Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
Perajin Bali seharusnya tidak perlu mematok target produknya harus masuk hotel bintang internasional. Tiap produk punya klasifikasi masing-masing. Turis yang datang ke hotel bintang 5, belum tentu akan belanja. Bisa saja mereka hanya ingin menikmati keindahan hotel dan makanan. Perajin punya pasar tersendiri berdasarkan level produknya. Perajin kelas biasa punya pasar tersendiri, seperti dari Cina, Hongkong, Taiwan, termasuk pasar domestik, mereka lebih suka datang ke Pasar Sukawati. Beda dengan tukang pahat kayu yang sudah punya nama, produknya terpajang di gallery. Demikian diungkapkan mantan Presiden Direktur Hotel Indonesia Natour, Hery Angligan di Kuta, pekan lalu.
D
alam pandangannya, perajin dari Guwang dan Sukawati selalu laku. Namun, banyak perajin sering mengeluh, produknya tidak bisa masuk ke jaringan hotel internasional. Menurutnya, kalau mau masuk langsung memang tidak bisa. Tapi, di dalam hotel internasional, biasanya ada drugstore. Perajin bisa menitip produknya di sana, dengan
Jangan Terpaku di Satu Pasar
sistem konsinyasi. Ia menilai, produk lokal Bali sangat diminati para tamu, seperti lukisan dan patung. Apalagi, yang sekarang sedang ngetop, perak, hanya saja, kalah dalam urusan desain. “Banyak desain perak dari luar, sehingga perajin lebih banyak hanya berproduksi. Misalnya, artis Happy Salma, dia suka mendesain produk, sementara, proses produksinya dikerjakan para perajin,” ujar praktisi pariwisata ini. Ia menegaskan, perajin jangan hanya bisa mengeluh, tapi tidak bisa memproduksi yang bagus. “Ada perajin yang bisa memproduksi bagus tapi tidak mau membuat banyak. Kalau sudah berhubungan dengan pasar, ketersediaan bahan dan hasil produksi harus terjaga. Sekali dia menerima order 10, besok dia tidak bisa mengatakan, waduh saya sibuk, banyak upacara adat, tidak bisa
produksi sebanyak itu. Nah, kalau sudah begini, ini yang bahaya,” ujarnya. Menurutnya, pemikiran untuk memasukkan produk ke hotel internasional atau bintang 5, juga terlalu klise. “Mengapa kita terpaku pada satu pasar, yang notabene turisnya belum tentu belanja. Hal ini, tentu tidak fair untuk perajin. Hotel bintang 5 hanya ada di Nusa Dua. Kalau ada perajin dari Laplapan dan Bone, masa mereka harus ke Nusa Dua. Mengapa pemerintah tidak buat sistem agar turisnya langsung datang ke tempat asalnya,” sarannya. Ia mencontohkan, misalnya, kecak jangan dibawa ke hotel, tapi bawa turis datang justru ke tempat asal kecak itu berada. Pemerintah yang harus menyiapkan infrastruktur dan pemetaan masing-masing unggulan, supaya pemandu wisata membawa turisnya langsung ke sana. “Misalnya
Tampil Unik dengan Produk Indonesia memesan sendiri, kita bisa merancang desainnya sesuai keinginan kita, bahannya pun berkualitas. Saya punya berbagai tas buatan Indonesia yang unik-unik, itu pesanan saya sendiri. Ada tas dari kain songket, kain tenun Bali, dll. Waktu saya pakai, banyak lho yang senang modelnya juga bahannya. Kalaupun bahan kulit, ya kulit asli dan awet. Soal harga, ya sudah pasti ‘bersahabat’ dan sesuailah untuk orang Indonesia,” ujar wanita bernama asli Fitri Dian Puspita, ini. Menurutnya, dengan perkembangan yang ada sekarang, dirinya melihat kalau produk-produk fashion Indonesia semakin berkualitas. Baik desainernya maupun perajinnya makin kreatif. Apalagi ditunjang dengan bahan-bahan dalam negeri yang berkualitas, hasilnya pun menjadi tak kalah dengan produk luar, bahkan yang branded sekalipun. Kalau keluar negeri, baik itu karena job maupun sekadar jalan-jalan, ia tak ketinggalan selalu membawa produkproduk Indonesia yang menjadi koleksinya. “Kalau kita di luar negeri, justru kita harus membawa produk-produk unggulan Indonesia. Karena aku public figure, jadi aku membawa produkproduk fashion. Itu adalah identitas kita. Aku merasa kalau kita membawa produk sendiri kita akan tampil unik karena produk kita unik-unik,” ucapnya.
Luna Maya
“Ngapain malu pakai produk Indonesia. Jangan salah, produk Indonesia tuh bagus-bagus baik kualitas dan desainnya, nggak kalah kok dengan produk branded luar negeri. Produk branded itu yang mahal adalah brand-nya, tapi barangnya kualitasnya sama aja kok dengan produk kita. Malah bisa jadi kualitas bahan kita lebih baik,” ungkap penyanyi dangdut Fitri Carlina yang mengaku hampir seluruh barang-barang yang digunakannya, termasuk untuk penampilannya di panggung hiburan adalah buatan negeri sendiri. Sejak dulu, ucap pelantun tembang hits ‘ABG Tua’ ini, bahkan sejak dia eksis di panggung hiburan tanah air ia telah mencintai produk Indonesia. Diakuinya dia juga memiliki beberapa barang branded, namun itu hanya dipakai saat-saat tertentu saja. Sedang untuk penampilannya di panggung hiburan, ia lebih banyak menggunakan produk dalam negeri, mulai dari busana, sepatu, aksesoris, dll. Untuk membuat unik penampilannya, kata adik pedangdut senior Nini Carlina, ia memesan secara khusus berbagai produk fashion yang dibutuhkan. Seperti busana misalnya, ia memiliki desainer-desainer yang kerap mendukungnya, seperti Hengki Kawilarang, Ivan Gunawan, dll. Sedang sepatu, tas maupun aksesoris lainnya, ia memesannya pada perajin dalam negeri yang memang andal. “Kita punya banyak pengrajin andal, bahan-bahan dalam negeri pun bagus. Kalau kita
ORANG ASING SUKA PRODUK INDONESIA “Suatu ketika aku ke luar negeri, kebetulan aku membawa tas kain songket. Eh orang-orang di sana malah exciting melihat tas aku. Mereka bilang tasnya unik, beli di mana, kok di sini tidak ada? Aku bilang, ini produk Indonesia. Aku tentu saja bangga karena orang-orang bule itu malah kagum dengan tas aku yang buatan Indonesia,” tutur Fitri yang bersuamikan seorang pilot ini. Pengalaman lainnya, lanjut Fitri, saat dia dan suaminya jalan-jalan ke Jepang. Saat jalan-jalan di pusat keramaian di negeri Sakura itu, Fitri memakai jaket batik rancangan desainer Ivan Gunawan. “Asal tau saja, banyak orang yang memperhatikan aku. Sampai-sampai ada juga yang nggak tahan, menghampiri aku hanya untuk menanyakan pakaian (jaket) yang aku pakai. Dia bilang bagus sekali, beli dimana, di toko mana karena dia juga tertarik membeli. Lalu ada juga wisatawan dari Belgia menanyakan jaket aku. Bayangkan, mereka bertanya tentang batik. Aku bilang ini produk Indonesia, namanya batik. Kalau mau beli ada di Jakarta, hahahha. Malah ada manajer maskapai asing malah minta satu ke aku, hahaha,” ujarnya. “Kalau kita pakai barang branded tentu nggak ada yang tanya, mereka (luar negeri) merasa biasa saja. Tapi karena yang aku pakai unik dan belum pernah mereka lihat, makanya mereka menghampiri. Itu sebagian pengalaman aku yang membuat aku makin cinta dan bangga dengan produk dalam negeri,” ungkap wanita kelahiran Banyuwangi 1987 ini. Sebagai pencinta buatan dalam negeri, yang kebetulan seorang public figure, Fitri Carlina merasa terpanggil untuk ikut mempromosikan produkproduk dalam negeri di manapun dia berada. Dia berharap publik figur lain pun melakukannya, dengan demikian produk-produk dalam negeri bisa semakin dicintai, khususnya orang orang di negeri sendiri. Di sisi lain, dari pengalamannya yang kerap bertemu orang-orang asing yang kagum dengan produk Indonesia, maka
Sudut Pandang
Gianyar. Sekarang, kalau turis datang belanja langsung ke tempatnya, siapa yang mendapat income, tentu Gianyar,” katanya. Yang perlu juga diperhatikan, kata dia, soal teknologi. Buatlah website dan terus update di media sosial. “Coba kita lihat toko-toko yang ada di areal Kuta atau Seminyak. Sedikit yang belanja, karena sebagian besar hanya showroom. Mereka mainnya grosiran whole selling, karena mereka punya website. Kembali kepada pemerintah dalam artian pemkab, PHR dapat 10%, pakai itu untuk memberikan pelatihan dan bantuan website kepada perajin. Kemudian, siapkan wifi di masing-masing kecamatan, sehingga ada koneksi internet sehingga perajin bisa browsing,” imbuhnya. “Tugas pemerintah hanya membuka jalan. Jangan hanya memberi pelatihan, itu bisa dilihat sebagai peluang produk Indonesia untuk go Internasional semakin besar. “Dari pengalaman aku, ternyata orang asing sangat suka produk kita, jadi ini merupakan peluang bagus untuk para desainer maupun pengrajin untuk berkarya lebih bagus lagi karena produk mereka diminati. Disamping itu, pelaku-pelaku usaha kita juga berupaya untuk memperkuat brandnya masing-masing, tentunya lewat produk unggulan dan gencarnya promosi,” ucapnya. Ternyata bukan hanya Fitri Carlina yang hobi mengoleksi produkproduk fashion buatan dalam negeri. Luna Maya pun melakukannya. Menurut Luna, produk-produk Indonesia, khususnya fashion semakin berkelas dan bagus dalam hal kualitas. Desainnya pun keren dan tidak kalah dengan produk luar. Karena itu, kata Luna, boleh dibilang ia punya banyak koleksi barang Indonesia. Dalam setiap penampilannya pun, ia kerap memakai produk dalam negeri baik itu busana maupun sepatu, dan aksesoris lainnya. “Produk Indonesia sekarang semakin bagus, nyaman dipakai dan desainnya pun ‘lucu-lucu’. Tapi kenyamanan tetap menjadi faktor utama pertimbangan aku, setelah itu modelnya,” tutur wanita kelahiran Denpasar 1983 berbicara tentang produk fashion yang disukainya. Dari pengamatannya, ucap Luna, perkembangan produk-produk fashion dalam negeri semakin bagus. Itu membuat ia menjadi semakin suka produk dalam negeri. “Aku rasa produk dalam negeri semakin bagus ya, jadi nggak perlu cari produk branded yang sudah pasti mahal,” kata Luna yang mengaku selalu mengikuti perkembangan
Hery Angligan
tapi siapkan infrastruktur , akses IT dan dan kendaraan gampang. Para pengusaha kecil sulit cari KUR. Banyak peminat KUR, tapi karena syaratnya begini begitu. Diminta rekening bank,bla-bla. Akhirnya, perajin UMKM tak bisa mendapatkan tambahan modal. Pemerintah ambil pajak dari rakyat, memang sudah sewajarnya kewajiban pemerintah untuk memfasilitasi,” kata lelaki yang kini lebih banyak berperan sebagai konsultan di bidang pariwisata dan pertanian ini. –Wirati Astiti fashion tanah air. “Fashion Indonesia berkembang pesat, aku lihat banyak desainer muda yang bagus-bagus. Jadi kayaknya kalau untuk busana aku sih lebih memilih perancang busana dalam negeri, aku merasa lebih nyaman. Desain dan ukurannya pun sesuai. Aku nggak suka model yang heboh-heboh, yang simple saja,” tambahnya. –Diana Runtu
Fitri Carlina
24
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
2
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
GORO-GORO Gotongroyong sudah kropos. Solidaritas amblas. Persatuan sudah retak. Rasa kePutu Wijaya bangsaan menipis. Kelompokkelompok dalam masyarakat kian fanatik dan militan memperjuangkan kepentingannya sendiri. Rakyat selalu dijadikan senjata untuk menang, tapi setelah berhasil, dibiarkan nangis bombay! “Aku setuju! Tapi aku menangis bukan putus asa! Aku menangis untuk melemparkan kepedihan supaya jangan ngamuk di hatiku jadi penyakit. Kalau tidak menangis bombay, kita akan frustasi. Dan kalau sudah frustasi kita bisa edhan, melakukan tindakan di luar perhitungan!” “Tidak! Kita tidak boleh frustasi! Seribu satu bencana biasa datang dalam berjuang! Tapi, itu memang dinamika orang berjuang. Dan menangis bombay itu wajar, tanda saraf kita masih peka.
Bahkan penting, untuk membersihkan kotoran batin. Jadi terima dulu seluruh kenyataan pahit itu. Menangis bombaylah, tanda kita normal. Setelah itu, jgerr! Baru bangkit lagi, bangkit setelah tahu apa sakit kita! Setelah lebih jelas, apa tujan kita! Jgerr! Jgerr! Teruskan perjuangan! Jgerr!” Lalu kedua mahasiswa itu berdiri dan mengulurkan tangan kepada Amat. Mereka mahasiswa yang ditugaskan dosennya, Sugi, menantu Amat, mewawancarai beberapa orang tua, tentang bagaimana mengisi kemerdekaan. Amat bengong. Tapi ia terpaksa menyambut uluran tangan untuk berjabatan itu. Bu Amat, yang muncul terlambat membawa teh, kecewa. “Kok sudah pulang, Pak?” Amat masih bingung. “Iya. Baru sampai nangis bombay, kok mereka merasa sudah cukup. Katanya mau pertandingan futsal. Padahal Bapak mau mengulas tentang interpretasi kebangsaan seperti yang ada
Ekspresso
jgerr
dalam berita pertunjuikan lakon Jgerr di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Yah, begitulah anak muda sekarang, futsal lebih penting!” Bu Amat meletakkan baki minuman di meja. “Nangis bombay itu apa?” “Menangis merengek berlebih-lebihan, seperti film Bombay, pendeknya jelek!” “Kalau jelek kenapa bapak bilang penting?” “Yang jelek, tapi kalau dipergunakan untuk kebaikan, jadi penting! Seperti WC, itu kan gudang kotoran, jorok, tapi penting, ya, kan?” Amat ketawa. Bu Amat meringis. “Hati-hati bicara kepada anak muda. Orangnya tidak sabaran. Sering mereka hanya dengar potongan kalimat. Apalagi bapak suka pakai kalimat majemuk, panjang, di depan mancing-mancing supaya diperhatikan, buntutnya baru isi sebenarnya yang lain. Tapi mereka sudah keburu pergi.” Amat terkejut.
“Dan Jgerr itu apa lagi?” “O, itu, judul pementasan drama di TIM. Di situ dikupas gotong-royong sering dipergunakan pemimpin untuk kepentingannya sendiri, akibatnya seruan untuk kerja bakti memperbailki selokan, warga tak ada yang peduli, karena mereka curiga itu hanya untuk mengamankan rumah RW, bukan seluruh warga.” “Jgerr-nya di mana?” “Rasa kebangsaan dan persatuan itu bangkit bukan hanya karena ada musuh bersama, yang setelah tak ada musuh lalu menipis. Tidak! Persatuan dan semangat kebangsaan itu ada karena sejarah kita memikul penderitaan bersama selama 350 tahun, karena rasa cinta!”
Cintai, Beli, dan Gunakan
Ada beberapa alasan yang menjadi faktor masyarakat Indonesia lebih memilih produk luar negeri. Sebagian dari mereka berasumsi bahwa produk luar negeri memiliki kualitas yang lebih bagus dan mengganggap tidak sebandingnya harga dengan kualitas produk dalam negeri. Kondisi ini menjadi PR kita bersama. Padahal banyak fakta menunjukkan orang luar sendiri justru membeli produk-produk buatan tangan kita dan cukup banyak yang ditempeli dengan brand atau merek dagang milik mereka. Salah satu antisipasi yang dapat kita lakukan bersama adalah dengan menumbuhkan kesadaran diri untuk lebih lagi mencintai produk lokal. Sebab, dengan mencintai, tentu keinginan untuk mengenakan, memakai dan memilikinya akan bertumbuh. Memang tidak mudah untuk mengajak banyak orang melakukannya, perlu kesabaran, namun kami berharap setelah kita para orangtua, khususnya yang memiliki aktivitas dan akses ketemu banyak orang mau memberi contoh mengenakan dan mendukung karya lokal, maka generasi muda pun bisa meniru. Salah satu langkah yang telah dilaksanakan pemerintah Kota Denpasar adalah pemilihan Duta Endek dengan tag line-nya “Endek Kita Punya, Kita Pakai Kita Bangga”. Sesungguhnya, mencintai produk lokal, produk Indonesia dapat menjadi salah satu tolok ukur betapa besarnya rasa cinta kita
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
pada bangsa ini. Bayangkan saja, jika seluruh masyarakat Indonesia dengan penuh kesadaran mengonsumsi dan menggunakan produk buatan lokal melawan arus impor, maka secara tak langsung, akan meningkatkan pendapatan pengusaha lokal bahkan secara nasional. Diharapkan pula dengan begitu pelaku usaha mau terus meningkatkan mutu produk-produknya sebagai balasan atas kepercayaan masyarakat dalam negeri. Selain itu, permintaan produk pada para pengusaha UMKM khususnya meningkat tentunya juga mengharapkan ada peningkatan jumlah produksi yang memungkinkan membuka lapangan pekerjaan baru bagi banyak orang. Bicara rasa cinta tanah air yang diwujudkan dengan “Cinta Produk Dalam Negeri”, agaknya kita perlu belajar dari masyarakat Jepang. Mereka sangat loyal terhadap barang-barang buatan negaranya. Mereka percaya dengan membeli produk dalam negeri adalah suatu cara membantu negaranya menjadi bangsa yang besar. Sekarang mari kita bersama menyadari bahwa kita memiliki cukup banyak alasan yang seharusnya bisa membuat kita masyarakat Indonesia lebih memilih produk buatan dalam negeri. Diantaranya, dengan membeli atau menggunakan produk lokal secara langsung dan tidak langsung ikut menaikkan kesejahteraan para perajin. Sebab, semakin banyak permintaan akan produk lokal akan meningkatkan
IA Selly D Mantra
produksi dan itu berarti meningkat pula pendapatan mereka. Membeli produk lokal berarti membantu menekan pengangguran. Jika permintaan produk lokal meningkat, maka untuk memenuhinya, perajin bisa saja menambah jumlah pekerjanya. Membeli produk lokal juga berarti meningkatkan pendapatan negara. Yang lebih lagi adalah adalah dengan membeli produk lokal, produk negeri sendiri turut menentukan jati diri bangsa. Hal itu merupakan salah satu wujud cinta kita terhadap Indonesia.
Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa tidak semua produk dalam negeri memiliki kualitas rendah, seperti buah-buahan. Khususnya di Bali yang digunakan untuk kegiatan persembahyangan. Sebenarnya membeli buah lokal memberikan lebih banyak manfaat. Cita rasa buah lokal enak dan nutrisinya lebih optimal karena kita membeli dalam keadaan segar dan harganya lebih terjangkau. Ini juga berarti produk lokal ramah lingkungan, karena produk lokal tidak menghabiskan banyak bahan bakar untuk distribusinya. Contoh lainnya bahwa produk lokal memang diciptakan untuk kita yakni akan mencoba bertanya pada teman atau saudara yang lama tinggal di luar negeri. Pada umumnya mereka seringkali kangen akan masakan Indonesia, seperti sambal yang asli dibuat di Indonesia dengan bahan-bahan seperti cabai dan bawang dari lokal kita. Perempuan Indonesia juga bisa tampil cantik dengan produk lokal bernama endek. Khususnya di Kota
“Lalu jgerr-nya?” “Jgerr! Semua orang tersentak-sontak, terkejut, seperti mendengar ledakan bom, oleh cara menafsir yang baru itu!” “Pak!” Bu Amat terkejut. Berdiri, menunjuk ke mahasiswa yang mewawancarai Amat lewat lagi. Keduanya menangis. Amat langsung menghampiri. “Ada apa?” “Kami kalah, Pak!” “Kalah? Kok cepat sekali?” “Habis belum sempat main sudah kalah! Pemain andalan kami tidak bisa datang karena ada upacara di rumahnya!” Keduanya kembali menangis. “Begitu saja kok nangis?” “Habis, kan Bapak bilang nangis bombay itu penting!” Lalu keduanya tertawa dan bergegas pergi. “Jgerr! Matur suksma, Pak Amat!”
Denpasar, atas ajakan pemerintah hampir semua lini profesi sudah turut menunjang pemakain endek. Sebab, memang pakaian tersebut yang diciptakan oleh kultur Indonesia dan diperuntukkan untuk orang Indonesia pula. Sama seperti daerah-daerah lain yang memiliki pakaian atau corak khas yang membuat penduduk lokalnya tampil lebih menarik. Selain urusan buah, kita juga mesti mengetahui bahwa cukup banyak perusahaan barang-barang berlabel luar negeri memakai jasa orang Indonesia untuk memproduksi produk mereka. Seperti membuat sepatu atau tas kemudian dikirimkan ke luar negeri, dan di sana diberikan label. Selanjutnya dijual kembali kepada konsumen, yang bisa saja itu kita. Ini berarti produk buatan orang lokal tidak selamanya berkelas rendah. Produsen luar negeri saja mengakui kualitas barang buatan orang Indonesia, mengapa kita yang notabene masyarakat Indonesia tidak mengakui kelebihan ini. Mari kita mulai semuanya dari keluarga kecil kita. Jangan biarkan produk lokal kita menjadi terpinggirkan. IA Selly D Mantra Ketua Dekransda Kota Denpasar
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
23
ROTARY SERVING HUMANITY Club Project – Hands For Tista
Rotary Club of Bali Seminyak (RCBS) kembali memenuhi komitmen untuk membantu masyarakat kurang mampu. Club Project kali ini dilakukan untuk masyarakat Desa Tista, Abang, Karangasem.
Rotary Club Bali Seminyak, siapa pun sesungguhnya bisa membantu. Hanya saja kita benarbenar dituntut komitmen untuk membagi waktu a n t a ra g a i n ing dan giving. Pada dasarnya Marie Francoise de Saint Rtn. Erika Sedana konsep work Priest d Urgel live balance egiatan kemanu- juga bisa diterapkan dengan siaan ini sukses mengimbangi waktu untuk terlaksana mela- memberi dan membantu, terlui kerjasama yang utama membantu saudaraluar biasa antara Rotary Club of saudara kita di perdesaan yang Bali Seminyak dan Rotary Club kurang beruntung. Ubud Sunset. Hands For Tista adalah konsep yang dibuat oleh club agar dapat secara berkelanjutan memberi bantuan untuk masyarakat Tista, mulai dari membuat perencanaan sub kegiatan hingga implementasi dan pengukuran akhir. President Rotary Club of Bali Seminyak, Marie Francoise de Saint Priest d Urgel, berpendapat bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk Pemeriksaan mata sebelum operasi katarak benar-benar diimplementasikan agar bisa memClub project ini beri manfaat langsung kedibagi menjadi 4 segmen pada masyarakat di Bali yang Vision screening & cataract benar-benar membutuhkan. surgery dilakukan kepada lebih Selain Club Project Hands for dari 550 masyarakat di Desa Tista, masih banyak kegiatan Tista. “Kami melihat bahwa sosial lain yang sudah dilaku- mata merupakan salah satu kan oleh Rotary Club Bali organ vital. Dan saat ini banyak Seminyak antara lain, perpus- masyarakat kita yang punya takaan untuk Sekolah Dasar, masalah mata terutama katarak. beasiswa untuk anak-anak di Dengan kondisi mata katarak Nusa Penida dan pengadaan tentu saja sangat sulit bagi merternak kambing, juga di Nusa eka untuk bekerja dan melakuPenida. kan aktivitas sehari-hari apalagi Menurut Made Herry Erika penderita katarak ini tinggal Sedana, Public Relation Chair sendiri dan harus memastikan
K
Pemeriksaan mata
Rotary Club of Bali Seminyak & The John Fawcett Foundation
kehidupannya berjalan baik setiap harinya.Tentu tidak mudah,” ujar Erika. Vision screening juga dilakukan untuk anak-anak sekolah dasar yang sekaligus memberi edukasi dini tentang pentingnya kesehatan mata. Pentingnya menjaga mata dari potensi terjadinya insiden saat bermain yang bisa berakibat fatal terhadap mata anak-anak. Bekerja sama lagi dengan Yayasan Kemanusiaan Indonesia – The John Fawcett Foundation, kegiatan ini memberikan lebih dari 260 kacamata minus dan plus serta pemberian obat mata kepada lebih dari 80 pasien. Fokus kedua dari kegiataan ini, adalah ternak babi. Jika ditanya ternak apa yang lebih mudah bagi mereka, respons yang didapat adalah ternak babi. Sangat mudah untuk mendapatkan pangan untuk ternak babi dan tempat di rumah masing-masing. Fokus
pengadaan dan pengembangan ternak ini akan menggunakan metode sangat sederhana tetapi benar-benar dapat diaplikasikan di beberapa keluarga yang dipilih pada batch 1. Setelah ada hasil, anak-anak babi akan diberikan kepada keluarga lain dalam daftar batch 2. Begitu seterusnya hingga masing-masing keluarga dapat mulai memperoleh pendapatan dari usaha kecil ternak babi. Tahap ketiga adalah wirausaha makanan ringan. Barangkali
tampak sangat sederhana, namun jika diamati dan dikalkulasi hasil produksi dan pendapatan harian dari hasil penjualan dapat membantu ekonomi harian keluarga di desa ini. Masyarakat bisa mulai dengan produksi rumahan keripik singkong, keripik pisang atau keripik ubi jalar – dengan bahan baku yang mudah didapat di desa setempat, DesaTista. Fokus berikutnya adalah low cost house renovation atau perbaikan rumah dengan biaya rendah. Club Rotary Bali Seminyak saat ini sedang melakukan persiapan kegiatan fund raising untuk mengumpulkan dana dari para donator yang difokuskan pada perbaikan rumah. Club ini juga membawa para Rotary dan President Rotary Manosque, Perancis untuk berkunjung ke daerah ini melihat langsung lokasi kegiatan kemanusiaan ini agar nantinya bisa bersama-sama
Marilyn Carson, Doris Angst Sommer, Erika Sedana & Anita Lococo - RCBS
Satu pasien katarak menjelang operasi
membantu masyarakat. Selanjutnya Erika Sedana memaparkan bahwa kegiatan lain masih akan dilanjutkan. “Tentunya kami mengajak kawan-kawan untuk turut berbagi dengan saudara-saudara kita yang kurang mampu. Untuk mengetahui lebih banyak tentang kegiatan sosial dan kemanusiaan ini, Club Rotary of Bali Seminyak mengadakan pertemuan mingguan (weekly lunch meeting) setiap hari Rabu siang mulai pukul 12.00 hingga pukul 14.00 di The Trans Resort Bali dan jangan lupa untuk mengunjungi website www. rotaryseminyak.org.,” pungkasnya. - ard
Pemeriksaan mata untuk anak-anak sekolah dasar
22
Sosialita
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
Entah karena perekonomian Indonesia sedang lesu atau apa, penataan produk-produk unggulan Indonesia yang berada di tengah-tengah arena pameran ‘Trade Expo Indonesia 2016’ seperti kurang menarik, beda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dibuat ‘eye catching’. Sehingga, begitu pengunjung memasuki pintu utama langsung disambut dengan pemandangan yang ‘menyedapkan mata’. Hal itu juga yang dirasakan sebagian peserta pameran juga para pengunjung yang mengaku kerap hadir di pameran akbar produk ekspor Indonesia.
Retno Marsudi
“I
ya saya juga merasakan begitu. Agak ‘kering’ ya, jadi kurang menarik. Tahun-tahun sebelumnya penataan di tengah areal bagus makanya jadi ajang foto-foto pengunjung pameran,” ungkap seorang peserta pameran. Namun, hal itu menjadi tidak penting lagi ketika pada pameran ini kebanyakan pengusaha kebanjiran pembeli. “Tadinya ada rasa sedikit kecewa, tatanannya begitu. Tapi kita jadi lupa masalah itu karena beberapa hari ikut pameran, mendapat sejumlah transaksi dengan buyer asing, juga dalam negeri. Bahkan pada hari pertama, termasuk paling ramai. Bukan cuma saya yang merasakan tapi banyak pengusaha kita juga senang,” ucapnya dengan wajah sumringah. Hal senada tentang ramainya buyer asing dan transaksi juga diungkap sejumlah pengusaha, di antaranya pengusaha bidang kerajinan, yang ikut ambil bagian dalam pameran yang berlangsung di arena Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, 12-16 Oktober. “Hari pertama ramai sekali. Banyak pengusaha merasakannya, kita senang, banyak buyer datang,” ujar Leke, pengusaha kerajinan dari Lombok, NTB. Tak heran para pengusaha UKM sumringah maklumlah banyak pengusaha, khususnya kalangan UKM mengaku sangat ter-
Diplomasi Ekonomi Jaring Investor Asing Persaingan di era global membuat perusahaan harus memiliki strategi yang jitu. Fokus pada bisnis yang dijalankan merupakan salah satu kuncinya. Untuk penyediaan jasa tenaga kerja, PT Ibu Jero siap memberikan solusi.
tekan dengan kondisi perekonomian yang lesu. Omzet menurun drastis sehingga membuat mereka ‘memutar otak’ lebih keras agar bisa bertahan dalam situasi ini. Karenanya kalangan UKM menjadi begitu bersemangat ketika TEI 2016 dibanjiri banyak buyer. MENGINAP GRATIS DI HOTEL BINTANG LIMA Menurut data setidaknya sekitar 15.000 buyer lebih dari dalam dan luar negeri yang konfirmasi hadir pada TEI 12-16 Oktober 2016. Kementerian Luar Negeri sendiri melalui perwakilan-perwakilan di luar negeri setidaknya mengundang 1.200 perusahaan asing dari 72 negara. “Mereka adalah pembeli-pembeli yang potensial dari 72 negara,” ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam jumpa pers TEI 2016. Bukan hanya itu, Kemenlu juga mengundang 669 perusahaan dari pasar ekspor non-tradisional Indonesia, di antaranya, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, Asia Tengah dan Selatan, dll, untuk hadir pada event akbar ini. “Kita berusaha memperkuat diplomasi ekonomi bersama Kementerian dan Lembaga yang ada, juga sektor swasta,” ucap Retno. Upaya pemerintah dalam mendorong ekspor Indonesia meningkat tidak tanggung-tanggung. Mereka (buyer asing) yang diundang ke TEI 2016 mendapat penginapan gratis di lima hotel official partner dari Kementerian Perdagangan. Setidaknya ada 1.000 kamar hotel yang disediakan gratis untuk para buyer yang berpotensi melakukan transaksi
3
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
PT Ibu Jero
Layanan Maksimal untuk Jadi yang Terbaik
P
bisnis di event yang mengusung tema ‘Indonesia Source of Natural and Creative Products’ ini. Tapi tentunya, kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Arlinda, para pengusaha asing yang mendapat fasilitas itu setelah diverifikasi dan direkomendasikan oleh KBRI dan KJRI. “Kehadiran buyer merupakan salah satu kunci kes-
uksesan dalam penyelenggaraan bertaraf internasional seperti ini. Mereka diberikan fasilitas akomodasi dan transportasi. Ini adalah bentuk dukungan
pemerintah untuk mendorong kehadiran buyer,” ujar Arlina. Sementara Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers menyebutkan, melalui penyelenggaran TEI 2016 diharapkan membuka peluang pasar ekspor khususnya bagi industri kecil menengah. “Ajang ini juga sekaligus untuk menjaring investor asing untuk berinvestasi di Indonesia,” ujarnya. D i a b e rharap kegiatan pameran ini dapat mendorong percepatan industrialisasi untuk menciptakan nilai tambah produk in dustri sehingga memberikan kontribusi positif pada peningkatan ekspor. Dalam event akbar yang digelar di area seluas 50.000 m2 ini beragam produk unggulan Indonesia digelar, mulai dari produk manufaktur, peralatan rumah tangga, makanan, minuman, kerajinan, industri kreatif, hingga jasa dan investasi. Di antara produk unggulan itu yang cukup banyak menarik perhatian buyer asing di antaranya adalah produk-produk garmen juga fashion, mebel serta kertas. “Kami meminta kepada para pelaku usaha kecil menengah nasional untuk terus berinovasi dan berpromosi agar produknya diminati dan dikenal luas di pasar internasional. Juga penting adalah penguatan branding,” kata Airlangga. TEI 2016 diharapkan mampu meraup transaksi senilai 800 juta dolar AS (hanya untuk barang) di luar jasa. Tahun 2015 lalu, total transaksi mencapai 909 juta dolar AS. –Diana Runtu
T Ibu Jero merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa penyediaan tenaga kerja. “Kami siap membantu menyediakan tenaga kerja yang profesional di bidangnya untuk di tempatkan di perusahaanperusahaan sehingga menciptakan SDM yang efektif dalam melaksanakan tugasnya. Perusahaan pemakai jasa kami pun akan memperoleh pelayanan yang maksimal,” ujar Dewa Putu Suyasa, S.Pd.,Direktur PT Ibu Jero. Suyasa menambahkan, perusahaannya sudah berpengalaman mengelola jasa penyediaan tenaga kerja lebih dari 10 tahun. Jumlah tenaga kerja yang disalurkan lebih dari 5000 orang di seluruh Indonesia. Sebagai bentuk profesionalisme dalam penyediaan tenaga kerja ini, PT Ibu Jero telah memiliki ISO 9001:2008,ISO 14001:2004, dan OHSAS:2007. “Dengan pengakuan ISO, artinya sistem pelayanan kami memiliki standar yang jelas, mulai dari rekrutmen, pembinaan, pengontrolan, hingga penggajian. Dengan adanya standardisasi ini, user akan merasa aman dan nyaman. Prinsip kami, melangkah bersama, berkarya bersama, meraih impian bersama, dan selalu memberi arti. PT Ibu Jero memberikan layanan yang maksimal untuk jadi yang terbaik,” tegas pria asal Pejeng kelod, Gianyar ini. PT Ibu Jero memiliki visi menjadi perusahaan penyedia jasa layanan ketenagakerjaan yang mampu memberikan pelayanan dengan mutu terbaik dan selalu mengedepankan profesionalisme kepada perusahaan mitranya. Misinya memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas kepada pelanggan dengan tolok ukur kepuasan mitra kerja, memberikan pelayanan yang terbaik, citra yang baik, dan memberikan kesejahteraan bagi stakeholder dan karyawan. Kepuasan mitra kerja dalam hal terpenuhinya keinginan dan kebutuhan, dapat melebihi harapan yang ada
Acara serah terima sertifikat ISO 9001 oleh Certi ke Direktur PT Ibu Jero
serta selalu membangun dan membina hubungan dengan mitra kerja. Pelayanan terbaik dengan memastikan pelayanan yang diberikan adalah yang paling baik yang dapat diberikan. Citra yang baik dengan bekerja profesional dan berkualitas sehingga mewujudkan citra positif baik bagi perusahaan maupun perusahaan mitra kerja. Memberikan kesejahteraan bagi stakeholder dan karyawan karena mereka adalah aset yang harusb dipertahankan. Dengan pembinaan yang terus dilakukan akan memberikan nilai tambah dan dapat menumbuhkan perusahaan. Hingga saat ini PT Ibu Jero terus mempertahankan kualitasnya sehingga user ataupun klien puas. Berikutnya, user akan merekomendasikan agar penyediaan jasa layanan tenaga kerja ditangani PT Ibu Jero. I Wayan Wardiasa, Head Office Marketing PT Ibu Jero menambahkan user mereka merupakan perusahaan baik yang berskala lokal, nasional, hingga internasional. “Kami selalu berusaha menambah jumlah user dengan cara meningkatkan layanan kami. Referensi dari user lama sangat menentukan untuk menggaet user baru. Dari sisi tenaga kerja yang kami salurkan juga profesional karena sudah kami bekali dengan Standard Operation Procedure (SOP),” jelasnya. Ia juga mengatakan, PT Ibu Jero menyediakan tenaga kerja outsourcing yang memiliki spesialisasi kemampuan, ketrampilan, dan keahlian dengan bidang kerja masingmasing. Standar
Dewa Putu Suyasa, S.Pd.,Direktur PT Ibu Jero.
Rakernas & pembahasan ISO yang dihadiri manager & seluruh pimpinan cabang PT Ibu Jero yang ada di Indonesia
yang dimiliki sesuai dengan standar yang diinginkan user. Karena itu, gabung an dan kombinasi dari SOP user serta SOP PT Ibu Jero menjadikan tenaga kerja memiliki nilai lebih. Jika terjadi halangan, misalkan tenaga kerja sakit dan tidak bisa kerja, PT Ibu Jero siap memberikan tenaga pengganti. “Dari awal sudah ada komitmen. Jika tenaga kerja yang ditempatkan itu cuti atau sakit, kami berikan pengganti. Kalau cuti sudah bisa dipersiapkan, kalau sakit mendadak, kami pakai yang stand by di kantor untuk menggantikan sementara,” imbuh Dewa Gelar Suyasa, Manajer Marketing Bali Nusra. Dari sejumlah user yang menggunakan layanaan PT Ibu Jero, posisi satpam, cleaning service, driver, SPG, dan administrasi yang paling diminati. Kepuasan dari user membuat nama PT Ibu Jero terangkat dan dicari. Untuk rekrutmen tenaga kerja pun, dilakukan dengan standar yang jelas. Dengan konsep dan metode pembelajaran yang disusun up
mengimbangi user. User bisa puas dan mempercayakan penyediaan tenaga kerjanya kepada kami, itu merupakan tujuan kami,” tegasnya. Dari sisi tenaga kerja, mereka sudah diberikan jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sangat penting agar tenaga kerja, dimana pun mereka bertugaa bisa fokus dengan
Acara mukernas yang dihadiri semua staf PT Ibu Jero baik yg di pusat maupun di cabang seluruh Indonesia
Kegiatan rutin tirtayatra bersama semua staf PT Ibu Jero
to date menghasilkan kurikulum yang tepat bagi calon satpam. Mereka juga dididik para instruktur yang berdedikasi tinggi, praktisi berpengalaman, para perwira TNI/Polri serta sudah memilki sertifikat Gada Pratama. “Kami tidak hanya membekali satpam dengan pelatihan. Penampilan juga kami perhatikan. Ada standar penampilan diri dengan potongan rambut rapi, pemakaian pakaian sesuai jadwal, kelengkapan atribut, dan yang lainnya. Sampai saat ini, hampir 90% satpam pria, sisanya satpam wanita,” ujar Gelar Suyasa. KOPERASI IJO SEJAHTERA I Ketut Sudiartha, Manajer Operasional PT Ibu Jero mengatakan pemberian latihan sebelum penempatan itu merupakan bagian dari layanan prima PT Ibu Jero untuk user. “Ke depan, kami berharap bisa terus
tugasnya. Bahkan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan, PT Ibu Jero memotivasi tenaga kerjanya dengan membuat koperasi. Saat ini Koperasi Ijo Sejahtera menjadi wadah bagi tenaga kerja untuk melakukan simpan pinjam. Melalui koperasi ini, tenaga kerja bisa mengatasi masalah keuangan ketika mereka memerlukan.
Bagi para user yang ingin mencari tenaga kerja, PT Ibu Jero merupakan solusi yang tepat. Pengalaman, transparansi, andal, memberi layanan purnajual, fleksibel terhadap perusahaan, manajemen so lid, pelatihan berkelanjutan, serta peralatan memadai menjadi alasan-alasan untuk segera menghubungi PT Ibu Jero.-wah
Pembinaan rutin untuk meningkatkan kinerja security dalam pelayanan
PT Ibu Jero
Jalan Pidada VII no 6x Denpasar Bali Telp (0361) 413917 HO Marketing. I Wayan Wardiyasa, S.Pd. Head office. Jl. Pidada VII No.X Denpasar tlp. 0361- 413917. Mobile. 087 762 672 527. Email. marktpst_ibujero@yahoo.com.
4
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Save Our Heritage Gede Yoga dan Trisha Yunita Duta Endek 2016
Akhirnya I Gede Yoga Mahardiana dan I Gst Ayu Trisna Yunita Agung terpilih sebagai putra -putri terbaik Kota Denpasar yang berhak menyandang Juara 1 “Duta Endek Kota Denpasar Tahun 2016”. Dua remaja ini berhasil meraih posisi puncak setelah menyisihkan 4 finalis lainnya. Masih di acara ”The Grand Final Duta Endek Kota Denpasar ke-5 Tahun di Aston Hotel & Convention Centre”, Denpasar, Senin (10/10).
P
ada malam Grand Final Duta Endek Kota Denpasar ke -5, berlangsung meriah dan seluruh finalis Putra - Putri tampil luar biasa dengan balutan busana endek karya para perancang di Kota Denpasar tersebut, selanjutnya ditetapkan pula Juara ke- 2 diraih oleh Putu Ade Mandala Wiguna dan I Gusti Agung Ayu Berlian Audiya Parimayuna. Juara ke -3, jatuh pada Putu Feby Pradipta dan Ni Komang Nadia Angga Nesa. Selain itu ditetapkan pula pemenang Best
of Fotogenik diraih Komang Putri NataliaWidjaya; Best of Inspring untuk Krisna Damar; Best of Talent diberika pada I Gusti Agung Ayu Berlian Parimayuna; dan Pemenang Favorit diraih oleh sang Juara 1,Putri yakni I Gusti Ayu Trisha Yunita Agung. Pada acara yang mengusung tema “ Save Our Heritage”, yang dihadiri Ketua DPRD Kota Denpasar I Gst Ngurah Gede dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
Pasangan Juara 1, 2, dan 3 mengenakan busana rancangan AA Ngurah Anom Mayun
Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang hadir dengan busana endek sebagai komitmen dengan keberadaan endek, bahwa endek merupakan salah satu produk bernilai kearifan lokal yang menjadi produk unggulan masa depan Bali, khususnya dalam mengangkat industri kreatif, sebagai produk lokal unggulan di Kota Denpasar Sementara itu Ketua Dekranasda Kota Denpasar, IA Selly D. Mantra dalam Puncak Acara Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar tersebut, sebagai penggagas acara tentu juga sangat konsisten mengajak agar generasi muda bangga memakai busa endek. Malam itu Selly D. mantra juga hadir selaku juri kehormatan, bersama tiga juri lainnya yakni AA Ngurah Anom Mayun, Corriy Veronica dan Nandika. Dikatakan oleh istri orang nomor satiu di Denpasar ini, endek sebagai warisan budaya hendaknya dapat terus dilestarikan, dan generasi muda mempunyai kewajiban untuk melestarikannnya dengan cara harus bangga menggunakan
Duta Endek diharapkan anakanak muda lebih berkreasi dan berinovasi dalam mengembangkan keberadaan endek. Endek itu terus berkembang mulai dari design dan pola, sehingga selalu bisa tampil trendi dengan berbagai jenis pakaian. Dikatakannya jika dari ajang pemilihan duta endek sebelumnya telah menghasilkan pengusaha-pengusaha muda di bidang endek. Bahkan mereka telah sering mengikuti berbagai pameran baik secara individu maupun
Dewan Juri
dengan Pemerintah Kota Denpasar. Di samping itu kedepannya untuk mendorong generasi muda untuk menjadi seorang wirausaha khususnya bidang endek termasuk mempromosikan sehingga para generasi muda semakin tertarik menggunakan endek. Sementara Ketua Panitia Penyelenggara Luh Riris Indah Rahma Putri yang juga Duta Endek Kota Denpasar tahun 2015 mengatakan pemilihan Duta Endek ini untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggan gen-
busana endek. Apalagi endek sudah men jadi komoditas dunia fashion yang berbasiskan budaya. Maka, para Duta Endek juga nantinya dapat menjadi entrepreneur yang sukses, Dan. Selly D. Mantra pun bersama Dinas PerinPasangan Juara1 Bersama Wali Kota Denpasar dustrian dan dan Ketua Dekranasda Kota Denpasar Perdagangan Kota Denpasar kembali akan dukungan teknologi yang ada. memberikan pelatihan menenun Duta Endek ini,lanjutnya pada generasi muda termasuk juga adalah contoh bagi anak muda ibu-ibu rumah tangga. lainnya dan akan bertugas memBegitu juga dengan para pen- beri layanan informasi kepada grajin Kota Denpasar, salah sa- masyarakat tentang endek dan tunya yang tergabung dalam Kel- mempromosikan endek sebagai ompok Asbest, yang juga menjadi produk lokal unggulan Kota Densponsor busana seluruh finalis pasar. Mereka akan bertugas muDuta Endek 2016, diharapkan lai Januari 2017 di bawah lisensi terus mengembangkan kreasi dan (all right reserve) Dekranasda inovasinya dengan memanfaatkan Kota Denpasar. –ard
Parade Seluruh Finalis
erasi muda terhadap endek. Di samping juga sebagai ajang promosi sehingga endek dicintai di semua kalangan. Riris mengata-
Detik-detik penobatan Juara ke -1
kan bahwa ke 24 Finalis sebelum tampil pada puncak acara malam itu, telah melewati serangkaian kegiatan mulai dari tes tertulis, interview, catwalk, malam bakat untuk penetuan 50 besar. Dilanjutkan dengan tes interview dan catwalk untuk menetapkan 12 pasang finalis. Setelah terpilih 12 finalis putra dan 12 finalis putri dilaksanakan pembekalan antara lain, public speaking dan kepribadian, pengenalan desain dan motif, kewirausahaan serta kunjungan ke pengrajin tenun. Semuanya untuk tujuan akhir yakni tak henti memepromosikan endek sebagaimana moto yang selalu digaungkan yakni : Endek Kita Punya, Kita Pakai, Kita Bangga. -ard
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
21
Atlet PON NTB Terima Bonus
Silaturrahmi 112 atlet Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX asal Nusa Tenggara Barat dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat dan jajarannya beberapa waktu lalu, meninggalkan suasana kebanggaan atas prestasi yang telah diraih para atlet. Meski hanya berada di urutan ke 14 dengan meraih 11 medali emas, 10 perak dan 18 perunggu dari 13 cabang olahraga, para pelatih dan atlet pantas berbangga atas prestasi ini.
P
Promosi Tiada Henti Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Wayan Gatra didampingi Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Denpasar , Ida Ayu Dewi Citrawati, dan Kasi Bina Usaha IGA Laxmy Saraswaty, menambahkan jika Duta Endek juga menjadi salah satu program mendekatkan generasi muda dengan budaya bangsanya. Pemilihan Duta Endek ini untuk terus menggemakan keberadaan endek mulai anak-anak sampai dewasa. Dengan dilaksanakan pemilihan
Mandalika
ara atlet yang berlaga pada PON XIX 2016 Jawa Barat itu adalah 100% atlet asli Bumi Gora dan dilatih oleh 95% pelatih asal NTB. Hal ini jelas memberikan aura kebanggaan yang kental bagi Bumi Gora. Hal ini mengundang
apresiasi dari Gubernur Nusa Tenggara Barat yang menggemakan slogan Bangga jadi NTB. “Ini menunjukkan bahwa kita sudah mampu mencetak atlet-atlet yang memiliki potensi yang dilatih oleh pelatih yang memiliki kemampuan dalam mengembangkan olahraga di NTB,” kata Gubernur NTB,
Gubernur NTB menyerahkan penghargaan bagi para atlet yang meraih prestasi pada PON XIX Jawa Barat
Para atlet dan pelatih dan seluruh kontingen PON XIX asal NTB, bersama Gubernur NTB pada acara silaturrahmi apresiasi Pemerintah Provinsi NTB bagi seluruh kontingen
DR. TGH. M. Zainul Majdi. Atas prestasi para atlet dan pelatih yang berlaga di PON XIX Jawa Barat ini, Gubernur NTB didampingi oleh Sekda NTB, Dr. Rosiyadi Sayuti dan Ketua Kontingen, Andi Hadiyanto, memberikan apresiasi tidak hanya kepada para atlet, tetapi juga kepada seluruh pelatih, serta cabang olahraga yang meraih medali. “Alhamdulillah, kita merasa bangga kepada atlet NTB. Kepada para atlet yang merasa kecewa akan raihan prestasi, buang jauhjauh perasaan tersebut, karena dengan prestasi yang diperoleh ini sudah sangat membuat bangga NTB,” ujar Gubernur NTB beberapa waktu lalu pada acara silaturrahmi dengan para atlet NTB yang berlaga pada PON XIX Jawa Barat 17-27 September 2016 lalu
di Pendopo Gubernur NTB. Gubernur NTB menyampaikan bahwa prestasi yang dicapai merupakan hasil yang pantas dan wajib disyukuri bersama. “Saya meyakini apa yang diperoleh para atlet adalah satu ikhtiar yang sangat panjang, dimana Provinsi NTB meletakkan olahraga prestasi sebagai salah satu inti dalam upaya membangkitkan marwah Bangga jadi NTB,” ujarnya. Dengan hasil yang diperoleh ini, ia mengajak semua pihak menyikapinya dengan penuh kesyukuran dan semangat yang tetap membara untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi di masa mendatang. “Semoga prestasi ini bisa menginspirasi anak-anak muda di NTB untuk cinta olahraga dan menempa diri dari usia yang sangat dini untuk menjadi tim yang akan meng-
hadirkan kebanggaan bagi NTB,” katanya. Ketua Kontingen Andi Hadiyanto pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa kontingen NTB yang terdiri dari 112 atlet mengikuti dari 23 cabang olahraga dan berhasil menyumbang 11 emas, 10 perak dan 18 perunggu dari 13 cabang olahraga, serta berada pada peringkat 14 dari 34 provinsi di Indonesia. “Alhamdulillah perlahan tetapi pasti, atlet NTB menunjukkan prestasinya pada PON 2016,” kata Andi yang juga menjabat sebagai Ketua KONI ini. Di acara yang sama Andi juga meminta restu bagi 12 atlet lain yang akan bertanding pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XV Jawa Barat Tahun 2016, mendatang. -Naniek I. Taufan
ASN harus Berintegritas dan Berilmu Aparatur Sipil Negara (ASN) memegang peranan penting dan sangat menentukan kualitas pemerintahan serta pelaksanaan seluruh program pemerintahan, baik nasional maupun daerah. Karena itu, ASN harus berintegritas dan berilmu. “Setiap zaman atau setiap waktu aktualisasi dari nilai integritas dan berpengetahuan itu mesti terus diperbarui, agar kita bisa memenuhi kebututan tuntutan publik,” kata Gubernur NTB saat meresmikan Kantor Unit Penyelenggaraan Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara Mataram, Provinsi NTB, di Jalan Landat, Kota Mataram, beberapa hari lalu. Kantor yang memiliki luas bangunan sekitar 1.200 meter persegi tersebut akan dipergunakan untuk melayani proses seleksi Calon Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pengujian kompetensi bagi ASN yang ingin mengurus kenaikan pangkat ataupun jabatan, baik provinsi maupun kabupaten/kota. UPT ini merupakan unit pelayanan terpadu ke lima yang diresmikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat, setelah sebelumnya telah diresmikan UPT yang sama di empat provinsi di Indonesia.
Gubernur NTB menekankan bahwa perkembangan dunia beserta ilmu pengetahuannya saat ini terus mengalami perubahan, yang menyebabkan sikap dan perilaku manusia ikut mengalami perubahan. Sehingga menurutnya, sistem tata kelola pemerintahan yang modern saat ini memerlukan ASN yang memiliki moral, mental serta pengetahuan yang mumpuni untuk mengimbanganginya. Adanya UPT tersebut sebagai sarana yang mengakomodir segala kebutuhan Aparatur Sipil Negara. Dengan tersedianya fasilitas
tersebut diharapkan ASN ke depan menjadi lebih baik. Perbaikan tata kelola aparatur sipil negara, mulai dari perekrutan sampai dengan pensiun terus diupayakan. Setidaknya hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BKN Pusat, Dr. Bima Haria Wibisana yang hadir dalam peresmian tersebut. “Saat ini, kami telah membuat aplikasi agar seluruh kebutuhan ASN di Indonesia berbasis online,” katanya. Namun, diakuinya keberadaan infrastruktur masih menjadi kendala untuk melaksanakan manajemen berbasis online tersebut seperti
Gubernur NTB meresmikanKantor Unit Penyelenggaraan Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara Mataram
Kepala BKN Pusat menandatangani prasasti tanda peresmian Kantor Unit Penyelenggaraan Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara Mataram
bangunan, internet dan kesiapan sumber daya manusianya yang ke depan akan terus dibenahi dan diperbaiki. “Ke depan untuk menjadi pejabat tidak harus satu jalur, karena yang dibutuhkan adalah kompetensi. Kompetensi itu bisa dilihat dari sertifikasi. Akan ada talent management yang sedangan kami kembangkan,” ujarnya. Gubernur NTB dan Kepala BKN Pusat kemudian menandatangani prasasti peresmian sekaligus meninjau ruangan yang menjadi fasilitas UPT tersebut. Di
sana ada ruang untuk Computer Assist Test (CAT), ruang tunggu, ruang kerja, ruang kepala UPT dan ruang server. Untuk ruang CAT, telah dilengkapi dengan 55 unit komputer untuk pelaksanaan ujian, baik untuk keperluan rekruitmen maupun uji kompetensi ASN. Selain Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Dr. Bima Haria Wibisana hadir pula Sekretaris Utama BKN, Usman Gumanti dan para kepala Badan Kepegawaian Daerah di seluruh kota/kabupaten di NTB. -Naniek I. Taufan
20
Nine
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Inspirasi
Aweng
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Maudy Ayunda
5
Terinspirasi “Trinity” “Ujian” Tiga Bulan Pertama Gadis cantik ini bukan hanya bersuara merdu dan piawai memainkan instrumen musik, tapi dia juga cerdas dan sangat peduli pendidikan. Karena itu tak heran sekalipun kariernya di dunia hiburan melejit namun tak ragu untuk ditinggalkan sejenak demi meneruskan pendidikannya ke jejang lebih tinggi.
Jika selama ini banyak kejadian menyedihkan yang menimpa Tenaga Kerja Wanita asal Nusa Tenggara Barat, maka tidak begitu dengan Aweng (52) yang sempat empat tahun bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. Ia memang tidak membawa uang yang banyak dari Arab Saudi, namun ia membawa pulang kenangan baik. Kenangan akan hubungan yang dengan orang-orang di tempatnya bekerja yang memperlakukannya dengan sangat baik.
H
ubungan yang baik itu membuat majikannya bahkan tidak menganggapnya sebagai seorang pembantu melainkan ia dianggap dan diperlakukan sebagai keluarga. Suasana yang ramah dari seluruh keluarga tempatnya bekerja itu memang tidak langsung ia dapatkan begitu saja, melainkan ia juga berusaha keras untuk bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. Setidaknya pada tiga bulan pertama Aweng harus mengalami situasi yang bahkan sempat membuatnya menangis karena demikian beratnya pekerjaan yang harus ia tanggung. “Tapi itu hanya tiga bulan pertama. Saya kemudian tahu bahwa tiga bulan pertama itulah para majikan di Arab Saudi menguji para pembantu barunya,” kata Aweng. Aweng beruntung mampu melewati semua masa itu dengan kesungguhan dan kegigihannya meski dengan begitu berat. Atas keinginannya untuk bisa membiayai sekolah tiga dari lima anaknya, tahun 2002 Aweng memutuskan untuk menjadi TKW ke Arab Saudi. Dari kampung halamannya di Lenangguar Sumbawa, Aweng berangkat ke penampungan TKW di Jakarta sebelum melanjutkan ke Arab Saudi. Di penam-
Aweng
pungan itu Aweng belajar Bahasa Arab dan belajar hal lain yang dibutuhkan selama menjadi TKW termasuk belajar memasak. Aweng bukanlah sembarang perempuan yang memutuskan berangkat bekerja sebagai TKW jika bukan karena keadaan yang terpaksa. Perjalanan hiduplah yang membuatnya sampai ke negeri orang itu. Meski ia tidak memegang ijazah, Aweng pernah bersekolah di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Sumbawa. Tapi karena satu dan lain hal, tiga bulan sebelum ujian akhir, Aweng tidak dapat mengikuti ujian sehingga ia tidak sampai memegang ijazah SPG. Namun meski tanpa ijazah, waktu belajar selama tiga tahun di sekolah pendidikan guru itulah yang membuatnya menjadi TKW yang berbeda dan memiliki kelebihan dibandingkan yang lainnya. Ia merasakan benar manfaat ilmu yang pernah diperolehnya, khususnya ilmu psikologi. “Saya tidak sempat lulus di SPG karena kesalahan saya sendiri,” katanya. Latar belakangnya yang pernah bersekolah SPG membuat ia juga terkadang sesekali diminta menjadi pengajar di tempat penampungan TKW. Ia mengajar anak-anak muda yang menurutnya kondisi pendidikannya kurang memadai. “Ka-
dang banyak yang tidak mengerti dan lamban,” katanya sembari mengungkapkan hal semacam itulah yang kemungkinan besar menjadi salah satu faktor mengapa banyak TKW yang disiksa majikan. Ia mengatakan hal tersebut karena akhirnya ia mengalami sendiri bagaimana menjadi seorang TKW. Latar belakang pendidikan dan kemampuannya itulah yang membuatnya akhirnya diberangkatkan lebih lekas dari waktu yang sebenarnya masih beberapa bulan lagi ia harus berada di penampungan untuk belajar. Ia dianggap telah mampu untuk mulai bekerja di Arab Saudi. “Saya diberangkatkan lebih cepat dari yang seharusnya,” katanya. Tampaknya karena latar belakang pendidikan dan kecekatannya itu pula yang membuatnya ditempatkan di rumah pensiunan pegawai tinggi kerajaan Arab Saudi yang kerap disebutnya Baba. DIPANGGIL NUR Tiba di Arab Saudi ia dijemput langsung oleh keluarga majikannya. Sejak itulah ia mulai bekerja. Tiga bulan pertama adalah tiga bulan yang paling menyedihkan baginya. Belum ada keramahtamahan dari siapa pun sehingga ia merasa benar sebagai seorang pembantu. Di samping itu ia juga harus mengerjakan sendiri seluruh pekerjaan rumah yang memiliki tiga lantai itu. Dalam tiga lantai tersebut, dihuni oleh tiga istri Baba di masing-masing lantai yang berbeda. “Itu saya urus semua awalnya sebelum akhirnya datang lagi seorang pembantu dari Tailand,” katanya. Ia mengenang saat ia harus mengangkat sendiri tabungtabung gas ukuran sangat besar. Ia juga harus mengangkat belanjaan seperti deterjen seberat 50 kilogram maupun belanjaan lainnya yang rata-rata berat karena dibeli masing-masing dalam jumlah yang banyak. “Meski ada supir atau orang laki lainnya, tidak boleh membantu saya, harus saya kerjakan sendiri,” ujarnya. Belum lagi tiap hari ia harus membersihkan semua perabot rumah tangga dan lainnya dengan klorok yang membuat kaki dan tangannya luka karena melepuh. “Sakitnya luar biasa,” katanya mengenang. Namun ia tetap bersabar menjalankan semua itu. Di masa-masa itulah ia masih dipanggil pembantu. Dua hal
Aweng saat kembali dari Arab Saudi
inilah yang sempat membuat air matanya menetes karena sedih. Tetapi ketika ia membayangkan anak-anaknya, semangatnya pun bangkit kembali. Aweng yang rajin dan pandai memasak lamban laun mampu menarik hati majikannya yang selalu memanggil namanya dengan sebutan Nur karena lidah mereka tak bisa menyebut Aweng. Sejak itu ia dipanggil Nur. Tidak hanya karena rajin dan pandai memasak, Nur yang akhirnya menjadi kesayangan majikannya tergolong TKW yang jujur. Beberapa kali Nur menemukan emas-emas kecil di atas tempat tidur dan uang di saku majikannya selalu ia kembalikan. Itu terjadi dalam empat bulan pertama. “Kalau saya mau mencuci baju sering menemukan uang dan emas-emas kecil di atas seprai, tapi saya kembalikan” katanya. Majikannya selalu berterima kasih tiap kali ia mengembalikannya. Rupanya itu salah satu bagian ujian yang sengaja diberikan majikannya. Karena itulah semakin hari ia semakin disayang majikannya. Uang-uang dan emas yang saya kembalikan itu, rupanya dikumpulkan oleh Baba dan istrinya yang kemudian semuanya diberikan pada saya saat lebaran tiba. “Ini rezekimu semua, ambillah,” kata Baba padanya. Hal inilah yang membuat Baba dan keluarganya sayang kepadanya. Ditambah lagi keikhlasan Nur merawat Baba yang sudah sepuh dan istrinya yang cacat dan kesehariannya di kursi roda. Segala urusan keduanya tiap hari hanya diurus oleh Nur. Bahkan sampai memandikan suami
istri tersebut. Meski memiliki dua istri lain yang masih sehat dan muda, tapi Nur jugalah yang menemani Baba belanja bulanan dan bahkan saat mengambil gaji pensiun. Di saat mengambil gaji itulah Nur tahu kalau majikan itu mantan pejabat negara yang masih tetap dihormati meski telah sepuh seperti itu. Begitulah keseharian Nur selama di Arab Saudi. Ia dianggap keluarga bagi majikannya. “Mereka suka bilang kalau saya ini anak mereka. Mereka juga kerap meminta saya bersabar mengurus Baba dan istrinya,” kata Nur. Namun semua itu tidak abadi. Nur hanya empat tahun bekerja di sana dan pulang ke Indonesia setelah merampungkan kontraknya. Ia menyayangi keluarga majikannya namun ia lebih sayang lagi pada anak-anaknya. “Sudah cukup saya bekerja di negeri orang, karena sekolah dua anak saya telah selesai waktu itu. Hanya tinggal yang bungsu saja, saya rasa bisa saya urus selanjutnya,” ujarnya. Saat ia pulang bahkan telah diberikan tiket PP ke Arab saat ia ingin kembali. Namun Nur memilih tinggal bersama anak-anaknya. Begitulah, sebagai TKW Nur meninggalkan kesan dan kenangan yang baik bagi keluarga majikannya dan begitu pula dirinya, pulang kampung dengan bahagia. Ia memang tidak membawa pulang uang dalam jumlah yang banyak, namun ia mampu membuktikan bahwa menjadi TKW tidak melulu membawa kisah sedih dan buruk. “Asal ada kemauan, kerja keras dan keikhlasan, pasti pulang dengan bahagia,” ungkapnya. -Naniek I. Taufan
I
Maudy Ayunda
tulah Maudy Ayunda, pemeran film ‘Tendangan dari Langit’, yang akhir September 2016 lalu diwisuda sebagai sarjana PPE (Philosophy, Politics and Economics) di Oxford University, Inggris. “Aku bangga dan lega berhasil menyelesaikan studiku di sana,” kata Maudy yang menamatkan pendidikannya dalam tempo tiga tahun. Menurut gadis bernama lengkap Ayunda Faza Maudya ini, ada banyak hal yang akan dilakukannya setelah menyelesaikan pendidikan S1. Setidaknya, kata anak pertama pasangan Didit Jasmedi-Muren Murdjoko, dia memiliki banyak waktu untuk kegiatannya di dunia entertainment yang sempat ditinggalkannya. “Setidaknya aku punya waktu dua tahun untuk melakukan berbagai kegiatan sebelum aku meneruskan pendidikan S2. Aku sudah sempat mengkonsultasikan tentang kemungkinan mengambil S2, namun katanya aku harus memberi jeda antara S1 dan S2 setidaknya selama dua tahun”. “Kebetulan course-course yang aku rencana mau ambil mengharuskan itu. Aku juga harus magang bekerja seperti yang disyaratkan. Begitu kondisinya, aku pikir cocok dengan aku. Karena aku memang ingin melakukan banyak hal di sini, main film, menyanyi, dll,” ungkap Maudy yang belum memutuskan mengambil jurusan apa pada saat S2 nanti. Dan memang Maudy seperti tak mau berlama-lama nganggur. Kerinduannya pada dunia film, khususnya, sudah begitu memuncak. Maka tak heran, setelah dinyatakan lulus ujian tertulis pada Juni lalu, Maudy langsung kembali ke Jakarta. Ia hanya istirahat sejenak sekaligus merayakan
kelulusannya, kemudian tancap gas lagi, yakni syuting film. Saat ini pelantun tembang ‘By My Side’ini sedang proses syuting film ‘The Nekad Traveler’ , sebuah film garapan sutradara Rizal Mantovani yang menceritakan tentang petualangan seorang traveler bernama Trinity (Maudy Ayunda) ke berbagai daerah di Indonesia di antaranya Lampung, Makassar, Labuhan Bajo dan NTT, juga ke sejumlah negara di antaranya Maldives dan Filipina. Menurut Maudy, film tersebut sangat menantang. Kebetulan juga dia memang senang traveling. “Aku benar-benar terinspirasi dengan cerita dan sosok Trinity, meski tidak senekad yang dilakukan Trinity heheh. Tapi bagi aku film ini sangat menantang, kita harus melakukan traveling ke berbagai lokasi dan mengeksplore keindahan alam Indonesia,” tuturnya. Dalam film ini, Maudy yang kebagian peran utama akan beradu akting dengan Ayu Dewi, Farhan, Cut Mini, Rachel Amanda, Hamis Daud, Anggika Bolsteril dan Babe Cabita. “Ini momentum penting banget bagi aku setelah lumayan lama menghilang dari dunia perfilman. Kemarin itu aku kan lebih fokus
menyanyi, dan sekarang akhirnya main film lagi,” ucapnya. Menurut Maudy ada banyak hal yang ingin dilakukannya setelah menyelesaikan pendidikan, bukan hanya ingin main film tapi juga menggarap sejumlah proyek menyanyi. “Pokoknya aku kepengen banget ngerasain yang namanya full time menjalani dunia hiburan. Selama ini kan aku ngedouble ya, pendidikan dan karier di dunia hiburan. Nah sekarang pendidikan—untuk sementara sudah selesai—jadi aku bisa full fokus di karier. “ “Film akan tayang akhir tahun. Aku juga pengen nyanyi. Tahun ini aku akan ngeluarin single lagi, tahun depan launch album baru. Aku punya banyak kerjaan di ‘dapur’, kayak ‘behind the screen’ lah. Misalnya, bikin lagu, syuting film, dll. Semuanya mungkin akan menggebrak tahun depan. Semoga semuanya lancar ya,” ungkap gadis kelahiran Jakarta 1994 ini. KESEMPATAN MENGEKSPLORE DIRI Saat ini, ungkap Maudy, adalah kesempatan untuk mengeksplor dirinya. “Aku pengen mencoba itu (eksplore diri), misalnya from writing side sebagai seorang musisi. Di bidang film, aku ingin mencoba peran-peran yang lebih menantang. Aku sekarang ini kan sudah lebih dewasa, jadi mungkin peranperan (film) yang aku dapat nanti akan lebih berbeda. Pokoknya
Maudy naik sepeda ke kampus
aku ingin melakukan banyak hal,” ucap ambasador sebuah produk kecantikan ini. Maudy mengaku memang tidak bisa diam. Dia terbiasa aktif berkegiatan sejak dulu. Usia 4 tahun ia sudah les piano, kemudian saat SMP ia mulai mempelajari gitar secara otodidak. Sejak dia menguasai permainan gitar, dia pun mulai mencoba-coba membuat lagu, compose, dll. Saat SMA, tuturnya, ia bukan hanya sibuk sekolah tapi juga mulai berkarier di dunia akting maupun tarik suara. Saking sibuknya, ia mengaku tak punya banyak kesempatan bermain seperti temanteman seusianya. Betapa tidak, selain sibuk belajar—apalagi dia berkeinginan kuliah di luar negeri--- ia juga sudah mulai menekuni karier di dunia entertainment. “Dulu itu saat SMA, temanteman aku pulang sekolah bisa main,hangout, tapi aku nggak bisa. Aku sempat merasa bagaimana gitu ya, pengen tapi tidak bisa karena ada kegiatan lain yang harus aku kerjakan. Jadi memang, terus terang saja, dulu ada banyak hambatan yang harus aku alami,“ kata Maudy yang selain diterima di Oxford University juga diterima kuliah di universitas ternama lainnya yakni; Columbia University, AS, dan Brown University, NYU. “Dulu, di satu sisi ingin main dengan teman-teman tapi di sisi lain aku harus melakukan kegiatan tertentu yang sudah di-schedulekan. Jadi saat itu aku sudah harus memilih apa yang prioritas. Sebagai anak muda, ya, memang pada masa itu aku merasakan suatu yang berat. Tapi ada orangtua yang membantu memberi pemahaman. Akhirnya hal-hal yang di bawah itu terkikis, seperti misalnya social life, dll. “ “Dan akhirnya memang seperti inilah capaian aku atas pengorbanan-pengorbanan kecil itu. Misalnya capaian karier aku yang baik, juga pendidikan, semua itu karena aku menjalani hal yang prioritas. Dan lebih dari itu, aku akhirnya malah bisa bertemu dengan lebih banyak orang lagi, bahkan masalah socializingjustru
ter-expend, meski dengan cara berbeda,” tutur Maudy yang sempat diundang untuk memberikan inspirasi juga motivasi kepada para pelajar. Saat ini, kata Maudy, adalah momen yang sudah lama ditunggu-tunggunya yakni fokus sepenuhnya pada kariernya di dunia hiburan. Dulu, katanya, dia harus menjalani dua hal sekaligus pendidikan dan karier di dunia hiburan, dan itu bukan hal mudah. Apalagi, dia kuliah di luar negeri. “Aku memang harus membagi waktu sebaik-baiknya untuk bisa menjalani semuanya dengan baik. Beruntung aku sangat dibantu oleh manajemen aku, juga pihak label. Karena kuliah jauh, aku tidak bisa main film tapi aku bisa mengerjakan project-project lagu saat aku libur ke Indonesia. “ “Jadi pas aku di Inggris, semaksimal mungkin waktu aku adalah untuk belajar, saat aku di Indonesia aku berusaha melupakan kehidupan di sana dan konsentrasi dengan project yang aku kerjakan. Tapi ya begitulah, aku menerima banyak bantuan dari manajemen dan pihak label, sehingga semua bisa berjalan,” ungkapgadis yang bukan hanya fasih berbahasa Inggris tapi juga Mandarin dan Spanyol. Dan memang keseriusan Maudy tak sia-sia karena dia termasuk salah satu mahasiswa yang berprestasi juga aktif di kegiatan kampus. Di kampusnya, ia aktif di Ofxord Economics Society, dan sempat menjabat sebagai head of speakers yang memiliki tugas mengundang para pembicara untuk program-program yang ada. Maudy yang menjadi satusatunya mahasiswa asal Indonesia di jurusan PPE ini, juga pernah menjadi pembicara termuda dalam forum global The Regional Conference Evaluate the Millennium DevelopmentGoals and Looks to Creating a Foundation for the Post2015 yang berlangsung di Nusa Dua Bali. Di hadapan para pemimpin dunia, dia mempresentasikan tentang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. –Diana Runtu
Woman on Top
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
Pemilihan Putri Citra Indonesia 2016 Akan Digelar di Bali Pemilihan Putri Citra Indonesia Tingkat Nasional yang ke-32 Tahun 2016 akan diselenggarakan di Denpasar, Bali, 28 s.d. 30 Oktober 2016 bertempat di Gedung BCIC (Bali Creative Industri Centre)/Balai Diklat Industri Denpasar, Jalan WR Supratman 302 Tohpati, Denpasar. Ajang ini memperebutkan Piala Tetap Ibu Bintang Puspayoga (istri Menteri Koperasi & UMKM) dan didukung oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bali, Argadia Bali, Pemerintah Kota Denpasar, WHDI Bali, Salon Agung, Tiara Kusuma, Viva Cosmetics, dan Harian Bisnis Bali (Kelompok Media Bali Post).
K
egiatan yang bertema “Melalui Pemilihan Putri Citra Indonesia ke-32, Kita Tingkatkan Diri Menjadi Pribadi yang Cerdas, Terampil dan Berkarakter” i n i diselenggarakan oleh Lembaga Pendidik a n
Yayasan Argadia, sebuah organi sasi yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan budaya. Kegiatannya adalah membantu pemerintah melalui pelatihanpelatihan keteramp ilan wanita dan pemilihan-pemilihan yang berkaitan dengan pelestarian kebudayaan Nasional yang diadakan di seluruh provinsi di Indonesia.
“Saat ini Argadia sudah memiliki perwakilan di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Pemilihan Putri Citra Indonesia ini pesertanya perwakilan dari masing-masing provinsi yang menggunakan kain khas daerah dari seluruh Indonesia,” ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Hj. Aisyah Jafar, saat dihubungi via telepon. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali, melestarikan dan
mengembangkan kebudayaan Indonesia serta menggalakkan hasil kerajinan daerah masing-masing, berupa aksesori, batik dan tenun agar memberikan motivasi kepada para remaja dan anak-anak untuk mencintai kebudayaan dan kerajinan daerah masing-masing. Sekaligus menggalakkan produksi dalam negeri yang tentunya tidak kalah dengan produksi luar ne geri. Selain Pemilihan Putri Citra Indonesia tingkat nasional, di selenggarakan juga Pemilihan Putri Citra Cilik dan Remaja,
Pemilihan Putri Bunga Argadia, Pemilihan Putra-Putri Batik/ Tenun Nusantara, dan Prestasi Seni, dibagi menjadi beberapa kategori usia, yakni usia 3 s.d. 5 tahun, usia 6 s.d. 10 tahun, usia 11 s.d. 16 tahun, dan usia 17 s.d. 25 tahun. Untuk informasi lebih lengkap/pendaftaran, silahkan menghubungi Sekretariat DPD Argadia Bali (LKP Agung), Jalan WR Supratman 303A Tohpati, Denpasar, Bali. Contact Person: Desiana (08562996258), Dewa Ayu (087861424158), Ibu Agung (0811393602). –inten
TUK Agung Gelar Uji Kompetensi Gratis
Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M., Ketua Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung sekaligus pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung, menyatakan bahwa dalam kesempatan yang sama untuk memeriahkan Pemilihan Putri Citra dan mendukung Kota Denpasar sebagai Kota Kompeten Pertama di Indonesia akan dilaksanakan Uji Kompetensi Tata Kecantikan Kulit dan Tata Rias Pengantin. “Tujuan dari kegiatan Uji Kompetensi ini untuk mendukung Kota Denpasar sebagai Kota Kompeten Pertama di Indonesia dan Gerakan Indonesia Kompeten dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatih an, Kemdikbud. Selain itu, kegiatan ini bisa menjadi ajang untuk memperkenalkan Tata Rias Pengantin Bali di tingkat nasional,” tutur Ibu Agung. Ketua Argadia Provinsi Bali ini, mengatakan peserta Uji Kompetensi berasal dari seluruh Indonesia. Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali Modifikasi diselenggarakan 27 Oktober 2016, Uji Kompetensi Tata Kecantikan Kulit 28 s.d. 29 Oktober 2016, dan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali Agung dan Madya 30 Oktober 2016 di Gedung BCIC (Bali Creative Industri Centre)/Balai Diklat Industri Denpasar, Jalan WR Supratman 302 Tohpati, Denpasar. Informasi lebih lengkap hubungi : Desiana (08562996258), Dewa Ayu (087861424158), Ibu Agung (0811393602). –inten
Rekening Bank Emosional Salam Senyum,... “Mbak, bisa minta tolong cetakkan saldo di buku tabungan saya?” Kalimat seperti itu sudah seperti “makanan” sehari-hari ketika saya menjadi seorang front liner di salah satu Bank terbesar milik pemerintah, sekitar dua puluh tahunan yang lalu. Semua tahu bahwa ketika berbicara tentang tabung an, maka yang tersirat adalah keadaan keuangan yang dicatat oleh Bank. Namun setelah sekian lama saya menggeluti dunia jasa dimana di dalamnya terdapat service/layanan, maka yang namanya rekening, dapat kita bagi menjad rekening Bank Finansial dan rekening Bank Emosional. (Stevent Covey). Pembaca setia Dhani’s Art in Service, saya ingin memberikan suatu pandangan yang menarik mengenai hubungan antar manusia, dimana setiap kita menjalin hubungan dengan seseorang, berarti kita umpamakan membuka apa yang disebut dengan REKENING BANK EMOSIONAL. Waaaahhh...sungguh menarik untuk kita bahas. Salah satu contoh ceritanya seperti ini. Ketika saya masih mengunakan jasa laundry untuk mencuci dan menyetrika pakaian, saya masih ingat dengan apa yang selalu dia ucapkan ketika saya datang ke sana. “Mau apa? “Aaaahhh... kata-kata itulah yang sebenarnya yang membuat saya jadi kurang nyaman untuk tetap berlangganan di sana. Apalagi ditambah dengan wajah yang merengut (mungkin dia lelah), dan pencarian hasil laundry yang sedemikian lamanya seakan-akan barang langka yang sulit untuk ditemukan. Begitu pula saat menerima pembayaran dari saya, sedikit pun tidak ada kata-kata yang terlontar untuk mengucapkan sekadar kata “terima kasih.” Ayooo… kita kembali membahas rekening Bank Emosional. Ketika orang tersebut membuat orang lain
enjadi tidak nyaman, di m saat itulah tabungan di Bank emosional kita tertarik dan jelas menjadi berkurang. Artinya... rekening bank emosional adalah tempat kita menaruh dan menarik tabungan. Bila kita membantu orang untuk mencapai apa yang diinginkan dan dia merasa senang berarti kita sudah menaruh tabungan. Yang tentunya di suatu saat akan memperolah deviden. Begitu pula kebalikannya, ketika kita meminta orang lain membantu kita dan membuat mereka merasa terganggu bahkan merasa tidak nyaman, berarti kita sudah mulai menarik simpanan. Apabila tabungan terlalu ba nyak ditarik, kita bisa overdraft dan bisa-bisa rekening bahkan jadi tutup. Sekarang bisa dijawab, dari petugas laundry itu, apakah dia menabung atau menarik pada rekening Bank Emosionalnya???..... Rekening bank Emosional itu cenderung dilakukan untuk menabung kecil-kecil namun terus-menerus. Itu���� lah yang membedakan dengan rekening bank finansial, yang hanya dapat dilakukan 1 kali setor dengan jumlah banyak. Dalam pelatihan-pelatihan yang saya lakukan dengan materi “Serve with Love”, saya banyak memberikan filosofi layanan. Dimana seorang front liner tidak hanya cukup dibekali dengan standar layanan saja, tetapi bagaimana mereka paham, bahwa layanan itu adalah sebuah pekerjaan yang mendasari pahala yang timbul akibat ketulusan layanan kita terhadap pelanggan. Ada beberapa cara agar sebagai pelayan dapat menabung di rekening Bank Emosionalnya. Yang pertama, ketika berbicara dengan pelanggan banyaklah kita KAGUM TERHADAP PELANGGAN. Artinya seperti ini, biarkanlah dia berbicara 80% dari setiap kesempatan. Bukankah menurut Dr. William King ”bila seseorang berbicara mengenai diri Anda kepada Anda; maka inilah percakapan brilian”. Yang kedua dilakukan adalah, AKUILAH KEBERADAAN PELANGGAN dengan melontarkan Pujian.
Masih ingat dengan tulisan saya di rubrik ini pada episode yang lalu dengan judul “Mantra sang Penyihir” ? Isinya adalah bagaimana cara memuji pelanggan agar pelanggan merasa senang dan kembali kepada kita. Yang ketiga, ciptakanlah HUBUNGAN YANG NYAMAN DENGAN PELANGGAN. Kenyamanan hubungan dengan pelanggan dapat terjadi ketika kita SANTAI menghadapinya. Contoh-contoh kecil seperti tersenyum, membuat jarak yang rileks, condongkan badan ke arah pelanggan, kontak mata, tirulah sikap pelanggan (menyesuaikan dengan kenyamanan pelanggan). Selanjutnya yang keempat, PAKAILAH HUMOR YANG TEPAT KEPADA PELANGGAN. Humor yang paling efektif adalah humor yang ringkas dan tidak menyinggung perasaan. Dan tawa adalah sebenarnya sarana yang paling ampuh dalam menanamkan pengaruh. Dan yang kelima adalah PEDULILAH DENGAN PELANGGAN. Peduli dengan pelanggan salah satu contohnya adalah mengirimkan ucapan Ulang Tahun, atau mengguntingkan artikel dan mengirimkannya kepada pelanggan tertentu, yang bermanfaat sesuai hobi atau profesi pelanggan kita itu. Pembaca yang setia, terutama yang berada di dalam usaha jasa Bank, ingatlah... bahwa bukan hanya Nasabah (pelanggan) yang dituntut untuk menambah saldo pada rekening Bank Finansialnya, tapi marilah kita berlomba-lomba untuk menambah rekening Bank Emosional agar selalu bertumbuh dan kitalah yang memetik hikmahnya nanti. Ingin lebih mengupas tentang tulisan ini agar dapat meningkatkan layanan terhadap pelanggan? Silahkan hubungi manajemen kami, dan kami mohon agar diberikan kesempatan untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
Fotografi makin diminati. Mulai dari anak muda hingga dewasa. Fotografi seakan menjadi gaya hidup bagi mayoritas orang. Tak sedikit pula, yang menjadikan fotografi sebagai bisnis yang cukup menjanjikan. Salah satunya Safira Ishami. Berawal dari hobi, kini ia bersama dua temannya mencoba peruntungan se bagai fotografer profesional. Selain memotret prewedding, Fira juga melayani jasa pemotretan foto produk, keluarga, event dan yang lain.
“S
aya hobi foto sejak dari S M A . Wa k tu itu punya kamera saku. Serius belajar fotografinya ketika kuliah dan baru ganti kamera DSLR,” kata Fira,
Safira Ishami
Terpacu
sapaan akrabnya. Ia makin terpacu mengembangkan hobinya ketika berhasil memenangkan beberapa lomba fotografi. Salah satunya, lomba foto model on the spot. Lomba foto tersebut merupakan lomba foto pertama yang diikuti Fira dan mendapatkan juara ketiga. “Saya gak nyangka bisa dapat juara. Soalnya, kamera pesertanya bagus-bagus, peralatannya leng-
Pelukis yang Hidup dari Warung Kopi Sulistyono Ampas Kopi (40), penyair dan pelukis yang kerap meladeni pelanggan warung kopinya di pinggiran kota Surabaya. Seniman yang tak mau mengeksplor dirinya lebih dalam ini mengatakan, “Saya lebih memilih fokus di warung kopi dari pada memperdalam kesenian karena warung kopi yang menghidupi saya dan keluarga,” kata Sulistyono. Padahal bapak dua anak ini bisa menjual karya-karyanya dan bisa melebihi dari hasil warung kopinya setiap bulannya dengan bakat yang dimiliki sejak kecil itu. Tetapi Sulistyono, tetap bersikukuh dengan warung kopinya. Menurut dia, kopi mempunyai arti yang dalam ketika kopi tersebut sudah menjadi ampas. Sebab, sisa kopi tersebut lebih berarti dari segalanya. Ampas kopi memiliki arti filosofi sebuah
Terus Berkarya
kap. Sedangkan kameraku yang paling standar,” kenang alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga ini. Karena itu, ia merasa bangga karena bisa mengalahkan peserta yang kebanyakan laki-laki dalam kompetisi tersebut. “Bukan bermaksud apa-apa. Pekerjaan fotografer identik dengan laki-laki. Tapi bukan hal yang gak mungkin kalau perempuan juga bisa melakukannya,” tambah Fira. Selama menjadi fotografer profesional, Fira kerap dipandang sebelah mata karena perempuan. Namun, ia tidak ingin streotype tersebut menjadi penghalang bagi karirnya. “Sering banget ketemu klien pas pertama ketemu dibilang ‘oh ini fotografernya, kirain cowok’. Pernah lagi dianggap anak magang. Ada juga yang pas tahu cewek yang motret, dijutekin, dikiranya gak
Sulistyono
proses perjuangan yang panjang rasa sakit yang tak dirasakan, dan mengering menjadi endapan. Tetapi ampas tersebut bisa menjadi tinta yang sangat luar biasa dengan perjalanan waktu yang sangat luar biasa. -Dona
Safira Ishami
6
bisa apa-apa,” kilah Fira. Untuk menangkal stigma negatif itu, ia mempunyai cara jitu guna mengatasi hal tersebut. Yakni, tetap bekerja secara profesional dan menunjukkan hasil terbaik. “Alhamdulillah, setelah tahu fotonya kayak gimana, mereka
19
“Bukan bermaksud apaapa. Pekerjaan fotografer identik de ngan laki-laki. Tapi bukan hal yang gak mungkin kalau perempuan juga bisa melakukannya,”
malah jadi langganan. Setelah foto anak pertamanya, lanjut ke anak kedua,” katanya sambil tertawa. Tidak hanya melihat streotype pekerjaan fotografer sebagai hal yang buruk, Fira melihatnya dalam sisi yang positif pula. Dengan dipandang sebelah mata, ia makin terpacu untuk terus berkarya. “Hal tersebut malah jadi motivasi buat aku biar gak gitu-gitu aja. Aku sih ingin menunjukkan kalau perempuan juga bisa bekerja di lahan lelaki,” kata perempuan kelahiran Jombang, 17 September 1992 ini. -Dona
18
Edisi 923/17 - 23 OKTOBER 2016
Pasar Seririt yang terbakar untuk kedua kalinya tahun 2014 sudah direvitalisasi. Pemkab Buleleng mengambil langkah cepat dengan menggunakan dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng tahun 2016 melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagprin) sebesar Rp 12 miliar. Sampai 11 Oktober 2016, pengerjaan sudah mencapai 81% lebih dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender.
H
al tersebut terungkap saat Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST melaksanakan kunjungan kerja (kunker) tahun 2016 ke Kecamatan Seririt, Kamis (13/10). Selain meninjau proyek pembangunan Lapangan Umum Seririt, Bupati yang akrab disapa PAS ini melakukan peninjauan ke proyek revitalisasi Pasar Seririt. Untuk diketahui, proyek pengerjaan ini melingkupi pengerjaan rehabilitasi pasar utama, pengerjaan tangga utara, pengerjaan toilet umum, pengerjaan tower tangki air, pengerjaan pasangan gorong-gorong, pengerjaan ground tank, serta pengerjaan Pura Melanting. Revitalisasi pasar Seririt ini merupakan salah satu bentuk komitmen kuat Pemkab Buleleng dalam menjamin terciptanya nilai kebersamaan serta makna pengembangan aktivitas
ekonomi masyarakat. Keberadaan pasar Seririt ini merupakan upaya untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap pemasaran produksinya, baik produksi industri rumah, maupun produksi pertanian. Pengerjaan pasar yang melalui rehabilitas dan pembangunan ini diharapkan nantinya bisa meningkatkan akses – akses perekonomian di Kecamatan Seririt dan di Buleleng barat. Pasar Seririt ini merupakan pasar yang sangat vital karena sangat strategis untuk perekonomian di Buleleng Barat. Menurut Kepala Diskopdagprin Buleleng, Drs. Ketut Suparto, MMA, kemajuan pembangunan proyek revitalisasi Pasar Seririt sampai saat ini mencapai 81%. Jangka waktu proyek ini sampai dengan 26 November 2016. Tetapi, paling lambat 20 November 2016 proyek ini sudah selesai. “Kita akan tunggu sampai batas waktu yaitu 20 November 2016,” ungkap Suparto. Disinggung mengenai pedagang yang nantinya akan menempati gedung Pasar Seririt yang baru, mantan Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng ini menjelaskan bahwa semua pedagang yang dulunya menempati Pasar Seririt akan didata dan dimasukkan kembali. Untuk penambahan pedagang baru, pihaknya masih melihat kondisi pasar yang baru. “Nanti kita lihat dulu jika dimungkinkan akan ada penambahan pedagang yang akan berjualan di Pasar Seririt yang baru. Kita akan bekerjasama dengan PD Pasar,” tegasnya. -Wiwin
Revitalisasi Pasar Seririt
I Made Jaya Harta
Pertanian di Buleleng selalu menarik untuk dibahas. Selain memiliki beberapa komoditi buah lokal unggulan, Kabupaten Buleleng juga memiliki beberapa komoditi buah langka. Salah satunya adalah poh bikul yang hanya dapat ditemui di Desa Menyali, Kecamatan Sawan. Mangga ini punya rasa khas, gurih dan manis dibandingkan buah mangga lain. Dinamakan poh bikul karena buahnya yang mirip dengan bentuk tubuh bikul (tikus). Menurut Kepala Desa Menyali, I Made Jaya Harta, keberadaan poh bikul sangat langka karena kesulitan dalam pembudidayaan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk tetap mempertahankan keberadaanya buah langka asli Menyali tersebut. Namun, dari beberapa bibit yang dicoba dikembangkan tidak satupun ada yang hidup. Bahkan di Desa asalnya pun, pohon mangga ini hanya tinggal beberapa saja dengan usia di atas 50 tahun. Selain langka, buah ini juga memiliki keunikan dari bentuknya. “Bentuknya yang asli itu kecil bahkan kalau makan tinggal dikupas ujungnya dan bisa langsung dimakan karena
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
Suasana diklat guru Pra BKAF 2016
Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST meninjau Pasar Seririt pasca terbakar dalam kunjungan kerja di Kecamatan Seririt
P o h B i k u l Buah Langka dari Menyali bijinya pun sangat tipis dan kecil,” jelasnya. Poh bikul itu sangat digemari oleh kalangan pejabat di Jakarta. Salah satunya, Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri. “Kalau Bu Megawati ke Bali bertepatan dengan poh bikul berbuah, beliau pasti pesan buah mangga itu. Karena memang rasanya sangat manis tidak ada kecutnya, pokonya beda dengan buah mangga lainnya,” ungkapnya. Bahkan Megawati juga sengaja mendatangkan tim ahli pertanian untuk membantu pengembangan poh bikul tersebut. Beberapa upaya mulai dari cara stek dan tempel sudah dilakukan akan tetapi tidak satu pun dari usaha tersebut yang berhasil. Menurutnya, sulitnya perkembangbiakan poh bikul tersebut karena kulit buahnya yang begitu tipis sehingga kambium batang yang dimiliki juga sedikit. “Kalau melakukan stek dan tempel itu membutuhkan cambium yang banyak,” jelasnya. Selain itu, ada kemungkinan tanaman poh bikul sulit dikembangkan karena dipengaruhi oleh faktor kondisi tanah dan cuaca. Sehingga pohon ini hanya cocok tumbuh di Desa Menyali. Disamping kondisi tanah dan cuaca, biji poh bikul juga sulit tumbuh tunas karena biji poh bikul itu terlalu pipih. “Mungkin cocoknya hanya disini (Desa Menyali). Tetapi di sini juga tidak begitu banyak. Ini karena memang bijinya pipih sehingga tidak banyak yang bisa tumbuh tunas,” tambahnya. Pria kelahiran 19 Oktober 1970 tersebut mengungkapkan bahwa pohon mangga ini berbuah tidak menentu. “Jika berbuah saat mangga lain tidak dalam musimnya maka buahnya akan kecil, namun jika berbuah berbarengan dengan mangga lain maka buahnya akan sedikit lebih besar,” pungkasnya. Hal ini dikarenakan dalam proses penyerbukan akan bercampur dengan serbuk sari dari jenis mangga lain. Tentunya kondisi
Sudut Pandang
ini akan memengaruhi rasa dan juga bentuk dari poh bikul. Sementara itu, Cening Bukti salah seorang warga Desa Menyali yang memiliki tiga buah pohon poh bikul di tegalan miliknya mengaku selalu kewalahan ketika musim panen tiba. “Tidak perlu memasarkan jauh-jauh karena jauh-jauh hari sebelum masa
panen sudah ada yang pesan,” tuturnya. Jika dibandingkan dengan mangga lain, poh bikul lebih lama dalam proses berbuah. Hal tersebutlah yang membuat harga poh bikul jauh lebih mahal dari mangga yang lain. Di desanya sendiri dijual dengan harga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu namun jika di luar, kisaran harganya bisa mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu. Meskipun di pasaran mangga lain dalam hasil panen yang melimpah akan tetapi kestabilan harga poh bikul tetap terjaga. -Wiwin
Jadilah Kreator M
Sebanyak 200 guru mengikuti pelatihan dalam persiapan lomba kegiatan Bali Kids Animation Festival (BKAF) 2016. Ini kegiatan ke 2 setelah sukses tahun lalu. Tahun 2015, tercatat 150 animator cilik memamerkan hasil karya animasi mereka.
enurut Putu Sudiarta, Direktur Bamboomedia yang juga penggagas acara ini, materi kegiatan antara lain pelatihan Software Pivot Animator, Digital Storytelling, Digital Coloring, Voice Actor,
serta sosialisasi Lomba. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan guru terkait TIK, terutama menyangkut animasi. Lomba sendiri bertujuan mencari bakat-bakat animator cilik serta mendorong masuknya animasi menjadi pilihan eskul di
7
tingkat SD khususnya di kota Denpasar,” tegasnya. Selanjutnya 200 guru yang sudah dilatih akan mensosialisasikan di masing-masing sekolah. Puncak lomba adalah bulan November tanggal 5-6. Hasil lain adalah sinergi yang makin baik antara Disdikpora, BDI-Kemenperin, serta Bamboomedia sebagai penggagas kegiatan. Sudiarta menambahkan. Relevansi kegiatan ini dengan program Denpasar Smart City tentu mendorong pemanfaatan TIK secara optimal terutama dalam masyarakat perkotaan terkait pelayanan publik. “Kegiatan ini ingin merangsang masyarakat memanfaatkan kemajuan TIK secara produktif. Mulai dari usia dini (SD) diharapkan tidak hanya menjadi pengguna dan penonton, namun sebagai kreator. Dengan melibatkan siswa SD otomatis akan melibatkan orangtua, kakak dan adiknya,” ujarnya. Sebagai penggagas kegiatan, Bamboomedia berharap kegiatan ini bisa menjadi kalender tahunan perusahaan bekerjasama dengan Disdikpora dan BDI Denpasar, serta Bali Post dan Bali yang menjadi media partner. “Kami ingin mendukung visi Wali Kota menjadikan Denpasar sebagai kota Animasi berbasis Budaya, dengan impian besar memiliki kawasan industri terpadu Denpasar Technopark pada tahun 2021,” tegas Sudiarta. –Ngurah Budi
Terus Gulirkan “Cinta Produk Indonesia” Cening Bukti bersama cucu menunjukkan poh bikul yang masih muda.
Sosialisasikan “Teruna-Teruni Tani” Melihat potensi yang dimiliki oleh subak dengan harapan menarik minat Kabupaten Buleleng seharusnya sektor pemuda Bali. pertanian harus dikembangkan secara Selain meningkatkan minat pemuda maksimal. Potensi pertanian yang terdiri dalam pertanian, Swatantra juga menatas lahan persawahan dan lahan kergungkapkan jika saat ini pemerintah ingin ing yang cukup luas menjadikan pertamengembangkan buah-buahan lokal untuk nian sebagai tumpuan hidup utama bagi memenuhi kebutuhan masyarakat di Bali masyarakatnya. Akan tetapi, peluang dan Buleleng pada khususnya. “Beberapa pengembangan sektor pertanian belum komoditi yang sudah kami kembangkan banyak digeluti generasi muda di Bali. Hal antara lain pisang ijo Taiwan dan cavendish. tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Hal ini melihat dari kebutuhan masyarakat Pertanian dan Peternakan Buleleng Ir. yang begitu banyak terhadap pisang sehingga Nyoman Swatantra, MMA. diharapkan masyarakat dapat memenuhi Menurutnya, pemuda Bali perlahansendiri kebutuhannya,” ucap pria kelahiran lahan mulai terpengaruh globalisasi seh6 Juni 1959 tersebut. ingga mereka lebih memilih bekerja di Pria yang sempat menjabat Kepala bidang swasta. “Ini karena mereka masih Bidang Padi dan Palawija Dinas Pertanian menganggap bertani adalah pekerjaan dan Perternakan tersebut mengungkapkan yang kotor dan berpendapatan rendah,” bahwa pihaknya melakukan intensifikasi Ir.Nyoman Swatantra, MMA ujarnya. Pihaknya terus mengupayakan produk pertanian yang sudah berkembang melakukan sosialisasi agar di masing-masing subak untuk di Kabupaten Buleleng. “Hal tersebut dilakukan dengan membentuk teruna-teruni tani. “Kami juga libatkan mereka pemeliharaan dan pengendalian hama,” pungkasnya. Ia dalam berbagai festival dan juga dilibatkan dalam lomba menjelaskan bahwa intesifikasi ini sangatlah penting untuk cerdas cermat teruna-teruni tani,”tambahnya. Swatantra meningkatkan hasil produksi pertanian, sebab beberapa meyakini dengan usaha tersebut dapat membawa keterkomoditi yang hanya ada di Buleleng saat ini tidak berkemtarikan pemuda terhadap pertanian. bang karena serangan hama penyakit. “Dulu di Buleleng Disamping itu, sejumlah upaya meningkatkan minat terkenal dengan jeruk keproknya di Tejakula, namun saat pemuda untuk bertani. Salah satunya adalah penambahan ini sudah hasil panen sudah mulai menurun,” paparnya. alat pertanian modern. Diharapkan dengan memberikan Atas kondisi tersebut, pihaknya mulai mengembangbantuan alat pertanian tersebut dapat menarik minat pekan kembali jeruk keprok di kecamatan Gerokgak sejak muda. “Dengan alat pertanian tentunya dapat menghemat empat tahun terakhir. Wilayah tersebut dipilih karena tenaga fisik, mempercepat pengerjaan lahan, dan menepis kondisi tanah yang tidak jauh berbeda dengan kecamatan anggapan bahwa bertani adalah pekerjaan yang kotor,” Tejakula. “Usaha ini diharapkan dapat mengembalikan citra jelasnya. Ia menambahkan, dengan pemberian bantuan jeruk keprok Tejakula yang mulai mengalami penurunan alat-alat pertanian modern harus disosialisasikan melalui produksi,” tandasnya. -Wiwin
Di era global, persaingan saja setidaknya butuh waktu pasti terjadi. Untuk meme2 minggu. Kalaupun ada khanangkan persaingan dengan siatnya, tentu sudah hilang. produk luar, ada beberapa hal “Tapi kalau kita memakai yang harus dilakukan. Demikian jeruk lokal, tentu akan lebih disampaikan Ketua Umum fresh,” ucapnya. Kamar Dagang dan Industri Berikutnya, dalam paka(Kadin Bali), AA Ngurah Alit ian (sandang), ia melihat Wiraputra saat ditemui di Sanur, masih banyak masyarakat Denpasar. kita yang bangga memakai Alit Wiraputra menyebut brand luar negeri. Padahal empat hal yang mau tak mau jika dilihat sekarang produkharus dilaksanakan. Pertama, produk mereka sudah tidak cinta produk Indonesia harus berkualitas, seperti rata-rata diutamakan. “Cinta Produk produk Cina yang masuk ke dalam Negeri” ini kembali Indonesia sudah hancur lebur, harus digalakkan sebagai upaya harga murah. “Jangan-jangan menekan produk impor dan produk bekas semua. Jadi, juga sekaligus mendorong tummemang cinta kita terhadap buhnya industri dalam negeri. negeri harus ditingkatkan. AAN Alit Wiraputra “Kadin sudah memulainya dari Pola hidup ini penting sekali yang terkecil, yakni di kartu nama tertera 100% karena kedepannya produk-produk dalam negCinta Indonesia,” ujarnya. eri kita budayakan untuk kita pergunakan. Ini bisa dilakukan lewat pendidikan,” tegasnya. Kedua, harus dilakukan peningkatan kualitas dan kuantitas produk dalam negeri sehingga Dalam pendidikan kita beri orientasi memiliki nilai jual yang baik. Ketiga, adanya pada anak didik bahwa produk dalam negeri keberpihakan pemerintah untuk menjadikan jauh lebih bagus dan “Cintailah Produk Kita”. produk lokal sebagai tuan di negara sendiri. Cuma masalahnya, semua produk di Indonesia Keempat, perlunya perlindungan konsumen mengaku produk dalam negeri. Sepeda moterhadap produk lokal. “Dengan beberapa tor, sepatu, tas dengan merek/brand luar tapi hal tersebut, kita akan bisa memenangkan semua mengaku produk dalam negeri karena persaingan dengan produk luar dan asing,” dibuat disini. “Nah ini konotasinya bagaimana ungkapnya optimis. kita membedakan produk yang diproduksi di dalam negeri dan produk yang memang datang Terkait “Cinta Produk Indonesia” ini, dari luar,” ucapnya. ia mengatakan bahasa tersebut harus sering digulirkan, dan pemimpin-pemimpin daerah Pada prinsipnya, Alit Wiraputra menharus menjadi teladan. Selain juga upaya lain egaskan “kita pasti bisa”, asalkan semua dari yang terus-menerus dilakukan, mengimbau keyang teratas/pemerintah, dunia usaha, hingga pada masyarakat untuk menggunakan produk masyarakat bawah, sepakat menggunakan dalam negeri. Misalkan di bidang pertanian, produk dalam negeri. “Saat ini kita masih mengsaat ini jeruk mandarin yang didatangkan dari gunakan 60% produk luar negeri dari semua Cina masih banyak mendominasi pasar. Jika lini termasuk pertanian,” cetusnya. dicermati betul, untuk masuk ke Indonesia –Inten Indrawati
Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Menghadiri di Reuni SMANSA Angkatan 98
SENATOR ARYA WEDAKARNA HADIRI REUNI SMANSA ANGKATAN 98
SMA 1 DENPASAR LAHIRKAN BANYAK PEMIMPIN
Nama besar Smansa sebagai salah satu sekolah unggulan di Bali kian dipupuk oleh alumninya. Hal ini tampak saat acara alumni Smansa Angkatan 98 yang digagas oleh anak didik Smansa 98. Bertempat di halaman Smansa, ratusan alumni beserta keluarganya berpartisipasi dalam acara tersebut. Ada satu nama alumni 98 yang saat ini cukup dikenal publik yakni sosok Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang kini menjabat sebagai Senator DPD RI mewakili Provinsi Bali. Ditemui disela-sela acara reuni, ia menyatakan cukup bangga dengan acara yang digagas oleh kawan - kawannya dalam waktu yang singkat. “Saya senang dengan semangat kawan- kawan dalam mengorganize reuni ini. Mengobati kerinduan 14 tahun tidak bertemu dan kini sudah banyak teman - teman menjadi orang sukses. Nama baik Smansa memang sangat didukung dengan kiprah alumninya. Saya bangga menjadi alumni 98. Jika tidak sekolah di Smansa, mungkin saya tidak bisa seperti sekarang,” ungkap Arya Wedakarna ( AWK ). Dalam catatan Smansa, sosok Gusti Arya Wedakarna memang dikenal sebagai sosok yang aktif sejak remaja. Sejumlah prestasi ia raih diantaranya sebagai Duta Sekolah dalam kegiatan seni baik PSR atau PKB. Juga aktif dalam bidang
seni musik dan dunia radio. Wedakarna tercatat sebagai presenter radio pertama yang masih berseragam putih abu - abu pada zamannya yakni di Radio Cassanova. Selain itu, ia sempat menjadi Cover Utama Tabloid Wiyata Mandala dan mendapatkan penghargaan dengan tampil di Istana Presiden di depan Ibu Tien Soeharto bersama remaja berprestasi lainnya. “Diantara semua itu, yang saya banggakan adalah prestasi mendirikan Gugus Depan Pramuka Smansa Krisna - Radha. Saat itu saya jadi Wakil Ketua Pramuka dengan kawan - kawan pecinta pramuka. Dari 2000 siswa hanya kami berlima yang jadi pengurus pramuka. Saya senang bisa menjadi pendiri Pramuka Smansa. Ini membentuk karakter diri saya,” ungkap Gusti Wedakarna yang kini menjadi pejabat negara di MPR RI. Kini ia berharap agar pelanjutnya dapat menjaga nama baik Smansa dan bisa menjadi lebih hebat dari senior-seniornya. “Smansa itu hebat karena punya guru-guru yang hebat. Disiplin yang tinggi namun sangat dinamis dalam memahami karakter siswanya. Selain itu pada zaman kami, Smansa adalah sekolah terbaik di Bali. Banyak orang-orang besar lahir di Smansa dan semoga taksu Smansa terus hidup sepanjang masa,” ungkap Gusti Wedakarna yang tercatat sebagai siswa kelas 1D, 2D dan 3 IPS 1. (Humas)
8
Bunda & Ananda
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Bagi orangtua yang memiliki anak lebih dari satu, memiliki kewajiban untuk bertindak adil. Namun, ada kalanya muncul persepsi tidak adil, pilih kasih, dan rasa lain yang kurang mengenakkan. Ada juga anak yang merasa diperlakukan tidak adil dan selalu harus mengalah. Bagaimana solusinya?
Mengalah bukan
Berarti
B
u Ayun memiliki dua anak. Anak pertama perempuan sedangkan yang kedua laki-laki. Mengasuh dua anak ini membuat Bu Ayun harus pandai-pandai bersikap. “Saya tidak ingin membedabedakan anak laki dan anak perempuan. Kalau membeli mainan, barang, atau makanan, keduanya mendapat bagian yang sama. “Beberapa hari lalu, anak saya yang pertama mengeluh dengan mengatakan saya pilih kasih. Saya lebih memprioritaskan adiknya. Kalau ada masalah, kakak selalu disuruh mengalah. Saya kaget dengan keluhan itu,” ujar perempuan yang bekerja di sebuah perusahaan swasta ini. Bu Ayun mengaku selama ini, ia sudah bersikap adil. Urusan ponsel, kakak yang lebih diprioritaskan. Kalau kakak beli ponsel baru, ponsel yang lama dihibahkan untuk adiknya. Kalau urusan mengantar ke sekolah, kakak yang didahulukan. Bu Ayun pun bingung, dari sisi mana ia dianggap berlaku pilih kasih dan selalu menyuruh kakak untuk mengalah. Pengalaman Bu Ayun mungkin bisa jadi dialami orangtua lain. Seringkali orangtua mengambil “jalan pintas” dengan meminta anak yang lebih tua untuk mengalah. “Anak yang menyimpulkan dirinya terlalu sering disuruh mengalah pasti punya alasan. Minimal ia pernah mendapat perlakuan dibedakan baik secara verbal atau fisik sehingga membekas di memorinya,” ungkap Luh Kadek Pande Ary Susilawati, S.Psi. M.Pi., Psikolog. Dosen Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini bisa terjadi karena orangtua tidak sengaja atau tidak sadar melakukannya. Misalnya, ketika anak rebutan mainan, orangtua cenderung meminta anak yang lebih
Pande Ary
tua untuk mengalah. Kalau hal ini terus-menerus dilakukan, bisa menjadi beban psikologis bagi anak yang lebih tua. Orangtua “memaksa” anak yang lebih tua untuk mengerti kondisi. Seharusnya, jika anak rebutan mainan, orangtua harus bisa menjadi penengah. Orangtua harus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menjelaskan kronologisnya. “Berikan kesempatan kepada anak untuk berargumentasi dan menyatakan pendapatnya. Setelah semua memberikan pendapat, barulah orangtua memberikan pendapat atau perlakuan yang sesuai. Orangtua juga harus tegas. Ingatkan anak untuk minta izin kalau meminjam mainan dan berterima kasih setelah menggunakan. Ini merupakan proses pembelajaran bagi anak dan orangtua,” ujar Pande Ary. Ia juga menjelaskan peran keluarga sangat penting dalam mendidik karakter anak. Keluarga merupakan tempat pertama untuk belajar. Pondasi pendidikan budi pekerti anak mulai dari rumah. Karena itu, orangtua harus menjadi contoh yang baik bagi anak. Sikap orangtua sering menjadi “role model” bagi anak dalam melakoni hidupnya. Dalam proses tertentu, bisa jadi muncul kesan orangtua pilih kasih dan anak merasa dipaksa mengalah. Bagi Psikolog yang juga pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali ini, mengalah tidak berarti kalah. Misalnya, ketika ada dua anak sedang bermain kemudian, si adik minta tidur
“Anak yang menyimpulkan dirinya terlalu sering disuruh mengalah pasti punya alasan. Minimal ia pernah mendapat perlakuan dibedakan baik secara verbal atau fisik sehingga membekas di memorinya”
Kalah
ditemani bunda, si kakak harus memahami situasi tersebut. Bisa jadi, kondisi adik sedang tidak fit dan perlu istirahat. Kakak yang mengalah dalam situasi ini tidak berarti dia diabaikan. Setelah adiknya tertidur, permainan bisa dilanjutkan dengan bunda. Jika terjadi permasalahan di antara anak-anak, secepatnya harus diselesaikan. Jangan menimbun permasalahan, apalagi jika salah satu anak selalu merasa tertekan. Hal ini bisa mengendap dalam memorinya dan suatu saat akan meledak. “Dalam kasus yang dialami Bu Ayun, pasti ada penyebab sehingga anak pertamanya merasa selalu disuruh mengalah. Mungkin secara tidak sadar ada perlakuan baik verbal maupun fisik yang
dialami anaknya sehingga hal itu memunculkan kesimpulan dari sisi anak atas perlakuan orangtua kepadanya. Orangtua juga harus peka dengan respons yang ditunjukkan anak. Segera selesaikan masalahnya. Ajak anak untuk bicara dan berikan dia kesempatan mengungkapkan pendapatnya,” ujar Pande Ary.
Ia juga menyarankan perlunya menggali informasi dari pihak orangtua untuk mencari akar penyebab masalah antar anak mereka. Seringkali orangtua mengabaikan sehingga menganggap sepele permasalahan antara anak. Untuk menghindari terjadinya hal serupa, orangtua harua membuat aturan yang tegas dalam pengasuhan anak. Selalu membuka ruang dialog dengan anak jika terjadi masalah. Pola “problem solving” harus menjadi acuan. Ada masalah, ada klarifikasi, ada solusi. Anak juga harus paham kapan saatnya mengalah karena situasi dan kondisi serta kapan saatnya harus menunjukkan sikap yang mengalah tidak melulu yang lebih tua. Orangtua pun harus menjadi penengah yang adil bagi anak. Semua proses ini harus dijalankan secara sadar sehingga menjadi pembelajaran bersama. -Ngurah Budi
Ilustrasi anak-anak bermain
Mendongeng Lima Menit menghitung koin emas
Pak Tregor orang kaya di desa itu. Tanahnya ratusan hektar. Kerbau dan sapinya lebih dari tujuh ratus ekor. Ia terkenal bukan karena kekayaannya, tetapi karena sifat kikirnya. Ia jarang bergaul dengan masyarakat, karena Made Taro khawatir, kalau-kalau orang-orang minta sumbangan atau meminjam uang kepadanya. Walaupun tanahnya luas, ia hanya punya sepetak rumah. Rumah itu terletak di pinggir desa yang dikelilingi pohon-pohon lebat. Dalam rumah itu ia dilayani oleh lebih dari limabelas pembantu. Pada suatu hari ia menjual 200 ekor kerbau dan 150 ekor sapi kepada saudagar kota. Hewan-hewan itu dibayar lunas dengan koin emas. Ia belum pernah membayangkan akan memiliki beribu-ribu keping koin emas. Bersama istrinya, seharian mengurung diri di dalam kamar. Menghitung koin emas. “Tok, tok, tok …!” Seorang pelayan memanggil Pak Tregor dan istrinya untuk makan siang. “Tunggu sebentar! Aku belum selesai menghitung koin emas,” jawabnya dari dalam kamar. Tak lama kemudian ketukan pintu itu terdengar lagi. Suami-istri kaya itu segera menuju ruang makan. Tentu ia tidak lupa mengunci pintu kamar tempat bertimbunnya koin emas. Aneh! Di ruang makan itu mereka berdua tidak melihat hidangan makan, tetapi koin emas. Mereka tumpahkan koin emas itu dari baskom nasi, lalu sibuk menghitungnya. “Cita-cita kita kesampaian!” seru Pak Tregor
riang-gembira. “Kitalah orang terkaya di desa ini! Bahkan kekayaan kita melebihi kekayaan Raja. Kita harus merayakan rezeki ini dengan mengundang seluruh warga desa dan pejabat kerajaan,” katanya lagi sambil menghitung koin emas yang berserakan di atas meja. “Hai, pelayan! Siapkan segala keperluan untuk pesta itu!” kata Pak Tregor sambil menarik tangan istrinya. Mereka berdua menuju dapur. “Wah, wah, wah…! Koin emas lagi, koin emas lagi!” teriak majikan kaya itu sambil berjingkrakjingkrak Suami-istri itu sibuk mengangkut koin emas itu ke dalam kamar. Semua pelayan terheran-heran. Mereka tidak melihat sang majikan mengangkut koin emas, tetapi perabotan dapur. Namun pelayan-pelayan itu tidak berani membantah. Pelayan-pelayan itu terpaksa ikut pula mengangkut berkarung-karung koin emas itu ke dalam kamar. Setelah usai, pelayan-pelayan itu diharuskan keluar dari kamar. Mereka berdua, Pak Tregor dan istrinya kembali sibuk menghitung koin emas. Semua pelayan bertanya-tanya heran bercampur khawatir. Sampai larut malam, sang majikan belum juga makan. “Tok, tok, tok…!” Keesokan paginya, seorang pelayan mengetuk pintu. “Makan pagi sudah siap, Tuan!” katanya. Tak ada jawaban. Pelayan itu mengetuk pintu kamar itu satu kali lagi, lima kali, sepuluh kali. Kemudian datang pula pelayan lainnya. “Tok, tok, tok,…, tok, tok, tok …!” Pelayan-pelayan itu curiga, lalu bersama-sama mendobrak pintu. Braaak….! Mereka semua terkejut. Mereka dapati Pak Tregor dan istrinya terbaring kaku. Kedua tangannya menggenggam koin-koin emas. (Filipina)
Griya Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperindah halaman dan taman rumah Anda. Salah satunya dengan memasang lampu cetakan, yang kini banyak diproduksi pengerajin lokal. Lampu-lampu tersebut tak hanya berfungsi sebagai penerang dan memberikan aksen cahaya, namun juga mampu memberikan nilai estetika dari bentuk dan motifnya yang unik.
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
17
Beragam Model dan Motif Unik Lampu Cetakan L
ampu cetakan yang terbuat dari campuran mil dan semen yang ditambah pewarna agar tampilannya menyerupai batu paras putih ini, bisa banyak kita jumpai di sepanjang ruas Jalan By PassNgurah Rai Sanur, Denpasar, Bali. Salah satunya Artshop Junita Jaya, yang memproduksi beragam model/ bentuk kap lampu dengan motif yang unik. Lampu-lampu ini diberi nama sesuai dengan bentuknya. Ada model telur, roket, gentong, kendang, bola, bulat, kotak, dan stand A. Tentunya dengan beragam motif, seperti motif bunga jepun, bunga plus daun, jepun full, donat, bunga-donat, tribal, dll. Salah seorang karyawannya Nengah Ariana mengatakan, lampu cetakan ini oleh konsumennya banyak ditempatkan di depan rumah dan taman/kebun, baik itu di rumah pribadi, vila, maupun pe-
rumahan. “Model dan motif yang disukai pasar, merata,” ujarnya. Proses pembuatan lampu cetak ini dijelaskannya memakai
rangka besi, kemudian campuran mil dan semen tersebut dicetak sesuai modelnya, lalu diukir dan ditekstur. “Terakhir, tinggal diset-
set. Dan dicoating, jika ada permintaan dari konsumen, tentunya ada biaya tambahan,” tandasnya. –Inten Indrawati
Ungkapan mengatakan buku adalah jendela dunia, namun apa jadinya jika setiap orang tidak suka membaca buku? Mungkinkah jendela dunia masih terbuka? Saat ini minat baca masyarakat khususnya di Buleleng mulai menurun. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Buleleng, Drs. I Putu Artawan.
F
Edukasi
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
aktor klasik penyebab rendahnya minat baca masyarakat adalah ekonomi. Masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi rendah kecenderungan memiliki minat baca yang rendah. “Intinya begini, membaca itu memang perlu
Dara
Hari Libur Perpustakaan Buka tetapi mencari uang juga susah. Jadi mereka beranggapan daripada membaca lebih baik bekerja mencari nafkah,” jelasnya. Budaya lisan juga merupakan faktor lain yang memengaruhi minat baca masyarakat. Artawan mengatakan jika budaya lisan yang diterapkan memang baik hanya saja belum maksimal. “Misalnya orangtua yang bercerita kepada sang anak, namun informasi yang disampaikan juga belum tentu secara utuh dapat diterima oleh sang anak,” ujarnya. Tetapi ia sangat bersyukur sebab himbauan dari pemerintah melalui Menteri Pendidikan, 15
Pengunjung di perpustakaan dan arsip daerah
menit wajib bagi anak sekolah sebelum melakukan pembelajaran harus melakukan kegiatan membaca. “Ini sangat mendukung untuk menumbuhkan minat baca anak-anak,”tuturnya. Sebagai tempat yang menyediakan berbagai buku dari berbagai sumber, Perpustakaan dan Arsip Daerah juga memberi beberapa kemudahan bagi pengunjung yang datang dengan menyediakan wifi gratis yang bertujuan untuk mempermudah pengunjung yang ingin mengerjakan tugas-tugas sekolah. Perpustakaan Daerah juga tetap buka di hari libur sebab diyakini hari libur adalah hari yang sangat efektif untuk mengerjakan tugas sekolah, dan akses koleksi buku secara online. “Peminjam dapat melihat dulu koleksi buku kami secara online, jika ada buku yang dicari barulah datang ke kantor,” paparnya. Ia beranggapan dengan kemudahan yang disediakan pengunjung dapat tertarik datang ke perpustakaan. Pria yang lahir pada 31 Desember 1961 tersebut juga mengatakan bahwa salah satu kerjasama yang selama ini terjalin dengan pihak sekolah adalah penyelenggaraan lomba. Melalui beberapa lomba seperti bercerita tingkat anak SD, megending Bali pada anak SMP, dan baca puisi pada tingkat SMA sangat diharapkan
Drs. I Putu Artawan
dapat merangsang kembali minat baca anak-anak. Terbukti juga dari beberapa lomba yang diselenggarakan melalui Perpustakaan dan Arsip Daerah dapat mengantarkan Buleleng pada juara Provinsi maupun Nasional. Berbeda dengan anak sekolah, menumbuhkan minat baca pada masyarakat umum memang sangat sulit. “Kalau anak sekolah beri saja mereka tugas yang mengharuskan mereka membaca, mau tidak mau mereka akan membaca buku, namun kalau dimasyarakat umum memang sangat sulit,” ujar pria yang berasal dari Desa Gobleg tersebut.
Sebagai instansi yang bertanggung jawab dalam menyediakan bahan bacaan, pihaknya berupaya dengan masing-masing desa di semua kecamatan di Buleleng dalam pengadaan perpustakaan desa. Salah satu perpustakaan desa yang dinilai telah berhasil meningkatkan minat baca masyarakat adalah perpustakaan Pelangi di Desa Patas, Gerokgak. “Perpustakaan Pelangi salah satu yang kami ajukan dalam lomba perpustakaan tingkat nasional. Kami lihat petugasnya memang mempunyai komitmen untuk memajukan dan meningkatkan minat baca masyarakat,” tambahnya. Kami juga upayakan petugasnya mendapat honor yang setimpal, begitu juga dengan sarana seperti sepeda motor roda tiga untuk perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah. Menurutnya banyak perpustakaan yang berdiri di pedesaan hanya saja terkendela oleh tenaga yang tidak memadai. Selain itu, kemampuan untuk mengelola perpustakaan juga kurang. “Perpustakaan yang baik akan mengklasifikasikan koleksi buku yang ada,” imbuhnya. Tujuannya adalah mempermudah pencarian keberadaan buku jika ada peminjamnya. “Petugas harus tahu kode dan urutannya sehingga ketika ada yang pinjam langsung dicarikan tidak perlu gebur-gebur lagi,” tambahnya. -Wiwin
Sejauh Apa Peranan Orangtua dalam Mengembangkan Bakat dan Minat Anak? Temukan Solusinya dalam Seminar “YESS21 MASSIVE IMPACT PROGRAMME” bersama LiveSmart Asia. Bakat (aptitude) adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus. Misalnya kemampuan berbahasa, bermain musik, melukis, dan lain-lain. Seseorang yang berbakat musik misalnya, dengan latihan yang sama dengan orang lain yang tidak berbakat musik akan lebih cepat menguasai keterampilan tersebut. Untuk bisa terealisasi, bakat harus ditunjang dengan minat, latihan, pengetahuan, dan pengalaman. Mengembangkan bakat dan minat bertujuan agar seseorang belajar atau di kemudian hari bisa bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta bakat dan minat yang dimilikinya sehingga mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias. Setiap orang menginginkan untuk menjadi kreatif, dan setiap orang pada dasarnya memiliki potensi untuk kreatif, hanya saja permasalahannya sejauh mana potensi tersebut dapat diasah pada diri manusia sehingga mereka dapat menghasilkan karya dan gagasan yang spektakuler dengan idenya yang “lain daripada yang lain”. Untuk mengasah
kreativitas minat serta bakat maka dapat dimulai sejak anak usia dini. Sejauh mana bakat anak dapat terwujud, tergantung pada beberapa faktor pribadi, seperti minat, motivasi, nilai, kepribadian, dan faktor lingkungan seperti pengalaman dan kesempatan pendidikan. Sebagai orangtua, kita tentu memiliki harapan yang besar pada anak dalam berbagai aspek kehidupannya. Termasuk misalnya, keberhasilan di sekolah maupun luar sekolah. Beberapa orangtua memisahkan kedua hal tersebut, meskipun sejatinya keduanya sama-sama berkontribusi pada masa depan dan arah karier anak nanti. Benjamin Jeremiah Ong (Bong) Founder dari Livesmart Asia sudah membantu lebih dari 21.000 remaja di berbagai negara, LiveSmart Asia yang berkantor pusat di Singapura dan sudah lebih dulu hadir di Malaysia serta Filipina, kini hadir di Indonesia melalui program “YESS21 Massive Impact” untuk membantu anak mengalami transformasi dalam hidupnya sehingga dapat meraih kesuksesan dalam hidupnya kelak. Tunggu apalagi? Segera Daftarkan putra-putri Anda yang berusia 9-19 tahun. Dampingi mereka untuk dapat menemukan rahasianya dalam seminar GRATIS bersama
Dara dari SMAN 1 Sukawati (Suksma) ini sudah meraih banyak prestasi juara dalam berbagai lomba, mulai dari lomba LKBB sampai lomba fashion show. Ia juga terpilih sebagai anggota Paskibra Provinsi Bali tahun 2016.
B
erawal d a r i mengikuti ekstra pramuka, dara bernama lengkap Putu Arlik Purwaniti ini mulai menempa fisik dan mentalnya, sehingga menjadi orang
9
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
P u t u
Putu Arlik Purwaniti
16
A r l i k
P u r w a n i t i
Selalu Ingin Mencoba
Arlik menjadi lima besar dalam pemilihan Jegeg Bagus Gianyar.
yang percaya diri. “Mengikuti kegiatan pramuka melatih mental dan fisik saya. Saya aktif pramuka sejak SMA. Beberapa prestasi di bidang kepramukaan pun pernah saya raih,” ujar Arlik, sapaan akrabnya. Siswi kelas XII IPA 6 Suksma ini ternyata tidak hanya aktif di pramuka. Ia pernah menjadi juara lomba mesatua Bali, juara Lomba Fashion Show Endek, Lomba Tata Busana Adat Bali dan juga masuk lima besar dalam pemilihan Jegeg Bagus Gia nyar. Di sekolahnya sendiri, Arlik merupakan runner up 1
Sudut Pandang
Jegeg Bagus Suksma 2016. “Saya pernah gagal dalam lomba tata busana. Tetapi, itu tidak membuat saya menyerah. Saya mencoba lagi hingga meraih juara. Jangan putus asa kalau belum berhasil. Selalu ingin mencoba merupakan pilihan saya. Sebelum mencoba, kita tidak akan pernah mendapat hasil yang diinginkan,” tegas dara kelahiran 11 Agustus 1999 ini. Arlik yang menjabat sebagai Pradana Putri di Suksma termasuk siswa yang sangat aktif di sekolahnya. ia mengikuti ekstra pramuka, paskibraka, dan teater. Di tengah kesibukannya yang padat, ia harus pintar-pintar membagi
Putu Arlik Purwaniti terpilih sebagai anggota Paskibra Provinsi Bali
waktu, agar semua kegiatan bisa terlaksana dengan baik. dengan demikian ia bisa menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal. Kiatnya untuk membagi waktu adalah dengan pintar-pintar menempatkan diri. Guru dan orangtua pun mendukung apa yang ia lakukan, karena semua berhasil dijalani dan membuahkan hasil. “Prestasi yang saya raih tidak terlepas dari dukungan keluarga dan sekolah serta keberanian dalam mencoba hal yang baru dan kemauannya untuk terus belajar
Arlik bersama tim pramuka
dan menambah pengalaman,” ujar anak pertama dari pasangan I Nyoman Arjawa dengan Ni Wayan Loji, yang tinggal di Gg Arjuna Desa Buruan, BlahbatuhGianyar ini. Menurut penuturan orangtuanya, sejak kecil Arlik sudah menunjukkan bakatnya tampil di atas panggung. Sewaktu SD ia pernah meraih juara mesatua bali. Mentalnya semakin terasah sejak ia mengikuti ekstra pramuka. Sejak itu, alumni SMPN 1 Gianyar ini sering mengikuti berbagai lomba kepramukaan seperti LKBB dan kerap meraih juara. Keberhasilannya juga didukung oleh kepiawaiannya dalam berkomunikasi dan menari Bali. Berkat prestasinya dalam berbagai lomba, Arlik sering diminta untuk melatih para juniornya dalam kegiatan paskibra dan LKBB. “Sekarang saya duduk di bangku kelas XII, sedikit demi sedikit mulai mengurangi kegiatan di luar bidang akademis, dan fokus belajar untuk persiapan menghadapi ujian nasional,” tegas dara yang bercita-cita menjadi polwan ini. –Ekayana/Ngurah Budi
Manfaatkan Sumber Bahan Lokal LiveSmart Asia pada Sabtu 22 Oktober 2016 dan Minggu 23 Oktober 2016, pukul 14.00-16.00 Wita. Seminar diadakan di Harris Hotel Sunset Road Jl. Pura Mertasari Sunset Road, Kuta
SEMINAR GRATIS “YESS21 MASSIVE IMPACT PROGRAMME”
Sabtu 22 Oktober 2016 dan Minggu 23 Oktober 2016 Pukul 14.00-16.00 wita Harris Hotel– Jalan Pura Mertasari Sunset Road Kuta TEMPAT TERBATAS...!!! INFORMASI DAN PENDAFTARAN:
0858.1008.1006
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan cinta tanah air. Salah satunya dengan mencintai produk dalam negeri. Ditengah berkembangnya kreativitas anak-anak dalam negeri tidak akan ada artinya jika tidak didukung dengan upaya untuk menggunakan hasil kreativitas itu. Hal ini disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Singaraja I Putu Eka Wilantara, M.Pd. Ia mengungkapkan tidak sedikit produk negeri Indonesia yang dijual dan dipakai di pasar internasional dan mendapat pengakuan dunia. Akan tetapi kecenderungan anak-anak utamanya remaja justru lebih bangga menggunakan produk luar negeri. “Mereka hanya ingin
mengikuti trend padahal tidak sedikit barang-barang dari luar negeri, asal muasalnya dari dalam negeri,” jelasnya. Menurut Wilantara, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini. Dengan mencintai produk dalam negeri tidak hanya menunjukkan rasa bangga menggunakan barang-barang lokal melainkan ada banyak keuntungan yang diperoleh. “Salah satu manfaatnya adalah meningkatkan pendapatan negara, bandingkan bila kita membeli produk luar negeri tentu akan memperkaya negar lain,” tegasnya. Pria kelahiran 10 Juli 1974 itu juga mengatakan dengan menggunakan produk dalam negeri secara tidak langsung ikut mem-
buka kesempatan kerja yang lebih banyak bagi masyarakat dan tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Ia juga mempertegas bahwa dengan menggunakan produk dalam negeri berarti menghargai kemampuan diri sendiri. Disamping siswa, peran guru sebagai tenaga pendidik juga harus memberikan teladan dalam mencintai produk dalam negeri. Salah satu contoh paling sederhana yang diberikan dengan wajib menggunakan batik atau endek di sekolah. “Memang terlihat sepele tetapi kalau dilihat dari nasionalisme patut diacungi jempol karena menunjukkan produk lokal khas Indonesia,” imbuhnya. Bagaian kecil lain yang bisa menunjukkan bahwa warga seko-
lah mencintai produk dalam negeri adalah jajanan kantin sekolah menjual olahan hasil pertanian lokal seperti pisang goreng dan keripik singkong. “Di saat kita tergiur dengan produk luar, seharusnya kita dapat memanfaatkan bahan dari alam yang tentunya lebih sehat,” tuturnya. Dalam pembelajaran pun, pihak sekolah yang lebih dikenal sebutan Smansa ini mengintegrasikan cinta produk dalam negeri dalam mata pelajaran. Melalui pengembangan kewirausahaan dan prakarya siswa dapat memanfaatkan sumber alam lokal untuk menghasilkan produk yang tidak kalah dengan produksi luar negeri. Produk dimaksud seperti aneka olahan makanan tradisional dan pembuatan minyak wangi dari
I Putu Eka Wilantara, M.Pd.
bahan alam Indonesia. “Akan ditunjukkan melalui pameran tahunan dalam rangka HUT sekolah,” tandasnya. Ia sangat yakin jika kualitas produk dalam negeri ditingkatkan tentu akan diminati dan dicintai oleh masyarakat. -Wiwin
10
Kreasi
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Kreasi Inovasi Pasar-Pasaran
Style
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Kasual, Smart, dan Simpel Busana ready to wear atau siap pakai yang menjadi pilihan Tokoh pekan ini cukup menarik. Bisa dikatakan tiga perancang muda jebolan “Angelica Wu Fashion Desain Course” berhasil memunculkan karakter masing-masing.
Kreasi dan inovasi adalah cermin sebuah ide. Kualitas ide sangat dipengaruhi oleh kreasi dan inovasi. Kini tidak sulit untuk menemukan hasil dari ide itu. Ide yang dicari tentu ide segar dan menarik. Ada tawaran dengan konsep baru dan unik. Semua akan senang dan memburu hasil karya itu. Karya yang berkualitas tidak mustahil akan dapat membentuk target marketnya sendiri. Saat ini anak muda semakin berani tampil menyuguhkan karya-karyanya. Banyak telah lahir komunitas-komunitas kreatif yang mampu menginspirasi. Mereka tidak saja eksis di media sosial, tetapi mampu menggelar pameran karya.
B
intang Paramita, sesuai dengan usianya yang masih remaja, menghadirkan batik yang dirancang khusus untuk remaja. Dengan motif garis atau bintik-bintik yang mengesankan modernitas dan teknologi. Memalui tema “Lullaby” yang bermakna ketenangan dan menyenangkan, Mita memilih perpaduan warna biru dan kuning, warna
yang segar untuk dipersembahkan pada anak-anak muda yang ingin tampil modis dengan batik. Begitu juga Ogek Putri memilih merancang busana simply ready to wear. Melalui Tema “The Bedeg” ia menghadirkan unsur alam dengan bahan natural plant-dye Koleksinya kali ini dapat dikenakan para fashionista dikalangan remaja hingga ibu-ibu muda . Selanjutnya Evi Lavie, dengan tema “Hustler” menonjolkan model busana ready to wear juga yang dapat dikenakan di segala acara, terutama bagi perempuan yang berkarier dan sibuk. Rancangannya sangat menarik dengan gaya smart look, sedikit agak easy going look namun tidak kehilangan sisi femininnya. Sekarang desain yang mana yang sesuai dengan style dan karaketr Anda? - Sri Ardhini
Ogek
S
ebut saja Komunitas Kerdus. Komunitas Kerdus yang diprakarsai oleh Arei Triono, Ata Sipayung, Ana Kasmira itu mampu menampilkan konsep unik dalam karyanya. Awalnya nama Kerdus dipilih karena berasal dari Kardus. “Kardus adalah wadah yang cocok utuk membawa apapun termasuk produk buruan dan karya kami,” terang Arie. Mereka memiliki konsep unik di bidang kerajinan tangan. Uniknya, kerajinan tangan dibuat dari bahan bekas atau bahan yang dapat diolah kembali. Di tangan mereka, sebuah kayu sisa bangunan mampu disulap menjadi barang yang lebih berguna dan berkualitas tinggi, seperti flashdisk case, kalung, gelang, dll. Tidak jarang target market mereka adalah orang asing yang gemar mengoleksi atau menggunakan barang hasil
kerjainan tangan lokal. Kerdus tidak saja terampil dalam membuat karya, tetapi mereka mampu menampilkan karya. Bagi mereka, karya-karya seniman lokal tidak kalah bagus dengan seniman luar negeri. ”Ide kami berawal, karena kami ingin membuat acara kerajinan tangan lokal, asli dari seniman lokal Indonesia,” tutur Arie Triono. Dengan pikiran itu, Kerdus berhasil menyelenggrakan Pasarpasaran pada tahun 2013. Pasar-pasaran pertamakali diadakan di Café Topi, Ubud. “Kebetulan waktu itu, kita sering ke Café Topi, jadi kami mengadakan pameran perdana di sana. Kebetulan pemilik café, Naomi yang berasal dari Jepang banyak memiliki kawan-kawan Jepang yang sangat suka bahan kerajinan. Jadi itu momen yang bagus untuk kami mengadakan
pameran perdana,” jelas Ata Sipayung. Nama pameran pun tedengar unik, nama unik itu diakui mereka muncul spontanitas. “Kami awalnya bingung untuk memberi nama. Setelah kami pikir-pikir kami memutuskan nama Pasar-Pasaran. Nama itu kami ambil karena kami ingat saat anak-anak. Kami sering main dagang-dagangan, rumahrumahan ya seperti itu. Maka kami berpikir, mengapa tidak beri nama Pasar-Pasaran saja ya?” jelas Arie. Pasar-Pasaran merupakan pameran kerajinan tangan produk seni yang diadakan di Bali. Konsep yang ditawarkan oleh PasarPasaran yakni pameran berbasis kekeluargaan, santai, dan apresiatif. Pengunjung diharapkan santai dan menikmati suasana kekeluargaan dengan mengapresiasi kerajinan tangan dari seniman lokal. Acara sederhana dan bermakna ini hanya diadakan dua kali dalam setahun. Tidak saja menyuguhkan suasana baru dalam industri kreatif, mereka juga mempunyai visi yakni menyuarakan kepedulian sosial dan mengajak calon par-
tisipan muda untuk produktif dengan tema unik, memberi wadah untuk memamerkan karya mereka dengan jaringan seluas-luasnya baik di dalam negeri maupun luar negeri. “Selain itu kami juga mimiliki visi sosial yakni keuntungan dari
Pasar-Pasaran pada penyelenggaraan pertamanya sudah mampu membawa produkproduk seniman muda lokal untuk dibawa ke ranah publik. Contoh brand yakni Jimat, Etalase, dll. Tujuan utama PasarPasaran yakni untuk memasar-
Evi
Mita
Mita
Mita
Evi
Ogek
pameran untuk membantu sesama. Kemarin kami sempat membantu masalah Hutan Kalimantan melalui Yayasan Hutan Kalimantan,” tukas Ata.
kan kerajinan tangan. Mengangkat produk lokal asli Indonesia di ranah lokal, nasional, maupun internasional. Kini, Kerdus bersama Made Agus Rudiartha mengelola PasarPasaran yang semula hanya pameran kini dapat ditemui di toko. Toko yang diresmikan pada 7 Agustus 2016 itu, beralamat di Uma Seminyak, Jalan Kayu Cendana No. 1 Seminyak. Pada saat peresmian itu juga digelar pameran ke-8 Pasar-Pasaran. “Kami saat ini fokus pada toko dan membawa Pasar-Pasaran ke ranah yang lebih luas. Pelan tapi pasti. Harapan saya semoga makin banyak anak muda Bali dan muda Indonesia menyukai kerajinan tangan produk lokal. Tidak saja itu, kami pun berharap semoga banyak seniman lokal yang mampu menghasilkan ide kreatif dan menarik untuk mengangkat citra produk lokal Indonesia,” jelas Arie. –Wulan
Ogek
Evi
15
14
Jelita
Edisi 923/ 17 - 23 oktober 2016
Sehat dan Segar dengan Pijatan Bagaimana ibu apakah pijatannya sudah cukup? Begitu seseorang yang ditanya menganggukkan kepala, maka sang terapis dengan cekatan melanjutkan pijatannya. Kemudian orang itu pun terlihat sangat menikmatinya.
Yanni
P
ijatan atau massage memang merupakan salah satu treatment atau perawatan yang cukup banyak penggemarnya. Apakah ketika seseorang tengah melakukan facial, hairspa, bodysspa ataukah refleksologi. Rata –rata efeknya menjadikan wajah mereka terlihat lebih segar, rileks setelah sampai pada tahapan dipijat. Menurut Yanni pemilik Cosmic Aromatheraphy Reflexology di Denpasar, mereka umumnya bukan hanya merasakan lebih rileks saat gerakan tangan para terapis melakukan pemijatan namun lebih jauh dapat menghilangkan rasa penatnya. Apalagi kini di berbagai gerai perawatan menyediakan tambahan aromaterapi yang arioamanya sangat membantu menjadikan relaksasinya lebih dapat dan pastinya nyaman. Dikatakannya, sebagian besar alasan seseorang datang ke spa maupun tempat khusus refleksi adalah ingin menikmati pijatan atau massagenya. Sebab kita semua mengetahui kalau selama ini kebanyakan dari kita yang merasakan pijatan pada badan tersebut sudah menjadi kebutuhan atau kebiasaan sejak kecil. Disamping itu mereka mengakui bahwa usai melakukan aktivitas yang padat terlebih dalam waktu yang cukup panjang. Badan sudah pasti merasa lelah dan butuh yang namanya relaksasi. Nah, di sini pijatan para terapislah yang mampu membantu mengatasinya. Dan, refleksi adalah salah satu metode pemijatan yang praktis dan singkat namun memiliki banyak manfaat. Apalagi refleksi dengan pemijatan yang benar secara rutin dilakukan akan sangat membantu bukan hanya menjanjikan kebugaran tapi juga kesehatan untuk penampilan secara keseluruhan. Begitu tubuh kita sehat, maka wajah pun akan nampak lebih segar. Apalagi wajah dilengkapi dengan perawatannya tentu akan menjadikan seseorang semakin berseri. “Relaksasi dengan pijatan itu penting, agar tubuh benar-benar menjadi segar kembali,” ujar Yanni yang lebih dari belasan tahun sudah menekuni dunia refleksologi. Dengan bantuan pijatan pula, lanjutnya selain
berhasil membawa kesegaran juga juga dapat membantu melancarkan aliran darah. Terapi atau pemijat memiliki pengetahuan perihal titik saraf manusia terutama di bagian telapak kaki serta tangan. Jika kebetulan kita menderita satu diantara penyakit pada organ dalam, umumnya pemijat bakal tahu lewat pijatan di kaki. Dengan melakukan kegiatan refleksi secara rutin,akan sangat membantu menjaga kekuatan, kesehatan dan kualitas tulang. Begitu pula kekuatan kaki akan menjadi lebih baik, terutama lutut dan persendian. Di mana sering terjadi banyak masalah, seperti sendi terasa sakit, pegal pada bagian tertentu dan menyembuhkan kaki yang keseleo. Dan. yang tidak kalah manfaat refleksi lainnya adalah meringankan serta mengendurkan otot kaki yang menegang. Sebab, tubuh kita terdiri atas jutaan otot dan syaraf. Pada kondisi tertentu, seperti kelelahan, stress atau terkena penyakit, otot dan syaraf. Salah satu cara simple yang dapa kita lakukan untuk mencegah terjadinya hal ini adalah melakukan refleksi kaki. Ini akan memberikan efek relaksasi dan juga kenyamanan bagi seluruh tubuh. Meskipun refleksi dilakukan pada bagian kaki saja, namun manfaatnya terasa sampai keseluruh tubuh. Hal ini juga diakui oleh Candra, salah seorang wanita karier dengan beberapa usahanya. Ia sependapat dengan Yanni, bahwa banyak orang termasuk dirinya yang telah merasakan tenaganya dipulihkan dari rasa penat dengan pijatan-
pijatan di tubuhnya. Menurut Candra hampir semua keluarganya suka di pijat. Terutama dirinya kalau sudah di pijat ia merasakan kondisi fisiknya menjadi lebih segar dan sipa untuk melanjutkan kegiatan berikutnya. Lebih lanjut Candra maupun Yanni juga menyatakan, tidak salah jika setiap hari semakin banyak orang melakukan perawatan yang ada pijatannya. Karena, ketika aliran darah lancar berarti pula tubuh sehat. Dengan demikian kesegaran juga terpancar dari wajah. Apalagi kalau kita tepat memilih tempat untuk di pijat begitu pula dengan keterampilan terapisnya yang sudah teruji, maka kita tidak hanya urusan menjaga kesegaran fisik semata namun lebih lagi sudah melakukan pemeliharaan kesehatan secara keseluruhan. Mulai dari meningkatkan sirkulasi darah, sistem imun tubuh, mengurangi ketegangan pada otot hingga menjadikan tidur lebih berkualitas.
Selanjutnya Yanni menambahkan meski kini disebut era digital , faktanya sebagian masyarakat lebih memilih terapi pijat termasuk untuk target penyembuhan beragam keluhan terhadap gangguan kesehatan. Sedangkan, perihal memilih tempat untuk melakukan perawatan, kita mesti mencari bukan semata tempat yang nyaman tapi merasa cocok dengan teknik pijatannya dan yang pasti mendapatkan manfaat dari pemijatan yang dilakukan. Ketika seluruh perawatan dengan pijtan yang dilakukan secara benar, lanjut Yanni maka kita tidak hanya merasa rileks namun dapat membantu peregangan otot berikutnya kita bisa tidur lebih nyenyak. Ada lagi hasil lainnya yang terbilang istimewwa yakni kulit menjadi tidak mudah kering dan keriput. Pilih Pijatan yang Berkualitas Bicara refeksologi dan pijatannya, Yanni menekankan , bahwa ketika seseorang memilih perawatan refleksi dengan rutin dapat menyehatkan fungsi otot, mempercepat waktu penyembuhan, serta sirkulasi tubuh. Selain itu, perawatan dari luar ini aman dinikmati hampir semua umur. Bahkan mulai bayi hingga lansia. Tentunya dengan harapan mereka terutama yang bekerja agar
kesehatannya tetap terjaga. “Akan menjadi lebih baik dan maksimal lagi jika diserta olahraga teratur dan nutrisi yang seimbang,”lanjutnya sampil mengatakan untuk memperoleh hasil pijatan yang efektif dan maksimal juga maka sebaiknya mandi terlebih dahulu agar bersih dari debu atau dan keringat yang menempel pada pada tubuh. Pijatan kata Yanni juga Candra dapat menjaga kesehatan dengan mengeluarkan racun dan zat merugikan dari dalam tubuh secara alami. Dan, pada beberapa kejadian atau asus, pijatan sehat malah dapat membantu penderita insomnia atau sulit tidur. “ Refleksi yang mengombinasikan teknik pemijatan tertentu akan meningkatkan aliran darah ke jaringan dan organ, meningkatkan proses reduksi oksidasi, memfasilitasi jantung dan berkontribusi terhadap redistribusi darah dalam tubuh sekaligus mengencangkan kulit. Pijatan yang baik, dari pengalaman Yanni pemilik tempat refleksi dan Candra yang hopbi dipijat ini, sangat mampu menolong memperbaiki sirkulasi dan menurunkan tekanan darah. Setelah sirkulasi membaik, giliran berikutnya organ dalam tubuh akan berfungsi dan bekerja lebih baik pula. Selanjutnya efek terapinya dan rasa relaksasinya terasa sangat baik untuk tubuh. – Sri Ardhini
Bugar Berolahraga adalah hal yang sangat pen ting bagi setiap orang, tak terkecuali mereka yang berkebutuhan khusus atau autis. Autisme atau Aautism spectrum disorder (ASD) adalah gangguan perkem bangan saraf yang memengaruhi ke mampuan anak da lam berkomunikasi, interaksi sosial, dan perilaku.
A
da yang menarik d i Ta m a n Ko t a Denpasar, tiap dua minggu sekali di hari Jumat. Anak-anak berkebutuhan khusus dari homeschooling Yayasan Peduli Austisme Bali melakukan olahraga bersama. Tepat pukul 07.00, beberapa anak sudah terlihat datang. Mereka memulainya dengan pemanasan yakni jalan atau lari bersama,. Ada yang bersama teman-temannya, dan guru pembimbing, Namun, ada juga yang bersama orangtuanya berjalan santai. Setelah melakukan pemanasan jalan santai sekali putaran Taman Kota, anak-anak membentuk lingkaran. Mereka saling bergandeng tangan dan memulai peregangan. “Memang tak mudah mengarahkan mereka. Perlu kesabaran dan cara yang tepat. Kita hanya perlu menggunakan bahasa sederhana dalam menyampaikan intruksi,” ujar Ibu Ina, pengelola Yayasan Peduli Autisme Bali ini. Menurut Ina, intruksi untuk anak autis beda dengan anak pada umumnya. “Bahasa yang kami gunakan sangat sederhana tidak terlalu panjang, singkat, tapi mereka
Edisi 923/ 17 - 23 oktober 2016
11
Olahraga Anak Berkebutuhan Khusus
mengerti. Tapi ada juga yang tidak bisa bicara, jadi mereka mengerti dengan melihat intruksi,” katanya menambahkan. Namun, pada dasarnya, para guru tetap mengusahakan menggunakan gerakan mulut, karena ke depannya mereka berharap, anak-anak berkebutuhan khusus tersebut bisa bicara. Biasanya, kata dia, jika anak tidak mengerti sama sekali, bahasa tulisan bisa membantu. Gerakan dimulai dari mengangkat tangan ke atas, ke samping kanan dan kiri, Kemudian dilanjutkan dengan menunduk sembari merentangkan tangan ke depan. Gerakan dilanjutkan kemudian dengan pelemasan tangan dan kaki. “Gerakan yang dilakukan sangat sederhana ini, intinya, gerakan yang bisa melatih motorik dan sesuai dengan kemampuan mereka dan bermanfaat bagi tumbuh kembangnya,” katanya. Menurut Bu Ina, selain senam ringan, anak-anak juga dilatih me-
nangkap dan menendang bola. Ia menambahkan, acara olahraga di Taman Kota, Lumintang, hanya dilakukan dua minggu sekali. Sementara, tiap Jumat, anak-anak melakukan yoga di sekolah. Untuk gerakan yoga, kata Bu Ina, juga sangat sederhana. Tujuannya, agar mereka menjadi lebih tenang, karena berkebutuhan khusus itu lebih ke prilaku, agar mereka tidak hiperaktif. Bu Ina menyebutkan, olahraga merupakan variasi pembelajaran, yang berkaitan dengan perkembangan mereka. Jika mereka senang otomatis mereka mau belajar,” ucapnya. Awalnya, saat yoga, guru yang memberi contoh, lama-kelamaan, anak yang dianggap sudah bisa mengikuti intruksi, bisa menjadi instruktur di depan yang lainnya. Untuk merangsang perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus, mereka juga diajarkan modern dance dan menari Bali. Memang ia mengakui, cara mengajar anak-anak berkebutuhan khusus berbeda, ada tahapannya, dan melihat kemampuan si anak bagaimana. “Olahraga untuk anak berkebutuhan khusus ini sangatlah penting, karena selain bisa meluapkan emosinya dan membuatnya sehat, juga bisa membuatnya untuk lebih memahami dunia luar sehingga ketika dia dewasa bisa tumbuh seperti layaknya orang normal,” kata bu Ina. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, diperkirakan ada sekitar 2,4 juta orang penyandang autisme di Indonesia pada tahun 2010. Jumlah penduduk Indonesia pada saat itu mencapai 237,5 juta jiwa, berarti ada sekitar satu penyandang autisme pada setiap 100 bayi yang lahir. Bagi anak yang menyandang autis disarankan, lebih baik pilih olahraga individual yang gerakangerakannya mudah ditiru. Jika sudah lebih mantap dan terbiasa, anak berkebutuhan khusus juga dapat berpartisipasi dalam tim olahraga yang berdasarkan pada performance individual. –Wirati Astiti
Garuda Buka Rute Indonesia Timur PT Garuda Indonesia terus berupaya memperluas layanan dalam upaya memajukan daerah, sehingga masyarakat mendapatkan pilihan dalam menggunakan layanan maskapai penerbangan. Demikian disampaikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia M. Arief Wibowo, di sela acara “SkyTeam Supervisory Board Meeting 2016” di Nusa Dua, Rabu (13/10). “Kami berupaya membuka layanan penerbangan ke daerah-daerah, terlebih daerah tersebut memiliki potrensi pariwisata tetapi belum ada penerbangan ke sana,” kata Arief Wibowo. Ia mengatakan, prioritas utama agar bisa terjangkau dengan layanan pesawat jenis ATR dan Bombardir milik Garuda, juga, harus didukung infrastruktur di bandar udara. Mulai dari landasan hingga fasilitas pendukung lainnya. Penerbangan Garuda selalu komitmen sesuai dengan harapan pemerintah dalam memajukan pembangunan dan membuka rute penerbangan baru ke daerah-daerah yang selama ini belum mendapatkan layanan maskapai BUMN itu. “Kami pada prinsipnya mendukung program pemerintah dalam membuka rute penerbangan, tetapi hal itu harus juga dibangun infrastruktur yang memadai di daerah tersebut. Apalagi daerah itu memiliki destinasi wisata, seperti Pulau Komodo, maka dari itu Garuda sudah membuka penerbangan dari Bandara Ngurah Rai (Bali) ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujarnya. Selain itu pihaknya juga berencana membuka penerbangan ke Nabire dan Wamena, Provinsi Papua. -Wirati Astiti
“SkyTeam Supervisory Board Meeting 2016” Maskapai penerbangan yang bergabung dengan SkyTeam, akan banyak mendapat keuntungan dalam pelayanan jasa kepada konsumen. SkyTeam yakni sebuah aliansi penerbangan global. “Maskapai penerbangan yang tergabung dalam aliansi kami akan banyak mendapat keuntungan, terutama dalam bertukar informasi antarmaskapai, maupun di bidang pelayanan lainnya,” kata Chief Executive Officer (CEO) SkyTeam Perry Cantarutti, di sela acara “SkyTeam Supervisory Board Meeting 2016” di Nusa Dua, Rabu (13/10). Ia mengatakan bergabungnya perusahaan penerbangan dalam aliansi tersebut juga memudahkan koordinasi antarperusahaan mengenai manajemen dan pengelolaan perusahaan agar lebih baik.”Hingga saat ini sudah ada 20 perusahaan maskapai yang bergabung dalam SkyTeam. Sedangkan untuk Indonesia baru perusahaan Garuda Indonesia saja,” ujarnya. Perry mengatakan aliansi global penerbangan tersebut sangat terbuka bagi perusahaan penerbangan. Namun keterbukaan tersebut dibarengi perusahaan maskapai itu harus memenuhi prosedur dan persyaratan untuk bisa bergabung ke aliansi global ini. “Memang perusahaan yang ingin bergabung ke kami ada persyaratan yang sangat ketat dan semuanya harus berstandar internasional. Sedikitnya ada lima belas persyaratan, antara lain dari pelayanan, keselamatan dan keamanan, menu makanan bagi penumpang dan lainnya,” ucapnya.Menurut Perry, dengan pelayanan Garuda, para penumpang pun merasa puas, sebab dalam pelayanan hingga menu yang disajikan selama penerbangan tersedia sesuai dengan kebutuhan penumpang tersebut. “Oleh karena itu, penerbangan Garuda Indonesia mendapatkan penghargaan bintang lima dari Skytrax (lembaga independen penerbangan). Hanya Garuda yang mendapat penghargaan tersebut dari perusahaan yang bergabung dalam Sky Team. Ini penghargaan yang luar biasa bagi Garuda,” katanya.-Wirati Astiti
12
Kuliner
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Segar dan Sehat Green concept diusung Swiss-Belhotel Rainforest, Sunset Road, Kuta. Menurut Thea Masuana, Food and Beverage Manager, tamu akan menemui banyak pohon rindang serta suasana yang sangat hijau dan ada juga, air hujan buatan yang sangat menarik tamu di lobi hotel. “Kami memiliki satu minuman yang sesuai konsep hotel, yakni Fresh Mint. Rasanya segar dan menyehatkan,” katanya, dite-
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Ni Nyoman Ariani
chef bagi perempuan memang banyak tantangan. Apalagi, menjadi pimpinan di dapur. Namun, ia yakin, dengan kedisplinan dan sikap yang baik dan bisa bekerja sama dengan tim di dapur, ia yakin, semua tantangan terlewati. Ibu empat anak ini merasa di dapur ia mendapat ilmu yang sangat lengkap, mulai dari ilmu gizi, matematika, kimia, dan fisika. Ia menjadi tertantang untuk berbagi kepada orang lain, karena itu, ia juga mengajar di salah satu kam-
Masak adalah
mani chef Ni Nyoman Ariani, saat ditemui tokoh. Sementara, chef Ariani menampilkan menu spesial yang tak kalah menarik dan tetap mengutamakan konsep less sugar, segar, dan sehat. Oktober sebagai bulan peduli kanker payudara juga mejadi satu konsep yang dimasukkan ke dalam menu dengan penggunaan buah naga yang banyak mengandung antioksidan. –Wirati Astiti
Blakened Tuna Cajun Fresh Mint
Passion
13
pus pariwisata. “Tujuannya hanya ingin berbagi kepada orang lain,” ujarnya. Walau pun ia tak meminta anak-anaknya untuk mengikuti jejaknya dan suami berkarier di bidang kuliner, tapi ternyata buah hatinya malah piawai memasak di rumah. “Saya tak pernah memaksakan anak untuk terjun ke bidang apa, saya biarkan mengalir saja. Tapi anak-anak suka memasak juga di rumah,” kata Ariani yang biasa sharing dengan suami soal ilmu memasak ini. –Wirati Astiti
Menikmati Fresh Mint
Bahan: 140 gr : steak tuna 120 gr : kentang 2 buah : tomat ceri Brambang goreng sebagai hiasan
- Sajikan steak tuna bersama salad, kentang , saus buah naga, dan balsamic.
Cara membuat: - Lumuri tuna dengan wijen, daun jeruk nipis, dan cajun selama 15 menit. Kemudian masak sampai medium. - Kentang direbus, dihaluskan dicampur bersama merica, susu, garam, dan mentega. - Saus: buah naga, nenas, jeruk nipis, olive oil, garam, dan merica diblender.
Ayam Cabai Hijau
Dragon Mousse Mousse: 100 gr : 450 gr : 300 gr : 100 gr : 8 buah : 6 butir :
Cara membuat: Jeruk nipis, simpel sirup, dan daun mint dicampur ke dalam pengocok minuman, tambahkan soda, dan es batu. Hias dengan daun mint dan kulit jeruk nipis.
Bahan: 200 gr : daging ayam 250 gr : lombok besar hijau 50 gr : cabai rawit hijau 20 gr : bawang merah 3 sdm : minyak 10 gr : bawang putih 150 gr : tomat hijau 1 sdt : air jeruk nipis Ketumbar secukupnya Daun jeruk Basa genep Garam, merica, gula secukupnya Cara membuat: Daging ayam diberi bubuk ketumbar, irisan daun jeruk, garam, merica, dan basa genep. Kemudian dipanggang. Lombok hijau, cabai rawit hijau, bawang putih, bawang merah, dan tomat hijau ditumis, kemudian dihaluskan tambahkan gula, garam, dan jeruk lemo. Siap sajikan bersama daging ayam.
Bahan: Bahan Sponge: 10 butir : putih telur 10 butir : kuning telur 250 gr : gula 250 gr : tepung terigu
Bahan: Jeruk nipis Simpel sirup Daun mint Soda Es batu
yogurt krem buah naga merah madu gelatin kuning telur Cara membuat: - Buat sponge cake dengan mencampur semua bahan, oven sampai matang. - Kocok telur dan madu sampai mengembang dan menjadi meringue, dan campurkan kuning telur dan tepung terigu. Oven 180 derajat celsius selama 20 menit. - Campur krem dengan yogurt, madu, kuning telur dan gelatin. - Sponge diberi sirup gula, dan rum, kemudian atasnya diberi meringue, dan paling atas krem yang dicampur dengan buah naga. Bekukan, kemudian potong sesuai selera, siap sajikan.
A
walnya, mencoba, kemudian menjadi kebutuhan, dan akhirnya mencintai. Itulah yang dirasakan Ni Nyoman Ariani, chef de cuisine, Swiss-belhotel Rainforest Sunset Road, Kuta. “Padahal dulu awalnya ingin jadi guru. Tapi karena ingin cepat dapat kerja, akhirnya masuk di SMKN 3 Denpasar,” kata Ariani. Walaupun hanya sekadar
mencoba, lama-kelamaan Ariani berhasil mencintai pekerjaannya. Bahkan, ia merasa hidupnya memang di dapur. Walau pun sempat berkarier sebagai waitress, restoran manager, bahkan villa manager, toh, ia merasa kurang, dan kembali ke dunia dapur. “Saya merasa sangat menikmati berkreasi di dapur, ada passion di sana,” tutur perempuan yang menikahi seorang koki masak juga.
Menurut Ariani, passion memegang peranan sangat penting untuk terus menjaga kita antusias dan senang dalam setiap pekerjaan yang kita sukai. “Passion, bukan hanya sebuah pekerjaan di mana kita bagus dalam mengerjakan itu, namun saat kita mengerjakannya maka kita mengerahkan seluruh ‘cinta’ yang ada dalam diri kita untuk mengerjakan itu,” kata Ariani. Ia tak menampik, menjadi
Sandwich Tuna Telor Mayomi Pedas
Gado-gado Bahan: 30 gr : tahu 30 gr : tempe 30 gr : tauge 40 gr : kol 20 gr : wortel 40 gr : kacang panjang 40 gr : saus kacang Telur ayam rebus Cara membuat: - Goreng tempe dan tahu. Sayuran direbus.
- Saus: kacang goreng, bawang putih, gula merah, cabai rawit, garam, dan terasi dihaluskan, tambahkan sereh dan santan. Masak dengan api kecil. - Tata sayuran di dalam kol, kemudian gulung dan dipotongpotong. - Tata lontong di piring, beri sayuran gulung, tempe goreng, tahu goreng, dan telur. Beri saus kacang, siap sajikan.
Sarwan Bahan: 8 lembar : roti tawar dipipihkan Daun selada secukupnya
pedas dan air jeruk lemon, juga garam dan lada, aduk-aduk biar tercampur. - Lalu siapkan sandwich, kasih daun selada dan masukkan bahan isian,
ratakan, lalu gulung. Lakukan terus sampai bahan habis, lalu siap untuk disajikan. Kalau mau buat bekal, masukkan plastik kemas biar bisa basah tahan lama.
Isian: 3 butir : telur rebus, haluskan 50 gr : tuna kaleng, tiriskan, haluskan 150 ml : mayomi pedas ½ sdm : air jeruk lemon Lada bubuk dan garam secukupnya Cara Membuat: - Campur telur dan tuna, haluskan. Lalu masukkan mayomi
Kepiting Saus Padang Bahan: 1 kg : kepiting cuci bersih 1buah : bawang Bombay, cincang kasar 4 sdm : saos tomat 3 sdm : saos Lombok 2 sdm : saos tiram 1 buah : kaldu blok rasa ayam Gula, garam, minyak secukupnya
Bumbu Halus: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 6 buah : cabe besar merah 7 buah : cabe rawit Semua bahan direbus Cara Membuat : - Rebus kepiting sampai merah dan matang, tiriskan, belah jadi
2 bagian. Tumis irisan bawang bombay sampai harum, masukkan bumbu halus, masak sampai harum, lalu masukkan saos dan semua bahan, aduk-aduk. Tambahkan air, lalu masukkan kepiting, masak sampai bumbu meresep dan agak kental. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Oseng-Oseng Udang Jamur Ajinomoto
Bahan: 300 gr : udang, kupas kulitnya, sisakan ekorya, belah punggungnya 100 gr : jamur kancing belah jadi empat 1 bungkus : kecil ajinomoto 1 buah : bawang bombay kecil, cincang atau iris korek api 1 buah : cabe merah besar iris serong 5 buah : cabe rawit cincang kasar 2 ruas : jari jahe, memarkan ½ sdt : lada bubuk 1 sdm : margarin 100 ml : air Garam secukupnya
Cara Membuat : - Panaskan margarin, lalu masukkan irisan bawang bombai dan jahe hingga harum. - Masukkan udang, aduk-aduk hingga berubah warna. Masukkan jamur kancing, juga cabe merah dan irisan cabe rawit, lalu aduk-aduk. - Masukkan air gula, ajinomoto dan lada bubuk, aduk-aduk hingga matang dan bumbu meresap. Siap disajikan, taburi bawang putih goreng.
12
Kuliner
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Segar dan Sehat Green concept diusung Swiss-Belhotel Rainforest, Sunset Road, Kuta. Menurut Thea Masuana, Food and Beverage Manager, tamu akan menemui banyak pohon rindang serta suasana yang sangat hijau dan ada juga, air hujan buatan yang sangat menarik tamu di lobi hotel. “Kami memiliki satu minuman yang sesuai konsep hotel, yakni Fresh Mint. Rasanya segar dan menyehatkan,” katanya, dite-
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Ni Nyoman Ariani
chef bagi perempuan memang banyak tantangan. Apalagi, menjadi pimpinan di dapur. Namun, ia yakin, dengan kedisplinan dan sikap yang baik dan bisa bekerja sama dengan tim di dapur, ia yakin, semua tantangan terlewati. Ibu empat anak ini merasa di dapur ia mendapat ilmu yang sangat lengkap, mulai dari ilmu gizi, matematika, kimia, dan fisika. Ia menjadi tertantang untuk berbagi kepada orang lain, karena itu, ia juga mengajar di salah satu kam-
Masak adalah
mani chef Ni Nyoman Ariani, saat ditemui tokoh. Sementara, chef Ariani menampilkan menu spesial yang tak kalah menarik dan tetap mengutamakan konsep less sugar, segar, dan sehat. Oktober sebagai bulan peduli kanker payudara juga mejadi satu konsep yang dimasukkan ke dalam menu dengan penggunaan buah naga yang banyak mengandung antioksidan. –Wirati Astiti
Blakened Tuna Cajun Fresh Mint
Passion
13
pus pariwisata. “Tujuannya hanya ingin berbagi kepada orang lain,” ujarnya. Walau pun ia tak meminta anak-anaknya untuk mengikuti jejaknya dan suami berkarier di bidang kuliner, tapi ternyata buah hatinya malah piawai memasak di rumah. “Saya tak pernah memaksakan anak untuk terjun ke bidang apa, saya biarkan mengalir saja. Tapi anak-anak suka memasak juga di rumah,” kata Ariani yang biasa sharing dengan suami soal ilmu memasak ini. –Wirati Astiti
Menikmati Fresh Mint
Bahan: 140 gr : steak tuna 120 gr : kentang 2 buah : tomat ceri Brambang goreng sebagai hiasan
- Sajikan steak tuna bersama salad, kentang , saus buah naga, dan balsamic.
Cara membuat: - Lumuri tuna dengan wijen, daun jeruk nipis, dan cajun selama 15 menit. Kemudian masak sampai medium. - Kentang direbus, dihaluskan dicampur bersama merica, susu, garam, dan mentega. - Saus: buah naga, nenas, jeruk nipis, olive oil, garam, dan merica diblender.
Ayam Cabai Hijau
Dragon Mousse Mousse: 100 gr : 450 gr : 300 gr : 100 gr : 8 buah : 6 butir :
Cara membuat: Jeruk nipis, simpel sirup, dan daun mint dicampur ke dalam pengocok minuman, tambahkan soda, dan es batu. Hias dengan daun mint dan kulit jeruk nipis.
Bahan: 200 gr : daging ayam 250 gr : lombok besar hijau 50 gr : cabai rawit hijau 20 gr : bawang merah 3 sdm : minyak 10 gr : bawang putih 150 gr : tomat hijau 1 sdt : air jeruk nipis Ketumbar secukupnya Daun jeruk Basa genep Garam, merica, gula secukupnya Cara membuat: Daging ayam diberi bubuk ketumbar, irisan daun jeruk, garam, merica, dan basa genep. Kemudian dipanggang. Lombok hijau, cabai rawit hijau, bawang putih, bawang merah, dan tomat hijau ditumis, kemudian dihaluskan tambahkan gula, garam, dan jeruk lemo. Siap sajikan bersama daging ayam.
Bahan: Bahan Sponge: 10 butir : putih telur 10 butir : kuning telur 250 gr : gula 250 gr : tepung terigu
Bahan: Jeruk nipis Simpel sirup Daun mint Soda Es batu
yogurt krem buah naga merah madu gelatin kuning telur Cara membuat: - Buat sponge cake dengan mencampur semua bahan, oven sampai matang. - Kocok telur dan madu sampai mengembang dan menjadi meringue, dan campurkan kuning telur dan tepung terigu. Oven 180 derajat celsius selama 20 menit. - Campur krem dengan yogurt, madu, kuning telur dan gelatin. - Sponge diberi sirup gula, dan rum, kemudian atasnya diberi meringue, dan paling atas krem yang dicampur dengan buah naga. Bekukan, kemudian potong sesuai selera, siap sajikan.
A
walnya, mencoba, kemudian menjadi kebutuhan, dan akhirnya mencintai. Itulah yang dirasakan Ni Nyoman Ariani, chef de cuisine, Swiss-belhotel Rainforest Sunset Road, Kuta. “Padahal dulu awalnya ingin jadi guru. Tapi karena ingin cepat dapat kerja, akhirnya masuk di SMKN 3 Denpasar,” kata Ariani. Walaupun hanya sekadar
mencoba, lama-kelamaan Ariani berhasil mencintai pekerjaannya. Bahkan, ia merasa hidupnya memang di dapur. Walau pun sempat berkarier sebagai waitress, restoran manager, bahkan villa manager, toh, ia merasa kurang, dan kembali ke dunia dapur. “Saya merasa sangat menikmati berkreasi di dapur, ada passion di sana,” tutur perempuan yang menikahi seorang koki masak juga.
Menurut Ariani, passion memegang peranan sangat penting untuk terus menjaga kita antusias dan senang dalam setiap pekerjaan yang kita sukai. “Passion, bukan hanya sebuah pekerjaan di mana kita bagus dalam mengerjakan itu, namun saat kita mengerjakannya maka kita mengerahkan seluruh ‘cinta’ yang ada dalam diri kita untuk mengerjakan itu,” kata Ariani. Ia tak menampik, menjadi
Sandwich Tuna Telor Mayomi Pedas
Gado-gado Bahan: 30 gr : tahu 30 gr : tempe 30 gr : tauge 40 gr : kol 20 gr : wortel 40 gr : kacang panjang 40 gr : saus kacang Telur ayam rebus Cara membuat: - Goreng tempe dan tahu. Sayuran direbus.
- Saus: kacang goreng, bawang putih, gula merah, cabai rawit, garam, dan terasi dihaluskan, tambahkan sereh dan santan. Masak dengan api kecil. - Tata sayuran di dalam kol, kemudian gulung dan dipotongpotong. - Tata lontong di piring, beri sayuran gulung, tempe goreng, tahu goreng, dan telur. Beri saus kacang, siap sajikan.
Sarwan Bahan: 8 lembar : roti tawar dipipihkan Daun selada secukupnya
pedas dan air jeruk lemon, juga garam dan lada, aduk-aduk biar tercampur. - Lalu siapkan sandwich, kasih daun selada dan masukkan bahan isian,
ratakan, lalu gulung. Lakukan terus sampai bahan habis, lalu siap untuk disajikan. Kalau mau buat bekal, masukkan plastik kemas biar bisa basah tahan lama.
Isian: 3 butir : telur rebus, haluskan 50 gr : tuna kaleng, tiriskan, haluskan 150 ml : mayomi pedas ½ sdm : air jeruk lemon Lada bubuk dan garam secukupnya Cara Membuat: - Campur telur dan tuna, haluskan. Lalu masukkan mayomi
Kepiting Saus Padang Bahan: 1 kg : kepiting cuci bersih 1buah : bawang Bombay, cincang kasar 4 sdm : saos tomat 3 sdm : saos Lombok 2 sdm : saos tiram 1 buah : kaldu blok rasa ayam Gula, garam, minyak secukupnya
Bumbu Halus: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 6 buah : cabe besar merah 7 buah : cabe rawit Semua bahan direbus Cara Membuat : - Rebus kepiting sampai merah dan matang, tiriskan, belah jadi
2 bagian. Tumis irisan bawang bombay sampai harum, masukkan bumbu halus, masak sampai harum, lalu masukkan saos dan semua bahan, aduk-aduk. Tambahkan air, lalu masukkan kepiting, masak sampai bumbu meresep dan agak kental. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Oseng-Oseng Udang Jamur Ajinomoto
Bahan: 300 gr : udang, kupas kulitnya, sisakan ekorya, belah punggungnya 100 gr : jamur kancing belah jadi empat 1 bungkus : kecil ajinomoto 1 buah : bawang bombay kecil, cincang atau iris korek api 1 buah : cabe merah besar iris serong 5 buah : cabe rawit cincang kasar 2 ruas : jari jahe, memarkan ½ sdt : lada bubuk 1 sdm : margarin 100 ml : air Garam secukupnya
Cara Membuat : - Panaskan margarin, lalu masukkan irisan bawang bombai dan jahe hingga harum. - Masukkan udang, aduk-aduk hingga berubah warna. Masukkan jamur kancing, juga cabe merah dan irisan cabe rawit, lalu aduk-aduk. - Masukkan air gula, ajinomoto dan lada bubuk, aduk-aduk hingga matang dan bumbu meresap. Siap disajikan, taburi bawang putih goreng.
14
Jelita
Edisi 923/ 17 - 23 oktober 2016
Sehat dan Segar dengan Pijatan Bagaimana ibu apakah pijatannya sudah cukup? Begitu seseorang yang ditanya menganggukkan kepala, maka sang terapis dengan cekatan melanjutkan pijatannya. Kemudian orang itu pun terlihat sangat menikmatinya.
Yanni
P
ijatan atau massage memang merupakan salah satu treatment atau perawatan yang cukup banyak penggemarnya. Apakah ketika seseorang tengah melakukan facial, hairspa, bodysspa ataukah refleksologi. Rata –rata efeknya menjadikan wajah mereka terlihat lebih segar, rileks setelah sampai pada tahapan dipijat. Menurut Yanni pemilik Cosmic Aromatheraphy Reflexology di Denpasar, mereka umumnya bukan hanya merasakan lebih rileks saat gerakan tangan para terapis melakukan pemijatan namun lebih jauh dapat menghilangkan rasa penatnya. Apalagi kini di berbagai gerai perawatan menyediakan tambahan aromaterapi yang arioamanya sangat membantu menjadikan relaksasinya lebih dapat dan pastinya nyaman. Dikatakannya, sebagian besar alasan seseorang datang ke spa maupun tempat khusus refleksi adalah ingin menikmati pijatan atau massagenya. Sebab kita semua mengetahui kalau selama ini kebanyakan dari kita yang merasakan pijatan pada badan tersebut sudah menjadi kebutuhan atau kebiasaan sejak kecil. Disamping itu mereka mengakui bahwa usai melakukan aktivitas yang padat terlebih dalam waktu yang cukup panjang. Badan sudah pasti merasa lelah dan butuh yang namanya relaksasi. Nah, di sini pijatan para terapislah yang mampu membantu mengatasinya. Dan, refleksi adalah salah satu metode pemijatan yang praktis dan singkat namun memiliki banyak manfaat. Apalagi refleksi dengan pemijatan yang benar secara rutin dilakukan akan sangat membantu bukan hanya menjanjikan kebugaran tapi juga kesehatan untuk penampilan secara keseluruhan. Begitu tubuh kita sehat, maka wajah pun akan nampak lebih segar. Apalagi wajah dilengkapi dengan perawatannya tentu akan menjadikan seseorang semakin berseri. “Relaksasi dengan pijatan itu penting, agar tubuh benar-benar menjadi segar kembali,” ujar Yanni yang lebih dari belasan tahun sudah menekuni dunia refleksologi. Dengan bantuan pijatan pula, lanjutnya selain
berhasil membawa kesegaran juga juga dapat membantu melancarkan aliran darah. Terapi atau pemijat memiliki pengetahuan perihal titik saraf manusia terutama di bagian telapak kaki serta tangan. Jika kebetulan kita menderita satu diantara penyakit pada organ dalam, umumnya pemijat bakal tahu lewat pijatan di kaki. Dengan melakukan kegiatan refleksi secara rutin,akan sangat membantu menjaga kekuatan, kesehatan dan kualitas tulang. Begitu pula kekuatan kaki akan menjadi lebih baik, terutama lutut dan persendian. Di mana sering terjadi banyak masalah, seperti sendi terasa sakit, pegal pada bagian tertentu dan menyembuhkan kaki yang keseleo. Dan. yang tidak kalah manfaat refleksi lainnya adalah meringankan serta mengendurkan otot kaki yang menegang. Sebab, tubuh kita terdiri atas jutaan otot dan syaraf. Pada kondisi tertentu, seperti kelelahan, stress atau terkena penyakit, otot dan syaraf. Salah satu cara simple yang dapa kita lakukan untuk mencegah terjadinya hal ini adalah melakukan refleksi kaki. Ini akan memberikan efek relaksasi dan juga kenyamanan bagi seluruh tubuh. Meskipun refleksi dilakukan pada bagian kaki saja, namun manfaatnya terasa sampai keseluruh tubuh. Hal ini juga diakui oleh Candra, salah seorang wanita karier dengan beberapa usahanya. Ia sependapat dengan Yanni, bahwa banyak orang termasuk dirinya yang telah merasakan tenaganya dipulihkan dari rasa penat dengan pijatan-
pijatan di tubuhnya. Menurut Candra hampir semua keluarganya suka di pijat. Terutama dirinya kalau sudah di pijat ia merasakan kondisi fisiknya menjadi lebih segar dan sipa untuk melanjutkan kegiatan berikutnya. Lebih lanjut Candra maupun Yanni juga menyatakan, tidak salah jika setiap hari semakin banyak orang melakukan perawatan yang ada pijatannya. Karena, ketika aliran darah lancar berarti pula tubuh sehat. Dengan demikian kesegaran juga terpancar dari wajah. Apalagi kalau kita tepat memilih tempat untuk di pijat begitu pula dengan keterampilan terapisnya yang sudah teruji, maka kita tidak hanya urusan menjaga kesegaran fisik semata namun lebih lagi sudah melakukan pemeliharaan kesehatan secara keseluruhan. Mulai dari meningkatkan sirkulasi darah, sistem imun tubuh, mengurangi ketegangan pada otot hingga menjadikan tidur lebih berkualitas.
Selanjutnya Yanni menambahkan meski kini disebut era digital , faktanya sebagian masyarakat lebih memilih terapi pijat termasuk untuk target penyembuhan beragam keluhan terhadap gangguan kesehatan. Sedangkan, perihal memilih tempat untuk melakukan perawatan, kita mesti mencari bukan semata tempat yang nyaman tapi merasa cocok dengan teknik pijatannya dan yang pasti mendapatkan manfaat dari pemijatan yang dilakukan. Ketika seluruh perawatan dengan pijtan yang dilakukan secara benar, lanjut Yanni maka kita tidak hanya merasa rileks namun dapat membantu peregangan otot berikutnya kita bisa tidur lebih nyenyak. Ada lagi hasil lainnya yang terbilang istimewwa yakni kulit menjadi tidak mudah kering dan keriput. Pilih Pijatan yang Berkualitas Bicara refeksologi dan pijatannya, Yanni menekankan , bahwa ketika seseorang memilih perawatan refleksi dengan rutin dapat menyehatkan fungsi otot, mempercepat waktu penyembuhan, serta sirkulasi tubuh. Selain itu, perawatan dari luar ini aman dinikmati hampir semua umur. Bahkan mulai bayi hingga lansia. Tentunya dengan harapan mereka terutama yang bekerja agar
kesehatannya tetap terjaga. “Akan menjadi lebih baik dan maksimal lagi jika diserta olahraga teratur dan nutrisi yang seimbang,”lanjutnya sampil mengatakan untuk memperoleh hasil pijatan yang efektif dan maksimal juga maka sebaiknya mandi terlebih dahulu agar bersih dari debu atau dan keringat yang menempel pada pada tubuh. Pijatan kata Yanni juga Candra dapat menjaga kesehatan dengan mengeluarkan racun dan zat merugikan dari dalam tubuh secara alami. Dan, pada beberapa kejadian atau asus, pijatan sehat malah dapat membantu penderita insomnia atau sulit tidur. “ Refleksi yang mengombinasikan teknik pemijatan tertentu akan meningkatkan aliran darah ke jaringan dan organ, meningkatkan proses reduksi oksidasi, memfasilitasi jantung dan berkontribusi terhadap redistribusi darah dalam tubuh sekaligus mengencangkan kulit. Pijatan yang baik, dari pengalaman Yanni pemilik tempat refleksi dan Candra yang hopbi dipijat ini, sangat mampu menolong memperbaiki sirkulasi dan menurunkan tekanan darah. Setelah sirkulasi membaik, giliran berikutnya organ dalam tubuh akan berfungsi dan bekerja lebih baik pula. Selanjutnya efek terapinya dan rasa relaksasinya terasa sangat baik untuk tubuh. – Sri Ardhini
Bugar Berolahraga adalah hal yang sangat pen ting bagi setiap orang, tak terkecuali mereka yang berkebutuhan khusus atau autis. Autisme atau Aautism spectrum disorder (ASD) adalah gangguan perkem bangan saraf yang memengaruhi ke mampuan anak da lam berkomunikasi, interaksi sosial, dan perilaku.
A
da yang menarik d i Ta m a n Ko t a Denpasar, tiap dua minggu sekali di hari Jumat. Anak-anak berkebutuhan khusus dari homeschooling Yayasan Peduli Austisme Bali melakukan olahraga bersama. Tepat pukul 07.00, beberapa anak sudah terlihat datang. Mereka memulainya dengan pemanasan yakni jalan atau lari bersama,. Ada yang bersama teman-temannya, dan guru pembimbing, Namun, ada juga yang bersama orangtuanya berjalan santai. Setelah melakukan pemanasan jalan santai sekali putaran Taman Kota, anak-anak membentuk lingkaran. Mereka saling bergandeng tangan dan memulai peregangan. “Memang tak mudah mengarahkan mereka. Perlu kesabaran dan cara yang tepat. Kita hanya perlu menggunakan bahasa sederhana dalam menyampaikan intruksi,” ujar Ibu Ina, pengelola Yayasan Peduli Autisme Bali ini. Menurut Ina, intruksi untuk anak autis beda dengan anak pada umumnya. “Bahasa yang kami gunakan sangat sederhana tidak terlalu panjang, singkat, tapi mereka
Edisi 923/ 17 - 23 oktober 2016
11
Olahraga Anak Berkebutuhan Khusus
mengerti. Tapi ada juga yang tidak bisa bicara, jadi mereka mengerti dengan melihat intruksi,” katanya menambahkan. Namun, pada dasarnya, para guru tetap mengusahakan menggunakan gerakan mulut, karena ke depannya mereka berharap, anak-anak berkebutuhan khusus tersebut bisa bicara. Biasanya, kata dia, jika anak tidak mengerti sama sekali, bahasa tulisan bisa membantu. Gerakan dimulai dari mengangkat tangan ke atas, ke samping kanan dan kiri, Kemudian dilanjutkan dengan menunduk sembari merentangkan tangan ke depan. Gerakan dilanjutkan kemudian dengan pelemasan tangan dan kaki. “Gerakan yang dilakukan sangat sederhana ini, intinya, gerakan yang bisa melatih motorik dan sesuai dengan kemampuan mereka dan bermanfaat bagi tumbuh kembangnya,” katanya. Menurut Bu Ina, selain senam ringan, anak-anak juga dilatih me-
nangkap dan menendang bola. Ia menambahkan, acara olahraga di Taman Kota, Lumintang, hanya dilakukan dua minggu sekali. Sementara, tiap Jumat, anak-anak melakukan yoga di sekolah. Untuk gerakan yoga, kata Bu Ina, juga sangat sederhana. Tujuannya, agar mereka menjadi lebih tenang, karena berkebutuhan khusus itu lebih ke prilaku, agar mereka tidak hiperaktif. Bu Ina menyebutkan, olahraga merupakan variasi pembelajaran, yang berkaitan dengan perkembangan mereka. Jika mereka senang otomatis mereka mau belajar,” ucapnya. Awalnya, saat yoga, guru yang memberi contoh, lama-kelamaan, anak yang dianggap sudah bisa mengikuti intruksi, bisa menjadi instruktur di depan yang lainnya. Untuk merangsang perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus, mereka juga diajarkan modern dance dan menari Bali. Memang ia mengakui, cara mengajar anak-anak berkebutuhan khusus berbeda, ada tahapannya, dan melihat kemampuan si anak bagaimana. “Olahraga untuk anak berkebutuhan khusus ini sangatlah penting, karena selain bisa meluapkan emosinya dan membuatnya sehat, juga bisa membuatnya untuk lebih memahami dunia luar sehingga ketika dia dewasa bisa tumbuh seperti layaknya orang normal,” kata bu Ina. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, diperkirakan ada sekitar 2,4 juta orang penyandang autisme di Indonesia pada tahun 2010. Jumlah penduduk Indonesia pada saat itu mencapai 237,5 juta jiwa, berarti ada sekitar satu penyandang autisme pada setiap 100 bayi yang lahir. Bagi anak yang menyandang autis disarankan, lebih baik pilih olahraga individual yang gerakangerakannya mudah ditiru. Jika sudah lebih mantap dan terbiasa, anak berkebutuhan khusus juga dapat berpartisipasi dalam tim olahraga yang berdasarkan pada performance individual. –Wirati Astiti
Garuda Buka Rute Indonesia Timur PT Garuda Indonesia terus berupaya memperluas layanan dalam upaya memajukan daerah, sehingga masyarakat mendapatkan pilihan dalam menggunakan layanan maskapai penerbangan. Demikian disampaikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia M. Arief Wibowo, di sela acara “SkyTeam Supervisory Board Meeting 2016” di Nusa Dua, Rabu (13/10). “Kami berupaya membuka layanan penerbangan ke daerah-daerah, terlebih daerah tersebut memiliki potrensi pariwisata tetapi belum ada penerbangan ke sana,” kata Arief Wibowo. Ia mengatakan, prioritas utama agar bisa terjangkau dengan layanan pesawat jenis ATR dan Bombardir milik Garuda, juga, harus didukung infrastruktur di bandar udara. Mulai dari landasan hingga fasilitas pendukung lainnya. Penerbangan Garuda selalu komitmen sesuai dengan harapan pemerintah dalam memajukan pembangunan dan membuka rute penerbangan baru ke daerah-daerah yang selama ini belum mendapatkan layanan maskapai BUMN itu. “Kami pada prinsipnya mendukung program pemerintah dalam membuka rute penerbangan, tetapi hal itu harus juga dibangun infrastruktur yang memadai di daerah tersebut. Apalagi daerah itu memiliki destinasi wisata, seperti Pulau Komodo, maka dari itu Garuda sudah membuka penerbangan dari Bandara Ngurah Rai (Bali) ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujarnya. Selain itu pihaknya juga berencana membuka penerbangan ke Nabire dan Wamena, Provinsi Papua. -Wirati Astiti
“SkyTeam Supervisory Board Meeting 2016” Maskapai penerbangan yang bergabung dengan SkyTeam, akan banyak mendapat keuntungan dalam pelayanan jasa kepada konsumen. SkyTeam yakni sebuah aliansi penerbangan global. “Maskapai penerbangan yang tergabung dalam aliansi kami akan banyak mendapat keuntungan, terutama dalam bertukar informasi antarmaskapai, maupun di bidang pelayanan lainnya,” kata Chief Executive Officer (CEO) SkyTeam Perry Cantarutti, di sela acara “SkyTeam Supervisory Board Meeting 2016” di Nusa Dua, Rabu (13/10). Ia mengatakan bergabungnya perusahaan penerbangan dalam aliansi tersebut juga memudahkan koordinasi antarperusahaan mengenai manajemen dan pengelolaan perusahaan agar lebih baik.”Hingga saat ini sudah ada 20 perusahaan maskapai yang bergabung dalam SkyTeam. Sedangkan untuk Indonesia baru perusahaan Garuda Indonesia saja,” ujarnya. Perry mengatakan aliansi global penerbangan tersebut sangat terbuka bagi perusahaan penerbangan. Namun keterbukaan tersebut dibarengi perusahaan maskapai itu harus memenuhi prosedur dan persyaratan untuk bisa bergabung ke aliansi global ini. “Memang perusahaan yang ingin bergabung ke kami ada persyaratan yang sangat ketat dan semuanya harus berstandar internasional. Sedikitnya ada lima belas persyaratan, antara lain dari pelayanan, keselamatan dan keamanan, menu makanan bagi penumpang dan lainnya,” ucapnya.Menurut Perry, dengan pelayanan Garuda, para penumpang pun merasa puas, sebab dalam pelayanan hingga menu yang disajikan selama penerbangan tersedia sesuai dengan kebutuhan penumpang tersebut. “Oleh karena itu, penerbangan Garuda Indonesia mendapatkan penghargaan bintang lima dari Skytrax (lembaga independen penerbangan). Hanya Garuda yang mendapat penghargaan tersebut dari perusahaan yang bergabung dalam Sky Team. Ini penghargaan yang luar biasa bagi Garuda,” katanya.-Wirati Astiti
10
Kreasi
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Kreasi Inovasi Pasar-Pasaran
Style
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Kasual, Smart, dan Simpel Busana ready to wear atau siap pakai yang menjadi pilihan Tokoh pekan ini cukup menarik. Bisa dikatakan tiga perancang muda jebolan “Angelica Wu Fashion Desain Course” berhasil memunculkan karakter masing-masing.
Kreasi dan inovasi adalah cermin sebuah ide. Kualitas ide sangat dipengaruhi oleh kreasi dan inovasi. Kini tidak sulit untuk menemukan hasil dari ide itu. Ide yang dicari tentu ide segar dan menarik. Ada tawaran dengan konsep baru dan unik. Semua akan senang dan memburu hasil karya itu. Karya yang berkualitas tidak mustahil akan dapat membentuk target marketnya sendiri. Saat ini anak muda semakin berani tampil menyuguhkan karya-karyanya. Banyak telah lahir komunitas-komunitas kreatif yang mampu menginspirasi. Mereka tidak saja eksis di media sosial, tetapi mampu menggelar pameran karya.
B
intang Paramita, sesuai dengan usianya yang masih remaja, menghadirkan batik yang dirancang khusus untuk remaja. Dengan motif garis atau bintik-bintik yang mengesankan modernitas dan teknologi. Memalui tema “Lullaby” yang bermakna ketenangan dan menyenangkan, Mita memilih perpaduan warna biru dan kuning, warna
yang segar untuk dipersembahkan pada anak-anak muda yang ingin tampil modis dengan batik. Begitu juga Ogek Putri memilih merancang busana simply ready to wear. Melalui Tema “The Bedeg” ia menghadirkan unsur alam dengan bahan natural plant-dye Koleksinya kali ini dapat dikenakan para fashionista dikalangan remaja hingga ibu-ibu muda . Selanjutnya Evi Lavie, dengan tema “Hustler” menonjolkan model busana ready to wear juga yang dapat dikenakan di segala acara, terutama bagi perempuan yang berkarier dan sibuk. Rancangannya sangat menarik dengan gaya smart look, sedikit agak easy going look namun tidak kehilangan sisi femininnya. Sekarang desain yang mana yang sesuai dengan style dan karaketr Anda? - Sri Ardhini
Ogek
S
ebut saja Komunitas Kerdus. Komunitas Kerdus yang diprakarsai oleh Arei Triono, Ata Sipayung, Ana Kasmira itu mampu menampilkan konsep unik dalam karyanya. Awalnya nama Kerdus dipilih karena berasal dari Kardus. “Kardus adalah wadah yang cocok utuk membawa apapun termasuk produk buruan dan karya kami,” terang Arie. Mereka memiliki konsep unik di bidang kerajinan tangan. Uniknya, kerajinan tangan dibuat dari bahan bekas atau bahan yang dapat diolah kembali. Di tangan mereka, sebuah kayu sisa bangunan mampu disulap menjadi barang yang lebih berguna dan berkualitas tinggi, seperti flashdisk case, kalung, gelang, dll. Tidak jarang target market mereka adalah orang asing yang gemar mengoleksi atau menggunakan barang hasil
kerjainan tangan lokal. Kerdus tidak saja terampil dalam membuat karya, tetapi mereka mampu menampilkan karya. Bagi mereka, karya-karya seniman lokal tidak kalah bagus dengan seniman luar negeri. ”Ide kami berawal, karena kami ingin membuat acara kerajinan tangan lokal, asli dari seniman lokal Indonesia,” tutur Arie Triono. Dengan pikiran itu, Kerdus berhasil menyelenggrakan Pasarpasaran pada tahun 2013. Pasar-pasaran pertamakali diadakan di Café Topi, Ubud. “Kebetulan waktu itu, kita sering ke Café Topi, jadi kami mengadakan pameran perdana di sana. Kebetulan pemilik café, Naomi yang berasal dari Jepang banyak memiliki kawan-kawan Jepang yang sangat suka bahan kerajinan. Jadi itu momen yang bagus untuk kami mengadakan
pameran perdana,” jelas Ata Sipayung. Nama pameran pun tedengar unik, nama unik itu diakui mereka muncul spontanitas. “Kami awalnya bingung untuk memberi nama. Setelah kami pikir-pikir kami memutuskan nama Pasar-Pasaran. Nama itu kami ambil karena kami ingat saat anak-anak. Kami sering main dagang-dagangan, rumahrumahan ya seperti itu. Maka kami berpikir, mengapa tidak beri nama Pasar-Pasaran saja ya?” jelas Arie. Pasar-Pasaran merupakan pameran kerajinan tangan produk seni yang diadakan di Bali. Konsep yang ditawarkan oleh PasarPasaran yakni pameran berbasis kekeluargaan, santai, dan apresiatif. Pengunjung diharapkan santai dan menikmati suasana kekeluargaan dengan mengapresiasi kerajinan tangan dari seniman lokal. Acara sederhana dan bermakna ini hanya diadakan dua kali dalam setahun. Tidak saja menyuguhkan suasana baru dalam industri kreatif, mereka juga mempunyai visi yakni menyuarakan kepedulian sosial dan mengajak calon par-
tisipan muda untuk produktif dengan tema unik, memberi wadah untuk memamerkan karya mereka dengan jaringan seluas-luasnya baik di dalam negeri maupun luar negeri. “Selain itu kami juga mimiliki visi sosial yakni keuntungan dari
Pasar-Pasaran pada penyelenggaraan pertamanya sudah mampu membawa produkproduk seniman muda lokal untuk dibawa ke ranah publik. Contoh brand yakni Jimat, Etalase, dll. Tujuan utama PasarPasaran yakni untuk memasar-
Evi
Mita
Mita
Mita
Evi
Ogek
pameran untuk membantu sesama. Kemarin kami sempat membantu masalah Hutan Kalimantan melalui Yayasan Hutan Kalimantan,” tukas Ata.
kan kerajinan tangan. Mengangkat produk lokal asli Indonesia di ranah lokal, nasional, maupun internasional. Kini, Kerdus bersama Made Agus Rudiartha mengelola PasarPasaran yang semula hanya pameran kini dapat ditemui di toko. Toko yang diresmikan pada 7 Agustus 2016 itu, beralamat di Uma Seminyak, Jalan Kayu Cendana No. 1 Seminyak. Pada saat peresmian itu juga digelar pameran ke-8 Pasar-Pasaran. “Kami saat ini fokus pada toko dan membawa Pasar-Pasaran ke ranah yang lebih luas. Pelan tapi pasti. Harapan saya semoga makin banyak anak muda Bali dan muda Indonesia menyukai kerajinan tangan produk lokal. Tidak saja itu, kami pun berharap semoga banyak seniman lokal yang mampu menghasilkan ide kreatif dan menarik untuk mengangkat citra produk lokal Indonesia,” jelas Arie. –Wulan
Ogek
Evi
15
Ungkapan mengatakan buku adalah jendela dunia, namun apa jadinya jika setiap orang tidak suka membaca buku? Mungkinkah jendela dunia masih terbuka? Saat ini minat baca masyarakat khususnya di Buleleng mulai menurun. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Buleleng, Drs. I Putu Artawan.
F
Edukasi
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
aktor klasik penyebab rendahnya minat baca masyarakat adalah ekonomi. Masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi rendah kecenderungan memiliki minat baca yang rendah. “Intinya begini, membaca itu memang perlu
Dara
Hari Libur Perpustakaan Buka tetapi mencari uang juga susah. Jadi mereka beranggapan daripada membaca lebih baik bekerja mencari nafkah,” jelasnya. Budaya lisan juga merupakan faktor lain yang memengaruhi minat baca masyarakat. Artawan mengatakan jika budaya lisan yang diterapkan memang baik hanya saja belum maksimal. “Misalnya orangtua yang bercerita kepada sang anak, namun informasi yang disampaikan juga belum tentu secara utuh dapat diterima oleh sang anak,” ujarnya. Tetapi ia sangat bersyukur sebab himbauan dari pemerintah melalui Menteri Pendidikan, 15
Pengunjung di perpustakaan dan arsip daerah
menit wajib bagi anak sekolah sebelum melakukan pembelajaran harus melakukan kegiatan membaca. “Ini sangat mendukung untuk menumbuhkan minat baca anak-anak,”tuturnya. Sebagai tempat yang menyediakan berbagai buku dari berbagai sumber, Perpustakaan dan Arsip Daerah juga memberi beberapa kemudahan bagi pengunjung yang datang dengan menyediakan wifi gratis yang bertujuan untuk mempermudah pengunjung yang ingin mengerjakan tugas-tugas sekolah. Perpustakaan Daerah juga tetap buka di hari libur sebab diyakini hari libur adalah hari yang sangat efektif untuk mengerjakan tugas sekolah, dan akses koleksi buku secara online. “Peminjam dapat melihat dulu koleksi buku kami secara online, jika ada buku yang dicari barulah datang ke kantor,” paparnya. Ia beranggapan dengan kemudahan yang disediakan pengunjung dapat tertarik datang ke perpustakaan. Pria yang lahir pada 31 Desember 1961 tersebut juga mengatakan bahwa salah satu kerjasama yang selama ini terjalin dengan pihak sekolah adalah penyelenggaraan lomba. Melalui beberapa lomba seperti bercerita tingkat anak SD, megending Bali pada anak SMP, dan baca puisi pada tingkat SMA sangat diharapkan
Drs. I Putu Artawan
dapat merangsang kembali minat baca anak-anak. Terbukti juga dari beberapa lomba yang diselenggarakan melalui Perpustakaan dan Arsip Daerah dapat mengantarkan Buleleng pada juara Provinsi maupun Nasional. Berbeda dengan anak sekolah, menumbuhkan minat baca pada masyarakat umum memang sangat sulit. “Kalau anak sekolah beri saja mereka tugas yang mengharuskan mereka membaca, mau tidak mau mereka akan membaca buku, namun kalau dimasyarakat umum memang sangat sulit,” ujar pria yang berasal dari Desa Gobleg tersebut.
Sebagai instansi yang bertanggung jawab dalam menyediakan bahan bacaan, pihaknya berupaya dengan masing-masing desa di semua kecamatan di Buleleng dalam pengadaan perpustakaan desa. Salah satu perpustakaan desa yang dinilai telah berhasil meningkatkan minat baca masyarakat adalah perpustakaan Pelangi di Desa Patas, Gerokgak. “Perpustakaan Pelangi salah satu yang kami ajukan dalam lomba perpustakaan tingkat nasional. Kami lihat petugasnya memang mempunyai komitmen untuk memajukan dan meningkatkan minat baca masyarakat,” tambahnya. Kami juga upayakan petugasnya mendapat honor yang setimpal, begitu juga dengan sarana seperti sepeda motor roda tiga untuk perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah. Menurutnya banyak perpustakaan yang berdiri di pedesaan hanya saja terkendela oleh tenaga yang tidak memadai. Selain itu, kemampuan untuk mengelola perpustakaan juga kurang. “Perpustakaan yang baik akan mengklasifikasikan koleksi buku yang ada,” imbuhnya. Tujuannya adalah mempermudah pencarian keberadaan buku jika ada peminjamnya. “Petugas harus tahu kode dan urutannya sehingga ketika ada yang pinjam langsung dicarikan tidak perlu gebur-gebur lagi,” tambahnya. -Wiwin
Sejauh Apa Peranan Orangtua dalam Mengembangkan Bakat dan Minat Anak? Temukan Solusinya dalam Seminar “YESS21 MASSIVE IMPACT PROGRAMME” bersama LiveSmart Asia. Bakat (aptitude) adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus. Misalnya kemampuan berbahasa, bermain musik, melukis, dan lain-lain. Seseorang yang berbakat musik misalnya, dengan latihan yang sama dengan orang lain yang tidak berbakat musik akan lebih cepat menguasai keterampilan tersebut. Untuk bisa terealisasi, bakat harus ditunjang dengan minat, latihan, pengetahuan, dan pengalaman. Mengembangkan bakat dan minat bertujuan agar seseorang belajar atau di kemudian hari bisa bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta bakat dan minat yang dimilikinya sehingga mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias. Setiap orang menginginkan untuk menjadi kreatif, dan setiap orang pada dasarnya memiliki potensi untuk kreatif, hanya saja permasalahannya sejauh mana potensi tersebut dapat diasah pada diri manusia sehingga mereka dapat menghasilkan karya dan gagasan yang spektakuler dengan idenya yang “lain daripada yang lain”. Untuk mengasah
kreativitas minat serta bakat maka dapat dimulai sejak anak usia dini. Sejauh mana bakat anak dapat terwujud, tergantung pada beberapa faktor pribadi, seperti minat, motivasi, nilai, kepribadian, dan faktor lingkungan seperti pengalaman dan kesempatan pendidikan. Sebagai orangtua, kita tentu memiliki harapan yang besar pada anak dalam berbagai aspek kehidupannya. Termasuk misalnya, keberhasilan di sekolah maupun luar sekolah. Beberapa orangtua memisahkan kedua hal tersebut, meskipun sejatinya keduanya sama-sama berkontribusi pada masa depan dan arah karier anak nanti. Benjamin Jeremiah Ong (Bong) Founder dari Livesmart Asia sudah membantu lebih dari 21.000 remaja di berbagai negara, LiveSmart Asia yang berkantor pusat di Singapura dan sudah lebih dulu hadir di Malaysia serta Filipina, kini hadir di Indonesia melalui program “YESS21 Massive Impact” untuk membantu anak mengalami transformasi dalam hidupnya sehingga dapat meraih kesuksesan dalam hidupnya kelak. Tunggu apalagi? Segera Daftarkan putra-putri Anda yang berusia 9-19 tahun. Dampingi mereka untuk dapat menemukan rahasianya dalam seminar GRATIS bersama
Dara dari SMAN 1 Sukawati (Suksma) ini sudah meraih banyak prestasi juara dalam berbagai lomba, mulai dari lomba LKBB sampai lomba fashion show. Ia juga terpilih sebagai anggota Paskibra Provinsi Bali tahun 2016.
B
erawal d a r i mengikuti ekstra pramuka, dara bernama lengkap Putu Arlik Purwaniti ini mulai menempa fisik dan mentalnya, sehingga menjadi orang
9
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
P u t u
Putu Arlik Purwaniti
16
A r l i k
P u r w a n i t i
Selalu Ingin Mencoba
Arlik menjadi lima besar dalam pemilihan Jegeg Bagus Gianyar.
yang percaya diri. “Mengikuti kegiatan pramuka melatih mental dan fisik saya. Saya aktif pramuka sejak SMA. Beberapa prestasi di bidang kepramukaan pun pernah saya raih,” ujar Arlik, sapaan akrabnya. Siswi kelas XII IPA 6 Suksma ini ternyata tidak hanya aktif di pramuka. Ia pernah menjadi juara lomba mesatua Bali, juara Lomba Fashion Show Endek, Lomba Tata Busana Adat Bali dan juga masuk lima besar dalam pemilihan Jegeg Bagus Gia nyar. Di sekolahnya sendiri, Arlik merupakan runner up 1
Sudut Pandang
Jegeg Bagus Suksma 2016. “Saya pernah gagal dalam lomba tata busana. Tetapi, itu tidak membuat saya menyerah. Saya mencoba lagi hingga meraih juara. Jangan putus asa kalau belum berhasil. Selalu ingin mencoba merupakan pilihan saya. Sebelum mencoba, kita tidak akan pernah mendapat hasil yang diinginkan,” tegas dara kelahiran 11 Agustus 1999 ini. Arlik yang menjabat sebagai Pradana Putri di Suksma termasuk siswa yang sangat aktif di sekolahnya. ia mengikuti ekstra pramuka, paskibraka, dan teater. Di tengah kesibukannya yang padat, ia harus pintar-pintar membagi
Putu Arlik Purwaniti terpilih sebagai anggota Paskibra Provinsi Bali
waktu, agar semua kegiatan bisa terlaksana dengan baik. dengan demikian ia bisa menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal. Kiatnya untuk membagi waktu adalah dengan pintar-pintar menempatkan diri. Guru dan orangtua pun mendukung apa yang ia lakukan, karena semua berhasil dijalani dan membuahkan hasil. “Prestasi yang saya raih tidak terlepas dari dukungan keluarga dan sekolah serta keberanian dalam mencoba hal yang baru dan kemauannya untuk terus belajar
Arlik bersama tim pramuka
dan menambah pengalaman,” ujar anak pertama dari pasangan I Nyoman Arjawa dengan Ni Wayan Loji, yang tinggal di Gg Arjuna Desa Buruan, BlahbatuhGianyar ini. Menurut penuturan orangtuanya, sejak kecil Arlik sudah menunjukkan bakatnya tampil di atas panggung. Sewaktu SD ia pernah meraih juara mesatua bali. Mentalnya semakin terasah sejak ia mengikuti ekstra pramuka. Sejak itu, alumni SMPN 1 Gianyar ini sering mengikuti berbagai lomba kepramukaan seperti LKBB dan kerap meraih juara. Keberhasilannya juga didukung oleh kepiawaiannya dalam berkomunikasi dan menari Bali. Berkat prestasinya dalam berbagai lomba, Arlik sering diminta untuk melatih para juniornya dalam kegiatan paskibra dan LKBB. “Sekarang saya duduk di bangku kelas XII, sedikit demi sedikit mulai mengurangi kegiatan di luar bidang akademis, dan fokus belajar untuk persiapan menghadapi ujian nasional,” tegas dara yang bercita-cita menjadi polwan ini. –Ekayana/Ngurah Budi
Manfaatkan Sumber Bahan Lokal LiveSmart Asia pada Sabtu 22 Oktober 2016 dan Minggu 23 Oktober 2016, pukul 14.00-16.00 Wita. Seminar diadakan di Harris Hotel Sunset Road Jl. Pura Mertasari Sunset Road, Kuta
SEMINAR GRATIS “YESS21 MASSIVE IMPACT PROGRAMME”
Sabtu 22 Oktober 2016 dan Minggu 23 Oktober 2016 Pukul 14.00-16.00 wita Harris Hotel– Jalan Pura Mertasari Sunset Road Kuta TEMPAT TERBATAS...!!! INFORMASI DAN PENDAFTARAN:
0858.1008.1006
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan cinta tanah air. Salah satunya dengan mencintai produk dalam negeri. Ditengah berkembangnya kreativitas anak-anak dalam negeri tidak akan ada artinya jika tidak didukung dengan upaya untuk menggunakan hasil kreativitas itu. Hal ini disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Singaraja I Putu Eka Wilantara, M.Pd. Ia mengungkapkan tidak sedikit produk negeri Indonesia yang dijual dan dipakai di pasar internasional dan mendapat pengakuan dunia. Akan tetapi kecenderungan anak-anak utamanya remaja justru lebih bangga menggunakan produk luar negeri. “Mereka hanya ingin
mengikuti trend padahal tidak sedikit barang-barang dari luar negeri, asal muasalnya dari dalam negeri,” jelasnya. Menurut Wilantara, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini. Dengan mencintai produk dalam negeri tidak hanya menunjukkan rasa bangga menggunakan barang-barang lokal melainkan ada banyak keuntungan yang diperoleh. “Salah satu manfaatnya adalah meningkatkan pendapatan negara, bandingkan bila kita membeli produk luar negeri tentu akan memperkaya negar lain,” tegasnya. Pria kelahiran 10 Juli 1974 itu juga mengatakan dengan menggunakan produk dalam negeri secara tidak langsung ikut mem-
buka kesempatan kerja yang lebih banyak bagi masyarakat dan tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Ia juga mempertegas bahwa dengan menggunakan produk dalam negeri berarti menghargai kemampuan diri sendiri. Disamping siswa, peran guru sebagai tenaga pendidik juga harus memberikan teladan dalam mencintai produk dalam negeri. Salah satu contoh paling sederhana yang diberikan dengan wajib menggunakan batik atau endek di sekolah. “Memang terlihat sepele tetapi kalau dilihat dari nasionalisme patut diacungi jempol karena menunjukkan produk lokal khas Indonesia,” imbuhnya. Bagaian kecil lain yang bisa menunjukkan bahwa warga seko-
lah mencintai produk dalam negeri adalah jajanan kantin sekolah menjual olahan hasil pertanian lokal seperti pisang goreng dan keripik singkong. “Di saat kita tergiur dengan produk luar, seharusnya kita dapat memanfaatkan bahan dari alam yang tentunya lebih sehat,” tuturnya. Dalam pembelajaran pun, pihak sekolah yang lebih dikenal sebutan Smansa ini mengintegrasikan cinta produk dalam negeri dalam mata pelajaran. Melalui pengembangan kewirausahaan dan prakarya siswa dapat memanfaatkan sumber alam lokal untuk menghasilkan produk yang tidak kalah dengan produksi luar negeri. Produk dimaksud seperti aneka olahan makanan tradisional dan pembuatan minyak wangi dari
I Putu Eka Wilantara, M.Pd.
bahan alam Indonesia. “Akan ditunjukkan melalui pameran tahunan dalam rangka HUT sekolah,” tandasnya. Ia sangat yakin jika kualitas produk dalam negeri ditingkatkan tentu akan diminati dan dicintai oleh masyarakat. -Wiwin
8
Bunda & Ananda
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Bagi orangtua yang memiliki anak lebih dari satu, memiliki kewajiban untuk bertindak adil. Namun, ada kalanya muncul persepsi tidak adil, pilih kasih, dan rasa lain yang kurang mengenakkan. Ada juga anak yang merasa diperlakukan tidak adil dan selalu harus mengalah. Bagaimana solusinya?
Mengalah bukan
Berarti
B
u Ayun memiliki dua anak. Anak pertama perempuan sedangkan yang kedua laki-laki. Mengasuh dua anak ini membuat Bu Ayun harus pandai-pandai bersikap. “Saya tidak ingin membedabedakan anak laki dan anak perempuan. Kalau membeli mainan, barang, atau makanan, keduanya mendapat bagian yang sama. “Beberapa hari lalu, anak saya yang pertama mengeluh dengan mengatakan saya pilih kasih. Saya lebih memprioritaskan adiknya. Kalau ada masalah, kakak selalu disuruh mengalah. Saya kaget dengan keluhan itu,” ujar perempuan yang bekerja di sebuah perusahaan swasta ini. Bu Ayun mengaku selama ini, ia sudah bersikap adil. Urusan ponsel, kakak yang lebih diprioritaskan. Kalau kakak beli ponsel baru, ponsel yang lama dihibahkan untuk adiknya. Kalau urusan mengantar ke sekolah, kakak yang didahulukan. Bu Ayun pun bingung, dari sisi mana ia dianggap berlaku pilih kasih dan selalu menyuruh kakak untuk mengalah. Pengalaman Bu Ayun mungkin bisa jadi dialami orangtua lain. Seringkali orangtua mengambil “jalan pintas” dengan meminta anak yang lebih tua untuk mengalah. “Anak yang menyimpulkan dirinya terlalu sering disuruh mengalah pasti punya alasan. Minimal ia pernah mendapat perlakuan dibedakan baik secara verbal atau fisik sehingga membekas di memorinya,” ungkap Luh Kadek Pande Ary Susilawati, S.Psi. M.Pi., Psikolog. Dosen Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini bisa terjadi karena orangtua tidak sengaja atau tidak sadar melakukannya. Misalnya, ketika anak rebutan mainan, orangtua cenderung meminta anak yang lebih
Pande Ary
tua untuk mengalah. Kalau hal ini terus-menerus dilakukan, bisa menjadi beban psikologis bagi anak yang lebih tua. Orangtua “memaksa” anak yang lebih tua untuk mengerti kondisi. Seharusnya, jika anak rebutan mainan, orangtua harus bisa menjadi penengah. Orangtua harus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menjelaskan kronologisnya. “Berikan kesempatan kepada anak untuk berargumentasi dan menyatakan pendapatnya. Setelah semua memberikan pendapat, barulah orangtua memberikan pendapat atau perlakuan yang sesuai. Orangtua juga harus tegas. Ingatkan anak untuk minta izin kalau meminjam mainan dan berterima kasih setelah menggunakan. Ini merupakan proses pembelajaran bagi anak dan orangtua,” ujar Pande Ary. Ia juga menjelaskan peran keluarga sangat penting dalam mendidik karakter anak. Keluarga merupakan tempat pertama untuk belajar. Pondasi pendidikan budi pekerti anak mulai dari rumah. Karena itu, orangtua harus menjadi contoh yang baik bagi anak. Sikap orangtua sering menjadi “role model” bagi anak dalam melakoni hidupnya. Dalam proses tertentu, bisa jadi muncul kesan orangtua pilih kasih dan anak merasa dipaksa mengalah. Bagi Psikolog yang juga pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali ini, mengalah tidak berarti kalah. Misalnya, ketika ada dua anak sedang bermain kemudian, si adik minta tidur
“Anak yang menyimpulkan dirinya terlalu sering disuruh mengalah pasti punya alasan. Minimal ia pernah mendapat perlakuan dibedakan baik secara verbal atau fisik sehingga membekas di memorinya”
Kalah
ditemani bunda, si kakak harus memahami situasi tersebut. Bisa jadi, kondisi adik sedang tidak fit dan perlu istirahat. Kakak yang mengalah dalam situasi ini tidak berarti dia diabaikan. Setelah adiknya tertidur, permainan bisa dilanjutkan dengan bunda. Jika terjadi permasalahan di antara anak-anak, secepatnya harus diselesaikan. Jangan menimbun permasalahan, apalagi jika salah satu anak selalu merasa tertekan. Hal ini bisa mengendap dalam memorinya dan suatu saat akan meledak. “Dalam kasus yang dialami Bu Ayun, pasti ada penyebab sehingga anak pertamanya merasa selalu disuruh mengalah. Mungkin secara tidak sadar ada perlakuan baik verbal maupun fisik yang
dialami anaknya sehingga hal itu memunculkan kesimpulan dari sisi anak atas perlakuan orangtua kepadanya. Orangtua juga harus peka dengan respons yang ditunjukkan anak. Segera selesaikan masalahnya. Ajak anak untuk bicara dan berikan dia kesempatan mengungkapkan pendapatnya,” ujar Pande Ary.
Ia juga menyarankan perlunya menggali informasi dari pihak orangtua untuk mencari akar penyebab masalah antar anak mereka. Seringkali orangtua mengabaikan sehingga menganggap sepele permasalahan antara anak. Untuk menghindari terjadinya hal serupa, orangtua harua membuat aturan yang tegas dalam pengasuhan anak. Selalu membuka ruang dialog dengan anak jika terjadi masalah. Pola “problem solving” harus menjadi acuan. Ada masalah, ada klarifikasi, ada solusi. Anak juga harus paham kapan saatnya mengalah karena situasi dan kondisi serta kapan saatnya harus menunjukkan sikap yang mengalah tidak melulu yang lebih tua. Orangtua pun harus menjadi penengah yang adil bagi anak. Semua proses ini harus dijalankan secara sadar sehingga menjadi pembelajaran bersama. -Ngurah Budi
Ilustrasi anak-anak bermain
Mendongeng Lima Menit menghitung koin emas
Pak Tregor orang kaya di desa itu. Tanahnya ratusan hektar. Kerbau dan sapinya lebih dari tujuh ratus ekor. Ia terkenal bukan karena kekayaannya, tetapi karena sifat kikirnya. Ia jarang bergaul dengan masyarakat, karena Made Taro khawatir, kalau-kalau orang-orang minta sumbangan atau meminjam uang kepadanya. Walaupun tanahnya luas, ia hanya punya sepetak rumah. Rumah itu terletak di pinggir desa yang dikelilingi pohon-pohon lebat. Dalam rumah itu ia dilayani oleh lebih dari limabelas pembantu. Pada suatu hari ia menjual 200 ekor kerbau dan 150 ekor sapi kepada saudagar kota. Hewan-hewan itu dibayar lunas dengan koin emas. Ia belum pernah membayangkan akan memiliki beribu-ribu keping koin emas. Bersama istrinya, seharian mengurung diri di dalam kamar. Menghitung koin emas. “Tok, tok, tok …!” Seorang pelayan memanggil Pak Tregor dan istrinya untuk makan siang. “Tunggu sebentar! Aku belum selesai menghitung koin emas,” jawabnya dari dalam kamar. Tak lama kemudian ketukan pintu itu terdengar lagi. Suami-istri kaya itu segera menuju ruang makan. Tentu ia tidak lupa mengunci pintu kamar tempat bertimbunnya koin emas. Aneh! Di ruang makan itu mereka berdua tidak melihat hidangan makan, tetapi koin emas. Mereka tumpahkan koin emas itu dari baskom nasi, lalu sibuk menghitungnya. “Cita-cita kita kesampaian!” seru Pak Tregor
riang-gembira. “Kitalah orang terkaya di desa ini! Bahkan kekayaan kita melebihi kekayaan Raja. Kita harus merayakan rezeki ini dengan mengundang seluruh warga desa dan pejabat kerajaan,” katanya lagi sambil menghitung koin emas yang berserakan di atas meja. “Hai, pelayan! Siapkan segala keperluan untuk pesta itu!” kata Pak Tregor sambil menarik tangan istrinya. Mereka berdua menuju dapur. “Wah, wah, wah…! Koin emas lagi, koin emas lagi!” teriak majikan kaya itu sambil berjingkrakjingkrak Suami-istri itu sibuk mengangkut koin emas itu ke dalam kamar. Semua pelayan terheran-heran. Mereka tidak melihat sang majikan mengangkut koin emas, tetapi perabotan dapur. Namun pelayan-pelayan itu tidak berani membantah. Pelayan-pelayan itu terpaksa ikut pula mengangkut berkarung-karung koin emas itu ke dalam kamar. Setelah usai, pelayan-pelayan itu diharuskan keluar dari kamar. Mereka berdua, Pak Tregor dan istrinya kembali sibuk menghitung koin emas. Semua pelayan bertanya-tanya heran bercampur khawatir. Sampai larut malam, sang majikan belum juga makan. “Tok, tok, tok…!” Keesokan paginya, seorang pelayan mengetuk pintu. “Makan pagi sudah siap, Tuan!” katanya. Tak ada jawaban. Pelayan itu mengetuk pintu kamar itu satu kali lagi, lima kali, sepuluh kali. Kemudian datang pula pelayan lainnya. “Tok, tok, tok,…, tok, tok, tok …!” Pelayan-pelayan itu curiga, lalu bersama-sama mendobrak pintu. Braaak….! Mereka semua terkejut. Mereka dapati Pak Tregor dan istrinya terbaring kaku. Kedua tangannya menggenggam koin-koin emas. (Filipina)
Griya Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperindah halaman dan taman rumah Anda. Salah satunya dengan memasang lampu cetakan, yang kini banyak diproduksi pengerajin lokal. Lampu-lampu tersebut tak hanya berfungsi sebagai penerang dan memberikan aksen cahaya, namun juga mampu memberikan nilai estetika dari bentuk dan motifnya yang unik.
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
17
Beragam Model dan Motif Unik Lampu Cetakan L
ampu cetakan yang terbuat dari campuran mil dan semen yang ditambah pewarna agar tampilannya menyerupai batu paras putih ini, bisa banyak kita jumpai di sepanjang ruas Jalan By PassNgurah Rai Sanur, Denpasar, Bali. Salah satunya Artshop Junita Jaya, yang memproduksi beragam model/ bentuk kap lampu dengan motif yang unik. Lampu-lampu ini diberi nama sesuai dengan bentuknya. Ada model telur, roket, gentong, kendang, bola, bulat, kotak, dan stand A. Tentunya dengan beragam motif, seperti motif bunga jepun, bunga plus daun, jepun full, donat, bunga-donat, tribal, dll. Salah seorang karyawannya Nengah Ariana mengatakan, lampu cetakan ini oleh konsumennya banyak ditempatkan di depan rumah dan taman/kebun, baik itu di rumah pribadi, vila, maupun pe-
rumahan. “Model dan motif yang disukai pasar, merata,” ujarnya. Proses pembuatan lampu cetak ini dijelaskannya memakai
rangka besi, kemudian campuran mil dan semen tersebut dicetak sesuai modelnya, lalu diukir dan ditekstur. “Terakhir, tinggal diset-
set. Dan dicoating, jika ada permintaan dari konsumen, tentunya ada biaya tambahan,” tandasnya. –Inten Indrawati
18
Edisi 923/17 - 23 OKTOBER 2016
Pasar Seririt yang terbakar untuk kedua kalinya tahun 2014 sudah direvitalisasi. Pemkab Buleleng mengambil langkah cepat dengan menggunakan dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng tahun 2016 melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagprin) sebesar Rp 12 miliar. Sampai 11 Oktober 2016, pengerjaan sudah mencapai 81% lebih dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender.
H
al tersebut terungkap saat Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST melaksanakan kunjungan kerja (kunker) tahun 2016 ke Kecamatan Seririt, Kamis (13/10). Selain meninjau proyek pembangunan Lapangan Umum Seririt, Bupati yang akrab disapa PAS ini melakukan peninjauan ke proyek revitalisasi Pasar Seririt. Untuk diketahui, proyek pengerjaan ini melingkupi pengerjaan rehabilitasi pasar utama, pengerjaan tangga utara, pengerjaan toilet umum, pengerjaan tower tangki air, pengerjaan pasangan gorong-gorong, pengerjaan ground tank, serta pengerjaan Pura Melanting. Revitalisasi pasar Seririt ini merupakan salah satu bentuk komitmen kuat Pemkab Buleleng dalam menjamin terciptanya nilai kebersamaan serta makna pengembangan aktivitas
ekonomi masyarakat. Keberadaan pasar Seririt ini merupakan upaya untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap pemasaran produksinya, baik produksi industri rumah, maupun produksi pertanian. Pengerjaan pasar yang melalui rehabilitas dan pembangunan ini diharapkan nantinya bisa meningkatkan akses – akses perekonomian di Kecamatan Seririt dan di Buleleng barat. Pasar Seririt ini merupakan pasar yang sangat vital karena sangat strategis untuk perekonomian di Buleleng Barat. Menurut Kepala Diskopdagprin Buleleng, Drs. Ketut Suparto, MMA, kemajuan pembangunan proyek revitalisasi Pasar Seririt sampai saat ini mencapai 81%. Jangka waktu proyek ini sampai dengan 26 November 2016. Tetapi, paling lambat 20 November 2016 proyek ini sudah selesai. “Kita akan tunggu sampai batas waktu yaitu 20 November 2016,” ungkap Suparto. Disinggung mengenai pedagang yang nantinya akan menempati gedung Pasar Seririt yang baru, mantan Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng ini menjelaskan bahwa semua pedagang yang dulunya menempati Pasar Seririt akan didata dan dimasukkan kembali. Untuk penambahan pedagang baru, pihaknya masih melihat kondisi pasar yang baru. “Nanti kita lihat dulu jika dimungkinkan akan ada penambahan pedagang yang akan berjualan di Pasar Seririt yang baru. Kita akan bekerjasama dengan PD Pasar,” tegasnya. -Wiwin
Revitalisasi Pasar Seririt
I Made Jaya Harta
Pertanian di Buleleng selalu menarik untuk dibahas. Selain memiliki beberapa komoditi buah lokal unggulan, Kabupaten Buleleng juga memiliki beberapa komoditi buah langka. Salah satunya adalah poh bikul yang hanya dapat ditemui di Desa Menyali, Kecamatan Sawan. Mangga ini punya rasa khas, gurih dan manis dibandingkan buah mangga lain. Dinamakan poh bikul karena buahnya yang mirip dengan bentuk tubuh bikul (tikus). Menurut Kepala Desa Menyali, I Made Jaya Harta, keberadaan poh bikul sangat langka karena kesulitan dalam pembudidayaan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk tetap mempertahankan keberadaanya buah langka asli Menyali tersebut. Namun, dari beberapa bibit yang dicoba dikembangkan tidak satupun ada yang hidup. Bahkan di Desa asalnya pun, pohon mangga ini hanya tinggal beberapa saja dengan usia di atas 50 tahun. Selain langka, buah ini juga memiliki keunikan dari bentuknya. “Bentuknya yang asli itu kecil bahkan kalau makan tinggal dikupas ujungnya dan bisa langsung dimakan karena
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
Suasana diklat guru Pra BKAF 2016
Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST meninjau Pasar Seririt pasca terbakar dalam kunjungan kerja di Kecamatan Seririt
P o h B i k u l Buah Langka dari Menyali bijinya pun sangat tipis dan kecil,” jelasnya. Poh bikul itu sangat digemari oleh kalangan pejabat di Jakarta. Salah satunya, Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri. “Kalau Bu Megawati ke Bali bertepatan dengan poh bikul berbuah, beliau pasti pesan buah mangga itu. Karena memang rasanya sangat manis tidak ada kecutnya, pokonya beda dengan buah mangga lainnya,” ungkapnya. Bahkan Megawati juga sengaja mendatangkan tim ahli pertanian untuk membantu pengembangan poh bikul tersebut. Beberapa upaya mulai dari cara stek dan tempel sudah dilakukan akan tetapi tidak satu pun dari usaha tersebut yang berhasil. Menurutnya, sulitnya perkembangbiakan poh bikul tersebut karena kulit buahnya yang begitu tipis sehingga kambium batang yang dimiliki juga sedikit. “Kalau melakukan stek dan tempel itu membutuhkan cambium yang banyak,” jelasnya. Selain itu, ada kemungkinan tanaman poh bikul sulit dikembangkan karena dipengaruhi oleh faktor kondisi tanah dan cuaca. Sehingga pohon ini hanya cocok tumbuh di Desa Menyali. Disamping kondisi tanah dan cuaca, biji poh bikul juga sulit tumbuh tunas karena biji poh bikul itu terlalu pipih. “Mungkin cocoknya hanya disini (Desa Menyali). Tetapi di sini juga tidak begitu banyak. Ini karena memang bijinya pipih sehingga tidak banyak yang bisa tumbuh tunas,” tambahnya. Pria kelahiran 19 Oktober 1970 tersebut mengungkapkan bahwa pohon mangga ini berbuah tidak menentu. “Jika berbuah saat mangga lain tidak dalam musimnya maka buahnya akan kecil, namun jika berbuah berbarengan dengan mangga lain maka buahnya akan sedikit lebih besar,” pungkasnya. Hal ini dikarenakan dalam proses penyerbukan akan bercampur dengan serbuk sari dari jenis mangga lain. Tentunya kondisi
Sudut Pandang
ini akan memengaruhi rasa dan juga bentuk dari poh bikul. Sementara itu, Cening Bukti salah seorang warga Desa Menyali yang memiliki tiga buah pohon poh bikul di tegalan miliknya mengaku selalu kewalahan ketika musim panen tiba. “Tidak perlu memasarkan jauh-jauh karena jauh-jauh hari sebelum masa
panen sudah ada yang pesan,” tuturnya. Jika dibandingkan dengan mangga lain, poh bikul lebih lama dalam proses berbuah. Hal tersebutlah yang membuat harga poh bikul jauh lebih mahal dari mangga yang lain. Di desanya sendiri dijual dengan harga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu namun jika di luar, kisaran harganya bisa mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu. Meskipun di pasaran mangga lain dalam hasil panen yang melimpah akan tetapi kestabilan harga poh bikul tetap terjaga. -Wiwin
Jadilah Kreator M
Sebanyak 200 guru mengikuti pelatihan dalam persiapan lomba kegiatan Bali Kids Animation Festival (BKAF) 2016. Ini kegiatan ke 2 setelah sukses tahun lalu. Tahun 2015, tercatat 150 animator cilik memamerkan hasil karya animasi mereka.
enurut Putu Sudiarta, Direktur Bamboomedia yang juga penggagas acara ini, materi kegiatan antara lain pelatihan Software Pivot Animator, Digital Storytelling, Digital Coloring, Voice Actor,
serta sosialisasi Lomba. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan guru terkait TIK, terutama menyangkut animasi. Lomba sendiri bertujuan mencari bakat-bakat animator cilik serta mendorong masuknya animasi menjadi pilihan eskul di
7
tingkat SD khususnya di kota Denpasar,” tegasnya. Selanjutnya 200 guru yang sudah dilatih akan mensosialisasikan di masing-masing sekolah. Puncak lomba adalah bulan November tanggal 5-6. Hasil lain adalah sinergi yang makin baik antara Disdikpora, BDI-Kemenperin, serta Bamboomedia sebagai penggagas kegiatan. Sudiarta menambahkan. Relevansi kegiatan ini dengan program Denpasar Smart City tentu mendorong pemanfaatan TIK secara optimal terutama dalam masyarakat perkotaan terkait pelayanan publik. “Kegiatan ini ingin merangsang masyarakat memanfaatkan kemajuan TIK secara produktif. Mulai dari usia dini (SD) diharapkan tidak hanya menjadi pengguna dan penonton, namun sebagai kreator. Dengan melibatkan siswa SD otomatis akan melibatkan orangtua, kakak dan adiknya,” ujarnya. Sebagai penggagas kegiatan, Bamboomedia berharap kegiatan ini bisa menjadi kalender tahunan perusahaan bekerjasama dengan Disdikpora dan BDI Denpasar, serta Bali Post dan Bali yang menjadi media partner. “Kami ingin mendukung visi Wali Kota menjadikan Denpasar sebagai kota Animasi berbasis Budaya, dengan impian besar memiliki kawasan industri terpadu Denpasar Technopark pada tahun 2021,” tegas Sudiarta. –Ngurah Budi
Terus Gulirkan “Cinta Produk Indonesia” Cening Bukti bersama cucu menunjukkan poh bikul yang masih muda.
Sosialisasikan “Teruna-Teruni Tani” Melihat potensi yang dimiliki oleh subak dengan harapan menarik minat Kabupaten Buleleng seharusnya sektor pemuda Bali. pertanian harus dikembangkan secara Selain meningkatkan minat pemuda maksimal. Potensi pertanian yang terdiri dalam pertanian, Swatantra juga menatas lahan persawahan dan lahan kergungkapkan jika saat ini pemerintah ingin ing yang cukup luas menjadikan pertamengembangkan buah-buahan lokal untuk nian sebagai tumpuan hidup utama bagi memenuhi kebutuhan masyarakat di Bali masyarakatnya. Akan tetapi, peluang dan Buleleng pada khususnya. “Beberapa pengembangan sektor pertanian belum komoditi yang sudah kami kembangkan banyak digeluti generasi muda di Bali. Hal antara lain pisang ijo Taiwan dan cavendish. tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Hal ini melihat dari kebutuhan masyarakat Pertanian dan Peternakan Buleleng Ir. yang begitu banyak terhadap pisang sehingga Nyoman Swatantra, MMA. diharapkan masyarakat dapat memenuhi Menurutnya, pemuda Bali perlahansendiri kebutuhannya,” ucap pria kelahiran lahan mulai terpengaruh globalisasi seh6 Juni 1959 tersebut. ingga mereka lebih memilih bekerja di Pria yang sempat menjabat Kepala bidang swasta. “Ini karena mereka masih Bidang Padi dan Palawija Dinas Pertanian menganggap bertani adalah pekerjaan dan Perternakan tersebut mengungkapkan yang kotor dan berpendapatan rendah,” bahwa pihaknya melakukan intensifikasi Ir.Nyoman Swatantra, MMA ujarnya. Pihaknya terus mengupayakan produk pertanian yang sudah berkembang melakukan sosialisasi agar di masing-masing subak untuk di Kabupaten Buleleng. “Hal tersebut dilakukan dengan membentuk teruna-teruni tani. “Kami juga libatkan mereka pemeliharaan dan pengendalian hama,” pungkasnya. Ia dalam berbagai festival dan juga dilibatkan dalam lomba menjelaskan bahwa intesifikasi ini sangatlah penting untuk cerdas cermat teruna-teruni tani,”tambahnya. Swatantra meningkatkan hasil produksi pertanian, sebab beberapa meyakini dengan usaha tersebut dapat membawa keterkomoditi yang hanya ada di Buleleng saat ini tidak berkemtarikan pemuda terhadap pertanian. bang karena serangan hama penyakit. “Dulu di Buleleng Disamping itu, sejumlah upaya meningkatkan minat terkenal dengan jeruk keproknya di Tejakula, namun saat pemuda untuk bertani. Salah satunya adalah penambahan ini sudah hasil panen sudah mulai menurun,” paparnya. alat pertanian modern. Diharapkan dengan memberikan Atas kondisi tersebut, pihaknya mulai mengembangbantuan alat pertanian tersebut dapat menarik minat pekan kembali jeruk keprok di kecamatan Gerokgak sejak muda. “Dengan alat pertanian tentunya dapat menghemat empat tahun terakhir. Wilayah tersebut dipilih karena tenaga fisik, mempercepat pengerjaan lahan, dan menepis kondisi tanah yang tidak jauh berbeda dengan kecamatan anggapan bahwa bertani adalah pekerjaan yang kotor,” Tejakula. “Usaha ini diharapkan dapat mengembalikan citra jelasnya. Ia menambahkan, dengan pemberian bantuan jeruk keprok Tejakula yang mulai mengalami penurunan alat-alat pertanian modern harus disosialisasikan melalui produksi,” tandasnya. -Wiwin
Di era global, persaingan saja setidaknya butuh waktu pasti terjadi. Untuk meme2 minggu. Kalaupun ada khanangkan persaingan dengan siatnya, tentu sudah hilang. produk luar, ada beberapa hal “Tapi kalau kita memakai yang harus dilakukan. Demikian jeruk lokal, tentu akan lebih disampaikan Ketua Umum fresh,” ucapnya. Kamar Dagang dan Industri Berikutnya, dalam paka(Kadin Bali), AA Ngurah Alit ian (sandang), ia melihat Wiraputra saat ditemui di Sanur, masih banyak masyarakat Denpasar. kita yang bangga memakai Alit Wiraputra menyebut brand luar negeri. Padahal empat hal yang mau tak mau jika dilihat sekarang produkharus dilaksanakan. Pertama, produk mereka sudah tidak cinta produk Indonesia harus berkualitas, seperti rata-rata diutamakan. “Cinta Produk produk Cina yang masuk ke dalam Negeri” ini kembali Indonesia sudah hancur lebur, harus digalakkan sebagai upaya harga murah. “Jangan-jangan menekan produk impor dan produk bekas semua. Jadi, juga sekaligus mendorong tummemang cinta kita terhadap buhnya industri dalam negeri. negeri harus ditingkatkan. AAN Alit Wiraputra “Kadin sudah memulainya dari Pola hidup ini penting sekali yang terkecil, yakni di kartu nama tertera 100% karena kedepannya produk-produk dalam negCinta Indonesia,” ujarnya. eri kita budayakan untuk kita pergunakan. Ini bisa dilakukan lewat pendidikan,” tegasnya. Kedua, harus dilakukan peningkatan kualitas dan kuantitas produk dalam negeri sehingga Dalam pendidikan kita beri orientasi memiliki nilai jual yang baik. Ketiga, adanya pada anak didik bahwa produk dalam negeri keberpihakan pemerintah untuk menjadikan jauh lebih bagus dan “Cintailah Produk Kita”. produk lokal sebagai tuan di negara sendiri. Cuma masalahnya, semua produk di Indonesia Keempat, perlunya perlindungan konsumen mengaku produk dalam negeri. Sepeda moterhadap produk lokal. “Dengan beberapa tor, sepatu, tas dengan merek/brand luar tapi hal tersebut, kita akan bisa memenangkan semua mengaku produk dalam negeri karena persaingan dengan produk luar dan asing,” dibuat disini. “Nah ini konotasinya bagaimana ungkapnya optimis. kita membedakan produk yang diproduksi di dalam negeri dan produk yang memang datang Terkait “Cinta Produk Indonesia” ini, dari luar,” ucapnya. ia mengatakan bahasa tersebut harus sering digulirkan, dan pemimpin-pemimpin daerah Pada prinsipnya, Alit Wiraputra menharus menjadi teladan. Selain juga upaya lain egaskan “kita pasti bisa”, asalkan semua dari yang terus-menerus dilakukan, mengimbau keyang teratas/pemerintah, dunia usaha, hingga pada masyarakat untuk menggunakan produk masyarakat bawah, sepakat menggunakan dalam negeri. Misalkan di bidang pertanian, produk dalam negeri. “Saat ini kita masih mengsaat ini jeruk mandarin yang didatangkan dari gunakan 60% produk luar negeri dari semua Cina masih banyak mendominasi pasar. Jika lini termasuk pertanian,” cetusnya. dicermati betul, untuk masuk ke Indonesia –Inten Indrawati
Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Menghadiri di Reuni SMANSA Angkatan 98
SENATOR ARYA WEDAKARNA HADIRI REUNI SMANSA ANGKATAN 98
SMA 1 DENPASAR LAHIRKAN BANYAK PEMIMPIN
Nama besar Smansa sebagai salah satu sekolah unggulan di Bali kian dipupuk oleh alumninya. Hal ini tampak saat acara alumni Smansa Angkatan 98 yang digagas oleh anak didik Smansa 98. Bertempat di halaman Smansa, ratusan alumni beserta keluarganya berpartisipasi dalam acara tersebut. Ada satu nama alumni 98 yang saat ini cukup dikenal publik yakni sosok Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang kini menjabat sebagai Senator DPD RI mewakili Provinsi Bali. Ditemui disela-sela acara reuni, ia menyatakan cukup bangga dengan acara yang digagas oleh kawan - kawannya dalam waktu yang singkat. “Saya senang dengan semangat kawan- kawan dalam mengorganize reuni ini. Mengobati kerinduan 14 tahun tidak bertemu dan kini sudah banyak teman - teman menjadi orang sukses. Nama baik Smansa memang sangat didukung dengan kiprah alumninya. Saya bangga menjadi alumni 98. Jika tidak sekolah di Smansa, mungkin saya tidak bisa seperti sekarang,” ungkap Arya Wedakarna ( AWK ). Dalam catatan Smansa, sosok Gusti Arya Wedakarna memang dikenal sebagai sosok yang aktif sejak remaja. Sejumlah prestasi ia raih diantaranya sebagai Duta Sekolah dalam kegiatan seni baik PSR atau PKB. Juga aktif dalam bidang
seni musik dan dunia radio. Wedakarna tercatat sebagai presenter radio pertama yang masih berseragam putih abu - abu pada zamannya yakni di Radio Cassanova. Selain itu, ia sempat menjadi Cover Utama Tabloid Wiyata Mandala dan mendapatkan penghargaan dengan tampil di Istana Presiden di depan Ibu Tien Soeharto bersama remaja berprestasi lainnya. “Diantara semua itu, yang saya banggakan adalah prestasi mendirikan Gugus Depan Pramuka Smansa Krisna - Radha. Saat itu saya jadi Wakil Ketua Pramuka dengan kawan - kawan pecinta pramuka. Dari 2000 siswa hanya kami berlima yang jadi pengurus pramuka. Saya senang bisa menjadi pendiri Pramuka Smansa. Ini membentuk karakter diri saya,” ungkap Gusti Wedakarna yang kini menjadi pejabat negara di MPR RI. Kini ia berharap agar pelanjutnya dapat menjaga nama baik Smansa dan bisa menjadi lebih hebat dari senior-seniornya. “Smansa itu hebat karena punya guru-guru yang hebat. Disiplin yang tinggi namun sangat dinamis dalam memahami karakter siswanya. Selain itu pada zaman kami, Smansa adalah sekolah terbaik di Bali. Banyak orang-orang besar lahir di Smansa dan semoga taksu Smansa terus hidup sepanjang masa,” ungkap Gusti Wedakarna yang tercatat sebagai siswa kelas 1D, 2D dan 3 IPS 1. (Humas)
Woman on Top
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
Pemilihan Putri Citra Indonesia 2016 Akan Digelar di Bali Pemilihan Putri Citra Indonesia Tingkat Nasional yang ke-32 Tahun 2016 akan diselenggarakan di Denpasar, Bali, 28 s.d. 30 Oktober 2016 bertempat di Gedung BCIC (Bali Creative Industri Centre)/Balai Diklat Industri Denpasar, Jalan WR Supratman 302 Tohpati, Denpasar. Ajang ini memperebutkan Piala Tetap Ibu Bintang Puspayoga (istri Menteri Koperasi & UMKM) dan didukung oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bali, Argadia Bali, Pemerintah Kota Denpasar, WHDI Bali, Salon Agung, Tiara Kusuma, Viva Cosmetics, dan Harian Bisnis Bali (Kelompok Media Bali Post).
K
egiatan yang bertema “Melalui Pemilihan Putri Citra Indonesia ke-32, Kita Tingkatkan Diri Menjadi Pribadi yang Cerdas, Terampil dan Berkarakter” i n i diselenggarakan oleh Lembaga Pendidik a n
Yayasan Argadia, sebuah organi sasi yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan budaya. Kegiatannya adalah membantu pemerintah melalui pelatihanpelatihan keteramp ilan wanita dan pemilihan-pemilihan yang berkaitan dengan pelestarian kebudayaan Nasional yang diadakan di seluruh provinsi di Indonesia.
“Saat ini Argadia sudah memiliki perwakilan di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Pemilihan Putri Citra Indonesia ini pesertanya perwakilan dari masing-masing provinsi yang menggunakan kain khas daerah dari seluruh Indonesia,” ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Hj. Aisyah Jafar, saat dihubungi via telepon. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali, melestarikan dan
mengembangkan kebudayaan Indonesia serta menggalakkan hasil kerajinan daerah masing-masing, berupa aksesori, batik dan tenun agar memberikan motivasi kepada para remaja dan anak-anak untuk mencintai kebudayaan dan kerajinan daerah masing-masing. Sekaligus menggalakkan produksi dalam negeri yang tentunya tidak kalah dengan produksi luar ne geri. Selain Pemilihan Putri Citra Indonesia tingkat nasional, di selenggarakan juga Pemilihan Putri Citra Cilik dan Remaja,
Pemilihan Putri Bunga Argadia, Pemilihan Putra-Putri Batik/ Tenun Nusantara, dan Prestasi Seni, dibagi menjadi beberapa kategori usia, yakni usia 3 s.d. 5 tahun, usia 6 s.d. 10 tahun, usia 11 s.d. 16 tahun, dan usia 17 s.d. 25 tahun. Untuk informasi lebih lengkap/pendaftaran, silahkan menghubungi Sekretariat DPD Argadia Bali (LKP Agung), Jalan WR Supratman 303A Tohpati, Denpasar, Bali. Contact Person: Desiana (08562996258), Dewa Ayu (087861424158), Ibu Agung (0811393602). –inten
TUK Agung Gelar Uji Kompetensi Gratis
Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M., Ketua Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung sekaligus pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung, menyatakan bahwa dalam kesempatan yang sama untuk memeriahkan Pemilihan Putri Citra dan mendukung Kota Denpasar sebagai Kota Kompeten Pertama di Indonesia akan dilaksanakan Uji Kompetensi Tata Kecantikan Kulit dan Tata Rias Pengantin. “Tujuan dari kegiatan Uji Kompetensi ini untuk mendukung Kota Denpasar sebagai Kota Kompeten Pertama di Indonesia dan Gerakan Indonesia Kompeten dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatih an, Kemdikbud. Selain itu, kegiatan ini bisa menjadi ajang untuk memperkenalkan Tata Rias Pengantin Bali di tingkat nasional,” tutur Ibu Agung. Ketua Argadia Provinsi Bali ini, mengatakan peserta Uji Kompetensi berasal dari seluruh Indonesia. Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali Modifikasi diselenggarakan 27 Oktober 2016, Uji Kompetensi Tata Kecantikan Kulit 28 s.d. 29 Oktober 2016, dan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali Agung dan Madya 30 Oktober 2016 di Gedung BCIC (Bali Creative Industri Centre)/Balai Diklat Industri Denpasar, Jalan WR Supratman 302 Tohpati, Denpasar. Informasi lebih lengkap hubungi : Desiana (08562996258), Dewa Ayu (087861424158), Ibu Agung (0811393602). –inten
Rekening Bank Emosional Salam Senyum,... “Mbak, bisa minta tolong cetakkan saldo di buku tabungan saya?” Kalimat seperti itu sudah seperti “makanan” sehari-hari ketika saya menjadi seorang front liner di salah satu Bank terbesar milik pemerintah, sekitar dua puluh tahunan yang lalu. Semua tahu bahwa ketika berbicara tentang tabung an, maka yang tersirat adalah keadaan keuangan yang dicatat oleh Bank. Namun setelah sekian lama saya menggeluti dunia jasa dimana di dalamnya terdapat service/layanan, maka yang namanya rekening, dapat kita bagi menjad rekening Bank Finansial dan rekening Bank Emosional. (Stevent Covey). Pembaca setia Dhani’s Art in Service, saya ingin memberikan suatu pandangan yang menarik mengenai hubungan antar manusia, dimana setiap kita menjalin hubungan dengan seseorang, berarti kita umpamakan membuka apa yang disebut dengan REKENING BANK EMOSIONAL. Waaaahhh...sungguh menarik untuk kita bahas. Salah satu contoh ceritanya seperti ini. Ketika saya masih mengunakan jasa laundry untuk mencuci dan menyetrika pakaian, saya masih ingat dengan apa yang selalu dia ucapkan ketika saya datang ke sana. “Mau apa? “Aaaahhh... kata-kata itulah yang sebenarnya yang membuat saya jadi kurang nyaman untuk tetap berlangganan di sana. Apalagi ditambah dengan wajah yang merengut (mungkin dia lelah), dan pencarian hasil laundry yang sedemikian lamanya seakan-akan barang langka yang sulit untuk ditemukan. Begitu pula saat menerima pembayaran dari saya, sedikit pun tidak ada kata-kata yang terlontar untuk mengucapkan sekadar kata “terima kasih.” Ayooo… kita kembali membahas rekening Bank Emosional. Ketika orang tersebut membuat orang lain
enjadi tidak nyaman, di m saat itulah tabungan di Bank emosional kita tertarik dan jelas menjadi berkurang. Artinya... rekening bank emosional adalah tempat kita menaruh dan menarik tabungan. Bila kita membantu orang untuk mencapai apa yang diinginkan dan dia merasa senang berarti kita sudah menaruh tabungan. Yang tentunya di suatu saat akan memperolah deviden. Begitu pula kebalikannya, ketika kita meminta orang lain membantu kita dan membuat mereka merasa terganggu bahkan merasa tidak nyaman, berarti kita sudah mulai menarik simpanan. Apabila tabungan terlalu ba nyak ditarik, kita bisa overdraft dan bisa-bisa rekening bahkan jadi tutup. Sekarang bisa dijawab, dari petugas laundry itu, apakah dia menabung atau menarik pada rekening Bank Emosionalnya???..... Rekening bank Emosional itu cenderung dilakukan untuk menabung kecil-kecil namun terus-menerus. Itu���� lah yang membedakan dengan rekening bank finansial, yang hanya dapat dilakukan 1 kali setor dengan jumlah banyak. Dalam pelatihan-pelatihan yang saya lakukan dengan materi “Serve with Love”, saya banyak memberikan filosofi layanan. Dimana seorang front liner tidak hanya cukup dibekali dengan standar layanan saja, tetapi bagaimana mereka paham, bahwa layanan itu adalah sebuah pekerjaan yang mendasari pahala yang timbul akibat ketulusan layanan kita terhadap pelanggan. Ada beberapa cara agar sebagai pelayan dapat menabung di rekening Bank Emosionalnya. Yang pertama, ketika berbicara dengan pelanggan banyaklah kita KAGUM TERHADAP PELANGGAN. Artinya seperti ini, biarkanlah dia berbicara 80% dari setiap kesempatan. Bukankah menurut Dr. William King ”bila seseorang berbicara mengenai diri Anda kepada Anda; maka inilah percakapan brilian”. Yang kedua dilakukan adalah, AKUILAH KEBERADAAN PELANGGAN dengan melontarkan Pujian.
Masih ingat dengan tulisan saya di rubrik ini pada episode yang lalu dengan judul “Mantra sang Penyihir” ? Isinya adalah bagaimana cara memuji pelanggan agar pelanggan merasa senang dan kembali kepada kita. Yang ketiga, ciptakanlah HUBUNGAN YANG NYAMAN DENGAN PELANGGAN. Kenyamanan hubungan dengan pelanggan dapat terjadi ketika kita SANTAI menghadapinya. Contoh-contoh kecil seperti tersenyum, membuat jarak yang rileks, condongkan badan ke arah pelanggan, kontak mata, tirulah sikap pelanggan (menyesuaikan dengan kenyamanan pelanggan). Selanjutnya yang keempat, PAKAILAH HUMOR YANG TEPAT KEPADA PELANGGAN. Humor yang paling efektif adalah humor yang ringkas dan tidak menyinggung perasaan. Dan tawa adalah sebenarnya sarana yang paling ampuh dalam menanamkan pengaruh. Dan yang kelima adalah PEDULILAH DENGAN PELANGGAN. Peduli dengan pelanggan salah satu contohnya adalah mengirimkan ucapan Ulang Tahun, atau mengguntingkan artikel dan mengirimkannya kepada pelanggan tertentu, yang bermanfaat sesuai hobi atau profesi pelanggan kita itu. Pembaca yang setia, terutama yang berada di dalam usaha jasa Bank, ingatlah... bahwa bukan hanya Nasabah (pelanggan) yang dituntut untuk menambah saldo pada rekening Bank Finansialnya, tapi marilah kita berlomba-lomba untuk menambah rekening Bank Emosional agar selalu bertumbuh dan kitalah yang memetik hikmahnya nanti. Ingin lebih mengupas tentang tulisan ini agar dapat meningkatkan layanan terhadap pelanggan? Silahkan hubungi manajemen kami, dan kami mohon agar diberikan kesempatan untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
Fotografi makin diminati. Mulai dari anak muda hingga dewasa. Fotografi seakan menjadi gaya hidup bagi mayoritas orang. Tak sedikit pula, yang menjadikan fotografi sebagai bisnis yang cukup menjanjikan. Salah satunya Safira Ishami. Berawal dari hobi, kini ia bersama dua temannya mencoba peruntungan se bagai fotografer profesional. Selain memotret prewedding, Fira juga melayani jasa pemotretan foto produk, keluarga, event dan yang lain.
“S
aya hobi foto sejak dari S M A . Wa k tu itu punya kamera saku. Serius belajar fotografinya ketika kuliah dan baru ganti kamera DSLR,” kata Fira,
Safira Ishami
Terpacu
sapaan akrabnya. Ia makin terpacu mengembangkan hobinya ketika berhasil memenangkan beberapa lomba fotografi. Salah satunya, lomba foto model on the spot. Lomba foto tersebut merupakan lomba foto pertama yang diikuti Fira dan mendapatkan juara ketiga. “Saya gak nyangka bisa dapat juara. Soalnya, kamera pesertanya bagus-bagus, peralatannya leng-
Pelukis yang Hidup dari Warung Kopi Sulistyono Ampas Kopi (40), penyair dan pelukis yang kerap meladeni pelanggan warung kopinya di pinggiran kota Surabaya. Seniman yang tak mau mengeksplor dirinya lebih dalam ini mengatakan, “Saya lebih memilih fokus di warung kopi dari pada memperdalam kesenian karena warung kopi yang menghidupi saya dan keluarga,” kata Sulistyono. Padahal bapak dua anak ini bisa menjual karya-karyanya dan bisa melebihi dari hasil warung kopinya setiap bulannya dengan bakat yang dimiliki sejak kecil itu. Tetapi Sulistyono, tetap bersikukuh dengan warung kopinya. Menurut dia, kopi mempunyai arti yang dalam ketika kopi tersebut sudah menjadi ampas. Sebab, sisa kopi tersebut lebih berarti dari segalanya. Ampas kopi memiliki arti filosofi sebuah
Terus Berkarya
kap. Sedangkan kameraku yang paling standar,” kenang alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga ini. Karena itu, ia merasa bangga karena bisa mengalahkan peserta yang kebanyakan laki-laki dalam kompetisi tersebut. “Bukan bermaksud apa-apa. Pekerjaan fotografer identik dengan laki-laki. Tapi bukan hal yang gak mungkin kalau perempuan juga bisa melakukannya,” tambah Fira. Selama menjadi fotografer profesional, Fira kerap dipandang sebelah mata karena perempuan. Namun, ia tidak ingin streotype tersebut menjadi penghalang bagi karirnya. “Sering banget ketemu klien pas pertama ketemu dibilang ‘oh ini fotografernya, kirain cowok’. Pernah lagi dianggap anak magang. Ada juga yang pas tahu cewek yang motret, dijutekin, dikiranya gak
Sulistyono
proses perjuangan yang panjang rasa sakit yang tak dirasakan, dan mengering menjadi endapan. Tetapi ampas tersebut bisa menjadi tinta yang sangat luar biasa dengan perjalanan waktu yang sangat luar biasa. -Dona
Safira Ishami
6
bisa apa-apa,” kilah Fira. Untuk menangkal stigma negatif itu, ia mempunyai cara jitu guna mengatasi hal tersebut. Yakni, tetap bekerja secara profesional dan menunjukkan hasil terbaik. “Alhamdulillah, setelah tahu fotonya kayak gimana, mereka
19
“Bukan bermaksud apaapa. Pekerjaan fotografer identik de ngan laki-laki. Tapi bukan hal yang gak mungkin kalau perempuan juga bisa melakukannya,”
malah jadi langganan. Setelah foto anak pertamanya, lanjut ke anak kedua,” katanya sambil tertawa. Tidak hanya melihat streotype pekerjaan fotografer sebagai hal yang buruk, Fira melihatnya dalam sisi yang positif pula. Dengan dipandang sebelah mata, ia makin terpacu untuk terus berkarya. “Hal tersebut malah jadi motivasi buat aku biar gak gitu-gitu aja. Aku sih ingin menunjukkan kalau perempuan juga bisa bekerja di lahan lelaki,” kata perempuan kelahiran Jombang, 17 September 1992 ini. -Dona
20
Nine
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Inspirasi
Aweng
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Maudy Ayunda
5
Terinspirasi “Trinity” “Ujian” Tiga Bulan Pertama Gadis cantik ini bukan hanya bersuara merdu dan piawai memainkan instrumen musik, tapi dia juga cerdas dan sangat peduli pendidikan. Karena itu tak heran sekalipun kariernya di dunia hiburan melejit namun tak ragu untuk ditinggalkan sejenak demi meneruskan pendidikannya ke jejang lebih tinggi.
Jika selama ini banyak kejadian menyedihkan yang menimpa Tenaga Kerja Wanita asal Nusa Tenggara Barat, maka tidak begitu dengan Aweng (52) yang sempat empat tahun bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. Ia memang tidak membawa uang yang banyak dari Arab Saudi, namun ia membawa pulang kenangan baik. Kenangan akan hubungan yang dengan orang-orang di tempatnya bekerja yang memperlakukannya dengan sangat baik.
H
ubungan yang baik itu membuat majikannya bahkan tidak menganggapnya sebagai seorang pembantu melainkan ia dianggap dan diperlakukan sebagai keluarga. Suasana yang ramah dari seluruh keluarga tempatnya bekerja itu memang tidak langsung ia dapatkan begitu saja, melainkan ia juga berusaha keras untuk bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. Setidaknya pada tiga bulan pertama Aweng harus mengalami situasi yang bahkan sempat membuatnya menangis karena demikian beratnya pekerjaan yang harus ia tanggung. “Tapi itu hanya tiga bulan pertama. Saya kemudian tahu bahwa tiga bulan pertama itulah para majikan di Arab Saudi menguji para pembantu barunya,” kata Aweng. Aweng beruntung mampu melewati semua masa itu dengan kesungguhan dan kegigihannya meski dengan begitu berat. Atas keinginannya untuk bisa membiayai sekolah tiga dari lima anaknya, tahun 2002 Aweng memutuskan untuk menjadi TKW ke Arab Saudi. Dari kampung halamannya di Lenangguar Sumbawa, Aweng berangkat ke penampungan TKW di Jakarta sebelum melanjutkan ke Arab Saudi. Di penam-
Aweng
pungan itu Aweng belajar Bahasa Arab dan belajar hal lain yang dibutuhkan selama menjadi TKW termasuk belajar memasak. Aweng bukanlah sembarang perempuan yang memutuskan berangkat bekerja sebagai TKW jika bukan karena keadaan yang terpaksa. Perjalanan hiduplah yang membuatnya sampai ke negeri orang itu. Meski ia tidak memegang ijazah, Aweng pernah bersekolah di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Sumbawa. Tapi karena satu dan lain hal, tiga bulan sebelum ujian akhir, Aweng tidak dapat mengikuti ujian sehingga ia tidak sampai memegang ijazah SPG. Namun meski tanpa ijazah, waktu belajar selama tiga tahun di sekolah pendidikan guru itulah yang membuatnya menjadi TKW yang berbeda dan memiliki kelebihan dibandingkan yang lainnya. Ia merasakan benar manfaat ilmu yang pernah diperolehnya, khususnya ilmu psikologi. “Saya tidak sempat lulus di SPG karena kesalahan saya sendiri,” katanya. Latar belakangnya yang pernah bersekolah SPG membuat ia juga terkadang sesekali diminta menjadi pengajar di tempat penampungan TKW. Ia mengajar anak-anak muda yang menurutnya kondisi pendidikannya kurang memadai. “Ka-
dang banyak yang tidak mengerti dan lamban,” katanya sembari mengungkapkan hal semacam itulah yang kemungkinan besar menjadi salah satu faktor mengapa banyak TKW yang disiksa majikan. Ia mengatakan hal tersebut karena akhirnya ia mengalami sendiri bagaimana menjadi seorang TKW. Latar belakang pendidikan dan kemampuannya itulah yang membuatnya akhirnya diberangkatkan lebih lekas dari waktu yang sebenarnya masih beberapa bulan lagi ia harus berada di penampungan untuk belajar. Ia dianggap telah mampu untuk mulai bekerja di Arab Saudi. “Saya diberangkatkan lebih cepat dari yang seharusnya,” katanya. Tampaknya karena latar belakang pendidikan dan kecekatannya itu pula yang membuatnya ditempatkan di rumah pensiunan pegawai tinggi kerajaan Arab Saudi yang kerap disebutnya Baba. DIPANGGIL NUR Tiba di Arab Saudi ia dijemput langsung oleh keluarga majikannya. Sejak itulah ia mulai bekerja. Tiga bulan pertama adalah tiga bulan yang paling menyedihkan baginya. Belum ada keramahtamahan dari siapa pun sehingga ia merasa benar sebagai seorang pembantu. Di samping itu ia juga harus mengerjakan sendiri seluruh pekerjaan rumah yang memiliki tiga lantai itu. Dalam tiga lantai tersebut, dihuni oleh tiga istri Baba di masing-masing lantai yang berbeda. “Itu saya urus semua awalnya sebelum akhirnya datang lagi seorang pembantu dari Tailand,” katanya. Ia mengenang saat ia harus mengangkat sendiri tabungtabung gas ukuran sangat besar. Ia juga harus mengangkat belanjaan seperti deterjen seberat 50 kilogram maupun belanjaan lainnya yang rata-rata berat karena dibeli masing-masing dalam jumlah yang banyak. “Meski ada supir atau orang laki lainnya, tidak boleh membantu saya, harus saya kerjakan sendiri,” ujarnya. Belum lagi tiap hari ia harus membersihkan semua perabot rumah tangga dan lainnya dengan klorok yang membuat kaki dan tangannya luka karena melepuh. “Sakitnya luar biasa,” katanya mengenang. Namun ia tetap bersabar menjalankan semua itu. Di masa-masa itulah ia masih dipanggil pembantu. Dua hal
Aweng saat kembali dari Arab Saudi
inilah yang sempat membuat air matanya menetes karena sedih. Tetapi ketika ia membayangkan anak-anaknya, semangatnya pun bangkit kembali. Aweng yang rajin dan pandai memasak lamban laun mampu menarik hati majikannya yang selalu memanggil namanya dengan sebutan Nur karena lidah mereka tak bisa menyebut Aweng. Sejak itu ia dipanggil Nur. Tidak hanya karena rajin dan pandai memasak, Nur yang akhirnya menjadi kesayangan majikannya tergolong TKW yang jujur. Beberapa kali Nur menemukan emas-emas kecil di atas tempat tidur dan uang di saku majikannya selalu ia kembalikan. Itu terjadi dalam empat bulan pertama. “Kalau saya mau mencuci baju sering menemukan uang dan emas-emas kecil di atas seprai, tapi saya kembalikan” katanya. Majikannya selalu berterima kasih tiap kali ia mengembalikannya. Rupanya itu salah satu bagian ujian yang sengaja diberikan majikannya. Karena itulah semakin hari ia semakin disayang majikannya. Uang-uang dan emas yang saya kembalikan itu, rupanya dikumpulkan oleh Baba dan istrinya yang kemudian semuanya diberikan pada saya saat lebaran tiba. “Ini rezekimu semua, ambillah,” kata Baba padanya. Hal inilah yang membuat Baba dan keluarganya sayang kepadanya. Ditambah lagi keikhlasan Nur merawat Baba yang sudah sepuh dan istrinya yang cacat dan kesehariannya di kursi roda. Segala urusan keduanya tiap hari hanya diurus oleh Nur. Bahkan sampai memandikan suami
istri tersebut. Meski memiliki dua istri lain yang masih sehat dan muda, tapi Nur jugalah yang menemani Baba belanja bulanan dan bahkan saat mengambil gaji pensiun. Di saat mengambil gaji itulah Nur tahu kalau majikan itu mantan pejabat negara yang masih tetap dihormati meski telah sepuh seperti itu. Begitulah keseharian Nur selama di Arab Saudi. Ia dianggap keluarga bagi majikannya. “Mereka suka bilang kalau saya ini anak mereka. Mereka juga kerap meminta saya bersabar mengurus Baba dan istrinya,” kata Nur. Namun semua itu tidak abadi. Nur hanya empat tahun bekerja di sana dan pulang ke Indonesia setelah merampungkan kontraknya. Ia menyayangi keluarga majikannya namun ia lebih sayang lagi pada anak-anaknya. “Sudah cukup saya bekerja di negeri orang, karena sekolah dua anak saya telah selesai waktu itu. Hanya tinggal yang bungsu saja, saya rasa bisa saya urus selanjutnya,” ujarnya. Saat ia pulang bahkan telah diberikan tiket PP ke Arab saat ia ingin kembali. Namun Nur memilih tinggal bersama anak-anaknya. Begitulah, sebagai TKW Nur meninggalkan kesan dan kenangan yang baik bagi keluarga majikannya dan begitu pula dirinya, pulang kampung dengan bahagia. Ia memang tidak membawa pulang uang dalam jumlah yang banyak, namun ia mampu membuktikan bahwa menjadi TKW tidak melulu membawa kisah sedih dan buruk. “Asal ada kemauan, kerja keras dan keikhlasan, pasti pulang dengan bahagia,” ungkapnya. -Naniek I. Taufan
I
Maudy Ayunda
tulah Maudy Ayunda, pemeran film ‘Tendangan dari Langit’, yang akhir September 2016 lalu diwisuda sebagai sarjana PPE (Philosophy, Politics and Economics) di Oxford University, Inggris. “Aku bangga dan lega berhasil menyelesaikan studiku di sana,” kata Maudy yang menamatkan pendidikannya dalam tempo tiga tahun. Menurut gadis bernama lengkap Ayunda Faza Maudya ini, ada banyak hal yang akan dilakukannya setelah menyelesaikan pendidikan S1. Setidaknya, kata anak pertama pasangan Didit Jasmedi-Muren Murdjoko, dia memiliki banyak waktu untuk kegiatannya di dunia entertainment yang sempat ditinggalkannya. “Setidaknya aku punya waktu dua tahun untuk melakukan berbagai kegiatan sebelum aku meneruskan pendidikan S2. Aku sudah sempat mengkonsultasikan tentang kemungkinan mengambil S2, namun katanya aku harus memberi jeda antara S1 dan S2 setidaknya selama dua tahun”. “Kebetulan course-course yang aku rencana mau ambil mengharuskan itu. Aku juga harus magang bekerja seperti yang disyaratkan. Begitu kondisinya, aku pikir cocok dengan aku. Karena aku memang ingin melakukan banyak hal di sini, main film, menyanyi, dll,” ungkap Maudy yang belum memutuskan mengambil jurusan apa pada saat S2 nanti. Dan memang Maudy seperti tak mau berlama-lama nganggur. Kerinduannya pada dunia film, khususnya, sudah begitu memuncak. Maka tak heran, setelah dinyatakan lulus ujian tertulis pada Juni lalu, Maudy langsung kembali ke Jakarta. Ia hanya istirahat sejenak sekaligus merayakan
kelulusannya, kemudian tancap gas lagi, yakni syuting film. Saat ini pelantun tembang ‘By My Side’ini sedang proses syuting film ‘The Nekad Traveler’ , sebuah film garapan sutradara Rizal Mantovani yang menceritakan tentang petualangan seorang traveler bernama Trinity (Maudy Ayunda) ke berbagai daerah di Indonesia di antaranya Lampung, Makassar, Labuhan Bajo dan NTT, juga ke sejumlah negara di antaranya Maldives dan Filipina. Menurut Maudy, film tersebut sangat menantang. Kebetulan juga dia memang senang traveling. “Aku benar-benar terinspirasi dengan cerita dan sosok Trinity, meski tidak senekad yang dilakukan Trinity heheh. Tapi bagi aku film ini sangat menantang, kita harus melakukan traveling ke berbagai lokasi dan mengeksplore keindahan alam Indonesia,” tuturnya. Dalam film ini, Maudy yang kebagian peran utama akan beradu akting dengan Ayu Dewi, Farhan, Cut Mini, Rachel Amanda, Hamis Daud, Anggika Bolsteril dan Babe Cabita. “Ini momentum penting banget bagi aku setelah lumayan lama menghilang dari dunia perfilman. Kemarin itu aku kan lebih fokus
menyanyi, dan sekarang akhirnya main film lagi,” ucapnya. Menurut Maudy ada banyak hal yang ingin dilakukannya setelah menyelesaikan pendidikan, bukan hanya ingin main film tapi juga menggarap sejumlah proyek menyanyi. “Pokoknya aku kepengen banget ngerasain yang namanya full time menjalani dunia hiburan. Selama ini kan aku ngedouble ya, pendidikan dan karier di dunia hiburan. Nah sekarang pendidikan—untuk sementara sudah selesai—jadi aku bisa full fokus di karier. “ “Film akan tayang akhir tahun. Aku juga pengen nyanyi. Tahun ini aku akan ngeluarin single lagi, tahun depan launch album baru. Aku punya banyak kerjaan di ‘dapur’, kayak ‘behind the screen’ lah. Misalnya, bikin lagu, syuting film, dll. Semuanya mungkin akan menggebrak tahun depan. Semoga semuanya lancar ya,” ungkap gadis kelahiran Jakarta 1994 ini. KESEMPATAN MENGEKSPLORE DIRI Saat ini, ungkap Maudy, adalah kesempatan untuk mengeksplor dirinya. “Aku pengen mencoba itu (eksplore diri), misalnya from writing side sebagai seorang musisi. Di bidang film, aku ingin mencoba peran-peran yang lebih menantang. Aku sekarang ini kan sudah lebih dewasa, jadi mungkin peranperan (film) yang aku dapat nanti akan lebih berbeda. Pokoknya
Maudy naik sepeda ke kampus
aku ingin melakukan banyak hal,” ucap ambasador sebuah produk kecantikan ini. Maudy mengaku memang tidak bisa diam. Dia terbiasa aktif berkegiatan sejak dulu. Usia 4 tahun ia sudah les piano, kemudian saat SMP ia mulai mempelajari gitar secara otodidak. Sejak dia menguasai permainan gitar, dia pun mulai mencoba-coba membuat lagu, compose, dll. Saat SMA, tuturnya, ia bukan hanya sibuk sekolah tapi juga mulai berkarier di dunia akting maupun tarik suara. Saking sibuknya, ia mengaku tak punya banyak kesempatan bermain seperti temanteman seusianya. Betapa tidak, selain sibuk belajar—apalagi dia berkeinginan kuliah di luar negeri--- ia juga sudah mulai menekuni karier di dunia entertainment. “Dulu itu saat SMA, temanteman aku pulang sekolah bisa main,hangout, tapi aku nggak bisa. Aku sempat merasa bagaimana gitu ya, pengen tapi tidak bisa karena ada kegiatan lain yang harus aku kerjakan. Jadi memang, terus terang saja, dulu ada banyak hambatan yang harus aku alami,“ kata Maudy yang selain diterima di Oxford University juga diterima kuliah di universitas ternama lainnya yakni; Columbia University, AS, dan Brown University, NYU. “Dulu, di satu sisi ingin main dengan teman-teman tapi di sisi lain aku harus melakukan kegiatan tertentu yang sudah di-schedulekan. Jadi saat itu aku sudah harus memilih apa yang prioritas. Sebagai anak muda, ya, memang pada masa itu aku merasakan suatu yang berat. Tapi ada orangtua yang membantu memberi pemahaman. Akhirnya hal-hal yang di bawah itu terkikis, seperti misalnya social life, dll. “ “Dan akhirnya memang seperti inilah capaian aku atas pengorbanan-pengorbanan kecil itu. Misalnya capaian karier aku yang baik, juga pendidikan, semua itu karena aku menjalani hal yang prioritas. Dan lebih dari itu, aku akhirnya malah bisa bertemu dengan lebih banyak orang lagi, bahkan masalah socializingjustru
ter-expend, meski dengan cara berbeda,” tutur Maudy yang sempat diundang untuk memberikan inspirasi juga motivasi kepada para pelajar. Saat ini, kata Maudy, adalah momen yang sudah lama ditunggu-tunggunya yakni fokus sepenuhnya pada kariernya di dunia hiburan. Dulu, katanya, dia harus menjalani dua hal sekaligus pendidikan dan karier di dunia hiburan, dan itu bukan hal mudah. Apalagi, dia kuliah di luar negeri. “Aku memang harus membagi waktu sebaik-baiknya untuk bisa menjalani semuanya dengan baik. Beruntung aku sangat dibantu oleh manajemen aku, juga pihak label. Karena kuliah jauh, aku tidak bisa main film tapi aku bisa mengerjakan project-project lagu saat aku libur ke Indonesia. “ “Jadi pas aku di Inggris, semaksimal mungkin waktu aku adalah untuk belajar, saat aku di Indonesia aku berusaha melupakan kehidupan di sana dan konsentrasi dengan project yang aku kerjakan. Tapi ya begitulah, aku menerima banyak bantuan dari manajemen dan pihak label, sehingga semua bisa berjalan,” ungkapgadis yang bukan hanya fasih berbahasa Inggris tapi juga Mandarin dan Spanyol. Dan memang keseriusan Maudy tak sia-sia karena dia termasuk salah satu mahasiswa yang berprestasi juga aktif di kegiatan kampus. Di kampusnya, ia aktif di Ofxord Economics Society, dan sempat menjabat sebagai head of speakers yang memiliki tugas mengundang para pembicara untuk program-program yang ada. Maudy yang menjadi satusatunya mahasiswa asal Indonesia di jurusan PPE ini, juga pernah menjadi pembicara termuda dalam forum global The Regional Conference Evaluate the Millennium DevelopmentGoals and Looks to Creating a Foundation for the Post2015 yang berlangsung di Nusa Dua Bali. Di hadapan para pemimpin dunia, dia mempresentasikan tentang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. –Diana Runtu
4
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
Save Our Heritage Gede Yoga dan Trisha Yunita Duta Endek 2016
Akhirnya I Gede Yoga Mahardiana dan I Gst Ayu Trisna Yunita Agung terpilih sebagai putra -putri terbaik Kota Denpasar yang berhak menyandang Juara 1 “Duta Endek Kota Denpasar Tahun 2016”. Dua remaja ini berhasil meraih posisi puncak setelah menyisihkan 4 finalis lainnya. Masih di acara ”The Grand Final Duta Endek Kota Denpasar ke-5 Tahun di Aston Hotel & Convention Centre”, Denpasar, Senin (10/10).
P
ada malam Grand Final Duta Endek Kota Denpasar ke -5, berlangsung meriah dan seluruh finalis Putra - Putri tampil luar biasa dengan balutan busana endek karya para perancang di Kota Denpasar tersebut, selanjutnya ditetapkan pula Juara ke- 2 diraih oleh Putu Ade Mandala Wiguna dan I Gusti Agung Ayu Berlian Audiya Parimayuna. Juara ke -3, jatuh pada Putu Feby Pradipta dan Ni Komang Nadia Angga Nesa. Selain itu ditetapkan pula pemenang Best
of Fotogenik diraih Komang Putri NataliaWidjaya; Best of Inspring untuk Krisna Damar; Best of Talent diberika pada I Gusti Agung Ayu Berlian Parimayuna; dan Pemenang Favorit diraih oleh sang Juara 1,Putri yakni I Gusti Ayu Trisha Yunita Agung. Pada acara yang mengusung tema “ Save Our Heritage”, yang dihadiri Ketua DPRD Kota Denpasar I Gst Ngurah Gede dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
Pasangan Juara 1, 2, dan 3 mengenakan busana rancangan AA Ngurah Anom Mayun
Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang hadir dengan busana endek sebagai komitmen dengan keberadaan endek, bahwa endek merupakan salah satu produk bernilai kearifan lokal yang menjadi produk unggulan masa depan Bali, khususnya dalam mengangkat industri kreatif, sebagai produk lokal unggulan di Kota Denpasar Sementara itu Ketua Dekranasda Kota Denpasar, IA Selly D. Mantra dalam Puncak Acara Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar tersebut, sebagai penggagas acara tentu juga sangat konsisten mengajak agar generasi muda bangga memakai busa endek. Malam itu Selly D. mantra juga hadir selaku juri kehormatan, bersama tiga juri lainnya yakni AA Ngurah Anom Mayun, Corriy Veronica dan Nandika. Dikatakan oleh istri orang nomor satiu di Denpasar ini, endek sebagai warisan budaya hendaknya dapat terus dilestarikan, dan generasi muda mempunyai kewajiban untuk melestarikannnya dengan cara harus bangga menggunakan
Duta Endek diharapkan anakanak muda lebih berkreasi dan berinovasi dalam mengembangkan keberadaan endek. Endek itu terus berkembang mulai dari design dan pola, sehingga selalu bisa tampil trendi dengan berbagai jenis pakaian. Dikatakannya jika dari ajang pemilihan duta endek sebelumnya telah menghasilkan pengusaha-pengusaha muda di bidang endek. Bahkan mereka telah sering mengikuti berbagai pameran baik secara individu maupun
Dewan Juri
dengan Pemerintah Kota Denpasar. Di samping itu kedepannya untuk mendorong generasi muda untuk menjadi seorang wirausaha khususnya bidang endek termasuk mempromosikan sehingga para generasi muda semakin tertarik menggunakan endek. Sementara Ketua Panitia Penyelenggara Luh Riris Indah Rahma Putri yang juga Duta Endek Kota Denpasar tahun 2015 mengatakan pemilihan Duta Endek ini untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggan gen-
busana endek. Apalagi endek sudah men jadi komoditas dunia fashion yang berbasiskan budaya. Maka, para Duta Endek juga nantinya dapat menjadi entrepreneur yang sukses, Dan. Selly D. Mantra pun bersama Dinas PerinPasangan Juara1 Bersama Wali Kota Denpasar dustrian dan dan Ketua Dekranasda Kota Denpasar Perdagangan Kota Denpasar kembali akan dukungan teknologi yang ada. memberikan pelatihan menenun Duta Endek ini,lanjutnya pada generasi muda termasuk juga adalah contoh bagi anak muda ibu-ibu rumah tangga. lainnya dan akan bertugas memBegitu juga dengan para pen- beri layanan informasi kepada grajin Kota Denpasar, salah sa- masyarakat tentang endek dan tunya yang tergabung dalam Kel- mempromosikan endek sebagai ompok Asbest, yang juga menjadi produk lokal unggulan Kota Densponsor busana seluruh finalis pasar. Mereka akan bertugas muDuta Endek 2016, diharapkan lai Januari 2017 di bawah lisensi terus mengembangkan kreasi dan (all right reserve) Dekranasda inovasinya dengan memanfaatkan Kota Denpasar. –ard
Parade Seluruh Finalis
erasi muda terhadap endek. Di samping juga sebagai ajang promosi sehingga endek dicintai di semua kalangan. Riris mengata-
Detik-detik penobatan Juara ke -1
kan bahwa ke 24 Finalis sebelum tampil pada puncak acara malam itu, telah melewati serangkaian kegiatan mulai dari tes tertulis, interview, catwalk, malam bakat untuk penetuan 50 besar. Dilanjutkan dengan tes interview dan catwalk untuk menetapkan 12 pasang finalis. Setelah terpilih 12 finalis putra dan 12 finalis putri dilaksanakan pembekalan antara lain, public speaking dan kepribadian, pengenalan desain dan motif, kewirausahaan serta kunjungan ke pengrajin tenun. Semuanya untuk tujuan akhir yakni tak henti memepromosikan endek sebagaimana moto yang selalu digaungkan yakni : Endek Kita Punya, Kita Pakai, Kita Bangga. -ard
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
21
Atlet PON NTB Terima Bonus
Silaturrahmi 112 atlet Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX asal Nusa Tenggara Barat dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat dan jajarannya beberapa waktu lalu, meninggalkan suasana kebanggaan atas prestasi yang telah diraih para atlet. Meski hanya berada di urutan ke 14 dengan meraih 11 medali emas, 10 perak dan 18 perunggu dari 13 cabang olahraga, para pelatih dan atlet pantas berbangga atas prestasi ini.
P
Promosi Tiada Henti Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Wayan Gatra didampingi Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Denpasar , Ida Ayu Dewi Citrawati, dan Kasi Bina Usaha IGA Laxmy Saraswaty, menambahkan jika Duta Endek juga menjadi salah satu program mendekatkan generasi muda dengan budaya bangsanya. Pemilihan Duta Endek ini untuk terus menggemakan keberadaan endek mulai anak-anak sampai dewasa. Dengan dilaksanakan pemilihan
Mandalika
ara atlet yang berlaga pada PON XIX 2016 Jawa Barat itu adalah 100% atlet asli Bumi Gora dan dilatih oleh 95% pelatih asal NTB. Hal ini jelas memberikan aura kebanggaan yang kental bagi Bumi Gora. Hal ini mengundang
apresiasi dari Gubernur Nusa Tenggara Barat yang menggemakan slogan Bangga jadi NTB. “Ini menunjukkan bahwa kita sudah mampu mencetak atlet-atlet yang memiliki potensi yang dilatih oleh pelatih yang memiliki kemampuan dalam mengembangkan olahraga di NTB,” kata Gubernur NTB,
Gubernur NTB menyerahkan penghargaan bagi para atlet yang meraih prestasi pada PON XIX Jawa Barat
Para atlet dan pelatih dan seluruh kontingen PON XIX asal NTB, bersama Gubernur NTB pada acara silaturrahmi apresiasi Pemerintah Provinsi NTB bagi seluruh kontingen
DR. TGH. M. Zainul Majdi. Atas prestasi para atlet dan pelatih yang berlaga di PON XIX Jawa Barat ini, Gubernur NTB didampingi oleh Sekda NTB, Dr. Rosiyadi Sayuti dan Ketua Kontingen, Andi Hadiyanto, memberikan apresiasi tidak hanya kepada para atlet, tetapi juga kepada seluruh pelatih, serta cabang olahraga yang meraih medali. “Alhamdulillah, kita merasa bangga kepada atlet NTB. Kepada para atlet yang merasa kecewa akan raihan prestasi, buang jauhjauh perasaan tersebut, karena dengan prestasi yang diperoleh ini sudah sangat membuat bangga NTB,” ujar Gubernur NTB beberapa waktu lalu pada acara silaturrahmi dengan para atlet NTB yang berlaga pada PON XIX Jawa Barat 17-27 September 2016 lalu
di Pendopo Gubernur NTB. Gubernur NTB menyampaikan bahwa prestasi yang dicapai merupakan hasil yang pantas dan wajib disyukuri bersama. “Saya meyakini apa yang diperoleh para atlet adalah satu ikhtiar yang sangat panjang, dimana Provinsi NTB meletakkan olahraga prestasi sebagai salah satu inti dalam upaya membangkitkan marwah Bangga jadi NTB,” ujarnya. Dengan hasil yang diperoleh ini, ia mengajak semua pihak menyikapinya dengan penuh kesyukuran dan semangat yang tetap membara untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi di masa mendatang. “Semoga prestasi ini bisa menginspirasi anak-anak muda di NTB untuk cinta olahraga dan menempa diri dari usia yang sangat dini untuk menjadi tim yang akan meng-
hadirkan kebanggaan bagi NTB,” katanya. Ketua Kontingen Andi Hadiyanto pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa kontingen NTB yang terdiri dari 112 atlet mengikuti dari 23 cabang olahraga dan berhasil menyumbang 11 emas, 10 perak dan 18 perunggu dari 13 cabang olahraga, serta berada pada peringkat 14 dari 34 provinsi di Indonesia. “Alhamdulillah perlahan tetapi pasti, atlet NTB menunjukkan prestasinya pada PON 2016,” kata Andi yang juga menjabat sebagai Ketua KONI ini. Di acara yang sama Andi juga meminta restu bagi 12 atlet lain yang akan bertanding pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XV Jawa Barat Tahun 2016, mendatang. -Naniek I. Taufan
ASN harus Berintegritas dan Berilmu Aparatur Sipil Negara (ASN) memegang peranan penting dan sangat menentukan kualitas pemerintahan serta pelaksanaan seluruh program pemerintahan, baik nasional maupun daerah. Karena itu, ASN harus berintegritas dan berilmu. “Setiap zaman atau setiap waktu aktualisasi dari nilai integritas dan berpengetahuan itu mesti terus diperbarui, agar kita bisa memenuhi kebututan tuntutan publik,” kata Gubernur NTB saat meresmikan Kantor Unit Penyelenggaraan Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara Mataram, Provinsi NTB, di Jalan Landat, Kota Mataram, beberapa hari lalu. Kantor yang memiliki luas bangunan sekitar 1.200 meter persegi tersebut akan dipergunakan untuk melayani proses seleksi Calon Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pengujian kompetensi bagi ASN yang ingin mengurus kenaikan pangkat ataupun jabatan, baik provinsi maupun kabupaten/kota. UPT ini merupakan unit pelayanan terpadu ke lima yang diresmikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat, setelah sebelumnya telah diresmikan UPT yang sama di empat provinsi di Indonesia.
Gubernur NTB menekankan bahwa perkembangan dunia beserta ilmu pengetahuannya saat ini terus mengalami perubahan, yang menyebabkan sikap dan perilaku manusia ikut mengalami perubahan. Sehingga menurutnya, sistem tata kelola pemerintahan yang modern saat ini memerlukan ASN yang memiliki moral, mental serta pengetahuan yang mumpuni untuk mengimbanganginya. Adanya UPT tersebut sebagai sarana yang mengakomodir segala kebutuhan Aparatur Sipil Negara. Dengan tersedianya fasilitas
tersebut diharapkan ASN ke depan menjadi lebih baik. Perbaikan tata kelola aparatur sipil negara, mulai dari perekrutan sampai dengan pensiun terus diupayakan. Setidaknya hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BKN Pusat, Dr. Bima Haria Wibisana yang hadir dalam peresmian tersebut. “Saat ini, kami telah membuat aplikasi agar seluruh kebutuhan ASN di Indonesia berbasis online,” katanya. Namun, diakuinya keberadaan infrastruktur masih menjadi kendala untuk melaksanakan manajemen berbasis online tersebut seperti
Gubernur NTB meresmikanKantor Unit Penyelenggaraan Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara Mataram
Kepala BKN Pusat menandatangani prasasti tanda peresmian Kantor Unit Penyelenggaraan Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara Mataram
bangunan, internet dan kesiapan sumber daya manusianya yang ke depan akan terus dibenahi dan diperbaiki. “Ke depan untuk menjadi pejabat tidak harus satu jalur, karena yang dibutuhkan adalah kompetensi. Kompetensi itu bisa dilihat dari sertifikasi. Akan ada talent management yang sedangan kami kembangkan,” ujarnya. Gubernur NTB dan Kepala BKN Pusat kemudian menandatangani prasasti peresmian sekaligus meninjau ruangan yang menjadi fasilitas UPT tersebut. Di
sana ada ruang untuk Computer Assist Test (CAT), ruang tunggu, ruang kerja, ruang kepala UPT dan ruang server. Untuk ruang CAT, telah dilengkapi dengan 55 unit komputer untuk pelaksanaan ujian, baik untuk keperluan rekruitmen maupun uji kompetensi ASN. Selain Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Dr. Bima Haria Wibisana hadir pula Sekretaris Utama BKN, Usman Gumanti dan para kepala Badan Kepegawaian Daerah di seluruh kota/kabupaten di NTB. -Naniek I. Taufan
22
Sosialita
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
Entah karena perekonomian Indonesia sedang lesu atau apa, penataan produk-produk unggulan Indonesia yang berada di tengah-tengah arena pameran ‘Trade Expo Indonesia 2016’ seperti kurang menarik, beda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dibuat ‘eye catching’. Sehingga, begitu pengunjung memasuki pintu utama langsung disambut dengan pemandangan yang ‘menyedapkan mata’. Hal itu juga yang dirasakan sebagian peserta pameran juga para pengunjung yang mengaku kerap hadir di pameran akbar produk ekspor Indonesia.
Retno Marsudi
“I
ya saya juga merasakan begitu. Agak ‘kering’ ya, jadi kurang menarik. Tahun-tahun sebelumnya penataan di tengah areal bagus makanya jadi ajang foto-foto pengunjung pameran,” ungkap seorang peserta pameran. Namun, hal itu menjadi tidak penting lagi ketika pada pameran ini kebanyakan pengusaha kebanjiran pembeli. “Tadinya ada rasa sedikit kecewa, tatanannya begitu. Tapi kita jadi lupa masalah itu karena beberapa hari ikut pameran, mendapat sejumlah transaksi dengan buyer asing, juga dalam negeri. Bahkan pada hari pertama, termasuk paling ramai. Bukan cuma saya yang merasakan tapi banyak pengusaha kita juga senang,” ucapnya dengan wajah sumringah. Hal senada tentang ramainya buyer asing dan transaksi juga diungkap sejumlah pengusaha, di antaranya pengusaha bidang kerajinan, yang ikut ambil bagian dalam pameran yang berlangsung di arena Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, 12-16 Oktober. “Hari pertama ramai sekali. Banyak pengusaha merasakannya, kita senang, banyak buyer datang,” ujar Leke, pengusaha kerajinan dari Lombok, NTB. Tak heran para pengusaha UKM sumringah maklumlah banyak pengusaha, khususnya kalangan UKM mengaku sangat ter-
Diplomasi Ekonomi Jaring Investor Asing Persaingan di era global membuat perusahaan harus memiliki strategi yang jitu. Fokus pada bisnis yang dijalankan merupakan salah satu kuncinya. Untuk penyediaan jasa tenaga kerja, PT Ibu Jero siap memberikan solusi.
tekan dengan kondisi perekonomian yang lesu. Omzet menurun drastis sehingga membuat mereka ‘memutar otak’ lebih keras agar bisa bertahan dalam situasi ini. Karenanya kalangan UKM menjadi begitu bersemangat ketika TEI 2016 dibanjiri banyak buyer. MENGINAP GRATIS DI HOTEL BINTANG LIMA Menurut data setidaknya sekitar 15.000 buyer lebih dari dalam dan luar negeri yang konfirmasi hadir pada TEI 12-16 Oktober 2016. Kementerian Luar Negeri sendiri melalui perwakilan-perwakilan di luar negeri setidaknya mengundang 1.200 perusahaan asing dari 72 negara. “Mereka adalah pembeli-pembeli yang potensial dari 72 negara,” ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam jumpa pers TEI 2016. Bukan hanya itu, Kemenlu juga mengundang 669 perusahaan dari pasar ekspor non-tradisional Indonesia, di antaranya, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, Asia Tengah dan Selatan, dll, untuk hadir pada event akbar ini. “Kita berusaha memperkuat diplomasi ekonomi bersama Kementerian dan Lembaga yang ada, juga sektor swasta,” ucap Retno. Upaya pemerintah dalam mendorong ekspor Indonesia meningkat tidak tanggung-tanggung. Mereka (buyer asing) yang diundang ke TEI 2016 mendapat penginapan gratis di lima hotel official partner dari Kementerian Perdagangan. Setidaknya ada 1.000 kamar hotel yang disediakan gratis untuk para buyer yang berpotensi melakukan transaksi
3
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
PT Ibu Jero
Layanan Maksimal untuk Jadi yang Terbaik
P
bisnis di event yang mengusung tema ‘Indonesia Source of Natural and Creative Products’ ini. Tapi tentunya, kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Arlinda, para pengusaha asing yang mendapat fasilitas itu setelah diverifikasi dan direkomendasikan oleh KBRI dan KJRI. “Kehadiran buyer merupakan salah satu kunci kes-
uksesan dalam penyelenggaraan bertaraf internasional seperti ini. Mereka diberikan fasilitas akomodasi dan transportasi. Ini adalah bentuk dukungan
pemerintah untuk mendorong kehadiran buyer,” ujar Arlina. Sementara Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers menyebutkan, melalui penyelenggaran TEI 2016 diharapkan membuka peluang pasar ekspor khususnya bagi industri kecil menengah. “Ajang ini juga sekaligus untuk menjaring investor asing untuk berinvestasi di Indonesia,” ujarnya. D i a b e rharap kegiatan pameran ini dapat mendorong percepatan industrialisasi untuk menciptakan nilai tambah produk in dustri sehingga memberikan kontribusi positif pada peningkatan ekspor. Dalam event akbar yang digelar di area seluas 50.000 m2 ini beragam produk unggulan Indonesia digelar, mulai dari produk manufaktur, peralatan rumah tangga, makanan, minuman, kerajinan, industri kreatif, hingga jasa dan investasi. Di antara produk unggulan itu yang cukup banyak menarik perhatian buyer asing di antaranya adalah produk-produk garmen juga fashion, mebel serta kertas. “Kami meminta kepada para pelaku usaha kecil menengah nasional untuk terus berinovasi dan berpromosi agar produknya diminati dan dikenal luas di pasar internasional. Juga penting adalah penguatan branding,” kata Airlangga. TEI 2016 diharapkan mampu meraup transaksi senilai 800 juta dolar AS (hanya untuk barang) di luar jasa. Tahun 2015 lalu, total transaksi mencapai 909 juta dolar AS. –Diana Runtu
T Ibu Jero merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa penyediaan tenaga kerja. “Kami siap membantu menyediakan tenaga kerja yang profesional di bidangnya untuk di tempatkan di perusahaanperusahaan sehingga menciptakan SDM yang efektif dalam melaksanakan tugasnya. Perusahaan pemakai jasa kami pun akan memperoleh pelayanan yang maksimal,” ujar Dewa Putu Suyasa, S.Pd.,Direktur PT Ibu Jero. Suyasa menambahkan, perusahaannya sudah berpengalaman mengelola jasa penyediaan tenaga kerja lebih dari 10 tahun. Jumlah tenaga kerja yang disalurkan lebih dari 5000 orang di seluruh Indonesia. Sebagai bentuk profesionalisme dalam penyediaan tenaga kerja ini, PT Ibu Jero telah memiliki ISO 9001:2008,ISO 14001:2004, dan OHSAS:2007. “Dengan pengakuan ISO, artinya sistem pelayanan kami memiliki standar yang jelas, mulai dari rekrutmen, pembinaan, pengontrolan, hingga penggajian. Dengan adanya standardisasi ini, user akan merasa aman dan nyaman. Prinsip kami, melangkah bersama, berkarya bersama, meraih impian bersama, dan selalu memberi arti. PT Ibu Jero memberikan layanan yang maksimal untuk jadi yang terbaik,” tegas pria asal Pejeng kelod, Gianyar ini. PT Ibu Jero memiliki visi menjadi perusahaan penyedia jasa layanan ketenagakerjaan yang mampu memberikan pelayanan dengan mutu terbaik dan selalu mengedepankan profesionalisme kepada perusahaan mitranya. Misinya memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas kepada pelanggan dengan tolok ukur kepuasan mitra kerja, memberikan pelayanan yang terbaik, citra yang baik, dan memberikan kesejahteraan bagi stakeholder dan karyawan. Kepuasan mitra kerja dalam hal terpenuhinya keinginan dan kebutuhan, dapat melebihi harapan yang ada
Acara serah terima sertifikat ISO 9001 oleh Certi ke Direktur PT Ibu Jero
serta selalu membangun dan membina hubungan dengan mitra kerja. Pelayanan terbaik dengan memastikan pelayanan yang diberikan adalah yang paling baik yang dapat diberikan. Citra yang baik dengan bekerja profesional dan berkualitas sehingga mewujudkan citra positif baik bagi perusahaan maupun perusahaan mitra kerja. Memberikan kesejahteraan bagi stakeholder dan karyawan karena mereka adalah aset yang harusb dipertahankan. Dengan pembinaan yang terus dilakukan akan memberikan nilai tambah dan dapat menumbuhkan perusahaan. Hingga saat ini PT Ibu Jero terus mempertahankan kualitasnya sehingga user ataupun klien puas. Berikutnya, user akan merekomendasikan agar penyediaan jasa layanan tenaga kerja ditangani PT Ibu Jero. I Wayan Wardiasa, Head Office Marketing PT Ibu Jero menambahkan user mereka merupakan perusahaan baik yang berskala lokal, nasional, hingga internasional. “Kami selalu berusaha menambah jumlah user dengan cara meningkatkan layanan kami. Referensi dari user lama sangat menentukan untuk menggaet user baru. Dari sisi tenaga kerja yang kami salurkan juga profesional karena sudah kami bekali dengan Standard Operation Procedure (SOP),” jelasnya. Ia juga mengatakan, PT Ibu Jero menyediakan tenaga kerja outsourcing yang memiliki spesialisasi kemampuan, ketrampilan, dan keahlian dengan bidang kerja masingmasing. Standar
Dewa Putu Suyasa, S.Pd.,Direktur PT Ibu Jero.
Rakernas & pembahasan ISO yang dihadiri manager & seluruh pimpinan cabang PT Ibu Jero yang ada di Indonesia
yang dimiliki sesuai dengan standar yang diinginkan user. Karena itu, gabung an dan kombinasi dari SOP user serta SOP PT Ibu Jero menjadikan tenaga kerja memiliki nilai lebih. Jika terjadi halangan, misalkan tenaga kerja sakit dan tidak bisa kerja, PT Ibu Jero siap memberikan tenaga pengganti. “Dari awal sudah ada komitmen. Jika tenaga kerja yang ditempatkan itu cuti atau sakit, kami berikan pengganti. Kalau cuti sudah bisa dipersiapkan, kalau sakit mendadak, kami pakai yang stand by di kantor untuk menggantikan sementara,” imbuh Dewa Gelar Suyasa, Manajer Marketing Bali Nusra. Dari sejumlah user yang menggunakan layanaan PT Ibu Jero, posisi satpam, cleaning service, driver, SPG, dan administrasi yang paling diminati. Kepuasan dari user membuat nama PT Ibu Jero terangkat dan dicari. Untuk rekrutmen tenaga kerja pun, dilakukan dengan standar yang jelas. Dengan konsep dan metode pembelajaran yang disusun up
mengimbangi user. User bisa puas dan mempercayakan penyediaan tenaga kerjanya kepada kami, itu merupakan tujuan kami,” tegasnya. Dari sisi tenaga kerja, mereka sudah diberikan jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sangat penting agar tenaga kerja, dimana pun mereka bertugaa bisa fokus dengan
Acara mukernas yang dihadiri semua staf PT Ibu Jero baik yg di pusat maupun di cabang seluruh Indonesia
Kegiatan rutin tirtayatra bersama semua staf PT Ibu Jero
to date menghasilkan kurikulum yang tepat bagi calon satpam. Mereka juga dididik para instruktur yang berdedikasi tinggi, praktisi berpengalaman, para perwira TNI/Polri serta sudah memilki sertifikat Gada Pratama. “Kami tidak hanya membekali satpam dengan pelatihan. Penampilan juga kami perhatikan. Ada standar penampilan diri dengan potongan rambut rapi, pemakaian pakaian sesuai jadwal, kelengkapan atribut, dan yang lainnya. Sampai saat ini, hampir 90% satpam pria, sisanya satpam wanita,” ujar Gelar Suyasa. KOPERASI IJO SEJAHTERA I Ketut Sudiartha, Manajer Operasional PT Ibu Jero mengatakan pemberian latihan sebelum penempatan itu merupakan bagian dari layanan prima PT Ibu Jero untuk user. “Ke depan, kami berharap bisa terus
tugasnya. Bahkan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan, PT Ibu Jero memotivasi tenaga kerjanya dengan membuat koperasi. Saat ini Koperasi Ijo Sejahtera menjadi wadah bagi tenaga kerja untuk melakukan simpan pinjam. Melalui koperasi ini, tenaga kerja bisa mengatasi masalah keuangan ketika mereka memerlukan.
Bagi para user yang ingin mencari tenaga kerja, PT Ibu Jero merupakan solusi yang tepat. Pengalaman, transparansi, andal, memberi layanan purnajual, fleksibel terhadap perusahaan, manajemen so lid, pelatihan berkelanjutan, serta peralatan memadai menjadi alasan-alasan untuk segera menghubungi PT Ibu Jero.-wah
Pembinaan rutin untuk meningkatkan kinerja security dalam pelayanan
PT Ibu Jero
Jalan Pidada VII no 6x Denpasar Bali Telp (0361) 413917 HO Marketing. I Wayan Wardiyasa, S.Pd. Head office. Jl. Pidada VII No.X Denpasar tlp. 0361- 413917. Mobile. 087 762 672 527. Email. marktpst_ibujero@yahoo.com.
2
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
GORO-GORO Gotongroyong sudah kropos. Solidaritas amblas. Persatuan sudah retak. Rasa kePutu Wijaya bangsaan menipis. Kelompokkelompok dalam masyarakat kian fanatik dan militan memperjuangkan kepentingannya sendiri. Rakyat selalu dijadikan senjata untuk menang, tapi setelah berhasil, dibiarkan nangis bombay! “Aku setuju! Tapi aku menangis bukan putus asa! Aku menangis untuk melemparkan kepedihan supaya jangan ngamuk di hatiku jadi penyakit. Kalau tidak menangis bombay, kita akan frustasi. Dan kalau sudah frustasi kita bisa edhan, melakukan tindakan di luar perhitungan!” “Tidak! Kita tidak boleh frustasi! Seribu satu bencana biasa datang dalam berjuang! Tapi, itu memang dinamika orang berjuang. Dan menangis bombay itu wajar, tanda saraf kita masih peka.
Bahkan penting, untuk membersihkan kotoran batin. Jadi terima dulu seluruh kenyataan pahit itu. Menangis bombaylah, tanda kita normal. Setelah itu, jgerr! Baru bangkit lagi, bangkit setelah tahu apa sakit kita! Setelah lebih jelas, apa tujan kita! Jgerr! Jgerr! Teruskan perjuangan! Jgerr!” Lalu kedua mahasiswa itu berdiri dan mengulurkan tangan kepada Amat. Mereka mahasiswa yang ditugaskan dosennya, Sugi, menantu Amat, mewawancarai beberapa orang tua, tentang bagaimana mengisi kemerdekaan. Amat bengong. Tapi ia terpaksa menyambut uluran tangan untuk berjabatan itu. Bu Amat, yang muncul terlambat membawa teh, kecewa. “Kok sudah pulang, Pak?” Amat masih bingung. “Iya. Baru sampai nangis bombay, kok mereka merasa sudah cukup. Katanya mau pertandingan futsal. Padahal Bapak mau mengulas tentang interpretasi kebangsaan seperti yang ada
Ekspresso
jgerr
dalam berita pertunjuikan lakon Jgerr di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Yah, begitulah anak muda sekarang, futsal lebih penting!” Bu Amat meletakkan baki minuman di meja. “Nangis bombay itu apa?” “Menangis merengek berlebih-lebihan, seperti film Bombay, pendeknya jelek!” “Kalau jelek kenapa bapak bilang penting?” “Yang jelek, tapi kalau dipergunakan untuk kebaikan, jadi penting! Seperti WC, itu kan gudang kotoran, jorok, tapi penting, ya, kan?” Amat ketawa. Bu Amat meringis. “Hati-hati bicara kepada anak muda. Orangnya tidak sabaran. Sering mereka hanya dengar potongan kalimat. Apalagi bapak suka pakai kalimat majemuk, panjang, di depan mancing-mancing supaya diperhatikan, buntutnya baru isi sebenarnya yang lain. Tapi mereka sudah keburu pergi.” Amat terkejut.
“Dan Jgerr itu apa lagi?” “O, itu, judul pementasan drama di TIM. Di situ dikupas gotong-royong sering dipergunakan pemimpin untuk kepentingannya sendiri, akibatnya seruan untuk kerja bakti memperbailki selokan, warga tak ada yang peduli, karena mereka curiga itu hanya untuk mengamankan rumah RW, bukan seluruh warga.” “Jgerr-nya di mana?” “Rasa kebangsaan dan persatuan itu bangkit bukan hanya karena ada musuh bersama, yang setelah tak ada musuh lalu menipis. Tidak! Persatuan dan semangat kebangsaan itu ada karena sejarah kita memikul penderitaan bersama selama 350 tahun, karena rasa cinta!”
Cintai, Beli, dan Gunakan
Ada beberapa alasan yang menjadi faktor masyarakat Indonesia lebih memilih produk luar negeri. Sebagian dari mereka berasumsi bahwa produk luar negeri memiliki kualitas yang lebih bagus dan mengganggap tidak sebandingnya harga dengan kualitas produk dalam negeri. Kondisi ini menjadi PR kita bersama. Padahal banyak fakta menunjukkan orang luar sendiri justru membeli produk-produk buatan tangan kita dan cukup banyak yang ditempeli dengan brand atau merek dagang milik mereka. Salah satu antisipasi yang dapat kita lakukan bersama adalah dengan menumbuhkan kesadaran diri untuk lebih lagi mencintai produk lokal. Sebab, dengan mencintai, tentu keinginan untuk mengenakan, memakai dan memilikinya akan bertumbuh. Memang tidak mudah untuk mengajak banyak orang melakukannya, perlu kesabaran, namun kami berharap setelah kita para orangtua, khususnya yang memiliki aktivitas dan akses ketemu banyak orang mau memberi contoh mengenakan dan mendukung karya lokal, maka generasi muda pun bisa meniru. Salah satu langkah yang telah dilaksanakan pemerintah Kota Denpasar adalah pemilihan Duta Endek dengan tag line-nya “Endek Kita Punya, Kita Pakai Kita Bangga”. Sesungguhnya, mencintai produk lokal, produk Indonesia dapat menjadi salah satu tolok ukur betapa besarnya rasa cinta kita
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
pada bangsa ini. Bayangkan saja, jika seluruh masyarakat Indonesia dengan penuh kesadaran mengonsumsi dan menggunakan produk buatan lokal melawan arus impor, maka secara tak langsung, akan meningkatkan pendapatan pengusaha lokal bahkan secara nasional. Diharapkan pula dengan begitu pelaku usaha mau terus meningkatkan mutu produk-produknya sebagai balasan atas kepercayaan masyarakat dalam negeri. Selain itu, permintaan produk pada para pengusaha UMKM khususnya meningkat tentunya juga mengharapkan ada peningkatan jumlah produksi yang memungkinkan membuka lapangan pekerjaan baru bagi banyak orang. Bicara rasa cinta tanah air yang diwujudkan dengan “Cinta Produk Dalam Negeri”, agaknya kita perlu belajar dari masyarakat Jepang. Mereka sangat loyal terhadap barang-barang buatan negaranya. Mereka percaya dengan membeli produk dalam negeri adalah suatu cara membantu negaranya menjadi bangsa yang besar. Sekarang mari kita bersama menyadari bahwa kita memiliki cukup banyak alasan yang seharusnya bisa membuat kita masyarakat Indonesia lebih memilih produk buatan dalam negeri. Diantaranya, dengan membeli atau menggunakan produk lokal secara langsung dan tidak langsung ikut menaikkan kesejahteraan para perajin. Sebab, semakin banyak permintaan akan produk lokal akan meningkatkan
IA Selly D Mantra
produksi dan itu berarti meningkat pula pendapatan mereka. Membeli produk lokal berarti membantu menekan pengangguran. Jika permintaan produk lokal meningkat, maka untuk memenuhinya, perajin bisa saja menambah jumlah pekerjanya. Membeli produk lokal juga berarti meningkatkan pendapatan negara. Yang lebih lagi adalah adalah dengan membeli produk lokal, produk negeri sendiri turut menentukan jati diri bangsa. Hal itu merupakan salah satu wujud cinta kita terhadap Indonesia.
Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa tidak semua produk dalam negeri memiliki kualitas rendah, seperti buah-buahan. Khususnya di Bali yang digunakan untuk kegiatan persembahyangan. Sebenarnya membeli buah lokal memberikan lebih banyak manfaat. Cita rasa buah lokal enak dan nutrisinya lebih optimal karena kita membeli dalam keadaan segar dan harganya lebih terjangkau. Ini juga berarti produk lokal ramah lingkungan, karena produk lokal tidak menghabiskan banyak bahan bakar untuk distribusinya. Contoh lainnya bahwa produk lokal memang diciptakan untuk kita yakni akan mencoba bertanya pada teman atau saudara yang lama tinggal di luar negeri. Pada umumnya mereka seringkali kangen akan masakan Indonesia, seperti sambal yang asli dibuat di Indonesia dengan bahan-bahan seperti cabai dan bawang dari lokal kita. Perempuan Indonesia juga bisa tampil cantik dengan produk lokal bernama endek. Khususnya di Kota
“Lalu jgerr-nya?” “Jgerr! Semua orang tersentak-sontak, terkejut, seperti mendengar ledakan bom, oleh cara menafsir yang baru itu!” “Pak!” Bu Amat terkejut. Berdiri, menunjuk ke mahasiswa yang mewawancarai Amat lewat lagi. Keduanya menangis. Amat langsung menghampiri. “Ada apa?” “Kami kalah, Pak!” “Kalah? Kok cepat sekali?” “Habis belum sempat main sudah kalah! Pemain andalan kami tidak bisa datang karena ada upacara di rumahnya!” Keduanya kembali menangis. “Begitu saja kok nangis?” “Habis, kan Bapak bilang nangis bombay itu penting!” Lalu keduanya tertawa dan bergegas pergi. “Jgerr! Matur suksma, Pak Amat!”
Denpasar, atas ajakan pemerintah hampir semua lini profesi sudah turut menunjang pemakain endek. Sebab, memang pakaian tersebut yang diciptakan oleh kultur Indonesia dan diperuntukkan untuk orang Indonesia pula. Sama seperti daerah-daerah lain yang memiliki pakaian atau corak khas yang membuat penduduk lokalnya tampil lebih menarik. Selain urusan buah, kita juga mesti mengetahui bahwa cukup banyak perusahaan barang-barang berlabel luar negeri memakai jasa orang Indonesia untuk memproduksi produk mereka. Seperti membuat sepatu atau tas kemudian dikirimkan ke luar negeri, dan di sana diberikan label. Selanjutnya dijual kembali kepada konsumen, yang bisa saja itu kita. Ini berarti produk buatan orang lokal tidak selamanya berkelas rendah. Produsen luar negeri saja mengakui kualitas barang buatan orang Indonesia, mengapa kita yang notabene masyarakat Indonesia tidak mengakui kelebihan ini. Mari kita mulai semuanya dari keluarga kecil kita. Jangan biarkan produk lokal kita menjadi terpinggirkan. IA Selly D Mantra Ketua Dekransda Kota Denpasar
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 923/ 17 - 23 Oktober 2016
23
ROTARY SERVING HUMANITY Club Project – Hands For Tista
Rotary Club of Bali Seminyak (RCBS) kembali memenuhi komitmen untuk membantu masyarakat kurang mampu. Club Project kali ini dilakukan untuk masyarakat Desa Tista, Abang, Karangasem.
Rotary Club Bali Seminyak, siapa pun sesungguhnya bisa membantu. Hanya saja kita benarbenar dituntut komitmen untuk membagi waktu a n t a ra g a i n ing dan giving. Pada dasarnya Marie Francoise de Saint Rtn. Erika Sedana konsep work Priest d Urgel live balance egiatan kemanu- juga bisa diterapkan dengan siaan ini sukses mengimbangi waktu untuk terlaksana mela- memberi dan membantu, terlui kerjasama yang utama membantu saudaraluar biasa antara Rotary Club of saudara kita di perdesaan yang Bali Seminyak dan Rotary Club kurang beruntung. Ubud Sunset. Hands For Tista adalah konsep yang dibuat oleh club agar dapat secara berkelanjutan memberi bantuan untuk masyarakat Tista, mulai dari membuat perencanaan sub kegiatan hingga implementasi dan pengukuran akhir. President Rotary Club of Bali Seminyak, Marie Francoise de Saint Priest d Urgel, berpendapat bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk Pemeriksaan mata sebelum operasi katarak benar-benar diimplementasikan agar bisa memClub project ini beri manfaat langsung kedibagi menjadi 4 segmen pada masyarakat di Bali yang Vision screening & cataract benar-benar membutuhkan. surgery dilakukan kepada lebih Selain Club Project Hands for dari 550 masyarakat di Desa Tista, masih banyak kegiatan Tista. “Kami melihat bahwa sosial lain yang sudah dilaku- mata merupakan salah satu kan oleh Rotary Club Bali organ vital. Dan saat ini banyak Seminyak antara lain, perpus- masyarakat kita yang punya takaan untuk Sekolah Dasar, masalah mata terutama katarak. beasiswa untuk anak-anak di Dengan kondisi mata katarak Nusa Penida dan pengadaan tentu saja sangat sulit bagi merternak kambing, juga di Nusa eka untuk bekerja dan melakuPenida. kan aktivitas sehari-hari apalagi Menurut Made Herry Erika penderita katarak ini tinggal Sedana, Public Relation Chair sendiri dan harus memastikan
K
Pemeriksaan mata
Rotary Club of Bali Seminyak & The John Fawcett Foundation
kehidupannya berjalan baik setiap harinya.Tentu tidak mudah,” ujar Erika. Vision screening juga dilakukan untuk anak-anak sekolah dasar yang sekaligus memberi edukasi dini tentang pentingnya kesehatan mata. Pentingnya menjaga mata dari potensi terjadinya insiden saat bermain yang bisa berakibat fatal terhadap mata anak-anak. Bekerja sama lagi dengan Yayasan Kemanusiaan Indonesia – The John Fawcett Foundation, kegiatan ini memberikan lebih dari 260 kacamata minus dan plus serta pemberian obat mata kepada lebih dari 80 pasien. Fokus kedua dari kegiataan ini, adalah ternak babi. Jika ditanya ternak apa yang lebih mudah bagi mereka, respons yang didapat adalah ternak babi. Sangat mudah untuk mendapatkan pangan untuk ternak babi dan tempat di rumah masing-masing. Fokus
pengadaan dan pengembangan ternak ini akan menggunakan metode sangat sederhana tetapi benar-benar dapat diaplikasikan di beberapa keluarga yang dipilih pada batch 1. Setelah ada hasil, anak-anak babi akan diberikan kepada keluarga lain dalam daftar batch 2. Begitu seterusnya hingga masing-masing keluarga dapat mulai memperoleh pendapatan dari usaha kecil ternak babi. Tahap ketiga adalah wirausaha makanan ringan. Barangkali
tampak sangat sederhana, namun jika diamati dan dikalkulasi hasil produksi dan pendapatan harian dari hasil penjualan dapat membantu ekonomi harian keluarga di desa ini. Masyarakat bisa mulai dengan produksi rumahan keripik singkong, keripik pisang atau keripik ubi jalar – dengan bahan baku yang mudah didapat di desa setempat, DesaTista. Fokus berikutnya adalah low cost house renovation atau perbaikan rumah dengan biaya rendah. Club Rotary Bali Seminyak saat ini sedang melakukan persiapan kegiatan fund raising untuk mengumpulkan dana dari para donator yang difokuskan pada perbaikan rumah. Club ini juga membawa para Rotary dan President Rotary Manosque, Perancis untuk berkunjung ke daerah ini melihat langsung lokasi kegiatan kemanusiaan ini agar nantinya bisa bersama-sama
Marilyn Carson, Doris Angst Sommer, Erika Sedana & Anita Lococo - RCBS
Satu pasien katarak menjelang operasi
membantu masyarakat. Selanjutnya Erika Sedana memaparkan bahwa kegiatan lain masih akan dilanjutkan. “Tentunya kami mengajak kawan-kawan untuk turut berbagi dengan saudara-saudara kita yang kurang mampu. Untuk mengetahui lebih banyak tentang kegiatan sosial dan kemanusiaan ini, Club Rotary of Bali Seminyak mengadakan pertemuan mingguan (weekly lunch meeting) setiap hari Rabu siang mulai pukul 12.00 hingga pukul 14.00 di The Trans Resort Bali dan jangan lupa untuk mengunjungi website www. rotaryseminyak.org.,” pungkasnya. - ard
Pemeriksaan mata untuk anak-anak sekolah dasar
Edisi 923/ 17 - 23 OKTOBER 2016
Perajin Bali seharusnya tidak perlu mematok target produknya harus masuk hotel bintang internasional. Tiap produk punya klasifikasi masing-masing. Turis yang datang ke hotel bintang 5, belum tentu akan belanja. Bisa saja mereka hanya ingin menikmati keindahan hotel dan makanan. Perajin punya pasar tersendiri berdasarkan level produknya. Perajin kelas biasa punya pasar tersendiri, seperti dari Cina, Hongkong, Taiwan, termasuk pasar domestik, mereka lebih suka datang ke Pasar Sukawati. Beda dengan tukang pahat kayu yang sudah punya nama, produknya terpajang di gallery. Demikian diungkapkan mantan Presiden Direktur Hotel Indonesia Natour, Hery Angligan di Kuta, pekan lalu.
D
alam pandangannya, perajin dari Guwang dan Sukawati selalu laku. Namun, banyak perajin sering mengeluh, produknya tidak bisa masuk ke jaringan hotel internasional. Menurutnya, kalau mau masuk langsung memang tidak bisa. Tapi, di dalam hotel internasional, biasanya ada drugstore. Perajin bisa menitip produknya di sana, dengan
Jangan Terpaku di Satu Pasar
sistem konsinyasi. Ia menilai, produk lokal Bali sangat diminati para tamu, seperti lukisan dan patung. Apalagi, yang sekarang sedang ngetop, perak, hanya saja, kalah dalam urusan desain. “Banyak desain perak dari luar, sehingga perajin lebih banyak hanya berproduksi. Misalnya, artis Happy Salma, dia suka mendesain produk, sementara, proses produksinya dikerjakan para perajin,” ujar praktisi pariwisata ini. Ia menegaskan, perajin jangan hanya bisa mengeluh, tapi tidak bisa memproduksi yang bagus. “Ada perajin yang bisa memproduksi bagus tapi tidak mau membuat banyak. Kalau sudah berhubungan dengan pasar, ketersediaan bahan dan hasil produksi harus terjaga. Sekali dia menerima order 10, besok dia tidak bisa mengatakan, waduh saya sibuk, banyak upacara adat, tidak bisa
produksi sebanyak itu. Nah, kalau sudah begini, ini yang bahaya,” ujarnya. Menurutnya, pemikiran untuk memasukkan produk ke hotel internasional atau bintang 5, juga terlalu klise. “Mengapa kita terpaku pada satu pasar, yang notabene turisnya belum tentu belanja. Hal ini, tentu tidak fair untuk perajin. Hotel bintang 5 hanya ada di Nusa Dua. Kalau ada perajin dari Laplapan dan Bone, masa mereka harus ke Nusa Dua. Mengapa pemerintah tidak buat sistem agar turisnya langsung datang ke tempat asalnya,” sarannya. Ia mencontohkan, misalnya, kecak jangan dibawa ke hotel, tapi bawa turis datang justru ke tempat asal kecak itu berada. Pemerintah yang harus menyiapkan infrastruktur dan pemetaan masing-masing unggulan, supaya pemandu wisata membawa turisnya langsung ke sana. “Misalnya
Tampil Unik dengan Produk Indonesia memesan sendiri, kita bisa merancang desainnya sesuai keinginan kita, bahannya pun berkualitas. Saya punya berbagai tas buatan Indonesia yang unik-unik, itu pesanan saya sendiri. Ada tas dari kain songket, kain tenun Bali, dll. Waktu saya pakai, banyak lho yang senang modelnya juga bahannya. Kalaupun bahan kulit, ya kulit asli dan awet. Soal harga, ya sudah pasti ‘bersahabat’ dan sesuailah untuk orang Indonesia,” ujar wanita bernama asli Fitri Dian Puspita, ini. Menurutnya, dengan perkembangan yang ada sekarang, dirinya melihat kalau produk-produk fashion Indonesia semakin berkualitas. Baik desainernya maupun perajinnya makin kreatif. Apalagi ditunjang dengan bahan-bahan dalam negeri yang berkualitas, hasilnya pun menjadi tak kalah dengan produk luar, bahkan yang branded sekalipun. Kalau keluar negeri, baik itu karena job maupun sekadar jalan-jalan, ia tak ketinggalan selalu membawa produkproduk Indonesia yang menjadi koleksinya. “Kalau kita di luar negeri, justru kita harus membawa produk-produk unggulan Indonesia. Karena aku public figure, jadi aku membawa produkproduk fashion. Itu adalah identitas kita. Aku merasa kalau kita membawa produk sendiri kita akan tampil unik karena produk kita unik-unik,” ucapnya.
Luna Maya
“Ngapain malu pakai produk Indonesia. Jangan salah, produk Indonesia tuh bagus-bagus baik kualitas dan desainnya, nggak kalah kok dengan produk branded luar negeri. Produk branded itu yang mahal adalah brand-nya, tapi barangnya kualitasnya sama aja kok dengan produk kita. Malah bisa jadi kualitas bahan kita lebih baik,” ungkap penyanyi dangdut Fitri Carlina yang mengaku hampir seluruh barang-barang yang digunakannya, termasuk untuk penampilannya di panggung hiburan adalah buatan negeri sendiri. Sejak dulu, ucap pelantun tembang hits ‘ABG Tua’ ini, bahkan sejak dia eksis di panggung hiburan tanah air ia telah mencintai produk Indonesia. Diakuinya dia juga memiliki beberapa barang branded, namun itu hanya dipakai saat-saat tertentu saja. Sedang untuk penampilannya di panggung hiburan, ia lebih banyak menggunakan produk dalam negeri, mulai dari busana, sepatu, aksesoris, dll. Untuk membuat unik penampilannya, kata adik pedangdut senior Nini Carlina, ia memesan secara khusus berbagai produk fashion yang dibutuhkan. Seperti busana misalnya, ia memiliki desainer-desainer yang kerap mendukungnya, seperti Hengki Kawilarang, Ivan Gunawan, dll. Sedang sepatu, tas maupun aksesoris lainnya, ia memesannya pada perajin dalam negeri yang memang andal. “Kita punya banyak pengrajin andal, bahan-bahan dalam negeri pun bagus. Kalau kita
ORANG ASING SUKA PRODUK INDONESIA “Suatu ketika aku ke luar negeri, kebetulan aku membawa tas kain songket. Eh orang-orang di sana malah exciting melihat tas aku. Mereka bilang tasnya unik, beli di mana, kok di sini tidak ada? Aku bilang, ini produk Indonesia. Aku tentu saja bangga karena orang-orang bule itu malah kagum dengan tas aku yang buatan Indonesia,” tutur Fitri yang bersuamikan seorang pilot ini. Pengalaman lainnya, lanjut Fitri, saat dia dan suaminya jalan-jalan ke Jepang. Saat jalan-jalan di pusat keramaian di negeri Sakura itu, Fitri memakai jaket batik rancangan desainer Ivan Gunawan. “Asal tau saja, banyak orang yang memperhatikan aku. Sampai-sampai ada juga yang nggak tahan, menghampiri aku hanya untuk menanyakan pakaian (jaket) yang aku pakai. Dia bilang bagus sekali, beli dimana, di toko mana karena dia juga tertarik membeli. Lalu ada juga wisatawan dari Belgia menanyakan jaket aku. Bayangkan, mereka bertanya tentang batik. Aku bilang ini produk Indonesia, namanya batik. Kalau mau beli ada di Jakarta, hahahha. Malah ada manajer maskapai asing malah minta satu ke aku, hahaha,” ujarnya. “Kalau kita pakai barang branded tentu nggak ada yang tanya, mereka (luar negeri) merasa biasa saja. Tapi karena yang aku pakai unik dan belum pernah mereka lihat, makanya mereka menghampiri. Itu sebagian pengalaman aku yang membuat aku makin cinta dan bangga dengan produk dalam negeri,” ungkap wanita kelahiran Banyuwangi 1987 ini. Sebagai pencinta buatan dalam negeri, yang kebetulan seorang public figure, Fitri Carlina merasa terpanggil untuk ikut mempromosikan produkproduk dalam negeri di manapun dia berada. Dia berharap publik figur lain pun melakukannya, dengan demikian produk-produk dalam negeri bisa semakin dicintai, khususnya orang orang di negeri sendiri. Di sisi lain, dari pengalamannya yang kerap bertemu orang-orang asing yang kagum dengan produk Indonesia, maka
Sudut Pandang
Gianyar. Sekarang, kalau turis datang belanja langsung ke tempatnya, siapa yang mendapat income, tentu Gianyar,” katanya. Yang perlu juga diperhatikan, kata dia, soal teknologi. Buatlah website dan terus update di media sosial. “Coba kita lihat toko-toko yang ada di areal Kuta atau Seminyak. Sedikit yang belanja, karena sebagian besar hanya showroom. Mereka mainnya grosiran whole selling, karena mereka punya website. Kembali kepada pemerintah dalam artian pemkab, PHR dapat 10%, pakai itu untuk memberikan pelatihan dan bantuan website kepada perajin. Kemudian, siapkan wifi di masing-masing kecamatan, sehingga ada koneksi internet sehingga perajin bisa browsing,” imbuhnya. “Tugas pemerintah hanya membuka jalan. Jangan hanya memberi pelatihan, itu bisa dilihat sebagai peluang produk Indonesia untuk go Internasional semakin besar. “Dari pengalaman aku, ternyata orang asing sangat suka produk kita, jadi ini merupakan peluang bagus untuk para desainer maupun pengrajin untuk berkarya lebih bagus lagi karena produk mereka diminati. Disamping itu, pelaku-pelaku usaha kita juga berupaya untuk memperkuat brandnya masing-masing, tentunya lewat produk unggulan dan gencarnya promosi,” ucapnya. Ternyata bukan hanya Fitri Carlina yang hobi mengoleksi produkproduk fashion buatan dalam negeri. Luna Maya pun melakukannya. Menurut Luna, produk-produk Indonesia, khususnya fashion semakin berkelas dan bagus dalam hal kualitas. Desainnya pun keren dan tidak kalah dengan produk luar. Karena itu, kata Luna, boleh dibilang ia punya banyak koleksi barang Indonesia. Dalam setiap penampilannya pun, ia kerap memakai produk dalam negeri baik itu busana maupun sepatu, dan aksesoris lainnya. “Produk Indonesia sekarang semakin bagus, nyaman dipakai dan desainnya pun ‘lucu-lucu’. Tapi kenyamanan tetap menjadi faktor utama pertimbangan aku, setelah itu modelnya,” tutur wanita kelahiran Denpasar 1983 berbicara tentang produk fashion yang disukainya. Dari pengamatannya, ucap Luna, perkembangan produk-produk fashion dalam negeri semakin bagus. Itu membuat ia menjadi semakin suka produk dalam negeri. “Aku rasa produk dalam negeri semakin bagus ya, jadi nggak perlu cari produk branded yang sudah pasti mahal,” kata Luna yang mengaku selalu mengikuti perkembangan
Hery Angligan
tapi siapkan infrastruktur , akses IT dan dan kendaraan gampang. Para pengusaha kecil sulit cari KUR. Banyak peminat KUR, tapi karena syaratnya begini begitu. Diminta rekening bank,bla-bla. Akhirnya, perajin UMKM tak bisa mendapatkan tambahan modal. Pemerintah ambil pajak dari rakyat, memang sudah sewajarnya kewajiban pemerintah untuk memfasilitasi,” kata lelaki yang kini lebih banyak berperan sebagai konsultan di bidang pariwisata dan pertanian ini. –Wirati Astiti fashion tanah air. “Fashion Indonesia berkembang pesat, aku lihat banyak desainer muda yang bagus-bagus. Jadi kayaknya kalau untuk busana aku sih lebih memilih perancang busana dalam negeri, aku merasa lebih nyaman. Desain dan ukurannya pun sesuai. Aku nggak suka model yang heboh-heboh, yang simple saja,” tambahnya. –Diana Runtu
Fitri Carlina
24
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh