24
Sudut Pandang
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
Public speaking merupakan hal yang penting di hampir segala aspek kehidupan baik sosial maupun lingkunga kerja. Bahkan hampir semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara juga butuh komunikasi. Meski public speaking punya peran penting, sebagian besar dari kita tidak memiliki kemampuan tersebut, dan tidak berani berbicara di depan publik.
K
epala Badan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Kabupaten Badung, Putu Rianingsih menilai, kemampuan public speaking tidak hanya harus dikuasai para pejabat tapi semua orang harus menguasai keterampilan tersebut, apalagi seorang perempuan. Apalagi, kata dia, di bidang KB, justru lebih banyak fasilitatornya para perempuan. Ia menilai, perempuan dengan multitalenta-nya harus bisa menempatkan diri sesuai dengan fungsi dan kewajibannya. Kapan ia sebagai ibu, pendamping suami, menunjang karier suami, mengejar kariernya sendiri, dan juga urusan sosial dan adat. Sekarang ini ia menilai, banyak sekali perempuan maju. Banyak perempuan menjadi pejabat. Perempuan memiliki kelebihan yakni kepekaan. Ia mengatakan, sangat berterimakasih kepada negara karena
Perempuan Wajib Kuasai Public Speaking karena sudah memberikan banyak ruang kepada perempuan untuk bisa berkiprah di berbagai sektor kehidupan. Rianingsih menilai, perempuan sebagai pejabat, yang notabene sebagai pelayan masyarakat, merupakan motor penggerak roda kehidupan bernegara dan berbangsa. Bukan hanya pejabat perempuan, tapi semua perempuan, mempunyai tugas penting yakni mencetak generasi muda yang berkualitas. Dari dalam kandungan, sangat tergantung pada orangtua terutama ibunya. Dengan perannya yang sangat banyak, perempuan juga tetap mampu berkiprah dan berkarier. Sebagai pejabat atau pemimpin, mereka memerlukan kemampuan public speaking yang baik, karena mereka di posisi memimpin bawahan. Mereka harus bisa berkomunikasi dengan banyak orang, sekaligus menginspirasi dan memimpin bawahan. Karena itu, dalam pandangannya, memang tepat sekali perempuan dijadikan sebagai role model untuk pelatihan public speaking.
Namun, ia juga menyayangkan, masih ada juga kekurangan para perempuan. Kalau mereka melihat temannya sesama perempuan maju, mereka tidak suka. Malah berusaha sekuat tenaga untuk menyingkirkannya. Kembali lagi kepada moralitas dan budi pekerti. “Bagaimana kita mau memberi nasihat kepada bawahan kalau pemimpinnya sendiri masih bersikap seperti itu. Saya mengajak, para teman-teman sesama perempuan, mari kita bersamasama memunculkan nilai positif. Para perempuan tidak hanya harus pintar dan cerdas, tahan banting,
tapi juga memiliki karakter yang baik. Kalau semua perempuan seperti itu, saya yakin pasti terjadi banyak perubahan dalam segala lini kehidupan ke arah yang lebih baik,” ucapnya. Ia pun menyambut baik acara pelatihan public
speaking yang digelar Tabloid Tokoh bekerja sama dengan Pemkab Badung, Senin (31/10) dengan narasumber Sri Sumahardani, pakar public speaking. Ia menyarankan, sebaiknya pelatihan juga diberikan kepada para tokoh perempuan dan kader perempuan. Karena kemampuan komunikasi yang baik sangat penting dikuasai agar mampu menyampaikan informasi dengan benar dan tepat. (wirati.astiti@cybertokoh.com)
Putu Rianingsih
Belajar dari Pengalaman Kemampuan berkomunikasi di depan umum (public speaking) menjadi suatu keahlian yang wajib dimiliki khususnya oleh seorang pejabat atau pun pimpinan. Ini menjadi penting mengingat banyak kebijakan yang harus disampaikan dengan tepat dan benar agar mudah diterima dan diserap oleh para stafnya terutama lagi saat penyampaian kebijakan di muka umum. Kemampuan berbicara di depan umum bagi seorang pejabat juga diperlukan untuk menghindari kesalahan penyampaian maksud dalam suatu forum, baik formal mau pun informal. Untuk bisa bicara di depan umum, tentulah dibutuhkan kematangan sikap dan mental dalam menghadapi audiens. Hal inilah yang kerapkali membuat banyak orang gugup saat pertama kali bicara di depan umum. Salah satunya yang pernah dialami oleh Ir. Husnanidyati Nurdin, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jika sekarang ia dapat bicara berjam-jam di depan umum meski tanpa teks, namun ada sebuah peristiwa yang tidak akan bisa dilupakannya berkaitan dengan berbicara di depan umum ini adalah kegugupannya saat pertama kali
Hj. Putu Selly Andayani
Ir. Husnanidyati Nurdin
diminta bicara di depan umum dalam sebuah penatarn. “Saya ingat tahun 1980, saya gugup ketika diminta bicara di depan umum ketika menjadi penatar,” ungkapnya. Momen tampil sebagai penatar yang memberikan materi dalam penataran P4 bagi para pengurus organisasi pemudan dan wanita kala itu, adalah yang paling tidak terlupakan. “Waktu itu saya dikasih waktu satu setengah jam untuk bicara, tapi karena baru pertama kali bicara
di depan umum, saya jadi gugup dan hanya bisa bicara 15 menit saja tanpa slide,” ungkap Eni panggilan akrabnya. Akibatnya penatar yang lain akhirnya membantunya meneruskan materi tersebut hingga tuntas. Tapi itu masa lalu bagi perempuan yang sejak SMP sudah giat berorganisasi ini karena sekarang ia bisa bicara berjam-jam tanpa slide apalagi jika dibantu dengan slide. Eni yang pernah menjadi Kepala Badan Ketahanan Pangan
Provinsi NTB dan memimpin Bakorluh NTB ini memang tidak pernah belajar secara khusus mengenai public speaking ini, melainkan ia belajar dari pengalamannya berorganisasi selama ini. Selain Eni, ada pula pejabat perempuan NTB Hj. Putu Selly Andayani yang juga tidak pernah belajar secara khusus untuk berbicara di depan umum. Semua mengalir dari pengalamannnya selama ini. Yang menarik adalah ketika Selly menjadi Panjabat Walikota Mataram beberapa waktu lalu yang mengharuskannya banyak berbicara di depan umum dalam pidato-pidato resmi maupun tidak resmi. Rupanya selama ini ia belajar banyak dari suaminya yang tokoh partai, H. Rahmat Hidayat, Ketua Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia Nusa Tenggara Barat. “Saya tidak pernah belajar khusus public speaking tetapi belajar banyak untuk bicara di depan umum itu dari Bapak (H. Rahmat Hidayat),” ungkap Selly yang pernah menjadi Kepala Biro Keuangan Provinsi NTB dan Kepala Dispenda NTB ini. Menurutnya, suaminya itulah yang mengajarinya menjadi percaya diri untuk bicara di depan umum. Kemauan keras dari dirinya jugalah yang memban-
“Waktu itu saya dikasih waktu satu setengah jam untuk bicara, tapi karena baru pertama kali bicara di depan umum, saya jadi gugup dan hanya bisa bicara 15 menit saja tanpa slide,” tunya untuk bisa bicara di depan umum dengan santai dengan maksud dan tujuan yang tersampaikan. Bagi kedua pejabat perempuan ini, bicara di depan umum itu akhirnya memberikan mereka banyak pengalaman. Makin hari, kemampuan berbicara di depan umum itu semakin terasah karena tugas-tugas dan tanggung jawab yang mengharuskan mereka banyak bicara di depan umum. (naniek. itaufan@cybertokoh.com)
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
2
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
GORO-GORO Putu Wijaya
Sudah larut malam, Ami menggedor pintu. Amat gelagapan bangun. Istrinya menyusul. “A d a a p a
Ami?” Ami diiringi suaminya suaminya menggendong Kadek yang sudah tertidur. “Kenapa Kadek? Sakit?” Ami tersenyum lebar dan mengangkat dua bungkus mie rebus. “Masih hangat! Ini kesukaan Bapak!” “Tapi Kadek sakit?” “Tidak. Dia kekenyangan. Kami bertiga baru saja pesta makan bakmi tadi merayakan Bob Dylan!” “Kenapa?” “ Dapat hadiah Nobel Sastra 2016!!” “Siapa dia?” Ami langsung menggiring
orang tuanya ke meja makan. Suaminya menidurkan Kadek di kursi panjang. Anak itu terbangun, lalu diusap-usap agar meneruskan tidur. “ Tapi Bapak tidak lapar Ami.” “Tidak apa! Makan tidak harus lapar dulu. Ini merayakan Bob Dylan!” “Kenapa?” “Masak Bapak tidak tahu?” “Tidak!” Ami kelihatan kecewa. Bu Amat cepat memotong sambil makan. “Ibu tahu Pak Bob!” “Siapa dia?” “Itu yang dapat hadiah Nobel Sastra tahun ini.” Amat tercengang. “Kan tadi ada tulisannya di televisi!” “Ya, tapi kenapa mesti kita rayakan?” Ami menjawab bernafsu seakan-akan dia yang ketiban Nobel.
BOB DYLAN
“Sebab dia itu bukan pengarang tapi penyanyi. Tapi lirik-lirik lagu ciptaannya diakui dan dipuji sebagai puisi hebat. Dia menyuarakan kemanusiaan, perdamaian dan menentang kekerasan. Dalam musik dia seperti seorang nabi. Pengaruhnya merebak ke seluruh dunia. Termasuk Indonesia. Seperti Iwan Fals juga bagian dari riaknya. Dan ini untuk pertama kalinya hadiah Nobel Sastra diberikan kepasa penyanyi yang pengarang lagu meskipun tak pernah menerbitkan novel atau kumpulan puisi!” Bu Amat bertepuk tangan dan menghabiskan mienya dengan bersemangat. Amat terpaksa mulai ikut menyedok mie dengan perasaan kesal. Setelah Ami sekeluarga pulang, baru Amat menumpahkan rasa kesalnya. “Ibu sejak kapan tahu Bob Dylan?” “Baru tadi.” “Kenapa tadi sampai tepuk
tangan?” “Ya supaya Ami senang!” “Ibu tahu siapa Bob Dylan?” “Tidak.” “Ibu tahu dia penyanyi homo?” Bu Amat terperanjat. “Ah masak?” “Ya, kata media, begitu!” “Kenapa dapat hadiah Nobel?” “Karena komite pemberian hadiah Nobel menganggap dia melakukan pembaruan dalam penulisan puisi seperti tradisi yang pernah dilakukan penyair Homerus di masa Yunani kuno. Protes-protes di dalam lirik lagunya dipujikan semua orang,
Penting bisa Public Speaking Bisa Public Speaking Penting Setiap orang bisa berbicara, tapi masih sebagian yang mampu meramu kata-kata dalam bahasa yang indah dan menarik orang untuk mendengarnya. Karenanya dengan bahasa yang simpel mungkin bisa dikatakan public speaking berarti kemampuan kita berbicara dengan memainkan bahasa di depan umum. Keterampilan (skill) berbicara di depan umum atau lebih dikenal dengan sebutan “public speaking” merupakan keahlian terkait kepada siapa kita akan bicara dan bagaimana menyampaikannya ini mesti bukan hanya mesti dimiliki oleh civitas akademika utamanya mahasiswa tapi juga semua profesi. Kita para mahasiswa yang disebut sebagai agent of change sudah seharusnya menguasai keahlian ini sebab apa yang menjadi ide–ide kita bisa menjadi konsumsi umum. Sebenarnya menurut para senior kami di dunia komunikasi selain public speaking keahlian menulis pun wajib kita miliki (yang ini lebih sulit lagi dengan bentuk pelatihan tersendiri). Begitu juga public speaking tidak cukup hanya dengan bakat, tetap diperlukan latihan dan latihan. Public speaking bukan kemampuan yang bisa dipelajari tanpa latihan yang cukup. Untuk bisa mengembangkan
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
public speaking kita dengan baik, diperlukan lathan dan belajar yang cukup serta jam terbang dalam berbicara di depan umum. Sekarang coba tanyakan pada diri kita masingmsing apakah berbicara di depan umum merupakan sesuatu yang kita lakukan setiap hari atau malah hanya beberapa kali dalam setahun. Saya ingat dari membaca beberapa buku yang membahas public speaking, untuk menguasai keterampilan ini salah satunya adalah wajib rajin membaca.Sebab, dengan membaca akan mendidik serta meningkatkan kosa kata yang berarti juga akan menambah kemampuan kita meramu bahasa. Bagi saya kemampuan public speaking ini masih lebih sulit dikuasai daripada kemampuan presentasi. Misalnya ketika kita bertugas melakukan presentasi, kita masih bisa menyiapkan materi ditambah sejumlah properti penunjang. Namun tidak begitu dengan public speaking. Kita semua harus siap menyampaikan sesuatu ide atau informasi lainnya dalam kondisi dan pendukung yang ada sekalipun terbatas. Keterampilan public speaking ini juga akan sangat menunjang karier seseorang. Terutama yang dalam menjalankan profesinya harus bertemu dengan banyak orang karena
Ida Ayu Damayanthi Putri
tanpa kemampuan persuasif yang baik, akan sulit menjalin networking. Menurut Ys. Gunadi dalam Himpunan Istilah Komunikasi, public speaking adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan mengenai suatu hal atau topik di hadapan banyak orang dengan tujuan mempengaruhi, mengajak, mendidik, mengubah opini, memberikan penjelasan, dan memberikan informasi kepada masyarakat di tempat tertentu (Anggriadi, 2013).
Begitu juga dengan tulisan lainnya termasuk di halaman Wikipedia, bisa kita tangkap bahwa public speaking ini sifatnya dinamis dan tidak kaku. Bahwa public speaking menjadi suatu langkah bagi kita untuk menyampaikan ide maupun gagasan di hadapan banyak orang. Karenanya, orang dengan pendidikan tinggi belum tentu mudah diterima untuk bekerja di sebuah perusahaan, jika tidak mampu berkomunikasi dengan baik di depan umum. Kita semua juga tahu bahwa banyak orang sukses berawal dari good speaker. Ini juga sesuai dengan tuntutan zaman dan teknologi yang terus berkembang berbagai profesi dan persaingan di dunia kerja pun kini memerlukan kemampuan public speaking. Tujuan public speaking sebenarnya jika dipilah menjadi 3 poin yakni :
Ekspresso
Sudut Pandang
ya seperti kata Ami tadi, dalam musik jenisnya dia seakan-akan seorang nabi, karena pengaruhnya ke seluruh dunia.” “Kalau begitu, Bapak setuju dia dapat Nobel?” Amat tak menjawab. “Setuju tidak?” Amat tak menjawab. “Kalau setuju kenapa tadi marah-marah?” Amat menjawab lirih: “Bagaimana tidak marah, kalau anak-anak sekolah kita mau dihajar ‘full day schooling’, kalau si Muklis gembel mengantongi 90 juta, kalau si Dimas Kanjeng ngaku bisa menggandakan uang miliaran tapi masih minta uang mahar sampai 200 miliar, dan ribuan pengikutnya kok mau, lalu ... .” Bu Amat tidur sementara Amat terus sambat.
Selaku pemberi informasi. Dimana kita pada posisi ini hanya memberikan pesan tanpa meminta feedback dari para penerima pesan. Selaku orang yang berupaya mempengaruhi, influence untuk mengarahkan seseorang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Selaku orang yang berupaya supaya orang lain mau dan ikut berpartisipasi. Pesan yang disampaikan disini bertujuan untuk diikuti atau menjadi panutan bagi orang yang mendengar. Biasanya di sini public speaker menjadi panutan bagi orang banyak. Jadi bisa kita simpulkan secara sederhana bahwa seseorang yang mempunyai kemampuan public speaking yang baik, adalah mereka yang mampu menyampaikan pesan kepada orang banyak, dan pesannya sampai sesuai dengan apa yang ingin disampaikan. Ida Ayu Damayanthi Putri S Mahasiswa Magister Media dan Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Meski bertubuh subur, Angela Megawati Hartono, bukan tipe seorang yang pemalu dan gemar mengurung diri di dalam rumah. Justru sebaliknya ia tipe ceria dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Dia juga gemar bersosialisasi. “Aku ini orang yang cuek dan tidak mudah tersinggung,” ungkap Angel.
Angela
N
amun, ketika i a h a r u s b e r bicara di ha dapan orang banyak, menyampaikan pan
dangannya, hatinya merasa gentar juga. Apalagi saat berbicara dirinya disorot kamera, dan wartawan dengan cermat mendengar apa yang disampaikannya. “Itu pengalaman yang tak terlupakan. Groginya minta ampun, hati deg-deg kan. Sulit saya menggambarkan keadaan waktu itu. Saya takut salah bicara. Soalnya kan sebelumnya tidak pernah dikelililing wartawan, apalagi ada ba nyak kamera dari berbagai stasiun televisi, disodori mic, bahkan ada acara live pula,” ungkap Angel mengungkapkan pengalamannya di awal-awal setelah dia dinobatkan sebagai Runner Up Miss Big Indonesia 2014. Untunglah, tutur gadis 27 tahun ini, selama masa
karantina dua pekan, para finalis Miss Big Indonesia mendapat pendidikan public speaking setiap hari. Bisa dibilang itu adalah salah satu mata pelajaran utama selain pelajaran lainnya. Para finalis ini memang dipersiapkan untuk bisa berbicara di hadapan umum, attitudenya, manners-nya bagaimana dalam mempresentasikan sesuatu dan menjawab dengan benar apa yang ditanyakan. Mereka dilatih untuk fokus dalam berpikir dan berbicara sehingga message yang akan disampaikan dapat diterima pendengarnya dengan baik. Para finalis, juga diajarkan cara menghadapi audience dalam berbagai situasi, termasuk jika ada pertanyaanpertanyaan yang memojokkan atau yang tidak mengenakkan.
“Sebagai public figure kita tidak bisa merespons pertanyaan, misalnya, yang menyudutkan atau yang tidak mengenakkan, atau yang tidak nyaman buat kita, dengan emosi. Justru sebaliknya, kita harus tenang, sebisa mungkin tersenyum dan menjawab semua pertanyaan itu dengan baik,” tuturnya. “Dengan adanya pelatihan public speaking itu, meski hanya singkat, sungguh terasa manfaatnya,” tambahnya. Jadi sekalipun dirinya merasa grogi , dia mampu tetap fokus dan bisa dengan baik menjawabnnya. “Rasa gugup itu hanya di awal-awal saja, selanjutnya setelah semakin sering berhadapan dengan publik, saya menjadi terbiasa,” kata Angela yang kini kerap mendapat undangan berbicara di berbagai event.
Lembut belum tentu Lemah Tidak semua orang memiliki kepercayaan diri untuk tampil di depan khalayak, dan tidak dimungkiri juga bahwa setiap orang harus memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi. Apalagi jika profesi atau pekerjaan yang menuntut seseorang untuk berinteraksi dengan orang banyak. Hal ini disampaikan oleh Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Buleleng Luh Hesti Ranitasari. Menurutnya, sebagai seorang wakil rakyat sangat wajib memiliki kemampuan public speaking yang baik dalam berkomunikasi dengan masyarakat (audiens). “Secara sederhana saya mengartikan public speaking itu berbicara di depan publik atau khalayak banyak. Penting sekali karena tidak mungkin saya berbicara tanpa menyiapkan struktur katakata dan kalimat terlebih dahulu,” paparnya. Perempuan kelahiran desa Tamblang 8 Maret 1985 tersebut mengatakan, masyarakat sebagai pendengar memiliki latar belakang yang berbeda, sehingga perlu bagi public speaker untuk menentukan topik yang dibicarakan. Ia menambahkan, public speaker juga harus mampu menempatkan situasi dan
23
Awalnya Gugup Akhirnya Terbiasa Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Luh Hesti Ranitasari
kondisi dirinya berbicara. “Saya sering turun ke masyarakat jadi bahasa yang digunakan sederhana saja. Begitu juga ketika rapat dengan anggota dewan yang lain, penggunaan bahasa agak berat,” jelas Ketua HIPMI Buleleng tersebut. Perempuan yang akrab disapa Rani ini juga mengungkapkan bahwa dalam public speaking tidak hanya menuntut kemampuan berbicara saja melainkan juga
kemampuan untuk memengaruhi para audiens. “Tidak hanya menyusun kata-kata, tetapi juga harus membuat pendengar tertarik dengan apa yang dibicarakan,” tambahnya. Rani menyebut bahwa ia mempelajari public speaking dengan masuk disalah satu sekolah kepribadian di Bali. Pentingnya kemampuan tersebut dalam pekerjaanya saat ini membuatnya selalu belajar berkomunikasi yang baik di depan banyak orang. “Seorang wakil rakyat salah satu modal utamanya adalah kemampuan berbicara. Saya harus pelajari itu karena pergaulan saya tidak hanya ke atas atau ke bawah sehingga saya harus fleksibel,” jelasnya. Selain belajar kemampuan public speaking di sekolah, ia juga tidak henti-hentinya membaca. Dengan membaca ia dapat memperbarui informasi yang akan berimbas pada meningkatnya kepercayaan diri. Hal ini tidak terlepas dari keinginannya untuk memperbaiki kualitas diri. Ketua Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) tersebut juga mengatakan jika dirinya sedang fokus membangun personal brand di masyarakat. Sebab ia yakin jika dirinya memiliki
personal brand yang baik maka kariernya akan mampu bertahan. “Ketika masyarakat mampu membedakan saya dengan orang lain itu artinya saya telah membentuk brand image dan itu bisa dibentuk dari bahasa yang digunakan, bahasa tubuh, dan wawasan yang dimiliki,” paparnya. Menurut Wakil Ketua Lemkari Buleleng ini bahasa dan nada bicara yang digunakan sangat berpengaruh dalam m e m bentuk personal brand seseorang. “Berbicara lembut belum tentu lemah, berbicara keras belum tentu galak,” pungkasnya. (wiwinmeliana22 @cybertokoh.com)
“Baru-baru ini saya diundang untuk bicara terkait terkait obesitas. Beberapa waktu lalu saya juga mendapat undangan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait peringatan Hari Kehutanan Internasional di Jakarta. Pak Presiden juga hadir dalam acara itu. Saya diundang dalam kap asitas sebag ai Duta Kon servasi Badak,” ungkapnya. Nah di sela-sela acara itu juga ada sesi wawancara, dia mendapat brondongan pertanyaan wartawan terkait konservasi badak. “Karena say a sudah terbiasa berb icara di berbagai acara, juga sudah mendapat ilmu public speaking bahkan sudah menerapkannya, jadi sudah tidak grogi lagi. Meski ada kamera hahahha. Saya bisa tetap fokus meski ada juga pertanyaan ‘tajam’ yang dilontarkan wartawan. Yang penting tetap tenang, tidak terpancing emosi, maka kita bisa menjawab dengan baik,” tutur Angela yang akan purnatugas sebagai Duta Konservasi Badak pada 2017 mendatang seiring dengan kembali digelarnya pemilihan Miss Big Indonesia 2017. (dianaruntu@cybertokoh.com)
22
Sosialita
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 November 2016
Mulai 28 Oktober hingga empat bulan ke depan kampanye Pilkada 2017 digelar, termasuk di Jakarta yang akan menggelar Pilkada pada Februari 2017. Berbeda dengan daerah lain di Indonesia yang juga masuk Pilkada serentak 2017, jauh-jauh hari situasi politik di Jakarta sudah terasa panas dan diramalkan akan makin panas pada masa kampanye ini.
ebagian warga Jakarta merasa cemas khawatir hal-hal tidak diinginkan terjadi. Karena adanya indikasi ada pihak-pihak yang ingin memainkan isu paling sensitif yakni isu SARA dalam pemilihan gubernur kali ini. Isu penistaan agama yang sempat heboh beberapa waktu lalu, nampaknya akan terus digulirkan. KPUD Jakarta jauh-jauh hari telah mewanti-wanti hal ini, bahkan baru-baru ini KPUD Jakarta kembali mengingatkan untuk tidak menggunakan isu SARA karena akan ada sanksinya. Di sisi lain diingatkan kepada seluruh warga untuk tidak mudah terpancing isuisu demikian, dan tetap menjaga situasi kondusif. Demikian juga PBNU yang telah mewanti-wanti warganya untuk tidak ikut-ikutan
terpancing dan menjaga iklim tetap sejuk. Lima tahun lalu ketika Pilkada digelar di Jakarta, situasi tidak seperti saat ini yang terasa agak mencekam, lantaran munculnya isu SARA bahkan gejalanya sudah ada jauh sebelum masa kampanye dimulai. Begitu ‘panasnya’ situasi politik di Jakarta sampai-sampai digambarkan sebagai ‘Pilkada rasa Pilpres’. Hal ini lantaran para tokoh nasional, baik itu tokoh politik, masyarat, bahkan tokoh agama, ikut ‘cawe-cawe’ pada hajatan yang sebenarnya hanyalah hajatan daerah. Tapi begitulah. Meski hajatan tingkat daerah, namun karena ini terjadi di Jakarta, kehebohan event pemilihan pemimpin Ibukota ini seperti ketika akan Pilpres. Tapi keluhan dan kecemasan sebagian warga Jakarta ternyata bukan hanya itu. Rupanya selama ini warga Jakarta sangat menikmati layanan berinteraksi dengan gubernur yang digelar setiap pagi di Balaikota. Dalam kesempatan itu warga Jakarta yang datang dapat
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
Amrita 108
Pilkada Jakarta “Rasa” Pilpres
Cara Cerdas Pilih Herbal
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak bahan herbal. Bahan-bahan ini bisa dimanfaatkan untuk menunjang kesehatan. Hal inilah yang ditekuni Drs. I Wayan Sudiara, M.Ph, yang lebih dikenal dengan nama Pak Herbal. “Saya belajar herbal sampai ke Tiongkok. Dari sana saya tahu tentang fungsi herbal,” ujar pria yang kini mengelola pusat herbal “Amrita 108” ini.
mengadukan berbagai permasalahan yang dihadapinya, mulai dari masalah KJP, BPJS, layanan rumah sakit, penggusuran rumah yang tak jelas, dll. Hampir semua hal bisa diadukan kepada gubernur, termasuk mengantarkan undangan pernikahan bahkan jika hanya ingin foto-foto bersama gubernur. Namun, layanan yang awalnya
digelar secara tidak sengaja ini, terhenti sejak 28 Oktober lalu setidaknya sampai empat bulan ke depan karena sang gubernur petahana, Ahok, cuti kampanye dan kini Pemda DKI Jakarta dipimpin oleh seorang plt gubernur, Soni Sumarsono, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. Kekecewaan berhentinya layanan ini diungkap oleh seorang warga Jakarta yang datang ke Balaikota Jakarta ketika Ahok cuti. “Saya tidak tahu kalau sudah tidak bisa bertemu gubernur lagi karena Ahok cuti. Katanya cutinya lama, empat bulan. Lhaa trus bagaimana, kami warga mau mengadu langsung,” ungkap Suherman, warga Jakarta Barat, yang terpaksa menitipkan bekas pengaduan di pos pengaduan di samping kantor gubernur. Menurut Suherman, ada beberapa warga lain yang juga datang ke Balaikota seperti dirinya dan kecewa karena tidak bisa mengadu langsung. “Kami diminta menyampaikan surat aduan ke posko aduan,” ucapnya seraya
mengungkapkan keinginannya bisa langsung bertemu gubernur agar masalahnya cepat selesai. “Kalau saya liat di televisi juga di koran-koran, kayaknya kalau ketemu Ahok dan mengadu langsung, masalah bisa cepat selesai. Pak Ahok suruh stafnya mencatat dan langsung menindak lanjuti. Tetangga saya yang sudah pusing
tujung keliling soal biaya rumah sakit saja, bisa langsung beres. Nggak perlu susah cari utangan kemana-mana,” paparnya. Soal layanan aduan langsung ke gubernur memang selama ini menjadi salah satu andalan warga untuk bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi. Biasanya warga yang datang adalah mereka yang sudah berupaya ke sanakemari menyelesaikan masalahnya, namun ‘mentok’ alias tidak mendapatkan jalan keluar. Layanan ini awalnya memang tidak secara terbuka diumumkan, hanya mereka yang tahu saja yang datang. Namun karena sering diberitakan pers, baik televisi, media cetak maupun online, dan omongan-omongan sesama warga yang beredar, akhirnya cukup banyak warga yang tahu adanya layanan ini. Padahal sebenarnya Pemda DKI Jakarta punya aplikasi qlue dimana setiap warga bisa mengadukan berbagai
hal yang terjadi di lingkungannya. Namun agaknya warga merasa kurang puas, kurang afdol jika tidak bertemu langsung dengan sang gubernur. Karena mereka meyakini jika bertemu langsung persoalannya akan menjadi lebih diperhatikan dan cepat penyelesaiannya dibanding Taplikasi qlue. Padahal tidak demikian. Karena lewat aplikasi qlue pun permasalahan bisa dengan cepat ditangani. Layanan interaksi dengan gubernur sebenarnya sudah ada sejak masa Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kantor Gubernur DKI Jakarta yang dulunya terkesan ‘menyeramkan’ dan ‘kaku’, namun gara-gara Jokowi jadi gubernur, berubah ‘cerah’ dan terbuka. Ini lantaran sosok Jokowi yang bersahaja dan merakyat. Jokowi yang rajin blusukan ke pelosok kampung di Jakarta, membuat dirinya menjadi sangat diterima oleh warga DKI Jakarta. Saat blusukan, Jokowi suka bertanya tentang berbagai masalah kepada warga dan berupaya membantu menyelesaikan. Sikap-sikap inilah yang membuat akhirnya warga berani datang ke Balaikota untuk bertemu Jokowi. Menariknya yang datang mengadu bukan hanya dari Jakarta tapi juga daerah lain di Jabodetabek, bahkan ada yang datang dari luar Jabodetabek. Setali tiga uang, Ahok pun ketika masih menjabat sebagai Wakil Gubernur juga melakukan hal yang sama. Meski tidak sesering Jokowi dalam blusukan, namun Ahok setiap kesempatan bertemu warga rajin membagikan kartu nama. Di kartu nama itu tertera tiga nomor HP yang bisa digunakan warga untuk mengadu. Pengaduanpengaduan warga
itu kemudian disalurkan ke dinasdinas yang menanganinya. Ketika menjadi gubernur, kebiasaan itu pun diteruskan. Setiap pagi, sejak jam 06.00, warga sudah berkumpul di pelataran pendopo menanti Ahok datang. Semakin hari jumlahnya semakin banyak sehingga akhirnya ditata agar tertib dan tidak berdesak-desakan. Disediakan juga bangku-bangku agar warga yang datang bisa duduk rapi sambil menunggu sang gubernur tiba di kantor. Di mana wartawan? Tentu saja, sebagian wartawan pun ikut menunggu Ahok bersama dengan warga. Biasanya, setelah Ahok melayani warga, giliran wartawan mendapat kesempatan bertanya ini-itu. Mengomentari kekhawatiran warga yang tidak bisa mengadu lagi, Ahok mengatakan, meski dia cuti warga tetap bisa menyampaikan pengaduannya lewat SMS kepadanya. “Warga masih bisa mengadu kok, jadi nggak berhenti. Kita kan punya pengaduan SMS,” katanya. Namun soal interaksi langsung dengan plt gubernur, Ahok mengaku dirinya tidak bisa menjamin apakah hal itu akan dilakukan Plt gubernur atau tidak. “Saya tidak tahu ya apakah Plt nantinya sempat menemui warga yang mengadu atau tidak. Apa Plt mau misalnya satu jam ngurusi pengaduan warga, itu saya tidak tahu,” ucapnya. Namun, tambahnya, ponselnya selalu siap menerima SMS warga yang nantinya akan disalurkan ke dinas terkait. “Sistem SMS kita jalan kok,” tandas Ahok.
3
P
sehat itu saya mendapatkan hikmah. Apapun sakit, pasti ada obatnya. Kita harus sabar. Saya pun tertarik dengan ilmu kesehatan yang minim kimia dan efek samping kecil. Solusinya obat herbal yang tersedia banyak sekali di alam,” ujarnya. Setelah sembuh, Pak Herbal meyakinkan dirinya untuk menekuni dunia herbal. Ia pun berangkat ke Negeri Tirai Bambu untuk belajar tentang herbal. Dari salah satu gurunya, ia me-
Pak Herbal
ak Herbal menuturkan dirinya pernah mengalami sakit, mulai dari diabetes hingga jantung. Berbagai metode pengobatan pun ia coba. Namun, hasilnya tak maksimal. Pria kelahiran 22 Juli 1960 ini beralih ke herbal. Ternyata ia menemukan kecocokan dengan mengonsumsi herbal. “Dari pengalaman sakit sampai
lihat bagaimana herbal menjadi pilihan untuk mengatasi berbagai penyakit. Ia menceritakan, gurunya bisa melakukan deteksi penyakit hanya dengan telapak tangan. Selanjutnya, diberikan obat herbal untuk penyembuhan. Pelajaran tentang herbal di Tiongkok membuat pria yang pernah menjadi dosen ini memutuskan untuk serius menekuni herbal. Ia mengombinasi-
(dianaruntu@cybertokoh.com)
Jero Melati sedang memberikan penjelasan tentang herbal amrita 108
kan ilmu herbal dengan ilmu palmistri (baca garis tangan) yang dipelajari di India. Kombinasi ini ia terapkan saat masyarakat konsultasi tentang herbal, bisa mendapatkan bonus baca garis tangan. “Bagi laki-laki, tangan kiri merupakan copy kehidupan masa lalu sedangkan tangan kanan gambaran masa depan. Bagi perempuan kebalikannya. Dari garis tangan juga bisa dilihat apakah bisa punya keturunan atau tidak. Secara umum kondisi kesehatan bisa diteropong. Tetapi, kami tidak berani mendahului kehendak Tuhan,” ujar Pak Herbal yang sudah menulis lima buku terkait herbal, diantaranya Buku Pintar Pengobatan Alternatif (Memanfaatkan Herbal untuk Pengobatan Berbagai Macam Penyakit) dan Obat Tradisional Berbagai Macam Penyakit (Mengatasi Cetik, Guna-guna, Terapi Urin, dll) Dari pengalamannya juga, Pak Herbal juga menemukan banyak kemiripan herbal di Tiongkok dengan di Indonesia. Di Asia Timur, ginseng banyak dijadikan bahan herbal, sedangkan di Indonesia ada purwaceng yang fungsinya mirip ginseng. Dalam mengolah bahan-bahan herbal ini, ia menegaskan tidak boleh sembarangan. “Dulu tanaman herbal diolah secara sederhana lalu dimasukkan dalam kapsul. Sekarang tidak boleh seperti itu. Bahan herbal harus diolah dengan baik untuk diambil saripatinya. Jika salah mengolah akan membuat khasiat obat hilang,” tegasnya. Proses produksi yang tepat inilah yang dikembangkan Amrita 108 yang memiliki tagline “Jadikan Obat Alami Herbal sebagai Pengobatan Pertama dan Utama dalam Keluarga”. “The Best Quality, Healthy and long Life” Kami berani adu dengan obat herbal impor,” kata Pak Herbal. Ada 16 obat herbal yang diproduksi Amrita 108 semua sudah terdaftar di BPOM, yakni Mangostana (ekstrak kulit manggis), Mercodia (sarang semut), Soma, Guldafita/Sambiloto, Kumis Kucing, Kelor, Manjakani, Nigella Sativa Oil, Kunyit Putih, Minyak Zaitun, Purwoceng, Temulawak, Mengkudu, Virgin Coconut Oil, Daun Piduh/Pegagan, dan Daun Dewa. Manfaat dari obat-obat herbal itu, mulai dari membantu memelihara kesehatan tubuh, membantu memelihara stamina pria, hingga mengatasi masalah kewanitaan. “Kami juga memberikan solusi bisnis herbal dengan profit yang sangat menarik dimulai dari rumah tangga. Amrita 108, solusi cara cerdas pilih herbal,” ungkap Pak Herbal yang dulu aktif di Institut Nurani Indonesia, lembaga yang mengajarkan orang untuk menjadi pengobat alternatif. Ia pun berharap makin banyak orang yang kembali ke alam untuk menyembuhkan sakit dan cerdas dalam memilih herbal yang tepat. Jero Melati, praktisi pengobatan herbal yang mendampingi Pak Herbal menambahkan, dirinya dulu memiliki gangguan kesehatan berupa batu ginjal dan kegemukan. “Saya bertemu Pak Herbal dalam acara talkshow. Saya coba obat herbal yang diberikan. Ternyata cocok. Setelah itu ditawari untuk ikut membantu Pak Herbal,” ujarnya. Ia bertugas untuk melayani konsultasi dari masyarakat yang berkunjung ke Amrita 108. Jadwalnya dari pagi sampai sore. “Saya ingin membantu Amrita 108 menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan,” tegas perempuan yang sedang hamil ini.
Pak Herbal sedang membaca garis tangan
Testimoni Saya seorang pemangku. Saya korban salah obat produk herbal yang menyebabkan mata saya seperti buta sehingga saya sulit beraktivitas. Setelah saya mendengar dari radio tentang Amrita 108 dan bertemu Pak Herbal serta dijelaskan mengenai obat herbal Amrita 108 yang sudah memiliki izin BPOM, saya pun mencoba. Setelah mengonsumsi herbal Amrita 108, penglihatan saya membaik. Sekarang saya bisa melihat lagi bahkan bisa naik sepeda lagi. (Mangku Rudita)
Tiga bulan lalu, kondisi anak saya yang down syndrom sangat lemah, mata bengkak dan tidak fokus dengan sekeliling. Setelah mengonsumsi Amrita 108, anak saya alami perkembangan yang lebih baik. Anak saya sudah mulai fokus dan sekarang belajar bernyanyi. Terima kasih Amrita 108. (Luh Sriyantini)
Anak saya awalnya sakit ginjal, tiap bulan opname di RS. Kalau kumat, wajah dan badannya bengkak serta lemas. Setelah mengonsumsi Amrita 108 Soma dan Kumis Kucing, kondisinya membaik. Saya bersyukur bertemu bisa bertemu Pak Herbal, Jero Melati, dan herbal Amrita 108. (Komang Agus Pradnyana Dinata)
Kantor Pusat Herbal Amrita 108 Jln. Gunung Agung no 9, sebelah Barat Bank Danamon, HP 081239126194/081558092936. Jero Melati 081 805 519 977 Buka pukul 09.00-20.00
4
Inspirasi
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Namanya unik, Leke Galleria. Awalnya pengunjung stannya tidak tahu kalau itu adalah nama gadis cantik ini. Pengunjung itu bertanya apakah yang tertera di kartu nama itu adalah brand produknya. Leke sambil tertawa pun menjelaskan bahwa itu adalah namanya.
Leke Galleria
Step by Step
“H
ehhe iya orang suka keliru. Nama saya dikira brand produk kerajinan,” ucapnya sambil tertawa. Dan ia pun menyebut nama brand produk kerajinan ketak miliknya ‘Tao Natural Craft’. Menurut Leke, namanya diambil dari nama desa asalnya yakni Desa Bekele yang terletak di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, NTB. Bisnis kerajinan ketak dan rotan yang kini ditanganinya, ujar Leke, adalah warisan orangtuanya. Dulu, katanya, ayahnya termasuk salah satu yang ikut mengembangkan kerajinan tersebut dan menjadi pengusaha pertama di desanya yang berhasil mengekspor kerajinan ketak ke berbagai negara di era 90-an. Akhirnya, kerajinan ketak dan rotan pun berkembang di desanya. “Desa kami Bekele merupakan sentra kerajinan ketat dan rotan di Lombok. Di desa kami ketak dan rotan melimpah. Orang dari mana-mana yang ingin mengembangkan bisnis kerajinan ketak dan rotan atau ingin menjual produk kerajinan ini, datang ke desa kami,” ungkapnya. Di desanya, lanjut Leke, warga desa seolah ‘membagi tugas’. Ada yang pengrajin, pengusaha, juga ada kelompok-kelompok yang khusus menyediakan bahan baku ketak dan rotan, juga ada kelompok yang memasarkan baik ke buyer dalam negeri maupun keluar negeri. “Jadi kami pengusaha tidak perlu susah-susah mencari bahan baku di hutan karena sudah ada yang menyediakan,” tutur sulung tiga bersaudara ini. Leke sendiri mulai meneruskan usaha ayahnya pada tahun 2009 lalu, ketika itu ia masih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Mataram. Namun waktu itu ia masih mendapat pendampingan dari sang ayah, setelah dirasakan sudah mampu barulah
ayahnya melepaskan dia untuk mengelola secara penuh bisnis tersebut. Hanya saja uniknya, ketika akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, Leke justru tidak memilih bidang ekonomi atau bisnis atau manajemen bidang yang akan dipelajarinya, melainkan bidang hukum. “Ya karena sejak dulu saya bercita –cita ingin menjadi notaris. Untuk itu kan saya harus kuliah S2 di Universitas Diponegoro hukum mengambil jurusan kenotariatan. Saya sudah selesai S2, namun karena usia saya masih 23 tahun, saya belum bisa membuka kantor sendiri. Saya harus menunggu usia 27 tahun untuk membuka kantor notariat. Jadi sekarang saya menunggu sampai cukup umur untuk buka kantor,” jelasnya. Nah sambil menunggu, ia pun membimbing adiknya Lakon Surya Putra untuk menekuni bisnis kerajinan ketak dan rotan. “Dulu saya dibimbing ayah, sekarang giliran saya membing adik, dia juga masih kuliah sekarang. Nanti ketika saya membuka kantor, dialah yang meneruskan. Tapi saya tetap akan mengawal bisnis ini, termasuk ikut terjun jika ada event-event besar,” paparnya.
PERSAINGAN KETAT DAN RAJIN INOVASI Ia bercerita UKM kerajinan ketak dan rotan berkembang pesat di Lombok. Hal ini karena tingginya permintaan baik dari dalam negeri maupun luar biasa. Apalagi kerajinan ketak ini pun juga semakin berkembang menjadi aneka produk bukan hanya aksesoris rumah tangga tapi juga produk-produk fashion, di antaranya aneka model tas-tas unik. Desain-desain menarik, produk-produk unik, membuat kerajinan ketak makin banyak diminati. Itu sebabnya jumlah UKM yang ‘bermain’ di ‘lahan’ ini pun makin banyak. Di satu situ, katakan, ini merupakan hal yang menggembirakan karena kerajinan ini diterima oleh berbagai lapisan masyarakat hingga konsumen luar negeri, namun di sisi lain, persaingan menjadi semakin ketat. Menurut Leke, menyikapi persaingan yang semakin ketat, tidak ada lain selain tetap mempertahankan mutu, juga rajin berinovasi. “Saya juga ikut terlibat dalam pembuatan desain produk. Kadang ayah juga ikun bantu desain. Kadang saya sampai tidak tidur memikirkan desain produk yang akan dibuat. Ya maklum kami bersaing ketat, jadi harus selalu menghadirkan produkproduk baru,” ujarnya. Kadang sudah berpikir susah payah melahirkan produk baru, ketika barang ini laris maka banyak yang meniru. Tapi itu memang konsekuensinya jika
barang di lihat orang lain. “Ya memang begitulah realitanya, mau bagaimana lagi. Ya tidak apa apa lah, dimana mana juga seperti itu,” tambahnya seraya menambahkan setiap kali pameran ia pasti membuat produkproduk baru. Lalu dia pun menunjukkan tas kerajinan ketak yang bahannya full ketak. “Ini harganya Rp1 juta. Kalau full ketak memang pengerjaannya lebih sulit karena kecil, halus, dan ini pun memiliki motif songket Lombok. Pengerjaannya harus teliti dan hati-hati, memerlukan waktu relatif lama. Tas ini dikerjakan 1 bulan. Jadi saya kira harga segitu wajar lah karena memang tidak mudah. Beda dengan rotan, ya, karena ukurannya lebih besar, karena itu harganya pun di bawah harga produk yang full ketak,” jelasnya. Dan ini, ujarnya, sambil menunjukkan replika bunga, biarpun kecil harganya lumayan lho karena proses pembuatan-
ungkapnya, ayahnya sudah berpameran kerajinan ketak dan rotan hingga ke Spanyol, Belanda, Perth Australia dan Singapura. Mereka juga memiliki buyer di Amerika. “Jadi dulu itu bagus sekali, persaingan pun belum seperti sekarang,” tambah Leke. Tapi kejayaan itu sempat terputuk gara-gara peristiwa Bom Bali I tahun 2002. Baru mau pulih, dihantam lagi dengan peristiwa Bom Bali II tahun 2005. Ini benar-benar luar biasa pengaruhnya bagi para UKM di Bali termasuk Lombok. Karena banyak dari mereka cukup mengandalkan pembelian dari buyer asing ataupun turis asing. “Namun gara-gara peristiwa bom itu, turis tidak ada yang berani datang, paling hanya satu-dua. Kami cukup lama terpuruk, kemudian akhirnya bisa bangkit berkat bantuan program pemerintah. Akhirnya tahun 2007 kami bisa ekspor lagi antara lain ke Australia,” ujarnya.
Mandalika
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Pemuda Garda Terdepan Perangi Narkoba
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari peristiwa yang melibatkan pemuda dalam gerakan patriotisme dan nasionalisme yang menyatukan semangat dan tekad para pemuda. Mereka memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yakni dalam momen Sumpah Pemuda yang dikumandangkan para pemuda 88 tahun yang lalu.
K
ala itu seluruh elemen pemuda Indonesia telah menebar semangat menjaga jiwa patriotisme dan berhasil menyatukan visi kebangsaan dan melahirkan sebuah komitmen kebangsaan yang tercantum dalam tiga pernyataan yakni bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Tahun 2016 ini merupakan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 yang
mengangkat tema, “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”. Jiwa dan semangat para pemuda di tahun 1928 itu diharapkan terus memompa semangat membangun bagi para pemuda masa kini, termasuk para pemuda di Nusa Tenggara Barat. Peran pemuda harus ada di tiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Itulah yang disampaikan oleh Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si saat melakukan pengukuhan Barisan Anti Narkoba dan Pelatihan Kader Lanjutan, Pimpinan
Wakil Gubernur NTB (kiri) H. Muh. Amin
nya rumit dan membutuhkan ketekunan tinggi. “Replika bunga ini disukai oleh turis mancanegara, khususnya dari Hong Kong,” tambahnya. Harga setangkai bunga ukuran kecil Rp135.000. “Model ini belum ada yang punya. Ini juga pengerjaannya rumit karena kecil. Mengayam daunnya satu-satu kemudian dirangkai,” tambahnya. Dulu, tambahnya, ketika sang ayah berjaya dengan bisnis kerajinan ketak, mereka secara rutin setiap bulan mengekspor produk ke berbagai negara di Asia, Australia dan Eropa. Tahun 1997,
“Dulu saya dibimbing ayah, sekarang giliran saya membing adik, dia juga masih kuliah sekarang. Nanti ketika saya membuka kantor, dialah yang meneruskan. Tapi saya tetap akan mengawal bisnis ini, termasuk ikut terjun jika ada event-event besar”
Menjawab pertanyaan apakah situasi lemahnya perekonomian Indonesia, cukup berdampak pada omzet penjualan kerajinan ketak miliknya, Leke menjawab, kalau dari sisi ekspor dia merasakan ada penurunan. Meskipun demikian ia masih tetap mendapat permintaan dari Jepang dan Malaysia, sekalipun tidak rutin setiap bulan. Sedang untuk penjualan dalam negeri, menurutnya, sejauh ini tetap bagus. Meski tidak ‘sedahsyat’ sang ayah dalam mengembangkan bisnis kerajinan ketak&rotan, Leke mengaku di tangannya ada sejumlah kemajuan yang dicatat. “Memang saya belum sehebat ayah tapi saya sudah lumayan, step by step lah. Alhamdulilah ada pemasukan. Saya juga mengembangkan pemasaran lewat media online sehingga jangkauannya bisa lebih luas,” ucapnya. -dianaruntu@cybertokoh.com
21
Pemuda sebagai generasi penerus bangsa harus bebas Narkoba
Wilayah Gerakan Pemuda Ansor, di Pondok Pesantren AlMansyuriah Ta’limussibyan NU, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Ia berharap bahwa pemuda dapat menjadi garda terdepan termasuk dalam memerangi penyalahgunaan narkoba yang akan sangat merusak generasi bangsa ini, mengingat peredaran narkoba tersebut sudah merambah ke berbagai lapisan masyarakat, karena menurutnya tidak kurang dari sekitar 50 orang mati sia-sia setiap harinya akibat penyalahgunaan narkoba. “Penyalahgunaan narkoba sangat merusak generasi muda. Saya berharap teman-teman pemuda Ansor ini bisa bekerjasama dan berkoordinasi dengan BNN untuk melawan penyalahgunaan
narkoba,” ungkap M. Amin dalam kegiatan yang digelar oleh Gerakan Pemuda Ansor Wilayah Provinsi NTB tersebut. Kegiatan yang dihadiri Kepala BNN Provinsi NTB, tokoh Agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan anggota TNI/Polri, juga seluruh pengurus daerah GP Ansor dari seluruh kota/kabupaten di NTB tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Santri Nasional beberapa hari lalu, sebagai salah satu komitmen pemuda Ansor dalam menjaga dan merawat kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dari ancaman bahaya narkoba. Peran pemuda ini sangat diperlukan karena bagi Wakil Gubernur NTB tersebut, apapun status sosial yang disandang seseorang, apakah pejabat,
kaya atau miskin tidak menjami terbebas dari bahaya narkoba. Penyalahgunaan narkoba telah merambah ke berbagai kalangan di masyarakat. Sehingga hal tersebut harus mampu diantisipasi oleh berbagai kalangan, terutama pemuda. Ketua PW GP Ansor NTB, H. Zamroni, S.Hi., M.H menyampaikan pembentukan pengurus Barisan Anti Narkoba tersebut merupakan salah satu langkah untuk menjaga generasi bangsa dari bahaya narkoba. Menurutnya, peran pemuda harus menjadi bagian tak terpisahkan dengan masa depan bangsa, seperti halnya yang telah dilakukan oleh pemuda-pemuda Ansor kala meraih kemerdekaan bangsa masa silam. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
NTB Alihkan Stok Beras ke NTT
Untuk mengurangi beban penyimpanan beras di Nusa Tenggara Barat yang merupakan daerah penyanggah pangan nasional, Perum Bulog Divre NTB melakukan pengiriman 4.000 ton beras ADA DN 2016 ke Divre NTT. Sejauh ini realisasi pengadaan beras di NTB telah mencapai 116.000 ton dari total realisasi penyerapan beras/gabah Provinsi NTB tahun 2016 yang ditargetkan sebanyak 150.000 ton. “Walaupun target penyerapan beras masih kurang 34.000 ton lagi, namun sesuai perhitungan yang dilakukan oleh Perum Bulog Divre NTB, stok beras NTB cukup banyak, baik untuk kebutuhan rastra, raskin
dan cadangan beras pemerintah. Kami masih punya ketahanan stok sampai delapan bulan ke depan,” ungkap Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu. Demi mengurangi beban penyimpanan tersebut, Perum Bulog Divre NTB memprogramkan pengalihan stok yang ada di NTB ke daerah yang defisit beras, seperti ke Divre Provinsi NTT. Bulog Divre NTB meyakini surplus yang ada di gudang Bulog bukan surplus satu-satunya, karena NTB merupakan salah satu produsen beras terbesar di Indonesia ini telah melakukan perpindahan beras ke daerah lain melalui pedagangpedagang swasta. Menurut Asisten II Pereko-
nomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Drs. L. Gita Aryadi, M.Si yang mewakili Gubernur NTB pada saat melepas pengiriman beras ADA DN 2016 Perum Bulog Divre NTB ke Divre NTT mengatakan kegiatan pengiriman beras ke Provinsi NTT secara strategis, politis dan teknis sangat menguntungkan Provinsi NTB. “Artinya bahwa, NTB baik dalam MP3EI ditugaskan oleh negara sebagai pintu gerbang pariwisata dan penopang pangan nasional, maka dengan pengiriman ini, berarti tugas negara sudah kita tunaikan dengan baik. Ia mengatakan bahwa NTB mampu memproduksi beras dengan baik dan mencukupi kebutuhan beras sam-
Pelepasan pengiriman Beras NTB ke NTT oleh Drs. HL. Gita
pai bulan Mei 2017,” ujarnya. Sebagai satu dari tujuh provinsi yang menjadi lumbung beras nasional, NTB telah melakukan berbagai upaya dalam memenuhi kebutuhan beras nasional, dengan salah satu caranya adalah membangun empat bendungan besar, antara lain bendungan Rababaka kompleks, Bendungan Tanju Dan
Mila, bendungan Bintang Bano dan bendungan Mujur yang ditargetkan selesai pada tahun 2018. “Dengan pembangunan empat bendungan baru tersebut, akan meningkat produksi beras di daerah baru dan semakin mengukuhkan NTB sebagai lumbung padi nasional,” ujar Gita Aryadi. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
20
Nine
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Banyak dan besarnya potensi yang ada di sekitar perempuan membuat Fitri Nugrahaningrum (edisi minggu lalu) berpikir untuk menggerakkan potensi-potensi tersebut demi meningkatkan harkat dan derajat kaum perempuan yang datang dari diri perempuan itu sendiri.
F
itri yang seorang penyandang tuna netra itu memang tidak bisa menjalankan cita-cita besarnya untuk menggerakkan potensi perempuan dalam jangkauan yang luas melainkan ia mulai dari sekitarnya, dari orangorang di dekatnya yang jelas-jelas dapat dijangkaunya. Mereka itu adalah para ibu di antara 400 wali murid yang belajar di Taman Belajar SAMARA (Satelit Masa Depan Negara) yang dibukanya sejak tahun 2011 lalu, dengan membuat kelompok-kelompok usaha seperti usaha rumah tangga. Fitri memulainya dari hal yang kecil dan bisa dijangkau.
Fitri Nugrahaningrum
Mulai dari Hal Kecil
Berawal dari melihat kondisi perempuan di sekitar lingkungan tempatnya tinggal di Dusun Karang Bedil Selatan, Kediri Lombok Barat, di mana banyak perempuan yang memilih menjadi TKW atau menjadi orangtua tunggal bagi anak-anak mereka akibat perceraian dan juga tidak memiliki pekerjaan yang bisa membantu ekonomi keluarga, gagasan untuk membuat kelompok-kelompok usaha itu pun tercetus dan ia wujudkan di tahun 2012. “Saya ingin para perempuan tidak harus mengais rezeki sampai ke luar negeri dengan meninggalkan anak-anak mereka yang sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang ibu, dengan membuat mereka memiliki keterampilan yang dapat menghasilkan sejumlah uang untuk membantu ekonomi keluarga,” ujar Fitri. Menurut Fitri, anak-anak yang tumbuh tanpa kasih sayang dan belaian seorang ibu akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang
anak-anak mereka. Itulah sebabnya ibu menjadi sosok penting dalam proses tumbuh kembang anak. Banyak sumber daya alam di Lombok yang bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan potensi para ibu, membuatnya bahkan dengan
modal sendiri mengajak para ibu yang menjadi wali murid-muridnya di Taman Belajar SAMARA untuk belajar membuat ragam kue basah dan kerajinan tangan yang dibentuk dalam kelompokkelompok usaha. Fitri memulai dari apa yang dibisanya. Ia lalu
mengajarkan para ibu ini untuk membuat antara lain brownis, kripik pisang hingga kopi tumbuk khas Lombok yang diproduksi secara tradisional dengan nama Kopi Inaq Amaq. Biaya untuk pelatihan ini ditanggung seluruhnya oleh Fitri dari dana hadiah-hadiah yang pernah diperolehnya dalam berbagai penghargaan atas aktivitas sosialnya. Ia juga melatih sendiri para ibu dan remaja putri dalam membuat kue-kue basah tersebut. Tiap hari Senin, Rabu dan Jumat ia melatih para ibu dan remaja putri dengan modal untuk membeli bahan dan alat dari biayanya sendiri. Dan setelah para ibu ini mahir membuat kue dan produk makanan lainnya, ia bantu memasarkannya lewat SAMARA. Dari sinilah SAMARA mendapatkan sekitar 10% dana yang disisihkan dari keuntungan hasil penjualan produk ibu-ibu tersebut yang dijual lewat SAMARA. Dana ini kemudian masuk dalam kas SAMARA untuk membiayai kebutuhan belajar anak-anak di Taman Belajar SAMARA. “Namun jika para ibu menjualnya langsung dari rumah-rumah mereka, semua keuntungan menjadi milik para ibu,” kata Fitri.
rasa dengan komposisi resep yang sama. Selain itu agar para ibu tetap memproduksi kue-kue dan kopi untuk menjaga agar bisa tetap memenuhi permintaan pasar,” ujarnya. Fitri memperhatikan permintaan pasar meskipun sejauh ini produksi khususnya yang dipasarkan lewat SAMARA masih lebih banyak berdasarkan permintaan/
pesanan. Dan untuk tetap menjaga daya hidup kelompok-kelompok usaha ini, Fitri selalu menyempatkan diri untuk membuat lomba-lomba membuat kue dari bahan-bahan sederhana yang sangat mudah didapat dan dekat di sekitar. “Saya buatkan lomba-lomba kreasi dan kreativitas kue saat Hari Kartini
atau Hari Ibu. Bahannya dari labu dan singkong,” ujar Fitri yang memberikan modal pada para peserta masing-masing Rp 15.000. Sederhana dan secukupnya memang. Fitri memang tidak dapat memberikan mereka modal yang besar. Tetapi di balik dana yang minim dan lomba sederhana itu, telah mampu menggerakkan potensi para perempuan yang ada di sekitarnya. “Meskipun hanya dengan Rp 15.000, hasilnya luar biasa, ibu-ibu bisa menghasilkan macam-macam kue,” katanya. Mimpi besar Fitri kelak para perempuan ini dapat hidup m a n d i r i d a r i k eter a m p i l a n yang mereka miliki itu. “Ketika mereka mandiri mereka dapat menunjang ekonomi keluarga dengan baik dari pada menjadi buruh migran yang lebih banyak meninggalkan masalah terutama bagi anak-anak,” katanya. Tidak hanya para wali murid yang mengikuti pelatihan dan memproduksi kue basah melainkan
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
juga para remaja putri yang ada di sekitar SAMARA. Jika para ibu memproduksi kue dari rumah-rumah mereka, maka remaja putri memproduksi kue di rumah SAMARA. Dan pemasaran hasil produksi para remaja putri ini dilakukan langsung oleh SAMARA. Melihat antusiasnya para ibu dan remaja putri dalam kelompok-kelompok usaha ini, ia sangat berharap ada sentuhan pemerintah atau pun simpatisan yang tergerak untuk membantu para perempuan ini. Fitri mengaku bahwa SAMARA hanyalah Taman Belajar, bukanlah yayasan yang bisa mengakses bantuan-bantuan pemerintah atau pihak lain. “Modal untuk membuat yayasan itu besar, sementara ini, daripada untuk mengurus yayasan, dana dari rejeki kami, lebih baik untuk membiayai pelatihan ibu-ibu atau juga untuk keperluan belajar anak-anak,” ujar Fitri yang aktivitas sosialnya itu didukung penuh oleh suaminya Muhammad Zaki. –naniek.itaufan@cybertokoh.com
5
Berusaha adalah Kunci Sukses Juara adalah Bonus
Tidak dapat dimungkiri Bali memang terkenal dengan pariwisata. Banyak turis lokal maupun turis asing berlomba-lomba ingin melihat pesona Bali. Pesona alami Bali itu tentu tidak cukup diketahui melalui internet ataupun brosur pariwisata. Maka dari itu, pemerintah mengupayakan berbagai cara agar pariwisata Bali mampu makin berkembang dan bermanfaat. Salah satu upaya yakni memilih duta pariwiasata. Banyak pemilihan duta pariwisata yang beradasarkan pada 3B brain, beauty, behavior. Sebut saja pemilihan Jegeg Bagus yang diadakan setiap tahun. Kebanggaan menjadi duta pariwisata Bali tentu diarasakan oleh Putu Ratih Aristia Dewi atau akrab disapa Ratih.
–naniek.itaufan@cybertokoh.com
Sembilan Kelompok Hasilkan Kue dan Kopi Tumbuk Apa yang dilakukan Fitri ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat sekitar khususnya yang memiliki anakanak yang belajar di SAMARA. “Ternyata jika masyarakat diberdayakan, mereka menyambutnya dengan sangat baik,” ungkap Fitri yang mengaku meski masih terkendala modal dan marketing namun tidak membuat langkah ia dan para ibu surut untuk terus berkarya. Saat ini ada sembilan kelompok yang terdiri dari 10 hingga 11 orang perkelompok yang aktif memproduksi kue dan kopi tumbuk dari dapur-dapur di rumah-rumah sederhana mereka. Agar kelompok-kelompok usaha rumahan ini tetap berjalan dengan lancar, tiap kali ia mendapatkan rezeki Fitri selalu mengupdate pelatihan-pelatihan dengan resep-resep baru. Ini diperlukan untuk membuat para ibu tersebut semakin mahir dan terampil dengan tetap mempertahankan rasa. “Saya tekankan untuk tetap mempertahankan
Inspirasi
M
enjadi duta pariwisata tentu kebanggan semua orang. Terlebih menjadi duta pariwisata di Bali. Kebanggan itu tentu dirasakan oleh Ratih, ketika ia m a m pu menjadi Jegeg Bali 2016. “A w a l n y a saya dipaksa untuk ikut
pemilihan ini. Lalu saya ikut saja, walau tidak yakin dan tidak percaya diri. Banyak orang- orang terdekat yang mendukung dan percaya saya pasti bisa. Tidak disangka, tahap pertama saya lolos, kemudian tahap kekedua, dan seterusnya hingga menjadi 10 finalis,” lanjutnya. Sebelum pemilihan Jegeg Bali, Ratih mengikuti seleksi pemilihan Jegeg Gianyar terlebih dahulu pada Maret 2016. Merasa kurang percaya diri, Ratih menjadi perlu untuk mempersiapkan segala hal. “Persiapan pertama dari belajar jalan, duduk, berdiri, belajar cara menjawab pertanyaan,” tutur siswi SMAN 1 Denpasar tersebut. Berkat persiapan yang cukup matang, Ratih berhasil mengalahkan 200 peserta yang mengikuti seleksi Jegeg Gianyar. “Susah itu untuk tampil percaya diri. Sehingga kita harus tetap stabil agar tidak terlihat kurang oleh peserta yang lain,” lanjutnya. Ditanya tentang visi misi untuk Kabupaten Gianyar, dara kelahiran 21 Juni 1999 tersebut mengatakan bahwa Gianyar perlu mengatasi pola pikir masyarakat. “Masalah sampah, macet, dan pariwisata di Gianyar masih menjadi topik.
Menurut saya, pola pikir masyarakat untuk sadar sampah perlu ditingkatkan. Salah satu solusi yakni buat waktu pembuangan sampah. Selain itu, macet. Macet di Ubud dapat diatasi dengan membuat lapangan parkir. Terakhir tentang pedagang dan pemandu wisata yang “nakal”. Mereka hendaknya perlu arahan agar tidak terkesan memaksakan pengunjung untuk membeli jasanya,” terang buah hati pasangan Ni Wayan Sutari dan Made Gede Sutiawan. Ratih juga berbagi cerita tentang perasaan ketika dinobatkan sebagai Jegeg Gianyar 2016. “Perasaan ketika dapat selempang, saya berpikir harus banyak memperjuangkan Gianyar untuk tingkat provinsi. Selama 3 bulan saya lumayan tertekan. Tetapi banyak yang mendukung dan membimbing. Saya termasuk finalis termuda. Saya melihat pesaing itu hebat-hebat, saya sempat tidak percaya diri, tetapi saya harus berusaha dulu. Juara hanya bonus jika kita sudah berusaha,” tutur pemilik hobi menyanyi, main piano, dan modeling tersebut. Setelah berhasil menjadi Jegeg Gianyar, Ratih pun lanjut pada tahap provinsi. Pemilihan Jegeg Bali 2016 pada Juli itu membutanya semakin harus bekerja keras. “Saya didukung penuh oleh orang tua, semeton Jegeg Bagus Gianyar, mereka banyak memberi saya motivasi, arahan, dan yakin saya bisa. Saya pun ingin mempersembahkan juara ini pada orang tua saya. Membuat mereka bangga adalah impian saya,” tutur Juara 1 Fashion Show IWAPI Gianyar 2015 itu. MENANGIS DI PANGGUNG Meskipun peserta lain sempat membuatnya tidak percaya diri, Ratih tetap tampil maksimal. “Saya merasa bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Bali. Bisa cerdas menghadapi masalah, membuat solusi, mampu menghadapi diri sendiri dan orang lain, kelakuan yang baik, kebiasaan yang baik dan yang penting untuk menjadi diri sendiri,” tukas Juara
1 Fashion Show Busana Pesta PKB Ke-35 2009 itu. Dengan kepercayaan diri yang sudah Ratih tanamkan, maka tidak salah jika sebutan Jegeg Bali 2016 menjadi identitasnya. Ratih mengaku kunci utama adalah sabar menghadapi diri sendiri. Baginya, masalah pasti ada. Namun yang penting jangan menyerah terhadap masalah yang diberikan. Juara 3 Speech Contest se-Kabupaten Gianyar 2012 itu juga menceritakan kendala-kendala yang ia hadapi selama mengikuti Jegeg Bali 2016. “Kendala itu agar kita tetap bagus dengan pasangan. Kita harus jaga sikap dengan panitia, kita harus tahu cara menghadapi perserta lain. Berusaha adalah kunci untuk sukses. Juara adalah bonus,” lanjutnya. Usaha Ratih tidak saja ketika mengikuti ajang Jegeg Bali. Di balik suka tentu Ratih sempat merasakan duka. Ratih yang bercita-cita menjadi dokter itu mengaku sempat mengalami krisis percaya diri. “Duka saya, ketika saya mengidap sinus 3 tahun lalu. Suatu saat,
setelah oprasi sinus, saya kembali mengikuti lomba nyanyi. Ketika menyanyi suara saya tidak keluar lagi. Saya malu di atas panggung. Saya pun menangis dan turun panggung. Dan mama bilang coba lagi, lagi, dan lagi. Walau setiap latihan saya nangis tetapi saya selalu mencoba. Syukur suara saya pulih enam bulan kemudian,” kenang Juara 3 Lomba L a g u Po p S o l o se-Provinsi Bali FLS2N Provinsi Bali 2012 tersebut. Juara 1 Fashion Show IWAPI Gianyar 2015 tersebut menegaskan bahwa segala pengalaman yang ia lalui sungguh berkesan. Baginya yang paling berkasan adalah proses. Proses dari semula tidak percaya diri menjadi percaya diri. “Jangan pernah berhenti berusaha. Kalau tidak optimis kita akan membawa pikiran negatif. Saya harus bisa, walaupun muda saya bisa memberikan yang terbaik,” begitulah prinsip yang dimiliki oleh Duta Gianyar dalam ajang PKB 5 tahun berturu-turut. Saat ini Ratih ingin fokus belajar walau banyak tugas dan program yang harus dilaksanakan. Ratih yang tengah duduk di bangku XII MIA 6 itu mempersiapkan ujian akhir dengan sungguh-sungguh. Tentu Ratih kini juga membagi waktu untuk tugasnya menjalankan tugas sebagai Jegeg Bali 2016. “ Saya harus menghadiri beberapa acara sosial, selain itu kami akan mengadakan bakti sosial, kami akan menghadiri pesona budaya. Program kami yakni jalan sehat peduli lingkungan dan kerjasama dengan dinas lingkungan,” tuturnya mengakhiri percakapan. (Wulan)
Woman on Top
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
Pulau Sipadan merupakan pulau kecil yang terletak tak jauh dari pulau Kalimantan/ Borneo (di sebelah utara Pulau Tarakan, Kalimantan Timur). Beberapa tahun lalu, pulau ini menjadi perebutan antara Indonesia dan Malaysia, hingga sampai ke Mahkamah Internasional. Namun, keputusan Mahkamah Internasional, Malaysialah yang memiliki pulau tersebut, karena Malaysia lebih dominan dalam pengurusannya dari pada Indonesia.
P
ulau Sipadan adalah satu dari sekian wilayah yang menjadi perebutan wilayah Indonesia dan Malaysia. Tak hanya wilayah, bahkan budaya Indonesia pun, seperti Tari Pendet (dari Bali) sempat diklaim
Arsip Selamatkan Aset peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Jadi, arsip tak hanya surat-surat, arsip itu dokumen, baik itu berupa foto, video, surat, tulisan-tulisan di batu, besi, lempengan yang hanya diciptakan sekali pada saat itu, dan tak mungkin hal yang sama. Kalau pun ada lagi yang sama, hanya tidak
pada saat itu. Mungkin saja harinya sama tapi jamnya sudah berbeda, dan tertandatangani/resmi,” jelasnya. Arsip memiliki nilai sejarah dan bisa menjadi bukti jikalau ada masalah. Nanik-demikian sapaan akrabnya mengumpamakan ada naskah dinas provinsi Bali. Misalkan lepas dari ciri-khas-ciri khas itu artinya bukan naskah aslinya. “Makanya orang-orang dari lembaga kearsipan itu sering jadi saksi ahli terkait bukti autentik ini,” jelasnya. Arsip biasanya dicari untik alat bukti, penelitian (mencari S2, S3), mencari referensi, dan juga penelitian untuk mencari sesuatu hal. Seseorang ingin membuktikan sesuatu hal di sebuah desa, itu bisa dicari di lembaga kearsipan kabupaten/kota atau di lembaga arsip provinsi. Karena itu, Nanik menegaskan begitu amat pentingnya arsip ini, yang menjadi dasar untuk merencanakan sesuatu selanjutnya dan memiliki nilai sejarah yang kuat. Di setiap instansi, dikatakannya juga harus memiliki record center, mempunyai satu ruangan khusus untuk menyimpan arsip-arsip statis mereka. Sementara arsip dinamis, yakni arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu, dikatakannya masih harus diolah di masingmasing bidang tersebut. “Sejauh ini di masing-masing dinas belum ada. Tapi kami sudah mengarah kesana, membina supaya mereka benar-
Luh Putu Haryani, S.E., M.M.
benar tertib arsip,” ucapnya. Nanik mengatakan, semestinya Bali punya ruangan seperti pameran yang mendisplay masing-masing kabupaten/kota, dan dipaparkan pembentukannya dari awal. Misalnya bermula dari kerajaan, apa yang menonjol, dsb. Di Bali, semua harus dibenahi, seperti sejarah gubernur pertama sampai sekarang, dan apaapa saja yang diperbuat. “Seharusnya pengelolannya seper ti itu, dan kita akan mengarah kesana. Target ke depan, agar lembaga kearsipan bisa melayani semua orang, menunjukkan bahwa arsip itu benarbenar amat penting, karena bisa menyelamatkan aset, menyelamatkan nyawa, karena bagian dari sejarah,” pungkas Nanik sembari mengatakan Tahun 2016 ini Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali berhasil meraih peringkat empat di wilayah Indonesia Timur dalam ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia) Award. (inten.indrawati@cybertokoh.com)
SPAK Bali Tebarkan Virus Antikorupsi
SPAK Bali tengah menunjukkan permainan semai
Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Pertanyaannya adalah kenapa perempuan?. Sebab perempuan adalah tokoh sentral dalam keluarga yang memiliki andil besar pada langkah dan perkembangan sebuah keluarga. Hal ini pula yang menjadi perhatian bagi KPK dan AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice), memberikan kontribusi yang luar biasa kepada
perempuan Indonesia dalam upaya perlawanan terhadap korupsi, khususnya dalam hal pencegahan. SPAK Bali dibawah koordinator RA Ayu Citra Resminingrum, S. Km, yang biasa dipanggil Ayu, pada Rabu (26/10), mengajak dua orang Agen SPAK Bali lainnya, yakni Putu Nuniek Hutnaleontina dan Sry Adena, dengan kompak dan penuh semangat mengu-
Kegiatan SPAK Bali tengah bermain Majo bersama Dharma Wanita Persatuan Kementrian Agama Kanwil Provinsi Bali
mandangkan pentingnya nilai-nilai anti korupsi ditanamankan pada keluarga dan khususnya anak sejak dini. Kegiatan ini dilangsungkan di Aula Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Bali dasn dihadiri oleh pengurus dan anggota (DWP) Dharma Wanita Persatuan Kanwil Agama Provinsi Bali. Menariknya lagi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kementrian Agama Kanwil Provinsi Bali , yakni Ketut Suarni Lastra juga merupakan salah satu agen SPAK Bali. Seluruh anggota DWP Provindsi Bali yang hadir saat itu pun sangat antusias untuk mengenal sikap-sikap anti korupsi melalui permainan Lima Jodoh (Majo) dan Sembilan Nilai Antikorupsi (Semai), yang bertujuan untuk menanamkan sembilan nilai diantaranya kejujuran, keadilan, kerjasama, kemandirian, kedisiplinan, bertanggungjawab, kegigihan, keberanian, dan kepedulian. Menurut Suarni, sebagai istri aparatur negara, mereka semua sepatutnya harus bersih dari yang namanya korupsi. Bahkan dengan acara bersama SPAK Bali tersebut, seluruh anggota DWP Kementrian Agama Provinsi Bali bisa menjadi relawan-relawan SPAK yang mau bersama-sama membawa gerakan moral ini di lingkungannya masingmasing demi mencegah kejahatan korupsi yang semakin menggurita. Sementara Koordinator SPAK Bali Ayu, mengatakan bahwa dirinya dan Agen SPAK wilayah Bali lainnya sebelum melakukan kegiatan, telah mengikuti ToT Agen SPAK. Mereka sudah pula
SPAK Bali menjelaskan nilai-nilai anti korupsi Dharma Wanita Persatuan Kementrian Agama Kanwil Provinsi Bali
memperoleh bekal pengetahuan dasar mengenai tindak pidana korupsi, pengetahuan tentang modus-modus dan peluang-peluang terjadinya tindak pidana korupsi serta konsekuensi hukumnya. Dengan memperluas keterlibatan perempuan dalam gerakan antikorupsi seperti yang mereka lakukan, katanya diharapkan akan mencakup lebih banyak organisasi maupun individu perempuan yang bersedia menyebarkan gerakan antikorupsi kepada komunitasnya masing-masing. Ayu mengatakan para agen SPAK, kata Ayu dengan sukarela melaksanakan tugas untuk terus menyebarkan pengetahuan tentang gerakan antikorupsi. Ayu pun memutarkan video tembang “Padamu Negeri” yang membuat sua-
19
Dody Yan Masfa Gelar “Mak Gugat” di Blora
Luh Putu Haryani, S.E., M.M.
sebagai budayanya. “Jika melihat dari kasus ini, mungkin Malaysia banyak memiliki arsip-arsip tentang pulau ini. Sama halnya ketika kita memiliki tanah, tetapi kita tidak mengurus sertifikatnya, bagaimana kita bisa mengklaim jika tanah itu milik kita. Inilah pentingnya sebuah arsip, karena arsip itu menjadi bukti autentik dan memiliki nilai-nilai sejarah,” tegas Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali, Luh Putu Haryani, S.E., M.M. Dalam Perda Provinsi Bali No. 7 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kearsipan, disebutkan bahwa arsip merupakan rekaman kegiatan atau
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
sana senyap sejenak bahkan beberapa ibu nampak tak tahan meneteskan airmata. Begitu juga dengan kegiatan SPAK sebelumnya yang dilangsungkan di KPU Bangli pada Rabu (19/10), atas undangan Kepala Divisi KPU Bangli, Gede.P. Roy Suparman berlangsung lancar. Ayu kala itu didampingi dua agen SPAK lainnya yakni Mega Ayu Dwiyanti dan Ni Luh Apriyaningsih. Sebagaiman tujuan aktivitas SPAK, dikatakan oleh Ayu saat di KPU Bangli juga di gelar pemainan Majo dan Semai, yang intinya cegah korupsi dengan mengajak semua untuk menghindari perilaku-perilaku koruptif yang disebut-sebut sebagai cikal bakal tumbuhnya korupsi. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
SPAK Bali di KPU Bangli
Dody Yan Masfa, menggelar pertunjukkan bertajuk ‘Mak Gugat’ di Blora, Jawa Tengah Jumat (28/10). Dedengkot teater Tobong Surabaya ini, menampilkan kembali pertunjukkan yang pernah ditampilkan di Yogjakarta dan Surabaya beberapa waktu lalu.
K
epada awak media, Dody menjelaskan pertunjukannya kali ini merupakan kritik pada kesombongan kapitalisme yang makin mengangkangi seluruh sendi kehidupan. “Saya berharap ini menjadi teater peristiwa yang merespon secara langsung persoalan kekinian,” kata mantan
aktor Teater Jaguar ini. Peraih sutradara terbaik ajang Kompetisi Teater Indonesia 2010 itu, menegaskan konsep garap pertunjukan kali ini adalah meminimalisir kerja tim. Ia akan lebih menekankan pada personality performance. “Ini berangkat dari pemahaman bahwa aktor adalah muara kreativitas,” kata pendiri Teater Tobong ini.
Selain sutradara, Dody adalah aktor monolog yang sangat ekspresif. Konsep teaternya menekankan pada prinsip-prinsip totalitas bawah sadar aktor. Hal ini terlihat pada karya monolognya seperti “Imagination Screaming Of Magic” atau “Anak Sihir” cukup kuat dan meninggalkan kesan bagi penikmatnya.
Triandy Santyawibowo
Terapkan Tarif Batas Pertumbuhan hotel di Surabaya sangat pesat. Untuk area Jemursari dan sekitarnya saja hingga akhir 2016 tercatat ada 10 hotel. Pada 2017, sedikitnya ada lima hotel baru berebut pasar di area Jemursari dan Jemur Handayani. Sehingga total ada 15 hotel. Dari jumlah itu, Hotel Zoom salah satu dari hotel bintang tiga di kawasan itu yang memproklamirkan market sudah terbentuk. ‘’Kami bersaing hanya beda harga antara Rp 50.000 – Rp 200.000 saja,’’ kata General Manager Hotel Zoom, Triandy Santyawibowo, pekan lalu. Yang menarik, meski bersaing ketat dalam tarif kamar, hotel yang berada di kawasan Jemursari justru bergabung dalam Jemursari Hotel Community/JHC. JHC sepakat menerapkan tarif batas atas dan batas bawah seperti layaknya tarif angkutan. Terkait tarif, pihaknya sepakat membuat tarif batas bawah termurah sekitar Rp 300.000. Sementara batas atas tergantung masing-masing hotel. Di Surabaya, hotel bintang tiga tercatat ada 50 hotel. Dia tidak menganggap hotel sebagai kompetitor tetapi hanya sebagai mitra. Dengan demikian, hubungan antar hotel tetap terjaga ditengah persaingan. D a l a m menghadapi perTriandy Santyawibowo saingan, bapak tiga
anak ini menerapkan prinsip konsep urban masyarakat perkotaan. ‘’Lebih efisien yang kecil-kecil tetapi makanan komplit. Seperti, makanan Cina, makanan tradisional hingga bakso,’’ kata pria yang juga menjabat Corporate GM Cyras ini. Menurut dia, Hotel Zoom yang memiliki 80 kamar saat ini okupansinya mencapai 70 persen. Sebagian besar tamu yang menginap di Zoom dari kalangan bisnis. Selama ini, masyarakat mengenal kota destinasi di Jatim hanya Banyuwangi, Jember dan Malang. Sudah saatnya Surabaya termasuk sebagai kota destinasi di Jatim disamping ketiga kota tersebut. Triandy Santyawibowo, yang memiliki pengalaman bekerja di dunia perhotelan selama 20 tahun mulai bekerja di hotel jaringan internasional, nasional dan lokal ini akan mengembangkan hotel kelompok Cyras dengan membuka hotel di Dharmahusada Surabaya Maret 2017. Disusul pendirian Hotel Zoom di Kediri, Malang, Bandung, Yogya dan Lombok. Untuk mempererat tali silahturahmi para general manager hotel pada 20 April 2016 mendirikan Indonesian Hotel General Manager Association/IHGMA yang berpusat di Bali. Anggota IHGMA saat ini mencapai 600 anggota yang tersebar diseluruh Indonesia. Mulai 25 Oktober lalu, IHGMA berdiri di Jatim. Triandy Santyawibowo, tercatat sebagai sekretaris jendral. IHGMA, bertujuan sebagai forum komunikasi mandiri bagi pemimpin yang memiliki integritas, profesionalisme. ‘’Anggota IHGMA adalah para general manager asli Indonesia,’’ ujarnya sambil menjelaskan tujuan IHGMA lainnya ingin jadi tuan rumah di negeri sendiri. (Bambang Wiliarto)
pernah diraihnya, seperti sutradara terbaik II Lomba D r a m a L i m a Ko t a d i Surabaya (1997) bersama teater Botak, Sidoarjo. Karya pertunjukannya yang berjudul Orkes Langit dinobatkan sebagai pertunjukan dengan tata artistik terbaik I di ajang Festival Teater Alternatif GKJ Award 2003, di Gedung Kesenian Jakarta. (Dona) Selain dua karya tersebut di atas, Dody juga banyak menelorkan karya monolog dan pertunjukan bersama teater To b o n g , Te a t e r Fataria dan Teater Sabda. Prestasi yang
Dody Yan Masfa
6
18
Life Story
Edisi 925/31 OKTOBER - 6 november 2016
Untuk menumbuhkan kepedulian terhadap alam, utamanya laut, Kabupaten Buleleng menggelar Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) yang ke-2 tahun 2016. Festival yang mengusung tema “Save Our Sea” ini masih mengambil tempat di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak. Event yang diselenggarakan mulai 23 hingga 26 Oktober 2016 tersebut menenggelamkan struktur terumbu karang bernama Bedawang Nala. Bedawang Nala yang berbentuk kura-kura dililit oleh dua ekor naga ini merupakan simbol bumi yang akan tetap menjaga keseimbangan alam semesta.
B
BDF ini dibuka oleh D i r e k t u r Pr o m o s i Wilayah Asia Pasifik Kementrian Pariwisata RI Visensius Jemadu mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya. BBDF juga dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Staf Ahli Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Bidang Kemitraan dan Hubungan Antar Lembaga Suseno Suko Yuwono, Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka,MP., dan Pimpinan SKPD Pemerintah Provinsi Bali dan
Buleleng Bali Dive Festival 2016
Berdayakan Masyarakat dalam Promosikan Pemuteran
Pemerintah Kabupaten Buleleng. Visensius Jemadu yang membacakan sambutan Menpar mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia juga menegaskan festival yang diadakan oleh pemerintah bukan hura-hura. “Festival merupakan ajang untuk mempromosikan potensi daerah, bukan hura-hura. Jadi masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam setiap festival yang diadakan pemerintah,” ujarnya. Vasensius menambahkan, festival ini merupakan kegiatan yang sangat luar biasa karena sangat peduli lingkungan. “Saya yakin Pemuteran akan mendunia dengan festival ini. Ini dikarenakan sinergitas pemerintah daerah dengan masyarakat untuk menjaga lingkungan sangat baik sekali,” imbuhnya. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, juga sangat mengapresiasi partisipasi dari segala pihak yang
Bupati PAS meninjau stand dalam BBDF 2016
A
Serangkaian pertunjukkan seni dalam BBDF 2016
ikut berperan dalam penyelenggaraan BBDF 2016. Ia berharap, dengan adanya festival ini pariwisata di Pemuteran semakin meningkat. “Saya berharap, vibrasi dari festival ini bisa meningkatkan kunjungan pariwisata di Pemuteran dan Buleleng pada umumnya,” harapnya. Bupati yang akrab disapa PAS ini mengatakan, kedepan untuk pelaksanaan BBDF akan diselenggarakan secara bergilir dengan Buleleng wilayah timur. “Saya memiliki pemikiran untuk mempromosikan potensi alam bawah laut di wilayah timur dengan cara menggilir penyelenggaraannya, nanti kita cari caranya mungkin dengan bekerja sama denga Kabupaten Karangasem juga,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng, Ir. I Made Arnika menegas-
Buleleng Mekorot Festival
Bertarung di Udara Bersahabat di Darat Di Bali, permainan layang-layang menjadi kegemaran mulai dari anak-anak, dewasa, hingga yang tua. Ada berbagai jenis macam permainan layang-layang khas di Bali bahkan tidak jarang permainan tersebut diperlombakan dalam sebuah festival. Jika di Bali Selatan ada perlombaan layang-layang indah, maka di
Atlet Buleleng yang merebut medali di PON XIX Jawa Barat dan juga para pelajar yang berprestasi dalam bidang akademik akhirnya sumringah. Bonus yang dijanjikan Bupati Buleleng diberikan kepada atlet yang mampu mengharumkan nama Buleleng di kancah nasional dan internasional. Bonus ini merupakan stimulan bagi anak-anak ini untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasinya.
Bali Utara ada mekorot. Mekorot merupakan permainan layang-layang khas Buleleng. Untuk menentukan pemenang, para pemain mengadu ketangkasan di udara dengan saling mengalahkan atau saling memutuskan benang layang-layang satu sama lain. Adu layang-layang (mekorot) tidak hanya melibatkan kelihaian fisik dan strategi untuk menarik ulur layang-layang, tetapi juga mengasah karakter pemainnya sehingga mampu menumbuhkan karakter khas masyarakat Buleleng yang kompetitif, pantang menyerah, sigap, cekatan, objektif dan tentu saja sportif. Mengusung tagline “Bertarung di Udara Bersahabat di Darat”, festival mekorot ini diharapkan menjadi sarana untuk melestarikan budaya sekaligus olahraga tradisional adu layang-layang. Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pendidikan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Junior Chamber International (JCI) Singaraja menyelenggarakan lomba mekorot dengan tajuk Buleleng Mekorot Festival (BMF) tahun 2016. BMF yang merupakan gelaran ketiga ini dibuka Sp.OG Sutjidra, Nyoman I Wakil Bupati dr. langsung oleh Wakil Bupati Buleleng, mekorot bersama peserta lain
kan BBDF tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya dari segi anggaran. “Tahun lalu murni dibiayai oleh pemerintah, namun tahun ini sebagai besar merupakan swadaya dari masyarakat,” jelasnya. Hal ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat agar turut secara langsung mempromosikan daerah Pemuteran. Ditambahkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata I Nyoman Sutrisna, MM., perbedaan BBDF kali ini dengan tahun lalu juga dari tempat pelaksanaannya. Jika tahun lalu BBDF hanya menggunakan satu panggung utama namun kali ini dua tempat disediakan untuk mendukung kondusifitasnya acara tersebut. “Panggung utama masih di tempat yang lama sedangkan satu lagi di tanah milik desa adat yang bersebelahan
dengan Pura Dalem,” jelasnya. Tujuannya adalah agar di panggung utama terfokus dengan pementasan kesenian dan kebudayaan modern sedangkan di tempat yang baru difokuskan untuk pementasan kesenian tradisional. BBDF tahun ini diramaikan juga oleh ratusan penyelam dari berbagai negara. Ratusan penyelam mengikuti sejumlah kegiatan berbeda selama festival dilangsungkan, terutama kegiatan-kegiatan bawah air. BBDF memang diklaim sebagai festival selam pertama yang dirangkaikan dengan kegiatan seni budaya di Indonesia. Tak heran jika BBDF mendapat antusiasme tinggi dari wisatawan mancanegara (wisman), utamanya yang berasal dari Benua Australia dan Eropa. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG di Lapangan Mayor Metra, Singaraja, Kamis (27/10). Ditemui usai pembukaan, Wabup Sutjidra mengungkapkan mekorot ini hanya ada di Buleleng. Permainan mekorot ini mencerminkan bagaimana dinamika masyarakat Buleleng. Mekorot juga menurutnya adalah sesuatu yang sangat luar biasa. “Kita bisa lihat hari ada 500 peserta. Masing-masing peserta membawa tiga layanglayang. Akan ada 1500 Wakil Bupati dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG membuka Buleleng Mekorot layang-layang menghiasi Festival ditandai dengan pemukulan gong langit Singaraja,” ungkapnya. Dirinya berharap kegiatan ini bisa terus luruh peserta dibagi ke dalam beberapa sesi berlanjut. Pihak pemerintah juga sangat pertandingan. Pemenang disetiap sesi pada mendukung kegiatan-kegiatan seperti BMF Elimination Round adalah tim yang berhasil ini karena merupakan suatu kegiatan yang mengalahkan semua peserta disesi tersebut. positif. Masyarakat juga sangat merindukan Sehingga, disetiap sesi akan terpilih 1 pemebermain layang-layang mekorot sehingga bisa nang yang akan lolos ke babak berikutnya terus diselenggarakan. Hal ini terlihat dari (Final Round). Local President JCI Singaraja Anak Agung banyaknya peserta dari kaum pemuda. “Saya berharap kegiatan ini bisa terus dilanjutkan Gede Agung Wedhatama P, mengatakan, takarena kegiatan ini merupakan kegiatan yang hun ketiga penyelenggaraan BMF bertepatan positif dan sangat dirindukan masyarakat,” dengan momentum Sumpah Pemuda. Ritme pertarungan bebas diseleksi berdasarkan harapnya. Melalui tema “When The Champion kemampuan bertanding di udara dan dipiContinues”, BMF akan melibatkan pemuda lih pemenang di setiap sesi di Quarter Final dari berbagai sekaa adat teruna teruni, siswa untuk mencari satu pemenang melawan raja SMA/SMK, komunitas dan masyarakat umum mekorot tahun 2015. “Hadiah ditawarkan yang akan diselenggarakan selama 2 hari uang pembinaan, sertifikat dan sebuah cincin yaitu 27-28 Oktober 2016. Pertarungan BMF mekorot yang berbahan dasar platina dan mas terdiri dari 2 round, yaitu Elimination Round kuning,” ucapnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com) dan Final Round. Pada Elimination Round, se-
cara pemberian bonus kepada anakanak Buleleng berprestasi dirangkaikan dengan ramah tamah di rumah jabatan Bupati Buleleng, Bupati Agus Suradnyana mengungkapkan hal tersebut merupakan suatu bentuk apresiasi kepada atlet dan pelajar Buleleng yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini akan menjadi model ke depan bahwa Pemkab Buleleng menghargai orang-orang yang memberikan prestasi kepada Buleleng. “Mudahmudahan dengan penghargaan ini, anak-anak Buleleng yang lain juga termotivasi untuk memberikan prestasi kepada Buleleng karena bagaimanapun juga prestasi akademik maupun non akademik terutama bidang olahraga akan memberikan vibrasi untuk kemajuan daerah di segala bidang,” ungkapnya. Bupati yang akrab disapa PAS ini juga menginstruksikan kepada
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
7
Modal Kelincahan Raih Emas KONI Kabupaten Buleleng untuk melakukan pemetaan potensi di dua bidang. Bidang pertama, bagaimana mengolahragakan masyarakat dan pemetaan di bidang prestasi. “Pemetaan ini perlu untuk menentukan skala prioritas untuk dikembangkan sehingga menghasilkan prestasi. Yang paling anti kita lakukan adalah jual beli atlet. Biar kita dapat medali sedikit, yang penting hasil pembinaan sendiri bukan hasil jual beli,” tegasnya. Pada kesempatan ini, diberikan apresiasi berupa bonus dan penghargaan kepada beberapa atlet dan pelajar berprestasi diantaranya, karateka Komang Sastrawan. Di tengah ekonomi yang serba pas-pasan, tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berprestasi bahkan di tingkat Nasional. Dia mewakili Indonesia dan sukses menyabet dua medali emas di Kejuaraan Coupe Internationale de Kayl 2016 di Luxemburg 12-18 Oktober belum lama ini. Lolak sapaan akrab bocah 10 tahun itu mengalahkan lawan-lawan dari berbagai negara. Dua medali emas untuk Kata Male U-11 dan Kumite Male U-12 yang diikuti 13 negara. Anak dari pasangan Wayan Sukarta (49) dan Ketut Manisyoni (50) tidak menyangka berhasil meraih juara di luar negeri. Dunia karate mulai geluti Lolak sejak kelas III SD. Seperti bocah
umumnya diawal takut kena pukul dan giginya lepas terkena pukulan lawan. Sukarta mengajak Lolak menonton kakak kandungnya Kadek Sukreni bertanding karate. Lolak tertarik menekuni karate hingga mendapat tempaan latihan karate dari pelatihnya Ketut Suwitra. Dari disiplin latihan demi latihan, prestasi beruntun diraihnya. “Saya yakin Lolak punya potensi, saya ajak dia nonton karate dan menyaksikan kakaknya. Dia tertarik dan mau berlatih serius dengan kakeknya Ketut Suwanda yang juga Ketua Lemkari Tajun. Lolak diajari kuda-kuda dan teknik karate hingga sukses menjadi juara dunia,” ucapnya. Selain juara dunia, Lolak sempat memperoleh prestasi di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dilaksanakan Agustus 2016 lalu. Dari bakat dan prestasi diraih tersebut, Lolak terpilih untuk bertanding ke Luxemburg mewakili Indonesia dengan peserta lainnya dari Jakarta dan Bandung. Lolak diawalnya tidak jadi berangkat karena kesulitan biaya dengan tiket pesawat mencapai puluhan juta. “Lolak sebenarnya tidak ada biaya sampai ke Luxemburg, tapi
sudah ditanggung Kementrian. Namun pendamping Lolak tidak ditanggung. Saya lalu ditelepon Kementrian di Jakarta, orangtua harus mendampingi, saya bilang tidak bisa ikut karena memang tidak punya uang,” imbuh Sukarta. Berkat raihan juara, Lolak berhak mendapat dana pembinaan Rp 11 juta dan akan mendapat bonus Rp 50 juta. “Saya sama pelatih ber-
syukur dan bangga bisa menembus prestasi ke tingkat internasional. Sangat bangga dilatih sama Pak Ketut Suwitra yang sudah melatih saya sejak kecil. Di Luxemburg, melawan lawan dari Perancis, Argentina dan Belanda. Lawan kuat dan tinggi, tapi lewat teknik dan kelincahan mereka bisa saya kalahkan,” ujar siswa SDN 2 Tambalang tersebut. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Lolak mendapat jamuan oleh Bupati di rumah jabatan
Anakku “Ditawar” Keluarga Kaya Dengan senyuman yang datar, Purni (35) menggendong bayi laki-laki mungil hasil pernikahan keduanya yang baru dilahirkannya di sebuah rumah sakit di Mataram. Ia membelai kepala bayi dengan wajah yang muram. Entah apa yang dipikirkan Purni atas kelahiran bayinya tersebut. Yang pasti sebelum itu Purni telah melewati masamasa menyakitkan ketika anak pertamanya lahir lima tahun yang lalu. Dalam keadaan hamil besar, ia ditinggalkan begitu saja oleh suaminya sesaat setelah akad nikah berlangsung. Inilah bagian pahit dari perjalanan hidup Purni yang dialaminya juga karena perbuatannya sendiri. Saat kuliah di salah satu universitas di Mataram, Purni memang agak kebablasan dalam bergaul. Sampai akhirnya ia berpacaran dengan seorang aparat keamanan. Di benak Purni berpacaran dengan aparat bisa membuatnya aman dan memiliki jaminan masa depan. Hubungan yang mereka jalin sekitar satu tahun lamanya membuat mereka menjadi sangat dekat. Karena dimabuk cinta, keduanya bahkan tidak mengindahkan norma-norma. Di kos-kosan Purni, kekasihnya hampir saban hari datang bahkan diam-diam juga kerap menginap. Teguranteguran pemilik kos dianggapnya angin lalu. Rasa tidak suka rekan sesama kosnya pun ia abaikan. Sampailah akhirnya ia hamil. Waktu itu Purni jatuh sakit berbulanbulan tidak bisa bangun. Ia lemas dan hanya muntah-muntah saja. Tiap kali ditanya ia selalu mengatakan, kata dokter terkena maag akut. “Sebenarnya saya sudah tahu kalau saya hamil, tapi saya takut waktu itu,” kata Purni. Di saat yang bersamaan kekasih Purni mulai jarang datang ke kos-kosannya, sampai akhirnya menghilang. Purni dirawat seadanya oleh rekan kosnya. Ibu kos Purni kala itu mulai curiga melihat keadaannya. “Memang beberapa kali ibu kos tanya saya
secara tidak langsung. Saya sendiri sudah tahu kalau ibu kos curiga,” ujarnya tetap bungkam waktu itu. Purni memikirkan orang tuanya karena kekasihnya itu sudah tidak ada kabar beritanya. “Saya bingung mau cari dia ke mana,” katanya. Sampai akhirnya ibu kosnya yang sudah memastikan kehamilan Purni melihat perutnya membuncit itu memberitahukan pada orangtua Purni yang tinggal di Bima. Saat itulah orangtua Purni datang dan Purni pun mengakui kalau ia tengah hamil. “Waktu diperiksa usia kandungan saya sudah hampir tujuh bulan,” katanya. Orangtuanya yang melihat keadaan Purni memutuskan segera bahwa satusatunya jalan adalah menikahkan Purni dengan kekasihnya. Tetapi di mana kekasih Purni berada? “Tidak seorang pun yang saya kenal sebagai temannya tahu di mana keberadaannya,” katanya. Lalu orangtuanya pun berusaha keras mencari dan mengejar keberadaan kekasih Purbi hingga menemukannya dan memaksanya untuk menikahi Purni. “Saya ingat hari itu hari Sabtu kami menikah,” katanya. Tentu saja pernikahan seadanya tanpa musik apalagi pakaian pengantin bahkan sekadar kebaya. Usai menikah, suami Purni langsung pergi meninggalkannya. “Katanya waktu itu ada tugas mendadak yang mengharuskannya ke Sumbawa,” ujar Purni. Lama ia menunggu suaminya itu datang padanya, namun ia hanya memelihara harapan kosong. Setelah sebulan suaminya itu tidak datang, ia pun mencari suaminya itu ke kos-kosan suaminya. “Rupanya ia tengah bermesraan dengan perempuan lain,” kata Purni yang memergoki suaminya itu sedang bersama perempuan lain. Hancur hati Purni tentu saja semakin membuatnya tertekan. Sejak itu ia tidak pernah lagi mencari suaminya sampai akhirnya ia mendengar
kabar bahwa suaminya itu telah menikahi dua perempuan lain yang sama-sama tengah hamil. Ironisnya, kabar pernikahan suaminya itu ia dengar saat menjelang ia berjuang untuk melahirkan. “Mungkin karena kabar itu, saya mengalami kontraksi yang hebat. Sakitnya luar biasa,” katanya. Di kamar kosnya Purni berjuang menahan rasa sakit sendirian. Ia malu ingin meminta bantuan kawan kosnya. Saat itu Purni telah berpindah kos-kosan ke tempat lain akibat malu. Seorang kawan kosnya yang baru dikenalnya mengetahui bahwa ia hendak melahirkan dan menolongnya dengan membawa ke rumah sakit. Di rumah sakit itulah Purni berjuang sendirian melahirkan anaknya hanya ditemani kawan kos yang baru dikenalnya. PULANG KE BIMA Tidak dapat ia kisahkan rasa sakit bukan karena melahirkan melainkan karena tragisnya pengalaman hidupnya itu. Purni terdiam beberapa saat. “Di sana saya merasa harus mendapat keadilan,” katanya dengan sorot mata yang terlihat mendendam. Benar saja. Waktu itu Purni menggantung perceraiannya dengan suaminya. Bahkan ia berjuang sendiri melaporkan suaminya itu pada institusi tempatnya bekerja. “Saya tidak ingin rugi sendiri. Ia juga harus menanggung sakit hati yang saya alami akibat perbuatannya,” kata Purni yang ingin memberi pelajaran pada suaminya itu. Ia beruntung, karena mendapat respon yang baik institusi suaminya itu. “Kasus saya diurus dengan baik dan saya salut pada pimpinan institusi itu,” katanya. Sampai tiba masa suaminya itu akhirnya dipecat dari kesatuannya dan Purni lalu menceraikannya. Lembaran pertama hidup Purni telah usai. Ia kemudian membesarkan anak lakilakinya itu seorang itu. “Tidak sekalipun
ia datang menjenguk anaknya,” kata Purni yang terlihat sangat enggan menyebut nama suaminya itu. Bocah lelaki yang lucu itu bahkan pernah “ditawar” sepasang suami istri kaya yang tidak memiliki anak untuk dijadikan anak angkat mereka. Ia bahkan sempat ditawari sejumlah uang untuk membeli rumah asalkan mau mereka angkat anak lelakinya itu. Mereka sangat sayang pada bocah itu. Hampir tiap hari mereka menjemput bocah itu ke kos-kosan Purni. Mereka merawatnya dengan sangat baik dan memenuhi semua kebutuhannya. Kala itulah Purni bisa melanjutkan kuliahnya dan tertolong biaya susu dan kebutuhannya anaknya itu. Bujukan suami istri itu agar bisa mengangkat anaknya terus menerus disampaikan. “Tapi saya ingin membesarkan sendiri anak saya apa pun risikonya,” katanya. Karena rasa tidak enak pada pasangan suami istri yang sudah begitu sayang pada anaknya itu, membuat Purni pulang kampung ke Bima dan tidak melanjutkan kuliahnya. Di kampung halamannya itulah Purni kemudian bertemu dengan lakilaki baik-baik yang bersedia menikahinya. Lagi-lagi keberuntungan berpihak padanya. Purni menikah kembali setelah tiga tahun mengalami peristiwa yang memalukan pada pernikahan pertamanya. Kini ia telah memiliki tiga anak (satu dari pernikahan pertama dan dua dari pernikahan keduanya). Ia selalu berharap bahwa kehidupannya kelak berjalan dengan baik dan ia sama sekali tidak berharap kelak anak pertamanya yang kini sudah bersekolah itu dapat bertemu dengan ayah kandungnya. “Jangankan datang menjenguk, ditanya saja tidak pernah,” kata Purni. Itulah sebabnya ia lebih suka jika putra pertamanya itu tidak mengenal ayah kandungnya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
8
Bunda & Ananda
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Nebeng Menambah Keakraban Kesibukan orangtua bekerja kadang berimplikasi terhadap urusan anak. Salah satunya urusan mengantar-jemput anak sekolah. Beragam upaya dilakukan, seperti menggunakan jasa ojek, menggunakan sopir, atau nebeng dengan teman. Pilihan untuk ojek dan sopir tentu perlu biaya. Yang tidak perlu biaya adalah nebeng. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin nebeng.
T
ama dan Yoga satu sekolah dan satu kelas. Tempat tinggal mereka berada di wilayah Denpasar Utara. Hal ini membuat orangtua Tama dan orang Yoga berkolaborasi. Kadang mereka berangkat bersamaan atau pulang bersama kalau ada salah satu orangtua yang sibuk. “Kalau ada diantara kami yang tidak bisa mengantar atau menjemput, biasanya komunikasi via telepon atau sms. Kami sama-sama bekerja, jadi kadang suatu ketika, ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Mau tak mau, anak harus dititipkan. Saling komunikasi ini sangat penting,” ujar orangtua Yoga. Jika sudah ada komunikasi yang baik, tentu urusan menjadi mudah. Anak pun merasa nyaman
karena dia berangkat atau pulang sekolah dengan orang yang sudah dikenal. “Kesibukan orangtau menjadi alasan untuk tidak bisa menjemput anak sehingga anak mesti nebeng mungkin masih bisa diterima. Namun, jika ada unsur orangtua memanfaatkan situasi, ada yang ditebengin, nah itu yang perlu dicermati. Mungkin ada beberapa orangtua yang sejalur dengan tempat tinggalnya sehingga saat tidak bisa menjemput karena kesibukan, minta tolong untuk nebengin anak itu hal yang wajar,” ujar Ni Ketut Jeni Adhi, M.Psi. Psikolog Menurut psikolog dari Tema Insani, Tabanan ini, yang penting komunikasi dengan orangtua tetap baik, sopan dan tidak memaksa. Akan lebih baik orangtua yang
akan menitipkan anaknya bertanya lebih dulu. Misalnya, “ibu, pulang sekolah saya gak bisa jemput Ana (nama anak), jika ibu bisa saya titip Ana ya”. Atau, “jika pulang sekolah ibu masih ada waktu buat antar Ana, saya titip Ana ya bu”. Ucapan terima kasih mesti selalu diingat dan sampaikan jika memang kita betul-betul merasa terbantu. Kepada anak juga mesti dipesankan untuk bersikap sopan, ucapkan terima kasih dan tidak boleh rewel. Misalnya ada anak yang terlalu berani karena saking akrabnya, misalnya sepulang sekolah minta dibelikan jajan, dll. “Sebagai orangtua pastilah kita juga perlu mengenal orangtua yang akan di-tebengin, bagaimana sikap dan kebiasaan berkendara karena ini berhubungan dengan keselamatan anak kita sendiri. Orangtua perlu juga mencermati hal trsebut,” ujar pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali sie Data dan Layanan ini. Jika komunikasi berjalin baik dengan orangtua yang ditebengi tentu tidak akan ada masalah, sesuatu yang masih dimaklumi, sangat manusiawi kita masih membutuhkan bantuan orang lain. Sisi positif dari saling nebeng ini keakraban anak-anak semakin
Fenomena Gunung Es Kanker Serviks Kasus kanker serviks yang terjadi pada kaum perempuan harus segera ditangani. Satu dari 500 perempuan menderita kanker ini. Kebanyakan dari mereka yang sudah terjangkit, datang ke petugas medis dalam kondisi parah. Untuk mengatasinya, bisa dilakukan dengan see and treat (IVA-Cryo), seperti yang dilakukan RSIA Puri Bunda, Minggu (23/10). Menurut dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG (K), metode IVA memakai asam asetat yang dioleskan di mulut rahim, ditunggu beberapa detik, dan hasilnya pun akan langsung terlihat. “Kalau ada kecurigaan adanya sel-sel kanker, langsung pakai cryo terapi. Teknik IVA dan cryo adalah teknik untuk program massal karena kelebihannya, hasil langsung dapat terlihat, selain juga lebih simple dan sangat efektif. Namun secara individu, para ibu dapat melakukan pap smear di dokter kandungan, klinik, dll,” ujar pendiri RSIA Puri
Bunda yang juga Ketua Dewan Pertimbangan POGI Bali ini. Teknik Pap Smear, IVA, Cryo, termasuk dalam upaya pencegahan sekunder, namun lebih dari itu, upaya yang lebih efektif lagi untuk mencegah kanker serviks adalah dengan melakukan pencegahan primer yaitu vaksinasi. “Satu-satunya kanker yang ada vaksinnya adalah kanker serviks, namun kendalanya, biaya vaksin tinggi,” ujarnya. Pria yang akrab disapa Dokter Kadek ini mengatakan kasus kanker serviks ibarat fenomena gunung es. Kasus yang dilaporkan jumlahnya kecil padahal jumlah penderita cukup banyak. Satu dari 500 perempuan mengalami kanker serviks. Salah satu gejala khas dari kanker ini biasanya terjadi pendarahan saat kontak seksual. Ketua Panitia HUT ke-13 RSIA Puri Bunda dr. Wayan Dharma Artana, Sp.A (K) menambahkan see and treat diikuti 250 peserta. “Salah satu misi RSIA Puri Bunda berbagi
Kegiatan sosial see and treat (IVA-Cryo) yang dilakukan RSIA Puri Bunda, Minggu (23/10).
dengan masyarakat dengan harapan bisa ikut memberikan edukasi kepada masyarakat, berbagi kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu,” jelasnya seraya mengatakan tema yang diusung adalah “Lets Grow with Puri Bunda: Bertumbuh Bersama Puri Bunda, Wujudkan Generasi Emas”. (ngurahbudi@cybertokoh.com)
baik, komunikasi dan pengertian ketika kita membutuhkan bantuan antar orangtua semakin terjalin, orang lain, dan di saat tertentu kita anak semakin tahu alamat teman- mesti bersedia membantu orang lain. nya, mendidik anak bahwa jika saat Nilai-nilai yang ditanamkan adalah ini kita membantu suatu ketika saling menghargai, saling membantu, mungkin saja kita yang akan mem- saling berterimakasih, sampaikan butuhkan bantuan orang lain. Sisi maaf karena sudah merepotkan negatifnya, yang pasti akan lebih serta belajar untuk bersikap asertif merepotkan dari sisi yang dite- (berkata jujur) terhadap orang lain,” bengi, butuh waktu jika mungkin tegas ibu dua putri ini. jaraknya cukup jauh. (ngurahbudi@cybertokoh.com) “Pesan untuk anak, jika orangtua tidak bisa menjemput, pastikan orangtua betul-betul tidak bisa sehingga anak tidak merasa dirinya diabaikan. Anak diminta untuk bersikap sopan, wajar dan ucapkan terimakasih kepada bapak atau ibu yang mengantar pulang. Pesan untuk yang ditebengi, jika memang tidak bisa ditebengi lebih baik jujur, misalnya karena terburu-buru, karena alasan waktu dan kesibukan yang tidak bisa dihindari. Belajar lebih berempati, memahami saat ini tenaganya benarbenar dibutuhkan,” jelas dosen Prodi Psikologi Universitas Dhyanapura ini. Pesan untuk orangtua yang menebeng, permintaan untuk titip anak hendaknya disampaikan dengan sopan, tidak memaksa, ucapkan terima kasih, selalu jalin komunikasi yang baik, tidak hanya bertanya atau kontak saat membutuhkan saja. Suatu ketika saat kita bisa jangan pula menolak jika mau ditebengi. “Intinya adalah Ni Ketut Jeni Adhi take and give, suatu
Mendongeng Lima Menit anjing-anjing lapar
Sekelompok anjing lapar berkeliaran mencari makan di pinggir sungai. Tak sekerat tulang pun yang diperolehnya. Dalam putus asa, mereka beristirahat dengan merebahkan diri. TibaMade Taro tiba mereka melihat sekarung tulang tersangkut di tengah-tengah sungai. Tulang-tulang itu baru saja dibuang oleh keluarga yang memasak makanan pesta. Anjinganjing itu serempak bangkit. Mereka berusaha menggapai tulang-tulang segar itu. Namun arus air sangat deras, apalagi tulang-tulang itu berada di air sungai yang dalam. Tentu saja mereka takut hanyut. Anjing-anjing lapar itu hanya mampu mencium baunya yang sedap sambil menjulurjulurkan lidahnya. “Kawan-kawan!” seru seekor anjing tua. “Ayo kita bergotong-royong! Kita minum air sungai itu sebanyak-banyaknya, sehingga sungai itu menjadi dangkal. Setelah itu kita seret tulang-tulang itu ke
tepian. Tulang-tulang sebanyak itu cukup untuk pesta tiga hari.” “Guk, guk, guk…!” demikian gonggong anjinganjing lainnya, tanda setuju. Mereka lalu serempak menuju ke pinggir sungai, dan mulai minum air sebanyak-banyaknya. Satu teguk, dua teguk, lima puluh teguk, …. entah berapa teguk lagi. Apa yang terjadi? Sebagian anjing itu sesak napas, sebagian tak berdaya karena menahan perut gembung, dan sebagian lagi muntah-muntah. Sambil terbengong-bengong, anjing-anjing itu merasakan tak ada gunanya minum air sungai sebanyak-banyaknya. Arus air itu bahkan tambah deras dan permukaannya tambah naik. Karung tulang itu sedikit robek. Air sungai yang mengalir tak henti-hentinya membersihkan tulang itu sehingga tampak putih. Lama-kelamaan karung tulang itu hanyut dan meluncur sangat cepat. “Kawan-kawan!” seru seekor anjing tua yang lain. “Sebesar apapun semangat gotong-royong kita, tak mungkin mengalahkan kekuatan alam yang jauh lebih besar.” “Guk, guk, guk…!” demikian gonggong anjinganjing lainnya, mengiyakan. (Aesop)
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Tie Break Sri Sumahardani
17
Pelatihan di Masa Krisis Perlukah? Suasana bahagia dan penuh persahabatan begitu terasa. Kedekatan pun semakin terjalin di tengah alunan suara merdu Sri Sumahardani. Demikian suasana yang terekam menjelang Tie Break ber sama Sri Sumahardani, Senin (25/10) sebelum dilanjutkan dengan “Effective Leadership” oleh Dr. Ir. Putu Santika, M.M., di Ball Room Hotel Neo, Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar
M
enurut Sri Sumahardani yang dikenal sebagai “sang penyihir”, hari itu manajemen sengaja mengundang jajaran direksi atau pimpinan dari semua perusahaan yang pernah memintanya memberikan pelatihan, mentoring dan pendampingan SDM selama ini. Pada momen Tie Break tersebut Sri Sumahardani dengan suaranya yang lantang namun indah, mengupas secara singkat di antaranya tentang penting atau tidaknya pelatihan di masa krisis. Dengan berbagai alasan dan hal-
hal yang harus diperhitungkan di dalamnya apakah hal tersebut tergolong biaya ataukah investasi. Mengingat pada saat krisis tentunya perlu adanya penghematan dan urusan pelatihan umumnya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Padahal setelah krisis berakhir, perusahaan maupun personal yang ada di dalamnya akan dihadapkan pada suatu lingkungan bisnis yang baru dengan tantangan yang berbeda. Lantas bagimana sebaiknya? Di situasi ini diperlukan sebuah analisa yang baik dan benar sesuai kebutuhan dari
Suasana Tie Break Sri Sumahardani
organisasi. Hal inilah yang dipaparkan dengan lugas oleh sang penyihir Sri Sumahardani. Sesungguhnya kata Sri Sumahardani, pelatihan merupakan pendekatan SDM yang terintegrasi dan berkaitan dengan dengan keseluruhan sistem dalam organisasi. Ia pun sempat mengemukakan pendapat pakar mutu Edwards
Deming (Out of Crisis), bahwa salah satu cara keluar dari krisis adalah dengan mengadakan pelatihan program pendidikan dan pembenahan diri dengan gencar. Begitu perekonomian pulih, hanya perusahaan yang mempersiapkan manusianya sajalah yang akan memenangkan kompetisi. Belum lagi, katanya salah kaprah yang menganggap pelati-
han sebagai even bukan proses. Mereka menganggap suksesnya pelatihan sering diartikan suksesnya penyelenggaraan. Padahal yang penting adalah, perubahan perilaku ( behavioral changes). Pembelajaran selesai ketika selesai pelatihan. Pembelajaran justru baru dimulai ketika peserta kembali ke tempat kerja. –sri.ardhini@cybertokoh.com
“Manage Your Self and Lead Your People”
Selanjutnya kesempatan diisi oleh Ketua Asosiasi Manajemen Cabang Bali, Dr. Ir. I Putu Santika , M.M., penulis buku “Menjadi Pemimpin yang Efektif”. Santika cukup banyak memberikan tips untuk menjadi pemimpin yang baik termasuk contoh-contoh sikap. Seperti saat ia membicarakan mengenai level kepemimpinan, apakah sesorang itu menjadi pemimpin karena SK, menjadi pemimpin yang diizinkan, pemimpin yang berhasil ataukah pemimpin yang sukses. Pemimpin karena SK dikatakannya umumnya tidak dikenal bawahan. Dan bawahan mau mengikuti hanya karena ia punya SK sebagai Pemimpin. Ini adalah level pemimpin yang paling rendah. Pemimpin yang diizinkan, dijelaskannya pemimpin tersebut disukai oleh bawahan karena memiliki kompetensi kepemimpinan, sehingga bawahan mengakui bahwa ia memang pantas menjadi pemimpin. Pada level berikutnya adalah Pemimpin yang berhasil.
Pada level ini, si pemimpin punya kompetensi kepemimpinan yang baik (soft competency) yang juga didukung oleh bawahan yang memiliki ability dan motivasi tinggi (team building). Di level ini pemimpin menggunakan sistem manajemen terpadu dalam memimpin perusahaan (hard competency), sehingga pemimpin pada level ini mampu membawa tim mencapai target-target perusahaan
secara gemilang. Berikutnya adalah Pemimpin yang Sukses. Pada level ini mungkin pemimpin tersebut sudah tidak lagi mejadi pemimpin di tempat itu. Tapi apa yang diucapkan dan dilakukannya pada saat memimpin, akan selalu menjadi pedoman dalam bekerja, bahkan pedoman dalam kehidupan mereka. Pemimpin tersebut bukan saja dianggap sebagai pemimpin, tapi guru dan sahabat yang selalu dikenang dan menginspirasi mereka. Ia menyontohkan nama besar Alfred Nobel. Mungkin sedikit orang yang tahu bahwa dia adalah penemu dinamit. Pada suatu pagi, ia membaca sebuah berita sangat mengejutkan. Ia membaca tentang berita kematiannya sendiri. Akhirnya ia menyadari bahwa ada sebuah kesalahan dalam berita tersebut, mungkin karena memiliki nama yang sama.
Namun karena penasaran, ia pun melanjutkan membaca berita tersebut, Ia ingin tahu apa pandangan orang-orang mengenai dirinya. Dalam artikel ia disebutkan sebagai “Raja Dinamit” Telah Wafat. Pada bagian lain ia juga disebut”Partner Dewa Kematian”. Ia terkejut bahwa seperti itu dirinya akan dikenang oleh orang-orang. Kejadian ini
betul-betul membuka pikirannya. Ia lalu memutuskan bahwa ia tak akan dikenang lagi seperti koran hari itu. Ia bertekad mulai saat itu juga ia akan berjuang demi kedamaian dan kemanusiaan. Begitulah akhirnya, pria yang bernama Alfred Nobel ini hingga kini dan selamanya akan dikenang dalam kebaikan. Namanya diabadikan dalam Nobel
Prize Perdamaian dan kemajuan Ilmu Pengetahuan. Berikutnya, Putu Santika menyampaikan sebuah kunci untuk menjadi pemimpin yang efektif yakni “Manage Your Self and Lead Your People”. Majemen diri ini dijelaskannya seorang pemimpin harus memperbaiki diri dulu sebelum mempengaruhi orang lain. ”Saya harus mampu mempengaruhi orang lain dengan prestasi dan karya terbaik saya. Bukan dengan mendikte bahwa saya adalah seorang pimpinan yang sedang berkuasa”. Foto bersama usai acara Tie Break Sri Sumahardani
–inten.indrawati@cybertokoh.com
16
Edukasi
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
Bertambah Lagi Doktor untuk Fakultas Hukum Undiknas Dosen yang disebut sebagai jantung perguruan tinggi merupakan salah satu penentu mutu pendidikan, penentu lulusan berprestasi termasuk image kampus. Fakultas Hukum Undknas paham akan hal ini. Tak heran jika para pendidik atau dosen yang ada di wilayah FH Undiknas selalu berupaya meningkatkan kualitas dirinya.
S
alah seorang dosen FH Undiknas, Ni Nyoman Juwita Arsawati berhasil meraih gelar akademis tertinggi melalui disertasi berjudul.”Kebijakan Formulasi Pidana Pengawasan Terhadap Anak Yang Berkonflik dengan Hukum”. Kini, Juwita resmi tercatat sebagai Doktor Ilmu Hukum hasil ujian terbuka yang dilaksanakan pada Rabu (14/9), di Gedung Pasca Sarjana Unud. Didampingi tim promotor Prof. Dr. I Ketut Merta, S.H.,.M.Hum. (Promotor), Prof.Dr. Ketut Rai Setiabudhi, S.H., M.S. (co promotor
Ni Nyoman Juwita Arsawati usai ujian terbuka meraih gelar doktor ilmu hukum di Gedung Pasca Sarjana Unud
1), Dr. I Gede Artha, S.H.,M.H. (co Promotor 2), Juwita Arsawati dalam disertasinya, mengupas mengenai anak sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa, berpotensi sebagai generasi penerus untuk melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa Indonesia, sehingga berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang. Anak secara filosofisnya harus diberikan prioritas yang terbaik, karena anak sebelum kedewasaannya baik secara jasmani maupun rohani me-
merlukan perawatan khusus, termasuk perlindungan hukum yang memadai melalui pencegahan perampasan kemerdekaan. Atas dasar itu anak dipandang perlu diberikan perlindungan secara jasmani dan rohani, karena setiap anak yang melakukan tindak pidana diupayakan untuk dijauhkan dari perampasan kemerdekaan, karena bertentangan dengan hak-hak yang seharusnya diperoleh anak seperti hak untuk tum-
Pembukaan Law Competition FH Undiknas
Seimbangkan Akademik dan Pengabdian FH Undiknas baru saja usai menggelar berbagai kegiatan untuk masyarakat luas. Seperti Competition Law yang dibuka pada Senin (17/10) yang diawali pertandingan basket 3 on 3. Kemudian, pada Jumat (21/10) berlangsung Temu Kangen Alumni FH sekaligus acara penyerahan piala bagi para juara 3 on 3 serta memberikan peralatan untuk kepentingan Ruang Peradilan Semu. Sementara kegaiatan ditutup dengan Lomba Fashion Endek dan Modern Dance. Seluruh acara berlangsung di Park 23. Gembira, bangga, dan selalu bersyukur. Itu yang ada dalam dirinya. Gembira karena para alumni masih menyediakan waktu di tengah kesibukannya untuk bersama di acaranya. ”Kehadiran para alumni menjadi salah satu penyemangat kami untuk tetap mengelola fakultas kebanggaan kita semua dalam koridor iklim akademik yang baik,” ujar Dr. AA Ayu Sri Rahayu Gorda, S.H. M.H., Dekan Fakultas Hukum Undiknas. Rasa bangga muncul, katanya karena mampu menghadirkan
Para Juara Lomba Fashion Endek
perubahan yang cukup signifikan kehadapan para alumni. “Akreditasi FH saat ini pada peringkat B, dan kita sedang mempersiapkan reakreditasi. Semoga dengan kerja keras seluruh komponen dan bantuan para alumni, target akreditasi A akan dapat kami raih,” ujar Sri Rahayu Gorda. Dikatakannya pula bahwa kondisi fisik kampus yang semakin baik, akan membantu memberikan citra positif sebagai kampus yang profesional dalam pengelolaannya. Apalagi tagline nya kini “accelerate your quality improvement
for better future” akan semakin menancapkan citra yang baik. Dan, yang terpenting, dosen-dosen FH semakin berkualitas. “Terlebih dengan lahirnya pendekar-pendekar hukum bergelar doktor dan profesor. Ini bukti bahwa kami tidak main-main mengelola FH Undiknas. Kami berharap kondisi ini menjadikan alumni semakin bangga dan selalu membantu almamater untuk menjadi lebih baik,” tandas Dekan FH yang dikenal dekat dengan mahasiswanya ini. Sri Rahayu Gorda juga menyatakan bahwa peran mahasiswa, BEM FH, maupun alumni dalam meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi sangatlah signifikan. Keterlibatan alumni khususnya memberikan masukan dalam evaluasi kurikulum sangat penting, sebab alumnilah yang pernah merasakan manfaat dari apa yang diajarkan di bangku kuliah dirangkaikan dengan penerapannya di dunia kerja. Peran lain alumni yakni selalu memberikan informasi keberadaan diri kepada fakultas demi memudahkan kampus mengumpulkan data. -ard
buh kembang, hak untuk melanjutkan pendidikan, hak untuk mendapatkan perlindungan, hak untuk mendapatkan kasih sayang dari keluarga, dan sebagainya. Menurut pendidik kelahiran Denpasar 15 September 1960 ini, fenomena yang terjadi di masyarakat, masih ada penjatuhan pidana penjara terhadap anak yang melakukan tindak pidana, walaupun pidana penjara disamping menimbulkan stigma atau labelisasi terhadap anak, juga sudah tidak mendapatkan kepercayaan di masyarakat, dilihat dari jumlah kejahatan yang dilakukan oleh anak semakin bertambah baik kualitas maupun kuantitas. Dikatakannya Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, sudah mengatur jenis pidana lain yang lebih memberikan perlindungan terhadap anak pelaku tindak pidana yaitu yang disebut “pidana pengawasan” dan sudah diatur di dalam Pasal 71 dan Pasal 77 yaitu anak pelaku tindak pidana berada dalam pengawasan penuntut umum untuk jangka waktu minimal 3 bulan dan maksimal 2 tahun. Dosen kopertis yang bertugas di FH Undiknas sejak 1987 ini mengatakan, sesungguhnya jenis pidana pengawasan bilamana dikaitkan dengan falsafah negara kita Pancasila sudah sesuai dengan sila ke-2 yaitu
kemanusiaan yang adil dan beradab, karena anak tidak harus menjalankan hukuman di penjara. Namun, rumusan dari Pasal 77 yang tidak imperatif, disamping pemerintah belum siap dalam penyediaan sarana dan prasarana termasuk petugas pengawasnya untuk menunjang pelaksanaan pidana pengawasan tersebut. Akibatnya masih terdapat penjatuhan jenis pidana berupa perampasan kemerdekaan terhadap anak. Hal ini tentu bertentangan dengan konvensi hak-hak anak, karena Indonesia melalui Keputusan Presiden No.36 tahun 1990 telah meratifikasi konvensi hak-hak anak sebagai konsekuensinya setiap produk hukum yang terkait dengan anak tidak boleh bertentangan dengan konvensi tersebut. Lulusan S1 FH Unud dan S2 Ubaya ini, mengatakan rekomendasi dari penelitian ini, hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap anak diupayakan dengan pidana pengawasan agar tujuan pembinaan dapat dilakukan. Disamping itu, agar sistem pengawasan dapat efektif, pemerintah segera membuat produk hukum perihal kualifikasi penegak hukum yang menangani masalah anak, demikian pula pemerintah agar segera membangun rumah pengawasan dengan sarana prasarana yang mampu mengayomi anak dalam pemulihan mental. -ard
Para juara Modern Dance
Dara
Lokananta
Suka Bikin Baper Berawal dari keisengan membuat lima sekawan yang telah lama saling mengenal akhirnya memutuskan untuk membentuk sebuah grup band yang diberi nama Lokananta. Lokananta terinspirasi dari seperangkat musik gamelan yang begitu indah dari kahyangan sehingga ekspektasinya band ini dapat mengalun indah dalam perjalanan kariernya. Band asal dari Buleleng ini sangat konsen dalam membawa misi melestarikan bahasa Bali melalui sebuah karya. Tidak dimungkiri kemajuan zaman yang begitu pesat telah menggeser keberadaan bahasa Bali sebagai bahasa ibu. Melalui sebuah lagu secara tidak langsung akan mengingatkan pendengar untuk menggunakan bahasa ibunya. Band yang terdiri dari Agus (vocal), Sam (gitar), Dudek (keyboard), Doddy (bass), dan Boby (drum) tersebut mampu meramaikan blantika musik khususnya di Bali. Uniknya, meskipun salah seorang
personil berasal dari Lombok akan tetapi tidak menyurutkan niatnya untuk bergabung dalam Lokananta. “Tidak ada alasan bagi saya untuk menolak. Malahan ini menjadi suatu kebanggaan bisa mencintai bahasa Bali,” ujar Dudek. Menurutnya, menjadi bagian dari Lokananta dapat ikut serta dalam melestarikan bahasa Bali. Band yang terbentuk sejak Januari 2016 ini telah memiliki beberapa single hanya saja yang telah rampung direkam dan digarap video klipnya satu lagu yang berjudul Nu Sayang. Hal yang menjadi kendala selama ini dalam perekaman maupun dalam penggarapan klip video adalah waktu dan dana. “Waktu salah satunya, kedua adalah dana. Maklum kami masih indie dan belum punya manajemen,” tegas Doddy. Sebagian besar lagu yang tercipta bertemakan cinta. Menurut Doddy, mengambil tema seputaran cinta memang cukup meanstream akan tetapi menjadi
Ananta
lebih unik tergantung dari sasaran yang ingin dituju. “Kalau kami sasarannya orang sebaya yang masih muda-muda, sebab orang diumur sekian masih sangat dekat dan menggandrungi yang namanya cinta,” paparnya. Ia juga menambahkan jika sebuah lagu dapat menggambarkan isi hati seseorang maka yakin lagu tersebut akan mudah diterima. “Ya istilahnya baper. Kalau lagu udah bikin baper pasti disukai,” tandasnya. Hal terpenting yang paling diperhatikan dalam membuat sebuah lagu bukanlah membuat lagu yang bagus, melainkan
Wajendra
Manusia memiliki waktu kelahiran. Waktu kelahiran tersebut sering disebut sebagai “takdir”. Manusia juga memiliki identitas atau nama. Dalam nama inilah terkandung “nasib”. Begitu disampaikan Ananta Wajendra DBA, pendiri sekaligus pencetus dari hypnocodesname saat sharing di Shankara Resto, Jalan Danau Buyan, Sanur, Denpasar, Minggu (23/10). Ketika timbul pertanyaan kalau kita mengubah nama berarti mengubah nasib kita, menurut Jendra bisa dikatakan seperti itu. “Para motivator sering mengatakan kalau setiap manusia memiliki hak yang sama
untuk kaya dan semua ditakdirkan untuk kaya. Namun, kenapa tidak semua orang kaya padahal sudah berusaha maksimal. Ini karena di dalam namanya tidak ada nasibnya untuk kaya,” papar Jendra. Ia mengaku langkahnya sebagai konsultan nama (hypnocodesname) dimulai dengan ketertarikannya pada ilmu hipnosis. “Saya mulai berminat sejak SMA. Saya lihat di televisi keren karena bisa membuat orang menuruti keinginan kita,” cetusnya Begitulah, saat melanjutkan kuliah di Yogyakarta, di sana ia semakin tertarik pada ilmu hipnosis. Mulai tahun 2006. ia belajar sedikit demi sedikit, sampai tahun 2010 Jendra bela-
Ananta Wajendra DBA saat acara di Shankara Resto
jar resmi tentang hipnosis dan tidak berhenti sampai sekarang. Ia menyebutkan nama Ary Agung, seorang praktisi hipnosis yang sangat jago dari Cilegon sebagai salah satu gurunya. Selanjutnya ia juga sempat belajar pada Ariesandi, salah seorang sesepuh hipnosis di Indonesia dan berikutnya belajar ke Reza Anggara yang juga seorang master hipnosis non verbal sangat terkenal. “Saya juga belajar sama Dodie Magis yang mengajarkan Javanese
9
membuat lagu yang bisa membuat orang lain senang. “Kami tidak terpaku pada satu jenis aliran musik, yang jelas musik yang bisa diterima dengan baik oleh pendengar,” tambah Agus. Mereka juga selalu menggunakan bahasa yang ringan dalam menciptakan lirik-lirik dalam lagunya. “Sekarang kan lagu trend lagu Bali yang dicampur dengan bahasa Indonesia seperti bahasa dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Dengan begitu, diharapkan lirik-liriknya terdengar lebih mudah dicerna dan diterima masyarakat. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
DBA
Sharing Hypnocodesname di Shankara Resto
Seluruh Panitia Law Competition
Dekan FH bersama para alumni
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
Ananta Wajendra DBA
magnetism yaitu ilmu Jawa kuno, ia bahkan mengajar sampai ke Eropa,” imbuhnya. Dari semua yang dipelajarinya, Jendra menjadi tahu jika pikiran adalah segalanya dan semuanya bisa dikontrol. Akhirnya Jendra bisa mengobati orang yang sakit mental maupun fivisik dengan metode yang dipelajarinya. Meski begitu, ia juga mengakui pernah gagal. Sebab, kesembuhan didasari dari niat mereka yang berobat. Jadi, diperlukan niat yang besar seseorang untuk sembuh agar semua program yang diberikan bisa bekerja dengan lancar. Selanjutnya, dalam perjalanannya ia pun mencari cara memperkecil peluang gagal Jendra yakin ada teknik yang dahsyat
untuk menyembuhkan orang secara permanen.”Di awal 2016 , ternyata jalan Tuhan terbuka. Saya menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang selama ini menghantui. Saya berhasil memperkecil peluang gagal dari hipnoterapi. Ilmu itu bernama hypnocodesname , yang berarti suatu kode yang terhipnosis di dalam diri kita melalui nama dan merangkai cerita hidup yang disebut nasib,” paparnya. Dalam prosesnya kata Jendra cukup sederhana, ia hanya meminta nama kemudian tanggal lahirnya dan dari sana ia mampu membaca bagaimana nasib seseorang atau apa yang akan terjadi pada kehidupan mereka. “Sesederhana itu. Betul nasib adalah karunia Tuhan, hanya kita harus tahu dimana letak nasib dalam diri kita, mari kita lihat di dunia kehidupan kita di atur oleh yang namanya sistem yang teratur,” katanya. Di dalam takdir, lanjutnya ada nasib dan ini yang membedakan kita dari satu orang ke orang lainnya. “Ini membedakan saya dan Anda. Dulu ada lagu takdir memang --kejam. Seharusnya bukan takdir tapi nasib. Dan. saya menjamin atau menggaransi perubahan kehidupan pada orang yang saya ubah namanya. Kalau selama 100 hari setelah mengubah nama , hidupnya tidak ada perubahan maka biayanya akan saya kembalikan 100%,” pungkasnya tersenyum. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
10
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Bank Sampah BaliKu
Kreasi
Style
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
15
Pesona Kasual Deluxe Berolahraga sambil Menabung Sampah bahu-membahu dibantu pengurus dan relawan Yayasan BaliKu Karangasem diawah pimpinan Ni Made Laba Dwikarini memprofokasi masyarakat untuk peduli sampah, juga menguatkan organisasi BS BaliKu. Menurut Mei, masyarakat Karangasem sudah banyak memanfaatkan BS BaliKu tempat menabung sampah baik langsung ke sekretariat maupu saat car free day. Hasil penjualan sampah dikembalikan kepada penabung secara berkala. Setiap penabung selain dicatatkan di sekretariat, penabung diberikan buku tabungan khusus.
Isu kerusakan lingkungan dampak buruk dari produk moderensasi dan rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan telah menjadikan perhatian serius dari berbagai belahan dunia. Berbagai cara telah dilakukan oleh masyarakat baik perorangan maupun kelompok organisasi memerangi dampak buruk dari sampah.
Meiyari Astrininghati
S
alah satu kelompok organisasi nirlaba peduli sampah dari jung timur Pulau Dewata, Kabupaten Karangasem telah terbentuk tujuh bulan lalu tepatnya 12 April 2016. Namanya Bank Sampah (BS) BaliKu (Bali Kumara) bernaung dibawah naungan Yayasan BaliKu Karangasem beralamat di PAUD Cempaka Kids, lingkungan Dukuh dekat Jalan Vetran (Jalur 11) Amlapura. Bermitra dengan Sekolah Dibawah kendali sosok wanita sang menager I.G.A.N. Meiyari
Sudut Pandang
Astrininghati, A.Par., kehadiran Baliku banyak dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat di Karangasem. Beberapa sekolah TK/PAUD sampai SMA di seputar Kota Amlapura dan warga perorangan menjadi mitra BaliKu. Menurut keterangan menager I.G.A.N. Meiyari Astrininghati, A.Par, teknis nabung sampah di BaliKu, sampah yang ditabung dalam bentuk sampah anorganik yang telah dipilah berdasarkan kategorinya. Dan setiap nasabah yang nabung diberikan buku tabungan dan dapat ditarik/diambil uangnya setiap enam bulan sekali. Harga sampah berbedabeda sesuai kategori/jenis meliputi plastik, kertas, logam dan botol kaca. Juga dari kategori/jenis sampah tersebut ada riciannya lagi dan harganya berbeda-beda. Mei, demikian sapaan akrab ibu muda dari dua anak asal Desa Bungaya, Karangasem mencontohkan, 1 kg gelas kemasan plastik dihargakan Rp 1.800. Lanjut, sampah yang telah terkumpul disalurkan kepada Bank Sampah Sentral Amlapura bentukan Pemkab Karangasem dan pengepul swasta lainnya terdekat. Hasil penjualan digunakan untuk membayar tabungan sampah yang telah dihimpunnya. Beli Sampah saat Car Free Day Berbagai cara inovasi telah dilakukan BaliKu sebagai bentuk
Petugas Bank Sampah BaliKu saat car free day
kampanye untuk menggugah masyarakat peduli sampah mengatakan BaliKu memanfaatkan momen aktivitas car free day setiap hari minggu pagi di Jalan Vetran (jalur sebelas) Amlapura. Sembari warga berolahraga BS BaliKu membuka lapak penerimaan tabungan sampah. Banyak warga masyarakat dengan mengajak keluarga sejak pagi mulai pukul 06.30 -08.00 sembari olaharaga membawa sampah dari rumah. “Mari Berolahraga Sambil Menabung, Badan Sehat Lingkungan Sehat” slogan yang menjadi khas BaliKu mengajak warga peduli sampah. Selain bergerak dibidang tabungan sampah, juga BS BaliKu kerjasama dengan lembaga Bali Wastu Lestari, Karangasem mengadakan pelatihan penyediaan kerajinan tangan berbahan sampah plastik. Merasa umur BS BaliKu belum genap setahun, terus belajar cari
pengalaman, belum lama ini di Amlapura selama dua hari Green Camp BaliKu bekerjasma menyelenggarakan Yayasan BaliKu dan Bali Wastu lestari, pesertanya anak-anak PAUD dan siswa SMP di Amlapura. Juga studi banding ke Desa Bank Sampah Takmung Asri, Klungkung. BS Baliku 5 Juni 2016 lalu pernah memberikan educasi 3R (reuse, reduce and recycle) kepada peserta kegiatan bersih-bersih sampah plastik di Jalan Vetran Amlapura tempat car free day. Saat kegiatan bersih-bersih itu juga diberikan penghargaan kepada tiga orang pemenang pengumpul sampah terbanyak. Beberapa relawan peduli sampah menjadi pengurus BS Baliku dari ibu rumah tangga sampai pengusaha. Kepengurusannya selain manager ada Bendahara, Divisi Umum, Divisi Pencatatan, Divisi Penimbangan dan Divisi Pengepakan. Mereka
Selipkan Humor agar Materi Sampai Menjadi seorang guru tentunya tak cukup bermodalkan penguasaan materi pembelajaran, namun juga perlu keterampilan berbahasa untuk mengomunikasikan materi pelajaran dalam bentuk verbal maupun non verbal. Hal ini diakui Dra. Liswiniarti, guru Bahasa Inggris di SMAN 7 Denpasar. Dulu, ia pernah mengikuti pelatihan-pelatihan komunikasi maupun kepemimpinan saat menjadi mahasiswi. “Dulu saya ditempatkan di bidang pengabdian masyarakat, disana saya diberikan pelatihan-pelatihan, kemudian saya memberikan pelatihan-pelatihan dan penataran kepada mahasiswa. Kami dilatih untuk memberikan pelatihan. Jadi secara tidak langsung kami juga belajar berkomunikasi. Selanjutnya, mahasiswa diajak ke desa-desa untuk menyampaikan materi-materi tersebut,” ujar Liswiniarti yang juga sempat aktif sebagai ibu-ibu Bayangkari.
Ia mengaku, apa yang didapatnya dulu itu masih membekas dalam dirinya dan kini dipraktikkannya dalam proses belajar mengajar di sekolah. Tentunya ada beberapa trik dirancangnya agar materi sampai kepada anak didiknya. “Agar materi sampai dan tidak membosankan, biasanya saya selipkan humor, istilahnya ice break, dan memakai bahasa yang mudah dipahami anak,” ujarnya. Untuk membangkitkan rasa ingin tahu mereka, secara teori menggunakan alat peraga, dan IT (power point), selain mendengar anak-anak juga melihat. Karena itu, guru harus bersuara keras dan jelas agar didengar, intonasi suara divariasikan, dan diselingi dengan latihan-latihan. Apalagi sekarang pembelajaran dipusatkan pada siswa (student center), siswa lebih aktif dan guru hanya sebagai fasilitator. Trik lain yang kerap diterapkannya adalah mengajak anak didik menyanyikan lagu barat, baru kemudian dilan-
jutkan dengan mengintepretasikan lagu tersebut. Karena itu, ia mengatakan pelatihan public speaking ini penting, apalagi bagi seorang guru. “Karena, tak semua guru juga pintar berkomunikasi di depan siswa. Ini menurut cerita anak-anak yang kadang mengeluh tidak enak diajar guru A, dan ini pasti karena cara komunikasinya yang kurang bagus,” ucapnya. Nyanyi Dulu Sebelum Masuk ke Materi Hal senada disampaikan Dra. Ni Ketut Endrawati. Meski guru Bahasa Inggris yang mengajar di kelas XII SMAN 7 Denpasar ini mengaku tak pernah ikut pelatihan public speaking, namun ia setuju bahwa keterampilan komunikasi sangat penting bagi semua orang di semua lini, termasuk guru. Endra sangat merasakannya saat dulu menggerakkan ibu-ibu PKK di kompleks perumahannya. Sebagai
Ketua PKK Padang Galeria di Padang Sumbu Kaja, Padangsambyan Kelod saat itu, tentunya keterampilan komunikasi diperlukan untuk bisa mengomunikasikan program-program dan meyakinkan para ibu PKK untuk mau bergerak. Demikian halnya ketika berdiri di depan kelas mengahadapi anakanak. Guru harus bisa membaca kondisi audience agar apa yang disampaikan benar-benar sampai dengan baik. “Ada kontak mata, ekpresi, dan volume suara yang jelas yang berhubungan dengan apa yang akan kita bicarakan,” ujarnya. Di kelas XII khususnya, anakanak dikatakannya lebih serius belajar karena akan melangkah ke jenjang perguruan tinggi. Di tingkat ini mereka tak hanya sekadar mengejar nilai tapi mereka juga ingin meningkatkan keterampilan berbahasanya. “Jika disini basic kurang kuat harus mengulang lagi. Dalam proses pembelajaran, paling
Kerjasama dengan Pengepul Diusianya yang masih bayi enam bulan BS BaliKu tentu banyak kendala, katanya Mei, belum memiliki kendaraan operasional sendiri untuk jemput sampah di sekolah-sekolah. Unruk sementara jemput sampah di sekolah kerjasama dengan para pengepul. Juga kekurangan kampil besar untuk menempatkan sampah yang sudah terpilah. Katanya Mei yang aktif di beberapa komunitas sosial, kampil hanya diperolah dari pengepul, karena belum banyak yang menjual kampil besar. Kendala lain pengelolaan sampah di menurut Mei, petugas pengelola sampah kerjanya ekstra lebih lama memilah sesuai jenis sampah, karena para penjual sampah ke BS BaliKu belum terpilah dari rumahnya sesuai dengan jenis sampah. Mei mengharapakan bantuan semua pihak untuk turut peduli membantu membesarkan BS BaliKu. “Peduli Akan sampah berarti ikut peduli menyelamatkan masa depan anak-anak dan lingkungannya”. (Komang Pasek Antara)
kami hanya bisa mengelompokkan (klasikal) anak, mana yang kemampuannya rendah, sedang atau tinggi. Berbeda denga di luar negeri yang sistem pengajarannya individual,” ucapnya. Tak berbeda jauh dengan Liswiniarti, agar anak didik fokus, Endrawati biasanya mengajak anak didik berdoa dulu. Sebelum masuk ke materi, anak diajak menyanyikan lagu yang mereka suka atau yang lagi hits. “Setelah terbuka matanya baru ke materi,” ucapnya. Terkait pelatihan public speaking, Endrawati sepakat semua orang memerlukannya. “Makin terampil orang berbicara, akan lebih menarik sehingga tersampaikan dengan baik apa yang ingin disampaikan. Dalam setiap bahasa pasti ada listening, speaking, reading, writing. Public Speaking adalah keterampilan berbicara, tapi semua itu tak bisa dipisahkan,” pungkas Endrawati yang kerap menjadi pembina dan juri debat Bahasa Inggris di tingkat kota hingga nasional ini. –inten.indrawati@cybertokoh.com.
Pekan ini Tokoh memilih tiga inspirasi yang berbeda, namun dalam satu bingkai model kasual. Lantas kasualnya seperti apa. Mari kita kita tiga perancang lihat hasil karya lulusan desainer muda lulusan Angelica Wu Fashion Design Course.
A
da Priscilia Ari yang mengusung tema “Bakteria”, dengan siluet X, V dan A. Ia mengambil konsep morpologi dengan bentuk bulat, batang dan spiral. Karyanya yang terinspirasi dari mikroorganisme ini menekankan pada kesan seksi, dramatis dan misterius. Dengan paduan teknik jahit mesin dan tangan
serta beading sebagai detilnya, rancangan Priscilia tergolong busana evening dan semi formal dres. Berikutnya Wanda Yulia, memilih konsep dari batu kristal yang dianggap memiliki keunikan tersendiri. Betapa dengan warna berbeda, karakternya tetap sama. Dan, ketika terkena cahaya akan memunculkan kesan mewah dan glamor. Dalam style art deco, ia mewujudkan busana casual deluxe. Memilih warna bitu ungu dna hitan dengan siluet H, dilengkapi akrilik bening sebagai detilnya jadilah karya Wanda bertemakan “Starlight” untuk wanita dengan kehidupan glamor yang memeiliki rasa percaya diri tinggi. Sementara Sofya Alviana , hadir menggunakan material, batik gedog Tuban, katun jepang dan endek Klungkung . Ia terinspirasi dari New Look Dior dan kebaya Kutu baru , yang menyatu dalam tema “Alcuturation”. Sofya mempersembahkan paduan yang unik ini dalm siluet A, X dan Y. – sriardhini@cybertokoh.com
14
Jelita
Edisi 925/ 31 oktober - 6 november 2016
Setiap perempuan tentu menginginkan rambutnya terlihat sehat, indah, dan berkilau. Namun, tidak semua perempuan memilikinya maupun mampu merawat rambut agar selalu tampil sempurna.
Tips Rambut Sehat
S
uatu saat terlihat seseorang tampil dengan rambut kusam dan sulit diatur. Untuk itu, Tokoh mendatangi Adi Salon & Spa di kawasan Jalan Letda Tantular Renon, Denpasar. Dan simaklah apa saja yang perlu diperhatikan dan di lakukan dalam merawat raqmbut sehari-hari sehingga rambut selalu dalam kondisi yang baik. Menurut Pariadnyani Melati sang pemilik salon, ada beberapa hal yang perlu diperhatin agar rambut bertahan dalam keadaan sehat dan indah, diantaranya: Hindari berada di bawah terik matahari secara berlebihan. Hal ini karena sinar matahari bisa merusak kulit, berarti juga bisa merusak kulit kepala kita. Sinar matahari berlebihan dapat membuat rambut menjadi kering dan rusak. Untuk itu, jangan lupa gunakan topi atau payung ketika ada satu aktivitas yang mengharuskan berada di bawah sinar matahari dalam waktu yang cukup lama. Cuci rambut atau keramas perlu untuk membuat rambut menjadi bersih dan kuat. Baik jika dibiasakan keramas dua hari sekali dan jangan terlalu sering . Upayakan pula setelah sampo juga rajin menggunakan kondisoner, agar dapat menekan rambut menjadi kusut dirambut serta lebih mudah menyisirnya. Jika usai keramas dan ingin menyisir rambut maka gunakan sisir yang ruasnya jarang. Kemudian saat mengeringkan rambut, sebaiknta tidak dengan cara menggosok memakai handuk, melainkan cukup dengan di tepuk –tepuk saja. Sedangkan bagi mereka yang hobi atau gemar berenang, baik itu di kolam maupun di pantai , tutup kepala adalah wajib dikenakan, jika memang ingin menjaga keindahan rambutnya. Memotong rambut secara berkala, disarankan bagi mereka yang ingin mengatasi rambut rontok. Sebab, potong rambut dapat menghilangkan ujung rambut yang pecah sekaligus mengurangi rambut rontok ketika di sisir.
Pariadnyani Melati
Ketika suatu saat ada kegiatÂan yang mengharuskan menata rambut dengan alat catok serta mengeringkan rambut dengan hair dryer, jangan lupa merawat rambut dengan serum rambut atau vitamin agar tetap sehat dan tidak kering. Selanjutnya, dikatakannya keliru jikakita berpikir bahwa rambut yang diikat akan membantu menekan rambut rontok. Justru jika ikatannya terlalu ketat , menjadikan rambut stres, akarnya mengalami pelemahan dan kondisi ini cenderung akan membuat rambut rontok. Sementara bagi rambut yang sudah rusak akibat pewarnaan, perlu ada perawatan khusus, untuk mengatasi masalah-masalah pada rambut demi mengambalikan kemilau rambut. Berikutnya, Pariadnyani Melati membicarakan tentang salah satu persoalan rambut yang mungkin kita alami adalah rontok. Rontok memang tak terjadi secara begitu saja. Pemicu kerontokan ada beragam. Mulai dari usia, kondisi stres dan berbagai hal terkait kesehatan seseorang sampai pada akibat faktor genetik sehingga menjadikannya lebih rentan alami keronÂtokan. Persoalan rambut rontok merupakan salah satu hal yang dikhawatirkan oleh para perem-
tkh/net
puan. Bahkan kerontokan juga bisa terjadi pada laki-laki yang mungkin saja mengakibatkan kebotakan. Terhadap terjadinya kerontokan, ada yang mengatakan akibat kurang gizi atau diet yang terlalu ketat sehingga kerontokan rambut pun tidak dapat dicegah. Sayangnya ,mengemÂbalikan pola makan menjadi sehat kembali tidak cukup untuk menumbuhkan rambut, meski keronÂtokannya bisa dihentikan. Namun, apapun penyebabanya yang pasti kerontokan hingga mengakibatkan pitak ataupun kebotakan tentu akan sangat mengganggu penam pilan. Makanya, kita semua wajib menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sebab, rambut hanya salah satu bagian dari tubuh. Jika kita ingin mengatasi rambut rontok hendaknya juga menjaga kesehatan seluruh tubuh. Kondisi yang ada di tubuh dengan mudah akan mempengaruhi pertumbuhan rambut. Saat ini, kata Pariadnyani Melati , bagi mereÂk a yang ada masalah kerontokan hingga mengakibatkan kebotakan, termasuk menutupi dahi yang lebar atau nonong, tidak perlu khawatir. Ada metode yang aman dan sangat praktis dan dengan teknologi sangat canggih untuk penanganannya. Metodenya bernama hair shading atau metode sulam rambut. Menurut Pariadnyani Melati sulam rambut adalah proses menambahkan atau mengisi kekosongan bagian tertentu, seperti bulu-bulu halus di area kepala. Dengan metode ini
sekaligus juga berfungsi menjadikan wajah berkesan kecil dan istimewa disamping rambut akan terlihat banyak dengan kesan yang natural. Hanya saja katanya perlu diperhatikan, bahwa setelah sulam rambut, kita jangan keramas 3 hari. Apalagi
, kalau yang mengerjakan memang mahir atau sudah mumpuni , maka sulam rambut ini sangat aman dan dan tampilan rambut baru ini pun dapat bertahan cukup lama yakni mencapai 5 tahun. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
Bugar
Edisi 925/ 31 oktober - 6 november 2016
11
Pilih Jajanan Sekolah yang Sehat
Jajanan anak sekolah adalah makanan dan minuman yang dijual sebagai makanan siap santap di lingkungan sekolah. Seringkali, jajanan yang dijual di sekolah tidak sehat dan tidak aman. Bagaimana sebaiknya para orangtua membekali diri untuk mengenal jajanan yang sehat.
M
enurut dosen Poltekkes Denp a s a r, Pa n d e Putu Sri Sugiani, M.Kes., jenis jajanan sekolah, makanan jajanan yang berbentuk panganan seperti kue-kue kecil, pisang goreng, kue putu, kue bugis, dan sebagainya. Selain itu, ada juga, makanan jajanan yang diporsikan menu utama seperti mi bakso, nasi goreng, mi goreng, mi rebus, dan sebagainya. Ada juga, makanan jajanan yang berbentuk minuman seperti es minuman seperti es krim, es campur, jus buah, dan sebagainya. Kebiasaan makanan di Indonesia, makanan utama dua kali atau tiga kali dan disajikan jajanan diantara waktu makan. Jajanan disajikan antara waktu makan utama sebagai pengganti
zat gizi saat beraktivitas sebelumnya dengan kandungan kalori 10-15% (200 kalori) dari total kebutuhan serta aman untuk dikonsumsi, ujarnya. Ia menambahkan, makanan selingan diantara makan utama dianjurkan pada anak karena dua sampai tiga jam setelah makan, zat gizi di dalam makanan akan berkurang akibat pengurangan aktivitas tubuh. “Sebagian besar waktu anak ada di sekolah, maka makanan jajanan sangat berkontribusi dalam menjaga kebutuhan gizi selama anak beraktivitas di sekolah, ucapnya. Menurut Sugiani, dampak negatif jajanan sekolah; nafsu makan menurun, makanan yang tidak higienes akan menimbulkan berbagai penyakit, menyebabkan obesitas pada anak, kurang gizi karena kandungan gizi pada jajanan belum tentu terjamin, dan menyebabkan gangguan pada kesehatan gigi. Pemberian makanan anak sekolah yang sehat dan aman adalah jajanan dengan nilai gizi harus berkisar 200-300 kalori dan protein 5 s.d. 8 gram, ujarnya. Ia mengatakan, sebaiknya jajanan menggunakan bahan makanan setempat diperkaya protein nabati/hewani, serta dipersiapkan, dimasak, dan dikemas dengan baik. Jajanan juga aman memenuhi syarat kebersihan serta kesehatan bebas dari penggunaan bahan
makanan berbahaya. Keamanan pangan adalah usaha untuk menjaga makanan agar aman dikonsumsi. Secara fisik makanan dengan sifatnya, merupakan tempat yang baik untuk tumbuhnya bakteri. Disamping itu, penggunaan bahanbahan yang tidak alami dapat menyebabkan makanan terkontaminasi sehingga berbahaya
Minimal Tiga Kali Seminggu Program pemberian marumah dan sekolah, pemberian kanan tambahan anak sekolah obat cacing bagi peserta didik, (PMT-AS) memiliki dampak dan pola hidup sehat dan penluas, tidak saja pada aspek didikan. kesehatan, gizi, dan pendidiIa mengatakan, makanan kan masa kini, namun secara tambahan dapat berupa jajanan langsung juga mempengaruhi atau kudapan yang berbahan kualitas sumber daya manusia pangan lokal atau hasil pertadi masa mendatang. Demikian nian setempat dan penyediaan disampaikan ahli gizi, Ida Ayu Eka air minum. Makanan tambahan Padmiari, M.Kes. Anak sekolah dapat juga diberikan berupa merupakan sasaran strategis damakanan lengkap. lam perbaikan gizi masyarakat. Padmiari menegaskan, makaAnak sekolah sedang mengalami nan tambahan harus memenuhi pertumbuhan secara fisik dan persyaratan yakni, beragam, mental yang sangat diperlukan bergizi seimbang, dan aman guna menunjang kehidupannya mengandung karbohidrat, prodi masa mendatang. Anak sekotein, lemak, vitamin, dan minlah memerlukan kondisi tubuh eral. Ida Ayu Eka Padmiari, M.Kes. yang optimal dan bugar sehingga Makanan tambahan diberikan memerlukan status gizi yang baik, ujar dosen paling sedikit tiga kali seminggu selama kegiatan Poltekkes Denpasar ini. belajar mengajar dalam setahun. Pemberian maMenurutnya, anak sekolah juga dapat dikanan tambahan dilakukan pada waktu istirahat jadikan perantara dalam penyuluhan gizi pada pertama. keluarga dan masyarakat sekitarnya. Ia menilai, penganekaragaman pangan yang Program PMTAS diluncurkan dalam rangka diberikan sangat perlu, dan proses pemilihan percepatan pencapaian tujuan pembangunan napangan yang dikonsumsi tidak tergantung kepada sional yang terkait dengan pengentasan gizi buruk satu jenis pangan. Selain pemberian makanan dan pengentasan masyarakat dari kemiskinan. tambahan, pendidikan gizi dan kesehatan dapat Sasaran PMT-AS adalah peserta didik, orang dilaksanakan bersamaan. Misalnya, pemanfaatan tua peserta didik, guru, dan komite sekolah. Ruang pekarangan rumah dan sekolah, termasuk pemlingkup PMT-AS meliputi pemberian makanan berian obat cacing bagi peserta didik dilaksanakan tambahan kepada peserta didik dan kegiatan satu kali dalam jangka waktu enam bulan. Pola pendukung lainnya. Kegiatan pendukung lainnya hidup sehat dan pendidikan merupakan cara menmeliputi penganekaragaman pangan, pendidikan didik dan membiasakan anak berprilaku sehat, gizi dan kesehatan, pemanfaatan pekarangan ujarnya. (wirati.astiti@cybertokoh.com)
untuk dikonsumsi, ujarnya. Selain itu, keamanan pangan akan menjamin tersedianya makanan yang sehat untuk mencegah konsumen dari penyakit, menjaga kemurnian dan mencegah pemalsuan makanan, dan mengurangi pemborosan makanan. Ia menegaskan, makanan sehat bagi anak merupakan suatu kewajiban agar anak tumbuhkembang dengan maksimal. Sayangnya, kadang anak sangat sulit makan sehat sesuai anjuran. Anak-anak suka memilih dan membeli makanan tidak sehat, baik minuman maupun makanan ringan. Anak-anak mengutamakan rasa dan penampilan dalam memilih makanan, kata Sri Sugiaini. Menurutnya, tumbuh-kembang anak dipengaruhi oleh pola konsumsinya. Makan sehat akan memberikan efek positif terhadap tumbuhkembangnya. Orangtua sering memperhatikan menu makanan dan minuman utama anak, namun, acapkali melalaikan kualitas jajanan anak dimana sering jajanan anak mengandung zat aditif atau bahan tambahan makanan yang tidak aman bagi anak. Zat aditif merupakan bahan yang ditambahkan dalam makanan, yang bertujuan untuk meningkatkan citarasa, menambah ketahanan, meningkatkan efek warna menjadi menarik sehingga meningkatkan nilai dari produk pangan. Ia menyatakan, memberi anak makanan yang mengandung zat aditif berbahaya sama dengan meracuni anak. Efek yang muncul dalam jangka pendek seperti gangguan pada saluran pencernaan, sakit kepala, gejala alergi, bahan menjadi lemas. Sedangkan jangka panjang, penurunan konsentrasi anak, perubahan sikap, menurunkan sistem imun tubuh,
menghambat perkembangan otak serta berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, kardiovaskuler, dan hipertensi. Jenis-jenis zat aditif seperti pewarna buatan, antara lain rhodamin B, metanil yellow. Perasa vitsin/MSG, pengawet seperti boraks, formalin, dan pemanis sakarin dan siklamat. Ia menyarankan, penting mengetahui jajanan berbahaya, dan mengenali makanan dan minuman yang berbahaya. Beberapa hal yang bisa dilakukan dan diperhatikan, warna mencolok dan menarik, misalnya saus yang membekas di tangan mungkin memakai warna tekstil yang menyebabkan kanker. Melihat kekenyalan dari makanan yang dikonsumsi, misalnya bakso seperti karet berarti mengandung boraks, makana terlalu keras misalnya tahu yang keras dan kenyal mungkin mengandung formalin. Minuman yang encer tapi sangat manis menunjukkan penggunaan sakarin atau siklamat yang berlebihan. Rasa gurih makanan ringan menunjukkan penggunaan penyedap MSG. (wirati.astiti@cybertokoh.com)
Putu Sri Sugiani, M.Kes.
Kuliner
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
12
Jajanan Sehat
Pizza Singkong Bahan: 300 gr : singkong Kulit : 75 gr : kelapa parut 50 gr : telur ayam Bahan tabur : 25 gr : abon ikan 50 gr : ayam cincang 50 gr : nenas cincang Cara membuat: - Campurkan semua bahan kulit,
Pukis Kentang tabel 2:
Bahan B : 150 gr : tepung terigu 500 gr : kentang, kukus, haluskan ½ sdm : yeast instant *semua bahan diaduk sampai kalis Bahan C : 50 gr : mentega, cairkan Vanilla secukupnya Cara membuat : - Bahan A dikocok sampai mengembang.
aduk rata, kemudian tuang ke dalam loyang, dan kukus sampai matang. - Kemudian letakkan di atas loyang yang telah diolesi mentega. - Cara membuat saus : umis bawang bombay sampai harum, masukkan tomat, kemudian tumis sampai layu, tambahan saus tomat, gula pasir, masak sampai kental. - Olesi pizza dengan saus, lalu taburi dengan abon ikan, ayam cincang, dan nenas, kemudian oven dengan api selama 15 menit.
: : : : :
telur labu kuning kukus, haluskan susu segar gula pasir tepung terigu
tabel 3:
Cara membuat : - Kocok margarin, gula pasir, vanilla sampai lembut tambahkan labu kuning, kocok hingga rata - Masukkan telur sambil dikocok lembut, tambahkan tepung terigu, susu segar, aduk hingga rata. - Tuang ke cetakan muffin. - Bakar dengan oven selama 25 menit. Kandungan gizi: (lihat tabel 2) Hasil 10 buah : Setiap bungkus muffin labu mengandung 305,2 kalori dan 6,92 protein
Cara membuat: - Siapkan dandang untuk me ngukus dan loyang yang sudah diolesi margarin. - Campurkan tepung terigu, gula pasir, garam dan telur, aduk rata. Tambahkan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Masukkan potongan pisang, kelapa
50 gr 50 gr 50 gr
: tepung kanji : kacang tanah : santan kental
20 gr : tapung maizena 1 sdm : cokelat moca Vanili dan garam secukupnya Cara membuat: - Labu kuning dikukus lalu dihaluskan. - Campur semua bahan dengan labu yang sudah dihaluskan, aduk sampai rata. - Ambil ¼ bagian adonan, sisihkan, beri kacang yang telah dihaluskan tadi dan warna cokelat moca. - Adonan ¾ tadi masukan ke dalam cetakan, kemudian kukus. - Setelah matang, tuang lagi adonan yang diberi kacang dan cokelat tadi kukus sebentar. Angkat lalu dinginkan baru keluarkan dari cetakan. Sajikan
tuk membungkus Cara membuat : Campurkan pisang, tepung sagu, kelapa, dan gula merah Ambil selembar daun pisang, masukkan dua sendok makan adonan. Bungkus sesuai keinginan, panggang di atas bara api, sampai matang. –wirati.astiti@cybertokoh.com
Pepes Udang
100 gr : margarin Vanilla secukupnya
Talam Pisang Bahan: 50 gr : daging kelapa muda 150 gr : pisang raja 30 gr : kismis 100 gr : tepung terigu 1 butir : telur ayam 100 gr : susu cair 40 gr : gula pasir Garam secukupnya
Bahan : 400 gr : labu kuning 200 gr : gula pasir
Bahan : 300 gr : pisang ambon dihaluskan 300 gr : tepung sagu 200 gr : kelapa parut kasar 150 gr : gula merah, sisir halus ¼ sdt : garam Daun pisang secukupnya un-
Muffin Labu Kuning Bahan : 300 gr 500 gr 100 ml 200 gr 250 gr
Talam Fantasi
Pais Pisang
- Masukkan bahan B, aduk sampai rata. - Diamkan selama satu jam, masukkan bahan C. Aduk rata. Masukkan ke cetakan. - Panggang di atas bara api. Kandungan gizi: (lihat tabel 1)
13
Ni Nyoman Ariani Kreasi Singkong dan Labu Kuning
tabel 1:
Jangan biarkan anak-anak membiasakan diri membeli jajanan sembarangan. Alangkah baiknya, jika para orangtua menyempatkan diri membuat jajanan sehat. Berikut resep dan kandungan gizi jajanan sehat tips dari Ahli Gizi, Ida Ayu Eka Padmiari, M.Kes. Selamat mencoba. -wirati.astiti@cybertokoh.com
Bahan A : 200 gr : butir kuning telur 75 gr : butir putih telur 250 gr : gula pasir
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Lontong Kikil 2 ruas tabel 4:
Sarwan Bahan : 1 kg : kikil 4 batang : serai memarkan 4 ruas : jari jahe memarkan 5 lembar : daun jeruk, buang batang tengahnya 1 buah : kaldu blok rasa sapi 1,3 ml : air 2 batang : daun bawang prai potong kecil Gula, garam, minyak secukupnya
muda, kismis dan aduk rata. - Tuang adonan ke dalam loyang. Lalu kukus dalam dandang selama 30 menit sampai matang. Potong-potong ketika akan disajikan. Kandungan gizi: (lihat tabel 3)
Kroket Tahu Bahan: 6 potong : tahu (sedang) 2 siung : bawang merah 2 batang : saledri 2 siung : bawang putih 2 butir : telur ayam Sedikit garam dan merica
Cara membuat: - Tahu dilumatkan. Kemudian bumbu dihaluskan (bawang putih, bawang merah, merica, dan garam). Telur dikocok lalu masukkan ke dalam adonan tahu. Bahan lain dicampur semua. - Adonan dibulatkan agak lonjong lalu celupkan
ke dalam telur satu lagi, kemudian goreng dan siap disajikan. Kandungan gizi: (lihat tabel 4)
Bumbu 1 buah 5 siung 7 buah 1 sdt 2 ruas
Halus : : bawang merah : bawang putih : cabe rawit : lada butir : jari jahe
: jari kunyit bakar
Bahan Sambal : 4 butir : kemiri sangrai 10 buah : cabe rawit 1 sdm : gula, rebus dengan air panas Garam secukupnya Cara Membuat : - Presto kikil bersama 2 lembar daun salam dan 2 batang serai serta jahe, dimasak sampai matang, tiriskan, potong-potong. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai, aduk hingga harum lalu masukkan irisan kikil, aduk rata.
Masukkan air rebus sampai mendidih dan masukkan gula, garam, kaldu blok, dan irisan daun bawang prai. Masak bumbu hingga matang, lalu haluskan bahan sambal aduk rata. Sajikan kikil dengan bahan tambahan lontong dan siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan sambalnya.
Kerang Saus Mentega Bahan: 1 kg : kerang putih atau hijau, cuci bersih 4 siung : bawang putih halus 2 ruas : jari jahe memarkan 3 sdm : saus tomat 3 sdm : saus sambal atau saus padang 100 gr : margarin 1sdt : lada bubuk Gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya
Cara Membuat : Rebus kerang dengan jahe, tambahkan garam sedikit, rebus sampai cangkang terbuka lalu tiriskan. Lelehkan margarin, lalu masukkan bawang putih halus, aduk rata sampai matang, kecilkan api, lalu masukkan saus tomat dan sambal garam secukupnya saja karena margarin sudah asin. Tambahkan lada bubuk juga gula, biarkan sampai matang, lalu masukkan rebusan kerang, aduk-aduk rata, tambahkan air sedikit, biarkan bumbu meresap, siap disajikan.
Bahan : 750 gr : udang bersihkan kulitnya dan buang kepalanya 3 buah : tomat potong dadu kecil 5 lembar : daun salam 2 ruas : jari lengkuas, iris tipis-tipis 1 sdt : lada bubuk Segenggam daun kemangi Daun pisang secukupnya Tusuk gigi buat menyemat se cukupnya Gula, garam, kaldu bubuk rasa ayam secukupnya Bumbu Halus : 2 buah : cabe merah besar 7 buah : cabe rawit
8 3 4 2 2
buah siung butir ruas ruas
: : : : :
bawang merah bawang putih kemiri sangrai jari kunyit bakar jari jahe
Cara Membuat : Siapkan tempat agak besar lalu campur semua bahan jadi satu bersama udang, bubuk, irisan tomat, juga lengkuas dan lada bubuk, garam, gula dan kaldu bubuk, campur hingga rata. Ambil sehelai daun pisang, lalu tata daun salam satu, juga tambahkan daun kemanggi. Masukkan bahan udang yang sudah dicampur bumbu, lalu semat dengan tusuk gigi. Lakukan sampai bahan habis, lalu kukus selama 20 menit atau sampai matang, siap disajikan.
Kuliner
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
12
Jajanan Sehat
Pizza Singkong Bahan: 300 gr : singkong Kulit : 75 gr : kelapa parut 50 gr : telur ayam Bahan tabur : 25 gr : abon ikan 50 gr : ayam cincang 50 gr : nenas cincang Cara membuat: - Campurkan semua bahan kulit,
Pukis Kentang tabel 2:
Bahan B : 150 gr : tepung terigu 500 gr : kentang, kukus, haluskan ½ sdm : yeast instant *semua bahan diaduk sampai kalis Bahan C : 50 gr : mentega, cairkan Vanilla secukupnya Cara membuat : - Bahan A dikocok sampai mengembang.
aduk rata, kemudian tuang ke dalam loyang, dan kukus sampai matang. - Kemudian letakkan di atas loyang yang telah diolesi mentega. - Cara membuat saus : umis bawang bombay sampai harum, masukkan tomat, kemudian tumis sampai layu, tambahan saus tomat, gula pasir, masak sampai kental. - Olesi pizza dengan saus, lalu taburi dengan abon ikan, ayam cincang, dan nenas, kemudian oven dengan api selama 15 menit.
: : : : :
telur labu kuning kukus, haluskan susu segar gula pasir tepung terigu
tabel 3:
Cara membuat : - Kocok margarin, gula pasir, vanilla sampai lembut tambahkan labu kuning, kocok hingga rata - Masukkan telur sambil dikocok lembut, tambahkan tepung terigu, susu segar, aduk hingga rata. - Tuang ke cetakan muffin. - Bakar dengan oven selama 25 menit. Kandungan gizi: (lihat tabel 2) Hasil 10 buah : Setiap bungkus muffin labu mengandung 305,2 kalori dan 6,92 protein
Cara membuat: - Siapkan dandang untuk me ngukus dan loyang yang sudah diolesi margarin. - Campurkan tepung terigu, gula pasir, garam dan telur, aduk rata. Tambahkan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Masukkan potongan pisang, kelapa
50 gr 50 gr 50 gr
: tepung kanji : kacang tanah : santan kental
20 gr : tapung maizena 1 sdm : cokelat moca Vanili dan garam secukupnya Cara membuat: - Labu kuning dikukus lalu dihaluskan. - Campur semua bahan dengan labu yang sudah dihaluskan, aduk sampai rata. - Ambil ¼ bagian adonan, sisihkan, beri kacang yang telah dihaluskan tadi dan warna cokelat moca. - Adonan ¾ tadi masukan ke dalam cetakan, kemudian kukus. - Setelah matang, tuang lagi adonan yang diberi kacang dan cokelat tadi kukus sebentar. Angkat lalu dinginkan baru keluarkan dari cetakan. Sajikan
tuk membungkus Cara membuat : Campurkan pisang, tepung sagu, kelapa, dan gula merah Ambil selembar daun pisang, masukkan dua sendok makan adonan. Bungkus sesuai keinginan, panggang di atas bara api, sampai matang. –wirati.astiti@cybertokoh.com
Pepes Udang
100 gr : margarin Vanilla secukupnya
Talam Pisang Bahan: 50 gr : daging kelapa muda 150 gr : pisang raja 30 gr : kismis 100 gr : tepung terigu 1 butir : telur ayam 100 gr : susu cair 40 gr : gula pasir Garam secukupnya
Bahan : 400 gr : labu kuning 200 gr : gula pasir
Bahan : 300 gr : pisang ambon dihaluskan 300 gr : tepung sagu 200 gr : kelapa parut kasar 150 gr : gula merah, sisir halus ¼ sdt : garam Daun pisang secukupnya un-
Muffin Labu Kuning Bahan : 300 gr 500 gr 100 ml 200 gr 250 gr
Talam Fantasi
Pais Pisang
- Masukkan bahan B, aduk sampai rata. - Diamkan selama satu jam, masukkan bahan C. Aduk rata. Masukkan ke cetakan. - Panggang di atas bara api. Kandungan gizi: (lihat tabel 1)
13
Ni Nyoman Ariani Kreasi Singkong dan Labu Kuning
tabel 1:
Jangan biarkan anak-anak membiasakan diri membeli jajanan sembarangan. Alangkah baiknya, jika para orangtua menyempatkan diri membuat jajanan sehat. Berikut resep dan kandungan gizi jajanan sehat tips dari Ahli Gizi, Ida Ayu Eka Padmiari, M.Kes. Selamat mencoba. -wirati.astiti@cybertokoh.com
Bahan A : 200 gr : butir kuning telur 75 gr : butir putih telur 250 gr : gula pasir
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Lontong Kikil 2 ruas tabel 4:
Sarwan Bahan : 1 kg : kikil 4 batang : serai memarkan 4 ruas : jari jahe memarkan 5 lembar : daun jeruk, buang batang tengahnya 1 buah : kaldu blok rasa sapi 1,3 ml : air 2 batang : daun bawang prai potong kecil Gula, garam, minyak secukupnya
muda, kismis dan aduk rata. - Tuang adonan ke dalam loyang. Lalu kukus dalam dandang selama 30 menit sampai matang. Potong-potong ketika akan disajikan. Kandungan gizi: (lihat tabel 3)
Kroket Tahu Bahan: 6 potong : tahu (sedang) 2 siung : bawang merah 2 batang : saledri 2 siung : bawang putih 2 butir : telur ayam Sedikit garam dan merica
Cara membuat: - Tahu dilumatkan. Kemudian bumbu dihaluskan (bawang putih, bawang merah, merica, dan garam). Telur dikocok lalu masukkan ke dalam adonan tahu. Bahan lain dicampur semua. - Adonan dibulatkan agak lonjong lalu celupkan
ke dalam telur satu lagi, kemudian goreng dan siap disajikan. Kandungan gizi: (lihat tabel 4)
Bumbu 1 buah 5 siung 7 buah 1 sdt 2 ruas
Halus : : bawang merah : bawang putih : cabe rawit : lada butir : jari jahe
: jari kunyit bakar
Bahan Sambal : 4 butir : kemiri sangrai 10 buah : cabe rawit 1 sdm : gula, rebus dengan air panas Garam secukupnya Cara Membuat : - Presto kikil bersama 2 lembar daun salam dan 2 batang serai serta jahe, dimasak sampai matang, tiriskan, potong-potong. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai, aduk hingga harum lalu masukkan irisan kikil, aduk rata.
Masukkan air rebus sampai mendidih dan masukkan gula, garam, kaldu blok, dan irisan daun bawang prai. Masak bumbu hingga matang, lalu haluskan bahan sambal aduk rata. Sajikan kikil dengan bahan tambahan lontong dan siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan sambalnya.
Kerang Saus Mentega Bahan: 1 kg : kerang putih atau hijau, cuci bersih 4 siung : bawang putih halus 2 ruas : jari jahe memarkan 3 sdm : saus tomat 3 sdm : saus sambal atau saus padang 100 gr : margarin 1sdt : lada bubuk Gula, garam dan kaldu bubuk secukupnya
Cara Membuat : Rebus kerang dengan jahe, tambahkan garam sedikit, rebus sampai cangkang terbuka lalu tiriskan. Lelehkan margarin, lalu masukkan bawang putih halus, aduk rata sampai matang, kecilkan api, lalu masukkan saus tomat dan sambal garam secukupnya saja karena margarin sudah asin. Tambahkan lada bubuk juga gula, biarkan sampai matang, lalu masukkan rebusan kerang, aduk-aduk rata, tambahkan air sedikit, biarkan bumbu meresap, siap disajikan.
Bahan : 750 gr : udang bersihkan kulitnya dan buang kepalanya 3 buah : tomat potong dadu kecil 5 lembar : daun salam 2 ruas : jari lengkuas, iris tipis-tipis 1 sdt : lada bubuk Segenggam daun kemangi Daun pisang secukupnya Tusuk gigi buat menyemat se cukupnya Gula, garam, kaldu bubuk rasa ayam secukupnya Bumbu Halus : 2 buah : cabe merah besar 7 buah : cabe rawit
8 3 4 2 2
buah siung butir ruas ruas
: : : : :
bawang merah bawang putih kemiri sangrai jari kunyit bakar jari jahe
Cara Membuat : Siapkan tempat agak besar lalu campur semua bahan jadi satu bersama udang, bubuk, irisan tomat, juga lengkuas dan lada bubuk, garam, gula dan kaldu bubuk, campur hingga rata. Ambil sehelai daun pisang, lalu tata daun salam satu, juga tambahkan daun kemanggi. Masukkan bahan udang yang sudah dicampur bumbu, lalu semat dengan tusuk gigi. Lakukan sampai bahan habis, lalu kukus selama 20 menit atau sampai matang, siap disajikan.
14
Jelita
Edisi 925/ 31 oktober - 6 november 2016
Setiap perempuan tentu menginginkan rambutnya terlihat sehat, indah, dan berkilau. Namun, tidak semua perempuan memilikinya maupun mampu merawat rambut agar selalu tampil sempurna.
Tips Rambut Sehat
S
uatu saat terlihat seseorang tampil dengan rambut kusam dan sulit diatur. Untuk itu, Tokoh mendatangi Adi Salon & Spa di kawasan Jalan Letda Tantular Renon, Denpasar. Dan simaklah apa saja yang perlu diperhatikan dan di lakukan dalam merawat raqmbut sehari-hari sehingga rambut selalu dalam kondisi yang baik. Menurut Pariadnyani Melati sang pemilik salon, ada beberapa hal yang perlu diperhatin agar rambut bertahan dalam keadaan sehat dan indah, diantaranya: Hindari berada di bawah terik matahari secara berlebihan. Hal ini karena sinar matahari bisa merusak kulit, berarti juga bisa merusak kulit kepala kita. Sinar matahari berlebihan dapat membuat rambut menjadi kering dan rusak. Untuk itu, jangan lupa gunakan topi atau payung ketika ada satu aktivitas yang mengharuskan berada di bawah sinar matahari dalam waktu yang cukup lama. Cuci rambut atau keramas perlu untuk membuat rambut menjadi bersih dan kuat. Baik jika dibiasakan keramas dua hari sekali dan jangan terlalu sering . Upayakan pula setelah sampo juga rajin menggunakan kondisoner, agar dapat menekan rambut menjadi kusut dirambut serta lebih mudah menyisirnya. Jika usai keramas dan ingin menyisir rambut maka gunakan sisir yang ruasnya jarang. Kemudian saat mengeringkan rambut, sebaiknta tidak dengan cara menggosok memakai handuk, melainkan cukup dengan di tepuk –tepuk saja. Sedangkan bagi mereka yang hobi atau gemar berenang, baik itu di kolam maupun di pantai , tutup kepala adalah wajib dikenakan, jika memang ingin menjaga keindahan rambutnya. Memotong rambut secara berkala, disarankan bagi mereka yang ingin mengatasi rambut rontok. Sebab, potong rambut dapat menghilangkan ujung rambut yang pecah sekaligus mengurangi rambut rontok ketika di sisir.
Pariadnyani Melati
Ketika suatu saat ada kegiatÂan yang mengharuskan menata rambut dengan alat catok serta mengeringkan rambut dengan hair dryer, jangan lupa merawat rambut dengan serum rambut atau vitamin agar tetap sehat dan tidak kering. Selanjutnya, dikatakannya keliru jikakita berpikir bahwa rambut yang diikat akan membantu menekan rambut rontok. Justru jika ikatannya terlalu ketat , menjadikan rambut stres, akarnya mengalami pelemahan dan kondisi ini cenderung akan membuat rambut rontok. Sementara bagi rambut yang sudah rusak akibat pewarnaan, perlu ada perawatan khusus, untuk mengatasi masalah-masalah pada rambut demi mengambalikan kemilau rambut. Berikutnya, Pariadnyani Melati membicarakan tentang salah satu persoalan rambut yang mungkin kita alami adalah rontok. Rontok memang tak terjadi secara begitu saja. Pemicu kerontokan ada beragam. Mulai dari usia, kondisi stres dan berbagai hal terkait kesehatan seseorang sampai pada akibat faktor genetik sehingga menjadikannya lebih rentan alami keronÂtokan. Persoalan rambut rontok merupakan salah satu hal yang dikhawatirkan oleh para perem-
tkh/net
puan. Bahkan kerontokan juga bisa terjadi pada laki-laki yang mungkin saja mengakibatkan kebotakan. Terhadap terjadinya kerontokan, ada yang mengatakan akibat kurang gizi atau diet yang terlalu ketat sehingga kerontokan rambut pun tidak dapat dicegah. Sayangnya ,mengemÂbalikan pola makan menjadi sehat kembali tidak cukup untuk menumbuhkan rambut, meski keronÂtokannya bisa dihentikan. Namun, apapun penyebabanya yang pasti kerontokan hingga mengakibatkan pitak ataupun kebotakan tentu akan sangat mengganggu penam pilan. Makanya, kita semua wajib menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sebab, rambut hanya salah satu bagian dari tubuh. Jika kita ingin mengatasi rambut rontok hendaknya juga menjaga kesehatan seluruh tubuh. Kondisi yang ada di tubuh dengan mudah akan mempengaruhi pertumbuhan rambut. Saat ini, kata Pariadnyani Melati , bagi mereÂk a yang ada masalah kerontokan hingga mengakibatkan kebotakan, termasuk menutupi dahi yang lebar atau nonong, tidak perlu khawatir. Ada metode yang aman dan sangat praktis dan dengan teknologi sangat canggih untuk penanganannya. Metodenya bernama hair shading atau metode sulam rambut. Menurut Pariadnyani Melati sulam rambut adalah proses menambahkan atau mengisi kekosongan bagian tertentu, seperti bulu-bulu halus di area kepala. Dengan metode ini
sekaligus juga berfungsi menjadikan wajah berkesan kecil dan istimewa disamping rambut akan terlihat banyak dengan kesan yang natural. Hanya saja katanya perlu diperhatikan, bahwa setelah sulam rambut, kita jangan keramas 3 hari. Apalagi
, kalau yang mengerjakan memang mahir atau sudah mumpuni , maka sulam rambut ini sangat aman dan dan tampilan rambut baru ini pun dapat bertahan cukup lama yakni mencapai 5 tahun. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
Bugar
Edisi 925/ 31 oktober - 6 november 2016
11
Pilih Jajanan Sekolah yang Sehat
Jajanan anak sekolah adalah makanan dan minuman yang dijual sebagai makanan siap santap di lingkungan sekolah. Seringkali, jajanan yang dijual di sekolah tidak sehat dan tidak aman. Bagaimana sebaiknya para orangtua membekali diri untuk mengenal jajanan yang sehat.
M
enurut dosen Poltekkes Denp a s a r, Pa n d e Putu Sri Sugiani, M.Kes., jenis jajanan sekolah, makanan jajanan yang berbentuk panganan seperti kue-kue kecil, pisang goreng, kue putu, kue bugis, dan sebagainya. Selain itu, ada juga, makanan jajanan yang diporsikan menu utama seperti mi bakso, nasi goreng, mi goreng, mi rebus, dan sebagainya. Ada juga, makanan jajanan yang berbentuk minuman seperti es minuman seperti es krim, es campur, jus buah, dan sebagainya. Kebiasaan makanan di Indonesia, makanan utama dua kali atau tiga kali dan disajikan jajanan diantara waktu makan. Jajanan disajikan antara waktu makan utama sebagai pengganti
zat gizi saat beraktivitas sebelumnya dengan kandungan kalori 10-15% (200 kalori) dari total kebutuhan serta aman untuk dikonsumsi, ujarnya. Ia menambahkan, makanan selingan diantara makan utama dianjurkan pada anak karena dua sampai tiga jam setelah makan, zat gizi di dalam makanan akan berkurang akibat pengurangan aktivitas tubuh. “Sebagian besar waktu anak ada di sekolah, maka makanan jajanan sangat berkontribusi dalam menjaga kebutuhan gizi selama anak beraktivitas di sekolah, ucapnya. Menurut Sugiani, dampak negatif jajanan sekolah; nafsu makan menurun, makanan yang tidak higienes akan menimbulkan berbagai penyakit, menyebabkan obesitas pada anak, kurang gizi karena kandungan gizi pada jajanan belum tentu terjamin, dan menyebabkan gangguan pada kesehatan gigi. Pemberian makanan anak sekolah yang sehat dan aman adalah jajanan dengan nilai gizi harus berkisar 200-300 kalori dan protein 5 s.d. 8 gram, ujarnya. Ia mengatakan, sebaiknya jajanan menggunakan bahan makanan setempat diperkaya protein nabati/hewani, serta dipersiapkan, dimasak, dan dikemas dengan baik. Jajanan juga aman memenuhi syarat kebersihan serta kesehatan bebas dari penggunaan bahan
makanan berbahaya. Keamanan pangan adalah usaha untuk menjaga makanan agar aman dikonsumsi. Secara fisik makanan dengan sifatnya, merupakan tempat yang baik untuk tumbuhnya bakteri. Disamping itu, penggunaan bahanbahan yang tidak alami dapat menyebabkan makanan terkontaminasi sehingga berbahaya
Minimal Tiga Kali Seminggu Program pemberian marumah dan sekolah, pemberian kanan tambahan anak sekolah obat cacing bagi peserta didik, (PMT-AS) memiliki dampak dan pola hidup sehat dan penluas, tidak saja pada aspek didikan. kesehatan, gizi, dan pendidiIa mengatakan, makanan kan masa kini, namun secara tambahan dapat berupa jajanan langsung juga mempengaruhi atau kudapan yang berbahan kualitas sumber daya manusia pangan lokal atau hasil pertadi masa mendatang. Demikian nian setempat dan penyediaan disampaikan ahli gizi, Ida Ayu Eka air minum. Makanan tambahan Padmiari, M.Kes. Anak sekolah dapat juga diberikan berupa merupakan sasaran strategis damakanan lengkap. lam perbaikan gizi masyarakat. Padmiari menegaskan, makaAnak sekolah sedang mengalami nan tambahan harus memenuhi pertumbuhan secara fisik dan persyaratan yakni, beragam, mental yang sangat diperlukan bergizi seimbang, dan aman guna menunjang kehidupannya mengandung karbohidrat, prodi masa mendatang. Anak sekotein, lemak, vitamin, dan minlah memerlukan kondisi tubuh eral. Ida Ayu Eka Padmiari, M.Kes. yang optimal dan bugar sehingga Makanan tambahan diberikan memerlukan status gizi yang baik, ujar dosen paling sedikit tiga kali seminggu selama kegiatan Poltekkes Denpasar ini. belajar mengajar dalam setahun. Pemberian maMenurutnya, anak sekolah juga dapat dikanan tambahan dilakukan pada waktu istirahat jadikan perantara dalam penyuluhan gizi pada pertama. keluarga dan masyarakat sekitarnya. Ia menilai, penganekaragaman pangan yang Program PMTAS diluncurkan dalam rangka diberikan sangat perlu, dan proses pemilihan percepatan pencapaian tujuan pembangunan napangan yang dikonsumsi tidak tergantung kepada sional yang terkait dengan pengentasan gizi buruk satu jenis pangan. Selain pemberian makanan dan pengentasan masyarakat dari kemiskinan. tambahan, pendidikan gizi dan kesehatan dapat Sasaran PMT-AS adalah peserta didik, orang dilaksanakan bersamaan. Misalnya, pemanfaatan tua peserta didik, guru, dan komite sekolah. Ruang pekarangan rumah dan sekolah, termasuk pemlingkup PMT-AS meliputi pemberian makanan berian obat cacing bagi peserta didik dilaksanakan tambahan kepada peserta didik dan kegiatan satu kali dalam jangka waktu enam bulan. Pola pendukung lainnya. Kegiatan pendukung lainnya hidup sehat dan pendidikan merupakan cara menmeliputi penganekaragaman pangan, pendidikan didik dan membiasakan anak berprilaku sehat, gizi dan kesehatan, pemanfaatan pekarangan ujarnya. (wirati.astiti@cybertokoh.com)
untuk dikonsumsi, ujarnya. Selain itu, keamanan pangan akan menjamin tersedianya makanan yang sehat untuk mencegah konsumen dari penyakit, menjaga kemurnian dan mencegah pemalsuan makanan, dan mengurangi pemborosan makanan. Ia menegaskan, makanan sehat bagi anak merupakan suatu kewajiban agar anak tumbuhkembang dengan maksimal. Sayangnya, kadang anak sangat sulit makan sehat sesuai anjuran. Anak-anak suka memilih dan membeli makanan tidak sehat, baik minuman maupun makanan ringan. Anak-anak mengutamakan rasa dan penampilan dalam memilih makanan, kata Sri Sugiaini. Menurutnya, tumbuh-kembang anak dipengaruhi oleh pola konsumsinya. Makan sehat akan memberikan efek positif terhadap tumbuhkembangnya. Orangtua sering memperhatikan menu makanan dan minuman utama anak, namun, acapkali melalaikan kualitas jajanan anak dimana sering jajanan anak mengandung zat aditif atau bahan tambahan makanan yang tidak aman bagi anak. Zat aditif merupakan bahan yang ditambahkan dalam makanan, yang bertujuan untuk meningkatkan citarasa, menambah ketahanan, meningkatkan efek warna menjadi menarik sehingga meningkatkan nilai dari produk pangan. Ia menyatakan, memberi anak makanan yang mengandung zat aditif berbahaya sama dengan meracuni anak. Efek yang muncul dalam jangka pendek seperti gangguan pada saluran pencernaan, sakit kepala, gejala alergi, bahan menjadi lemas. Sedangkan jangka panjang, penurunan konsentrasi anak, perubahan sikap, menurunkan sistem imun tubuh,
menghambat perkembangan otak serta berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, kardiovaskuler, dan hipertensi. Jenis-jenis zat aditif seperti pewarna buatan, antara lain rhodamin B, metanil yellow. Perasa vitsin/MSG, pengawet seperti boraks, formalin, dan pemanis sakarin dan siklamat. Ia menyarankan, penting mengetahui jajanan berbahaya, dan mengenali makanan dan minuman yang berbahaya. Beberapa hal yang bisa dilakukan dan diperhatikan, warna mencolok dan menarik, misalnya saus yang membekas di tangan mungkin memakai warna tekstil yang menyebabkan kanker. Melihat kekenyalan dari makanan yang dikonsumsi, misalnya bakso seperti karet berarti mengandung boraks, makana terlalu keras misalnya tahu yang keras dan kenyal mungkin mengandung formalin. Minuman yang encer tapi sangat manis menunjukkan penggunaan sakarin atau siklamat yang berlebihan. Rasa gurih makanan ringan menunjukkan penggunaan penyedap MSG. (wirati.astiti@cybertokoh.com)
Putu Sri Sugiani, M.Kes.
10
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Bank Sampah BaliKu
Kreasi
Style
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
15
Pesona Kasual Deluxe Berolahraga sambil Menabung Sampah bahu-membahu dibantu pengurus dan relawan Yayasan BaliKu Karangasem diawah pimpinan Ni Made Laba Dwikarini memprofokasi masyarakat untuk peduli sampah, juga menguatkan organisasi BS BaliKu. Menurut Mei, masyarakat Karangasem sudah banyak memanfaatkan BS BaliKu tempat menabung sampah baik langsung ke sekretariat maupu saat car free day. Hasil penjualan sampah dikembalikan kepada penabung secara berkala. Setiap penabung selain dicatatkan di sekretariat, penabung diberikan buku tabungan khusus.
Isu kerusakan lingkungan dampak buruk dari produk moderensasi dan rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan telah menjadikan perhatian serius dari berbagai belahan dunia. Berbagai cara telah dilakukan oleh masyarakat baik perorangan maupun kelompok organisasi memerangi dampak buruk dari sampah.
Meiyari Astrininghati
S
alah satu kelompok organisasi nirlaba peduli sampah dari jung timur Pulau Dewata, Kabupaten Karangasem telah terbentuk tujuh bulan lalu tepatnya 12 April 2016. Namanya Bank Sampah (BS) BaliKu (Bali Kumara) bernaung dibawah naungan Yayasan BaliKu Karangasem beralamat di PAUD Cempaka Kids, lingkungan Dukuh dekat Jalan Vetran (Jalur 11) Amlapura. Bermitra dengan Sekolah Dibawah kendali sosok wanita sang menager I.G.A.N. Meiyari
Sudut Pandang
Astrininghati, A.Par., kehadiran Baliku banyak dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat di Karangasem. Beberapa sekolah TK/PAUD sampai SMA di seputar Kota Amlapura dan warga perorangan menjadi mitra BaliKu. Menurut keterangan menager I.G.A.N. Meiyari Astrininghati, A.Par, teknis nabung sampah di BaliKu, sampah yang ditabung dalam bentuk sampah anorganik yang telah dipilah berdasarkan kategorinya. Dan setiap nasabah yang nabung diberikan buku tabungan dan dapat ditarik/diambil uangnya setiap enam bulan sekali. Harga sampah berbedabeda sesuai kategori/jenis meliputi plastik, kertas, logam dan botol kaca. Juga dari kategori/jenis sampah tersebut ada riciannya lagi dan harganya berbeda-beda. Mei, demikian sapaan akrab ibu muda dari dua anak asal Desa Bungaya, Karangasem mencontohkan, 1 kg gelas kemasan plastik dihargakan Rp 1.800. Lanjut, sampah yang telah terkumpul disalurkan kepada Bank Sampah Sentral Amlapura bentukan Pemkab Karangasem dan pengepul swasta lainnya terdekat. Hasil penjualan digunakan untuk membayar tabungan sampah yang telah dihimpunnya. Beli Sampah saat Car Free Day Berbagai cara inovasi telah dilakukan BaliKu sebagai bentuk
Petugas Bank Sampah BaliKu saat car free day
kampanye untuk menggugah masyarakat peduli sampah mengatakan BaliKu memanfaatkan momen aktivitas car free day setiap hari minggu pagi di Jalan Vetran (jalur sebelas) Amlapura. Sembari warga berolahraga BS BaliKu membuka lapak penerimaan tabungan sampah. Banyak warga masyarakat dengan mengajak keluarga sejak pagi mulai pukul 06.30 -08.00 sembari olaharaga membawa sampah dari rumah. “Mari Berolahraga Sambil Menabung, Badan Sehat Lingkungan Sehat” slogan yang menjadi khas BaliKu mengajak warga peduli sampah. Selain bergerak dibidang tabungan sampah, juga BS BaliKu kerjasama dengan lembaga Bali Wastu Lestari, Karangasem mengadakan pelatihan penyediaan kerajinan tangan berbahan sampah plastik. Merasa umur BS BaliKu belum genap setahun, terus belajar cari
pengalaman, belum lama ini di Amlapura selama dua hari Green Camp BaliKu bekerjasma menyelenggarakan Yayasan BaliKu dan Bali Wastu lestari, pesertanya anak-anak PAUD dan siswa SMP di Amlapura. Juga studi banding ke Desa Bank Sampah Takmung Asri, Klungkung. BS Baliku 5 Juni 2016 lalu pernah memberikan educasi 3R (reuse, reduce and recycle) kepada peserta kegiatan bersih-bersih sampah plastik di Jalan Vetran Amlapura tempat car free day. Saat kegiatan bersih-bersih itu juga diberikan penghargaan kepada tiga orang pemenang pengumpul sampah terbanyak. Beberapa relawan peduli sampah menjadi pengurus BS Baliku dari ibu rumah tangga sampai pengusaha. Kepengurusannya selain manager ada Bendahara, Divisi Umum, Divisi Pencatatan, Divisi Penimbangan dan Divisi Pengepakan. Mereka
Selipkan Humor agar Materi Sampai Menjadi seorang guru tentunya tak cukup bermodalkan penguasaan materi pembelajaran, namun juga perlu keterampilan berbahasa untuk mengomunikasikan materi pelajaran dalam bentuk verbal maupun non verbal. Hal ini diakui Dra. Liswiniarti, guru Bahasa Inggris di SMAN 7 Denpasar. Dulu, ia pernah mengikuti pelatihan-pelatihan komunikasi maupun kepemimpinan saat menjadi mahasiswi. “Dulu saya ditempatkan di bidang pengabdian masyarakat, disana saya diberikan pelatihan-pelatihan, kemudian saya memberikan pelatihan-pelatihan dan penataran kepada mahasiswa. Kami dilatih untuk memberikan pelatihan. Jadi secara tidak langsung kami juga belajar berkomunikasi. Selanjutnya, mahasiswa diajak ke desa-desa untuk menyampaikan materi-materi tersebut,” ujar Liswiniarti yang juga sempat aktif sebagai ibu-ibu Bayangkari.
Ia mengaku, apa yang didapatnya dulu itu masih membekas dalam dirinya dan kini dipraktikkannya dalam proses belajar mengajar di sekolah. Tentunya ada beberapa trik dirancangnya agar materi sampai kepada anak didiknya. “Agar materi sampai dan tidak membosankan, biasanya saya selipkan humor, istilahnya ice break, dan memakai bahasa yang mudah dipahami anak,” ujarnya. Untuk membangkitkan rasa ingin tahu mereka, secara teori menggunakan alat peraga, dan IT (power point), selain mendengar anak-anak juga melihat. Karena itu, guru harus bersuara keras dan jelas agar didengar, intonasi suara divariasikan, dan diselingi dengan latihan-latihan. Apalagi sekarang pembelajaran dipusatkan pada siswa (student center), siswa lebih aktif dan guru hanya sebagai fasilitator. Trik lain yang kerap diterapkannya adalah mengajak anak didik menyanyikan lagu barat, baru kemudian dilan-
jutkan dengan mengintepretasikan lagu tersebut. Karena itu, ia mengatakan pelatihan public speaking ini penting, apalagi bagi seorang guru. “Karena, tak semua guru juga pintar berkomunikasi di depan siswa. Ini menurut cerita anak-anak yang kadang mengeluh tidak enak diajar guru A, dan ini pasti karena cara komunikasinya yang kurang bagus,” ucapnya. Nyanyi Dulu Sebelum Masuk ke Materi Hal senada disampaikan Dra. Ni Ketut Endrawati. Meski guru Bahasa Inggris yang mengajar di kelas XII SMAN 7 Denpasar ini mengaku tak pernah ikut pelatihan public speaking, namun ia setuju bahwa keterampilan komunikasi sangat penting bagi semua orang di semua lini, termasuk guru. Endra sangat merasakannya saat dulu menggerakkan ibu-ibu PKK di kompleks perumahannya. Sebagai
Ketua PKK Padang Galeria di Padang Sumbu Kaja, Padangsambyan Kelod saat itu, tentunya keterampilan komunikasi diperlukan untuk bisa mengomunikasikan program-program dan meyakinkan para ibu PKK untuk mau bergerak. Demikian halnya ketika berdiri di depan kelas mengahadapi anakanak. Guru harus bisa membaca kondisi audience agar apa yang disampaikan benar-benar sampai dengan baik. “Ada kontak mata, ekpresi, dan volume suara yang jelas yang berhubungan dengan apa yang akan kita bicarakan,” ujarnya. Di kelas XII khususnya, anakanak dikatakannya lebih serius belajar karena akan melangkah ke jenjang perguruan tinggi. Di tingkat ini mereka tak hanya sekadar mengejar nilai tapi mereka juga ingin meningkatkan keterampilan berbahasanya. “Jika disini basic kurang kuat harus mengulang lagi. Dalam proses pembelajaran, paling
Kerjasama dengan Pengepul Diusianya yang masih bayi enam bulan BS BaliKu tentu banyak kendala, katanya Mei, belum memiliki kendaraan operasional sendiri untuk jemput sampah di sekolah-sekolah. Unruk sementara jemput sampah di sekolah kerjasama dengan para pengepul. Juga kekurangan kampil besar untuk menempatkan sampah yang sudah terpilah. Katanya Mei yang aktif di beberapa komunitas sosial, kampil hanya diperolah dari pengepul, karena belum banyak yang menjual kampil besar. Kendala lain pengelolaan sampah di menurut Mei, petugas pengelola sampah kerjanya ekstra lebih lama memilah sesuai jenis sampah, karena para penjual sampah ke BS BaliKu belum terpilah dari rumahnya sesuai dengan jenis sampah. Mei mengharapakan bantuan semua pihak untuk turut peduli membantu membesarkan BS BaliKu. “Peduli Akan sampah berarti ikut peduli menyelamatkan masa depan anak-anak dan lingkungannya”. (Komang Pasek Antara)
kami hanya bisa mengelompokkan (klasikal) anak, mana yang kemampuannya rendah, sedang atau tinggi. Berbeda denga di luar negeri yang sistem pengajarannya individual,” ucapnya. Tak berbeda jauh dengan Liswiniarti, agar anak didik fokus, Endrawati biasanya mengajak anak didik berdoa dulu. Sebelum masuk ke materi, anak diajak menyanyikan lagu yang mereka suka atau yang lagi hits. “Setelah terbuka matanya baru ke materi,” ucapnya. Terkait pelatihan public speaking, Endrawati sepakat semua orang memerlukannya. “Makin terampil orang berbicara, akan lebih menarik sehingga tersampaikan dengan baik apa yang ingin disampaikan. Dalam setiap bahasa pasti ada listening, speaking, reading, writing. Public Speaking adalah keterampilan berbicara, tapi semua itu tak bisa dipisahkan,” pungkas Endrawati yang kerap menjadi pembina dan juri debat Bahasa Inggris di tingkat kota hingga nasional ini. –inten.indrawati@cybertokoh.com.
Pekan ini Tokoh memilih tiga inspirasi yang berbeda, namun dalam satu bingkai model kasual. Lantas kasualnya seperti apa. Mari kita kita tiga perancang lihat hasil karya lulusan desainer muda lulusan Angelica Wu Fashion Design Course.
A
da Priscilia Ari yang mengusung tema “Bakteria”, dengan siluet X, V dan A. Ia mengambil konsep morpologi dengan bentuk bulat, batang dan spiral. Karyanya yang terinspirasi dari mikroorganisme ini menekankan pada kesan seksi, dramatis dan misterius. Dengan paduan teknik jahit mesin dan tangan
serta beading sebagai detilnya, rancangan Priscilia tergolong busana evening dan semi formal dres. Berikutnya Wanda Yulia, memilih konsep dari batu kristal yang dianggap memiliki keunikan tersendiri. Betapa dengan warna berbeda, karakternya tetap sama. Dan, ketika terkena cahaya akan memunculkan kesan mewah dan glamor. Dalam style art deco, ia mewujudkan busana casual deluxe. Memilih warna bitu ungu dna hitan dengan siluet H, dilengkapi akrilik bening sebagai detilnya jadilah karya Wanda bertemakan “Starlight” untuk wanita dengan kehidupan glamor yang memeiliki rasa percaya diri tinggi. Sementara Sofya Alviana , hadir menggunakan material, batik gedog Tuban, katun jepang dan endek Klungkung . Ia terinspirasi dari New Look Dior dan kebaya Kutu baru , yang menyatu dalam tema “Alcuturation”. Sofya mempersembahkan paduan yang unik ini dalm siluet A, X dan Y. – sriardhini@cybertokoh.com
16
Edukasi
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
Bertambah Lagi Doktor untuk Fakultas Hukum Undiknas Dosen yang disebut sebagai jantung perguruan tinggi merupakan salah satu penentu mutu pendidikan, penentu lulusan berprestasi termasuk image kampus. Fakultas Hukum Undknas paham akan hal ini. Tak heran jika para pendidik atau dosen yang ada di wilayah FH Undiknas selalu berupaya meningkatkan kualitas dirinya.
S
alah seorang dosen FH Undiknas, Ni Nyoman Juwita Arsawati berhasil meraih gelar akademis tertinggi melalui disertasi berjudul.”Kebijakan Formulasi Pidana Pengawasan Terhadap Anak Yang Berkonflik dengan Hukum”. Kini, Juwita resmi tercatat sebagai Doktor Ilmu Hukum hasil ujian terbuka yang dilaksanakan pada Rabu (14/9), di Gedung Pasca Sarjana Unud. Didampingi tim promotor Prof. Dr. I Ketut Merta, S.H.,.M.Hum. (Promotor), Prof.Dr. Ketut Rai Setiabudhi, S.H., M.S. (co promotor
Ni Nyoman Juwita Arsawati usai ujian terbuka meraih gelar doktor ilmu hukum di Gedung Pasca Sarjana Unud
1), Dr. I Gede Artha, S.H.,M.H. (co Promotor 2), Juwita Arsawati dalam disertasinya, mengupas mengenai anak sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa, berpotensi sebagai generasi penerus untuk melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa Indonesia, sehingga berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang. Anak secara filosofisnya harus diberikan prioritas yang terbaik, karena anak sebelum kedewasaannya baik secara jasmani maupun rohani me-
merlukan perawatan khusus, termasuk perlindungan hukum yang memadai melalui pencegahan perampasan kemerdekaan. Atas dasar itu anak dipandang perlu diberikan perlindungan secara jasmani dan rohani, karena setiap anak yang melakukan tindak pidana diupayakan untuk dijauhkan dari perampasan kemerdekaan, karena bertentangan dengan hak-hak yang seharusnya diperoleh anak seperti hak untuk tum-
Pembukaan Law Competition FH Undiknas
Seimbangkan Akademik dan Pengabdian FH Undiknas baru saja usai menggelar berbagai kegiatan untuk masyarakat luas. Seperti Competition Law yang dibuka pada Senin (17/10) yang diawali pertandingan basket 3 on 3. Kemudian, pada Jumat (21/10) berlangsung Temu Kangen Alumni FH sekaligus acara penyerahan piala bagi para juara 3 on 3 serta memberikan peralatan untuk kepentingan Ruang Peradilan Semu. Sementara kegaiatan ditutup dengan Lomba Fashion Endek dan Modern Dance. Seluruh acara berlangsung di Park 23. Gembira, bangga, dan selalu bersyukur. Itu yang ada dalam dirinya. Gembira karena para alumni masih menyediakan waktu di tengah kesibukannya untuk bersama di acaranya. ”Kehadiran para alumni menjadi salah satu penyemangat kami untuk tetap mengelola fakultas kebanggaan kita semua dalam koridor iklim akademik yang baik,” ujar Dr. AA Ayu Sri Rahayu Gorda, S.H. M.H., Dekan Fakultas Hukum Undiknas. Rasa bangga muncul, katanya karena mampu menghadirkan
Para Juara Lomba Fashion Endek
perubahan yang cukup signifikan kehadapan para alumni. “Akreditasi FH saat ini pada peringkat B, dan kita sedang mempersiapkan reakreditasi. Semoga dengan kerja keras seluruh komponen dan bantuan para alumni, target akreditasi A akan dapat kami raih,” ujar Sri Rahayu Gorda. Dikatakannya pula bahwa kondisi fisik kampus yang semakin baik, akan membantu memberikan citra positif sebagai kampus yang profesional dalam pengelolaannya. Apalagi tagline nya kini “accelerate your quality improvement
for better future” akan semakin menancapkan citra yang baik. Dan, yang terpenting, dosen-dosen FH semakin berkualitas. “Terlebih dengan lahirnya pendekar-pendekar hukum bergelar doktor dan profesor. Ini bukti bahwa kami tidak main-main mengelola FH Undiknas. Kami berharap kondisi ini menjadikan alumni semakin bangga dan selalu membantu almamater untuk menjadi lebih baik,” tandas Dekan FH yang dikenal dekat dengan mahasiswanya ini. Sri Rahayu Gorda juga menyatakan bahwa peran mahasiswa, BEM FH, maupun alumni dalam meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi sangatlah signifikan. Keterlibatan alumni khususnya memberikan masukan dalam evaluasi kurikulum sangat penting, sebab alumnilah yang pernah merasakan manfaat dari apa yang diajarkan di bangku kuliah dirangkaikan dengan penerapannya di dunia kerja. Peran lain alumni yakni selalu memberikan informasi keberadaan diri kepada fakultas demi memudahkan kampus mengumpulkan data. -ard
buh kembang, hak untuk melanjutkan pendidikan, hak untuk mendapatkan perlindungan, hak untuk mendapatkan kasih sayang dari keluarga, dan sebagainya. Menurut pendidik kelahiran Denpasar 15 September 1960 ini, fenomena yang terjadi di masyarakat, masih ada penjatuhan pidana penjara terhadap anak yang melakukan tindak pidana, walaupun pidana penjara disamping menimbulkan stigma atau labelisasi terhadap anak, juga sudah tidak mendapatkan kepercayaan di masyarakat, dilihat dari jumlah kejahatan yang dilakukan oleh anak semakin bertambah baik kualitas maupun kuantitas. Dikatakannya Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, sudah mengatur jenis pidana lain yang lebih memberikan perlindungan terhadap anak pelaku tindak pidana yaitu yang disebut “pidana pengawasan” dan sudah diatur di dalam Pasal 71 dan Pasal 77 yaitu anak pelaku tindak pidana berada dalam pengawasan penuntut umum untuk jangka waktu minimal 3 bulan dan maksimal 2 tahun. Dosen kopertis yang bertugas di FH Undiknas sejak 1987 ini mengatakan, sesungguhnya jenis pidana pengawasan bilamana dikaitkan dengan falsafah negara kita Pancasila sudah sesuai dengan sila ke-2 yaitu
kemanusiaan yang adil dan beradab, karena anak tidak harus menjalankan hukuman di penjara. Namun, rumusan dari Pasal 77 yang tidak imperatif, disamping pemerintah belum siap dalam penyediaan sarana dan prasarana termasuk petugas pengawasnya untuk menunjang pelaksanaan pidana pengawasan tersebut. Akibatnya masih terdapat penjatuhan jenis pidana berupa perampasan kemerdekaan terhadap anak. Hal ini tentu bertentangan dengan konvensi hak-hak anak, karena Indonesia melalui Keputusan Presiden No.36 tahun 1990 telah meratifikasi konvensi hak-hak anak sebagai konsekuensinya setiap produk hukum yang terkait dengan anak tidak boleh bertentangan dengan konvensi tersebut. Lulusan S1 FH Unud dan S2 Ubaya ini, mengatakan rekomendasi dari penelitian ini, hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap anak diupayakan dengan pidana pengawasan agar tujuan pembinaan dapat dilakukan. Disamping itu, agar sistem pengawasan dapat efektif, pemerintah segera membuat produk hukum perihal kualifikasi penegak hukum yang menangani masalah anak, demikian pula pemerintah agar segera membangun rumah pengawasan dengan sarana prasarana yang mampu mengayomi anak dalam pemulihan mental. -ard
Para juara Modern Dance
Dara
Lokananta
Suka Bikin Baper Berawal dari keisengan membuat lima sekawan yang telah lama saling mengenal akhirnya memutuskan untuk membentuk sebuah grup band yang diberi nama Lokananta. Lokananta terinspirasi dari seperangkat musik gamelan yang begitu indah dari kahyangan sehingga ekspektasinya band ini dapat mengalun indah dalam perjalanan kariernya. Band asal dari Buleleng ini sangat konsen dalam membawa misi melestarikan bahasa Bali melalui sebuah karya. Tidak dimungkiri kemajuan zaman yang begitu pesat telah menggeser keberadaan bahasa Bali sebagai bahasa ibu. Melalui sebuah lagu secara tidak langsung akan mengingatkan pendengar untuk menggunakan bahasa ibunya. Band yang terdiri dari Agus (vocal), Sam (gitar), Dudek (keyboard), Doddy (bass), dan Boby (drum) tersebut mampu meramaikan blantika musik khususnya di Bali. Uniknya, meskipun salah seorang
personil berasal dari Lombok akan tetapi tidak menyurutkan niatnya untuk bergabung dalam Lokananta. “Tidak ada alasan bagi saya untuk menolak. Malahan ini menjadi suatu kebanggaan bisa mencintai bahasa Bali,” ujar Dudek. Menurutnya, menjadi bagian dari Lokananta dapat ikut serta dalam melestarikan bahasa Bali. Band yang terbentuk sejak Januari 2016 ini telah memiliki beberapa single hanya saja yang telah rampung direkam dan digarap video klipnya satu lagu yang berjudul Nu Sayang. Hal yang menjadi kendala selama ini dalam perekaman maupun dalam penggarapan klip video adalah waktu dan dana. “Waktu salah satunya, kedua adalah dana. Maklum kami masih indie dan belum punya manajemen,” tegas Doddy. Sebagian besar lagu yang tercipta bertemakan cinta. Menurut Doddy, mengambil tema seputaran cinta memang cukup meanstream akan tetapi menjadi
Ananta
lebih unik tergantung dari sasaran yang ingin dituju. “Kalau kami sasarannya orang sebaya yang masih muda-muda, sebab orang diumur sekian masih sangat dekat dan menggandrungi yang namanya cinta,” paparnya. Ia juga menambahkan jika sebuah lagu dapat menggambarkan isi hati seseorang maka yakin lagu tersebut akan mudah diterima. “Ya istilahnya baper. Kalau lagu udah bikin baper pasti disukai,” tandasnya. Hal terpenting yang paling diperhatikan dalam membuat sebuah lagu bukanlah membuat lagu yang bagus, melainkan
Wajendra
Manusia memiliki waktu kelahiran. Waktu kelahiran tersebut sering disebut sebagai “takdir”. Manusia juga memiliki identitas atau nama. Dalam nama inilah terkandung “nasib”. Begitu disampaikan Ananta Wajendra DBA, pendiri sekaligus pencetus dari hypnocodesname saat sharing di Shankara Resto, Jalan Danau Buyan, Sanur, Denpasar, Minggu (23/10). Ketika timbul pertanyaan kalau kita mengubah nama berarti mengubah nasib kita, menurut Jendra bisa dikatakan seperti itu. “Para motivator sering mengatakan kalau setiap manusia memiliki hak yang sama
untuk kaya dan semua ditakdirkan untuk kaya. Namun, kenapa tidak semua orang kaya padahal sudah berusaha maksimal. Ini karena di dalam namanya tidak ada nasibnya untuk kaya,” papar Jendra. Ia mengaku langkahnya sebagai konsultan nama (hypnocodesname) dimulai dengan ketertarikannya pada ilmu hipnosis. “Saya mulai berminat sejak SMA. Saya lihat di televisi keren karena bisa membuat orang menuruti keinginan kita,” cetusnya Begitulah, saat melanjutkan kuliah di Yogyakarta, di sana ia semakin tertarik pada ilmu hipnosis. Mulai tahun 2006. ia belajar sedikit demi sedikit, sampai tahun 2010 Jendra bela-
Ananta Wajendra DBA saat acara di Shankara Resto
jar resmi tentang hipnosis dan tidak berhenti sampai sekarang. Ia menyebutkan nama Ary Agung, seorang praktisi hipnosis yang sangat jago dari Cilegon sebagai salah satu gurunya. Selanjutnya ia juga sempat belajar pada Ariesandi, salah seorang sesepuh hipnosis di Indonesia dan berikutnya belajar ke Reza Anggara yang juga seorang master hipnosis non verbal sangat terkenal. “Saya juga belajar sama Dodie Magis yang mengajarkan Javanese
9
membuat lagu yang bisa membuat orang lain senang. “Kami tidak terpaku pada satu jenis aliran musik, yang jelas musik yang bisa diterima dengan baik oleh pendengar,” tambah Agus. Mereka juga selalu menggunakan bahasa yang ringan dalam menciptakan lirik-lirik dalam lagunya. “Sekarang kan lagu trend lagu Bali yang dicampur dengan bahasa Indonesia seperti bahasa dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Dengan begitu, diharapkan lirik-liriknya terdengar lebih mudah dicerna dan diterima masyarakat. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
DBA
Sharing Hypnocodesname di Shankara Resto
Seluruh Panitia Law Competition
Dekan FH bersama para alumni
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
Ananta Wajendra DBA
magnetism yaitu ilmu Jawa kuno, ia bahkan mengajar sampai ke Eropa,” imbuhnya. Dari semua yang dipelajarinya, Jendra menjadi tahu jika pikiran adalah segalanya dan semuanya bisa dikontrol. Akhirnya Jendra bisa mengobati orang yang sakit mental maupun fivisik dengan metode yang dipelajarinya. Meski begitu, ia juga mengakui pernah gagal. Sebab, kesembuhan didasari dari niat mereka yang berobat. Jadi, diperlukan niat yang besar seseorang untuk sembuh agar semua program yang diberikan bisa bekerja dengan lancar. Selanjutnya, dalam perjalanannya ia pun mencari cara memperkecil peluang gagal Jendra yakin ada teknik yang dahsyat
untuk menyembuhkan orang secara permanen.”Di awal 2016 , ternyata jalan Tuhan terbuka. Saya menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang selama ini menghantui. Saya berhasil memperkecil peluang gagal dari hipnoterapi. Ilmu itu bernama hypnocodesname , yang berarti suatu kode yang terhipnosis di dalam diri kita melalui nama dan merangkai cerita hidup yang disebut nasib,” paparnya. Dalam prosesnya kata Jendra cukup sederhana, ia hanya meminta nama kemudian tanggal lahirnya dan dari sana ia mampu membaca bagaimana nasib seseorang atau apa yang akan terjadi pada kehidupan mereka. “Sesederhana itu. Betul nasib adalah karunia Tuhan, hanya kita harus tahu dimana letak nasib dalam diri kita, mari kita lihat di dunia kehidupan kita di atur oleh yang namanya sistem yang teratur,” katanya. Di dalam takdir, lanjutnya ada nasib dan ini yang membedakan kita dari satu orang ke orang lainnya. “Ini membedakan saya dan Anda. Dulu ada lagu takdir memang --kejam. Seharusnya bukan takdir tapi nasib. Dan. saya menjamin atau menggaransi perubahan kehidupan pada orang yang saya ubah namanya. Kalau selama 100 hari setelah mengubah nama , hidupnya tidak ada perubahan maka biayanya akan saya kembalikan 100%,” pungkasnya tersenyum. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
8
Bunda & Ananda
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Nebeng Menambah Keakraban Kesibukan orangtua bekerja kadang berimplikasi terhadap urusan anak. Salah satunya urusan mengantar-jemput anak sekolah. Beragam upaya dilakukan, seperti menggunakan jasa ojek, menggunakan sopir, atau nebeng dengan teman. Pilihan untuk ojek dan sopir tentu perlu biaya. Yang tidak perlu biaya adalah nebeng. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin nebeng.
T
ama dan Yoga satu sekolah dan satu kelas. Tempat tinggal mereka berada di wilayah Denpasar Utara. Hal ini membuat orangtua Tama dan orang Yoga berkolaborasi. Kadang mereka berangkat bersamaan atau pulang bersama kalau ada salah satu orangtua yang sibuk. “Kalau ada diantara kami yang tidak bisa mengantar atau menjemput, biasanya komunikasi via telepon atau sms. Kami sama-sama bekerja, jadi kadang suatu ketika, ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Mau tak mau, anak harus dititipkan. Saling komunikasi ini sangat penting,” ujar orangtua Yoga. Jika sudah ada komunikasi yang baik, tentu urusan menjadi mudah. Anak pun merasa nyaman
karena dia berangkat atau pulang sekolah dengan orang yang sudah dikenal. “Kesibukan orangtau menjadi alasan untuk tidak bisa menjemput anak sehingga anak mesti nebeng mungkin masih bisa diterima. Namun, jika ada unsur orangtua memanfaatkan situasi, ada yang ditebengin, nah itu yang perlu dicermati. Mungkin ada beberapa orangtua yang sejalur dengan tempat tinggalnya sehingga saat tidak bisa menjemput karena kesibukan, minta tolong untuk nebengin anak itu hal yang wajar,” ujar Ni Ketut Jeni Adhi, M.Psi. Psikolog Menurut psikolog dari Tema Insani, Tabanan ini, yang penting komunikasi dengan orangtua tetap baik, sopan dan tidak memaksa. Akan lebih baik orangtua yang
akan menitipkan anaknya bertanya lebih dulu. Misalnya, “ibu, pulang sekolah saya gak bisa jemput Ana (nama anak), jika ibu bisa saya titip Ana ya”. Atau, “jika pulang sekolah ibu masih ada waktu buat antar Ana, saya titip Ana ya bu”. Ucapan terima kasih mesti selalu diingat dan sampaikan jika memang kita betul-betul merasa terbantu. Kepada anak juga mesti dipesankan untuk bersikap sopan, ucapkan terima kasih dan tidak boleh rewel. Misalnya ada anak yang terlalu berani karena saking akrabnya, misalnya sepulang sekolah minta dibelikan jajan, dll. “Sebagai orangtua pastilah kita juga perlu mengenal orangtua yang akan di-tebengin, bagaimana sikap dan kebiasaan berkendara karena ini berhubungan dengan keselamatan anak kita sendiri. Orangtua perlu juga mencermati hal trsebut,” ujar pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali sie Data dan Layanan ini. Jika komunikasi berjalin baik dengan orangtua yang ditebengi tentu tidak akan ada masalah, sesuatu yang masih dimaklumi, sangat manusiawi kita masih membutuhkan bantuan orang lain. Sisi positif dari saling nebeng ini keakraban anak-anak semakin
Fenomena Gunung Es Kanker Serviks Kasus kanker serviks yang terjadi pada kaum perempuan harus segera ditangani. Satu dari 500 perempuan menderita kanker ini. Kebanyakan dari mereka yang sudah terjangkit, datang ke petugas medis dalam kondisi parah. Untuk mengatasinya, bisa dilakukan dengan see and treat (IVA-Cryo), seperti yang dilakukan RSIA Puri Bunda, Minggu (23/10). Menurut dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG (K), metode IVA memakai asam asetat yang dioleskan di mulut rahim, ditunggu beberapa detik, dan hasilnya pun akan langsung terlihat. “Kalau ada kecurigaan adanya sel-sel kanker, langsung pakai cryo terapi. Teknik IVA dan cryo adalah teknik untuk program massal karena kelebihannya, hasil langsung dapat terlihat, selain juga lebih simple dan sangat efektif. Namun secara individu, para ibu dapat melakukan pap smear di dokter kandungan, klinik, dll,” ujar pendiri RSIA Puri
Bunda yang juga Ketua Dewan Pertimbangan POGI Bali ini. Teknik Pap Smear, IVA, Cryo, termasuk dalam upaya pencegahan sekunder, namun lebih dari itu, upaya yang lebih efektif lagi untuk mencegah kanker serviks adalah dengan melakukan pencegahan primer yaitu vaksinasi. “Satu-satunya kanker yang ada vaksinnya adalah kanker serviks, namun kendalanya, biaya vaksin tinggi,” ujarnya. Pria yang akrab disapa Dokter Kadek ini mengatakan kasus kanker serviks ibarat fenomena gunung es. Kasus yang dilaporkan jumlahnya kecil padahal jumlah penderita cukup banyak. Satu dari 500 perempuan mengalami kanker serviks. Salah satu gejala khas dari kanker ini biasanya terjadi pendarahan saat kontak seksual. Ketua Panitia HUT ke-13 RSIA Puri Bunda dr. Wayan Dharma Artana, Sp.A (K) menambahkan see and treat diikuti 250 peserta. “Salah satu misi RSIA Puri Bunda berbagi
Kegiatan sosial see and treat (IVA-Cryo) yang dilakukan RSIA Puri Bunda, Minggu (23/10).
dengan masyarakat dengan harapan bisa ikut memberikan edukasi kepada masyarakat, berbagi kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu,” jelasnya seraya mengatakan tema yang diusung adalah “Lets Grow with Puri Bunda: Bertumbuh Bersama Puri Bunda, Wujudkan Generasi Emas”. (ngurahbudi@cybertokoh.com)
baik, komunikasi dan pengertian ketika kita membutuhkan bantuan antar orangtua semakin terjalin, orang lain, dan di saat tertentu kita anak semakin tahu alamat teman- mesti bersedia membantu orang lain. nya, mendidik anak bahwa jika saat Nilai-nilai yang ditanamkan adalah ini kita membantu suatu ketika saling menghargai, saling membantu, mungkin saja kita yang akan mem- saling berterimakasih, sampaikan butuhkan bantuan orang lain. Sisi maaf karena sudah merepotkan negatifnya, yang pasti akan lebih serta belajar untuk bersikap asertif merepotkan dari sisi yang dite- (berkata jujur) terhadap orang lain,” bengi, butuh waktu jika mungkin tegas ibu dua putri ini. jaraknya cukup jauh. (ngurahbudi@cybertokoh.com) “Pesan untuk anak, jika orangtua tidak bisa menjemput, pastikan orangtua betul-betul tidak bisa sehingga anak tidak merasa dirinya diabaikan. Anak diminta untuk bersikap sopan, wajar dan ucapkan terimakasih kepada bapak atau ibu yang mengantar pulang. Pesan untuk yang ditebengi, jika memang tidak bisa ditebengi lebih baik jujur, misalnya karena terburu-buru, karena alasan waktu dan kesibukan yang tidak bisa dihindari. Belajar lebih berempati, memahami saat ini tenaganya benarbenar dibutuhkan,” jelas dosen Prodi Psikologi Universitas Dhyanapura ini. Pesan untuk orangtua yang menebeng, permintaan untuk titip anak hendaknya disampaikan dengan sopan, tidak memaksa, ucapkan terima kasih, selalu jalin komunikasi yang baik, tidak hanya bertanya atau kontak saat membutuhkan saja. Suatu ketika saat kita bisa jangan pula menolak jika mau ditebengi. “Intinya adalah Ni Ketut Jeni Adhi take and give, suatu
Mendongeng Lima Menit anjing-anjing lapar
Sekelompok anjing lapar berkeliaran mencari makan di pinggir sungai. Tak sekerat tulang pun yang diperolehnya. Dalam putus asa, mereka beristirahat dengan merebahkan diri. TibaMade Taro tiba mereka melihat sekarung tulang tersangkut di tengah-tengah sungai. Tulang-tulang itu baru saja dibuang oleh keluarga yang memasak makanan pesta. Anjinganjing itu serempak bangkit. Mereka berusaha menggapai tulang-tulang segar itu. Namun arus air sangat deras, apalagi tulang-tulang itu berada di air sungai yang dalam. Tentu saja mereka takut hanyut. Anjing-anjing lapar itu hanya mampu mencium baunya yang sedap sambil menjulurjulurkan lidahnya. “Kawan-kawan!” seru seekor anjing tua. “Ayo kita bergotong-royong! Kita minum air sungai itu sebanyak-banyaknya, sehingga sungai itu menjadi dangkal. Setelah itu kita seret tulang-tulang itu ke
tepian. Tulang-tulang sebanyak itu cukup untuk pesta tiga hari.” “Guk, guk, guk…!” demikian gonggong anjinganjing lainnya, tanda setuju. Mereka lalu serempak menuju ke pinggir sungai, dan mulai minum air sebanyak-banyaknya. Satu teguk, dua teguk, lima puluh teguk, …. entah berapa teguk lagi. Apa yang terjadi? Sebagian anjing itu sesak napas, sebagian tak berdaya karena menahan perut gembung, dan sebagian lagi muntah-muntah. Sambil terbengong-bengong, anjing-anjing itu merasakan tak ada gunanya minum air sungai sebanyak-banyaknya. Arus air itu bahkan tambah deras dan permukaannya tambah naik. Karung tulang itu sedikit robek. Air sungai yang mengalir tak henti-hentinya membersihkan tulang itu sehingga tampak putih. Lama-kelamaan karung tulang itu hanyut dan meluncur sangat cepat. “Kawan-kawan!” seru seekor anjing tua yang lain. “Sebesar apapun semangat gotong-royong kita, tak mungkin mengalahkan kekuatan alam yang jauh lebih besar.” “Guk, guk, guk…!” demikian gonggong anjinganjing lainnya, mengiyakan. (Aesop)
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Tie Break Sri Sumahardani
17
Pelatihan di Masa Krisis Perlukah? Suasana bahagia dan penuh persahabatan begitu terasa. Kedekatan pun semakin terjalin di tengah alunan suara merdu Sri Sumahardani. Demikian suasana yang terekam menjelang Tie Break ber sama Sri Sumahardani, Senin (25/10) sebelum dilanjutkan dengan “Effective Leadership” oleh Dr. Ir. Putu Santika, M.M., di Ball Room Hotel Neo, Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar
M
enurut Sri Sumahardani yang dikenal sebagai “sang penyihir”, hari itu manajemen sengaja mengundang jajaran direksi atau pimpinan dari semua perusahaan yang pernah memintanya memberikan pelatihan, mentoring dan pendampingan SDM selama ini. Pada momen Tie Break tersebut Sri Sumahardani dengan suaranya yang lantang namun indah, mengupas secara singkat di antaranya tentang penting atau tidaknya pelatihan di masa krisis. Dengan berbagai alasan dan hal-
hal yang harus diperhitungkan di dalamnya apakah hal tersebut tergolong biaya ataukah investasi. Mengingat pada saat krisis tentunya perlu adanya penghematan dan urusan pelatihan umumnya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Padahal setelah krisis berakhir, perusahaan maupun personal yang ada di dalamnya akan dihadapkan pada suatu lingkungan bisnis yang baru dengan tantangan yang berbeda. Lantas bagimana sebaiknya? Di situasi ini diperlukan sebuah analisa yang baik dan benar sesuai kebutuhan dari
Suasana Tie Break Sri Sumahardani
organisasi. Hal inilah yang dipaparkan dengan lugas oleh sang penyihir Sri Sumahardani. Sesungguhnya kata Sri Sumahardani, pelatihan merupakan pendekatan SDM yang terintegrasi dan berkaitan dengan dengan keseluruhan sistem dalam organisasi. Ia pun sempat mengemukakan pendapat pakar mutu Edwards
Deming (Out of Crisis), bahwa salah satu cara keluar dari krisis adalah dengan mengadakan pelatihan program pendidikan dan pembenahan diri dengan gencar. Begitu perekonomian pulih, hanya perusahaan yang mempersiapkan manusianya sajalah yang akan memenangkan kompetisi. Belum lagi, katanya salah kaprah yang menganggap pelati-
han sebagai even bukan proses. Mereka menganggap suksesnya pelatihan sering diartikan suksesnya penyelenggaraan. Padahal yang penting adalah, perubahan perilaku ( behavioral changes). Pembelajaran selesai ketika selesai pelatihan. Pembelajaran justru baru dimulai ketika peserta kembali ke tempat kerja. –sri.ardhini@cybertokoh.com
“Manage Your Self and Lead Your People”
Selanjutnya kesempatan diisi oleh Ketua Asosiasi Manajemen Cabang Bali, Dr. Ir. I Putu Santika , M.M., penulis buku “Menjadi Pemimpin yang Efektif”. Santika cukup banyak memberikan tips untuk menjadi pemimpin yang baik termasuk contoh-contoh sikap. Seperti saat ia membicarakan mengenai level kepemimpinan, apakah sesorang itu menjadi pemimpin karena SK, menjadi pemimpin yang diizinkan, pemimpin yang berhasil ataukah pemimpin yang sukses. Pemimpin karena SK dikatakannya umumnya tidak dikenal bawahan. Dan bawahan mau mengikuti hanya karena ia punya SK sebagai Pemimpin. Ini adalah level pemimpin yang paling rendah. Pemimpin yang diizinkan, dijelaskannya pemimpin tersebut disukai oleh bawahan karena memiliki kompetensi kepemimpinan, sehingga bawahan mengakui bahwa ia memang pantas menjadi pemimpin. Pada level berikutnya adalah Pemimpin yang berhasil.
Pada level ini, si pemimpin punya kompetensi kepemimpinan yang baik (soft competency) yang juga didukung oleh bawahan yang memiliki ability dan motivasi tinggi (team building). Di level ini pemimpin menggunakan sistem manajemen terpadu dalam memimpin perusahaan (hard competency), sehingga pemimpin pada level ini mampu membawa tim mencapai target-target perusahaan
secara gemilang. Berikutnya adalah Pemimpin yang Sukses. Pada level ini mungkin pemimpin tersebut sudah tidak lagi mejadi pemimpin di tempat itu. Tapi apa yang diucapkan dan dilakukannya pada saat memimpin, akan selalu menjadi pedoman dalam bekerja, bahkan pedoman dalam kehidupan mereka. Pemimpin tersebut bukan saja dianggap sebagai pemimpin, tapi guru dan sahabat yang selalu dikenang dan menginspirasi mereka. Ia menyontohkan nama besar Alfred Nobel. Mungkin sedikit orang yang tahu bahwa dia adalah penemu dinamit. Pada suatu pagi, ia membaca sebuah berita sangat mengejutkan. Ia membaca tentang berita kematiannya sendiri. Akhirnya ia menyadari bahwa ada sebuah kesalahan dalam berita tersebut, mungkin karena memiliki nama yang sama.
Namun karena penasaran, ia pun melanjutkan membaca berita tersebut, Ia ingin tahu apa pandangan orang-orang mengenai dirinya. Dalam artikel ia disebutkan sebagai “Raja Dinamit” Telah Wafat. Pada bagian lain ia juga disebut”Partner Dewa Kematian”. Ia terkejut bahwa seperti itu dirinya akan dikenang oleh orang-orang. Kejadian ini
betul-betul membuka pikirannya. Ia lalu memutuskan bahwa ia tak akan dikenang lagi seperti koran hari itu. Ia bertekad mulai saat itu juga ia akan berjuang demi kedamaian dan kemanusiaan. Begitulah akhirnya, pria yang bernama Alfred Nobel ini hingga kini dan selamanya akan dikenang dalam kebaikan. Namanya diabadikan dalam Nobel
Prize Perdamaian dan kemajuan Ilmu Pengetahuan. Berikutnya, Putu Santika menyampaikan sebuah kunci untuk menjadi pemimpin yang efektif yakni “Manage Your Self and Lead Your People”. Majemen diri ini dijelaskannya seorang pemimpin harus memperbaiki diri dulu sebelum mempengaruhi orang lain. ”Saya harus mampu mempengaruhi orang lain dengan prestasi dan karya terbaik saya. Bukan dengan mendikte bahwa saya adalah seorang pimpinan yang sedang berkuasa”. Foto bersama usai acara Tie Break Sri Sumahardani
–inten.indrawati@cybertokoh.com
18
Life Story
Edisi 925/31 OKTOBER - 6 november 2016
Untuk menumbuhkan kepedulian terhadap alam, utamanya laut, Kabupaten Buleleng menggelar Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) yang ke-2 tahun 2016. Festival yang mengusung tema “Save Our Sea” ini masih mengambil tempat di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak. Event yang diselenggarakan mulai 23 hingga 26 Oktober 2016 tersebut menenggelamkan struktur terumbu karang bernama Bedawang Nala. Bedawang Nala yang berbentuk kura-kura dililit oleh dua ekor naga ini merupakan simbol bumi yang akan tetap menjaga keseimbangan alam semesta.
B
BDF ini dibuka oleh D i r e k t u r Pr o m o s i Wilayah Asia Pasifik Kementrian Pariwisata RI Visensius Jemadu mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya. BBDF juga dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Staf Ahli Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Bidang Kemitraan dan Hubungan Antar Lembaga Suseno Suko Yuwono, Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka,MP., dan Pimpinan SKPD Pemerintah Provinsi Bali dan
Buleleng Bali Dive Festival 2016
Berdayakan Masyarakat dalam Promosikan Pemuteran
Pemerintah Kabupaten Buleleng. Visensius Jemadu yang membacakan sambutan Menpar mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia juga menegaskan festival yang diadakan oleh pemerintah bukan hura-hura. “Festival merupakan ajang untuk mempromosikan potensi daerah, bukan hura-hura. Jadi masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam setiap festival yang diadakan pemerintah,” ujarnya. Vasensius menambahkan, festival ini merupakan kegiatan yang sangat luar biasa karena sangat peduli lingkungan. “Saya yakin Pemuteran akan mendunia dengan festival ini. Ini dikarenakan sinergitas pemerintah daerah dengan masyarakat untuk menjaga lingkungan sangat baik sekali,” imbuhnya. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, juga sangat mengapresiasi partisipasi dari segala pihak yang
Bupati PAS meninjau stand dalam BBDF 2016
A
Serangkaian pertunjukkan seni dalam BBDF 2016
ikut berperan dalam penyelenggaraan BBDF 2016. Ia berharap, dengan adanya festival ini pariwisata di Pemuteran semakin meningkat. “Saya berharap, vibrasi dari festival ini bisa meningkatkan kunjungan pariwisata di Pemuteran dan Buleleng pada umumnya,” harapnya. Bupati yang akrab disapa PAS ini mengatakan, kedepan untuk pelaksanaan BBDF akan diselenggarakan secara bergilir dengan Buleleng wilayah timur. “Saya memiliki pemikiran untuk mempromosikan potensi alam bawah laut di wilayah timur dengan cara menggilir penyelenggaraannya, nanti kita cari caranya mungkin dengan bekerja sama denga Kabupaten Karangasem juga,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng, Ir. I Made Arnika menegas-
Buleleng Mekorot Festival
Bertarung di Udara Bersahabat di Darat Di Bali, permainan layang-layang menjadi kegemaran mulai dari anak-anak, dewasa, hingga yang tua. Ada berbagai jenis macam permainan layang-layang khas di Bali bahkan tidak jarang permainan tersebut diperlombakan dalam sebuah festival. Jika di Bali Selatan ada perlombaan layang-layang indah, maka di
Atlet Buleleng yang merebut medali di PON XIX Jawa Barat dan juga para pelajar yang berprestasi dalam bidang akademik akhirnya sumringah. Bonus yang dijanjikan Bupati Buleleng diberikan kepada atlet yang mampu mengharumkan nama Buleleng di kancah nasional dan internasional. Bonus ini merupakan stimulan bagi anak-anak ini untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasinya.
Bali Utara ada mekorot. Mekorot merupakan permainan layang-layang khas Buleleng. Untuk menentukan pemenang, para pemain mengadu ketangkasan di udara dengan saling mengalahkan atau saling memutuskan benang layang-layang satu sama lain. Adu layang-layang (mekorot) tidak hanya melibatkan kelihaian fisik dan strategi untuk menarik ulur layang-layang, tetapi juga mengasah karakter pemainnya sehingga mampu menumbuhkan karakter khas masyarakat Buleleng yang kompetitif, pantang menyerah, sigap, cekatan, objektif dan tentu saja sportif. Mengusung tagline “Bertarung di Udara Bersahabat di Darat”, festival mekorot ini diharapkan menjadi sarana untuk melestarikan budaya sekaligus olahraga tradisional adu layang-layang. Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pendidikan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Junior Chamber International (JCI) Singaraja menyelenggarakan lomba mekorot dengan tajuk Buleleng Mekorot Festival (BMF) tahun 2016. BMF yang merupakan gelaran ketiga ini dibuka Sp.OG Sutjidra, Nyoman I Wakil Bupati dr. langsung oleh Wakil Bupati Buleleng, mekorot bersama peserta lain
kan BBDF tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya dari segi anggaran. “Tahun lalu murni dibiayai oleh pemerintah, namun tahun ini sebagai besar merupakan swadaya dari masyarakat,” jelasnya. Hal ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat agar turut secara langsung mempromosikan daerah Pemuteran. Ditambahkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata I Nyoman Sutrisna, MM., perbedaan BBDF kali ini dengan tahun lalu juga dari tempat pelaksanaannya. Jika tahun lalu BBDF hanya menggunakan satu panggung utama namun kali ini dua tempat disediakan untuk mendukung kondusifitasnya acara tersebut. “Panggung utama masih di tempat yang lama sedangkan satu lagi di tanah milik desa adat yang bersebelahan
dengan Pura Dalem,” jelasnya. Tujuannya adalah agar di panggung utama terfokus dengan pementasan kesenian dan kebudayaan modern sedangkan di tempat yang baru difokuskan untuk pementasan kesenian tradisional. BBDF tahun ini diramaikan juga oleh ratusan penyelam dari berbagai negara. Ratusan penyelam mengikuti sejumlah kegiatan berbeda selama festival dilangsungkan, terutama kegiatan-kegiatan bawah air. BBDF memang diklaim sebagai festival selam pertama yang dirangkaikan dengan kegiatan seni budaya di Indonesia. Tak heran jika BBDF mendapat antusiasme tinggi dari wisatawan mancanegara (wisman), utamanya yang berasal dari Benua Australia dan Eropa. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG di Lapangan Mayor Metra, Singaraja, Kamis (27/10). Ditemui usai pembukaan, Wabup Sutjidra mengungkapkan mekorot ini hanya ada di Buleleng. Permainan mekorot ini mencerminkan bagaimana dinamika masyarakat Buleleng. Mekorot juga menurutnya adalah sesuatu yang sangat luar biasa. “Kita bisa lihat hari ada 500 peserta. Masing-masing peserta membawa tiga layanglayang. Akan ada 1500 Wakil Bupati dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG membuka Buleleng Mekorot layang-layang menghiasi Festival ditandai dengan pemukulan gong langit Singaraja,” ungkapnya. Dirinya berharap kegiatan ini bisa terus luruh peserta dibagi ke dalam beberapa sesi berlanjut. Pihak pemerintah juga sangat pertandingan. Pemenang disetiap sesi pada mendukung kegiatan-kegiatan seperti BMF Elimination Round adalah tim yang berhasil ini karena merupakan suatu kegiatan yang mengalahkan semua peserta disesi tersebut. positif. Masyarakat juga sangat merindukan Sehingga, disetiap sesi akan terpilih 1 pemebermain layang-layang mekorot sehingga bisa nang yang akan lolos ke babak berikutnya terus diselenggarakan. Hal ini terlihat dari (Final Round). Local President JCI Singaraja Anak Agung banyaknya peserta dari kaum pemuda. “Saya berharap kegiatan ini bisa terus dilanjutkan Gede Agung Wedhatama P, mengatakan, takarena kegiatan ini merupakan kegiatan yang hun ketiga penyelenggaraan BMF bertepatan positif dan sangat dirindukan masyarakat,” dengan momentum Sumpah Pemuda. Ritme pertarungan bebas diseleksi berdasarkan harapnya. Melalui tema “When The Champion kemampuan bertanding di udara dan dipiContinues”, BMF akan melibatkan pemuda lih pemenang di setiap sesi di Quarter Final dari berbagai sekaa adat teruna teruni, siswa untuk mencari satu pemenang melawan raja SMA/SMK, komunitas dan masyarakat umum mekorot tahun 2015. “Hadiah ditawarkan yang akan diselenggarakan selama 2 hari uang pembinaan, sertifikat dan sebuah cincin yaitu 27-28 Oktober 2016. Pertarungan BMF mekorot yang berbahan dasar platina dan mas terdiri dari 2 round, yaitu Elimination Round kuning,” ucapnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com) dan Final Round. Pada Elimination Round, se-
cara pemberian bonus kepada anakanak Buleleng berprestasi dirangkaikan dengan ramah tamah di rumah jabatan Bupati Buleleng, Bupati Agus Suradnyana mengungkapkan hal tersebut merupakan suatu bentuk apresiasi kepada atlet dan pelajar Buleleng yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini akan menjadi model ke depan bahwa Pemkab Buleleng menghargai orang-orang yang memberikan prestasi kepada Buleleng. “Mudahmudahan dengan penghargaan ini, anak-anak Buleleng yang lain juga termotivasi untuk memberikan prestasi kepada Buleleng karena bagaimanapun juga prestasi akademik maupun non akademik terutama bidang olahraga akan memberikan vibrasi untuk kemajuan daerah di segala bidang,” ungkapnya. Bupati yang akrab disapa PAS ini juga menginstruksikan kepada
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
7
Modal Kelincahan Raih Emas KONI Kabupaten Buleleng untuk melakukan pemetaan potensi di dua bidang. Bidang pertama, bagaimana mengolahragakan masyarakat dan pemetaan di bidang prestasi. “Pemetaan ini perlu untuk menentukan skala prioritas untuk dikembangkan sehingga menghasilkan prestasi. Yang paling anti kita lakukan adalah jual beli atlet. Biar kita dapat medali sedikit, yang penting hasil pembinaan sendiri bukan hasil jual beli,” tegasnya. Pada kesempatan ini, diberikan apresiasi berupa bonus dan penghargaan kepada beberapa atlet dan pelajar berprestasi diantaranya, karateka Komang Sastrawan. Di tengah ekonomi yang serba pas-pasan, tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berprestasi bahkan di tingkat Nasional. Dia mewakili Indonesia dan sukses menyabet dua medali emas di Kejuaraan Coupe Internationale de Kayl 2016 di Luxemburg 12-18 Oktober belum lama ini. Lolak sapaan akrab bocah 10 tahun itu mengalahkan lawan-lawan dari berbagai negara. Dua medali emas untuk Kata Male U-11 dan Kumite Male U-12 yang diikuti 13 negara. Anak dari pasangan Wayan Sukarta (49) dan Ketut Manisyoni (50) tidak menyangka berhasil meraih juara di luar negeri. Dunia karate mulai geluti Lolak sejak kelas III SD. Seperti bocah
umumnya diawal takut kena pukul dan giginya lepas terkena pukulan lawan. Sukarta mengajak Lolak menonton kakak kandungnya Kadek Sukreni bertanding karate. Lolak tertarik menekuni karate hingga mendapat tempaan latihan karate dari pelatihnya Ketut Suwitra. Dari disiplin latihan demi latihan, prestasi beruntun diraihnya. “Saya yakin Lolak punya potensi, saya ajak dia nonton karate dan menyaksikan kakaknya. Dia tertarik dan mau berlatih serius dengan kakeknya Ketut Suwanda yang juga Ketua Lemkari Tajun. Lolak diajari kuda-kuda dan teknik karate hingga sukses menjadi juara dunia,” ucapnya. Selain juara dunia, Lolak sempat memperoleh prestasi di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dilaksanakan Agustus 2016 lalu. Dari bakat dan prestasi diraih tersebut, Lolak terpilih untuk bertanding ke Luxemburg mewakili Indonesia dengan peserta lainnya dari Jakarta dan Bandung. Lolak diawalnya tidak jadi berangkat karena kesulitan biaya dengan tiket pesawat mencapai puluhan juta. “Lolak sebenarnya tidak ada biaya sampai ke Luxemburg, tapi
sudah ditanggung Kementrian. Namun pendamping Lolak tidak ditanggung. Saya lalu ditelepon Kementrian di Jakarta, orangtua harus mendampingi, saya bilang tidak bisa ikut karena memang tidak punya uang,” imbuh Sukarta. Berkat raihan juara, Lolak berhak mendapat dana pembinaan Rp 11 juta dan akan mendapat bonus Rp 50 juta. “Saya sama pelatih ber-
syukur dan bangga bisa menembus prestasi ke tingkat internasional. Sangat bangga dilatih sama Pak Ketut Suwitra yang sudah melatih saya sejak kecil. Di Luxemburg, melawan lawan dari Perancis, Argentina dan Belanda. Lawan kuat dan tinggi, tapi lewat teknik dan kelincahan mereka bisa saya kalahkan,” ujar siswa SDN 2 Tambalang tersebut. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Lolak mendapat jamuan oleh Bupati di rumah jabatan
Anakku “Ditawar” Keluarga Kaya Dengan senyuman yang datar, Purni (35) menggendong bayi laki-laki mungil hasil pernikahan keduanya yang baru dilahirkannya di sebuah rumah sakit di Mataram. Ia membelai kepala bayi dengan wajah yang muram. Entah apa yang dipikirkan Purni atas kelahiran bayinya tersebut. Yang pasti sebelum itu Purni telah melewati masamasa menyakitkan ketika anak pertamanya lahir lima tahun yang lalu. Dalam keadaan hamil besar, ia ditinggalkan begitu saja oleh suaminya sesaat setelah akad nikah berlangsung. Inilah bagian pahit dari perjalanan hidup Purni yang dialaminya juga karena perbuatannya sendiri. Saat kuliah di salah satu universitas di Mataram, Purni memang agak kebablasan dalam bergaul. Sampai akhirnya ia berpacaran dengan seorang aparat keamanan. Di benak Purni berpacaran dengan aparat bisa membuatnya aman dan memiliki jaminan masa depan. Hubungan yang mereka jalin sekitar satu tahun lamanya membuat mereka menjadi sangat dekat. Karena dimabuk cinta, keduanya bahkan tidak mengindahkan norma-norma. Di kos-kosan Purni, kekasihnya hampir saban hari datang bahkan diam-diam juga kerap menginap. Teguranteguran pemilik kos dianggapnya angin lalu. Rasa tidak suka rekan sesama kosnya pun ia abaikan. Sampailah akhirnya ia hamil. Waktu itu Purni jatuh sakit berbulanbulan tidak bisa bangun. Ia lemas dan hanya muntah-muntah saja. Tiap kali ditanya ia selalu mengatakan, kata dokter terkena maag akut. “Sebenarnya saya sudah tahu kalau saya hamil, tapi saya takut waktu itu,” kata Purni. Di saat yang bersamaan kekasih Purni mulai jarang datang ke kos-kosannya, sampai akhirnya menghilang. Purni dirawat seadanya oleh rekan kosnya. Ibu kos Purni kala itu mulai curiga melihat keadaannya. “Memang beberapa kali ibu kos tanya saya
secara tidak langsung. Saya sendiri sudah tahu kalau ibu kos curiga,” ujarnya tetap bungkam waktu itu. Purni memikirkan orang tuanya karena kekasihnya itu sudah tidak ada kabar beritanya. “Saya bingung mau cari dia ke mana,” katanya. Sampai akhirnya ibu kosnya yang sudah memastikan kehamilan Purni melihat perutnya membuncit itu memberitahukan pada orangtua Purni yang tinggal di Bima. Saat itulah orangtua Purni datang dan Purni pun mengakui kalau ia tengah hamil. “Waktu diperiksa usia kandungan saya sudah hampir tujuh bulan,” katanya. Orangtuanya yang melihat keadaan Purni memutuskan segera bahwa satusatunya jalan adalah menikahkan Purni dengan kekasihnya. Tetapi di mana kekasih Purni berada? “Tidak seorang pun yang saya kenal sebagai temannya tahu di mana keberadaannya,” katanya. Lalu orangtuanya pun berusaha keras mencari dan mengejar keberadaan kekasih Purbi hingga menemukannya dan memaksanya untuk menikahi Purni. “Saya ingat hari itu hari Sabtu kami menikah,” katanya. Tentu saja pernikahan seadanya tanpa musik apalagi pakaian pengantin bahkan sekadar kebaya. Usai menikah, suami Purni langsung pergi meninggalkannya. “Katanya waktu itu ada tugas mendadak yang mengharuskannya ke Sumbawa,” ujar Purni. Lama ia menunggu suaminya itu datang padanya, namun ia hanya memelihara harapan kosong. Setelah sebulan suaminya itu tidak datang, ia pun mencari suaminya itu ke kos-kosan suaminya. “Rupanya ia tengah bermesraan dengan perempuan lain,” kata Purni yang memergoki suaminya itu sedang bersama perempuan lain. Hancur hati Purni tentu saja semakin membuatnya tertekan. Sejak itu ia tidak pernah lagi mencari suaminya sampai akhirnya ia mendengar
kabar bahwa suaminya itu telah menikahi dua perempuan lain yang sama-sama tengah hamil. Ironisnya, kabar pernikahan suaminya itu ia dengar saat menjelang ia berjuang untuk melahirkan. “Mungkin karena kabar itu, saya mengalami kontraksi yang hebat. Sakitnya luar biasa,” katanya. Di kamar kosnya Purni berjuang menahan rasa sakit sendirian. Ia malu ingin meminta bantuan kawan kosnya. Saat itu Purni telah berpindah kos-kosan ke tempat lain akibat malu. Seorang kawan kosnya yang baru dikenalnya mengetahui bahwa ia hendak melahirkan dan menolongnya dengan membawa ke rumah sakit. Di rumah sakit itulah Purni berjuang sendirian melahirkan anaknya hanya ditemani kawan kos yang baru dikenalnya. PULANG KE BIMA Tidak dapat ia kisahkan rasa sakit bukan karena melahirkan melainkan karena tragisnya pengalaman hidupnya itu. Purni terdiam beberapa saat. “Di sana saya merasa harus mendapat keadilan,” katanya dengan sorot mata yang terlihat mendendam. Benar saja. Waktu itu Purni menggantung perceraiannya dengan suaminya. Bahkan ia berjuang sendiri melaporkan suaminya itu pada institusi tempatnya bekerja. “Saya tidak ingin rugi sendiri. Ia juga harus menanggung sakit hati yang saya alami akibat perbuatannya,” kata Purni yang ingin memberi pelajaran pada suaminya itu. Ia beruntung, karena mendapat respon yang baik institusi suaminya itu. “Kasus saya diurus dengan baik dan saya salut pada pimpinan institusi itu,” katanya. Sampai tiba masa suaminya itu akhirnya dipecat dari kesatuannya dan Purni lalu menceraikannya. Lembaran pertama hidup Purni telah usai. Ia kemudian membesarkan anak lakilakinya itu seorang itu. “Tidak sekalipun
ia datang menjenguk anaknya,” kata Purni yang terlihat sangat enggan menyebut nama suaminya itu. Bocah lelaki yang lucu itu bahkan pernah “ditawar” sepasang suami istri kaya yang tidak memiliki anak untuk dijadikan anak angkat mereka. Ia bahkan sempat ditawari sejumlah uang untuk membeli rumah asalkan mau mereka angkat anak lelakinya itu. Mereka sangat sayang pada bocah itu. Hampir tiap hari mereka menjemput bocah itu ke kos-kosan Purni. Mereka merawatnya dengan sangat baik dan memenuhi semua kebutuhannya. Kala itulah Purni bisa melanjutkan kuliahnya dan tertolong biaya susu dan kebutuhannya anaknya itu. Bujukan suami istri itu agar bisa mengangkat anaknya terus menerus disampaikan. “Tapi saya ingin membesarkan sendiri anak saya apa pun risikonya,” katanya. Karena rasa tidak enak pada pasangan suami istri yang sudah begitu sayang pada anaknya itu, membuat Purni pulang kampung ke Bima dan tidak melanjutkan kuliahnya. Di kampung halamannya itulah Purni kemudian bertemu dengan lakilaki baik-baik yang bersedia menikahinya. Lagi-lagi keberuntungan berpihak padanya. Purni menikah kembali setelah tiga tahun mengalami peristiwa yang memalukan pada pernikahan pertamanya. Kini ia telah memiliki tiga anak (satu dari pernikahan pertama dan dua dari pernikahan keduanya). Ia selalu berharap bahwa kehidupannya kelak berjalan dengan baik dan ia sama sekali tidak berharap kelak anak pertamanya yang kini sudah bersekolah itu dapat bertemu dengan ayah kandungnya. “Jangankan datang menjenguk, ditanya saja tidak pernah,” kata Purni. Itulah sebabnya ia lebih suka jika putra pertamanya itu tidak mengenal ayah kandungnya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
Woman on Top
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
Pulau Sipadan merupakan pulau kecil yang terletak tak jauh dari pulau Kalimantan/ Borneo (di sebelah utara Pulau Tarakan, Kalimantan Timur). Beberapa tahun lalu, pulau ini menjadi perebutan antara Indonesia dan Malaysia, hingga sampai ke Mahkamah Internasional. Namun, keputusan Mahkamah Internasional, Malaysialah yang memiliki pulau tersebut, karena Malaysia lebih dominan dalam pengurusannya dari pada Indonesia.
P
ulau Sipadan adalah satu dari sekian wilayah yang menjadi perebutan wilayah Indonesia dan Malaysia. Tak hanya wilayah, bahkan budaya Indonesia pun, seperti Tari Pendet (dari Bali) sempat diklaim
Arsip Selamatkan Aset peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Jadi, arsip tak hanya surat-surat, arsip itu dokumen, baik itu berupa foto, video, surat, tulisan-tulisan di batu, besi, lempengan yang hanya diciptakan sekali pada saat itu, dan tak mungkin hal yang sama. Kalau pun ada lagi yang sama, hanya tidak
pada saat itu. Mungkin saja harinya sama tapi jamnya sudah berbeda, dan tertandatangani/resmi,” jelasnya. Arsip memiliki nilai sejarah dan bisa menjadi bukti jikalau ada masalah. Nanik-demikian sapaan akrabnya mengumpamakan ada naskah dinas provinsi Bali. Misalkan lepas dari ciri-khas-ciri khas itu artinya bukan naskah aslinya. “Makanya orang-orang dari lembaga kearsipan itu sering jadi saksi ahli terkait bukti autentik ini,” jelasnya. Arsip biasanya dicari untik alat bukti, penelitian (mencari S2, S3), mencari referensi, dan juga penelitian untuk mencari sesuatu hal. Seseorang ingin membuktikan sesuatu hal di sebuah desa, itu bisa dicari di lembaga kearsipan kabupaten/kota atau di lembaga arsip provinsi. Karena itu, Nanik menegaskan begitu amat pentingnya arsip ini, yang menjadi dasar untuk merencanakan sesuatu selanjutnya dan memiliki nilai sejarah yang kuat. Di setiap instansi, dikatakannya juga harus memiliki record center, mempunyai satu ruangan khusus untuk menyimpan arsip-arsip statis mereka. Sementara arsip dinamis, yakni arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu, dikatakannya masih harus diolah di masingmasing bidang tersebut. “Sejauh ini di masing-masing dinas belum ada. Tapi kami sudah mengarah kesana, membina supaya mereka benar-
Luh Putu Haryani, S.E., M.M.
benar tertib arsip,” ucapnya. Nanik mengatakan, semestinya Bali punya ruangan seperti pameran yang mendisplay masing-masing kabupaten/kota, dan dipaparkan pembentukannya dari awal. Misalnya bermula dari kerajaan, apa yang menonjol, dsb. Di Bali, semua harus dibenahi, seperti sejarah gubernur pertama sampai sekarang, dan apaapa saja yang diperbuat. “Seharusnya pengelolannya seper ti itu, dan kita akan mengarah kesana. Target ke depan, agar lembaga kearsipan bisa melayani semua orang, menunjukkan bahwa arsip itu benarbenar amat penting, karena bisa menyelamatkan aset, menyelamatkan nyawa, karena bagian dari sejarah,” pungkas Nanik sembari mengatakan Tahun 2016 ini Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali berhasil meraih peringkat empat di wilayah Indonesia Timur dalam ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia) Award. (inten.indrawati@cybertokoh.com)
SPAK Bali Tebarkan Virus Antikorupsi
SPAK Bali tengah menunjukkan permainan semai
Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Pertanyaannya adalah kenapa perempuan?. Sebab perempuan adalah tokoh sentral dalam keluarga yang memiliki andil besar pada langkah dan perkembangan sebuah keluarga. Hal ini pula yang menjadi perhatian bagi KPK dan AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice), memberikan kontribusi yang luar biasa kepada
perempuan Indonesia dalam upaya perlawanan terhadap korupsi, khususnya dalam hal pencegahan. SPAK Bali dibawah koordinator RA Ayu Citra Resminingrum, S. Km, yang biasa dipanggil Ayu, pada Rabu (26/10), mengajak dua orang Agen SPAK Bali lainnya, yakni Putu Nuniek Hutnaleontina dan Sry Adena, dengan kompak dan penuh semangat mengu-
Kegiatan SPAK Bali tengah bermain Majo bersama Dharma Wanita Persatuan Kementrian Agama Kanwil Provinsi Bali
mandangkan pentingnya nilai-nilai anti korupsi ditanamankan pada keluarga dan khususnya anak sejak dini. Kegiatan ini dilangsungkan di Aula Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Bali dasn dihadiri oleh pengurus dan anggota (DWP) Dharma Wanita Persatuan Kanwil Agama Provinsi Bali. Menariknya lagi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kementrian Agama Kanwil Provinsi Bali , yakni Ketut Suarni Lastra juga merupakan salah satu agen SPAK Bali. Seluruh anggota DWP Provindsi Bali yang hadir saat itu pun sangat antusias untuk mengenal sikap-sikap anti korupsi melalui permainan Lima Jodoh (Majo) dan Sembilan Nilai Antikorupsi (Semai), yang bertujuan untuk menanamkan sembilan nilai diantaranya kejujuran, keadilan, kerjasama, kemandirian, kedisiplinan, bertanggungjawab, kegigihan, keberanian, dan kepedulian. Menurut Suarni, sebagai istri aparatur negara, mereka semua sepatutnya harus bersih dari yang namanya korupsi. Bahkan dengan acara bersama SPAK Bali tersebut, seluruh anggota DWP Kementrian Agama Provinsi Bali bisa menjadi relawan-relawan SPAK yang mau bersama-sama membawa gerakan moral ini di lingkungannya masingmasing demi mencegah kejahatan korupsi yang semakin menggurita. Sementara Koordinator SPAK Bali Ayu, mengatakan bahwa dirinya dan Agen SPAK wilayah Bali lainnya sebelum melakukan kegiatan, telah mengikuti ToT Agen SPAK. Mereka sudah pula
SPAK Bali menjelaskan nilai-nilai anti korupsi Dharma Wanita Persatuan Kementrian Agama Kanwil Provinsi Bali
memperoleh bekal pengetahuan dasar mengenai tindak pidana korupsi, pengetahuan tentang modus-modus dan peluang-peluang terjadinya tindak pidana korupsi serta konsekuensi hukumnya. Dengan memperluas keterlibatan perempuan dalam gerakan antikorupsi seperti yang mereka lakukan, katanya diharapkan akan mencakup lebih banyak organisasi maupun individu perempuan yang bersedia menyebarkan gerakan antikorupsi kepada komunitasnya masing-masing. Ayu mengatakan para agen SPAK, kata Ayu dengan sukarela melaksanakan tugas untuk terus menyebarkan pengetahuan tentang gerakan antikorupsi. Ayu pun memutarkan video tembang “Padamu Negeri” yang membuat sua-
19
Dody Yan Masfa Gelar “Mak Gugat” di Blora
Luh Putu Haryani, S.E., M.M.
sebagai budayanya. “Jika melihat dari kasus ini, mungkin Malaysia banyak memiliki arsip-arsip tentang pulau ini. Sama halnya ketika kita memiliki tanah, tetapi kita tidak mengurus sertifikatnya, bagaimana kita bisa mengklaim jika tanah itu milik kita. Inilah pentingnya sebuah arsip, karena arsip itu menjadi bukti autentik dan memiliki nilai-nilai sejarah,” tegas Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali, Luh Putu Haryani, S.E., M.M. Dalam Perda Provinsi Bali No. 7 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kearsipan, disebutkan bahwa arsip merupakan rekaman kegiatan atau
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
sana senyap sejenak bahkan beberapa ibu nampak tak tahan meneteskan airmata. Begitu juga dengan kegiatan SPAK sebelumnya yang dilangsungkan di KPU Bangli pada Rabu (19/10), atas undangan Kepala Divisi KPU Bangli, Gede.P. Roy Suparman berlangsung lancar. Ayu kala itu didampingi dua agen SPAK lainnya yakni Mega Ayu Dwiyanti dan Ni Luh Apriyaningsih. Sebagaiman tujuan aktivitas SPAK, dikatakan oleh Ayu saat di KPU Bangli juga di gelar pemainan Majo dan Semai, yang intinya cegah korupsi dengan mengajak semua untuk menghindari perilaku-perilaku koruptif yang disebut-sebut sebagai cikal bakal tumbuhnya korupsi. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
SPAK Bali di KPU Bangli
Dody Yan Masfa, menggelar pertunjukkan bertajuk ‘Mak Gugat’ di Blora, Jawa Tengah Jumat (28/10). Dedengkot teater Tobong Surabaya ini, menampilkan kembali pertunjukkan yang pernah ditampilkan di Yogjakarta dan Surabaya beberapa waktu lalu.
K
epada awak media, Dody menjelaskan pertunjukannya kali ini merupakan kritik pada kesombongan kapitalisme yang makin mengangkangi seluruh sendi kehidupan. “Saya berharap ini menjadi teater peristiwa yang merespon secara langsung persoalan kekinian,” kata mantan
aktor Teater Jaguar ini. Peraih sutradara terbaik ajang Kompetisi Teater Indonesia 2010 itu, menegaskan konsep garap pertunjukan kali ini adalah meminimalisir kerja tim. Ia akan lebih menekankan pada personality performance. “Ini berangkat dari pemahaman bahwa aktor adalah muara kreativitas,” kata pendiri Teater Tobong ini.
Selain sutradara, Dody adalah aktor monolog yang sangat ekspresif. Konsep teaternya menekankan pada prinsip-prinsip totalitas bawah sadar aktor. Hal ini terlihat pada karya monolognya seperti “Imagination Screaming Of Magic” atau “Anak Sihir” cukup kuat dan meninggalkan kesan bagi penikmatnya.
Triandy Santyawibowo
Terapkan Tarif Batas Pertumbuhan hotel di Surabaya sangat pesat. Untuk area Jemursari dan sekitarnya saja hingga akhir 2016 tercatat ada 10 hotel. Pada 2017, sedikitnya ada lima hotel baru berebut pasar di area Jemursari dan Jemur Handayani. Sehingga total ada 15 hotel. Dari jumlah itu, Hotel Zoom salah satu dari hotel bintang tiga di kawasan itu yang memproklamirkan market sudah terbentuk. ‘’Kami bersaing hanya beda harga antara Rp 50.000 – Rp 200.000 saja,’’ kata General Manager Hotel Zoom, Triandy Santyawibowo, pekan lalu. Yang menarik, meski bersaing ketat dalam tarif kamar, hotel yang berada di kawasan Jemursari justru bergabung dalam Jemursari Hotel Community/JHC. JHC sepakat menerapkan tarif batas atas dan batas bawah seperti layaknya tarif angkutan. Terkait tarif, pihaknya sepakat membuat tarif batas bawah termurah sekitar Rp 300.000. Sementara batas atas tergantung masing-masing hotel. Di Surabaya, hotel bintang tiga tercatat ada 50 hotel. Dia tidak menganggap hotel sebagai kompetitor tetapi hanya sebagai mitra. Dengan demikian, hubungan antar hotel tetap terjaga ditengah persaingan. D a l a m menghadapi perTriandy Santyawibowo saingan, bapak tiga
anak ini menerapkan prinsip konsep urban masyarakat perkotaan. ‘’Lebih efisien yang kecil-kecil tetapi makanan komplit. Seperti, makanan Cina, makanan tradisional hingga bakso,’’ kata pria yang juga menjabat Corporate GM Cyras ini. Menurut dia, Hotel Zoom yang memiliki 80 kamar saat ini okupansinya mencapai 70 persen. Sebagian besar tamu yang menginap di Zoom dari kalangan bisnis. Selama ini, masyarakat mengenal kota destinasi di Jatim hanya Banyuwangi, Jember dan Malang. Sudah saatnya Surabaya termasuk sebagai kota destinasi di Jatim disamping ketiga kota tersebut. Triandy Santyawibowo, yang memiliki pengalaman bekerja di dunia perhotelan selama 20 tahun mulai bekerja di hotel jaringan internasional, nasional dan lokal ini akan mengembangkan hotel kelompok Cyras dengan membuka hotel di Dharmahusada Surabaya Maret 2017. Disusul pendirian Hotel Zoom di Kediri, Malang, Bandung, Yogya dan Lombok. Untuk mempererat tali silahturahmi para general manager hotel pada 20 April 2016 mendirikan Indonesian Hotel General Manager Association/IHGMA yang berpusat di Bali. Anggota IHGMA saat ini mencapai 600 anggota yang tersebar diseluruh Indonesia. Mulai 25 Oktober lalu, IHGMA berdiri di Jatim. Triandy Santyawibowo, tercatat sebagai sekretaris jendral. IHGMA, bertujuan sebagai forum komunikasi mandiri bagi pemimpin yang memiliki integritas, profesionalisme. ‘’Anggota IHGMA adalah para general manager asli Indonesia,’’ ujarnya sambil menjelaskan tujuan IHGMA lainnya ingin jadi tuan rumah di negeri sendiri. (Bambang Wiliarto)
pernah diraihnya, seperti sutradara terbaik II Lomba D r a m a L i m a Ko t a d i Surabaya (1997) bersama teater Botak, Sidoarjo. Karya pertunjukannya yang berjudul Orkes Langit dinobatkan sebagai pertunjukan dengan tata artistik terbaik I di ajang Festival Teater Alternatif GKJ Award 2003, di Gedung Kesenian Jakarta. (Dona) Selain dua karya tersebut di atas, Dody juga banyak menelorkan karya monolog dan pertunjukan bersama teater To b o n g , Te a t e r Fataria dan Teater Sabda. Prestasi yang
Dody Yan Masfa
6
20
Nine
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Banyak dan besarnya potensi yang ada di sekitar perempuan membuat Fitri Nugrahaningrum (edisi minggu lalu) berpikir untuk menggerakkan potensi-potensi tersebut demi meningkatkan harkat dan derajat kaum perempuan yang datang dari diri perempuan itu sendiri.
F
itri yang seorang penyandang tuna netra itu memang tidak bisa menjalankan cita-cita besarnya untuk menggerakkan potensi perempuan dalam jangkauan yang luas melainkan ia mulai dari sekitarnya, dari orangorang di dekatnya yang jelas-jelas dapat dijangkaunya. Mereka itu adalah para ibu di antara 400 wali murid yang belajar di Taman Belajar SAMARA (Satelit Masa Depan Negara) yang dibukanya sejak tahun 2011 lalu, dengan membuat kelompok-kelompok usaha seperti usaha rumah tangga. Fitri memulainya dari hal yang kecil dan bisa dijangkau.
Fitri Nugrahaningrum
Mulai dari Hal Kecil
Berawal dari melihat kondisi perempuan di sekitar lingkungan tempatnya tinggal di Dusun Karang Bedil Selatan, Kediri Lombok Barat, di mana banyak perempuan yang memilih menjadi TKW atau menjadi orangtua tunggal bagi anak-anak mereka akibat perceraian dan juga tidak memiliki pekerjaan yang bisa membantu ekonomi keluarga, gagasan untuk membuat kelompok-kelompok usaha itu pun tercetus dan ia wujudkan di tahun 2012. “Saya ingin para perempuan tidak harus mengais rezeki sampai ke luar negeri dengan meninggalkan anak-anak mereka yang sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang ibu, dengan membuat mereka memiliki keterampilan yang dapat menghasilkan sejumlah uang untuk membantu ekonomi keluarga,” ujar Fitri. Menurut Fitri, anak-anak yang tumbuh tanpa kasih sayang dan belaian seorang ibu akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang
anak-anak mereka. Itulah sebabnya ibu menjadi sosok penting dalam proses tumbuh kembang anak. Banyak sumber daya alam di Lombok yang bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan potensi para ibu, membuatnya bahkan dengan
modal sendiri mengajak para ibu yang menjadi wali murid-muridnya di Taman Belajar SAMARA untuk belajar membuat ragam kue basah dan kerajinan tangan yang dibentuk dalam kelompokkelompok usaha. Fitri memulai dari apa yang dibisanya. Ia lalu
mengajarkan para ibu ini untuk membuat antara lain brownis, kripik pisang hingga kopi tumbuk khas Lombok yang diproduksi secara tradisional dengan nama Kopi Inaq Amaq. Biaya untuk pelatihan ini ditanggung seluruhnya oleh Fitri dari dana hadiah-hadiah yang pernah diperolehnya dalam berbagai penghargaan atas aktivitas sosialnya. Ia juga melatih sendiri para ibu dan remaja putri dalam membuat kue-kue basah tersebut. Tiap hari Senin, Rabu dan Jumat ia melatih para ibu dan remaja putri dengan modal untuk membeli bahan dan alat dari biayanya sendiri. Dan setelah para ibu ini mahir membuat kue dan produk makanan lainnya, ia bantu memasarkannya lewat SAMARA. Dari sinilah SAMARA mendapatkan sekitar 10% dana yang disisihkan dari keuntungan hasil penjualan produk ibu-ibu tersebut yang dijual lewat SAMARA. Dana ini kemudian masuk dalam kas SAMARA untuk membiayai kebutuhan belajar anak-anak di Taman Belajar SAMARA. “Namun jika para ibu menjualnya langsung dari rumah-rumah mereka, semua keuntungan menjadi milik para ibu,” kata Fitri.
rasa dengan komposisi resep yang sama. Selain itu agar para ibu tetap memproduksi kue-kue dan kopi untuk menjaga agar bisa tetap memenuhi permintaan pasar,” ujarnya. Fitri memperhatikan permintaan pasar meskipun sejauh ini produksi khususnya yang dipasarkan lewat SAMARA masih lebih banyak berdasarkan permintaan/
pesanan. Dan untuk tetap menjaga daya hidup kelompok-kelompok usaha ini, Fitri selalu menyempatkan diri untuk membuat lomba-lomba membuat kue dari bahan-bahan sederhana yang sangat mudah didapat dan dekat di sekitar. “Saya buatkan lomba-lomba kreasi dan kreativitas kue saat Hari Kartini
atau Hari Ibu. Bahannya dari labu dan singkong,” ujar Fitri yang memberikan modal pada para peserta masing-masing Rp 15.000. Sederhana dan secukupnya memang. Fitri memang tidak dapat memberikan mereka modal yang besar. Tetapi di balik dana yang minim dan lomba sederhana itu, telah mampu menggerakkan potensi para perempuan yang ada di sekitarnya. “Meskipun hanya dengan Rp 15.000, hasilnya luar biasa, ibu-ibu bisa menghasilkan macam-macam kue,” katanya. Mimpi besar Fitri kelak para perempuan ini dapat hidup m a n d i r i d a r i k eter a m p i l a n yang mereka miliki itu. “Ketika mereka mandiri mereka dapat menunjang ekonomi keluarga dengan baik dari pada menjadi buruh migran yang lebih banyak meninggalkan masalah terutama bagi anak-anak,” katanya. Tidak hanya para wali murid yang mengikuti pelatihan dan memproduksi kue basah melainkan
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
juga para remaja putri yang ada di sekitar SAMARA. Jika para ibu memproduksi kue dari rumah-rumah mereka, maka remaja putri memproduksi kue di rumah SAMARA. Dan pemasaran hasil produksi para remaja putri ini dilakukan langsung oleh SAMARA. Melihat antusiasnya para ibu dan remaja putri dalam kelompok-kelompok usaha ini, ia sangat berharap ada sentuhan pemerintah atau pun simpatisan yang tergerak untuk membantu para perempuan ini. Fitri mengaku bahwa SAMARA hanyalah Taman Belajar, bukanlah yayasan yang bisa mengakses bantuan-bantuan pemerintah atau pihak lain. “Modal untuk membuat yayasan itu besar, sementara ini, daripada untuk mengurus yayasan, dana dari rejeki kami, lebih baik untuk membiayai pelatihan ibu-ibu atau juga untuk keperluan belajar anak-anak,” ujar Fitri yang aktivitas sosialnya itu didukung penuh oleh suaminya Muhammad Zaki. –naniek.itaufan@cybertokoh.com
5
Berusaha adalah Kunci Sukses Juara adalah Bonus
Tidak dapat dimungkiri Bali memang terkenal dengan pariwisata. Banyak turis lokal maupun turis asing berlomba-lomba ingin melihat pesona Bali. Pesona alami Bali itu tentu tidak cukup diketahui melalui internet ataupun brosur pariwisata. Maka dari itu, pemerintah mengupayakan berbagai cara agar pariwisata Bali mampu makin berkembang dan bermanfaat. Salah satu upaya yakni memilih duta pariwiasata. Banyak pemilihan duta pariwisata yang beradasarkan pada 3B brain, beauty, behavior. Sebut saja pemilihan Jegeg Bagus yang diadakan setiap tahun. Kebanggaan menjadi duta pariwisata Bali tentu diarasakan oleh Putu Ratih Aristia Dewi atau akrab disapa Ratih.
–naniek.itaufan@cybertokoh.com
Sembilan Kelompok Hasilkan Kue dan Kopi Tumbuk Apa yang dilakukan Fitri ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat sekitar khususnya yang memiliki anakanak yang belajar di SAMARA. “Ternyata jika masyarakat diberdayakan, mereka menyambutnya dengan sangat baik,” ungkap Fitri yang mengaku meski masih terkendala modal dan marketing namun tidak membuat langkah ia dan para ibu surut untuk terus berkarya. Saat ini ada sembilan kelompok yang terdiri dari 10 hingga 11 orang perkelompok yang aktif memproduksi kue dan kopi tumbuk dari dapur-dapur di rumah-rumah sederhana mereka. Agar kelompok-kelompok usaha rumahan ini tetap berjalan dengan lancar, tiap kali ia mendapatkan rezeki Fitri selalu mengupdate pelatihan-pelatihan dengan resep-resep baru. Ini diperlukan untuk membuat para ibu tersebut semakin mahir dan terampil dengan tetap mempertahankan rasa. “Saya tekankan untuk tetap mempertahankan
Inspirasi
M
enjadi duta pariwisata tentu kebanggan semua orang. Terlebih menjadi duta pariwisata di Bali. Kebanggan itu tentu dirasakan oleh Ratih, ketika ia m a m pu menjadi Jegeg Bali 2016. “A w a l n y a saya dipaksa untuk ikut
pemilihan ini. Lalu saya ikut saja, walau tidak yakin dan tidak percaya diri. Banyak orang- orang terdekat yang mendukung dan percaya saya pasti bisa. Tidak disangka, tahap pertama saya lolos, kemudian tahap kekedua, dan seterusnya hingga menjadi 10 finalis,” lanjutnya. Sebelum pemilihan Jegeg Bali, Ratih mengikuti seleksi pemilihan Jegeg Gianyar terlebih dahulu pada Maret 2016. Merasa kurang percaya diri, Ratih menjadi perlu untuk mempersiapkan segala hal. “Persiapan pertama dari belajar jalan, duduk, berdiri, belajar cara menjawab pertanyaan,” tutur siswi SMAN 1 Denpasar tersebut. Berkat persiapan yang cukup matang, Ratih berhasil mengalahkan 200 peserta yang mengikuti seleksi Jegeg Gianyar. “Susah itu untuk tampil percaya diri. Sehingga kita harus tetap stabil agar tidak terlihat kurang oleh peserta yang lain,” lanjutnya. Ditanya tentang visi misi untuk Kabupaten Gianyar, dara kelahiran 21 Juni 1999 tersebut mengatakan bahwa Gianyar perlu mengatasi pola pikir masyarakat. “Masalah sampah, macet, dan pariwisata di Gianyar masih menjadi topik.
Menurut saya, pola pikir masyarakat untuk sadar sampah perlu ditingkatkan. Salah satu solusi yakni buat waktu pembuangan sampah. Selain itu, macet. Macet di Ubud dapat diatasi dengan membuat lapangan parkir. Terakhir tentang pedagang dan pemandu wisata yang “nakal”. Mereka hendaknya perlu arahan agar tidak terkesan memaksakan pengunjung untuk membeli jasanya,” terang buah hati pasangan Ni Wayan Sutari dan Made Gede Sutiawan. Ratih juga berbagi cerita tentang perasaan ketika dinobatkan sebagai Jegeg Gianyar 2016. “Perasaan ketika dapat selempang, saya berpikir harus banyak memperjuangkan Gianyar untuk tingkat provinsi. Selama 3 bulan saya lumayan tertekan. Tetapi banyak yang mendukung dan membimbing. Saya termasuk finalis termuda. Saya melihat pesaing itu hebat-hebat, saya sempat tidak percaya diri, tetapi saya harus berusaha dulu. Juara hanya bonus jika kita sudah berusaha,” tutur pemilik hobi menyanyi, main piano, dan modeling tersebut. Setelah berhasil menjadi Jegeg Gianyar, Ratih pun lanjut pada tahap provinsi. Pemilihan Jegeg Bali 2016 pada Juli itu membutanya semakin harus bekerja keras. “Saya didukung penuh oleh orang tua, semeton Jegeg Bagus Gianyar, mereka banyak memberi saya motivasi, arahan, dan yakin saya bisa. Saya pun ingin mempersembahkan juara ini pada orang tua saya. Membuat mereka bangga adalah impian saya,” tutur Juara 1 Fashion Show IWAPI Gianyar 2015 itu. MENANGIS DI PANGGUNG Meskipun peserta lain sempat membuatnya tidak percaya diri, Ratih tetap tampil maksimal. “Saya merasa bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Bali. Bisa cerdas menghadapi masalah, membuat solusi, mampu menghadapi diri sendiri dan orang lain, kelakuan yang baik, kebiasaan yang baik dan yang penting untuk menjadi diri sendiri,” tukas Juara
1 Fashion Show Busana Pesta PKB Ke-35 2009 itu. Dengan kepercayaan diri yang sudah Ratih tanamkan, maka tidak salah jika sebutan Jegeg Bali 2016 menjadi identitasnya. Ratih mengaku kunci utama adalah sabar menghadapi diri sendiri. Baginya, masalah pasti ada. Namun yang penting jangan menyerah terhadap masalah yang diberikan. Juara 3 Speech Contest se-Kabupaten Gianyar 2012 itu juga menceritakan kendala-kendala yang ia hadapi selama mengikuti Jegeg Bali 2016. “Kendala itu agar kita tetap bagus dengan pasangan. Kita harus jaga sikap dengan panitia, kita harus tahu cara menghadapi perserta lain. Berusaha adalah kunci untuk sukses. Juara adalah bonus,” lanjutnya. Usaha Ratih tidak saja ketika mengikuti ajang Jegeg Bali. Di balik suka tentu Ratih sempat merasakan duka. Ratih yang bercita-cita menjadi dokter itu mengaku sempat mengalami krisis percaya diri. “Duka saya, ketika saya mengidap sinus 3 tahun lalu. Suatu saat,
setelah oprasi sinus, saya kembali mengikuti lomba nyanyi. Ketika menyanyi suara saya tidak keluar lagi. Saya malu di atas panggung. Saya pun menangis dan turun panggung. Dan mama bilang coba lagi, lagi, dan lagi. Walau setiap latihan saya nangis tetapi saya selalu mencoba. Syukur suara saya pulih enam bulan kemudian,” kenang Juara 3 Lomba L a g u Po p S o l o se-Provinsi Bali FLS2N Provinsi Bali 2012 tersebut. Juara 1 Fashion Show IWAPI Gianyar 2015 tersebut menegaskan bahwa segala pengalaman yang ia lalui sungguh berkesan. Baginya yang paling berkasan adalah proses. Proses dari semula tidak percaya diri menjadi percaya diri. “Jangan pernah berhenti berusaha. Kalau tidak optimis kita akan membawa pikiran negatif. Saya harus bisa, walaupun muda saya bisa memberikan yang terbaik,” begitulah prinsip yang dimiliki oleh Duta Gianyar dalam ajang PKB 5 tahun berturu-turut. Saat ini Ratih ingin fokus belajar walau banyak tugas dan program yang harus dilaksanakan. Ratih yang tengah duduk di bangku XII MIA 6 itu mempersiapkan ujian akhir dengan sungguh-sungguh. Tentu Ratih kini juga membagi waktu untuk tugasnya menjalankan tugas sebagai Jegeg Bali 2016. “ Saya harus menghadiri beberapa acara sosial, selain itu kami akan mengadakan bakti sosial, kami akan menghadiri pesona budaya. Program kami yakni jalan sehat peduli lingkungan dan kerjasama dengan dinas lingkungan,” tuturnya mengakhiri percakapan. (Wulan)
4
Inspirasi
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Namanya unik, Leke Galleria. Awalnya pengunjung stannya tidak tahu kalau itu adalah nama gadis cantik ini. Pengunjung itu bertanya apakah yang tertera di kartu nama itu adalah brand produknya. Leke sambil tertawa pun menjelaskan bahwa itu adalah namanya.
Leke Galleria
Step by Step
“H
ehhe iya orang suka keliru. Nama saya dikira brand produk kerajinan,” ucapnya sambil tertawa. Dan ia pun menyebut nama brand produk kerajinan ketak miliknya ‘Tao Natural Craft’. Menurut Leke, namanya diambil dari nama desa asalnya yakni Desa Bekele yang terletak di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, NTB. Bisnis kerajinan ketak dan rotan yang kini ditanganinya, ujar Leke, adalah warisan orangtuanya. Dulu, katanya, ayahnya termasuk salah satu yang ikut mengembangkan kerajinan tersebut dan menjadi pengusaha pertama di desanya yang berhasil mengekspor kerajinan ketak ke berbagai negara di era 90-an. Akhirnya, kerajinan ketak dan rotan pun berkembang di desanya. “Desa kami Bekele merupakan sentra kerajinan ketat dan rotan di Lombok. Di desa kami ketak dan rotan melimpah. Orang dari mana-mana yang ingin mengembangkan bisnis kerajinan ketak dan rotan atau ingin menjual produk kerajinan ini, datang ke desa kami,” ungkapnya. Di desanya, lanjut Leke, warga desa seolah ‘membagi tugas’. Ada yang pengrajin, pengusaha, juga ada kelompok-kelompok yang khusus menyediakan bahan baku ketak dan rotan, juga ada kelompok yang memasarkan baik ke buyer dalam negeri maupun keluar negeri. “Jadi kami pengusaha tidak perlu susah-susah mencari bahan baku di hutan karena sudah ada yang menyediakan,” tutur sulung tiga bersaudara ini. Leke sendiri mulai meneruskan usaha ayahnya pada tahun 2009 lalu, ketika itu ia masih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Mataram. Namun waktu itu ia masih mendapat pendampingan dari sang ayah, setelah dirasakan sudah mampu barulah
ayahnya melepaskan dia untuk mengelola secara penuh bisnis tersebut. Hanya saja uniknya, ketika akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, Leke justru tidak memilih bidang ekonomi atau bisnis atau manajemen bidang yang akan dipelajarinya, melainkan bidang hukum. “Ya karena sejak dulu saya bercita –cita ingin menjadi notaris. Untuk itu kan saya harus kuliah S2 di Universitas Diponegoro hukum mengambil jurusan kenotariatan. Saya sudah selesai S2, namun karena usia saya masih 23 tahun, saya belum bisa membuka kantor sendiri. Saya harus menunggu usia 27 tahun untuk membuka kantor notariat. Jadi sekarang saya menunggu sampai cukup umur untuk buka kantor,” jelasnya. Nah sambil menunggu, ia pun membimbing adiknya Lakon Surya Putra untuk menekuni bisnis kerajinan ketak dan rotan. “Dulu saya dibimbing ayah, sekarang giliran saya membing adik, dia juga masih kuliah sekarang. Nanti ketika saya membuka kantor, dialah yang meneruskan. Tapi saya tetap akan mengawal bisnis ini, termasuk ikut terjun jika ada event-event besar,” paparnya.
PERSAINGAN KETAT DAN RAJIN INOVASI Ia bercerita UKM kerajinan ketak dan rotan berkembang pesat di Lombok. Hal ini karena tingginya permintaan baik dari dalam negeri maupun luar biasa. Apalagi kerajinan ketak ini pun juga semakin berkembang menjadi aneka produk bukan hanya aksesoris rumah tangga tapi juga produk-produk fashion, di antaranya aneka model tas-tas unik. Desain-desain menarik, produk-produk unik, membuat kerajinan ketak makin banyak diminati. Itu sebabnya jumlah UKM yang ‘bermain’ di ‘lahan’ ini pun makin banyak. Di satu situ, katakan, ini merupakan hal yang menggembirakan karena kerajinan ini diterima oleh berbagai lapisan masyarakat hingga konsumen luar negeri, namun di sisi lain, persaingan menjadi semakin ketat. Menurut Leke, menyikapi persaingan yang semakin ketat, tidak ada lain selain tetap mempertahankan mutu, juga rajin berinovasi. “Saya juga ikut terlibat dalam pembuatan desain produk. Kadang ayah juga ikun bantu desain. Kadang saya sampai tidak tidur memikirkan desain produk yang akan dibuat. Ya maklum kami bersaing ketat, jadi harus selalu menghadirkan produkproduk baru,” ujarnya. Kadang sudah berpikir susah payah melahirkan produk baru, ketika barang ini laris maka banyak yang meniru. Tapi itu memang konsekuensinya jika
barang di lihat orang lain. “Ya memang begitulah realitanya, mau bagaimana lagi. Ya tidak apa apa lah, dimana mana juga seperti itu,” tambahnya seraya menambahkan setiap kali pameran ia pasti membuat produkproduk baru. Lalu dia pun menunjukkan tas kerajinan ketak yang bahannya full ketak. “Ini harganya Rp1 juta. Kalau full ketak memang pengerjaannya lebih sulit karena kecil, halus, dan ini pun memiliki motif songket Lombok. Pengerjaannya harus teliti dan hati-hati, memerlukan waktu relatif lama. Tas ini dikerjakan 1 bulan. Jadi saya kira harga segitu wajar lah karena memang tidak mudah. Beda dengan rotan, ya, karena ukurannya lebih besar, karena itu harganya pun di bawah harga produk yang full ketak,” jelasnya. Dan ini, ujarnya, sambil menunjukkan replika bunga, biarpun kecil harganya lumayan lho karena proses pembuatan-
ungkapnya, ayahnya sudah berpameran kerajinan ketak dan rotan hingga ke Spanyol, Belanda, Perth Australia dan Singapura. Mereka juga memiliki buyer di Amerika. “Jadi dulu itu bagus sekali, persaingan pun belum seperti sekarang,” tambah Leke. Tapi kejayaan itu sempat terputuk gara-gara peristiwa Bom Bali I tahun 2002. Baru mau pulih, dihantam lagi dengan peristiwa Bom Bali II tahun 2005. Ini benar-benar luar biasa pengaruhnya bagi para UKM di Bali termasuk Lombok. Karena banyak dari mereka cukup mengandalkan pembelian dari buyer asing ataupun turis asing. “Namun gara-gara peristiwa bom itu, turis tidak ada yang berani datang, paling hanya satu-dua. Kami cukup lama terpuruk, kemudian akhirnya bisa bangkit berkat bantuan program pemerintah. Akhirnya tahun 2007 kami bisa ekspor lagi antara lain ke Australia,” ujarnya.
Mandalika
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Pemuda Garda Terdepan Perangi Narkoba
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari peristiwa yang melibatkan pemuda dalam gerakan patriotisme dan nasionalisme yang menyatukan semangat dan tekad para pemuda. Mereka memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yakni dalam momen Sumpah Pemuda yang dikumandangkan para pemuda 88 tahun yang lalu.
K
ala itu seluruh elemen pemuda Indonesia telah menebar semangat menjaga jiwa patriotisme dan berhasil menyatukan visi kebangsaan dan melahirkan sebuah komitmen kebangsaan yang tercantum dalam tiga pernyataan yakni bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Tahun 2016 ini merupakan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 yang
mengangkat tema, “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”. Jiwa dan semangat para pemuda di tahun 1928 itu diharapkan terus memompa semangat membangun bagi para pemuda masa kini, termasuk para pemuda di Nusa Tenggara Barat. Peran pemuda harus ada di tiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Itulah yang disampaikan oleh Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si saat melakukan pengukuhan Barisan Anti Narkoba dan Pelatihan Kader Lanjutan, Pimpinan
Wakil Gubernur NTB (kiri) H. Muh. Amin
nya rumit dan membutuhkan ketekunan tinggi. “Replika bunga ini disukai oleh turis mancanegara, khususnya dari Hong Kong,” tambahnya. Harga setangkai bunga ukuran kecil Rp135.000. “Model ini belum ada yang punya. Ini juga pengerjaannya rumit karena kecil. Mengayam daunnya satu-satu kemudian dirangkai,” tambahnya. Dulu, tambahnya, ketika sang ayah berjaya dengan bisnis kerajinan ketak, mereka secara rutin setiap bulan mengekspor produk ke berbagai negara di Asia, Australia dan Eropa. Tahun 1997,
“Dulu saya dibimbing ayah, sekarang giliran saya membing adik, dia juga masih kuliah sekarang. Nanti ketika saya membuka kantor, dialah yang meneruskan. Tapi saya tetap akan mengawal bisnis ini, termasuk ikut terjun jika ada event-event besar”
Menjawab pertanyaan apakah situasi lemahnya perekonomian Indonesia, cukup berdampak pada omzet penjualan kerajinan ketak miliknya, Leke menjawab, kalau dari sisi ekspor dia merasakan ada penurunan. Meskipun demikian ia masih tetap mendapat permintaan dari Jepang dan Malaysia, sekalipun tidak rutin setiap bulan. Sedang untuk penjualan dalam negeri, menurutnya, sejauh ini tetap bagus. Meski tidak ‘sedahsyat’ sang ayah dalam mengembangkan bisnis kerajinan ketak&rotan, Leke mengaku di tangannya ada sejumlah kemajuan yang dicatat. “Memang saya belum sehebat ayah tapi saya sudah lumayan, step by step lah. Alhamdulilah ada pemasukan. Saya juga mengembangkan pemasaran lewat media online sehingga jangkauannya bisa lebih luas,” ucapnya. -dianaruntu@cybertokoh.com
21
Pemuda sebagai generasi penerus bangsa harus bebas Narkoba
Wilayah Gerakan Pemuda Ansor, di Pondok Pesantren AlMansyuriah Ta’limussibyan NU, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Ia berharap bahwa pemuda dapat menjadi garda terdepan termasuk dalam memerangi penyalahgunaan narkoba yang akan sangat merusak generasi bangsa ini, mengingat peredaran narkoba tersebut sudah merambah ke berbagai lapisan masyarakat, karena menurutnya tidak kurang dari sekitar 50 orang mati sia-sia setiap harinya akibat penyalahgunaan narkoba. “Penyalahgunaan narkoba sangat merusak generasi muda. Saya berharap teman-teman pemuda Ansor ini bisa bekerjasama dan berkoordinasi dengan BNN untuk melawan penyalahgunaan
narkoba,” ungkap M. Amin dalam kegiatan yang digelar oleh Gerakan Pemuda Ansor Wilayah Provinsi NTB tersebut. Kegiatan yang dihadiri Kepala BNN Provinsi NTB, tokoh Agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan anggota TNI/Polri, juga seluruh pengurus daerah GP Ansor dari seluruh kota/kabupaten di NTB tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Santri Nasional beberapa hari lalu, sebagai salah satu komitmen pemuda Ansor dalam menjaga dan merawat kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dari ancaman bahaya narkoba. Peran pemuda ini sangat diperlukan karena bagi Wakil Gubernur NTB tersebut, apapun status sosial yang disandang seseorang, apakah pejabat,
kaya atau miskin tidak menjami terbebas dari bahaya narkoba. Penyalahgunaan narkoba telah merambah ke berbagai kalangan di masyarakat. Sehingga hal tersebut harus mampu diantisipasi oleh berbagai kalangan, terutama pemuda. Ketua PW GP Ansor NTB, H. Zamroni, S.Hi., M.H menyampaikan pembentukan pengurus Barisan Anti Narkoba tersebut merupakan salah satu langkah untuk menjaga generasi bangsa dari bahaya narkoba. Menurutnya, peran pemuda harus menjadi bagian tak terpisahkan dengan masa depan bangsa, seperti halnya yang telah dilakukan oleh pemuda-pemuda Ansor kala meraih kemerdekaan bangsa masa silam. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
NTB Alihkan Stok Beras ke NTT
Untuk mengurangi beban penyimpanan beras di Nusa Tenggara Barat yang merupakan daerah penyanggah pangan nasional, Perum Bulog Divre NTB melakukan pengiriman 4.000 ton beras ADA DN 2016 ke Divre NTT. Sejauh ini realisasi pengadaan beras di NTB telah mencapai 116.000 ton dari total realisasi penyerapan beras/gabah Provinsi NTB tahun 2016 yang ditargetkan sebanyak 150.000 ton. “Walaupun target penyerapan beras masih kurang 34.000 ton lagi, namun sesuai perhitungan yang dilakukan oleh Perum Bulog Divre NTB, stok beras NTB cukup banyak, baik untuk kebutuhan rastra, raskin
dan cadangan beras pemerintah. Kami masih punya ketahanan stok sampai delapan bulan ke depan,” ungkap Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu. Demi mengurangi beban penyimpanan tersebut, Perum Bulog Divre NTB memprogramkan pengalihan stok yang ada di NTB ke daerah yang defisit beras, seperti ke Divre Provinsi NTT. Bulog Divre NTB meyakini surplus yang ada di gudang Bulog bukan surplus satu-satunya, karena NTB merupakan salah satu produsen beras terbesar di Indonesia ini telah melakukan perpindahan beras ke daerah lain melalui pedagangpedagang swasta. Menurut Asisten II Pereko-
nomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Drs. L. Gita Aryadi, M.Si yang mewakili Gubernur NTB pada saat melepas pengiriman beras ADA DN 2016 Perum Bulog Divre NTB ke Divre NTT mengatakan kegiatan pengiriman beras ke Provinsi NTT secara strategis, politis dan teknis sangat menguntungkan Provinsi NTB. “Artinya bahwa, NTB baik dalam MP3EI ditugaskan oleh negara sebagai pintu gerbang pariwisata dan penopang pangan nasional, maka dengan pengiriman ini, berarti tugas negara sudah kita tunaikan dengan baik. Ia mengatakan bahwa NTB mampu memproduksi beras dengan baik dan mencukupi kebutuhan beras sam-
Pelepasan pengiriman Beras NTB ke NTT oleh Drs. HL. Gita
pai bulan Mei 2017,” ujarnya. Sebagai satu dari tujuh provinsi yang menjadi lumbung beras nasional, NTB telah melakukan berbagai upaya dalam memenuhi kebutuhan beras nasional, dengan salah satu caranya adalah membangun empat bendungan besar, antara lain bendungan Rababaka kompleks, Bendungan Tanju Dan
Mila, bendungan Bintang Bano dan bendungan Mujur yang ditargetkan selesai pada tahun 2018. “Dengan pembangunan empat bendungan baru tersebut, akan meningkat produksi beras di daerah baru dan semakin mengukuhkan NTB sebagai lumbung padi nasional,” ujar Gita Aryadi. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
22
Sosialita
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 November 2016
Mulai 28 Oktober hingga empat bulan ke depan kampanye Pilkada 2017 digelar, termasuk di Jakarta yang akan menggelar Pilkada pada Februari 2017. Berbeda dengan daerah lain di Indonesia yang juga masuk Pilkada serentak 2017, jauh-jauh hari situasi politik di Jakarta sudah terasa panas dan diramalkan akan makin panas pada masa kampanye ini.
ebagian warga Jakarta merasa cemas khawatir hal-hal tidak diinginkan terjadi. Karena adanya indikasi ada pihak-pihak yang ingin memainkan isu paling sensitif yakni isu SARA dalam pemilihan gubernur kali ini. Isu penistaan agama yang sempat heboh beberapa waktu lalu, nampaknya akan terus digulirkan. KPUD Jakarta jauh-jauh hari telah mewanti-wanti hal ini, bahkan baru-baru ini KPUD Jakarta kembali mengingatkan untuk tidak menggunakan isu SARA karena akan ada sanksinya. Di sisi lain diingatkan kepada seluruh warga untuk tidak mudah terpancing isuisu demikian, dan tetap menjaga situasi kondusif. Demikian juga PBNU yang telah mewanti-wanti warganya untuk tidak ikut-ikutan
terpancing dan menjaga iklim tetap sejuk. Lima tahun lalu ketika Pilkada digelar di Jakarta, situasi tidak seperti saat ini yang terasa agak mencekam, lantaran munculnya isu SARA bahkan gejalanya sudah ada jauh sebelum masa kampanye dimulai. Begitu ‘panasnya’ situasi politik di Jakarta sampai-sampai digambarkan sebagai ‘Pilkada rasa Pilpres’. Hal ini lantaran para tokoh nasional, baik itu tokoh politik, masyarat, bahkan tokoh agama, ikut ‘cawe-cawe’ pada hajatan yang sebenarnya hanyalah hajatan daerah. Tapi begitulah. Meski hajatan tingkat daerah, namun karena ini terjadi di Jakarta, kehebohan event pemilihan pemimpin Ibukota ini seperti ketika akan Pilpres. Tapi keluhan dan kecemasan sebagian warga Jakarta ternyata bukan hanya itu. Rupanya selama ini warga Jakarta sangat menikmati layanan berinteraksi dengan gubernur yang digelar setiap pagi di Balaikota. Dalam kesempatan itu warga Jakarta yang datang dapat
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
Amrita 108
Pilkada Jakarta “Rasa” Pilpres
Cara Cerdas Pilih Herbal
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak bahan herbal. Bahan-bahan ini bisa dimanfaatkan untuk menunjang kesehatan. Hal inilah yang ditekuni Drs. I Wayan Sudiara, M.Ph, yang lebih dikenal dengan nama Pak Herbal. “Saya belajar herbal sampai ke Tiongkok. Dari sana saya tahu tentang fungsi herbal,” ujar pria yang kini mengelola pusat herbal “Amrita 108” ini.
mengadukan berbagai permasalahan yang dihadapinya, mulai dari masalah KJP, BPJS, layanan rumah sakit, penggusuran rumah yang tak jelas, dll. Hampir semua hal bisa diadukan kepada gubernur, termasuk mengantarkan undangan pernikahan bahkan jika hanya ingin foto-foto bersama gubernur. Namun, layanan yang awalnya
digelar secara tidak sengaja ini, terhenti sejak 28 Oktober lalu setidaknya sampai empat bulan ke depan karena sang gubernur petahana, Ahok, cuti kampanye dan kini Pemda DKI Jakarta dipimpin oleh seorang plt gubernur, Soni Sumarsono, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. Kekecewaan berhentinya layanan ini diungkap oleh seorang warga Jakarta yang datang ke Balaikota Jakarta ketika Ahok cuti. “Saya tidak tahu kalau sudah tidak bisa bertemu gubernur lagi karena Ahok cuti. Katanya cutinya lama, empat bulan. Lhaa trus bagaimana, kami warga mau mengadu langsung,” ungkap Suherman, warga Jakarta Barat, yang terpaksa menitipkan bekas pengaduan di pos pengaduan di samping kantor gubernur. Menurut Suherman, ada beberapa warga lain yang juga datang ke Balaikota seperti dirinya dan kecewa karena tidak bisa mengadu langsung. “Kami diminta menyampaikan surat aduan ke posko aduan,” ucapnya seraya
mengungkapkan keinginannya bisa langsung bertemu gubernur agar masalahnya cepat selesai. “Kalau saya liat di televisi juga di koran-koran, kayaknya kalau ketemu Ahok dan mengadu langsung, masalah bisa cepat selesai. Pak Ahok suruh stafnya mencatat dan langsung menindak lanjuti. Tetangga saya yang sudah pusing
tujung keliling soal biaya rumah sakit saja, bisa langsung beres. Nggak perlu susah cari utangan kemana-mana,” paparnya. Soal layanan aduan langsung ke gubernur memang selama ini menjadi salah satu andalan warga untuk bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi. Biasanya warga yang datang adalah mereka yang sudah berupaya ke sanakemari menyelesaikan masalahnya, namun ‘mentok’ alias tidak mendapatkan jalan keluar. Layanan ini awalnya memang tidak secara terbuka diumumkan, hanya mereka yang tahu saja yang datang. Namun karena sering diberitakan pers, baik televisi, media cetak maupun online, dan omongan-omongan sesama warga yang beredar, akhirnya cukup banyak warga yang tahu adanya layanan ini. Padahal sebenarnya Pemda DKI Jakarta punya aplikasi qlue dimana setiap warga bisa mengadukan berbagai
hal yang terjadi di lingkungannya. Namun agaknya warga merasa kurang puas, kurang afdol jika tidak bertemu langsung dengan sang gubernur. Karena mereka meyakini jika bertemu langsung persoalannya akan menjadi lebih diperhatikan dan cepat penyelesaiannya dibanding Taplikasi qlue. Padahal tidak demikian. Karena lewat aplikasi qlue pun permasalahan bisa dengan cepat ditangani. Layanan interaksi dengan gubernur sebenarnya sudah ada sejak masa Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kantor Gubernur DKI Jakarta yang dulunya terkesan ‘menyeramkan’ dan ‘kaku’, namun gara-gara Jokowi jadi gubernur, berubah ‘cerah’ dan terbuka. Ini lantaran sosok Jokowi yang bersahaja dan merakyat. Jokowi yang rajin blusukan ke pelosok kampung di Jakarta, membuat dirinya menjadi sangat diterima oleh warga DKI Jakarta. Saat blusukan, Jokowi suka bertanya tentang berbagai masalah kepada warga dan berupaya membantu menyelesaikan. Sikap-sikap inilah yang membuat akhirnya warga berani datang ke Balaikota untuk bertemu Jokowi. Menariknya yang datang mengadu bukan hanya dari Jakarta tapi juga daerah lain di Jabodetabek, bahkan ada yang datang dari luar Jabodetabek. Setali tiga uang, Ahok pun ketika masih menjabat sebagai Wakil Gubernur juga melakukan hal yang sama. Meski tidak sesering Jokowi dalam blusukan, namun Ahok setiap kesempatan bertemu warga rajin membagikan kartu nama. Di kartu nama itu tertera tiga nomor HP yang bisa digunakan warga untuk mengadu. Pengaduanpengaduan warga
itu kemudian disalurkan ke dinasdinas yang menanganinya. Ketika menjadi gubernur, kebiasaan itu pun diteruskan. Setiap pagi, sejak jam 06.00, warga sudah berkumpul di pelataran pendopo menanti Ahok datang. Semakin hari jumlahnya semakin banyak sehingga akhirnya ditata agar tertib dan tidak berdesak-desakan. Disediakan juga bangku-bangku agar warga yang datang bisa duduk rapi sambil menunggu sang gubernur tiba di kantor. Di mana wartawan? Tentu saja, sebagian wartawan pun ikut menunggu Ahok bersama dengan warga. Biasanya, setelah Ahok melayani warga, giliran wartawan mendapat kesempatan bertanya ini-itu. Mengomentari kekhawatiran warga yang tidak bisa mengadu lagi, Ahok mengatakan, meski dia cuti warga tetap bisa menyampaikan pengaduannya lewat SMS kepadanya. “Warga masih bisa mengadu kok, jadi nggak berhenti. Kita kan punya pengaduan SMS,” katanya. Namun soal interaksi langsung dengan plt gubernur, Ahok mengaku dirinya tidak bisa menjamin apakah hal itu akan dilakukan Plt gubernur atau tidak. “Saya tidak tahu ya apakah Plt nantinya sempat menemui warga yang mengadu atau tidak. Apa Plt mau misalnya satu jam ngurusi pengaduan warga, itu saya tidak tahu,” ucapnya. Namun, tambahnya, ponselnya selalu siap menerima SMS warga yang nantinya akan disalurkan ke dinas terkait. “Sistem SMS kita jalan kok,” tandas Ahok.
3
P
sehat itu saya mendapatkan hikmah. Apapun sakit, pasti ada obatnya. Kita harus sabar. Saya pun tertarik dengan ilmu kesehatan yang minim kimia dan efek samping kecil. Solusinya obat herbal yang tersedia banyak sekali di alam,” ujarnya. Setelah sembuh, Pak Herbal meyakinkan dirinya untuk menekuni dunia herbal. Ia pun berangkat ke Negeri Tirai Bambu untuk belajar tentang herbal. Dari salah satu gurunya, ia me-
Pak Herbal
ak Herbal menuturkan dirinya pernah mengalami sakit, mulai dari diabetes hingga jantung. Berbagai metode pengobatan pun ia coba. Namun, hasilnya tak maksimal. Pria kelahiran 22 Juli 1960 ini beralih ke herbal. Ternyata ia menemukan kecocokan dengan mengonsumsi herbal. “Dari pengalaman sakit sampai
lihat bagaimana herbal menjadi pilihan untuk mengatasi berbagai penyakit. Ia menceritakan, gurunya bisa melakukan deteksi penyakit hanya dengan telapak tangan. Selanjutnya, diberikan obat herbal untuk penyembuhan. Pelajaran tentang herbal di Tiongkok membuat pria yang pernah menjadi dosen ini memutuskan untuk serius menekuni herbal. Ia mengombinasi-
(dianaruntu@cybertokoh.com)
Jero Melati sedang memberikan penjelasan tentang herbal amrita 108
kan ilmu herbal dengan ilmu palmistri (baca garis tangan) yang dipelajari di India. Kombinasi ini ia terapkan saat masyarakat konsultasi tentang herbal, bisa mendapatkan bonus baca garis tangan. “Bagi laki-laki, tangan kiri merupakan copy kehidupan masa lalu sedangkan tangan kanan gambaran masa depan. Bagi perempuan kebalikannya. Dari garis tangan juga bisa dilihat apakah bisa punya keturunan atau tidak. Secara umum kondisi kesehatan bisa diteropong. Tetapi, kami tidak berani mendahului kehendak Tuhan,” ujar Pak Herbal yang sudah menulis lima buku terkait herbal, diantaranya Buku Pintar Pengobatan Alternatif (Memanfaatkan Herbal untuk Pengobatan Berbagai Macam Penyakit) dan Obat Tradisional Berbagai Macam Penyakit (Mengatasi Cetik, Guna-guna, Terapi Urin, dll) Dari pengalamannya juga, Pak Herbal juga menemukan banyak kemiripan herbal di Tiongkok dengan di Indonesia. Di Asia Timur, ginseng banyak dijadikan bahan herbal, sedangkan di Indonesia ada purwaceng yang fungsinya mirip ginseng. Dalam mengolah bahan-bahan herbal ini, ia menegaskan tidak boleh sembarangan. “Dulu tanaman herbal diolah secara sederhana lalu dimasukkan dalam kapsul. Sekarang tidak boleh seperti itu. Bahan herbal harus diolah dengan baik untuk diambil saripatinya. Jika salah mengolah akan membuat khasiat obat hilang,” tegasnya. Proses produksi yang tepat inilah yang dikembangkan Amrita 108 yang memiliki tagline “Jadikan Obat Alami Herbal sebagai Pengobatan Pertama dan Utama dalam Keluarga”. “The Best Quality, Healthy and long Life” Kami berani adu dengan obat herbal impor,” kata Pak Herbal. Ada 16 obat herbal yang diproduksi Amrita 108 semua sudah terdaftar di BPOM, yakni Mangostana (ekstrak kulit manggis), Mercodia (sarang semut), Soma, Guldafita/Sambiloto, Kumis Kucing, Kelor, Manjakani, Nigella Sativa Oil, Kunyit Putih, Minyak Zaitun, Purwoceng, Temulawak, Mengkudu, Virgin Coconut Oil, Daun Piduh/Pegagan, dan Daun Dewa. Manfaat dari obat-obat herbal itu, mulai dari membantu memelihara kesehatan tubuh, membantu memelihara stamina pria, hingga mengatasi masalah kewanitaan. “Kami juga memberikan solusi bisnis herbal dengan profit yang sangat menarik dimulai dari rumah tangga. Amrita 108, solusi cara cerdas pilih herbal,” ungkap Pak Herbal yang dulu aktif di Institut Nurani Indonesia, lembaga yang mengajarkan orang untuk menjadi pengobat alternatif. Ia pun berharap makin banyak orang yang kembali ke alam untuk menyembuhkan sakit dan cerdas dalam memilih herbal yang tepat. Jero Melati, praktisi pengobatan herbal yang mendampingi Pak Herbal menambahkan, dirinya dulu memiliki gangguan kesehatan berupa batu ginjal dan kegemukan. “Saya bertemu Pak Herbal dalam acara talkshow. Saya coba obat herbal yang diberikan. Ternyata cocok. Setelah itu ditawari untuk ikut membantu Pak Herbal,” ujarnya. Ia bertugas untuk melayani konsultasi dari masyarakat yang berkunjung ke Amrita 108. Jadwalnya dari pagi sampai sore. “Saya ingin membantu Amrita 108 menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan,” tegas perempuan yang sedang hamil ini.
Pak Herbal sedang membaca garis tangan
Testimoni Saya seorang pemangku. Saya korban salah obat produk herbal yang menyebabkan mata saya seperti buta sehingga saya sulit beraktivitas. Setelah saya mendengar dari radio tentang Amrita 108 dan bertemu Pak Herbal serta dijelaskan mengenai obat herbal Amrita 108 yang sudah memiliki izin BPOM, saya pun mencoba. Setelah mengonsumsi herbal Amrita 108, penglihatan saya membaik. Sekarang saya bisa melihat lagi bahkan bisa naik sepeda lagi. (Mangku Rudita)
Tiga bulan lalu, kondisi anak saya yang down syndrom sangat lemah, mata bengkak dan tidak fokus dengan sekeliling. Setelah mengonsumsi Amrita 108, anak saya alami perkembangan yang lebih baik. Anak saya sudah mulai fokus dan sekarang belajar bernyanyi. Terima kasih Amrita 108. (Luh Sriyantini)
Anak saya awalnya sakit ginjal, tiap bulan opname di RS. Kalau kumat, wajah dan badannya bengkak serta lemas. Setelah mengonsumsi Amrita 108 Soma dan Kumis Kucing, kondisinya membaik. Saya bersyukur bertemu bisa bertemu Pak Herbal, Jero Melati, dan herbal Amrita 108. (Komang Agus Pradnyana Dinata)
Kantor Pusat Herbal Amrita 108 Jln. Gunung Agung no 9, sebelah Barat Bank Danamon, HP 081239126194/081558092936. Jero Melati 081 805 519 977 Buka pukul 09.00-20.00
2
Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
GORO-GORO Putu Wijaya
Sudah larut malam, Ami menggedor pintu. Amat gelagapan bangun. Istrinya menyusul. “A d a a p a
Ami?” Ami diiringi suaminya suaminya menggendong Kadek yang sudah tertidur. “Kenapa Kadek? Sakit?” Ami tersenyum lebar dan mengangkat dua bungkus mie rebus. “Masih hangat! Ini kesukaan Bapak!” “Tapi Kadek sakit?” “Tidak. Dia kekenyangan. Kami bertiga baru saja pesta makan bakmi tadi merayakan Bob Dylan!” “Kenapa?” “ Dapat hadiah Nobel Sastra 2016!!” “Siapa dia?” Ami langsung menggiring
orang tuanya ke meja makan. Suaminya menidurkan Kadek di kursi panjang. Anak itu terbangun, lalu diusap-usap agar meneruskan tidur. “ Tapi Bapak tidak lapar Ami.” “Tidak apa! Makan tidak harus lapar dulu. Ini merayakan Bob Dylan!” “Kenapa?” “Masak Bapak tidak tahu?” “Tidak!” Ami kelihatan kecewa. Bu Amat cepat memotong sambil makan. “Ibu tahu Pak Bob!” “Siapa dia?” “Itu yang dapat hadiah Nobel Sastra tahun ini.” Amat tercengang. “Kan tadi ada tulisannya di televisi!” “Ya, tapi kenapa mesti kita rayakan?” Ami menjawab bernafsu seakan-akan dia yang ketiban Nobel.
BOB DYLAN
“Sebab dia itu bukan pengarang tapi penyanyi. Tapi lirik-lirik lagu ciptaannya diakui dan dipuji sebagai puisi hebat. Dia menyuarakan kemanusiaan, perdamaian dan menentang kekerasan. Dalam musik dia seperti seorang nabi. Pengaruhnya merebak ke seluruh dunia. Termasuk Indonesia. Seperti Iwan Fals juga bagian dari riaknya. Dan ini untuk pertama kalinya hadiah Nobel Sastra diberikan kepasa penyanyi yang pengarang lagu meskipun tak pernah menerbitkan novel atau kumpulan puisi!” Bu Amat bertepuk tangan dan menghabiskan mienya dengan bersemangat. Amat terpaksa mulai ikut menyedok mie dengan perasaan kesal. Setelah Ami sekeluarga pulang, baru Amat menumpahkan rasa kesalnya. “Ibu sejak kapan tahu Bob Dylan?” “Baru tadi.” “Kenapa tadi sampai tepuk
tangan?” “Ya supaya Ami senang!” “Ibu tahu siapa Bob Dylan?” “Tidak.” “Ibu tahu dia penyanyi homo?” Bu Amat terperanjat. “Ah masak?” “Ya, kata media, begitu!” “Kenapa dapat hadiah Nobel?” “Karena komite pemberian hadiah Nobel menganggap dia melakukan pembaruan dalam penulisan puisi seperti tradisi yang pernah dilakukan penyair Homerus di masa Yunani kuno. Protes-protes di dalam lirik lagunya dipujikan semua orang,
Penting bisa Public Speaking Bisa Public Speaking Penting Setiap orang bisa berbicara, tapi masih sebagian yang mampu meramu kata-kata dalam bahasa yang indah dan menarik orang untuk mendengarnya. Karenanya dengan bahasa yang simpel mungkin bisa dikatakan public speaking berarti kemampuan kita berbicara dengan memainkan bahasa di depan umum. Keterampilan (skill) berbicara di depan umum atau lebih dikenal dengan sebutan “public speaking” merupakan keahlian terkait kepada siapa kita akan bicara dan bagaimana menyampaikannya ini mesti bukan hanya mesti dimiliki oleh civitas akademika utamanya mahasiswa tapi juga semua profesi. Kita para mahasiswa yang disebut sebagai agent of change sudah seharusnya menguasai keahlian ini sebab apa yang menjadi ide–ide kita bisa menjadi konsumsi umum. Sebenarnya menurut para senior kami di dunia komunikasi selain public speaking keahlian menulis pun wajib kita miliki (yang ini lebih sulit lagi dengan bentuk pelatihan tersendiri). Begitu juga public speaking tidak cukup hanya dengan bakat, tetap diperlukan latihan dan latihan. Public speaking bukan kemampuan yang bisa dipelajari tanpa latihan yang cukup. Untuk bisa mengembangkan
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
public speaking kita dengan baik, diperlukan lathan dan belajar yang cukup serta jam terbang dalam berbicara di depan umum. Sekarang coba tanyakan pada diri kita masingmsing apakah berbicara di depan umum merupakan sesuatu yang kita lakukan setiap hari atau malah hanya beberapa kali dalam setahun. Saya ingat dari membaca beberapa buku yang membahas public speaking, untuk menguasai keterampilan ini salah satunya adalah wajib rajin membaca.Sebab, dengan membaca akan mendidik serta meningkatkan kosa kata yang berarti juga akan menambah kemampuan kita meramu bahasa. Bagi saya kemampuan public speaking ini masih lebih sulit dikuasai daripada kemampuan presentasi. Misalnya ketika kita bertugas melakukan presentasi, kita masih bisa menyiapkan materi ditambah sejumlah properti penunjang. Namun tidak begitu dengan public speaking. Kita semua harus siap menyampaikan sesuatu ide atau informasi lainnya dalam kondisi dan pendukung yang ada sekalipun terbatas. Keterampilan public speaking ini juga akan sangat menunjang karier seseorang. Terutama yang dalam menjalankan profesinya harus bertemu dengan banyak orang karena
Ida Ayu Damayanthi Putri
tanpa kemampuan persuasif yang baik, akan sulit menjalin networking. Menurut Ys. Gunadi dalam Himpunan Istilah Komunikasi, public speaking adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan mengenai suatu hal atau topik di hadapan banyak orang dengan tujuan mempengaruhi, mengajak, mendidik, mengubah opini, memberikan penjelasan, dan memberikan informasi kepada masyarakat di tempat tertentu (Anggriadi, 2013).
Begitu juga dengan tulisan lainnya termasuk di halaman Wikipedia, bisa kita tangkap bahwa public speaking ini sifatnya dinamis dan tidak kaku. Bahwa public speaking menjadi suatu langkah bagi kita untuk menyampaikan ide maupun gagasan di hadapan banyak orang. Karenanya, orang dengan pendidikan tinggi belum tentu mudah diterima untuk bekerja di sebuah perusahaan, jika tidak mampu berkomunikasi dengan baik di depan umum. Kita semua juga tahu bahwa banyak orang sukses berawal dari good speaker. Ini juga sesuai dengan tuntutan zaman dan teknologi yang terus berkembang berbagai profesi dan persaingan di dunia kerja pun kini memerlukan kemampuan public speaking. Tujuan public speaking sebenarnya jika dipilah menjadi 3 poin yakni :
Ekspresso
Sudut Pandang
ya seperti kata Ami tadi, dalam musik jenisnya dia seakan-akan seorang nabi, karena pengaruhnya ke seluruh dunia.” “Kalau begitu, Bapak setuju dia dapat Nobel?” Amat tak menjawab. “Setuju tidak?” Amat tak menjawab. “Kalau setuju kenapa tadi marah-marah?” Amat menjawab lirih: “Bagaimana tidak marah, kalau anak-anak sekolah kita mau dihajar ‘full day schooling’, kalau si Muklis gembel mengantongi 90 juta, kalau si Dimas Kanjeng ngaku bisa menggandakan uang miliaran tapi masih minta uang mahar sampai 200 miliar, dan ribuan pengikutnya kok mau, lalu ... .” Bu Amat tidur sementara Amat terus sambat.
Selaku pemberi informasi. Dimana kita pada posisi ini hanya memberikan pesan tanpa meminta feedback dari para penerima pesan. Selaku orang yang berupaya mempengaruhi, influence untuk mengarahkan seseorang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Selaku orang yang berupaya supaya orang lain mau dan ikut berpartisipasi. Pesan yang disampaikan disini bertujuan untuk diikuti atau menjadi panutan bagi orang yang mendengar. Biasanya di sini public speaker menjadi panutan bagi orang banyak. Jadi bisa kita simpulkan secara sederhana bahwa seseorang yang mempunyai kemampuan public speaking yang baik, adalah mereka yang mampu menyampaikan pesan kepada orang banyak, dan pesannya sampai sesuai dengan apa yang ingin disampaikan. Ida Ayu Damayanthi Putri S Mahasiswa Magister Media dan Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Meski bertubuh subur, Angela Megawati Hartono, bukan tipe seorang yang pemalu dan gemar mengurung diri di dalam rumah. Justru sebaliknya ia tipe ceria dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Dia juga gemar bersosialisasi. “Aku ini orang yang cuek dan tidak mudah tersinggung,” ungkap Angel.
Angela
N
amun, ketika i a h a r u s b e r bicara di ha dapan orang banyak, menyampaikan pan
dangannya, hatinya merasa gentar juga. Apalagi saat berbicara dirinya disorot kamera, dan wartawan dengan cermat mendengar apa yang disampaikannya. “Itu pengalaman yang tak terlupakan. Groginya minta ampun, hati deg-deg kan. Sulit saya menggambarkan keadaan waktu itu. Saya takut salah bicara. Soalnya kan sebelumnya tidak pernah dikelililing wartawan, apalagi ada ba nyak kamera dari berbagai stasiun televisi, disodori mic, bahkan ada acara live pula,” ungkap Angel mengungkapkan pengalamannya di awal-awal setelah dia dinobatkan sebagai Runner Up Miss Big Indonesia 2014. Untunglah, tutur gadis 27 tahun ini, selama masa
karantina dua pekan, para finalis Miss Big Indonesia mendapat pendidikan public speaking setiap hari. Bisa dibilang itu adalah salah satu mata pelajaran utama selain pelajaran lainnya. Para finalis ini memang dipersiapkan untuk bisa berbicara di hadapan umum, attitudenya, manners-nya bagaimana dalam mempresentasikan sesuatu dan menjawab dengan benar apa yang ditanyakan. Mereka dilatih untuk fokus dalam berpikir dan berbicara sehingga message yang akan disampaikan dapat diterima pendengarnya dengan baik. Para finalis, juga diajarkan cara menghadapi audience dalam berbagai situasi, termasuk jika ada pertanyaanpertanyaan yang memojokkan atau yang tidak mengenakkan.
“Sebagai public figure kita tidak bisa merespons pertanyaan, misalnya, yang menyudutkan atau yang tidak mengenakkan, atau yang tidak nyaman buat kita, dengan emosi. Justru sebaliknya, kita harus tenang, sebisa mungkin tersenyum dan menjawab semua pertanyaan itu dengan baik,” tuturnya. “Dengan adanya pelatihan public speaking itu, meski hanya singkat, sungguh terasa manfaatnya,” tambahnya. Jadi sekalipun dirinya merasa grogi , dia mampu tetap fokus dan bisa dengan baik menjawabnnya. “Rasa gugup itu hanya di awal-awal saja, selanjutnya setelah semakin sering berhadapan dengan publik, saya menjadi terbiasa,” kata Angela yang kini kerap mendapat undangan berbicara di berbagai event.
Lembut belum tentu Lemah Tidak semua orang memiliki kepercayaan diri untuk tampil di depan khalayak, dan tidak dimungkiri juga bahwa setiap orang harus memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi. Apalagi jika profesi atau pekerjaan yang menuntut seseorang untuk berinteraksi dengan orang banyak. Hal ini disampaikan oleh Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Buleleng Luh Hesti Ranitasari. Menurutnya, sebagai seorang wakil rakyat sangat wajib memiliki kemampuan public speaking yang baik dalam berkomunikasi dengan masyarakat (audiens). “Secara sederhana saya mengartikan public speaking itu berbicara di depan publik atau khalayak banyak. Penting sekali karena tidak mungkin saya berbicara tanpa menyiapkan struktur katakata dan kalimat terlebih dahulu,” paparnya. Perempuan kelahiran desa Tamblang 8 Maret 1985 tersebut mengatakan, masyarakat sebagai pendengar memiliki latar belakang yang berbeda, sehingga perlu bagi public speaker untuk menentukan topik yang dibicarakan. Ia menambahkan, public speaker juga harus mampu menempatkan situasi dan
23
Awalnya Gugup Akhirnya Terbiasa Edisi 925/ 31 Oktober - 6 november 2016
Luh Hesti Ranitasari
kondisi dirinya berbicara. “Saya sering turun ke masyarakat jadi bahasa yang digunakan sederhana saja. Begitu juga ketika rapat dengan anggota dewan yang lain, penggunaan bahasa agak berat,” jelas Ketua HIPMI Buleleng tersebut. Perempuan yang akrab disapa Rani ini juga mengungkapkan bahwa dalam public speaking tidak hanya menuntut kemampuan berbicara saja melainkan juga
kemampuan untuk memengaruhi para audiens. “Tidak hanya menyusun kata-kata, tetapi juga harus membuat pendengar tertarik dengan apa yang dibicarakan,” tambahnya. Rani menyebut bahwa ia mempelajari public speaking dengan masuk disalah satu sekolah kepribadian di Bali. Pentingnya kemampuan tersebut dalam pekerjaanya saat ini membuatnya selalu belajar berkomunikasi yang baik di depan banyak orang. “Seorang wakil rakyat salah satu modal utamanya adalah kemampuan berbicara. Saya harus pelajari itu karena pergaulan saya tidak hanya ke atas atau ke bawah sehingga saya harus fleksibel,” jelasnya. Selain belajar kemampuan public speaking di sekolah, ia juga tidak henti-hentinya membaca. Dengan membaca ia dapat memperbarui informasi yang akan berimbas pada meningkatnya kepercayaan diri. Hal ini tidak terlepas dari keinginannya untuk memperbaiki kualitas diri. Ketua Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) tersebut juga mengatakan jika dirinya sedang fokus membangun personal brand di masyarakat. Sebab ia yakin jika dirinya memiliki
personal brand yang baik maka kariernya akan mampu bertahan. “Ketika masyarakat mampu membedakan saya dengan orang lain itu artinya saya telah membentuk brand image dan itu bisa dibentuk dari bahasa yang digunakan, bahasa tubuh, dan wawasan yang dimiliki,” paparnya. Menurut Wakil Ketua Lemkari Buleleng ini bahasa dan nada bicara yang digunakan sangat berpengaruh dalam m e m bentuk personal brand seseorang. “Berbicara lembut belum tentu lemah, berbicara keras belum tentu galak,” pungkasnya. (wiwinmeliana22 @cybertokoh.com)
“Baru-baru ini saya diundang untuk bicara terkait terkait obesitas. Beberapa waktu lalu saya juga mendapat undangan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait peringatan Hari Kehutanan Internasional di Jakarta. Pak Presiden juga hadir dalam acara itu. Saya diundang dalam kap asitas sebag ai Duta Kon servasi Badak,” ungkapnya. Nah di sela-sela acara itu juga ada sesi wawancara, dia mendapat brondongan pertanyaan wartawan terkait konservasi badak. “Karena say a sudah terbiasa berb icara di berbagai acara, juga sudah mendapat ilmu public speaking bahkan sudah menerapkannya, jadi sudah tidak grogi lagi. Meski ada kamera hahahha. Saya bisa tetap fokus meski ada juga pertanyaan ‘tajam’ yang dilontarkan wartawan. Yang penting tetap tenang, tidak terpancing emosi, maka kita bisa menjawab dengan baik,” tutur Angela yang akan purnatugas sebagai Duta Konservasi Badak pada 2017 mendatang seiring dengan kembali digelarnya pemilihan Miss Big Indonesia 2017. (dianaruntu@cybertokoh.com)
24
Sudut Pandang
Edisi 925/ 31 OKTOBER - 6 november 2016
Public speaking merupakan hal yang penting di hampir segala aspek kehidupan baik sosial maupun lingkunga kerja. Bahkan hampir semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara juga butuh komunikasi. Meski public speaking punya peran penting, sebagian besar dari kita tidak memiliki kemampuan tersebut, dan tidak berani berbicara di depan publik.
K
epala Badan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Kabupaten Badung, Putu Rianingsih menilai, kemampuan public speaking tidak hanya harus dikuasai para pejabat tapi semua orang harus menguasai keterampilan tersebut, apalagi seorang perempuan. Apalagi, kata dia, di bidang KB, justru lebih banyak fasilitatornya para perempuan. Ia menilai, perempuan dengan multitalenta-nya harus bisa menempatkan diri sesuai dengan fungsi dan kewajibannya. Kapan ia sebagai ibu, pendamping suami, menunjang karier suami, mengejar kariernya sendiri, dan juga urusan sosial dan adat. Sekarang ini ia menilai, banyak sekali perempuan maju. Banyak perempuan menjadi pejabat. Perempuan memiliki kelebihan yakni kepekaan. Ia mengatakan, sangat berterimakasih kepada negara karena
Perempuan Wajib Kuasai Public Speaking karena sudah memberikan banyak ruang kepada perempuan untuk bisa berkiprah di berbagai sektor kehidupan. Rianingsih menilai, perempuan sebagai pejabat, yang notabene sebagai pelayan masyarakat, merupakan motor penggerak roda kehidupan bernegara dan berbangsa. Bukan hanya pejabat perempuan, tapi semua perempuan, mempunyai tugas penting yakni mencetak generasi muda yang berkualitas. Dari dalam kandungan, sangat tergantung pada orangtua terutama ibunya. Dengan perannya yang sangat banyak, perempuan juga tetap mampu berkiprah dan berkarier. Sebagai pejabat atau pemimpin, mereka memerlukan kemampuan public speaking yang baik, karena mereka di posisi memimpin bawahan. Mereka harus bisa berkomunikasi dengan banyak orang, sekaligus menginspirasi dan memimpin bawahan. Karena itu, dalam pandangannya, memang tepat sekali perempuan dijadikan sebagai role model untuk pelatihan public speaking.
Namun, ia juga menyayangkan, masih ada juga kekurangan para perempuan. Kalau mereka melihat temannya sesama perempuan maju, mereka tidak suka. Malah berusaha sekuat tenaga untuk menyingkirkannya. Kembali lagi kepada moralitas dan budi pekerti. “Bagaimana kita mau memberi nasihat kepada bawahan kalau pemimpinnya sendiri masih bersikap seperti itu. Saya mengajak, para teman-teman sesama perempuan, mari kita bersamasama memunculkan nilai positif. Para perempuan tidak hanya harus pintar dan cerdas, tahan banting,
tapi juga memiliki karakter yang baik. Kalau semua perempuan seperti itu, saya yakin pasti terjadi banyak perubahan dalam segala lini kehidupan ke arah yang lebih baik,” ucapnya. Ia pun menyambut baik acara pelatihan public
speaking yang digelar Tabloid Tokoh bekerja sama dengan Pemkab Badung, Senin (31/10) dengan narasumber Sri Sumahardani, pakar public speaking. Ia menyarankan, sebaiknya pelatihan juga diberikan kepada para tokoh perempuan dan kader perempuan. Karena kemampuan komunikasi yang baik sangat penting dikuasai agar mampu menyampaikan informasi dengan benar dan tepat. (wirati.astiti@cybertokoh.com)
Putu Rianingsih
Belajar dari Pengalaman Kemampuan berkomunikasi di depan umum (public speaking) menjadi suatu keahlian yang wajib dimiliki khususnya oleh seorang pejabat atau pun pimpinan. Ini menjadi penting mengingat banyak kebijakan yang harus disampaikan dengan tepat dan benar agar mudah diterima dan diserap oleh para stafnya terutama lagi saat penyampaian kebijakan di muka umum. Kemampuan berbicara di depan umum bagi seorang pejabat juga diperlukan untuk menghindari kesalahan penyampaian maksud dalam suatu forum, baik formal mau pun informal. Untuk bisa bicara di depan umum, tentulah dibutuhkan kematangan sikap dan mental dalam menghadapi audiens. Hal inilah yang kerapkali membuat banyak orang gugup saat pertama kali bicara di depan umum. Salah satunya yang pernah dialami oleh Ir. Husnanidyati Nurdin, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jika sekarang ia dapat bicara berjam-jam di depan umum meski tanpa teks, namun ada sebuah peristiwa yang tidak akan bisa dilupakannya berkaitan dengan berbicara di depan umum ini adalah kegugupannya saat pertama kali
Hj. Putu Selly Andayani
Ir. Husnanidyati Nurdin
diminta bicara di depan umum dalam sebuah penatarn. “Saya ingat tahun 1980, saya gugup ketika diminta bicara di depan umum ketika menjadi penatar,” ungkapnya. Momen tampil sebagai penatar yang memberikan materi dalam penataran P4 bagi para pengurus organisasi pemudan dan wanita kala itu, adalah yang paling tidak terlupakan. “Waktu itu saya dikasih waktu satu setengah jam untuk bicara, tapi karena baru pertama kali bicara
di depan umum, saya jadi gugup dan hanya bisa bicara 15 menit saja tanpa slide,” ungkap Eni panggilan akrabnya. Akibatnya penatar yang lain akhirnya membantunya meneruskan materi tersebut hingga tuntas. Tapi itu masa lalu bagi perempuan yang sejak SMP sudah giat berorganisasi ini karena sekarang ia bisa bicara berjam-jam tanpa slide apalagi jika dibantu dengan slide. Eni yang pernah menjadi Kepala Badan Ketahanan Pangan
Provinsi NTB dan memimpin Bakorluh NTB ini memang tidak pernah belajar secara khusus mengenai public speaking ini, melainkan ia belajar dari pengalamannya berorganisasi selama ini. Selain Eni, ada pula pejabat perempuan NTB Hj. Putu Selly Andayani yang juga tidak pernah belajar secara khusus untuk berbicara di depan umum. Semua mengalir dari pengalamannnya selama ini. Yang menarik adalah ketika Selly menjadi Panjabat Walikota Mataram beberapa waktu lalu yang mengharuskannya banyak berbicara di depan umum dalam pidato-pidato resmi maupun tidak resmi. Rupanya selama ini ia belajar banyak dari suaminya yang tokoh partai, H. Rahmat Hidayat, Ketua Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia Nusa Tenggara Barat. “Saya tidak pernah belajar khusus public speaking tetapi belajar banyak untuk bicara di depan umum itu dari Bapak (H. Rahmat Hidayat),” ungkap Selly yang pernah menjadi Kepala Biro Keuangan Provinsi NTB dan Kepala Dispenda NTB ini. Menurutnya, suaminya itulah yang mengajarinya menjadi percaya diri untuk bicara di depan umum. Kemauan keras dari dirinya jugalah yang memban-
“Waktu itu saya dikasih waktu satu setengah jam untuk bicara, tapi karena baru pertama kali bicara di depan umum, saya jadi gugup dan hanya bisa bicara 15 menit saja tanpa slide,” tunya untuk bisa bicara di depan umum dengan santai dengan maksud dan tujuan yang tersampaikan. Bagi kedua pejabat perempuan ini, bicara di depan umum itu akhirnya memberikan mereka banyak pengalaman. Makin hari, kemampuan berbicara di depan umum itu semakin terasah karena tugas-tugas dan tanggung jawab yang mengharuskan mereka banyak bicara di depan umum. (naniek. itaufan@cybertokoh.com)
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh