Skip to main content

Tokoh Edisi 904 | Tokoh

Page 1

24

Sudut Pandang

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Lingkungan yang se­ hat merupakan dam­ baan semua orang, na­ mun tidak mudah men­ ciptakan lingkungan yang terlihat bersih dan rapi sehingga nyaman untuk dilihat. Lingkung­ an dikatakan sehat jika kebersihan yang dicip­ takan tidak melanggar norma-norma yang ada di masyarakat. Hal terse­ but disampaikan oleh Dr. I Made Sundaya­ na, M.Si., Ketua Seko­ lah Tinggi Ke­s ehatan (Stikes) Buleleng.

T

erciptanya kebersihan secara global harus dimulai dari diri sendiri. “Memang harus dimulai dari masing-masing individu, kemudian

Disiplin dalam Kebersihan lingkup keluarga. Maka akan berpengaruh juga kepada sekolah maupun masyarakat,” ujarnya. Sebagai dosen di sekolah kesehatan ia mengaku sangat menerapkan kedisiplinan dalam kebersihan. Ini terbukti dari kampus yang selalu terjaga kebersihannya dari sampah. “Di kampus kami selalu siapkan dua tong sampah, satu untuk sampah organik dan satu untuk sampah nonorganik,” imbuhnya. Pihaknya juga mengakui bahwa selalu memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada mahasiswa untuk menjaga kebugaran dan kesehatan diri. Tentu saja jasmani dalam kondisi yang bersih serta sehat akan membuat seseorang nyaman dan kesehatan tubuh terjaga. Selain memberikan penyuluhan kepada mahasiswa, pihak kampus juga mengajak mahasiswanya untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat. “Sebagai mahasiswa kesehatan mereka lebih dipercaya untuk memberikan pemahaman tentang hidup sehat. Jadi itu yang

Dr. I Made Sundayana, M.Si

memudahkan mereka hadir ditengah-tengah masyarakat,” imbuhnya. Banyak sekali manfaat yang dirasakan seseorang dengan menjaga lingkungan bersih. Lingkungan yang bersih akan menjauhkan sumber-sumber penyakit untuk berkembang di sekitar yang sangat berhubungan erat dengan kesehatan.

Menurut pria kelahiran 1 Se­ ptember 1969 ini, sebagai mahasiswa kesehatan harus mampu memberikan edukasi kepada masyarakat baik sumber penyakit yang disebabkan lingkungan kotor misalnya sampah ataupun demam berdarah. “Kami bersifat fleksibel, kalau memang diperlukan penyuluhan tentang sampah ya kami lakukan. Akan tetapi akhir-akhir ini banyak kasus demam berdarah ya kami juga lakukan penyuluhan tentang itu,” paparnya. Menurut pria yang lahir di Cipanas, Bogor ini mengatakan banyaknya kasus deman berdarah yang disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan nyamuk Aedes Aegipti merenggut banyak korban jiwa. Dalam pemberantasannya tidak cukup hanya dilakukan dengan fogging atau pengasapan. “Menurut saya fogging itu hanyak mematikan nyamuk dewasa saja sedangkan jentik-jentiknya tetap hidup. Padahal yang akan berkembang menjadi nyamuk dewasa adalah

jentik-jentik tersebut,” ungkapnya. Sebaiknya dalam memberantas nyamuk tersebut harus menggunakan serbuk Abate dan melakukan 3M (menguras, menimbun, dan menutup) genangan air yang berpotensi menjadi tempat hidupnya jentik tersebut. Memiliki lokasi yang berada di desa Bungkulan, kampus Stikes menyasar warga yang berada di sekitarnya. Kegiatan penyuluhan dan memberikan contoh dengan terjun langsung ke lapangan adalah salah satu metode yang dirasa sangat efektif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. “Setiap minggu kami selalu mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan. Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Dinas Kesehatan kabupaten maupun provinsi,” imbuhnya. Meskipun baru menyasar masyarakat yang tinggal dekat dengan area kampus, namun tidak menutup kemungkinan jika ada permintaan masyarakat desa lain akan dilakukan dengan senang hati. –Wiwin

Kesadaran Muncul dari Kebiasaan

Heny Shanti

Memiliki lingkungan yang sehat merupakan idaman setiap keluarga. Hal ini, akan lebih baik jika dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang karena kesibukan dan berbagai alasan lain, kita kurang memperhatikan masalah kebersihan lingkungan di sekitar kita, terutama lingkungan rumah. Tentu saja lingkungan dengan kondisi yang bersih dan sehat atau bebas sampah akan membuat para penghuninya nyaman dan kesehatannya terjaga. Mengingat, kesehatan tubuh manusia berada pada posisi vital sebagai modal melakukan kegiatan dalam memenuhi kebutuhan

hidup seseorang. Wayan Padmi pemilik Duabe Modelling School & Entertainment di Jimbaran mengatakan bahwa masalah sampah adalah masalah yang klasik. Namun dapat dipecahkan dengan banyak hal yang sederhana. Yakni, dengan membiasakan membuang sampah ke tempat sampah yang benar adalah hal awal untuk menanggulangi masalah sampah ini. Membiasakan hidup bersih sejak usia anak-anak juga akan membuahkan hasil yang lebih baik dibanding setelah dewasa, karena kesadaran yang berhasil muncul melalui kebiasaan. Anak-anak juga tidak perlu diperintah ataupun dipaksa untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Namun, mereka perlu contoh dan pemahaman akan pentingnya kebersihan, maka hal itu akan menancap dan dilakukan dengan baik. Selanjutnya kata Padmi, perlu kerjasama yang baik antara semua pihak. Bukan hanya terbatas pada individu dan keluarga tapi juga masyarakat serta ketegasan pemerintah diikuti kepedulian yang tinggi terhadap masalah sampah. Ia juga mengingatkan, sebenarnya

hal yang menjadikan lingkungan kotor bukan hanya terbatas pada sampah, ada juga pengaruh penggunaan bahan-bahan untuk kebutuhan hidup dari bahan sintesis ataupun kimiawi. “Akan sangat baik jika urusan kebersihan ini kita selalu bekerjasama dan saling mengingatkan satu sama lain, minimal diantara anggota keluarga,” cetusnya. Dikatakannya lebih lanjut, jika lantai rumah kita bersih, selain terkait urusan kesehatan juga menjadikan tampilan rumah lebih indah. “Yang namanya lantai rumah, kita tahu selain disapu juga mesti dipel dalam waktu tertentu, atau setiap hari jika kita masih memiliki balita. Disamping itu jangan pernah menggunakan produk pembersih yang bahannya banyak dari kimia secara berlebihan,” kata mantan model di tahun 1990-an ini. Ibu dua anak ini juga menyampaikan bahwa urusan membersihkan barangbarang di rumah jangandianggap sepele, terlebih jika debu sudah menumpuk. Selanjutnya kita harus melihat ventilasi, apakah sudah berfungsi dengan baik, udaranya mengalir dengan baik, apalagi dengan kondisi cuaca yang agak panas seperti sekarang, dengan adanya udara yang masuk bisa memberikan kesejukan. “Selain menjaga lingkungan dalam rumah, lingkungan di luar rumah pun perlu dijaga, agar tidak ada muncul

sarang nyamuk dan tikus,” tandas­ nya. SALING MENDUKUNG Begitu juga yang dikatakan Heny Shanti, artis, penyanyi dan pengusaha ikan ini, semua memang sebaiknya dimulai dari diri sendiri. Melakukan tindakan sederhana untuk membuat lingkungan sehat. Kalaupun kita tidak dapat mencegah orang terhindar dari penyakit sepenuhnya namun sudah melakukan upaya menekan dengan menjaga lingkungan yang sehat dan bersih. Sebab, bebas dari sampah berarti terhindar dari penyakit.

Wayan Padmi

Menurut Heny saat ini, bersama dengan majunya pemikiran masyarakat serta kemajuan teknologi diberbagai sisi kehidupan, ia melihat tingkat kesadaran untuk memiliki lingkungan dengan kondisi bersih mulai meningkat. Apalagi Kota Denpasar juga tengah menggerakkan masyarakatnya untuk bersama-sama peduli kebersihan lingkungan. Disamping itu berbagai informasi perihal pentingnya lingkungan dengan kondisi bersih dan sehat bisa diketahui melalui media cetak maupun online. Sepertinya juga masyarakat sekarang makin menyadari ada banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan menjaga lingkungan bersih dan rapi. Lingkungan yang bersih akan menjauhkan sumber penyakit di sekitar kita. Dengan lingkungan yang bersih pula, kita akan merasa nyaman dan betah untuk berada di rumah. “Sebenarnya bukan hanya terbatas pada lingkungan rumah, tapi juga lingkungan sekitar tempatnya berada,,” katanya. Melalui kerjasama yang baik dan saling mendukung, lanjut Heny tentu upaya memunculkan kesadaran budaya hidup sehat dan bersih akan ringan dan mudah diwujudkan dalam waktu singkat. Pengaruh kehidupan di lingkungan masyarakat dengan kebersihan yang terjaga pun dapat segera dirasakan. -Sri Ardhini redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


2

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

GORO-GORO Putu Wijaya

Pagi-pagi Pak Alit sudah hadir di rumah Amat. Mukanya tegang. Bu Amat jadi cemas. “Cepat, Pak! Pak Alit kelihatan

stress!” Tapi Amat santai saja. Ia mandi dulu. Menegak kopinya habis. Baru ke depan menemui tamunya. “Ada apa Pak Alit? Menyesal didaulat oleh warga, tidak boleh mundur sebagai ketua pengurus lingkungan?” Pak Alit tersenyum masam. “Bukan begitu, Pak Amat. Saya tidak keberatan bekerja untuk warga walau pun tidak digaji. Walau pun istri saya sering ngomel, ngapain ngurus kepentingan orang lain, serahkan saja pada orang lain, urus kepentingan kita saja belum beres, kapan bisa punya mobil, begitu katanya tiap hari, merongrong!” Amat tertawa.

“Jadi, dengan kata lain, Pak Alit menyesal dan kembali mau mundur?” Pak Alit nampak bingung. Amat lalu mengeraskan suaranya, karena ia tahu istrinya nguping di kamar. “Jangan bingung. Semua ibu rumah tangga akan ngomong seperti itu Pak Alit. Tapi itu maknanya bukan menghalangi, tapi mengingatkan, karena itulah tugas mulianya sebagai Ratu Rumah Tangga. Harus selalu membuat kita, para suami, waspada. Waspada bahwa kita kepala rumah tangga yang kewajiban utamanya: pertama menghidupi keluarga. Menjamin dapur selalu berasap. Jadi jangan menyalahkan mereka! Salahkan diri kita! Kalau memang tak sanggup jadi pemimpin, jangan memaksakan diri!” Pak Alit kelihatan tambah bingung. Pak Amat lalu berbisik. “Atau ada persoalan lain? Pak Alit ketahuan sama janda itu?” Bu Amat muncul, menghidangkan kopi sambil menyapa:

pemimpin (Gotong-Royong 2)

“Silahkan minum Pak Alit. Apa kabar Ibu? Saya dengar rumah di sebelah, mau dikontrak janda dari Surabaya itu, betul?” Amat langsung meningkatkan suaranya, mengalihkan pembicaraan. “Jadi nanti sore kita ditunggu Pak Soegianto di rumah beliau, tepat pukul 16.00. Jangan sampai telat satu menit pun. Beliau sangat disiplin, itu sebabnya jadi kaya-raya tidak karuan seperti sekarang. Bukan macam kita yang suka jam karet ha-ha-ha!” Setelah Bu Amat masuk kembali, Amat melirihkan suaranya: “Tidak ada masalah kan, Pak Alit? Hati-hati main api, sebab semua perempuan itu pada prinsipnya bersatu sebagai ibu. Dan, itu sangat, amat sangat perlu buat kita, untuk lis, pembatas kebebasan kita yang kadangkala, terus-terang saja suka bablas angine!” Pak Alit menarik nafas panjang. “Betul, Pak Amat. Matur suksama.

Pak Amat sebagai senior memang panutan kami semua di sini. Tidak saya ragukan petuah-petuahnya. Dalam rapat warga kemarin, Bapak sudah mengatakan bermimpi bertemu Bung Karno, penggali Pancasila. Saya yakin itu hanya rekaan untuk menyampaikan pesan Pak Amat kepada, kami. Betul begitu, Pak?” Amat tertawa. “Saya setuju ketika Pak Amat mengatakan, rakyat mulai apatis terhadap gotong-royong, Ekasila, perasan Pancasila, sebab sering para pejabat dan pemimpin. mengatasnamakan Ekasila, mempergunakan rakyat untuk kepentingan pribadi, kelompok, kroni bahkan juga partainya. Saya paham dan setuju. Lalu Bapak juga mengajak kita menafsirkan gotong-royong: bukan dengan menyiksa rakyat yang sudah tak berdaya, dengan berbagai tugas, dengan cara merangkul orang-orang kaya memikul beban yang pasti tidak akan terasa berat itu, karena hidup mereka berkelebihan, apalagi pahala batinnya akan menjamin ia akan mendapat tempat di surga. Saya setuju sekali, Pak Amat.” Amat ketawa.

Ekspresso “Nah nanti sore, kita akan menghadap Pak Soegianto. Pertanyaan saya: apa jaminannya kalau kita laporkan segala kebutuhan lingkungan kita seperti: perbaikan jalan, saluran air, taman, pendirian sekolah dan rumah ibadah, beliau akan berkenan membantu? Bagaimana kalau beliau menolak dan mengatakan, itu semua kan untuk kepentingan seluruh warga, kenapa hanya beliau sendiri yang harus memikul? Itu kan namanya nodong, pemaksaan yang melanggar citra keadilan dan bertentangan dengan azas demokrasi dan keadilan? Walhasil bertentangan dengan Pancasila?” Pak Alit nampak sangat emosional. Amat tidak langsung menjawab, karena masih melihat beberapa kalimat tersisa di mulut ketua lingkungan itu. “Jadi bagaimana kalau begitu, Pak Amat? Kalau beliau menolak, berarti kita kembalikan semua itu pada warga? Apa jaminannya warga nanti akan mau bergotong-royong, kalau sekarang saja sudah menolak?” “Tidak ada!” Pak Alit terhenyak, mati langkah. Amat lalu melanjutkan tenang. “Ya, tak ada jaminannya, Pak Alit! Karena itulah, semua tergantung dari pinter-pinter kita, pinter-pinter Pak Alit, sebagai ketua lingkungan, berdiplomasi untuk meyakinkan Pak Soegianto. Karena itulah warga memilih, Bung Karno, Anda sebagai PEMIMPIN!!!” Pak Alit kaget.

Produktif dan Aktif di Usia Lanjut:

Sebuah Impian bagi Profil Lansia Bali di Masa Depan Menjadi dewasa dan memasuki kehidupan usia lanjut adalah tahapan perkembangan yang akan dilalui semua orang. Bagi sebagian masyarakat, kelompok lanjut usia (lansia) dinilai sebagai kelompok individu dengan berbagai keterbatasan. Seringkali keterbatasan ini menyangkut keterbatasan fisik dan kondisi kesehatan yang semakin menurun. Tingkat partisipasi lansia dalam interaksi social juga semakin berkurang, yang biasanya ditunjukkan dengan mulai memasuki masa pension dan frekuensi pertemuan dengan teman yang rendah. Adanya pandangan atau stereotype tertentu yang dilekatkan pada kelompok usia tertentu, salah satunya lansia biasa disebut dengan istilah ageism. Meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia membawa pandangan baru bagi kehidupan lansia. Banyak tokoh beranggapan bahwa saat ini kita tidak lagi berdiskusi mengenai bagaimana cara memperpanjang hidup seseorang, tapi diskusi lebih banyak difokuskan pada bagaimana membangun lansia yang berdaya, yang biasa diistilahkan dengan successful atau active ageing. Salah satu indicator dari active

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

ageing adalah produktivitas dan interaksi sosial yang terus berlanjut pada saat individu memasuki masa lansia. Bali adalah salah satu dari lima provinsi dengan jumlah penduduk lansia tertinggi di Indonesia. Kondisi ini membutuhkan perhatian kita semua terkait dengan konsep active ageing bagi penduduk lansia di Bali. Produktivitas lansia di Bali, salah satunya bisa diukur melalui jumlah lansia yang masih bekerja dan berkarya. Mayoritas lansia di Bali bekerja pada sektor informal dan pertanian.Tidak sedikit lansia yang terlibat adalah lansia perempuan. Penelitian yang dilakukan oleh penulis pada tahun 2015 pada lansia perempuan, menunjukkan bahwa kemandirian berkontribusi bagi kebahagiaan di usia lanjut. Kemandirian pada lansia, salah satunya dapat dicapai melalui bekerja dan perasaan mampu untuk berkontribusi bagi lingkungan dan keluarga. Dalam masyarakat Bali, perempuan mendapatkan kedudukan yang terhormat. Perempuan tidak hanya menjalankan peran ekspresif rumah tangga, namun juga mengambil peran yang bermakna dalam kehidupan sosial. Sejak pergerakan emansipasi perempuan di Bali pada tahun 1930,

Made Diah Lestari, S.Psi, M.Psi

kehadiran perempuan mulai diakui dalam sektor pendidikan, kegiatan sosial, dan perdagangan. Tahun 1930 adalah titik mula bagi kiprah perempuan dalam bidang yang lebih luas, termasuk dalam angkatan kerja di Bali. Bekerja memungkinkan lansia untuk tetap berinteraksi dengan lingkungan sekitar, termasuk teman. Teori disengagement dalam Psikologi Gerontologi berpandangan bahwa seiring dengan seseorang memasuki masa lansia,

maka jumlah teman dan juga frekuensi pertemuan dengan teman akan berkurang. Kritikan terhadap teori tersebut disampaikan oleh sejumlah kalangan yang berpendapat bahwa seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, masa lansia harusnya difokuskan pada pengembangan hubungan social dan pemanfaatan waktu luang. Teman bagi lansia adalah sumber kebahagiaan dan kesehatan di masa tua. Menjaga pertemanan membuat lansia mampu mempertahankan memori dan kemampuan kognitif, menjaga mereka jauh dari perasaan kesepian, merasa tetap muda, dan memiliki teman diskusi untuk permasalahan hidup yang dilalui. Pada akhirnya, bagaimana seseorang menghabiskan masa lansianya adalah bentuk investasi seseorang di masa mudanya. Masa lansia yang bermakna dihasilkan

dari masa muda yang bermakna. Ketika seseorang ingin sehat di masa lansia, maka investasi kesehatan harus dipikirkan sejak muda, mulai dari gaya hidup dan juga pemeliharaan kesehatan. Jika seseorang ingin berdaya dan produktif di masa lansia, maka produktivitas harus selaludipupuk sejakdini. Demikian halnya dengan relasi sosial. Jagalah pertemanan yang bermakna untuk masa lansia yang berkesan. Jika semua lansia di Bali mampu produktif dan aktif, maka menjadi Provinsi dengan karakteristik penduduk berstruktur tua bukan lagi sebuah hambatan bagi Bali untuk berkembang, justru menjadi sebuah karakteristik spesial. Made Diah Lestari, S.Psi, M.Psi Sekretaris Prodi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Unud.

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Sudut Pandang

Rajin Buka Jendela

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

23

Mendapatkan lingkungan hidup sehat, menjalankan pola hidup sehat, ternyata bukan hal yang mudah dilakukan oleh sebagian orang, khususnya mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan banyak berada di luar ruangan. Paling tidak itu yang dirasakan Agustin Ramli yang memiliki seabreg kegiatan dari pagi hari hingga malam. Baginya, bisa mendapatkan lingkungan hidup sehat dan menjalankan pola hidup sehat, adalah sebuah kemewahan yang tak bisa setiap waktu didapatnya meskipun sangat ingin.

“S

iapa sih yang tidak ingin berada dalam lingkungan hidup sehat, atau konsisten menjalankan pola hidup sehat. Kebanyakan orang pasti peduli akan hal itu, namun tidak semuanya bisa mendapatkan atau menjalankannya seperti itu. Aku, misalnya, merasakan sendiri bagaimana sulitnya untuk mempertahankan lingkungan hidup sehat, pola hidup sehat, dengan situasi aktivitas yang tinggi setiap harinya. Di sisi lain Jakarta polusinya tinggi, juga ruang terbuka hijau tidak banyak. Kemacetan lalu lintas dimana-mana dan jadi ‘makanan’ sehari-hari, polusi udara yang tinggi, stres, dll,” ungkap Agustin. Berbagai hal yang dia hadapi sehari-hari membuatnya merasa mendapatkan lingkungan hidup sehat dan menjalankan pola hidup sehat sebagai tantangan tersendiri. Tuntutan kehidupan, pekerjaan sehari-hari, membuatnya tak selalu bisa menjalankan itu dengan baik. “Ya kalau mencontohkan aku, memang aku merasa kesulitan. Itu aku akui. Sering kali

makan makanan tidak sehat. Situasi membuat aku tidak punya banyak kesempatan untuk memilih makanan yang seharusnya dimakan. Maunya sih makanan sehat tapi bagaimana? Apalagi jadwal kerja aku kadang ‘kacau’ banget. Misalnya syuting, untuk bisa mendapatkan makanan sehat tempatnya jauh, belum lagi macet. Kalau ‘dipaksain’ mencari makanan sehat, bisabisa pekerjaan berantakan. Jadi serba-salah. Makanya akhirnya makan seadanya, terpaksa mengonsumsi makanan gorengan atau makanan-makanan tidak sehat lainnya,” tutur wanita kelahiran 1983 ini. Presenter berbagai acara televisi ini menyadari kebiasaan yang dilakukannya tidak baik, dia tidak bisa larut dengan rutinitasnya sehingga mengabaikan hal lain. Karena itu, tambahnya, untuk orang dengan aktivitas sepertinya perlu penyiasatan. “Pokoknya dalam seminggu sekurang-kurangnya aku menyempatkan diri berolahraga dua atau tiga kali seminggu. Aku juga menyempatkan untuk mengambil kelas yoga meski malam hari. Untuk makanan

sehat, aku tetap berusaha sebisa mungkin memenuhinya. Untuk menutupi kekurangan-kekurangan itu aku minum suplemen, tiga macam di pagi hari dan satu di malam hari yakni antioksidan dosis tinggi,” ujarnya Agustin yang berupaya menjaga keseimbangan dalam dirinya. “Di luar itu, aku juga menyempatkan diri setiap dua bulan sekali melakukan retreat ke luar kota. Itu untuk keseimbangan, juga detoksifikasi racun-racun di dalam tubuh akibat makan-makanan yang tidak baik,” tambahnya seraya menambahkan, selalu berpikiran positif bisa membantu menjaga kesehatan diri. Bicara tentang lingkungan hidup sehat di rumah, menurutnya, karena dia tinggal di apartmen tidak tidak memiliki masalah dengan itu. “Tinggal di apartemen relatif bersih ya, paling cuma debu-debu. Kesadaran orang membuang sampah juga relatif baik, misalnya membuang sampah di tempatnya, memilah sampah basah dan sampah kering. Cuma memang untuk mendapatkan ruang terbuka hijau, agak kurang. Kita harus berjalan ke ruang publik untuk

Agustin Ramli dapat yang ‘hijau-hijau’. Tapi kalau di rumah, saya berusaha membuka jendela-jendela juga pintu agar sinar matahari masuk,” ujarnya. Terkait soal sampah, Agustin mengingatkan agar setiap orang memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan karena ketidakdisiplinan itu juga berakibat kepada orang lain. “Ini (buang sampah sembarangan) adalah kebiasaan yang sudah lama, su-

dah puluhan tahun, jadi memang susah mengubahnya tapi bukan berarti tidak bisa. Asal terus dikampanyekan pasti lama kelamaan akan berubah. Menurut saya menjaga lingkungan sehat termasuk membuang sampah, mulai dari diri sendiri. Kalau kita masing-masing melakukannya pasti keadaan akan menjadi lebih baik,” ungkapnya sembari mengingatkan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. –Diana Runtu

Manfaatkan Jerigen Bekas Jadi Pot Menurut General Manager Ibis Styles Bali Kuta Legian, Tantiarini Hidayati, lingkungan hidup yang sehat sangat bersinergi dengan pariwisata. “Lingkungan hidup bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam lingkup rumahan, kita bisa menanam tanaman obat yang bisa dipergunakan sebagai obat keluarga. Tanaman hias yang tumbuh di halaman rumah juga membuat rumah menjadi asri dan nyaman,” ujarnya. Dalam lingkup besar, lingkungan sehat dapat berkontribusi dalam dunia pariwisata misalnya untuk agrowisata. Saat ini, agrowisata menjadi daya tarik yang sedang ngetren di kalangan wisatawan. Ia berpendapat, harusnya ada gerakan untuk anak-anak dan generasi muda mencintai lingkungan dengan cara, mulai belajar menanam pohon dan merawat tanaman. Bisa juga bekerja sama dengan beberapa komunitas mulai memberikan pelatihan dan

kencur, cabai, tomat, yang juga dapat menarik perhatian wisatawan. “Saya lihat seperti di hotel Mercure Sanur, ada halaman ditanami aneka tanaman obat,” ucapnya. Selain itu, kata dia, tanaman hidroponik dapat juga dipilih menyiasati lahan yang sempit.

Tantiarini

Dewi Mas Bloem

sosialisasi tentang fungsi lingkungan sehat demi bumi yang sehat. Ibis Styles Bali Kuta Legian sendiri, juga sudah menerapkan lingkungan sehat dengan cara, mengumpulkan botol atau jerigen bekas. Selain dijual, ada beberapa yang dimanfaatkan untuk menjadi pot hias. “Lahan Ibis Style

Bali Kuta Legian tidak terlalu besar, jadi pemanfaatan lingkungan hidup kami mulai dari mengurangi sampah plastik yaitu dengan pemanfaatan barang bekas untuk pot bunga,” kata Tanti. Ia menambahkan, beberapa hotel yang mempunyai lahan besar, bisa berkreasi dengan menanam tanaman seperti

SAMPAH JADI PUPUK Sementara itu, menurut Dewi Mas Bloem, General Manager The One Legian, pengertian sehat tidak hanya bersih, tapi adanya pengembangan pelestarian termasuk bagaimana kelangsungan lingkungan hidup di sekitar kita. “Kita tidak bisa melarang orang memakai plastik, tapi kita bisa mengajak orang lain untuk membatasi penggunaan plastik. Boleh pakai plastik, tapi plastik itu bisa dipakai lagi untuk yang lain,” ujarnya. Ia sendiri sudah menerapkan lingkungan hidup bersih dan sehat di tempatnya bekerja. Sampah, dibedakan menjadi sampah basah dan sampah

kering. Ada sampah yang memang harus dibuang, dan ada sampah yang bisa didaur ulang termasuk dijual seperti botol bekas atau ban bekas. Sedangkan untuk sampah, bahan berbahaya beracun seperti bekas gas atau spray tidak dicampur sengaja dipisahkan dengan sampah lain. Sisa sampah ini dikelola bekerja sama dengan Desa Adat Legian. Sampah yang diolah menjadi kompos dipakai sebagai pupuk tanaman di hotel. “Sampah yang datang dari sisa makanan dikumpulkan tiap harinya. The One Legian bekerja sama dengan yayasan pencinta anjing Bali, I Love Bali Dog, mesuplay makanan 8-10 kilogram tiap hari untuk diberikan sebagai makanan anjing,” kata Dewi Mas Bloem. Menurutnya, melestarikan lingkungan tidak hanya soal urusan membuang sampah, tapi membuat sampah menjadi barang yang berguna atau daur ulang. “Sampah bagi kita tapi mungkin tidak untuk orang lain,” ujarnya. – Wirati Astiti


22

Sosialita

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Yayasan Aku dan Sukarno

Nama yang berkaitan dengan Sukarno bertambah dengan hadirnya sebuah yayasan yang bernama Yayasan Aku dan Sukarno. Yayasan yang diprakarsai oleh penulis buku-buku Sukarno serta blogger dan wartawan senior, Roso Daras itu, diresmikan 1 Juni 2016 di Gedung Joang ’45, Jl Menteng 31, Jakarta Pusat.

“B

u n g Ka r n o pernah berkata, dengan seribu orang tua, dia bisa menggeser gunung Semeru. Tetapi bersama 10 pemuda revolusioner, dia bisa mengguncang dunia. Nah, berangkat dari ungkapan Bung Karno itu pula, maka saya mengangkat para pengurus dari unsur pemuda,” ujar Roso Daras, dalam pidato peresmian yayasan. Di jajaran pengurus, bercokol nama perempuan aktivis GMNI bernama Meiniwan Halawa. Wanita asal Nias berusia 25 tahun itu, duduk sebagai Ketua Umum. Ia didampingi Ariandi Putra, pemuda Minang juga berusia 25 tahun, sebagai Wakil Ketua. Sebagai Sekretaris Umum, pemuda berusia 25 tahun bernama Regia, dibantu Bahaudin, lelaki

Seminar Kebangsaan Aku dan Bung Karno. Dari kiri: Moderator Caprit, Suparjo, dan Iman Brotoseno

Dedikasi untuk Kaum Muda

kelahiran Jakarta yang jebolan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Bendahara Umum, Decy C. Widjaja didampingi Hani Merliana, yang masih kuliah di Universitas Mercu Buana. “Yayasan Aku dan Sukarno

saya dedikasikan untuk para pemuda, sebagai wadah berhimpun, berdiskusi, dan melaksanakan syiar ajaran Sukarno demi kemaslahatan bangsa. Karenanya, potongan tumpeng penanda diresmikannya yayasan ini, tidak akan saya serah-

SUKARNOPEDIA Bersamaan peresmian yayasan, diresmikan pula website www. sukarnopedia.org. Website itu dibangun dengan cita-cita menyediakan ruang informasi dan interaksi seputar Bung Karno. “Kami bercita-cita, sukarnopedia akan menjadi website ensiklopedia Sukarno yang paling lengkap. Saat ini, belum banyak konten yang kami unggan, tetapi bersamaan berjalannya waktu, konten-konten seputar Sukarno akan kami upload,” ujar Meiniwan Halawa, Ketua Umum Yayasan Aku dan Sukarno. Melalui sukarnopedia itu pula,

Roso Daras memotong tumpeng

Jokowi dan Program Trisakti Seminar kebangsaan yang menghadirkan pembicara Dr. Suparjo, S.H., M.H. dan sineas Iman Brotoseno pada peresmian Yayasan Aku dan Sukarno, berlangsung dalam aura semangat kebangsaan yang meluap-luap. Aula Gedung Joang 45 Jakarta Pusat, tempat berlangsungnya acara, menjadi begitu hidup. Dalam makalah berjudul “Kontekstualisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila dan Pemikiran Bung Karno”, Suparjo memulainya dengan menyebut momentum 1 Juni 1945 sebagai tonggak penting perjalanan panjang Bangsa Indonesia. “Kesempatan ini kami pergunakan untuk menuangkan pemikiran, pemahaman akan momentum bersejarah itu. Secara inheren, tentunya kami berupa upaya memahami konteks historiknya. Pada wacana inilah tentunya tidak akan bisa dilepaskan dari sosok Bung Karno (penggali Pancasila itu) dan pemikiran-pemikiran besarnya,” ujarnya.

kan kepada undangan pejabat atau tokoh nasionalis sepuh, melainkan saya persembahkan kepada perwakilan pemuda yang hadir, dalam hal ini Saudari Meniwan Halawa,” ujar Roso Daras sesaat setelah memotong tumpeng, dan menyerahkannya kepada Meiniwan. Pekik “Merdeka!” dan “Hidup Pemuda!” bergema di ruang berkapasitas 200 orang itu.

Pemikiran Sukarno mulai dari bagaimana manusia Indonesia, tatanan kebangsaan, tatanan negara bahkan mencapai tatanan dunia yang ideal. Pemikiran Bung Karno sesungguhnyalah telah merefleksikan adanya keserasian, keseimbangan yang dimulai dari individual, bangsa, dan semesta universal. Untuk itulah dalam pembahasan singkat ini, ia mencoba menyampaikan dari dua pendekatan besar, yaitu kontekstualisasi dan aktualisasi Pancasila dalam kronologi waktu yang di dalamnya berisi dinamika-dinamika politik global, regional, nasional yang pada akhirnya sampai dampaknya pada individualindividual Bangsa Indonesia. Pada akhir makalah, Suparjo mempertanyakan kapan dan bagaimana momentum reaktualisasi Pancasila? Jawabnya sekarang, bukan besok atau lusa. Mengapa demikian? Perut rakyat kecil, penyakit rakyat jelata, demokrasi politik dan eknomi adalah kebutuhan mutlak, conditio sine qua non !

Alasan yang lainnya (formal) tidak lain adalah adanya komitmen politik pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan ajaran Bung Karno “Trisakti”. Namun, ada pula nada pesimis akan hal itu. Sepertinya ada rasa kurang percaya diri untuk mewujudkan hal itu. Bung Karno Anti-Barat? Sementara itu, pembicara Iman Brotoseno dalam makalahnya antara lain menguraikan ihwal budaya berkepribadian yang dimaksud Bung Karno. Dikatakannya, bahwa tudingan Bung Karno anti dengan produk Barat, tidak sepenuhya benar. Bahwa Bung Karno melarang ikon barat – misalnya musik Beatles – lebih karena sebagai bagian dari kebijakan politik melawan Nekolim saat itu. Namun Bung Karno tidak serta merta anti musik asing, karena dia juga menyukai lagu-lagu soprano dari Italia misalnya. Ketika itu Bung Karno memang sedang ngambek berat pada negara-negara Barat seperti Inggris dan Amerika, karena sikap dua negara itu bertentangan dengan politik luar

masyarakat luas, khususnya insan Sukarnois, boleh dan bisa berkontribusi. “Berbeda dengan wikipedia yang melepas setiap materi kontribusi netizen, maka di Sukarnopedia kami menerapkan kebijakan admin. Jadi, semua materi akan masuk dulu ke keranjang admin, kemudian akan kami unggah setelah melalui sidang dewan redaksi. Kami tidak ingin ada informasi yang keliru apalagi sesat tentang Bung Karno,” ujar wanita enerjik itu. Selain sukarnopedia, yayasan juga meluncurkan website yayasan, www.yayasanakudansukarno.com. Situs ini akan berisi informasi kegiatan yayasan. “Karena sifat yayasan adalah sosial, dan dalam operasionalisasinya kami juga menerima bantuan donasi dari para pendukung yayasan, maka website yayasan adalah pintu terpendek yang bisa diakses masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial kami kepada para donatur dan masyarakat,” ujar Mei, panggilan akrabnya. Rangkaian acara peresmian Yayasan Aku dan Sukarno dikemas dengan elegan oleh panitia yang keseluruhannya terdiri atas generasi muda. Selain acara formal sambutan pembina dan pengurus, acara juga diselingi dengan repertoar kelompok musik klasik, Quintet Sukarno Voice, pimpinan Seno Wancoro. Bahkan sebelum break makan siang, panitia menggelar lelang lukisan Bung Karno karya pelukis spesialis palet, Sohieb Toyaroja. Usai makan siang, acara dilanjutkan dengan Seminar Kebangsaan. Tak kurang dari 150 peserta setia duduk di kursi, dan mengikuti seminar dengan sangat antusias. Pembicara utama seminar siang hari itu adalah Dr. Suparjo, S.H., M.H. Ia membawakan makalah berjudul “Kontekstualisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila dan Pemikiran Bung Karno”. Pembicara kedua adalah pekerja seni, Iman Brotoseno. Sutradara film “3 Srikandi” ini mengangkat tema ihwal budaya berkepribadian yang dimaksud Bung Karno dalam Trisakti. –Diana Runtu

negeri Indonesia. Ia membutuhkan sebuah simbol untuk dilawan, sehingga Bung Karno perlu menegaskan identitas kebangsaannya melalui Trisakti, salah satunya adalah ideologi berkepribadian dalam budaya. Seminar yang dipandu moderator Caprit Santoso itu mengalir dengan sangat dinamis. Dua sesi tanya jawab, tak mampu mengakomodir antusiasme penanya yang umumnya dari generasi muda. Bahkan, lepas dua sesi tanya jawab, yang masing-masing sesi berisi tiga pertanyaan, acungan tangan dari para penanya masih bermunculan. Apa boleh buat, karena waktu yang terbatas, maka tidak semua penanya mendapat kesempatan bertanya. “Setidaknya ini indikasi positif bagi kami. Sebab, kami memang berencana akan menggelar diskusi-diskusi seputar Bung Karno secara reguler. Dengan antusiasme yang saudara-saudara tunjukkan pada hari ini, besarlah harapan kami, bahwa diskusi-diskusi kebangsaan yang akan digelar Yayasan Aku dan Sukarno ke depan, menjadi tidak kalah antusiasmenya,” ujar Caprit menutup rangkaian seminar hari itu. –Diana Runtu

Uji Kompetensi Tata R ias Pengantin Bali (Payas Agung) untuk mendukung “Denpasar Kota Kompeten” dan “Gerakan Indonesia Kompeten” yang digelar Jumat (3/6) di Gedung Pers Bali K.Nadha, Denpasar berlangsung sukses. Uji kompetensi yang diikuti 550 peserta itu pun tercatat dalam Rekor MURI Dunia Indonesia sebagai peserta terbanyak. Piagam MURI diserahkan langsung oleh Deputi MURI Dunia-Indonesia Arini Siregar kepada Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra, Pemilik Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung Anak Agung Ayu Ketut Agung, dan Viva Cosmetics.

U

ji kompetensi diawali dengan ujian teori, kemudian dilanjutkan dengan ujian praktik. Hasil ujian mereka dinilai oleh tim penguji dari LSK sebanyak 40 orang. Menariknya, peserta uji kompetensi kali ini tak hanya dari masyarakat Denpasar dan Bali. Setidaknya ada 50 peserta yang berasal dari Jakarta, Semarang, Jember, dan NTB. Mereka yang ikut uji kompetensi ini sebagian besar sudah memiliki salon, penari, ataupun mereka yang berprofesi sebagai tukang payas otodidak. Sebe-

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

3

Para penguji dari LSK

Uji Kompetensi TRP Bali Sabet Rekor MURI

Diikuti 550 Peserta

lum ujian, mereka diberikan pelatihan oleh pakar tata rias dan busana adat Bali, Anak Agung Ayu Ketut Agung, untuk menyamakan persepsi. Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra menyampaikan pelaksanaan uji kompetensi yang nantinya akan mengantongi sertifikat

Suasana Uji Kompetensi TRP Bali (Payas Agung) yang diikuti 550 peserta

Suasana penilaian Uji Kompetensi

uji kompetensi ini ditegaskannya penting untuk keberlangsungan kita ke depan. Apalagi sekarang di era MEA yang mengharuskan kita jika ingin hidup, berusaha, dan berkelanjutan, kita ibaratnya diharuskan memiliki SIM (surat izin mengemudi). “Dalam hal ini,

Sebagian hasil peserta uji kompetensi TRP Bali (Payas Agung)

surat izin untuk berusaha sesuai dengan kompetensi/keahlian kita. Karena nanti ke depannya, hal ini akan dipersyaratkan baik oleh negara-negara ASEAN, perizinan pun demikian. Jika membuka salon atau yang lainnya, harus punya sertifikat kompetensi dulu. Jika

tidak ada, tidak bisa buka usaha,” ucapnya. Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Dr. Yusuf Muhyiddin, M.Pd. menambahkan bahwa uji kompetensi ini merupakan penilaian pencapaian kompetensi akhir dari sebuah proses pembalajaran yang diikuti peserta didik. Tentu peserta yang ikut UJK pasti sudah melalui proses pembelajaran sebelumnya. Di era sekarang, dalam situasi menghadapi persaingan MEA, tata rias pengantin menjadi salah satu bidang/sektor yang menjadi prioritas dalam sektor pariwisata yang harus ditingkatkan dan didukung. “Kami siap mendukung upayaupaya mencerdaskan bangsa melalui proses pendidikan yang diakhiri dengan uji kompetensi,” ujarnya. Dikatakannya, Kementerian Pendidikan sudah mentapkan tiga visi yakni, pertama; penguatan pelaku pendidikan melalui dukungan program-program seperti ini. “Pelaku pendidikan ini termasuk di dalamnya ada peserta didik, penguji, pengelola lembaga,” ujarnya. Kedua, perluasan akses dan mutu. Ditegaskannya bahwa proses akhir pendidikan adalah dalam rangka peningkatan mutu. Ketiga, yang tak kalah pentingnya adalah pelibatan publik. Hal ini sudah ditunjukkan secara langsung dalam kegiatan ini, yang tak hanya pemerintah pusat-daerah, namun juga melibatkan instansi-instansi, organisasi, dan pihak-pihak lain. “Mari kita wujudkan bersama visi Kementerian, yang didukung visi pemerintah daerah, pemerintah kota, untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,”papar Dr. Yusuf yang sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali. Suksesnya pelaksanaan uji kompetensi tersebut disampaikan pemilik Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung yang juga Ketua LKP Agung, Anak Agung Ayu Ketut Agung karena dukungan dan kerjasama semua pihak, di antaranya Pemkot Denpasar, TP PKK Denpasar, Disdikpora Denpasar, Dinas Pariwisata Denpasar, Dinas Kebudayaan Denpasar, Harpi Melati, Tiara Kusuma, WHDI Bali, WHDI Denpasar, Viva Cosmetics, dan Kelompok Media Bali Post. –Inten


4

Inspirasi

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Menghidupkan Jajanan Masa Kecil

Kang Dede begitu lelaki ini akrab disapa, telah membuat para bapak juga ibu-ibu yang berusia 50 tahun ke atas tertawa ceria mengenang masa mereka kecil gemar jajan aneka makanan di warung. Hanya dengan uang beberapa ratus rupiah mereka sudah bisa membeli beberapa makanan dan mainan. “Hahaha...ini makanan masih ada aja,” ujar seorang bapak sambil menunjuk gulali kacang yang dipajang di stand ‘Sunda Unik’. Rupanya si bapak ini waktu kecil sangat suka gulali kacang.

K

eceriaan yang sama juga terlihat dari tiga ibu yang melintas di depan stan itu. Tadinya ketiga ibu yang asyik berbincang sambil berkeliling berbagai stan di arena ‘Pesta Raya Jakarta’ tak menengok saat melewati ‘Sunda Unik’. Sepertinya mereka tidak ‘ngeh’ karena terlalu asyik ngobrol. Barulah ketika mendengar suara si bapak tadi dan teman-temannya tertawa kesenangan melihat jajanan tempo dulu, mereka pun menoleh dan mampir. Sejurus kemudian, derai tawa para pengunjung pun terdengar. “Salah satu misi kami ketika memulai bisnis ini adalah melestarikan jajanan unik tempo dulu agar tidak punah tergerus makanan-makanan modern dan makanan-makanan impor yang membanjiri pasar kita. Kepada generasi muda kita ingin memperkenalkan bahwa nenek moyang kita telah menciptakan aneka makanan unik. Kita ingin generasi muda kita tahu hal itu dan bisa menikmatinya,” ungkap Kang Dede yang bernama lengkap Dede L Wiratmadinata. Sebagaimana kita tahu, tuturnya, jajanan warung yang populer pada era 70 hingga 90an ini, begitu digemari anak-anak pada masa itu. Sebut saja, gulali kacang, permen kayu, angleng, keremes arum manis, sagon, permen telur cecak, dll. Namun seiring waktu, perlahan jajanan itu hilang satu persatu bahkan kini amat sangat langka. Bahkan kalau kita mau mencari di warung, sudah tidak ada lagi. Kalaupun ada yang menjual biasanya di toko-tokok jajanan oleh-oleh, tapi itu pun hanya beberapa jenis. “Inilah yang kita ingin lestarikan. Kita telusuri lagi keberadaannya. Sayangnya, memang, setelah kita telusuri ke berbagai tempat yang

dulunya memproduksi, kebanyakan sudah tidak tidak produksi lagi. Usaha itu, yang banyak di antaranya adalah bisnis rumahan, sudah banyak yang mati, jajanan pabrik juga banyak yang mati,” ungkap Kang Dede yang mengaku berburu makanan jadul sampai ke Jawa Tengah. Jangan lupa, katanya mengingatkan, makanan Jepang yang banyak di konsumsi oleh orang kita sebenarnya adalah makanan-makanan tradisional mereka. “Itu makanan tradisional mereka tapi kita menganggapnya makanan modern. Jadi kalau mereka (Jepang) bisa melestarikan makanan tradisionalnya bahkan merambah hingga ke mancanegara, kenapa kita tidak? Kita pun harus begitu, melestarikan makanan khas Indonesia, memelihara jajajan tempo dulu karya nenek moyang,” katanya bersemangat. INSPIRASI DARI MEKSIKO Menurutnya inspirasi melestarikan jajanan Indonesia muncul saat ia berada di luar negeri di tahun 90-an. Ketika itu, katanya, ia masih kuliah. “Ketika saya berkesempatan mengunjungi Meksiko, di sana

ada event makanan tempo dulu yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat di sana. Saya pikir, kenapa kita tidak melakukan hal yang sama?” ucapnya. Namun begitu, tambahnya, gagasan itu baru bisa dia wujudkan pada tahun 2006. “Waktu saya dapat inspirasi itu, saya masih kuliah, setelah itu saya bekerja di sana-sini, berpergian ke sana-kemari, jadi baru bisa saya wujudkan pada 2006,” jelasnya. Karena dirinya adalah orang Sunda, kata Kang Dede, maka dia memulainya dengan mengangkat jajanan tempo dulu yang populer di tanah Pasundan. Mulai dari gulali kacang, permen kayu, angleng, keremes arum manis, noga suuk, noga kelapa, puyur jipang, jitdong, sagon, tengteng, borondong, wajit kacang, koya, kolontong, dll. “Untuk mempersiapkan bisnis ini tidak mudah lho. Sebelumnya saya membuka-buka literatur, mengumpulkan informasi ke sana-sini, lalu melakukan penelusuran tempat-tempat jajanan itu diproduksi. Hasilnya, ya, tidak semua item bisa didapat. Banyak yang mati, atau tidak diketahui tempat produksinya. Saya datangi berbagai tempat mulai dari yang ada di Bandung hingga ke berbagai daerah di Jawa, seperti Jawa Tengah, misalnya,” tutur Kang Dede yang mengoleksi sekitar 150-an item jajanan tempo dulu. Jadi, katanya lagi, dari berbagai upaya yang dilakukan, makanan-makanan yang ada di counter-nya adalah yang termasuk yang bisa ‘diselamatkan’ alias bisa terlacak. “Kelemahan dari para pendahulu kita yang memproduksi makanan pada masa itu, jarang mewariskan ilmunya kepada keturunannya. Sehingga kreasi makanan ini

Mandalika

PROSPEK MENJANJIKAN Menurutnya, prospek bisnis jajanan tempo dulu sangat menjanjikan. Apalagi tidak

banyak ‘pemain’ yang menggeluti bidang ini. Dari berbagai event yang diikutinya, kerap kali dagangannya nyaris ludes. “Kemarin waktu pameran di Jakarta Fashion and Food, wah masyarakat senang sekali bisa bernostalgia masa kecil suka jajan. Ini makanan pengobat rindu. Ibu-ibu yang membawa anak-anaknya juga punya kesempatan memperkenalkan kepada anak-anaknya jajanan yang disukainya semasa kecil. Ada beberapa yang paling laris, di antaranya adalah gulali kacang, sagon, dll,” kata Kang Dede yang mengaku agenda pamerannya tahun ini sudah penuh hingga akhir tahun. “Saya juga pernah pameran di Kuta Bali, lho, tahun 2014 lalu,” tambahnya. Bicara tentang jajanan tempo dulu, menurutnya, sebenarnya jenis-jenis jajanannya, khususnya di Pulau Jawa, hampir sama hanya saja namanya berbedabeda. Karena itu tidak masalah masa kecil orang itu dihabiskan dimana karena kenyataannya jenis makanan sama saja. “Meski bukan orang Sunda, namun karena jenis jajanan tempo dulu mirip-mirip, ya mereka senang,” jelasnya. Untuk saat ini, tambahnya, setidaknya sampai dua tahun ke depan, penetrasi pasar akan terus dilakukan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi). “Kita ingin memperkuat pasar dalam negeri, khususnya –sementara ini--- adalah wilayah Jabodetabek. Saya berharap suatu saat bisa juga berkembang ke mancanegara,” harap Kang Dede yang memiliki obsesi suatu hari kelak bisa menggelar makanan jadul nusantara. “Nama eventnya ‘Taman Bhinneka’ yang isinya tentang makanan atau jajanan-jajanan tempo dulu dari berbagai daerah, mulai dari Jawa hingga Irian,” katanya. -Diana Runtu

21

Rosyadi H. Sayuti Sekda NTB

Ir. Rosyadi H. Sayuti, M.Sc, Ph.D., resmi dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 52/TPA Tahun 2016, tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rosyadi H. Sayuti, kini menduduki jabatan Sekretaris Daerah menggantikan H. Muhammad Nur, S.H., M.H., yang telah lebih dari lima tahun menjabat sebagai Sekda sebelumnya.

D

hilang karena tidak ada yang melestarikan,” kata Kang Dede. Akhirnya, lanjut Kang Dede, untuk menyiasati jajanan-jajanan yang sudah tidak diproduksi lagi, dia pun bersama keluarganya memproduksi sendiri. Penyiasatan ini juga dilakukan untuk bisa menjamin stok barang agar tetap ada. “Akhirnya saya melibatkan keluarga saya untuk memproduksi beberapa item yang memang kita bisa buat sendiri. Tentu saja kualitasnya dikontrol ketat, bentuk dan rasanya harus sama dengan jajanan pada masa itu,” katanya. Sementara untuk jajanan pabrikan, ini menjadi salah satu kendala baginya. Karena ketika pabriknya mati dan tidak lagi diketahui siapa keturunan yang bisa memproduksi barang tersebut, dia tidak bisa memproduksi sendiri. “Namanya barang pabrik, kan ada kemasannya, dll. Ya kita nggak bisa ya produksi sendiri, pasti beda. Ya apa boleh buat,” ucapnya. Dede bersyukur selama 10 tahun bisnisnya berjalan, animo masyarakat sangat bagus. Dulu ketika diawal-awal menjalankan bisnis ini, ia rajin melakukan pameran-pameran di berbagai tempat. Maksudnya untuk mengenalkan produknya. “Dulu saya rajin mencari-cari tempat-tempat untuk berpameran. Setelah mulai dikenal, saya masuk ke mal-mal. Alhamdulilah hasilnya bagus sekali. Sekarang banyak pihak penyelenggara event datang menawarkan kepada saya untuk berpartisipasi di acara-acara mereka. Tidak itu saja, pesanan jajanan juga banyak datang. Saya senang sekali, alhamdulilah,” kata Kang Dede yang kini rajin tampil di berbagai mal di Jakarta.

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

alam pelantikan yang berlangsung di gedung Graha Bhakti Praja, gubernur berharap, hasil dari proses panjang dalam memilih Sekretaris Daerah ini dapat memenuhi ekspektasi masyarakat, yaitu pemimpin yang terpilih adalah yang terbaik dari yang terbaik. ”Ingat, pak Ros ( sapaan akrab H. Rosyadi) diamanahkan tugas oleh negara, melalui surat keputusan yang ditandatangani langsung oleh Presiden, maka penugasan langsung Presiden ini harus dijalankan dengan penuh tanggung

jawab, jujur dan penuh dedikasi,” kata gubernur ketika memberi sambutan pada acara pelantikan beberapa waktu lalu itu. “Menjadi Sekda, bukanlah tugas yang ringan, namun dengan keikhlasaan dan dedikasinya selama ini H. Muhammad Nur telah mampu membawa NTB menuju keberhasilan,” kata Majdi yang juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Sekda sebelumnya. Kepada Sekda yang baru saja dilantik, gubernur berpesan, untuk selalu jujur dan amanah. Menurutnya, Sekda hilir dan juga hulu, pokok dan juga pangkal dari kara-

Pelantikan Ir. Rosyadi H. Sayuti sebagai sekretaris daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat

kter yang diharapkan oleh negara dari sebuah pengabdian. Sebagai komandan dalam birokrasi, Sekda harus mampu menunjukkan kepemimpinanya tidak hanya secara teknokratik saja, melainkan membutuhkan integritas dan keteladanan. “Pimpin dengan baik seluruh perangkat birokrasi yang ada di daerah ini,” ujar Majdi. Mengingat amanat UU AN yang menegaskan posisi Sekda sebagai pemimpin/imam dari pejabat esselon II, maka Sekda juga harus mampu mengkoordinir seluruh perangkat pejabat esselon II di tingkat provinsi,

(mulai dari kepala SKPD, asisten, serta staf ahli), dalam menjalankan proses pemerintahan, agar tidak menyimpang dari visi dan misi pembangunan daerah. “Pemerintahan adalah suatu sistem yang terintegral dan membutuhkan sinkronisasi, termasuk juga dalam politik penganggaran. Terkait instruksi Presiden dalam kebijakan penganggaran, Sekda harus pandai memilah program apa saja yang menjadi prioritas dan menyesuaikannya dengan kebutuhan di daerah,” ungkap gubernur menutup sambutannya. -Naniek I. Taufan

Ir. Rosyadi H. Sayuti

Gerakan Cinta Membaca Pawai Tarhib Sambut Ramadan Bulan Ramadan tiba. Umat muslim seluruh dunia menyambut datangnya bulan penuh berkah ini, dengan berbagai kegiatan keagamaan termasuk di Mataram, Nusa Tenggara Barat yang melaksanakan Pawai Tarhib, pada Kamis (3/6) lalu. Tidak kurang dari 15 ribu orang yang rata-rata mengenakan kostum putih itu memadati halaman Islamic Center yang berada di tengah (pusat) Kota Mataram, mengikuti Pawai Tarhib bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH M Zainul Majdi. Antusiasme peserta pawai tampak selama berjalan kaki dari Islamic Center Mataram mengitari bagian tengah Kota Mataram. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Pawai Tarhib itu menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1437 Hijriah. “Pawai Tarhib itu maksudnya menggambarkan suka cita, senang. Karena orang senang itu hatinya lapang. Makna pawai tarhib ini juga menunjukkan menyatunya hati umat Islam. Saya berharap, umat Islam merasa senang, aman dan nyaman dan menyambut Ramadhan dengan lapang dada,” kata Majdi, sesaat sebelum Pawai Tarhib berlangsung. Bersama-sama siswa sekolah, mahasiswa dan juga seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta warga Kota Mataram Gubernur NTB yang juga seorang Tuan Guru (ulama) ini, ikut berjalan jalan memeriahkan pawai yang menempuh perjalanan sejauh empat kilometer itu. Selain untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, pawai ini juga sebagai salah satu bentuk dukungan Pemerintah Provinsi NTB bersama seluruh masyarakat NTB pada proses pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke – 26, dimana NTB akan menjadi tuan rumah pada akhir Juli hingga awal Agustus 2016 mendatang. Dalam kesempatan ini, gubernur juga menyampaikan bahwa MTQ bukan saja ajang untuk melombakan pelantunan ayat-ayat suci Al Qur’an, melainkan yang tidak kalah pentingnya, merupakan momentum dalam mengokohkan budaya Islam. “Masyarakat NTB adalah daerah yang mengamalkan dan mengokohkan budaya Islam,” ungkap Majdi. -Naniek I. Taufan

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era global ini menuntut terciptanya masyarakat yang gemar membaca. Sebab masyarakat yang gemar membaca adalah masyarakat yang gemar belajar. Dengan membaca akan mampu meningkatkan kualitas diri seseorang. Karena itu ditekannya agar siswa terus meningkatkan kualitas diri dengan membaca. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin beberapa waktu. “Masyarakat yang memperoleh pengetahuan dan wawasan baru akan semakin membuat kehidupannya cerdas. Sehingga, apa pun tantangan zaman ke depan, mereka pasti akan mampu menjawabnya,” kata H. Muhammad Amin, Wakil Gubernr Nusa Tenggara Barat saat Peluncuran dan Pencanangan Gerakan Cinta Membaca, Pembangunan Arsip Gubernur dan Program Arsip Digital di Tangan, di Kantor Badan Perpusatakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB. Drs. Dedy Junaedy, M.Si., Plt. Kepala Perpustakaan Nasional, menyampaikan gerakan gemar membaca sudah dicanangkan di tujuh provinsi di Indonesia. NTB merupakan provinsi ketujuh yang mencanangkan gerakan tersebut. Tapi khusus di NTB menurut Dedy, agak unik karena menggunakan istilah gerakan cinta membaca yang berbeda dengan di tempat lain. “Kalau di tempat lain menggunakan Gerakan Budaya Membaca, tapi di NTB pakai istilah Gerakan Cinta Membaca. Berarti itu melekat

dari anak yang kecil, sampai remaja, dewasa dan orang tua. Kalau sudah cinta, Insya Allah kita akan terus membaca,” ungkapnya di hadapan ratusan siswa dan guru yang hadir di acara tersebut. Dedy berharap, gerakan cinta membaca menjadi contoh teladan bagi orang tua dan masyarakat dalam menumbuhkembangkan cinta membaca. Sehingga, dengan tumbuhkembangnya cinta membaca, masyarakat tidak ketinggalan dan siap menghadapi perkembangan global ke depan. Pada kesempatan ini juga, Wakil Gubernur mengungkapkan banyaknya arsip daerah yang belum diolah dan ditata dengan baik, sehingga sangat mungkin arsip yang bernilai sejarah tersebut masih ditemukan atau ditempatkan tidak semestinya. “Saya berharap lembaga kearsipan secara aktif menelusuri dan mengambil alih arsip-arsip terse-

but. Arsip ini kemudian diolah agar dapat bercerita dan memberikan informasi yang objektif kepada masyarakat,” ungkapnya. “Dengan koleksi perpustakaan yang mencapai satu juta enam ratus ribu, akan mendukung kebutuhan masyarakat. Kita juga telah menyelenggarakan lomba perpustakaan, lomba cerita, lomba menulis di media, semua itu dalam rangka menumbuhkan kecintaan terhadap perpustakaan,” ungkap Drs. H. Imhal, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi NTB. Oleh karenanya, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB terus melakukan inovasi melalui E-Perpustakaan. Sehingga, masyarakat yang membutuhkan referensi atau buku dapat mengaksesnya dengan mudah, bahkan dalam hitungan beberapa detik, daftar referensi yang dibutuhkan akan langsung muncul. -Naniek I. Taufan

Dalam kegiatan Gerakan Cinta Membaca, Wagub NTB bersama Haykal, murid SD yang akan mewakili NTB dalam lomba bercerita tingkat nasional


20

Nine

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Inovasi “Samsat Bucu”

Pelayanan prima, mendekatkan pelayanan pajak dan mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan, itulah beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh Hj. Putu Selly Andayani selama menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Inovasi-inovasi ini juga dilakukannya sebagai ikhtiar untuk meningkatkan pendapatan daerah serta memudahkan pelayanan bagi masyarakat sehingga wajib pajak tidak perlu kena denda karena keterlambatan.

Hj. Putu Selly Andayani

D

alam inovasi tersebut, Selly bahkan telah menyiapkan perangkat sistem barcode yang mempersingkat waktu pelayanan pembayaran pajak, yakni hanya lima menit. “Pada alat yang sedang dipersiapkan itu, akan membaca seluruh data dan informasi wajib pajak, termasuk besaran pajak. Tinggal ditempelkan notice pajak alat tersebut langsung dapat membacanya. Dibutuhkan waktu hanya lima menit, proses ini selesai,” ungkapnya beberapa waktu lalu di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Alat dengan sistem barcode ini, menurut Selly akan mulai dioperasionalkan pada tahun 2016 ini. Selain itu, untuk memudahkan masya­rakat mencapai pelayanan pajak, empat samsat yang disebutnya sebagai Samsat Bucu (pojok samsat, Bucu dalam bahasa Sasak adalah pojok) telah disiapkan untuk melayani masyarakat terutama mereka yang padat dengan kesibukan. Empat Samsat Bucu tersebut ada di Lombok Epicentrum Mall dengan nama Samsat dan SIM Corner, yang buka pukul 09.00 s.d. 21.00 atau jam kerjanya sesuai dengan jam kerja mall dan dibuka tujuh hari kerja. Samsat dan SIM Corner ini merupakan kerjasama Dispenda NTB dengan Polda NTB.

Ada pula Samsat Bucu di pojok bagian barat Kantor Dispenda NTB yang disebut dengan Samsat Weekend yang buka dari Senin sampai dengan Sabtu, pukul 16.00 s.d. 21.00. Samsat keliling yang juga beroperasi pada saat car free day mulai pukul 09.00 di lokasi car free day di Jalan Udayana Mataram. Satu lagi kemudahan tersebut diberikan melalui aplikasi HP yang bekerjasama dengan provider XL. “Semua ini kami lakukan demi kemudahan bagi masyarakat dengan mendekatkan simpul-simpul pelayanan pada masyarakat untuk membayar pajak. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir lagi kelewatan waktu bayar pajak sehingga terkena denda. Itu tidak akan terjadi jika seluruh fasilitas yang disiapkan Dispenda NTB untuk membayar pajak dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat,” ungkapnya. Dengan begitu, menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak membayar pajak atau terlambat. Empat pelayanan tersebut benar-benar dilakukan Dispenda untuk menjemput bola. “Yang sibuk di jam kerja bisa membayar pajak di hari libur pada Samsat Bucu yang tetap buka. Atau bahkan di tempat tidur bisa bayar pajak dengan mengakses pembayaran pajak lewat hp dengan XL tunai,” ungkapnya. Struk yang diperoleh dari membayar tunai (bukti pembayaran tunai) tersebut bisa disahkan ke samsat kapan saja, tidak harus saat itu juga. Yang penting adalah tanggal pembayarannya. Jika pun bukti pembayaran tersebut disahkan ke samsat setelah waktu bayar pajak lewat, wajib pajak tidak dikenai denda. Ini juga merupakan upaya untuk membangun kepercayaan masyarakat sebagai wajib pajak. Pajak yang dibayarkan akan langsung masuk ke kas daerah yang akan digunakan untuk APBD daerah. “Jadi tidak usah takut bayar pajak. Pasti terpakai untuk kebutuhan pembangunan daerah,” ungkap Selly. Upaya lain untuk lebih mendekatkan pelayanan khususnya bagi daerah yang jauh dari tempat-tempat pelayanan sebagaimana telah disebut diatas, Dinas Pendapatan telah mengoperasionalkan pelayanan melalui mobil Samsat Keliling. Mobil Samsat Keliling ini telah tersedia di seluruh Kabupaten/ Kota se Nusa Tenggara Barat yang secara periodik akan mendatangi daerah yang memiliki potensi wajib pajak kendaraan bermotor yang cukup tinggi.

Samsat keliling mendekatkan pelayanan kepada masyarakat

Inspirasi

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Yusuf Wiharto

Dukung Pelestarian Budaya

Di balik suksesnya acara Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali yang digelar TUK Agung bekerjasama dengan Pemkot Denpasar, TP PKK Denpasar, Disdikpora Denpasar, Dinas Pariwisata Denpasar, Dinas Kebudayaan Denpasar, Harpi Melati, Tiara Kusuma, WHDI Bali, WHDI Denpasar, dan Kelompok Media Bali Post, ada seorang Yusuf Wiharto, Direktur Distribusi Viva Cosmetics.

Hj. Putu Selly Andayani (tengah jilbab merah), bersama staf, dan anggota polisi di Samsat dan SIM Corner

Selama satu tahun empat bulan menjadi Kadispenda NTB, sejak tanggal 23 Januari 2015, Selly berupaya keras untuk mendekatkan dan memudahkan pelayanan bagi masyarakat melalui inovasi-inovasi yang mendukung hal tersebut. Namun menurutnya, tidak semua hal harus inovatif. “Inovasi dalam pelayanan publik, itu wajib hukumnya. Tetapi inovasi dalam pengelolaan keuangan tidak boleh dilakukan karena semua sudah terformat sesuai dengan regulasi. Saya patuhi hal itu,” ungkap Selly yang pada hari Jumat, 3 Juni 2016 lalu mengakhiri masa tugasnya sebagai Kepala Dispenda Provinsi NTB dan melaksanakan tugas baru sebagai Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi NTB. Dispenda NTB telah memiliki 40 drive thru pelayanan di seluruh NTB, 3 mobil

Samsat Keliling serta aplikasi pembayaran pajak melalui telepon genggam. Aplikasi pembayaran pajak melalui telepon genggam yang bekerja sama dengan provider XL adalah yang pertama di Indonesia. Ini merupakan inovasi paling mutakhir yang dilakukan Selly yang juga telah menyiapkan ATM Samsat untuk lebih memudahkan wajib pajak dalam membayar pajak agar tidak terkena denda pajak. Ia berharap apa yang telah dilakukannya selama di Dispenda NTB dapat dilanjutkan demi kemudahan pelayanan bagi masyarakat dan juga peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan. Kini, Selly bersiap mengomandani Dinas Koperasi UMKM NTB, dengan tujuan yang sama, melakukan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. -Naniek I. Taufan

5

G

Yusuf Wiharto bersama sebagian anggota WHDI Bali

enerasi ketiga dari perusahaan kosmetik tertua di Indonesia ini secara berkelanjutan konsistem mendukung kegiatan-kegiatan yang berbau pelestarian budaya. Salah satunya berjasama dengan LKP Agung, yang dipimpin AA Ayu Ketut Agung. Viva Cosmetics telah menjalin kerjasama selama enam (6) tahun dengan LKP yang cukup punya nama di Bali ini. Bahkan, di tahun 2015, Viva Cosmetics merangkul LKP Agung mengagendakan 30 kali roadshow tata rias ke seluruh kabupaten/kota di Bali. “Itu tak menutup kemungkinan bertambah,” ujar Yusuf yang rupanya telah menyepakati melanjutkan kerjasama dengan LKP Agung. Kegiatan pelatihan dan kursus tata rias tersebut dikatakan Bu Agung intinya untuk pemberdayaan masyarakat dengan memberi bekal keterampilan agar masyarakat bisa meningkatkan perekonomiannya. “Peran serta Viva sangat besar, khususnya kepada saya. Karena dalam memberikan kursus dan pelatihan tata rias, Viva selalu mendukung saya, sehingga kegiatan bisa lebih efektif,” ujar Bu Agung. Kenapa LKP Agung? Padahal banyak ada LKP lain di Bali. “Saya lihat Bu Agung sangat memperhatikan budaya dan membantu anak-anak hingga mereka mendapatkan beasiswa dan yang lainnya. Saya rasa, ini patut didukung dan kami bisa bersinergi. Banyak masyarakat membutuhkan, karena kita berbagi kebahagiaan, berbagi keceriaan ini, dengan mendukung bersama,” ungkap Yusuf yang selalu mendukung tiap roadshow dengan goddiebag plus buku panduan kecantikan dari Viva. Selain itu, Viva Cosmetics juga merangkul instansi-

instansi pemerintah dan swasta, serta Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). “Kami mengundang instansi dan sekolah mengunjungi pabrik kami,” ujar Yusuf yang mengatakan pabriknya sudah bersertifikasi CPKB (cara pembuatan kosmetik yang baik) serta sudah tersertifikasi halal dari MUI. Bahkan, sebagai salah satu bentuk CSR perusahaan, Viva memberikan pelatihan kepada anak-anak tuna netra. Apakah bisa? Rupanya, produk Viva sudah dirancang dengan tekstur yang kasar/butiran, agar mereka yang memiliki kekurangan tersebut bisa tampil lebih percaya diri, dengan program padat karya ini. Di Surabaya, tempat dimana perusahaan ini berpusat, PT Vitapharm (Viva Cosmetics) telah bekerjasama dengan Pemkot Surabaya, membuat program khusus untuk ibu-ibu

Viva 3 generasi

se-Kota agar para wanita mendapatkan tambahan hasil guna membantu perekonomian keluarga. Program yang digagas Bu Wali Kota Surabaya ini kemudian direalisasikan dengan memberikan kursus dan pelatihan kecantikan, agar nantinya mereka membuka salon atau klinik kecantikan. “Kerjasama ini sudah masuk tahun kelima. Ini sudah menjadi agenda tetap tahunan,” ujar Yusuf.

JALANKAN 3MU Brand kosmetik itu tentunya sudah amat familiar di telinga masyarakat Indonesia yang hadir sejak tahun 1962 ini sudah dijalani tiga (3) generasi, yakni mulai dari opa dan oma (Masmuin Kuntjoro dan Murni Tjandra), ibu (Theresia I. Kuntjoro), cucu (Yusuf Wiharto). Berarti, Viva Cosmetics sudah 52 tahun melayani perawatan kecantikan wanita Indonesia. Komisaris PT Vitapharm, Masmuin Kuntjoro (90) mengisahkan, perusahaan yang awalnya bergerak di bidang farmasi ini, setelah melihat perkembangan, akhirnya memutuskan untuk fokus di bidang kosmetik. Perusahaan ini kemudian berkembang pesat. Di tengah maraknya brand-brand kosmetik dalam negeri yang sengaja memakai bahasa asing dalam produknya, Masmuin justru sebaliknya. Ia geregetan melihat kecenderungan masyarakat Indonesia yang mengagung-agungkan brand luar. Sebagai bentuk cinta mendalamnya kepada tanah kelahirannya, Indonesia, Masmuin memproklamirkan tagline “Viva Cosmetics Made in Indonesia”. Viva Cosmetics

Yusuf Wiharto

diformulasi khusus agar sesuai dengan kebutuhan daerah tropis, sebagaimana daerah di Indonesia. Pria sepuh ini ingin menyampaikan, bahwa produk lokal tak kalah bagusnya dengan produk luar. Karena itu ini berharap bahwa apa yang dirintisnya dulu bisa dilanjutkan oleh anak-cucunya, yang tentu saja dengan tetap menjaga dan meningkatkan kualitas produk. Sang cucu Yusuf Wiharto, menegaskan, untuk tetap eksis dan tetap dicintai masyarakat Indonesia, perusahaannya tetap menjalankan 3 Mu. Tiga (3) Mu yang dimaksud adalah, mutu, mudah, dan murah. Viva cosmetics senantiasa mengutamakan mutu dan kualitas untuk memaksimalkan manfaat setiap produknya yang kini jumlahnya hingg 400 produk, sehingga dapat memberikan hasil yang terbaik bagi wanita Indonesia; mudah dicari; dan murah dengan harga terjangkau. –Inten Indrawati

KEBERADAAN PURI DI BALI SEBAGAI PENYEIMBANG KERATON NUSANTARA

SHRI GUSTI WIRA WEDAWITRY DIDAULAT JADI PENGURUS ICKN PROVINSI BALI merasa memiliki kewajiban untuk selalu menjaga nama baik leluhur di forum ini. “Tiang sebagai warih Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori, yang kini sudah ada organisasinya yakni PANDBTK akan selalu menjaga nama baik leluhur. Karena sesungguhnya sebagai manusia hanya itu yang tiang miliki. Apalah gunanya gelar jika tidak digunakan untuk kaum Marhaen. Nika saja tujuannya dan tiang merasa bahwa salah satu syarat Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry (tiga dari kanan) bersama untuk kepemimpinan nike harus AA Ugrasena (Puri Singaraja), I Gusti Ngurah Santiarsa rajin bergaul di tingkat nasional. (Puri Peguyangan) saat dilantik oleh Sultan Sepuh Cirebon Tiang rasa, tiang harus bergaul Pengurus Pusat Ikatan Cendikiawan dengan pangeran–pangeran dari keraton Keraton Nusantara (ICKN) melantik se- di luar Bali. Mereka nika orang hebat, cara resmi Pengurus ICKN Provinsi Bali di pintar cerdas dan sportif. Ini tujuan tiang Puri Agung Singaraja. ICKN adalah lem- masuk organisasi ini. Selain membawa baga intelektual yang didirikan diseluruh nama leluhur di tingkatan Nusantara, “ unIndonesia oleh para warih Raja dan Sultan gkap Tu Rah Wira yang juga Ketua Umum Nusantara dengan tujuan untuk melestari- Yayasan Universitas Mahendradatta Bali kan nilai–nilai budaya bangsa, khususnya ini. Ia pun akan mendukung setiap kerja nilai–nilai yang lahir dari istana, keraton ICKN sebagai simbol dari masyarakat atau puri di Nusantara. ICKN Bali sendiri adat. “Ketika kita bicara puri, keraton dipimpin oleh AA Ugrasena (Puri Agung dan istana, bukan berarti feodal. Sama Singaraja) dengan sejumlah kepengurusan sekali tidak, semua untuk menghargai dan tingkat provinsi. Disela–sela kepengurusan menjaga nilai–nilai leluhur. Kita harus akui tersebut, terdapat sosok termuda yang kini bahwa Nusantara ini selama 1600 tahun sudah mulai mendapatkan perhatian dari dijaga oleh kerajaan–kerajaan. Banyak masyarakat Bali yakni Shri I Gusti Ngurah pahlawan kita berasal dari Keraton dan Wira Wedawitry Wedastera Suyasa, S.Sos, Puri. Bukan berarti di zaman demokrasi S.H., M.Hum yang saat ini masih menjabat langsung kita hapus sistem sejarah. Silasebagai Wakil Ketua Umum DPD KNPI kan siapa yang merasa warih agar besar Bali. “Tiang merasa terhomat, diajak oleh di tempat masing–masing, jaga sesana Kakanda AA Ugrasena dan Kakanda IGN manut linggih dan jangan lupakan Tri Kaya Santiarsa di ICKN ini. Sebelumnya tiang Parisudha. Ini komitmen tiang,” ungkap Tu sudah bertemu dengan Ida Dalem Semara- Rah Wira yang baru berusia 27 tahun ini. putra di Puri Klungkung untuk meminta Acara peresmian ICKN di Puri Singaraja restu. Astungkara tiang bisa berkontribusi Buleleng didukung oleh DPD RI, MPR RI di ICKN ini,“ ungkap Turah Wira. Ia pun dan The Sukarno Center Tampaksiring.


6

Seorang anak wajib berbakti kepada orangtuanya. Terlebih ketika orangtuanya sudah berusia lanjut. Dari sekian banyak lansia, ada beberapa yang nasibnya kurang beruntung, tak ada yang mengurus. Entah itu karena tak memiliki keturunan atau keluarga, perekonomiannya kurang mampu, atau sengaja dibuang keluarganya. Mereka yang kurang beruntung ini ditampung di Panti Werdha. “Untuk masuk ke panti, ada beberapa persyaratan yang sudah ditetapkan pemerintah,” ujar Kepala UPT Pelayanan Sosial, Dinas Sosial Provinsi Bali Nyoman Ratnaningsih, S.H., M.H., sembari menunjuk tulisan pada papan yang terpajang di ruang kantor Panti Sosial Tresna Werda “Wanasraya” di Biaung, Denpasar.

S

Woman on Top

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

esuai dengan visi misi panti yang ber­ pedoman pada pasal 34 ayat (1) UUD’45 yang menyebutkan “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara”, maka seperti itulah kegiatan di panti ini. Memberikan pembinaan mental, sosial, spiri­ tual, dan perawatan kesehatan. Benar seperti yang orang katakan, merawat lansia sama dengan mer­ awat bayi. Ratnaningsih pun men­ gakuinya. Karena

Nyoman Ratnaningsih, S.H., M.H.

Biarkan Lansia Tetap Aktif itu, pegawai yang bekerja di sini, yang melayani para lansia ini dituntut untuk ekstra sabar menghadapi tingkah para lansia yang bermacem-macam. “Ada yang suka menangis, teriakteriak dan ngomong sendiri, ada yang suka sibuk bolak-balik ke pasar, dan sebagainya,” tu­ tur Ratnaningsih. Baginya, hal yang paling penting adalah merawat lansia dengan penuh kasih sayang dan membuat mereka tetap aktif. Karena itu, panti ini pun memi­ liki beberapa program untuk mendukung aktivitas mer­ eka. Para lansia yang memiliki kreativitas, seperti mekidung, pesantian, megending Bali, dan menari, diberikan wadah. Ke­ tika ada kunjungan, para lansia ini pun tampil menghibur para tamu. “Kami punya lebih dari dua penari joged, juga punya tukang rindik,” ungkapnya. Untuk kegiatan sehari-hari, umumnya para lansia melan­ jutkan aktivitas rutin mereka seperti sebelum masuk panti. Seperti, membuat celemik, po-

Nyoman Ratnaningsih, S.H., M.H.

rosan, dan ceper. Hasil jejaitan mereka ini pasti habis terjual karena memang sangat diperlu­ kan masyarakat sekitar sebagai perlengkapan sarana upac­ ara. “Ada saja yang membeli. Kadang mereka (masyarakat sekitar) yang mencari kesini, ada juga tamu yang berkun­ jung membeli, bisa juga kami jual ke pasar yang kebetulan dekat dengan panti,” ujar salah seorang penghuni panti, Wayan Sadriwati (71) yang biasa di­ panggil Odah Sanur. Oleh para anak-anak seko­ lah yang kerap melakukan PKL di panti, para lansia ini pun diberikan pelatihan-pelatihan keterampilan ringan, seperti membuat gantungan kunci, sapu lidi, tali rambut, tempat HP, dll. “Anak-anak PKL ini ikut membantu menuntun para lan­ sia yang masih mampu secara motorik,” jelas Ratnaningsih. Para lansia di panti ini juga memiliki agenda rutin. Ada jad­ wal piket membersihkan hala­ man dan piket di dapur yang menjadi kewajiban me­r eka.

“Tugas mereka di dapur tidak memasak, hanya membantu yang ringan-ringan, seperti mengupas bawang atau membersihkan sayuran. Kami sudah memiliki tu­ kang masak khusus. Mereka tugas piket bergiliran. Tetapi bagi yang tidak mampu, tak dipaksakan. Ini hanya agar mereka memiliki aktivitas,” imbuhnya. Selain jadwal piket, Tiap Jumat ada jadwal se­ nam, dan tiap Purnama-Tilem, ada persembahyangan bersama. –Inten Indrawati

Wayan Sadriwati

“BULLYING BERANTAI” Salam Senyum… “ Nina bobo…. Oh nina bobo.. Kalau tidak bobo digigit nyamuk...” Haaaa.. Saya yakin sebagian besar orang tahu lagu anakanak itu. Bahkan di sebuah tayangan you tube saya pernah menonton stand up comedy yang menurut saya tayangan itu sangat lucu karena dilakukan oleh anak yang masih kecil. Dengan percaya dirinya dia menyanyikan lagu itu dan mem­ beri statement seperti ini : “Eh, penoton.. tahu ga sih... kalo orangtua kita sudah pintar membully anaknya yang masih kecil dengan mengatakan bahwa akan digigit nyamuk kalau tidak mau tidur.. “ .. Hehehehehe Kata-kata BULLY saat ini sangat sering dilontarkan. Kalau kita lihat dalam kamus bahasa Inggris, Bully itu diartikan sebagai penindasan dengan kekerasan, ancaman, paksaan ataupun mengintimidasi orang lain. Dan dapat dilakukan berulang terhadap korban tertentu baik itu ras, gender atau pun kemampuan seseorang. Hal itu juga bisa dilaksanakan melalui lisan, tulisan, fisik, dan sebagainya. Pem-bully-an terjadi di mana-mana, seakan akan dunia ini sudah kehilangan cinta (kata Judika di lagu “Bahagia Dengan Memberi” ). Disadari atau tidak, di sebuah instansi/perusa­ haan sering terjadi pembullyan ini. Baik dilakukan dengan langsung, maupun tidak langsung (melalui media sosial). Contoh kalimatnya seperti ini, yang dilontarkan oleh seorang pimpinan kepada bawahannya : “mana nih hasil program divisi marketing dengan manajer yang katanya huebaaat ? (ditambah dengan gambar/emoticon yang menjulurkan lidah plus berwarna merah looo..). ekstrimnya lagi, kalimat itu dilontarkan di depan orang banyak/sebuah grup media sosial yang dapat dilihat dan dibaca oleh semua orang di grup itu. Hmmmm.. tentu dapat dibayangkan, bagaimana perasaan sang manajer yang dibully itu. Dalam dunia service, para pelaku layanan sering tidak menyadari kalau bahasa (verbal dan non verbal) yang di­

sampaikan kepada pelanggannya itu dapat dikategorikan sebagai tindakan membully. Beberapa contoh pembul­ lyan yang saya temui di dunia service antara lain : Membuntuti pelanggan di saat sedang memilih produk yang akan dibeli (kecuali pelanggannya minta ditemani pramuniaganya ya… hehehe). Ketika saya pergi ke sebuah toko baju hendak membeli baju untuk hadiah ulang tahun anak saya, ada sesuatu yang tidak nyaman saya rasakan. Bagaimana bisa nyaman ya, ketika mulai masuk ke toko, seorang pelayan toko mengikuti semua langkah saya kemana pun saya pergi. Saya sebenarnya sudah protes ke pelayan toko. Tapi menurut pelayan, itu sesuai den­ gan standar layanan atau prosedur dari toko itu, dimana para pelayan harus mengikuti pelanggan kemana saja dia berjalan. Hmmmm.. sayangnya cara pelayan itu membuat sangat tidak nyaman dan terkesan membully saya yang akan berbelanja. Mengambil makanan atau minuman yang masih tersisa di meja tanpa permisi. Naaahhh ini sering terjadi di sebuah rumah makan. Ketika kita sedang jeda makan setelah menikmati ma­ kanan (biasaaa…. tarik nafas sebentar), tiba-tiba sang pelayan mengambil piring, gelas atau mangkuk yang kosong. Maksudnya mungkin baik, yaitu untuk merapikan supaya terlihat bersih. Tetapi sayangnya hal itu dilakukan tanpa permisi, seakan-akan pelayan mengusir kita dari meja makan itu. Heheheheheh Kata-kata killer word yang bertujuan memaksa pelanggan untuk menentukan pilihan. Hmmmmm… contoh kasus perbankan, ketika kita men­ jadi seorang pelanggan dan masih berpikir untuk menentu­ kan pilihan, sering terdengar pemaksaan dari pelayan yang terkesan agar kita segera menentukan pilihan. Hal ini sering terjadi karena disertai dengan kata-kata (istilah) killer word. Contohnya..”kalau Bapak tidak tanda tangan sekarang, nanti bunga simpanannya kami turunkan.” Waaahhh.. kalau seperti ini, benar-benar membully calon pelanggannya ya… .Kasihan juga yang jadi pelanggan, terpaksa tandatangan karena “bullyan” dari pelayan. Dan hal itu tentu dapat menyebabkan kurang nyaman pada pelanggan. Dan masih banyak contoh kejadian dalam service yang terkesan membully pelanggannya. Kejadian membully pelang­ gan sangat erat kaitannya dengan suasaan kerja di kantor/ instansi itu sendiri. Banyak pelaku layanan merasa tertekan

melayani pelanggan karena penyebabnya adalah pembullyan yang dilakukan atasannya terhadap dirinya. Dan dalam be­ berapa kasus, pembullyan terjadi secara berantai terutama di instansi dengan struktur organisasi yang tinggi. Kenapa berantai? Karena bisa saja sebelum sampai kepada sang pe­ layan, bullyan itu sudah berantai 3x lipat. Yang pertama dari pucuk pimpinan, kemudian ke manajer, lanjut ke supervisor, baru terakhir sampai kepada pelayan itu sendiri. Dari beberapa buku yang menjadi referensi untuk pembahasan layanan dapat saya kutip sbb : Ken Blanchhard dalam bukunya : Legendary Service: “Jika perusahaan peduli pada karyawan, maka karyawan pun akan peduli kepada pelanggan” Ron Kaufman dalam bukunya: Up Lifting Service: “Kebudayaan layanan yang mencerahkan tidak dibangun di atas kebijakan kaku yang didikte oleh pemimpinnya. Sebaliknya kebudayaan tumbuh ketika menciptakan lebih banyak nilai melalui layanan yang lebih baik. (dicontohkan oleh pemimpinnya). I Putu Santika dalam bukunya : Menjadi Pemimpin Efektif: “Jika Anda memperlakukan pegawai dengan benar mereka akan memperlakukan pelanggan dengan benar. Jika pelanggan diperlakukan dengan benar, maka akan memberi keuntungan bagi diri Anda. Jadi.. sudah terbukti bahwa sangatlah merugi jika kita masih mengandalkan bawahan saja untuk melayani dengan baik, tetapi di balik itu pucuk pimpinan dari layanan tidak bisa memberikan contoh layanan yang baik dan benar kepada bawahannya. Mulai sekarang, ciptakanlah layanan yang dimulai dari paling atas sehingga dapat menjadikan layanan itu sem­ purna. Dan seorang Pemimpin layanan bukan hanya bisa MEMBULLY bawahannya yang mengakibatkan BULLY-AN BERANTAI dan pada ujungnya yaitu kepada PELANGGAN itu sendiri. Salah satu Quote dari Richard Branson : “ Client do not come first. Employees come first. If you take care of your employess, they will take care of the client” Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Pertamini Ilegal tapi Masyarakat Perlu Kehadiran pompa bensin mini atau se­ ring disebut Pertamini yang sekarang mulai men­jamur, menim­ bulkan reaksi pro dan kontra di tengah masyarakat.

P

ihak Kementerian Energi dan Sum­ ber Daya Mineral (ESDM) menyatakan alat baru untuk penyaluran bensin itu dinilai ilegal. Karena diproduksi dan dijual tanpa mengan­tongi izin resmi dari pemerintah khsus dari Pertamina dan Migas. Selain itu, takarannya sulit dipercaya sesuai dengan ukuran semestinya. Dirjen Migas Kementerian ESDM, Wiratmaja Puja kepada awak media belum lama ini me­n gatakan Pertamini, tidak memiliki izin resmi dari pemerin­ tah alias ilegal. “Selain ilegal, pertamini tidak memiliki standar keselamatan dan menjual bensin dengan harga tidak wajar,” ujar Wiratmaja Puja. Reaksi penolakan juga datang dari Rudy Sutanto, S.E., Direktur PT Pratama Sejahtera Premier,

Surabaya yang memproduksi dispenser atau pompa bensin di SPBU di sejumlah daerah di Indonesia. Ditemui di kantornya, Senin (30/5), Rudy Sutanto mengata­ kan kehadiran Pertamini sangat merugikan pihaknya yang secara resmi telah mengantongi izin resmi untuk memproduksi mesin pompa bensin. “Untuk mendapatkan izinnya dari pemerintah, saya harus ber­ juang keras dan harus menunggu dalam jangka waktu yang sangat lama untuk mendapatkan izin tersebut,” tegasnya. Sedangkan Pertamini, tambah Rudy, tidak mengantongi izin res­ mi tetapi bisa menjualnya secara bebas dalam jumlah yang sangat banyak saat ini. “Ini sangat tidak adil,” kritiknya. Menurut Rudy izin tersebut biasanya dikeluarkan oleh Migas dan Metrologi khususnya yang berkaitan dengan ketepan ukuran bensin yang dijual tersebut. Sebagaimana diketahui dasar hukum larangan penjualan bensin eceran adalah Undang-undang nomor 22/2001 tentang Mi­ nyak dan Gas Bumi. Sanksinya berdasarkan pasal 55 UU Migas berbunyi: “Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan

Rudy Sutanto

dan/atau niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerin­ tah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah).” Kelemahan Pertamini antara lain pengisap bensin dilakukan tanpa prosedur keselamatan, pompa manual jauh dari standar, kualitas bensin sering kali tidak murni, harga dijual lebih mahal dari seharusnya dan takaran tidak tepat. DAERAH TERPENCIL PERLU Walau pun kehadiran Per­ tamini ilegal, namun masyarakat khususnya yang ada di daerah terpencil khususnya yang jauh dari SPBU merasa kehadiran Pertamini sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan bensin un­ tuk kendaraan dan ber­bagai ke­ butuhan mereka. Tetapi kare­na kehadiran Pertamini ini sangat dibutuhkan masyarakat di dae­

Vera Moeljadi

rah terpencil, maka pemerintah akan berusaha untuk mencari solusinya. Pihak Migas, tambah Wirat­ maja Puja sedang berusaha mencari solusi untuk mengatasi masalah ini dengan mengeluar­ kan kebijakan khusus untuk itu. “Kami sekarang berusaha men­ cari solusinya agar Pertamini bisa legal dan memenuhi standar keselamat­an,” tegasnya. ESDM berniat mengatur pen­ jualan bensin eceran baik yang menjual dalam bentuk botol maupun Pertamini. Pada kesempatan terpisah, Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan pihaknya mendukung keluarnya kebijaksan untuk pedagang bensin eceran. Apalagi BUMN energi merasa dirugikan atas pengguna­ an nama Pertamini yang dianggap mirip nama Pertamina. “Model bisnisnya boleh dan kami dukung tetapi namanya akan kami gugat karena meng­ gunakan nama yang mirip dengan Pertamina,” tegasnya. Lebih jauh, Wiratma Puja

menegaskan unsur keselamat­ an menjadi isu penting bagi penjualan bensin eceran. Kare­ na selama ini sudah sering ter­ jadi kebakaran Pertamini. “Dari beberapa kasus ke­ bakaran seperti yang terjadi pada Februari 2016 misalnya. Ada Pertamini yang terbakar dan menghanguskan tiga ken­ daraan,” tegasnya. Ya n g l e b i h p a r a h , u j a r Wiratma Puja kebakaran dan ledakan Pertamini yang meng­ hanguskan 115 unit rumah di Bima, Provinsi Nusas Tenggara Barat (NTB) pada November 2015. Meski berbahaya, lanjut Wiratma, pertamini dianggap membantu distribusi BBM. Ba­ nyak daerah yang tidak memiliki SPBU dalam radius berdekatan. Jadi, untuk keperluan sehari-hari warga mengandalkan Pertamini. “Itulah kenapa perlu ditata su­ paya menimbulkan pekerjaan yang legal,” jelasnya. Lantaran masih dibahas, Wiratma belum bisa menyam­ paikan poin dalam kebijakan­ nya. Yang jelas, tambah dia, aturan akan mengatur soal sistem keselamatan, alokasi BBM untuk keuntungan sam­ pai Rp 2.000 per liter. Praktik tersebut dinilai tidak pantas kar­ ena terjadi daerah yang masih mendapat harga susbsidi. Pen­ jual bensin eceran membelinya dengan harga murah tetapi dijual lebih mahal. Terkait jumlah dagangan bensin eceran, dia menyarankan mereka tidak terdeteksi Kemen­ terian ESDM. Namun jumlahnya diasumsikan sangat banyak dan diyakini tersebar merata di be­ berapa daerah. -Yosef Sintar

Ikhlas Jalankan Pekerjaan

Bekerja di industri perhotelan, Vera Moeljadi, adalah sosok pekerja yang berintegritas. Tak tanggung-tanggung, wanita karier ini sudah 21 ta­ hun mengabdi dan kini menjabat General Manager (GM) di Red Planet Hotel (RPH) Surabaya. Vera, mengawali karirnya dari bawah. Berawal sebagai Quest Service Agent di hotel Sheraton Surabaya. Dia meniti karier dari karyawan biasa hingga GM Red Planet. Bagi Vera, berprofesi se­ bagai seorang pekerja hotel tidak mudah. Artinya, seseorang harus berani susah dan ikhlas men­ jalankan pekerjaannya. Mulai membuat jadwal maupun program un­ tuk eksis di tengah persaingan hotel yang ketat. “Harus memiliki pemikiran integritas, bagaimana kita bisa bersaing menggaet wisatawan lokal mau­ pun domestik,” kata ibu dua anak ini. Vera yang juga pernah sebagai menjabat As­ sitent Front Offiece Manager Hotel Ibis Rajawali Surabaya ini, telah mengadakan survei secara mendalam dengan ribuan tamu di kawasan re­ gional, dan menerima beberapa masukan dari tamu hotel. Kebanyakan tamu RPH berusia antara 30 tahun sampai 40 tahun ini merupakan generasi yang se­ lalu terhubung dengan internet. Sehingga, mampu mengubah dinamika industri perhotelan. “Dengan mengikuti trend ini, kami banyak berinvestasi di platform teknologi informasi dan

sambil terus mendengarkan apa yang pelanggan butuhkan. Kami meningkatkan kecepatan Wi-Fi. Misalnya, di semua kamar sehingga menjadi salah satu yang tercepat di industri perhotel­ an. Koneksi Wi-Fi yang stabil dan cepat hal terpenting bagi tamu,” ujarnya. Ditangan dinginnya, Red Planet sendiri merupakan salah satu segmen hotel budget yang menawarkan fasilitas bintang lima dengan harga yang ekonomis. Dimana fasilitas ini tidak dida­ patkan di hotel lain. Untuk itulah, Vera mene­ rapkan motto di manajemennya “Memberikan Apa yang Dibutuhkan” ini senantiasa berfokus pada pemberian pelayanan terbaik untuk para pelanggannya. Ini terbukti dengan adanya berbagai bonus yang diberikan Red Planet untuk para pelang­ gan, seperti rate sale,voucher belanja dan fasilitas hotel kelas bintang lima. Tak hanya sampai di situ, upaya pengembangan bisnis pun terus dilakukan baik secara online maupun offline. Pemesanan hotel pun bisa dijangkau melalui online booking tanpa harus datang langsung ke hotel. Dengan menggandeng 4 bank besar CIMB NIAGA, BNI, BRI, BCA dan Mandiri, RPH memberi kemudahan kepada konsumen dalam bertransaksi. “Kami menargetkan 78 persen dari sisi akupansi supply yang sudah ada,” tandas Vera sembari terse­ nyum. -Antonius Andhika

19


18

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Beragam kesenian dan kebudayaan yang dimiliki Bali Utara harus dijaga dan dilestarikan. Tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diperkenalkan kepada kha­ layak beragam khasanah kebudayaan agar dikenal di daerah maupun mancane­ gara. Melalui Pesta Kese­ nian Bali (PKB) Buleleng ke-38, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng menyuguhkan pementasan kesenian klasik Buleleng.

M

engusung tema Karang Awak yang berarti mencintai tanah kelahiran, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng, Ir. Nyoman Sutrisna, M.M., mengatakan berupaya melestarikan seni budaya di Buleleng melalui PKB Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan 27-30 Mei 2016. Kegiatan dipusatkan di panggung terbuka Eks Pelabuhan Buleleng, dengan beragam pagelaran kese­ nian. “Berbagai kesenian khas Bali Utara ditampilkan seperti Gong Kebyar dan Joged Bumbung. Gong Kebyar Wanita, Gong Kebyar anak-anak, drama gong hingga kesenian joged me­ barung,” ujarnya Sebagai salah satu upaya untuk mencapai target kunjungan wisatawan, PKB Buleleng disuguh­ kan dengan sedikit berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. “Panggung berada di Eks Pelabuhan Buleleng, berisi beragam tambahan berupa pameran seni lukis, anjungan kuliner khas Buleleng, dan konsep lain memeriahkan PKB,” ujar mantan Kadiskanla Buleleng tersebut. PKB diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara. Target kunjungan wisatawan mencapai 700 ribu ke Buleleng

Suasana pembukaan PKB Buleleng

Dongkrak Kunjungan Wisatawan dengan PKB

Bupati Putu Agus Suradnyana saat membuka PKB Buleleng

tahun ini agar dapat tercapai perlahan-lahan. Pelaksanaan PKB Buleleng juga diharapkan dapat mematangkan persiapan menuju PKB di Denpasar. Dalam pelaksanaan PKB Bule-

leng ke-38, juga dianugrahkan penghargaan seni Wija Kusuma tahun 2016 kepada lima tokoh seniman dan budayawan Buleleng. Seniman dan budayawan itu adalah Ketut Suarna Dwipa untuk

kategori seniman tari, Jro Dalang Wayan Narpa, I Made Renda Sastrawan asal Desa Sawan, Kecamatan Sawan untuk kategori seniman sastra daerah. Kategori seniman karawitan diberikan

kepada I Gede Suparta dan almar­ hum Gede Arya Iriana. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, penghargaan seni Wija Kusuma diberikan kepada seniman-seniman yang telah mengabdikan hidupnya untuk seni dan mengharumkan kesenian di Buleleng. Penghargaan tersebut diharapkan bisa membuat seniman semakin bersema­ ngat mengawal dan memajukan seni di kabupaten Buleleng. “Kami juga memberikan ruang yang besar untuk pengembangan seni dan budaya kita di Buleleng, dan ini jadi program prioritas kami di pemerintahan. Bukan hanya lewat PKB atau Utsawa Merdangga saja, tapi pada pesta hiburan rakyat, ada pekan apresiasi seni, ada festival-festival yang memberikan ruang puluhan sanggar dan penggiat seni tradisi maupun modern agar bisa tampil, eksis, dan diapresiasi masyarakat,” ujarnya. Antusiasme penonton yang sangat tinggi juga menunjukkan bahwa aktivitas berkesenian baik tradisional dan modern mendapat tempat di hati masyarakat itu sendiri. Pemerintah merencanakan akan menggelar PKB tahun berikutnya dengan menyiapkan tempat khusus. Penyiapan tempat yang lebih memberikan ruang untuk penonton menjadi sangat penting agar pagelaran bisa dinikmati seluas-luasnaya untuk penonton itu sendiri. Bagaimana kemasan dan lokasi khusus yang akan disiapkan untuk event PKB tahun berikutnya. Bupati menyatakan masih menunggu perencanaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Buleleng. “Kita coba siapkan tempat khusus dan Kadisbupdar sudah menyampaikan kalau ada rencana menyiap­kan tempat khusus itu, nanti kita akan bahas bersama dan yang pasti penyiapan tempat untuk penonton ini harus kita lakukan,” jelasnya. -Wiwin

BEE Kuatkan Eksistensi Singaraja sebagai Kota Pendidikan Pendidikan adalah salah satu aspek yang sangat penting untuk membentuk sumber daya manusia yang kompetitif. Untuk pertama kalinya Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan. Melalui kemasan Buleleng Education Expo (BEE) yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Gde Manik diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat. Keberadaan Singaraja sebagai Kota Pendidikan semakin ditingkatkan Dinas Pendidik­ an Buleleng, untuk menunjukan prestasi dan potensi dimiliki di Bali Utara. “Siswa-siswi seluruhnya menunjukan integritas diri di Buleleng melalui BEE 2016, tujuan kegiatan mendukung program pemerintah melalui 12 PAS, salah satunya peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan,” kata Kadisdik Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. melalui tema kreatif, inovatif dan berbudaya menuju pendidikan Buleleng yang berintegritas dan bermutu, BEE mampu menyedot ribuan antusias pelajar baik dari kalangan SMA, SMK, dan perguruan tinggi di Buleleng. Sejumlah kegiatan BEE seperti job fair, pameran produk kreatif, hiburan gelar seni, Lomba Kompetensi Siswa (LKS), pameran pendidikan dan beragam macam kegiatan perlombaan ditampilkan. “BEE memberi wadah terhadap pelestarian seni budaya melalui berbagai pertunjukan kesenian. Peran

BEE sekaligus menjadi media promosi dan memberikan motivasi kepada masyarakat pelaku pendidikan di Buleleng,” papar Suyasa yang juga mantan Kepala Disbudpar Buleleng ini. Selama ini segala kegiatan yang ada di sekolah hanya diketahui oleh masyarakat sekolah namun dengan diselenggarakannya BEE dapat memberikan informasi kepada masyarakat umum. Suayasa juga berharap BEE bisa menjadi agenda tahunan sehingga setiap sekolah mampu menciptakan sesuatu yang baru untuk BEE selanjutnya. Dari 40 stand yang berdiri di BEE, sebagian besar merupakan stand dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi. “Tahun ini kami merintis SMK, orien-

tasinya kepada produk yang dihasilkan untuk menarik peminat dan yang punya produk itu adalah SMK. Tetapi SMA juga tidak kalah namun jumlahnya yang lebih kecil karena mereka lebih keilmuan,” ujarnya. Ia juga berharap BEE tahun depan dapat diikuti dari kalangan TK, SD, dan SMP. Disisi lain, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., yang menghadiri dan meresmikan langsung pembukaan BEE berharap siswa-siswi di setiap sekolah mampu menampilkan kreativitas dan inovasi melalui teknologi terapan yang bisa digunakan dari apa yang diperoleh di sekolah. BEE yang berlangsung 1-4 Juni 2016 ini merupakan terobosan baru untuk merangsang semangat siswa atau sekolah untuk menunjukkan bakat dan prestasi. Keberhasilan baik anak didik, guru, dan sekolah itu sendiri sangat penting untuk diketahui oleh publik. Dari ekspos melalui media pameran ini akan membangkitkan semangat dan kemauan untuk warga sekolah lain untuk menggenjot prestasi yang akan dipertontonkan dalam pameran pendidikan tahun berikutnya. Event BEE ini juga dimanfaatkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dis-

nakertrans) untuk membuka bursa kerja. Melalui event ini, Disnakertrans memberikan informasi terkait peluang kerja dengan mengundang sejumlah perusahaan yang akan merekrut karyawan karyawati. Apalagi momen sehabis Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA/SMK, tidak menutup kemungkinan ada lulusan yang memutuskan untuk tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, maka penting untuk memberikan informasi terkait peluang kerja melalui event BEE ini. “Keberadaan job fair supaya bisa lebih luas dalam menunjang dunia pendidikan di Buleleng. Apalagi SMA/ SMK di Buleleng begitu mendominasi dalam BEE tahun ini. Saya berharap ke depan lebih berkesinambungan dalam melakukan kegiat­ an,” harapnya. Sementara itu salah satu perguruan tinggi yang ada di stand BEE juga sangat merespons positif dengan adanya pameran pendidikan ini. “Kegiatan ini sangat bagus sekali, anak-anak dari SD sampai SMA dapat menambah pengetahuan. Sebelum melanjutkan studi mereka sudah tahu sekolah maupun perguruan tinggi yang mana akan dituju,” ungkap Ni Made Astiti, Kepala Bagian Pemasaran STIKOM Bali. Ia juga berharap kegiatan BEE dapat berlangsung secara berkesinambungan tahun depan sebab siswa yang datang tidak selalu orang yang sama. “Stand-stand dan kreasinya juga ditambah sehingga menambah minat dari pengunjung,” ungkapnya. -Wiwin

7


8

Bunda & Ananda

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Griya

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Tumbuhkan Rasa Percaya Diri sejak Dini Rumah Modern Minimalis yang Menyejukkan Ujian sudah selesai. Kegiatan belajar di sekolah sudah mulai berkurang. Waktu yang tersisa sebelum pembagian raport pun dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Ada yang tamasya ke objek wisata dan ada yang mengadakan pentas seni di sekolah.

Hari Imam Wahyudi

N

athan dan kawankawan sudah sibuk mengatur waktu untuk berlatih tarian modern. Ia dan sembilan temannya kebagian untuk tari modern. Tak hanya Nathan dan sembilan anak ini yang sibuk. Para orangtua pun ikut sibuk untuk mengantar mereka, mencarikan pelatih, hingga menyiapkan kostum. Akhirnya setelah dua minggu berlatih, mereka pentas di sekolah. Para orangtua yang selama ini menjadi pendukung sibuk mengabadikan penampilan anak-anaknya. Perasaan mereka plong setelah anak-anaknya tampil. Anak-anak pun tak kalah gembiranya. Ada yang mengaku sempat grogi sesaat namun bisa menguasai diri dan menghilangkan grogi Beberapa orangtua lain yang menyaksikan pentas seni ini pun memberi acungan jempol kepada anak-anak. “Anak-anak sekarang punya rasa percaya diri yang bagus. Mereka percaya diri tampil di depan publik. Yang tampil sendiri dan tampil berkelompok sama-sama punya keberanian,” ungkap Bu Eka.

Dari pandangan Hari Imam Wahyudi, S.Psi,CHt, anak-anak yang tampil di pentas seni sekolah akan mendapat banyak manfaat. “Pentas seni yang di sekolah mulai dari jenjang TK atau sejak dini bisa menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak. Pentas juga menjadi wadah bagi anak untuk berkreativitas. Anak yang punya bakat bisa menampilkan bakatnya,” ujarnya. Psikolog yang juga pemain FTV ini menuturkan anak yang tampil di acara pentas seni juga bisa mengasah kecerdasan emosional dan kecerdasan intelejensi. Kecerdasan emosional terlihat dari berbagai persiapan yang dilakukan mulai dari munculnya inisiatif untuk memulai sesuatu. Mereka juga siap untuk menerima kritikan atau saran dari orang lain. Dari latihan hingga pentas akan muncul penilaian mana yang terbaik dan mana yang biasa saja. Mereka juga bisa berimprovisasi. Ketika terjadi kesalahan, dengan cepat melakukan improvisasi sehingga tidak merusak penampilan. “Selama ini banyak orangtua yang lebih menekankan anaknya tentang pentingnya nilai tinggi sebagai tolok ukur kecerdasan. Padahal menunjukkan bakat di bidang seni juga bagian dari kecerdasan. Memang kecerdasan intelejensi perlu untuk menghapal lagu dan musik kalau mereka bernyanyi atau menghapal gerakan dan musik mereka menari. Tetapi, kecerdasan intelejensi tidak bisa berdiri sendiri. Ada kecerdasan lain yang mendukung,” jelas Hari. Ia menambahkan semua anak punya bakat yang perlu diwadahi dalam momen, tempat, dan dukungan. Bakat ini tidak menutup peluang akan menjadi mata pencahariannya kelak di kemudian hari. Bahkan kenangan tampil di pentas seni akan menjadi memori yang tak terlupakan. Makin sering anak pentas, rasa percaya dirinya akan makin tinggi.

Beberapa tahun terakhir, konsep modern minimalis menjadi pilihan banyak orang untuk bangunan rumah tinggalnya. Namun, penerapan konsep tersebut dalam bangunan pastinya menjadi berbeda satu dengan yang lainnya. Kontur tanah dan selera pemilik rumah, menjadi hal yang paling menentukan dalam perancangan sebuah rumah tinggal. Seperti rumah tinggal milik I Gede Darmayasa di kawasan Pemogan, Denpasar.

D

Anak-anak pentas seni di sekolah

BERIKAN PUJIAN Namun, hal yang perlu diingat dan diperhatikan orangtua dan guru adalah bakat anak atau siswa di bidang apa. Jangan sampai mereka dipaksakan untuk tampil di depan umum. “Tidak semua anak berbakat menari atau menyanyi. Guru harus menjadi pemantau yang baik dan menentukan si anak ini akan tampil di bidang apa. Dibuatkan kelompok, mana yang menari, mana yang bernyanyi, mana yang main drama, fashion show, dan sebagainya. Kalau mau semua siswa tampil ya harus dibuat berbagai macam penampilan,” ujar psikolog dari Biro Psikologi Dian Selaras ini. Orangtua pun jangan terlalu menuntut anak untuk tampil

sempurna. Biarkan anak mengeksplorasi bakatnya. Orangtua hanya perlu mendampingi. Tetapi, ada juga anak yang tidal mau tampil atau grogi kalau orangtua menonton. Sebagai orangtua harus menghormati keinginan anak. Hari menegaskan orangtua perlu memuji anaknya yang tampil di depan umum. “Berani tampil di depan umum itu sudah kebanggaan. Kalau ada kesalahan atau kekurangan, harus dimaklumi. Tetap berikan pujian untuk anak. Gunakan kata pujian dan disambung dengan kata “dan”. Jangan katakan pujian lalu dilanjutkan dengan kata “ tapi”. Itu bisa membuat semangat anak menurun. Apresiasi untuk anak itu penting. Satu hal lagi, jangan

memberi iming-iming untuk anak agar dia tampil. Biarkan dia tampil dengan semangatnya sendiri. Tugas orangtua maupun guru hanya memberi dukungan,” ujar pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. Tips pun diberikan oleh suami Ni Made Trisna Susanti, S.Psi ini agar anak tidak grogi saat berada di depan umum. Pertama, orangtua maupun guru jangan banyak menuntut agar anak atau siswa tampil sempurna. Kedua, berikan anak atau siswa semangat bahwa mereka bisa tampil dengan baik dan tenangkan mereka jika merasa gugup. Ketiga, tetap berkomunikasi untuk mengetahui apa yang mereka inginkan atau harapkan. --Ngurah Budi

I Gede Darmayasa

i atas lahan seluas 3,5 are, Gede Darmayasa yang juga pemilik usaha Bintang Property ini, benar-benar mendesain konsep rumahnya dengan memperhitungkan hal tersebut, juga memperhatikan kebutuhan ruang dan tata letak ruang. Termasuk desain taman untuk memberikan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai sirkulasi udara alami. “Daerah kami ini rawan banjir, karena itu rumah saya tinggikan,” ucapnya. Meski demikian, areal bawah (basement) juga benar-benar dimanfaatkan maksimal. Ada garase, kamar tidur pembantu dan ruang jemur. Areal bawah ini pun memiliki akses langsung ke ruang tengah.

Dalam perancangannya, Gede Darmayasa memberikan detail pada bidang-bidang tertentu dengan mengaplikasikan batu-batu alam seperti batu palimanan Yoga, batu candi, dan batu andesit, yang juga untuk menunjukkan batasanbatasan ruang. Kesan alami juga terwakilkan dengan hadirnya kolam ikan yang mengelilingi rumah di areal belakang. Demikian juga kolam air mancur mini di areal ruang tamu yang mengeluarkan suara gemerik air, menambah sejuk suasana. Konsep tropis pun diterapkan pada jendela dan pintu dengan bukaan-bukaan lebar yang menungkinkan cahaya alami dan sirkukasi udara masuk maksimal ke dalam ruang.

Tampak depan rumah

Mendongeng Lima Menit bahasa anjing

Seorang saudagar kaya menginginkan anaknya menjadi ahli bahasa. “Belajarlah di luar negeri!” katanya. “Pelajarilah bahasa yang dapat mendatangkan banyak uang!” Anak yang penurut itu lalu memilih Made Taro sebuah universitas terkenal di luar negeri. Ia tak perlu memikirkan biaya kuliah dan penginapan. Ia hanya bersungguhsungguh mempelajari bahasa. Setelah lima tahun, anak muda itu kembali pulang. “Bahasa apa yang kamu kuasai? Inggris?” Tanya sang Ayah. “Tidak!” “Prancis? Cina? Jepang?” “Tidak, tidak, tidak!” jawab anak muda itu tegas. “Bahasa yang paling saya kuasai adalah bahasa Anjing.” Betapa marahnya sang Ayah! Ia menganggap anaknya sudah berubah menjadi anak durhaka. Ia menganggap anaknya berperangai seperti binatang. Seketika itu juga sang Ayah mengusir anaknya. “Aku malu punya anak berbahasa Anjing. Bahasa menunjukkan bangsa! Jadi kamu tak lebih dari seekor anjing.” Dengan entengnya anak muda itu membuang langkah masuk ke dalam hutan. Ketika melewati sebuah kampung di lereng gunung, ia dicegat oleh penduduk. “Jangan masuk hutan, Anak Muda! Di

situ banyak anjing galak-galak. Sudah puluhan warga kami mati dikoyak-koyak anjing garang itu.” Namun anak muda itu keras kepala. Ia masuk ke dalam hutan tanpa berbekal senjata. Keesokan harinya ia kembali ke kampung itu dalam keadaan segar-bugar. “Anjing-anjing itu galak hanya terhadap orang yang tidak mau mengerti tentang mereka,” kata pemuda itu. “Mereka adalah anjing yang baik dan setia. Zaman dahulu ada seorang raja kaya-raya dan amat kuasa. Karena kalah perang, raja itu menyembunyikan kekayaannya di dalam tanah di hutan lebat. Anjing-anjing beserta keturunannya ditugaskan menjaga harta karun itu. Sesungguhnya anjing-anjing itu ingin mengakhiri tugasnya. Mereka ingin sekali bebas dari tanggungjawab yang berat itu.” “Lalu, apa yang kita perbuat?” tanya penduduk kampung lereng gunung itu. “Kita gali kekayaan itu! Kita bagi untuk kesejahteraan penduduk!” kata anak muda itu. Demikianlah yang terjadi. Anak muda yang diiringi ratusan penduduk kampung itu masuk ke hutan dengan cangkul dan linggis. Aneh! Dengan sebuah gonggongan, anak muda itu mampu menjadikan anjing-anjing garang itu jinak dan membiarkan penduduk menggali harta karun yang terpendam. Harta karun itu dibagi-bagi, sebagian untuk penduduk kampung, dan sebagian lagi untuk anak muda itu. “Guk, guk, guk!” Anjing-anjing itu menggonggong setelah bersalaman dengan anak muda ahli bahasa itu. Konon gonggongan itu berarti, “Terimakasih! Tuan telah membebaskan kami.”

Ruang tamu dan ruang keluarga yang dibedakan dengan penaikan lantai

Teras belakang dengan desain taman yang menyejukkan

Tata letak ruang keluarga, ruang makan dan dapur tanpa batas, menunjukkan keterbukaan

17


16

Edukasi

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

IGTKI Bali Gelar Seminar “Penanaman Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini”

S

aat ini di Indonesia, pendidikan karakter sedang gencargencarnya didengungkan. Karena itu, serangkaian HUT ke-66 IGTKI Provinsi Bali diselenggarakan Seminar Pendidikan, Senin (30/5) di Lembah Pujian, Denpasar. Menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd. yang menyampaikan materi “Penanaman Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini”. Ia mengatakan, pendidikan yang sukses adalah pendidikan yang mampu mengantarkan anak menjadi bertaqwa, berkepribadian matang, berilmu mutakhir dan berprestasi, mempunyai rasa kebangsaan, dan berwawasan global. Dengan dasar pendidikannya adalah, Pancasila, UUD’45, kebudayaan bangsa, dan tantangan zaman. “Karena itu sebagai guru harus seperti Bunda, Bunda yang mengandung dan melahirkan. Karena itu, guru TK juga harus dekat dengan ibunya anak-anak dalam rangka pendidikan karakter anak,” tegas Guru Besar Universitas Negeri Jakarta ini. Dengan keikhlasan dan pengorbanan kaum perempuan yang dinilainya dashyat ini, prof. Arief Rachman mengatakan pendidikan yang diutamakan adalah etika, bukan logika maupun estetika. Karena itu ia juga mengingatkan bahwa guru PAUD/ TK harus memiliki sifat stabil, yakni emosi seimbang, damai, terkendali, dapat dipercaya, hati-hati, tenggang rasa, optimis,

Guru Harus Seperti Bunda

karena tidak menerapkan aturan yang jelas dan konsisten. Yang paling penting dalam pembelajaran di PAUD/TK, ciptakan suasana indah yang menyasar etika, bukan logika dan esteika,” imbuhnya.

Ketua IGTKI Bali Tjok Mingguwati, Dayu Ambari, dan undangan lainnya berfoto bersama sebagian pemenang lomba serangkaian HUT ke-66 IGTKI

aktif, dll., sehingga membuat suasana pembelajaran menjadi sejuk, bersemangat, gembira, dan hangat. “Rumus jadi guru adalah 10 S: senyum, salam, sapa, sabar, syukur, sehat, sugih, semangat, sukses, surge,” ucap Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO ini. Namun sekarang ini dikatakannya sudah ada pergeseran nilai, lebih banyak yang materialistis. Itu sebabnya ada 5 potensi kecerdasan anak yang harus dipotensialkan. Yakni, potensi spiritual (menghadirkan Tuhan dalam tiap aktivitas), potensi akal,

Suasana seminar “Penanaman Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini”. Inzet: Prof. Arief Rachman

potensi jasmani, potensi perasaan, dan potensi sosial. “Kuatkan imanku, haluskan perasaanku, cerdaskan akalku, sehatkan jasmaniku, eratkan persahabatanku”. Menjadi guru diingatkannya jangan otoriter, jangan terlalu melindungi, dan jangan membebaskan. Pola asuh anak yang sehat adalah menjadi suri tauladan. Orangtua maupun guru memberikan contoh yang baik. “Pembinaan orangtua di TK harus keras, undang orangtua murid untuk persamakan persepsi. Apa larangan atau kewajiban di sekolah harus dilanjutkan juga di rumah,” tegas Prof. Arief Rachman yang menyajikan keseluruhan materinya dengan amat bersemangat ini. Karena, ada 3 tempat pendidikan dalam pembentukan karakter anak. Pertama di rumah/keluarga (informal), kedua dilanjutkan di sekolah (formal) yang kadang berbeda, ketiga di lingkungan/masyarakat (nonformal). “Untuk itu, paling tidak sekolah memanggil orangtua murid minimal sebulan sekali untuk sharing. Karena seringkali di sekolah anak menurut karena ada atura, tapi di rumah membangkang,

Guru dan Orangtua Jadi Suri Tauladan Seminar yang tak hanya dihadiri guru PAUD/TK namun juga guru SD dan orangtua ini dihadiri juga oleh Ketua DPC Gabungan Organisasi Penyelenggara (GOP) TK Indonesia Kabupaten Gianyar, Ny. Ambari Gaga Adi Saputra ini. “Kami menyambut baik semua program yang dicanangkan IGTKI Bali. Karena itu, kami seringkali bekerjasama dengan IGTKI Prov. Bali pada saat mendatangkan narasumber dari pusat,” ujarnya. Ia juga telah berhasil memperjuangkan insentif bagi guru-guru non-PNS, khusus di Gianyar. Ketua IGTKI Bali,Tjok Istri Mas Mingguwatini menyampaikan, sejatinya HUT IGTKI tepat tanggal 22 Mei. Namun dikarenakan beretpatan dengan Hari besar agama, puncak acara dilaksanakan 21 Mei di Tampaksiring, yang diisi dengan lombalomba. “Dan, seminar ini merupakan rangkaian dari HUT ke-66 IGTKI Bali. Kami sengaja menghadirkan Prof. Arief Rachman, pakar pendidikan dari usia dini sampai perguruan tinggi, karena beliau tahu betul bagaimana menjadi seorang guru dari usia dini sampai PT. Sekarang sedang boomingnya wacana pendidikan karakter. Beliaulah pendidik karakter yang luar biasa untuk nasional,” paparnya. Kegiatan ini pun dikatakannya menjadi sinergi antara sekolah dan orangtua. Karena dalam kurikulum 2013, PAUD sekarang harus dan wajib orangtua berperan aktif dalam pendidikan anaknya.

Utamakan Karakter Lokal dibuat tahun 2015 tersebut memang tidak serta merta mendapat sambutan positif dari penikmat komik sebab di awal pembuatan akun, Roy memang kurang aktif memperbarui karyakaryanya. Hingga di awal tahun 2016, akun yang dinamai Singaraja Animasi kembali berdenyut ketika sang admin mendapat dukungan dari teman-teman sesama pecinta komik. Pesan-pesan yang disampaikan pun terbilang kekinian, sebab dalam membuat konsep ia selalu melihat situasi yang ada di masyarakat saat itu. Konsep yang paling sederhana dengan penggunaan bahasa Bali sebagai pengantar Komang Roy Prismayudi

Sebagian besar anak-anak menyukai film kartun yang memiliki cerita lucu, memiliki beragam karakter tetapi tetap mengedukasi. Namun, siapa sangka dari hobi menonton kartun membuat Komang Roy Prismayudi memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi terhadap proses pembuatannya. Internet adalah salah satu sumber yang digunakan untuk belajar membuat animasi. “Dari SD memang suka menggambar dan waktu SMA sering mengikuti berbagai perlombaan. Bahkan sewaktu akan lulus kuliah, menggunakan animasi sebagai media pembelajaran dalam skripsi,” ujar pria yang akrab dipanggil Roy tersebut. Pria yang menamatkan kuliah S1 dengan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini mengaku membuat suatu komunitas agar lebih memudahkan masyarakat khususnya pecinta komik yang ada di Buleleng melakukan sharing. “Tujuannya sih mengajak pecinta komik dan gambar ilustrasi saling memberi masukan baik dari proses pembuatannya,” tambahnya. Akun yang

pesan yang ingin disampaikan. Ini dikarenakan bahasa Bali tentu akan lebih menyatu dengan pembacanya, selain itu ia juga mengajak masyarakat untuk melestarikan bahasa Bali. Akan tetapi, ia mengaku tidak terlalu fanatik dengan penggunaan bahasa. Bahkan dalam beberapa komiknya, ia menggunakan bahasa Inggris. “Selain menjaga bahasa Bali, orang-orang juga harus belajar bahasa Indonesia terlebih lagi bahasa Inggris. Semuanya harus diseimbangkan,” ungkapnya. Ia berkaca dari apa yang dilihatnya saat ini bahwa kunjungan wisatawan ke Bali semakin meningkat. “Kita ambil contoh saja guide, kan lucu

kalau seorang guide tidak bisa bahasa Inggris. Kadang-kadang bisa sedikit tapi bahasanya kacau,” tambahnya. Meskipun mengajak masyarakat untuk go international tetapi dalam menampilkan karakter-karakter di dalam komiknya, Roy tetap mengutamakan karakter lokal. Ini terbukti dari karakter Sangut dan Delem yang sudah terkenal dalam masyarakat Bali diangkat ke dalam komiknya. “Karakter ini kan sudah lumrah di masyarakat, apalagi banyak masyarakat yang suka menonton wayang. Jadi karakter tersebut tidak perlu lagi diperkenalkan,” paparnya. Sejak kemunculan karakater

Sehingga, pembentukan karakter tak hanya bisa dilaksanakan di lembaga pendidikan, namun harus dimuali dari keluarga juga lingkungan masyarakat. Tjok Mingguwati menjelaskan ada 3 kompenen untuk pembinaan TK khususnya. IGTKI bekerjasama dengan GOP TKI dan melaksanakan program dari Dinas Pendidikan. “Untuk itulah kami mendatangkan Ibu Dayu Ambari dan Prof. Arief Rachman agar diketahui oleh orangtua, guru, penyelenggara/yayasan dan organisasinya. Sehingga apa yang didapatkan sekarag tentang pendidikan karakter itu bisa segera disambung/ digetoktularkan kepada orangtua dan guruguru yang tak berkesempatan hadir. “Pendidikan karakter selama ini salah kaprah. Bahwa dengan kasih sayang yang berlebihan itu akan membentuk karakter yang sebenarnya salah. Seharusnya berikan pada anak tanggungjawab, rasa memiliki, bagaimana menanamkan disiplin. Karakter itu etika, anak mengetahui mana yang boleh mana yang tidak, mana yang baik-buruk. Bukan calistung,” tegasnya. Itu pula yang kerap disampaikan ke guru-guru PAUD. Namun realitanya sekarang, di PAUD marak diberikan calistung. Hal tersebut diamatinya karena tuntutan lembaga pendidikan yang lebih tinggi. “Anak yang tamat TK dianggap harus sudah bisa calistung. Itu salah. Sebenarnya pendidikan karakter diberikan selama 12 tahun. Yang namanya calistung 3 bulan saja anak-anak sudah bisa/mampu. Tapi kenyataan di lapangan seperti itu,” ucapnya. Inilah yang dikatakannya harus diproses sedikit demi sedikit, membentuk karakter anak agar bisa akademis. Jika tak berkarakter, bagaiman bisa akademis anak bagus. Seperti pencongkel rumah atau koruptor. Mereka pintar tapi tak memiliki karakter yang baik. Tjok Mingguwati mengutip sebuah ungkapan “Jangan silau dengan orang kaya, silaulah dengan orang yang beretika”. –ten Sangut dan Delem, jumlah likers Singaraja Animasi semakin bertambah. Ia juga mengatakan akan membuat karakter-karakter lain yang merupakan idenya sendiri namun tetap memiliki konsep lokal. Kemunculan akun Singaraja Animasi juga mengudang rasa penasaran bagi para penikmatnya, bahkan beberapa di antaranya ingin belajar membuat animasi. Pria kelahiran 16 Oktober 1990 tersebut menyambut positif keinginan masyarakat, sebab di Buleleng sendiri belum banyak orang yang bisa membuat animasi. “Semakin banyak yang ikut dalam komunitas semakin ramai yang bisa sharing. Kita bisa bersama-sama juga membuat kreativitas, yang suka menggambar bisa menuangkan dalam bentuk komik maupun animasi,” tambahnya. -Wiwin

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

9

Profil Keluarga Harmonis se-Bali Tahun 2016 Gianyar (Ir. Dewa Putu Gde Hartana-Ni Ketut Tirtha, AMd. Keb) Menjalankan ke­ hidupan berkeluar­ ga sudah diper­ siapkan dengan matang oleh pasan­ gan Dewa Putu Gde Hartana dan Ni Ketut Tirtha. Berawal dari per­ temuan di Sema­ rang saat masih menuntut ilmu hingga berlanjut ke jenjang pernikah­ an, mereka sudah menyiapkan masa depan keluarganya. Pasangan ini memiliki seorang putra bernama Dewa Putu Engga Candranata, yang sudah menyelesaikan pendidikan­ nya di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan sedang menjalani program internship di RS Sanjiwani, Gianyar. Dewa Putu Gede Hartana banyak berkiprah di masyarakat terutama yang berkaitan dengan pembangunan karena ia seorang in­ sinyur teknik sipil sementara sang istri menjadi bidan yang memiliki tempat praktik mandiri di Br. Pratama Mandala, Desa Tegal Tugu, Gianyar. Kehidupan yang dilandasi cinta kasih, serasi, selaras, seimbang, serta berkesinambungan bagi mereka merupakan dasar untuk mewujudkan keluarga yang harmonis.

Pasangan yang dikaruniani dua anak --Ni Luh Putu Intan Pranita Putri yang baru menyelesaikan pendidikan kebidanan dan I Made Crisnanda Pranata Putra yang masih duduk di bangku SMP-- ini mengajarkan anaknya untuk hemat dan bisa mengatur keuangan. Keluarga harmonis ini juga memi­ liki jadwal dan tugas masing-masing untuk mewujudkan kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya agar tampak asri, bersih, sehat, dan nyaman. Agus Pranacitra yang bekerja di SPBU Banyubiru juga aktif di masyarakat dan menjadi bendahara tempek.

Karangasem (Ir. I Ketut Sudia-Ir. Ni Ketut Ayu Rusmini) Warga Br. Yehe, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karang­ asem ini termasuk keluarga yang maju dalam bidang pen­ didikan. Sudia dan Ayu Rusmini yang begelar insinyur ini benar-benar mengabdikan diri di masyarakat. Sudia pernah menjadi Perbekel Desa Selat dan kini sebagai Bendesa Desa Pakraman Yehe dan Mangku Pura Dalem. Aktivitas mereka di masyarakat tak diragukan lagi dan banyak membantu warga dengan mengembangkan beberapa usaha, seperti penyewaan perlengkapan upacara, perkebunan salak serta pencetakan batako. Mereka juga banyak memberi motivasi bagi warga khususnya berkaitan dengan bidang pertanian. Ayu Rusmini selain membantu suami, juga mengabdikan diri sebagai guru TK yang ada di banjar. Dua buah hati mereka I Gede Wahyu Widartha dan Dwi Indah Arya Palasari tengah me­ nimba ilmu di Denpasar. Wa hy u ku ­ liah di Fakul­ tas Pertanian Unud sedang­ kan Indah sekolah di SMA 3 Denpasar.

BKKBN

Jembrana ( I Nengah Agus Pranacitra-Ni Komang Wintoniati) Memiliki lahan pekarangan yang luas menjadi modal untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Hal ini dilakukan pasangan I Nengah Agus Pranacitra dan Ni Komang Win­ toniati, warga Br. Berawan Salak, Desa Banyubiru, Negara. Lahan ini dimanfaatkan untuk berkebun berbagai tanaman dan beternak babi. Bahkan Wintoniati yang juga Kaur Pe­ merintahan Desa Banyubiru aktif di Kelompok Wanita Tani.

Mozaik

keluarga, warga dusun Nesa, Banjarangkan, Klungkung ini menjalankan bisnis kerajinan batok kelapa. Suryawan pun mengatakan mempersilakan anak-annak untuk memilih kegemaran masing-masing. Sebagai orangtua, ia dan istrinya hanya memberi dukungan. Putra pertamanya aktif di bidang kesehatan sedangkan putra kedua aktif di bidang kesenian. Tabanan (Pande Ketut Wardana, S.H.-Ni Made Witami) Menekuni berbagai usaha tanpa mengesampingkan kualitas keluarga menjadi kunci keberhasilan keluarga Pande Ketut Wardana dan Ni Made Witami. Warga Banjar Pacung, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan ini juga aktif di masyarakat. Wardana menjabat sebagai bendahara desa pakraman yang banyak memiliki terobosan untuk pengem­ bangan desa. Kiprahnya tak hanya di lingkungan setempat, ia juga aktif di Orari. Bersama para anggota Orari, mereka sering ngayah lintas kabupaten. Walaupun sibuk, pasangan Wardana dan Witami tetap memprioritaskan anak-anak. Dua buah hati mereka, Ni Luh Pande Yunik Natalia dan Pande Gde Nhata Swadyaya sudah menyelesaikan pendidikan tinggi. Kehidupan yang rukun dan harmonis pun mereka terap­ kan tak hanya di lingkungan internal tetapi juga dengan lingkungan eksternal.

Klungkung (Gede Suryawan-Luh Gede Juliarti) Menerapkan prinsip keluarga harmonis sudah dilakukan pasangan Gede Suryawan-Luh Gede Jualiarti dengan meren­ canakan keluarga. Pasangan yang menikah 11 Januari 1995 dan dikaruniai dua putra, I Gede Eka Juli Prasana dan I Made Oka Surya Pradita ini mengedepankan konsep saling asah, saling asih, dan saling asuh. Perencanaan keluarga mereka mulai dari persiapan secara ekonomi, fisik, dan psikologis. Hal ini pun berhasil mereka wujudkan. Anak-anak tumbuh dan berkembang sesuai usianya dan kehidupan keluarga pun rukun bahagia. Untuk menopang kehidupan perekonomian

Cita Rasa Lokal Gaya Internasional

Bila membahas tentang makanan, tentu tidak ada habisnya. Nikmat makanan yang telah diolah tentu membawa cita rasa tersendiri. Kenikmatan tersebut perlu dirayakan. Salah satu perayaan kuliner yang menarik yakni Ubud Food Festival (UFF), yang dilaksanakan Jumat (27/5) hingga Minggu (29/5) oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati. Ketika memasuki UFF di Taman Kuliner, Jl. Sangingan, kita dapat melihat jajaran kedai yang menjual berbagai olahan makanan. Beberapa kedai menyajikan tipat santok, nasi goreng, babi guling, serapah, jamu, jaja Bali, bakso. Beberapa kedai juga menawarkan kebab, salad, sushi, dan berbagai jenis minuman. Ada juga café yang membuka stand di sana. Uniknya, mereka menyajikan makanan tidak menggunakan piring, melainkan daun kelapa atau kerap disebut tamas. Acara menarik pun mampu menyita perhatian pengunjung. Salah satunya yakni Blue Ribbon Bali Pig Show. Acara tersebut merupakan fashion show babi yang berasal dari peternak lokal. “UFF 2016 menampilkan acara unik yaitu Pig Show. Kita dapat lihat babi-babi yang menggemaskan. Babi-babi tersebut juga berasal dari peternak lokal Ubud. Jadi ini bisa sebagai kesempatan untuk memperlihatkan hasil ternak yang berkualitas,” kata Ochie, koordinator volunteer. Tidak hanya menjajakan makanan, di UFF kita pun dapat memperkaya wawasan mengenai kuliner nusantara. Pakar kuliner turut hadir seperti Bondan Winarno, Farah Qiunn, Sisca Soewitomo, dan Bara Pattiradjawane. Festival kuliner yang diprakarsai oleh Janet DeNeefe juga mengundang chef-chef andal dari berbagai belahan dunia. Tentu festival ini digadang-gadang sebagai festival kuliner terbesar se-Asia Tenggara. Mereka hadir untuk membicarakan seluk-beluk masakan Indonesia yang dominan menggunakan rempah-rempah. Salah satunya

yakni Bondan Winarno, pakar kuliner yang kerap hadir di layar kaca memberi komentar tentang masakan Indonesia. Ia berbicara tentang perkembangan kuliner Indonesia saat ini. “Tadi saat sesi diskusi, ada yang menanyakan pada saya alasan masakan Indonesia kalah saing dengan masakan Malaysia. Saya jawab, tidak tahu. Seharusnya pemerintah lebih gencar mempromosikan kuliner nusantara,” tuturnya usai menjadi pembicara UFF. Tidak hanya itu, Bondan juga menyayangkan kalau acara ini lebih menarik dan dikemas dengan baik oleh pihak swasta, terlebih yang hadir banyak orang dari luar. “Sangat disayangkan pemerintah kurang intens bergerak memajukan kuliner Indonesia. Pihak penyelengara dari swasta. Kapan pemerintah Pig Show bergerak? Padahal kuliner ini milik kita. Ya seharusnya pemerintah perlu mencanangkan program yang seperti ini secara berkala dan berkualitas,” imbuhnya. Bagi Bondan, masakan Indonesia memiliki cita rasa yang unik

dan harus dilestarikan. Perlu publikasi yang baik agar kuliner Indonesia tidak kalah saing. Promosi-promosi terkait makanan Indonesia perlu ditingkatkan, agar kuliner Indonesia tetap eksis. ”Ya, kalau bukan kita siapa lagi? Beruntung ada acara ini yang mampu membangkitkan gairah masakan Indonesia yang kaya rempah-rempah. Acara ini juga baik, konsep bagus, dan mampu menjadi wadah kreatif untuk mengembangkan olahan makanan,” lanjutnya. Menurut Janet DeNeefe, festival kali ini sangat berbasis lokal, sesuai dengan konteks budaya. “Kita sangat bangga memperkenalkan kuliner Indonesia ‘Go Dok: Anggara Mahendra Local’. Kita juga memberi kesempatan untuk petani, peternak, chef, pengusaha kuliner, komunitas kreatif, dan masyarakat untuk menyalurkan kecintaannya pada makanan. Selamat makan dan menikmati!” tegas Festival Founder and Director UFF 2016 ini. -Wulan

Salon

Jln. Wijaya Kusuma No.39 Denpasar

Jln. Suli No. 151

Tlp. 085 237 028570

Tlp. 0812 3636 0808

Jln. Merdeka VIII No. 1 (by appointment) Tlp. 0811 903 393

Jln. Sedap Malam No. 79 A, Denpasar HP 08133900 3366, 0851 0349 6464


10

Kreasi

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Ritus Wayang di Lumbung Wayang Bali

Bagi orang Bali, wayang secara takzim disebut dengan Sanghyang Ringgit, kesenian yang mendapat anugrah dan kekuatan Hyang Widhi. Seni pertunjukan wayang kulit bukan hanya dipandang sebagai objek tontonan semata, namun sebuah nilai seni yang diwingitkan. Saat Tumpek Wayang -bersiklus 210 hari menurut kalender Baliseperti halnya pada Sabtu (4/6) ini adalah hari keramatnya wayang Bali. Wayang dan peralatan gamelannya diupacarai nan khusuk.

P

rosesi ritual terhadap kesenian itu misalnya dapat disaksikan di lumbung seni pertunjukan wayang Bali, Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di Banjar Babakan, salah satu

dusun desa itu, sekitar 19 dalang dengan keluarganya masingmasing disibukkan oleh rangkaian upacara itu. Seluruh wayang dikeluarkan dari kotak wayangnya. Semuanya dibeber rapi di sanggah. Dalang, para pemain gamelan

Workshop bersama Guru Mangku Hipno

Workshop “Melenturkan Hati” bersama Guru Mangku Hipno dan Komunitas Brahmakunta dilaksanakan Minggu (5/6) di Madam Tan Restaurant, Jl Cok Tresna Renon Denpasar. Sesi I pukul 13.00 s.d. 15.00 wita. Tiket hanya Rp 350 ribu/orang (Coffee Break). Sesi II pukul 15.30 s.d. 16.30 wita khusus untuk yang ingin mengikuti peningkatan kualitas diri dan menjadi praktisi. Dengan biaya admin per poin Rp 995 ribu (langsung bisa praktek 5 detik setelah inisiasi). Inisiasi 9 Cakra, Kultivasi 7 Prana, Belajar Hypnosis Super cepat (hanya 10 menit),Belajar Hypnotherapi, Belajar Ilmu meramal/palmistry. Pemesanan tiket dan pembayaran dapat dilakukan dengan transfer ke Bank BCA No a/c: 6690055455 a/n Ketut Gd Suatmayasa S.H. Daftarkan diri Anda dan Keluarga segera, tempat terbatas. Daftar dan info hubungi 03618442823, 085103112404, 081337228580.

Pemenang Lomba “Dunia Impianku”

Faber-Castell menyelenggarakan lomba gambar nasional bertema “Dunia Impianku”. Lomba ini diikuti 85 ribu peserta di seluruh Indonesia. Enam pemenang nasional mendapat hadiah berkunjung ke Jerman. Salah satu pemenang berasal dari Denpasar, M. Saifullah Yusuf, siswa MI Al Miftah Denpasar. Ia menjadi pemenang kategori SD untuk wilayah Indonesia Timur. Penyerahan hadiah kepada Yusuf dilakukan saat wisuda MI Al Miftah yang dilaksanakan Sabtu (4/6) di Denpasar. Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia Richard Panelewen mengatakan pemenang bersama seorang pendamping akan berangkat ke Jerman bulan Agustus 2016. Ia menambahkan lomba gambar ini menjadi komitmen Faber-Castell untuk mendukung kreativitas generasi belia. Melalui gambar, mereka bisa berekspresi sekaligus melatih saraf motorik dan sensorik. -rls

gender, katengkong—pembantu dalang, bersembahyang bersama mohon dianugrahi taksu--tuah estetik. Ditengah keperihatinan terhadap kian redupnya binar wayang kulit Bali, nafas panjang wayang terjustifikasi oleh psikoreligi ritus Tumpek Wayang, hari transisional terpenting yang dikeramatkan oleh masyarakatnya. Di salah satu kantong seni pertunjukan wayang Bali itu, doa terhadap eksistensi kesenian ini terus dipanjatkan. Kaderisasi dalang berlenggang alamiah sambung menyambung seakan tak peduli dengan kian menjauhnya penonton wayang. Dulu, ketika budaya agraris tradisional masih kental mewarnai kehidupan orang Bali, kesenian wayang memang sempat menjadi bagian dari totalitas kehidupan masyarakatnya. Jagat wayang dicerap sebagai tuntunan dan falsafah hidup. Saripati cerita yang dituturkan tontonan wayang menjadi kiblat berprilaku. Tokoh-tokoh idolanya menjadi identifikasi diri. Kini di tengah transformasi budaya yang sedang menggelinding dengan fenomena perubahan yang cepat dan dahsyat, seni pertunjukan wayang rupanya terdistorsi. Pamornya morosot. Interelasinya dengan masyarakat pendukungnya kian senjang. Sementara jagat wayang asyik dengan kesendiriannya, disisi lain, masyarakat pendukungnya kian gamang dengan kompleksitas kehidupannya. Perjalanan waktu dan atmosfir zaman berdampak pada pergeseran pola berpikir, prilaku, dan keyakinan masyarakat. Kini jarang ada terdengar orang Bali yang ngotonan—peringatan hari kelahiran yang bersiklus 210 hari--atau berkaul menyelenggarakan pementasan wayang seperti dimasa-masa lalu. Sekarang juga

Style

Pesona Kain Nusantara

Kain-kain dari berbagai daerah di Indonesia, selama ini memang dikenal sangat memikat. Apalagi kain tradisional seperti tenun ikat, songket hingga aneka batik ini diproduksi lengkap diserta makna filosofinya.

B

eberapa kain bahkan dibuat dengan pengerjaan yang tidak mudah dan waktu proses yang cukup panjang. Tak heran jika ada kain tradisional yang dikenal keberadaannya sangat langka. Karena itulah sekelompok perempuan dari berbagai profesi, yang memang mencintai kain, berkumpul dalam sebuah Komunitas Cinta Berkain (KCB). Rupanya,pengurus maupun jarang terjadi sebuah upacara perkawinan dimeriahkan dengan pementasan wayang dengan cerita “Arjuna Wiwaha” misalnya. Kini juga kian sulit menjumpai pementasan wayang dengan cerita “Bima Swarga” dalam rangkaian upacara ngaben. Kegelisahan memang kini sedang menggayut di kalangan penggiat seni pertunjukan wayang kulit Bali. Kendati demikian, rupanya seni boneka pipih dua dimensi ini tak buru-buru dikubur. Dalang-dalang di Banjar Babakan, Sukawati, masih tabah melakoni dunianya. Bahkan lebih dari itu, mereka mencoba menggeliat. Dalang-dalang senior seperti I Wayan Nartha, I Wayan Wija dan I Made Juanda serta dalang muda seperti Bagus Bharatanatya (Juara I Lomba Dalang Remaja PKB 2013) misalnya, masih setia mengawal wayang kulit Bali. Selain mengawal kelestarian Wayang Parwa—bersumber cerita Mahabharata--dan Wayang Ramayana—bersumber dari epos Ramayana, para seniman wayang kulit di Banjar Babakan itu memang melakukan langkah-langkah kreatif. Adalah dalang I Wayan Wija pada tahun 1980 menciptakan Wayang Tantri, wayang kulit yang bersumber dari lakon Tantri. Pada tahun 1985, dalang I Ketut Klinik menggagas Wayang Babad, seni pertunjukan wayang yang bercerita tentang kisahkisah semi sejarah. Kedua kreasi wayang tersebut, kini cukup eksis

di tengah masyarakat Bali. Secara konseptual dan pola garap, kedua kreasi wayang itu tetap anut dengan konvensi klasik wayang kulit Bali. Tak sungkan pula mereka menghadirkan garapan wayang yang mendobrak konvensi tradisi. Beberapa dalang muda setempat yang sempat mengenyam pendidikan formal di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Ketut Sudiana dan Wayan Mardika, gelisah bereksplorasi memburu nuansa inovatif, menjajal berbagai kemungkinan, baik yang menyangkut tata konseptualnya maupun dalam implementasi pengejawantahan seninya. Elemen-elemen dari buah kemajuan teknologi seperti misalnya komputer dan LCD proyektor tak luput dimanfaatkan dan disiasati. Para dalang Banjar Babakan itu memang telah memberi kontribusi yang signifikan bagi perjalanan seni pertunjukan wayang Bali. Secara kualitatif, reputasi para seniman wayang desa itu telah teruji dan diakui di Bali, bahkan telah unjuk kiprah dalam forum internasional. Dalang Wija dan Wayan Nartha misalnya, telah berkali-kali diundang pentas ke mancanegara. Sebaliknya, sejak beberapa tahun terakhir ini, orang-orang asing yang ingin mempelajari wayang, banyak datang berguru kepada para dalang Sukawati tersebut. Maria, pekerja teater dari Amerika Serikat, adalah salah satu murid dalang Nartha yang kini sudah sering pentas di negerinya. Tetapi, realita termarginalnya seni pentas wayang di tengah masyarakat Bali sendiri, bagaimana pun juga membuat gundah para dalang Sukawati tersebut. Namun, anehnya, kegalauan itu bukan diekspresikan dengan berpangku diri. Mereka berusaha eksis dengan gereget kreativitasnya. Sementara itu, dalang-dalang itu tetap tulus ngayah—pentas tanpa imbalan finansial dalam konteks upacara keagamaan. Dalang senior Wayan Nartha, 73 tahun, masih tampak bersemangat membimbing generasi muda yang ingin mengenyimpungi jagat wayang. Wayang rupanya telah menjadi totalitas ritus kehidupan mereka. -Kadek Suartaya

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

anggota KCB Provinsi Bali ini, selain menyukai beragam pesona kain tradisional Nusantara dengan corak dan keunikannya juga ingin memperkuat citra perempuan Indonesia dengan lebih lagi menyosialisasikan busana berkain dan tak ketinggalan melestarikannya. Berikut beberapa pengurus dan anggota KCB Provinsi Bali yang tampil anggun dan fashionable mengenakan kreasi beragam keindahan kain Nusantara. – Sri Ardhini

15


Awet Muda

dengan

Bahan Alami Siapa yang tidak suka jika dikatakan tampilannya awet muda. Sebagian besar perempuan tentu berharap dirinya terlihat awet muda. Namun, yang namanya usia akan terus merambat bersamaan dengan munculnya tanda-tanda usia lanjut

K

Jelita

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

etika kulit nampak segar, bersih tanpa flek, bersinar dengan elastisitas yamg terjaga. Begitu juga rambut sehat dan lebat dan ditunjang pula dengan pikiran serta fisik yang fit adalah beberapa item umum seseorang dikatakan awet muda. Lantas bagaimanakah cara menjadi orang yang awet muda? Menurut Ni Made Rai Sariani pemilik Gaya Warna Spa Suplier ini, untuk bisa awet, tentu yang namanya penuaan dini mesti dihambat. Salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan masker berbahan alami. “Cukup banyak bahan alami yang berkhasiat menjaga penampilan kita Nampak awet muda dan sehat,”katanya. Dikatakannya keinginan kita untuk bisa tetap terlihat awet muda jangan sampai salah kaprah. Kita wajib tahun dan kenal risikonya, ketika memilih langkah untuk mendapatkannya. “ Sebenarnya, ada langkah sederhana dengan risiko minim. Yakni, memanfaatkan khasiat berbagai bahan alami yang cukup banyak tumbuh di negeri kita ini,” lanjutnya Bahan alami yang berfungsi menghaluskan dan mengencangkan kulit adalah yang mengandung antioksidan dan astringen untuk meringkas pori- pori. Bahan ni terdapat pada jeruk nipis , kunyit, mentimun, lidah buaya, krokot hingga daun sirih. Selain itu ada juga bahan yang dapat bereaksi di dalam tubuh menjadikan kulit segar, daya tahan lebih baik juga tidak mudah pikun, di antaranya pegagan , sambiloto , jahe, kencur dan temugiring. Selanjutnya ada sirih yang selama ini dikenal mengandung arecoline, berguna untuk menstmulan saraf pusat dan daya pikir demi menekan risiko kepikunan. Daunnya mengandung eugenol dengan sifat anal-

gesikna. Secara tradisonal daun sirih dikenal efektif juga mengatasi keputihan dan bau badan. Kandungan minyak atsiri sirih juga memiliki daya antijamur, antioksidasi, dan antikuman. Sedangkan mentimun, kata Rai cukup banyak dipilih untuk merawat kesegaran kulit wajah. Buah yang kaya silikon dan fluorin, serta rendah kalori ini juga dingin dan menyegarkan, terasa nyaman di kulit. Biji timun mengandung banyak vitamin E, juga berkhasiat menghambat proses penuaan dan menghapus keriput. Berikutnya Rai juga menymapaikan jika lidah buaya mengandung saponin yang bersifat antikuman serta senyawa antrakuinon dan kuinon sebagai antibiotika dan penghilang rasa sakit. Lidah buaya akan merangsang tumbuhnya sel baru pada kulit. Gelnya pun mengandung lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit , sehingga wajah segar berseri. Berbagai khasiat bahan alami inilah yang menolong seseorang terlihat awet muda. Dengan terpeliharanya usus, berarti metabolisme pun berjalan baik. Pemanfaatan jahe relatif mudah sebab cukup diseduh dengan air panas atau direbus, atau bisa juga serbuknya dimanfaatkan sebagai tambahan membuat berbagai bahan panganan. Jeruk nipis, lanjut Rai memilik kandungan sitrat tinggi, sehingga sering dimanfaatkan untuk perawatan kulit dan rambut. Selain itu, kandungan vitamin C-nya juga bisa dipakai ramuan awet muda. Mengingat Vit C salah satu antioksidan yang dapat menangkal keriput atau kulit kusam. Sementara sambiloto, dengan kandungan andrografin, androfolit, dan panikulin bisa dijadikan antibiotika alami yang membantu menekan risiko penuaan kulit serta menjaga fungsi organ tu-

buh dari efek radikal bebas. Bahan lain yang juga punyamanfaat baik adalah kunyit de­ngan kandungan minyak i, zat warna kuning , protein, fosfor, kalium, besi, dan vitamin C, biasa dimanfaatkan sebagai jamu bersama asam atau dalam bentuk serbuk. Kunyit juga sering digunakan untuk memperlancar haid dan meringankan nyeri haid serta gangguan meno-

Ni Made Rai Sariani

14

pause. Sedangkan kencur memiliki kandungan minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan sebagai pem-

bersih tenggorokan, menghilangkan lendir yang menyumpat hidung, menghangatkan badan, sebagai pelangsing, membantu mengeluarkan gas dari perut. Kencur juga baik untuk menangkal radikal bebas, salah satu penyebab penuaan dini. Bahan lainnya seperti susu, selain sebagai minuman menyehatkan,juga digunakan sebagai bahan kecantikan, misalnya dalam bentuk facial scrub. Begitu juga madu diyakini sebagai salah satu bahan alami terbaik mengatasi keriput. Sebab madu mengandung senyawa huektan yang efektif melembabkan kulit sehingga bisa mencegah munculnya kerut atau keriput. Madu dapat dioleskan secara langsung pada kulit wajah. Di luar bahan-bahan alami ini diingan agar tidak lupa selalu menjaga pola hidup. Berprinsip mengutamakan kesehatan kulit den Semakin alami bahan yang dipakai maka semakin aman digunakan. -Sri Ardhini

Segera mendaftar Gung Mas (08113884863) / Wiwik Yulandari (08113976363) Jln Kepundung 67A Denpasar, Tlp. 0361-225764 Gedung Pers K. Nadha, Jln. Kebo Iwa 63A Denpasar

Bugar Beredar broadcast BBM, jika ada keluarga Anda ter­ jatuh saat bangun tidur secara mendadak, agar ter­ hindar dari serangan stroke, segera pencet ibu jari sampai darah menetes. Benarkah penanganan dini stroke seperti itu? “Di masyarakat banyak beredar isu seperti itu. Penusukan dan pemen­ cetan ibu jari sampai keluar darah bukan merupakan penanganan stroke. Sam­ pai saat ini belum ditemu­ kan adanya bukti ilmiah yang dapat menjelaskan manfaat metode ini,” ujar I Putu Eka Widyadharma, S.Ked., dr., M.Sc.,Sp.S(K), staf pengajar Divisi Nyeri dan Nyeri Kepala, Bagian/SMF Neurologi Fakultas Kedok­ teran, Universitas Udayana/ RS Sanglah Denpasar.

I

a menegaskan, prinsip penanganan stroke adalah penanganan medis yang cepat dan tepat. Waktu menjadi hal penting dalam keberhasilan penanganan stroke. Menurut dr. Eka, makin cepat ditangani, peluang kesembuhan akan makin besar. Jadi, kata dia, apabila menemukan seseorang dengan stroke, segera dibawa ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Jangan ditunda-tunda. “Sering pasien dibawa ke pusat kesehatan setelah beberapa hari mengalami serangan stroke. Hal ini membuat keberhasilan pengobatan akan berkurang sehingga menimbulkan kecacatan dan bahkan kematian pada penderitanya,” ucapnya. Perlu digarisbawahi, stroke merupakan suatu akibat, akibat dari tidak terkontrol atau terkendalinya faktor-faktor risiko. Tidak mudah bagi seseorang untuk menderita stroke. Apabila terjadi, maka bisa dipastikan gaya hidup orang tersebut sangatlah tidak sehat. “Stroke adalah suatu penyakit yang dapat dicegah,” kata dr. Eka. Stroke menurut WHO adalah adanya gangguan neurologis (saraf) yang bersifat fokal atau global, yang terjadi secara tibatiba, berlangsung selama lebih dari 24 jam, atau kurang dari 24 jam yang berakhir dengan kematian yang semata-mata disebabkan oleh adanya gangguan peredaran darah otak. Stroke dibagi menjadi 2 yaitu stroke perdarahan (hemorrhagic) dan stroke penyumbatan (ischemic). Berdasarkan definisi tersebut maka gejala stroke dapat berupa gangguan motorik yaitu berupa kelumpuhan separo tubuh, gangguan sensorik separo tubuh seperti rasa tebal atau kesemutan, pelo, gangguan fungsi berbahasa seperti tidak bisa atau mengerti ucapan/kata-kata, sulit mengingat kata-kata, lupa nama benda, gangguan memori, perubahan perilaku, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan berupa buta satu mata yang semuanya terjadi secara tiba-tiba dan menetap selama lebih dari

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Stroke dapat Dicegah 24 jam. Gangguan ini tergantung area mana di otak yang terkena. Pada kondisi yang lebih berat bisa berupa gejala nyeri kepala hebat, pusing berputar, muntah, kejang dan penurunan kesadaran sampai koma. Apabila hilang/ gejala membaik kurang dari 24 jam disebut transient ischemic attack (TIA). Ia mengatakan, pusing nyeri kepala bisa merupakan gejala stroke. Namun, tidak semua pusing pasti karena stroke. “Pusing/nyeri kepala yang dicurigai sebagai gejala stroke apabila nyeri kepala yang dirasakan sangat hebat, terasa sebagai nyeri yang belum pernah dirasakan sebelumnya, terasa berdenyut di seluruh kepala, disertai dengan gejala muntah menyemprot, pandangan kabur atau ganda. Nyeri kepala seperti ini dapat dicurigai sebagai gejala stroke dan biasanya disertai gejala-gejala lain,” jelasnya. Pusing berputar juga bisa menjadi bagian dari serangan stroke. Biasanya pusing dirasakan seperti rasa melayang atau kepala terasa ringan, tidak membaik dengan istirahat atau menutup mata. Pusing tidak disertai rasa mual ataupun muntah. Kadang disertai pula dengan adanya kesemutan di sekitar bibir. Pusing seperti ini sering disebabkan oleh adanya gangguan peredaran darah otak di daerah batang otak ataupun otak kecil. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko stroke, artinya orang yang mengidap hipertensi memiliki kecenderungan akan terkena stroke lebih besar dibanding mere­ ka yang tidak menderita stroke. Hipertensi merupakan faktor risiko independen artinya seseorang yang hanya menderita hiper­ tensi dapat terkena stroke. Biasanya hipertensi berat lebih sering

menyebabkan stroke perdarahan, meskipun stroke penyumbatan juga dapat dijumpai pada penderi­ ta hipertensi. Apabila menderita hipertensi maka diharuskan pada yang bersangkutan untuk me­ ngontrol tekanan darahnya dengan berkonsultasi dengan dokter ahli di bidangnya. Penyakit-penyakit yang dapat memicu stroke antara lain kencing manis, kelainan irama jantung, dislipidemia, obesitas/ kegemukan serta penyalah­ gunaan obat. Penyakit-penyakit ini harus dikontrol dan diobati dengan berkonsultasi dengan dokter ahli di bidang tersebut. Untuk merokok dan konsumsi alkohol berlebih, sebaiknya kebiasaan ini segera dihentikan

dr. Eka

dan segera lakukan kebiasan pola hidup yang sehat. Anggapan stroke hanya menye­rang usia di atas 65 tahun adalah keliru. “Usia di bawah 65 tahun juga dapat terserang penyakit stroke,” kata dr. Eka. Ia mengatakan, usia lanjut merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke meskipun bukan merupakan faktor risiko independen artinya, harus ada faktor risiko lain bergabung, baru dapat menyebabkan seseorang menderita stoke. Penelitian di populasi umum menunjukkan usia ter­ba­ nyak menderita stroke adalah usia 50-60 tahun. “Tidak benar stroke hanya terjadi pada lakilaki. Perempuan juga bisa terkena stroke sepanjang memiliki satu

11

atau lebih faktor risiko,” imbuhnya. Pada penelitian di populasi menunjukkan, kecenderungan laki-laki menderita stroke lebih besar dari wanita. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena kebisaan merokok dan minum alkohol lebih banyak pada kaum laki-laki dibanding perempuan, meski saat ini perempuan juga banyak yang merokok dan minum alkohol sebagai bagian dari gaya hidup modern. Pencegahan stroke, dapat dilakukan dengan mengontrol atau mencegah faktor-faktor risiko stroke. Ada dua faktor risiko stroke secara umum, yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi antara lain usia tua, jenis kelamin, ras, dan riwayat stroke sebelumnya. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi antara lain hipertensi, merokok, kencing manis, kelainan irama jantung, dislipidemia, dan obesitas serta penyalahgunaan obat dan konsumsi alkohol berlebih. “Apabila seseorang memiliki salah satu faktor risiko tersebut, maka yang bersangkutan harus segera berkonsultasi dengan dokter yang ahli dalam bidangnya. Secara umum yang dapat dilakukan adalah pengaturan pola makan (diet), olahraga teratur cukup 15-30 menit dua kali seminggu secara teratur, istirahat yang cukup serta jangan lupa berdoa,” sarannya. –Wirati Astiti


12

Kuliner

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Tipat Blayag Festival Ramadan digelar dalam rangka turut menyambut bulan suci Ramadan di Inaya Putri Bali. Salah satu makanan spesial yang disajikan di Homaya Restaurant Inaya Putri Bali, adalah tipat blayag. Jika Anda tertarik, berikut resep dari chef Dodik Sutiarso dari Homaya Restaurant Inaya Putri Bali. –Wirati Astiti

Tipat Blayag Bahan utama: 3 buah ketupat

Chef Dodik

Bahan kuah blayag: 4 butir : bawang merah 3 butir : bawang putih 1 ruas : jari kunyit ½ ruas : jari jahe ½ ruas : jari laos ½ ruas : jari kencur 1 sdt : terasi 1 sdt : gula merah 1 sdt : garam 1 sdt : merica 1 sdt : ketumbar 5 lembar : daun salam 2 lembar : daun jeruk 100 ml : santan 1 batang : sereh 500 gr : ayam potong 3 sdm : kaldu ayam secukupnya Cara membuat kuah ayam: - Haluskan semua bumbu, didihkan air. Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan tadi ke dalam air mendidih. Tambahkan daun salam, daun jeruk limo, sereh, garam, dan kaldu ayam. Aduk rata. - Masukkan daging ayam dan rebus sampai daging matang dan empuk. Tambahkan santan kental, sambil diaduk-aduk supaya santan tidak menggumpal.

Si Manis Frozen Yogurt Frozen Yogurt, pernah dengar tentang menu satu ini? Yogurt tentu Anda sudah tahu. Minuman sehat yang mengandung prebiotik sangat bagus untuk pencernaan. Nah, sekarang ada dessert atau makanan penutup yang enak banget dan sehat, yakni yogurt yang dibekukan, namanya frozen yogurt. Anda penyuka es krim? Ayo beralih ke frozen yogurt yang lebih sehat. Ada dua tempat penjual frozen yogurt di Seminyak di dekat Seminyak Square dan di Ubud. Menurut Regional Manager, Desi Ari, yogurt yang ditawarkan bebas lemak walaupun memiliki rasa manis, asam, dan enak. Kandungan lemaknya rendah dibandingkan es krim dan memiliki kalori yang lebih rendah dibandingkan gelato.

Yang unik, Anda bisa mengambil sendiri frozen yogurt sesuai keinginan. Ada bermacammacam pilihan rasa, di antaranya, vanila, coffe hazelnut, plan tart, green tea, blueberry, dan red velvet. Kalau bingung mau pilih yang mana, Anda bisa mencobanya dulu sedikit sehingga bisa menentukan pilihan rasa. Topingnya juga banyak, bahkan ada sampai 60 toping cokelat, seperti M&M, cereal,dan gummy bear, Belum lagi, toping buahnya ada 15 macam. Buah yang paling disukai konsumen, leci, stroberi, dan bluberi. Saat datang, Anda tinggal mengambil frozen yogurt dan meracik sendiri sesuai keinginan. Kemudian, akan ditimbang dan dihargai sesuai dengan berat frozen yang kamu racik tadi. Seru banget. Setelah itu, tinggal

Bahan sayuran: 50 gr : kubis 30 gr : tauge panjang 50 gr : bayam 80 gr : kacang panjang 30 gr : kelapa parut 25 gr : bumbu dasar kuning (bisa dibeli di supermarket) 1 buah : Jeruk limo Santan encer sedikit Cara membuat sayur urap: - Didihkan air panas, rebus semua sayuran, angkat dan tiriskan. Masak bumbu dasar kuning, diberi garam dan sedikit santan encer, angkat dan diinginkan. Setelah bahan dingin, aduk semua bahan, dan tambahkan perasan air jeruk lemo. Bahan untuk sambal goreng ikan asin: 150 gr : ikan teri 100 gr : kacang tanah goreng 3 butir : bawang putih 7 buah : lombok merah besar 2 sdm : gula pasir 2 sdm : kaldu ayam Cara membuat sambal goreng ikan asin: - Haluskan semua bumbu, tumis

bumbu hingga harum. Masukkan gula, kaldu ayam, garam sehingga gula larut bersama bumbunya. Masukkan ikan asin dan kacang tanah goreng, kecilkan api, aduk-aduk rata. Dinginkan. Bahan sambal sereh tabia: 4 butir : bawang merah 3 butir : bawah putih 5 buah : cabai rawit kecil 30 gr : terasi 1 sdt : garam Cara membuat sereh tabia: - Bawang merah, bawang putih, cabai rawit diiris tipis. Terasi dan garam diaduk menjadi satu. Panaskan minyak, goreng bawang merah dan bawang putih hingga agak kecokelatan, masukkan cabai rawit, masukkan campuran garam dan terasi tadi, aduk dan angkat. Cara menata di piring: - Belah ketupat menjadi dua bagian dan tata ketupat di atas piring. - Siram kuah blayag bersama ayam potong. - Tambahkan sayur urap dan sambal goreng ikan asin. Beri taburan dengan bawang goreng dan sambal sereh tabia sebagai pelengkap di sampingnya. Siap disajikan. –Wirati Astiti

Aneka Mie & Spaghetti

ati Nikm Hanya di...

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Promosikan Makanan Indonesia di AS

W

idjiono Purnomo, akrab disapa chef Yono ini, memiliki catatan panjang di dunia kuliner yang digelutinya sejak lulus Akademi Perhotelan di Bandung, Jawa Barat. Menjadi hari yang istimewa, chef Yono hadir dalam ajang silaturahmi anggota Indonesian Chef Association (ICA) Bali di Bloem’s Warung, Kamis (2/6). Sembari menikmati hidangan spesial menu khas tradisional Bali ala chef Bloem, chef Yono berkisah tentang perjalanan kariernya sampai menjadi chef terkenal di AS. Bahkan, Yono’s Restaurant miliknya, mendapat predikat restoran terbaik dari 250 ribu restoran yang ada di AS. Tentu saja hal ini menjadi kebanggaan Yono dan keluarganya. Tepatnya tahun 1976, Yono mulai bekerja di Kapal SS Rotterdam di Holland America Line Cruise. Saat bekerja di kapal asing itulah Yono bertemu perempuan asal Amerika, Donna yang kemudian menjadi istrinya. Yono memutuskan bermukim di Albany, Amerika Serikat, kampung halaman sang istri dan membuka usaha restoran makanan Indonesia dan Amerika. Menurut Yono, awalnya memang banyak sekali tantangan yang ia rasakan. “Perbedaan budaya jelas. Saya juga sempat minder. Saya tidak kenal siapa di AS, hanya istri saya. Namun, saya punya tekad, saya harus bisa hidup. Dari

GRATIS minuman

GRATIS makan juga

jika fotonya di-tag ke 10 orang Diskon 10% untuk 100 pembeli pertama

Chicken Crispy

Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita

ti

a Nikm

Chinese Food

Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai Free tampin special

bagi pelanggan yang berbelanja 100K ke atas

GRATIS MINUMAN bagi yang memposting foto ke instagram

Cumi Saus Tiram

Berlaku s.d. 30 Juni 2016

Masalah pedas, itu soal selera. Banyak juga orang bule suka pedas,” kata lelaki usia 66 tahun ini. Tak hanya sukses dengan restoran pertama, Yono kemudian juga bisa membuka lagi beberapa restoran yang lebih besar. Kerajaan bisnis kuliner Yono makin melaju. Kerajaan bisnisnya makin lengkap dengan dibukanya sebuah hotel butik. Chef yang pernah tampil di Today Show dan TVFood ini juga terus meluaskan kiprahnya dengan aktif di kegiatan kuliner. Beberapa kali ia didaulat untuk memimpin tim kuliner New York ke kompetisi bergengsi di tingkat nasional dan internasional.

Salah satunya, menjadi manajer dari 7 chef Albany, New York ke ajang Hotelympia, La Parade des Chefs ke London, Inggris. Sajian olahannya juga pernah dinikmati oleh petinggi negara dunia, seperti mantan Presiden Amerika Bill Clinton dan George Bush, serta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat mengadakan kunjungan negara di Negeri Paman Sam. Saat ini, ayah dua anak dan kakek dua cucu ini, memperkerjakan 52 karyawan di restoran dan 70 orang karyawan di hotel. Hebatnya, semua karyawannya orang asing alias bule. Menurut Yono, dalam

Semur Ayam

bagi yang memposting foto ke instagram

pilih tempat duduk yang nyaman sembari menikmati wifi yang kencang. Setelah menikmati frozen yogurt, air putih gratis tersedia untuk Anda. Asyik banget dan tidak bakal rugi. Harganya sangat terjangkau. Menurut Desi Ari, konsumen yang lebih datang lokal alias memang anak-anak muda. Hari Sabtu dan Minggu menjadi tempat yang paling ramai di Frozen Yogi. Jam bukanya mulai pukul 10 sampai 11 malam. Banyak lagi promopromo yang ditawarkan Frozen Yogurt, terutama Anda yang suka bermain instagram. Suka selfi, tersedia beberapa ipad di Frozen Yogi. Anda bisa mengabadikan kebersamaan bersama orang tersayang sembari menikmati frozen yogurt di Frozen Yogi. Selamat menikmati Hari Minggu. –Wirati Astiti

Chef Yono (kiri) bersama chef Bloem

hal memimpin, ia mencoba merangkul. “Sebagai sesama manusia, kita harus bisa menempatkan diri kita dengan baik. Semua tergantung dari kita sebagai pemimpin, maunya bagaimana,” ujar Yono. Meski sudah menjadi tokoh penting dalam gastronomi internasional, chef Yono tetap rendah hati dan membuka diri bagi siapapun yang ingin belajar padanya. Tiap tahun ia pulang ke Indonesia, dan beberapa kali, menjadi dosen tamu di almamaternya di Bandung. Yono juga mendirikan yayasan Yono’s Foundation menyalurkan bantuan untuk orang-orang yang tidak mampu di Indonesia. President ICA, Chef Henry Bloem menyambut baik kepulangan chef Yono ke Indonesia. “Tiap tahun chef Yono pulang ke Indonesia. Dia biasa datang ke kampus-kampus untuk memberi semangat kepada para junior chef. Kebetulan ke Bali, saya undang anggota ICA Bali, untuk bertemu dan sharing dengan chef Yono. Selain sharing soal makanan, chef Yono salah satu chef Indonesia yang sukses di AS, dia bisa memberi semangat dan motivasi kepada para chef di Bali,” kata chef Bloem. Selaku pribadi, Chef Bloem mengaku sangat bangga dengan chef Yono karena prenah menjadi President chef di AS, pernah mewakili AS dalam kompetisi memasak dan merebut medali emas. “Saya bangga ada putra Indonesia yang sukses di AS, walaupun sudah menjadi warga negara AS, tapi tetap tidak melupakan tanah kelahirannya,” kata chef Bloem. –Wirati Astiti

Cafe Mie Santai

Ciri Khas Taiwan

Hot Latte

dulu saya punya cita-cita tinggal di luar negeri. Saya terus belajar dan belajar, termasuk saya dan istri juga saling belajar satu sama lain,” kata Yono. Hasilnya, tak hanya memperoleh peluang yang lebih baik, Yono berhasil menjadi salah satu yang terbaik di antara para profesional kuliner Amerika bahkan dunia. Sangat banyak penghargaan internasional yang diperolehnya. Berkali-kali tampil di TV nasional sebagai bintang tamu acara-acara top, Yono masuk jajaran master chefs dan celebrity chefs di Amerika Serikat. Tahun 1980, ia sudah mampu membeli satu restoran. Namun, tahun 1985, restorannya mengalami musibah kebakaran, dan terpaksa dijual. Yono akhirnya membuka kembali restorannya dan memberi nama restorannya, Yono’s Restaurant, dan mulai lagi dari nol. Sepertinya, namanya membawa hoki. Pelan-pelan, restoran yang menyajikan hidangan Indonesia dan Amerika mulai ramai didatangi konsumen. Ia pun memperkenalkan beberapa makanan Indonesia seperti gado-gado, lumpia, soto madura, opor ayam, tahu semarang, bakmi goreng. dll. “Kita harus bangga dengan makanan Indonesia. Orang bule sangat menyukai makanan Indonesia. Mereka menyebutnya makanan terbaik di dunia. Keistimewaan makanan Indonesia terletak pada kekayaan rempah-rempahnya.

13

Murah Meriah & Bersih

Es Campur Santai

Tampin Special

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698

FREE

9 buah : bawang merah ½ sdt : butir lada 5 butir : kemiri sangria

Sarwan Bahan: 1 kg : ayam potong-potong menurut selera 1 sdm : air jeruk nipis 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 lembar : daun salam 2 lembar : daun jeruk 7 sdm : kecap manis 500 ml : air Gula, garam, kaldu bubuk dan minyak secukupnya Bumbu yang Dihaluskan : 5 siung : bawang putih

Cara Membuat : - Lumuri ayam dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan selama 5 menit kemudian cuci bersih. Tumis bumbu halus sampai har-

um, lalu masukkan daun salam dan daun jeruk, selanjutnya masukkan ayam. Aduk-aduk hingga berubah warna, lalu masukkan air dan bahan-bahan lainnya, biarkan ayam matang dan lunak serta bumbu meresap. Angkat. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng di atasnya.

Tumis Ayam Daun Melinjo

Bahan : 750 gr : daging ayam, potong menurut selera 2 sdm : kecap asin 2 sdm : kecap Inggris 2 sdm : margarine 3 siung : bawang putih cincang ½ buah : bawang bombai cincang dadu 1 sdm : saus tiram 2 buah : cabe besar iris 100 gr : jamur kacung belah dua 50 gr : daun melinjo muda 1 sdt : lada bubuk Gula, garam, kaldu bubuk

secukupnya

Cara Membuat : - Tumis irisan bawang putih juga bawang bombai bersama margarin hingga harum, lalu masukan potongan ayam. Aduk-aduk hingga berubah warna, lalu masukkan semua bahan, aduk-aduk hingga tercampur merata dan tambahkan air 150 ml. Biarkan sampai mendidih dan matang serta bumbu meresap. Angkat dan tiriskan. Siap disajikan.


12

Kuliner

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Tipat Blayag Festival Ramadan digelar dalam rangka turut menyambut bulan suci Ramadan di Inaya Putri Bali. Salah satu makanan spesial yang disajikan di Homaya Restaurant Inaya Putri Bali, adalah tipat blayag. Jika Anda tertarik, berikut resep dari chef Dodik Sutiarso dari Homaya Restaurant Inaya Putri Bali. –Wirati Astiti

Tipat Blayag Bahan utama: 3 buah ketupat

Chef Dodik

Bahan kuah blayag: 4 butir : bawang merah 3 butir : bawang putih 1 ruas : jari kunyit ½ ruas : jari jahe ½ ruas : jari laos ½ ruas : jari kencur 1 sdt : terasi 1 sdt : gula merah 1 sdt : garam 1 sdt : merica 1 sdt : ketumbar 5 lembar : daun salam 2 lembar : daun jeruk 100 ml : santan 1 batang : sereh 500 gr : ayam potong 3 sdm : kaldu ayam secukupnya Cara membuat kuah ayam: - Haluskan semua bumbu, didihkan air. Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan tadi ke dalam air mendidih. Tambahkan daun salam, daun jeruk limo, sereh, garam, dan kaldu ayam. Aduk rata. - Masukkan daging ayam dan rebus sampai daging matang dan empuk. Tambahkan santan kental, sambil diaduk-aduk supaya santan tidak menggumpal.

Si Manis Frozen Yogurt Frozen Yogurt, pernah dengar tentang menu satu ini? Yogurt tentu Anda sudah tahu. Minuman sehat yang mengandung prebiotik sangat bagus untuk pencernaan. Nah, sekarang ada dessert atau makanan penutup yang enak banget dan sehat, yakni yogurt yang dibekukan, namanya frozen yogurt. Anda penyuka es krim? Ayo beralih ke frozen yogurt yang lebih sehat. Ada dua tempat penjual frozen yogurt di Seminyak di dekat Seminyak Square dan di Ubud. Menurut Regional Manager, Desi Ari, yogurt yang ditawarkan bebas lemak walaupun memiliki rasa manis, asam, dan enak. Kandungan lemaknya rendah dibandingkan es krim dan memiliki kalori yang lebih rendah dibandingkan gelato.

Yang unik, Anda bisa mengambil sendiri frozen yogurt sesuai keinginan. Ada bermacammacam pilihan rasa, di antaranya, vanila, coffe hazelnut, plan tart, green tea, blueberry, dan red velvet. Kalau bingung mau pilih yang mana, Anda bisa mencobanya dulu sedikit sehingga bisa menentukan pilihan rasa. Topingnya juga banyak, bahkan ada sampai 60 toping cokelat, seperti M&M, cereal,dan gummy bear, Belum lagi, toping buahnya ada 15 macam. Buah yang paling disukai konsumen, leci, stroberi, dan bluberi. Saat datang, Anda tinggal mengambil frozen yogurt dan meracik sendiri sesuai keinginan. Kemudian, akan ditimbang dan dihargai sesuai dengan berat frozen yang kamu racik tadi. Seru banget. Setelah itu, tinggal

Bahan sayuran: 50 gr : kubis 30 gr : tauge panjang 50 gr : bayam 80 gr : kacang panjang 30 gr : kelapa parut 25 gr : bumbu dasar kuning (bisa dibeli di supermarket) 1 buah : Jeruk limo Santan encer sedikit Cara membuat sayur urap: - Didihkan air panas, rebus semua sayuran, angkat dan tiriskan. Masak bumbu dasar kuning, diberi garam dan sedikit santan encer, angkat dan diinginkan. Setelah bahan dingin, aduk semua bahan, dan tambahkan perasan air jeruk lemo. Bahan untuk sambal goreng ikan asin: 150 gr : ikan teri 100 gr : kacang tanah goreng 3 butir : bawang putih 7 buah : lombok merah besar 2 sdm : gula pasir 2 sdm : kaldu ayam Cara membuat sambal goreng ikan asin: - Haluskan semua bumbu, tumis

bumbu hingga harum. Masukkan gula, kaldu ayam, garam sehingga gula larut bersama bumbunya. Masukkan ikan asin dan kacang tanah goreng, kecilkan api, aduk-aduk rata. Dinginkan. Bahan sambal sereh tabia: 4 butir : bawang merah 3 butir : bawah putih 5 buah : cabai rawit kecil 30 gr : terasi 1 sdt : garam Cara membuat sereh tabia: - Bawang merah, bawang putih, cabai rawit diiris tipis. Terasi dan garam diaduk menjadi satu. Panaskan minyak, goreng bawang merah dan bawang putih hingga agak kecokelatan, masukkan cabai rawit, masukkan campuran garam dan terasi tadi, aduk dan angkat. Cara menata di piring: - Belah ketupat menjadi dua bagian dan tata ketupat di atas piring. - Siram kuah blayag bersama ayam potong. - Tambahkan sayur urap dan sambal goreng ikan asin. Beri taburan dengan bawang goreng dan sambal sereh tabia sebagai pelengkap di sampingnya. Siap disajikan. –Wirati Astiti

Aneka Mie & Spaghetti

ati Nikm Hanya di...

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Promosikan Makanan Indonesia di AS

W

idjiono Purnomo, akrab disapa chef Yono ini, memiliki catatan panjang di dunia kuliner yang digelutinya sejak lulus Akademi Perhotelan di Bandung, Jawa Barat. Menjadi hari yang istimewa, chef Yono hadir dalam ajang silaturahmi anggota Indonesian Chef Association (ICA) Bali di Bloem’s Warung, Kamis (2/6). Sembari menikmati hidangan spesial menu khas tradisional Bali ala chef Bloem, chef Yono berkisah tentang perjalanan kariernya sampai menjadi chef terkenal di AS. Bahkan, Yono’s Restaurant miliknya, mendapat predikat restoran terbaik dari 250 ribu restoran yang ada di AS. Tentu saja hal ini menjadi kebanggaan Yono dan keluarganya. Tepatnya tahun 1976, Yono mulai bekerja di Kapal SS Rotterdam di Holland America Line Cruise. Saat bekerja di kapal asing itulah Yono bertemu perempuan asal Amerika, Donna yang kemudian menjadi istrinya. Yono memutuskan bermukim di Albany, Amerika Serikat, kampung halaman sang istri dan membuka usaha restoran makanan Indonesia dan Amerika. Menurut Yono, awalnya memang banyak sekali tantangan yang ia rasakan. “Perbedaan budaya jelas. Saya juga sempat minder. Saya tidak kenal siapa di AS, hanya istri saya. Namun, saya punya tekad, saya harus bisa hidup. Dari

GRATIS minuman

GRATIS makan juga

jika fotonya di-tag ke 10 orang Diskon 10% untuk 100 pembeli pertama

Chicken Crispy

Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita

ti

a Nikm

Chinese Food

Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai Free tampin special

bagi pelanggan yang berbelanja 100K ke atas

GRATIS MINUMAN bagi yang memposting foto ke instagram

Cumi Saus Tiram

Berlaku s.d. 30 Juni 2016

Masalah pedas, itu soal selera. Banyak juga orang bule suka pedas,” kata lelaki usia 66 tahun ini. Tak hanya sukses dengan restoran pertama, Yono kemudian juga bisa membuka lagi beberapa restoran yang lebih besar. Kerajaan bisnis kuliner Yono makin melaju. Kerajaan bisnisnya makin lengkap dengan dibukanya sebuah hotel butik. Chef yang pernah tampil di Today Show dan TVFood ini juga terus meluaskan kiprahnya dengan aktif di kegiatan kuliner. Beberapa kali ia didaulat untuk memimpin tim kuliner New York ke kompetisi bergengsi di tingkat nasional dan internasional.

Salah satunya, menjadi manajer dari 7 chef Albany, New York ke ajang Hotelympia, La Parade des Chefs ke London, Inggris. Sajian olahannya juga pernah dinikmati oleh petinggi negara dunia, seperti mantan Presiden Amerika Bill Clinton dan George Bush, serta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat mengadakan kunjungan negara di Negeri Paman Sam. Saat ini, ayah dua anak dan kakek dua cucu ini, memperkerjakan 52 karyawan di restoran dan 70 orang karyawan di hotel. Hebatnya, semua karyawannya orang asing alias bule. Menurut Yono, dalam

Semur Ayam

bagi yang memposting foto ke instagram

pilih tempat duduk yang nyaman sembari menikmati wifi yang kencang. Setelah menikmati frozen yogurt, air putih gratis tersedia untuk Anda. Asyik banget dan tidak bakal rugi. Harganya sangat terjangkau. Menurut Desi Ari, konsumen yang lebih datang lokal alias memang anak-anak muda. Hari Sabtu dan Minggu menjadi tempat yang paling ramai di Frozen Yogi. Jam bukanya mulai pukul 10 sampai 11 malam. Banyak lagi promopromo yang ditawarkan Frozen Yogurt, terutama Anda yang suka bermain instagram. Suka selfi, tersedia beberapa ipad di Frozen Yogi. Anda bisa mengabadikan kebersamaan bersama orang tersayang sembari menikmati frozen yogurt di Frozen Yogi. Selamat menikmati Hari Minggu. –Wirati Astiti

Chef Yono (kiri) bersama chef Bloem

hal memimpin, ia mencoba merangkul. “Sebagai sesama manusia, kita harus bisa menempatkan diri kita dengan baik. Semua tergantung dari kita sebagai pemimpin, maunya bagaimana,” ujar Yono. Meski sudah menjadi tokoh penting dalam gastronomi internasional, chef Yono tetap rendah hati dan membuka diri bagi siapapun yang ingin belajar padanya. Tiap tahun ia pulang ke Indonesia, dan beberapa kali, menjadi dosen tamu di almamaternya di Bandung. Yono juga mendirikan yayasan Yono’s Foundation menyalurkan bantuan untuk orang-orang yang tidak mampu di Indonesia. President ICA, Chef Henry Bloem menyambut baik kepulangan chef Yono ke Indonesia. “Tiap tahun chef Yono pulang ke Indonesia. Dia biasa datang ke kampus-kampus untuk memberi semangat kepada para junior chef. Kebetulan ke Bali, saya undang anggota ICA Bali, untuk bertemu dan sharing dengan chef Yono. Selain sharing soal makanan, chef Yono salah satu chef Indonesia yang sukses di AS, dia bisa memberi semangat dan motivasi kepada para chef di Bali,” kata chef Bloem. Selaku pribadi, Chef Bloem mengaku sangat bangga dengan chef Yono karena prenah menjadi President chef di AS, pernah mewakili AS dalam kompetisi memasak dan merebut medali emas. “Saya bangga ada putra Indonesia yang sukses di AS, walaupun sudah menjadi warga negara AS, tapi tetap tidak melupakan tanah kelahirannya,” kata chef Bloem. –Wirati Astiti

Cafe Mie Santai

Ciri Khas Taiwan

Hot Latte

dulu saya punya cita-cita tinggal di luar negeri. Saya terus belajar dan belajar, termasuk saya dan istri juga saling belajar satu sama lain,” kata Yono. Hasilnya, tak hanya memperoleh peluang yang lebih baik, Yono berhasil menjadi salah satu yang terbaik di antara para profesional kuliner Amerika bahkan dunia. Sangat banyak penghargaan internasional yang diperolehnya. Berkali-kali tampil di TV nasional sebagai bintang tamu acara-acara top, Yono masuk jajaran master chefs dan celebrity chefs di Amerika Serikat. Tahun 1980, ia sudah mampu membeli satu restoran. Namun, tahun 1985, restorannya mengalami musibah kebakaran, dan terpaksa dijual. Yono akhirnya membuka kembali restorannya dan memberi nama restorannya, Yono’s Restaurant, dan mulai lagi dari nol. Sepertinya, namanya membawa hoki. Pelan-pelan, restoran yang menyajikan hidangan Indonesia dan Amerika mulai ramai didatangi konsumen. Ia pun memperkenalkan beberapa makanan Indonesia seperti gado-gado, lumpia, soto madura, opor ayam, tahu semarang, bakmi goreng. dll. “Kita harus bangga dengan makanan Indonesia. Orang bule sangat menyukai makanan Indonesia. Mereka menyebutnya makanan terbaik di dunia. Keistimewaan makanan Indonesia terletak pada kekayaan rempah-rempahnya.

13

Murah Meriah & Bersih

Es Campur Santai

Tampin Special

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698

FREE

9 buah : bawang merah ½ sdt : butir lada 5 butir : kemiri sangria

Sarwan Bahan: 1 kg : ayam potong-potong menurut selera 1 sdm : air jeruk nipis 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 lembar : daun salam 2 lembar : daun jeruk 7 sdm : kecap manis 500 ml : air Gula, garam, kaldu bubuk dan minyak secukupnya Bumbu yang Dihaluskan : 5 siung : bawang putih

Cara Membuat : - Lumuri ayam dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan selama 5 menit kemudian cuci bersih. Tumis bumbu halus sampai har-

um, lalu masukkan daun salam dan daun jeruk, selanjutnya masukkan ayam. Aduk-aduk hingga berubah warna, lalu masukkan air dan bahan-bahan lainnya, biarkan ayam matang dan lunak serta bumbu meresap. Angkat. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng di atasnya.

Tumis Ayam Daun Melinjo

Bahan : 750 gr : daging ayam, potong menurut selera 2 sdm : kecap asin 2 sdm : kecap Inggris 2 sdm : margarine 3 siung : bawang putih cincang ½ buah : bawang bombai cincang dadu 1 sdm : saus tiram 2 buah : cabe besar iris 100 gr : jamur kacung belah dua 50 gr : daun melinjo muda 1 sdt : lada bubuk Gula, garam, kaldu bubuk

secukupnya

Cara Membuat : - Tumis irisan bawang putih juga bawang bombai bersama margarin hingga harum, lalu masukan potongan ayam. Aduk-aduk hingga berubah warna, lalu masukkan semua bahan, aduk-aduk hingga tercampur merata dan tambahkan air 150 ml. Biarkan sampai mendidih dan matang serta bumbu meresap. Angkat dan tiriskan. Siap disajikan.


Awet Muda

dengan

Bahan Alami Siapa yang tidak suka jika dikatakan tampilannya awet muda. Sebagian besar perempuan tentu berharap dirinya terlihat awet muda. Namun, yang namanya usia akan terus merambat bersamaan dengan munculnya tanda-tanda usia lanjut

K

Jelita

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

etika kulit nampak segar, bersih tanpa flek, bersinar dengan elastisitas yamg terjaga. Begitu juga rambut sehat dan lebat dan ditunjang pula dengan pikiran serta fisik yang fit adalah beberapa item umum seseorang dikatakan awet muda. Lantas bagaimanakah cara menjadi orang yang awet muda? Menurut Ni Made Rai Sariani pemilik Gaya Warna Spa Suplier ini, untuk bisa awet, tentu yang namanya penuaan dini mesti dihambat. Salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan masker berbahan alami. “Cukup banyak bahan alami yang berkhasiat menjaga penampilan kita Nampak awet muda dan sehat,”katanya. Dikatakannya keinginan kita untuk bisa tetap terlihat awet muda jangan sampai salah kaprah. Kita wajib tahun dan kenal risikonya, ketika memilih langkah untuk mendapatkannya. “ Sebenarnya, ada langkah sederhana dengan risiko minim. Yakni, memanfaatkan khasiat berbagai bahan alami yang cukup banyak tumbuh di negeri kita ini,” lanjutnya Bahan alami yang berfungsi menghaluskan dan mengencangkan kulit adalah yang mengandung antioksidan dan astringen untuk meringkas pori- pori. Bahan ni terdapat pada jeruk nipis , kunyit, mentimun, lidah buaya, krokot hingga daun sirih. Selain itu ada juga bahan yang dapat bereaksi di dalam tubuh menjadikan kulit segar, daya tahan lebih baik juga tidak mudah pikun, di antaranya pegagan , sambiloto , jahe, kencur dan temugiring. Selanjutnya ada sirih yang selama ini dikenal mengandung arecoline, berguna untuk menstmulan saraf pusat dan daya pikir demi menekan risiko kepikunan. Daunnya mengandung eugenol dengan sifat anal-

gesikna. Secara tradisonal daun sirih dikenal efektif juga mengatasi keputihan dan bau badan. Kandungan minyak atsiri sirih juga memiliki daya antijamur, antioksidasi, dan antikuman. Sedangkan mentimun, kata Rai cukup banyak dipilih untuk merawat kesegaran kulit wajah. Buah yang kaya silikon dan fluorin, serta rendah kalori ini juga dingin dan menyegarkan, terasa nyaman di kulit. Biji timun mengandung banyak vitamin E, juga berkhasiat menghambat proses penuaan dan menghapus keriput. Berikutnya Rai juga menymapaikan jika lidah buaya mengandung saponin yang bersifat antikuman serta senyawa antrakuinon dan kuinon sebagai antibiotika dan penghilang rasa sakit. Lidah buaya akan merangsang tumbuhnya sel baru pada kulit. Gelnya pun mengandung lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit , sehingga wajah segar berseri. Berbagai khasiat bahan alami inilah yang menolong seseorang terlihat awet muda. Dengan terpeliharanya usus, berarti metabolisme pun berjalan baik. Pemanfaatan jahe relatif mudah sebab cukup diseduh dengan air panas atau direbus, atau bisa juga serbuknya dimanfaatkan sebagai tambahan membuat berbagai bahan panganan. Jeruk nipis, lanjut Rai memilik kandungan sitrat tinggi, sehingga sering dimanfaatkan untuk perawatan kulit dan rambut. Selain itu, kandungan vitamin C-nya juga bisa dipakai ramuan awet muda. Mengingat Vit C salah satu antioksidan yang dapat menangkal keriput atau kulit kusam. Sementara sambiloto, dengan kandungan andrografin, androfolit, dan panikulin bisa dijadikan antibiotika alami yang membantu menekan risiko penuaan kulit serta menjaga fungsi organ tu-

buh dari efek radikal bebas. Bahan lain yang juga punyamanfaat baik adalah kunyit de­ngan kandungan minyak i, zat warna kuning , protein, fosfor, kalium, besi, dan vitamin C, biasa dimanfaatkan sebagai jamu bersama asam atau dalam bentuk serbuk. Kunyit juga sering digunakan untuk memperlancar haid dan meringankan nyeri haid serta gangguan meno-

Ni Made Rai Sariani

14

pause. Sedangkan kencur memiliki kandungan minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan sebagai pem-

bersih tenggorokan, menghilangkan lendir yang menyumpat hidung, menghangatkan badan, sebagai pelangsing, membantu mengeluarkan gas dari perut. Kencur juga baik untuk menangkal radikal bebas, salah satu penyebab penuaan dini. Bahan lainnya seperti susu, selain sebagai minuman menyehatkan,juga digunakan sebagai bahan kecantikan, misalnya dalam bentuk facial scrub. Begitu juga madu diyakini sebagai salah satu bahan alami terbaik mengatasi keriput. Sebab madu mengandung senyawa huektan yang efektif melembabkan kulit sehingga bisa mencegah munculnya kerut atau keriput. Madu dapat dioleskan secara langsung pada kulit wajah. Di luar bahan-bahan alami ini diingan agar tidak lupa selalu menjaga pola hidup. Berprinsip mengutamakan kesehatan kulit den Semakin alami bahan yang dipakai maka semakin aman digunakan. -Sri Ardhini

Segera mendaftar Gung Mas (08113884863) / Wiwik Yulandari (08113976363) Jln Kepundung 67A Denpasar, Tlp. 0361-225764 Gedung Pers K. Nadha, Jln. Kebo Iwa 63A Denpasar

Bugar Beredar broadcast BBM, jika ada keluarga Anda ter­ jatuh saat bangun tidur secara mendadak, agar ter­ hindar dari serangan stroke, segera pencet ibu jari sampai darah menetes. Benarkah penanganan dini stroke seperti itu? “Di masyarakat banyak beredar isu seperti itu. Penusukan dan pemen­ cetan ibu jari sampai keluar darah bukan merupakan penanganan stroke. Sam­ pai saat ini belum ditemu­ kan adanya bukti ilmiah yang dapat menjelaskan manfaat metode ini,” ujar I Putu Eka Widyadharma, S.Ked., dr., M.Sc.,Sp.S(K), staf pengajar Divisi Nyeri dan Nyeri Kepala, Bagian/SMF Neurologi Fakultas Kedok­ teran, Universitas Udayana/ RS Sanglah Denpasar.

I

a menegaskan, prinsip penanganan stroke adalah penanganan medis yang cepat dan tepat. Waktu menjadi hal penting dalam keberhasilan penanganan stroke. Menurut dr. Eka, makin cepat ditangani, peluang kesembuhan akan makin besar. Jadi, kata dia, apabila menemukan seseorang dengan stroke, segera dibawa ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Jangan ditunda-tunda. “Sering pasien dibawa ke pusat kesehatan setelah beberapa hari mengalami serangan stroke. Hal ini membuat keberhasilan pengobatan akan berkurang sehingga menimbulkan kecacatan dan bahkan kematian pada penderitanya,” ucapnya. Perlu digarisbawahi, stroke merupakan suatu akibat, akibat dari tidak terkontrol atau terkendalinya faktor-faktor risiko. Tidak mudah bagi seseorang untuk menderita stroke. Apabila terjadi, maka bisa dipastikan gaya hidup orang tersebut sangatlah tidak sehat. “Stroke adalah suatu penyakit yang dapat dicegah,” kata dr. Eka. Stroke menurut WHO adalah adanya gangguan neurologis (saraf) yang bersifat fokal atau global, yang terjadi secara tibatiba, berlangsung selama lebih dari 24 jam, atau kurang dari 24 jam yang berakhir dengan kematian yang semata-mata disebabkan oleh adanya gangguan peredaran darah otak. Stroke dibagi menjadi 2 yaitu stroke perdarahan (hemorrhagic) dan stroke penyumbatan (ischemic). Berdasarkan definisi tersebut maka gejala stroke dapat berupa gangguan motorik yaitu berupa kelumpuhan separo tubuh, gangguan sensorik separo tubuh seperti rasa tebal atau kesemutan, pelo, gangguan fungsi berbahasa seperti tidak bisa atau mengerti ucapan/kata-kata, sulit mengingat kata-kata, lupa nama benda, gangguan memori, perubahan perilaku, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan berupa buta satu mata yang semuanya terjadi secara tiba-tiba dan menetap selama lebih dari

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Stroke dapat Dicegah 24 jam. Gangguan ini tergantung area mana di otak yang terkena. Pada kondisi yang lebih berat bisa berupa gejala nyeri kepala hebat, pusing berputar, muntah, kejang dan penurunan kesadaran sampai koma. Apabila hilang/ gejala membaik kurang dari 24 jam disebut transient ischemic attack (TIA). Ia mengatakan, pusing nyeri kepala bisa merupakan gejala stroke. Namun, tidak semua pusing pasti karena stroke. “Pusing/nyeri kepala yang dicurigai sebagai gejala stroke apabila nyeri kepala yang dirasakan sangat hebat, terasa sebagai nyeri yang belum pernah dirasakan sebelumnya, terasa berdenyut di seluruh kepala, disertai dengan gejala muntah menyemprot, pandangan kabur atau ganda. Nyeri kepala seperti ini dapat dicurigai sebagai gejala stroke dan biasanya disertai gejala-gejala lain,” jelasnya. Pusing berputar juga bisa menjadi bagian dari serangan stroke. Biasanya pusing dirasakan seperti rasa melayang atau kepala terasa ringan, tidak membaik dengan istirahat atau menutup mata. Pusing tidak disertai rasa mual ataupun muntah. Kadang disertai pula dengan adanya kesemutan di sekitar bibir. Pusing seperti ini sering disebabkan oleh adanya gangguan peredaran darah otak di daerah batang otak ataupun otak kecil. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko stroke, artinya orang yang mengidap hipertensi memiliki kecenderungan akan terkena stroke lebih besar dibanding mere­ ka yang tidak menderita stroke. Hipertensi merupakan faktor risiko independen artinya seseorang yang hanya menderita hiper­ tensi dapat terkena stroke. Biasanya hipertensi berat lebih sering

menyebabkan stroke perdarahan, meskipun stroke penyumbatan juga dapat dijumpai pada penderi­ ta hipertensi. Apabila menderita hipertensi maka diharuskan pada yang bersangkutan untuk me­ ngontrol tekanan darahnya dengan berkonsultasi dengan dokter ahli di bidangnya. Penyakit-penyakit yang dapat memicu stroke antara lain kencing manis, kelainan irama jantung, dislipidemia, obesitas/ kegemukan serta penyalah­ gunaan obat. Penyakit-penyakit ini harus dikontrol dan diobati dengan berkonsultasi dengan dokter ahli di bidang tersebut. Untuk merokok dan konsumsi alkohol berlebih, sebaiknya kebiasaan ini segera dihentikan

dr. Eka

dan segera lakukan kebiasan pola hidup yang sehat. Anggapan stroke hanya menye­rang usia di atas 65 tahun adalah keliru. “Usia di bawah 65 tahun juga dapat terserang penyakit stroke,” kata dr. Eka. Ia mengatakan, usia lanjut merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke meskipun bukan merupakan faktor risiko independen artinya, harus ada faktor risiko lain bergabung, baru dapat menyebabkan seseorang menderita stoke. Penelitian di populasi umum menunjukkan usia ter­ba­ nyak menderita stroke adalah usia 50-60 tahun. “Tidak benar stroke hanya terjadi pada lakilaki. Perempuan juga bisa terkena stroke sepanjang memiliki satu

11

atau lebih faktor risiko,” imbuhnya. Pada penelitian di populasi menunjukkan, kecenderungan laki-laki menderita stroke lebih besar dari wanita. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena kebisaan merokok dan minum alkohol lebih banyak pada kaum laki-laki dibanding perempuan, meski saat ini perempuan juga banyak yang merokok dan minum alkohol sebagai bagian dari gaya hidup modern. Pencegahan stroke, dapat dilakukan dengan mengontrol atau mencegah faktor-faktor risiko stroke. Ada dua faktor risiko stroke secara umum, yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi antara lain usia tua, jenis kelamin, ras, dan riwayat stroke sebelumnya. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi antara lain hipertensi, merokok, kencing manis, kelainan irama jantung, dislipidemia, dan obesitas serta penyalahgunaan obat dan konsumsi alkohol berlebih. “Apabila seseorang memiliki salah satu faktor risiko tersebut, maka yang bersangkutan harus segera berkonsultasi dengan dokter yang ahli dalam bidangnya. Secara umum yang dapat dilakukan adalah pengaturan pola makan (diet), olahraga teratur cukup 15-30 menit dua kali seminggu secara teratur, istirahat yang cukup serta jangan lupa berdoa,” sarannya. –Wirati Astiti


10

Kreasi

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Ritus Wayang di Lumbung Wayang Bali

Bagi orang Bali, wayang secara takzim disebut dengan Sanghyang Ringgit, kesenian yang mendapat anugrah dan kekuatan Hyang Widhi. Seni pertunjukan wayang kulit bukan hanya dipandang sebagai objek tontonan semata, namun sebuah nilai seni yang diwingitkan. Saat Tumpek Wayang -bersiklus 210 hari menurut kalender Baliseperti halnya pada Sabtu (4/6) ini adalah hari keramatnya wayang Bali. Wayang dan peralatan gamelannya diupacarai nan khusuk.

P

rosesi ritual terhadap kesenian itu misalnya dapat disaksikan di lumbung seni pertunjukan wayang Bali, Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di Banjar Babakan, salah satu

dusun desa itu, sekitar 19 dalang dengan keluarganya masingmasing disibukkan oleh rangkaian upacara itu. Seluruh wayang dikeluarkan dari kotak wayangnya. Semuanya dibeber rapi di sanggah. Dalang, para pemain gamelan

Workshop bersama Guru Mangku Hipno

Workshop “Melenturkan Hati” bersama Guru Mangku Hipno dan Komunitas Brahmakunta dilaksanakan Minggu (5/6) di Madam Tan Restaurant, Jl Cok Tresna Renon Denpasar. Sesi I pukul 13.00 s.d. 15.00 wita. Tiket hanya Rp 350 ribu/orang (Coffee Break). Sesi II pukul 15.30 s.d. 16.30 wita khusus untuk yang ingin mengikuti peningkatan kualitas diri dan menjadi praktisi. Dengan biaya admin per poin Rp 995 ribu (langsung bisa praktek 5 detik setelah inisiasi). Inisiasi 9 Cakra, Kultivasi 7 Prana, Belajar Hypnosis Super cepat (hanya 10 menit),Belajar Hypnotherapi, Belajar Ilmu meramal/palmistry. Pemesanan tiket dan pembayaran dapat dilakukan dengan transfer ke Bank BCA No a/c: 6690055455 a/n Ketut Gd Suatmayasa S.H. Daftarkan diri Anda dan Keluarga segera, tempat terbatas. Daftar dan info hubungi 03618442823, 085103112404, 081337228580.

Pemenang Lomba “Dunia Impianku”

Faber-Castell menyelenggarakan lomba gambar nasional bertema “Dunia Impianku”. Lomba ini diikuti 85 ribu peserta di seluruh Indonesia. Enam pemenang nasional mendapat hadiah berkunjung ke Jerman. Salah satu pemenang berasal dari Denpasar, M. Saifullah Yusuf, siswa MI Al Miftah Denpasar. Ia menjadi pemenang kategori SD untuk wilayah Indonesia Timur. Penyerahan hadiah kepada Yusuf dilakukan saat wisuda MI Al Miftah yang dilaksanakan Sabtu (4/6) di Denpasar. Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia Richard Panelewen mengatakan pemenang bersama seorang pendamping akan berangkat ke Jerman bulan Agustus 2016. Ia menambahkan lomba gambar ini menjadi komitmen Faber-Castell untuk mendukung kreativitas generasi belia. Melalui gambar, mereka bisa berekspresi sekaligus melatih saraf motorik dan sensorik. -rls

gender, katengkong—pembantu dalang, bersembahyang bersama mohon dianugrahi taksu--tuah estetik. Ditengah keperihatinan terhadap kian redupnya binar wayang kulit Bali, nafas panjang wayang terjustifikasi oleh psikoreligi ritus Tumpek Wayang, hari transisional terpenting yang dikeramatkan oleh masyarakatnya. Di salah satu kantong seni pertunjukan wayang Bali itu, doa terhadap eksistensi kesenian ini terus dipanjatkan. Kaderisasi dalang berlenggang alamiah sambung menyambung seakan tak peduli dengan kian menjauhnya penonton wayang. Dulu, ketika budaya agraris tradisional masih kental mewarnai kehidupan orang Bali, kesenian wayang memang sempat menjadi bagian dari totalitas kehidupan masyarakatnya. Jagat wayang dicerap sebagai tuntunan dan falsafah hidup. Saripati cerita yang dituturkan tontonan wayang menjadi kiblat berprilaku. Tokoh-tokoh idolanya menjadi identifikasi diri. Kini di tengah transformasi budaya yang sedang menggelinding dengan fenomena perubahan yang cepat dan dahsyat, seni pertunjukan wayang rupanya terdistorsi. Pamornya morosot. Interelasinya dengan masyarakat pendukungnya kian senjang. Sementara jagat wayang asyik dengan kesendiriannya, disisi lain, masyarakat pendukungnya kian gamang dengan kompleksitas kehidupannya. Perjalanan waktu dan atmosfir zaman berdampak pada pergeseran pola berpikir, prilaku, dan keyakinan masyarakat. Kini jarang ada terdengar orang Bali yang ngotonan—peringatan hari kelahiran yang bersiklus 210 hari--atau berkaul menyelenggarakan pementasan wayang seperti dimasa-masa lalu. Sekarang juga

Style

Pesona Kain Nusantara

Kain-kain dari berbagai daerah di Indonesia, selama ini memang dikenal sangat memikat. Apalagi kain tradisional seperti tenun ikat, songket hingga aneka batik ini diproduksi lengkap diserta makna filosofinya.

B

eberapa kain bahkan dibuat dengan pengerjaan yang tidak mudah dan waktu proses yang cukup panjang. Tak heran jika ada kain tradisional yang dikenal keberadaannya sangat langka. Karena itulah sekelompok perempuan dari berbagai profesi, yang memang mencintai kain, berkumpul dalam sebuah Komunitas Cinta Berkain (KCB). Rupanya,pengurus maupun jarang terjadi sebuah upacara perkawinan dimeriahkan dengan pementasan wayang dengan cerita “Arjuna Wiwaha” misalnya. Kini juga kian sulit menjumpai pementasan wayang dengan cerita “Bima Swarga” dalam rangkaian upacara ngaben. Kegelisahan memang kini sedang menggayut di kalangan penggiat seni pertunjukan wayang kulit Bali. Kendati demikian, rupanya seni boneka pipih dua dimensi ini tak buru-buru dikubur. Dalang-dalang di Banjar Babakan, Sukawati, masih tabah melakoni dunianya. Bahkan lebih dari itu, mereka mencoba menggeliat. Dalang-dalang senior seperti I Wayan Nartha, I Wayan Wija dan I Made Juanda serta dalang muda seperti Bagus Bharatanatya (Juara I Lomba Dalang Remaja PKB 2013) misalnya, masih setia mengawal wayang kulit Bali. Selain mengawal kelestarian Wayang Parwa—bersumber cerita Mahabharata--dan Wayang Ramayana—bersumber dari epos Ramayana, para seniman wayang kulit di Banjar Babakan itu memang melakukan langkah-langkah kreatif. Adalah dalang I Wayan Wija pada tahun 1980 menciptakan Wayang Tantri, wayang kulit yang bersumber dari lakon Tantri. Pada tahun 1985, dalang I Ketut Klinik menggagas Wayang Babad, seni pertunjukan wayang yang bercerita tentang kisahkisah semi sejarah. Kedua kreasi wayang tersebut, kini cukup eksis

di tengah masyarakat Bali. Secara konseptual dan pola garap, kedua kreasi wayang itu tetap anut dengan konvensi klasik wayang kulit Bali. Tak sungkan pula mereka menghadirkan garapan wayang yang mendobrak konvensi tradisi. Beberapa dalang muda setempat yang sempat mengenyam pendidikan formal di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Ketut Sudiana dan Wayan Mardika, gelisah bereksplorasi memburu nuansa inovatif, menjajal berbagai kemungkinan, baik yang menyangkut tata konseptualnya maupun dalam implementasi pengejawantahan seninya. Elemen-elemen dari buah kemajuan teknologi seperti misalnya komputer dan LCD proyektor tak luput dimanfaatkan dan disiasati. Para dalang Banjar Babakan itu memang telah memberi kontribusi yang signifikan bagi perjalanan seni pertunjukan wayang Bali. Secara kualitatif, reputasi para seniman wayang desa itu telah teruji dan diakui di Bali, bahkan telah unjuk kiprah dalam forum internasional. Dalang Wija dan Wayan Nartha misalnya, telah berkali-kali diundang pentas ke mancanegara. Sebaliknya, sejak beberapa tahun terakhir ini, orang-orang asing yang ingin mempelajari wayang, banyak datang berguru kepada para dalang Sukawati tersebut. Maria, pekerja teater dari Amerika Serikat, adalah salah satu murid dalang Nartha yang kini sudah sering pentas di negerinya. Tetapi, realita termarginalnya seni pentas wayang di tengah masyarakat Bali sendiri, bagaimana pun juga membuat gundah para dalang Sukawati tersebut. Namun, anehnya, kegalauan itu bukan diekspresikan dengan berpangku diri. Mereka berusaha eksis dengan gereget kreativitasnya. Sementara itu, dalang-dalang itu tetap tulus ngayah—pentas tanpa imbalan finansial dalam konteks upacara keagamaan. Dalang senior Wayan Nartha, 73 tahun, masih tampak bersemangat membimbing generasi muda yang ingin mengenyimpungi jagat wayang. Wayang rupanya telah menjadi totalitas ritus kehidupan mereka. -Kadek Suartaya

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

anggota KCB Provinsi Bali ini, selain menyukai beragam pesona kain tradisional Nusantara dengan corak dan keunikannya juga ingin memperkuat citra perempuan Indonesia dengan lebih lagi menyosialisasikan busana berkain dan tak ketinggalan melestarikannya. Berikut beberapa pengurus dan anggota KCB Provinsi Bali yang tampil anggun dan fashionable mengenakan kreasi beragam keindahan kain Nusantara. – Sri Ardhini

15


16

Edukasi

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

IGTKI Bali Gelar Seminar “Penanaman Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini”

S

aat ini di Indonesia, pendidikan karakter sedang gencargencarnya didengungkan. Karena itu, serangkaian HUT ke-66 IGTKI Provinsi Bali diselenggarakan Seminar Pendidikan, Senin (30/5) di Lembah Pujian, Denpasar. Menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd. yang menyampaikan materi “Penanaman Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini”. Ia mengatakan, pendidikan yang sukses adalah pendidikan yang mampu mengantarkan anak menjadi bertaqwa, berkepribadian matang, berilmu mutakhir dan berprestasi, mempunyai rasa kebangsaan, dan berwawasan global. Dengan dasar pendidikannya adalah, Pancasila, UUD’45, kebudayaan bangsa, dan tantangan zaman. “Karena itu sebagai guru harus seperti Bunda, Bunda yang mengandung dan melahirkan. Karena itu, guru TK juga harus dekat dengan ibunya anak-anak dalam rangka pendidikan karakter anak,” tegas Guru Besar Universitas Negeri Jakarta ini. Dengan keikhlasan dan pengorbanan kaum perempuan yang dinilainya dashyat ini, prof. Arief Rachman mengatakan pendidikan yang diutamakan adalah etika, bukan logika maupun estetika. Karena itu ia juga mengingatkan bahwa guru PAUD/ TK harus memiliki sifat stabil, yakni emosi seimbang, damai, terkendali, dapat dipercaya, hati-hati, tenggang rasa, optimis,

Guru Harus Seperti Bunda

karena tidak menerapkan aturan yang jelas dan konsisten. Yang paling penting dalam pembelajaran di PAUD/TK, ciptakan suasana indah yang menyasar etika, bukan logika dan esteika,” imbuhnya.

Ketua IGTKI Bali Tjok Mingguwati, Dayu Ambari, dan undangan lainnya berfoto bersama sebagian pemenang lomba serangkaian HUT ke-66 IGTKI

aktif, dll., sehingga membuat suasana pembelajaran menjadi sejuk, bersemangat, gembira, dan hangat. “Rumus jadi guru adalah 10 S: senyum, salam, sapa, sabar, syukur, sehat, sugih, semangat, sukses, surge,” ucap Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO ini. Namun sekarang ini dikatakannya sudah ada pergeseran nilai, lebih banyak yang materialistis. Itu sebabnya ada 5 potensi kecerdasan anak yang harus dipotensialkan. Yakni, potensi spiritual (menghadirkan Tuhan dalam tiap aktivitas), potensi akal,

Suasana seminar “Penanaman Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini”. Inzet: Prof. Arief Rachman

potensi jasmani, potensi perasaan, dan potensi sosial. “Kuatkan imanku, haluskan perasaanku, cerdaskan akalku, sehatkan jasmaniku, eratkan persahabatanku”. Menjadi guru diingatkannya jangan otoriter, jangan terlalu melindungi, dan jangan membebaskan. Pola asuh anak yang sehat adalah menjadi suri tauladan. Orangtua maupun guru memberikan contoh yang baik. “Pembinaan orangtua di TK harus keras, undang orangtua murid untuk persamakan persepsi. Apa larangan atau kewajiban di sekolah harus dilanjutkan juga di rumah,” tegas Prof. Arief Rachman yang menyajikan keseluruhan materinya dengan amat bersemangat ini. Karena, ada 3 tempat pendidikan dalam pembentukan karakter anak. Pertama di rumah/keluarga (informal), kedua dilanjutkan di sekolah (formal) yang kadang berbeda, ketiga di lingkungan/masyarakat (nonformal). “Untuk itu, paling tidak sekolah memanggil orangtua murid minimal sebulan sekali untuk sharing. Karena seringkali di sekolah anak menurut karena ada atura, tapi di rumah membangkang,

Guru dan Orangtua Jadi Suri Tauladan Seminar yang tak hanya dihadiri guru PAUD/TK namun juga guru SD dan orangtua ini dihadiri juga oleh Ketua DPC Gabungan Organisasi Penyelenggara (GOP) TK Indonesia Kabupaten Gianyar, Ny. Ambari Gaga Adi Saputra ini. “Kami menyambut baik semua program yang dicanangkan IGTKI Bali. Karena itu, kami seringkali bekerjasama dengan IGTKI Prov. Bali pada saat mendatangkan narasumber dari pusat,” ujarnya. Ia juga telah berhasil memperjuangkan insentif bagi guru-guru non-PNS, khusus di Gianyar. Ketua IGTKI Bali,Tjok Istri Mas Mingguwatini menyampaikan, sejatinya HUT IGTKI tepat tanggal 22 Mei. Namun dikarenakan beretpatan dengan Hari besar agama, puncak acara dilaksanakan 21 Mei di Tampaksiring, yang diisi dengan lombalomba. “Dan, seminar ini merupakan rangkaian dari HUT ke-66 IGTKI Bali. Kami sengaja menghadirkan Prof. Arief Rachman, pakar pendidikan dari usia dini sampai perguruan tinggi, karena beliau tahu betul bagaimana menjadi seorang guru dari usia dini sampai PT. Sekarang sedang boomingnya wacana pendidikan karakter. Beliaulah pendidik karakter yang luar biasa untuk nasional,” paparnya. Kegiatan ini pun dikatakannya menjadi sinergi antara sekolah dan orangtua. Karena dalam kurikulum 2013, PAUD sekarang harus dan wajib orangtua berperan aktif dalam pendidikan anaknya.

Utamakan Karakter Lokal dibuat tahun 2015 tersebut memang tidak serta merta mendapat sambutan positif dari penikmat komik sebab di awal pembuatan akun, Roy memang kurang aktif memperbarui karyakaryanya. Hingga di awal tahun 2016, akun yang dinamai Singaraja Animasi kembali berdenyut ketika sang admin mendapat dukungan dari teman-teman sesama pecinta komik. Pesan-pesan yang disampaikan pun terbilang kekinian, sebab dalam membuat konsep ia selalu melihat situasi yang ada di masyarakat saat itu. Konsep yang paling sederhana dengan penggunaan bahasa Bali sebagai pengantar Komang Roy Prismayudi

Sebagian besar anak-anak menyukai film kartun yang memiliki cerita lucu, memiliki beragam karakter tetapi tetap mengedukasi. Namun, siapa sangka dari hobi menonton kartun membuat Komang Roy Prismayudi memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi terhadap proses pembuatannya. Internet adalah salah satu sumber yang digunakan untuk belajar membuat animasi. “Dari SD memang suka menggambar dan waktu SMA sering mengikuti berbagai perlombaan. Bahkan sewaktu akan lulus kuliah, menggunakan animasi sebagai media pembelajaran dalam skripsi,” ujar pria yang akrab dipanggil Roy tersebut. Pria yang menamatkan kuliah S1 dengan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini mengaku membuat suatu komunitas agar lebih memudahkan masyarakat khususnya pecinta komik yang ada di Buleleng melakukan sharing. “Tujuannya sih mengajak pecinta komik dan gambar ilustrasi saling memberi masukan baik dari proses pembuatannya,” tambahnya. Akun yang

pesan yang ingin disampaikan. Ini dikarenakan bahasa Bali tentu akan lebih menyatu dengan pembacanya, selain itu ia juga mengajak masyarakat untuk melestarikan bahasa Bali. Akan tetapi, ia mengaku tidak terlalu fanatik dengan penggunaan bahasa. Bahkan dalam beberapa komiknya, ia menggunakan bahasa Inggris. “Selain menjaga bahasa Bali, orang-orang juga harus belajar bahasa Indonesia terlebih lagi bahasa Inggris. Semuanya harus diseimbangkan,” ungkapnya. Ia berkaca dari apa yang dilihatnya saat ini bahwa kunjungan wisatawan ke Bali semakin meningkat. “Kita ambil contoh saja guide, kan lucu

kalau seorang guide tidak bisa bahasa Inggris. Kadang-kadang bisa sedikit tapi bahasanya kacau,” tambahnya. Meskipun mengajak masyarakat untuk go international tetapi dalam menampilkan karakter-karakter di dalam komiknya, Roy tetap mengutamakan karakter lokal. Ini terbukti dari karakter Sangut dan Delem yang sudah terkenal dalam masyarakat Bali diangkat ke dalam komiknya. “Karakter ini kan sudah lumrah di masyarakat, apalagi banyak masyarakat yang suka menonton wayang. Jadi karakter tersebut tidak perlu lagi diperkenalkan,” paparnya. Sejak kemunculan karakater

Sehingga, pembentukan karakter tak hanya bisa dilaksanakan di lembaga pendidikan, namun harus dimuali dari keluarga juga lingkungan masyarakat. Tjok Mingguwati menjelaskan ada 3 kompenen untuk pembinaan TK khususnya. IGTKI bekerjasama dengan GOP TKI dan melaksanakan program dari Dinas Pendidikan. “Untuk itulah kami mendatangkan Ibu Dayu Ambari dan Prof. Arief Rachman agar diketahui oleh orangtua, guru, penyelenggara/yayasan dan organisasinya. Sehingga apa yang didapatkan sekarag tentang pendidikan karakter itu bisa segera disambung/ digetoktularkan kepada orangtua dan guruguru yang tak berkesempatan hadir. “Pendidikan karakter selama ini salah kaprah. Bahwa dengan kasih sayang yang berlebihan itu akan membentuk karakter yang sebenarnya salah. Seharusnya berikan pada anak tanggungjawab, rasa memiliki, bagaimana menanamkan disiplin. Karakter itu etika, anak mengetahui mana yang boleh mana yang tidak, mana yang baik-buruk. Bukan calistung,” tegasnya. Itu pula yang kerap disampaikan ke guru-guru PAUD. Namun realitanya sekarang, di PAUD marak diberikan calistung. Hal tersebut diamatinya karena tuntutan lembaga pendidikan yang lebih tinggi. “Anak yang tamat TK dianggap harus sudah bisa calistung. Itu salah. Sebenarnya pendidikan karakter diberikan selama 12 tahun. Yang namanya calistung 3 bulan saja anak-anak sudah bisa/mampu. Tapi kenyataan di lapangan seperti itu,” ucapnya. Inilah yang dikatakannya harus diproses sedikit demi sedikit, membentuk karakter anak agar bisa akademis. Jika tak berkarakter, bagaiman bisa akademis anak bagus. Seperti pencongkel rumah atau koruptor. Mereka pintar tapi tak memiliki karakter yang baik. Tjok Mingguwati mengutip sebuah ungkapan “Jangan silau dengan orang kaya, silaulah dengan orang yang beretika”. –ten Sangut dan Delem, jumlah likers Singaraja Animasi semakin bertambah. Ia juga mengatakan akan membuat karakter-karakter lain yang merupakan idenya sendiri namun tetap memiliki konsep lokal. Kemunculan akun Singaraja Animasi juga mengudang rasa penasaran bagi para penikmatnya, bahkan beberapa di antaranya ingin belajar membuat animasi. Pria kelahiran 16 Oktober 1990 tersebut menyambut positif keinginan masyarakat, sebab di Buleleng sendiri belum banyak orang yang bisa membuat animasi. “Semakin banyak yang ikut dalam komunitas semakin ramai yang bisa sharing. Kita bisa bersama-sama juga membuat kreativitas, yang suka menggambar bisa menuangkan dalam bentuk komik maupun animasi,” tambahnya. -Wiwin

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

9

Profil Keluarga Harmonis se-Bali Tahun 2016 Gianyar (Ir. Dewa Putu Gde Hartana-Ni Ketut Tirtha, AMd. Keb) Menjalankan ke­ hidupan berkeluar­ ga sudah diper­ siapkan dengan matang oleh pasan­ gan Dewa Putu Gde Hartana dan Ni Ketut Tirtha. Berawal dari per­ temuan di Sema­ rang saat masih menuntut ilmu hingga berlanjut ke jenjang pernikah­ an, mereka sudah menyiapkan masa depan keluarganya. Pasangan ini memiliki seorang putra bernama Dewa Putu Engga Candranata, yang sudah menyelesaikan pendidikan­ nya di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan sedang menjalani program internship di RS Sanjiwani, Gianyar. Dewa Putu Gede Hartana banyak berkiprah di masyarakat terutama yang berkaitan dengan pembangunan karena ia seorang in­ sinyur teknik sipil sementara sang istri menjadi bidan yang memiliki tempat praktik mandiri di Br. Pratama Mandala, Desa Tegal Tugu, Gianyar. Kehidupan yang dilandasi cinta kasih, serasi, selaras, seimbang, serta berkesinambungan bagi mereka merupakan dasar untuk mewujudkan keluarga yang harmonis.

Pasangan yang dikaruniani dua anak --Ni Luh Putu Intan Pranita Putri yang baru menyelesaikan pendidikan kebidanan dan I Made Crisnanda Pranata Putra yang masih duduk di bangku SMP-- ini mengajarkan anaknya untuk hemat dan bisa mengatur keuangan. Keluarga harmonis ini juga memi­ liki jadwal dan tugas masing-masing untuk mewujudkan kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya agar tampak asri, bersih, sehat, dan nyaman. Agus Pranacitra yang bekerja di SPBU Banyubiru juga aktif di masyarakat dan menjadi bendahara tempek.

Karangasem (Ir. I Ketut Sudia-Ir. Ni Ketut Ayu Rusmini) Warga Br. Yehe, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karang­ asem ini termasuk keluarga yang maju dalam bidang pen­ didikan. Sudia dan Ayu Rusmini yang begelar insinyur ini benar-benar mengabdikan diri di masyarakat. Sudia pernah menjadi Perbekel Desa Selat dan kini sebagai Bendesa Desa Pakraman Yehe dan Mangku Pura Dalem. Aktivitas mereka di masyarakat tak diragukan lagi dan banyak membantu warga dengan mengembangkan beberapa usaha, seperti penyewaan perlengkapan upacara, perkebunan salak serta pencetakan batako. Mereka juga banyak memberi motivasi bagi warga khususnya berkaitan dengan bidang pertanian. Ayu Rusmini selain membantu suami, juga mengabdikan diri sebagai guru TK yang ada di banjar. Dua buah hati mereka I Gede Wahyu Widartha dan Dwi Indah Arya Palasari tengah me­ nimba ilmu di Denpasar. Wa hy u ku ­ liah di Fakul­ tas Pertanian Unud sedang­ kan Indah sekolah di SMA 3 Denpasar.

BKKBN

Jembrana ( I Nengah Agus Pranacitra-Ni Komang Wintoniati) Memiliki lahan pekarangan yang luas menjadi modal untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Hal ini dilakukan pasangan I Nengah Agus Pranacitra dan Ni Komang Win­ toniati, warga Br. Berawan Salak, Desa Banyubiru, Negara. Lahan ini dimanfaatkan untuk berkebun berbagai tanaman dan beternak babi. Bahkan Wintoniati yang juga Kaur Pe­ merintahan Desa Banyubiru aktif di Kelompok Wanita Tani.

Mozaik

keluarga, warga dusun Nesa, Banjarangkan, Klungkung ini menjalankan bisnis kerajinan batok kelapa. Suryawan pun mengatakan mempersilakan anak-annak untuk memilih kegemaran masing-masing. Sebagai orangtua, ia dan istrinya hanya memberi dukungan. Putra pertamanya aktif di bidang kesehatan sedangkan putra kedua aktif di bidang kesenian. Tabanan (Pande Ketut Wardana, S.H.-Ni Made Witami) Menekuni berbagai usaha tanpa mengesampingkan kualitas keluarga menjadi kunci keberhasilan keluarga Pande Ketut Wardana dan Ni Made Witami. Warga Banjar Pacung, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan ini juga aktif di masyarakat. Wardana menjabat sebagai bendahara desa pakraman yang banyak memiliki terobosan untuk pengem­ bangan desa. Kiprahnya tak hanya di lingkungan setempat, ia juga aktif di Orari. Bersama para anggota Orari, mereka sering ngayah lintas kabupaten. Walaupun sibuk, pasangan Wardana dan Witami tetap memprioritaskan anak-anak. Dua buah hati mereka, Ni Luh Pande Yunik Natalia dan Pande Gde Nhata Swadyaya sudah menyelesaikan pendidikan tinggi. Kehidupan yang rukun dan harmonis pun mereka terap­ kan tak hanya di lingkungan internal tetapi juga dengan lingkungan eksternal.

Klungkung (Gede Suryawan-Luh Gede Juliarti) Menerapkan prinsip keluarga harmonis sudah dilakukan pasangan Gede Suryawan-Luh Gede Jualiarti dengan meren­ canakan keluarga. Pasangan yang menikah 11 Januari 1995 dan dikaruniai dua putra, I Gede Eka Juli Prasana dan I Made Oka Surya Pradita ini mengedepankan konsep saling asah, saling asih, dan saling asuh. Perencanaan keluarga mereka mulai dari persiapan secara ekonomi, fisik, dan psikologis. Hal ini pun berhasil mereka wujudkan. Anak-anak tumbuh dan berkembang sesuai usianya dan kehidupan keluarga pun rukun bahagia. Untuk menopang kehidupan perekonomian

Cita Rasa Lokal Gaya Internasional

Bila membahas tentang makanan, tentu tidak ada habisnya. Nikmat makanan yang telah diolah tentu membawa cita rasa tersendiri. Kenikmatan tersebut perlu dirayakan. Salah satu perayaan kuliner yang menarik yakni Ubud Food Festival (UFF), yang dilaksanakan Jumat (27/5) hingga Minggu (29/5) oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati. Ketika memasuki UFF di Taman Kuliner, Jl. Sangingan, kita dapat melihat jajaran kedai yang menjual berbagai olahan makanan. Beberapa kedai menyajikan tipat santok, nasi goreng, babi guling, serapah, jamu, jaja Bali, bakso. Beberapa kedai juga menawarkan kebab, salad, sushi, dan berbagai jenis minuman. Ada juga café yang membuka stand di sana. Uniknya, mereka menyajikan makanan tidak menggunakan piring, melainkan daun kelapa atau kerap disebut tamas. Acara menarik pun mampu menyita perhatian pengunjung. Salah satunya yakni Blue Ribbon Bali Pig Show. Acara tersebut merupakan fashion show babi yang berasal dari peternak lokal. “UFF 2016 menampilkan acara unik yaitu Pig Show. Kita dapat lihat babi-babi yang menggemaskan. Babi-babi tersebut juga berasal dari peternak lokal Ubud. Jadi ini bisa sebagai kesempatan untuk memperlihatkan hasil ternak yang berkualitas,” kata Ochie, koordinator volunteer. Tidak hanya menjajakan makanan, di UFF kita pun dapat memperkaya wawasan mengenai kuliner nusantara. Pakar kuliner turut hadir seperti Bondan Winarno, Farah Qiunn, Sisca Soewitomo, dan Bara Pattiradjawane. Festival kuliner yang diprakarsai oleh Janet DeNeefe juga mengundang chef-chef andal dari berbagai belahan dunia. Tentu festival ini digadang-gadang sebagai festival kuliner terbesar se-Asia Tenggara. Mereka hadir untuk membicarakan seluk-beluk masakan Indonesia yang dominan menggunakan rempah-rempah. Salah satunya

yakni Bondan Winarno, pakar kuliner yang kerap hadir di layar kaca memberi komentar tentang masakan Indonesia. Ia berbicara tentang perkembangan kuliner Indonesia saat ini. “Tadi saat sesi diskusi, ada yang menanyakan pada saya alasan masakan Indonesia kalah saing dengan masakan Malaysia. Saya jawab, tidak tahu. Seharusnya pemerintah lebih gencar mempromosikan kuliner nusantara,” tuturnya usai menjadi pembicara UFF. Tidak hanya itu, Bondan juga menyayangkan kalau acara ini lebih menarik dan dikemas dengan baik oleh pihak swasta, terlebih yang hadir banyak orang dari luar. “Sangat disayangkan pemerintah kurang intens bergerak memajukan kuliner Indonesia. Pihak penyelengara dari swasta. Kapan pemerintah Pig Show bergerak? Padahal kuliner ini milik kita. Ya seharusnya pemerintah perlu mencanangkan program yang seperti ini secara berkala dan berkualitas,” imbuhnya. Bagi Bondan, masakan Indonesia memiliki cita rasa yang unik

dan harus dilestarikan. Perlu publikasi yang baik agar kuliner Indonesia tidak kalah saing. Promosi-promosi terkait makanan Indonesia perlu ditingkatkan, agar kuliner Indonesia tetap eksis. ”Ya, kalau bukan kita siapa lagi? Beruntung ada acara ini yang mampu membangkitkan gairah masakan Indonesia yang kaya rempah-rempah. Acara ini juga baik, konsep bagus, dan mampu menjadi wadah kreatif untuk mengembangkan olahan makanan,” lanjutnya. Menurut Janet DeNeefe, festival kali ini sangat berbasis lokal, sesuai dengan konteks budaya. “Kita sangat bangga memperkenalkan kuliner Indonesia ‘Go Dok: Anggara Mahendra Local’. Kita juga memberi kesempatan untuk petani, peternak, chef, pengusaha kuliner, komunitas kreatif, dan masyarakat untuk menyalurkan kecintaannya pada makanan. Selamat makan dan menikmati!” tegas Festival Founder and Director UFF 2016 ini. -Wulan

Salon

Jln. Wijaya Kusuma No.39 Denpasar

Jln. Suli No. 151

Tlp. 085 237 028570

Tlp. 0812 3636 0808

Jln. Merdeka VIII No. 1 (by appointment) Tlp. 0811 903 393

Jln. Sedap Malam No. 79 A, Denpasar HP 08133900 3366, 0851 0349 6464


8

Bunda & Ananda

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Griya

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Tumbuhkan Rasa Percaya Diri sejak Dini Rumah Modern Minimalis yang Menyejukkan Ujian sudah selesai. Kegiatan belajar di sekolah sudah mulai berkurang. Waktu yang tersisa sebelum pembagian raport pun dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Ada yang tamasya ke objek wisata dan ada yang mengadakan pentas seni di sekolah.

Hari Imam Wahyudi

N

athan dan kawankawan sudah sibuk mengatur waktu untuk berlatih tarian modern. Ia dan sembilan temannya kebagian untuk tari modern. Tak hanya Nathan dan sembilan anak ini yang sibuk. Para orangtua pun ikut sibuk untuk mengantar mereka, mencarikan pelatih, hingga menyiapkan kostum. Akhirnya setelah dua minggu berlatih, mereka pentas di sekolah. Para orangtua yang selama ini menjadi pendukung sibuk mengabadikan penampilan anak-anaknya. Perasaan mereka plong setelah anak-anaknya tampil. Anak-anak pun tak kalah gembiranya. Ada yang mengaku sempat grogi sesaat namun bisa menguasai diri dan menghilangkan grogi Beberapa orangtua lain yang menyaksikan pentas seni ini pun memberi acungan jempol kepada anak-anak. “Anak-anak sekarang punya rasa percaya diri yang bagus. Mereka percaya diri tampil di depan publik. Yang tampil sendiri dan tampil berkelompok sama-sama punya keberanian,” ungkap Bu Eka.

Dari pandangan Hari Imam Wahyudi, S.Psi,CHt, anak-anak yang tampil di pentas seni sekolah akan mendapat banyak manfaat. “Pentas seni yang di sekolah mulai dari jenjang TK atau sejak dini bisa menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak. Pentas juga menjadi wadah bagi anak untuk berkreativitas. Anak yang punya bakat bisa menampilkan bakatnya,” ujarnya. Psikolog yang juga pemain FTV ini menuturkan anak yang tampil di acara pentas seni juga bisa mengasah kecerdasan emosional dan kecerdasan intelejensi. Kecerdasan emosional terlihat dari berbagai persiapan yang dilakukan mulai dari munculnya inisiatif untuk memulai sesuatu. Mereka juga siap untuk menerima kritikan atau saran dari orang lain. Dari latihan hingga pentas akan muncul penilaian mana yang terbaik dan mana yang biasa saja. Mereka juga bisa berimprovisasi. Ketika terjadi kesalahan, dengan cepat melakukan improvisasi sehingga tidak merusak penampilan. “Selama ini banyak orangtua yang lebih menekankan anaknya tentang pentingnya nilai tinggi sebagai tolok ukur kecerdasan. Padahal menunjukkan bakat di bidang seni juga bagian dari kecerdasan. Memang kecerdasan intelejensi perlu untuk menghapal lagu dan musik kalau mereka bernyanyi atau menghapal gerakan dan musik mereka menari. Tetapi, kecerdasan intelejensi tidak bisa berdiri sendiri. Ada kecerdasan lain yang mendukung,” jelas Hari. Ia menambahkan semua anak punya bakat yang perlu diwadahi dalam momen, tempat, dan dukungan. Bakat ini tidak menutup peluang akan menjadi mata pencahariannya kelak di kemudian hari. Bahkan kenangan tampil di pentas seni akan menjadi memori yang tak terlupakan. Makin sering anak pentas, rasa percaya dirinya akan makin tinggi.

Beberapa tahun terakhir, konsep modern minimalis menjadi pilihan banyak orang untuk bangunan rumah tinggalnya. Namun, penerapan konsep tersebut dalam bangunan pastinya menjadi berbeda satu dengan yang lainnya. Kontur tanah dan selera pemilik rumah, menjadi hal yang paling menentukan dalam perancangan sebuah rumah tinggal. Seperti rumah tinggal milik I Gede Darmayasa di kawasan Pemogan, Denpasar.

D

Anak-anak pentas seni di sekolah

BERIKAN PUJIAN Namun, hal yang perlu diingat dan diperhatikan orangtua dan guru adalah bakat anak atau siswa di bidang apa. Jangan sampai mereka dipaksakan untuk tampil di depan umum. “Tidak semua anak berbakat menari atau menyanyi. Guru harus menjadi pemantau yang baik dan menentukan si anak ini akan tampil di bidang apa. Dibuatkan kelompok, mana yang menari, mana yang bernyanyi, mana yang main drama, fashion show, dan sebagainya. Kalau mau semua siswa tampil ya harus dibuat berbagai macam penampilan,” ujar psikolog dari Biro Psikologi Dian Selaras ini. Orangtua pun jangan terlalu menuntut anak untuk tampil

sempurna. Biarkan anak mengeksplorasi bakatnya. Orangtua hanya perlu mendampingi. Tetapi, ada juga anak yang tidal mau tampil atau grogi kalau orangtua menonton. Sebagai orangtua harus menghormati keinginan anak. Hari menegaskan orangtua perlu memuji anaknya yang tampil di depan umum. “Berani tampil di depan umum itu sudah kebanggaan. Kalau ada kesalahan atau kekurangan, harus dimaklumi. Tetap berikan pujian untuk anak. Gunakan kata pujian dan disambung dengan kata “dan”. Jangan katakan pujian lalu dilanjutkan dengan kata “ tapi”. Itu bisa membuat semangat anak menurun. Apresiasi untuk anak itu penting. Satu hal lagi, jangan

memberi iming-iming untuk anak agar dia tampil. Biarkan dia tampil dengan semangatnya sendiri. Tugas orangtua maupun guru hanya memberi dukungan,” ujar pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. Tips pun diberikan oleh suami Ni Made Trisna Susanti, S.Psi ini agar anak tidak grogi saat berada di depan umum. Pertama, orangtua maupun guru jangan banyak menuntut agar anak atau siswa tampil sempurna. Kedua, berikan anak atau siswa semangat bahwa mereka bisa tampil dengan baik dan tenangkan mereka jika merasa gugup. Ketiga, tetap berkomunikasi untuk mengetahui apa yang mereka inginkan atau harapkan. --Ngurah Budi

I Gede Darmayasa

i atas lahan seluas 3,5 are, Gede Darmayasa yang juga pemilik usaha Bintang Property ini, benar-benar mendesain konsep rumahnya dengan memperhitungkan hal tersebut, juga memperhatikan kebutuhan ruang dan tata letak ruang. Termasuk desain taman untuk memberikan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai sirkulasi udara alami. “Daerah kami ini rawan banjir, karena itu rumah saya tinggikan,” ucapnya. Meski demikian, areal bawah (basement) juga benar-benar dimanfaatkan maksimal. Ada garase, kamar tidur pembantu dan ruang jemur. Areal bawah ini pun memiliki akses langsung ke ruang tengah.

Dalam perancangannya, Gede Darmayasa memberikan detail pada bidang-bidang tertentu dengan mengaplikasikan batu-batu alam seperti batu palimanan Yoga, batu candi, dan batu andesit, yang juga untuk menunjukkan batasanbatasan ruang. Kesan alami juga terwakilkan dengan hadirnya kolam ikan yang mengelilingi rumah di areal belakang. Demikian juga kolam air mancur mini di areal ruang tamu yang mengeluarkan suara gemerik air, menambah sejuk suasana. Konsep tropis pun diterapkan pada jendela dan pintu dengan bukaan-bukaan lebar yang menungkinkan cahaya alami dan sirkukasi udara masuk maksimal ke dalam ruang.

Tampak depan rumah

Mendongeng Lima Menit bahasa anjing

Seorang saudagar kaya menginginkan anaknya menjadi ahli bahasa. “Belajarlah di luar negeri!” katanya. “Pelajarilah bahasa yang dapat mendatangkan banyak uang!” Anak yang penurut itu lalu memilih Made Taro sebuah universitas terkenal di luar negeri. Ia tak perlu memikirkan biaya kuliah dan penginapan. Ia hanya bersungguhsungguh mempelajari bahasa. Setelah lima tahun, anak muda itu kembali pulang. “Bahasa apa yang kamu kuasai? Inggris?” Tanya sang Ayah. “Tidak!” “Prancis? Cina? Jepang?” “Tidak, tidak, tidak!” jawab anak muda itu tegas. “Bahasa yang paling saya kuasai adalah bahasa Anjing.” Betapa marahnya sang Ayah! Ia menganggap anaknya sudah berubah menjadi anak durhaka. Ia menganggap anaknya berperangai seperti binatang. Seketika itu juga sang Ayah mengusir anaknya. “Aku malu punya anak berbahasa Anjing. Bahasa menunjukkan bangsa! Jadi kamu tak lebih dari seekor anjing.” Dengan entengnya anak muda itu membuang langkah masuk ke dalam hutan. Ketika melewati sebuah kampung di lereng gunung, ia dicegat oleh penduduk. “Jangan masuk hutan, Anak Muda! Di

situ banyak anjing galak-galak. Sudah puluhan warga kami mati dikoyak-koyak anjing garang itu.” Namun anak muda itu keras kepala. Ia masuk ke dalam hutan tanpa berbekal senjata. Keesokan harinya ia kembali ke kampung itu dalam keadaan segar-bugar. “Anjing-anjing itu galak hanya terhadap orang yang tidak mau mengerti tentang mereka,” kata pemuda itu. “Mereka adalah anjing yang baik dan setia. Zaman dahulu ada seorang raja kaya-raya dan amat kuasa. Karena kalah perang, raja itu menyembunyikan kekayaannya di dalam tanah di hutan lebat. Anjing-anjing beserta keturunannya ditugaskan menjaga harta karun itu. Sesungguhnya anjing-anjing itu ingin mengakhiri tugasnya. Mereka ingin sekali bebas dari tanggungjawab yang berat itu.” “Lalu, apa yang kita perbuat?” tanya penduduk kampung lereng gunung itu. “Kita gali kekayaan itu! Kita bagi untuk kesejahteraan penduduk!” kata anak muda itu. Demikianlah yang terjadi. Anak muda yang diiringi ratusan penduduk kampung itu masuk ke hutan dengan cangkul dan linggis. Aneh! Dengan sebuah gonggongan, anak muda itu mampu menjadikan anjing-anjing garang itu jinak dan membiarkan penduduk menggali harta karun yang terpendam. Harta karun itu dibagi-bagi, sebagian untuk penduduk kampung, dan sebagian lagi untuk anak muda itu. “Guk, guk, guk!” Anjing-anjing itu menggonggong setelah bersalaman dengan anak muda ahli bahasa itu. Konon gonggongan itu berarti, “Terimakasih! Tuan telah membebaskan kami.”

Ruang tamu dan ruang keluarga yang dibedakan dengan penaikan lantai

Teras belakang dengan desain taman yang menyejukkan

Tata letak ruang keluarga, ruang makan dan dapur tanpa batas, menunjukkan keterbukaan

17


18

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Beragam kesenian dan kebudayaan yang dimiliki Bali Utara harus dijaga dan dilestarikan. Tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diperkenalkan kepada kha­ layak beragam khasanah kebudayaan agar dikenal di daerah maupun mancane­ gara. Melalui Pesta Kese­ nian Bali (PKB) Buleleng ke-38, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng menyuguhkan pementasan kesenian klasik Buleleng.

M

engusung tema Karang Awak yang berarti mencintai tanah kelahiran, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng, Ir. Nyoman Sutrisna, M.M., mengatakan berupaya melestarikan seni budaya di Buleleng melalui PKB Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan 27-30 Mei 2016. Kegiatan dipusatkan di panggung terbuka Eks Pelabuhan Buleleng, dengan beragam pagelaran kese­ nian. “Berbagai kesenian khas Bali Utara ditampilkan seperti Gong Kebyar dan Joged Bumbung. Gong Kebyar Wanita, Gong Kebyar anak-anak, drama gong hingga kesenian joged me­ barung,” ujarnya Sebagai salah satu upaya untuk mencapai target kunjungan wisatawan, PKB Buleleng disuguh­ kan dengan sedikit berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. “Panggung berada di Eks Pelabuhan Buleleng, berisi beragam tambahan berupa pameran seni lukis, anjungan kuliner khas Buleleng, dan konsep lain memeriahkan PKB,” ujar mantan Kadiskanla Buleleng tersebut. PKB diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara. Target kunjungan wisatawan mencapai 700 ribu ke Buleleng

Suasana pembukaan PKB Buleleng

Dongkrak Kunjungan Wisatawan dengan PKB

Bupati Putu Agus Suradnyana saat membuka PKB Buleleng

tahun ini agar dapat tercapai perlahan-lahan. Pelaksanaan PKB Buleleng juga diharapkan dapat mematangkan persiapan menuju PKB di Denpasar. Dalam pelaksanaan PKB Bule-

leng ke-38, juga dianugrahkan penghargaan seni Wija Kusuma tahun 2016 kepada lima tokoh seniman dan budayawan Buleleng. Seniman dan budayawan itu adalah Ketut Suarna Dwipa untuk

kategori seniman tari, Jro Dalang Wayan Narpa, I Made Renda Sastrawan asal Desa Sawan, Kecamatan Sawan untuk kategori seniman sastra daerah. Kategori seniman karawitan diberikan

kepada I Gede Suparta dan almar­ hum Gede Arya Iriana. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, penghargaan seni Wija Kusuma diberikan kepada seniman-seniman yang telah mengabdikan hidupnya untuk seni dan mengharumkan kesenian di Buleleng. Penghargaan tersebut diharapkan bisa membuat seniman semakin bersema­ ngat mengawal dan memajukan seni di kabupaten Buleleng. “Kami juga memberikan ruang yang besar untuk pengembangan seni dan budaya kita di Buleleng, dan ini jadi program prioritas kami di pemerintahan. Bukan hanya lewat PKB atau Utsawa Merdangga saja, tapi pada pesta hiburan rakyat, ada pekan apresiasi seni, ada festival-festival yang memberikan ruang puluhan sanggar dan penggiat seni tradisi maupun modern agar bisa tampil, eksis, dan diapresiasi masyarakat,” ujarnya. Antusiasme penonton yang sangat tinggi juga menunjukkan bahwa aktivitas berkesenian baik tradisional dan modern mendapat tempat di hati masyarakat itu sendiri. Pemerintah merencanakan akan menggelar PKB tahun berikutnya dengan menyiapkan tempat khusus. Penyiapan tempat yang lebih memberikan ruang untuk penonton menjadi sangat penting agar pagelaran bisa dinikmati seluas-luasnaya untuk penonton itu sendiri. Bagaimana kemasan dan lokasi khusus yang akan disiapkan untuk event PKB tahun berikutnya. Bupati menyatakan masih menunggu perencanaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Buleleng. “Kita coba siapkan tempat khusus dan Kadisbupdar sudah menyampaikan kalau ada rencana menyiap­kan tempat khusus itu, nanti kita akan bahas bersama dan yang pasti penyiapan tempat untuk penonton ini harus kita lakukan,” jelasnya. -Wiwin

BEE Kuatkan Eksistensi Singaraja sebagai Kota Pendidikan Pendidikan adalah salah satu aspek yang sangat penting untuk membentuk sumber daya manusia yang kompetitif. Untuk pertama kalinya Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan. Melalui kemasan Buleleng Education Expo (BEE) yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Gde Manik diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat. Keberadaan Singaraja sebagai Kota Pendidikan semakin ditingkatkan Dinas Pendidik­ an Buleleng, untuk menunjukan prestasi dan potensi dimiliki di Bali Utara. “Siswa-siswi seluruhnya menunjukan integritas diri di Buleleng melalui BEE 2016, tujuan kegiatan mendukung program pemerintah melalui 12 PAS, salah satunya peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan,” kata Kadisdik Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. melalui tema kreatif, inovatif dan berbudaya menuju pendidikan Buleleng yang berintegritas dan bermutu, BEE mampu menyedot ribuan antusias pelajar baik dari kalangan SMA, SMK, dan perguruan tinggi di Buleleng. Sejumlah kegiatan BEE seperti job fair, pameran produk kreatif, hiburan gelar seni, Lomba Kompetensi Siswa (LKS), pameran pendidikan dan beragam macam kegiatan perlombaan ditampilkan. “BEE memberi wadah terhadap pelestarian seni budaya melalui berbagai pertunjukan kesenian. Peran

BEE sekaligus menjadi media promosi dan memberikan motivasi kepada masyarakat pelaku pendidikan di Buleleng,” papar Suyasa yang juga mantan Kepala Disbudpar Buleleng ini. Selama ini segala kegiatan yang ada di sekolah hanya diketahui oleh masyarakat sekolah namun dengan diselenggarakannya BEE dapat memberikan informasi kepada masyarakat umum. Suayasa juga berharap BEE bisa menjadi agenda tahunan sehingga setiap sekolah mampu menciptakan sesuatu yang baru untuk BEE selanjutnya. Dari 40 stand yang berdiri di BEE, sebagian besar merupakan stand dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi. “Tahun ini kami merintis SMK, orien-

tasinya kepada produk yang dihasilkan untuk menarik peminat dan yang punya produk itu adalah SMK. Tetapi SMA juga tidak kalah namun jumlahnya yang lebih kecil karena mereka lebih keilmuan,” ujarnya. Ia juga berharap BEE tahun depan dapat diikuti dari kalangan TK, SD, dan SMP. Disisi lain, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., yang menghadiri dan meresmikan langsung pembukaan BEE berharap siswa-siswi di setiap sekolah mampu menampilkan kreativitas dan inovasi melalui teknologi terapan yang bisa digunakan dari apa yang diperoleh di sekolah. BEE yang berlangsung 1-4 Juni 2016 ini merupakan terobosan baru untuk merangsang semangat siswa atau sekolah untuk menunjukkan bakat dan prestasi. Keberhasilan baik anak didik, guru, dan sekolah itu sendiri sangat penting untuk diketahui oleh publik. Dari ekspos melalui media pameran ini akan membangkitkan semangat dan kemauan untuk warga sekolah lain untuk menggenjot prestasi yang akan dipertontonkan dalam pameran pendidikan tahun berikutnya. Event BEE ini juga dimanfaatkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dis-

nakertrans) untuk membuka bursa kerja. Melalui event ini, Disnakertrans memberikan informasi terkait peluang kerja dengan mengundang sejumlah perusahaan yang akan merekrut karyawan karyawati. Apalagi momen sehabis Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA/SMK, tidak menutup kemungkinan ada lulusan yang memutuskan untuk tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, maka penting untuk memberikan informasi terkait peluang kerja melalui event BEE ini. “Keberadaan job fair supaya bisa lebih luas dalam menunjang dunia pendidikan di Buleleng. Apalagi SMA/ SMK di Buleleng begitu mendominasi dalam BEE tahun ini. Saya berharap ke depan lebih berkesinambungan dalam melakukan kegiat­ an,” harapnya. Sementara itu salah satu perguruan tinggi yang ada di stand BEE juga sangat merespons positif dengan adanya pameran pendidikan ini. “Kegiatan ini sangat bagus sekali, anak-anak dari SD sampai SMA dapat menambah pengetahuan. Sebelum melanjutkan studi mereka sudah tahu sekolah maupun perguruan tinggi yang mana akan dituju,” ungkap Ni Made Astiti, Kepala Bagian Pemasaran STIKOM Bali. Ia juga berharap kegiatan BEE dapat berlangsung secara berkesinambungan tahun depan sebab siswa yang datang tidak selalu orang yang sama. “Stand-stand dan kreasinya juga ditambah sehingga menambah minat dari pengunjung,” ungkapnya. -Wiwin

7


6

Seorang anak wajib berbakti kepada orangtuanya. Terlebih ketika orangtuanya sudah berusia lanjut. Dari sekian banyak lansia, ada beberapa yang nasibnya kurang beruntung, tak ada yang mengurus. Entah itu karena tak memiliki keturunan atau keluarga, perekonomiannya kurang mampu, atau sengaja dibuang keluarganya. Mereka yang kurang beruntung ini ditampung di Panti Werdha. “Untuk masuk ke panti, ada beberapa persyaratan yang sudah ditetapkan pemerintah,” ujar Kepala UPT Pelayanan Sosial, Dinas Sosial Provinsi Bali Nyoman Ratnaningsih, S.H., M.H., sembari menunjuk tulisan pada papan yang terpajang di ruang kantor Panti Sosial Tresna Werda “Wanasraya” di Biaung, Denpasar.

S

Woman on Top

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

esuai dengan visi misi panti yang ber­ pedoman pada pasal 34 ayat (1) UUD’45 yang menyebutkan “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara”, maka seperti itulah kegiatan di panti ini. Memberikan pembinaan mental, sosial, spiri­ tual, dan perawatan kesehatan. Benar seperti yang orang katakan, merawat lansia sama dengan mer­ awat bayi. Ratnaningsih pun men­ gakuinya. Karena

Nyoman Ratnaningsih, S.H., M.H.

Biarkan Lansia Tetap Aktif itu, pegawai yang bekerja di sini, yang melayani para lansia ini dituntut untuk ekstra sabar menghadapi tingkah para lansia yang bermacem-macam. “Ada yang suka menangis, teriakteriak dan ngomong sendiri, ada yang suka sibuk bolak-balik ke pasar, dan sebagainya,” tu­ tur Ratnaningsih. Baginya, hal yang paling penting adalah merawat lansia dengan penuh kasih sayang dan membuat mereka tetap aktif. Karena itu, panti ini pun memi­ liki beberapa program untuk mendukung aktivitas mer­ eka. Para lansia yang memiliki kreativitas, seperti mekidung, pesantian, megending Bali, dan menari, diberikan wadah. Ke­ tika ada kunjungan, para lansia ini pun tampil menghibur para tamu. “Kami punya lebih dari dua penari joged, juga punya tukang rindik,” ungkapnya. Untuk kegiatan sehari-hari, umumnya para lansia melan­ jutkan aktivitas rutin mereka seperti sebelum masuk panti. Seperti, membuat celemik, po-

Nyoman Ratnaningsih, S.H., M.H.

rosan, dan ceper. Hasil jejaitan mereka ini pasti habis terjual karena memang sangat diperlu­ kan masyarakat sekitar sebagai perlengkapan sarana upac­ ara. “Ada saja yang membeli. Kadang mereka (masyarakat sekitar) yang mencari kesini, ada juga tamu yang berkun­ jung membeli, bisa juga kami jual ke pasar yang kebetulan dekat dengan panti,” ujar salah seorang penghuni panti, Wayan Sadriwati (71) yang biasa di­ panggil Odah Sanur. Oleh para anak-anak seko­ lah yang kerap melakukan PKL di panti, para lansia ini pun diberikan pelatihan-pelatihan keterampilan ringan, seperti membuat gantungan kunci, sapu lidi, tali rambut, tempat HP, dll. “Anak-anak PKL ini ikut membantu menuntun para lan­ sia yang masih mampu secara motorik,” jelas Ratnaningsih. Para lansia di panti ini juga memiliki agenda rutin. Ada jad­ wal piket membersihkan hala­ man dan piket di dapur yang menjadi kewajiban me­r eka.

“Tugas mereka di dapur tidak memasak, hanya membantu yang ringan-ringan, seperti mengupas bawang atau membersihkan sayuran. Kami sudah memiliki tu­ kang masak khusus. Mereka tugas piket bergiliran. Tetapi bagi yang tidak mampu, tak dipaksakan. Ini hanya agar mereka memiliki aktivitas,” imbuhnya. Selain jadwal piket, Tiap Jumat ada jadwal se­ nam, dan tiap Purnama-Tilem, ada persembahyangan bersama. –Inten Indrawati

Wayan Sadriwati

“BULLYING BERANTAI” Salam Senyum… “ Nina bobo…. Oh nina bobo.. Kalau tidak bobo digigit nyamuk...” Haaaa.. Saya yakin sebagian besar orang tahu lagu anakanak itu. Bahkan di sebuah tayangan you tube saya pernah menonton stand up comedy yang menurut saya tayangan itu sangat lucu karena dilakukan oleh anak yang masih kecil. Dengan percaya dirinya dia menyanyikan lagu itu dan mem­ beri statement seperti ini : “Eh, penoton.. tahu ga sih... kalo orangtua kita sudah pintar membully anaknya yang masih kecil dengan mengatakan bahwa akan digigit nyamuk kalau tidak mau tidur.. “ .. Hehehehehe Kata-kata BULLY saat ini sangat sering dilontarkan. Kalau kita lihat dalam kamus bahasa Inggris, Bully itu diartikan sebagai penindasan dengan kekerasan, ancaman, paksaan ataupun mengintimidasi orang lain. Dan dapat dilakukan berulang terhadap korban tertentu baik itu ras, gender atau pun kemampuan seseorang. Hal itu juga bisa dilaksanakan melalui lisan, tulisan, fisik, dan sebagainya. Pem-bully-an terjadi di mana-mana, seakan akan dunia ini sudah kehilangan cinta (kata Judika di lagu “Bahagia Dengan Memberi” ). Disadari atau tidak, di sebuah instansi/perusa­ haan sering terjadi pembullyan ini. Baik dilakukan dengan langsung, maupun tidak langsung (melalui media sosial). Contoh kalimatnya seperti ini, yang dilontarkan oleh seorang pimpinan kepada bawahannya : “mana nih hasil program divisi marketing dengan manajer yang katanya huebaaat ? (ditambah dengan gambar/emoticon yang menjulurkan lidah plus berwarna merah looo..). ekstrimnya lagi, kalimat itu dilontarkan di depan orang banyak/sebuah grup media sosial yang dapat dilihat dan dibaca oleh semua orang di grup itu. Hmmmm.. tentu dapat dibayangkan, bagaimana perasaan sang manajer yang dibully itu. Dalam dunia service, para pelaku layanan sering tidak menyadari kalau bahasa (verbal dan non verbal) yang di­

sampaikan kepada pelanggannya itu dapat dikategorikan sebagai tindakan membully. Beberapa contoh pembul­ lyan yang saya temui di dunia service antara lain : Membuntuti pelanggan di saat sedang memilih produk yang akan dibeli (kecuali pelanggannya minta ditemani pramuniaganya ya… hehehe). Ketika saya pergi ke sebuah toko baju hendak membeli baju untuk hadiah ulang tahun anak saya, ada sesuatu yang tidak nyaman saya rasakan. Bagaimana bisa nyaman ya, ketika mulai masuk ke toko, seorang pelayan toko mengikuti semua langkah saya kemana pun saya pergi. Saya sebenarnya sudah protes ke pelayan toko. Tapi menurut pelayan, itu sesuai den­ gan standar layanan atau prosedur dari toko itu, dimana para pelayan harus mengikuti pelanggan kemana saja dia berjalan. Hmmmm.. sayangnya cara pelayan itu membuat sangat tidak nyaman dan terkesan membully saya yang akan berbelanja. Mengambil makanan atau minuman yang masih tersisa di meja tanpa permisi. Naaahhh ini sering terjadi di sebuah rumah makan. Ketika kita sedang jeda makan setelah menikmati ma­ kanan (biasaaa…. tarik nafas sebentar), tiba-tiba sang pelayan mengambil piring, gelas atau mangkuk yang kosong. Maksudnya mungkin baik, yaitu untuk merapikan supaya terlihat bersih. Tetapi sayangnya hal itu dilakukan tanpa permisi, seakan-akan pelayan mengusir kita dari meja makan itu. Heheheheheh Kata-kata killer word yang bertujuan memaksa pelanggan untuk menentukan pilihan. Hmmmmm… contoh kasus perbankan, ketika kita men­ jadi seorang pelanggan dan masih berpikir untuk menentu­ kan pilihan, sering terdengar pemaksaan dari pelayan yang terkesan agar kita segera menentukan pilihan. Hal ini sering terjadi karena disertai dengan kata-kata (istilah) killer word. Contohnya..”kalau Bapak tidak tanda tangan sekarang, nanti bunga simpanannya kami turunkan.” Waaahhh.. kalau seperti ini, benar-benar membully calon pelanggannya ya… .Kasihan juga yang jadi pelanggan, terpaksa tandatangan karena “bullyan” dari pelayan. Dan hal itu tentu dapat menyebabkan kurang nyaman pada pelanggan. Dan masih banyak contoh kejadian dalam service yang terkesan membully pelanggannya. Kejadian membully pelang­ gan sangat erat kaitannya dengan suasaan kerja di kantor/ instansi itu sendiri. Banyak pelaku layanan merasa tertekan

melayani pelanggan karena penyebabnya adalah pembullyan yang dilakukan atasannya terhadap dirinya. Dan dalam be­ berapa kasus, pembullyan terjadi secara berantai terutama di instansi dengan struktur organisasi yang tinggi. Kenapa berantai? Karena bisa saja sebelum sampai kepada sang pe­ layan, bullyan itu sudah berantai 3x lipat. Yang pertama dari pucuk pimpinan, kemudian ke manajer, lanjut ke supervisor, baru terakhir sampai kepada pelayan itu sendiri. Dari beberapa buku yang menjadi referensi untuk pembahasan layanan dapat saya kutip sbb : Ken Blanchhard dalam bukunya : Legendary Service: “Jika perusahaan peduli pada karyawan, maka karyawan pun akan peduli kepada pelanggan” Ron Kaufman dalam bukunya: Up Lifting Service: “Kebudayaan layanan yang mencerahkan tidak dibangun di atas kebijakan kaku yang didikte oleh pemimpinnya. Sebaliknya kebudayaan tumbuh ketika menciptakan lebih banyak nilai melalui layanan yang lebih baik. (dicontohkan oleh pemimpinnya). I Putu Santika dalam bukunya : Menjadi Pemimpin Efektif: “Jika Anda memperlakukan pegawai dengan benar mereka akan memperlakukan pelanggan dengan benar. Jika pelanggan diperlakukan dengan benar, maka akan memberi keuntungan bagi diri Anda. Jadi.. sudah terbukti bahwa sangatlah merugi jika kita masih mengandalkan bawahan saja untuk melayani dengan baik, tetapi di balik itu pucuk pimpinan dari layanan tidak bisa memberikan contoh layanan yang baik dan benar kepada bawahannya. Mulai sekarang, ciptakanlah layanan yang dimulai dari paling atas sehingga dapat menjadikan layanan itu sem­ purna. Dan seorang Pemimpin layanan bukan hanya bisa MEMBULLY bawahannya yang mengakibatkan BULLY-AN BERANTAI dan pada ujungnya yaitu kepada PELANGGAN itu sendiri. Salah satu Quote dari Richard Branson : “ Client do not come first. Employees come first. If you take care of your employess, they will take care of the client” Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Pertamini Ilegal tapi Masyarakat Perlu Kehadiran pompa bensin mini atau se­ ring disebut Pertamini yang sekarang mulai men­jamur, menim­ bulkan reaksi pro dan kontra di tengah masyarakat.

P

ihak Kementerian Energi dan Sum­ ber Daya Mineral (ESDM) menyatakan alat baru untuk penyaluran bensin itu dinilai ilegal. Karena diproduksi dan dijual tanpa mengan­tongi izin resmi dari pemerintah khsus dari Pertamina dan Migas. Selain itu, takarannya sulit dipercaya sesuai dengan ukuran semestinya. Dirjen Migas Kementerian ESDM, Wiratmaja Puja kepada awak media belum lama ini me­n gatakan Pertamini, tidak memiliki izin resmi dari pemerin­ tah alias ilegal. “Selain ilegal, pertamini tidak memiliki standar keselamatan dan menjual bensin dengan harga tidak wajar,” ujar Wiratmaja Puja. Reaksi penolakan juga datang dari Rudy Sutanto, S.E., Direktur PT Pratama Sejahtera Premier,

Surabaya yang memproduksi dispenser atau pompa bensin di SPBU di sejumlah daerah di Indonesia. Ditemui di kantornya, Senin (30/5), Rudy Sutanto mengata­ kan kehadiran Pertamini sangat merugikan pihaknya yang secara resmi telah mengantongi izin resmi untuk memproduksi mesin pompa bensin. “Untuk mendapatkan izinnya dari pemerintah, saya harus ber­ juang keras dan harus menunggu dalam jangka waktu yang sangat lama untuk mendapatkan izin tersebut,” tegasnya. Sedangkan Pertamini, tambah Rudy, tidak mengantongi izin res­ mi tetapi bisa menjualnya secara bebas dalam jumlah yang sangat banyak saat ini. “Ini sangat tidak adil,” kritiknya. Menurut Rudy izin tersebut biasanya dikeluarkan oleh Migas dan Metrologi khususnya yang berkaitan dengan ketepan ukuran bensin yang dijual tersebut. Sebagaimana diketahui dasar hukum larangan penjualan bensin eceran adalah Undang-undang nomor 22/2001 tentang Mi­ nyak dan Gas Bumi. Sanksinya berdasarkan pasal 55 UU Migas berbunyi: “Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan

Rudy Sutanto

dan/atau niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerin­ tah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah).” Kelemahan Pertamini antara lain pengisap bensin dilakukan tanpa prosedur keselamatan, pompa manual jauh dari standar, kualitas bensin sering kali tidak murni, harga dijual lebih mahal dari seharusnya dan takaran tidak tepat. DAERAH TERPENCIL PERLU Walau pun kehadiran Per­ tamini ilegal, namun masyarakat khususnya yang ada di daerah terpencil khususnya yang jauh dari SPBU merasa kehadiran Pertamini sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan bensin un­ tuk kendaraan dan ber­bagai ke­ butuhan mereka. Tetapi kare­na kehadiran Pertamini ini sangat dibutuhkan masyarakat di dae­

Vera Moeljadi

rah terpencil, maka pemerintah akan berusaha untuk mencari solusinya. Pihak Migas, tambah Wirat­ maja Puja sedang berusaha mencari solusi untuk mengatasi masalah ini dengan mengeluar­ kan kebijakan khusus untuk itu. “Kami sekarang berusaha men­ cari solusinya agar Pertamini bisa legal dan memenuhi standar keselamat­an,” tegasnya. ESDM berniat mengatur pen­ jualan bensin eceran baik yang menjual dalam bentuk botol maupun Pertamini. Pada kesempatan terpisah, Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan pihaknya mendukung keluarnya kebijaksan untuk pedagang bensin eceran. Apalagi BUMN energi merasa dirugikan atas pengguna­ an nama Pertamini yang dianggap mirip nama Pertamina. “Model bisnisnya boleh dan kami dukung tetapi namanya akan kami gugat karena meng­ gunakan nama yang mirip dengan Pertamina,” tegasnya. Lebih jauh, Wiratma Puja

menegaskan unsur keselamat­ an menjadi isu penting bagi penjualan bensin eceran. Kare­ na selama ini sudah sering ter­ jadi kebakaran Pertamini. “Dari beberapa kasus ke­ bakaran seperti yang terjadi pada Februari 2016 misalnya. Ada Pertamini yang terbakar dan menghanguskan tiga ken­ daraan,” tegasnya. Ya n g l e b i h p a r a h , u j a r Wiratma Puja kebakaran dan ledakan Pertamini yang meng­ hanguskan 115 unit rumah di Bima, Provinsi Nusas Tenggara Barat (NTB) pada November 2015. Meski berbahaya, lanjut Wiratma, pertamini dianggap membantu distribusi BBM. Ba­ nyak daerah yang tidak memiliki SPBU dalam radius berdekatan. Jadi, untuk keperluan sehari-hari warga mengandalkan Pertamini. “Itulah kenapa perlu ditata su­ paya menimbulkan pekerjaan yang legal,” jelasnya. Lantaran masih dibahas, Wiratma belum bisa menyam­ paikan poin dalam kebijakan­ nya. Yang jelas, tambah dia, aturan akan mengatur soal sistem keselamatan, alokasi BBM untuk keuntungan sam­ pai Rp 2.000 per liter. Praktik tersebut dinilai tidak pantas kar­ ena terjadi daerah yang masih mendapat harga susbsidi. Pen­ jual bensin eceran membelinya dengan harga murah tetapi dijual lebih mahal. Terkait jumlah dagangan bensin eceran, dia menyarankan mereka tidak terdeteksi Kemen­ terian ESDM. Namun jumlahnya diasumsikan sangat banyak dan diyakini tersebar merata di be­ berapa daerah. -Yosef Sintar

Ikhlas Jalankan Pekerjaan

Bekerja di industri perhotelan, Vera Moeljadi, adalah sosok pekerja yang berintegritas. Tak tanggung-tanggung, wanita karier ini sudah 21 ta­ hun mengabdi dan kini menjabat General Manager (GM) di Red Planet Hotel (RPH) Surabaya. Vera, mengawali karirnya dari bawah. Berawal sebagai Quest Service Agent di hotel Sheraton Surabaya. Dia meniti karier dari karyawan biasa hingga GM Red Planet. Bagi Vera, berprofesi se­ bagai seorang pekerja hotel tidak mudah. Artinya, seseorang harus berani susah dan ikhlas men­ jalankan pekerjaannya. Mulai membuat jadwal maupun program un­ tuk eksis di tengah persaingan hotel yang ketat. “Harus memiliki pemikiran integritas, bagaimana kita bisa bersaing menggaet wisatawan lokal mau­ pun domestik,” kata ibu dua anak ini. Vera yang juga pernah sebagai menjabat As­ sitent Front Offiece Manager Hotel Ibis Rajawali Surabaya ini, telah mengadakan survei secara mendalam dengan ribuan tamu di kawasan re­ gional, dan menerima beberapa masukan dari tamu hotel. Kebanyakan tamu RPH berusia antara 30 tahun sampai 40 tahun ini merupakan generasi yang se­ lalu terhubung dengan internet. Sehingga, mampu mengubah dinamika industri perhotelan. “Dengan mengikuti trend ini, kami banyak berinvestasi di platform teknologi informasi dan

sambil terus mendengarkan apa yang pelanggan butuhkan. Kami meningkatkan kecepatan Wi-Fi. Misalnya, di semua kamar sehingga menjadi salah satu yang tercepat di industri perhotel­ an. Koneksi Wi-Fi yang stabil dan cepat hal terpenting bagi tamu,” ujarnya. Ditangan dinginnya, Red Planet sendiri merupakan salah satu segmen hotel budget yang menawarkan fasilitas bintang lima dengan harga yang ekonomis. Dimana fasilitas ini tidak dida­ patkan di hotel lain. Untuk itulah, Vera mene­ rapkan motto di manajemennya “Memberikan Apa yang Dibutuhkan” ini senantiasa berfokus pada pemberian pelayanan terbaik untuk para pelanggannya. Ini terbukti dengan adanya berbagai bonus yang diberikan Red Planet untuk para pelang­ gan, seperti rate sale,voucher belanja dan fasilitas hotel kelas bintang lima. Tak hanya sampai di situ, upaya pengembangan bisnis pun terus dilakukan baik secara online maupun offline. Pemesanan hotel pun bisa dijangkau melalui online booking tanpa harus datang langsung ke hotel. Dengan menggandeng 4 bank besar CIMB NIAGA, BNI, BRI, BCA dan Mandiri, RPH memberi kemudahan kepada konsumen dalam bertransaksi. “Kami menargetkan 78 persen dari sisi akupansi supply yang sudah ada,” tandas Vera sembari terse­ nyum. -Antonius Andhika

19


20

Nine

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Inovasi “Samsat Bucu”

Pelayanan prima, mendekatkan pelayanan pajak dan mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan, itulah beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh Hj. Putu Selly Andayani selama menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Inovasi-inovasi ini juga dilakukannya sebagai ikhtiar untuk meningkatkan pendapatan daerah serta memudahkan pelayanan bagi masyarakat sehingga wajib pajak tidak perlu kena denda karena keterlambatan.

Hj. Putu Selly Andayani

D

alam inovasi tersebut, Selly bahkan telah menyiapkan perangkat sistem barcode yang mempersingkat waktu pelayanan pembayaran pajak, yakni hanya lima menit. “Pada alat yang sedang dipersiapkan itu, akan membaca seluruh data dan informasi wajib pajak, termasuk besaran pajak. Tinggal ditempelkan notice pajak alat tersebut langsung dapat membacanya. Dibutuhkan waktu hanya lima menit, proses ini selesai,” ungkapnya beberapa waktu lalu di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Alat dengan sistem barcode ini, menurut Selly akan mulai dioperasionalkan pada tahun 2016 ini. Selain itu, untuk memudahkan masya­rakat mencapai pelayanan pajak, empat samsat yang disebutnya sebagai Samsat Bucu (pojok samsat, Bucu dalam bahasa Sasak adalah pojok) telah disiapkan untuk melayani masyarakat terutama mereka yang padat dengan kesibukan. Empat Samsat Bucu tersebut ada di Lombok Epicentrum Mall dengan nama Samsat dan SIM Corner, yang buka pukul 09.00 s.d. 21.00 atau jam kerjanya sesuai dengan jam kerja mall dan dibuka tujuh hari kerja. Samsat dan SIM Corner ini merupakan kerjasama Dispenda NTB dengan Polda NTB.

Ada pula Samsat Bucu di pojok bagian barat Kantor Dispenda NTB yang disebut dengan Samsat Weekend yang buka dari Senin sampai dengan Sabtu, pukul 16.00 s.d. 21.00. Samsat keliling yang juga beroperasi pada saat car free day mulai pukul 09.00 di lokasi car free day di Jalan Udayana Mataram. Satu lagi kemudahan tersebut diberikan melalui aplikasi HP yang bekerjasama dengan provider XL. “Semua ini kami lakukan demi kemudahan bagi masyarakat dengan mendekatkan simpul-simpul pelayanan pada masyarakat untuk membayar pajak. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir lagi kelewatan waktu bayar pajak sehingga terkena denda. Itu tidak akan terjadi jika seluruh fasilitas yang disiapkan Dispenda NTB untuk membayar pajak dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat,” ungkapnya. Dengan begitu, menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak membayar pajak atau terlambat. Empat pelayanan tersebut benar-benar dilakukan Dispenda untuk menjemput bola. “Yang sibuk di jam kerja bisa membayar pajak di hari libur pada Samsat Bucu yang tetap buka. Atau bahkan di tempat tidur bisa bayar pajak dengan mengakses pembayaran pajak lewat hp dengan XL tunai,” ungkapnya. Struk yang diperoleh dari membayar tunai (bukti pembayaran tunai) tersebut bisa disahkan ke samsat kapan saja, tidak harus saat itu juga. Yang penting adalah tanggal pembayarannya. Jika pun bukti pembayaran tersebut disahkan ke samsat setelah waktu bayar pajak lewat, wajib pajak tidak dikenai denda. Ini juga merupakan upaya untuk membangun kepercayaan masyarakat sebagai wajib pajak. Pajak yang dibayarkan akan langsung masuk ke kas daerah yang akan digunakan untuk APBD daerah. “Jadi tidak usah takut bayar pajak. Pasti terpakai untuk kebutuhan pembangunan daerah,” ungkap Selly. Upaya lain untuk lebih mendekatkan pelayanan khususnya bagi daerah yang jauh dari tempat-tempat pelayanan sebagaimana telah disebut diatas, Dinas Pendapatan telah mengoperasionalkan pelayanan melalui mobil Samsat Keliling. Mobil Samsat Keliling ini telah tersedia di seluruh Kabupaten/ Kota se Nusa Tenggara Barat yang secara periodik akan mendatangi daerah yang memiliki potensi wajib pajak kendaraan bermotor yang cukup tinggi.

Samsat keliling mendekatkan pelayanan kepada masyarakat

Inspirasi

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Yusuf Wiharto

Dukung Pelestarian Budaya

Di balik suksesnya acara Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali yang digelar TUK Agung bekerjasama dengan Pemkot Denpasar, TP PKK Denpasar, Disdikpora Denpasar, Dinas Pariwisata Denpasar, Dinas Kebudayaan Denpasar, Harpi Melati, Tiara Kusuma, WHDI Bali, WHDI Denpasar, dan Kelompok Media Bali Post, ada seorang Yusuf Wiharto, Direktur Distribusi Viva Cosmetics.

Hj. Putu Selly Andayani (tengah jilbab merah), bersama staf, dan anggota polisi di Samsat dan SIM Corner

Selama satu tahun empat bulan menjadi Kadispenda NTB, sejak tanggal 23 Januari 2015, Selly berupaya keras untuk mendekatkan dan memudahkan pelayanan bagi masyarakat melalui inovasi-inovasi yang mendukung hal tersebut. Namun menurutnya, tidak semua hal harus inovatif. “Inovasi dalam pelayanan publik, itu wajib hukumnya. Tetapi inovasi dalam pengelolaan keuangan tidak boleh dilakukan karena semua sudah terformat sesuai dengan regulasi. Saya patuhi hal itu,” ungkap Selly yang pada hari Jumat, 3 Juni 2016 lalu mengakhiri masa tugasnya sebagai Kepala Dispenda Provinsi NTB dan melaksanakan tugas baru sebagai Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi NTB. Dispenda NTB telah memiliki 40 drive thru pelayanan di seluruh NTB, 3 mobil

Samsat Keliling serta aplikasi pembayaran pajak melalui telepon genggam. Aplikasi pembayaran pajak melalui telepon genggam yang bekerja sama dengan provider XL adalah yang pertama di Indonesia. Ini merupakan inovasi paling mutakhir yang dilakukan Selly yang juga telah menyiapkan ATM Samsat untuk lebih memudahkan wajib pajak dalam membayar pajak agar tidak terkena denda pajak. Ia berharap apa yang telah dilakukannya selama di Dispenda NTB dapat dilanjutkan demi kemudahan pelayanan bagi masyarakat dan juga peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan. Kini, Selly bersiap mengomandani Dinas Koperasi UMKM NTB, dengan tujuan yang sama, melakukan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. -Naniek I. Taufan

5

G

Yusuf Wiharto bersama sebagian anggota WHDI Bali

enerasi ketiga dari perusahaan kosmetik tertua di Indonesia ini secara berkelanjutan konsistem mendukung kegiatan-kegiatan yang berbau pelestarian budaya. Salah satunya berjasama dengan LKP Agung, yang dipimpin AA Ayu Ketut Agung. Viva Cosmetics telah menjalin kerjasama selama enam (6) tahun dengan LKP yang cukup punya nama di Bali ini. Bahkan, di tahun 2015, Viva Cosmetics merangkul LKP Agung mengagendakan 30 kali roadshow tata rias ke seluruh kabupaten/kota di Bali. “Itu tak menutup kemungkinan bertambah,” ujar Yusuf yang rupanya telah menyepakati melanjutkan kerjasama dengan LKP Agung. Kegiatan pelatihan dan kursus tata rias tersebut dikatakan Bu Agung intinya untuk pemberdayaan masyarakat dengan memberi bekal keterampilan agar masyarakat bisa meningkatkan perekonomiannya. “Peran serta Viva sangat besar, khususnya kepada saya. Karena dalam memberikan kursus dan pelatihan tata rias, Viva selalu mendukung saya, sehingga kegiatan bisa lebih efektif,” ujar Bu Agung. Kenapa LKP Agung? Padahal banyak ada LKP lain di Bali. “Saya lihat Bu Agung sangat memperhatikan budaya dan membantu anak-anak hingga mereka mendapatkan beasiswa dan yang lainnya. Saya rasa, ini patut didukung dan kami bisa bersinergi. Banyak masyarakat membutuhkan, karena kita berbagi kebahagiaan, berbagi keceriaan ini, dengan mendukung bersama,” ungkap Yusuf yang selalu mendukung tiap roadshow dengan goddiebag plus buku panduan kecantikan dari Viva. Selain itu, Viva Cosmetics juga merangkul instansi-

instansi pemerintah dan swasta, serta Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). “Kami mengundang instansi dan sekolah mengunjungi pabrik kami,” ujar Yusuf yang mengatakan pabriknya sudah bersertifikasi CPKB (cara pembuatan kosmetik yang baik) serta sudah tersertifikasi halal dari MUI. Bahkan, sebagai salah satu bentuk CSR perusahaan, Viva memberikan pelatihan kepada anak-anak tuna netra. Apakah bisa? Rupanya, produk Viva sudah dirancang dengan tekstur yang kasar/butiran, agar mereka yang memiliki kekurangan tersebut bisa tampil lebih percaya diri, dengan program padat karya ini. Di Surabaya, tempat dimana perusahaan ini berpusat, PT Vitapharm (Viva Cosmetics) telah bekerjasama dengan Pemkot Surabaya, membuat program khusus untuk ibu-ibu

Viva 3 generasi

se-Kota agar para wanita mendapatkan tambahan hasil guna membantu perekonomian keluarga. Program yang digagas Bu Wali Kota Surabaya ini kemudian direalisasikan dengan memberikan kursus dan pelatihan kecantikan, agar nantinya mereka membuka salon atau klinik kecantikan. “Kerjasama ini sudah masuk tahun kelima. Ini sudah menjadi agenda tetap tahunan,” ujar Yusuf.

JALANKAN 3MU Brand kosmetik itu tentunya sudah amat familiar di telinga masyarakat Indonesia yang hadir sejak tahun 1962 ini sudah dijalani tiga (3) generasi, yakni mulai dari opa dan oma (Masmuin Kuntjoro dan Murni Tjandra), ibu (Theresia I. Kuntjoro), cucu (Yusuf Wiharto). Berarti, Viva Cosmetics sudah 52 tahun melayani perawatan kecantikan wanita Indonesia. Komisaris PT Vitapharm, Masmuin Kuntjoro (90) mengisahkan, perusahaan yang awalnya bergerak di bidang farmasi ini, setelah melihat perkembangan, akhirnya memutuskan untuk fokus di bidang kosmetik. Perusahaan ini kemudian berkembang pesat. Di tengah maraknya brand-brand kosmetik dalam negeri yang sengaja memakai bahasa asing dalam produknya, Masmuin justru sebaliknya. Ia geregetan melihat kecenderungan masyarakat Indonesia yang mengagung-agungkan brand luar. Sebagai bentuk cinta mendalamnya kepada tanah kelahirannya, Indonesia, Masmuin memproklamirkan tagline “Viva Cosmetics Made in Indonesia”. Viva Cosmetics

Yusuf Wiharto

diformulasi khusus agar sesuai dengan kebutuhan daerah tropis, sebagaimana daerah di Indonesia. Pria sepuh ini ingin menyampaikan, bahwa produk lokal tak kalah bagusnya dengan produk luar. Karena itu ini berharap bahwa apa yang dirintisnya dulu bisa dilanjutkan oleh anak-cucunya, yang tentu saja dengan tetap menjaga dan meningkatkan kualitas produk. Sang cucu Yusuf Wiharto, menegaskan, untuk tetap eksis dan tetap dicintai masyarakat Indonesia, perusahaannya tetap menjalankan 3 Mu. Tiga (3) Mu yang dimaksud adalah, mutu, mudah, dan murah. Viva cosmetics senantiasa mengutamakan mutu dan kualitas untuk memaksimalkan manfaat setiap produknya yang kini jumlahnya hingg 400 produk, sehingga dapat memberikan hasil yang terbaik bagi wanita Indonesia; mudah dicari; dan murah dengan harga terjangkau. –Inten Indrawati

KEBERADAAN PURI DI BALI SEBAGAI PENYEIMBANG KERATON NUSANTARA

SHRI GUSTI WIRA WEDAWITRY DIDAULAT JADI PENGURUS ICKN PROVINSI BALI merasa memiliki kewajiban untuk selalu menjaga nama baik leluhur di forum ini. “Tiang sebagai warih Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori, yang kini sudah ada organisasinya yakni PANDBTK akan selalu menjaga nama baik leluhur. Karena sesungguhnya sebagai manusia hanya itu yang tiang miliki. Apalah gunanya gelar jika tidak digunakan untuk kaum Marhaen. Nika saja tujuannya dan tiang merasa bahwa salah satu syarat Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry (tiga dari kanan) bersama untuk kepemimpinan nike harus AA Ugrasena (Puri Singaraja), I Gusti Ngurah Santiarsa rajin bergaul di tingkat nasional. (Puri Peguyangan) saat dilantik oleh Sultan Sepuh Cirebon Tiang rasa, tiang harus bergaul Pengurus Pusat Ikatan Cendikiawan dengan pangeran–pangeran dari keraton Keraton Nusantara (ICKN) melantik se- di luar Bali. Mereka nika orang hebat, cara resmi Pengurus ICKN Provinsi Bali di pintar cerdas dan sportif. Ini tujuan tiang Puri Agung Singaraja. ICKN adalah lem- masuk organisasi ini. Selain membawa baga intelektual yang didirikan diseluruh nama leluhur di tingkatan Nusantara, “ unIndonesia oleh para warih Raja dan Sultan gkap Tu Rah Wira yang juga Ketua Umum Nusantara dengan tujuan untuk melestari- Yayasan Universitas Mahendradatta Bali kan nilai–nilai budaya bangsa, khususnya ini. Ia pun akan mendukung setiap kerja nilai–nilai yang lahir dari istana, keraton ICKN sebagai simbol dari masyarakat atau puri di Nusantara. ICKN Bali sendiri adat. “Ketika kita bicara puri, keraton dipimpin oleh AA Ugrasena (Puri Agung dan istana, bukan berarti feodal. Sama Singaraja) dengan sejumlah kepengurusan sekali tidak, semua untuk menghargai dan tingkat provinsi. Disela–sela kepengurusan menjaga nilai–nilai leluhur. Kita harus akui tersebut, terdapat sosok termuda yang kini bahwa Nusantara ini selama 1600 tahun sudah mulai mendapatkan perhatian dari dijaga oleh kerajaan–kerajaan. Banyak masyarakat Bali yakni Shri I Gusti Ngurah pahlawan kita berasal dari Keraton dan Wira Wedawitry Wedastera Suyasa, S.Sos, Puri. Bukan berarti di zaman demokrasi S.H., M.Hum yang saat ini masih menjabat langsung kita hapus sistem sejarah. Silasebagai Wakil Ketua Umum DPD KNPI kan siapa yang merasa warih agar besar Bali. “Tiang merasa terhomat, diajak oleh di tempat masing–masing, jaga sesana Kakanda AA Ugrasena dan Kakanda IGN manut linggih dan jangan lupakan Tri Kaya Santiarsa di ICKN ini. Sebelumnya tiang Parisudha. Ini komitmen tiang,” ungkap Tu sudah bertemu dengan Ida Dalem Semara- Rah Wira yang baru berusia 27 tahun ini. putra di Puri Klungkung untuk meminta Acara peresmian ICKN di Puri Singaraja restu. Astungkara tiang bisa berkontribusi Buleleng didukung oleh DPD RI, MPR RI di ICKN ini,“ ungkap Turah Wira. Ia pun dan The Sukarno Center Tampaksiring.


4

Inspirasi

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Menghidupkan Jajanan Masa Kecil

Kang Dede begitu lelaki ini akrab disapa, telah membuat para bapak juga ibu-ibu yang berusia 50 tahun ke atas tertawa ceria mengenang masa mereka kecil gemar jajan aneka makanan di warung. Hanya dengan uang beberapa ratus rupiah mereka sudah bisa membeli beberapa makanan dan mainan. “Hahaha...ini makanan masih ada aja,” ujar seorang bapak sambil menunjuk gulali kacang yang dipajang di stand ‘Sunda Unik’. Rupanya si bapak ini waktu kecil sangat suka gulali kacang.

K

eceriaan yang sama juga terlihat dari tiga ibu yang melintas di depan stan itu. Tadinya ketiga ibu yang asyik berbincang sambil berkeliling berbagai stan di arena ‘Pesta Raya Jakarta’ tak menengok saat melewati ‘Sunda Unik’. Sepertinya mereka tidak ‘ngeh’ karena terlalu asyik ngobrol. Barulah ketika mendengar suara si bapak tadi dan teman-temannya tertawa kesenangan melihat jajanan tempo dulu, mereka pun menoleh dan mampir. Sejurus kemudian, derai tawa para pengunjung pun terdengar. “Salah satu misi kami ketika memulai bisnis ini adalah melestarikan jajanan unik tempo dulu agar tidak punah tergerus makanan-makanan modern dan makanan-makanan impor yang membanjiri pasar kita. Kepada generasi muda kita ingin memperkenalkan bahwa nenek moyang kita telah menciptakan aneka makanan unik. Kita ingin generasi muda kita tahu hal itu dan bisa menikmatinya,” ungkap Kang Dede yang bernama lengkap Dede L Wiratmadinata. Sebagaimana kita tahu, tuturnya, jajanan warung yang populer pada era 70 hingga 90an ini, begitu digemari anak-anak pada masa itu. Sebut saja, gulali kacang, permen kayu, angleng, keremes arum manis, sagon, permen telur cecak, dll. Namun seiring waktu, perlahan jajanan itu hilang satu persatu bahkan kini amat sangat langka. Bahkan kalau kita mau mencari di warung, sudah tidak ada lagi. Kalaupun ada yang menjual biasanya di toko-tokok jajanan oleh-oleh, tapi itu pun hanya beberapa jenis. “Inilah yang kita ingin lestarikan. Kita telusuri lagi keberadaannya. Sayangnya, memang, setelah kita telusuri ke berbagai tempat yang

dulunya memproduksi, kebanyakan sudah tidak tidak produksi lagi. Usaha itu, yang banyak di antaranya adalah bisnis rumahan, sudah banyak yang mati, jajanan pabrik juga banyak yang mati,” ungkap Kang Dede yang mengaku berburu makanan jadul sampai ke Jawa Tengah. Jangan lupa, katanya mengingatkan, makanan Jepang yang banyak di konsumsi oleh orang kita sebenarnya adalah makanan-makanan tradisional mereka. “Itu makanan tradisional mereka tapi kita menganggapnya makanan modern. Jadi kalau mereka (Jepang) bisa melestarikan makanan tradisionalnya bahkan merambah hingga ke mancanegara, kenapa kita tidak? Kita pun harus begitu, melestarikan makanan khas Indonesia, memelihara jajajan tempo dulu karya nenek moyang,” katanya bersemangat. INSPIRASI DARI MEKSIKO Menurutnya inspirasi melestarikan jajanan Indonesia muncul saat ia berada di luar negeri di tahun 90-an. Ketika itu, katanya, ia masih kuliah. “Ketika saya berkesempatan mengunjungi Meksiko, di sana

ada event makanan tempo dulu yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat di sana. Saya pikir, kenapa kita tidak melakukan hal yang sama?” ucapnya. Namun begitu, tambahnya, gagasan itu baru bisa dia wujudkan pada tahun 2006. “Waktu saya dapat inspirasi itu, saya masih kuliah, setelah itu saya bekerja di sana-sini, berpergian ke sana-kemari, jadi baru bisa saya wujudkan pada 2006,” jelasnya. Karena dirinya adalah orang Sunda, kata Kang Dede, maka dia memulainya dengan mengangkat jajanan tempo dulu yang populer di tanah Pasundan. Mulai dari gulali kacang, permen kayu, angleng, keremes arum manis, noga suuk, noga kelapa, puyur jipang, jitdong, sagon, tengteng, borondong, wajit kacang, koya, kolontong, dll. “Untuk mempersiapkan bisnis ini tidak mudah lho. Sebelumnya saya membuka-buka literatur, mengumpulkan informasi ke sana-sini, lalu melakukan penelusuran tempat-tempat jajanan itu diproduksi. Hasilnya, ya, tidak semua item bisa didapat. Banyak yang mati, atau tidak diketahui tempat produksinya. Saya datangi berbagai tempat mulai dari yang ada di Bandung hingga ke berbagai daerah di Jawa, seperti Jawa Tengah, misalnya,” tutur Kang Dede yang mengoleksi sekitar 150-an item jajanan tempo dulu. Jadi, katanya lagi, dari berbagai upaya yang dilakukan, makanan-makanan yang ada di counter-nya adalah yang termasuk yang bisa ‘diselamatkan’ alias bisa terlacak. “Kelemahan dari para pendahulu kita yang memproduksi makanan pada masa itu, jarang mewariskan ilmunya kepada keturunannya. Sehingga kreasi makanan ini

Mandalika

PROSPEK MENJANJIKAN Menurutnya, prospek bisnis jajanan tempo dulu sangat menjanjikan. Apalagi tidak

banyak ‘pemain’ yang menggeluti bidang ini. Dari berbagai event yang diikutinya, kerap kali dagangannya nyaris ludes. “Kemarin waktu pameran di Jakarta Fashion and Food, wah masyarakat senang sekali bisa bernostalgia masa kecil suka jajan. Ini makanan pengobat rindu. Ibu-ibu yang membawa anak-anaknya juga punya kesempatan memperkenalkan kepada anak-anaknya jajanan yang disukainya semasa kecil. Ada beberapa yang paling laris, di antaranya adalah gulali kacang, sagon, dll,” kata Kang Dede yang mengaku agenda pamerannya tahun ini sudah penuh hingga akhir tahun. “Saya juga pernah pameran di Kuta Bali, lho, tahun 2014 lalu,” tambahnya. Bicara tentang jajanan tempo dulu, menurutnya, sebenarnya jenis-jenis jajanannya, khususnya di Pulau Jawa, hampir sama hanya saja namanya berbedabeda. Karena itu tidak masalah masa kecil orang itu dihabiskan dimana karena kenyataannya jenis makanan sama saja. “Meski bukan orang Sunda, namun karena jenis jajanan tempo dulu mirip-mirip, ya mereka senang,” jelasnya. Untuk saat ini, tambahnya, setidaknya sampai dua tahun ke depan, penetrasi pasar akan terus dilakukan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi). “Kita ingin memperkuat pasar dalam negeri, khususnya –sementara ini--- adalah wilayah Jabodetabek. Saya berharap suatu saat bisa juga berkembang ke mancanegara,” harap Kang Dede yang memiliki obsesi suatu hari kelak bisa menggelar makanan jadul nusantara. “Nama eventnya ‘Taman Bhinneka’ yang isinya tentang makanan atau jajanan-jajanan tempo dulu dari berbagai daerah, mulai dari Jawa hingga Irian,” katanya. -Diana Runtu

21

Rosyadi H. Sayuti Sekda NTB

Ir. Rosyadi H. Sayuti, M.Sc, Ph.D., resmi dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 52/TPA Tahun 2016, tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rosyadi H. Sayuti, kini menduduki jabatan Sekretaris Daerah menggantikan H. Muhammad Nur, S.H., M.H., yang telah lebih dari lima tahun menjabat sebagai Sekda sebelumnya.

D

hilang karena tidak ada yang melestarikan,” kata Kang Dede. Akhirnya, lanjut Kang Dede, untuk menyiasati jajanan-jajanan yang sudah tidak diproduksi lagi, dia pun bersama keluarganya memproduksi sendiri. Penyiasatan ini juga dilakukan untuk bisa menjamin stok barang agar tetap ada. “Akhirnya saya melibatkan keluarga saya untuk memproduksi beberapa item yang memang kita bisa buat sendiri. Tentu saja kualitasnya dikontrol ketat, bentuk dan rasanya harus sama dengan jajanan pada masa itu,” katanya. Sementara untuk jajanan pabrikan, ini menjadi salah satu kendala baginya. Karena ketika pabriknya mati dan tidak lagi diketahui siapa keturunan yang bisa memproduksi barang tersebut, dia tidak bisa memproduksi sendiri. “Namanya barang pabrik, kan ada kemasannya, dll. Ya kita nggak bisa ya produksi sendiri, pasti beda. Ya apa boleh buat,” ucapnya. Dede bersyukur selama 10 tahun bisnisnya berjalan, animo masyarakat sangat bagus. Dulu ketika diawal-awal menjalankan bisnis ini, ia rajin melakukan pameran-pameran di berbagai tempat. Maksudnya untuk mengenalkan produknya. “Dulu saya rajin mencari-cari tempat-tempat untuk berpameran. Setelah mulai dikenal, saya masuk ke mal-mal. Alhamdulilah hasilnya bagus sekali. Sekarang banyak pihak penyelenggara event datang menawarkan kepada saya untuk berpartisipasi di acara-acara mereka. Tidak itu saja, pesanan jajanan juga banyak datang. Saya senang sekali, alhamdulilah,” kata Kang Dede yang kini rajin tampil di berbagai mal di Jakarta.

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

alam pelantikan yang berlangsung di gedung Graha Bhakti Praja, gubernur berharap, hasil dari proses panjang dalam memilih Sekretaris Daerah ini dapat memenuhi ekspektasi masyarakat, yaitu pemimpin yang terpilih adalah yang terbaik dari yang terbaik. ”Ingat, pak Ros ( sapaan akrab H. Rosyadi) diamanahkan tugas oleh negara, melalui surat keputusan yang ditandatangani langsung oleh Presiden, maka penugasan langsung Presiden ini harus dijalankan dengan penuh tanggung

jawab, jujur dan penuh dedikasi,” kata gubernur ketika memberi sambutan pada acara pelantikan beberapa waktu lalu itu. “Menjadi Sekda, bukanlah tugas yang ringan, namun dengan keikhlasaan dan dedikasinya selama ini H. Muhammad Nur telah mampu membawa NTB menuju keberhasilan,” kata Majdi yang juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Sekda sebelumnya. Kepada Sekda yang baru saja dilantik, gubernur berpesan, untuk selalu jujur dan amanah. Menurutnya, Sekda hilir dan juga hulu, pokok dan juga pangkal dari kara-

Pelantikan Ir. Rosyadi H. Sayuti sebagai sekretaris daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat

kter yang diharapkan oleh negara dari sebuah pengabdian. Sebagai komandan dalam birokrasi, Sekda harus mampu menunjukkan kepemimpinanya tidak hanya secara teknokratik saja, melainkan membutuhkan integritas dan keteladanan. “Pimpin dengan baik seluruh perangkat birokrasi yang ada di daerah ini,” ujar Majdi. Mengingat amanat UU AN yang menegaskan posisi Sekda sebagai pemimpin/imam dari pejabat esselon II, maka Sekda juga harus mampu mengkoordinir seluruh perangkat pejabat esselon II di tingkat provinsi,

(mulai dari kepala SKPD, asisten, serta staf ahli), dalam menjalankan proses pemerintahan, agar tidak menyimpang dari visi dan misi pembangunan daerah. “Pemerintahan adalah suatu sistem yang terintegral dan membutuhkan sinkronisasi, termasuk juga dalam politik penganggaran. Terkait instruksi Presiden dalam kebijakan penganggaran, Sekda harus pandai memilah program apa saja yang menjadi prioritas dan menyesuaikannya dengan kebutuhan di daerah,” ungkap gubernur menutup sambutannya. -Naniek I. Taufan

Ir. Rosyadi H. Sayuti

Gerakan Cinta Membaca Pawai Tarhib Sambut Ramadan Bulan Ramadan tiba. Umat muslim seluruh dunia menyambut datangnya bulan penuh berkah ini, dengan berbagai kegiatan keagamaan termasuk di Mataram, Nusa Tenggara Barat yang melaksanakan Pawai Tarhib, pada Kamis (3/6) lalu. Tidak kurang dari 15 ribu orang yang rata-rata mengenakan kostum putih itu memadati halaman Islamic Center yang berada di tengah (pusat) Kota Mataram, mengikuti Pawai Tarhib bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH M Zainul Majdi. Antusiasme peserta pawai tampak selama berjalan kaki dari Islamic Center Mataram mengitari bagian tengah Kota Mataram. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Pawai Tarhib itu menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1437 Hijriah. “Pawai Tarhib itu maksudnya menggambarkan suka cita, senang. Karena orang senang itu hatinya lapang. Makna pawai tarhib ini juga menunjukkan menyatunya hati umat Islam. Saya berharap, umat Islam merasa senang, aman dan nyaman dan menyambut Ramadhan dengan lapang dada,” kata Majdi, sesaat sebelum Pawai Tarhib berlangsung. Bersama-sama siswa sekolah, mahasiswa dan juga seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta warga Kota Mataram Gubernur NTB yang juga seorang Tuan Guru (ulama) ini, ikut berjalan jalan memeriahkan pawai yang menempuh perjalanan sejauh empat kilometer itu. Selain untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, pawai ini juga sebagai salah satu bentuk dukungan Pemerintah Provinsi NTB bersama seluruh masyarakat NTB pada proses pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke – 26, dimana NTB akan menjadi tuan rumah pada akhir Juli hingga awal Agustus 2016 mendatang. Dalam kesempatan ini, gubernur juga menyampaikan bahwa MTQ bukan saja ajang untuk melombakan pelantunan ayat-ayat suci Al Qur’an, melainkan yang tidak kalah pentingnya, merupakan momentum dalam mengokohkan budaya Islam. “Masyarakat NTB adalah daerah yang mengamalkan dan mengokohkan budaya Islam,” ungkap Majdi. -Naniek I. Taufan

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era global ini menuntut terciptanya masyarakat yang gemar membaca. Sebab masyarakat yang gemar membaca adalah masyarakat yang gemar belajar. Dengan membaca akan mampu meningkatkan kualitas diri seseorang. Karena itu ditekannya agar siswa terus meningkatkan kualitas diri dengan membaca. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin beberapa waktu. “Masyarakat yang memperoleh pengetahuan dan wawasan baru akan semakin membuat kehidupannya cerdas. Sehingga, apa pun tantangan zaman ke depan, mereka pasti akan mampu menjawabnya,” kata H. Muhammad Amin, Wakil Gubernr Nusa Tenggara Barat saat Peluncuran dan Pencanangan Gerakan Cinta Membaca, Pembangunan Arsip Gubernur dan Program Arsip Digital di Tangan, di Kantor Badan Perpusatakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB. Drs. Dedy Junaedy, M.Si., Plt. Kepala Perpustakaan Nasional, menyampaikan gerakan gemar membaca sudah dicanangkan di tujuh provinsi di Indonesia. NTB merupakan provinsi ketujuh yang mencanangkan gerakan tersebut. Tapi khusus di NTB menurut Dedy, agak unik karena menggunakan istilah gerakan cinta membaca yang berbeda dengan di tempat lain. “Kalau di tempat lain menggunakan Gerakan Budaya Membaca, tapi di NTB pakai istilah Gerakan Cinta Membaca. Berarti itu melekat

dari anak yang kecil, sampai remaja, dewasa dan orang tua. Kalau sudah cinta, Insya Allah kita akan terus membaca,” ungkapnya di hadapan ratusan siswa dan guru yang hadir di acara tersebut. Dedy berharap, gerakan cinta membaca menjadi contoh teladan bagi orang tua dan masyarakat dalam menumbuhkembangkan cinta membaca. Sehingga, dengan tumbuhkembangnya cinta membaca, masyarakat tidak ketinggalan dan siap menghadapi perkembangan global ke depan. Pada kesempatan ini juga, Wakil Gubernur mengungkapkan banyaknya arsip daerah yang belum diolah dan ditata dengan baik, sehingga sangat mungkin arsip yang bernilai sejarah tersebut masih ditemukan atau ditempatkan tidak semestinya. “Saya berharap lembaga kearsipan secara aktif menelusuri dan mengambil alih arsip-arsip terse-

but. Arsip ini kemudian diolah agar dapat bercerita dan memberikan informasi yang objektif kepada masyarakat,” ungkapnya. “Dengan koleksi perpustakaan yang mencapai satu juta enam ratus ribu, akan mendukung kebutuhan masyarakat. Kita juga telah menyelenggarakan lomba perpustakaan, lomba cerita, lomba menulis di media, semua itu dalam rangka menumbuhkan kecintaan terhadap perpustakaan,” ungkap Drs. H. Imhal, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi NTB. Oleh karenanya, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB terus melakukan inovasi melalui E-Perpustakaan. Sehingga, masyarakat yang membutuhkan referensi atau buku dapat mengaksesnya dengan mudah, bahkan dalam hitungan beberapa detik, daftar referensi yang dibutuhkan akan langsung muncul. -Naniek I. Taufan

Dalam kegiatan Gerakan Cinta Membaca, Wagub NTB bersama Haykal, murid SD yang akan mewakili NTB dalam lomba bercerita tingkat nasional


22

Sosialita

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Yayasan Aku dan Sukarno

Nama yang berkaitan dengan Sukarno bertambah dengan hadirnya sebuah yayasan yang bernama Yayasan Aku dan Sukarno. Yayasan yang diprakarsai oleh penulis buku-buku Sukarno serta blogger dan wartawan senior, Roso Daras itu, diresmikan 1 Juni 2016 di Gedung Joang ’45, Jl Menteng 31, Jakarta Pusat.

“B

u n g Ka r n o pernah berkata, dengan seribu orang tua, dia bisa menggeser gunung Semeru. Tetapi bersama 10 pemuda revolusioner, dia bisa mengguncang dunia. Nah, berangkat dari ungkapan Bung Karno itu pula, maka saya mengangkat para pengurus dari unsur pemuda,” ujar Roso Daras, dalam pidato peresmian yayasan. Di jajaran pengurus, bercokol nama perempuan aktivis GMNI bernama Meiniwan Halawa. Wanita asal Nias berusia 25 tahun itu, duduk sebagai Ketua Umum. Ia didampingi Ariandi Putra, pemuda Minang juga berusia 25 tahun, sebagai Wakil Ketua. Sebagai Sekretaris Umum, pemuda berusia 25 tahun bernama Regia, dibantu Bahaudin, lelaki

Seminar Kebangsaan Aku dan Bung Karno. Dari kiri: Moderator Caprit, Suparjo, dan Iman Brotoseno

Dedikasi untuk Kaum Muda

kelahiran Jakarta yang jebolan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Bendahara Umum, Decy C. Widjaja didampingi Hani Merliana, yang masih kuliah di Universitas Mercu Buana. “Yayasan Aku dan Sukarno

saya dedikasikan untuk para pemuda, sebagai wadah berhimpun, berdiskusi, dan melaksanakan syiar ajaran Sukarno demi kemaslahatan bangsa. Karenanya, potongan tumpeng penanda diresmikannya yayasan ini, tidak akan saya serah-

SUKARNOPEDIA Bersamaan peresmian yayasan, diresmikan pula website www. sukarnopedia.org. Website itu dibangun dengan cita-cita menyediakan ruang informasi dan interaksi seputar Bung Karno. “Kami bercita-cita, sukarnopedia akan menjadi website ensiklopedia Sukarno yang paling lengkap. Saat ini, belum banyak konten yang kami unggan, tetapi bersamaan berjalannya waktu, konten-konten seputar Sukarno akan kami upload,” ujar Meiniwan Halawa, Ketua Umum Yayasan Aku dan Sukarno. Melalui sukarnopedia itu pula,

Roso Daras memotong tumpeng

Jokowi dan Program Trisakti Seminar kebangsaan yang menghadirkan pembicara Dr. Suparjo, S.H., M.H. dan sineas Iman Brotoseno pada peresmian Yayasan Aku dan Sukarno, berlangsung dalam aura semangat kebangsaan yang meluap-luap. Aula Gedung Joang 45 Jakarta Pusat, tempat berlangsungnya acara, menjadi begitu hidup. Dalam makalah berjudul “Kontekstualisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila dan Pemikiran Bung Karno”, Suparjo memulainya dengan menyebut momentum 1 Juni 1945 sebagai tonggak penting perjalanan panjang Bangsa Indonesia. “Kesempatan ini kami pergunakan untuk menuangkan pemikiran, pemahaman akan momentum bersejarah itu. Secara inheren, tentunya kami berupa upaya memahami konteks historiknya. Pada wacana inilah tentunya tidak akan bisa dilepaskan dari sosok Bung Karno (penggali Pancasila itu) dan pemikiran-pemikiran besarnya,” ujarnya.

kan kepada undangan pejabat atau tokoh nasionalis sepuh, melainkan saya persembahkan kepada perwakilan pemuda yang hadir, dalam hal ini Saudari Meniwan Halawa,” ujar Roso Daras sesaat setelah memotong tumpeng, dan menyerahkannya kepada Meiniwan. Pekik “Merdeka!” dan “Hidup Pemuda!” bergema di ruang berkapasitas 200 orang itu.

Pemikiran Sukarno mulai dari bagaimana manusia Indonesia, tatanan kebangsaan, tatanan negara bahkan mencapai tatanan dunia yang ideal. Pemikiran Bung Karno sesungguhnyalah telah merefleksikan adanya keserasian, keseimbangan yang dimulai dari individual, bangsa, dan semesta universal. Untuk itulah dalam pembahasan singkat ini, ia mencoba menyampaikan dari dua pendekatan besar, yaitu kontekstualisasi dan aktualisasi Pancasila dalam kronologi waktu yang di dalamnya berisi dinamika-dinamika politik global, regional, nasional yang pada akhirnya sampai dampaknya pada individualindividual Bangsa Indonesia. Pada akhir makalah, Suparjo mempertanyakan kapan dan bagaimana momentum reaktualisasi Pancasila? Jawabnya sekarang, bukan besok atau lusa. Mengapa demikian? Perut rakyat kecil, penyakit rakyat jelata, demokrasi politik dan eknomi adalah kebutuhan mutlak, conditio sine qua non !

Alasan yang lainnya (formal) tidak lain adalah adanya komitmen politik pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan ajaran Bung Karno “Trisakti”. Namun, ada pula nada pesimis akan hal itu. Sepertinya ada rasa kurang percaya diri untuk mewujudkan hal itu. Bung Karno Anti-Barat? Sementara itu, pembicara Iman Brotoseno dalam makalahnya antara lain menguraikan ihwal budaya berkepribadian yang dimaksud Bung Karno. Dikatakannya, bahwa tudingan Bung Karno anti dengan produk Barat, tidak sepenuhya benar. Bahwa Bung Karno melarang ikon barat – misalnya musik Beatles – lebih karena sebagai bagian dari kebijakan politik melawan Nekolim saat itu. Namun Bung Karno tidak serta merta anti musik asing, karena dia juga menyukai lagu-lagu soprano dari Italia misalnya. Ketika itu Bung Karno memang sedang ngambek berat pada negara-negara Barat seperti Inggris dan Amerika, karena sikap dua negara itu bertentangan dengan politik luar

masyarakat luas, khususnya insan Sukarnois, boleh dan bisa berkontribusi. “Berbeda dengan wikipedia yang melepas setiap materi kontribusi netizen, maka di Sukarnopedia kami menerapkan kebijakan admin. Jadi, semua materi akan masuk dulu ke keranjang admin, kemudian akan kami unggah setelah melalui sidang dewan redaksi. Kami tidak ingin ada informasi yang keliru apalagi sesat tentang Bung Karno,” ujar wanita enerjik itu. Selain sukarnopedia, yayasan juga meluncurkan website yayasan, www.yayasanakudansukarno.com. Situs ini akan berisi informasi kegiatan yayasan. “Karena sifat yayasan adalah sosial, dan dalam operasionalisasinya kami juga menerima bantuan donasi dari para pendukung yayasan, maka website yayasan adalah pintu terpendek yang bisa diakses masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial kami kepada para donatur dan masyarakat,” ujar Mei, panggilan akrabnya. Rangkaian acara peresmian Yayasan Aku dan Sukarno dikemas dengan elegan oleh panitia yang keseluruhannya terdiri atas generasi muda. Selain acara formal sambutan pembina dan pengurus, acara juga diselingi dengan repertoar kelompok musik klasik, Quintet Sukarno Voice, pimpinan Seno Wancoro. Bahkan sebelum break makan siang, panitia menggelar lelang lukisan Bung Karno karya pelukis spesialis palet, Sohieb Toyaroja. Usai makan siang, acara dilanjutkan dengan Seminar Kebangsaan. Tak kurang dari 150 peserta setia duduk di kursi, dan mengikuti seminar dengan sangat antusias. Pembicara utama seminar siang hari itu adalah Dr. Suparjo, S.H., M.H. Ia membawakan makalah berjudul “Kontekstualisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila dan Pemikiran Bung Karno”. Pembicara kedua adalah pekerja seni, Iman Brotoseno. Sutradara film “3 Srikandi” ini mengangkat tema ihwal budaya berkepribadian yang dimaksud Bung Karno dalam Trisakti. –Diana Runtu

negeri Indonesia. Ia membutuhkan sebuah simbol untuk dilawan, sehingga Bung Karno perlu menegaskan identitas kebangsaannya melalui Trisakti, salah satunya adalah ideologi berkepribadian dalam budaya. Seminar yang dipandu moderator Caprit Santoso itu mengalir dengan sangat dinamis. Dua sesi tanya jawab, tak mampu mengakomodir antusiasme penanya yang umumnya dari generasi muda. Bahkan, lepas dua sesi tanya jawab, yang masing-masing sesi berisi tiga pertanyaan, acungan tangan dari para penanya masih bermunculan. Apa boleh buat, karena waktu yang terbatas, maka tidak semua penanya mendapat kesempatan bertanya. “Setidaknya ini indikasi positif bagi kami. Sebab, kami memang berencana akan menggelar diskusi-diskusi seputar Bung Karno secara reguler. Dengan antusiasme yang saudara-saudara tunjukkan pada hari ini, besarlah harapan kami, bahwa diskusi-diskusi kebangsaan yang akan digelar Yayasan Aku dan Sukarno ke depan, menjadi tidak kalah antusiasmenya,” ujar Caprit menutup rangkaian seminar hari itu. –Diana Runtu

Uji Kompetensi Tata R ias Pengantin Bali (Payas Agung) untuk mendukung “Denpasar Kota Kompeten” dan “Gerakan Indonesia Kompeten” yang digelar Jumat (3/6) di Gedung Pers Bali K.Nadha, Denpasar berlangsung sukses. Uji kompetensi yang diikuti 550 peserta itu pun tercatat dalam Rekor MURI Dunia Indonesia sebagai peserta terbanyak. Piagam MURI diserahkan langsung oleh Deputi MURI Dunia-Indonesia Arini Siregar kepada Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra, Pemilik Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung Anak Agung Ayu Ketut Agung, dan Viva Cosmetics.

U

ji kompetensi diawali dengan ujian teori, kemudian dilanjutkan dengan ujian praktik. Hasil ujian mereka dinilai oleh tim penguji dari LSK sebanyak 40 orang. Menariknya, peserta uji kompetensi kali ini tak hanya dari masyarakat Denpasar dan Bali. Setidaknya ada 50 peserta yang berasal dari Jakarta, Semarang, Jember, dan NTB. Mereka yang ikut uji kompetensi ini sebagian besar sudah memiliki salon, penari, ataupun mereka yang berprofesi sebagai tukang payas otodidak. Sebe-

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

3

Para penguji dari LSK

Uji Kompetensi TRP Bali Sabet Rekor MURI

Diikuti 550 Peserta

lum ujian, mereka diberikan pelatihan oleh pakar tata rias dan busana adat Bali, Anak Agung Ayu Ketut Agung, untuk menyamakan persepsi. Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra menyampaikan pelaksanaan uji kompetensi yang nantinya akan mengantongi sertifikat

Suasana Uji Kompetensi TRP Bali (Payas Agung) yang diikuti 550 peserta

Suasana penilaian Uji Kompetensi

uji kompetensi ini ditegaskannya penting untuk keberlangsungan kita ke depan. Apalagi sekarang di era MEA yang mengharuskan kita jika ingin hidup, berusaha, dan berkelanjutan, kita ibaratnya diharuskan memiliki SIM (surat izin mengemudi). “Dalam hal ini,

Sebagian hasil peserta uji kompetensi TRP Bali (Payas Agung)

surat izin untuk berusaha sesuai dengan kompetensi/keahlian kita. Karena nanti ke depannya, hal ini akan dipersyaratkan baik oleh negara-negara ASEAN, perizinan pun demikian. Jika membuka salon atau yang lainnya, harus punya sertifikat kompetensi dulu. Jika

tidak ada, tidak bisa buka usaha,” ucapnya. Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Dr. Yusuf Muhyiddin, M.Pd. menambahkan bahwa uji kompetensi ini merupakan penilaian pencapaian kompetensi akhir dari sebuah proses pembalajaran yang diikuti peserta didik. Tentu peserta yang ikut UJK pasti sudah melalui proses pembelajaran sebelumnya. Di era sekarang, dalam situasi menghadapi persaingan MEA, tata rias pengantin menjadi salah satu bidang/sektor yang menjadi prioritas dalam sektor pariwisata yang harus ditingkatkan dan didukung. “Kami siap mendukung upayaupaya mencerdaskan bangsa melalui proses pendidikan yang diakhiri dengan uji kompetensi,” ujarnya. Dikatakannya, Kementerian Pendidikan sudah mentapkan tiga visi yakni, pertama; penguatan pelaku pendidikan melalui dukungan program-program seperti ini. “Pelaku pendidikan ini termasuk di dalamnya ada peserta didik, penguji, pengelola lembaga,” ujarnya. Kedua, perluasan akses dan mutu. Ditegaskannya bahwa proses akhir pendidikan adalah dalam rangka peningkatan mutu. Ketiga, yang tak kalah pentingnya adalah pelibatan publik. Hal ini sudah ditunjukkan secara langsung dalam kegiatan ini, yang tak hanya pemerintah pusat-daerah, namun juga melibatkan instansi-instansi, organisasi, dan pihak-pihak lain. “Mari kita wujudkan bersama visi Kementerian, yang didukung visi pemerintah daerah, pemerintah kota, untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,”papar Dr. Yusuf yang sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali. Suksesnya pelaksanaan uji kompetensi tersebut disampaikan pemilik Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung yang juga Ketua LKP Agung, Anak Agung Ayu Ketut Agung karena dukungan dan kerjasama semua pihak, di antaranya Pemkot Denpasar, TP PKK Denpasar, Disdikpora Denpasar, Dinas Pariwisata Denpasar, Dinas Kebudayaan Denpasar, Harpi Melati, Tiara Kusuma, WHDI Bali, WHDI Denpasar, Viva Cosmetics, dan Kelompok Media Bali Post. –Inten


2

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

GORO-GORO Putu Wijaya

Pagi-pagi Pak Alit sudah hadir di rumah Amat. Mukanya tegang. Bu Amat jadi cemas. “Cepat, Pak! Pak Alit kelihatan

stress!” Tapi Amat santai saja. Ia mandi dulu. Menegak kopinya habis. Baru ke depan menemui tamunya. “Ada apa Pak Alit? Menyesal didaulat oleh warga, tidak boleh mundur sebagai ketua pengurus lingkungan?” Pak Alit tersenyum masam. “Bukan begitu, Pak Amat. Saya tidak keberatan bekerja untuk warga walau pun tidak digaji. Walau pun istri saya sering ngomel, ngapain ngurus kepentingan orang lain, serahkan saja pada orang lain, urus kepentingan kita saja belum beres, kapan bisa punya mobil, begitu katanya tiap hari, merongrong!” Amat tertawa.

“Jadi, dengan kata lain, Pak Alit menyesal dan kembali mau mundur?” Pak Alit nampak bingung. Amat lalu mengeraskan suaranya, karena ia tahu istrinya nguping di kamar. “Jangan bingung. Semua ibu rumah tangga akan ngomong seperti itu Pak Alit. Tapi itu maknanya bukan menghalangi, tapi mengingatkan, karena itulah tugas mulianya sebagai Ratu Rumah Tangga. Harus selalu membuat kita, para suami, waspada. Waspada bahwa kita kepala rumah tangga yang kewajiban utamanya: pertama menghidupi keluarga. Menjamin dapur selalu berasap. Jadi jangan menyalahkan mereka! Salahkan diri kita! Kalau memang tak sanggup jadi pemimpin, jangan memaksakan diri!” Pak Alit kelihatan tambah bingung. Pak Amat lalu berbisik. “Atau ada persoalan lain? Pak Alit ketahuan sama janda itu?” Bu Amat muncul, menghidangkan kopi sambil menyapa:

pemimpin (Gotong-Royong 2)

“Silahkan minum Pak Alit. Apa kabar Ibu? Saya dengar rumah di sebelah, mau dikontrak janda dari Surabaya itu, betul?” Amat langsung meningkatkan suaranya, mengalihkan pembicaraan. “Jadi nanti sore kita ditunggu Pak Soegianto di rumah beliau, tepat pukul 16.00. Jangan sampai telat satu menit pun. Beliau sangat disiplin, itu sebabnya jadi kaya-raya tidak karuan seperti sekarang. Bukan macam kita yang suka jam karet ha-ha-ha!” Setelah Bu Amat masuk kembali, Amat melirihkan suaranya: “Tidak ada masalah kan, Pak Alit? Hati-hati main api, sebab semua perempuan itu pada prinsipnya bersatu sebagai ibu. Dan, itu sangat, amat sangat perlu buat kita, untuk lis, pembatas kebebasan kita yang kadangkala, terus-terang saja suka bablas angine!” Pak Alit menarik nafas panjang. “Betul, Pak Amat. Matur suksama.

Pak Amat sebagai senior memang panutan kami semua di sini. Tidak saya ragukan petuah-petuahnya. Dalam rapat warga kemarin, Bapak sudah mengatakan bermimpi bertemu Bung Karno, penggali Pancasila. Saya yakin itu hanya rekaan untuk menyampaikan pesan Pak Amat kepada, kami. Betul begitu, Pak?” Amat tertawa. “Saya setuju ketika Pak Amat mengatakan, rakyat mulai apatis terhadap gotong-royong, Ekasila, perasan Pancasila, sebab sering para pejabat dan pemimpin. mengatasnamakan Ekasila, mempergunakan rakyat untuk kepentingan pribadi, kelompok, kroni bahkan juga partainya. Saya paham dan setuju. Lalu Bapak juga mengajak kita menafsirkan gotong-royong: bukan dengan menyiksa rakyat yang sudah tak berdaya, dengan berbagai tugas, dengan cara merangkul orang-orang kaya memikul beban yang pasti tidak akan terasa berat itu, karena hidup mereka berkelebihan, apalagi pahala batinnya akan menjamin ia akan mendapat tempat di surga. Saya setuju sekali, Pak Amat.” Amat ketawa.

Ekspresso “Nah nanti sore, kita akan menghadap Pak Soegianto. Pertanyaan saya: apa jaminannya kalau kita laporkan segala kebutuhan lingkungan kita seperti: perbaikan jalan, saluran air, taman, pendirian sekolah dan rumah ibadah, beliau akan berkenan membantu? Bagaimana kalau beliau menolak dan mengatakan, itu semua kan untuk kepentingan seluruh warga, kenapa hanya beliau sendiri yang harus memikul? Itu kan namanya nodong, pemaksaan yang melanggar citra keadilan dan bertentangan dengan azas demokrasi dan keadilan? Walhasil bertentangan dengan Pancasila?” Pak Alit nampak sangat emosional. Amat tidak langsung menjawab, karena masih melihat beberapa kalimat tersisa di mulut ketua lingkungan itu. “Jadi bagaimana kalau begitu, Pak Amat? Kalau beliau menolak, berarti kita kembalikan semua itu pada warga? Apa jaminannya warga nanti akan mau bergotong-royong, kalau sekarang saja sudah menolak?” “Tidak ada!” Pak Alit terhenyak, mati langkah. Amat lalu melanjutkan tenang. “Ya, tak ada jaminannya, Pak Alit! Karena itulah, semua tergantung dari pinter-pinter kita, pinter-pinter Pak Alit, sebagai ketua lingkungan, berdiplomasi untuk meyakinkan Pak Soegianto. Karena itulah warga memilih, Bung Karno, Anda sebagai PEMIMPIN!!!” Pak Alit kaget.

Produktif dan Aktif di Usia Lanjut:

Sebuah Impian bagi Profil Lansia Bali di Masa Depan Menjadi dewasa dan memasuki kehidupan usia lanjut adalah tahapan perkembangan yang akan dilalui semua orang. Bagi sebagian masyarakat, kelompok lanjut usia (lansia) dinilai sebagai kelompok individu dengan berbagai keterbatasan. Seringkali keterbatasan ini menyangkut keterbatasan fisik dan kondisi kesehatan yang semakin menurun. Tingkat partisipasi lansia dalam interaksi social juga semakin berkurang, yang biasanya ditunjukkan dengan mulai memasuki masa pension dan frekuensi pertemuan dengan teman yang rendah. Adanya pandangan atau stereotype tertentu yang dilekatkan pada kelompok usia tertentu, salah satunya lansia biasa disebut dengan istilah ageism. Meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia membawa pandangan baru bagi kehidupan lansia. Banyak tokoh beranggapan bahwa saat ini kita tidak lagi berdiskusi mengenai bagaimana cara memperpanjang hidup seseorang, tapi diskusi lebih banyak difokuskan pada bagaimana membangun lansia yang berdaya, yang biasa diistilahkan dengan successful atau active ageing. Salah satu indicator dari active

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

ageing adalah produktivitas dan interaksi sosial yang terus berlanjut pada saat individu memasuki masa lansia. Bali adalah salah satu dari lima provinsi dengan jumlah penduduk lansia tertinggi di Indonesia. Kondisi ini membutuhkan perhatian kita semua terkait dengan konsep active ageing bagi penduduk lansia di Bali. Produktivitas lansia di Bali, salah satunya bisa diukur melalui jumlah lansia yang masih bekerja dan berkarya. Mayoritas lansia di Bali bekerja pada sektor informal dan pertanian.Tidak sedikit lansia yang terlibat adalah lansia perempuan. Penelitian yang dilakukan oleh penulis pada tahun 2015 pada lansia perempuan, menunjukkan bahwa kemandirian berkontribusi bagi kebahagiaan di usia lanjut. Kemandirian pada lansia, salah satunya dapat dicapai melalui bekerja dan perasaan mampu untuk berkontribusi bagi lingkungan dan keluarga. Dalam masyarakat Bali, perempuan mendapatkan kedudukan yang terhormat. Perempuan tidak hanya menjalankan peran ekspresif rumah tangga, namun juga mengambil peran yang bermakna dalam kehidupan sosial. Sejak pergerakan emansipasi perempuan di Bali pada tahun 1930,

Made Diah Lestari, S.Psi, M.Psi

kehadiran perempuan mulai diakui dalam sektor pendidikan, kegiatan sosial, dan perdagangan. Tahun 1930 adalah titik mula bagi kiprah perempuan dalam bidang yang lebih luas, termasuk dalam angkatan kerja di Bali. Bekerja memungkinkan lansia untuk tetap berinteraksi dengan lingkungan sekitar, termasuk teman. Teori disengagement dalam Psikologi Gerontologi berpandangan bahwa seiring dengan seseorang memasuki masa lansia,

maka jumlah teman dan juga frekuensi pertemuan dengan teman akan berkurang. Kritikan terhadap teori tersebut disampaikan oleh sejumlah kalangan yang berpendapat bahwa seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, masa lansia harusnya difokuskan pada pengembangan hubungan social dan pemanfaatan waktu luang. Teman bagi lansia adalah sumber kebahagiaan dan kesehatan di masa tua. Menjaga pertemanan membuat lansia mampu mempertahankan memori dan kemampuan kognitif, menjaga mereka jauh dari perasaan kesepian, merasa tetap muda, dan memiliki teman diskusi untuk permasalahan hidup yang dilalui. Pada akhirnya, bagaimana seseorang menghabiskan masa lansianya adalah bentuk investasi seseorang di masa mudanya. Masa lansia yang bermakna dihasilkan

dari masa muda yang bermakna. Ketika seseorang ingin sehat di masa lansia, maka investasi kesehatan harus dipikirkan sejak muda, mulai dari gaya hidup dan juga pemeliharaan kesehatan. Jika seseorang ingin berdaya dan produktif di masa lansia, maka produktivitas harus selaludipupuk sejakdini. Demikian halnya dengan relasi sosial. Jagalah pertemanan yang bermakna untuk masa lansia yang berkesan. Jika semua lansia di Bali mampu produktif dan aktif, maka menjadi Provinsi dengan karakteristik penduduk berstruktur tua bukan lagi sebuah hambatan bagi Bali untuk berkembang, justru menjadi sebuah karakteristik spesial. Made Diah Lestari, S.Psi, M.Psi Sekretaris Prodi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Unud.

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Sudut Pandang

Rajin Buka Jendela

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

23

Mendapatkan lingkungan hidup sehat, menjalankan pola hidup sehat, ternyata bukan hal yang mudah dilakukan oleh sebagian orang, khususnya mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan banyak berada di luar ruangan. Paling tidak itu yang dirasakan Agustin Ramli yang memiliki seabreg kegiatan dari pagi hari hingga malam. Baginya, bisa mendapatkan lingkungan hidup sehat dan menjalankan pola hidup sehat, adalah sebuah kemewahan yang tak bisa setiap waktu didapatnya meskipun sangat ingin.

“S

iapa sih yang tidak ingin berada dalam lingkungan hidup sehat, atau konsisten menjalankan pola hidup sehat. Kebanyakan orang pasti peduli akan hal itu, namun tidak semuanya bisa mendapatkan atau menjalankannya seperti itu. Aku, misalnya, merasakan sendiri bagaimana sulitnya untuk mempertahankan lingkungan hidup sehat, pola hidup sehat, dengan situasi aktivitas yang tinggi setiap harinya. Di sisi lain Jakarta polusinya tinggi, juga ruang terbuka hijau tidak banyak. Kemacetan lalu lintas dimana-mana dan jadi ‘makanan’ sehari-hari, polusi udara yang tinggi, stres, dll,” ungkap Agustin. Berbagai hal yang dia hadapi sehari-hari membuatnya merasa mendapatkan lingkungan hidup sehat dan menjalankan pola hidup sehat sebagai tantangan tersendiri. Tuntutan kehidupan, pekerjaan sehari-hari, membuatnya tak selalu bisa menjalankan itu dengan baik. “Ya kalau mencontohkan aku, memang aku merasa kesulitan. Itu aku akui. Sering kali

makan makanan tidak sehat. Situasi membuat aku tidak punya banyak kesempatan untuk memilih makanan yang seharusnya dimakan. Maunya sih makanan sehat tapi bagaimana? Apalagi jadwal kerja aku kadang ‘kacau’ banget. Misalnya syuting, untuk bisa mendapatkan makanan sehat tempatnya jauh, belum lagi macet. Kalau ‘dipaksain’ mencari makanan sehat, bisabisa pekerjaan berantakan. Jadi serba-salah. Makanya akhirnya makan seadanya, terpaksa mengonsumsi makanan gorengan atau makanan-makanan tidak sehat lainnya,” tutur wanita kelahiran 1983 ini. Presenter berbagai acara televisi ini menyadari kebiasaan yang dilakukannya tidak baik, dia tidak bisa larut dengan rutinitasnya sehingga mengabaikan hal lain. Karena itu, tambahnya, untuk orang dengan aktivitas sepertinya perlu penyiasatan. “Pokoknya dalam seminggu sekurang-kurangnya aku menyempatkan diri berolahraga dua atau tiga kali seminggu. Aku juga menyempatkan untuk mengambil kelas yoga meski malam hari. Untuk makanan

sehat, aku tetap berusaha sebisa mungkin memenuhinya. Untuk menutupi kekurangan-kekurangan itu aku minum suplemen, tiga macam di pagi hari dan satu di malam hari yakni antioksidan dosis tinggi,” ujarnya Agustin yang berupaya menjaga keseimbangan dalam dirinya. “Di luar itu, aku juga menyempatkan diri setiap dua bulan sekali melakukan retreat ke luar kota. Itu untuk keseimbangan, juga detoksifikasi racun-racun di dalam tubuh akibat makan-makanan yang tidak baik,” tambahnya seraya menambahkan, selalu berpikiran positif bisa membantu menjaga kesehatan diri. Bicara tentang lingkungan hidup sehat di rumah, menurutnya, karena dia tinggal di apartmen tidak tidak memiliki masalah dengan itu. “Tinggal di apartemen relatif bersih ya, paling cuma debu-debu. Kesadaran orang membuang sampah juga relatif baik, misalnya membuang sampah di tempatnya, memilah sampah basah dan sampah kering. Cuma memang untuk mendapatkan ruang terbuka hijau, agak kurang. Kita harus berjalan ke ruang publik untuk

Agustin Ramli dapat yang ‘hijau-hijau’. Tapi kalau di rumah, saya berusaha membuka jendela-jendela juga pintu agar sinar matahari masuk,” ujarnya. Terkait soal sampah, Agustin mengingatkan agar setiap orang memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan karena ketidakdisiplinan itu juga berakibat kepada orang lain. “Ini (buang sampah sembarangan) adalah kebiasaan yang sudah lama, su-

dah puluhan tahun, jadi memang susah mengubahnya tapi bukan berarti tidak bisa. Asal terus dikampanyekan pasti lama kelamaan akan berubah. Menurut saya menjaga lingkungan sehat termasuk membuang sampah, mulai dari diri sendiri. Kalau kita masing-masing melakukannya pasti keadaan akan menjadi lebih baik,” ungkapnya sembari mengingatkan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. –Diana Runtu

Manfaatkan Jerigen Bekas Jadi Pot Menurut General Manager Ibis Styles Bali Kuta Legian, Tantiarini Hidayati, lingkungan hidup yang sehat sangat bersinergi dengan pariwisata. “Lingkungan hidup bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam lingkup rumahan, kita bisa menanam tanaman obat yang bisa dipergunakan sebagai obat keluarga. Tanaman hias yang tumbuh di halaman rumah juga membuat rumah menjadi asri dan nyaman,” ujarnya. Dalam lingkup besar, lingkungan sehat dapat berkontribusi dalam dunia pariwisata misalnya untuk agrowisata. Saat ini, agrowisata menjadi daya tarik yang sedang ngetren di kalangan wisatawan. Ia berpendapat, harusnya ada gerakan untuk anak-anak dan generasi muda mencintai lingkungan dengan cara, mulai belajar menanam pohon dan merawat tanaman. Bisa juga bekerja sama dengan beberapa komunitas mulai memberikan pelatihan dan

kencur, cabai, tomat, yang juga dapat menarik perhatian wisatawan. “Saya lihat seperti di hotel Mercure Sanur, ada halaman ditanami aneka tanaman obat,” ucapnya. Selain itu, kata dia, tanaman hidroponik dapat juga dipilih menyiasati lahan yang sempit.

Tantiarini

Dewi Mas Bloem

sosialisasi tentang fungsi lingkungan sehat demi bumi yang sehat. Ibis Styles Bali Kuta Legian sendiri, juga sudah menerapkan lingkungan sehat dengan cara, mengumpulkan botol atau jerigen bekas. Selain dijual, ada beberapa yang dimanfaatkan untuk menjadi pot hias. “Lahan Ibis Style

Bali Kuta Legian tidak terlalu besar, jadi pemanfaatan lingkungan hidup kami mulai dari mengurangi sampah plastik yaitu dengan pemanfaatan barang bekas untuk pot bunga,” kata Tanti. Ia menambahkan, beberapa hotel yang mempunyai lahan besar, bisa berkreasi dengan menanam tanaman seperti

SAMPAH JADI PUPUK Sementara itu, menurut Dewi Mas Bloem, General Manager The One Legian, pengertian sehat tidak hanya bersih, tapi adanya pengembangan pelestarian termasuk bagaimana kelangsungan lingkungan hidup di sekitar kita. “Kita tidak bisa melarang orang memakai plastik, tapi kita bisa mengajak orang lain untuk membatasi penggunaan plastik. Boleh pakai plastik, tapi plastik itu bisa dipakai lagi untuk yang lain,” ujarnya. Ia sendiri sudah menerapkan lingkungan hidup bersih dan sehat di tempatnya bekerja. Sampah, dibedakan menjadi sampah basah dan sampah

kering. Ada sampah yang memang harus dibuang, dan ada sampah yang bisa didaur ulang termasuk dijual seperti botol bekas atau ban bekas. Sedangkan untuk sampah, bahan berbahaya beracun seperti bekas gas atau spray tidak dicampur sengaja dipisahkan dengan sampah lain. Sisa sampah ini dikelola bekerja sama dengan Desa Adat Legian. Sampah yang diolah menjadi kompos dipakai sebagai pupuk tanaman di hotel. “Sampah yang datang dari sisa makanan dikumpulkan tiap harinya. The One Legian bekerja sama dengan yayasan pencinta anjing Bali, I Love Bali Dog, mesuplay makanan 8-10 kilogram tiap hari untuk diberikan sebagai makanan anjing,” kata Dewi Mas Bloem. Menurutnya, melestarikan lingkungan tidak hanya soal urusan membuang sampah, tapi membuat sampah menjadi barang yang berguna atau daur ulang. “Sampah bagi kita tapi mungkin tidak untuk orang lain,” ujarnya. – Wirati Astiti


24

Sudut Pandang

Edisi 904/ 6 - 12 JUNI 2016

Lingkungan yang se­ hat merupakan dam­ baan semua orang, na­ mun tidak mudah men­ ciptakan lingkungan yang terlihat bersih dan rapi sehingga nyaman untuk dilihat. Lingkung­ an dikatakan sehat jika kebersihan yang dicip­ takan tidak melanggar norma-norma yang ada di masyarakat. Hal terse­ but disampaikan oleh Dr. I Made Sundaya­ na, M.Si., Ketua Seko­ lah Tinggi Ke­s ehatan (Stikes) Buleleng.

T

erciptanya kebersihan secara global harus dimulai dari diri sendiri. “Memang harus dimulai dari masing-masing individu, kemudian

Disiplin dalam Kebersihan lingkup keluarga. Maka akan berpengaruh juga kepada sekolah maupun masyarakat,” ujarnya. Sebagai dosen di sekolah kesehatan ia mengaku sangat menerapkan kedisiplinan dalam kebersihan. Ini terbukti dari kampus yang selalu terjaga kebersihannya dari sampah. “Di kampus kami selalu siapkan dua tong sampah, satu untuk sampah organik dan satu untuk sampah nonorganik,” imbuhnya. Pihaknya juga mengakui bahwa selalu memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada mahasiswa untuk menjaga kebugaran dan kesehatan diri. Tentu saja jasmani dalam kondisi yang bersih serta sehat akan membuat seseorang nyaman dan kesehatan tubuh terjaga. Selain memberikan penyuluhan kepada mahasiswa, pihak kampus juga mengajak mahasiswanya untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat. “Sebagai mahasiswa kesehatan mereka lebih dipercaya untuk memberikan pemahaman tentang hidup sehat. Jadi itu yang

Dr. I Made Sundayana, M.Si

memudahkan mereka hadir ditengah-tengah masyarakat,” imbuhnya. Banyak sekali manfaat yang dirasakan seseorang dengan menjaga lingkungan bersih. Lingkungan yang bersih akan menjauhkan sumber-sumber penyakit untuk berkembang di sekitar yang sangat berhubungan erat dengan kesehatan.

Menurut pria kelahiran 1 Se­ ptember 1969 ini, sebagai mahasiswa kesehatan harus mampu memberikan edukasi kepada masyarakat baik sumber penyakit yang disebabkan lingkungan kotor misalnya sampah ataupun demam berdarah. “Kami bersifat fleksibel, kalau memang diperlukan penyuluhan tentang sampah ya kami lakukan. Akan tetapi akhir-akhir ini banyak kasus demam berdarah ya kami juga lakukan penyuluhan tentang itu,” paparnya. Menurut pria yang lahir di Cipanas, Bogor ini mengatakan banyaknya kasus deman berdarah yang disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan nyamuk Aedes Aegipti merenggut banyak korban jiwa. Dalam pemberantasannya tidak cukup hanya dilakukan dengan fogging atau pengasapan. “Menurut saya fogging itu hanyak mematikan nyamuk dewasa saja sedangkan jentik-jentiknya tetap hidup. Padahal yang akan berkembang menjadi nyamuk dewasa adalah

jentik-jentik tersebut,” ungkapnya. Sebaiknya dalam memberantas nyamuk tersebut harus menggunakan serbuk Abate dan melakukan 3M (menguras, menimbun, dan menutup) genangan air yang berpotensi menjadi tempat hidupnya jentik tersebut. Memiliki lokasi yang berada di desa Bungkulan, kampus Stikes menyasar warga yang berada di sekitarnya. Kegiatan penyuluhan dan memberikan contoh dengan terjun langsung ke lapangan adalah salah satu metode yang dirasa sangat efektif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. “Setiap minggu kami selalu mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan. Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Dinas Kesehatan kabupaten maupun provinsi,” imbuhnya. Meskipun baru menyasar masyarakat yang tinggal dekat dengan area kampus, namun tidak menutup kemungkinan jika ada permintaan masyarakat desa lain akan dilakukan dengan senang hati. –Wiwin

Kesadaran Muncul dari Kebiasaan

Heny Shanti

Memiliki lingkungan yang sehat merupakan idaman setiap keluarga. Hal ini, akan lebih baik jika dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang karena kesibukan dan berbagai alasan lain, kita kurang memperhatikan masalah kebersihan lingkungan di sekitar kita, terutama lingkungan rumah. Tentu saja lingkungan dengan kondisi yang bersih dan sehat atau bebas sampah akan membuat para penghuninya nyaman dan kesehatannya terjaga. Mengingat, kesehatan tubuh manusia berada pada posisi vital sebagai modal melakukan kegiatan dalam memenuhi kebutuhan

hidup seseorang. Wayan Padmi pemilik Duabe Modelling School & Entertainment di Jimbaran mengatakan bahwa masalah sampah adalah masalah yang klasik. Namun dapat dipecahkan dengan banyak hal yang sederhana. Yakni, dengan membiasakan membuang sampah ke tempat sampah yang benar adalah hal awal untuk menanggulangi masalah sampah ini. Membiasakan hidup bersih sejak usia anak-anak juga akan membuahkan hasil yang lebih baik dibanding setelah dewasa, karena kesadaran yang berhasil muncul melalui kebiasaan. Anak-anak juga tidak perlu diperintah ataupun dipaksa untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Namun, mereka perlu contoh dan pemahaman akan pentingnya kebersihan, maka hal itu akan menancap dan dilakukan dengan baik. Selanjutnya kata Padmi, perlu kerjasama yang baik antara semua pihak. Bukan hanya terbatas pada individu dan keluarga tapi juga masyarakat serta ketegasan pemerintah diikuti kepedulian yang tinggi terhadap masalah sampah. Ia juga mengingatkan, sebenarnya

hal yang menjadikan lingkungan kotor bukan hanya terbatas pada sampah, ada juga pengaruh penggunaan bahan-bahan untuk kebutuhan hidup dari bahan sintesis ataupun kimiawi. “Akan sangat baik jika urusan kebersihan ini kita selalu bekerjasama dan saling mengingatkan satu sama lain, minimal diantara anggota keluarga,” cetusnya. Dikatakannya lebih lanjut, jika lantai rumah kita bersih, selain terkait urusan kesehatan juga menjadikan tampilan rumah lebih indah. “Yang namanya lantai rumah, kita tahu selain disapu juga mesti dipel dalam waktu tertentu, atau setiap hari jika kita masih memiliki balita. Disamping itu jangan pernah menggunakan produk pembersih yang bahannya banyak dari kimia secara berlebihan,” kata mantan model di tahun 1990-an ini. Ibu dua anak ini juga menyampaikan bahwa urusan membersihkan barangbarang di rumah jangandianggap sepele, terlebih jika debu sudah menumpuk. Selanjutnya kita harus melihat ventilasi, apakah sudah berfungsi dengan baik, udaranya mengalir dengan baik, apalagi dengan kondisi cuaca yang agak panas seperti sekarang, dengan adanya udara yang masuk bisa memberikan kesejukan. “Selain menjaga lingkungan dalam rumah, lingkungan di luar rumah pun perlu dijaga, agar tidak ada muncul

sarang nyamuk dan tikus,” tandas­ nya. SALING MENDUKUNG Begitu juga yang dikatakan Heny Shanti, artis, penyanyi dan pengusaha ikan ini, semua memang sebaiknya dimulai dari diri sendiri. Melakukan tindakan sederhana untuk membuat lingkungan sehat. Kalaupun kita tidak dapat mencegah orang terhindar dari penyakit sepenuhnya namun sudah melakukan upaya menekan dengan menjaga lingkungan yang sehat dan bersih. Sebab, bebas dari sampah berarti terhindar dari penyakit.

Wayan Padmi

Menurut Heny saat ini, bersama dengan majunya pemikiran masyarakat serta kemajuan teknologi diberbagai sisi kehidupan, ia melihat tingkat kesadaran untuk memiliki lingkungan dengan kondisi bersih mulai meningkat. Apalagi Kota Denpasar juga tengah menggerakkan masyarakatnya untuk bersama-sama peduli kebersihan lingkungan. Disamping itu berbagai informasi perihal pentingnya lingkungan dengan kondisi bersih dan sehat bisa diketahui melalui media cetak maupun online. Sepertinya juga masyarakat sekarang makin menyadari ada banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan menjaga lingkungan bersih dan rapi. Lingkungan yang bersih akan menjauhkan sumber penyakit di sekitar kita. Dengan lingkungan yang bersih pula, kita akan merasa nyaman dan betah untuk berada di rumah. “Sebenarnya bukan hanya terbatas pada lingkungan rumah, tapi juga lingkungan sekitar tempatnya berada,,” katanya. Melalui kerjasama yang baik dan saling mendukung, lanjut Heny tentu upaya memunculkan kesadaran budaya hidup sehat dan bersih akan ringan dan mudah diwujudkan dalam waktu singkat. Pengaruh kehidupan di lingkungan masyarakat dengan kebersihan yang terjaga pun dapat segera dirasakan. -Sri Ardhini redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook