24
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
TUK Agung Dukung Denpasar Kota Kompeten & “Gerakan Indonesia Kompeten”
Gratis 500 Orang Uji Kompetensi TRP Bali Dalam kegiatan Gerakan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) seluruh Indonesia yang berlangsung 11-12 April 2016 di Solo, TUK Agung terpilih sebagai tempat Uji Kompetensi berprestasi dari 130 TUK yang ada di Indonesia. Audensi TUK Agung yang menggandeng Kelompok Media Bali Post ke Pemkot Denpasar
T
erkait dengan hal tersebut, TUK Agung diberikan beasiswa 5 0 0 o ra n g u n t u k mengikuti Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali. Kegiatan yang akan dilangsungkan Jumat, 3 Juni 2016 ini, didukung penuh Pemerintah Kota Denpasar. Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra mengatakan kompetensi (profesi) ini nantinya bisa menjadi salah satu syarat perizinan, seperti pendirian salon dan profesi penata rias. “Jadi, semua profesi nantinya memang harus berkom-
peten yang ditunjukkan dengan sertifikat kompetensi ini. Hal ini beranjak pada tantangan untuk bersaing yang tak hanya di nasional tapi di internasional,” ujarnya antusias ketika Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M., pemilik TUK Agung yang juga pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung ini saat melakukan audensi, Rabu (26/4). Apalagi tujuan pemberian beasiswa dan penyelenggaraan kegiatan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali ini untuk mendukung
“Denpasar sebagai Kota Berkompeten Pertama di Indonesia” dan “Gerakan Indonesia Kompeten” dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Wali Kota pun langsung menindaklanjuti rencana kegiatan ini dengan berkoordinasi dengan dinas terkait. Karena Uji Kompetensi ini sedikitnya akan melibatkan 1.000 orang (perias dan model) yang akan mengambil tempat di areal depan Pura Jagatnata Denpasar, dan akan tercatat dalam Rekor Muri.
Sebelum peserta mengikuti Uji Kompetensi, Anak Agung Ayu Ketut Agung melalui LKP Agung akan memberikan pelatihan dan penyamaan persepsi terkait tata rias pengantin Bali. “Bagi yang berminat, silahkan daftar dan isi formulir langsung ke LKP Agung. Peserta dibatasi dan gratis,” ujarnya.
Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali ini kerjasama TUK Agung dengan Pemkot Denpasar, Disdikpora Denpasar, Dinas Pariwisata Denpasar, Dinas Kebudayaan Denpasar, LKP Agung, Harpi Melati, Tiara Kusuma, WHDI Bali, Kelompok Media Bali Post, dan Viva Cosmetic.
Anak Agung Ayu Ketut Agung
Srikandi Bali Sabet “Kartini Award”
Anak Agung Ayu Ketut Agung tampil sebagai narasumber beauty talkshow “Tampil Cantik Berbusana Bali” yang digelar Iwapi Gianyar di Beach Walk
Yayasan Penghargaan Indonesia (YPI) memberikan apresiasi kepada para tokoh di seluruh Indonesia, atas dedikasi dan panutannya, yang dikemas dalam acara malam Penganugerahan “ Tokoh Indonesia 2015-2016” kategori Kartini Award, The Goverment Award, Parliament Award & Indonesia Top Leader Award yang berlangsung Jumat (22/4) di Fave Hotel, Tohpati, Denpasar. Ketua Umum YPI Harry Rachman mengatakan sosok atau tokoh panutan saat ini sangat diperlukan di tengah perkem-
bangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terlebih, pengaruh budaya yang masuk ke Indonesia. Untuk itu, tokoh yang menjadi rule model seyogianya bisa memberikan prinsip atau nilai-nilai yang pantas diterapkan untuk menyikapi kondisi tersebut. “Agar generasi muda tidak mengalami geger budaya diperlukan tokoh panutan yang bisa menjadi idola dalam pengertian positif,” katanya dihadapan penerima penghargaan dan undangan. Mereka yang menjadi panutan, tambah Rachman memiliki dedikasi yang kuat, kerja keras, disip-
lin, totalitas dan ulet. Tanpa elemen-elemen itu, kata dia, mereka tentu mustahil bisa memberikan panutan kepada masyarakat luas, khususnya di kalangan generasi muda. Dalam pemilihan tokoh kali ini mengacu pada beberapa indikator yang diambil oleh tim pengamat dan pengkaji YPI yang bekerja berdasarkan pengamatan di media massa, survei opini di kalangan relasi dan kenalan para tokoh serta diskusi dengan sejumlah narasumber. Kategori “Kartini Award” diberikan kepada Dr. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M. (LKP Agung Denpasar), Suprih Handayani ( Kepala BPS Kab. Rote Ndao, NTT), Nani Sukorenaning Dasih, M.Pd. (Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tata Rias Pengantin Indonesia). Satu-satunya srikandi asal Bali,
Dr. Abdullah (dari Kemendikbud) menyerahkan penghargaan TUK Berprestasi kepada Anak Agung Ayu Ketut Agung disaksikan oleh Ketua LSK Nani Sukorenaning Dasih, M.Pd., Ketua Umum Harpi Melati Dra. Suyatni Harun.
AA Ayu Ketut Agung yang menerima penghargaan “Kartini Award” mengaku bangga sekaligus mengapresiasi YPI. Penobatan dirinya sebagai salah satu tokoh wanita yang bisa memberikan panutan di kalangan anak muda melalui lembaga kursus yang selama ini memokuskan diri melahirkan penata rias profesional dan melestarikan tata rias busana adat Bali, kata Anak Agung Ayu Ketut Agung tidak terlepas dari unsurunsur budaya sekaligus untuk menopang kehidupan beragama . Terlebih, aktivitas pariwisata yang selama ini mengedepankan budaya Bali. “Ini tantangan kami kedepan agar bisa terus menjaga
dan melestarikan budaya Bali. Terima kasih atas dukungan semua pihak khususnya masyarakat Bali,” ucapnya. Seperti yang telah diketahui bersama, untuk menyosialisasikan tata rias adat Bali tersebut, selama ini Anak Agung Ayu Ketut Agung menggandeng berbagai pihak, baik instansi pemerintah, swasta, media, dan organisasi wanita, salah satunya Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). Dalam acara “Inspiring Beauty” yang digelar Iwapi Gianyar di Beach Walk, Anak Agung Ayu Ketut Agung digandeng sebagai narasumber beauty talkshow “Tampil Cantik Berbusana Bali”, Selasa (26/4).
Para penerima Kartini Award yang digelar Yayasan Penghargaan Indonesia (YPI) dalam acara “Tokoh Indonesia 2015-2016”, Jumat (22/4) di Fave Hotel, Tohpati, Denpasar. redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
GORO-GORO Bu Amat tak bisa menutupi rasa bangganya pada Ami. Tak sadar ia ngoceh di tetPutu Wijaya angga, Tiba-tiba Ami menjadi pahlawan. Perempuan teladan yang berani ambil risiko mengorbankan keselamatan keluarganya. Demi niat suci, menentang kian maraknya kobaran narkoba di Pulau Dewata. “Wah, wah, wah, selamat Pak Amat!” kata Pak Made memuji, dengan nada cenderung sinis.”Syukurlah, sekarang sudah lahir seorang srikandi di antara kebejatan moral kita!” Amat hanya bisa tersenyum, karena tak paham. Baru setelah
sampai di rumah ia kaget, karena istrinya minta maaf. “Maaf, Pak, saya sudah berbuat lancang, tak sengaja menceritakan tekad Ami yang akan menulis pidato melawan perdagangan narkoba di Bali dengan berani melawan ancaman surat kaleng yang mengancam keluarga.” Amat bengong. “Kenapa ibu menyeritakan itu kepada tetangga?” “Maksud saya, untuk memberi contoh, bagaimana kaum perempuan harus melanjutkan perjuangan RA Kartini. Bukan hanya dengan meniru-niru sanggul atau kebaya dan jariknya. Tapi mengajak kaumnya melakukan sesuatu yang diperlukan bangsa dan negara.” “Betul. Tapi itu kan malah bisa membahayakan Ami. Yang
Ekspresso
pahlawan narkoba (2) mengancam itu pasti marah kalau mendengar Ami dijadikan pahlawan!” Bu Amat terdiam. “Kalau begitu, kita ke Ami saja sekarang!” “Kenapa?” “Membantu Ami kalau dilempari batu lagi, atau diserbu?” Bu Amat ketakutan. Amat yang semula tenang akhirnya ikut panik. Ujung-ujungnya. mereka berangkat ke rumah Ami. Ami dan Sugi terkejut melihat kedatangan Amat dan istrinya. Mereka langsung bertanya-tanya. Bu Amat yang merasa bersalah, mendesak mengajak lapor pada polisi. “Terlambat,”potong Ami.” Polisi sudah tahu dan sudah berjaga-jaga mengawasi semua orang
yang menghampiri rumah kita ini. Tadi ibu dicegat tidak?” “Ya, tadi disuruh menunjukkan KTP. Untung bapak selalu bawa. Setelah mereka tahu kami orangtuamu lantas dipersilakan jalan terus.” “Ya, itu dia. Beritanya sudah menyebar. Tadi siang banyak wartawan datang. Ada dari TV Jakarta juga. Mereka tahu rumah Ami dilempari batu dan surat ancaman. Bahkan tahu bunyi suratnya!” Bu Amat terkejut. “Lho, ibu tidak pernah cerita begitu sama tetangga, apalagi surat ancaman itu. Bapakmu juga tidak tahu! Ya kan, Pak?!” Amat tercengang. “Kalau begitu ini bukan garagara ibu ngobrol di tetangga itu!” “Memang bukan, Pak. Ini teror yang sudah mereka rencanakan!” “Mereka siapa?” “Ya, sindikat narkoba jaringan internasional itu!”
Pintu diketok. Semua kaget, mematikan lampu, lalu sembunyi ke belakang. Tinggal Amat. Dia meraba temutik yang disisipkan di pinggangnya, lalu membuka pintu. Ternyata seorang anak muda pakai jaket blue jean dan topi sport, seperti reserse. “Selamat malam, Pak.” “Selamat malam.” “Tolong diusahakan suasana rumah biasa-biasa saja. Jangan gelap atau terlalu terang. Kita pancing supaya dia masuk, baru kami sergap.” “Siap, Pak!” “Terima kasih. Selamat malam. Permisi.” “Selamat malam.” Amat menutup pintu kembali. Perasaannya plong, lega, karena rumah dijaga. Entah kenapa menyeruak ke dadanya rasa bangga. Anaknya seorang pahlawan. Tapi tiba-tiba ia terpaku. Ada kertas nongol di bawah pintu: “Berlagak jadi pahlawan kamu, ya, awas!”
Peran Lingkungan pada Pendidikan Karakter
Karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Pengertian karakter dihubungkan dengan istilah etika, ahlak, dan atau nilai dan berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi positif bukan netral. Dengan demikian karakter adalah nilai-nilai yang unikbaik yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olahraga seseorang atau sekelompok orang. Karakter juga sering diasosiasikan dengan istilah apa yang disebut dengan temperamen yang lebih memberi penekanan pada definisi psikososial yang dihubungkan dengan pendidikan dan konteks lingkungan. Dalam konteks lingkungan pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting karena perubahan perilaku. Dengan kata lain pembentukan dan rekayasa lingkungan yang mencakup diantaranya lingkungan fisik dan budaya, manajemen, kurikulum, pendidik, dan metode mengajar. Pembentukan karakter melalui rekasyasa faktor lingkungan dapat dilakukan melalui strategi: (1) keteladanan, (2) intervensi, (3) pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, dan (4) penguatan. Pembentukan karakter memerlukan pengembangan keteladanan yang ditularkan, intervensi melalui proses pem-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
belajaran, pelatihan, pembiasaan terus-menerus dalam jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan penguatan serta harus dibarengi dengan nilai-nilai luhur. Karakter seseorang dalam proses perkembangan dan pembentukannya dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor lingkungan (nurture) dan faktor bawaan (nature). Faktor bawaan boleh dikatakan berada di luar jangkauan masyarakat dan individu untuk mempengaruhinya. Sedangkan faktor lingkungan merupakan faktor yang berada pada jangkauan masyarakat dan ndividu. Jadi usaha pengembangan atau pendidikan karakter seseorang dapat dilakukan oleh masyarakat atau individu sebagai bagian dari lingkungan melalui rekayasa faktor lingkungan. Hal tersebut merupakan strategi yang dilaksanakan dengan prinsip komprehensif dan memfokus pada tugas, pokok, fungsi dan sasaran masing-masing institusi pendidikan terkait. Pengembangan pendidikan karakter melalui best practices dan kriteria yang dapat dijadikan tolok ukur untuk dasar penilaian keberhasilan pendidikan karakter mencakup antara lain hal-hal sebagai berikut 1. Meningkatnya kesadaran (secara kualitatif) akan pentingnya pendidikan karakter di lingkungan peserta didik, pendidik dan tenaga pendidikan; 2. Meningkatnya kejujuran peserta didik, pendidik, dan tanaga kependidikan; 3. Meningkatnya rasa tanggung jawab peserta didik, pendidik, dan tanaga kependidikan; 4. Meningkatnya kecerdasan
Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App.Sc
peserta didik, pendidik, dan tanaga kependidikan; 5. Meningkatnya kreativitas peserta didik, pendidik, dan tanaga kependidikan; 6. Meningkatnya kepedulian peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan; 7. Meningkatnya kegotongroyang peserta didik, pendidik, dan tanaga kependidikan; 8. Meningkatnya kebersihan, kesehatan, dan kebugaran peserta didik, pendidik, dan tanaga kependidikan; 9. Jumlah satuan pendidikan formal dan non formal (kelompok belajar,pusat kegiatan belajar masyarakat/PKBM, kursus, yang telah mengimplementasikan program pendidikan karakter menurut kabupaten/ kota dan provinsi; 10. Jumlah mata pelajaran/kuliah yang telah mengintegrasikan pendidikan karakter di satuan pendidikan;
11. Jumlah satuan pendidikan yang menerapkan sistem penilaian yang memasukkan komponen karakter; 12. Jumlah perpustakaan, taman bacaan atau sejenisnya yang mengaplikasikan pendidikan karakter; 13. Jumlah peserta didik yang telah memperoleh pembelajaran berkaitan dengan pendidikan karakter (seperti pendidikan akhlak mulia di satuan pendidikan formal atau wawasan kebangsaan dan cinta tanah air di satuan pendidikan nonformal); 14. Meningkatnya perilaku santun yang mencerminkan etika hidup di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari; 15. Menurunnya tingkat kenakalan remaja dan pemuda (seperti tawuran pelajar/mahasiswa, pergaulan bebas, pelecehan seksual, pemalakan, dan penyalahgunaan narkoba) secara kualitatif; 16. Meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Secara keseluruhan, pendidikan karakter harus memberikan kontribusi pada upaya pencapaian tujuan pembangunan karakter bangsa, yaitu mewujudkan masyarakat yang ber-Ketuhanan
yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keberhasilan pendidikan karakter dalam upaya mewujudkan visi Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur, sebagaimana tertuang dalam RPJP (2005—2025) perlu didukung oleh (1) komitmen dari seluruh pemangkukepentingan dalam menyukseskan penyelenggaraan pendidikan karakter; (2) konsistensi kebijakan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan karakter; (3) keterpaduan dan keberlanjutan sIstem pengembangan program dan kegiatanpendidikan karakter; (4) pengarusutamaan pendidikan karakter dalam system pendidikan nasional; (5) penjaminan mutu pendidikan karakter; dan (6) peran serta masyarakat dan dunia usaha secara aktif dalam pendidikan karakter. Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App.Sc Staf Dosen Fapet Unud
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
23
Belajar dari Proses Kehidupan
Hari Pendidikan Nasional tak hanya dirayakan oleh siswa di sekolah. Pendidikan tak hanya diraih di sekolah. Pendidikan bisa didapatkan di luar sekolah. Bagaimana para praktisi memaknai pendidikan untuk mencapai cita-cita yang diinginkan?
B
agi I Made Dwija Suastana, belajar tidak mengenal jabatan ataupun umur seperti pepatah “long life education”. Ia memberi contoh, dosen pengajarnya seorang notaris, sudah berusia 60 tahun baru melanjutkan ke S-3. “Dalam era kompetisi global yang ketat ini, setiap orang dituntut untuk memiliki kompetensi lebih dan mempunyai keahlian lebih dari yang lain untuk memenangkan persaingan,” ujar Villa Manager, Lasala Villas Kerobokan ini. Menurutnya, pendidikan bisa dilakukan di mana saja, baik itu dalam dunia formal maupun nonformal. “Saya belajar formal di bangku kuliah, di ruang nonformal pun, saya juga sering belajar dengan tukang bangunan
yang mengerjakan perbaikan villa tempat saya bekerja. Intinya, open minded untuk belajar di berbagai ruang kehidupan,” kata lelaki yang kini sedang menempuh pendidikan S-2 Magister Ilmu Hukum di Universitas Warwadewa ini. Ia memberi contoh banyak orang yang tidak bersekolah tinggi malah menjadi sukses, seperti Jack Ma, pendiri Alibaba.com, Warren Buffet (pialang saham terkenal di Amerika), Bob Sadino juga tidak berpendidikan tinggi. “Mereka itu belajar di ruang nonformal yakni pengalaman hidup sebagai laboratorium pembelajaran mereka. Mereka punya kemauan yang kuat untuk belajar dari proses kehidupan mereka yang mendidik mereka menjadi kuat menghadapi kerasnya kehidupan,” ucapnya.
I Made Dwija Suastana
Ia menambahkan, praktisi dunia pariwisata lebih banyak bergelut praktik langsung, melayani tamu, komunikasi dengan tamu bertahun-tahun dan menjadikan mereka ahli di bidangnya. Contohnya ada yang bekerja di hotel sudah lebih dari 25 tahun dan mereka benar-benar menguasai bidangnya dengan sangat baik. Dari segi bahasa, kemampuan administrasi, reporting dan analisis dikuasai dengan sangat baik, walaupun secara pendidi-
Kedepankan Karakter dan Integritas Menyiapkan sumber daya dan disosialisasikan tentang manusia kompetitif bukan pelatihan-pelatihan kurikupekerjaan mudah yang dalum, dan pelatihan manajepat dilakukan secara instan. men untuk kepala sekolah Jika dunia pendidikan dapat baik dari kabupaten, provinsi, membekali siswanya dengan maupun nasional. pengetahuan serta ketrampiSaat ini di Buleleng sendiri lan yang memadai, maka memiliki persoalan, yaitu jumlulusannya nanti akan mampu lah guru yang kurang khususmengembangkan diri dan nya di pendidikan dasar. bersaing secara global. Hal “Padahal ini penting sekali tersebut disampaikan oleh karena meletakkan dasarKepala Dinas Pendidikan Kadasar pendidikan itu sendiri bupaten Buleleng Drs. Gede di tingkat SD termasuk di Suyasa, M.Pd,. tingkat PAUD,” tambah Suyasa. Maka dari itu, pemerintah Sebagai lembaga yang bermengambil kebijakan untuk tugas melahirkan sumber daya merekrut tenaga guru konmanusia yang siap bersaing trak sebab jika menunggu dalam dunia kerja, Dinas Penpembukaan formasi PNS tidak didikan Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd memungkinkan. “Kalau pun berharap sekolah-sekolah dapat hanya menutupi yang sudah pensiun saja,” dapat menerapkan pendidikan karakter dan injelasnya. Satu-satunya cara yang memungkinkan tegritas dalam setiap proses belajar mengajarnya. adalah merekrut guru kontrak untuk menutupi “Mindset pendidikan sekarang orientasinya jumlah kekurangan guru. Hingga saat ini tahapan adalah melahirkan generasi yang berintegritas, perekrutan sudah sampai pada finalisasi verifikasi itu yang dibawa ke dalam kurikulum sekarang,” administratif yang dilihat dari lamanya pengabungkap Suyasa. Selain integritas, mengedepankan dian, linearitas ijazah, kuota di masing-masing budaya adalah salah satu cara untuk mencetak sekolah, dan rekomendasi integritas terhadap sumber daya manusia yang berkarakter. “Budaya sekolah. yang dimaksud adalah budaya kejujuran, keSuyasa juga mengungkapkan, dalam upaya memandirian, bertanggung jawab, nasionalisme, dan nyiapkan tenaga kerja yang andal, Bupati Buleleng bela negara,” imbuhnya. Hal tersebutlah yang menargetkan untuk mendirikan Sekolah Menendiharapkan melahirkan generasi yang mampu gah Kejuruan (SMK) di seluruh kecamatan yang menunjukkan integritas bangsanya. ada di Buleleng. “Kalau boleh jujur, seharusnya Guru juga diharapkan tidak hanya yang tamat SMA harus melanjutkan ke perguruan mengedepankan prestasi kognitif dan akadetinggi karena tidak memiliki basic kerja,” tambah mik lalu mengabaikan kepentingan-kepentingan Suyasa. Beda halnya dengan yang sudah tamat karakter dan integritas itu. “Prestasi pentSMK yang sudah dijuruskan menjadi pekerja ing, tetapi integritas jauh lebih penting. Jika terampil sesuai dengan jurusan. Sesungguhnya anak-anak sudah memiliki integritas yang kuat yang siap bersaing dalam dunia kerja adalah SMK, maka mereka akan disiplin, mandiri, jujur, dan dan inilah yang seharusnya diberikan pendidikan bertanggung jawab,” tambah mantan Kepala supaya mereka siap mental dan siap secara keDinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten trampilan. “Kalau mereka punya vocational skill Buleleng ini. Menurutnya, anak yang memiliki yang cukup dan integritas bagus, saya pikir dunia prestasi bagus belum tentu memiliki integritas, usaha lebih cepat mengambil mereka,” imbuhnya. tetapi anak yang memiliki integritas yang baik Namun saat ini di Buleleng masih memiliki satu maka mereka akan lebih berprestasi. Suyasa kecamatan yang tidak memiliki SMK yaitu kecajuga meyakini bahwa anak yang memiliki kematan Banjar. Hal yang menjadi kendala dalam pribadian jujur, mandiri serta bertanggung jawab pendiriannya SMK adalah panitia pendiri yang akan melahirkan kualitas yang baik. Untuk dapat mewujudkan semua itu, guru-guru pun dilatih belum siap menyediakan lahan. -Wiwin
kan formal mereka hanya tamatan SMA. Jadi pendidikan formal yang tinggi tidak menjamin kemampuan praktisnya juga tinggi. “Pengalaman di lapangan sangat menentukan kompetensi dan penguasaan pekerjaan. Dengan kita mempunyai pengalaman, ditambah dengan pendidikan yang cukup tentu menambah percaya diri, keterampilan yang lebih dan kepercayaan dari dunia usaha pun semakin tinggi,” kata Dwija. Ia sendiri memilih meneruskan ke S-2 Ilmu Hukum ada alasannya. “Waktu saya kerja di luar negeri periode 2007 - 2010, kebetulan saya sudah tamat sarjana hukum di Universitas Warmadewa. Pada saat itu, sebagai WNI dan TKI kita harus melengkapi diri dengan NPWP dan pelaporan diri di kedutaan besar. karena merantau tentu harus ada surat kuasa. teknis surat kuasa saya pelajari waktu kuliah. Pengetahuan itu sangat berguna dan membantu teman-teman yang membuat surat kuasa,” ucapnya. Mengapa dia memilih belajar tentang hukum, menurutnya, kar-
ena hukum bisa masuk ke ruang lingkup mana saja. Contohnya di Fakultas Hukum ada Hukum Pariwisata, Ketenagakerjaan Pariwisata. “Ilmu ini sangat berguna waktu saya membuat Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan. Kebetulan skripsi saya pun tentang Serikat Pekerja,” kata Dwija. Alasan lain, ia melanjutkan pendidikan di bidang hukum berawal dari peristiwa Bom Bali. Waktu itu ia banyak waktu lowong karena hanya bekerja 15 hari dalam 1 bulan akibat banyaknya “cancellation” tamu datang ke Bali pascabom. “Poin yang membuat saya tertarik karena penasaran bagaimana perjalanan proses hukum Amrozy cs sampai kemudian dihukum mati, saya tertarik mengetahui tahapannya. Karena latar belakang saya di bidang pariwisata, maka saya ingin lebih kompeten di bidang pariwisata dengan menguasai aturan-aturan hukum terkait. Contoh, tentang izin-izin akomodasi wisata, legalitas orang asing yang bekerja di dunia pariwisata di Bali, dan masih banyak lagi yang terkait,” ujarnya. –Wirati Astiti
Guru Agen Pembelajaran Menjadi seorang jangan lainnya. “Kondisi pendidik, sudah dilakoni ini akan makin parah Wayan sejak tahun 2011. jika pengelola sekolah Meski hanya berstatus tidak mengangkat guru guru honor di sebuah honor. Sementara, jika SD di Kota Tabanan, guru rangkap tugas juga yang notabene honornya sangat tidak efektif dan pas-pasan ia mengaku tak sampai menyenasyik melakoninya. “Saya tuh kedalaman materi senang melihat semangat pengajaran. Karena itu, belajar anak-anak. Jika pengangkatan guru muttidak mengerti, mereka lak diperlukan untuk aktif bertanya dan berdispeningkatan kualitas kusi sampai mereka papendidikan siswa. ham. Saat diberi tugas, Made Suarta mengmereka juga aktif bertanya harapkan kondisi seperti kepada orangtuanya,” tuini (kekurangan guru) tur Wayan yang enggan harus segera diatasi oleh Dr. Made Suarta, S.H., M.Hum. namanya dikorankan ini. pemerintah. “Jika tidak, Perempuan lajang alumnus Jurusan SDM kita akan tergilas oleh SDM-SDM Sastra Daerah Fakultas Sastra Unud negara tetangga yang sudah muali masuk ini mengaku besaran honor dihitung ke negara kita seiring diberlakukannya berdasarkan jam mengajar dan nilainya MEA,” ujarnya. bervariasi menurut sekolahnya. Selain Berdasarkan pengamatan Made Sumenjadi guru honor, Wayan yang hanya arta, potensi SDM bangsa Indonesia memegang bidang studi Bahasa Daerah ini sangat mungkin menjadi yang terbaik di juga mengaku memberikan les di sekolah. Asia Tenggara, asalkan guru dan sarana Ia berharap, ke depannya guru honor lebih ditingkatkan perhatiannya. diperhatikan lagi. Menurutnya, guru adalah sebuah Keberadaan guru honor ini ditanggapi profesi yang sangat strategis dalam pengamat pendidikan Dr. I Made Suarta, kerangka pembangunan sumber daya S.H., M.Hum. sebagai solusi mengatasi manusia. Guru memegang peranan pentkekurangan guru yang sampai saat ini ra- ing dalam pembentukan karakter dan sio perbandingan jumlah guru dan murid kualitas bangsa. Di tangan guru bangsa belum sesuai. Namun, di sisi lain harapan ini bisa maju atau mundur. Maju dan tersebut tidak dibarengi dengan penye- mundurnya sebuah bangsa, berkualidiaan guru sesuai kebutuhan, sehingga tasnya pemimpin bangsa, cerdasnya terjadi ketimpangan. seorang anak bangsa, didalamnya mesti Ironisnya, di sekolah negeri yang terkait dengan fungsi guru sebagai agen dibiayai pemerintah justru masih banyak pembelajaran. Dalam kapasitas sebagai kekurangan guru. Akibatnya, sekolah agen pembelajaran, guru berfungsi untuk mengambil jalan pintas dengan merekrut meningkatkan mutu pendidikan nasional guru honor yang hanya dibayar sesuai dalam rangka mewujudkan tujuan negara. jumlah jam mengajar. Kondisi ini dijelas- Ini ditegaskan pula dalam Undang-undang kan Made Suarta yang juga Rektor IKIP Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru PGRI Bali ini justru semakin menciptakan dan Dosen, bahwa Guru adalah pendidik ketimpangan antara guru tetap dan guru profesional dengan tugas utama mendidik, tidak tetap (GTT). GTT juga dalam pe- mengajar, membimbing, mengarahkan, mahamannya, dalam hal tanggung jawab melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta kurang maksimal. Karena, GTT tidak didik pada pendidikan anak usia dini jalur digaji pemerintah, sedangkan guru tetap pendidikan formal, pendidikan dasar, dan dapat gaji dari pemerintah ditambah tun- pendidikan menengah. –Inten Indrawati
22
Sosialita
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
“Spiritual adalah Makanan Rohani” Menjadi Jiwa-Jiwa yang Bercahaya
Jakarta Ramah Pejalan Kaki Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok lagi-lagi berencana membuat kebijakan ‘kontroversial’ padahal masa kerjanya menjadi Gubernur tinggal sebentar lagi. Tahun depan atau tepatnya 8 Februari 2017, Jakarta akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah. Sudah banyak tokoh yang mendaftar di parpol untuk menjadi penantang Ahok, tak heran kalau saat ini situasi ‘politik Jakarta’ jadi lumayan panas karena hampir setiap hari banyak pihak menyerang kebijakan Ahok.
Tulus Abadi
L
ucunya, situasi yang oleh sebagian pihak dianggap kurang menguntungkan untuk meluncurkan kebijakan kontroversi, Ahok justru melakukannya. Entah apa maksudnya, sebut saja soal penggusuran beberapa lokasi, mulai dari bangunan liar di sepanjang Kalijodo, hingga Kampung
tkh/ist
Beginilah suasana yang biasa terjadi di jakarta ketika kondisi lalu lintas macet pemotor naik trotoar
tkh/ist
Pengendara motor nekad naiki jembatan penyeberangan
Basuki Tjahaja Purnama
menjadi kota ‘ramah pejalan kaki’. Entah apakah bisa terwujud atau tidak harapan itu. Karena faktanya selama bertahun-tahun kota Jakarta, khususnya jalan-jalan besar ‘kurang atau bahkan tidak ramah’ bagi pejalan kaki. Bukan karena jalan tidak ada trotoarnya, melainkan trotoar yang dikuasai oleh pedagang kaki lima juga para pengendara motor yang tidak sabar menghadapi kemacetan lalu lintas. Pemotor-pemotor di Jakarta memang ‘luar biasa’. Mereka bukan saja nekad berjalan di trotoar tapi juga berani naik jembatan penyeberangan. Para pejalan kaki pun setiap hari dibuat deg-deg kan karena mereka tidak bisa lagi santai berjalan khususnya pada pagi dan sore hari saat pergi dan pulang kerja. Tak heran kalau ada orang yang menyebut ‘jalan kaki di Jakarta taruhannya nyawa’. Ini lantaran pejalan kaki harus berbagi jalan dengan pemotor di kala lalin macet. TERSEREMPET MOTOR DI TROTOAR “Ya gitu deh, setiap hari harus berhati-hati lewat trotoar karena adanya PKL dan motor. Padahal dulu pernah dikasih pagar di depan trotoar supaya motor nggak masuk tapi ada saja cara mereka untuk bisa masuk. Kalau tidak bisa lewat ujung jalan karena ada pagar ya lewat samping. Motor diangkat ke
Pejalan kaki terpaksa mengalah karena trotoar diserobot PKL
3
Workshop Guru Mangku Hipno
Trotoar Dilebarkan
Luar Batang di kawasan Kota Tua. Kebijakan yang sebenarnya untuk kebaikan Jakarta ini sudah barang tentu menjadi ‘amunisi’ bagi sejumlah lawannya. Walhasil, setiap hari Ahok pun dihajar berbagai isu, yang paling sensitif adalah tudingan dirinya tidak pro rakyat kecil. Tapi Ahok tak surut melangkah, kalau tidak bisa dikatakan nekad. Menurutnya kebijakan-kebijakan yang diambilnya demi menata Jakarta menjadi lebih baik. Soal timing mungkin oleh sebagian orang dianggap masalah, tapi Ahok mengaku tidak peduli. Ia hanya berkeinginan meninggalkan Jakarta dengan sejumlah ‘karya’. “Jadi kalau nanti orang tidak memilih Ahok lagi, ya nggak apa-apa. Pokoknya saya mau kerja kebut pembangunan Jakarta yang sudah diprogramkan. Membuat Jakarta lebih baik,” tegasnya. Isu yang baru ini—setelah rencana menggusur Luar Batang tahap ke-2--- juga membuat ‘panas’ Ibukota. Dalam waktu dekat ia berencana memperlebar sejumlah trotoar di jalan-jalan utama di Jakarta dan menghapus jalur lambat, alias jalur yang biasa dilalui motor. Ahok ingin membuat Jakarta
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
trotoar, gile bener ya,” kata Hendra sambil tertawa-tawa. Hendra yang karyawan sebuah perusahaan swasta di Slipi mengaku malah pernah terserempet motor yang naik ke trotoar. “Untung cuma lecet sedikit. Mau marah gimana, si motor cuma minta maaf dengan wajah melas..ya sudah lah,” tuturnya. Karena itu adanya rencana Pemda DKI Jakarta memperlebar trotoar sejumlah jalan di Jakarta mendapat dukungan penuh dari Hendra dan banyak warga DKI Jakarta. Tak tanggung-tanggung, trotoar di Jl Sudirman dan Thamrin misalnya, akan diperlebar hingga 9,5 meter. Padahal sekarang pun trotoar di dua jalan utama itu sudah cukup lebar, namun kata Ahok, masih kurang lebar. Trotoar yang sekarang sudah cukup lebar namun sebagian masih diserobot oleh PKL sehingga pejalan kaki masih tidak nyaman bahkan kadang mengalah berjalan di jalan raya meski berisiko terserempet kendaraan. “Trotoar sengaja semakin diperlebar selain untuk kenyamanan pejalan kaki juga untuk mengantisipasi transportasi massal MRT (mass rapid transit) yang akan beroperasi tahun 2019. Bukan hanya diperlebar tapi material trotoar pun akan diganti dengan bahan lain yang lebih rata. Kalau sekarang material pakai conblock agak berlubang-lubang, menyulitkan penyandang disabilitas juga wanita hak tinggi, maka nanti materialnya lebih bagus dan rata,” ungkap Ahok. Ahok berharap semua trotoar jalan di Jakarta kelak dapat diperbaiki. Namun katanya, untuk memperbaiki semuanya butuh waktu lama bisa sampai lima tahun. Untuk tahap pertama, katanya, lebih dahulu direalisasikan di jalan-jalan tertentu yang banyak dilalui angkutan umum seperti Jl Sudirman, Jakarta, misalnya. “Kemungkinan kami akan menghilangkan jalur lambat di Sudirman dan Thamrin. Nanti untuk kenyamanan pejalan kaki, akan ditanami pohon-pohon sepajang trotoar jadi lebih teduh dan hijau. Kita pengen orang begitu keluar dari stasiun atau halte bus, bisa berjalan dengan nyaman,” katanya. DUKUNGAN DARI YLKI Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga memberi
dukungan penuh terkait rencana ini. Menurut Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI, ini merupakan ide progresif jika benar diwujudkan. Karena menurutnya, selama ini para pejalan kaki kerap kali menemui kesulitan bahkan jadi korban lalu lintas gara-gara minimnya akses trotoar. “Potret kota modern bukan dilihat dari akses jalan untuk kendaraan bermotor yang lebar dan mulus tapi ketersediaan akses untuk pejalan kaki, pesepeda dan akses angkutan umum,” ucap Tulus seraya berharap perluasan trotoar juga dilakukan di jalanjalan lain di Jakarta, bukan hanya Jl Sudirman dan Thamrin. Untuk itu, Pemda DKI Jakarta bukan hanya harus memperlebar trotoar tapi juga membebaskan jalan tersebut dari pedagang kaki lima, parkir liar, dll. Menurut Tulus, kebijakan ini akan semakin elegan jika dibarengi dengan penguatan akses armada TransJakarta di semua koridor. “Ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang akibat migrasi dari pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna TransJakarta. Akses park and ride di area jalan menuju Jl Sudirman dan Thamrin juga hendaknya diperbanyak,” paparnya. Namun, ternyata tak semua senang dengan wacana pelebaran trotoar ini. Di antaranya adalah sebagian pengendara motor yang biasa melintasi jalur lambat Jl Sudirman. Menurut mereka kebijakan Ahok bukan hanya tidak pro rakyat kecil tapi juga membuat sengsara mereka. “Kalau dihapuskan kita harus cari jalan pintas dan itu membutuhkan waktu karena mutermuter. Saya heran kenapa sih Ahok kebijakannya sering menyengsarakan rakyat kecil,” ucap seorang pengendara motor yang mengaku kurir dan sering mengantar barang ke kantor-kantor di kawasan Sudirman-Thamrin. Tapi ada juga pengendara motor yang menanggapi itu dengan biasa-biasa saja. “Ah buat saya sih terserah Pemda aja deh, mau dihapus kek, enggak kek. Kalau dihapus ya cari jalan alternatif, banyak kok di belakang Sudirman-Thamrin, yang bisa dilewati. Jadi buat saya sih nggak masalah,” kata Dadang, driver Gojek. –Diana Runtu
Eksplorasi 4 kecerdasan (IQ, EQ,SQ,CQ)
semua mimpi tersebut tertutupi Matahari tidak bersinar di oleh rasa frustasi, dan kehidupan sana, demikian juga bulan dan rutin sehari-hari sehingga kita bintang, demikian juga dengan tidak lagi berusaha meraih secahaya ini, yang lebih kecil dari mua mimpi tersebut. Sering kali api, ketika Ia bersinar, semuanya mimpi tersebut sirna bersama bersinar mengikuti-Nya. Dengan sirnanya keinginan untuk memcahaya-Nya, semua diterangi. bentuk takdir kita. Akhirnya banWahai Guru, tanya seorang murid, yak orang kehilangan keyakinan bagaimana saya bisa mengetahui bahwa dirinya sanggup menjadi Tuhan, yang memberkahi, yang seorang pemenang. Disamping tidak bisa didefinisikan, yang bagaimana cara membuat pilihan kemuliaannya tidak bisa dijelashidup yang tepat, pekerjaan tekan dengan kata kata dan diluar pat, karier yang tepat, jodoh yang dari jangkauan pikiran kita, dan tepat, metode penyembuhan kemudian disadari oleh pencari yang tepat, agar semua derita, yang tulus yang berbakti padakegagalan dan sakit terakhiri, Nya? Siapa dan apa yang bisa maka dalam workshop Minggu, memperlihatkan-Nya? Sang Guru 8 Mei yang bertempat di Madam menjawab, “ Matahari,bulan dan Sesi penyembuhan (hypnotherapi, somatho therapi, seiko therapi) Tan Resto, Guru Mangku Hipno bintang-bintang tidak bisa menunNaikkanlah oleh mereka yang telah sehat, sukses, juga akan membuka rahasia jukan Tuhan, atau cahaya yang keberlimpahan harta dan kasih sayang Standar Hidupmu terbesar bagaimana caranya agar lainnya. Dalam sinar terang Tumimpi kita menjadi kenyataan. han, matahari dan bulan kehilanDi dunia luas ini, jika ingin berhasil serta hidup dalam bahagia yang pernah Dengan menggunakan metode baik, maka selalu harus menambah mengikuti workshop Guru Mangku gan dirinya, dan cahaya yang lebih metafisika pikiran dan perasaan pengetahuan, dan ketika kita tahu Hipno di Surabaya, Jakarta, Bandung, kecil menjadi gelap. Hanya cahaya kita akan mampu bersatu mem- bahwa sukses itu hanya diraih dengan Palembang, Semarang, Yogyakarta, Majiwa bisa memperlihatkan Tuhan. buat intuisi diri kita hidup dan kerja keras, maka bekerja keraslah taram dan kota-kota besar lainnya. Jalan Dari cahaya Tuhan engkau bisa menuntun kita meraih perubahan mulai sekarang. Lalu sugesti diri “SAYA ini pastilah belum pernah Anda dapatkan melihat cahaya kebenaran. Tetapi lebih baik untuk masa depan MEMUTUSKAN, SAYA TIDAK AKAN dari siapapun dan dari manapun asalnya. apakah cahaya jiwa itu? Lihatlah kita. Maka bagi yang masih sakit, PERNAH LAGI MENJADI ORANG Selain mendapatkan sesi pencerahan, ke dalam diri, dengan memberikan masih gagal, masih menderita, YANG KURANG BAIK DARI YANG pemurnian diri, pembangkitan energi perhatian kepada pikiran yang empat kecerdasan, para peserta juga bahkan bagi mereka yang ingin SAYA BISA”. diabstrakan oleh objek luar, dan mempertahankan keberhasilanengkau akan menyadari apakah “Sesungguhnya semua manusia tahu, akan diajarkan yoga Kesadaran Tuhan, nya seharusnya “wajib” mengikuti untuk dapat mencapai kehidupan lebih untuk melepaskan segala kegundahan cahaya jiwa itu. Ketika matahari Guru Mangku Hipno dan Byang Mangku Hipno workshop yang luar biasa ini, dan baik haruslah berpikir cerdas, dan bek- diri yang membelenggu selama ini tanpa tenggelam, ketika bulan tidak tersemoga saja setelah mengikuti detik erja keras, namun banyak orang seolah dapat dihilangkan dengan cara apapun. lihat dilangit, ketika api padam, cahaya apakah yang tersisa? Hanyalah cahaya masa depan akan lebih mudah, tekanan, demi detik informasi, inspirasi dan membodohkan dirinya, disaat menyadari Yoga Pranayama ini diambil dari sari-sari jiwa yang terlihat. Sadarilah kebenaran keraguan, kebingungan, rasa takut dan motivasi yang diberikan dengan ba- dari awal, bahwa apa yang dilakukannya Kitab Ajaran Kesadaran Tuhan. Sebuah ini, bahkan mulailah saat ini. Betapa stres dapat dinetralisir, karena otak hasa sederhana oleh Guru, kita semua tidak akan bermanfaat bagi harapan pustaka suci yang memuat tentang yoga. bodohnya ia yang mencari-Nya dalam kanan akan memberikan daya analisa mengingat dan menggunakan kekuatan suksesnya, namun tetap saja dilakukan.” Ajaran ini merupakan bagian dari Tantra cahaya yang menerangi dunia luar. Dalam yang berbeda dari otak kiri yang biasa tak terbatas yang terpendam dalam diri Mari berubah, hidup terlalu indah untuk Kuno yang berintikan Formula Rahasia jagat raya material ini, kita hanya bisa kita pergunakan. Inilah bagian awal kita selama ini. dikeluhkan namun tidak diperbaiki. (Mantra), Diagram Mistik (Yantra), melihat bayangan dari kebijaksanaan Tu- materi workshop yang akan diadakan Demikian bait-bait lantunan pencerahan Gerak Tangan (Mudra), Postur Badan (Asana), Inisiasi (Diksa) yoga, yang han dan juga kebaikan-Nya,TAPI DALAM hari Minggu, 8 Mei nanti. spiritual Guru Mangku Hipno. PESAN TAKDIR DIRI KITA ADA CAHAYA-NYA. Demikian Sebagai seorang pencerah, pemberi sering juga disebut dengan Siva Vijnana Engkau takkan bisa mengubah arah Hanya Memilih namun Guru Mangku Hipno mengutip puisi angin, engkau takkan bisa menghentikan informasi, inspirasi dan motivator spiri- Upanisad. Pustaka ini memiliki 112 tak Melakukan indah Devendranath Tagore, ketika ada bulan, matahari terbit dan terbenam, tual, professional healer dan penyembuh tipe yoga dan merupakan penjelasan Banyak orang yang mengatakan, engkau takkan bisa menghentikan bumi keluhan masalah pikiran dan perasaan, utama dari Yogaja Marga. Ini tentang seorang bertanya tentang Tuhan saat menjadi pembericara dan pencerah “Oke, saya ingin mengambil kepu- berputar engkau pasti tahu semua kar- saya melihat banyak sekali penderitaan bagaimana memelihara Energi (Prana) spiritual workshop di Bandung. Sep- tusan seperti itu, tetapi saya tidak ena kuasa Ilahi. Tetapi engkau memiliki manusia, bukan hanya pada diri para yang didapatkan dari semesta (bha/ erti inilah makanan rohani, membuat yakin bagaimana caranya saya kekuatan untuk merubah diri, memban- pasien yang kami rawat, tetapi juga bharana), bagaimana mengembalikan seseorang akan mampu menemukan bisa mengubah hidup saya “. Sebe- gunkan diri dari tidur panjangmu, engkau pada diri para sahabat dan keluarga yang energi demi keharmonisan (ra/ravana), makna berbeda dari setiap peristiwa, narnya tanpa disadari mereka telah memiliki kekuatan untuk menjadi lebih “normal” dan “sehat” yang merawat bagaimana menjadikan diri bijaksana membuat hidupnya penuh kesenangan, lumpuh dan bisu oleh rasa “takut” baik di sepanjang waktu, dan engkau dan mendampingi mereka. Saya juga (va/vamana). Konsep Bhairava Katarsis ketenangan dan penuh kenyamanan. yang sesungguhnya tidak beralasan, memiliki potensi tak terbatas yang ter- melihat ketidakbahagiaan dalam diri ini mengajarkan bagaimana kita menarik Makanan rohani membuat seseorang sehingga mereka tidak tahu den- simpang rapi dalam dirimu, potensi itu orang-orang berkedudukan tinggi yang napas dengan suara “ha” dan mengelumemiliki etika dan estetika dalam men- gan pasti bagaimana cara mengubah menunggumu dalam jangka waktu ter- cukup berhasil yang saya tangani di arkan napas dengan suara “sa” . inilah jalani hidupnya. Dari estetika seseorang mimpi mereka menjadi kenyataan. lalu lama, unutk segera engkau ledakan, tempat praktek saya. Kerap kali, pen- yang disebut dengan mantra Hamsah, akan berlaku benar, suci dan indah, dari Akibatnya mereka tidak pernah sehingga engkau bisa merintis kehidu- deritaan dan kepedihan itu tidak perlu dimana secara emperik dalam sehari ketiganya manusia akan selalu mampu mengambil keputusan yang dapat pan yang bahagia dalam sisa hidupmu dan akhirnya hilang ketika orang-orang kita melakukannya sebanyak 21.600 introspeksi diri dan berkontemplasi mengubah hidup mereka menjadi dan semua ini juga karena kuasa ilahi. mengendalikan keyakinan, perasaan dan kali. Mari berbagi, mari bangkitkan emdengan Tuhan. Makanan rohani akan “LEBIH BAIK” yang seharusnya mereka Pesan takdirmu “Engkau takkan mampu tindakan mereka untuk merubah jalan membuat kesadaran diri sejati ses- dapatkan. Inilah awal kegundahan hidup mengubah apapun dan Engkau takkan hidup mereka. Sayangnya, seringkali pati, mari bangkitkan empat kecerdasan eorang mencapai tingkatan lebih baik. dimulai. MENGETAHUI bagaimana mampu diubah oleh siapapun, kecuali mereka tidak melakukannya. Mereka diri, bersiaplah menjadi berbeda, menMendengar pemaparan tersebut si caranya anda akan MENCIPTAKAN oleh dirimu sendiri”. Melalui work- menunggu, kemudian mencoba untuk jadi pengusaha atau penguasa berbasis penanya seperti tersentak sadar bahwa sebuah hasil pada awalnya tidaklah shop Guru Mangku Hipno ini, temu- mengubah hasil yang buruk dan acapkali spiritual, agar segalanya selalu baik-baik apa yang dicarinya selama ini ternyata penting. Yang terpenting adalah ME- kanlah cara terbaik untuk mengubah datang ke tempat praktik saya, hanya saja, kapan pun dimana pun. Mari berberada didalam dirinya. Begitulah MUTUSKAN akan MENEMUKAN diri, pembangkitan diri, menemukan untuk mengeluhkan hidup mereka yang gabung dalam workshop Brahmakunta manusia, sangat senang merumitkan caranya, apapun itu. Inilah salah satu jati diri, meningkatkan kesadaran diri, mengerikan atau entah dengan cara ba- Spiritual dan Supranatural Modern sesuatu yang gampang, membesarkan topik pembahasan menarik saat work- menghilangkan kebiasaan buruk, pikiran gaimana berharap diubah dan dan diper- Center, dengan tema “SPIRITUAL sesuatu yang kecil dan berputar putar shop di Renon nanti. Guru Mangku dan perasaan negatif, membuka jalan baiki oleh orang lain. Disinilah masalah MAKANAN ROHANI “, menampilkan untuk sesuatu yang seharusnya bisa Hipno akan memampukan para peserta keberhasilan, menemukan inspirasi dan utamanya!!! Namun bahagianya, saya kolaborasi Guru Mangku Hipno ( GMH lurus dan memperlambat pekerjaan untuk bukan hanya membuat sebuah informasi dan motivasi diri, masa depan punya keyakinan yang kuat dan penge- KG Suatmayasa S.H., CHt., MNNLP yang seharusnya dapat dipercepat. pilihan, namun dengan mantap dan lebih baik, penyembuhan terbaik. Atau tahuan yang tepat untuk dapat mem- ) seorang putra Bali yang merupaTanpa disadari kebiasaan–kebiasaan penuh percaya diri akan menjalankan jika saat workshop tidak bisa hadir bantu mereka dan menyadarkan mereka kan pakar Metafisika, Hypnosis, NLP, seperti ini akan menambah rumit pilihan itu sehingga kesehatan, kesuk- karena suatu kesibukan, silakan datang bahwa semua orang pada dasarnya Palmistri dan Energi Prana dan juga hidupnya. Maka untuk dapat mengubah sesan, keberlimpahan dan kebahagiaan langsung menuju Brahmakunta Center/ memiliki jiwa yang sehat dapat men- pendiri dan Guru Besar Brahmakunta segala kebiasaan–kebiasaan buruk yang bukan lagi sesutau yang mustahil untuk GMH Institute, Perumahan Gunung gendalikan dan menjalani hidup dengan Spritual & Supranatural Universal, selama ini sudah mendarah daging da- didapatkan. Sari Indah, Jl Tukad Buana 1/61 Ke- baik, lalu bagaimana caranya???, Temukan Pendiri GMH Institute, pendiri Prana Kita semua memiliki mimpi, kita boiwa Utara, telepon 03618442823, jawabannya dalam worshop di Renon dan Hypnosis Club, dengan seorang lam kehidupan seseorang diperlukan empat kecerdasan yang merupakan semua ingin percaya didalam lubuk 085103112404, 081337228580, pin BB nanti. Anda akan dibantu dan dituntun pakar Hypno Beauty & HypnoTherapi kotak ajaib yang tersimpan dalam diri hati kita bahwa kita memiliki bakat : 7FB63D85, untuk segera mendapatkan menemukan puluhan jalan keberhasilan Byang Mangku Hipno (AA Sg. Inten, manusia. Keempat kecerdasan itu khusus, bahwa kita dapat membuat layanan terbaik kami. terbaik yang selama ini telah dibuktikan S.E., CHt., MNNLP). adalah kecerdasan intelektual (IQ), sebuah perbedaan, bahwa kita bisa kecerdasan emosional (EQ), kecer- menyentuh kehidupan orang lain denMINGGU, 8 MEI 2016, PUKUL 15.00 SD 17.30 (COFEE BREAK) LOKASI MADAM TAN RESTAURANT, dasan spiritual (SQ) dan kecerdasan gan cara khusus, dan bahwa kita dapat JALAN COK AGUNG TRESNA NO 55 RENON-DENPASAR (sebelah utara kantor DPRD Provinsi Bali). kosmik (CQ). Dengan mengaktivasi membuat dunia menjadi tempat yang Tiket hanya Rp 350 Ribu keempat kecerdasan tersebut maka lebih baik. Pada suatu masa didalam Tiket dapat dipesan dan diantar mulai saat ini hubungi : otak kanan seseorang akan langsung hidup kita, kita semua memiliki citaBrahmakunta Center : 03618442823, 085103112404, 081337228580 dalam mode “ON” atau aktif. Seperti cita untuk memiliki kualitas hidup yang Jro Putu Anta, MSh : 0813 3864 6138 kita tahu, dengan aktivasi otak kanan kita inginkan dan layak kita dapatkan. Jro Made Chung, MSh : 0859 35051555 maka kemampuan kita menganalisa Namun, bagi sebagaian besar dari kita,
4
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Bagus Pursena
Inspirasi
Dokumentasikan Legong Bali dengan Patung Porselin
Persaingan ketat di industri kreatif semakin terasa apalagi dengan diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) sejak Januari 2016 lalu. Yang tidak siap merasa ketar-ketir khawatir tergilas. Namun Bagus Pursena, yang telah puluhan tahun bergerak di industri kerajinan, mengaku tidak gentar. Bagi Bagus, pihaknya telah merasakan kompetisi bukan hanya saat ini saja (MEA) tapi sejak awal ia terjun ke bisnis kerajinan, khususnya porselin dan keramik.
“S
epanjang hidup kita berkompetisi, jadi bukan suatu yang baru. Saya pribadi juga produk yang saya tawarkan ke pasaran, tidak gentar menghadapi kondisi sekarang. Sejak awal kami sudah berkompetisi, apalagi produk saya sudah ekspor ke manca negara seperti Amerika dan Eropa, dimana untuk masuk ke sana kompetisinya amat sangat ketat. Tapi kami berhasil melaluinya,” tutur Bagus Pursena yang telah mendalami kerajinan porselin
malah salah satu produk sudah bisa hampir 70%,” ungkap lelaki yang berlatar belakang pendidikan teknik elektro ini. “Produk kami juga sudah merambah ke India, Singapura, Malaysia,” tambahnya. Menurutnya di era kompetisi ketat seperti sekarang ini maka yang diperlukan dan peting bukan hanya kualitas saja tapi juga pelayanan. “Karena kadang kualitas saja tidak cukup, orang masih bertanya soal harganya. Ketika kualitas dan harga sudah bagus, orang mempertanyakan pelayanannya,” ucap Bagus. Dengan kualitas dan pelayanan yang terstandar bagus maka ia yakin bisnisnya akan tetap survive. “Jadi soal diberlakukannya MEA tidak masalah, kuncinya kualitas dan pelayanan yang terstandar baik. Salah satu sisi positif dari MEA adalah kita menjadi lebih leluasa untuk memasarkan produk ke luar negeri karena ini sudah menjadi market bersama,” ucapnya.
Patung porselin bali yang banyak diminati buyer asing
selama puluhan tahun. Menurutnya, sangat tidak mudah masuk ke Amerika maupun Eropa yang memang sudah memiliki gaya desain tersendiri. Tapi kehadiran porselin dengan desain yang mengangkat kekhasan Indonesia justru seperti membawa angin segar di antara desain-desain Amerika dan Eropa yang selama ini mendominasi. “Jadi untuk bisa tembus ke sana kita harus punya kekhasan, tidak bisa mengekor dari yang sudah ada. Desain yang mengangkat kekhasan Indonesia justru menjadi angin segar. Kami masuk perlahan, dari awalnya hanya bisa 2% kini
PORSELIN KHAS INDONESIA Mengangkat kekhasan Indonesia dalam media porselin mungkin bisa dibilang adalah sesuatu yang penuh tantangan. Saat ini, kata Bagus lagi, ia tengah menggarap kerjasama dengan master lenggong Indonesia, Ayu Bulantrisna Djelantikuntuk mendokumentasikan legong dalam bentuk patung porselin. “Kalau selama ini orang mendokumentasikan sesuatu dengan film atau tulisan maka kami yang bergerak di bidang kerajinan keramik, mendokumentasikannya melalui patung. Jadi kami akan membuat patung porselin
Bagus Pursena
dengan berbagai pose tarian legong. Mungkin sekitar 20-25 patung. Ibu Ayu Bulan sebagai konsultannya.” Untuk mengerjakan ini pasti membutuhkan waktu lama, karena tidak mudah, harus detail sekali. Seperti ini (sambil menunjukkan beberapa patung Bali yang berpose sedang menari-red), lekukan-lekukan patungnya harus benar-benar mirip. Lihat detail jarinya sangat jelas. Anda bisa berkeliling melihat patung-patung manusia, kadang kita sulit membedakan antara jari kelingking dan jari telunjuk, karena dibuat hampir sama. Tapi patung ini, terlihat jelas, kan,”paparnya panjang-lebar sambil menunjukkan jari-jari lentik patung penari Bali. Karena membutuhkan waktu lama dalam proses pengerjaan, maka patung seri tarian legong ini rencananya baru akan diluncurkan pada akhir tahun ini. “Sekarang dalam proses persiapan dan bakal dikerjakan tidak lama lagi,” tambahnya. Sebagaimana diketahui, tahun lalu UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Oraganization) menetapkan tari Bali ke dalam daftar warisan budaya dunia bukan benda. Ada sembilan jenis tari Bali yang diajukan yakni tari rejang, rari sanghyang dedari, tari baris upacara, tari topeng, drama tari gambuh, drama tari wayang wong, tari legong keraton, tari joged bumbung dan tari barong ‘ket kuntisraya’. Sembilan tari tersebut dipresentasikan dan dirangkai menjadi mozaik tari berjudul ‘Nawa Sari’ yang mencerminkan inti sari sembilan tarian tersebut. Inilah yang diperlihatkan kepada UNESCO sampai akhirnya keluarlah keputusan yang menetapkan ‘Tari Bali sebagai Warisan Budaya Dunia bukan Benda’.
“Inilah yang ingin kita rayakan. Namun dalam kesempatan ini kami mengambil tari legong sebagai model patung,” tambahnya. Secara pribadi, Bagus mengaku sangat tertarik mengangkat hal-hal terkait budaya Bali dalam media porselin. “Secara idealis masuk karena niatan saya untuk mengangkat tema-tema ke-Indonesia-an terwujudkan. Di sisi lain dari segi komersialitas juga masuk, karena Bali sudah sangat dikenal dunia, baik itu budaya maupun alamnya,” kata Bagus yang pada Inacraft 2016 ini juga memerkan karya terbarunya sejumlah patung porselin Bali. Patung-patung itu dibandrol dengan harga Rp12 juta. Patung-patung porselin itu memang menjadi salah satu daya tarik stan Bagus di Inacraft 2016. Dan apa yang diungkap Bagus memang terbukti, karena dari sejumlah buyer asing datang melihatlihat karyanya, adalah patung Bali itu yang paling banyak ditanya. Menurut Bagus, patung porselin atau produkproduk porselin memang berharga relatif mahal karena pembuatannya tidak mudah begitu pun materialnya yang sulit. Tak heran kalau di Indonesia pun ‘pemain’ di bidang porselin relatif hanya sedikit dibanding keramik atau kerajinan lainnya. “Di Indonesia boleh dibilang jarang
ada yang mengerjakan patung dari porselin. Kenapa? Karena selain materialnya sulit, pengerjaannya pun tidak mudah. Salah satu ciri porselin adalah putih, itu adalah warna asli, tanpa pewarna. Untuk mencapai warna putih itu, kita tidak bisa hanya mengandalkan material yang ada tanpa tahu komposisi yang tepat. Karena jika salah komposisi maka yang dihasilkan adalah warna kecoklatan, bukan putih,” katanya. Untuk meramu material, lanjutnya, membutuhkan keahlian tersendiri. Soal pembakaran misalnya, harus 1400 derajat celcius. “Pembakaran ok, lalu bagaimana dengan pembentukan. Ini pun ada tekniknya. Bahkan meski telah ahli pun kerap gagal juga. Untuk patung misalnya, anatominya harus bagus, sementara material porselin pada pembakaran 1400 derajat akan lentur, meleleh. Dalan kondisi demikian bagaimana caranya agar bahan itu bisa dibentuk. Karena itu kita harus punya komposisi material tertentu agar bahan bisa dibentuk”. “Mungkin orang bisa bikin tungku dengan pembakaran tinggi tapi material tidak siap, tidak bisai . Atau sebaliknya, materiak ‘OK’ tapi pembakaran tidak dapat, kan sama juga, tidak bakal jadi. Itu sebabnya dengan alasan-alasan seperti ini, tidak banyak yang suka ‘bermain’ di bidang porselin. Belum lagi soal harga yang relatif mahal. Karenanya pasar porselin, di Indonesia khususnya, sangat segmented,” ucapnya. Biasanya, lanjut Bagus, patung porselin produknya, menjadi souvenir khusus seperti dalam acara –acara perwakilan asing, atau hendak dibawa pejabat ke luar negeri atau acara-acara perusahaan multinasional. “Khususnya untuk patungpatung porselin yang mengusung tema Indonesia, banyakdikoleksi pejabat di manca negara,” tambahnya. -Diana Runtu
Mandalika
21
Pasar Tradisional jangan Kalah dengan Mall Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Antusisme masyarakat Bima atas kunjungan Presiden RI, Joko Widodo, pada Jumat (29/4), tampak dari kerumunan massa yang menyambut kedatangannya. Terik matahari tidak menyurutkan niat masyarakat Bima menyaksikan kunjungan pertama Jokowi ke tanah Bima tersebut. Meski hanya kunjungan singkat, kesederhanaan Jokowi memukau rakyat Bima. Ia tiba di Bima seraya melambaikan tangan sambil melempar senyum kepada masyarakat yang hadir.
J
okowi datang ke Bima untuk blusukan sembari meresmikan Pasar Tradisional Amma Hami di Kota Bima. Presiden ini memang memberi khusus pada hal-hal yang berbau kerakyatan. Ketika meresmikan pasar ini, ia menyampaikan bahwa pasar tradisional tidak boleh kalah dengan mall yang bersih, tidak becek, tidak bau dan memiliki penataan barang dagangan yang baik. Jangan sampai pasarnya masih baru, mamun sampahnya banyak. “Tadi saya dibisiki Pak Walikota, pak ini pasarnya masih kurang, masih ada 500 pedagang yang belum tertampung, tadi saya langsung perintahkan Menteri Perdagangan untuk tambah pasarnya biar semua bisa masuk,” ungkap Jokowi disambut tepuk tangan ribuan masyarakat yang hadir. Karena itu, Jokowi berharap pasar tradisional Ammah Hami
menjadi contoh pasar yang bersih, tidak bau, tidak becek dan rapi penataan barang dagangannya. “Tahun depan saya lihat dan saya akan ke sini lagi,” ujarnya. Dalam pengawalan yang sangat ketat, usai meresmikan pasar tradisional Ama Hami, Presiden Jokowi melaksanakan Salat Jum’at
di Masjid Al Hidayah Desa Talabiu Kecamatan Woha. Dengan gaya blusukannya yang khas dan suka mendadak tanpa perlu persiapan dan penyambutan yang berlebihan, Jokowi kerap membuat kaget pejabat daerah
yang dikunjunginya tiba-tiba. Tidak terkecuali Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang juga menyampaikan kekagetannya atas kunjungan kerja Jokowi tersebut yang begitu tiba-tiba. Majdi merasa bersyukur atas kejutan-kejutan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi bagi Nusa Tenggara Barat. “Dulu pada saat pertama kali kunjungan kerja pada tahun 2015, beliau datang ke Mandalika Resort Lombok Tengah. Pada kesempatan itu beliau sampaikan komitmen beliau untuk Mandalika, sekarang Mandalika sudah terwujud, alhamdulillah. Kemarin waktu Hari Pers Nasional, beliau memberikan hadiah-hadiah, ada infrastruktur yang diperintahkan langsung ke Menteri PU, dan sekarang sedang berproses Bapak Presiden, sekarang beliau datang ke Amma
NTB Perlu Sekolah Pariwisata “Pendidikan itu bukan hanya untuk yang muda. Jangan merasa terlalu tua untuk belajar atau diajari sesuatu,” ungkap Nuniks Gayatri, salah seorang pengusaha kafe di Mataram. Pendidikan baginya sangat menuntun seseorang dalam menjalani kehidupannya. Dengan pendidikan orang mampu melakukan managemen sikap dengan tepat. Ini tentu penting dalam menjalankan bisnis. Karena itu, menurutnya, selama orang
menyukai sesuatu kenapa tidak belajar hal tersebut lebih banyak, meskipun hal itu tidak sesuai latar belakang pendidikan. Atau bahkan, meskipun kata orang itu aneh. “Yang penting ilmunya, karena dalam proses belajar mengajar akan selalu ada hal baru yang dipelajari,” ujarnya Nuniks yang baru saja beberapa waktu lalu lulus dari kursus penerjemahan Bahasa Inggris di Universitas In-
donesia ini. Banyak belajar membuat Nuniks banyak pula memahami karakter pelanggannya. Dari sana pula ia bisa belajar menyikapi tiap pelanggan dalam urusannya dengan bisnis yang dibangunnya. Maka tidak heran, Nuniks kemudian banyak bersahabat dengan para pelanggannya. Seperti halnya Nuniks, Ayu Setyawati, pengusaha butik ini juga memandang pendidikan tidak melulu dari kacamata konvensional di bangku sekolahan saja, melainkan dunia pendidikan baginya memiliki arti yang sangat luas. “Pendidikan itu sangat penting, karena dengan berpendidikan kita bisa mengenal dunia luas. Karena pendidikan juga kita bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Pendidikan juga kita bisa memiliki etika yang baik,” ujar Ayu. Pendidikan yang bermakna baginya bukan hanya di bangku sekolah, tetapi pendidikan dari orangtua dan keluarga itu yang lebih utama. Pendidikan non formal seperti inilah yang kemudian membuat Ayu mampu menjalankan bisnisnya dengan
Nuniks Gayatri
menjaga hubungan baik dengan para pelanggan yang dimulai dari soal etika dan attitude. Bagaimana pun bisnis butik yang dijalankannya selalu berhadapan dengan bagaimana cara berhadapan dengan orang lain. “Jika dalam bisnis ini saya tidak memiliki etika maka saya akan kesulitan menjaga kepercayaan pelanggan saya,” katanya. Demikian pula halnya dengan perempuan pengusaha hotel, Rosa Stuart yang memandang pendidikan sangatlah penting dalam usaha yang dijalankan-
Hami, alhamdulillah,” ungkap gubernur. Selain itu, Gubernur menyampaikan sejarah kunjungan pemimpin bangsa ke Bima. Pada tahun 1933, ketika Bung Karno pada masa pengasingan ke Ende, Bung Karno menyempatkan diri menginap di Kesultanan Bima. Kemudian setelah menjadi pemimpin bangsa, pada tahun 1950 Bung Karno kembali datang ke Bima. Kemudian pada tahun 1982, Presiden Soeharto berkunjung ke Desa Roi Kabupaten Bima untuk melaksanakan panen raya Gogo Rancah. Selanjutnya pada tahun 2005, Presiden SBY berkunjung ke Kabupaten Bima, untuk meresmikan Dam Pela Parado. Bulan April 2006, terakhir presiden berkunjungn ke Bima . “Sepuluh tahun setelah itu, tanpa disangka-sangka Presiden Jokowi berkunjung ke Bima, alhamdulillah. Maka kita jawab kunjungan beliau dengan membangun Kota dan Kabupaten Bima dengan baik,” ungkap Majdi. Gaya khas Jokowi yang selalu bersedia selfie dengan warga pun terjadi di Bima. Ia menyempatkan diri berfoto selfie dengan seorang pedagang Pasar Amma Hami, bernama Nurjannah salah seorang pedagang tomat yang memiliki lapak dagang di Pasar Amma Hami, yang berlokasi di keluaran Dara Kecataman Rasanae Barat Kota Bima. Kesempatan selfie tersebut didapat Nurjannah saat diminta maju ke depan podium oleh Jokowi. -Naniek I. Taufan nya ini, khususnya bagi para karyawan villa yang dikelolanya. Sumber daya manusia yang berpendidikan sangat menentukan kualitas pelayanan bagi usaha perhotelan. “Yang saya rasakan sumber daya manusia untuk bisnis yang saya jalankan ini sangatlah penting, karena ini berkaitan langsung dengan pelayanan yang harus maksimal untuk mendapatkan kepercayaan dari tamu,” ungkap Rosa. Itulah sebabnya sekolah tinggi pariwisata di NTB sangat diperlukan. Sebagai pengusaha penginapan, pilihan pada karyawan yang berpendidikan jelas menjadi hal utama karena ini menyangkut pelayanan yang harus maksimal dan layak. Saat ini sumber daya manusia bidang perhotelan, khususnya karyawan yang diterima dalam usahanya ini, mau tidak mau harus memiliki kualitas yang baik terutama dari segi pendidikan. Karena itu, sejauh ini menurutnya, kalau menerima pegawai baru harus diajarkan mulai dari hal paling kecil hingga hal penting berkaitan dengan apa yang harus dikerjakannya agar tidak mengecewakan pelanggan atau tamu. “Kualitas tenaga kerja dapat dilihat dari kualitas pendidikannya,” ungkap Rosa. -Naniek I. Taufan
20
Nine
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Lindungi Anak dari Perkawinan Dini
Dalam Forum Diskusi Menuju Keadilan Gender di Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara beragama dengan mayoritas umat Islam terbesar di dunia dengan tingkat ketimpangan dan perilaku diskriminatif terhadap kaum perempuan masih tinggi. “Kesetaraan antara kaum laki-laki dan perempuan dalam berbagai bidang dan sektor di tengah masyarakat belum sepenuhnya terwujud secara maksimal” ujarnya ketika membuka forum diskusi tersebut.
U
ntuk mewujudkan budaya adil gender di tengah masyarakat, dapat dilakukan melalui gerakan kemasyarakatan dan dibutuhkan regulasi serta aturan yang jelas mengenai hal ini. Selain bertujuan mewujudkan kesetaraan gender,
regulasi tersebut juga untuk melindungi kaum perempuan dan anak dari praktek kekerasan dan eksploitasi dengan cara melakukan pemberdayaan. Untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan bagi perempuan dan anak, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
The Journey
5
Inspirasi dari Pengalaman Hidup
Berawal dari obrolan sembari bermain futsal, Gede Pradnyana (De Prad) dan Gede Surya Prihadi (Surya) akhirnya membentuk The Journey. Konsep duo ini mereka pilih agar lebih mudah dalam berkiprah dan lebih mudah mengatur personilnya. Namun, sekali waktu, mereka siap tampil full band dengan mengajak additional player.
“S
memberikan perhatian dengan melahirkan Peraturan Daerah menyangkut hal tersebut, misalnya tentang pendewasaan usia perkawinan guna melindungi anak dari putus sekolah akibat perkawinan dini. Peraturan Gubernur ini dibuat juga untuk meminimalisir angka kematian ibu dan anak, salah satunya akibat dari usia melahirkan telalu dini. Dengan peraturan ini kaum perempuan di NTB dapat memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki, setidaknya dalam hak kesehatan maupun hak pendidikan. “Pemda NTB telah melahirkan peraturan daerah termasuk peraturan Gubernur tentang pendewasaan usia perkawinan bagi anak yang merupakan bentuk dukungan dalam mewujudkan bu-
daya adil gender,” ungkap Majdi. Guna meningkatkan kualitas perempuan Nusa Tenggara Barat, tentu saja forum ini menaruh harapan agar diskusi ini bisa melahirkan banyak ide
dan gagasan ataupun masukan dari masyarakat supaya mampu menciptakan upaya rekayasa positif, guna menciptakan budaya keadilan gender di tengah masyarakat. -Naniek I. Taufan
ini relatif bisa diterima di semua kalangan. De Prad menambahkan dirinya dulu tidak percaya diri. Namun, ia memiliki keyakinan orang yang punya kekurangan bisa berkarya. “Kalau kita punya kekurangan, jangan berkecil hati. Tunjukkan kemampuan,” tegas lulusan S1 Teknik Elektro Universitas Udayana dan S2 Manajemen Undiknas University yang juga kontraktor ini. Ketidakpercayaan diri ini juga membuatnya menunda untuk memperkenalkan album “Inspirasi Semesta” yang sudah mereka hasilkan tahun 2015. “Kami ingin memperkenalkan
The Journey
kembali “Inspirasi Semesta” yang berisi sembilan lagu, delapan lagu berbahasa Indonesia dan satu lagu berbahasa Bali. Selama ini lagu-lagu kami lebih banyak beredar di dunia
Analogikan Cinta dengan Alam
yang baik atas prestasi-prestasinya inilah yang akan mewakili suara-suara perempuan lainnya. Roh perjuangan akan kesetaraan gender yang dilakukan perempuan yang kini menjadi pahlawan nasional, salah satunya RA Kartini, harus menjadi spirit bagi perempuan Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat. “Alhamdulillah berkat perjuangan tokoh pejuang wanita seperti Kartini, sampai hari ini kita banyak melihat tokoh-tokoh perempuan telah mampu memegang posisi strategis baik di pusat, provinsi maupun kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu saya selaku Ketua BKOW berharap pada ketua organisasi-organisasi wanita, untuk senantiasa mendukung jika ada perempuan yang ingin maju,” katanya. Untuk mewujudkan hal tersebut, Syamsiah berharap, kepada seluruh organisasi wanita di NTB dapat bekerja dan berinteraksi dengan masyarakat, dalam kebersamaan dan kekompakan bersama pemerintah Provinsi NTB untuk membangun dan memastikan kesejahteraan masyarakat tetap
aya sering main futsal dengan De Prad. Dalam sebuah kesempatan, dia bilang mau cari vokalis. Sudah banyak yang dijajagi tetapi belum ada yang pas dengan lagu-lagu yang dia tulis. Kami pun berunding dan menemukan kecocokan. Perjalanan untuk menemukan kecocokan ini pun kami jadikan nama band, The Journey,” ungkap Surya. The Journey secara resmi dibentuk 9 November 2014, Surya sebagai vokalis sedangkan De Prad sebagai bassist dan pencipta lagu. Aliran musik yang mereka pilih adalah pop dengan alasan aliran
Relung Kaca
Perempuan Dukung Perempuan “Jika ada perempuan-perempuan yang punya cita-cita yang tinggi, tolong didukung. Nantinya mereka itulah yang akan membawa dan membahas suara keterwakilan kita (perempuan,)”, ungkap Hj. Syamsiah M. Amin, Ketua BKOW Nusa Tenggara Barat pada perayaan HUT BKOW ke-48 yang dirangkai dengan Hari Kartini beberapa waktu lalu. Hal tersebut disampaikan Syamsiah, dalam memberikan dukungan bagi perempuan NTB untuk maju di berbagai bidang. Karena dari kaum perempuan yang memiliki akses dan posisi
Inspirasi
terjaga. “Saya sampaikan terima kasih pada seluruh organisasi wanita yang hadir pada hari ini, selama ini telah berupaya dengan sungguh-sungguh bekerjasama menyatukan visi dan misi, bermitra dengan SKPD sekaligus mendukung program pemerintah dan semoga di usia yang ke-48 ini kita tetap dapat berperan aktif di masyarakat”, katanya. Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si. menyampaikan kepada seluruh perempuan yang hadir pada kesempatan ini untuk
terus bekerjasama dan bekerja kompak guna mewujudkan apa yang telah dicita-citakan bersama oleh perempuan NTB, khususnya dalam kesetaraan. “Saya berharap momentum perayaan kali ini bukan sekadar seremonial, atau diperingati begitu saja, tapi diambil maknanya, hikmahnya dan jadikan gelora di dalam jiwa kita sebagai semangat untuk terus membangun di segala bidang, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menurunkan angka kemiskinan dan perkecil jarak antara si kaya dan si miskin,” ujarnya. Muhammad Amin juga mengungkapkan apresiasi terhadap kemajuan yang diperoleh kaum wanita di masa sekarang ini. “Pemerintah Provinsi memberi kesempatan sebesar-besarnya kepada semua perempuan masa kini untuk mengembangkan dirinya, sesuai potensi yang dimiliki. Namun, begitu jangan lupa pada fitrahnya sebagai perempuan, sebagai ibu dari anak yang juga memiliki tugas mendidik dan membesarkan generasi penerus yang berkualitas,” ujarnya. -Naniek I. Taufan
Mendengar lagu bertemakan cinta adalah hal yang sangat biasa untuk penikmat musik, terutama cinta terhadap lawan jenis. Tetapi, Relung Kaca mencoba untuk mengemas tema cinta tersebut ke dalam sebuah lagu dengan lirik sederhana namun tidak biasa yang lebih bercerita tentang alam dan manusia. Relung Kaca sendiri dimaknai sebagai ruang dalam bermusik yang tidak memiliki sekat untuk membicarakan hal-hal yang tidak monoton, yaitu cinta. “Fenomena musisi di televisi sepertinya mereka ada sekat, dan hanya membicarakan sesuatu yang mainstream tentang cinta,” ungkap Aris Jack, vokalis sekaligus gitaris Relung Kaca. Memaknai kata cinta, Relung Kaca memiliki pandangan yang terbilang unik. Bagi mereka, sebelum mencintai manusia maka yang terlebih dahulu dicintai adalah alam. “Bagaimana kita bisa mencintai perempuan kalau alam rusak? Kita butuh air, kalau wanita tidak mandi kan bau,” tambah Aris Jack. Jika alam sudah terjaga maka akan memberi efek kebahagian kepada manusia, dan dengan kebahagiannya tersebutlah manusia akan mengekspresikan cintanya. Band yang terdiri atas Mang Pande (cajon dan vokal), Aris Jack (gitar dan vokal), serta Konot (gitar dan vokal) ini mengaku bahwa virus cinta alam tertular ketika mereka bergabung ke dalam sebuah organisasi peduli alam dan bumi. Mereka sadar bahwa ada hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan yaitu sampah. “Tidak pernah ada rumah tanpa sampah, tidak pernah ada orang yang tidak menyampah, kalau orang tanpa cinta itu masih mungkin,” ujar Jack. Menggarap album pertama yang bertajuk “Penjelajah Mimpi”, Relung Kaca mencoba untuk menyampaikan pesan moral baik tentang alam maupun sosial. “Kami tidak membuat segmentasi untuk mengangkat tema alam saja tetapi sosial juga,” tambah Mang Pande. Melalui lagu yang berjudul “Hipnotekno”, Relung Kaca melihat anak-anak muda saat ini sedang menggandrungi gadget. “Kami menyisipkan kata, kenapa tidak melihat alam, sekali kali lihatlah langit itu juga menghibur,” ujar Jack. Intinya, pesan yang ingin disampaikan adalah keluarlah dari hal-hal yang
Relung Kaca
membelenggumu karena di luar sana masih ada hal yang jauh lebih indah. Dalam pencarian konsep untuk menulis sebuah lagu pun, Relung Kaca mengaku tidak pernah jauh-jauh dari kehidupan yang dilihatnya. Persahabatan maupun hal-hal yang bersifat kemanusiaan juga dimasukkan dalam penggarapan album yang akan segera launching tersebut. “Kita tidak menutup kemungkinan untuk menulis lagu cinta, namun akan dibalut penganalogian dengan alam. Misalnya wanita akan dianalogikan sebagai air,” imbuh Jack. Menyiapkan album pertama, Relung Kaca sangat berharap ke depan dapat menembus pasar nasional. Mengambil tajuk “Penjelajah Mimpi” dikarenakan para personilnya yang dirasa pantas mendapat predikat penjelajah mimpi sebab sudah ikut serta mengurus sampah serta menyadarkan masyarakat Buleleng untuk peduli dengan lingkungan. “Mimpi yang dimaksud adalah apa yang ingin kita gapai, bukan mimpi dalam tidur yang tidak bergerak,” imbuh Jack. Band yang diproduseri oleh Luh Gede Juli Wirahmini ini, akan segera melakukan launching di kota-kota besar seluruh Bali. Mereka juga sangat berharap karya-karya dapat diterima oleh masyarakat pendengar terutamanya adalah pesan moral yang disampaikan. “Banyak orang yang mengatakan bahwa seorang musisi hanya bisa menyanyi, tetapi mereka tidak tahu dengan membuat sebuah lagu adalah sebuah gerakan yang nyata. Ketika lagu kita bisa didengarkan dan pesan itu tersampaikan berarti kita memiliki peran juga dalam perubahan,” tandasnya. -Wiwin
maya. Sekarang kami publikasikan ke penggemar musik. Semoga bisa dikenang sepanjang masa,” imbuh Surya, alumnus Universitas Warmadewa yang punya usaha jual-beli hewan peliharaan ini. Lagu dalam album berformat CD audio ini antara lain “Bukan Cinta Itu”, “Denpasar”, “Pecinta Mimpi”, “Perdamaian”, “Lagu Sederhana” , “Kuterima”, dan “Ngelawan Sepi”. Video klip pun sudah mereka siapkan dengan konsep yang diyakini bisa bersaing dengan musisi nasional. Pemilihan judul “Inspirasi Semesta” tak lepas dari ide dasar lagulagu yang ditampilkan The Journey yang banyak diolah dari inspirasi semesta dan kehidupan sekitar. “Inspirasi dari lagu-lagu yang saya buat kebanyakan merupakan pengalaman pribadi dan pengalaman hidup yang saya temui. Biasanya begitu ada ide, saya mainkan di gitar untuk mencocokan kunci, lalu mainkan di keyboard, selanjutnya buat lirik,” ungkap De Prad. Walaupun menciptakan mayoritas lagu-lagu The Journey, De Prad tidak segan untuk berkolaborasi dengan musisi lain. Lagu “Bukan Cinta Itu” merupakan ciptaan Ian Joshua Stevenson (eks Dialog Dini Hari yang kini bergabung di Zat Kimia). Penggarapan album pun melibatkan Deny Surya (Lolot Band). “Lagu ini menggambarkan kisah seorang perempuan yang menyukai laki-laki tetapi si laki-laki menegaskan bukan perempuan itu yang diinginkan,” kata pria asal Padangsambian, Denpasar ini.
Penggarapan video klipnya dibuat dengan konsep menarik di sebuah bangunan yang belum jadi di dekat kampus Universitas Udayana di Jimbaran. Diawali dengan kemunculan seorang perempuan yang mendekati sang laki-laki. Namun, ibarat cinta bertepuk sebelah tangan, si laki-laki tak menerima. Di bagian akhir klip, perempuan itu akhirnya pergi. Lagu ini ternyata sudah banyak diminati dan sering diputar di radio dan bisa dinikmati di media sosial. TEMA CINTA Lirik-lirik lagu yang ditulis De Prad memiliki makna yang mendalam tentang cinta, baik cinta yang universal maupun cinta pribadi. Lagu “Kuterima” merupakan bentuk cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apapun yang diberikan Tuhan harus disyukuri. Sementara lagu “Nglawan Sepi” sebagai satu-satunya lagu berbahasa Bali menuturkan kisah seseorang yang kesepian ditinggal kekasih. “Kami ingin memberi sesuatu yang berbeda untuk penggemar musik yang ada di Bali khususnya dan di luar Bali umumnya. Karena itu lagu “Nglawan Sepi” dengan format pop menjadi pilihan kami bagi penggemar lagu Bali,” ujar Surya yang juga dari Padangsambian ini. Setelah album diluncurkan, The Journey ingin terus eksis. Mereka tak menampik jika ada produser yang melirik. Saat ini penjualan album dilakukan dari pintu ke pintu. Pemesanan CD dalam jumlah banyak mendapatkan bonus kaus The Journey. –Ngurah Budi
6
Woman on Top
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
ASI untuk Generasi yang lebih Baik
Ludruk
Seni Tradisional Asli Surabaya yang Bertahan
Menyusui adalah hal alamiah. Namun, pelaksanaannya tidak selamanya mudah. Seorang ibu perlu lingkungan positif, dukungan terhadap fisik dan mental setelahmelahirkan. Aktivitas menyusui adalah hal yang normal dan alamiah, maka para ibu tidak perlu malu menyusui bayinya.
M
enyusui bayi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Yang terpenting adalah kenyamanan ibu dan memperhatikan etika setempat. Begitu disampaikan Gek Amik, salah seorang pengurus Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bali di Kegiatan Menyusui Serentak di 15 Provinsi, 26 kota se-Indonesia, Minggu (24/4), di Lapangan Puputan Renon, Denpasar. Menurut Gek Wulan Mahaswari, Ketua Cabang AIMI Bali, mereka ingin membuat kegiatan menyusui menjadi hal yang ‘biasa’. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membuat masyarakat makin paham, menyusui adalah hal yang normal dan wajar dilakukan di mana saja. Saat produk pengganti ASI tersebar di mana-mana, di mini market terkecil pun, AIMI ingin menginformasikan jika menyusui juga bisa dilakukan dimana-mana. “Saat bayi yang sedang minum susu formula di dalam botol dilihat sebagai suatu hal yang biasa, kami juga ingin bayi yang sedang menyusu payudara ibunya dilihat sebagai sesuatu yang biasa,” katanya. Dikatakannya Tuhan telah meng anugerahkan air susu dalam payudara ibu. Namun, adanya berbagai informasi yang tidak relevan, bahkan terkadang menyesatkan, sehingga ASI menjadi sebuah pilihan, tidak
lagi diperjuangkan sebagai hak. Karena itulah AIMI hadir, dibangun secara sukarela oleh ibu-ibu yang sebagian mengalami kesulitan pada saat awal menyusui. “Kami di sini, para sukarelawan yang bergabung menjadi pengurus AIMI, tak ingin ibu-ibu lain mengalami kesulitan yang sama. Kesedihan, kemarahan, kekecewaan karena sulitnya proses menyusui,” lanjut Gek Amik. Untuk ini, mereka bergandengan tangan, bahu-membahu, membantu ibu dan calon ibu untuk memahami proses menyusui. AIMI pun melaku-
kan sosialisasi, edukasi, dan juga advokasi agar para ibu bisa menyusui dengan nyaman, dan lingkungan keluarga maupun lingkungan yang lebih luas pun memberikan dukungan yang tepat. “AIMI bukanlah milik segelintir orang di daerah tertentu saja. Tapi, AIMI adalah milik kita semua yang peduli dengan masa depan bangsa ini. Sembilan tahun perjalanan AIMI untuk mengedukasi, niat kami tetap teguh untuk menjadi sahabat para ibu dalam memberikan nutrisi terbaik, ASI. Karena menyusui lebih dari sekedar ASI, tapi untuk kelangsungan generasi. Generasi penerus bangsa, Indonesia tercinta,” ujar Gek Wulan penuh semangat.
19
Dari kiri: Gek Amik, Gek Wulan, dan Adisti
SUAMI SIAGA Meski, saat ini teknologi berkembang pesat, namun masih banyak ditemukan mitos yang menurunkan kepercayaan diri ibu untuk menyusui bayinya sesuai dengan rekomendasi WHO, menyusui secara eksklusif selama 6 bulan, dilanjutkan pemberian MPASI dan tetap menyusui hingga 2 tahun. Oleh karenanya, seorang ibu menyusui sangat membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Makin
Kegiatan menyusui bersama di Lapangan Puputan Renon
banyak orang yang terpapar informasi menyusui, makin mudah seorang ibu menyusui memberikan hak anaknya mendapat nutrisi terbaik. Adisti, Wakil Ketua AIMI Bali Bali, menambahkan acara menyusui serentak ini merupakan prakarsa dari pengurus AIMI Pusat di Jakarta, yang tujuannya memeringati HUT ke-9 AIMI, dengan mengemban misi yaitu
mengomunikasikan keinginan kami para ibu menyusui dan eks ibu menyusui untuk menormalisasi kegiatan menyusui. “Maksudnya apa, kami para ibu menyusui (busui) ingin dimaklumi ketika harus menyusui anak bayi kami di tempat umum. Janganlah kami dinilai tidak sopan atau sengaja mengundang perhatian, kemudian, “diungsikan” ke tempat lain,” paparnya. Hal ini, lanjutnya juga berlaku bagi busui yang harus memerah ASI di tempat bekerja. Menyusui atau memerah itu pada hakikatnya adalah memberi makan anak. Jadi sudah sepantasnya anak diberi makan di tempat yang nyaman dan layak. Bukan hanya untuk anak, tapi agar produksi ASI lancar dan kegiatan menyusui tidak terhambat, si ibu-pun harus merasa nyaman. Pada acara menyusui serentak tertsebut, juga hadir Komunitas Bapak ASI. Salah seorang anggotanya, Kholik mengatakan bahwa kunci keberhasilan ibu menyusui anaknya, bukan hanya tergantung pada si ibu seorang diri, tetapi juga pada lingkungan sekitar, terutama para suami. Bahkan, katanya kesuksesan ibu menyusui 70 % tergantung dukungan suami. “Di setiap kesempatan, kami wajib menjadi bapak siaga,” cetusnya. Adisti menambahkan selain itu dukungan dari keluarga lainnya, teman, tetangga, atasan, tenaga kesehatan, pemimpin agama sampai ke pemerintah, merupakan faktor dari keberhasilan menyusui. “Ini juga menjadi kerjaannya AIMI, meski bisa mempengaruhi sekian banyak lapisan masyarakat. Berat memang, namun kami di AIMI memiliki kiat-kait untuk merealisasikannya yakni dimulai dari diri sendiri. Mengingat menyusui itu lebih dari sekadar memberi ASI, melainkan untuk kelangsungan generASI yang lebih baik,” ucap Adisti. -Sri Ardhini
Suasana usai menyusi bersama, tampak para Bapak ASI yang penuh mendukung para ibu menyusui
Pementasan seni ludruk
Panen Dini Petani Merugi Banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi ratusan hektare areal persawahan milik petani, juga terkena dampak bajir bandang beberapa hari lalu. Salah satunya adalah areal persawahan Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat. Ketika Bisnis Surabaya menyambangi daerah ini, hektaran tanaman padi terlihat loyo. Semuanya roboh dan sebagian lagi tampak kusam karena tertimbun lumpur. Bahkan, tanaman padi yang belum waktunya panen ini, nyaris mati karena terlalu lama terendam air banjir. “Selain akar membusuk, biji padi juga banyak yang rontok,” ujar Agus Santoso, salah satu petani desa setempat. Menurut Agus, lahan pertanian di Kecamatan Srengat yang terendam luapan banjir, sehingga tanaman padi yang berusia dua bulan ini roboh. Bahkan, ada sebagian tanaman padi yang hanyut terbawa arus. Melihat kondisi ini, para petani tak dapat berbuat banyak. Kecuali hanya menunggu air surut. Untuk menyelamatkan tanaman padinya ini, sebagian petani bekerja ekstra mengangkat satu persatu tanaman padi dari timbunan lumpur. Jika tidak, dapat dipastikan tanaman pokok tersebut dalam waktu seminggu akan mati. “Yang bisa diselamatkan ya, kita selamatkan. Tapi kalau yang sudah mati, ya kita cabut sekalian, “ kata Agus lesu. Agar tidak semakin merugi, kata Agus, sebagian petani terpaksa memanen padi mereka sejak awal. Padahal, kondisi tanaman padi para petani sendiri, masih belum cukup umur untuk dipanen. Menurut perhitungan Agus, padi layak dipanen masih bulan depan. “Paling tidak usia 3 bulan. Itu baru normal,” paparnya. Panen dini ini, membuat para petani di Kabupaten Blitar merugi. Karena hasil yang diperoleh merosot jauh dibanding panen normal. Yang biasanya satu hektare sawah para petani bisa menghasilkan 10 ton gabah, saat ini hanya bisa menyisakan setengahnya saja.”Tahun ini petani ruginya nggak umum, banyak sekali. Untuk biaya operasionalnya saja, nggak cukup,” keluh Agus. Nur Hamim, Kepala Desa Karang Gayam mengakui hal tersebut. Tahun ini bisa dikatakan musibah bagi para petani. Sebab, padi yang tumbuh subur dan sebentar lagi memasuki musim panen tersebut, kini banyak yang mati karena terlalu lama terendam banjir. Sehingga kerugian materi yang ditanggung warganya cukup besar. Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah segera membantu para petani ini. Selain memperbaiki saluran air, juga ada bantuan modal yang digunakan petani untuk bercocok tanam. “Misalnya bibit atau apalah, yang penting dapat meringankan beban petani,” tegas Nur Hamim. -Khoirul Abadi
Ludruk berasal dari kata lodrok. Sebuah kata dalam bahasa Jawa Ngoko yang be rarti badut atau lawak. Kata ludruk juga bermakna ‘teater rakyat’. “Kami adalah kelompok seniman tradisional asli Sura baya yang mencoba tetap bertahan di tengah banyaknya alternatif hiburan,” ini merupakan ungkap an Ludruk “Irama Budaya”.
D
i salah satu sudut kota Surabaya tepatnya di THR (Taman Hiburan Rakyat) sekumpulan seniman ludruk yang tergabung dalam “Ludruk Irama Budaya” sedang menghibur para penikmat ludruk di surabaya atau di daerah sekitar Surabaya. Ludruk “Irama Budaya” adalah salah satu grup ludruk yang masih bertahan di masa sekarang. Berdiri sejak 10 November 1987, ludruk ini tetap bertahan walaupun saat ini penonton yang melihat pementasan bisa dihitung dengan jari. Meski demikian, kelompok ludruk ini pernah mengalami masa keemasan pada era 1998 hingga 2003. Ludruk “Irama Budaya” dalam seminggu melakukan pementasan sebanyak dua kali yaitu hari Jumat dan Sabtu. “Ludruk itu kesenian asli Surabaya yang pemainnya semuanya pria dan ada pria
yang berdandan layaknya wanita. Pemain ludruk sekarang terdiri dari waria 20 orang dan pria 30
orang,” kata sutradara ludruk, Maimura. Cerita yang dilakonkan para pemain ludruk sangat menarik, Mereka bisa membawakan cerita apapun dari mulai legenda di masyarakat pada umumnya atau cerita yang sedang menjadi topik hangat yang terjadi sekarang. Lucu, hebat, dan kagum itu katakata yang keluar ketika menyaksikan pementasan ludruk “Irama Budaya”. “Di
zaman yang keras dan maraknya budaya Indonesia yang diklaim oleh negara tetangga, bahkan dengan bangsa kita sen diri, ludruk bisa bertahan,” tegas Maimura. -Dona
18
Life
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
Story
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
7
Manik Bumi Foundation Gelar Aksi Peduli Sungai Kampung Singaraja merupakan salah satu kampung dari sembilan kelurahan yang mengapit Tukad Buleleng. Dipilihnya kampung ini sebagai kampung percontohan karena letaknya di hulu sehingga menjadi sentral terhadap pengendalian sampah. Selain itu, jumlah penduduk yang padat dan letak perkampungan yang jauh dengan tempat pembuangan sampah membuat masyarakatnya cenderung membuang sampah tidak pada tempatnya.
S
ungai merupakan salah satu penghasil air yang bisa diminum setelah air tanah dan air danau. Jika air sungai sudah tercemar maka sumber air yang bisa dimanfaatkan sebagai air minum adalah laut dan hujan. Namun, dalam pengolahan untuk menjadikan air minum akan jauh lebih sulit dari air sungai. Manik Bumi Foundation ingin mengubah mindset penduduk Kampung Singaraja yang menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah raksasa. Hal yang paling ditakutkan adalah dalam waktu yang tidak lama sungai-sungai yang ada di Buleleng akan mati. Organisasi yang berdiri sejak empat tahun silam ini secara berkala dan bertahap melakukan kegiatan-kegiatan sosial untuk memperbaiki keadaan sungai di Kampung Singaraja. “Kami maunya menyasar semua sungai yang ada di Buleleng, namun kami juga sa-
dar dengan keterbatasan,” ungkap Luh Gede Juli Wirahmini, dewan pendiri Manik Bumi Foundation. Bersama-sama dengan anggota, Juli sapaan akrabnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Di awal pergerakannya, Manik Bumi Foundation memang fokus terhadap pencemaran sungai, namun hingga akhirnya mereka menganggap bahwa sungai tidak akan tercermar tanpa ada ulah manusia. Sehingga pemberdayaan masyarakat adalah program yang dicanangkan untuk memaksimalkan program sebelumnya. Hal tersebut dilakukan dengan cara mendirikan tempat pembuangan sampah dan memberikan bantuan tong sampah sehingga petugas kebersihan bisa mengumpulkan sampah dan membawa ke TPA. Petugasnya pun berasal dari masyarakat di Kampung Singaraja sehingga untuk iuran bisa dilaku-
Peserta dialog kenal sungai
Peserta workshop plastikologi
Oca saat berkunjung ke Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid untuk meminta dukungan.
Pantang Menyerah Raih Mimpi
kan dengan seiklasnya.
GELAR AKSI NYATA Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga dan peduli dengan lingkungan memang akan terasa sulit jika tidak dibarengi dengan aksi nyata. Sampah dan masyarakat adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Maka dari itu Manik Bumi Foundation menggelar kegiatan peduli sampah. Kegiatan tersebut menyasar sebuah kampung yang berada di areal kota Singaraja yaitu Kampung Singaraja. Dalam rangkaian memperingati hari Bumi, Manik Bumi Foundation merangkul beberapa elemen masyarakat untuk mengenal serta menjaga lingkungan. Aksi pungut sampah melibatkan anak-anak baik SD, SMP, dan SMA sebab merekalah yang menjadi generasi yang akan membawa harapan kepedulian terhadap lingkungan. Mereka diajak mengenal sungai agar tahu bagaimana keadaan sungai di Buleleng saat ini. “Kami libatkan orang luar agar masyarakat tahu bahwa orang lain saja peduli dengan sungai, apalagi warga di sini,” ujar Luh Gede Juli Wirahmini, Minggu (24/4). Kegiatan aksi pungut sampah tersebut juga mendapat sambutan
Oca saat berkunjung ke Bupati Lombok Utara, Najmur Ahyar untuk meminta dukungan.
Siti Rosalia Iswati (15), tampil memukau pada babak-babak awal The Voice Indonesia, salah satu ajang pencarian bakat yang digelar salah satu stasiun swasta di Indonesia. Karakter suara remaja yang baru duduk di bangku kelas dua SMPN 2 Mataram ini, membuat Judika, salah seorang juri akhirnya “meminangnya” untuk menjadi salah satu anak asuhnya selama mengikuti kegiatan yang live show-nya akan mulai digelar pada tanggal 13 Mei 2016 mendatang di stasiun televisi RCTI. Oca, panggilan akrab Siti Rosalia Ismawati, menjadi satu dari 24 peserta dari seluruh Indonesia yang akan tampil pada babakbabak yang digelar dalam siaran-siaran langsung setiap hari Jumat malam itu.
P
Aksi pungut sampah
hangat dari warga serta Lurah Kampung Singaraja. Tidak hanya itu dukungan juga datang dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng dan Dinas Kerindangan dan Pertamanan Kabupaten Buleleng. Mereka bersinergi dalam menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat dalam menjaga lingkungan khususnya sungai. Tidak hanya sampai di situ, kegiatan yang dilakukan dari pagi hingga petang ini juga menggelar acara workshop plastikologi dari Made Bayak yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah yang tidak berguna akan memiliki nilai jual yang tinggi jika mampu mengkreasikannya yang di laksanakan di Sasana Budaya Singaraja. Selain itu kegiatan lomba menggambar tingkat SD juga akan mewarnai serangkaian kegiatan ini. Anakanak tersebut memvisualisasikan pikirannya tentang alam lewat sebuah gambar. Kegiatan yang masih sarat dengan edukasi adalah dialog “kenal sungai sebelum ia mati” membahas dampak-dampak serta kadar pencemaran yang terjadi di sungai Kampung Singaraja. Dalam
dialog tersebut didatangkan seorang narasumber mahasiswa asli Buleleng yang sedang menempuh pendidikan S3 di ITS. Dalam dialog tersebut dibahas bahwa setelah dilakukan penelitian keadaan air sungai di kampung Singaraja berada pada kelas II. Idealnya air sungai yang layak minum berada pada kelas I, namun kebanyakan sungai yang ada di Buleleng berada pada kelas II, III, dan IV. Menjadi keunikan dalam serangkaian peringatan hari bumi, Manik Bumi Foundation juga menggelar panggung hiburan. Hiburan akan diisi oleh bandband yang juga peduli terhadap lingkungan melalui lirik yang sarat dengan pesan moral untuk menjaga alam di antaranya Nosstress dan Relung Kaca. Tidak ketinggalan penampilan bondres asli Buleleng, Rare Kual dan teater dari Bandung, Creamer Box. Tidak hanya itu, Manik Bumi Foundation juga menyediakan ruang untuk penggemar komik dalam acara kumpul Cosplay yang pertama diadakan di Bali. Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang kepada pecinta komik.-win
erjuangan Oca untuk sampai ke titik ini tidaklah mudah. Pada awal pencarian bakat ini dimulai dengan kegiatan audisi special hunt yang diselenggarakan salah satunya di Mataram Lombok, CD yang memperdengarkan suara Oca merupakan salah satu dari 11.000 CD peserta lain yang datang dari Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dari 11.000 peserta tersebut, hanya 37 peserta yang dianggap layak mengikuti babak berikutnya. Oca menjadi satu dari 37 peserta yang terpilih tersebut. “Dari 37 peserta tersebut disaring kembali sampai menyisakan 9 peserta, termasuk Oca,” ujar Siti Rosalia Iswati. Dalam menentukan 9 peserta pilihan yang akhirnya berangkat ke Jakarta ini, suara asli peserta diperdengarkan secara live di depan juri. Babak-babak berikutnya dilewati Oca tentu saja tidak dengan mudah karena ia kemudian harus berhadapan langsung dengan 180-an peserta lain dari seluruh Indonesia. Ketegangan demi ketegangan dilaluinya hingga babak berikutnya menyisakan 84 peserta. ‘Pertarungan” terus berlanjut, Oca melaju hingga 48 besar dan akhirnya terpilih dalam 24 peserta yang akan tampil dalam live show ke depan yang tentu saja penuh tekanan. Untuk menghadapi panggung besar itu, Oca yang merupakan peserta termuda ini mengaku tidak gentar namun ia berjanji akan menyiapkan diri dan tampil semaksimal mungkin untuk menjadi juara. Oca adalah gambaran remaja yang memiliki kemauan yang kuat dan ia bekerja keras dalam meraih apa yang diimpikannya. Untuk
Siti Rosalia Iswati
menjadi seperti hari ini, Oca terbilang sangat rajin berlatih. Sebagian besar waktunya ia habiskan untuk latihan. Ia lebih banyak di rumah dan latihan. Ia tidak pernah menghabiskan waktunya sia-sia. Hal inilah yang sempat membuat ibundanya Rohaniah Hermawati sempat khawatir ia kehilangan masa remajanya. PERNAH GAGAL “Selain latihan sendiri, Oca juga menjalani les vokal dan ia sangat tekun. Saya kadang khawatir Oca kehilangan masa remajanya karena tekun sekali menjalani latihan untuk mencapai cita-citanya,” ungkap Rohaniah. Namun, ia merasa senang karena apa yang dilakukan putrinya itu datang dari kemauannya sendiri tanpa ada paksaan dari dirinya sebagai orangtua maupun keluarga lainnya. Ia percaya bahwa keyakinan Oca itu akan mencapai titik terbaik karena
ia melihat sendiri Oca santai saja menjalani hari-hari latihan yang memang diinginkannya tersebut. Ibunda melihat kegigihan Oca dalam meraih cita-citanya untuk menjadi seorang penyanyi profesional kelak. “Dia sering terobsesi dengan penyanyi-penyanyi idolanya dan dia realisasikan itu dengan kerja keras dan pantang menyerah,” katanya. Jiwanya yang tiada pernah menyerah itu kerap dilihat ibunda ketika ia gagal meraih juara satu dalam lomba yang diikutinya. Oca pernah gagal ketika mengikuti audisi Rising Star pada saat ia duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar, pernah masuk pada babak awal Indonesian Idol Junior saat duduk di bangku kelas 6 SD. Atas kegagalan tersebut, Oca tidak bersedih dan tidak pula mengeluh, melainkan ia terus memperbaiki dirinya dengan keyakinannya yang besar bahwa ia mampu jika ia mau bekerja keras. Bakat menyanyi Oca yang menjadi Putri Seni SMPN 2 Mataram ini, sesungguhnya telah terlihat sejak kecil. Lahir dalam lingkungan keluarga yang suka dan bisa bernyanyi, rupanya membuat bakatnya tersebut semakin muncul. Ia banyak mengikuti lomba dan festival menyanyi di NTB dan selalu pulang membawa gelar juara. “Tiap kali ikut lomba, Oca selalu juara. Kerap menjadi juara satu. Jika tidak juara satu minimal ia membawa pulang gelar juara dua atau tiga,” kata Rohaniah. Selama ini Oca memang belum menggeluti bidang menyanyi secara profesional melainkan semata karena hobi. Meski menyanyi bagi Oca remaja sebagai hobi semata, putri kedua dari pasangan Rohaniah Hermawati dan Januar Ramadhan ini memiliki cita-cita kelak menjadi penyanyi profesional dengan memaksimalkan kemampuan dirinya
Oca bersama ibundanya.
dalam bernyanyi. Uapaya sungguhsungguh akan ia lakukan selama masa karantina di Jakarta yang dimulai bulan Mei ini. Dukungan penuh dari orangtua, keluarga dan juga sekolahnya, turut memberi semangat Oca
Oca bersama ayahnya
untuk meraih prestasi tertinggi pada ajang pencarian bakat ini. “Selain orangtua dan keluarga, sekolah juga memberikan dukungan yang baik. Saya diizinkan ikut kegiatan ini dan selalu diinformasikan jika ada tugas sekolah dan kegiatan sekolah lainnya,” ujar Oca. Selama menggeluti dunia menyanyi ini, Oca mempersiapkan dirinya semaksimal mungkin termasuk menyelesaikan tugastugas sekolahnya. Ia menyeimbangkan antara tugasnya sebagai siswa dan hobinya menyanyi yang kini berada pada tingkat yang juga membutuhkan konsentrasinya. Untuk meraih dukungan dari masyarakat, khususnya masyarakat NTB dalam live show yang akan mulai digelar Mei mendatang, Oca didampingi keluarga dan juga Ayu serta Ocong Diesel dari Ayoe Butik Batik Lombok yang mengurus kostum dan promosinya, berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya terutama mendatangi para Bupati dan Walikota di Lombok. “Harapannya masyarakat NTB dapat memberikan dukungan penuh bagi anak muda NTB yang ingin maju seperti Oca. Tentunya dukungan juga diharapkan dari seluruh Indonesia yang mengapresiasi bakat Oca,” ujar Ocong Diesel. -Naniek i. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Kesiapan Menulis pada Anak Masa Kini Menulis bagi anak-anak bukan hal yang mudah tetapi tidak sulit juga. Bagi anak yang sudah siap untuk masuk jenjang sekolah dasar, tentu harus bisa menulis sederhana. Orangtua pun sibuk mencari tempat les atau mencari guru les menulis untuk anaknya.
Padma Bajirani
“D
ede ingat sore ini les nulis ya,” ujar Bu Desi kepada pu tranya. Les menulis halus ini menjadi rutinitas baru bagi Dede. Sekolahnya menjadikan pelajaran menulis halus sebagai mata pelajaran. Les ini bukan berarti Dede tidak bisa menulis tetapi Bu Desi ingin Dede bisa menulis halus dan tulisannya rapi. Hal yang sama diungkapkan Bu Juni ketika buah hatinya mau masuk SD. “Salah satu persyaratan untuk masuk SD adalah bisa menulis nama. Kebetulan ada tetangga yang biasa memberikan les menulis halus. Saya minta dia untuk mengajarkan anak saya,” jelasnya. Ternyata pelajaran yang diberikan itu bermanfaat karena tiap ujian tengah semester dan akhir semester ada penilaian tulis halus. Dari pengamatan Made Pad ma Dewi Bajirani, S.Psi, jika anak mulai menggenggam sesuatu dan mencorat-coret apapun yang ada di sekelilingnya, bersyukurlah, karena anak mulai mengawali kemampuan menulisnya. “Pada awalnya tulisan yang dihasilkan anak bukanlah ber bentuk cerita, melainkan goresangoresan yang tidak beraturan dan terkesan tidak terputus. Fase selan jutnya adalah tahapan pengulangan linier. Fase ini biasanya muncul pada anak usia sampai dengan tiga set engah tahun. Anak akan mengulang garis-garis yang berbentuk vertikal, horizontal, pola atau menyerupai huruf secara berulang, bentuk yang dihasilkan juga belum jelas dan rapi. Pada usia selanjutnya anak mulai mencoba menulis huruf secara acak. Biasanya dimulai pada huruf- huruf konsonan atau sesuai dengan awalan namanya. Kemudian memasuki usia yang lebih besar lagi, anak mulai mampu menuliskan kata-kata sampai dengan kalimat,” jelas pengurus Him punan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. Kemampuan menulis anak san gat dipengaruhi oleh keterampilan motorik halus dan juga kognitif dari anak. Setiap anak memiliki tahapan kematangan motorik halus yang berbeda-beda untuk siap menulis. Ia mengutip Laurel Hughes dalam
bukunya Paving pathways: Child and adolescent development, yang men jelaskan umumnya keterampilan motorik halus anak akan bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Keterampilan motorik halus menun tut koordinasi mata dan tangan serta kemampuan pengendalian gerak yang baik sehingga memungkinkan anak untuk melakukan ketepatan dan kecermatan dalam gerakannya. Hal ini lah yang juga menjadi komponen dalam kemampuan menulis anak. Perkembangan motorik halus anak yang berkaitan dengan kemampuan menulis mulai terlihat di usia diakhir 1 tahun. Ditandai dengan munculnya pincer grasp yang merupakan gerakan terbatas dengan adanya koordinasi pada ibu jari dan keempat jari lainnya. Kemudian pada usia 3 tahun ke atas anak akan mulai menirukan polapola dengan koordinasi tangan dan mata yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. “Perkembangan motorik juga akan terlihat berbeda pada anak lakilaki dan perempuan. Tokoh perkem bangan anak yaitu John W. Santrock mengemukakan jika sebagian besar anak perempuan biasanya akan memiliki keterampilan motorik halus yang lebih baik daripada anak lakilaki. Perkembangan motorik halus pada anak juga dipengaruhi oleh budaya sehingga perkembangannya akan berbeda pada budaya yang satu dengan yang lainnya bergantung kepada stimulus yang diberikan. Perkembangan ini juga merupakan hasil kematangan (maturation) dan proses belajar. Maka dari itu penting untuk memberikan kesempatan be lajar dan pemberian latihan pada anak secara tepat sesuai dengan tahapan perkembangannya untuk mengem bangkan maupun meningkatkan kemampuannya secara optimal,” jelas mahasiswa Magister Psikologi Profesi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini. HINDARI PEMAKSAAN Untuk anak usia 2 tahun dapat dilatih memegang alat tulis lunak dan aman serta menyediakan media corat-coret. Untuk anak usia 3 tahun, orangtua mulai bisa mencontohkan pola-pola sederhana dengan bantuan garis putus-putus. Pada usia selan jutnya orangtua bisa memberikan kesempatan pada anak untuk men genal inisal nama depannya dan mulai mengurangi bantuan garis putusputus. Begitu seterusnya sampai anak mulai memahami konsep huruf dan angka sampai dengan kalimat secara lebih matang. Konsep menulis tidak hanya berpatokan pada tulisan huruf dan angka ya, melainkan juga hasil bentuk-bentuk coretan dan gambar anak. Hindari memaksakan konsep menulis pada anak jika usianya belum mencukupi. Hal ini dapat membuat anak merasa tertekan, kelelahan bahkan malas untuk menulis lagi. Ada baiknya untuk menciptakan kondisi yang menyenangkan dan positif pada anak saat melakukan latihan-latihan
Anak belajar menulis
ini, sehingga anak semakin termoti vasi pada latihan-latihan selanjutnya. Padma juga melihat saat ini se bagian besar pendidikan di Indone sia masih menekankan pada aspek akademis sebagai tolak ukurnya. Bahkan, tak jarang anak-anak yang akan masuk SD juga mendapatkan tes membaca, menulis, dan berhi tung. Kondisi ini pula yang kadang menjadikan beberapa orangtua berpacu untuk menyiapkan kemam puan menulisnya sebelum cukup usia. Di sisi lain apabila anak belum siap menulis sesuai dengan tahapan perkembangan seharusnya, maka dapat mempengaruhi performanya dalam kegiatan sehari-hari seperti di sekolah. Kemudian akan mempen garuhi rasa percaya dirinya karena anak tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas menulis maupun meng gambar yang diberikan. Hal tersebut dapat memunculkan stres dan rasa frustrasi pada anak yang akan ber dampak pada kemampuan sosialnya seperti menurunnya interaksi dengan teman-teman sebaya.
ilustrasi
PENGARUH GADGET Di sisi lain, gadget berdampak besar dalam kehidupan kita seharihari, tidak terkecuali terhadap ke mampuan menulis anak. Ada orang tua menjadi bangga ketika mampu mengenalkan gadget sedini mungkin pada anak-anak. Niat orangtua un tuk memberikan pengalaman yang menyenangkan pada anak dengan serangkaian aplikasi permainan edu katif di dalamnya. Sebagai contohnya adalah aplikasi yang memfasilitiasi anak-anak untuk melatih mengenal huruf dan menulis. Tidak sedikit pula orangtua yang meng-install aplikasi ini untuk mengisi aktivitas anak-anak di waktu luang. Jika dilihat, aplikasi ini memiliki dampak yang positif seperti mengedukasi anak-anak dengan per mainan yang menarik, mengenalan huruf dan angka dengan media visual dan gerak. “Media elektronik berbeda den gan media menulis pada umumnya. Banyak orangtua yang menyadari jika anaknya telah mampu mengenal huruf dan angka di usianya yang
sangat dini. Ayah dan Bunda juga memahami jika anak telah mampu menulis di layar sentuh, tetapi ketika menulis di kertas anak terka dang anak ragu untuk mencoba bahkan tak mampu menulis sesuai dengan tahapan perkembangannya. Kondisi ini sangat sering terjadi karena ketika anak berlatih menulis menggunakan tablet/ gadget, anak tidak melatih seluruh jari jemarinya, pergelangan tangan, lengan dan bahu, serta tekanannya,” ujar perempuan kelahiran Denpasar, 30 Juni 1992 ini. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jika diperhatikan lebih detail, pertama ketika anak menulis pada kertas. Anak menggunakan pen sil atau alat tulis lainnya dimana hampir semua jari-jari pada tangan yang digunakan menulis berperan aktif sehingga mampu menghasil kan coretan atau tulisan. Jika dengan gadget, anak cenderung menggunakan satu jari saja untuk menulis. Lalu, bagaimana jika anak menulis dengan pen pada gadget saat ini?. Memang terlihat serupa tetapi tak sama karena media yang digunakan memiliki ketahanan dan luas yang berbeda, dengan kata lain anak kurang mengenal ‘tebal dan tipis’nya tulisan pada gadget. Jika anak berlatih menulis pada kertas atau media biasanya, anak secara tidak langsung akan belajar mengeksplorasi dan mengontrol te kanan yang ia berikan pada kertas. Anak juga akan belajar memprediksi ukuran tulisan sesuai dengan medi anya. Jadi, hal inilah yang membuat beberapa anak belum mampu memegang pensil bahkan menu lis, namun mampu membaca dan mengenal huruf serta angka dengan pasif. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit
Bambu dan ular
Zaman dulu Bam bu dikenal sebagai guru yang bijak. Ia berpengetahuan luas dan pintar mengajar. Ia bukan saja mahir berbahasa tumbuhtumbuhan, tetapi juga berbahasa bina Made Taro tang. Banyak hewan yang berguru kepadanya, seperti Gajah, Monyet, Harimau, dan bangsa Unggas. Di antara sekian ba nyak muridnya, yang paling cerdas adalah Ular. Ular sangat rajin belajar, disiplin dan cepat menangkap pelajaran. Geraknya lincah dan sangat serasi dengan perawakannya yang tampan. Ber beda sekali dengan murid yang bernama Gajah dan Harimau. Gajah amat bodoh dan gerakan nya lambat. Harimau sombong tetapi tidak kuat menghapal. Pada suatu hari sang Guru Bambu memanggil Ular yang lincah itu. “Wahai, muridku yang paling cerdas dan paling lincah! Aku ingin kau memo tong tangan dan kakimu. Aku rasa tanpa tangan dan kaki, kamu tetap lincah dan tampan, bahkan tambah berwibawa.” Oleh karena Ular sangat hormat dan merasa berhutang budi kepada gurunya, lalu katanya sam bil mengangguk, “Sekehendak Tuan Gurulah!”
Benar sekali kata guru itu! Walaupun tanpa tangan dan kaki, hewan melata itu tetap lincah. Dengan meliuk-liukkan tubuh dan mengangkat kepalanya, ia cepat sekali mencapai sasaran. Lama-kelamaan tindakan sewenang-wenang guru itu sampai pula ke telinga Raja Sulaiman. Sang Raja menanggapi guru yang pandai meng ajar itu telah melakukan tindakan kejam terhadap muridnya. “Hai, Bambu!” teriak Raja Sulaiman menudingnuding sang Guru. “Kau pintar mengajar tetapi tidak bijak. Kau telah menyalah-gunakan ilmu yang tinggi itu. Kau bertindak sangat kejam terhadap murid yang setia. Oleh karena itu mulai sekarang kau kukutuk menjadi bisu!” Apa yang diucapkan raja sakti itu, terjadilah! Semenjak peristiwa itu, sang Guru Bambu tidak dapat berbicara. Ia hanya berbisik apabila tertiup angin. Ketika musim angin kencang tiba, seekor ular melintas di serumpun bambu. Bambu yang berusaha menahan embusan topan itu, meliukliuk dan akhirnya patah. Batang bambu itu tepat menimpa sang Ular. Ular yang melata itu seketika diam, dan mati. Itulah yang terjadi sampai sekarang. Apabila ular itu tertimpa bambu, apalagi terpukul, maka ular itu tidak melawan. Konon ia sangat setia dan hormat kepada gurunya.
Griya
Pilih Lonceng atau Sangkar Burung
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
17
Kap lampu gantung dari bahan anyaman bambu yang lebih menonjolkan esteti ka dan bernuansa natural, tiga tahun terakhir ini masih mendominasi pasar. Hal tersebut diakui Ibu Restu (41), pemilik Restu Shop yang berlokasi di Jalan Raya Sakah, Batuan, Sukawati, Gianyar.
W
alau pangsa pasar nya masih di kisar an orang lokal, ia mengaku pesanan masih selalu mengalir. Seperti siang itu, se orang pria bermotor datang un tuk mengambil pesanannya. Dua model lonceng dan dua model bola. Lampu model lonceng dengan ukuran 35 cm tersebut dibelinya seharga Rp 100 ribu per biji. “Saya mau pasang di warung makan saya,” ucapnya. Alasan yang sama juga dis ampaikan konsumen lain dari Denpasar yang khusus ke Gianyar mencari lampu anyaman bambu ini. Ia tampak sibuk memilih mod el-model lampu yang kesemuanya menarik dan unik. Akhirnya ia menetapkan pilihan pada model lonceng. “Saya pesan yang pakai kain warna-warni saja, karena angkringannya di emperan toko yang ada atapnya,” jelasnya ke pada Bu Restu yang menyarankan jika lampu akan ditempatkan di
luar ruangan lebih baik pakai fiber karena lebih kuat. Bu Restu mengatakan, modelmodel lampu anyaman bambu masih sama seperti yang dulu. Tapi diakuinya memang pilihan pasar sekarang lebih banyak menyukai model lonceng. Model lonceng maupun model lainnya, seperti model botol, bola (sang kar ayam), dan model silinder
ditawarkan dengan berbagai ukuran mulai tinggi 25 cm, dengan beberapa pilihan pelapis dalam dan finishingnya. “Pelapis dalam nya bisa memakai kain dengan bermacam warna pilihan, bisa juga memakai fiber atau kulit kerang. Finishing bisa dipernis atau natu ral,” paparnya. Ia mengatakan konsumen lebih suka natural. Karena jika dipernis, warna anyaman bambu akan tetap hijau seperti saat awal diterima. Sementara jika dibiarkan natural tanpa finishing apa-apa, lama-kelamaan warna bambu akan berubah agak kuning sehingga terkesan bersih. Walaupun tanpa dipernis, ia meyakinkan kap lampu dari anya man bambu ini cukup awet. Kare na sebelumnya, kap-kap lampu ini sudah melalui beberapa proses. Pertama, direndam kurang lebih 5 menit dalam cairan pengawet
kayu. Kemudian dijemur sekitar 1 jam atau sampai anyaman bambu kering. Dilanjutkan dengan mem bakar bulu-bulu anyaman bambu dengan alat khusus. Setelah itu baru kap-kap lampu anyaman bambu ini siap dijual. Dijelaskan Bu restu, bahan utama kap lampu ini adalah kulit bambu yang kemudian dianyam. Kerajinan-kerajinan anyaman bambu ini dipasoknya dari be berapa pengerajin di Singaraja. Menurut keterangannya, di tokotoko lain yang juga menjual kap lampu anyaman bambu, ada yang dipasok dari Lombok. Model lain yang meski pasarnya tak seramai dulu adalah sangkar
burung. Hanya sebagian kecil yang memakai model ini untuk kap lampu gantung, dimungkinkan karena agak berat. Khusus untuk model sangkar burung ini, lebih banyak dicari konsumen untuk dekorasi weedding. Model sangkar burung ini ada yang terbuat dari kayu dan bambu, ada juga dari bahan rotan. Kerajinan ini dipasok dari pengerajin di Malang. Juga tersedeia dari ukuran kecil yang dihargai Rp 15 ribu sampai ukuran besar. Jadi, bagi Anda yang me nyukai model-model kap lampu yang unik, natural dan memiliki nilai estetika ini, tinggal pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan dan selera Anda. –Inten Indrawati
Bu Restu saat melayani pembeli
Kap lampu model lonceng dengan bermacam ukuran
Model sangkar burung
16
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
Ubah Koran Bekas Jadi Bokor
Sekolah bukan saja tempat untuk menuntut ilmu, melainkan tempat untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki siswa baik akademik maupun nonakademik. Guru pun memiliki peran yang sangat sentral dalam pembentukan kepribadian siswa. Guru yang cerdas akan melahirkan siswa-siswi yang aktif dan kreatif. Hal tersebut juga terlihat dari siswa dan siswi SMP Negeri 4 Singaraja.
Hasil karya dari koran dan serbuk kayu
M
emanfaatkan barangbarang bekas yang ada dalam kehidupan seharihari adalah salah satu kompetensi dalam mata pelajaran pra karya. Jika memanfaatkan sampah plastik menjadi barang bernilai jual adalah hal biasa maka mereka mengubah koran bekas menjadi barang yang memiliki nilai seni. Setiap siswa dalam setiap kelas akan ditugaskan untuk membuat kerajinan den gan bahan dasar koran bekas dan serbuk kayu. Kedua bahan dasar tersebut akan dikombinasikan hingga men jadi sebuah barang kerajinan. Membuat kerajinan dari koran bekas dan serbuk kayu bukanlah hal yang sulit bagi siswa siswi SMP Negeri 4 Singaraja, justru mereka merasa senang dan terus ingin mencoba membuat kreasikreasi yang lebih menarik. “Kalau di sekolah, guru cuma menga jarkan buat bokor dari koran tetapi siswalah yang belajar buat kerajinan lain,” ungkap Putu Eka Saskara Adi Kusuma, Ketua OSIS SMP Negeri 4 Singaraja. Ia juga mengatakan seluruh warga seko lah sangat antusias untuk mengi kuti mata pelajaran prakarya tersebut. Kegiatan memanfaatkan barang bekas memang diajarkan bagi seluruh siswa, namun karena masuk ke dalam mata pelajaran maka setiap semester pun akan berbeda kompetensi dasar yang diajarkan. “Tiap semester ber
beda, semester I diajarkan untuk membuat kerajinan dari bahan organik,” ujar siswa kelas 8A1 tersebut. Selain sudah membuat bokor dari koran bekas, lakilaki yang akrab disapa Eka ini juga menyebutkan bahwa kreasi yang sudah mampu dibuat oleh rekan-rekannya di antaranya berupa nam pan, celengan, dan juga tapel atau topeng. Untuk kerajinan bokor koran hanya digunakan sebagai pajangan bukan di gunakan sebagai pebantenan. Dalam proses pembuatan nya pun juga tidak begitu sulit, hanya dibutuhkan bubur koran, serpuk kayu, lem, dan amplas. Untuk finishing dibutuhkan juga cat acrilyc untuk mempercantik benda kerajinan yang ingin dihasilkan dan proses pengerjaannya pun hanya membutuhkan waktu 3 sampai 7 hari. “Semuanya dibuat dengan cara sederhana, pakai juga cetakan tapi buatan kami juga bu kan pabrik,” ungkap laki-laki kelahiran 3 Februari 2003 tersebut. Selama ini kerajinan-kerajinan yang dihasilkan sudah sempat diikutkan dalam berbagai pameran, bahkan tidak jarang sekolah-sekolah di luar Buleleng datang untuk melihat hasil karya dari anak-anak SMP Negeri 4 Singaraja. “Guru-guru dari luar Buleleng pun menyempatkan waktu untuk melihat proses pengerjaanya,”
ungkap Eka ditemani rekannya Gusti Ayu Ketut Sinta Maharani disebuah pa meran seni. Ke depan ia sangat berharap barang-barang kerajinan yang dihasilkan bisa dipasarkan. “Memang sudah ada rencana dipasarkan namun yang menjadi kendala adalah tempat pemasarannya,” tandasnya. -Wiwin
Edukasi
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
Hari Kartini di Miracle
9
Flower Bouquet untuk 21 Pelanggan Perempuan, cerdas, dan cantik. Tiga kata tersebut sangat tepat untuk menggambarkan sosok Kartini, salah seorang pahlawan di tanah air kita ini. Begitu pula dengan Miracle Aesthetic Clinic dengan berbekal pengalamannya selama 20 tahun yang erat kaitannya dengan perempuan dan kecantikan, dilengkapi pula dengan cita rasa seni di dalamnya.
Sinta dan Eka
DR. DIAH SRIKANDI JADI HARAPAN BARU PEREMPUAN BALI DI DPRD BALI
SARINAH SUMBER INSPIRASI PEREMPUAN BANGSA Kurang dari tiga bulan menjadi anggota DPRD Provinsi Bali menggantikan (alm) IB Bhirawa asal dapil Jembrana, sosok Srikandi PDIP yakni Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikakandi Wedasteraputri Suyasa, S.E.,M.M. ini langsung menjadi sorotan publik. Selain jejak rekam dirinya yang mengagumkan, salah satunya adalah sempat menjadi Rektor Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) yang didirikan keluarganya dan Bung Karno, Gek Diah juga merupakan doktor ilmu pemerintahan termuda di Republik Indonesia yakni usia 27 tahun, 6 bulan. Hal ini tentu menjadi penyemangat terutama kalangan Fraksi PDI Perjuangan yang merupakan fraksi terbesar di DPRD Bali mengingat ada sosok termuda di Fraksi sekaligus seorang akademisi yang diharapkan memperkuat basis perjuangan partai besutan Megawati Soekarno Putri itu. Hal ini terbukti, ketika sosok Gek Diah ini dipercaya oleh fraksinya untuk membacakan pandangan fraksi di hadapan Gubernur dan seluruh pejabat di gedung DPRD Bali, performa dari Gek Diah langsung menuai pujian. Kini, ia bertekad memperkuat PDIP agar menjadi partai wong cilik namun tetap melakukan pendekatan akademis dalam setiap visi program pembangunannya. “Jangan lupa, Bung Karno adalah politisi akademis. Beliau adalah sarjana ITB dan peraih gelar doktor dari 26 perguruan tinggi terhebat di dunia. Jadi saya ingin mengikuti jejak beliau, bahwa akademisi harus ikut serta mewarnai dunia politik bangsa,” ungkap Gek Diah yang bersuamikan notaris Badung, Ketut Ariyasa, S.H.,M.H. ini. Ketika pimpinan DPD PDIP Bali,
Dara
B
ulan April tahun ini, Miracle turut berpartisipasi dalam memperingati Hari Kartini dengan memberikan ber bagai pelayanan dan penawaran yang spesial bagi para pelang gannya. Begitu dengan keistime waan pelayanan yang selama ini
Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi WS,S.E.,M.M. bersama suami saat dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Bali
Dr. Wayan Koster meluncurkan program Sarinah di DPD PDIP Bali tempo hari, dirinya adalah salah satu kader PDIP yang sangat antusias. “Bagi kaum Marhaen, ada buku bacaan wajib yang harus dibaca yakni Di bawah Bendera Revolusi (DBR) Bung Karno dan biografi Soekarno karya Cindy Adams. Khusus perempuan, Sarinah adalah bacaan yang menginsiprasi. Di sini pemikiran Bung Karno terkait perempuan dituangkan. Saya harap perempuan Bali khususnya kaum ibu juga untuk meluangkan waktu membaca buku ini,” ungkap Gek Diah yang merupakan adinda dari Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ini.
Salah satu customer yang terima hand bouquet
dipersembahkan, yakni mulai dari kenyamanan, keamanan, kerama han, serta privasinya. Selama satu bulan penuh , Miracle Aesthetic Clinic Renon memberikan harga spesial untuk berbagai perawatan yang dikemas dalam bentuk Kartini Package I sampai III. Paket ini terdiri dari Facial, Neck & Eye Treatment serta Magic Lift. Tak hanya itu, Miracle juga memberikan gratis hand mask bagi setiap pelanggan yang mengam bil paket Kartini tersebut. “Miracle memang tak pernah ketinggalan memeriahkan momen Hari Kartini. Seperti kali ini kami memberikan berbagai penawaran menarik dan beberapa aktivasi untuk memanjakan para customer,” ujar Upik Rustiah, Clinic Manager Miracle Aesthetic Renon. Yang tak kalah spesial, pada tanggal 15 hingga 22 April lalu, Miracle bekerjasa ma dengan Shagida Bali Fas hion Art dalam memamerkan
Tim Miracle tampil berkebaya di Hari Kartini
berbagai produk handpainting, seperti kain kebaya, baju, sepatu, sandal dan tas yang dilukis dengan tangan. “Yang menarik, beberapa karya Shagida ini adalah hasil buah tangan dari salah satu pelanggan loyal Miracle Aesthetic Renon selama kurang lebih 7 tahun. Karenanya kami sangat mendu kung mereka untuk memamerkan serta menjual hasil karyanya di Miracle,” tambah Upik. Kegiatan ini sesuai dengan filo sofi Miracle yakni ‘The Art Behind the Science of Aesthetic’, dimana Miracle menggabungkan seni dan ilmu estetika untuk menciptakan kecantikan dan keindahan wajah secara holistik. Booth pameran yang bertem pat di area lobi Miracle Renon, ini pun menjadi incaran para pecinta mode, sebab keunikan dari ber bagai produk Shagida. “Karena Miracle juga mengangkat tema art dan beauty, makanya kami antusias sekali bisa bekerjasama dan ikut memamerkan produk kami di sini. Kebetulan produk kami juga meng
Gubernur Pastika Lepas Peserta ‘’Bali Color Run’’ yang Digelar BPS Bali
MELEPAS - Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat melepas kegiatan Bali Color Run yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Badjra Sandhi, Renon, Denpasar, Minggu (24/4).
GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika melepas peserta Bali Color Run yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali di Lapangan Monu men Perjuangan Rakyat Bali, Badrja Sandi, Renon, Denpasar, Minggu (24/4). Kegiatan yang bertemakan ‘’Ayo Sukseskan Sensus Ekonomi 2016’’ itu diikuti 2.000 peserta dari berbagai lapisan masyarakat. Pelepasan jalan santai tersebut, ditandai dengan penaburan serbuk berwarna ke arah peserta. Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Sensus Ekonomi 2016 ini merupakan program nasional yang sangat penting dilakukan demi membangun Bali ke depan nya. Karena dengan data yang akurat, maka ekonomi Bali ke depan bisa berjalan lebih baik lagi. Mengingat statistik merupakan
kompas dan pelita yang benar, sehingga tidak akan bisa berjalan untuk menemukan apa yang dituju. “Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 yang bakal dilaksanakan mulai 1-31 Mei mendatang akan memberikan peluang kerja bagi anak muda Bali. Mengingat data atau prospek yang dihasilkan benar-benar men jadi kompas dan pelita untuk menuntun masa depan Bali dan bangsa. Karena masa depan Bali ada di tangan generasi muda yang akan datang. Lewat generasi muda itu diharapkan ekonomi Bali ke depanya bisa berjalan sesuai koridor dan tidak salah arah,” kata Pastika. Pastika berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 bisa berjalan sesuai dengan perencanaan demi pembangunan ekonomi yang lebih baik. Maka dari itu, pihaknya meminta masyarakat terutama di kalangan
pengusaha bisa memberikan data akurat apa adanya, bukan ada apanya. “Kami harap dengan demikian arah pemban gunan ekonomi Bali ke depan terus mengalami peningkatan yang signifikan,” jelas Pastika. Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan, maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan Bali Color Run ini adalah sebagai upaya terakhir untuk persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016. Karena banyak telah dilakukan untuk menyosialisasikan kegiatan ini. Sekarang ini tinggal mem inta dukungan kepada anak muda Bali untuk ikut membantu menyukseskan kegiatan ini. “Kami berharap anak muda yang masih memiliki energi dan kreativitas mampu membantu di dalam menyosial isasikan Sensus Ekonomi 2016 ini. Jadi diharapkan efek berantai yang positif. Se hingga masyarakat umum bisa memahami dan mendukung kegiatan Sensus Ekonomi 2016 ini. Karena dengan dukungan dari berbagai lapisan, kegiatan ini nantinya diharapkan bisa berjalan dengan sukses tanpa ada hambatan,” ungkap Nugroho. Rute jalan sehat tersebut tidak terlalu jauh. Para peserta cukup mengelilingi seputaran Monumen Bajra Sandi, Renon. Setelah finis, para peserta dimanjakan dengan hadiah utama satu unit sepeda gunung dan banyak hadiah door prize lainnya. Peserta juga dihibur penyanyi Pop Bali seperti Ayu Dwi Gita, Gus Puja, Sinta Dewi, dan penampilan Tiga Siluman, dan KIS Band. -kmb
gunakan warna-warna cerah dan natural sehingga bisa memberikan kesan Bali, dan tentunya ada nilai seninya yakni motifnya dibuat se cara handpainting,” ungkap Nurti Andayani, Manager Shagida Bali Fashion Art. Selain dipasarkan di Bali, kata Nurti produk Shagida juga meluas ke seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua, Jambi, Medan, Ja karta, Kalimantan, dan lainnya, serta sudah pula diekspor ke luar negeri. Tak hanya pakaian, namun ada pula tempat kosmetik, tempat handphone, mukena, jilbab, kipas serta produk lainnya yang dilukis tangan. “Semua produk dan aksesoris lukis tersedia untuk memanjakan kebu tuhan para pelanggan kami, para
pecinta fashion art,” lanjut Nurti. Bertepatan dengan digelarnya pameran tersebut, Miracle sebagai perintis di dunia bisnis estetika di tanah air ini, juga memberikan tambahan promo khusus harga spesial untuk lebih banyak pera watan seperti Facial, Peeling, La ser, Botox, Threadlift dan RF. “Un tuk makin memeriahkan momen Kartini, tepat di tanggal 21 April, para staf Miracle mengenakan kostum berkebaya bagi yang perempuan, dan kostum batik bagi staf pria, dengan nuansa hi jau seperti warna utama Miracle. Selain itu kami juga memberikan flower bouquet untuk 21 customer perempuan pertama di hari itu,” tutup Upik. – Sri Ardhini
BRI dan JCB Jalin Kerjasama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sebagai salah satu Bank BUMN terbesar di Indonesia, mengumumkan telah siap untuk mulai menerima transaksi kartu JCB di mesin Electronic Data Capture (EDC). Peluncuran layanan baru ini dilakukan awal April 2016 oleh CEO BRI, Asmawi Syam dan CEO JCB, Ichiro Hamakawa di kantor pusat JCB, Tokyo, Jepang. Dengan peluncuran kemitraan baru ini, kartu JCB sudah dapat digunakan untuk bertransaksi di seluruh Electronic Data Capture (EDC) BRI yang terdapat logo JCB. Selain itu kartu JCB juga dapat digunakan untuk bertransaksi penarikan uang tunai di lebih dari 21 ribu ATM BRI yang telah dimulai sejak tahun lalu. Mer chant yang terpilih sebagai merchant pilot untuk melakukan transaksi perdana di EDC BRI tersebut adalah Hardrock Hotel, Legian - Bali pada Jumat (22/4). Kepala Divisi BRI untuk Bisnis Kartu, Mohammad Helmi, menyampaikan BRI bangga menjadi salah satu anggota dari JCB dan memberikan layanan tambahan kepada pelanggan berupa kemudahan dalam melakukan transaksi. -Ngurah Budi
IM3 Ooredoo Gandeng Tantraz Comic Bali Komitmen Indosat Ooredoo untuk terus menghadirkan pengala man digital lebih baik untuk pelanggannya, terutama yang ada di Bali diwujudkan melalui kerjasama dengan Tantraz Comic Bali. Sebuah aplikasi komik digital berjudul “Baladeva” diperkenalkan pada Jumat (22/4) di ISI Denpasar. Komik karya Putu Gde Ary Wicahyana ini mengangkat tema sejarah kerajaan di Bali pada abad ke-10. Ilustrasi yang dihadirkan dalam komik ini menggunakan teknik digital painting. Ary mengatakan cerita historis sangat menarik untuk diangkat sebagai komik karena mempunyai nilai moral yang tinggi. Namun, diakuinya untuk memproduksi komik dalam bentuk hardcopy, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Penyebaran komik digital ini akan mem peringan biaya produksi dan menjangkau lebih banyak lagi penikmat komik,” ungkapnya. Head of Sales Indosat Ooredoo Area Bali Nusra, Heny Tri Purmaningsih mengatakan konsumen di era digital saat ini cenderung suka pada penyajian visual. Komik dianggap mampu untuk meningkatkan minat baca dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi generasi muda. -Ngurah Budi
10
Kreasi
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Tari Palawakia
Disegarkan sebelum Layu Kuyu
Pada tahun 1940-an, di Bali Utara, tercipta seni pentas yang disebut Tari Palawakia. Tari yang dibawakan oleh seorang penari dengan iringan gong kebyar ini memadukan beragam unsur seni. Untuk menyajikannya, selain memerlukan keperigelan dalam bidang seni tari, namun juga keterampilan dalam menabuh gamelan, dan kemampuan olah vokal tembang sekar ageng. Mungkin karena sekar ageng yang dialunkan dalam tari yang berdurasi sekitar 15 menit ini menggunakan tembang palawakia, seni pentas yang di masa lampau lazim digelar dalam duel kebyar secara mabarung (tampil secara bersanding dalam satu panggung) di pelosok desa-desa Dangin Enjung (Buleleng Timur) dan Dauh Enjung (Buleleng Barat) itu, oleh penciptanya atau masyarakat menyebutnya Tari Palawakia.
A
dalah I Paraupan atau Pan Wandres, seniman dari Desa Jagaraga, Buleleng, diduga sebagai pencipta tari Palawakia ini. Setelah menjadi pertunjukan wajib atau pembuka dalam tradisi pentas mebarung di Bali Utara, seiring dengan perkembangan gong kebyar yang semarak pada tahun 1950-an, Tari Palawakia juga ikut menjadi khasanah tari kebyar yang dapat disaksikan masyarakat di belahan Bali lainnya. Kendati pun pada awalnya tari ini dianggap “aneh” oleh masyarakat Bali Selatan, namun kreativitas seni tari seniman Bali Utara itu dapat juga dirasakan keindahannya, seperti halnya Tari Tarunajaya karya seniman I Gede Manik, murid Pan Wandres. Bagaimana eksistensi Tari Palawakia, kini? Memang sulit untuk dapat menyaksikan pe-
mentasannya, termasuk kuyu di Bali Utara sendiri. Pada tahun 2007, arena Festival Gong Kebyar dalam Pesta Kesenian Bali (PKB), pernah menggairahkan Tari Palawakia. Masing-masing kabupten/kota se-Bali wajib menyajikannya dan ternyata direspons antusias penonton. Sang juaranya bukan sajian Tari Palawakia duta Kabupaten Buleleng melainkan jago dari Kabupaten Karangasem. Hanya sayang, setelah euporia di panggung terbuka Ardha Candra itu berlalu, Tari Palawakia layu kembali. Energisitas tariannya lesu, permainan instrumen trompong-nya senyap, dan kumandang tembangnya tak terdengar. Gong Kebyar Mabarung Nyatur Desa yang digelar di Lapangan Astina Gianyar, serangkaian HUT ke-245 Kota Gianyar pada 14 April 2016 lalu, menjadi pelipur rindu terhadap
Style
Gaya, segar, dan ceria. Begitulah penampilan model cilik ini mengenakan busana Endek kasual. Di arena catwalk yang megah di Gedung Ksirarnawa. Selanjutnya, mereka melenggang dengan santai, lepas dan nyaman beberapa waktu lalu.
M
Tari Palawakia. Salah satu grup, dari empat gong kebyar yang saling unjuk kebolehan pada malam itu, gong kebyar Putra Persada Karang Taruna Sukawati menampilkan Tari Palawakia. Dibawakan oleh seorang penari wanita (Sri Ayu Pradnya Larasari) dan didampingi oleh seorang pengartos/penerjemah (I Bagus Widjna Bratanatyam), sajian Tari Palawakia dari Karang Taruna Sukawati tersebut memukau ribuan pasang mata penonton. Penonton yang sesak, menyimak dengan tekun sejak awal hingga akhir tarian.
Diiringi dengan tatabuhan gamelan yang tangkas, si penari memasuki arena pentas dengan ayunan langkah yang anggun berwibawa. Sejak diciptakan, tari ini menggunakan busana “campur-campuran”. Kepala penari dibalut dengan udeng-udengan, sama dengan Tari Tarunajaya. Menggunakan baju prada seperti yang digunakan Tari Legong Keraton. Dari badan hingga kaki menggunakan busana tatopengan, lengkap dengan sebuah keris di punggung. Tari Palawakia ini diawali dengan koreografi karakter babancihan. Sembari menari dengan lincah, si penari mengumandangkan tembang pembuka, pengaksama, dalam bahasa Jawa Kuno (Kawi) yang diterjemahkan dalam bahasa Bali oleh si pengartos. Memasuki bagian kedua, si penari duduk menghadapi instrumen trompong yang telah disiapkan di tengah arena panggung. Kedua panggul diangkat, diputar-putar, lalu nada-nada dititi memainkan melodi yang kemudian sambut oleh permainan seluruh instrumen gamelan gong kebyar dan berhenti dalam jeda yang hening. Saat inilah si penari mengalunkan tembang sekar ageng. Larasari dan Bratanatyam mengangkat topik kepemimpinan yang dipetik dari Kakawin Ramayana. Liriknya terdengar mengayun: Prihen temen dharma dumanarang sarat/ Saraga sang sadhu sirike tutana/ Tan artha tan kama pidonya tan yasa/Ya sakti sang sajjana dharma raksaka. Alunan tembang kakawin itu, berselang-seling dengan permainan trompong si penari disertai ornamentasi seluruh instrumen.
Selain terpesona dengan lagak tari, permainan trompong, dan kemerduan tembang si penari, penonton menyimak seksama elaborasi si pengartos. Ketika si penari mengalunkan lirik saraga sang sadhu sirike tutana, diberi ilustrasi oleh si pengartos dengan : “Yening dados manggala jagat, turas mangkine, ipun i pempimpin, patut mirengang ‘suara hati rakyat’. Sampunang pisan ngemargiang tingkah corah sekadi korupsi, kolusi, nepotisme. Dharma pemimpin patut ngutamayang i panjak nuju idup paras paros kerta raharja”. Ungkapan ini disambut gegap tepuk tangan penonton. Penonton surprise pada akhir tarian, ketika si penari memberi penekanan pesan dengan retorika deklamatis. “Yening i peminpin sube dana lan asih tekin panjak, ye i panjak apang subakti mase nabdab raga nindihang gumi, ngertiang jagat. Ask not what your country can do for you but ask what you can do for your country. Jangan hanya bisa menuntut apa yang diberikan negara kepadamu, sebaliknya tanyakanlah pada dirimu sendiri, apa yang dapat kau berikan untuk kejayaan bangsa dan negara?” Pesan yang kontekstual ini disambut seru penonton. Tari Palawakia yang lahir pada pra kemerdekaan RI ini terasa menjadi segar, seakan baru diciptakan. Kesegaran tari ini terasa membuncah dalam bagian akhirnya, Laras si penari membawakan dengan ekspresif, lugas, tegas, dan menghentak-hentak koreografi karakter babarisan penuh semangat. -Kadek Suartaya
15
Gaya Kasual Anak-anak
enariknya, murid SD DCC ini bukan hanya sekadar beraksi di panggung, namun dengan busana yang mereka kenakan, tercatat ikut melestraikan warisan budaya lokal Bali, khususnya endek. Pilihan busana kasual kali ini diantaranya berupa padanan celana panjang atau celana pendek yang
Tari Palawakia
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
dipadukan dengan kaus dan kemeja atau blus serta dres dengan warna beragam. Kreasi berbagai bahan yang dikombinasi atau di kreasikan dengan endek ini meski modelnya simpel namun tetap fashionable saat dikenakan. Seluruh rancangan tersebut mampu menjadikan anak-anak ini bergaya sesuai usia mereka. – Sri Ardhini
14
Jelita
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
Tips Badan Sehat dan Indah
Bugar
P
Daniel Chang , gene ral Manager PT BWL juga mengaskan bahwa Optrimax yang juga bagian dari produksi BWL yang berpusat di Singapura dan di Indonesia sudah berdiri sejak tahun 2006 ini, memang produk yang eksklusif dan bermanfaat bagi kesehatan. Karenanya, seseorang yang mengkonsumsi buah plum kering ini bisa memiliki kualitas kesehat an yang baik. Sedangkan , bagi mereka yang memiliki berat badan berlebihan, produk Optrimax Plum buah kering dapat pula dijadikan solusi yang ampuh untuk menetralisir racun dan me ngurangi timbunan lemak dalam tubuh. Kita tidak perlu melakukan diet ketat karena Optrimax Plum yang akan membantu mengontrol berat badan kita. Jadi, siapapun tidak perlu sibuk melakukan ini- itu untuk menjaga berat badannya Cukup dengan mengonsumsi buah plum kering dan dilakukan secara rutin untuk memberikan hasil berupa tubuh sehat yang berkelanjutan. Dikatakannya pula bahwa Optrimax Plum buah kering, merupakan produk penetralisir racun yang terjamin alami dan berkualitas. Produk yang satu ini memiliki kandungan bermutu tinggi seperti buah plum kering, pu’er tea, teh hijau dan probiotik. Semua bahannya memiliki manfaat yang bagus terhadap tubuh. Buah plum kering juga dapat dijadikan kuda-
Tiap orang apalagi wanita, sangat memimpikan memiliki kulit yang putih mulus bebas dari noda/bekas luka. Namun, terka dang ada noda pada kulit yang sudah terlanjur terjadi karena kesalahan perawatan dan pena nganan penyakit kulit pada masa anak-anak. Noda ini seringkali sangat susah dihilangkan atau kembali seperti semula.
pan lezat yang kaya akan serat dan rendah kalori serta tanpa lemak, sehingga dapat berperan aktif membersihkan usus. Hal ini terjadi karena buah plum mempunyai kandungan bahan alami yang dapat berfungsi merangsang pergerakan usus, dengan begitu semua kotoran atau racun dapat terdorong keluar dan tidak lagi menumpuk atau bahkan menjadi kerak di dinding usus. Sedangkan kan dungan yang bernama Pu’er tea dan teh hijaunya, berfungsi untuk penghambat terserapnya lemak dan pembakar lemak yang efektif. Kemudian, unusr probiotik yang juga ada di dalamnya sangat berguna untuk membuat pencernaan berjalan baik. Kita juga tidak perlu khawatir mengenai legalitas produk optrimax plum ini karena sudah ada izin BPOM RI ML 857407001105. Untuk Berat Badan Ideal Lebih lanjut Wulan mengatakan kalau produk Optrimax Plum yang setiap kemasan memiliki berat bersih 150 gram dan terdiri dari 10 buah plum yang telah dikeringkan secara maksimal, merupakan buah kering in.i selain mentralisir dan membersihakan usus dari racun juga dapat membantu kita mewujudkan tubuh lebih proporsional dengan berat badan yang ideal. Produk yang satu ini juga sangat kaya akan khasiat dan manfaat, diantaranya : lMampu meningkatkan kesehatan organ pencernaan karena mengandung probiotik, yang merupakan bakteri baik dan bermanfaat untuk tubuh. l Meminimalisir persoalan terhadap kesehatan dan kecantikan dengan detoksifikasi yang efektif. Membantu meremajakan kulit karena di dalamnya terdapat kandungan antioksidan. l Menghasilkan tubuh
proporsional dan berat badan ideal melalui langkah mudah dan sehat. l Aktif menghambat penyerapan lemak ke dalam tubuh. Namun, kata Wulansari untuk mendapatkan khasiat dan manfaat dari produk Optrimax Plum ini, kita sebaiknya mengikuti aturan cara mengonsumsinya yang benar yakni: l Konsumsi 1 buah kering optrimax plum setiap hari, sesudah makan malam selama 5 sampai 7 hari. lSetelahnya ingat minum air putih yang banyak. Lebih bagus lagi air hangat, guna membantu mengeluarkan sisa makanan di usus yang sudah tertimbun. Berikutnya a jika memang menginginkan mendapatkan hasil yang paling optimal, terutama bagi yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas . Biasanya setelah mengonsumsi Optrimax plum, beratnya badan akan berkurang. Ketika penurunan terjadi cukup banyak, terutama bagi mereka yang perutnya buncit agak keras, seringkali akan nampak bergelambir. Untuk mendapatkan kulit yang kekencangannya lebih baik dan sempurna atau tidak sam[pia bergelambir maka disarankan untuk melanjutkan dengan mengonsumsi Optrimax Jelly, dilakukan setelah makan pagi atau makan siang. Gunanya, kata Wulan untuk menahan lapar selanjutnya. Menjadi lebih baik lagi jika perut tersebut diolesi dengan Body Jell dan sebagai langkah terakhir yang memuaskan adalah tidak lupa menggunakan streples. – Sri Ardhini
11
Sepele tapi bisa Infeksi
Para pakar kesehtan menyatakan bahwa berbagai penyakit bisa menyerang dan yang terjadi pada siapa saja. Adanya penyakit sudah jelas akan menurunkan kualitas kesehtannya. Penyebabnya selama ini, sebagian besar bera kar dari masalah pencernaan atau usus. Bahkan saat ini kanker usus menjadi penyebab kema tian yang ke lima di dunia.
encernaan atau usus bermasalah tentunya ini berhubungan dengan pola hidup, pola makan yang tidak sehat secara terus menerus, diantaranya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol hingga kurang tidur akibat senang begadang, yang semuanya cukup keras mempengaruhi kesehatan terutama di usus. Bukan hanya itu, yang menjadi pemicu menurunnya kesehatan, persoalan asupan makanan. Seseorang dengan asupan makanan yang tidak bergizi tersebut memang sangatlah mudah mengakibatkan terkena penyakit di kemudian hari dan hal tersebut secara tidak sadar membuat tubuh menabung racun. Lantas apa yang harus di lakukan untuk membersihkan racun dalam tubuh tersebut? Pekan lalu Dian Wulansari salah seorang leader PT Best Word (BWL) di Bali, berbicara di depan puluhan bapak dan ibu serta remaja putri, di salah satu ruangan pertemuan di Hotel Aston di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Ia membagikan informasi yang menarik terkait tentang diet mudah dan sehat. Atau agar usus sehat dengan cara yang nikmat. Ia mengatakan ketika kondisi kesehatan menurun dan ingin menjaganya, secara umum kita dapat menanggulanginya dengan mengonsumsi banyak serat yang berasal dari sayuran, buahbuahan dan biji-bijian. Dan, saat ini kata Wulan, sudah ada solusinya yang lebih mudah, karena telah hadir produk berkualitas bernama Optrimax Plum Delite dan Optrimax Plum Jelly Delite. Pohonnya yang ditanam di Taiwan dengan grade terbaik ini, dapat membersihkan atau menjaga kesehatan usus dari penumpukan sisa makanan yang sudah lama membandel. Optrimax Plum ini, lanjutnya merupakan buah kering yang menjadi bagian dari rangkaian produk yang efektif menetralisir racun di dalam tubuh serta sekaligus dapat mengontrol berat badan. Produk yang satu ini terbukti aman sebab selain terbuat dari bahan alami, Optrimax Plum juga memiliki kinerja yang mampu mengoptimalkan seluruh proses dalam tubuh.
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.K.K.
S
alah satu penyakit infeksi pada kulit, walaupun tidak terlalu berbahaya, namun seringkali menimbulkan bekas adalah penyakit korengan (ektima). Penyakit ini juga tergolong popular karena seringkali dikaitkan dengan faktor kebersih an kulit seseorang. Dosen FK Unud/RS Sanglah dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.K.K, mengatakan, penyakit korengan merupakan salah satu golongan penyakit kulit yang disebabk an oleh bakteri stafilokokus, steptokokus atau keduanya. “Ektima tampak berupa pembentukan keropeng yang berwarna kuning kehitaman dan kotor yang menutupi suatu luka di bawahnya. Faktor yang memudahkan timbulnya penyakit ini, sanitasi buruk, higienitas, atau kebersihan badan yang kurang, menurunnya daya tahan tubuh, serta adanya riwayat penyakit kulit sebelumnya,” ujarnya. Ia mengatakan, korengan dapat menyerang siapa saja baik orang dewasa maupun anak-anak. Namun, penyakit ini seringkali lebih banyak menyerang anakanak. “Faktor kebersihan yang kurang dan juga daya tahan tubuh yang kurang termasuk kekurangan nutrisi pada anak-anak seringkali menyebabkan banyaknya kasus ektima yang menyerang anakanak,” katanya. Anak-anak sering bermainmain di tanah maupun di lapangan yang berdebu dan berlumpur namun kadang tidak mandi maupun membersihkan diri dengan baik menggunakan sabun. Selain itu, kuman-kuman yang melekat pada kulit menjadi lebih mudah masuk kedalam tubuh apabila sudah terdapat luka-luka kecil misalnya lecet saat bermain atau luka-luka kecil bekas garukan karena pe-
nyakit alergi lainnya. Bakteri golongan stafilokokus selain berasal dari lingkungan juga dapat membentuk koloni di ketiak maupun hidung, sehingga dapat menimbulkan koreng yang berulang. Peranan faktor makanan maupun alergi makanan tidak berhubungan secara langsung dengan terjadinya penyakit koreng ini. Namun, penamaan di masyarakat seringkali membingungkan karena beberapa jenis penyakit alergi baik itu alergi makanan, debu atau bahkan karena gigitan nyamuk yang apabila terinfeksi menimbulkan luka bernanah dan bekas luka juga digolongkan sebagai korengan. Ia mengatakan, korengan apabila tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan luka yang makin dalam (borok) bernanah dan juga menimbulkan infeksi jaringan kulit yang lebih dalam (erisipelas/selulitis). Erisipelas atau selulitis ditandai oleh adanya kemerahan di sekitar luka yang teraba panas dan sakit bila disentuh. Apabila sampai tahap ini tetap tidak ditangani dengan baik, maka dapat menimbulkan infeksi di seluruh tubuh (sepsis) yang ditandai panas tinggi, napas cepat bahkan dapat berujung pada penurunan kesadaran dan bahkan kematian. Secara umum, konsep pengobatan tropikal/ lokal pada kulit menggunakan konsep basahbasah, kering-kering. “Apabila kondisi penyakit kulit basah (bernanah) kita harus menggunakan pengobatan yang bersifat basah yaitu dengan menggunakan kompres, sebab apabila pada luka yang basah dioleskan salep, maka salep akan mengambang dan tidak mencapai lapisan kulit yang ingin diobati,” ujarnya. Pada kasus ini, kata dia, lebih dipilih kompres dengan menggunakan cairan antiseptik seperti rivanol. Apabila kondisi penyakitnya sudah mengering, maka dilanjutkan dengan pengobatan dengan
konsep kering yaitu menggunakan salep antibiotik seperti golongan mupirosin, natrium fusidat atau gentamisin. Selain pengobatan tropikal, dapat dikombinasikan dengan pengobatan oral (obat yang diminum) menggunakan antibiotik oral. Kare na penyakit ini disebabkan oleh kuman stafilokokus/streptokokus maka lebih dipilih antibiotik golongan penisillin atau cefalosporin. Pemilik klinik spesialis kulit D&I Skin Centre ini mengatakan, penyakit korengan memang sangat identik dengan bekasnya, bahkan di masyarakat seringkali menamakan bekas coklat kehitaman pada kulit karena sebab apapun sebagai koreng. Bekas di kulit memang
kemungkinan besar terjadi pada ektima karena penyakit ini menimbulkan luka yang cukup dalam dan melewati lapisan basal kulit yaitu lapisan kulit yang dapat mengganti
kulit dengan sempurna tanpa bekas. “Untuk mencegah atau mengurangi bekas yang dapat timbul, sebaiknya apabila timbul korengan segeralah diobati ke dokter, jangan mencoba-coba dengan obat-obat salep/minyak sembarangan karena seringkali bukannya menyebabkan perbaikan, tapi bahkan menjadi tambah parah sehingga bekasnya akan menjadi lebih lebar dan dalam,” sarannya. Ia menyarankan, apabila sudah terlanjur timbul bekas kecoklatan pada kulit dapat disamarkan dengan menggunakan krim yang mengandung pemutih untuk mengurangi tumpukan pigmen pada area itu. Selain itu, bisa juga menggunakan perawatan chemical peeling atau laser untuk mengangkat lapisan sel kulit mati dan lapisan kulit yang mengandung pigmen yang berlebihan. -Wirati Astiti
Tips Mencegah Korengan: lSetelah bermain di halaman rumah atau lapangan harus segera mandi dengan bersih menggunakan sabun, kalau perlu menggunakan sabun antiseptik. lApabila terdapat luka-luka kecil bekas garukan atau luka karena bermain-main, segeralah dibersihkan dengan larutan antiseptik seperti betadine/alkohol dan menggunakan salep antibiotik, se hingga tidak menjadi tempat masuknya kuman ke kulit kita. Maksimalkan daya tahan tubuh kita untuk melawan kuman yang masuk dengan makan makanan yang sehat dan bergizi serta istirahat yang cukup. -Wirati Astiti
12
Kuliner
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Sensasi Kopi D
Mesin sangrai biji kopi
Jus Sehat Lelah berjalan-jalan di areal Secret Garden Village bisa diobati dengan sajian makanan lezat dari The Luwus Rstaurant. Menurut I Nyoman Yudi Triadi, Asisten Resto Manager The Luwus, selain makanan Indonesia, Bali, dan Asia, ada jus corner yang menyajikan jus sehat. Ada pilihan jus sehat yang sangat menyegarkan kerongkon gan, seperti Cucumber Lime yakni jus mentimun dengan jeruk nipis, dan daun mint. Ada Manggo Green yakni daun bayam dan campuran mangga manis, tanpa tambahan gula. Pineberry Smothy yakni jus dari buah stoberi, nenas, dan yogurt. Jus yang paling unik Green Vegetables Detox yakni campuran sayuran pokcay, nenas, apel dan madu. Jus ini dipercaya bisa membuang racun-racun di dalam tubuh. Ia menambahkan, saat ini, sedang dipersiapkan Rice View yakni satu areal tempat makan yang khusus menyajikan makanan Western BBQ dan grill, dengan pe mandangan sawah. –Wirati Astiti
jika ingin menikmatinya, sudah tersedia kedai kopi yang sangat nyaman. Ada beberapa item kopi yang dijual, seperti kopi yang disajikan panas dan dingin. Ada dua barista yang akan melayani, yakni Heru dan Yudi. Pilihan menu kopinya juga sangat menarik. Sajian mi numan kopi tidak hanya melulu dengan bahan utama kopi, tapi ada sensasi lain dari kopi. Jangan katakan Anda pencinta kopi, jika tidak merasakan sensasi dari kedai Black Eye Coffee. Pinecoffee Colada, salah satu yang unik, yakni buah nenas yang diekstrak dicampur dengan kopi ekpreso, dan disajikan dingin. Gin
L
Biji kopi
gerpucino, kopi capocino yang ditambah dengan jahe disajikan hangat. Gingermocca, campuran jahe, cokelat, kopi, dan susu. Bagi yang tak suka susu, mi num kopi juga nikmat bila di padukan dengan santan, cobalah Coconut Gingercoffee. Atau, sensasi dari Salaccafe, kopi den gan tambahan ekstrak salak yang disajikan dingin, Alamak, penuh sensasi. Tapi bagi Anda yang tak terlalu suka kopi tapi penasaran untuk mencobanya, ada pilihan Loneranger, yakni campuran
melon, orange, kopi ekpreso din gin. Minuman ini tak berasa kopi, tapi tetap ada kopi di dalamnya. Sajian yang sungguh menggoda, rasanya manis, dan segar. Menurut Darren Firmansyah, Ass. Marketing & Event Manager, untuk bahan baku, semua meng gunakan produk lokal kopi asli Indonesia. Selain kopi Kintamani, ada kopi Toraja, kopi Aceh, kopi Sumatra dll. Namun, mesin pen golahannya memang didatangkan dari luar negeri agar menciptakan kopi yang luar biasa.
awar klungah dan bulung (rumput laut) menjadi ma kanan spesial dalam gathering Indonesian Chef Association (ICA) Bali dan IFBEC di Tsavo Lion Restaurant, Bali Safari Marine Park, Gianyar, Rabu (27/4). Menurut chef Wayan Suparta dari Bali Safari Marine Park, sajian beberapa makanan tradisional seperti bulung memang sengaja ditampilkan dalam acara gathering sebagai komitmen Bali Safari Ma rine Park untuk ikut melestarikan kuliner Bali. Selain memang jukut bulung, merupakan sajian menu yang menjadi favorit di Bali. Na mun, menu bulung yang disajikan tidak seperti biasa. Bulung diolah menjadi sayur urab dengan bumbu
Pariwisata Edukasi Billy Hartono Salim, CEO Secret Garden Village menga takan, saat ini generasi muda sangat kurang memahami warisan budaya nenek moy ang. Secret Garden Village, iconic Destination, hadir untuk
mengingatkan, bahwa yang su dah tua dan jadul itu, juga ada manfaatnya. Ia menilai, dengan kemajuan IT, anak-anak sering lupa back to nature, padahal, hal itu sangat baik dilihat untuk belajar hal-hal
Luwus restaurant
Aneka Mie & Spaghetti
ati m k i N Hanya di...
Cafe Mie Santai
Ciri Khas Taiwan
warisan zaman dulu. Ia men gatakan, anak-anak sekarang belajar dari buku dan google. “Kami berharap, dengan adanya Secret Garden, mereka bisa belajar memahami bagaimana suatu produk itu dibuat. Di sini kita akan belajar membuat aneka kosmetik tradisional, kopi, dll. Semua ada ceritanya,” kata Billy. Ia menambahkan, Secret Garden Village hadir sebagai alternatif pariwisata yang di gandeng dengan edukasi. “Kami juga akan buat edukasi dengan sisi entertainment. Seperti yang kita tahu, di mana-mana orang selalu ber-sefie ria. Kami buat juga banyak spot-spot untuk menikmati alam. Ini merupa kan konsep dari awal. Ini baru kosmetik dan kopi, ada resto, nanti juga ada cooking class,
ati
Nikm
Lawar klungah
Hanya di...
Billy Hartono Salim
nanti juga akan kami bangun gedung untuk belajar cara menenun yang baik, menanam padi yang baik. Intinya, benang merahnya, pariwisata yang mengandung edukasi,” ujar Billy. –Wirati Astiti
Free lemon sugar
Setiap pembelanjaan Rp 100 ribu FREE
bagi 100 orang pembeli pertama
Tipat Kuah Ceker
Es Salju
Taiwanese Chicken Curry
Spicy Fried Noodles
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
Ayam Goreng Kecap
Bulung urab
bahan utama lawar, menggunakan daging klungah. Menurut chef Suparta, teknik merebus klungah menjadi hal uta ma yang harus diperhatikan, agar mendapatkan lawar klungah yang enak. “Kita harus tahu tingkat ke matangan klungah sehingga tidak hancur saat diaduk menjadi adon an lawar,” ujarnya. Ia memberi tips cara merebus daging klungah. Siapkan air mendidih, kemudian masukkan klungah beberapa me nit, angkat, dan masukkan ke dalam air es, agar warnanya tidak hitam. Kemudian daging klungah diiris kecil-kecil dan siap diolah menjadi adonan lawar. “Dengan ketepatan merebus daging klungah membuat tekstur klungah ke
Mi Goreng Saus Tiram
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai
basa genep, sangat berbeda dengan jukut bulung yang biasa disajikan bersama kuah pindang. Jukut bulung pun masih terasa kriuk-kriuk saat dikunyah, karena teksturnya yang masih kenyal. Sementara la war klungah, disa jikan sebagai salah satu pilihan lawar yang berbeda dari biasanya. Klungah atau kelapa yang masih muda biasa digunakan sebagai bahan utama upacara adat di Bali. Biasanya air klungah sering diminum dan dipercaya sebagai cairan elektrolit dan seba gai penawar racun. Selain airnya, daging klungah juga dapat dimanfaatkan se bagai bahan utama lawar. Menurut chef Su parta, untuk bumbu lawar klungah, tetap menggunakan basa gede, bumbu asli dari lawar pada um umnya. Hanya saja,
nyal seperti muluk mun, tetap tidak menghilangkan babi,” katanya. ciri khas rasa tomyang makanan Selain lawar Thailand,” kata Suparta. klungah dan buAcara gathering para pelaku lung, ada sajian kuliner ini, juga diikuti anggota istimewa kambing IFBEC. Sebelum acara gathering, guling. Untuk ba peserta diajak menyaksikan page han utama dag laran kecak dance spektakuler di ing kambing yang Bale Agung. –Wirati Astiti s u d a h dibalurkan bumbu basa genep sema lam. Tujuannya, selain agar bumbu meresap, juga, untuk menghilangkan bau amis daging kambing. Keesokan harinya, daging kambing siap dipanggang dengan cara tradisional yakni memakai tempurung kelapa (kulit klungah). Agar lebih enak, kambing guling disantap dengan sambal kecap dan acar. Menu kreatif lain nya dari Bali Safari, kuah tomyang dengan isian buntut sapi. “Tomyang biasanya disajikan dengan Penyerahan piagam penghargaan sebagai tuan seafood. Namun, kali ini rumah gathering dari Ketua ICA Bali Chef kami mengganti seafood Komang Adi Arsana kepada Chef Mahadi dari Bali Safari Marine Park dengan buntut sapi. Na
Es Merah Delima
Chinese Food
Dapatkan Discount 10%
Mocca Cookie Crumble Frappuccino
Gathering ICA Bali
13
Bulung dan Lawar Klungah Jadi Favorit
Melihat bagaimana kopi dihasilkan menjadi minuman yang spesial, tentu sangat menarik. Kesempatan belajar mengenal kopi lebih jauh ini dapat kita dilakukan di Black Eye Coffee and Roastery di areal Secret Garden Village, Iconic Destination, di Jalan Raya Denpasar-Bedugul KM 36, Tabanan. i tempat ini, kita akan diajak mengenal aneka jenis kopi dan bagaimana biji kopi yang baru dipetik melalui beberapa proses sampai dapat disajikan menjadi minuman sehari-hari. Saat memasuki areal ini, aneka alat penyajian kopi dipa jang, bahkan, mulai dari teko zaman dulu. Memasuki gudang kopi, kita akan mencium aroma kopi yang sangat harum. Masuk ke ruangan kopi yang lagi dis angrai menambah aroma kopi yang begitu kental. Setelah dis angrai dan mengalami beberapa proses, kopi sampai siap dijual dalam bentuk bijian. Kemudian,
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Murah Meriah & Bersih
Lemon sugar
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Sarwan Bahan: 200 gr : mi basah 100 gr : udang bersihkan belah punggungnya 1 sdt : lada bubuk 1 buah : bawang bombai cincang halus 3 sdm : saus tiram 1 sdm : saus raja rasa atau kecap asin 1 sdm : minyak wijen 2 sdm : saus sambal 1 sdm : kecap manis Gula, garam, kaldu bubuk secukup nya
Cara Membuat: - Tumis irisan bawang bombai hingga harum lalu masuk kan udang, aduk-aduk hingga berubah warna. Kecilkan api,
masukkan semua bahan, lalu aduk-aduk hingga tercampur, masak sampai matang dan bumbu meresap. - Siap disajikan.
Bahan: 200 gr 1 sdt 100 gr 200 ml 600 ml 1 buah
: bengkuang pori dadu kecil : pewarna merah : tepung sagu : sirup vanili : santan (rebus dengan daun pandan hingga mendidih dan angkat, dinginkan, saring) : kelapa muda atau yang kopyor, serut dagingnya
Cara Membuat: - Didihkan air dalam panci secu kupnya, lalu campur potongan bengkuang dengan pewarna merah. Aduk rata, diamkan, lalu taburi dengan tepung sagu hingga tercampur rata permukaan bengkuang den gan tepung. Lalu masukkan ke dalam rebusan air panas yang mendidih, rebus sampai meng apung, angkat dan masukkan
dalam air es, diamkan selama 30menit lalu tiriskan. - Siap disajikan dalam gelas saji. Tata irisan kelapa dan rebusan bungkusan, tata, lalu siram dengan sirup dan beri es batu, lalu tambahkan dengan air santan. - Siap untuk disajikan.
12
Kuliner
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Sensasi Kopi D
Mesin sangrai biji kopi
Jus Sehat Lelah berjalan-jalan di areal Secret Garden Village bisa diobati dengan sajian makanan lezat dari The Luwus Rstaurant. Menurut I Nyoman Yudi Triadi, Asisten Resto Manager The Luwus, selain makanan Indonesia, Bali, dan Asia, ada jus corner yang menyajikan jus sehat. Ada pilihan jus sehat yang sangat menyegarkan kerongkon gan, seperti Cucumber Lime yakni jus mentimun dengan jeruk nipis, dan daun mint. Ada Manggo Green yakni daun bayam dan campuran mangga manis, tanpa tambahan gula. Pineberry Smothy yakni jus dari buah stoberi, nenas, dan yogurt. Jus yang paling unik Green Vegetables Detox yakni campuran sayuran pokcay, nenas, apel dan madu. Jus ini dipercaya bisa membuang racun-racun di dalam tubuh. Ia menambahkan, saat ini, sedang dipersiapkan Rice View yakni satu areal tempat makan yang khusus menyajikan makanan Western BBQ dan grill, dengan pe mandangan sawah. –Wirati Astiti
jika ingin menikmatinya, sudah tersedia kedai kopi yang sangat nyaman. Ada beberapa item kopi yang dijual, seperti kopi yang disajikan panas dan dingin. Ada dua barista yang akan melayani, yakni Heru dan Yudi. Pilihan menu kopinya juga sangat menarik. Sajian mi numan kopi tidak hanya melulu dengan bahan utama kopi, tapi ada sensasi lain dari kopi. Jangan katakan Anda pencinta kopi, jika tidak merasakan sensasi dari kedai Black Eye Coffee. Pinecoffee Colada, salah satu yang unik, yakni buah nenas yang diekstrak dicampur dengan kopi ekpreso, dan disajikan dingin. Gin
L
Biji kopi
gerpucino, kopi capocino yang ditambah dengan jahe disajikan hangat. Gingermocca, campuran jahe, cokelat, kopi, dan susu. Bagi yang tak suka susu, mi num kopi juga nikmat bila di padukan dengan santan, cobalah Coconut Gingercoffee. Atau, sensasi dari Salaccafe, kopi den gan tambahan ekstrak salak yang disajikan dingin, Alamak, penuh sensasi. Tapi bagi Anda yang tak terlalu suka kopi tapi penasaran untuk mencobanya, ada pilihan Loneranger, yakni campuran
melon, orange, kopi ekpreso din gin. Minuman ini tak berasa kopi, tapi tetap ada kopi di dalamnya. Sajian yang sungguh menggoda, rasanya manis, dan segar. Menurut Darren Firmansyah, Ass. Marketing & Event Manager, untuk bahan baku, semua meng gunakan produk lokal kopi asli Indonesia. Selain kopi Kintamani, ada kopi Toraja, kopi Aceh, kopi Sumatra dll. Namun, mesin pen golahannya memang didatangkan dari luar negeri agar menciptakan kopi yang luar biasa.
awar klungah dan bulung (rumput laut) menjadi ma kanan spesial dalam gathering Indonesian Chef Association (ICA) Bali dan IFBEC di Tsavo Lion Restaurant, Bali Safari Marine Park, Gianyar, Rabu (27/4). Menurut chef Wayan Suparta dari Bali Safari Marine Park, sajian beberapa makanan tradisional seperti bulung memang sengaja ditampilkan dalam acara gathering sebagai komitmen Bali Safari Ma rine Park untuk ikut melestarikan kuliner Bali. Selain memang jukut bulung, merupakan sajian menu yang menjadi favorit di Bali. Na mun, menu bulung yang disajikan tidak seperti biasa. Bulung diolah menjadi sayur urab dengan bumbu
Pariwisata Edukasi Billy Hartono Salim, CEO Secret Garden Village menga takan, saat ini generasi muda sangat kurang memahami warisan budaya nenek moy ang. Secret Garden Village, iconic Destination, hadir untuk
mengingatkan, bahwa yang su dah tua dan jadul itu, juga ada manfaatnya. Ia menilai, dengan kemajuan IT, anak-anak sering lupa back to nature, padahal, hal itu sangat baik dilihat untuk belajar hal-hal
Luwus restaurant
Aneka Mie & Spaghetti
ati m k i N Hanya di...
Cafe Mie Santai
Ciri Khas Taiwan
warisan zaman dulu. Ia men gatakan, anak-anak sekarang belajar dari buku dan google. “Kami berharap, dengan adanya Secret Garden, mereka bisa belajar memahami bagaimana suatu produk itu dibuat. Di sini kita akan belajar membuat aneka kosmetik tradisional, kopi, dll. Semua ada ceritanya,” kata Billy. Ia menambahkan, Secret Garden Village hadir sebagai alternatif pariwisata yang di gandeng dengan edukasi. “Kami juga akan buat edukasi dengan sisi entertainment. Seperti yang kita tahu, di mana-mana orang selalu ber-sefie ria. Kami buat juga banyak spot-spot untuk menikmati alam. Ini merupa kan konsep dari awal. Ini baru kosmetik dan kopi, ada resto, nanti juga ada cooking class,
ati
Nikm
Lawar klungah
Hanya di...
Billy Hartono Salim
nanti juga akan kami bangun gedung untuk belajar cara menenun yang baik, menanam padi yang baik. Intinya, benang merahnya, pariwisata yang mengandung edukasi,” ujar Billy. –Wirati Astiti
Free lemon sugar
Setiap pembelanjaan Rp 100 ribu FREE
bagi 100 orang pembeli pertama
Tipat Kuah Ceker
Es Salju
Taiwanese Chicken Curry
Spicy Fried Noodles
Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita
Ayam Goreng Kecap
Bulung urab
bahan utama lawar, menggunakan daging klungah. Menurut chef Suparta, teknik merebus klungah menjadi hal uta ma yang harus diperhatikan, agar mendapatkan lawar klungah yang enak. “Kita harus tahu tingkat ke matangan klungah sehingga tidak hancur saat diaduk menjadi adon an lawar,” ujarnya. Ia memberi tips cara merebus daging klungah. Siapkan air mendidih, kemudian masukkan klungah beberapa me nit, angkat, dan masukkan ke dalam air es, agar warnanya tidak hitam. Kemudian daging klungah diiris kecil-kecil dan siap diolah menjadi adonan lawar. “Dengan ketepatan merebus daging klungah membuat tekstur klungah ke
Mi Goreng Saus Tiram
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai
basa genep, sangat berbeda dengan jukut bulung yang biasa disajikan bersama kuah pindang. Jukut bulung pun masih terasa kriuk-kriuk saat dikunyah, karena teksturnya yang masih kenyal. Sementara la war klungah, disa jikan sebagai salah satu pilihan lawar yang berbeda dari biasanya. Klungah atau kelapa yang masih muda biasa digunakan sebagai bahan utama upacara adat di Bali. Biasanya air klungah sering diminum dan dipercaya sebagai cairan elektrolit dan seba gai penawar racun. Selain airnya, daging klungah juga dapat dimanfaatkan se bagai bahan utama lawar. Menurut chef Su parta, untuk bumbu lawar klungah, tetap menggunakan basa gede, bumbu asli dari lawar pada um umnya. Hanya saja,
nyal seperti muluk mun, tetap tidak menghilangkan babi,” katanya. ciri khas rasa tomyang makanan Selain lawar Thailand,” kata Suparta. klungah dan buAcara gathering para pelaku lung, ada sajian kuliner ini, juga diikuti anggota istimewa kambing IFBEC. Sebelum acara gathering, guling. Untuk ba peserta diajak menyaksikan page han utama dag laran kecak dance spektakuler di ing kambing yang Bale Agung. –Wirati Astiti s u d a h dibalurkan bumbu basa genep sema lam. Tujuannya, selain agar bumbu meresap, juga, untuk menghilangkan bau amis daging kambing. Keesokan harinya, daging kambing siap dipanggang dengan cara tradisional yakni memakai tempurung kelapa (kulit klungah). Agar lebih enak, kambing guling disantap dengan sambal kecap dan acar. Menu kreatif lain nya dari Bali Safari, kuah tomyang dengan isian buntut sapi. “Tomyang biasanya disajikan dengan Penyerahan piagam penghargaan sebagai tuan seafood. Namun, kali ini rumah gathering dari Ketua ICA Bali Chef kami mengganti seafood Komang Adi Arsana kepada Chef Mahadi dari Bali Safari Marine Park dengan buntut sapi. Na
Es Merah Delima
Chinese Food
Dapatkan Discount 10%
Mocca Cookie Crumble Frappuccino
Gathering ICA Bali
13
Bulung dan Lawar Klungah Jadi Favorit
Melihat bagaimana kopi dihasilkan menjadi minuman yang spesial, tentu sangat menarik. Kesempatan belajar mengenal kopi lebih jauh ini dapat kita dilakukan di Black Eye Coffee and Roastery di areal Secret Garden Village, Iconic Destination, di Jalan Raya Denpasar-Bedugul KM 36, Tabanan. i tempat ini, kita akan diajak mengenal aneka jenis kopi dan bagaimana biji kopi yang baru dipetik melalui beberapa proses sampai dapat disajikan menjadi minuman sehari-hari. Saat memasuki areal ini, aneka alat penyajian kopi dipa jang, bahkan, mulai dari teko zaman dulu. Memasuki gudang kopi, kita akan mencium aroma kopi yang sangat harum. Masuk ke ruangan kopi yang lagi dis angrai menambah aroma kopi yang begitu kental. Setelah dis angrai dan mengalami beberapa proses, kopi sampai siap dijual dalam bentuk bijian. Kemudian,
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Murah Meriah & Bersih
Lemon sugar
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Sarwan Bahan: 200 gr : mi basah 100 gr : udang bersihkan belah punggungnya 1 sdt : lada bubuk 1 buah : bawang bombai cincang halus 3 sdm : saus tiram 1 sdm : saus raja rasa atau kecap asin 1 sdm : minyak wijen 2 sdm : saus sambal 1 sdm : kecap manis Gula, garam, kaldu bubuk secukup nya
Cara Membuat: - Tumis irisan bawang bombai hingga harum lalu masuk kan udang, aduk-aduk hingga berubah warna. Kecilkan api,
masukkan semua bahan, lalu aduk-aduk hingga tercampur, masak sampai matang dan bumbu meresap. - Siap disajikan.
Bahan: 200 gr 1 sdt 100 gr 200 ml 600 ml 1 buah
: bengkuang pori dadu kecil : pewarna merah : tepung sagu : sirup vanili : santan (rebus dengan daun pandan hingga mendidih dan angkat, dinginkan, saring) : kelapa muda atau yang kopyor, serut dagingnya
Cara Membuat: - Didihkan air dalam panci secu kupnya, lalu campur potongan bengkuang dengan pewarna merah. Aduk rata, diamkan, lalu taburi dengan tepung sagu hingga tercampur rata permukaan bengkuang den gan tepung. Lalu masukkan ke dalam rebusan air panas yang mendidih, rebus sampai meng apung, angkat dan masukkan
dalam air es, diamkan selama 30menit lalu tiriskan. - Siap disajikan dalam gelas saji. Tata irisan kelapa dan rebusan bungkusan, tata, lalu siram dengan sirup dan beri es batu, lalu tambahkan dengan air santan. - Siap untuk disajikan.
14
Jelita
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
Tips Badan Sehat dan Indah
Bugar
P
Daniel Chang , gene ral Manager PT BWL juga mengaskan bahwa Optrimax yang juga bagian dari produksi BWL yang berpusat di Singapura dan di Indonesia sudah berdiri sejak tahun 2006 ini, memang produk yang eksklusif dan bermanfaat bagi kesehatan. Karenanya, seseorang yang mengkonsumsi buah plum kering ini bisa memiliki kualitas kesehat an yang baik. Sedangkan , bagi mereka yang memiliki berat badan berlebihan, produk Optrimax Plum buah kering dapat pula dijadikan solusi yang ampuh untuk menetralisir racun dan me ngurangi timbunan lemak dalam tubuh. Kita tidak perlu melakukan diet ketat karena Optrimax Plum yang akan membantu mengontrol berat badan kita. Jadi, siapapun tidak perlu sibuk melakukan ini- itu untuk menjaga berat badannya Cukup dengan mengonsumsi buah plum kering dan dilakukan secara rutin untuk memberikan hasil berupa tubuh sehat yang berkelanjutan. Dikatakannya pula bahwa Optrimax Plum buah kering, merupakan produk penetralisir racun yang terjamin alami dan berkualitas. Produk yang satu ini memiliki kandungan bermutu tinggi seperti buah plum kering, pu’er tea, teh hijau dan probiotik. Semua bahannya memiliki manfaat yang bagus terhadap tubuh. Buah plum kering juga dapat dijadikan kuda-
Tiap orang apalagi wanita, sangat memimpikan memiliki kulit yang putih mulus bebas dari noda/bekas luka. Namun, terka dang ada noda pada kulit yang sudah terlanjur terjadi karena kesalahan perawatan dan pena nganan penyakit kulit pada masa anak-anak. Noda ini seringkali sangat susah dihilangkan atau kembali seperti semula.
pan lezat yang kaya akan serat dan rendah kalori serta tanpa lemak, sehingga dapat berperan aktif membersihkan usus. Hal ini terjadi karena buah plum mempunyai kandungan bahan alami yang dapat berfungsi merangsang pergerakan usus, dengan begitu semua kotoran atau racun dapat terdorong keluar dan tidak lagi menumpuk atau bahkan menjadi kerak di dinding usus. Sedangkan kan dungan yang bernama Pu’er tea dan teh hijaunya, berfungsi untuk penghambat terserapnya lemak dan pembakar lemak yang efektif. Kemudian, unusr probiotik yang juga ada di dalamnya sangat berguna untuk membuat pencernaan berjalan baik. Kita juga tidak perlu khawatir mengenai legalitas produk optrimax plum ini karena sudah ada izin BPOM RI ML 857407001105. Untuk Berat Badan Ideal Lebih lanjut Wulan mengatakan kalau produk Optrimax Plum yang setiap kemasan memiliki berat bersih 150 gram dan terdiri dari 10 buah plum yang telah dikeringkan secara maksimal, merupakan buah kering in.i selain mentralisir dan membersihakan usus dari racun juga dapat membantu kita mewujudkan tubuh lebih proporsional dengan berat badan yang ideal. Produk yang satu ini juga sangat kaya akan khasiat dan manfaat, diantaranya : lMampu meningkatkan kesehatan organ pencernaan karena mengandung probiotik, yang merupakan bakteri baik dan bermanfaat untuk tubuh. l Meminimalisir persoalan terhadap kesehatan dan kecantikan dengan detoksifikasi yang efektif. Membantu meremajakan kulit karena di dalamnya terdapat kandungan antioksidan. l Menghasilkan tubuh
proporsional dan berat badan ideal melalui langkah mudah dan sehat. l Aktif menghambat penyerapan lemak ke dalam tubuh. Namun, kata Wulansari untuk mendapatkan khasiat dan manfaat dari produk Optrimax Plum ini, kita sebaiknya mengikuti aturan cara mengonsumsinya yang benar yakni: l Konsumsi 1 buah kering optrimax plum setiap hari, sesudah makan malam selama 5 sampai 7 hari. lSetelahnya ingat minum air putih yang banyak. Lebih bagus lagi air hangat, guna membantu mengeluarkan sisa makanan di usus yang sudah tertimbun. Berikutnya a jika memang menginginkan mendapatkan hasil yang paling optimal, terutama bagi yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas . Biasanya setelah mengonsumsi Optrimax plum, beratnya badan akan berkurang. Ketika penurunan terjadi cukup banyak, terutama bagi mereka yang perutnya buncit agak keras, seringkali akan nampak bergelambir. Untuk mendapatkan kulit yang kekencangannya lebih baik dan sempurna atau tidak sam[pia bergelambir maka disarankan untuk melanjutkan dengan mengonsumsi Optrimax Jelly, dilakukan setelah makan pagi atau makan siang. Gunanya, kata Wulan untuk menahan lapar selanjutnya. Menjadi lebih baik lagi jika perut tersebut diolesi dengan Body Jell dan sebagai langkah terakhir yang memuaskan adalah tidak lupa menggunakan streples. – Sri Ardhini
11
Sepele tapi bisa Infeksi
Para pakar kesehtan menyatakan bahwa berbagai penyakit bisa menyerang dan yang terjadi pada siapa saja. Adanya penyakit sudah jelas akan menurunkan kualitas kesehtannya. Penyebabnya selama ini, sebagian besar bera kar dari masalah pencernaan atau usus. Bahkan saat ini kanker usus menjadi penyebab kema tian yang ke lima di dunia.
encernaan atau usus bermasalah tentunya ini berhubungan dengan pola hidup, pola makan yang tidak sehat secara terus menerus, diantaranya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol hingga kurang tidur akibat senang begadang, yang semuanya cukup keras mempengaruhi kesehatan terutama di usus. Bukan hanya itu, yang menjadi pemicu menurunnya kesehatan, persoalan asupan makanan. Seseorang dengan asupan makanan yang tidak bergizi tersebut memang sangatlah mudah mengakibatkan terkena penyakit di kemudian hari dan hal tersebut secara tidak sadar membuat tubuh menabung racun. Lantas apa yang harus di lakukan untuk membersihkan racun dalam tubuh tersebut? Pekan lalu Dian Wulansari salah seorang leader PT Best Word (BWL) di Bali, berbicara di depan puluhan bapak dan ibu serta remaja putri, di salah satu ruangan pertemuan di Hotel Aston di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Ia membagikan informasi yang menarik terkait tentang diet mudah dan sehat. Atau agar usus sehat dengan cara yang nikmat. Ia mengatakan ketika kondisi kesehatan menurun dan ingin menjaganya, secara umum kita dapat menanggulanginya dengan mengonsumsi banyak serat yang berasal dari sayuran, buahbuahan dan biji-bijian. Dan, saat ini kata Wulan, sudah ada solusinya yang lebih mudah, karena telah hadir produk berkualitas bernama Optrimax Plum Delite dan Optrimax Plum Jelly Delite. Pohonnya yang ditanam di Taiwan dengan grade terbaik ini, dapat membersihkan atau menjaga kesehatan usus dari penumpukan sisa makanan yang sudah lama membandel. Optrimax Plum ini, lanjutnya merupakan buah kering yang menjadi bagian dari rangkaian produk yang efektif menetralisir racun di dalam tubuh serta sekaligus dapat mengontrol berat badan. Produk yang satu ini terbukti aman sebab selain terbuat dari bahan alami, Optrimax Plum juga memiliki kinerja yang mampu mengoptimalkan seluruh proses dalam tubuh.
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.K.K.
S
alah satu penyakit infeksi pada kulit, walaupun tidak terlalu berbahaya, namun seringkali menimbulkan bekas adalah penyakit korengan (ektima). Penyakit ini juga tergolong popular karena seringkali dikaitkan dengan faktor kebersih an kulit seseorang. Dosen FK Unud/RS Sanglah dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.K.K, mengatakan, penyakit korengan merupakan salah satu golongan penyakit kulit yang disebabk an oleh bakteri stafilokokus, steptokokus atau keduanya. “Ektima tampak berupa pembentukan keropeng yang berwarna kuning kehitaman dan kotor yang menutupi suatu luka di bawahnya. Faktor yang memudahkan timbulnya penyakit ini, sanitasi buruk, higienitas, atau kebersihan badan yang kurang, menurunnya daya tahan tubuh, serta adanya riwayat penyakit kulit sebelumnya,” ujarnya. Ia mengatakan, korengan dapat menyerang siapa saja baik orang dewasa maupun anak-anak. Namun, penyakit ini seringkali lebih banyak menyerang anakanak. “Faktor kebersihan yang kurang dan juga daya tahan tubuh yang kurang termasuk kekurangan nutrisi pada anak-anak seringkali menyebabkan banyaknya kasus ektima yang menyerang anakanak,” katanya. Anak-anak sering bermainmain di tanah maupun di lapangan yang berdebu dan berlumpur namun kadang tidak mandi maupun membersihkan diri dengan baik menggunakan sabun. Selain itu, kuman-kuman yang melekat pada kulit menjadi lebih mudah masuk kedalam tubuh apabila sudah terdapat luka-luka kecil misalnya lecet saat bermain atau luka-luka kecil bekas garukan karena pe-
nyakit alergi lainnya. Bakteri golongan stafilokokus selain berasal dari lingkungan juga dapat membentuk koloni di ketiak maupun hidung, sehingga dapat menimbulkan koreng yang berulang. Peranan faktor makanan maupun alergi makanan tidak berhubungan secara langsung dengan terjadinya penyakit koreng ini. Namun, penamaan di masyarakat seringkali membingungkan karena beberapa jenis penyakit alergi baik itu alergi makanan, debu atau bahkan karena gigitan nyamuk yang apabila terinfeksi menimbulkan luka bernanah dan bekas luka juga digolongkan sebagai korengan. Ia mengatakan, korengan apabila tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan luka yang makin dalam (borok) bernanah dan juga menimbulkan infeksi jaringan kulit yang lebih dalam (erisipelas/selulitis). Erisipelas atau selulitis ditandai oleh adanya kemerahan di sekitar luka yang teraba panas dan sakit bila disentuh. Apabila sampai tahap ini tetap tidak ditangani dengan baik, maka dapat menimbulkan infeksi di seluruh tubuh (sepsis) yang ditandai panas tinggi, napas cepat bahkan dapat berujung pada penurunan kesadaran dan bahkan kematian. Secara umum, konsep pengobatan tropikal/ lokal pada kulit menggunakan konsep basahbasah, kering-kering. “Apabila kondisi penyakit kulit basah (bernanah) kita harus menggunakan pengobatan yang bersifat basah yaitu dengan menggunakan kompres, sebab apabila pada luka yang basah dioleskan salep, maka salep akan mengambang dan tidak mencapai lapisan kulit yang ingin diobati,” ujarnya. Pada kasus ini, kata dia, lebih dipilih kompres dengan menggunakan cairan antiseptik seperti rivanol. Apabila kondisi penyakitnya sudah mengering, maka dilanjutkan dengan pengobatan dengan
konsep kering yaitu menggunakan salep antibiotik seperti golongan mupirosin, natrium fusidat atau gentamisin. Selain pengobatan tropikal, dapat dikombinasikan dengan pengobatan oral (obat yang diminum) menggunakan antibiotik oral. Kare na penyakit ini disebabkan oleh kuman stafilokokus/streptokokus maka lebih dipilih antibiotik golongan penisillin atau cefalosporin. Pemilik klinik spesialis kulit D&I Skin Centre ini mengatakan, penyakit korengan memang sangat identik dengan bekasnya, bahkan di masyarakat seringkali menamakan bekas coklat kehitaman pada kulit karena sebab apapun sebagai koreng. Bekas di kulit memang
kemungkinan besar terjadi pada ektima karena penyakit ini menimbulkan luka yang cukup dalam dan melewati lapisan basal kulit yaitu lapisan kulit yang dapat mengganti
kulit dengan sempurna tanpa bekas. “Untuk mencegah atau mengurangi bekas yang dapat timbul, sebaiknya apabila timbul korengan segeralah diobati ke dokter, jangan mencoba-coba dengan obat-obat salep/minyak sembarangan karena seringkali bukannya menyebabkan perbaikan, tapi bahkan menjadi tambah parah sehingga bekasnya akan menjadi lebih lebar dan dalam,” sarannya. Ia menyarankan, apabila sudah terlanjur timbul bekas kecoklatan pada kulit dapat disamarkan dengan menggunakan krim yang mengandung pemutih untuk mengurangi tumpukan pigmen pada area itu. Selain itu, bisa juga menggunakan perawatan chemical peeling atau laser untuk mengangkat lapisan sel kulit mati dan lapisan kulit yang mengandung pigmen yang berlebihan. -Wirati Astiti
Tips Mencegah Korengan: lSetelah bermain di halaman rumah atau lapangan harus segera mandi dengan bersih menggunakan sabun, kalau perlu menggunakan sabun antiseptik. lApabila terdapat luka-luka kecil bekas garukan atau luka karena bermain-main, segeralah dibersihkan dengan larutan antiseptik seperti betadine/alkohol dan menggunakan salep antibiotik, se hingga tidak menjadi tempat masuknya kuman ke kulit kita. Maksimalkan daya tahan tubuh kita untuk melawan kuman yang masuk dengan makan makanan yang sehat dan bergizi serta istirahat yang cukup. -Wirati Astiti
10
Kreasi
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Tari Palawakia
Disegarkan sebelum Layu Kuyu
Pada tahun 1940-an, di Bali Utara, tercipta seni pentas yang disebut Tari Palawakia. Tari yang dibawakan oleh seorang penari dengan iringan gong kebyar ini memadukan beragam unsur seni. Untuk menyajikannya, selain memerlukan keperigelan dalam bidang seni tari, namun juga keterampilan dalam menabuh gamelan, dan kemampuan olah vokal tembang sekar ageng. Mungkin karena sekar ageng yang dialunkan dalam tari yang berdurasi sekitar 15 menit ini menggunakan tembang palawakia, seni pentas yang di masa lampau lazim digelar dalam duel kebyar secara mabarung (tampil secara bersanding dalam satu panggung) di pelosok desa-desa Dangin Enjung (Buleleng Timur) dan Dauh Enjung (Buleleng Barat) itu, oleh penciptanya atau masyarakat menyebutnya Tari Palawakia.
A
dalah I Paraupan atau Pan Wandres, seniman dari Desa Jagaraga, Buleleng, diduga sebagai pencipta tari Palawakia ini. Setelah menjadi pertunjukan wajib atau pembuka dalam tradisi pentas mebarung di Bali Utara, seiring dengan perkembangan gong kebyar yang semarak pada tahun 1950-an, Tari Palawakia juga ikut menjadi khasanah tari kebyar yang dapat disaksikan masyarakat di belahan Bali lainnya. Kendati pun pada awalnya tari ini dianggap “aneh” oleh masyarakat Bali Selatan, namun kreativitas seni tari seniman Bali Utara itu dapat juga dirasakan keindahannya, seperti halnya Tari Tarunajaya karya seniman I Gede Manik, murid Pan Wandres. Bagaimana eksistensi Tari Palawakia, kini? Memang sulit untuk dapat menyaksikan pe-
mentasannya, termasuk kuyu di Bali Utara sendiri. Pada tahun 2007, arena Festival Gong Kebyar dalam Pesta Kesenian Bali (PKB), pernah menggairahkan Tari Palawakia. Masing-masing kabupten/kota se-Bali wajib menyajikannya dan ternyata direspons antusias penonton. Sang juaranya bukan sajian Tari Palawakia duta Kabupaten Buleleng melainkan jago dari Kabupaten Karangasem. Hanya sayang, setelah euporia di panggung terbuka Ardha Candra itu berlalu, Tari Palawakia layu kembali. Energisitas tariannya lesu, permainan instrumen trompong-nya senyap, dan kumandang tembangnya tak terdengar. Gong Kebyar Mabarung Nyatur Desa yang digelar di Lapangan Astina Gianyar, serangkaian HUT ke-245 Kota Gianyar pada 14 April 2016 lalu, menjadi pelipur rindu terhadap
Style
Gaya, segar, dan ceria. Begitulah penampilan model cilik ini mengenakan busana Endek kasual. Di arena catwalk yang megah di Gedung Ksirarnawa. Selanjutnya, mereka melenggang dengan santai, lepas dan nyaman beberapa waktu lalu.
M
Tari Palawakia. Salah satu grup, dari empat gong kebyar yang saling unjuk kebolehan pada malam itu, gong kebyar Putra Persada Karang Taruna Sukawati menampilkan Tari Palawakia. Dibawakan oleh seorang penari wanita (Sri Ayu Pradnya Larasari) dan didampingi oleh seorang pengartos/penerjemah (I Bagus Widjna Bratanatyam), sajian Tari Palawakia dari Karang Taruna Sukawati tersebut memukau ribuan pasang mata penonton. Penonton yang sesak, menyimak dengan tekun sejak awal hingga akhir tarian.
Diiringi dengan tatabuhan gamelan yang tangkas, si penari memasuki arena pentas dengan ayunan langkah yang anggun berwibawa. Sejak diciptakan, tari ini menggunakan busana “campur-campuran”. Kepala penari dibalut dengan udeng-udengan, sama dengan Tari Tarunajaya. Menggunakan baju prada seperti yang digunakan Tari Legong Keraton. Dari badan hingga kaki menggunakan busana tatopengan, lengkap dengan sebuah keris di punggung. Tari Palawakia ini diawali dengan koreografi karakter babancihan. Sembari menari dengan lincah, si penari mengumandangkan tembang pembuka, pengaksama, dalam bahasa Jawa Kuno (Kawi) yang diterjemahkan dalam bahasa Bali oleh si pengartos. Memasuki bagian kedua, si penari duduk menghadapi instrumen trompong yang telah disiapkan di tengah arena panggung. Kedua panggul diangkat, diputar-putar, lalu nada-nada dititi memainkan melodi yang kemudian sambut oleh permainan seluruh instrumen gamelan gong kebyar dan berhenti dalam jeda yang hening. Saat inilah si penari mengalunkan tembang sekar ageng. Larasari dan Bratanatyam mengangkat topik kepemimpinan yang dipetik dari Kakawin Ramayana. Liriknya terdengar mengayun: Prihen temen dharma dumanarang sarat/ Saraga sang sadhu sirike tutana/ Tan artha tan kama pidonya tan yasa/Ya sakti sang sajjana dharma raksaka. Alunan tembang kakawin itu, berselang-seling dengan permainan trompong si penari disertai ornamentasi seluruh instrumen.
Selain terpesona dengan lagak tari, permainan trompong, dan kemerduan tembang si penari, penonton menyimak seksama elaborasi si pengartos. Ketika si penari mengalunkan lirik saraga sang sadhu sirike tutana, diberi ilustrasi oleh si pengartos dengan : “Yening dados manggala jagat, turas mangkine, ipun i pempimpin, patut mirengang ‘suara hati rakyat’. Sampunang pisan ngemargiang tingkah corah sekadi korupsi, kolusi, nepotisme. Dharma pemimpin patut ngutamayang i panjak nuju idup paras paros kerta raharja”. Ungkapan ini disambut gegap tepuk tangan penonton. Penonton surprise pada akhir tarian, ketika si penari memberi penekanan pesan dengan retorika deklamatis. “Yening i peminpin sube dana lan asih tekin panjak, ye i panjak apang subakti mase nabdab raga nindihang gumi, ngertiang jagat. Ask not what your country can do for you but ask what you can do for your country. Jangan hanya bisa menuntut apa yang diberikan negara kepadamu, sebaliknya tanyakanlah pada dirimu sendiri, apa yang dapat kau berikan untuk kejayaan bangsa dan negara?” Pesan yang kontekstual ini disambut seru penonton. Tari Palawakia yang lahir pada pra kemerdekaan RI ini terasa menjadi segar, seakan baru diciptakan. Kesegaran tari ini terasa membuncah dalam bagian akhirnya, Laras si penari membawakan dengan ekspresif, lugas, tegas, dan menghentak-hentak koreografi karakter babarisan penuh semangat. -Kadek Suartaya
15
Gaya Kasual Anak-anak
enariknya, murid SD DCC ini bukan hanya sekadar beraksi di panggung, namun dengan busana yang mereka kenakan, tercatat ikut melestraikan warisan budaya lokal Bali, khususnya endek. Pilihan busana kasual kali ini diantaranya berupa padanan celana panjang atau celana pendek yang
Tari Palawakia
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
dipadukan dengan kaus dan kemeja atau blus serta dres dengan warna beragam. Kreasi berbagai bahan yang dikombinasi atau di kreasikan dengan endek ini meski modelnya simpel namun tetap fashionable saat dikenakan. Seluruh rancangan tersebut mampu menjadikan anak-anak ini bergaya sesuai usia mereka. – Sri Ardhini
16
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
Ubah Koran Bekas Jadi Bokor
Sekolah bukan saja tempat untuk menuntut ilmu, melainkan tempat untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki siswa baik akademik maupun nonakademik. Guru pun memiliki peran yang sangat sentral dalam pembentukan kepribadian siswa. Guru yang cerdas akan melahirkan siswa-siswi yang aktif dan kreatif. Hal tersebut juga terlihat dari siswa dan siswi SMP Negeri 4 Singaraja.
Hasil karya dari koran dan serbuk kayu
M
emanfaatkan barangbarang bekas yang ada dalam kehidupan seharihari adalah salah satu kompetensi dalam mata pelajaran pra karya. Jika memanfaatkan sampah plastik menjadi barang bernilai jual adalah hal biasa maka mereka mengubah koran bekas menjadi barang yang memiliki nilai seni. Setiap siswa dalam setiap kelas akan ditugaskan untuk membuat kerajinan den gan bahan dasar koran bekas dan serbuk kayu. Kedua bahan dasar tersebut akan dikombinasikan hingga men jadi sebuah barang kerajinan. Membuat kerajinan dari koran bekas dan serbuk kayu bukanlah hal yang sulit bagi siswa siswi SMP Negeri 4 Singaraja, justru mereka merasa senang dan terus ingin mencoba membuat kreasikreasi yang lebih menarik. “Kalau di sekolah, guru cuma menga jarkan buat bokor dari koran tetapi siswalah yang belajar buat kerajinan lain,” ungkap Putu Eka Saskara Adi Kusuma, Ketua OSIS SMP Negeri 4 Singaraja. Ia juga mengatakan seluruh warga seko lah sangat antusias untuk mengi kuti mata pelajaran prakarya tersebut. Kegiatan memanfaatkan barang bekas memang diajarkan bagi seluruh siswa, namun karena masuk ke dalam mata pelajaran maka setiap semester pun akan berbeda kompetensi dasar yang diajarkan. “Tiap semester ber
beda, semester I diajarkan untuk membuat kerajinan dari bahan organik,” ujar siswa kelas 8A1 tersebut. Selain sudah membuat bokor dari koran bekas, lakilaki yang akrab disapa Eka ini juga menyebutkan bahwa kreasi yang sudah mampu dibuat oleh rekan-rekannya di antaranya berupa nam pan, celengan, dan juga tapel atau topeng. Untuk kerajinan bokor koran hanya digunakan sebagai pajangan bukan di gunakan sebagai pebantenan. Dalam proses pembuatan nya pun juga tidak begitu sulit, hanya dibutuhkan bubur koran, serpuk kayu, lem, dan amplas. Untuk finishing dibutuhkan juga cat acrilyc untuk mempercantik benda kerajinan yang ingin dihasilkan dan proses pengerjaannya pun hanya membutuhkan waktu 3 sampai 7 hari. “Semuanya dibuat dengan cara sederhana, pakai juga cetakan tapi buatan kami juga bu kan pabrik,” ungkap laki-laki kelahiran 3 Februari 2003 tersebut. Selama ini kerajinan-kerajinan yang dihasilkan sudah sempat diikutkan dalam berbagai pameran, bahkan tidak jarang sekolah-sekolah di luar Buleleng datang untuk melihat hasil karya dari anak-anak SMP Negeri 4 Singaraja. “Guru-guru dari luar Buleleng pun menyempatkan waktu untuk melihat proses pengerjaanya,”
ungkap Eka ditemani rekannya Gusti Ayu Ketut Sinta Maharani disebuah pa meran seni. Ke depan ia sangat berharap barang-barang kerajinan yang dihasilkan bisa dipasarkan. “Memang sudah ada rencana dipasarkan namun yang menjadi kendala adalah tempat pemasarannya,” tandasnya. -Wiwin
Edukasi
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
Hari Kartini di Miracle
9
Flower Bouquet untuk 21 Pelanggan Perempuan, cerdas, dan cantik. Tiga kata tersebut sangat tepat untuk menggambarkan sosok Kartini, salah seorang pahlawan di tanah air kita ini. Begitu pula dengan Miracle Aesthetic Clinic dengan berbekal pengalamannya selama 20 tahun yang erat kaitannya dengan perempuan dan kecantikan, dilengkapi pula dengan cita rasa seni di dalamnya.
Sinta dan Eka
DR. DIAH SRIKANDI JADI HARAPAN BARU PEREMPUAN BALI DI DPRD BALI
SARINAH SUMBER INSPIRASI PEREMPUAN BANGSA Kurang dari tiga bulan menjadi anggota DPRD Provinsi Bali menggantikan (alm) IB Bhirawa asal dapil Jembrana, sosok Srikandi PDIP yakni Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikakandi Wedasteraputri Suyasa, S.E.,M.M. ini langsung menjadi sorotan publik. Selain jejak rekam dirinya yang mengagumkan, salah satunya adalah sempat menjadi Rektor Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) yang didirikan keluarganya dan Bung Karno, Gek Diah juga merupakan doktor ilmu pemerintahan termuda di Republik Indonesia yakni usia 27 tahun, 6 bulan. Hal ini tentu menjadi penyemangat terutama kalangan Fraksi PDI Perjuangan yang merupakan fraksi terbesar di DPRD Bali mengingat ada sosok termuda di Fraksi sekaligus seorang akademisi yang diharapkan memperkuat basis perjuangan partai besutan Megawati Soekarno Putri itu. Hal ini terbukti, ketika sosok Gek Diah ini dipercaya oleh fraksinya untuk membacakan pandangan fraksi di hadapan Gubernur dan seluruh pejabat di gedung DPRD Bali, performa dari Gek Diah langsung menuai pujian. Kini, ia bertekad memperkuat PDIP agar menjadi partai wong cilik namun tetap melakukan pendekatan akademis dalam setiap visi program pembangunannya. “Jangan lupa, Bung Karno adalah politisi akademis. Beliau adalah sarjana ITB dan peraih gelar doktor dari 26 perguruan tinggi terhebat di dunia. Jadi saya ingin mengikuti jejak beliau, bahwa akademisi harus ikut serta mewarnai dunia politik bangsa,” ungkap Gek Diah yang bersuamikan notaris Badung, Ketut Ariyasa, S.H.,M.H. ini. Ketika pimpinan DPD PDIP Bali,
Dara
B
ulan April tahun ini, Miracle turut berpartisipasi dalam memperingati Hari Kartini dengan memberikan ber bagai pelayanan dan penawaran yang spesial bagi para pelang gannya. Begitu dengan keistime waan pelayanan yang selama ini
Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi WS,S.E.,M.M. bersama suami saat dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Bali
Dr. Wayan Koster meluncurkan program Sarinah di DPD PDIP Bali tempo hari, dirinya adalah salah satu kader PDIP yang sangat antusias. “Bagi kaum Marhaen, ada buku bacaan wajib yang harus dibaca yakni Di bawah Bendera Revolusi (DBR) Bung Karno dan biografi Soekarno karya Cindy Adams. Khusus perempuan, Sarinah adalah bacaan yang menginsiprasi. Di sini pemikiran Bung Karno terkait perempuan dituangkan. Saya harap perempuan Bali khususnya kaum ibu juga untuk meluangkan waktu membaca buku ini,” ungkap Gek Diah yang merupakan adinda dari Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ini.
Salah satu customer yang terima hand bouquet
dipersembahkan, yakni mulai dari kenyamanan, keamanan, kerama han, serta privasinya. Selama satu bulan penuh , Miracle Aesthetic Clinic Renon memberikan harga spesial untuk berbagai perawatan yang dikemas dalam bentuk Kartini Package I sampai III. Paket ini terdiri dari Facial, Neck & Eye Treatment serta Magic Lift. Tak hanya itu, Miracle juga memberikan gratis hand mask bagi setiap pelanggan yang mengam bil paket Kartini tersebut. “Miracle memang tak pernah ketinggalan memeriahkan momen Hari Kartini. Seperti kali ini kami memberikan berbagai penawaran menarik dan beberapa aktivasi untuk memanjakan para customer,” ujar Upik Rustiah, Clinic Manager Miracle Aesthetic Renon. Yang tak kalah spesial, pada tanggal 15 hingga 22 April lalu, Miracle bekerjasa ma dengan Shagida Bali Fas hion Art dalam memamerkan
Tim Miracle tampil berkebaya di Hari Kartini
berbagai produk handpainting, seperti kain kebaya, baju, sepatu, sandal dan tas yang dilukis dengan tangan. “Yang menarik, beberapa karya Shagida ini adalah hasil buah tangan dari salah satu pelanggan loyal Miracle Aesthetic Renon selama kurang lebih 7 tahun. Karenanya kami sangat mendu kung mereka untuk memamerkan serta menjual hasil karyanya di Miracle,” tambah Upik. Kegiatan ini sesuai dengan filo sofi Miracle yakni ‘The Art Behind the Science of Aesthetic’, dimana Miracle menggabungkan seni dan ilmu estetika untuk menciptakan kecantikan dan keindahan wajah secara holistik. Booth pameran yang bertem pat di area lobi Miracle Renon, ini pun menjadi incaran para pecinta mode, sebab keunikan dari ber bagai produk Shagida. “Karena Miracle juga mengangkat tema art dan beauty, makanya kami antusias sekali bisa bekerjasama dan ikut memamerkan produk kami di sini. Kebetulan produk kami juga meng
Gubernur Pastika Lepas Peserta ‘’Bali Color Run’’ yang Digelar BPS Bali
MELEPAS - Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat melepas kegiatan Bali Color Run yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Badjra Sandhi, Renon, Denpasar, Minggu (24/4).
GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika melepas peserta Bali Color Run yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali di Lapangan Monu men Perjuangan Rakyat Bali, Badrja Sandi, Renon, Denpasar, Minggu (24/4). Kegiatan yang bertemakan ‘’Ayo Sukseskan Sensus Ekonomi 2016’’ itu diikuti 2.000 peserta dari berbagai lapisan masyarakat. Pelepasan jalan santai tersebut, ditandai dengan penaburan serbuk berwarna ke arah peserta. Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Sensus Ekonomi 2016 ini merupakan program nasional yang sangat penting dilakukan demi membangun Bali ke depan nya. Karena dengan data yang akurat, maka ekonomi Bali ke depan bisa berjalan lebih baik lagi. Mengingat statistik merupakan
kompas dan pelita yang benar, sehingga tidak akan bisa berjalan untuk menemukan apa yang dituju. “Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 yang bakal dilaksanakan mulai 1-31 Mei mendatang akan memberikan peluang kerja bagi anak muda Bali. Mengingat data atau prospek yang dihasilkan benar-benar men jadi kompas dan pelita untuk menuntun masa depan Bali dan bangsa. Karena masa depan Bali ada di tangan generasi muda yang akan datang. Lewat generasi muda itu diharapkan ekonomi Bali ke depanya bisa berjalan sesuai koridor dan tidak salah arah,” kata Pastika. Pastika berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 bisa berjalan sesuai dengan perencanaan demi pembangunan ekonomi yang lebih baik. Maka dari itu, pihaknya meminta masyarakat terutama di kalangan
pengusaha bisa memberikan data akurat apa adanya, bukan ada apanya. “Kami harap dengan demikian arah pemban gunan ekonomi Bali ke depan terus mengalami peningkatan yang signifikan,” jelas Pastika. Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan, maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan Bali Color Run ini adalah sebagai upaya terakhir untuk persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016. Karena banyak telah dilakukan untuk menyosialisasikan kegiatan ini. Sekarang ini tinggal mem inta dukungan kepada anak muda Bali untuk ikut membantu menyukseskan kegiatan ini. “Kami berharap anak muda yang masih memiliki energi dan kreativitas mampu membantu di dalam menyosial isasikan Sensus Ekonomi 2016 ini. Jadi diharapkan efek berantai yang positif. Se hingga masyarakat umum bisa memahami dan mendukung kegiatan Sensus Ekonomi 2016 ini. Karena dengan dukungan dari berbagai lapisan, kegiatan ini nantinya diharapkan bisa berjalan dengan sukses tanpa ada hambatan,” ungkap Nugroho. Rute jalan sehat tersebut tidak terlalu jauh. Para peserta cukup mengelilingi seputaran Monumen Bajra Sandi, Renon. Setelah finis, para peserta dimanjakan dengan hadiah utama satu unit sepeda gunung dan banyak hadiah door prize lainnya. Peserta juga dihibur penyanyi Pop Bali seperti Ayu Dwi Gita, Gus Puja, Sinta Dewi, dan penampilan Tiga Siluman, dan KIS Band. -kmb
gunakan warna-warna cerah dan natural sehingga bisa memberikan kesan Bali, dan tentunya ada nilai seninya yakni motifnya dibuat se cara handpainting,” ungkap Nurti Andayani, Manager Shagida Bali Fashion Art. Selain dipasarkan di Bali, kata Nurti produk Shagida juga meluas ke seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua, Jambi, Medan, Ja karta, Kalimantan, dan lainnya, serta sudah pula diekspor ke luar negeri. Tak hanya pakaian, namun ada pula tempat kosmetik, tempat handphone, mukena, jilbab, kipas serta produk lainnya yang dilukis tangan. “Semua produk dan aksesoris lukis tersedia untuk memanjakan kebu tuhan para pelanggan kami, para
pecinta fashion art,” lanjut Nurti. Bertepatan dengan digelarnya pameran tersebut, Miracle sebagai perintis di dunia bisnis estetika di tanah air ini, juga memberikan tambahan promo khusus harga spesial untuk lebih banyak pera watan seperti Facial, Peeling, La ser, Botox, Threadlift dan RF. “Un tuk makin memeriahkan momen Kartini, tepat di tanggal 21 April, para staf Miracle mengenakan kostum berkebaya bagi yang perempuan, dan kostum batik bagi staf pria, dengan nuansa hi jau seperti warna utama Miracle. Selain itu kami juga memberikan flower bouquet untuk 21 customer perempuan pertama di hari itu,” tutup Upik. – Sri Ardhini
BRI dan JCB Jalin Kerjasama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sebagai salah satu Bank BUMN terbesar di Indonesia, mengumumkan telah siap untuk mulai menerima transaksi kartu JCB di mesin Electronic Data Capture (EDC). Peluncuran layanan baru ini dilakukan awal April 2016 oleh CEO BRI, Asmawi Syam dan CEO JCB, Ichiro Hamakawa di kantor pusat JCB, Tokyo, Jepang. Dengan peluncuran kemitraan baru ini, kartu JCB sudah dapat digunakan untuk bertransaksi di seluruh Electronic Data Capture (EDC) BRI yang terdapat logo JCB. Selain itu kartu JCB juga dapat digunakan untuk bertransaksi penarikan uang tunai di lebih dari 21 ribu ATM BRI yang telah dimulai sejak tahun lalu. Mer chant yang terpilih sebagai merchant pilot untuk melakukan transaksi perdana di EDC BRI tersebut adalah Hardrock Hotel, Legian - Bali pada Jumat (22/4). Kepala Divisi BRI untuk Bisnis Kartu, Mohammad Helmi, menyampaikan BRI bangga menjadi salah satu anggota dari JCB dan memberikan layanan tambahan kepada pelanggan berupa kemudahan dalam melakukan transaksi. -Ngurah Budi
IM3 Ooredoo Gandeng Tantraz Comic Bali Komitmen Indosat Ooredoo untuk terus menghadirkan pengala man digital lebih baik untuk pelanggannya, terutama yang ada di Bali diwujudkan melalui kerjasama dengan Tantraz Comic Bali. Sebuah aplikasi komik digital berjudul “Baladeva” diperkenalkan pada Jumat (22/4) di ISI Denpasar. Komik karya Putu Gde Ary Wicahyana ini mengangkat tema sejarah kerajaan di Bali pada abad ke-10. Ilustrasi yang dihadirkan dalam komik ini menggunakan teknik digital painting. Ary mengatakan cerita historis sangat menarik untuk diangkat sebagai komik karena mempunyai nilai moral yang tinggi. Namun, diakuinya untuk memproduksi komik dalam bentuk hardcopy, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Penyebaran komik digital ini akan mem peringan biaya produksi dan menjangkau lebih banyak lagi penikmat komik,” ungkapnya. Head of Sales Indosat Ooredoo Area Bali Nusra, Heny Tri Purmaningsih mengatakan konsumen di era digital saat ini cenderung suka pada penyajian visual. Komik dianggap mampu untuk meningkatkan minat baca dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi generasi muda. -Ngurah Budi
8
Bunda & Ananda
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Kesiapan Menulis pada Anak Masa Kini Menulis bagi anak-anak bukan hal yang mudah tetapi tidak sulit juga. Bagi anak yang sudah siap untuk masuk jenjang sekolah dasar, tentu harus bisa menulis sederhana. Orangtua pun sibuk mencari tempat les atau mencari guru les menulis untuk anaknya.
Padma Bajirani
“D
ede ingat sore ini les nulis ya,” ujar Bu Desi kepada pu tranya. Les menulis halus ini menjadi rutinitas baru bagi Dede. Sekolahnya menjadikan pelajaran menulis halus sebagai mata pelajaran. Les ini bukan berarti Dede tidak bisa menulis tetapi Bu Desi ingin Dede bisa menulis halus dan tulisannya rapi. Hal yang sama diungkapkan Bu Juni ketika buah hatinya mau masuk SD. “Salah satu persyaratan untuk masuk SD adalah bisa menulis nama. Kebetulan ada tetangga yang biasa memberikan les menulis halus. Saya minta dia untuk mengajarkan anak saya,” jelasnya. Ternyata pelajaran yang diberikan itu bermanfaat karena tiap ujian tengah semester dan akhir semester ada penilaian tulis halus. Dari pengamatan Made Pad ma Dewi Bajirani, S.Psi, jika anak mulai menggenggam sesuatu dan mencorat-coret apapun yang ada di sekelilingnya, bersyukurlah, karena anak mulai mengawali kemampuan menulisnya. “Pada awalnya tulisan yang dihasilkan anak bukanlah ber bentuk cerita, melainkan goresangoresan yang tidak beraturan dan terkesan tidak terputus. Fase selan jutnya adalah tahapan pengulangan linier. Fase ini biasanya muncul pada anak usia sampai dengan tiga set engah tahun. Anak akan mengulang garis-garis yang berbentuk vertikal, horizontal, pola atau menyerupai huruf secara berulang, bentuk yang dihasilkan juga belum jelas dan rapi. Pada usia selanjutnya anak mulai mencoba menulis huruf secara acak. Biasanya dimulai pada huruf- huruf konsonan atau sesuai dengan awalan namanya. Kemudian memasuki usia yang lebih besar lagi, anak mulai mampu menuliskan kata-kata sampai dengan kalimat,” jelas pengurus Him punan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. Kemampuan menulis anak san gat dipengaruhi oleh keterampilan motorik halus dan juga kognitif dari anak. Setiap anak memiliki tahapan kematangan motorik halus yang berbeda-beda untuk siap menulis. Ia mengutip Laurel Hughes dalam
bukunya Paving pathways: Child and adolescent development, yang men jelaskan umumnya keterampilan motorik halus anak akan bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Keterampilan motorik halus menun tut koordinasi mata dan tangan serta kemampuan pengendalian gerak yang baik sehingga memungkinkan anak untuk melakukan ketepatan dan kecermatan dalam gerakannya. Hal ini lah yang juga menjadi komponen dalam kemampuan menulis anak. Perkembangan motorik halus anak yang berkaitan dengan kemampuan menulis mulai terlihat di usia diakhir 1 tahun. Ditandai dengan munculnya pincer grasp yang merupakan gerakan terbatas dengan adanya koordinasi pada ibu jari dan keempat jari lainnya. Kemudian pada usia 3 tahun ke atas anak akan mulai menirukan polapola dengan koordinasi tangan dan mata yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. “Perkembangan motorik juga akan terlihat berbeda pada anak lakilaki dan perempuan. Tokoh perkem bangan anak yaitu John W. Santrock mengemukakan jika sebagian besar anak perempuan biasanya akan memiliki keterampilan motorik halus yang lebih baik daripada anak lakilaki. Perkembangan motorik halus pada anak juga dipengaruhi oleh budaya sehingga perkembangannya akan berbeda pada budaya yang satu dengan yang lainnya bergantung kepada stimulus yang diberikan. Perkembangan ini juga merupakan hasil kematangan (maturation) dan proses belajar. Maka dari itu penting untuk memberikan kesempatan be lajar dan pemberian latihan pada anak secara tepat sesuai dengan tahapan perkembangannya untuk mengem bangkan maupun meningkatkan kemampuannya secara optimal,” jelas mahasiswa Magister Psikologi Profesi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini. HINDARI PEMAKSAAN Untuk anak usia 2 tahun dapat dilatih memegang alat tulis lunak dan aman serta menyediakan media corat-coret. Untuk anak usia 3 tahun, orangtua mulai bisa mencontohkan pola-pola sederhana dengan bantuan garis putus-putus. Pada usia selan jutnya orangtua bisa memberikan kesempatan pada anak untuk men genal inisal nama depannya dan mulai mengurangi bantuan garis putusputus. Begitu seterusnya sampai anak mulai memahami konsep huruf dan angka sampai dengan kalimat secara lebih matang. Konsep menulis tidak hanya berpatokan pada tulisan huruf dan angka ya, melainkan juga hasil bentuk-bentuk coretan dan gambar anak. Hindari memaksakan konsep menulis pada anak jika usianya belum mencukupi. Hal ini dapat membuat anak merasa tertekan, kelelahan bahkan malas untuk menulis lagi. Ada baiknya untuk menciptakan kondisi yang menyenangkan dan positif pada anak saat melakukan latihan-latihan
Anak belajar menulis
ini, sehingga anak semakin termoti vasi pada latihan-latihan selanjutnya. Padma juga melihat saat ini se bagian besar pendidikan di Indone sia masih menekankan pada aspek akademis sebagai tolak ukurnya. Bahkan, tak jarang anak-anak yang akan masuk SD juga mendapatkan tes membaca, menulis, dan berhi tung. Kondisi ini pula yang kadang menjadikan beberapa orangtua berpacu untuk menyiapkan kemam puan menulisnya sebelum cukup usia. Di sisi lain apabila anak belum siap menulis sesuai dengan tahapan perkembangan seharusnya, maka dapat mempengaruhi performanya dalam kegiatan sehari-hari seperti di sekolah. Kemudian akan mempen garuhi rasa percaya dirinya karena anak tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas menulis maupun meng gambar yang diberikan. Hal tersebut dapat memunculkan stres dan rasa frustrasi pada anak yang akan ber dampak pada kemampuan sosialnya seperti menurunnya interaksi dengan teman-teman sebaya.
ilustrasi
PENGARUH GADGET Di sisi lain, gadget berdampak besar dalam kehidupan kita seharihari, tidak terkecuali terhadap ke mampuan menulis anak. Ada orang tua menjadi bangga ketika mampu mengenalkan gadget sedini mungkin pada anak-anak. Niat orangtua un tuk memberikan pengalaman yang menyenangkan pada anak dengan serangkaian aplikasi permainan edu katif di dalamnya. Sebagai contohnya adalah aplikasi yang memfasilitiasi anak-anak untuk melatih mengenal huruf dan menulis. Tidak sedikit pula orangtua yang meng-install aplikasi ini untuk mengisi aktivitas anak-anak di waktu luang. Jika dilihat, aplikasi ini memiliki dampak yang positif seperti mengedukasi anak-anak dengan per mainan yang menarik, mengenalan huruf dan angka dengan media visual dan gerak. “Media elektronik berbeda den gan media menulis pada umumnya. Banyak orangtua yang menyadari jika anaknya telah mampu mengenal huruf dan angka di usianya yang
sangat dini. Ayah dan Bunda juga memahami jika anak telah mampu menulis di layar sentuh, tetapi ketika menulis di kertas anak terka dang anak ragu untuk mencoba bahkan tak mampu menulis sesuai dengan tahapan perkembangannya. Kondisi ini sangat sering terjadi karena ketika anak berlatih menulis menggunakan tablet/ gadget, anak tidak melatih seluruh jari jemarinya, pergelangan tangan, lengan dan bahu, serta tekanannya,” ujar perempuan kelahiran Denpasar, 30 Juni 1992 ini. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jika diperhatikan lebih detail, pertama ketika anak menulis pada kertas. Anak menggunakan pen sil atau alat tulis lainnya dimana hampir semua jari-jari pada tangan yang digunakan menulis berperan aktif sehingga mampu menghasil kan coretan atau tulisan. Jika dengan gadget, anak cenderung menggunakan satu jari saja untuk menulis. Lalu, bagaimana jika anak menulis dengan pen pada gadget saat ini?. Memang terlihat serupa tetapi tak sama karena media yang digunakan memiliki ketahanan dan luas yang berbeda, dengan kata lain anak kurang mengenal ‘tebal dan tipis’nya tulisan pada gadget. Jika anak berlatih menulis pada kertas atau media biasanya, anak secara tidak langsung akan belajar mengeksplorasi dan mengontrol te kanan yang ia berikan pada kertas. Anak juga akan belajar memprediksi ukuran tulisan sesuai dengan medi anya. Jadi, hal inilah yang membuat beberapa anak belum mampu memegang pensil bahkan menu lis, namun mampu membaca dan mengenal huruf serta angka dengan pasif. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit
Bambu dan ular
Zaman dulu Bam bu dikenal sebagai guru yang bijak. Ia berpengetahuan luas dan pintar mengajar. Ia bukan saja mahir berbahasa tumbuhtumbuhan, tetapi juga berbahasa bina Made Taro tang. Banyak hewan yang berguru kepadanya, seperti Gajah, Monyet, Harimau, dan bangsa Unggas. Di antara sekian ba nyak muridnya, yang paling cerdas adalah Ular. Ular sangat rajin belajar, disiplin dan cepat menangkap pelajaran. Geraknya lincah dan sangat serasi dengan perawakannya yang tampan. Ber beda sekali dengan murid yang bernama Gajah dan Harimau. Gajah amat bodoh dan gerakan nya lambat. Harimau sombong tetapi tidak kuat menghapal. Pada suatu hari sang Guru Bambu memanggil Ular yang lincah itu. “Wahai, muridku yang paling cerdas dan paling lincah! Aku ingin kau memo tong tangan dan kakimu. Aku rasa tanpa tangan dan kaki, kamu tetap lincah dan tampan, bahkan tambah berwibawa.” Oleh karena Ular sangat hormat dan merasa berhutang budi kepada gurunya, lalu katanya sam bil mengangguk, “Sekehendak Tuan Gurulah!”
Benar sekali kata guru itu! Walaupun tanpa tangan dan kaki, hewan melata itu tetap lincah. Dengan meliuk-liukkan tubuh dan mengangkat kepalanya, ia cepat sekali mencapai sasaran. Lama-kelamaan tindakan sewenang-wenang guru itu sampai pula ke telinga Raja Sulaiman. Sang Raja menanggapi guru yang pandai meng ajar itu telah melakukan tindakan kejam terhadap muridnya. “Hai, Bambu!” teriak Raja Sulaiman menudingnuding sang Guru. “Kau pintar mengajar tetapi tidak bijak. Kau telah menyalah-gunakan ilmu yang tinggi itu. Kau bertindak sangat kejam terhadap murid yang setia. Oleh karena itu mulai sekarang kau kukutuk menjadi bisu!” Apa yang diucapkan raja sakti itu, terjadilah! Semenjak peristiwa itu, sang Guru Bambu tidak dapat berbicara. Ia hanya berbisik apabila tertiup angin. Ketika musim angin kencang tiba, seekor ular melintas di serumpun bambu. Bambu yang berusaha menahan embusan topan itu, meliukliuk dan akhirnya patah. Batang bambu itu tepat menimpa sang Ular. Ular yang melata itu seketika diam, dan mati. Itulah yang terjadi sampai sekarang. Apabila ular itu tertimpa bambu, apalagi terpukul, maka ular itu tidak melawan. Konon ia sangat setia dan hormat kepada gurunya.
Griya
Pilih Lonceng atau Sangkar Burung
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
17
Kap lampu gantung dari bahan anyaman bambu yang lebih menonjolkan esteti ka dan bernuansa natural, tiga tahun terakhir ini masih mendominasi pasar. Hal tersebut diakui Ibu Restu (41), pemilik Restu Shop yang berlokasi di Jalan Raya Sakah, Batuan, Sukawati, Gianyar.
W
alau pangsa pasar nya masih di kisar an orang lokal, ia mengaku pesanan masih selalu mengalir. Seperti siang itu, se orang pria bermotor datang un tuk mengambil pesanannya. Dua model lonceng dan dua model bola. Lampu model lonceng dengan ukuran 35 cm tersebut dibelinya seharga Rp 100 ribu per biji. “Saya mau pasang di warung makan saya,” ucapnya. Alasan yang sama juga dis ampaikan konsumen lain dari Denpasar yang khusus ke Gianyar mencari lampu anyaman bambu ini. Ia tampak sibuk memilih mod el-model lampu yang kesemuanya menarik dan unik. Akhirnya ia menetapkan pilihan pada model lonceng. “Saya pesan yang pakai kain warna-warni saja, karena angkringannya di emperan toko yang ada atapnya,” jelasnya ke pada Bu Restu yang menyarankan jika lampu akan ditempatkan di
luar ruangan lebih baik pakai fiber karena lebih kuat. Bu Restu mengatakan, modelmodel lampu anyaman bambu masih sama seperti yang dulu. Tapi diakuinya memang pilihan pasar sekarang lebih banyak menyukai model lonceng. Model lonceng maupun model lainnya, seperti model botol, bola (sang kar ayam), dan model silinder
ditawarkan dengan berbagai ukuran mulai tinggi 25 cm, dengan beberapa pilihan pelapis dalam dan finishingnya. “Pelapis dalam nya bisa memakai kain dengan bermacam warna pilihan, bisa juga memakai fiber atau kulit kerang. Finishing bisa dipernis atau natu ral,” paparnya. Ia mengatakan konsumen lebih suka natural. Karena jika dipernis, warna anyaman bambu akan tetap hijau seperti saat awal diterima. Sementara jika dibiarkan natural tanpa finishing apa-apa, lama-kelamaan warna bambu akan berubah agak kuning sehingga terkesan bersih. Walaupun tanpa dipernis, ia meyakinkan kap lampu dari anya man bambu ini cukup awet. Kare na sebelumnya, kap-kap lampu ini sudah melalui beberapa proses. Pertama, direndam kurang lebih 5 menit dalam cairan pengawet
kayu. Kemudian dijemur sekitar 1 jam atau sampai anyaman bambu kering. Dilanjutkan dengan mem bakar bulu-bulu anyaman bambu dengan alat khusus. Setelah itu baru kap-kap lampu anyaman bambu ini siap dijual. Dijelaskan Bu restu, bahan utama kap lampu ini adalah kulit bambu yang kemudian dianyam. Kerajinan-kerajinan anyaman bambu ini dipasoknya dari be berapa pengerajin di Singaraja. Menurut keterangannya, di tokotoko lain yang juga menjual kap lampu anyaman bambu, ada yang dipasok dari Lombok. Model lain yang meski pasarnya tak seramai dulu adalah sangkar
burung. Hanya sebagian kecil yang memakai model ini untuk kap lampu gantung, dimungkinkan karena agak berat. Khusus untuk model sangkar burung ini, lebih banyak dicari konsumen untuk dekorasi weedding. Model sangkar burung ini ada yang terbuat dari kayu dan bambu, ada juga dari bahan rotan. Kerajinan ini dipasok dari pengerajin di Malang. Juga tersedeia dari ukuran kecil yang dihargai Rp 15 ribu sampai ukuran besar. Jadi, bagi Anda yang me nyukai model-model kap lampu yang unik, natural dan memiliki nilai estetika ini, tinggal pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan dan selera Anda. –Inten Indrawati
Bu Restu saat melayani pembeli
Kap lampu model lonceng dengan bermacam ukuran
Model sangkar burung
18
Life
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
Story
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
7
Manik Bumi Foundation Gelar Aksi Peduli Sungai Kampung Singaraja merupakan salah satu kampung dari sembilan kelurahan yang mengapit Tukad Buleleng. Dipilihnya kampung ini sebagai kampung percontohan karena letaknya di hulu sehingga menjadi sentral terhadap pengendalian sampah. Selain itu, jumlah penduduk yang padat dan letak perkampungan yang jauh dengan tempat pembuangan sampah membuat masyarakatnya cenderung membuang sampah tidak pada tempatnya.
S
ungai merupakan salah satu penghasil air yang bisa diminum setelah air tanah dan air danau. Jika air sungai sudah tercemar maka sumber air yang bisa dimanfaatkan sebagai air minum adalah laut dan hujan. Namun, dalam pengolahan untuk menjadikan air minum akan jauh lebih sulit dari air sungai. Manik Bumi Foundation ingin mengubah mindset penduduk Kampung Singaraja yang menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah raksasa. Hal yang paling ditakutkan adalah dalam waktu yang tidak lama sungai-sungai yang ada di Buleleng akan mati. Organisasi yang berdiri sejak empat tahun silam ini secara berkala dan bertahap melakukan kegiatan-kegiatan sosial untuk memperbaiki keadaan sungai di Kampung Singaraja. “Kami maunya menyasar semua sungai yang ada di Buleleng, namun kami juga sa-
dar dengan keterbatasan,” ungkap Luh Gede Juli Wirahmini, dewan pendiri Manik Bumi Foundation. Bersama-sama dengan anggota, Juli sapaan akrabnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Di awal pergerakannya, Manik Bumi Foundation memang fokus terhadap pencemaran sungai, namun hingga akhirnya mereka menganggap bahwa sungai tidak akan tercermar tanpa ada ulah manusia. Sehingga pemberdayaan masyarakat adalah program yang dicanangkan untuk memaksimalkan program sebelumnya. Hal tersebut dilakukan dengan cara mendirikan tempat pembuangan sampah dan memberikan bantuan tong sampah sehingga petugas kebersihan bisa mengumpulkan sampah dan membawa ke TPA. Petugasnya pun berasal dari masyarakat di Kampung Singaraja sehingga untuk iuran bisa dilaku-
Peserta dialog kenal sungai
Peserta workshop plastikologi
Oca saat berkunjung ke Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid untuk meminta dukungan.
Pantang Menyerah Raih Mimpi
kan dengan seiklasnya.
GELAR AKSI NYATA Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga dan peduli dengan lingkungan memang akan terasa sulit jika tidak dibarengi dengan aksi nyata. Sampah dan masyarakat adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Maka dari itu Manik Bumi Foundation menggelar kegiatan peduli sampah. Kegiatan tersebut menyasar sebuah kampung yang berada di areal kota Singaraja yaitu Kampung Singaraja. Dalam rangkaian memperingati hari Bumi, Manik Bumi Foundation merangkul beberapa elemen masyarakat untuk mengenal serta menjaga lingkungan. Aksi pungut sampah melibatkan anak-anak baik SD, SMP, dan SMA sebab merekalah yang menjadi generasi yang akan membawa harapan kepedulian terhadap lingkungan. Mereka diajak mengenal sungai agar tahu bagaimana keadaan sungai di Buleleng saat ini. “Kami libatkan orang luar agar masyarakat tahu bahwa orang lain saja peduli dengan sungai, apalagi warga di sini,” ujar Luh Gede Juli Wirahmini, Minggu (24/4). Kegiatan aksi pungut sampah tersebut juga mendapat sambutan
Oca saat berkunjung ke Bupati Lombok Utara, Najmur Ahyar untuk meminta dukungan.
Siti Rosalia Iswati (15), tampil memukau pada babak-babak awal The Voice Indonesia, salah satu ajang pencarian bakat yang digelar salah satu stasiun swasta di Indonesia. Karakter suara remaja yang baru duduk di bangku kelas dua SMPN 2 Mataram ini, membuat Judika, salah seorang juri akhirnya “meminangnya” untuk menjadi salah satu anak asuhnya selama mengikuti kegiatan yang live show-nya akan mulai digelar pada tanggal 13 Mei 2016 mendatang di stasiun televisi RCTI. Oca, panggilan akrab Siti Rosalia Ismawati, menjadi satu dari 24 peserta dari seluruh Indonesia yang akan tampil pada babakbabak yang digelar dalam siaran-siaran langsung setiap hari Jumat malam itu.
P
Aksi pungut sampah
hangat dari warga serta Lurah Kampung Singaraja. Tidak hanya itu dukungan juga datang dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng dan Dinas Kerindangan dan Pertamanan Kabupaten Buleleng. Mereka bersinergi dalam menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat dalam menjaga lingkungan khususnya sungai. Tidak hanya sampai di situ, kegiatan yang dilakukan dari pagi hingga petang ini juga menggelar acara workshop plastikologi dari Made Bayak yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah yang tidak berguna akan memiliki nilai jual yang tinggi jika mampu mengkreasikannya yang di laksanakan di Sasana Budaya Singaraja. Selain itu kegiatan lomba menggambar tingkat SD juga akan mewarnai serangkaian kegiatan ini. Anakanak tersebut memvisualisasikan pikirannya tentang alam lewat sebuah gambar. Kegiatan yang masih sarat dengan edukasi adalah dialog “kenal sungai sebelum ia mati” membahas dampak-dampak serta kadar pencemaran yang terjadi di sungai Kampung Singaraja. Dalam
dialog tersebut didatangkan seorang narasumber mahasiswa asli Buleleng yang sedang menempuh pendidikan S3 di ITS. Dalam dialog tersebut dibahas bahwa setelah dilakukan penelitian keadaan air sungai di kampung Singaraja berada pada kelas II. Idealnya air sungai yang layak minum berada pada kelas I, namun kebanyakan sungai yang ada di Buleleng berada pada kelas II, III, dan IV. Menjadi keunikan dalam serangkaian peringatan hari bumi, Manik Bumi Foundation juga menggelar panggung hiburan. Hiburan akan diisi oleh bandband yang juga peduli terhadap lingkungan melalui lirik yang sarat dengan pesan moral untuk menjaga alam di antaranya Nosstress dan Relung Kaca. Tidak ketinggalan penampilan bondres asli Buleleng, Rare Kual dan teater dari Bandung, Creamer Box. Tidak hanya itu, Manik Bumi Foundation juga menyediakan ruang untuk penggemar komik dalam acara kumpul Cosplay yang pertama diadakan di Bali. Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang kepada pecinta komik.-win
erjuangan Oca untuk sampai ke titik ini tidaklah mudah. Pada awal pencarian bakat ini dimulai dengan kegiatan audisi special hunt yang diselenggarakan salah satunya di Mataram Lombok, CD yang memperdengarkan suara Oca merupakan salah satu dari 11.000 CD peserta lain yang datang dari Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dari 11.000 peserta tersebut, hanya 37 peserta yang dianggap layak mengikuti babak berikutnya. Oca menjadi satu dari 37 peserta yang terpilih tersebut. “Dari 37 peserta tersebut disaring kembali sampai menyisakan 9 peserta, termasuk Oca,” ujar Siti Rosalia Iswati. Dalam menentukan 9 peserta pilihan yang akhirnya berangkat ke Jakarta ini, suara asli peserta diperdengarkan secara live di depan juri. Babak-babak berikutnya dilewati Oca tentu saja tidak dengan mudah karena ia kemudian harus berhadapan langsung dengan 180-an peserta lain dari seluruh Indonesia. Ketegangan demi ketegangan dilaluinya hingga babak berikutnya menyisakan 84 peserta. ‘Pertarungan” terus berlanjut, Oca melaju hingga 48 besar dan akhirnya terpilih dalam 24 peserta yang akan tampil dalam live show ke depan yang tentu saja penuh tekanan. Untuk menghadapi panggung besar itu, Oca yang merupakan peserta termuda ini mengaku tidak gentar namun ia berjanji akan menyiapkan diri dan tampil semaksimal mungkin untuk menjadi juara. Oca adalah gambaran remaja yang memiliki kemauan yang kuat dan ia bekerja keras dalam meraih apa yang diimpikannya. Untuk
Siti Rosalia Iswati
menjadi seperti hari ini, Oca terbilang sangat rajin berlatih. Sebagian besar waktunya ia habiskan untuk latihan. Ia lebih banyak di rumah dan latihan. Ia tidak pernah menghabiskan waktunya sia-sia. Hal inilah yang sempat membuat ibundanya Rohaniah Hermawati sempat khawatir ia kehilangan masa remajanya. PERNAH GAGAL “Selain latihan sendiri, Oca juga menjalani les vokal dan ia sangat tekun. Saya kadang khawatir Oca kehilangan masa remajanya karena tekun sekali menjalani latihan untuk mencapai cita-citanya,” ungkap Rohaniah. Namun, ia merasa senang karena apa yang dilakukan putrinya itu datang dari kemauannya sendiri tanpa ada paksaan dari dirinya sebagai orangtua maupun keluarga lainnya. Ia percaya bahwa keyakinan Oca itu akan mencapai titik terbaik karena
ia melihat sendiri Oca santai saja menjalani hari-hari latihan yang memang diinginkannya tersebut. Ibunda melihat kegigihan Oca dalam meraih cita-citanya untuk menjadi seorang penyanyi profesional kelak. “Dia sering terobsesi dengan penyanyi-penyanyi idolanya dan dia realisasikan itu dengan kerja keras dan pantang menyerah,” katanya. Jiwanya yang tiada pernah menyerah itu kerap dilihat ibunda ketika ia gagal meraih juara satu dalam lomba yang diikutinya. Oca pernah gagal ketika mengikuti audisi Rising Star pada saat ia duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar, pernah masuk pada babak awal Indonesian Idol Junior saat duduk di bangku kelas 6 SD. Atas kegagalan tersebut, Oca tidak bersedih dan tidak pula mengeluh, melainkan ia terus memperbaiki dirinya dengan keyakinannya yang besar bahwa ia mampu jika ia mau bekerja keras. Bakat menyanyi Oca yang menjadi Putri Seni SMPN 2 Mataram ini, sesungguhnya telah terlihat sejak kecil. Lahir dalam lingkungan keluarga yang suka dan bisa bernyanyi, rupanya membuat bakatnya tersebut semakin muncul. Ia banyak mengikuti lomba dan festival menyanyi di NTB dan selalu pulang membawa gelar juara. “Tiap kali ikut lomba, Oca selalu juara. Kerap menjadi juara satu. Jika tidak juara satu minimal ia membawa pulang gelar juara dua atau tiga,” kata Rohaniah. Selama ini Oca memang belum menggeluti bidang menyanyi secara profesional melainkan semata karena hobi. Meski menyanyi bagi Oca remaja sebagai hobi semata, putri kedua dari pasangan Rohaniah Hermawati dan Januar Ramadhan ini memiliki cita-cita kelak menjadi penyanyi profesional dengan memaksimalkan kemampuan dirinya
Oca bersama ibundanya.
dalam bernyanyi. Uapaya sungguhsungguh akan ia lakukan selama masa karantina di Jakarta yang dimulai bulan Mei ini. Dukungan penuh dari orangtua, keluarga dan juga sekolahnya, turut memberi semangat Oca
Oca bersama ayahnya
untuk meraih prestasi tertinggi pada ajang pencarian bakat ini. “Selain orangtua dan keluarga, sekolah juga memberikan dukungan yang baik. Saya diizinkan ikut kegiatan ini dan selalu diinformasikan jika ada tugas sekolah dan kegiatan sekolah lainnya,” ujar Oca. Selama menggeluti dunia menyanyi ini, Oca mempersiapkan dirinya semaksimal mungkin termasuk menyelesaikan tugastugas sekolahnya. Ia menyeimbangkan antara tugasnya sebagai siswa dan hobinya menyanyi yang kini berada pada tingkat yang juga membutuhkan konsentrasinya. Untuk meraih dukungan dari masyarakat, khususnya masyarakat NTB dalam live show yang akan mulai digelar Mei mendatang, Oca didampingi keluarga dan juga Ayu serta Ocong Diesel dari Ayoe Butik Batik Lombok yang mengurus kostum dan promosinya, berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya terutama mendatangi para Bupati dan Walikota di Lombok. “Harapannya masyarakat NTB dapat memberikan dukungan penuh bagi anak muda NTB yang ingin maju seperti Oca. Tentunya dukungan juga diharapkan dari seluruh Indonesia yang mengapresiasi bakat Oca,” ujar Ocong Diesel. -Naniek i. Taufan
6
Woman on Top
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
ASI untuk Generasi yang lebih Baik
Ludruk
Seni Tradisional Asli Surabaya yang Bertahan
Menyusui adalah hal alamiah. Namun, pelaksanaannya tidak selamanya mudah. Seorang ibu perlu lingkungan positif, dukungan terhadap fisik dan mental setelahmelahirkan. Aktivitas menyusui adalah hal yang normal dan alamiah, maka para ibu tidak perlu malu menyusui bayinya.
M
enyusui bayi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Yang terpenting adalah kenyamanan ibu dan memperhatikan etika setempat. Begitu disampaikan Gek Amik, salah seorang pengurus Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bali di Kegiatan Menyusui Serentak di 15 Provinsi, 26 kota se-Indonesia, Minggu (24/4), di Lapangan Puputan Renon, Denpasar. Menurut Gek Wulan Mahaswari, Ketua Cabang AIMI Bali, mereka ingin membuat kegiatan menyusui menjadi hal yang ‘biasa’. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membuat masyarakat makin paham, menyusui adalah hal yang normal dan wajar dilakukan di mana saja. Saat produk pengganti ASI tersebar di mana-mana, di mini market terkecil pun, AIMI ingin menginformasikan jika menyusui juga bisa dilakukan dimana-mana. “Saat bayi yang sedang minum susu formula di dalam botol dilihat sebagai suatu hal yang biasa, kami juga ingin bayi yang sedang menyusu payudara ibunya dilihat sebagai sesuatu yang biasa,” katanya. Dikatakannya Tuhan telah meng anugerahkan air susu dalam payudara ibu. Namun, adanya berbagai informasi yang tidak relevan, bahkan terkadang menyesatkan, sehingga ASI menjadi sebuah pilihan, tidak
lagi diperjuangkan sebagai hak. Karena itulah AIMI hadir, dibangun secara sukarela oleh ibu-ibu yang sebagian mengalami kesulitan pada saat awal menyusui. “Kami di sini, para sukarelawan yang bergabung menjadi pengurus AIMI, tak ingin ibu-ibu lain mengalami kesulitan yang sama. Kesedihan, kemarahan, kekecewaan karena sulitnya proses menyusui,” lanjut Gek Amik. Untuk ini, mereka bergandengan tangan, bahu-membahu, membantu ibu dan calon ibu untuk memahami proses menyusui. AIMI pun melaku-
kan sosialisasi, edukasi, dan juga advokasi agar para ibu bisa menyusui dengan nyaman, dan lingkungan keluarga maupun lingkungan yang lebih luas pun memberikan dukungan yang tepat. “AIMI bukanlah milik segelintir orang di daerah tertentu saja. Tapi, AIMI adalah milik kita semua yang peduli dengan masa depan bangsa ini. Sembilan tahun perjalanan AIMI untuk mengedukasi, niat kami tetap teguh untuk menjadi sahabat para ibu dalam memberikan nutrisi terbaik, ASI. Karena menyusui lebih dari sekedar ASI, tapi untuk kelangsungan generasi. Generasi penerus bangsa, Indonesia tercinta,” ujar Gek Wulan penuh semangat.
19
Dari kiri: Gek Amik, Gek Wulan, dan Adisti
SUAMI SIAGA Meski, saat ini teknologi berkembang pesat, namun masih banyak ditemukan mitos yang menurunkan kepercayaan diri ibu untuk menyusui bayinya sesuai dengan rekomendasi WHO, menyusui secara eksklusif selama 6 bulan, dilanjutkan pemberian MPASI dan tetap menyusui hingga 2 tahun. Oleh karenanya, seorang ibu menyusui sangat membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Makin
Kegiatan menyusui bersama di Lapangan Puputan Renon
banyak orang yang terpapar informasi menyusui, makin mudah seorang ibu menyusui memberikan hak anaknya mendapat nutrisi terbaik. Adisti, Wakil Ketua AIMI Bali Bali, menambahkan acara menyusui serentak ini merupakan prakarsa dari pengurus AIMI Pusat di Jakarta, yang tujuannya memeringati HUT ke-9 AIMI, dengan mengemban misi yaitu
mengomunikasikan keinginan kami para ibu menyusui dan eks ibu menyusui untuk menormalisasi kegiatan menyusui. “Maksudnya apa, kami para ibu menyusui (busui) ingin dimaklumi ketika harus menyusui anak bayi kami di tempat umum. Janganlah kami dinilai tidak sopan atau sengaja mengundang perhatian, kemudian, “diungsikan” ke tempat lain,” paparnya. Hal ini, lanjutnya juga berlaku bagi busui yang harus memerah ASI di tempat bekerja. Menyusui atau memerah itu pada hakikatnya adalah memberi makan anak. Jadi sudah sepantasnya anak diberi makan di tempat yang nyaman dan layak. Bukan hanya untuk anak, tapi agar produksi ASI lancar dan kegiatan menyusui tidak terhambat, si ibu-pun harus merasa nyaman. Pada acara menyusui serentak tertsebut, juga hadir Komunitas Bapak ASI. Salah seorang anggotanya, Kholik mengatakan bahwa kunci keberhasilan ibu menyusui anaknya, bukan hanya tergantung pada si ibu seorang diri, tetapi juga pada lingkungan sekitar, terutama para suami. Bahkan, katanya kesuksesan ibu menyusui 70 % tergantung dukungan suami. “Di setiap kesempatan, kami wajib menjadi bapak siaga,” cetusnya. Adisti menambahkan selain itu dukungan dari keluarga lainnya, teman, tetangga, atasan, tenaga kesehatan, pemimpin agama sampai ke pemerintah, merupakan faktor dari keberhasilan menyusui. “Ini juga menjadi kerjaannya AIMI, meski bisa mempengaruhi sekian banyak lapisan masyarakat. Berat memang, namun kami di AIMI memiliki kiat-kait untuk merealisasikannya yakni dimulai dari diri sendiri. Mengingat menyusui itu lebih dari sekadar memberi ASI, melainkan untuk kelangsungan generASI yang lebih baik,” ucap Adisti. -Sri Ardhini
Suasana usai menyusi bersama, tampak para Bapak ASI yang penuh mendukung para ibu menyusui
Pementasan seni ludruk
Panen Dini Petani Merugi Banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi ratusan hektare areal persawahan milik petani, juga terkena dampak bajir bandang beberapa hari lalu. Salah satunya adalah areal persawahan Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat. Ketika Bisnis Surabaya menyambangi daerah ini, hektaran tanaman padi terlihat loyo. Semuanya roboh dan sebagian lagi tampak kusam karena tertimbun lumpur. Bahkan, tanaman padi yang belum waktunya panen ini, nyaris mati karena terlalu lama terendam air banjir. “Selain akar membusuk, biji padi juga banyak yang rontok,” ujar Agus Santoso, salah satu petani desa setempat. Menurut Agus, lahan pertanian di Kecamatan Srengat yang terendam luapan banjir, sehingga tanaman padi yang berusia dua bulan ini roboh. Bahkan, ada sebagian tanaman padi yang hanyut terbawa arus. Melihat kondisi ini, para petani tak dapat berbuat banyak. Kecuali hanya menunggu air surut. Untuk menyelamatkan tanaman padinya ini, sebagian petani bekerja ekstra mengangkat satu persatu tanaman padi dari timbunan lumpur. Jika tidak, dapat dipastikan tanaman pokok tersebut dalam waktu seminggu akan mati. “Yang bisa diselamatkan ya, kita selamatkan. Tapi kalau yang sudah mati, ya kita cabut sekalian, “ kata Agus lesu. Agar tidak semakin merugi, kata Agus, sebagian petani terpaksa memanen padi mereka sejak awal. Padahal, kondisi tanaman padi para petani sendiri, masih belum cukup umur untuk dipanen. Menurut perhitungan Agus, padi layak dipanen masih bulan depan. “Paling tidak usia 3 bulan. Itu baru normal,” paparnya. Panen dini ini, membuat para petani di Kabupaten Blitar merugi. Karena hasil yang diperoleh merosot jauh dibanding panen normal. Yang biasanya satu hektare sawah para petani bisa menghasilkan 10 ton gabah, saat ini hanya bisa menyisakan setengahnya saja.”Tahun ini petani ruginya nggak umum, banyak sekali. Untuk biaya operasionalnya saja, nggak cukup,” keluh Agus. Nur Hamim, Kepala Desa Karang Gayam mengakui hal tersebut. Tahun ini bisa dikatakan musibah bagi para petani. Sebab, padi yang tumbuh subur dan sebentar lagi memasuki musim panen tersebut, kini banyak yang mati karena terlalu lama terendam banjir. Sehingga kerugian materi yang ditanggung warganya cukup besar. Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah segera membantu para petani ini. Selain memperbaiki saluran air, juga ada bantuan modal yang digunakan petani untuk bercocok tanam. “Misalnya bibit atau apalah, yang penting dapat meringankan beban petani,” tegas Nur Hamim. -Khoirul Abadi
Ludruk berasal dari kata lodrok. Sebuah kata dalam bahasa Jawa Ngoko yang be rarti badut atau lawak. Kata ludruk juga bermakna ‘teater rakyat’. “Kami adalah kelompok seniman tradisional asli Sura baya yang mencoba tetap bertahan di tengah banyaknya alternatif hiburan,” ini merupakan ungkap an Ludruk “Irama Budaya”.
D
i salah satu sudut kota Surabaya tepatnya di THR (Taman Hiburan Rakyat) sekumpulan seniman ludruk yang tergabung dalam “Ludruk Irama Budaya” sedang menghibur para penikmat ludruk di surabaya atau di daerah sekitar Surabaya. Ludruk “Irama Budaya” adalah salah satu grup ludruk yang masih bertahan di masa sekarang. Berdiri sejak 10 November 1987, ludruk ini tetap bertahan walaupun saat ini penonton yang melihat pementasan bisa dihitung dengan jari. Meski demikian, kelompok ludruk ini pernah mengalami masa keemasan pada era 1998 hingga 2003. Ludruk “Irama Budaya” dalam seminggu melakukan pementasan sebanyak dua kali yaitu hari Jumat dan Sabtu. “Ludruk itu kesenian asli Surabaya yang pemainnya semuanya pria dan ada pria
yang berdandan layaknya wanita. Pemain ludruk sekarang terdiri dari waria 20 orang dan pria 30
orang,” kata sutradara ludruk, Maimura. Cerita yang dilakonkan para pemain ludruk sangat menarik, Mereka bisa membawakan cerita apapun dari mulai legenda di masyarakat pada umumnya atau cerita yang sedang menjadi topik hangat yang terjadi sekarang. Lucu, hebat, dan kagum itu katakata yang keluar ketika menyaksikan pementasan ludruk “Irama Budaya”. “Di
zaman yang keras dan maraknya budaya Indonesia yang diklaim oleh negara tetangga, bahkan dengan bangsa kita sen diri, ludruk bisa bertahan,” tegas Maimura. -Dona
20
Nine
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Lindungi Anak dari Perkawinan Dini
Dalam Forum Diskusi Menuju Keadilan Gender di Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara beragama dengan mayoritas umat Islam terbesar di dunia dengan tingkat ketimpangan dan perilaku diskriminatif terhadap kaum perempuan masih tinggi. “Kesetaraan antara kaum laki-laki dan perempuan dalam berbagai bidang dan sektor di tengah masyarakat belum sepenuhnya terwujud secara maksimal” ujarnya ketika membuka forum diskusi tersebut.
U
ntuk mewujudkan budaya adil gender di tengah masyarakat, dapat dilakukan melalui gerakan kemasyarakatan dan dibutuhkan regulasi serta aturan yang jelas mengenai hal ini. Selain bertujuan mewujudkan kesetaraan gender,
regulasi tersebut juga untuk melindungi kaum perempuan dan anak dari praktek kekerasan dan eksploitasi dengan cara melakukan pemberdayaan. Untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan bagi perempuan dan anak, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
The Journey
5
Inspirasi dari Pengalaman Hidup
Berawal dari obrolan sembari bermain futsal, Gede Pradnyana (De Prad) dan Gede Surya Prihadi (Surya) akhirnya membentuk The Journey. Konsep duo ini mereka pilih agar lebih mudah dalam berkiprah dan lebih mudah mengatur personilnya. Namun, sekali waktu, mereka siap tampil full band dengan mengajak additional player.
“S
memberikan perhatian dengan melahirkan Peraturan Daerah menyangkut hal tersebut, misalnya tentang pendewasaan usia perkawinan guna melindungi anak dari putus sekolah akibat perkawinan dini. Peraturan Gubernur ini dibuat juga untuk meminimalisir angka kematian ibu dan anak, salah satunya akibat dari usia melahirkan telalu dini. Dengan peraturan ini kaum perempuan di NTB dapat memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki, setidaknya dalam hak kesehatan maupun hak pendidikan. “Pemda NTB telah melahirkan peraturan daerah termasuk peraturan Gubernur tentang pendewasaan usia perkawinan bagi anak yang merupakan bentuk dukungan dalam mewujudkan bu-
daya adil gender,” ungkap Majdi. Guna meningkatkan kualitas perempuan Nusa Tenggara Barat, tentu saja forum ini menaruh harapan agar diskusi ini bisa melahirkan banyak ide
dan gagasan ataupun masukan dari masyarakat supaya mampu menciptakan upaya rekayasa positif, guna menciptakan budaya keadilan gender di tengah masyarakat. -Naniek I. Taufan
ini relatif bisa diterima di semua kalangan. De Prad menambahkan dirinya dulu tidak percaya diri. Namun, ia memiliki keyakinan orang yang punya kekurangan bisa berkarya. “Kalau kita punya kekurangan, jangan berkecil hati. Tunjukkan kemampuan,” tegas lulusan S1 Teknik Elektro Universitas Udayana dan S2 Manajemen Undiknas University yang juga kontraktor ini. Ketidakpercayaan diri ini juga membuatnya menunda untuk memperkenalkan album “Inspirasi Semesta” yang sudah mereka hasilkan tahun 2015. “Kami ingin memperkenalkan
The Journey
kembali “Inspirasi Semesta” yang berisi sembilan lagu, delapan lagu berbahasa Indonesia dan satu lagu berbahasa Bali. Selama ini lagu-lagu kami lebih banyak beredar di dunia
Analogikan Cinta dengan Alam
yang baik atas prestasi-prestasinya inilah yang akan mewakili suara-suara perempuan lainnya. Roh perjuangan akan kesetaraan gender yang dilakukan perempuan yang kini menjadi pahlawan nasional, salah satunya RA Kartini, harus menjadi spirit bagi perempuan Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat. “Alhamdulillah berkat perjuangan tokoh pejuang wanita seperti Kartini, sampai hari ini kita banyak melihat tokoh-tokoh perempuan telah mampu memegang posisi strategis baik di pusat, provinsi maupun kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu saya selaku Ketua BKOW berharap pada ketua organisasi-organisasi wanita, untuk senantiasa mendukung jika ada perempuan yang ingin maju,” katanya. Untuk mewujudkan hal tersebut, Syamsiah berharap, kepada seluruh organisasi wanita di NTB dapat bekerja dan berinteraksi dengan masyarakat, dalam kebersamaan dan kekompakan bersama pemerintah Provinsi NTB untuk membangun dan memastikan kesejahteraan masyarakat tetap
aya sering main futsal dengan De Prad. Dalam sebuah kesempatan, dia bilang mau cari vokalis. Sudah banyak yang dijajagi tetapi belum ada yang pas dengan lagu-lagu yang dia tulis. Kami pun berunding dan menemukan kecocokan. Perjalanan untuk menemukan kecocokan ini pun kami jadikan nama band, The Journey,” ungkap Surya. The Journey secara resmi dibentuk 9 November 2014, Surya sebagai vokalis sedangkan De Prad sebagai bassist dan pencipta lagu. Aliran musik yang mereka pilih adalah pop dengan alasan aliran
Relung Kaca
Perempuan Dukung Perempuan “Jika ada perempuan-perempuan yang punya cita-cita yang tinggi, tolong didukung. Nantinya mereka itulah yang akan membawa dan membahas suara keterwakilan kita (perempuan,)”, ungkap Hj. Syamsiah M. Amin, Ketua BKOW Nusa Tenggara Barat pada perayaan HUT BKOW ke-48 yang dirangkai dengan Hari Kartini beberapa waktu lalu. Hal tersebut disampaikan Syamsiah, dalam memberikan dukungan bagi perempuan NTB untuk maju di berbagai bidang. Karena dari kaum perempuan yang memiliki akses dan posisi
Inspirasi
terjaga. “Saya sampaikan terima kasih pada seluruh organisasi wanita yang hadir pada hari ini, selama ini telah berupaya dengan sungguh-sungguh bekerjasama menyatukan visi dan misi, bermitra dengan SKPD sekaligus mendukung program pemerintah dan semoga di usia yang ke-48 ini kita tetap dapat berperan aktif di masyarakat”, katanya. Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si. menyampaikan kepada seluruh perempuan yang hadir pada kesempatan ini untuk
terus bekerjasama dan bekerja kompak guna mewujudkan apa yang telah dicita-citakan bersama oleh perempuan NTB, khususnya dalam kesetaraan. “Saya berharap momentum perayaan kali ini bukan sekadar seremonial, atau diperingati begitu saja, tapi diambil maknanya, hikmahnya dan jadikan gelora di dalam jiwa kita sebagai semangat untuk terus membangun di segala bidang, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menurunkan angka kemiskinan dan perkecil jarak antara si kaya dan si miskin,” ujarnya. Muhammad Amin juga mengungkapkan apresiasi terhadap kemajuan yang diperoleh kaum wanita di masa sekarang ini. “Pemerintah Provinsi memberi kesempatan sebesar-besarnya kepada semua perempuan masa kini untuk mengembangkan dirinya, sesuai potensi yang dimiliki. Namun, begitu jangan lupa pada fitrahnya sebagai perempuan, sebagai ibu dari anak yang juga memiliki tugas mendidik dan membesarkan generasi penerus yang berkualitas,” ujarnya. -Naniek I. Taufan
Mendengar lagu bertemakan cinta adalah hal yang sangat biasa untuk penikmat musik, terutama cinta terhadap lawan jenis. Tetapi, Relung Kaca mencoba untuk mengemas tema cinta tersebut ke dalam sebuah lagu dengan lirik sederhana namun tidak biasa yang lebih bercerita tentang alam dan manusia. Relung Kaca sendiri dimaknai sebagai ruang dalam bermusik yang tidak memiliki sekat untuk membicarakan hal-hal yang tidak monoton, yaitu cinta. “Fenomena musisi di televisi sepertinya mereka ada sekat, dan hanya membicarakan sesuatu yang mainstream tentang cinta,” ungkap Aris Jack, vokalis sekaligus gitaris Relung Kaca. Memaknai kata cinta, Relung Kaca memiliki pandangan yang terbilang unik. Bagi mereka, sebelum mencintai manusia maka yang terlebih dahulu dicintai adalah alam. “Bagaimana kita bisa mencintai perempuan kalau alam rusak? Kita butuh air, kalau wanita tidak mandi kan bau,” tambah Aris Jack. Jika alam sudah terjaga maka akan memberi efek kebahagian kepada manusia, dan dengan kebahagiannya tersebutlah manusia akan mengekspresikan cintanya. Band yang terdiri atas Mang Pande (cajon dan vokal), Aris Jack (gitar dan vokal), serta Konot (gitar dan vokal) ini mengaku bahwa virus cinta alam tertular ketika mereka bergabung ke dalam sebuah organisasi peduli alam dan bumi. Mereka sadar bahwa ada hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan yaitu sampah. “Tidak pernah ada rumah tanpa sampah, tidak pernah ada orang yang tidak menyampah, kalau orang tanpa cinta itu masih mungkin,” ujar Jack. Menggarap album pertama yang bertajuk “Penjelajah Mimpi”, Relung Kaca mencoba untuk menyampaikan pesan moral baik tentang alam maupun sosial. “Kami tidak membuat segmentasi untuk mengangkat tema alam saja tetapi sosial juga,” tambah Mang Pande. Melalui lagu yang berjudul “Hipnotekno”, Relung Kaca melihat anak-anak muda saat ini sedang menggandrungi gadget. “Kami menyisipkan kata, kenapa tidak melihat alam, sekali kali lihatlah langit itu juga menghibur,” ujar Jack. Intinya, pesan yang ingin disampaikan adalah keluarlah dari hal-hal yang
Relung Kaca
membelenggumu karena di luar sana masih ada hal yang jauh lebih indah. Dalam pencarian konsep untuk menulis sebuah lagu pun, Relung Kaca mengaku tidak pernah jauh-jauh dari kehidupan yang dilihatnya. Persahabatan maupun hal-hal yang bersifat kemanusiaan juga dimasukkan dalam penggarapan album yang akan segera launching tersebut. “Kita tidak menutup kemungkinan untuk menulis lagu cinta, namun akan dibalut penganalogian dengan alam. Misalnya wanita akan dianalogikan sebagai air,” imbuh Jack. Menyiapkan album pertama, Relung Kaca sangat berharap ke depan dapat menembus pasar nasional. Mengambil tajuk “Penjelajah Mimpi” dikarenakan para personilnya yang dirasa pantas mendapat predikat penjelajah mimpi sebab sudah ikut serta mengurus sampah serta menyadarkan masyarakat Buleleng untuk peduli dengan lingkungan. “Mimpi yang dimaksud adalah apa yang ingin kita gapai, bukan mimpi dalam tidur yang tidak bergerak,” imbuh Jack. Band yang diproduseri oleh Luh Gede Juli Wirahmini ini, akan segera melakukan launching di kota-kota besar seluruh Bali. Mereka juga sangat berharap karya-karya dapat diterima oleh masyarakat pendengar terutamanya adalah pesan moral yang disampaikan. “Banyak orang yang mengatakan bahwa seorang musisi hanya bisa menyanyi, tetapi mereka tidak tahu dengan membuat sebuah lagu adalah sebuah gerakan yang nyata. Ketika lagu kita bisa didengarkan dan pesan itu tersampaikan berarti kita memiliki peran juga dalam perubahan,” tandasnya. -Wiwin
maya. Sekarang kami publikasikan ke penggemar musik. Semoga bisa dikenang sepanjang masa,” imbuh Surya, alumnus Universitas Warmadewa yang punya usaha jual-beli hewan peliharaan ini. Lagu dalam album berformat CD audio ini antara lain “Bukan Cinta Itu”, “Denpasar”, “Pecinta Mimpi”, “Perdamaian”, “Lagu Sederhana” , “Kuterima”, dan “Ngelawan Sepi”. Video klip pun sudah mereka siapkan dengan konsep yang diyakini bisa bersaing dengan musisi nasional. Pemilihan judul “Inspirasi Semesta” tak lepas dari ide dasar lagulagu yang ditampilkan The Journey yang banyak diolah dari inspirasi semesta dan kehidupan sekitar. “Inspirasi dari lagu-lagu yang saya buat kebanyakan merupakan pengalaman pribadi dan pengalaman hidup yang saya temui. Biasanya begitu ada ide, saya mainkan di gitar untuk mencocokan kunci, lalu mainkan di keyboard, selanjutnya buat lirik,” ungkap De Prad. Walaupun menciptakan mayoritas lagu-lagu The Journey, De Prad tidak segan untuk berkolaborasi dengan musisi lain. Lagu “Bukan Cinta Itu” merupakan ciptaan Ian Joshua Stevenson (eks Dialog Dini Hari yang kini bergabung di Zat Kimia). Penggarapan album pun melibatkan Deny Surya (Lolot Band). “Lagu ini menggambarkan kisah seorang perempuan yang menyukai laki-laki tetapi si laki-laki menegaskan bukan perempuan itu yang diinginkan,” kata pria asal Padangsambian, Denpasar ini.
Penggarapan video klipnya dibuat dengan konsep menarik di sebuah bangunan yang belum jadi di dekat kampus Universitas Udayana di Jimbaran. Diawali dengan kemunculan seorang perempuan yang mendekati sang laki-laki. Namun, ibarat cinta bertepuk sebelah tangan, si laki-laki tak menerima. Di bagian akhir klip, perempuan itu akhirnya pergi. Lagu ini ternyata sudah banyak diminati dan sering diputar di radio dan bisa dinikmati di media sosial. TEMA CINTA Lirik-lirik lagu yang ditulis De Prad memiliki makna yang mendalam tentang cinta, baik cinta yang universal maupun cinta pribadi. Lagu “Kuterima” merupakan bentuk cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apapun yang diberikan Tuhan harus disyukuri. Sementara lagu “Nglawan Sepi” sebagai satu-satunya lagu berbahasa Bali menuturkan kisah seseorang yang kesepian ditinggal kekasih. “Kami ingin memberi sesuatu yang berbeda untuk penggemar musik yang ada di Bali khususnya dan di luar Bali umumnya. Karena itu lagu “Nglawan Sepi” dengan format pop menjadi pilihan kami bagi penggemar lagu Bali,” ujar Surya yang juga dari Padangsambian ini. Setelah album diluncurkan, The Journey ingin terus eksis. Mereka tak menampik jika ada produser yang melirik. Saat ini penjualan album dilakukan dari pintu ke pintu. Pemesanan CD dalam jumlah banyak mendapatkan bonus kaus The Journey. –Ngurah Budi
4
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Bagus Pursena
Inspirasi
Dokumentasikan Legong Bali dengan Patung Porselin
Persaingan ketat di industri kreatif semakin terasa apalagi dengan diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) sejak Januari 2016 lalu. Yang tidak siap merasa ketar-ketir khawatir tergilas. Namun Bagus Pursena, yang telah puluhan tahun bergerak di industri kerajinan, mengaku tidak gentar. Bagi Bagus, pihaknya telah merasakan kompetisi bukan hanya saat ini saja (MEA) tapi sejak awal ia terjun ke bisnis kerajinan, khususnya porselin dan keramik.
“S
epanjang hidup kita berkompetisi, jadi bukan suatu yang baru. Saya pribadi juga produk yang saya tawarkan ke pasaran, tidak gentar menghadapi kondisi sekarang. Sejak awal kami sudah berkompetisi, apalagi produk saya sudah ekspor ke manca negara seperti Amerika dan Eropa, dimana untuk masuk ke sana kompetisinya amat sangat ketat. Tapi kami berhasil melaluinya,” tutur Bagus Pursena yang telah mendalami kerajinan porselin
malah salah satu produk sudah bisa hampir 70%,” ungkap lelaki yang berlatar belakang pendidikan teknik elektro ini. “Produk kami juga sudah merambah ke India, Singapura, Malaysia,” tambahnya. Menurutnya di era kompetisi ketat seperti sekarang ini maka yang diperlukan dan peting bukan hanya kualitas saja tapi juga pelayanan. “Karena kadang kualitas saja tidak cukup, orang masih bertanya soal harganya. Ketika kualitas dan harga sudah bagus, orang mempertanyakan pelayanannya,” ucap Bagus. Dengan kualitas dan pelayanan yang terstandar bagus maka ia yakin bisnisnya akan tetap survive. “Jadi soal diberlakukannya MEA tidak masalah, kuncinya kualitas dan pelayanan yang terstandar baik. Salah satu sisi positif dari MEA adalah kita menjadi lebih leluasa untuk memasarkan produk ke luar negeri karena ini sudah menjadi market bersama,” ucapnya.
Patung porselin bali yang banyak diminati buyer asing
selama puluhan tahun. Menurutnya, sangat tidak mudah masuk ke Amerika maupun Eropa yang memang sudah memiliki gaya desain tersendiri. Tapi kehadiran porselin dengan desain yang mengangkat kekhasan Indonesia justru seperti membawa angin segar di antara desain-desain Amerika dan Eropa yang selama ini mendominasi. “Jadi untuk bisa tembus ke sana kita harus punya kekhasan, tidak bisa mengekor dari yang sudah ada. Desain yang mengangkat kekhasan Indonesia justru menjadi angin segar. Kami masuk perlahan, dari awalnya hanya bisa 2% kini
PORSELIN KHAS INDONESIA Mengangkat kekhasan Indonesia dalam media porselin mungkin bisa dibilang adalah sesuatu yang penuh tantangan. Saat ini, kata Bagus lagi, ia tengah menggarap kerjasama dengan master lenggong Indonesia, Ayu Bulantrisna Djelantikuntuk mendokumentasikan legong dalam bentuk patung porselin. “Kalau selama ini orang mendokumentasikan sesuatu dengan film atau tulisan maka kami yang bergerak di bidang kerajinan keramik, mendokumentasikannya melalui patung. Jadi kami akan membuat patung porselin
Bagus Pursena
dengan berbagai pose tarian legong. Mungkin sekitar 20-25 patung. Ibu Ayu Bulan sebagai konsultannya.” Untuk mengerjakan ini pasti membutuhkan waktu lama, karena tidak mudah, harus detail sekali. Seperti ini (sambil menunjukkan beberapa patung Bali yang berpose sedang menari-red), lekukan-lekukan patungnya harus benar-benar mirip. Lihat detail jarinya sangat jelas. Anda bisa berkeliling melihat patung-patung manusia, kadang kita sulit membedakan antara jari kelingking dan jari telunjuk, karena dibuat hampir sama. Tapi patung ini, terlihat jelas, kan,”paparnya panjang-lebar sambil menunjukkan jari-jari lentik patung penari Bali. Karena membutuhkan waktu lama dalam proses pengerjaan, maka patung seri tarian legong ini rencananya baru akan diluncurkan pada akhir tahun ini. “Sekarang dalam proses persiapan dan bakal dikerjakan tidak lama lagi,” tambahnya. Sebagaimana diketahui, tahun lalu UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Oraganization) menetapkan tari Bali ke dalam daftar warisan budaya dunia bukan benda. Ada sembilan jenis tari Bali yang diajukan yakni tari rejang, rari sanghyang dedari, tari baris upacara, tari topeng, drama tari gambuh, drama tari wayang wong, tari legong keraton, tari joged bumbung dan tari barong ‘ket kuntisraya’. Sembilan tari tersebut dipresentasikan dan dirangkai menjadi mozaik tari berjudul ‘Nawa Sari’ yang mencerminkan inti sari sembilan tarian tersebut. Inilah yang diperlihatkan kepada UNESCO sampai akhirnya keluarlah keputusan yang menetapkan ‘Tari Bali sebagai Warisan Budaya Dunia bukan Benda’.
“Inilah yang ingin kita rayakan. Namun dalam kesempatan ini kami mengambil tari legong sebagai model patung,” tambahnya. Secara pribadi, Bagus mengaku sangat tertarik mengangkat hal-hal terkait budaya Bali dalam media porselin. “Secara idealis masuk karena niatan saya untuk mengangkat tema-tema ke-Indonesia-an terwujudkan. Di sisi lain dari segi komersialitas juga masuk, karena Bali sudah sangat dikenal dunia, baik itu budaya maupun alamnya,” kata Bagus yang pada Inacraft 2016 ini juga memerkan karya terbarunya sejumlah patung porselin Bali. Patung-patung itu dibandrol dengan harga Rp12 juta. Patung-patung porselin itu memang menjadi salah satu daya tarik stan Bagus di Inacraft 2016. Dan apa yang diungkap Bagus memang terbukti, karena dari sejumlah buyer asing datang melihatlihat karyanya, adalah patung Bali itu yang paling banyak ditanya. Menurut Bagus, patung porselin atau produkproduk porselin memang berharga relatif mahal karena pembuatannya tidak mudah begitu pun materialnya yang sulit. Tak heran kalau di Indonesia pun ‘pemain’ di bidang porselin relatif hanya sedikit dibanding keramik atau kerajinan lainnya. “Di Indonesia boleh dibilang jarang
ada yang mengerjakan patung dari porselin. Kenapa? Karena selain materialnya sulit, pengerjaannya pun tidak mudah. Salah satu ciri porselin adalah putih, itu adalah warna asli, tanpa pewarna. Untuk mencapai warna putih itu, kita tidak bisa hanya mengandalkan material yang ada tanpa tahu komposisi yang tepat. Karena jika salah komposisi maka yang dihasilkan adalah warna kecoklatan, bukan putih,” katanya. Untuk meramu material, lanjutnya, membutuhkan keahlian tersendiri. Soal pembakaran misalnya, harus 1400 derajat celcius. “Pembakaran ok, lalu bagaimana dengan pembentukan. Ini pun ada tekniknya. Bahkan meski telah ahli pun kerap gagal juga. Untuk patung misalnya, anatominya harus bagus, sementara material porselin pada pembakaran 1400 derajat akan lentur, meleleh. Dalan kondisi demikian bagaimana caranya agar bahan itu bisa dibentuk. Karena itu kita harus punya komposisi material tertentu agar bahan bisa dibentuk”. “Mungkin orang bisa bikin tungku dengan pembakaran tinggi tapi material tidak siap, tidak bisai . Atau sebaliknya, materiak ‘OK’ tapi pembakaran tidak dapat, kan sama juga, tidak bakal jadi. Itu sebabnya dengan alasan-alasan seperti ini, tidak banyak yang suka ‘bermain’ di bidang porselin. Belum lagi soal harga yang relatif mahal. Karenanya pasar porselin, di Indonesia khususnya, sangat segmented,” ucapnya. Biasanya, lanjut Bagus, patung porselin produknya, menjadi souvenir khusus seperti dalam acara –acara perwakilan asing, atau hendak dibawa pejabat ke luar negeri atau acara-acara perusahaan multinasional. “Khususnya untuk patungpatung porselin yang mengusung tema Indonesia, banyakdikoleksi pejabat di manca negara,” tambahnya. -Diana Runtu
Mandalika
21
Pasar Tradisional jangan Kalah dengan Mall Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
Antusisme masyarakat Bima atas kunjungan Presiden RI, Joko Widodo, pada Jumat (29/4), tampak dari kerumunan massa yang menyambut kedatangannya. Terik matahari tidak menyurutkan niat masyarakat Bima menyaksikan kunjungan pertama Jokowi ke tanah Bima tersebut. Meski hanya kunjungan singkat, kesederhanaan Jokowi memukau rakyat Bima. Ia tiba di Bima seraya melambaikan tangan sambil melempar senyum kepada masyarakat yang hadir.
J
okowi datang ke Bima untuk blusukan sembari meresmikan Pasar Tradisional Amma Hami di Kota Bima. Presiden ini memang memberi khusus pada hal-hal yang berbau kerakyatan. Ketika meresmikan pasar ini, ia menyampaikan bahwa pasar tradisional tidak boleh kalah dengan mall yang bersih, tidak becek, tidak bau dan memiliki penataan barang dagangan yang baik. Jangan sampai pasarnya masih baru, mamun sampahnya banyak. “Tadi saya dibisiki Pak Walikota, pak ini pasarnya masih kurang, masih ada 500 pedagang yang belum tertampung, tadi saya langsung perintahkan Menteri Perdagangan untuk tambah pasarnya biar semua bisa masuk,” ungkap Jokowi disambut tepuk tangan ribuan masyarakat yang hadir. Karena itu, Jokowi berharap pasar tradisional Ammah Hami
menjadi contoh pasar yang bersih, tidak bau, tidak becek dan rapi penataan barang dagangannya. “Tahun depan saya lihat dan saya akan ke sini lagi,” ujarnya. Dalam pengawalan yang sangat ketat, usai meresmikan pasar tradisional Ama Hami, Presiden Jokowi melaksanakan Salat Jum’at
di Masjid Al Hidayah Desa Talabiu Kecamatan Woha. Dengan gaya blusukannya yang khas dan suka mendadak tanpa perlu persiapan dan penyambutan yang berlebihan, Jokowi kerap membuat kaget pejabat daerah
yang dikunjunginya tiba-tiba. Tidak terkecuali Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang juga menyampaikan kekagetannya atas kunjungan kerja Jokowi tersebut yang begitu tiba-tiba. Majdi merasa bersyukur atas kejutan-kejutan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi bagi Nusa Tenggara Barat. “Dulu pada saat pertama kali kunjungan kerja pada tahun 2015, beliau datang ke Mandalika Resort Lombok Tengah. Pada kesempatan itu beliau sampaikan komitmen beliau untuk Mandalika, sekarang Mandalika sudah terwujud, alhamdulillah. Kemarin waktu Hari Pers Nasional, beliau memberikan hadiah-hadiah, ada infrastruktur yang diperintahkan langsung ke Menteri PU, dan sekarang sedang berproses Bapak Presiden, sekarang beliau datang ke Amma
NTB Perlu Sekolah Pariwisata “Pendidikan itu bukan hanya untuk yang muda. Jangan merasa terlalu tua untuk belajar atau diajari sesuatu,” ungkap Nuniks Gayatri, salah seorang pengusaha kafe di Mataram. Pendidikan baginya sangat menuntun seseorang dalam menjalani kehidupannya. Dengan pendidikan orang mampu melakukan managemen sikap dengan tepat. Ini tentu penting dalam menjalankan bisnis. Karena itu, menurutnya, selama orang
menyukai sesuatu kenapa tidak belajar hal tersebut lebih banyak, meskipun hal itu tidak sesuai latar belakang pendidikan. Atau bahkan, meskipun kata orang itu aneh. “Yang penting ilmunya, karena dalam proses belajar mengajar akan selalu ada hal baru yang dipelajari,” ujarnya Nuniks yang baru saja beberapa waktu lalu lulus dari kursus penerjemahan Bahasa Inggris di Universitas In-
donesia ini. Banyak belajar membuat Nuniks banyak pula memahami karakter pelanggannya. Dari sana pula ia bisa belajar menyikapi tiap pelanggan dalam urusannya dengan bisnis yang dibangunnya. Maka tidak heran, Nuniks kemudian banyak bersahabat dengan para pelanggannya. Seperti halnya Nuniks, Ayu Setyawati, pengusaha butik ini juga memandang pendidikan tidak melulu dari kacamata konvensional di bangku sekolahan saja, melainkan dunia pendidikan baginya memiliki arti yang sangat luas. “Pendidikan itu sangat penting, karena dengan berpendidikan kita bisa mengenal dunia luas. Karena pendidikan juga kita bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Pendidikan juga kita bisa memiliki etika yang baik,” ujar Ayu. Pendidikan yang bermakna baginya bukan hanya di bangku sekolah, tetapi pendidikan dari orangtua dan keluarga itu yang lebih utama. Pendidikan non formal seperti inilah yang kemudian membuat Ayu mampu menjalankan bisnisnya dengan
Nuniks Gayatri
menjaga hubungan baik dengan para pelanggan yang dimulai dari soal etika dan attitude. Bagaimana pun bisnis butik yang dijalankannya selalu berhadapan dengan bagaimana cara berhadapan dengan orang lain. “Jika dalam bisnis ini saya tidak memiliki etika maka saya akan kesulitan menjaga kepercayaan pelanggan saya,” katanya. Demikian pula halnya dengan perempuan pengusaha hotel, Rosa Stuart yang memandang pendidikan sangatlah penting dalam usaha yang dijalankan-
Hami, alhamdulillah,” ungkap gubernur. Selain itu, Gubernur menyampaikan sejarah kunjungan pemimpin bangsa ke Bima. Pada tahun 1933, ketika Bung Karno pada masa pengasingan ke Ende, Bung Karno menyempatkan diri menginap di Kesultanan Bima. Kemudian setelah menjadi pemimpin bangsa, pada tahun 1950 Bung Karno kembali datang ke Bima. Kemudian pada tahun 1982, Presiden Soeharto berkunjung ke Desa Roi Kabupaten Bima untuk melaksanakan panen raya Gogo Rancah. Selanjutnya pada tahun 2005, Presiden SBY berkunjung ke Kabupaten Bima, untuk meresmikan Dam Pela Parado. Bulan April 2006, terakhir presiden berkunjungn ke Bima . “Sepuluh tahun setelah itu, tanpa disangka-sangka Presiden Jokowi berkunjung ke Bima, alhamdulillah. Maka kita jawab kunjungan beliau dengan membangun Kota dan Kabupaten Bima dengan baik,” ungkap Majdi. Gaya khas Jokowi yang selalu bersedia selfie dengan warga pun terjadi di Bima. Ia menyempatkan diri berfoto selfie dengan seorang pedagang Pasar Amma Hami, bernama Nurjannah salah seorang pedagang tomat yang memiliki lapak dagang di Pasar Amma Hami, yang berlokasi di keluaran Dara Kecataman Rasanae Barat Kota Bima. Kesempatan selfie tersebut didapat Nurjannah saat diminta maju ke depan podium oleh Jokowi. -Naniek I. Taufan nya ini, khususnya bagi para karyawan villa yang dikelolanya. Sumber daya manusia yang berpendidikan sangat menentukan kualitas pelayanan bagi usaha perhotelan. “Yang saya rasakan sumber daya manusia untuk bisnis yang saya jalankan ini sangatlah penting, karena ini berkaitan langsung dengan pelayanan yang harus maksimal untuk mendapatkan kepercayaan dari tamu,” ungkap Rosa. Itulah sebabnya sekolah tinggi pariwisata di NTB sangat diperlukan. Sebagai pengusaha penginapan, pilihan pada karyawan yang berpendidikan jelas menjadi hal utama karena ini menyangkut pelayanan yang harus maksimal dan layak. Saat ini sumber daya manusia bidang perhotelan, khususnya karyawan yang diterima dalam usahanya ini, mau tidak mau harus memiliki kualitas yang baik terutama dari segi pendidikan. Karena itu, sejauh ini menurutnya, kalau menerima pegawai baru harus diajarkan mulai dari hal paling kecil hingga hal penting berkaitan dengan apa yang harus dikerjakannya agar tidak mengecewakan pelanggan atau tamu. “Kualitas tenaga kerja dapat dilihat dari kualitas pendidikannya,” ungkap Rosa. -Naniek I. Taufan
22
Sosialita
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
“Spiritual adalah Makanan Rohani” Menjadi Jiwa-Jiwa yang Bercahaya
Jakarta Ramah Pejalan Kaki Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok lagi-lagi berencana membuat kebijakan ‘kontroversial’ padahal masa kerjanya menjadi Gubernur tinggal sebentar lagi. Tahun depan atau tepatnya 8 Februari 2017, Jakarta akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah. Sudah banyak tokoh yang mendaftar di parpol untuk menjadi penantang Ahok, tak heran kalau saat ini situasi ‘politik Jakarta’ jadi lumayan panas karena hampir setiap hari banyak pihak menyerang kebijakan Ahok.
Tulus Abadi
L
ucunya, situasi yang oleh sebagian pihak dianggap kurang menguntungkan untuk meluncurkan kebijakan kontroversi, Ahok justru melakukannya. Entah apa maksudnya, sebut saja soal penggusuran beberapa lokasi, mulai dari bangunan liar di sepanjang Kalijodo, hingga Kampung
tkh/ist
Beginilah suasana yang biasa terjadi di jakarta ketika kondisi lalu lintas macet pemotor naik trotoar
tkh/ist
Pengendara motor nekad naiki jembatan penyeberangan
Basuki Tjahaja Purnama
menjadi kota ‘ramah pejalan kaki’. Entah apakah bisa terwujud atau tidak harapan itu. Karena faktanya selama bertahun-tahun kota Jakarta, khususnya jalan-jalan besar ‘kurang atau bahkan tidak ramah’ bagi pejalan kaki. Bukan karena jalan tidak ada trotoarnya, melainkan trotoar yang dikuasai oleh pedagang kaki lima juga para pengendara motor yang tidak sabar menghadapi kemacetan lalu lintas. Pemotor-pemotor di Jakarta memang ‘luar biasa’. Mereka bukan saja nekad berjalan di trotoar tapi juga berani naik jembatan penyeberangan. Para pejalan kaki pun setiap hari dibuat deg-deg kan karena mereka tidak bisa lagi santai berjalan khususnya pada pagi dan sore hari saat pergi dan pulang kerja. Tak heran kalau ada orang yang menyebut ‘jalan kaki di Jakarta taruhannya nyawa’. Ini lantaran pejalan kaki harus berbagi jalan dengan pemotor di kala lalin macet. TERSEREMPET MOTOR DI TROTOAR “Ya gitu deh, setiap hari harus berhati-hati lewat trotoar karena adanya PKL dan motor. Padahal dulu pernah dikasih pagar di depan trotoar supaya motor nggak masuk tapi ada saja cara mereka untuk bisa masuk. Kalau tidak bisa lewat ujung jalan karena ada pagar ya lewat samping. Motor diangkat ke
Pejalan kaki terpaksa mengalah karena trotoar diserobot PKL
3
Workshop Guru Mangku Hipno
Trotoar Dilebarkan
Luar Batang di kawasan Kota Tua. Kebijakan yang sebenarnya untuk kebaikan Jakarta ini sudah barang tentu menjadi ‘amunisi’ bagi sejumlah lawannya. Walhasil, setiap hari Ahok pun dihajar berbagai isu, yang paling sensitif adalah tudingan dirinya tidak pro rakyat kecil. Tapi Ahok tak surut melangkah, kalau tidak bisa dikatakan nekad. Menurutnya kebijakan-kebijakan yang diambilnya demi menata Jakarta menjadi lebih baik. Soal timing mungkin oleh sebagian orang dianggap masalah, tapi Ahok mengaku tidak peduli. Ia hanya berkeinginan meninggalkan Jakarta dengan sejumlah ‘karya’. “Jadi kalau nanti orang tidak memilih Ahok lagi, ya nggak apa-apa. Pokoknya saya mau kerja kebut pembangunan Jakarta yang sudah diprogramkan. Membuat Jakarta lebih baik,” tegasnya. Isu yang baru ini—setelah rencana menggusur Luar Batang tahap ke-2--- juga membuat ‘panas’ Ibukota. Dalam waktu dekat ia berencana memperlebar sejumlah trotoar di jalan-jalan utama di Jakarta dan menghapus jalur lambat, alias jalur yang biasa dilalui motor. Ahok ingin membuat Jakarta
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
trotoar, gile bener ya,” kata Hendra sambil tertawa-tawa. Hendra yang karyawan sebuah perusahaan swasta di Slipi mengaku malah pernah terserempet motor yang naik ke trotoar. “Untung cuma lecet sedikit. Mau marah gimana, si motor cuma minta maaf dengan wajah melas..ya sudah lah,” tuturnya. Karena itu adanya rencana Pemda DKI Jakarta memperlebar trotoar sejumlah jalan di Jakarta mendapat dukungan penuh dari Hendra dan banyak warga DKI Jakarta. Tak tanggung-tanggung, trotoar di Jl Sudirman dan Thamrin misalnya, akan diperlebar hingga 9,5 meter. Padahal sekarang pun trotoar di dua jalan utama itu sudah cukup lebar, namun kata Ahok, masih kurang lebar. Trotoar yang sekarang sudah cukup lebar namun sebagian masih diserobot oleh PKL sehingga pejalan kaki masih tidak nyaman bahkan kadang mengalah berjalan di jalan raya meski berisiko terserempet kendaraan. “Trotoar sengaja semakin diperlebar selain untuk kenyamanan pejalan kaki juga untuk mengantisipasi transportasi massal MRT (mass rapid transit) yang akan beroperasi tahun 2019. Bukan hanya diperlebar tapi material trotoar pun akan diganti dengan bahan lain yang lebih rata. Kalau sekarang material pakai conblock agak berlubang-lubang, menyulitkan penyandang disabilitas juga wanita hak tinggi, maka nanti materialnya lebih bagus dan rata,” ungkap Ahok. Ahok berharap semua trotoar jalan di Jakarta kelak dapat diperbaiki. Namun katanya, untuk memperbaiki semuanya butuh waktu lama bisa sampai lima tahun. Untuk tahap pertama, katanya, lebih dahulu direalisasikan di jalan-jalan tertentu yang banyak dilalui angkutan umum seperti Jl Sudirman, Jakarta, misalnya. “Kemungkinan kami akan menghilangkan jalur lambat di Sudirman dan Thamrin. Nanti untuk kenyamanan pejalan kaki, akan ditanami pohon-pohon sepajang trotoar jadi lebih teduh dan hijau. Kita pengen orang begitu keluar dari stasiun atau halte bus, bisa berjalan dengan nyaman,” katanya. DUKUNGAN DARI YLKI Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga memberi
dukungan penuh terkait rencana ini. Menurut Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI, ini merupakan ide progresif jika benar diwujudkan. Karena menurutnya, selama ini para pejalan kaki kerap kali menemui kesulitan bahkan jadi korban lalu lintas gara-gara minimnya akses trotoar. “Potret kota modern bukan dilihat dari akses jalan untuk kendaraan bermotor yang lebar dan mulus tapi ketersediaan akses untuk pejalan kaki, pesepeda dan akses angkutan umum,” ucap Tulus seraya berharap perluasan trotoar juga dilakukan di jalanjalan lain di Jakarta, bukan hanya Jl Sudirman dan Thamrin. Untuk itu, Pemda DKI Jakarta bukan hanya harus memperlebar trotoar tapi juga membebaskan jalan tersebut dari pedagang kaki lima, parkir liar, dll. Menurut Tulus, kebijakan ini akan semakin elegan jika dibarengi dengan penguatan akses armada TransJakarta di semua koridor. “Ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang akibat migrasi dari pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna TransJakarta. Akses park and ride di area jalan menuju Jl Sudirman dan Thamrin juga hendaknya diperbanyak,” paparnya. Namun, ternyata tak semua senang dengan wacana pelebaran trotoar ini. Di antaranya adalah sebagian pengendara motor yang biasa melintasi jalur lambat Jl Sudirman. Menurut mereka kebijakan Ahok bukan hanya tidak pro rakyat kecil tapi juga membuat sengsara mereka. “Kalau dihapuskan kita harus cari jalan pintas dan itu membutuhkan waktu karena mutermuter. Saya heran kenapa sih Ahok kebijakannya sering menyengsarakan rakyat kecil,” ucap seorang pengendara motor yang mengaku kurir dan sering mengantar barang ke kantor-kantor di kawasan Sudirman-Thamrin. Tapi ada juga pengendara motor yang menanggapi itu dengan biasa-biasa saja. “Ah buat saya sih terserah Pemda aja deh, mau dihapus kek, enggak kek. Kalau dihapus ya cari jalan alternatif, banyak kok di belakang Sudirman-Thamrin, yang bisa dilewati. Jadi buat saya sih nggak masalah,” kata Dadang, driver Gojek. –Diana Runtu
Eksplorasi 4 kecerdasan (IQ, EQ,SQ,CQ)
semua mimpi tersebut tertutupi Matahari tidak bersinar di oleh rasa frustasi, dan kehidupan sana, demikian juga bulan dan rutin sehari-hari sehingga kita bintang, demikian juga dengan tidak lagi berusaha meraih secahaya ini, yang lebih kecil dari mua mimpi tersebut. Sering kali api, ketika Ia bersinar, semuanya mimpi tersebut sirna bersama bersinar mengikuti-Nya. Dengan sirnanya keinginan untuk memcahaya-Nya, semua diterangi. bentuk takdir kita. Akhirnya banWahai Guru, tanya seorang murid, yak orang kehilangan keyakinan bagaimana saya bisa mengetahui bahwa dirinya sanggup menjadi Tuhan, yang memberkahi, yang seorang pemenang. Disamping tidak bisa didefinisikan, yang bagaimana cara membuat pilihan kemuliaannya tidak bisa dijelashidup yang tepat, pekerjaan tekan dengan kata kata dan diluar pat, karier yang tepat, jodoh yang dari jangkauan pikiran kita, dan tepat, metode penyembuhan kemudian disadari oleh pencari yang tepat, agar semua derita, yang tulus yang berbakti padakegagalan dan sakit terakhiri, Nya? Siapa dan apa yang bisa maka dalam workshop Minggu, memperlihatkan-Nya? Sang Guru 8 Mei yang bertempat di Madam menjawab, “ Matahari,bulan dan Sesi penyembuhan (hypnotherapi, somatho therapi, seiko therapi) Tan Resto, Guru Mangku Hipno bintang-bintang tidak bisa menunNaikkanlah oleh mereka yang telah sehat, sukses, juga akan membuka rahasia jukan Tuhan, atau cahaya yang keberlimpahan harta dan kasih sayang Standar Hidupmu terbesar bagaimana caranya agar lainnya. Dalam sinar terang Tumimpi kita menjadi kenyataan. han, matahari dan bulan kehilanDi dunia luas ini, jika ingin berhasil serta hidup dalam bahagia yang pernah Dengan menggunakan metode baik, maka selalu harus menambah mengikuti workshop Guru Mangku gan dirinya, dan cahaya yang lebih metafisika pikiran dan perasaan pengetahuan, dan ketika kita tahu Hipno di Surabaya, Jakarta, Bandung, kecil menjadi gelap. Hanya cahaya kita akan mampu bersatu mem- bahwa sukses itu hanya diraih dengan Palembang, Semarang, Yogyakarta, Majiwa bisa memperlihatkan Tuhan. buat intuisi diri kita hidup dan kerja keras, maka bekerja keraslah taram dan kota-kota besar lainnya. Jalan Dari cahaya Tuhan engkau bisa menuntun kita meraih perubahan mulai sekarang. Lalu sugesti diri “SAYA ini pastilah belum pernah Anda dapatkan melihat cahaya kebenaran. Tetapi lebih baik untuk masa depan MEMUTUSKAN, SAYA TIDAK AKAN dari siapapun dan dari manapun asalnya. apakah cahaya jiwa itu? Lihatlah kita. Maka bagi yang masih sakit, PERNAH LAGI MENJADI ORANG Selain mendapatkan sesi pencerahan, ke dalam diri, dengan memberikan masih gagal, masih menderita, YANG KURANG BAIK DARI YANG pemurnian diri, pembangkitan energi perhatian kepada pikiran yang empat kecerdasan, para peserta juga bahkan bagi mereka yang ingin SAYA BISA”. diabstrakan oleh objek luar, dan mempertahankan keberhasilanengkau akan menyadari apakah “Sesungguhnya semua manusia tahu, akan diajarkan yoga Kesadaran Tuhan, nya seharusnya “wajib” mengikuti untuk dapat mencapai kehidupan lebih untuk melepaskan segala kegundahan cahaya jiwa itu. Ketika matahari Guru Mangku Hipno dan Byang Mangku Hipno workshop yang luar biasa ini, dan baik haruslah berpikir cerdas, dan bek- diri yang membelenggu selama ini tanpa tenggelam, ketika bulan tidak tersemoga saja setelah mengikuti detik erja keras, namun banyak orang seolah dapat dihilangkan dengan cara apapun. lihat dilangit, ketika api padam, cahaya apakah yang tersisa? Hanyalah cahaya masa depan akan lebih mudah, tekanan, demi detik informasi, inspirasi dan membodohkan dirinya, disaat menyadari Yoga Pranayama ini diambil dari sari-sari jiwa yang terlihat. Sadarilah kebenaran keraguan, kebingungan, rasa takut dan motivasi yang diberikan dengan ba- dari awal, bahwa apa yang dilakukannya Kitab Ajaran Kesadaran Tuhan. Sebuah ini, bahkan mulailah saat ini. Betapa stres dapat dinetralisir, karena otak hasa sederhana oleh Guru, kita semua tidak akan bermanfaat bagi harapan pustaka suci yang memuat tentang yoga. bodohnya ia yang mencari-Nya dalam kanan akan memberikan daya analisa mengingat dan menggunakan kekuatan suksesnya, namun tetap saja dilakukan.” Ajaran ini merupakan bagian dari Tantra cahaya yang menerangi dunia luar. Dalam yang berbeda dari otak kiri yang biasa tak terbatas yang terpendam dalam diri Mari berubah, hidup terlalu indah untuk Kuno yang berintikan Formula Rahasia jagat raya material ini, kita hanya bisa kita pergunakan. Inilah bagian awal kita selama ini. dikeluhkan namun tidak diperbaiki. (Mantra), Diagram Mistik (Yantra), melihat bayangan dari kebijaksanaan Tu- materi workshop yang akan diadakan Demikian bait-bait lantunan pencerahan Gerak Tangan (Mudra), Postur Badan (Asana), Inisiasi (Diksa) yoga, yang han dan juga kebaikan-Nya,TAPI DALAM hari Minggu, 8 Mei nanti. spiritual Guru Mangku Hipno. PESAN TAKDIR DIRI KITA ADA CAHAYA-NYA. Demikian Sebagai seorang pencerah, pemberi sering juga disebut dengan Siva Vijnana Engkau takkan bisa mengubah arah Hanya Memilih namun Guru Mangku Hipno mengutip puisi angin, engkau takkan bisa menghentikan informasi, inspirasi dan motivator spiri- Upanisad. Pustaka ini memiliki 112 tak Melakukan indah Devendranath Tagore, ketika ada bulan, matahari terbit dan terbenam, tual, professional healer dan penyembuh tipe yoga dan merupakan penjelasan Banyak orang yang mengatakan, engkau takkan bisa menghentikan bumi keluhan masalah pikiran dan perasaan, utama dari Yogaja Marga. Ini tentang seorang bertanya tentang Tuhan saat menjadi pembericara dan pencerah “Oke, saya ingin mengambil kepu- berputar engkau pasti tahu semua kar- saya melihat banyak sekali penderitaan bagaimana memelihara Energi (Prana) spiritual workshop di Bandung. Sep- tusan seperti itu, tetapi saya tidak ena kuasa Ilahi. Tetapi engkau memiliki manusia, bukan hanya pada diri para yang didapatkan dari semesta (bha/ erti inilah makanan rohani, membuat yakin bagaimana caranya saya kekuatan untuk merubah diri, memban- pasien yang kami rawat, tetapi juga bharana), bagaimana mengembalikan seseorang akan mampu menemukan bisa mengubah hidup saya “. Sebe- gunkan diri dari tidur panjangmu, engkau pada diri para sahabat dan keluarga yang energi demi keharmonisan (ra/ravana), makna berbeda dari setiap peristiwa, narnya tanpa disadari mereka telah memiliki kekuatan untuk menjadi lebih “normal” dan “sehat” yang merawat bagaimana menjadikan diri bijaksana membuat hidupnya penuh kesenangan, lumpuh dan bisu oleh rasa “takut” baik di sepanjang waktu, dan engkau dan mendampingi mereka. Saya juga (va/vamana). Konsep Bhairava Katarsis ketenangan dan penuh kenyamanan. yang sesungguhnya tidak beralasan, memiliki potensi tak terbatas yang ter- melihat ketidakbahagiaan dalam diri ini mengajarkan bagaimana kita menarik Makanan rohani membuat seseorang sehingga mereka tidak tahu den- simpang rapi dalam dirimu, potensi itu orang-orang berkedudukan tinggi yang napas dengan suara “ha” dan mengelumemiliki etika dan estetika dalam men- gan pasti bagaimana cara mengubah menunggumu dalam jangka waktu ter- cukup berhasil yang saya tangani di arkan napas dengan suara “sa” . inilah jalani hidupnya. Dari estetika seseorang mimpi mereka menjadi kenyataan. lalu lama, unutk segera engkau ledakan, tempat praktek saya. Kerap kali, pen- yang disebut dengan mantra Hamsah, akan berlaku benar, suci dan indah, dari Akibatnya mereka tidak pernah sehingga engkau bisa merintis kehidu- deritaan dan kepedihan itu tidak perlu dimana secara emperik dalam sehari ketiganya manusia akan selalu mampu mengambil keputusan yang dapat pan yang bahagia dalam sisa hidupmu dan akhirnya hilang ketika orang-orang kita melakukannya sebanyak 21.600 introspeksi diri dan berkontemplasi mengubah hidup mereka menjadi dan semua ini juga karena kuasa ilahi. mengendalikan keyakinan, perasaan dan kali. Mari berbagi, mari bangkitkan emdengan Tuhan. Makanan rohani akan “LEBIH BAIK” yang seharusnya mereka Pesan takdirmu “Engkau takkan mampu tindakan mereka untuk merubah jalan membuat kesadaran diri sejati ses- dapatkan. Inilah awal kegundahan hidup mengubah apapun dan Engkau takkan hidup mereka. Sayangnya, seringkali pati, mari bangkitkan empat kecerdasan eorang mencapai tingkatan lebih baik. dimulai. MENGETAHUI bagaimana mampu diubah oleh siapapun, kecuali mereka tidak melakukannya. Mereka diri, bersiaplah menjadi berbeda, menMendengar pemaparan tersebut si caranya anda akan MENCIPTAKAN oleh dirimu sendiri”. Melalui work- menunggu, kemudian mencoba untuk jadi pengusaha atau penguasa berbasis penanya seperti tersentak sadar bahwa sebuah hasil pada awalnya tidaklah shop Guru Mangku Hipno ini, temu- mengubah hasil yang buruk dan acapkali spiritual, agar segalanya selalu baik-baik apa yang dicarinya selama ini ternyata penting. Yang terpenting adalah ME- kanlah cara terbaik untuk mengubah datang ke tempat praktik saya, hanya saja, kapan pun dimana pun. Mari berberada didalam dirinya. Begitulah MUTUSKAN akan MENEMUKAN diri, pembangkitan diri, menemukan untuk mengeluhkan hidup mereka yang gabung dalam workshop Brahmakunta manusia, sangat senang merumitkan caranya, apapun itu. Inilah salah satu jati diri, meningkatkan kesadaran diri, mengerikan atau entah dengan cara ba- Spiritual dan Supranatural Modern sesuatu yang gampang, membesarkan topik pembahasan menarik saat work- menghilangkan kebiasaan buruk, pikiran gaimana berharap diubah dan dan diper- Center, dengan tema “SPIRITUAL sesuatu yang kecil dan berputar putar shop di Renon nanti. Guru Mangku dan perasaan negatif, membuka jalan baiki oleh orang lain. Disinilah masalah MAKANAN ROHANI “, menampilkan untuk sesuatu yang seharusnya bisa Hipno akan memampukan para peserta keberhasilan, menemukan inspirasi dan utamanya!!! Namun bahagianya, saya kolaborasi Guru Mangku Hipno ( GMH lurus dan memperlambat pekerjaan untuk bukan hanya membuat sebuah informasi dan motivasi diri, masa depan punya keyakinan yang kuat dan penge- KG Suatmayasa S.H., CHt., MNNLP yang seharusnya dapat dipercepat. pilihan, namun dengan mantap dan lebih baik, penyembuhan terbaik. Atau tahuan yang tepat untuk dapat mem- ) seorang putra Bali yang merupaTanpa disadari kebiasaan–kebiasaan penuh percaya diri akan menjalankan jika saat workshop tidak bisa hadir bantu mereka dan menyadarkan mereka kan pakar Metafisika, Hypnosis, NLP, seperti ini akan menambah rumit pilihan itu sehingga kesehatan, kesuk- karena suatu kesibukan, silakan datang bahwa semua orang pada dasarnya Palmistri dan Energi Prana dan juga hidupnya. Maka untuk dapat mengubah sesan, keberlimpahan dan kebahagiaan langsung menuju Brahmakunta Center/ memiliki jiwa yang sehat dapat men- pendiri dan Guru Besar Brahmakunta segala kebiasaan–kebiasaan buruk yang bukan lagi sesutau yang mustahil untuk GMH Institute, Perumahan Gunung gendalikan dan menjalani hidup dengan Spritual & Supranatural Universal, selama ini sudah mendarah daging da- didapatkan. Sari Indah, Jl Tukad Buana 1/61 Ke- baik, lalu bagaimana caranya???, Temukan Pendiri GMH Institute, pendiri Prana Kita semua memiliki mimpi, kita boiwa Utara, telepon 03618442823, jawabannya dalam worshop di Renon dan Hypnosis Club, dengan seorang lam kehidupan seseorang diperlukan empat kecerdasan yang merupakan semua ingin percaya didalam lubuk 085103112404, 081337228580, pin BB nanti. Anda akan dibantu dan dituntun pakar Hypno Beauty & HypnoTherapi kotak ajaib yang tersimpan dalam diri hati kita bahwa kita memiliki bakat : 7FB63D85, untuk segera mendapatkan menemukan puluhan jalan keberhasilan Byang Mangku Hipno (AA Sg. Inten, manusia. Keempat kecerdasan itu khusus, bahwa kita dapat membuat layanan terbaik kami. terbaik yang selama ini telah dibuktikan S.E., CHt., MNNLP). adalah kecerdasan intelektual (IQ), sebuah perbedaan, bahwa kita bisa kecerdasan emosional (EQ), kecer- menyentuh kehidupan orang lain denMINGGU, 8 MEI 2016, PUKUL 15.00 SD 17.30 (COFEE BREAK) LOKASI MADAM TAN RESTAURANT, dasan spiritual (SQ) dan kecerdasan gan cara khusus, dan bahwa kita dapat JALAN COK AGUNG TRESNA NO 55 RENON-DENPASAR (sebelah utara kantor DPRD Provinsi Bali). kosmik (CQ). Dengan mengaktivasi membuat dunia menjadi tempat yang Tiket hanya Rp 350 Ribu keempat kecerdasan tersebut maka lebih baik. Pada suatu masa didalam Tiket dapat dipesan dan diantar mulai saat ini hubungi : otak kanan seseorang akan langsung hidup kita, kita semua memiliki citaBrahmakunta Center : 03618442823, 085103112404, 081337228580 dalam mode “ON” atau aktif. Seperti cita untuk memiliki kualitas hidup yang Jro Putu Anta, MSh : 0813 3864 6138 kita tahu, dengan aktivasi otak kanan kita inginkan dan layak kita dapatkan. Jro Made Chung, MSh : 0859 35051555 maka kemampuan kita menganalisa Namun, bagi sebagaian besar dari kita,
2
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
GORO-GORO Bu Amat tak bisa menutupi rasa bangganya pada Ami. Tak sadar ia ngoceh di tetPutu Wijaya angga, Tiba-tiba Ami menjadi pahlawan. Perempuan teladan yang berani ambil risiko mengorbankan keselamatan keluarganya. Demi niat suci, menentang kian maraknya kobaran narkoba di Pulau Dewata. “Wah, wah, wah, selamat Pak Amat!” kata Pak Made memuji, dengan nada cenderung sinis.”Syukurlah, sekarang sudah lahir seorang srikandi di antara kebejatan moral kita!” Amat hanya bisa tersenyum, karena tak paham. Baru setelah
sampai di rumah ia kaget, karena istrinya minta maaf. “Maaf, Pak, saya sudah berbuat lancang, tak sengaja menceritakan tekad Ami yang akan menulis pidato melawan perdagangan narkoba di Bali dengan berani melawan ancaman surat kaleng yang mengancam keluarga.” Amat bengong. “Kenapa ibu menyeritakan itu kepada tetangga?” “Maksud saya, untuk memberi contoh, bagaimana kaum perempuan harus melanjutkan perjuangan RA Kartini. Bukan hanya dengan meniru-niru sanggul atau kebaya dan jariknya. Tapi mengajak kaumnya melakukan sesuatu yang diperlukan bangsa dan negara.” “Betul. Tapi itu kan malah bisa membahayakan Ami. Yang
Ekspresso
pahlawan narkoba (2) mengancam itu pasti marah kalau mendengar Ami dijadikan pahlawan!” Bu Amat terdiam. “Kalau begitu, kita ke Ami saja sekarang!” “Kenapa?” “Membantu Ami kalau dilempari batu lagi, atau diserbu?” Bu Amat ketakutan. Amat yang semula tenang akhirnya ikut panik. Ujung-ujungnya. mereka berangkat ke rumah Ami. Ami dan Sugi terkejut melihat kedatangan Amat dan istrinya. Mereka langsung bertanya-tanya. Bu Amat yang merasa bersalah, mendesak mengajak lapor pada polisi. “Terlambat,”potong Ami.” Polisi sudah tahu dan sudah berjaga-jaga mengawasi semua orang
yang menghampiri rumah kita ini. Tadi ibu dicegat tidak?” “Ya, tadi disuruh menunjukkan KTP. Untung bapak selalu bawa. Setelah mereka tahu kami orangtuamu lantas dipersilakan jalan terus.” “Ya, itu dia. Beritanya sudah menyebar. Tadi siang banyak wartawan datang. Ada dari TV Jakarta juga. Mereka tahu rumah Ami dilempari batu dan surat ancaman. Bahkan tahu bunyi suratnya!” Bu Amat terkejut. “Lho, ibu tidak pernah cerita begitu sama tetangga, apalagi surat ancaman itu. Bapakmu juga tidak tahu! Ya kan, Pak?!” Amat tercengang. “Kalau begitu ini bukan garagara ibu ngobrol di tetangga itu!” “Memang bukan, Pak. Ini teror yang sudah mereka rencanakan!” “Mereka siapa?” “Ya, sindikat narkoba jaringan internasional itu!”
Pintu diketok. Semua kaget, mematikan lampu, lalu sembunyi ke belakang. Tinggal Amat. Dia meraba temutik yang disisipkan di pinggangnya, lalu membuka pintu. Ternyata seorang anak muda pakai jaket blue jean dan topi sport, seperti reserse. “Selamat malam, Pak.” “Selamat malam.” “Tolong diusahakan suasana rumah biasa-biasa saja. Jangan gelap atau terlalu terang. Kita pancing supaya dia masuk, baru kami sergap.” “Siap, Pak!” “Terima kasih. Selamat malam. Permisi.” “Selamat malam.” Amat menutup pintu kembali. Perasaannya plong, lega, karena rumah dijaga. Entah kenapa menyeruak ke dadanya rasa bangga. Anaknya seorang pahlawan. Tapi tiba-tiba ia terpaku. Ada kertas nongol di bawah pintu: “Berlagak jadi pahlawan kamu, ya, awas!”
Peran Lingkungan pada Pendidikan Karakter
Karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Pengertian karakter dihubungkan dengan istilah etika, ahlak, dan atau nilai dan berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi positif bukan netral. Dengan demikian karakter adalah nilai-nilai yang unikbaik yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olahraga seseorang atau sekelompok orang. Karakter juga sering diasosiasikan dengan istilah apa yang disebut dengan temperamen yang lebih memberi penekanan pada definisi psikososial yang dihubungkan dengan pendidikan dan konteks lingkungan. Dalam konteks lingkungan pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting karena perubahan perilaku. Dengan kata lain pembentukan dan rekayasa lingkungan yang mencakup diantaranya lingkungan fisik dan budaya, manajemen, kurikulum, pendidik, dan metode mengajar. Pembentukan karakter melalui rekasyasa faktor lingkungan dapat dilakukan melalui strategi: (1) keteladanan, (2) intervensi, (3) pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, dan (4) penguatan. Pembentukan karakter memerlukan pengembangan keteladanan yang ditularkan, intervensi melalui proses pem-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
belajaran, pelatihan, pembiasaan terus-menerus dalam jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan penguatan serta harus dibarengi dengan nilai-nilai luhur. Karakter seseorang dalam proses perkembangan dan pembentukannya dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor lingkungan (nurture) dan faktor bawaan (nature). Faktor bawaan boleh dikatakan berada di luar jangkauan masyarakat dan individu untuk mempengaruhinya. Sedangkan faktor lingkungan merupakan faktor yang berada pada jangkauan masyarakat dan ndividu. Jadi usaha pengembangan atau pendidikan karakter seseorang dapat dilakukan oleh masyarakat atau individu sebagai bagian dari lingkungan melalui rekayasa faktor lingkungan. Hal tersebut merupakan strategi yang dilaksanakan dengan prinsip komprehensif dan memfokus pada tugas, pokok, fungsi dan sasaran masing-masing institusi pendidikan terkait. Pengembangan pendidikan karakter melalui best practices dan kriteria yang dapat dijadikan tolok ukur untuk dasar penilaian keberhasilan pendidikan karakter mencakup antara lain hal-hal sebagai berikut 1. Meningkatnya kesadaran (secara kualitatif) akan pentingnya pendidikan karakter di lingkungan peserta didik, pendidik dan tenaga pendidikan; 2. Meningkatnya kejujuran peserta didik, pendidik, dan tanaga kependidikan; 3. Meningkatnya rasa tanggung jawab peserta didik, pendidik, dan tanaga kependidikan; 4. Meningkatnya kecerdasan
Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App.Sc
peserta didik, pendidik, dan tanaga kependidikan; 5. Meningkatnya kreativitas peserta didik, pendidik, dan tanaga kependidikan; 6. Meningkatnya kepedulian peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan; 7. Meningkatnya kegotongroyang peserta didik, pendidik, dan tanaga kependidikan; 8. Meningkatnya kebersihan, kesehatan, dan kebugaran peserta didik, pendidik, dan tanaga kependidikan; 9. Jumlah satuan pendidikan formal dan non formal (kelompok belajar,pusat kegiatan belajar masyarakat/PKBM, kursus, yang telah mengimplementasikan program pendidikan karakter menurut kabupaten/ kota dan provinsi; 10. Jumlah mata pelajaran/kuliah yang telah mengintegrasikan pendidikan karakter di satuan pendidikan;
11. Jumlah satuan pendidikan yang menerapkan sistem penilaian yang memasukkan komponen karakter; 12. Jumlah perpustakaan, taman bacaan atau sejenisnya yang mengaplikasikan pendidikan karakter; 13. Jumlah peserta didik yang telah memperoleh pembelajaran berkaitan dengan pendidikan karakter (seperti pendidikan akhlak mulia di satuan pendidikan formal atau wawasan kebangsaan dan cinta tanah air di satuan pendidikan nonformal); 14. Meningkatnya perilaku santun yang mencerminkan etika hidup di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari; 15. Menurunnya tingkat kenakalan remaja dan pemuda (seperti tawuran pelajar/mahasiswa, pergaulan bebas, pelecehan seksual, pemalakan, dan penyalahgunaan narkoba) secara kualitatif; 16. Meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Secara keseluruhan, pendidikan karakter harus memberikan kontribusi pada upaya pencapaian tujuan pembangunan karakter bangsa, yaitu mewujudkan masyarakat yang ber-Ketuhanan
yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keberhasilan pendidikan karakter dalam upaya mewujudkan visi Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur, sebagaimana tertuang dalam RPJP (2005—2025) perlu didukung oleh (1) komitmen dari seluruh pemangkukepentingan dalam menyukseskan penyelenggaraan pendidikan karakter; (2) konsistensi kebijakan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan karakter; (3) keterpaduan dan keberlanjutan sIstem pengembangan program dan kegiatanpendidikan karakter; (4) pengarusutamaan pendidikan karakter dalam system pendidikan nasional; (5) penjaminan mutu pendidikan karakter; dan (6) peran serta masyarakat dan dunia usaha secara aktif dalam pendidikan karakter. Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App.Sc Staf Dosen Fapet Unud
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Edisi 899/ 2 - 8 mei 2016
23
Belajar dari Proses Kehidupan
Hari Pendidikan Nasional tak hanya dirayakan oleh siswa di sekolah. Pendidikan tak hanya diraih di sekolah. Pendidikan bisa didapatkan di luar sekolah. Bagaimana para praktisi memaknai pendidikan untuk mencapai cita-cita yang diinginkan?
B
agi I Made Dwija Suastana, belajar tidak mengenal jabatan ataupun umur seperti pepatah “long life education”. Ia memberi contoh, dosen pengajarnya seorang notaris, sudah berusia 60 tahun baru melanjutkan ke S-3. “Dalam era kompetisi global yang ketat ini, setiap orang dituntut untuk memiliki kompetensi lebih dan mempunyai keahlian lebih dari yang lain untuk memenangkan persaingan,” ujar Villa Manager, Lasala Villas Kerobokan ini. Menurutnya, pendidikan bisa dilakukan di mana saja, baik itu dalam dunia formal maupun nonformal. “Saya belajar formal di bangku kuliah, di ruang nonformal pun, saya juga sering belajar dengan tukang bangunan
yang mengerjakan perbaikan villa tempat saya bekerja. Intinya, open minded untuk belajar di berbagai ruang kehidupan,” kata lelaki yang kini sedang menempuh pendidikan S-2 Magister Ilmu Hukum di Universitas Warwadewa ini. Ia memberi contoh banyak orang yang tidak bersekolah tinggi malah menjadi sukses, seperti Jack Ma, pendiri Alibaba.com, Warren Buffet (pialang saham terkenal di Amerika), Bob Sadino juga tidak berpendidikan tinggi. “Mereka itu belajar di ruang nonformal yakni pengalaman hidup sebagai laboratorium pembelajaran mereka. Mereka punya kemauan yang kuat untuk belajar dari proses kehidupan mereka yang mendidik mereka menjadi kuat menghadapi kerasnya kehidupan,” ucapnya.
I Made Dwija Suastana
Ia menambahkan, praktisi dunia pariwisata lebih banyak bergelut praktik langsung, melayani tamu, komunikasi dengan tamu bertahun-tahun dan menjadikan mereka ahli di bidangnya. Contohnya ada yang bekerja di hotel sudah lebih dari 25 tahun dan mereka benar-benar menguasai bidangnya dengan sangat baik. Dari segi bahasa, kemampuan administrasi, reporting dan analisis dikuasai dengan sangat baik, walaupun secara pendidi-
Kedepankan Karakter dan Integritas Menyiapkan sumber daya dan disosialisasikan tentang manusia kompetitif bukan pelatihan-pelatihan kurikupekerjaan mudah yang dalum, dan pelatihan manajepat dilakukan secara instan. men untuk kepala sekolah Jika dunia pendidikan dapat baik dari kabupaten, provinsi, membekali siswanya dengan maupun nasional. pengetahuan serta ketrampiSaat ini di Buleleng sendiri lan yang memadai, maka memiliki persoalan, yaitu jumlulusannya nanti akan mampu lah guru yang kurang khususmengembangkan diri dan nya di pendidikan dasar. bersaing secara global. Hal “Padahal ini penting sekali tersebut disampaikan oleh karena meletakkan dasarKepala Dinas Pendidikan Kadasar pendidikan itu sendiri bupaten Buleleng Drs. Gede di tingkat SD termasuk di Suyasa, M.Pd,. tingkat PAUD,” tambah Suyasa. Maka dari itu, pemerintah Sebagai lembaga yang bermengambil kebijakan untuk tugas melahirkan sumber daya merekrut tenaga guru konmanusia yang siap bersaing trak sebab jika menunggu dalam dunia kerja, Dinas Penpembukaan formasi PNS tidak didikan Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd memungkinkan. “Kalau pun berharap sekolah-sekolah dapat hanya menutupi yang sudah pensiun saja,” dapat menerapkan pendidikan karakter dan injelasnya. Satu-satunya cara yang memungkinkan tegritas dalam setiap proses belajar mengajarnya. adalah merekrut guru kontrak untuk menutupi “Mindset pendidikan sekarang orientasinya jumlah kekurangan guru. Hingga saat ini tahapan adalah melahirkan generasi yang berintegritas, perekrutan sudah sampai pada finalisasi verifikasi itu yang dibawa ke dalam kurikulum sekarang,” administratif yang dilihat dari lamanya pengabungkap Suyasa. Selain integritas, mengedepankan dian, linearitas ijazah, kuota di masing-masing budaya adalah salah satu cara untuk mencetak sekolah, dan rekomendasi integritas terhadap sumber daya manusia yang berkarakter. “Budaya sekolah. yang dimaksud adalah budaya kejujuran, keSuyasa juga mengungkapkan, dalam upaya memandirian, bertanggung jawab, nasionalisme, dan nyiapkan tenaga kerja yang andal, Bupati Buleleng bela negara,” imbuhnya. Hal tersebutlah yang menargetkan untuk mendirikan Sekolah Menendiharapkan melahirkan generasi yang mampu gah Kejuruan (SMK) di seluruh kecamatan yang menunjukkan integritas bangsanya. ada di Buleleng. “Kalau boleh jujur, seharusnya Guru juga diharapkan tidak hanya yang tamat SMA harus melanjutkan ke perguruan mengedepankan prestasi kognitif dan akadetinggi karena tidak memiliki basic kerja,” tambah mik lalu mengabaikan kepentingan-kepentingan Suyasa. Beda halnya dengan yang sudah tamat karakter dan integritas itu. “Prestasi pentSMK yang sudah dijuruskan menjadi pekerja ing, tetapi integritas jauh lebih penting. Jika terampil sesuai dengan jurusan. Sesungguhnya anak-anak sudah memiliki integritas yang kuat yang siap bersaing dalam dunia kerja adalah SMK, maka mereka akan disiplin, mandiri, jujur, dan dan inilah yang seharusnya diberikan pendidikan bertanggung jawab,” tambah mantan Kepala supaya mereka siap mental dan siap secara keDinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten trampilan. “Kalau mereka punya vocational skill Buleleng ini. Menurutnya, anak yang memiliki yang cukup dan integritas bagus, saya pikir dunia prestasi bagus belum tentu memiliki integritas, usaha lebih cepat mengambil mereka,” imbuhnya. tetapi anak yang memiliki integritas yang baik Namun saat ini di Buleleng masih memiliki satu maka mereka akan lebih berprestasi. Suyasa kecamatan yang tidak memiliki SMK yaitu kecajuga meyakini bahwa anak yang memiliki kematan Banjar. Hal yang menjadi kendala dalam pribadian jujur, mandiri serta bertanggung jawab pendiriannya SMK adalah panitia pendiri yang akan melahirkan kualitas yang baik. Untuk dapat mewujudkan semua itu, guru-guru pun dilatih belum siap menyediakan lahan. -Wiwin
kan formal mereka hanya tamatan SMA. Jadi pendidikan formal yang tinggi tidak menjamin kemampuan praktisnya juga tinggi. “Pengalaman di lapangan sangat menentukan kompetensi dan penguasaan pekerjaan. Dengan kita mempunyai pengalaman, ditambah dengan pendidikan yang cukup tentu menambah percaya diri, keterampilan yang lebih dan kepercayaan dari dunia usaha pun semakin tinggi,” kata Dwija. Ia sendiri memilih meneruskan ke S-2 Ilmu Hukum ada alasannya. “Waktu saya kerja di luar negeri periode 2007 - 2010, kebetulan saya sudah tamat sarjana hukum di Universitas Warmadewa. Pada saat itu, sebagai WNI dan TKI kita harus melengkapi diri dengan NPWP dan pelaporan diri di kedutaan besar. karena merantau tentu harus ada surat kuasa. teknis surat kuasa saya pelajari waktu kuliah. Pengetahuan itu sangat berguna dan membantu teman-teman yang membuat surat kuasa,” ucapnya. Mengapa dia memilih belajar tentang hukum, menurutnya, kar-
ena hukum bisa masuk ke ruang lingkup mana saja. Contohnya di Fakultas Hukum ada Hukum Pariwisata, Ketenagakerjaan Pariwisata. “Ilmu ini sangat berguna waktu saya membuat Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan. Kebetulan skripsi saya pun tentang Serikat Pekerja,” kata Dwija. Alasan lain, ia melanjutkan pendidikan di bidang hukum berawal dari peristiwa Bom Bali. Waktu itu ia banyak waktu lowong karena hanya bekerja 15 hari dalam 1 bulan akibat banyaknya “cancellation” tamu datang ke Bali pascabom. “Poin yang membuat saya tertarik karena penasaran bagaimana perjalanan proses hukum Amrozy cs sampai kemudian dihukum mati, saya tertarik mengetahui tahapannya. Karena latar belakang saya di bidang pariwisata, maka saya ingin lebih kompeten di bidang pariwisata dengan menguasai aturan-aturan hukum terkait. Contoh, tentang izin-izin akomodasi wisata, legalitas orang asing yang bekerja di dunia pariwisata di Bali, dan masih banyak lagi yang terkait,” ujarnya. –Wirati Astiti
Guru Agen Pembelajaran Menjadi seorang jangan lainnya. “Kondisi pendidik, sudah dilakoni ini akan makin parah Wayan sejak tahun 2011. jika pengelola sekolah Meski hanya berstatus tidak mengangkat guru guru honor di sebuah honor. Sementara, jika SD di Kota Tabanan, guru rangkap tugas juga yang notabene honornya sangat tidak efektif dan pas-pasan ia mengaku tak sampai menyenasyik melakoninya. “Saya tuh kedalaman materi senang melihat semangat pengajaran. Karena itu, belajar anak-anak. Jika pengangkatan guru muttidak mengerti, mereka lak diperlukan untuk aktif bertanya dan berdispeningkatan kualitas kusi sampai mereka papendidikan siswa. ham. Saat diberi tugas, Made Suarta mengmereka juga aktif bertanya harapkan kondisi seperti kepada orangtuanya,” tuini (kekurangan guru) tur Wayan yang enggan harus segera diatasi oleh Dr. Made Suarta, S.H., M.Hum. namanya dikorankan ini. pemerintah. “Jika tidak, Perempuan lajang alumnus Jurusan SDM kita akan tergilas oleh SDM-SDM Sastra Daerah Fakultas Sastra Unud negara tetangga yang sudah muali masuk ini mengaku besaran honor dihitung ke negara kita seiring diberlakukannya berdasarkan jam mengajar dan nilainya MEA,” ujarnya. bervariasi menurut sekolahnya. Selain Berdasarkan pengamatan Made Sumenjadi guru honor, Wayan yang hanya arta, potensi SDM bangsa Indonesia memegang bidang studi Bahasa Daerah ini sangat mungkin menjadi yang terbaik di juga mengaku memberikan les di sekolah. Asia Tenggara, asalkan guru dan sarana Ia berharap, ke depannya guru honor lebih ditingkatkan perhatiannya. diperhatikan lagi. Menurutnya, guru adalah sebuah Keberadaan guru honor ini ditanggapi profesi yang sangat strategis dalam pengamat pendidikan Dr. I Made Suarta, kerangka pembangunan sumber daya S.H., M.Hum. sebagai solusi mengatasi manusia. Guru memegang peranan pentkekurangan guru yang sampai saat ini ra- ing dalam pembentukan karakter dan sio perbandingan jumlah guru dan murid kualitas bangsa. Di tangan guru bangsa belum sesuai. Namun, di sisi lain harapan ini bisa maju atau mundur. Maju dan tersebut tidak dibarengi dengan penye- mundurnya sebuah bangsa, berkualidiaan guru sesuai kebutuhan, sehingga tasnya pemimpin bangsa, cerdasnya terjadi ketimpangan. seorang anak bangsa, didalamnya mesti Ironisnya, di sekolah negeri yang terkait dengan fungsi guru sebagai agen dibiayai pemerintah justru masih banyak pembelajaran. Dalam kapasitas sebagai kekurangan guru. Akibatnya, sekolah agen pembelajaran, guru berfungsi untuk mengambil jalan pintas dengan merekrut meningkatkan mutu pendidikan nasional guru honor yang hanya dibayar sesuai dalam rangka mewujudkan tujuan negara. jumlah jam mengajar. Kondisi ini dijelas- Ini ditegaskan pula dalam Undang-undang kan Made Suarta yang juga Rektor IKIP Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru PGRI Bali ini justru semakin menciptakan dan Dosen, bahwa Guru adalah pendidik ketimpangan antara guru tetap dan guru profesional dengan tugas utama mendidik, tidak tetap (GTT). GTT juga dalam pe- mengajar, membimbing, mengarahkan, mahamannya, dalam hal tanggung jawab melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta kurang maksimal. Karena, GTT tidak didik pada pendidikan anak usia dini jalur digaji pemerintah, sedangkan guru tetap pendidikan formal, pendidikan dasar, dan dapat gaji dari pemerintah ditambah tun- pendidikan menengah. –Inten Indrawati
24
Edisi 899/ 2 - 8 MEI 2016
TUK Agung Dukung Denpasar Kota Kompeten & “Gerakan Indonesia Kompeten”
Gratis 500 Orang Uji Kompetensi TRP Bali Dalam kegiatan Gerakan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) seluruh Indonesia yang berlangsung 11-12 April 2016 di Solo, TUK Agung terpilih sebagai tempat Uji Kompetensi berprestasi dari 130 TUK yang ada di Indonesia. Audensi TUK Agung yang menggandeng Kelompok Media Bali Post ke Pemkot Denpasar
T
erkait dengan hal tersebut, TUK Agung diberikan beasiswa 5 0 0 o ra n g u n t u k mengikuti Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali. Kegiatan yang akan dilangsungkan Jumat, 3 Juni 2016 ini, didukung penuh Pemerintah Kota Denpasar. Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra mengatakan kompetensi (profesi) ini nantinya bisa menjadi salah satu syarat perizinan, seperti pendirian salon dan profesi penata rias. “Jadi, semua profesi nantinya memang harus berkom-
peten yang ditunjukkan dengan sertifikat kompetensi ini. Hal ini beranjak pada tantangan untuk bersaing yang tak hanya di nasional tapi di internasional,” ujarnya antusias ketika Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M., pemilik TUK Agung yang juga pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung ini saat melakukan audensi, Rabu (26/4). Apalagi tujuan pemberian beasiswa dan penyelenggaraan kegiatan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali ini untuk mendukung
“Denpasar sebagai Kota Berkompeten Pertama di Indonesia” dan “Gerakan Indonesia Kompeten” dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Wali Kota pun langsung menindaklanjuti rencana kegiatan ini dengan berkoordinasi dengan dinas terkait. Karena Uji Kompetensi ini sedikitnya akan melibatkan 1.000 orang (perias dan model) yang akan mengambil tempat di areal depan Pura Jagatnata Denpasar, dan akan tercatat dalam Rekor Muri.
Sebelum peserta mengikuti Uji Kompetensi, Anak Agung Ayu Ketut Agung melalui LKP Agung akan memberikan pelatihan dan penyamaan persepsi terkait tata rias pengantin Bali. “Bagi yang berminat, silahkan daftar dan isi formulir langsung ke LKP Agung. Peserta dibatasi dan gratis,” ujarnya.
Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali ini kerjasama TUK Agung dengan Pemkot Denpasar, Disdikpora Denpasar, Dinas Pariwisata Denpasar, Dinas Kebudayaan Denpasar, LKP Agung, Harpi Melati, Tiara Kusuma, WHDI Bali, Kelompok Media Bali Post, dan Viva Cosmetic.
Anak Agung Ayu Ketut Agung
Srikandi Bali Sabet “Kartini Award”
Anak Agung Ayu Ketut Agung tampil sebagai narasumber beauty talkshow “Tampil Cantik Berbusana Bali” yang digelar Iwapi Gianyar di Beach Walk
Yayasan Penghargaan Indonesia (YPI) memberikan apresiasi kepada para tokoh di seluruh Indonesia, atas dedikasi dan panutannya, yang dikemas dalam acara malam Penganugerahan “ Tokoh Indonesia 2015-2016” kategori Kartini Award, The Goverment Award, Parliament Award & Indonesia Top Leader Award yang berlangsung Jumat (22/4) di Fave Hotel, Tohpati, Denpasar. Ketua Umum YPI Harry Rachman mengatakan sosok atau tokoh panutan saat ini sangat diperlukan di tengah perkem-
bangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terlebih, pengaruh budaya yang masuk ke Indonesia. Untuk itu, tokoh yang menjadi rule model seyogianya bisa memberikan prinsip atau nilai-nilai yang pantas diterapkan untuk menyikapi kondisi tersebut. “Agar generasi muda tidak mengalami geger budaya diperlukan tokoh panutan yang bisa menjadi idola dalam pengertian positif,” katanya dihadapan penerima penghargaan dan undangan. Mereka yang menjadi panutan, tambah Rachman memiliki dedikasi yang kuat, kerja keras, disip-
lin, totalitas dan ulet. Tanpa elemen-elemen itu, kata dia, mereka tentu mustahil bisa memberikan panutan kepada masyarakat luas, khususnya di kalangan generasi muda. Dalam pemilihan tokoh kali ini mengacu pada beberapa indikator yang diambil oleh tim pengamat dan pengkaji YPI yang bekerja berdasarkan pengamatan di media massa, survei opini di kalangan relasi dan kenalan para tokoh serta diskusi dengan sejumlah narasumber. Kategori “Kartini Award” diberikan kepada Dr. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M. (LKP Agung Denpasar), Suprih Handayani ( Kepala BPS Kab. Rote Ndao, NTT), Nani Sukorenaning Dasih, M.Pd. (Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tata Rias Pengantin Indonesia). Satu-satunya srikandi asal Bali,
Dr. Abdullah (dari Kemendikbud) menyerahkan penghargaan TUK Berprestasi kepada Anak Agung Ayu Ketut Agung disaksikan oleh Ketua LSK Nani Sukorenaning Dasih, M.Pd., Ketua Umum Harpi Melati Dra. Suyatni Harun.
AA Ayu Ketut Agung yang menerima penghargaan “Kartini Award” mengaku bangga sekaligus mengapresiasi YPI. Penobatan dirinya sebagai salah satu tokoh wanita yang bisa memberikan panutan di kalangan anak muda melalui lembaga kursus yang selama ini memokuskan diri melahirkan penata rias profesional dan melestarikan tata rias busana adat Bali, kata Anak Agung Ayu Ketut Agung tidak terlepas dari unsurunsur budaya sekaligus untuk menopang kehidupan beragama . Terlebih, aktivitas pariwisata yang selama ini mengedepankan budaya Bali. “Ini tantangan kami kedepan agar bisa terus menjaga
dan melestarikan budaya Bali. Terima kasih atas dukungan semua pihak khususnya masyarakat Bali,” ucapnya. Seperti yang telah diketahui bersama, untuk menyosialisasikan tata rias adat Bali tersebut, selama ini Anak Agung Ayu Ketut Agung menggandeng berbagai pihak, baik instansi pemerintah, swasta, media, dan organisasi wanita, salah satunya Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). Dalam acara “Inspiring Beauty” yang digelar Iwapi Gianyar di Beach Walk, Anak Agung Ayu Ketut Agung digandeng sebagai narasumber beauty talkshow “Tampil Cantik Berbusana Bali”, Selasa (26/4).
Para penerima Kartini Award yang digelar Yayasan Penghargaan Indonesia (YPI) dalam acara “Tokoh Indonesia 2015-2016”, Jumat (22/4) di Fave Hotel, Tohpati, Denpasar. redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id