. Lumayan kaget orang tua dan keluarga calon pengantin mendengar apa yang diceritakan oleh Rashi. “Kamu ingin tetap melanjutkan pernikahan ini atau pulang bersama saya,” tanya Rashi pada suaminya yang tampak bingung. Rashi merasa tidak perlu mempertimbangkan perasaan siapa pun saat mengungkapkan hal itu di depan orang banyak karena dari semua orang yang ada di ruangan tersebut, perasaan dirinyalah yang paling tercabik-cabik. Sekali lagi, suaminya itu kemudian memilih dirinya dan pulang bersamanya. “Entah apa yang terjadi di rumah perempuan itu selanjutnya, Rashi enggan menceritakannya,” kata Sinta. Menurut Sinta, Rashi sendiri heran mengapa suaminya memiliki hobi selingkuh dan menyakiti dirinya seperti itu. Padahal Rashi selalu berusaha keras untuk membahagiakan suaminya. “Saya bahkan lihat, Rashi itu ibu dan istri ideal untuk sebuah keluarga. Emang dasar suaminya saja yang tidak tahu berterima kasih,” kata Sinta kesal. Sinta belum tahu apa yang tengah terjadi pada sahabatnya itu saat ia menelepon dirinya kali ini karena ia baru akan ketemu Rashi minggu depan. “Semoga dia tidak mengalami hal yang sama,” katanya berharap. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

PERINGATAN HARI KELAHIRAN KERAJAAN MAJAPAHIT KE-723

BAWA SEJARAH RAJA BADUNG I WEDAKARNA JADI COVER UTAMA MAJALAH NASIONAL KABARE Tidak banyak yang tahun bahwa pada tanggal 10 November 2016 ini, Nusantara merayakan hari jadi Kerajaan Majapahit ke-723. Sejarah hebat Kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan Hindu terbesar di kawasan Asia Tenggara ini dilestarikan oleh umat Hindu di Bali yang dimana Bali dikenal sebagai satu–satuya pulau berasis Hindu hingga saat ini. Bung Karno pernah berkata kepada Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru saat mengunjungi Bali bahwa jika ingin melihat Majapahit maka lihatlah Pulau Bali. Pesan itulah yang menjadi penyemangat bagi sosok Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III yang kini melanjutkan swadharma menjadi Sekjen di Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori (PANDBTK). Sejak saat itulah, Gusti Wedakarna berjanji untuk membawa sejarah leluhur I Gusti Tegeh Kori, pendiri Kerajaan Badung dan Raja Pertama Kerajaan Badung untuk dikenal dalam sejarah Nusantara, dan salah satunya bagaimana menempatkan peran leluhur Sri Aji Kresna Kepakisan sebagai Bhagawanta Kerajaan Majapahit dalam peta kepemimpinan Nusantara. “Saya akui, banyak pihak di Indonesia ini yang ingin sejarah Majapahit dihilangkan. Begitu banyak upaya menghapus peran leluhur kami sebagai bagian tidak terpisahkan dari sejarah Nusantara. Keberadaan pasemetonan, puri, dan paguyuban kebudayaan di Bali ini sebagai salah satu upaya agar Bali bisa bertahan dan berdaulat dari sisi sejarah. Dan tugas saya adalah untuk mengeksiskan sejarah leluhur kami dengan perjuangan diplomasi. Saya kira, semua warih apalagi ksatria berkepentingan menjaga nama baik leluhurnya,” ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan dirinya didaulat menjadi Cover Majalah Kabare yang beredar secara nasional, Gusti Wedakarna menyatakan terimakasihnya

Gusti Wedakarna Menjadi Cover Utama Majalah Kabare.

khususnya pada rakyat Bali yang senantiasa ada terdepan untuk menjaga solidaritas satu wangsa Bali. “Saya ingin nilai nilai baik orang Bali, nilainilai baik leluhur Majapahit. Persatuan antara Bali Majapahit dan Bali Mula dapat menjadi sebuah kekuatan besar. Saya ingin menyebarkan kembali nilai-nilai itu. Terimakasih atas segala dukungannya,” ungkap Gusti Wedakarna. Majalah Kabare beredar secara nasional dan bisa didapatkan di Toko Buku Gunung Agung, Gramedia, Kinokuniya, Paperclib dan Book & Beyond di seluruh Indonesia. Ekslusif liputan eksistensi dan kiprah Gusti Wedakarna yang juga merupakan tokoh politik ternama di Bali. (humas).


8

Bunda & Ananda

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Kenali Penanganan Bayi Prematur Indonesia berada di urutan kelima terbesar penyumbang bayi prematur. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah menambah pengetahuan perawat, bidan, dokter umum, maupun spesialis anak tentang perawatan bayi prematur.

“J

ika perawatan sudah dari awal dilakukan, pemberian nutrisi yang lebih bagus, kemudian stabilisasi yang lebih bagus, deteksi jantung lebih cepat kita lakukan sehingga nanti tumbuh kembangnya akan menjadi lebih baik. Jadi harapan kita untuk generasi yang akan datang tidak kalah bersaing dengan generasi yang dari luar,” ujar dr. I Wayan Dharma Artana, Sp.A(K), Ketua Panitia Seminar Ilmiah yang dilaksanakan RSIA Puri Bunda, Sabtu (5/11). Ia menambahkan seminar ini dalam rangka untuk menurunkan angka mortalitas dari bayi-bayi prematur itu, karena bayi prematur di Indonesia masih cukup tinggi angka kejadiannya yakni kurang lebih 20%. Di Bali juga masih cukup tinggi. “Bayi terlahir prematur karena beberapa faktor.

Ada karena faktor ibu, misalnya ibu yang memiliki hipertensi, menderita gula darah, berusia diatas 40 tahun atau ibu terlalu muda. Ada pula karena faktor bayi itu sendiri, misalnya memiliki kelainan bawaan penyakit jantung, serta faktor plasenta yang terlalu kaku atau terjadi pengapuran,” jelasya. Seminar ilmiah membahas materi “Nutrisi pada Bayi Prematur dan Permasalahannya” yang disampaikan Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K) dari RSCM/FK UI serta “Deteksi Dini Penyakit Jantung pada Bayi Baru Lahir” yang dipaparkan Dr. dr. Ni Putu Venny Kartika Yantie, Sp.A(K), M.Sc dari RSUP Sanglah/FK Unud. Salah satu materi yang disampaikan Dr. dr. Rinawati berkaitan dengan air susu ibu (ASI). ASI merupakan yang terbaik karena nutrisi lengkap, mengandung fak-

Lomba Endek Casual

Untuk memperkenalkan serta menumbuhkan rasa cinta pada endek yang merupakan produk unggulan lokal Kota Denpasar di kalangan generasi muda, ASBEST (Asosiasi Bordir, Endek dan Songket Kota Denpasar) menggelar “Lomba Endek Casual “ dalam rangka UKM/IKM Creative Expo 2016 pada Sabtu (19/11). Kategori Lomba Fashion Endek Casual, usia 3-6 th, SD, SMP, dan SMA. Persyaratan antara lain mengisi formulir pendaftaran yang disediakan panitia; membayar uang pendaftaran sebesar Rp 75.000; endek yang digunakan endek Bali; komposisi pakaian 70% endek motif dan 30% endek polos / bahan penunjang bebas; aksesoris tidak berlebihan ( boleh menggunakan topi, kaca mata, dll yang menunjang penampilan casual); menggunakan alas kaki/sepatu casual; tata rias rambut dan wajah disesuaikan dengan usia peserta. Persyaratan dan lain sebagainya bisa ditanyakan saat technical meeting yang diadakan Kamis (17/11) pukul 15.00 di BCIC ( Bali Creative Industry Centre). Untuk info lebih lanjut, silakan menghubungi Rhea Cempaka (081338477788), Novi Butik (0822 37561756), Bubayu Bordir (0813 38913456), Mira Minardi (0811398641), dan Jro Asri (0819 99714675). (sri ardhini)

Toyota Perkenalkan New Yaris Heykers

Toyota menghadirkan New Yaris Heykers sebagai hasil rancangan dan karya anak bangsa Indonesia. Peluncuran New Yaris Heykers di Bali dilaksanakan Jumat (11/11) di Mall Bali Galleria. Biyouzmal, Operation Manager Auto2000 area Kalimantan dan Bali mengaku optimis dengan hadirnya varian baru ini memacu penjualan Toyota di Bali. Ia menjelaskan Yaris merupakan salah satu kendaraan yang diminati di Bali. Dengan improvement yang dilakukan saat ini, pihaknya yakin mampu mendongkrak penjualan Toyota di Bali. Nama Heykers berasal dari kata hikers atau hiking yang berarti jalan kaki untuk rekreasi atau berpetualang. Perubahan huruf hi menjadi hey agar berkesan lebih kasual. Karena itu New Yaris Heykers hadir dengan karakter urban adventure. Biyouzmal menambahkan, berdasarkan data Auto2000 untuk market hatchback, sampai dengan Q3 tahun 2016, dari total market Bali sebesar 984 unit, Yaris meraih penjualan 366 unit atau sekitar 37,2%. (ngurah budi)

Suasana seminar ilmiah “Nutrisi pada Bayi Prematur dan Permasalahannya” serta “Deteksi Dini Penyakit Jantung pada Bayi Baru Lahir”

tor immunoglobulin, jarang terjadi intoleransi, dan dapat menurunkan NEC. Namun perlu hati-hati terkontaminasi oleh kuman dan atau faktor alergen yang dikonsumsi ibunya. “ASI adalah pilihan utama sebagai proteksi imunologis (angka sepsis dan NEC lebih rendah), bioavailabilitas nutrien lebih tinggi daripada formula, toleransi lebih baik (gastric emptying 2x lebih cepat daripada formula), efek neurodevelopmental lebih baik daripada formula, efek kesehatan jangka panjang lebih baik,” jelas dr. Rinawati. Dokter Rina yang menyelesaikan Pendidikan Program Doktor Ilmu Kedokteran FKUI memberi kesimpulan, kebutuhan metabolik dan nutrisi tidak berhenti dengan adanya kelahiran. Hitungan jam bukan hari merupakan periode terlama bayi tidak mendapatkan

nutrisi baik parenteral atau enteral. “Pengetahuan tentang pemilihan nutrisi oral/enteral atau parenteral serta rute pemberian sangat penting dalam memperpendek lama rawat, menurunkan angka infeksi aliran darah serta mencapai tumbuh kembang optimal,” tegasnya. SKRINING SEDINI MUNGKIN Sementara itu dr .Venny menjelaskan Indonesia dengan penduduk 200 juta, kejadian penyakit jantung bawaan (PJB) 8 tiap 1000 kelahiran hidup. Yang menjadi mimpi buruk adalah beberapa anak PJB kritis tidak bergejala, fisis normal dan dipulangkan. Beberapa jam/hari kemudian kritis atau meninggal jika tidak dikenali. “Karena itu skrining PJB kritis, bagian dari PJB dengan gejala mengancam jiwa yang memerlukan intervensi dini. Skrining

dilakukan pada bayi sehat dan perawatan intermediate dan lakukan deteksi sedini mungkin,” ujar dr. Venny. Direktur Utama RSIA Puri Bunda, dr. I.G.A. Putu Yudihartini berharap pihaknya selalu bisa menjadi pembelajar terhadap keilmuwan baru untuk kemudian dibagikan kepada tenaga kesehatan lainnya. Dengan demikian, para tenaga kesehatan termasuk juga masyarakat bisa mendapatkan update keilmuwan. Bila bicara materi seminar ilmiah, tentu update mengenai penanganan bayi prematur dan deteksi dini terhadap pasien khususnya bayi. Ia menambahkan RSIA Puri Bunda memiliki ekokardiografi untuk anak, jadi bisa dilakukan skrining pada bayi baru lahir apakah memang ada kelainan jantung atau tidak. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

Mendongeng Lima Menit

PETANI MENOLONG ULAR

Pada suatu musim dingin, seorang petani yang sedang membajak di sawah, melihat seekor ular tergeletak lemas di pematang. Ia meraba-raba sekujur tubuh ular itu. “Masih hidup,” katanya. “Karena kedinginan ular Made Taro itu menjadi kaku,” pikirnya. Timbul belas kasihannya. Ia membawa ular itu pulang. Agar tubuhnya cepat hangat, petani yang baik budi itu membaringkan ular itu dekat mulut dapur. Tak berapa lama, tubuh ular itu kembali hangat. Ia meregangkan tubuhnya, lalu menjalar perlahan-lahan. Pada saat itu, empat orang anak yang baru habis main, masuk ke dapur hendak minum. Mereka terkejut melihat ular yang menjalar dan meliuk-liuk. Ular itu curiga, lalu mengangkat kepalanya serta menjulurjulurkan lidahnya. Ketika seorang anak mendekat, ular itu tiba-tiba mematuk pergelangan kaki anak itu. “Aduh!” teriaknya. Anak-anak yang lain berlarian ketakutan.

Petani penolong ular itu segera masuk dapur. Didapatinya darah mengucur dari pergelangan kaki anak yang terpatuk ular itu. Ular yang curiga itu masih mengangkat kepalanya serta menjulur-julurkan lidahnya. “Hai, Ular!” bentak sang petani. “Sampai hati kamu mematuk anak yang tidak berdosa. Bukankah kamu telah kutolong? Sungguh, kamu binatang yang tak tahu membalas budi!” “Membalas budi?” jawab ular berbisa itu. “Ya, membalas budi! Budi baik kamu balas dengan perbuatan buruk!” “Ha, ha, ha…!” Ular itu tertawa sambil mengangkat kepalanya tinggi-tinggi. “Itulah pelajaran penting yang belum kau kuasai.” Sambil berkata demikian, ular itu menjalar mendekati petani yang menolongnya tadi. “Dengan berbelas kasihan, kamu kira bangsa ular dengan mudah melupakan permusuhan di antara kita.” Petani penolong itu melihat gelagat buruk si ular. Sebelum hal berbahaya itu terjadi, ia mengambil sebatang tongkat. Plak! Plak! Plak! Petani itu memukul ular jahat itu berkali-kali sampai mati. “Sekarang telah kuperoleh pelajaran yang berharga,” kata petani itu. “Kepada siapa seharusnya kita berbelas-kasihan.”

Griya Tanaman hias memiliki berbagai macam manfaat. Tak hanya sebagai penghias ruangan atau halaman rumah agar menjadi lebih cantik saja, namun lebih dari itu, keberadaan tanaman hias juga bermanfaat bagi kesehatan, menghilangkan stres, dan lingkungan.

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

17

Tanaman Hias Bunga D

isebut tanaman hias, dikarenakan bentuk, warna dan corak dari sekelompok tanaman tersebut berfungsi untuk memperindah atau penghias ruangan maupun halaman rumah. Berbeda dengan corak dari tanaman biasa. Ada dua jenis tanaman hias yakni daun dan bunga. Tanaman hias daun tentunya tanaman

yang memiliki bentuk, corak, dan warna daun yang indah. Seperti, suplir, dieffenbachia (daun bahagia/bunga bahagia), paku tanduk simbar menjangan, gelombang cinta, dsb. Sementara yang masuk dalam kategori tanaman hias bunga, seperti anggrek, mawar, krisan, kembang kertas, dan masih banyak lagi. “Bahkan ada juga jenis tanaman hias yang memiliki keindahan pada bunga maupun daunnya, seperti kup-

ing gajah atau anturium,” ujar April, salah seorang penjaga stan bunga Lestari Orchid di kawasan Renon, Denpasar. Tanaman-tanaman tersebut bisa ditanam langsung di tanah, bisa juga di media pot. Jika tidak memiliki cukup halaman atau ruangan untuk menanam berbagai macam jenis tanaman hias ini, tanaman hias gantung bisa menjadi alternatif agar tetap dapat mempercantik rumah dan membuatnya tampil lebih hijau dan asri. Menambahkan tanaman hias gantung di rumah bisa menjadikan suasana rumah lebih berwarna dengan tanaman hias bunga yang memiliki berbagai macam variasi warna dan bentuknya masing-masing.

Dengan adanya jenis tanaman hias ini pula maka rumah Anda akan terasa lebih nyaman untuk dipandangi. –inten.indrawati@cybertokoh.com


Guna menyeimbangkan ketimpangan perekonomian di Bali, Secret Garden Village hadir sebagai destinasi baru yang akan menjadi ikon tujuan wisata di Bedugul, Tabanan. Wahana ini mengusung konsep kunjungan edukasi factory & outlet untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada generasi muda yang mulai condong ke kebudayaan luar. Tur edukasi yang disuguhkan meliputi beauty, coffee, dan resto.

Selaraskan Budaya dan Perkembangan Zaman

Sudut Pandang Bicara pahlawan, dua perempuan yang sempat Tokoh temui, ternyata hampir senada bahwa pahlawan yang sesungguhnya adalah orangtua mereka. Apakah itu ibu atau bapak. Karena merekalah adalah pahlawan yang paling berjasa bagi masa depan keluarga, anak-anaknya yang juga adalah anak-anak Indonesia.

T

entu saja tanpa mengabikan jasa para pahlawan Indonesia lainnya. Begitu pula dengan Dewi Suarjani, seorang desainer di Denpasar, saat ditanya tentang pahlawan, dengan tegas ia merujuk pada figur orangtuanya. Bagi Dewi, pahlawan itu adalah orang yang telah menanam jasa untuk orang lain dan hidupnya sangat bermanfaat untuk orang banyak, dan orangtuanya adalah pahlawan yang super dimatanya. “Bagi saya, sosok pahlawan adalah orangtua saya, Wayan Metra (alm) dan Nyoman Sujani. Karena, beliau berdua telah berjuang tanpa pamrih untuk membesarkan putra putrinya sampai menjadi orang

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Orangtua Itu Pahlawan Super

yang berhasil. Pengorbanan mereka sangat besar. Satu hal yang paling terkesan yakni di saat saya masih gadis kecil masih di bangku sekolah, bapak dengan sabar mengantar dan menjemput anak-anaknya ke sekolah dalam segala kondisi cuaca, panas maupun hujan,” papar ibu dua anak ini. Tujuannya mereka katanya agar anaknya terhindar dari pergaulan yang tidak baik dan tidak dinginkan. Bapaknya almarhum juga selalu berkata “Jadilah seperti bunga sandat, walaupun nanti sudah tua atau layu, kamu masih harum”. Sampai sekarang saya selalu tergiang sama nasehat almarhum bapak,” cetusnya. Karena saking terkesannya dengan nasehat sang bapak, maka disetiap langkahnya. Dewi seolah-olah dituntun dalam kehidupannya dan masih dirasakannya hingga saat ini. “Saya pun berusaha menularkan ini ke anak-anak saya, teknisnya saja di sesuaikan sesuai dengan kondisi kekinian, dan menekankan untuk

Ni Kadek Andriani

bisa menjadi bermanfaat bagi orang banyak. Mudah-mudahan tindakan yang saya lakukan selalu dengan tujuan keluhuran,” katanya. Begitu juga dengan Ni Kadek

Orangtuaku Pahlawanku

Darren Firmansyah

P

ertama para pengunjung akan diedukasi mengenai cara pembuatan kosmetik dari bahan-bahan alam. Hal ini dikarenakan perusahaan tersebut pertama kali berdiri di bidang kosmetik utamanya lulur yang berlabel Herborist. Pengunjung akan diajak ke Oemah Herborist Beauty Factory Outlet. Pengunjung akan melihat pabrik kosmetik Herborist yang terkenal dengan lulur Balinya. Ada Beauty Heritage Museum tempat khusus menyimpan sejarah kosmetik kecantikan Indonesia sejak zaman dahulu kala sampai perkembangan dunia kosmetik modern. Pengunjung juga diajak mengunjungi Mini Plant, tempat para turis akan diajari cara membuat kosmetik dengan bahan alami khas nusantara, seperti pembuatan sabun, lulur, dan seterusnya. Tempat berikutnya adalah teater, tempat pengunjung bisa melihat film dengan durasi pendek

Pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang mendirikan dan membangun negara di masa lalu, karena sesungguhnya ada banyak pahlawan dalam kehidupan ini, baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mau-

sekitar 5 menit. Tur kedua dilanjutkan ke Black Eye Coffee and Roastery. Di tempat ini khusus menyediakan suguhan kopi kualitas tinggi. Semua produk kopi yang dipakai adalah kopi hasil dalam negeri sendiri, tapi mesin yang digunakan memakai teknologi terkini yang modern dan standar internasional. Selain kedua tempat tersebut, Secret Garden juga memiliki venue menarik lainnya antara lain, Rice View Resto khusus untuk BBQ dan The Luwus Resto yang menyediakan menu

Black Eye Coffee and Roastery

nusantara seperti makanan khas Bali dan menu masakan Asia. Menurut Assisten Marketing Manager Darren Firmansyah, Secret Garden memiliki resto dengan menu andalan yaitu Bebek Timbungan. “Ini merupakan cara memasak dari zaman kerajaan dengan memadukan bersama dua puluh macam rempah dan dimasukkan ke dalam bambu,” jelasnya. Dengan luas 4 hektare, Secret Garden Village merupakan destinasi baru yang akan menjadi

ikon di Bali dengan mengusung visi dan misi menjaga kelestarian budaya bangsa, tapi tetap selaras dengan perkembangan zaman. Jangan heran jika nanti akan melihat bangunan megah dengan desain

modern kontemporer berdiri di bukit indah nan alami. “Desainnya dipadukan dengan alam yang sangat kuat, seperti air, kayu, besi dan beton,” jelas Darren. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Museum tempat khusus menyimpan sejarah kosmetik kecantikan Indonesia sejak zaman dahulu kala sampai perkembangan dunia kosmetik modern.

9

pun dalam kehidupan kita secara pribadi. Pahlawan itu adalah sosok yang dengan tulus dan segenap hati berkarya untuk membangun bangsa ini. Sosok-sosok itu bukan hanya ada di pemerintahan, ataupun tokoh-tokoh masyarakat, namun juga ada di sekitar kita, bahkan ada di tempat terpencil di seluruh pelosok Indonesia. Begitu disampaikan dua selebriti yang masing-masing telah mencatat prestasi di bidang yang ditekuninya, Agustin Ramli mantan Miss Indonesia Tourism yang kini banyak berkiprah di kegiatan sosial dan Irma Darmawangsa, penyanyi dangdut yang kariernya terus menanjak. Menurut Agustin, pahlawan adalah seseorang yang banyak berbuat hal-hal positif bagi kehidupan orang lain. Pahlawan adalah sosok yang telah berjuang untuk bangsa dan negara. Dalam konteks kehidupan pribadi, pahlawan adalah sosok yang sudah menyelamatkan hidup kita, berbuat sesuatu untuk kebaikan hidup kita. Dalam kekinian, yang bisa kita sebut pahlawan bukan hanya mereka yang telah berjasa pada bangsa dan negara di masa lalu, tapi juga pahlawan masa kini. “Kita punya banyak pahlawan, baik itu di pemerintahan, tokoh-tokoh masyarakat maupun sosok-sosok lain di seluruh penjuru negeri. Mereka itu yang telah berbuat banyak bagi bangsa kita, dan telah ikut membawa Indonesia hingga seperti sekarang. Mereka bukan hanya tokoh yang dikenal publik, lho, tapi sesungguhnya ada banyak tokoh yang juga layak menyandang sebutan pahlawan namun tidak dikenal publik secara luas karena mereka

berkarya di tempat-tempat terpencil yang jauh dari ekspos media,” papar pendiri Ant Charity ini. Dalam obrolan, Agustin yang juga sempat menekuni dunia akting di antaranya FTV ‘Jangan Salahkan Bintang’ dan ‘Miss Popular’, sempat mengungkapkan kekagumannya pada Sri Mulyani (Menteri Keuangan) dan BJ Habibie (mantan Presiden RI). Menurutnya, kedua tokoh itu juga layak mendapat sebutan pahlawan karena sumbangsihnya terhadap negara. “Mereka adalah orang-orang cerdas Indonesia, yang meski telah hidup dan berkarier dengan mapan di luar negeri, namun pulang ke Indonesia begitu negara memanggil. Langkah berani mereka meninggalkan segala kenyamanan di sana demi membangun Indonesia. Ada banyak orang Indonesia yang juga sudah mapan hidup dan kariernya di luar negeri tapi tetap memilih pulang ke tanah air demi membangun negara. Mereka semua itu pahlawan,” tegas presenter kondang yang juga aktif menjadi model iklan sejumlah produk terkenal. Di luar itu ada juga sosok-sosok yang ‘mengabdi dalam diam’ dalam artian orang-orang yang berkarya membangun negeri namun berada di pelosok-pelosok yang jauh dari ekspose media. Dari pengalamannya sebagai presenter, tutur Agustin, ia pernah memandu acara televisi yang mengangkat pahlawan-pahlawan ‘tak dikenal’ itu. “Aku pernah ke sebuah gunung di Palu, Sulawesi Tengah. Perjalanannya cukup sulit dan memakan waktu. Nah di sanalah ada seorang ibu yang dengan setulus hati mengajar anakanak yang tak terjangkau program pendidikan dari pemerintah. Padahal ibu itu tinggal di kaki gunung, namun dia dengan suka rela mau meluangkan waktu dan tenaganya untuk berjalan ke atas gunung demi memberi anak-anak di sana pendidikan. Itu sungguh luar biasa. Bagi aku, dia adalah pahlawan,” ungkapnya sembari menambahkan dalam perjalanan hidupnya ia kerap kali berjumpa dengan orang-orang berhati mulia

Dewi Suarjani

Andriani, S.E, seorang pengusaha permata ,yang senada menyatakan kalau pahlawan mereka yang rela dan tulus berkorban demi kepentingan orang lain serta bisa memberi contoh untuk menanayang mau berkarya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Lalu siapakah pahlawan dalam kehidupan Agustin Ramli? Ketika hal itu ditanyakan, finalis Miss Indonesia 2006 ini dengan cepat menyebut mamanya. Menurut Agustin, sosok mama adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupan dia dan kakaknya. Mama yang single parent telah berjuang sekuat tenaga membesarkan dan mendidik dia, bahkan katanya, sampai sekarang pun, ketika dia dan sang kakak sudah mandiri dengan penghasilan yang lumayan, sang mama tetap memberi perhatian. “Mama aku luar biasa sekali! Mama dan papa pisah saat aku masih kecil, aku berusia 8 tahun dan kakak 12 tahun. Sejak itu mama yang membesarkan kami. Mama sangat independen dan hidup sederhana. Dia selalu memberi support untuk aku terus maju. Yang lebih luar biasa lagi, mama aku sekalipun aku sudah seperti ini, tidak pernah meminta aku untuk dibelikan apapun. Sebaliknya dia selalu bertanya apa yang perlu mama bantu. Bayangkan. Beliau seorang giver. Dia adalah pahlawan hidupku,” katanya. Senada dengan Agustin, Irma Darmawangsa yang singlenya ‘Geal-Geol’ tengah melejit saat ini, menyebut orangtua adalah pahlawan hidupnya. Dirinya bisa berkiprah di blantika musik dangdut dan mencapai hasil yang lumayan seperti sekarang, tak lepas dari peran ibu dan bapaknya. “Mereka adalah pahlawan hidup aku, selalu perhatian bahkan sampai usiaku seperti sekarang (32 tahun) orangtua masih penuh perhatian,” ungkap Irma yang menjadikan kehidupan orangtuanya sebagai panutan. Selain kedua orangtua, Irma juga menyebut putra satu-satunya, Gibran (5) adalah ‘pahlawan’ hidupnya. “Anak aku juga ‘pahlawan’ aku. Tanpa dia rasanya hidup aku hampa. Tapi dengan adanya anak, hidup aku meski single parent terasa bermakna, penuh semangat. Keberadaan anak adalah pendorong semangat aku dalam

mkan sesuatu yang berarti dalam kehidupan ini. Seperti orangtuanya Ni Wayan Meni dan I Made Adra yang pensiunan Dinas LLAJR dan sekarang disibukkan dengan usaha tambak udang. Menurut Andri masa kecil yang menyenangkan berhasil diciptakan oleh sang ayah, lengkap dengan petuah akan sikap-sikap yang baik. “Tidak mudah menjadi pahlawan di masa kini. Yakni , bagaimana kita bisa meneruskannya, misalnya bagi dirinya yang perempuan, bagaimana ia bisa menjadi perempuan yang mandiri dengan pengetahuan, skill dan sikap yang baik tentunya. Selanjutnya bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak apalagi pengaruh kemajuan teknologi saat ini,” tuturnya Namun, kita selayaknya juga jangan lupa sejarah nasional kita, meskipun kita tidak terhubung secara langsung. Sebab, pahlawan yang mendahului kita mereka tidak mainmain berjuangnya tidak mudah, tapi mempertaruhkan nyawa. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

Agustin Ramli

Pelesir

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Irma Darmawangsa

16

berkarier dan berkarya,” kata Irma penuh semangat. Lalu siapakah tokoh bangsa yang dianggapnya pahlawan? Menjawab ini, wanita yang melejit namanya sejak melantunkan single ‘Bocor’ pada 2013 lalu, mengatakan, salah satu pahlawan masa kini adalah presiden. “Presiden adalah orang yang dimata aku layak disebut pahlawan. Karena tidak mudah mengatur bangsa ini. Presiden dari mulai Indonesia berdiri hingga Presiden Jokowi. Mereka—lepas dari kekurangan yang dimiliki-- sudah berkontribusi banyak sampai Indonesia bisa mencapai titik sekarang ini,” katanya. Setiap manusia, pasti punya kelebihan dan kekurangan. Begitu juga presiden. Namun jangan karena adanya kekurangan, kita melupakan banyak kebaikan yang mereka perbuat untuk bangsa ini. “Seorang presiden tidak mungkin bisa bertahan jika dia tidak banyak berkontribusi positif untuk bangsa,” ucapnya. (dianaruntu@cybertokoh.com)


10

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

“Legenda dari Desa Dirah”

Kreasi

LARUNG MENGGUGAT TIRANI SANG PENGUASA Larung adalah murid Si Calonarang yang menguasai ilmu hitam kelas tinggi. Perawan cantik namun berperangai pendendam ini sanggup berubah wujud menjadi beragam siluman yang menyeramkan. Karena itu, tak ada pria yang berani melabuhkan cinta padanya. Namun, Larung sama sekali tak hirau. Ia hanya peduli menuntut ilmu hitam yang telah menawan lakon hidupnya. Hidupnya dipersembahkan hanya kepada gurunya, janda sakti Desa Dirah, Si Calonarang. Segala perintah dari Calonarang akan dilaksanakannya dengan tekad bulat, walaupun harus menyabung nyawa.

K

isah Larung yang perkasa itu disajikan oleh tim kesenian duta Kabupaten Gianyar dalam perhelatan seni nasional Pesta Topeng Nusantara yang berlangsung pada tanggal 22-23 Oktober lalu di Cirebon, Jawa Barat. Diikuti oleh 10 tim kesenian yang terdiri dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali (Gianyar) satu-satunya peserta dari luar Pulau Jawa. Mengangkat judul lakon “Legenda dari Desa Dirah” yang bersumber cerita rakyat Jawa Timur berlatar abad ke-11 yang membumi di Bali, penampilan tim kesenian Gianyar pada hari kedua, 23 Oktober, disambut antusias penonton.

Kisah Calonarang si tukang teluh, rupanya cukup dikenal masyarakat Jawa Barat. Pesta Topeng Nusantara itu digelar di sebuah panggung terbuka Taman Kota Sumber Cirebon. Bila para peserta dari Pulau Jawa berkekuatan sekitar 10-15 orang penabuh dan penari, Gianyar hadir dengan 40 seniman. Bila sebagian peserta ada yang tampil dengan iringan gamelan rekaman kaset/CD, Gianyar datang dengan satu truk gamelan gong kebyar. “Kita memang tak mau tanggung-tanggung,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Wijana. Kesungguhan para insan seni Gianyar dalam penampilan di forum nasional ini, menurut Wijana,

sesuai dengan komitmen dan apresiasi Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata, S.H., pada seniman dan jagat seni. Malam itu, Agung Bharata, tampak hadir menikmati pertunjukan dengan tekun. Kabupaten Cirebon termasuk memiliki khasanah tradisi seni pertunjukan topeng yang kuat di wilayah Nusantara. Tradisi topeng Cirebon hingga kini masih eksis, baik roh filosofisnya maupun greget estetisnya. “Mengingat pentingnya posisi seni topeng di tengah masyarakat Cirebon, Pemerintah Gianyar mempersiapkan duta seninya dengan serius,” ujar I Wayan Karyawan, Kabid Disbud Gianyar. Proses penggarapan dramatari topeng “Legenda dari Desa Dirah” ini, paparnya, diawali dengan membuat konsep atau skenario, menentukan direktur artistik, komposer, koreografer, penabuh, penari, dalang dan gerong alias vokalis. Secara konsep garap, dramatari topeng yang judulnya digali dari sumber cerita Calonarang ini merupakan rajutan dari keragaman tari topeng Bali dalam sebuah bingkai dramatik. Semua pemeran menggunakan penutup muka dalam wujud topeng (tapel) dan rias wajah (make up), sebagai personifikasi beragam simbol karakter manusia dan binatang. Narasi cerita dituturkan dalam untaian bahasa Jawa Kuno (Kawi) dan bahasa Indonesia. Struktur drama-

Style

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Segar dan Feminin dengan Warna Pastel

Sekelompok desainer berbakat yang bergabung dalam Unyx kembali mempersembahkan karyanya. Mereka adalah Natasya, K Dharani, Yue Hui Chai, Jacinda Lie, Eunike Asih, dan Angelica Wu, berhasil melengkapi keindahan pagelaran “Graduation Angelica Wu FDC” belum lama ini.

M

engusung t e m a “Gard ­­ e n Of Angels”, kumpulan desainer ini mengeluarkan koleksi busana anak dan wanita dalam

tiknya tak terikat dengan dramatari topeng tradisi namun disesuaikan dengan kebutuhan interpretasi estetik serta kontekstualisasi pesan atau kisah yang dikomunikasikan kepada penonton. Alkisah, Si Janda Sakti Calonarang girang bukan kepalang atas perkawinan anak gadisnya, Ratna Mangali dengan Raja Airlangga. Namun kegembiraan Si Calonarang hanya dikecap sesaat saja, sebab tiba-tiba putri kesayangannya dikembalikan dengan tuduhan menganut ilmu hitam. Tak terima dengan tirani semena-mena itu, Calonarang mengutus murid andalannya, Larung, ke keraton Kediri menggugat Raja Airlangga. Akan tetapi di tengah perjalanan, Larung sempat lalai dengan tugasnya dan justru terlena oleh buaian asmara dari Patih Madri. Beruntung kesadarannya segera pulih dan dengan garang bertarung hidup mati melawan Patih Madri. Cerita tentang kegarangan Larung ini disebut “Kautus Larung” dalam episode dramatari calonarang. Tokoh Larung yang diperankan oleh penari Pradnya

Larasari, tampak mendapat porsi yang penting dalam dramatari topeng Gianyar tersebut. Di bagian awal penampilannya, tokoh ini menunjukkan karakter keras, lugas, tangkas bergerak lincah. Ketika diberikan kesaktian oleh Calonarang, Larung mengerang sungsang dengan kaki di atas dan kepala dibawah. Rambutnya yang terurai panjang menyapu lantai. Koreografi adegan ini membuat penonton tegang, ngeri. Diusung dua siluman, Larung kemudian terbang dalam kepulan asap dengan wajah sangar dan jari tangan bergemetar, berangkat memburu Raja Airlangga untuk dipenggal kepalanya dan akan diserahkan kepada Si Calonarang. Pendramaan garapan “Legenda dari Desa Dirah” ini memang dibingkai peperangan namun pesan damai justru menukik pada klimaks garapan, ketika tokoh Mpu Bharadah menasihati Si Calonarang. “Dinda Calonarang, ilmu yang kita pelajari memang berseberangan. Tetapi, semua ilmu itu sejatinya baik, asal dipergunakan dengan benar. Seharusnya ilmu itu digunakan untuk kebaikan harkat dan martabat kemanusiaan, kemajuan peradaban serta untuk kehidupan yang rukun dan damai. Ayo dinda, mari saling menabur kasih, bukan menebar benci dan dengki. Dan, mari satukan perbedaan dalam sebuah rajutan tekad kebersamaan nan tenteram seperti yang diajarkan sasanti bhineka tunggal ika tan hana dharma mangaruwa, yaitu bersatu padu dalam indahnya pelangi keberagaman seni budaya Nusantara.” Kadek Suartaya

15

warna pastel, aqua blue, pink dan putih. Untuk bahan pilihannya jatuh pada yang ringan seperti chiffone, tile, lace dan satin. Paduan warna yang lembut ini menjadikan seluruh ran-

cangan cantik dan menawan. Di samping itu, balutan warna pastel bagi perempuan dewasa menghasilkan kesan menenangkan, feminin dan pastinya elegan bagi pemakainya. Begitu pula bagi si remaja kecil menjadikan tampilan segar dan nyaman. Untuk halaman Style Tokoh pekan ini, kami suguhkan beberapa desain dari Unyx yang total look-nya baik untuk si anak maupun yang dewasa berhasil memunculkan karakter yang lembut, penuh kehangatan dan percaya diri. (@sri.ardhini@cybertokoh.com)


14

Jelita

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Seiring pertambahan usia, penuaan pun terjadi di tubuh dan kulit. Hal ini mengubah seluruh sistem dan mekanisme tubuh dalam mengolah nutrisi , sehingga terjadi penurunan dalam proses regenerasi sel.Masalah penuaan kulit cukup meresahkan, terutanma pada kaum wanita yang berusia diatas 30 tahun.

Jaga Kulit dengan Antioksidan mask) dan mengencangkan (lifting mask). Miracle Ageless Brightening Facial ini, memiliki kerunggulan ; merupakan ‘corrective treatment’ untuk meremajakan kulit dan mengatasi masalah hiperpigmentasi dengan hasil lebih optimal. Menjadi-

T

anda–tanda penuaan seperti garis halus, kerutan, dan terasa kasar jika tidak di rawat akan makin jelas dan sulit diatasi. Di Miracle ada perawatannya, Miracle Power Retinol Facial. Perawatan ini memberi solusi lebih praktis, nyaman dan aman. Menariknya Miracle Power Retinol ini menggabungkan perawatan dengan teknik pembukaan 7 cakra energi. Begitu disampaikan Upik Rustiah, Manager Miracle Renon. Ia mengatakan kita semua perlu mengenal yang namanya tanda penuaaan. Bahwa, ketika usia kita bertambah kondisi kulitpun mengalami perubahan. Proses regenerasi kulit yang lazim terjadi setiap 28 hari dan kian hari kian melambat. Tanda–tanda penuaan di wajah diantaranya, terlihat kusam, lebih kasar dan tidak bercahaya. Ada flek yang makin jelas di beberapa bagian wajah. Terlihat juga garis halus dan kerutan terutama di sekitar mata dan bibir. Selain itu, kulit juga mengendur dan kurang elastis serta mudah kering dan kehilangan kelembabannya. “Jika tanda- tanda tersebut mulai terlihat pada wajah, berarti ini saatnya untuk melakukan perawatan,” cetus Upik. Berikutnya, ia juga memaparkan perihal pembukaaan 7 cakra energi. Cakra merupakan titik pusat energi pada tubuh yang berfungsi mengatur dan menyeimbangkan energi. Cakra bersinergi dengan tubuh dan membantu aktivitas manusia . Namun, saat usia makin menua , energi tubuh makin lemah sehinggga sistem kerjanya tidak lagi optimal dalam mengolah perawatan yang diberikan pada tubuh. Pembukaan 7 cakra energi ini, berfungsi meningkatkan energi tubuh, sehingga efek penyerapan retinol lebih efektif dan terolah dengan baik untuk mengaktifkan regenerasi pada sel. Dengan begitu kulit baru yang lebih sehat bisa diperoleh. Durasi perawatan ini hanya 90 menit sehingga tidak terlalu menyita waktu seseorang yang memiliki banyak aktivitas. Agar hasil yang didapatkan optimal lalukan perawatan ini setiap 2 minggu sekali atau 1 bulan sekali. Perawatan ini, berfungsi membantu meremajakan kulit sehingga wajah lebih segar, kenyal dan bercahaya. Juga memperbaiki tekstur kulit yang mulai terasa kasar dan kusam, merelaksasi otot dan memperlancar peredaran

Upik Rustiah

darah,Perawatan ini juga membantu mengatasi berbagai penuaan pada kulit karena mengandung beberapa bahan aktif, diantaranya: enzym complek untuk mengangkat sel kulit mati, mencerahkan, menghaluskan, dan meregenerasi kulit. Serum retinol (vitamin A) dan retinol concenrate sebagai antioksidan, yang bermanfaat menangkal radikal bebas, penyebab munculnya tanda penuaan. Membantu proses sel renewal dan membantu memperlambat proses penuaan kulit Retinol juga bermanfaat meningkatkan kembali produksi kolagen, yaitu protein yang berfungsi mengisi kepadatan dan kekenyalan kulit. Langkah perawatan Miracle Power Retrinol Facial, yakni setelah melalui pemeriksaan awal proses facial yang akan dilakukan adalah pembersihan wajah, dari make up, debu, keringat dan kotoran penyumbat pori. Peeling dengan kandungan retinol, untuk mengangkat sel kulit mati serta memperbaiki kerusakan pada permukaan kulit akibat proses penuaan. Sementara aplikasi serum retinol untuk menstimulasi proses regenerasi kulit, yang dilakukan dengan perangkat khusus untuk memastikan penyerapan serum berjalan optimal. Massage wajah dengan pembukaan 7 cakra energi untuk mengaktifkan efek retinol , serta memberikan efek relaksasi dan memperlancar peredaran darah. Namun, lanjut Upik saat ini ada lagi perawatan yang terbaru juga untuk mengatasi problem penuaan dan hiperpigmentasi pada kulit wajah. Hasilnya sangat optimal karena mengandung antioksidannya sangat tinggi untuk mencegah kerusakan oksidatif pada sel yang memicu penuaan dini. Semi medical facial yang bernama Miracle Ageless Brightening Facial ini dilengkapi dengan teknologi gelombang ultrasound dan Radio Frequency (RF) serta peeling sehingga efek peremajaan kulit menjadi lebih maksimal.

Selain itu, Miracle Ageless Brightening Facial juga dapat mengatasi kulit kusam, kerutan halus dan keriput, serta elastisitas kulit yang menurun. Facial ini menggunakan bahan aktif yang secara cepat memudarkan hiperpigmentasi (flek, melasma, warna kulit tidak merata), serta mencegah pembentukan dan peningkatan pigmen di lapisan kulit. Kandungan antioksidan di dalamnya 20x lebih tinggi dibandingkan vitamin C dan 40x lebih tinggi dibandingkan vitamin E. Perawatan ini dilengkapi dengan dua macam masker yang berfungsi mencerahkan (brightening cream

kan kulit wajah lebih cerah, segar, kenyal, kencang dan awet muda. Dilengkapi dua macam masker yaitu brightening mask dan lifting mask. Proses perawatan yang nyaman dan aman langsung dirasakan usai perawatan. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

Psikosomatik: Merasa Sakti Padahal Sakit

Freud memulai The Future of an Illusion dengan beberapa fakta yang diakui hampir semua orang. Kehidupan manusia muncul dan berkembang dari dunia alami, sebuah arena yang tidak mesti ramah pada kehidupan dan kegiatan usaha manusia. Untuk menjaga diri kita dari ancaman penyakit, kehancuran, bencana, kelemahan fisik maka kita memerlukan perlindungan yang telah kita miliki secara alami yaitu pengekangan ambisi, emosi dan nafsu pribadi. Namun sayangnya banyak pribadi yang masih saja terkekang oleh berbagai ilusi yang sebagaian besar akibat dari neurotik obsesif yaitu sebuah gangguan saraf akibat adanya berbagai tekanan yang terasa hilang dan seolah terlupakan dipermukaan namun masih tersimpan di dalam pikiran bawah sadar.

T

ekanan di dalam perasaan dan pikiran akan membuat seseorang mengalami psikosomatis dengan gejala sering melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak bermanfaat, berpikir irasional, sering melakukan ritual personal yang aneh, Obsesif, hilang ingatan, keseleo lidah saat berbicara dan dampak jangka panjangannya adalah sering merasa melihat bayangan dan sering merasa mendengar bisikan, susah tidur, takut keramaian, kehilangan fokus dan rasa percaya diri dan pada akhirnya lebih suka menyendiri dari pada bersosialisasi, secara perlahan rasa senang, rasa tenang dan rasa nyaman berkurang. Akibat pikiran yang irasional biasanya gejala–gejala seperti ini sering dihubungkan dengan berbagai kuasa magic, kekuatan supranatural dan akhirnya seseorang yang sesungguhnya “Sakit akan merasa dirinya Sakti”. Inilah yang orang tua di zaman

11

WORKSHOP KEJIWAAN GURU MANGKU HIPNO

“SAKIT MERASA SAKTI MENGUBAH TAKDIR KEHIDUPAN” TEMA: #MENGUBAH TAKDIR, MEMBUKA PINTU REZEKI DAN KESEMBUHAN DENGAN MOTIVASI- MEDITASI DAN YOGA AGNISARA MINGGU 20 NOVEMBER 2016, MULAI PUKUL 15.00 S.D. 17.00 WITA. TEMPAT: GANDHI PARK, DESA BUDAYA KERTALANGU, DENPASAR, BALI. INFO LENGKAP : HUB 081337228580, SAKSIKAN SIARAN LANGSUNG DIALOG GURU MANGKU HIPNO @ BALI TV, SENIN, 14 NOVEMBER 2016, MULAI PUKUL 16.00 S.D. 17.00 WITA. “KAMI AKAN MEMBUKA POTENSI DIRI ANDA YANG BELUM DIKENALI, BELUM DIGALI DAN MENGOLAHNYA MENJADI SUMBER KEKUATAN DAHSYAT UNTUK PERUBAHAN MASA DEPAN” “KAMI AKAN MENGGOYANG, MENGHANCURKAN, MEMBOBOL MENTAL BLOCK PARA PESERTA MELALUI METHAPISICAL HYPNOSIS SEHINGGA RASA SAKTI NAMUN SESUNGGUHNYA SAKIT, MALAS, RASA MINDER, RASA SEDIH, RASA SAKIT, RASA TAKUT, SEGALA PENYAKIT, STRES DAN SEJENISNYA KABUR DARI KEHIDUPAN PARA PESERTA”

PENDAFTARAN : 03618442823, 087730787063, 081337228580, PINBB : 7FB63D85 (TEMPAT TERBATAS) ADMIN HANYA RP 350 RB/ORANG

Turis Manca Negara mengikuti sesi Healing dan Meramal Takdir bersama GMH

melahirkan kesadaran dan kesabaran yang mampu menghentikan kebiasaan kita menuduh orang lain sebagai penyebab peristiwa buruk yang kita alami. Pola pikir seperti inilah pembuka pintu rezeki dan keberuntungan seseorang. Dalam kehidupan ini sesungguhnya semua orang ingin menikmati kesehatan, kesuksesan dan keberlimpahan harta serta kasih sayang, sehingga dapat menikmati hidup dalam kebahagiaan lahir batin. Namun, tidak semua mengetahui bagaimana caranya. Semua manusia dilahirkan dengan kemampuan dan potensi yang sama dalam meraih segala impiannya, namun sebagian dari mereka yang masih sakit, masih gagal, masih bingung dan berjuang keras adalah bagian dari mereka yang belum mampu menemukan rahasia terdalam sebuah keberhasilan. Setelah berkeliling Indonesia mengadakan workshop

Ribuan peserta Agnisara Yoga tumpah ruah di Yogjakarta

dulu istilahkan “Orang buta menuntun orang buta”, orang yang seharusnya disembuhkan malah mengambil peran sebagai penyembuh sehingga sakitnya bertambah parah. Untuk menghindarkan diri terjebak dalam berbagai ilusi dan delusi maka ada baiknya kita mampu menyesuaikan diri dan berevolusi saat menjalani kehidupan ini seperti apa yang dituliskan oleh Auguste Comte yang merupakan Founding Father of Sosiology bahwa kita harus berkembang dari pemikiran theologis, metafisik menuju positif (pemikiran sederhana, tradisional menuju modern). Ciri utama yang membedakan dari ketiga cara berpikir tersebut terletak pada “rasional” pemikiran manusia dalam menemukan dan menjelaskan penyebab terjadinya suatu peristiwa. Dengan berpikir rasional maka kita akan memahami bahwa sumber penyakit, kegagalan dan masalah diri hampir 90% diakibatkan oleh kesalahan diri sendiri mengolah pikiran, perasaan dan tindakan sendiri. Introspeksi diri adalah cara menemukan penyelesaian masalah yang paling utama dan untuk dapat berubah menjadi lebih baik, maka perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri. Introspeksi diri

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

kejiwaan, kini atas tautan karma Guru Mangku Hipno kembali akan membangun kejiwaan Anda, menghidupkan cahaya inspirasi pikiran Anda dan menempatkan Anda di jalur yang benar untuk menemukan solusi terbaik atas segala masalah kehidupan Anda. Telah tiba saatnya segala masalah Anda mulai menemukan titik terang penyelesaian, bersiaplah menikmati kehidupan yang lebih baik dan menjadi seseorang bermanfaat yang selalu dirindukan kapanpun dimanapun Anda berada. Workshop Kejiwaan ini memiliki tiga tujuan penting dalam menjalani proses membangun jiwa yang lentur , mental yang kokoh, pikiran yang cerdas, tindakan yang terkendali sebagai syarat terpenting dalam mencapai kehidupan yang bahagia. Workshop ini sangat bermanfaat secara nyata baik bagi perseorangan, anak-anak, orang tua, sosialita, kelompok, mahasiswa, pengusaha maupun penguasa, karena semua memerlukan hal ini dalam hidupnya: 1. Menemukan cara bagaimana memiliki sesuatu yang selama ini belum pernah dimiliki, (misalnya, impian, keinginan, cita-cita, kasih sayang, harta, kesehatan yang optimal, keberhasilan

yang maksimal, kedamaian, dllnya) 2. Menemukan cara bagaimana mempertahankan segala sesuatu yang baik yang selama ini telah dimiliki (kenikamatan hidup, kesehatan, keberhasilan, kedamaian, kebahagiaan) 3. Menemukan cara bagaimana mengakhiri segala sesuatu yang buruk yang selama ini terlanjur dimiliki (kesialan, permusuhan, dendam, sakit hati, penyakit, kegagalan, permasalah diri, dllnya). Tidak seperti seminar ataupun workshop yang biasanya hanya bersifat normatif atau teoritis, perbedaan workshop Guru Mangku Hipno lebih banyak diisi dengan praktek langsung, memurnikan diri, menyadarkan diri, mengubah diri (membobol mental block atau kebiasaan buruk), membangun diri dan membuka potensi keberuntungan diri yang telah lama terlupakan. Para peserta akan dimotivasi, dituntun menemukan solusi, diajarkan meditasi kendali pikiran, perasaan dan tubuh (By Said meditasi ) dan diajarkan gerakan Agnisara yoga yang membuat setiap peserta lebih mudah mencapai setiap harapan hidupnya. Workshop Kejiwaan adalah rangkaian tutur kejernihan dan motivasi yang akan membawa seseorang ke dalam perjalanan takdir perubahan hidupnya.Bagaimana mengubah diri dari kemalasan, ketidakberdayaan, ketidakberuntungan, ketidakpercayaan diri, untuk kembali menemukan cahaya Tuhan yang akan menuntun setiap jiwa menjadi pribadi yang lebih baik secara Samkritam yaitu logika, etika dan estetika (Satyam, Sivam, Sundaram) guna mempermudah meraih impian. Semua dengan satu tujuan menjadikan diri lebih sadar dan lebih sabar dengan alasan yang jelas. Demikian Guru Mangku Hipno memaparkan apa, bagaimana proses perubahan yang akan terjadi pada para peserta yang mengikuti Workshop Kejiwaan, Minggu 20 November 2016. Guru Mangku Hipno adalah seorang penekun Supranatural dan Spiritual Universal, disamping sebagai Guru Besar di Brahmakunta Center, GMH (panggilan Guru Mangku Hipno) juga merupakan motivator spiritual, professional healer, dan pakar psikologi hypnosis, psikoanalisis NLP dan ahli palmistri internasional (membaca garis tangan) yang telah banyak membantu para pasien dari manca negara seperti Jepang, Eropa, Amerika, Asia untuk menentukan arah bisnisnya dan apa? bagaimana? kapan? keberuntungannya akan datang. Disamping itu GMH juga seorang penulis buku tentang supranatural, spiritual, penyembuhan psikosomatis, dan buku–buku tentang

rahasia kuasa bawah sadar. Sebagai putra Bali tentu GMH memiliki tanggung jawab moral berbagi pengetahuan dengan generasi muda dan mereka yang benar-benar ingin berubah ke arah lebih baik. Maka dalam workshop nanti GMH akan memberikan layanan khusus “psikoterapi massal secara gratis kepada semua peserta”. Terapi ini disamping bertujuan menguatkan resistensi mental seseorang dalam menghadapi setiap peristiwa juga sebagai awal penyembuhan sakit pikiran, perasaan dan tubuh. Jadi jika Anda belum tersembuhkan secara tuntas, Anda dapat mengikuti layanan ini. GMH juga siap memenuhi permintaan memberikan motivasi usaha dan spiritual, meditasi, pembangkitan motivasi kerja, penyembuhan massal, pembangkitan aura tempat usaha, pembersihan energi negatif diri dan tempat tinggal, Perubahan karakter melalui revolusi dan reformasi mental kepada perseorangan, Badan Usaha, pemerintahan, perusahaan, perkumpulan, sekolah/kampus, dan tentunya juga masyarakat tercinta di seluruh Indonesia. INFO SEHAT BRAHMAKUNTA CENTER Brahmakunta Center adalah Pusat Penyembuhan dan Pembelajaran Supranatural dan Spiritual Universal. Mengambil filosofi Brahma sebagai pembuka jalan, kenyataan, pengetahuan tanpa batas dan Kunta berasal dari kata Kunda yang berarti indah seperti bunga melati, ia yang membantu orang bijak menuju pembebasan dari penyakit duniawi. BrahmaKunta adalah nama nama dewa Wisnu dari seribu nama Dewa Wisnu dalam kitab Garuda Purana. Menggunakan metode By Said holistik modern dan tradisional sehingga mampu menjawab dan menuntaskan semua permasalahan kehidupan. Menangani pasien dari seluruh wilayah Indonesia dan manca negara dengan sistem analisis rasional dan logika sebuah sistem yang sangat sesuai dengan perkembangan zaman (jaman positivistik). Beralamat di Perumahan

Gunung Sari Indah, Jalan Tukad Buana 1/ 61 Keboiwa Utara Denpasar Bali. Telp 03618442823, 081337228580. Fb : Guru Mangku Hipno. Pin BB 7FB63D85. Dalam praktiknya Brahmakunta Center telah mengantongi izin dari DINKES nomor : 448.3/28.PT.XII.14/ DIKES dan Ipatri nomor : 139/DPC IPATRI DPS/2014. Memberikan Pelayanan dan Buka setiap hari Senin s.d. Sabtu, Mulai pukul 10.00 s.d. 17.00 Wita. Brahmakunta Center adalah solusi terbaik untuk menyelesai segala masalah kehidupan Anda sekeluarga. Brahmakunta Center memakai teori mawas diri (introspeksi) tidak ada orang lain yang mampu mengubah diri kita. Semua perubahan yang terjadi hanyalah karena adanya kemauan diri sendiri untuk berubah, kemauan yang kuat akan menghidupkan kemampuan diri untuk berubah dengan cepat. Begitu juga halnya dengan kesembuhan dan kesuksesan diri. Bahwa penyakit, kegagalan dan permasalahan yang menimpa seseorang biasanya berawal dari diri sendiri yang gagal mengendalikan pikiran, perasaan dan tindakan. Kegagalan tersebut akan mengakibatkan seseorang kehilangan kesenangan pikirannya, ketenangan hatinya, dan kenyamanan tubuhnya. Kehilangan kesenangan, ketenangan dan kenyamanan dirilah sesungguhnya sumber 90% penyakit yang diderita oleh seseorang, jadi sangatlah kecil peluang seseorang sakit karena orang lain, serangan black magic, pekarangan dan sebagainya. Jadi jika Anda ingin sehat, ingin sukses, ingin keberlimpahan harta dan kasih sayang, maka langkah awalnya adalah jaga kesenangan pikiran, jaga ketenangan perasaan dan jaga kenyamanan tubuh maka masa depan terbaik menjadi milik Anda. Namun, jiwa Anda belum menemukan cara untuk itu. AYO TELEPON 081337228580, DAFTARKAN DIRI SEGERA IKUTI DAN LARUT DALAM SEBUAH PERUBAHAN BESAR, IKUTI WORKSHOP KAMI.

GMH sedang menghentikan kebiasaan kerasukan kepada para Siswa


12

Kuliner

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Komang Sumantara alias Kingkong

Pizza bukanan makan­ an asli Indonesia. Orang mengenal pizza sebagai makanan khas Italia. Tetapi, kita tidak harus ke Italia untuk menikmati pizza. Di Indonesia ba­ nyak penjual pizza mulai dari harga murah hingga yang mahal. Salah satu warung penjual pizza di Denpasar berada di depan Art Center, namanya Limolaz Pizza.

Pizza Bintang Lima Harga Kaki Lima

Pria bertubuh tinggi besar itu adalah mantan Manager Food and Beverage hotel dan Direktur Sekolah Perhotelan. Kini ia memutuskan fokus untuk menggeluti bisnis kuliner khususnya pizza. “Saya menyukai tantangan dan ingin menikmati proses sebuah kesuksesan, membuatnya mencoba hal baru yaitu berbisnis kuliner. Warung kecil ini memang tidak terlalu banyak tempat duduk, namun order selalu ada karena kami melayani pesanan online,” jelasnya. Kingkong yang pernah bekerja di kapal pesiar selama 12 tahun itu tahu betul cara membuat makanan dan minuman bintang lima. Begitu juga sajian menu

makanan pizzanya, bukan hanya sekedar pizza. Ia menyajikan dengan apik dan berkelas. Pizza yang berisi topping paprika merah dan hijau, bawang bombay, sosis ayam, jamur, daun basil, oregano, keju mozzarella asli, itu memiliki ciri khas rasa. “Semua bumbu yang kami pakai beda, meskipun ini masakan Italia, tapi citarasanya lokal. Pizza bintang lima harganya kaki lima,” tandas alumnus SMAN 7 Denpasar ini. Pengalaman bertahun-tahun di dunia perhotelan membuat Kingkong mantap menjalani bisnis kulinernya kini. Mulai dari permodalan, marketing, membuat, menyajikan dilakukannya sendiri. Citta Maya

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Aneka Olahan Susu Kambing

K

erja keras, inovasi, dan kreativitas merupakan kunci utama kesuksesan Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) yang merupakan salah satu program unggulan Pemprov Bali. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Sepang Kecamatan Busung Biu I Wayan Wardana. Kelompok Tani Sumber Rejeki merupakan salah satu kelompok yang cukup berhasil mengangkat perekonomian para petani yang tergabung di dalamnya. Ternak kambing yang dilakukan selama ini mampu menghasilkan olahan pangan dan nonpangan. Simantri Kambing yang dikembangkan saat ini telah menghasilkan berbagai produk olahan sampingan berbahan dasar susu kambing etawa di antaranya sabun padat, sabun cair dan krupuk susu kambing. Tidak puas sampai di sana, dan mulai uji coba membuat lulur dan handbody lotion berbahan dasar susu kambing. Seluruh produk tersebut dikombinasikan dengan sejumlah hasil komoditi pertanian lainnya seperti pepaya, lidah buaya, coklat, kopi, sereh, mengkudu dan stroberi. “Sebagian kami tanam di sini, sebagian lagi disupply dari desa sekitar,” imbuhnya. Salah satu produk susu kambing yang diminati dari berbagai kalangan khususnya remaja yakni sabun susu

(wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Ir. Made Lely Nuryantini kambing. Produk ini sangat cocok untuk yang memiliki masalah pada kulit wajah baik jerawat maupun flek hitam karena pH susu kambing memiliki kandungan yang sama dengan kulit. Selain itu, vitamin yang terkandung dalam susu kambing memiliki sifat anti peradangan yang dapat mengurangi kemerahan pada jerawat. Diketahui susu kambing etawa memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi dimana hasil persilangan antara kambing India dan lokal.

Produk olahan susu kambing

Cah Daging Lombok Ijo

Sarwan Limolaz Pizza

Warung Limolaz Pizza

Bahan : 750 gr : daging potong tipis agak memanjang 7 buah : lombok besar ijo potong serong 15 buah : cabe rawit cincang kasar

Kue Tart Lambang Kebahagiaan

Perayaan ulang tahun terasa tidak lengkap tanpa kue tart dan lilin diatasnya. Selama ini kue tart dan lilin sudah menjadi simbol yang paling identik dalam perayaan ulang tahun. Menurut beberapa sumber, tradisi kue tart ini sudah ada sejak abad ke13. Kue tart dianggap mampu mewakili rasa bahagia sedangkan lilinya sebagai lambang usia sekaligus simbul cahaya kehidupan. Kini menjadi tradisi yang berulang tahun menyebutkan

edar sudah memenuhi syarat, ke depan olahan susu ini mampu dipasarkan secara luas dan makin dikembangkan. Sementara itu menurut Ir. Made Lely Nuryantini, Kabid Penyuluhan dan Agrobisnis di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Buleleng mengatakan Kelompok Wanita Tani Tunas Mekar dan Kelompok Sumber Rejeki dikukuhkan pada 25 April 2002 dengan jumlah anggota 21 orang. Sampai saat ini upaya yang dilakukan dinas terkait hanya sebagai fasilitator jika ada pihak luar yang ingin mengetahui lebih jauh pengolahan susu kambing yang dilakukan. “Kami hanya mengawasi sehingga mereka bisa lebih mandiri dan lebih kreatif dalam mengembangkan usahanya,” pungkasnya.

Empal Gentong Entos Hot

K

omang Sumantara yang akrab disapa Kingkong menuturkan warungnya menjual pizza dan beberapa menu lain seperti hot dog, burger, mojito, milkshake, dll. Tak hanya melayani pembeli yang datang dan makan di warungnya, ia juga melayani pesanan online.

Pemilik UD. Bali Sari Wangi sekaligus Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mujangga Amerta Giri tersebut mengatakan olahan susu kambing ini juga mampu menghasilkan berbagai produk makanan seperti stick, permen hingga es krim yang diolah langsung oleh Kelompok Tani Tunas Mekar bekerja sama dengan UD. Bali Sari Wangi miliknya. Pemasaran berbagai pronduk itu telah tersebar di seluruh Bali, Banyuwangi hingga Malang. Pangsa pasar menurutnya masih sangat terbuka karena makin meningkatnya permintaan. Olahan susu kambing ini didukung penuh oleh Pemerintah seperti Distanak Kabupaten dan Provinsi, Diskopdagprin, Dishutbun dan Di-

nas Kesehatan, hingga kini untuk pemasaran berbagai olahan susu kambing etawa ini sudah beredar di sejumlah agen agen yang ada di beberapa Kabupaten di Bali termasuk Buleleng baik untuk susu segar atau susu olahan. “Untuk susu segar kami memiliki distributor di kawasan Ubud dan untuk susu olahan seperti permen kami memiliki distributor di kawasan Tabanan,” jelasnya. Hingga kini pihaknya masih terkendala pemasaran karena belum memenuhi syarat edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM ), saat ini hanya memiliki izin edar di pasar lokal. “Kami sudah melakukan pengajuan izin edar ke BPOM, dari segi persyaratan saat ini kita masih ikuti aturan dari Jakarta dulu,” ujarnya. Pihaknya berharap jika syarat izin

13

atau mengucapkan permohonannya terlebih dahulu sebelum meniup lilinnya. Selain itu kue tart bukan hanya sebagai simbol perayaan, namun juga dapat dibagikan sebagai sajian kepada para tamu. Sementara untuk urusan bentuk yang semua lebih banyak bulat dan kini semakin beragam, adalah seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya industri kuliner. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

2 batang : bawang prei iris serong 1 buah : bawang bombay cincang halus 2 ruas : jari jahe memarkan 1 buah : kaldu blok rasa sapi 1 sdt : lada bubuk Gula, garam, minyak secukupnya Cara Membuat: - Tumis irisan bawang bombai, irisan daun prai dan jahe, juga irisan cabe besar hijau, aduk hingga matang, lalu masukkan irisan daging, masak hingga kecokelatan. - Masukkan irisan cabe kecil juga air, masak sampai daging lunak, kalau belum, bisa ditambahin air dan masukkan gula kaldu blok juga garam. - Masak sampai benar-benar bumbu meresap dan agak kering siap disajikan dengan bawang putih goreng.

Soto Betawi

Bahan: 500 gr : daging potong tipis-tipis 200 gr : babat potong, rebus 200 gr : urat potong, rebus 200 gr : kikil sapi yang udah matang dan lunak potong 3 ruas : jari kayu manis 4 lembar : daun jeruk buang tangkainya 2 ruas : jari lengkuas memarkan 2 lembar : daun bawang iris halus 750 ml : santan encer 200 ml : air 250ml : santan kental 1 buah : kaldu blok rasa sapi 1 batang : seledri ikat simpul

Bahan : 500 gr : daging sapi yang bagus 250 gr : hati sapi 250 gr : limpa sapi 4 lembar : daun salam 2 batang : serai memarkan 700 ml : santan encer 1 buah : kaldu blok rasa sapi 350 ml : santan kental 2 lembar : daun jeruk 1 sdm : bawang putih goreng 1 sdm : bawang daun iris Gula, garam secukupnya Bumbu Halus : 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangrai 4 buah : cabe besar merah 15 buah : cabe rawit

1 sdm : bawang putih goreng Minyak, garam, gula secukupnya. Bumbu Halus : 11 bawang : merah 5 siung : bawang putih 3 ruas : jari jahe 5 butir : kemiri sangrai 2 sdm : ketumbar sangrai 1 sdt : pala 1 sdt : lada butir 1 sdt : jinten Cara Membuat: Tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan lengkuas. Masak sampai harum lalu masukkan

3 ruas 2 ruas

: jari kunyit bakar : jari jahe

Cara Membuat: - Presto daging, hati dan limpa sapi terpisah, sampai empuk. Lalu angkat daging dan hati juga limpa, potong-potong menurut selera. Saring sisa air prestoan daging kira-kira 200 ml, sisihkan. - Tumis bumbu halus bersama serai, daum salam sampai harum, lalu masukkan irisan daging dan hati, sapi juga limpa sapi. Masukkan kaldu dan santan encer, masak sampai mendidih. - Masukkan gula, garam, kaldu blok biarkan benar-benar mendidih lagi. Kecilkan api, lalu masukkan santan kental, aduk sekalikali biar santan tidak pecah. Masak sampai matang, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan daun bawang.

irisan daging bolak-balik hingga kecokelatan, lalu masukkan air rebus sampai mendidih selama 10 menit. Masukkan irisan kikil juga babat dan urat rebusan, lalu masukkan santan encer. Masak sampai mendidih dan semuanya bahan empuk, lalu masukkan garam, gula, kaldu bubuk, aduk rata, lalu kecilkan api. Masukkan santan kental, sesekali aduk biar santan tidak pecah, biarkan sampai mendidih dan bumbu meresap. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng juga tambahan krupuk atau emping dan sambal.


12

Kuliner

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Komang Sumantara alias Kingkong

Pizza bukanan makan­ an asli Indonesia. Orang mengenal pizza sebagai makanan khas Italia. Tetapi, kita tidak harus ke Italia untuk menikmati pizza. Di Indonesia ba­ nyak penjual pizza mulai dari harga murah hingga yang mahal. Salah satu warung penjual pizza di Denpasar berada di depan Art Center, namanya Limolaz Pizza.

Pizza Bintang Lima Harga Kaki Lima

Pria bertubuh tinggi besar itu adalah mantan Manager Food and Beverage hotel dan Direktur Sekolah Perhotelan. Kini ia memutuskan fokus untuk menggeluti bisnis kuliner khususnya pizza. “Saya menyukai tantangan dan ingin menikmati proses sebuah kesuksesan, membuatnya mencoba hal baru yaitu berbisnis kuliner. Warung kecil ini memang tidak terlalu banyak tempat duduk, namun order selalu ada karena kami melayani pesanan online,” jelasnya. Kingkong yang pernah bekerja di kapal pesiar selama 12 tahun itu tahu betul cara membuat makanan dan minuman bintang lima. Begitu juga sajian menu

makanan pizzanya, bukan hanya sekedar pizza. Ia menyajikan dengan apik dan berkelas. Pizza yang berisi topping paprika merah dan hijau, bawang bombay, sosis ayam, jamur, daun basil, oregano, keju mozzarella asli, itu memiliki ciri khas rasa. “Semua bumbu yang kami pakai beda, meskipun ini masakan Italia, tapi citarasanya lokal. Pizza bintang lima harganya kaki lima,” tandas alumnus SMAN 7 Denpasar ini. Pengalaman bertahun-tahun di dunia perhotelan membuat Kingkong mantap menjalani bisnis kulinernya kini. Mulai dari permodalan, marketing, membuat, menyajikan dilakukannya sendiri. Citta Maya

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Aneka Olahan Susu Kambing

K

erja keras, inovasi, dan kreativitas merupakan kunci utama kesuksesan Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) yang merupakan salah satu program unggulan Pemprov Bali. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Sepang Kecamatan Busung Biu I Wayan Wardana. Kelompok Tani Sumber Rejeki merupakan salah satu kelompok yang cukup berhasil mengangkat perekonomian para petani yang tergabung di dalamnya. Ternak kambing yang dilakukan selama ini mampu menghasilkan olahan pangan dan nonpangan. Simantri Kambing yang dikembangkan saat ini telah menghasilkan berbagai produk olahan sampingan berbahan dasar susu kambing etawa di antaranya sabun padat, sabun cair dan krupuk susu kambing. Tidak puas sampai di sana, dan mulai uji coba membuat lulur dan handbody lotion berbahan dasar susu kambing. Seluruh produk tersebut dikombinasikan dengan sejumlah hasil komoditi pertanian lainnya seperti pepaya, lidah buaya, coklat, kopi, sereh, mengkudu dan stroberi. “Sebagian kami tanam di sini, sebagian lagi disupply dari desa sekitar,” imbuhnya. Salah satu produk susu kambing yang diminati dari berbagai kalangan khususnya remaja yakni sabun susu

(wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Ir. Made Lely Nuryantini kambing. Produk ini sangat cocok untuk yang memiliki masalah pada kulit wajah baik jerawat maupun flek hitam karena pH susu kambing memiliki kandungan yang sama dengan kulit. Selain itu, vitamin yang terkandung dalam susu kambing memiliki sifat anti peradangan yang dapat mengurangi kemerahan pada jerawat. Diketahui susu kambing etawa memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi dimana hasil persilangan antara kambing India dan lokal.

Produk olahan susu kambing

Cah Daging Lombok Ijo

Sarwan Limolaz Pizza

Warung Limolaz Pizza

Bahan : 750 gr : daging potong tipis agak memanjang 7 buah : lombok besar ijo potong serong 15 buah : cabe rawit cincang kasar

Kue Tart Lambang Kebahagiaan

Perayaan ulang tahun terasa tidak lengkap tanpa kue tart dan lilin diatasnya. Selama ini kue tart dan lilin sudah menjadi simbol yang paling identik dalam perayaan ulang tahun. Menurut beberapa sumber, tradisi kue tart ini sudah ada sejak abad ke13. Kue tart dianggap mampu mewakili rasa bahagia sedangkan lilinya sebagai lambang usia sekaligus simbul cahaya kehidupan. Kini menjadi tradisi yang berulang tahun menyebutkan

edar sudah memenuhi syarat, ke depan olahan susu ini mampu dipasarkan secara luas dan makin dikembangkan. Sementara itu menurut Ir. Made Lely Nuryantini, Kabid Penyuluhan dan Agrobisnis di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Buleleng mengatakan Kelompok Wanita Tani Tunas Mekar dan Kelompok Sumber Rejeki dikukuhkan pada 25 April 2002 dengan jumlah anggota 21 orang. Sampai saat ini upaya yang dilakukan dinas terkait hanya sebagai fasilitator jika ada pihak luar yang ingin mengetahui lebih jauh pengolahan susu kambing yang dilakukan. “Kami hanya mengawasi sehingga mereka bisa lebih mandiri dan lebih kreatif dalam mengembangkan usahanya,” pungkasnya.

Empal Gentong Entos Hot

K

omang Sumantara yang akrab disapa Kingkong menuturkan warungnya menjual pizza dan beberapa menu lain seperti hot dog, burger, mojito, milkshake, dll. Tak hanya melayani pembeli yang datang dan makan di warungnya, ia juga melayani pesanan online.

Pemilik UD. Bali Sari Wangi sekaligus Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mujangga Amerta Giri tersebut mengatakan olahan susu kambing ini juga mampu menghasilkan berbagai produk makanan seperti stick, permen hingga es krim yang diolah langsung oleh Kelompok Tani Tunas Mekar bekerja sama dengan UD. Bali Sari Wangi miliknya. Pemasaran berbagai pronduk itu telah tersebar di seluruh Bali, Banyuwangi hingga Malang. Pangsa pasar menurutnya masih sangat terbuka karena makin meningkatnya permintaan. Olahan susu kambing ini didukung penuh oleh Pemerintah seperti Distanak Kabupaten dan Provinsi, Diskopdagprin, Dishutbun dan Di-

nas Kesehatan, hingga kini untuk pemasaran berbagai olahan susu kambing etawa ini sudah beredar di sejumlah agen agen yang ada di beberapa Kabupaten di Bali termasuk Buleleng baik untuk susu segar atau susu olahan. “Untuk susu segar kami memiliki distributor di kawasan Ubud dan untuk susu olahan seperti permen kami memiliki distributor di kawasan Tabanan,” jelasnya. Hingga kini pihaknya masih terkendala pemasaran karena belum memenuhi syarat edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM ), saat ini hanya memiliki izin edar di pasar lokal. “Kami sudah melakukan pengajuan izin edar ke BPOM, dari segi persyaratan saat ini kita masih ikuti aturan dari Jakarta dulu,” ujarnya. Pihaknya berharap jika syarat izin

13

atau mengucapkan permohonannya terlebih dahulu sebelum meniup lilinnya. Selain itu kue tart bukan hanya sebagai simbol perayaan, namun juga dapat dibagikan sebagai sajian kepada para tamu. Sementara untuk urusan bentuk yang semua lebih banyak bulat dan kini semakin beragam, adalah seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya industri kuliner. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

2 batang : bawang prei iris serong 1 buah : bawang bombay cincang halus 2 ruas : jari jahe memarkan 1 buah : kaldu blok rasa sapi 1 sdt : lada bubuk Gula, garam, minyak secukupnya Cara Membuat: - Tumis irisan bawang bombai, irisan daun prai dan jahe, juga irisan cabe besar hijau, aduk hingga matang, lalu masukkan irisan daging, masak hingga kecokelatan. - Masukkan irisan cabe kecil juga air, masak sampai daging lunak, kalau belum, bisa ditambahin air dan masukkan gula kaldu blok juga garam. - Masak sampai benar-benar bumbu meresap dan agak kering siap disajikan dengan bawang putih goreng.

Soto Betawi

Bahan: 500 gr : daging potong tipis-tipis 200 gr : babat potong, rebus 200 gr : urat potong, rebus 200 gr : kikil sapi yang udah matang dan lunak potong 3 ruas : jari kayu manis 4 lembar : daun jeruk buang tangkainya 2 ruas : jari lengkuas memarkan 2 lembar : daun bawang iris halus 750 ml : santan encer 200 ml : air 250ml : santan kental 1 buah : kaldu blok rasa sapi 1 batang : seledri ikat simpul

Bahan : 500 gr : daging sapi yang bagus 250 gr : hati sapi 250 gr : limpa sapi 4 lembar : daun salam 2 batang : serai memarkan 700 ml : santan encer 1 buah : kaldu blok rasa sapi 350 ml : santan kental 2 lembar : daun jeruk 1 sdm : bawang putih goreng 1 sdm : bawang daun iris Gula, garam secukupnya Bumbu Halus : 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangrai 4 buah : cabe besar merah 15 buah : cabe rawit

1 sdm : bawang putih goreng Minyak, garam, gula secukupnya. Bumbu Halus : 11 bawang : merah 5 siung : bawang putih 3 ruas : jari jahe 5 butir : kemiri sangrai 2 sdm : ketumbar sangrai 1 sdt : pala 1 sdt : lada butir 1 sdt : jinten Cara Membuat: Tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan lengkuas. Masak sampai harum lalu masukkan

3 ruas 2 ruas

: jari kunyit bakar : jari jahe

Cara Membuat: - Presto daging, hati dan limpa sapi terpisah, sampai empuk. Lalu angkat daging dan hati juga limpa, potong-potong menurut selera. Saring sisa air prestoan daging kira-kira 200 ml, sisihkan. - Tumis bumbu halus bersama serai, daum salam sampai harum, lalu masukkan irisan daging dan hati, sapi juga limpa sapi. Masukkan kaldu dan santan encer, masak sampai mendidih. - Masukkan gula, garam, kaldu blok biarkan benar-benar mendidih lagi. Kecilkan api, lalu masukkan santan kental, aduk sekalikali biar santan tidak pecah. Masak sampai matang, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan daun bawang.

irisan daging bolak-balik hingga kecokelatan, lalu masukkan air rebus sampai mendidih selama 10 menit. Masukkan irisan kikil juga babat dan urat rebusan, lalu masukkan santan encer. Masak sampai mendidih dan semuanya bahan empuk, lalu masukkan garam, gula, kaldu bubuk, aduk rata, lalu kecilkan api. Masukkan santan kental, sesekali aduk biar santan tidak pecah, biarkan sampai mendidih dan bumbu meresap. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng juga tambahan krupuk atau emping dan sambal.


14

Jelita

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Seiring pertambahan usia, penuaan pun terjadi di tubuh dan kulit. Hal ini mengubah seluruh sistem dan mekanisme tubuh dalam mengolah nutrisi , sehingga terjadi penurunan dalam proses regenerasi sel.Masalah penuaan kulit cukup meresahkan, terutanma pada kaum wanita yang berusia diatas 30 tahun.

Jaga Kulit dengan Antioksidan mask) dan mengencangkan (lifting mask). Miracle Ageless Brightening Facial ini, memiliki kerunggulan ; merupakan ‘corrective treatment’ untuk meremajakan kulit dan mengatasi masalah hiperpigmentasi dengan hasil lebih optimal. Menjadi-

T

anda–tanda penuaan seperti garis halus, kerutan, dan terasa kasar jika tidak di rawat akan makin jelas dan sulit diatasi. Di Miracle ada perawatannya, Miracle Power Retinol Facial. Perawatan ini memberi solusi lebih praktis, nyaman dan aman. Menariknya Miracle Power Retinol ini menggabungkan perawatan dengan teknik pembukaan 7 cakra energi. Begitu disampaikan Upik Rustiah, Manager Miracle Renon. Ia mengatakan kita semua perlu mengenal yang namanya tanda penuaaan. Bahwa, ketika usia kita bertambah kondisi kulitpun mengalami perubahan. Proses regenerasi kulit yang lazim terjadi setiap 28 hari dan kian hari kian melambat. Tanda–tanda penuaan di wajah diantaranya, terlihat kusam, lebih kasar dan tidak bercahaya. Ada flek yang makin jelas di beberapa bagian wajah. Terlihat juga garis halus dan kerutan terutama di sekitar mata dan bibir. Selain itu, kulit juga mengendur dan kurang elastis serta mudah kering dan kehilangan kelembabannya. “Jika tanda- tanda tersebut mulai terlihat pada wajah, berarti ini saatnya untuk melakukan perawatan,” cetus Upik. Berikutnya, ia juga memaparkan perihal pembukaaan 7 cakra energi. Cakra merupakan titik pusat energi pada tubuh yang berfungsi mengatur dan menyeimbangkan energi. Cakra bersinergi dengan tubuh dan membantu aktivitas manusia . Namun, saat usia makin menua , energi tubuh makin lemah sehinggga sistem kerjanya tidak lagi optimal dalam mengolah perawatan yang diberikan pada tubuh. Pembukaan 7 cakra energi ini, berfungsi meningkatkan energi tubuh, sehingga efek penyerapan retinol lebih efektif dan terolah dengan baik untuk mengaktifkan regenerasi pada sel. Dengan begitu kulit baru yang lebih sehat bisa diperoleh. Durasi perawatan ini hanya 90 menit sehingga tidak terlalu menyita waktu seseorang yang memiliki banyak aktivitas. Agar hasil yang didapatkan optimal lalukan perawatan ini setiap 2 minggu sekali atau 1 bulan sekali. Perawatan ini, berfungsi membantu meremajakan kulit sehingga wajah lebih segar, kenyal dan bercahaya. Juga memperbaiki tekstur kulit yang mulai terasa kasar dan kusam, merelaksasi otot dan memperlancar peredaran

Upik Rustiah

darah,Perawatan ini juga membantu mengatasi berbagai penuaan pada kulit karena mengandung beberapa bahan aktif, diantaranya: enzym complek untuk mengangkat sel kulit mati, mencerahkan, menghaluskan, dan meregenerasi kulit. Serum retinol (vitamin A) dan retinol concenrate sebagai antioksidan, yang bermanfaat menangkal radikal bebas, penyebab munculnya tanda penuaan. Membantu proses sel renewal dan membantu memperlambat proses penuaan kulit Retinol juga bermanfaat meningkatkan kembali produksi kolagen, yaitu protein yang berfungsi mengisi kepadatan dan kekenyalan kulit. Langkah perawatan Miracle Power Retrinol Facial, yakni setelah melalui pemeriksaan awal proses facial yang akan dilakukan adalah pembersihan wajah, dari make up, debu, keringat dan kotoran penyumbat pori. Peeling dengan kandungan retinol, untuk mengangkat sel kulit mati serta memperbaiki kerusakan pada permukaan kulit akibat proses penuaan. Sementara aplikasi serum retinol untuk menstimulasi proses regenerasi kulit, yang dilakukan dengan perangkat khusus untuk memastikan penyerapan serum berjalan optimal. Massage wajah dengan pembukaan 7 cakra energi untuk mengaktifkan efek retinol , serta memberikan efek relaksasi dan memperlancar peredaran darah. Namun, lanjut Upik saat ini ada lagi perawatan yang terbaru juga untuk mengatasi problem penuaan dan hiperpigmentasi pada kulit wajah. Hasilnya sangat optimal karena mengandung antioksidannya sangat tinggi untuk mencegah kerusakan oksidatif pada sel yang memicu penuaan dini. Semi medical facial yang bernama Miracle Ageless Brightening Facial ini dilengkapi dengan teknologi gelombang ultrasound dan Radio Frequency (RF) serta peeling sehingga efek peremajaan kulit menjadi lebih maksimal.

Selain itu, Miracle Ageless Brightening Facial juga dapat mengatasi kulit kusam, kerutan halus dan keriput, serta elastisitas kulit yang menurun. Facial ini menggunakan bahan aktif yang secara cepat memudarkan hiperpigmentasi (flek, melasma, warna kulit tidak merata), serta mencegah pembentukan dan peningkatan pigmen di lapisan kulit. Kandungan antioksidan di dalamnya 20x lebih tinggi dibandingkan vitamin C dan 40x lebih tinggi dibandingkan vitamin E. Perawatan ini dilengkapi dengan dua macam masker yang berfungsi mencerahkan (brightening cream

kan kulit wajah lebih cerah, segar, kenyal, kencang dan awet muda. Dilengkapi dua macam masker yaitu brightening mask dan lifting mask. Proses perawatan yang nyaman dan aman langsung dirasakan usai perawatan. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

Psikosomatik: Merasa Sakti Padahal Sakit

Freud memulai The Future of an Illusion dengan beberapa fakta yang diakui hampir semua orang. Kehidupan manusia muncul dan berkembang dari dunia alami, sebuah arena yang tidak mesti ramah pada kehidupan dan kegiatan usaha manusia. Untuk menjaga diri kita dari ancaman penyakit, kehancuran, bencana, kelemahan fisik maka kita memerlukan perlindungan yang telah kita miliki secara alami yaitu pengekangan ambisi, emosi dan nafsu pribadi. Namun sayangnya banyak pribadi yang masih saja terkekang oleh berbagai ilusi yang sebagaian besar akibat dari neurotik obsesif yaitu sebuah gangguan saraf akibat adanya berbagai tekanan yang terasa hilang dan seolah terlupakan dipermukaan namun masih tersimpan di dalam pikiran bawah sadar.

T

ekanan di dalam perasaan dan pikiran akan membuat seseorang mengalami psikosomatis dengan gejala sering melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak bermanfaat, berpikir irasional, sering melakukan ritual personal yang aneh, Obsesif, hilang ingatan, keseleo lidah saat berbicara dan dampak jangka panjangannya adalah sering merasa melihat bayangan dan sering merasa mendengar bisikan, susah tidur, takut keramaian, kehilangan fokus dan rasa percaya diri dan pada akhirnya lebih suka menyendiri dari pada bersosialisasi, secara perlahan rasa senang, rasa tenang dan rasa nyaman berkurang. Akibat pikiran yang irasional biasanya gejala–gejala seperti ini sering dihubungkan dengan berbagai kuasa magic, kekuatan supranatural dan akhirnya seseorang yang sesungguhnya “Sakit akan merasa dirinya Sakti”. Inilah yang orang tua di zaman

11

WORKSHOP KEJIWAAN GURU MANGKU HIPNO

“SAKIT MERASA SAKTI MENGUBAH TAKDIR KEHIDUPAN” TEMA: #MENGUBAH TAKDIR, MEMBUKA PINTU REZEKI DAN KESEMBUHAN DENGAN MOTIVASI- MEDITASI DAN YOGA AGNISARA MINGGU 20 NOVEMBER 2016, MULAI PUKUL 15.00 S.D. 17.00 WITA. TEMPAT: GANDHI PARK, DESA BUDAYA KERTALANGU, DENPASAR, BALI. INFO LENGKAP : HUB 081337228580, SAKSIKAN SIARAN LANGSUNG DIALOG GURU MANGKU HIPNO @ BALI TV, SENIN, 14 NOVEMBER 2016, MULAI PUKUL 16.00 S.D. 17.00 WITA. “KAMI AKAN MEMBUKA POTENSI DIRI ANDA YANG BELUM DIKENALI, BELUM DIGALI DAN MENGOLAHNYA MENJADI SUMBER KEKUATAN DAHSYAT UNTUK PERUBAHAN MASA DEPAN” “KAMI AKAN MENGGOYANG, MENGHANCURKAN, MEMBOBOL MENTAL BLOCK PARA PESERTA MELALUI METHAPISICAL HYPNOSIS SEHINGGA RASA SAKTI NAMUN SESUNGGUHNYA SAKIT, MALAS, RASA MINDER, RASA SEDIH, RASA SAKIT, RASA TAKUT, SEGALA PENYAKIT, STRES DAN SEJENISNYA KABUR DARI KEHIDUPAN PARA PESERTA”

PENDAFTARAN : 03618442823, 087730787063, 081337228580, PINBB : 7FB63D85 (TEMPAT TERBATAS) ADMIN HANYA RP 350 RB/ORANG

Turis Manca Negara mengikuti sesi Healing dan Meramal Takdir bersama GMH

melahirkan kesadaran dan kesabaran yang mampu menghentikan kebiasaan kita menuduh orang lain sebagai penyebab peristiwa buruk yang kita alami. Pola pikir seperti inilah pembuka pintu rezeki dan keberuntungan seseorang. Dalam kehidupan ini sesungguhnya semua orang ingin menikmati kesehatan, kesuksesan dan keberlimpahan harta serta kasih sayang, sehingga dapat menikmati hidup dalam kebahagiaan lahir batin. Namun, tidak semua mengetahui bagaimana caranya. Semua manusia dilahirkan dengan kemampuan dan potensi yang sama dalam meraih segala impiannya, namun sebagian dari mereka yang masih sakit, masih gagal, masih bingung dan berjuang keras adalah bagian dari mereka yang belum mampu menemukan rahasia terdalam sebuah keberhasilan. Setelah berkeliling Indonesia mengadakan workshop

Ribuan peserta Agnisara Yoga tumpah ruah di Yogjakarta

dulu istilahkan “Orang buta menuntun orang buta”, orang yang seharusnya disembuhkan malah mengambil peran sebagai penyembuh sehingga sakitnya bertambah parah. Untuk menghindarkan diri terjebak dalam berbagai ilusi dan delusi maka ada baiknya kita mampu menyesuaikan diri dan berevolusi saat menjalani kehidupan ini seperti apa yang dituliskan oleh Auguste Comte yang merupakan Founding Father of Sosiology bahwa kita harus berkembang dari pemikiran theologis, metafisik menuju positif (pemikiran sederhana, tradisional menuju modern). Ciri utama yang membedakan dari ketiga cara berpikir tersebut terletak pada “rasional” pemikiran manusia dalam menemukan dan menjelaskan penyebab terjadinya suatu peristiwa. Dengan berpikir rasional maka kita akan memahami bahwa sumber penyakit, kegagalan dan masalah diri hampir 90% diakibatkan oleh kesalahan diri sendiri mengolah pikiran, perasaan dan tindakan sendiri. Introspeksi diri adalah cara menemukan penyelesaian masalah yang paling utama dan untuk dapat berubah menjadi lebih baik, maka perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri. Introspeksi diri

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

kejiwaan, kini atas tautan karma Guru Mangku Hipno kembali akan membangun kejiwaan Anda, menghidupkan cahaya inspirasi pikiran Anda dan menempatkan Anda di jalur yang benar untuk menemukan solusi terbaik atas segala masalah kehidupan Anda. Telah tiba saatnya segala masalah Anda mulai menemukan titik terang penyelesaian, bersiaplah menikmati kehidupan yang lebih baik dan menjadi seseorang bermanfaat yang selalu dirindukan kapanpun dimanapun Anda berada. Workshop Kejiwaan ini memiliki tiga tujuan penting dalam menjalani proses membangun jiwa yang lentur , mental yang kokoh, pikiran yang cerdas, tindakan yang terkendali sebagai syarat terpenting dalam mencapai kehidupan yang bahagia. Workshop ini sangat bermanfaat secara nyata baik bagi perseorangan, anak-anak, orang tua, sosialita, kelompok, mahasiswa, pengusaha maupun penguasa, karena semua memerlukan hal ini dalam hidupnya: 1. Menemukan cara bagaimana memiliki sesuatu yang selama ini belum pernah dimiliki, (misalnya, impian, keinginan, cita-cita, kasih sayang, harta, kesehatan yang optimal, keberhasilan

yang maksimal, kedamaian, dllnya) 2. Menemukan cara bagaimana mempertahankan segala sesuatu yang baik yang selama ini telah dimiliki (kenikamatan hidup, kesehatan, keberhasilan, kedamaian, kebahagiaan) 3. Menemukan cara bagaimana mengakhiri segala sesuatu yang buruk yang selama ini terlanjur dimiliki (kesialan, permusuhan, dendam, sakit hati, penyakit, kegagalan, permasalah diri, dllnya). Tidak seperti seminar ataupun workshop yang biasanya hanya bersifat normatif atau teoritis, perbedaan workshop Guru Mangku Hipno lebih banyak diisi dengan praktek langsung, memurnikan diri, menyadarkan diri, mengubah diri (membobol mental block atau kebiasaan buruk), membangun diri dan membuka potensi keberuntungan diri yang telah lama terlupakan. Para peserta akan dimotivasi, dituntun menemukan solusi, diajarkan meditasi kendali pikiran, perasaan dan tubuh (By Said meditasi ) dan diajarkan gerakan Agnisara yoga yang membuat setiap peserta lebih mudah mencapai setiap harapan hidupnya. Workshop Kejiwaan adalah rangkaian tutur kejernihan dan motivasi yang akan membawa seseorang ke dalam perjalanan takdir perubahan hidupnya.Bagaimana mengubah diri dari kemalasan, ketidakberdayaan, ketidakberuntungan, ketidakpercayaan diri, untuk kembali menemukan cahaya Tuhan yang akan menuntun setiap jiwa menjadi pribadi yang lebih baik secara Samkritam yaitu logika, etika dan estetika (Satyam, Sivam, Sundaram) guna mempermudah meraih impian. Semua dengan satu tujuan menjadikan diri lebih sadar dan lebih sabar dengan alasan yang jelas. Demikian Guru Mangku Hipno memaparkan apa, bagaimana proses perubahan yang akan terjadi pada para peserta yang mengikuti Workshop Kejiwaan, Minggu 20 November 2016. Guru Mangku Hipno adalah seorang penekun Supranatural dan Spiritual Universal, disamping sebagai Guru Besar di Brahmakunta Center, GMH (panggilan Guru Mangku Hipno) juga merupakan motivator spiritual, professional healer, dan pakar psikologi hypnosis, psikoanalisis NLP dan ahli palmistri internasional (membaca garis tangan) yang telah banyak membantu para pasien dari manca negara seperti Jepang, Eropa, Amerika, Asia untuk menentukan arah bisnisnya dan apa? bagaimana? kapan? keberuntungannya akan datang. Disamping itu GMH juga seorang penulis buku tentang supranatural, spiritual, penyembuhan psikosomatis, dan buku–buku tentang

rahasia kuasa bawah sadar. Sebagai putra Bali tentu GMH memiliki tanggung jawab moral berbagi pengetahuan dengan generasi muda dan mereka yang benar-benar ingin berubah ke arah lebih baik. Maka dalam workshop nanti GMH akan memberikan layanan khusus “psikoterapi massal secara gratis kepada semua peserta”. Terapi ini disamping bertujuan menguatkan resistensi mental seseorang dalam menghadapi setiap peristiwa juga sebagai awal penyembuhan sakit pikiran, perasaan dan tubuh. Jadi jika Anda belum tersembuhkan secara tuntas, Anda dapat mengikuti layanan ini. GMH juga siap memenuhi permintaan memberikan motivasi usaha dan spiritual, meditasi, pembangkitan motivasi kerja, penyembuhan massal, pembangkitan aura tempat usaha, pembersihan energi negatif diri dan tempat tinggal, Perubahan karakter melalui revolusi dan reformasi mental kepada perseorangan, Badan Usaha, pemerintahan, perusahaan, perkumpulan, sekolah/kampus, dan tentunya juga masyarakat tercinta di seluruh Indonesia. INFO SEHAT BRAHMAKUNTA CENTER Brahmakunta Center adalah Pusat Penyembuhan dan Pembelajaran Supranatural dan Spiritual Universal. Mengambil filosofi Brahma sebagai pembuka jalan, kenyataan, pengetahuan tanpa batas dan Kunta berasal dari kata Kunda yang berarti indah seperti bunga melati, ia yang membantu orang bijak menuju pembebasan dari penyakit duniawi. BrahmaKunta adalah nama nama dewa Wisnu dari seribu nama Dewa Wisnu dalam kitab Garuda Purana. Menggunakan metode By Said holistik modern dan tradisional sehingga mampu menjawab dan menuntaskan semua permasalahan kehidupan. Menangani pasien dari seluruh wilayah Indonesia dan manca negara dengan sistem analisis rasional dan logika sebuah sistem yang sangat sesuai dengan perkembangan zaman (jaman positivistik). Beralamat di Perumahan

Gunung Sari Indah, Jalan Tukad Buana 1/ 61 Keboiwa Utara Denpasar Bali. Telp 03618442823, 081337228580. Fb : Guru Mangku Hipno. Pin BB 7FB63D85. Dalam praktiknya Brahmakunta Center telah mengantongi izin dari DINKES nomor : 448.3/28.PT.XII.14/ DIKES dan Ipatri nomor : 139/DPC IPATRI DPS/2014. Memberikan Pelayanan dan Buka setiap hari Senin s.d. Sabtu, Mulai pukul 10.00 s.d. 17.00 Wita. Brahmakunta Center adalah solusi terbaik untuk menyelesai segala masalah kehidupan Anda sekeluarga. Brahmakunta Center memakai teori mawas diri (introspeksi) tidak ada orang lain yang mampu mengubah diri kita. Semua perubahan yang terjadi hanyalah karena adanya kemauan diri sendiri untuk berubah, kemauan yang kuat akan menghidupkan kemampuan diri untuk berubah dengan cepat. Begitu juga halnya dengan kesembuhan dan kesuksesan diri. Bahwa penyakit, kegagalan dan permasalahan yang menimpa seseorang biasanya berawal dari diri sendiri yang gagal mengendalikan pikiran, perasaan dan tindakan. Kegagalan tersebut akan mengakibatkan seseorang kehilangan kesenangan pikirannya, ketenangan hatinya, dan kenyamanan tubuhnya. Kehilangan kesenangan, ketenangan dan kenyamanan dirilah sesungguhnya sumber 90% penyakit yang diderita oleh seseorang, jadi sangatlah kecil peluang seseorang sakit karena orang lain, serangan black magic, pekarangan dan sebagainya. Jadi jika Anda ingin sehat, ingin sukses, ingin keberlimpahan harta dan kasih sayang, maka langkah awalnya adalah jaga kesenangan pikiran, jaga ketenangan perasaan dan jaga kenyamanan tubuh maka masa depan terbaik menjadi milik Anda. Namun, jiwa Anda belum menemukan cara untuk itu. AYO TELEPON 081337228580, DAFTARKAN DIRI SEGERA IKUTI DAN LARUT DALAM SEBUAH PERUBAHAN BESAR, IKUTI WORKSHOP KAMI.

GMH sedang menghentikan kebiasaan kerasukan kepada para Siswa


10

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

“Legenda dari Desa Dirah”

Kreasi

LARUNG MENGGUGAT TIRANI SANG PENGUASA Larung adalah murid Si Calonarang yang menguasai ilmu hitam kelas tinggi. Perawan cantik namun berperangai pendendam ini sanggup berubah wujud menjadi beragam siluman yang menyeramkan. Karena itu, tak ada pria yang berani melabuhkan cinta padanya. Namun, Larung sama sekali tak hirau. Ia hanya peduli menuntut ilmu hitam yang telah menawan lakon hidupnya. Hidupnya dipersembahkan hanya kepada gurunya, janda sakti Desa Dirah, Si Calonarang. Segala perintah dari Calonarang akan dilaksanakannya dengan tekad bulat, walaupun harus menyabung nyawa.

K

isah Larung yang perkasa itu disajikan oleh tim kesenian duta Kabupaten Gianyar dalam perhelatan seni nasional Pesta Topeng Nusantara yang berlangsung pada tanggal 22-23 Oktober lalu di Cirebon, Jawa Barat. Diikuti oleh 10 tim kesenian yang terdiri dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali (Gianyar) satu-satunya peserta dari luar Pulau Jawa. Mengangkat judul lakon “Legenda dari Desa Dirah” yang bersumber cerita rakyat Jawa Timur berlatar abad ke-11 yang membumi di Bali, penampilan tim kesenian Gianyar pada hari kedua, 23 Oktober, disambut antusias penonton.

Kisah Calonarang si tukang teluh, rupanya cukup dikenal masyarakat Jawa Barat. Pesta Topeng Nusantara itu digelar di sebuah panggung terbuka Taman Kota Sumber Cirebon. Bila para peserta dari Pulau Jawa berkekuatan sekitar 10-15 orang penabuh dan penari, Gianyar hadir dengan 40 seniman. Bila sebagian peserta ada yang tampil dengan iringan gamelan rekaman kaset/CD, Gianyar datang dengan satu truk gamelan gong kebyar. “Kita memang tak mau tanggung-tanggung,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Wijana. Kesungguhan para insan seni Gianyar dalam penampilan di forum nasional ini, menurut Wijana,

sesuai dengan komitmen dan apresiasi Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata, S.H., pada seniman dan jagat seni. Malam itu, Agung Bharata, tampak hadir menikmati pertunjukan dengan tekun. Kabupaten Cirebon termasuk memiliki khasanah tradisi seni pertunjukan topeng yang kuat di wilayah Nusantara. Tradisi topeng Cirebon hingga kini masih eksis, baik roh filosofisnya maupun greget estetisnya. “Mengingat pentingnya posisi seni topeng di tengah masyarakat Cirebon, Pemerintah Gianyar mempersiapkan duta seninya dengan serius,” ujar I Wayan Karyawan, Kabid Disbud Gianyar. Proses penggarapan dramatari topeng “Legenda dari Desa Dirah” ini, paparnya, diawali dengan membuat konsep atau skenario, menentukan direktur artistik, komposer, koreografer, penabuh, penari, dalang dan gerong alias vokalis. Secara konsep garap, dramatari topeng yang judulnya digali dari sumber cerita Calonarang ini merupakan rajutan dari keragaman tari topeng Bali dalam sebuah bingkai dramatik. Semua pemeran menggunakan penutup muka dalam wujud topeng (tapel) dan rias wajah (make up), sebagai personifikasi beragam simbol karakter manusia dan binatang. Narasi cerita dituturkan dalam untaian bahasa Jawa Kuno (Kawi) dan bahasa Indonesia. Struktur drama-

Style

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Segar dan Feminin dengan Warna Pastel

Sekelompok desainer berbakat yang bergabung dalam Unyx kembali mempersembahkan karyanya. Mereka adalah Natasya, K Dharani, Yue Hui Chai, Jacinda Lie, Eunike Asih, dan Angelica Wu, berhasil melengkapi keindahan pagelaran “Graduation Angelica Wu FDC” belum lama ini.

M

engusung t e m a “Gard ­­ e n Of Angels”, kumpulan desainer ini mengeluarkan koleksi busana anak dan wanita dalam

tiknya tak terikat dengan dramatari topeng tradisi namun disesuaikan dengan kebutuhan interpretasi estetik serta kontekstualisasi pesan atau kisah yang dikomunikasikan kepada penonton. Alkisah, Si Janda Sakti Calonarang girang bukan kepalang atas perkawinan anak gadisnya, Ratna Mangali dengan Raja Airlangga. Namun kegembiraan Si Calonarang hanya dikecap sesaat saja, sebab tiba-tiba putri kesayangannya dikembalikan dengan tuduhan menganut ilmu hitam. Tak terima dengan tirani semena-mena itu, Calonarang mengutus murid andalannya, Larung, ke keraton Kediri menggugat Raja Airlangga. Akan tetapi di tengah perjalanan, Larung sempat lalai dengan tugasnya dan justru terlena oleh buaian asmara dari Patih Madri. Beruntung kesadarannya segera pulih dan dengan garang bertarung hidup mati melawan Patih Madri. Cerita tentang kegarangan Larung ini disebut “Kautus Larung” dalam episode dramatari calonarang. Tokoh Larung yang diperankan oleh penari Pradnya

Larasari, tampak mendapat porsi yang penting dalam dramatari topeng Gianyar tersebut. Di bagian awal penampilannya, tokoh ini menunjukkan karakter keras, lugas, tangkas bergerak lincah. Ketika diberikan kesaktian oleh Calonarang, Larung mengerang sungsang dengan kaki di atas dan kepala dibawah. Rambutnya yang terurai panjang menyapu lantai. Koreografi adegan ini membuat penonton tegang, ngeri. Diusung dua siluman, Larung kemudian terbang dalam kepulan asap dengan wajah sangar dan jari tangan bergemetar, berangkat memburu Raja Airlangga untuk dipenggal kepalanya dan akan diserahkan kepada Si Calonarang. Pendramaan garapan “Legenda dari Desa Dirah” ini memang dibingkai peperangan namun pesan damai justru menukik pada klimaks garapan, ketika tokoh Mpu Bharadah menasihati Si Calonarang. “Dinda Calonarang, ilmu yang kita pelajari memang berseberangan. Tetapi, semua ilmu itu sejatinya baik, asal dipergunakan dengan benar. Seharusnya ilmu itu digunakan untuk kebaikan harkat dan martabat kemanusiaan, kemajuan peradaban serta untuk kehidupan yang rukun dan damai. Ayo dinda, mari saling menabur kasih, bukan menebar benci dan dengki. Dan, mari satukan perbedaan dalam sebuah rajutan tekad kebersamaan nan tenteram seperti yang diajarkan sasanti bhineka tunggal ika tan hana dharma mangaruwa, yaitu bersatu padu dalam indahnya pelangi keberagaman seni budaya Nusantara.” Kadek Suartaya

15

warna pastel, aqua blue, pink dan putih. Untuk bahan pilihannya jatuh pada yang ringan seperti chiffone, tile, lace dan satin. Paduan warna yang lembut ini menjadikan seluruh ran-

cangan cantik dan menawan. Di samping itu, balutan warna pastel bagi perempuan dewasa menghasilkan kesan menenangkan, feminin dan pastinya elegan bagi pemakainya. Begitu pula bagi si remaja kecil menjadikan tampilan segar dan nyaman. Untuk halaman Style Tokoh pekan ini, kami suguhkan beberapa desain dari Unyx yang total look-nya baik untuk si anak maupun yang dewasa berhasil memunculkan karakter yang lembut, penuh kehangatan dan percaya diri. (@sri.ardhini@cybertokoh.com)


Guna menyeimbangkan ketimpangan perekonomian di Bali, Secret Garden Village hadir sebagai destinasi baru yang akan menjadi ikon tujuan wisata di Bedugul, Tabanan. Wahana ini mengusung konsep kunjungan edukasi factory & outlet untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada generasi muda yang mulai condong ke kebudayaan luar. Tur edukasi yang disuguhkan meliputi beauty, coffee, dan resto.

Selaraskan Budaya dan Perkembangan Zaman

Sudut Pandang Bicara pahlawan, dua perempuan yang sempat Tokoh temui, ternyata hampir senada bahwa pahlawan yang sesungguhnya adalah orangtua mereka. Apakah itu ibu atau bapak. Karena merekalah adalah pahlawan yang paling berjasa bagi masa depan keluarga, anak-anaknya yang juga adalah anak-anak Indonesia.

T

entu saja tanpa mengabikan jasa para pahlawan Indonesia lainnya. Begitu pula dengan Dewi Suarjani, seorang desainer di Denpasar, saat ditanya tentang pahlawan, dengan tegas ia merujuk pada figur orangtuanya. Bagi Dewi, pahlawan itu adalah orang yang telah menanam jasa untuk orang lain dan hidupnya sangat bermanfaat untuk orang banyak, dan orangtuanya adalah pahlawan yang super dimatanya. “Bagi saya, sosok pahlawan adalah orangtua saya, Wayan Metra (alm) dan Nyoman Sujani. Karena, beliau berdua telah berjuang tanpa pamrih untuk membesarkan putra putrinya sampai menjadi orang

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Orangtua Itu Pahlawan Super

yang berhasil. Pengorbanan mereka sangat besar. Satu hal yang paling terkesan yakni di saat saya masih gadis kecil masih di bangku sekolah, bapak dengan sabar mengantar dan menjemput anak-anaknya ke sekolah dalam segala kondisi cuaca, panas maupun hujan,” papar ibu dua anak ini. Tujuannya mereka katanya agar anaknya terhindar dari pergaulan yang tidak baik dan tidak dinginkan. Bapaknya almarhum juga selalu berkata “Jadilah seperti bunga sandat, walaupun nanti sudah tua atau layu, kamu masih harum”. Sampai sekarang saya selalu tergiang sama nasehat almarhum bapak,” cetusnya. Karena saking terkesannya dengan nasehat sang bapak, maka disetiap langkahnya. Dewi seolah-olah dituntun dalam kehidupannya dan masih dirasakannya hingga saat ini. “Saya pun berusaha menularkan ini ke anak-anak saya, teknisnya saja di sesuaikan sesuai dengan kondisi kekinian, dan menekankan untuk

Ni Kadek Andriani

bisa menjadi bermanfaat bagi orang banyak. Mudah-mudahan tindakan yang saya lakukan selalu dengan tujuan keluhuran,” katanya. Begitu juga dengan Ni Kadek

Orangtuaku Pahlawanku

Darren Firmansyah

P

ertama para pengunjung akan diedukasi mengenai cara pembuatan kosmetik dari bahan-bahan alam. Hal ini dikarenakan perusahaan tersebut pertama kali berdiri di bidang kosmetik utamanya lulur yang berlabel Herborist. Pengunjung akan diajak ke Oemah Herborist Beauty Factory Outlet. Pengunjung akan melihat pabrik kosmetik Herborist yang terkenal dengan lulur Balinya. Ada Beauty Heritage Museum tempat khusus menyimpan sejarah kosmetik kecantikan Indonesia sejak zaman dahulu kala sampai perkembangan dunia kosmetik modern. Pengunjung juga diajak mengunjungi Mini Plant, tempat para turis akan diajari cara membuat kosmetik dengan bahan alami khas nusantara, seperti pembuatan sabun, lulur, dan seterusnya. Tempat berikutnya adalah teater, tempat pengunjung bisa melihat film dengan durasi pendek

Pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang mendirikan dan membangun negara di masa lalu, karena sesungguhnya ada banyak pahlawan dalam kehidupan ini, baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mau-

sekitar 5 menit. Tur kedua dilanjutkan ke Black Eye Coffee and Roastery. Di tempat ini khusus menyediakan suguhan kopi kualitas tinggi. Semua produk kopi yang dipakai adalah kopi hasil dalam negeri sendiri, tapi mesin yang digunakan memakai teknologi terkini yang modern dan standar internasional. Selain kedua tempat tersebut, Secret Garden juga memiliki venue menarik lainnya antara lain, Rice View Resto khusus untuk BBQ dan The Luwus Resto yang menyediakan menu

Black Eye Coffee and Roastery

nusantara seperti makanan khas Bali dan menu masakan Asia. Menurut Assisten Marketing Manager Darren Firmansyah, Secret Garden memiliki resto dengan menu andalan yaitu Bebek Timbungan. “Ini merupakan cara memasak dari zaman kerajaan dengan memadukan bersama dua puluh macam rempah dan dimasukkan ke dalam bambu,” jelasnya. Dengan luas 4 hektare, Secret Garden Village merupakan destinasi baru yang akan menjadi

ikon di Bali dengan mengusung visi dan misi menjaga kelestarian budaya bangsa, tapi tetap selaras dengan perkembangan zaman. Jangan heran jika nanti akan melihat bangunan megah dengan desain

modern kontemporer berdiri di bukit indah nan alami. “Desainnya dipadukan dengan alam yang sangat kuat, seperti air, kayu, besi dan beton,” jelas Darren. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Museum tempat khusus menyimpan sejarah kosmetik kecantikan Indonesia sejak zaman dahulu kala sampai perkembangan dunia kosmetik modern.

9

pun dalam kehidupan kita secara pribadi. Pahlawan itu adalah sosok yang dengan tulus dan segenap hati berkarya untuk membangun bangsa ini. Sosok-sosok itu bukan hanya ada di pemerintahan, ataupun tokoh-tokoh masyarakat, namun juga ada di sekitar kita, bahkan ada di tempat terpencil di seluruh pelosok Indonesia. Begitu disampaikan dua selebriti yang masing-masing telah mencatat prestasi di bidang yang ditekuninya, Agustin Ramli mantan Miss Indonesia Tourism yang kini banyak berkiprah di kegiatan sosial dan Irma Darmawangsa, penyanyi dangdut yang kariernya terus menanjak. Menurut Agustin, pahlawan adalah seseorang yang banyak berbuat hal-hal positif bagi kehidupan orang lain. Pahlawan adalah sosok yang telah berjuang untuk bangsa dan negara. Dalam konteks kehidupan pribadi, pahlawan adalah sosok yang sudah menyelamatkan hidup kita, berbuat sesuatu untuk kebaikan hidup kita. Dalam kekinian, yang bisa kita sebut pahlawan bukan hanya mereka yang telah berjasa pada bangsa dan negara di masa lalu, tapi juga pahlawan masa kini. “Kita punya banyak pahlawan, baik itu di pemerintahan, tokoh-tokoh masyarakat maupun sosok-sosok lain di seluruh penjuru negeri. Mereka itu yang telah berbuat banyak bagi bangsa kita, dan telah ikut membawa Indonesia hingga seperti sekarang. Mereka bukan hanya tokoh yang dikenal publik, lho, tapi sesungguhnya ada banyak tokoh yang juga layak menyandang sebutan pahlawan namun tidak dikenal publik secara luas karena mereka

berkarya di tempat-tempat terpencil yang jauh dari ekspos media,” papar pendiri Ant Charity ini. Dalam obrolan, Agustin yang juga sempat menekuni dunia akting di antaranya FTV ‘Jangan Salahkan Bintang’ dan ‘Miss Popular’, sempat mengungkapkan kekagumannya pada Sri Mulyani (Menteri Keuangan) dan BJ Habibie (mantan Presiden RI). Menurutnya, kedua tokoh itu juga layak mendapat sebutan pahlawan karena sumbangsihnya terhadap negara. “Mereka adalah orang-orang cerdas Indonesia, yang meski telah hidup dan berkarier dengan mapan di luar negeri, namun pulang ke Indonesia begitu negara memanggil. Langkah berani mereka meninggalkan segala kenyamanan di sana demi membangun Indonesia. Ada banyak orang Indonesia yang juga sudah mapan hidup dan kariernya di luar negeri tapi tetap memilih pulang ke tanah air demi membangun negara. Mereka semua itu pahlawan,” tegas presenter kondang yang juga aktif menjadi model iklan sejumlah produk terkenal. Di luar itu ada juga sosok-sosok yang ‘mengabdi dalam diam’ dalam artian orang-orang yang berkarya membangun negeri namun berada di pelosok-pelosok yang jauh dari ekspose media. Dari pengalamannya sebagai presenter, tutur Agustin, ia pernah memandu acara televisi yang mengangkat pahlawan-pahlawan ‘tak dikenal’ itu. “Aku pernah ke sebuah gunung di Palu, Sulawesi Tengah. Perjalanannya cukup sulit dan memakan waktu. Nah di sanalah ada seorang ibu yang dengan setulus hati mengajar anakanak yang tak terjangkau program pendidikan dari pemerintah. Padahal ibu itu tinggal di kaki gunung, namun dia dengan suka rela mau meluangkan waktu dan tenaganya untuk berjalan ke atas gunung demi memberi anak-anak di sana pendidikan. Itu sungguh luar biasa. Bagi aku, dia adalah pahlawan,” ungkapnya sembari menambahkan dalam perjalanan hidupnya ia kerap kali berjumpa dengan orang-orang berhati mulia

Dewi Suarjani

Andriani, S.E, seorang pengusaha permata ,yang senada menyatakan kalau pahlawan mereka yang rela dan tulus berkorban demi kepentingan orang lain serta bisa memberi contoh untuk menanayang mau berkarya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Lalu siapakah pahlawan dalam kehidupan Agustin Ramli? Ketika hal itu ditanyakan, finalis Miss Indonesia 2006 ini dengan cepat menyebut mamanya. Menurut Agustin, sosok mama adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupan dia dan kakaknya. Mama yang single parent telah berjuang sekuat tenaga membesarkan dan mendidik dia, bahkan katanya, sampai sekarang pun, ketika dia dan sang kakak sudah mandiri dengan penghasilan yang lumayan, sang mama tetap memberi perhatian. “Mama aku luar biasa sekali! Mama dan papa pisah saat aku masih kecil, aku berusia 8 tahun dan kakak 12 tahun. Sejak itu mama yang membesarkan kami. Mama sangat independen dan hidup sederhana. Dia selalu memberi support untuk aku terus maju. Yang lebih luar biasa lagi, mama aku sekalipun aku sudah seperti ini, tidak pernah meminta aku untuk dibelikan apapun. Sebaliknya dia selalu bertanya apa yang perlu mama bantu. Bayangkan. Beliau seorang giver. Dia adalah pahlawan hidupku,” katanya. Senada dengan Agustin, Irma Darmawangsa yang singlenya ‘Geal-Geol’ tengah melejit saat ini, menyebut orangtua adalah pahlawan hidupnya. Dirinya bisa berkiprah di blantika musik dangdut dan mencapai hasil yang lumayan seperti sekarang, tak lepas dari peran ibu dan bapaknya. “Mereka adalah pahlawan hidup aku, selalu perhatian bahkan sampai usiaku seperti sekarang (32 tahun) orangtua masih penuh perhatian,” ungkap Irma yang menjadikan kehidupan orangtuanya sebagai panutan. Selain kedua orangtua, Irma juga menyebut putra satu-satunya, Gibran (5) adalah ‘pahlawan’ hidupnya. “Anak aku juga ‘pahlawan’ aku. Tanpa dia rasanya hidup aku hampa. Tapi dengan adanya anak, hidup aku meski single parent terasa bermakna, penuh semangat. Keberadaan anak adalah pendorong semangat aku dalam

mkan sesuatu yang berarti dalam kehidupan ini. Seperti orangtuanya Ni Wayan Meni dan I Made Adra yang pensiunan Dinas LLAJR dan sekarang disibukkan dengan usaha tambak udang. Menurut Andri masa kecil yang menyenangkan berhasil diciptakan oleh sang ayah, lengkap dengan petuah akan sikap-sikap yang baik. “Tidak mudah menjadi pahlawan di masa kini. Yakni , bagaimana kita bisa meneruskannya, misalnya bagi dirinya yang perempuan, bagaimana ia bisa menjadi perempuan yang mandiri dengan pengetahuan, skill dan sikap yang baik tentunya. Selanjutnya bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak apalagi pengaruh kemajuan teknologi saat ini,” tuturnya Namun, kita selayaknya juga jangan lupa sejarah nasional kita, meskipun kita tidak terhubung secara langsung. Sebab, pahlawan yang mendahului kita mereka tidak mainmain berjuangnya tidak mudah, tapi mempertaruhkan nyawa. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

Agustin Ramli

Pelesir

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Irma Darmawangsa

16

berkarier dan berkarya,” kata Irma penuh semangat. Lalu siapakah tokoh bangsa yang dianggapnya pahlawan? Menjawab ini, wanita yang melejit namanya sejak melantunkan single ‘Bocor’ pada 2013 lalu, mengatakan, salah satu pahlawan masa kini adalah presiden. “Presiden adalah orang yang dimata aku layak disebut pahlawan. Karena tidak mudah mengatur bangsa ini. Presiden dari mulai Indonesia berdiri hingga Presiden Jokowi. Mereka—lepas dari kekurangan yang dimiliki-- sudah berkontribusi banyak sampai Indonesia bisa mencapai titik sekarang ini,” katanya. Setiap manusia, pasti punya kelebihan dan kekurangan. Begitu juga presiden. Namun jangan karena adanya kekurangan, kita melupakan banyak kebaikan yang mereka perbuat untuk bangsa ini. “Seorang presiden tidak mungkin bisa bertahan jika dia tidak banyak berkontribusi positif untuk bangsa,” ucapnya. (dianaruntu@cybertokoh.com)


8

Bunda & Ananda

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Kenali Penanganan Bayi Prematur Indonesia berada di urutan kelima terbesar penyumbang bayi prematur. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah menambah pengetahuan perawat, bidan, dokter umum, maupun spesialis anak tentang perawatan bayi prematur.

“J

ika perawatan sudah dari awal dilakukan, pemberian nutrisi yang lebih bagus, kemudian stabilisasi yang lebih bagus, deteksi jantung lebih cepat kita lakukan sehingga nanti tumbuh kembangnya akan menjadi lebih baik. Jadi harapan kita untuk generasi yang akan datang tidak kalah bersaing dengan generasi yang dari luar,” ujar dr. I Wayan Dharma Artana, Sp.A(K), Ketua Panitia Seminar Ilmiah yang dilaksanakan RSIA Puri Bunda, Sabtu (5/11). Ia menambahkan seminar ini dalam rangka untuk menurunkan angka mortalitas dari bayi-bayi prematur itu, karena bayi prematur di Indonesia masih cukup tinggi angka kejadiannya yakni kurang lebih 20%. Di Bali juga masih cukup tinggi. “Bayi terlahir prematur karena beberapa faktor.

Ada karena faktor ibu, misalnya ibu yang memiliki hipertensi, menderita gula darah, berusia diatas 40 tahun atau ibu terlalu muda. Ada pula karena faktor bayi itu sendiri, misalnya memiliki kelainan bawaan penyakit jantung, serta faktor plasenta yang terlalu kaku atau terjadi pengapuran,” jelasya. Seminar ilmiah membahas materi “Nutrisi pada Bayi Prematur dan Permasalahannya” yang disampaikan Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K) dari RSCM/FK UI serta “Deteksi Dini Penyakit Jantung pada Bayi Baru Lahir” yang dipaparkan Dr. dr. Ni Putu Venny Kartika Yantie, Sp.A(K), M.Sc dari RSUP Sanglah/FK Unud. Salah satu materi yang disampaikan Dr. dr. Rinawati berkaitan dengan air susu ibu (ASI). ASI merupakan yang terbaik karena nutrisi lengkap, mengandung fak-

Lomba Endek Casual

Untuk memperkenalkan serta menumbuhkan rasa cinta pada endek yang merupakan produk unggulan lokal Kota Denpasar di kalangan generasi muda, ASBEST (Asosiasi Bordir, Endek dan Songket Kota Denpasar) menggelar “Lomba Endek Casual “ dalam rangka UKM/IKM Creative Expo 2016 pada Sabtu (19/11). Kategori Lomba Fashion Endek Casual, usia 3-6 th, SD, SMP, dan SMA. Persyaratan antara lain mengisi formulir pendaftaran yang disediakan panitia; membayar uang pendaftaran sebesar Rp 75.000; endek yang digunakan endek Bali; komposisi pakaian 70% endek motif dan 30% endek polos / bahan penunjang bebas; aksesoris tidak berlebihan ( boleh menggunakan topi, kaca mata, dll yang menunjang penampilan casual); menggunakan alas kaki/sepatu casual; tata rias rambut dan wajah disesuaikan dengan usia peserta. Persyaratan dan lain sebagainya bisa ditanyakan saat technical meeting yang diadakan Kamis (17/11) pukul 15.00 di BCIC ( Bali Creative Industry Centre). Untuk info lebih lanjut, silakan menghubungi Rhea Cempaka (081338477788), Novi Butik (0822 37561756), Bubayu Bordir (0813 38913456), Mira Minardi (0811398641), dan Jro Asri (0819 99714675). (sri ardhini)

Toyota Perkenalkan New Yaris Heykers

Toyota menghadirkan New Yaris Heykers sebagai hasil rancangan dan karya anak bangsa Indonesia. Peluncuran New Yaris Heykers di Bali dilaksanakan Jumat (11/11) di Mall Bali Galleria. Biyouzmal, Operation Manager Auto2000 area Kalimantan dan Bali mengaku optimis dengan hadirnya varian baru ini memacu penjualan Toyota di Bali. Ia menjelaskan Yaris merupakan salah satu kendaraan yang diminati di Bali. Dengan improvement yang dilakukan saat ini, pihaknya yakin mampu mendongkrak penjualan Toyota di Bali. Nama Heykers berasal dari kata hikers atau hiking yang berarti jalan kaki untuk rekreasi atau berpetualang. Perubahan huruf hi menjadi hey agar berkesan lebih kasual. Karena itu New Yaris Heykers hadir dengan karakter urban adventure. Biyouzmal menambahkan, berdasarkan data Auto2000 untuk market hatchback, sampai dengan Q3 tahun 2016, dari total market Bali sebesar 984 unit, Yaris meraih penjualan 366 unit atau sekitar 37,2%. (ngurah budi)

Suasana seminar ilmiah “Nutrisi pada Bayi Prematur dan Permasalahannya” serta “Deteksi Dini Penyakit Jantung pada Bayi Baru Lahir”

tor immunoglobulin, jarang terjadi intoleransi, dan dapat menurunkan NEC. Namun perlu hati-hati terkontaminasi oleh kuman dan atau faktor alergen yang dikonsumsi ibunya. “ASI adalah pilihan utama sebagai proteksi imunologis (angka sepsis dan NEC lebih rendah), bioavailabilitas nutrien lebih tinggi daripada formula, toleransi lebih baik (gastric emptying 2x lebih cepat daripada formula), efek neurodevelopmental lebih baik daripada formula, efek kesehatan jangka panjang lebih baik,” jelas dr. Rinawati. Dokter Rina yang menyelesaikan Pendidikan Program Doktor Ilmu Kedokteran FKUI memberi kesimpulan, kebutuhan metabolik dan nutrisi tidak berhenti dengan adanya kelahiran. Hitungan jam bukan hari merupakan periode terlama bayi tidak mendapatkan

nutrisi baik parenteral atau enteral. “Pengetahuan tentang pemilihan nutrisi oral/enteral atau parenteral serta rute pemberian sangat penting dalam memperpendek lama rawat, menurunkan angka infeksi aliran darah serta mencapai tumbuh kembang optimal,” tegasnya. SKRINING SEDINI MUNGKIN Sementara itu dr .Venny menjelaskan Indonesia dengan penduduk 200 juta, kejadian penyakit jantung bawaan (PJB) 8 tiap 1000 kelahiran hidup. Yang menjadi mimpi buruk adalah beberapa anak PJB kritis tidak bergejala, fisis normal dan dipulangkan. Beberapa jam/hari kemudian kritis atau meninggal jika tidak dikenali. “Karena itu skrining PJB kritis, bagian dari PJB dengan gejala mengancam jiwa yang memerlukan intervensi dini. Skrining

dilakukan pada bayi sehat dan perawatan intermediate dan lakukan deteksi sedini mungkin,” ujar dr. Venny. Direktur Utama RSIA Puri Bunda, dr. I.G.A. Putu Yudihartini berharap pihaknya selalu bisa menjadi pembelajar terhadap keilmuwan baru untuk kemudian dibagikan kepada tenaga kesehatan lainnya. Dengan demikian, para tenaga kesehatan termasuk juga masyarakat bisa mendapatkan update keilmuwan. Bila bicara materi seminar ilmiah, tentu update mengenai penanganan bayi prematur dan deteksi dini terhadap pasien khususnya bayi. Ia menambahkan RSIA Puri Bunda memiliki ekokardiografi untuk anak, jadi bisa dilakukan skrining pada bayi baru lahir apakah memang ada kelainan jantung atau tidak. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

Mendongeng Lima Menit

PETANI MENOLONG ULAR

Pada suatu musim dingin, seorang petani yang sedang membajak di sawah, melihat seekor ular tergeletak lemas di pematang. Ia meraba-raba sekujur tubuh ular itu. “Masih hidup,” katanya. “Karena kedinginan ular Made Taro itu menjadi kaku,” pikirnya. Timbul belas kasihannya. Ia membawa ular itu pulang. Agar tubuhnya cepat hangat, petani yang baik budi itu membaringkan ular itu dekat mulut dapur. Tak berapa lama, tubuh ular itu kembali hangat. Ia meregangkan tubuhnya, lalu menjalar perlahan-lahan. Pada saat itu, empat orang anak yang baru habis main, masuk ke dapur hendak minum. Mereka terkejut melihat ular yang menjalar dan meliuk-liuk. Ular itu curiga, lalu mengangkat kepalanya serta menjulurjulurkan lidahnya. Ketika seorang anak mendekat, ular itu tiba-tiba mematuk pergelangan kaki anak itu. “Aduh!” teriaknya. Anak-anak yang lain berlarian ketakutan.

Petani penolong ular itu segera masuk dapur. Didapatinya darah mengucur dari pergelangan kaki anak yang terpatuk ular itu. Ular yang curiga itu masih mengangkat kepalanya serta menjulur-julurkan lidahnya. “Hai, Ular!” bentak sang petani. “Sampai hati kamu mematuk anak yang tidak berdosa. Bukankah kamu telah kutolong? Sungguh, kamu binatang yang tak tahu membalas budi!” “Membalas budi?” jawab ular berbisa itu. “Ya, membalas budi! Budi baik kamu balas dengan perbuatan buruk!” “Ha, ha, ha…!” Ular itu tertawa sambil mengangkat kepalanya tinggi-tinggi. “Itulah pelajaran penting yang belum kau kuasai.” Sambil berkata demikian, ular itu menjalar mendekati petani yang menolongnya tadi. “Dengan berbelas kasihan, kamu kira bangsa ular dengan mudah melupakan permusuhan di antara kita.” Petani penolong itu melihat gelagat buruk si ular. Sebelum hal berbahaya itu terjadi, ia mengambil sebatang tongkat. Plak! Plak! Plak! Petani itu memukul ular jahat itu berkali-kali sampai mati. “Sekarang telah kuperoleh pelajaran yang berharga,” kata petani itu. “Kepada siapa seharusnya kita berbelas-kasihan.”

Griya Tanaman hias memiliki berbagai macam manfaat. Tak hanya sebagai penghias ruangan atau halaman rumah agar menjadi lebih cantik saja, namun lebih dari itu, keberadaan tanaman hias juga bermanfaat bagi kesehatan, menghilangkan stres, dan lingkungan.

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

17

Tanaman Hias Bunga D

isebut tanaman hias, dikarenakan bentuk, warna dan corak dari sekelompok tanaman tersebut berfungsi untuk memperindah atau penghias ruangan maupun halaman rumah. Berbeda dengan corak dari tanaman biasa. Ada dua jenis tanaman hias yakni daun dan bunga. Tanaman hias daun tentunya tanaman

yang memiliki bentuk, corak, dan warna daun yang indah. Seperti, suplir, dieffenbachia (daun bahagia/bunga bahagia), paku tanduk simbar menjangan, gelombang cinta, dsb. Sementara yang masuk dalam kategori tanaman hias bunga, seperti anggrek, mawar, krisan, kembang kertas, dan masih banyak lagi. “Bahkan ada juga jenis tanaman hias yang memiliki keindahan pada bunga maupun daunnya, seperti kup-

ing gajah atau anturium,” ujar April, salah seorang penjaga stan bunga Lestari Orchid di kawasan Renon, Denpasar. Tanaman-tanaman tersebut bisa ditanam langsung di tanah, bisa juga di media pot. Jika tidak memiliki cukup halaman atau ruangan untuk menanam berbagai macam jenis tanaman hias ini, tanaman hias gantung bisa menjadi alternatif agar tetap dapat mempercantik rumah dan membuatnya tampil lebih hijau dan asri. Menambahkan tanaman hias gantung di rumah bisa menjadikan suasana rumah lebih berwarna dengan tanaman hias bunga yang memiliki berbagai macam variasi warna dan bentuknya masing-masing.

Dengan adanya jenis tanaman hias ini pula maka rumah Anda akan terasa lebih nyaman untuk dipandangi. –inten.indrawati@cybertokoh.com


18

Life Story

Edisi 927/ 14 -20 november 2016

Mendengar Lembaga Permasyarakatan tentu membuat ngeri bagi sebagian orang. Sebab di dalamnya merupakan tempat orang-orang ‘pesakitan’ yang telah dijatuhkan vonis hukuman. Tetapi, lain halnya dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Singaraja, yang di dalamnya memberi pembinaan baik kepribadian maupun kemandirian bagi warga binaannya.

K

epala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Singaraja, Sutarno, Bc, IP, SH, MH., mengatakan pembinaan kepribadian mencakup bidang kerohanian, kesenian dan olahraga sedangkan pembinaan kemandirian meliputi pelatihan tata boga, tata busana, tata rias, dan ketrampilan pembuatan kerajinan. Sutarno menambahkan tujuan pembinaan tersebut adalah memberi bekal ketrampilan khusus di dalam lapas. “Akan sangat dirasakan bagi mereka pascamenjalani masa tahanan. Mereka sudah memiliki keahlian

Lapas Singaraja Dukung Warga Binaan Buat Kerajinan membuat kerajinan unik dan mampu membuka usaha sendiri nantinya,” jelasnya. Warga binaan diberi ketrampilan menghindari rasa bosan saat menjalani hukuman. “Lapas ini kapasitasnya 78 orang namun saat ini ada 152 orang penghuni bahkan beberapa waktu lalu over kapasitasnya mencapai seratus persen,” ujar mantan Kepala Pengamanan LP kelas I Tangerang tersebut. Ketrampilan yang sangat diminati oleh warga binaan adalah membuat kerajinan, di antaranya membuat bokor, keben, lampu hias dan masih banyak lagi yang dibuat dari bahan stik es krim, batang korek api, dan koran bekas. Sejumlah pameran sering dikuti perwakilan Lapas Kelas II B

Jro Budiasa menunjukkan proses pembuatan kerajian di dalam lapas

Singaraja. Petugas memamerkan hasil kerajinan warga binaan ke Taman Budaya Art Centre di Denpasar dan pertunjukan kesenian di perkotaan. “Pameran hasil warga binaan baru-baru ini dipamerkan di Art Centre Denpasar. Tenaga warga binaan kami dalam membuat kerajinan mencapai 10 orang. Itu khusus membuat kerajinan berbahan kayu atau katik es krim. Membuat kerajinan memerlukan kesabaran tinggi,” paparnya. Ia menambahkan, hasil penjualan diberikan 50% kepada warga binaan. “Hasil kerajinan umumnya dipasarkan dijual kepada masyarakat. Kemudian hasilnya 50% kami beri kepada warga binaan dan sisanya untuk biaya pembinaan,” tambahnya. Keahlian dimiliki dalam membuat ketrampilan diakui Sutarno menjadi kegiatan positif warga binaan. Hanya saja kendala dialami terbentur tempat latihan yang

kurang memadai. “Kami juga ajarkan cara pembuatan batako dan pemasarannya cukup lumayan hanya saja terkendala tempat untuk pembuatan,” paparnya. Hal ini yang sangat disayangkan olehnya, satu sisi warga binaan mengakui kesalahan pelanggaran hukum dilakukan dan hendak berbenah diri menjadi individu lebih baik, namun saat itu pula ruang untuk mewadahi aktivitas positif mereka mengalami keterbatasan. “Sudah kami sampaikan agar lapas direlokasi ke tempat lain yang lebih representatif. Akan tetapi ketika sudah menemukan tempat, lokasinya terlalu jauh di Gerokgak sehingga belum bisa direlokasi ke sana sebab Lapas ini sekaligus sebagai Rutan,” imbuhnya. Salah satu warga binaan

Dirinya mengaku dapat berkreasi membuat bokor dengan berbagai motif, keben, dulang, dan aneka jenis sarana upacara. Menjalani sisa masa hukuman menurutnya akan menjadi membosankan jika tidak melakukan hal yang bermanfaat. Selain, menghilangkan jenuh kegiatan ini juga dapat menghasilkan uang. “Satu produk harganya berbeda menurut ukuran dan tingkat kesulitan motif. Rata-rata dijual dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu,” jelasnya. Pria yang berasal dari desa Kalibukbuk tersebut mengaku jika pihak Lapas memfasilitasi dari segi pemasaran. Beberapa kru bisnis sudah menjadi langganan produk buatannya. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dirinya bersama teman-teman sesama warga binaan terus melakukan inovasi. “Kami minta bantuan kepada teman-teman di luar untuk

Buleleng, Rabu (2/11). Pembinaan dipimpin langsung oleh Kadishub Buleleng, Gede Gunawan AP, SE.,M.Si., terhadap juru parkir yang sebenarnya sudah melaksanakan tugas dengan baik agar terhindar dari aktivitas pungli. Hal ini sebagai bentuk dukungan dari program pemerintah untuk memberantas pungli sampai ke akar-akarnya.

Dishub Buleleng ingin mengajak kepada para juru parkir untuk bekerja sesuai aturan misalnya selalu memberikan karcis saat bertugas. Hal ini harus dilakukan karena kalau tidak akan disinyalir sebagai pungutan liar. “Kami ingin menekankan kepada temanteman yang bertugas di lapangan untuk bekerja sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya. Mantan Kab a g Humas ini juga

Pembinaan juru parkir oleh Dinas Perhubugan Kabupaten Buleleng

“S

aya mau pergi dari rumah. Saya sudah tidak tahan menghadapi situasi ini,” katanya menangis. Sayangnya, Sinta masih beberapa hari berada di luar kota karena harus menyelesaikan urusan bisnisnya. Sinta lalu mengisahkan perjalanan hidup sahabat dekatnya tersebut yang menurutnya bagai tragedi itu. “Sejak menikah, Rashi sesungguhnya tidak pernah mengecap manisnya kebahagiaan akibat pengkhiatan yang kerap dilakukan oleh suaminya,” ungkapnya. Sinta mengingat bahwa sesungguhnya pernikahan Rashi dan suaminya telah diwarnai perselingkuhan yang dilakukan suami Rashi bahkan sejak mereka pacaran. Namun entah mengapa, keduanya memang terlihat seperti tidak bisa terpisah satu sama lain. “Saya akui kalau suami Rashi sangat mencintai Rashi meski pun mereka kerap bertengkar untuk persoalan yang sama, suaminya selalu meminta maaf dan jika ada yang harus dipilih, maka pilihannya pasti dan

Pengkhianatan yang Menyakitkan

selalu pada Rashi,” kata Sinta. Hal inilah yang juga rupanya membuat Rashi tidak bisa meninggalkan suaminya meski kerap disakiti. Sinta sendiri mengaku beberapa kali meminta Rashi untuk mempertimbangkan hubungannya dengan suaminya bahkan sebelum Rashi menikah. “Tapi saya mau bilang apa, saya tidak berani mencampuri urusan mereka berdua kecuali memberi saran dan nasehat sebagai sahabat saja,” katanya. Perjalanan hidup Rashi pun dimulai sejak ia menikah 30 tahun lalu. Selama 30 tahun itu, menurut Rashi pengkhianatan demi pengkhianatan terjadi dengan begitu menyakitkan. “Tapi saya salut, terutama pada Rashi di mana mereka masih mampu bertahan dengan situasi itu hingga hari ini,” ungkapnya. Empat peristiwa yang sama pernah dicatat oleh Sinta yang menemukan sahabatnya Rashi menangis dan sempat pergi dari rumahnya selama beberapa hari. “Rashi pernah menginap di hotel selama seminggu untuk menghindari suaminya yang saat itu kedapatan tengah berselingkuh. Ia juga pernah ke rumah saya beberapa hari juga untuk menghindari suaminya yang juga kedapatan berselingkuh,” kata Sinta. Yang lebih menyakitkan adalah ketika tiba-tiba seorang perempuan meneleponnya sembari memaki-maki Rashi dengan men-

Sudut Pandang

gatakan bahwa Rashi tidak memberi kesempatan pada suaminya untuk mengunjunginya. “Rashi jelas kaget dengan pengakuan perempuan yang mengaku telah menikah dengan suaminya itu,” kata Sinta. Tetapi, Rashi itu dinilainya sebagai perempuan yang luar biasa. Dengan tenang Rashi bertanya pada perempuan di ujung telepon itu, mungkin dia salah menelepon. “Saya yakin saat itu Rashi sudah curiga bahwa itu bukan salah telepon melainkan kemungkinan besar suaminya memang telah menikah, namun ia menutupinya dari saya,” kata Sinta yang ada bersama Rashi kala Rashi menerima telepon tersebut. Ia mengkonfirmasi berulang-ulang hingga akhirnya ia menyadari bahwa benar suaminya itu telah menikah tanpa sepengetahuannya. “Saya melihat Rashi shock tapi dia berpura-pura tenang,” ujar Sinta. Setahu Sinta, Rashi saat itu sempat meminta cerai pada suaminya namun suaminya menolaknya. Lagu lama, suaminya itu meminta maaf sembari memohon-mohon padanya agar tidak meninggalkan dirinya. Ia mengaku sangat mencintai Rashi. “Saya tahu benar Rashi tidak akan pernah mau dimadu,” ujarnya. Rupanya Rashi saat itu meminta suaminya untuk memilih dirinya atau perempuan tersebut,” kata Sinta. Suaminya memilih dirinya dan meninggalkan perempuan tersebut meski mer-

Branding di Media Sosial Kerajinan dari korek kaya

yang membuat keben berbahan korek kayu api, Jro Budiasa mengaku sangat senang mendapat pembinaan ketrampilan tersebut.

mencari tahu motif yang sedang menjadi trend di masyarakat,” tambahnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Bina Juru Parkir untuk Antisipasi Pungli Masalah pungutan liar (pungli) menjadi hal yang marak diperbincangkan akhir-akhir ini. Dalam upaya pemberantasan pungutan liar (pungli) berbagai instansi terkait mulai mengambil langkahlangkah. Salah satunya adalah Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng yang melakukan pembinaan kepada para juru parkir yang dilakukan di Aula Kantor Dishub

“Mbak…. ada di mana?” tanya Rashi lewat telepon genggam Sinta sahabatnya. Hari itu Sinta sedang tidak berada di Mataram melainkan tengah berada di luar kota. Dari ujung telepon, Rashi menangis, berharap sangat Sinta ada di Mataram saat itu juga. Ia ingin menumpahkan kisah hatinya yang pedih untuk kesekian kalinya pada sahabatnya itu.

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

mengungkapkan penekanan pembinaan ini dilakukan kepada para koordinator juru parkir di Kabupaten Buleleng. Para koordinator ini diharapkan bisa mempengaruhi teman-temannya untuk bekerja sesuai aturan. Menurutnya, selama ini para juru parkir sudah bekerja dengan baik namun ada warga yang biasanya tidak menerima karcis saat diberikan. “Kegiatan ini untuk menghindarkan para juru parkir ini melakukan aktivitas pungli,” ungkapnya. Sanksi tegas pun telah disiapkan terhadap juru parkir yang terbukti melanggar aturan. Gunawan menjelaskan setelah melakukan pembinaan dan pengarahan tentang aturan yang tidak dilakukan, pihaknya akan melakukan sidak dan razia. Dishub Buleleng akan melihat tingkat kesalahannya sebelum menjatuhkan sanksi yang sesuai bagi pelanggar. Dishub Buleleng juga memiliki tim untuk pembinaan, pengarahan dan

teguran. “Sanksi akan diberikan kepada para juru parkir yang melanggar. Bahkan sampai saat ini kita telah melakukan pemecatan kepada juru parkir yang tidak bekerja sesuai dengan tupoksinya,” jelas Gunawan. Sementara itu, salah satu juru parkir dari Wanagiri, Nengah Arcana, mengungkapkan selama 20 tahun dirinya bekerja sebagai juru parkir, tidak ada hambatan yang berarti. Arcana mengaku sudah bekerja sesuai aturan. Pihaknya juga sangat berterimakasih kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng karena sudah memberikan informasi tentang pungli kepada dirinya. “Selama ini saya bekerja sebagai juru parkir tidak ada hambatan. Saya juga menyampaikan terimakasih kepada Dishub Buleleng karena terus memberikan informasi dan pembinaan kepada para juru parkir,” tegasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

Mengungkapkan perWa k i l S e k r e t a r i s sonal branding meruPemuda Panca Marga pakan hal yang sangat Buleleng tersebut juga wajar dalam sebuah mengatakan bahwa ia k ep em i m p i n a n . H a l tidak bisa secara khusus ini diungkapkan Ketua menggambarkan brandKomite Nasional Peing yang telah dibenmuda Indonesia (KNPI) tuknya. “Saya tidak Buleleng I Putu Gede pernah secara khusus Parma, S.ST.Par., M.Par. mem-branding diri,” imDengan membentuk buhnya. Menurutnya, karakteristik seorang semua mengalir sesuai pemimpin akan memidengan karakter kejiliki ciri khas dalam waannya yang sabar, masyarakat sehingga tenang namun tetap membedakannya dentegas dan memiliki prinI Putu Gede Parma gan pemimpin yang lain. sip. “Hal ini sebagai format pencitraan untuk Di era digital dan teknologi informasi menjadi daya tarik seorang pemimpin ini, branding seseorang akan sangat mudi hadapan rakyatnya,” jelasnya. dah terbentuk dan terbaca dengan banMenurutnya seorang pemimpin tuan media sosial. Beberapa orang akan memiliki gaya yang berbeda dalam mudah menjadi terkenal ketika menmem-branding dirinya masing-masing. gunggah aktivitas yang menarik di depan Bahkan di belahan dunia lain pun, media publik. Parma tidak ragu mengakui personal branding telah lazim diguna- jika dirinya pun selalu mempublikasikan kan dalam mempromosikan produk segala bentuk kegiatan yang dilakukan di maupun diri. “Pemimpin-pemimpin media sosial. “Saya selalu upayakan untuk di dunia yang secara cepat mencuri mempublikasikan setiap kegiatan melalui perhatian publik pun berangkat dari facebook atau yang lain,” imbuh Wakil mem-branding diri secara berbeda. Ada Dekan III Fakultas Ekonomi Undiksha terseyang bergaya demokratis, santai, ter- but. Parma menambahkan bahwa banyak buka, berjarak, dan militeristik,” jelas yang menanggapi positif tindakan tersebut, pria yang lahir pada 19 Agustus 1977 namun tidak jarang juga yang menganggap tersebut. Ia menambahkan perbedaan hal tersebut adalah sebuah pencitraan. “Bagi gaya kepemimpinan memiliki pemuja saya itu bukan masalah, era kini adalah era yang fanatik karena masyarakat juga self branding sehingga sah-sah saja setiap memiliki pengharapan tertentu terh- orang melakukannya,” tandasnya. adap pemimpinnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

eka telah memiliki seorang anak. Rumah tangga mereka kembali berjalan damai. Tetapi hanya selang dua tahun, hal yang sama terulang kembali. “Beruntung belum sampai terjadi pernikahan,” kata Sinta. Entah bagaimana ceritanya (Sinta lupa mengingat cerita Rashi), waktu itu Rashi mendapat kabar dari rekan suaminya kalau suaminya itu hendak menikah esok hari. Ia lalu meminta alamat perempuan yang hendak dinikahi suaminya itu dan mendapatkan alamat itu setelah tengah malam lewat (sehari sebelum pernikahan akan dilangsungkan). Esok paginya, Rashi menuju rumah perempuan itu sembari membiarkan suaminya yang tampan itu pamit dari rumah dengan mengatakan hendak pergi ke pengajian dengan pakaian yang rapi. Saat ia masuk gang yang mengarah ke rumah perempuan itu, ia telah melihat ada sedikit keramaian di rumah tersebut. “Benar ini pasti akan ada hajatan. Rashi yakin di situlah akan digelar penikahan suaminya,” kata Sinta. Jelas dadanya bergemuruh. Namun ia kuatkan dirinya. Betapa terkejutnya suaminya ketika melihatnya ada di depan pintu rumah ‘calon mertua barunya’ itu tetapi tidak bisa berkata apa-apa. Dengan lugas serta tenang, Rashi menceritakan siapa dirinya pada keluarga calon madunya itu. “Saya istri dari calon menantu bapak dan

7

ibu. Saya memiliki dua anak dan sampai saat ini masih berstatus suami istri,” ungkap Rashi saat itu. Lumayan kaget orang tua dan keluarga calon pengantin mendengar apa yang diceritakan oleh Rashi. “Kamu ingin tetap melanjutkan pernikahan ini atau pulang bersama saya,” tanya Rashi pada suaminya yang tampak bingung. Rashi merasa tidak perlu mempertimbangkan perasaan siapa pun saat mengungkapkan hal itu di depan orang banyak karena dari semua orang yang ada di ruangan tersebut, perasaan dirinyalah yang paling tercabik-cabik. Sekali lagi, suaminya itu kemudian memilih dirinya dan pulang bersamanya. “Entah apa yang terjadi di rumah perempuan itu selanjutnya, Rashi enggan menceritakannya,” kata Sinta. Menurut Sinta, Rashi sendiri heran mengapa suaminya memiliki hobi selingkuh dan menyakiti dirinya seperti itu. Padahal Rashi selalu berusaha keras untuk membahagiakan suaminya. “Saya bahkan lihat, Rashi itu ibu dan istri ideal untuk sebuah keluarga. Emang dasar suaminya saja yang tidak tahu berterima kasih,” kata Sinta kesal. Sinta belum tahu apa yang tengah terjadi pada sahabatnya itu saat ia menelepon dirinya kali ini karena ia baru akan ketemu Rashi minggu depan. “Semoga dia tidak mengalami hal yang sama,” katanya berharap. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

PERINGATAN HARI KELAHIRAN KERAJAAN MAJAPAHIT KE-723

BAWA SEJARAH RAJA BADUNG I WEDAKARNA JADI COVER UTAMA MAJALAH NASIONAL KABARE Tidak banyak yang tahun bahwa pada tanggal 10 November 2016 ini, Nusantara merayakan hari jadi Kerajaan Majapahit ke-723. Sejarah hebat Kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan Hindu terbesar di kawasan Asia Tenggara ini dilestarikan oleh umat Hindu di Bali yang dimana Bali dikenal sebagai satu–satuya pulau berasis Hindu hingga saat ini. Bung Karno pernah berkata kepada Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru saat mengunjungi Bali bahwa jika ingin melihat Majapahit maka lihatlah Pulau Bali. Pesan itulah yang menjadi penyemangat bagi sosok Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III yang kini melanjutkan swadharma menjadi Sekjen di Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori (PANDBTK). Sejak saat itulah, Gusti Wedakarna berjanji untuk membawa sejarah leluhur I Gusti Tegeh Kori, pendiri Kerajaan Badung dan Raja Pertama Kerajaan Badung untuk dikenal dalam sejarah Nusantara, dan salah satunya bagaimana menempatkan peran leluhur Sri Aji Kresna Kepakisan sebagai Bhagawanta Kerajaan Majapahit dalam peta kepemimpinan Nusantara. “Saya akui, banyak pihak di Indonesia ini yang ingin sejarah Majapahit dihilangkan. Begitu banyak upaya menghapus peran leluhur kami sebagai bagian tidak terpisahkan dari sejarah Nusantara. Keberadaan pasemetonan, puri, dan paguyuban kebudayaan di Bali ini sebagai salah satu upaya agar Bali bisa bertahan dan berdaulat dari sisi sejarah. Dan tugas saya adalah untuk mengeksiskan sejarah leluhur kami dengan perjuangan diplomasi. Saya kira, semua warih apalagi ksatria berkepentingan menjaga nama baik leluhurnya,” ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan dirinya didaulat menjadi Cover Majalah Kabare yang beredar secara nasional, Gusti Wedakarna menyatakan terimakasihnya

Gusti Wedakarna Menjadi Cover Utama Majalah Kabare.

khususnya pada rakyat Bali yang senantiasa ada terdepan untuk menjaga solidaritas satu wangsa Bali. “Saya ingin nilai nilai baik orang Bali, nilainilai baik leluhur Majapahit. Persatuan antara Bali Majapahit dan Bali Mula dapat menjadi sebuah kekuatan besar. Saya ingin menyebarkan kembali nilai-nilai itu. Terimakasih atas segala dukungannya,” ungkap Gusti Wedakarna. Majalah Kabare beredar secara nasional dan bisa didapatkan di Toko Buku Gunung Agung, Gramedia, Kinokuniya, Paperclib dan Book & Beyond di seluruh Indonesia. Ekslusif liputan eksistensi dan kiprah Gusti Wedakarna yang juga merupakan tokoh politik ternama di Bali. (humas).


6

Woman on Top

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

“Berkarya tiada henti, inspirasi tanpa batas”. Demikianlah moto yang ia usung dalam berkarya. Siapa yang tak kenal Bu Bara? Dengan rambut pirang berjambul, mengenakan aksesori serba besar, dan tentunya selalu menebar senyum kepada siapa saja, dari jarak seratus meter pun, orang pasti mengenalinya. Inilah ciri khas seorang Bu Bara.

A

pakah ini salah satu cara untuk membangun personal branding? Bisa jadi, iya. Karena menurut Bu Bara, perlu ada seni mem-branding diri. “Penampilan adalah nomor kesekian. Yang paling utama adalah bagaimana kita menjadi diri sendiri,” tegasnya. Jika kita ingin kita di-branding, apa yang harus dilakukan? “Mulai dari diri sendiri, bagaimana etika kita berbicara, etika bergaul, etika kita menghargai orang lain. Itu yang terpenting. Karena sekaya apapun kita, sebanyak apapun uang dan harta kita, ketika kita tidak bisa menghargai orang lain, itu akan menjatuhkan branding kita. Kesimpulannya, personal branding itu dekat dengan pribadi kita sendiri,” imbuh istri dari Ketut Sumadi ini. Pemilik Bara Silver ini mengingatkan, kita harus selalu sadar bahwa kita tak bisa hidup sendiri, kita perlu teman dan orang lain di lingkungan kita. Kita harus selalu sadar dimana kita berada dan

Putu Adnyani (Bu Bara)

Perlu Seni Mem-branding Diri dengan siapa kita berbicara. Karena dari sanalah awalnya branding kita dibentuk dari orang yang kita ajak berinteraksi. “Jika kita tak bisa menghargai orang lain, lalu siapa yang kita suruh mengakui bahwa kita punya branding. Di sini sebenarnya letaknya seni mem-branding diri,” ucap Bu Bara yang desain-desain aksesorisnya sempat berkolaborasi dengan desainer papan atas di antaranya Anne Avantie dan Ivan Gunawan ini. “Selama ini, seorang Bara tak pernah memilih teman. Saya bisa masuk di kalangan mana pun, karena saya sangat bisa menghargai seseorang. Jika orang tersebut dari kalangan A, ini yang harus saya perbuat, dst., dan saya tak pernah merasa karena saya punya brand, lalu saya sombong,” imbuhnya. Hal ini pula sudah sering dikoar-koarkannya kepada para anggota Komunitas Cinta Kamen Bali (KCKB). Sebagai penggagas berdirinya KCKB tersebut, Bu Bara menegaskan bahwa modal satu-satunya yang ia punya adalah senyum. Ketika orang datang kepadanya, kemana pun ia pergi, dimana pun ia berada. Mau ia kenal ataupun tidak kenal dengan orang tersebut, Bu Bara selalu senyum. “Saya selalu berlaku bahwa saya kenal dengan orang itu. Itu yang pertama bagi saya,” ucapnya.

Putu Adnyani (Bu Bara)

Karena itu ia menegaskan bahwa sebenarnya mem-branding diri itu gampang sekali kalau kita paham dan sadar bahwa kita hidup tak bisa sendiri, selalu berdampingan dan memerlukan orang lain. Kapan pun itu, apalagi

dalam berbisnis. Sangat penting punya banyak teman dan mengenal banyak orang. Bu Bara sangat bersemangat mengulas personal branding ini karena ia mengamati banyak sekali ia lihat orang yang ingin di-branding tapi dia tak bisa menghargai orang lain. Lalu, bagaimana orang lain bisa menghargai dia? Kesannya justru negatif. “Brand itu datang dari diri kita sendiri. Kenapa seorang Bara di-branding oleh orang lain? Karena dimana pun saya berada, orang itu nyaman bersama saya. Apa yang harus saya lakukan agar orang itu nyaman bersama saya? Itu datangnya dari diri sendiri dari hati nurani. Kalaupun kita ikut sekolah kepribadian, mampukah kita melakukannya ketika bermasyarakat. Persoalannya kembali ke individu masing-masing,” tegasnya. Melihat kondisi ini, Bu Bara mengingatkan lagi dengan filosofi menanam gandum, yang notabene adalah makanan pokok. Ladang Tuhan ini begitu luas, Tuhan menyiapkan ladang yang begitu luas untuk kita menanam sebutir gandum. Kalau kita menanam bersama itu akan jadi ladang gandum yang luas dan bisa panen bersama. Bagaimana kita mau panen jika kita tak mau menanam? Ketika menanam pun kita harus rawat, dipupuk, di-

Mem-branding Diri? Tujuannya harus Jelas ing dirinya (personal branding). “Sejatinya personal branding ini terbentuk dari sikap kita dan kesan orang lain terhadap kita,” ujar Agus Binti Kh, S. Psi., Psi., CHt. CI.,M.NLP. Mem-branding diri bisa dilakukan oleh diri sendiri atau oleh orang lain. “Tetap ada plus-minusnya. Jika mem-branding diri kita

Bunda Agus

Antara satu individu dengan individu lainnya, sekali pun kembar, tentu ada saja yang berbeda. Salah satunya dengan bagaimana individu tersebut membrand-

sendiri tentu lebih hemat, tak perlu budget. Kita lebih tau apa yang akan kita jual kepada user. Karena, kita yang paling tahu akan kemampuan diri untuk kita eksplor. Minusnya, ketika kita yang mem-branding-kan diri kita, biasanya kurang terstruktur. Karena, ada tahapan atau cara-cara bagaimana kita mem-branding potensi diri kita, yang pastinya jika ditangani orang lain tentu bisa lebih melihat kita,” ucap Konsultan Psikologi Klinik Hypnotherapy & Psikoneurologi ini. Bunda Agus--sapaan akrabnya mengatakan, ketika kita membranding diri, kita hanya bisa bercermin dari diri kita, yang mana terkadang bisa saja ada yang terlewatkan. “Inilah perlunya orang lain untuk mem-branding diri kita, selain oleh diri sendiri. Jadi, saling melengkapi,” ujar pemilik Madania Center ini. Dari apa yang sudah dijalaninya selama ini, ia mengaku tidak pernah punya pikiran untuk membranding diri sendiri. Yang dilakukannya adalah apa yang terbaik

untuk dirinya. “Bahwa pekerjaan inilah yang saya cintai. Saat saya mencintai maka segala sesuatu saya jalani dengan indah dan nyaman. Dan, itu akan berpengaruh kepada lingkungan sekitar juga. Akhirnya orang-orang di sekitarlah yang mem-branding saya, mem-branding diri kita,” paparnya. Di zaman serba digital ini, Bunda Agus melihat banyak orang yang mem-branding dirinya lewat media sosial, yang tentunya juga ada plus minusnya. Sekarang tergantung tujuan orang tersebut mem-branding diri. Jika branding diri untuk show off, itu juga akan membahayakan diri dan keluarganya. Show off-nya untuk apa? Apakah untuk pamer, atau sesuatu yang memuaskan untuk dirinya? Jadi, perlu tujuan yang jelas,” ucapnya. Namun di sisi lain, ia tak menampik sosmed juga menjadi salah satu sarana/alat agar masyarakat tahu siapa diri kita. “Untuk pengembangan potensi dan karier, yang sifatnya positif,

siram. Hal inilah yang terkadang kurang dipahami orang-orang. Ingin mendapatkan (memanen) sesuatu tapi tidak menanam, jadinya ya “mencuri”. Tidak pernah menanam tapi mau memetik, itu tidak mungkin. Semua perlu proses. Di sebagian masyarakat kita, hal ini jarang dipahami bahwa menanam itu penting. Yang mereka lihat hanya hasil akhirnya. Banyak juga yang tidak mensyukuri rezeki orang. “Mensyukuri rezeki orang dan menghargai orang lain, itu sudah klop satu paket,” tegasnya. Seharusnya kita juga bersyukur jika orangorang di sekeliing kita berhasil, seharusnya kita saling mendukung. Rasa syukur membuat kita rendah hati. Mengutip ucapan Anne Avantie, bahwa seorang desainer tak harus bisa pola, atau gambar, tetapi punya ide dan tim kerja. “Demikian halnya dengan membranding diri. Mem-branding diri itu penting, perlu seni membranding diri, dan fleksibilitas karena situasi dan kondisi yang akan dihadapi nanti pastinya berbedabeda,” ujar Bu Bara yang juga menggagas terbentuknya CWCC (Celuk Woman Caring Community), untuk sadar berbagi dan lebih mempersatukan warga Celuk, Sukawati, Gianyar ini. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

tidak masalah selama masih dalam koridornya. Selfie pun ada plus minusnya. Demikian halnya dengan foto selfie. Foto selfie yang sekadar selfie, dengan foto selfie yang sifatnya mengajak, itu akan terlifat berbeda. Dan, cara kita mem-posting pun beda. Di sini perlu seni mem-branding diri, dan ini pun ada etikanya,” jelasnya. Yang perlu disadari, ketika kita mem-branding diri di medsos, ada miliaran manusia yang bisa melihat. Kita tak tahu mereka, dan kapasitas kita juga sedikit untuk mengetahui apa dan bagaimana mereka. Makanya tak jarang juga banyak kejahatan dilakukan melalui medsos. Ini karena kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya cara yang dilakukan untuk mem-branding diri itu kurang tepat, sehingga akhirnya disalahguanakan oleh orang lain seperti itu. Kejahatan akan dilakukan oleh orang lain karena diri kita yang memberi peluang/kesempatan, tanpa kita sadari, karena ada celah untuk itu. “Karena itu, tujuannya harus jelas. Foto selfie sih foto selfie, tapi fotonya seperti apa, sehingga ada maknanya,” pungkas Bunda Agus yang baru saja meluncurkan bukunya yang berjudul Design The Life You Want “Parenting with NLP” ini. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

19

Mengenal Khasiat Belut Selama ini, kawasan Rolak Gunungsari telah menjadi tempat khusus penjualan belut. Letaknya, persis di bagian selatan jembatan Gunungsari. Bagi pencinta belut, lokasi ini sudah tidak asing lagi karena mereka sering ke sana untuk membeli belut. Penjualan belut di kawasan tersebut sudah berlangsung puluhan tahun.

B

u Purnomo, salah satu dari lima orang penjualan belut di kawasan itu, mengatakan pihaknya sudah menjual belut di kawasan itu sejak 25 tahun silam. “Awalnya saya jual belut ini di ujung selatan jembatan Gunungsari ini. Namun karena sering diusir oleh Satpol PP, akhirnya saya dan teman-teman ini pindah jual di lapangan PKL Gunungsari ini,” ujar Bu Purnomo. Keempat orang lain yang juga ikut menjual belut di kawasan tersebut adalah Pak Koko, Pak Rokim, Pak

Yanto dan Bu Ngatir. Mereka yang mengakui, belut yang mereka jual berasal dari Lamongan baik jenis belut sawah maupun belut rawah dan hampir setiap hari penjualnnya datang menjual ke kawasan ini. Para pedagang ini menjual antara 15 hingga 50 kg belut. Menurut pengakuan Bu Purnomo mereka membeli belut itu seharga Rp 55 ribu/kg dan dijual rata-rata Rp 60 ribu/kg. Belut yang mereka jual semuanya masih hidup dan kalau sudah mati tidak ada lagi yang mau beli. Karena itu,

Nila Puri Widjaja

Kebersamaan Ciptakan Keberhasilan Bekerja di dunia perhotelan terbilang cukup lama. Bahkan, memulai karier dari bawah sejak 1993. Karena itu, perhatian terhadap tamu hotel dan karyawannya begitu besar. Itulah sosok Nila Puri Widjaja, yang menjabat sebagai General Manager Hotel Grand Surabaya. Bagi Puri, karyawan harus memiliki rasa kepedulian pada tempat kerjanya dan mencintai profesi. Itu yang harus diciptakan terlebih dahulu. “Dengan demikian karyawan bisa melayani dengan baik,” kata Puri. Anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Rosyid

Adi Raharja (alm) dan Endro W Tyas, ini menyatakan, bila karyawan peduli terhadap pekerjaan dan tamu, sudah dapat dipastikan kebersamaan sesama pegawai akan tercipta. Karena itu, lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini dalam mewujudkan terciptanya kebersamaan dianggap

sebagai dasar yang kuat dalam membangun suatu keberhasilan. Dengan dasar itu, Puri, tidak membedakan antara karyawan baru dan lama. Yang penting dapat bekerja secara tim antara atasan dan bawahan. Tentang hunian, bapak lima anak menyatakan, saat ini tingkat okupansinya diatas 50 persen. Hotel Grand Surabaya memiliki 99 kamar dengan 50 karyawan dan terletak di tengah kota yang cukup strategis.Selain letaknya strategis, sebagian besar tamu yang menginap dari kalangan pebisnis. Misalnya, banyak pedagang serta karyawan yang sedang melakukan perjalanan dinas. Menyinggung persaingan yang ketat, manajemen Hotel Grand Surabaya menerapkan strategi tekan harga. Disamping itu, juga menjalin kerjasama dengan steakholder. Juga menyajikan unggulan menu makanan di restoran. Misalnya, tiap hari menyajikan 22 jenis menu yang berbeda, khususnya dim sum. (Bambang Wiliarto)

para penjual ini selalu berusaha untuk merawat belum tersebut agar tidak mati. Cara yang dilakukan menurut Bu Purnomo dengan mengganti air secara rutin dan setiap harirata-rata mengganti airnya sebanyak lima kali. “Jika airnya tidak sering diganti belutnya bisa mati cepat. Belut ini biasanya hidup di lumpur tetapi kalau kita taruh di baskom dengan diisi air sedikit, bisa cepat mati,” ujarnya. Selain itu, menjual belut ini seringkali rugi, selain karena tidak tahan hidup, beratnya pun bisa turun drastis karena selama mereka jual tidak diberi makan dan belut tersebut bertahan hidup dalam sebuah baskom atau jerigen dengan diisi sedikit air. Ketika ditanya keuntungan yang mereka raih dalam sehari, Bu Purnomo mengatakan sehari rata-rata bisa meraup keuntungan sekitar Rp 75 ribu dan sebulan sekitar Rp 500 ribu. “Keuntungannya relatif tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk membiayai kehidupan keluarga, baik untuk makan dan minum termasuk untuk membiayai sekolah anakanak mereka, “ ujarnya. Selain menjual belut, kelima orang ini juga menjual ikan lele

seharga Rp 25 ribu/kg, ikan kutuk seharga Rp 60 ribu/kg, ikan wader Rp 25 ribu/kg dan kepiting seharga Rp 80 ribu/kg. Bu Purnomo mengaku yang datang membeli belut di sini rata-rata pria dan sedikit yang wanita. Menurut ibu enam orang anak dan tiga cucu ini, daging belut mempunyai khasiat yang sangat tinggi. Salah satu khasiatnya adalah untuk menambah energi khusus bagi pria. “Setelah mengonsumi daging belut khususnya bagian kepala, pria langsung greng. Kalau tidak percaya, Anda bisa mencoba sendiri,” ujarnya. Arfi, salah satu pembeli belut ditemui di lokasi tersebut mengatakan dirinya selalu membeli belut di kawasan itu untuk dijual lagi ke warung-warung. “Saya biasa membeli belut di sini untuk dijual lagi ke beberapa warung yang khusus menyediahkan menu daging belut,” ujarnya. Selain di Rolak, Gunungsari, penjualan belut juga terdapat di Jalan Banyu Urip dan di sana ada dua orang penjualnnya. Selain itu, belut juga dijual di pasar-pasar tradisional dan di pasar modern seperti di supermarket. (Yosef Sintar)


20

Nine

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

B aiq Diyah Ratu Ganefi

Hobi Dengarkan Orang Pintar Bicara

Selain membaca dan banyak belajar, senang mendengarkan orang pintar bicara adalah salah satu cara yang dilakukan Baiq Diyah Ratu Ganefi untuk belajar. Dari tekun mendengar dan mencermati apa yang dibicarakan orang lain itulah yang membuatnya mengerti dan memahami suatu persoalan. “Saya sangat hobi mendengarkan orang pintar bicara,” kata Diyah Ganefi, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Nusa Tenggara Barat.

I

tulah trik awal yang dilakukan Diyah ketika pertama kali terpilih sebagai Anggota DPD RI periode pertama tahun 20092014, untuk dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya. Hasilnya, hari ini Diyah yang merintis karirnya mulai nol ini demikian fasih bicara tentang politik, kebijakan maupun produk hukum, terutama yang berkaitan dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab sebagai Anggota

DPD RI yang tengah diembannya pada periode kedua ini, 20142019. Namun begitu, meskipun kini setelah menjalani masa tugas yang cukup panjang sebagai Anggota DPD RI, menyimak orang pintar sedang bicara itu tetap menjadi hobi utamanya di samping banyak bergaul. Baginya, di sanalah momentum baginya untuk menimba ilmu, khususnya mengenai topiktopik bahasan baru. Seperti halnya ia pernah

Diyah Ratu Ganefi bersama rekan-rekannya di IWAPI

merintis kehidupannya mulai dari nol sebagai pedagang asongan di kawasan wisata Senggigi Lombok puluhan tahun lalu saat pariwisata Lombok mulai dirintis, Diyah juga melakukan hal yang sama di dunia politik. Ia mulai dari bawah. Belajar pun dari nol. Ia bahkan tidak pernah membayangkan dirinya akan

menggeluti dunia politik apalagi hingga duduk di Senayan. “Tidak pernah terpikirkan bahwa Allah menggariskan perjalanan hidup saya hingga ke dunia politik ini,” ungkapnya. Sekalipun ia tidak pernah membayangkan hal itu, jangan dilupakan bahwa dalam diri Diyah Ganefi mengalir darah politisi dari

almarhum ayahnya, Lalu Djapa, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat, yang pertama pada tahun 1960-1965. Rupanya meskipun sebelumnya ia tak pernah bersentuhan langsung dengan dunia politik, bakat besar telah ada dalam diri Diyah. Ditambah lagi ia tekun belajar dan banyak mendengar membuatnya lekas beradaptasi dalam dunia penuh intrik tersebut. Setelah menjadi seorang senator, barulah Diyah mengerti bahwa di situlah tempatnya untuk berjuang atas nama rakyat. Ketika terpilih pertama kali, ia sadar bahwa ini adalah beban tanggung jawab yang harus harus ia tuntaskan. Bagaimana ia harus bisa membawa seluruh aspirasi masyarakat tidak hanya pada bidang pariwisata yang selama sebelum itu ia geluti melainkan juga harus bersifat makro. Ia juga harus memperkenalkan seluruh potensi sumber daya yang ada di NTB. naniek.itaufan@cybertokoh.com

Intensifkan Koordinasi dan Komunikasi

Salah satu masalah yang menjadi sorotan fokusnya adalah masalah tenaga kerja yang bekerja ke luar negeri khususnya pula asal NTB mengingat NTB merupakan daerah terbesar ketiga pengirim tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Banyak masalah tenaga kerja yang ditemukannya ketika melakukan pengawasan ke daerah maupun ke luar negeri, seperti Malaysia, Korea, Hongkong dan lainnya karena TKI tidak memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan pekerjaannya, terutama soal bahasa. Untuk meminimalisir permasalahan-permasaahan yang kerap dihadapi tenaga kerja Indonesia, Diyah selalu intensif berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi, SKPD-SKPD daerah pemerintah kabupaten dan kota juga dengan warga masyarakat khususnya yang berangkat sebagai TKI. Caranya dengan terus mendorong agar para tenaga kerja khususnya asal NTB tidak berbondong-bondong menjadi buruh migran tanpa skill. Masalah skill inilah yang menurutnya bisa menjadi sumber pemicu masalah bagi para TKI. “Untuk

itu pemerintah harus benarbenar membangun kerjsama dengan seluruh stake holder dan seluruh elemen masyarakat,” katanya. Ia aktif memberi usulan kepada SKPD terkait dan pemerintah daerah agar memperketat proses-proses pendaftaran Calon TKI mulai dari dokumen-dokumennya. Selain itu menurutnya, para calon TKI itu harus memiliki kemampuan minimal bahasa negara tujuan, harus pula memiliki wawasan dan mengerti adat dan kebiasaan Negara tujuan dan lainnya. Para TKI harus tahu nomor telepon KBRI di negara tujuan dan lainnya. “Masalah-masalah seperti

Baiq Diyah Ratu Ganefi, saat turun menyapa masyarakat ke desa-desa

ini adalah hal dasar yang tidak dimiliki para TKI. Saya temukan permasalahan ini sewaktu turun melakukan pengawasan ke luar negeri,” ujarnya. Tiap kali ia turun melakukan pengawasan bidang tenaga kerja ke luar negeri, Diyah selalu bertemu dan berdialog dengan para TKI (legal) yang biasanya dikumpulkan dalam satu tempat. “Di mana pun bertemu dengan para TKI saya selalu mengingatkan mereka untuk memegang nomor telepon KBRI. Itu yang pertama kali harus dipegang saat tiba di negara tujuan,” katanya. Selain soal tenaga kerja, Diyah juga memberi perhatian yang sama pada bidang Komite III yang menjadi tanggung jawabnya seperti, pendidikan, agama, kebudayaan, kesehatan, pariwisata, pemuda dan olahraga, kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, tenaga kerja dan transmigrasi, ekonomi kreatif, administrasi kependudukan/ pencatatan sipil, pengendalian kependudukan/keluarga berencana dan perpustakaan. Sebagai salah seorang pimpinan pada Panitia Perancang Un-

dang-undang DPD RI, Diyah gen- ujarnya dengan mata berkacacar memperjuangkan RUU yang kaca menahan haru mengingat menjadi kebutuhan masyarakat. dulu ia pernah berjuang secara Empat RUU yang lahir dari inisiatif ekonomi untuk bisa hidup. Kerja DPD RI kini tengah dalam pem- keras dan perjuangannya itu menbahasan serius, yakni, RUU Wa- gantarnya sukses dari pedagang wasan Nusantara, RUU Ekonomi asongan sampai akhirnya menjadi Kreatif, RUU Penghapusan Kek- Ketua IWAPI NTB saat ini. erasan Seksual dan RUU tentang Sebagai anak ke 8 dari 12 Kebudayaan. Selain itu keseharian bersaudara, Diyah mengisahkan Diyah dalam menjalankan fungsi bahwa sekali pun ayahnya pernah legislasi juga dipadati oleh pemba- menjadi Ketua DPRD Lombok hasan-pembahasan RUU lainnya Barat, ia dan saudara-saudaranya dalam tahap-tahap harmonisasi tidak ditinggalkan warisan materi maupun dengar pendapat dan lain apa pun. Diyah dan saudara-sausebagainya. daranya berjuang sendiri-sendiri Menggeluti dunia politik yang untuk dapat menghidupi keluarga menurutnya banyak tantangannya masing-masing tanpa bekal wariini tidak membuat Diyah meny- san dari orangtua. Namun, rupaerah. Pengalaman dan perjuan- nya ada warisan terbesar yang gan hidupnya yang pahit tempo ditinggalkan L. Djapa, khususnya dulu rupanya menjadi penopang bagi Diyah adalah darah politisi kehidupan berpolitiknya saat ini. amanah yang mengalir dalam tuIa menjadi kuat karena pernah buhnya. “Saya hanya berusaha merasakan hidup yang tidak keras dan terus-menerus untuk punya apa-apa. Dan perjuangan menjaga amanah yang diberikan hidup itu ia maknai sebagai proses masyarakat pada saya,” ujarnya. yang memang disiapkan untuknya naniek.itaufan@cybertokoh.com oleh Sang Pencipta. “Saya pernah merasakan hidup dari yang sangat tidak punya dan ini memberikan makna yang luar biasa bagi hidup saya hari ini. Dan seluas dunia ini pun rasanya belum cukup bagi saya untuk berterima kasih kepada Allah atas apa yang sudah diberikannya pada Memberikan santunan pada keluarga TKW asal Lombok Timur yang meninggal dunia di Malaysia saya hari ini,”

Inspirasi Bekerja sepenuh hati. Bekerja total. Itulah prinsip kerja yang selalu dipegang Cut Mini Theo dalam melakoni kerjanya di dunia akting. Kerja, kerja, kerja, tanpa memikirkan akan mendapat apa nantinya.

“D

alam bekerja, dalam setiap film-film yang saya bintangi, saya berupaya untuk dapat melakukan yang terbaik. Semaksimal mungkin dalam berkontribusi. Ini bukan hanya untuk kepuasan batin tapi juga guna menyenangkan sutradara juga semua orang yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya,” ungkap Cut Mini yang pekan lalu meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik lewat penampilannya dalam film ‘Athirah’. Cut Mini yang akrab disapa Mini adalah sosok yang tak asing lagi bagi kalangan penggemar film maupun sinetron Tanah Air. Kualitas aktingnya di berbagai film yang dibintanginya kerap mendapat banyak pujian dari insan perfilman. Namun begitu belum sekalipun Mini berhasil menggondol Piala Citra, bahkan masuk nominee dari berbagai kategori yang ada di Festival Film Indonesia sebelumnya. Tak heran kalau wanita kelahiran Desember 1973 ini mengaku syok ketika dalam FFI 2016 yang digelar pekan lalu di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, namanya disebut sebagai pemenang dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik. Maklum saja, meski namanya masuk nominee namun dia harus bersaing dengan artis berprestasi lainnya seperti Christine Hakim, Chelsea Islan, Ine Febriyanti dan Atiqah Hasiolan. Lawan Mini ini adalah peraih penghargaan juga langganan nominasi dari berbagai festival film. Apalagi Christine Hakim, artis senior Indonesia, yang bukan saja enam kali meraih Piala Citra tapi juga berbagai penghargaan festival film lainnya, termasuk Festival Film Internasional Asia Pasifik dimana Christine meraih Best Actress. Dengan fakta-fakta tersebut, wajar kalau Mini mengaku tidak ngarep apaapa dari perhelatan FFI 2016. “Nominee yang menjadi lawan saya itu berat-berat dan semuanya bermain dengan bagus dalam filmnya. Mereka juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan piala ini. Saya tidak tahu kenapa itu (piala) harus pulang sama saya,” kata Mini dengan wajah haru. Ia tak mengira kalau kerja kerasnya kali ini berbuah penghargaan FFI. Ia syok karena tidak berharap dan tak berpikir bahwa dirinya bakal berhasil bawa pulang Piala Citra. “Saya bahagia sekali dan sungguh tidak percaya ini bisa menjadi milik saya,” ucapnya. Bicara Mini merendah. Tapi sebenarnya dia pun bukannya tanpa prestasi. Setidaknya lewat penampilannya di film ‘Laskar Pelangi’ 2008 , Mini telah meraih sejumlah penghargaan bukan hanya dari dalam negeri tapi juga di luar negeri. Lewat perannya sebagai Ibu Muslimah dalam ‘Laskar Pelangi’, wanita 42 tahun ini meraih penghargaan IMA (Indonesian Movie Awards) 2009 untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik, prestasi yang sama juga diraihnya di Festival Film Bandung 2009. Film ini juga telah mengantar Mini meraih penghargaan internasional pertamanya yakni dalam Brussel International Independen Film

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

C u t

Min i

5

T h e o

Keluar Main Film, Pulang Bawa Piala Citra

Festival 2009 dimana dia meraih Best Actress. Makanya banyak insan perfilman tak heran ketika Mini akhirnya berhasil menyabet Piala Citra, karena menurut mereka penampilan Mini dalam ‘Athirah’ , film yang menghantarnya meraih piala bergengsi kalangan perfilman, sangat total dan baik sekali. Bahkan keluarga Jusuf Kalla pun memuji Mini yang memerankan ibunya. “Mungkin ini adalah jalannya, dan sudah rezeki saya mendapatkan ini (piala),” katanya. Sebagaimana diketahui, film ‘Athirah’ bercerita tentang perjalanan hidup ibunda Wakil Presiden Jusuf Kalla bernama Athirah yang penuh inspirasi. Bagaimana Athirah yang dimadu suaminya dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul dengan pikiran positif. Film ini sendiri diangkat dari novel dengan judul yang sama ditulis oleh Alberthiene Endah. TERLALU MENJIWAI, MINI PINGSAN Mini yang merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara ini memulai kariernya di dunia hiburan usia 15 tahun lewat kiprahnya sebagai model di majalah remaja. Namun namanya mulai dikenal publik ketika ia menjadi model video klip lagu ‘Kuta Bali’ dan ‘Bidadari’ yang dilantunkan oleh Andre Hehanussa. Ia juga sempat tampil di sinetron ‘Catatan Si Boy’. Setelah itu Mini lebih banyak berkiprah sebagai presenter. Berkat kepopulerannya sebagai presenter ia mendapat tawaran main sinetron di negara tetangga, Malaysia. Nama Cut Mini barulah mendapat perhatian secara luas di jagat hiburan Tanah Air ketika ia membintangi film ‘Arisan!’, 2003. Selanjutnya anak pasangan Abdullah-Cut Dermawan ini pun aktif tampil di berbagai film populer di Tanah Air, di antaranya ‘Kawin Kontrak’ dan ‘Arisan 2’ pada

2011. Vakum di film, rupanya Mini sibuk main sinetron dan FTV. Barulah pada 2016 Mini langsung mendapat dua film, ‘Me and Mami’ dan ‘Athirah’ yang membuahkan Piala Citra pertamanya. Menurut Mini, dirinya sangat bersyukur banyak orang mengapresiasi penampilannya di ‘Athirah’ , namun katanya, untuk mendapatkan hasil itu bukan hal yang mudah. “Memerankan ibunda Athirah lumayan berat dan perlu banyak energi,” ungkapnya. Sosok ibu A t h i r a h benar-benar berbeda dari kepribadinya. “Ini keluar dari diri saya,” ucapnya yang terus fokus selama dua bulan untuk mendalami karakter tokoh yang diperankannya. Bahkan demi memerankan secara total karakter Athirah, Mini pun rela untuk tidak mengambil job apapun di luar film ini. Scene by scene, kata Mini, sangatlah berat karena ia berupaya menekan semua emosi dan tampil tidak berlebihan. Ketegaran wajah, bahkan senyum pun tidak bisa lebar. Sebagai pribadi, ia mendapat banyak pelajaran dari film yang mengangkat kesabaran seorang istri yang ditinggal suami menikah lagi. “Sosok ibu Athirah super sabar dan kuat dalam menghadapi berbagai cobaan,” tambahnya. Karena terlalu menghayati perannya, Mini mengaku ikut terbawa emosinya dalam memerankan tokoh tersebut. Dia ikut merasakan kesedihan yang amat sangat juga kekesalan. Bahkan karena terlalu emosinya, ia sempat pingsan. Itulah kenapa menurut Mini peran Athirah terasa berat buatnya. Tapi lebih dari itu, Mini merasa bahagia karena ia mendapat kesempatan memerankan tokoh luar biasa itu, yang bukan saja menjadi pembelajaran baginya tapi

juga memperkaya dirinya. Ia juga merasa beruntung berkesempatan tampil dalam banyak film bagus yang memberinya banyak pengalaman berharga. Seperti saat ‘Laskar Pelangi’ misalnya, di sana ia

merasa mendapat banyak ilmu, termasuk belajar bagaimana membaca skenario yang baik dan benar, cara menghayati peran, dll. Sementara saat di Athirah, ia belajar mengatur emosi agar tidak berlebihan dalam memerankan tokoh tersebut. Mini juga bersyukur selain tim kerjanya, ia juga mendapat dukungan penuh dari keluarganya, khususnya sang suami, Safril Sarwono. Rasa syukur itu pula dia lontarkan saat menerima Piala Citra. Dalam kata sambutannya, ia mengucapkan terima kasih pada banyak pihak, di antaranya adalah sang suami yang telah memberinya izin keluar rumah. “Yang pasti saya dapatkan ini atas izin suami saya, boleh keluar rumah untuk main film,” kata Mini dengan air mata berlinang. Ia merasa sangat beruntung memiliki suami yang sangat mendukung kariernya di dunia perfiman. Tak jarang karena kesibukannya syuting ia terpaksa harus meninggalkan suaminya untuk waktu yang cukup lama. Suami yang pengertian dan baik, Mini menyebutnya suami ‘super duper yummy’. “Alhamdulilah suami selalu mengiyakan ketika saya akan meninggalkannya untuk keperluan syuting. Saya punya suami yang ‘super duper yummy’,” tambahnya sembari mengaku bahagia dengan pernikahannya. Di kala senggang, ungkap Mini yang 16 tahun menikah, banyak waktu dihabiskan bersama suaminya dalam melakukan berbagai aktivitas, termasuk nonton dan berlibur ke luar kota. (dianaruntu@cybertokoh.com)


4

Inspirasi

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Benny Nurhuda

Kunci Sukses Miliki Mental Baja Sekarang ini nampaknya makin banyak kalangan muda tertarik berbisnis ketimbang bekerja di kantoran. Salah satunya adalah Benny Nurhuda, yang kini menekuni bisnis craft batik kayu di Yogyakarta. Menariknya, meski Benny (30 tahun) meneruskan bisnis ayahnya, namun dia berhasil mengembangkan bisnis tersebut sehingga kokoh dan tetap eksis di tengah persaingan yang semakin tajam.

B

ahkan di tengah kelesuan ekonomi seperti sekarang dan pengusaha menjerit karena ‘sepi order’, Benny justru mengaku, ia kerap kali kewalahan mengerjakan orderan dari customer dari dalam dan luar negeri. “Iya memang banyak yang mengaku sepi orderan, bahkan tahun 2016 yang sudah masuk semester dua, belum ada perkembangan yang berarti atau masih sepi. Tapi usaha saya, alhamdulilah, tetap stabil. Saya

ndak tahu kenapa, mungkin karena saya pedagang grosiran sedang yang merasakan lesu adalah mereka yang retail. Malah saya, terus terang saja, sampai sekarang masih sering kewalahan terima orderan,” ungkap Benny yang juga menekuni bisnis souvenir pernikahan. “Beberapa pelanggan saya juga mengaku sepi order, tapi nyatanya mereka tetap meminta pengiriman barang secara rutin, bahkan jumlah pesanan pun tidak dikurangi. Kalau sepi pembeli, kok order jalan terus, kan aneh juga,” ujarnya. Benny mengaku sejak kecil telah ikut terjun membantu orangtuanya dalam bisnis kerajinan, namun baru tahun 2007 lah dia men-take over secara penuh bisnis tersebut. “Ayah saya memulai bisnis kerajinan tahun 90an tapi ketika itu kerajinan kulit sapi, yang dibuat wayang, kap lampu, kipas, dan aksesoris rumah tangga lainnya. Tahun 2008,

kami beralih ke bisnis kerajinan batik kayu,” tuturnya. Ketika itu, ‘pemain’ di bisnis ini tidak banyak sehingga usaha ini bisa melenggang bagus, bahkan bisa ekspor ke mancanegara. Namun, katanya, makin lama jumlah pengusaha yang bergerak di kerajinan batik kayu semakin meningkat. “Persaingan makin keras dan tajam, itu terasa sekali bagi saya. Misalnya saja soal harga. Mereka itu bisa lho menjual dengan harga yang menurut kita sangat tidak masuk akal. Misal-

nya saya menjual harga Rp100 , mereka bisa menjual dengan harga Rp90. Saya benar-benar ndak habis pikir, padahal dari hitung-hitungannya saja –ongkos produksi--sudah tidak masuk. Saya saja menjual dengan harga Rp100 dengan keuntungan yang sangat tipis,” jelas Benny. Tapi biasanya, kata Benny, mereka yang ‘banting’ harga seperti itu tidak akan bertahan lama. “Dia bisa jual lebih murah karena mungkin hanya menghargai tenaga saja, tapi material— yang mudah didapat--- tidak dihitung. Biasanya pengusaha yang seperti itu rontok satu per satu, karena memang tidak mungkin,” tuturnya. Benny sendiri mengaku tidak mau terpengaruh dengan caracara seperti itu. Dia tetap menjalankan usahanya sebagaimana mestinya, seraya terus melakukan inovasi produk. “Saya kira kunci bisa survive di tengah persaingan selain marketing yang baik juga

Benny Nurhuda didampingi adiknya Betty

rajin melakukan inovasi produk, kreatif. Kita harus rajin mengeluarkan produk baru. Jangan takut ditiru karena itu memang sudah ‘hukum’ nya. Itulah yang saya lakukan,” kata Benny yang meski usianya baru 30 tahun namun tampak fasih dalam bisnis yang tengah digelutinya ini. Menurut Benny, kunci sukses menjalani bisnis salah satunya adalah harus memiliki mental baja, apalagi di bisnis yang ia tekuni bukan saja banyak persaingan namun kadang ada saja yang bersaing secara tidak fair. “Kalau ada yang seperti itu ya kita nggak perlu ikut-ikutan. Karena biasanya yang seperti itu tak lama bertahan,” tutur pemuda yang berlatar belakang pendidik teknik mesin, ini. Terkait latar belakang pendidikannya, anak pertama empat bersaudara pasangan Bambam-Sugiyani ini mengaku, ia menggemari mesin khususnya bidang otomotif. “Dulu saya sempat menyambi, coba-coba bisnis aksesoris otomotif, namun ketika bisnis kerajinan kayu batik ini makin berkembang, akhirnya bisnis itu saya tinggal, karena sudah ndak ada waktu lagi. Jadi otomotif itu sekarang hanya hobi thok,” katanya. PENGRAJIN ADALAH ‘RAJA’ Hal lain yang terungkap dari percakapan dengan Benny adalah soal jumlah pengrajin yang kian terbatas. Pasalnya, bukan karena jumlah pengrajin yang menyusut tapi jumlah pengusaha yang bergerak di bidang kerajinan semakin banyak sementara pertambahan jumlah pengrajin tidak terlalu banyak. Jadi katanya, demi kelancaran usaha, pengusaha harus pandai-pandai ‘merawat’ para pengrajin itu. “Saya punya pengrajin tetap di Bantul, Yogyakarta. Disana lah barang-barang saya diproduksi. Nah sebisa mungkin saya harus mencari order secara rutin

sehingga mereka tetap bekerja pada saya. Alhamdulilah sampai saat ini berjalan dengan baik, bahkan dengan orderan saya saja mereka sudah kewalahan,” tuturnya. Bukan hanya itu upaya dalam ‘merawat’ para pengrajin ini agar tetap setia. Sebagai pengusaha katanya ia juga harus memahami kearifan lokal. “Kita tidak bisa semaunya meski kita punya banyak orderan,” ucapnya. Misalnya, saat musim hujan adalah waktu para pengrajin itu beralih pekerjaan sebagai petani. Salah satu contoh, kata Benny, ketika mereka (pengrajin) memiliki kesibukan bertani, lalu kebetulan saat itu dirinya mendapat orderan dari customer yang harus dikerjakan selama satu bulan. “Hal ini lalu saya diskusikan pada para pengrajin. Mereka bilang tidak bisa karena sedang sibuk, kalau mau 40 hari. Nah saya harus menegosiasikan kepada pembeli tentang pengunduran waktu ini. Jadi saya sebagai pengusaha juga harus pintar-pintar nego. Untungnya kebanyakan customer bisa mengerti. Jadi memang kalau urusan bertani dan memang

sedang musimnya, kita tidak bisa ganggu gugat sekalipun kita punya uang,” paparnya. Jadi dari kondisi ini, ia pun jadi memahami bahwa uang bukan lah segalanya. Istilah ‘Pembeli’ adalah ‘Raja’ seolah tak berlaku pada keadaan ini. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Sebenarnya bisa saja saya cari pengrajin lain, tapi kan berisiko, bagaimana dengan mutu atau kualitas produk. Saya tidak mau hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kualitas produk. Karena dalam bisnis ini adalah kepercayaan customer, apalagi pelanggan setia, harus dijaga betul. Jadi karena saya sudah tahu kualitas karya para pengrajin saya, maka saya ikuti ‘aturan’ main mereka, sejauh ini tidak masalah. Tinggal pintarpintarnya saya saja bernegosiasi dengan pembeli,” katanya. Begitu juga, tambah Benny, kalau ada hajatan kampung dimana para pengrajin pasti akan minta libur untuk ikut hajatan dan itu bisa berhari-hari. “Ini pun saya harus maklum. Jadi begitulah kita sebagai pengusaha harus mengerti adat istiadat setempat juga,” katanya. Yang menariknya, tambah Benny, sekalipun begitu dibutuhkan sehingga kita terpaksa menuruti kemauan mereka, namun para pengrajin ini tidak ‘mentang-mentang’, dalam artian minta ongkos kerja tinggi. “Itu tidak. Ongkos kerjanya wajar saja. Mereka tidak menuntut ongkos tinggi hanya saja kita yang harus pengertian dengan kebutuhan mereka menjalani aktivitas lain,” tambahnya. Tapi kata Benny lagi, dia pun tak mau berdiam diri mengatasi masalah tersebut. Salah satu siasat yang dijalankan adalah pada saat musim panas, produksi ditingkatkan sebanyakbanyaknya untuk stok. “Jadi saat itu kita produksi sekencang-kencangnya,” kata Benny yang secara rutin mengekspor produknya ke beberapa kota di Malaysia. –dianaruntu@cybertokoh.com

Mandalika

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

21

Titipan Harapan Para Pahlawan

“Satukan Langkah untuk Negeri”

Peringatan Hari Pahlawan di Mataram NTB diikuti oleh ASN

“Satukan Langkah untuk Negeri”. Begitulah tema Hari Pahlawan 10 November 2016. Tema tersebut menitip harapan agar seluruh warga ­Negara Indonesia bersatu dalam kebersamaan dan kebersamaan dalam persatuan untuk mewujudkan cita-cita negeri yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa ini. “Kepada seluruh lapisan masyarakat ­diimbau untuk terus berjuang, bekerja, serta berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini,” ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB saat peringatan Hari Pahlawan.

E

mpat pesan penting disampaikannya dalam memaknai Hari Pahlawan tahun ini adalah selalu bertaqwa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, selalu berjuang dengan ikhlas dengan mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan golongan, percaya diri dalam membangun negara, dan membangun NTB, serta yang terakhir, mengutip pesan dari Bung Hatta, “jangan sampai kita mencuri dari ibu pertiwi”. Dan warisan terbaik yang ditinggalkan oleh para pahlawan bangsa ini bukanlah “politik ketakutan” me-

lainkan “politik harapan”. Seberat apapun tantangan yang dihadapi dengan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan. Seperti biasa peringatan Hari Pahlawan yang ke-71 ini dihadiri oleh para veteran dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hadir pula perwakilan TNI dan Polri serta pelajar di Kota Mataram, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Prov. NTB, pejabat eselon dua dan eselon tiga dari dinas/ badan lingkup Provinsi NTB. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

Datang ke RS, Pulang dengan Senyum Pembangunan sektor kesehatan merupakan salah satu program prioritas Provinsi Nusa Tenggara Barat. Oleh karenanya provinsi ini menilai bahwa sangat penting untuk memastikan agar kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat. Namun, untuk mencapai peningkatan yang dimaksud, tentu tidak cukup hanya den-

gan cita-cita dan program saja, melainkan harus didukung dengan upaya yang komprehensif dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari upaya advokasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, hingga dukungan dari pemerintah, sebagai bentuk kewajiban nya menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai bagi

Gubernur NTB saat mengunjungi pasien di RSUP NTB

masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang menjadi pembina upacara saat memperingati HUT ke-47 Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB yang dirangkaikan dengan peresmian gedung Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah Terpadu RSUD Provinsi NTB. “Semoga dengan usia yang semakin matang ini, pelayanan dan seluruh hal yang terlaksana di rumah sakit ini semakin sesuai dengan harapan dan dambaan seluruh masyarakat NTB,” ungkap Gubernur. Harapannya adalah RS ini dapat berperan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan Pemerintah Provinsi NTB. Gubernur juga mengajak seluruh keluarga besar RS untuk terusmenerus meningkatkan kualitas pelayanan. Tidak hanya dari kualitas sarana fisik dan peralatan kesehatan yang mengadopsi perkembangan teknologi, namun juga harus didukung dengan tenaga kesehatan yang kompeten

Peresmian gedung Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah Terpadu RSUP Provinsi NTB

dan berdedikasi penuh. Dengan bangunan yang cukup megah ia berharap bahwa rumah sakit tersebut dapat meraih akreditasi terbaik, sesuai harapan seluruh pihak. Tidak kalah pentingnya Gubernur mengajak seluruh petugas yang bertugas di RS untuk mengedepankan pelayanan. “Saya berharap siapa pun yang datang ke rumah sakit tersebut dapat pulang dengan senyum.

Tersenyum karena puas dengan pelayanan, dan fasilitas kesehatan yang kita berikan. “Berikan pelayanan sepenuh hati,” katanya. Jadikan RS ini sebagai tempat pengabdian yang utama, dengan dedikasi penuh. Keutuhan dedikasi akan membangun suasana kerja yang baik, menciptakan suatu team work dengan kebersamaan yang baik,” pesannya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)


22

Edisi 927/ 14 - 20 November 2016

Dua perempuan tampak lama mengamati foto-foto hitam putih yang menghiasi Alun-alun Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta. Dari satu foto pindah ke foto-foto lain dalam tempo lambat, wajah mereka tidak nampak ceria. Sebaliknya terlihat muram ada tampak gurat kesedihan di sana. Ada apakah?

Cerita di Balik Penderita Kanker Payudara

R

Linda Amalia Sari Gumelar

upanya, dua perempuan yang ternyata ibu dan anak ini, begitu tersentuh melihat foto-foto yang mengambarkan perjalanan wanita-wanita penderita kanker payudara menghadapi penyakitnya. Bukan hanya para penderita kanker tapi juga bagaimana anggota keluarganya tampil mendampingi mereka. “Sebenarnya saya datang ke sini untuk suatu keperluan, bukan mau melihat pameran karena memang tidak tahu, ya. Tapi saya jadi tertarik dan mampir lihat foto-foto itu, oh ternyata tentang penderita kanker. Foto-fotonya begitu mengharukan. Saya jadi sedih, ingat keponakan saya yang baru-baru ini divonis menderita kanker payudara stadium lanjut. Kami keluarga terkejut, karena memang sebelumnya tidak ada kabar tentang itu. Bahkan keponakan saya sendiri pun shock karena dia tidak mengira. Dia tidak ‘ngeh’ kalau tanda-tanda yang dia dapat selama itu adalah kanker,”

Sosialita

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Harapan Mereka Wayan Padmi

(Pemilik Duabe Modelling Scholl & Entertainment di Jimbaran) Tokoh sebagai penanggung tugas sosial-edukatif karena punya peran menciptakan citra perempuan. Mempresentasikan peran dan citra perempuan yang seimbang dan positif kepada masyarakat, baik urusan domestik maupun karier atau aktivitasnya di ruang publik. Jangan lupa terus ditingkatkan seni lay out baik halaman depannya hingga penataan dalamnya agar pembaca lebih semangat. Pemotongan tumpeng oleh Penanggung Jawab Tokoh Gde Palgunadi di acara syukuran perayaan HUT ke-18 Tokoh

ungkap Ny. Anita yang datang ke GI didampingi putrinya, Sara. Keponakannya sempat terpikir soal gejala aneh itu, namun dia takut memeriksakan diri ke dokter. Jadi dia biarkan saja, sampai akhirnya penyakit itu sudah menjalar. “Saya sedih lihat dia sekarang, banyak mengurung diri, tidak ceria seperti dulu. Dia sudah menjalani kemo beberapa kali,” ungkap Ny. Anita dengan mata berkaca-kaca. Sara putrinya lantas memegang lengan sang ibu. Dua puluh foto bernuansa hitam putih karya Margareth Horhoruw yang dipamerkan di Alun Alun Indonesia itu begitu menggugah para pemerhatinya. Foto-foto itu mengambarkan kisah perjuangan 11 orang perempuan usia (30-52 tahun) dalam menghadapi penyakit kanker payudara. Pameran foto yang digelar sejak 3 November hingga 15 November merupakan bagian dari kampanye Sadari (Pemeriksaan Payudara Sendiri) yang terus digalakkan. Event yang mengangkat tema besar “#Sadari: Kenali Tubuhmu, Sadari Adanya Kelainan” ini bukan hanya menggelar pameran foto tapi juga sejumlah diskusi dengan sajian tema beragam namun semuanya terkait kanker payudara. Para pembicara di antaranya para pakar seperti Dr. Arie Munandar dari Komite Penanggulangan Kanker Nasional, Prof. Zubairi Djoerban, dan dr. Inez Nimpuno MPS MA dari ACT Health, Canberra, Australia, dll. Hadir juga pihak YKPI serta komunitaskomunitas pendukung penyintas seperti Srikandi Bekasi & Bandung Cancer Society, juga komunitas Pink Shimmerinc, dll. Margareth Horhoruw, sang fotografer, mengaku tertarik mengangkat isu ini karena dia melihat di Indonesia, isu kanker payudara belum banyak diangkat lewat

media foto. Padahal penyakit ini begitu mempengaruhi semua aspek kehidupan orang terkait dan semua di sekitarnya. Dengan adanya ini (foto-foto), ia berharap semakin banyak orang paham tentang penyakit tersebut, baik tentang pentingnya deteksi dini maupun faktor pendukung lain yang dapat membuat proses penyembuhan bisa lebih cepat. Di sisi lain, dengan menggarap pemotretan tersebut dia juga menjadi banyak belajar tentang semangat hidup dari para narasumbernya. “Saya banyak belajar dari para narasumber yang sudah stadium empat. Terlepas dari penyakit yang dideritanya, mereka tetap aktif menjalani rutinitas sehari-hari termasuk mendampingi para pasien yang tengah berjuang,” ungkap Maggy, begitu dia akrab disapa. BEROBAT SETELAH STADIUM LANJUT Berdasarkan data, kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap maupun rawat jalan di seluruh rumah sakit di Indonesia. Yang memprihatinkan, 70% pasien kanker payudara baru

datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut. Hal itu diungkap Linda Amalia Sari Gumelar, Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI). “Pada 2010, jumlah pasien kanker payudara sudah mencapai 28,7% dari total penderita kanker,” jelasnya. Dikatakannya, secara umum, prevalensi penyakit kanker di Indonesia cukup tinggi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 dari 1.000 penduduk atau sekitar 347.000 orang. Di seluruh dunia, 8,2 juta orang meninggal dunia setiap tahun akibat kanker. Diperkirakan pada 2025, jumlah yang meninggal akibat kanker meningkat menjadi 11,5% bila tidak dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian yang efektif. “Di Indonesia, kasus kasus kanker payudara menjadi kasus kematian tertinggi dengan angka 21,5 pada setiap 100 ribu. Namun, mereka baru datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut,” ucap Linda yang juga pernah menderita kanker payudara. Bahkan dulu, Linda pernah bercerita bahwa ketika ia mengetahui dirinya menderita

penyakit mematikan itu, dokter mengatakan harapan hidupnya tinggal 40%. Untunglah berkat pengasihan Tuhan, juga upaya-upaya pengobatan yang dijalankan akhirnya ia berhasil sembuh. “Itulah pelajaran yang saya dapat dari perjalanan terkena kanker. Banyak hikmah yang saya dapat,” ungkapnya. Maka tak heran Linda sangat peduli dengan hal ini dan terus menggalakkan kampanye Sadari. Dr. Inez Nimpuno dalam kesempatan berbeda sempat mengungkapkan kalau sebenarnya sampai kini belum ada teknologi yang bisa membuat 100% kanker sembuh. “Jadi pendekatannya, untuk yang stadium awal diambil jaringan tumornya via operasi, kemo untuk mematikan sel-sel yang diprediksi masih sisa dan ‘jalan-jalan’ di aliran darah supaya tidak membuat tumor baru tumbuh di tempat lain. Lalu diradiasi, disinar, untuk mematikan sel kanker di tempat dia tumbuh,” ungkap Inez yang kini bekerja di Kementerian Kesehatan Negara Bagian Australian Capital Territory. Itu semua, tujuannya agar kanker yang stadium awal itu tidak muncul lagi dikemudian hari. “Keadaan orang dengan stadium awal kanker dan sesudah menjalani terapi, kemudian dilakukan beberapa tes dan hasilnya tidak ada lagi, ini yang dinamakan ‘sembuh’,” tambahnya. Kata sembuh dengan tanda kutip dimaksudkan karena saat itu setelah dilakukan pengetesan memang kanker sudah tidak ada di badannya. Namun bisa saja atau ada kemungkinan kankernya kambuh lagi. “Dan biasanya bila hal itu terjadi, kanker itu sudah masuk ke stadium lanjut, yaitu penyebarannya di tempat jauh dari tumor itu berasal,” ucapnya. Sedang yang stadium lanjut, beda terapinya. Biasanya, tidak bisa dioperasi karena sudah menyebar ke mana-mana. “Jadi yang bisa dilakukan adalah kemo dan radiasi untuk menyusutkan tumornya dan memperpanjang hidup dengan memperbaiki kualitas hidup,” katanya. Jadi intinya, semakin dini kanker ditemukan maka angka harapan hidup bebas dari kanker akan semakin besar. (dianaruntu@cybertokoh.com)

3

Melangkah Bersama Sejuta Wanita

Tokoh memasuki usia 18 tahun. Perjalanan panjang bagi sebuah media massa. Acara syukuran perayaan HUT ke-18 Tokoh dirayakan secara sederhana di halaman Gedung Pers Bali K. Nadha, Rabu (9/11).

D

alam acara tersebut, Penanggung Jawab Tokoh Gde Palgunadi menegaskan komitmen Tokoh sebagai media wanita dan keluarga yang siap bersinergi dengan berbagai komponen untuk mencapai kesuksesan bersama. “Dukungan dari Kelompok Media Bali Post juga menjadi nilai plus yang membuat

Heny Shanti

(Pengusaha dan Artis Bali) Selama ini Tokoh juga sudah berhasil memotret bagaimana langkah perempuan dalam berpikir, berkarya, berbuat, mengambil keputusan, memimpin, dan sebagainya. Teruslah menghadirkan kisah positif perjuangan para perempuan , pengalaman, serta tidak lupa pengembangan diri di berbagai lini tentu dengan narasumber yang mumpuni seperti selama ini. Ke depannya Tokoh bukan menjadi bacaan alternatif tapi memang menjadi media utama yang ditunggutunggu wanita dan keluarga. Terus menginspirasi. Bravo Tabloid Wanita Tokoh.

Byang Mangku Hipno

Pelepasan burung di acara HUT ke-18 Tokoh oleh Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha

Tokoh terus bisa eksis berkiprah di kalangan wanita khususnya dan masyarakat umumnya,” ujar Palgunadi.

Kru tokoh saat mendengarkan wejangan dari Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha di acara HUT ke-18 Tokoh

Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha pun memberi apresiasi bagi Tokoh yang sudah menginjak usia 18 tahun. Hal-hal yang bermanfaat bagi perkembangan wanita dan keluarga harus terus ditingkatkan. Komitmen untuk menjadi bacaan wanita dan keluarga, tidak hanya di Bali tetapi harus bisa meluas. Salah satu target yang ditetapkan adalah menjadikan Tokoh sebagai partner media bagi kaum wanita. “Melangkah Bersama Sejuta Wanita” pun menjadi program yang harus dijalankan Tokoh selama setahun ke depan. Langkah awal sudah dilakukan dengan mengadakan open house bersama relasi dan sahabat Tokoh bertema “Langkah Inspiratif 18 Tahun Tokoh”.

(Pakar Hypno Beauty) Semoga Tokoh terus bertumbuh kembang menebar fibrasi semangat sehingga mampu menjadi yang terdepan dalam memberi informasi dan inspirasi. Tokoh harus mampu menjadi life style bukan saja bagi seorang ibu, seorang ayah,.namun juga bagi lintas generasi. Tetaplah menjadi cahaya dalam menebar pengetahuan, tetaplah menjadi sumber pemikiran dalam rangka membangun kehidupan yang jagadhita. Tokoh telah terbukti secara nyata mampu membuat seseorang berkreasi dan berkreativitas lebih baik dari sebelumnya. Tetaplah memberi arti sehingga kehadiran setiap minggunya selalu membawa manfaat dan dinantikan.

Yoseva Listyati

(Pengusaha wanita ) Semoga Tokoh tetap menjadi bacaan terdepan dan menginspirasi. Informasi-informasi atau konten yang disuguhkan mencerahkan khususnya bagi kaum perempuan Bali

Acara tabur bunga di Taman Pujaan Bangsa Margarana serangkaian HUT ke-18 Tokoh

Acara tiup lilin bersama sahabat Tokoh

Suasana open house bersama sahabat Tokoh di ruang kreatif


2

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

GORO-GORO K a b a r pengejut dari Jakarta meresahkan Amat. Kalau dengan hanya mengemis Putu Wijaya Mukhlis bisa mengumpulkan Rp 90 juta, tidak sedikit orang akan berhenti dari pekerjannya, lalu menjadi pengemis. “Soalnya bukan hanya Mukhlis, di Medan juga ditemukan pengemis dengan uang jutaan dan bahkan punya paspor. Dia mengaku mengemis untuk bisa dapat tambahan uang guna pelesir keluar negeri,” kata Amat sewot. “Bukan apa-apa, terserah orang mau bagaimana saja boleh, ini kan negeri merdeka, asal tak melanggar hukum, “lanjut Amat, “tapi kalau mengemis perlahan-lahan beringsut dan meyakinkan prospeknya, ya,

kan pasti ulah itu akan jadi rebutan. Orang akan jor-jorn jadi pengemis. Buat apa mereka banting tulang jadi buruh penambangan, jadi tukang sapu jalan atau jadi tukang sampah? Kan mengemis enak, bebas, merdeka, tak ada tanggungjawab, banyak untung lagi!” “Tapi kehilangan harga diri!” “Harga diri? Bu, masyarakat kita sedang diberangkatkan menjadi komunitas yang terbiasa hidup tanpa harga diri oleh para pengejut itu!” “Apa itu pengejut?” “Pengemis jutawan! Hari ini mantannya Bapak undang ke rumah kita ini!” Bu Amat terkejut. “Apa? Bapak mengundang siapa hari ini? Kok tidak bilang-bilang.” “Nah itu, orangnya datang!’ Amat berdiri dari kursi lalu menyongsong ke depan rumah. Bu Amat bingung. Ia tak siap menerima

PENGEJUT

tamu. Hampir ia masuk kamar untuk ganti pakaian, tapi Amat keburu masuk. “Berapa orang, Pak?” “Satu.” “Mau di terima di luar saja atau akan disuruh masuk? “Masuk.” “Saya tidak perlu ikut, kan?” “Perlu. Justru Bapak mau kenalkan dengan ibu.” “Saya untuk apa kenalan dengan bekas pengemis?” “Supaya paham, mereka itu sebenarnya ‘bekerja’ bukan mengemis. Tapi orang sudah salah kaprah, dikiranya hanya dengan merengekrengek, menadahkan tangan pengejut itu dapat duit jutaan. Lalu mereka meniru. Akhirnya bukan jutaan yang didapat tapi celaan; pemalesan! Atau deraan dari petugas, ditangkap dan dikembalikan ke daerah asalnya. Tapi pekerjaan asalnya sudah dia

tinggalkan. Akhirnya dia kembali ke Jakarta jadi pengems dan sekali lagi ditangkap. Pengejut lain. Mereka pakai strategi. Ada targetnya. Kalau target sudah terpenuhi, dia tinggalkan dunia tanpa harga diri itu, lalu jadi petani, ada yang jadi guru, ada juga yang jadi pengusaha. Dan salah satunya ada juga yang jadi ... Bu Amat penasaran. “Jadi apa?” “Jadi seorang suami.” “Maksudnya?” “Menikah. Punya keluarga. Jadi anggota masyarakat dan ... “ “Dan mengemis lagi!”

Ekspresso “Tidak! Dan punya harga diri yang dia bangun kembali dari reruntuhannya. Karena ia sadar, hidup tak hanya memerlukan uang, tetapi harga diri. Bahkan itu yang paling penting!” Bu Amat tertegun dan nampak amat terkesan. Ia lupa mau masuk kamar ganti pakaian. Ia merapikan sedikit kebaya dan rambutnya. “Ya, sudah, Pak, kalau begitu, saya ikut menemani Bapak mendengarkan pengalamannya. Dipersilakan saja masuk.” Amat tersenyum. “Tidak usah” “Kok tidak usah?” “Ia sudah masuk.’ Bu Amat terkejut dan memeriksa. “Mana?” “Tepat di depanmu.”

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmen untuk menyelaraskan pertumbuhan antara sektor pertanian dengan sektor pariwisata. Salah upaya yang dikumandangkan adalah meningkatkan kualitas pertanian termasuk semangta bangga jadi petani. Hal ini terungkap dalam acara “Talk Show Pelaksanaan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana di Kabupaten Badung dengan tema “Bangga Jadi Petani”, Kamis (10/11) di Puspem Badung. Talk show ini merupakan kerja sama Pemkab Badung dengan Kelompok Media Bali Post.

23

Talk Show “Bangga Jadi Petani”

Badung Siap Proteksi Petani dari Hulu sampai Hilir

Suasana Talk Show “Bangga Jadi Petani”

Pentingnya Personal Branding Pemahaman tentang pentingnya personal branding bisa menjadi sebuah revolusi pembelajaran pengembangan diri. Pembelajaran yang akan memberi ruang tak terbatas untuk melakukan evolusi terhadap diri sendiri (advanced personal development). Personal branding sehari-hari sebetulnya sudah sangat lama diimplementasikan oleh sebagian orang. Mereka yang tergolong sukses dari pekerjaan, sekolah, komunitas sampai pada organisasi sesungguhnya mengalirkan personal branding sejalan dengan kegiatan yang mereka lakukan sehari-hari. Mereka setuju bahwa personal branding ini adalah sebuah investasi yang mendasar. Perusahaan melakukan company branding untuk memenangkan segmen pasar tertentu. Jangan lupa bahwa untuk memenangkan kompetisi direct sales atau penjualan langsung kepada pelanggan terentu, para eksekutif melakukan personal branding. Evolusi teknologi di masa sekarang ini menuntut personal branding juga dilakukan melalui media sosial. Mengapa personal branding? Belakangan ini hampir di setiap organisasi atau perusahaan, kita mendengar istilah personal branding. Mengapa banyak kalangan saat ini berbicara tentang pentingnya personal branding. Masih ingat tulisan tentang The Speed Of Trust karya Steven M.R. Covey? Kemampuan kita untuk membangun kepercayaan adalah komponen

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

mendasar dari kompetensi kunci untuk bisa memenangkan persaingan global. Kita bisa menilai diri kita dari tujuan dan pikiran kita sendiri. Sementara, kita menilai orang lain dari sikap dan perilaku mereka. Bagi para eksekutif, kepercayaan yang datang dari orang lain kepada mereka diyakini mampu meningkatkan closing ratio penjualan dan produktifitas mereka. Meyakinkan orang lain membutuhkan personal branding yang kuat. Berangkat dari konsep tadi, banyak yang kini sudah mulai untuk menciptakan dan mengembangkan personal branding mereka (create & grow your personal branding). Menumbuhkan personal branding perlu investasi waktu, usaha dan komitmen. Personal branding akan berkembang menjadi suatu kebutuhan yang melekat pada setiap orang yang akan terus menggiring para eksekutif dalam perjalanan karir mereka. Personal branding sangat mencerminkan pikiran dan perilaku seseorang. Kalau kita amati, orang-orang yang kita jadikan role model sesungguhnya memiliki personal branding yang sangat kuat. Dan mereka konsisten terhadap personal branding yang mereka yakini. Implementasi personal branding juga mempunyai tahapan-tahapan. Understanding; pemahaman tentang personal branding sebagai suatu penilaian dari orang lain terhadap nama kita dalam kehidupan sosial dan karir atau usaha. Acceptance; menerima dengan

Made Herry Erika Sedana

komitmen penuh untuk mulai menerapkan konsep penting personal branding. Implementation; di tahap implementasi ini, kita dituntut untuk merealisasikan personal branding di setiap aspek komunikasi sehari-hari. Baik komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal. Tahap berikutnya adalah improvement, yakni meningkatkan level personal branding dari pemahaman atau pembelajaran yang diperoleh baik dari literatur ataupun dari pengalaman orang lain serta personal branding orang lain yang kita lihat langsung yang memberi kesan positif dan kuat. Attitude adalah cerminan dari personal branding dan jangan lupa bahwa attitude shows

your altitude. Istilah lead with personal branding atau memimpin melalui personal branding menguatkan pemahaman akan pentingnya personal branding. Coach atau mentor kita telah menanam dan menumbuhkan personal branding sejak lama sehingga benar-benar menyatu dengan sikap, respon dan bahasa yang disampaikan. Sehingga terkadang tanpa diminta, kita sudah bisa melihat dan melakukan hal-hal yang perlu dikerjakan agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efektif. Apakah personal branding dapat dipelajari dari mentor? Ada proses duplikasi yang berjalan tanpa disadari. Proses duplikasi ini bisa terjadi pada cara berpikir, struktur berbahasa sampai pada beberapa gesture duduk atau gesture saat berbicara. Duplikasi juga terjadi pada tampilan atau pengaturan emosi seseorang termasuk bagaimana seseorang bisa kelihatan sangat tenang pada saat menghadapi masalah sekalipun. Halhal yang terduplikasi terjadi karena personal branding yang memberikan kesan positif yang mendalam se-

hingga kita membiarkan mentor mempengaruhi gerak dan pikiran kita. Dalam kondisi ini mentor kita menerapkan konsep lead with personal branding. Saya meyakini bahwa personal branding adalah sebuah seni. Personal branding juga merupakan aset. Tentunya pembaca sependapat jika kita menyimpulkan bahwa personal branding lebih kuat pengaruhnya dari kata-kata yang diucapkan. Personal branding sering kali memenangkan kepercayaan orang lain atau lawan bicara bahkan sebelum kita mulai berbicara kepada seseorang. Personal branding dapat membuat lompatan yang signifikan pada produktivitas seseorang. Menguatkan pentingnya personal branding, ungkapan yang barangkali ingin sama-sama kita pegang adalah personal branding speaks louder then words –Made Herry Erika Sedana Managing Director MORITZ Logistics Indonesia Asia Pacific Award Winning Sales Professional Logistics & Supply Chain

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

D

Narasumber dalam acara Talk Show “Bangga Jadi Petani”

alam pemaparannya, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menjelaskan Badung mempunyai lima skala prioritas untuk mensejahterakan masyarakatnya. Pertama, sandang, papan, dan pangan. Kedua, kesehatan dan pendidikan. Ketiga, adat, agama, kesenian dan budaya. Keempat, jaminan sosial dan tenaga kerja. Kelima, pariwisata. “Untuk menjalankan skala prioritas tersebut, kami berkomitmen untuk menjadikan masyarakat Badung bangga menjadi petani.

Komitmen tersebut akan diproteksi dari hulu, tengah hingga hilir. Ketika kita ingin menjadikan petani bangga menjadi petani, disana kita berpikir bagaimana memproteksinya dengan pola pembangunan nasional semesta berencana dari hulu, tengah dan hilir. Hulu akan kami bantu dari segi penguatan modal dan pelatihan, tengah akan kami bantu dengan teknologi dan hilir kita bantu dengan proteksi harga pasar. Sehingga, manfaat dari hasil pertanian bisa dirasakan secara maksimal dan langsung oleh petani sesuai dengan harapan mereka,” tegas Giri Prasta di hadapan ratusan peserta talk show yang terdiri dari pekaseh seBadung serta perwakilan anggota kelompok tani di Badung. Giri Prasta menambahkan, pihaknya akan menganggarkan APBD khusus di bidang pertanian. Selain itu, membuat regulasi dan format yang tepat dan baik untuk anggaran tersebut. Sehingga, regulasi anggaran bisa berjalan sesuai dengan ketentuan dan bisa bermanfaat kemajuan dan kesejahteraan para petani di Kabupaten Badung. “Kami tidak hanya memikirkan dari segi input, proses dan output, tetapi lebih mementingkan outcome-nya. Dengan demikian, petani pasti akan bangga menjadi petani,” ujarnya disamBupati dan Wakil Bupati Badung duet menyanyikan but tepuk tangan peserta “Kidung Kasmaran” talk show.

Terkait dengan pemasaran, Giri Prasta menjelaskan Badung mengembangan Badung Smart City di sektor pertanian. Dinas Pertanian akan mempunyai aplikasi untuk memperkenalkan dan memasarkan hasil produk pertanian para petani. Selain itu, pihaknya juga sedang mencari jalan keluar terkait dengan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan. Badung akan memadukan antara sektor pertanian dengan sektor pariwisata. Caranya dengan pertanian kontemporer, sehingga petani nantinya akan mendapatkan hasil pertaniannya yang berkualitas dan tempat pertanian akan kami jadikan ekowisata berbasis lingkungan. “Misalnya, manggis hasil petani Badung wajib ada di hotel-hotel dan di kantor Bupati. Dimakan tidak dimakan, manggis itu sudah dibayar. Ini merupakan proteksi petani. Tidak ada yang berpikir, nanti dijual kemana. Petani hanya perlu buat hasil panen yang berkualitas Ini menjamin pemasaran produk pertanian Badung. Kami juga menyiapkan Agro Tourism Teknopark, Taman Gumi Banten. Taman Usaha, dan Taman Hayati. Kami ingin Badung berdaulat di bidang pangan dan mandiri,” jelas Bupati yang dikenal bares (dermawan) ini. Sementara itu, Dr. Ir. Ketut Suamba, Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Unud memaparkan di tingkat kelembagaan, untuk membangun pertanian ada rekayasa teknologi, rekayasa sosial kelembagaan, dan rekayasa kebijakan. “Kebijakan Badung sudah luar biasa. Sosial kelembagaan ada subak, yang masuk sosial dan budaya. Tetapi, biaya jangan dibebankan kepada petani. Lebih bagus kalau ada pendanaan dari pemerintah. Terkait

program kalau sudah ada, siapa yang mengelola, harus jelas agar tidak mandeg,” ujarnya. Ia menambahkan di Unud sudah siapkan Program Studi Agribisnis, Agroteknologi, dan Arsitektur Pertamanan. Kerjasama dengan Badung pun sudah dilakukan Unud untuk penelitian lahan pertanian. Selain itu, pengetahuan terhadap pertanian, seperti kesuburan tanah, pemilihan bibit unggul, iklim dan teknologi juga sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil pertanian. Sebagai akademisi, pihaknya akan terus mengupayakan melalui kajian-kajian dan penelitian terhadap permasalahan yang dihadapi petani selama ini. Apalagi saat ini dikatakan minat mahasiswa untuk menjadi sarjana pertanian sudah meningkat. Sehinga, selain menjadi peneliti, sarjana pertanian juga menjadi praktisi sebagai penggerak pertanian kedepannya. Apalagi, sarjana pertanian Unud saat ini sudah dibekali dengan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dan siap menjadi pengusaha di bidang pertanian. SEMUA HARUS BERSINERGI Talk show yang dipandu Pemimpin Redaksi Bali Post Nyoman Wirata ini juga menghadirkan dua petani sukses yang berbagi kiat agar bisa bangga menjadi petani. Mereka adalah I Gede Adnyana (penangkar benih padi) dan I Nyoman Sudarta (petani asparagus). Dari pemerintah, hadir juga Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Badung, I Gst. A. Ketut Sudaratmaja. Dari kalangan legislator hadir Wakil Ketua DPRD Badung I Nyoman Karyana.

Acara talk show ditandai dengan penyerahan secara simbolis bibit kelapa daksina kepada Bupati Badung oleh Redaktur Pelaksana Bali Post Wayan Dira Arsana. Saat jeda, peserta juga dihibur penampilan Wakil Bupati yang menyanyikan lagu “Kidung Kasmaran” dan Bupati yang menyanyikan lagu “Song Brerong”. Suiasa dan Karyana pun mendukung pemaparan yang disampaikan Bupati Badung terkait dengan Pelaksanaan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana di Kabupaten Badung. “Saya mempertajam apa yang disampaikan Bupati karena kami satu paket. Perlu ada rekayasa teknologi, manajemen, dan kebijakan. Untuk manajemen, Badung akan bentuk perusahaan daerah. Pertanian sangat potensial, pariwisata juga potensial. Pariwisata dan pertanian bagai dua sisi mata uang. Kami akan meningkatkan pendapatan masyarakat, memberdayakan masyarakat dan semua harus bersinergi. Petani mandiri, desa mandiri, Badung mandiri,” tegas Suiasa. Dari kalangan petani menyampaikan usulan agar sekali waktu mahasiswa pertanian turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil. Selama ini banyak pekaseh dan pangliman yang sudah tua karena jarang ada petani muda. Dengan adanya pendampingan, diharapkan semangat anak muda bertani bisa bergairah kembali. Akademisi juga diharapkan memberi solusi untuk mengatasi persoalan hama yang kerap terjadi. Ada juga petani yang mengusulkan asuransi pertanian untuk menjaga jika suatu saat harga di pasaran jauh dari harapan. Dengan demikian, petani tidak merasa rugi. (winatha/ngurahbudi@cybertokoh.com)

Peserta Talk Show “Bangga Jadi Petani”


24

Edisi 927/ 14 - 20 november 2016

Personal Branding Terbentuk Alami saja,” tambahnya. Istri dari Putu Agus Suradnyana tersebut tidak menampik jika tugasnya setelah mendampingi suami menjadi lebih banyak. Dengan berbagai jenis tugas yang diemban selama ini, dirinya tidak memungkiri jika itu di luar batas kemampuannya. “Saya terus belajar dari pengalaman agar bisa menjadi pengarah yang baik bagi masyarakat,” jelasnya. Aries menambahkan jika karakter dalam keseharian tidak jauh berbeda dalam menjalankan tugas. Hanya saja ketika bertugas lebih menempatkan diri dalam I Gusti Ayu Aries Sujati sosialisasi. “Ya kalau sedang enurut I Gusti bersama masyarakat seharusnya bagaimana, Ayu Aries Sujati, personal begitu juga ketika bersama rekan-rekan kerja branding akan terbentuk seseharusnya bagaimana menjaga sikap. Intinya cara alami di masing-masing disesuaikan dengan situasi dan kondisi,” lengindividu dan masyarakat sebagai penentu brand kapnya. yang berhasil dibentuk. “Karakter itu akan terSatu hal sikap yang harus dihindari olehnya bentuk dalam diri seseorang. Jika yang terlihat adalah kemarahan. Menurutnya, kemarahan tidak sesuai dengan karakter rasanya itu terlalu tidak akan menyelesaikan masalah justru akan dibuat-buat,” ungkapnya. Dirinya juga mememperpanjang dan menambah masalah. “Kanambahkan jika sejak dulu memang lebih suka lau orang sedang marah lebih baik dijauhi dulu blusukan untuk berbaur dengan masyarakat, agar kita tidak ikutan marah. Begitu juga jangan sehingga ketika mendampingi suami sebagai pernah marah-marah kepada masyarakat. Kalau orang pertama di Kabupaten Buleleng kebikita marah-marah lalu bagaimana masyarakat asaan itu pun masih dibawa. “Saya dan Bapak bisa mengikuti kita?” paparnya. Akan tetapi ia sejak masih kuliah pun memang suka turun ke menegaskan bahwa tidak marah bukan berarti pasar,” imbuhnya. tidak tegas. “Ada saatnya kita harus bersikap Perempuan kelahiran 30 Maret tersebut tegas,” imbuhnya. mengaku jika memang dirinya sering berhadaUntuk mengatasi hal tersebut, kunci utapan dengan masyarakat luas dalam menjalankan manya adalah komunikasi. Setiap permasalahan tugas-tugasnya. Akan tetapi cara paling sederyang ditemui alangkah baiknya jika semua dikohana yang bisa dilakukan adalah merangkul munikasikan secara baik. “Kalau ada masalah, ya masyarakat dengan senyum dan ketulusan hati. kita bisa bicarakan secara tatap muka,” pung“Jangan lupa, berikan contoh secara nyata juga kasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com) kepada masyarakat jangan hanya memberitahu Saat ini, banyak orangorang cerdas di segala bidang menggunakan personal branding untuk bisa meraih kesuksesan. Dengan personal branding seseorang dapat memperkenalkan ciri khasnya yang membedakan agar mudah diingat oleh orang lain. Ciri khas yang dimaksud dapat dilihat melalui bahasa yang digunakan, penampilan, dan juga bahasa tubuh untuk membangun brand yang dapat menunjukan identitas mereka.

M

Sudut Pandang

Personal Branding perlu Asupan Nilai Sejatinya personal branding penting bagi ya, namanya tetap saja personal branding,” papar semua orang, bukan hanya untuk public figure. dosen di sejumlah perguruan tinggi ini. Dengan menciptakan ‘brand’ untuk diri sendiri Popularitas memiliki hubungan erat dengan membuka kesempatan datangnya kebaikanpersonal branding. Karena untuk mengatur kebaikan untuk diri kita. “Bagi public figure, popularitas diperlukan personal branding. “Kar‘brand’ sangat dibutuhkan agar figurnya lebih ena itu aku suka menyayangkan ada orang yang mengakar dengan berbasis kompetensi, keahlian telah mencapai popularitas tertentu tapi tidak dan kemampuan,” ungkap Tika Bisono, penyanyi merawatnya dengan baik, tidak menjaga popupopuler era 1980-an. laritasnya,” kata Tika. Tika yang kini berprofesi sebagai psikolog, Lalu Tika pun berbicara tentang pengalakonsultan juga dosen ini menjelaskan, memman dirinya ketika masih aktif di dunia hiburan. bangun personal branding sebaiknya disesuaikan Apa yang ia rasakan dituangkan dalam skripsi dengan jati diri, personality dan kompetensinya “Popularitas dan Konflik”. Dari pembuatan agar personal branding itu bisa benar-benar skripsi itulah, ia menjadi makin paham tentang dikembangkan dan pada akhirnya akan mengperlunya menjaga popularitas, perlunya personal kristal. Untuk membangun citra diri, orang harus branding, dll. “Aku jadi semakin paham,’Ohh mengeksplor dirinya, mengetahui keunggulan ternyata harus dijaga, ohh ternyata harus dikasih dan kekhasannya. “Jadi yang terpenting adalah asupan nilai, dll,” tambahnya. manusianya,” ucap Putri Remaja Indonesia Dari hasil kajian itu, kata wanita kelahiran 1978 ini. Oktober 1960 ini lagi, dia mendapati bahwa Menurut Tika, personal branding itu bisa juga sesungguhnya popularitas itu adalah suatu amadiartikan secara luas, dalam nah, sesuatu yang menguntungkan asalkan dijaga pengertian yang ingin ditampildengan baik dan untuk kan seseorang tidak melulu kemaslahatan masyarakat. suatu yang positif berdasarkan Tapi kalau kita mencedpemahaman secara umum. erai popularitas, itu sama Karena kadang ada juga public saja kita tidak menghargai figure yang justru mem-brand profesi sendiri, tidak mengdirinya sebagai tokoh yang hargai diri sendiri. kontroversial. Ada banyak orang ber“Salah satu contohnya, bakat di dunia ini. Jika tidak mungkin adalah Donald Trump mampu membangun peryang baru saja terpilih sebagai sonal branding yang kuat, Presiden AS. Dia digambarkan ia akan menjadi biasa-biasa sebagai sosok kontroversaja, tidak menjadi hebat sesial, namun berhasil menang bagaimana seharusnya berPilpres. Bisa jadi itu (kemedasarkan bakatnya. Personal nangan) karena masyarakat branding itu bukanlah barang disana sudah jenuh dengan mati, dia akan berkembang perpolitakan yang ada di sana. sesuai dengan tahapan itu Tapi apapun namanya, baik yang dijalani. (dianaruntu@ Tika Bisono itu brand jelek atau buruk, cybertokoh.com)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook