Skip to main content

Tokoh Edisi 921 | Tokoh

Page 1

24

What’s Up

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

Orangtua sebagai pendidik pertama dan utama, serta keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenal anak, tentu bakal memberikan banyak pendidikan yang berpengaruh pada kepribadian anak. Terutama pada saat anak mulai menapaki lingkungan baru di luar keluarga.

WHDI Gelar Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga

A

gar anak memiliki landasan yang kuat, baik dan benar dari keluarga saat berada di dunia luar, di ingkunan yang baru, maka Wanita Hindu Dharma (WHDI) Pusat menjalin kerjasama dengan Kementrian dan Kebudayaan RI, khususnya Direktorat Pembinaan Keluarga, Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menyelenggarakan “Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga”. Acara dilaksanakan Selasa (27/9), di Ruang Praja Utama, Kantor Wali Kota Denpasar. Ketua Panitia Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga Wikanthi Yogie, S.Ag., M.Si., dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada keluarga atau orangtua dalam komitmen pendidikan dari usia lahir sampai usia dewasa/mandiri. Sehingga memiliki mutu layanan pendidikan keluarga di masyarakat. Selain itu juga, mendorong untuk melakukan proses pendidikan yang menumbuh kembangkan karakter dan budaya prestasi serta memotivasi lembaga masyarakat untuk membantu keluarga atau orangtua dalam menyelenggarakan pendidikan keluarga. Kegiatan yang dihadiri 80 orang perwakilan WHDI Provinsi Bali dan Kota Denpasar ini menghadirkan empat orang narasumber yang membahas tentang Kebijakan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga , Parenting Berbasis Perkembangan Otak Anak, Komunikasi Efektif dalam Keluarga. Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Pus-

Dari kiri: Wikanthi Yogi, Sang Nyoman Suwisma, dan dr. Anne

Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayjen (Purn) Sang Nyoman Suwisma saat membuka “Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga” mengatakan orangtua sebagai pendidik pertama dan utama pada keluarga menjadikan keterikatan anak dengan orangtua merupakan landasan yang kuat dalam menjelajahi dan menguasai lingkungan baru di dunia sosial yang lebih luas dengan cara-cara yang sehat secara psikologis. Berbagai hasil hasil studi menjukkan bahwa anak-anak dari keluarga yang terlibat dalam pendidikan anakanaknya baik di rumah maupun di sekolah akan menjadi anak yang sukses dalam kehidupannya. Untuk itulah diperlukan pemahaman bersama tentang program pendidikan keluarga . Pada kesempatan tersebut, Eko Budi Hartono, Kepala Subdit Kemitraan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, berbicara perihal “KebijakanPendidikan Keluarga” dengan memaparkan beberapa dampak pelibatan keluarga, seperti meningkatkan kehadiran siswa di satuan

pendidikan. Mengurangi prilaku disruptif atau mengganggu anak. Sikap dan prilaku anak lebih positif hingga meningkatkan moral guru. Implikasi implementasi dari kebijakan pendidikan keluarga ini adalah memperkuat peran keluarga dalam mendukung pendidikan anaknya. Misalnya dengan menyosialisasikan pentingnya pendidikan keluarga; membuat bahan ajar tentang pendidikan keluarga (Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Pengasuhan Positif, Mendidik Anak di Era Digital dan lain-lain). Berikutnya dr. Anne hadir dengan materi “Parenting Berbasis Perkembangan Otak Anak” Dalam pengasuhan anak, setiap orangtua dan guru harus memahami bagaimana otak anak bekerja. Baik tidaknya sikap dan perilaku manusia dapat di tentukan oleh baik tidaknya sistem pengasuhan yang diberikan pada anaknya. Orangtua mengasuh anaknya, guru mengajar muridnya, keduanya berpengaruh terhadap proses pengasuhan anak. Dalam kesempatan tersebut dr. Anne juga menyinggung agar orangtua sebaiknya memberikan anak kesempatan untuk berkembang dan bertumbuh secara optimal. Narasumber selanjutnya yakni Ida Ayu

payoga dalam sambutan yang dibacakan oleh sekretaris WHDI Bali , Desak Nyoman Widiasih, S.H, M.H., diantaranya mengatakan pendidikan yang baik adalah pendidikan yang melibatkan peran orangtua yang melimpahkan cinta dan kasih sayang. Adalah wajar jika pendidikan dimulai dari rumah dan lingkungan terdekat dari anak-anak. Penelitian yang terkait dengan ketidak mampuan pengasuhan orangtua terhadap anak telah membuktikan bahwa permasalahan prilaku antisosial anak, seperti bullying, keterlibatan dengan narkoba dan yang lainnya terjadi karena kelemahan pengasuhan orangtua yang cenderung permisif (serba Dari kiri: Eko Budi Hartono, Desak Widiasih, dan dr. Anne boleh).

Maharatni, S.Psi., M.Si dari WHDI Prov. Bali menyampaikan materi tentang “Komunikasi Efektif dalam Keluarga, Satuan Pendidikan dan Masyarakat”. Dalam materinya diungkapkan bahwa manfaat komunikasi yang baik dalam keluarga akan memudahkan kita dalam menyampaikan informasi ; mengerti keinginan karena diungkapkan dengan ekspresi; timbulnya sikap sosial di dalam keluarga ; berjalannya fungsi kontrol; memberi ruang untuk anak agar berkata jujur ; melatih sikap empati dalam keluarga ; dapat menyalurkan dukungan ; menyalurkan sikap positif; saling memahami persamaan dan perbedaan dan memiliki maksud dan tujuan yang sama. Retno IG Kusuma, Psikolog, meneruskan membahas Pengasuhan Berkesadaran, Menyikapi Permasalahan Anak. Dalam menyampaikan sikap-sikap serta acaraacara berkomunikasi yang benar di dalam keluarga, baik antara suami –istri maupun orangtua dengan anak melalui beberapa ilustrasi kejadian sehari-hari yang mudah dipahami. Peserta juga diingatkan untuk selalu menghargai segala bentuk usaha anak-anak dan selalu ingat melakukan sentuhan pada anak berupa ciuman, usapan dan pelukan. – Sri Ardhini

Dari kiri: Retno IG Kusuma, Dayu Candra, dan Dayu Maharatni

redaksitokoh@gmail.com, iklan.tokoh@gmail.com

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh


GORO-GORO Dua bersaudara, Raka dan Rai itu, musuh “kapitui”. Itu istilah yang menunjuk gradasi puncak. Putu Wijaya Yang paling parah sejenis dengan musuh “bebuyutan”. “Kenapa mereka bermusuhan, Pak? Kan saudara sekandung? Dari satu bapak dan satu ibu?” “Ya, justru karena itu!” “Lho, Bapak ini bagaimana! Orang satu darah itu kan aturannya cs? Saya tidak setuju!” “Boleh saja tidak setuju.” “Bukan hanya tidak setuju, saya tidak suka!” “Boleh, boleh tidak setuju dan tidak suka, tapi nyatanya begitu. Banyak contohnya. Di dalam cerita wayang juga ada.” “Jangan selalu dibawa ke cerita wayang, mentang-mentang Bapak suka wayang! Ini kenyataan! Biasanya orang bersaudara kalau bermusuhan sering melebihi permusuhan antara orang yang tidak

ada hubungan darah!” “Betul! Bisa bunuh-bunuhan seperti Korea Utara dan Korea Selatan!” “Sudah! Jangan jauh-jauh. Itu Pak Rai dan kakaknya, Pak Raka, sampai ke pengadilan! Padahal cuma rebutan warisan mobil bekas!” “Ya, itu bukan cuma soal mobil, tapi harga diri!” “Harga diri apa! Pak Raka sudah kaya begitu, kenapa mobilnya tidak dikasihkan adiknya saja? Berapa sih harga mobil itu? Paling juga 30 juta.” “Lho ibu tidak tahu, Pak Raka malah mau ngasih Pak Rai, 50 juta!” “Masak?” “Mungkin 60 juta. Buat konglomerat seperti dia, itu kan hanya 60 ribu. Tapi, Pak Rai menolak!” “Masak?” “Lho, dia bukan mau duitnya. Dia mau haknya atas mobil rongsokan itu!” Bu Amat tidak percaya. “Ah. Itu kan teori, Bapak! Masak Pak Rai sebodoh itu? Saya kira, kalau betul, jangankan 60 juta, 20 juta

musuh

pun akan dia ambil! Kecuali kalau Pak Raka memang mau mempermalukan adiknya!” “Mempermalukan bagaimana?” “Ya, Pak Rai kan ketua ranting partai. Pak Raka kan sudah lama ngincer kedudukan adilknya. Sudah banyak uangnya keluar, tapi tidak ada yang milih. Jadi dia coba menunjukkan dia lebih berkuasa!” “Tidak perlu! Pak Raka sudah pindah partai. Sekarang dia malah ketua cabang!” Bu Amat terkejut. “Kalau begitu, pantesan Pak Rai marah! Itu namanya mengkhianati partai! Masuk partai hanya untuk dapat kedudukan. Jelas tujuannya mau jadi caleg! Betul Pak Rai kalau begitu. Orang yang tak punya pendirian harus diberi pelajaran. Biar kapok!” Amat tercengang. Bu Amat lalu berbalik ke dapur sambil ngedumel. “Kenapa ya, sekarang kok banyak orang mencla-mencle? Partai bukannya bertujuan untuk membangun negara?”

Beberapa hari kemudian ada kejadian yang mengejutkan. Warga heboh. Pak Raka dan Pak Rai terlibat perkelahian. Dan tak hanya sampai di situ. Pak Raka terbunuh di tangan adiknya sendiri. “Pak Rai sudah menyerahkan diri ke kantor polisi dan mengatakan itu bukan pembunuhan tapi pembelaan diri,” kata Amat. Bu Amat termenung. “Pembelaan diri bagaimana, Pak?” “Pak Raka rupanya diam-diam menjual mobil itu pada kolektor mobil antik. Ternyata laku 1 M.” “Satu miliar?” “Ya, 1 M. Mau dibagi dua. Tapi Pak Rai menolak. Dia mau mobil yang sudah dijual itu. Tapi kabarnya sudah dijual lagi oleh pembelinya dan laku 2 M.” “Dua miliar?” “Ya!” “Jadi karena itu mereka berkelahi?” “Tidak. Kata saksi mata, mereka

Ekspresso

Sudut Pandang

berkelahi karena Pak Raka kembali lagi kepada partainya dan jadi ketua cabang. Entah kenapa Pak Rai diganti oleh partai sebagai ketua ranting. Dia menuduh itu gara-gara kakaknya. Dan terjadi perang mulut hebat sekali, merembet ke manamana. Ada juga selentingan soal rebutan perempuan, entah mana yang betul. Yang jelas, akhirnya mereka bunuh-bunuhan tak ada yang berani memisah!” Bu Amat terdiam lama sekali. Dia tak mendengar lagi apa yang dikatakan suaminya. “Di dalam wayang. Pandawa dan Korawa yang bersaudara juga berperang habis-habisan. Mungkin kita manusia memang pada dasarnya lebih berani pada saudara timbang kepada musuh yang sebenarnya. Karena kita yakin, saudara tak akan sampai hati mengejami kita. Tapi nyatanya, sebaliknyalah yang terjadi.”

Tips Praktis

Soft Skills untuk Anak Apa pentingnya soft skills untuk anak? Sebelum kita bicara soft skills untuk anak, ada baiknya kita mengetahui apa itu softskill.. Soft skill merupakan kemampuan individu dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal) dan hubungannya dengan orang lain (interpersonal) dan extrapersonal skill berupa kemampuan teknis yang dimiliki atau hard skill berasal dari pembelajaran yang bersifat keilmuan, baik dari sekolah atau di tempat lainnya. Intrapersonal skill adalah kemampuan individu ini lebih menekankan pada kemampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri. Misalnya, inisiatif, mengatur waktu, motivasi, berpikir kreatif, kemauan belajar, mandiri, beretika, disiplin, percaya diri, berpikir kritis, mengatasi stres, dan berkomitmen. Interpersonal skill adalah kemampuan untuk membuat seseorang mudah menjalin hubungan dengan orang lain. Kemampuan ini didukung oleh beberapa faktor antara lain seperti mudah berkomunikasi, mampu membangun hubungan kerja sama, punya jiwa kepemimpinan, bisa bernegosiasi, mudah mempresentasikan pikirannya, dan mampu bicara di muka umum. Extrapersonal skill adalah sebagai pelengkap dari dua kemampuan sebelumnya,

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

yaitu bijaksana. misalnya, untuk menjadi seorang insinyur, bisa dipelajari melalui tahapan kuliah dan praktik sampai mendapat pengakuan profesi. Soft skill tidak mudah untuk diajarkan, tapi gampang untuk ditularkan, sehingga pengembangan soft skill sejak dini akan memudahkan seseorang untuk menguasainya. Apalagi, sifat anak-anak selalu ingin meniru orang yang dikaguminya, terutama orang terdekat, yaitu orang tua. Membiasakan anak melihat sikap orangtua akan memengaruhi sikap dan pola pikir anak. Anak yang melihat orangtuanya selalu taat sembahyang, peduli dengan tetangga yang mendapat kesulitan, mudah bergaul, disiplin akan terbentuk untuk mengikutinya. Penerapan soft skill dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dalam banyak hal, salah satunya adalah dalam pekerjaan, penerapannya dalam pekerjaan terdiri dari 2 keterampilan penting yaitu keterampilan mengelola manusia dan keterampilan mengelola tugas atau pekerjaan. Keterampilan mengelola tugas atau pekerjaan lebih berdimensi pada multiintelegensi manusia karena untuk menyelesaikan tugas manusia harus mengombinasikan beberapa keahliannya. Sedangkan keterampilan mengelola manusia lebih berdimensi secara

I Nyoman Sucipta

psikologis, dimana seseorang harus mampu mengelola dirinya sendiri (self management) terlebih dahulu sebelum dapat mengelola manusia yang lain. Salah satu cara mengasah soft skill pada anak adalah melalui pembelajaran character building di sekolah. Pembentukan karakter menjadi sebuah jalan setapak yang dapat digunakan untuk membentuk insan yang prima sehingga diharapkan dapat memiliki soft skill yang prima pula. Pendidikan berdimensi character buiding ini memiliki enam pilar dalam penerapannya. Keenam pilar tersebut adalah respect, responsibil-

ity, fairness, caring dan citizenship. Penerapan character building dalam dunia pendidikan memberikan nuansa lain dalam pendidikan karena indikator evaluasi tidak hanya berbasis pada nilai kognitif melainkan juga pada segi efektif dan bahkan juga psikomotorik anak. Proses pembelajaran melalui character building pertama kali adalah pengenalan atas good character di dalam kehidupan bermasyarakat. Kemudian setelah anak mengenal dan memahami good character tersebut maka anak mengorelasikannya dengan kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah atau lingkungan di luar sekolah. Proses pembentukan karakter yang secara perlahan tersebut tidak langsung dapar memberikan stimulus kepada pengasahan soft skill anak. Sehingga, anak diharapkan dapat memiliki kemampuan soft skill yang prima

dan berujung pada pembentukan mental individu yang stabil dalam menghadapi tantangan hidup ke depan. Pengembangan soft skill pada anak harus dilakukan melalui perencanaan yang baik, pendekatan yang sesuai, dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif, sesuai dengan sifat suatu nilai. Pembelajaran character building adalah usaha bersama sekolah oleh karenanya harus dilakukan secara bersama oleh semua pihak, guru dan pimpinan sekolah, melalui semua mata pelajaran, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah. I Nyoman Sucipta Guru Besar Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

Kata Hati

23

Memasak

Dari Hobi Jadi Bisnis

untuk Wanita Karier Menjalani dua peran sekaligus, sebagai ibu rumah tangga dan juga wanita karier dengan kesibukan yang tinggi tentunya bukanlah hal yang mudah bagi seorang wanita. Salah satu hal yang paling sering terlewatkan adalah momen memasak untuk keluarga di rumah. Di satu sisi, memasak membutuhkan waktu yang cukup lama, di sisi lain mereka harus mengejar waktu untuk segera berangkat kerja ke kantor.

Chef Komang Adi Arsana

M

enurut chef Komang Adi Arsana, ada tips yang bisa dilakukan para wanita karier dalam menyiapkan makanan. “Sebaiknya bahan-bahan sudah disiapkan pada malam harinya, misalnya, sayuran dipotong-potong dan disimpan di kulkas. Untuk bumbu bisa

disiapkan terlebih dahulu, kalau memang perlu diulek, langsung ditumis, kemudian, didinginkan dan simpan di kulkas. Besok pagi bisa segera diproses,” ujar Ketua ICA Bali ini. Ia menyarankan, untuk pilihan makanan yang bisa disiapkan sarapan nasi goreng dan aneka tumisan. Sementara, menurut chef Hendra Mahena, para wanita karier bisa memilih aneka makanan kalengan seperti sarden dan korner. “Sarden dan korner mudah diolah tinggal ditambahkan cabai dan tomat. Siap dimasak beberapa menit, sudah jadi,” ujarnya. Untuk sayuran, bisa juga memilih sayuran frozen dan bisa dibuat sup dan aneka tumisan. Sebagai penemannya, bisa tambakan tempe dan tahu goreng tepung. Saat ini sudah banyak tepung krispi yang membuat gorengan menjadi lebih gurih,” kata chef Hendra. Untuk sarapan, ia menyarankan, cocoknya memilih sereal karena menyajikan sangat mudah. Kalau ingin yang lebih bervariasi, bisa menyajikan omelet. “Omelet bisa diberikan aneka tambahan bahan makanan, mulai dari jamur, keju, bawang bombay, paprika, jamur, daging sesuai selera kita,” sarannya. Menurutnya, para wanita kar-

ier harus pandai-pandai mengatur waktu, agar menyempatkan diri memasak. Bisa juga, mencari-cari resep dari majalah dan internet, dan membuat rencana menu agar hidangan yang disajikan lebih bervariasi. Yang penting, pilihan menunya harus yang mudah dalam pembuatan dan menggunakan alat yang sederhana sehingga cepat dan efektif. -Wirati Astiti

Chef Hendra

Titi Kamal

Soraya Haque

Kalau umumnya yang hobi memasak adalah kaum wanita, yang mengajarkan memasak pada anak adalah kaum ibu, maka di keluarga Soraya Haque-Ekki Sukarno, justru terbalik. Justru sang ayahlah, Ekki Soekarno yang mengajarkan anak-anaknya memasak. “Yang punya hobi di dapur (memasak) itu Ekki bukan saya. Dialah yang mengajar anak-anak memasak sejak kecil, bagaimana mengolah masakan. Makanya mereka semua bisa memasak. Kalau saya hobi berbenah rumah, hobi makan juga hahahah... Tapi bukan berarti saya tidak bisa masak lho,” ujar Soraya tentang hobi memasak di keluarganya. Kegiatan memasak di keluarga, menurut peragawati top era 1980-an ini, merupakan salah satu kegiatan yang paling menyenangkan di keluarganya. Kalau pada hari-hari biasa masing-masing anggota keluarga sibuk dengan kegiatannya, maka ketika mereka mendapat kesempatan untuk kumpul bareng biasanya dilakukan dengan acara masak-memasak. “Biasanya di hari libur atau akhir pekan ngumpul di dapur,” ujar ibu dari Valeri, Nadia dan Belmiro, seraya menambahkan, ia dan suami kadang juga mencoba resepresep masakan baru. Soal urusan dapur, kini banyak laki-laki yang juga gemar memasak. Dapur (memasak), bukan suatu hal yang pamali bagi laki-laki. “Sekarang sudah tidak bisa lagi kita mengkotak-kotakan fungsi dari suami atau istri, masing-masing harus bisa menjalani kehidupan layaknya mereka mandiri,” katanya. Pasangan Titi Kamal dan Christian Sugiono pun menjadikan masakmemasak sebagai ajang mempererat hubungan dan menjaga harmonisasi kehidupan berkeluarga. Pasangan yang sama-sama hobi masak dan berburu makanan enak ini, kerap masak bareng di waktu senggang seperti weekend atau hari libur. “Kami sama-sama suka makan, juga hobi masak. Jadi kalau pas libur, kerap masak bareng. Kadang Tian (Christian Sugiono) yang masak atau aku yang masak atau bareng-bareng masak mencoba resep baru,” ungkap wanita bernama lengkap Kurniati Kamalia ini. Gara-gara hobi memasak dan berburu kuliner itulah yang kemudian menginspirasinya untuk terjun ke bisnis kuliner. “Aku hobi berburu kuliner, juga hobi masak, jadi aku pikir kenapa nggak sekalian terjun ke bisnis kuliner. Bisnis yang didasari dengan hobi pasti bikin enjoy, seperti yang aku jalani sekarang,” ungkap ibu Arjuna Zayan Sugiono (2) ini. Saat ini Titi yang memiliki beberapa restoran dan selalu berupaya mengeksplore makanan-makanan baru, bercerita bahwa awalnya dia suka berburu kuliner enak, kemudian ia menjadi hobi memasak. “Awalnya karena aku suka makan, berburu makanan enak lalu jadi senang memasak, mencoba resepresep baru. Kadang tanya sama teman atau liat-liat di internet, buku-buku resep dan coba sendiri,” tutur Titi yang belum lama ini mempromosikan jenis masakan barunya ‘ayam jerit’. –Diana Runtu

Variasi Olahan Hindari Kebosanan Memasak selalu diidentikkan dengan perempuan. Tidak harus mahir, bisa memasak saja sudah cukup untuk seorang perempuan. Hal tersebut disampaikan Luh Era Desiyana, S.Pd, guru Produktif Jasa Boga SMK Triatmajaya. Menurutnya, dalam rumah tangga seorang perempuan yang memiliki kedudukan sebagai seorang istri, memasak

Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksitokoh@gmail.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan.tokoh@gmail.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

foto: kapanlagi.com

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

foto: kapanlagi.com

2

Luh Kerthianing

merupakan ketrampilan dasar yang harus dimiliki. Dengan memasakkan suami dan anak dapat mempererat jalinan hubungan kekeluargaan. Era sapaan akrabnya, mengaku meskipun dirinya belum memiliki suami namun ia selalu menyempatkan diri memasak untuk adik-adiknya. “Kebetulan tinggalnya dengan adik-adik jadi saya yang harus memasak,” paparnya. Sejak kecil wanita kelahiran 3 Desember 1991 tersebut memang hobi memasak. Ia menambahkan memasak itu adalah pekerjaan yang menyenangkan asalkan bisa mengreasikan menu masakan yang akan dimasak. Untuk menghindari kejenuhan dalam memasak dan kebosan untuk yang dimasakkan, Era selalu membuat menu yang variatif. “Kalau lihat bahan masakan di pasar pasti itu-itu saja tetapi kalau bahan masakan sama diolah dengan cara berbeda tidak akan menimbulkan kebosanan,” lengkapnya. Pengalamannya selama memasak untuk adik-adiknya adalah selera masakan yang berbeda. “Ada yang suka tempe, ada yang suka ayam, ada yang suka tahu,”

tuturnya. Agar menghemat waktu, dirinya seringkali membuat menu yang mengombinasikan seluruh bahan yang diinginkan. “Ya bisa diolah jadi satu masakan, tempe, tahu, ayam bisa digoreng lalu diberi bumbu dan dikasi santan,” jelasnya. Akan tetapi setiap pagi perempuan yang berasal dari desa Gesing Kecamatan Banjar ini selalu kekurangan waktu untuk memasak sehingga ia mencari alternatif untuk sarapan. “Kalau sarapan biasanya saya gunakan susu dan roti,” pungkasnya. Sebagai seorang guru PJB, memasak tidak mengenal perempuan atau laki-laki sebab dalam dunia industri tenaga seorang laki-laki dianggap lebih kuat dari perempuan. “Tenaga laki-laki lebih kuat jka digunakan dalam waktu yang lama,” tambahnya. Menurutnya banyak siswa PJB laki-laki mengaku tertarik dengan kelas memasak karena pelajarannya yang menyenangkan. “Memasak itu adalah seni di dalam pembelajaran ada seni mengukir buah, menghidangkan makanan dan minuman,” lanjutnya. Era meyakini saat ini jurusan PJB banyak diminati baik perempuan maupun laki-laki dikar-

Luh Era Desiyana

enakan peluang kerja yang menjanjikan. “Peluang kerjanya lebih tinggi, jadi sangat memungkinkan banya peminatnya,” tandasnya. ADA PERBEDAAN SELERA Sementara itu, menurut Luh Kerthianing seorang wirausaha menegaskan seorang perempuan harus bisa memasak. Sebagai seorang istri wajib hukumnya

bisa memasak untuk suami dan anak-anaknya. “Ini akan dapat menambah keharmonisan keluarga,” ungkapnya. Ia juga mengakui ditengah kesibukannya mengurus bisnis yang ia geluti, ia tidak memasak setiap hari untuk keluarga. Akan tetapi sesekali sebagai seorang istri dan ibu dirinya tidak segan turun tangan menggantikan tugas asisten rumah tangganya untuk memasak. Dalam keluarga, perempuan kelahiran 24 Maret 1969 tersebut mengaku ada perbedaan selera antara dirinya dan anak-anak. “Saya dan suami lebih suka makanan Bali tapi tidak pedas dan anak-anak lebih suka Chinese food,” tambahnya. Menurutnya menu Chinese food adalah menu makanan yang sangat mudah dimasak asalkan tahu bumbu yang diperlukan. “Chinese food itu kuncinya pada kecap yang digunakan. Jika itu sudah tepat dijamin enak,” ujarnya. Perbedaan itulah yang membuat menu masakan di rumahnya harus terdapat menu masakan Bali dan Chinese food. –Wiwin


22

Jakarta kerap menggelar pameran buku, baik skala nasional maupun internasional. Jumlah pengunjungnya pun lumayan banyak. Namun, jumlah pengunjung yang banyak itu ternyata bukan merupakan gambaran tingginya minat baca masyarakat. Bahkan boleh dibilang, tidak sinkron de­ ngan pertumbuhan minat baca masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam pembukaan pameran buku ‘Indonesia International Book Fair’ (IIBF) 2016

B

Sosialita

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

erdasarnya data, ternyata minat membaca buku masyarakat Indonesia tetap saja rendah atau tidak ada perubahan yang berarti dari waktu ke waktu. “Bisa jadi pengunjung yang datang ke pameran buku, ya itu-itu saja yang datang setiap kali pameran digelar. Mereka adalah benar-benar pencinta buku. Orangnya ya itu-itu saja. Kalaupun muncul ‘pengunjung baru’ jumlahnya tak signifikan,” ucap seorang pengunjung di sebuah pameran buku. “Barangkali banyak yang datang ke pameran buat foto-foto doang, biar keren muncul di instagram atau facebook, supaya kelihatan seperti kutu buku,” ucap temannya dengan nada sarkastis, sambil menunjuk sekelompok ‘ABG’ yang sedang sibuk berfoto-ria berlatarbelakang tumpukan buku. Yah, memang tak mengherankan komentar itu muncul. Ajang pameran buku memang kerap kali ramai pengunjung, bahkan pada sebuah pameran buku impor yang digelar di BSD City, Tangerang, konon pengunjung sampai membludak hingga membuat pameran buku itu diperpanjang hingga keesokan harinya. Luar biasa! Tapi entah bagaimana—sekalipun pameran ramai pengunjung bahkan membludak--- namun hasil survei tentang minat membaca buku tetap tidak berubah alias rendah. Salah satu buktinya adalah hasil penelitian Central Connecticut State University di Amerika Serikat, yang menyebutkan Indonesia menempati urutan ke-60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Posisi Indonesia berada di bawah Thailand yang berada di urutan ke 59 dan di atas Botswana—sebuah negara di Afrika Selatan--- yang menempati urutan ke 61. Meskipun dalam hal infrastruktur untuk mendukung

Pengunjung Membludak tapi Minat Baca Rendah membaca, Indonesia berada di peringkat di atas beberapa negara Eropa. “Berdasarkan komponen infrastruktur, Indonesia berada pada posisi ke-34, di atas Jerman, Portugal, Selandia Baru dan Korea Selatan,” ujar Anies Baswedan, mantan Kemendikbud. “Jadi jumlah perpustakaan, buku dan perpustakaan keliling tidak selalu menunjukkan minat dalam membaca,” tambahnya. Tentang pentingnya meningkatkan minat membaca buku masyarakat Indonesia juga disuarakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam pembukaan pameran buku ‘Indonesia International Book Fair’ (IIBF) 2016’ yang berlangsung Rabu (28/9)- Minggu (2/10) di Jakarta Convention Center. Mendikbud dalam pidatonya pada pembukaan IIBF mengatakan, pentingnya menumbuhkan minat baca pada masyarakat. Menurutnya, peningkatan kuantitas jumlah buku tidak akan ada artinya jika tidak diimbangi oleh peningkatan minat baca di masyarakat, begitu juga sebaliknya. “Jadi dibutuhkan peningkatan, baik dari jumlah buku dan minat baca masyarakat,” kata Muhadjir Effendy. CINTA BUKU BERMULA DARI KELUARGA Terkait peringatan rendahnya minat membaca masyarakat Indonesia, sebenarnya telah lama disampaikan, baik oleh media, kalangan aktivis pendidikan bahkan pemerintah. Namun kondisi ini, entah kenapa, tidak juga berubah. Yang lebih menyedihkan, berdasarkan data, minat masyarakat negeri kita untuk membaca buku paling rendah di ASEAN. Data UNESCO tahun 2011 menyebutkan, minat baca masyarakat yang paling rendah di ASEAN adalah negara Indonesia. Disebutkan bahwa indeks membaca masyarakat Indonesia baru sekitar 0,001, artinya dari 1000 penduduk, hanya ada 1 orang yang masih memiliki minat baca tinggi (1:1000). Angka ini masih sangat jauh dibandingkan dengan angka minat baca di Singapura yang memiliki indeks membaca sampai 0,45. Akibat rendahnya minat membaca, maka tahun 2012 Indonesia berada di posisi 124 dari 187 negara di dunia dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya terpenuhinya kebutuhan dasar pendudduk, termasyk kebutuhan pendidikan, kesehatan dan melek huruf. Fakta yang memalukan tersebut seolah kontradiktif dengan data keberhasilan Indonesia memberantas buta aksara. Berdasarkan data, dari 140 negara, Indonesia ada di peringkat ke-3 sebagai negara yang paling berhasil menurunkan angka tuna huruf. Data BPS menyebutkan pada tahun 2004 angka tuna aksara di Indonesia mencapai 15,4 juta jiwa, namun pada 2012 angkanya

Beberapa lama sempat vakum, kini “BOS is Back”. Business Owner School (BOS) milik Made Robert yang aktif sejak 2011 dan telah melahirkan setidaknya 858 pengusaha di 5 kota yaitu Denpasar, Mataram, Malang, Surabaya, dan Makasar, kini akan kembali membuka kelas untuk menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang sukses. Tiga Srikandi, yakni Jro Jeky, Made Ayu Dewi, dan Ni Komang Serining siap mengawal dan mengelola BOS ke depan.

D

ari pencarian selama 1 tahun, Made Robert memutuskan mempercayakan Jro Jeky untuk mengelola BOS. Tentu saja keputusan ini beralasan kuat. “Jro Jeky itu, salah seorang alumni BOS yang kini telah sukses binisnya. Ia perempuan tangguh yang sudah berhasil keluar dari depresinya dan makin sukses dalam berbisnis. Dan saya yakin, BOS Denpasar di bawah kepemimpinan perempuan, akan lebih cepat menularkan virus bisnis kepada semua keluarga dan generasi muda di Bali,” ujar Made Robert, sang motivator. Hal ini diperkuat dengan ajaran Weda yang menyebutkan : untuk mengubah masa depan suatu bangsa, wanitanya harus diubah, harus diisi, wanitanya harus hebat. Karena itu pula dalam berbisnis Made Robert selalu melibatkan istrinya Made Ayu Dewi. foto dok panitia IIBF

Pameran buku IIBF

hanya tersisa 6,4 juta. Data dari Kemendikbud per tahun 2015, persentase buta aksara 3,56% atau 5,7 juta jiwa. Dari data dan angka-angka itu dapat terlihat bahwa dibanding dengan negara lain, banyak masyarakat Indonesia yang dapat membaca. Namun kemampuan membaca itu tidak serta-merta meningkatkan kegemaran membaca. Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia 2016-2020, juga mengungkapkan keprihatinannya tentang kondisi tersebut. Menurutnya, dari data The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), budaya membaca masyarakat Indonesia berada di peringkat terendah di antara 52 negara di Asia. “Tentu saja ini menyedihkan. Saya percaya bangsa besar dengan sendirinya punya tradisi literasi yang kuat. Setiap bangsa besar niscaya ditopang oleh penghargaan terhadap ilmu pengetahuan dan itu berarti, menghargai dan mencintai literasi. Tanpa tradisi literasi yang kokoh, sebuah bangsa rentan menjadi bangsa kelas teri: perundung, pemaki, dan mudah diprovokasi tanpa keluasan hati dan imajinasi,” ungkap presenter sebuah televisi swasta nasional itu. Ia pun lantas mengungkapkan pengalaman masa kecilnya tentang bagaimana minat membaca buku itu tumbuh dalam dirinya. “ Saya beruntung menemukan sahabat dalam bentuk buku sejak usia dini. Saya dituntun mencintai buku oleh keluarga. Saya melihat bagaimana ayah saya mencintai buku. Sejak kecil dibacakan buku. Ia yang pertama mengajak saya ke toko buku. Saking cintanya pada buku, dulu saya punya perpustakaan kecil di rumah dan membuka penyewaan buku dengan harga Rp 25 per buku. Rumah kami dari dulu dipenuhi buku. Mengenal dunia pun awalnya lewat buku dan dari sanalah saya mencari jawaban atas beragam

pertanyaan yang muncul di kepala,” paparnya. Dari pengalaman tersebut, ia berpendapat bahwa rumah dan keluarga adalah tempat paling tepat yang bisa menuntun kita mencintai buku. Saat ini teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat. Ketika internet masuk ke Indonesia, sebagian orang berharap pertumbuhan minat baca semakin meningkat, karena berbagai bacaan semakin mudah diakses melalui internet. Bersamaan dengan tumbuhnya internet di Indonesia diharapkan minat orang terhadap e-book akan meningkat. Tapi sayangnya tidak demikian. Sekalipun data menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 88,1 juta jiwa dari total 259 juta jiwa, namun hanya sebagian k e c i l yang dari pengguna internet itu yang

Najwa Shihab Duta Baca Indonesia 2016-2020

mengakses e-book. “Saat ini penjualan e-book masih minim, baru sekitar 2% dari total buku terbitan baru. Masih jauh dibanding negara lain seperti Singapura yang porsi buku digitalnya sudah mencapai 17% dari buku yang beredar, dan Amerika 30% dari total buku yang diterbitkan,” ungkap Kepala Bidang pengembangan Buku Digital IKAPI, Hary Chandra. –Diana Runtu

Tiga Srikandi BOS

BANGKIT SETELAH MASUK BOS Jro Jeky yang memiliki nama lengkap Ni Wayan Resini ini mengisahkan dirinya masuk ke BOS adalah sebuah mimpi. Dulu, saat dalam keadaan depresi dan berada di titik nol, tak sengaja Jro Jeky yang terus mengurung diri di kamar menonton tayangan interaktif Made Robert di Bali TV . “Saya tak sabar menunggu hari esok untuk segera membeli tiket seminarnya. Saya mengikuti semua programnya dan memang benar ilmu yang diajarkan Pak Robert sangat luar biasa. Selain berbisnis, di BOS juga diajarkan budi pekerti dan spritual bisnnis, berbuat untuk diri sendiri, keluarga dan untuk berbagi ke sesama. Di sini juga saya diajak melepaskan mental block yang terus membelengu saya, dan saya pun berhasil melepaskannya. Dan saya merasakan kesembuhan. Di BOS,

pengusaha sukses lainnya dari seluruh Indonesia. Kedua, Mentoring BOS. Program Mentoring dilakukan di kelas setiap minggu selama 8 kali pertemuan. Setiap pertemuan akan diisi selama 3-4 jam dengan materi dan mentor berbeda-beda. Para mentor adalah para pengusaha sukses dan praktisi bisnis dari Bali, Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, Malang, NTB dan bahkan dari luar negeri. Ketiga,Master Mind BOS. Bertemu , berdiskusi dan tumbuh bersama menjadi Pengusaha Sukses. Di kalangan pengusaha etnis Tionghoa tradesi ini disebut KONG KOW KONG KOW. Di tradisi masyarakat Bali disebut SEKEHA. Namun saat ini belum ada sekeha PENGUSAHA. “Mulai saat ini alumni BOS akan menghimpun diri dalam sebuah Sekeha Pengusaha/Master Mind alumni BOS. Serta mendapat bimbingan, konsultasi dan evaluasi usaha baik secara individu maupun berkelompok. Keempat,Pelatihan Mental BOS melalu Financial Breakthrough With Firewalk, Dream Breakthrough & Survival Breakthrough. Manfaat dari pelatihan Mental bisnis ini adalahmenghancurkan Mental Block sebagai Pengusaha, menghilangkan trauma-trauma bangkrut/gagal, melatih untuk tetap semangat dalam kondisi apapun, memasukan bibit dan spirit Entreprenuership, menanam impian di alam pikiran bawah sadar, menciptakan Blue Print yang benar sebagai Pengusaha, merubah Money Blue Print terhadapa kekayaan. Kelima, Business Field Trip BOS. Program kunjungan ke tempat usaha , mendengarkan langsung kisah sukses dari pengusaha di tempat usahanya , merasakan aura dan chemistry sebagai pengusaha. Keenam, Gathering Alumni BOS Seluruh Indonesia. Gathering Nasional alumni BOS seluruh Indonesia diadakan setahun sekali di Bali. Program ini diadakan sebagai ajang bertemunya seluruh Alumni BOS se-Indonesia. Maksud dan tujuannya sebagai berikut: Menyediakan peluang bisnis baik secara Business Opportunaty maupun Franchise; Meningkatkan Networking Business; Memberikan peluang transaksi produk; Mendapatkan Inspirasi Bisnis melalui Sharing dengan pembicara yang kompeten; Memperkuat dan memperluas brand image perusahaan kepada masyarakat luas; Mendapatkan strategi marketing yang kuat ,handal, kreatif dan inovatif. –ten

3

is Back

saya bangkit kembali,” tutur istri dari I Wayan Koyan ini yang kemudian mengajak anak-anaknya, adik, dan temantemannya untuk ikut BOS. Ibu dari Ni Kadek Yuni Dwi Antari, S. Kep. dan Ni Ketut Alit Puspayanti ini mengatakan dulu ia bekerja seperti “dagang sate”, nusuk sendiri, bakar sate sendiri, bikin sendiri, bungkusin sendiri. Di BOS, Made Robert memberikan ilmu-ilmu bisnis. Sehingga toko klontongnya yang tradisional kini sudah modern, sudah memakai sistem dan tidak perlu kerja berat lagi, serta bisa pakai pegawai, dan telah berhasil mendirikan koperasi yang mengcover bisnis kreditan. “Di BOS kita bisa berbagi segala, berbagi pengalaman. Beberapa kali saya mengikuti mentormentor bisnis di luar, menurut saya ilmu Pak Robert jauh di atas mereka. Dan saya sendiri bangga, putra Bali jadi guru bisnis,” paparnya. Karena itu, ia getol menghidupkan kembali BOS

Menuju Sukses Bersama BOS

Berdirinya BUSINESS OWNER SCHOOL (BOS) dikisahkan Made Robert dari pengalamannya sebagai pengusaha yang jatuh bangun di dunia usaha. Bahwa, untuk mencapai sukses harus menempuh perjalanan panjang. Hal ini terjadi karena ketiadaan Mentor yang tepat dan komunitas bisnis yang berdaya. “Saya terpanggil untuk membuat semacam PETA SUKSES yang saya tuangkan dalam bentuk sekolah bisnis nonformal sehingga siapa pun yang terjun di dunia usaha akan semakin cepat sukses. Tujuan BOS adalah membantu menciptakan wirausaha baru, yang belum punya agar punya usaha, yang sudah punya usaha biarmaju, menguntungkan dan bersistem. Dan yang usahanya sudah maju biar bisa buka cabang. Yang sudah buka cabang biar bisa go franchise dan selanjutnya bisa pensiun dini dan bebas financial. Visi BOS menjadi lembaga pendidikan nonformal di bidang kewirausahaan berskala nasional yang menciptakan pengusaha baru yang tangguh, kreatif, inovatif dan berbudi pekerti yang luhur. Dengan misi merubah mindset dari job seeker menjadi job creator, menanamkan nilai dan spirit kewirausahaan yang tangguh, menjadi komunitas pengusaha yang kreatif dan berkualitas yang merupakan kebanggan bangsa Indonesia, menjadi tempat bagi mahasiswa, lulusan SMA, karyawan yang di PHK, ibu rumah tangga, pensiunan,PNS/swasta, wanita maupun para selebritis atau public figure untuk berkreatif, berbisnis dan mengembangkan diri. Program-program BOS di antaranya : Pertama, Seminar Pengenalan BOS. Program pengenalan dilakukan dalam sebuah Seminar Bisnis untuk menjadi Pengusaha Sukses yang dibawakan oleh Made Robert. Hal ini berguna untuk pengenalan program-program BOS kepada calon peserta, sehingga tertarik untuk menjadi seorang Entrepreneur Sukses. Seminar ini bisa juga disampaikan oleh

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

yang hampir 1,5 tahun vakum, karena ilmunya sangat berguna. Salah seorang teman Jro Jeky yang sering ia bagikan ilmu-ilmu bisnis Made Robert pun tertarik. Meski BOS belum aktif kembali, temannya itu, Ni Komang Serining dan suami Putu Sudarmaka telah beberapakali mengikuti Master Mind, setelah sebelumnya bergabung dalam komunitas investor Villa Mesari. “Dia (Komang Serining-Red) mendengar ilmu-ilmu Pak Robert dari saya saja sudah cocok, apalagi kalau dengar langsung dari Pak Robert,” ujar Jro Jeky. Untuk mengawali BOS IS BACK, Jro Jeky akan menghadirkan Bapak Made Robert untuk mengisi seminar untuk membuka Kelas BOS baru. DAPAT PELUANG BISNIS DALAM MASALAH BISNIS Ni Komang Serining dan suami bergabung 3 bulan lalu walaupun BOS belum aktif. Mereka rajin mengikuti Mentoring BOS dan mengikuti program BOS lainnya. Pasutri ini

punya rencana menyekolahkan anaknya di Australia dan sebelumnya mendiskusikan dulu kepada Made Robert. “Saya berdiskusi dengan Pak Robert apa yang harus saya lakukan agar sekolah anak saya sukses di Australia. Karena banyak sekali anak yang sekolah di luar negeri, merasa nyaman disana, akhirnya bekerja dan menikah disana. Kalaupun balik, ilmu yang dimiliki berseberangan dengan ilmu yang dimiliki orangtuanya,” ungkap Komang Serining. Agar hal tersebut tak terjadi, mereka berinisatif menyekolahkan anaknya di BOS sebelum dikirim ke luar negeri, untuk mendapatkan dasardasar bisnis. “Baru ikut beberapakali pertemuan, Master Mind dan Mentoring di Ubud, dan beberapali bertemu secara pribadi dengan Pak Made Robert mendiskusikan masalah yang saya alami, hanya hitungan 10-30 menit masalah sudah clear dan saya dapatkan peluang bisnis di masalah bisnis saya itu,” kisah pebisnis aksesori ini. Sementara Made Ayu Dewi yang turut bergandengan dengan suaminya Made Robert menjadi pengusaha, mengaku dalam tiap kesempatan, seperti saat mengantar anak selalu bercerita bagaimana hidup nanti, jika bisnis untungnya dimana, mendapatkan uang yang baik itu bagaimana. Termasuk mendongeng pun diisi dengan ilmu bisnis, yang paling sederhana mengatur uang saku. “Jika suami sukses jadi pengusaha belum tentu anaknya bisa sukses seperti bapaknya. Tapi kalau ibunya sukses,anak-anak garansi 100% pasti sukses, makanya istri saya libatkan,” imbuh Made Robert. –ten

Seminar BOS IS BACK

Jumat, 7 Oktober 2016 pukul 17.30 wita di Life Style Hotel Express ( Ex Fave Hotel). Jln. Teuku Umar No. 175-179 Denpasar. Harga tiket Rp 100 ribu per orang. Tiket bisa dibeli di Kantor BOS Land Jln. Tukad Pakerisan No. 79 Panjer Denpasar. Info pen­ daftaran 08123947088, 087861999658. Saksikan dialognya di Bali TV, Rabu 5 Oktober 2016 pukul 20.00 wita-21.00 wita.


4

Inspirasi

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

Ni Nengah Widiasih

Selalu Ada Target dan Mimpi Atlet angkat berat penyandang disabilitas, Ni Nengah Widiasih, yang meraih perunggu pada ajang Paralympic di Rio De Jenerio, Brazil, tiba di Bali, Rabu (28/9). Setibanya di Pulau Dewata, atlet tuna daksa ini pun langsung mendapat sambutan antusias dari masyarakat, dan diarak keliling Kota Denpasar.

M

engenakan jaket Merah Putih, Widiasih terlihat sumringah dan menebar senyum kepada masyarakat yang menyapanya. Didampingi pelatih dan teman seperjuangannya, atlet yang menerima bonus Rp 1 miliar dari pemerintah pusat ini, juga terlihat senang dengan penyambutan dan apresiasi yang diberikan pihakpihak terkait dan juga kedua orangtuanya. “Saya senang mendapat sambutan dari Pemerintah Bali, dan juga semua orang yang mendukung saya selama ini. Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak yang sudah mendukung kami. Terima kasih juga Bapak Presiden, dan Bapak Menteri yang sudah membuat kami atlet paralympic setara dengan atlet olimpiade. Itu sudah sangat luar biasa buat kami, jadi kami sangat bersyukur,” ujar Widiasih, yang ditemui di sekretariat National Paralimpic Comitte (NPC) Bali, di Jalan Serma Mendra No 3 Sanglah, Denpasar. Dengan wajah berseri, perempuan kelahiran Karangasem, 12 Desember 1992 ini mengaku tak menyangka akan mendapat

sambutan semeriah ini. Widiasih pun berjanji akan terus mengasah diri untuk menyongsong kejuarankejuaraan selanjutnya. “Tahun ini memang belum maksimal, namun kedepannya semoga kami bisa lebih baik lagi prestasinya,” ujar perempuan asal Banjar Dinas Bukit, Desa Sukanada, Kecamatan Kubu, Karangasem ini. Atlet yang pernah meraih emas pada ajang ASEAN Paragames di Myanmar ini, mengungkapkan, untuk meraih perunggu pada ajang di Paralimpic Rio, Brasil, bukanlah pekerjaan mudah. Di cabang angkat berat kelas 41 Kg, ia mendapat lawan-lawan yang berat. Kendati begitu, ia bangga bisa bertanding dengan atlet-atlet papan atas dunia. “Saingannya sangat ketat dan berat. Tuhan mengizinkan saya mencapai ini. Tak bisa saya ungkapkan, yang jelas sangat berkesan, “ ucap putri kedua dari pasangan Ni Luh Bingin dengan Gede Gambar ini. Bagi Widiasih, dalam hidupnya selalu ada target dan mimpi. Meski sempat gagal pada ajang Paralimpic di London, ia tak mau menyerah sampai di situ. Latihan demi latihan terus dilakukan sesuai arahan

Ni Nengah Widiasih

tim pelatih. “Dalam hidup harus punya mimpi. Mimpi saya adalah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ketika gagal di London, saya merasa sedih. Saat itu menempati posisi 5 dunia. Kali ini meski belum maksimal, setidaknya kami berhasil memperbaiki posisi dari posisi 5 ke posisi 3 dunia. Ke depan jika masih diberi kesempatan, mimpi saya ingin menjadi lebih baik dari ini,” kata atlet angkat berat yang juga pernah meraih perunggu pada ajang Single Event 2014 IPC Powerlifting Word Champion Ship Dubai itu.. Menurut pelatih, I Ketut Mija Srinama, anak didiknya ini dilihat berpotensi sejak SD. Latihan demi latihan pun menjadi bekal Widiasih untuk bertanding. Latihan dilakukan di Yayasan Bali Sport Foundation Waribang 4 kali dalam seminggu. “Latihan kami terpro-

Ida Ketut Santosa

Otodidak Membuat Bade

seni. Karena karya-karya benyak tersebar di masyarakat, kini dia menjadi tokoh seni pembuat bade/wadah terkenal. Awalnya dari kegelisahannya untuk tertarik bisa membuat seni wadah, ia pun tak segan-segan mengamati di beberapa tempat pembuatan wadah, kemudian lanjut mencoba dan mencoba lagi dari kesalahan dan beberapa kali gagal. Namun ia tak pernah menyerah, terus mencari cari perpaduan teori dengan praktik. Buah manis pun dipetik, beberapa orang perkerja di lingkungan tempat tinggalnya direkrut dibina menjadi pekerja seni.

Ida Ketut Santosa

Umumnya seorang yang menggeluti bidang seni saat dewasa sudah tampak bakatnya dari sejak masih kanak-kanak, tapi lain halnya dengan Ida Ketut Santosa. keahlian seni pembuatan bade/ wadah dalam upacara pitra yadnya justru dimulai baru memasuki usia menginjak 40 tahunan. Ditemui Tokoh di gudang seninya di Desa Bebandem, Karangasem, bapak

empat anak yang kini telah berusia 52 tahun kini eksis dibidang seni karena ngambul. Kilas balik perjalanan hidupnya menggeluti seni pembuatan wadah bukanlah cita-citanya dan bukan mengalir dari keturunan. Inspiratif, dirinya belajar otodidak tak ada guru pembimbing, apalagi kursus. Santosa seperti ditakdirkan Tuhan untuk mengabdi pada

PEMAIN TERBAIK SEPAKBOLA Ia mengatakan profesi ia awalnya dilakoni hanya iseng semata, ternyata serius Sebelumnya, semasih lajang pernah selama lima tahun menjadi pengabdi administrasi di Puskesmas Bebandem, dan selama tiga tahun bekerja restoran di Kuta, Badung, semuanya gagal. Pernah menyandang status pemain terbaik di bidang sepakbola

Foto: Eka Adhyasa

gram, kontinyu dan rutin. Latihan di yayasan ini digelar sejak menjelang PON Jawa Barat. Sebenarnya kita di sini (Sekretariat NPC-red) punya alat, tapi tidak layak di-

pakai latihan. Baik barbel maupun bangku sangat tidak layak, maka itu nebeng latihan di Waribang,” ungkapnya. I Nyoman Sumita, Ketua NPC Bali mengatakan Widiasih merupakan satu-satunya perwakilan dari Bali, untuk mewakili Indonesia ke ajang Paralimpic di Brasil. “Untuk menembus ajang Olimpiade (Paralimpic) pekerjaan yang sangat susah, karena harus melewati saingan-saingan yang berat secara nasional. Bersyukur Widiasih bisa menembus hingga ke ajang Paralimpic dan menoreh prestasi yang sangat membanggakan. Kami semua tentu berbangga atas prestasi ini,” tandasnya. Sumita menambahkan usai penyambutan, Widiasih pulang ke kampung halamannya. Setelah itu akan kembali ke Denpasar untuk mengikuti Pelatda. –Agung Eka

Foto: Eka Adhyasa

Kompetisi Persaka Karangasem tahun 1989 dari klub Perseba 80 Bebandem. Di bidang olahraga sepakbola, Santosa masa itu cukup dikenal. Postur tubuh kecil dan kepiawaiannya “menggocek” bola di atas rumput dengan kecepatannya berlari bak kancil lari ke hutan menjadi ciri khas Sentosa. Setelah pensiun jadi pemain pernah terjun ke dunia pelatihan membina sepakbola anak-anak. Harapannya dari dunia sepakbola menjadi perhatian pihak terkait untuk dapat pekerjaan juga gagal. Akhirnya sisa hidupnya total mengabdi ke bidang seni. “Anak-anak saya tidak ada yang meneruskan bidang olahraga sepakbola. Hanya keterampilan seni yang digeluti,” katanya Sentosa. Salah satu dari empat putranya, Ida Bagus Arka Satwika, mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukkan ISI Denpasar, belum lama ini meraih tropi terbaik tingkat nasional dalam HUT Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, sebagai perancang busana menggunakan bahan sampah bekas spanduk, kardus, pelepah pohon pinang, kulit jagung dll. Tiga putra-putri lainnya Ida Nyoman Satwika (18), Ida Ketut Pradnya Satwika (17) dan Ida Ayu Nyoman Indira Jumayanti (14) teraliri darah seni tabuh dan tari.

TERIMA PESANAN BADE Saat musim upacara ngaben, istri dari Ni Luh Sumiati ini, banyak pesanan dar berbagai ukuran dan harga. Bahkan pesanannya datang dari berbagai Kabupaten di Bali dan Lombok. Karena prinsip Penyamabrayaan (kekeluargaan) menjadikan disamping bisnis menyebabkan dirinya terus eksis dan dikenal memiliki banyak sahabat dan pelanggan. Karena itu, Santosa sekaligus dipilih menjadi Koordinator Pecalang Desa Adat Bebandem dan Kepala Dusun Tengah Bebandem, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Diselasela waktu mengerjakan bade/wadah, dirinya juga aktif di membina seni tabuh bersama sekenya. Sebagai pekerja seni wadah, Sentosa sekitar lima tahun lalu pernah mengerjakan pembuatan wadah seharga Rp 100 juta, saat upacara pelebon Ida Pedanda Istri Mas Geria Budakeling, Karangasem. Semangat ngayah (mengabdi) dan penyamebrayaaan sebagai filosofi hidupnya menjadikan dirinya terus eksis. Jujur ia katakan, pengembangan usaha masih menjadi kendala. Tempat kerjanya sekarang di Jalan Raya Bebandem yang ia beri nama bengkel masih kontrak. Solusinya akan memanfaatkan bantuan pemeritah melalui kredit perbankan. -Komang Pasek

Mandalika Pembentukan karakter anak sejak usia dini sangat penting dilakukan untuk membangun generasi muda yang akan melanjutkan pembangunan nasional ke depan. Pendidikan Usia Dini (PAUD) menjadi penting dalam mendukung hal tersebut. Dan Guru PAUD menjadi salah satu faktor pendorong yang sangat penting dalam membentuk karakter anak sejak dini.

21

Membangun Indonesia dari Pinggiran Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

“T

anggung jawab guru PAUD tidak hanya sekadar mengajar tetapi perlu juga membentuk karakter anak sejak dini,” ujar Hj. Erica Zainul Majdi yang merupakan Bunda PAUD NTB, pada pembukaan Pelatihan Guru PAUD di UPTD Balai Latihan Transmigrasi Provinsi NTB. Perkembangan PAUD di Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam memberikan pendidikan bagi anak usia dini termasuk cukup baik. Bedasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB jumlah PAUD yang ada di NTB hingga saat ini adalah sebanyak 4.346 PAUD yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Nusa Tenggara Barat. Perhatian terhadap PAUD di NTB terus ditingkatkan. Erica bahkan mengimbau agar tiap-tiap PAUD di NTB memiliki kebun sehat. “Kalau bisa setiap lahan sekolah ditanami tanaman yang memiliki nilai gizi tinggi, seperti bayam merah dan daun kelor. Karena gizi yang cukup, akan memaksimalkan anak dalam menerima pelajaran,” ujarnya. Pelatihan-pelatihan guru PAUD juga terus dilakukan, salah satunya yang berlangsung pada tanggal 26-30 September 2016 lalu yang berlangsung di UPTD Balai Latihan Transmigrasi Provinsi NTB. Pelatihan yang dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Istiqomah Anwar Sanusi, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Kemendesa,

Pendidika Anak Usia Dini sebagai pembentuk karakter anak

PDT, dan Transmigrasi Jajang Abdullah, S.Pd, M.Si, Asisten Administrasi Umum & Kesra Drs. Bachruddin, M.Pd, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov.NTB Drs. H. Wildan. ini dilaksanakan atas kerja sama antara Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE). Guru PAUD diharapkan dapat memahami tentang gizi dan mengajarkan tentang media literasi serta membentuk karakter anak sejak usia dini. “Kebanyakan persoalan yang terjadi saat ini berasal dari persoalan karakter. Oleh karena itu, metode pembelajaran harus bisa membentuk karakter yang baik pada anak. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Presiden RI Pertama Soekarno bahwa untuk membangun negeri ini diperlukan pembentukan karakter yang baik kepada generasi muda terutama anak-anak,” kata Erica. Hal yang sama juga terungkap dari Ketua Dharma Wanita Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Istiqomah Anwar Sanusi, saat membuka kegiatan ini. Dikatakannya bahwa sangat penting untuk membentuk karakter anak pada usia 1-5 tahun di mana masa itulah yang disebut sebagai usia emas (Golden Age). Karena pada usia

Hj. Erica Zainul Majdi (tengah) bersama anak-anak PAUD dan panitia Pelatihan Guru PAUD 2016 di Mataram NTB.

tersebut adalah usia pembentukan kepribadian anak yang akan sangat berdampak pada karakter mereka di masa yang akan datang. “Saya menitipkan anak yang merupakan harapan bangsa kepada Guru PAUD. Untuk mencapai revolusi mental yang kini tengah digaungkan Pemerintah RI, haruslah dimulai dari bibit yang paling muda, yaitu pada usia 1-5 tahun,” ujarnya. Pelatihan guru PAUD Tahun 2016 ini diikuti oleh 30 peserta dari 15 PAUD yang terdiri dari

tujuh PAUD dari Kabupaten Dompu, sebanyak 14 orang guru, tujuh PAUD dari Kabupaten Bima yang diikuti oleh 14 orang guru, dan Kabupaten Sumbawa Barat UPT Transmigrasi Tongo 1 PAUD dengan dua orang guru. Pelatihan ini dilakukan untuk membekali peserta (Guru PAUD) agar memiliki kemampuan mengajar yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak usia dini. Pelatihan Guru PAUD Materi Pelatihan Guru PAUD diberikan oleh In-

donesia Heritage Foundation. Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Jajang Abdullah, S.Pd., M.Si. menambahkan bahwa tujuan kerjasama ini adalah untuk mewujudkan guru PAUD yang berkualitas demi mencapai Nawa Cita ke-3, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Selain di NTB, Pelatihan Guru PAUD Tahun 2016 ini diselenggarakan di lima Balai Latihan Masyarakat lainnya, yakni Banjarmasin, Denpasar, Makassar, Jakarta dan Jogjakarta. Balai Latihan Masyarakat Denpasar memilih Mataram sebagai Pelatihan Guru Paud yang ke-4. “Saya berpesan kepada guru PAUD untuk terus mendidik dan membentuk kepribadian anak usia dini demi terwujudnya generasi muda yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Jajang Abdulah pada sesi pembukaan pelatihan beberapa waktu lalu. - Naniek I. Taufan

Hadiah Umroh untuk Para Juara Nasional MTQ

Setelah sukses meraih gelar juara pada ajang Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasioanal XXVI yang berlangsung di Mataram Nusa Tenggara Barat, para kafilah asal NTB mendapat hadiah tambahan yakni hadiah Umroh dari PT Telkom Mataram yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur NTB H. Muhammad Amin. Hadiah ini diberikan kepada para Juara I Nasional pada even MTQ XXVI Tingkat Nasional lalu. Keempat juara tersebut adalah, Syifa Fadiyah Maulida dari cabang tilawah Al Qur’an golongan Tartil, Riski Jumiati cabang Tilawah Al Qur’an golongan cacat netra, L. Muh Khairurrazaq Al Hafizi dari cabang Hifzhil qur’an golongan 10 juz dan Farida Jaeka dari cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Al Qur’an. “Semoga hadiah seperti ini dapat menjadi motivasi bagi peserta MTQ lainnya, untuk terus meningkatkan kompetensi diri sehingga mampu meraih prestasi pada MTQN selanjutnya. Dan kalau tidak bisa ditingkatkan, setidaknya dapat dipertahankan,” ungkap Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, secara simbolis menyerahkan hadiah Umroh bagi para juara MTQn ke XXVI M. Amin. -Naniek I. Taufan


20

Nine

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

PKK Wahana Tingkatkan Peranan Perempuan Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. Karena itulah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera harus dimulai dari upaya menyejahterakan setiap keluarga. Motor utama penggerak dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga adalah perempuan. Dimana perempuan memiliki peranan yang sangat penting dalam pembanguan dalam mewujudkan keluarga sejahtera dan membina generasi muda yang akan melanjutkan kepemimpinan di negeri ini maupun akan berperan dalam pembangunan bangsa ini.

“T

entunya hal ini juga didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas karena peran para ibu sangat besar dalam menciptakan SDM yang berkualitas sejak anak dari dalam kandungan hingga menjadi manusia yang mandiri,” ungkap Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin pada suatu kesempatan. Karena itulah, gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang telah dimulai sejak tahun 1957, sebagai gerakan pembangunan masyarakat. Begitu pentingnya peranan perempuan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga sampai-sampai pemerintah membentuk Tim Penggerak PKK tersebut di semua tingkatan, yang keanggotaan timnya secara relawan dan terdiri dari tokoh/pemuka masyarakat, para istri Kepala Dinas/Jawatan dan istri Kepala Daerah sampai dengan tingkat Desa dan Kelurahan yang kegiatannya didukung dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. PKK adalah salah satu wahana untuk meningkatkan peranan perempuan dalam upaya menyejahterakan keluarga. Bahkan ada peran besar yang bisa diambil oleh perempuan seperti pencegahan

korupsi dan lainnya. “Sesuai instruksi dari ibu ketua umum TP PKK dan ibu negara, diharapkan ibu-ibu PKK bisa mengambil bagian dalam gerakan perempuan antikorupsi, mulai dari mencegah diri dari secara tidak sengaja ikut, terlibat dan ambil bagian pada praktik-praktik korupsi hingga menyebarluaskan informasi tentang cara mengenali uang palsu,” ujar Hj. Erica Zainul Majdi, Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam Jambore Kader PKK beberapa waktu lalu. Oleh karena itulah, peran dan aktualisasi para kader dan penggerak PKK yang diarahkan pada terwujudnya kehidupan keluarga yang lebih sejahtera, sangatlah penting. Tercapainya pembangunan sebuah keluarga yang kuat akan terlihat pada keharmonisan keluarga yang saling mengasihi yang didukung oleh kelayakan kehidupan sosial ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Keharmonisan keluarga bisa rusak jika terjadi penyimpangan terhadap norma-norma moral, yang dapat meretakkan hubungan antar anggota keluarga. Penyalahgunaan narkoba, dekadensi moral seperti perselingkuhan, serta berbagai masalah lainnya, akan dengan mudah merusak

Inspirasi

Lomba Halaman Teratur Indah dan Nyaman (HATINYA PKK) yang diharapkan masyarakat melalui lomba ini untuk memanfaatkan pekarangannya dengan menanam tanaman seperti sayur mayur dan obat-obatan. Sedangkan lomba lainnya adalah Lomba PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan Lomba LBS (Lingkungan Bersih dan Sehat). “Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dan kami telah melaksanakan lomba-lomba tersebut di sepuluh kabupaten/ kota se-Nusa Tenggara Barat sejak tanggal 9 September 2016 lalu hingga saat ini,” ungkap Hj. Syamsiah M. Amin, Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTB. Menurut Syamsiah. Menurut Wakil Sekretaris TP PKK NTB, Iriani Burhan akan ada tiga mata lomba yang akan ikut bersaing di tingkat Nasional, yaitu lomba UP2K yang akan diwakili Kabupaten Dompu, Lomba Hatinya PKK dan pemanfaatan pekarang diwakili

Kabupaten Lombok Barat dan Lomba Administrasi PKK akan diwakili Kabupaten Sumbawa. Tim penilai dijadwalkan akan melakukan penilaian pada tanggal 4 dan 5 Oktober 2016. Tujuan diperingatinya Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44 adalah untuk mengingatkan bahwa semua peran keluarga lebih khusus peran seorang perempuan dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera itu sangatlah penting. “Keluarga yang kuat bisa membangun masyarakat dan bangsa yang maju dan sejahtera,” kata Syamsiah. Karena itulah dengan berbagai lomba ini, PKK NTB diharapkan dapat tumbuh sebagai sebuah gerakan dan lebih berperan lagi sebagai ujung tombak dalam melaksanakan program-program prioritas pemerintah, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan dan program-program kesejahteraan rakyat lainnya sampai ke tingkat bawah. –Naniek I. Taufan

10 Program Pokok PKK adalah Kebutuhan Dasar

Hj. Syamsiah M. Amin bersama para kader PKK Nusa Tenggara Barat

10 program pokok PKK yang pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, seperti penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tatalaksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat, menjadi landasan bagi organisasi wanita ini dalam membangun keluarga Indonesia yang kuat dan berkualitas. Tim Penggerak PKK memiliki fungsi sebagai motivator, fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak. Mereka yang tergabung sebagai kader PKK adalah para relawan, yang tidak menerima gaji, baik perempuan maupun laki-laki, namun menyediakan waktunya untuk kebutuhan PKK. Tentu saja dibutuhkan keikhlasan dan kemauan untuk mengabdi dengan sukarela demi kepentingan pemberdayaan kesejateraan keluarga di wilayah masing-masing, termasuk para kader di Nusa Tenggara Barat. -Naniek I. Taufan

5

Sylviana Murni

Izin Suami Maju Pilkada Meski sempat mengikuti fit and proper test bursa pimpinan DKI Jakarta yang digelar sebuah partai politik, namun Sylviana Murni mengaku tak menyangka kalau akhirnya dirinya benar-benar terpilih untuk menjadi salah satu kandidat wakil gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Keterkejutan Sylvi—begitu namanya akrab disapa---ini cukup beralasan, karena ada banyak calon yang namanya santer disebut bahkan mereka secara jelas-jelas memiliki pendukung pula.

Halaman Teratur Indah dan Nyaman yang dikenal dengan singkatan HATINYA PKK.

keharmonisan keluarga sehingga menjadi penghambat dalam pembangunan keluarga menuju keluarga yang kuat dan sejahtera. Sebagai upaya meningkatkan peran jajaran PKK Nusa Tenggara Barat dalam mewujudkan keluarga sejahtera dan kuat itulah, Tim Penggerak PKK NTB, beberapa waktu lalu melakukan berbagai lomba dalam memeriahkan Hari Kesatuan Gerak (HKG PKK) ke44 tahun 2016. Lomba-lomba yang dilaksanakan tersebut bukan lomba biasa melainkan lomba dalam melaksanakan 10 program PKK di kabupaten/kota bersama kader di desa dan kelurahan di Nusa Tenggara Barat. Tim Penggerak PKK NTB bersama SKPD terkait seperti Dinas Kesehatan dan BP3AKB melaksanakan berbagai lomba seperti, Lomba Tertib Administrasi PKK, Lomba Penyuluhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Lomba UP2K PKK,

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

S

Sylviana Murni

ementara Sylvi meski namanya sempat muncul, namun tidak terlalu banyak disebut. Jadi siapa nyana ketika detik-detik terakhir menjelang berakhirnya masa pendaftaran calon Gubernur DKI Jakarta, justru dirinya yang dipilih sebagai wakil gubernur mendampingi calon gubernur Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menariknya, Sylvi bukan dipilih oleh kubu dimana dia mengikuti fit and propertest, melainkan oleh kubu lain yang sungguh di luar dugaannya. “Saya terkejut. Saya tak sempat melobi dan dilobi,” ucap Sylvi yang seolah masih belum pulih dari keterkejutannya. Mantan None Jakarta 1981 ini mengaku tidak ada persiapan khusus karena sebelumnya ia sibuk bekerja. Apalagi tugasnya sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Pariwisata dan Kebudayaan tergolong cukup banyak sehingga tak banyak lagi waktunya untuk melakukan ini dan itu. Namun demikian, katanya, ketika ia terpilih dia siap menjalankan tugas sebagai wakil gubernur. “Obsesi saya adalah menjadi pelayan masyarakat dimana pun saya berada. Itu obsesi saya. Alhamdulilah Tuhan memberi jalan baik,” ungkap wanita kelahiran Oktiber 1958 ini, di Balaikota Jakarta. Ya, Silvi memang tidak memerlukan persiapan khusus karena sejatinya dia adalah seorang PNS karier yang telah 31 tahun

mengabdi. Dia telah menduduki berbagai posisi penting di pemerintahan DKI Jakarta karenanya sudah barang tentu dia sangat paham tentang Jakarta dan persoalannya. Ditambah lagi ia termasuk dalam salah satu pimpinan cerdas di jajaran Pemda DKI Jakarta. Karenanya ketika nama Sylvi akhirnya melejit, meski banyak yang kaget namun semua ‘manggutmanggut’ karena wanita ini memang salah satu PNS yang berprestasi. Sejumlah jabatan penting pernah diembannya, di antaranya Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Kadis Pendidik Dasar, Walikota Jakarta Pusat , plt Walikota Jakarta Barat, Asisten bidang Pemerintahan dan terakhir Deputi bidang Pariwisata dan Budaya. Yang cukup menjadi catatan, diamana pun dia ditempatkan pasti ada torehan prestasi yang dibuatnya. Tak heran kalau sepanjang kariernya sempat tiga kali mendapat kenaikan pangkat istimewa. “Saya ingin membuktikan bahwa perempuan mampu mengemban tugas apapun, menjabat apapun asalkan diberi kepercayaan,” ungkap Sylvi beberapa waktu lalu. Dan memang ia telah mem-

buktikan hal tersebut, salah satunya saat dia diberi kepercayaan menjadi Kepala Satpol PP DKI Jakarta. Sebagaimana diketahui, jabatan itu umumnya diemban oleh para lelaki. Bahkan boleh dibilang kebanyakan pegawai yang berdinas di Satpol PP adalah para lelaki. Tak heran karena ini adalah bidang ‘keras’ yang banyak berurusan dengan ketertiban dan keamanan DKI Jakarta. Tapi Joko Widodo saat menjabat Gubernur DKI Jakarta berpandangan lain. Entah kenapa Jokowi terpikir untuk memasukkan wanita menjadi komandan Satpol PP. Sylvi yang ditunjuk sebagai komandan Satpol PP pun mengaku sempat terkejut dengan hal itu. Apalagi dia saat itu dia sedang menjabat sebagai Asisten bidang Pemerintahan DKI Jakarta. Wa l h a s i l d i a pun mengemban dua jabatan sekaligus. Ternyata pilihan Jokowi tepat karena wanita berdarah Betawi tulen ini terbukti mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Ya penunjukkan itu memang cukup mengejutkan ya, saya juga terkejut waktu itu. Tapi ini adalah tantangan yang menarik.” ujarnya mengenang jabatannya sebagai Komanda Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

Para kandidat gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta

Prestasi lain yang juga menjadi catatan yang diukirnya selama mengabdi di Pemda DKI Jakarta adalah saat ia menjadi Walikota Jakarta Pusat pada 2008-2010. Ketika itu dia membuat terobosan dengan menyediakan layanan terpadu di malam hari dengan menyediakan 23 jenis layanan untuk masyarakat. Yang juga menarik adalah Sylvi pernah cuti di luar tanggungan sebagai PNS dan berkiprah sebagai politisi. Ketika itu ia terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dari partai Golkar untuk periode 1997-1999. Hal itu bisa terjadi karena pada masa itu belum ada aturan kalau PNS tidak boleh berpolitik. Baru lah setelah keluar peraturan pemerintah yang mengharuskan PNS tidak memihak atau netral dari partai politik, Sylvi pun memilih menjadi PNS kembali dan melepas kiprahnya di dunia politik.

Sylviana Murni bersama suami, anak, menantu, dan cucu

Menurut Sylvi, apa yang dicapainya dalam berkarier di luar rumah tak lepas dari dukungan keluarga, khususnya suami dan anak-anak yang selalu memberinya support. “Izin suami adalah penting. Saya tidak mungkin bisa seperti ini, bisa berkiprah dengan baik tanpa dukungan suami. Alhamdulilah, suami sangat mendukung bahkan kepada saya dia berpesan agar profesional dalam bekerja,” ungkap Sylvi yang juga Guru Besar Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA). Menurutnya, suaminya, Gde Sardjana adalah seorang motivator yang luar biasa yang terus mendorongnya untuk maju dalam berkarier maupun menempuh pendidikan lebih tinggi lagi. Bagi Sylvi dorongan suaminya itu merupakan support yang luar biasa. Itu sebabnya meski dia sibuk bekerja ia selalu semangat untuk mengerjakan tugas-tugas kampusnya. “Setelah saya lulus S2 suami saya langsung menyodorkan formulir S3,” kata Sylvi sambil tersenyum. Walhasil, dukungan itu pun dijawab Sylvi dengan keberhasilannya memperoleh cumlaude dengan nilai 3,98.-Diana Runtu


6

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

Aktivitas memasak sekarang ini sudah mulai banyak diperankan laki-laki. Seperti apa pengamatan Ketua Pusat Studi Wanita dan Perlindingan Anak Unud, Dr. Dra. Ni Luh Arjani, M. Hum. terkait hal ini? “Pergeseran peran memasak dari perempuan ke laki-laki hanya tampak di ranah publik. Di ranah domestik, perempuan masih memegang peranan,” tegasnya.

G

ender tersebut dikatakannya masih ajeg terutama penempatan peran domestikpublik. Seperti mebat di banjar yang berperan adalah laki-laki, karena itu urusan di luar rumah. Namun jika sudah di rumah, kalau pun bisa, belum tentu juga laki-laki mau melakukannya, karena masih ada perempuan yang dianggap punya tugas yang lebih pantas disana.

I Gusti Ketut Gde Arsana

Ni Luh Arjani

Woman on Top Setelah berkompetisi dengan 15 tim lainnya, tim rontek Kelurahan Pacitan, Kecamatan Pacit­ an sukses menjadi yang terbaik dalam Festival Rontek Pacitan (FRP). Tim Rontek Kelurahan Pacitan sukses menjadi yang terbaik dalam kategori penyaji terbaik FRP VIII Pacitan 2016.

Laki-laki Memasak di Ranah Publik

Ideologi gender bahwa urusan memasak adalah urusan perempuan masih cukup kental dalam masyarakat kita. Bahwa ranah domestik adalah milik perempuan dan ranah publik adalah kuasanya laki-laki. Hal itu pula yang bisa dilihat sekarang ini, dimana muncul chef-chef yang yang didominasi kaum laki-laki. “Jadi ketika memasak ada di ranah publik, laki-laki muncul karena dibayar dan untuk popularitas. Di ranah domestik belum tentu mau,” ucapnya. Sementara, kegiatan memasak untuk ranah domestik yang masih dilakoni/didominasi kaum perempuan seperti kurang dihargai dan dianggap sebagai sesuatu yang tak ternilai secara ekonomis. Meskipun sebenarnya amat penting. “Karena itu saya menyebut di ranah domestik belum terjadi perubahan untuk urusan memasak. Itu terjadi karena budaya kita dan kontrol sosial yang masih kuat terutama di perdesaan. Bahwa urusan memasak adalah urusan perempuan. Di perdesaan masih kental nilai-nilai budaya dimana peran perempuan dimana peran laki-laki,” paparnya.

TERJADI REPOSISI GENDER Ketua Kajian Budaya Program Magister Pascasarjana Unud Dr. Drs. I Gusti Ketut Gde Arsana, M.Si melihat dari perspektif kajian budaya, gerakan perubahan dari perempuan ke laki-laki atau sebaliknya dari laki-laki ke perempuan, yang khusus dalam hal ini memasak, dikatakannya sebagai gerakan reposisi gender. Jika ditarik dari jejak masa lalu, ada teori class yang dipopulerkan oleh Karl Marx, yang selanjutnya pengikut teori ini Marxisme. Dalam pandangan filsuf asal Jerman tersebut memang terjadi reposisi gender dari masa praindustri ke masa industri (terutama di Jerman) yang sangat semarak. Di era pra-industri, setiap pekerjaan (produksi) umumnya lebih banyak mengandalkan tenaga fisik. “Otomatis laki-laki yang memang dirancang memiliki fisik yang lebih kuat mendominasi. Karena fisik menjadi ukuran dalam menghasilkan sesuatu. Ini terjadi pada masa pra-industri,” paparnya. Maka, praktis laki-laki yang

menjadi sumber produksi karena dia yang lebih banyak menghasilkan untuk kebutuhan keluarga. Sehingga muncul kelas dominasi laki-laki dalam masyarakat praindustri. Barangkali juga cikal bakal munculnya budaya patriarki terkait dengan posisi laki-laki sebagai sumber produsi sehingga laki-laki yang menguasai baik dalam ranah domestik maupun ranah publik. Semuanya terpusat pada laki-laki. Lambat laut di era tahun 1960an terjadi revolusi industri besar-besaran. Pada masa yang masih manual dan digerakkan tenaga fisik ini, banyak tenaga laki-laki yang terserap di sektor industri, laki-laki mendominasi dan pengupahannya lebih besar dibandingkan perempuan. Namun, setelah tahun 1960an terjadi revolusi Perancis menuju efisiensi, mengalihkan dari manual (tenaga fisik manusia) untuk mengerakkan tenaga industri digantikan dengan teknologi yang tentunya tak bisa dilepaskan dari pengetahuan. Pada saat itu lakilaki tak lagi mendominasi. Bahkan banyak terjadi PHK yang digantikan dengan teknologi yang mulai banyak

Tim Rontek Pacitan Terbaik dalam FRP

S

Ni Luh Arjani

diadopsi untuk industri-industri. “Sehingga pada masa ini praktis yang lebih dipentingkan adalah orang yang bisa menggerakkan teknologi itu, ini menjadi semakin selektif dan tidak lagi mengandalkan fisik. Disinilah perempuan lebih bisa masuk karena mengutamakan otak. Di sini posisi perempuan mulai diperhitungkan. Ruang ini bisa dimasukkan perempuan. Pembagian upah tak lagi berdasarkan jenis kelamin, tapi profesi. Ini kesempatan perempuan untuk menunjukkan eksistensi di ruang publik. Kesetaraan laki-laki dan perempuan makin tampak,” jelasnya. Terkait urusan memasak, Arsana sependapat dengan Arjani, bahwa peran laki-laki lebih kepada makanan yang dikomersilkan.

elain penyaji terbaik, Kelurahan Pacit­ an juga mendapatkan predikat penata musik terbaik non ranking. Untuk kategori penata musik terbaik non ranking lainnya diraih oleh tim Kecamatan Punung dan Kecamatan Kebonagung. Berdasarkan SK Dewan Pengamat Festival Rontek Kemerdekaan 2016 No 01 /FRK/VIII/2016, dengan dewan pengamat Dr. R Memer Chairul Slamet, MSn, Ahmed Ismail dan M Prabuningrat, untuk kategori lain adalah penata tari terbaik non rangking. Hasil kategori ini adalah Kelurahan Pucangsewu, Kelurahan Sidoharjo dan Kelurahan Ploso Pacitan.

Untuk kategori keempat, adalah penata properti/artistik terbaik non rangking, kecamatan Ngadirojo, Kecamatan Pringkuku dan kelurahan Baleharjo kecamatan Pacitan berhasil menyabet kategori ini. Sebanyak 16 tim rontek dari Pacitan memberikan kreasi budaya epi kdan menarik, yang pada kali ini akan memperebutkan kategori lima penyaji terbaik, tiga penata musik terbaik dan satu pelestari budaya. Pada edisi ke-9 festival ini, perwakilan grup musik rontek dari 11 kecamatan dan 5 kelurahan tersebut menampilka beberapa atraksi. Para punggawa yang mayoritas adalah dari kalangan muda tersebut beradu kemampuan bermain musik rontek untuk menjadi yang terbaik.

Sri menuturkan, ketika diminta untuk memberikan materi untuk mahasiswa Teknik Mesin, merasa sangat senang dan tertantang. Menurutnya, mungkin selama ini mereka dianggap komunikasinya bergelut hanya dengan mesin saja. Pastinya setelah dibangkitkan dan dipoles sedikit saja langsung memberi dampak yang luar biasa. Apapun bidang ilmu yang digeluti belajar komunikasi itu baik dan perlu. Salah satu penyanyi top Bali yang memiliki segudang prestasi ini pun memulai materinya dengan pemaparan ringkas tentang human relations. yang terdiri dari smiling, nice ice break dan not selling service. Sepintar apapun seseorang di akademis ketika terjun di masyarakat tanpa memiliki kemampuan human relations tidak akan bisa diorangkan oleh orang lain.

Komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial. Komunikasi sangat berguna untuk mengetahui dan memprediksi sikap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam menciptakan hubungan dengan orang lain. Apalagi nantinya para mahasiswa teknik tersebut akan atau bahkan sudah menjadi seorang entrepreneur. Pasti akan ada saat atau waktu yang tidak dapat dihindari untuk melakukan sebuah presentasi. Penulis rubrik di Tokoh, yang sering disapa Sang Penyihir ini juga memberikan beberapa tips atau kunci dalam melakukan komunikasi. Salah satu yang dibahasnya serius adalah tentang ”pujian”. Betapa pujian sudah tergolong barang langka di Indonesia. Padahal teknik dari service yang pertama adalah bersedia memuji orang. ”Memuji ada empat cara-

nya. Pertama. pujian harus tulus, up to date, sesuai kenyataan dan disampaikan dengan ekspresi riang. Jangan malas untuk memuji, termasuk jika orang tersebut tidak pernah memuji kita,” katanya Selanjutnya Sri Sumahardani juga menyampaikan bahwa berdasar hasil penelitian, 70 % kesalahan di dunia kerja adalah akibat salah komunikasi. Untuk itu pula ia mengajak seluruh pe-

serta, beramai-ramai bermain kata-kata dengan menyebutkan ..apakah sebuah kata yang disebutkannya itu tergolong magic word dan killer word Dengan berbagai contoh yang diketengahkannya peserta juga dapat melihat eksistensi manusia dan hubungan sosialnya dengan lingkungannya. Karenanya tidak keliru jika Sri Sumahardani menyebutkan bahwa kualitas sosial seseorang juga dapat ditentukan oleh bagaimana orang tersebut berkomunikasi. Meski tidak lama, namun melalui sharing yang dilakukan di The Sama Life Style Resto tersebut tergambar sudah, betapa dengan atau melalui komunikasi seseorang dapat mempengaruhi dan mengubah sikap orang lain, membentuk konsensus hingga membuat keputusan. - Sri Ardhini

“Selain nguri-nguri budaya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempromosikan Pacitan kepada masyarakat luas, menjadikan kesenian rontek sebagai budaya unggulan daerah dan tentunya juga sebagai wadah bagi para pemuda Pacitan menyalurkan kreativitas,” ujar Bupati Pacitan, Drs H Indartato, M.M. dalam sambutannya. Dahulu rontek merupakan kombinasi instrumen musik tradisional seperti gong, kenong, suling, dan saron. Dalam perkembangannya dikombinasikan juga dengan alat musik modern seperti saxophone, bass drum, dan pianika. Tradisi ini mengutamakan kekompakan dan keserasian pemain alat musik, penari, dan pesinden. Selain menarik, tradisi ini juga sebagai media untuk saling bersilaturahmi antar warga. -Dona

Sediakan Ruang Dialektika untuk Anak Muda

–Inten Indrawati

Jangan Malas Memuji Mahasiswa Teknik Mesin tidak tidak cukup hanya memiliki skill teknis. Mereka mesti sadar nantinya akan menjual skill tersebut pada manusia, bukan pada mesin. Bahkan mereka juga akan berhubungan dengan orang yang beda umur dan latar belakangnya. Prof. Dr. Ir. I Gusti Bagus Wijaya Kusuma, selaku Ketua Program Studi Magister Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Udayana sangat menyadari hal ini. Untuk itulah, ia mengajak mahasiswanya S1 dan S2 mengikuti kuliah di luar kampus, dengan memilih The Sama Life Style Resto yang ada di kawasan Letda Tantular pada Jumat (30/9). Kuliah ini menghadirkan instruktur komunikasi yang memang mumpuni di bidangnya, Sri Sumahardani, pemilik Dhani’s Art in Service.

19

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

Suasana warung Mbak Cokro, saat malam hari

Kota Pahlawan tak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, Beberapa pahlawan nasional pernah mengobarkan semangat perjuangan arek-arek Suroboyo pada masa

M. Zurqoni

itu. Salah satunya, HOS Cokroaminoto. Berawal dari kegelisahan tentang keterbatasan ruang anak muda dalam berkarya inilah yang membuat M. Zurqoni, mendirikan warung Mbah Cokro “Indonesia Masih Ada”. Warung kopi yang didirikannya sejak dua tahun lalu itu ternyata direspons positif warga Surabaya. “Alhamdulillah, sambutan dari masyarakat cukup baik. Karena memang dari awal konsep didirikannya warung Mbah Cokro, ini untuk memberi ruang anak muda dan komunitas agar tetap bisa berkarya tanpa berpikir soal biaya,” kata Zurqoni. Warung Mbah Cokro sendiri merupakan warung kopi rakyat yang cukup unik. Warung yang berada di Jalan Prapen Surabaya ini menawarkan konsep bangunan

yang sederhana. Sengaja didesain ala zaman tempo dulu. Beberapa dekorasi meja dan kursi berasal dari bahan bambu. Alat makan minumnya pun berbahan seng. Tak hanya itu, para pengunjung juga bakal disuguhi pemandangan beberapa deretan benda kuno. Seperti kamera video jadul, radio kuno sampai majalah sebelum 1980-an. Menu yang ditawarkan, seperti wedang tape, temu lawak, wedang susu jahe dengan wedang andalannya kopi. Jajanannya tak jauh beda dengan warung di emperan jalan lainnya, misalnya, sate usus,

ceker ayam, sate telur puyuh, sego pecel, sego sambel teri dan jajanan kampung lainnya. Harga yang dibanderol pun cukup terjangkau. Untuk wedang kopi konsumen cukup merogoh kocek Rp 3.000, nasi pecel Rp 7.000. Disinggung soal omzet, Zurqoni, yang mantan wartawan ini tidak mau menjelaskan secara detail. “Sebetulnya warung ini adalah instrumen kecil yang ada di Mbah Cokro. Secara profit saat ini bukan pada materi, tetapi lebih kepada valuasi dari sebuah branding,” ungkap sang pemilik

yang jebolan AWS ini. Ke depan dia berharap dengan adanya warung Mbah Cokro, ini mampu tumbuh menjadi ruang dialektika dan mampu mewujudkan tagline “Indonesia Masih Ada”. -Yenny Noer


18

Edisi 921/3 - 9 OKTOBER 2016

Keberadaan Singaraja Building Centre (SBC) sebagai salah satu supermarket bahan bangunan terbesar di Buleleng mampu memberikan berbagai kemudah­ an bagi konsumen utamanya dalam hal pembangunan. Sejak resmi dibuka pada 1 Oktober 2015 lalu, SBC telah berupaya memberikan pelayanan optimal kepada konsumen setianya khususnya masyarakat yang berada di Kabupa­ten Buleleng.

Luh Kerthianing saat memberikan sambutan dalam acara Gala Dinner di taman Garden Villa Residence

M

enurut owner Singa­ raja Building Centre Luh Kerthianing, salah satu keunggulan yang dimiliki usahanya tersebut adalah menyediakan segala jenis bahan bangu­ nan dari berbagai merek terkenal.

Anniversary Singaraja Building Centre

Hadiahkan Satu Unit Sepeda Motor

“Di SBC konsumen mau beli bahan bangu­nan dari yang paling murah sampai yang paling mahal juga ada,” ungkap Kerthianing. Selain itu, SBC juga meng­utamakan mutu pelayanan dalam hal pengiriman barang. “Kalau ada konsumen yang pesan kami upayakan proses pengiriman barangnya cepat, ya one day service,” imbuhnya. Setelah sukses merebut pangsa pasar di Buleleng, di ulang tahunnya yang pertama, SBC juga memberikan penghargaan kepada konsumen setia. Penghargaan dimaksud adalah pem­ berian kupon kepada konsumen dengan pembelanjaan minimal Rp 200.000 untuk semua item. Kupon tersebut telah diundi dalam acara the first anniversary Singaraja Building Centre yang digelar di halaman Parkir Singaraja Building Centre Jalan Ngurah Rai No. 56 Singaraja dengan hadiah utama 1 unit sepeda motor. Serangkaian acara dari the first anniversary Singaraja Building Centre diawali dengan gala dinner yang melibatkan seluruh distributor bahan bangunan di seluruh Indonesia. Bahkan tidak tanggung-tanggung Kerthianing juga mendatangkan artis-artis nasional untuk menghibur dalam acara tersebut. Artis nasional yang datang diantaranya Ratna Listy, Amel Petir, Lili Meko, dan Nadia N. Alatas. Acara puncak digelar untuk meraya­ kan satu tahun berdirinya supermarket terbesar dan pertama di Buleleng ini diawali dengan acara tumpengan dengan dilanjutkan pembagian hadiah kepada pemenang dari pengundian kupon dengan hadiah utama satu unit

Puncak Acara Perayaan Firts Aniversary Singaraja Building Centre

sepeda motor, selain itu masih banyak hadiah menarik lainnya seperti water heater, LED TV, magic com, juicer, rice box dan kipas angin. KONSULTASI GRATIS Melesunya perekonomian di Buleleng akibat krisis global, membuat Luh Kerthianing pemilik Singaraja Building Centre tidak pernah putus asa mencari solusi. Menurutnya, untuk membangkitkan kembali perekonomian di Buleleng harus dengan terobosanterobosan yang inovatif. “Sekarang orang membangun rumah akan berpikir seratus kali karena semua barang harga­ nya mahal, tetapi SBC memberikan diskon-diskon menarik dan harga yang terjangkau,” jelasnya. Kerthianing mengamati saat ini daya beli masyarakat terhadap pro­ perti makin menurun sehingga ia perlu menyikapi masalah ini. Menyediakan segala jenis bahan banguan dengan harga yang terjangkau adalah salah

satu solusinya. Keberadaan Singaraja Building Center akan menjawab segala kebutuhan bangunan material bangunan dan fasilitas bangunan lainnya untuk masyarakat di Singaraja dengan mengunggulkan layanan kepada pelanggan seperti layanan solusi rumah pertama di Singaraja dimana setiap pelanggan diberikan fasilitas konsultasi gratis dalam membangun dan melengkapi kebutuhan dalam membangun

rumah. Perempuan kelahiran 24 Maret 1969 tersebut juga menambahkan, kota Singaraja sangat berpotensi dikembangkan dari segi properti. Maka dari itu pemilik Singaraja Group (Singaraja Handphone, Singaraja Property, dan Singaraja Real Estate) ini akan mengajak distributor bahan bangunan untuk membuat rumah percontohan. “Kita akan buat rumah tidak untuk dijual. Semua bahan bangunan yang digunakan merupakan merek-merek yang dijual di SBC,” ungkapnya ditemui di sela-sela gala dinner. Hal ini diharapkan pembeli dapat melihat secara langsung jenis bahan bangunan yang digunakan dan kualitasnya. Ditambahkan distributor produk Paloma, kunci pintu dan jendela ini, Singaraja berpotensi berkembang lebih baik dari segi pembangunan. Bekerja sama dengan SBC sangat diharapkan dapat mengembangkan usahanya. “Saya sangat optimis bahwa Singaraja dapat berkembang lebih baik lagi ke depan,” ungkapnya. -win

Wisuda XXVII Universitas Panji Sakti

Terapkan Smart Digital Campus Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja melepas sebanyak 130 orang wisudawan-wisudawati XXVII di Hotel Banyualit, Lovina, Singaraja. Mereka berasal dari lima fakultas yaitu Fakultas Ekonomi 46 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 40 orang, Fakultas Hukum 35 orang, Fakultas Pertanian 5 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 4 orang. Terdapat 26 orang mahasiswa lulus dengan pujian dari keseluruhan jumlah wisudawan. Rektor Unipas Dr. Ketut Gunawan, MM., mengatakan, sejak berdiri tahun 1985 hingga saat ini, Unipas telah menghasilkan 3.037 orang sarjana. Jika dilihat kualitas lulusan dari tahun sebelumnya, tahun ini mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase lulusan sebanyak 75% lulus dengan predikat sangat memuaskan dan 25% lulus dengan predikat cum laude. “Tahun ini secara kualitas meningkat, tidak ada lulusan yang lulus dengan predikat memuaskan,” paparnya. Bertepatan dengan momen wisuda kali ini, Gunawan juga menambahkan bahwa akan di-launching program Smart Digital Campus yang merupakan kerjasama antara Unipas dan Gamatechno. Peluncuran program ini merupakan terobosan dalam dunia pendidikan yang bertujuan untuk mengefisienkan segala urusan administrasi kampus baik Kartu Rencana Studi (KRS), tracer study para alumni dan lain-lain.

Wisuda XXVII Universitas Panji Sakti

“Intinya sistem teknologi diadopsi ke depan memberi kemudahan terhadap keperluan kemahasiswaan,” jelasnya. Gunawan menambahkan dengan sistem E-campus maka tidak menutup kemungkinan jika Unipas dapat dikenalkan di seluruh Indonesia bahkan secara global. “Melalui sistem E-Campus segala urusan kampus dapat diakses melalui internet bahkan melalui smart phone dengan jangkauan yang luas,” imbuhnya. Segala persiapan pun telah dilakukan mulai dari pelatihan dosen, pegawai hingga mahasiswa mengenai program Smart Digital Campus tersebut. “Akan segera diterapkan karena semua sudah dilatih menggunakan E-campus,” tandasnya. Gunawan menambahkan untuk

mencegah jual beli ijazah yang belakangan mulai marak di masyarakat, pihaknya menggunakan kertas khusus sehingga tidak bisa dipalsukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Kertasnya langsung dikeluarkan Perum Peruri cabang Surabaya kalau dideteksi tidak muncul lambang Unipas berarti ijazah tersebut palsu,” jelasnya. Selain itu, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) telah diterapkan Unipas sejak tahun 2010. Pihak perusahaan atau pemerintahan yang menggunakan lulusan tidak ragu terhadap alumni Unipas memiliki keahlian dan pelatihan khusus. Alumni memiliki daya saing bersiap menghadapi era MEA. “Ada garansi bagi lulusan Unipas sebab

mereka tidak hanya mendapat ilmu sesuai dengan bidangnya melainkan mendapat tambahan kompetensi selain bidang ilmu yang mereka tekuni,” pungkasnya. Bupati Buleleng yang diwakili oleh Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.,OG berharap Unipas dapat meningkatkan kualitas baik dari segi manajemen, sumber daya manusia, dan sarana prasarana. Sebagai sebuah apresiasi terhadap lulusan terbaik yang mampu dihasilkan Unipas, pihaknya melalui pemkab Buleleng akan merekrut secara langsung untuk dipekerjakan. “Nanti kami akan koordinasikan bersama ketua DPRD, bagi lulusan terbaik yang belum memiliki pekerjaan bisa direkrut langsung melalui pemkab

Buleleng,” ujarnya. Acara wisuda juga dihadiri oleh Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof.Dr. Nengah Dasi Astawa, M.Si serta para pejabat lainnya. Pada kesempatan itu, Nengah Dasi memberikan motivasi kepada wisudawan agar senantiasa semangat dan menanamkan sikap kemandirian, tanggung jawab dan menjadi pemenang dalam kempetisi dunia kerja. Dia menambahkan sebagai lulusan Unipas, para wisudawan tidak harus bekerja di sektor formal. Akan tetapi tetap memerhatikan peluang bisnis yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga konsep kerja cerdas, kerja lugas, dan kerja tuntas bisa diaplikasikan. -win

Life

Story

Di salah satu sudut pasar tradisional di Sumbawa, Darti menakar dan menimbang gula dan minyak kelapa yang kemudian ia masukan ke dalam plastik ukuran seperempat kilogram, setengah kilogram dan satu kilogram. Di sela-sela itu, tampak para pembeli datang silih berganti berbelanja di lapak sederhana miliknya di tengah pasar tersebut.

D

ilihat dari penampilannya, dengan paras yang ayu, pakaian yang sangat layak dan bermerk serta guratan-guratan perawatan masih tampak pada kulit mulus Darti yang putih, rasanya agak tidak lazim Darti berada di tengah hiruk pikuk aktivitas pasar tradisional yang tidak menawarkan kenyamanan itu. Siapa sangka, putri Darti (julukan yang diberikan padanya oleh orang tua dan keluarganya) akhirnya “terhempas” ke tengah pasar seperti ini. Darti lahir dari keluarga pengusaha yang kaya raya. Masa kecil, masa remaja hingga masa kuliah Darti dipenuhi oleh limpahan materi yang memanjakannya. Sebagai anak sulung dari empat bersadudara dan satu-satunya perempuan dalam keluarganya ini, membuat Darti diperlaku-

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

Roda Kehidupan Berputar Cepat kan begitu istimewa. Sampaisampai ia dipanggil dengan panggilan kesayangan sebagai Putri Darti. Sejak duduk di bangku SMU Darti sudah berganti-ganti mobil. Ia memiliki cukup banyak koleksi pakaian bermerk yang sampai sekarang masih sering dipakainya. Hidup penuh gengsi dijalani dalam kesehariannya. Kemewahan hidup Darti berlangsung cukup lama bahkan sampai ketika ia memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliah di Universitas Mataram pada semester tiga dan memilih menikah dengan kekasihnya. Sampai saatnya ia menikah, orang tuanya masih bisa memberinya modal untuk usaha suaminya. Namun karena terbiasa hidup mewah dan berfoya-foya, modal yang diberikan ayahnya itu tidak berkembang baik sehingga Darti dan suaminya gagal dalam usahanya. “Ya, begitu, uang dari Ayah habis begitu saja,” katanya pelan sambil terus menimbang gula. Kehidupan ekonomi bersama

suaminya merosot tajam karena ditambah lagi usaha ayahnya mengalami masalah. Nasib tidak bisa ditebak, ayahnya yang seorang pengusaha sukses itu, entah apa yang terjadi, perlahan-lahan terus menurun. Ayahnya jatuh bangkrut. “Bangkrut yang benar-benar bangkrut,” ujarnya. Seluruh aset

milik mereka baik yang berada di Sumbawa maupun di Pulau Jawa, habis terjual sedikit demi sedikit hingga akhirnya tersisa hanya rumah tempat mereka tinggal. “Di sana saya baru tersadar bahwa roda kehidupan itu berputar dengan begitu cepat. Saya merasa berada di titik yang paling bawah,” kata Darti.

Stikes Buleleng Kedepankan Budaya Mutu Sekolah Tinggi lulusan yang dapat Ilmu Kesehatan (Stikes) bersaing dalam dunia Buleleng melaksanakan kerja. “Alumni akan upanayana bagi 140 bersaing dengan semahasiswa baru tahun mua lulusan sekolah akademik 2016/2017 kesehatan di Bali yang resmi menjadi bahkan di Indonesia. anggota keluarga besar Maka dari itu kualitas Stikes Buleleng. Proses lulusan harus diutamaupacara ini dilaksanakan kan,” tegasnya. di aula bawah kampus Sundayana tidak setempat. Mahasiswa memungkiri untuk Upanayana Stikes Buleleng baru ini terdiri atas 112 dapat menciptakan siswa prodi keperawatan ditambah 28 siswa prodi lulusan yang mampu bersaing secara kompetitif dan kebidanan yang beragama Hindu. Proses upacara ini global tidaklah mudah. Untuk dapat mencapai tujuan dilaksanakan melibatkan Ketua Stikes, Puket I,II,III tersebut pihaknya berupaya menciptakan suasana , staf dosen dan staf pegawai di lingkungan Stikes belajar yang menyenangkan dan melengkapi saran Buleleng. prasarana kampus. Salah satunya dengan membangun Kegiatan yang dilaksanakan Some Wage Medangsia asrama yang bertujuan untuk memfokuskan mahasiswa (26/9) ini sangatlah khusyuk melalui rentetan mepiununtuk belajar. “Asrama ini sudah berjalan selama dua ing, melukat banten, mejaya-jaya, pemuspaan, serta tahun dan mahasiswa baru diawajibkan di asrama diakhiri dharma wacana. Menurut Putu Agus Windu selama setahun setelah itu baru kami bebaskan,” Yasa Bukian, S.Ag., M.Ag, upanayana dalam ajaran imbuhnya. agama Hindu memiliki banyak pengertian salah satuSelain sarana, suasana kampus pun dibuat menynya adalah upacara penyucian murid yang baru belajar enangkan. Hal ini dapat dilihat dari penataan kantin Weda. Ia mengatakan upanayana merupakan upacara kampus yang menyerupai restoran. “Habis belajar merwajib yang dilaksanakan oleh calon siswa yang memueka akan istirahat di kantin yang kami sebut cafeteria lai memasuki masa brahmacari asrama. Itu identik Stikes Buleleng,” tambahnya. Sundayana menambahdengan upacara inagurasi atau inisiasi pada kegiatan kan cafeteria Stikes Buleleng ini sangat mengutamakan akademik perguruan tinggi. Upanayana berfungsi kebersihan dan kesterilan makanan yang dijual sehingga sebagai upacara keagamaan untuk menyucikan calon kesehatan mahasiswa tetap terjaga. brahmacarya dan meresmikan atau melantik calon Jika sarana dan prasarana kampus sudah terpenuhi brahmacarya menjadi siswa yang sah untuk mengikuti maka sarana penunjang yang perlu ditingkatkan adalah mata perkuliahan secara sekala maupun niskala. “Umkualitas sumber daya manusianya. Menurutnya tidak umnya sering disebut dengan pewintenan saraswati ada artinya jika sarana sudah mendukung tetapi tidak karena proses upacara ini dibarengi dengan sarana diimbangi dengan kualitas dosen pengajarnya. “Semua banten Saraswati dengan pemujaan tertuju kepada lini akan kami tingkatkan secara bertahap, bertingkat manifestasi Sang Hyang Saraswati,” jelasnya. dan berlanjut,” tandasnya. -win Ketua Stikes Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, M.Si mengatakan bahwa setiap mahasiswa baru wajib mengikuti upanayana sebagai inisiasi simbol penyucian mahasiswa baru sebelum memasuki aktivitas pembelajaran. Ia juga menambahkan Stikes Buleleng sebagai salah perguruan tinggi kesehatan sangat mengedepankan budaya mutu. Untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan pihaknya berupaya mengemas program-program pendidikan Mahasiswa baru yang mengikuti upanayana dengan maksimal sehingga dapat menciptakan

Seperti angin topan, musibah itu menggilas kehidupan mereka. Memporak-porandakan ekonomi mereka dan secepat kilat dalam waktu yang sangat sangat singkat seluruh harta mereka ludes. “Hanya dalam waktu satu tahun semua aset Ayah habis tak bersisa,” ujarnya. Sehingga pada akhirnya satu-satunya rumah mereka yang tersisa itu pun ikut terjual. “Ayah dan ibu membeli sebuah rumah kecil dan membagi uang hasil penjual rumah tersebut kepada kami berempat. Dari uang itulah modal awal saya membeli lapak ini sejak lima tahun lalu,” katanya. tkh/net Darti termasuk yang beruntung karena mendapatkan kekuatan untuk menghadapi semua ujian tersebut. “Mau bagaimana lagi, tampaknya ini ‘hukuman’ juga buat saya,” katanya lirih. Darti sangat menyadari bahwa hidup gengsinya dulu kini harus berbalik menjadi penjual gula dan minyak kelapa di pasar tradisional. “Kalau saya gengsi lalu siapa

7

yang akan memberi saya makan? Hasil berjualan kecil-kecilan inilah yang menghidupi keluarga saya sekarang,” ujarnya. Bagi Darti apa yang dialaminya ini adalah pelajaran yang sangat berharga baginya. Dari hidup yang demikian gengsi kini penuh harap sembari harus melayani pembeli. Dari bermobil mewah kini harus bolak-balik naik angkot. Dari kulit yang dulunya rutin perawatan kini harus ia relakan kotor terkena minyak kelapa dan gula pasir. Dari penampilan yang selalu terjaga kini ia harus menerima keadaan yang tidak memungkinkannya untuk mengikat rambut agar rapi juga tidak memungkinkan baginya untuk berpikir berpakaian yang necis. “Biar sudah saya terihat berantakan seperti ini, asalkan anakanak saya bisa makan tiap hari,” katanya getir. Dalam keadaannya hari ini, Darti bertekad untuk bekerja keras agar anak-anaknya bisa bersekolah karena keputusannya meninggalkan bangku kuliah dulu kini ia sesali. “Saya ingin anak-anak saya kelak menjadi sarjana,” katanya menyudahi obrolan karena semakin siang pelanggannya semakin banyak yang berdatangan. -Naniek I. Taufan

HADIRI PERAYAAN ULANG TAHUN PENGLINGSIR PURI GERENCENG

GUSTI WEDAKARNA KOMIT PERJUANGKAN LELUHUR PEMECUTAN Keakraban antara Penglingsir Puri Pemecutan dengan Penglingsir Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori seakan membantah rumor bahwa selama ini hubungan Trah Dalem Tegeh Kori ada jarak dengan Dinasti Pemecutan sebagaimana yang disangka oleh banyak pihak. Hal ini ditepis oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat hadir di Puri Gerenceng dalam rangka hari jadi Anak Agung Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Ngurah Agung. Hadir Ida Cokorda Menghadiri Ulang Tahun Penglingsir Puri Gerenceng Denpasar Pemecutan XI bersama permaisuri dan juga sejumlah tokoh puri. Terkait dengan perjuangan A A Ngurah Agung khususnya di Persatuan Hindu Muslim Bali, Gusti Dalam kesempatan itu Gusti Arya Wedakarna Wedakarna pun mendukung untuk lebih meningkatdidaulat untuk menyampaikan sambutan di hadapan kan pluralisme. “Saya sangat dekat dengan Kakanda ratusan undangan yang memenuhi Puri Gerenceng AA Ngurah Agung. Beliau tokoh Golkar tapi sangat termasuk warga Islam dari berbagai suku bangsa di berani dan idealis. Keberadaan Beliau di Forum Bali. “Paskakejadian rapat para Raja dan Penglingsir Hindu Muslim tentu sangat strategis. Harus ada di Puri Peliatan Ubud beberapa tahun lalu, banyak orang Bali yang ada di setiap organisasi. Itu kan salah pihak menyangka bahwa saya tersinggung dengan satu strategi kepemimpinan. Dari kacamata saya, ucapan Cokorda Pemecutan XI terkait eksistensi wajar ada tokoh Puri yang masih berhaluan keras Majapahit Bali. Itu tidak benar! Bagaimana saya bisa dalam agama Hindu, ada yang agak diplomasi, ada melupakan jasa beliau Puri Pemecutan jika dulu yang agak cair dan ada yang memang ditokohkan beliau-beliau ini sahabat dari leluhur orang tua kami di pluralisme. Buat saya tidak masalah, kan intinya (Shri Wedastera Suyasa). Beliau adalah alumni dari untuk Bali dan bangsa. Fanatik terhadap agama dan Universitas Mahendradatta yang didirikan Ratu Aji budaya itu sehat, asal koridornya toleransi dua arah, titiang. Cokorda Pemecutan adalah pendukung ayah Pancasila dan NKRI serta jangan impor budaya asing. tiang saat zaman konflik PNI dan PKI. Jadi tidak Silakan saja berjuang di ranah itu. Kita bagi tugaslah. benar jika kami berseberangan. Beliau sudah dua Cita–cita saya bahwa orang Bali tetap memimpin, kali bertemu tiang yakni di Puri di Desa Mengwi dan silakan saja punya rakyat dari daerah manapun, Puri Gerenceng dan sudah menjelaskan kronologis tapi dresta Bali adalah yang utama. Karena budaya pertemuan di Peliatan. Masyarakat juga harus tahu Bali dan adat Bali hanya bisa dipelihara oleh orang bahwa saat Ida Cokorda Pemecutan XI mengalami Bali yang Hindu, karena ini terkait Parahyangan, musibah di penjara beberapa tahun lalu, tiang warih Pawongan dan Palemahan. Apa yang diteladani Tegeh Kori pertama yang menyampaikan simpati oleh Puri Pemecutan dan Puri Gerenceng adalah atas kejadian tersebut dan ada secara moral di sisi contoh baik. Saya akan dukung eksistensi Puri beliau. Tiang dan Cokorda Pemecutan XI sudah Pemecutan dan swadharma warihnya. Semua demi seperti ayah dan anak. Hubungan Puri Tegeh Kori membuat leluhur bahagia. Jika tokoh Puri bersatu, dan Puri Pemecutan sangat akrab. Kami sadar, setidak ada yang bisa menghancurkan Bali,” ungkap bagai penglingsir kami harus menunjukkan kepada Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna yang Abhiseka Bali bahwa persatuan adalah kata kunci eksistensi Raja Majapahit Bali Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna budaya Bali dan adat Hindunya,” ungkap Gusti Kepakisan XIX ini. Wedakarna.


8

Bunda & Ananda

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

Jadilah Ibu Rumah Tangga yang Luar Biasa Memilih kehidupan berumah tangga harus siap dengan konsekuensi mengurus rumah tangga. ­Kebanyakan urusan rumah tangga (domestik) ­ditangani kaum perempuan yang kemudian sering disebut ibu rumah tangga. Namun, ada juga kaum laki-laki yang mengurus rumah tangga.

A y u

S

anti adalah seorang perempuan yang bergelar S2 dari universitas di louar negeri. Kariernya di perusahaan cukup bagus karena ia berada di level manajer. Sang suami pun punya karier yang bagus. Namun, beberapa tahun setelah anaknya lahir, Santi mulai galau. Ia memikirkan tumbuh kembang putranya. “Saya lulusan S2 tetapi anak saya diasuh orang lain yang pendidikannya dibawah saya. Bagaimana nanti perkembangan anak saya. Saya pun diskusi dengan suami hingga memutuskan saya keluar dari pekerjaan untuk fokus mengurus anak. Keputusan yang berat tetapi ini saya lakukan demi anak,” ujarnya. Santi pun benar-benar mencurahkan waktu dan perhatiannya untuk mengurus anak. Semua pekerjaan rumah tangga menjadi tanggung jawabnya sedangkan suami bertanggung jawab mencari nafkah. “Saya tidak malu walau banyak yang mengatakan lulusan S2 kok jadi ibu rumah tangga. Saya bilang anak yang cerdas lahir dari ibu yang cerdas,” tegasnya. Setelah menemukan ritme kerja antara mengurus rumah tangga hingga antar-jemput anak sekolah, Santi masih memiliki waktu luang. Ia pun memanfaatkan dengan menekuni bisnis online. Hasilnya lumayan. Sebagai ibu rumah tangga, ia pun bisa memiliki penghasilan. Pengalaman Tria mirip dengan Santi. “Saya dan suami sama-sama kerja di bank. Tiga anak kami diasuh asisten rumah tangga. Ternyata, suatu ketika kami kerja lalu pulang lebih awal. Gerbang digembok. Asisten rumah tangga keluar pacaran sedangkan anakanak ditinggal di dalam rumah. Kami langsung memecat dia.

N u s a Saya berunding dengan suami dan memutusan saya keluar dari pekerjaan di bank. Saya memilih menjadi ibu rumah tangga,” ujar Tria. Mengurus tiga putra bukan pekerjaan yang mudah. Bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan anakanak, menyiapkan pakaian hingga mengantar anak ke sekolah sudah menjadi rutinitas. Malam hari, Tria memeriksa PR anak-anak sekaligus mengecek buku dan peralatan sekolah. Tria hapal betul apa kegiatan ketiga anaknya termasuk apa yang menjadi kegemaran mereka. “Kelebihan jadi ibu rumah tangga, saya tahu perkembangan anak baik di sekolah maupun di tempat les. Jadwal yang padat dari Senin sampai Jumat kadang membuat anak-anak jenuh. Sabtu dan Minggu kami rekreasi bersama,” ungkapnya. Sebagai perempuan yang pernah berkarier lalu memilih menjadi ibu rumah tangga tak membuat Santi maupun Tria kehilangan gaya. Mereka tetap menjalin kontak dengan teman-temannya dan sekali waktu ikut arisan. “Urusan me time tetap ada dalam daftar. Saya bisa nonton drama Korea atau sesekali ke salon. Semua saya lakukan setelah urusan anak-anak beres,” imbuh Tria. Menurut Ni Luh Ayu Nusantini, S.Psi., M.Par., Psikolog, menjadi ibu rumah tangga itu ada dua penyebab. Karena pilihan atau karena keadaan. Begitu memasuki jenjang kehidupan rumah tangga, harus ada kesepakatan antara suami dan istri, siapa yang akan mengurus rumah tangga dan siapa yang mencari nafkah. Lazimnya, suami yang mencari nafkah, istri yang di rumah. Ada juga yang kedua berkarier sedangkan urusan rumah tangga diserahkan ke asisten rumah tangga. Atau, sang

“Menjadi ibu rumah tangga itu sangat mulia. Hasilnya memang tidak seperti bekerja di perusaahaan, jelas nominalnya. Hasil dari binaan ibu rumah tangga akan terlihat nanti di masa depan. Bagaimana ibu mendidik anak agar menjadi anak yang tumbuh dan berkembang dalam kualitas terbaik. Ibu rumah tangga yang berpendidikan S2 akan melahirkan S2-S2 berikutnya”

suami yang bertugas mengurus rumah tangga. Semua harus dibicarakan dan dijalankan dengan riang tanpa paksaan. “Menjadi ibu rumah tangga itu sangat mulia. Hasilnya memang tidak seperti bekerja di perusaahaan, jelas nominalnya. Hasil dari binaan ibu rumah tangga akan terlihat nanti di masa depan. Bagaimana ibu mendidik anak agar menjadi anak yang tumbuh dan berkembang dalam kualitas terbaik. Ibu rumah tangga yang berpendidikan S2 akan melahirkan S2-S2 berikutnya,” ujar psikolog yang juga Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali ini. Ayu Nusa menambahkan, memilih pekerjaan apapun jika dilakoni dengan bahagia, akan mendatangkan hasil yang membahagiakan. Jangan pernah mengeluh karena keluhan itu akan mematikan kreativitas dan membuat cepat bosan. Sekali waktu pergi berlibur untuk menghilangkan

kejenuhan. Ibu rumah tangga pun memerlukan liburan untuk mendapatkan suasana yang lebih segar. Sebagai ibu rumah tangga, banyak hal yang bisa didapatkan. Pertama, urusan waktu. Ibu rumah tangga memiliki keleluasaan untuk mengatur waktu. Manajemen waktu yang baik akan memudahkan ibu rumah tangga mengatur pekerjaan, kapan masak, kapan mencuci, kapan membersihkan rumah, dll. Kalau urusan domestik beres, bisa memanfaatkan waktu untuk santai atau bisnis seperti yang diceritakan Santi. Keleluasaan mengatur waktu ini tergantung tingkat kesibukan masing-masing ibu rumah tangga. “Jangan pernah menyamakan diri dengan orang lain. Masingmasing orang punya tipikal yang beda. Yang penting dinikmati dan dijalankan dengan riang gembira. Ibu rumah tangga tidak harus dasteran dan rambut diroll. Tampil modis di rumah juga

sangat penting. Ibu rumah tangga happy, keluarga juga happy,” tegas perempuan yang bertugas sebagai Koordinator Kantor Samsat Pembantu Renon, UPT Kota Denpasar, Dispenda Bali ini. Dari sisi pendampingan anak, ibu rumah tangga punya waktu yang sangat banyak. Sejak anak pulang sekolah, sudah bisa diajak berkomunikasi, bagaimana kegiatan di sekolah, ada hal baru apa yang didapatkan, hingga menanyakan apakah ada PR. Komunikasi ini mungkin jarang didapatkan jika anak lebih sering bersama asisten rumah tangga karena ibunya sibuk berkarier. Satu hal lagi, menjadi ibu rumah tangga tetap harus up to date dan memiliki pengetahuan luas. Perkembangan terkini tetap harus dipantau, termasuk berita. Hal ini penting jika anak bertanya, ibu bisa memberikan jawaban atau penjelasan. Belum tentu wanita karier lebih hebat dari ibu rumah tangga. “Jangan nonton gosip dan nonton sinteron yang diperbanyak. Itu malah akan membodohi diri sendiri. Gunakan waktu luang untuk hal-hal yang bermanfaat, misalnya mencari resep masakan. Nanti dipraktikkan. Perempuan itu multitasking, bisa melakukan beberapa hal dalam waktu bersamaan. Jadilah ibu rumah tangga yang luar biasa, bukan biasa di luar,” ujar Ayu Nusa. –Ngurah Budi

Griya

Sekarang ini makin banyak menjamur tempat-tempat makan yang selain menyuguhkan menu yang menggoda selera, juga benar-benar mendesain tempat tersebut sehingga asyik buat nongkrong.

S

alah satu tempat yang direkomendasikan adalah Kohi Vintage & Retro Coffe House yang berlokasi di Jalan Nakula, Kuta. Desain interior tempat ini sangat unik, sehingga tak sedikit yang memanfaatkannya untuk spot foto praweed, ulang tahun, arisan, dll. Kohi mengaplikasikan konsep vintage-toys-retro. Manajer Kohi Novex Saputra mengatakan konsep ini disuguhkan untuk memberikan kesan nostalgia. “Di sini banyak barang-barang lama sehingga menimbulkan kesan nostalgia. Jadi, jika pengunjung kesini akan teringat kembali pada masa

kecilnya,” ujarnya. Selain barang-barang antic, di salah satu sudut yang disebut Toys Section dilengkapi juga dengan permainan dingdong dan banyak lagi pilihan mainan yang tertata di beberapa rak. Bagi yang suka music, Anda bisa nongkrong di Music Section. Dan pencinta barang-barang unik, ada pilihan nyatai di Vintage Section. Tak hanya itu, di setiap sudut bahkan hingga di area depan toilet, juga mendapat sentuhan khusus. Demikian juga kampu-lampunya. Karena itu, temukan sendiri spotspot yang asyik untuk berfoto.

–Inten Indrawati

Toys section

ANOMAN NAKAL

yang bercahaya terang itu menaruh belas kasihan. Ia lalu mengadukan peristiwa itu kepada Matahari. “Kakak Matahari, tidakkah kau lihat penderitaan bintang-bintang itu?” tanya Bulan di depan Matahari. “Ya, aku lihat! Aku ingin menolongnya, tetapi ada hal lain yang kupikirkan,” jawab Matahari. “Apa yang Kakak pikirkan?” “Kamu! Apabila aku menyelamatkan bintangbintang, maka kamu akan kesepian. Bintang-bintang itu akan kuangkat jauh di atasmu. Sedangkan kamu tetap tinggal di situ sendirian.” Bulan berpikir, lalu katanya, “Tak apalah, Kakak, asalkan Anoman tidak sampai menggapai tempatku bepergian.” Seperti biasanya, Anoman meloncat-loncat dari pohon ke pohon. Ia menggapai sebuah bintang. Sial, bintang itu melesat ke langit. Ia marah, lalu mengambil sepuluh bintang, tetapi kesepuluh bintang itu terbang tinggi. Si Kera Putih mengamuk. Ia mengambil beratus-ratus bintang, tetapi beratusratus bintang itu melesat secepatnya. Akhirnya tak satu bintang pun yang bertengger di pohon-pohon gunung itu. Bintang-bintang itu sekarang bertengger amat tinggi, lebih tinggi dari Bulan. Ketika bulan purnama, si Muka Bulat yang bercahaya sejuk itu tersenyum. Ia tidak lagi melihat Anoman bermainmain di puncak gunung. Konon, si kera putih itu sekarang tinggal di Ayodya, mengabdi untuk Prabu Rama, dan tidak nakal lagi. (Kreasi)

17

Uniknya Konsep Vintage-Toys-Retro

Mendongeng Lima Menit Di masa kecil Anoman sangat nakal. Kera putih itu jarang di rumah. Ia suka bermain-main di puncak gunung. Di situ banyak pohon yang berbuah lebat dan gurih. Pada malam hari buahMade Taro buahan itu tampak bercahaya terang, karena di sela-sela ranting pohon bertengger beribu-ribu bintang. Bintangbintang itu dengan senang hati memancarkan cahayanya. Bila perut Anoman sudah kenyang, ia tidak lagi memetik buah-buahan. Perhatiannya berubah, yakni memetik bintang-bintang. Ia ambil sebiji, lalu ia lemparkan ke bintang yang lain. Pluk! Sebuah bintang mengaduh karena jidatnya benjol kena lemparan Anoman. Anoman tertawa. Ia sangat menikmati permainan yang lucu itu. Ia petik sepuluh bintang lagi, lalu ia lemparkan ke sepuluh bintang lainnya. Pluk, pluk, pluk…! Makin banyak bintang-bintang yang mengaduh. Mereka tidak dapat membalas kenakalan Anoman, karena Anoman kuat dan pandai berkelit. Ketika bulan purnama tiba, bintang-bintang itu mengadukan nasibnya kepada bulan si Muka Bulat. Melihat banyak bintang yang benjol-benjol, bulan

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

Music section

Vintage section


16

Mozaik

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

Hujan yang sempat meng­ guyur Kota Denpasar, Minggu (25/9) pagi tak mengurangi minat para pecinta yoga untuk ikut “Safe & Healthy Yoga bersama Anjasmara” di Taman Kota Lumintang. Acara yang diadakan Safe Care dan Bali TV ini dibuka Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jayanegara di­ dampingi Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) Satria Naradha dan Direktur Safe Care Andy Setiawan.

“Safe & Healthy Yoga bersama Anjasmara” melakukan yoga atau yang sudah terbiasa melakukan yoga. Ia menambahkan penyerahan bibit kelapa kepada masyarakat Bali menunjukkan bahwa pihaknya juga peduli lingkungan. Pemberian bibit kelapa ini juga merupakan simbol bibit keaktifan untuk mengajak masyarakat aktif untuk kepentingan diri sendiri dan orang di sekitarnya.

Grace Tangkudung bersama hadiah motor yang diraihnya

A

cara pembukaan yang dipandu Karang dan Yuppi ditandai dengan penyerahan bibit pohon kelapa daksina kepada perwakilan pe­ serta. Ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibi­ lity (CSR) KMB dan Safe Care untuk melakukan penghijauan dan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Andy Setiawan mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan keempat yang diadakan di Bali. Acara ini merupakan bagian dari

roadshow Safe Care. Acara se­ rupa juga dilaksanakan di Jakarta, Surabaya, dan Solo. Januari 2017 mendatang, Safe Care akan kem­ bali menyelenggarakan Safe Care Bali Yoga Festival di Bali. “Kami ingin mengajak masyarakat itu aktif berolahraga dan yoga merupakan salah satu jenis olahraga yang melatih fisik dan jiwa kita,” ujar Andy. Hal itu terbukti dari antusiasme di ma­ sing-masing kota yang dikunjungi. Masyarakat pun mulai tertarik melakukan yoga baik masyarakat yang belum pernah sama sekali

BAGIAN DARI GAYA HIDUP Lestari, salah satu peserta yoga yang datang dari Banyuwangi menuturkan, dirinya menggeluti yoga sejak setahun lalu. Awalnya, ia mengikuti yoga hanya untuk menenangkan diri sesuai de­ ngan tujuan dari beryoga. Lama kelama­an, ia mencintai yoga dan menjadikannya bagian dari gaya hidup. “Pada awalnya ikut yoga hanya untuk menenangkan diri, lebih ke pendekatan jiwa, tapi

Peserta “Safe & Healthy Yoga bersama Anjasmara”

lama-kelamaan tubuh saya juga menjadi sehat,” ujar anggota Banyuwangi Yoga Komunitas itu. Tak hanya dirinya yang rajin beryoga tapi suami dan keluar­ ganya juga mengikuti jejaknya. Ia sangat antusias mengetahui tahun 2017 akan ada yoga festi­

sama Anjasmara

Karang dan Yuppi ber

val. Ia berencana untuk mengajak teman-temannya. Kepada para peserta yoga, Anjasmara menuturkan manfaat yoga. “Yoga membuat badan se­ hat dan fleksibel,” ujar suami Dian Nitami ini. Pesinetron ini sudah mengenal yoga sejak tahun 1994 namun baru tekun belajar yoga tahun 2013 hingga meraih serti­ fikat instruktur. Kini ia pun kerap berkeliling untuk membagikan ilmu dan pengalaman beryoga. Usai beryoga, para peserta juga mendapat kesempatan untuk ikut undian berhadiah sepeda mo­ tor. Peserta yang beruntung ada­ lah Grace Tangkudung. Pemilik Lala Studio ini bersyukur kepada Tuhan karena diberi keberuntun­ gan. “Terima kasih buat Bali TV dan KMB serta Safe Care. Salam sukses untuk kita semua,” ujar perempuan yang juga instruktur aerobik ini. –Maya/Ngurah Budi

Penyanyi Sekaligus Pebisnis Lele segera merampungkan video klip­ nya. “Saya sangat memahami ang­ gapan orang terhadap lagu Lele Kumis Jering, semua karena mer­ eka baru mendengar saja belum ada visual yang mengilustrasikan lagu lewat video klip. Maka dari itu, saya dan Gus Delano sepakat untuk segera membuat video klipnya,” ujar Nanda S. Pena. Duo Lele ingin membuktikan kepada masyarakat dan pencinta musik pop Bali bahwa lagu LKJ murni menceritakan kisah per­ saingan seorang penjual lele. “Dengan rampungnya klip LKJ semoga saja masyarakat lebih bijak memahami isi lagu dan tidak gampang menilai lagu LKJ negatif,” imbuh Gus Delano. Gus Delano yang bernama asli Gede Suhairta Mas merupa­ kan artis pendatang yang baru

memulai kariernya di dunia tarik suara. “Hobi nyanyi memang su­ dah lama, namun akhirnya dapat kesempatan bergabung bersama rekan Nanda yang lebih dulu berkecimpung di dunia hiburan,” jelasnya. Pria kelahiran 21 Feb­ ruari ini sangat senang karena rekan duetnya memiliki banyak kesamaan dengannya. “Sama suka musik, sama juga suka masak dan kuliner. Jadi ngerasa cocok saja dengan Nanda,” tambahnya. Hal senada juga disampaikan oleh Nanda S. Pena atau yang bernama asli Ketut Sumpena bahwa keduanya memiliki chemistry yang begitu kuat. Ia pun tidak menampik jika selama ini memang terjadi perbedaan-perbedaan dalam berpendapat. “Ya intinya saling mendengarkan dan meng­ hargai satu dengan yang lain,”

Prestasi mengagumkan diraih SMP Negeri 1 Gianyar tahun ini. Salah satu siswanya, yakni Putu Nadhia Dewi Ar­y asa berhasil meraih prestasi di tingkat nasional, dengan men­ juarai Festival dan Lomba Seni Siswa Tingkat Nasional (FLS2N) tahun 2016, untuk kategori Menyanyi Solo. Dara yang akrab dipanggil Gek Na ini, sukses mengungguli para peserta dari 34 provinsi di Indonesia.

ebelum menjuarai ajang FLS2N tingkat nasional tahun ini, Gek Na telah meraih berbagai juara lomba menyanyi. Baru-baru ini ia meraih juara satu lomba vokal di SMAN 1 Denpasar 2015, juara satu lomba vokal di SMA Negeri 4 Denpasar tahun 2015 dan juara dua lomba vokal di Unud.

Putu Nadhia Dewi Aryasa

Kalau Gagal Coba Lagi

Saat duduk di bangku SD, ia juga pernah meraih berberapa prestasi, juara 1 nasional FLS2N 2013 kategori vokal atau me­ nyanyi solo tingkat SD, juara 1 Nasional PKLK Dikdas kategori vokal SD tahun 2013, juara 10 be­ sar kompetisi Suara Anak Kirana Semen Indonesia tingkat nasional tahun 2014 dan berkesempatan tampil sebagai Solois dalam Gita Bahana Nusantara 2013 di Istana Negara tahun 2013. “Saya suka menyanyi sejak

Gek Na bersama keluarga

kecil. Dari SD sudah ikut lomba. Guru vo­ cal saat SD menyarankan saya ikut les vocal biar tahu teknik bernyanyi yang benar. Akhirnya les vocal di di Sang­ gar Cresscendo,” ujar putri pasangan I Nyoman AryasaDhyan Oka Ananda ini. Dari hasil les vocal, Gek Na mendapat banyak pengeta­ huan. Sebelumnya, ia mengaku sering tidak matching antara vokal dan musik. Namun, berkat latihan yang intens, serta dukun­ gan pelatih serta orangtua, ia menjadi paham tentang musik. Saat ini Gek Na duduk di kelas 8G, di SMPN 1 Gianyar. Di sekolahnya Gek Na termasuk siswa yang aktif dan cukup cer­ das. Meskipun ia kerap kali harus meninggalkan bangku sekolah untuk mengikuti lomba menyanyi, namun ia masih mampu mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik. Selain aktif di ekstra seni vocal, ia juga tergabung dalam ekstra sastra Indonesia, karena ia suka membaca dan menulis. “Waktu ikut FLS2N tahun 2016, saingan saya cukup berat. Ada finalis Idola Cilik 2016. Saya berusaha sebaik mungkin. Lagu

Petani Harus Mandiri dan Berinovasi

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyerahkan bibit kelapa unggul kepada perwakilan kelian subak

Gus Delano dan Nanda S. Pena

ujar Nanda. Begitu juga halnya ketika Gus Delano baru-baru ini meluncurkan sebuah lagu solo yang berjudul “Pejuang Cinta”, dirinya tidak merasa berkeberatan. “Ga masalah, itu juga tujuannya mengasah kemampuannya Gus Delano agar terbiasa di depan publik,” tegasnya. Menurut duo yang berasal dari

Buleleng ini impian terbesar dalam bermusik yang ingin diwujudkan adalah merampungkan sebuah album. “Ini sebagai ungkapan rasa terima kasih kami kepada pecinta musik Bali yang selalu mendukung kami dan ungkapan rasa syukur kami dalam dunia tarik suara, astung­k ara dapat terwujud,” tandas Gus Delano. -Wiwin

9

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

S

Duo Lele

Mencari kecocokan antara pribadi yang berbeda memang tidaklah mudah. Tetapi, beda ceritanya dengan Gus Delano dan Nanda S. Pena. Berawal dari rekan bisnis kini kedua mengambil job menyanyi de­ ngan membentuk duo yang ia namai Duo Lele. Pemberian nama Duo Lele juga dikarena­ kan keduanya menjadi pengu­ saha yang menjual lele. Nama duo ini semakin ra­ mai diperbincangkan sejak lagu pertamanya dirilis yang berjudul “Lele Kumis Jering” atau LKJ. Liriknya yang sedikit nyeleneh mebuat kuping yang mendengar akan berimajinasi sesuai den­ gan tingkat kemampuan dalam memaknainya. Untuk menepis anggapan negatif dari pendengar tidak butuh waktu lama mereka

Dara

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana terus berupaya men­ ingkatkan hasil pertanian guna menyejahtrakan kehidupan petani. Hal ini terlihat saat dilakukan Talk Show dengan tema “Mengugat Ketimpangan Pembangunan Bali Utara Mengelola Potensi Agro” di gedung Imaco eks. Pelabuhan Buleleng, Jumat (30/9). Acara ini merupakan hasil kerjasama Pem­ kab Buleleng dengan Kelompok Media Bali Post tersebut dengan melibatkan seluruh kelian subak sawah, kelian subak abian, dan

Teruna Teruni Tani di Kabupaten Buleleng. Beragam potensi pertanian dipacu meningkat taraf kehidupan petani menjadi lebih baik. Seperti salah satu didengungkan dalam Nawacita Presiden Joko Widodo adalah bertujuan meningkatkan kedaulatan pangan. “Kami men­ cocokan tanaman yang dapat dikembangkan di Buleleng, baik padi maupun tanaman holtikultura mampu tumbuh baik,” ujarnya. Selain pertanian padi akan dikembangkan bibit kelapa dak­

sina. Selama kurun tiga tahun mendatang bibit kelapa dak­ sina mampu tumbuh cepat dan berbuah. Artinya masyarakat Buleleng atau Bali secara umum tidak perlu mendatangkan bibit dari Pulau Jawa. “Maka pilot project pertanian tahun depan akan dicoba di satu kecamatan. Kami sekaligus mendekatkan sektor pertanian sebagai pilihan pekerjaan generasi muda. Seka­ rang tidak banyak anak muda menggeluti pertanian,” ucapnya. Selain bibit kelapa unggul, peserta

Gek Na saat FLS2N tahun 2016

saat penyisihan “Pantang Mundur” dan satu lagu Bali. Saat final lagu wajibnya “Burung Camar” dan satu lagu Bali. Ternyata saya ber­ hasil menjadi juara satu,” ujarnya seraya mengatakan selalu menjaga pola makan dengan menghindari gorengan serta minum es. Gek Na juga bersyukur atas apa yang sudah diraih dan semua itu berkat dukungan keluarga, sekolah, te­ man, serta pelatih. Komang Darmayuda, pelatih yang hadir juga akan dibagikan bibit sirsak dan pisang ijo Taiwan unggul. Dalam acara tersebut juga dihadirkan pembicara dari prak­ tisi pertanian Wayan Supadno. Ia memaparkan petani sukses tidak meski tergantung kepada pemer­ intah. Mereka mampu mandiri mengembangkan kelapa daksina. Petani perlu mengkalkulasi hasilhasil pertanian dimiliki, sehingga tidak sekadar menanam melaink­ an produksi di lahan pertanian mereka menjadi lebih produktif. “Petani harus mandiri dan bisa berinovasi melihat peluang tana­ man dikembangkan. Kita pasti bisa menjadi petani yang sukses asalkan ada kemampuan. Tidak perlu modal besar atau harus menjadi ahli pertanian. Mari kita mulai dari diri sendiri menanam tanaman unggul,” ujarnya. Guru Besar Pertanian Unud Prof. Nyoman Sucipta sebagai pembicara kedua menegaskan, petani muda hanya tinggal 12 persen. Peningkatan kuantitas petani muda di Buleleng, perlu digenjot sehingga jumlah petani di Bali tidak menurun drastis. Ketertarikan generasi muda san­ gat kecil berkecimpung di bidang pertanian. Selain attitude ber­ tani, teknologi pertanian sangat perlu ditingkatkan di masyarakat bawah. Sementara itu, Wakil Rek­

Gek Na dari Cresscendo menilai binaannya ini memiliki talenta di bidang tarik suara, dan memiliki jangkauan vocal yang cukup tinggi. Karena itu ia berkeyakinan Gek Na akan sukses jika nantinya terjun sebagai seorang penyanyi profesional. Ke p a l a S M P N 1 Gianyar, Dewa Nyoman Bawa menambahkan, ekstra vokal merupakan salah satu dari 20 jenis kegiatan pengem­ bangan diri yang ada di sekolahnya. Ia berharap, para siswa bisa mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal, tidak saja di bidang akademis, namun juga di bidang nonakademis. “Cita-cita saya memang mau jadi penyanyi profesional dan pu­ nya sekolah musik,” tegas Gek Na yang lahir 20 September 2002 ini. Ia pun berusaha untuk mewujud­ kan impiannya. Kegiatan sekolah dan latihan vokal pun diatur agar seimbang. “Untuk generasi muda, ayo terus berlatih untuk menga­ sah kemampuan kita. Kalau gagal, jangan takut untuk mencoba lagi,” imbuh dara yang memfavoritkan Celine Dion ini. Apa yang dilakukan dan diimpi­ kan Gek Na selalu mendapat du­ kungan orangtuanya. “Kami selalu mendukung aktivitas positif yang di­ lakukan Gek Na. Kami juga bangga dengan apa yang sudah dia raih. Ke depan, semoga Gek Na bisa lebih baik lagi dalam mengembangkan diri dan menyalurkan hobinya,” ujar Dhyan Oka Ananda, ibu Gek Na. –Ekayana/Ngurah Budi

Putu Agus Suradnyana

tor II Undiksha Singaraja, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., mewakili Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd., men­ jadi petani muda atau petani tua bukan persoalan pelik. Hal ditekankan seberapa besar petani mampu dan berani mengubah inovasi dalam dirinya. Penyuluhan terhadap petani dari orang-orang yang mengerti pemerintah masih minim di Buleleng, dan paskap­ anen belum maksimal. Petani menjadi malas bahkan beralih profesi lain. Infrastruktur perta­ nian diimbangi kebijakan penguasa mendukung potensi pertanian. “Hasil penelitian menemukan, petani cenderung bersifat raguragu misalnya mau beli bibit takut mahal. Mau pinjam uang modal angunan gak ada. Lalu bagaimana mau berinovasi kalau tidak punya uang,” tambahnya. -Wiwin


10

Kreasi

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

Ant Charity ber­ kerjasama dengan Auntie’s Kitchen menyelenggarakan pelatihan kerja FnB, Minggu (25/9) di ­Tojan Life Center, Blahbatuh, Gianyar, Bali. Pelatihan ini diikuti 50 anak asuh Ant Charity Bali yang terdiri para siswasiswi SMP dan SMA.

“A

cara ini diseleng­ garakan untuk memberikan pelatihan kerja sedini mungkin kepada anak-anak agar mer­ eka dapat mendapat gambaran tentang dunia kerja di bidang hospitality dan berkelanjutan supaya anak-anak lebih mandiri dan dapat mengembangkan bakat

Latihan Masak sambil

Mengenal Dunia Kerja dan minat mereka. Anak-anak juga berkesempatan memberikan penghormatan kepada kakakkakak relawan yang selama ini telah membantu mereka dengan menyuguhkan hasil kreasinya,” ungkap Agustin Ramli, founder Ant Charity. Acara ini dimulai pukul 10.00 dengan membagi kelompok yang ditempatkan pada 3 pos yaitu kitchen, beverage dan serving. Ada 15 orang yang di tempatkan pada posisi kitchen, 20 orang di pos beverage dan sisanya di pos serving. Di pos pertama yaitu pos kitchen, anak-anak mempersiapkan bahan-bahan sebelum diolah men­ jadi beberapa masakan yaitu ayam goreng chicken wings, spaghetti dan

Agustin Ramli (pakai topi) bersama peserta pelatihan FnB

Syukuran HUT ke-18 Denpost

Harian Denpost mengadakan syukuran ulang tahun ke-18. Acara dilaksanakan Sabtu (1/10) di halaman Gedung Pers Bali K. Nadha diawali dengan persembahyangan bersama dilanjutkan dengan pelepasan burung serta pemotongan tumpeng. Penanggung Jawab Denpost I Gde Suyadnyana mengatakan ulang tahun Denpost yang bersamaan dengan Hari Kesaktian Pancasila selalu menjadi tonggak bagi keluarga besar Denpost untuk berkarya di dunia pers. Ia juga menjelaskan tentang “Strategi Sukses di Bali” yang menjadi tagline Denpost. Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha berharap Denpost terus bersinergi dan meningkatkan semangat serta produktivitas.

Suasana pelatihan FnB anak-anak

sup sayuran. Mereka terlebih da­ hulu membersihkan bahan-bahan tersebut, memotong-motong dan memasak bahan-bahan tersebut. Sebagian besar anak-anak sangat bersemangat sekali ketika mereka melakukan pekerjaan mereka. Ini karena menurut mereka, menumenu makanan tersebut baru untuk mereka dan belum pernah mereka buat. Pos yang kedua adalah pos beverage yang di mana mer­ eka mendapatkan pelatihan ba­ gaimana membuat milk shake. Pertama-tama mereka menden­ garkan penjelasan barang-barang apa saja yang diperlukan dan juga bahan-bahan apa saja yang digunakan. Selanjutnya anak-anak mempraktekkan langsung mem­ buat minuman tersebut. Pada kesempatannya beberapa anak mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan ide untuk membuat sendiri dan akan menjual di acara bazar sekolah dan lingkungan tempat tinggal mereka. Set­ elah mereka membuat minuman tersebut anak-anak berkesempa­ tan untuk mencoba hasilnya. Pos serving adalah tempat di mana mereka bertanggung jawab

untuk mempersiapkan tempat, melayani tamu dan juga menyaji­ kan orderan dari tamu. Pos ini dip­ impin langsung oleh Cindy, pemilik Auntie’s Kitchen. Cindy langsung membagikan pengalaman dan mengajarkan anak-anak bagaimana melakukan pekerjaan tersebut dengan cara terbaik. Cindy tidak segan-segan mengoreksi anakanak ketika mereka melakukan role play, ini berguna supaya anakanak dapat memberikan pelayanan yang terbaik nantinya. Setelah semua beres, mereka berkolaborasi dengan membuka

restoran. Awalnya anak-anak di pos serving mempersiapkan meja, kursi dan menghiasnya dengan taplak meja dan beberapa lilin dan memastikan semua dalam keadaan bersih. Mereka juga mempersiap­ kan menu yang akan dipesan oleh para tamu yang terdiri oleh para relawan dari Bali dan Jakarta. Set­ elah itu mereka mempersilahkan para tamu masuk dan mencatat pesanan tamu-tamu tersebut kemudian mereka mengambil pe­ sanan berdasarkan masing-masing pos dan akhirnya menyajikan pesanan para tamu. “Para tamu mengungkapkan bahwa mereka puas atas hasil dari anak-anak ini. Saya pun bangga dengan kerja keras mereka,” imbuh Agustin. Acara diakhiri dengan sambu­ tan dari pemilik Auntie’s Kitchen dan evaluasi keseluruhan pelati­ han. “Anak-anak berhasil dalam pelatihan ini dan saya berharap anak-anak dapat ilmu dari pelati­ han ini. Saya sangat senang sekali karena bisa berkesempatan ber­ bagi ilmu dengan anak-anak Ant Charity,” ujar Cindy. Anak-anak yang ikut pelatihan ini menda­ pat sertifikat dan ucapan selamat Agustin, Cindy, Sam, dan tim Ant Charity. –Ngurah Budi

Anak-anak menikmati masakan yang mereka buat

Foto bersama usai pelatihan FnB

Style

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

15

Pesona Kebaya Wisuda ala GS Mode Saat ini kebaya adalah pilih terfavorit untuk berbagai acara istimewa. Salah satunya saat Wisuda. Menurut Sak Dek, desainer kebaya pemilik GS Mode di ka­ wasan Tukad Batanghari ini , kebaya untuk kelulusan atau wisuda biasanya menggunakan bahan brokat tile cornelli atau yang bermotif bunga dan mudah, bagus diaplikasikan dengan bahan atau pun warna lain.

A

da juga yang memakai bahan francelace, kar­ ena kenyamanan dan warna yang berbeda dari kain brokat kebanyakan. Dengan me­ nambahkan detil bordir payet yang bentuknya sesuai selera pemakai. Padu padan warna payet (beads) yang digunakan bisa 4 sampai 8 warna dalam satu kebaya mem­ buat kebaya dengan bahan yang biasapun akan terlihat berbeda. Keindahan kebaya kata Sak Dek dipengaruhi juga dari pemi­ lihan warna bustier-nya, karena

bukan hanya membantu bentuk tubuh terlihat lebih bagus tapi dapat menonjolkan keindahan motif kain yang dipakai. Untuk kain bawahannya um­ umnya pilihan lebih pada kain songket Bali. Sedangkan pelengkap tampil­ nya kebaya Bali adalah Obi (selendang di pinggang) yang juga di desain berbeda. Meski peran­ nya dianggap kecil, tapi obi sangat menunjang keseluruhan “totally look” kebaya yang ditampilkan. Sementara, untuk aksesorinya tinggal menyesuaikan dengan model kebayanya. – Sri Ardhini


14

Jelita

Edisi 921/ 3 - 9 oktober 2016

Rambut selain merupakan mahkota setiap perempuan, juga sebagai cerminan kese­ hatan bahkan sebagai cerminan status sosial seseorang. Merawat rambut saat ini adalah keharusan, sehingga kita lihat banyak perempuan pergi ke salon untuk merawat kesehatan rambut mereka bahkan melakukan perubahan bentuk fisik rambut mereka. Lantas amankan cara - cara tersebut?

Jangan Biarkan Ketombe Mengganggu Penampilanmu

M

enurut dr. AA Ari A Kayika, Sp.KK., merawat rambut, dimulai dari mengenal jenis dan karakter rambut kita. Khususnya pada gangguan rambut terutama kulit rambut yaitu ketombe. Ketombe, banyak dialami penduduk Indonesia yang memiliki iklim tropis, suhu tinggi, dan kelembaban tinggi. Ketombe, katanya, lebih sering menyerang kulit kepala yang berminyak. Bagaimana ciri - ciri rambut berminyak? Rambut akan tampak berminyak, lepek, dan mudah kotor. Hal ini disebabkan aktivitas berlebihan kelenjar minyak yang terdapat pada kulit kepala. Hal yang memicunya, seperti stres, gangguan hormonal, diet ketat, kulit kepala yang selalu tertutup. “Memberi perlakuan berlebihan pada rambut misalnya, terlalu sering keramas, memakai sampo berlebihan, bahkan perlakuan terhadap rambut seper­ti pemanasan dengan hair dryer, pengeritingan, dan pemberian zat kimia yang mengganggu kelembaban alami kulit kepala,” papar dokter Kayika. Gejala ketombe, lanjutnya sangat beragam pada individu, jika ketombe ringan hanya muncul sisik -sisik halus putih terasa gatal, jika bertambah berat akan timbul gejala kulit kepala kemerahan, ada lembaran kulit kepala yang mudah terkelupas, bahkan bisa timbul perdarahan dan tercabutnya folikel rambut sehingga rambut akan rontok. Ketombe diperparah dengan tumbuhnya mikroorganisme lain seperti jamur pityrosporum ovale yang mudah menyerang rambut. Jamur ini normal ada pada kulit kepala kita, tetapi ketika terjadi keadaan yang memudahlan ketombe muncul, maka jumlah jamur akan meningkat, terjadilah ketombe yang lebih berat. Garukan yang berlebihan pada

dr. AA Ari A Kayika, Sp.KK.

kulit kepala, termasuk cara menggosok saat keramas, akan mudah menimbulkan pelepasan keratin epidermis yang akan menempel di rambut serta jatuh ke pakaian. Jika garukan terus terjadi, dapat menimbulkan perlukaan yang akan mudah timbul infeksi sekunder oleh bakteri. Saat inilah infeksi lebih mudah menimbulkan kerontokan rambut yang berakhir menjafi kebotakan. Meskipun kebotakan dapat disembuhkan, jalan untuk kesembuhan terhadap ketombe seperti ini, masih sangat panjang. Selama terjadi ketombe seperti ini, tentu timbul masalah baru yaitu stres yang berkepanjangan dan stres ini akan menyebabkan gangguan hormonal dan diet makanan tidak sehat, sehingga ketombe tidak akan mudah disembuhkan. Prinsip pengobatan ketombe adalah mencari penyebabnya terlebih dahulu, menurunkan kadar minyak permukaan kulit kepala, menurunkan jumlah mikroba termasuk jamur dan bakteri, menguran-

Pemilihan sampo antiketombe yang bisa dipertimbangkan, antara lain yang memiliki kadar: zinc pyrithion, adalah zat terbanyak yang ada pada sampo yang dijual ­di pasaran.

gi paradangan dan gatal yang muncu, sehingga pengobatan akan mudah dilakukan. Pe m i l i h a n s a m p o antiketombe yang bisa dipertimbangkan, antara lain yang memiliki kadar: zinc pyrithion, adalah zat terbanyak yang ada pada sampo yang dijual di pasaran. Sampo sulfur berfungsi melepaskan lapisan keratin dan mengurangi pembentukan lemak kulit kepala. Sampo selenium berfungsi menekan pelepasan kulit kepala, dan sampo anti jamur seperti ketokonasol 1-2% yang biasanya diberikan atas petunjuk dokter kulit. Dikatakannya pemakaian sampo - sampo ini, dengan cara dioleskan pada kulit kepala dan diamkan 2-5 menit pada rambut yang basah, sebelum dibilas bersih. Jangan mwnggosok menggunakan kuku, tapi pijatlah kulit kepala untuk menghindari lecet yang akan memper-

parah ketombe yang telah terjadi. Jika memiliki rambut mudah lepek dan berminyak, perlu hati hati menggunakan sampo yang berpelembab atau ditambahkan kondisioner. Jika digunakan terlampau sering akan mudah terjadi penumpukan residu atau sisa sampo yang menyebabkan rambut kurang bersih, hal ini mempermudah timbul ketombe. Merubah penampilan sebaiknya dengan cara sehat, tidak ada cara instan yang dapat digunakan untuk merubah penampilan wanita menjadi cantik. Rambut sebagai mahkota wanita, dapat mempengaruhi penampilan selain kwcantikan wa-

jah. Rambut yang indah terpancar dari kulit kepala dan kondisi rambut secara keseluruhan. Merubah gaya rambut menjadi menarik harus diimbangi dengan membenahi gaya hidup kita. Mulailah dengan konsumsi makanan sehat, memperbanyak porsi sayur dan buah serta minum air putih. Perlancarkan aliran darah ke kulit kepala dengan olah raga dan aktivitas. Mengatasi stres dengan cara yang baik, serta menjaga kebersihan rambut dan badan, niscaya pancaran keindahan rambut akan tampak nyata. Ketombe, siapa takut?. – Sri Ardhini

www.cantikitu.com

Bugar Saat ini, tes DNA atau deoxyribonucleic acid, atau asam deoksiribonukleat sedang menjadi ramai dibicarakan lantaran banyak kasus yang memerlukan tes DNA untuk membuktikan dan memastikan adanya hubungan darah. Apakah hanya itu fungsi tes DNA? Apa lagi yang dapat diketahui dari DNA?

M

enurut dr. IGA genetika tertentu. Hanya embrio Sri Darmayani, yang sehat yang akan dimasukkan S p . O G . , t e s ke dalam rahim sebagai upaya D N A a d a l a h kehamilan. prosedur yang digunakan untuk Uji pra-kelahiran dianjurmengetahui informasi genetika kan bagi mereka yang bayinya seseorang. Tes DNA dilakukan kemungkinan besar mengalami dengan berbagai alasan sep- kondisi genetika tertentu. Naerti persoalan pribadi dan hu- mun, tes ini tidak bisa men­deteksi kum antara lain: tunjangan anak, semua penyakit. Contoh uji DNA perwalian anak, adopsi, imigrasi, pra-kelahiran adalah melalui amwarisan dan masalah forensik. niosentesis atau chorionic villus “Dengan tes DNA, seseorang bisa sampling. mengetahui garis keturunan dan Tes Uji Bayi yang baru dilahirjuga risiko penyakit tertentu. Hasil kan, merupakan tes DNA untuk dari tes genetika dapat mengon- deteksi dini setelah bayi lahir firmasi ada atau tidaknya kondisi untuk mengetahui kemungkinan genetika, membantu menentukan adanya penyakit genetika yang risiko seseorang mewarisi penya- dapat diatasi sejak awal, misalnya kit genetika,” ujar dosen Fakultas sindrom down. Kedokteran Unud ini. Sementara, Uji forensik meruDokter kandungan yang prak- pakan serangkaian DNA untuk tik di RSIA Puri Bunda dan RSAD mengidentifikasi seseorang untuk Udayana ini menyebutkan, be- kepentingan hukum. Berbeda berapa jenis tes DNA, uji pem- dengan pengujian lain, uji forensik bawa atau carrier testing. “Tes tidak digunakan untuk memeriksa ini untuk mengetahui apakah mutasi gen terkait penyakit. Pensese­orang memiliki gen untuk gujian ini dapat digunakan untuk kondisi tertentu yang mungkin mengetahui identitas orangtua akan diturunkan dari seorang kepada anakanak. Juga, unanaknya. Informatuk mengidensi ini bermanfaat tifikasi dari sisa dalam membantu tubuh yang dispasangan, menenebabkan bentukan keputusan cana, seper­ mereka terhadap ti kebakaran kehamilan terkait atau tsunami. kemungkinan konSelain itu, disi genetika tertentes DNA juga tu,” jelasnya. Selain dapat dilakuuji pembawa, ada kan untuk juga, uji prediksi. tes materniTes ini hampir mirip tas dan tes dengan uji pembawa. paternitas. “Uji prediksi dimanTes paterniSp.OG. dr. IGA Sri Darmayani, faatkan untuk mendtas adalah tes eteksi mutasi genetika yang DNA untuk menentukan apakah terkait dengan penyakit yang seorang pria adalah ayah biologis bisa muncul bertahun-tahun set- dari seorang anak. Tes maternitas elah lahir,” imbuh dokter yang adalah tes DNA untuk menentujuga praktik di Apotik Kimia Farma Pattimura, Denpasar ini. Menurutnya, pengujian seperti ini dapat membantu keluarga yang memiliki kelainan genetika, namun, belum mengalami gejala saat ini. Uji prediksi ini dapat menunjukkan mutasi gen yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi genetika. “Informasi ini berguna, terutama jika memiliki orang tua atau saudara dekat dengan penyakit. Tes ini untuk tindakan pencegahan atau perencanaan proses pengobatan,” ujar dr. Sri Darmayani. Tes DNA yang lain, ada yang disebut, uji pra-implantasi. Tes ini bertujuan mendeteksi perubahan pada embrio yang terbentuk dengan teknik tertentu, seperti fertilisasi in-vitro (FIV). Untuk melakukan pengujian ini, bagian kecil dari sel telur yang sudah dibuahi di luar rahim akan diambil. Kemudian diperiksa untuk ketidaknormalan

Edisi 921/ 3 - 9 oktober 2016

Deteksi Penyakit dengan Tes DNA

kan apakah seorang wanita adalah ibu biologis dari seorang anak. Ia menambahkan, ada beragam jenis penyakit genetika yang dapat dideteksi melalui tes DNA. Beberapa penyakit contohnya, talasemia, kelainan pada hemoglobin yang mengakibatkan penderita talasemia rentan mengalami anemia. Penyakit crohn yaitu peradangan pada sistem pencernaan sehingga menyebabkan sakit perut, diare, dan penurunan berat badan. Ia juga menyebutkan, risiko seseorang mengalami tiga jenis kanker kanker payudara, ovarium, dan prostat bisa diketahui melalui tes DNA. Misalnya, wanita dengan gen BRCA1 memiliki risiko sebesar 55-65% untuk mengalami kanker payudara, dibandingkan wanita lain pada umumnya, yaitu sebesar 12%. Penyakit hirschprung, kondisi dimana seseorang mengalami gangguan pada sel-sel saraf yang ada di dalam usus besarnya. Penyakit Huntington, kelainan yang menyebabkan degenerasi progresif terhadap motorik,

kognitif dan kejiwaan seseorang. Anemia sel sabit kondisi ketika sel darah merah tidak berbentuk normal namun seperti sabit. Karena bentuknya, sel darah merah penderita kondisi ini tidak mampu membawa oksigen seefektif orang pada umumnya. Sindrom down, kelebihan materi kromosom yang menyebabkan hambatan dalam pertumbuhan secara fisik dan intelektual serta ciri-ciri wajah tertentu. PENGAMBILAN SAMPEL Tes DNA sebagai pemeriksaan genetika umumnya dilakukan melalui pengambilan sampel darah atau jaringan. Tes DNA dilakukan dengan mengambil sampel biologis seperti buccal swab (usapan mulut pada pipi sebelah dalam), darah, rambut beserta akarnya, walaupun lebih dipilih penggunaan darah dalam tabung (sebanyak 2ml) sebagai

11

sumber DNA. Untuk janin dalam kandungan, tes DNA dilakukan dengan mengambil cairan air ketuban melalui prosedur amniosentesis atau dengan chorionic villus sampling yang mengambil sampel jaringan plasenta. Kedua jenis tes pada janin tersebut berisiko membuat ibu mengalami keguguran. Ia menyatakan, tes DNA adalah 100% akurat bila dikerjakan dengan benar. Tes DNA ini memberikan hasil lebih dari 99,99% probabilitas paternitas bila DNA terduga ayah dan DNA anak cocok. Hasil tes DNA akan selesai dalam 12 hari kerja terhitung dari tanggal diterimanya sampel. Biaya pemeriksaan akan tergantung di laboratorium mana atau di rumah sakit mana Anda melakukan tes DNA. Biaya berkisar dari Rp 5-10 juta per sekali pemeriksaan. –Wirati Astiti


12

Kuliner

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

Dari Kalimantan ke Lombok

Promosi makanan Indonesia terus digencarkan, dengan melakukan demo masak aneka makanan Nusantara di berbagai mal. Salah satunya, yang dilakukan di Beackwalk, Kuta, pekan lalu. Dengan menampilan para chef hotel dari Indonesian Chef

Associatioan (ICA) Bali dan selebrity chef Juna, kuliner khas Kalimantan dan Lombok menjadi pilihan untuk ditampilkan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara yang hadir waktu itu. Anda tertarik mencobanya, berikut resepnya. –Wirati Astiti

Asam-asam Udang Kalimantan Selatan Bahan: 300 gr 15 gr 100 gr 500 ml 1 buah 5 gr

: udang, hilangkan kepalanya : asam jawa, aduk dengan 50 ml air : bumbu udang halus : minyak sayur untuk menggoreng : jeruk nipis : garam

Bahan bumbu udang halus: 60 gr : bawang merah 30 gr : bawang putih 2 gr : merica putih 10 gr : kemiri disangrai 10 gr : kunyit bakar dan kupas 5 gr : garam 3 gr : gula pasir 1 batang : sereh, dimemarkan 15 gr : lengkuas dimemarkan 5 buah : belimbing wuluh muda

40 gr : lombok merah besar 200 ml : air 2 lembar : daun salam Cara membuat: - Belah punggung udang dan buang kotorannya. Siapkan bahan lumuran yakni asam jawa, jeruk nipis, dan garam. Aduk rata. Buang biji asam yang tersisa. Sisihkan di dalam kulkas selama 15 menit. - Siapkan bahan bumbu udang halus, kecuali sereh, daun salam, lengkuas, belimbing wuluh, dan lombok merah besar. Bumbu halus diblender, sisihkan. - Siapkan minyak panas, lalu tumis

bumbu udang halus, sereh, lengkuas, daun salam, kecilkan api, lalu beri garam. - Goreng udang dengan minyak panas sampai setengah matang, lalu tiriskan. - Tuang ke dalam tumisan bumbu halus tadi. Tambahkan belim­bing wuluh, lombok merah besar, aduk rata, angkat, dan sajikan.

Beberuk Terong Bahan: 300 ml : terong bulat 20 gr : cabai rawit 1 sdt : garam 5 gr : terasi bakar 1 butir : jeruk lemo 200 ml : m i n y a k a s l i Bali 100 gr : bawang merah iris Cara membuat: - Bersihkan terong, potong kotak-kotak. - Iris bawang merah. Sisihkan. - Haluskan cabai rawit,

terasi, garam. Tambahkan minyak goreng aduk rata. Setelah itu masukkan terong, bawang yang sudah diiris, tambahkan perasan jeruk lemo.

Ayam Bakar Khas Lombok Bahan: 800 gr 150 gr 100 gr 60 ml 20 gr 500 ml 2 sdt

: : : : : : :

ayam bawang merah bawang putih cabai rawit terasi santan garam

Bahan untuk rendam: 20 ml : cuka 1 sdt : garam 100 ml : air Cara membuat: - Bersihkan ayam, kemudian

potong menjadi 4 bagian. Lalu rendam dengan air cuka dan garam, biarkan selama 20 menit. - Siapkan bumbu ungkep. Go­ reng bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan terasi. Angkat, jika sudah keluar aroma terasinya dan haluskan. Tumis bumbu, dan masukkan ayam, beri santan, biarkan bumbu meresap hingga berwarna kecokelatan. Kemudian panggang ayam, olesi dengan bumbu yang sudah berwarna kecokelatan tadi. Sajikan.

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

Cicipi Makanan Lombok di Gathering ICA Acara pertemuan para insan kuliner yang tergabung dalam Indonesian Chef Association (ICA) Bali, kembali digelar Rabu (28/9) di Hotel Grand Istana Rama, Kuta.

: bawang merah : lombok merah besar hilangkan bijinya : cabai rawit : terasi : buah binjai/kweni setengah matang : garam

G

eneral Manager Hotel Grand Istana Rama, Kuta, Adi Sumarno, dalam sambutannya menyambut baik pertemuan para insan kuliner tersebut. Menurutnya, para chef, saat ini mulai naik daun karena banyaknya acara masak di televisi yang memikat pemirsa. Selain itu, rubrik kuliner di media cetak juga makin digemari. Karena itu, ia berharap, dengan pertemuan para insan kuliner ini, dapat memunculkan kreativitas para chef berinovasi dalam menyajikan makanan.

Chef Perean asal Lombok selaku tuan rumah menyajikan aneka makanan khas bumi gora seperti Ayam Kahuripan, Mpak Sapi, dan Oseng-oseng Jamur Udang Fillet. Selain sajian spesial makanan khas Lombok, ada juga aneka seafood panggang, stan makanan Western, dan makanan pembuka yang menggoda selera, mulai dari rujak kuah pindang, rujak manis, bulung, dan salad buah. Acara gathering juga diisi dengan perayaan ulang tahun para chef yang lahir di bulan September. -Wirati Astiti

Ayam Kahuripan Bahan: 250 gr : 1 sdt : 3 buah : 5 butir : 2 siung : 50 ml : 1 sdt :

daging ayam terasi cabai rawit bawang merah bawang putih santan garam

Cara membuat: Semua bumbu dihaluskan, kemudian ditumis sampai harum. Tambahkan air dan santan. Masukkan ayam, masak sampai ayam matang. Siap sajikan.

Mpak Sapi Bahan: 250 gr : daging sapi 1 sdt : terasi 1 ruas jari : jahe dikeprak 2 buah : lombok merah besar 5 butir : bawang merah 2 siung : bawang putih 3 buah : cabai rawit 50 ml : santan 1 sdt : garam Air secukupnya

Cara membuat: - Tumis semua bahan sampai setengah matang. - Ulek semua bahan. Berikan potongan buah binjai. - Hidangkan bersama asamasam udang.

Buntut Sapi Rica Rica Hot

Tengkong Udang Sie Bagek Bahan: 120 gr 100 gr 20 gr 40 gr 10 gr 5 gr 5 gr 1 sdt 50 ml 2 gr

: : : : : : : : : :

udang jamur bawang merah bawang putih cabai rawit terasi terasi garam minyak asam jawa

Cara membuat: - Bersihkan udang, kupas kulitnya. Udang dibelah pung-

Cara membuat: - Daging sapi dipotong-potong, kemudian dibakar. - Semua bumbu dihaluskan, kemudian ditumis sampai

gungnya, bumbui garam, lada, dan jeruk nipis. Potong jamur sesuai selera, sisihkan. - Iris bawang merah, bawang putih. Tumis bumbu kecuali asam jawa. Jika sudah matang, angkat dan ulek dengan cobek. - Panaskan wajan, tambahkan minyak untuk menumis jamur dan udang, jika dirasa sudah matang, angkat udangnya. - Biarkan jamur di wajan, masukkan bumbu yang sudah halus tadi, masak sebentar, aduk rata. Siap sajikan.

Sarwan

Cara Membuat : Lumuri buntut sapi dengan air jeruk nipis lalu presto sampai buntut lunak, tiriskan. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan buntut yang sudah dipresto, aduk

rata, masukkan kecap manis, saus tiram, gula, garam, lada bubuk dan kaldu bubuk, masak hingga bumbu meresap dan siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.

Bahan : 1 kg : buntut sapi, potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 10 buah : cabe rawit utuh 10 ml : kecap manis 1 sdm : Saus tiram Gula, garam, kaldu bubuk dan minyak secukupnya

Bahan : 1 kg : buntut sapi, potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 150 gr : wortel, potong dadu, rebus, tiriskan 100 gr : kentang, potong dadu, rebus, tiriskan 1200 ml : air 1 ikat : daun seledri ikat simpul 1 jari : kayu manis 2 butir : kapulaga 4 butir : cengkih Âź sdt : bubuk pala 2 ruas : jari jahe keprok 1 biji : kaldu blok rasa sapi 2 ruas : jari jahe 1 sdt : lada bubuk 1 sdm : margarin Gula, garam secukupnya Bahan Pelengkap : Tomat dan bawang putih goreng. Bumbu Halus : 9 buah bawang merah, 4 siung bawang putih Cara Membuat : Lumuri

Bumbu yang Dihaluskan : 12 : bawang merah 5 siung : bawang putih 6 buah : cabe besar merah 20 buah : cabe rawit 1 ruas : jari jahe

Bistik Buntut Pedas

Chef Sukarmajaya, Chef Komang Adi, Chef Juna, Chef Juliada, Chef Gusti Suranata, dan Chef Perean

harum. - Tambahkan air dan santan kental. - Masukkan daging bakar tadi, ungkep sampai bumbu meresap dan daging matang. Siap sajikan.

Sop Buntut Rempah

Sambal Acan Binjai 20 gr 20 gr 15 gr 5 gr 100 gr 5 gr

13

Chef Juna sedang demo masak

Bahan : 1 kg : 5 sdm : 4 sdm : 1 sdt : 1 buah : 3 siung : 2 sdm : 2 sdm : 1 batang : 10 buah :

buntut sapi, potong menurut selera saus tomat saus sambal lada butir bawang bombai cincang bawang putih cincang saus tiram saus raja rasa daun prei cincang serong cabe rawit cincang

1 sdm : margarine Gula, garam secukupnya Cara Membuat : Lumuri buntut dengan air jeruk nipis, diamkan selama 5 menit, cuci bersih. Siapkan panci presto, masukkan margarin dalam panci presto, panaskan. Masukkan irisan bawang bombai dan bawang putih, lalu masukkan buntut dan bahan lainnya, masak hingga buntut lunak dan air agak mengental. Siap disajikan dengan tambahan menurut selera, bisa kacang polong atau rebusan wortel.

buntut sapi dengan air jeruk nipis, diamkan selama 10 menit, cuci bersih lalu masukkan dalam panci presto bersama air dan seledri, kayu manis, cengkih, bubuk pala, jahe dan kapulaga. Presto sampai buntut lunak, lalu tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan dalam panci presto, rebus lagi sampai mendidih, tambahkan garam, gula, kaldu blok, wortel rebus dan kentang rebus, biarkan sampai bumbu meresap. Siap disajikan bersama taburan bawang putih goreng dan irisan tomat, juga bisa ditambahi air jeruk kalau suka.


12

Kuliner

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

Dari Kalimantan ke Lombok

Promosi makanan Indonesia terus digencarkan, dengan melakukan demo masak aneka makanan Nusantara di berbagai mal. Salah satunya, yang dilakukan di Beackwalk, Kuta, pekan lalu. Dengan menampilan para chef hotel dari Indonesian Chef

Associatioan (ICA) Bali dan selebrity chef Juna, kuliner khas Kalimantan dan Lombok menjadi pilihan untuk ditampilkan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara yang hadir waktu itu. Anda tertarik mencobanya, berikut resepnya. –Wirati Astiti

Asam-asam Udang Kalimantan Selatan Bahan: 300 gr 15 gr 100 gr 500 ml 1 buah 5 gr

: udang, hilangkan kepalanya : asam jawa, aduk dengan 50 ml air : bumbu udang halus : minyak sayur untuk menggoreng : jeruk nipis : garam

Bahan bumbu udang halus: 60 gr : bawang merah 30 gr : bawang putih 2 gr : merica putih 10 gr : kemiri disangrai 10 gr : kunyit bakar dan kupas 5 gr : garam 3 gr : gula pasir 1 batang : sereh, dimemarkan 15 gr : lengkuas dimemarkan 5 buah : belimbing wuluh muda

40 gr : lombok merah besar 200 ml : air 2 lembar : daun salam Cara membuat: - Belah punggung udang dan buang kotorannya. Siapkan bahan lumuran yakni asam jawa, jeruk nipis, dan garam. Aduk rata. Buang biji asam yang tersisa. Sisihkan di dalam kulkas selama 15 menit. - Siapkan bahan bumbu udang halus, kecuali sereh, daun salam, lengkuas, belimbing wuluh, dan lombok merah besar. Bumbu halus diblender, sisihkan. - Siapkan minyak panas, lalu tumis

bumbu udang halus, sereh, lengkuas, daun salam, kecilkan api, lalu beri garam. - Goreng udang dengan minyak panas sampai setengah matang, lalu tiriskan. - Tuang ke dalam tumisan bumbu halus tadi. Tambahkan belim­bing wuluh, lombok merah besar, aduk rata, angkat, dan sajikan.

Beberuk Terong Bahan: 300 ml : terong bulat 20 gr : cabai rawit 1 sdt : garam 5 gr : terasi bakar 1 butir : jeruk lemo 200 ml : m i n y a k a s l i Bali 100 gr : bawang merah iris Cara membuat: - Bersihkan terong, potong kotak-kotak. - Iris bawang merah. Sisihkan. - Haluskan cabai rawit,

terasi, garam. Tambahkan minyak goreng aduk rata. Setelah itu masukkan terong, bawang yang sudah diiris, tambahkan perasan jeruk lemo.

Ayam Bakar Khas Lombok Bahan: 800 gr 150 gr 100 gr 60 ml 20 gr 500 ml 2 sdt

: : : : : : :

ayam bawang merah bawang putih cabai rawit terasi santan garam

Bahan untuk rendam: 20 ml : cuka 1 sdt : garam 100 ml : air Cara membuat: - Bersihkan ayam, kemudian

potong menjadi 4 bagian. Lalu rendam dengan air cuka dan garam, biarkan selama 20 menit. - Siapkan bumbu ungkep. Go­ reng bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan terasi. Angkat, jika sudah keluar aroma terasinya dan haluskan. Tumis bumbu, dan masukkan ayam, beri santan, biarkan bumbu meresap hingga berwarna kecokelatan. Kemudian panggang ayam, olesi dengan bumbu yang sudah berwarna kecokelatan tadi. Sajikan.

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

Cicipi Makanan Lombok di Gathering ICA Acara pertemuan para insan kuliner yang tergabung dalam Indonesian Chef Association (ICA) Bali, kembali digelar Rabu (28/9) di Hotel Grand Istana Rama, Kuta.

: bawang merah : lombok merah besar hilangkan bijinya : cabai rawit : terasi : buah binjai/kweni setengah matang : garam

G

eneral Manager Hotel Grand Istana Rama, Kuta, Adi Sumarno, dalam sambutannya menyambut baik pertemuan para insan kuliner tersebut. Menurutnya, para chef, saat ini mulai naik daun karena banyaknya acara masak di televisi yang memikat pemirsa. Selain itu, rubrik kuliner di media cetak juga makin digemari. Karena itu, ia berharap, dengan pertemuan para insan kuliner ini, dapat memunculkan kreativitas para chef berinovasi dalam menyajikan makanan.

Chef Perean asal Lombok selaku tuan rumah menyajikan aneka makanan khas bumi gora seperti Ayam Kahuripan, Mpak Sapi, dan Oseng-oseng Jamur Udang Fillet. Selain sajian spesial makanan khas Lombok, ada juga aneka seafood panggang, stan makanan Western, dan makanan pembuka yang menggoda selera, mulai dari rujak kuah pindang, rujak manis, bulung, dan salad buah. Acara gathering juga diisi dengan perayaan ulang tahun para chef yang lahir di bulan September. -Wirati Astiti

Ayam Kahuripan Bahan: 250 gr : 1 sdt : 3 buah : 5 butir : 2 siung : 50 ml : 1 sdt :

daging ayam terasi cabai rawit bawang merah bawang putih santan garam

Cara membuat: Semua bumbu dihaluskan, kemudian ditumis sampai harum. Tambahkan air dan santan. Masukkan ayam, masak sampai ayam matang. Siap sajikan.

Mpak Sapi Bahan: 250 gr : daging sapi 1 sdt : terasi 1 ruas jari : jahe dikeprak 2 buah : lombok merah besar 5 butir : bawang merah 2 siung : bawang putih 3 buah : cabai rawit 50 ml : santan 1 sdt : garam Air secukupnya

Cara membuat: - Tumis semua bahan sampai setengah matang. - Ulek semua bahan. Berikan potongan buah binjai. - Hidangkan bersama asamasam udang.

Buntut Sapi Rica Rica Hot

Tengkong Udang Sie Bagek Bahan: 120 gr 100 gr 20 gr 40 gr 10 gr 5 gr 5 gr 1 sdt 50 ml 2 gr

: : : : : : : : : :

udang jamur bawang merah bawang putih cabai rawit terasi terasi garam minyak asam jawa

Cara membuat: - Bersihkan udang, kupas kulitnya. Udang dibelah pung-

Cara membuat: - Daging sapi dipotong-potong, kemudian dibakar. - Semua bumbu dihaluskan, kemudian ditumis sampai

gungnya, bumbui garam, lada, dan jeruk nipis. Potong jamur sesuai selera, sisihkan. - Iris bawang merah, bawang putih. Tumis bumbu kecuali asam jawa. Jika sudah matang, angkat dan ulek dengan cobek. - Panaskan wajan, tambahkan minyak untuk menumis jamur dan udang, jika dirasa sudah matang, angkat udangnya. - Biarkan jamur di wajan, masukkan bumbu yang sudah halus tadi, masak sebentar, aduk rata. Siap sajikan.

Sarwan

Cara Membuat : Lumuri buntut sapi dengan air jeruk nipis lalu presto sampai buntut lunak, tiriskan. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan buntut yang sudah dipresto, aduk

rata, masukkan kecap manis, saus tiram, gula, garam, lada bubuk dan kaldu bubuk, masak hingga bumbu meresap dan siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.

Bahan : 1 kg : buntut sapi, potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 10 buah : cabe rawit utuh 10 ml : kecap manis 1 sdm : Saus tiram Gula, garam, kaldu bubuk dan minyak secukupnya

Bahan : 1 kg : buntut sapi, potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 150 gr : wortel, potong dadu, rebus, tiriskan 100 gr : kentang, potong dadu, rebus, tiriskan 1200 ml : air 1 ikat : daun seledri ikat simpul 1 jari : kayu manis 2 butir : kapulaga 4 butir : cengkih Âź sdt : bubuk pala 2 ruas : jari jahe keprok 1 biji : kaldu blok rasa sapi 2 ruas : jari jahe 1 sdt : lada bubuk 1 sdm : margarin Gula, garam secukupnya Bahan Pelengkap : Tomat dan bawang putih goreng. Bumbu Halus : 9 buah bawang merah, 4 siung bawang putih Cara Membuat : Lumuri

Bumbu yang Dihaluskan : 12 : bawang merah 5 siung : bawang putih 6 buah : cabe besar merah 20 buah : cabe rawit 1 ruas : jari jahe

Bistik Buntut Pedas

Chef Sukarmajaya, Chef Komang Adi, Chef Juna, Chef Juliada, Chef Gusti Suranata, dan Chef Perean

harum. - Tambahkan air dan santan kental. - Masukkan daging bakar tadi, ungkep sampai bumbu meresap dan daging matang. Siap sajikan.

Sop Buntut Rempah

Sambal Acan Binjai 20 gr 20 gr 15 gr 5 gr 100 gr 5 gr

13

Chef Juna sedang demo masak

Bahan : 1 kg : 5 sdm : 4 sdm : 1 sdt : 1 buah : 3 siung : 2 sdm : 2 sdm : 1 batang : 10 buah :

buntut sapi, potong menurut selera saus tomat saus sambal lada butir bawang bombai cincang bawang putih cincang saus tiram saus raja rasa daun prei cincang serong cabe rawit cincang

1 sdm : margarine Gula, garam secukupnya Cara Membuat : Lumuri buntut dengan air jeruk nipis, diamkan selama 5 menit, cuci bersih. Siapkan panci presto, masukkan margarin dalam panci presto, panaskan. Masukkan irisan bawang bombai dan bawang putih, lalu masukkan buntut dan bahan lainnya, masak hingga buntut lunak dan air agak mengental. Siap disajikan dengan tambahan menurut selera, bisa kacang polong atau rebusan wortel.

buntut sapi dengan air jeruk nipis, diamkan selama 10 menit, cuci bersih lalu masukkan dalam panci presto bersama air dan seledri, kayu manis, cengkih, bubuk pala, jahe dan kapulaga. Presto sampai buntut lunak, lalu tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan dalam panci presto, rebus lagi sampai mendidih, tambahkan garam, gula, kaldu blok, wortel rebus dan kentang rebus, biarkan sampai bumbu meresap. Siap disajikan bersama taburan bawang putih goreng dan irisan tomat, juga bisa ditambahi air jeruk kalau suka.


14

Jelita

Edisi 921/ 3 - 9 oktober 2016

Rambut selain merupakan mahkota setiap perempuan, juga sebagai cerminan kese­ hatan bahkan sebagai cerminan status sosial seseorang. Merawat rambut saat ini adalah keharusan, sehingga kita lihat banyak perempuan pergi ke salon untuk merawat kesehatan rambut mereka bahkan melakukan perubahan bentuk fisik rambut mereka. Lantas amankan cara - cara tersebut?

Jangan Biarkan Ketombe Mengganggu Penampilanmu

M

enurut dr. AA Ari A Kayika, Sp.KK., merawat rambut, dimulai dari mengenal jenis dan karakter rambut kita. Khususnya pada gangguan rambut terutama kulit rambut yaitu ketombe. Ketombe, banyak dialami penduduk Indonesia yang memiliki iklim tropis, suhu tinggi, dan kelembaban tinggi. Ketombe, katanya, lebih sering menyerang kulit kepala yang berminyak. Bagaimana ciri - ciri rambut berminyak? Rambut akan tampak berminyak, lepek, dan mudah kotor. Hal ini disebabkan aktivitas berlebihan kelenjar minyak yang terdapat pada kulit kepala. Hal yang memicunya, seperti stres, gangguan hormonal, diet ketat, kulit kepala yang selalu tertutup. “Memberi perlakuan berlebihan pada rambut misalnya, terlalu sering keramas, memakai sampo berlebihan, bahkan perlakuan terhadap rambut seper­ti pemanasan dengan hair dryer, pengeritingan, dan pemberian zat kimia yang mengganggu kelembaban alami kulit kepala,” papar dokter Kayika. Gejala ketombe, lanjutnya sangat beragam pada individu, jika ketombe ringan hanya muncul sisik -sisik halus putih terasa gatal, jika bertambah berat akan timbul gejala kulit kepala kemerahan, ada lembaran kulit kepala yang mudah terkelupas, bahkan bisa timbul perdarahan dan tercabutnya folikel rambut sehingga rambut akan rontok. Ketombe diperparah dengan tumbuhnya mikroorganisme lain seperti jamur pityrosporum ovale yang mudah menyerang rambut. Jamur ini normal ada pada kulit kepala kita, tetapi ketika terjadi keadaan yang memudahlan ketombe muncul, maka jumlah jamur akan meningkat, terjadilah ketombe yang lebih berat. Garukan yang berlebihan pada

dr. AA Ari A Kayika, Sp.KK.

kulit kepala, termasuk cara menggosok saat keramas, akan mudah menimbulkan pelepasan keratin epidermis yang akan menempel di rambut serta jatuh ke pakaian. Jika garukan terus terjadi, dapat menimbulkan perlukaan yang akan mudah timbul infeksi sekunder oleh bakteri. Saat inilah infeksi lebih mudah menimbulkan kerontokan rambut yang berakhir menjafi kebotakan. Meskipun kebotakan dapat disembuhkan, jalan untuk kesembuhan terhadap ketombe seperti ini, masih sangat panjang. Selama terjadi ketombe seperti ini, tentu timbul masalah baru yaitu stres yang berkepanjangan dan stres ini akan menyebabkan gangguan hormonal dan diet makanan tidak sehat, sehingga ketombe tidak akan mudah disembuhkan. Prinsip pengobatan ketombe adalah mencari penyebabnya terlebih dahulu, menurunkan kadar minyak permukaan kulit kepala, menurunkan jumlah mikroba termasuk jamur dan bakteri, menguran-

Pemilihan sampo antiketombe yang bisa dipertimbangkan, antara lain yang memiliki kadar: zinc pyrithion, adalah zat terbanyak yang ada pada sampo yang dijual ­di pasaran.

gi paradangan dan gatal yang muncu, sehingga pengobatan akan mudah dilakukan. Pe m i l i h a n s a m p o antiketombe yang bisa dipertimbangkan, antara lain yang memiliki kadar: zinc pyrithion, adalah zat terbanyak yang ada pada sampo yang dijual di pasaran. Sampo sulfur berfungsi melepaskan lapisan keratin dan mengurangi pembentukan lemak kulit kepala. Sampo selenium berfungsi menekan pelepasan kulit kepala, dan sampo anti jamur seperti ketokonasol 1-2% yang biasanya diberikan atas petunjuk dokter kulit. Dikatakannya pemakaian sampo - sampo ini, dengan cara dioleskan pada kulit kepala dan diamkan 2-5 menit pada rambut yang basah, sebelum dibilas bersih. Jangan mwnggosok menggunakan kuku, tapi pijatlah kulit kepala untuk menghindari lecet yang akan memper-

parah ketombe yang telah terjadi. Jika memiliki rambut mudah lepek dan berminyak, perlu hati hati menggunakan sampo yang berpelembab atau ditambahkan kondisioner. Jika digunakan terlampau sering akan mudah terjadi penumpukan residu atau sisa sampo yang menyebabkan rambut kurang bersih, hal ini mempermudah timbul ketombe. Merubah penampilan sebaiknya dengan cara sehat, tidak ada cara instan yang dapat digunakan untuk merubah penampilan wanita menjadi cantik. Rambut sebagai mahkota wanita, dapat mempengaruhi penampilan selain kwcantikan wa-

jah. Rambut yang indah terpancar dari kulit kepala dan kondisi rambut secara keseluruhan. Merubah gaya rambut menjadi menarik harus diimbangi dengan membenahi gaya hidup kita. Mulailah dengan konsumsi makanan sehat, memperbanyak porsi sayur dan buah serta minum air putih. Perlancarkan aliran darah ke kulit kepala dengan olah raga dan aktivitas. Mengatasi stres dengan cara yang baik, serta menjaga kebersihan rambut dan badan, niscaya pancaran keindahan rambut akan tampak nyata. Ketombe, siapa takut?. – Sri Ardhini

www.cantikitu.com

Bugar Saat ini, tes DNA atau deoxyribonucleic acid, atau asam deoksiribonukleat sedang menjadi ramai dibicarakan lantaran banyak kasus yang memerlukan tes DNA untuk membuktikan dan memastikan adanya hubungan darah. Apakah hanya itu fungsi tes DNA? Apa lagi yang dapat diketahui dari DNA?

M

enurut dr. IGA genetika tertentu. Hanya embrio Sri Darmayani, yang sehat yang akan dimasukkan S p . O G . , t e s ke dalam rahim sebagai upaya D N A a d a l a h kehamilan. prosedur yang digunakan untuk Uji pra-kelahiran dianjurmengetahui informasi genetika kan bagi mereka yang bayinya seseorang. Tes DNA dilakukan kemungkinan besar mengalami dengan berbagai alasan sep- kondisi genetika tertentu. Naerti persoalan pribadi dan hu- mun, tes ini tidak bisa men­deteksi kum antara lain: tunjangan anak, semua penyakit. Contoh uji DNA perwalian anak, adopsi, imigrasi, pra-kelahiran adalah melalui amwarisan dan masalah forensik. niosentesis atau chorionic villus “Dengan tes DNA, seseorang bisa sampling. mengetahui garis keturunan dan Tes Uji Bayi yang baru dilahirjuga risiko penyakit tertentu. Hasil kan, merupakan tes DNA untuk dari tes genetika dapat mengon- deteksi dini setelah bayi lahir firmasi ada atau tidaknya kondisi untuk mengetahui kemungkinan genetika, membantu menentukan adanya penyakit genetika yang risiko seseorang mewarisi penya- dapat diatasi sejak awal, misalnya kit genetika,” ujar dosen Fakultas sindrom down. Kedokteran Unud ini. Sementara, Uji forensik meruDokter kandungan yang prak- pakan serangkaian DNA untuk tik di RSIA Puri Bunda dan RSAD mengidentifikasi seseorang untuk Udayana ini menyebutkan, be- kepentingan hukum. Berbeda berapa jenis tes DNA, uji pem- dengan pengujian lain, uji forensik bawa atau carrier testing. “Tes tidak digunakan untuk memeriksa ini untuk mengetahui apakah mutasi gen terkait penyakit. Pensese­orang memiliki gen untuk gujian ini dapat digunakan untuk kondisi tertentu yang mungkin mengetahui identitas orangtua akan diturunkan dari seorang kepada anakanak. Juga, unanaknya. Informatuk mengidensi ini bermanfaat tifikasi dari sisa dalam membantu tubuh yang dispasangan, menenebabkan bentukan keputusan cana, seper­ mereka terhadap ti kebakaran kehamilan terkait atau tsunami. kemungkinan konSelain itu, disi genetika tertentes DNA juga tu,” jelasnya. Selain dapat dilakuuji pembawa, ada kan untuk juga, uji prediksi. tes materniTes ini hampir mirip tas dan tes dengan uji pembawa. paternitas. “Uji prediksi dimanTes paterniSp.OG. dr. IGA Sri Darmayani, faatkan untuk mendtas adalah tes eteksi mutasi genetika yang DNA untuk menentukan apakah terkait dengan penyakit yang seorang pria adalah ayah biologis bisa muncul bertahun-tahun set- dari seorang anak. Tes maternitas elah lahir,” imbuh dokter yang adalah tes DNA untuk menentujuga praktik di Apotik Kimia Farma Pattimura, Denpasar ini. Menurutnya, pengujian seperti ini dapat membantu keluarga yang memiliki kelainan genetika, namun, belum mengalami gejala saat ini. Uji prediksi ini dapat menunjukkan mutasi gen yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi genetika. “Informasi ini berguna, terutama jika memiliki orang tua atau saudara dekat dengan penyakit. Tes ini untuk tindakan pencegahan atau perencanaan proses pengobatan,” ujar dr. Sri Darmayani. Tes DNA yang lain, ada yang disebut, uji pra-implantasi. Tes ini bertujuan mendeteksi perubahan pada embrio yang terbentuk dengan teknik tertentu, seperti fertilisasi in-vitro (FIV). Untuk melakukan pengujian ini, bagian kecil dari sel telur yang sudah dibuahi di luar rahim akan diambil. Kemudian diperiksa untuk ketidaknormalan

Edisi 921/ 3 - 9 oktober 2016

Deteksi Penyakit dengan Tes DNA

kan apakah seorang wanita adalah ibu biologis dari seorang anak. Ia menambahkan, ada beragam jenis penyakit genetika yang dapat dideteksi melalui tes DNA. Beberapa penyakit contohnya, talasemia, kelainan pada hemoglobin yang mengakibatkan penderita talasemia rentan mengalami anemia. Penyakit crohn yaitu peradangan pada sistem pencernaan sehingga menyebabkan sakit perut, diare, dan penurunan berat badan. Ia juga menyebutkan, risiko seseorang mengalami tiga jenis kanker kanker payudara, ovarium, dan prostat bisa diketahui melalui tes DNA. Misalnya, wanita dengan gen BRCA1 memiliki risiko sebesar 55-65% untuk mengalami kanker payudara, dibandingkan wanita lain pada umumnya, yaitu sebesar 12%. Penyakit hirschprung, kondisi dimana seseorang mengalami gangguan pada sel-sel saraf yang ada di dalam usus besarnya. Penyakit Huntington, kelainan yang menyebabkan degenerasi progresif terhadap motorik,

kognitif dan kejiwaan seseorang. Anemia sel sabit kondisi ketika sel darah merah tidak berbentuk normal namun seperti sabit. Karena bentuknya, sel darah merah penderita kondisi ini tidak mampu membawa oksigen seefektif orang pada umumnya. Sindrom down, kelebihan materi kromosom yang menyebabkan hambatan dalam pertumbuhan secara fisik dan intelektual serta ciri-ciri wajah tertentu. PENGAMBILAN SAMPEL Tes DNA sebagai pemeriksaan genetika umumnya dilakukan melalui pengambilan sampel darah atau jaringan. Tes DNA dilakukan dengan mengambil sampel biologis seperti buccal swab (usapan mulut pada pipi sebelah dalam), darah, rambut beserta akarnya, walaupun lebih dipilih penggunaan darah dalam tabung (sebanyak 2ml) sebagai

11

sumber DNA. Untuk janin dalam kandungan, tes DNA dilakukan dengan mengambil cairan air ketuban melalui prosedur amniosentesis atau dengan chorionic villus sampling yang mengambil sampel jaringan plasenta. Kedua jenis tes pada janin tersebut berisiko membuat ibu mengalami keguguran. Ia menyatakan, tes DNA adalah 100% akurat bila dikerjakan dengan benar. Tes DNA ini memberikan hasil lebih dari 99,99% probabilitas paternitas bila DNA terduga ayah dan DNA anak cocok. Hasil tes DNA akan selesai dalam 12 hari kerja terhitung dari tanggal diterimanya sampel. Biaya pemeriksaan akan tergantung di laboratorium mana atau di rumah sakit mana Anda melakukan tes DNA. Biaya berkisar dari Rp 5-10 juta per sekali pemeriksaan. –Wirati Astiti


10

Kreasi

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

Ant Charity ber­ kerjasama dengan Auntie’s Kitchen menyelenggarakan pelatihan kerja FnB, Minggu (25/9) di ­Tojan Life Center, Blahbatuh, Gianyar, Bali. Pelatihan ini diikuti 50 anak asuh Ant Charity Bali yang terdiri para siswasiswi SMP dan SMA.

“A

cara ini diseleng­ garakan untuk memberikan pelatihan kerja sedini mungkin kepada anak-anak agar mer­ eka dapat mendapat gambaran tentang dunia kerja di bidang hospitality dan berkelanjutan supaya anak-anak lebih mandiri dan dapat mengembangkan bakat

Latihan Masak sambil

Mengenal Dunia Kerja dan minat mereka. Anak-anak juga berkesempatan memberikan penghormatan kepada kakakkakak relawan yang selama ini telah membantu mereka dengan menyuguhkan hasil kreasinya,” ungkap Agustin Ramli, founder Ant Charity. Acara ini dimulai pukul 10.00 dengan membagi kelompok yang ditempatkan pada 3 pos yaitu kitchen, beverage dan serving. Ada 15 orang yang di tempatkan pada posisi kitchen, 20 orang di pos beverage dan sisanya di pos serving. Di pos pertama yaitu pos kitchen, anak-anak mempersiapkan bahan-bahan sebelum diolah men­ jadi beberapa masakan yaitu ayam goreng chicken wings, spaghetti dan

Agustin Ramli (pakai topi) bersama peserta pelatihan FnB

Syukuran HUT ke-18 Denpost

Harian Denpost mengadakan syukuran ulang tahun ke-18. Acara dilaksanakan Sabtu (1/10) di halaman Gedung Pers Bali K. Nadha diawali dengan persembahyangan bersama dilanjutkan dengan pelepasan burung serta pemotongan tumpeng. Penanggung Jawab Denpost I Gde Suyadnyana mengatakan ulang tahun Denpost yang bersamaan dengan Hari Kesaktian Pancasila selalu menjadi tonggak bagi keluarga besar Denpost untuk berkarya di dunia pers. Ia juga menjelaskan tentang “Strategi Sukses di Bali” yang menjadi tagline Denpost. Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha berharap Denpost terus bersinergi dan meningkatkan semangat serta produktivitas.

Suasana pelatihan FnB anak-anak

sup sayuran. Mereka terlebih da­ hulu membersihkan bahan-bahan tersebut, memotong-motong dan memasak bahan-bahan tersebut. Sebagian besar anak-anak sangat bersemangat sekali ketika mereka melakukan pekerjaan mereka. Ini karena menurut mereka, menumenu makanan tersebut baru untuk mereka dan belum pernah mereka buat. Pos yang kedua adalah pos beverage yang di mana mer­ eka mendapatkan pelatihan ba­ gaimana membuat milk shake. Pertama-tama mereka menden­ garkan penjelasan barang-barang apa saja yang diperlukan dan juga bahan-bahan apa saja yang digunakan. Selanjutnya anak-anak mempraktekkan langsung mem­ buat minuman tersebut. Pada kesempatannya beberapa anak mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan ide untuk membuat sendiri dan akan menjual di acara bazar sekolah dan lingkungan tempat tinggal mereka. Set­ elah mereka membuat minuman tersebut anak-anak berkesempa­ tan untuk mencoba hasilnya. Pos serving adalah tempat di mana mereka bertanggung jawab

untuk mempersiapkan tempat, melayani tamu dan juga menyaji­ kan orderan dari tamu. Pos ini dip­ impin langsung oleh Cindy, pemilik Auntie’s Kitchen. Cindy langsung membagikan pengalaman dan mengajarkan anak-anak bagaimana melakukan pekerjaan tersebut dengan cara terbaik. Cindy tidak segan-segan mengoreksi anakanak ketika mereka melakukan role play, ini berguna supaya anakanak dapat memberikan pelayanan yang terbaik nantinya. Setelah semua beres, mereka berkolaborasi dengan membuka

restoran. Awalnya anak-anak di pos serving mempersiapkan meja, kursi dan menghiasnya dengan taplak meja dan beberapa lilin dan memastikan semua dalam keadaan bersih. Mereka juga mempersiap­ kan menu yang akan dipesan oleh para tamu yang terdiri oleh para relawan dari Bali dan Jakarta. Set­ elah itu mereka mempersilahkan para tamu masuk dan mencatat pesanan tamu-tamu tersebut kemudian mereka mengambil pe­ sanan berdasarkan masing-masing pos dan akhirnya menyajikan pesanan para tamu. “Para tamu mengungkapkan bahwa mereka puas atas hasil dari anak-anak ini. Saya pun bangga dengan kerja keras mereka,” imbuh Agustin. Acara diakhiri dengan sambu­ tan dari pemilik Auntie’s Kitchen dan evaluasi keseluruhan pelati­ han. “Anak-anak berhasil dalam pelatihan ini dan saya berharap anak-anak dapat ilmu dari pelati­ han ini. Saya sangat senang sekali karena bisa berkesempatan ber­ bagi ilmu dengan anak-anak Ant Charity,” ujar Cindy. Anak-anak yang ikut pelatihan ini menda­ pat sertifikat dan ucapan selamat Agustin, Cindy, Sam, dan tim Ant Charity. –Ngurah Budi

Anak-anak menikmati masakan yang mereka buat

Foto bersama usai pelatihan FnB

Style

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

15

Pesona Kebaya Wisuda ala GS Mode Saat ini kebaya adalah pilih terfavorit untuk berbagai acara istimewa. Salah satunya saat Wisuda. Menurut Sak Dek, desainer kebaya pemilik GS Mode di ka­ wasan Tukad Batanghari ini , kebaya untuk kelulusan atau wisuda biasanya menggunakan bahan brokat tile cornelli atau yang bermotif bunga dan mudah, bagus diaplikasikan dengan bahan atau pun warna lain.

A

da juga yang memakai bahan francelace, kar­ ena kenyamanan dan warna yang berbeda dari kain brokat kebanyakan. Dengan me­ nambahkan detil bordir payet yang bentuknya sesuai selera pemakai. Padu padan warna payet (beads) yang digunakan bisa 4 sampai 8 warna dalam satu kebaya mem­ buat kebaya dengan bahan yang biasapun akan terlihat berbeda. Keindahan kebaya kata Sak Dek dipengaruhi juga dari pemi­ lihan warna bustier-nya, karena

bukan hanya membantu bentuk tubuh terlihat lebih bagus tapi dapat menonjolkan keindahan motif kain yang dipakai. Untuk kain bawahannya um­ umnya pilihan lebih pada kain songket Bali. Sedangkan pelengkap tampil­ nya kebaya Bali adalah Obi (selendang di pinggang) yang juga di desain berbeda. Meski peran­ nya dianggap kecil, tapi obi sangat menunjang keseluruhan “totally look” kebaya yang ditampilkan. Sementara, untuk aksesorinya tinggal menyesuaikan dengan model kebayanya. – Sri Ardhini


16

Mozaik

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

Hujan yang sempat meng­ guyur Kota Denpasar, Minggu (25/9) pagi tak mengurangi minat para pecinta yoga untuk ikut “Safe & Healthy Yoga bersama Anjasmara” di Taman Kota Lumintang. Acara yang diadakan Safe Care dan Bali TV ini dibuka Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jayanegara di­ dampingi Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) Satria Naradha dan Direktur Safe Care Andy Setiawan.

“Safe & Healthy Yoga bersama Anjasmara” melakukan yoga atau yang sudah terbiasa melakukan yoga. Ia menambahkan penyerahan bibit kelapa kepada masyarakat Bali menunjukkan bahwa pihaknya juga peduli lingkungan. Pemberian bibit kelapa ini juga merupakan simbol bibit keaktifan untuk mengajak masyarakat aktif untuk kepentingan diri sendiri dan orang di sekitarnya.

Grace Tangkudung bersama hadiah motor yang diraihnya

A

cara pembukaan yang dipandu Karang dan Yuppi ditandai dengan penyerahan bibit pohon kelapa daksina kepada perwakilan pe­ serta. Ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibi­ lity (CSR) KMB dan Safe Care untuk melakukan penghijauan dan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Andy Setiawan mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan keempat yang diadakan di Bali. Acara ini merupakan bagian dari

roadshow Safe Care. Acara se­ rupa juga dilaksanakan di Jakarta, Surabaya, dan Solo. Januari 2017 mendatang, Safe Care akan kem­ bali menyelenggarakan Safe Care Bali Yoga Festival di Bali. “Kami ingin mengajak masyarakat itu aktif berolahraga dan yoga merupakan salah satu jenis olahraga yang melatih fisik dan jiwa kita,” ujar Andy. Hal itu terbukti dari antusiasme di ma­ sing-masing kota yang dikunjungi. Masyarakat pun mulai tertarik melakukan yoga baik masyarakat yang belum pernah sama sekali

BAGIAN DARI GAYA HIDUP Lestari, salah satu peserta yoga yang datang dari Banyuwangi menuturkan, dirinya menggeluti yoga sejak setahun lalu. Awalnya, ia mengikuti yoga hanya untuk menenangkan diri sesuai de­ ngan tujuan dari beryoga. Lama kelama­an, ia mencintai yoga dan menjadikannya bagian dari gaya hidup. “Pada awalnya ikut yoga hanya untuk menenangkan diri, lebih ke pendekatan jiwa, tapi

Peserta “Safe & Healthy Yoga bersama Anjasmara”

lama-kelamaan tubuh saya juga menjadi sehat,” ujar anggota Banyuwangi Yoga Komunitas itu. Tak hanya dirinya yang rajin beryoga tapi suami dan keluar­ ganya juga mengikuti jejaknya. Ia sangat antusias mengetahui tahun 2017 akan ada yoga festi­

sama Anjasmara

Karang dan Yuppi ber

val. Ia berencana untuk mengajak teman-temannya. Kepada para peserta yoga, Anjasmara menuturkan manfaat yoga. “Yoga membuat badan se­ hat dan fleksibel,” ujar suami Dian Nitami ini. Pesinetron ini sudah mengenal yoga sejak tahun 1994 namun baru tekun belajar yoga tahun 2013 hingga meraih serti­ fikat instruktur. Kini ia pun kerap berkeliling untuk membagikan ilmu dan pengalaman beryoga. Usai beryoga, para peserta juga mendapat kesempatan untuk ikut undian berhadiah sepeda mo­ tor. Peserta yang beruntung ada­ lah Grace Tangkudung. Pemilik Lala Studio ini bersyukur kepada Tuhan karena diberi keberuntun­ gan. “Terima kasih buat Bali TV dan KMB serta Safe Care. Salam sukses untuk kita semua,” ujar perempuan yang juga instruktur aerobik ini. –Maya/Ngurah Budi

Penyanyi Sekaligus Pebisnis Lele segera merampungkan video klip­ nya. “Saya sangat memahami ang­ gapan orang terhadap lagu Lele Kumis Jering, semua karena mer­ eka baru mendengar saja belum ada visual yang mengilustrasikan lagu lewat video klip. Maka dari itu, saya dan Gus Delano sepakat untuk segera membuat video klipnya,” ujar Nanda S. Pena. Duo Lele ingin membuktikan kepada masyarakat dan pencinta musik pop Bali bahwa lagu LKJ murni menceritakan kisah per­ saingan seorang penjual lele. “Dengan rampungnya klip LKJ semoga saja masyarakat lebih bijak memahami isi lagu dan tidak gampang menilai lagu LKJ negatif,” imbuh Gus Delano. Gus Delano yang bernama asli Gede Suhairta Mas merupa­ kan artis pendatang yang baru

memulai kariernya di dunia tarik suara. “Hobi nyanyi memang su­ dah lama, namun akhirnya dapat kesempatan bergabung bersama rekan Nanda yang lebih dulu berkecimpung di dunia hiburan,” jelasnya. Pria kelahiran 21 Feb­ ruari ini sangat senang karena rekan duetnya memiliki banyak kesamaan dengannya. “Sama suka musik, sama juga suka masak dan kuliner. Jadi ngerasa cocok saja dengan Nanda,” tambahnya. Hal senada juga disampaikan oleh Nanda S. Pena atau yang bernama asli Ketut Sumpena bahwa keduanya memiliki chemistry yang begitu kuat. Ia pun tidak menampik jika selama ini memang terjadi perbedaan-perbedaan dalam berpendapat. “Ya intinya saling mendengarkan dan meng­ hargai satu dengan yang lain,”

Prestasi mengagumkan diraih SMP Negeri 1 Gianyar tahun ini. Salah satu siswanya, yakni Putu Nadhia Dewi Ar­y asa berhasil meraih prestasi di tingkat nasional, dengan men­ juarai Festival dan Lomba Seni Siswa Tingkat Nasional (FLS2N) tahun 2016, untuk kategori Menyanyi Solo. Dara yang akrab dipanggil Gek Na ini, sukses mengungguli para peserta dari 34 provinsi di Indonesia.

ebelum menjuarai ajang FLS2N tingkat nasional tahun ini, Gek Na telah meraih berbagai juara lomba menyanyi. Baru-baru ini ia meraih juara satu lomba vokal di SMAN 1 Denpasar 2015, juara satu lomba vokal di SMA Negeri 4 Denpasar tahun 2015 dan juara dua lomba vokal di Unud.

Putu Nadhia Dewi Aryasa

Kalau Gagal Coba Lagi

Saat duduk di bangku SD, ia juga pernah meraih berberapa prestasi, juara 1 nasional FLS2N 2013 kategori vokal atau me­ nyanyi solo tingkat SD, juara 1 Nasional PKLK Dikdas kategori vokal SD tahun 2013, juara 10 be­ sar kompetisi Suara Anak Kirana Semen Indonesia tingkat nasional tahun 2014 dan berkesempatan tampil sebagai Solois dalam Gita Bahana Nusantara 2013 di Istana Negara tahun 2013. “Saya suka menyanyi sejak

Gek Na bersama keluarga

kecil. Dari SD sudah ikut lomba. Guru vo­ cal saat SD menyarankan saya ikut les vocal biar tahu teknik bernyanyi yang benar. Akhirnya les vocal di di Sang­ gar Cresscendo,” ujar putri pasangan I Nyoman AryasaDhyan Oka Ananda ini. Dari hasil les vocal, Gek Na mendapat banyak pengeta­ huan. Sebelumnya, ia mengaku sering tidak matching antara vokal dan musik. Namun, berkat latihan yang intens, serta dukun­ gan pelatih serta orangtua, ia menjadi paham tentang musik. Saat ini Gek Na duduk di kelas 8G, di SMPN 1 Gianyar. Di sekolahnya Gek Na termasuk siswa yang aktif dan cukup cer­ das. Meskipun ia kerap kali harus meninggalkan bangku sekolah untuk mengikuti lomba menyanyi, namun ia masih mampu mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik. Selain aktif di ekstra seni vocal, ia juga tergabung dalam ekstra sastra Indonesia, karena ia suka membaca dan menulis. “Waktu ikut FLS2N tahun 2016, saingan saya cukup berat. Ada finalis Idola Cilik 2016. Saya berusaha sebaik mungkin. Lagu

Petani Harus Mandiri dan Berinovasi

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyerahkan bibit kelapa unggul kepada perwakilan kelian subak

Gus Delano dan Nanda S. Pena

ujar Nanda. Begitu juga halnya ketika Gus Delano baru-baru ini meluncurkan sebuah lagu solo yang berjudul “Pejuang Cinta”, dirinya tidak merasa berkeberatan. “Ga masalah, itu juga tujuannya mengasah kemampuannya Gus Delano agar terbiasa di depan publik,” tegasnya. Menurut duo yang berasal dari

Buleleng ini impian terbesar dalam bermusik yang ingin diwujudkan adalah merampungkan sebuah album. “Ini sebagai ungkapan rasa terima kasih kami kepada pecinta musik Bali yang selalu mendukung kami dan ungkapan rasa syukur kami dalam dunia tarik suara, astung­k ara dapat terwujud,” tandas Gus Delano. -Wiwin

9

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

S

Duo Lele

Mencari kecocokan antara pribadi yang berbeda memang tidaklah mudah. Tetapi, beda ceritanya dengan Gus Delano dan Nanda S. Pena. Berawal dari rekan bisnis kini kedua mengambil job menyanyi de­ ngan membentuk duo yang ia namai Duo Lele. Pemberian nama Duo Lele juga dikarena­ kan keduanya menjadi pengu­ saha yang menjual lele. Nama duo ini semakin ra­ mai diperbincangkan sejak lagu pertamanya dirilis yang berjudul “Lele Kumis Jering” atau LKJ. Liriknya yang sedikit nyeleneh mebuat kuping yang mendengar akan berimajinasi sesuai den­ gan tingkat kemampuan dalam memaknainya. Untuk menepis anggapan negatif dari pendengar tidak butuh waktu lama mereka

Dara

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana terus berupaya men­ ingkatkan hasil pertanian guna menyejahtrakan kehidupan petani. Hal ini terlihat saat dilakukan Talk Show dengan tema “Mengugat Ketimpangan Pembangunan Bali Utara Mengelola Potensi Agro” di gedung Imaco eks. Pelabuhan Buleleng, Jumat (30/9). Acara ini merupakan hasil kerjasama Pem­ kab Buleleng dengan Kelompok Media Bali Post tersebut dengan melibatkan seluruh kelian subak sawah, kelian subak abian, dan

Teruna Teruni Tani di Kabupaten Buleleng. Beragam potensi pertanian dipacu meningkat taraf kehidupan petani menjadi lebih baik. Seperti salah satu didengungkan dalam Nawacita Presiden Joko Widodo adalah bertujuan meningkatkan kedaulatan pangan. “Kami men­ cocokan tanaman yang dapat dikembangkan di Buleleng, baik padi maupun tanaman holtikultura mampu tumbuh baik,” ujarnya. Selain pertanian padi akan dikembangkan bibit kelapa dak­

sina. Selama kurun tiga tahun mendatang bibit kelapa dak­ sina mampu tumbuh cepat dan berbuah. Artinya masyarakat Buleleng atau Bali secara umum tidak perlu mendatangkan bibit dari Pulau Jawa. “Maka pilot project pertanian tahun depan akan dicoba di satu kecamatan. Kami sekaligus mendekatkan sektor pertanian sebagai pilihan pekerjaan generasi muda. Seka­ rang tidak banyak anak muda menggeluti pertanian,” ucapnya. Selain bibit kelapa unggul, peserta

Gek Na saat FLS2N tahun 2016

saat penyisihan “Pantang Mundur” dan satu lagu Bali. Saat final lagu wajibnya “Burung Camar” dan satu lagu Bali. Ternyata saya ber­ hasil menjadi juara satu,” ujarnya seraya mengatakan selalu menjaga pola makan dengan menghindari gorengan serta minum es. Gek Na juga bersyukur atas apa yang sudah diraih dan semua itu berkat dukungan keluarga, sekolah, te­ man, serta pelatih. Komang Darmayuda, pelatih yang hadir juga akan dibagikan bibit sirsak dan pisang ijo Taiwan unggul. Dalam acara tersebut juga dihadirkan pembicara dari prak­ tisi pertanian Wayan Supadno. Ia memaparkan petani sukses tidak meski tergantung kepada pemer­ intah. Mereka mampu mandiri mengembangkan kelapa daksina. Petani perlu mengkalkulasi hasilhasil pertanian dimiliki, sehingga tidak sekadar menanam melaink­ an produksi di lahan pertanian mereka menjadi lebih produktif. “Petani harus mandiri dan bisa berinovasi melihat peluang tana­ man dikembangkan. Kita pasti bisa menjadi petani yang sukses asalkan ada kemampuan. Tidak perlu modal besar atau harus menjadi ahli pertanian. Mari kita mulai dari diri sendiri menanam tanaman unggul,” ujarnya. Guru Besar Pertanian Unud Prof. Nyoman Sucipta sebagai pembicara kedua menegaskan, petani muda hanya tinggal 12 persen. Peningkatan kuantitas petani muda di Buleleng, perlu digenjot sehingga jumlah petani di Bali tidak menurun drastis. Ketertarikan generasi muda san­ gat kecil berkecimpung di bidang pertanian. Selain attitude ber­ tani, teknologi pertanian sangat perlu ditingkatkan di masyarakat bawah. Sementara itu, Wakil Rek­

Gek Na dari Cresscendo menilai binaannya ini memiliki talenta di bidang tarik suara, dan memiliki jangkauan vocal yang cukup tinggi. Karena itu ia berkeyakinan Gek Na akan sukses jika nantinya terjun sebagai seorang penyanyi profesional. Ke p a l a S M P N 1 Gianyar, Dewa Nyoman Bawa menambahkan, ekstra vokal merupakan salah satu dari 20 jenis kegiatan pengem­ bangan diri yang ada di sekolahnya. Ia berharap, para siswa bisa mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal, tidak saja di bidang akademis, namun juga di bidang nonakademis. “Cita-cita saya memang mau jadi penyanyi profesional dan pu­ nya sekolah musik,” tegas Gek Na yang lahir 20 September 2002 ini. Ia pun berusaha untuk mewujud­ kan impiannya. Kegiatan sekolah dan latihan vokal pun diatur agar seimbang. “Untuk generasi muda, ayo terus berlatih untuk menga­ sah kemampuan kita. Kalau gagal, jangan takut untuk mencoba lagi,” imbuh dara yang memfavoritkan Celine Dion ini. Apa yang dilakukan dan diimpi­ kan Gek Na selalu mendapat du­ kungan orangtuanya. “Kami selalu mendukung aktivitas positif yang di­ lakukan Gek Na. Kami juga bangga dengan apa yang sudah dia raih. Ke depan, semoga Gek Na bisa lebih baik lagi dalam mengembangkan diri dan menyalurkan hobinya,” ujar Dhyan Oka Ananda, ibu Gek Na. –Ekayana/Ngurah Budi

Putu Agus Suradnyana

tor II Undiksha Singaraja, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., mewakili Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd., men­ jadi petani muda atau petani tua bukan persoalan pelik. Hal ditekankan seberapa besar petani mampu dan berani mengubah inovasi dalam dirinya. Penyuluhan terhadap petani dari orang-orang yang mengerti pemerintah masih minim di Buleleng, dan paskap­ anen belum maksimal. Petani menjadi malas bahkan beralih profesi lain. Infrastruktur perta­ nian diimbangi kebijakan penguasa mendukung potensi pertanian. “Hasil penelitian menemukan, petani cenderung bersifat raguragu misalnya mau beli bibit takut mahal. Mau pinjam uang modal angunan gak ada. Lalu bagaimana mau berinovasi kalau tidak punya uang,” tambahnya. -Wiwin


8

Bunda & Ananda

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

Jadilah Ibu Rumah Tangga yang Luar Biasa Memilih kehidupan berumah tangga harus siap dengan konsekuensi mengurus rumah tangga. ­Kebanyakan urusan rumah tangga (domestik) ­ditangani kaum perempuan yang kemudian sering disebut ibu rumah tangga. Namun, ada juga kaum laki-laki yang mengurus rumah tangga.

A y u

S

anti adalah seorang perempuan yang bergelar S2 dari universitas di louar negeri. Kariernya di perusahaan cukup bagus karena ia berada di level manajer. Sang suami pun punya karier yang bagus. Namun, beberapa tahun setelah anaknya lahir, Santi mulai galau. Ia memikirkan tumbuh kembang putranya. “Saya lulusan S2 tetapi anak saya diasuh orang lain yang pendidikannya dibawah saya. Bagaimana nanti perkembangan anak saya. Saya pun diskusi dengan suami hingga memutuskan saya keluar dari pekerjaan untuk fokus mengurus anak. Keputusan yang berat tetapi ini saya lakukan demi anak,” ujarnya. Santi pun benar-benar mencurahkan waktu dan perhatiannya untuk mengurus anak. Semua pekerjaan rumah tangga menjadi tanggung jawabnya sedangkan suami bertanggung jawab mencari nafkah. “Saya tidak malu walau banyak yang mengatakan lulusan S2 kok jadi ibu rumah tangga. Saya bilang anak yang cerdas lahir dari ibu yang cerdas,” tegasnya. Setelah menemukan ritme kerja antara mengurus rumah tangga hingga antar-jemput anak sekolah, Santi masih memiliki waktu luang. Ia pun memanfaatkan dengan menekuni bisnis online. Hasilnya lumayan. Sebagai ibu rumah tangga, ia pun bisa memiliki penghasilan. Pengalaman Tria mirip dengan Santi. “Saya dan suami sama-sama kerja di bank. Tiga anak kami diasuh asisten rumah tangga. Ternyata, suatu ketika kami kerja lalu pulang lebih awal. Gerbang digembok. Asisten rumah tangga keluar pacaran sedangkan anakanak ditinggal di dalam rumah. Kami langsung memecat dia.

N u s a Saya berunding dengan suami dan memutusan saya keluar dari pekerjaan di bank. Saya memilih menjadi ibu rumah tangga,” ujar Tria. Mengurus tiga putra bukan pekerjaan yang mudah. Bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan anakanak, menyiapkan pakaian hingga mengantar anak ke sekolah sudah menjadi rutinitas. Malam hari, Tria memeriksa PR anak-anak sekaligus mengecek buku dan peralatan sekolah. Tria hapal betul apa kegiatan ketiga anaknya termasuk apa yang menjadi kegemaran mereka. “Kelebihan jadi ibu rumah tangga, saya tahu perkembangan anak baik di sekolah maupun di tempat les. Jadwal yang padat dari Senin sampai Jumat kadang membuat anak-anak jenuh. Sabtu dan Minggu kami rekreasi bersama,” ungkapnya. Sebagai perempuan yang pernah berkarier lalu memilih menjadi ibu rumah tangga tak membuat Santi maupun Tria kehilangan gaya. Mereka tetap menjalin kontak dengan teman-temannya dan sekali waktu ikut arisan. “Urusan me time tetap ada dalam daftar. Saya bisa nonton drama Korea atau sesekali ke salon. Semua saya lakukan setelah urusan anak-anak beres,” imbuh Tria. Menurut Ni Luh Ayu Nusantini, S.Psi., M.Par., Psikolog, menjadi ibu rumah tangga itu ada dua penyebab. Karena pilihan atau karena keadaan. Begitu memasuki jenjang kehidupan rumah tangga, harus ada kesepakatan antara suami dan istri, siapa yang akan mengurus rumah tangga dan siapa yang mencari nafkah. Lazimnya, suami yang mencari nafkah, istri yang di rumah. Ada juga yang kedua berkarier sedangkan urusan rumah tangga diserahkan ke asisten rumah tangga. Atau, sang

“Menjadi ibu rumah tangga itu sangat mulia. Hasilnya memang tidak seperti bekerja di perusaahaan, jelas nominalnya. Hasil dari binaan ibu rumah tangga akan terlihat nanti di masa depan. Bagaimana ibu mendidik anak agar menjadi anak yang tumbuh dan berkembang dalam kualitas terbaik. Ibu rumah tangga yang berpendidikan S2 akan melahirkan S2-S2 berikutnya”

suami yang bertugas mengurus rumah tangga. Semua harus dibicarakan dan dijalankan dengan riang tanpa paksaan. “Menjadi ibu rumah tangga itu sangat mulia. Hasilnya memang tidak seperti bekerja di perusaahaan, jelas nominalnya. Hasil dari binaan ibu rumah tangga akan terlihat nanti di masa depan. Bagaimana ibu mendidik anak agar menjadi anak yang tumbuh dan berkembang dalam kualitas terbaik. Ibu rumah tangga yang berpendidikan S2 akan melahirkan S2-S2 berikutnya,” ujar psikolog yang juga Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali ini. Ayu Nusa menambahkan, memilih pekerjaan apapun jika dilakoni dengan bahagia, akan mendatangkan hasil yang membahagiakan. Jangan pernah mengeluh karena keluhan itu akan mematikan kreativitas dan membuat cepat bosan. Sekali waktu pergi berlibur untuk menghilangkan

kejenuhan. Ibu rumah tangga pun memerlukan liburan untuk mendapatkan suasana yang lebih segar. Sebagai ibu rumah tangga, banyak hal yang bisa didapatkan. Pertama, urusan waktu. Ibu rumah tangga memiliki keleluasaan untuk mengatur waktu. Manajemen waktu yang baik akan memudahkan ibu rumah tangga mengatur pekerjaan, kapan masak, kapan mencuci, kapan membersihkan rumah, dll. Kalau urusan domestik beres, bisa memanfaatkan waktu untuk santai atau bisnis seperti yang diceritakan Santi. Keleluasaan mengatur waktu ini tergantung tingkat kesibukan masing-masing ibu rumah tangga. “Jangan pernah menyamakan diri dengan orang lain. Masingmasing orang punya tipikal yang beda. Yang penting dinikmati dan dijalankan dengan riang gembira. Ibu rumah tangga tidak harus dasteran dan rambut diroll. Tampil modis di rumah juga

sangat penting. Ibu rumah tangga happy, keluarga juga happy,” tegas perempuan yang bertugas sebagai Koordinator Kantor Samsat Pembantu Renon, UPT Kota Denpasar, Dispenda Bali ini. Dari sisi pendampingan anak, ibu rumah tangga punya waktu yang sangat banyak. Sejak anak pulang sekolah, sudah bisa diajak berkomunikasi, bagaimana kegiatan di sekolah, ada hal baru apa yang didapatkan, hingga menanyakan apakah ada PR. Komunikasi ini mungkin jarang didapatkan jika anak lebih sering bersama asisten rumah tangga karena ibunya sibuk berkarier. Satu hal lagi, menjadi ibu rumah tangga tetap harus up to date dan memiliki pengetahuan luas. Perkembangan terkini tetap harus dipantau, termasuk berita. Hal ini penting jika anak bertanya, ibu bisa memberikan jawaban atau penjelasan. Belum tentu wanita karier lebih hebat dari ibu rumah tangga. “Jangan nonton gosip dan nonton sinteron yang diperbanyak. Itu malah akan membodohi diri sendiri. Gunakan waktu luang untuk hal-hal yang bermanfaat, misalnya mencari resep masakan. Nanti dipraktikkan. Perempuan itu multitasking, bisa melakukan beberapa hal dalam waktu bersamaan. Jadilah ibu rumah tangga yang luar biasa, bukan biasa di luar,” ujar Ayu Nusa. –Ngurah Budi

Griya

Sekarang ini makin banyak menjamur tempat-tempat makan yang selain menyuguhkan menu yang menggoda selera, juga benar-benar mendesain tempat tersebut sehingga asyik buat nongkrong.

S

alah satu tempat yang direkomendasikan adalah Kohi Vintage & Retro Coffe House yang berlokasi di Jalan Nakula, Kuta. Desain interior tempat ini sangat unik, sehingga tak sedikit yang memanfaatkannya untuk spot foto praweed, ulang tahun, arisan, dll. Kohi mengaplikasikan konsep vintage-toys-retro. Manajer Kohi Novex Saputra mengatakan konsep ini disuguhkan untuk memberikan kesan nostalgia. “Di sini banyak barang-barang lama sehingga menimbulkan kesan nostalgia. Jadi, jika pengunjung kesini akan teringat kembali pada masa

kecilnya,” ujarnya. Selain barang-barang antic, di salah satu sudut yang disebut Toys Section dilengkapi juga dengan permainan dingdong dan banyak lagi pilihan mainan yang tertata di beberapa rak. Bagi yang suka music, Anda bisa nongkrong di Music Section. Dan pencinta barang-barang unik, ada pilihan nyatai di Vintage Section. Tak hanya itu, di setiap sudut bahkan hingga di area depan toilet, juga mendapat sentuhan khusus. Demikian juga kampu-lampunya. Karena itu, temukan sendiri spotspot yang asyik untuk berfoto.

–Inten Indrawati

Toys section

ANOMAN NAKAL

yang bercahaya terang itu menaruh belas kasihan. Ia lalu mengadukan peristiwa itu kepada Matahari. “Kakak Matahari, tidakkah kau lihat penderitaan bintang-bintang itu?” tanya Bulan di depan Matahari. “Ya, aku lihat! Aku ingin menolongnya, tetapi ada hal lain yang kupikirkan,” jawab Matahari. “Apa yang Kakak pikirkan?” “Kamu! Apabila aku menyelamatkan bintangbintang, maka kamu akan kesepian. Bintang-bintang itu akan kuangkat jauh di atasmu. Sedangkan kamu tetap tinggal di situ sendirian.” Bulan berpikir, lalu katanya, “Tak apalah, Kakak, asalkan Anoman tidak sampai menggapai tempatku bepergian.” Seperti biasanya, Anoman meloncat-loncat dari pohon ke pohon. Ia menggapai sebuah bintang. Sial, bintang itu melesat ke langit. Ia marah, lalu mengambil sepuluh bintang, tetapi kesepuluh bintang itu terbang tinggi. Si Kera Putih mengamuk. Ia mengambil beratus-ratus bintang, tetapi beratusratus bintang itu melesat secepatnya. Akhirnya tak satu bintang pun yang bertengger di pohon-pohon gunung itu. Bintang-bintang itu sekarang bertengger amat tinggi, lebih tinggi dari Bulan. Ketika bulan purnama, si Muka Bulat yang bercahaya sejuk itu tersenyum. Ia tidak lagi melihat Anoman bermainmain di puncak gunung. Konon, si kera putih itu sekarang tinggal di Ayodya, mengabdi untuk Prabu Rama, dan tidak nakal lagi. (Kreasi)

17

Uniknya Konsep Vintage-Toys-Retro

Mendongeng Lima Menit Di masa kecil Anoman sangat nakal. Kera putih itu jarang di rumah. Ia suka bermain-main di puncak gunung. Di situ banyak pohon yang berbuah lebat dan gurih. Pada malam hari buahMade Taro buahan itu tampak bercahaya terang, karena di sela-sela ranting pohon bertengger beribu-ribu bintang. Bintangbintang itu dengan senang hati memancarkan cahayanya. Bila perut Anoman sudah kenyang, ia tidak lagi memetik buah-buahan. Perhatiannya berubah, yakni memetik bintang-bintang. Ia ambil sebiji, lalu ia lemparkan ke bintang yang lain. Pluk! Sebuah bintang mengaduh karena jidatnya benjol kena lemparan Anoman. Anoman tertawa. Ia sangat menikmati permainan yang lucu itu. Ia petik sepuluh bintang lagi, lalu ia lemparkan ke sepuluh bintang lainnya. Pluk, pluk, pluk…! Makin banyak bintang-bintang yang mengaduh. Mereka tidak dapat membalas kenakalan Anoman, karena Anoman kuat dan pandai berkelit. Ketika bulan purnama tiba, bintang-bintang itu mengadukan nasibnya kepada bulan si Muka Bulat. Melihat banyak bintang yang benjol-benjol, bulan

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

Music section

Vintage section


18

Edisi 921/3 - 9 OKTOBER 2016

Keberadaan Singaraja Building Centre (SBC) sebagai salah satu supermarket bahan bangunan terbesar di Buleleng mampu memberikan berbagai kemudah­ an bagi konsumen utamanya dalam hal pembangunan. Sejak resmi dibuka pada 1 Oktober 2015 lalu, SBC telah berupaya memberikan pelayanan optimal kepada konsumen setianya khususnya masyarakat yang berada di Kabupa­ten Buleleng.

Luh Kerthianing saat memberikan sambutan dalam acara Gala Dinner di taman Garden Villa Residence

M

enurut owner Singa­ raja Building Centre Luh Kerthianing, salah satu keunggulan yang dimiliki usahanya tersebut adalah menyediakan segala jenis bahan bangu­ nan dari berbagai merek terkenal.

Anniversary Singaraja Building Centre

Hadiahkan Satu Unit Sepeda Motor

“Di SBC konsumen mau beli bahan bangu­nan dari yang paling murah sampai yang paling mahal juga ada,” ungkap Kerthianing. Selain itu, SBC juga meng­utamakan mutu pelayanan dalam hal pengiriman barang. “Kalau ada konsumen yang pesan kami upayakan proses pengiriman barangnya cepat, ya one day service,” imbuhnya. Setelah sukses merebut pangsa pasar di Buleleng, di ulang tahunnya yang pertama, SBC juga memberikan penghargaan kepada konsumen setia. Penghargaan dimaksud adalah pem­ berian kupon kepada konsumen dengan pembelanjaan minimal Rp 200.000 untuk semua item. Kupon tersebut telah diundi dalam acara the first anniversary Singaraja Building Centre yang digelar di halaman Parkir Singaraja Building Centre Jalan Ngurah Rai No. 56 Singaraja dengan hadiah utama 1 unit sepeda motor. Serangkaian acara dari the first anniversary Singaraja Building Centre diawali dengan gala dinner yang melibatkan seluruh distributor bahan bangunan di seluruh Indonesia. Bahkan tidak tanggung-tanggung Kerthianing juga mendatangkan artis-artis nasional untuk menghibur dalam acara tersebut. Artis nasional yang datang diantaranya Ratna Listy, Amel Petir, Lili Meko, dan Nadia N. Alatas. Acara puncak digelar untuk meraya­ kan satu tahun berdirinya supermarket terbesar dan pertama di Buleleng ini diawali dengan acara tumpengan dengan dilanjutkan pembagian hadiah kepada pemenang dari pengundian kupon dengan hadiah utama satu unit

Puncak Acara Perayaan Firts Aniversary Singaraja Building Centre

sepeda motor, selain itu masih banyak hadiah menarik lainnya seperti water heater, LED TV, magic com, juicer, rice box dan kipas angin. KONSULTASI GRATIS Melesunya perekonomian di Buleleng akibat krisis global, membuat Luh Kerthianing pemilik Singaraja Building Centre tidak pernah putus asa mencari solusi. Menurutnya, untuk membangkitkan kembali perekonomian di Buleleng harus dengan terobosanterobosan yang inovatif. “Sekarang orang membangun rumah akan berpikir seratus kali karena semua barang harga­ nya mahal, tetapi SBC memberikan diskon-diskon menarik dan harga yang terjangkau,” jelasnya. Kerthianing mengamati saat ini daya beli masyarakat terhadap pro­ perti makin menurun sehingga ia perlu menyikapi masalah ini. Menyediakan segala jenis bahan banguan dengan harga yang terjangkau adalah salah

satu solusinya. Keberadaan Singaraja Building Center akan menjawab segala kebutuhan bangunan material bangunan dan fasilitas bangunan lainnya untuk masyarakat di Singaraja dengan mengunggulkan layanan kepada pelanggan seperti layanan solusi rumah pertama di Singaraja dimana setiap pelanggan diberikan fasilitas konsultasi gratis dalam membangun dan melengkapi kebutuhan dalam membangun

rumah. Perempuan kelahiran 24 Maret 1969 tersebut juga menambahkan, kota Singaraja sangat berpotensi dikembangkan dari segi properti. Maka dari itu pemilik Singaraja Group (Singaraja Handphone, Singaraja Property, dan Singaraja Real Estate) ini akan mengajak distributor bahan bangunan untuk membuat rumah percontohan. “Kita akan buat rumah tidak untuk dijual. Semua bahan bangunan yang digunakan merupakan merek-merek yang dijual di SBC,” ungkapnya ditemui di sela-sela gala dinner. Hal ini diharapkan pembeli dapat melihat secara langsung jenis bahan bangunan yang digunakan dan kualitasnya. Ditambahkan distributor produk Paloma, kunci pintu dan jendela ini, Singaraja berpotensi berkembang lebih baik dari segi pembangunan. Bekerja sama dengan SBC sangat diharapkan dapat mengembangkan usahanya. “Saya sangat optimis bahwa Singaraja dapat berkembang lebih baik lagi ke depan,” ungkapnya. -win

Wisuda XXVII Universitas Panji Sakti

Terapkan Smart Digital Campus Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja melepas sebanyak 130 orang wisudawan-wisudawati XXVII di Hotel Banyualit, Lovina, Singaraja. Mereka berasal dari lima fakultas yaitu Fakultas Ekonomi 46 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 40 orang, Fakultas Hukum 35 orang, Fakultas Pertanian 5 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 4 orang. Terdapat 26 orang mahasiswa lulus dengan pujian dari keseluruhan jumlah wisudawan. Rektor Unipas Dr. Ketut Gunawan, MM., mengatakan, sejak berdiri tahun 1985 hingga saat ini, Unipas telah menghasilkan 3.037 orang sarjana. Jika dilihat kualitas lulusan dari tahun sebelumnya, tahun ini mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase lulusan sebanyak 75% lulus dengan predikat sangat memuaskan dan 25% lulus dengan predikat cum laude. “Tahun ini secara kualitas meningkat, tidak ada lulusan yang lulus dengan predikat memuaskan,” paparnya. Bertepatan dengan momen wisuda kali ini, Gunawan juga menambahkan bahwa akan di-launching program Smart Digital Campus yang merupakan kerjasama antara Unipas dan Gamatechno. Peluncuran program ini merupakan terobosan dalam dunia pendidikan yang bertujuan untuk mengefisienkan segala urusan administrasi kampus baik Kartu Rencana Studi (KRS), tracer study para alumni dan lain-lain.

Wisuda XXVII Universitas Panji Sakti

“Intinya sistem teknologi diadopsi ke depan memberi kemudahan terhadap keperluan kemahasiswaan,” jelasnya. Gunawan menambahkan dengan sistem E-campus maka tidak menutup kemungkinan jika Unipas dapat dikenalkan di seluruh Indonesia bahkan secara global. “Melalui sistem E-Campus segala urusan kampus dapat diakses melalui internet bahkan melalui smart phone dengan jangkauan yang luas,” imbuhnya. Segala persiapan pun telah dilakukan mulai dari pelatihan dosen, pegawai hingga mahasiswa mengenai program Smart Digital Campus tersebut. “Akan segera diterapkan karena semua sudah dilatih menggunakan E-campus,” tandasnya. Gunawan menambahkan untuk

mencegah jual beli ijazah yang belakangan mulai marak di masyarakat, pihaknya menggunakan kertas khusus sehingga tidak bisa dipalsukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Kertasnya langsung dikeluarkan Perum Peruri cabang Surabaya kalau dideteksi tidak muncul lambang Unipas berarti ijazah tersebut palsu,” jelasnya. Selain itu, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) telah diterapkan Unipas sejak tahun 2010. Pihak perusahaan atau pemerintahan yang menggunakan lulusan tidak ragu terhadap alumni Unipas memiliki keahlian dan pelatihan khusus. Alumni memiliki daya saing bersiap menghadapi era MEA. “Ada garansi bagi lulusan Unipas sebab

mereka tidak hanya mendapat ilmu sesuai dengan bidangnya melainkan mendapat tambahan kompetensi selain bidang ilmu yang mereka tekuni,” pungkasnya. Bupati Buleleng yang diwakili oleh Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.,OG berharap Unipas dapat meningkatkan kualitas baik dari segi manajemen, sumber daya manusia, dan sarana prasarana. Sebagai sebuah apresiasi terhadap lulusan terbaik yang mampu dihasilkan Unipas, pihaknya melalui pemkab Buleleng akan merekrut secara langsung untuk dipekerjakan. “Nanti kami akan koordinasikan bersama ketua DPRD, bagi lulusan terbaik yang belum memiliki pekerjaan bisa direkrut langsung melalui pemkab

Buleleng,” ujarnya. Acara wisuda juga dihadiri oleh Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof.Dr. Nengah Dasi Astawa, M.Si serta para pejabat lainnya. Pada kesempatan itu, Nengah Dasi memberikan motivasi kepada wisudawan agar senantiasa semangat dan menanamkan sikap kemandirian, tanggung jawab dan menjadi pemenang dalam kempetisi dunia kerja. Dia menambahkan sebagai lulusan Unipas, para wisudawan tidak harus bekerja di sektor formal. Akan tetapi tetap memerhatikan peluang bisnis yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga konsep kerja cerdas, kerja lugas, dan kerja tuntas bisa diaplikasikan. -win

Life

Story

Di salah satu sudut pasar tradisional di Sumbawa, Darti menakar dan menimbang gula dan minyak kelapa yang kemudian ia masukan ke dalam plastik ukuran seperempat kilogram, setengah kilogram dan satu kilogram. Di sela-sela itu, tampak para pembeli datang silih berganti berbelanja di lapak sederhana miliknya di tengah pasar tersebut.

D

ilihat dari penampilannya, dengan paras yang ayu, pakaian yang sangat layak dan bermerk serta guratan-guratan perawatan masih tampak pada kulit mulus Darti yang putih, rasanya agak tidak lazim Darti berada di tengah hiruk pikuk aktivitas pasar tradisional yang tidak menawarkan kenyamanan itu. Siapa sangka, putri Darti (julukan yang diberikan padanya oleh orang tua dan keluarganya) akhirnya “terhempas” ke tengah pasar seperti ini. Darti lahir dari keluarga pengusaha yang kaya raya. Masa kecil, masa remaja hingga masa kuliah Darti dipenuhi oleh limpahan materi yang memanjakannya. Sebagai anak sulung dari empat bersadudara dan satu-satunya perempuan dalam keluarganya ini, membuat Darti diperlaku-

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

Roda Kehidupan Berputar Cepat kan begitu istimewa. Sampaisampai ia dipanggil dengan panggilan kesayangan sebagai Putri Darti. Sejak duduk di bangku SMU Darti sudah berganti-ganti mobil. Ia memiliki cukup banyak koleksi pakaian bermerk yang sampai sekarang masih sering dipakainya. Hidup penuh gengsi dijalani dalam kesehariannya. Kemewahan hidup Darti berlangsung cukup lama bahkan sampai ketika ia memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliah di Universitas Mataram pada semester tiga dan memilih menikah dengan kekasihnya. Sampai saatnya ia menikah, orang tuanya masih bisa memberinya modal untuk usaha suaminya. Namun karena terbiasa hidup mewah dan berfoya-foya, modal yang diberikan ayahnya itu tidak berkembang baik sehingga Darti dan suaminya gagal dalam usahanya. “Ya, begitu, uang dari Ayah habis begitu saja,” katanya pelan sambil terus menimbang gula. Kehidupan ekonomi bersama

suaminya merosot tajam karena ditambah lagi usaha ayahnya mengalami masalah. Nasib tidak bisa ditebak, ayahnya yang seorang pengusaha sukses itu, entah apa yang terjadi, perlahan-lahan terus menurun. Ayahnya jatuh bangkrut. “Bangkrut yang benar-benar bangkrut,” ujarnya. Seluruh aset

milik mereka baik yang berada di Sumbawa maupun di Pulau Jawa, habis terjual sedikit demi sedikit hingga akhirnya tersisa hanya rumah tempat mereka tinggal. “Di sana saya baru tersadar bahwa roda kehidupan itu berputar dengan begitu cepat. Saya merasa berada di titik yang paling bawah,” kata Darti.

Stikes Buleleng Kedepankan Budaya Mutu Sekolah Tinggi lulusan yang dapat Ilmu Kesehatan (Stikes) bersaing dalam dunia Buleleng melaksanakan kerja. “Alumni akan upanayana bagi 140 bersaing dengan semahasiswa baru tahun mua lulusan sekolah akademik 2016/2017 kesehatan di Bali yang resmi menjadi bahkan di Indonesia. anggota keluarga besar Maka dari itu kualitas Stikes Buleleng. Proses lulusan harus diutamaupacara ini dilaksanakan kan,” tegasnya. di aula bawah kampus Sundayana tidak setempat. Mahasiswa memungkiri untuk Upanayana Stikes Buleleng baru ini terdiri atas 112 dapat menciptakan siswa prodi keperawatan ditambah 28 siswa prodi lulusan yang mampu bersaing secara kompetitif dan kebidanan yang beragama Hindu. Proses upacara ini global tidaklah mudah. Untuk dapat mencapai tujuan dilaksanakan melibatkan Ketua Stikes, Puket I,II,III tersebut pihaknya berupaya menciptakan suasana , staf dosen dan staf pegawai di lingkungan Stikes belajar yang menyenangkan dan melengkapi saran Buleleng. prasarana kampus. Salah satunya dengan membangun Kegiatan yang dilaksanakan Some Wage Medangsia asrama yang bertujuan untuk memfokuskan mahasiswa (26/9) ini sangatlah khusyuk melalui rentetan mepiununtuk belajar. “Asrama ini sudah berjalan selama dua ing, melukat banten, mejaya-jaya, pemuspaan, serta tahun dan mahasiswa baru diawajibkan di asrama diakhiri dharma wacana. Menurut Putu Agus Windu selama setahun setelah itu baru kami bebaskan,” Yasa Bukian, S.Ag., M.Ag, upanayana dalam ajaran imbuhnya. agama Hindu memiliki banyak pengertian salah satuSelain sarana, suasana kampus pun dibuat menynya adalah upacara penyucian murid yang baru belajar enangkan. Hal ini dapat dilihat dari penataan kantin Weda. Ia mengatakan upanayana merupakan upacara kampus yang menyerupai restoran. “Habis belajar merwajib yang dilaksanakan oleh calon siswa yang memueka akan istirahat di kantin yang kami sebut cafeteria lai memasuki masa brahmacari asrama. Itu identik Stikes Buleleng,” tambahnya. Sundayana menambahdengan upacara inagurasi atau inisiasi pada kegiatan kan cafeteria Stikes Buleleng ini sangat mengutamakan akademik perguruan tinggi. Upanayana berfungsi kebersihan dan kesterilan makanan yang dijual sehingga sebagai upacara keagamaan untuk menyucikan calon kesehatan mahasiswa tetap terjaga. brahmacarya dan meresmikan atau melantik calon Jika sarana dan prasarana kampus sudah terpenuhi brahmacarya menjadi siswa yang sah untuk mengikuti maka sarana penunjang yang perlu ditingkatkan adalah mata perkuliahan secara sekala maupun niskala. “Umkualitas sumber daya manusianya. Menurutnya tidak umnya sering disebut dengan pewintenan saraswati ada artinya jika sarana sudah mendukung tetapi tidak karena proses upacara ini dibarengi dengan sarana diimbangi dengan kualitas dosen pengajarnya. “Semua banten Saraswati dengan pemujaan tertuju kepada lini akan kami tingkatkan secara bertahap, bertingkat manifestasi Sang Hyang Saraswati,” jelasnya. dan berlanjut,” tandasnya. -win Ketua Stikes Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, M.Si mengatakan bahwa setiap mahasiswa baru wajib mengikuti upanayana sebagai inisiasi simbol penyucian mahasiswa baru sebelum memasuki aktivitas pembelajaran. Ia juga menambahkan Stikes Buleleng sebagai salah perguruan tinggi kesehatan sangat mengedepankan budaya mutu. Untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan pihaknya berupaya mengemas program-program pendidikan Mahasiswa baru yang mengikuti upanayana dengan maksimal sehingga dapat menciptakan

Seperti angin topan, musibah itu menggilas kehidupan mereka. Memporak-porandakan ekonomi mereka dan secepat kilat dalam waktu yang sangat sangat singkat seluruh harta mereka ludes. “Hanya dalam waktu satu tahun semua aset Ayah habis tak bersisa,” ujarnya. Sehingga pada akhirnya satu-satunya rumah mereka yang tersisa itu pun ikut terjual. “Ayah dan ibu membeli sebuah rumah kecil dan membagi uang hasil penjual rumah tersebut kepada kami berempat. Dari uang itulah modal awal saya membeli lapak ini sejak lima tahun lalu,” katanya. tkh/net Darti termasuk yang beruntung karena mendapatkan kekuatan untuk menghadapi semua ujian tersebut. “Mau bagaimana lagi, tampaknya ini ‘hukuman’ juga buat saya,” katanya lirih. Darti sangat menyadari bahwa hidup gengsinya dulu kini harus berbalik menjadi penjual gula dan minyak kelapa di pasar tradisional. “Kalau saya gengsi lalu siapa

7

yang akan memberi saya makan? Hasil berjualan kecil-kecilan inilah yang menghidupi keluarga saya sekarang,” ujarnya. Bagi Darti apa yang dialaminya ini adalah pelajaran yang sangat berharga baginya. Dari hidup yang demikian gengsi kini penuh harap sembari harus melayani pembeli. Dari bermobil mewah kini harus bolak-balik naik angkot. Dari kulit yang dulunya rutin perawatan kini harus ia relakan kotor terkena minyak kelapa dan gula pasir. Dari penampilan yang selalu terjaga kini ia harus menerima keadaan yang tidak memungkinkannya untuk mengikat rambut agar rapi juga tidak memungkinkan baginya untuk berpikir berpakaian yang necis. “Biar sudah saya terihat berantakan seperti ini, asalkan anakanak saya bisa makan tiap hari,” katanya getir. Dalam keadaannya hari ini, Darti bertekad untuk bekerja keras agar anak-anaknya bisa bersekolah karena keputusannya meninggalkan bangku kuliah dulu kini ia sesali. “Saya ingin anak-anak saya kelak menjadi sarjana,” katanya menyudahi obrolan karena semakin siang pelanggannya semakin banyak yang berdatangan. -Naniek I. Taufan

HADIRI PERAYAAN ULANG TAHUN PENGLINGSIR PURI GERENCENG

GUSTI WEDAKARNA KOMIT PERJUANGKAN LELUHUR PEMECUTAN Keakraban antara Penglingsir Puri Pemecutan dengan Penglingsir Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori seakan membantah rumor bahwa selama ini hubungan Trah Dalem Tegeh Kori ada jarak dengan Dinasti Pemecutan sebagaimana yang disangka oleh banyak pihak. Hal ini ditepis oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat hadir di Puri Gerenceng dalam rangka hari jadi Anak Agung Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Ngurah Agung. Hadir Ida Cokorda Menghadiri Ulang Tahun Penglingsir Puri Gerenceng Denpasar Pemecutan XI bersama permaisuri dan juga sejumlah tokoh puri. Terkait dengan perjuangan A A Ngurah Agung khususnya di Persatuan Hindu Muslim Bali, Gusti Dalam kesempatan itu Gusti Arya Wedakarna Wedakarna pun mendukung untuk lebih meningkatdidaulat untuk menyampaikan sambutan di hadapan kan pluralisme. “Saya sangat dekat dengan Kakanda ratusan undangan yang memenuhi Puri Gerenceng AA Ngurah Agung. Beliau tokoh Golkar tapi sangat termasuk warga Islam dari berbagai suku bangsa di berani dan idealis. Keberadaan Beliau di Forum Bali. “Paskakejadian rapat para Raja dan Penglingsir Hindu Muslim tentu sangat strategis. Harus ada di Puri Peliatan Ubud beberapa tahun lalu, banyak orang Bali yang ada di setiap organisasi. Itu kan salah pihak menyangka bahwa saya tersinggung dengan satu strategi kepemimpinan. Dari kacamata saya, ucapan Cokorda Pemecutan XI terkait eksistensi wajar ada tokoh Puri yang masih berhaluan keras Majapahit Bali. Itu tidak benar! Bagaimana saya bisa dalam agama Hindu, ada yang agak diplomasi, ada melupakan jasa beliau Puri Pemecutan jika dulu yang agak cair dan ada yang memang ditokohkan beliau-beliau ini sahabat dari leluhur orang tua kami di pluralisme. Buat saya tidak masalah, kan intinya (Shri Wedastera Suyasa). Beliau adalah alumni dari untuk Bali dan bangsa. Fanatik terhadap agama dan Universitas Mahendradatta yang didirikan Ratu Aji budaya itu sehat, asal koridornya toleransi dua arah, titiang. Cokorda Pemecutan adalah pendukung ayah Pancasila dan NKRI serta jangan impor budaya asing. tiang saat zaman konflik PNI dan PKI. Jadi tidak Silakan saja berjuang di ranah itu. Kita bagi tugaslah. benar jika kami berseberangan. Beliau sudah dua Cita–cita saya bahwa orang Bali tetap memimpin, kali bertemu tiang yakni di Puri di Desa Mengwi dan silakan saja punya rakyat dari daerah manapun, Puri Gerenceng dan sudah menjelaskan kronologis tapi dresta Bali adalah yang utama. Karena budaya pertemuan di Peliatan. Masyarakat juga harus tahu Bali dan adat Bali hanya bisa dipelihara oleh orang bahwa saat Ida Cokorda Pemecutan XI mengalami Bali yang Hindu, karena ini terkait Parahyangan, musibah di penjara beberapa tahun lalu, tiang warih Pawongan dan Palemahan. Apa yang diteladani Tegeh Kori pertama yang menyampaikan simpati oleh Puri Pemecutan dan Puri Gerenceng adalah atas kejadian tersebut dan ada secara moral di sisi contoh baik. Saya akan dukung eksistensi Puri beliau. Tiang dan Cokorda Pemecutan XI sudah Pemecutan dan swadharma warihnya. Semua demi seperti ayah dan anak. Hubungan Puri Tegeh Kori membuat leluhur bahagia. Jika tokoh Puri bersatu, dan Puri Pemecutan sangat akrab. Kami sadar, setidak ada yang bisa menghancurkan Bali,” ungkap bagai penglingsir kami harus menunjukkan kepada Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna yang Abhiseka Bali bahwa persatuan adalah kata kunci eksistensi Raja Majapahit Bali Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna budaya Bali dan adat Hindunya,” ungkap Gusti Kepakisan XIX ini. Wedakarna.


6

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

Aktivitas memasak sekarang ini sudah mulai banyak diperankan laki-laki. Seperti apa pengamatan Ketua Pusat Studi Wanita dan Perlindingan Anak Unud, Dr. Dra. Ni Luh Arjani, M. Hum. terkait hal ini? “Pergeseran peran memasak dari perempuan ke laki-laki hanya tampak di ranah publik. Di ranah domestik, perempuan masih memegang peranan,” tegasnya.

G

ender tersebut dikatakannya masih ajeg terutama penempatan peran domestikpublik. Seperti mebat di banjar yang berperan adalah laki-laki, karena itu urusan di luar rumah. Namun jika sudah di rumah, kalau pun bisa, belum tentu juga laki-laki mau melakukannya, karena masih ada perempuan yang dianggap punya tugas yang lebih pantas disana.

I Gusti Ketut Gde Arsana

Ni Luh Arjani

Woman on Top Setelah berkompetisi dengan 15 tim lainnya, tim rontek Kelurahan Pacitan, Kecamatan Pacit­ an sukses menjadi yang terbaik dalam Festival Rontek Pacitan (FRP). Tim Rontek Kelurahan Pacitan sukses menjadi yang terbaik dalam kategori penyaji terbaik FRP VIII Pacitan 2016.

Laki-laki Memasak di Ranah Publik

Ideologi gender bahwa urusan memasak adalah urusan perempuan masih cukup kental dalam masyarakat kita. Bahwa ranah domestik adalah milik perempuan dan ranah publik adalah kuasanya laki-laki. Hal itu pula yang bisa dilihat sekarang ini, dimana muncul chef-chef yang yang didominasi kaum laki-laki. “Jadi ketika memasak ada di ranah publik, laki-laki muncul karena dibayar dan untuk popularitas. Di ranah domestik belum tentu mau,” ucapnya. Sementara, kegiatan memasak untuk ranah domestik yang masih dilakoni/didominasi kaum perempuan seperti kurang dihargai dan dianggap sebagai sesuatu yang tak ternilai secara ekonomis. Meskipun sebenarnya amat penting. “Karena itu saya menyebut di ranah domestik belum terjadi perubahan untuk urusan memasak. Itu terjadi karena budaya kita dan kontrol sosial yang masih kuat terutama di perdesaan. Bahwa urusan memasak adalah urusan perempuan. Di perdesaan masih kental nilai-nilai budaya dimana peran perempuan dimana peran laki-laki,” paparnya.

TERJADI REPOSISI GENDER Ketua Kajian Budaya Program Magister Pascasarjana Unud Dr. Drs. I Gusti Ketut Gde Arsana, M.Si melihat dari perspektif kajian budaya, gerakan perubahan dari perempuan ke laki-laki atau sebaliknya dari laki-laki ke perempuan, yang khusus dalam hal ini memasak, dikatakannya sebagai gerakan reposisi gender. Jika ditarik dari jejak masa lalu, ada teori class yang dipopulerkan oleh Karl Marx, yang selanjutnya pengikut teori ini Marxisme. Dalam pandangan filsuf asal Jerman tersebut memang terjadi reposisi gender dari masa praindustri ke masa industri (terutama di Jerman) yang sangat semarak. Di era pra-industri, setiap pekerjaan (produksi) umumnya lebih banyak mengandalkan tenaga fisik. “Otomatis laki-laki yang memang dirancang memiliki fisik yang lebih kuat mendominasi. Karena fisik menjadi ukuran dalam menghasilkan sesuatu. Ini terjadi pada masa pra-industri,” paparnya. Maka, praktis laki-laki yang

menjadi sumber produksi karena dia yang lebih banyak menghasilkan untuk kebutuhan keluarga. Sehingga muncul kelas dominasi laki-laki dalam masyarakat praindustri. Barangkali juga cikal bakal munculnya budaya patriarki terkait dengan posisi laki-laki sebagai sumber produsi sehingga laki-laki yang menguasai baik dalam ranah domestik maupun ranah publik. Semuanya terpusat pada laki-laki. Lambat laut di era tahun 1960an terjadi revolusi industri besar-besaran. Pada masa yang masih manual dan digerakkan tenaga fisik ini, banyak tenaga laki-laki yang terserap di sektor industri, laki-laki mendominasi dan pengupahannya lebih besar dibandingkan perempuan. Namun, setelah tahun 1960an terjadi revolusi Perancis menuju efisiensi, mengalihkan dari manual (tenaga fisik manusia) untuk mengerakkan tenaga industri digantikan dengan teknologi yang tentunya tak bisa dilepaskan dari pengetahuan. Pada saat itu lakilaki tak lagi mendominasi. Bahkan banyak terjadi PHK yang digantikan dengan teknologi yang mulai banyak

Tim Rontek Pacitan Terbaik dalam FRP

S

Ni Luh Arjani

diadopsi untuk industri-industri. “Sehingga pada masa ini praktis yang lebih dipentingkan adalah orang yang bisa menggerakkan teknologi itu, ini menjadi semakin selektif dan tidak lagi mengandalkan fisik. Disinilah perempuan lebih bisa masuk karena mengutamakan otak. Di sini posisi perempuan mulai diperhitungkan. Ruang ini bisa dimasukkan perempuan. Pembagian upah tak lagi berdasarkan jenis kelamin, tapi profesi. Ini kesempatan perempuan untuk menunjukkan eksistensi di ruang publik. Kesetaraan laki-laki dan perempuan makin tampak,” jelasnya. Terkait urusan memasak, Arsana sependapat dengan Arjani, bahwa peran laki-laki lebih kepada makanan yang dikomersilkan.

elain penyaji terbaik, Kelurahan Pacit­ an juga mendapatkan predikat penata musik terbaik non ranking. Untuk kategori penata musik terbaik non ranking lainnya diraih oleh tim Kecamatan Punung dan Kecamatan Kebonagung. Berdasarkan SK Dewan Pengamat Festival Rontek Kemerdekaan 2016 No 01 /FRK/VIII/2016, dengan dewan pengamat Dr. R Memer Chairul Slamet, MSn, Ahmed Ismail dan M Prabuningrat, untuk kategori lain adalah penata tari terbaik non rangking. Hasil kategori ini adalah Kelurahan Pucangsewu, Kelurahan Sidoharjo dan Kelurahan Ploso Pacitan.

Untuk kategori keempat, adalah penata properti/artistik terbaik non rangking, kecamatan Ngadirojo, Kecamatan Pringkuku dan kelurahan Baleharjo kecamatan Pacitan berhasil menyabet kategori ini. Sebanyak 16 tim rontek dari Pacitan memberikan kreasi budaya epi kdan menarik, yang pada kali ini akan memperebutkan kategori lima penyaji terbaik, tiga penata musik terbaik dan satu pelestari budaya. Pada edisi ke-9 festival ini, perwakilan grup musik rontek dari 11 kecamatan dan 5 kelurahan tersebut menampilka beberapa atraksi. Para punggawa yang mayoritas adalah dari kalangan muda tersebut beradu kemampuan bermain musik rontek untuk menjadi yang terbaik.

Sri menuturkan, ketika diminta untuk memberikan materi untuk mahasiswa Teknik Mesin, merasa sangat senang dan tertantang. Menurutnya, mungkin selama ini mereka dianggap komunikasinya bergelut hanya dengan mesin saja. Pastinya setelah dibangkitkan dan dipoles sedikit saja langsung memberi dampak yang luar biasa. Apapun bidang ilmu yang digeluti belajar komunikasi itu baik dan perlu. Salah satu penyanyi top Bali yang memiliki segudang prestasi ini pun memulai materinya dengan pemaparan ringkas tentang human relations. yang terdiri dari smiling, nice ice break dan not selling service. Sepintar apapun seseorang di akademis ketika terjun di masyarakat tanpa memiliki kemampuan human relations tidak akan bisa diorangkan oleh orang lain.

Komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial. Komunikasi sangat berguna untuk mengetahui dan memprediksi sikap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam menciptakan hubungan dengan orang lain. Apalagi nantinya para mahasiswa teknik tersebut akan atau bahkan sudah menjadi seorang entrepreneur. Pasti akan ada saat atau waktu yang tidak dapat dihindari untuk melakukan sebuah presentasi. Penulis rubrik di Tokoh, yang sering disapa Sang Penyihir ini juga memberikan beberapa tips atau kunci dalam melakukan komunikasi. Salah satu yang dibahasnya serius adalah tentang ”pujian”. Betapa pujian sudah tergolong barang langka di Indonesia. Padahal teknik dari service yang pertama adalah bersedia memuji orang. ”Memuji ada empat cara-

nya. Pertama. pujian harus tulus, up to date, sesuai kenyataan dan disampaikan dengan ekspresi riang. Jangan malas untuk memuji, termasuk jika orang tersebut tidak pernah memuji kita,” katanya Selanjutnya Sri Sumahardani juga menyampaikan bahwa berdasar hasil penelitian, 70 % kesalahan di dunia kerja adalah akibat salah komunikasi. Untuk itu pula ia mengajak seluruh pe-

serta, beramai-ramai bermain kata-kata dengan menyebutkan ..apakah sebuah kata yang disebutkannya itu tergolong magic word dan killer word Dengan berbagai contoh yang diketengahkannya peserta juga dapat melihat eksistensi manusia dan hubungan sosialnya dengan lingkungannya. Karenanya tidak keliru jika Sri Sumahardani menyebutkan bahwa kualitas sosial seseorang juga dapat ditentukan oleh bagaimana orang tersebut berkomunikasi. Meski tidak lama, namun melalui sharing yang dilakukan di The Sama Life Style Resto tersebut tergambar sudah, betapa dengan atau melalui komunikasi seseorang dapat mempengaruhi dan mengubah sikap orang lain, membentuk konsensus hingga membuat keputusan. - Sri Ardhini

“Selain nguri-nguri budaya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempromosikan Pacitan kepada masyarakat luas, menjadikan kesenian rontek sebagai budaya unggulan daerah dan tentunya juga sebagai wadah bagi para pemuda Pacitan menyalurkan kreativitas,” ujar Bupati Pacitan, Drs H Indartato, M.M. dalam sambutannya. Dahulu rontek merupakan kombinasi instrumen musik tradisional seperti gong, kenong, suling, dan saron. Dalam perkembangannya dikombinasikan juga dengan alat musik modern seperti saxophone, bass drum, dan pianika. Tradisi ini mengutamakan kekompakan dan keserasian pemain alat musik, penari, dan pesinden. Selain menarik, tradisi ini juga sebagai media untuk saling bersilaturahmi antar warga. -Dona

Sediakan Ruang Dialektika untuk Anak Muda

–Inten Indrawati

Jangan Malas Memuji Mahasiswa Teknik Mesin tidak tidak cukup hanya memiliki skill teknis. Mereka mesti sadar nantinya akan menjual skill tersebut pada manusia, bukan pada mesin. Bahkan mereka juga akan berhubungan dengan orang yang beda umur dan latar belakangnya. Prof. Dr. Ir. I Gusti Bagus Wijaya Kusuma, selaku Ketua Program Studi Magister Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Udayana sangat menyadari hal ini. Untuk itulah, ia mengajak mahasiswanya S1 dan S2 mengikuti kuliah di luar kampus, dengan memilih The Sama Life Style Resto yang ada di kawasan Letda Tantular pada Jumat (30/9). Kuliah ini menghadirkan instruktur komunikasi yang memang mumpuni di bidangnya, Sri Sumahardani, pemilik Dhani’s Art in Service.

19

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

Suasana warung Mbak Cokro, saat malam hari

Kota Pahlawan tak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, Beberapa pahlawan nasional pernah mengobarkan semangat perjuangan arek-arek Suroboyo pada masa

M. Zurqoni

itu. Salah satunya, HOS Cokroaminoto. Berawal dari kegelisahan tentang keterbatasan ruang anak muda dalam berkarya inilah yang membuat M. Zurqoni, mendirikan warung Mbah Cokro “Indonesia Masih Ada”. Warung kopi yang didirikannya sejak dua tahun lalu itu ternyata direspons positif warga Surabaya. “Alhamdulillah, sambutan dari masyarakat cukup baik. Karena memang dari awal konsep didirikannya warung Mbah Cokro, ini untuk memberi ruang anak muda dan komunitas agar tetap bisa berkarya tanpa berpikir soal biaya,” kata Zurqoni. Warung Mbah Cokro sendiri merupakan warung kopi rakyat yang cukup unik. Warung yang berada di Jalan Prapen Surabaya ini menawarkan konsep bangunan

yang sederhana. Sengaja didesain ala zaman tempo dulu. Beberapa dekorasi meja dan kursi berasal dari bahan bambu. Alat makan minumnya pun berbahan seng. Tak hanya itu, para pengunjung juga bakal disuguhi pemandangan beberapa deretan benda kuno. Seperti kamera video jadul, radio kuno sampai majalah sebelum 1980-an. Menu yang ditawarkan, seperti wedang tape, temu lawak, wedang susu jahe dengan wedang andalannya kopi. Jajanannya tak jauh beda dengan warung di emperan jalan lainnya, misalnya, sate usus,

ceker ayam, sate telur puyuh, sego pecel, sego sambel teri dan jajanan kampung lainnya. Harga yang dibanderol pun cukup terjangkau. Untuk wedang kopi konsumen cukup merogoh kocek Rp 3.000, nasi pecel Rp 7.000. Disinggung soal omzet, Zurqoni, yang mantan wartawan ini tidak mau menjelaskan secara detail. “Sebetulnya warung ini adalah instrumen kecil yang ada di Mbah Cokro. Secara profit saat ini bukan pada materi, tetapi lebih kepada valuasi dari sebuah branding,” ungkap sang pemilik

yang jebolan AWS ini. Ke depan dia berharap dengan adanya warung Mbah Cokro, ini mampu tumbuh menjadi ruang dialektika dan mampu mewujudkan tagline “Indonesia Masih Ada”. -Yenny Noer


20

Nine

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

PKK Wahana Tingkatkan Peranan Perempuan Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. Karena itulah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera harus dimulai dari upaya menyejahterakan setiap keluarga. Motor utama penggerak dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga adalah perempuan. Dimana perempuan memiliki peranan yang sangat penting dalam pembanguan dalam mewujudkan keluarga sejahtera dan membina generasi muda yang akan melanjutkan kepemimpinan di negeri ini maupun akan berperan dalam pembangunan bangsa ini.

“T

entunya hal ini juga didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas karena peran para ibu sangat besar dalam menciptakan SDM yang berkualitas sejak anak dari dalam kandungan hingga menjadi manusia yang mandiri,” ungkap Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin pada suatu kesempatan. Karena itulah, gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang telah dimulai sejak tahun 1957, sebagai gerakan pembangunan masyarakat. Begitu pentingnya peranan perempuan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga sampai-sampai pemerintah membentuk Tim Penggerak PKK tersebut di semua tingkatan, yang keanggotaan timnya secara relawan dan terdiri dari tokoh/pemuka masyarakat, para istri Kepala Dinas/Jawatan dan istri Kepala Daerah sampai dengan tingkat Desa dan Kelurahan yang kegiatannya didukung dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. PKK adalah salah satu wahana untuk meningkatkan peranan perempuan dalam upaya menyejahterakan keluarga. Bahkan ada peran besar yang bisa diambil oleh perempuan seperti pencegahan

korupsi dan lainnya. “Sesuai instruksi dari ibu ketua umum TP PKK dan ibu negara, diharapkan ibu-ibu PKK bisa mengambil bagian dalam gerakan perempuan antikorupsi, mulai dari mencegah diri dari secara tidak sengaja ikut, terlibat dan ambil bagian pada praktik-praktik korupsi hingga menyebarluaskan informasi tentang cara mengenali uang palsu,” ujar Hj. Erica Zainul Majdi, Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam Jambore Kader PKK beberapa waktu lalu. Oleh karena itulah, peran dan aktualisasi para kader dan penggerak PKK yang diarahkan pada terwujudnya kehidupan keluarga yang lebih sejahtera, sangatlah penting. Tercapainya pembangunan sebuah keluarga yang kuat akan terlihat pada keharmonisan keluarga yang saling mengasihi yang didukung oleh kelayakan kehidupan sosial ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Keharmonisan keluarga bisa rusak jika terjadi penyimpangan terhadap norma-norma moral, yang dapat meretakkan hubungan antar anggota keluarga. Penyalahgunaan narkoba, dekadensi moral seperti perselingkuhan, serta berbagai masalah lainnya, akan dengan mudah merusak

Inspirasi

Lomba Halaman Teratur Indah dan Nyaman (HATINYA PKK) yang diharapkan masyarakat melalui lomba ini untuk memanfaatkan pekarangannya dengan menanam tanaman seperti sayur mayur dan obat-obatan. Sedangkan lomba lainnya adalah Lomba PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan Lomba LBS (Lingkungan Bersih dan Sehat). “Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dan kami telah melaksanakan lomba-lomba tersebut di sepuluh kabupaten/ kota se-Nusa Tenggara Barat sejak tanggal 9 September 2016 lalu hingga saat ini,” ungkap Hj. Syamsiah M. Amin, Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTB. Menurut Syamsiah. Menurut Wakil Sekretaris TP PKK NTB, Iriani Burhan akan ada tiga mata lomba yang akan ikut bersaing di tingkat Nasional, yaitu lomba UP2K yang akan diwakili Kabupaten Dompu, Lomba Hatinya PKK dan pemanfaatan pekarang diwakili

Kabupaten Lombok Barat dan Lomba Administrasi PKK akan diwakili Kabupaten Sumbawa. Tim penilai dijadwalkan akan melakukan penilaian pada tanggal 4 dan 5 Oktober 2016. Tujuan diperingatinya Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44 adalah untuk mengingatkan bahwa semua peran keluarga lebih khusus peran seorang perempuan dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera itu sangatlah penting. “Keluarga yang kuat bisa membangun masyarakat dan bangsa yang maju dan sejahtera,” kata Syamsiah. Karena itulah dengan berbagai lomba ini, PKK NTB diharapkan dapat tumbuh sebagai sebuah gerakan dan lebih berperan lagi sebagai ujung tombak dalam melaksanakan program-program prioritas pemerintah, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan dan program-program kesejahteraan rakyat lainnya sampai ke tingkat bawah. –Naniek I. Taufan

10 Program Pokok PKK adalah Kebutuhan Dasar

Hj. Syamsiah M. Amin bersama para kader PKK Nusa Tenggara Barat

10 program pokok PKK yang pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, seperti penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tatalaksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat, menjadi landasan bagi organisasi wanita ini dalam membangun keluarga Indonesia yang kuat dan berkualitas. Tim Penggerak PKK memiliki fungsi sebagai motivator, fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak. Mereka yang tergabung sebagai kader PKK adalah para relawan, yang tidak menerima gaji, baik perempuan maupun laki-laki, namun menyediakan waktunya untuk kebutuhan PKK. Tentu saja dibutuhkan keikhlasan dan kemauan untuk mengabdi dengan sukarela demi kepentingan pemberdayaan kesejateraan keluarga di wilayah masing-masing, termasuk para kader di Nusa Tenggara Barat. -Naniek I. Taufan

5

Sylviana Murni

Izin Suami Maju Pilkada Meski sempat mengikuti fit and proper test bursa pimpinan DKI Jakarta yang digelar sebuah partai politik, namun Sylviana Murni mengaku tak menyangka kalau akhirnya dirinya benar-benar terpilih untuk menjadi salah satu kandidat wakil gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Keterkejutan Sylvi—begitu namanya akrab disapa---ini cukup beralasan, karena ada banyak calon yang namanya santer disebut bahkan mereka secara jelas-jelas memiliki pendukung pula.

Halaman Teratur Indah dan Nyaman yang dikenal dengan singkatan HATINYA PKK.

keharmonisan keluarga sehingga menjadi penghambat dalam pembangunan keluarga menuju keluarga yang kuat dan sejahtera. Sebagai upaya meningkatkan peran jajaran PKK Nusa Tenggara Barat dalam mewujudkan keluarga sejahtera dan kuat itulah, Tim Penggerak PKK NTB, beberapa waktu lalu melakukan berbagai lomba dalam memeriahkan Hari Kesatuan Gerak (HKG PKK) ke44 tahun 2016. Lomba-lomba yang dilaksanakan tersebut bukan lomba biasa melainkan lomba dalam melaksanakan 10 program PKK di kabupaten/kota bersama kader di desa dan kelurahan di Nusa Tenggara Barat. Tim Penggerak PKK NTB bersama SKPD terkait seperti Dinas Kesehatan dan BP3AKB melaksanakan berbagai lomba seperti, Lomba Tertib Administrasi PKK, Lomba Penyuluhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Lomba UP2K PKK,

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

S

Sylviana Murni

ementara Sylvi meski namanya sempat muncul, namun tidak terlalu banyak disebut. Jadi siapa nyana ketika detik-detik terakhir menjelang berakhirnya masa pendaftaran calon Gubernur DKI Jakarta, justru dirinya yang dipilih sebagai wakil gubernur mendampingi calon gubernur Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menariknya, Sylvi bukan dipilih oleh kubu dimana dia mengikuti fit and propertest, melainkan oleh kubu lain yang sungguh di luar dugaannya. “Saya terkejut. Saya tak sempat melobi dan dilobi,” ucap Sylvi yang seolah masih belum pulih dari keterkejutannya. Mantan None Jakarta 1981 ini mengaku tidak ada persiapan khusus karena sebelumnya ia sibuk bekerja. Apalagi tugasnya sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Pariwisata dan Kebudayaan tergolong cukup banyak sehingga tak banyak lagi waktunya untuk melakukan ini dan itu. Namun demikian, katanya, ketika ia terpilih dia siap menjalankan tugas sebagai wakil gubernur. “Obsesi saya adalah menjadi pelayan masyarakat dimana pun saya berada. Itu obsesi saya. Alhamdulilah Tuhan memberi jalan baik,” ungkap wanita kelahiran Oktiber 1958 ini, di Balaikota Jakarta. Ya, Silvi memang tidak memerlukan persiapan khusus karena sejatinya dia adalah seorang PNS karier yang telah 31 tahun

mengabdi. Dia telah menduduki berbagai posisi penting di pemerintahan DKI Jakarta karenanya sudah barang tentu dia sangat paham tentang Jakarta dan persoalannya. Ditambah lagi ia termasuk dalam salah satu pimpinan cerdas di jajaran Pemda DKI Jakarta. Karenanya ketika nama Sylvi akhirnya melejit, meski banyak yang kaget namun semua ‘manggutmanggut’ karena wanita ini memang salah satu PNS yang berprestasi. Sejumlah jabatan penting pernah diembannya, di antaranya Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Kadis Pendidik Dasar, Walikota Jakarta Pusat , plt Walikota Jakarta Barat, Asisten bidang Pemerintahan dan terakhir Deputi bidang Pariwisata dan Budaya. Yang cukup menjadi catatan, diamana pun dia ditempatkan pasti ada torehan prestasi yang dibuatnya. Tak heran kalau sepanjang kariernya sempat tiga kali mendapat kenaikan pangkat istimewa. “Saya ingin membuktikan bahwa perempuan mampu mengemban tugas apapun, menjabat apapun asalkan diberi kepercayaan,” ungkap Sylvi beberapa waktu lalu. Dan memang ia telah mem-

buktikan hal tersebut, salah satunya saat dia diberi kepercayaan menjadi Kepala Satpol PP DKI Jakarta. Sebagaimana diketahui, jabatan itu umumnya diemban oleh para lelaki. Bahkan boleh dibilang kebanyakan pegawai yang berdinas di Satpol PP adalah para lelaki. Tak heran karena ini adalah bidang ‘keras’ yang banyak berurusan dengan ketertiban dan keamanan DKI Jakarta. Tapi Joko Widodo saat menjabat Gubernur DKI Jakarta berpandangan lain. Entah kenapa Jokowi terpikir untuk memasukkan wanita menjadi komandan Satpol PP. Sylvi yang ditunjuk sebagai komandan Satpol PP pun mengaku sempat terkejut dengan hal itu. Apalagi dia saat itu dia sedang menjabat sebagai Asisten bidang Pemerintahan DKI Jakarta. Wa l h a s i l d i a pun mengemban dua jabatan sekaligus. Ternyata pilihan Jokowi tepat karena wanita berdarah Betawi tulen ini terbukti mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Ya penunjukkan itu memang cukup mengejutkan ya, saya juga terkejut waktu itu. Tapi ini adalah tantangan yang menarik.” ujarnya mengenang jabatannya sebagai Komanda Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

Para kandidat gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta

Prestasi lain yang juga menjadi catatan yang diukirnya selama mengabdi di Pemda DKI Jakarta adalah saat ia menjadi Walikota Jakarta Pusat pada 2008-2010. Ketika itu dia membuat terobosan dengan menyediakan layanan terpadu di malam hari dengan menyediakan 23 jenis layanan untuk masyarakat. Yang juga menarik adalah Sylvi pernah cuti di luar tanggungan sebagai PNS dan berkiprah sebagai politisi. Ketika itu ia terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dari partai Golkar untuk periode 1997-1999. Hal itu bisa terjadi karena pada masa itu belum ada aturan kalau PNS tidak boleh berpolitik. Baru lah setelah keluar peraturan pemerintah yang mengharuskan PNS tidak memihak atau netral dari partai politik, Sylvi pun memilih menjadi PNS kembali dan melepas kiprahnya di dunia politik.

Sylviana Murni bersama suami, anak, menantu, dan cucu

Menurut Sylvi, apa yang dicapainya dalam berkarier di luar rumah tak lepas dari dukungan keluarga, khususnya suami dan anak-anak yang selalu memberinya support. “Izin suami adalah penting. Saya tidak mungkin bisa seperti ini, bisa berkiprah dengan baik tanpa dukungan suami. Alhamdulilah, suami sangat mendukung bahkan kepada saya dia berpesan agar profesional dalam bekerja,” ungkap Sylvi yang juga Guru Besar Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA). Menurutnya, suaminya, Gde Sardjana adalah seorang motivator yang luar biasa yang terus mendorongnya untuk maju dalam berkarier maupun menempuh pendidikan lebih tinggi lagi. Bagi Sylvi dorongan suaminya itu merupakan support yang luar biasa. Itu sebabnya meski dia sibuk bekerja ia selalu semangat untuk mengerjakan tugas-tugas kampusnya. “Setelah saya lulus S2 suami saya langsung menyodorkan formulir S3,” kata Sylvi sambil tersenyum. Walhasil, dukungan itu pun dijawab Sylvi dengan keberhasilannya memperoleh cumlaude dengan nilai 3,98.-Diana Runtu


4

Inspirasi

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

Ni Nengah Widiasih

Selalu Ada Target dan Mimpi Atlet angkat berat penyandang disabilitas, Ni Nengah Widiasih, yang meraih perunggu pada ajang Paralympic di Rio De Jenerio, Brazil, tiba di Bali, Rabu (28/9). Setibanya di Pulau Dewata, atlet tuna daksa ini pun langsung mendapat sambutan antusias dari masyarakat, dan diarak keliling Kota Denpasar.

M

engenakan jaket Merah Putih, Widiasih terlihat sumringah dan menebar senyum kepada masyarakat yang menyapanya. Didampingi pelatih dan teman seperjuangannya, atlet yang menerima bonus Rp 1 miliar dari pemerintah pusat ini, juga terlihat senang dengan penyambutan dan apresiasi yang diberikan pihakpihak terkait dan juga kedua orangtuanya. “Saya senang mendapat sambutan dari Pemerintah Bali, dan juga semua orang yang mendukung saya selama ini. Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak yang sudah mendukung kami. Terima kasih juga Bapak Presiden, dan Bapak Menteri yang sudah membuat kami atlet paralympic setara dengan atlet olimpiade. Itu sudah sangat luar biasa buat kami, jadi kami sangat bersyukur,” ujar Widiasih, yang ditemui di sekretariat National Paralimpic Comitte (NPC) Bali, di Jalan Serma Mendra No 3 Sanglah, Denpasar. Dengan wajah berseri, perempuan kelahiran Karangasem, 12 Desember 1992 ini mengaku tak menyangka akan mendapat

sambutan semeriah ini. Widiasih pun berjanji akan terus mengasah diri untuk menyongsong kejuarankejuaraan selanjutnya. “Tahun ini memang belum maksimal, namun kedepannya semoga kami bisa lebih baik lagi prestasinya,” ujar perempuan asal Banjar Dinas Bukit, Desa Sukanada, Kecamatan Kubu, Karangasem ini. Atlet yang pernah meraih emas pada ajang ASEAN Paragames di Myanmar ini, mengungkapkan, untuk meraih perunggu pada ajang di Paralimpic Rio, Brasil, bukanlah pekerjaan mudah. Di cabang angkat berat kelas 41 Kg, ia mendapat lawan-lawan yang berat. Kendati begitu, ia bangga bisa bertanding dengan atlet-atlet papan atas dunia. “Saingannya sangat ketat dan berat. Tuhan mengizinkan saya mencapai ini. Tak bisa saya ungkapkan, yang jelas sangat berkesan, “ ucap putri kedua dari pasangan Ni Luh Bingin dengan Gede Gambar ini. Bagi Widiasih, dalam hidupnya selalu ada target dan mimpi. Meski sempat gagal pada ajang Paralimpic di London, ia tak mau menyerah sampai di situ. Latihan demi latihan terus dilakukan sesuai arahan

Ni Nengah Widiasih

tim pelatih. “Dalam hidup harus punya mimpi. Mimpi saya adalah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ketika gagal di London, saya merasa sedih. Saat itu menempati posisi 5 dunia. Kali ini meski belum maksimal, setidaknya kami berhasil memperbaiki posisi dari posisi 5 ke posisi 3 dunia. Ke depan jika masih diberi kesempatan, mimpi saya ingin menjadi lebih baik dari ini,” kata atlet angkat berat yang juga pernah meraih perunggu pada ajang Single Event 2014 IPC Powerlifting Word Champion Ship Dubai itu.. Menurut pelatih, I Ketut Mija Srinama, anak didiknya ini dilihat berpotensi sejak SD. Latihan demi latihan pun menjadi bekal Widiasih untuk bertanding. Latihan dilakukan di Yayasan Bali Sport Foundation Waribang 4 kali dalam seminggu. “Latihan kami terpro-

Ida Ketut Santosa

Otodidak Membuat Bade

seni. Karena karya-karya benyak tersebar di masyarakat, kini dia menjadi tokoh seni pembuat bade/wadah terkenal. Awalnya dari kegelisahannya untuk tertarik bisa membuat seni wadah, ia pun tak segan-segan mengamati di beberapa tempat pembuatan wadah, kemudian lanjut mencoba dan mencoba lagi dari kesalahan dan beberapa kali gagal. Namun ia tak pernah menyerah, terus mencari cari perpaduan teori dengan praktik. Buah manis pun dipetik, beberapa orang perkerja di lingkungan tempat tinggalnya direkrut dibina menjadi pekerja seni.

Ida Ketut Santosa

Umumnya seorang yang menggeluti bidang seni saat dewasa sudah tampak bakatnya dari sejak masih kanak-kanak, tapi lain halnya dengan Ida Ketut Santosa. keahlian seni pembuatan bade/ wadah dalam upacara pitra yadnya justru dimulai baru memasuki usia menginjak 40 tahunan. Ditemui Tokoh di gudang seninya di Desa Bebandem, Karangasem, bapak

empat anak yang kini telah berusia 52 tahun kini eksis dibidang seni karena ngambul. Kilas balik perjalanan hidupnya menggeluti seni pembuatan wadah bukanlah cita-citanya dan bukan mengalir dari keturunan. Inspiratif, dirinya belajar otodidak tak ada guru pembimbing, apalagi kursus. Santosa seperti ditakdirkan Tuhan untuk mengabdi pada

PEMAIN TERBAIK SEPAKBOLA Ia mengatakan profesi ia awalnya dilakoni hanya iseng semata, ternyata serius Sebelumnya, semasih lajang pernah selama lima tahun menjadi pengabdi administrasi di Puskesmas Bebandem, dan selama tiga tahun bekerja restoran di Kuta, Badung, semuanya gagal. Pernah menyandang status pemain terbaik di bidang sepakbola

Foto: Eka Adhyasa

gram, kontinyu dan rutin. Latihan di yayasan ini digelar sejak menjelang PON Jawa Barat. Sebenarnya kita di sini (Sekretariat NPC-red) punya alat, tapi tidak layak di-

pakai latihan. Baik barbel maupun bangku sangat tidak layak, maka itu nebeng latihan di Waribang,” ungkapnya. I Nyoman Sumita, Ketua NPC Bali mengatakan Widiasih merupakan satu-satunya perwakilan dari Bali, untuk mewakili Indonesia ke ajang Paralimpic di Brasil. “Untuk menembus ajang Olimpiade (Paralimpic) pekerjaan yang sangat susah, karena harus melewati saingan-saingan yang berat secara nasional. Bersyukur Widiasih bisa menembus hingga ke ajang Paralimpic dan menoreh prestasi yang sangat membanggakan. Kami semua tentu berbangga atas prestasi ini,” tandasnya. Sumita menambahkan usai penyambutan, Widiasih pulang ke kampung halamannya. Setelah itu akan kembali ke Denpasar untuk mengikuti Pelatda. –Agung Eka

Foto: Eka Adhyasa

Kompetisi Persaka Karangasem tahun 1989 dari klub Perseba 80 Bebandem. Di bidang olahraga sepakbola, Santosa masa itu cukup dikenal. Postur tubuh kecil dan kepiawaiannya “menggocek” bola di atas rumput dengan kecepatannya berlari bak kancil lari ke hutan menjadi ciri khas Sentosa. Setelah pensiun jadi pemain pernah terjun ke dunia pelatihan membina sepakbola anak-anak. Harapannya dari dunia sepakbola menjadi perhatian pihak terkait untuk dapat pekerjaan juga gagal. Akhirnya sisa hidupnya total mengabdi ke bidang seni. “Anak-anak saya tidak ada yang meneruskan bidang olahraga sepakbola. Hanya keterampilan seni yang digeluti,” katanya Sentosa. Salah satu dari empat putranya, Ida Bagus Arka Satwika, mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukkan ISI Denpasar, belum lama ini meraih tropi terbaik tingkat nasional dalam HUT Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, sebagai perancang busana menggunakan bahan sampah bekas spanduk, kardus, pelepah pohon pinang, kulit jagung dll. Tiga putra-putri lainnya Ida Nyoman Satwika (18), Ida Ketut Pradnya Satwika (17) dan Ida Ayu Nyoman Indira Jumayanti (14) teraliri darah seni tabuh dan tari.

TERIMA PESANAN BADE Saat musim upacara ngaben, istri dari Ni Luh Sumiati ini, banyak pesanan dar berbagai ukuran dan harga. Bahkan pesanannya datang dari berbagai Kabupaten di Bali dan Lombok. Karena prinsip Penyamabrayaan (kekeluargaan) menjadikan disamping bisnis menyebabkan dirinya terus eksis dan dikenal memiliki banyak sahabat dan pelanggan. Karena itu, Santosa sekaligus dipilih menjadi Koordinator Pecalang Desa Adat Bebandem dan Kepala Dusun Tengah Bebandem, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Diselasela waktu mengerjakan bade/wadah, dirinya juga aktif di membina seni tabuh bersama sekenya. Sebagai pekerja seni wadah, Sentosa sekitar lima tahun lalu pernah mengerjakan pembuatan wadah seharga Rp 100 juta, saat upacara pelebon Ida Pedanda Istri Mas Geria Budakeling, Karangasem. Semangat ngayah (mengabdi) dan penyamebrayaaan sebagai filosofi hidupnya menjadikan dirinya terus eksis. Jujur ia katakan, pengembangan usaha masih menjadi kendala. Tempat kerjanya sekarang di Jalan Raya Bebandem yang ia beri nama bengkel masih kontrak. Solusinya akan memanfaatkan bantuan pemeritah melalui kredit perbankan. -Komang Pasek

Mandalika Pembentukan karakter anak sejak usia dini sangat penting dilakukan untuk membangun generasi muda yang akan melanjutkan pembangunan nasional ke depan. Pendidikan Usia Dini (PAUD) menjadi penting dalam mendukung hal tersebut. Dan Guru PAUD menjadi salah satu faktor pendorong yang sangat penting dalam membentuk karakter anak sejak dini.

21

Membangun Indonesia dari Pinggiran Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

“T

anggung jawab guru PAUD tidak hanya sekadar mengajar tetapi perlu juga membentuk karakter anak sejak dini,” ujar Hj. Erica Zainul Majdi yang merupakan Bunda PAUD NTB, pada pembukaan Pelatihan Guru PAUD di UPTD Balai Latihan Transmigrasi Provinsi NTB. Perkembangan PAUD di Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam memberikan pendidikan bagi anak usia dini termasuk cukup baik. Bedasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB jumlah PAUD yang ada di NTB hingga saat ini adalah sebanyak 4.346 PAUD yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Nusa Tenggara Barat. Perhatian terhadap PAUD di NTB terus ditingkatkan. Erica bahkan mengimbau agar tiap-tiap PAUD di NTB memiliki kebun sehat. “Kalau bisa setiap lahan sekolah ditanami tanaman yang memiliki nilai gizi tinggi, seperti bayam merah dan daun kelor. Karena gizi yang cukup, akan memaksimalkan anak dalam menerima pelajaran,” ujarnya. Pelatihan-pelatihan guru PAUD juga terus dilakukan, salah satunya yang berlangsung pada tanggal 26-30 September 2016 lalu yang berlangsung di UPTD Balai Latihan Transmigrasi Provinsi NTB. Pelatihan yang dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Istiqomah Anwar Sanusi, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Kemendesa,

Pendidika Anak Usia Dini sebagai pembentuk karakter anak

PDT, dan Transmigrasi Jajang Abdullah, S.Pd, M.Si, Asisten Administrasi Umum & Kesra Drs. Bachruddin, M.Pd, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov.NTB Drs. H. Wildan. ini dilaksanakan atas kerja sama antara Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE). Guru PAUD diharapkan dapat memahami tentang gizi dan mengajarkan tentang media literasi serta membentuk karakter anak sejak usia dini. “Kebanyakan persoalan yang terjadi saat ini berasal dari persoalan karakter. Oleh karena itu, metode pembelajaran harus bisa membentuk karakter yang baik pada anak. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Presiden RI Pertama Soekarno bahwa untuk membangun negeri ini diperlukan pembentukan karakter yang baik kepada generasi muda terutama anak-anak,” kata Erica. Hal yang sama juga terungkap dari Ketua Dharma Wanita Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Istiqomah Anwar Sanusi, saat membuka kegiatan ini. Dikatakannya bahwa sangat penting untuk membentuk karakter anak pada usia 1-5 tahun di mana masa itulah yang disebut sebagai usia emas (Golden Age). Karena pada usia

Hj. Erica Zainul Majdi (tengah) bersama anak-anak PAUD dan panitia Pelatihan Guru PAUD 2016 di Mataram NTB.

tersebut adalah usia pembentukan kepribadian anak yang akan sangat berdampak pada karakter mereka di masa yang akan datang. “Saya menitipkan anak yang merupakan harapan bangsa kepada Guru PAUD. Untuk mencapai revolusi mental yang kini tengah digaungkan Pemerintah RI, haruslah dimulai dari bibit yang paling muda, yaitu pada usia 1-5 tahun,” ujarnya. Pelatihan guru PAUD Tahun 2016 ini diikuti oleh 30 peserta dari 15 PAUD yang terdiri dari

tujuh PAUD dari Kabupaten Dompu, sebanyak 14 orang guru, tujuh PAUD dari Kabupaten Bima yang diikuti oleh 14 orang guru, dan Kabupaten Sumbawa Barat UPT Transmigrasi Tongo 1 PAUD dengan dua orang guru. Pelatihan ini dilakukan untuk membekali peserta (Guru PAUD) agar memiliki kemampuan mengajar yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak usia dini. Pelatihan Guru PAUD Materi Pelatihan Guru PAUD diberikan oleh In-

donesia Heritage Foundation. Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Jajang Abdullah, S.Pd., M.Si. menambahkan bahwa tujuan kerjasama ini adalah untuk mewujudkan guru PAUD yang berkualitas demi mencapai Nawa Cita ke-3, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Selain di NTB, Pelatihan Guru PAUD Tahun 2016 ini diselenggarakan di lima Balai Latihan Masyarakat lainnya, yakni Banjarmasin, Denpasar, Makassar, Jakarta dan Jogjakarta. Balai Latihan Masyarakat Denpasar memilih Mataram sebagai Pelatihan Guru Paud yang ke-4. “Saya berpesan kepada guru PAUD untuk terus mendidik dan membentuk kepribadian anak usia dini demi terwujudnya generasi muda yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Jajang Abdulah pada sesi pembukaan pelatihan beberapa waktu lalu. - Naniek I. Taufan

Hadiah Umroh untuk Para Juara Nasional MTQ

Setelah sukses meraih gelar juara pada ajang Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasioanal XXVI yang berlangsung di Mataram Nusa Tenggara Barat, para kafilah asal NTB mendapat hadiah tambahan yakni hadiah Umroh dari PT Telkom Mataram yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur NTB H. Muhammad Amin. Hadiah ini diberikan kepada para Juara I Nasional pada even MTQ XXVI Tingkat Nasional lalu. Keempat juara tersebut adalah, Syifa Fadiyah Maulida dari cabang tilawah Al Qur’an golongan Tartil, Riski Jumiati cabang Tilawah Al Qur’an golongan cacat netra, L. Muh Khairurrazaq Al Hafizi dari cabang Hifzhil qur’an golongan 10 juz dan Farida Jaeka dari cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Al Qur’an. “Semoga hadiah seperti ini dapat menjadi motivasi bagi peserta MTQ lainnya, untuk terus meningkatkan kompetensi diri sehingga mampu meraih prestasi pada MTQN selanjutnya. Dan kalau tidak bisa ditingkatkan, setidaknya dapat dipertahankan,” ungkap Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, secara simbolis menyerahkan hadiah Umroh bagi para juara MTQn ke XXVI M. Amin. -Naniek I. Taufan


22

Jakarta kerap menggelar pameran buku, baik skala nasional maupun internasional. Jumlah pengunjungnya pun lumayan banyak. Namun, jumlah pengunjung yang banyak itu ternyata bukan merupakan gambaran tingginya minat baca masyarakat. Bahkan boleh dibilang, tidak sinkron de­ ngan pertumbuhan minat baca masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam pembukaan pameran buku ‘Indonesia International Book Fair’ (IIBF) 2016

B

Sosialita

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

erdasarnya data, ternyata minat membaca buku masyarakat Indonesia tetap saja rendah atau tidak ada perubahan yang berarti dari waktu ke waktu. “Bisa jadi pengunjung yang datang ke pameran buku, ya itu-itu saja yang datang setiap kali pameran digelar. Mereka adalah benar-benar pencinta buku. Orangnya ya itu-itu saja. Kalaupun muncul ‘pengunjung baru’ jumlahnya tak signifikan,” ucap seorang pengunjung di sebuah pameran buku. “Barangkali banyak yang datang ke pameran buat foto-foto doang, biar keren muncul di instagram atau facebook, supaya kelihatan seperti kutu buku,” ucap temannya dengan nada sarkastis, sambil menunjuk sekelompok ‘ABG’ yang sedang sibuk berfoto-ria berlatarbelakang tumpukan buku. Yah, memang tak mengherankan komentar itu muncul. Ajang pameran buku memang kerap kali ramai pengunjung, bahkan pada sebuah pameran buku impor yang digelar di BSD City, Tangerang, konon pengunjung sampai membludak hingga membuat pameran buku itu diperpanjang hingga keesokan harinya. Luar biasa! Tapi entah bagaimana—sekalipun pameran ramai pengunjung bahkan membludak--- namun hasil survei tentang minat membaca buku tetap tidak berubah alias rendah. Salah satu buktinya adalah hasil penelitian Central Connecticut State University di Amerika Serikat, yang menyebutkan Indonesia menempati urutan ke-60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Posisi Indonesia berada di bawah Thailand yang berada di urutan ke 59 dan di atas Botswana—sebuah negara di Afrika Selatan--- yang menempati urutan ke 61. Meskipun dalam hal infrastruktur untuk mendukung

Pengunjung Membludak tapi Minat Baca Rendah membaca, Indonesia berada di peringkat di atas beberapa negara Eropa. “Berdasarkan komponen infrastruktur, Indonesia berada pada posisi ke-34, di atas Jerman, Portugal, Selandia Baru dan Korea Selatan,” ujar Anies Baswedan, mantan Kemendikbud. “Jadi jumlah perpustakaan, buku dan perpustakaan keliling tidak selalu menunjukkan minat dalam membaca,” tambahnya. Tentang pentingnya meningkatkan minat membaca buku masyarakat Indonesia juga disuarakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam pembukaan pameran buku ‘Indonesia International Book Fair’ (IIBF) 2016’ yang berlangsung Rabu (28/9)- Minggu (2/10) di Jakarta Convention Center. Mendikbud dalam pidatonya pada pembukaan IIBF mengatakan, pentingnya menumbuhkan minat baca pada masyarakat. Menurutnya, peningkatan kuantitas jumlah buku tidak akan ada artinya jika tidak diimbangi oleh peningkatan minat baca di masyarakat, begitu juga sebaliknya. “Jadi dibutuhkan peningkatan, baik dari jumlah buku dan minat baca masyarakat,” kata Muhadjir Effendy. CINTA BUKU BERMULA DARI KELUARGA Terkait peringatan rendahnya minat membaca masyarakat Indonesia, sebenarnya telah lama disampaikan, baik oleh media, kalangan aktivis pendidikan bahkan pemerintah. Namun kondisi ini, entah kenapa, tidak juga berubah. Yang lebih menyedihkan, berdasarkan data, minat masyarakat negeri kita untuk membaca buku paling rendah di ASEAN. Data UNESCO tahun 2011 menyebutkan, minat baca masyarakat yang paling rendah di ASEAN adalah negara Indonesia. Disebutkan bahwa indeks membaca masyarakat Indonesia baru sekitar 0,001, artinya dari 1000 penduduk, hanya ada 1 orang yang masih memiliki minat baca tinggi (1:1000). Angka ini masih sangat jauh dibandingkan dengan angka minat baca di Singapura yang memiliki indeks membaca sampai 0,45. Akibat rendahnya minat membaca, maka tahun 2012 Indonesia berada di posisi 124 dari 187 negara di dunia dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya terpenuhinya kebutuhan dasar pendudduk, termasyk kebutuhan pendidikan, kesehatan dan melek huruf. Fakta yang memalukan tersebut seolah kontradiktif dengan data keberhasilan Indonesia memberantas buta aksara. Berdasarkan data, dari 140 negara, Indonesia ada di peringkat ke-3 sebagai negara yang paling berhasil menurunkan angka tuna huruf. Data BPS menyebutkan pada tahun 2004 angka tuna aksara di Indonesia mencapai 15,4 juta jiwa, namun pada 2012 angkanya

Beberapa lama sempat vakum, kini “BOS is Back”. Business Owner School (BOS) milik Made Robert yang aktif sejak 2011 dan telah melahirkan setidaknya 858 pengusaha di 5 kota yaitu Denpasar, Mataram, Malang, Surabaya, dan Makasar, kini akan kembali membuka kelas untuk menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang sukses. Tiga Srikandi, yakni Jro Jeky, Made Ayu Dewi, dan Ni Komang Serining siap mengawal dan mengelola BOS ke depan.

D

ari pencarian selama 1 tahun, Made Robert memutuskan mempercayakan Jro Jeky untuk mengelola BOS. Tentu saja keputusan ini beralasan kuat. “Jro Jeky itu, salah seorang alumni BOS yang kini telah sukses binisnya. Ia perempuan tangguh yang sudah berhasil keluar dari depresinya dan makin sukses dalam berbisnis. Dan saya yakin, BOS Denpasar di bawah kepemimpinan perempuan, akan lebih cepat menularkan virus bisnis kepada semua keluarga dan generasi muda di Bali,” ujar Made Robert, sang motivator. Hal ini diperkuat dengan ajaran Weda yang menyebutkan : untuk mengubah masa depan suatu bangsa, wanitanya harus diubah, harus diisi, wanitanya harus hebat. Karena itu pula dalam berbisnis Made Robert selalu melibatkan istrinya Made Ayu Dewi. foto dok panitia IIBF

Pameran buku IIBF

hanya tersisa 6,4 juta. Data dari Kemendikbud per tahun 2015, persentase buta aksara 3,56% atau 5,7 juta jiwa. Dari data dan angka-angka itu dapat terlihat bahwa dibanding dengan negara lain, banyak masyarakat Indonesia yang dapat membaca. Namun kemampuan membaca itu tidak serta-merta meningkatkan kegemaran membaca. Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia 2016-2020, juga mengungkapkan keprihatinannya tentang kondisi tersebut. Menurutnya, dari data The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), budaya membaca masyarakat Indonesia berada di peringkat terendah di antara 52 negara di Asia. “Tentu saja ini menyedihkan. Saya percaya bangsa besar dengan sendirinya punya tradisi literasi yang kuat. Setiap bangsa besar niscaya ditopang oleh penghargaan terhadap ilmu pengetahuan dan itu berarti, menghargai dan mencintai literasi. Tanpa tradisi literasi yang kokoh, sebuah bangsa rentan menjadi bangsa kelas teri: perundung, pemaki, dan mudah diprovokasi tanpa keluasan hati dan imajinasi,” ungkap presenter sebuah televisi swasta nasional itu. Ia pun lantas mengungkapkan pengalaman masa kecilnya tentang bagaimana minat membaca buku itu tumbuh dalam dirinya. “ Saya beruntung menemukan sahabat dalam bentuk buku sejak usia dini. Saya dituntun mencintai buku oleh keluarga. Saya melihat bagaimana ayah saya mencintai buku. Sejak kecil dibacakan buku. Ia yang pertama mengajak saya ke toko buku. Saking cintanya pada buku, dulu saya punya perpustakaan kecil di rumah dan membuka penyewaan buku dengan harga Rp 25 per buku. Rumah kami dari dulu dipenuhi buku. Mengenal dunia pun awalnya lewat buku dan dari sanalah saya mencari jawaban atas beragam

pertanyaan yang muncul di kepala,” paparnya. Dari pengalaman tersebut, ia berpendapat bahwa rumah dan keluarga adalah tempat paling tepat yang bisa menuntun kita mencintai buku. Saat ini teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat. Ketika internet masuk ke Indonesia, sebagian orang berharap pertumbuhan minat baca semakin meningkat, karena berbagai bacaan semakin mudah diakses melalui internet. Bersamaan dengan tumbuhnya internet di Indonesia diharapkan minat orang terhadap e-book akan meningkat. Tapi sayangnya tidak demikian. Sekalipun data menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 88,1 juta jiwa dari total 259 juta jiwa, namun hanya sebagian k e c i l yang dari pengguna internet itu yang

Najwa Shihab Duta Baca Indonesia 2016-2020

mengakses e-book. “Saat ini penjualan e-book masih minim, baru sekitar 2% dari total buku terbitan baru. Masih jauh dibanding negara lain seperti Singapura yang porsi buku digitalnya sudah mencapai 17% dari buku yang beredar, dan Amerika 30% dari total buku yang diterbitkan,” ungkap Kepala Bidang pengembangan Buku Digital IKAPI, Hary Chandra. –Diana Runtu

Tiga Srikandi BOS

BANGKIT SETELAH MASUK BOS Jro Jeky yang memiliki nama lengkap Ni Wayan Resini ini mengisahkan dirinya masuk ke BOS adalah sebuah mimpi. Dulu, saat dalam keadaan depresi dan berada di titik nol, tak sengaja Jro Jeky yang terus mengurung diri di kamar menonton tayangan interaktif Made Robert di Bali TV . “Saya tak sabar menunggu hari esok untuk segera membeli tiket seminarnya. Saya mengikuti semua programnya dan memang benar ilmu yang diajarkan Pak Robert sangat luar biasa. Selain berbisnis, di BOS juga diajarkan budi pekerti dan spritual bisnnis, berbuat untuk diri sendiri, keluarga dan untuk berbagi ke sesama. Di sini juga saya diajak melepaskan mental block yang terus membelengu saya, dan saya pun berhasil melepaskannya. Dan saya merasakan kesembuhan. Di BOS,

pengusaha sukses lainnya dari seluruh Indonesia. Kedua, Mentoring BOS. Program Mentoring dilakukan di kelas setiap minggu selama 8 kali pertemuan. Setiap pertemuan akan diisi selama 3-4 jam dengan materi dan mentor berbeda-beda. Para mentor adalah para pengusaha sukses dan praktisi bisnis dari Bali, Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, Malang, NTB dan bahkan dari luar negeri. Ketiga,Master Mind BOS. Bertemu , berdiskusi dan tumbuh bersama menjadi Pengusaha Sukses. Di kalangan pengusaha etnis Tionghoa tradesi ini disebut KONG KOW KONG KOW. Di tradisi masyarakat Bali disebut SEKEHA. Namun saat ini belum ada sekeha PENGUSAHA. “Mulai saat ini alumni BOS akan menghimpun diri dalam sebuah Sekeha Pengusaha/Master Mind alumni BOS. Serta mendapat bimbingan, konsultasi dan evaluasi usaha baik secara individu maupun berkelompok. Keempat,Pelatihan Mental BOS melalu Financial Breakthrough With Firewalk, Dream Breakthrough & Survival Breakthrough. Manfaat dari pelatihan Mental bisnis ini adalahmenghancurkan Mental Block sebagai Pengusaha, menghilangkan trauma-trauma bangkrut/gagal, melatih untuk tetap semangat dalam kondisi apapun, memasukan bibit dan spirit Entreprenuership, menanam impian di alam pikiran bawah sadar, menciptakan Blue Print yang benar sebagai Pengusaha, merubah Money Blue Print terhadapa kekayaan. Kelima, Business Field Trip BOS. Program kunjungan ke tempat usaha , mendengarkan langsung kisah sukses dari pengusaha di tempat usahanya , merasakan aura dan chemistry sebagai pengusaha. Keenam, Gathering Alumni BOS Seluruh Indonesia. Gathering Nasional alumni BOS seluruh Indonesia diadakan setahun sekali di Bali. Program ini diadakan sebagai ajang bertemunya seluruh Alumni BOS se-Indonesia. Maksud dan tujuannya sebagai berikut: Menyediakan peluang bisnis baik secara Business Opportunaty maupun Franchise; Meningkatkan Networking Business; Memberikan peluang transaksi produk; Mendapatkan Inspirasi Bisnis melalui Sharing dengan pembicara yang kompeten; Memperkuat dan memperluas brand image perusahaan kepada masyarakat luas; Mendapatkan strategi marketing yang kuat ,handal, kreatif dan inovatif. –ten

3

is Back

saya bangkit kembali,” tutur istri dari I Wayan Koyan ini yang kemudian mengajak anak-anaknya, adik, dan temantemannya untuk ikut BOS. Ibu dari Ni Kadek Yuni Dwi Antari, S. Kep. dan Ni Ketut Alit Puspayanti ini mengatakan dulu ia bekerja seperti “dagang sate”, nusuk sendiri, bakar sate sendiri, bikin sendiri, bungkusin sendiri. Di BOS, Made Robert memberikan ilmu-ilmu bisnis. Sehingga toko klontongnya yang tradisional kini sudah modern, sudah memakai sistem dan tidak perlu kerja berat lagi, serta bisa pakai pegawai, dan telah berhasil mendirikan koperasi yang mengcover bisnis kreditan. “Di BOS kita bisa berbagi segala, berbagi pengalaman. Beberapa kali saya mengikuti mentormentor bisnis di luar, menurut saya ilmu Pak Robert jauh di atas mereka. Dan saya sendiri bangga, putra Bali jadi guru bisnis,” paparnya. Karena itu, ia getol menghidupkan kembali BOS

Menuju Sukses Bersama BOS

Berdirinya BUSINESS OWNER SCHOOL (BOS) dikisahkan Made Robert dari pengalamannya sebagai pengusaha yang jatuh bangun di dunia usaha. Bahwa, untuk mencapai sukses harus menempuh perjalanan panjang. Hal ini terjadi karena ketiadaan Mentor yang tepat dan komunitas bisnis yang berdaya. “Saya terpanggil untuk membuat semacam PETA SUKSES yang saya tuangkan dalam bentuk sekolah bisnis nonformal sehingga siapa pun yang terjun di dunia usaha akan semakin cepat sukses. Tujuan BOS adalah membantu menciptakan wirausaha baru, yang belum punya agar punya usaha, yang sudah punya usaha biarmaju, menguntungkan dan bersistem. Dan yang usahanya sudah maju biar bisa buka cabang. Yang sudah buka cabang biar bisa go franchise dan selanjutnya bisa pensiun dini dan bebas financial. Visi BOS menjadi lembaga pendidikan nonformal di bidang kewirausahaan berskala nasional yang menciptakan pengusaha baru yang tangguh, kreatif, inovatif dan berbudi pekerti yang luhur. Dengan misi merubah mindset dari job seeker menjadi job creator, menanamkan nilai dan spirit kewirausahaan yang tangguh, menjadi komunitas pengusaha yang kreatif dan berkualitas yang merupakan kebanggan bangsa Indonesia, menjadi tempat bagi mahasiswa, lulusan SMA, karyawan yang di PHK, ibu rumah tangga, pensiunan,PNS/swasta, wanita maupun para selebritis atau public figure untuk berkreatif, berbisnis dan mengembangkan diri. Program-program BOS di antaranya : Pertama, Seminar Pengenalan BOS. Program pengenalan dilakukan dalam sebuah Seminar Bisnis untuk menjadi Pengusaha Sukses yang dibawakan oleh Made Robert. Hal ini berguna untuk pengenalan program-program BOS kepada calon peserta, sehingga tertarik untuk menjadi seorang Entrepreneur Sukses. Seminar ini bisa juga disampaikan oleh

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

yang hampir 1,5 tahun vakum, karena ilmunya sangat berguna. Salah seorang teman Jro Jeky yang sering ia bagikan ilmu-ilmu bisnis Made Robert pun tertarik. Meski BOS belum aktif kembali, temannya itu, Ni Komang Serining dan suami Putu Sudarmaka telah beberapakali mengikuti Master Mind, setelah sebelumnya bergabung dalam komunitas investor Villa Mesari. “Dia (Komang Serining-Red) mendengar ilmu-ilmu Pak Robert dari saya saja sudah cocok, apalagi kalau dengar langsung dari Pak Robert,” ujar Jro Jeky. Untuk mengawali BOS IS BACK, Jro Jeky akan menghadirkan Bapak Made Robert untuk mengisi seminar untuk membuka Kelas BOS baru. DAPAT PELUANG BISNIS DALAM MASALAH BISNIS Ni Komang Serining dan suami bergabung 3 bulan lalu walaupun BOS belum aktif. Mereka rajin mengikuti Mentoring BOS dan mengikuti program BOS lainnya. Pasutri ini

punya rencana menyekolahkan anaknya di Australia dan sebelumnya mendiskusikan dulu kepada Made Robert. “Saya berdiskusi dengan Pak Robert apa yang harus saya lakukan agar sekolah anak saya sukses di Australia. Karena banyak sekali anak yang sekolah di luar negeri, merasa nyaman disana, akhirnya bekerja dan menikah disana. Kalaupun balik, ilmu yang dimiliki berseberangan dengan ilmu yang dimiliki orangtuanya,” ungkap Komang Serining. Agar hal tersebut tak terjadi, mereka berinisatif menyekolahkan anaknya di BOS sebelum dikirim ke luar negeri, untuk mendapatkan dasardasar bisnis. “Baru ikut beberapakali pertemuan, Master Mind dan Mentoring di Ubud, dan beberapali bertemu secara pribadi dengan Pak Made Robert mendiskusikan masalah yang saya alami, hanya hitungan 10-30 menit masalah sudah clear dan saya dapatkan peluang bisnis di masalah bisnis saya itu,” kisah pebisnis aksesori ini. Sementara Made Ayu Dewi yang turut bergandengan dengan suaminya Made Robert menjadi pengusaha, mengaku dalam tiap kesempatan, seperti saat mengantar anak selalu bercerita bagaimana hidup nanti, jika bisnis untungnya dimana, mendapatkan uang yang baik itu bagaimana. Termasuk mendongeng pun diisi dengan ilmu bisnis, yang paling sederhana mengatur uang saku. “Jika suami sukses jadi pengusaha belum tentu anaknya bisa sukses seperti bapaknya. Tapi kalau ibunya sukses,anak-anak garansi 100% pasti sukses, makanya istri saya libatkan,” imbuh Made Robert. –ten

Seminar BOS IS BACK

Jumat, 7 Oktober 2016 pukul 17.30 wita di Life Style Hotel Express ( Ex Fave Hotel). Jln. Teuku Umar No. 175-179 Denpasar. Harga tiket Rp 100 ribu per orang. Tiket bisa dibeli di Kantor BOS Land Jln. Tukad Pakerisan No. 79 Panjer Denpasar. Info pen­ daftaran 08123947088, 087861999658. Saksikan dialognya di Bali TV, Rabu 5 Oktober 2016 pukul 20.00 wita-21.00 wita.


GORO-GORO Dua bersaudara, Raka dan Rai itu, musuh “kapitui”. Itu istilah yang menunjuk gradasi puncak. Putu Wijaya Yang paling parah sejenis dengan musuh “bebuyutan”. “Kenapa mereka bermusuhan, Pak? Kan saudara sekandung? Dari satu bapak dan satu ibu?” “Ya, justru karena itu!” “Lho, Bapak ini bagaimana! Orang satu darah itu kan aturannya cs? Saya tidak setuju!” “Boleh saja tidak setuju.” “Bukan hanya tidak setuju, saya tidak suka!” “Boleh, boleh tidak setuju dan tidak suka, tapi nyatanya begitu. Banyak contohnya. Di dalam cerita wayang juga ada.” “Jangan selalu dibawa ke cerita wayang, mentang-mentang Bapak suka wayang! Ini kenyataan! Biasanya orang bersaudara kalau bermusuhan sering melebihi permusuhan antara orang yang tidak

ada hubungan darah!” “Betul! Bisa bunuh-bunuhan seperti Korea Utara dan Korea Selatan!” “Sudah! Jangan jauh-jauh. Itu Pak Rai dan kakaknya, Pak Raka, sampai ke pengadilan! Padahal cuma rebutan warisan mobil bekas!” “Ya, itu bukan cuma soal mobil, tapi harga diri!” “Harga diri apa! Pak Raka sudah kaya begitu, kenapa mobilnya tidak dikasihkan adiknya saja? Berapa sih harga mobil itu? Paling juga 30 juta.” “Lho ibu tidak tahu, Pak Raka malah mau ngasih Pak Rai, 50 juta!” “Masak?” “Mungkin 60 juta. Buat konglomerat seperti dia, itu kan hanya 60 ribu. Tapi, Pak Rai menolak!” “Masak?” “Lho, dia bukan mau duitnya. Dia mau haknya atas mobil rongsokan itu!” Bu Amat tidak percaya. “Ah. Itu kan teori, Bapak! Masak Pak Rai sebodoh itu? Saya kira, kalau betul, jangankan 60 juta, 20 juta

musuh

pun akan dia ambil! Kecuali kalau Pak Raka memang mau mempermalukan adiknya!” “Mempermalukan bagaimana?” “Ya, Pak Rai kan ketua ranting partai. Pak Raka kan sudah lama ngincer kedudukan adilknya. Sudah banyak uangnya keluar, tapi tidak ada yang milih. Jadi dia coba menunjukkan dia lebih berkuasa!” “Tidak perlu! Pak Raka sudah pindah partai. Sekarang dia malah ketua cabang!” Bu Amat terkejut. “Kalau begitu, pantesan Pak Rai marah! Itu namanya mengkhianati partai! Masuk partai hanya untuk dapat kedudukan. Jelas tujuannya mau jadi caleg! Betul Pak Rai kalau begitu. Orang yang tak punya pendirian harus diberi pelajaran. Biar kapok!” Amat tercengang. Bu Amat lalu berbalik ke dapur sambil ngedumel. “Kenapa ya, sekarang kok banyak orang mencla-mencle? Partai bukannya bertujuan untuk membangun negara?”

Beberapa hari kemudian ada kejadian yang mengejutkan. Warga heboh. Pak Raka dan Pak Rai terlibat perkelahian. Dan tak hanya sampai di situ. Pak Raka terbunuh di tangan adiknya sendiri. “Pak Rai sudah menyerahkan diri ke kantor polisi dan mengatakan itu bukan pembunuhan tapi pembelaan diri,” kata Amat. Bu Amat termenung. “Pembelaan diri bagaimana, Pak?” “Pak Raka rupanya diam-diam menjual mobil itu pada kolektor mobil antik. Ternyata laku 1 M.” “Satu miliar?” “Ya, 1 M. Mau dibagi dua. Tapi Pak Rai menolak. Dia mau mobil yang sudah dijual itu. Tapi kabarnya sudah dijual lagi oleh pembelinya dan laku 2 M.” “Dua miliar?” “Ya!” “Jadi karena itu mereka berkelahi?” “Tidak. Kata saksi mata, mereka

Ekspresso

Sudut Pandang

berkelahi karena Pak Raka kembali lagi kepada partainya dan jadi ketua cabang. Entah kenapa Pak Rai diganti oleh partai sebagai ketua ranting. Dia menuduh itu gara-gara kakaknya. Dan terjadi perang mulut hebat sekali, merembet ke manamana. Ada juga selentingan soal rebutan perempuan, entah mana yang betul. Yang jelas, akhirnya mereka bunuh-bunuhan tak ada yang berani memisah!” Bu Amat terdiam lama sekali. Dia tak mendengar lagi apa yang dikatakan suaminya. “Di dalam wayang. Pandawa dan Korawa yang bersaudara juga berperang habis-habisan. Mungkin kita manusia memang pada dasarnya lebih berani pada saudara timbang kepada musuh yang sebenarnya. Karena kita yakin, saudara tak akan sampai hati mengejami kita. Tapi nyatanya, sebaliknyalah yang terjadi.”

Tips Praktis

Soft Skills untuk Anak Apa pentingnya soft skills untuk anak? Sebelum kita bicara soft skills untuk anak, ada baiknya kita mengetahui apa itu softskill.. Soft skill merupakan kemampuan individu dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal) dan hubungannya dengan orang lain (interpersonal) dan extrapersonal skill berupa kemampuan teknis yang dimiliki atau hard skill berasal dari pembelajaran yang bersifat keilmuan, baik dari sekolah atau di tempat lainnya. Intrapersonal skill adalah kemampuan individu ini lebih menekankan pada kemampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri. Misalnya, inisiatif, mengatur waktu, motivasi, berpikir kreatif, kemauan belajar, mandiri, beretika, disiplin, percaya diri, berpikir kritis, mengatasi stres, dan berkomitmen. Interpersonal skill adalah kemampuan untuk membuat seseorang mudah menjalin hubungan dengan orang lain. Kemampuan ini didukung oleh beberapa faktor antara lain seperti mudah berkomunikasi, mampu membangun hubungan kerja sama, punya jiwa kepemimpinan, bisa bernegosiasi, mudah mempresentasikan pikirannya, dan mampu bicara di muka umum. Extrapersonal skill adalah sebagai pelengkap dari dua kemampuan sebelumnya,

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

yaitu bijaksana. misalnya, untuk menjadi seorang insinyur, bisa dipelajari melalui tahapan kuliah dan praktik sampai mendapat pengakuan profesi. Soft skill tidak mudah untuk diajarkan, tapi gampang untuk ditularkan, sehingga pengembangan soft skill sejak dini akan memudahkan seseorang untuk menguasainya. Apalagi, sifat anak-anak selalu ingin meniru orang yang dikaguminya, terutama orang terdekat, yaitu orang tua. Membiasakan anak melihat sikap orangtua akan memengaruhi sikap dan pola pikir anak. Anak yang melihat orangtuanya selalu taat sembahyang, peduli dengan tetangga yang mendapat kesulitan, mudah bergaul, disiplin akan terbentuk untuk mengikutinya. Penerapan soft skill dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dalam banyak hal, salah satunya adalah dalam pekerjaan, penerapannya dalam pekerjaan terdiri dari 2 keterampilan penting yaitu keterampilan mengelola manusia dan keterampilan mengelola tugas atau pekerjaan. Keterampilan mengelola tugas atau pekerjaan lebih berdimensi pada multiintelegensi manusia karena untuk menyelesaikan tugas manusia harus mengombinasikan beberapa keahliannya. Sedangkan keterampilan mengelola manusia lebih berdimensi secara

I Nyoman Sucipta

psikologis, dimana seseorang harus mampu mengelola dirinya sendiri (self management) terlebih dahulu sebelum dapat mengelola manusia yang lain. Salah satu cara mengasah soft skill pada anak adalah melalui pembelajaran character building di sekolah. Pembentukan karakter menjadi sebuah jalan setapak yang dapat digunakan untuk membentuk insan yang prima sehingga diharapkan dapat memiliki soft skill yang prima pula. Pendidikan berdimensi character buiding ini memiliki enam pilar dalam penerapannya. Keenam pilar tersebut adalah respect, responsibil-

ity, fairness, caring dan citizenship. Penerapan character building dalam dunia pendidikan memberikan nuansa lain dalam pendidikan karena indikator evaluasi tidak hanya berbasis pada nilai kognitif melainkan juga pada segi efektif dan bahkan juga psikomotorik anak. Proses pembelajaran melalui character building pertama kali adalah pengenalan atas good character di dalam kehidupan bermasyarakat. Kemudian setelah anak mengenal dan memahami good character tersebut maka anak mengorelasikannya dengan kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah atau lingkungan di luar sekolah. Proses pembentukan karakter yang secara perlahan tersebut tidak langsung dapar memberikan stimulus kepada pengasahan soft skill anak. Sehingga, anak diharapkan dapat memiliki kemampuan soft skill yang prima

dan berujung pada pembentukan mental individu yang stabil dalam menghadapi tantangan hidup ke depan. Pengembangan soft skill pada anak harus dilakukan melalui perencanaan yang baik, pendekatan yang sesuai, dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif, sesuai dengan sifat suatu nilai. Pembelajaran character building adalah usaha bersama sekolah oleh karenanya harus dilakukan secara bersama oleh semua pihak, guru dan pimpinan sekolah, melalui semua mata pelajaran, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah. I Nyoman Sucipta Guru Besar Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

Kata Hati

23

Memasak

Dari Hobi Jadi Bisnis

untuk Wanita Karier Menjalani dua peran sekaligus, sebagai ibu rumah tangga dan juga wanita karier dengan kesibukan yang tinggi tentunya bukanlah hal yang mudah bagi seorang wanita. Salah satu hal yang paling sering terlewatkan adalah momen memasak untuk keluarga di rumah. Di satu sisi, memasak membutuhkan waktu yang cukup lama, di sisi lain mereka harus mengejar waktu untuk segera berangkat kerja ke kantor.

Chef Komang Adi Arsana

M

enurut chef Komang Adi Arsana, ada tips yang bisa dilakukan para wanita karier dalam menyiapkan makanan. “Sebaiknya bahan-bahan sudah disiapkan pada malam harinya, misalnya, sayuran dipotong-potong dan disimpan di kulkas. Untuk bumbu bisa

disiapkan terlebih dahulu, kalau memang perlu diulek, langsung ditumis, kemudian, didinginkan dan simpan di kulkas. Besok pagi bisa segera diproses,” ujar Ketua ICA Bali ini. Ia menyarankan, untuk pilihan makanan yang bisa disiapkan sarapan nasi goreng dan aneka tumisan. Sementara, menurut chef Hendra Mahena, para wanita karier bisa memilih aneka makanan kalengan seperti sarden dan korner. “Sarden dan korner mudah diolah tinggal ditambahkan cabai dan tomat. Siap dimasak beberapa menit, sudah jadi,” ujarnya. Untuk sayuran, bisa juga memilih sayuran frozen dan bisa dibuat sup dan aneka tumisan. Sebagai penemannya, bisa tambakan tempe dan tahu goreng tepung. Saat ini sudah banyak tepung krispi yang membuat gorengan menjadi lebih gurih,” kata chef Hendra. Untuk sarapan, ia menyarankan, cocoknya memilih sereal karena menyajikan sangat mudah. Kalau ingin yang lebih bervariasi, bisa menyajikan omelet. “Omelet bisa diberikan aneka tambahan bahan makanan, mulai dari jamur, keju, bawang bombay, paprika, jamur, daging sesuai selera kita,” sarannya. Menurutnya, para wanita kar-

ier harus pandai-pandai mengatur waktu, agar menyempatkan diri memasak. Bisa juga, mencari-cari resep dari majalah dan internet, dan membuat rencana menu agar hidangan yang disajikan lebih bervariasi. Yang penting, pilihan menunya harus yang mudah dalam pembuatan dan menggunakan alat yang sederhana sehingga cepat dan efektif. -Wirati Astiti

Chef Hendra

Titi Kamal

Soraya Haque

Kalau umumnya yang hobi memasak adalah kaum wanita, yang mengajarkan memasak pada anak adalah kaum ibu, maka di keluarga Soraya Haque-Ekki Sukarno, justru terbalik. Justru sang ayahlah, Ekki Soekarno yang mengajarkan anak-anaknya memasak. “Yang punya hobi di dapur (memasak) itu Ekki bukan saya. Dialah yang mengajar anak-anak memasak sejak kecil, bagaimana mengolah masakan. Makanya mereka semua bisa memasak. Kalau saya hobi berbenah rumah, hobi makan juga hahahah... Tapi bukan berarti saya tidak bisa masak lho,” ujar Soraya tentang hobi memasak di keluarganya. Kegiatan memasak di keluarga, menurut peragawati top era 1980-an ini, merupakan salah satu kegiatan yang paling menyenangkan di keluarganya. Kalau pada hari-hari biasa masing-masing anggota keluarga sibuk dengan kegiatannya, maka ketika mereka mendapat kesempatan untuk kumpul bareng biasanya dilakukan dengan acara masak-memasak. “Biasanya di hari libur atau akhir pekan ngumpul di dapur,” ujar ibu dari Valeri, Nadia dan Belmiro, seraya menambahkan, ia dan suami kadang juga mencoba resepresep masakan baru. Soal urusan dapur, kini banyak laki-laki yang juga gemar memasak. Dapur (memasak), bukan suatu hal yang pamali bagi laki-laki. “Sekarang sudah tidak bisa lagi kita mengkotak-kotakan fungsi dari suami atau istri, masing-masing harus bisa menjalani kehidupan layaknya mereka mandiri,” katanya. Pasangan Titi Kamal dan Christian Sugiono pun menjadikan masakmemasak sebagai ajang mempererat hubungan dan menjaga harmonisasi kehidupan berkeluarga. Pasangan yang sama-sama hobi masak dan berburu makanan enak ini, kerap masak bareng di waktu senggang seperti weekend atau hari libur. “Kami sama-sama suka makan, juga hobi masak. Jadi kalau pas libur, kerap masak bareng. Kadang Tian (Christian Sugiono) yang masak atau aku yang masak atau bareng-bareng masak mencoba resep baru,” ungkap wanita bernama lengkap Kurniati Kamalia ini. Gara-gara hobi memasak dan berburu kuliner itulah yang kemudian menginspirasinya untuk terjun ke bisnis kuliner. “Aku hobi berburu kuliner, juga hobi masak, jadi aku pikir kenapa nggak sekalian terjun ke bisnis kuliner. Bisnis yang didasari dengan hobi pasti bikin enjoy, seperti yang aku jalani sekarang,” ungkap ibu Arjuna Zayan Sugiono (2) ini. Saat ini Titi yang memiliki beberapa restoran dan selalu berupaya mengeksplore makanan-makanan baru, bercerita bahwa awalnya dia suka berburu kuliner enak, kemudian ia menjadi hobi memasak. “Awalnya karena aku suka makan, berburu makanan enak lalu jadi senang memasak, mencoba resepresep baru. Kadang tanya sama teman atau liat-liat di internet, buku-buku resep dan coba sendiri,” tutur Titi yang belum lama ini mempromosikan jenis masakan barunya ‘ayam jerit’. –Diana Runtu

Variasi Olahan Hindari Kebosanan Memasak selalu diidentikkan dengan perempuan. Tidak harus mahir, bisa memasak saja sudah cukup untuk seorang perempuan. Hal tersebut disampaikan Luh Era Desiyana, S.Pd, guru Produktif Jasa Boga SMK Triatmajaya. Menurutnya, dalam rumah tangga seorang perempuan yang memiliki kedudukan sebagai seorang istri, memasak

Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksitokoh@gmail.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan.tokoh@gmail.com. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

foto: kapanlagi.com

Edisi 921/ 3 - 9 Oktober 2016

foto: kapanlagi.com

2

Luh Kerthianing

merupakan ketrampilan dasar yang harus dimiliki. Dengan memasakkan suami dan anak dapat mempererat jalinan hubungan kekeluargaan. Era sapaan akrabnya, mengaku meskipun dirinya belum memiliki suami namun ia selalu menyempatkan diri memasak untuk adik-adiknya. “Kebetulan tinggalnya dengan adik-adik jadi saya yang harus memasak,” paparnya. Sejak kecil wanita kelahiran 3 Desember 1991 tersebut memang hobi memasak. Ia menambahkan memasak itu adalah pekerjaan yang menyenangkan asalkan bisa mengreasikan menu masakan yang akan dimasak. Untuk menghindari kejenuhan dalam memasak dan kebosan untuk yang dimasakkan, Era selalu membuat menu yang variatif. “Kalau lihat bahan masakan di pasar pasti itu-itu saja tetapi kalau bahan masakan sama diolah dengan cara berbeda tidak akan menimbulkan kebosanan,” lengkapnya. Pengalamannya selama memasak untuk adik-adiknya adalah selera masakan yang berbeda. “Ada yang suka tempe, ada yang suka ayam, ada yang suka tahu,”

tuturnya. Agar menghemat waktu, dirinya seringkali membuat menu yang mengombinasikan seluruh bahan yang diinginkan. “Ya bisa diolah jadi satu masakan, tempe, tahu, ayam bisa digoreng lalu diberi bumbu dan dikasi santan,” jelasnya. Akan tetapi setiap pagi perempuan yang berasal dari desa Gesing Kecamatan Banjar ini selalu kekurangan waktu untuk memasak sehingga ia mencari alternatif untuk sarapan. “Kalau sarapan biasanya saya gunakan susu dan roti,” pungkasnya. Sebagai seorang guru PJB, memasak tidak mengenal perempuan atau laki-laki sebab dalam dunia industri tenaga seorang laki-laki dianggap lebih kuat dari perempuan. “Tenaga laki-laki lebih kuat jka digunakan dalam waktu yang lama,” tambahnya. Menurutnya banyak siswa PJB laki-laki mengaku tertarik dengan kelas memasak karena pelajarannya yang menyenangkan. “Memasak itu adalah seni di dalam pembelajaran ada seni mengukir buah, menghidangkan makanan dan minuman,” lanjutnya. Era meyakini saat ini jurusan PJB banyak diminati baik perempuan maupun laki-laki dikar-

Luh Era Desiyana

enakan peluang kerja yang menjanjikan. “Peluang kerjanya lebih tinggi, jadi sangat memungkinkan banya peminatnya,” tandasnya. ADA PERBEDAAN SELERA Sementara itu, menurut Luh Kerthianing seorang wirausaha menegaskan seorang perempuan harus bisa memasak. Sebagai seorang istri wajib hukumnya

bisa memasak untuk suami dan anak-anaknya. “Ini akan dapat menambah keharmonisan keluarga,” ungkapnya. Ia juga mengakui ditengah kesibukannya mengurus bisnis yang ia geluti, ia tidak memasak setiap hari untuk keluarga. Akan tetapi sesekali sebagai seorang istri dan ibu dirinya tidak segan turun tangan menggantikan tugas asisten rumah tangganya untuk memasak. Dalam keluarga, perempuan kelahiran 24 Maret 1969 tersebut mengaku ada perbedaan selera antara dirinya dan anak-anak. “Saya dan suami lebih suka makanan Bali tapi tidak pedas dan anak-anak lebih suka Chinese food,” tambahnya. Menurutnya menu Chinese food adalah menu makanan yang sangat mudah dimasak asalkan tahu bumbu yang diperlukan. “Chinese food itu kuncinya pada kecap yang digunakan. Jika itu sudah tepat dijamin enak,” ujarnya. Perbedaan itulah yang membuat menu masakan di rumahnya harus terdapat menu masakan Bali dan Chinese food. –Wiwin


24

What’s Up

Edisi 921/ 3 - 9 OKTOBER 2016

Orangtua sebagai pendidik pertama dan utama, serta keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenal anak, tentu bakal memberikan banyak pendidikan yang berpengaruh pada kepribadian anak. Terutama pada saat anak mulai menapaki lingkungan baru di luar keluarga.

WHDI Gelar Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga

A

gar anak memiliki landasan yang kuat, baik dan benar dari keluarga saat berada di dunia luar, di ingkunan yang baru, maka Wanita Hindu Dharma (WHDI) Pusat menjalin kerjasama dengan Kementrian dan Kebudayaan RI, khususnya Direktorat Pembinaan Keluarga, Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menyelenggarakan “Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga”. Acara dilaksanakan Selasa (27/9), di Ruang Praja Utama, Kantor Wali Kota Denpasar. Ketua Panitia Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga Wikanthi Yogie, S.Ag., M.Si., dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada keluarga atau orangtua dalam komitmen pendidikan dari usia lahir sampai usia dewasa/mandiri. Sehingga memiliki mutu layanan pendidikan keluarga di masyarakat. Selain itu juga, mendorong untuk melakukan proses pendidikan yang menumbuh kembangkan karakter dan budaya prestasi serta memotivasi lembaga masyarakat untuk membantu keluarga atau orangtua dalam menyelenggarakan pendidikan keluarga. Kegiatan yang dihadiri 80 orang perwakilan WHDI Provinsi Bali dan Kota Denpasar ini menghadirkan empat orang narasumber yang membahas tentang Kebijakan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga , Parenting Berbasis Perkembangan Otak Anak, Komunikasi Efektif dalam Keluarga. Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Pus-

Dari kiri: Wikanthi Yogi, Sang Nyoman Suwisma, dan dr. Anne

Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayjen (Purn) Sang Nyoman Suwisma saat membuka “Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga” mengatakan orangtua sebagai pendidik pertama dan utama pada keluarga menjadikan keterikatan anak dengan orangtua merupakan landasan yang kuat dalam menjelajahi dan menguasai lingkungan baru di dunia sosial yang lebih luas dengan cara-cara yang sehat secara psikologis. Berbagai hasil hasil studi menjukkan bahwa anak-anak dari keluarga yang terlibat dalam pendidikan anakanaknya baik di rumah maupun di sekolah akan menjadi anak yang sukses dalam kehidupannya. Untuk itulah diperlukan pemahaman bersama tentang program pendidikan keluarga . Pada kesempatan tersebut, Eko Budi Hartono, Kepala Subdit Kemitraan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, berbicara perihal “KebijakanPendidikan Keluarga” dengan memaparkan beberapa dampak pelibatan keluarga, seperti meningkatkan kehadiran siswa di satuan

pendidikan. Mengurangi prilaku disruptif atau mengganggu anak. Sikap dan prilaku anak lebih positif hingga meningkatkan moral guru. Implikasi implementasi dari kebijakan pendidikan keluarga ini adalah memperkuat peran keluarga dalam mendukung pendidikan anaknya. Misalnya dengan menyosialisasikan pentingnya pendidikan keluarga; membuat bahan ajar tentang pendidikan keluarga (Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Pengasuhan Positif, Mendidik Anak di Era Digital dan lain-lain). Berikutnya dr. Anne hadir dengan materi “Parenting Berbasis Perkembangan Otak Anak” Dalam pengasuhan anak, setiap orangtua dan guru harus memahami bagaimana otak anak bekerja. Baik tidaknya sikap dan perilaku manusia dapat di tentukan oleh baik tidaknya sistem pengasuhan yang diberikan pada anaknya. Orangtua mengasuh anaknya, guru mengajar muridnya, keduanya berpengaruh terhadap proses pengasuhan anak. Dalam kesempatan tersebut dr. Anne juga menyinggung agar orangtua sebaiknya memberikan anak kesempatan untuk berkembang dan bertumbuh secara optimal. Narasumber selanjutnya yakni Ida Ayu

payoga dalam sambutan yang dibacakan oleh sekretaris WHDI Bali , Desak Nyoman Widiasih, S.H, M.H., diantaranya mengatakan pendidikan yang baik adalah pendidikan yang melibatkan peran orangtua yang melimpahkan cinta dan kasih sayang. Adalah wajar jika pendidikan dimulai dari rumah dan lingkungan terdekat dari anak-anak. Penelitian yang terkait dengan ketidak mampuan pengasuhan orangtua terhadap anak telah membuktikan bahwa permasalahan prilaku antisosial anak, seperti bullying, keterlibatan dengan narkoba dan yang lainnya terjadi karena kelemahan pengasuhan orangtua yang cenderung permisif (serba Dari kiri: Eko Budi Hartono, Desak Widiasih, dan dr. Anne boleh).

Maharatni, S.Psi., M.Si dari WHDI Prov. Bali menyampaikan materi tentang “Komunikasi Efektif dalam Keluarga, Satuan Pendidikan dan Masyarakat”. Dalam materinya diungkapkan bahwa manfaat komunikasi yang baik dalam keluarga akan memudahkan kita dalam menyampaikan informasi ; mengerti keinginan karena diungkapkan dengan ekspresi; timbulnya sikap sosial di dalam keluarga ; berjalannya fungsi kontrol; memberi ruang untuk anak agar berkata jujur ; melatih sikap empati dalam keluarga ; dapat menyalurkan dukungan ; menyalurkan sikap positif; saling memahami persamaan dan perbedaan dan memiliki maksud dan tujuan yang sama. Retno IG Kusuma, Psikolog, meneruskan membahas Pengasuhan Berkesadaran, Menyikapi Permasalahan Anak. Dalam menyampaikan sikap-sikap serta acaraacara berkomunikasi yang benar di dalam keluarga, baik antara suami –istri maupun orangtua dengan anak melalui beberapa ilustrasi kejadian sehari-hari yang mudah dipahami. Peserta juga diingatkan untuk selalu menghargai segala bentuk usaha anak-anak dan selalu ingat melakukan sentuhan pada anak berupa ciuman, usapan dan pelukan. – Sri Ardhini

Dari kiri: Retno IG Kusuma, Dayu Candra, dan Dayu Maharatni

redaksitokoh@gmail.com, iklan.tokoh@gmail.com

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 921 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu