Skip to main content

Tokoh Edisi 922 | Tokoh

Page 1

24

Sudut Pandang

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Budaya hidup sehat nampaknya sedang mewabah di kota-kota besar. Berbagai jenis olahraga dari yang murah hingga yang berkelas menjadi pilihan masyarakat. Di Singaraja, saat ini salah satu olahraga yang sedang digandrungi baik muda maupun yang tua adalah lari. Inilah yang membuat owner Apple Mart Gede Suardana pernah membuat event yang sedang menjadi trend di beberapa negara.

S

uardana mengungkapkan colour run merupakan event lari yang sedang kekinian beberapa tahun belakangan ini. Dengan mengadopsi budaya dari India (perayaan Holi). Menurutnya colour run merupakan salah satu cara untuk memasyarakatkan olahraga lari. “Ketika itu bertepatan dengan ulang tahun Apple Mart dan saya pikir ini saat yang tepat untuk memperkenalkan colour run,” tuturnya. Penghobi olahraga lari tersebut sangat berharap dengan adanya colour run di Singaraja masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Denpasar atau ke Jakarta untuk dapat mengikuti acara tersebut. Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua KPU Buleleng tersebut juga mengatakan bahwa colour run merupakan kombinasi antara olahraga dan fun. “Tergantung rute, jika rutenya panjang maka antara sehat dan have fun nya pasti

Kombinasikan Olahraga dan Fun

didapat. Kalau rutenya pendek, larinya yang tidak maksimal tetapi lebih banyak fun nya,” ungkapnya. Hal ini dikarenakan dalam colour run peserta tidak dituntut berlari cepat melainkan mendapatkan kesenangan. Ia menambahkan colour run memberikan manfaat yang sangat nyata untuk kesehatan. Ini terbukti ketika pertama kali diadakan acara tersebut antusias masyarakat begitu tinggi. “Saya lihat mereka begitu senang, berfoto bareng, bertabur banyak warna, secara tidak langsung stres mereka akan hilang,” imbuhnya. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan baik dari penyelenggara acara maupun peserta yaitu setiap peserta harus menggunakan kaca mata sedangkan penyelenggara wajib menyediakan tepung holi yang aman. Colour run yang pernah diadakan oleh Suardana terbilang sukses sebab pesertanya mencapai 1.000 orang. Melihat banyaknya masyarakat yang menggandrungi olahraga lari membuat ia berniat mengadakan acara yang sama hanya masih terkendala oleh kesibukan. Ia menuturkan saat ini di Singaraja pada khususnya lari tidak hanya untuk mendapatkan

kesehatan tetapi sebagai media untuk berkumpul bersama teman atau komunitas. “Kalau masuk dalam komunitas bisa saling bertukar informasi bahkan yang memiliki jiwa wirausaha bisa sambil berwirausaha,” tandasnya. Ditambahkan olehnya jika lari sudah menjadi bagian hidup maka akan semakin dinikmati. DAYA TAHAN TUBUH LEBIH KUAT Sementara itu, mempunyai hobi lari memang sudah dimiliki oleh Desak Made Lestari sejak kecil. Bermula dari hobinya tersebut ia menekuni dunia atletik yang

Gede Suardana

Pilih Tempat yang Minim Polusi Saat ini makin banyak orang yang menyukai olahraga lari. Tentu karena lari adalah olah raga yang mudah, murah, serta dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Di beberapa ajang lomba lari, pesertanya membludak. Meskipun, pesertanya terbelah antara dua pilihan, satu yang ikut karena hobi demi tubuh sehat dan bugar dan lainnya mereka yang memang menjalankan olahraga lari ini secara serius untuk menuai prestasi. Dra. IGA Yatni Wiratni Adriyani, M.M, Psikolog , salah seorang ibu yang menyukai olahraga lari sejak SD, mendukung hobinya yang lainnya yakni olah raga tennis lapangan. Singkat cerita, hobinya ini berlanjut hingga SMA. Bahkan Yatni pernah tercatat ikut latihan rutin untuk persiapan Porseni cabang atletik. Namun, kata ibu yang dikenal energik ini, menyadari cabang lari ‘bukan jodoh’nya maka tidak ditekuni, tetapi tetap secara rutin dilakoni. Berikutnya, saat aktif di dinas kemiliteran, lari pun menjadi ‘makanan pokoknya’. “Tuntutan tugas dan kewajiban tes jasmani secara periodik membuat lari bukan lagi sekadar hobi tetapi sudah jadi kebutuhan sejak pensiun dini

Dra. IGA Yatni Wiratni Adriyani, M.M.

hingga kini, hanya frekuensinya yang berkurang ,” kata Independen Security Consultant & Psychologist serta Ketua Paguyuban Purnawirawan Kowad Wilayah Bali ini. Dikatakannya untuk lokasi favorit berlari, ia lebih memilih tempattempat yang minim polusi, asri, sehingga bisa sekaligus menghirup udara segar. Ia menyebutkan contoh diantaranya area perumahan seperti Citraland, Taman Kota Lumintang, area Puspem Badung dan sepanjang jalan pinggir pantai Discovery Kuta. Ditanya benefit yang diperolehnya

selama ini, Yatni menyebut sudah pasti badan terasa lebih bugar, tidak mudah mengantuk dan stamina lebih tahan lama dalam lakukan aktivitas, berat sekalipun. Satu sesi lari yang biasa tidak kurang dari 30 menit. Ditambah jalan cepat hingga 1 jam. Kurang dari itu biasanya justru ngantuk dan terasa tidak bugar. Ia juga mengatakan kalau lari sendiri justru lebih efektif. Sebab jika bersama teman biasanya kurang disiplin dengan program. Karena jarang ketemu teman yang mau full lari 30 menit. Kalaupun kini makin ramai perminatnya, katanya itu sangat bagus yang berarti sudah meningkat kesadaran masyarakat untuk menjaga kebugaran. Baginya, lomba yang sebenarnya bukan ketika ikut lomba namun bisa konsisten melakukannya secara rutin. Ketika kita berlatih atau rutin olahraga bertahun-tahun, manfaatnya akan sangat terasa manfaatnya seprti daya tahan tubuh hingga bertahun-tahun kemudian. Benefit rajin olahraga, lanjutnya semain terasa saat usia diatas 40 tahun, termasuk juga ada organ-organ dalam tubuh. CARBO LOADING Begitu juga bagi Ratih Dwi Permata, lulusan Desain Mode IKJ,

mengantarkan meraih beberapa juara baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Siswa kelas XI IPS SMA Bali Mandara tersebut mengatakan jika ia lebih tertarik olahraga lari ketimbang olahraga lain. Hal ini dikarenakan dalam olahraga lari tidak menggunakan banyak alat atau paling mudah dilakukan. “Latihannya tidak terlalu susah, dan hingga kini semakin menekuni olahraga lari,” ujar Desak peraih juara I lari 800M dalam Porseni Kabupaten. Selain itu, dengan banyaknya event-event lari yang ada baik kabupaten maupun provinsi membuat ia memiliki banyak kesempatan untuk mengikuti perlombaan. “Kalau dapat juara bisa membanggakan keluarga dan sekolah,” paparnya. Jika dilihat lari memang olahraga yang sangat sederhana akan tetapi bagi siswa kelahiran 21 Agustus 2000 manfaat yang dirasakan begitu besar. “Saya merasa daya tahan tubuh lebih kuat. Jika saat upacara ada teman yang sampai pingsan kalau saya tidak pernah,” jelasnya. Rutinitas belajar yang membuat penat kadangkala membuat dara kelahiran Badung ini sering merasa stres. “Kalau saya sedang stres, lari adalah Jakarta yang biasa disapa DP ini, juga setuju olahraga lari mudah dilakukan oleh siapa saja, tanpa memandang batas usia. Olahraga ini juga dapat dijalani di mana pun tanpa memerlukan alat khusus dan tidak harus mengeluarkan uang banyak. Cukup berbekal air mineral, sepatu lari, dan handuk, bisa dibilang olahraga lari mudah dilakukan dan murah. Desainer muda ini mengaku suka lari sejak zaman ia masih kerja di Jakarta. Betapa saati itu, ia tiap hari menjalankan rutinitas yang sama. Bangun pagi-berangkat kerja-kerja, sampai akhirnya ia memutuskan sepulang kerja harus lari di lapangan Senayan (saat itu kantornya di Pan Pacific- Sudirman). Singkat cerita ketika ia berpindah ke Bali, makin senang lari karena bisa lari sembari melihat pemandangan pantai dan alamnya yang indah. Begitulah hobi lari pagi ini berlanjut hingga sekarang. Apalagi hobi berlari dijalaninya memiliki nilai untuk menjadikannya hidup sehat, mengingat ia masih mau hidup lebih lama. Untuk lokasi , saat ini DP memilih berlari di Seminyak, dari ujung Seminyak (Anantara Hotel) sampai Beach Walk, sekitar 6 km bolak-balik atau bahkan sampai pantai Jerman, bisa mencapai 8 km bolak-balik. DP juga bergabung dengan komunitas lari bernama Indorunners Bali, mereka ada jadwal khusus. “Namun berhubung tempat tinggal saya di daerah Kerobokan jadi saya lebih sering lari sendiri, seminggu 2 kali. Biasanya antara Selasa- Kamis atau Rabu- Jumat,” ungkapnya.

Desak Made Lestari

cara untuk menghilangkannya. Sehabis lari badan jadi lebih fresh,” imbuhnya. Menurut anak dari pasangan Dewa Made Sugiana dan Ni Ketut Sulandri tersebut mengungkapkan bahwa ketika menjadi seorang atlet lari harus sering berlatih. “Harus terus dilatih agar kecepatannya tidak menurun. Minimal tiga kali dalam seminggu,” jelasnya. Karena kesibukan yang cukup padat di sekolah, membuatnya harus membuat jadwal latihan sendiri. “Di sekolah kegiatan sangat padat dari pagi sampai sore, tidak ada jadwal lari kecuali pada waktu ekstra, itu pun seminggu sekali,” jelasnya. Hal inilah yang membuat Desak harus bangun lebih awal dari teman-temannya agar dapat melakukan latihan dengan lari-lari kecil di lapangan sekolah. -Wiwin Bicara pengalaman DP mengatakan selama ini ia berpikir lari yah tinggal lari aja, tapi ternyata ada tekniknya. Malah ada beberapa teknik yang harus diikuti supaya lari kita bisa lebih nyaman dan lebih kuat. Mulai dari pemilihan sepatu lari, usahakan beli sepatu lari dengan satu nomor lebih besar dari ukuran kaki sebenarnya. Kemudian, sebelum lari harus carbo loading terlebih dahulu, sekitar 5-6 jam sebelum lari carbo loading itu makan secukupnya dan minum air putih yang banyak. “Setelah carbo loading kan tidur malam (kalau mau lari paginya) pas bangun pagi sebelum lari harus di­ usahakan pipis dan buang air besar, karena akan meringankan badan kita saat berlari. Jangan sarapan/ minum susu, hanya boleh minum air putih sedikit saja dan mulailah berlari dijamin lebih enak badannya saat lari,” pungkasnya. – Sri Ardhini

Ratih Dwi Permata

redaksitokoh@gmail.com, iklan.tokoh@gmail.com

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh


2

Ekspresso

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

GORO-GORO “ U m pama kita punya anak lagi sekarang, Bapak ingin dia jadi apa?” Amat terPutu Wijaya menung. “ Pe r t a n y a a n itu, mengingatkan aku pada bapak,” jawab Amat setelah bisa keluar dari lamunannya, “ Dulu orang tua kalau sudah menyusun cita-cita untuk anaknya, pilihannya hanya 3. Ingin anaknya jadi dokter, insinyur atau Mr. Sekarang sarjana hukum.” “Kalau Bapak sekarang?” “Aku ingin anak kita masuk Angkatan Bersenjata!” Bu Amat terkejut. “Kenapa?” “Ya, supaya ditanya lagi, kenapa?” Lalu Amat tertawa. “Begini, Bu, di sekitar hari Angkatan Bersenjata ini, kita wajib mengingat bahwa NKRI kita ini luas sekali, baik daratan, lautan mau-

pun udaranya, luaaaas. Sementara jumlah Angkatan Bersenjata kita belum memadai untuk menjaga wilayah seluas itu. Persenjataan kita pun agaknya sangat perlu ditingkatkan. Sementara minat untuk menjadi ABRI nampaknya kurang. Dulu waktu baru-baru dibuka AMN, publikasinya gencar masuk ke SMA. Banyak yang tertarik karena seragamnya keren banget. Cewek-cewek bangga punya pacar taruna. Tapi sekarang sudah berubah. Anak-anak muda lebih tergiur jadi artis, pengusaha, caleg dan pemain bola! Lama-lama kalau peminatnya tambah kurang, kita bisa-bisa akan terpaksa nyewa tentara bayaran!” Bu Amat tidak setuju. “Saya tidak mau anak kita dipaksa jadi tentara, karena alasan apa pun. Kecuali kalau anaknya sendiri yang suka berperang!” “Siapa yang memaksa?” “Lho dari cara Bapak bicara tadi! Kalau pada dasarnya anak kita tidak berbakat berperang, kalau dia

paradigma baru

jadi tentara hanya akan jadi tentara kelas kambing. Itu kan menghabiskan uang rakyat?! Tapi kalau memang di dalam batinnya berkobar semangat membela negara, disogok berapa miliar juga, dia tetap akan jadi militer, karena itu memang panggilan jiwanya!” Amat mengalah, lalu tersenyum. “Ya sudah, terserah ibu. Tapi kita kan tidak punya anak lagi, tidak usah berandai-andai. Sekarang sudah waktunya minum kopi, bapak dibuatkan kopi dulu!” Bu Amat ternyata masih ngotot. “Tapi Bapak harus ingat, cucu kita laki-laki. Ami dan suaminya kemaren ngomong nyeplos, ingin anaknya jadi militer kalau sudah besar. Katanya generasi sekarang memble dan kurang desiplin, jadi dia mau memaksa cucu kita nanti jadi tentara. Kita harus mencegah mulai sekarang, sebelum cucu kita mati tertembak!” “Bagaimana kalau anaknya send-

iri mau?” “Tidak! Jangan! Pokoknya tidak boleh! Eee, jangan-jangan itu usulan Bapak! Ya?!!” Waktu Ami bersama suami dan Kadek berkunjung, Amat langsung ngecek. Apa betul Ami dan suaminya bercita-cita anaknya harus jadi ABRI. Ami, malah ganti bertanya. “Bapak dengar itu dari siapa?” “Ibu kamu!” “Lho, ibu sendiri yang maunya begitu. Saya datang malah mau bertanya sama Bapak. Kenapa beliau mendesak kami supaya Kadek nanti diarahkan jadi tentara. Apa itu usulan Bapak?” Amat tercengang. Tapi mulai

mengerti, bahwa istrinya mempergunakan Ami untuk melawannya. Lalu ia tersenyum. “Begini Ami, negara kita kan luas sekali, Angkatan Bersenjata kita sedikit, jadi .., .” “Bapak keliru!” potong Ami yang tahu maksud bapaknya. “Bapak masih kuno! Jangan berpikir lebih banyak orang, lebih bagus. Salah! Lebih banyak orang biayanya juga lebih besar! Dan kalau tidak pinter mengaturnya mubazir. Peralatan makin canggih sekarang. Kalau kita pintar, sistemnya jalan, efisien dan mental pelaksananya pas, sedikit orang asal tepat dan terpilih, semua bisa diatasi! Bapak harus mengubah paradigma! Lihat pemerintah akan memensiunkan Pegawai Negeri yang sudah waktunya pensiun dan tidak menggantinya dengan pegawai baru! Ini era efesiensi dan kualitas, Pak!”

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

sehingga memunculkan kehidupan yang glamor dan masyarakat hedonis yang individualistis. Segala kemajuan dihitung dengan seberapa banyak harta yang dapat ditumpuk, tanpa peduli dengan masih banyaknya masyarakat kita yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini dilhat dari data BPS jumlah penduduk miskin per September 2015 di Indonesia 11, 13% setara dengan 28,51 juta orang. Jika dilihat lebih jauh selalu ada perbedaan kemiskinan yang lebih besar ada di perdesaan. Betapa penduduk miskin hanya berdasar kemampuan hidup minimal, tanpa dihitung pemenuhan sandang dan papannya. Meski penduduk miskin yang tinggal di perdesaan notabene adalah petani, namun sampai hari ini nilai pertumbuhan hasil pertaniannya justru masih sangat kecil. Betapa hitungan jutaan ton beras yang diajukan pemerintah, adalah wacana yang dikembangkan dalam setiap kampanye caloncalon pemimpin. Betapa mereka akan memperhatikan dan meningkatkan peran petani sebagai penunjang pembangunan nasional, tanpa begitu menjadi pemimpin, sektor pertanian kembali terlupakan dan terpinggirkan. Selanjutnya, jika kita korelasikan, masih tingginya angka kemiskinan dengan meningkatnya angka pengangguran sangatlah relevan. Karena, justru penduduk miskin yang menganggur baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka tinggal di desa dengan hasil pertanian yang tidak memadai. Angka pengangguran

I. G. A. Mas Seri Lestari P., S.H., M.Kn.

juga belum mengalami penurunan yang signifikan sampai saat ini. Meski pertumbuhan ekonomi berjalan cukup moderat, tingkat pengangguran tidak surut karena memang belum ada strategi yang baik dalam mengatasi masalah tersebut. Gemuruh pembangunan infrastruktur di kota-kota besar dengan tingkat penyerapan biaya yang besar tidak membawa dampak bagi kaum tani miskin di perdesaan, ini ironi. Dimanakah kaum muda kita? Berada di tengah persaingan global saat ini, hanya kerja keras dengan bekal pendidikan yang baik yang akan memperoleh pemimpin yang baik sebagaimana yang disampaikan penasehat senior pemerintah Singapura Lee Kuan Yu. Melalui pendidikanlah segala kemiskinan peningkatan daya saing SDM Indonesia dapat

Mari Lari

Dulu benci sekarang benar-benar cinta. Itulah perasa­an Melanie Putria Dewita Sari, Putri ­Indonesia 2002, yang telah lima tahun terakhir menekuni olah raga lari, khususnya nomor marathon. Bagi pemeran film ‘Ayat-ayat Cinta” olahraga yang murah meriah ini mendatangkan banyak manfaat bagi dirinya, bukan hanya dari segi fisik tapi juga batin.

“D

ditingkatkan. Dimanakah kamu pemuda kita? Ditengah arus kehidupan moralitas yang makin merosot, akankah semakin tergerus pada pusaran hidup instan dan pergaulan bebas yang mengancam kelangsungan hidup generasi kita. Hal ini tercermin dengan angka 50% penderita HIV/AIDS justru generasi muda kita. Dimanakah pemuda kita? Ketika segala upaya mengatasi kemiskinan dan kebodohan, korupsi, penyalahgunaan wewenang masih menjadi momok yang menghambat kemajuan peningkatan hidup bangsa Indonesia. Berdasar indikator itu saja dapat kita simpulkan betapa tantangan para pemuda dewasa ini dan kedepan sangat berat. Sebagai pemuda hendaklah mendidik diri dengan keras, tekun dan konsisten karena satu diantara kalian para pemuda, kelak akan menjadi pemimpin. Di sini diperlukan visi sebagai seorang pemimpin,sebagaimana ditulis Terry Eim dalam bukunya Be The Lander You Were Meant To Be, seorang pemimpin adalah seorang

yang mampu melihat lebih banyak daripada yang dilihat orang lain. Melihat lebih jauh daripada yang dilihat orang lain dan melihat sebelum yang lain melihat. Untuk itu, peran pemerintah, legislatif dan semua lapisan masyarakat bersama-sama memberi ruang gerak yang seluas-luasnya bagi pemuda untuk mengambil inisiatif berpartisipasi demi pembangunan bangsa. Ikut mengatasi kemiskinan dan kebodohan dengan aksi nyata. Menjadi enterpreneur /wirausahawan yang membuka lapangan kerja, sehingga mampu mengurangi tingkat pengangguran dan bukan menambah beban negara. Menyimak kondisi yang ada, kiranya dapat menjadi tantangan pemuda kita untuk mau mengisi diri dan memiliki visi seorang pemuda pemimpin. Selanjutnya dapat memutus lingkaran setan kemiskinan dan pengangguran dengan gerakan nyata, sebuah lompatan besar bagi perubahan bangsa. I. G. A. Mas Seri Lestari P., S.H., M.Kn. Pemerhati Sosial dan Politik

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksitokoh@gmail.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan.tokoh@gmail.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Olahraga Murah Banyak Manfaat ulu aku sangat tidak suka lari tapi setelah menekuni lari aku merasakan sesuatu yang berbeda. Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tapi yang pasti aku mendapat banyak manfaat

Langkah Pemuda di Simpang Jalan Selepas riuh rendahnya arus informasi yang diusung mahasiswa dan masyarakat gerakan pemuda belakangan ini makin mengendur. Derasnya arus globalisasi turut menggerus langkah idealisme pemuda. Ketika segala kemajuan diidentifikasi sebagai penguasan teknologi, kehidupan glamor dan hedoni serta nilai nasionalisme untuk membangun national character building merosot tajam. “Pemuda adalah harapan bangsa” jargon tersebut jelas masih sangat relevan sampai saat ini. Setelah Kebangkitan Nasional melewati ratusan tahun, harus dimaknai dengan kerja nyata bukan hanya sebatas jargon semata. Sebab dalam kondisi apapun pemuda harus menjadi avard gard (garis terdepan bangsa) demi kemajuan masyarakat dan negara. Dulu, tekad dan semangat pemuda kuat terpupuk dan berkembang sesuai dengan zamannya. Peran pemuda ketika itu sangat penting, bukankah bangsa ini dimerdekakan oleh kaum pemuda? Lantas bagaimana sekarang? Masihkah ada semangat pendobrak demi kemanfaatan masyarakat dan memperjuangkan aspirasi “ kawulo alit” dalam mencapai cita-cita kemerdekaan? Di tengah terjadinya dekadensi moral dan etika pemuda belakangan ini, peran pemuda untuk membentengi masyarakat masih jauh dari harapan. Bagaimanapun hal ini juga disebabkan gempuran kehidupan modern yang telah menuak ke relung-relung kehidupan masyarakat Indonesia,

Sudut Pandang

dari menekuni olah raga ini. Aku benar-benar menikmatinya. Semau terasa jauh lebih enak bukan hanya badan, tapi batin, pikiran positif. Teman bertambah banyak karena tergabung dengan komunitas penggemar lari,” ungkap Imel begitu wanita cantik ini akrab disapa. Karena merasakan benar-benar manfaatnya maka tak heran ia menjadi lebih fokus pada olah raga ini ketimbang olahraga lainnya. Keseriusan Imel dibuktikannya dengan bukan hanya menjadikan lari untuk kebugaran tubuh dan menyehatkan batin, tapi ia juga tak sungkan bertarung di ajang berbagai lomba, baik tingkat nasional maupun internasional. Tak tanggung-tanggung, sampai-sampai Imel pun ikut ambil bagian dalam kejuaraan marathon yang berlangsung di sejumlah

negara, seperti Singapura, Jepang, Amerika Serikat, dll. ‘Persentuhannya’ dengan lari berawal saat ia habis melahirkan anak pertamanya, Sheemar Rahman Puradireja, 2011. Badannya yang sebelumnya langsing langsung melar. Presenter acara ‘Healthy Life’ini mengaku sempat frustasi dan tidak ‘PD’ karena sulit mengembalikan berat badannya seperti semula, padahal yang sudah rajin nge-gym. “Badan aku menjadi melar. Aku sempat ke gym tapi di sana justru melihat banyak yang punya badan bagusbagus. Malah jadi sedih dan tidak ‘PD’, ” ucapnya. Sampai akhirnya lewat medsos ia melihat adanya komunitas penggemar lari‘Indo Runners’ yang telah memiliki jadwal kegiatan lari. Maka bergabunglah Melanie dengan komunitas tersebut. Walhasil, Imel yang mengaku dulunya kerap berolahraga di ruangan, merasakan sensasi yang berbeda ketika olahraga di luar ruangan. “Kalau di dalam ruangan tidak bisa terkena sinar matahari, tidak bisa melihat-lihat pemandangan. Sementara dengan berlari kita bukan hanya berolahraga tapi juga bisa memanjakan mata. Aku juga mendapat banyak teman baru dari komunitas. Jadi bagi aku berlari merupakan suatu kebahagiaan,” ungkapnya. Lebih dari itu, apa yang diharapkan Imel pun akhirnya terwujud, tubuhnya menjadi cepat langsing. “Berat badan aku cepat turun. Ya karena berlari

Born to Run

Olahraga lari memang paling banyak diminati. Selain murah meriah, manfaat kesehatan yang didapat cukup siginifikan. Menurut dr. I Putu Adiartha Griadhi, M.Fis., ada satu penelitian baru menyatakan, “born to run”, manusia hidup untuk berlari. “Mulai dari evolusi manusia sampai sekarang, manusia perlu berlari. Artinya, bagi mereka yang tidak cukup kuat muncullah berbagai penyakit. Ini mungkin juga seleksi alam bagi yang mempunyai gen bagus, dia yang bisa survive untuk melanjutkan hidup sebagai manusia. Sementara, bagi mereka yang hanya diam, merekalah terancam punah. Kembali kepada tujuan manusia dilahirkan yakni untuk aktif, salah satunya adalah berlari,” kata dosen Fisiologi Olahraga Fakultas Kedokteran Unud ini. Namun, tiap olahraga perlu dicek strategi poinnya. Begitu juga, lari. Olahraga lari akan melibatkan pergerakan otot, sendi, dan tulang dalam intensitas yang cukup besar. Tanpa melakukan pemanasan yang cukup, dapat mengakibatkan cedera otot dan cedera

sendi. Lari dalam kapasitas kompetisi, tentu memerlukan persiapan yang lebih matang, sangat berbeda dengan lari yang bersifat fun. Menurutnya, bagi yang sudah lansia dan memiliki berat badan berlebihan, sebaiknya menghindari lari karena dikhawatirkan mengganggu persendian lutut. “Lari ada dosisnya,” ucap dokter yang siap menerima konsultasi tentang olahraga lari ini. Lari termasuk aerobik yang memacu jantung sehingga sebelum melakukan olahraga lari, perlu mengukur denyut nadi. Dengan ketentuan 60%-70% dari denyut nadi maksimal. Denyut nadi maksimal dihitung dengan rumus 220 dikurangi umur. Contohnya, jika umur 20 tahun, denyut nadi maksimal 200. Artinya, dia harus berlari mencapai 60%-70% dari 200 yakni 120-140 untuk capaian yang efektif. Kalau masih berkisar 50% dari angka itu, artinya, belum efektif. Sekarang ini sudah ada aplikasi untuk menghitung agar bisa berlari efektif. Ia menyarankan, lari perlu dilatih. Namun, sering terjadi saat latihan sendiri,

membakar semuanya, aku merasa menjadi lebih sehat, pikiran positif dan lebih bahagia,” kata Imel yang sejak dahulu memang sangat menyukai olahraga. Tapi ia tidak ingin sendirian menikmati berbagai manfaat yang didapatnya dari olah raga ini. Ia pun menularkannya pada suaminya, Angga Puradireja dan juga anaknya Sheemar yang kini berusia lima tahun. Ia pun mengajak keduanya untuk ikut terlibat dalam olah raga yang ditekuninya itu. “Aku mengajari suami dan anak tentang betapa pentingnya berolahraga, bagaimana menjadikan olahraga sebagai sebuah rutinitas,” ungkap wanita kelahiran Jakarta 1982 ini. Bahkan Sheemar anaknya telah dikenalkan dengan olahraga ini sejak usia tiga tahun dan ia menyukainya. Sheemar, kata Imel lagi, telah diikutkan kejuaraan lari dan menang. “Sheemar sudah mengantongi lima medali lomba lari. Dia sudah bisa lari sejauh 3000 meter di umur lima tahun. Aku dan suami tentunya bangga,” kata Imel sumringah. “Itu memang bukan kejuaraan prestasi ya. Tapi paling tidak dia (Sheemar) sudah tahu untuk bisa menamatkan atau menyelesaikan sebuah lomba lari, dia harus melawan diri sendiri. Dia nggak cepat menyerah, nggak cengeng. Justru seperti ingin menunjukkan ke aku, ke mama-papanya bahwa ‘Aku harus bisa nih sampai ke finish line.’ Jadi finish line lah yang menjadi target dia. Itu sama

kita cenderung mengabaikan pemanasan dan berusaha memaksa diri. Apalagi, saat akan berkompetisi. “Latihan harus terprogram saat akan kompetisi. Waktu 4-6 minggu jadwal latihan. 3-4 kali dalam seminggu dengan jarak tempuh, pelanpelan dosisnya ditingkatkan,” kata dr. I Putu Adiartha Griadhi. Selain itu, yang sering dilupakan adalah minum air putih. Kebanyakan saat berlari, kita tidak peduli dengan dehidrasi. “Jika akan berkompetisi, malam hari H-1 harus minum 1,5 liter air. Satu jam sebelum lari tidak boleh makan. Waktu yang tepat 4 jam sebelum lari harus makan,” sarannya. Biasanya, dalam setiap kompetisi, tiap 30 menit ada tempat-tempat untuk minum. Malah, kalau eventnya panjang, tiap 15 menit harus minum minimal 200 cc. Namun, tempat minum, sering dilewati peserta karena merasa masih mampu. Ia mengatakan, dehidrasi dalam satu event tidak akan menunjukkan gejala yang membahayakan. Namun, secara komulatif, akan mengganggu fungsi ginjal. Idealnya, sesudah lari dr. I dan sebelum lari kita men-

Melanie Putria Dewita Sari

dengan pelajaran hidup yang dia akan dapat bahwa kalau kita sudah memulai sesuatu harus bisa menyelesaikannya dengan baik,” ucap Melanie. Menurutnya mengajari anaknya berlari tidak perlu harus dengan tekanan fisik, cukup—pada awalnya—dengan cara bermain. Yang penting, Sheemar membiasakan diri dengan olahraga itu. “Jadi dia merasakan terengah-engah, tergopoh-gopoh, dan itu nggak gampang lho. Kita saja orang dewasa kesulitan apalagi anakanak,” kata Melanie sembari menambahkan, tapi dengan rutin berlatih maka akan menjadi terbiasa. “Aku rutin lari bersama Sheemar seminggu dua kali, itu pun hanya keliling kompleks,” katanya. –Diana Runtu

imbang berat badan. Satu penelitian pernah ia lakukan, saat seorang pelari dengan jarak tempuh 5 kilometer, berat badannya turun sebesar 500 gram. Idealnya juga, ada asupan karbohidrat sebesar 60 gram tiap 30-60 menit. Karbohidrat itu bisa berupa gula, jelly atau yang lainnya. Setelah lari ada juga waktu r e c o v e r y, y a k n i mengembalikan cairan dan karbohidrat yang keluar saat berlari. –Wirati Astiti

Putu Adiartha Griadhi, M.Fis.


22

Sosialita

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Sekolah Jelek Minta Peralatan Canggih Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terbilang cukup tinggi, bahkan kementerian ini termasuk salah satu dari sepuluh kementerian yang mendapat anggaran APBN terbesar. Meski baru-baru ini anggaran kementerian tersebut termasuk yang diturunkan karena pemerintah tengah melakukan penghematan, tapi tetap saja lebih besar anggarannya dibanding kementerian lainnya. Karena itu banyak orang yang kaget ketika Presiden Joko Widodo baru-baru ini melontarkan pernyataan bahwa banyak ruang kelas di Indonesia yang kondisinya memprihatinkan.

Basuki Tjahja Purnama

“S

aya mendapat informasi dari 1,8 juta ruang kelas, hanya 466.000 ruangan yang berada dalam kondisi baik,” ucap Jokowi. Dari 212.000 sekolah, ada 100.000 sekolah yang belum memiliki anggaran untuk perawatan pendidikan. Padahal anggaran pendidikan pada APBN terus meningkat. Ucapan Jokowi memang tidak mengada-ngada karena memang faktanya meski anggaran pendidikan saat ini relatif ‘gemuk’ namun sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan tetap saja banyak, dan itu terjadi sejak dulu. Dulu ketika anggaran pendidikan belum sebanyak sekarang, mungkin orang bisa maklum. Tapi sekarang dengan anggaran yang tinggi, kenapa kondisi tidak jauh berubah. Dalam APBN 2016, anggaran Kemendikbud ditetapkan sekitar Rp 49,2 triliun. Namun pada APBNP 2016, jumlah itu turun menjadi Rp 42,2 triliun. Penurunan anggaran itu bukan hanya terjadi di Kemendikbud tapi seluruh Kementerian/Lembaga karena pemerintah melakukan langkah penghematan. Bahkan untuk tahun 2017 pun, pagu indikatif untuk pendidikan sekitar Rp 38 triliun.

Kembali ke masalah kondisi sekolah-sekolah yang memprihatinkan. Tak perlu menengok ke daerah, di Jakarta saja yang notabene Ibukota Negara, yang katanya segala sesuatu serba ‘wah’ dibanding di daerah, kondisi sekolah-sekolahnya bikin banyak warga DKI Jakarta ‘mengurut dada’. Sampai sekarang masih banyak siswasiswa di Jakarta yang bersekolah di bangunan-bangunan ‘yang mengerikan’ alias rusak parah. Data menyebutkan, ada 47% sekolah di Jakarta rusak. Gara-gara masalah ini pun Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau akrab disapa Ahok, kadang menjadi ‘sasaran tembak’ pihak-pihak yang rajin mengkritisinya. Menurut Ahok, bukannya dia tidak ingin memperbaiki sekolahsekolah rusak itu, namun ia sengaja menghentikan proyek rehabilitasi sekolah yang sedianya dilaksanakan tahun lalu, lantaran setelah diteliti banyaknya mark-up. Sayangnya, terhentinya proyek rehabilitasi itu membuat kegiatan belajar-mengajar sebagian sekolah jadi terganggu. Malah ada sebuah sekolah yang sudah terlanjur dirobohkan karena akan dibangun ulang, gagal direhab. Walhasil, mu-

Salah satu potret sekolah rusak di Jakarta

rid sekolah terpaksa harus numpang ke sekolah lain untuk waktu yang lebih lama. Persoalannya sekolah yang dipakai menampung siswa lain, juga tidak seberapa besar. “Mereka ditampung di sekolah ini karena sekolahnya sudah dihancurkan. Murid disini jadi ‘berjubel’. Mereka belajar di sini sambil menunggu sekolah mereka dibangun kembali. Sesak sekali. Karena sekolah ini pun kecil, lapangannya juga sempit,” ungkap seorang petugas sekolah tentang sekolahnya yang terpaksa menampung siswa SDN 04/08 Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang gedungnya sudah roboh. Padahal kalau mau dilihat lokasi sekolah rusak SDN 04/08 Kebon Sirih itu berada di pusat kota, yang tak jauh dari Pemda DKI Jakarta. Hal yang sama juga terjadi di SDN Kramat Jati, Jakarta Timur. Sekolah ini terancam tertunda rehabnya, padahal sekolah sudah terlanjur dirobohkan. Kegiatan belajar-mengajar dialihkan ke sekolah lain dan itu sudah berlangsung lama yakni tiga tahun. Karenanya kabar tentang kemungkinan tertundanya rehab bangunan sekolahnya memprihatinkan para guru juga orangtua murid.

tkh/ist

Selain sudah terlalu lama para murid mengungsi ke tempat lain, juga jarak tempuh sekolah pun menjadi semakin jauh karena sekolah tempat mereka mengungsi memang letaknya cukup jauh dibanding sekolah mereka dulu. Ditambah lagi, murid-murid ini terpaksa bersekolah di sore hari. “Orangtua murid kadang menanyakan kapan mulai rehab, kami tak tahu bagaimana menjawabnya. Paling yang bisa dilakukan hanyalah menenangkan para orangtua murid dan meminta mereka untuk bersabar. Kami sangat berharap rehab bisa berjalan segera,” ungkap Kepala Sekolah SDN Kramat Jati, Yoyo. Itu hanya sedikit gambaran betapa ‘mengerikannya’ bangunan-bangunan sekolah di Jakarta, khususnya SD negeri. Karena faktanya ada banyak sekolah reyot di Jakarta yang perlu segera ditangani. Sebenarnya, Gubernur DKI Jakarta sudah sempat memerintahkan agar Disdik melakukan penelusuran dan segera memperbaiki gedunggedung sekolah yang rusak. Namun, muncul kabar dari Balaikota bahwa rencana rehabilitasi sebagian sekolah yang rusak bakal ditunda lagi lantaran tercium (masih) adanya ‘permainan’ yang dilakukan kontraktor dengan oknum di Pemda DKI. Itu artinya, proyek rehab kembali ditunda. Sedianya, tahun ini ada 83 sekolah yang masuk dalam proyek rehab, namun 45 di antaranya ditunda. Lalu bagaimana jika sekolah itu memang sudah harus diperbaiki alias tidak dapat ditunda perbaikannya? Menurut Ahok, tetap saja pihaknya menunggu lelang berjalan. “Tapi kalau sampai lelang itu nggak bener, lelangnya gagal lagi. Karena, misalnya, kontraktor yang menang, tidak benar. Kita nggak mau kontraktor abal-abal. Makanya sekarang kita seleksi betul,” tegas Ahok di Balaikota. “Saat ini kami dengan Biro Hukum Pemda sedang mengkonsultasikan masalah tersebut,” tambahnya. Berdasarkan data, sejumlah proyek rehabilitasi bangunan sekolah akan memasuki proses lelang. Di antaranya adalah di Jakarta Barat senilai Rp 185 miliar, Jakarta Utara Rp 236,7 miliar dan Paket 3 di Jakarta Timur senilai Rp 240,5 miliar. Memang belum semua sekolah dari data 47% yang rusak itu,

Saat ini, di era globalisasi memang tidak dapat dimungkiri, generasi muda yang memiliki daya saing,yakni keberanian dan kemampuan untuk bersaing dengan kapasitas yang unggul yang bisa sukses.

F

akultas Hukum (FH) Undiknas Denpasar, sebagai salah satu tempat menggali ilmu berhasil membuktikannya. FH Undiknas bukan saja menjadi pilihan favorit calon mahasiswa, tapi lebih lagi berhasil memberi ruang para mahasiswa untuk terus berprestasi dengan mengasah dan mengembangkan seluruh kemam-

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Tuai Prestasi Tingkat Nasional FH Undiknas makin Berkibar

3

galahkan Universitas Padjajaran yang menduduki Harapan 1 dan Universitas Gadjah Mada di posisi Harapan 2. Masih di kesempatan yang sama, Pipin juga menyandang Top 10 Best Speaker seIndonesia di urutan ke 5. Senada dengan Pipin, begitu pula Charles S. Mouw, kelahiran Larat (Maluku), 22 Oktober 1995, yang sama menyukai dunia debat. Baginya debat bukan sekadar kompetisi untuk juara tapi sebagai wadah meningkatkan kemampuan komunikasi serta ikut berkontribusi pemikiran terhadap permasalahan yang terjadi baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. Dan, pada saat timnya memenangkan debat tingkat nasional di Universitas Airlangga, Surabaya, Charles juga berhasil sebagai Top 10 Best Speaker se-Indonesia, dan berada di posisi ke 4. Prestasi lainnya juga berhasil ditorehkan Artha Dermawan Mcklay, kelahiran Denpasar, 7 Mei 1998. Ia

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Adrianto

bakal direhab tahun ini. Yang dipilih untuk perbaikan tahun ini adalah sekolah-sekolah yang dalam prioritas mendesak. Pemda DKI Jakarta menjanjikan pada 2017 mendatang semua sekolah di Jakarta seluruhnya akan diperbaiki atau bisa disebut 2017 Jakarta bebas sekolah negeri rusak. Ahok sempat menyebut proyek rehabilitasi tahun lalu batal karena mark-up yang gila-gilaan dan dia tak ingin masalah semacam itu terulang lagi. Karena itu sekarang Pemda DKI Jakarta sangat hati-hati. Bayangkan saja, ucap Ahok dengan nada tinggi, masak biaya rehab sekolah Rp 20-30 miliar. “Waktu saya baca, langsung saya coret. Masak biaya rehab semahal itu? Rehab Rp 20-30 miliar, mahal banget?! Jadi saya coret,” tegasnya. Ahok bertambah kesal, karena menurutnya, ada sekolah jelek tapi menganggarkan memiliki peralatan serba canggih seperti komputer, uninteruruptable power supply (UPS), perlengkapan fitness, scaner dan lain-lain. “Bayangin ada sekolah jelek tapi anggarkan beli scanner Rp 3,8 miliar, beli elektronik sistem manajemen Rp 5 miliar, beli UPS Rp 6 miliar, peralatan fitness sampai Rp 2 miliar, itu apaan??? Apa nggak gila mereka?” kata Ahok jengkel. Menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sophan Ariyanto, fisik bangunan sekolah yang tidak layak pakai di Jakarta, bukan hanya bangunan SD tapi juga SMP dan SMA. Dari 1.708 bangunan, yang layak hanya 885 bangunan, sisanya harus direhab mulai dari tingkatan sedang, berat bahkan harus bangun ulang. Dia berharap rehab bisa segera dilaksanakan karena tahun 2017 mendatang, Pemda DKI Jakarta mencanangkan tidak ada lagi sekolah yang rusak di Jakarta. “Banyak hal ingin kita capai, bukan hanya memperbaiki sekolah yang rusak, tapi juga meningkatkan mutu pendidikan, kompetensi guru, dll,” ucapnya. –Diana Runtu

Dari kiri: Charles (FH), Pipin (FH), dan Agus (FE)

puan secara seimbang. Tidak keliru jika di Bali, FH Undiknas semakin berkibar. Apalagi belum lama ini mahasiswa FH berhasil meraih prestasi di ajang kompetisi tingkat nasional. Seperti sosok Pipin Carolina BR Barus, mahasiswi FH Undiknas, kelahiran Denpasar 23 Mei 1997 ini, menyukai tantangan, dengan mengikuti event yang Bergengsi. Sejak SMA ia sudah gemar aktivitas debat, speech contest, dan olah vokal. Menurut Pipin, mengikuti kompetisi, yang utama diperoleh adalah pengalaman dan teman baru. Namun, yang lebih penting saat Pipin berhasil meraih kemenangan , selain menjadi amunisi baru dalam dirinya untuk terus berprestasi juga memicu serta memotivasi semangat anak muda seusianya terutama di lingkungan kampusnya. Bicara prestasi tak tanggung-tanggung, di awal semester 3, ia berhasil meraih juara 3 Lomba Pidato Konstitusi se-Bali, NTT, dan NTB yang dilaksanakan Mahkamah Konstitusi RI bekerjasama dengan FH Udayana di awal September 2016. Istimewanya pula meski menjadi peserta termuda, tidak mematahkan semangat Pipin dalam mengikuti kompetisi tingkat regional . Bahkan, tidak berselang satu bulan Pipin kembali menyumbangkan prestasi barunya bagi FH Undiknas. Selanjutnya dengan bangga pada 2 Oktober 2016, Pipin bersama timnya “Lucky Debate Team” yaitu Agus Made Krisnan Ferdiana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undiknas , dan Charles S. Mouw dari FH Undiknas membawa piala Juara 2 pada kompetisi debat seIndonesia yang diadakan oleh Universitas Airlangga dalam Airlangga Debate Competition (AADC 2). Di saat itu juga tim debat Undiknas berhasil men-

berhasil meraih Juara II dalam Kompetisi Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Konstitusi yang diadakan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang bekerjasama dengan Universitas Udayana. Artha menyuguhkan karya tulis dengan judul “The Actualization The Freedom of Pers and The Practice of Constitutional Value by Indonesian Citizens and The Constituional High Court Republic of Indonesia”. Berkat prestasi tersebut, dalam kegiatan Organisasi Public Speaking di Undiknas, belum lama ini, Artha didaulat sebagai Delegasi Republik

Indonesia dalam Program Pertukaran Pemuda di Hongkong University, dan mewakili Indonesia dalam kegiatan Cultural Heritage Exchange di Leiden University, Belanda. Menurut Dekan Fakultas Hukum Undiknas Denpasar Dr. AA Ayu Sri Rahayu Gorda, S.H., M.H, tiap saat tim pengelola mencoba secara kuantitas maupun kualitas semakin meningkat. Caranya, tiap ada undangann lomba atau kompetisi berusaha untuk mengikuti. “Apakah hasilnya memang atau kalah, tapi kami sudah memberikan ruang untuk mendapatkan pengalaman bagi mahasiwa dan satu hal yang pasti

mereka semakin pintar dan cerdas,” ujarnya. Selain itu dengan mengikuti kompetisi, mahasiswa yang juga merupakan calon-calon pemimpin masa depan akan melakukan percepatan alias akselerasi untuk meningkatkan kompetensi diri, baik itu keilmuan maupun kemampuan bahasa asingnya. Ketika wawasan bertambah dan jiwa petarungnya ada, maka ini menjadi modal utama jika kelak terjun ke masyrakat. “Kami FH Undiknas masih harus terus berbenah dan terus belajar untuk bisa makin survive dalam dunia pendidikan,” pungkasnya. - ard

Aktivitas Mengisi Diri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Hukum (FH) Undiknas Denpasar yang merupakan organisasi mahasiswa dibawah naungan FH Undiknas pun tak pernah sepi kegiatan. Menurut Ida Ayu Ita Utari, Wakil Gubernur BEM-FH UndiknasD enpasar,selama ini, kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan upaya peningkatan kegiatan mutu akademik dan nonakademik. Seperti telah dilak-

sanakan kegiatan bertajuk “Creative Project” pada l 3 Juni 2016. Diawali Seminar Regional dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Mencegah dan Memberantas Penyalahgunaan Narkoba demi Terciptanya Kebangkitan Bangsa”, dan dihadiri 300 peserta dengan narasumber dari pihak BNN-Prov.Bali. Selain itu Creative Project juga dilengkapi berbagai lomba, seperti Speech Competition dan Lomba Pidato Bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK Se- Bali pada 7 Juni 2016. Diharapkannya, acara “Creative Project” mampu mewadahi dan memberikan penghargaan bagi prestasi yang dimiliki generasi muda. Selain itu juga untuk mempromosikan dan memperkenalkan Fakultas Hukum Undiknas Denpasar ke masyarakat luas. Selanjutnya pada Oktober ini BEM-FH Undiknas Denpasar juga akan menggelar “Law Competition #2” yang di rangkaikan dengan acara “Youth Action Festival (YAFEST) pada 29 Oktober 2016 . Pada program ini BEM FH Undikans menggandeng dua organisasi mahasiswa lainnya yakni; Unit Kegiatan Mahasiswa Kewirausahaan dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen. Untuk acara Law Competition terdapat 4 kategori lomba, yakni * 3on3 Basketball Competition pada : 17-21 Oktober 2016

* Modern Dance Competition pada : 22 Oktober 2016 * Lomba Cerdas Cermat Berkonstitusi pada : 7 Oktober 2016 * Lomba Fashion Modifikasi Endek pada : 22 Oktober 2016 Pendaftaran telah dibuka sejak 19 September -10 Oktober 2016 di Undiknas Denpasar (Cp. Gek Ita Hp 0812 363 56417) “Semoga kegiatan kerjasama ini bisa meningkatkan solidaritas kami di BEM-FH dengan organisasi mahasiswa lainnya di lingkungan Undiknas, agar dapat terus menghasilkan acara yang lebih inovatif dan kreatif di tahun berikutnya,” ujar Ita. -ard


4

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Indriyaningsih

Inspirasi

Peka Bidik Peluang Bisnis

Menjadi wirausaha tentu memerlukan kepekaan yang cukup mempuni. Peka terhadap peluang-peluang yang ada. Peluang tersebut nantinya adalah modal utama untuk mengembangkan bisnis. Tidak saja itu, bisnis yang dijalankan sebaiknya melihat pula target market yang dicapai. Terbukti kini makin marak usaha-usaha rakyat dari mikro sampai makro yang terus berkembang. Hal tersebut membuat Ni L.P Indriyaningsih (49) menyadari bahwa peluang bisni masih terbuka luas di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan.

B

erawal kejutan dari sang suami, GW. Ekaputra Jati, Indriya memberanikan diri mengelola bisnis kuliner. Bisnis yang digeluti Indriyani dan suaminya tergolong bisnis kuliner yang diminati terutama di Tabanan. Setelah survei dan melakukan banyak pertimbangan, maka bisnis kuliner dengan konsep franchise menjadi pilihan tepat. Baginya, konsep francais masih cukup mempuni untuk dikembangkan dan keuntungan yang didapat tak kalah baik. “Ketika itu, suami saya memberikan saya kejutan. Saya pun kaget karena saya pikir francais untuk mendapat laba sangat sulit. Namun, setelah diskusi dan

memahami bisnis ini, saya pun setuju,” tutur perempuan kelahiran 26 November 1967. Keputusan yang sudah disepakati itu, mengantarkan Indriya menekuni bisnis kuliner franchise C’Bezt Friedchiken, Tabanan. Usaha yang berjalan dari 23 Agustus 2014 itu memiliki banyak cerita yang menarik. Salah satunya minat masyarakat Tabanan terhadap menu-menu yang ditawarkan C’Bezt. Banyak anak muda dan masyarakat sekitar membeli menu ayam paket 1 atau 2. Tentu konsep paket yang ditawarkan C’Bezt sama seperti restoran cepat saja yang lain. Namun, harga yang cukup bersahabat menjadikan usaha ini kian mendapat respon baik. Tahun pertama bisnis itu dibuka, keuntungan yang diraih cukup besar. Hingga Indriya mampu membuka 2 cabang, di Tabanan dan di Jimbaran pada 28 Februari 2015. Baginya, selama masih bisa dan masih diberi waktu untuk berusaha, maanfaatkan dengan baik. Tidak serta merta keuntungan, namun bisnis seperti ini lebih sederhana, terjaga kualitasnya, dan lezat nikmat. Omset yang diraih cukup untuk membiayai karyawan yang berjumlah lebih dari 20 orang, menambah armada transportasi, turut berpatisipasi kegiatan desa, ataupun sekolah. Bisa dikatakan berhasil, karena diusia yang masih muda usaha ini mendatangkan berkah. Diakui Indriya, bahwa keberhasilan ini tidak serta merta diraih. Perlu ada pengalaman. Sempat juga mengecap pahit getir terkena tipu, rugi, utang menumpuk, dan gulung tikar. Semua itu harus pula hadir agar mampu belajar menjadi yang lebih baik. “Saya ingat dulu,

kami pernah jual ayam, jual pernak-pernik bingkai foto, sempat juga buka warung makan, namun gagal. Berkali-kali kami gagal dan tidak membuahkan hasil,” tutur pemilik hobi jalan-jalan itu. Tidak nikmat rasanya kalau belum pernah gagal. Kegagalan yang bertubi-tubi itu lantas menjadi motivasi baginya. Waktu yang tersedia sangat dimanfaatkan untuk terus berpikir tentang peluang. Peluang bisnis yang tidak ribet, bagus, dan menarik tentu yang dicari. “Kami mengambil pilihan pada bisnis ini karena kami sudah melihat prospek kedepan yang baik. Konsep yang mereka tawarkan tentang laba dan sistem kerja juga tidak ruwet. Kami pun belum pernah melihat sebelumnya di Tabanan ada bisnis makanan siap saji. Maka dari itu, kami berani mengelola ini.” Indrya mengaku bahwa restoran siap saji seperti ini harus pandai-pandai membidik peluang. “Pertama, saya lihat dulu selera pasar khususnya masyarakat Tabanan saat ini. Kemudian, saya tinjau lokasi yang strategis seperti dekat sekolah, kantor, dan peru-

mengelola bisnis franchise, Indriya mengaku kendala pada komunikasi, stok, dan karyawan. Komunikasi kepada pihak owner yang berkebangsaan Cina tentu snagat sulit, diperlukan penerjemah yang fasih memahami istilah-istilah bisnis. Sempat Indriya mengaku bingung karena harus gontaganti penerjemah. Selain itu, stok yang ada terbatas. Tingginya

mahan. Tidak hanya itu, saya pun juga melihat celah peluang yang dapat dikembangkan,” tuturnya. Tentu tidak saja makanan siap saji yang ditawarkan. Indriya juga berinovasi dengan es krim. “Kebetulan banyak konsumen anakanak. Selain itu, C’Bezt belum ada produk es krim. Jadi saya gunakan celah itu untuk menambah pendapatan. Saya bekerja sama dengan e skim AICE. Pemilik es krim tersebut orang Cina. Saya pun menjadi distributor es krim AICE untuk wilayah Tabanan,” tukas ibu dari G.P. Rizkynindra Sukma Jati dan Ni Made Karinadevi Permata Jati. Ketika ditanya tentang duka

minat masyarakat tidak dibarengi dengan persediaan stok. Stok barang terkadang harus menunggu sampai barang dari pusat datang. Keadaan karyawan juga menjadi faktor kendala. Menurutnya tidak mudah memiliki karyawan. Harus pandai-pandai mengarahkan dan memberi penghargaan kepada karyawan agar mereka selalu melayani pelanggan dengan baik. Keresahan dan gelisah yang kerap menghampiri pengusaha perempuan terutama ibu-ibu juga dialami Indrya. Tidak saja harus mengurus karyawan, rapat dengan owner, mengurus toko, tetapi dia juga sadar peran utama sebagai

Mandalika

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

21

FLM Pertunjukkan Rajawali “Sejarah biarkan saja menjadi sejarah. Jangan dirubah, jangan direnovasi, dipugar atau dimanfaatkan untuk keperluan lain. Biarkan saja sejarah tetap bagai bianglala peristiwa, prisma berwarna Newton, supaya jadi cermin putih yang menampilkan bayangan semua orang dengan jujur tak memihak. Paparkan saja sejarah seadanya. Biarkan pahit tetap pahit, manis terus manis, lepas saja apa adanya. Tak perlu dikomentari, jangan dipandu dengan interpretasi. Sejarah bukan orang jompo, bukan orang stroke, bukan tunanetra yang harus dibantu perawat. Sejarah akan bergerak menurut kodratnya sendiri. Tak perlu ditata dulu jadi puisi supaya menggigit. Atau dibalut pesan moral supaya beriman. Karena itu bukan nantinya mencuci tapi melumpuhkan saraf.”

P

etikan cerpen Sejarah karya Putu Wijaya tersebut diungkap Kongso Sukoco dalam pertunjukan bertajuk Rajawali yang digelar di Gedung Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Jumat malam

istri, ibu, dan menantu. “Saya harus pandai-pandai mengatur waktu. Saya bangun saat orang lain tidur. Saya tidur ketika orang lain beraktivitas. Begitulah kegiatan saya sehari-hari. Pukul 4 pagi saya bangun mengantar es krim ke cabang-cabang di Tabanan. Usai itu, saya kembali ke rumah mengurus rumah dan merawat mertua saya yang sedang sakit. Saya pun harus melihat situasi anak yang sedang kerja dan kuliah di luar Bali. Jika sudah malam, saya harus ke toko untuk mengecek pemasukan dan menutup toko. Kadang, jika masih ada waktu saya mengantar es krim malam hari. Saya mengantar es krim ketika suhu di jalan tidak panas. Jadi kalau tidak subuh, ya malam,” kenangnya. Keyakinan untuk berusaha, tidak patah semangat, berani mengambil risiko adalah moto hidup Indriya. Bagi dirinya, usaha tidak akan pernah mengkhinati hasil. Kini keberhasilan ini tidak pula dirayakan dengan berlebihan. Indriya bersama keluarga, kerap nangkil ke pura-pura setiap purnama atau tilem untuk mengaturkan terima kasih kepada pencipta atas segala anugrah dan rezeki. “Tidak boleh menyerah. Pantang menyerah sebelum mencoba. Walau perempuan tidak berarti saya tidak bisa menjadi pengusaha. Tidak pula saya meninggalkan kewajiban saya sebagai ibu. Saya mengusahakan semaksimal mungkin untuk menjadi yang lebih baik. Bisnis ini saya jalani otodidak. Saya tidak memiliki keterampilan bisnis. Background saya juga bukan bisnis. Saya hanya belajar dari pengalaman,” jawabnya ketika ditanya peran perempuan pengusaha saat ini. -Wulan

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

(7/10). Pertunjukan yang digelar oleh Forum Literasi Mataram (FLM) yang bekerja sama dengan Organic Mind tersebut, merupakan refleksi budaya yang ditampilkan lewat fragmentasi teater tersebut dilakukan untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Ok-

Iin Indraswati (kiri)

Saepullah Sapturi dalam pertunjukan Rajawali

Fragmentasi teater bertajuk Rajawali

tober tahun ini, 2016. “Peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan peristiwa budaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini,” ungkap Kongso Sukoco, sutradara pertunjukan ini. Menurutnya, konflik-konflik yang terjadi selama ini, baik itu konflik politik, konflik “kiri” dan “kanan” yang dapat menjadi ancaman kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara yang semestinya harus diselesaikan dan tidak menjadi pertentangan secara turun temurun. “Kesaktian Pancasila bukan sekedar kita bicara soal politik tetapi juga soal kebudayaan, yakni soal jiwa dan kepribadian bangsa ini,” ungkapnya usai pertunjukan berlangsung. Refleksi budaya semacam ini dinilai penting dalam sebuah proses pembelajaran untuk membangun pemahaman-pemahaman baru yang kritis, termasuk pada peristiwa-peristiwa sejarah. “Pancasila menyadarkan akan pentingnya keragaman tentang mayoritas dan minoritas yang tidak semestinya menjadi pertentangan melainkan seharusnya dapat bersinergi dalam kekuatan yang menyatukan bangsa ini,” ujarnya.

Fathul Indriana (kiri)

Dr. H. Rosiyadi Sayuti, Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan juga penggagas Forum Literasi Mataram yang turut hadir menyaksikan pertunjukan ini mengatakan bahwa Pancasila yang digagas dan diformulasikan dalam lima sila yang menjadi harapan para pendiri bangsa ini merupakan formulasi dari nilai yang tumbuh dan berkembang dalam akar budaya Indonesia. “Pancasila menjadi kristalisasi dari berbagai nilai yang tumbuh subur dalam masyarakat Indonesia sehingga dapat diterima menjadi dasar Negara. Ada timeline sejarah

Kongso Sukoco (kanan) dan Mantra Ardana

dengan seluk-beluknya yang tidak bisa kita lupakan sehingga menjadi tonggak dari sebuah proses kenegaraan,” katanya. Penampilan Kongso Sukoco yang didukung Sepullah Sapturi, -keduanya adalah aktor dan sutradara kawakan di Mataram, terbilang “mengejutkan” panggung teater Mataram hari ini. Sudah cukup lama keduanya tidak naik panggung. Dan pada pertunjukan bertajuk Rajawali ini kedua aktor tersebut menunjukkan kekuatannya masing-masing. Demikian juga dengan tampilnya dua aktris yang memiliki karakter akting yang mumpuni, Fathul Indriana dan Iin Indraswati, semakin mengentalkan fragmentasi sejarah tersebut. Tampilnya Mantra Ardhana, perupa dengan segudang karya, termasuk karya seni imaji digital dengan menekuni teknologi audio visual ini semakin memperkuat “napas” pertunjukan tersebut. Dalam sebuah layar lebar yang menampilkan bola dunia juga “kisah sebuah bibir” yang menjadi background selama pertunjukan berlangsung, menjadikan Rajawali sebagai pertunjukan dengan warna tersendiri. Pertunjukan ini juga didukung oleh Roni Este, mantan wartawan yang juga menggeluti bidang visual art. -Naniek I. Taufan


20

Nine

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Inspirasi

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

5

Lari dengan Filosofi Tri Hita Karana Olah Biji-bijian Jadi Cookies Khas Lombok Sayuk Wibawati

Berawal dari coba-coba yang dimulai dari hal yang paling kecil dan paling dekat dengan dirinya, Sayuk Wibawati akhirnya sukses menemukan jalan menjadikan produksi biji-bijian yang melimpah dari hasil pertanian Nusa Tenggara Barat sebagai cookies dan menjadi salah satu pilihan oleh-oleh khas Lombok. Sayuk berhasil menyajikan kue kering dengan konsep yang berbeda dan unik. Sebagai seorang perempuan yang sebelumnya adalah ibu rumah tangga yang setiap waktunya disibukkan untuk mengurus anak dan keluarga, Sayuk menjadi berbeda ketika kreativitas dalam dirinya ia eksplorasi dengan maksimal.

R

umah dan bahkan garasi rumahnya yang terletak di kawasan Gomong Mataram, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan perintisan usaha kue kering dari biji-bijian yang telah dimulainya sejak tahun 2012. Kini di garasi yang tidak luas itu, Sayuk menata dan mendisplay ratusan kotak kue kering khas Lombok yang diproduksinya. Garasi yang ditatanya dengan begitu apik itu menawarkan kenyamanan tersendiri bagi

pengunjung. Sayuk bukanlah seorang desainer interior. Bukan pula ahli masak atau membuat kue yang ilmunya didapat dari sekolah khusus, melainkan semua keahlian tersebut ia dapatkan secara otodidak yang berangkat dari keinginan yang kuat untuk awalnya menyajikan camilan sehat dan bergizi bagi ketiga buah hatinya. “Saya ingin menyajikan camilan sehat dan bergizi untuk anakanak, itu awalnya,” ujar ibunda dari Anita, Anisa dan Atala ini. Di

Sayuk Wibawati

Produksi awal membuat kue kering dari biji-bijian ini hanya sebatas dijual di kalangan terbatas, pada pertemuan ibu-ibu seperti arisan atau pun kumpul-kumpul biasa. “Lama-lama pesanan menjadi banyak,” kata Sayuk. Peluang ini dibaca dengan baik oleh Sayuk yang terus berpikir tidak hanya pada soal rasa dan bentuk kue kering melainkan juga kemasannya. Dari sana, Sayuk memulai mengemas kue keringnya menggunakan kertas nasi sederhana yang ia print out di rumahnya. “Saya harus memotong kertas tersebut satu-satu, betapa beratnya membuat begitu banyak kemasan karena pesanan yang datang banyak sekali,” ujar perempuan kelahiran 15 April 1976 ini. Akibat kewalahan membuat sendiri kemasan sampai-sampai printernya rusak berkali-kali, ia pun memutuskan memesan kemasan tersebut di Surabaya. Hasilnya, kemasan yang didesain sendiri olehnya itu terbilang menarik dan memiliki standar kemasan umumnya. Di masa awal merintis usaha ini, istri dari Sabarudin ini mengaku belum sepenuhnya mendapatkan

dukungan dari keluarganya karena memang ia tidak pernah dikenal sebagai orang yang memiliki keahlian membuat kue. Namun seiring berjalannya waktu dan kemauan yang keras, Sayuk semakin membuktikan bahwa ia mampu mewujudkan cita-citanya untuk menyajikan camilan bergizi bagi anak-anak sekaligus mengangkat hasil pertanian lokal NTB. Kini usaha rumah tangganya ini telah berkembang dengan baik. Dari dua produk kini berkembang

samping itu, ide untuk membuat kue kering dari biji-bijian ini juga karena ia melihat hasil pertanian biji-bijian di NTB yang melimpah membuat ia berpikir untuk dapat mengolahnya menjadi kuliner yang disukai. Maka ia pun mencoba awalnya membuat kue kacang dari kacang tanah lalu dilanjutkan dengan kue kering dari kacang hijau. “Kalau kacang hijau hanya dibuat bubur melulu, anak-anak pasti bosan, maka saya coba membuatnya menjadi kue kering yang bisa

D

Kue kering dari biji-bijian dengan kemasan unik

dikonsumsi dengan nyaman oleh anak-anak. Jadi seperti biskuit sehingga akrab dengan anak-anak,” ujarnya. Itulah sebabnya pada peringatan Hari Anak Nasional 2016 yang berlangsung di Mataram pada Juli lalu, kue kering dari bijibijian hasil pertanian NTB yang diproduksinya menjadi bagian dari

oleh-oleh yang terdapat dalam paperbag peserta yang datang dari seluruh Indonesia kala itu. Uniknya, pada kemasan cookies khas Lombok yang khusus untuk Hari Anak Nasional itu, terdapat logo-logo yang menggaungkan kampanye perlindungan terhadap anak. –Naniek I. Taufan

Camilan Bergizi dari Biji-bijian

menyajikan cookies khas ini untuk para tamunya saat mengopi atau pun minum teh. Kini, kegigihan Sayuk sebagai perempuan telah berhasil membuktikan bahwa kreativitas dan potensi yang didukung oleh kemauan dan usaha yang sungguh-sungguh dapat menjadikannya sebagai ibu rumah tangga yang berbeda. Tanpa harus meninggalkan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, ia bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan dari rumah. Lebih dari itu, Sayuk masih memiliki cita-cita bahwa usahanya ini kelak akan menjadi pengolah biji-bijian yang unggul demi mengangkat hasil pertanian biji-bijian Nusa Tenggara Barat.

menjadi delapan macam, yakni, kacang mete, kedelai, lebui (bijibijian yang kerap diolah sebagai sayur khas Lombok), kacang merah, kacang hijau, jagung, melinjo dan kopi. Tidak kurang dari 13 karyawan yang membantunya dalam usaha ini. Alhasil, selain garasi sebagai toko oleh-oleh khas ini, dapur dan ruang keluarganya menjadi tempat aktivitas pembuatan kue. Tempatnya produksi kue kering ini pun tertata rapi dan bersih dengan karyawan yang menggunakan seragam dan memakai pakaian standar produksi seperti kaus tangan, penutup mulut dan kepala. Meski masih merupakan produksi rumahan, Sayuk telah memperhatikan benar higienisitas dalam proses produksinya. Produksi setiap hari tidak kurang dari 270 pack dengan berat

160-180 gram/kemasan. Namun produksi ini akan meningkat bahkan dua kali lipat di waktu menjelang lebaran atau tahun baru. Selain sebagai usaha, Sayuk memproduksi kue kering ini juga untuk mengangkat kuliner lokal NTB dengan target pariwisata. Dengan kemasan yang unik dan khusus berisi satu kue kering, beberapa hotel di Lombok telah

-Naniek I. Taufan

esa Taro merupakan salah satu desa tua di Bali. Dalam buku “Eksistensi Desa Adat dan Desa Dinas di Bali” yang ditulis I Wayan Surpha, S.H. dijelaskan Desa Taro merupakan cikal-bakal desadesa lain yang ada di Bali. Suprha mengutip dari Lontar Markandya Purana yang menceritakan kedatangan Maharsi Markandya ke Bali bersama 8000 pengikutnya untuk membuka ladang pertanian di Desa Taro, Gianyar sekitar abad ke-8 Masehi. Kedatangan ke Bali ini merupakan hasil pertapaan di Gunung Raung, Jawa Timur. Upaya pembukaan lahan ini gagal karena banyak pengikuti Maharsi Markandya yang sakit dan diserang binatang buas hingga ada yang meninggal dunia. Maharsi Markandya kemudian kembali ke Gunung Raung untuk bertapa. Dari proses pertapaan ini, ada petunjuk untuk mengadakan upacara keagamaan Hindu sebelum mulai membuka lahan. Setelah itu, Maharsi Markandya bersama 4000 pengikutnya kembali ke Bali melakukan upacara Bhuta Yadnya dan menanam panca datu (lima jenis logam) di kaki Gunung Agung. Setelah upacara selesai, perjalanan dilanjutkan ke Desa Taro untuk membuka lahan pertanian dan permukiman. Semua perkerjaan untuk membuka lahan ini berjalan lancar. Maharsi Markandya membagikan tanah kepada para pengikutnya. Tempat pembagian itu kemudian dikenal dengan nama Puakan sedangkan tempat Maharsi Markandya beryoga selama perabasan hutan disebut Taro. Dari Puakan, pengikut Maharsi menyebar dan membuat permukiman baru, diantaranya di Sembiran, Cempaga, Sidatapa, Gobleg, Beratan, Tigawasa, Lampu, Trunyan, Batur, Pelaga, dan yang lain yang kebanyakan berada di pegunungan. Desa Taro terdiri dari 14 banjar dinas yang sekaligus

menjadi desa adat. Selain memiliki hutan yang alami, Taro juga dikenal dengan lembu putihnya. Lembu putih ini dikeramatkan warga Taro. Tempat pemeliharaannya pun khusus dan dikelola desa adat Taro Kaja. Taman Lembu Putih ini diresmikan Gubernur Bali sebagai Kawasan Desa Ekowisata pada hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2016 lalu. Hutan yang terletak di wilayah Puakan ini merupakan hutan binaan PT Astra Honda Motor dan Astra Motor Denpasar sejak tahun 2012. Hutan ini merupakan bagian dari keseluruhan hutan adat di Puakan yang luasnya 67 hektare. Selain penghijauan yang telah dilakukan, Astra berharap ke depan hutan ini bisa mendukung program ekowisata yang akan dikelola oleh Desa Adat Puakan yang terintregrasi dengan kegiatan UKM, yaitu budidaya pertanian dan perkebunan. Saat ini program yang sudah berjalan adalah budidaya jamur. Di hutan ini juga sudah dibuka jalur sepeda untuk mengelilingi hutan, sehingga sudah banyak masyarakat yang berolahraga sepeda di sini. Astra sudah menanam lebih dari 1.500 pohon di hutan ini. Ada cempaka putih dan kuning, mahoni, majegau, nangka, sawo kecik, juwet, kelapa gading, kelapa bulan, kelapa hijau, sawo, nangka, manggis dan durian. Selain di Bali, Astra juga secara keseluruhan telah menanam 3.567.237 pohon yang tersebar di beberapa hutan dan area binaan Astra di Indonesia. Pada prinsipnya di mana pun instalasi Astra berada, harus dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi perusahaan Catur Dharma Astra, yaitu Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. SATU PELARI SATU POHON Untuk menyatukan konsep pelestarian dan melihat tingginya minat orang berlari, diadakanlah

tkh/ngurah budi

Produksi kue kering khas Lombok dari biji-bijian

Sayuk bersama para karyawannya

Penanaman pohon yang yang dilakukan perwakilan pelari, undangan, dan panitia

tkh/ist

Lari kini menjadi bagian dari gaya hidup. Lari tidak hanya dilihat sebagai kegiatan olahraga yang menyehatkan jiwa dan raga. Lari juga menjadi ajang untuk melepaskan stres sekaligus mencari inspirasi. Ada juga lari yang bertujuan “menyatukan” pelari dengan alam, seperti di event Astra Green Run (AGR) Bali 2016 di Desa Taro, Tegallalang, Gianyar.

Seorang pelari kategori 13 K melintas di Pakuseba yang menampilkan tarian Mahardika

AGR di kawasan Desa Taro ini. AGR yang digelar untuk kedua kalinya ini bertemakan lingkungan dengan kategori jarak 6K dan 13K diikuti oleh 750 orang pelari yang berasal dari 17 negara yaitu, Australia, Austria, Belgia, Kanada, Perancis, Jerman, Hungaria, Indonesia, Jepang, Kenya, Belanda, Filipina, Rusia, Singapura, Inggris, Amerika Serikat dan Vietnam. AGR Bali 2016 ini diadakan Minggu (2/10) dengan start dan finish di Elephant Safari Park & Lodge yang satu areal dengan Taman Lembu Putih. Tidak seperti lomba lari pada umumnya, para peserta AGR Bali melintasi rute yang tidak biasa. Mereka akan melewati trek yang naik turun, mulai dari kontur aspal, jalan tanah hingga kerikil berpasir untuk menciptakan suasana seru dan menantang secara bersamaan. Yang lebih menarik lagi, Astra mengajak seluruh pelari untuk mencintai lingkungan, dengan cara setiap satu pelari mewakili satu pohon yang akan ditanam Astra. Head of Public Relations PT Astra International Tbk Yulian Warman mengatakan, AGR Bali bertujuan mengajak para pelari lebih mencintai lingkungan sekaligus melestarikan budaya Bali. “Kami berharap AGR dapat membawa pengaruh positif kepada masyarakat Bali pada umumnya, dan masyarakat Desa Taro pada khususnya. Ada tiga desa adat yang dilalui, Taro Kaja, Puakan, dan Pakuseba. Event ini juga bagian dari 60 tahun Astra yang bertema “Inspirasi 60 Tahun Astra”. Ada empat sasaran CSR Astra, pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan. AGR ini masuk dalam program lingkungan. Kami ingin menginspirasi banyak orang, salah satunya dengan berlari plus menyumbang pohon. Kami juga ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan,” tegasnya. Alexandra Dewi, Head of Astra World Denpasar yang juga Ketua Panitia AGR Bali 2016 menambahkan, trail run yang diadakan di Taro ini sangat istimewa. “Kami mengusung nilai Tri Hita Karana (THK), yaitu lari dengan mengutamakan pemandangan alam yang diciptakan oleh Tuhan. Pelari akan memiliki pemikiran tentang bagaimana menjaga kelestarian lingkungan sehingga udara tetap bersih dan sehat. Pelari berlari untuk alam serta tidak sekadar finish dan dapat medali. Ketika budaya, sejarah, alam, dan olahraga me-

nyatu, taksunya beda” jelas Alex yang didampingi Haris Prasetya, Korwil Grup Astra Bali. Konsep THK merupakan konsep keharmonisan yang muncul dari keselarasan tiga hubungan, yakni hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), hubungan manusia dengan manusia (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan). Implementasi dari konsep keharmonisan itu terlihat ketika pari pelari melintasi Pura Gunung Raung. Ada yang khusus berhenti sejenak untuk berdoa kepada Sang Pencipta Alam Semesta. Ini menunjukkan rasa bhakti manusia kepada Tuhan. Di beberapa ruas jalan yang dilalui, banyak warga

kerikil berpasir, menjadikan AGR Bali unik sekaligus menantang bagi para pelari. Sampai di finish, pelari diminta untuk menempelkan stiker dan membubuhkan tandatangan. Ini menandakan pelari sudah ikut menyumbangkan satu pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sendi, salah seorang peserta AGR menuturkan akhir Agustus 2016 ia ikut lomba marathon di Bali. "Kali ini istri yang semangat. Dia mau ikutan lari 6 km sedangkan saya ikut 13 km," ujar distributor bahan kimia yang berkantor di Surabaya ini. Lari bagi Sendi sudah menjadi rutinitasnya. Ia mengaku dulu jarang olahraga dan berat badan tidak ideal. Tiga tahun lalu, ia mulai berlari. Latihan rutin itu membuahkan hasil. Badan Sendi menjadi ramping dan sehat. Kini tiap hari ia harus lari, minimal di lingkungan tempat tinggalnya di Sidoarjo. "Kalau tidak lari, saya bad mood,” ungkapnya. Selain lari untuk menyehatkan dirinya, Sendi juga menguji kemampuannya. Ia menjajal beberapa event lari, mulai dari lari di jalan raya hingga lari lintas alam. “Bagi saya, ikutan event itu untuk have fun. Bonusnya badan sehat dan ketemu teman baru,” ujar pria yang punya catatan waktu 4 jam untuk lari marathon ini. Susila, pelari dari Denpasar

tkh/ngurah budi

Pelari memasuki garis finish di Taman Lembu Putih

yang memberi dukungan semangat untuk pelari. Hiburan berupa Tari Okokan, Tari Mahardika, dan Tari Kecak juga menjadi pemacu semangat berlari. Tak hanya itu, keramahan warga Taro juga terlihat sepanjang lintasan. “Saking napi (dari mana),” tanya seorang perempuan tua saat pelari melintasi perkebunannya. “Saking (dari) Buleleng,” ujar si pelari. Made Wisersa, Bendesa Taro Kaja menuturkan pelaksanaan AGR Bali 2016 memang sudah dikoordinasikan. Beberapa krama dan pecalang dilibatkan. “Kebetulan saat yang bersamaan kami juga ada kegiatan nglawang atau ngamedalang tapakan Ratu Anom. Jadi suasana membaur antara pelari dan warga dengan pakaian adat Bali sangat terlihat,” ujarnya. FOTO LANGSUNG DI-UPLOAD Para pelari melintasi jalan di perdesaan, kampung, hutan serta perkebunan yang memiliki kontur lintasan beragam. Mulai dari jalan beraspal landai, jalan menanjak dan menurun, jalan tanah hingga

menuturkan ini kali pertama ia mengikuti trail run. “Saya dapat banyak kejutan. Biasanya lari di jalan aspal, atau taman kota yang tentu banyak kendaraan bermotor dan ada polusi. Tetapi di Taro, walau sebagian rute masih aspal, tapi ada rute-rute jalan setapak yang asri bahkan tanjakan yang disebut tanjakan jahanam. Ini surprise yang luar biasa. Suasana sejuk, keramahtamahan masyarakat dan panitia sangat menyenangkan. Apalagi foto-foto di-upload di jejaring sosial. Keren. Setiap ada fotografer, saya selalu bergaya hahahaa..,” ujar pelari yang lari bersama istrinya ini. Andreas Kansil, Race Director dari Pandara Sport mengatakan event tahun 2016 ini dibuat agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Rute dibuat lebih menantang namun tetap mengutamakan ke­selamatan pelari. “Yang spesial me­m ang adanya kerjasama dengan Pic2Go. Begitu BIB peserta terekam oleh fotografer, langsung ter-upload di Facebook peserta. Jadi tidak perlu repot untuk meng-upload sendiri,” ujarnya. –Ngurah Budi


6

Gubernur Bali Made ­ angku Pastika, melantik angM gota Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali di Wiswa Sabha Utama, Kamis (6/10). Anggota KPPAD periode 2016-2021 yang dilantik, terdiri atas Ke­tua AA Sagung Anie Asmoro, Wakil Ketua Eka Santhi Indra Dewi, dan tiga anggota, Ketut Anjasmara, I Made Ariasa, dan Ni Luh Gede Yastini.

D

Woman on Top

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

alam sambutannya, Gubernur Bali menyatakan, kekerasan pada anak-anak yang akhir-akhir ini semakin marak terjadi merupakan fenomena gunung es, yang timbul hanya beberapa di permukaan, sedangkan sesungguhnya lebih banyak dan komplek. Untuk itu, penanganan secara serius setiap kejadian kejahatan pada anak mutlak diperlukan, dan para pelaku yang tertangkap harus ditindak secara tegas. Mangku Pastika menegaskan, pencegahan berupa penanganan terhadap akar permasalahan yang banyak dipengaruhi ideologi, politik, sosial-budaya, agama, degradasi moral, pengangguran, kemiskinan perlu ditingkatkan sehingga tidak semakin meluas. Sementara itu, Komisi Perlindu­ ngan Anak Indonesia (KPAI) yang diwakili Anggota KPAI Komisioner Penanggung Jawab Bidang K e s e ­h a t a n , Titik Haryati, mengatakan d e ­

KPPAD Bali Siap Perjuangkan Hak-Hak Anak

ngan keberadaan lembaga ­KPPAD, diharapkan dapat mendukung pemerintah melahirkan kebijakankebijakan dalam upayanya memberikan perlindungan kepada anak secara optimal Dari data yang ada, terkait kejahatan seksual terhadap anak di Indonesia makin meningkat, lebih dari 21 ribu anak mengalami kejahatan seksual baik sebagai korban maupun pelaku. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa ada optimalisasi kebijakan yang mendukung perlindu­ ngan anak, maka menurutnya akan ada kehilangan generasi. KPAI sangat memberi perhatian terhadap maraknya persoalan anak dengan mendesak pemerintah untuk perubahan UU No 35 tahun

2014, yang dipromosikan sebagai PP Kebiri, agar pelaku mendapat­ kan efek jera dan mendapatkan hukuman setimpal karena sudah membuat anak cedera. Soal pornografi juga sedang menjadi fokusnya. “Saya men­ dapatkan kabar mahasiswa ITB ada yang bisa menemukan browser untuk membloking situs pornografi, Ini akan segera direspons dan ditandaklanjuti dan disampaikan ke Menteri,” ujarnya. TIGA SRIKANDI KPPAD Anie Asmoro, Mantan Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Bali ini terpilih menjadi Ketua KPPAD Provinsi Bali. Ia menegaskan, dirinya memilih maju

Eka Santhi, Yastini, dan Anie Asmoro

­ PPAD Provinsi Bali, karena meK mang sudah cukup lama berkecimpung di dunia anak. Sebelum menjadi anggota DPRD Bali 2002-2004 dan 2004-2009, putri dari sesepuh Pemuda Pancasila AA Ngurah Pong Yudanegara ini sudah aktif sebagai guru pengajar di SD dan Sekolah PAUD. Setelah purnatugas dari DPRD Bali tahun 2009 dan kepengurusan Partai Golkar, Anie Asmoro aktif sebagai aktivis Kesejahteraan Sosial Masyarakat (KSM). Lagipula, Anie Asmoro bukanlah orang baru di dunia anak dan perempuan. Ketika duduk di Komisi IV DPRD Bali 2004-2009, Anie Asmoro ikut menggagas lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Human Trafficking tentang perdagangan manusia. Menurut Anie, dirinya tergerak ikut Komisioner KPPAD Bali, kare­ na merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam memperjuangkan hak-hak anak. “Setelah dilantik, sudah banyak PR menunggu kami,” ujar Anie Asmoro. Direktur LBH Bali Periode 2009-2015 Ni Luh Gede Yastini, mengatakan, sejak di LBH ia melihat banyak sekali persoalan anak. Dengan bergabungnya ia di KPPAD Bali, ia berharap, dalam berbuat lebih. Dulu sebagai aktivis ia berjuang di jalanan, sekarang ia berjuang dari dalam, tentu semua itu berujung pada bagaimana meminimalisasi persoalan anak. Namun, ia juga menegaskan, persoalan anak sangat kompleks, karena itu harus melibatkan semua komponen.

Tititk Haryati

Ia menilai, tidak ada yang salah dalam hal ini. Memang ia menilai, aturan sudah banyak ada, tapi ibarat motor tak bisa berjalan. Ada hal yang perlu dikaji lebih dalam. “Kami akan mengevaluasi secara menyeluruh apa yang menjadi kendala sehingga kami bisa menemukan solusi ke depan, dengan SDM dan aturan yang ada,” ujarnya. Sementara, Eka Santhi Indra Dewi, ST atau yang akrab disapa Iin ini selain menekuni wirausaha juga sejak lama bergabung di LSM Bali Sruti, yang fokus pada persoalan perempuan dan anak. Ia berkomitmen akan bekerja sebaik-baiknya dengan harapan, kasus-kasus anak dapat dikurangi. “Dengan duduk di KPPAD kami bisa berbuat banyak terutama soal kebijakan perlindu­ ngan terhadap anak,” ucapnya. -Wirati Astiti

Rekening Bank Emosional Salam Senyum,... “Mbak, bisa minta tolong cetakkan saldo di buku tabungan saya?” Kalimat seperti itu sudah seperti “makanan” sehari-hari ketika saya menjadi seorang front liner di salah satu Bank terbesar milik pemerintah, sekitar dua puluh tahunan yang lalu. Semua tahu bahwa ketika berbicara tentang tabungan, maka yang tersirat adalah keadaan keuangan yang dicatat oleh Bank. Namun setelah sekian lama saya menggeluti dunia jasa dimana di dalamnya terdapat service/layanan, maka yang namanya rekening, dapat kita bagi menjad rekening Bank Finansial dan rekening Bank Emosional. (Stevent Covey). Pembaca setia Dhani,s Art in Service, saya ingin memberikan suatu pandangan yang menarik me­ ngenai hubungan antar manusia, dimana setiap kita menjalin hubungan dengan seseorang, berarti kita umpamakan membuka apa yang disebut dengan REKENING BANK EMOSIONAL. Waaaahhh sungguh menarik untuk kita bahas. Salah satu contoh ceritanya seperti ini. Ayooo kita kembali membahas rekening Bank Emosional. Ketika orang tersebut membuat orang lain menjadi tidak nyaman, disaat itulah tabungan di Bank emosional kita tertarik dan jelas menjadi berkurang. Artinya... rekening bank emosional adalah tempat kita menaruh dan menarik tabungan. Bila kita membantu orang untuk mencapai apa yang diinginkan dan dia merasa senang berarti kita sudah menaruh tabungan. Yang tentunya di suatu saat akan memperolah deviden.

Begitu pula kebalikannya, ketika kita meminta orang lain membantu kita dan membuat mereka merasa terganggu bahkan merasa tidak nyaman, berarti kita sudah mulai menarik simpanan. Apabila tabungan terlalu banyak ditarik, kita bisa overdraft dan bisa-bisa rekening bahkan jadi tutup. Sekarang bisa dijawab, dari petugas laundry itu, apakah dia menabung atau menarik pada rekening Bank Emosionalnya???..... Rekening bank Emosional itu cenderung untuk dilakukan menabung kecil-kecil namun terus-menerus. Itulah membedakan dengan rekening bank finansial, dimana hanya dapat dilakukan 1 kali setor dengan jumlah banyak. Dalam pelatihan-pelatihan yang saya lakukan dengan materi “Serve with Love”, saya banyak memberikan filosofi layanan. Dimana seorang front liner tidak hanya cukup dibekali dengan standar layanan saja, tetapi bagaimana mereka paham, bahwa layanan itu adalah sebuah pekerjaan yang mendasari pahala yang timbul akibat ketulusan layanan kita terhadap pelanggan. Ada beberapa cara agar sebagai pelayan dapat menabung di rekening Bank Emosionalnya. Yang pertama, ketika berbicara dengan pelanggan banyak­ lah kita KAGUM TERHADAP PELANGGAN. Artinya seperti ini, biarkanlah dia berbicara 80% dari setiap kesempatan. Bukankah menurut Dr. William King ”bila seseorang berbicara mengenai diri Anda kepada Anda; maka inilah percakapan brilian”. Yang kedua dilakukan adalah, AKUILAH KEBERADAAN PELANGGAN dengan melontarkan Pujian. Masih ingat dengan tulisan saya di rubrik kini pada episode yang lalu dengan judul “Mantra sang Penyihir” ? Isinya adalah bagaimana cara memuji pelanggan agar pelanggan merasa senang dan kembali kepada kita.

Yang ketiga, ciptakanlah HUBUNGAN YANG NYAMAN DENGAN PELANGGAN. Kenyamanan hubungan dengan pelanggan dapat terjadi ketika kita SANTAI menghadapinya. Contoh-contoh kecil seperti tersenyum, membuat jarak yang rileks, condongkan badan ke arah pelanggan, kontak mata, tirulah sikap pelanggan (menyesuaikan dengan kenyamanan pelanggan). Selanjutnya yang keempat, PAKAILAH HUMOR YANG TEPAT KEPADA PELANGGAN. Humor yang paling efektif adalah humor yang ringkas dan tidak menyinggung perasaan. Dan tawa adalah sebenarnya sarana yang paling ampuh dalam menanamkan pengaruh. Dan yang kelima adalah PEDULILAH DENGAN PELANGGAN. Peduli dengan pelanggan salah satu contohnya adalah mengirimkan ucapan Ulang Tahun, atau mengguntingkan artikel dan mengirimkannya kepada pelanggan tertentu, yang bermanfaat sesuai hobbi atau profesi pelanggan kita itu. Pembaca yang setia, terutama yang berada di dalam usaha jasa Bank, ingatlah... bahwa bukan hanya Nasabah (pelanggan) yang dituntut untuk menambah saldo pada rekening Bank Finansialnya, tapi Marilah kita berlomba-lomba untuk menambah rekening Bank Emosional agar selalu bertumbuh dan tentu kitalah yang memetik hikmahnya nanti. Ingin lebih mengupas tentang tulisa nini agar dapat meningkatkan layanan terhadap pelanggan? Silahkan hubungi manajemen kami, dan kami mohon agar diberikan kesempatan untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Peringatan hari batik nasional terasa mewah. Beberapa wanita cantik de­ngan berbusana batik, melenggak-lenggok, terlihat anggun dan mempesona. Untuk mengabadikan hari batik nasional, Hotel Bumi Surabaya City Resort bekerjasama dengan Batik Chic menggelar pagelaran busana, dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional 2016 yang diperingati tiap 2 Oktober.

“Inspiring Look”

Meriahkan Hari Batik City Resort. “Dulu, orang yang memakai batik itu cenderung orang tua. Namun sekarang, seiring dengan perkembangan jaman, anak-anak muda juga mulai menggemari batik. Bahkan, di dunia fashion, tak jarang juga dipamerkan batik bergaya casual yang memang diperuntukkan bagi anak-anak muda,” imbuh Endah. Ia juga berharap, dengan adanya pagelaran tersebut dapat menaikkan pamor batik sebagai warisan budaya kebanggaan Indonesia. Bumi Surabaya City Resort dan Batik Chic sendiri berharap agar kedepannya batik dapat menjadi tren yang digemari oleh masyarakat Indonesia, sehingga batik yang merupakan warisan budaya Indonesia ini tetap terjaga. -Dona/Hani

P

agelaran fashion show kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Ini menjadi begitu spesial, karena seluruh model yang dihadirkan untuk memperagakan busana hasil karya Novita Yunus, bukanlah model profesional yang memang pandai berlenggak-lenggok pada acara fashion show. Director of Sales and Marketing Bumi Surabaya City Resort, Endah Retnowati, mengatakan, ada 13 model cantik yang memperagakan busana.Mereka adalah sosialita Surabaya yang terdiri dari beragam profesi mulai ibu rumah tangga, dokter, executive manager hingga pebisnis sukses. “Fashion show yang digelar di Restoran Arumanis-Pasar Senggol Bumi Surabaya City Resort ini sengaja digelar mengingat batik merupakan salah satu pakaian tradisional kebanggaan Bangsa Indonesia,” kata Endah.

19

Tentang tema ia menjelaskan, keinginannya untuk menginspirasi wanita dalam busana batik. “Acara fashion show ini mengambil tema “Inspiring Look”. Hal itu dimaksudkan, agar dapat memberikan inspirasi bagi seluruh peserta yang menghadiri acara ini khususnya kaum wanita, dalam memadupadankan busana batik agar tampil cantik dan elegan,” tambahnya. Disisi lain, Ida Agrina, selaku partner Batik Chic di Surabaya menambahkan, dalam pagelaran busana batik ini, selain batik-batik dari Jawa Timur dan Jawa Ten-

gah, juga dipamerkan batik tulis dari Jambi. Batik yang dipamerkan itu adalah batik tradisional. 100 pecinta wastra Indonesia turut memadati acara pagelaran batik tersebut. Hal ini menunjukkan adanya antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan juga respons positif terhadap busana batik. Suguhan nan anggun yang diperagakan 13 sosialita cantik ini dinikmati pengunjung Restauran Arumanis, sembari menikmati santap siang di Pasar Senggol Bumi Surabaya

Pameran Lukisan Anak Tunanetra

Sejumlah penggiat peduli masyarakat kurang mampu, termasuk anak-anak tunanetra menggelar aksi galang dana. Mereka menggelar pameran lukisan dalam 100 Lions, Watercolor Charity Exhibition Greyzone di Hotel Shangri-La Surabaya, pekan lalu. Gubernur Lions Club Internasional Distrik 307 B2 Indonesia, Eko Prasetyo, Presiden Lions Club Surabaya Kresna, Silvia Zulaika, hadir dalam acara tersebut dan memberikan sumbangan beasiswa kepada lima pelajar SMP, anak-anak tunanetra. Pelukis kontemporer, Denny Samawa juga menyuguhkan sejumlah karya lukisan buatannya, yang diberi nama Zona dan Visi di Surabaya. “Ini acara ‘Kumpul Dana’ dari Lions Club Surabaya Kresna yang dikemas dengan pameran lukisan cat air oleh pelukis Denny Samawa. Sebagian dari hasilnya akan disumbangkan ke Yayasan Pendidikan Anak Buta, berupa lima beasiswa dan renovasi kampung wajib belajar di Simo Jawar,” kata Presiden Lions Club Surabaya Kresna, Silvia Zulaika. Acara serupa kerap digelar, dengan memberikan bantuan ke masyarakat guna meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik. Saat ini, ada 64 anak tunanetra usia SMP dan 100 anak tunanetra usia SD yang disantuni Lions Club Surabaya Kresna. “Lions Club selalu memberikan bantuan,

tidak harus berupa bea siswa tetapi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya. Eko Prasetyo menambahkan, Lions Club ada di 210 negara. Di Surabaya adalah bagian dari 47 club di dunia untuk gerakan peduli sesama. “Ini bentuk kepedulian, untuk membantu dan merubah kehidupan menjadi lebih baik. Sekaligus untuk merayakan 100 tahun Lions Club. Semoga masyarakat lainnya juga tergerak untuk ikut membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Eko. Pelukis Denny Samawa menyebut hasil karya seni lukisnya bertema Zona dan Visi di Surabaya, diharapkan bisa menggugah masyarakat, ikut peduli kepada pihak lain yang membutuhkan. “Ini untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Jadi yang kita lihat tidak hanya gedung-gedung mewah atau bersejarah, tetapi bervariasi. Di situ saya gambarkan, selain gedung tinggi juga ada rumahrumah, pergudangan. Harapannya dengan kegiatan seperti ini, kita ikut peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Di pembukaan pameran lukis itu, pengunjung juga dihibur dengan suguhan permainan musik angklung para pelajar Sekolah Anak Tunanetra, yang membawakan sejumlah lagu, dengan syair daerah, Indonesia dan mancanegara. -Dona


18

Sudut Pandang

Edisi 922/10 - 16 OKTOBER 2016

O

rientasi yang diikuti oleh seluruh guru kontrak yang baru diangkat ini membahas beberapa tugas guru kontrak yang akan mengajar di sekolah. Salah satunya adalah tentang absensi yang akan menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan honor kontraknya. Selain lulus dengan tes, beberapa hal yang diperhatikan dalam rekrutmen adalah tahapan finalisasi verifikasi administratif yang dilihat dari lamanya pengabdian, linearitas ijazah, kuota di masingmasing sekolah, dan rekomendasi

integritas terhadap sekolah Kepala Dinas Pendidikan Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd mengatakan guru kontrak akan dibayarkan honornya jika mereka melaksanakan tugas mengajar. “Jika mereka tidak melaksanakan tugas mengajar maka mereka tidak akan mendapatkan honor, walaupun mereka sudah dikontrak,” tegasnya. Suyasa menambahkan guru kontrak harus memiliki jam mengajar minimal 12 jam. “Maksimalnya guru harus memiliki jam mengajar 24 jam untuk guru kelas, tapi kalau guru olahraga 12 jam harus terpenuhi,” imbuhnya. Suya­

7

IndoRunners Bali Sebarkan “Virus”

Dibayar kalau Mengajar Guna mengatasi kekurangan tenaga pendidik di Buleleng, Pemkab melalui Dinas Pendidikan melakukan perekrutan guru kontrak. Setelah diumumkannya 1.000 guru kontrak yang telah lulus rekrutmen beberapa waktu lalu, kali ini Pemkab Buleleng melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng mengadakan “Orientasi Tugas Guru Kontrak Sekolah Dasar Tahun 2016” yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Rabu (5/10). Orientasi ini dibuka langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST. Hadir pula Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Anggota Komisi 4 DPRD Buleleng dan Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng.

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Lari, kini menjadi olahraga yang digemari dan menjadi ajang eksistensi para penikmatnya. Banyak pelari kemudian yang membentuk komunitas dan mengikuti event-event lari. Salah satunya IndoRunners Bali. Orientasi tugas guru kontrak di Gedung Kesenian Gde Manik

sa menjelaskan bahwa Buleleng masih kekurangan guru sekitar 300 orang. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST saat ditemui usai membuka acara mengatakan peng­ angkatan guru kontrak ini bisa menjadikan guru tersebut mengajar dengan baik di sekolahnya. Bupati yang akrab disapa PAS ini menambahkan tahun 2017 gaji guru kontrak akan dinaikkan. “Tahun depan gaji guru kontrak akan dinaikkan, ini sudah mendapatkan persetujuan dari DPRD Buleleng,” imbuhnya. Bupati Suradnyana berharap guru kontrak yang baru diangkat ini bisa memberikan prestasi bagi murid di sekolahnya. “Saya berharap sekarang guru sudah mulai mengajar dengan tenang karena sudah menjadi guru kontrak, dan mudah-mudahan murid-murid di sekolahnya bisa menjadi berprestasi,” harapnya. -Wiwin

Pemkab Buleleng Sosialisasi BKK hargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) harus Pemkab Buleleng mengadakan Sosialisasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada Desa bisa dirasakan juga oleh pemerintah tingkat bawah untuk Desa Pakraman, Subak dan Subak Abian sehingga bisa mengelola keuangannya sebaik mungdi Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan di kin. “Kita berikan pemahaman kepada desa, desa Gedung Laksmi Graha, pekan lalu. pakraman karena kita ingin dari regulasi yang ada tetap menimbulkan harmonisasi Kepala Desa dan Dalam sosialisasi tersebut, Bupati Buleleng Putu desa pakraman jangan sampai ada salah persepsi Agus Suradnyana,ST. yang diwakilkan oleh Sekda dalam pengelolaan keuangan,” jelasnya. Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka,MP. Mengatakan manfaat BKK ini dari dulu sudah dirasakan. “Untuk Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) melakukan pengelolaan ini harus dilaksanakan sosialisasi lebih lanjut agar nantinya dalam pelakBuleleng I Gede Sandhiyasa,S.Sos.,M.Si mengatasanaanya tidak ada hal yang salah,” paparnya. Ia kan, tujuan dari sosialisasi ini untuk menyamakan persepsi terhadap tata cara pelaksanaan BKK juga menambahkan yang paling penting BKK harus digunakan dan diperuntukan sesuai dengan sekala ini dari proses perencanaan, pengamprahan, prioritas perkembangan di desa. pencairan dan pertanggungjawaban. “Sosialisasi ini juga untuk menambah wawasan tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah pengelolaan keuangan di desa dan mendorong (RPJM) Desa dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan Desa merupakan dasar untuk menyusun APBDes. partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Selanjutnya, dalam sambutan tersebut dikatakan pembangunan” jelasnya. -Wiwin bahwa seluruh pendapatan desa dan penggunaanya ditetapkan dalam APBDes. Selain Sekda Buleleng, sosialisasi BKK ini dihadiri juga oleh Asisten III Setda Buleleng Drs. I Ketut Asta Semadi, MM., beberapa Pimpinan SKPD terkait, Camat Se-kabupaten Buleleng, Majelis Madya, Majelis Alit dan Desa Pakraman se-kabupaten Buleleng. Puspaka mengatakan dampak dari pengSosialisasi BKK di Gedung Laksmi Graha

Singaraja Raih Wahana Tata Nugraha Sebagai ibu kota kabupaten Buleleng, Singaraja kembali meraih prestasi tingkat nasional. Prestasi yang berhasil diraih adalah trofi Wahana Tata Nugraha yang ke-14. Penghargaan Wahana Tata Nugraha adalah penghargaan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada kota-kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Trofi kali ini cukup spesial karena trofi yang diterima tahun ini adalah penggabungan antara trofi kategori lalulintas dan angkutan. Ini pertama kali diraih Kota Singaraja dan Singaraja satu-satunya Kota di Bali untuk kategori Kota sedang yang berhasil meraih trofi tersebut. Kepastian Singaraja meraih trofi WTN menyusul pemberitahuan terbitnya SK Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI No. KP 588 Tahun 2016. Dalam SK tersebut, Singaraja yang masuk kategori kota sedang ditetapkan sebagai penerima piala WTN kategori Lalulintas dan angkutan tahun 2016. WTN ke-14 ini berhasil diraih setelah Dinas Perhubungan dinilai mampu memperbaiki standar lalu lintas dan fasilitas angkutan umum mulai dari perbaikan terminal, tempat pengujian kendaraan serta pemberdayaan awak angkutan umum. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Buleleng Gede Gunawan AP mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana terkait dengan sarana transportasi publik dengan melakukan upaya perbaikan dan pemeliharaan terhadap fasilitas angkutan umum seperti perbaikan terminal, pelayanan uji kir kendaraan umum, hingga meningkatkan kinerja sumber daya manusia (SDM) awak angkutan umum

I

ndoRunners merupakan komunitas lari terbesar di Indonesia dan tersebar di banyak kota di Indonesia dan juga di beberapa kota di dunia. IndoRunners adalah sebuah running movement, yaitu gerakan yang mengajak orang untuk melakukan gaya hidup sehat, salah satunya dengan berlari. Misinya, menyebarkan virus lari, sekaligus menjadikan wacana edukasi berlari sebagai gaya hidup sehat masyarakat Indonesia. Yang bertujuan mempersatukan sesame pecinta kegiatan lari di Indonesia, dengan Tagline: #marilari[nasional], #maimelaib [Bali] IndoRunners Bali berjalan sejak Agustus 2012, dengan

beberapa anggota tetap sekitar 6-8 orang. Pendirinya Willy Agustianto, dengan beberapa co-founder yaitu Andreas Kansil, Mahalia Pantja, Patricia Heny. “Koordinator saat ini adalah Ishak Ferdi,” jelas Patricia Heny. Seiring dengan konsistensi IndoRunners Bali dengan aktivitas lari bersama dan mulai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan gaya hidup sehat, anggota komunitas ini

bertambah dari tahun ke tahun. “Saat ini di tahun keempat, anggota aktif IndoRunners Bali sudah lebih dari 250 orang, tersebar di Denpasar, Kuta, Legian, dan Tanah Lot,” jelas Heny, sapaan akrabnya. Kegiatan utama adalah jadwal lari bersama di beberapa area, yaitu Selasa sore di Serangan, Kamis sore di Lapangan Renon dan Tanah Lot, Jumat malam di Seminyak, Sabtu pagi di Sanur, dan Minggu pagi di Kuta. “Bukan berarti anggota harus berlari di setiap jadwal tersebut. Tidak ada keterikatan/ keharusan untuk hadir di setiap jadwal lari bersama. Karena pada dasarnya IndoRunners adalah wadah untuk menyalurkan hobi para pecinta lari,” ucap Heny. Di luar kegiatan lari bersama, ada acara khusus semisal Buka Puasa Bersama, kegiatan beramal melalui berlari (charity run), event lari ‘Run ‘Till You Drop’, acara anniversary IndoRunners Bali, lari tematik, seperti Batik Run, Santa Run, Imlek Run, dll. Di sini, dijelaskan Heny, teman-teman lari menjadi sahabat dan suasananya

“World Health Mental Day 2016”

Kuncinya Selalu Merasa Bahagia Gede Gunawan AP

di daerah ini. Dari berbagai perbaikan dan penyempurnaan yang dilakukan oleh Pemkab Buleleng, Tim WTN menilai Singaraja patut mendapatkan apresiasi penilaian memuaskan kategori lalu lintas dan Angkutan umum. “Kabupaten Buleleng sudah 13 kali meraih trofi untuk kategori lalulintas, namun untuk kategori lalulintas dan angkutan ini baru pertama kali kita raih. Ini merupakan hasil dari kerja nyata Pemkab Buleleng yang dimotori Bupati Putu Agus Suradnyana,” pungkas mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol ini. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. mengatakan sangat mengapresiasi kinerja dari Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng dan seluruh stakeholder yang terkait. Bupati Suradnyana menegaskan, penghargaan yang telah diterima Kabupaten Buleleng bisa menjadi senjata untuk mencari bantuan ke Pemerintah Pusat. “Kita sudah banyak menerima penghargaan, dengan demikian Kabupaten Buleleng tidak dipandang sebelah mata lagi dan Pemerintah Provinsi maupun Pusat bisa memberikan bantuan untuk kita” ujarnya. -Wiwin

Tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Dunia (World Health Mental Day). Untuk memeringati hari penting ini, Program Studi Psikologi Universitas Udayana bersama Himpunan Psikologi (Himpsi) Bali, melaksanakan Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) pada Minggu (9/10) di Taman Kota Lumintang, Denpasar. Kegiatan ini bertema “Dignity in Mental Health -Psychological First Aid for All (Look, Listen, and Link)”. Kegiatan ini menjadi ajang sosialisasi massif tentang Hari Kesehatan Mental Dunia 2016 kepada masyarakat. Panitia membagikan informasi berupa brosur dan edukasi aktif dan memberi konseling gratis kepada khalayak umum. Ratusan anggota tim yang terdiri dari para psikolog, akademisi, sarjana dan mahasiswa psikologi serta sejumlah organisasi yang peduli isu kesehatan mental akan terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan bertujuan memberikan informasi pentingnya Hari Kesehatan Mental Dunia 2016. “Peringatan World Health Mental Day setiap 10 Oktober diinisiasi Federasi Kesehatan Dunia dan WHO sebagai bentuk keprihatinan atas kurangnya pengetahuan, perhatian dan minimnya usaha mengatasi kasus kesehatan mental di banyak negara, terutama di negara-negara berkembang,” ujar Retno IG Kusuma, Ketua Himpsi Bali. Tahun 1990 WHO melaporkan, 5 dari 10 masalah kesehatan yang menyebabkan disabilitas

adalah masalah kesehatan mental, yakni: depresi, alkoholisme, gangguan bipolar, skizofrenia, dan obsesif kompulsif. WHO juga memrediksi, pada tahun 2020 mendatang depresi akan menjadi penyakit urutan kedua dalam menimbulkan beban kesehatan. Depresi menjadi krisis global bagi masyarakat modern. Banyaknya persoalan sehari-hari dan beban hidup akibat pekerjaan, ekonomi dan keluarga menyebabkan masyarakat modern mengalami depresi. Banyaknya kasus bunuh diri adalah satu di antara indikasi bahwa masyarakat tidak sehat secara mental. “Masyarakat masih belum sadar akan pentingnya kesehatan mental. Bagi masyarakat yang hidup dalam dunia serba sibuk seperti sekarang, perhatian kesehatan tidak terbatas hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental kita. Gangguan jiwa atau yang dikenal dengan istilah skizofrenia adalah kasus yang cukup banyak terjadi di masyarakat. Namun karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat, para pengidap gangguan jiwa tersebut langsung saja disebut sebagai “orang gila.” Alih-alih disembuhkan, sebagian besar para pengidap gangguan jiwa justru dikucilkan, dijauhi, bahkan dipasung,” jelas Retno yang didampingi ketua panitia HKMS Dewi Puri Astiti. Kunci dari kesehatan mental adalah selalu merasa bahagia, sehingga tekanan dan masalah dapat dihadapi dengan sikap yang bijaksana. Bahagia adalah sebuah kondisi mental yang selalu berpikir positif dalam setiap masalah kehidup­an. Sebaliknya orang yang merasa tidak bahagia adalah orang yang selalu berpikir bahwa masalah atau beban adalah sesuatu yang negatif. Tahun 2016 Hari Kesehatan Mental Dunia mengusung tema Psychologycal First Aid for All. Masingmasing dari kita bisa menjadi bagian solusi terhadap masalah kesehatan mental. –Ngurah Budi Retno Kusuma (kanan) bersama Dewi Puri Astiti

sangat kekeluargaan. Untuk menjadi anggota IndoRunners Bali, dikatakannya tak ada persyaratan khusus. “Setiap orang bisa bergabung dengan komunitas IndoRunners Bali. Tidak ada sistem keanggotaan, iuran, atau bahkan persyaratan apakah mereka baru belajar atau sudah lama berlari, larinya lambat atau cepat. We welcome everyone to join, dan di sini kita bisa sama-sama berkembang menuju hidup yang lebih sehat,” papar perempuan energik yang berprofesi wiraswasta ini. Ada satu pengalaman berlari yang dikisahkannya. IndoRunners Bali sering melakukan lari tematik. Salah satunya adalah Gemerlap

Run. Pelarinya berlari mengelilingi suatu area pada malam hari, dan semua mengenakan aksesoris yang menyala dalam kegelapan (glow in the dark), seperti body painting, bando/kacamata dengan lampu kerlap-kerlip, dll. “Ini adalah lari gembira. Karena kita juga berniat untuk menarik perhatian masyarakat sekitar mengenai kegiatan lari. Bahwa lari tidak melulu harus serius, tapi bisa dilakukan dengan santai dan menyenangkan. Harapan ke depan IndoRunners Bali, semakin banyak orang terinspirasi untuk melakukan gaya hidup sehat dengan berlari, virus #marilari #maimelaib semakin tersebar. –Inten Indrawati

GRAND FINAL DIHADIRI WAKIL BUPATI BADUNG DI NUSA DUA TEATER

SENATOR WEDAKARNA SIAP DUKUNG TERUNA TERUNI BALI BERLAGA DI PAPUA Teruna Teruni Bali adalah satu-satunya duta wisata I n d o n e s i a P rov i n s i B a l i yang diakui oleh Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) sejak kongres ADWINDO diadakan di Bali pada tahun 2005. Sejak itulah hanya Teruna Teruni Bali yang berhak mewakili Bali di ajang nasional Pemilihan Duta Wisata Indonesia. Demikian diungkapkan I Gusti Ayu Sita Wedastiti WS, S.E. saat menyampaikan sambutannya di acara Pemilihan Teruna Teruni Bali 2016 di Devdan Show Nusa Dua Bali teater. “Menjadi seorang Teruna Teruni Bali tidak hanya cukup jegeg atau sekadar bagus, tapi harus memiliki skill dan juga kepedulian terhadap agama dan budaya Hindu. Maka sejak Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Pasangan Miss Sonia dan TTB di Nusa Dua Teater awal berdirinya, kami memiliki tagline swadharmaning agama tanpa uang rakyat, tanpa APBD. Ini sesuai swadharmaning negara.,” ungkap Gek Sita dengan cita-cita Bung Karno, berdikari. yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Nama TTB jauh lebih dikenal dan terBidang Ekonomi Kreatif. branding karena di Bali diperkirakan ada Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa lebih dari 10.000 organisasi Sekaa Teruna memberi apresiasi terhadap pemilihan ini. “ Teruni. Ambil segmen itu, selain kampus dan Saya menghargai peran dari penyelenggaraan sekolah. Saya akan membawa TTB agar ada pemilihan Teruna Teruni Bali ini. Ke depan kerjasama dengan 34 Kementerian. Ini untuk kita bersinergi terhadap Teruna Teruni mendukung program Nawa Cita Presiden Bali dan terimakasih sudah menjadikan Jokowi,” ungkap Gusti Wedakarna yang Badung sebagai tuan rumah, “ ungkap I merupakan Dewan Pendiri dari ADWINDO. Ketut Suiasa. Sebelum acara grandfinal, 18 Teruna Teruni Hal senada disampaikan oleh Komite Bali dikarantina di Haris Hotel Sunset Road IIII DPD RI Bidang Pariwisata yakni Dr.Shri Kuta dan melakukan malam budaya di Garuda I Gusti Ngurah Arya Wedakarna WMS III yang Wisnu Kencana ( GWK ). Rencananya pada 29 menyampaikan bahwa secara kelembagaan Nopember - 4 Desember 2016, juara Teruna DPD RI mendukung eksistensi Duta Wisata Teruni Bali dan Putra Putri Kampus Ajeg Bali Indonesia.”Saya mendukung Teruna Teruni akan diseleksi untuk mewakili Provinsi Bali Bali. Saya salut kalian bisa membuat acara di Pemilihan Duta Wisata Indonesia tingkat megah di GWK dan Bali Nusa Dua Teater nasional di Provinsi Papua.


8

Bunda & Ananda

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Ortu dan Anak Perlu

Me Time

Me time sering dijadikan alasan untuk keluar dari rutinitas. Me time juga diidentikkan dengan sesuatu yang harus dilakukan di luar rumah. Bagaimana orangtua mengatur me time untuk dirinya dan perlukah anak-anak diberikan me time-nya juga?

M

alam minggu, Anggi dan suaminya bersiap untuk pergi ke bioskop. Mereka hanya pergi berdua saja. Buah hatinya dititip ke nenek. “Kami ingin mengenang masa pacaran. Untungnya ibu mertua mengerti dan siap mengasuh putra kami,” ungkap ibu muda ini. Ia menambahkan, kesibukan dirinya sebagai PNS dan suami sebagai wirausahawan kerap membuat mereka kehilangan waktu untuk bersama-sama. Biasanya, siapa yang duluan sampai di rumah, itulah yang mengurus anak. Karena itulah, sebulan sekali mereka merancang acara untuk pergi berdua saja. Hal yang sama dilakukan Ami. Teman sekantor Anggi ini juga punya waktu khusus untuk pergi berdua dengan suaminya. Kegiatan ini dilakukan malam hari. “Kami pergi makan malam atau jalan-jalan berdua. Anak tidak kami ajak. Dia dijaga tantenya. Atau, kami pergi setelah dia tidur,” ungkapnya. Pergi berdua saja dengan suami menjadi alternatif bagi Anggi dan Ami untuk mengatasi rutinitas di kantor maupun di rumah. “Mungkin apa yang kami lakukan di luar rutinitas ini bisa dianggap sebagai me time,” ujar Anggi. “Makan nasi jinggo berdua dengan suami juga bisa jadi hal yang menyenangkan. Kami bisa bercerita tentang masa lalu hingga masa depan,” imbuh Ami. Me time dalam pandangan Ni Made Trisna Susanti, S.Psi.,Psikolog adalah kegiatan yang dilakukan sendiri untuk menyenangkan diri. Me time tidak harus di luar rumah. “Me time bisa dilakukan di rumah, misalnya membaca buku, main hp, mendengarkan musik, bahkan tidur setelah melakukan rutinitas. Intinya, me time tidak selalu harus keluar rumah atau keluar area. Namun, sah-sah saja kalau orang mau me time di luar rumah. Semua tergantung sudut

Trisna Susanti

pandang masing-masing orang yang melakoni,” ujar psikolog dari Biro Konsultan Dian Selaras ini. Trisna menambahkan me time perlu dilakukan untuk melepaskan diri dari rutinitas. Mengenai kapan dan berapa durasinya, disesuaikan dengan keperluan masing-masing. Waktu yang fleksibel ini jangan disalahgunakan dengan pergi seharian dan melupakan tugas di rumah. Me time ini hanyalah pengalihan sementara. “Jangan sampai me time dilakukan dalam kondisi yang tidak baik. Misalnya, jalan-jalan untuk melepas penat, kemudian belanja. Pulangnya malah stres karena memikirkan tagihan kartu kredit. Lebih baik jalan-jalan saja tanpa belanja. Cukup window shopping. Jangan buat masalah baru di kemudian hari. Maunya melepas penat malah jadi tambah pusing,” ujarnya. Kadang ada yang memanfaatkan me time dengan bertemu teman-teman. Saat berkumpul ini, hindari saling membandingkan satu sama lain. Lebih baik mengikuti obrolan dan menyimak

“Jangan sampai me time dilakukan dalam kondisi yang tidak baik. Misalnya, jalan-jalan untuk melepas penat, kemudian belanja. Pulangnya malah stres karena memikirkan ­tagihan kartu kredit. Lebih baik jalan-jalan saja tanpa belanja. ­Cukup window shopping. Jangan buat masalah baru di kemudian hari. Maunya melepas penat malah jadi tambah pusing

dengan bijaksana. Kalau ada hal yang dianggap baik, boleh diingat untuk diterapkan. Jangan menjadikan acara ngobrol bareng untuk menggosip apalagi sampAI berjam-jam. Bagi pasangan suami-istri yang sudah memiliki anak, tentu harus memikirkan buah hatinya. Ada kalanya mereka pergi bersama namun melakukan aktivitas yang berbeda. Hal ini masuk dalam kategori me time. Namun, ada juga yang menitipkan anaknya sehingga hanya ayah dan bunda yang pergi. Trisna menyarankan, orangtua jangan terlalu sering untuk mengambil me time dan meninggalkan anak. Waktu berjalan sangat cepat dan jangan sampai menyesal di kemudian hari karena waktu untuk bermain dan bercengkrama dengan anak sudah tak ada lagi. Anak sudah sibuk dengan teman-temannya. Karena

Griya

Mengintip Konsep Bali-Antik-Modern Penataan interior rumah tinggal maupun sebuah art shop, pastinya tak terlepas dari selera pemiliknya. Demikian halnya penataan rumah milik pasutri Ketut Sumadi dan Putu Adnyani di daerah Celuk, Sukawati, Gianyar.

Anak menikmati me time

itu, istri Hari Imam Wahyudi, S.Psi., Psikolog ini mengingatkan semua ada masanya. Tidak usah khawatir tidak punya waktu untuk me time. Semasih anak kecil dan berada di masa tumbuh kembang, orangtua harus selalu mendampingi. Nanti ketika anak beranjak remaja, orangtua akan punya banyak waktu untuk me time. “Saat me time tidak harus bermewah-mewahan, yang penting kita menikmati apa yang kita lakukan. Melaksanakan dengan hati riang gembira dan setelahnya juga merasakan fresh. Seperti mendapat energi baru. Bisa juga me time dilakukan dengan ngobrol sambil mengevaluasi diri lalu mencari alternatif baru untuk membuat suasana rumah atau suasana kantor lebih fresh,” jelas ibu dua putra ini. Bagi anak-anak juga perlu me

time. Rutinitas mereka di sekolah membuat mereka jenuh. Untuk mengatasinya, orangtua bisa mengajak anak untuk ngobrol, makan es krim bersama atau minun teh bersama. Berikan anak kesempatan untuk bercerita tentang apa yang dialami di sekolah. Orangtua harus menjadi pendengar yang baik. Komunikasi yang baik antara anak dan orangtua menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi kejenuhan. Selalu ada hal baru atau topik baru yang dibahas. Jika anak menginginkan me time dengan pergi bersama teman-temannya, orangtua harus memastikan kemana tujuan mereka. Berikan kepercayaan kepada anak, bahwa anak bisa bertanggung jawab. Selain itu anak juga harus jujur dalam memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan. -Ngurah Budi

K

ehadiran konsep Bali, baik pada art shop maupun rumah tinggal yang berada pada satu areal ini, masih sangat kental. Lihat saja tampak depan (fasad) art shop Bara Silver yang ditata sedemikian rupa dengan dinding tempelan paras taro. Pintu utama dengan bukaan lebar dan kaca bening, mencerminkan pemiliknya yang welcome. Tampi-

lan areal depan ini dipercantik lagi dengan kehadiran bale bengong, tempat pengunjung duduk santai. Memasuki ruang art shop, beberapa karya ukiran pengajin Bali dari batu palimanan putih juga menjadi bagian tempat display beberapa produknya. Atap ekspose dengan ukiran Bali yang diprada, makin memberikan sentuhan tradional Bali dengan konsep penataan modern. Sementara untuk

meja-kursi tamu yang diletakkan pada salah satu ruangan, Putu ­Adnyani yang lebih akrab disapa Bu Bara ini dipilih model antik dengan finishing white wash, namun tetap memunculkan motif ukiran dengan warna-warna cerah. Antara art shop dan rumah dihubungkan dengan pintu. Lagilagi, pilihannya adalah pintu gebyok yang tentunya memiliki nilai estetika yang tinggi. Demikian juga pada pintu dapur yang berada di areal selatan. Dan pada bale daja, yang konsep bangunan tradisional Bali sangat terasa. Bentuknya pun unik seperti candi. Sebagai pasutri yang menyukai seni, patungpatung batu dihadirkan pada saka-saka (sendi) dan di depan pintu gebyok. “Pokoknya saya suka art,” demikian ucapa Bu Bara yang memiliki moto “Berkarya tiada henti, inspirasi tanpa batas” ini. –Inten Indrawati

Mendongeng Lima Menit ledekan sapi

Seekor sapi muda yang sedang merumput melihat seekor kerbau menarik bajak. Di belakang bajak itu, berjalan seorang petani. Sambil memegang ekor bajak, petani itu sekali-sekali menMade Taro cambukt kerbau. Kerbau malang itu mengaduh kesakitan. Ketika istirahat, sapi muda itu mendekati kerbau. “Hai, Kawan Kerbau! Badanmu saja besar, tetapi tidak punya keberanian untuk merdeka. Hidungmu dicocok, setiap hari menarik bajak, dan tak pernah melawan ketika dicambuk manusia.” “Tugas kita meladeni, Kawan Sapi! Kita harus bekerja membantu petani, sehingga panen petani berlimpah-limpah. Sebagai balas jasaku, petani itu menghadiahkan tiga karung rumput.” “Ha, ha, ha,…! Kamu diolok-olok! Lihatlah si Kambing, si Ayam, si Bebek! Mereka semua mencari makan sendiri. Masa’ untuk tiga karung rumput, kamu harus menarik bajak, dan rela dicambuk berkali-kali!” Kerbau bodoh dan penurut itu tidak dapat membela diri. Memang benar, badannya yang besar dan gemuk itu tidak dapat digunakan untuk melepaskan diri dari perlakuan kejam manusia.

Apalagi setelah manusia berhasil mencocok hidungnya. Ia harus tunduk perintah sang majikan. Menentang berarti cambukan berkali-kali. Suatu pagi sebagaimana biasanya, ia menarik bajak di sawah yang berlumpur. Datang pula si Kambing, si Ayam dan si Bebek mencari makan dengan bebasnya. Kerbau itu bertanya, “Mana kawanmu si Sapi?” Ketiga hewan yang sedang mencari makan itu menjawab, “Entahlah! Sejak tiga hari ia tak pernah muncul.” Tiba-tiba percakapan mereka terhenti oleh suara berkecipak dari kejauhan. Suara itu makin mendekat dan kedengaran makin keras. Sekalisekali terdengar keluhan seekor sapi yang sedang menarik sebuah gerobak. Gerobak itu sarat dengan beban buah kelapa. Dari atas kereta seorang sais berkali-kali mencambuk penarik gerobak itu. “Mbeeek,….! Itu kawanku, si Sapi” teriak si Kambing. “Kukuruyuk,….! Benar, itu kawanku, si Sapi,” sahut si Ayam. “Kwek, kwek, kwek….! Benar sekali, itu kawanku, si Sapi,” sahut si Bebek. Kerbau yang sedang menarik bajak itu tersenyum. Si Kambing, si Ayam dan si Bebek tidak mengerti apa arti senyum itu. Apakah karena ledekan si Sapi telah terbalas, ataukah, kerbau bodoh itu bersyukur karena si Sapi telah mendapatkan pekerjaan baru, yakni melayani manusia.

Putu Adnyani

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

17


16

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Guna memajukan pendidikan di Buleleng, pemerintah terus berupaya mengembangkan potensi sumber daya manusia baik itu dari siswa maupun dari tenaga pendidiknya. Upaya lain untuk memajukan pendidikan adalah membuat program-program unggulan. Salah satu program unggulan dari Nyonya Aries Suradnyana mendapat penghargaan tingkat nasional. Sebelumnya, istri Bupati Buleleng ini sudah berkali-kali menerima penghargaan baik dari PKK dan Bunda PAUD. Penghargaan yang diterima kali ini adalah Anugerah PAUD tingkat Nasional tahun 2016. Penghargaan ini diserahkan di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (29/9) lalu.

Buleleng ingin Bangun TK Inklusi

bagai prestasi. Mulai dari membentuk tim Bunda PAUD hingga melibatkan instansi terkait untuk menyukseskan program PAUD di Kabupaten Buleleng. Selain itu, ia juga menjelaskan program unggulan yang ia cetuskan yakni menegerikan TK yang ada di Kabupaten Buleleng. “Mungkin program-program tersebut yang menjadi tolak ukur dari Bunda

PAUD tingkat Nasional untuk memberikan kami penghargaan dan tentunya saya tidak bekerja sendiri, ada tim PAUD yang kami bentuk dan melibatkan instansi terkait yang dipimpin Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng,” jelasnya. Kabupaten Buleleng sebelumnya hanya memiliki 3 TK Negeri. Setelah ia dinobatkan sebagai

S

osok Bunda PAUD Buleleng merupakan teladan dalam eksistensi PKK dan PAUD di Buleleng. Ia menerapkan pola turun langsung menemui masyarakat di pedesaan. Dengan berbagai penghargaan yang telah diterima istri orang nomor satu di Buleleng ini, menunjukan bahwa ia bisa berpartisipasi dalam program pemerintah dibidang pendidikan. Nyonya Aries Suradnyana menjelaskan menyusun beberapa strategi hingga bisa meraih ber-

Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, kini di Buleleng sudah ada 17 TK Negeri yang tersebar di berbagai Kecamatan. Ia mengaku berani menegerikan TK di Buleleng karena kewenangan SMA/ SMK sudah pindah ke Provinsi, sehingga dana itu yang dimanfaatkan untuk menegerikan TK di Buleleng. “Pada tahun 2014, di Buleleng hanya ada 3 TK Negeri dan sekarang kita sudah menegerikan TK di Buleleng sebanyak 14 TK swasta sehingga sekarang Buleleng memiliki 17 TK Negeri,” ujarnya. Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng ini merencanakan inovasi lain untuk meningkatkan kualitas PAUD di Buleleng. Ia

Nyonya Aries Suradnyana berkunjung ke salah satu TK di Buleleng

Edukasi

Empat Detik Sebelum Tidur (EDST) terbentuk dari ketidakaktifan empat sekawan dalam berkarya musik, hingga akhirnya memutuskan untuk kembali berkarya bersama dalam sebuah grup musik akustik bergenre Alternative Ethnic Folk. Personil-personil yang sudah sempat tergabung dalam satu group ini adalah Yogi (Percussion-Vocal), Sonata (Minor Pecussion-Vocal), Aris Jack (Guitar-Vocal), & Konot (Guitar-Vocal).

Nyonya Aries Suradnyana

berkeinginan membangun TK Inklusi yang dipusatkan di Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan. TK Inklusi adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. “Pilot project selanjutnya adalah kami ingin menggabungkan anak-anak yang memiliki kelainan dengan anak normal dengan membangun TK Inklusi agar mereka memiliki rasa empati sehingga mereka bisa membaur menjadi satu,” harapnya. -Wiwin

Beauty Through berani menunjukBatik“ Dengan kan kreasi dan versi acara tersebut terbaiknya melalui diharapkan dapat busana batik sebagai semakin menumwujud apresiasi terbuhkan kecintaan hadap masterpiece terhadap batik yang dari budaya Indomemang harus dilenesia, yang saat ini starikan. dengan kreasi model yang modern dan Dikatakan oleh lebih beragam baUpik untuk para tik dapat dikenakan pelanggan Miracle di berbagai kesemjuga masyarakat, patan dan berbagai sesuai dengan kalangan. champagne terbaru Miracle di usianDrs. AA Nguya ke – 20, yakni rah Mayun Konta “Unveil Your MasTanaya, M.Si, yang terpiece”, Miracle AA Ngurah Mayun Konta Tanaya lebih akrab disapa menggandeng Komunitas Cinta Turah Mayun ini, dalam Mini Talk Berkain (KCBI) Provinsi Show di Miracle tidak hanya berBali mengajak semua orang untuk bicara tentang berbagai informasi, baik itu sejarah maupun filosofi dari setiap lembaran kain. Agar wawasan mereka yang hadir lebih luas lagi, ia juga membawa beberapa koleksinya yang memiliki kisah, jenis dan sejarah tersendiri. Dalam kesempatan itu juga dosen, pengamat budaya dan kolektor kain tradisional ini diantaranya memaparkan mengenai pemahaman tentang kain, mana yang dapat digunakan untuk umum atau hanya untuk upacara, agar kita tidak sampai keliru dalam pemakaiannya. Ia juga memperlihatkan langsung

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Empat Detik Sebelum Tidur

Ajarkan Kesederhanaan dalam Bermusik

S

onata menuturkan keinginan untuk mengubah karya tulis puitisnya menjadi sebuah lagu, sehingga berkumpulah empat sekawan yang hampir tidak aktif selama beberapa tahun dan menelurkan satu karya lagu “Sang Perantara”. Nama grup band asal Singaraja ini dimaknai dengan cara yang begitu sederhana namun sangat mendalam. Menurut Aris Jack, “EMPAT” adalah angka jumlah personil EDST, “DETIK” adalah unsur terkecil hitungan waktu, “SEBELUM TIDUR” adalah tentang momen ketika mereka berempat hampir tidak bertemu dan berkarya bersama lagi. “EMPAT DETIK SEBELUM TIDUR kurang lebih bermakna empat seniman musik yang memaknai detik-detik sisa waktunya untuk kembali bangkit untuk berkarya sebelum

kemalasan menghampiri mereka dan tertidur selamanya tanpa mengejar mimpi dengan tindakan atau karya yang nyata,” jelasnya. Selain itu, dengan kalimat Empat Detik Sebelum Tidur cukup melambangkan imajinasi tentang alangkah nikmatnya perasaan seseorang menikmati suara-suara alam saat fase menuju alam bawah sadar (tidur). Grup band yang terlahir ber-

dasarkan pemikiran yang lebih menumpu pada garis natural dan sederhana ini terbentuk pada tanggal 19 maret 2016. Hingga sampai saat ini dalam kurun waktu yang relatif singkat EDST sudah kelar merilis satu mini album yang bertajuk “Penganut Sederhana”. “Tepatnya 26 April 2016 pukul 1 dini hari,” tambah Jack. Dalam penggarapan mini album tersebut diputuskan untuk

mengambil live recording yang murah meriah dan simple untuk mengutamakan kenaturalan. Bahkan beberapa lagu di take hanya sekali saja, tanpa menyembunyikan kesalahan dan kekurangan. “Bagi kami kelemahan adalah sebagai partikel pembentuk harmonisasi yang indah dan apa adanya,” tambah Sonata. Sonata juga mengungkapkan EDST tidak pernah membatasi ide

Cara Berpikir Baru Hasilkan Kreativitas Baru

Bali Perlu Museum Tekstil Menjaga tradisi cinta pada kain batik maupun kain tradisional lainnya, terutama di Pulau Dewata ini merupakan tantangan tersendiri dan tidak mudah. Terlebih dengan derasnya arus modernisasi. Apalagi untuk menelusuri dan mencari dan menggali tradisi serta sejarah kain tersebut tentu lebih sulit lagi. Namun, karena passion-nya di sana maka, sosok bernama Drs. AA Ngurah Mayun Konta Tanaya, M.Si ini tidak akan berhenti untuk mencari dan memperkenalkan kain-kain tradisional Bali bahkan Indonesia kepada khalayak luas. Hal ini disampikan Upie Rustiah, Manager Miracle Aesthetic Clinic pada Minggu (2/10) di Klinik Miracle Denpasar dalam momen perayaan Hari Batik Nasional, yang mengusung tema “Unveil Your

Dara

contoh-contohnya. Salah satunya ia menyampaikan filosofi kain poleng yang terdiri dari warna hitam dan putih serta abu-abu. Kain poleng, katanya termasuk kain yang disakralkan dan tidak bisa digunakan sembarangan. Dalam pewayangan pun yang menggunakan poleng hanya Bima dan Hanoman. Poleng adalah simbul kejujuran, simbul kehidupan. Dalam kehidupan itu ada yang kertas dan lembut, hitam dan putin maka dinetralkan dengan abu-abu. Turah Mayun mengatakan masyarakat Bali juga patut bersyukur bahwa di seluruh Indonesia, Bali yang paling banyak memiliki koleksi kain. Namun, disayangkan Bali tidak memiliki museum tekstil. Sehingga, ketika ingin mengadakan penelitian agak sulit. Banyak kain Bali yang langka sudah tidak ada. Maka, lanjutnya sangat mungkin, jika nantinya kita akan mencari tahu sejarah kain Bali justru datang ke museum teksil yang ada di Jepang,

Australia dan Jerman. Mereka cukup banyak membeli kain-kain Bali yang bagus dengan nilai artistik yang tinggi dan langka tersebut. Selanjutnya, masih dalam rangkaian memperingati Hari Batik Nasional , sebagai salah satu warisan budaya Indonesa yang telah diakui Unesco, Miracle Aesthetic Clinic juga di isi dengan sharing tentang krim untuk perawatan wajah sehari –hari yang disampaikan oleh dr.Yustina Utari. Selain itu, disajikan pula pula Batik Pop- Up Shop selama enam hari, yakni sejak 1-6 Oktober 2016. Yang menarik juga, seluruh undangan yang hadir diminta me­ ngenakan kain batik modifikasi. Begitu juga seluruh karyawan Miracle Denpasar turut berpartisipasi dalam merayakan Hari Batik Nasional de­ ngan mengenakan pakaian batik yang dimodifikasi juga. Ada juga promo khusus bagi pelanggan dan calon pelanggan Miracle. – Sri Ardhini

Jika berbicara mengenai dunia fashion atau perkembangan mode seakan tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Perkembangan atau trend yang terus berubah dan hal ini bisa menjadi sebuah peluang, terutama bagi sosok kreatif dan siap berlomba menciptakan sebuah trend dalam dunia fashion dengan desain yang unik dan menarik. Seperti yang ditampilkan oleh anak didik Angeliqa Wu Fashion Design Course Bali, dalam” Graduation Show 2016” dengan tema utama “Invention” di Ballroom Fave Hotel, Tohpati, Denpasar, Sabtu (1/10). Saat itu ditampilkan 45 karya istimewa dari 15 siswa

yang menyajikan tema-tema menarik dan unik. Menurut Angeliqa Wu, owner Angeliqa Wu Fashion Design Course, para siswa mengangkat ide –ide sangat menarik pada tema Invention atau Penemuan kali ini. Banyak penemuan yang berasal dari ide, cara berpikir baru atau kreativitas yang belum ada dan dibuat menjadi sesuatu yang baru, modern serta diperbarui. Dikatakan oleh Angeliqa Wu, sekolah desain ini, memiliki misi menciptakan SDM yang profesional dan terampil. SDM yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Para siswa, lanjutnya sebelum melangsungkan Graduation Show, mereka telah melewati ujian teori dan pre-

Juri dan the best student

sentasi. Sedang­kan fashion show merupakan ujian terakhir dengan total look yang diperagakan para model profesional, dengan tujuan para siswa dapat mempersiapkan diri untuk terjun menjadi seorang desainer andal yang mampu dapat mempersiapkan fashion show-nya sendiri. Dalam graduation show saat itu, juga dilaksanakan pemilihan 3 Best Student dan Favorite Student. Di sini, para juri atau tim penilain yang terdiri dari desainer yang kompeten dan bisa memberikan penilaian secara profesional. Untuk tahun ini, best student 1, 2 dan 3 masing-masing diraih oleh Mila Fesnoux dengan tema Mechanical Flower, Manifesto; kemudian Nabilla yang mengangkat

Angeliqa Wu

tema Rebelle, dan Jazmine Wilson melalui tema Patch – arnation. Sedangkan untuk kate­ gori favorite student , yang dipilih berdasarkan suara terbanyak dari polling penonton, diraih oleh Wanda Yulia yang memilih dengan Starlight.

Tim juri

9

dalam menulis lagu. “Ide-ide yang datang hanya mengalir apa adanya dan kebetulan,”ungkapnya. Di album “Penganut Sederhana” ini lagu-lagu yang ditulis adalah tentang roman, sosial, dan alam. Secara umum yang ingin di sampaikan adalah esensi kesederhanaan yang membalut lirik-lirik yang tak biasa sehingga pendengar bisa belajar mencerna setiap ide yang di sampaikan dalam lagu. Dilihat dari tampilan musik, yang membuat EDST berbeda adalah alat-alat yang digunakan. “Alat-alat yang digunakan cukup berbeda meliputi perkusi-perkusi kecil dan beberapa alat tradisional, perbedaan juga terasa signifikan dari cara menuangkan lirik yang (janggal) bahkan salah satu lagu memiliki lirik yang sama sekali tidak ada artinya (“Teaser”) tapi kami juga tidak menutup diri untuk membuat lirik-lirik yang sederhana seperti lagu “Nona Manis”,” jelas Jack. Dengan menulis lagu yang bernada sederhana, EDST berharap karya musiknya selain menjadi pemutar roda keindahan juga liriknya degan mudah bisa menginspirasi para penikmat musik Indonesia pada khususnya, yang saat ini sedikit digandrungi liriklirik kurang mendidik dan terlalu menganga. -Wiwin Angelica Wu menyatakan, karena tahun ini banyak siswa yang sangat kreatif dan inovatif, maka sekolah juga memberikan 2 special award : yakni Best Achievement in Fashion Illustration , Special Cutting & Pattern yang diberikan pada Ari Pricilia dengan tema Flagela. Kemudian, Best Achievement in Photo Shoot Collection & Special Pattern , berhasil diraih Sofya Alviana, melalui tema Alculturation. Selain itu pada acara ini pun ditampilkan karya para pengajar dan alumni yang tergabung dalam UNYX by Angeliqa Wu FDC. Mereka adalah Natasya K. Dharani, Yue Hui Cai, Jacinda Lie, Eunike Asih, Angeliqa Wu . Tak ketinggalan tampil juga dua orang desainer kebaya yang sudah punya nama di Bali, yakni Dewi Calista dengan brand Calista Kebaya mengusung tema Peach Sunset dan Griya Jegeg by Bubu yang didukung oleh Ibuibu dari Komunitas Cinta Kamen Bali (KCKB).– Sri Ardhini


10

Kreasi

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Style

Arja Negak Menantang Penonton Cantik dan Berkarakter Berimajinasi

Tahun 1970-an adalah puncak kejayaan dramatari arja. Setelah 20 tahun limbung, pada awal tahun 1990-an, seni pertunjukan bertembang sembari menari ini kembali menggeliat lewat gebrakan Arja Cowok. Arja yang semua pemerannya laki-laki tersebut sempat menjulang di tengah masyarakat Bali, namun hanya sesaat. Periode tahun 2000-an hingga sekarang, dramatari yang diduga muncul tahun 1811-1825 itu, terpuruk. Kini kian sulit memergoki pementasan arja. Kumandang arja hanya masih secara lamat-lamat terdengar di RRI Denpasar. Kemana mesti menonton kesenian yang di masa lalu sempat mengharu biru masyarakat Bali itu?

M

ari tengok sajian arja dalam perhelatan seni Nawanatya yang berlangsung di Taman Budaya Bali. Jumat (16/9) malam, alunan tembang macapat terdengar silih berganti di panggung Ayodya. Olah vokal aneka macam pupuh itu menjadi kesatuan penting dari dramatari arja. Namun tampak delapan orang penembangnya duduk berjajar di panggung. Mereka juga tidak mengenakan busana arja seperti lazimnya melainkan pakaian adat ringan saja. Demikianlah, seni pentas yang digelar malam itu memang dramatari arja yang disebut Arja Negak. Jenis arja ini dibawakan oleh para penari yang semuanya dalam posisi duduk. Adalah Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, mempersilahkan penonton menyimak Arja Negak yang disuguhkan seluruhnya oleh para mahasiswa. Diawali dengan masuk panggungnya masing-masing

pemeran atau karakter yang telah jadi pakem arja. Condong, Galuh, Mantri, Limbur, Liku, Desak Rai, dan dua penasar mengayun langkah mencari posisi, diiringi dengan gamelan gaguntangan yang ritmis merdu. Pemeran Condong membuka cerita yang disambung dengan ungkapan masalah dari pemeran Galuh. Selanjutnya, cerita bergulir melalui liukan berbagai watak tembang sekar alit. Lakon yang dikisahkan bertajuk Raden Mantri Jajar Pikat, bersumber dari siklus Panji, wira cerita yang menjadi acuan utama lakon-lakon dramatari arja. Sejarah munculnya Arja Negak tidak jelas. Ada sumber yang mengatakan kesenian ini muncul 1958 di RRI Denpasar, dimana untuk menyiarkan arja di stasiun radio itu para pemainnya berdramatari arja dalam keadaan duduk di studio, baik saat direkam maupun siaran langsung. Sementara itu di Desa Berambang, Jembrana, dijumpai pula arja sejenis yang

15

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Karya yang istimewa dengan konsep desain yang matang berhasil disuguhkan 3 desainer yang terpilih sebagai The Best Desainer dalam “Garduation Show Angeliqa Wu Fashion Design Course”, pekan lalu di Fave Hotel, Tohpati.

T

disebut Arja Sewagati. Para pemain Arja Sewagati menggunakan busana arja lengkap yang hanya dibawakan oleh empat orang pemain dengan iringan gamelan gaguntangan. Taman Penasar yang lima tahun belakangan ditampilkan di arena Pesta Kesenian Bali (PKB), tampak juga menggunakan konsep arja yang disajikan secara duduk. Rupanya diperlukan kesabaran dalam menyaksikan Arja Negak. Karena kurang adanya visualisasi di atas panggung, maka yang lebih diperlukan adalah konsentrasi pendengaran. Penonton ditantang berimajinasi, bagaimana seorang putra mahkota, Raden Mantri Jajar Pikat, bertualang di tengah hutan melakukan pemburuan dan membunuh binatang yang akhirnya berhasil disadarkan bahwa seorang pemimpin harus menjadi teladan rakyat, tidak semena-mena merusak harmoni kehidupan. Pesan ini secara verbal diungkapkan oleh tokoh Limbur pada klimaks pementasan. Agar alur cerita dan tema inti dari lakon Arja Negak ISI Denpasar ini lebih komunikatif, visualisasi pengadegan diselipkan secara kreatif. Raden Mantri Jajar Pikat sewaktu bocah digambarkan lewat adegan tokoh anak yang nakal

dinasihati oleh ibunya. Pemeran Galuh (ibu Jajar Pikat) bangun dari posisi duduknya menghajar anaknya dengan seikat dedaunan. Raden Jajar Pikat bersama dua punakawannya ketika berangkat berburu binatang ke hutan juga divisualisasikan. Terakhir, tokoh Liku dan Desak Rai tampil kocak lewat pengadegan pemeran lain dalam penampilan ala bondres. Visualisasi pengadegan tersebut membuat seni pentas ini jadi pertunjukan yang lebih hidup dan segar. Berdurasi hampir tiga jam, akan sungguh menjenuhkan bila seni drama bertembang hanya disajikan secara duduk. Strategi berkesenian secara kreatif tampaknya memang dibutuhkan terhadap puspa warna seni tradisi kita, termasuk terhadap Arja Negak. Secara konsep artistik, jika mengacu kepada prinsip seni pertunjukan sebagai sebuah tontonan, kesenian ini sudah pasti kurang menarik. Apalagi mengingat pada zaman sekarang, seni menembang sekar alit semakin senjang di tengah kehidupan masyarakat Bali. Dahulu, ketika tradisi mengalunkan beragam pupuh sinom, ginada, durma, pangkur, semarandana dan seterusnya begitu biasa terdengar di tengah masyarakat, berke-

mungkinan seni berungkap dengan tembang akan eksis. Sekarang, jangankan kaum muda, orang-orang tua pun, pada umumnya jarang magending sekar alit. Di tengah situasi gamang seperti itulah kini arja, Arja Negak, berusaha unjuk kiprah. Tengoklah kehadiran penonton pada pementasan Arja Negak ISI itu. Sungguh memprihatinkan, hanya disaksikan tak lebih dari 35 orang. Pemeran Desak Rai, antara kecewa dan melucu mengomentari tipisnya penonton dengan ungkapan: ”Aduuh, dewa ratu, dadi penontone bolong-bolong. Beh, kenyel tiang muruk, ked dini yeeeh…. bedik pesan nak mebalih”. Penonton tertawa miris. Namun demikian, para seniman muda yang menyajikan Arja Negak itu tampak menunjukkan semangat. Para penarinya rata-rata memiliki kemampuan menembang sangat menjanjikan dan sudah tentu akan lebih menunjukkan totalitasnya jika pentas dalam arja tidak negak. Sumber insani masa depan seni budaya Bali itu telah menunjukkan ketulusan menjelajah keseniannya. Dari berkesenian duduk, suatu saat bisa jadi mereka akan terbang mengharumkan nama bangsa. Kadek Suartaya

iga desainer yang luar biasa kreatif ini adalah Mila Fesnoux, Nabilla, dan Jasmine Wilson. Mila hafdir dengan Tema “Mechanical Flower Manifesto:” terinspirasi dari style berbusana di Era Victoria pada abad ke 18. Busana wanita yang didominasi warna alami seperti putih, coklat, lemon dan pastel sebagai ciri khasnya. Dengan tampilan faya feminin dan romantik, menjadi sentuhan kekuatan detilnya. Karya Mila berhasil memancarkan perempuan yang berkarakter dan berpengetahuan.

Sedangkan Nabilla melalui tema “Rebelle”, yang mengangkat ide gadget terbaru yak ULO dan penambahan konsep fashion tahun 70-an, yang bicara tentang era kreativitas tanpa batas dan style lebih dihargai. Ekspresi kebebasan inilah yang ditampilakn dalam koleksinya. Dipersembahkan untuk wanita yang berani dan percaya diri mengekpresikan gaya fashionnya.. Selanjutnya Jasmine, melalui tema “Patch Carnation”, berhasil memunculkan kembali patchis yang pada zaman dulu digunakan menambal lubang. Dan, dalam kekinian ia mengubahnya menjadi icon koleksinya. Ia mengaplikasikan pada bahan yang tidak biasa, seperti tile, satin, dan sifon. Untuk final look-nya Jasmine melengkapinya dengan tas dan boneka, hingga menjadi karya yang fresh dan fun . - Sri Ardhini

Nabila

Jazmine

Mila

Jazmine

Mila

Jazmine

Mila

Nabila


Jelita

Edisi 922/ 10 - 16 oktober 2016

Kulit merupakan selimut yang menutupi permukaan tubuh dan mempunyai fungsi utama sebagai pelindung dari berbagai macam gangguan dan rangsangan luar. Karena itu, kita perlu mengetahui tips merawat kulit.

Facial Detox untuk Semua Jenis Kulit

S

elain menggunakan krim perawatan di rumah, kita juga perlu melakukan perawatan wajah di klinik. Ada banyak jenis perawatan wajah yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kulit. “Jenis perawatan yang bisa dipilih dan saat ini memang banyak diam­ bil pasien kami adalah facial detox,” ujar dr. AA Sg. Ratih K.S., Dipl. CIBTAC, M.Biomed (AAM). Pemilik sekaligus dokter pen­ anggung jawab VZ Skin Care Bali ini mengatakan, perawatan wajah facial detox menggunakan karbon dan vitamin C untuk meringkas pori-pori kulit wajah, mengangkat lapisan kulit mati, mencegah dan mengurangi jerawat. “Perawatan ini cocok dilakukan untuk semua jenis kulit, bahkan yang sensitif sekali pun,” ucapnya. Karbon atau zat arang terse­ but, dijelaskannya merupakan unsur kimia yang mempunyai simbol C dan nomor atom 6 pada tabel periodik. Dan, saat ini telah banyak pabrik yang menambah­ kan karbon ke dalam pembersih wajah, pasta gigi, krim massage, masker wajah, bahkan ke dalam minuman jus untuk membantu tubuh mengabsorpsi toksin dan zat polutan. “Inilah yang membedakan facial detox dengan perawatan wajah yang lain,” ungkap dr. Ratih, sapaan akrabnya. Tahapan dari facial detox sama dengan tahapan facial pada um­ umnya, yaitu pembersihan wajah, hot steam, scrub, massage relaksasi, vacuum, ekstraksi, HF, massage dengan krim detox menggunakan teknik mesotherapy non-needle, pemakaian serum detox dengan alat iontophoresis, cool steam, lalu diberikan masker detox sebagai tahap akhir. Waktu yang diperlukan untuk melakukan perawatan ini untuk kulit normal adalah 1,5 jam. Sedangkan untuk kulit bermasalah

dr. AA Sg. Ratih K.S., Dipl.CIBTAC, M.Biomed (AAM)

Bugar Makan kini tak sekadar urusan perut. Beberapa orang menjadikannya bagian gaya hidup yang harus sehat, menyenangkan, dan menghibur. Vania Wibisono, salah satunya. Perempuan cantik yang dikenal sebagai selebrity chef ini, mulai menularkan kebiasaan makan sehat kepada masyarakat.

M

khususnya jerawat dapat mema­ kan waktu hingga 2 jam. Dari pengakuan beberapa pasien, perubahan besar yang da­ pat dirasakan dalam sekali perawa­ tan yaitu wajah terasa lebih halus, kenyal, dan cerah. Untuk menda­ patkan hasil yang maksimal, pera­ watan ini dapat dilakukan secara rutin sebulan sekali. Bahkan untuk mereka yang memiliki jenis ku­ lit berminyak, kombi­ nasi normal berminyak, ataupun berjenis kulit kering, dan kombinasi normal kering tetapi sering melakukan ak­ tivitas di luar ruangan, menggunakan make-up setiap hari, ataupun yang tinggal di daerah berpolusi tinggi, maka dapat melakukan pera­ watan wajah ini dua kali dalam sebulan. Bagi mereka yang setiap hari bekerja di dalam ruangan dingin (ber-AC) sehingga kulit menjadi kering, juga cocok melakukan pera­ watan ini karena krim massage detox juga mengandung vitamin C yang berfungsi untuk melembabkan kulit ker­ ing, dan anti-penuaan. Dokter Ratih men­ ganjurkan perawatan ini bisa dimulai dari usia 18 tahun, berdasarkan kriteria terbaru dari WHO tentang kriteria usia anak. Tetapi jika kulit anak mengalami masalah khususnya jerawat, maka tidak masalah jika anak di bawah 18 tahun melakukan perawa­ tan facial detox lebih awal. Karena, jika kulit mengalami kerusakan,

yang menjadi masalah adalah per­ baikannya. Sementara untuk usia maksimal melakukan perawatan ini tidak dibatasi. Perawatan facial detox, khusus­ nya di VZ Skin Care yang berlokasi Perumahan Dalung Permai dan di kawasan Teuku Umar Barat ini, dilakukan oleh tenaga terapis

berpengalaman, di bawah super­ visi dokter penanggung jawab. “Sebelum melakukan perawatan, pasien wajib berkonsultasi ke­ pada dokter untuk menentukan jenis facial apa yang cocok un­ tuk jenis kulit dan masalah kulit pasien. Karena jika pasien sedang mengalami masalah ruam kulit,

gatal-gatal, atau wajah bengkak, tidak dianjurkan untuk melaku­ kan perawatan ini, juga untuk semua jenis facial lainnya. Dokter akan memberikan penanganan yang lebih tepat untuk masalah tersebut,” tandas Ketua Yayasan RS Budi Agung Palu ini. –Inten Indrawati

Edisi 922/ 10 - 16 oktober 2016

11

Tularkan Kebiasaan Makan Sehat weekend ia baru mengajak anakanaknya untuk makan di luar. Kesadaran mengonsumsi ma­ kanan sehat semakin terbangun sejak Vania remaja, ketika sang mama meninggal dunia akibat kanker payudara. Sebelum men­ inggal, sang mama berpesan agar anak-anaknya tidak sembaran­ gan mengonsumsi masakan tidak sehat seperti makanan instan dan kalengan. “Ibu saya menin­ ggal karena kanker. Karena itu saya jadi lebih memfokuskan diri dengan healthy food,” ungkap ibu dua anak ini. Menurut dia, makanan memiliki peran penting untuk keseimbangan kondisi fisik dan psikologis seseorang. “Makanan yang salah atau tidak makan sama sekali justru akan semakin

makanan sehat diperolehnya dari ilmu biologi yang dipela­ jarinya di kampus, dan beragam kursus tentang makanan. Setelah meluncurkan buku re­ sep makanan antistres pada 2009 lalu, wajah Vania makin sering tampil di layar kaca. Perempuan yang belajar raw food di Australia ini, antara lain memandu ac­ ara memasak sehat di sejumlah saluran televisi. Lewat berag­ am media tersebut, Vania ingin mengedukasi masyarakat tentang makanan sehat. Buku kedua setahun lalu di­ luncurkannya. Dengan judul Foodie and the City, adik dari dr. Sonia Wibisono ini berkolaborasi bersama Nadia Mulya dan Joy Roesma. “Makan dan masak, adalah dua hal yang dahulu fungsi utamanya adalah me­ menuhi kebutuhan dasar manusia. Sekarang ini, di era melejitnya program acara masak, masak telah berevolusi menjadi ses­ uatu yang lebih besar,” ujarnya. Buku Foodie and the City dapat dinikmati se­ mua orang, dari yang suka makan, ingin meng­ geluti bisnis kuliner, hobi memasak, hobi diet, pemerhati gaya hidup, sampai yang pena­ saran dengan cerita di balik sepiring hidangan nikmat. Dalam buku ini aneka resep disaji­ kan, dari makanan untuk anak-anak yang serba cepat, makanan untuk sua­ mi, arisan, ulangtahun, diet, dll.

eluncurkan buku Antistress tahun 2009, ia men­ coba memberi edukasi kepada masyarakat dalam makanan alami yang tak men­ gandung bahan kimia terbukti da­ pat menjadi obat antistres. Lewat buku ini dirinya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat Indo­ nesia mengenai makanan yang sehat. Menurut­ nya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami hal tersebut. “Ikan dis­ ebut lebih baik dari daging merah. Padahal, kalau dimakan dengan ukuran batas normal, daging merah juga me­ nyehatkan. Untuk orang dewasa, konsumsi da­ ging merah sebanyak 200 gram seminggu. Untuk anak-anak 300400 gram seminggu. Orang vegetarian juga harus mengonsumsi vi­ tamin B12 untuk meng­ ganti asupan protein yang terdapat dalam daging merah,” ujar perem­ puan yang akrab disapa Vania ini. Ia mengatakan, hidup di Jakarta mungkin ber­ beda dengan kota lain­ CANTIK nya di Indonesia. Banyak ITU SEHAT penyebab, yang mem­ masakan Vietnamese Spring Roll Penampilan lulusan b u a t o r a n g m e n j a d i Chef Vania menunjukkan Psikologi UI ini men­ stres. Ironisnya, sering terjadi salah dalam penyelesaian memperparah dampak stres,” jadi bukti hidup makanan sehat masalah dengan lari ke alkohol. kata perempuan yang belajar berdampak positif. Resepnya, Menurutnya, makanan kaya se­ culinary art di Los Angeles, AS banyak makan sayur dan raw food karena kata dia, energinya terasa rat, roti gandum, cokelat tanpa ini. pemanis, buah-buahan, dan Cokelat, misalnya, memang jauh lebih banyak sayuran, bisa mengobati stres. ampuh meredakan stres. Na­ Perjuangan mengonsumsi “Saat ini, bukan lagi bagaimana mun, gula dalam cokelat justru makanan sehat tersebut dimulai membuat perut kita kenyang. menambah gangguan stres. Demi Vania dari dirinya sendiri. Setiap tapi kualitas makanan agar hidup menangkal stres, Vania men­ hari dari Senin hingga Jumat, ia kita tidak stres. Di Jakarta sangat yarankan konsumsi lebih banyak selalu membawa bekal makanan sedikit makanan sehat. Banyak makanan berserat seperti roti sehat. Pada akhir pekan, Vania sekali warung makan, apalagi gandum, buah-buahan seperti sesekali mencoba mengonsumsi di pinggir jalan yang memakai strawberry, dan menghindari masakan restoran. Menurut pewarna dan perasa makanan. makan gorengan. Vania, hidup harus seimbang, Sulit mencari makanan bersih Ia menambahkan, keseim­ karena ia melihat, ada teman­ di Jakarta,” ujar Vania saat bangan hidup juga diperoleh nya yang rutin mengonsumsi ditemui tokoh di Swiss-Belhotel dengan mengonsumsi makanan makanan sehat, tapi tetap juga Petitenget, pekan lalu. seimbang yang terdiri dari kar­ sakit. Karena itu, saat weekend ia Biasanya, ia siasati dengan bohidrat, daging-dagingan, dan memberikan kesempatan kepada membawa bekal dari rumah dari sayuran. dirinya dan keluarganya untuk hari Senin hingga Jumat. Saat Pengetahuan Vania tentang menikmati makanan di luar.

Vania aktif mengusung kampanye bahwa masakan rumah­ an lebih enak, mudah, dan sehat. Vania juga membum­ bui pelajaran memasak itu dengan penge­ tahuan tentang kesehatan fisik dan psikis.

Kedatangannya ke Bali selain liburan, ia mencoba berbagi ilmu memasak dengan melakukan demo ma­ sak di Swiss-Belhotel Petitengat, membuat makanan sehat dari bahan-bahan segar. –Wirati Astiti

Chef Vania Wibisono

14


12

Kuliner

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

13

Susu Kedelai dan Telur Asin sangat Digemari Susu edamame dan telur asin, menjadi salah satu produk unggulan di antara produk pertanian lain, yang ditampilkan Inkubator Bisnis Fakultas Pertanian Universitas Warwadewa, dalam ajang Pesta Agri­ bisnis di Renon, pekan lalu.

M

Nikmati Vietnamese Spring Roll

enurut Ketua Inkubator Bisnis Fakultas Pertanian Universitas Warwadewa, Ir. Ketut Agung Sudewa, M.Si., sejak mahasiswa duduk di semester 2 sampai 5, mereka mendapatkan ilmu kewirausahaan. “Nanti diharap-

kan, setelah lulus mereka bisa membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan sesuai bidang mereka masing-masing. Ada 4 prodi di Fakultas Pertanian yakni, Agro Teknologi, Perternakan, Perikanan, dan Teknologi Pangan. Mereka bisa mengembangkan usaha sesuai proram studi dan ilmu

Di Indonesia, kita mengenal makanan bernama risoles yang bentuknya ­hampir mirip dengan vietnamese springroll. Hanya saja risoles yang kita ­kenal di ­Indonesia lebih terpengaruh percampuran cuisine Cina dan Belanda.

Di negara asalnya, Vietnam, terdapat dua jenis spring roll, yakni yang digoreng dan yang disajikan segar seperti resep vietnamese spring-

roll di bawah ini. Meski mirip, vietnamese spring roll ini jauh lebih sehat. Berbeda denga risoles yang kaya akan karbohidrat dari tepung dan kentang, resep vietnamese spring roll ini menggunakan sayuran segar, sedikit karbohidrat dari bihun, kandungan protein dari daging dan yang paling menyehatkan, bebas minyak goreng. Sangat cocok disajikan bagi Anda yang sedang menjalani diet rendah lemak. Salah satu bahan utama dalam spring roll adalah rice paper. Rice paper mempunyai warna putih bersih, bentuknya lingkaran dan tipis seperti kertas mika, tapi setelah dicelupkan ke air dia akan menjadi lembek dan mudah untuk dibentuk. Rice paper ini banyak dijual di supermarket dalam kemasan plastik, dan satu kemasan berisi cukup banyak. Anda dapat menyajikan vietnamese spring roll ini sebagai hidangan saat arisan bersama teman-teman Anda. Disajikan dengan saus khas Vietnam yang asam segar, hidangan pembuka ini sangat menggugah selera. Menu vietnamese spring roll ini didemokan selebrity chef Vania Wibisono dan chef Wayan Karmana di Swiss-belhotel Petitenget. –Wirati Astiti

Ketut Agung Sudewa (kanan) bersama Wagub Ketut Sudikerta saat Pesta Agribisnis di Renon

Buntut Sapi Pedas Manis Selebrity Chef Vania Wibisono bersama Chef Wayan Karmana

Sarwan Bahan: 750 gr : buntut sapi, potong menurut selera 4 lembar : daun salam 4 lembar : daun jeruk 1 sdm : air jeruk nipis 1 sdt : garam 1 sdm : margarin 2 ruas : jari jahe, memarkan 700 ml : air Kecap manis secukupnya Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya

Sambal Acan Binjai 5 gr 5 gr 10 gr 10 gr

: : : :

yang mereka dapatkan di kampus,” ujar dosen Fakultas Pertanian Universitas Warwadewa ini. Dalam perhelatan Pesta Agribisnis di Renon, Fakultas Pertanian Warwadewa menampilkan aneka produk pertanian. Salah satunya telur asin dan edamame. Menurut Sudewa, telur asin dikembangkan sebagai salah satu potensi UKM, untuk menambah nilai jual dari telur tersebut. Sebutir telur asin seharga Rp 3.000. Ia menyebutkan, ada dua cara pembuatan telur asin yakni dengan larutan garam beryodium dan batu bata. Cara pertama, batu bata dihaluskan kemudian diayak. Ditambahkan dengan abu sekam dan garam. Kemudian bungkus

garam merica jeruk lemo bihun rebus dipotong-potong

Cara membuat: - Rice paper direndam dalam air selama 5 menit sampai lembut dan bisa dipakai. - Semua bahan dicampur jadi satu, kemudian ditata dalam kulit rice paper. Kemudian digulung dan siap sajikan.

Sambal Matah Bahan: 50 gr 20 gr 10 gr 100 gr 20 gr 20 gr 10 gr 50 gr 10 gr

Dua jenis telur asin telur dan didiamkan selama 14 hari. Cara kedua, telur dibersihkan kemudian diamplas dengan tujuan agar pori-pori telur terbuka dan resapan air garam cepat masuk. Telur direndam dalam air garam beryodium. Untuk 25 telur ayam diberi ½ kg garam dan 1 liter air. Simpan selama 12 hari. Pilihan kedua yakni edamame. Kedelai asal Jepang ini sangat dikenal di Indonesia. Selain enak, khasiat untuk kesehatan sangat banyak di antaranya mengandung antioksidan. Untuk menambah nilai jual kedelai edamame dikembangkan menjadi produk olahan susu edamame. Menurut Sudewa untuk pembuatan susu kedelai edamame tidak terlalu sulit. Saat ini, mereka masih

Sup Iga Kuah Putih

Vietnamese Spring Roll Bahan: 3 lembar : rice paper 20 gr : daging ayam rebus dicincang 10 gr : bawang bombay diiris-iris 10 gr : paprika hijau diiris-iris 10 gr : lombok merah diiris-iris 20 gr : salad diiris 10 gr : mentimun dipotong seperti korek api 10 gr : tomat dipotong dadu 10 gr : daun ketumbar 10 gr : wortel diiris halus

Susu kedelai

menggunakan tangan dalam pengerjaannya. Untuk pembuatan susu edamame, air mineral dimasak sampai mendidih 100 derajat cecius, rebus edamame selama 10 menit, dikupas, kemudian diblender. Hasil blender disaring dan dimasak bersama ekstrak jahe dan gula. Setelah disaring siap dikemas dalam botol. Satu botol susu kedelai edamame ukuran 330 ml dijual Rp 7.000. Untuk sehari-hari, pemasaran susu kedelai edamame masih di lingkungan kampus. Sudewa mengatakan, dua mahasiswa selama 3 jam mampu menghasilkan 50-70 botol susu edamame. Daya tahan susu, seminggu jika disimpan di lemari pendingin. Sudewa mengatakan, untuk pembuatan susu hanya dua kali seminggu, karena mahasiswa juga disibukkan dengan perkuliahan. Sudewa menambahkan, dalam ajang Agribisnis di Renon, susu edamame dan telur asin banyak dilirik pembeli. –Wirati Astiti

: : : : : : : : :

bawang merah cabai rawit lombok merah sereh daun jeruk jeruk lemo terasi minyak bali garam

Cara membuat: - Bawang merah, cabai rawit, dan sereh diiris halus. Kemudian campurkan semua bahan dengan terasi bakar, daun jeruk, dan garam. Beri minyak Bali. - Campurkan sambal matah bersama bahan isi Vietnamese Spring Roll di atas tadi. - Ambil rice paper, kemudian beri adonan isi, dan gulung. Siap sajikan.

Bumbu 9 buah 4 siung 4 buah

yang Dihaluskan : : bawang merah : bawang putih : cabe merah besar

Bahan : 1 kg : iga sapi, potong menurut selera 1 sdm : air jeruk nipis 1 ikat : seledri, ikat simpul 1 batang : daun prei, potong dadu 1 buah : bawang bombai potong dadu 1 buah : wortel, potong kasar jadi 4 besar 2 ruas : jari jahe keprok 1 sdm : air jeruk lemon 1 buah : kaldu blok rasa sapi Margarin, gula, garam secukupnya Bumbu Halus : 9 buah : bawang merah

20 buah : cabe rawit Cara Membuat : - Lumuri buntut sapi dengan air jeruk dan garam, remas-remas, diamkan, cuci bersih. - Masukkan dalam panci presto bersama air, 2 lembar daun jeruk juga jahe, presto hingga buntut lunak, tiriskan. - Tumis bumbu halus bersama

ayam fille, potong dadu kecil jamur kuping, iris memanjang brokoli, potong kuntumnya wortel, potong menurut selera jari lengkuas, memarkan jari jahe, memarkan. masako rasa ayam

Cara Membuat : - Lumuri iga dengan air jeruk nipis, remas-remas, diamkan selama 5 menit, cuci bersih, lalu presto dengan air 1 liter sampai iga empuk, tiriskan. - Tumis bumbu halus bersama jahe hingga harum, lalu saring kaldu prestoan iga. Masukkan iga dan bumbu, masak lagi bersama daun bawang prei, lada bubuk dan bumbu-bumbu lainnya, masak hingga bumbu meresap dan matang. Siap disajikan.

daun jeruk dan serai hingga harum, lalu masukkan prestoan buntut dan kecap manis, aduk, tambahkan sedikit air atau air kaldu. Masukkan gula, lada bubuk dan kaldu bubuk, adukaduk hingga bumbu meresap dan matang. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan lalapan menurut selera.

Cah Ayam Jamur Masako Bahan : 200 gr : 100 gr : 100 gr : 100 gr : 1 ruas : 1 ruas : 1 sachet :

4 siung : bawang putih.

1 buah : bawang bombai, cincang atau potong dadu 2 buah : cabe merah besar, potong serong 5 buah : cabe rawit potong kasar ½ sdt : lada bubuk 150 ml : air 1 sdm : margarin Garam secukupnya

Cara Membuat : - Panaskan magarin, lalu masukkan irisan bawang bombai dan irisan bawang prei, juga lengkuas dan jahe hingga harum. - Masukkan ayam, aduk-aduk hingga berubah warna, lalu masukkan brokoli, potongan wortel juga irisan cabe merah dan cabe rawit, aduk hingga rata dan masukkan air, biarkan sampai agak matang, masukkan masako dan garam, biarkan sampai matang dan bumbu meresap. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.


12

Kuliner

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

13

Susu Kedelai dan Telur Asin sangat Digemari Susu edamame dan telur asin, menjadi salah satu produk unggulan di antara produk pertanian lain, yang ditampilkan Inkubator Bisnis Fakultas Pertanian Universitas Warwadewa, dalam ajang Pesta Agri­ bisnis di Renon, pekan lalu.

M

Nikmati Vietnamese Spring Roll

enurut Ketua Inkubator Bisnis Fakultas Pertanian Universitas Warwadewa, Ir. Ketut Agung Sudewa, M.Si., sejak mahasiswa duduk di semester 2 sampai 5, mereka mendapatkan ilmu kewirausahaan. “Nanti diharap-

kan, setelah lulus mereka bisa membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan sesuai bidang mereka masing-masing. Ada 4 prodi di Fakultas Pertanian yakni, Agro Teknologi, Perternakan, Perikanan, dan Teknologi Pangan. Mereka bisa mengembangkan usaha sesuai proram studi dan ilmu

Di Indonesia, kita mengenal makanan bernama risoles yang bentuknya ­hampir mirip dengan vietnamese springroll. Hanya saja risoles yang kita ­kenal di ­Indonesia lebih terpengaruh percampuran cuisine Cina dan Belanda.

Di negara asalnya, Vietnam, terdapat dua jenis spring roll, yakni yang digoreng dan yang disajikan segar seperti resep vietnamese spring-

roll di bawah ini. Meski mirip, vietnamese spring roll ini jauh lebih sehat. Berbeda denga risoles yang kaya akan karbohidrat dari tepung dan kentang, resep vietnamese spring roll ini menggunakan sayuran segar, sedikit karbohidrat dari bihun, kandungan protein dari daging dan yang paling menyehatkan, bebas minyak goreng. Sangat cocok disajikan bagi Anda yang sedang menjalani diet rendah lemak. Salah satu bahan utama dalam spring roll adalah rice paper. Rice paper mempunyai warna putih bersih, bentuknya lingkaran dan tipis seperti kertas mika, tapi setelah dicelupkan ke air dia akan menjadi lembek dan mudah untuk dibentuk. Rice paper ini banyak dijual di supermarket dalam kemasan plastik, dan satu kemasan berisi cukup banyak. Anda dapat menyajikan vietnamese spring roll ini sebagai hidangan saat arisan bersama teman-teman Anda. Disajikan dengan saus khas Vietnam yang asam segar, hidangan pembuka ini sangat menggugah selera. Menu vietnamese spring roll ini didemokan selebrity chef Vania Wibisono dan chef Wayan Karmana di Swiss-belhotel Petitenget. –Wirati Astiti

Ketut Agung Sudewa (kanan) bersama Wagub Ketut Sudikerta saat Pesta Agribisnis di Renon

Buntut Sapi Pedas Manis Selebrity Chef Vania Wibisono bersama Chef Wayan Karmana

Sarwan Bahan: 750 gr : buntut sapi, potong menurut selera 4 lembar : daun salam 4 lembar : daun jeruk 1 sdm : air jeruk nipis 1 sdt : garam 1 sdm : margarin 2 ruas : jari jahe, memarkan 700 ml : air Kecap manis secukupnya Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya

Sambal Acan Binjai 5 gr 5 gr 10 gr 10 gr

: : : :

yang mereka dapatkan di kampus,” ujar dosen Fakultas Pertanian Universitas Warwadewa ini. Dalam perhelatan Pesta Agribisnis di Renon, Fakultas Pertanian Warwadewa menampilkan aneka produk pertanian. Salah satunya telur asin dan edamame. Menurut Sudewa, telur asin dikembangkan sebagai salah satu potensi UKM, untuk menambah nilai jual dari telur tersebut. Sebutir telur asin seharga Rp 3.000. Ia menyebutkan, ada dua cara pembuatan telur asin yakni dengan larutan garam beryodium dan batu bata. Cara pertama, batu bata dihaluskan kemudian diayak. Ditambahkan dengan abu sekam dan garam. Kemudian bungkus

garam merica jeruk lemo bihun rebus dipotong-potong

Cara membuat: - Rice paper direndam dalam air selama 5 menit sampai lembut dan bisa dipakai. - Semua bahan dicampur jadi satu, kemudian ditata dalam kulit rice paper. Kemudian digulung dan siap sajikan.

Sambal Matah Bahan: 50 gr 20 gr 10 gr 100 gr 20 gr 20 gr 10 gr 50 gr 10 gr

Dua jenis telur asin telur dan didiamkan selama 14 hari. Cara kedua, telur dibersihkan kemudian diamplas dengan tujuan agar pori-pori telur terbuka dan resapan air garam cepat masuk. Telur direndam dalam air garam beryodium. Untuk 25 telur ayam diberi ½ kg garam dan 1 liter air. Simpan selama 12 hari. Pilihan kedua yakni edamame. Kedelai asal Jepang ini sangat dikenal di Indonesia. Selain enak, khasiat untuk kesehatan sangat banyak di antaranya mengandung antioksidan. Untuk menambah nilai jual kedelai edamame dikembangkan menjadi produk olahan susu edamame. Menurut Sudewa untuk pembuatan susu kedelai edamame tidak terlalu sulit. Saat ini, mereka masih

Sup Iga Kuah Putih

Vietnamese Spring Roll Bahan: 3 lembar : rice paper 20 gr : daging ayam rebus dicincang 10 gr : bawang bombay diiris-iris 10 gr : paprika hijau diiris-iris 10 gr : lombok merah diiris-iris 20 gr : salad diiris 10 gr : mentimun dipotong seperti korek api 10 gr : tomat dipotong dadu 10 gr : daun ketumbar 10 gr : wortel diiris halus

Susu kedelai

menggunakan tangan dalam pengerjaannya. Untuk pembuatan susu edamame, air mineral dimasak sampai mendidih 100 derajat cecius, rebus edamame selama 10 menit, dikupas, kemudian diblender. Hasil blender disaring dan dimasak bersama ekstrak jahe dan gula. Setelah disaring siap dikemas dalam botol. Satu botol susu kedelai edamame ukuran 330 ml dijual Rp 7.000. Untuk sehari-hari, pemasaran susu kedelai edamame masih di lingkungan kampus. Sudewa mengatakan, dua mahasiswa selama 3 jam mampu menghasilkan 50-70 botol susu edamame. Daya tahan susu, seminggu jika disimpan di lemari pendingin. Sudewa mengatakan, untuk pembuatan susu hanya dua kali seminggu, karena mahasiswa juga disibukkan dengan perkuliahan. Sudewa menambahkan, dalam ajang Agribisnis di Renon, susu edamame dan telur asin banyak dilirik pembeli. –Wirati Astiti

: : : : : : : : :

bawang merah cabai rawit lombok merah sereh daun jeruk jeruk lemo terasi minyak bali garam

Cara membuat: - Bawang merah, cabai rawit, dan sereh diiris halus. Kemudian campurkan semua bahan dengan terasi bakar, daun jeruk, dan garam. Beri minyak Bali. - Campurkan sambal matah bersama bahan isi Vietnamese Spring Roll di atas tadi. - Ambil rice paper, kemudian beri adonan isi, dan gulung. Siap sajikan.

Bumbu 9 buah 4 siung 4 buah

yang Dihaluskan : : bawang merah : bawang putih : cabe merah besar

Bahan : 1 kg : iga sapi, potong menurut selera 1 sdm : air jeruk nipis 1 ikat : seledri, ikat simpul 1 batang : daun prei, potong dadu 1 buah : bawang bombai potong dadu 1 buah : wortel, potong kasar jadi 4 besar 2 ruas : jari jahe keprok 1 sdm : air jeruk lemon 1 buah : kaldu blok rasa sapi Margarin, gula, garam secukupnya Bumbu Halus : 9 buah : bawang merah

20 buah : cabe rawit Cara Membuat : - Lumuri buntut sapi dengan air jeruk dan garam, remas-remas, diamkan, cuci bersih. - Masukkan dalam panci presto bersama air, 2 lembar daun jeruk juga jahe, presto hingga buntut lunak, tiriskan. - Tumis bumbu halus bersama

ayam fille, potong dadu kecil jamur kuping, iris memanjang brokoli, potong kuntumnya wortel, potong menurut selera jari lengkuas, memarkan jari jahe, memarkan. masako rasa ayam

Cara Membuat : - Lumuri iga dengan air jeruk nipis, remas-remas, diamkan selama 5 menit, cuci bersih, lalu presto dengan air 1 liter sampai iga empuk, tiriskan. - Tumis bumbu halus bersama jahe hingga harum, lalu saring kaldu prestoan iga. Masukkan iga dan bumbu, masak lagi bersama daun bawang prei, lada bubuk dan bumbu-bumbu lainnya, masak hingga bumbu meresap dan matang. Siap disajikan.

daun jeruk dan serai hingga harum, lalu masukkan prestoan buntut dan kecap manis, aduk, tambahkan sedikit air atau air kaldu. Masukkan gula, lada bubuk dan kaldu bubuk, adukaduk hingga bumbu meresap dan matang. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan lalapan menurut selera.

Cah Ayam Jamur Masako Bahan : 200 gr : 100 gr : 100 gr : 100 gr : 1 ruas : 1 ruas : 1 sachet :

4 siung : bawang putih.

1 buah : bawang bombai, cincang atau potong dadu 2 buah : cabe merah besar, potong serong 5 buah : cabe rawit potong kasar ½ sdt : lada bubuk 150 ml : air 1 sdm : margarin Garam secukupnya

Cara Membuat : - Panaskan magarin, lalu masukkan irisan bawang bombai dan irisan bawang prei, juga lengkuas dan jahe hingga harum. - Masukkan ayam, aduk-aduk hingga berubah warna, lalu masukkan brokoli, potongan wortel juga irisan cabe merah dan cabe rawit, aduk hingga rata dan masukkan air, biarkan sampai agak matang, masukkan masako dan garam, biarkan sampai matang dan bumbu meresap. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.


Jelita

Edisi 922/ 10 - 16 oktober 2016

Kulit merupakan selimut yang menutupi permukaan tubuh dan mempunyai fungsi utama sebagai pelindung dari berbagai macam gangguan dan rangsangan luar. Karena itu, kita perlu mengetahui tips merawat kulit.

Facial Detox untuk Semua Jenis Kulit

S

elain menggunakan krim perawatan di rumah, kita juga perlu melakukan perawatan wajah di klinik. Ada banyak jenis perawatan wajah yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kulit. “Jenis perawatan yang bisa dipilih dan saat ini memang banyak diam­ bil pasien kami adalah facial detox,” ujar dr. AA Sg. Ratih K.S., Dipl. CIBTAC, M.Biomed (AAM). Pemilik sekaligus dokter pen­ anggung jawab VZ Skin Care Bali ini mengatakan, perawatan wajah facial detox menggunakan karbon dan vitamin C untuk meringkas pori-pori kulit wajah, mengangkat lapisan kulit mati, mencegah dan mengurangi jerawat. “Perawatan ini cocok dilakukan untuk semua jenis kulit, bahkan yang sensitif sekali pun,” ucapnya. Karbon atau zat arang terse­ but, dijelaskannya merupakan unsur kimia yang mempunyai simbol C dan nomor atom 6 pada tabel periodik. Dan, saat ini telah banyak pabrik yang menambah­ kan karbon ke dalam pembersih wajah, pasta gigi, krim massage, masker wajah, bahkan ke dalam minuman jus untuk membantu tubuh mengabsorpsi toksin dan zat polutan. “Inilah yang membedakan facial detox dengan perawatan wajah yang lain,” ungkap dr. Ratih, sapaan akrabnya. Tahapan dari facial detox sama dengan tahapan facial pada um­ umnya, yaitu pembersihan wajah, hot steam, scrub, massage relaksasi, vacuum, ekstraksi, HF, massage dengan krim detox menggunakan teknik mesotherapy non-needle, pemakaian serum detox dengan alat iontophoresis, cool steam, lalu diberikan masker detox sebagai tahap akhir. Waktu yang diperlukan untuk melakukan perawatan ini untuk kulit normal adalah 1,5 jam. Sedangkan untuk kulit bermasalah

dr. AA Sg. Ratih K.S., Dipl.CIBTAC, M.Biomed (AAM)

Bugar Makan kini tak sekadar urusan perut. Beberapa orang menjadikannya bagian gaya hidup yang harus sehat, menyenangkan, dan menghibur. Vania Wibisono, salah satunya. Perempuan cantik yang dikenal sebagai selebrity chef ini, mulai menularkan kebiasaan makan sehat kepada masyarakat.

M

khususnya jerawat dapat mema­ kan waktu hingga 2 jam. Dari pengakuan beberapa pasien, perubahan besar yang da­ pat dirasakan dalam sekali perawa­ tan yaitu wajah terasa lebih halus, kenyal, dan cerah. Untuk menda­ patkan hasil yang maksimal, pera­ watan ini dapat dilakukan secara rutin sebulan sekali. Bahkan untuk mereka yang memiliki jenis ku­ lit berminyak, kombi­ nasi normal berminyak, ataupun berjenis kulit kering, dan kombinasi normal kering tetapi sering melakukan ak­ tivitas di luar ruangan, menggunakan make-up setiap hari, ataupun yang tinggal di daerah berpolusi tinggi, maka dapat melakukan pera­ watan wajah ini dua kali dalam sebulan. Bagi mereka yang setiap hari bekerja di dalam ruangan dingin (ber-AC) sehingga kulit menjadi kering, juga cocok melakukan pera­ watan ini karena krim massage detox juga mengandung vitamin C yang berfungsi untuk melembabkan kulit ker­ ing, dan anti-penuaan. Dokter Ratih men­ ganjurkan perawatan ini bisa dimulai dari usia 18 tahun, berdasarkan kriteria terbaru dari WHO tentang kriteria usia anak. Tetapi jika kulit anak mengalami masalah khususnya jerawat, maka tidak masalah jika anak di bawah 18 tahun melakukan perawa­ tan facial detox lebih awal. Karena, jika kulit mengalami kerusakan,

yang menjadi masalah adalah per­ baikannya. Sementara untuk usia maksimal melakukan perawatan ini tidak dibatasi. Perawatan facial detox, khusus­ nya di VZ Skin Care yang berlokasi Perumahan Dalung Permai dan di kawasan Teuku Umar Barat ini, dilakukan oleh tenaga terapis

berpengalaman, di bawah super­ visi dokter penanggung jawab. “Sebelum melakukan perawatan, pasien wajib berkonsultasi ke­ pada dokter untuk menentukan jenis facial apa yang cocok un­ tuk jenis kulit dan masalah kulit pasien. Karena jika pasien sedang mengalami masalah ruam kulit,

gatal-gatal, atau wajah bengkak, tidak dianjurkan untuk melaku­ kan perawatan ini, juga untuk semua jenis facial lainnya. Dokter akan memberikan penanganan yang lebih tepat untuk masalah tersebut,” tandas Ketua Yayasan RS Budi Agung Palu ini. –Inten Indrawati

Edisi 922/ 10 - 16 oktober 2016

11

Tularkan Kebiasaan Makan Sehat weekend ia baru mengajak anakanaknya untuk makan di luar. Kesadaran mengonsumsi ma­ kanan sehat semakin terbangun sejak Vania remaja, ketika sang mama meninggal dunia akibat kanker payudara. Sebelum men­ inggal, sang mama berpesan agar anak-anaknya tidak sembaran­ gan mengonsumsi masakan tidak sehat seperti makanan instan dan kalengan. “Ibu saya menin­ ggal karena kanker. Karena itu saya jadi lebih memfokuskan diri dengan healthy food,” ungkap ibu dua anak ini. Menurut dia, makanan memiliki peran penting untuk keseimbangan kondisi fisik dan psikologis seseorang. “Makanan yang salah atau tidak makan sama sekali justru akan semakin

makanan sehat diperolehnya dari ilmu biologi yang dipela­ jarinya di kampus, dan beragam kursus tentang makanan. Setelah meluncurkan buku re­ sep makanan antistres pada 2009 lalu, wajah Vania makin sering tampil di layar kaca. Perempuan yang belajar raw food di Australia ini, antara lain memandu ac­ ara memasak sehat di sejumlah saluran televisi. Lewat berag­ am media tersebut, Vania ingin mengedukasi masyarakat tentang makanan sehat. Buku kedua setahun lalu di­ luncurkannya. Dengan judul Foodie and the City, adik dari dr. Sonia Wibisono ini berkolaborasi bersama Nadia Mulya dan Joy Roesma. “Makan dan masak, adalah dua hal yang dahulu fungsi utamanya adalah me­ menuhi kebutuhan dasar manusia. Sekarang ini, di era melejitnya program acara masak, masak telah berevolusi menjadi ses­ uatu yang lebih besar,” ujarnya. Buku Foodie and the City dapat dinikmati se­ mua orang, dari yang suka makan, ingin meng­ geluti bisnis kuliner, hobi memasak, hobi diet, pemerhati gaya hidup, sampai yang pena­ saran dengan cerita di balik sepiring hidangan nikmat. Dalam buku ini aneka resep disaji­ kan, dari makanan untuk anak-anak yang serba cepat, makanan untuk sua­ mi, arisan, ulangtahun, diet, dll.

eluncurkan buku Antistress tahun 2009, ia men­ coba memberi edukasi kepada masyarakat dalam makanan alami yang tak men­ gandung bahan kimia terbukti da­ pat menjadi obat antistres. Lewat buku ini dirinya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat Indo­ nesia mengenai makanan yang sehat. Menurut­ nya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami hal tersebut. “Ikan dis­ ebut lebih baik dari daging merah. Padahal, kalau dimakan dengan ukuran batas normal, daging merah juga me­ nyehatkan. Untuk orang dewasa, konsumsi da­ ging merah sebanyak 200 gram seminggu. Untuk anak-anak 300400 gram seminggu. Orang vegetarian juga harus mengonsumsi vi­ tamin B12 untuk meng­ ganti asupan protein yang terdapat dalam daging merah,” ujar perem­ puan yang akrab disapa Vania ini. Ia mengatakan, hidup di Jakarta mungkin ber­ beda dengan kota lain­ CANTIK nya di Indonesia. Banyak ITU SEHAT penyebab, yang mem­ masakan Vietnamese Spring Roll Penampilan lulusan b u a t o r a n g m e n j a d i Chef Vania menunjukkan Psikologi UI ini men­ stres. Ironisnya, sering terjadi salah dalam penyelesaian memperparah dampak stres,” jadi bukti hidup makanan sehat masalah dengan lari ke alkohol. kata perempuan yang belajar berdampak positif. Resepnya, Menurutnya, makanan kaya se­ culinary art di Los Angeles, AS banyak makan sayur dan raw food karena kata dia, energinya terasa rat, roti gandum, cokelat tanpa ini. pemanis, buah-buahan, dan Cokelat, misalnya, memang jauh lebih banyak sayuran, bisa mengobati stres. ampuh meredakan stres. Na­ Perjuangan mengonsumsi “Saat ini, bukan lagi bagaimana mun, gula dalam cokelat justru makanan sehat tersebut dimulai membuat perut kita kenyang. menambah gangguan stres. Demi Vania dari dirinya sendiri. Setiap tapi kualitas makanan agar hidup menangkal stres, Vania men­ hari dari Senin hingga Jumat, ia kita tidak stres. Di Jakarta sangat yarankan konsumsi lebih banyak selalu membawa bekal makanan sedikit makanan sehat. Banyak makanan berserat seperti roti sehat. Pada akhir pekan, Vania sekali warung makan, apalagi gandum, buah-buahan seperti sesekali mencoba mengonsumsi di pinggir jalan yang memakai strawberry, dan menghindari masakan restoran. Menurut pewarna dan perasa makanan. makan gorengan. Vania, hidup harus seimbang, Sulit mencari makanan bersih Ia menambahkan, keseim­ karena ia melihat, ada teman­ di Jakarta,” ujar Vania saat bangan hidup juga diperoleh nya yang rutin mengonsumsi ditemui tokoh di Swiss-Belhotel dengan mengonsumsi makanan makanan sehat, tapi tetap juga Petitenget, pekan lalu. seimbang yang terdiri dari kar­ sakit. Karena itu, saat weekend ia Biasanya, ia siasati dengan bohidrat, daging-dagingan, dan memberikan kesempatan kepada membawa bekal dari rumah dari sayuran. dirinya dan keluarganya untuk hari Senin hingga Jumat. Saat Pengetahuan Vania tentang menikmati makanan di luar.

Vania aktif mengusung kampanye bahwa masakan rumah­ an lebih enak, mudah, dan sehat. Vania juga membum­ bui pelajaran memasak itu dengan penge­ tahuan tentang kesehatan fisik dan psikis.

Kedatangannya ke Bali selain liburan, ia mencoba berbagi ilmu memasak dengan melakukan demo ma­ sak di Swiss-Belhotel Petitengat, membuat makanan sehat dari bahan-bahan segar. –Wirati Astiti

Chef Vania Wibisono

14


10

Kreasi

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Style

Arja Negak Menantang Penonton Cantik dan Berkarakter Berimajinasi

Tahun 1970-an adalah puncak kejayaan dramatari arja. Setelah 20 tahun limbung, pada awal tahun 1990-an, seni pertunjukan bertembang sembari menari ini kembali menggeliat lewat gebrakan Arja Cowok. Arja yang semua pemerannya laki-laki tersebut sempat menjulang di tengah masyarakat Bali, namun hanya sesaat. Periode tahun 2000-an hingga sekarang, dramatari yang diduga muncul tahun 1811-1825 itu, terpuruk. Kini kian sulit memergoki pementasan arja. Kumandang arja hanya masih secara lamat-lamat terdengar di RRI Denpasar. Kemana mesti menonton kesenian yang di masa lalu sempat mengharu biru masyarakat Bali itu?

M

ari tengok sajian arja dalam perhelatan seni Nawanatya yang berlangsung di Taman Budaya Bali. Jumat (16/9) malam, alunan tembang macapat terdengar silih berganti di panggung Ayodya. Olah vokal aneka macam pupuh itu menjadi kesatuan penting dari dramatari arja. Namun tampak delapan orang penembangnya duduk berjajar di panggung. Mereka juga tidak mengenakan busana arja seperti lazimnya melainkan pakaian adat ringan saja. Demikianlah, seni pentas yang digelar malam itu memang dramatari arja yang disebut Arja Negak. Jenis arja ini dibawakan oleh para penari yang semuanya dalam posisi duduk. Adalah Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, mempersilahkan penonton menyimak Arja Negak yang disuguhkan seluruhnya oleh para mahasiswa. Diawali dengan masuk panggungnya masing-masing

pemeran atau karakter yang telah jadi pakem arja. Condong, Galuh, Mantri, Limbur, Liku, Desak Rai, dan dua penasar mengayun langkah mencari posisi, diiringi dengan gamelan gaguntangan yang ritmis merdu. Pemeran Condong membuka cerita yang disambung dengan ungkapan masalah dari pemeran Galuh. Selanjutnya, cerita bergulir melalui liukan berbagai watak tembang sekar alit. Lakon yang dikisahkan bertajuk Raden Mantri Jajar Pikat, bersumber dari siklus Panji, wira cerita yang menjadi acuan utama lakon-lakon dramatari arja. Sejarah munculnya Arja Negak tidak jelas. Ada sumber yang mengatakan kesenian ini muncul 1958 di RRI Denpasar, dimana untuk menyiarkan arja di stasiun radio itu para pemainnya berdramatari arja dalam keadaan duduk di studio, baik saat direkam maupun siaran langsung. Sementara itu di Desa Berambang, Jembrana, dijumpai pula arja sejenis yang

15

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Karya yang istimewa dengan konsep desain yang matang berhasil disuguhkan 3 desainer yang terpilih sebagai The Best Desainer dalam “Garduation Show Angeliqa Wu Fashion Design Course”, pekan lalu di Fave Hotel, Tohpati.

T

disebut Arja Sewagati. Para pemain Arja Sewagati menggunakan busana arja lengkap yang hanya dibawakan oleh empat orang pemain dengan iringan gamelan gaguntangan. Taman Penasar yang lima tahun belakangan ditampilkan di arena Pesta Kesenian Bali (PKB), tampak juga menggunakan konsep arja yang disajikan secara duduk. Rupanya diperlukan kesabaran dalam menyaksikan Arja Negak. Karena kurang adanya visualisasi di atas panggung, maka yang lebih diperlukan adalah konsentrasi pendengaran. Penonton ditantang berimajinasi, bagaimana seorang putra mahkota, Raden Mantri Jajar Pikat, bertualang di tengah hutan melakukan pemburuan dan membunuh binatang yang akhirnya berhasil disadarkan bahwa seorang pemimpin harus menjadi teladan rakyat, tidak semena-mena merusak harmoni kehidupan. Pesan ini secara verbal diungkapkan oleh tokoh Limbur pada klimaks pementasan. Agar alur cerita dan tema inti dari lakon Arja Negak ISI Denpasar ini lebih komunikatif, visualisasi pengadegan diselipkan secara kreatif. Raden Mantri Jajar Pikat sewaktu bocah digambarkan lewat adegan tokoh anak yang nakal

dinasihati oleh ibunya. Pemeran Galuh (ibu Jajar Pikat) bangun dari posisi duduknya menghajar anaknya dengan seikat dedaunan. Raden Jajar Pikat bersama dua punakawannya ketika berangkat berburu binatang ke hutan juga divisualisasikan. Terakhir, tokoh Liku dan Desak Rai tampil kocak lewat pengadegan pemeran lain dalam penampilan ala bondres. Visualisasi pengadegan tersebut membuat seni pentas ini jadi pertunjukan yang lebih hidup dan segar. Berdurasi hampir tiga jam, akan sungguh menjenuhkan bila seni drama bertembang hanya disajikan secara duduk. Strategi berkesenian secara kreatif tampaknya memang dibutuhkan terhadap puspa warna seni tradisi kita, termasuk terhadap Arja Negak. Secara konsep artistik, jika mengacu kepada prinsip seni pertunjukan sebagai sebuah tontonan, kesenian ini sudah pasti kurang menarik. Apalagi mengingat pada zaman sekarang, seni menembang sekar alit semakin senjang di tengah kehidupan masyarakat Bali. Dahulu, ketika tradisi mengalunkan beragam pupuh sinom, ginada, durma, pangkur, semarandana dan seterusnya begitu biasa terdengar di tengah masyarakat, berke-

mungkinan seni berungkap dengan tembang akan eksis. Sekarang, jangankan kaum muda, orang-orang tua pun, pada umumnya jarang magending sekar alit. Di tengah situasi gamang seperti itulah kini arja, Arja Negak, berusaha unjuk kiprah. Tengoklah kehadiran penonton pada pementasan Arja Negak ISI itu. Sungguh memprihatinkan, hanya disaksikan tak lebih dari 35 orang. Pemeran Desak Rai, antara kecewa dan melucu mengomentari tipisnya penonton dengan ungkapan: ”Aduuh, dewa ratu, dadi penontone bolong-bolong. Beh, kenyel tiang muruk, ked dini yeeeh…. bedik pesan nak mebalih”. Penonton tertawa miris. Namun demikian, para seniman muda yang menyajikan Arja Negak itu tampak menunjukkan semangat. Para penarinya rata-rata memiliki kemampuan menembang sangat menjanjikan dan sudah tentu akan lebih menunjukkan totalitasnya jika pentas dalam arja tidak negak. Sumber insani masa depan seni budaya Bali itu telah menunjukkan ketulusan menjelajah keseniannya. Dari berkesenian duduk, suatu saat bisa jadi mereka akan terbang mengharumkan nama bangsa. Kadek Suartaya

iga desainer yang luar biasa kreatif ini adalah Mila Fesnoux, Nabilla, dan Jasmine Wilson. Mila hafdir dengan Tema “Mechanical Flower Manifesto:” terinspirasi dari style berbusana di Era Victoria pada abad ke 18. Busana wanita yang didominasi warna alami seperti putih, coklat, lemon dan pastel sebagai ciri khasnya. Dengan tampilan faya feminin dan romantik, menjadi sentuhan kekuatan detilnya. Karya Mila berhasil memancarkan perempuan yang berkarakter dan berpengetahuan.

Sedangkan Nabilla melalui tema “Rebelle”, yang mengangkat ide gadget terbaru yak ULO dan penambahan konsep fashion tahun 70-an, yang bicara tentang era kreativitas tanpa batas dan style lebih dihargai. Ekspresi kebebasan inilah yang ditampilakn dalam koleksinya. Dipersembahkan untuk wanita yang berani dan percaya diri mengekpresikan gaya fashionnya.. Selanjutnya Jasmine, melalui tema “Patch Carnation”, berhasil memunculkan kembali patchis yang pada zaman dulu digunakan menambal lubang. Dan, dalam kekinian ia mengubahnya menjadi icon koleksinya. Ia mengaplikasikan pada bahan yang tidak biasa, seperti tile, satin, dan sifon. Untuk final look-nya Jasmine melengkapinya dengan tas dan boneka, hingga menjadi karya yang fresh dan fun . - Sri Ardhini

Nabila

Jazmine

Mila

Jazmine

Mila

Jazmine

Mila

Nabila


16

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Guna memajukan pendidikan di Buleleng, pemerintah terus berupaya mengembangkan potensi sumber daya manusia baik itu dari siswa maupun dari tenaga pendidiknya. Upaya lain untuk memajukan pendidikan adalah membuat program-program unggulan. Salah satu program unggulan dari Nyonya Aries Suradnyana mendapat penghargaan tingkat nasional. Sebelumnya, istri Bupati Buleleng ini sudah berkali-kali menerima penghargaan baik dari PKK dan Bunda PAUD. Penghargaan yang diterima kali ini adalah Anugerah PAUD tingkat Nasional tahun 2016. Penghargaan ini diserahkan di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (29/9) lalu.

Buleleng ingin Bangun TK Inklusi

bagai prestasi. Mulai dari membentuk tim Bunda PAUD hingga melibatkan instansi terkait untuk menyukseskan program PAUD di Kabupaten Buleleng. Selain itu, ia juga menjelaskan program unggulan yang ia cetuskan yakni menegerikan TK yang ada di Kabupaten Buleleng. “Mungkin program-program tersebut yang menjadi tolak ukur dari Bunda

PAUD tingkat Nasional untuk memberikan kami penghargaan dan tentunya saya tidak bekerja sendiri, ada tim PAUD yang kami bentuk dan melibatkan instansi terkait yang dipimpin Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng,” jelasnya. Kabupaten Buleleng sebelumnya hanya memiliki 3 TK Negeri. Setelah ia dinobatkan sebagai

S

osok Bunda PAUD Buleleng merupakan teladan dalam eksistensi PKK dan PAUD di Buleleng. Ia menerapkan pola turun langsung menemui masyarakat di pedesaan. Dengan berbagai penghargaan yang telah diterima istri orang nomor satu di Buleleng ini, menunjukan bahwa ia bisa berpartisipasi dalam program pemerintah dibidang pendidikan. Nyonya Aries Suradnyana menjelaskan menyusun beberapa strategi hingga bisa meraih ber-

Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, kini di Buleleng sudah ada 17 TK Negeri yang tersebar di berbagai Kecamatan. Ia mengaku berani menegerikan TK di Buleleng karena kewenangan SMA/ SMK sudah pindah ke Provinsi, sehingga dana itu yang dimanfaatkan untuk menegerikan TK di Buleleng. “Pada tahun 2014, di Buleleng hanya ada 3 TK Negeri dan sekarang kita sudah menegerikan TK di Buleleng sebanyak 14 TK swasta sehingga sekarang Buleleng memiliki 17 TK Negeri,” ujarnya. Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng ini merencanakan inovasi lain untuk meningkatkan kualitas PAUD di Buleleng. Ia

Nyonya Aries Suradnyana berkunjung ke salah satu TK di Buleleng

Edukasi

Empat Detik Sebelum Tidur (EDST) terbentuk dari ketidakaktifan empat sekawan dalam berkarya musik, hingga akhirnya memutuskan untuk kembali berkarya bersama dalam sebuah grup musik akustik bergenre Alternative Ethnic Folk. Personil-personil yang sudah sempat tergabung dalam satu group ini adalah Yogi (Percussion-Vocal), Sonata (Minor Pecussion-Vocal), Aris Jack (Guitar-Vocal), & Konot (Guitar-Vocal).

Nyonya Aries Suradnyana

berkeinginan membangun TK Inklusi yang dipusatkan di Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan. TK Inklusi adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. “Pilot project selanjutnya adalah kami ingin menggabungkan anak-anak yang memiliki kelainan dengan anak normal dengan membangun TK Inklusi agar mereka memiliki rasa empati sehingga mereka bisa membaur menjadi satu,” harapnya. -Wiwin

Beauty Through berani menunjukBatik“ Dengan kan kreasi dan versi acara tersebut terbaiknya melalui diharapkan dapat busana batik sebagai semakin menumwujud apresiasi terbuhkan kecintaan hadap masterpiece terhadap batik yang dari budaya Indomemang harus dilenesia, yang saat ini starikan. dengan kreasi model yang modern dan Dikatakan oleh lebih beragam baUpik untuk para tik dapat dikenakan pelanggan Miracle di berbagai kesemjuga masyarakat, patan dan berbagai sesuai dengan kalangan. champagne terbaru Miracle di usianDrs. AA Nguya ke – 20, yakni rah Mayun Konta “Unveil Your MasTanaya, M.Si, yang terpiece”, Miracle AA Ngurah Mayun Konta Tanaya lebih akrab disapa menggandeng Komunitas Cinta Turah Mayun ini, dalam Mini Talk Berkain (KCBI) Provinsi Show di Miracle tidak hanya berBali mengajak semua orang untuk bicara tentang berbagai informasi, baik itu sejarah maupun filosofi dari setiap lembaran kain. Agar wawasan mereka yang hadir lebih luas lagi, ia juga membawa beberapa koleksinya yang memiliki kisah, jenis dan sejarah tersendiri. Dalam kesempatan itu juga dosen, pengamat budaya dan kolektor kain tradisional ini diantaranya memaparkan mengenai pemahaman tentang kain, mana yang dapat digunakan untuk umum atau hanya untuk upacara, agar kita tidak sampai keliru dalam pemakaiannya. Ia juga memperlihatkan langsung

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Empat Detik Sebelum Tidur

Ajarkan Kesederhanaan dalam Bermusik

S

onata menuturkan keinginan untuk mengubah karya tulis puitisnya menjadi sebuah lagu, sehingga berkumpulah empat sekawan yang hampir tidak aktif selama beberapa tahun dan menelurkan satu karya lagu “Sang Perantara”. Nama grup band asal Singaraja ini dimaknai dengan cara yang begitu sederhana namun sangat mendalam. Menurut Aris Jack, “EMPAT” adalah angka jumlah personil EDST, “DETIK” adalah unsur terkecil hitungan waktu, “SEBELUM TIDUR” adalah tentang momen ketika mereka berempat hampir tidak bertemu dan berkarya bersama lagi. “EMPAT DETIK SEBELUM TIDUR kurang lebih bermakna empat seniman musik yang memaknai detik-detik sisa waktunya untuk kembali bangkit untuk berkarya sebelum

kemalasan menghampiri mereka dan tertidur selamanya tanpa mengejar mimpi dengan tindakan atau karya yang nyata,” jelasnya. Selain itu, dengan kalimat Empat Detik Sebelum Tidur cukup melambangkan imajinasi tentang alangkah nikmatnya perasaan seseorang menikmati suara-suara alam saat fase menuju alam bawah sadar (tidur). Grup band yang terlahir ber-

dasarkan pemikiran yang lebih menumpu pada garis natural dan sederhana ini terbentuk pada tanggal 19 maret 2016. Hingga sampai saat ini dalam kurun waktu yang relatif singkat EDST sudah kelar merilis satu mini album yang bertajuk “Penganut Sederhana”. “Tepatnya 26 April 2016 pukul 1 dini hari,” tambah Jack. Dalam penggarapan mini album tersebut diputuskan untuk

mengambil live recording yang murah meriah dan simple untuk mengutamakan kenaturalan. Bahkan beberapa lagu di take hanya sekali saja, tanpa menyembunyikan kesalahan dan kekurangan. “Bagi kami kelemahan adalah sebagai partikel pembentuk harmonisasi yang indah dan apa adanya,” tambah Sonata. Sonata juga mengungkapkan EDST tidak pernah membatasi ide

Cara Berpikir Baru Hasilkan Kreativitas Baru

Bali Perlu Museum Tekstil Menjaga tradisi cinta pada kain batik maupun kain tradisional lainnya, terutama di Pulau Dewata ini merupakan tantangan tersendiri dan tidak mudah. Terlebih dengan derasnya arus modernisasi. Apalagi untuk menelusuri dan mencari dan menggali tradisi serta sejarah kain tersebut tentu lebih sulit lagi. Namun, karena passion-nya di sana maka, sosok bernama Drs. AA Ngurah Mayun Konta Tanaya, M.Si ini tidak akan berhenti untuk mencari dan memperkenalkan kain-kain tradisional Bali bahkan Indonesia kepada khalayak luas. Hal ini disampikan Upie Rustiah, Manager Miracle Aesthetic Clinic pada Minggu (2/10) di Klinik Miracle Denpasar dalam momen perayaan Hari Batik Nasional, yang mengusung tema “Unveil Your

Dara

contoh-contohnya. Salah satunya ia menyampaikan filosofi kain poleng yang terdiri dari warna hitam dan putih serta abu-abu. Kain poleng, katanya termasuk kain yang disakralkan dan tidak bisa digunakan sembarangan. Dalam pewayangan pun yang menggunakan poleng hanya Bima dan Hanoman. Poleng adalah simbul kejujuran, simbul kehidupan. Dalam kehidupan itu ada yang kertas dan lembut, hitam dan putin maka dinetralkan dengan abu-abu. Turah Mayun mengatakan masyarakat Bali juga patut bersyukur bahwa di seluruh Indonesia, Bali yang paling banyak memiliki koleksi kain. Namun, disayangkan Bali tidak memiliki museum tekstil. Sehingga, ketika ingin mengadakan penelitian agak sulit. Banyak kain Bali yang langka sudah tidak ada. Maka, lanjutnya sangat mungkin, jika nantinya kita akan mencari tahu sejarah kain Bali justru datang ke museum teksil yang ada di Jepang,

Australia dan Jerman. Mereka cukup banyak membeli kain-kain Bali yang bagus dengan nilai artistik yang tinggi dan langka tersebut. Selanjutnya, masih dalam rangkaian memperingati Hari Batik Nasional , sebagai salah satu warisan budaya Indonesa yang telah diakui Unesco, Miracle Aesthetic Clinic juga di isi dengan sharing tentang krim untuk perawatan wajah sehari –hari yang disampaikan oleh dr.Yustina Utari. Selain itu, disajikan pula pula Batik Pop- Up Shop selama enam hari, yakni sejak 1-6 Oktober 2016. Yang menarik juga, seluruh undangan yang hadir diminta me­ ngenakan kain batik modifikasi. Begitu juga seluruh karyawan Miracle Denpasar turut berpartisipasi dalam merayakan Hari Batik Nasional de­ ngan mengenakan pakaian batik yang dimodifikasi juga. Ada juga promo khusus bagi pelanggan dan calon pelanggan Miracle. – Sri Ardhini

Jika berbicara mengenai dunia fashion atau perkembangan mode seakan tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Perkembangan atau trend yang terus berubah dan hal ini bisa menjadi sebuah peluang, terutama bagi sosok kreatif dan siap berlomba menciptakan sebuah trend dalam dunia fashion dengan desain yang unik dan menarik. Seperti yang ditampilkan oleh anak didik Angeliqa Wu Fashion Design Course Bali, dalam” Graduation Show 2016” dengan tema utama “Invention” di Ballroom Fave Hotel, Tohpati, Denpasar, Sabtu (1/10). Saat itu ditampilkan 45 karya istimewa dari 15 siswa

yang menyajikan tema-tema menarik dan unik. Menurut Angeliqa Wu, owner Angeliqa Wu Fashion Design Course, para siswa mengangkat ide –ide sangat menarik pada tema Invention atau Penemuan kali ini. Banyak penemuan yang berasal dari ide, cara berpikir baru atau kreativitas yang belum ada dan dibuat menjadi sesuatu yang baru, modern serta diperbarui. Dikatakan oleh Angeliqa Wu, sekolah desain ini, memiliki misi menciptakan SDM yang profesional dan terampil. SDM yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Para siswa, lanjutnya sebelum melangsungkan Graduation Show, mereka telah melewati ujian teori dan pre-

Juri dan the best student

sentasi. Sedang­kan fashion show merupakan ujian terakhir dengan total look yang diperagakan para model profesional, dengan tujuan para siswa dapat mempersiapkan diri untuk terjun menjadi seorang desainer andal yang mampu dapat mempersiapkan fashion show-nya sendiri. Dalam graduation show saat itu, juga dilaksanakan pemilihan 3 Best Student dan Favorite Student. Di sini, para juri atau tim penilain yang terdiri dari desainer yang kompeten dan bisa memberikan penilaian secara profesional. Untuk tahun ini, best student 1, 2 dan 3 masing-masing diraih oleh Mila Fesnoux dengan tema Mechanical Flower, Manifesto; kemudian Nabilla yang mengangkat

Angeliqa Wu

tema Rebelle, dan Jazmine Wilson melalui tema Patch – arnation. Sedangkan untuk kate­ gori favorite student , yang dipilih berdasarkan suara terbanyak dari polling penonton, diraih oleh Wanda Yulia yang memilih dengan Starlight.

Tim juri

9

dalam menulis lagu. “Ide-ide yang datang hanya mengalir apa adanya dan kebetulan,”ungkapnya. Di album “Penganut Sederhana” ini lagu-lagu yang ditulis adalah tentang roman, sosial, dan alam. Secara umum yang ingin di sampaikan adalah esensi kesederhanaan yang membalut lirik-lirik yang tak biasa sehingga pendengar bisa belajar mencerna setiap ide yang di sampaikan dalam lagu. Dilihat dari tampilan musik, yang membuat EDST berbeda adalah alat-alat yang digunakan. “Alat-alat yang digunakan cukup berbeda meliputi perkusi-perkusi kecil dan beberapa alat tradisional, perbedaan juga terasa signifikan dari cara menuangkan lirik yang (janggal) bahkan salah satu lagu memiliki lirik yang sama sekali tidak ada artinya (“Teaser”) tapi kami juga tidak menutup diri untuk membuat lirik-lirik yang sederhana seperti lagu “Nona Manis”,” jelas Jack. Dengan menulis lagu yang bernada sederhana, EDST berharap karya musiknya selain menjadi pemutar roda keindahan juga liriknya degan mudah bisa menginspirasi para penikmat musik Indonesia pada khususnya, yang saat ini sedikit digandrungi liriklirik kurang mendidik dan terlalu menganga. -Wiwin Angelica Wu menyatakan, karena tahun ini banyak siswa yang sangat kreatif dan inovatif, maka sekolah juga memberikan 2 special award : yakni Best Achievement in Fashion Illustration , Special Cutting & Pattern yang diberikan pada Ari Pricilia dengan tema Flagela. Kemudian, Best Achievement in Photo Shoot Collection & Special Pattern , berhasil diraih Sofya Alviana, melalui tema Alculturation. Selain itu pada acara ini pun ditampilkan karya para pengajar dan alumni yang tergabung dalam UNYX by Angeliqa Wu FDC. Mereka adalah Natasya K. Dharani, Yue Hui Cai, Jacinda Lie, Eunike Asih, Angeliqa Wu . Tak ketinggalan tampil juga dua orang desainer kebaya yang sudah punya nama di Bali, yakni Dewi Calista dengan brand Calista Kebaya mengusung tema Peach Sunset dan Griya Jegeg by Bubu yang didukung oleh Ibuibu dari Komunitas Cinta Kamen Bali (KCKB).– Sri Ardhini


8

Bunda & Ananda

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Ortu dan Anak Perlu

Me Time

Me time sering dijadikan alasan untuk keluar dari rutinitas. Me time juga diidentikkan dengan sesuatu yang harus dilakukan di luar rumah. Bagaimana orangtua mengatur me time untuk dirinya dan perlukah anak-anak diberikan me time-nya juga?

M

alam minggu, Anggi dan suaminya bersiap untuk pergi ke bioskop. Mereka hanya pergi berdua saja. Buah hatinya dititip ke nenek. “Kami ingin mengenang masa pacaran. Untungnya ibu mertua mengerti dan siap mengasuh putra kami,” ungkap ibu muda ini. Ia menambahkan, kesibukan dirinya sebagai PNS dan suami sebagai wirausahawan kerap membuat mereka kehilangan waktu untuk bersama-sama. Biasanya, siapa yang duluan sampai di rumah, itulah yang mengurus anak. Karena itulah, sebulan sekali mereka merancang acara untuk pergi berdua saja. Hal yang sama dilakukan Ami. Teman sekantor Anggi ini juga punya waktu khusus untuk pergi berdua dengan suaminya. Kegiatan ini dilakukan malam hari. “Kami pergi makan malam atau jalan-jalan berdua. Anak tidak kami ajak. Dia dijaga tantenya. Atau, kami pergi setelah dia tidur,” ungkapnya. Pergi berdua saja dengan suami menjadi alternatif bagi Anggi dan Ami untuk mengatasi rutinitas di kantor maupun di rumah. “Mungkin apa yang kami lakukan di luar rutinitas ini bisa dianggap sebagai me time,” ujar Anggi. “Makan nasi jinggo berdua dengan suami juga bisa jadi hal yang menyenangkan. Kami bisa bercerita tentang masa lalu hingga masa depan,” imbuh Ami. Me time dalam pandangan Ni Made Trisna Susanti, S.Psi.,Psikolog adalah kegiatan yang dilakukan sendiri untuk menyenangkan diri. Me time tidak harus di luar rumah. “Me time bisa dilakukan di rumah, misalnya membaca buku, main hp, mendengarkan musik, bahkan tidur setelah melakukan rutinitas. Intinya, me time tidak selalu harus keluar rumah atau keluar area. Namun, sah-sah saja kalau orang mau me time di luar rumah. Semua tergantung sudut

Trisna Susanti

pandang masing-masing orang yang melakoni,” ujar psikolog dari Biro Konsultan Dian Selaras ini. Trisna menambahkan me time perlu dilakukan untuk melepaskan diri dari rutinitas. Mengenai kapan dan berapa durasinya, disesuaikan dengan keperluan masing-masing. Waktu yang fleksibel ini jangan disalahgunakan dengan pergi seharian dan melupakan tugas di rumah. Me time ini hanyalah pengalihan sementara. “Jangan sampai me time dilakukan dalam kondisi yang tidak baik. Misalnya, jalan-jalan untuk melepas penat, kemudian belanja. Pulangnya malah stres karena memikirkan tagihan kartu kredit. Lebih baik jalan-jalan saja tanpa belanja. Cukup window shopping. Jangan buat masalah baru di kemudian hari. Maunya melepas penat malah jadi tambah pusing,” ujarnya. Kadang ada yang memanfaatkan me time dengan bertemu teman-teman. Saat berkumpul ini, hindari saling membandingkan satu sama lain. Lebih baik mengikuti obrolan dan menyimak

“Jangan sampai me time dilakukan dalam kondisi yang tidak baik. Misalnya, jalan-jalan untuk melepas penat, kemudian belanja. Pulangnya malah stres karena memikirkan ­tagihan kartu kredit. Lebih baik jalan-jalan saja tanpa belanja. ­Cukup window shopping. Jangan buat masalah baru di kemudian hari. Maunya melepas penat malah jadi tambah pusing

dengan bijaksana. Kalau ada hal yang dianggap baik, boleh diingat untuk diterapkan. Jangan menjadikan acara ngobrol bareng untuk menggosip apalagi sampAI berjam-jam. Bagi pasangan suami-istri yang sudah memiliki anak, tentu harus memikirkan buah hatinya. Ada kalanya mereka pergi bersama namun melakukan aktivitas yang berbeda. Hal ini masuk dalam kategori me time. Namun, ada juga yang menitipkan anaknya sehingga hanya ayah dan bunda yang pergi. Trisna menyarankan, orangtua jangan terlalu sering untuk mengambil me time dan meninggalkan anak. Waktu berjalan sangat cepat dan jangan sampai menyesal di kemudian hari karena waktu untuk bermain dan bercengkrama dengan anak sudah tak ada lagi. Anak sudah sibuk dengan teman-temannya. Karena

Griya

Mengintip Konsep Bali-Antik-Modern Penataan interior rumah tinggal maupun sebuah art shop, pastinya tak terlepas dari selera pemiliknya. Demikian halnya penataan rumah milik pasutri Ketut Sumadi dan Putu Adnyani di daerah Celuk, Sukawati, Gianyar.

Anak menikmati me time

itu, istri Hari Imam Wahyudi, S.Psi., Psikolog ini mengingatkan semua ada masanya. Tidak usah khawatir tidak punya waktu untuk me time. Semasih anak kecil dan berada di masa tumbuh kembang, orangtua harus selalu mendampingi. Nanti ketika anak beranjak remaja, orangtua akan punya banyak waktu untuk me time. “Saat me time tidak harus bermewah-mewahan, yang penting kita menikmati apa yang kita lakukan. Melaksanakan dengan hati riang gembira dan setelahnya juga merasakan fresh. Seperti mendapat energi baru. Bisa juga me time dilakukan dengan ngobrol sambil mengevaluasi diri lalu mencari alternatif baru untuk membuat suasana rumah atau suasana kantor lebih fresh,” jelas ibu dua putra ini. Bagi anak-anak juga perlu me

time. Rutinitas mereka di sekolah membuat mereka jenuh. Untuk mengatasinya, orangtua bisa mengajak anak untuk ngobrol, makan es krim bersama atau minun teh bersama. Berikan anak kesempatan untuk bercerita tentang apa yang dialami di sekolah. Orangtua harus menjadi pendengar yang baik. Komunikasi yang baik antara anak dan orangtua menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi kejenuhan. Selalu ada hal baru atau topik baru yang dibahas. Jika anak menginginkan me time dengan pergi bersama teman-temannya, orangtua harus memastikan kemana tujuan mereka. Berikan kepercayaan kepada anak, bahwa anak bisa bertanggung jawab. Selain itu anak juga harus jujur dalam memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan. -Ngurah Budi

K

ehadiran konsep Bali, baik pada art shop maupun rumah tinggal yang berada pada satu areal ini, masih sangat kental. Lihat saja tampak depan (fasad) art shop Bara Silver yang ditata sedemikian rupa dengan dinding tempelan paras taro. Pintu utama dengan bukaan lebar dan kaca bening, mencerminkan pemiliknya yang welcome. Tampi-

lan areal depan ini dipercantik lagi dengan kehadiran bale bengong, tempat pengunjung duduk santai. Memasuki ruang art shop, beberapa karya ukiran pengajin Bali dari batu palimanan putih juga menjadi bagian tempat display beberapa produknya. Atap ekspose dengan ukiran Bali yang diprada, makin memberikan sentuhan tradional Bali dengan konsep penataan modern. Sementara untuk

meja-kursi tamu yang diletakkan pada salah satu ruangan, Putu ­Adnyani yang lebih akrab disapa Bu Bara ini dipilih model antik dengan finishing white wash, namun tetap memunculkan motif ukiran dengan warna-warna cerah. Antara art shop dan rumah dihubungkan dengan pintu. Lagilagi, pilihannya adalah pintu gebyok yang tentunya memiliki nilai estetika yang tinggi. Demikian juga pada pintu dapur yang berada di areal selatan. Dan pada bale daja, yang konsep bangunan tradisional Bali sangat terasa. Bentuknya pun unik seperti candi. Sebagai pasutri yang menyukai seni, patungpatung batu dihadirkan pada saka-saka (sendi) dan di depan pintu gebyok. “Pokoknya saya suka art,” demikian ucapa Bu Bara yang memiliki moto “Berkarya tiada henti, inspirasi tanpa batas” ini. –Inten Indrawati

Mendongeng Lima Menit ledekan sapi

Seekor sapi muda yang sedang merumput melihat seekor kerbau menarik bajak. Di belakang bajak itu, berjalan seorang petani. Sambil memegang ekor bajak, petani itu sekali-sekali menMade Taro cambukt kerbau. Kerbau malang itu mengaduh kesakitan. Ketika istirahat, sapi muda itu mendekati kerbau. “Hai, Kawan Kerbau! Badanmu saja besar, tetapi tidak punya keberanian untuk merdeka. Hidungmu dicocok, setiap hari menarik bajak, dan tak pernah melawan ketika dicambuk manusia.” “Tugas kita meladeni, Kawan Sapi! Kita harus bekerja membantu petani, sehingga panen petani berlimpah-limpah. Sebagai balas jasaku, petani itu menghadiahkan tiga karung rumput.” “Ha, ha, ha,…! Kamu diolok-olok! Lihatlah si Kambing, si Ayam, si Bebek! Mereka semua mencari makan sendiri. Masa’ untuk tiga karung rumput, kamu harus menarik bajak, dan rela dicambuk berkali-kali!” Kerbau bodoh dan penurut itu tidak dapat membela diri. Memang benar, badannya yang besar dan gemuk itu tidak dapat digunakan untuk melepaskan diri dari perlakuan kejam manusia.

Apalagi setelah manusia berhasil mencocok hidungnya. Ia harus tunduk perintah sang majikan. Menentang berarti cambukan berkali-kali. Suatu pagi sebagaimana biasanya, ia menarik bajak di sawah yang berlumpur. Datang pula si Kambing, si Ayam dan si Bebek mencari makan dengan bebasnya. Kerbau itu bertanya, “Mana kawanmu si Sapi?” Ketiga hewan yang sedang mencari makan itu menjawab, “Entahlah! Sejak tiga hari ia tak pernah muncul.” Tiba-tiba percakapan mereka terhenti oleh suara berkecipak dari kejauhan. Suara itu makin mendekat dan kedengaran makin keras. Sekalisekali terdengar keluhan seekor sapi yang sedang menarik sebuah gerobak. Gerobak itu sarat dengan beban buah kelapa. Dari atas kereta seorang sais berkali-kali mencambuk penarik gerobak itu. “Mbeeek,….! Itu kawanku, si Sapi” teriak si Kambing. “Kukuruyuk,….! Benar, itu kawanku, si Sapi,” sahut si Ayam. “Kwek, kwek, kwek….! Benar sekali, itu kawanku, si Sapi,” sahut si Bebek. Kerbau yang sedang menarik bajak itu tersenyum. Si Kambing, si Ayam dan si Bebek tidak mengerti apa arti senyum itu. Apakah karena ledekan si Sapi telah terbalas, ataukah, kerbau bodoh itu bersyukur karena si Sapi telah mendapatkan pekerjaan baru, yakni melayani manusia.

Putu Adnyani

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

17


18

Sudut Pandang

Edisi 922/10 - 16 OKTOBER 2016

O

rientasi yang diikuti oleh seluruh guru kontrak yang baru diangkat ini membahas beberapa tugas guru kontrak yang akan mengajar di sekolah. Salah satunya adalah tentang absensi yang akan menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan honor kontraknya. Selain lulus dengan tes, beberapa hal yang diperhatikan dalam rekrutmen adalah tahapan finalisasi verifikasi administratif yang dilihat dari lamanya pengabdian, linearitas ijazah, kuota di masingmasing sekolah, dan rekomendasi

integritas terhadap sekolah Kepala Dinas Pendidikan Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd mengatakan guru kontrak akan dibayarkan honornya jika mereka melaksanakan tugas mengajar. “Jika mereka tidak melaksanakan tugas mengajar maka mereka tidak akan mendapatkan honor, walaupun mereka sudah dikontrak,” tegasnya. Suyasa menambahkan guru kontrak harus memiliki jam mengajar minimal 12 jam. “Maksimalnya guru harus memiliki jam mengajar 24 jam untuk guru kelas, tapi kalau guru olahraga 12 jam harus terpenuhi,” imbuhnya. Suya­

7

IndoRunners Bali Sebarkan “Virus”

Dibayar kalau Mengajar Guna mengatasi kekurangan tenaga pendidik di Buleleng, Pemkab melalui Dinas Pendidikan melakukan perekrutan guru kontrak. Setelah diumumkannya 1.000 guru kontrak yang telah lulus rekrutmen beberapa waktu lalu, kali ini Pemkab Buleleng melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng mengadakan “Orientasi Tugas Guru Kontrak Sekolah Dasar Tahun 2016” yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Rabu (5/10). Orientasi ini dibuka langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST. Hadir pula Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Anggota Komisi 4 DPRD Buleleng dan Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng.

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Lari, kini menjadi olahraga yang digemari dan menjadi ajang eksistensi para penikmatnya. Banyak pelari kemudian yang membentuk komunitas dan mengikuti event-event lari. Salah satunya IndoRunners Bali. Orientasi tugas guru kontrak di Gedung Kesenian Gde Manik

sa menjelaskan bahwa Buleleng masih kekurangan guru sekitar 300 orang. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST saat ditemui usai membuka acara mengatakan peng­ angkatan guru kontrak ini bisa menjadikan guru tersebut mengajar dengan baik di sekolahnya. Bupati yang akrab disapa PAS ini menambahkan tahun 2017 gaji guru kontrak akan dinaikkan. “Tahun depan gaji guru kontrak akan dinaikkan, ini sudah mendapatkan persetujuan dari DPRD Buleleng,” imbuhnya. Bupati Suradnyana berharap guru kontrak yang baru diangkat ini bisa memberikan prestasi bagi murid di sekolahnya. “Saya berharap sekarang guru sudah mulai mengajar dengan tenang karena sudah menjadi guru kontrak, dan mudah-mudahan murid-murid di sekolahnya bisa menjadi berprestasi,” harapnya. -Wiwin

Pemkab Buleleng Sosialisasi BKK hargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) harus Pemkab Buleleng mengadakan Sosialisasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada Desa bisa dirasakan juga oleh pemerintah tingkat bawah untuk Desa Pakraman, Subak dan Subak Abian sehingga bisa mengelola keuangannya sebaik mungdi Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan di kin. “Kita berikan pemahaman kepada desa, desa Gedung Laksmi Graha, pekan lalu. pakraman karena kita ingin dari regulasi yang ada tetap menimbulkan harmonisasi Kepala Desa dan Dalam sosialisasi tersebut, Bupati Buleleng Putu desa pakraman jangan sampai ada salah persepsi Agus Suradnyana,ST. yang diwakilkan oleh Sekda dalam pengelolaan keuangan,” jelasnya. Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka,MP. Mengatakan manfaat BKK ini dari dulu sudah dirasakan. “Untuk Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) melakukan pengelolaan ini harus dilaksanakan sosialisasi lebih lanjut agar nantinya dalam pelakBuleleng I Gede Sandhiyasa,S.Sos.,M.Si mengatasanaanya tidak ada hal yang salah,” paparnya. Ia kan, tujuan dari sosialisasi ini untuk menyamakan persepsi terhadap tata cara pelaksanaan BKK juga menambahkan yang paling penting BKK harus digunakan dan diperuntukan sesuai dengan sekala ini dari proses perencanaan, pengamprahan, prioritas perkembangan di desa. pencairan dan pertanggungjawaban. “Sosialisasi ini juga untuk menambah wawasan tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah pengelolaan keuangan di desa dan mendorong (RPJM) Desa dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan Desa merupakan dasar untuk menyusun APBDes. partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Selanjutnya, dalam sambutan tersebut dikatakan pembangunan” jelasnya. -Wiwin bahwa seluruh pendapatan desa dan penggunaanya ditetapkan dalam APBDes. Selain Sekda Buleleng, sosialisasi BKK ini dihadiri juga oleh Asisten III Setda Buleleng Drs. I Ketut Asta Semadi, MM., beberapa Pimpinan SKPD terkait, Camat Se-kabupaten Buleleng, Majelis Madya, Majelis Alit dan Desa Pakraman se-kabupaten Buleleng. Puspaka mengatakan dampak dari pengSosialisasi BKK di Gedung Laksmi Graha

Singaraja Raih Wahana Tata Nugraha Sebagai ibu kota kabupaten Buleleng, Singaraja kembali meraih prestasi tingkat nasional. Prestasi yang berhasil diraih adalah trofi Wahana Tata Nugraha yang ke-14. Penghargaan Wahana Tata Nugraha adalah penghargaan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada kota-kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Trofi kali ini cukup spesial karena trofi yang diterima tahun ini adalah penggabungan antara trofi kategori lalulintas dan angkutan. Ini pertama kali diraih Kota Singaraja dan Singaraja satu-satunya Kota di Bali untuk kategori Kota sedang yang berhasil meraih trofi tersebut. Kepastian Singaraja meraih trofi WTN menyusul pemberitahuan terbitnya SK Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI No. KP 588 Tahun 2016. Dalam SK tersebut, Singaraja yang masuk kategori kota sedang ditetapkan sebagai penerima piala WTN kategori Lalulintas dan angkutan tahun 2016. WTN ke-14 ini berhasil diraih setelah Dinas Perhubungan dinilai mampu memperbaiki standar lalu lintas dan fasilitas angkutan umum mulai dari perbaikan terminal, tempat pengujian kendaraan serta pemberdayaan awak angkutan umum. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Buleleng Gede Gunawan AP mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana terkait dengan sarana transportasi publik dengan melakukan upaya perbaikan dan pemeliharaan terhadap fasilitas angkutan umum seperti perbaikan terminal, pelayanan uji kir kendaraan umum, hingga meningkatkan kinerja sumber daya manusia (SDM) awak angkutan umum

I

ndoRunners merupakan komunitas lari terbesar di Indonesia dan tersebar di banyak kota di Indonesia dan juga di beberapa kota di dunia. IndoRunners adalah sebuah running movement, yaitu gerakan yang mengajak orang untuk melakukan gaya hidup sehat, salah satunya dengan berlari. Misinya, menyebarkan virus lari, sekaligus menjadikan wacana edukasi berlari sebagai gaya hidup sehat masyarakat Indonesia. Yang bertujuan mempersatukan sesame pecinta kegiatan lari di Indonesia, dengan Tagline: #marilari[nasional], #maimelaib [Bali] IndoRunners Bali berjalan sejak Agustus 2012, dengan

beberapa anggota tetap sekitar 6-8 orang. Pendirinya Willy Agustianto, dengan beberapa co-founder yaitu Andreas Kansil, Mahalia Pantja, Patricia Heny. “Koordinator saat ini adalah Ishak Ferdi,” jelas Patricia Heny. Seiring dengan konsistensi IndoRunners Bali dengan aktivitas lari bersama dan mulai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan gaya hidup sehat, anggota komunitas ini

bertambah dari tahun ke tahun. “Saat ini di tahun keempat, anggota aktif IndoRunners Bali sudah lebih dari 250 orang, tersebar di Denpasar, Kuta, Legian, dan Tanah Lot,” jelas Heny, sapaan akrabnya. Kegiatan utama adalah jadwal lari bersama di beberapa area, yaitu Selasa sore di Serangan, Kamis sore di Lapangan Renon dan Tanah Lot, Jumat malam di Seminyak, Sabtu pagi di Sanur, dan Minggu pagi di Kuta. “Bukan berarti anggota harus berlari di setiap jadwal tersebut. Tidak ada keterikatan/ keharusan untuk hadir di setiap jadwal lari bersama. Karena pada dasarnya IndoRunners adalah wadah untuk menyalurkan hobi para pecinta lari,” ucap Heny. Di luar kegiatan lari bersama, ada acara khusus semisal Buka Puasa Bersama, kegiatan beramal melalui berlari (charity run), event lari ‘Run ‘Till You Drop’, acara anniversary IndoRunners Bali, lari tematik, seperti Batik Run, Santa Run, Imlek Run, dll. Di sini, dijelaskan Heny, teman-teman lari menjadi sahabat dan suasananya

“World Health Mental Day 2016”

Kuncinya Selalu Merasa Bahagia Gede Gunawan AP

di daerah ini. Dari berbagai perbaikan dan penyempurnaan yang dilakukan oleh Pemkab Buleleng, Tim WTN menilai Singaraja patut mendapatkan apresiasi penilaian memuaskan kategori lalu lintas dan Angkutan umum. “Kabupaten Buleleng sudah 13 kali meraih trofi untuk kategori lalulintas, namun untuk kategori lalulintas dan angkutan ini baru pertama kali kita raih. Ini merupakan hasil dari kerja nyata Pemkab Buleleng yang dimotori Bupati Putu Agus Suradnyana,” pungkas mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol ini. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. mengatakan sangat mengapresiasi kinerja dari Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng dan seluruh stakeholder yang terkait. Bupati Suradnyana menegaskan, penghargaan yang telah diterima Kabupaten Buleleng bisa menjadi senjata untuk mencari bantuan ke Pemerintah Pusat. “Kita sudah banyak menerima penghargaan, dengan demikian Kabupaten Buleleng tidak dipandang sebelah mata lagi dan Pemerintah Provinsi maupun Pusat bisa memberikan bantuan untuk kita” ujarnya. -Wiwin

Tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Dunia (World Health Mental Day). Untuk memeringati hari penting ini, Program Studi Psikologi Universitas Udayana bersama Himpunan Psikologi (Himpsi) Bali, melaksanakan Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) pada Minggu (9/10) di Taman Kota Lumintang, Denpasar. Kegiatan ini bertema “Dignity in Mental Health -Psychological First Aid for All (Look, Listen, and Link)”. Kegiatan ini menjadi ajang sosialisasi massif tentang Hari Kesehatan Mental Dunia 2016 kepada masyarakat. Panitia membagikan informasi berupa brosur dan edukasi aktif dan memberi konseling gratis kepada khalayak umum. Ratusan anggota tim yang terdiri dari para psikolog, akademisi, sarjana dan mahasiswa psikologi serta sejumlah organisasi yang peduli isu kesehatan mental akan terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan bertujuan memberikan informasi pentingnya Hari Kesehatan Mental Dunia 2016. “Peringatan World Health Mental Day setiap 10 Oktober diinisiasi Federasi Kesehatan Dunia dan WHO sebagai bentuk keprihatinan atas kurangnya pengetahuan, perhatian dan minimnya usaha mengatasi kasus kesehatan mental di banyak negara, terutama di negara-negara berkembang,” ujar Retno IG Kusuma, Ketua Himpsi Bali. Tahun 1990 WHO melaporkan, 5 dari 10 masalah kesehatan yang menyebabkan disabilitas

adalah masalah kesehatan mental, yakni: depresi, alkoholisme, gangguan bipolar, skizofrenia, dan obsesif kompulsif. WHO juga memrediksi, pada tahun 2020 mendatang depresi akan menjadi penyakit urutan kedua dalam menimbulkan beban kesehatan. Depresi menjadi krisis global bagi masyarakat modern. Banyaknya persoalan sehari-hari dan beban hidup akibat pekerjaan, ekonomi dan keluarga menyebabkan masyarakat modern mengalami depresi. Banyaknya kasus bunuh diri adalah satu di antara indikasi bahwa masyarakat tidak sehat secara mental. “Masyarakat masih belum sadar akan pentingnya kesehatan mental. Bagi masyarakat yang hidup dalam dunia serba sibuk seperti sekarang, perhatian kesehatan tidak terbatas hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental kita. Gangguan jiwa atau yang dikenal dengan istilah skizofrenia adalah kasus yang cukup banyak terjadi di masyarakat. Namun karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat, para pengidap gangguan jiwa tersebut langsung saja disebut sebagai “orang gila.” Alih-alih disembuhkan, sebagian besar para pengidap gangguan jiwa justru dikucilkan, dijauhi, bahkan dipasung,” jelas Retno yang didampingi ketua panitia HKMS Dewi Puri Astiti. Kunci dari kesehatan mental adalah selalu merasa bahagia, sehingga tekanan dan masalah dapat dihadapi dengan sikap yang bijaksana. Bahagia adalah sebuah kondisi mental yang selalu berpikir positif dalam setiap masalah kehidup­an. Sebaliknya orang yang merasa tidak bahagia adalah orang yang selalu berpikir bahwa masalah atau beban adalah sesuatu yang negatif. Tahun 2016 Hari Kesehatan Mental Dunia mengusung tema Psychologycal First Aid for All. Masingmasing dari kita bisa menjadi bagian solusi terhadap masalah kesehatan mental. –Ngurah Budi Retno Kusuma (kanan) bersama Dewi Puri Astiti

sangat kekeluargaan. Untuk menjadi anggota IndoRunners Bali, dikatakannya tak ada persyaratan khusus. “Setiap orang bisa bergabung dengan komunitas IndoRunners Bali. Tidak ada sistem keanggotaan, iuran, atau bahkan persyaratan apakah mereka baru belajar atau sudah lama berlari, larinya lambat atau cepat. We welcome everyone to join, dan di sini kita bisa sama-sama berkembang menuju hidup yang lebih sehat,” papar perempuan energik yang berprofesi wiraswasta ini. Ada satu pengalaman berlari yang dikisahkannya. IndoRunners Bali sering melakukan lari tematik. Salah satunya adalah Gemerlap

Run. Pelarinya berlari mengelilingi suatu area pada malam hari, dan semua mengenakan aksesoris yang menyala dalam kegelapan (glow in the dark), seperti body painting, bando/kacamata dengan lampu kerlap-kerlip, dll. “Ini adalah lari gembira. Karena kita juga berniat untuk menarik perhatian masyarakat sekitar mengenai kegiatan lari. Bahwa lari tidak melulu harus serius, tapi bisa dilakukan dengan santai dan menyenangkan. Harapan ke depan IndoRunners Bali, semakin banyak orang terinspirasi untuk melakukan gaya hidup sehat dengan berlari, virus #marilari #maimelaib semakin tersebar. –Inten Indrawati

GRAND FINAL DIHADIRI WAKIL BUPATI BADUNG DI NUSA DUA TEATER

SENATOR WEDAKARNA SIAP DUKUNG TERUNA TERUNI BALI BERLAGA DI PAPUA Teruna Teruni Bali adalah satu-satunya duta wisata I n d o n e s i a P rov i n s i B a l i yang diakui oleh Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) sejak kongres ADWINDO diadakan di Bali pada tahun 2005. Sejak itulah hanya Teruna Teruni Bali yang berhak mewakili Bali di ajang nasional Pemilihan Duta Wisata Indonesia. Demikian diungkapkan I Gusti Ayu Sita Wedastiti WS, S.E. saat menyampaikan sambutannya di acara Pemilihan Teruna Teruni Bali 2016 di Devdan Show Nusa Dua Bali teater. “Menjadi seorang Teruna Teruni Bali tidak hanya cukup jegeg atau sekadar bagus, tapi harus memiliki skill dan juga kepedulian terhadap agama dan budaya Hindu. Maka sejak Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Pasangan Miss Sonia dan TTB di Nusa Dua Teater awal berdirinya, kami memiliki tagline swadharmaning agama tanpa uang rakyat, tanpa APBD. Ini sesuai swadharmaning negara.,” ungkap Gek Sita dengan cita-cita Bung Karno, berdikari. yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Nama TTB jauh lebih dikenal dan terBidang Ekonomi Kreatif. branding karena di Bali diperkirakan ada Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa lebih dari 10.000 organisasi Sekaa Teruna memberi apresiasi terhadap pemilihan ini. “ Teruni. Ambil segmen itu, selain kampus dan Saya menghargai peran dari penyelenggaraan sekolah. Saya akan membawa TTB agar ada pemilihan Teruna Teruni Bali ini. Ke depan kerjasama dengan 34 Kementerian. Ini untuk kita bersinergi terhadap Teruna Teruni mendukung program Nawa Cita Presiden Bali dan terimakasih sudah menjadikan Jokowi,” ungkap Gusti Wedakarna yang Badung sebagai tuan rumah, “ ungkap I merupakan Dewan Pendiri dari ADWINDO. Ketut Suiasa. Sebelum acara grandfinal, 18 Teruna Teruni Hal senada disampaikan oleh Komite Bali dikarantina di Haris Hotel Sunset Road IIII DPD RI Bidang Pariwisata yakni Dr.Shri Kuta dan melakukan malam budaya di Garuda I Gusti Ngurah Arya Wedakarna WMS III yang Wisnu Kencana ( GWK ). Rencananya pada 29 menyampaikan bahwa secara kelembagaan Nopember - 4 Desember 2016, juara Teruna DPD RI mendukung eksistensi Duta Wisata Teruni Bali dan Putra Putri Kampus Ajeg Bali Indonesia.”Saya mendukung Teruna Teruni akan diseleksi untuk mewakili Provinsi Bali Bali. Saya salut kalian bisa membuat acara di Pemilihan Duta Wisata Indonesia tingkat megah di GWK dan Bali Nusa Dua Teater nasional di Provinsi Papua.


6

Gubernur Bali Made ­ angku Pastika, melantik angM gota Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali di Wiswa Sabha Utama, Kamis (6/10). Anggota KPPAD periode 2016-2021 yang dilantik, terdiri atas Ke­tua AA Sagung Anie Asmoro, Wakil Ketua Eka Santhi Indra Dewi, dan tiga anggota, Ketut Anjasmara, I Made Ariasa, dan Ni Luh Gede Yastini.

D

Woman on Top

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

alam sambutannya, Gubernur Bali menyatakan, kekerasan pada anak-anak yang akhir-akhir ini semakin marak terjadi merupakan fenomena gunung es, yang timbul hanya beberapa di permukaan, sedangkan sesungguhnya lebih banyak dan komplek. Untuk itu, penanganan secara serius setiap kejadian kejahatan pada anak mutlak diperlukan, dan para pelaku yang tertangkap harus ditindak secara tegas. Mangku Pastika menegaskan, pencegahan berupa penanganan terhadap akar permasalahan yang banyak dipengaruhi ideologi, politik, sosial-budaya, agama, degradasi moral, pengangguran, kemiskinan perlu ditingkatkan sehingga tidak semakin meluas. Sementara itu, Komisi Perlindu­ ngan Anak Indonesia (KPAI) yang diwakili Anggota KPAI Komisioner Penanggung Jawab Bidang K e s e ­h a t a n , Titik Haryati, mengatakan d e ­

KPPAD Bali Siap Perjuangkan Hak-Hak Anak

ngan keberadaan lembaga ­KPPAD, diharapkan dapat mendukung pemerintah melahirkan kebijakankebijakan dalam upayanya memberikan perlindungan kepada anak secara optimal Dari data yang ada, terkait kejahatan seksual terhadap anak di Indonesia makin meningkat, lebih dari 21 ribu anak mengalami kejahatan seksual baik sebagai korban maupun pelaku. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa ada optimalisasi kebijakan yang mendukung perlindu­ ngan anak, maka menurutnya akan ada kehilangan generasi. KPAI sangat memberi perhatian terhadap maraknya persoalan anak dengan mendesak pemerintah untuk perubahan UU No 35 tahun

2014, yang dipromosikan sebagai PP Kebiri, agar pelaku mendapat­ kan efek jera dan mendapatkan hukuman setimpal karena sudah membuat anak cedera. Soal pornografi juga sedang menjadi fokusnya. “Saya men­ dapatkan kabar mahasiswa ITB ada yang bisa menemukan browser untuk membloking situs pornografi, Ini akan segera direspons dan ditandaklanjuti dan disampaikan ke Menteri,” ujarnya. TIGA SRIKANDI KPPAD Anie Asmoro, Mantan Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Bali ini terpilih menjadi Ketua KPPAD Provinsi Bali. Ia menegaskan, dirinya memilih maju

Eka Santhi, Yastini, dan Anie Asmoro

­ PPAD Provinsi Bali, karena meK mang sudah cukup lama berkecimpung di dunia anak. Sebelum menjadi anggota DPRD Bali 2002-2004 dan 2004-2009, putri dari sesepuh Pemuda Pancasila AA Ngurah Pong Yudanegara ini sudah aktif sebagai guru pengajar di SD dan Sekolah PAUD. Setelah purnatugas dari DPRD Bali tahun 2009 dan kepengurusan Partai Golkar, Anie Asmoro aktif sebagai aktivis Kesejahteraan Sosial Masyarakat (KSM). Lagipula, Anie Asmoro bukanlah orang baru di dunia anak dan perempuan. Ketika duduk di Komisi IV DPRD Bali 2004-2009, Anie Asmoro ikut menggagas lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Human Trafficking tentang perdagangan manusia. Menurut Anie, dirinya tergerak ikut Komisioner KPPAD Bali, kare­ na merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam memperjuangkan hak-hak anak. “Setelah dilantik, sudah banyak PR menunggu kami,” ujar Anie Asmoro. Direktur LBH Bali Periode 2009-2015 Ni Luh Gede Yastini, mengatakan, sejak di LBH ia melihat banyak sekali persoalan anak. Dengan bergabungnya ia di KPPAD Bali, ia berharap, dalam berbuat lebih. Dulu sebagai aktivis ia berjuang di jalanan, sekarang ia berjuang dari dalam, tentu semua itu berujung pada bagaimana meminimalisasi persoalan anak. Namun, ia juga menegaskan, persoalan anak sangat kompleks, karena itu harus melibatkan semua komponen.

Tititk Haryati

Ia menilai, tidak ada yang salah dalam hal ini. Memang ia menilai, aturan sudah banyak ada, tapi ibarat motor tak bisa berjalan. Ada hal yang perlu dikaji lebih dalam. “Kami akan mengevaluasi secara menyeluruh apa yang menjadi kendala sehingga kami bisa menemukan solusi ke depan, dengan SDM dan aturan yang ada,” ujarnya. Sementara, Eka Santhi Indra Dewi, ST atau yang akrab disapa Iin ini selain menekuni wirausaha juga sejak lama bergabung di LSM Bali Sruti, yang fokus pada persoalan perempuan dan anak. Ia berkomitmen akan bekerja sebaik-baiknya dengan harapan, kasus-kasus anak dapat dikurangi. “Dengan duduk di KPPAD kami bisa berbuat banyak terutama soal kebijakan perlindu­ ngan terhadap anak,” ucapnya. -Wirati Astiti

Rekening Bank Emosional Salam Senyum,... “Mbak, bisa minta tolong cetakkan saldo di buku tabungan saya?” Kalimat seperti itu sudah seperti “makanan” sehari-hari ketika saya menjadi seorang front liner di salah satu Bank terbesar milik pemerintah, sekitar dua puluh tahunan yang lalu. Semua tahu bahwa ketika berbicara tentang tabungan, maka yang tersirat adalah keadaan keuangan yang dicatat oleh Bank. Namun setelah sekian lama saya menggeluti dunia jasa dimana di dalamnya terdapat service/layanan, maka yang namanya rekening, dapat kita bagi menjad rekening Bank Finansial dan rekening Bank Emosional. (Stevent Covey). Pembaca setia Dhani,s Art in Service, saya ingin memberikan suatu pandangan yang menarik me­ ngenai hubungan antar manusia, dimana setiap kita menjalin hubungan dengan seseorang, berarti kita umpamakan membuka apa yang disebut dengan REKENING BANK EMOSIONAL. Waaaahhh sungguh menarik untuk kita bahas. Salah satu contoh ceritanya seperti ini. Ayooo kita kembali membahas rekening Bank Emosional. Ketika orang tersebut membuat orang lain menjadi tidak nyaman, disaat itulah tabungan di Bank emosional kita tertarik dan jelas menjadi berkurang. Artinya... rekening bank emosional adalah tempat kita menaruh dan menarik tabungan. Bila kita membantu orang untuk mencapai apa yang diinginkan dan dia merasa senang berarti kita sudah menaruh tabungan. Yang tentunya di suatu saat akan memperolah deviden.

Begitu pula kebalikannya, ketika kita meminta orang lain membantu kita dan membuat mereka merasa terganggu bahkan merasa tidak nyaman, berarti kita sudah mulai menarik simpanan. Apabila tabungan terlalu banyak ditarik, kita bisa overdraft dan bisa-bisa rekening bahkan jadi tutup. Sekarang bisa dijawab, dari petugas laundry itu, apakah dia menabung atau menarik pada rekening Bank Emosionalnya???..... Rekening bank Emosional itu cenderung untuk dilakukan menabung kecil-kecil namun terus-menerus. Itulah membedakan dengan rekening bank finansial, dimana hanya dapat dilakukan 1 kali setor dengan jumlah banyak. Dalam pelatihan-pelatihan yang saya lakukan dengan materi “Serve with Love”, saya banyak memberikan filosofi layanan. Dimana seorang front liner tidak hanya cukup dibekali dengan standar layanan saja, tetapi bagaimana mereka paham, bahwa layanan itu adalah sebuah pekerjaan yang mendasari pahala yang timbul akibat ketulusan layanan kita terhadap pelanggan. Ada beberapa cara agar sebagai pelayan dapat menabung di rekening Bank Emosionalnya. Yang pertama, ketika berbicara dengan pelanggan banyak­ lah kita KAGUM TERHADAP PELANGGAN. Artinya seperti ini, biarkanlah dia berbicara 80% dari setiap kesempatan. Bukankah menurut Dr. William King ”bila seseorang berbicara mengenai diri Anda kepada Anda; maka inilah percakapan brilian”. Yang kedua dilakukan adalah, AKUILAH KEBERADAAN PELANGGAN dengan melontarkan Pujian. Masih ingat dengan tulisan saya di rubrik kini pada episode yang lalu dengan judul “Mantra sang Penyihir” ? Isinya adalah bagaimana cara memuji pelanggan agar pelanggan merasa senang dan kembali kepada kita.

Yang ketiga, ciptakanlah HUBUNGAN YANG NYAMAN DENGAN PELANGGAN. Kenyamanan hubungan dengan pelanggan dapat terjadi ketika kita SANTAI menghadapinya. Contoh-contoh kecil seperti tersenyum, membuat jarak yang rileks, condongkan badan ke arah pelanggan, kontak mata, tirulah sikap pelanggan (menyesuaikan dengan kenyamanan pelanggan). Selanjutnya yang keempat, PAKAILAH HUMOR YANG TEPAT KEPADA PELANGGAN. Humor yang paling efektif adalah humor yang ringkas dan tidak menyinggung perasaan. Dan tawa adalah sebenarnya sarana yang paling ampuh dalam menanamkan pengaruh. Dan yang kelima adalah PEDULILAH DENGAN PELANGGAN. Peduli dengan pelanggan salah satu contohnya adalah mengirimkan ucapan Ulang Tahun, atau mengguntingkan artikel dan mengirimkannya kepada pelanggan tertentu, yang bermanfaat sesuai hobbi atau profesi pelanggan kita itu. Pembaca yang setia, terutama yang berada di dalam usaha jasa Bank, ingatlah... bahwa bukan hanya Nasabah (pelanggan) yang dituntut untuk menambah saldo pada rekening Bank Finansialnya, tapi Marilah kita berlomba-lomba untuk menambah rekening Bank Emosional agar selalu bertumbuh dan tentu kitalah yang memetik hikmahnya nanti. Ingin lebih mengupas tentang tulisa nini agar dapat meningkatkan layanan terhadap pelanggan? Silahkan hubungi manajemen kami, dan kami mohon agar diberikan kesempatan untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Peringatan hari batik nasional terasa mewah. Beberapa wanita cantik de­ngan berbusana batik, melenggak-lenggok, terlihat anggun dan mempesona. Untuk mengabadikan hari batik nasional, Hotel Bumi Surabaya City Resort bekerjasama dengan Batik Chic menggelar pagelaran busana, dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional 2016 yang diperingati tiap 2 Oktober.

“Inspiring Look”

Meriahkan Hari Batik City Resort. “Dulu, orang yang memakai batik itu cenderung orang tua. Namun sekarang, seiring dengan perkembangan jaman, anak-anak muda juga mulai menggemari batik. Bahkan, di dunia fashion, tak jarang juga dipamerkan batik bergaya casual yang memang diperuntukkan bagi anak-anak muda,” imbuh Endah. Ia juga berharap, dengan adanya pagelaran tersebut dapat menaikkan pamor batik sebagai warisan budaya kebanggaan Indonesia. Bumi Surabaya City Resort dan Batik Chic sendiri berharap agar kedepannya batik dapat menjadi tren yang digemari oleh masyarakat Indonesia, sehingga batik yang merupakan warisan budaya Indonesia ini tetap terjaga. -Dona/Hani

P

agelaran fashion show kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Ini menjadi begitu spesial, karena seluruh model yang dihadirkan untuk memperagakan busana hasil karya Novita Yunus, bukanlah model profesional yang memang pandai berlenggak-lenggok pada acara fashion show. Director of Sales and Marketing Bumi Surabaya City Resort, Endah Retnowati, mengatakan, ada 13 model cantik yang memperagakan busana.Mereka adalah sosialita Surabaya yang terdiri dari beragam profesi mulai ibu rumah tangga, dokter, executive manager hingga pebisnis sukses. “Fashion show yang digelar di Restoran Arumanis-Pasar Senggol Bumi Surabaya City Resort ini sengaja digelar mengingat batik merupakan salah satu pakaian tradisional kebanggaan Bangsa Indonesia,” kata Endah.

19

Tentang tema ia menjelaskan, keinginannya untuk menginspirasi wanita dalam busana batik. “Acara fashion show ini mengambil tema “Inspiring Look”. Hal itu dimaksudkan, agar dapat memberikan inspirasi bagi seluruh peserta yang menghadiri acara ini khususnya kaum wanita, dalam memadupadankan busana batik agar tampil cantik dan elegan,” tambahnya. Disisi lain, Ida Agrina, selaku partner Batik Chic di Surabaya menambahkan, dalam pagelaran busana batik ini, selain batik-batik dari Jawa Timur dan Jawa Ten-

gah, juga dipamerkan batik tulis dari Jambi. Batik yang dipamerkan itu adalah batik tradisional. 100 pecinta wastra Indonesia turut memadati acara pagelaran batik tersebut. Hal ini menunjukkan adanya antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan juga respons positif terhadap busana batik. Suguhan nan anggun yang diperagakan 13 sosialita cantik ini dinikmati pengunjung Restauran Arumanis, sembari menikmati santap siang di Pasar Senggol Bumi Surabaya

Pameran Lukisan Anak Tunanetra

Sejumlah penggiat peduli masyarakat kurang mampu, termasuk anak-anak tunanetra menggelar aksi galang dana. Mereka menggelar pameran lukisan dalam 100 Lions, Watercolor Charity Exhibition Greyzone di Hotel Shangri-La Surabaya, pekan lalu. Gubernur Lions Club Internasional Distrik 307 B2 Indonesia, Eko Prasetyo, Presiden Lions Club Surabaya Kresna, Silvia Zulaika, hadir dalam acara tersebut dan memberikan sumbangan beasiswa kepada lima pelajar SMP, anak-anak tunanetra. Pelukis kontemporer, Denny Samawa juga menyuguhkan sejumlah karya lukisan buatannya, yang diberi nama Zona dan Visi di Surabaya. “Ini acara ‘Kumpul Dana’ dari Lions Club Surabaya Kresna yang dikemas dengan pameran lukisan cat air oleh pelukis Denny Samawa. Sebagian dari hasilnya akan disumbangkan ke Yayasan Pendidikan Anak Buta, berupa lima beasiswa dan renovasi kampung wajib belajar di Simo Jawar,” kata Presiden Lions Club Surabaya Kresna, Silvia Zulaika. Acara serupa kerap digelar, dengan memberikan bantuan ke masyarakat guna meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik. Saat ini, ada 64 anak tunanetra usia SMP dan 100 anak tunanetra usia SD yang disantuni Lions Club Surabaya Kresna. “Lions Club selalu memberikan bantuan,

tidak harus berupa bea siswa tetapi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya. Eko Prasetyo menambahkan, Lions Club ada di 210 negara. Di Surabaya adalah bagian dari 47 club di dunia untuk gerakan peduli sesama. “Ini bentuk kepedulian, untuk membantu dan merubah kehidupan menjadi lebih baik. Sekaligus untuk merayakan 100 tahun Lions Club. Semoga masyarakat lainnya juga tergerak untuk ikut membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Eko. Pelukis Denny Samawa menyebut hasil karya seni lukisnya bertema Zona dan Visi di Surabaya, diharapkan bisa menggugah masyarakat, ikut peduli kepada pihak lain yang membutuhkan. “Ini untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Jadi yang kita lihat tidak hanya gedung-gedung mewah atau bersejarah, tetapi bervariasi. Di situ saya gambarkan, selain gedung tinggi juga ada rumahrumah, pergudangan. Harapannya dengan kegiatan seperti ini, kita ikut peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Di pembukaan pameran lukis itu, pengunjung juga dihibur dengan suguhan permainan musik angklung para pelajar Sekolah Anak Tunanetra, yang membawakan sejumlah lagu, dengan syair daerah, Indonesia dan mancanegara. -Dona


20

Nine

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Inspirasi

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

5

Lari dengan Filosofi Tri Hita Karana Olah Biji-bijian Jadi Cookies Khas Lombok Sayuk Wibawati

Berawal dari coba-coba yang dimulai dari hal yang paling kecil dan paling dekat dengan dirinya, Sayuk Wibawati akhirnya sukses menemukan jalan menjadikan produksi biji-bijian yang melimpah dari hasil pertanian Nusa Tenggara Barat sebagai cookies dan menjadi salah satu pilihan oleh-oleh khas Lombok. Sayuk berhasil menyajikan kue kering dengan konsep yang berbeda dan unik. Sebagai seorang perempuan yang sebelumnya adalah ibu rumah tangga yang setiap waktunya disibukkan untuk mengurus anak dan keluarga, Sayuk menjadi berbeda ketika kreativitas dalam dirinya ia eksplorasi dengan maksimal.

R

umah dan bahkan garasi rumahnya yang terletak di kawasan Gomong Mataram, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan perintisan usaha kue kering dari biji-bijian yang telah dimulainya sejak tahun 2012. Kini di garasi yang tidak luas itu, Sayuk menata dan mendisplay ratusan kotak kue kering khas Lombok yang diproduksinya. Garasi yang ditatanya dengan begitu apik itu menawarkan kenyamanan tersendiri bagi

pengunjung. Sayuk bukanlah seorang desainer interior. Bukan pula ahli masak atau membuat kue yang ilmunya didapat dari sekolah khusus, melainkan semua keahlian tersebut ia dapatkan secara otodidak yang berangkat dari keinginan yang kuat untuk awalnya menyajikan camilan sehat dan bergizi bagi ketiga buah hatinya. “Saya ingin menyajikan camilan sehat dan bergizi untuk anakanak, itu awalnya,” ujar ibunda dari Anita, Anisa dan Atala ini. Di

Sayuk Wibawati

Produksi awal membuat kue kering dari biji-bijian ini hanya sebatas dijual di kalangan terbatas, pada pertemuan ibu-ibu seperti arisan atau pun kumpul-kumpul biasa. “Lama-lama pesanan menjadi banyak,” kata Sayuk. Peluang ini dibaca dengan baik oleh Sayuk yang terus berpikir tidak hanya pada soal rasa dan bentuk kue kering melainkan juga kemasannya. Dari sana, Sayuk memulai mengemas kue keringnya menggunakan kertas nasi sederhana yang ia print out di rumahnya. “Saya harus memotong kertas tersebut satu-satu, betapa beratnya membuat begitu banyak kemasan karena pesanan yang datang banyak sekali,” ujar perempuan kelahiran 15 April 1976 ini. Akibat kewalahan membuat sendiri kemasan sampai-sampai printernya rusak berkali-kali, ia pun memutuskan memesan kemasan tersebut di Surabaya. Hasilnya, kemasan yang didesain sendiri olehnya itu terbilang menarik dan memiliki standar kemasan umumnya. Di masa awal merintis usaha ini, istri dari Sabarudin ini mengaku belum sepenuhnya mendapatkan

dukungan dari keluarganya karena memang ia tidak pernah dikenal sebagai orang yang memiliki keahlian membuat kue. Namun seiring berjalannya waktu dan kemauan yang keras, Sayuk semakin membuktikan bahwa ia mampu mewujudkan cita-citanya untuk menyajikan camilan bergizi bagi anak-anak sekaligus mengangkat hasil pertanian lokal NTB. Kini usaha rumah tangganya ini telah berkembang dengan baik. Dari dua produk kini berkembang

samping itu, ide untuk membuat kue kering dari biji-bijian ini juga karena ia melihat hasil pertanian biji-bijian di NTB yang melimpah membuat ia berpikir untuk dapat mengolahnya menjadi kuliner yang disukai. Maka ia pun mencoba awalnya membuat kue kacang dari kacang tanah lalu dilanjutkan dengan kue kering dari kacang hijau. “Kalau kacang hijau hanya dibuat bubur melulu, anak-anak pasti bosan, maka saya coba membuatnya menjadi kue kering yang bisa

D

Kue kering dari biji-bijian dengan kemasan unik

dikonsumsi dengan nyaman oleh anak-anak. Jadi seperti biskuit sehingga akrab dengan anak-anak,” ujarnya. Itulah sebabnya pada peringatan Hari Anak Nasional 2016 yang berlangsung di Mataram pada Juli lalu, kue kering dari bijibijian hasil pertanian NTB yang diproduksinya menjadi bagian dari

oleh-oleh yang terdapat dalam paperbag peserta yang datang dari seluruh Indonesia kala itu. Uniknya, pada kemasan cookies khas Lombok yang khusus untuk Hari Anak Nasional itu, terdapat logo-logo yang menggaungkan kampanye perlindungan terhadap anak. –Naniek I. Taufan

Camilan Bergizi dari Biji-bijian

menyajikan cookies khas ini untuk para tamunya saat mengopi atau pun minum teh. Kini, kegigihan Sayuk sebagai perempuan telah berhasil membuktikan bahwa kreativitas dan potensi yang didukung oleh kemauan dan usaha yang sungguh-sungguh dapat menjadikannya sebagai ibu rumah tangga yang berbeda. Tanpa harus meninggalkan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, ia bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan dari rumah. Lebih dari itu, Sayuk masih memiliki cita-cita bahwa usahanya ini kelak akan menjadi pengolah biji-bijian yang unggul demi mengangkat hasil pertanian biji-bijian Nusa Tenggara Barat.

menjadi delapan macam, yakni, kacang mete, kedelai, lebui (bijibijian yang kerap diolah sebagai sayur khas Lombok), kacang merah, kacang hijau, jagung, melinjo dan kopi. Tidak kurang dari 13 karyawan yang membantunya dalam usaha ini. Alhasil, selain garasi sebagai toko oleh-oleh khas ini, dapur dan ruang keluarganya menjadi tempat aktivitas pembuatan kue. Tempatnya produksi kue kering ini pun tertata rapi dan bersih dengan karyawan yang menggunakan seragam dan memakai pakaian standar produksi seperti kaus tangan, penutup mulut dan kepala. Meski masih merupakan produksi rumahan, Sayuk telah memperhatikan benar higienisitas dalam proses produksinya. Produksi setiap hari tidak kurang dari 270 pack dengan berat

160-180 gram/kemasan. Namun produksi ini akan meningkat bahkan dua kali lipat di waktu menjelang lebaran atau tahun baru. Selain sebagai usaha, Sayuk memproduksi kue kering ini juga untuk mengangkat kuliner lokal NTB dengan target pariwisata. Dengan kemasan yang unik dan khusus berisi satu kue kering, beberapa hotel di Lombok telah

-Naniek I. Taufan

esa Taro merupakan salah satu desa tua di Bali. Dalam buku “Eksistensi Desa Adat dan Desa Dinas di Bali” yang ditulis I Wayan Surpha, S.H. dijelaskan Desa Taro merupakan cikal-bakal desadesa lain yang ada di Bali. Suprha mengutip dari Lontar Markandya Purana yang menceritakan kedatangan Maharsi Markandya ke Bali bersama 8000 pengikutnya untuk membuka ladang pertanian di Desa Taro, Gianyar sekitar abad ke-8 Masehi. Kedatangan ke Bali ini merupakan hasil pertapaan di Gunung Raung, Jawa Timur. Upaya pembukaan lahan ini gagal karena banyak pengikuti Maharsi Markandya yang sakit dan diserang binatang buas hingga ada yang meninggal dunia. Maharsi Markandya kemudian kembali ke Gunung Raung untuk bertapa. Dari proses pertapaan ini, ada petunjuk untuk mengadakan upacara keagamaan Hindu sebelum mulai membuka lahan. Setelah itu, Maharsi Markandya bersama 4000 pengikutnya kembali ke Bali melakukan upacara Bhuta Yadnya dan menanam panca datu (lima jenis logam) di kaki Gunung Agung. Setelah upacara selesai, perjalanan dilanjutkan ke Desa Taro untuk membuka lahan pertanian dan permukiman. Semua perkerjaan untuk membuka lahan ini berjalan lancar. Maharsi Markandya membagikan tanah kepada para pengikutnya. Tempat pembagian itu kemudian dikenal dengan nama Puakan sedangkan tempat Maharsi Markandya beryoga selama perabasan hutan disebut Taro. Dari Puakan, pengikut Maharsi menyebar dan membuat permukiman baru, diantaranya di Sembiran, Cempaga, Sidatapa, Gobleg, Beratan, Tigawasa, Lampu, Trunyan, Batur, Pelaga, dan yang lain yang kebanyakan berada di pegunungan. Desa Taro terdiri dari 14 banjar dinas yang sekaligus

menjadi desa adat. Selain memiliki hutan yang alami, Taro juga dikenal dengan lembu putihnya. Lembu putih ini dikeramatkan warga Taro. Tempat pemeliharaannya pun khusus dan dikelola desa adat Taro Kaja. Taman Lembu Putih ini diresmikan Gubernur Bali sebagai Kawasan Desa Ekowisata pada hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2016 lalu. Hutan yang terletak di wilayah Puakan ini merupakan hutan binaan PT Astra Honda Motor dan Astra Motor Denpasar sejak tahun 2012. Hutan ini merupakan bagian dari keseluruhan hutan adat di Puakan yang luasnya 67 hektare. Selain penghijauan yang telah dilakukan, Astra berharap ke depan hutan ini bisa mendukung program ekowisata yang akan dikelola oleh Desa Adat Puakan yang terintregrasi dengan kegiatan UKM, yaitu budidaya pertanian dan perkebunan. Saat ini program yang sudah berjalan adalah budidaya jamur. Di hutan ini juga sudah dibuka jalur sepeda untuk mengelilingi hutan, sehingga sudah banyak masyarakat yang berolahraga sepeda di sini. Astra sudah menanam lebih dari 1.500 pohon di hutan ini. Ada cempaka putih dan kuning, mahoni, majegau, nangka, sawo kecik, juwet, kelapa gading, kelapa bulan, kelapa hijau, sawo, nangka, manggis dan durian. Selain di Bali, Astra juga secara keseluruhan telah menanam 3.567.237 pohon yang tersebar di beberapa hutan dan area binaan Astra di Indonesia. Pada prinsipnya di mana pun instalasi Astra berada, harus dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi perusahaan Catur Dharma Astra, yaitu Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. SATU PELARI SATU POHON Untuk menyatukan konsep pelestarian dan melihat tingginya minat orang berlari, diadakanlah

tkh/ngurah budi

Produksi kue kering khas Lombok dari biji-bijian

Sayuk bersama para karyawannya

Penanaman pohon yang yang dilakukan perwakilan pelari, undangan, dan panitia

tkh/ist

Lari kini menjadi bagian dari gaya hidup. Lari tidak hanya dilihat sebagai kegiatan olahraga yang menyehatkan jiwa dan raga. Lari juga menjadi ajang untuk melepaskan stres sekaligus mencari inspirasi. Ada juga lari yang bertujuan “menyatukan” pelari dengan alam, seperti di event Astra Green Run (AGR) Bali 2016 di Desa Taro, Tegallalang, Gianyar.

Seorang pelari kategori 13 K melintas di Pakuseba yang menampilkan tarian Mahardika

AGR di kawasan Desa Taro ini. AGR yang digelar untuk kedua kalinya ini bertemakan lingkungan dengan kategori jarak 6K dan 13K diikuti oleh 750 orang pelari yang berasal dari 17 negara yaitu, Australia, Austria, Belgia, Kanada, Perancis, Jerman, Hungaria, Indonesia, Jepang, Kenya, Belanda, Filipina, Rusia, Singapura, Inggris, Amerika Serikat dan Vietnam. AGR Bali 2016 ini diadakan Minggu (2/10) dengan start dan finish di Elephant Safari Park & Lodge yang satu areal dengan Taman Lembu Putih. Tidak seperti lomba lari pada umumnya, para peserta AGR Bali melintasi rute yang tidak biasa. Mereka akan melewati trek yang naik turun, mulai dari kontur aspal, jalan tanah hingga kerikil berpasir untuk menciptakan suasana seru dan menantang secara bersamaan. Yang lebih menarik lagi, Astra mengajak seluruh pelari untuk mencintai lingkungan, dengan cara setiap satu pelari mewakili satu pohon yang akan ditanam Astra. Head of Public Relations PT Astra International Tbk Yulian Warman mengatakan, AGR Bali bertujuan mengajak para pelari lebih mencintai lingkungan sekaligus melestarikan budaya Bali. “Kami berharap AGR dapat membawa pengaruh positif kepada masyarakat Bali pada umumnya, dan masyarakat Desa Taro pada khususnya. Ada tiga desa adat yang dilalui, Taro Kaja, Puakan, dan Pakuseba. Event ini juga bagian dari 60 tahun Astra yang bertema “Inspirasi 60 Tahun Astra”. Ada empat sasaran CSR Astra, pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan. AGR ini masuk dalam program lingkungan. Kami ingin menginspirasi banyak orang, salah satunya dengan berlari plus menyumbang pohon. Kami juga ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan,” tegasnya. Alexandra Dewi, Head of Astra World Denpasar yang juga Ketua Panitia AGR Bali 2016 menambahkan, trail run yang diadakan di Taro ini sangat istimewa. “Kami mengusung nilai Tri Hita Karana (THK), yaitu lari dengan mengutamakan pemandangan alam yang diciptakan oleh Tuhan. Pelari akan memiliki pemikiran tentang bagaimana menjaga kelestarian lingkungan sehingga udara tetap bersih dan sehat. Pelari berlari untuk alam serta tidak sekadar finish dan dapat medali. Ketika budaya, sejarah, alam, dan olahraga me-

nyatu, taksunya beda” jelas Alex yang didampingi Haris Prasetya, Korwil Grup Astra Bali. Konsep THK merupakan konsep keharmonisan yang muncul dari keselarasan tiga hubungan, yakni hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), hubungan manusia dengan manusia (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan). Implementasi dari konsep keharmonisan itu terlihat ketika pari pelari melintasi Pura Gunung Raung. Ada yang khusus berhenti sejenak untuk berdoa kepada Sang Pencipta Alam Semesta. Ini menunjukkan rasa bhakti manusia kepada Tuhan. Di beberapa ruas jalan yang dilalui, banyak warga

kerikil berpasir, menjadikan AGR Bali unik sekaligus menantang bagi para pelari. Sampai di finish, pelari diminta untuk menempelkan stiker dan membubuhkan tandatangan. Ini menandakan pelari sudah ikut menyumbangkan satu pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sendi, salah seorang peserta AGR menuturkan akhir Agustus 2016 ia ikut lomba marathon di Bali. "Kali ini istri yang semangat. Dia mau ikutan lari 6 km sedangkan saya ikut 13 km," ujar distributor bahan kimia yang berkantor di Surabaya ini. Lari bagi Sendi sudah menjadi rutinitasnya. Ia mengaku dulu jarang olahraga dan berat badan tidak ideal. Tiga tahun lalu, ia mulai berlari. Latihan rutin itu membuahkan hasil. Badan Sendi menjadi ramping dan sehat. Kini tiap hari ia harus lari, minimal di lingkungan tempat tinggalnya di Sidoarjo. "Kalau tidak lari, saya bad mood,” ungkapnya. Selain lari untuk menyehatkan dirinya, Sendi juga menguji kemampuannya. Ia menjajal beberapa event lari, mulai dari lari di jalan raya hingga lari lintas alam. “Bagi saya, ikutan event itu untuk have fun. Bonusnya badan sehat dan ketemu teman baru,” ujar pria yang punya catatan waktu 4 jam untuk lari marathon ini. Susila, pelari dari Denpasar

tkh/ngurah budi

Pelari memasuki garis finish di Taman Lembu Putih

yang memberi dukungan semangat untuk pelari. Hiburan berupa Tari Okokan, Tari Mahardika, dan Tari Kecak juga menjadi pemacu semangat berlari. Tak hanya itu, keramahan warga Taro juga terlihat sepanjang lintasan. “Saking napi (dari mana),” tanya seorang perempuan tua saat pelari melintasi perkebunannya. “Saking (dari) Buleleng,” ujar si pelari. Made Wisersa, Bendesa Taro Kaja menuturkan pelaksanaan AGR Bali 2016 memang sudah dikoordinasikan. Beberapa krama dan pecalang dilibatkan. “Kebetulan saat yang bersamaan kami juga ada kegiatan nglawang atau ngamedalang tapakan Ratu Anom. Jadi suasana membaur antara pelari dan warga dengan pakaian adat Bali sangat terlihat,” ujarnya. FOTO LANGSUNG DI-UPLOAD Para pelari melintasi jalan di perdesaan, kampung, hutan serta perkebunan yang memiliki kontur lintasan beragam. Mulai dari jalan beraspal landai, jalan menanjak dan menurun, jalan tanah hingga

menuturkan ini kali pertama ia mengikuti trail run. “Saya dapat banyak kejutan. Biasanya lari di jalan aspal, atau taman kota yang tentu banyak kendaraan bermotor dan ada polusi. Tetapi di Taro, walau sebagian rute masih aspal, tapi ada rute-rute jalan setapak yang asri bahkan tanjakan yang disebut tanjakan jahanam. Ini surprise yang luar biasa. Suasana sejuk, keramahtamahan masyarakat dan panitia sangat menyenangkan. Apalagi foto-foto di-upload di jejaring sosial. Keren. Setiap ada fotografer, saya selalu bergaya hahahaa..,” ujar pelari yang lari bersama istrinya ini. Andreas Kansil, Race Director dari Pandara Sport mengatakan event tahun 2016 ini dibuat agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Rute dibuat lebih menantang namun tetap mengutamakan ke­selamatan pelari. “Yang spesial me­m ang adanya kerjasama dengan Pic2Go. Begitu BIB peserta terekam oleh fotografer, langsung ter-upload di Facebook peserta. Jadi tidak perlu repot untuk meng-upload sendiri,” ujarnya. –Ngurah Budi


4

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Indriyaningsih

Inspirasi

Peka Bidik Peluang Bisnis

Menjadi wirausaha tentu memerlukan kepekaan yang cukup mempuni. Peka terhadap peluang-peluang yang ada. Peluang tersebut nantinya adalah modal utama untuk mengembangkan bisnis. Tidak saja itu, bisnis yang dijalankan sebaiknya melihat pula target market yang dicapai. Terbukti kini makin marak usaha-usaha rakyat dari mikro sampai makro yang terus berkembang. Hal tersebut membuat Ni L.P Indriyaningsih (49) menyadari bahwa peluang bisni masih terbuka luas di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan.

B

erawal kejutan dari sang suami, GW. Ekaputra Jati, Indriya memberanikan diri mengelola bisnis kuliner. Bisnis yang digeluti Indriyani dan suaminya tergolong bisnis kuliner yang diminati terutama di Tabanan. Setelah survei dan melakukan banyak pertimbangan, maka bisnis kuliner dengan konsep franchise menjadi pilihan tepat. Baginya, konsep francais masih cukup mempuni untuk dikembangkan dan keuntungan yang didapat tak kalah baik. “Ketika itu, suami saya memberikan saya kejutan. Saya pun kaget karena saya pikir francais untuk mendapat laba sangat sulit. Namun, setelah diskusi dan

memahami bisnis ini, saya pun setuju,” tutur perempuan kelahiran 26 November 1967. Keputusan yang sudah disepakati itu, mengantarkan Indriya menekuni bisnis kuliner franchise C’Bezt Friedchiken, Tabanan. Usaha yang berjalan dari 23 Agustus 2014 itu memiliki banyak cerita yang menarik. Salah satunya minat masyarakat Tabanan terhadap menu-menu yang ditawarkan C’Bezt. Banyak anak muda dan masyarakat sekitar membeli menu ayam paket 1 atau 2. Tentu konsep paket yang ditawarkan C’Bezt sama seperti restoran cepat saja yang lain. Namun, harga yang cukup bersahabat menjadikan usaha ini kian mendapat respon baik. Tahun pertama bisnis itu dibuka, keuntungan yang diraih cukup besar. Hingga Indriya mampu membuka 2 cabang, di Tabanan dan di Jimbaran pada 28 Februari 2015. Baginya, selama masih bisa dan masih diberi waktu untuk berusaha, maanfaatkan dengan baik. Tidak serta merta keuntungan, namun bisnis seperti ini lebih sederhana, terjaga kualitasnya, dan lezat nikmat. Omset yang diraih cukup untuk membiayai karyawan yang berjumlah lebih dari 20 orang, menambah armada transportasi, turut berpatisipasi kegiatan desa, ataupun sekolah. Bisa dikatakan berhasil, karena diusia yang masih muda usaha ini mendatangkan berkah. Diakui Indriya, bahwa keberhasilan ini tidak serta merta diraih. Perlu ada pengalaman. Sempat juga mengecap pahit getir terkena tipu, rugi, utang menumpuk, dan gulung tikar. Semua itu harus pula hadir agar mampu belajar menjadi yang lebih baik. “Saya ingat dulu,

kami pernah jual ayam, jual pernak-pernik bingkai foto, sempat juga buka warung makan, namun gagal. Berkali-kali kami gagal dan tidak membuahkan hasil,” tutur pemilik hobi jalan-jalan itu. Tidak nikmat rasanya kalau belum pernah gagal. Kegagalan yang bertubi-tubi itu lantas menjadi motivasi baginya. Waktu yang tersedia sangat dimanfaatkan untuk terus berpikir tentang peluang. Peluang bisnis yang tidak ribet, bagus, dan menarik tentu yang dicari. “Kami mengambil pilihan pada bisnis ini karena kami sudah melihat prospek kedepan yang baik. Konsep yang mereka tawarkan tentang laba dan sistem kerja juga tidak ruwet. Kami pun belum pernah melihat sebelumnya di Tabanan ada bisnis makanan siap saji. Maka dari itu, kami berani mengelola ini.” Indrya mengaku bahwa restoran siap saji seperti ini harus pandai-pandai membidik peluang. “Pertama, saya lihat dulu selera pasar khususnya masyarakat Tabanan saat ini. Kemudian, saya tinjau lokasi yang strategis seperti dekat sekolah, kantor, dan peru-

mengelola bisnis franchise, Indriya mengaku kendala pada komunikasi, stok, dan karyawan. Komunikasi kepada pihak owner yang berkebangsaan Cina tentu snagat sulit, diperlukan penerjemah yang fasih memahami istilah-istilah bisnis. Sempat Indriya mengaku bingung karena harus gontaganti penerjemah. Selain itu, stok yang ada terbatas. Tingginya

mahan. Tidak hanya itu, saya pun juga melihat celah peluang yang dapat dikembangkan,” tuturnya. Tentu tidak saja makanan siap saji yang ditawarkan. Indriya juga berinovasi dengan es krim. “Kebetulan banyak konsumen anakanak. Selain itu, C’Bezt belum ada produk es krim. Jadi saya gunakan celah itu untuk menambah pendapatan. Saya bekerja sama dengan e skim AICE. Pemilik es krim tersebut orang Cina. Saya pun menjadi distributor es krim AICE untuk wilayah Tabanan,” tukas ibu dari G.P. Rizkynindra Sukma Jati dan Ni Made Karinadevi Permata Jati. Ketika ditanya tentang duka

minat masyarakat tidak dibarengi dengan persediaan stok. Stok barang terkadang harus menunggu sampai barang dari pusat datang. Keadaan karyawan juga menjadi faktor kendala. Menurutnya tidak mudah memiliki karyawan. Harus pandai-pandai mengarahkan dan memberi penghargaan kepada karyawan agar mereka selalu melayani pelanggan dengan baik. Keresahan dan gelisah yang kerap menghampiri pengusaha perempuan terutama ibu-ibu juga dialami Indrya. Tidak saja harus mengurus karyawan, rapat dengan owner, mengurus toko, tetapi dia juga sadar peran utama sebagai

Mandalika

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

21

FLM Pertunjukkan Rajawali “Sejarah biarkan saja menjadi sejarah. Jangan dirubah, jangan direnovasi, dipugar atau dimanfaatkan untuk keperluan lain. Biarkan saja sejarah tetap bagai bianglala peristiwa, prisma berwarna Newton, supaya jadi cermin putih yang menampilkan bayangan semua orang dengan jujur tak memihak. Paparkan saja sejarah seadanya. Biarkan pahit tetap pahit, manis terus manis, lepas saja apa adanya. Tak perlu dikomentari, jangan dipandu dengan interpretasi. Sejarah bukan orang jompo, bukan orang stroke, bukan tunanetra yang harus dibantu perawat. Sejarah akan bergerak menurut kodratnya sendiri. Tak perlu ditata dulu jadi puisi supaya menggigit. Atau dibalut pesan moral supaya beriman. Karena itu bukan nantinya mencuci tapi melumpuhkan saraf.”

P

etikan cerpen Sejarah karya Putu Wijaya tersebut diungkap Kongso Sukoco dalam pertunjukan bertajuk Rajawali yang digelar di Gedung Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Jumat malam

istri, ibu, dan menantu. “Saya harus pandai-pandai mengatur waktu. Saya bangun saat orang lain tidur. Saya tidur ketika orang lain beraktivitas. Begitulah kegiatan saya sehari-hari. Pukul 4 pagi saya bangun mengantar es krim ke cabang-cabang di Tabanan. Usai itu, saya kembali ke rumah mengurus rumah dan merawat mertua saya yang sedang sakit. Saya pun harus melihat situasi anak yang sedang kerja dan kuliah di luar Bali. Jika sudah malam, saya harus ke toko untuk mengecek pemasukan dan menutup toko. Kadang, jika masih ada waktu saya mengantar es krim malam hari. Saya mengantar es krim ketika suhu di jalan tidak panas. Jadi kalau tidak subuh, ya malam,” kenangnya. Keyakinan untuk berusaha, tidak patah semangat, berani mengambil risiko adalah moto hidup Indriya. Bagi dirinya, usaha tidak akan pernah mengkhinati hasil. Kini keberhasilan ini tidak pula dirayakan dengan berlebihan. Indriya bersama keluarga, kerap nangkil ke pura-pura setiap purnama atau tilem untuk mengaturkan terima kasih kepada pencipta atas segala anugrah dan rezeki. “Tidak boleh menyerah. Pantang menyerah sebelum mencoba. Walau perempuan tidak berarti saya tidak bisa menjadi pengusaha. Tidak pula saya meninggalkan kewajiban saya sebagai ibu. Saya mengusahakan semaksimal mungkin untuk menjadi yang lebih baik. Bisnis ini saya jalani otodidak. Saya tidak memiliki keterampilan bisnis. Background saya juga bukan bisnis. Saya hanya belajar dari pengalaman,” jawabnya ketika ditanya peran perempuan pengusaha saat ini. -Wulan

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

(7/10). Pertunjukan yang digelar oleh Forum Literasi Mataram (FLM) yang bekerja sama dengan Organic Mind tersebut, merupakan refleksi budaya yang ditampilkan lewat fragmentasi teater tersebut dilakukan untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Ok-

Iin Indraswati (kiri)

Saepullah Sapturi dalam pertunjukan Rajawali

Fragmentasi teater bertajuk Rajawali

tober tahun ini, 2016. “Peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan peristiwa budaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini,” ungkap Kongso Sukoco, sutradara pertunjukan ini. Menurutnya, konflik-konflik yang terjadi selama ini, baik itu konflik politik, konflik “kiri” dan “kanan” yang dapat menjadi ancaman kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara yang semestinya harus diselesaikan dan tidak menjadi pertentangan secara turun temurun. “Kesaktian Pancasila bukan sekedar kita bicara soal politik tetapi juga soal kebudayaan, yakni soal jiwa dan kepribadian bangsa ini,” ungkapnya usai pertunjukan berlangsung. Refleksi budaya semacam ini dinilai penting dalam sebuah proses pembelajaran untuk membangun pemahaman-pemahaman baru yang kritis, termasuk pada peristiwa-peristiwa sejarah. “Pancasila menyadarkan akan pentingnya keragaman tentang mayoritas dan minoritas yang tidak semestinya menjadi pertentangan melainkan seharusnya dapat bersinergi dalam kekuatan yang menyatukan bangsa ini,” ujarnya.

Fathul Indriana (kiri)

Dr. H. Rosiyadi Sayuti, Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan juga penggagas Forum Literasi Mataram yang turut hadir menyaksikan pertunjukan ini mengatakan bahwa Pancasila yang digagas dan diformulasikan dalam lima sila yang menjadi harapan para pendiri bangsa ini merupakan formulasi dari nilai yang tumbuh dan berkembang dalam akar budaya Indonesia. “Pancasila menjadi kristalisasi dari berbagai nilai yang tumbuh subur dalam masyarakat Indonesia sehingga dapat diterima menjadi dasar Negara. Ada timeline sejarah

Kongso Sukoco (kanan) dan Mantra Ardana

dengan seluk-beluknya yang tidak bisa kita lupakan sehingga menjadi tonggak dari sebuah proses kenegaraan,” katanya. Penampilan Kongso Sukoco yang didukung Sepullah Sapturi, -keduanya adalah aktor dan sutradara kawakan di Mataram, terbilang “mengejutkan” panggung teater Mataram hari ini. Sudah cukup lama keduanya tidak naik panggung. Dan pada pertunjukan bertajuk Rajawali ini kedua aktor tersebut menunjukkan kekuatannya masing-masing. Demikian juga dengan tampilnya dua aktris yang memiliki karakter akting yang mumpuni, Fathul Indriana dan Iin Indraswati, semakin mengentalkan fragmentasi sejarah tersebut. Tampilnya Mantra Ardhana, perupa dengan segudang karya, termasuk karya seni imaji digital dengan menekuni teknologi audio visual ini semakin memperkuat “napas” pertunjukan tersebut. Dalam sebuah layar lebar yang menampilkan bola dunia juga “kisah sebuah bibir” yang menjadi background selama pertunjukan berlangsung, menjadikan Rajawali sebagai pertunjukan dengan warna tersendiri. Pertunjukan ini juga didukung oleh Roni Este, mantan wartawan yang juga menggeluti bidang visual art. -Naniek I. Taufan


22

Sosialita

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Sekolah Jelek Minta Peralatan Canggih Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terbilang cukup tinggi, bahkan kementerian ini termasuk salah satu dari sepuluh kementerian yang mendapat anggaran APBN terbesar. Meski baru-baru ini anggaran kementerian tersebut termasuk yang diturunkan karena pemerintah tengah melakukan penghematan, tapi tetap saja lebih besar anggarannya dibanding kementerian lainnya. Karena itu banyak orang yang kaget ketika Presiden Joko Widodo baru-baru ini melontarkan pernyataan bahwa banyak ruang kelas di Indonesia yang kondisinya memprihatinkan.

Basuki Tjahja Purnama

“S

aya mendapat informasi dari 1,8 juta ruang kelas, hanya 466.000 ruangan yang berada dalam kondisi baik,” ucap Jokowi. Dari 212.000 sekolah, ada 100.000 sekolah yang belum memiliki anggaran untuk perawatan pendidikan. Padahal anggaran pendidikan pada APBN terus meningkat. Ucapan Jokowi memang tidak mengada-ngada karena memang faktanya meski anggaran pendidikan saat ini relatif ‘gemuk’ namun sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan tetap saja banyak, dan itu terjadi sejak dulu. Dulu ketika anggaran pendidikan belum sebanyak sekarang, mungkin orang bisa maklum. Tapi sekarang dengan anggaran yang tinggi, kenapa kondisi tidak jauh berubah. Dalam APBN 2016, anggaran Kemendikbud ditetapkan sekitar Rp 49,2 triliun. Namun pada APBNP 2016, jumlah itu turun menjadi Rp 42,2 triliun. Penurunan anggaran itu bukan hanya terjadi di Kemendikbud tapi seluruh Kementerian/Lembaga karena pemerintah melakukan langkah penghematan. Bahkan untuk tahun 2017 pun, pagu indikatif untuk pendidikan sekitar Rp 38 triliun.

Kembali ke masalah kondisi sekolah-sekolah yang memprihatinkan. Tak perlu menengok ke daerah, di Jakarta saja yang notabene Ibukota Negara, yang katanya segala sesuatu serba ‘wah’ dibanding di daerah, kondisi sekolah-sekolahnya bikin banyak warga DKI Jakarta ‘mengurut dada’. Sampai sekarang masih banyak siswasiswa di Jakarta yang bersekolah di bangunan-bangunan ‘yang mengerikan’ alias rusak parah. Data menyebutkan, ada 47% sekolah di Jakarta rusak. Gara-gara masalah ini pun Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau akrab disapa Ahok, kadang menjadi ‘sasaran tembak’ pihak-pihak yang rajin mengkritisinya. Menurut Ahok, bukannya dia tidak ingin memperbaiki sekolahsekolah rusak itu, namun ia sengaja menghentikan proyek rehabilitasi sekolah yang sedianya dilaksanakan tahun lalu, lantaran setelah diteliti banyaknya mark-up. Sayangnya, terhentinya proyek rehabilitasi itu membuat kegiatan belajar-mengajar sebagian sekolah jadi terganggu. Malah ada sebuah sekolah yang sudah terlanjur dirobohkan karena akan dibangun ulang, gagal direhab. Walhasil, mu-

Salah satu potret sekolah rusak di Jakarta

rid sekolah terpaksa harus numpang ke sekolah lain untuk waktu yang lebih lama. Persoalannya sekolah yang dipakai menampung siswa lain, juga tidak seberapa besar. “Mereka ditampung di sekolah ini karena sekolahnya sudah dihancurkan. Murid disini jadi ‘berjubel’. Mereka belajar di sini sambil menunggu sekolah mereka dibangun kembali. Sesak sekali. Karena sekolah ini pun kecil, lapangannya juga sempit,” ungkap seorang petugas sekolah tentang sekolahnya yang terpaksa menampung siswa SDN 04/08 Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang gedungnya sudah roboh. Padahal kalau mau dilihat lokasi sekolah rusak SDN 04/08 Kebon Sirih itu berada di pusat kota, yang tak jauh dari Pemda DKI Jakarta. Hal yang sama juga terjadi di SDN Kramat Jati, Jakarta Timur. Sekolah ini terancam tertunda rehabnya, padahal sekolah sudah terlanjur dirobohkan. Kegiatan belajar-mengajar dialihkan ke sekolah lain dan itu sudah berlangsung lama yakni tiga tahun. Karenanya kabar tentang kemungkinan tertundanya rehab bangunan sekolahnya memprihatinkan para guru juga orangtua murid.

tkh/ist

Selain sudah terlalu lama para murid mengungsi ke tempat lain, juga jarak tempuh sekolah pun menjadi semakin jauh karena sekolah tempat mereka mengungsi memang letaknya cukup jauh dibanding sekolah mereka dulu. Ditambah lagi, murid-murid ini terpaksa bersekolah di sore hari. “Orangtua murid kadang menanyakan kapan mulai rehab, kami tak tahu bagaimana menjawabnya. Paling yang bisa dilakukan hanyalah menenangkan para orangtua murid dan meminta mereka untuk bersabar. Kami sangat berharap rehab bisa berjalan segera,” ungkap Kepala Sekolah SDN Kramat Jati, Yoyo. Itu hanya sedikit gambaran betapa ‘mengerikannya’ bangunan-bangunan sekolah di Jakarta, khususnya SD negeri. Karena faktanya ada banyak sekolah reyot di Jakarta yang perlu segera ditangani. Sebenarnya, Gubernur DKI Jakarta sudah sempat memerintahkan agar Disdik melakukan penelusuran dan segera memperbaiki gedunggedung sekolah yang rusak. Namun, muncul kabar dari Balaikota bahwa rencana rehabilitasi sebagian sekolah yang rusak bakal ditunda lagi lantaran tercium (masih) adanya ‘permainan’ yang dilakukan kontraktor dengan oknum di Pemda DKI. Itu artinya, proyek rehab kembali ditunda. Sedianya, tahun ini ada 83 sekolah yang masuk dalam proyek rehab, namun 45 di antaranya ditunda. Lalu bagaimana jika sekolah itu memang sudah harus diperbaiki alias tidak dapat ditunda perbaikannya? Menurut Ahok, tetap saja pihaknya menunggu lelang berjalan. “Tapi kalau sampai lelang itu nggak bener, lelangnya gagal lagi. Karena, misalnya, kontraktor yang menang, tidak benar. Kita nggak mau kontraktor abal-abal. Makanya sekarang kita seleksi betul,” tegas Ahok di Balaikota. “Saat ini kami dengan Biro Hukum Pemda sedang mengkonsultasikan masalah tersebut,” tambahnya. Berdasarkan data, sejumlah proyek rehabilitasi bangunan sekolah akan memasuki proses lelang. Di antaranya adalah di Jakarta Barat senilai Rp 185 miliar, Jakarta Utara Rp 236,7 miliar dan Paket 3 di Jakarta Timur senilai Rp 240,5 miliar. Memang belum semua sekolah dari data 47% yang rusak itu,

Saat ini, di era globalisasi memang tidak dapat dimungkiri, generasi muda yang memiliki daya saing,yakni keberanian dan kemampuan untuk bersaing dengan kapasitas yang unggul yang bisa sukses.

F

akultas Hukum (FH) Undiknas Denpasar, sebagai salah satu tempat menggali ilmu berhasil membuktikannya. FH Undiknas bukan saja menjadi pilihan favorit calon mahasiswa, tapi lebih lagi berhasil memberi ruang para mahasiswa untuk terus berprestasi dengan mengasah dan mengembangkan seluruh kemam-

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Tuai Prestasi Tingkat Nasional FH Undiknas makin Berkibar

3

galahkan Universitas Padjajaran yang menduduki Harapan 1 dan Universitas Gadjah Mada di posisi Harapan 2. Masih di kesempatan yang sama, Pipin juga menyandang Top 10 Best Speaker seIndonesia di urutan ke 5. Senada dengan Pipin, begitu pula Charles S. Mouw, kelahiran Larat (Maluku), 22 Oktober 1995, yang sama menyukai dunia debat. Baginya debat bukan sekadar kompetisi untuk juara tapi sebagai wadah meningkatkan kemampuan komunikasi serta ikut berkontribusi pemikiran terhadap permasalahan yang terjadi baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. Dan, pada saat timnya memenangkan debat tingkat nasional di Universitas Airlangga, Surabaya, Charles juga berhasil sebagai Top 10 Best Speaker se-Indonesia, dan berada di posisi ke 4. Prestasi lainnya juga berhasil ditorehkan Artha Dermawan Mcklay, kelahiran Denpasar, 7 Mei 1998. Ia

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Adrianto

bakal direhab tahun ini. Yang dipilih untuk perbaikan tahun ini adalah sekolah-sekolah yang dalam prioritas mendesak. Pemda DKI Jakarta menjanjikan pada 2017 mendatang semua sekolah di Jakarta seluruhnya akan diperbaiki atau bisa disebut 2017 Jakarta bebas sekolah negeri rusak. Ahok sempat menyebut proyek rehabilitasi tahun lalu batal karena mark-up yang gila-gilaan dan dia tak ingin masalah semacam itu terulang lagi. Karena itu sekarang Pemda DKI Jakarta sangat hati-hati. Bayangkan saja, ucap Ahok dengan nada tinggi, masak biaya rehab sekolah Rp 20-30 miliar. “Waktu saya baca, langsung saya coret. Masak biaya rehab semahal itu? Rehab Rp 20-30 miliar, mahal banget?! Jadi saya coret,” tegasnya. Ahok bertambah kesal, karena menurutnya, ada sekolah jelek tapi menganggarkan memiliki peralatan serba canggih seperti komputer, uninteruruptable power supply (UPS), perlengkapan fitness, scaner dan lain-lain. “Bayangin ada sekolah jelek tapi anggarkan beli scanner Rp 3,8 miliar, beli elektronik sistem manajemen Rp 5 miliar, beli UPS Rp 6 miliar, peralatan fitness sampai Rp 2 miliar, itu apaan??? Apa nggak gila mereka?” kata Ahok jengkel. Menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sophan Ariyanto, fisik bangunan sekolah yang tidak layak pakai di Jakarta, bukan hanya bangunan SD tapi juga SMP dan SMA. Dari 1.708 bangunan, yang layak hanya 885 bangunan, sisanya harus direhab mulai dari tingkatan sedang, berat bahkan harus bangun ulang. Dia berharap rehab bisa segera dilaksanakan karena tahun 2017 mendatang, Pemda DKI Jakarta mencanangkan tidak ada lagi sekolah yang rusak di Jakarta. “Banyak hal ingin kita capai, bukan hanya memperbaiki sekolah yang rusak, tapi juga meningkatkan mutu pendidikan, kompetensi guru, dll,” ucapnya. –Diana Runtu

Dari kiri: Charles (FH), Pipin (FH), dan Agus (FE)

puan secara seimbang. Tidak keliru jika di Bali, FH Undiknas semakin berkibar. Apalagi belum lama ini mahasiswa FH berhasil meraih prestasi di ajang kompetisi tingkat nasional. Seperti sosok Pipin Carolina BR Barus, mahasiswi FH Undiknas, kelahiran Denpasar 23 Mei 1997 ini, menyukai tantangan, dengan mengikuti event yang Bergengsi. Sejak SMA ia sudah gemar aktivitas debat, speech contest, dan olah vokal. Menurut Pipin, mengikuti kompetisi, yang utama diperoleh adalah pengalaman dan teman baru. Namun, yang lebih penting saat Pipin berhasil meraih kemenangan , selain menjadi amunisi baru dalam dirinya untuk terus berprestasi juga memicu serta memotivasi semangat anak muda seusianya terutama di lingkungan kampusnya. Bicara prestasi tak tanggung-tanggung, di awal semester 3, ia berhasil meraih juara 3 Lomba Pidato Konstitusi se-Bali, NTT, dan NTB yang dilaksanakan Mahkamah Konstitusi RI bekerjasama dengan FH Udayana di awal September 2016. Istimewanya pula meski menjadi peserta termuda, tidak mematahkan semangat Pipin dalam mengikuti kompetisi tingkat regional . Bahkan, tidak berselang satu bulan Pipin kembali menyumbangkan prestasi barunya bagi FH Undiknas. Selanjutnya dengan bangga pada 2 Oktober 2016, Pipin bersama timnya “Lucky Debate Team” yaitu Agus Made Krisnan Ferdiana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undiknas , dan Charles S. Mouw dari FH Undiknas membawa piala Juara 2 pada kompetisi debat seIndonesia yang diadakan oleh Universitas Airlangga dalam Airlangga Debate Competition (AADC 2). Di saat itu juga tim debat Undiknas berhasil men-

berhasil meraih Juara II dalam Kompetisi Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Konstitusi yang diadakan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang bekerjasama dengan Universitas Udayana. Artha menyuguhkan karya tulis dengan judul “The Actualization The Freedom of Pers and The Practice of Constitutional Value by Indonesian Citizens and The Constituional High Court Republic of Indonesia”. Berkat prestasi tersebut, dalam kegiatan Organisasi Public Speaking di Undiknas, belum lama ini, Artha didaulat sebagai Delegasi Republik

Indonesia dalam Program Pertukaran Pemuda di Hongkong University, dan mewakili Indonesia dalam kegiatan Cultural Heritage Exchange di Leiden University, Belanda. Menurut Dekan Fakultas Hukum Undiknas Denpasar Dr. AA Ayu Sri Rahayu Gorda, S.H., M.H, tiap saat tim pengelola mencoba secara kuantitas maupun kualitas semakin meningkat. Caranya, tiap ada undangann lomba atau kompetisi berusaha untuk mengikuti. “Apakah hasilnya memang atau kalah, tapi kami sudah memberikan ruang untuk mendapatkan pengalaman bagi mahasiwa dan satu hal yang pasti

mereka semakin pintar dan cerdas,” ujarnya. Selain itu dengan mengikuti kompetisi, mahasiswa yang juga merupakan calon-calon pemimpin masa depan akan melakukan percepatan alias akselerasi untuk meningkatkan kompetensi diri, baik itu keilmuan maupun kemampuan bahasa asingnya. Ketika wawasan bertambah dan jiwa petarungnya ada, maka ini menjadi modal utama jika kelak terjun ke masyrakat. “Kami FH Undiknas masih harus terus berbenah dan terus belajar untuk bisa makin survive dalam dunia pendidikan,” pungkasnya. - ard

Aktivitas Mengisi Diri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Hukum (FH) Undiknas Denpasar yang merupakan organisasi mahasiswa dibawah naungan FH Undiknas pun tak pernah sepi kegiatan. Menurut Ida Ayu Ita Utari, Wakil Gubernur BEM-FH UndiknasD enpasar,selama ini, kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan upaya peningkatan kegiatan mutu akademik dan nonakademik. Seperti telah dilak-

sanakan kegiatan bertajuk “Creative Project” pada l 3 Juni 2016. Diawali Seminar Regional dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Mencegah dan Memberantas Penyalahgunaan Narkoba demi Terciptanya Kebangkitan Bangsa”, dan dihadiri 300 peserta dengan narasumber dari pihak BNN-Prov.Bali. Selain itu Creative Project juga dilengkapi berbagai lomba, seperti Speech Competition dan Lomba Pidato Bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK Se- Bali pada 7 Juni 2016. Diharapkannya, acara “Creative Project” mampu mewadahi dan memberikan penghargaan bagi prestasi yang dimiliki generasi muda. Selain itu juga untuk mempromosikan dan memperkenalkan Fakultas Hukum Undiknas Denpasar ke masyarakat luas. Selanjutnya pada Oktober ini BEM-FH Undiknas Denpasar juga akan menggelar “Law Competition #2” yang di rangkaikan dengan acara “Youth Action Festival (YAFEST) pada 29 Oktober 2016 . Pada program ini BEM FH Undikans menggandeng dua organisasi mahasiswa lainnya yakni; Unit Kegiatan Mahasiswa Kewirausahaan dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen. Untuk acara Law Competition terdapat 4 kategori lomba, yakni * 3on3 Basketball Competition pada : 17-21 Oktober 2016

* Modern Dance Competition pada : 22 Oktober 2016 * Lomba Cerdas Cermat Berkonstitusi pada : 7 Oktober 2016 * Lomba Fashion Modifikasi Endek pada : 22 Oktober 2016 Pendaftaran telah dibuka sejak 19 September -10 Oktober 2016 di Undiknas Denpasar (Cp. Gek Ita Hp 0812 363 56417) “Semoga kegiatan kerjasama ini bisa meningkatkan solidaritas kami di BEM-FH dengan organisasi mahasiswa lainnya di lingkungan Undiknas, agar dapat terus menghasilkan acara yang lebih inovatif dan kreatif di tahun berikutnya,” ujar Ita. -ard


2

Ekspresso

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

GORO-GORO “ U m pama kita punya anak lagi sekarang, Bapak ingin dia jadi apa?” Amat terPutu Wijaya menung. “ Pe r t a n y a a n itu, mengingatkan aku pada bapak,” jawab Amat setelah bisa keluar dari lamunannya, “ Dulu orang tua kalau sudah menyusun cita-cita untuk anaknya, pilihannya hanya 3. Ingin anaknya jadi dokter, insinyur atau Mr. Sekarang sarjana hukum.” “Kalau Bapak sekarang?” “Aku ingin anak kita masuk Angkatan Bersenjata!” Bu Amat terkejut. “Kenapa?” “Ya, supaya ditanya lagi, kenapa?” Lalu Amat tertawa. “Begini, Bu, di sekitar hari Angkatan Bersenjata ini, kita wajib mengingat bahwa NKRI kita ini luas sekali, baik daratan, lautan mau-

pun udaranya, luaaaas. Sementara jumlah Angkatan Bersenjata kita belum memadai untuk menjaga wilayah seluas itu. Persenjataan kita pun agaknya sangat perlu ditingkatkan. Sementara minat untuk menjadi ABRI nampaknya kurang. Dulu waktu baru-baru dibuka AMN, publikasinya gencar masuk ke SMA. Banyak yang tertarik karena seragamnya keren banget. Cewek-cewek bangga punya pacar taruna. Tapi sekarang sudah berubah. Anak-anak muda lebih tergiur jadi artis, pengusaha, caleg dan pemain bola! Lama-lama kalau peminatnya tambah kurang, kita bisa-bisa akan terpaksa nyewa tentara bayaran!” Bu Amat tidak setuju. “Saya tidak mau anak kita dipaksa jadi tentara, karena alasan apa pun. Kecuali kalau anaknya sendiri yang suka berperang!” “Siapa yang memaksa?” “Lho dari cara Bapak bicara tadi! Kalau pada dasarnya anak kita tidak berbakat berperang, kalau dia

paradigma baru

jadi tentara hanya akan jadi tentara kelas kambing. Itu kan menghabiskan uang rakyat?! Tapi kalau memang di dalam batinnya berkobar semangat membela negara, disogok berapa miliar juga, dia tetap akan jadi militer, karena itu memang panggilan jiwanya!” Amat mengalah, lalu tersenyum. “Ya sudah, terserah ibu. Tapi kita kan tidak punya anak lagi, tidak usah berandai-andai. Sekarang sudah waktunya minum kopi, bapak dibuatkan kopi dulu!” Bu Amat ternyata masih ngotot. “Tapi Bapak harus ingat, cucu kita laki-laki. Ami dan suaminya kemaren ngomong nyeplos, ingin anaknya jadi militer kalau sudah besar. Katanya generasi sekarang memble dan kurang desiplin, jadi dia mau memaksa cucu kita nanti jadi tentara. Kita harus mencegah mulai sekarang, sebelum cucu kita mati tertembak!” “Bagaimana kalau anaknya send-

iri mau?” “Tidak! Jangan! Pokoknya tidak boleh! Eee, jangan-jangan itu usulan Bapak! Ya?!!” Waktu Ami bersama suami dan Kadek berkunjung, Amat langsung ngecek. Apa betul Ami dan suaminya bercita-cita anaknya harus jadi ABRI. Ami, malah ganti bertanya. “Bapak dengar itu dari siapa?” “Ibu kamu!” “Lho, ibu sendiri yang maunya begitu. Saya datang malah mau bertanya sama Bapak. Kenapa beliau mendesak kami supaya Kadek nanti diarahkan jadi tentara. Apa itu usulan Bapak?” Amat tercengang. Tapi mulai

mengerti, bahwa istrinya mempergunakan Ami untuk melawannya. Lalu ia tersenyum. “Begini Ami, negara kita kan luas sekali, Angkatan Bersenjata kita sedikit, jadi .., .” “Bapak keliru!” potong Ami yang tahu maksud bapaknya. “Bapak masih kuno! Jangan berpikir lebih banyak orang, lebih bagus. Salah! Lebih banyak orang biayanya juga lebih besar! Dan kalau tidak pinter mengaturnya mubazir. Peralatan makin canggih sekarang. Kalau kita pintar, sistemnya jalan, efisien dan mental pelaksananya pas, sedikit orang asal tepat dan terpilih, semua bisa diatasi! Bapak harus mengubah paradigma! Lihat pemerintah akan memensiunkan Pegawai Negeri yang sudah waktunya pensiun dan tidak menggantinya dengan pegawai baru! Ini era efesiensi dan kualitas, Pak!”

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

sehingga memunculkan kehidupan yang glamor dan masyarakat hedonis yang individualistis. Segala kemajuan dihitung dengan seberapa banyak harta yang dapat ditumpuk, tanpa peduli dengan masih banyaknya masyarakat kita yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini dilhat dari data BPS jumlah penduduk miskin per September 2015 di Indonesia 11, 13% setara dengan 28,51 juta orang. Jika dilihat lebih jauh selalu ada perbedaan kemiskinan yang lebih besar ada di perdesaan. Betapa penduduk miskin hanya berdasar kemampuan hidup minimal, tanpa dihitung pemenuhan sandang dan papannya. Meski penduduk miskin yang tinggal di perdesaan notabene adalah petani, namun sampai hari ini nilai pertumbuhan hasil pertaniannya justru masih sangat kecil. Betapa hitungan jutaan ton beras yang diajukan pemerintah, adalah wacana yang dikembangkan dalam setiap kampanye caloncalon pemimpin. Betapa mereka akan memperhatikan dan meningkatkan peran petani sebagai penunjang pembangunan nasional, tanpa begitu menjadi pemimpin, sektor pertanian kembali terlupakan dan terpinggirkan. Selanjutnya, jika kita korelasikan, masih tingginya angka kemiskinan dengan meningkatnya angka pengangguran sangatlah relevan. Karena, justru penduduk miskin yang menganggur baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka tinggal di desa dengan hasil pertanian yang tidak memadai. Angka pengangguran

I. G. A. Mas Seri Lestari P., S.H., M.Kn.

juga belum mengalami penurunan yang signifikan sampai saat ini. Meski pertumbuhan ekonomi berjalan cukup moderat, tingkat pengangguran tidak surut karena memang belum ada strategi yang baik dalam mengatasi masalah tersebut. Gemuruh pembangunan infrastruktur di kota-kota besar dengan tingkat penyerapan biaya yang besar tidak membawa dampak bagi kaum tani miskin di perdesaan, ini ironi. Dimanakah kaum muda kita? Berada di tengah persaingan global saat ini, hanya kerja keras dengan bekal pendidikan yang baik yang akan memperoleh pemimpin yang baik sebagaimana yang disampaikan penasehat senior pemerintah Singapura Lee Kuan Yu. Melalui pendidikanlah segala kemiskinan peningkatan daya saing SDM Indonesia dapat

Mari Lari

Dulu benci sekarang benar-benar cinta. Itulah perasa­an Melanie Putria Dewita Sari, Putri ­Indonesia 2002, yang telah lima tahun terakhir menekuni olah raga lari, khususnya nomor marathon. Bagi pemeran film ‘Ayat-ayat Cinta” olahraga yang murah meriah ini mendatangkan banyak manfaat bagi dirinya, bukan hanya dari segi fisik tapi juga batin.

“D

ditingkatkan. Dimanakah kamu pemuda kita? Ditengah arus kehidupan moralitas yang makin merosot, akankah semakin tergerus pada pusaran hidup instan dan pergaulan bebas yang mengancam kelangsungan hidup generasi kita. Hal ini tercermin dengan angka 50% penderita HIV/AIDS justru generasi muda kita. Dimanakah pemuda kita? Ketika segala upaya mengatasi kemiskinan dan kebodohan, korupsi, penyalahgunaan wewenang masih menjadi momok yang menghambat kemajuan peningkatan hidup bangsa Indonesia. Berdasar indikator itu saja dapat kita simpulkan betapa tantangan para pemuda dewasa ini dan kedepan sangat berat. Sebagai pemuda hendaklah mendidik diri dengan keras, tekun dan konsisten karena satu diantara kalian para pemuda, kelak akan menjadi pemimpin. Di sini diperlukan visi sebagai seorang pemimpin,sebagaimana ditulis Terry Eim dalam bukunya Be The Lander You Were Meant To Be, seorang pemimpin adalah seorang

yang mampu melihat lebih banyak daripada yang dilihat orang lain. Melihat lebih jauh daripada yang dilihat orang lain dan melihat sebelum yang lain melihat. Untuk itu, peran pemerintah, legislatif dan semua lapisan masyarakat bersama-sama memberi ruang gerak yang seluas-luasnya bagi pemuda untuk mengambil inisiatif berpartisipasi demi pembangunan bangsa. Ikut mengatasi kemiskinan dan kebodohan dengan aksi nyata. Menjadi enterpreneur /wirausahawan yang membuka lapangan kerja, sehingga mampu mengurangi tingkat pengangguran dan bukan menambah beban negara. Menyimak kondisi yang ada, kiranya dapat menjadi tantangan pemuda kita untuk mau mengisi diri dan memiliki visi seorang pemuda pemimpin. Selanjutnya dapat memutus lingkaran setan kemiskinan dan pengangguran dengan gerakan nyata, sebuah lompatan besar bagi perubahan bangsa. I. G. A. Mas Seri Lestari P., S.H., M.Kn. Pemerhati Sosial dan Politik

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksitokoh@gmail.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan.tokoh@gmail.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

23

Edisi 922/ 10 - 16 Oktober 2016

Olahraga Murah Banyak Manfaat ulu aku sangat tidak suka lari tapi setelah menekuni lari aku merasakan sesuatu yang berbeda. Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tapi yang pasti aku mendapat banyak manfaat

Langkah Pemuda di Simpang Jalan Selepas riuh rendahnya arus informasi yang diusung mahasiswa dan masyarakat gerakan pemuda belakangan ini makin mengendur. Derasnya arus globalisasi turut menggerus langkah idealisme pemuda. Ketika segala kemajuan diidentifikasi sebagai penguasan teknologi, kehidupan glamor dan hedoni serta nilai nasionalisme untuk membangun national character building merosot tajam. “Pemuda adalah harapan bangsa” jargon tersebut jelas masih sangat relevan sampai saat ini. Setelah Kebangkitan Nasional melewati ratusan tahun, harus dimaknai dengan kerja nyata bukan hanya sebatas jargon semata. Sebab dalam kondisi apapun pemuda harus menjadi avard gard (garis terdepan bangsa) demi kemajuan masyarakat dan negara. Dulu, tekad dan semangat pemuda kuat terpupuk dan berkembang sesuai dengan zamannya. Peran pemuda ketika itu sangat penting, bukankah bangsa ini dimerdekakan oleh kaum pemuda? Lantas bagaimana sekarang? Masihkah ada semangat pendobrak demi kemanfaatan masyarakat dan memperjuangkan aspirasi “ kawulo alit” dalam mencapai cita-cita kemerdekaan? Di tengah terjadinya dekadensi moral dan etika pemuda belakangan ini, peran pemuda untuk membentengi masyarakat masih jauh dari harapan. Bagaimanapun hal ini juga disebabkan gempuran kehidupan modern yang telah menuak ke relung-relung kehidupan masyarakat Indonesia,

Sudut Pandang

dari menekuni olah raga ini. Aku benar-benar menikmatinya. Semau terasa jauh lebih enak bukan hanya badan, tapi batin, pikiran positif. Teman bertambah banyak karena tergabung dengan komunitas penggemar lari,” ungkap Imel begitu wanita cantik ini akrab disapa. Karena merasakan benar-benar manfaatnya maka tak heran ia menjadi lebih fokus pada olah raga ini ketimbang olahraga lainnya. Keseriusan Imel dibuktikannya dengan bukan hanya menjadikan lari untuk kebugaran tubuh dan menyehatkan batin, tapi ia juga tak sungkan bertarung di ajang berbagai lomba, baik tingkat nasional maupun internasional. Tak tanggung-tanggung, sampai-sampai Imel pun ikut ambil bagian dalam kejuaraan marathon yang berlangsung di sejumlah

negara, seperti Singapura, Jepang, Amerika Serikat, dll. ‘Persentuhannya’ dengan lari berawal saat ia habis melahirkan anak pertamanya, Sheemar Rahman Puradireja, 2011. Badannya yang sebelumnya langsing langsung melar. Presenter acara ‘Healthy Life’ini mengaku sempat frustasi dan tidak ‘PD’ karena sulit mengembalikan berat badannya seperti semula, padahal yang sudah rajin nge-gym. “Badan aku menjadi melar. Aku sempat ke gym tapi di sana justru melihat banyak yang punya badan bagusbagus. Malah jadi sedih dan tidak ‘PD’, ” ucapnya. Sampai akhirnya lewat medsos ia melihat adanya komunitas penggemar lari‘Indo Runners’ yang telah memiliki jadwal kegiatan lari. Maka bergabunglah Melanie dengan komunitas tersebut. Walhasil, Imel yang mengaku dulunya kerap berolahraga di ruangan, merasakan sensasi yang berbeda ketika olahraga di luar ruangan. “Kalau di dalam ruangan tidak bisa terkena sinar matahari, tidak bisa melihat-lihat pemandangan. Sementara dengan berlari kita bukan hanya berolahraga tapi juga bisa memanjakan mata. Aku juga mendapat banyak teman baru dari komunitas. Jadi bagi aku berlari merupakan suatu kebahagiaan,” ungkapnya. Lebih dari itu, apa yang diharapkan Imel pun akhirnya terwujud, tubuhnya menjadi cepat langsing. “Berat badan aku cepat turun. Ya karena berlari

Born to Run

Olahraga lari memang paling banyak diminati. Selain murah meriah, manfaat kesehatan yang didapat cukup siginifikan. Menurut dr. I Putu Adiartha Griadhi, M.Fis., ada satu penelitian baru menyatakan, “born to run”, manusia hidup untuk berlari. “Mulai dari evolusi manusia sampai sekarang, manusia perlu berlari. Artinya, bagi mereka yang tidak cukup kuat muncullah berbagai penyakit. Ini mungkin juga seleksi alam bagi yang mempunyai gen bagus, dia yang bisa survive untuk melanjutkan hidup sebagai manusia. Sementara, bagi mereka yang hanya diam, merekalah terancam punah. Kembali kepada tujuan manusia dilahirkan yakni untuk aktif, salah satunya adalah berlari,” kata dosen Fisiologi Olahraga Fakultas Kedokteran Unud ini. Namun, tiap olahraga perlu dicek strategi poinnya. Begitu juga, lari. Olahraga lari akan melibatkan pergerakan otot, sendi, dan tulang dalam intensitas yang cukup besar. Tanpa melakukan pemanasan yang cukup, dapat mengakibatkan cedera otot dan cedera

sendi. Lari dalam kapasitas kompetisi, tentu memerlukan persiapan yang lebih matang, sangat berbeda dengan lari yang bersifat fun. Menurutnya, bagi yang sudah lansia dan memiliki berat badan berlebihan, sebaiknya menghindari lari karena dikhawatirkan mengganggu persendian lutut. “Lari ada dosisnya,” ucap dokter yang siap menerima konsultasi tentang olahraga lari ini. Lari termasuk aerobik yang memacu jantung sehingga sebelum melakukan olahraga lari, perlu mengukur denyut nadi. Dengan ketentuan 60%-70% dari denyut nadi maksimal. Denyut nadi maksimal dihitung dengan rumus 220 dikurangi umur. Contohnya, jika umur 20 tahun, denyut nadi maksimal 200. Artinya, dia harus berlari mencapai 60%-70% dari 200 yakni 120-140 untuk capaian yang efektif. Kalau masih berkisar 50% dari angka itu, artinya, belum efektif. Sekarang ini sudah ada aplikasi untuk menghitung agar bisa berlari efektif. Ia menyarankan, lari perlu dilatih. Namun, sering terjadi saat latihan sendiri,

membakar semuanya, aku merasa menjadi lebih sehat, pikiran positif dan lebih bahagia,” kata Imel yang sejak dahulu memang sangat menyukai olahraga. Tapi ia tidak ingin sendirian menikmati berbagai manfaat yang didapatnya dari olah raga ini. Ia pun menularkannya pada suaminya, Angga Puradireja dan juga anaknya Sheemar yang kini berusia lima tahun. Ia pun mengajak keduanya untuk ikut terlibat dalam olah raga yang ditekuninya itu. “Aku mengajari suami dan anak tentang betapa pentingnya berolahraga, bagaimana menjadikan olahraga sebagai sebuah rutinitas,” ungkap wanita kelahiran Jakarta 1982 ini. Bahkan Sheemar anaknya telah dikenalkan dengan olahraga ini sejak usia tiga tahun dan ia menyukainya. Sheemar, kata Imel lagi, telah diikutkan kejuaraan lari dan menang. “Sheemar sudah mengantongi lima medali lomba lari. Dia sudah bisa lari sejauh 3000 meter di umur lima tahun. Aku dan suami tentunya bangga,” kata Imel sumringah. “Itu memang bukan kejuaraan prestasi ya. Tapi paling tidak dia (Sheemar) sudah tahu untuk bisa menamatkan atau menyelesaikan sebuah lomba lari, dia harus melawan diri sendiri. Dia nggak cepat menyerah, nggak cengeng. Justru seperti ingin menunjukkan ke aku, ke mama-papanya bahwa ‘Aku harus bisa nih sampai ke finish line.’ Jadi finish line lah yang menjadi target dia. Itu sama

kita cenderung mengabaikan pemanasan dan berusaha memaksa diri. Apalagi, saat akan berkompetisi. “Latihan harus terprogram saat akan kompetisi. Waktu 4-6 minggu jadwal latihan. 3-4 kali dalam seminggu dengan jarak tempuh, pelanpelan dosisnya ditingkatkan,” kata dr. I Putu Adiartha Griadhi. Selain itu, yang sering dilupakan adalah minum air putih. Kebanyakan saat berlari, kita tidak peduli dengan dehidrasi. “Jika akan berkompetisi, malam hari H-1 harus minum 1,5 liter air. Satu jam sebelum lari tidak boleh makan. Waktu yang tepat 4 jam sebelum lari harus makan,” sarannya. Biasanya, dalam setiap kompetisi, tiap 30 menit ada tempat-tempat untuk minum. Malah, kalau eventnya panjang, tiap 15 menit harus minum minimal 200 cc. Namun, tempat minum, sering dilewati peserta karena merasa masih mampu. Ia mengatakan, dehidrasi dalam satu event tidak akan menunjukkan gejala yang membahayakan. Namun, secara komulatif, akan mengganggu fungsi ginjal. Idealnya, sesudah lari dr. I dan sebelum lari kita men-

Melanie Putria Dewita Sari

dengan pelajaran hidup yang dia akan dapat bahwa kalau kita sudah memulai sesuatu harus bisa menyelesaikannya dengan baik,” ucap Melanie. Menurutnya mengajari anaknya berlari tidak perlu harus dengan tekanan fisik, cukup—pada awalnya—dengan cara bermain. Yang penting, Sheemar membiasakan diri dengan olahraga itu. “Jadi dia merasakan terengah-engah, tergopoh-gopoh, dan itu nggak gampang lho. Kita saja orang dewasa kesulitan apalagi anakanak,” kata Melanie sembari menambahkan, tapi dengan rutin berlatih maka akan menjadi terbiasa. “Aku rutin lari bersama Sheemar seminggu dua kali, itu pun hanya keliling kompleks,” katanya. –Diana Runtu

imbang berat badan. Satu penelitian pernah ia lakukan, saat seorang pelari dengan jarak tempuh 5 kilometer, berat badannya turun sebesar 500 gram. Idealnya juga, ada asupan karbohidrat sebesar 60 gram tiap 30-60 menit. Karbohidrat itu bisa berupa gula, jelly atau yang lainnya. Setelah lari ada juga waktu r e c o v e r y, y a k n i mengembalikan cairan dan karbohidrat yang keluar saat berlari. –Wirati Astiti

Putu Adiartha Griadhi, M.Fis.


24

Sudut Pandang

Edisi 922/ 10 - 16 OKTOBER 2016

Budaya hidup sehat nampaknya sedang mewabah di kota-kota besar. Berbagai jenis olahraga dari yang murah hingga yang berkelas menjadi pilihan masyarakat. Di Singaraja, saat ini salah satu olahraga yang sedang digandrungi baik muda maupun yang tua adalah lari. Inilah yang membuat owner Apple Mart Gede Suardana pernah membuat event yang sedang menjadi trend di beberapa negara.

S

uardana mengungkapkan colour run merupakan event lari yang sedang kekinian beberapa tahun belakangan ini. Dengan mengadopsi budaya dari India (perayaan Holi). Menurutnya colour run merupakan salah satu cara untuk memasyarakatkan olahraga lari. “Ketika itu bertepatan dengan ulang tahun Apple Mart dan saya pikir ini saat yang tepat untuk memperkenalkan colour run,” tuturnya. Penghobi olahraga lari tersebut sangat berharap dengan adanya colour run di Singaraja masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Denpasar atau ke Jakarta untuk dapat mengikuti acara tersebut. Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua KPU Buleleng tersebut juga mengatakan bahwa colour run merupakan kombinasi antara olahraga dan fun. “Tergantung rute, jika rutenya panjang maka antara sehat dan have fun nya pasti

Kombinasikan Olahraga dan Fun

didapat. Kalau rutenya pendek, larinya yang tidak maksimal tetapi lebih banyak fun nya,” ungkapnya. Hal ini dikarenakan dalam colour run peserta tidak dituntut berlari cepat melainkan mendapatkan kesenangan. Ia menambahkan colour run memberikan manfaat yang sangat nyata untuk kesehatan. Ini terbukti ketika pertama kali diadakan acara tersebut antusias masyarakat begitu tinggi. “Saya lihat mereka begitu senang, berfoto bareng, bertabur banyak warna, secara tidak langsung stres mereka akan hilang,” imbuhnya. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan baik dari penyelenggara acara maupun peserta yaitu setiap peserta harus menggunakan kaca mata sedangkan penyelenggara wajib menyediakan tepung holi yang aman. Colour run yang pernah diadakan oleh Suardana terbilang sukses sebab pesertanya mencapai 1.000 orang. Melihat banyaknya masyarakat yang menggandrungi olahraga lari membuat ia berniat mengadakan acara yang sama hanya masih terkendala oleh kesibukan. Ia menuturkan saat ini di Singaraja pada khususnya lari tidak hanya untuk mendapatkan

kesehatan tetapi sebagai media untuk berkumpul bersama teman atau komunitas. “Kalau masuk dalam komunitas bisa saling bertukar informasi bahkan yang memiliki jiwa wirausaha bisa sambil berwirausaha,” tandasnya. Ditambahkan olehnya jika lari sudah menjadi bagian hidup maka akan semakin dinikmati. DAYA TAHAN TUBUH LEBIH KUAT Sementara itu, mempunyai hobi lari memang sudah dimiliki oleh Desak Made Lestari sejak kecil. Bermula dari hobinya tersebut ia menekuni dunia atletik yang

Gede Suardana

Pilih Tempat yang Minim Polusi Saat ini makin banyak orang yang menyukai olahraga lari. Tentu karena lari adalah olah raga yang mudah, murah, serta dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Di beberapa ajang lomba lari, pesertanya membludak. Meskipun, pesertanya terbelah antara dua pilihan, satu yang ikut karena hobi demi tubuh sehat dan bugar dan lainnya mereka yang memang menjalankan olahraga lari ini secara serius untuk menuai prestasi. Dra. IGA Yatni Wiratni Adriyani, M.M, Psikolog , salah seorang ibu yang menyukai olahraga lari sejak SD, mendukung hobinya yang lainnya yakni olah raga tennis lapangan. Singkat cerita, hobinya ini berlanjut hingga SMA. Bahkan Yatni pernah tercatat ikut latihan rutin untuk persiapan Porseni cabang atletik. Namun, kata ibu yang dikenal energik ini, menyadari cabang lari ‘bukan jodoh’nya maka tidak ditekuni, tetapi tetap secara rutin dilakoni. Berikutnya, saat aktif di dinas kemiliteran, lari pun menjadi ‘makanan pokoknya’. “Tuntutan tugas dan kewajiban tes jasmani secara periodik membuat lari bukan lagi sekadar hobi tetapi sudah jadi kebutuhan sejak pensiun dini

Dra. IGA Yatni Wiratni Adriyani, M.M.

hingga kini, hanya frekuensinya yang berkurang ,” kata Independen Security Consultant & Psychologist serta Ketua Paguyuban Purnawirawan Kowad Wilayah Bali ini. Dikatakannya untuk lokasi favorit berlari, ia lebih memilih tempattempat yang minim polusi, asri, sehingga bisa sekaligus menghirup udara segar. Ia menyebutkan contoh diantaranya area perumahan seperti Citraland, Taman Kota Lumintang, area Puspem Badung dan sepanjang jalan pinggir pantai Discovery Kuta. Ditanya benefit yang diperolehnya

selama ini, Yatni menyebut sudah pasti badan terasa lebih bugar, tidak mudah mengantuk dan stamina lebih tahan lama dalam lakukan aktivitas, berat sekalipun. Satu sesi lari yang biasa tidak kurang dari 30 menit. Ditambah jalan cepat hingga 1 jam. Kurang dari itu biasanya justru ngantuk dan terasa tidak bugar. Ia juga mengatakan kalau lari sendiri justru lebih efektif. Sebab jika bersama teman biasanya kurang disiplin dengan program. Karena jarang ketemu teman yang mau full lari 30 menit. Kalaupun kini makin ramai perminatnya, katanya itu sangat bagus yang berarti sudah meningkat kesadaran masyarakat untuk menjaga kebugaran. Baginya, lomba yang sebenarnya bukan ketika ikut lomba namun bisa konsisten melakukannya secara rutin. Ketika kita berlatih atau rutin olahraga bertahun-tahun, manfaatnya akan sangat terasa manfaatnya seprti daya tahan tubuh hingga bertahun-tahun kemudian. Benefit rajin olahraga, lanjutnya semain terasa saat usia diatas 40 tahun, termasuk juga ada organ-organ dalam tubuh. CARBO LOADING Begitu juga bagi Ratih Dwi Permata, lulusan Desain Mode IKJ,

mengantarkan meraih beberapa juara baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Siswa kelas XI IPS SMA Bali Mandara tersebut mengatakan jika ia lebih tertarik olahraga lari ketimbang olahraga lain. Hal ini dikarenakan dalam olahraga lari tidak menggunakan banyak alat atau paling mudah dilakukan. “Latihannya tidak terlalu susah, dan hingga kini semakin menekuni olahraga lari,” ujar Desak peraih juara I lari 800M dalam Porseni Kabupaten. Selain itu, dengan banyaknya event-event lari yang ada baik kabupaten maupun provinsi membuat ia memiliki banyak kesempatan untuk mengikuti perlombaan. “Kalau dapat juara bisa membanggakan keluarga dan sekolah,” paparnya. Jika dilihat lari memang olahraga yang sangat sederhana akan tetapi bagi siswa kelahiran 21 Agustus 2000 manfaat yang dirasakan begitu besar. “Saya merasa daya tahan tubuh lebih kuat. Jika saat upacara ada teman yang sampai pingsan kalau saya tidak pernah,” jelasnya. Rutinitas belajar yang membuat penat kadangkala membuat dara kelahiran Badung ini sering merasa stres. “Kalau saya sedang stres, lari adalah Jakarta yang biasa disapa DP ini, juga setuju olahraga lari mudah dilakukan oleh siapa saja, tanpa memandang batas usia. Olahraga ini juga dapat dijalani di mana pun tanpa memerlukan alat khusus dan tidak harus mengeluarkan uang banyak. Cukup berbekal air mineral, sepatu lari, dan handuk, bisa dibilang olahraga lari mudah dilakukan dan murah. Desainer muda ini mengaku suka lari sejak zaman ia masih kerja di Jakarta. Betapa saati itu, ia tiap hari menjalankan rutinitas yang sama. Bangun pagi-berangkat kerja-kerja, sampai akhirnya ia memutuskan sepulang kerja harus lari di lapangan Senayan (saat itu kantornya di Pan Pacific- Sudirman). Singkat cerita ketika ia berpindah ke Bali, makin senang lari karena bisa lari sembari melihat pemandangan pantai dan alamnya yang indah. Begitulah hobi lari pagi ini berlanjut hingga sekarang. Apalagi hobi berlari dijalaninya memiliki nilai untuk menjadikannya hidup sehat, mengingat ia masih mau hidup lebih lama. Untuk lokasi , saat ini DP memilih berlari di Seminyak, dari ujung Seminyak (Anantara Hotel) sampai Beach Walk, sekitar 6 km bolak-balik atau bahkan sampai pantai Jerman, bisa mencapai 8 km bolak-balik. DP juga bergabung dengan komunitas lari bernama Indorunners Bali, mereka ada jadwal khusus. “Namun berhubung tempat tinggal saya di daerah Kerobokan jadi saya lebih sering lari sendiri, seminggu 2 kali. Biasanya antara Selasa- Kamis atau Rabu- Jumat,” ungkapnya.

Desak Made Lestari

cara untuk menghilangkannya. Sehabis lari badan jadi lebih fresh,” imbuhnya. Menurut anak dari pasangan Dewa Made Sugiana dan Ni Ketut Sulandri tersebut mengungkapkan bahwa ketika menjadi seorang atlet lari harus sering berlatih. “Harus terus dilatih agar kecepatannya tidak menurun. Minimal tiga kali dalam seminggu,” jelasnya. Karena kesibukan yang cukup padat di sekolah, membuatnya harus membuat jadwal latihan sendiri. “Di sekolah kegiatan sangat padat dari pagi sampai sore, tidak ada jadwal lari kecuali pada waktu ekstra, itu pun seminggu sekali,” jelasnya. Hal inilah yang membuat Desak harus bangun lebih awal dari teman-temannya agar dapat melakukan latihan dengan lari-lari kecil di lapangan sekolah. -Wiwin Bicara pengalaman DP mengatakan selama ini ia berpikir lari yah tinggal lari aja, tapi ternyata ada tekniknya. Malah ada beberapa teknik yang harus diikuti supaya lari kita bisa lebih nyaman dan lebih kuat. Mulai dari pemilihan sepatu lari, usahakan beli sepatu lari dengan satu nomor lebih besar dari ukuran kaki sebenarnya. Kemudian, sebelum lari harus carbo loading terlebih dahulu, sekitar 5-6 jam sebelum lari carbo loading itu makan secukupnya dan minum air putih yang banyak. “Setelah carbo loading kan tidur malam (kalau mau lari paginya) pas bangun pagi sebelum lari harus di­ usahakan pipis dan buang air besar, karena akan meringankan badan kita saat berlari. Jangan sarapan/ minum susu, hanya boleh minum air putih sedikit saja dan mulailah berlari dijamin lebih enak badannya saat lari,” pungkasnya. – Sri Ardhini

Ratih Dwi Permata

redaksitokoh@gmail.com, iklan.tokoh@gmail.com

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook