24
Sudut Pandang
Edisi 909/ 11 - 17 Juli 2016
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online ternyata masih menyisakan masalah bagi beberapa orangtua siswa. Seperti dituturkan Eka Shanti Indra Dewi atau yang akrab disapa Iin. Dua putrinya mencari sekolah baru. Yang sulung mau masuk SMA dan si bungsu masuk SMP. Menurut Iin, urusan mencari sekolah bagi putri sulungnya Mutiara, sudah beres tidak tada masalah. Namun, urusan mencari SMP bagi Tiara, putri bungsunya, menyisakan sebersit kekecewaan.
Orangtua Harap-Harap Cemas
D
engan nilai 467,5, ia belum yakin untuk mendaftarkan anaknya di SMP favorit sebagai pilihan pertama. “Saya melihat dari web-nya, dari prediksi nilai, saya khawatir anak saya tidak diterima di SMP favorit,” kata Iin. Ia melihat di web, nama anaknya muncul di ketiga pilihan. Ketika mengakses web-nya, ia melihat, nilai anaknya itu berada di posisi yang sangat di bawah. Padahal, ia tidak menyadari, posisi itu adalah data yang tidak real time. Ia berpikir, khawatir jika pilihan pertama di SMPN 3 Denpasar, anaknya bisa tidak diterima. Jadi, ia pilih SMPN 10 Denpasar sebagai pilihan 1.
Eka Shanti
Ia pun mendaftar, di hari terakhir pendaftaran. Setelah harapharap cemas menunggu, ternyata
anaknya lolos. Namun, betapa kagetnya ia melihat, ternyata dengan nilai anaknya itu, sebenarnya bisa diterima di SMPN 3. Ia pun segera mendatangi petugas di Kantor Diknas Kota Denpasar untuk mencari solusi. Ia ingin anaknya pindah ke SMPN 3. Namun, dari penjelasan yang diterima di Diknas, anaknya tidak bisa pindah lagi ke SMPN 3, kare na sudah diterima SMPN 10. Keterangan ini tentu membuat IIn kecewa. Karena berdasakan aturan yang ia baca, bahwa boleh mengubah data verifikasi satu kali. Namun, untuk kasus anaknya tidak bisa. Ia juga sangat kecewa, karena sistem PPDB online untuk SMP
Merantau demi Cita-Cita Putu Tara Haradaya Komala yang biasa disapa akan nyamanlah, kata Tara. Tara ini, berhasil lolos masuk Fakultas Teknologi Mengenai dukungan keluarga khususnya orangtua, Hasil Perikanan, UGM melalui jalur SNMPTN. menurut Tara namanya orangtua pasti mereka tidak rela Ia memilih jurusan sesuai dengan keinginannya untuk melepas anaknya merantau jauh. “Namun saya sendiri yang memang menjadi impiannya sejak ambil positifnya toh di sana saya tujuannya kuliah demi awal. mengejar cita-cita. Akhirnya orangtua saya mendukung Tara yang lahir Denpasar 14 Januari 1998 walaupun mungkin ada kecemasan dan kekhawatiran ini, memilih jurusan sesuai hobinya yaitu sangat di hati mereka.Tapi saya yakin mereka tetap akan bergemar mengonsumsi segala jenis ikan. Ia memiliki doa yang terbaik untuk anaknya, ucap Tara. keinginan yang mulia yakni dapat meningkatkan Begitu pula Farica Veronicha Marmer yang akrab mutu dan kualitas perikanan Indonesia. dipanggil Icha ini , sejak awal memang tertarik buat Ditanya keberaniannya memilih untuk melanmempelajari perilaku orang. Penasaran untuk mencari jutkan sekolah atau kuliah di luar Bali menurutnya tahu apa yang melatar belakangi orang ketika melakuia ingin mencari suasana baru, punya teman teman kan suatu tindakan dan kemudian apa akibatnya. baru yang berBelajar psikologi, katanya bisa membuat kita melihat beda dari yang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Impiannya selama ini diajuga ternyata menjadi nyata, sebab ia diterima di jak bermain. Ia Fakultas Psikologi Universitas Brawijaya melalui jalur ingin tahu juga SBMPTN. ala Kom daya Putu Tara Hara belajar sambil Soal keberaniannya memilih kampus diluar Bali, anak ke empat mengenal bagaimanakah daerdari empat bersaudara ini mengatakan hal ini menantang dirinya ah di luar Bali. sendiri untuk bisa survive di tempat dan lingkungan baru. Sekaligus “Kalau saya ditanya apa benar- benar belajar untuk mengelola uang, menjaga diri dan lebih sudah sepen uhnya siap unbertanggung jawab. Saya siap untuk merantau. “Saya yakin cepat tuk merantau? Karena sulambat pasti bisa beradaptasi dengan suasana baru, kata Icha yang dah memilih dan akhirnya memang hobi berpetualang ini. lolos, maka siap ndak siap Untuk dukungan keluarga, kata Icha sebagaimana orangtua pada ya harus siap. Saya rasa umumnya pasti ada sedikit khawatir apalagi perempuan. Tapi mereka bagaimanapun kondisinya percaya anaknya bisa bertanggung jawab dan mampu bertahan hidup. di sana nanti pasti akhirnya “Apalagi dulu orangtua saya juga dulu anak rantau dan mereka sudah kita bakal terbiasa, bakal merasakan bahwa banyak manfaat dan sisi positifnya ketika anak Icha punya banyak teman dan merantau, ujar Icha. -Nina
Terapkan Matrikulasi Jelang tahun baru ajaran baru, sekolah-sekolah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Salah satunya SMAN 7 Denpasar yang melaksanakan Workshop Kurikulum 2013, membahas tentang elemen perubahan dalam kurikulum, pekan lalu. Kepala SMAN 7 Denpasar Dra. Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiati mengatakan, sebagai “orang baru” yang menjabat Kasek, ia selalu mendengar masukan-masukan dan merangkul semua SDM untuk bersama-sama melakukan apa yang bisa dikerjakan dan apa yang ingin diperbuat untuk sekolah. Bu Cok, demikian sapaan akrabnya memulai dari tatanan persiapan guru. “Jika guru sudah siap dengan pembelajaran, otomatis kita akan siap menghadapi anak-anak,” ucapnya. Ia ingin persiapan itu tak hanya dengan mencopot disana dan mencopot disini, mencari disana
mencari disini. “Dalam artian, kita sendiri punya kurikulum sekolah. Kita buat RPP seperti ini, dan secara pararel (umum) kelas X, XI, XII sama. Sehingga tidak ada lagi copot sana copot sini, seperti biasanya sesuai MGMPnya. Kalau pun ada, kita akan sharing dan kombinasikan. Itu yang saya inginkan, sehingga benar-benar inilah SMAN 7,” tegasnya. Berikutnya, Bu Cok juga ingin mengondisikan apa pun itu harus ada dasar hukumnya, sehingga ke depannya untuk melakukan sesuatu, semua ada dasarnya. Misalkan, tentang perpindahan. Jika dulu, anak dari sekolah lain bisa asal pindah ke SMAN 7, sekarang akan diterapkan matrikulasi. Sekolah memiliki KKM (batas nilai minimal yang harus dipenuhi anak), yang tentunya berbeda antara sekolah satu dengan lainnya. Dengan diterapkan matrikulasi ini, diharapkan anak pindahan bisa menyesuaikan diri
dengan kondisi di sekolah barunya. “Jika ada anak pindahan masuk, kita sinkronkan dengan nilai standar di sekolah kita. Jika KKM nya kecil, harus ikuti matrikulasi agar bisa menyesusaikan dengan yang lain. Anak pindahan dari sekolah manapun wajib mengikuti. Jadi ketika ada yang bertanya kenapa bisa pindah, ada dasarnya bahwa anak itu sudah lulus matrikulasi,” jelasnya. Dari sisi SDM (pegawai), ia juga mencoba memediasi untuk menyejahterakan lahir batin, dengan melakukan rolling pada pegawai. Itu semua dikatakan merupakan masukan dari bawah. Terkait dengan wacana MOS akan ditiadakan, Bu Cok mengatakan bahwa pemerintah memang sudah mengeluarkan Permendikbud No. 18 tahun 2016. Aturan disana sudah jelas-jelas menyatakan bahwa tidak boleh ada kekerasan, tidak
boleh melibatkan OSIS (kakak kelas). Karena ia pun melihat, dalam MOS terkadang sesuatu yang tidak benar menjadi. Contohnya, siswa baru diminta menghitung beras atau berbicara dengan binatang. “Memang hal-hal seperti ini seharusnya ditegaskan oleh pemerintah, dan semoga saja mau diikuti. Karena bagaimana pun, jika anak di depan, unsur balas dendam pasti jalan. Bahkan kadang diwarnai unsur pemerasan, dengan meminta siswa baru membawa ini-itu yang kadang tak masuk akal dan turut memberatkan orangtua siswa. Saya juga orangtua murid, pernah merasa diberatkan seperti itu. Waktu anak SMP disuruh membawa permen cecak, nyari pisang dempet, orang tak suka minum susu dipaksa minum susu,” paparnya. Untuk itu, Bu Cok terus berupaya menyerap masukan tak hanya dari pegawai dan guru, namun juga dari siswa. Ia sudah tergabung dalam grup medsos dengan anak-anak. Ia hanya mengamati dari celotehan-celotehan mereka dengan teman-temannya. “Darisana, jangan selalu melihat orang dari sisi negatif. Lihat sisi baiknya. Jika
ini, tidak real time, dan sangat berbeda dengan sistem PPDB SMA. Walaupun dengan terpaksa menerima lapang dada anaknya diterima di SMPN 10, Iin menyarankan, sebaiknya, kalau bisa tahun depan bisa diadakan semacam service centre sebagai pelayanan data misalnya kalau orangtua atau siswa ingin konsultasi atau ingin mendapatkan gambaran data statistik passing garde sekolah-sekolah di Denpasar. Jadi siswa tidak salah pilih. Ada sedikit koreksi yang diutarakannya ke pihak Diknas, bahwa semangat pelaksaan PPDB harus mengacu pada hak anak. “Harus dijamin bahwa anak tidak terzalimi akibat data yang tidak real time. Entah kenapa kok kondisi data web PPDB SMP yang tidak real time dibiarkan saja, itu yang menjadi pertanyaan, apakah SDM kurang atau bagaimana,” kata perempuan yang lolos sebagai komisioner Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan Indonesia, Provinsi Bali Tahun 2016 ini. Sementara, bagi Ayu Agung, pendaftaran online ini ikut membuatnya kebingungan. Untungnya, di tempatnya bekerja ada komputer dengan kecepatan internet yang mumpuni sehingga ia bisa mengakses web PPDB. Namun, walaupun begitu, ia kebingungan juga, lantaran nilai putri sulungnya kecil dibandingkan nilai-nilai yang bisa lolos di sekolah negeri. Apalagi, ia ingin putrinya itu, masuk di SMPN 3 Denpasar. “Orangtua ikut pusing mengurusi anak mau cari sekolah,” kata Agung. Saat di kantor, ia mencoba berdiskusi dengan teman sejawat yang anaknya sudah tahun lalu mencarikan anaknya sekolah. “Saya lagi coba nih daftar. Daftar terakhir-terakhir saja, sambil lihat perkembangan,” kata Ayu Agung. Ia menilai, bagus juga daftar online agar transparan dan tak bisa manipulasi data tapi orangtua dituntut harus juga belajar IT. –Wirati Astiti dari tidak baik menjadi sedikit saja ada perubahan menjadi baik, itu berarti kita sudah berhasil melakukan pendidikan karakter, walau sedikit,” tegas perempuan yang berkomitmen untuk mengawal anak-anak didiknya menjadi berkarakter yang lebih baik ini. –Inten Indrawati
Dra. Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiati
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Ekspresso
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
GORO-GORO ARTI SEBUAH KEBANGGAAN (BRISAT)
Amat bertepuk tangan ketika satelit Brisat meluncur ke langit dinihari pukul 04.40 WIB pada 19 Juni 2016. memaksa istrinya Putu Wijaya Ia bangun untuk ikut merayakan peristiwa bersejarah itu. “Ini kebanggaan nasional, Bu! Indonesia jadi bank pertama di dunia yang punya satelit sendiri!” Bu Amat melihat sebentar, tapi kemudian tidur lagi. Amat kecewa, tapi kebanggaannya tidak berkurang. Ia terus melotot ke tv sampai akhirnya tertidur sendiri. “Apa arti sebuah kebanggaan, kalau harga-harga bahan pokok terus melonjak?” kata Bu Amat membangunkan suaminya. “Ya, namanya juga bulan Ramadan. Nanti habis lebaran akan turun sendiri. Tiap tahun kan memang begitu?” “Apa gunanya kebanggaan kalau
Warung lagi ramai. Ada yang bicara bencana alam, gunung meletus, banjir, semangat sekali babak penyisihan 16 longsor, suap, korupsi, begal, perko- besar piala Eropa. Lalu melompat ke saan, pembunuhan, narkoba, pelece- sepakbola nasional. Semua kecewa. han pada perempuan dan anak-anak PSSi dihujat. terus meningkat?” “Masak dari 250 juta jiwa kita, “Ya, untuk hiburan! Kita bangsa tidak ada yang bisa main bola? Aneh! yang penduduknya terbesar kelima di Belanda yang kecil dan penduduknya dunia, jelek-jelek ada juga hebatnya!” hanya seupil kok bisa jadi juara! MeBu Amat membentak: malukan” “Ngeyel! Kebanggaan cuma bikin Dari bola, percakapan bergulir senang orang kaya, yang sudah berke- pada korupsi. “Biar kata ekonomi kita cukupan segala macam! Tapi apa memble, teknologi ketinggalan zaman gunanya bagi orang lapar? Memamg dan poitilk kita galau, dalam soal korukebanggaan bisa dimakan?” psi dan narkoba kita nomor satui! “ Amat tak menjawab lagi. Selama Semua ketawa cekakakan mengemandi dia berpikir, dikejar-kejar om- jek dirinya sendiri. elan istrinya. Betul juga, untuk apa “Dulu orang ketakutan masuk kebahagiaan kalau hanya sekejap? Itu penjara keluarganya menanggung aib, sama saja dengan orang teler. Perlahan- tapi sekarang, malah banyak senyum, lahan kebanggaan Amat berkurang lalu ketawa sebab sudah jadi selebriti. lenyap. Keluar penjara tetap kaya dan bisa “Kebanggaan membuat kita lupa jadi pemimpin! Karena duitnya banyak, nasib kita yang sebenarnya. Itu berba- semua orang dirangkul, termasuk saya haya,” kata Amat di warung Nyoman dan sayanya sendiri kok mau?” ketika minum kopi, Bu Amat tak mau Warung jadi tambah ramai. Permembuatkan Amat kopi lantaran Amat cakapan meloncat ke bandar narkoba bangun kesiangan. dedengkot jaringan internasional yang
sudah divonis hukuman mati, tapi masih terus bisa menggendalikan bisnis jahanamnya dari lapas. Dan ketika cerita berbelok ke perkosaan sekelompok remaja atas remaja di Lampung yang berakhir dengan pembunuhan, semua jadi marah. “Jangan cuma dikebiri, bunuh saja semua pelakunya, jangan lembek karena mereka mengaku masih di bawah umur! Masih di bawah umur saja sudah begitu apalagi kalau sudah dewasa!” Suasana tambah panas ketika ada yang curiga pengadilan bukan tempat mencari keadilan tapi menggoreng keadilan. “Kalau lengah pembunuhan Mirna dengan racun sianida bisa lepas!” Semua jadi kesel dan memakimaki kebrengsekan Tanah Air di segala
bidang, menjelang ultah proklamasi ke-71. “Untung peluncuran satelit Bank Rakyat Indonesia pagi tadi sukses!” kata tukang warung nyeletuk Tak terduga-duga, suasana muram dan marah kembali berubah adem ceria. Ternyata semua menyaksikan, lalu berlomba-lomba memuji. Menakjubkan. Amat cepat-cepat pulang, ingin menceritakan itu pada istrnya. Tapi sebelum masuk rumah, dia lebih takjub lagi dengar istrinya sedang ngerumpi dengan Bu Made. “Tadi pagi itu, saya tidur Bu Made, takut kalau gagal. Setelah berhasil diluncurkan, saya baru bangun lagi! Sekarang mereka tahu kita bukan bangsa tempe!!!!”
Bijak Membimbing Anak di Era Digital Orangtua (keluarga) dan tenaga pengajar (guru) adalah teladan atau panutan utama bagi anak-anak di rumah dan di sekolah. Menjadi teladan dan panutan yang baik bagi anak adalah termasuk memberi contoh dan menunjukkan perilaku positif di rumah maupun di sekolah. Intensitas penggunaan gadget atau smartphone pada anak dipengaruhi oleh teladan orangtuanya. Melarang anak untuk menggunakan gadget atau smartphone tentu akan sulit bila sudah menjadi kebiasaan yang tidak terkontrol. Pada dasarnya keingintahuan anak terhadap teknologi seperti gadget atau smartphone itu sangatlah tinggi. Pada awalnya, anak akan terpacu rasa keingintahuannya terhadap hal-hal yang menarik di sekitar mereka. Melihat hampir seluruh anggota keluarga yang menggunakan gadget atau smartphone, mau tidak mau akan diimitasi atau ditiru oleh anak. Mengacu pada teori Tabula Rasa dari John Lock bahwa anak ibarat selembar kertas putih, kertas putih tersebut kemudian akan mendapatkan coretan ataupun warna-warna dari lingkungan sekitarnya sehingga jiwa dan kepribadian anak akan terbentuk seiring berjalannya waktu. Ini menjelaskan bagaimana lingkungan terdekat anak seperti keluarga, pengajar, dan teman sebayanya akan mempengaruhi perkembangan jiwa dan kepribadian anak, termasuk gaya hidup pemakaian gadget atau smartphone. Kebanyakan orangtua mengalami kesulitan untuk mengontrol anakanaknya supaya tidak terlalu gandrung dengan perangkat gadget atau smartphone. Karena anak-anak tahu bahwa gadget atau smartphone-lah satu-satunya hal yang membuat mereka tertarik karena lebih menyenangkan bisa bermain gadget atau smartphone seharian atau bahkan lebih lama. Sangat sulit untuk melepaskan gadget atau smartphone dari kehidupan kita sehari-hari di era digital seperti sekarang ini. Rasa khawatir akan adanya dampak negatif dari teknologi gadget atau smartphone tidak harus di tindaklanjuti dengan cara
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
ekstrim seperti secara tiba-tiba membatasi bahkan melarang penggunaan gadget atau smartphone pada anak. Cara membatasi seperti itu sebenarnya akan semakin memacu anak untuk mencuricuri kesempatan mempergunakan gadget atau smartphone tanpa batas serta tanpa kontrol dan pengawasan. Biasanya yang membuat orangtua dan tenaga pengajar menjadi jengkel adalah anak menjadi lupa waktu dan lupa untuk mengerjakan tugas-tugas yang seharusnya menjadi kewajiban mereka sebagai anak dan sebagai siswa, misalnya karena keasyikan bermain gadget atau smartphone mereka jadi lupa sembahyang, lupa belajar atau lupa mengerjakan tugas, dan lebih parahnya lagi mereka ada yang sampai lupa makan. Tentunya hal-hal seperti itu sangat tidak diinginkan oleh kita semua sebagai orangtua dan tenaga pengajar. Di era digital seperti sekarang, generasi manusia dapat digolongkan menjadi Digital Immigrant (kelompok yang dari lahir belum mengenal teknologi dan fasilitas internet namun kemudian bisa aktif menggunakan internet. Kedua yaitu golongan Digital Native (kelompok yang dari lahir sudah ada teknologi dan fasilitas internet yang kemudian aktif menggunakannya). Persamaan antara kedua golongan tersebut adalah sama-sama menggunakan internet untuk berinteraksi sesuai kebutuhan di dunia digital. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, aneka perangkat gadget atau smartphone dan fitur-fitur aplikasinyapun semakin beraneka ragam dan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Sudah semestinya pendidikan sebagai investasi media pembelajaran bagi anak yang dinobatkan sebagai generasi penerus masa depan bangsa harus bisa menyesuaikan diri. Anak harus bisa memanfaatkan era digital sebagai media pembelajaran. Selain hanya memikirkan dampak negatifnya saja dari pengguanaan gadget atau smartphone pada anak, ternyata jika ditelusuri maka akan banyak manfaat positif yang akan diperoleh anak dari penggunaan gadget atau smartphone jika mereka telah diberi bimbingan sedini mungkin.
A.A.Pt.Chintya Putri Suardana, S.Psi Beberapa manfaat yang bisa didapat oleh anak dari pengguasaan penggunaan teknologi gadget atau smartphone dengan bijak adalah sebagai berikut : Aplikasi game yang terdapat pada gadget atau smartphone dapat memacu proses kreatif anak, dengan adanya berbagai permainan edukatif yang tersedia pada perangkat gadget akan memberikan stimulus pada otak anak sehingga kemampuan kognitifnya akan berkembang, terutama untuk melatih problem solving dalam game yang mereka mainkan. Search Engine atau mesin pencarian pada sistem yang terdapat pada perangkat gadget atau smartphone dapat menambah wawasan anak. Ketertarikan atau minat anak terhadap berbagai hal pun berbeda. Tidak menutup kemungkinan mereka bisa belajar hal-hal kreatif lain seperti membuat prakarya atau kerajinan dari barang-barang bekas atau mungkin anak bisa melakukan penelitian-penelitian ilmiah sederhana dengan menerapkan metode-metode penelitian yang mereka
simak di internet. Anak akan tanggap terhadap perkembangan teknologi. “Tanggap” bukan hanya dalam menggunakan atau mengakses informasi dari gadget atau smartphone, namun anak juga memiliki kemampuan menyaring informasi dan mempergunakannya secara bijak sesuai dengan kebutuhan mereka. Mudahnya mengakses informasi di era digital ini, memungkinkan anak mengetahui info lebih cepat dari pada orangtua atau bahkan tenaga pengajar. Hal ini tidak akan membuat orangtua dan tenaga pengajar menjadi ketinggalan ataupun harus minder duluan. Karena berkembang pesatnya dunia digital seperti sekarang ini akan semakin memudahkan kita untuk mempelajari berbagai hal tanpa harus kursus seperti dulu saat teknologi komputer baru ada, dan mungkin untuk kedepannya segala macam fitur gadget atau smartphone yang menawarkan kemudahan akses akan bertebaran di sekitar kita. Sungguh apa yang di katakan orang bahwa kini “Dunia Ada Dalam Genggaman” itu benar-benar nyata. Sehingga setiap orang baik tua maupun muda, di zaman sekarang harus melek internet serta mampu menggunakan teknologi digital. Orang dewasa atau orangtua dan tenaga pengajar dituntut untuk bisa mengikuti perkembangan jaman atau istilah kekiniannya yaitu up to date . Ini dilakukan selain informasi itu selalu berkembang, kita juga dapat selalu dekat dengan anak. Orangtua dan tenaga pengajar harus dapat mengawasi serta
membimbing anak di rumah maupun di sekolah, karena tidak akan ada hal yang mengakibatkan dampak buruk atau negatif jika kita semua dapat mengontrol dan mempergunakannya secara bijak. Namun yang perlu kita ingat bahwa media sosial atau media internet hanyalah alat dan bukan merupakan tujuan utama. Internet walaupun dapat memberikan berbagai informasi dengan mudah dan cepat, tetap tidak bisa menggantikan posisi orangtua maupun tenaga pengajar karena media sosial atau internet tidak mempunyai sisi humanis atau kemanusiaan. Maka peran orangtua di rumah serta guru di sekolah adalah penting secara emosional untuk menumbuhkembangkan sisi kemanusiaan pada anak. Mereka selalu dituntut untuk lebih memberikan pemahaman akan manfaat positif dari media sosial dan portal-portal berita di internet. Jadi kesimpulannya, dampak positif maupun dampak negatif dari teknologi yang terdapat pada perangkat gadget atau smartphone tergantung pada bagaimana cara menggunakan teknologi tersebut. Orangtua harus bijak dalam membimbing dan memberikan informasi tentang cara penggunaan gadget atau smartphone pada anak. Kita harus senantiasa mendampingi serta mampu memberikan pengertian dan bahkan memberikan contoh yang baik dalam pemanfaatan teknologi gadget atau smartphone pada anak. A.A.Pt.Chintya Putri Suardana, S.Psi
Sudut Pandang
23
Beri Anak Kepercayaan untuk Memilih Sekolah Sudah bukan zamannya lagi orangtua dominan dalam menentukan sekolah anak, khususnya untuk anak yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK maupun perguruan tinggi. Bahkan sejak anak lulus SD dan akan melanjutkan ke SMP, seyogyanya orangtua melibatkan anak dalam memilih sekolah yang diinginkannya.
“K
alau anakanak baru akan masuk TK atau SD, memang orangtua punya dominasi, di level ini orangtua sangat berperan besar dalam menentukan di mana anak akan bersekolah. Namun, pada level SMA atau perguruan tinggi, bahkan ketika level SMP pun, orangtua hendaknya tidak lagi mendominasi pemilihan sekolah. Karena pada level ini anak-anak sudah bisa diajak berbicara, berkomunikasi. Jadi berilah peluang pada anak untuk memilih sendiri di sekolah mana, atau perguruan tinggi mana dan jurusan apa, yang hendak dimasukinya,” ungkap pengamat pendidikan, Retno Listyarti. Dalam memilih sekolah yang tepat, orangtua dapat berdiskusi dengan anaknya. Jika orangtua tidak setuju dengan pilihan anaknya maka harus ada ala-
sannya, data-datanya. Orangtua harus bisa membuktikan alasan ketidaksetujuannya. Kalau perlu datangi sekolah yang dipilih si anak dan tunjukkan apa hal yang orangtua tidak setuju. “Jadi yang ingin saya katakan di sini adalah hendaknya orangtua memberi kepercayaan pada anak untuk memilih ketika dia memang sudah bisa,” jelasnya, sembari menambahkan membangun situasi yang demokratis sangat penting. Hal ini, lanjutnya, terutama untuk anak-anak yang akan masuk SMA atau yang baru lulus SMA. Ketika anak sudah masuk ke SMA, misalnya, kadang mereka bingung harus memilih jurusan, apakah IPA atau IPS. Atau, bagi yang mau kuliah bingung memilih akan masuk jurusan (fakultas) apa. Kebingungan ini bisa membuat anak ‘tersesat’. Jadi orangtua harus membimb-
Retno Listyarti
ingnya sedari awal. “Misalnya, kalau kamu mau masuk IPA, maka peluang kamu ada di sini dan di sini. Begitu juga kalau memilih jurusan IPS, orangtua menjelaskan peluang anak, tantangannya, dll. Tak lupa, orangtua juga menyampaikan pendapat dirinya tentang kemampuan si anak. Namun tetap, pilihan diberikan pada si anak,” paparnya. Jadi, kata penerima penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan 2007 dari PKS, ini, orangtua
jangan memaksakan kehendak. Anak diberi kemerdekaan untuk menentukan sesuatu untuk dirinya sendiri. Orangtua hanya memfasilitasi saja, mendorong ke arah lebih baik. “Yang banyak terjadi, kan, orangtua memaksa. Orangtua ingin mewujudkan cita-citanya di masa muda lewat anaknya. Ini sebuah kesalahan besar. PILIH SEKOLAH YANG AMAN DAN NYAMAN Salah satu contoh, anak memi-
Pahami Keinginan Anak Sekolah merupakan institusi yang berperan penting dalam membentuk perkembangan mental dan intelektual anak. Bagi sebagian anggota masyarakat, memilih sekolah ideal untuk buah hati bukanlah perkara mudah. Banyak sekali pertimbangan yang dilakukan untuk memasukkan anak ke sekolah ideal. Dibalik semua pertimbangan tersebut, terkadang orangtua tidak paham de ngan apa
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
N y o m a n
yang dimaksud sekolah ideal tersebut. Menurut Nyoman Suardika, S.Ag.,M.Fil.H., dosen Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja, sekolah yang ideal adalah sekolah yang sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah. Baik dari sarana dan prasarana yang mencakup fasilitas yang disediakan oleh sekolah tersebut. “Jika fasilitas sudah memadai tentu akan sangat berpengaruh terhadap pembelajaran dan kinerja guru di sekolah,” paparnya. Menurutnya, di tahun ajaran baru, siswa dan siswi yang akan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi akan disibukkan dengan men-
S u a r d i k a
cari sekolah yang sesuai dengan keinginannya. Akan tetapi, ditengah kesibukkan siswa menentukan pilihan tempat belajar, orangtua pun tidak kalah sibuk. Orangtua sangat berperan penting dalam membantu urusan administrasi siswa untuk memenuhi persyaratan pendaftaran di sekolah yang baru. “Bagaimana pun sekolah bukan hanya tanggung jawab seorang guru, orang tua pun juga memiliki peran yang sangat penting. Anak yang usianya baru tamat SD atau SMP masih memerlukan pelayanan dari orangtua secara administrasi,” ungkapnya. Terkait dengan peran orangtua dalam pemilihan sekolah bagi anaknya, pria yang akrab disapa Mang Epo ini memandang hal yang wajar. Partisipasi orangtua ikut menentukan sekolah bagi sang anak karena orangtua merasa mempunyai pengalaman lebih dulu dalam bidang pendidikan. Akan tetapi, orangtua sering mengabaikan keinginan dari seorang anak. “Kadang-kadang banyak terjadi pertengkaran karena perbedaan masalah sekolah yang diinginkan. Seharusnya orangtua memahami keinginan anak dan perannya hanya mendorong apa yang menjadi keinginan anak tersebut sebab yang lebih tahu kemampuan
anak adalah anak itu sendiri,” paparnya. Jika mengarahkan anak tanpa didasari oleh kemampuan dan kemauan anak maka kualitas pendidikan yang didapat akan berbeda dari yang diinginkan. Jika masalah seorang yang ingin melanjutkan ke SMA ataupun SMK, menurutnya hal itu hanya masalah persoalan biaya. “SMA maupun SMK sama saja, ini hanya masalah biaya yang dimiliki orangtua,” jelas pria yang lahir 22 Mei 1975 tersebut. Jika orangtua yang ingin anaknya melanjutkan keperguruan tinggi akan lebih baik jika disekolah di SMA. Akan tetapi jika orangtua yang minim biaya pendidikan dan menginginkan sang anak untuk segera bekerja selepas tamat sekolah maka masuk di sekolah SMK adalah pilihan yang tepat. Dengan diterapkannya sistem online dalam penerimaan siswa baru, menurutnya sangat akurat dalam menjaring siswa yang benar-benar memiliki kompetensi dan prestasi. Sistem online dirasa sangat bagus karena mampu mendorong siswa belajar lebih giat lagi. “Kalau siswa sekolah di sekolah favorit karena penilaiannya akurat maka ia akan belajar lebih giat agar mendapat sekolah yang diinginkan. –Wiwin
liki nilai jelek di matematika. Lalu yang terpikir oleh orangtua adalah memberi les matematika. Padahal anaknya tidak suka matematika. Padahal, anaknya lebih suka pelajaran lain, melukis misalnya. Harusnya orangtua memperhatikan ini. Ketika anak memiliki kesukaan pada sesuatu, maka harusnya orangtua justru mendorongnya, baik lewat memberi les atau apapun sehingga si anak bisa berprestasi di bidangnya. Jika anak berprestasi di bidang ia suka, itu akan menambah kepercayaan diri dia. Begitu ia memiliki kepercayaan diri, maka otak akan terbuka. “Nanti, otomatis prestasi matematikanya akan meningkat. Tapi kalau orangtua tetap memaksakan kehendak, si anak akan semakin bodoh. Percayalah!” tegasnya. Hal ini penting dikatakan karena dalam pengamatannya masih banyak orangtua yang memaksakan anaknya melakukan sesuatu yang orangtua suka. “Anaknya pasti tersiksa. Kasihan. Orangtua seperti ini hanya mencari kebahagiaan dirinya tanpa peduli perasaan anaknya,” tambahnya. Dalam kesempatan itu Retno yang juga peraih award dalam bidang Science dari Toray Foundation Japan 2004, memberi sedikit panduan bagi para orangtua yang kebingungan mencari sekolah bagi anaknya. Menurutnya hal pertama dan penting diperhatikan orangtua adalah pilihlah sekolah yang nyaman dan aman bagi anak. Lalu dia pun mencontohkan dirinya ketika memilihkan sekolah SD bagi anaknya. Menurut Retno, ia memilih sekolah yang tidak memberatkan anak dengan pelajaran-pelajaran berat. “Saya mendapat sekolah yang bagus untuk anak saya. Sekolah itu tidak memberi PR di akhir pekan. Sehingga anak akan bisa menikmati liburan akhir pekan dengan baik. Ini penting karena adanya keseimbangan. Kalaupun akan ulangan atau UAS, maka itu dilakukan pada hari Selasa, bukan Senin,” katanya Retno yang menyebut dirinya lebih memilih sekolah yang mengerti perkembangan psikologi anak. –Diana Runtu
22
Sosialita
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Sinergi 3 Ends
Jakarta Bersiap Alami Ledakan Penduduk Terjadinya ‘ledakan’ penduduk Jakarta bukanlah omong kosong. Jumlah penduduk Jakarta yang luas daratannya hanya 661,52 km2, terus bertambah dari waktu ke waktu, khususnya setelah Lebaran dimana arus urbanisasi kencang mengalir ke Ibukota.
T
api siapa yang dapat melarang? Jakarta adalah kota terbuka. Tidak ada peraturan yang melarang orang dari daerah lain tinggal dan mencari penghidupan di Jakarta. Karena itu, meskipun tahu ‘mengadu nasib’ di Jakarta tidak mudah, para pendatang tetap saja berdatangan mencoba peruntungannya. Sayangnya, mayoritas pendatang adalah mereka yang rata-rata berpendidikan menengah ke bawah, yang datang hanya modal nekat tanpa keahlian apapun. Akibatnya, sebagian besar dari mereka hanya bisa bekerja di sektor informal. Di sisi lain, keterbatasan lahan juga menjadi problema tersendiri. Mereka yang tidak memiliki tempat tinggal, terpaksa harus hidup di jalanan atau mendirikan bangunan liar. Tak heran meski bolakbalik ditertibkan, selalu saja bermunculan gubuk-gubuk liar baru. Begitu peliknya persoalan Jakarta jika tidak dilakukan pembenahan secara komprehensif oleh Pemda DKI Jakarta, khususnya masalah kependudukan, maka tak mustahil kalau ramalan ‘ledakan’ penduduk Jakarta akan terjadi. Berdasarkan statistik Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) DKI Jakarta, jumlah penduduk Jakarta tahun
Gubernur Ahok dan Wakilnya Djarot
Foto ilustrasi reklamasi Teluk Jakarta
2014 adalah 10,07 juta. Jika jumlah penduduk Jakarta diasumsikan naik 1% setiap tahun maka tahun 2015 jumlah penghuni Jakarta yang terdaftar adalah sekitar 10,17 juta. Jumlah ini bisa jadi lebih dari itu mengingat banyaknya warga, karena berbagai sebab, tidak memiliki KTP Jakarta. Paska-Lebaran 2016 ini, jumlah penduduk dipastikan kembali naik. Diperkirakan yang masuk Jakarta sekitar 50-70 ribu orang. Sebagian besar pendatang ini, di antaranya dibawa oleh pada saudara yang pulang dari mudik. Karena itu jauh-jauh hari Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengimbau agar pemudik jangan membawa sanak-saudaranya ke Jakarta. Djarot juga mengakui kalau Jakarta adalah kota terbuka, siapapun bisa datang dan menetap, khususnya mereka yang memiliki ketrampilan. Yang terpenting, memenuhi ketentuan kependudukan Jakarta. “Nanti akan ada operasi Bina Kependudukan terhadap pendatang baru,” tegas mantan Walikota Blitar itu. Senada dengan Djarot, Gubernur Ahok pun menyatakan Jakarta adalah kota terbuka. “Tidak ada yang melarang orang da-
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
tang ke Jakarta, asalkan memenuhi ketentuan, memiliki keterampilan juga tidak mendirikan bangunan liar,” kata gubernur yang bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama ini. “Urbanisasi mudah dikontrol selama orang mematuhi ketentuan. Jangan melanggar kawasan peruntukan, misalnya bangunan liar, menduduki sungai, dll,” tambahnya. Pendatang baru dibutuhkan di Jakarta asalkan memiliki ketrampilan. Misalnya saja menjadi asisten rumah tangga atau PRT. Karena PRT biasanya tinggal di rumah majikan tempat mereka bekerja. Nanti akan digelar Operasi Bina Kependudukan. Petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Transmigrasi maupun dari Dinas Te n a g a Kerja, akan turun ke lapangan melakukan pendataan ulang yang
bekerja sama dengan RT,RW, Kelurahan dan Kecamatan. Pendataan tersebut selain untuk sosialisasi peraturan-peraturan kependudukan, seperti surat keterangan pindah, jaminan pekerjaan, tempat tinggal, dll. Juga untuk pembinaan agar pendatang baru tidak membuat bangunan liar. “Petugas akan mengawasi dengan ketat kantong-kantong urbanisasi,” ucap Ahok. Pendatang yang tidak jelas, baik tempat tinggal maupun pekerjaannya alias tinggal di jalanan, akan dikembalikan ke kampung halamannya. Sikap tegas ini perlu diambil, bukan hanya untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk tapi juga menjaga ketertiban Jakarta dalam arti luas. Di sisi lain adanya operasi Binduk sekaligus untuk mendata pertumbuhan penduduk di Jakarta. Dengan adanya data yang akurat maka penanganan masalah kependudukan di Jakarta serta dampaknya, akan menjadi lebih baik. Solusi yang diambil atas pesatnya laju pertumbuhan penduduk akan lebih efektif. HAMPIR MELEWATI BATAS Berdasarkan Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) DKI Jakarta 20112030, jumlah penduduk Ibukota hingga 2030 diperkirakan mencapai sekitar 12,5 juta jiwa. Itu berarti masih 14 tahun lagi. Padahal sekarang ini jumlahnya sudah 10 juta jiwa lebih. Banyak pihak mengkhawatirkan jumlah penduduk Jakarta, jika tidak dikendalikan dengan baik, akan melampau perkiraan dalam RTRW tersebut. Rudy Siahaan, Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta pada masa Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, bahkan pernah menyebut angka perkiraan lonjakan jumlah penduduk di Jakarta sekitar 30-35 juta jiwa pada 2030. Entah dari mana hitungan Rudy, karena pada saat ia menjabat itu, Perda RTRW 2011-2030, disahkan. Pada Perda itu disebutkan perkirakan penduduk hingga 2030 adalah 12,5 juta. Namun demikian, ‘wanti-wanti’ soal ledakan penduduk bukan hanya dilontarkan Rudy seorang. Tahun lalu, Bank Dunia pun menyampaikan hal senada. Menurut Senior Urban Economist World Bank, Taimur Samad, pertumbuhan Jakarta antara tahun 2000 hingga 2010, lebih tinggi dibanding kota di Asia Timur, kecuali Tiongkok. Ia menyebut pertumbuhan penduduk Jakarta dari 2000-2010 mencapai 7 juta jiwa. Dengan tingkat pertumbuhan
Ni Luh Putu Praharsin
penduduk 3,7% per-tahun. Diperkirakan penduduk Jakarta akan meningkat dua kali lipat atau 100% selama 20 tahun sejak tahun 2000. Sementara data Pemda DKI Jakarta menyebut kenaikan jumlah penduduk dari tahun 2000-2010 adalah 1,2 juta jiwa. Atau, pada 2000 berada dalam kisaran 8,3 juta jiwa, sedang 2010 menjadi 9,6 juta jiwa jiwa. Jika mengacu pada ucapan Samad tentang kenaikan 100%, sesuai data Pemda DKI Jakarta tahun 2000, maka jumlah penduduk Jakarta pada 2020 sekitar 16 juta jiwa lebih. Meskipun ucapan Samad terasa berlebihan, apalagi jika melihat data Pemda DKI bahwa 2015 jumlah penduduk Jakarta masih berkisar diangka 10 juta jiwa, namun tetap saja hal ini harus lah menjadi peringatan bagi Pemda DKI Jakarta dalam mengatur masalah kependudukan, khususnya urbanisasi. Sebenarnya, upaya mengantisipasi pesatnya pertumbuhan penduduk Jakarta sudah dilakukan berbagai cara, termasuk soal rencana penambahan lahan lewat upaya reklamasi Teluk Jakarta. Jika reklamasi itu jadi terlaksana luas daratan Jakarta akan bertambah sekitar 5.000 hektar. Rencananya di sebagian areal reklamasi itu akan dibangun kawasan pemukiman. Namun upaya reklamasi tersebut kini telah dihentikan pemerintah seiring munculnya penolakan dari berbagai pihak karena terkait dengan masalah lingkungan. Di sisi lain, mengemuka juga persoalan pelanggaran aturan reklamasi. Belum diketahui apakah nantinya proyek reklamasi Jakarta ini bakal dilanjutkan. Sebagai informasi, mengutip dari wikipedia.org, kota dengan penduduk terpadat di dunia adalah Tokyo, Jepang, dengan jumlah penduduk yang berada di lahan seluas 13.500 km2 itu adalah 36,9 juta jiwa, ditempat kedua adalah Seoul, Korea Selatan dengan penduduk 25,6 juta jiwa, posisi ke-4 dan 5 diisi dua kota di Tiongkok, yakni Shanghai dengan 24,7 juta jiwa dan Guang Zhou dengan 23,9 juta jiwa, dan ditempat kelima adalah New Delhi, India dengan 21,7 juta jiwa. Dari 68 kota terpadat menurut wikipedia.org, Jakarta berada di urutan ke 25 dengan 10,07 juta jiwa menurut data per 2014. Meski begitu, Jakarta bukanlah kota terpadat penduduk di ASEAN. Jumlah penduduk Jakarta masih kalah dengan Manila yang berpenduduk 11,8 juta jiwa per-tahun 2010. Di antara 10 negara Asean, selain Manila dan Jakarta, dua kota lainnya juga masuk dalam data 68 kota di dunia yang jumlah penduduknya cukup banyak, yakni, Bangkok Thailand dengan 8,3 juta jiwa per-tahun 2010, dan Singapura berpenduduk 5,5 juta jiwa berdasarkan data tahun 2015. -Diana Runtu
3
i, S.H.
P
USPA 2016 merupakan Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak yang digagas oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kongres pertama di Yogyakarta 31 Mei-2 Juli 2016 dihadiri berbagai komponen masyarakat di seluruh Indonesia. Menggulirkan Program Sinergis 3 Ends yaitu Akhiri Kekerasan pada perempuan dan anak, Akhiri perdagangan Manusia dan Akhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan. Kaban BP3A Bali Ni Luh Putu Praharsini, S.H. mengirimkan perwakilan 5 perempuan inspiratif dan 1 perempuan profesi yang sudah melakukan aksi nyata pemberdayaan perempuan secara ekonomi kreatif dan perlindungan anak terhadap kekerasan di Bali. Dr. A.A. Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H. Kiprahnya sebagai pemerhati peran perempuan dalam keluarga dan pendidikan di Bali sudah tidak diragukan lagi. Sebagai dosen di Fakultas Hukum Undiknas, pendiri PERDIKNAS ini menterjemahkan kepeduliannya pada dunia pendidikan dengan mengembangkan pendidikan berkarakter di SMP dan SMK Nasional. Kehadirannya di PUSPA 2016 mewakili BKOW Bali. Perempuan yang memiliki hobi berorganisasi ini memiliki pengalaman yang sangat luas di berbagai organisasi terutama yang bergerak pada peran perempuan seperti Ketua BKOW, IWAPI dan Koperasi Perempuan Ramah Keluarga. Kepeduliannya pada anak-anak diwujudkannya dalam penulisan disertasi S-3nya di UNBRAW Malang tentang Kebijakan Formulasi Terhadap Perlindungan Anak Sebagai Korban Pedofilia. Hobi menulis dituangkannya dalam beberapa buku salah satunya Bunga Rampai Perempuan Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga. Gung Tini dengan moto kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas, memiliki aktivitas yang cukup padat dan memberikan banyak edukasi kepada masyarakat melalui ceramah-ceramah di lembaga pemerintah dan swasta yang sering mengundangnya untuk berbicara tentang kiprah perempuan Bali. Ir. Ida Ayu Rusmarini, M.P. Ahli pertanian ini menyelesaikan pendidikannya di Magister Pertanian Lahan Kering Universitas Udayana. Kecintaannya pada pertanian mendorongnya untuk membuat tanaman obat di tanah laba desa di Pura Masceti dan Pura Lembu Putih Tegalalang yang akhirnya berkembang menjadi destinasi wisata spiritual dan agrowisata alam. Perencanaan penataan lingkungan baru di Banjar Mawang Desa Lotunduh seluas 200 hektare dengan memanfaatkan sarana dan prasarana ekonomi kerakyatan dilakukannya sebagai salah satu aksi sosialnya sehingga menjadi juara I lomba pengelola lingkungan hidup tingkat Provinsi Bali tahun 2014. Membangun dan mengelola Puri Damai dengan menanam berbagai jenis tanaman obat, tanaman langka, tanaman untuk keperluan dapur dan tanaman upakara. Juga membina dan mendidik masyarakat sekitarnya dengan pengembangan tanaman obat, pelatihan serta membuat produk spa, pelatihan massage dan perawatan kesehatan tradisional. Juara Nasional pelaksana terbaik tanaman obat keluarga sebagai penghargaannya. Dengan aktivitasnya yang menginspirasi banyak perempuan untuk mencintai lingkungannya maka Dayu Roes sapaan akrabnya pernah menerima predikat sebagai Tokoh Perempuan Provinsi Bali.
Ida Ayu Nyoman Candrawati, S.H. M.Par. Perempuan Bali yang cantik ini semakin jatuh cinta pada peran perempuan dan anak sejak ditugaskan di Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, sebagai Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dari Tahun 2013. Hobi berorganisasinya ditunjukkan dengan bergabung di Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali, di Bidang Sosial dari Tahun 2012. Naluri keibuannya terusik dengan melihat ketidakberdayaan para perempuan Bali yang mengalami kekerasan dan dampaknya pada perkembangan anak mendorongnya untuk turun langsung ke daerah terpencil sekalipun di wilayah Bali. Moto hidupnya untuk lebih bersyukur, lebih bahagia, bergerak bersama dalam harmoni menginspirasinya untuk membentuk jejaring melalui P2TP2A sampai di banjar-banjar diyakininya akan mencegah KDRT perempuan dan anak.
Ni Nengah Budawati, S.H. Perempuan cantik yang berprofesi sebagai lawyer/ advokat ini adalah pendiri LBH APIK BALI dan LBH BALI WCC, saat ini sebagai Ketua P2TP2A Tabanan. Sebagai perempuan inspiratif PUSPA 2016, mewakili LBH BALI WCC, LEMBAGA BANTUAN HUKUM yang konsen terhadap perempuan dan anak korban kekerasan, bukan hanya dalam pelayanan hukum, advokasi kebijakan tetapi juga terkait pemberdayaan ekonomi dan juga penyediaan layanan rumah aman/shelter. Advokat cantik ini pernah menyandang predikat sebagai Perempuan Inspiratif 2011 versi Majalah Kartini dan Perempuan Tokoh Kabupaten Tabanan. Hobi menulisnya cukup banyak diterbitkan dalam artikel di koran dan beberapa buku, pandangan dan opininya cukup tajam menyoroti perempuan, hukum dan adat bali, kepeduliannya pada kekerasan anak dan perempuan ditunjukkannya dengan pendampingan hukum secara totalitas. Memberi adalah sebuah awal dari penerimaan merupakan moto hidup yang mendorongnya selalu menunjukkan ketulusan dan keikhlasan pada masyarakat yang membutuhkannya. Ida Ayu Maharatni, S.Psi, M.Si. Salah satu peserta PUSPA 2016 utusan WHDI Provinsi Bali yang disapa Nanik ini berkiprah dalam pergerakan mempersiapkan generasi muda Hindu Bali membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera melalui pendidikan Pranikah dibawah Yayasan Sukhinah Bhawantu yang didirikannya awal tahun ini. Perempuan Bali perlu dibekali dengan pemahaman peran yang akan dimainkannya ketika berumah tangga nanti, workshop Pranikah gratis berdurasi 40 jam ini berisikan materi Pembekalan Agama, Psikologi, Kesehatan Reproduksi, Ketahanan Ekonomi dan Perlindung an Hukum. Jebolan Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogjakarta ini sangat aktif sejak kuliah. Karirnya dimulai sebagai Relationship Officer Bank Bukopin, HR Manager Centro Lifestyle Dept. Store dan Kepala Pusdiklat PT. Bank Sinar Harapan Bali. Intuisi untuk mengembangkan ekonomi berbasis masyarakat diwujudkannya dengan menjadi pen diri dan Manager Koperasi Amoghasiddhi. Trainer Psikologi Komunikasi dan owner Yayasan Cristagalli ini memiliki pengalaman yang cukup luas untuk menyusun program pendidikan softskill mulai dari anak-anak, remaja sampai lansia.
Retno IG Kusuma, Psikolog Kehadirannya di PUSPA 2016 mewakili Profesi Psikologi Indonesia selaku Ketua Himpsi Bali. Meningkatnya kasus kekerasan pada anak dan perempuan terutama di Bali menjadi keprihatinan Psikolog pemerhati anak dan remaja yang meyakini The Power of Giving ini memberikan psikoterapi, menjadi saksi ahli di persidangan dan melakukan pendampingan para korban yang mengalami trauma akibat berbagai tindak kekerasan yang menimpa mereka sebagai Tim Psikologi P2TP2A Provinsi Bali. Memberi edukasi pada anak, remaja, orangtua, guru dan masyarakat dilakukannya sebagai upaya pencegahan maupun pemberdayaan. Juga dilakukannya di acara Bahtera TVRI Denpasar tiap bulan maupun di media massa. Lulusan Psikologi UGM ini bekerja di RSUP Sanglah, mengajar di FK UNUD, dan beberapa sekolah kesehatan di Bali. Sejak tahun 1997 memimpin sebuah Pusat Layanan Psikologi PRADNYAGAMA yang bergerak di pengembangan SDM, Terapi Anak & Remaja serta Taman Latihan & Pendidikan untuk Anak dengan Kebutuhan Khusus dan memimpin YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) di Bali.
4
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
I Wayan Agun Adi Putra
Inspirasi
Tukang Notok Kerawang
Di balik merdunya alunan angklung yang ditampilkan Seka Angklung Gita Saraswati, Desa Sangeh, Abiansemal Badung sebagai Duta Kabupaten Badung dalam pertunjukan Angklung Klasik di PKB pada 13 Juni 2016, dan Yayasan Bali Lestari, Desa Mambal, Abiansemal, Badung dalam pertunjukan Tabuh Instrumental Semarpegulingan yang juga dipentaskan dalam PKB 24 Juni 2016, ada campur tangan kreatif seorang Agun.
P
emilik nama lengkap I Wayan Agun Adi Putra ini adalah Pembina kedua seka tersebut. Kemampuannya mengolah nada-nada khususnya dalam gamelan Bali ini sudah tak diragukan lagi. Pria kelahiran 27 Juni 1990 yang menyebut dirinya “tukang notok kerawang” (tukang gambel)ini telah menghasilkan beberapa karya yang indah didengar, di antaranya: Tabuh Pepanggulan Kreasi “Akil Baligh”, Tabuh Klasik Semarepegulingan “Kunang-kunang”, Tabuh Kreasi
Angklung Kebyar “Ngemban Rare”, Tabuh Baleganjur “Satria Rupaka”, dan Musik Ethnic “Kemayu”. Suami dari Ni Wayan Lisna Diari ini pun sampai saat ini dipercaya untuk membina beberapa seka gong, seperti seka gong Sekar Mas Alit, seka gong Cenik Lantang, seka gong Krakak-Krekek (dalam Gelar Budaya Kabupaten Badung tahun 2012), seka gong Putra Mekar Banjar Telaga, Darmasaba, dan seka gong Banjar Lambing, Sibang Kaja dalam PKB 2014. Ia
Agun
juga menggarap sebuah iringan dramatari Cupak Punyah yang pentas dalam Pembukaan Bali Mahalango, 10 Juli 2016 di Art Centre, bersama Sanggar Cenik Lantang (Celang), Celekontong Mas dan bergabung bersama Pramusti Bali. Agun demikian panggilan akrab ayah dari Ni Putu Nachalya Anindya Putri ini, memiliki
prinsip dalam pembuatan karya adalah bisa dinikmati semua kalangan, baik masyarakat awam
hingga orang seni (seniman). “Konsep karya saya lebih mudah dicerna, sehingga semua bisa menikmatinya,” ucap putra dari I Wayan Tantra dan Ni Nyoman Listiawati ini. Ia mengaku lahirnya karyakarya tersebut banyak terinspirasi dari realita sosial kehidupan masyarakat dan permainan tradisional. “Sekali lagi saya sampaikan konsep ini mudah dicerna. Seperti ‘Ngemban Rare’, ini terbersit ketika saya sedang ngempu anak saya. Kemudian saya salurkan lewat media midi,” tutur Agun yang tak menampik jika dalam berkarya selalu tergantung mood. “Namun, selalu ada deadline. Jika waktu yang diberikan pendek, saya buatkan lagu-lagu yang simpel,” imbuhnya. –Inten Indrawati
Harus Ada Spesialisasi Bakat megambel Agun sudah terlihat sejak ia bocah. Tak heran memang, karena ia tumbuh di lingkungan seniman. Bapaknya seorang penabuh dan sang Ibu hobi menari dan megending. Bahkan, Agun yang spesialisasinya kendang
ini menyebut sang Kakek sangat berperan besar dalam kesenimanannya kini. “Sejak kelas 2 SD saya sudah belajar makendang, diajari Pekak (kakek) Balu. Beliau yang mencetak saya seperti ini. Dulu, beliau juga pengurus karang taruna,” tutur Agun yang kerap mewakili kecamatan hingga sebagai Duta Badung dalam Lomba Kendang Tunggal. Setidaknya, setiap harinya Agun kecil pasti dapat saja latihan makendang minimal satu jam. Bahkan di waktu bermain bersama teman-temannya pun ia memilih memukul-mukul jerigen yang ia perlakukan sebagai kendang. Kelas 4 SD, ia sudah bergabung dalam seka gong Banjar Telanga “Putra Mekar”, Desa Tegal, Abiansemal, Badung. Bisa dibilang, Agun adalah pelopor anak-anak pada Agun bersama istri dan putrinya masa itu. Karena itu pula,
pihak krama banjar berinsiatif membuat seka gong anak—Seka Gong Alit-alit Putra Mekar. Menginjak usia SMP, Agun pernah mewakili sekolahnya dalam Porcam. Berlanjut usia SMA, Agun mulai membina ke banjar-banjar sekitar tempat tinggalnya. Bahkan saat duduk di kelas 2 SMA di tahun 2007, Agun membuat gerakan bleganjur, dan berhasil meraih Juara 1 saat Lomba Desa di Desa Kapal. Dari sanalah, karya-karya Agun mulai dikenal sebagai informasi ke
level yang lebih tinggi. Tahun 2009 Agun diberi kepercayaan membina Gelar Budaya Kabupaten Badung. “Astungkara, saya masih dipercaya membina tiap tahunnya sampai tahun ini, untuk gong kebyar dan angklung,” ujar Agun yang kini masih menempuh S-1nya di ISI Denpasar ini. Dari pengalamannya bertahuntahun bergelut di bidang gamelan,
Agun berpendapat, meski kita menguasai (bisa memainkan) semua alat musik, tetap harus ada satu yang kuat untuk identitas kita. Itu pula yang kini menempel pada diri Agun. Spesialisasinya kendang, namun ia juga bisa memainkan alat musik lainnya. Ia bangga, kini gong kebyar sudah makin berkembang. Paling tidak, harapannya agar generasi muda masih mempertahankan budaya Bali, khususnya di bidang gamelan, tak sekadar impian. Karena itu pula, kini Agun sedang memproses pembentukan leader di masing-masing banjar di desa kelahirannya, Desa Adat Tegal. “Saya ingin di masing-masing banjar itu memiliki komposer. Dengan begitu kita akan memiliki karya yang lebih beragam warnanya, dan kita bisa saling sharing,” tandasnya. –Inten Indrawati
Mandalika
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
21
Jelang Lebaran, Gubernur NTB Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Berbagai kegiatan dalam menyambut hari raya Idul Fitri 1437 H, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya memastikan segala hal menyangkut persiapan tersebut, seperti memastikan ketersediaan sembako dan keamanan serta keselamatan mudik dan arus balik di Nusa Tenggara Barat.
U
ntuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga kebutuhan pokok, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mendatangi Pasar Kebon Roek Kota Mataram untuk meninjau langsung perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat beberapa hari sebelum lebaran tiba. Gubernur berdialog dengan para pedagang di pasar, mulai pedagang sayur sampai ke penjual ikan dan daging. Selain memastikan harga stabil, ia juga meninjau langsung program penyaluran gula yang diprogramkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB. Dalam program tersebut, pemerintah menyalurkan sekitar enam ton gula dengan harga Rp. 12.500 per kilogram. Sedangkan harga eceran di pasar dijual Rp 13.000 per kilogram. Harga kebutuhan pokok, seperti cabai, tomat dan sayur mayur lainnya tetap stabil. Kalau pun mengalami kenaikan, tidak terlalu signifikan, hanya berkisar Rp 100 sampai Rp 200. Bahkan berdasarkan pantauan Guber-
Suasana lebaran Idul Fitri 1437 H di Kecamatan Boli Kabupaten Bima
nur, harga ayam yang dijual mengalami penurunan. Selain gubernur yang memantau harga kebutuhan pokok, Wakil Gubernur NTB juga melakukan sidak ke tiga terminal utama yang melayani arus mudik lebaran, yakni Terminal Bus Mandalika Mataram, Pelabuhan Lembar Lombok Barat dan Bandara Internasional Lombok. Menjelang musim mudik beberapa waktu lalu sebelum lebaran tiba, Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin, melakukan sidak kesiapan transportasi menghadapi lonjakan penumpang. Sidak dilakukan di tiga tempat yang menjadi titik sentral penyediaan transportasi, yaitu di Terminal Mandalika Mataram, Pelabuhan Laut Lembar dan Bandara Internasional Lombok. Tampak fasilitas yang ada di Terminal Mandalika Mataram semakin baik bagi pemudik yang menggunakan Bus ketika Wakil Gubernur NTB H. Muh.
Gubernur NTB Salat Idul Fitri Bersama Masyarakat Kota Mataram Rabu, 6 Juli 2016 seluruh umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Pagi hari umat Muslim berbondongbondong menghadiri tempat-tempat penyelenggaraan Salat Idul Fitri. Demikian pula halnya di Nusa Tenggara Barat. Salat Idul Fitri di Mataram dilaksanakan selain di Lapangan Bumi Gora juga di Lapangan Kantor Gubernur NTB. Seperti biasa, Salat Idul Fitri di Lapangan Kantor Gubernur NTB selalu dipadati umat muslim yang ada di Kota Mataram dan sekitarnya. Salat Idul Fitri tahun ini kembali dihadiri oleh Gubernur NTB, Wakil Gubernur NTB, pimpinan SKPD Provinsi NTB yang bersama-sama melaksanakan Salat Idul Fitri dengan masyarakat Kota Mataram. Tahun ini umat muslim di Indonesia melaksanakan Salat Idul Fitri secara serempak. “Alhamdulilah tahun ini kita umat muslim di Indonesia dapat melaksanakan Salat Ied secara serempak.Tercapailah apa yang Allah SWT sampaikan di dalam Al Qur’an. Pada tahun ini, kita semua berpuasa 30 hari. Dan oleh karena itu sejak tenggelamnya matahari semalam, kita semua mendengar dan ikut bersama-sama melantunkan Takbir dan Tahmid memuji Allah SWT sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT. Minal Aidin Wal Faidzin Wal Makbulin.
Semoga dengan kita saling memaafkan, yang didahului taubat kepada Allah SWT, ke depannya Habluminannas dan Habluminallah kita akan semakin baik,” kata Gubernur NTB, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A. saat memberi sambutannya. Selain menyampaikan ucapan selamat hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat NTB, Gubernur juga berharap agar NTB dapat menjadi daerah yang maju. Salat Ied kali ini dipimpin oleh Imam Ustad H. Husnul Hadi dari Turide, Mataram dan khutbah Ied disampaikan oleh Dr. Najmul Akhyar S.H., M.H., yang juga Bupati Kabupaten Lombok Utara. Dalam khutbah salat Ied tersebut, Najmul Akhyar mengingatkan umat Islam untuk lebih selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dalam khutbah ini juga, Najmur mengingatkan kepada seluruh jamaah untuk ikut serta menyukseskan pelaksanaan MTQ Nasional yang akan berlangsung di Mataram NTB pada akhir Juli hingga awal Agustus mendatang. “Mari bersama-sama menyukseskan pelaksanaan MTQ Nasional dengan menjadi tuan rumah yang baik, menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan tersebut,” kata Najmul Akhyar. -Naniek I. Taufan
Amin S.H., M.Si., melakukan sidak kesiapan angkutan mudik lebaran 2016 di Terminal Mandalika, Mataram. Wagub sempat berdialog dengan para penumpang bus tujuan Sumbawa dan Bima, juga dengan Petugas Uji Narkoba dari BNN Provinsi NTB dan supir bus. “Pelayanan di terminal Mandalika masih bisa ditingkatkan lagi agar masyarakat bisa merasakan pelayanan yang baik dan nyaman selama masa mudik lebaran,” ungkap M. Amin. Selain di Terminal Mandalika, sidak juga dilakukan ke Pelabuhan Lembar untuk
meninjau kesiapan kapal laut dan posko bersama yang melayani para pemudik yang sengaja dipersiapkan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Polda NTB. Fasilitas mudik lewat laut di Pelabuhan Laut Lembar, Lombok Barat, NTB sejauh ini menurut Wagub NTB juga semakin baik. Sebanyak 30 armada kapal laut penumpang khusus mengantisipasi lonjakan penumpang pada saat mudik lebaran tahun ini dengan mengaktifkan tiga dermaga untuk mengurai antrian penumpang mudik yang masuk ataupun keluar Pulau Lombok. “Berikan layanan terbaik bagi masyarakat. Yang paling penting, waspada pada cuaca buruk. Kalau tidak memungkinkan untuk berangkat, jangan ambil risiko,” pesannya. Pada masa mudik tahun ini, lonjakan penumpang tercatat sekitar 5.000 telah masuk melalui terminal kedatangan Bandara Internasional Lombok, yang juga menjadi tujuan sidak Wagub NTB. “Target pada libur Lebaran ini, sekirar 7.000 orang yang masuk lewat BIL. Angka lonjakan penumpang lebih tinggi ketimbang 2015 lalu namun masih bisa kami handle dan belum ada request untuk extra flight,” jelas GM PT Angkasa Pura I BIL, I Gusti Ngurah Ardita. -Naniek I. Taufan
20
Nine
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Dr. Hj. Siti Maryam Sa lahuddin
Tegakkan Disiplin, PNS Wajib Hadiri Lebaran Bersama Tiap kali lebaran tiba, ada satu hal yang selalu diingat oleh Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, mantan pejabat teras Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagai Asisten III Gubernur di tahun 1978-1980, banyak kisah yang tersimpan dalam memori nya, khususnya menyangkut kedisiplinan para Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah NTB, saat cuti bersama lebaran.
Dr. Hj. Siti Maryam bersama Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi
S
ebagi Asisten III, Siti Maryam memang adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap kedisiplinan para pegawai. Masalah kedisiplinan usai cuti lebaran selalu saja menjadi masalah klasik yang mengganggu kinerja para pegawai. Kebiasaan pulang kampung saat lebaran yang seringkali melebihi izin cuti ber-
sama menjadi perhatiannya kala itu. Bayangkan saja, ketika lebaran usai dan cuti bersama telah lewat, Kantor Gubernur NTB masih saja lengang. Dan itu kebiasaan yang dianggap biasa saja, namun meresahkan bagi Siti Maryam. ”Kalau usai lebaran, kantor gubernur bisa kosong berhari-hari meskipun jadwal libur atau cuti bersama sudah habis. Suasana kantor kerapkali
menjadi sangat lengang dan tidak ada aktivitas,” ujarnya mengenang. Tentu saja ini meresahkannya karena situasi ini sering membuat Gubernur NTB, saat itu, Gatot Suherman menjadi jengkel dan marah. ”Ya siapa lagi sasarannya kalau beliau marah soal ini, pasti Asisten III,” ujarnya. Tiap habis lebaran selama ia menjabat sebagai Asisten III, menjadi waktu yang mencemaskan baginya karena bisa dipastikan ia akan kena marah Gubernur akibat pegawai yang tidak disiplin. Karena itu, ia memutar akal agar hal ini tidak lagi terjadi. Maka, sebelum Lebaran tiba dan sebelum para pegawai pulang mudik, aturan pun ia buat dan disosialisasikan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemerintah Daerah NTB. Aturan itu berbunyi bahwa setelah cuti bersama usai, hari pertama masuk kerja diisi dengan acara Lebaran bersama atau yang dikenal dengan halal bil halal antara pegawai dengan Gbernur beserta jajarannya. ”Semua pegawai kantor gubernuran diwajibkan ikut dalam
kegiatan ini. Tidak boleh tidak ikut dan akan diabsen,” tegasnya. Alhasil, taktiknya ini pun berhasil mendisiplinkan para pegawai untuk kembali masuk kantor tepat waktu setelah libur Lebaran. Sejak itulah sedikit demi sedikit kedisiplinan PNS menyikapi libur cuti bersama ini semakin membaik hingga keluar aturan-aturan tegas mengenai hal ini baik dari pemerintah daerah maupun aturan pusat. –Naniek I. Taufan
Siti Maryam bersama Gubernur NTB ke IV, Warsito
Siti Mayam ketika menerima penghargaan sebagai Asisten III Gubernur dari Presiden Soeharto
Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin
pus anggaran minum teh di kantor gubernur. Jadi kebiasaan minum teh yang selama itu selalu menemani pegawai bekerja, akhirnya sementara hilang. ”Para pegawai di lingkungan kantor Gubernur NTB, harus rela tidak minum teh selama setahun,” ujar perempuan sepuh yang kini berusia 89 tahun itu. Anggaran minum teh bagi para pegawai selama satu tahun dialihkan untuk membiayai pengerjaan pembangunan perumahan bagi para sopir. Kebijakan ini terpaksa diusulkannya mengingat Pemerintah Daerah NTB belum memiliki cukup anggaran untuk itu. ”Tidak minum teh selama satu tahun kan lebih baik, ketimbang banyak sopir terlambat masuk kantor,” tambahnya. Ada hal yang diprioritaskan yang selalu dipikirkannya manakala menimbang kebijakan apa yang harus diambil. Semakin hari kebutuhan akan perumahan ini tampaknya semakin terlihat. Karena itu, tanah-tanah milik pemerintah daerah mulai terisi dengan dibangunnya perumahan bagi pegawai. Kota pun sedikit demi sedikit makin ramai. Setelah perumahan-perumahan tersebut dibangun dan dihuni oleh para pegawai, mereka yang sebelumnya bertempat tinggal di Lombok Timur dan Lombok Tengah tak lagi punya alasan terlambat, termasuk para sopir. Bagi para sopir, kedisiplinan juga diterap-
kan menyangkut pemakaian bensin kendaraan dinas yang jumlahnya sering melebihi standar normal untuk urusan dinas. Para sopir kerap minta penambahan jatah bensin meski di luar urusan kantor. Tentu saja ini membuat anggaran pemerintah daerah menjadi boros. Karena itu, penjatahan bahan bakar untuk kendaraan dinas akhirnya dilakukan. Bahan bakar untuk satu minggu jumlahnya sudah dipatok untuk keperluan perjalanan dinas, kalau lebih dari itu silahkan ditanggung sendiri. Para sopir juga sering tidak berhati-hati mengendarai mobil dinas. Akibatnya, kecerobohan itu membuahkan kerusakan-kerusakan mobil dinas yang kerap di luar batas kemampuan keuangan daerah. Akhirnya ia pun membuat aturan, bagi sopir yang tidak disiplin dan dua kali melanggar disiplin di jalan raya yang menyebabkan mobil dinas rusak, akan diberhentikan sebagai sopir. Jika kecelakaan atau kerusakan terjadi dalam keadaan wajar, tentu saja sopirnya tidak kena sanksi. ”Namanya juga manusia, pasti ada khilafnya,” ujar Siti Maryam yang pernah menjadi satu-satunya Asisten Gubernur Perempuan dan pertama di Indonesia tahun 1978 ini. Jadi aturan itu hanya berlaku bagi sopir yang tidak disiplin. Selama mereka bisa membuktikan tidak melanggar aturan, pemerintah daerah akan melindunginya. -Naniek I. Taufan
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Safrizal
5
Perajin yang Lolos dari Tsunami Aceh Masyarakat Indonesia, khususnya Aceh, pasti belum lupa tragedi tsunami Desember 2004 di Aceh, tak terkecuali Safrizal, salah satu warga Aceh yang selamat dari kejadian itu. Pria yang sebelum kejadian bekerja di sebuah toko souvenir dekat Banda Aceh, lolos dari maut karena memutuskan pulang kampung.
“K
Stop Minum Teh Setahun untuk Bangun Perumahan Sopir Siti Maryam memang sangat peduli pada soal kedisiplinan PNS. Karenanya selain menyoroti soal itu, yang menjadi perhatiannya kemudian juga adalah kedisiplinan para sopir. Sebabnya, para sopir yang umumnya bertempat tinggal di Lombok Tengah dan Lombok Timur itu, tiap pagi selalu terlambat dan jarang bisa mengikuti apel pagi. ”Tiap kali saya tanya kenapa terlambat, alasannya karena rumahnya yang jauh,” kata Tokoh Birokrasi NTB ini. Karena itu, ia merasa perlu mengusulkan pembangunan perumahan yang khusus bagi para sopir di lingkup Pemerintah Daerah NTB. Namun bagaimana membiayai pembangunan perumahan untuk para sopir itu? Sementara saat itu program pembangunan perumahan dari pemerintah pusat juga sudah tidak ada lagi. Setelah memutar otak, seperti biasa muncullah ide cemerlangnya bagai nyala lampu pijar di malam gelap. Untuk bisa mewujudkan perumahan bagi para sopir ia mengambil kebijakan mengha-
Inspirasi
ejadian itu hari Minggu. Sebenarnya saat itu saya berniat untuk jalan-jalan ke pantai. Namun batal karena gempa terus menerus terjadi. Saya pikir lebih baik pulang kampung saja. Kampung saya di Montasik, Kabupaten Aceh Besar, sekitar 30 menit dari Banda Aceh. Ketika saya di kampung, peristiwa tsunami itu terjadi. Alhamdulilah, kampung saya jauh dari laut jadi tidak kena tsunami,” ungkap lelaki yang akrab disapa Rizal itu. Menurut Rizal, banyak keluarga temannya yang sesama bekerja di toko souvenir di Banda Aceh menjadi korban peristiwa itu. Dan dia sendiri pun set elah kejadian berhenti bekerja dan memutuskan membantu orangtuanya yang perajin bordir. Dia pun menjadi sering bolak-balik Banda Aceh dan kampungnya. Saat masa pemuli han, dia banyak berkenalan dengan relawan yang terlibat dalam pemulihan Aceh. Mereka itu, tambahnya, berasal dari luar Aceh. “Saya banyak kenalan kakakkakak relawan di BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Aceh-Nias. Mereka sangat membantu kami. Salah satunya adalah Roy. Dia lah yang membantu saya memasarkan produk saya di Amerika,” ungkap Rizal sembari menyebut ‘Laga Designs’ sebagai perusahaan dimana dia menyuplai tas-tas bordirnya. ‘Laga Design’ adalah perusahaan yang didirikan Roy bersama istrinya pasca tsunami Aceh. Perusahaan ini, tambahnya, sangat membantu para pengrajin Aceh, termasuk dirinya, dalam penjualan produk. Laga (k) dalam bahasa Aceh berarti indah atau bagus. “Bahkan sampai sekarang pun saya mengirimkan secara rutin kerajinan tas bordir Aceh. Ratarata setiap bulan saya kirim sekitar 200 pieces. Saya tidak mengirim langsung ke Amerika tapi melalui Roy, dialah yang memasarkannya di sana,” papar bapak satu anak itu. Roy van Broekhuizen, nama lengkap dari orang yang membantu Rizal ini, adalah keturunan indo. Alkisah, Roy lahir di Jakarta, kemudian bersama keluarganya bermigrasi ke Belanda. Beberapa tahun di negeri ‘kincir angin’, Roy bermigrasi ke AS dan menetap di California. Pasca tsunami Aceh, 2005, Roy diminta gerejanya memimpin tim relawan ke Aceh guna membantu masyarakat kor-
ban tsunami. Istri Roy, Louise, termasuk dalam tim relawan itu. Seperti relawan lainnya, tim pimpinan Roy ini melakukan berbagai kerja sosial untuk membantu para korban tsunami memulihkan kehidupannya. Di antaranya dengan membuat pelatihan-pelatihan kerajinan tas. Hasil karya para pengrajin korban tsunami itu kemudian dipasarkan ke Amerika. Awalnya Roy dan istrinya memperkenalkan tas-tas tersebut dikomunitasnya sendiri di California, sembari bercerita tentang tragedi Aceh juga menunjukkan foto-foto betapa dahsyatnya ke-
jadian itu. Ternyata banyak teman-temannya menyukai tas-tas Aceh yang cantik dan unik. Mereka membeli sekaligus juga ingin membantu para korban tsunami meningkatkan perekonomiannya. Permintaan semakin banyak karena kisah itu menyebar dari mulut ke mulut. Sejak itu usaha Roy berkembang, sehingga lahirlah ‘Laga Handbags’ sebagai label dari tas-tas kerajinan asal Aceh.Dari awalnya Roy hanya membina 12 pengrajin, usaha ini berkembang hingga akhirnya ratusan pengrajin lokal ikut terlibat. ‘Laga Handbags’ ini menjadi
Safrizal
populer di Amerika lantaran muncul dalam sebuah acara populer ‘Oprah Winfrey Show ’ pada 2010. Malaak Compton-Rock, penulis buku ‘If it Takes a Village, Build One: How I Found Meaning Through a Life of Service and 100+Ways You Can Too’, saat diwawancarai dalam siaran tersebut menyempatkan diri untuk berkampanye tentang kerajinan tas Aceh. Ia mengajak masyarakat dunia membeli kerajinan tas Aceh untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang terkena bencana. Malaak sendiri bukan hanya penulis buku terkenal tapi dia juga seorang aktivis sosial yang juga telah terjun ke Aceh guna membantu para wanita juga anakanak korban bencana alam. PELUANG DI LUAR DUGAAN Rizal mengaku mulai membangun bisnis kerajinan tas bordir khas Aceh pada tahun 2010. “Saya benar-benar merasa sangat beruntung, sungguh diluar dugaan mendapat kesempatan itu. Meski orangtua saya pengrajin bordir, namun saya termasuk orang baru di bidang bisnis kerajinan tas bordir. Tapi Pak Roy mau membantu saya,” ujar Rizal.
Menurutnya, pengalamannya pernah bekerja di toko souvenir juga cukup membantunya saat memulai bisnis tersebut. Order pertamanya, kata Rizal, datang dari bagian keuangan Pemda Aceh, yang memesan 300 pieces tas bordir khas Aceh. “Saya cuma dikasih waktu satu bulan untuk mengerjakannya,” ucapnya. Sempat kelabakan karena dia tidak memiliki banyak tenaga kerja. “Akhirnya saya minta bantuan keluarga untuk mengerjakannya. Alhamdulilah selesai tepat waktu, pembeli puas,” katanya. ejak itu berbagai orderan mengalir padanya. Hal yang membedakan produknya dengan yang lain, bukan hanya dari desain motif saja, juga kehalusan bordirannya.“Bordiran kami berbeda, halus, dan sangat rapat. Lihat ini,” kata Rizal sambil menunjukan bordiran tasnya. Dia juga memperlihatkan bordiran tas lain sebagai pembanding. “Bordiran ini kasar, orang yang mengerti pasti tahu ini murahan. Benangnya jarang-jarang, lompatannya lebar. Bandingkan dengan yang bordirannya rapat dan rapi,” ujarnya. Kualitas bordiran itu juga yang membuat produknya bisa diterima di pasar Amerika. “Untuk bisa masuk ke sana kan tidak sembarangan. Walaupun ini kerajinan rakyat tapi tetap ada standarnya. Hanya produk yang memenuhi standar yang dibawa ke sana,” jelas Rizal. Menurutnya, persaingan bisnis kerajinan tas bordir khas Aceh saat ini sangat ketat. Pasalnya, mereka yang terjun ke bisnis ini sangat
banyak. Karena itu kompetisi menjadi sangat ketat, terkadang menjadi persaingan tidak sehat. “Misalnya saja soal pencurian ide desain motif maupun model tas. Itu sudah seringkali terjadi. Awalnya saya sempat terganggu tapi lama-lama menjadi biasa,” kata Rizal yang dalam sebulan memproduksi 300-400 pieces kerajinan bordir. “Sebagian untuk pesanan rutin, sebagian lagi untuk saya jual,” katanya. Karena kerap ada penjiplakan itulah, Rizal mengaku tidak memproduksi satu model desain dalam jumlah banyak, apalagi untuk motif-motif yang termasuk laku. “Meski laris dipasaran, saya tidak mau memproduksinya banyak-banyak, bisa rugi. Karena pasti akan ditiru orang, dan mereka menjualnya dengan harga dibawah harga tas saya. Pembeli yang tidak perduli kualitas bordir, tetap membelinya karena lebih murah,” jelasnya.Di sisi lain, kondisi itu menuntutnya untuk lebih sering melakukan inovasi produk, baik dalam motif maupun model tas. PERLU TAMBAH MODAL Rizal mengaku memulai usahanya dengan modal Rp50 juta. Dengan banyaknya orderan, ia mengaku membutuhkan tambahan dana besar agar bisnisnya ini bisa berkembang. “Kalau mau bisnis ini menjadi besar, harus tambah modal. Ini yang sedang saya upayakan,” ucapnya. Ditambahkan Rizal, salah satu keunikan dari tas produknya adalah dalam proses pembuatannya. Sejauh ini, katanya, dia menangani sendiri proses produksi. “Saya mengerjakan hampir semuanya kecuali membordir,” tambahnya. Mulai dari memotong bahan, mendesain, membentuk tas hingga finishing. “Bordir dikerjakan para ibu. Mereka lah yang menerjemahkan desain yang saya inginkan,” kata anak pertama dari tujuh bersaudara ini. Rizal memiliki cara yang unik dalam membuat tasnya. Jika pengrajin lain memotong bahan kemudian membuat tasnya, sementara dirinya, setelah memotong bahan, kemudian membordir bahan itu. “Setelah bordir selesai, barulah bahan itu dibentuk jadi tas. Itu sebabnya tas ini menjadi berbeda,” katanya. -Diana Runtu
Anne Avantie
6
Woman on Top
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Talenta Selamatkan Hidup
Pemerintah Kabupaten Gianyar menghadirkan desainer papan atas Anne Avantie untuk memberikan motivasi juga kiat-kiat dalam industri fashion khususnya kebaya. Seminar bertajuk “Wanita, Kebaya dan Karya Kemanusiaan” yang berlangsung pekan lalu di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, dihadiri oleh perwakilan organisasi wanita seperti BKOW, Iwapi, PKK, KCKB, para pelaku bisnis fashion, Forum Anak Daerah (FAD) Gianyar. Tujuannya, agar kiat-kiat bisnis ekonomi kreatif ini dapat dipahami sejak dini.
A
sisten II Pemda Gianyar I Ketut Astawa Suya sa, mengatakan ada 16 subsektor industri kreatif sebagai garapan untuk dikembangkan dalam rangka menopang perekonomian. Diharapkan dengan adanya seminar semacam ini didapat sejumlah masukan dan rekomendasi dalam pengembangan 16 subsektor ekonomi kreatif tersebut. Pada kesempatan itu, desainer yang telah berkiprah hampir seperempat abad dan memperoleh
atif di Indonesia. Kebaya tak hanya mengantarkannya menjadi terkenal dan populer di tanah air dan manberbagai pengharcanegara, namun gaan ini juga lebih juga mendapat banyak memberikan prestasi kan motivasi pada inter nasional. ar in peserta yang hadir, Suasana sem Beberapa catatan nilai bagaimana tentang bisa membuat brand atau suatu yang dipegang Anne Avanti adalah hidup dan berbagi merek itu melekat pada diri menjadi orang atau manusia yang untuk sesama makita, bukan perkara mudah. “Ini legowo, jujur, memaafkan, tidak nusia. bukan masalah hasil saja namun pernah mencari kambing hitam, Anne Avantie juga hati atau rasa. Bekerja bersyukur, tidak berorganisasi menyampaikan, dadengan hati hasilnya akan lebih dan menjadikan dirinya saluran lam industri kreatif berkat bagi sesama. “Semua bagus,” ujar Anne. kita tidak melulu Ia bercerita dirinya be- persoalan jadi masalah karena kita berbicara tentang rangkat dari kemiskinan dan yang mempermasalahkan. Jangan produk atau hasil saja, kesulitan dan hanya lulusan mencari kambing hitam itu. Saya namun kita juga harus SMP. Meski beban hidupnya hadir di sini untuk bersama-sama bisa mem-branding begitu berat, sang mama menjadikan diri kita jadi berarti,” diri kita sendiri. BaAmie Indriati selalu percaya ujarnya. Ia menegaskan, kesukgaimana membuat siaan dan terus menyemangati sesan seseorang bukan karena nu ma ke barang atau merek tan gia Ke dan berkata “Talentamu akan banyaknya uang yang ia miliki yang kita buat bisa Anne Avantie atau siapa dirinya, tapi kesuksesan melekat pada pada diri kita sendiri. Ke- menyelamatkanmu”. Memang, talenta telah menyela- adalah, apa dan sejauh mana yang tika masyarakat melihat kita, mereka langsung ingat produk yang kita buat matkan hidupnya. Walau hanya tamatan sudah kamu berikan kepada SMP, namun Anne Avantie telah mem- orang lain. tanpa harus kita promosi lagi. –Sri Ardhini, Inten Indrawati Ia juga menjelaskan bahwa untuk bawa pembaharuan bagi industri kre-
Saluran Berkat bagi Sesama Bagi Anne Avantie, 25 tahun terakhir dalam masa hidupnya merupakan masa penuh cahaya. Bukan lantaran sepanjang rentang waktu itu ia terus menerus ada di panggung kejayaan, tapi karena pencerahan yang mengalir deras dalam hidupnya. Pencerahan yang membawa makna baru pada penderitaan. Pencerahan yang tiada henti memberikan energi dan petunjuk-petunjuk baru untuk membuat setiap waktu menjadi sangat berharga. Betapa pertolongan Tuhan sungguh begitu ajaib di dalam hidupnya, yang mengubahnya
melalui pertobatan dan pengampunan. Anne Avantie menyusuri rentang waktu dan memenuhi panggilan Tuhan. Berkarya dengan kasih di antara yang kecil, lemah, papa, tersingkir, menderita dan difabel. Kini hidupnya diterangi lentera yang tak pernah padam, yang menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Ia juga memrakarsai dan mengelola Wisma Kasih Bunda yang merupakan “janji imannya”. Wisma Kasih Bunda ini bukanlah yayasan, namun suatu kegiatan kemanusiaan yang bergerak di
bidang kesehatan dan dikelola oleh keluarga. Ia mengungkapkan, terwujudnya Wisma Kasih Bunda ini sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas anugerah kesembuhan ibundanya Amie Indriati yang pada tahun 1996 menderita kanker serviks stadium 3, dan sampai saat ini, ibundanya sehat serta memiliki aktivitas kerja prima dengan mengembangkan bistins keluarga “BATIKEN Ready to Wear”. Berbekal dari itulah, Anne Avantie memiliki komitmen untuk mengabdikan diri di bidang kese hatan dengan tujuan supaya melalui berkat dan rezeki yang dimiliki oleh keluarga dapat menjadi saluran berkat bagi sesama. –Sri Ardhini, Inten Indrawati
Medolanan Asah Otak dan Fisik Anak Permainan tradisional saat ini keberadaannya memang memprihatinkan. Di tengah gempuran perkembangan zaman, permainan tradisional mulai disisihkan. Banyak anak-anak yang lebih suka bermain gadget dibandingkan bermain dan berkumpul bersama temanteman sekadar untuk memainkan permainan tradisional. Melalui PKB (Pesta Kesenian Bali) 2016 pemerintah provinsi memercayakan pementasan dolanan kepada kabupaten Buleleng melalui sanggar tari Praja Kerthi yang dipimpin oleh Ida Ayu Sadrika yang bekerja sama dengan sanggar seni Nong Nong Kling. “Dolanan yang kami garap berjudul Megoak-goakan yang merupakan permainan khas di Bali Utara,” ujar Nyoman Suardika ketua sanggar seni Nong Nong Kling. Permainan ini konon sangat digemari oleh Ki Barak Panji Sakti, Raja Buleleng yang dikenal sebagai seorang kesatria yang gagah perkasa. Kegiatan MegoakGoakan sendiri merupakan pementasan ulang dari sejarah kepahlawanan Ki Barak Panji Sakti yang dikenal sebagai pahlawan Buleleng ketika menaklukan Kerajaan Blambangan di Jawa Timur.
Untuk memperoleh kemenangan dalam permainan ini adalah menangkap ekor (orang terbelakang) dari kelompok lawan. Berbeda halnya dengan megoakgoakan pada umumnya yang berhasil menangkap ekor akan memperoleh hadiah, maka dalam medolanan yang dipentaskan 8 Juli di Art Center, ekor yang berhasil ditangkap diberikan hukuman. “Ekor yang berhasil ditangkap diberi hukuman, entah menari, mesatua, mageguritan, atau yang lain yang memang bisa dilakukan oleh pemain,” ungkap Suardika. Hal ini bertujuan untuk memberikan anak-anak kesempatan menampilkan ketrampilan yang dimiliki. Ia juga menambahkan bahwa medolanan merupakan permainan yang bersifat universal. “Anak-anak sudah memiliki berbagai macam talenta sehingga dalam pementasan nanti kami harap bisa menggali dan melestarikan,” tambahnya. Menurut pria kelahiran 22 Mei 1975 tersebut, pementasan medolanan yang sedang digarap sangat sarat de ngan pendidikan. “Hal ini sangat tepat digunakan sebagai media pendidikan,”
ungkapnya. Dalam pemberian hukuman, salah satu yang ditonjolkan adalah tari joged. “Ekor yang ditangkap akan dihukum menari joged,” tambahnya. Menurutnya image tari joged di kalangan masyarakat umum yang vulgar sehingga dalam permainan dolanan ini ia mencoba menampilkan tari joged yang gerakannya lincah namun terlihat lucu dan menghibur. “Kami ingin menunjukkan tari joged itu adalah tari sosial dan kebersamaan,” tandasnya. Ia juga menuturkan dalam medol anan, anak-anak tidak akan langsung dihadapkan pada permainan melainkan akan disisipkan kegiatan sehari-hari anak tersebut. “Kegiatan anak bukan hanya bermain, tetapi sebelum ia bermain ia harus membantu orangtua dulu seperti menyapu, mebanten, atau latihan ngingel,” ujarnya. Selain bermain, seorang anak juga harus mempunyai ketrampilan seperti menari. Dalam pementasan dolanan tersebut, ia juga menyisipkan bahwa anak-anak juga harus diajarkan untuk menjaga kebersihan lingkungan utamanya dari sampah plastik. “Itu sebagai upaya juga untuk mendukung program dari pemerintah,” jelasnya. Melalui permainan tradisonal atau yang lebih sering disebut dolanan sebenarnya anak diajarkan untuk mengasah otak dan fisik (olaharaga). Mengasah otak dikarenakan anak-anak tidak hanya harusnya beradu akting dengan lawan main tetapi juga harus menghafal naskah, menghafal gerakan tari, menghafal lagu, serta mempelajari blocking. Dikatakan sebagai sarana olahraga karena anak-anak dapat bergerak secara aktif dalam permainan. -Wiwin
Anak-anak mengisi liburan dengan kegiatan kreatif di rumah
Kombinasi Dalam dan Luar Rumah Liburan memang menjadi hal yang menyenangkan bagi semua orang. Banyak hal baru diluar rutinitas yang bisa dikerjakan. Bagi anak-anak, liburan juga bisa menyenangkan setelah lepas dari kejenuhan belajar di dalam kelas. Kegiatan yang dilakukan saat liburan bisa kombinasi di dalam rumah maupun di luar. Untuk kegiatan di rumah, Ade dan saudara-saudaranya mengisi waktunya dengan menggambar, membuat benda dari tanah liat, dan mewarnai batu. “Daripada anakanak hanya main ponsel, lebih baik mereka diajak berkreativitas. Kebetulan ada guru yang mau mengajar,” ujar Deasy. Peserta kegiatan liburan ini awalnya hanya Ade dan saudara kandung serta saudara sepupunya yang ada di Denpasar. Setelah sepupunya yang dari Surabaya datang, peserta menjadi bertambah. Mereka berkumpul di rumah sang nenek. Liburan pun menjadi mengasyikkan bagi mereka. Selama tiga hari, anak-anak ini menunjukkan kreativitasnya. Mereka menggambar pemandangan lengkap dengan warna yang mereka sukai. Kemudian membuat berbagai macam benda dari bahan tanah liat. Ada gelas, pesawat, dan vas bunga. Benda-benda yang sudah jadi ini dijemur hingga kering lalu dipajang. Satu lagi, kegiatan mereka mengecat batu pipih sesuai dengan imajinasinya. Semua karya anak-anak ini dipajang oleh neneknya sebagai kenang-kenangan kreativitas para cucu. Selain berkreativitas di rumah, mereka juga menikmati pemandangan alam untuk mengisi liburan. “Kami mengajak anak-anak ke pantai biar mereka tahu pemandangan yang nyata. Selama ini mereka hanya berenang di kolam renang. Dengan mengajak renang di pantai, mereka bisa menambah pengalaman. Kami juga mengajak mereka jalan-jalan di perkebunan kopi sambil melihat proses pembuatan kopi termasuk melihat luwak. Sambil jalan-jalan sekalian belajar,” ujar Diana, kakak Deasy. –Ngurah Budi
19
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Usianya sudah tak muda lagi. Bahkan, tahun 2016 ini usianya genap 74 tahun. Wajahnya nampak keriput dan rambutnya pun banyak beruban. Walau kulitnya sudah keriput, semangat kakek Mochtar nampak masih kuat untuk melanjutkan perjuangannya menjual kelapa muda di Jalan Menur, persis di depan Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya.
20 Tahun Tekuni Bisnis Kelapa Muda
P
erjuangan pria asal Jombang ini patut diacungi jempol. Bapak empat putra ini, tercatat sebagai pendiri dan pelopor pedagang kaki lima (PKL) penjual kelapa muda di kawasan Menur. Ia mengatakan warung penjual kelapa ini sudah berusia 20 tahun lebih. Kakek 10 cucu ini mengaku pada awalnya tidak terbersit niatnya untuk membuka warung penjual kelapa muda. “Pekerjaan saya sebenarnya sopir pribadi seorang pejabat di Bea dan Cukai Jawa Timur yang berdomisili di Perumahan Airdas, Surabaya,” kata Mochtar saat ditemui di warungnya. Pria yang selalu mengenakan topi itu, mengatakan, gaji sopir memang tak banyak dan tidak mampu menopang beban hidup keluarganya. Kemudian dia berniat membuka warung kecil di ujung utara Jalan Menur. Awalnya hanya menjual nasi, sayur dan lauk tetapi lama kelamaan dia ingin menjual kelapa muda. Karena orang yang datang makan di warungnya sering meminta air kelapa muda. Dari situ muncul niatnya untuk menjual kelapa muda dan tak berpikir panjang dia langsung realisasikannya. Bak gayung bersambut. Begitu dia mulai menjual kelapa muda, ternyata banyak juga peminatnya. Maka jadilah dia sebagai penjual kelapa muda di samping warung nasi yang sudah lama ditekuninya. Mochtar mengaku keberadaan warungnya di tepi Jalan Menur, tidak berjalan mulus. Bolak-balik petugas Satpol PP Kota Surabaya mengobrakabrik warungnya. Walau berkali-kali diobrak petugas, tetapi tetap saja membuka warungnya. Waktu petugas datang untuk mengobrak warung, Mochtar dan istrinya pergi sambil membawa semua peralatan warungnya. “Begitu petugas pergi, saya datang kembali ke lokasi untuk membuka warung. Gimana lagi, nasib dan masa depan saya dan keluarga, sangat tergantung dari warung kelapa ini,“ ujar lelaki tua ini mengenang perjuangannya dalam mengelola warung kelapa muda tersebut. Saat ini, warungya relatif aman karena PKL penjual kelapa di kawasan Menur masuk binaan Kecamatan Mulyorejo. Bisnis kelapa muda yang dipelopori Mochtar ternyata menarik minat warga Surabaya yang lain terutama yang tinggal di sekitar Menur untuk ikut-ikutan jual kelapa muda. Dari tahun ke tahun sejumlah pedagang yang berminat jual kelapa muda berdatangan ke sana dan ramai-ramai menjual disana meski jumlah pedagang sudah banyak. Tercatat ada 32 stan PKL penjual kelapa muda. Mereka berjejer rapi di sepanjang sisi barat Jalan Menur, persis di depan Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya. Setiap hari terpampang ratusan kelapa muda di warung terse-
Deretan stan penjual kelapa di Manyar
but. Pengunjung yang mau menikmati air kelapa dan daging kelapa muda pun lumayan banyak. Mereka terdiri dari pria, wanita, anak muda, orang tua, menumpang sepeda motor bahkan ada yang datang menggunakan mobil mewah. UNTUNG RP 2 JUTA Mochtar mengaku kelapa yang dijualnya di kawasan ini berasal dari Lumajang. Setiap tiga hingga empat hari dia mendatangkan kiriman kelapa muda dari Lumajang. Walau begitu, Mochtar keberatan menyebut harga beli kelapa yang berasal dari Lumajang jumlahnya hingga ratusan buah. Tiap hari dia bisa menjual sekitar 100 buah kelapa muda. “Saya menjual kelapa seharga Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per buah. Selain itu, saya jual air kelapa muda
dalam gelas yang sudah dicampur es dan gula dengan harga Rp 2.000 hingga Rp 4.000 tergantung besar kecilnya gelas,” ujarnya. Mochtar mengaku karena tenaganya sudah tak kuat lagi, dia dibantu tiga orang pemuda yang setiap saat melayani konsumen. Setiap bulan dia membayar upah mereka Rp 1 juta per orang. Ia mengaku dalam sebulan berhasil meraup keuntungan Rp 7 juta hingga Rp 8 juta. Tetapi keuntungan bersih hanya Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per bulan setelah dipotong untuk membayar gaji karyawan dan kebutuhan hidup lainnya. Selain menghilangkan dahaga, air kelapa muda ternyata memiliki khasiat yang tinggi terutama air
kelapa muda ijo. “Air kelapa ijo ini sangat bermanfaat untuk kesehatan. Saya punya pelanggan tetap seorang dokter wanita. Setiap kali hamil, dia selalu datang membeli kelapa ijo disini,” jelasnya. Harga kelapa ijo sedikit lebih mahal dibandingkan dengan
kelapa biasa. Untuk satu buah kelapa ijo biasanya dijual dengan harga Rp 20.000 per buah. Banyak konsumen yang mencari kelapa ijo namun stoknya seringkali terbatas. -Yosef Sintar
Mochtar
Nikmati Kolak Ketan Duren Khas Blitar Di Kota Blitar, ada warung atau keduren serta ketan kurma” ujar dai kecil tapi laris manis. Bangunannya Crisna Permadi pemilik Omah sederhana, tapi eksotik. Apalagi ditambah Ketan ini. dengan alunan musik tradisional Sunda Dua jenis rasa ini, kata Peratau Jawa. Terdengar merdu dan memadi, sangat cocok dijadikan nambah suasana makin gayeng. Tak heran sajian pada saat merayakan Idul jika tempat ini sangat cocok dijadikan Fitri bersama keluarga. Karena sarana kongkow-kongkow atau sekedar selain sajiannya sederhana, ratatongkrongan. rata orang Indonesia penyuka Namanya, Omah Ketan. Karena semua ketan. Apalagi ditambah dengan bahan utamanya menggunakan beras ketan rasa duren atau kurma, jelas tamyang dipadu dengan berbagai bentuk rasa. bah mantap. Kata Permadi, kolak Lokasinya di Kelurahan Bendo, Kecamatan ketan duren adalah olahan dari Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Jawa Timur. ketan yang dipadu dengan buah Menu utamanya, tentu berbagai macam durian. Ketan dimasak terlebih Crisna Permadi olahan ketan, yang dipadu dengan berbagai dahulu, lalu disingkirkan. macam bentuk dan rasa.”Ada 13 variasi makanan Untuk membuat kolak, seperti membuat kolak dari ketan. Namun, dari beragam menu ini, yang pada umumnya. Kuah terbuat dari paduan santan paling banyak dicari pelanggan adalah kolak ketan yang gurih serta manisnya gula. Yang membuat kuah kolak tambah lezat, campuran buah durian. Buah dimasak sebentar dengan kuah kolak, sehingga harum durian menyatu dengan kuah. Cara menyajikan, ketan yang masih hangat ditaruh di dalam mangkuk lalu disiram dengan kuah dan disajikan hangathangat. Sangat cocok dimakan sebagai camilan saat dingin, terlebih lagi ketika hujan. Begitu juga dengan ketan kurma. Ketan yang sudah dimasak matang dipadu dengan manisnya kurma, kemudian disempurnakan dengan santan manis sebagai kuah. Kolak kurma ini pun siap dihidangkan dalam mangkuk berukuran sedang dan cocok sebagai teman habis sholat Id. Setiap hari, masih kata Permadi, tidak kurang dari 10 kilogram ketan ia masak menjadi berbagai
menu makanan. Ia sengaja memilih ketan impor, karena kualitasnya yang dinilai tepat, sebab empuk dan rasanya gurih.”Ketan impor harganya memang lebih mahal, sekitar Rp13 ribu per kilogram Tapi saya pilih ketan impor, karena mudah dicari,” katanya. Untuk menikmati satu porsi menu olahan ketan ini, hanya cuku merogoh kocek Rp 4 ribu sampai Rp10 ribu. Harga itu sangat terjangkau dan pengunjung sudah mendapatkan olahan ketan yang tentu saja enak dan lezat. Hal ini seperti yang dirasakan Febrita, salah satu pelanggan tetap omah ketan. Hampir setiap hari ia selalu menikmati sajian ketan ini. Apalagi kalau ada tamu atau kerabat jauh yang datang ke Blitar, ia selalu menjamu tamunya itu dengan sajian ketan ini. “Rasanya enak, harganya juga murah,”ujar wanita cantik berkulit putih bersih ini. -Khoirul Abadi
Febrita salah satu pel
anggan tetap omah ket
an
18
Life
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Tradisi Unik Desa Julah Desa Julah yang berada di Kabupaten Buleleng, Bali Utara, merupakan salah satu desa yang tertua di Bali. Desa yang terletak di kecamatan Tejakula ini memiliki beragam keunikan dan wrisan budaya yang hingga saat ini masih dipertahankan oleh masyarakatnya. Di antaranya, Pura Desa yang berumur ribuan tahun, rumah orang Julah yang masih menerapkan konsep bangunan orang Bali asli (Bali Aga) dan beberapa keyakinan yang masih dipercayai hingga sekarang.
M
enurut Perbekel Desa Julah, Ketut Kanistanaya, arsitektur bangunan rumah masyarakat desa Julah masih sangat tradisonal bahkan antara rumah yang satu dengan yang lain
akan nampak sama pada bagian depan yaitu pada angkul-angkulnya. Keseragaman itulah yang membuat desa Julah tertata rapi dan sedap dipandang. Kanistanaya juga mengungkapkan selain bangunan yang masih kuno, terdapat juga Pura Desa yang belum pernah direnovasi sekali pun. Hal tersebut dikarenakan dibangun dengan batu-batuan khusus. Begitu pula dalam hal bangunan rumah, hampir sebagian besar penduduk desa Julah tidak merombak bangunan rumah karena aturan adat yang tidak membiarkan hal itu terjadi. Menurut pria yang berasal dari Banjar Kanginan ini, selain memiliki keunikan dari segi arsitektur, Julah juga mempunyai keunikan terhadap kepercayaan yang dimiliki. “Saya yakin semua orang memiliki kepercayaan tetapi masyarakat di sini akan membawa kepercayaan tersebut ke dalam kenyataan,” jelasnya. Setiap
Ga ra m Teja k u la Tenaga Kerja Lokal, Pasar Global Potensi laut yang dimiliki oleh unsur kimianya pasti akan ikut terudesa Tejakula membuat sebagian rai pada waktu penjemuran, tetapi masyarakatnya memiliki peker- kalau menggunakan palungan dari jaan sebagai petani, utamanya pohon kelapa maka kandungan air petani garam. Kecamadalam agar akan terserap,” tan Tejakula memang paparnya. Selian itu, dikenal sebagai pengkeunikan lain yang hasil garam dengan dimiliki adalah rasa metode yang masih garamnya yang tidak tradisonal di Buleleng. terlalu asin. “Pada Hal tersebut karena saat penjemuran dalam proses pemdengan palungan itu buatannya merupaunsur garam yang palkan kombinasi antara ing tinggi akan turun,” air laut murni dan imbuhnya. tanah khas Tejakula Pria yang akrab disyang kaya dengan apa Widnyana ini juga mineral. Keunikan mengatakan garam yang tersebutlah yang dihasilkan oleh petani membuat seorang sudah mengandung yoMade Widny ana pengusaha Made dium secara alami. “Saya Widnyana berniat untuk mengang- sudah cek di laboratoriun di BPOM, kat derajat garam Tejakula. maka dari itu kami tidak mau menMenurutnya garam Tejakula jual garam yang tercampur yodium yang dibuat langsung oleh petani karena akan berpengaruh terhadap diproses dengan cara organik. rasa,” ujarnya. Ia juga tidak me“Prosesnya masih alami karena di nyangkal jika daerah lain seperti sini buatnya menggunakan tanah Kusamba memang memiliki potensi yang kaya akan mineral dan itu penghasil garam, hanya saja dalam yang paling penting,” jelasnya. membuat menggunakan media yang Hal lain yang membedakan garam berbeda. “Kalau di Kusamba media Tejakula dengan garam lain adalah menggunakan pasir, kemudian waktu dalam proses penjemuran. Jika penjemuran juga menggunakan garam lain menggunakan plastik palungan tetapi sudah dilapisi dengan sebagai alas untuk menjemur plastik,” ungkapnya. maka garam Tejakula menggunakan Segala kelebihan itulah yang palungan sebagai alat untuk menje- membuat manager PT Yst Neo Logis mur. “Kalau menggunakan plastik Surabaya tersebut membuat garam
orang yang membuat dosa atau melakukan kesalahan, jika ia menyadari dengan tulus dan mengakui kesalahan tersebut maka ia akan sembuh dari segala penyakitnya. “Pengakuan itu tidak untuk orang lain tetapi terhadap diri sendiri saja. Percaya atau tidak itu tergantung orang yang sudah mengalami, kalau pernah sakit pasti akan percaya,” imbuhnya. Hal itu merupakan sesuatu yang sangat unik namun tidak dapat dilihat akan tetapi dapat dirasakan oleh masing-masing individu. Secara adat istiadat, Julah juga memiliki keunikan tersendiri. Sebesar apapun upacara keagamaan yang digelar di pura, akan dibatalkan jika terhalang oleh kematian. “Ini merupakan aturan yang tidak tertulis namun semua orang sangat percaya akan hal itu,” ungkapnya. Pria kelahiran 12 Maret 1969 tersebut juga mengatakan tradisi yang sudah asli Tejakula menjadi garam piramid yang siap diekspor ke mancanegara. Menurutnya, kualitas garam yang dihasilkan oleh petani memang sudah sangat baik akan tetapi perlu dilakukan inovasi agar garam laut Bali tersebut bisa diterima di pasar internasional. Dalam pembuatan garam piramid hanya dibutuhkan air bersih dan garam dari petani kemudian dijemur dibawah terik matahari selama tiga hari. “Garam yang dihasilkan sangat bergantung dengan kualitas garam semula. Garam yang dihasilkan akan dikelompokkan menjadi empat jenis,” imbuhnya. Garam yang dijemur akan berkualitas baik jika tumbuh atau berbentuk piramid. Bentuk piramid juga dikelompokkan menjadi dua, ada yang mempunyai ukuran besar dengan harga yang paling mahal yaitu 5 ribu rupiah per pcs, sedangkan garam piramid dengan ukuran kecil akan dijual dengan harga 260 ribu rupiah per kilo. Kualitas garam kedua disebut snow salt, dice salt, dan super Tejakula salt yang dijual dengan harga yang berbeda. Hal yang paling menentukan kualitas garam adalah faktor cuaca. “Cuaca harus benarbenar terik kalau dalam tiga hari ada hujan atau mendung maka bentuk
yang dibuat kecil-kecil,” ujarnya. Masyarakat yang ingin tinggal ke luar maka harus membuat suatu upacara yang cukup besar. Selain itu, dalam prosesi perkawinan, sangat dianjurkan masyarakat desa Julah menikah dengan masyarakat setempat. “Bukan tidak dibolehkan, hanya saja kalau mengambil (menikahi) dari luar desa harus melakukan upacara dari lahir lagi,” ujarnya. Pria yang baru enam bulan menjabat sebagai perbekel ini mengatakan ke depan ia berencana untuk menata desa Julah sehingga mampu menjadi desa wisata yang berkontribusi terhadap pemasukan desa. “Selama ini hanya sebatas kunjungan dari wisatawan, belum ada pemasukan apa-apa. Ke deturun-menurun dilakukan tidak pan saya sudah mulai merenovasi pernah berubah dan tidak ada yang kantor kepala desa untuk dijadiberani mengubah. “Di sini aturannya kan tempat penerimaan tamu,” memang sangat kental dengan ni- terangnya. Ia juga menjelaskan desa yang sebagain besar penskala kalau hanya manusia duduknya sebagai petani yang membuat pasti tersebut akan ditata sudah banyak yang sehingga mampu menberubah, kalau di jadi desa wisata budaya sini tidak mengikuti dan mampu mendapat aturan maka akan kepercayaan kembali sakit,” paparnya. dari pemerintah. “Dulu Desa yang supernah mendapat bandah ada sebelum tuan dari pemerintah abad VIII ini juga namun karena yang memiliki aturan bagi dulu menyalahgunakan masyarakat yang berkepercayaan akhirnya niat tinggal ke luar sampai sekarang bedari desa Julah. “Sekalum ada bantuan lagi,” rang penduduknya tandasnya. Ia sangat makin padat sedangberharap dapat mem kan lahan makin semaya stan Kani t Ketu bangun kembali desa Julah dan pit, maka dari itu dalam satu pekarangan akan dihuni beber- menjalin kembali kerjasama dengan apa kepala keluarga dengan rumah pemerintah terkait. -Wiwin
Proses penjemuran garam menjadi garam piramid
piramid yang diinginkan akan tidak sempurna,” ujarnya. Ia juga menuturkan garam yang dihasilkan sudah mampu diekspor ke Jepang, Hongkong, Amerika Serikat, dan Australia, sedangkan untuk lokal garam piramid sudah dijual ke Kuta, Denpasar, dan Jakarta. Dalam proses produksi Widnyana mengatakan sesuai dengan permintaan dari pem-
Garam yang sudah dijemur selama 3 hari
beli. Selain untuk makanan, garam laut Bali ini juga digunakan untuk spa dan scrub. “Fungsinya sama seperti kita mandi dengan air laut karena ini kaya akan mineral tetapi sudah melalui proses,” tambahnya. Khusus garam piramid digunakan secara langsung dalam makanan. Meskipun harga penjualan garam piramid terbilang mahal akan tetapi pembelian langsung dari petani hanya berkisar antara 5 ribu hingga 10 ribu rupiah per kg. Menurutnya hal tersebut dikarenakan jumlah garam asli petani dan garam yang sudah melalui proses jumlahnya akan jauh mengalami penyusutan. “Banyak terjadi penyusutan, dari penjemuran, sortir, dan juga packing. Apalagi garam yang kami beli dari petani masih mengandung banyak air dan itu akan sangat berpengaruh terhadap harga,” terangnya. Akan tetapi ia sangat yakin dengan adanya usaha yang dilakukan sangat membantu pendapatan petani garam di daerah tersebut. Selain itu, ia juga meyakini usaha yang dilakoni mampu menyerap tenaga kerja lokal utamanya yang berasal dari desa Tejakula. -Wiwin
Story
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
7
Dulu Libur Kerja Sekarang Libur di Rumah
Hari Raya Idul Fitri 1437 H yang baru lalu adalah hari yang paling membahagiakan bagi Fatmah. Sejak persiapan untuk melaksanakan Salat Idul Fitri, ia tampak ceria dan wajahnya memancarkan kebahagiaan yang cerah. Fatmah (40) tampak bersemangat saat menyiapkan perlengkapan salatnya juga untuk suami dan anaknya. Di hari yang fitri itu, ia seperti terlahir kembali setelah 15 tahun menjalani hidup yang disebutnya ‘bagai di neraka’ bersama suaminya. Momentum hari raya tahun ini benar-benar memberikan makna yang luar biasa baginya.
S
ejak menikah dengan suaminya 15 tahun yang lalu, Fatmah mengaku sama sekali tidak pernah menikmati masa indah hidup berumah tangga. “Hanya satu bulan dari awal pernikahan kami saja yang saya rasakan kebahagiaan itu ada. Lalu setelahnya hingga setahun yang lalu, di usia 14 tahun pernikahan kami saya merasa hidup bagai di neraka,” ungkap Fatmah. Sikap dan prilaku suaminya selama 14 tahun itu nyaris tidak ada yang bisa membuatnya bahagia. Hari-hari yang dilalui Fatmah memang tidak ada pertengkaran–pertengkaran yang hebat. Tidak pula suaminya menyakitinya secara fisik. “Namun sakit psikis akibat sikapnya yang membuat saya bahkan hampir menceraikannya,” ujarnya. Setiap hari selama 14 tahun itu, suami Fatmah hanya sibuk dengan pekerjaannya. Dari pagi sampai malam ia hanya menghabiskan waktu di kantor. Ia memiliki usaha bengkel dan pencucian mobil di pinggiran Kota Mataram yang sangat ramai pelanggan. Tidak ada sedikitpun perhatian yang didapatkan oleh Fatmah sebagai seorang istri begitu pula dengan dua orang anak mereka. Suaminya sangat cuek dan seperti tidak peduli. Sepulang dari kantor ia lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah bersama kawan-kawannya ketimbang pulang ke rumah berkumpul dengan keluarganya. Karenanya ia menjadi sangat jarang bertemu dengan anak-anaknya. Pulang ke rumah anak-anaknya telah tidur. Ini membuat hubungannya dengan anak-anaknya tidak dekat. Meski tidak peduli, diakui Fatmah suaminya itu tidak pernah absen menafkahi mereka. Namun bagi Fatmah sejumlah uang nafkah itu bukanlah hal utama yang diinginkannya dari suaminya melainkan ia mengharapkan perhatian dan kasih sayang lebih-lebih untuk kedua anak mereka yang akhirnya lebih dekat dengan pamanpamannya ketimbang dengan ayahnya sendiri. “Dipikir uang bisa menyelesaikan semua persoalan,” kata Fatmah tentang suaminya. Menghadapi kondisi rumah tangga seperti ini, bukannya ia tidak pernah mencoba memperbaikinya melainkan ia telah
berupaya keras untuk bicara baik-baik pada suaminya. Namun semua sia-sia. “Berkali-kali teguran Allah padanya tidak pernah diindahkannya. Saya capek menghadapinya,” ungkap Fatmah. Hingga suatu hari Fatmah hampir menceraikannya. Dari sanalah Fatmah mengetahui bahwa suaminya itu sangat mencintainya. Karena begitu mengetahui Fatmah ingin bercerai, ia memohon-mohon agar Fatmah mengurungkan niatnya. “Sikapnya sempat berubah baik namun tidak lama kemudian kembali seperti biasanya,” kata Fatmah. RAJIN SALAT Dengan sabar Fatmah terus berkomunikasi dengan suaminya untuk membuat rumah tangga mereka menjadi nyaman dan normal seperti rumah tangga orang lain. Berkali-kali Fatmah mencoba cara keras untuk membuat suaminya sadar bahkan kapok tidak juga berhasil baik. Sampai ia nyaris putus asa. “Saya hanya bisa berdoa dan terus memikirkan untuk mencari jalan keluar agar suami saya bisa menjadi suami dan ayah yang sesungguhnya buat saya dan anak-anak kami,” katanya. Sampai akhirnya setahun yang lalu, hidayah Allah SWT menaungi keluarga mereka. Beberapa peristiwa kemudian membalik seluruh keadaan suaminya dengan begitu drastis. Peristiwa-peristiwa kematian mendadak yang terjadi di sekitarnya, baik tetangga maupun kawan-kawan mereka rupanya membuat suami Fatmah menyadari bahwa hidup itu sewaktuwaktu bisa berakhir dan di mana pun bisa berhenti. Cerita-cerita seputar kematian mendadak orang-orang yang mereka kenal tanpa melewati masa sakit itu rupanya mendorong kesadaran suaminya untuk berubah. Fatmah melihat celah perubahan pada diri suminya kemudian semakin mendorongnya untuk terus berubah. “Saya kaget ketika tiba-tiba suami saya menjadi sangat rajin salat,” ungkapnya terharu. Bahkan tiap waktu salat tiba, Fatmah sering kehilangan suamin-
ya yang rupanya selalu melaksanakan salat wajib lima waktunya di mushala atau masjid sekitar lingkungan mereka tinggal. Sebelum adzan subuh ia telah berkemas berangkat ke masjid/mushala. Padahal sebelumnya ia tidak pernah salat dan tidak pernah bangun pagi. Alangkah bersyukurnya Fatmah atas anugerah yang diterimanya itu. Selain
menjadi sangat rajin beribadah, suaminya juga makin banyak di rumah. “Kalau dulu Sabtu dan Minggu pun ia selalu bekerja tetapi sekarang Sabtu dan Minggu apalagi hari libur selalu ada di rumah,” ungkapnya. Tidak itu saja, ia menjadi sangat perhatian pada anak-anaknya yang kini semakin dekat dengan dirinya. Ia juga banyak meluangkan waktu untuk menikmati kesempatan bersantai bersama keluarga. “Sekarang kami sering berlibur bersama,” ujar Fatmah. Bahkan selama lebaran tahun ini, ia meliburkan seluruh karyawannya hingga tiga tkh.net minggu. Saat ini, di hari ketiga lebaran Fatmah bersama suami dan anakanaknya tengah menikmati libur lebaran di luar kota. Lebaran tahun ini menjadi lebaran paling istimewa bagi Fatmah yang mendapati kembali suami yang sangat dicintainya itu dalam keadaan yang baik. Mereka menjadi keluarga yang sangat berbahagia. Menjalani kehidupan rumah tangga dengan normal bahkan jauh lebih baik dari yang lainnya. -Naniek I. Taufan
8
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Bunda & Ananda
Orangtua adalah
Griya
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Yang Unik dan Antik dari Barang Bekas
Arsitek Otak Anak
Parenting adalah kegiatan merawat anak dari bayi hingga mereka dewasa, artinya bagaimana orangtua membesarkan mereka sampai mereka bisa merawat dirinya sendiri. Sebagai orangtua, tentu perlu memahami berbagai permasalahan yang mereka hadapi dan bagaimana cara penanganannya, mengerti bagaimana menstimulasi mereka agar tumbuh kembangnya dapat berlangsung dengan optimal.
Ny. Bintang Puspayoga dan Ny. Selly D. Mantra bersama kedua narasumber
“P
endidikan anak bukan hanya tanggung jawab orangtua semata, namun 33 % tanggung jawab orangtua, 33 % tanggung jawab guru dan 33 % tanggung jawab lingkungan. Maka sangat diperlukan mengenalkan konsep parenting yang baik. Mengingat pula kondisi dan semakin banyaknya permasalahan anak-anak saat ini,” ungkap Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam “Seminar Pembentukan Karakter Bangsa melalui Keluarga”, di Graha Sewaka Dharma, Denpasar. Seminar ini merupakan kerjasama Dhama Wanita Persatuan (DWP) Kementrian Koperasi dan UKM dengan Pemerintah Kota Denpasar. Acara dihadiri juga Penasihat DWP Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra serta Pengurus DWP Kota Denpasar dan anggota, Pengurus PKK dan anggota, IGTK Kota Denpasar, serta organisasi wanita yang ada di Kota Denpasar. Ny. Bintang Puspayoya, Penasihat DWP Kementrian Koperasi dan UKM, Menyampaikan, seminar parenting berbasis pendidikan karakter ini, merupakan program unggulan dari Program Advokasi Parenting Duta Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Cinta Kabinet Kerja, yang dilaksanakan oleh DWP untuk membantu program pemerintah terkait revolusi mental. Ia menegaskan diperlukan pendidikan karakter yang kuat untuk mendukung pembangunan bangsa, terutama memajukan SDM Indonesia. “Ketika ingin ingin mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera hal ini semua dimulainya dari adanya kerjasama yang solid dari pasangan suami istri dalam pola asuh yang baik,” ujarnya. Ia berharap peserta yang hadir adalah leader yang bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik. Kegiatan ini akan dilanjutkan pada 3–5 Agustus
2016 dengan target seribu peserta di ISI Denpasar. Dalam seminar ini, Ratna Megawangi Sofyan Djalil tampil dengan materi “Mencetak Generasi Muda Abda 21 dan Pengasuhan Ramah Otak”. Ia menyinggung kekeliruan yang dilakukan dalam dunia parenting selama ini turut menyumbang rendahnya kualitas SDM bangsa. Padahal ’masa emas’ anak sangat bergantung pada peran pendidikan dan pengasuhan orangtua. Untuk itu perlu dilakukan edukasi dan penyadaran memperbaiki pola pengasuhan dalam keluarga. “Saat ini sering kita temui orangtua yang belum memahami cara pengasuhan anak dengan baik sehingga timbul masalah kejiwaan dan perilaku negatif anak di kemudian hari akibat proses pengasuhan yang keliru. Seperti, pengalaman masa kecil, bahkan sejak bayi terhadap kesehatan jiwa, mental dan fisik anak yang dapat terbawa hingga usia dewasa. Otak anak seperti spons menyerap contoh baik/ buruk,” jelasnya. Pola asuh yang ramah otak, merupakan semua aktivitas orangtua dengan anak yang dapat meningkatkan proses kelekatan emosi. Secara garis besar, pola asuh yang ramah otak tercermin dari lingkungan pengasuhan yang dapat memberikan rasa aman, nyaman dan cinta kasih, baik dengan mencium, memeluk, mengelus, melakukan kontak mata dan senyuman. Emosi negatif memberikan racun Kortisol dan Adrenalin, mengaktifkan batang otak, racun bagi otak (membunuh sel-sel otak memori) sedangkan emosi positif memberikan Tonik, Endorfin, Serotonin dan Dopamin yang berguna untuk memperkaya pertumbuhan Neokorteks. Akibat pola asuh yang tidak ramah otak, kata Ratna akan berakibat dengan
berkurangnya hormon cinta sehingga anak bisa menjadi pembohong. Ini juga disebabkan karena anak selalu dimarahi sejak kecil apabila melakukan kesalahan, sehingga anak menjadi takut kepada orangtuanya dan pada akhirnya ia memilih lebih baik berkelit atau berbohong saat melakukan kesalahan. Ia juga menegaskan orangtua adalah arsitek otak anak. GENERASI “MERISAUKAN” Narasumber kedua, Wahyu Farahdian menyajikan materi “ Bahaya Video Game, Kekerasan, dan Pornografi”. Ia menggambarkan bahwa pembelajaran yang diperoleh anak melalui permainan video game ataupun game online tidak hanya sekadar anak menekan tombol atau joystick,namun si anak belajar serta menyerap semua isi dari permainan, apakah itu yang
positif maupun negatif. “Beberapa tanda-tanda anak yang kecanduan, diantaranya mereka biasanya bermain lebih dari 2 jam setiap hari, menjadi marah jika waktu bermainnya dibatasi. Bahkan anak akan menghindari masalah dengan bermain game. Mereka yang rentan kecanduan adalah generasi yang “merisaukan”, yakni anak yang dalam kondisi merana, minder, kurang kasih sayang, galau serta kurangnya kelekatan,” ungkapnya. Langkah yang dapat dilakukan untuk penanganan bagi anak yang kecanduan adalah dengan melakukan perbaikan terhadap komunikasi yang selama ini dilakukan dengan anak. Peranan orangtua juga sangat penting untuk menghindari anak menjadi pecandu game, yaitu dengan tidak memperkenalkan game sejak awal, terutama anak anak usia dibawah 8 tahun.
Berikan game positif edukatif sebagai alternatif, gunakan disiplin waktu yang ketat, dan kenali jenis permainan game. Terkait pornografi anak-anak saat ini memang bisa dengan mudah dapat melihat dan mengakses melalui berbagai media seperti buku cerita, film untuk remaja dan anak, serial TV dan video klip. Beberapa data disampaikan, pada tahun 2013 dari YKBH tercatat 95 % siswa kelas 4-6 SD di Jakarta pernah melihat konten pornografi. Data dari BKKBN di tahun yang sama mengatakan hampir setengah (41,8 %) dari anak usia 14-19 tahun pernah melakukan hubungan seks bebas. Untuk penanganan agar tidak kecanduan pornografi, menurut Wahyu adalah orangtua perlu memberikan kasih sayang yang sebesar besarnya selain melakukan pengawasan dan dengan komunikasi yang positif dengan anak. –Sri Ardhini
Barang-barang bekas yang berusia tua, kini banyak dicari untuk difungsikan lagi. Meski harganya relatif lebih mahal dari barang baru, namun barang-barang tua ini memiliki penggemar tertentu. Jika kita menyisir sepanjang jalan di kawasan Krobokan, Denpasar, banyak toko memajang kerajinan-kerajinan yang cukup menarik mata kita untuk melihatnya. Salah satunya lampu hias unik di yang dipajang toko Jingga Art di Jalan Tangkuban Perahu, Krobokan, Denpasar.
B
arang-barang bekas yang mungkin oleh orang awan akan dibuang begitu saja, di tangan pemilik toko, disulap menjadi lampu hias unik yang bernilai seni tinggi. Mesin jahit, stang sepeda ontel, dan lampu dokar, menjadi item-item yang dipakai dalam membuat lampu hias unik yang dipatok dengan harga Rp 2,5 juta ini. Desain lampu hias unik lainnya adalah terbuat dari kayu kapal sebagai kaki lampu. Yang dipakai adalah cadiknya atau kayu pada dua sisi kapal yang berfungsi sebagai penyeimbang. Kayu cadik kapal ini dikolaborasikan dengan drum bekas untuk rumah lampunya. Desainernya pun tak berusaha mengecat kembali kayu atau pun
drumnya. Semuanya benar-benar ditampilkan sesuai kondisi aslinya. Karena justru hal inilah yang memberikan nilai lebih pada lampu hias tersebut. “Kalau yang ini harganya Rp 1,5 juta,” ujar Gede Kantun, penjaga toko sembari menunjuk deratan lampu hias dari kayu cadik kapal yang dipajang menghadap ke jalan besar ini. Ia mengatakan, lampu hias unik yang antik tersebut tak hanya diminati tamu bule, orang lokal pun banyak yang membelinya. Ada juga tamu yang membawa desain sendiri. Selain lampu hasil kreasi tersebut, toko ini juga memajang lampu-lampu petromax yang banyak dipasok dari Lombok dan Sumbawa. Sementara untuk jenisjenis barang kayu lama, didatangkan dari Jawa. –Inten Indrawati
Lampu hias unik yang terbuat dari mesin jahit bekas, stang sepeda ontel dan lampu dokar merupakan salah satu kreasi unik dari barang bekas yang banyak diminati konsumen
Mendongeng Lima Menit
ANGSA TUA DI KOLAM YANG INDAH
Sungguh indah kolam itu! Di airnya yang jernih bermekaran bunga-bunga teratai. Angsa-angsa bermain kejar-kejaran dengan ceria. Kadang-kadang mereka berlomba terMade Taro bang mengitari pinggir kolam, lalu bertengger di pohon-pohon mawar. Seekor angsa tua termenung di pinggir kolam. Ia hanya memandang cucu-cucunya bersembursemburan air. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara di belakangnya. “Selamat pagi, Angsa Tua! Bolehkah aku menemaniku?” “Selamat pagi, sahabatku Celepuk!” jawab Angsa Tua. Celepuk adalah panggilan temannya si burung hantu yang tinggal jauh dari kolam itu. Ia sering berkunjung ke kolam yang indah itu. “Tak ada yang seindah kolammu,” kata Celepuk. “Apabila kamu tidak keberatan, bolehkah aku menginap beberapa hari di sini?” Angsa Tua menyambutnya dengan senang hati. Ia tidak lagi merasa kesepian dan harus termenung memikirkan masa tua di pinggir kolam. Mereka berdua asyik ngobrol tentang alam dan kehidupan di daerah lain. Terutama tentang daerah tempat tinggal si Celepuk. Burung hantu itu tinggal di hutan lebat di lereng gunung yang tinggi. Dari lereng itu hewan-hewan bisa melihat pemandangan indah di bawahnya. Sayang obrolan yang menyenangkan itu harus berakhir. Si Celepuk harus pulang kembali menemui
keluarganya. “Datanglah sekali-sekali ke rumahku, Angsa Tua!” kata burung hantu itu sambil mengepakkan sayapnya. Tinggallah si Angsa Tua sendirian. Ia termenung lagi. Ia teringat riwayatnya yang lampau, dan menyadari bahwa ajalnya akan tiba. Ketika ia merindukan si Celepuk, tiba-tiba ia berkeinginan untuk berkunjung ke rumah sahabatnya itu. “Cucuku!” kata Angsa Tua di depan cucu-cucunya. “Sebelum ajalku tiba, aku ingin menikmati alam di hutan tempat tinggal si Celepuk.” Demikianlah, setelah mendapat persetujuan dari cucu-cucunya, angsa lanjut usia itu terbang menuju rumah si Celepuk. Lama benar ia mencari-cari rumah itu. Lereng gunung yang tinggi itu ditumbuhi pohon-pohon besar dan lebat. Setelah bertanya kiri-kanan, akhirnya ia sampai di pohon tempat tinggal si Celepuk. “Celepuk!” serunya. “Aku sahabatmu, Angsa Tua. Di mana kau?” “Di sini di dalam liang. Masuklah setelah matahari tenggelam! Siang hari aku tidak dapat melihat siapa pun.” Dalam keadaan payah Angsa Tua terpaksa beristirahat di pangkal pohon besar itu. Ia menunggu matahari tenggelam. Ia ingin secepatnya melihat alam sekeliling melalui rumah liang si Celepuk. Tiba-tiba dari semak-semak muncul seorang pemburu bersenjata. Melihat seekor angsa sedang termenung di pangkal pohon, pemburu itu secepatnya menarik pelatuk. Dor! Angsa Tua mati seketika. Mendengar nasib kakeknya yang menyedihkan itu, sang cucu menangis sambil berucap, “Kematian tidak mengenal waktu.” (India)
17
Lampu petromax yang kini kembali digemari sebagai lampu hias
Lampu hias dari kayu cadik kapal bekas
Jendela kuno yang juga banyak diminati konsumen
16
T
Pelesir
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
dan ketenangan. Cocok untuk mer eka yang super sibuk. Di Hua Hin, salah satunya. Di Provinsi bagian selatan Thailand ini terdapat Swiss Sheep Farm. Di tempat seluas lima hektare ini, me nawarkan banyak atraksi. Ada naik kuda dan memberi makan domba. Semuanya terkemas dengan apik dan menyenangkan tentunya. Selain wisata yang berbau pertanian, Hua Hin juga punya atraksi ala Eropa, Santorini Park dan The Vanezia Tak hanya wisata buatan, wisata spriritual; Wat Tham Khao Luang dan Wat Huay Mongkol juga patut dikunjungi. Keduanya memberi kan vibrasi spiritual yang sangat kuat dan berbeda. Ada juga wisata kuliner. Cicada Night Market tempatnya. Di areal dua kali lapangan sepak bola ini ada ra tusan pedagang maka nan dan minuman. Me nariknya, tidak ada yang menjual produk yang sama. Semuanya punya kekhasan. Dan pastinya semuanya enak. Pas dengan selera Indone sia, apalagi Bali. Kalau di Indonesia Rombongan di Bandara Suvarnabhumi dikenal dengan hikayat
Foto bersama rombongan Farm Trip Thai Airways dan TAT
1001 Makanan di Cicada Market Menyebut Thailand, banyak yang terbayang Pattaya. Banyak yang terbayang shopping di mall. Namun tak sedikit pula yang terbayang makanan enak. Ketiganya menjadi kegemaran turis Indo nesia. Thailand tak hanya punya Pattaya dan puluhan mall yang menawarkan harga khusus. Negeri gajah putih itu juga punya Hua Hin. Kawasan di selatan ini menawarkan sisi lain Thailand. War tawan Bali Post selama dua hari berkunjung di kawasan yang banyak objek spiritual. Kunjungan ini kerjasama dengan Thai Airways dan Tourism Authority of Thailand (TAT). 1001 malam. Di Cicada Market ada 1001 makanan. Setiap pedagang hanya menjual satu produk. Mereka fokus pada satu makanan saja. Mereka mengemasnya dengan sangat apik dan higienis. Tidak ada satu pun makanan yang tersentuh tangan. Semunya memakai plastik dan capit. Sangat bersih. Sampah juga tidak ada. Sebab tempat makanan disedikan secara khusus dan luas. Lokasinya ada tiga blok. Meja panjang dan kursi dibuat berderet. Untuk kelu arga juga bisa. Semuanya diatur secara baik dan profesional. Komang Ayu Ratnadi, ASS. Direc tor Sunari Bali mengakui, Hua Hin me nawarkan konsep wisata yang berbeda.
Buah Serba Besar Thailand menawarkan banyak tempat wisata. Semuanya terkemas secara apik. Wisata kuliner dan pasar buah, juga dijadikan unggulan. Bang Khun Thien seafood dan pasar Or Tor Kor. Keduanya merupakan sorga bagi yang suka makan dan buah buahan. Dua-duanya menjanjikan kenikmatan. Bang Khuntien misalnya. Tem patnya bersebelahan dengan pantai. Menunya aneka makanan laut. Kepi ting goreng, udang goreng dengan aseman rumput laut menjadi menu pembuka yang diunggulkan. Se muanya menggugah selera. Suasana alam dan tempat makan terapung di tengah tambak juga menjadikan tem pat ini terkesan eksotis. Perpaduan yang sangat pas. Demikian juga di pusat pasar buah di Bangkok. Namanya Or Tor Kor. Semuanya serba besar. Pasar ini merupakan sinergi antarpetani dan pedagang. Semua produk lokal. Bahkan buah sentul (Bali) pun dijual di sini. Bedanya de ngan di Bali, sentul di Bangkok sangat besar. Di Bali buah sentul sebesar bola tenis. Di Bangkok empat kali nya. Sangat besar untuk ukuran sen tul. Demikian pula mangga, durian
dan duku juga besar. Sementara jeruk Bali dan nenas ukurannya relatif sama. Bahkan nenas ukurannya jauh lebih kecil. Tapi rasanya sangat manis. Tak hanya alam, Hua Hin juga mengemas objek wisata buatan. San torini Park dan The Venesia. Kedua nya memberi suasana nyaman. Banyak per mainan air dan kereta putar. Ada pula rumah hantu. Selain permain an, banyak toko yang memberi diskon hingga 70 persen. Namun yang paling mengesankan adalah konsep taman yang dikembangkan Santo rini Park. Jalan setapak selebar empat meter sangat nyaman. Lantai bercorak batu den gan warna hitam putih menjadikan suasana romantis. Di beberapa sudut diisi kursi pan jang atau meja budar yang dikelilingi empat kursi. Tanaman kem bang kertas setinggi dua meter juga menjadi
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Dalam menyukseskan program pemerintah untuk mewujudkan Buleleng bebas sampah plastik, banyak elemen masyarakat yang menaruh rasa kepedulian. Mulai dari kalangan remaja, masyarakat umum, bahkan lembaga pendidikan. Salah satunya adalah mahasiswa-mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Bersama seorang dosen pengampu mata kuliah konsep dasar IPA, praktikum IPA, dan Pendidikan Dasar SD, I Gede Margun ayasa, S.Pd., M.Pd., juga sangat mendukung program yang dicanangkan pemerintah untuk menjadikan Buleleng bebas sampah plastik.
Museum lilin Madame Tussauds
hailand tak hanya punya pantai. Mereka juga punya kuil bagi mereka yang penyuka wisata spiritual. Untuk segmen anak muda Thailand punya Santorini Park, The Venezia, museum lilin Madame Tussauds serta Dinosaur Planet. De mikian pula wisata pertanian juga ada. Semuanya akan memberi inspirasi
Dara
penghias jalan yang berkelok. Tempat belanja suvenir, Plearn Wan juga tak bisa dilewatkan begitu saja. Lokasinya masih di Hua Hin. Hanya ada satu pintu masuk ke pasar mainan anak-anak. Kebanyakan bua tan tangan (hand made). -Wirata
Patung Buddha tidur
Cicada market jadi maskot Hua Hin. Selain wisata kuliner, wisata anak muda seperti Santorini Park dan The Vanezia juga merupakan keunggulannya. Hal serupa juga disampaikan Ni Nyoman Oka Sukartini. Direktur Bali Cemerlang Tour ini mengatakan, Hua Hin merupakan tempat bagi mereka yang sudah jenuh dengan suasana pantai. Berbagai objek wisata spiritual ada di sini. Arena permainan yang ditawarkan ala Eropa juga menambah daya tarik Hua Hin. Apalagi bagi mere ka yang mengajak anak-anak. Sementara itu Barbara Maria Jo hanna Purwa, Sles & Marketing KCBJ Tours & Travel, menilai, Provinsi Hua Hin menawarkan banyak hal yang sa ngat berbeda dengan Bangkok. Cicada Market adalah maskotnya. Ini sungguh luar biasa. Penataan pedagang, maka nan yang ditawarkan, serta harga yang terjangkau sangat menjanjikan. Ni Nyoman Tripitasih, Marketing
Director Awi Tour juga sependapat, Hua Hin menawarkan sesuatu yang berbeda. Hua Hin merupakan tempat yang tak boleh dilewatkan apabila ke Thailand. Sebab objek yang ditawar kan sangat beragam dan beda dengan Bangkok. Penilaian yang hampir sama juga disampaikan Alfert. General Mana ger Bali Duta Travel itu mengakui, Thailand identik dengan wisata yang murah. Harga yang ditawarkan juga murah. Apalagi makanannya. Sangat pas dengan lidah Indonesia. Hua Hin sangat cocok untuk paket keluarga atau mereka yang beragama Buddha. Selain banyak objek yang punya kaitan dengan agama Buddha juga di tempat itu disediakan sarana sem bayang. Harganya sangat terjangkau. Hanya dengan 20 bath atau Rp 8.000, pengunjung sudah mendapat sarana upacara lengkap dengan dupa atau lilin. -Wirata
Thai Airways Tawarkan Kemewahan Eksklusif dan ramah, kesan pertama yang dimunculkan Thay Airways. Pesawat dengan teknolo gi terbaru, interior yang mewah serta awak kabin yang ramah, merupakan ciri khas maskapai negeri Gajah Putih tersebut. Penerbangan yang tepat wak tu, bagasi sampai 30 kg, juga menjadi keunggulan Thai Airways. Keung gulan lainnya adalah varian makanan yang beragam dan jenis minuman yang banyak pilihan. Intan Jayantari, Senior Sales Representative Thay Airways di Bali mengatakan, maskapai negeri gajah putih itu melintasi langit Bali setiap hari sekali. Selain Bali, penerbangan juga lewat Jakarta. Seminggu ada 10 kali penerbangan. Pesawatnya yang lebar dengan teknologi terbaru menyebabkan penerbangan selama empat jam sepuluh menit itu tak membuat bosan. Apalagi layar yang ada di depan tempat duduk mem berikan banyak pilihan yang memajakan mata dan telinga. Pada remote yang berada di depan kursi, penumpang bisa menyalakan lampu baca atau memanggil awak kabin. Kenyamanan yang sama juga ditawarkan Thai Airways sebelum Anda berangkat ke negeri yang dikenal karena kelezatan buah-buahanya. Harga promo selalu ditawarkan dengan harga yang terjangkau -Wirata
A
ksi nyata yang dilakukan Margunayasa bersama mahasiswanya adalah mengumpulkan botol minuman plastik bekas. Dibalik pen gumpulan sampah tersebut, ternyata ada misi besar yang sedang diwujudkan olehnya. Misi tersebut diwujudkan da lam sebuah perahu nelayan yang terbuat dari botol plastik bekas. “Sebenarnya ini merupakan usaha untuk meningkatkan nilai guna dari sampah tersebut. Selain itu ini juga merupakan usaha untuk menyelamatkan lingkungan kampus dari bahaya sampah plastik,” jelasnya. Menurutnya banyak orang yang men ganggap sampah adalah permasalahan yang sepele, namun mereka tidak sadar bahwa sampah dapat menimbulkan permasalahan yang besar. Maka dari itu, pria kelahiran 2 April 1985 ini beri nisiatif menciptakan produk yang tepat guna dan ramah lingkungan. Ide membuat sebuah perahu dari botol plastik memang sudah ada sejak tahun 2009, tetapi produk tersebut baru diketahui oleh masyarakat umum sejak diikutkan dalam beberapa event yang diadakan oleh pemerintah. “Sudah lama kami buat hanya karena memang tidak dipublikasikan. Nah kebetulan waktu ini ada festival seperti Buleleng Education Expo dan Twin Lake Festival, karya kami baru diketahui publik,” ungkap pria yang saat ini menjabat
9
Perahu dari Botol Plastik Bekas sebagai Lektor di jurusan PGSD Un botol-botol plastik bekas. Dalam diksha tersebut. Ia juga mengungkapkan merakitnya dibutuhkan waktu sekitar bahwa produk yang pernah dibuat lima hari dengan dikerjakan oleh 10 tidak hanya perahu melainkan sesuai orang mahasiswa. dengan tema pendidikan, produk Pria yang tinggal di Desa Panji yang dihasilkan juga berhubungan erat Anom itu juga mengatakan bahwa dengan pembelajaran. “Saat BEE, kami daya tampung dari perahu botol sempat tampilkan robot yang dibuat plastik tersebut adalah 3 orang. Ia dari botol plastik ini digunakan sebagai juga menambahkan, perahu dari media pembelajaran. Di sekolah dasar botol plastik tersebut sudah per kan ada pelajaran seni budaya jadi ini nah diujicobakan di eks pelabuhan akan sangat bermanfaat sebagai media,” Buleleng. Berdasarkan dari uji coba imbuhnya. tersebut ditemukan kendala bahwa Dosen pencetus karya unik terse perahu tersebut be but mengatakan lum mampu mela awal mula dirinya wan arus yang ada di bersama para ma laut sehingga perlu hasiswa semester dilakukan evaluasi. IV PGSD Undiksha “Kalau digunakan Singaraja merancang di laut karena te perahu ‘Botol Plas kanan yang besar tik Bekas’ dilandasi maka keseimbangan Perahu plastik keinginan mulia un antara kiri dan ka tuk membantu para nan kurang baik,” kan bagi nelayan di dekat danau,” berpikir kritis, berkreativitas, dan nelayan. “Kami lihat jelasnya. Maka dari tandasnya. melatih pemecahan masalah. masyarakat di sekitar itu, perahu dari Selain untuk menyelamatkan ling Ketua Jurusan PGSD Dr. Desak danau kalau mancing botol plastik terse kungan, pembuatan perahu tersebut Putu Parmiti, M.S., sangat mendukung butuh perahu, kalau but akan sangat juga bertujuan untuk mengembang dan selalu berkoordinasi bersama ma beli perahu mungkin baik jika digunakan kan pembelajaran yang langsung hasiswa dan dosen pembimbing dalam harganya tidak ter di danau. menyentuh kepada penyelesaian pembuatan perahu dari botol plastik jangkau,” paparnya. Ke depan dalam masalah di masyarakat melalui sebuah bekas tersebut. “Kami juga ingin me Intinya, Margunayasa event selanjutnya ia proyek atau produk. Pembelajaran nampilkan produk-produk yang ter ingin mencipatakan bersama mahasiswa . berbasis proyek menurutnya mem buat dari barang bekas yang tentunya I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd sebuah peralatan yang akan mencoba mem berikan peluang kepada peserta membantu program dari pemerintah,” bisa menggantikan perahu dari yang buat perahu yang memiliki ukuran didik atau mahasiswa untuk ikut ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa harganya mahal. lebih besar. Namun ketika disinggung berpartisipasi mengatasi masalah di pembuatan produk tersebut sangat masalah penjualan produk, pihaknya lapangan, mengaplikasikan konsep kreatif karena mampu memanfaat mengatakan sebagai lembaga pen COCOK DI DANAU kepada produk nyata, dan memberi kan barang-barang bekas menjadi Dalam pembuatan perahu ‘Botol didikan tidak ingin menjual atau ber kan peluang kepada mahasiswa untuk teknologi tepat guna. -Wiwin Plastik Bekas’ tersebut, para ma bisnis dengan hasiswa Semester IV PGSD Undik p r o d u k y a n g Salon sha Singaraja harus mengumpulkan t e l a h d i b u a t . setidaknya 800 botol plastik bekas “Tidak di jual, minuman yang teksturnya agak keras. tetapi dalam tri Kemudian, mereka menggunakan tri d h a r m a p e r plek yang cukup tebal sebagai dasar gu r u a n ti n ggi perahu. Untuk dapat menopang dan y a n g k e t i g a mengapung, botol-botol plastik be tentang peng kas tersebut selanjutnya diikat kuat abdian kepada Jln. Sedap Malam Jln. Wijaya Kusuma dengan tali plastik. Sedangkan untuk m a s y a r a k a t , No. 79 A, Denpasar membuat perahu ‘Botol Plastik Be akan kami coba No.39 Denpasar Jln. Suli No. 151 buat lebih ban kas’ seimbang, ditambahkan katir di HP 08133900 3366, Tlp. 0812 3636 0808 Tlp. 085 237 028570 sisi kanan dan kiri perahu. Di bawah yak dan akan 0851 0349 6464 katir tersebut kembali diisi rakitan kami sumbang
Susah Ereksi, Istri Kecewa dr. Oka Negara, FIAS
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
“Dok, saya memiliki keluhan yaitu penis saya sekarang susah mengalami ereksi, walaupun sudah mendapat rangsangan dari istri. Ini membuat istri menjadi kecewa karena saya tidak mampu memuaskannya. Bagaimana solusinya, dok? (Budi, 37 thn) Yang dimaksud ini kemungkinan besar ada lah kegagalan ereksi atau disfungsi ereksi, walau harusnya diagnosisnya mesti dipastikan lagi dengan sebuah konsultasi yang lebih cermat. Disfungsi ereksi adalah kondisi saat laki-laki tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang optimal untuk mencapai kepuasan seksual dalam hubungan seksual. Sebelum memastikan penyebabnya, yang juga perlu dicari tahu adalah seberapa berat kemungkinan derajat disfungsi ereksinya. Ada sebuah cara sederhana mengukur kekerasan ereksi penis yang disebut tes Erection Hardness Score (EHS). EHS ini mengelompokkan keke rasan ereksi dalam empat skala. Coba disimak keempat skala tersebut sekalian membanding kan dengan kondisi ereksi masing-masing: Skala 1: Saat ereksi, penis membesar namun tidak mengeras, kalau diraba atau dipencet terasa lembek, bisa dianalogikan serupa lembeknya tape singkong. Disfungsi ereksi dalam skala ini termasuk disfungsi ereksi derajat berat.
Skala 2: Penis terasa keras namun tidak cukup keras untuk penetrasi dalam hubungan seksual, kalau diraba atau dipencet terasa seperti pisang yang sudah dibuka kulit buahnya. Disfungsi Ereksi skala ini terbilang moderat, penis membesar namun tidak cu kup keras. Skala 3: Penis cukup keras untuk pen etrasi namun benar-benar keras, teraba seperti sosis. Walaupun masih bisa melakukan hubungan seks, ereksi yang dirasakan tetap tidak optimal. Sering kali disfungsi ereksi di skala ringan ini tidak disadari laki-laki. Skala 4: Saat ereksi, penis keras selu ruhnya dan tegang sepenuhnya, seperti buah ketimun. Ereksi terasa optimal dan saat penetrasi akan terasa maksimal sehingga hubungan seksual terasa memuaskan. Laki-laki dengan EHS skala 4 tentu saja dapat lebih menikmati hubungan seksual dan lebih merasa puas. Pasangan seksual pun merasakan kepuasan saat berhubungan sek sual. Selanjutnya memiliki dampak kualitas hidup lebih baik dan lebih memiliki pola pikir positif dalam hidupnya. Juga merasakan lebih optimis dengan hubungannya bersama pasangan, memiliki kestabilan dan keimbangan hidup serta memiliki keyakinan untuk maju dan berhasil dalam hidup. Yang perlu diperhatikan juga adalah bahwa tidak hanya laki-laki yang menginginkan ereksi lebih optimal. Perem puan pasangannya juga ingin meningkatkan kepuasan seksual, dengan ereksi suami yang lebih optimal. Perlu sekali memperhatikan apa saja penyebab gangguan seksual yang memung kinkan menjadi penyebab atau pemicunya.
Mulai dari problem psikis seperti: 1) Stres, bisa karena pekerjaan, kemacetan lalu lintas atau problem lain. Bila ternyata pasangan sendiri juga ikut menambah ketegangan, ini akan memperburuk komunikasi seksual. 2) Tidak percaya diri, misalnya pasangan lebih kaya, berpenghasilan lebih besar, atau selalu memandang rendah si laki-laki. Atau justru karena pernyataan-pernyataan yang merendahkan seperti mempermasalahkan ukuran penis yang kecil dan sebagainya. 3) Perselingkuhan, yang mungkin terjadi atau sekadar perkiraan saja akan memengaruhi komunikasi dan hubungan seksual di anta ra kedua pasangan. Sedangkan beberapa penyebab fisik yang dapat mengakibatkan disfungsi seksual dan ikut berkontribusi membuat ereksi tidak optimal antara lain : 1) Kelelahan, yang bisa menyebabkan aliran darah terganggu, 2) Penyakit, misalnya ken cing manis dan kolesterol tinggi, 3) Merokok, di mana nikotin yang terserap oleh darah akan dapat menyebabkan gangguan pembu luh darah, penyumbatan pembuluh darah, termasuk penyumbatan pembuluh darah dalam penis. Juga obatan-obatan tertentu seperti obat tekanan darah tinggi golongan tertentu, juga obat penenang tertentu, yang jika dikonsumsi cukup lama dapat menyebab kan disfungsi ereksi. Demikian pula kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol dan makanan yang mengandung kolesterol tinggi dapat menyumbat pembuluh darah. Jika sudah mulai mengalami gangguan ereksi, prinsip utamanya sebenarnya adalah semakin awal dikonsultasikan dan dicari pe nyebabnya maka akan menjadi semakin lebih
cepat sembuh. Jangan mencoba mengguna kan obat yang tidak jelas atau malah praktikpraktik berbahaya seperti menyuntikkan penis dengan bahan-bahan tertentu misalnya. Biasanya jika yang terjadi hanyalah disfungsi ereksi, tanpa komplikasi yang lain, saat ini sudah dapat dibantu dengan penggunaan obat pembantu ereksi golongan PDE5 Inhibitor yang diminum sebelum berhubungan sek sual atau ada juga yang diminum setiap hari dalam dosis lebih kecil. Tapi jika ini juga belum bisa dibantu, ada cara lainnya mulai dari injeksi, pompa hingga tindakan pembedahan. Tentu saja dipastikan lagi nanti jika ada masalah psikis, perlu dibantu dengan memulihkan masalah psikisnya dulu. Pola hidup yang lebih sehat, termasuk mengkonsumsi makanan yang sehat, cukup olah raga, cukup istirahat dan menghindari stress juga harus dilakukan. Berhati-hati mengonsumsi obat semba rangan dengan dosis tidak terukur, misalnya mengkonsumsi obat yang banyak dikenal den gan “obat kuat” di masyarakat, yang tidak jelas kandungannya, termasuk jika disebutkan bila kandungannya adalah herbal atau jamu. Nah, satu lagi yang terpenting adalah apakah obat yang digunakan itu benar-benar punya efek, punya manfaat atau malah sering kali obat itu bukan obat asli, bahkan oplosan, dicampur dengan ba han kimia yang berbahaya. Sekali lagi, segeralah melakukan konsultasi yang benar. Untuk dipasti kan gangguan fungsi seksual apa yang sebenarnya yang dialami, apa penyebabnya, apa obat yang sesuai dan bagaimana kemungkinan keberhasilan pengobatan. Sebaiknya memang tidak dibiarkan lebih lama lagi agar tidak menimbulkan akibat lebih buruk, termasuk buat pasangan.
10
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Tertawalah Nonton Topeng Bondres Anda galau atau stres? Jangan dibiarkan berlarut. Coba hibur diri dengan menonton pertunjukan topeng bondres. Pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 ini, masyarakat Bali disuguhkan topeng bondres oleh pebondres utusan kabupaten/kota. Gelak tawa para penonton yang memenuhi Panggung Ayodia, Taman Budaya Bali, sambung-menyambung mewarnai pertunjukan topeng komikal itu.
D
uta Kabupaten Gianyar yang tampil pada kesempatan pertama hadir dengan lima pebondres. Dibingkai dengan lakon babad tentang Kerajaan Samprangan, banyolan-banyolan segar nan menggelitik, mengundang tawa penonton. Diawali dengan sajian topeng pangelembar yaitu topeng ajum dan topeng monyer. Bila topeng ajum tampil kocak dengan ulah tangkas, topeng monyer hadir manis dengan polah lucu menggemaskan. Dua penasar (Punta dan Wijil) kemudian mengawali prolog kisahnya. Mulailah kemudian bermunculan satu persatu karakterkarakter bondresnya. Ada bondres kakek pikun, bondres gigi tongggos, bondres pendeta gaul dan seterusnya, merangkai cerita dengan dominasi lawakan. Struktur dramatik atau pola penyajian yang hampir sama juga digulirkan topeng bondres Denpasar dan Badung, yang berhasil memanen tawa penonton. Belakangan, topeng bondres mendapatkan tempat tersendiri di tengah masyarakat Bali. Seni lawak menggunakan topeng khas Bali ini merupakan sempalan dari dramatari topeng yang lazim dipersembahkan dalam ritual keagamaan. Bondres adalah sebutan tokoh-tokoh rakyat jelata. Karakter-karakternya ditampilkan sebagai representasi masyarakat kelas bawah. Topeng yang digunakan adalah tapel berkarater
lucu yang melebih-lebihkan cacat wajah seperti topeng berbibir sumbing, topeng bermulut lebar, topeng wanita hidung pesek, dan distorsi wajah yang karikatural lainnya.
Tokoh-tokoh bondres sejatinya bukan hanya mengacu pada dramatari topeng. Karakter ini juga dapat dijumpai dalam dramatari calonarang, barong, dan wayang kulit. Dalam calonarang, misalnya, tokoh-tokoh ini hadir pada adegan banjar-banjaran ketika lakon menggambarkan suasana genting akibat teror ilmu hitam Ni Calonarang. Sedangkan pada wayang kulit, tokoh-tokoh ini dapat disimak pada Wayang Tantri dalang I Wayan Wija, dan belakangan apa yang dikenal masyarakat Bali dengan figur Cenk dan Eblong pada Wayang Cengblonk dalang Wayan Nardayana. Pemunculan tokoh-tokoh bondres dalam seni pertunjukan Bali itu adalah semacam tokohtokoh lepas yang diposisikan untuk porsi banyolan. Hingga sekarang belum jelas dari mana etimologi istilah bondres tersebut. Namun ada semacam kesepakatan di kalangan seniman dan di tengah masyarakat bahwa yang dimaksud bondres adalah penggambaran tokoh rakyat dalam seni pertunjukan
Bali, yang secara spesifik dijumpai dalam dramatari topeng. Lalu, ketika kini topeng bondres menjadi seni pentas tersendiri, berkembang kemudian apa yang disebut babondresan. Kembangan bondres ini, tidak hanya pentas lawak menggunakan tapel (topeng), juga mengacu pada pentas komedi topeng polesan wajah yang dibuat dari yang berkarakter sederhana hingga wajah yang cacat ekstrem. Babondresan model yang terakhir kini sedang laris manis diundang pentas dalam segala kesempatan, dari tampil dalam pementasan calonarang hingga membanyol dalam resepsi perkawinan. MENU HUMOR Topeng bondres yang mandiri dan menjadi sumber inspirasi munculnya bentuk-bentuk bandondresan, mulai menguak pada tahun 1980-an. Tapi sebelumnya, pada tahun 1970-an, walau belum disebut topeng bondres, figur bondres sudah diperkenalkan oleh grup Topeng Carangsari, Badung. Tokoh topeng wanita yang dibawakan oleh I Gusti Putu Windya sempat masyur di seantero Bali. Melaui karakternya yang alay, topeng bondres
Kreasi
Style
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
15
Keren dengan Produk Lokal
Mix and match busana untuk wanita tak ada matinya, malah semakin kreatif. Kini, semakin banyak pilihan padu padan yang bisa dilakukan.
S
wanita ini, penampilannya selalu ditunggu-tunggu penonton. Tahun 1990-an, penonton tidak perlu lagi menunggu munculnya tokoh-tokoh bondres. Perkembangan selera masyarakat yang cenderung instant, menggiring bondres menjadi seni pertunjukan tanpa perlu bertele-tele berpanjang cerita namun khusus menyuguhkan menu humoristik. Kendati demikian, topeng bondres masih kental dengan identitas estetika seni pertunjukan tradisional Bali. Para pebondres itu tampil dengan busana sasaputan dramatari topeng. Unsur tari Bali masih diketengahkan. Olah vokal tembang tetap mewarnai. Pun pengiringnya menggunakan gamelan Bali. Menyaksikan topeng bondres, penonton tidak hanya dapat melepas tawa namun juga menikmati nilai-nilai seni dan bercengkrama dengan warisan budaya. Eksistensi topeng bondres adalah sebuah sumbangsih seni budaya yang patut diapresiasi di tengah beragamnya gempuran budaya pop yang sering membungkam ekspresi budaya lokal. Lawak, banyolan, humor adalah katup pelepas bahkan terapi di tengah kehidupkan nan menindih masyarakat global. Topeng bondres telah memerankan dirinya memaknai secara enteng dan menghibur sejumlah persoalan kehidupan, apakah itu himpitan ekonomi, ketertekanan budaya, dan carut marut jagat politik. Melalui pementasan topeng bondres, kompleksitas persoalan itu dikemas menjadi dagelan instropektif bagi penonton. Setidaknya bertawa ria menonton topeng bondres dapat melupakan beban hidup, sejenak. -Kadek Suartaya
Hingga sekarang belum jelas dari mana etimologi istilah bondres tersebut. Namun ada semacam kesepakatan di kalangan seniman dan di tengah masyarakat bahwa yang dimaksud bondres adalah penggambaran tokoh rakyat dalam seni pertunjukan Bali, yang secara spesifik dijumpai dalam dramatari topeng.
eperti model rok yang sedang. panjang bahkan kain atau kamen yang dibentuk berbagai gaya. Semuanya tergolong fleksibel sehingga mudah dikreasikan dengan atasan model apa pun. Mulai dari blus berpotongan longgar, baggy sampai yang bersiluet kebaya. Dengan pilihan padu padan yang simpel dan tidak ribet termasuk aksesorinya seperti model fashion on the street hasil jepretan Tokoh di arena PKB pekan lalu, tetap keren dan kece untuk dikenakan. Padanan
yang dikenakan para anggota ASBEST Kota Denpasar ini bisa dijadikan inspirasi untuk melakukan mix and match terhadap koleksi pakaian Anda yang menumpuk di lemari tanpa harus menambahkan lagi. Sementara untuk pilihan warna yang tergolong full color’ ini dipilih demi memberikan nuansa yang segar, aktif dan dan penuh semangat. Menariknya lagi, busana dan aksesori yang melengkapi penampilan ibu-ibu muda ini adalah produk lokal. Mereka sekaligus ingin menyerukan untuk bersama-sama mendukung dan menggunakan produk buatan negeri sendiri. – Sri Ardhini
14
Jelita
Edisi 909/ 11 - 17 Juli 2016
Tubuh langsing dan sehat adalah idaman para perempuan. Namun, deraan aktivitas dunia kerja serta pola hidup yang serba instan saat ini, sangat tidak menunjang bahkan cenderung membahayakan kesehatan.Padahal untuk memiliki bentuk tubuh langsing dengan berat badan yang ideal, perlu diawali dengan pola hidup yang sehat.
Langsing dengan Cara Alami
M
enerapkan pola hidup sehat, meru pakan salah satu cara menjaga berat badan secara alami.”Pola hidup sehat juga sebagai kunci utama untuk medap atkan tubuh langsing dan sehat alami. Demikian dikatakan Yuliani Sukhana, salah seorang pakar herbal saat ditemui di Bali pemilik Bali Tangi Spa dan Rumah Makan Sehat di kawasan Jalan Tukad Unda Renon ini. Namun, dengan tingkat kesibukan dan padatnya jadwal kerja seringkali menjadikan banyak orang mengabaikan pola hidup sehat. Masih banyak diantara kita yang lebih memilih mengonsumsi makanan serba instan atau cepat saji, karena tidak ingin repot memasak makanan sendiri, meski tahu jika hal ini cenderung kurang sehat. Menurut mantan perawat senior ini, sebenarnya makanan cepat saji, selain tidak sehat, juga sebagai salah satu penyebab utama obesitas. Dengan menghindari mengonsumsi makanan cepat saji ini, sesungguhnya kita sudah melakukan satu langkah untuk menjaga tubuh secara alami Dikatakan oleh Yuliani ada be berapa langkah yang dapat dilakukan untuk melangsingkan badan secara alami. “ Mulailah dengan mengganti nasi putih dengan nasi merah atau kentang dan ubi direbus. Kemudian memper banyak mengonsumsi barley serta gandum. Karena, kandungan serat tinggi pada biji-bijian membantu kita merasa kenyang lebih lama,”paparnya Ibu tiga putra yang saat ini semakin sering menjadi narasumber untuk membuat minuman tradisional loloh ini, juga mengatakan seringkali ketika ditawari berbagai jenis makanan, kita dan ke banyakan orang biasanya akan makan lebih banyak. “ Kaetika dalam sebuah acara yang menyediakan berbagi jenis makanan yang menggoda selera, ke napa tidak kita lebih banyak memilih sayurannya. Begitu juga dalam keseh raian kita, belajar untuk mengganti be berapa jenis hidangan berlemak tinggi dengan sayuran hijau yang juga cukup mengenyangkan,” katanya. “Hal lain yang sering menggiring kita makan segalanya dalam porsi
Yuliani Sukhana
besar adalah ketika mengambil piring makan dengan ukuran yang besar. Hal ini secara tidak sengaja menjadikan kita mengambil makanan lebih banyak. Ada baiknya kita mengambil makanan dengan piring lebih kecil. Dengan begitu kita juga dibantu berpikir jika porsi makanan yang diambil sudah banyak , padahal sebenarnya sudah sangat berkurang,” lanjutnya Yuliani. Selanjutnya bagi perempuan yang bekerja, Yuliani mengingatkan, tidak ada salahnya membawa bekal makanan dari rumah. Selain dapat menghemat penge luaran, kita juga menjadikan hidup lebih sehat dan sudah pasti terjamin Kebersihannya. “Terlalu sering makan di warung atau restoran, me nambah kalori lebih banyak dibanding saat kita makan di rumah, kecuali memang ada yang khusus menye diakan menun makan sehat,” cetusnya mengingatkan MANFAT AIR DAN BUAH Selain makan utama, kata Yuliani mengonsumsi buah-buahan tertentu, seperti apel dapat mencegah terjadinya penambahan berat badan. Cukup satu apel setiap hari, dengan kandungan se rat yang tinggi mudah membuat perut kenyang bahkan pada apel juga ada antioksidannya. Selanjutnya buah alpukat , yang selama ini dianggap bisa membuat ge muk, justru, kandungan lemak tak jenuh tunggal yang terkandung di dalamnya dapat meningkatkan rasa kenyang. Sedangkan buah lain yang cukup baik untuk membantu menjaga tubuh agar
bentuknya terjaga bahkan menjadi langsing diantaranya semangka, pisang, strawberry dan anggur lokal. Yuliani juga menyebutkan infused water yang sempat tren beberapa wak tu lalu, namun perlahan jadi memudar. Padahal air putih yang diberi tambahan buah-buahan untuk memberikan rasa dan manfaat tambahan bagi air tersebut bagus untuk menanggulangi kita yang sering malas minum air putih. “Pada infused water ini, setelah buah dimasuk kan pada air putih ,ada aromanya, menjadikan orang mau lebih sering mengonsumsi air putih,”ujarnya dan menambahkan potongan buah yang bagus digunakan mengisi infused water diantaranya strawbery,kiwi, lemon, je ruk, mangga, nanas, apel atau bluberry serta teh hijau. Menurutnya, berdasarkan beberapa penelitian yang sempat dibacanya, ada isebutkan kalau teh hijau dapat menin gkatkan kemampuan tubuh membakar kalori lebih banyak. “ Selain ada juga loloh kunyit asam. Minuman tradisional warisan asli nenek moyang yang terbuat dari bahan dasar kunyit dan asam ini, memiliki berbagai fungsi kebaikan bagi tubuh kita. Kombinasi kunyit dengan asam dkatakannya akan lebih mem permudah proses metabolisme tubuh, yakni peredaran darah lancar, lemak terbuang, dan oksigen segar mudah mengalir dalam tubuh. Loloh yang pada awalnya hanya berbahan kunyit, gula bali, asam, air dan garam ini akan lebih baik jika dilengkapi dengan daun sirih, daun
piduh atau daun jarak muda untuk me netralkan. Diingatkannya bagi mereka yang memiliki keluhan sakit lambung mengonsumsinya tidak mesti setiap hari atau porsinya dikurangi. Loloh kunyit asam, lanjut Yuliani adalah loloh yang paling banyak dicari. “Campuran manis dan asam yang me nyegarkan tanpa rasa pahit membuat sangat disukai. Loloh kunyit asam selain rasanya segar juga mampu menjaga ba dan agar tetap sehat,menggurangi keg emukan , menjaga keseimbangan berat badan hingga menjadi langsing jika diminum secara teratur. Karena kunyit mengikat lemak tak jenuh,”terangnya Yuliani menekankan kembali, bah wa hal yang perlu ditanamkan dibenak kita ketika ingin menjaga berat badan bahkan melakukan program menu
runkan berat badan agar ideal, adalah bukan semata-mata demi penampilan, namun utamanya untuk kesehatan, dan ketika tubuh menjadi langsing itu adalah bonus yang diperoleh.. Sekarang, kata Yuliani saat kita mengetahui fungsi alami sayur, buah termasuk loloh tidak ada salahnya, kata Yuliani, untuk terus menyampaikannya kepada mereka yang kita sayangi dan orang –orang disekitar kita. Sehingga, mereka tidak akan terjebak pada tubuh yang tidak sehat. “Adalah lebih baik mencegah dari pada mengobati. Memulai sejak dini dan lebih cepat sangat baik. Jangan menundanya lagi dan mulai sekarang juga kembali melangkah untuk hidup lebih sehat dan penampilan menawan, ”ujarnya. – Sri Ardhini
Bugar Bibir yang sehat, ber warna merah natural akan sangat mempengaruhi ke percayaan diri seseorang. Sebagian besar orang saat bertatap muka yang diper hatikan pertama adalah bi birnya. Dari segi kesehat an, bibir juga berperanan sangat penting karena bibir sangat mempengar uhi saat kita makan atau minum, sehingga apa bila ada kelainan pada bibir seperti kering atau pecah-pecah akan sangat mempengaruhi selera kita makan. Demikian dipa parkan dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK. saat ditemui di kliniknya di Renon, Denpasar.
D
tkh/net
osen Ilmu Kese hatan Kulit dan Kelamin Fakul tas Kedokteran Unud/RS Sanglah ini mengata kan, fungsi bibir terutama adalah untuk menghisap, membantu dalam berbicara, menjaga agar makanan tidak tumpah keluar serta berperanan untuk mendukung ekspresi manusia contohnya saat tersenyum. Ia menyebutkan, masalah bibir yang paling sering dijumpai adalah bibir yang kering dan pecah-pecah. Bibir kering dan pecah-pecah um umnya karena alergi atau iritasi, yang lebih dikenal dengan istilah dermatitis kontak alergi atau iritan. Dermatitis kontak artinya radang pada kulit karena bersentuhan dengan sesuatu bahan tertentu. Seringkali orang tidak menyadari bahan apa yang menyebabkannya, kata Owner D&I Skin Centre ini. Namun, bibir kering umumnya disebabkan penggunaan lipstik. Alergi umumnya terjadi lam bat sehingga kadang tidak curiga dengan lipstik yang sudah sering dipakai. Kebiasaan berganti-ganti lipstik kemungkinan meningkatkan resiko alergi. Alergi hanya terjadi pada seseorang tertentu yang pu nya bakat alergi. Umumnya kalau sudah tidak terjadi alergi dengan lipstik lama, sebaiknya jangan berganti-ganti dengan yang lain.
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
11
Hindari Basahi Bibir dengan Ludah
I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK.
Karena kita pun tidak tau apakah pada lipstik yang baru mengandung bahan yang membuat kita alergi, jelasnya. Selain itu, kebiasaan memba sahi bibir dengan ludah juga me nyebabkan bibir menjadi kering. Membasahi bibir dengan ludah bukan merupakan solusi yang baik untuk mengatasi bibir ke ring, sebab kebiasaan membasahi bibir ini malahan yang membuat bibir menjadi bertambah kering, kata dr. Darma. GUNAKAN PELEMBAB BIBIR Ia mengatakan, di da lam air liur terkandung enzim yang biasanya ber guna dalam membantu mencerna makanan. Enzim tersebut yang menimbul kan iritasi ringan sehingga bibir menjadi kering. Bi bir yang terlalu kering akan tampak mengelupas, beberapa orang kadang mempunyai kebiasaan me narik kulit yang mengelu pas sehingga jadi berdarah. Selain itu kondisi tangan yang kadang kurang ber
sih bahkan dapat menyebabkan terjadinya infeksi, kata lelaki yang kini sedang menempuh pendidikan Doktor S-3 Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini. Ia menyarankan, mengatasi bi bir kering dapat dilakukan dengan berbagai cara, pertama mencari penyebabnya misalnya karena alergi lipstik, ganti lipstik yang me nyebabkan alergi. Jika kering kare na kebiasaan menjilat bibir, maka berlatihlah untuk menghentikan kebiasaan itu, sarannya. Kalau keluhan kering dan pecah-pecah ringan, cukup meng gunakan pelembab bibir. Pelem bab bekerja untuk mencegah penguapan, dan melembutkan bibir. Kalau bibir mengelupas dapat dikombinasi dengan salep kortikosteroid atau antiradang. Sebaiknya dikonsultasikan ke dokter untuk pemberian salep kortikosteroid, sebab salep dapat tertelan saat makan, sarannya. Menurutnya, selama tidak ada alergi, kemungkinan lipstik tidak akan menimbulkan masalah. Kalau memang memiliki alergi terhadap salah satu bahan yang terkandung pada lipstik, pemakaian beberapa detik saja sudah dapat merangsang timbulnya reaksi alergi, seperti
kemerahan, gatal. Reaksi ini dapat tetap berlanjut walaupun lipstiknya sudah dibersihkan. Cara meng hapus lipstik, juga tidak ada aturan khusus, intinya pilih bahan yang tidak menimbulkan alergi atau iri tasi. Apabila terjadi luka atau ber darah pada bibir dapat digunakan salep antibiotik atas rekomendasi dokter. Selain itu, agar bibir tidak kering sebaiknya konsumsi air dengan jumlah yang cukup, sebab kurang cairan atau dehidrasi akan menyebabkan bibir kering. Bibir kehitaman merupakan salah satu masalah yang dikeluh kan selain bibir kering. Penyebab bibir kehitaman misalnya karena kandungan nikotin pada rokok,
alergi, dan iritasi yang lama atau berulang-ulang misalnya terjadi alergi terhadap pemakaian lips tik yang tanpa disadari sehingga bibir menjadi kering dan pecah berulang-ulang, lama-lama akan menjadi kehitaman. Untuk men gatasinya, ia memberi tips. Sama dengan mengatasi bibir kering yaitu dengan mencari penyebabnya dan menghindarinya. Selain itu dapat menggunakan krim yang mengan dung bahan yang dapat mengang kat kulit mati di permukaan bibir sehingga, warnanya menjadi lebih cerah. Pelembab bibir juga bisa membantu mengatasi kekeringan dan mengurangi risiko kehitaman, kata dr. Darma. -Wirati Astiti
Bibir kering
12
Kuliner
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Inspirasi Asia I Gusti Bagus Wiriadi
B
ali Zoo, merupakan satu wahana kebun binatang yang sudah sangat terkenal di Bali. Berlokasi di Singapadu, Gianyar, Bali Zoo memiliki restoran dengan konsep alam, salah satunya, Wana Restaurant, Lounge, and Bar. Restoran dua lantai ini, memberikan suasana santai kepada pengunjung. Dengan ornament lebih banyak dari kayu kapal, suasana etnik, kap lampu terbuat dari tanduk rusa, pengunjung bisa bersantai sembari melihat tingkah singa-singa yang sedang beraktivitas. Menu yang disajikan terinspirasi dari makanan Asia. Bersama Executive chef I Gusti Bagus Wiriadi, kali ini akan ditampilkan makanan spesial restoran tersebut. –Wirati Astiti
Ayam Tangkap Bahan: 400 gr : ayam dipotong menjadi 8 50 gr : bawang merah 30 gr : bawang putih 2 cm : kunyit 2 cm : jahe 6 butir : merica 1 biji : sereh 3 biji : lombok merah besar 1 biji : kemiri 3 daun : jeruk Air asam secukupnya Gula merah secukupnya Garam secukupnya
Pelengkap: Bawang putih Daun pandan Daun kunyit Sereh Lombok merah besar Semua bahan dipotong dan digoreng dan ditaruh di atas ayam goreng.
Cara membuat: - Haluskan semua bumbu kecuali daun jeruk, air asam, gula merah, dan garam. - Tumis bumbu tambahkan daun jeruk, masukkan ayam potong. Tambahkan sedikit kaldu, agar tidak kering. - Masak ayam sampai empuk dan bumbu meresap sekitar 25 menit. Angkat dan siap digoreng.
Glutinous Warm
Bahan: 65 gr : tepung ketan 20 gr : tepung terigu 5 gr : tepung apioca Santan hangat secukupnya
Cara membuat isi: - Ketela ungu dikukus, tambahkan gula dan garam. Tumbuk sampai halus dan tercampur rata. Cara membuat bola-bola: - Aduk semua bahan. Lalu uleni dengan santan hangat. Kalau adonan kurang kalis, tambahkan air lagi dan terus diuleni sampai tercampur rata.
ti ikma
Cara penyelesaian: - Masak santan hangat, masukkan pisang, nangka, biji mutiara, dan bola-bola kecil tadi. Sajikan hangat.
Menu Spesial Lebaran H
idangan opor ayam mudah sekali kita jumpai saat hari raya Idul Fitri atau Lebaran, sebagai salah satu pelengkap makan ketupat. Rasanya yang gurih akan berpadu nikmat disandingkan dengan gulai kambing. Bagi yang tak suka berlemak santan, pilihannya bisa juga ketupat dengan kari ayam. Selain di rumah umat Muslim, menu spesial lebaran ini juga disajikan di Quest Hotel, Kuta. Dengan nuansa penuh Lebaran, pernahpernik ketupat dari kertas, dan hiasan dinding bergambarkan masjid,
suasana restoran di Quest Hotel sangat meriah. Sajian istimewa lebaran ini dihidangkan saat tamu sarapan. Libur Lebaran yang cukup lama, membuat hunian di Quest Hotel, Kuta ini lumayan ramai. Itu terlihat dari tamu yang sarapan. Menurut Executive Chef Putu Gde Juliada, mulai pukul 07.00, tamu
sudah memenuhi restoran yang satu lokasi dengan kolam renang ini. Selain turis lokal, baik itu tamu yang merayakan lebaran, turis Tiongkok, ada juga turis asing. Menurut Juliada, menu pilihan gulai kambing dan opor ayam disajikan karena lebaran selalu identik dengan dua menu tersebut. “Turis asing juga tertarik ikut me-
Opor ayam
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah
DISKON 10%
Bahan 2 sdm 1 sdm 2 sdm 2 sdm 1 biji
saus: : jeruk nipis : air : kecap ikan : gula pasir : cabai rawit
Cara membuat: Campur semua bahan, siap digunakan sebagai saus
Kare Udang
Untuk pembelanjaan 100 ribu ke atas.
Coffee Cookie Crumble Frappuccino Indonesian Chicken Curry Rice
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
ti
a Nikm
Chinese Food
Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah
DISKON 10%
Untuk pembelanjaan 100 ribu ke atas.
Berlaku s.d. 1 - 9 Juli 2016
Murah Meriah & Bersih Cumi Saus Tiram
Es Toping Traditional
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698
13
Quest Hotel, Kuta, ingin menikmati menu sarapan, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp 40 ribu. “Cukup hemat dengan aneka hidangan yang disajikan saat sarapan,” kata Juliada. Menurut Juliada, ada stan khusus yang menyajikan makanan spesial yang disesuaikan dengan hari-hari besar, misalnya Imlek, Natal, atau Lebaran. “Itu salah satu daya tarik Quest Hotel Kuta untuk memikat tamu untuk datang menginap. Apalagi, jarak hotel sangat dekat dengan Bandara Ngurah Rai,” ucapnya. –Wirati Astiti
Ketupat
Kaliu Cumi Telur Puyuh
Cafe Mie Santai
Berlaku mulai 1 s.d. 31 Juli 2016
nikmati hidangan spesial lebaran tersebut. Jika tamu lokal ingin rasa pedas, sudah kami sediakan pelengkap sambal, dan dua jenis kerupuk,” kata Juliada. Dari pengamatannya, menu lebaran, ternyata sangat dinikmati. “Dua hari lebaran, menu spesial itu menjadi favorit dan disukai tamu,” ujarnya. Walaupun ia juga menyajikan menu lain, seperti kari ayam, sayur asam, nasi goreng, bubur ayam, dan menu lainnya yang tersedia di meja buffe. Jika tamu yang tidak menginap di
Gulai kambing
Ciri Khas Taiwan
Duck in Galangan Curry
digoreng. - Haluskan semua bahan kecuali daun jeruk. - Tumis bumbu yang dihaluskan masukkan ke dalam panci tambahkan daun jeruk, masak sampai harum. - Masukkan kaldu air, tambahkan gula, garam, dan merica. - Masukkan bebek yang sudah digoreng tadi dan Cara membuat: siap disajikan. - Bebek dibersihkan kemudian
Bahan pelengkap: 200 ml : santan hangat Biji mutiara secukupnya Nangka secukupnya Pisang yang sudah dipotong kecil-kecil
Aneka Mie & Spaghetti
N Hanya di...
Cara membuat: - Campur semua bahan, siram saus. Beri taburan abon.
Bahan: 1 ekor : bebek 2 sdm : ketumbar 1 biji : kemiri 5 biji : cabai rawit 20 gr : laos 4 biji : bawang merah 2 siung : bawang putih 2 biji : sereh 2 lembar : daun jeruk Terasi secukupnya Gula pasir secukupnya Merica dan garam secukupnya
- Adonan dibuat bulatan-bulatan kecil seperti bola. Masukkan adonan isi secukupnya ke dalam bola-bola. - Masukkan bola-bola ke dalam air mendidih sampai mengambang. Angkat dan sisihkan.
Bahan isi: Ketela ungu Gula pasir Garam
Bahan: - Cumi-cumi dipotong memanjang - Buah leci - Ikan tongkol dibuat pindang disuwir-suwir kasar - Bawang putih - Sereh - Daun ketumbar - Daun mint - Abon sebagai taburan
Nuoc Cham
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Sarwan Bahan: 750 gr : udang besar 3 lembar : daun jeruk 3 lembar : daun salam 1 batang : serai memarkan 150 ml : santan 2 sdm : minyak goreng Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 11 buah : cabe merah keriting 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih
½ sdt : terasi bakar 3 butir : kemiri sangria 3 ruas : jari jahe 2 ruas : jari kunyit bakar ½ sdm : ketumbar Cara Membuat: - Kupas udang, sisakan ekor nya, sayat punggungnya dan bersihkan, sisihkan. Tumis bumbu halus sampai harum, tambahkan daun jeruk, daun salam, serai, aduk rata. - Masukkan udang dalam tumisan bumbu, aduk rata hingga udang berubah warna. Masukkan santan, gula, garam, kaldu bubuk, aduk-aduk
hingga mendidih dan bumbu meresap. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Bahan : 500 gr : cumi ukuran sedang, potong bulat, buang tintanya 1 sdm : air jeruk nipis 11 butir : telur puyuh yang sudah matang 3 lembar : daun jeruk purut 1 lembar : daun kunyit 1 batang : serai, memarkan 250 ml : santan kental 1 buah : kaldu blok rasa ayam Gula, garam, minyak secu kupnya Bumbu yang Dihaluskan : 7 buah : cabe kriting merah 4 buah : cabe besar merah 7 buah : cabe rawit 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 1 sdm : ketumbar 4 butir : kemiri sangrai Cara Membuat: - Lumuri potongan cumi dengan
air jeruk nipis. Diamkan selama 10 menit, sisihkan. Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama daun jeruk, daun kunyit dan serai. - Aduk hingga harum lalu masukkan cumi dan telur puyuh. Aduk hingga rata lalu masukkan santan, aduk-aduk hingga mendidih, masukkan gula, kaldu blok dan garam, adukaduk hingga matang dan santan berkurang. Siap disajikan.
12
Kuliner
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Inspirasi Asia I Gusti Bagus Wiriadi
B
ali Zoo, merupakan satu wahana kebun binatang yang sudah sangat terkenal di Bali. Berlokasi di Singapadu, Gianyar, Bali Zoo memiliki restoran dengan konsep alam, salah satunya, Wana Restaurant, Lounge, and Bar. Restoran dua lantai ini, memberikan suasana santai kepada pengunjung. Dengan ornament lebih banyak dari kayu kapal, suasana etnik, kap lampu terbuat dari tanduk rusa, pengunjung bisa bersantai sembari melihat tingkah singa-singa yang sedang beraktivitas. Menu yang disajikan terinspirasi dari makanan Asia. Bersama Executive chef I Gusti Bagus Wiriadi, kali ini akan ditampilkan makanan spesial restoran tersebut. –Wirati Astiti
Ayam Tangkap Bahan: 400 gr : ayam dipotong menjadi 8 50 gr : bawang merah 30 gr : bawang putih 2 cm : kunyit 2 cm : jahe 6 butir : merica 1 biji : sereh 3 biji : lombok merah besar 1 biji : kemiri 3 daun : jeruk Air asam secukupnya Gula merah secukupnya Garam secukupnya
Pelengkap: Bawang putih Daun pandan Daun kunyit Sereh Lombok merah besar Semua bahan dipotong dan digoreng dan ditaruh di atas ayam goreng.
Cara membuat: - Haluskan semua bumbu kecuali daun jeruk, air asam, gula merah, dan garam. - Tumis bumbu tambahkan daun jeruk, masukkan ayam potong. Tambahkan sedikit kaldu, agar tidak kering. - Masak ayam sampai empuk dan bumbu meresap sekitar 25 menit. Angkat dan siap digoreng.
Glutinous Warm
Bahan: 65 gr : tepung ketan 20 gr : tepung terigu 5 gr : tepung apioca Santan hangat secukupnya
Cara membuat isi: - Ketela ungu dikukus, tambahkan gula dan garam. Tumbuk sampai halus dan tercampur rata. Cara membuat bola-bola: - Aduk semua bahan. Lalu uleni dengan santan hangat. Kalau adonan kurang kalis, tambahkan air lagi dan terus diuleni sampai tercampur rata.
ti ikma
Cara penyelesaian: - Masak santan hangat, masukkan pisang, nangka, biji mutiara, dan bola-bola kecil tadi. Sajikan hangat.
Menu Spesial Lebaran H
idangan opor ayam mudah sekali kita jumpai saat hari raya Idul Fitri atau Lebaran, sebagai salah satu pelengkap makan ketupat. Rasanya yang gurih akan berpadu nikmat disandingkan dengan gulai kambing. Bagi yang tak suka berlemak santan, pilihannya bisa juga ketupat dengan kari ayam. Selain di rumah umat Muslim, menu spesial lebaran ini juga disajikan di Quest Hotel, Kuta. Dengan nuansa penuh Lebaran, pernahpernik ketupat dari kertas, dan hiasan dinding bergambarkan masjid,
suasana restoran di Quest Hotel sangat meriah. Sajian istimewa lebaran ini dihidangkan saat tamu sarapan. Libur Lebaran yang cukup lama, membuat hunian di Quest Hotel, Kuta ini lumayan ramai. Itu terlihat dari tamu yang sarapan. Menurut Executive Chef Putu Gde Juliada, mulai pukul 07.00, tamu
sudah memenuhi restoran yang satu lokasi dengan kolam renang ini. Selain turis lokal, baik itu tamu yang merayakan lebaran, turis Tiongkok, ada juga turis asing. Menurut Juliada, menu pilihan gulai kambing dan opor ayam disajikan karena lebaran selalu identik dengan dua menu tersebut. “Turis asing juga tertarik ikut me-
Opor ayam
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah
DISKON 10%
Bahan 2 sdm 1 sdm 2 sdm 2 sdm 1 biji
saus: : jeruk nipis : air : kecap ikan : gula pasir : cabai rawit
Cara membuat: Campur semua bahan, siap digunakan sebagai saus
Kare Udang
Untuk pembelanjaan 100 ribu ke atas.
Coffee Cookie Crumble Frappuccino Indonesian Chicken Curry Rice
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
ti
a Nikm
Chinese Food
Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah
DISKON 10%
Untuk pembelanjaan 100 ribu ke atas.
Berlaku s.d. 1 - 9 Juli 2016
Murah Meriah & Bersih Cumi Saus Tiram
Es Toping Traditional
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698
13
Quest Hotel, Kuta, ingin menikmati menu sarapan, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp 40 ribu. “Cukup hemat dengan aneka hidangan yang disajikan saat sarapan,” kata Juliada. Menurut Juliada, ada stan khusus yang menyajikan makanan spesial yang disesuaikan dengan hari-hari besar, misalnya Imlek, Natal, atau Lebaran. “Itu salah satu daya tarik Quest Hotel Kuta untuk memikat tamu untuk datang menginap. Apalagi, jarak hotel sangat dekat dengan Bandara Ngurah Rai,” ucapnya. –Wirati Astiti
Ketupat
Kaliu Cumi Telur Puyuh
Cafe Mie Santai
Berlaku mulai 1 s.d. 31 Juli 2016
nikmati hidangan spesial lebaran tersebut. Jika tamu lokal ingin rasa pedas, sudah kami sediakan pelengkap sambal, dan dua jenis kerupuk,” kata Juliada. Dari pengamatannya, menu lebaran, ternyata sangat dinikmati. “Dua hari lebaran, menu spesial itu menjadi favorit dan disukai tamu,” ujarnya. Walaupun ia juga menyajikan menu lain, seperti kari ayam, sayur asam, nasi goreng, bubur ayam, dan menu lainnya yang tersedia di meja buffe. Jika tamu yang tidak menginap di
Gulai kambing
Ciri Khas Taiwan
Duck in Galangan Curry
digoreng. - Haluskan semua bahan kecuali daun jeruk. - Tumis bumbu yang dihaluskan masukkan ke dalam panci tambahkan daun jeruk, masak sampai harum. - Masukkan kaldu air, tambahkan gula, garam, dan merica. - Masukkan bebek yang sudah digoreng tadi dan Cara membuat: siap disajikan. - Bebek dibersihkan kemudian
Bahan pelengkap: 200 ml : santan hangat Biji mutiara secukupnya Nangka secukupnya Pisang yang sudah dipotong kecil-kecil
Aneka Mie & Spaghetti
N Hanya di...
Cara membuat: - Campur semua bahan, siram saus. Beri taburan abon.
Bahan: 1 ekor : bebek 2 sdm : ketumbar 1 biji : kemiri 5 biji : cabai rawit 20 gr : laos 4 biji : bawang merah 2 siung : bawang putih 2 biji : sereh 2 lembar : daun jeruk Terasi secukupnya Gula pasir secukupnya Merica dan garam secukupnya
- Adonan dibuat bulatan-bulatan kecil seperti bola. Masukkan adonan isi secukupnya ke dalam bola-bola. - Masukkan bola-bola ke dalam air mendidih sampai mengambang. Angkat dan sisihkan.
Bahan isi: Ketela ungu Gula pasir Garam
Bahan: - Cumi-cumi dipotong memanjang - Buah leci - Ikan tongkol dibuat pindang disuwir-suwir kasar - Bawang putih - Sereh - Daun ketumbar - Daun mint - Abon sebagai taburan
Nuoc Cham
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Sarwan Bahan: 750 gr : udang besar 3 lembar : daun jeruk 3 lembar : daun salam 1 batang : serai memarkan 150 ml : santan 2 sdm : minyak goreng Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 11 buah : cabe merah keriting 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih
½ sdt : terasi bakar 3 butir : kemiri sangria 3 ruas : jari jahe 2 ruas : jari kunyit bakar ½ sdm : ketumbar Cara Membuat: - Kupas udang, sisakan ekor nya, sayat punggungnya dan bersihkan, sisihkan. Tumis bumbu halus sampai harum, tambahkan daun jeruk, daun salam, serai, aduk rata. - Masukkan udang dalam tumisan bumbu, aduk rata hingga udang berubah warna. Masukkan santan, gula, garam, kaldu bubuk, aduk-aduk
hingga mendidih dan bumbu meresap. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Bahan : 500 gr : cumi ukuran sedang, potong bulat, buang tintanya 1 sdm : air jeruk nipis 11 butir : telur puyuh yang sudah matang 3 lembar : daun jeruk purut 1 lembar : daun kunyit 1 batang : serai, memarkan 250 ml : santan kental 1 buah : kaldu blok rasa ayam Gula, garam, minyak secu kupnya Bumbu yang Dihaluskan : 7 buah : cabe kriting merah 4 buah : cabe besar merah 7 buah : cabe rawit 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 1 sdm : ketumbar 4 butir : kemiri sangrai Cara Membuat: - Lumuri potongan cumi dengan
air jeruk nipis. Diamkan selama 10 menit, sisihkan. Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama daun jeruk, daun kunyit dan serai. - Aduk hingga harum lalu masukkan cumi dan telur puyuh. Aduk hingga rata lalu masukkan santan, aduk-aduk hingga mendidih, masukkan gula, kaldu blok dan garam, adukaduk hingga matang dan santan berkurang. Siap disajikan.
14
Jelita
Edisi 909/ 11 - 17 Juli 2016
Tubuh langsing dan sehat adalah idaman para perempuan. Namun, deraan aktivitas dunia kerja serta pola hidup yang serba instan saat ini, sangat tidak menunjang bahkan cenderung membahayakan kesehatan.Padahal untuk memiliki bentuk tubuh langsing dengan berat badan yang ideal, perlu diawali dengan pola hidup yang sehat.
Langsing dengan Cara Alami
M
enerapkan pola hidup sehat, meru pakan salah satu cara menjaga berat badan secara alami.”Pola hidup sehat juga sebagai kunci utama untuk medap atkan tubuh langsing dan sehat alami. Demikian dikatakan Yuliani Sukhana, salah seorang pakar herbal saat ditemui di Bali pemilik Bali Tangi Spa dan Rumah Makan Sehat di kawasan Jalan Tukad Unda Renon ini. Namun, dengan tingkat kesibukan dan padatnya jadwal kerja seringkali menjadikan banyak orang mengabaikan pola hidup sehat. Masih banyak diantara kita yang lebih memilih mengonsumsi makanan serba instan atau cepat saji, karena tidak ingin repot memasak makanan sendiri, meski tahu jika hal ini cenderung kurang sehat. Menurut mantan perawat senior ini, sebenarnya makanan cepat saji, selain tidak sehat, juga sebagai salah satu penyebab utama obesitas. Dengan menghindari mengonsumsi makanan cepat saji ini, sesungguhnya kita sudah melakukan satu langkah untuk menjaga tubuh secara alami Dikatakan oleh Yuliani ada be berapa langkah yang dapat dilakukan untuk melangsingkan badan secara alami. “ Mulailah dengan mengganti nasi putih dengan nasi merah atau kentang dan ubi direbus. Kemudian memper banyak mengonsumsi barley serta gandum. Karena, kandungan serat tinggi pada biji-bijian membantu kita merasa kenyang lebih lama,”paparnya Ibu tiga putra yang saat ini semakin sering menjadi narasumber untuk membuat minuman tradisional loloh ini, juga mengatakan seringkali ketika ditawari berbagai jenis makanan, kita dan ke banyakan orang biasanya akan makan lebih banyak. “ Kaetika dalam sebuah acara yang menyediakan berbagi jenis makanan yang menggoda selera, ke napa tidak kita lebih banyak memilih sayurannya. Begitu juga dalam keseh raian kita, belajar untuk mengganti be berapa jenis hidangan berlemak tinggi dengan sayuran hijau yang juga cukup mengenyangkan,” katanya. “Hal lain yang sering menggiring kita makan segalanya dalam porsi
Yuliani Sukhana
besar adalah ketika mengambil piring makan dengan ukuran yang besar. Hal ini secara tidak sengaja menjadikan kita mengambil makanan lebih banyak. Ada baiknya kita mengambil makanan dengan piring lebih kecil. Dengan begitu kita juga dibantu berpikir jika porsi makanan yang diambil sudah banyak , padahal sebenarnya sudah sangat berkurang,” lanjutnya Yuliani. Selanjutnya bagi perempuan yang bekerja, Yuliani mengingatkan, tidak ada salahnya membawa bekal makanan dari rumah. Selain dapat menghemat penge luaran, kita juga menjadikan hidup lebih sehat dan sudah pasti terjamin Kebersihannya. “Terlalu sering makan di warung atau restoran, me nambah kalori lebih banyak dibanding saat kita makan di rumah, kecuali memang ada yang khusus menye diakan menun makan sehat,” cetusnya mengingatkan MANFAT AIR DAN BUAH Selain makan utama, kata Yuliani mengonsumsi buah-buahan tertentu, seperti apel dapat mencegah terjadinya penambahan berat badan. Cukup satu apel setiap hari, dengan kandungan se rat yang tinggi mudah membuat perut kenyang bahkan pada apel juga ada antioksidannya. Selanjutnya buah alpukat , yang selama ini dianggap bisa membuat ge muk, justru, kandungan lemak tak jenuh tunggal yang terkandung di dalamnya dapat meningkatkan rasa kenyang. Sedangkan buah lain yang cukup baik untuk membantu menjaga tubuh agar
bentuknya terjaga bahkan menjadi langsing diantaranya semangka, pisang, strawberry dan anggur lokal. Yuliani juga menyebutkan infused water yang sempat tren beberapa wak tu lalu, namun perlahan jadi memudar. Padahal air putih yang diberi tambahan buah-buahan untuk memberikan rasa dan manfaat tambahan bagi air tersebut bagus untuk menanggulangi kita yang sering malas minum air putih. “Pada infused water ini, setelah buah dimasuk kan pada air putih ,ada aromanya, menjadikan orang mau lebih sering mengonsumsi air putih,”ujarnya dan menambahkan potongan buah yang bagus digunakan mengisi infused water diantaranya strawbery,kiwi, lemon, je ruk, mangga, nanas, apel atau bluberry serta teh hijau. Menurutnya, berdasarkan beberapa penelitian yang sempat dibacanya, ada isebutkan kalau teh hijau dapat menin gkatkan kemampuan tubuh membakar kalori lebih banyak. “ Selain ada juga loloh kunyit asam. Minuman tradisional warisan asli nenek moyang yang terbuat dari bahan dasar kunyit dan asam ini, memiliki berbagai fungsi kebaikan bagi tubuh kita. Kombinasi kunyit dengan asam dkatakannya akan lebih mem permudah proses metabolisme tubuh, yakni peredaran darah lancar, lemak terbuang, dan oksigen segar mudah mengalir dalam tubuh. Loloh yang pada awalnya hanya berbahan kunyit, gula bali, asam, air dan garam ini akan lebih baik jika dilengkapi dengan daun sirih, daun
piduh atau daun jarak muda untuk me netralkan. Diingatkannya bagi mereka yang memiliki keluhan sakit lambung mengonsumsinya tidak mesti setiap hari atau porsinya dikurangi. Loloh kunyit asam, lanjut Yuliani adalah loloh yang paling banyak dicari. “Campuran manis dan asam yang me nyegarkan tanpa rasa pahit membuat sangat disukai. Loloh kunyit asam selain rasanya segar juga mampu menjaga ba dan agar tetap sehat,menggurangi keg emukan , menjaga keseimbangan berat badan hingga menjadi langsing jika diminum secara teratur. Karena kunyit mengikat lemak tak jenuh,”terangnya Yuliani menekankan kembali, bah wa hal yang perlu ditanamkan dibenak kita ketika ingin menjaga berat badan bahkan melakukan program menu
runkan berat badan agar ideal, adalah bukan semata-mata demi penampilan, namun utamanya untuk kesehatan, dan ketika tubuh menjadi langsing itu adalah bonus yang diperoleh.. Sekarang, kata Yuliani saat kita mengetahui fungsi alami sayur, buah termasuk loloh tidak ada salahnya, kata Yuliani, untuk terus menyampaikannya kepada mereka yang kita sayangi dan orang –orang disekitar kita. Sehingga, mereka tidak akan terjebak pada tubuh yang tidak sehat. “Adalah lebih baik mencegah dari pada mengobati. Memulai sejak dini dan lebih cepat sangat baik. Jangan menundanya lagi dan mulai sekarang juga kembali melangkah untuk hidup lebih sehat dan penampilan menawan, ”ujarnya. – Sri Ardhini
Bugar Bibir yang sehat, ber warna merah natural akan sangat mempengaruhi ke percayaan diri seseorang. Sebagian besar orang saat bertatap muka yang diper hatikan pertama adalah bi birnya. Dari segi kesehat an, bibir juga berperanan sangat penting karena bibir sangat mempengar uhi saat kita makan atau minum, sehingga apa bila ada kelainan pada bibir seperti kering atau pecah-pecah akan sangat mempengaruhi selera kita makan. Demikian dipa parkan dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK. saat ditemui di kliniknya di Renon, Denpasar.
D
tkh/net
osen Ilmu Kese hatan Kulit dan Kelamin Fakul tas Kedokteran Unud/RS Sanglah ini mengata kan, fungsi bibir terutama adalah untuk menghisap, membantu dalam berbicara, menjaga agar makanan tidak tumpah keluar serta berperanan untuk mendukung ekspresi manusia contohnya saat tersenyum. Ia menyebutkan, masalah bibir yang paling sering dijumpai adalah bibir yang kering dan pecah-pecah. Bibir kering dan pecah-pecah um umnya karena alergi atau iritasi, yang lebih dikenal dengan istilah dermatitis kontak alergi atau iritan. Dermatitis kontak artinya radang pada kulit karena bersentuhan dengan sesuatu bahan tertentu. Seringkali orang tidak menyadari bahan apa yang menyebabkannya, kata Owner D&I Skin Centre ini. Namun, bibir kering umumnya disebabkan penggunaan lipstik. Alergi umumnya terjadi lam bat sehingga kadang tidak curiga dengan lipstik yang sudah sering dipakai. Kebiasaan berganti-ganti lipstik kemungkinan meningkatkan resiko alergi. Alergi hanya terjadi pada seseorang tertentu yang pu nya bakat alergi. Umumnya kalau sudah tidak terjadi alergi dengan lipstik lama, sebaiknya jangan berganti-ganti dengan yang lain.
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
11
Hindari Basahi Bibir dengan Ludah
I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK.
Karena kita pun tidak tau apakah pada lipstik yang baru mengandung bahan yang membuat kita alergi, jelasnya. Selain itu, kebiasaan memba sahi bibir dengan ludah juga me nyebabkan bibir menjadi kering. Membasahi bibir dengan ludah bukan merupakan solusi yang baik untuk mengatasi bibir ke ring, sebab kebiasaan membasahi bibir ini malahan yang membuat bibir menjadi bertambah kering, kata dr. Darma. GUNAKAN PELEMBAB BIBIR Ia mengatakan, di da lam air liur terkandung enzim yang biasanya ber guna dalam membantu mencerna makanan. Enzim tersebut yang menimbul kan iritasi ringan sehingga bibir menjadi kering. Bi bir yang terlalu kering akan tampak mengelupas, beberapa orang kadang mempunyai kebiasaan me narik kulit yang mengelu pas sehingga jadi berdarah. Selain itu kondisi tangan yang kadang kurang ber
sih bahkan dapat menyebabkan terjadinya infeksi, kata lelaki yang kini sedang menempuh pendidikan Doktor S-3 Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini. Ia menyarankan, mengatasi bi bir kering dapat dilakukan dengan berbagai cara, pertama mencari penyebabnya misalnya karena alergi lipstik, ganti lipstik yang me nyebabkan alergi. Jika kering kare na kebiasaan menjilat bibir, maka berlatihlah untuk menghentikan kebiasaan itu, sarannya. Kalau keluhan kering dan pecah-pecah ringan, cukup meng gunakan pelembab bibir. Pelem bab bekerja untuk mencegah penguapan, dan melembutkan bibir. Kalau bibir mengelupas dapat dikombinasi dengan salep kortikosteroid atau antiradang. Sebaiknya dikonsultasikan ke dokter untuk pemberian salep kortikosteroid, sebab salep dapat tertelan saat makan, sarannya. Menurutnya, selama tidak ada alergi, kemungkinan lipstik tidak akan menimbulkan masalah. Kalau memang memiliki alergi terhadap salah satu bahan yang terkandung pada lipstik, pemakaian beberapa detik saja sudah dapat merangsang timbulnya reaksi alergi, seperti
kemerahan, gatal. Reaksi ini dapat tetap berlanjut walaupun lipstiknya sudah dibersihkan. Cara meng hapus lipstik, juga tidak ada aturan khusus, intinya pilih bahan yang tidak menimbulkan alergi atau iri tasi. Apabila terjadi luka atau ber darah pada bibir dapat digunakan salep antibiotik atas rekomendasi dokter. Selain itu, agar bibir tidak kering sebaiknya konsumsi air dengan jumlah yang cukup, sebab kurang cairan atau dehidrasi akan menyebabkan bibir kering. Bibir kehitaman merupakan salah satu masalah yang dikeluh kan selain bibir kering. Penyebab bibir kehitaman misalnya karena kandungan nikotin pada rokok,
alergi, dan iritasi yang lama atau berulang-ulang misalnya terjadi alergi terhadap pemakaian lips tik yang tanpa disadari sehingga bibir menjadi kering dan pecah berulang-ulang, lama-lama akan menjadi kehitaman. Untuk men gatasinya, ia memberi tips. Sama dengan mengatasi bibir kering yaitu dengan mencari penyebabnya dan menghindarinya. Selain itu dapat menggunakan krim yang mengan dung bahan yang dapat mengang kat kulit mati di permukaan bibir sehingga, warnanya menjadi lebih cerah. Pelembab bibir juga bisa membantu mengatasi kekeringan dan mengurangi risiko kehitaman, kata dr. Darma. -Wirati Astiti
Bibir kering
10
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Tertawalah Nonton Topeng Bondres Anda galau atau stres? Jangan dibiarkan berlarut. Coba hibur diri dengan menonton pertunjukan topeng bondres. Pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 ini, masyarakat Bali disuguhkan topeng bondres oleh pebondres utusan kabupaten/kota. Gelak tawa para penonton yang memenuhi Panggung Ayodia, Taman Budaya Bali, sambung-menyambung mewarnai pertunjukan topeng komikal itu.
D
uta Kabupaten Gianyar yang tampil pada kesempatan pertama hadir dengan lima pebondres. Dibingkai dengan lakon babad tentang Kerajaan Samprangan, banyolan-banyolan segar nan menggelitik, mengundang tawa penonton. Diawali dengan sajian topeng pangelembar yaitu topeng ajum dan topeng monyer. Bila topeng ajum tampil kocak dengan ulah tangkas, topeng monyer hadir manis dengan polah lucu menggemaskan. Dua penasar (Punta dan Wijil) kemudian mengawali prolog kisahnya. Mulailah kemudian bermunculan satu persatu karakterkarakter bondresnya. Ada bondres kakek pikun, bondres gigi tongggos, bondres pendeta gaul dan seterusnya, merangkai cerita dengan dominasi lawakan. Struktur dramatik atau pola penyajian yang hampir sama juga digulirkan topeng bondres Denpasar dan Badung, yang berhasil memanen tawa penonton. Belakangan, topeng bondres mendapatkan tempat tersendiri di tengah masyarakat Bali. Seni lawak menggunakan topeng khas Bali ini merupakan sempalan dari dramatari topeng yang lazim dipersembahkan dalam ritual keagamaan. Bondres adalah sebutan tokoh-tokoh rakyat jelata. Karakter-karakternya ditampilkan sebagai representasi masyarakat kelas bawah. Topeng yang digunakan adalah tapel berkarater
lucu yang melebih-lebihkan cacat wajah seperti topeng berbibir sumbing, topeng bermulut lebar, topeng wanita hidung pesek, dan distorsi wajah yang karikatural lainnya.
Tokoh-tokoh bondres sejatinya bukan hanya mengacu pada dramatari topeng. Karakter ini juga dapat dijumpai dalam dramatari calonarang, barong, dan wayang kulit. Dalam calonarang, misalnya, tokoh-tokoh ini hadir pada adegan banjar-banjaran ketika lakon menggambarkan suasana genting akibat teror ilmu hitam Ni Calonarang. Sedangkan pada wayang kulit, tokoh-tokoh ini dapat disimak pada Wayang Tantri dalang I Wayan Wija, dan belakangan apa yang dikenal masyarakat Bali dengan figur Cenk dan Eblong pada Wayang Cengblonk dalang Wayan Nardayana. Pemunculan tokoh-tokoh bondres dalam seni pertunjukan Bali itu adalah semacam tokohtokoh lepas yang diposisikan untuk porsi banyolan. Hingga sekarang belum jelas dari mana etimologi istilah bondres tersebut. Namun ada semacam kesepakatan di kalangan seniman dan di tengah masyarakat bahwa yang dimaksud bondres adalah penggambaran tokoh rakyat dalam seni pertunjukan
Bali, yang secara spesifik dijumpai dalam dramatari topeng. Lalu, ketika kini topeng bondres menjadi seni pentas tersendiri, berkembang kemudian apa yang disebut babondresan. Kembangan bondres ini, tidak hanya pentas lawak menggunakan tapel (topeng), juga mengacu pada pentas komedi topeng polesan wajah yang dibuat dari yang berkarakter sederhana hingga wajah yang cacat ekstrem. Babondresan model yang terakhir kini sedang laris manis diundang pentas dalam segala kesempatan, dari tampil dalam pementasan calonarang hingga membanyol dalam resepsi perkawinan. MENU HUMOR Topeng bondres yang mandiri dan menjadi sumber inspirasi munculnya bentuk-bentuk bandondresan, mulai menguak pada tahun 1980-an. Tapi sebelumnya, pada tahun 1970-an, walau belum disebut topeng bondres, figur bondres sudah diperkenalkan oleh grup Topeng Carangsari, Badung. Tokoh topeng wanita yang dibawakan oleh I Gusti Putu Windya sempat masyur di seantero Bali. Melaui karakternya yang alay, topeng bondres
Kreasi
Style
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
15
Keren dengan Produk Lokal
Mix and match busana untuk wanita tak ada matinya, malah semakin kreatif. Kini, semakin banyak pilihan padu padan yang bisa dilakukan.
S
wanita ini, penampilannya selalu ditunggu-tunggu penonton. Tahun 1990-an, penonton tidak perlu lagi menunggu munculnya tokoh-tokoh bondres. Perkembangan selera masyarakat yang cenderung instant, menggiring bondres menjadi seni pertunjukan tanpa perlu bertele-tele berpanjang cerita namun khusus menyuguhkan menu humoristik. Kendati demikian, topeng bondres masih kental dengan identitas estetika seni pertunjukan tradisional Bali. Para pebondres itu tampil dengan busana sasaputan dramatari topeng. Unsur tari Bali masih diketengahkan. Olah vokal tembang tetap mewarnai. Pun pengiringnya menggunakan gamelan Bali. Menyaksikan topeng bondres, penonton tidak hanya dapat melepas tawa namun juga menikmati nilai-nilai seni dan bercengkrama dengan warisan budaya. Eksistensi topeng bondres adalah sebuah sumbangsih seni budaya yang patut diapresiasi di tengah beragamnya gempuran budaya pop yang sering membungkam ekspresi budaya lokal. Lawak, banyolan, humor adalah katup pelepas bahkan terapi di tengah kehidupkan nan menindih masyarakat global. Topeng bondres telah memerankan dirinya memaknai secara enteng dan menghibur sejumlah persoalan kehidupan, apakah itu himpitan ekonomi, ketertekanan budaya, dan carut marut jagat politik. Melalui pementasan topeng bondres, kompleksitas persoalan itu dikemas menjadi dagelan instropektif bagi penonton. Setidaknya bertawa ria menonton topeng bondres dapat melupakan beban hidup, sejenak. -Kadek Suartaya
Hingga sekarang belum jelas dari mana etimologi istilah bondres tersebut. Namun ada semacam kesepakatan di kalangan seniman dan di tengah masyarakat bahwa yang dimaksud bondres adalah penggambaran tokoh rakyat dalam seni pertunjukan Bali, yang secara spesifik dijumpai dalam dramatari topeng.
eperti model rok yang sedang. panjang bahkan kain atau kamen yang dibentuk berbagai gaya. Semuanya tergolong fleksibel sehingga mudah dikreasikan dengan atasan model apa pun. Mulai dari blus berpotongan longgar, baggy sampai yang bersiluet kebaya. Dengan pilihan padu padan yang simpel dan tidak ribet termasuk aksesorinya seperti model fashion on the street hasil jepretan Tokoh di arena PKB pekan lalu, tetap keren dan kece untuk dikenakan. Padanan
yang dikenakan para anggota ASBEST Kota Denpasar ini bisa dijadikan inspirasi untuk melakukan mix and match terhadap koleksi pakaian Anda yang menumpuk di lemari tanpa harus menambahkan lagi. Sementara untuk pilihan warna yang tergolong full color’ ini dipilih demi memberikan nuansa yang segar, aktif dan dan penuh semangat. Menariknya lagi, busana dan aksesori yang melengkapi penampilan ibu-ibu muda ini adalah produk lokal. Mereka sekaligus ingin menyerukan untuk bersama-sama mendukung dan menggunakan produk buatan negeri sendiri. – Sri Ardhini
16
T
Pelesir
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
dan ketenangan. Cocok untuk mer eka yang super sibuk. Di Hua Hin, salah satunya. Di Provinsi bagian selatan Thailand ini terdapat Swiss Sheep Farm. Di tempat seluas lima hektare ini, me nawarkan banyak atraksi. Ada naik kuda dan memberi makan domba. Semuanya terkemas dengan apik dan menyenangkan tentunya. Selain wisata yang berbau pertanian, Hua Hin juga punya atraksi ala Eropa, Santorini Park dan The Vanezia Tak hanya wisata buatan, wisata spriritual; Wat Tham Khao Luang dan Wat Huay Mongkol juga patut dikunjungi. Keduanya memberi kan vibrasi spiritual yang sangat kuat dan berbeda. Ada juga wisata kuliner. Cicada Night Market tempatnya. Di areal dua kali lapangan sepak bola ini ada ra tusan pedagang maka nan dan minuman. Me nariknya, tidak ada yang menjual produk yang sama. Semuanya punya kekhasan. Dan pastinya semuanya enak. Pas dengan selera Indone sia, apalagi Bali. Kalau di Indonesia Rombongan di Bandara Suvarnabhumi dikenal dengan hikayat
Foto bersama rombongan Farm Trip Thai Airways dan TAT
1001 Makanan di Cicada Market Menyebut Thailand, banyak yang terbayang Pattaya. Banyak yang terbayang shopping di mall. Namun tak sedikit pula yang terbayang makanan enak. Ketiganya menjadi kegemaran turis Indo nesia. Thailand tak hanya punya Pattaya dan puluhan mall yang menawarkan harga khusus. Negeri gajah putih itu juga punya Hua Hin. Kawasan di selatan ini menawarkan sisi lain Thailand. War tawan Bali Post selama dua hari berkunjung di kawasan yang banyak objek spiritual. Kunjungan ini kerjasama dengan Thai Airways dan Tourism Authority of Thailand (TAT). 1001 malam. Di Cicada Market ada 1001 makanan. Setiap pedagang hanya menjual satu produk. Mereka fokus pada satu makanan saja. Mereka mengemasnya dengan sangat apik dan higienis. Tidak ada satu pun makanan yang tersentuh tangan. Semunya memakai plastik dan capit. Sangat bersih. Sampah juga tidak ada. Sebab tempat makanan disedikan secara khusus dan luas. Lokasinya ada tiga blok. Meja panjang dan kursi dibuat berderet. Untuk kelu arga juga bisa. Semuanya diatur secara baik dan profesional. Komang Ayu Ratnadi, ASS. Direc tor Sunari Bali mengakui, Hua Hin me nawarkan konsep wisata yang berbeda.
Buah Serba Besar Thailand menawarkan banyak tempat wisata. Semuanya terkemas secara apik. Wisata kuliner dan pasar buah, juga dijadikan unggulan. Bang Khun Thien seafood dan pasar Or Tor Kor. Keduanya merupakan sorga bagi yang suka makan dan buah buahan. Dua-duanya menjanjikan kenikmatan. Bang Khuntien misalnya. Tem patnya bersebelahan dengan pantai. Menunya aneka makanan laut. Kepi ting goreng, udang goreng dengan aseman rumput laut menjadi menu pembuka yang diunggulkan. Se muanya menggugah selera. Suasana alam dan tempat makan terapung di tengah tambak juga menjadikan tem pat ini terkesan eksotis. Perpaduan yang sangat pas. Demikian juga di pusat pasar buah di Bangkok. Namanya Or Tor Kor. Semuanya serba besar. Pasar ini merupakan sinergi antarpetani dan pedagang. Semua produk lokal. Bahkan buah sentul (Bali) pun dijual di sini. Bedanya de ngan di Bali, sentul di Bangkok sangat besar. Di Bali buah sentul sebesar bola tenis. Di Bangkok empat kali nya. Sangat besar untuk ukuran sen tul. Demikian pula mangga, durian
dan duku juga besar. Sementara jeruk Bali dan nenas ukurannya relatif sama. Bahkan nenas ukurannya jauh lebih kecil. Tapi rasanya sangat manis. Tak hanya alam, Hua Hin juga mengemas objek wisata buatan. San torini Park dan The Venesia. Kedua nya memberi suasana nyaman. Banyak per mainan air dan kereta putar. Ada pula rumah hantu. Selain permain an, banyak toko yang memberi diskon hingga 70 persen. Namun yang paling mengesankan adalah konsep taman yang dikembangkan Santo rini Park. Jalan setapak selebar empat meter sangat nyaman. Lantai bercorak batu den gan warna hitam putih menjadikan suasana romantis. Di beberapa sudut diisi kursi pan jang atau meja budar yang dikelilingi empat kursi. Tanaman kem bang kertas setinggi dua meter juga menjadi
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Dalam menyukseskan program pemerintah untuk mewujudkan Buleleng bebas sampah plastik, banyak elemen masyarakat yang menaruh rasa kepedulian. Mulai dari kalangan remaja, masyarakat umum, bahkan lembaga pendidikan. Salah satunya adalah mahasiswa-mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Bersama seorang dosen pengampu mata kuliah konsep dasar IPA, praktikum IPA, dan Pendidikan Dasar SD, I Gede Margun ayasa, S.Pd., M.Pd., juga sangat mendukung program yang dicanangkan pemerintah untuk menjadikan Buleleng bebas sampah plastik.
Museum lilin Madame Tussauds
hailand tak hanya punya pantai. Mereka juga punya kuil bagi mereka yang penyuka wisata spiritual. Untuk segmen anak muda Thailand punya Santorini Park, The Venezia, museum lilin Madame Tussauds serta Dinosaur Planet. De mikian pula wisata pertanian juga ada. Semuanya akan memberi inspirasi
Dara
penghias jalan yang berkelok. Tempat belanja suvenir, Plearn Wan juga tak bisa dilewatkan begitu saja. Lokasinya masih di Hua Hin. Hanya ada satu pintu masuk ke pasar mainan anak-anak. Kebanyakan bua tan tangan (hand made). -Wirata
Patung Buddha tidur
Cicada market jadi maskot Hua Hin. Selain wisata kuliner, wisata anak muda seperti Santorini Park dan The Vanezia juga merupakan keunggulannya. Hal serupa juga disampaikan Ni Nyoman Oka Sukartini. Direktur Bali Cemerlang Tour ini mengatakan, Hua Hin merupakan tempat bagi mereka yang sudah jenuh dengan suasana pantai. Berbagai objek wisata spiritual ada di sini. Arena permainan yang ditawarkan ala Eropa juga menambah daya tarik Hua Hin. Apalagi bagi mere ka yang mengajak anak-anak. Sementara itu Barbara Maria Jo hanna Purwa, Sles & Marketing KCBJ Tours & Travel, menilai, Provinsi Hua Hin menawarkan banyak hal yang sa ngat berbeda dengan Bangkok. Cicada Market adalah maskotnya. Ini sungguh luar biasa. Penataan pedagang, maka nan yang ditawarkan, serta harga yang terjangkau sangat menjanjikan. Ni Nyoman Tripitasih, Marketing
Director Awi Tour juga sependapat, Hua Hin menawarkan sesuatu yang berbeda. Hua Hin merupakan tempat yang tak boleh dilewatkan apabila ke Thailand. Sebab objek yang ditawar kan sangat beragam dan beda dengan Bangkok. Penilaian yang hampir sama juga disampaikan Alfert. General Mana ger Bali Duta Travel itu mengakui, Thailand identik dengan wisata yang murah. Harga yang ditawarkan juga murah. Apalagi makanannya. Sangat pas dengan lidah Indonesia. Hua Hin sangat cocok untuk paket keluarga atau mereka yang beragama Buddha. Selain banyak objek yang punya kaitan dengan agama Buddha juga di tempat itu disediakan sarana sem bayang. Harganya sangat terjangkau. Hanya dengan 20 bath atau Rp 8.000, pengunjung sudah mendapat sarana upacara lengkap dengan dupa atau lilin. -Wirata
Thai Airways Tawarkan Kemewahan Eksklusif dan ramah, kesan pertama yang dimunculkan Thay Airways. Pesawat dengan teknolo gi terbaru, interior yang mewah serta awak kabin yang ramah, merupakan ciri khas maskapai negeri Gajah Putih tersebut. Penerbangan yang tepat wak tu, bagasi sampai 30 kg, juga menjadi keunggulan Thai Airways. Keung gulan lainnya adalah varian makanan yang beragam dan jenis minuman yang banyak pilihan. Intan Jayantari, Senior Sales Representative Thay Airways di Bali mengatakan, maskapai negeri gajah putih itu melintasi langit Bali setiap hari sekali. Selain Bali, penerbangan juga lewat Jakarta. Seminggu ada 10 kali penerbangan. Pesawatnya yang lebar dengan teknologi terbaru menyebabkan penerbangan selama empat jam sepuluh menit itu tak membuat bosan. Apalagi layar yang ada di depan tempat duduk mem berikan banyak pilihan yang memajakan mata dan telinga. Pada remote yang berada di depan kursi, penumpang bisa menyalakan lampu baca atau memanggil awak kabin. Kenyamanan yang sama juga ditawarkan Thai Airways sebelum Anda berangkat ke negeri yang dikenal karena kelezatan buah-buahanya. Harga promo selalu ditawarkan dengan harga yang terjangkau -Wirata
A
ksi nyata yang dilakukan Margunayasa bersama mahasiswanya adalah mengumpulkan botol minuman plastik bekas. Dibalik pen gumpulan sampah tersebut, ternyata ada misi besar yang sedang diwujudkan olehnya. Misi tersebut diwujudkan da lam sebuah perahu nelayan yang terbuat dari botol plastik bekas. “Sebenarnya ini merupakan usaha untuk meningkatkan nilai guna dari sampah tersebut. Selain itu ini juga merupakan usaha untuk menyelamatkan lingkungan kampus dari bahaya sampah plastik,” jelasnya. Menurutnya banyak orang yang men ganggap sampah adalah permasalahan yang sepele, namun mereka tidak sadar bahwa sampah dapat menimbulkan permasalahan yang besar. Maka dari itu, pria kelahiran 2 April 1985 ini beri nisiatif menciptakan produk yang tepat guna dan ramah lingkungan. Ide membuat sebuah perahu dari botol plastik memang sudah ada sejak tahun 2009, tetapi produk tersebut baru diketahui oleh masyarakat umum sejak diikutkan dalam beberapa event yang diadakan oleh pemerintah. “Sudah lama kami buat hanya karena memang tidak dipublikasikan. Nah kebetulan waktu ini ada festival seperti Buleleng Education Expo dan Twin Lake Festival, karya kami baru diketahui publik,” ungkap pria yang saat ini menjabat
9
Perahu dari Botol Plastik Bekas sebagai Lektor di jurusan PGSD Un botol-botol plastik bekas. Dalam diksha tersebut. Ia juga mengungkapkan merakitnya dibutuhkan waktu sekitar bahwa produk yang pernah dibuat lima hari dengan dikerjakan oleh 10 tidak hanya perahu melainkan sesuai orang mahasiswa. dengan tema pendidikan, produk Pria yang tinggal di Desa Panji yang dihasilkan juga berhubungan erat Anom itu juga mengatakan bahwa dengan pembelajaran. “Saat BEE, kami daya tampung dari perahu botol sempat tampilkan robot yang dibuat plastik tersebut adalah 3 orang. Ia dari botol plastik ini digunakan sebagai juga menambahkan, perahu dari media pembelajaran. Di sekolah dasar botol plastik tersebut sudah per kan ada pelajaran seni budaya jadi ini nah diujicobakan di eks pelabuhan akan sangat bermanfaat sebagai media,” Buleleng. Berdasarkan dari uji coba imbuhnya. tersebut ditemukan kendala bahwa Dosen pencetus karya unik terse perahu tersebut be but mengatakan lum mampu mela awal mula dirinya wan arus yang ada di bersama para ma laut sehingga perlu hasiswa semester dilakukan evaluasi. IV PGSD Undiksha “Kalau digunakan Singaraja merancang di laut karena te perahu ‘Botol Plas kanan yang besar tik Bekas’ dilandasi maka keseimbangan Perahu plastik keinginan mulia un antara kiri dan ka tuk membantu para nan kurang baik,” kan bagi nelayan di dekat danau,” berpikir kritis, berkreativitas, dan nelayan. “Kami lihat jelasnya. Maka dari tandasnya. melatih pemecahan masalah. masyarakat di sekitar itu, perahu dari Selain untuk menyelamatkan ling Ketua Jurusan PGSD Dr. Desak danau kalau mancing botol plastik terse kungan, pembuatan perahu tersebut Putu Parmiti, M.S., sangat mendukung butuh perahu, kalau but akan sangat juga bertujuan untuk mengembang dan selalu berkoordinasi bersama ma beli perahu mungkin baik jika digunakan kan pembelajaran yang langsung hasiswa dan dosen pembimbing dalam harganya tidak ter di danau. menyentuh kepada penyelesaian pembuatan perahu dari botol plastik jangkau,” paparnya. Ke depan dalam masalah di masyarakat melalui sebuah bekas tersebut. “Kami juga ingin me Intinya, Margunayasa event selanjutnya ia proyek atau produk. Pembelajaran nampilkan produk-produk yang ter ingin mencipatakan bersama mahasiswa . berbasis proyek menurutnya mem buat dari barang bekas yang tentunya I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd sebuah peralatan yang akan mencoba mem berikan peluang kepada peserta membantu program dari pemerintah,” bisa menggantikan perahu dari yang buat perahu yang memiliki ukuran didik atau mahasiswa untuk ikut ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa harganya mahal. lebih besar. Namun ketika disinggung berpartisipasi mengatasi masalah di pembuatan produk tersebut sangat masalah penjualan produk, pihaknya lapangan, mengaplikasikan konsep kreatif karena mampu memanfaat mengatakan sebagai lembaga pen COCOK DI DANAU kepada produk nyata, dan memberi kan barang-barang bekas menjadi Dalam pembuatan perahu ‘Botol didikan tidak ingin menjual atau ber kan peluang kepada mahasiswa untuk teknologi tepat guna. -Wiwin Plastik Bekas’ tersebut, para ma bisnis dengan hasiswa Semester IV PGSD Undik p r o d u k y a n g Salon sha Singaraja harus mengumpulkan t e l a h d i b u a t . setidaknya 800 botol plastik bekas “Tidak di jual, minuman yang teksturnya agak keras. tetapi dalam tri Kemudian, mereka menggunakan tri d h a r m a p e r plek yang cukup tebal sebagai dasar gu r u a n ti n ggi perahu. Untuk dapat menopang dan y a n g k e t i g a mengapung, botol-botol plastik be tentang peng kas tersebut selanjutnya diikat kuat abdian kepada Jln. Sedap Malam Jln. Wijaya Kusuma dengan tali plastik. Sedangkan untuk m a s y a r a k a t , No. 79 A, Denpasar membuat perahu ‘Botol Plastik Be akan kami coba No.39 Denpasar Jln. Suli No. 151 buat lebih ban kas’ seimbang, ditambahkan katir di HP 08133900 3366, Tlp. 0812 3636 0808 Tlp. 085 237 028570 sisi kanan dan kiri perahu. Di bawah yak dan akan 0851 0349 6464 katir tersebut kembali diisi rakitan kami sumbang
Susah Ereksi, Istri Kecewa dr. Oka Negara, FIAS
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
“Dok, saya memiliki keluhan yaitu penis saya sekarang susah mengalami ereksi, walaupun sudah mendapat rangsangan dari istri. Ini membuat istri menjadi kecewa karena saya tidak mampu memuaskannya. Bagaimana solusinya, dok? (Budi, 37 thn) Yang dimaksud ini kemungkinan besar ada lah kegagalan ereksi atau disfungsi ereksi, walau harusnya diagnosisnya mesti dipastikan lagi dengan sebuah konsultasi yang lebih cermat. Disfungsi ereksi adalah kondisi saat laki-laki tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang optimal untuk mencapai kepuasan seksual dalam hubungan seksual. Sebelum memastikan penyebabnya, yang juga perlu dicari tahu adalah seberapa berat kemungkinan derajat disfungsi ereksinya. Ada sebuah cara sederhana mengukur kekerasan ereksi penis yang disebut tes Erection Hardness Score (EHS). EHS ini mengelompokkan keke rasan ereksi dalam empat skala. Coba disimak keempat skala tersebut sekalian membanding kan dengan kondisi ereksi masing-masing: Skala 1: Saat ereksi, penis membesar namun tidak mengeras, kalau diraba atau dipencet terasa lembek, bisa dianalogikan serupa lembeknya tape singkong. Disfungsi ereksi dalam skala ini termasuk disfungsi ereksi derajat berat.
Skala 2: Penis terasa keras namun tidak cukup keras untuk penetrasi dalam hubungan seksual, kalau diraba atau dipencet terasa seperti pisang yang sudah dibuka kulit buahnya. Disfungsi Ereksi skala ini terbilang moderat, penis membesar namun tidak cu kup keras. Skala 3: Penis cukup keras untuk pen etrasi namun benar-benar keras, teraba seperti sosis. Walaupun masih bisa melakukan hubungan seks, ereksi yang dirasakan tetap tidak optimal. Sering kali disfungsi ereksi di skala ringan ini tidak disadari laki-laki. Skala 4: Saat ereksi, penis keras selu ruhnya dan tegang sepenuhnya, seperti buah ketimun. Ereksi terasa optimal dan saat penetrasi akan terasa maksimal sehingga hubungan seksual terasa memuaskan. Laki-laki dengan EHS skala 4 tentu saja dapat lebih menikmati hubungan seksual dan lebih merasa puas. Pasangan seksual pun merasakan kepuasan saat berhubungan sek sual. Selanjutnya memiliki dampak kualitas hidup lebih baik dan lebih memiliki pola pikir positif dalam hidupnya. Juga merasakan lebih optimis dengan hubungannya bersama pasangan, memiliki kestabilan dan keimbangan hidup serta memiliki keyakinan untuk maju dan berhasil dalam hidup. Yang perlu diperhatikan juga adalah bahwa tidak hanya laki-laki yang menginginkan ereksi lebih optimal. Perem puan pasangannya juga ingin meningkatkan kepuasan seksual, dengan ereksi suami yang lebih optimal. Perlu sekali memperhatikan apa saja penyebab gangguan seksual yang memung kinkan menjadi penyebab atau pemicunya.
Mulai dari problem psikis seperti: 1) Stres, bisa karena pekerjaan, kemacetan lalu lintas atau problem lain. Bila ternyata pasangan sendiri juga ikut menambah ketegangan, ini akan memperburuk komunikasi seksual. 2) Tidak percaya diri, misalnya pasangan lebih kaya, berpenghasilan lebih besar, atau selalu memandang rendah si laki-laki. Atau justru karena pernyataan-pernyataan yang merendahkan seperti mempermasalahkan ukuran penis yang kecil dan sebagainya. 3) Perselingkuhan, yang mungkin terjadi atau sekadar perkiraan saja akan memengaruhi komunikasi dan hubungan seksual di anta ra kedua pasangan. Sedangkan beberapa penyebab fisik yang dapat mengakibatkan disfungsi seksual dan ikut berkontribusi membuat ereksi tidak optimal antara lain : 1) Kelelahan, yang bisa menyebabkan aliran darah terganggu, 2) Penyakit, misalnya ken cing manis dan kolesterol tinggi, 3) Merokok, di mana nikotin yang terserap oleh darah akan dapat menyebabkan gangguan pembu luh darah, penyumbatan pembuluh darah, termasuk penyumbatan pembuluh darah dalam penis. Juga obatan-obatan tertentu seperti obat tekanan darah tinggi golongan tertentu, juga obat penenang tertentu, yang jika dikonsumsi cukup lama dapat menyebab kan disfungsi ereksi. Demikian pula kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol dan makanan yang mengandung kolesterol tinggi dapat menyumbat pembuluh darah. Jika sudah mulai mengalami gangguan ereksi, prinsip utamanya sebenarnya adalah semakin awal dikonsultasikan dan dicari pe nyebabnya maka akan menjadi semakin lebih
cepat sembuh. Jangan mencoba mengguna kan obat yang tidak jelas atau malah praktikpraktik berbahaya seperti menyuntikkan penis dengan bahan-bahan tertentu misalnya. Biasanya jika yang terjadi hanyalah disfungsi ereksi, tanpa komplikasi yang lain, saat ini sudah dapat dibantu dengan penggunaan obat pembantu ereksi golongan PDE5 Inhibitor yang diminum sebelum berhubungan sek sual atau ada juga yang diminum setiap hari dalam dosis lebih kecil. Tapi jika ini juga belum bisa dibantu, ada cara lainnya mulai dari injeksi, pompa hingga tindakan pembedahan. Tentu saja dipastikan lagi nanti jika ada masalah psikis, perlu dibantu dengan memulihkan masalah psikisnya dulu. Pola hidup yang lebih sehat, termasuk mengkonsumsi makanan yang sehat, cukup olah raga, cukup istirahat dan menghindari stress juga harus dilakukan. Berhati-hati mengonsumsi obat semba rangan dengan dosis tidak terukur, misalnya mengkonsumsi obat yang banyak dikenal den gan “obat kuat” di masyarakat, yang tidak jelas kandungannya, termasuk jika disebutkan bila kandungannya adalah herbal atau jamu. Nah, satu lagi yang terpenting adalah apakah obat yang digunakan itu benar-benar punya efek, punya manfaat atau malah sering kali obat itu bukan obat asli, bahkan oplosan, dicampur dengan ba han kimia yang berbahaya. Sekali lagi, segeralah melakukan konsultasi yang benar. Untuk dipasti kan gangguan fungsi seksual apa yang sebenarnya yang dialami, apa penyebabnya, apa obat yang sesuai dan bagaimana kemungkinan keberhasilan pengobatan. Sebaiknya memang tidak dibiarkan lebih lama lagi agar tidak menimbulkan akibat lebih buruk, termasuk buat pasangan.
8
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Bunda & Ananda
Orangtua adalah
Griya
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Yang Unik dan Antik dari Barang Bekas
Arsitek Otak Anak
Parenting adalah kegiatan merawat anak dari bayi hingga mereka dewasa, artinya bagaimana orangtua membesarkan mereka sampai mereka bisa merawat dirinya sendiri. Sebagai orangtua, tentu perlu memahami berbagai permasalahan yang mereka hadapi dan bagaimana cara penanganannya, mengerti bagaimana menstimulasi mereka agar tumbuh kembangnya dapat berlangsung dengan optimal.
Ny. Bintang Puspayoga dan Ny. Selly D. Mantra bersama kedua narasumber
“P
endidikan anak bukan hanya tanggung jawab orangtua semata, namun 33 % tanggung jawab orangtua, 33 % tanggung jawab guru dan 33 % tanggung jawab lingkungan. Maka sangat diperlukan mengenalkan konsep parenting yang baik. Mengingat pula kondisi dan semakin banyaknya permasalahan anak-anak saat ini,” ungkap Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam “Seminar Pembentukan Karakter Bangsa melalui Keluarga”, di Graha Sewaka Dharma, Denpasar. Seminar ini merupakan kerjasama Dhama Wanita Persatuan (DWP) Kementrian Koperasi dan UKM dengan Pemerintah Kota Denpasar. Acara dihadiri juga Penasihat DWP Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra serta Pengurus DWP Kota Denpasar dan anggota, Pengurus PKK dan anggota, IGTK Kota Denpasar, serta organisasi wanita yang ada di Kota Denpasar. Ny. Bintang Puspayoya, Penasihat DWP Kementrian Koperasi dan UKM, Menyampaikan, seminar parenting berbasis pendidikan karakter ini, merupakan program unggulan dari Program Advokasi Parenting Duta Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Cinta Kabinet Kerja, yang dilaksanakan oleh DWP untuk membantu program pemerintah terkait revolusi mental. Ia menegaskan diperlukan pendidikan karakter yang kuat untuk mendukung pembangunan bangsa, terutama memajukan SDM Indonesia. “Ketika ingin ingin mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera hal ini semua dimulainya dari adanya kerjasama yang solid dari pasangan suami istri dalam pola asuh yang baik,” ujarnya. Ia berharap peserta yang hadir adalah leader yang bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik. Kegiatan ini akan dilanjutkan pada 3–5 Agustus
2016 dengan target seribu peserta di ISI Denpasar. Dalam seminar ini, Ratna Megawangi Sofyan Djalil tampil dengan materi “Mencetak Generasi Muda Abda 21 dan Pengasuhan Ramah Otak”. Ia menyinggung kekeliruan yang dilakukan dalam dunia parenting selama ini turut menyumbang rendahnya kualitas SDM bangsa. Padahal ’masa emas’ anak sangat bergantung pada peran pendidikan dan pengasuhan orangtua. Untuk itu perlu dilakukan edukasi dan penyadaran memperbaiki pola pengasuhan dalam keluarga. “Saat ini sering kita temui orangtua yang belum memahami cara pengasuhan anak dengan baik sehingga timbul masalah kejiwaan dan perilaku negatif anak di kemudian hari akibat proses pengasuhan yang keliru. Seperti, pengalaman masa kecil, bahkan sejak bayi terhadap kesehatan jiwa, mental dan fisik anak yang dapat terbawa hingga usia dewasa. Otak anak seperti spons menyerap contoh baik/ buruk,” jelasnya. Pola asuh yang ramah otak, merupakan semua aktivitas orangtua dengan anak yang dapat meningkatkan proses kelekatan emosi. Secara garis besar, pola asuh yang ramah otak tercermin dari lingkungan pengasuhan yang dapat memberikan rasa aman, nyaman dan cinta kasih, baik dengan mencium, memeluk, mengelus, melakukan kontak mata dan senyuman. Emosi negatif memberikan racun Kortisol dan Adrenalin, mengaktifkan batang otak, racun bagi otak (membunuh sel-sel otak memori) sedangkan emosi positif memberikan Tonik, Endorfin, Serotonin dan Dopamin yang berguna untuk memperkaya pertumbuhan Neokorteks. Akibat pola asuh yang tidak ramah otak, kata Ratna akan berakibat dengan
berkurangnya hormon cinta sehingga anak bisa menjadi pembohong. Ini juga disebabkan karena anak selalu dimarahi sejak kecil apabila melakukan kesalahan, sehingga anak menjadi takut kepada orangtuanya dan pada akhirnya ia memilih lebih baik berkelit atau berbohong saat melakukan kesalahan. Ia juga menegaskan orangtua adalah arsitek otak anak. GENERASI “MERISAUKAN” Narasumber kedua, Wahyu Farahdian menyajikan materi “ Bahaya Video Game, Kekerasan, dan Pornografi”. Ia menggambarkan bahwa pembelajaran yang diperoleh anak melalui permainan video game ataupun game online tidak hanya sekadar anak menekan tombol atau joystick,namun si anak belajar serta menyerap semua isi dari permainan, apakah itu yang
positif maupun negatif. “Beberapa tanda-tanda anak yang kecanduan, diantaranya mereka biasanya bermain lebih dari 2 jam setiap hari, menjadi marah jika waktu bermainnya dibatasi. Bahkan anak akan menghindari masalah dengan bermain game. Mereka yang rentan kecanduan adalah generasi yang “merisaukan”, yakni anak yang dalam kondisi merana, minder, kurang kasih sayang, galau serta kurangnya kelekatan,” ungkapnya. Langkah yang dapat dilakukan untuk penanganan bagi anak yang kecanduan adalah dengan melakukan perbaikan terhadap komunikasi yang selama ini dilakukan dengan anak. Peranan orangtua juga sangat penting untuk menghindari anak menjadi pecandu game, yaitu dengan tidak memperkenalkan game sejak awal, terutama anak anak usia dibawah 8 tahun.
Berikan game positif edukatif sebagai alternatif, gunakan disiplin waktu yang ketat, dan kenali jenis permainan game. Terkait pornografi anak-anak saat ini memang bisa dengan mudah dapat melihat dan mengakses melalui berbagai media seperti buku cerita, film untuk remaja dan anak, serial TV dan video klip. Beberapa data disampaikan, pada tahun 2013 dari YKBH tercatat 95 % siswa kelas 4-6 SD di Jakarta pernah melihat konten pornografi. Data dari BKKBN di tahun yang sama mengatakan hampir setengah (41,8 %) dari anak usia 14-19 tahun pernah melakukan hubungan seks bebas. Untuk penanganan agar tidak kecanduan pornografi, menurut Wahyu adalah orangtua perlu memberikan kasih sayang yang sebesar besarnya selain melakukan pengawasan dan dengan komunikasi yang positif dengan anak. –Sri Ardhini
Barang-barang bekas yang berusia tua, kini banyak dicari untuk difungsikan lagi. Meski harganya relatif lebih mahal dari barang baru, namun barang-barang tua ini memiliki penggemar tertentu. Jika kita menyisir sepanjang jalan di kawasan Krobokan, Denpasar, banyak toko memajang kerajinan-kerajinan yang cukup menarik mata kita untuk melihatnya. Salah satunya lampu hias unik di yang dipajang toko Jingga Art di Jalan Tangkuban Perahu, Krobokan, Denpasar.
B
arang-barang bekas yang mungkin oleh orang awan akan dibuang begitu saja, di tangan pemilik toko, disulap menjadi lampu hias unik yang bernilai seni tinggi. Mesin jahit, stang sepeda ontel, dan lampu dokar, menjadi item-item yang dipakai dalam membuat lampu hias unik yang dipatok dengan harga Rp 2,5 juta ini. Desain lampu hias unik lainnya adalah terbuat dari kayu kapal sebagai kaki lampu. Yang dipakai adalah cadiknya atau kayu pada dua sisi kapal yang berfungsi sebagai penyeimbang. Kayu cadik kapal ini dikolaborasikan dengan drum bekas untuk rumah lampunya. Desainernya pun tak berusaha mengecat kembali kayu atau pun
drumnya. Semuanya benar-benar ditampilkan sesuai kondisi aslinya. Karena justru hal inilah yang memberikan nilai lebih pada lampu hias tersebut. “Kalau yang ini harganya Rp 1,5 juta,” ujar Gede Kantun, penjaga toko sembari menunjuk deratan lampu hias dari kayu cadik kapal yang dipajang menghadap ke jalan besar ini. Ia mengatakan, lampu hias unik yang antik tersebut tak hanya diminati tamu bule, orang lokal pun banyak yang membelinya. Ada juga tamu yang membawa desain sendiri. Selain lampu hasil kreasi tersebut, toko ini juga memajang lampu-lampu petromax yang banyak dipasok dari Lombok dan Sumbawa. Sementara untuk jenisjenis barang kayu lama, didatangkan dari Jawa. –Inten Indrawati
Lampu hias unik yang terbuat dari mesin jahit bekas, stang sepeda ontel dan lampu dokar merupakan salah satu kreasi unik dari barang bekas yang banyak diminati konsumen
Mendongeng Lima Menit
ANGSA TUA DI KOLAM YANG INDAH
Sungguh indah kolam itu! Di airnya yang jernih bermekaran bunga-bunga teratai. Angsa-angsa bermain kejar-kejaran dengan ceria. Kadang-kadang mereka berlomba terMade Taro bang mengitari pinggir kolam, lalu bertengger di pohon-pohon mawar. Seekor angsa tua termenung di pinggir kolam. Ia hanya memandang cucu-cucunya bersembursemburan air. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara di belakangnya. “Selamat pagi, Angsa Tua! Bolehkah aku menemaniku?” “Selamat pagi, sahabatku Celepuk!” jawab Angsa Tua. Celepuk adalah panggilan temannya si burung hantu yang tinggal jauh dari kolam itu. Ia sering berkunjung ke kolam yang indah itu. “Tak ada yang seindah kolammu,” kata Celepuk. “Apabila kamu tidak keberatan, bolehkah aku menginap beberapa hari di sini?” Angsa Tua menyambutnya dengan senang hati. Ia tidak lagi merasa kesepian dan harus termenung memikirkan masa tua di pinggir kolam. Mereka berdua asyik ngobrol tentang alam dan kehidupan di daerah lain. Terutama tentang daerah tempat tinggal si Celepuk. Burung hantu itu tinggal di hutan lebat di lereng gunung yang tinggi. Dari lereng itu hewan-hewan bisa melihat pemandangan indah di bawahnya. Sayang obrolan yang menyenangkan itu harus berakhir. Si Celepuk harus pulang kembali menemui
keluarganya. “Datanglah sekali-sekali ke rumahku, Angsa Tua!” kata burung hantu itu sambil mengepakkan sayapnya. Tinggallah si Angsa Tua sendirian. Ia termenung lagi. Ia teringat riwayatnya yang lampau, dan menyadari bahwa ajalnya akan tiba. Ketika ia merindukan si Celepuk, tiba-tiba ia berkeinginan untuk berkunjung ke rumah sahabatnya itu. “Cucuku!” kata Angsa Tua di depan cucu-cucunya. “Sebelum ajalku tiba, aku ingin menikmati alam di hutan tempat tinggal si Celepuk.” Demikianlah, setelah mendapat persetujuan dari cucu-cucunya, angsa lanjut usia itu terbang menuju rumah si Celepuk. Lama benar ia mencari-cari rumah itu. Lereng gunung yang tinggi itu ditumbuhi pohon-pohon besar dan lebat. Setelah bertanya kiri-kanan, akhirnya ia sampai di pohon tempat tinggal si Celepuk. “Celepuk!” serunya. “Aku sahabatmu, Angsa Tua. Di mana kau?” “Di sini di dalam liang. Masuklah setelah matahari tenggelam! Siang hari aku tidak dapat melihat siapa pun.” Dalam keadaan payah Angsa Tua terpaksa beristirahat di pangkal pohon besar itu. Ia menunggu matahari tenggelam. Ia ingin secepatnya melihat alam sekeliling melalui rumah liang si Celepuk. Tiba-tiba dari semak-semak muncul seorang pemburu bersenjata. Melihat seekor angsa sedang termenung di pangkal pohon, pemburu itu secepatnya menarik pelatuk. Dor! Angsa Tua mati seketika. Mendengar nasib kakeknya yang menyedihkan itu, sang cucu menangis sambil berucap, “Kematian tidak mengenal waktu.” (India)
17
Lampu petromax yang kini kembali digemari sebagai lampu hias
Lampu hias dari kayu cadik kapal bekas
Jendela kuno yang juga banyak diminati konsumen
18
Life
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Tradisi Unik Desa Julah Desa Julah yang berada di Kabupaten Buleleng, Bali Utara, merupakan salah satu desa yang tertua di Bali. Desa yang terletak di kecamatan Tejakula ini memiliki beragam keunikan dan wrisan budaya yang hingga saat ini masih dipertahankan oleh masyarakatnya. Di antaranya, Pura Desa yang berumur ribuan tahun, rumah orang Julah yang masih menerapkan konsep bangunan orang Bali asli (Bali Aga) dan beberapa keyakinan yang masih dipercayai hingga sekarang.
M
enurut Perbekel Desa Julah, Ketut Kanistanaya, arsitektur bangunan rumah masyarakat desa Julah masih sangat tradisonal bahkan antara rumah yang satu dengan yang lain
akan nampak sama pada bagian depan yaitu pada angkul-angkulnya. Keseragaman itulah yang membuat desa Julah tertata rapi dan sedap dipandang. Kanistanaya juga mengungkapkan selain bangunan yang masih kuno, terdapat juga Pura Desa yang belum pernah direnovasi sekali pun. Hal tersebut dikarenakan dibangun dengan batu-batuan khusus. Begitu pula dalam hal bangunan rumah, hampir sebagian besar penduduk desa Julah tidak merombak bangunan rumah karena aturan adat yang tidak membiarkan hal itu terjadi. Menurut pria yang berasal dari Banjar Kanginan ini, selain memiliki keunikan dari segi arsitektur, Julah juga mempunyai keunikan terhadap kepercayaan yang dimiliki. “Saya yakin semua orang memiliki kepercayaan tetapi masyarakat di sini akan membawa kepercayaan tersebut ke dalam kenyataan,” jelasnya. Setiap
Ga ra m Teja k u la Tenaga Kerja Lokal, Pasar Global Potensi laut yang dimiliki oleh unsur kimianya pasti akan ikut terudesa Tejakula membuat sebagian rai pada waktu penjemuran, tetapi masyarakatnya memiliki peker- kalau menggunakan palungan dari jaan sebagai petani, utamanya pohon kelapa maka kandungan air petani garam. Kecamadalam agar akan terserap,” tan Tejakula memang paparnya. Selian itu, dikenal sebagai pengkeunikan lain yang hasil garam dengan dimiliki adalah rasa metode yang masih garamnya yang tidak tradisonal di Buleleng. terlalu asin. “Pada Hal tersebut karena saat penjemuran dalam proses pemdengan palungan itu buatannya merupaunsur garam yang palkan kombinasi antara ing tinggi akan turun,” air laut murni dan imbuhnya. tanah khas Tejakula Pria yang akrab disyang kaya dengan apa Widnyana ini juga mineral. Keunikan mengatakan garam yang tersebutlah yang dihasilkan oleh petani membuat seorang sudah mengandung yoMade Widny ana pengusaha Made dium secara alami. “Saya Widnyana berniat untuk mengang- sudah cek di laboratoriun di BPOM, kat derajat garam Tejakula. maka dari itu kami tidak mau menMenurutnya garam Tejakula jual garam yang tercampur yodium yang dibuat langsung oleh petani karena akan berpengaruh terhadap diproses dengan cara organik. rasa,” ujarnya. Ia juga tidak me“Prosesnya masih alami karena di nyangkal jika daerah lain seperti sini buatnya menggunakan tanah Kusamba memang memiliki potensi yang kaya akan mineral dan itu penghasil garam, hanya saja dalam yang paling penting,” jelasnya. membuat menggunakan media yang Hal lain yang membedakan garam berbeda. “Kalau di Kusamba media Tejakula dengan garam lain adalah menggunakan pasir, kemudian waktu dalam proses penjemuran. Jika penjemuran juga menggunakan garam lain menggunakan plastik palungan tetapi sudah dilapisi dengan sebagai alas untuk menjemur plastik,” ungkapnya. maka garam Tejakula menggunakan Segala kelebihan itulah yang palungan sebagai alat untuk menje- membuat manager PT Yst Neo Logis mur. “Kalau menggunakan plastik Surabaya tersebut membuat garam
orang yang membuat dosa atau melakukan kesalahan, jika ia menyadari dengan tulus dan mengakui kesalahan tersebut maka ia akan sembuh dari segala penyakitnya. “Pengakuan itu tidak untuk orang lain tetapi terhadap diri sendiri saja. Percaya atau tidak itu tergantung orang yang sudah mengalami, kalau pernah sakit pasti akan percaya,” imbuhnya. Hal itu merupakan sesuatu yang sangat unik namun tidak dapat dilihat akan tetapi dapat dirasakan oleh masing-masing individu. Secara adat istiadat, Julah juga memiliki keunikan tersendiri. Sebesar apapun upacara keagamaan yang digelar di pura, akan dibatalkan jika terhalang oleh kematian. “Ini merupakan aturan yang tidak tertulis namun semua orang sangat percaya akan hal itu,” ungkapnya. Pria kelahiran 12 Maret 1969 tersebut juga mengatakan tradisi yang sudah asli Tejakula menjadi garam piramid yang siap diekspor ke mancanegara. Menurutnya, kualitas garam yang dihasilkan oleh petani memang sudah sangat baik akan tetapi perlu dilakukan inovasi agar garam laut Bali tersebut bisa diterima di pasar internasional. Dalam pembuatan garam piramid hanya dibutuhkan air bersih dan garam dari petani kemudian dijemur dibawah terik matahari selama tiga hari. “Garam yang dihasilkan sangat bergantung dengan kualitas garam semula. Garam yang dihasilkan akan dikelompokkan menjadi empat jenis,” imbuhnya. Garam yang dijemur akan berkualitas baik jika tumbuh atau berbentuk piramid. Bentuk piramid juga dikelompokkan menjadi dua, ada yang mempunyai ukuran besar dengan harga yang paling mahal yaitu 5 ribu rupiah per pcs, sedangkan garam piramid dengan ukuran kecil akan dijual dengan harga 260 ribu rupiah per kilo. Kualitas garam kedua disebut snow salt, dice salt, dan super Tejakula salt yang dijual dengan harga yang berbeda. Hal yang paling menentukan kualitas garam adalah faktor cuaca. “Cuaca harus benarbenar terik kalau dalam tiga hari ada hujan atau mendung maka bentuk
yang dibuat kecil-kecil,” ujarnya. Masyarakat yang ingin tinggal ke luar maka harus membuat suatu upacara yang cukup besar. Selain itu, dalam prosesi perkawinan, sangat dianjurkan masyarakat desa Julah menikah dengan masyarakat setempat. “Bukan tidak dibolehkan, hanya saja kalau mengambil (menikahi) dari luar desa harus melakukan upacara dari lahir lagi,” ujarnya. Pria yang baru enam bulan menjabat sebagai perbekel ini mengatakan ke depan ia berencana untuk menata desa Julah sehingga mampu menjadi desa wisata yang berkontribusi terhadap pemasukan desa. “Selama ini hanya sebatas kunjungan dari wisatawan, belum ada pemasukan apa-apa. Ke deturun-menurun dilakukan tidak pan saya sudah mulai merenovasi pernah berubah dan tidak ada yang kantor kepala desa untuk dijadiberani mengubah. “Di sini aturannya kan tempat penerimaan tamu,” memang sangat kental dengan ni- terangnya. Ia juga menjelaskan desa yang sebagain besar penskala kalau hanya manusia duduknya sebagai petani yang membuat pasti tersebut akan ditata sudah banyak yang sehingga mampu menberubah, kalau di jadi desa wisata budaya sini tidak mengikuti dan mampu mendapat aturan maka akan kepercayaan kembali sakit,” paparnya. dari pemerintah. “Dulu Desa yang supernah mendapat bandah ada sebelum tuan dari pemerintah abad VIII ini juga namun karena yang memiliki aturan bagi dulu menyalahgunakan masyarakat yang berkepercayaan akhirnya niat tinggal ke luar sampai sekarang bedari desa Julah. “Sekalum ada bantuan lagi,” rang penduduknya tandasnya. Ia sangat makin padat sedangberharap dapat mem kan lahan makin semaya stan Kani t Ketu bangun kembali desa Julah dan pit, maka dari itu dalam satu pekarangan akan dihuni beber- menjalin kembali kerjasama dengan apa kepala keluarga dengan rumah pemerintah terkait. -Wiwin
Proses penjemuran garam menjadi garam piramid
piramid yang diinginkan akan tidak sempurna,” ujarnya. Ia juga menuturkan garam yang dihasilkan sudah mampu diekspor ke Jepang, Hongkong, Amerika Serikat, dan Australia, sedangkan untuk lokal garam piramid sudah dijual ke Kuta, Denpasar, dan Jakarta. Dalam proses produksi Widnyana mengatakan sesuai dengan permintaan dari pem-
Garam yang sudah dijemur selama 3 hari
beli. Selain untuk makanan, garam laut Bali ini juga digunakan untuk spa dan scrub. “Fungsinya sama seperti kita mandi dengan air laut karena ini kaya akan mineral tetapi sudah melalui proses,” tambahnya. Khusus garam piramid digunakan secara langsung dalam makanan. Meskipun harga penjualan garam piramid terbilang mahal akan tetapi pembelian langsung dari petani hanya berkisar antara 5 ribu hingga 10 ribu rupiah per kg. Menurutnya hal tersebut dikarenakan jumlah garam asli petani dan garam yang sudah melalui proses jumlahnya akan jauh mengalami penyusutan. “Banyak terjadi penyusutan, dari penjemuran, sortir, dan juga packing. Apalagi garam yang kami beli dari petani masih mengandung banyak air dan itu akan sangat berpengaruh terhadap harga,” terangnya. Akan tetapi ia sangat yakin dengan adanya usaha yang dilakukan sangat membantu pendapatan petani garam di daerah tersebut. Selain itu, ia juga meyakini usaha yang dilakoni mampu menyerap tenaga kerja lokal utamanya yang berasal dari desa Tejakula. -Wiwin
Story
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
7
Dulu Libur Kerja Sekarang Libur di Rumah
Hari Raya Idul Fitri 1437 H yang baru lalu adalah hari yang paling membahagiakan bagi Fatmah. Sejak persiapan untuk melaksanakan Salat Idul Fitri, ia tampak ceria dan wajahnya memancarkan kebahagiaan yang cerah. Fatmah (40) tampak bersemangat saat menyiapkan perlengkapan salatnya juga untuk suami dan anaknya. Di hari yang fitri itu, ia seperti terlahir kembali setelah 15 tahun menjalani hidup yang disebutnya ‘bagai di neraka’ bersama suaminya. Momentum hari raya tahun ini benar-benar memberikan makna yang luar biasa baginya.
S
ejak menikah dengan suaminya 15 tahun yang lalu, Fatmah mengaku sama sekali tidak pernah menikmati masa indah hidup berumah tangga. “Hanya satu bulan dari awal pernikahan kami saja yang saya rasakan kebahagiaan itu ada. Lalu setelahnya hingga setahun yang lalu, di usia 14 tahun pernikahan kami saya merasa hidup bagai di neraka,” ungkap Fatmah. Sikap dan prilaku suaminya selama 14 tahun itu nyaris tidak ada yang bisa membuatnya bahagia. Hari-hari yang dilalui Fatmah memang tidak ada pertengkaran–pertengkaran yang hebat. Tidak pula suaminya menyakitinya secara fisik. “Namun sakit psikis akibat sikapnya yang membuat saya bahkan hampir menceraikannya,” ujarnya. Setiap hari selama 14 tahun itu, suami Fatmah hanya sibuk dengan pekerjaannya. Dari pagi sampai malam ia hanya menghabiskan waktu di kantor. Ia memiliki usaha bengkel dan pencucian mobil di pinggiran Kota Mataram yang sangat ramai pelanggan. Tidak ada sedikitpun perhatian yang didapatkan oleh Fatmah sebagai seorang istri begitu pula dengan dua orang anak mereka. Suaminya sangat cuek dan seperti tidak peduli. Sepulang dari kantor ia lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah bersama kawan-kawannya ketimbang pulang ke rumah berkumpul dengan keluarganya. Karenanya ia menjadi sangat jarang bertemu dengan anak-anaknya. Pulang ke rumah anak-anaknya telah tidur. Ini membuat hubungannya dengan anak-anaknya tidak dekat. Meski tidak peduli, diakui Fatmah suaminya itu tidak pernah absen menafkahi mereka. Namun bagi Fatmah sejumlah uang nafkah itu bukanlah hal utama yang diinginkannya dari suaminya melainkan ia mengharapkan perhatian dan kasih sayang lebih-lebih untuk kedua anak mereka yang akhirnya lebih dekat dengan pamanpamannya ketimbang dengan ayahnya sendiri. “Dipikir uang bisa menyelesaikan semua persoalan,” kata Fatmah tentang suaminya. Menghadapi kondisi rumah tangga seperti ini, bukannya ia tidak pernah mencoba memperbaikinya melainkan ia telah
berupaya keras untuk bicara baik-baik pada suaminya. Namun semua sia-sia. “Berkali-kali teguran Allah padanya tidak pernah diindahkannya. Saya capek menghadapinya,” ungkap Fatmah. Hingga suatu hari Fatmah hampir menceraikannya. Dari sanalah Fatmah mengetahui bahwa suaminya itu sangat mencintainya. Karena begitu mengetahui Fatmah ingin bercerai, ia memohon-mohon agar Fatmah mengurungkan niatnya. “Sikapnya sempat berubah baik namun tidak lama kemudian kembali seperti biasanya,” kata Fatmah. RAJIN SALAT Dengan sabar Fatmah terus berkomunikasi dengan suaminya untuk membuat rumah tangga mereka menjadi nyaman dan normal seperti rumah tangga orang lain. Berkali-kali Fatmah mencoba cara keras untuk membuat suaminya sadar bahkan kapok tidak juga berhasil baik. Sampai ia nyaris putus asa. “Saya hanya bisa berdoa dan terus memikirkan untuk mencari jalan keluar agar suami saya bisa menjadi suami dan ayah yang sesungguhnya buat saya dan anak-anak kami,” katanya. Sampai akhirnya setahun yang lalu, hidayah Allah SWT menaungi keluarga mereka. Beberapa peristiwa kemudian membalik seluruh keadaan suaminya dengan begitu drastis. Peristiwa-peristiwa kematian mendadak yang terjadi di sekitarnya, baik tetangga maupun kawan-kawan mereka rupanya membuat suami Fatmah menyadari bahwa hidup itu sewaktuwaktu bisa berakhir dan di mana pun bisa berhenti. Cerita-cerita seputar kematian mendadak orang-orang yang mereka kenal tanpa melewati masa sakit itu rupanya mendorong kesadaran suaminya untuk berubah. Fatmah melihat celah perubahan pada diri suminya kemudian semakin mendorongnya untuk terus berubah. “Saya kaget ketika tiba-tiba suami saya menjadi sangat rajin salat,” ungkapnya terharu. Bahkan tiap waktu salat tiba, Fatmah sering kehilangan suamin-
ya yang rupanya selalu melaksanakan salat wajib lima waktunya di mushala atau masjid sekitar lingkungan mereka tinggal. Sebelum adzan subuh ia telah berkemas berangkat ke masjid/mushala. Padahal sebelumnya ia tidak pernah salat dan tidak pernah bangun pagi. Alangkah bersyukurnya Fatmah atas anugerah yang diterimanya itu. Selain
menjadi sangat rajin beribadah, suaminya juga makin banyak di rumah. “Kalau dulu Sabtu dan Minggu pun ia selalu bekerja tetapi sekarang Sabtu dan Minggu apalagi hari libur selalu ada di rumah,” ungkapnya. Tidak itu saja, ia menjadi sangat perhatian pada anak-anaknya yang kini semakin dekat dengan dirinya. Ia juga banyak meluangkan waktu untuk menikmati kesempatan bersantai bersama keluarga. “Sekarang kami sering berlibur bersama,” ujar Fatmah. Bahkan selama lebaran tahun ini, ia meliburkan seluruh karyawannya hingga tiga tkh.net minggu. Saat ini, di hari ketiga lebaran Fatmah bersama suami dan anakanaknya tengah menikmati libur lebaran di luar kota. Lebaran tahun ini menjadi lebaran paling istimewa bagi Fatmah yang mendapati kembali suami yang sangat dicintainya itu dalam keadaan yang baik. Mereka menjadi keluarga yang sangat berbahagia. Menjalani kehidupan rumah tangga dengan normal bahkan jauh lebih baik dari yang lainnya. -Naniek I. Taufan
Anne Avantie
6
Woman on Top
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Talenta Selamatkan Hidup
Pemerintah Kabupaten Gianyar menghadirkan desainer papan atas Anne Avantie untuk memberikan motivasi juga kiat-kiat dalam industri fashion khususnya kebaya. Seminar bertajuk “Wanita, Kebaya dan Karya Kemanusiaan” yang berlangsung pekan lalu di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, dihadiri oleh perwakilan organisasi wanita seperti BKOW, Iwapi, PKK, KCKB, para pelaku bisnis fashion, Forum Anak Daerah (FAD) Gianyar. Tujuannya, agar kiat-kiat bisnis ekonomi kreatif ini dapat dipahami sejak dini.
A
sisten II Pemda Gianyar I Ketut Astawa Suya sa, mengatakan ada 16 subsektor industri kreatif sebagai garapan untuk dikembangkan dalam rangka menopang perekonomian. Diharapkan dengan adanya seminar semacam ini didapat sejumlah masukan dan rekomendasi dalam pengembangan 16 subsektor ekonomi kreatif tersebut. Pada kesempatan itu, desainer yang telah berkiprah hampir seperempat abad dan memperoleh
atif di Indonesia. Kebaya tak hanya mengantarkannya menjadi terkenal dan populer di tanah air dan manberbagai pengharcanegara, namun gaan ini juga lebih juga mendapat banyak memberikan prestasi kan motivasi pada inter nasional. ar in peserta yang hadir, Suasana sem Beberapa catatan nilai bagaimana tentang bisa membuat brand atau suatu yang dipegang Anne Avanti adalah hidup dan berbagi merek itu melekat pada diri menjadi orang atau manusia yang untuk sesama makita, bukan perkara mudah. “Ini legowo, jujur, memaafkan, tidak nusia. bukan masalah hasil saja namun pernah mencari kambing hitam, Anne Avantie juga hati atau rasa. Bekerja bersyukur, tidak berorganisasi menyampaikan, dadengan hati hasilnya akan lebih dan menjadikan dirinya saluran lam industri kreatif berkat bagi sesama. “Semua bagus,” ujar Anne. kita tidak melulu Ia bercerita dirinya be- persoalan jadi masalah karena kita berbicara tentang rangkat dari kemiskinan dan yang mempermasalahkan. Jangan produk atau hasil saja, kesulitan dan hanya lulusan mencari kambing hitam itu. Saya namun kita juga harus SMP. Meski beban hidupnya hadir di sini untuk bersama-sama bisa mem-branding begitu berat, sang mama menjadikan diri kita jadi berarti,” diri kita sendiri. BaAmie Indriati selalu percaya ujarnya. Ia menegaskan, kesukgaimana membuat siaan dan terus menyemangati sesan seseorang bukan karena nu ma ke barang atau merek tan gia Ke dan berkata “Talentamu akan banyaknya uang yang ia miliki yang kita buat bisa Anne Avantie atau siapa dirinya, tapi kesuksesan melekat pada pada diri kita sendiri. Ke- menyelamatkanmu”. Memang, talenta telah menyela- adalah, apa dan sejauh mana yang tika masyarakat melihat kita, mereka langsung ingat produk yang kita buat matkan hidupnya. Walau hanya tamatan sudah kamu berikan kepada SMP, namun Anne Avantie telah mem- orang lain. tanpa harus kita promosi lagi. –Sri Ardhini, Inten Indrawati Ia juga menjelaskan bahwa untuk bawa pembaharuan bagi industri kre-
Saluran Berkat bagi Sesama Bagi Anne Avantie, 25 tahun terakhir dalam masa hidupnya merupakan masa penuh cahaya. Bukan lantaran sepanjang rentang waktu itu ia terus menerus ada di panggung kejayaan, tapi karena pencerahan yang mengalir deras dalam hidupnya. Pencerahan yang membawa makna baru pada penderitaan. Pencerahan yang tiada henti memberikan energi dan petunjuk-petunjuk baru untuk membuat setiap waktu menjadi sangat berharga. Betapa pertolongan Tuhan sungguh begitu ajaib di dalam hidupnya, yang mengubahnya
melalui pertobatan dan pengampunan. Anne Avantie menyusuri rentang waktu dan memenuhi panggilan Tuhan. Berkarya dengan kasih di antara yang kecil, lemah, papa, tersingkir, menderita dan difabel. Kini hidupnya diterangi lentera yang tak pernah padam, yang menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Ia juga memrakarsai dan mengelola Wisma Kasih Bunda yang merupakan “janji imannya”. Wisma Kasih Bunda ini bukanlah yayasan, namun suatu kegiatan kemanusiaan yang bergerak di
bidang kesehatan dan dikelola oleh keluarga. Ia mengungkapkan, terwujudnya Wisma Kasih Bunda ini sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas anugerah kesembuhan ibundanya Amie Indriati yang pada tahun 1996 menderita kanker serviks stadium 3, dan sampai saat ini, ibundanya sehat serta memiliki aktivitas kerja prima dengan mengembangkan bistins keluarga “BATIKEN Ready to Wear”. Berbekal dari itulah, Anne Avantie memiliki komitmen untuk mengabdikan diri di bidang kese hatan dengan tujuan supaya melalui berkat dan rezeki yang dimiliki oleh keluarga dapat menjadi saluran berkat bagi sesama. –Sri Ardhini, Inten Indrawati
Medolanan Asah Otak dan Fisik Anak Permainan tradisional saat ini keberadaannya memang memprihatinkan. Di tengah gempuran perkembangan zaman, permainan tradisional mulai disisihkan. Banyak anak-anak yang lebih suka bermain gadget dibandingkan bermain dan berkumpul bersama temanteman sekadar untuk memainkan permainan tradisional. Melalui PKB (Pesta Kesenian Bali) 2016 pemerintah provinsi memercayakan pementasan dolanan kepada kabupaten Buleleng melalui sanggar tari Praja Kerthi yang dipimpin oleh Ida Ayu Sadrika yang bekerja sama dengan sanggar seni Nong Nong Kling. “Dolanan yang kami garap berjudul Megoak-goakan yang merupakan permainan khas di Bali Utara,” ujar Nyoman Suardika ketua sanggar seni Nong Nong Kling. Permainan ini konon sangat digemari oleh Ki Barak Panji Sakti, Raja Buleleng yang dikenal sebagai seorang kesatria yang gagah perkasa. Kegiatan MegoakGoakan sendiri merupakan pementasan ulang dari sejarah kepahlawanan Ki Barak Panji Sakti yang dikenal sebagai pahlawan Buleleng ketika menaklukan Kerajaan Blambangan di Jawa Timur.
Untuk memperoleh kemenangan dalam permainan ini adalah menangkap ekor (orang terbelakang) dari kelompok lawan. Berbeda halnya dengan megoakgoakan pada umumnya yang berhasil menangkap ekor akan memperoleh hadiah, maka dalam medolanan yang dipentaskan 8 Juli di Art Center, ekor yang berhasil ditangkap diberikan hukuman. “Ekor yang berhasil ditangkap diberi hukuman, entah menari, mesatua, mageguritan, atau yang lain yang memang bisa dilakukan oleh pemain,” ungkap Suardika. Hal ini bertujuan untuk memberikan anak-anak kesempatan menampilkan ketrampilan yang dimiliki. Ia juga menambahkan bahwa medolanan merupakan permainan yang bersifat universal. “Anak-anak sudah memiliki berbagai macam talenta sehingga dalam pementasan nanti kami harap bisa menggali dan melestarikan,” tambahnya. Menurut pria kelahiran 22 Mei 1975 tersebut, pementasan medolanan yang sedang digarap sangat sarat de ngan pendidikan. “Hal ini sangat tepat digunakan sebagai media pendidikan,”
ungkapnya. Dalam pemberian hukuman, salah satu yang ditonjolkan adalah tari joged. “Ekor yang ditangkap akan dihukum menari joged,” tambahnya. Menurutnya image tari joged di kalangan masyarakat umum yang vulgar sehingga dalam permainan dolanan ini ia mencoba menampilkan tari joged yang gerakannya lincah namun terlihat lucu dan menghibur. “Kami ingin menunjukkan tari joged itu adalah tari sosial dan kebersamaan,” tandasnya. Ia juga menuturkan dalam medol anan, anak-anak tidak akan langsung dihadapkan pada permainan melainkan akan disisipkan kegiatan sehari-hari anak tersebut. “Kegiatan anak bukan hanya bermain, tetapi sebelum ia bermain ia harus membantu orangtua dulu seperti menyapu, mebanten, atau latihan ngingel,” ujarnya. Selain bermain, seorang anak juga harus mempunyai ketrampilan seperti menari. Dalam pementasan dolanan tersebut, ia juga menyisipkan bahwa anak-anak juga harus diajarkan untuk menjaga kebersihan lingkungan utamanya dari sampah plastik. “Itu sebagai upaya juga untuk mendukung program dari pemerintah,” jelasnya. Melalui permainan tradisonal atau yang lebih sering disebut dolanan sebenarnya anak diajarkan untuk mengasah otak dan fisik (olaharaga). Mengasah otak dikarenakan anak-anak tidak hanya harusnya beradu akting dengan lawan main tetapi juga harus menghafal naskah, menghafal gerakan tari, menghafal lagu, serta mempelajari blocking. Dikatakan sebagai sarana olahraga karena anak-anak dapat bergerak secara aktif dalam permainan. -Wiwin
Anak-anak mengisi liburan dengan kegiatan kreatif di rumah
Kombinasi Dalam dan Luar Rumah Liburan memang menjadi hal yang menyenangkan bagi semua orang. Banyak hal baru diluar rutinitas yang bisa dikerjakan. Bagi anak-anak, liburan juga bisa menyenangkan setelah lepas dari kejenuhan belajar di dalam kelas. Kegiatan yang dilakukan saat liburan bisa kombinasi di dalam rumah maupun di luar. Untuk kegiatan di rumah, Ade dan saudara-saudaranya mengisi waktunya dengan menggambar, membuat benda dari tanah liat, dan mewarnai batu. “Daripada anakanak hanya main ponsel, lebih baik mereka diajak berkreativitas. Kebetulan ada guru yang mau mengajar,” ujar Deasy. Peserta kegiatan liburan ini awalnya hanya Ade dan saudara kandung serta saudara sepupunya yang ada di Denpasar. Setelah sepupunya yang dari Surabaya datang, peserta menjadi bertambah. Mereka berkumpul di rumah sang nenek. Liburan pun menjadi mengasyikkan bagi mereka. Selama tiga hari, anak-anak ini menunjukkan kreativitasnya. Mereka menggambar pemandangan lengkap dengan warna yang mereka sukai. Kemudian membuat berbagai macam benda dari bahan tanah liat. Ada gelas, pesawat, dan vas bunga. Benda-benda yang sudah jadi ini dijemur hingga kering lalu dipajang. Satu lagi, kegiatan mereka mengecat batu pipih sesuai dengan imajinasinya. Semua karya anak-anak ini dipajang oleh neneknya sebagai kenang-kenangan kreativitas para cucu. Selain berkreativitas di rumah, mereka juga menikmati pemandangan alam untuk mengisi liburan. “Kami mengajak anak-anak ke pantai biar mereka tahu pemandangan yang nyata. Selama ini mereka hanya berenang di kolam renang. Dengan mengajak renang di pantai, mereka bisa menambah pengalaman. Kami juga mengajak mereka jalan-jalan di perkebunan kopi sambil melihat proses pembuatan kopi termasuk melihat luwak. Sambil jalan-jalan sekalian belajar,” ujar Diana, kakak Deasy. –Ngurah Budi
19
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Usianya sudah tak muda lagi. Bahkan, tahun 2016 ini usianya genap 74 tahun. Wajahnya nampak keriput dan rambutnya pun banyak beruban. Walau kulitnya sudah keriput, semangat kakek Mochtar nampak masih kuat untuk melanjutkan perjuangannya menjual kelapa muda di Jalan Menur, persis di depan Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya.
20 Tahun Tekuni Bisnis Kelapa Muda
P
erjuangan pria asal Jombang ini patut diacungi jempol. Bapak empat putra ini, tercatat sebagai pendiri dan pelopor pedagang kaki lima (PKL) penjual kelapa muda di kawasan Menur. Ia mengatakan warung penjual kelapa ini sudah berusia 20 tahun lebih. Kakek 10 cucu ini mengaku pada awalnya tidak terbersit niatnya untuk membuka warung penjual kelapa muda. “Pekerjaan saya sebenarnya sopir pribadi seorang pejabat di Bea dan Cukai Jawa Timur yang berdomisili di Perumahan Airdas, Surabaya,” kata Mochtar saat ditemui di warungnya. Pria yang selalu mengenakan topi itu, mengatakan, gaji sopir memang tak banyak dan tidak mampu menopang beban hidup keluarganya. Kemudian dia berniat membuka warung kecil di ujung utara Jalan Menur. Awalnya hanya menjual nasi, sayur dan lauk tetapi lama kelamaan dia ingin menjual kelapa muda. Karena orang yang datang makan di warungnya sering meminta air kelapa muda. Dari situ muncul niatnya untuk menjual kelapa muda dan tak berpikir panjang dia langsung realisasikannya. Bak gayung bersambut. Begitu dia mulai menjual kelapa muda, ternyata banyak juga peminatnya. Maka jadilah dia sebagai penjual kelapa muda di samping warung nasi yang sudah lama ditekuninya. Mochtar mengaku keberadaan warungnya di tepi Jalan Menur, tidak berjalan mulus. Bolak-balik petugas Satpol PP Kota Surabaya mengobrakabrik warungnya. Walau berkali-kali diobrak petugas, tetapi tetap saja membuka warungnya. Waktu petugas datang untuk mengobrak warung, Mochtar dan istrinya pergi sambil membawa semua peralatan warungnya. “Begitu petugas pergi, saya datang kembali ke lokasi untuk membuka warung. Gimana lagi, nasib dan masa depan saya dan keluarga, sangat tergantung dari warung kelapa ini,“ ujar lelaki tua ini mengenang perjuangannya dalam mengelola warung kelapa muda tersebut. Saat ini, warungya relatif aman karena PKL penjual kelapa di kawasan Menur masuk binaan Kecamatan Mulyorejo. Bisnis kelapa muda yang dipelopori Mochtar ternyata menarik minat warga Surabaya yang lain terutama yang tinggal di sekitar Menur untuk ikut-ikutan jual kelapa muda. Dari tahun ke tahun sejumlah pedagang yang berminat jual kelapa muda berdatangan ke sana dan ramai-ramai menjual disana meski jumlah pedagang sudah banyak. Tercatat ada 32 stan PKL penjual kelapa muda. Mereka berjejer rapi di sepanjang sisi barat Jalan Menur, persis di depan Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya. Setiap hari terpampang ratusan kelapa muda di warung terse-
Deretan stan penjual kelapa di Manyar
but. Pengunjung yang mau menikmati air kelapa dan daging kelapa muda pun lumayan banyak. Mereka terdiri dari pria, wanita, anak muda, orang tua, menumpang sepeda motor bahkan ada yang datang menggunakan mobil mewah. UNTUNG RP 2 JUTA Mochtar mengaku kelapa yang dijualnya di kawasan ini berasal dari Lumajang. Setiap tiga hingga empat hari dia mendatangkan kiriman kelapa muda dari Lumajang. Walau begitu, Mochtar keberatan menyebut harga beli kelapa yang berasal dari Lumajang jumlahnya hingga ratusan buah. Tiap hari dia bisa menjual sekitar 100 buah kelapa muda. “Saya menjual kelapa seharga Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per buah. Selain itu, saya jual air kelapa muda
dalam gelas yang sudah dicampur es dan gula dengan harga Rp 2.000 hingga Rp 4.000 tergantung besar kecilnya gelas,” ujarnya. Mochtar mengaku karena tenaganya sudah tak kuat lagi, dia dibantu tiga orang pemuda yang setiap saat melayani konsumen. Setiap bulan dia membayar upah mereka Rp 1 juta per orang. Ia mengaku dalam sebulan berhasil meraup keuntungan Rp 7 juta hingga Rp 8 juta. Tetapi keuntungan bersih hanya Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per bulan setelah dipotong untuk membayar gaji karyawan dan kebutuhan hidup lainnya. Selain menghilangkan dahaga, air kelapa muda ternyata memiliki khasiat yang tinggi terutama air
kelapa muda ijo. “Air kelapa ijo ini sangat bermanfaat untuk kesehatan. Saya punya pelanggan tetap seorang dokter wanita. Setiap kali hamil, dia selalu datang membeli kelapa ijo disini,” jelasnya. Harga kelapa ijo sedikit lebih mahal dibandingkan dengan
kelapa biasa. Untuk satu buah kelapa ijo biasanya dijual dengan harga Rp 20.000 per buah. Banyak konsumen yang mencari kelapa ijo namun stoknya seringkali terbatas. -Yosef Sintar
Mochtar
Nikmati Kolak Ketan Duren Khas Blitar Di Kota Blitar, ada warung atau keduren serta ketan kurma” ujar dai kecil tapi laris manis. Bangunannya Crisna Permadi pemilik Omah sederhana, tapi eksotik. Apalagi ditambah Ketan ini. dengan alunan musik tradisional Sunda Dua jenis rasa ini, kata Peratau Jawa. Terdengar merdu dan memadi, sangat cocok dijadikan nambah suasana makin gayeng. Tak heran sajian pada saat merayakan Idul jika tempat ini sangat cocok dijadikan Fitri bersama keluarga. Karena sarana kongkow-kongkow atau sekedar selain sajiannya sederhana, ratatongkrongan. rata orang Indonesia penyuka Namanya, Omah Ketan. Karena semua ketan. Apalagi ditambah dengan bahan utamanya menggunakan beras ketan rasa duren atau kurma, jelas tamyang dipadu dengan berbagai bentuk rasa. bah mantap. Kata Permadi, kolak Lokasinya di Kelurahan Bendo, Kecamatan ketan duren adalah olahan dari Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Jawa Timur. ketan yang dipadu dengan buah Menu utamanya, tentu berbagai macam durian. Ketan dimasak terlebih Crisna Permadi olahan ketan, yang dipadu dengan berbagai dahulu, lalu disingkirkan. macam bentuk dan rasa.”Ada 13 variasi makanan Untuk membuat kolak, seperti membuat kolak dari ketan. Namun, dari beragam menu ini, yang pada umumnya. Kuah terbuat dari paduan santan paling banyak dicari pelanggan adalah kolak ketan yang gurih serta manisnya gula. Yang membuat kuah kolak tambah lezat, campuran buah durian. Buah dimasak sebentar dengan kuah kolak, sehingga harum durian menyatu dengan kuah. Cara menyajikan, ketan yang masih hangat ditaruh di dalam mangkuk lalu disiram dengan kuah dan disajikan hangathangat. Sangat cocok dimakan sebagai camilan saat dingin, terlebih lagi ketika hujan. Begitu juga dengan ketan kurma. Ketan yang sudah dimasak matang dipadu dengan manisnya kurma, kemudian disempurnakan dengan santan manis sebagai kuah. Kolak kurma ini pun siap dihidangkan dalam mangkuk berukuran sedang dan cocok sebagai teman habis sholat Id. Setiap hari, masih kata Permadi, tidak kurang dari 10 kilogram ketan ia masak menjadi berbagai
menu makanan. Ia sengaja memilih ketan impor, karena kualitasnya yang dinilai tepat, sebab empuk dan rasanya gurih.”Ketan impor harganya memang lebih mahal, sekitar Rp13 ribu per kilogram Tapi saya pilih ketan impor, karena mudah dicari,” katanya. Untuk menikmati satu porsi menu olahan ketan ini, hanya cuku merogoh kocek Rp 4 ribu sampai Rp10 ribu. Harga itu sangat terjangkau dan pengunjung sudah mendapatkan olahan ketan yang tentu saja enak dan lezat. Hal ini seperti yang dirasakan Febrita, salah satu pelanggan tetap omah ketan. Hampir setiap hari ia selalu menikmati sajian ketan ini. Apalagi kalau ada tamu atau kerabat jauh yang datang ke Blitar, ia selalu menjamu tamunya itu dengan sajian ketan ini. “Rasanya enak, harganya juga murah,”ujar wanita cantik berkulit putih bersih ini. -Khoirul Abadi
Febrita salah satu pel
anggan tetap omah ket
an
20
Nine
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Dr. Hj. Siti Maryam Sa lahuddin
Tegakkan Disiplin, PNS Wajib Hadiri Lebaran Bersama Tiap kali lebaran tiba, ada satu hal yang selalu diingat oleh Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, mantan pejabat teras Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagai Asisten III Gubernur di tahun 1978-1980, banyak kisah yang tersimpan dalam memori nya, khususnya menyangkut kedisiplinan para Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah NTB, saat cuti bersama lebaran.
Dr. Hj. Siti Maryam bersama Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi
S
ebagi Asisten III, Siti Maryam memang adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap kedisiplinan para pegawai. Masalah kedisiplinan usai cuti lebaran selalu saja menjadi masalah klasik yang mengganggu kinerja para pegawai. Kebiasaan pulang kampung saat lebaran yang seringkali melebihi izin cuti ber-
sama menjadi perhatiannya kala itu. Bayangkan saja, ketika lebaran usai dan cuti bersama telah lewat, Kantor Gubernur NTB masih saja lengang. Dan itu kebiasaan yang dianggap biasa saja, namun meresahkan bagi Siti Maryam. ”Kalau usai lebaran, kantor gubernur bisa kosong berhari-hari meskipun jadwal libur atau cuti bersama sudah habis. Suasana kantor kerapkali
menjadi sangat lengang dan tidak ada aktivitas,” ujarnya mengenang. Tentu saja ini meresahkannya karena situasi ini sering membuat Gubernur NTB, saat itu, Gatot Suherman menjadi jengkel dan marah. ”Ya siapa lagi sasarannya kalau beliau marah soal ini, pasti Asisten III,” ujarnya. Tiap habis lebaran selama ia menjabat sebagai Asisten III, menjadi waktu yang mencemaskan baginya karena bisa dipastikan ia akan kena marah Gubernur akibat pegawai yang tidak disiplin. Karena itu, ia memutar akal agar hal ini tidak lagi terjadi. Maka, sebelum Lebaran tiba dan sebelum para pegawai pulang mudik, aturan pun ia buat dan disosialisasikan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemerintah Daerah NTB. Aturan itu berbunyi bahwa setelah cuti bersama usai, hari pertama masuk kerja diisi dengan acara Lebaran bersama atau yang dikenal dengan halal bil halal antara pegawai dengan Gbernur beserta jajarannya. ”Semua pegawai kantor gubernuran diwajibkan ikut dalam
kegiatan ini. Tidak boleh tidak ikut dan akan diabsen,” tegasnya. Alhasil, taktiknya ini pun berhasil mendisiplinkan para pegawai untuk kembali masuk kantor tepat waktu setelah libur Lebaran. Sejak itulah sedikit demi sedikit kedisiplinan PNS menyikapi libur cuti bersama ini semakin membaik hingga keluar aturan-aturan tegas mengenai hal ini baik dari pemerintah daerah maupun aturan pusat. –Naniek I. Taufan
Siti Maryam bersama Gubernur NTB ke IV, Warsito
Siti Mayam ketika menerima penghargaan sebagai Asisten III Gubernur dari Presiden Soeharto
Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin
pus anggaran minum teh di kantor gubernur. Jadi kebiasaan minum teh yang selama itu selalu menemani pegawai bekerja, akhirnya sementara hilang. ”Para pegawai di lingkungan kantor Gubernur NTB, harus rela tidak minum teh selama setahun,” ujar perempuan sepuh yang kini berusia 89 tahun itu. Anggaran minum teh bagi para pegawai selama satu tahun dialihkan untuk membiayai pengerjaan pembangunan perumahan bagi para sopir. Kebijakan ini terpaksa diusulkannya mengingat Pemerintah Daerah NTB belum memiliki cukup anggaran untuk itu. ”Tidak minum teh selama satu tahun kan lebih baik, ketimbang banyak sopir terlambat masuk kantor,” tambahnya. Ada hal yang diprioritaskan yang selalu dipikirkannya manakala menimbang kebijakan apa yang harus diambil. Semakin hari kebutuhan akan perumahan ini tampaknya semakin terlihat. Karena itu, tanah-tanah milik pemerintah daerah mulai terisi dengan dibangunnya perumahan bagi pegawai. Kota pun sedikit demi sedikit makin ramai. Setelah perumahan-perumahan tersebut dibangun dan dihuni oleh para pegawai, mereka yang sebelumnya bertempat tinggal di Lombok Timur dan Lombok Tengah tak lagi punya alasan terlambat, termasuk para sopir. Bagi para sopir, kedisiplinan juga diterap-
kan menyangkut pemakaian bensin kendaraan dinas yang jumlahnya sering melebihi standar normal untuk urusan dinas. Para sopir kerap minta penambahan jatah bensin meski di luar urusan kantor. Tentu saja ini membuat anggaran pemerintah daerah menjadi boros. Karena itu, penjatahan bahan bakar untuk kendaraan dinas akhirnya dilakukan. Bahan bakar untuk satu minggu jumlahnya sudah dipatok untuk keperluan perjalanan dinas, kalau lebih dari itu silahkan ditanggung sendiri. Para sopir juga sering tidak berhati-hati mengendarai mobil dinas. Akibatnya, kecerobohan itu membuahkan kerusakan-kerusakan mobil dinas yang kerap di luar batas kemampuan keuangan daerah. Akhirnya ia pun membuat aturan, bagi sopir yang tidak disiplin dan dua kali melanggar disiplin di jalan raya yang menyebabkan mobil dinas rusak, akan diberhentikan sebagai sopir. Jika kecelakaan atau kerusakan terjadi dalam keadaan wajar, tentu saja sopirnya tidak kena sanksi. ”Namanya juga manusia, pasti ada khilafnya,” ujar Siti Maryam yang pernah menjadi satu-satunya Asisten Gubernur Perempuan dan pertama di Indonesia tahun 1978 ini. Jadi aturan itu hanya berlaku bagi sopir yang tidak disiplin. Selama mereka bisa membuktikan tidak melanggar aturan, pemerintah daerah akan melindunginya. -Naniek I. Taufan
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Safrizal
5
Perajin yang Lolos dari Tsunami Aceh Masyarakat Indonesia, khususnya Aceh, pasti belum lupa tragedi tsunami Desember 2004 di Aceh, tak terkecuali Safrizal, salah satu warga Aceh yang selamat dari kejadian itu. Pria yang sebelum kejadian bekerja di sebuah toko souvenir dekat Banda Aceh, lolos dari maut karena memutuskan pulang kampung.
“K
Stop Minum Teh Setahun untuk Bangun Perumahan Sopir Siti Maryam memang sangat peduli pada soal kedisiplinan PNS. Karenanya selain menyoroti soal itu, yang menjadi perhatiannya kemudian juga adalah kedisiplinan para sopir. Sebabnya, para sopir yang umumnya bertempat tinggal di Lombok Tengah dan Lombok Timur itu, tiap pagi selalu terlambat dan jarang bisa mengikuti apel pagi. ”Tiap kali saya tanya kenapa terlambat, alasannya karena rumahnya yang jauh,” kata Tokoh Birokrasi NTB ini. Karena itu, ia merasa perlu mengusulkan pembangunan perumahan yang khusus bagi para sopir di lingkup Pemerintah Daerah NTB. Namun bagaimana membiayai pembangunan perumahan untuk para sopir itu? Sementara saat itu program pembangunan perumahan dari pemerintah pusat juga sudah tidak ada lagi. Setelah memutar otak, seperti biasa muncullah ide cemerlangnya bagai nyala lampu pijar di malam gelap. Untuk bisa mewujudkan perumahan bagi para sopir ia mengambil kebijakan mengha-
Inspirasi
ejadian itu hari Minggu. Sebenarnya saat itu saya berniat untuk jalan-jalan ke pantai. Namun batal karena gempa terus menerus terjadi. Saya pikir lebih baik pulang kampung saja. Kampung saya di Montasik, Kabupaten Aceh Besar, sekitar 30 menit dari Banda Aceh. Ketika saya di kampung, peristiwa tsunami itu terjadi. Alhamdulilah, kampung saya jauh dari laut jadi tidak kena tsunami,” ungkap lelaki yang akrab disapa Rizal itu. Menurut Rizal, banyak keluarga temannya yang sesama bekerja di toko souvenir di Banda Aceh menjadi korban peristiwa itu. Dan dia sendiri pun set elah kejadian berhenti bekerja dan memutuskan membantu orangtuanya yang perajin bordir. Dia pun menjadi sering bolak-balik Banda Aceh dan kampungnya. Saat masa pemuli han, dia banyak berkenalan dengan relawan yang terlibat dalam pemulihan Aceh. Mereka itu, tambahnya, berasal dari luar Aceh. “Saya banyak kenalan kakakkakak relawan di BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Aceh-Nias. Mereka sangat membantu kami. Salah satunya adalah Roy. Dia lah yang membantu saya memasarkan produk saya di Amerika,” ungkap Rizal sembari menyebut ‘Laga Designs’ sebagai perusahaan dimana dia menyuplai tas-tas bordirnya. ‘Laga Design’ adalah perusahaan yang didirikan Roy bersama istrinya pasca tsunami Aceh. Perusahaan ini, tambahnya, sangat membantu para pengrajin Aceh, termasuk dirinya, dalam penjualan produk. Laga (k) dalam bahasa Aceh berarti indah atau bagus. “Bahkan sampai sekarang pun saya mengirimkan secara rutin kerajinan tas bordir Aceh. Ratarata setiap bulan saya kirim sekitar 200 pieces. Saya tidak mengirim langsung ke Amerika tapi melalui Roy, dialah yang memasarkannya di sana,” papar bapak satu anak itu. Roy van Broekhuizen, nama lengkap dari orang yang membantu Rizal ini, adalah keturunan indo. Alkisah, Roy lahir di Jakarta, kemudian bersama keluarganya bermigrasi ke Belanda. Beberapa tahun di negeri ‘kincir angin’, Roy bermigrasi ke AS dan menetap di California. Pasca tsunami Aceh, 2005, Roy diminta gerejanya memimpin tim relawan ke Aceh guna membantu masyarakat kor-
ban tsunami. Istri Roy, Louise, termasuk dalam tim relawan itu. Seperti relawan lainnya, tim pimpinan Roy ini melakukan berbagai kerja sosial untuk membantu para korban tsunami memulihkan kehidupannya. Di antaranya dengan membuat pelatihan-pelatihan kerajinan tas. Hasil karya para pengrajin korban tsunami itu kemudian dipasarkan ke Amerika. Awalnya Roy dan istrinya memperkenalkan tas-tas tersebut dikomunitasnya sendiri di California, sembari bercerita tentang tragedi Aceh juga menunjukkan foto-foto betapa dahsyatnya ke-
jadian itu. Ternyata banyak teman-temannya menyukai tas-tas Aceh yang cantik dan unik. Mereka membeli sekaligus juga ingin membantu para korban tsunami meningkatkan perekonomiannya. Permintaan semakin banyak karena kisah itu menyebar dari mulut ke mulut. Sejak itu usaha Roy berkembang, sehingga lahirlah ‘Laga Handbags’ sebagai label dari tas-tas kerajinan asal Aceh.Dari awalnya Roy hanya membina 12 pengrajin, usaha ini berkembang hingga akhirnya ratusan pengrajin lokal ikut terlibat. ‘Laga Handbags’ ini menjadi
Safrizal
populer di Amerika lantaran muncul dalam sebuah acara populer ‘Oprah Winfrey Show ’ pada 2010. Malaak Compton-Rock, penulis buku ‘If it Takes a Village, Build One: How I Found Meaning Through a Life of Service and 100+Ways You Can Too’, saat diwawancarai dalam siaran tersebut menyempatkan diri untuk berkampanye tentang kerajinan tas Aceh. Ia mengajak masyarakat dunia membeli kerajinan tas Aceh untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang terkena bencana. Malaak sendiri bukan hanya penulis buku terkenal tapi dia juga seorang aktivis sosial yang juga telah terjun ke Aceh guna membantu para wanita juga anakanak korban bencana alam. PELUANG DI LUAR DUGAAN Rizal mengaku mulai membangun bisnis kerajinan tas bordir khas Aceh pada tahun 2010. “Saya benar-benar merasa sangat beruntung, sungguh diluar dugaan mendapat kesempatan itu. Meski orangtua saya pengrajin bordir, namun saya termasuk orang baru di bidang bisnis kerajinan tas bordir. Tapi Pak Roy mau membantu saya,” ujar Rizal.
Menurutnya, pengalamannya pernah bekerja di toko souvenir juga cukup membantunya saat memulai bisnis tersebut. Order pertamanya, kata Rizal, datang dari bagian keuangan Pemda Aceh, yang memesan 300 pieces tas bordir khas Aceh. “Saya cuma dikasih waktu satu bulan untuk mengerjakannya,” ucapnya. Sempat kelabakan karena dia tidak memiliki banyak tenaga kerja. “Akhirnya saya minta bantuan keluarga untuk mengerjakannya. Alhamdulilah selesai tepat waktu, pembeli puas,” katanya. ejak itu berbagai orderan mengalir padanya. Hal yang membedakan produknya dengan yang lain, bukan hanya dari desain motif saja, juga kehalusan bordirannya.“Bordiran kami berbeda, halus, dan sangat rapat. Lihat ini,” kata Rizal sambil menunjukan bordiran tasnya. Dia juga memperlihatkan bordiran tas lain sebagai pembanding. “Bordiran ini kasar, orang yang mengerti pasti tahu ini murahan. Benangnya jarang-jarang, lompatannya lebar. Bandingkan dengan yang bordirannya rapat dan rapi,” ujarnya. Kualitas bordiran itu juga yang membuat produknya bisa diterima di pasar Amerika. “Untuk bisa masuk ke sana kan tidak sembarangan. Walaupun ini kerajinan rakyat tapi tetap ada standarnya. Hanya produk yang memenuhi standar yang dibawa ke sana,” jelas Rizal. Menurutnya, persaingan bisnis kerajinan tas bordir khas Aceh saat ini sangat ketat. Pasalnya, mereka yang terjun ke bisnis ini sangat
banyak. Karena itu kompetisi menjadi sangat ketat, terkadang menjadi persaingan tidak sehat. “Misalnya saja soal pencurian ide desain motif maupun model tas. Itu sudah seringkali terjadi. Awalnya saya sempat terganggu tapi lama-lama menjadi biasa,” kata Rizal yang dalam sebulan memproduksi 300-400 pieces kerajinan bordir. “Sebagian untuk pesanan rutin, sebagian lagi untuk saya jual,” katanya. Karena kerap ada penjiplakan itulah, Rizal mengaku tidak memproduksi satu model desain dalam jumlah banyak, apalagi untuk motif-motif yang termasuk laku. “Meski laris dipasaran, saya tidak mau memproduksinya banyak-banyak, bisa rugi. Karena pasti akan ditiru orang, dan mereka menjualnya dengan harga dibawah harga tas saya. Pembeli yang tidak perduli kualitas bordir, tetap membelinya karena lebih murah,” jelasnya.Di sisi lain, kondisi itu menuntutnya untuk lebih sering melakukan inovasi produk, baik dalam motif maupun model tas. PERLU TAMBAH MODAL Rizal mengaku memulai usahanya dengan modal Rp50 juta. Dengan banyaknya orderan, ia mengaku membutuhkan tambahan dana besar agar bisnisnya ini bisa berkembang. “Kalau mau bisnis ini menjadi besar, harus tambah modal. Ini yang sedang saya upayakan,” ucapnya. Ditambahkan Rizal, salah satu keunikan dari tas produknya adalah dalam proses pembuatannya. Sejauh ini, katanya, dia menangani sendiri proses produksi. “Saya mengerjakan hampir semuanya kecuali membordir,” tambahnya. Mulai dari memotong bahan, mendesain, membentuk tas hingga finishing. “Bordir dikerjakan para ibu. Mereka lah yang menerjemahkan desain yang saya inginkan,” kata anak pertama dari tujuh bersaudara ini. Rizal memiliki cara yang unik dalam membuat tasnya. Jika pengrajin lain memotong bahan kemudian membuat tasnya, sementara dirinya, setelah memotong bahan, kemudian membordir bahan itu. “Setelah bordir selesai, barulah bahan itu dibentuk jadi tas. Itu sebabnya tas ini menjadi berbeda,” katanya. -Diana Runtu
4
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
I Wayan Agun Adi Putra
Inspirasi
Tukang Notok Kerawang
Di balik merdunya alunan angklung yang ditampilkan Seka Angklung Gita Saraswati, Desa Sangeh, Abiansemal Badung sebagai Duta Kabupaten Badung dalam pertunjukan Angklung Klasik di PKB pada 13 Juni 2016, dan Yayasan Bali Lestari, Desa Mambal, Abiansemal, Badung dalam pertunjukan Tabuh Instrumental Semarpegulingan yang juga dipentaskan dalam PKB 24 Juni 2016, ada campur tangan kreatif seorang Agun.
P
emilik nama lengkap I Wayan Agun Adi Putra ini adalah Pembina kedua seka tersebut. Kemampuannya mengolah nada-nada khususnya dalam gamelan Bali ini sudah tak diragukan lagi. Pria kelahiran 27 Juni 1990 yang menyebut dirinya “tukang notok kerawang” (tukang gambel)ini telah menghasilkan beberapa karya yang indah didengar, di antaranya: Tabuh Pepanggulan Kreasi “Akil Baligh”, Tabuh Klasik Semarepegulingan “Kunang-kunang”, Tabuh Kreasi
Angklung Kebyar “Ngemban Rare”, Tabuh Baleganjur “Satria Rupaka”, dan Musik Ethnic “Kemayu”. Suami dari Ni Wayan Lisna Diari ini pun sampai saat ini dipercaya untuk membina beberapa seka gong, seperti seka gong Sekar Mas Alit, seka gong Cenik Lantang, seka gong Krakak-Krekek (dalam Gelar Budaya Kabupaten Badung tahun 2012), seka gong Putra Mekar Banjar Telaga, Darmasaba, dan seka gong Banjar Lambing, Sibang Kaja dalam PKB 2014. Ia
Agun
juga menggarap sebuah iringan dramatari Cupak Punyah yang pentas dalam Pembukaan Bali Mahalango, 10 Juli 2016 di Art Centre, bersama Sanggar Cenik Lantang (Celang), Celekontong Mas dan bergabung bersama Pramusti Bali. Agun demikian panggilan akrab ayah dari Ni Putu Nachalya Anindya Putri ini, memiliki
prinsip dalam pembuatan karya adalah bisa dinikmati semua kalangan, baik masyarakat awam
hingga orang seni (seniman). “Konsep karya saya lebih mudah dicerna, sehingga semua bisa menikmatinya,” ucap putra dari I Wayan Tantra dan Ni Nyoman Listiawati ini. Ia mengaku lahirnya karyakarya tersebut banyak terinspirasi dari realita sosial kehidupan masyarakat dan permainan tradisional. “Sekali lagi saya sampaikan konsep ini mudah dicerna. Seperti ‘Ngemban Rare’, ini terbersit ketika saya sedang ngempu anak saya. Kemudian saya salurkan lewat media midi,” tutur Agun yang tak menampik jika dalam berkarya selalu tergantung mood. “Namun, selalu ada deadline. Jika waktu yang diberikan pendek, saya buatkan lagu-lagu yang simpel,” imbuhnya. –Inten Indrawati
Harus Ada Spesialisasi Bakat megambel Agun sudah terlihat sejak ia bocah. Tak heran memang, karena ia tumbuh di lingkungan seniman. Bapaknya seorang penabuh dan sang Ibu hobi menari dan megending. Bahkan, Agun yang spesialisasinya kendang
ini menyebut sang Kakek sangat berperan besar dalam kesenimanannya kini. “Sejak kelas 2 SD saya sudah belajar makendang, diajari Pekak (kakek) Balu. Beliau yang mencetak saya seperti ini. Dulu, beliau juga pengurus karang taruna,” tutur Agun yang kerap mewakili kecamatan hingga sebagai Duta Badung dalam Lomba Kendang Tunggal. Setidaknya, setiap harinya Agun kecil pasti dapat saja latihan makendang minimal satu jam. Bahkan di waktu bermain bersama teman-temannya pun ia memilih memukul-mukul jerigen yang ia perlakukan sebagai kendang. Kelas 4 SD, ia sudah bergabung dalam seka gong Banjar Telanga “Putra Mekar”, Desa Tegal, Abiansemal, Badung. Bisa dibilang, Agun adalah pelopor anak-anak pada Agun bersama istri dan putrinya masa itu. Karena itu pula,
pihak krama banjar berinsiatif membuat seka gong anak—Seka Gong Alit-alit Putra Mekar. Menginjak usia SMP, Agun pernah mewakili sekolahnya dalam Porcam. Berlanjut usia SMA, Agun mulai membina ke banjar-banjar sekitar tempat tinggalnya. Bahkan saat duduk di kelas 2 SMA di tahun 2007, Agun membuat gerakan bleganjur, dan berhasil meraih Juara 1 saat Lomba Desa di Desa Kapal. Dari sanalah, karya-karya Agun mulai dikenal sebagai informasi ke
level yang lebih tinggi. Tahun 2009 Agun diberi kepercayaan membina Gelar Budaya Kabupaten Badung. “Astungkara, saya masih dipercaya membina tiap tahunnya sampai tahun ini, untuk gong kebyar dan angklung,” ujar Agun yang kini masih menempuh S-1nya di ISI Denpasar ini. Dari pengalamannya bertahuntahun bergelut di bidang gamelan,
Agun berpendapat, meski kita menguasai (bisa memainkan) semua alat musik, tetap harus ada satu yang kuat untuk identitas kita. Itu pula yang kini menempel pada diri Agun. Spesialisasinya kendang, namun ia juga bisa memainkan alat musik lainnya. Ia bangga, kini gong kebyar sudah makin berkembang. Paling tidak, harapannya agar generasi muda masih mempertahankan budaya Bali, khususnya di bidang gamelan, tak sekadar impian. Karena itu pula, kini Agun sedang memproses pembentukan leader di masing-masing banjar di desa kelahirannya, Desa Adat Tegal. “Saya ingin di masing-masing banjar itu memiliki komposer. Dengan begitu kita akan memiliki karya yang lebih beragam warnanya, dan kita bisa saling sharing,” tandasnya. –Inten Indrawati
Mandalika
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
21
Jelang Lebaran, Gubernur NTB Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Berbagai kegiatan dalam menyambut hari raya Idul Fitri 1437 H, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya memastikan segala hal menyangkut persiapan tersebut, seperti memastikan ketersediaan sembako dan keamanan serta keselamatan mudik dan arus balik di Nusa Tenggara Barat.
U
ntuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga kebutuhan pokok, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mendatangi Pasar Kebon Roek Kota Mataram untuk meninjau langsung perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat beberapa hari sebelum lebaran tiba. Gubernur berdialog dengan para pedagang di pasar, mulai pedagang sayur sampai ke penjual ikan dan daging. Selain memastikan harga stabil, ia juga meninjau langsung program penyaluran gula yang diprogramkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB. Dalam program tersebut, pemerintah menyalurkan sekitar enam ton gula dengan harga Rp. 12.500 per kilogram. Sedangkan harga eceran di pasar dijual Rp 13.000 per kilogram. Harga kebutuhan pokok, seperti cabai, tomat dan sayur mayur lainnya tetap stabil. Kalau pun mengalami kenaikan, tidak terlalu signifikan, hanya berkisar Rp 100 sampai Rp 200. Bahkan berdasarkan pantauan Guber-
Suasana lebaran Idul Fitri 1437 H di Kecamatan Boli Kabupaten Bima
nur, harga ayam yang dijual mengalami penurunan. Selain gubernur yang memantau harga kebutuhan pokok, Wakil Gubernur NTB juga melakukan sidak ke tiga terminal utama yang melayani arus mudik lebaran, yakni Terminal Bus Mandalika Mataram, Pelabuhan Lembar Lombok Barat dan Bandara Internasional Lombok. Menjelang musim mudik beberapa waktu lalu sebelum lebaran tiba, Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin, melakukan sidak kesiapan transportasi menghadapi lonjakan penumpang. Sidak dilakukan di tiga tempat yang menjadi titik sentral penyediaan transportasi, yaitu di Terminal Mandalika Mataram, Pelabuhan Laut Lembar dan Bandara Internasional Lombok. Tampak fasilitas yang ada di Terminal Mandalika Mataram semakin baik bagi pemudik yang menggunakan Bus ketika Wakil Gubernur NTB H. Muh.
Gubernur NTB Salat Idul Fitri Bersama Masyarakat Kota Mataram Rabu, 6 Juli 2016 seluruh umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Pagi hari umat Muslim berbondongbondong menghadiri tempat-tempat penyelenggaraan Salat Idul Fitri. Demikian pula halnya di Nusa Tenggara Barat. Salat Idul Fitri di Mataram dilaksanakan selain di Lapangan Bumi Gora juga di Lapangan Kantor Gubernur NTB. Seperti biasa, Salat Idul Fitri di Lapangan Kantor Gubernur NTB selalu dipadati umat muslim yang ada di Kota Mataram dan sekitarnya. Salat Idul Fitri tahun ini kembali dihadiri oleh Gubernur NTB, Wakil Gubernur NTB, pimpinan SKPD Provinsi NTB yang bersama-sama melaksanakan Salat Idul Fitri dengan masyarakat Kota Mataram. Tahun ini umat muslim di Indonesia melaksanakan Salat Idul Fitri secara serempak. “Alhamdulilah tahun ini kita umat muslim di Indonesia dapat melaksanakan Salat Ied secara serempak.Tercapailah apa yang Allah SWT sampaikan di dalam Al Qur’an. Pada tahun ini, kita semua berpuasa 30 hari. Dan oleh karena itu sejak tenggelamnya matahari semalam, kita semua mendengar dan ikut bersama-sama melantunkan Takbir dan Tahmid memuji Allah SWT sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT. Minal Aidin Wal Faidzin Wal Makbulin.
Semoga dengan kita saling memaafkan, yang didahului taubat kepada Allah SWT, ke depannya Habluminannas dan Habluminallah kita akan semakin baik,” kata Gubernur NTB, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A. saat memberi sambutannya. Selain menyampaikan ucapan selamat hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat NTB, Gubernur juga berharap agar NTB dapat menjadi daerah yang maju. Salat Ied kali ini dipimpin oleh Imam Ustad H. Husnul Hadi dari Turide, Mataram dan khutbah Ied disampaikan oleh Dr. Najmul Akhyar S.H., M.H., yang juga Bupati Kabupaten Lombok Utara. Dalam khutbah salat Ied tersebut, Najmul Akhyar mengingatkan umat Islam untuk lebih selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dalam khutbah ini juga, Najmur mengingatkan kepada seluruh jamaah untuk ikut serta menyukseskan pelaksanaan MTQ Nasional yang akan berlangsung di Mataram NTB pada akhir Juli hingga awal Agustus mendatang. “Mari bersama-sama menyukseskan pelaksanaan MTQ Nasional dengan menjadi tuan rumah yang baik, menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan tersebut,” kata Najmul Akhyar. -Naniek I. Taufan
Amin S.H., M.Si., melakukan sidak kesiapan angkutan mudik lebaran 2016 di Terminal Mandalika, Mataram. Wagub sempat berdialog dengan para penumpang bus tujuan Sumbawa dan Bima, juga dengan Petugas Uji Narkoba dari BNN Provinsi NTB dan supir bus. “Pelayanan di terminal Mandalika masih bisa ditingkatkan lagi agar masyarakat bisa merasakan pelayanan yang baik dan nyaman selama masa mudik lebaran,” ungkap M. Amin. Selain di Terminal Mandalika, sidak juga dilakukan ke Pelabuhan Lembar untuk
meninjau kesiapan kapal laut dan posko bersama yang melayani para pemudik yang sengaja dipersiapkan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Polda NTB. Fasilitas mudik lewat laut di Pelabuhan Laut Lembar, Lombok Barat, NTB sejauh ini menurut Wagub NTB juga semakin baik. Sebanyak 30 armada kapal laut penumpang khusus mengantisipasi lonjakan penumpang pada saat mudik lebaran tahun ini dengan mengaktifkan tiga dermaga untuk mengurai antrian penumpang mudik yang masuk ataupun keluar Pulau Lombok. “Berikan layanan terbaik bagi masyarakat. Yang paling penting, waspada pada cuaca buruk. Kalau tidak memungkinkan untuk berangkat, jangan ambil risiko,” pesannya. Pada masa mudik tahun ini, lonjakan penumpang tercatat sekitar 5.000 telah masuk melalui terminal kedatangan Bandara Internasional Lombok, yang juga menjadi tujuan sidak Wagub NTB. “Target pada libur Lebaran ini, sekirar 7.000 orang yang masuk lewat BIL. Angka lonjakan penumpang lebih tinggi ketimbang 2015 lalu namun masih bisa kami handle dan belum ada request untuk extra flight,” jelas GM PT Angkasa Pura I BIL, I Gusti Ngurah Ardita. -Naniek I. Taufan
22
Sosialita
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
Sinergi 3 Ends
Jakarta Bersiap Alami Ledakan Penduduk Terjadinya ‘ledakan’ penduduk Jakarta bukanlah omong kosong. Jumlah penduduk Jakarta yang luas daratannya hanya 661,52 km2, terus bertambah dari waktu ke waktu, khususnya setelah Lebaran dimana arus urbanisasi kencang mengalir ke Ibukota.
T
api siapa yang dapat melarang? Jakarta adalah kota terbuka. Tidak ada peraturan yang melarang orang dari daerah lain tinggal dan mencari penghidupan di Jakarta. Karena itu, meskipun tahu ‘mengadu nasib’ di Jakarta tidak mudah, para pendatang tetap saja berdatangan mencoba peruntungannya. Sayangnya, mayoritas pendatang adalah mereka yang rata-rata berpendidikan menengah ke bawah, yang datang hanya modal nekat tanpa keahlian apapun. Akibatnya, sebagian besar dari mereka hanya bisa bekerja di sektor informal. Di sisi lain, keterbatasan lahan juga menjadi problema tersendiri. Mereka yang tidak memiliki tempat tinggal, terpaksa harus hidup di jalanan atau mendirikan bangunan liar. Tak heran meski bolakbalik ditertibkan, selalu saja bermunculan gubuk-gubuk liar baru. Begitu peliknya persoalan Jakarta jika tidak dilakukan pembenahan secara komprehensif oleh Pemda DKI Jakarta, khususnya masalah kependudukan, maka tak mustahil kalau ramalan ‘ledakan’ penduduk Jakarta akan terjadi. Berdasarkan statistik Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) DKI Jakarta, jumlah penduduk Jakarta tahun
Gubernur Ahok dan Wakilnya Djarot
Foto ilustrasi reklamasi Teluk Jakarta
2014 adalah 10,07 juta. Jika jumlah penduduk Jakarta diasumsikan naik 1% setiap tahun maka tahun 2015 jumlah penghuni Jakarta yang terdaftar adalah sekitar 10,17 juta. Jumlah ini bisa jadi lebih dari itu mengingat banyaknya warga, karena berbagai sebab, tidak memiliki KTP Jakarta. Paska-Lebaran 2016 ini, jumlah penduduk dipastikan kembali naik. Diperkirakan yang masuk Jakarta sekitar 50-70 ribu orang. Sebagian besar pendatang ini, di antaranya dibawa oleh pada saudara yang pulang dari mudik. Karena itu jauh-jauh hari Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengimbau agar pemudik jangan membawa sanak-saudaranya ke Jakarta. Djarot juga mengakui kalau Jakarta adalah kota terbuka, siapapun bisa datang dan menetap, khususnya mereka yang memiliki ketrampilan. Yang terpenting, memenuhi ketentuan kependudukan Jakarta. “Nanti akan ada operasi Bina Kependudukan terhadap pendatang baru,” tegas mantan Walikota Blitar itu. Senada dengan Djarot, Gubernur Ahok pun menyatakan Jakarta adalah kota terbuka. “Tidak ada yang melarang orang da-
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
tang ke Jakarta, asalkan memenuhi ketentuan, memiliki keterampilan juga tidak mendirikan bangunan liar,” kata gubernur yang bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama ini. “Urbanisasi mudah dikontrol selama orang mematuhi ketentuan. Jangan melanggar kawasan peruntukan, misalnya bangunan liar, menduduki sungai, dll,” tambahnya. Pendatang baru dibutuhkan di Jakarta asalkan memiliki ketrampilan. Misalnya saja menjadi asisten rumah tangga atau PRT. Karena PRT biasanya tinggal di rumah majikan tempat mereka bekerja. Nanti akan digelar Operasi Bina Kependudukan. Petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Transmigrasi maupun dari Dinas Te n a g a Kerja, akan turun ke lapangan melakukan pendataan ulang yang
bekerja sama dengan RT,RW, Kelurahan dan Kecamatan. Pendataan tersebut selain untuk sosialisasi peraturan-peraturan kependudukan, seperti surat keterangan pindah, jaminan pekerjaan, tempat tinggal, dll. Juga untuk pembinaan agar pendatang baru tidak membuat bangunan liar. “Petugas akan mengawasi dengan ketat kantong-kantong urbanisasi,” ucap Ahok. Pendatang yang tidak jelas, baik tempat tinggal maupun pekerjaannya alias tinggal di jalanan, akan dikembalikan ke kampung halamannya. Sikap tegas ini perlu diambil, bukan hanya untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk tapi juga menjaga ketertiban Jakarta dalam arti luas. Di sisi lain adanya operasi Binduk sekaligus untuk mendata pertumbuhan penduduk di Jakarta. Dengan adanya data yang akurat maka penanganan masalah kependudukan di Jakarta serta dampaknya, akan menjadi lebih baik. Solusi yang diambil atas pesatnya laju pertumbuhan penduduk akan lebih efektif. HAMPIR MELEWATI BATAS Berdasarkan Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) DKI Jakarta 20112030, jumlah penduduk Ibukota hingga 2030 diperkirakan mencapai sekitar 12,5 juta jiwa. Itu berarti masih 14 tahun lagi. Padahal sekarang ini jumlahnya sudah 10 juta jiwa lebih. Banyak pihak mengkhawatirkan jumlah penduduk Jakarta, jika tidak dikendalikan dengan baik, akan melampau perkiraan dalam RTRW tersebut. Rudy Siahaan, Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta pada masa Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, bahkan pernah menyebut angka perkiraan lonjakan jumlah penduduk di Jakarta sekitar 30-35 juta jiwa pada 2030. Entah dari mana hitungan Rudy, karena pada saat ia menjabat itu, Perda RTRW 2011-2030, disahkan. Pada Perda itu disebutkan perkirakan penduduk hingga 2030 adalah 12,5 juta. Namun demikian, ‘wanti-wanti’ soal ledakan penduduk bukan hanya dilontarkan Rudy seorang. Tahun lalu, Bank Dunia pun menyampaikan hal senada. Menurut Senior Urban Economist World Bank, Taimur Samad, pertumbuhan Jakarta antara tahun 2000 hingga 2010, lebih tinggi dibanding kota di Asia Timur, kecuali Tiongkok. Ia menyebut pertumbuhan penduduk Jakarta dari 2000-2010 mencapai 7 juta jiwa. Dengan tingkat pertumbuhan
Ni Luh Putu Praharsin
penduduk 3,7% per-tahun. Diperkirakan penduduk Jakarta akan meningkat dua kali lipat atau 100% selama 20 tahun sejak tahun 2000. Sementara data Pemda DKI Jakarta menyebut kenaikan jumlah penduduk dari tahun 2000-2010 adalah 1,2 juta jiwa. Atau, pada 2000 berada dalam kisaran 8,3 juta jiwa, sedang 2010 menjadi 9,6 juta jiwa jiwa. Jika mengacu pada ucapan Samad tentang kenaikan 100%, sesuai data Pemda DKI Jakarta tahun 2000, maka jumlah penduduk Jakarta pada 2020 sekitar 16 juta jiwa lebih. Meskipun ucapan Samad terasa berlebihan, apalagi jika melihat data Pemda DKI bahwa 2015 jumlah penduduk Jakarta masih berkisar diangka 10 juta jiwa, namun tetap saja hal ini harus lah menjadi peringatan bagi Pemda DKI Jakarta dalam mengatur masalah kependudukan, khususnya urbanisasi. Sebenarnya, upaya mengantisipasi pesatnya pertumbuhan penduduk Jakarta sudah dilakukan berbagai cara, termasuk soal rencana penambahan lahan lewat upaya reklamasi Teluk Jakarta. Jika reklamasi itu jadi terlaksana luas daratan Jakarta akan bertambah sekitar 5.000 hektar. Rencananya di sebagian areal reklamasi itu akan dibangun kawasan pemukiman. Namun upaya reklamasi tersebut kini telah dihentikan pemerintah seiring munculnya penolakan dari berbagai pihak karena terkait dengan masalah lingkungan. Di sisi lain, mengemuka juga persoalan pelanggaran aturan reklamasi. Belum diketahui apakah nantinya proyek reklamasi Jakarta ini bakal dilanjutkan. Sebagai informasi, mengutip dari wikipedia.org, kota dengan penduduk terpadat di dunia adalah Tokyo, Jepang, dengan jumlah penduduk yang berada di lahan seluas 13.500 km2 itu adalah 36,9 juta jiwa, ditempat kedua adalah Seoul, Korea Selatan dengan penduduk 25,6 juta jiwa, posisi ke-4 dan 5 diisi dua kota di Tiongkok, yakni Shanghai dengan 24,7 juta jiwa dan Guang Zhou dengan 23,9 juta jiwa, dan ditempat kelima adalah New Delhi, India dengan 21,7 juta jiwa. Dari 68 kota terpadat menurut wikipedia.org, Jakarta berada di urutan ke 25 dengan 10,07 juta jiwa menurut data per 2014. Meski begitu, Jakarta bukanlah kota terpadat penduduk di ASEAN. Jumlah penduduk Jakarta masih kalah dengan Manila yang berpenduduk 11,8 juta jiwa per-tahun 2010. Di antara 10 negara Asean, selain Manila dan Jakarta, dua kota lainnya juga masuk dalam data 68 kota di dunia yang jumlah penduduknya cukup banyak, yakni, Bangkok Thailand dengan 8,3 juta jiwa per-tahun 2010, dan Singapura berpenduduk 5,5 juta jiwa berdasarkan data tahun 2015. -Diana Runtu
3
i, S.H.
P
USPA 2016 merupakan Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak yang digagas oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kongres pertama di Yogyakarta 31 Mei-2 Juli 2016 dihadiri berbagai komponen masyarakat di seluruh Indonesia. Menggulirkan Program Sinergis 3 Ends yaitu Akhiri Kekerasan pada perempuan dan anak, Akhiri perdagangan Manusia dan Akhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan. Kaban BP3A Bali Ni Luh Putu Praharsini, S.H. mengirimkan perwakilan 5 perempuan inspiratif dan 1 perempuan profesi yang sudah melakukan aksi nyata pemberdayaan perempuan secara ekonomi kreatif dan perlindungan anak terhadap kekerasan di Bali. Dr. A.A. Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H. Kiprahnya sebagai pemerhati peran perempuan dalam keluarga dan pendidikan di Bali sudah tidak diragukan lagi. Sebagai dosen di Fakultas Hukum Undiknas, pendiri PERDIKNAS ini menterjemahkan kepeduliannya pada dunia pendidikan dengan mengembangkan pendidikan berkarakter di SMP dan SMK Nasional. Kehadirannya di PUSPA 2016 mewakili BKOW Bali. Perempuan yang memiliki hobi berorganisasi ini memiliki pengalaman yang sangat luas di berbagai organisasi terutama yang bergerak pada peran perempuan seperti Ketua BKOW, IWAPI dan Koperasi Perempuan Ramah Keluarga. Kepeduliannya pada anak-anak diwujudkannya dalam penulisan disertasi S-3nya di UNBRAW Malang tentang Kebijakan Formulasi Terhadap Perlindungan Anak Sebagai Korban Pedofilia. Hobi menulis dituangkannya dalam beberapa buku salah satunya Bunga Rampai Perempuan Cerdas, Perempuan Ramah Keluarga. Gung Tini dengan moto kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas, memiliki aktivitas yang cukup padat dan memberikan banyak edukasi kepada masyarakat melalui ceramah-ceramah di lembaga pemerintah dan swasta yang sering mengundangnya untuk berbicara tentang kiprah perempuan Bali. Ir. Ida Ayu Rusmarini, M.P. Ahli pertanian ini menyelesaikan pendidikannya di Magister Pertanian Lahan Kering Universitas Udayana. Kecintaannya pada pertanian mendorongnya untuk membuat tanaman obat di tanah laba desa di Pura Masceti dan Pura Lembu Putih Tegalalang yang akhirnya berkembang menjadi destinasi wisata spiritual dan agrowisata alam. Perencanaan penataan lingkungan baru di Banjar Mawang Desa Lotunduh seluas 200 hektare dengan memanfaatkan sarana dan prasarana ekonomi kerakyatan dilakukannya sebagai salah satu aksi sosialnya sehingga menjadi juara I lomba pengelola lingkungan hidup tingkat Provinsi Bali tahun 2014. Membangun dan mengelola Puri Damai dengan menanam berbagai jenis tanaman obat, tanaman langka, tanaman untuk keperluan dapur dan tanaman upakara. Juga membina dan mendidik masyarakat sekitarnya dengan pengembangan tanaman obat, pelatihan serta membuat produk spa, pelatihan massage dan perawatan kesehatan tradisional. Juara Nasional pelaksana terbaik tanaman obat keluarga sebagai penghargaannya. Dengan aktivitasnya yang menginspirasi banyak perempuan untuk mencintai lingkungannya maka Dayu Roes sapaan akrabnya pernah menerima predikat sebagai Tokoh Perempuan Provinsi Bali.
Ida Ayu Nyoman Candrawati, S.H. M.Par. Perempuan Bali yang cantik ini semakin jatuh cinta pada peran perempuan dan anak sejak ditugaskan di Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, sebagai Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dari Tahun 2013. Hobi berorganisasinya ditunjukkan dengan bergabung di Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali, di Bidang Sosial dari Tahun 2012. Naluri keibuannya terusik dengan melihat ketidakberdayaan para perempuan Bali yang mengalami kekerasan dan dampaknya pada perkembangan anak mendorongnya untuk turun langsung ke daerah terpencil sekalipun di wilayah Bali. Moto hidupnya untuk lebih bersyukur, lebih bahagia, bergerak bersama dalam harmoni menginspirasinya untuk membentuk jejaring melalui P2TP2A sampai di banjar-banjar diyakininya akan mencegah KDRT perempuan dan anak.
Ni Nengah Budawati, S.H. Perempuan cantik yang berprofesi sebagai lawyer/ advokat ini adalah pendiri LBH APIK BALI dan LBH BALI WCC, saat ini sebagai Ketua P2TP2A Tabanan. Sebagai perempuan inspiratif PUSPA 2016, mewakili LBH BALI WCC, LEMBAGA BANTUAN HUKUM yang konsen terhadap perempuan dan anak korban kekerasan, bukan hanya dalam pelayanan hukum, advokasi kebijakan tetapi juga terkait pemberdayaan ekonomi dan juga penyediaan layanan rumah aman/shelter. Advokat cantik ini pernah menyandang predikat sebagai Perempuan Inspiratif 2011 versi Majalah Kartini dan Perempuan Tokoh Kabupaten Tabanan. Hobi menulisnya cukup banyak diterbitkan dalam artikel di koran dan beberapa buku, pandangan dan opininya cukup tajam menyoroti perempuan, hukum dan adat bali, kepeduliannya pada kekerasan anak dan perempuan ditunjukkannya dengan pendampingan hukum secara totalitas. Memberi adalah sebuah awal dari penerimaan merupakan moto hidup yang mendorongnya selalu menunjukkan ketulusan dan keikhlasan pada masyarakat yang membutuhkannya. Ida Ayu Maharatni, S.Psi, M.Si. Salah satu peserta PUSPA 2016 utusan WHDI Provinsi Bali yang disapa Nanik ini berkiprah dalam pergerakan mempersiapkan generasi muda Hindu Bali membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera melalui pendidikan Pranikah dibawah Yayasan Sukhinah Bhawantu yang didirikannya awal tahun ini. Perempuan Bali perlu dibekali dengan pemahaman peran yang akan dimainkannya ketika berumah tangga nanti, workshop Pranikah gratis berdurasi 40 jam ini berisikan materi Pembekalan Agama, Psikologi, Kesehatan Reproduksi, Ketahanan Ekonomi dan Perlindung an Hukum. Jebolan Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogjakarta ini sangat aktif sejak kuliah. Karirnya dimulai sebagai Relationship Officer Bank Bukopin, HR Manager Centro Lifestyle Dept. Store dan Kepala Pusdiklat PT. Bank Sinar Harapan Bali. Intuisi untuk mengembangkan ekonomi berbasis masyarakat diwujudkannya dengan menjadi pen diri dan Manager Koperasi Amoghasiddhi. Trainer Psikologi Komunikasi dan owner Yayasan Cristagalli ini memiliki pengalaman yang cukup luas untuk menyusun program pendidikan softskill mulai dari anak-anak, remaja sampai lansia.
Retno IG Kusuma, Psikolog Kehadirannya di PUSPA 2016 mewakili Profesi Psikologi Indonesia selaku Ketua Himpsi Bali. Meningkatnya kasus kekerasan pada anak dan perempuan terutama di Bali menjadi keprihatinan Psikolog pemerhati anak dan remaja yang meyakini The Power of Giving ini memberikan psikoterapi, menjadi saksi ahli di persidangan dan melakukan pendampingan para korban yang mengalami trauma akibat berbagai tindak kekerasan yang menimpa mereka sebagai Tim Psikologi P2TP2A Provinsi Bali. Memberi edukasi pada anak, remaja, orangtua, guru dan masyarakat dilakukannya sebagai upaya pencegahan maupun pemberdayaan. Juga dilakukannya di acara Bahtera TVRI Denpasar tiap bulan maupun di media massa. Lulusan Psikologi UGM ini bekerja di RSUP Sanglah, mengajar di FK UNUD, dan beberapa sekolah kesehatan di Bali. Sejak tahun 1997 memimpin sebuah Pusat Layanan Psikologi PRADNYAGAMA yang bergerak di pengembangan SDM, Terapi Anak & Remaja serta Taman Latihan & Pendidikan untuk Anak dengan Kebutuhan Khusus dan memimpin YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) di Bali.
2
Ekspresso
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
GORO-GORO ARTI SEBUAH KEBANGGAAN (BRISAT)
Amat bertepuk tangan ketika satelit Brisat meluncur ke langit dinihari pukul 04.40 WIB pada 19 Juni 2016. memaksa istrinya Putu Wijaya Ia bangun untuk ikut merayakan peristiwa bersejarah itu. “Ini kebanggaan nasional, Bu! Indonesia jadi bank pertama di dunia yang punya satelit sendiri!” Bu Amat melihat sebentar, tapi kemudian tidur lagi. Amat kecewa, tapi kebanggaannya tidak berkurang. Ia terus melotot ke tv sampai akhirnya tertidur sendiri. “Apa arti sebuah kebanggaan, kalau harga-harga bahan pokok terus melonjak?” kata Bu Amat membangunkan suaminya. “Ya, namanya juga bulan Ramadan. Nanti habis lebaran akan turun sendiri. Tiap tahun kan memang begitu?” “Apa gunanya kebanggaan kalau
Warung lagi ramai. Ada yang bicara bencana alam, gunung meletus, banjir, semangat sekali babak penyisihan 16 longsor, suap, korupsi, begal, perko- besar piala Eropa. Lalu melompat ke saan, pembunuhan, narkoba, pelece- sepakbola nasional. Semua kecewa. han pada perempuan dan anak-anak PSSi dihujat. terus meningkat?” “Masak dari 250 juta jiwa kita, “Ya, untuk hiburan! Kita bangsa tidak ada yang bisa main bola? Aneh! yang penduduknya terbesar kelima di Belanda yang kecil dan penduduknya dunia, jelek-jelek ada juga hebatnya!” hanya seupil kok bisa jadi juara! MeBu Amat membentak: malukan” “Ngeyel! Kebanggaan cuma bikin Dari bola, percakapan bergulir senang orang kaya, yang sudah berke- pada korupsi. “Biar kata ekonomi kita cukupan segala macam! Tapi apa memble, teknologi ketinggalan zaman gunanya bagi orang lapar? Memamg dan poitilk kita galau, dalam soal korukebanggaan bisa dimakan?” psi dan narkoba kita nomor satui! “ Amat tak menjawab lagi. Selama Semua ketawa cekakakan mengemandi dia berpikir, dikejar-kejar om- jek dirinya sendiri. elan istrinya. Betul juga, untuk apa “Dulu orang ketakutan masuk kebahagiaan kalau hanya sekejap? Itu penjara keluarganya menanggung aib, sama saja dengan orang teler. Perlahan- tapi sekarang, malah banyak senyum, lahan kebanggaan Amat berkurang lalu ketawa sebab sudah jadi selebriti. lenyap. Keluar penjara tetap kaya dan bisa “Kebanggaan membuat kita lupa jadi pemimpin! Karena duitnya banyak, nasib kita yang sebenarnya. Itu berba- semua orang dirangkul, termasuk saya haya,” kata Amat di warung Nyoman dan sayanya sendiri kok mau?” ketika minum kopi, Bu Amat tak mau Warung jadi tambah ramai. Permembuatkan Amat kopi lantaran Amat cakapan meloncat ke bandar narkoba bangun kesiangan. dedengkot jaringan internasional yang
sudah divonis hukuman mati, tapi masih terus bisa menggendalikan bisnis jahanamnya dari lapas. Dan ketika cerita berbelok ke perkosaan sekelompok remaja atas remaja di Lampung yang berakhir dengan pembunuhan, semua jadi marah. “Jangan cuma dikebiri, bunuh saja semua pelakunya, jangan lembek karena mereka mengaku masih di bawah umur! Masih di bawah umur saja sudah begitu apalagi kalau sudah dewasa!” Suasana tambah panas ketika ada yang curiga pengadilan bukan tempat mencari keadilan tapi menggoreng keadilan. “Kalau lengah pembunuhan Mirna dengan racun sianida bisa lepas!” Semua jadi kesel dan memakimaki kebrengsekan Tanah Air di segala
bidang, menjelang ultah proklamasi ke-71. “Untung peluncuran satelit Bank Rakyat Indonesia pagi tadi sukses!” kata tukang warung nyeletuk Tak terduga-duga, suasana muram dan marah kembali berubah adem ceria. Ternyata semua menyaksikan, lalu berlomba-lomba memuji. Menakjubkan. Amat cepat-cepat pulang, ingin menceritakan itu pada istrnya. Tapi sebelum masuk rumah, dia lebih takjub lagi dengar istrinya sedang ngerumpi dengan Bu Made. “Tadi pagi itu, saya tidur Bu Made, takut kalau gagal. Setelah berhasil diluncurkan, saya baru bangun lagi! Sekarang mereka tahu kita bukan bangsa tempe!!!!”
Bijak Membimbing Anak di Era Digital Orangtua (keluarga) dan tenaga pengajar (guru) adalah teladan atau panutan utama bagi anak-anak di rumah dan di sekolah. Menjadi teladan dan panutan yang baik bagi anak adalah termasuk memberi contoh dan menunjukkan perilaku positif di rumah maupun di sekolah. Intensitas penggunaan gadget atau smartphone pada anak dipengaruhi oleh teladan orangtuanya. Melarang anak untuk menggunakan gadget atau smartphone tentu akan sulit bila sudah menjadi kebiasaan yang tidak terkontrol. Pada dasarnya keingintahuan anak terhadap teknologi seperti gadget atau smartphone itu sangatlah tinggi. Pada awalnya, anak akan terpacu rasa keingintahuannya terhadap hal-hal yang menarik di sekitar mereka. Melihat hampir seluruh anggota keluarga yang menggunakan gadget atau smartphone, mau tidak mau akan diimitasi atau ditiru oleh anak. Mengacu pada teori Tabula Rasa dari John Lock bahwa anak ibarat selembar kertas putih, kertas putih tersebut kemudian akan mendapatkan coretan ataupun warna-warna dari lingkungan sekitarnya sehingga jiwa dan kepribadian anak akan terbentuk seiring berjalannya waktu. Ini menjelaskan bagaimana lingkungan terdekat anak seperti keluarga, pengajar, dan teman sebayanya akan mempengaruhi perkembangan jiwa dan kepribadian anak, termasuk gaya hidup pemakaian gadget atau smartphone. Kebanyakan orangtua mengalami kesulitan untuk mengontrol anakanaknya supaya tidak terlalu gandrung dengan perangkat gadget atau smartphone. Karena anak-anak tahu bahwa gadget atau smartphone-lah satu-satunya hal yang membuat mereka tertarik karena lebih menyenangkan bisa bermain gadget atau smartphone seharian atau bahkan lebih lama. Sangat sulit untuk melepaskan gadget atau smartphone dari kehidupan kita sehari-hari di era digital seperti sekarang ini. Rasa khawatir akan adanya dampak negatif dari teknologi gadget atau smartphone tidak harus di tindaklanjuti dengan cara
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
ekstrim seperti secara tiba-tiba membatasi bahkan melarang penggunaan gadget atau smartphone pada anak. Cara membatasi seperti itu sebenarnya akan semakin memacu anak untuk mencuricuri kesempatan mempergunakan gadget atau smartphone tanpa batas serta tanpa kontrol dan pengawasan. Biasanya yang membuat orangtua dan tenaga pengajar menjadi jengkel adalah anak menjadi lupa waktu dan lupa untuk mengerjakan tugas-tugas yang seharusnya menjadi kewajiban mereka sebagai anak dan sebagai siswa, misalnya karena keasyikan bermain gadget atau smartphone mereka jadi lupa sembahyang, lupa belajar atau lupa mengerjakan tugas, dan lebih parahnya lagi mereka ada yang sampai lupa makan. Tentunya hal-hal seperti itu sangat tidak diinginkan oleh kita semua sebagai orangtua dan tenaga pengajar. Di era digital seperti sekarang, generasi manusia dapat digolongkan menjadi Digital Immigrant (kelompok yang dari lahir belum mengenal teknologi dan fasilitas internet namun kemudian bisa aktif menggunakan internet. Kedua yaitu golongan Digital Native (kelompok yang dari lahir sudah ada teknologi dan fasilitas internet yang kemudian aktif menggunakannya). Persamaan antara kedua golongan tersebut adalah sama-sama menggunakan internet untuk berinteraksi sesuai kebutuhan di dunia digital. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, aneka perangkat gadget atau smartphone dan fitur-fitur aplikasinyapun semakin beraneka ragam dan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Sudah semestinya pendidikan sebagai investasi media pembelajaran bagi anak yang dinobatkan sebagai generasi penerus masa depan bangsa harus bisa menyesuaikan diri. Anak harus bisa memanfaatkan era digital sebagai media pembelajaran. Selain hanya memikirkan dampak negatifnya saja dari pengguanaan gadget atau smartphone pada anak, ternyata jika ditelusuri maka akan banyak manfaat positif yang akan diperoleh anak dari penggunaan gadget atau smartphone jika mereka telah diberi bimbingan sedini mungkin.
A.A.Pt.Chintya Putri Suardana, S.Psi Beberapa manfaat yang bisa didapat oleh anak dari pengguasaan penggunaan teknologi gadget atau smartphone dengan bijak adalah sebagai berikut : Aplikasi game yang terdapat pada gadget atau smartphone dapat memacu proses kreatif anak, dengan adanya berbagai permainan edukatif yang tersedia pada perangkat gadget akan memberikan stimulus pada otak anak sehingga kemampuan kognitifnya akan berkembang, terutama untuk melatih problem solving dalam game yang mereka mainkan. Search Engine atau mesin pencarian pada sistem yang terdapat pada perangkat gadget atau smartphone dapat menambah wawasan anak. Ketertarikan atau minat anak terhadap berbagai hal pun berbeda. Tidak menutup kemungkinan mereka bisa belajar hal-hal kreatif lain seperti membuat prakarya atau kerajinan dari barang-barang bekas atau mungkin anak bisa melakukan penelitian-penelitian ilmiah sederhana dengan menerapkan metode-metode penelitian yang mereka
simak di internet. Anak akan tanggap terhadap perkembangan teknologi. “Tanggap” bukan hanya dalam menggunakan atau mengakses informasi dari gadget atau smartphone, namun anak juga memiliki kemampuan menyaring informasi dan mempergunakannya secara bijak sesuai dengan kebutuhan mereka. Mudahnya mengakses informasi di era digital ini, memungkinkan anak mengetahui info lebih cepat dari pada orangtua atau bahkan tenaga pengajar. Hal ini tidak akan membuat orangtua dan tenaga pengajar menjadi ketinggalan ataupun harus minder duluan. Karena berkembang pesatnya dunia digital seperti sekarang ini akan semakin memudahkan kita untuk mempelajari berbagai hal tanpa harus kursus seperti dulu saat teknologi komputer baru ada, dan mungkin untuk kedepannya segala macam fitur gadget atau smartphone yang menawarkan kemudahan akses akan bertebaran di sekitar kita. Sungguh apa yang di katakan orang bahwa kini “Dunia Ada Dalam Genggaman” itu benar-benar nyata. Sehingga setiap orang baik tua maupun muda, di zaman sekarang harus melek internet serta mampu menggunakan teknologi digital. Orang dewasa atau orangtua dan tenaga pengajar dituntut untuk bisa mengikuti perkembangan jaman atau istilah kekiniannya yaitu up to date . Ini dilakukan selain informasi itu selalu berkembang, kita juga dapat selalu dekat dengan anak. Orangtua dan tenaga pengajar harus dapat mengawasi serta
membimbing anak di rumah maupun di sekolah, karena tidak akan ada hal yang mengakibatkan dampak buruk atau negatif jika kita semua dapat mengontrol dan mempergunakannya secara bijak. Namun yang perlu kita ingat bahwa media sosial atau media internet hanyalah alat dan bukan merupakan tujuan utama. Internet walaupun dapat memberikan berbagai informasi dengan mudah dan cepat, tetap tidak bisa menggantikan posisi orangtua maupun tenaga pengajar karena media sosial atau internet tidak mempunyai sisi humanis atau kemanusiaan. Maka peran orangtua di rumah serta guru di sekolah adalah penting secara emosional untuk menumbuhkembangkan sisi kemanusiaan pada anak. Mereka selalu dituntut untuk lebih memberikan pemahaman akan manfaat positif dari media sosial dan portal-portal berita di internet. Jadi kesimpulannya, dampak positif maupun dampak negatif dari teknologi yang terdapat pada perangkat gadget atau smartphone tergantung pada bagaimana cara menggunakan teknologi tersebut. Orangtua harus bijak dalam membimbing dan memberikan informasi tentang cara penggunaan gadget atau smartphone pada anak. Kita harus senantiasa mendampingi serta mampu memberikan pengertian dan bahkan memberikan contoh yang baik dalam pemanfaatan teknologi gadget atau smartphone pada anak. A.A.Pt.Chintya Putri Suardana, S.Psi
Sudut Pandang
23
Beri Anak Kepercayaan untuk Memilih Sekolah Sudah bukan zamannya lagi orangtua dominan dalam menentukan sekolah anak, khususnya untuk anak yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK maupun perguruan tinggi. Bahkan sejak anak lulus SD dan akan melanjutkan ke SMP, seyogyanya orangtua melibatkan anak dalam memilih sekolah yang diinginkannya.
“K
alau anakanak baru akan masuk TK atau SD, memang orangtua punya dominasi, di level ini orangtua sangat berperan besar dalam menentukan di mana anak akan bersekolah. Namun, pada level SMA atau perguruan tinggi, bahkan ketika level SMP pun, orangtua hendaknya tidak lagi mendominasi pemilihan sekolah. Karena pada level ini anak-anak sudah bisa diajak berbicara, berkomunikasi. Jadi berilah peluang pada anak untuk memilih sendiri di sekolah mana, atau perguruan tinggi mana dan jurusan apa, yang hendak dimasukinya,” ungkap pengamat pendidikan, Retno Listyarti. Dalam memilih sekolah yang tepat, orangtua dapat berdiskusi dengan anaknya. Jika orangtua tidak setuju dengan pilihan anaknya maka harus ada ala-
sannya, data-datanya. Orangtua harus bisa membuktikan alasan ketidaksetujuannya. Kalau perlu datangi sekolah yang dipilih si anak dan tunjukkan apa hal yang orangtua tidak setuju. “Jadi yang ingin saya katakan di sini adalah hendaknya orangtua memberi kepercayaan pada anak untuk memilih ketika dia memang sudah bisa,” jelasnya, sembari menambahkan membangun situasi yang demokratis sangat penting. Hal ini, lanjutnya, terutama untuk anak-anak yang akan masuk SMA atau yang baru lulus SMA. Ketika anak sudah masuk ke SMA, misalnya, kadang mereka bingung harus memilih jurusan, apakah IPA atau IPS. Atau, bagi yang mau kuliah bingung memilih akan masuk jurusan (fakultas) apa. Kebingungan ini bisa membuat anak ‘tersesat’. Jadi orangtua harus membimb-
Retno Listyarti
ingnya sedari awal. “Misalnya, kalau kamu mau masuk IPA, maka peluang kamu ada di sini dan di sini. Begitu juga kalau memilih jurusan IPS, orangtua menjelaskan peluang anak, tantangannya, dll. Tak lupa, orangtua juga menyampaikan pendapat dirinya tentang kemampuan si anak. Namun tetap, pilihan diberikan pada si anak,” paparnya. Jadi, kata penerima penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan 2007 dari PKS, ini, orangtua
jangan memaksakan kehendak. Anak diberi kemerdekaan untuk menentukan sesuatu untuk dirinya sendiri. Orangtua hanya memfasilitasi saja, mendorong ke arah lebih baik. “Yang banyak terjadi, kan, orangtua memaksa. Orangtua ingin mewujudkan cita-citanya di masa muda lewat anaknya. Ini sebuah kesalahan besar. PILIH SEKOLAH YANG AMAN DAN NYAMAN Salah satu contoh, anak memi-
Pahami Keinginan Anak Sekolah merupakan institusi yang berperan penting dalam membentuk perkembangan mental dan intelektual anak. Bagi sebagian anggota masyarakat, memilih sekolah ideal untuk buah hati bukanlah perkara mudah. Banyak sekali pertimbangan yang dilakukan untuk memasukkan anak ke sekolah ideal. Dibalik semua pertimbangan tersebut, terkadang orangtua tidak paham de ngan apa
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Edisi 909/ 11 - 17 juli 2016
N y o m a n
yang dimaksud sekolah ideal tersebut. Menurut Nyoman Suardika, S.Ag.,M.Fil.H., dosen Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja, sekolah yang ideal adalah sekolah yang sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah. Baik dari sarana dan prasarana yang mencakup fasilitas yang disediakan oleh sekolah tersebut. “Jika fasilitas sudah memadai tentu akan sangat berpengaruh terhadap pembelajaran dan kinerja guru di sekolah,” paparnya. Menurutnya, di tahun ajaran baru, siswa dan siswi yang akan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi akan disibukkan dengan men-
S u a r d i k a
cari sekolah yang sesuai dengan keinginannya. Akan tetapi, ditengah kesibukkan siswa menentukan pilihan tempat belajar, orangtua pun tidak kalah sibuk. Orangtua sangat berperan penting dalam membantu urusan administrasi siswa untuk memenuhi persyaratan pendaftaran di sekolah yang baru. “Bagaimana pun sekolah bukan hanya tanggung jawab seorang guru, orang tua pun juga memiliki peran yang sangat penting. Anak yang usianya baru tamat SD atau SMP masih memerlukan pelayanan dari orangtua secara administrasi,” ungkapnya. Terkait dengan peran orangtua dalam pemilihan sekolah bagi anaknya, pria yang akrab disapa Mang Epo ini memandang hal yang wajar. Partisipasi orangtua ikut menentukan sekolah bagi sang anak karena orangtua merasa mempunyai pengalaman lebih dulu dalam bidang pendidikan. Akan tetapi, orangtua sering mengabaikan keinginan dari seorang anak. “Kadang-kadang banyak terjadi pertengkaran karena perbedaan masalah sekolah yang diinginkan. Seharusnya orangtua memahami keinginan anak dan perannya hanya mendorong apa yang menjadi keinginan anak tersebut sebab yang lebih tahu kemampuan
anak adalah anak itu sendiri,” paparnya. Jika mengarahkan anak tanpa didasari oleh kemampuan dan kemauan anak maka kualitas pendidikan yang didapat akan berbeda dari yang diinginkan. Jika masalah seorang yang ingin melanjutkan ke SMA ataupun SMK, menurutnya hal itu hanya masalah persoalan biaya. “SMA maupun SMK sama saja, ini hanya masalah biaya yang dimiliki orangtua,” jelas pria yang lahir 22 Mei 1975 tersebut. Jika orangtua yang ingin anaknya melanjutkan keperguruan tinggi akan lebih baik jika disekolah di SMA. Akan tetapi jika orangtua yang minim biaya pendidikan dan menginginkan sang anak untuk segera bekerja selepas tamat sekolah maka masuk di sekolah SMK adalah pilihan yang tepat. Dengan diterapkannya sistem online dalam penerimaan siswa baru, menurutnya sangat akurat dalam menjaring siswa yang benar-benar memiliki kompetensi dan prestasi. Sistem online dirasa sangat bagus karena mampu mendorong siswa belajar lebih giat lagi. “Kalau siswa sekolah di sekolah favorit karena penilaiannya akurat maka ia akan belajar lebih giat agar mendapat sekolah yang diinginkan. –Wiwin
liki nilai jelek di matematika. Lalu yang terpikir oleh orangtua adalah memberi les matematika. Padahal anaknya tidak suka matematika. Padahal, anaknya lebih suka pelajaran lain, melukis misalnya. Harusnya orangtua memperhatikan ini. Ketika anak memiliki kesukaan pada sesuatu, maka harusnya orangtua justru mendorongnya, baik lewat memberi les atau apapun sehingga si anak bisa berprestasi di bidangnya. Jika anak berprestasi di bidang ia suka, itu akan menambah kepercayaan diri dia. Begitu ia memiliki kepercayaan diri, maka otak akan terbuka. “Nanti, otomatis prestasi matematikanya akan meningkat. Tapi kalau orangtua tetap memaksakan kehendak, si anak akan semakin bodoh. Percayalah!” tegasnya. Hal ini penting dikatakan karena dalam pengamatannya masih banyak orangtua yang memaksakan anaknya melakukan sesuatu yang orangtua suka. “Anaknya pasti tersiksa. Kasihan. Orangtua seperti ini hanya mencari kebahagiaan dirinya tanpa peduli perasaan anaknya,” tambahnya. Dalam kesempatan itu Retno yang juga peraih award dalam bidang Science dari Toray Foundation Japan 2004, memberi sedikit panduan bagi para orangtua yang kebingungan mencari sekolah bagi anaknya. Menurutnya hal pertama dan penting diperhatikan orangtua adalah pilihlah sekolah yang nyaman dan aman bagi anak. Lalu dia pun mencontohkan dirinya ketika memilihkan sekolah SD bagi anaknya. Menurut Retno, ia memilih sekolah yang tidak memberatkan anak dengan pelajaran-pelajaran berat. “Saya mendapat sekolah yang bagus untuk anak saya. Sekolah itu tidak memberi PR di akhir pekan. Sehingga anak akan bisa menikmati liburan akhir pekan dengan baik. Ini penting karena adanya keseimbangan. Kalaupun akan ulangan atau UAS, maka itu dilakukan pada hari Selasa, bukan Senin,” katanya Retno yang menyebut dirinya lebih memilih sekolah yang mengerti perkembangan psikologi anak. –Diana Runtu
24
Sudut Pandang
Edisi 909/ 11 - 17 Juli 2016
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online ternyata masih menyisakan masalah bagi beberapa orangtua siswa. Seperti dituturkan Eka Shanti Indra Dewi atau yang akrab disapa Iin. Dua putrinya mencari sekolah baru. Yang sulung mau masuk SMA dan si bungsu masuk SMP. Menurut Iin, urusan mencari sekolah bagi putri sulungnya Mutiara, sudah beres tidak tada masalah. Namun, urusan mencari SMP bagi Tiara, putri bungsunya, menyisakan sebersit kekecewaan.
Orangtua Harap-Harap Cemas
D
engan nilai 467,5, ia belum yakin untuk mendaftarkan anaknya di SMP favorit sebagai pilihan pertama. “Saya melihat dari web-nya, dari prediksi nilai, saya khawatir anak saya tidak diterima di SMP favorit,” kata Iin. Ia melihat di web, nama anaknya muncul di ketiga pilihan. Ketika mengakses web-nya, ia melihat, nilai anaknya itu berada di posisi yang sangat di bawah. Padahal, ia tidak menyadari, posisi itu adalah data yang tidak real time. Ia berpikir, khawatir jika pilihan pertama di SMPN 3 Denpasar, anaknya bisa tidak diterima. Jadi, ia pilih SMPN 10 Denpasar sebagai pilihan 1.
Eka Shanti
Ia pun mendaftar, di hari terakhir pendaftaran. Setelah harapharap cemas menunggu, ternyata
anaknya lolos. Namun, betapa kagetnya ia melihat, ternyata dengan nilai anaknya itu, sebenarnya bisa diterima di SMPN 3. Ia pun segera mendatangi petugas di Kantor Diknas Kota Denpasar untuk mencari solusi. Ia ingin anaknya pindah ke SMPN 3. Namun, dari penjelasan yang diterima di Diknas, anaknya tidak bisa pindah lagi ke SMPN 3, kare na sudah diterima SMPN 10. Keterangan ini tentu membuat IIn kecewa. Karena berdasakan aturan yang ia baca, bahwa boleh mengubah data verifikasi satu kali. Namun, untuk kasus anaknya tidak bisa. Ia juga sangat kecewa, karena sistem PPDB online untuk SMP
Merantau demi Cita-Cita Putu Tara Haradaya Komala yang biasa disapa akan nyamanlah, kata Tara. Tara ini, berhasil lolos masuk Fakultas Teknologi Mengenai dukungan keluarga khususnya orangtua, Hasil Perikanan, UGM melalui jalur SNMPTN. menurut Tara namanya orangtua pasti mereka tidak rela Ia memilih jurusan sesuai dengan keinginannya untuk melepas anaknya merantau jauh. “Namun saya sendiri yang memang menjadi impiannya sejak ambil positifnya toh di sana saya tujuannya kuliah demi awal. mengejar cita-cita. Akhirnya orangtua saya mendukung Tara yang lahir Denpasar 14 Januari 1998 walaupun mungkin ada kecemasan dan kekhawatiran ini, memilih jurusan sesuai hobinya yaitu sangat di hati mereka.Tapi saya yakin mereka tetap akan bergemar mengonsumsi segala jenis ikan. Ia memiliki doa yang terbaik untuk anaknya, ucap Tara. keinginan yang mulia yakni dapat meningkatkan Begitu pula Farica Veronicha Marmer yang akrab mutu dan kualitas perikanan Indonesia. dipanggil Icha ini , sejak awal memang tertarik buat Ditanya keberaniannya memilih untuk melanmempelajari perilaku orang. Penasaran untuk mencari jutkan sekolah atau kuliah di luar Bali menurutnya tahu apa yang melatar belakangi orang ketika melakuia ingin mencari suasana baru, punya teman teman kan suatu tindakan dan kemudian apa akibatnya. baru yang berBelajar psikologi, katanya bisa membuat kita melihat beda dari yang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Impiannya selama ini diajuga ternyata menjadi nyata, sebab ia diterima di jak bermain. Ia Fakultas Psikologi Universitas Brawijaya melalui jalur ingin tahu juga SBMPTN. ala Kom daya Putu Tara Hara belajar sambil Soal keberaniannya memilih kampus diluar Bali, anak ke empat mengenal bagaimanakah daerdari empat bersaudara ini mengatakan hal ini menantang dirinya ah di luar Bali. sendiri untuk bisa survive di tempat dan lingkungan baru. Sekaligus “Kalau saya ditanya apa benar- benar belajar untuk mengelola uang, menjaga diri dan lebih sudah sepen uhnya siap unbertanggung jawab. Saya siap untuk merantau. “Saya yakin cepat tuk merantau? Karena sulambat pasti bisa beradaptasi dengan suasana baru, kata Icha yang dah memilih dan akhirnya memang hobi berpetualang ini. lolos, maka siap ndak siap Untuk dukungan keluarga, kata Icha sebagaimana orangtua pada ya harus siap. Saya rasa umumnya pasti ada sedikit khawatir apalagi perempuan. Tapi mereka bagaimanapun kondisinya percaya anaknya bisa bertanggung jawab dan mampu bertahan hidup. di sana nanti pasti akhirnya “Apalagi dulu orangtua saya juga dulu anak rantau dan mereka sudah kita bakal terbiasa, bakal merasakan bahwa banyak manfaat dan sisi positifnya ketika anak Icha punya banyak teman dan merantau, ujar Icha. -Nina
Terapkan Matrikulasi Jelang tahun baru ajaran baru, sekolah-sekolah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Salah satunya SMAN 7 Denpasar yang melaksanakan Workshop Kurikulum 2013, membahas tentang elemen perubahan dalam kurikulum, pekan lalu. Kepala SMAN 7 Denpasar Dra. Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiati mengatakan, sebagai “orang baru” yang menjabat Kasek, ia selalu mendengar masukan-masukan dan merangkul semua SDM untuk bersama-sama melakukan apa yang bisa dikerjakan dan apa yang ingin diperbuat untuk sekolah. Bu Cok, demikian sapaan akrabnya memulai dari tatanan persiapan guru. “Jika guru sudah siap dengan pembelajaran, otomatis kita akan siap menghadapi anak-anak,” ucapnya. Ia ingin persiapan itu tak hanya dengan mencopot disana dan mencopot disini, mencari disana
mencari disini. “Dalam artian, kita sendiri punya kurikulum sekolah. Kita buat RPP seperti ini, dan secara pararel (umum) kelas X, XI, XII sama. Sehingga tidak ada lagi copot sana copot sini, seperti biasanya sesuai MGMPnya. Kalau pun ada, kita akan sharing dan kombinasikan. Itu yang saya inginkan, sehingga benar-benar inilah SMAN 7,” tegasnya. Berikutnya, Bu Cok juga ingin mengondisikan apa pun itu harus ada dasar hukumnya, sehingga ke depannya untuk melakukan sesuatu, semua ada dasarnya. Misalkan, tentang perpindahan. Jika dulu, anak dari sekolah lain bisa asal pindah ke SMAN 7, sekarang akan diterapkan matrikulasi. Sekolah memiliki KKM (batas nilai minimal yang harus dipenuhi anak), yang tentunya berbeda antara sekolah satu dengan lainnya. Dengan diterapkan matrikulasi ini, diharapkan anak pindahan bisa menyesuaikan diri
dengan kondisi di sekolah barunya. “Jika ada anak pindahan masuk, kita sinkronkan dengan nilai standar di sekolah kita. Jika KKM nya kecil, harus ikuti matrikulasi agar bisa menyesusaikan dengan yang lain. Anak pindahan dari sekolah manapun wajib mengikuti. Jadi ketika ada yang bertanya kenapa bisa pindah, ada dasarnya bahwa anak itu sudah lulus matrikulasi,” jelasnya. Dari sisi SDM (pegawai), ia juga mencoba memediasi untuk menyejahterakan lahir batin, dengan melakukan rolling pada pegawai. Itu semua dikatakan merupakan masukan dari bawah. Terkait dengan wacana MOS akan ditiadakan, Bu Cok mengatakan bahwa pemerintah memang sudah mengeluarkan Permendikbud No. 18 tahun 2016. Aturan disana sudah jelas-jelas menyatakan bahwa tidak boleh ada kekerasan, tidak
boleh melibatkan OSIS (kakak kelas). Karena ia pun melihat, dalam MOS terkadang sesuatu yang tidak benar menjadi. Contohnya, siswa baru diminta menghitung beras atau berbicara dengan binatang. “Memang hal-hal seperti ini seharusnya ditegaskan oleh pemerintah, dan semoga saja mau diikuti. Karena bagaimana pun, jika anak di depan, unsur balas dendam pasti jalan. Bahkan kadang diwarnai unsur pemerasan, dengan meminta siswa baru membawa ini-itu yang kadang tak masuk akal dan turut memberatkan orangtua siswa. Saya juga orangtua murid, pernah merasa diberatkan seperti itu. Waktu anak SMP disuruh membawa permen cecak, nyari pisang dempet, orang tak suka minum susu dipaksa minum susu,” paparnya. Untuk itu, Bu Cok terus berupaya menyerap masukan tak hanya dari pegawai dan guru, namun juga dari siswa. Ia sudah tergabung dalam grup medsos dengan anak-anak. Ia hanya mengamati dari celotehan-celotehan mereka dengan teman-temannya. “Darisana, jangan selalu melihat orang dari sisi negatif. Lihat sisi baiknya. Jika
ini, tidak real time, dan sangat berbeda dengan sistem PPDB SMA. Walaupun dengan terpaksa menerima lapang dada anaknya diterima di SMPN 10, Iin menyarankan, sebaiknya, kalau bisa tahun depan bisa diadakan semacam service centre sebagai pelayanan data misalnya kalau orangtua atau siswa ingin konsultasi atau ingin mendapatkan gambaran data statistik passing garde sekolah-sekolah di Denpasar. Jadi siswa tidak salah pilih. Ada sedikit koreksi yang diutarakannya ke pihak Diknas, bahwa semangat pelaksaan PPDB harus mengacu pada hak anak. “Harus dijamin bahwa anak tidak terzalimi akibat data yang tidak real time. Entah kenapa kok kondisi data web PPDB SMP yang tidak real time dibiarkan saja, itu yang menjadi pertanyaan, apakah SDM kurang atau bagaimana,” kata perempuan yang lolos sebagai komisioner Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan Indonesia, Provinsi Bali Tahun 2016 ini. Sementara, bagi Ayu Agung, pendaftaran online ini ikut membuatnya kebingungan. Untungnya, di tempatnya bekerja ada komputer dengan kecepatan internet yang mumpuni sehingga ia bisa mengakses web PPDB. Namun, walaupun begitu, ia kebingungan juga, lantaran nilai putri sulungnya kecil dibandingkan nilai-nilai yang bisa lolos di sekolah negeri. Apalagi, ia ingin putrinya itu, masuk di SMPN 3 Denpasar. “Orangtua ikut pusing mengurusi anak mau cari sekolah,” kata Agung. Saat di kantor, ia mencoba berdiskusi dengan teman sejawat yang anaknya sudah tahun lalu mencarikan anaknya sekolah. “Saya lagi coba nih daftar. Daftar terakhir-terakhir saja, sambil lihat perkembangan,” kata Ayu Agung. Ia menilai, bagus juga daftar online agar transparan dan tak bisa manipulasi data tapi orangtua dituntut harus juga belajar IT. –Wirati Astiti dari tidak baik menjadi sedikit saja ada perubahan menjadi baik, itu berarti kita sudah berhasil melakukan pendidikan karakter, walau sedikit,” tegas perempuan yang berkomitmen untuk mengawal anak-anak didiknya menjadi berkarakter yang lebih baik ini. –Inten Indrawati
Dra. Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiati
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id