Skip to main content

Tokoh Edisi 898 | Tokoh

Page 1

24

Edisi 898/ 25 April - 1 MEI 2016

Peringati Hati Kartini, DPC Iwapi Kabupaten Tabanan Gelar “Sosialisasi Sistem Pewarisan Menurut Hukum Adat Bali dan Demo Tata Rias”

Sistem pewarisan menurut hukum adat Bali agak berbeda dengan sistem pewarisan menurut nasional. Perbedaannya antara lain tampak pada kepastian aturan hukumnya. Pewarisan menurut hukum nasional sepertinya lebih mudah dipelajari dan dipahami karena diatur secara tertulis dan pasti. Pembagian warisan di antara ahli waris juga jelas. Tidak demikian halnya dengan hukum adat Bali. Kebanyakan aturannya tidak tertulis sehingga sulit dipelajari. Salah satu ketidakjelasannya tampak pada hak atas warisan bagi kaum perempuan. Demikian diungkapkan Ketua DPC Iwapi Kabupaten Tabanan Ir. Ni Nengah Sri Labantari saat membuka Sosialisasi dengan tema “Sistem Pewarisan Menurut Hukum Adat Bali dan Demo Tata Rias” yang dilaksanakan Sabtu (23/4) di Rumah Makan Dewi Sri, Kediri Tabanan.

S

ri Labantari mengatakan, ada sementara yang berpendapat bahwa perempuan Bali tidak berhak atas warisan. Benarkah demikian? Bagaimana kedudukan anak lakilaki dan anak perempuan dalam keluarga dalam hubungan dengan warisan? Bagaimana sebenarnya sistem pewarisan menurut hukum adat Bali? Selain pertanyaan tersebut, ia menyebut masih banyak hal yang perlu dijelaskan tentang sistem pewarisan menurut hukum adat Bali. Inilah yang melatarbelakangi DPC

Iwapi Kabupaten Tabanan menggelar kegiatan ini yang pelaksanaannya dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kartini, 21 April 2016. Sosialisasi dengan tema “Sistem Pewarisan Menurut Hukum Adat Bali dan Demo Tata Rias” ini diikuti 100 peserta yang terdiri dari anggota Iwapi Tabanan dan warga masyarakat Tabanan. Menghadirkan narasumber Guru besar Hukum Adat Bali di Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar, Prof. Dr. Wayan P. Windia, S.H., M. Si. yang mengupas tentang “Sistem Pewarisan Menurut

Para peserta yang terdiri dari anggota Iwapi Tabanan dan warga masyarakat Tabanan tampak antusias mengikuti acara

Anggota DPC Iwapi Kabupaten Tabanan bersama narasumber

Hukun Adat Bali”. Dengan dilangsungkannya kegiatan ini diharapkan nantinya para peserta memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang sistem pewarisan menurut hukum adat Bali, yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk melakukan kegiatan sosialisasi dalam lingkungan yang terbatas, seperti keluarga inti (ayah, ibu, dan

anak), keluarga besar, dan masyarakat yang terdekat. Juga dapat bermanfaat untuk mencegah dan menyelesaik a n m u n c u l n ya masalah warisan dalam lingkung­ an keluarga dan Hasil demo tata rias oleh LKP Kecantikan Anggun bekerjasama dengan Kosmetik Hermosa

Sosialisasi “Sistem Pewarisan Menurut Hukum Adat Bali dan Demo Tata Rias” dengan narasumber Prof. Windia (tengah). Tampak hadir Ketua GOW Kabupaten Tabanan Ny. Putriningsih Wirna (dua dari kanan), Dra. Wayan Sumerti Pande dari Cosmetik Formosa (paling kanan), Ketua Iwapi Tabanan Ir. Ni Nengah Sri Labantari, (dua dari kiri), dan Ketua LKP Kecantikan Anggun Sagung Oka Pradnyani (paling kiri)

Peringati Hari Kartini DPC Iwapi Gianyar Gelar Acara Bertema “Inspiring Beauty”

Foto bersama para undangan dengan Panitia Penyelenggara DPC Iwapi Gianyar, dan The Event 81. Inzet: Dra. Ni Made Rai Sukmawati, B.Sc

Memperingati Hari Kartini 21 April 2016, DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Gianyar bekerjasama dengan The Event 81 dan Beachwalk menggelar acara bertema “Inspiring Beauty” di Beachwalk, mulai 21 April s.d. 1 Mei 2016. Acara yang dibuka Ketua Kadin Gianyar Ir. I Wayan Gede Arsania dan dihadiri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Dinas Koperasi Gianyar, DPD Iwapi Bali, DPC Iwapi se-Bali, serta anggota Iwapi Gianyar ini dimeriahkan oleh anak-anak disabilitas dari Yayasan Kesayan Ikang Papa, Gianyar. Ketua DPC Iwapi Gianyar Dra. Ni Made Rai Sukmawati, B.Sc. didampingi Ketua Panitia Ni Kadek Sumiati menjelaskan, selama acara berlangsung akan diisi dengan beragam kegiatan dan pameran UMKM. Di antaranya, lomba fashion show untuk

kategori anak-anak dan dewasa yang digelas Kamis (21/4). D hari kedua diisi dengan yoga/pilates. Dihadirkan juga dr. IGN Dharmaputra, Sp. K.K pemilik klinik D&I yang membahas banyak tentang bagaimana mengatasi masalah kulit terutama flek hitam dan kerutan di wajah. Berikutnya, dimeriahkan live music performance dari artis Bali Trisna, beauty talkshow hair do by Swandewi (dari New Melati Salon), live jazz, beauty talkshow “Tampil Cantik Berbusana Bali” by Anak Agung Ayu Ketut Agung (Salon Agung), fashion talkshow by Bintang Mira, fashion show by Cok Abi, Tude Togog, dan Diantari. Juga, pameran lukisan by Manacika Art Gallery, dan art talkshow by Mario Blanco. Ketua Kadin Gianyar Ir. I Wayan Gede Arsania mengatakan kegiatan dengan Tema “Inspiring Beauty” ini sangat tepat dilakukan oleh Iwapi

Gianyar dalam memperingati hari Kartini. “Inspiring Beauty” merupakan wujud mimpi atau cita-cita Ibu Kartini dimana kaum perempuan harus bangkit dalam membangun emansipasi para wanita dengan tetap tidak keluar dari kaidah-kaidah sebagai seorang ibu yang masih menghargai nilai laki-laki sebagai kepala keluarga. Dalam kegiatan “Inspiring Beauty” ini digali hal-hal yang bisa mengilhami nilai-nilai kecantikan seorang perempuan yang mampu mengangkat harkat dan martabat seorang perempuan. “Iwapi sebagi wadah kegiatan para wanita pengusaha merupakan wujud nyata cita-cita Ibu Kartini dan sangat relevan bila DPC Iwapi Kabupaten Gianyar mengangkat tema ini. Karena, peran Iwapi san-

masyarakat terdekat. Untuk memeriahkan suasana, acara sosialisasi juga diisi dengan kegiatan pendukung, berupa Demo Tata Rias Wajah dan Memasang Sanggul Bali dari LKP Kecantikan Anggun yang diketuai Sagung Oka Pradnyani, bekerjasama dengan Kos­metik ­Hermosa. –ten

Tarian Pembukaan oleh anak-anak disabilitas asuhan Yayasan Kesayan Ikang Papa

gat dibutuhkan dalam menghadapi persaingan Ekonomi Asia (MEA) dan persaingan dunia. Diharapkan kedepannya Iwapi Gianyar mampu bersinergi dengan organisasi profesi dan pelaku ekonomi yang lain dalam menghadapi tantangan MEA, sehingga sebagai pengusaha pribumi mampu mengambil peran dalam kegiatan ekonomi dan tidak menjadi penonton di wilayah sendiri. Selamat dan sukses kepada DPC IWAPI Gianyar dalam kegiatan “Ispiring Beauty”,

Penyerahan cinderamata kepada dr. Dharma dari DPC Iwapi Gianyar yang diwakili Kadek Sumiati selaku Koordinator Panitia

ucap Gede Arsania. Rai Sukmawati menambahkan, tujuan kegiatan ini, disamping mengenang jasa-jasa Ibu Kartini, Iwapi Gianyar juga berusaha mengajak para anggotanya untuk selalu membuka wawasan dengan mengikuti pameran-pameran sehingga bisa mengikuti perkembangan pasar. Dengan dilangsungkannya kegiatan ini ia mengajak kaum perempuan untuk lebih bangkit lagi agar kesetaraan gender terus bisa dipertahankan. –ten

Talkshow beauty yang dibawakan dr. Dharma, pemilik klinik D&I

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


2

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

GORO-GORO Ami diminta oleh seorang pejabat membuat teks pidato tentang bahaya narkoba. Putu Wijaya “Karena sebuah pemancar televisi pernah menyiarkan Bali menduduki nomor 5 terawan daerah yang digerayangi peredaran narkoba di indonesia,” kata pejabat itu. Ami jadi bingung. “Saya tahu, kita semua mengutuk narkoba. Tapi menuliskan sebuah pidato yang bisa membuat orang ikut aktif bergerak menolak narkoba, saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Paling banter memprovokasi orang untuk bilang tidak. Tapi itu kan sudah klise?” Amat tidak dimintai pertimbangan. Tapi ia punya usul agak nyeleneh. “Ami, lebih baik kamu tulis kebingunganmu itu dengan jujur. Artinya, katakan terus-terang, kamu benci narkoba, tapi karena kamu tidak pernah nemakainya dan tidak punya teman gaul yang terlibat barang jahanam itu, kamu

jadi hanya sekedar ikut-ikutan benci narkoba, karena membaca kedahsyatan bahaya narkoba di media. Bagaimana nasib para pelaku narkoba. Baik korban maupun pengedarnya. Terpancing oleh tulisanmu yang akan dipidatokan itu, pasti akan muncul banyak tanggapan dari orang yang menguasai masalah itu. Bener tidak? Bapak kira itu intinya!” Ami menganggap saran itu unik. Meskipun mana ada pejabat yang akan mau membaca teks pidato begitu. “Mereka kan ingin nampak pintar, supaya tidak diejek media dan nanti terpilih lagi,” kata Ami. Toh Ami mencoba menulis. Tapi dia hanya bisa menulis beberapa alenia, lalu mentok. Ami merasa gelap. Suaminya yang membaca tulisan itu kontan mengeritik. “Daripada memberikan tulisan mentah begini, lebih baik ditolak!” kata Sugi ketus. “Lagipula honornya tidak ada kan?” “Ya, betul, tidak ada honor. Ini kan kerja sosial.” “Kalau begitu tolak saja.

narkoba

Mungkin penulisannya sudah dimintakan kepada beberapa orang lain Tapi karena semua menolak, lalu jatuh ke kamu, karena mereka tahu, kita tidak pernah hitung-hitungan untuk kerja sosial. Lagian masalahnya kamu tidak kuasai kan?” “Itu bisa diatasi dengan riset.” “Betul. Tapi kan paling tidak akan perlu waktu satu minggu. Riset ke perpustakaan, lihat google atau beli buku. Mesti akan keluar biaya juga. Dan, yang penting, mungkin pejabat yang memesan pidato ini pasti sudah mengalokasi biaya, hanya saja jatuhnya tidak ke tangan kita, tapi ke kantong perantara yang ditugaskan menulis!” Ami tertegun. “Jadi, di sini bukan hanya aspek sosial-politik yang tersangkut, tapi juga bisnis?” Sugi mengangguk. “Ya! Selamanya, begitu! Bukan hanya tiga aspek itu, di atas kertas, dalam teori-teori keilmuan yang kita pelajari, berbagai aspek itu seperti benua-benua terpisah yang mandiri. Tapi dalam kenyataan semua tumpang-tindih.

Olahraga bukan hanya sport, tapi sudah kemasukan politik. Agama bukan hanya masalah keimanan tapi juga kemasukan politik. Dan, politik sendiri tak bisa menghindar dari duit. Dan seterusnya. Jadi kita mesti hati-hati!” Ami paham apa yang dikatakan suaminya. Tapi keinginannya untuk menyumbangkan pikiran untuk ikut memangkas narkoba di Bali juga deras. Setelah suami dan anaknya tidur, Ami bangun. Diam-diam ia mulai menulis. Sudah 2 jam, ia hanya bisa menambah 3 alenia. Namun, pikirannya mulai terbuka. Mendadak muncul mengucur di kepalanya apa yang harus ditulis. Tapi tiba-tiba terdengar kaca jendela pecah. Sebuah batu yang dibungkus secarik kertas membentur tembok keras.

Ekspresso Ami terkejut dan ketakutan. Sugi terbangun kaget. Kadek, menangis. “Kalau masih sayang keluargamu, jangan ikut campur!” bunyi surat ancaman yang dilemparkan dengan batu itu. Amat yang mendengar peristiwa itu, langsung mencabut usulnya. “Jangan sia-siakan keselamatan keluargamu, karena bukan kamu yang akan jadi pahlawan, tapi pejabat yang berpidato membaca tulisan tanpa honor yang mungkin kau harus bayar sendiri dengan nyawa!” kata Amat. “Saya tidak peduli siapa yang akan jadi pahlawan,” bisik Ami lirih,”Saya hanya tidak bisa diam melihat Bali yang akan jadi masa depan anak saya Kadek, mau dijadikan lautan narkoba. Dan soal keselamatan, saya serahkan kepada Yang Di Atas Itu.” “Ami, anak kita, seorang Kartini sejati,” kata Amat menceritakan jawaban Ami pada istrinya. Bu Amat meneteskan air Mata terharu dan bangga.

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

adiknya. Coba kita perhatikan lingkungan sekitar, jika orangtuanya dokter maka sebagian besar profesi anak anaknya adalah dokter, begitu juga dengan keluarga guru, polisi, pengusaha dan profesi lainnya. Jadi begitu kuat pengaruh keluarga dalam hal ini. Tahun 2000, William Strauss dan Neil Howe melakukan penelitian lalu menulis buku yang didedikasikan kepada Generasi Y dengan diberi judul ­“Millennials Rising: The Next Great Generation”. Anak-anak sekarang adalah generasi Y yang sangat self oriented dan meningkat kecen­ derungan narcisism-nya, mereka perlu pengakuan lebih tinggi dari lingkungannya, aktualisasi diri yang cenderung berlebihan. Anak-anak sering tidak disiplin waktu dan bahkan tidak dapat dimungkiri saat ini anak anak lebih senang “berkomunikasi” dengan mobile phone. Sebagai orangtua kita tidak bisa menentang atau melawan perubahan ini, justru harus bisa berdamai dan memanfaatkannya. Orangtua yang sibuk kadang tidak banyak waktu untuk mengawasi anak anaknya secara

Nuke Kurniawati Lestari

langsung. Jadi bagaimana dengan kondisi demikian? Orangtua tetap bisa berperan dalam mendidik anak dengan bantuan teknologi informasi yang terus semakin berkembang pesat. Perkembangan teknologi informasi terutama internet yang begitu pesat menyebabkan dunia digital mengalami perubahan yang besar dan sangat cepat. Salah satu faktor yang mempercepat per­

ubahan itu adalah perkembangan perangkat mobile sejenis smartphone. Dengan adanya mobile application yang disingkat dengan apps, bisa membantu menjadi jalan keluar tentang banyak hal. Apps merupakan sebuah inovasi, karena apps mampu menyediakan banyak hal. Apalagi jenis apps pun semakin beragam dan mampu memenuhi semua keinginan dan kebutuhan konsumen. Sebagai seorang ibu 3 anak dan profesi saya sebagai guru, sangat menyadari pentingnya membuat suatu aplikasi yang bermuatan pendidikan, dan menawarkan solusi kepada orangtua untuk mengawasi dan melatih kedisiplinan anak dengan cara yang berbeda. Apps ini juga sangat

memungkinkan diintegrasikan dengan pihak sekolah sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan lebih komplit. Dengan bantuan aplikasi monitoring tugas dan aktivitas anak tersebut yang tujuan akhirnya adalah membantu meningkatkan disiplin waktu para penggunanya, memfasilitasi anak anak generasi sekarang yang dikenal dengan generasi Y untuk aktualisasi diri secara positif de­ngan reward yang dapat di-share di media sosial sehingga tercipta komunikasi yang tepat, efektif, mengena dan sesuai perkembang­an zaman antara anak dan orangtua khususnya serta keluarga pada umumnya. Nuke Kurniawati Lestari Guru

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

23

Menunggu Angkutan Melayang dan Bawah Tanah

Berbicara tentang transportasi di Jakarta tentu tak lepas dari masalah kemacetan lalu lintas yang terus mendera. Parahnya, kemacetan lalu lintas Jakarta tak tertandingi kotakota lain di Indonesia, bahkan di dunia. Data yang dilansir oleh Indeks Castrol’s Magnatee Stop-Start tahun 2015 menyebut Jakarta sebagai kota termacet di dunia dengan rata-rata 33.240 kali proses berhenti di jalan per-tahun.

memiliki jalan khusus. Sayangnya konsep itu belum bisa berjalan baik lantaran jalur TransJakarta sering diserobot kendaraan lain, baik itu mobil pribadi maupun motor. Hasilnya, TransJakarta pun kerap terjebak kemacetan lalu lintas,” papar Ahok. MRT DAN LRT Meski kondisi lalu lintas Jakarta benar-benar parah, Pemda DKI Jakarta tidak putus asa dan tetap berupaya mencari solusi yang tepat untuk mengurainya. Salah satu harapan yang mungkin nantinya bisa mengatasi masalah kemacetan lalu lintas Jakarta adalah adanya MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit).Dua angkutan umum massal ini berbasis rel. Pembangunan MRT, kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Dengan adanya MRT yang rencananya selesai dibangun (tahap pertama) 2018, kemacetan lalu lintas di Jakarta dapat berkurang. “Adanya angkutan umum massal ini diharapkan masyarakat mau menggunakan transportasi publik dan meninggalkan penggunaan kendaraan pribadi,” katanya. Selain MRT, nantinya juga dibangun LRT yang rencananya dikerjakan tahun ini. “Jadi dengan adanya MRT, LRT, juga busway dan kereta api, serta berbagai upaya lainnya seperti pembatasan lalu lintas, peningkatan kapasitas jalan, dll, maka diharapkan ke depannya, kemacetan Jakarta akan berkurang. Yang utamanya adalah kita terus mendorong agar masyarakat mau menggunakan angkutan umum. Untuk itu angkutan umum pun harus dibuat aman dan nyaman,” paparnya. Bicara soal angkutan umum yang nyaman, sebagian warga Jakarta pengguna angkutan umum, berpendapat, angkutan umum yang ada masih jauh dari harapan.

Masih banyak angkutan umum yang tidak laik jalan, beroperasi. “Soal angkutan umum yang nyaman, kayaknya masih jauh, ya. Yang tidak laik jalan aja banyak beroperasi, belum lagi yang sopirnya ugal-ugalan,” ungkap Rita yang bekerja di kawasan Pulomas, Jakarta Timur dan jarang menggunakan TransJakarta dengan alasanya waktu tunggu yang terlalu lama. Berbeda dengan Joko Waluyo, yang bekerja di kawasan Jl Thamrin. Dia mengaku sebagai pelanggan setia TransJakarta. “Dulu Transjakarta payah banget, tapi sekarang sudah jauh lebih baik. Busnya juga banyak, jadi nunggunya nggak perlu lama. Kalau soal berdesak-desakan sih biasa ya, apalagi jam sibuk,” ungkapnya. Mengomentari tentang bakal adanya MRT dan LRT, Joko mengaku, sangat senang. Apalagi MRT/LRT menggunakan pelintasan layang dan bawah tanah. “Wah kalau itu benar-benar terwujud, kayaknya lebih bagus, dan bakal menghindari masyarakat dari kemacetan. Kalau naik Trans, kan, tetap saja macet walaupun ada jalur khusus. Tapi kalau kereta beda, apalagi adanya di atas dan di bawah tanah,” ungkap Joko. Rencananya, angkutan umum massal (MRT) akan membentang sepanjang

110,8 km. Dengan rincian; koridor Selatan-Utara yakni Lebak Bulus-Kampung Bandan) 23,8 km, dan koridor TimurBarat sepanjang 87 km. Saat ini yang sedang dikerjakan adalah pembangunan rute Lebak Bulus-SisingamangarajaBundaran HI. MRT maupun LRT hampir sama dengan KRL (kereta rel listrik) yang sama-sama digerakkan oleh aliran listrik di bagian atasnya. Bedanya pada kapasitas angkut, dimana kapasitas LRT lebih kecil, yakni hanya sekitar tiga gerbong, sedang MRT jumlah gerbongnya sekitar enam gerbong. Daya angkut MRT hampir sama dengan KRL yang biasanya terdiri dari 8 sampai 10 gerbong. Satu rangkaian kereta MRT bisa mengangkut sekitar 1.950 penumpang sedang KRL sekitar 2000 penumpang. Hal lainnya adalah soal pelintasan. Untuk pelintasan MRT dibangun dua jenis yakni layang dan bawah tanah, sedang pelintasan LRT direncanakan lewat jalur layang. Baik jalur layang maupun jalur bawah tanah tidak akan bersinggungan dengan perlintasan sebidang atau dengan jalan raya. Dengan begitu, hal ini akan membuat jarak kedatangan antara kereta bisa sesering mungkin. –Diana Runtu

Transportasi dan Layanannya

diliputi kekhawatiran akan kehilangan pelanggan, bahkan kekhawatiran itu juga datang dari para pengemudi taksi salah satu penyedia jasa transportasi (taksi) yang telah terkenal saat ini.

Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek sebagai pengganti Kepmenhub No. 35 Tahun 2003. Ketentuan tentang pelayanan aplikasi berbasis teknologi informasi telah diatur dalam Bab IV Permenhub tersebut. Untuk hal yang nomor 2, telah juga difasilitasi dengan ketentuan dalam Permenhub tersebut, sedangkan untuk yang nomor 3, diperlukan kehatihatian dari pemerintah ketika ingin memasukkan operator transportasi berbasis aplikasi pada daftar layanan (supply) transportasi publik. Mengapa demikian, karena diperlukan adanya keseimbangan antara jumlah penawaran (supply) dan jumlah permintaan (demand) dan tetap mengacu pada Pasal 4 ayat (2) huruf b, yaitu perkiraan kebutuhan jasa angkutan taksi. Pengguna layanan transportasi berbasis aplikasi, sejatinya bukanlah pengguna (demand) baru, namun adalah pengguna yang berpindah (lari) dari layanan transportasi konvensional, karena adanya rangsangan terhadap kemudahan, kenyamanan lebih dan tarif yang lebih murah. Maka jika seluruh jumlah operator layanan berbasis aplikasi dimasukkan dalam daftar penyedia layanan (supply), maka secara tidak langsung akan terjadi pengurangan pendapatan dan ini akan dapat berakibat buruk pada kualitas pelayanan. Mengapa demikian, karena operator tidak akan mampu lagi menyelenggarakan pelayanan dengan baik sebab pendapatan mereka berkurang sementara biaya tetap dikeluarkan.

Andri Yansyah

Basuki Tjahaya Purnama

ata ini didapat setelah Indeks Castrol melakukan survey terhadap 78 kota di dunia. Setelah Jakarta, kota termacet kedua adalah Istanbul, Turki, dan Mexico City berada di tempat ketiga. Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, ada banyak sebab terjadinya kemacetan lalin di Jakarta, salah satunya adalah terkait tingginya pertumbuhan kendaraan dibanding pertumbuhan jalan yang ada. Dan yang pasti pertumbuhan jalan tak mungkin mengejar laju pertumbuhan kendaraan. Salah satu solusinya, menurut Ahok—begitu Gubernur Jakarta ini akrab disapa--- adalah memperbanyak angkutan umum. Namun bukan sekadar memperbanyak jumlah tapi juga keberadaan angkutan itu juga harus nyaman dan aman. “Dengan angkutan umum yang aman dan nyaman, masyarakat Jakarta

pasti mau beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum,” ujarnya. Persoalannya sekarang, secara jumlah, angkutan umum di Jakarta belum bisa dikatakan memadai, begitu juga soal kenyamanan dan keamanan. Itulah, katanya, yang sampai sekarang terus dikejar Pemda DKI Jakarta, yakni memperbanyak jumlah angkutan umum, melakukan penataan, serta membuat angkutan umum semakin nyaman dan aman. Hal lain di luar itu, katanya adalah masalah ketepatan waktu. Masyarakat ingin angkutan umum bisa tepat waktu. Hal ini yang sampai kini belum bisa dipenuhi lantaran kemacetan lalu lintas dan jumlah angkutan umum yang masih kurang banyak. “Sebenarnya ada TransJakarta yang telah terintegrasi ke semua wilayah di Jakarta. Seharusnya, sesuai konsep, TransJakarta bisa membantu mempersingkat waktu tempuh karena TransJakarta

D

Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

Memilih jalur pendidikan adalah keputusan yang sangat penting untuk kehidupan dan masa depan anak. Di sini peran keluarga sa­ ngat besar, karena pada dasarnya keluarga khususnya orangtua yang memegang peranan akan pendidik­a n anak. Pendidikan dimulai dari usia dini, pada saat anak belum bisa memilih dan memutuskan pendidikan apa yang tepat dan sesuai untuknya, orangtualah yang harus jeli me­ lihat bakat, minat dan kemampu­ an anak. Ada pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, sehingga seorang anak sebagian besar akan meniru orangtua atau keluarganya dalam beberapa hal, termasuk pendidikan. Seorang anak yang dilahirkan dari keluarga yang sangat paham pentingnya pendidikan tentunya akan mendapatkan pendidikan yang baik. Apalagi jika orangtua memiliki pendidikan tinggi maka akan memacu anak-anaknya memiliki pendidikan yang tinggi juga. Peranan anak sulung juga penting dalam hal ini, karena anak sulung biasanya dijadikan tolok ukur atau barometer bagi adik

Sudut Pandang

Persoalan transportasi saat ini sudah semakin kompleks, tidak saja dari isu kemacetan, kecelakaan, kualitas pelayanan, ketersediaan dan sebagainya, namun sudah menjurus kepada bentuk layanan aplikasi berbasis teknologi informasi. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, membuat segalanya sepertinya sangat mudah untuk diraih dan didapat. Para inovator pun mulai merambah kemungkinan adanya ruang yang cukup terbuka untuk memanfaatkan teknologi informasi sebagai ladang bisnis baru dalam kancah pelayanan transportasi. Maka muncullah berbagai jenis layanan aplikasi yang berbasis dan memanfaatkan teknologi informasi, seperti Go-Jek (atau jenis dan sebutan lainnya), Uber, Grab atau bentuk lainnya yang ada tapi belum dikenal secara luas. Bagaimana mereka dapat beroperasi dan bagaimana penerimaannya oleh pemakai jasa, tentu dapat dilihat dari fenomena yang muncul belakangan ini. Bahkan fenomena tersebut memunculkan persoalan dan permasalahan yang panas hingga berbuntut pada demonstrasi dan pemogokan jenis layanan transportasi lainnya (sebut saja konvensional).

Konvensional vs Aplikasi Bila mengacu pada situasi dan kondisi layanan transportasi yang ada saat ini, banyak orang mengelompokkannya menjadi dua bagian besar, yaitu layanan konvensional dan layanan aplikasi berbasis teknologi informasi. Benarkah demikian? Pernyataan tersebut dapat benar dan dapat juga kurang benar

sepenuhnya. Bila kita melihat sejenak ke belakang, layanan transportasi (sebut saja jenis taksi) bisa saja operasionalnya dikatakan konvensional. Waktu dulu, jika kita ingin mendapatkan layanan taksi, maka kita harus menunggunya di pinggir jalan. Namun, belakangan setelah operator taksi menyediakan layanan taksi yang dapat dipanggil (melalui telepon), maka kita tidak lagi perlu menunggunya di pinggir jalan, karena taksi akan mencari penumpangnya. Sejatinya, pengembangan sistem operasional layanan seperti ini sudah memanfaatkan teknologi informasi, namun masih pada tingkat yang dasar. Walaupun demikian, layanan ini tidak lagi dapat disebut konvensional. Selanjutnya para inovator tadi mulai mengembangkan sistem layanannya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan juga kepemilikan alat komunikasi di masyarakat. Kita semua tahu bahwa, sebagian besar masyarakat kita memiliki alat komunikasi, setidaknya telepon seluler. Bahkan sekarang sudah semakin banyak saja yang memiliki alat yang lebih canggih yang mampu dan dapat menangkap semua jenis layanan komunikasi. Maka muncullah apa yang disebut dengan layanan transportasi dengan aplikasi berbasis teknologi informasi. Sekarang kita tidak saja dapat memesan taksi (ojek) untuk datang ke rumah atau ke tempat di mana kita berada, tetapi kita sudah disuguhkan informasi yang lebih dari itu, seperti nama pengemudinya, nomor kendaraannya, rute yang akan ditempuh, biaya yang harus dibayarkan

I Made Rai Ridartha dalam satu tampilan layar monitor saja. Sungguh suatu informasi yang sangat bermanfaat bagi para penggunanya. Bahkan konon katanya, dengan jarak yang sama, biayanya relatif lebih murah. Jadi itulah dasar perbedaan antara layanan konvensional dan layanan berbasis aplikasi. Mana yang lebih baik dan lebih menguntungkan? Bila dilihat dari pemberitaan yang ada, maka ternyata layanan transportasi berbasis aplikasi dapat merebut pasar layanan transportasi konvensional. Dengan informasi yang lengkap dan kemudahan yang didapat, maka tidaklah mengherankan apabila jenis layanan seperti ini sangat diminati dan sanggup membuat heboh. Para pelaku layanan transportasi konvensioanl

MRT Jakarta

Legalitas Operasional Jika kita menilik ketentuan hukum yang ada yaitu UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, maka telah diatur siapa saja yang boleh menyelenggarakan transportasi untuk umum. Layanan transportasi untuk umum yang berbasis aplikasi saat ini, hampir seluruhnya tidak memenuhi ketentuan dalam peraturan tersebut, terutama dari sudut perizinannya. Bahkan khusus untuk pelayanan dengan menggunakan sepeda motor, tidak memenuhi ketentuan kendaraan yang digunakannya, karena sepeda motor dilarang untuk dipergunakan sebagai kendaraan bermotor umum. Tentu sebagai negara yang berlandaskan hukum, peraturan harus tetap ditegakkan dan diluruskan. Jika peraturan tersebut tidak lagi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dan memungkinkan dari segia aspek keselamatan, maka tentu dapat dilakukan revisi atau perubahan dan penyesuaian. Sepanjang belum dilakukan perubahan dan penyesuaian, maka tetap saja merupakan pelanggaran. Selanjutnya, bagaimana caranya agar aspek legalitas tidak dilanggar? 1) dengan melakukan perubahan dan penyesuaian, 2) menerapkan aplikasi berbasis teknologi informasi pada pelayanan transportasi konvensional tadi dan 3) mendaftarkan para pelayan transportasi berbasis aplikasi untuk tunduk pada ketentuan yang ada. Untuk menyikapi nomor 1) diatas, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri

I Made Rai Ridartha, ATD, Dipl. UG, MEngSc Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Bali.


22

Sosialita

Edisi 898/25 april - 1 MEI 2016

Buatlah Produk yang Disukai Orang

“S

enang banget, ini capaian kami terbaik selama keikutsertaan di Inacraft,” ujar Santoso yang hadir di Inacraft 2016 dengan aneka produk home decoration yang terbuat dari aluminium, tembaga, kuningan, dan besi. Dengan label ‘Solaris Bali’ , aneka produk dengan desain unik yang menghiasi stannya yang berukuran 2x2 meter itu, boleh dibilang cukup ‘mencuri’ perhatian pengunjung. “Yang dipamerkan di sini adalah produk-produk kami terbaru yang belum sempat kami pajang di show room kami di Bali,” tambah Santoso yang berkantor di Jl. Raya Kerobokan, Kuta, Bali.

Berkah ternyata juga menghinggapi sejumlah peserta pameran yang ditemui. Mereka mengaku gembira karena telah menghasilkan transaksi yang lumayan. Tahun lalu, seiring dengan lesunya ekonomi dunia termasuk Indonesia, bisnis craft mereka pun ikut terpukul. “Tahun lalu sangat lesu, sulit menjual produk. Pasar seperti ‘menyempit’. Tapi sepertinya tahun ini akan lebih baik, tanda-tandanya sudah terasa,” ungkap Haris, pengusaha UKM dari Yogyakarta. Hal senada juga diungkap peserta dari Boyolali, Jawa Tengah. “Tahun lalu, jangankan untuk mengembangkan diri dan meningkatkan pendapatan, untuk sekadar bertahan saja susahnya minta ampun. Semoga tahun ini bisa ada per-

Aneka produk solaris bali

baikan. Capaian di Inacraft ini semoga menjadi awal yang baik,” ungkapnya. Dwi juga berpendapat demikian. Staf pemasaran tas berlabel ‘Chameo Counture’ ini, menyebutrespon buyer yang datang ke stannya cukup bagus. “Responsnya pengunjung juga buyer bagus sekali,” kata Dwi tentang tas anyaman rotan sintetik itu. Menurut Dwi, tas-tas yang dipamerkan ini dibandrol dengan harga Rp 800 ribu hingga Rp 2,5 juta. “Sebenarnya ada yang seharga Rp 5 juta tapi tidak disertakan dalam pameran ini,” tambahnya. Karena keunikannya pula maka tas-tas yang sebagian di antaranya merupakan kombinasi anyaman dan kain batik, menjadi salah satu produk yang meraih penghargaan Inacraft. Inacraft yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, merupakan ajang pameran yang bukan hanya ditunggu-tunggu para pengusaha kerajinan tapi juga masyarakat. Bagi para pengusaha ajang ini menjadi sangat penting karena menghadirkan banyak buyer dari dalam maupun luar negeri. Inacraft yang digelar pada 2024 April 2016, diikuti oleh 1.400 peserta perusahaan kerajinan baik produsen maupun eksportir. Mereka menempati 1.333 gerai. Ditambahkan, selain peserta dalam negeri, sejumlah peserta asing juga ikut berpameran di antaranya dari Singapura, Jepang, Pakistan, Nepal, India juga Syria. Berdasarkan data, tahun ini jumlah peserta individu mengalami kenaikan yang cukup signifikan. “Tahun ini peserta mandiri mencapai 64% dari keseluruhan stan, sisanya diisi dari dinas dan BUMN,” ungkap panitia seraya menambahkan event ini sengaja digelar pada bulan April karena merupakan musim para buyer mencari dan melakukan transaksi. Seperti yang sudah-sudah maka diperkirakan tahun ini jumlah pengunjung akan meningkat. Diperkirakan

3

Ahlinya Kemasan Cantik

The Splendour of Minangkabau

Wajah Santoso terlihat sumringah. Ternyata itu bukan hanya karena stannya ramai pengunjung dan jualannya laris manis tapi ada transaksi besar dimana salah satu produknya diborong buyer Amerika. Tidak tanggung-tanggung buyer asal negeri Paman Sam ini memesan gentong berbahan tembaga sebanyak 5000 pieces.

Putu Rupani

Edisi 898/ 25 april - 1 MEI 2016

Perempuan satu ini merasa terpanggil ­untuk membantu para pelaku usaha atau industri kecil, khususnya pangan. Selama ini mereka berharap hasil produksinya bisa dijual di toko-toko modern yang pernah ia tangani, namun seringkali ditolak karena kemasan yang mereka gunakan tidak memenuhi standar persyaratan barang yang dijual di toko modern. Lantas apa yang dilakukan ­Putu ­Rupani, S.E. ?

mencapai sekitar 200 ribu orang dan jumlah buyer mencapai 1000 orang. GELONTORKAN RP 5MILIAR UNTUK PAMERAN Banyak hal yang berbeda ditawarkan oleh event yang telah 18 kali digelar ini, selain tema yang diusung yakni ‘The Splendour of Minangkabau’, juga adanya sejumlah fasilitas yang tahun lalu tidak dijumpai. Fasilitas kuliner yang luas misalnya, tahun ini ditata dengan apik di luar arena pameran. Di sana pengunjung yang lapar dan lelah setelah berkeliling dapat beristirahat sambil menikmati aneka kuliner andalan dari berbagai daerah. Ruang pameran kerajinan, di areal kuliner pun pengunjung dihibur dengan lagu-lagu khas Sumatera Barat. Fasilitas lainnya adalah bus gratis dari sejumlah mal yakni Margocity Depok, Sumarecon Mal Bekasi dan Mal Taman Anggrek. Sumatera Barat memang menjadi ikon Inacraft ke-18. Jadi begitu pengunjung datang, belum sampai masuk ke ruang pameran, sudah disambut dengan tari-tarian dari berbagai daerah di Sumbar. Atraksi seni budaya ini, dilakukan sesering mungkin, dan uniknya itu dilakukan di luar gedung pameran alias di jalan persis di depan pintu masuk utama. Tak heran hal tersebut mengundang banyaknya orang berkumpul. “Menarik juga ya, sebelum masuk kita disuguhi tari-tarian daerah,” ungkap seorang pengunjung kepada temannya. Keduanya adalah pegawai yang berkantor di kawasan Jl Sudirman. Mereka mengaku menyempatkan diri mampir di pameran sepulang kantor. Pemda Sumatera Barat mengaku mempersiapkan dengan sungguhsungguh keikutsertaannya di pameran ini. Baik itu Pemda tingkat provinsi maupun kabupaten/kota ikut bahu membahu demi membuat daerahnya semakin dikenal. “Di sini kami mengeksplor semua potensi yang kami miliki mulai dari produk kerajinan, potensi pariwisata, kesenian hingga kulinernya,” ungkap Ridonal,

dengan cara trial & error. Malah langkahanya sebagai konsultan ritel cukup teruji. Pani telah berhasil membuka lebih dari 45 toko, minimarket atau supermarket dalam kurun waktu 7 tahun, hampir di semua kabupaten di Bali hingga di Gresik, Jawa Timur. Sampai suatu saat Pani memperoleh undangan dari Bank Indonesia untuk mengikuti seminar tentang

Sekretaris Dekranasda Sumbar. WAPRES BAYAR SEMUA Bukan itu saja, dukungan penuh juga diberikan Pemda dalam bentuk anggaran. “Kalau biasanya kami hanya menganggarkan dana sekitar Rp 2 miliar maka karena provinsi kami terpilih sebagai ikon maka anggarannya menjadi Rp 4-5 miliar. Kami memberi dukungan penuh pada semua dinas yang berpameran. Target kami adalah mempromosikan produk-produk UMKM kami bukan hanya pada pengunjung dalam negeri tapi juga luar negeri, khususnya buyer mancanegara,” ungkap Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang membuka event ini dalam pidatonya mengingatkan para pengrajin agar jeli memantau situasi pasar juga perkembangannya. “Artinya, jangan berpikir tentang kesukaan kita tapi berpikir tentang apa yang disukai orang, itu baru bisa menjadi pasar dunia,” ungkapnya. “Kita ini kaya budaya, kemampuan juga sumber-sumber ekonomi. Kita memiliki penduduk yang besar. Maka saya berharap pameran ini bisa memberikan inspirasi bagi kita semua. Memberikan kita dorongan untuk bekerja keras,” katanya. Ada hal yang menarik seusai acara pembukaan, yakni saat para pejabat berkeliling melihat produk-produk yang dipamerkan. Wapres bersama sejumlah pejabat berkeliling dan mampir di sejumlah stan UKM. Kalla terlihat tertarik dengan produk UKM, sang pedagang yang tahu hal itu, langsung memberikannya pada Kalla sebagai hadiah. Tapi hadiah itu ditolak. Alasan Kalla menolak bukan karena tidak suka tapi karena mereka pengusaha kecil. “Masa mereka jauh-jauh datang (berpameran), bayar sewa pula, kasih barang secara gratis,” kata Kalla yang tidak mau menerima secara gratis melainkan dengan cara membayar sesuai harga yang dibandrol. Jadi Kalla pun membayar semua barang tersebut. “Saya bayar semua, biar penglaris,” katanya sambil tersenyum. –Diana Runtu

kemasan sekitar Nopember 2015 silam. Ketika mengikuti seminar yang diikuti para pelaku usaha industri kecil menengah seluruh Bali tersebut ia berhasil berkomunikasi lebih jauh dengan sang narasumber. Dengan misi yang dimilikinya ia berhasil menjalin kerjasama mengelola bisnis kemasan untuk membuka cabang di Bali. Istimewanya lagi misi dari D&D Packaging Indonesia yang menganggap Pani cocok dan pantas untuk bukan menjadi partner menjual produk kemasan dan mesin namun sebagaimana juga keinginan pribadinya selama ini ingin bisa membantu pemerintah terutama untuk mengubah maindset para pelaku IKM dan UKM yang notabene masih berpikiran sederhana dan belum mempunyai wawasan yang luas terkait kemasan. Setelah menjalin kerjasama, Pani segera melakukan survei ke kantor pusat D&D Pack Indonesia. “Singkat cerita akhirnya pada 16 Januari 2016 terwujudlah Kantor Cabang D&D Pack untuk Bali, yang

Gandeng DinasTerkait

P

Putu Rupani

ani, begitu panggilan akrabnya mengatakan di satu sisi sangat ingin menolong tapi di sisi lain produk mereka belum layak masuk ke toko modern. “Ketika saya infokan untuk mengubah kemasan produknya agar layak dan memenuhi persyaratan, mereka menganggap kami mempersulit atau tidak mau membantu industri kecil,” ujar konsultan ritel Bali ini membuka percakapan dengan Tokoh di kantor D &D Pack Bali di Jalan Bedahulu X No. 16 Denpasar. Dari kondisi inilah, kata istri dari I Gede Nyoman Virgoriana, S.E., ini memiliki ide, mencari partner kerja untuk menangani masalah kemasan atau packaging bagi para UKM di Bali. Apalagi sebelumnya Pani dengan profesinya selaku konsultan ritel sudah cuku banyak membantu orang mendirikan usaha retail modern, apapun bentuknya baik itu supermarket, minimarket ataupun berbentuk toko oleholeh tanpa harus melakukannya

Bicara jasa kemasan yang kini ditanganinya, ibu muda yang memiliki catatan pengalaman cukup panjang di bidang ritel ini, kini kegiatan pemasarannya meliputi wilayah Bali, NTB, NTT dan daerah lainnya. “Karena misi kami adalah dapat membantu pemerintah dalam mengubah pemikiran para IKM /UKM maka sistem marketing yang kami jalankan adalah menggandeng instansi seperti Disperindag, dan Dinas Koperasi agar dapat lebih cepat memberikan informasi dalam hal kemasan,” cetus putri pasutri I Wayan Dhangin dan Ni Wayan Putu Adi ini. Pani juga mengatakan, beberapa instansi yang telah bekerjasama dengan D & D Pack Bali adalah Disperindag Provinsi Bali, Disperindag Badung, dan Klungkung. Sementara daerah lainnya tinggal menunggu jadwal koordinasi. “Kami juga sudah sampai ke Dewan Koperasi Indonesia, yang telah mempercayai saya sebagai narasumber di bidang kemasan,” lanjut perempuan asal Karangasem ini. Meski diakuinya D & D Pack Indonesia, belum lama membuka cabang di Bali tapi, sudah tidak asing lagi dikalangan IKM/UKM, karena mereka sering mengikuti pelatihan yang di adakan oleh D&D Pack Indonesia Pusat. “Hanya saja kalau dulu usai pelatihan, pelaku usaha memesan barang yang diperlukan ke Jakarta dengan minimum order yang cukup besar plus ongkos kirim. Sekarang dengan dibukanya cabang di Bali mereka dipastikan bisa lebih dekat mendapatkan barang tanpa dikenakan ongkos kirim dan istimewanya lagi bisa mendapatkan barang dengan eceran yang terjangkau,” paparnya. Selain itu, Pani juga melakukan pendekatan kepada pelaku ritel yang ada di Bali, khususnya para klien toko modern yang dibantu mendirikannya untuk mencoba membuat own brand untuk barang barang yang laku dengan merek tokonya sehingga bisa sebagai ajang promosi. Keistimewaan masing-masing toko juga dapat dilihat dari kemasan

Putu Rupani dan keluarga

berlokasi di Jalan Bedahulu X No 16, Denpasar,” ucap Ibu dari Verdy, Doddy, dan Aditya ini dengan wajah sumringah

sembari menyebut alamat web-nya www. kemasanukm. com dan www.konsultanretailbali.com.-ard

produknya yang unik dan menarik. Rupani menekankan harapannya dapat membantu para pelaku usaha atau industri kecil untuk berhasil memasarkan produknya lebih luas lagi. “Jika sebelumnya jangkauanya hanya pasar tradisional saja, sekarang dapat dimasukkan ke toko modern seperti minimarket, supermarket ataupun toko oleh-oleh Bali. Bahkan bisa mengikuti kemajuan teknologi, dengan penjualan secara online. Faktor yang paling penting di bisnis online adalah kemasan atau tampilan, karena calon pembeli hanya bisa melihat di HP atau komputer dan bukan secara fisik,” tuturnya. Dengan mengusung moto “One Stop Packaging Solution”, Pani pun menyampaikan kabar gembira bahwa D&D Pack Indonesia Cabang Bali siap memberikan konsultasi gratis kepada para IKM/UKM yang memerlukan khususnya bidang kemasan dan pemasaran. Hal ini sesuai pula dengan misi pribadinya sebagai seorang konsultan ritel, yakni ingin membantu mengubah toko tradisional menjadi toko modern agar bisa bersaing dengan menjamurnya toko waralaba. “Jadi, sejak saat ini bagi siapa saja, para pelaku usaha yang memiliki masalah soal kemasan silakan datang ke kantor kami. Begitu pula bagi Anda yang ingin bergerak di bidang ritel, membuka atau mendirikan usaha minimarket/supermarket yang masih bingung memulai darimana, segera kontak kami di No.HP 0811397245, atau melalui email puturupani68@ yahoo.com, “ ujarnya. -ard

Sebagai pembicara di salah satu acara Seminar Rtel di Denpasar


4

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Sederhana, Berkesan, dan Penuh Makna

Kolaborasi HUT BKOW, Iwanwar dan BNNP Bali

M

akna hari Kartini yang diperingati pada 21 April setiap tahunnya, sangatlah besar. Banyak pesan yang disampaikan lewat perjuangan yang telah dibangun seorang Kartini muda semasa hidupnya. Bagi wanita masa kini, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri karena Kartini menjadi pelopor kemajuan wanita terutama di Indonesia. Peringtaan Hari Kartini lebih pada sifat perjuangan yang berguna bagi diri, keluarga, orang lain, juga negara. Para ibu pun siap dengan tugas mulianya, berjuang melalui pola asuh yang baik, menanamkan pondasi agama yang kuat juga tuntunan nilai sosial sehingga mampu menjadi benteng yang kuat bagi anak bangsa. Demikian disampaikan Ketua Ikatan Wanita Warmadewa (Iwanwar), Ny. Seruni Kaca pada perayaan Hari Kartini yang diselenggarakan di Auditorium Widya Sabha Utama Universitas Warmadewa, Kamis (21/4). Berikutnya Ketua Umum BKOW Provinsi Bali, Dr. A.A. A Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., mengatakan meski perayaan dilaksanakan sederhana namun sarat akan kebersamaan dan kebhinekaan sembari mengurai pernyataan yang memotivasi , “Ketika perempuan tidak dibiarkan berkembang, bagaimana ia tahu sejauh mana bisa berprestasi. Dan, jika ia tidak pernah melepas sepatu hak tingginya bagaimana ia tahu seberapa jauh bisa berjalan atau

Foto bersama BKOW Bali seberapa cepat bisa berlari”. Dikatakannya pula, dengan tema acara hari itu “Dengan Semangat Emansipasi Kita Gelorakan Sapta Bayu Sebagai Spirit Sri Kesari Warmadewa Dalam Mewujudkan Revolusi Mental, Melalui Keluarga Menyelamatkan Bali,” sangat relevan bagi perempuan. “Bahwa mereka harus cerdas dalam mengelola diri sendiri, keluarga, masyarakat, melalui pendekatan konsep keluarga. Dengan demikian tujuan bersinergi tercapai maksimal, yakni menyelamatkan generasi penerus bangsa ini terbebas dari bahaya narkoba. Keluarga adalah pondasi pertama dan utama bagi kekuatan sebuah bangsa yang besar. Tini Gorda juga sempat memaparkan pertanggungjawaban atas sinergi yang dilakukan melalui beragam kegiatan seperti ; Bedah Perpustakaan, Bedah Kantin Sehat, Bedah UKS pada Rabu (6/4) ; Tanam dan Pelihara Pohon, Sabtu (26/3) hingga Jumat (8/4); Lomba Pidato Melalui Keluarga Menyelamatkan Bali, Stop Narkoba,

Penyerahan Cenderamata kepada Rektor Warmadewa

Foto bersama Iwanwar

Drs. I Putu Gede Suastawa

Wisnumurti

Rabu (20/4); juga Seminar Budaya Pencegahan Peredaran Narkoba oleh Dadong Rerod dan Cedil yang pelaksanaannya pada puncak Perayaan Hari Kartini ke-137 yang disinkronkan dengan HUT ke-53 BKOW Provinsi Bali dan HUT ke-28 Iwanwar, den-

gan kepanitiaan yang digawangi Etty Crisnawan dari PWK. Sementara Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana yang juga hadir mengajak menggelorakan semangat emansipasi. Bahwa, wanita maupun pria patut memperingati Hari Kartini sebagai momentum melakukan introspeksi diri agar tetap tumbuh, dan menjadi lebih baik dari posisi hari ini. Sedangkan Ketua Yayasan Kese­ jahteraan Korpri Provinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., selain membacakan beberapa untaian catatan kecil Kartini, sebagai rangkaian kalimat yang patut dicamkan. Ia juga mengatakan jika jalinan kerjasamanya dengan BKOW dilaksanakan karena siapa pun tidak mungkin bekerja sendiri. Maka, sudah sepatutnya Iwanwar yang berulang

Salah satu peserta lomba pidato

Usai pemotongan tumpeng HUT BKOW dan HUT Iwanwar

Para Juara Lomba Pidato

tahun tepat pada Hari Kartini bisa bekerjasama dengan siapa pun. Dan, yang tepat diajak bekolaborasi adalah BKOW, sebab di dalamnya terdiri dari berbagai organisasi wanita. Ketika Iwanwar bekerjasama dengan BKOW, berarti pula telah menjalin kerjasama dengan organisasi wanita lainnya. Ini langkah yang tepat dan cerdas, bersama harapan kedepannya kolabarasi ini harus semakin sering dilakukan. Hal ini, lanjutnya juga merupakan bagian dari misi Warmadewa, untuk turut berperan serta di masyarakat sekecil apa pun dalam bentuk pengabdian masyarakat. Dan, Iwanwar bisa berperan di sana. Selanjutnya, Kabid Perlindungan Perempuan, Ida Ayu Nyoman Candrawati, S.H.,M.Par., yang tampil mewakili Kepala BP3A Bali menyampaikan betapa peran perempuan sangat strategis dalam hubungan budaya dan membentuk karakter bangsa. Pemberdayana perempuan bertujuan membangun kemandirian dan meningkatkan rasa percaya diri, sehingga perempuan dapat memilih perannya serta mampu berpartisipasi membangun kehidupan dan kesejahteraan. Di akhir acara, Kepala BNNP Bali, Kombes pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., menyampaikan bahwa permasalahan penyalahgunaan narkoba sudah merambah ke semua tatanan kehidupan masyarakat. Maka, diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif dan berkesinambungan. Salah satunya yang dilakukan BNNP saat itu adalah menggandeng Dadong Rerod untuk bersama-sama memberikan informasi yang benar dan faktual tentang dampak buruk dan bahaya penyalahgunaan narkoba. Baik secara fisik, mental dan sosial ekonomi bagi pemakai juga lingkungan dan masyarakat luas. Selanjutnya bisa menjadikan mereka memiliki pola pikir, sikap dan terampil menolak penyalahgunaan narkoba. Selain itu juga ditekankan bagi siapa saja masyarakat yang terjebak dalam lingkaran narkoba, tidak perlu ragu untuk melapor agar segera dapat direhabilitasi dan bukan dipenjara. - ard

Terima Kasih Kepada Puri Gede Karangasem Perdiknas Denpasar

Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali BNNP BPDAS Provinsi Bali Tanam pohon di SMK Giri Pedawa Karangasem 18 Maret

Tanam pohon bersama Iwapi di Tabanan 28 Maret

Tanam pohon bersama Wanita Islam 3 April

Kehutanan Provinsi Bali Sarana Dewata Bali Pegadaiana Farabi Wardah Cosmetic Inez Kosmetik Mei Kebaya Bank Pundi Ametis Water Tiara Kusuma

Penanaman pohon bersama Iwanmar, Ketua Yayasan dan Rektor di Universitas Warmadewa 8 April

Penanaman pohon bersama Ikatan Bidan Indonesia 17 April

Penandatanganan berita penyerahan bantuan bedah perpustakaan, kantin sehat dan UKS di SDN 3 Batuan, Sukawati-Gianyar

Seluruh Panitia Pelaksana

Mandalika

21

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Sanksi Adat untuk Penebang Pohon dan Pencemar Air

Memasuki kawasan hutan Bayan di Lombok Utara yang dikenal dengan nama Dasan Bangket Bayan, pohon-pohon serta rerimbunan tumbuhan menghijau menjadi pemandangan yang menyejukkan. Hutan ini terpelihara dengan sangat baik oleh masyarakat Bayan secara turun-temurun. Perlindungan dan pelestarian terhadap hutan ini dilakukan secara adat yang dinaungi pula oleh pemerintahan desa setempat. Hutan ini berada di tiga wilayah desa yakni, Desa Loloan, Desa Karang Bajo dan Desa Bayan. Ketiga desa ini masuk dalam satu Paer (kecamatan) adat, yakni Paer Bayan. Perhatian terhadap pelestarian hutan ini diatur pula dengan Peraturan Desa Karang Bajo, Nomor 01 Tahun 2006.

D

esa Karang Bajo, Kecamatan Bayan yang terletak di Lombok Utara merupakan salah satu wilayah di Nusa Tenggara Barat yang masih kental mempertahankan kebiasaan-kebiasaan nenek moyangnya yang kemudian mentradisi dalam masyarakat. Letaknya yang berada di tengah-tengah Bayan, berbatasan langsung dengan Desa Anyar sebelah utara, Desa Loloan sebelah Timur, Desa Bayan sebelah selatan dan Desa Senaru di sebelah barat, membuat posisinya menjadi sangat strategis dalam kehidupan masyarakat adat di Bayan. Karena itulah, Desa Karang Bajo menjadi semacam pusat aktivitas adat di kecamatan ini. Penjagaan daya hidup tradisi di desa ini masih terlihat lekat hingga hari ini. Bahkan dalam hal pelestarian lingkungan menjadi fokus penting bagi pranata adatnya. Di antaranya adalah penyelamatan sumber daya alam seperti mata air dan hutan yang dikawal secara adat. Sebagai hutan adat, pemeliharaan Dasan Bangket Bayan memang dilakukan oleh pranata adat. Namun, demi melestarikan mata air dan hutan di kaki Gunung Rinjani ini, tidak hanya dilakukan oleh pranata adat melainkan juga bersamasama dengan pemerintahan desa

Kertamalip yang turut mendukungnya, dengan tetap menghormati, mengakui dan melindungi hak-hak pranata adat, berdasarkan asal-usul tradisional dalam mengelola sumber daya hutan yang secara teknis diatur dengan awiq-awiq. Karena itulah sebuah Peraturan Desa (Perdes) Karang Bajo pun dikeluarkan, dengan nomor 01 Tahun 2006, Tentang Pelestarian Pawang Adat Paer Bayan. Pawang berarti

hutan. Paer Bayan berarti kesatuan wilayah yang terikat dalam kesatuan adat dan budaya dengan batas-batas tertentu. ”Pada dasarnya pranata adat berdiri sendiri, demikian pula dengan pelaksanaan-pelaksanaan tugas adatnya, termasuk dalam hal pelestarian mata air dan hutan adat ini. Untuk lebih melindungi keberadaan mata air dan hutan adat ini, Pemerintah Desa Karang Bajo pun turut mendukung dengan mengeluarkan Perdes 01 Tahun 2006, sebagai penegasan,” kata Kertamalip, Kepala Desa Karang Bajo. Begitu dihargainya keberadaan alam, hutan dan mata air di wilayah ini, membuat tidak seorang pun boleh menebang pohon juga mencemari mata air. Sanksi adat siap menanti bagi siapa saja yang melanggar. Dan itu diatur secara tegas dalam Perdes ini dan pelanggaran-pelanggaran yang pernah terjadi, juga disanksi secara tegas sesuai dengan aturan yang ada dalam Perdes tersebut. ”Bahkan ketika masuk ke wilayah hutan adat ini, sebuah ritual kecil harus dilalui oleh pendatang baru atau tamu yang hendak masuk ke dalam hutan ini. Sebelum masuk hutan harus melewati ritual sembe’,” ujar Rianom, salah seorang budayawan Sasak di Bayan Lombok Utara. Dalam ritual kecil yang disebut sembe’ tama gumi

Awiq-awiq pelestarian mata air di wilayah adat Bayan

dalam ini, tanah pertama memasuki kawasan hutan diambil oleh tokoh adat dan ditempelkan pada dahi pengunjung. Dengan berbagai ritual adat seperti inilah yang akhirnya membuat hutan ini terjaga dengan baik. Dengan tegas perdes ini juga melarangan merusak hutan dengan tidak dibenarkan melakukan pembakaran di kawasan hutan pawang adat dengan sengaja dan tidak dibenarkan melakukan penebangan pohon menggunakan mesin gergaji di kawasan hutan ini. ”Jika ada pohon tumbang yang merintangi jalan dalam hutan ini, tidak boleh sembarang dipotong melainkan akan ada ritual kecil yang akan dilakukan masyarakat dalam hutan ini sebelum dipindahkan,” ujar Rianom. Ritual ini disebut ngasuh. Dan ketika masyarakat akan menebang pohon di dalam wilayah hutan adat ini, sekali pun di tanah miliknya, dilarang keras menggunakan mesin gergaji melainkan harus ditebang dengan kapak atau parang. ”Jika ada yang melanggar, harus membayar denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara adat maupun yang tercakup dalam

Perdes,” ungkap Kertamalip yang telah menjadi Kepala Desa Karang Bajo sejak tahun 2004. Bahkan pelanggaran akan ketentuan ini disebut sebagai dosa (sanksi yang dikenakan kepada siapa saja yang melakukan pelanggaran atau hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam peraturan desa ini). Sanksi yang tertera dalam perdes ini menyangkut sanksi ringan untuk dosa ringan mulai dari seekor ayam, sanksi sedang untuk dosa sedang dan sanksi berat untuk dosa berat, hingga seekor kerbau yang akan dipakai untuk ritual pembersihan dosa. Dan yang berhak menentukan sanksi adalah pranata adat atau lembaga adat. Dan tampaknya untuk menjaga kelestarian habitat hewan yang hidup dalam hutan ini juga tidak dibenarkan untuk melakukan perburuan terhadap hewan apa pun. Selain itu juga ada aturan yang tidak membolehkan siapa pun untuk mandi, mencuci mamakai sabun yang mengandung deterjen pada mata air di dalam kawasan hutan adat. Bahkan dilarang keras mengembalakan ternak di seluruh wilayah hutan adat. –Naniek I. Taufan

Pertahankan Kearifan Lokal untuk Jaga Hutan Di dalam hutan ini terlihat ada beberapa rumah yang ditempati penduduk yang disebut Pondok Bangket atau Pondok Oma. Mereka yang tinggal di sini adalah petani yang bertani di sekitar hutan ini. Mereka tidak boleh tinggal menetap melainkan harus pulang setelah panen tiba. Para petani ini sangat mematuhi aturan adat yang tidak membolehkan aktivitas pertanian dan perkebunan di wilayah hutan ini. Mereka hanya berladang di dekat kawasan hutan ini pada lokasi yang disebut lendang bangket atau areal yang tidak boleh ditanami tanaman persawahan melainkan hanya boleh ditanami tanaman ladang seperti kelapa, jagung, ubi, keladi dan lainnya. Mengapa hutan ini terjaga dengan sangat baik? Dan seluruh aturan adat yang dipertegas dengan Perdes, sangat dipatuhi oleh masyarakat desa ini? Rupanya, ada penjaga khusus wilayah hutan adat ini yang sangat disegani dan

dihormati. Sepasang suami istri, Inaq Perumbaq dan Amaq Perumbaq, yang disahkan oleh adat tinggal dan menetap di tengah hutan ini sebagai penjaga hutan tersebut. Mereka memiliki kediaman resmi di dalam hutan ini dan hidup sepanjang mengemban masa tugas selama lebih kurang tiga tahun. Sepasang suami istri ini mempunyai tanggung jawab untuk menjaga, memelihara kelestarian alam, air, hutan dan lingkungan yang ada dalam hutan adat tersebut termasuk gunung dan marga satwa yang ada di dalamnya. Amaq dan Inaq Perumbaq mendapat amanah dari masyarakat adat untuk menjadi pemangku adat yang menjaga, memelihara, dan melestarikan alam, hutan dan gunung ini, mereka telah dibekali dengan kelengkapan adat berupa pakaian kebesaran dan kelengkapan hidup lainnya, seperti kain, alat-alat dapur, ternak, beras dan lainnya. Dan sebagai sumber hidup tetapnya, Pe-

Masyarakat yang bertani di sekitar hutan Bayan, tidak diperbolehkan melakukan aktivitas berladang di dalam hutan dan dilarang untuk tinggal menetap di dalam hutan ini

rumbaq mendapatkan tanah sawah pecatu adat yang penggarapannya dibantu oleh masyarakat adat. Mereka diangkat oleh musyawarah adat sebagai orang yang dipercaya untuk menjaga keseimbangan alam dan kehidupan sosial masyarakat.

Inilah letak kearifan lokal yang terus dijaga oleh Pemerintahan Desa Karang Bajo dan masyarakatnya sehingga keteraturan dan ketertiban dalam menjaga hutan, air serta kelestarian lingkungan yang diajarkan oleh tradisi masih sangat

lekat dipertahankan dan dipatuhi hingga saat ini. “Kerjasama antara pranata adat dan pemerintahan desa membuat hutan adat Bayan tetap lestari dan tidak terjadi kerusakan,” ujar Kades. Bahkan dalam hal menjaga lingkungan, bersama pranata adat, Desa Karang Bajo kini mulai menghidupkan kembali bambu petung yang diperlukan untuk membangun rumah-rumah adat (tradisional) Sasak Lombok. Bambu petung yang kini mulai langka dan nyaris punah di desa ini, kini ditanam kembali sejak dua tahun lalu. Pemerintah Desa Karang Bajo dan Pranata Adat Bayan bersama warga menanam bambu petung di lahan-lahan tidur yang ada di Desa Karang Bajo dan wilayah adat lainnya di Bayan. Bambu yang banyak dibutuhkan untuk upacara adat maupun untuk membuat rumah adat ini, kini mulai dibudidayakan untuk seterusnya dilestarikan. -Naniek I. Taufan


20

Nine

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

“Perempuan Biasa yang Tidak Biasa” Talk Show Rayakan Hari Kartini di Mataram

Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, menyambut Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2016 ini, berbagai aktivitas yang mencerminkan ‘ke-Kartinian’, terlihat di mana-mana. Pegawai-pegawai mengenakan kebaya dan ada pula kelompok-kelompok dengan kegiatan membagi-bagikan bunga kepada setiap perempuan yang ditemui. Tidak itu saja, anak-anak sekolah terutama SD ramai-ramai mengenakan pakaian adat daerah Indonesia. Tidak lupa berkebaya Kartini bagi bocah-bocah perempuan. Lucu dan menggemaskan. Kegiatan-kegiatan semacam ini telah biasa dilakukan hampir di seluruh tanah air termasuk juga di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

S

alah satu yang menarik dalam merayakan Hari Kartini tahun 2016 ini dilakukan oleh Bandini Koffie Kafe di Mataram, yang menghadirkan secara khusus talk show dengan tema “Perempuan Biasa yang Tidak Biasa”. Talk show ini digelar sebagai bentuk apresiasi kafe -yang namanya terinspirasi juga dari seorang perempuan, bernama Bandini- ini terhadap kaum perempuan Nusa Tenggara Barat. Bandini Koffie Kafe memilih lima perempuan biasa yang dianggap tidak biasa dalam aktivitas dan karyanya hari ini. Kelima perempuan yang diapresiasi oleh Bandini Koffie Kafe dan tampil dalam talk show yang diselenggarakan tanggal 21 April 2016 ini adalah Nyayu Ernawati, mantan anggota DPRD Kota Mataram yang pernah menjabat 1999-2004 yang kini menjadi aktivis perlindungan anak di Kota Mataram. Nyayu juga turut memprakarsai kegiatan cap jempol tangan untuk menghentikan tindakan kekerasan terhadap anak sehingga anak-anak Mataram mendapatkan Rekor MURI tahun 2015 atas kepeduliannya terhadap anak-anak Indonesia untuk terbebas dari tindak kekerasan. Begitu juga dengan Rekor MURI yang pernah pernah diraih dalam ajang cuci tangan pakai sabun tahun 2015 lalu. Nyayu menjadi salah satu motor penggerak bagi anak-anak Mataram yang peduli. Perempuan ke dua adalah Atun Waradatun, Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Mataram yang pernah mendapatkan beasiswa dari Fulbright Scholarship untuk program Master di University of

Northern Iowa di bidang sosiologi keluarga dan gender studies serta beasiswa Australia Leadership Award untuk program Phd. Atun juga mendapat penghargaan Allison Sudrajat Awards untuk penelitian di tiga provinsi tahun 2016 ini serta pernah menjadi penulis paper terbaik pada Annual Conference on Islamic Studies tahun 2013. Ia juga menulis tiga buku berjudul Bukan Satu Mata (2015), Kontekstualisasi Hukum Keluarga (bersama Hamdan) tahun 2013 dan Perempuan NTB Mendunia, Siapa Takut? tahun 2010. Perempuan ketiga adalah Baiq Indraningsih pegiat LSM yang meraih She Can Award dari Tupperware 2015 atas aktivitas peduli sungai yang dilakukannya bersama dengan komunitas IBRA (Ini Baru Banjar) yang dikelolanya bersama masyarakat di Kelurahan Banjar Ampenan. Indraningsih aktif mengajak masyarakat untuk peduli sungai dan menjadi sahabat bagi alam. Masyarakat yang mencintai alam dan bersinergi dengan alam dana meningkatkan

iman, ilmu dan amal. Bersama komunitas IBRA ia bergerak menciptakan kreativitas dan inovasi, membangun Banjar dengan potensi sumber daya yang dimiliki untuk mewujudkan Banjar sebagai Kampung Ekowisata Terpadu. Perempuan ke empat, Naniek I. Taufan, Wartawati dan juga penulis buku. Ia juga mantan aktivis gerakan mahasiswa era 1990-an. Bersama Forum Komunikasi Mahasiswa Mataram (FKMM) –kala itu- ia menjadi salah seorang pendorong gerakan-gerakan mahasiswa di Mataram. Pemain teater yang sudah memerankan banyak karakter dalam tidak kurang dari 15 judul naskah ini, pernah meraih penghargaan sebagai aktris terbaik dalam Festival Teater Modern se- Nusa Tenggara Barat tahun 1994. Tahun 1995, ia terpilih sebagai sutradara terbaik dalam Festival Teater Modern se- Nusa Tenggara Barat. Tahun 1996, sebuah lakon yang disutradarainya menjadi satu dari lima penyaji terbaik dalam Pekan Seni Mahasiswa (PEKSIMINAS) se-Indonesia yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat. Di sela-sela aktivitasnya sebagai wartawan, Naniek yang pernah diundang dan mengikuti Konferensi Internasional Penulis Perempuan beberapa waktu lalu di Jakarta ini juga menulis karya sastra. Cerpen-cerpennya pernah dimuat di Koran Tempo dan Suara Pembaruan. Selain itu dalam rentang tahun 2007-2015, ia telah menulis 18 buku, termasuk buku terorisme dan potret Gunung Tambora hari ini. Perempuan kelima adalah Nurjanah, pegiat LSM yang dalam

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Investasi Sekarang untuk Nanti Bebas Finansial I

Made Robert dan Ni Made Ayu

nvestasi bukan hanya urusan menj a d i ka n d i r i kaya , namun lebih jauh dari itu, berinvestasi adalah cara agar suatu hari kita memperoleh kebebasan finansial tanpa terbebani persoalan uang. Karena, su­a tu hari nanti­ kita pasti akan berhenti bekerja. Dan pertanyaannya, apakah keuangan kita sudah siap jika kita berhenti bekerja? Karena itu kita harus berinvestasi sekarang juga.

“Biarkan uang yang bekerja untuk kita,” tegas Made Robert, seorang motivator sukses yang juga Direktur Utama BOS Land ini. Banyak jenis investasi yang bisa kita pilih, salah satunya di bisnis properti. Ken a p a ? K a ren a b isn is i n i tak pernah matinya, apalagi jika lokasi bisnis kita berada di lokasi yang eksotik dan menjadi tujuan wisata dunia. Selanjutnya, pelajari sistem dan legalitasnya, serta pilih pengembang properti yang sudah mumpuni. Bali dan Lombok menjadi

Hanya Rp 325 Juta bisa punya Villa di Lombok *Kepemilikan Selamanya dua tahun terakhir menjadi koordinator program yang fokus pada isu perempuan dengan menggawangi program MAMPU (Maju Perempuan untuk Penanggulangan Kemiskinan) BaKTI NTB. Dalam aktivitasnya ini, Nurjanah melakukan pengorganisasian masyarakat dari berbagai lapisan sehingga lahir komunitas perempuan yang melanjutkan kerjakerja pemberdayaan masyarakt, khas LSM. “Kelima perempuan ini kami sebut sebagai perempuan biasa yang tidak biasa, karena aktivitas mereka yang memang tidak biasa bagi perempuan, khususnya di NTB,” ujar Imam Sofian, pemilik Bandini Koofie Kafe. Menurut Imam, masih ada perempuan NTB dengan kapasitas sebagaimana kelima perempuan tersebut, namun kali ini merekalah yang mendapatkan apresiasi tersebut. Jika diperhatikan biodata dan aktivitas dari kelima perempuan yang ditampilkan dalam talk show tersebut, terlihat hal-hal spesifik yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh sembarang perempuan. “Kalau kita menilik pengalaman dari kelima perempuan tersebut, akan tampak ada yang dengan jelas telah melakukan berbagai aktivitas yang spesifik yang tampaknya tidak semua perempuan bisa melakukannya. Karena itulah kami sangat mengapresiasinya,” ujar Imam tentang alasan mengapa Bandini Koffie Kafe mengangkat tema tersebut di Hari

Kartini tahun 2016. Dalam talk show tersebut, para perempuan ini memiliki kesamaan dalam memandang keluarga sebagai fokus utama yang mengiringi aktivitas dan prestasinya dalam berkarya. Secara khusus sebagai wartawan, Naniek menilai kegiatan merayakan Hari Kartini ala Bandini Koffie Kafe dengan menampilkan talk show tersebut dianggap sebagai kegiatan yang bersifat intelektual karena memiliki nilai dan mengerti apa yang ditampilkannya. “Saya selalu kesulitan mencari topik, tiap kali Hari Kartini tiba. Di sana-sini orang berpakaian kebaya, di sana sini orang membagikan bunga. Anakanak sekolah memakai pakaian adat. Meski saya tahu itu sesuatu yang baik untuk memperkenalkan hal-hal baik, namun dengan formalitas yang telah menjadi ‘turun temurun’ tersebut, kegiatan semacam itu kehilangan nilai beritanya. Tetapi perayaan Hari Kartini yang dilakukan Bandini malam ini, memiliki nilai berita yang signifikan bagi tugas saya sebagai wartawan,” ungkapnya. Pada malam tersebut, sebagai penghormatan terhadap Hari Kartini, Bandini Koffie Kafe, secara spontan memberikan diskon 30% bagi seluruh pengunjung yang ikut dalam talk show yang dipandu Fairuz Abadi yang lebih dikenal dengan nama Abu Macel yang merupakan salah seorang presenter penuh humor di Mataram. -Naniek I. Taufan

Atta Selong Villas adalah salah satu akomodasi mewah di daerah perbukitan Selong Belanak yang menawarkan keindahan alam Selong Belanak dan kenyamanan pagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana alami dan tenang. Nikmati pemandangan pantai pasir putih yang menakjubkan dari Selong Belang Hill Lombok, lingkungan yang masih alami di perbukitan Selong Belanak, Lombok. Selong Belanak dapat dijangkau 30 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok di Praya, mudah dicapai dengan penerbangan reguler dari Bali, Jakarta, Singapura , dan Kuala Lumpur. Dengan Rp 325 juta, keuntungan yang didapat adalah: Garansi penghasilan selama pembangunan

0,5% per bulan selama 2 tahun (transaksi tunai), ROI Guarantee 18% untuk 2 tahun sejak Atta Selong Villas resmi beroperasi (tahun ke-3 dan seterusnya fluktuatif mengikuti untung bersih dari Atta Selong Villas), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-3 sebesar 70% investor pemilik villa & 30% operator, Garansi beli kembali 130% pada tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (fully furnished), Free maintenance & service charge, Free stay 21 point per tahun, Sertifikat Hak Milik (SHM), Reward buyer (transaksi tunai) liburan gratis ke Eropa, Grand Prize (diundi saat grand opening Atta Selong Villas) 2 Heltare hutan jabon, Umroh/Liburan/Tirtayatra.

5

dua daerah wisata di Indonesia yang banyak menyedot wisatawan. Jadi, sangat tepat jika kita berinvestasi disini. Adalah Made Robert , seorang pebisnis sukses, motivator, owner, pendiri sekaligus konseptor PT Mesari Land yang telah sukses mensejajarkan masyarakat lokal dengan investor Kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke stan asing, serta mengemPuri Kelusa Villas saat pameran di JCC, Jakarta balikan peran orang beberapa waktu lalu Bali untuk menjadi “tuan” di tanahnya sendiri den- di Kelusa, Ubud-Bali, dan di gan proyek Villa Mesari, kini Selong, Lombok. Jadi, sememelalui BOS Land a Subsidiary ton Bali yang memiliki dana of MESARI Land menghadirkan lebih bisa berinvestasi di Puri 2 jenis villatel, yakni villatel Kelusa Villas & Resort, Ubud berbasis kerakyatan dan vil- atau di Atta Selong Villas, Lombok,” jelas Komisaris Utama latel unitan. “Kini BOS LAND memiliki BOS Land, Ni Made Ayu Dewi villatel unitan yang berlokasi Saraswati.

Puri Kelusa Villas & Resort

Miliki Villa di Ubud hanya dengan Rp 600 Juta *Kepemilikan Selamanya

Atta Selong Villas

Mulai Rp 12 Juta Bisa Punya Villa di Ubud Jika Anda memiliki dana minim, tak berarti Anda tidak bisa berinvestasi, atau tak bisa menjadi owner villa. Karena selain villa unitan, BOS Land juga menawarkan investasi villatel yang berbasis kerakyatan dengan konsep mepatung. Hanya dengan Rp 12 juta, Anda sudah bisa menjadi investor maupun owner (pemilik) unit Atta Labeji Villas yang berlokasi di kawasan eksotis, Desa Kenderan, Ubud, Bali villa. 100% Uang Kembali Apa saja yang didapat dari 12 juta tersebut? Sang konseptor, Made Robert menjelaskan banyak keuntungan yang didapat. Di antaranya, uang pembelian lot akan dikembalikan 100% di tahun ke-10. “Ini hanya berlaku bagi pembelian di awal hingga 25 april 2016. Setelah itu, pengembalian uang 100% tersebut dilakukan di tahun ke-11,” ucap Ni Made Ayu Dewi yang sekaligus bertindak sebagai Marketing & Communica-

Made Robert bersama investor Atta Labeji saat peninjauan ke Atta Mesari Villas

tion of Atta Labeji Villas. Keuntungan lainnya yang didapat dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas adalah; mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, komisi 10% setiap mengajak tamu ke Atta Labeji Villas, tergabung dalam komunitas “Atta

Atta Labeji Villas

Made Robert dan Ni Made Ayu bersama investor Surabaya

Labeji Investor Club” yang tentunya akan memperluas jejaring, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. Klausa ini dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor pun telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris. –ten

Kunjungan wisatawan ke Bali selalu meningkat tiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka lebih tertarik menginap di villatel. Kondisi ini menjadi kesempatan yang luar biasa untuk berinvestasi di villatel. Para wisatawan kini tak lagi mencari lokasi yang dekat dengan keramaian, namun lebih memilih lokasi yang eksotis, tenang dan nyaman. Ubud terkenal di antara para wisatawan di mancanegara karena lokasinya yang banyak dengan persawahan dengan nuansa perdesaan. ​Puri Kelusa Villas & Resort adalah tempat yang tepat untuk berinvestasi di villatel. Villa bernuansa kehidupan tradisonal pedesaan Bali yang selaras dengan konsep Tri Hita Karana (keep the harmony and balance between human to God, human to human & human to environment). Dibangun di atas tanah seluas 2 hektare di Kelusa, Ubud–Bali, dikelilingi sungai yang masih asri bak pulau di tengah danau dengan suara gemericik airnya, dikelilingi sawah yang hijau dan rerimbunan pohon. Miliki Puri Kelusa Villas di Ubud, Bali hanya dengan Rp 600 juta. Benefit Memiliki Puri Kelusa Villas & Resort adalah : Garansi penghasilan selama masa pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun (transaksi tunai), ROI Guarantee 18% untuk 2 tahun semenjak Puri Kelusa Villas & Resort beroperasi (tahun ke-3 dst. fluktuatif mengikuti untung bersih dari Puri Kelusa Villas & Resort), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-3 sebesar 70% untuk investor (pemilik villa) & 30% untuk operator villa (Puri Management International), Garansi beli kembali 130% di tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (full furnished), Free maintenance & service charge, Free Stay 21 point per tahun, Sertifikat hak milik (SHM), Reward buyer (transaksi tunai keras), Grand Prize diundi saat grand opening Puri Kelusa Villas & Resort (2 hektar hutan jabon, umroh/tirta yatra/liburan ke luar negeri).

Unit Terbatas! Hubungi Marketing Sebelum Harga Naik BOS LAND – PT Bos Internasional Jln. Tukad Pakerisan 79, Panjer, Denpasar – Bali 0361 4723 260, 0822 4736 5888, 0878 6199 9658 Email: cs@bosland.id www.bosland.id


6

Woman on Top

Edisi 898/ 25 april - 1 MEI 2016

Elfira

Nacia

Tertantang Urusi Masalah “Tabu” Elfira, demikian panggiran akrab Elfira Nacia adalah salah seorang aktivis muda yang getol menyuarakan masalah kesehatan di bawah bendera Lembaga Swa­daya Masyarakat (LSM) Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP) yang berkantor di Jakarta.”YCCP ini adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang komunikasi strategis untuk pembangunan sosial. Sehari-hari saya lebih banyak fokus kepada program kesehat­an reproduksi khususnya keluarga berencana di beberapa kabu­ paten/kota yang menjadi area program yang sedang kami jalankan,” ucapnya.

S

elain karena latar belakangnya di bidang kesehatan masyarakat (Sarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Udayana, Denpasar, 2007), ia mengaku sangat senang menekuni pekerjaannya sekarang ini khususnya yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. “Bidang ini sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, serta isu ini rentan dengan istilah tabu di masyarakat, sehingga membuat saya semakin tertantang untuk menekuni bidang ini,” tuturnya. Elfira mulai terjun ke dunia ini tahun 2007. Saat itu ia masih aktif sebagai fasilitator kesehatan reproduksi remaja di tempat kerjanya, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)—yang masih dilakoninya sampai sekarang. Aktivitasnya banyak berkaitan dengan perempuan. Sampai pada suatu waktu, ia pindah ke Semarang, ia pun masih aktif sebagai

fasilitator ke daerah-daerah untuk memberikan pelatihan terkait isu kesehatan reproduksi. Bersama dengan teman-teman PKBI Daerah Jawa Tengah, Elfira banyak dilibatkan untuk kegiatan edukasi kesehatan reproduksi baik ke remaja sekolah sampai kepada kelompok pekerja seks perempuan. “Bahkan, sampai saat ini saya di Ibukota, saya melihat isu kesehatan reproduksi ini masih menjadi hal yang tabu di masyarakat,” ucapnya. Elfira yang juga sempat mengenyam pendidikan S-2 di Institute for Population and Social Research (IPSR), Mahidol University, Thailand , menuturkan pengalaman hidup di negeri itu memberikannya banyak ilmu dan pengalaman sebagai refleksi terhadap Indonesia. Perempuan di Thailand banyak yang menempuh pendidikan tinggi, bahkan sampai jenjang S-3.Usia pernikahan di Thailand lebih tinggi dibandingkan di Indonesia, dikarenakan

mereka ingin menempuh pendidikan dan bekerja terlebih dahulu. Sehingga tidak heran jika sekarang Thailand menjadi negara yang diperhitungkan khususnya di Asia Tenggara, karena keberhasilannya meningkatkan kualitas hidup manusianya. Sementara itu di Indonesia, dikatakannya masih banyak tantangan yang dihadapi karena perempuan di Indonesia belum mampu berdaya sepenuhnya. PEREMPUAN MENGINSPIRASI PEREMPUAN Terkait Hari Kartini, baginya Kartini adalah figur pahlawan bagi para wanita khususnya untuk hal emansipasi. Menurutnya, saat ini semua wanita adalah Kartini masa kini. Karena sekarang para wanita telah memiliki kesempatan yang sama untuk berkarir dan berkarya. Buktinya makin banyak bermunculan para wanita hebat yang dikenal karena karya dan inovasinya. Meskipun demikian, Elfira menyebut masih banyak juga para wanita di luar sana yang masih harus berjuang keras untuk mendapatkan haknya. Di masayarkat kita wanita masih dianggap sebagai kelompok kelas dua, sehingga tidak semua wanita bisa mendapatkan hak yang layak untuk

akses pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Hal ini yang kemudian memicu banyak perempuan menjadi rentan terhadap seperti penjualan manusia, korban kekerasan, kehamilan tidak diinginkan, dan lainnya. “Untuk itu, memberikan kesempatan bagi perempuan untuk mengemban pendidikan yang lebih baik, serta mendapatkan akses kesehatan yang non-diskriminatif menjadi krusial untuk meningkatkan kulitas hidup manusia,” tegasnya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyebarkan semangat kepada perempuan. Salah satunya yang sering ia lakukan adalah berinteraksi secara langsung dengan para perempuan baik dalam forum resmi maupun nonformal. “Banyak mendengarkan cerita mereka sehingga kami bisa memahami lebih banyak dari perspektif mereka, kemudian kami sebarkan semangat dengan menanamkan keyakinan kepada mereka bahwa mereka adalah perempuan yang berdaya d a n dapat meng­

inspirasi perempuan lainnya,” ujarnya. Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, tentunya media komunikasiseperti media sosial juga dapat digunakan untuk menyebarkan semangat kepada perempuan dengan menampilkan figur-figur Kartini saat ini, sehingga lebih banyak perempuan yang bisa terinspirasi untuk lebih ba­ nyak berkarya. Tentunya upaya-upaya tak lepas dari kendala dan tantangan. Selama menjalani aktivitas ini, tantangan terberat Elfira adalah mencoba memahami perspektif seseorang, karena setiap orang tumbuh dalam lingkungan sosial yang berbeda-beda.Sehingga, pendekatan yang dilakukan kepada mereka harus bisa mengakomodir tantangan internal yang juga mereka hadapi. Contohnya, remaja putri yang hidup di lingkungan dimana pernikahan usia dini adalah hal yang lazim. Maka, kemungkinkan besar kelak ia akan menerima tawaran pernikahan dini dari orangtuanya, tanpa memikirkan persiapan fisik dan mentalnya. Padahal pernikahan tersebut telah membatasi haknya untuk pendidikan maupun kesehatan reproduksi. Sebagai aktivis perempuan , Elfira berkomitmen akan terus menyuarakan dan menyebarkan semangat bagi para perempuan di Indonesia. Tujuannya agar mereka mempunyai rasa percaya diri dan keyakinan untuk mengembangkan diri dengan kemampuan yang mereka miliki masing-masing. “Karena se­t iap perempuan unik, dan karena setiap perempuan adalah pahlawan bagi dirinya, keluarganya, dan masyarakat sekitarnya,” tandasnya. –Inten Indrawati

“ TANPA JUDUL “ Salam Senyum, Setiap malam jika kita ingin hiburan setelah seharian beraktivitas, salah satunya adalah dengan menonton televisi. Beragamnya acara televisi menjadikan kita bisa memilih yang sesuai dengan kegemaran kita. Ajang pencarian bakat di antaranya menjadi salah satu acara favorit saya. Dapat kita lihat dari berbagai acara, sang produser berusaha membuat agar acara tersebut menjadi tontonan yang menarik bagi pemirsa televisi. Saya coba menggambarkan satu persatu dari acara ajang penggalian bakat bernyanyi. Ada yang berirama dangdut dengan durasi acara yang sangat panjang. Acara tersebut ditambahkan dengan lawakan-lawakan, menganalisa penampilan, bahkan sampai membahas tentang keluarga. Ada juga acara ajang pencarian bakat bernyanyi yang memilih peserta dengan kemasan seperti “ring tinju”. Ya…. karena istilahnya ada babak Blind Audition, Battle, Knock Out, dan Live Show. Sebagai pemirsa televisi pastilah ada hal-hal yang dipilih untuk memenuhi keinginan dan tujuannya. Kalau tujuannya ingin tahu siapakah penyanyi yang berkualitas sehingga lolos ke babak berikutnya ,.. ya tinggal pilih acara yang menonjolkan segmen itu. Atau sebaliknya. Tujuan menonton hanya untuk hiburan, dan tidak terlalu mementingkan siapa jawaranya yang bisa lolos ke babak selanjutnya, ya… silahkan menonton acara yang memang dibuat dengan durasi panjang dan berbagai segmen masuk di dalamnya. Sebenarnya sama dengan dunia service/layanan, sesuai dengan concern pembahasan di rubrik saya ini. Sebagai pengguna jasa layanan, siapa pun berhak untuk memilih layanan seperti apa yang akan dipilih untuk memenuhi keinginan atau kebutuhannya. Dapat saya contohkan seperti ini. Di dalam ruang tunggu dari jasa layanan dibuat sangat nyaman. Di antaranya dengan sistem antrean bernomer, sehingga pelanggan bisa duduk dengan nyaman. Ditambah ruangan yang dingin, tersedianya minuman air mineral (gratis), ada beberapa koran dan majalah yang siap dibaca, bahkan ada acara telivisi yang pilihan acaranya beragam di ruangan itu. Namun “kenyamanan” di atas bisa digantikan dengan pemandangan di salah satu jasa layanan juga. Dimana ruangan terlihat biasa saja, dengan sistem antrean yang berdiri, sang pelayan banyak dengan sigap melayani, dan dengan kecepatan yang super cepat. Nah…. Jika Anda sebagai pelanggan, yang manakah yang dipilih di antara kedua jenis layanan tersebut ?

Melanjutkan pembahasan tulisan saya pada edisi sebelumnya, tentang bagaimana layanan yang cepat, tepat, tuntas, dan memuaskan, kembali tergantung dari pengguna jasa dari layanan. Banyak orang memilih kenyamanan itu tidak identik dengan premises yang ada. Tetapi sebenarnya yang dianggap nyaman oleh pelanggan tergantung dari cepatnya kebutuhan dari pelanggan terpenuhi. Saat ini sistem antrean yang berdiri, kembali diterapkan oleh beberapa jasa layanan. Sebagai seorang mantan Teller ditempat saya bekerja sekitar 20 tahun yang lalu, layanan dengan sistem antrian berdiri sangat banyak mempunyai kelebihan.Walaupun dari sudut pandang yang berbeda dianggap kurang nyaman karena pelanggan harus sedikit capek berdiri. Apa saja hal yang menguntungkan dari layanan tanpa nomer antrean? Yang pertama kita lihat dari pelayan itu sendiri. Dia akan merasa lebih berkonsentrasi dengan pekerjaannya karena tidak ada waktu jeda untuk melamun ..hehehehe.. biasanya sih kalau sistem antrean bernomer ada jeda waktu pencet bel, yang mengakibatkan ada kesempatan untuk melamun… dengan berkonsentrasi yang baik maka kesalahan-kesalahan yang berdampak pada finansial ataupun non finansial akan dapat terhindari. Keuntungan yang kedua, masih dari sisi pelayan yaitu ketika antrean yang tidak terputus langsung di hadapan kita, maka persiapan kita sebagai pelayan akan lebih baik. Persiapan apa? Ya..seperti sarapan, berdandan, menyiapkan alat-alat pendukung, dan lain-lain. Kenapa dipersiapkan sedemikian rupa ? Karena merasa akan tidak ada waktu lagi untuk mengambil celah disela-sela melayani nasabah yang sudah antre dengan berdiri. Sekarang kita lihat nilai lebih yang diperoleh dari pelanggan dengan sistem antrean berdiri. Pertama adalah pelanggan akan jauh lebih cepat terlayani oleh para penyedia jasa, sehingga akan tidak ada waktu yang terbuang hanya untuk mengantre. Bukankah ada slogan “ Time is Money” ? … ahaaaaa… Kemudian yang kedua, pelanggan dapat memilih pelayan “favorite” yang dianggap dapat mengakomodasi dengan cepat kebutuhannya. Dan masih banyak lagi keuntungan yang lainnya. Tapi sebagai manusia biasa tentunya pasti akan berkata… Kenapa tidak menciptakan layanan yang “mencerahkan” ?Yaitu yang terakomodasi kedua-duanya. Heheheheh…. Kembali pada cerita di atas tentang acara televisi, semua sudah dibuat sesuai dengan kebutuhan pemirsa. Dalam hal ini mari kita ciptakan layanan sesuai dengan orientasi dari pemenuhan kepuasan pelanggan itu sendiri. Orientasi layanan agar menjadi suatu kepuasan bagi pelanggan salah satunya dengan memokuskan upaya dari orientasi tersebut. Contoh langkah/upaya yang dilakukan adalah : 1. Berfikir dan

berencana untuk jangka panjang. Setiap langkah yang ditentukan bukan hanya untuk kepuasan sesaat, tapi bagaimana membuat layanan tersebut menjadikan hal yang berdampak pada masa-masa berikutnya. 2. Menghubungkan layanan dengan kebudayaan setempat. Hal ini sangat penting, dimana layanan yang berhasil dibangun jika orientasinya sangat menjunjung nilai-nilai kebudayaan di daerahnya sendiri. 3. Menggambarkan Hal yang Realita. Layanan yang terlalu banyak teori dan berdasar pada ketentuan yang berfantasi akan membuat layanan yang PHP (Pengharapan Palsu … heheheh). Kenapa dianggap palsu? Karena layanan dengan ekspektasi yang terlalu tinggi biasanya malah menjahuhi dari realita yang ada bahkan membuat pelaku layanan itu frustasi. Dan yang ke 4. Rencanakanlah selalu perbaikan yang berkesinambungan. Kenapa? Dalam dunia layanan segala sesuatu memerlukan perbaikan, dan perbaikan jika tidak dilakukan dengan berkesinambungan, akan menyebabkan layanan itu ada pada titik jenuh yang monoton, tanpa kreativitas, dan pembiaraan pada hal-hal yang mengecewakan. Dengan melakukan 4 langkah orientasi tersebut saya yakin layanan akan dapat menjadi jauh lebih baik. Pembaca rubrik Dhani’s Art in Service, sebagai akhir dari tulisan saya di edisi ini kita kembalikan pada judul. Waaaahhh… ternyata judulnya “Tanpa Judul” ya… ?...Sebelumnya saya sebagai penulis mengucapkan terimakasih atas banyaknya tanggapan pembaca berupa pertanyaan, usulan bahkan permintaan agar tulisan saya dapat dimuat setiap minggunya. (Mohon maaf, saya baru bisa memenuhi setiap dua minggu sekali). Untuk kali ini saya mengajak pembaca untuk mengusulkan judul yang tepat untuk tulisan ini. Dan akan saya pilih 3 ( tiga ) pemenang pemberi judul yang paling cocok, menarik, dan relevan untuk tulisan ini dengan hadiah merchandise yang kami sediakan. Silahkan diusulkan melalui nomor telepon di atas ( taken Dhani’s 082122440071/melalui FB saya: sri sumahardani ). Saya tunggu paling lambat 2 minggu setelah tulisan ini dimuat, dan saya akan kirimkan langsung kepada pembaca setia yang menjadi pemenang. Ayooo..mari kita berlomba menjadi seorang pelayanan yang baik, yang tentunya sangat berdampak pada personal value, dan membawa pada Corporate value yang meroket. Nantikan tulisan saya pada edisi berikutnya dan juga nantikan tayangan TVC saya di youtube dengan edisi Kopi Pahit – Kopi Manis Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani

Edisi 898/ 25 april - 1 MEI 2016

19

Tampil lebih Cantik dengan Tato Alis Setelah sukses membuka usahanya di bidang tato alis, tato bibir dan sulam alis di Jakarta, Pontianak, Batam, Medan, Palembang, Bali bahkan Singapura, kini Ali Tattoo Sulam menyasar Surabaya.

tempat tersendiri di kalangan ibu-ibu dan remaja putri di Indonesia. Owner Implora Beauty of Perfection, Rafael Raven Go mengatakan, saat ini produk kecantikan Implora selain beredar di Indonesia seperti Sulawesi dan Kalimantan, juga beredar di Kuala Lumpur Malaysia dan responsnya sangat luar biasa. Rafael mengatakan, Implora cepat mendapat tempat di kalangan ibu-ibu dan remaja putri karena menghasilkan kosmetik dengan harga yang sangat

terjangkau namun kualitasnya tidak kalah dengan merek kosmetik yang sudah ada. “Produk Implora yang sangat diminati adalah pensil alis, eyeliner, cat kuku,

eyeshadow dan powder. Sebagai produk kosmetik, Implora terus melakukan inovasi-inovasi. Tiap 4-5 bulan sekali, Implora selalu mengeluarkan produk terbarunya,“ ujar Rafael. -Dona

Hermawan Kartajaya

Semua Mimpi dapat Diraih

U

ntuk menandai dibukanya cabang Ali Tattoo Sulam yang ke-18 di Surabaya ini, Ali Tattoo Sulam menggelar pameran kecantikan yang didukung sebuah perusahaan kosmetik lokal yang berdomisili di Sidoarjo. Artis-artis yang menghadiri puncak kemeriahan pameran kecantikan Ali Tattoo Sulam ini seperti Bianca Liza, Nikita Willy, Syahrini, dan Yuni Shara. Acara yang dihelat di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya, Sabtu (16/4) ini dipandu Ruben Onsu, Sandra Olga dan Bianca Liza. Di kalangan artis di Jakarta, kehadiran pusat kecantikan milik Ali Tatto Sulam sangat membantu karena kalangan artis memang dituntut tampil lebih cantik dan istimewa di hadapan publik. Untuk masalah kecantikan mereka khususnya dalam hal penataan alis dan make up-nya para artis ini mempercayakannya ke Ali Tatto Sulam. Pada pameran kecantikan ini, Ali Tatto Sulam memperlihatkan kemampuannya dalam membuat tato sulam alis. Bianca Liza mendapat kehormatan untuk ditato sulam alisnya dengan menggunakan metode microblading. Dengan kemampuan yang dimilikinya, Ali kemudian memperbaiki tampilan alis Bianca Liza di atas panggung. Tidak butuh waktu lama bagi Ali untuk membuat alis Bianca terlihat sempurna sehingga Bianca terlihat lebih cantik. Ali mengatakan, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan microblading itu hanya 30 menit. Meski ditato alisnya, Bianca yang sudah dianastesi bagian alisnya dan kemudian ditato sulam mengaku tidak merasa sakit. “Metode microblading ini adalah salah satu teknik tato sulam yang saya kuasai selain shading alis, hair sha­ ding, sulam bibir crystal dan eyeliner styles. Dengan menggunakan metode microblading, membuat alis tampak begitu halus dan alami. Bukan itu saja,

Garis bulu yang begitu halus dapat dikombinasikan dengan bulu alis asli, “ ungkap Ali. Sebagai pekerja tato sulam yang sudah menekuni bidang ini selama 22 tahun, Ali sudah meraih banyak penghargaan, diantaranya penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia sebagai insan Indonesia pertama yang menjuarai Kompetisi Sulam Alis dan Bibir Tingkat International. Kompetisi tingkat international ini diadakan di Marina Bay Sands, Singapura, 11 Agustus 2012. Ali Tattoo Sulam juga mendapat piagam penghargaan atas rekor sulam dan shading alis untuk peserta terbanyak. Rekor ini diciptakan pada tanggal 27 April 2014 di Mangga Dua Square, Jakarta. Kemudian, Ali Tattoo Sulam juga pernah meraih juara I di ajang International Embroidery Beauty Contest 2012 Singapura. Sebagai Juara 1 Sulam Alis dan Sulam Bibir, Ali Tattoo Sulam mengalahkan berbagai peserta dari negara seperti Singapura, Malaysia, China, Korea, Taiwan, Hongkong dan berbagai negara lainnya. Hal ini tentunya merupakan kebanggaan bersama khususnya Indonesia, karena dapat menjuarai kontes kecantikan internasional pertama kali di Singapura. Penghargaan lain yang sudah diraih Ali adalah sebagai Best Of The Day and Best Of The Best pada 25 Juli 2010 di Jakarta-Indonesia di acara Kontest Nasional Sulam Alis 2010. Ali Tatto Sulam menjuarai kategori Juara 1 Sulam Alis, Juara 1 Sulam Bibir, Juara 1 Sulam Eyeliner, dan Juara 2 Sulam Eyeliner Bawah, Juara 1 National Sulam Alis & Sulam Bibir 3 D 2010 Indonesia, Juara 2 National Sulam Eyeliner 3D 2010 Indonesia Kehadiran Implora Beauty of Perfection sebagai partner Ali Tatto Sulam di Surabaya akan menjadi pelengkap kesuksesan Ali Tatto Sulam di dunia kecantikan, khususnya kosmetik ke depannya. Sebagai perusahaan kosmetik yang pabriknya berada di Sidoarjo, Implora mampu mendapat

Nama pria yang satu ini tak asing lagi di dunia boleh hanya mengandalkan iklan. Perusahaan harus marketing. Bahkan, dunia marketing identik dengan melakukan sesuatu yang mencolok dalam benak kondirinya. Dia adalah Hermawan Kartajaya, Founder dan sumen, tidak hanya menjual tetapi memiliki implikasi Chairman MarkPlus.Inc. jangka panjang,” tegasnya. Hermawan, begitu sapaan akrabnya, dilahirkan Keberhasilan Hermawan di bidang pemasaran di Surabaya 18 November 1947. Pada masa kecil dia tidak begitu saja diterima banyak orang. Dia seringkali tinggal bersama orangtuanya di China Town atau Kamendapat kritikan pedas karena dinilai hanya mampu pasan Gang IV Surabaya. Hermawan adalah tipe orang menjual omongan dan berbicara, tetapi belum tentu yang selalu berani menghadapi ber­bagai tantangan. Hal dapat mengelola perusahaan. ini disebabkan kondisi ekonomi keluarga yang serba Saat ini, perusahaan MarkPlus, Inc. telah menyekekurangan dan memaksa dia untuk berjuang keras. bar ke berbagai negara di Asia hingga ke Amerika. Dengan otaknya yang sangat encer, membuat HerNamanya berhasil dinobatkan sebagai salah satu mawan selalu beralih dari satu tantangan ke tantangan dari 50 Guru yang Memiliki Berbentuk Masa Depan lainnya. Hal ini membuat dia menjadi pribadi yang Pemasaran oleh The Chartered Institute of Marketmatang dan tangguh. Setelah menamatkan SMA, Hering yang bertempat di Inggris (CIM-UK). Dia bahkan mawan masuk Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi ditunjuk sebagai Presiden WMA, World Marketing 10 November Surabaya (ITS)), namun tidak sampai Association pada 2002. selesai. Kemudian dia menjadi guru di SMA Katolik Kemajuan dan keberhasilan yang diraih MarkSt. Louis, Surabaya. Ia melanjutkan studi di Fakultas Plus, tidak membuatnya puas. Tetapi dari tahun ke Ekonomi, Universitas Udayana, tahun, dia bertekad untuk terus Bali dan berhasil meraih gelar mengembangkan perusaha­a n sarjana ekonomi dalam waktu agar menjadi yang terbaik. Herrelatif singkat. man bercita-cita agar MarkPlus Setelah berhasil meraih gelar menjadi juara ASEAN pada sarjana ekonomi, banyak peru2010, juara Asia pada 2015 dan sahaan mulai melirik dia. Salah juara dunia pada 2020. satu diantaranya adalah PT HM Dia selalu menetapkan visi Sampoerna untuk mengelola dan cita-cita yang setinggi mungPT Panggung. Namun, dia tidak kin. Tujuannya tidak lain, kecuali bertahan lama di sana dan pada untuk memotivasi diri sendiri 1990, dia memutuskan untuk kedan adrenalin, bahwa semua luar dan mencari tantangan baru. mimpi dapat diraih. Pada prinHermawan membuat sebuah sipnya, yang penting adalah masa perusahaan konsultan dengan depan bukan masa lalu. nama MarkPlus pada bulan Mei Di tengah kesibukannya 1990. memberikan konsultasi bisnis Perusahaan ini mengkhususkepada sejumlah perusahaan kan diri untuk melakukan peneterkemuka di Indonesia, Herman litian di bidang pemasaran dan masih aktif menulis buku-buku memberikan saran strategis bagi tentang dunia bisnis dan IndoneHermawan Kartajaya organisasi bisnis. Untuk menamsia serta pemasaran internasional bah wawasan dan pengetahuannya, bapak dua putra termasuk Asia Reposisi. ini selalu rajin mengikuti kuliah singkat atau kursus Buku-buku yang berhasil ditulisnya antara lain Dari berjudul pemasaran di luar negeri. Herman kemudian Bubble Ekonomi Berkelanjutan, Pemasaran Rethinking: melanjutkan pendidikannya di University of Strahclyde Pemasaran Perusahaan Berkelanjutan di Asia; HerMaster, Glasgow dan meraih gelar MSc pada 1995. mawan Kartajaya Pasar-ing, The 18 Guiding Principles Dia juga menghadiri program pendidikan eksekutif di of Marketing di Venus, MarkPlus on Strategy, dan sekolah bisnis terkemuka di Amerika Serikat, seperti di banyak lagi. Herman juga merupakan kolumnis tetap Harvard, Wharton, Kellogg dan Universitas Michigan. Majalah SWA, GATRA, dan Koran Bisnis Indonesia. Berkat ketekunan dan keuletannya mengelolah Selain menulis, ada tiga kegiatan lain yang sangat perusahaan konsultan tersebut, perlahan-lahan mulai mendorong kreativitas yakni bepergian, bercanda, menampakan hasil yang sangat mengembirakan. Nadan mandi. “Ketika jalan-jalan, bercanda, mandi, selalu manya pun mulai dikenal masyarakat luas dan ide-ide muncul ide-ide pemasaran untuk disampaikan kepada cemerlangnya sudah banyak dipublikasi media cetak publik,” ujarnya ramah. dan elektronik. Tidak heran dia telah menulis sebuah buku tentang marketing karena kreativitasnya terus mengalir ELEMEN PENTING dari tiga aktivitas sederhana. Selain produktif melalui Pemikirannya di bidang pemasaran berkembang tulisan-tulisannya, ia sering menjadi pemimpin dan guru sangat jauh ke depan. “Pemasaran akan menjadi elemanajemen. Philip Kotler juga sering diundang sebagai men penting dalam manajemen modern. Jika Anda ingin pembicara di berbagai seminar dan lokakarya di rumah membangun sebuah brand yang kuat, perusahaan tidak dan di luar negeri. -Yosef Sintar


18

Life

Edisi 898/ 25 april - 1 MEI 2016

Pecalang harus Bawa Keris Masih dalam rangkaian HUT Kota Singaraja yang Ke-412, Pemkab Buleleng atas prakarsa Denpost, Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Buleleng, dan radio Singaraja FM menggelar Lomba Busana Pecalang se-Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini dilaksanakan karena pecalang memiliki peran sentral di setiap desa adat pakraman di Bali. Bahkan sejumlah kalangan menyebut pecalang sebagai benteng pertahanan menjaga tradisi dan budaya masyarakat Bali.

S

ebagai benteng pertahanan di Bali, pecalang memiliki peran untuk menjaga ke­ tertiban di suatu wilayah dan dalam upacara keagamaan. Selain itu, diharapkan selama bertugas selain berpakaian yang sopan, pecalang tetap ramah di jalan. Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Buleleng Dewa Putu Budarsa mengungkapkan, pecalang memiliki tatanan dan sesana di masyarakat. “MMDP Buleleng jelas mendukung kegiatan lomba busana pecalang ini. Tujuannya kembali men­ genalkan pecalang memiliki tugas di desa pakraman, sangatlah penting keberadaannya. Khalayak di Buleleng supaya mengetahui pecalang sudah memiliki tatanan dan sesana pecalang,” ungkapnya. Lomba yang diikuti oleh 53 pasan­ gan dari sembilan kecamatan yang ada di kabupaten Buleleng ini memiliki be­ berapa kriteria penilain yang disesuai­ kan dengan perarem sesana pecalang di

gatakan dengan adanya lomba busana pecalang sangat diharapkan adanya keseragaman atribut yang digunakan oleh pecalang. Ke depan pemerin­ tah daerah khususnya di Kabupaten Buleleng akan lebih memberdayakan peranan pecalang untuk mengamankan daerah di desa pakraman. “Sesuai arahan Bupati Buleleng, nantinya se­ luruh pecalang yang ada di Kabupaten

Lomba busana pecalang se-Buleleng

Bali yang telah diputuskan MUDP Bali. Jangan sampai karena pakaian pecalang terlihat seram atau terlihat lemah, tetapi harus terlihat bersahaja dalam menjaga keamanan di sebuah desa. Seperti apa pakaian standar pecalang, yaitu baju putih rompi hitam, udeng berwarna merah, saput poleng, dan kamen hitam. Identitas tridatu peca­ lang harus tetap dipertahankan. Tidak ketinggalan, pecalang harus membawa keris sebagai ciri khas budaya Bali. Kegiatan yang dilaksanakan di Ge­ dung Kesenian Gde Manik Singaraja ini juga didukung penuh oleh Polres Buleleng, Kodim 1609 Buleleng, Kop­ erasi Krama Bali (KKB) Singaraja, dan komponen partisipan. Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., mengapresiasi kegiatan lomba busana pecalang dan menjadi yang pertama kali diadakan di Bali. “Apa yang menjadi kriteria dalam perlombaan semoga bisa menjadi tolak ukur busana pecalang di seluruh Bali,” ungkapnya. Ia juga men­

Buleleng akan mendapatkan pelatihan oleh Kepolisian agar pecalang tahu betul bagaimana menjaga keamanan,” ucap Sutjidra yang berasal Desa Bontihing ini. Sebagai bagian dari desa pakraman maka ke depannya pemkab juga akan

Aksi Pungut Sampah Manik Bumi Foundation adalah salah satu organisasi yang menyatakan kepeduliannya terhadap alam. Dalam rangkaian memperingati hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, Manik Bumi Foundation merangkul beberapa elemen masyarakat untuk mengenal serta menjaga lingkungan. Sampah dan sungai adalah dua hal yang sangat rentan dengan pencemaraan. Minggu (24/4) bertempat di Kampung Buleleng digelar aksi peduli sampah. Aksi peduli sampah ini akan menyasar sungai yang ada di sana sebab itu merupakan salah satu sungai yang melewati jantung kota. Aksi pungut sampah melibatkan anak-anak baik SD, SMP, dan SMA sebab merekalah yang menjadi generasi yang akan membawa harapan kepedulian terhadap lingkungan. Mereka diajak mengenal sungai agar tahu bagaimana keadaan sungai di Buleleng saat ini. Kegiatan lainnya workshop plastikologi dari Made Bayak yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah yang tidak berguna akan memiliki nilai jual yang tinggi jika mampu mengkreasikannya. Workshop dilaksanakan di Sasana Budaya Singaraja. Selain itu ada lomba menggambar tingkat SD, kumpul penggemar Cosplay dan hiburan yang menghadirkan Nosstres, Relung Kaca, Bondres Rare Kual, dan teater dari Bandung Creamerl Box. -Wiwin berencana memberikan bantuan alat transportasi kepada pecalang yang ada di kabupaten Buleleng. Sementara itu Ketua Panitia Lomba Busana Pecalang, Gede Bob Suardika mengatakan dengan adanya lomba ini agar para pecalang dapat menunjukkan identitas diri sebagai penjaga keamanan. Momentum lomba sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan ruang ekspresi

pecalang. Sebagian pecalang di Buleleng, masih membutuhkan perhatian dan kerjasama meningkatkan kekompakan dan koordinasi rutin setiap bulannya. Idealnya dengan tersusunnya struktur organisasi pecalang di setiap desa pakraman, peran pecalang dapat lebih ditingkatkan. “Ini menjadi momentum pecalang di Buleleng berekspresi,” ujarnya. -Wiwin

Maksimalkan Fungsi Terminal Angkutan umum sebagai alternatif trasportasi masyarakat di Buleleng kian hari semakin terpinggirkan. Bukan tanpa sebab, masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan naik angkot yang dirasa kurang memberi kenyamanan. Hal tersebutlah yang berakibat sepi­ nya jumlah penumpang angkutan massal atau umum. Demikian yang diungkapkan oleh Ketua Persotasi (Persatuan Sopir Angkutan Kota Singa­

“Manusia Cabai” Ingin Bertemu Deddy Corbuzier Makan cabai ditemani rujak membuat beberapa penonton yang ataupun bakso adalah hal yang biasa. anticabai merinding. Namun, seperti Namun, menjadi luar biasa jika ma­ tidak memerhatikan sekitar, Putu kan cabai tanpa ditemani makanan tetap menghabiskan cabai tersebut. bahkan air sekali pun. Apalagi dalam Bahkan setelah dikunyah cabai takaran 1 kg. Hal tersebut yang di­ tersebut digunakan masker muka lakukan oleh I Putu Suartawan. dan seluruh tubuhnya. “Tidak panas atau perih, sama sekali tidak terasa Sejak berusia 10 tahun, kelebihan apa-apa,” ujarnya. yang ada dalam dirinya mulai terlihat. Itu diketahui ketika ia dan ibunya Pria yang bekerja sebagai satpam pergi ke kebun milik keluarganya. di Bendungan Titab ini mengaku jika Di sana terdapat pohon cabai dan dirinya hampir tidak bisa hidup tanpa ia mulai makan buah cabai layaknya cabai. Bahkan ketika harga cabai ma­ camilan. Namun, aneh sama sekali hal, ia sampai rela ngutang di warung ia tidak merasakan pedas. “Ibu saya agar bisa makan cabai tiap kali makan. sampai heran kok bisa makan cabai “Di rumah saya juga punya pohonnya, banyak gitu,” ungkap pria asal Desa karena bagi saya makan tanpa cabai Ularan tersebut. Akhirnya mulai saat terasa hambar,” ungkapnya. itu setiap kali makan, Putu sapaannya Suami dari Ketut Citradewi harus dibarengi dengan cabai. “Tiap tersebut juga mengatakan bahwa di­ makan 10-15 biji cabai saya makan,” rinya sempat melakukan pengecekan ungkapnya. medis namun dokter yang menan­ Pria kelahiran 1 September ganinya tidak menemukan kelainan I Putu Suartawan 1975 ini menunjukkan kebolehannya atau penyakit apapun. “Ini murni di depan khalayak untuk mengisi acara dalam Lomba kelebihan dari Tuhan,” ucapnya. Setelah makan cabai Busana Pecalang yang diadakan di Gedung Kesenian sedikit maupun sampai kenyang perut, Putu sama sekali Gde Manik. Di depan peserta lomba dan penonton, tidak merasakan efek samping. Ia juga mengaku selama Putu melahap 1 kg cabai tanpa air sedikit pun. Decak ini sudah ada beberapa media yang meliput dirinya baik kagum dan rasa ngeri sangat jelas terlihat di raut wajah cetak maupun elektronik. Salah satu impiannya bertemu penonton. Bau menyengat cabai tersebut tidak jarang Deddy Corbuzier. -Wiwin

Nyoman Pasek Sujana

raja) Kabupaten Buleleng Nyoman Pasek Sujana. Terlalu mudahnya akses kepemili­ kan kendaraan pribadi membuat jum­ lah kendaraan terus bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk di Buleleng. Hal inilah yang membuat para sopir angkot harus gigit jari kar­ ena penghasilan yang menurun drastis. Tidak sampai di sana, biaya operasional yang besar dalam pemeliharaan ken­ daraan “plat kuning” juga membuat para sopir semakin merasa tertindas. “Pemerintah seharusnya memudahkan kendaraan plat kuning bukan plat hitam,” imbuh pria yang tinggal di lingkungan Bantang Banua kecamatan Sukasada tersebut. Sangat berbeda dengan kendaraan pribadi yang hanya dikenakan pajak samsat, kendaraan plat kuning harus membayar pajak samsat, izin trayek, izin usaha, dan uji KIR yang tentu saja sangat member­ atkan para sopir angkot. Mantan Kelian Adat Desa Tista ini juga berharap, agar pemerintah memerhatikan nasib para sopir ang­ kot. Turunnya harga BBM tidak serta merta membuat meningkatnya jumlah penumpang, bahkan hal tersebut

memicu keributan antara penump­ ang dan sopir. “Minyak turun 500 perak tetapi harga oli yang naik, kalau tarif diturunkan kami mau makan apa?” ungkap pria kelahiran 1 Oktober 1950 tersebut. Ia juga mengatakan sering terjadi percekco­ kan dengan penumpang yang tidak bersedia membayar sesuai tarif. “Kami ngomong baik-baik saja kalau memang mau bayar silakan, kalau tidak ada uang juga gak apa-apa kalau terlalu keras nanti gak ada penump­ ang kan yang gaji kami penumpang bukan pemerintah,”ungkapnya. Menurunnya jumlah penump­ ang membuat sebagian besar sopir angkot beralih profesi. “Ya dengan keadaan yang begini memang banyak yang berhenti dan berganti haluan,” ujarnya. Bahkan sopir di terminal Sangket yang menerapkan sistem antre dalam sehari belum tentu mendapat giliran narik angkot. “Se­ hari dapat 5-7 orang itu sudah sangat banyak,” ceritanya. Merasakan sulitnya mencari penumpang saat ini, Pria yang akrab disapa Pasek ini mengaku peran ter­ minal dirasa sangat penting sebagai tempat penertiban para penumpang dan sopir angkot. Namun, pada ke­ nyataanya, terminal yang ada dikota Singaraja hampir tidak digunakan oleh para sopir. Mereka lebih memilih untuk menunggu calon penumpang di pinggir jalan. “Seharusnya sopir ang­ kot itu ada di terminal, bukan malah mangkir di pinggir jalan,” ujarnya. Se­ bagai ketua Persotasi yang bertugas di terminal Sangket, ia mengaku bahwa sangat tegas dalam menerapkan aturan-aturan bagi sopir angkutan. Hanya saja tidak dimungkiri beberapa waktu belakangan mulai ada terminal bayangan. “Coba dilihat, beberapa angkot malah ada dijalan nunggu pen­ umpang. Hal itu berarti mengajarkan penumpang buat melanggar aturan,” tambahnya. Pemerintah diharapkan untuk memaksimalkan fungsi terminal yang ada di Buleleng. -Wiwin

Story

Edisi 898/25 april - 1 MEI 2016

7

Cinta dan Kasih Sayang Kami hanya Untukmu Dengan senyum bahagia, Erika (48), menyaksikan anak perempuannya didandani di sebuah salon di Mataram, dalam kebaya Kartini berwarna hitam. Sejak subuh ia telah bangun dan memandikan Keisya (7) untuk kemudian bergegas ke salon. Ia sengaja datang ke salon subuh hari agar Keisya bisa didandani tanpa harus mengantre panjang. Maklum saja, tiap Hari Kartini tiba, anak-anak SD di Mataram, pada hari itu diminta untuk mengenakan pakai­ an Kartini atau pakaian adat daerah di tanah air. Meski baru kelas satu SD, Keisya tidak mau ketinggalan.

R

aut wajah Erika terlihat terharu dengan senyum yang tiada henti dari bibirnya. Ada rasa bangga pada buah hatinya meskipun hatinya perih menyaksikan kelu­ guan Keisya. Bagaimana tidak, Erika kembali kepada tujuh tahun silam, di saat pertama kali ia mendapatkan bayi tersebut secara tidak sengaja. Hari itu –ia tidak ingat pasti-, ketika ia men­ gunjungi sahabatnya yang sakit di salah satu rumah sakit di Pulau Jawa, Erika bertemu dengan se­ orang perempuan muda –sangat muda- yang tengah hamil dan menangis di pojok taman rumah sakit tersebut. Ketika ia melihat perempuan muda yang tengah hamil itu, awalnya ia berjalan melewatinya dan melanjutkan mencari kamar di mana sahabatnya itu rawat. Sempat dalam hatinya bertanyatanya, kenapa perempuan hamil itu duduk sendiri dan menangis pula. Apa yang terjadi padanya? Pertanyaan-pertanyaan itu ber­ lalu begitu saja, karena ia sendiri tidak kenal dengannya. Di dalam ruang rawat inap sahabatnya, sesaat Erika telah lupa pada

perempuan hamil itu sampai ia pulang dan melewati jalan yang sama. “Perempuan hamil itu masih di sana dan masih terus menangis,” ungkapnya. Atas rasa ingin tahu dan ingin membantu jika ia membutuhkan bantuan, Erika pun menghampiri bangku taman di samping bangku tempat perempuan hamil itu duduk. “Awalnya saya ragu mau menyapa dan bertanya,” katanya. Namun, ketika ia mendengar perempuan itu menelepon ses­ eorang barulah ia mengerti men­ gapa perempuan itu menangis. “Pacarnya tidak mau bertang­ gung jawab dan ia tidak berani pulang ke rumah,” ungkapnya. Dari sanalah ia memberani­ kan diri untuk menyapa dan mengajaknya bicara. Perempuan hamil itu diam sambil menatap­ nya. Tiba-tiba perempuan itu merasa kesakitan dan meme­ gang perutnya. Erika sempat bingung melihatnya karena ia tidak tahu apa yang terjadi pada perempuan itu. Ia hanya bisa memanggil perawat yang kemu­ dian membawa perempuan itu untuk ditangani secara medis. “Rupanya mungkin karena te­ kanan, ia melahirkan prematur.

Kata dokter, usia kandungannya waktu itu baru tujuh bulan lewat dua minggu,” katanya. Seorang bayi perempuan berkulit putih lahir dari rahim perempuan itu ditunggui oleh Erika. LAHIR PREMATUR Erika rupanya dikira sebagai keluarga dari perempuan itu sehingga ketika ia menunggui kelahiran bayi tersebut, tidak ada yang melarangnya. Erika sendiri tidak tahu mengapa ia berdiri dan duduk saja di ruang tunggu kamar bersalin rumah sakit padahal ia tidak mengenal perempuan hamil tersebut. “Saya tidak tahu kenapa saya diam di depan ruang tunggu itu sampai tangis pertama bayi itu terdengar,” kata Erika dengan mata berkaca. Ia merasa kasihan pada perempuan hamil itu setelah mendengar pembi­ caraan lewat telepon tersebut. Ia juga tidak melihat seorang pun keluarga atau kerabat yang mendampingi perempuan terse­ but. Sampai akhirnya setelah beberapa jam usai perempuan itu melahirkan, perawat memang­ gilnya karena perempuan itu ingin bertemu dengannya. “Saya terdiam sementara dan sempat bingung menghadapi situasi itu,” ujarnya. Di samping perempuan yang masih lemah dan menangis itu, Erika pun berbicara padanya. Mereka berkenalan dan perem­ puan itu menceritakan semua tentang bayi tersebut. Pacar­ nya tidak bertanggung jawab dan meninggalkannya sejak usia kandungannya tiga bulan. Ia juga sudah pergi dari rumahnya karena takut ketahuan orangtua dan keluarga. Ia memilih pindah ke kota tersebut –berlainan kota dengan orang tuanya- dengan alasan bekerja dan tinggal ngekost untuk menghindari kehamilannya diketahui orangtuanya. Selama kost, pacarnya memang bersedia membiayainya tapi tidak pernah datang mengunjunginya. Sampai akhirnya hanya kiri­ man uang saja yang diterimanya

sedangkan pacarnya yang konon anak pejabat itu makin sulit dihubungi. Ia menjadi sangat ter­ tekan dan takut untuk pulang. “Perempuan itu lalu memberikan bayi itu pada saya,” kata Erika. Ia meminta Erika untuk menga­ dopsinya secara resmi. Namun, Erika tentu saja tidak bisa men­ erimanya begitu saja karena ia tidak ingin terjadi masalah di kemudian hari. Sesungguhnya Erika sangat senang ketika mendapat tawaran untuk merawat bayi perempuan tersebut karena sejak menikah 28 tahun lalu, Erika dan suaminya tidak dikaruniai anak. Tetapi ia berpikir panjang untuk itu. Sehari kemudian, atas panggilan kemanusiaan, Erika kembali ke rumah sakit untuk menjenguk perempuan yang sama sekali tidak memiliki keluarga di kota itu. Ia membawakan cukup ban­ yak pakaian bayi dan kebutuhan ibu bayi. Setiba di rumah sakit, Erika terkejut mendapati perempuan itu telah pergi dan hanya menitip sebuah surat yang ditinggalkan di atas kasur dan ditemukan oleh perawat. Dengan jelas ia menyebut Erika sebagai kelu­ arganya dan meminta agar bayi tersebut diserahkan padanya. Menghadapi situasi tersebut, Erika berada dalam situasi dile­ matis. Apa iya ia akan mengaku jika ia keluarga perempuan itu sedangkan kenyataannya tidak. Ia takut jika situasi berbalik maka ia bisa dituduh sebagai penculik. “Lalu apakah saya meninggalkan bayi tidak berdosa itu? sungguh saya tidak tega,” ungkapnya menggeleng. TIDAK INGIN KEYSIA BERSEDIH Beberapa saat sembari me­ nyiapkan perlengkapan bayi untuk dibawa pulang, Erika me­ nelepon suaminya menceritakan kondisi bayi tersebut dan surat yang ditinggalkan ibu si bayi. Ia bersyukur karena suaminya yang sebelumnya telah mend­

engar cerita tentang kelahiran itu darinya, menyetujui agar bayi tersebut mereka rawat. Bahkan suaminya buru-buru dari kantor datang menjemputnya ke rumah sakit. Dalam kepala penuh tanda tanya, sepasang suami istri yang telah lama merindukan kehadiran seorang anak ini, menjadi sangat berbahagia. Hanya panggilan rasa kemanusiaanlah yang membuat keduanya mau melakukan hal ini. Mereka tidak mengenal orang tua bayi yang mereka beri nama Keisya itu. juga tidak mengenal asal usulnya sehingga tidak dapat mengadopsinya secara resmi. “Kami serahkan pada ketentuan Allah apapun yang akan terjadi pada Keisya dan kami kemudian hari,” ujar Erika yang pindah ke Lombok saat Keisya berusia dua tahun. Ia hanya berharap bisa membesarkan Keisya dengan seluruh cinta dan kasih sayang yang mereka curahkan padanya. Mereka berencana untuk tidak memberitahukan Keisya tentang asal usulnya melainkan membi­ arkan Keisya hanya mengetahui merekalah ayah dan ibu kandung­ nya. Ia tidak ingin Keisya bersedih jika mengetahui asal usulnya yang tidak jelas. “Namun, jika ibu kandungnya suatu hari datang entah dengan cara apa, kami serahkan semua pada ketentuan Allah,” ujarnya. Kini Keisya tumbuh menjadi anak yang lucu, kasih sayang Erika dan suaminya tercurah sepenuhnya padanya. Setelah selesai didandani, senyum ba­ hagia Erika terpancar bersinar menyaksikan cantik dan mengge­ maskannya Keisya. Begitu pula dengan suaminya yang datang menjemputnya. Dengan bangga ayah Keisya mengangkat dan menggendong putrinya dalam balutan kebaya Kartini nan lucu itu. Ketiganya sempat meminta bantuan pengunjung salon, untuk memotret momen keba­ hagiaan mereka. “Ini pertama kalinya Keisya pakai kebaya,” ujarnya. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Periksa Kelainan Jantung Anak dengan Ekokardiografi Bagi orangtua yang anaknya memiliki kelainan jantung, tentu ada keresahan yang mendalam. Namun, orangtua tidak boleh berdiam diri. Harus mencari solusi dengan konsultasi ke ahlinya. Hal ini dialami Ayu Sulistyowati.

“A

nak saya, Bisma lahir lebih cepat 20 hari dari perkiraan. Ia harus dilahirkan dengan sesar karena saya eklamsia. Setelah lahir, Bisma kesulitan bernafas seperti orang tenggelam. Akhirnya dimasukkan ke inkubator,” ujar ibu tiga putra ini. Dokter yang memeriksa menduga ada kelainan di paru-paru. Karena itu, perlu dilakukan rontgen. Namun, pemeriksaan rontgen untuk anak-anak ini harus memenuhi beberapa persyaratan termasuk kondisi fisik. Hasil rontgen menunjukkan ada pembuluh darah yang seharusnya menutup otomatis setelah janin keluar dari rahim. Namun, salah satu pembuluh darah Bisma itu tidak menutup. Darah pun memenuhi jantung dan mempengaruhi paru-paru. “Pembuluh darah ini harus segera ditutup. Dokter spesialis jantung anak yang menangani memberi obat dengan dosis tertentu dan tidak boleh salah. Ternyata setelah tiga hari, pembuluh darah itu bisa tertutup dan tidak perlu operasi. Selanjutnya dilakukan penanganan untuk membersihkan jantung dan darah,” ungkap Ayu yang pasrah dengan kondisi anaknya namun tetap tegar untuk mencari solusi. Ia menambahkan, saat USG tidak ada tanda-tanda kelainan pada janinnya. Bagi Ayu, dukungan orangtua dan dokter serta perawat sangat penting. Jangan berkutat dengan pertanyaan mengapa bisa begitu. Yang terpenting adalah solusi. “Saya berusaha kuat dan tidak menangis ketika menengok Bisma di inkubator. Saya kasih belaian lembut dan ajak ngobrol. Satu lagi berikan ASI yang banyak. Usia Bisma sekarang 18 bulan dan dinyata sehat,” ujarnya. Menurut Ni Putu Veny Kartika Yantie, MD, MSc kejadiaan penyakit jantung bawaan pada bayi baru lahir dan anak akhir-akhir ini makin meningkat. Hal ini disebabkan oleh karena makin pesatnya ilmu di bidang kedokteran dan kemajuan alat medis, sehingga penyakit jantung bawaan yang dahulu sulit atau tidak terdeteksi saat ini dapat diketahui lebih dini. “Secara umum, penyakit jantung bawaan dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu penyakit jantung bawaan sianotik (biru) dan penyakit jantung bawaan asianotik (tidak biru). Salah satu pemeriksaan yang dapat mendeteksi adanya penyakit jantung bawaan ini adalah pemeriksaan ekokardiografi,” ujar dokter anak spesialis jantung anak yang praktik di RS Sanglah dan RSIA Puri Bunda ini. Pemeriksaan ekokardiografi merupakan pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk memberikan gambaran jantung. Pemeriksaan ini pada prinsipnya sama dengan pemeriksaan USG (ultrasonografi) sehingga dengan kata lain dapat

dikatakan sebagai pemeriksaan USG jantung. Pemeriksaan ini hampir sama dengan pemeriksaan USG pada ibu hamil, namun terdapat perbedaan frekuensi dari gelombang suara yang digunakan karena terdapat perbedaan ketebalan otot dinding perut dan rahim dengan otot dinding dada. TANPA RASA NYERI “Gelombang suara yang dipancarkan oleh alat yang disebut dengan transducer (alat yang ditempelkan di dada) akan menghasilkan pantulan gelombang (echo) yang akan diterima kembali oleh alat tersebut dan diubah menjadi gambar yang dapat dilihat di layar monitor. Sebelum pemeriksaan ekokardiografi ini, dokter akan menaruh gel di atas dada pasien atau di alat yang akan ditempelkan ke dada pasien. Gel ini tidak berbahaya dan berfungsi untuk memberikan perlekatan yang baik antara transducer dengan permukaan kulit pasien. Setelah pemeriksaan, gel ini dapat dihapus dengan tisu tanpa meninggalkan bekas pada kulit pasien,” ujar dokter yang memiliki satu putri ini, Ni Putu Cahaya Awani Kasih. Pemeriksaan ekokardiografi dapat digunakan untuk menilai gambaran struktur jantung dan pembuluh darah besar; mendiagnosis penyakit jantung bawaan (kongenital), mendeteksi kelainan katup jantung (seperti adanya penyempitan katup, kebocoran katup, perlekatan katub), membantu dokter dalam menilai kemampuan gerak otot-otot dinding jantung, pembengkakan atau penebalan otot jantung, serta melihat adanya massa tumor, vegetasi atau cairan di selaput pembungkus jantung. Keuntungan dari pemeriksaan ekokardiografi adalah dapat memberikan gambaran mengenai struktur jantung dan pembuluh darah tanpa memberikan rasa nyeri pada pasien. Keuntungan lainnya adalah pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara sehingga tidak ada risiko akibat paparan radiasi yang akan diterima pasien. Waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan ini berkisar antara 20 sampai 40 menit dan tidak dibutuhkan persiapan khusus sebelum pemeriksaan ini. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah pasien harus tetap tenang selama pemeriksaan berlangsung sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal. Oleh karena itu sangatlah penting untuk memberikan kenyamanan pada pasien, terutama pasien bayi atau anak kecil. Pada pasien bayi, orangtua dapat menggendong di pangkuan dan memberikan empeng atau dot agar bayi tidak menangis selama pemeriksaan berlangsung. “Pemeriksaan ekokardiografi sangat berguna untuk mengetahui adanya kelainan atau penyakit jantung bawaan pada anak. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter anak konsultan jantung untuk mengetahui

adanya penyakit jantung bawaan sehingga dapat menentukan langkah penanganan selanjutnya yang sesuai. Guna meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, kini RSIA Puri Bunda menyediakan pemeriksaan ini dengan harga terjangkau,” ujar perempuan kelahiran Tabanan, 13 Februari 1982 ini. –Ngurah Budi

Dokter Veny

Mendongeng Lima Menit

juru pencar

Pagi-pagi benar seorang juru pencar menangkap ikan di laut. Itulah pekerjaannya setiap hari untuk menghidupi keluarganya yang miskin. Sebelum menebarkan pencarnya, Made Taro ia berdoa agar menemukan banyak ikan. Benar sekali! Ia melihat segerombolan ikan! Ia lemparkan pencarnya, lalu menariknya dengan semangat. Namun malang tak dapat ditolak. Pencar yang berat itu penuh onggokan sampah. Ia berdoa untuk kedua kali. Ia membayangkan akan menangkap banyak ikan. Ia menjual ikanikan itu ke pasar, lalu dengan sedikit uang ia akan membeli sekilo beras. Benar sekali! Itu dia ikan yang banyak! Ia tebarkan pencarnya, lalu segera menggulungnya. Sekali lagi ia kecewa. Yang tertangkap adalah bangkai-bangkai tikus. Ia berdoa untuk ketiga kalinya. “Beruntung benar!” bisiknya. Di depan matanya ia melihat segerombolan ikan seolah-olah menantangnya. Ia tebarkan pencarnya, ia tarik dan ia gulung. Sial lagi, sial lagi! Pencar yang berat itu hanya berhasil mengumpulkan barang-barang bekas dari plastik, seperti pembungkus, botol, galon, ember, dan lain-lainnya. Sambil mengomel ia lemparkan barang-barang plastik itu ke pantai. Namun setelah mendengar suara gemerincing ia mulai tertarik. Suara itu berasal dari sebuah botol kaca yang tertutup rapat. Ia buka tutup yang berkarat itu sekuat-kuatnya. Plak! Tiba-tiba dari dalamnya menyembur asap, makin lama makin membesar, bergulung-gulung dan membubung ke atas. Apa itu? Asap itu menebal lalu menjelma

menjadi raksasa yang menyeramkan. “Ha, ha, ha…! Hai, Manusia!” teriak makhluk aneh itu memekakkan telinga. “Terimakasih! Kau telah mengembalikan aku ke bentuk semula. Aku adalah raksasa sakti dan kuat. Ketika aku menculik putri raja, aku dikeroyok, ditangkap dan disihir, lalu dipenjarakan ke dalam botol yang tertutup. Kemudian membuang botol itu ke tengah laut. Seratus tahun aku berdoa, dan berjanji, barang siapa yang dapat menyelamatkanku, akan kuhadiahkan semua kekayaanku. Sampai dua ratus tahun, tak seorang pun yang mau menolongku. Akhirnya aku bersumpah, barang siapa yang menyelamatkanku, akan kubunuh dengan mencekik lehernya. Nah, kaulah yang menjadi korban sumpahku!” Raksasa besar itu menangkap sang juru pencar lalu mencekik lehernya. Nelayan yang ketakutan itu pingsan. Setelah siuman ia memberanikan diri berkata, “Bukankah aku yang menyelamatkanmu? Mengapa sampai hati kau membunuhku?” “Benar katamu! Tapi demikianlah sumpahku! Sebagai balas jasa, kau kuberi hadiah, yakni boleh memilih cara mati yang lain.” Juru pencar itu merasa diolok-olok. Bagaimanapun juga ia pasti mati. Sambil berpikir lalu ia berkata, “Akan kuminta cara mati yang lain, tetapi permintaanku itu akan kukatakan setelah kau berada kembali di dalam botol.” Raksasa sakti itu amat senang. Ia merubah dirinya menjadi asap lalu masuk kembali ke dalam botol. Juru pencar yang berakal itu segera menutup botol itu kuat-kuat, lalu membuangnya jauh-jauh ke tengah laut. Ia tidak lagi menebarkan pencarnya untuk keempat kali. Ia kumpulkan barang-barang plastik itu lalu menjualnya ke bank sampah. Cukup untuk satu kilo gram beras.

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

17

Perempuan Sarinah dan KLIK Sarinah PDI Perjuangan Provinsi Bali Maju Bersama-sama Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Hari Kartini, 21 April, Kamis lalu, menjadi momen yang sangat spesial bagi PDI Perjuangan Provinsi Bali. Selain diisi dengan peringatan Hari ­Kartini, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati ­Soekarnoputri berkenan hadir dan mengukuhkan Perempuan ­Sarinah dan melantik Kader Peduli Kese­hatan (KLIK) Sarinah PDI Perjuangan Provinsi Bali.

I

de peringatan Hari Kartini dan Pengukuh­ an Perempuan Sari­ nah dan Kader Peduli Kesehatan (KLIK) Sarinah PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, merupakan ide dari Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi, Prananda Prabowo. Sarinah PDI Perjuangan ter­ gabung dalam tiga pilar yakni istri pengurus, istri legislatif, dan istri eksekutif. Sarinah adalah nama pengasuh Bung Karno. Ia memberikan kasih sayang kepada Bung Karno walaupun hanya seorang peng­ asuh (inang). Ia mengajarkan etika, karakter yang baik, dan melayani dengan penuh kasih

sayang. Dengan pengukuhan ini, diharapkan para parem­ puan Sarinah PDI Perjuangan Bali mempunyai kepekaan, kepedulian, dan keterlibatan terhadap perjuangan partai. Hal ini sejalan dengan pemikiran Bung Karno yang menyatakan, perempuan pun insan yang bisa berkarya. Peran perem­ puan dalam menyokong ke­ hidupan keluarga khususnya, masyarakat dan negara pada umumnya sangat dirasakan. Bung Karno juga ingin meng­ ajak seluruh perempuan In­ donesia khususnya pada masa Indonesia menghirup udara kemerdekaan, untuk bersamasama bahu-membahu memba­

ngun dan mengisi kemerdeka­ an dengan karya-karya terbaik dari laki-laki dan perempuan sebagai anak negeri. Ketua Umum PDI Perjuang­ an Megawati Soekarnoputri mengungkapkan kekaguman­ nya langsung kepada perem­ puan Sarinah PDI Perjuangan Bali, dengan balutan busana tradisional khas Bali, me­reka terlihat sangat anggun. Ia berharap, perem­ puan juga harus aktif, jangan ha­ nya berada di be­ lakang layar. Posisi perempuan tidak lagi di belakang tapi sudah sejajar, tapi perempuan juga harus ingat intropeksi, tetap mengasah diri. Para istri selain mendukung kiprah suami, juga turut berperan lebih da­ lam partai. Perem­ puan harus berani tampil, terutama dalam kancah poli­ tik. Apalagi, pemi­ lih lebih ba­nyak perempuan, saat­ nya perempuan untuk tampil ber­

IKRAR PEREMPUAN SARINAH PDI PERJUANGAN PROVINSI BALI Kami, Perempuan Sarinah PDI Perjuangan Bali sepakat untuk meneruskan cita-cita Kartini dan menjalankan amanat Bung Karno tentang perjuangan perempuan, dan dengan ini me­ nyatakan: Berjuang bersama partai memberan­ tas kemiskinan, memajukan kesejahteraan masyarakat, demi kemuliaan tanah tumpah darah Indonesia. Berbakti, menjalankan kewajiban-kewajiban­ nya dan turut serta membangun bangsa demi mewujudkan Indonesia Raya. Bertekad menghapus segala bentuk diskrimi­ nasi terhadap perempuan baik dalam peraturan

maupun dalam praktik sehari-hari, serta ikut serta membangun budaya yang adil. Berjuang mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Bekerja bergotong-royong meciptakan ling­ kungan yang bersih serta perikehidupan sosial yang sehat bagi keluarga. Berjuang mewujudkan keluarga yang sehat dan cerdas, meningkatkan kesehatan ibu dan mempertinggi kualitas gizi anak. Bergiat di lapangan ekonomi, sosial, dan kebudayaan demi kemajuan perempuan di se­ gala bidang yaitu: pendidikan, pekerjaan, dan kepemimpinan di masyarakat.

sama-sama untuk membesar­ kan partai. Wakil Ketua Bidang Perem­ puan, Kesehatan, dan Anak, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Ni Made Rahayuni sa­ngat bangga dengan pengukuh­ an Perempuan Sarinah PDI Perjuangan ini, karena sudah saatnya perempuan bisa seja­ jar dengan laki-laki dan bisa berkiprah dalam berbagai bi­ dang, terutama politik. “Asal perempuan bisa mengatur waktu, tentu suami akan men­ dukung istrinya berpolitik,” kata Rahayuni. Sementara, istri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster berharap, dengan pengukuhan Perempuan Sarinah PDI Perjuangan dan KLIK Sarinah PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, merupakan angin segar untuk menghad­ irkan senyuman di samping para politisi. Dengan balutan “jubah” Sarinah ia berharap, para perempuan dapat menjadikan­ nya sebagai ajang kebersamaan dan ada rasa tanggungjawab. “Ibarat sebuah perahu, kami men­d ayung bersama-sama, seirama untuk berperanserta membesarkan partai. Dengan se­ nyuman yang mengembang kami ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Perempuan itu simbol kasih sayang. Seperti di­

sebutkan di sloka Agama Hindu, dimana perempuan dihormati, dewa-dewi akan tersenyum, dan di sanalah letak kebahagiaan,” ujarnya. Setelah acara pengukuhan, dilanjutkan pembacaan ikrar Perempuan Sarinah PDI Per­ juangan Provinsi Bali oleh Ny. Putri Suastini Koster. Hari Kartini menjadi mo­ mentum yang sangat tepat untuk memulai suatu per­ juangan dengan karya nyata. Sebagai langkah pertama, diisi dengan pembekalan materi kesehatan lingkungan bebas nyamuk demam berdarah ke­ pada Kader Peduli Kesehatan (KLIK) Sarinah PDI Perjuang­ an Provinsi Bali dari Dinas Kesehat­an Provinsi Bali. Gebrakan dilanjutkan pada tanggal 22 April, Kader Peduli Kesehatan Sarinah secara se­ rentak melaksanakan donor darah di seluruh kabupaten/ kota se-Bali dengan target 1700 kantong darah dengan perincian sbb: Denpasar 200 kantong darah, Badung 200 kantong darah, Gianyar 100 kantong darah, Tabanan 250 kantong darah, Klungkung 200 kantong darah, Bangli 100 kantong darah, Jembrana 250 kantong darah, Buleleng 300 kantong darah, Karangasem 100 kantong darah. –ast

Pengukuhan Perempuan Sarinah PDI Perjuangan Provinsi Bali oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri disaksikan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster


16

Dara

Edisi 898/ 25 april - 1 MEI 2016

Bayu Jaya

Seminar SOUL Parenting Seminar SOUL Parenting berlangsung Kamis (21/4) di sebuah hotel di Denpasar. Acara yang dikemas dalam bentuk Seminar 3 Jam dengan narasumber Bunda Arsaningsih, Founders Yayasan Cahaya Cinta Kasih, Pencipta Metode SOUL (Spirit of Universal Life), serta Pencipta Senam Hamil Yophytta (Yoga, Pilates, Tai Chi dan Affirmasi) ini, dihadiri 120 peserta. Seminar ini rupanya menarik minat dari berbagai tingkat usia, baik para orangtua, calon orangtua, bahkan peserta muda yang belum menikah, yang ingin mengetahui lebih dalam tentang pengetahuan seputar menjadi orangtua yang baik.

S

ebagai pencipta senam hamil Yophytta, Bunda mengatakan bahwa ketika janin di dalam kandungan ibu yang penuh dengan cinta, serta ayah yang turut menjaga perasaan ibu agar selalu bahagia, akan menghasilkan anak dengan karakter yang baik. Demikian juga sebaliknya, apabila saat janin berada dalam kandungan ibu yang memiliki penolakan atas kehamilannya, kecewa, sakit hati dan marah, maka hal ini akan membentuk karakter bawaan anak ketika dilahirkan nanti. Karakter anak sudah terbentuk sejak dalam kandungan.

Jaga Bahasa Bali dengan “Jaga Baline” Memiliki hobi tentu tidak cukup hanya ­untuk memenuhi kesenangan terhadap se­ suatu. Lebih dari itu hobi yang baik adalah yang dapat bermaanfaat minimal untuk diri sendiri bahkan orang lain. Selain bermanfaat tentu sebuah hobi akan sangat dirasakan jika sudah mampu mengaplikasikannya ke dalam sebuah karya. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Komang Bayu Sutawijaya.

Peserta sebanyak 120 orang mengikuti acara SOUL Parenting

Bunda Arsaningsih selaku pakar SOUL Reflection mengatakan bahwa “Para orangtua zaman dahulu sebenarnya sudah mengetahui bagaimana sebaiknya seorang ibu hamil menjaga pikiran dan tingkah lakunya, namun mereka tidak tahu apa hubungan hal itu terhadap tumbuh kembang janin”. Melalui workshop Soul Parenting ini, Bunda mengajak para orangtua memahami apa sesungguhnya peran mereka terhadap pembentukan karakter anak. Selama ini begitu banyak buku tentang parenting dengan beragam teori dan sudut pandang, tetapi itu hanya sebuah teori bila tanpa diikuti pemahaman yang dalam. Metode SOUL menawarkan pemahaman yang sederhana tetapi mampu mengubah pola pikir atau sudut pandang melalui pemahaman energi. Peserta diajak untuk menyadari dan men-“delete” hal-hal negatif yang telah mereka kirimkan kepada anak sejak

Salah satu peserta ibu hamil yang diajak menerima kehamilannya dengan berpikir positif

Bunda Arsaningsih sebagai narasumber Seminar SOUL Parenting

dari dalam kandungan hingga saat ini, sehingga kualitas hubungan dengan sang buah hati dapat menjadi lebih baik. Bunda Arsaningsih telah menyenamkan lebih dari 25.000 ibu hamil dengan metode senam hamil Yophytta. Metode ini telah diteliti oleh Prof. Dr. Budi Santoso, dokter SPOG (K) dari salah satu Rumah Sakit di Surabaya. Hasil riset mengatakan bahwa ibu hamil yang mengelola pola pikirnyauntuk terus positif selama kehamilan dapat melahirkan anak-anak yang sehat, cerdas dan mudah untuk diarahkan. Selain itu lingkungan berpengaruh terhadap pertumbuhan karakter anak. Orangtua sebaiknya memberikan informasi dengan jujur dan menyiapkan mental mereka. Anak-anak diajarkan untuk mengetahui sopan santun, dan mengetahui mana yang benar dan yang salah. Jadilah orangtua yang bijaksana, belajarlah dari pengalaman orang lain.

Edisi 898/25 april - 1 MEI 2016

M

elalui sebuah lagu, Bayu Jaya nama pendeknya, menyalurkan hobi sekaligus bakat yang dimiliki sejak masih duduk di bangku SMA. Namun, ketika itu tidak banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyalurkan hobinya. Banyak kendala yang ia rasakan dalam mewujudkan impiannya

Seorang ibu melepas kecemasan yang dikirim kepada anaknya

Pertanyaan seputar masalah Parenting dari peserta

Dalam acara ini Bunda Arsaningsih memberikan sesi pemurnian untuk men-“delete” yang bertujuan untuk melepaskan semua pikiran, perasaan dan emosi negatif yang dikirimkan orangtua kepada anak sejak anak dalam kandungan hingga saat ini. Peserta merasakan kelegaan yang luar biasa setelah melepaskan beban negatif yang selama ini terpendam di dalam diri. Selain Workshop Soul Parenting, Metode SOUL juga diajarkan pada berbagai macam workshop seperti Soul Reflection, Soul Meter, Soul Kids and Teenagers, Soul for Corporate, Soul for Business, Soul for Health dan pelayanan umum lainnya. Untuk jadwal workshop terdekat dapat menghubungi: Soul Office, Jalan Gunung Sanghyang 118 D lantai 2 Denpasar-Bali, (0361) 419347, +62 85101463858 (Gede Arda) +62 81239654188 (Iin),www. soultc.com. –ten

Antusias peserta Seminar selama acara berangsung

menjadi seorang penyanyi, salah satunya adalah biaya. Kendati belum memiliki biaya, pria yang berasal dari Desa Menyali ini begitu giat menulis lagu. Hingga akhirnya ketika masuk di bangku perkuliahan, ia memulai melebarkan bakatnya dalam dunia tarik suara. Bermodal pengalaman manggung dari sekolah ke sekolah, pria kelahiran 3 Januari 1995

masuk dapur rekaman. Bayu Jaya yang mengambil aliran pop Bali ingin menyampaikan pesan moral melalui lagu “Jaga Baline”. “Isinya mengajak masyarakat untuk menjaga budaya Bali,” ungkapnya. Memilih menyanyikan lagu dengan bahasa Bali, bagi mahasiswa jurusan manajemen Undiksha Singaraja ini bukan tanpa alasan. Ia mengaku jika saat ini remaja khususnya yang ada di Buleleng begitu enggan menggunakan bahasa Bali dalam pergaulan maka melalui lagu diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan dan rasa memiliki terhadap budaya dan bahasa Bali. “Masyarakat lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Meskipun ingin melestarikan bahasa Bali, tetapi ia juga merilis satu lagu menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini ia lakukan untuk memberikan nuansa dalam karya-

karyanya. Banyaknya bandband maupun penyanyi Bali yang memiliki visi sama yaitu ingin melestarikan bahasa Bali tidak membuat Bayu Jaya merasa tersaingi. “ T i d a k a d a p e rsaingan justru kami punya tujuan yang sama, dan mereka juga ikut berpartisipasi dalam menjaga bahasa Bali,” tambahnya. Mengenai promosi ia hanya mengandalkan radio dan media sosial. Kedua media tersebut dirasa sangat ampuh sebagai media promosi. Merampungkan Komang Bayu Sutawijaya empat lagu yang sudah direkam, Bayu Jaya tidak menampik jika diperbaiki lagi,” imbuhnya. Menjadi penyanyi solo burespons yang diterima dari masyarakat pendengar ber- kanlah tujuan akhir dari seorang macam-macam. “Tanggapannya Bayu Jaya. Keinginannya untuk beragam, ada yang memuji ada membentuk sebuah band sampai yang memberikan masukan, saat ini belum kesampaian. “Kadan memang benar masukan- lau punya band kan berbanyak nya cukup baik,” tambahnya. jadi bisa sharing buat cari ideMahasiswa semester enam ide,” tandasnya. Saat ini ia sedang ini juga mengakui jika dalam fokus mencari orang yang bisa berproses, karyanya memang mengisi posisi bass dan drum. belum bisa dikatakan sempurna. Ia merasa kesulitan untuk meMasukan-masukan yang sifatnya nemukan orang-orang tersebut. membangun akan dijadikan “Ya terkendala kesibukan, dan bahan evaluasi diri. “Ada lagu hal tersebut pasti akan berpenyang nadanya kerendahan dan garuh terhadap kekompakan,” memang kurang sreg, nanti akan imbuhnya. -Wiwin

IBU JERO GROUP BERBAGI

Dewa Putu Suyasa saat menyerahkan sumbangan

Bulan April 2016, segenap staff dan pimpinan PT. IBU JERO mengadakan acara melukat di Tirtagangga sekaligus berkunjung ke Panti Asuhan Yasa Kerthi di Karangasem. Tirtayatra, melukat dan berkunjung ke panti asuhan merupakan kegiatan rutin PT. IBU JERO. Acara yang diikuti oleh jajaran Direktur, manajer dan semua staff PT. IBU JERO ini mengambil tema, “Melukat dan Berbagi Ceria” Tema ini diangkat dengan maksud ketika berkunjung dan memberikan sumbangan ke panti asuhan, dijauhkan dari rasa sombong dan ria serta tidak untuk bermaksud mening­ gikan diri tetapi memberikan dengan ikhlas sebagai rasa cinta kepada sesama.

Rombongan yang berjumlah 37 orang ini berangkat dari Denpasar pukul 08.00 dengan menggunakan 5 mobil ini. Rombongan tiba di Tirtagangga pukul 10.30, dilanjutakan dengan acara melukat bersama. Setelah acara melukat dilanjutkan berkunjung ke Yayasan Yasa Kerthi Karang­ asem, sebuah yayasan yang mengelola panti asuhan, dengan 35 anak asuh. Dalam sambutan­nya, Sekretaris Yayasan Gede Redita mengucapkan rasa syukur dan teri­ maksih kepada PT. IBU JERO karena ini kedua kalinya PT. IBU JERO berkunjung ke panti asuhan ini. Ia pun mengharapkan agar tim PT. IBU JERO dapat memberikan motivasi dan rasa percaya diri dan semangat kepada anak anak di panti ini untuk meraih cita -cita yang mereka inginkan. Dewa Putu Suyasa, S.Pd selaku Direktur yang memimpin langsung rombongan mem­ berikan banyak motivasi dan pengarahan ke­ pada anak anak panti agar terus bersemangat dan pantang menyerah dalam mengejar cita cita. “Kami siap menampung mereka apabila ada yang menginginkan bekerja setelah lulus SLTA,” ujarnya. Acara juga dimeriahkan dengan per­ mainan menarik yang dipandu oleh tim PT. IBU JERO. segenap staff dan anak anak panti berbaur bersama larut dalam kegembiraan yang penuh persaudaraan. Acara ditutup dengan doa bersama di­ lanjutkan makan bersama, “Sampai jumpa lagi saudara-saudaraku di Panti Asuhan Yasa Kerthi Karangasem, suatu saat nanti kita akan bertemu lagi,” ujar Dewa Putu Suyasa mengakhiri kunjungan.

Foto bersama keluarga besar Panti Asuhan Yasa Kerthi

9

SATYAGRAHA – Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Usai Menerima Petinggi Bali Peace Park Foundation danYayasan terkait Bom Bali

WEDAKARNA DUKUNG PENDIRIAN MONUMEN BALI PEACE PARK DI KUTA Diplomasi sosok tokoh muda Hindu Indonesia dan dukungan solidaritas internasional yakni Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III kembali ditunjukkan saat menerima rombongan Bali Peace Park Foundation asal Australia dan penggiat aktivis korban Bom Bali di Istana Mancawarna Tampaksiring. Salah satu agenda penting yang dibahas adalah rencana pendirian Monumen Bali Peace Park di bekas lokasi Bom Bali I di eks Sari Club Kuta. Sejumlah kendala pun disampaikan oleh pengurus, termasuk pembebasan tanah. Maka dari itu, Gusti Wedakarna yang juga senator termuda di Bali ini memberikan sejumlah nasihat di istana. “Bom Bali I sudah hampir 14 tahun terjadi. Tapi cita–cita mulia dari warga korban Bom Bali I untuk mendirikan Monumen Bom Bali belum terwujud juga. Saya kira harus diperlukan sinergi yang luar biasa untuk mewujudkan hal ini, termasuk komitmen dari pihak pemilik tanah agar berkenan tanahnya dibebaskan untuk Bali. Saya dengar, pemerintah sudah mengeluarkan aturan bahwa bekas tanah tersebut tidak diperbolehkan untuk membangunan usaha kembali. Jadi mau tidak mau ya harus dijadikan fasilitas umum,” ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun mengingatkan warga Bali khususnya umat Hindu bahwa tidak semua pendatang yang ada di Bali ini benar–benar berniat baik, dan sikap waspada serta selektif terhadap pendatang adalah sebuah kewajiban.

“Nanti pada masa yang tepat, Bali harus mengatur pendatang di Bali. Jika Jakarta bisa, Aceh bisa dan Papua bisa, kenapa Bali tidak bisa ? Mengatur pendatang bukan berarti rasis atau anti NKRI, justru Bali yang dijiwai oleh nilai budaya Hindu dan umat Hindu sebagai mayoritaslah yang harus dijaga oleh negara. Walau minoritas di Indonesia, tapi Bali kan bagian NKRI juga. Saya percaya bahwa terorisme tidak terkait dengan agama tertentu, tapi kenyataannya pelaku teror itu selalu menghubungkan Bali dengan alasan jihad, kafir, dan musyrik. Ini yang harus diluruskan. Makanya saya dukung revisi UU Terorisme itu, karena Bali adalah korban dari kelompok mbalelo ini. Saya meminta dukungan Australia juga dalam hal kontra teroritasme ini karena banyak warga Australia yang jadi korban,”ungkap Gusti Wedakarna. Ia juga mengucapkan terimakasih pada Bali Peace Park Foundation, yang nantinya akan membantu monumen ini. “Kita fokus agar tanah bisa dibebaskan. Saya ada masukan agar layout dan rancangan gambar disempurnakan. Jangan terlalu minimalis, pakai sedikit arsitektur Bali tapi terbuka dengan rancangan dari berbagai bangsa. Silakan,” ungkap Gusti Wedakarna. Sebagai wujud keseriusannya, Senator DPD RI mengeluarkan Surat Rekomendasi Nomor: 01102014 / 211 – B.65 / DPD-MPR RI / Bali / XII / 2015 tentang Dukungan Pembentukan Taman Perdamaian Bali Yayasan Bali Peace Park Association di Kuta. -hms


10

Kreasi

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Style

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Koleksi Edisi Kartini Jangan Berhenti sampai di Sini Kreativitas tanpa Batas bersama Garuda Ting-Ting, TP PKK Denpasar, dan Tokoh

Tulola Jewellery, dikenal sebagai aksesoris unik yang desainnya mengangkat cerita dari sejarah dan eksplorasi keindahan budaya Indonesia. Belum lama ini Tulola meluncurkan koleksi khusus untuk edisi Kartini. Persembahan istimewa untuk perempuan Indonesia, yang merupakan kolaborasi Tulola dengan Maudy Koesnaedy.

Minggu (17/4), pukul 07.30, peserta lomba “Kreativitas tanpa Batas ­bersama Garuda Ting-Ting” sudah berdatangan ke Gedung P­ers Bali ­ K. Nadha, Denpasar. Mereka sangat antusias untuk berkreasi ­membuat ­tamiang berbahan dasar ental dan dihias bungkus Garuda Ting-Ting ­padahal acara lomba dimulai pukul 10.30.

Ny. Bintang Puspayoga dan Ny. Selly menyaksikan pembuatan tamiang

“K

ami datang lebih awal biar bisa melihat situasi. Sekalian melihat-lihat contoh tamiang yang sudah jadi,”ujar seorang ibu mewakili teman-temannya. Sambil berdiskusi tentang tamiang yang akan dibuat, mereka juga menyempatkan diri untuk berfoto di booth yang disiapkan Garuda Food. Lomba tamiang ini merupakan kerja sama Garuda Food bersama TP PKK Kota Denpasar dan Tabloid Tokoh. Lomba diikuti 43 grup yang masing-masing terdiri dari 3 orang. Mereka merupakan anggota PKK dan guru-guru PAUD yang berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Denpasar. Sebelum lomba, para peserta ini mendapat pelatihan dari Drs. I Wayan Sumatra, salah

seorang pakar pembuat tamiang. Dewi Lu, Brand Manager Garuda Ting-Ting mengatakan event ini merupakan bentuk kepedulian Garuda Ting-Ting dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus meminimalkan sampah plastik. Hal senada diungkapkan Arif Pujianto, Regional Sales & Operation PT Sinar Niaga Sejahtera (SNS) Bali Nusra. “Masyarakat Bali dikenal sebagai masyarakat yang seni dan religius. Melalui lomba tamiang ini, para ibu-ibu anggota PKK bisa berkreasi menghasilkan benda seni berbahan dasar bungkus Garuda Ting-Ting. Satu hal lagi, sudah banyak masyarakat yang menjadikan Garuda Ting-Ting sebagai rarapan. Ini menunjukkan masyarakat sudah mengenal Garuda Ting-Ting dan

Suasana lomba

Penampilan Sengap menghibur penonton

kini bungkusnya bisa dijadikan benda seni,”ujarnya. Arif pun berharap, melalui pelatihan yang sudah diberikan kemudian diadakan lomba, menjadi event yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kita jangan berhenti sampai di sini. Mari lanjutkan ke kegiatan lain yang bisa memberi manfaat bagi kita semua,” tegasnya. Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra di awal sambutannya mengungkapkan pernah memberi Garuda TingTing kepada mertuanya yang sudah berusia 82 tahun. ‘’Saya sampaikan ini bukan permen, ini snack. Ternyata mertua saya suka. Biasanya kalau tidak cocok, pasti terjadi masalah di tenggorokan. Beliau baik-baik saja. Artinya Garuda Ting-Ting ini cocok dikonsumsi dari anak-anak hingga lanjut usia,”ujarnya disambut applaus dari peserta. Melalui sinergi antara TP PKK Denpasar, Garuda Food, dan Tabloid Tokoh ini, Ny. Selly berharap bisa mendukung program kampanye Denpasar sehat dan bersih. Melalui pemanfaatan bungkus Garuda Ting-Ting ini, bisa meminimalkan sampah plastik. “Selain hidup bersih dan sehat, tamiang kreasi juga bisa dimanfaatkan untuk di rumah,” ujarnya. Dalam lomba yang ditandai dengan pemukulan kulkul ini, para

K

artini adalah perempuan tangguh, salah satu simbol perubahan, harapan dan keteguhan. Sebuah simbol perubahan “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Menurut

Happy Salma , Maudy bisa mewakili perempuan Indonesia masa kini yang konsisten dengan karier namun tetap mengedepankan kodratnya sebagai ibu, serupa dengan apa yang menjadi simbol perjuangan Kartini.

Tulola, yang dikelola oleh Happy Salma dan sahabatnya Sri Luce Rusna ini didesain untuk kalangan menengah ke atas, dengan harga mulai Rp 400 ribu sampai puluhan juta, tergantung materialnya. Ada solid gold dan bahan silver diberi lapisan gold platted. Meski berbasis di Bali, namun ide desain Tulola tidak hanya dari Bali , namun juga kekayaan budaya Indonesia lainnya. Berikut beberapa desain Tulola yang seni dan ekskluif, karena satu desain hanya dibuat satu item. Selain itu Tulola juga memberikan jaminan 2 tahun untuk kualitas produknya. – Sri Ardhini

Tim juri menilai karya peserta lomba tamiang

peserta diberi waktu 90 menit untuk berkreasi. Juri terdiri dari Ny. IA Selly, Dewi Lu, dan Wayan Sumatra. Tamiang yang dibuat berdiame ter 50 cm dengan bahan dasar tamiang serta menggunakan hiasan dari bungkus Garuda TingTing. Lomba ini menjadi istimewa dengan kehadiran Ny. Bintang Puspayoga, istri Menteri Koperasi dan UMK RI. Perempuan yang juga Ketua WHDI Provinsi Bali ini bersama para juri, Wakil Dek Mani dan Amri memainkan rindik untuk menghibur peserta lomba Ketua TP PKK Denpasar Ny. Sagung Antari Jayanegara belum tahu apa yang mau dibuat, dan Ny. Sri Utari Satria Naradha ukuran bahan juga beda-beda. Saat serta tim Garuda Food berkeliling lomba, peserta sudah membagi areal lomba untuk melihat proses tugas. Ada yang memotong, ada pengerjaan tamiang. Mereka kagum yang menempel, semua punya tugas dengan kreasi taming yang dibuat masing-masing. Hasilnya pun bagusanggota PKK se-Kota Denpasar bagus,” ujar pria yang juga piawai ini. Acara yang dipandu Karang dan membuat gebogan ini. Veve ini juga menjadi ajang selfie Dari hasil penilaian juri, juara peserta lomba dengan Ny. Bintang I diraih grup 35 (Kelurahan SumPuspayoga. erta) yang berhak mendapat piala, “Kami khusus beli gunting yang bingkisan, dan uang tunai Rp 2 juta, bisa dipakai untuk memotong plas- juara IIgrup 34 (Kelurahan Penatih) tik agar bergerigi. Lebih praktis dan yang berhak mendapatkan piala, rapi,” ujar peserta dari grup 30 yang bingkisan, dan uang tunai Rp 1,5 berasal dari Kelurahan Peguyangan. juta, juara III grup 16 (TK Denpasar Di sebelah grup 30, ada grup 31 Timur) yang berhak mendapatkan yang membuat hiasan burung Garu- piala, bingkisan, dan uang tunai Rp da. Inspirasinya dari tipat dampulan. 1 juta. Harapan I diraih grup 10 (TK “Kami pilih bagian yang tebal, lalu Denpasar Timur), Harapan II grup dijadikan burung Garuda,” ungkap 7 (Kelurahan Kesiman), dan harapeserta dari grup 31. pan IIIgrup 1 (Kelurahan Ubung) Menurut Sumatra, peserta lom- yang mendapatkan piala, bingkisan, ba sudah mempersiapkan diri den- dan uang tunai masing-masing Rp gan baik. “Waktu pelatihan, mereka 500 ribu. –Ngurah Budi

Pemenang foto bersama di panggung

Sri Luce Rusna, Maudy Koesnaedi dan Happy Salma

15


14

Jelita

Edisi 898/ 25 april - 1 MEI 2016

Tips Badan Sehat dan Indah Para pakar kesehtan menyatakan bahwa berbagai penyakit bisa menyerang dan yang terjadi pada siapa saja. Adanya penyakit sudah jelas akan menurunkan kualitas kesehtannya. Penyebabnya selama ini, sebagian besar berakar dari masalah pencernaan atau usus. Bahkan saat ini kanker usus menjadi penyebab kematian yang ke lima di dunia.

Bila anda mengalami kesemutan, rasa tebal, atau nyeri pada telapak dan jarijari tangan, dan bahkan mulai merasa lebih lemah ketika menggenggam berhatihatilah, mungkin saja anda mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS). CTS merupakan kumpulan tanda dan gejala yang diakibatkan oleh penekanan pada saraf medianus yang berjalan melalui terowongan carpal. Pasien biasanya akan mengalami gejala seperti di atas, sesuai dengan area yang dipersarafi oleh saraf medianus. CTS cukup sering dijumpai dalam praktik sehari-hari. Tim Miracle tampil berkebaya di Hari Kartini

Untuk Berat Badan Ideal Lebih lanjut Wulan mengatakan kalau produk Optrimax Plum yang setiap kemasan memiliki berat bersih 150 gram dan terdiri dari 10 buah plum yang telah dikeringkan secara maksimal, merupakan buah kering in.i selain mentralisir dan membersihakan usus dari racun juga dapat membantu kita mewujudkan tubuh lebih proporsional dengan berat badan yang ideal. Produk yang satu ini juga sangat kaya akan khasiat dan manfaat, diantaranya : l Mampu meningkatkan kesehatan organ pencernaan karena mengandung probiotik, yang merupakan bakteri baik dan bermanfaat untuk tubuh. lMeminimalisir persoalan terhadap kesehatan dan kecantikan dengan detoksifikasi yang efektif. Membantu meremajakan kulit karena di dalamnya terdapat kandungan antioksidan. lMenghasilkan tubuh proporsional dan berat badan ideal melalui langkah mudah dan sehat. lAktif menghambat penyerapan lemak ke dalam tubuh.

Edisi 898/ 25april - 1 MEI 2016

11

Carpal Tunnel Syndrome (CTS): Gejala Saraf Terjepit di Pergelangan Tangan Oleh: dr. Deddy Andaka, M.Biomed., Sp.S

P

encernaan atau usus bermasalah tentunya ini berhubungan dengan pola hidup, pola makan yang tidak sehat secara terus menerus, diantaranya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol hingga kurang tidur akibat senang begadang, yang semuanya cukup keras mempengaruhi kesehatan terutama di usus. Bukan hanya itu, yang menjadi pemicu menurunnya kesehatan, persoalan asupan makanan. Seseorang dengan asupan makanan yang Salah satu customer tidak bergizi tersebut yang terima hand bouquet memang sangatlah mudah mengakibatkan terkena penyakit di kemudian hari dan hal tersebut secara tidak sadar membuat tubuh menabung racun. Lantas apa yang harus di lakukan untuk membersihkan racun dalam tubuh tersebut? Pekan lalu Dian Wulansari salah seorang leader PT Best Word (BWL) di Bali, berbicara di depan puluhan bapak dan ibu serta remaja putri, di salah satu ruangan pertemuan di Hotel Aston di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Ia membagikan informasi yang menarik terkait tentang diet mudah dan sehat. Atau agar usus sehat dengan cara yang nikmat. Ia mengatakan ketika kondisi kesehatan menurun dan ingin menjaganya, secara umum kita dapat menanggulanginya dengan mengonsumsi banyak serat yang berasal dari sayuran, buah-buahan dan biji-bijian. Dan, saat ini kata Wulan, sudah ada solusinya yang lebih mudah, karena telah hadir produk berkualitas bernama Optrimax Plum Delite dan Optrimax Plum Jelly Delite. Pohonnya yang ditanam di Taiwan dengan grade terbaik ini, dapat membersihkan atau menjaga kesehatan usus dari penumpukan sisa makanan yang sudah lama membandel. Optrimax Plum ini, lanjutnya merupakan buah kering yang menjadi bagian dari rangkaian produk yang efektif menetralisir racun di dalam tubuh serta sekaligus dapat mengontrol berat badan. Produk yang satu ini terbukti aman sebab selain terbuat dari bahan alami, Optrimax Plum juga memiliki kinerja yang mampu mengoptimalkan seluruh proses dalam tubuh. Daniel Chang , general Manager PT BWL juga mengaskan bahwa Optrimax yang juga bagian dari produksi BWL yang berpusat di Singapura dan di Indonesia sudah berdiri sejak tahun 2006 ini, memang produk yang eksklusif dan bermanfaat bagi kesehatan. Karenanya, seseorang yang mengkonsumsi buah plum kering ini bisa memiliki kualitas kesehatan yang baik. Sedangkan , bagi mereka yang memiliki berat badan berlebihan, produk Optrimax Plum buah kering dapat pula dijadikan solusi yang ampuh untuk menetralisir racun dan mengurangi timbunan lemak dalam tubuh. Kita tidak perlu melakukan diet ketat karena Optrimax Plum yang akan membantu mengontrol berat badan kita. Jadi, siapapun tidak perlu sibuk melakukan ini- itu untuk menjaga berat badannya Cukup dengan mengonsumsi buah plum kering dan dilakukan secara rutin untuk memberikan hasil berupa tubuh sehat yang berkelanjutan. Dikatakannya pula bahwa Optrimax Plum buah kering, merupakan produk penetralisir racun yang terjamin alami dan berkualitas. Produk yang satu ini memiliki kandungan bermutu tinggi seperti buah plum kering, pu’er tea, teh hijau dan probiotik. Semua bahannya memiliki manfaat yang bagus terhadap tubuh. Buah plum kering juga dapat dijadikan kudapan lezat yang kaya akan serat dan rendah kalori serta tanpa lemak, sehingga dapat berperan aktif membersihkan usus. Hal ini terjadi karena buah plum mempunyai kandungan bahan alami yang dapat berfungsi merangsang pergerakan usus, dengan begitu semua kotoran atau racun dapat terdorong keluar dan tidak lagi menumpuk atau bahkan menjadi kerak di dinding usus. Sedangkan kandungan yang bernama Pu’er tea dan teh hijaunya, berfungsi untuk penghambat terserapnya lemak dan pembakar lemak yang efektif. Kemudian, unusr probiotik yang juga ada di dalamnya sangat berguna untuk membuat pencernaan berjalan baik. Kita juga tidak perlu khawatir mengenai legalitas produk optrimax plum ini karena sudah ada izin BPOM RI ML 857407001105.

Bugar

Namun, kata Wulansari untuk mendapatkan khasiat dan manfaat dari produk Optrimax Plum ini, kita sebaiknya mengikuti aturan cara mengonsumsinya yang benar yakni : lKonsumsi 1 buah kering optrimax plum setiap hari, sesudah makan malam selama 5 sampai 7 hari. lSetelahnya ingat minum air putih yang banyak. Lebih bagus lagi air hangat, guna membantu mengeluarkan sisa makanan di usus yang sudah tertimbun. Berikutnya a jika memang menginginkan mendapatkan hasil yang paling optimal, terutama bagi yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas . Biasanya setelah mengonsumsi Optrimax plum, beratnya badan akan berkurang. Ketika penurunan terjadi cukup banyak, terutama bagi mereka yang perutnya buncit agak keras, seringkali akan nampak bergelambir. Untuk mendapatkan kulit yang kekencangannya lebih baik dan sempurna atau tidak sam[pia bergelambir maka disarankan untuk melanjutkan dengan mengonsumsi Optrimax Jelly, dilakukan setelah makan pagi atau makan siang. Gunanya, kata Wulan untuk menahan lapar selanjutnya. Menjadi lebih baik lagi jika perut tersebut diolesi dengan Body Jell dan sebagai langkah terakhir yang memuaskan adalah tidak lupa menggunakan streples. – Sri Ardhini

Meski gejala biasanya terbatas pada daerah yang dipersarafi oleh saraf medianus, tidak jarang rasa nyeri dan kesemutan hanya pada pergelangan tangan, atau malah seluruh tangan. Gejala sensorik dapat menjalar sampai lengan bawah (di bawah siku). Gejala CTS biasanya memburuk pada malam hari dan sering membuat pasien terbangun dari tidur. Aktivitas yang memerlukan gerakan berulang-ulang pada tangan dan pergelangan tangan dapat memperberat gejala. Dengan mengibas-ngibaskan tangan, atau mengaliri tangan dengan air hangat dikatakan dapat mengurangi gejala CTS. Pemeriksaan pasien CTS Beberapa pemeriksaan perlu dilakukan untuk memperkuat dugaan CTS. Dari pemeriksaan fisik, perlu dinilai kekuatan otot-otot terutama pada jari-jari tangan.

Beberapa test seperti test Phalen dan Tinel dapat digunakan untuk memunculkan gejala CTS ini. Pemeriksaan elektrodiagnosis wajib dilakukan untuk memastikan CTS sekaligus untuk melihat seberapa kerusakan yang terjadi pada saraf. Hal ini penting untuk penanganan, maupun menyampaikan bagaimana proses penyembuhan CTS ini kedepannya (prognosis).

Penanganan CTS Ada beberapa pilihan yang tersedia untuk penanganan pasien dengan CTS, yang tergantung dari berat ringannya gangguan saraf yang terjadi. Untuk pasien CTS dengan gejala yang ringan sampai sedang, terapi konservatif (tanpa operasi) menjadi pilihan utama dengan tingkat keberhasilan yang bisa mencapai 93%. Terapi konservatif ini meliputi modifikasi aktivitas sehari-hari, pemasangan wrist splinting, obat-obatan, ultrasound, exercise, dan yoga. Kombinasi terapi dikatakan lebih efektif daripada hanya 1 modalitas terapi. Untuk pasien dengan gejala CTS yang sedang-berat dan menetap (mati rasa dan nyeri, fungsi dr. Deddy Andaka, M.Biomed., Sp.S tangan berkurang, atau otot-otot tangan mengecil), durasi gejala yang lama (lebih dari 6 bulan), dan dikonfirmasi dengan elektrodiagnostik ada gangguan pada saraf medianus disarankan untuk dilakukan pembedahan dekompresi. Pembedahan sebelum 6 bulan dimungkinkan pada pasien CTS yang tidak mengalami perbaikan dalam 6 minggu terapi konservatif, atau gejalanya sering kambuh setelah perbaikan awal dengan terapi konservatif. Ada beberapa parameter yang dapat digunakan untuk memprediksi kegagalan terapi konservatif, diantaranya gejala yang sudah lebih dari 10 bulan, usia lebih dari 50 tahun, kesemutan atau rasa nyeri yang menetap, gangguan diskriminasi 2 titik atau lebih dari 6 mm dari pemeriksaan sensorik, tanda Phalen yang positif kurang dari 30 detik, hasil pemeriksaan elektrodiagnostik yang menunjukkan pemanjangan latensi motorik dan sensorik. Seiring waktu, CTS dapat menimbulkan kerusakan saraf yang permanen, bahkan akan cenderung bertambah buruk bila dibiarkan (seperti: otot-otot tangan mengecil dan kekuatan menggenggam berkurang). Untuk itu, bila anda menemukan gelaja-gejala tersebut di atas segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.


12

Kuliner

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Lezatnya Babi Guling Gianyar

B

Chef Juliada (paling kiri)

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Segar dan Dingin

Menikmati es krim di hari yang terik sangat nikmat dan segar. Apalagi, bahan utama es krim dari daun kemangi. Tentu rasanya sangat unik. Yuk, cicipi es krim ala Randy Soetanto dari Warung Pulau Kelapa, Jalan Sanggingan, ­­Br. Lungsiakan, Ubud.

abi guling merupakan makanan tradisional khas Bali yang paling popular. Babi guling memang selalu nikmat disantap kapan saja. Warna kulit babi guling yang cokelat kemerahmerahan menggiurkan lidah kita untuk mencoba krispi kulitnya dan empuk dagingnya. Banyak penggemar babi guling yang begitu menyukai bagian kulitnya. Banyak rumah makan yang menyediakan masakan spesial babi guling di Bali. Namun, sering disebut babi guling khas Gianyar yang paling enak. Anda tertarik membuat babi guling, berikut resep dari chef Juliada, salah satu tim juri dari lomba babi guling, HUT Kota Gianyar belum lama ini.

-Wirati Astiti

Randy Soetanto

Es Krim Kelapa Bahan: 2,5 liter 250 gr

: santan dari 1,5 butir kelapa, jangan terlalu tua : gula pasir

100 gr : gula halus 3 butir : kuning telur Cara membuat: - Rebus santan cair sampai suhu 70°C, sambil terus diaduk, agar bagian bawahnya tidak gosong. - Kocok kuning telur, masukkan ke dalam rebusan santan tadi. Angkat, tambahkan gula pasir dan gula halus. Aduk dengan mixer. Dinginkan. - Jika sudah dingin siap diproses

dengan mesin es krim. Jika tidak punya mesin es krim bisa lakukan proses seperti di atas.

Es Krim Kemangi

13

Bahan: 350 gr : kemangi 1,5 liter : santan dari 1 butir kelapa 200 gr : gula pasir 100 gr : gula halus 5 gr : kuning telur

Cara membuat: - Daun kemangi diblender de­ ngan sedikit air. - Didihkan santan cair, kira-kira suhu 50°C, masukkan air daun kemangi dan gula pasir sampai suhu 70°C. Angkat, masukkan kuning telur dan gula halus. Biarkan dingin. Taruh dalam - Adonan es krim yang sudah beku wadah yang diberi es batu. - Jika sudah dingin siap dimasukkan di-mixer sampai halus. Masukkan dalam mesin es krim. Jika tidak pu- lagi ke freezer. Lakukan proses nya mesin es krim, bisa dibekukan ini sampai empat kali. Es krim siap disajikan. di freezer lebihkurang satu jam.

Es Krim Durian Bahan: 1,5 liter 1 kg 200 gr 100 gr 5 gr

: santan dari 1 butir kelapa : durian : gula pasir : gula halus : kuning telur

Cara membuat: - Rebus santan cair sampai suhu 70°C, sambil terus diaduk. Masukkan durian yang sudah dihaluskan. - Angkat, kemudian masukkan gula pasir dan gula halus. Aduk dengan mixer, dinginkan. - Jika sudah dingin siap diproses de­ ngan mesin es krim. -Wirati Astiti

Salad Pasta Ala Chef Sarwana Patrol

Pai Isi Salmon

2 butir

Basa Rajang Bahan: 1 ekor : babi (15-20 kg) 300 gr : cabai rawit 5000 gr : bawang merah 100 gr : bawang putih 75 gr : lengkuas 75 gr : jahe 100 gr : kencur 175 gr : kunyit 75 gr : kemiri 2 sdm : terasi 2 sdm : ketumbar 1 sdm : merica hitam 1 sdm : buah pala 8 butir : cengkih 1 kg : sereh 5 lembar : daun salam 150 ml : minyak kelapa 1 kg : daun singkong Garam secukupnya Cara membuat bumbu: - Semua bahan dicincang jadi satu, kecuali daun singkong. Setelah dicincang lalu ditumis sampai bumbu harum dan matang, lalu dinginkan. - Remas daun singkong dengan garam sampai daun singkong layu setelah itu daun singkong

dicuci bersih. - Aduk jadi satu basa rajang dengan daun singkong untuk dimasukan ke dalam perut babi. Cara membuat babi guling: - Semua bumbu dicincang sampai halus lalu dicampur dengan minyak kelapa. - Babi disembelih dan dibersihkan bulunya dengan cara menyiram seluruh permukaan tubuh babi dengan air mendidih. Kuku-kuku kakinya juga dibersihkan. - Setelah bersih, semua isi perutnya dikeluarkan dengan cara membuka bagian bawah perut. Setelah itu rongga perut dibersihkan - Sebatang kayu dengan panjang sekitar 2 meter dimasukkan ke dalam tubuh babi yang telah bersih melalui lubang pantat sampai keluar di mulutnya. Kayu ini berfungsi untuk memutar-mutar babi saat dipanggang. - Selanjutnya ke dalam rongga

-

-

-

-

babi dimasukkan bumbu yang telah dipersiapkan sebelumnya. Bekas lubang pada perut bagian bawah babi dijarit dengan benang. Sebelum babi digulingkan di atas bara api, kulit babi diremas dengan minyak kelapa, lalu dipolesi dengan air kunir, dengan tujuan, setelah babi guling itu masak supaya berwarna kuning gading. Proses selanjutnya adalah membuat bara api dari serabut kelapa pada tempat yang telah dipersiapkan. Jika bara api telah siap, babi digulingkan di atas bara api secara perlahan-lahan sehingga mendapat panas yang merata. Caranya adalah dengan memutar-mutar tangkai kayu (penggulingan) ke kiri dan ke kanan secara bergantian. Selama babi guling berada di atas bara api, diusahakan bara api tidak menyala atau juga tidak padam. Babi guling ditaruh di atas bara api sampai masak yaitu dengan tanda-tanda kulit babi menjadi berwarna kemerah-merahan dan kulitnya tampak empuk atau renyah. -Wirati Astiti

Sarwan Bahan Kulit: 100 gr : terigu protein sedang, ayak 50 gr : mentega tawar ½ sdt : garam 1 butir : kuning telur 1 sdt : gula halus

ati

Nikm

Chinesse Food

Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Setiap pembelanjaan Rp 100 ribu

Dapatkan voucher makan senilai Rp 25 ribu di Cafe Mie Bali Segera dibuka “Cafe Mie Bali” *ciri khas Taiwan

Tanggal 21 April 2016. Buka mulai jam 11.00 s.d. 20.00 Wita Alamat: Jln. Raya Sesetan, Pesanggaran Tlp. (0361) 725544

Serabut Ice Cream

Murah Meriah & Bersih

Kangkung Balacan

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

Bahan isi: 2 sdm : minyak zaitun ½ buah : bawang bombai cincang halus 300 gr : daging salmon potong dadu kecil 3 sdm : tepung terigu protein sedang, ayak ½ sdt : garam ¼ sdt : lada bubuk 1 sdm : air jeruk 100 ml : susu cair 1 bung : daun seledri, cincang

: telor kocok lepas

Cara Membuat: - Siapkan 1 buah loyang pai bundar bongkar pasang diameter 18 cm, olesi permukaannya dengan margarin dan alasi bagian loyang dengan kertas roti. - Buat lubang di tengah terigu. Masukkan mentega, garam, gula halus dan telur, aduk hingga adonan berbutir, lalu bulatkan adonan, bungkus dengan plastik dan simpan dalam lemari pendingin selama 1 jam, sisihkan. - Keluarkan dari dalam lemari pendingin, diamkan hingga sama dengan suhu ruangan. Diposkan adonan kulit setebal 1/1 cm, letakkan adonan pada loyang pai. Tekan-tekan dengan bantuan dua jari hingga merata. Tusuk-tusuk bagian dasar pai dengan garpu, lalu panggang dalam oven dengan suhu

panas 180°C selama 15 menit hingga setengah matang, lalu keluarkan dari dalam oven, dinginkan, sisihkan. ISI: tumis bawang bombai hingga harum, masukkan daging ikan salmon, aduk-aduk hingga rata dan berubah warna, tambahkan irisan daun seledri, tepung terigu, garam dan lada, aduk rata, tuang air jeruk dan susu cair, aduk rata, angkat dinginkan. - Masukkan telur, aduk rata, kemudian tuang adonan isi dalam loyang, ratakan. Panggang dalam oven dengan suhu 180°C selama 40 menit hingga matang, sajikan.

Bahan: 200 gr : pasta fusilli 1 kaleng : kacang merah, tiriskan, cuci bersih 1 buah : cabe habanero potong dadu 1 buah : paprika merah potong dadu kecil 1 buah : paprika hijau sedang potong dadu kecil 100 gr : lidah asap potong dadu 50 gr : jagung beku 100 gr : tomat ceri belah dua 50 ml : minyak zaitun 2 sdm : air jeruk lemon 1 sdt : bawang putih bubuk ¼ sdt : oregani Daun ketumbar cincang secukup­nya Garam secukupnya

Cara membuat: - Rebus pasta sampai matang atau sesuai dengan petunjuk, lalu tiriskan. - Siram dengan air dingin, lalu siapkan mangkuk besar untuk mencampur kacang merah dan cabe habanero serta potongan paprika merah dan hijau, jagung, irisan tomat, ceri dan lidah asap, aduk-aduk rata. Masukkan pasta

yang sudah dingin, aduk kembali. - Siapkan blender, masukkan daun ketumbar minyak zaitun, air jeruk lemon, bubuk bawang putih, garam dan oregano, blender sampai lembut dan halus, lalu siram ke atas campuran pasta dan bahan-bahan salad lainnya. Aduk hingga tercampur rata, lalu segera sajikan atau dinginkan dulu dalam lemari pendingin sebelum disajikan.


12

Kuliner

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Lezatnya Babi Guling Gianyar

B

Chef Juliada (paling kiri)

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Segar dan Dingin

Menikmati es krim di hari yang terik sangat nikmat dan segar. Apalagi, bahan utama es krim dari daun kemangi. Tentu rasanya sangat unik. Yuk, cicipi es krim ala Randy Soetanto dari Warung Pulau Kelapa, Jalan Sanggingan, ­­Br. Lungsiakan, Ubud.

abi guling merupakan makanan tradisional khas Bali yang paling popular. Babi guling memang selalu nikmat disantap kapan saja. Warna kulit babi guling yang cokelat kemerahmerahan menggiurkan lidah kita untuk mencoba krispi kulitnya dan empuk dagingnya. Banyak penggemar babi guling yang begitu menyukai bagian kulitnya. Banyak rumah makan yang menyediakan masakan spesial babi guling di Bali. Namun, sering disebut babi guling khas Gianyar yang paling enak. Anda tertarik membuat babi guling, berikut resep dari chef Juliada, salah satu tim juri dari lomba babi guling, HUT Kota Gianyar belum lama ini.

-Wirati Astiti

Randy Soetanto

Es Krim Kelapa Bahan: 2,5 liter 250 gr

: santan dari 1,5 butir kelapa, jangan terlalu tua : gula pasir

100 gr : gula halus 3 butir : kuning telur Cara membuat: - Rebus santan cair sampai suhu 70°C, sambil terus diaduk, agar bagian bawahnya tidak gosong. - Kocok kuning telur, masukkan ke dalam rebusan santan tadi. Angkat, tambahkan gula pasir dan gula halus. Aduk dengan mixer. Dinginkan. - Jika sudah dingin siap diproses

dengan mesin es krim. Jika tidak punya mesin es krim bisa lakukan proses seperti di atas.

Es Krim Kemangi

13

Bahan: 350 gr : kemangi 1,5 liter : santan dari 1 butir kelapa 200 gr : gula pasir 100 gr : gula halus 5 gr : kuning telur

Cara membuat: - Daun kemangi diblender de­ ngan sedikit air. - Didihkan santan cair, kira-kira suhu 50°C, masukkan air daun kemangi dan gula pasir sampai suhu 70°C. Angkat, masukkan kuning telur dan gula halus. Biarkan dingin. Taruh dalam - Adonan es krim yang sudah beku wadah yang diberi es batu. - Jika sudah dingin siap dimasukkan di-mixer sampai halus. Masukkan dalam mesin es krim. Jika tidak pu- lagi ke freezer. Lakukan proses nya mesin es krim, bisa dibekukan ini sampai empat kali. Es krim siap disajikan. di freezer lebihkurang satu jam.

Es Krim Durian Bahan: 1,5 liter 1 kg 200 gr 100 gr 5 gr

: santan dari 1 butir kelapa : durian : gula pasir : gula halus : kuning telur

Cara membuat: - Rebus santan cair sampai suhu 70°C, sambil terus diaduk. Masukkan durian yang sudah dihaluskan. - Angkat, kemudian masukkan gula pasir dan gula halus. Aduk dengan mixer, dinginkan. - Jika sudah dingin siap diproses de­ ngan mesin es krim. -Wirati Astiti

Salad Pasta Ala Chef Sarwana Patrol

Pai Isi Salmon

2 butir

Basa Rajang Bahan: 1 ekor : babi (15-20 kg) 300 gr : cabai rawit 5000 gr : bawang merah 100 gr : bawang putih 75 gr : lengkuas 75 gr : jahe 100 gr : kencur 175 gr : kunyit 75 gr : kemiri 2 sdm : terasi 2 sdm : ketumbar 1 sdm : merica hitam 1 sdm : buah pala 8 butir : cengkih 1 kg : sereh 5 lembar : daun salam 150 ml : minyak kelapa 1 kg : daun singkong Garam secukupnya Cara membuat bumbu: - Semua bahan dicincang jadi satu, kecuali daun singkong. Setelah dicincang lalu ditumis sampai bumbu harum dan matang, lalu dinginkan. - Remas daun singkong dengan garam sampai daun singkong layu setelah itu daun singkong

dicuci bersih. - Aduk jadi satu basa rajang dengan daun singkong untuk dimasukan ke dalam perut babi. Cara membuat babi guling: - Semua bumbu dicincang sampai halus lalu dicampur dengan minyak kelapa. - Babi disembelih dan dibersihkan bulunya dengan cara menyiram seluruh permukaan tubuh babi dengan air mendidih. Kuku-kuku kakinya juga dibersihkan. - Setelah bersih, semua isi perutnya dikeluarkan dengan cara membuka bagian bawah perut. Setelah itu rongga perut dibersihkan - Sebatang kayu dengan panjang sekitar 2 meter dimasukkan ke dalam tubuh babi yang telah bersih melalui lubang pantat sampai keluar di mulutnya. Kayu ini berfungsi untuk memutar-mutar babi saat dipanggang. - Selanjutnya ke dalam rongga

-

-

-

-

babi dimasukkan bumbu yang telah dipersiapkan sebelumnya. Bekas lubang pada perut bagian bawah babi dijarit dengan benang. Sebelum babi digulingkan di atas bara api, kulit babi diremas dengan minyak kelapa, lalu dipolesi dengan air kunir, dengan tujuan, setelah babi guling itu masak supaya berwarna kuning gading. Proses selanjutnya adalah membuat bara api dari serabut kelapa pada tempat yang telah dipersiapkan. Jika bara api telah siap, babi digulingkan di atas bara api secara perlahan-lahan sehingga mendapat panas yang merata. Caranya adalah dengan memutar-mutar tangkai kayu (penggulingan) ke kiri dan ke kanan secara bergantian. Selama babi guling berada di atas bara api, diusahakan bara api tidak menyala atau juga tidak padam. Babi guling ditaruh di atas bara api sampai masak yaitu dengan tanda-tanda kulit babi menjadi berwarna kemerah-merahan dan kulitnya tampak empuk atau renyah. -Wirati Astiti

Sarwan Bahan Kulit: 100 gr : terigu protein sedang, ayak 50 gr : mentega tawar ½ sdt : garam 1 butir : kuning telur 1 sdt : gula halus

ati

Nikm

Chinesse Food

Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Setiap pembelanjaan Rp 100 ribu

Dapatkan voucher makan senilai Rp 25 ribu di Cafe Mie Bali Segera dibuka “Cafe Mie Bali” *ciri khas Taiwan

Tanggal 21 April 2016. Buka mulai jam 11.00 s.d. 20.00 Wita Alamat: Jln. Raya Sesetan, Pesanggaran Tlp. (0361) 725544

Serabut Ice Cream

Murah Meriah & Bersih

Kangkung Balacan

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

Bahan isi: 2 sdm : minyak zaitun ½ buah : bawang bombai cincang halus 300 gr : daging salmon potong dadu kecil 3 sdm : tepung terigu protein sedang, ayak ½ sdt : garam ¼ sdt : lada bubuk 1 sdm : air jeruk 100 ml : susu cair 1 bung : daun seledri, cincang

: telor kocok lepas

Cara Membuat: - Siapkan 1 buah loyang pai bundar bongkar pasang diameter 18 cm, olesi permukaannya dengan margarin dan alasi bagian loyang dengan kertas roti. - Buat lubang di tengah terigu. Masukkan mentega, garam, gula halus dan telur, aduk hingga adonan berbutir, lalu bulatkan adonan, bungkus dengan plastik dan simpan dalam lemari pendingin selama 1 jam, sisihkan. - Keluarkan dari dalam lemari pendingin, diamkan hingga sama dengan suhu ruangan. Diposkan adonan kulit setebal 1/1 cm, letakkan adonan pada loyang pai. Tekan-tekan dengan bantuan dua jari hingga merata. Tusuk-tusuk bagian dasar pai dengan garpu, lalu panggang dalam oven dengan suhu

panas 180°C selama 15 menit hingga setengah matang, lalu keluarkan dari dalam oven, dinginkan, sisihkan. ISI: tumis bawang bombai hingga harum, masukkan daging ikan salmon, aduk-aduk hingga rata dan berubah warna, tambahkan irisan daun seledri, tepung terigu, garam dan lada, aduk rata, tuang air jeruk dan susu cair, aduk rata, angkat dinginkan. - Masukkan telur, aduk rata, kemudian tuang adonan isi dalam loyang, ratakan. Panggang dalam oven dengan suhu 180°C selama 40 menit hingga matang, sajikan.

Bahan: 200 gr : pasta fusilli 1 kaleng : kacang merah, tiriskan, cuci bersih 1 buah : cabe habanero potong dadu 1 buah : paprika merah potong dadu kecil 1 buah : paprika hijau sedang potong dadu kecil 100 gr : lidah asap potong dadu 50 gr : jagung beku 100 gr : tomat ceri belah dua 50 ml : minyak zaitun 2 sdm : air jeruk lemon 1 sdt : bawang putih bubuk ¼ sdt : oregani Daun ketumbar cincang secukup­nya Garam secukupnya

Cara membuat: - Rebus pasta sampai matang atau sesuai dengan petunjuk, lalu tiriskan. - Siram dengan air dingin, lalu siapkan mangkuk besar untuk mencampur kacang merah dan cabe habanero serta potongan paprika merah dan hijau, jagung, irisan tomat, ceri dan lidah asap, aduk-aduk rata. Masukkan pasta

yang sudah dingin, aduk kembali. - Siapkan blender, masukkan daun ketumbar minyak zaitun, air jeruk lemon, bubuk bawang putih, garam dan oregano, blender sampai lembut dan halus, lalu siram ke atas campuran pasta dan bahan-bahan salad lainnya. Aduk hingga tercampur rata, lalu segera sajikan atau dinginkan dulu dalam lemari pendingin sebelum disajikan.


14

Jelita

Edisi 898/ 25 april - 1 MEI 2016

Tips Badan Sehat dan Indah Para pakar kesehtan menyatakan bahwa berbagai penyakit bisa menyerang dan yang terjadi pada siapa saja. Adanya penyakit sudah jelas akan menurunkan kualitas kesehtannya. Penyebabnya selama ini, sebagian besar berakar dari masalah pencernaan atau usus. Bahkan saat ini kanker usus menjadi penyebab kematian yang ke lima di dunia.

Bila anda mengalami kesemutan, rasa tebal, atau nyeri pada telapak dan jarijari tangan, dan bahkan mulai merasa lebih lemah ketika menggenggam berhatihatilah, mungkin saja anda mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS). CTS merupakan kumpulan tanda dan gejala yang diakibatkan oleh penekanan pada saraf medianus yang berjalan melalui terowongan carpal. Pasien biasanya akan mengalami gejala seperti di atas, sesuai dengan area yang dipersarafi oleh saraf medianus. CTS cukup sering dijumpai dalam praktik sehari-hari. Tim Miracle tampil berkebaya di Hari Kartini

Untuk Berat Badan Ideal Lebih lanjut Wulan mengatakan kalau produk Optrimax Plum yang setiap kemasan memiliki berat bersih 150 gram dan terdiri dari 10 buah plum yang telah dikeringkan secara maksimal, merupakan buah kering in.i selain mentralisir dan membersihakan usus dari racun juga dapat membantu kita mewujudkan tubuh lebih proporsional dengan berat badan yang ideal. Produk yang satu ini juga sangat kaya akan khasiat dan manfaat, diantaranya : l Mampu meningkatkan kesehatan organ pencernaan karena mengandung probiotik, yang merupakan bakteri baik dan bermanfaat untuk tubuh. lMeminimalisir persoalan terhadap kesehatan dan kecantikan dengan detoksifikasi yang efektif. Membantu meremajakan kulit karena di dalamnya terdapat kandungan antioksidan. lMenghasilkan tubuh proporsional dan berat badan ideal melalui langkah mudah dan sehat. lAktif menghambat penyerapan lemak ke dalam tubuh.

Edisi 898/ 25april - 1 MEI 2016

11

Carpal Tunnel Syndrome (CTS): Gejala Saraf Terjepit di Pergelangan Tangan Oleh: dr. Deddy Andaka, M.Biomed., Sp.S

P

encernaan atau usus bermasalah tentunya ini berhubungan dengan pola hidup, pola makan yang tidak sehat secara terus menerus, diantaranya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol hingga kurang tidur akibat senang begadang, yang semuanya cukup keras mempengaruhi kesehatan terutama di usus. Bukan hanya itu, yang menjadi pemicu menurunnya kesehatan, persoalan asupan makanan. Seseorang dengan asupan makanan yang Salah satu customer tidak bergizi tersebut yang terima hand bouquet memang sangatlah mudah mengakibatkan terkena penyakit di kemudian hari dan hal tersebut secara tidak sadar membuat tubuh menabung racun. Lantas apa yang harus di lakukan untuk membersihkan racun dalam tubuh tersebut? Pekan lalu Dian Wulansari salah seorang leader PT Best Word (BWL) di Bali, berbicara di depan puluhan bapak dan ibu serta remaja putri, di salah satu ruangan pertemuan di Hotel Aston di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Ia membagikan informasi yang menarik terkait tentang diet mudah dan sehat. Atau agar usus sehat dengan cara yang nikmat. Ia mengatakan ketika kondisi kesehatan menurun dan ingin menjaganya, secara umum kita dapat menanggulanginya dengan mengonsumsi banyak serat yang berasal dari sayuran, buah-buahan dan biji-bijian. Dan, saat ini kata Wulan, sudah ada solusinya yang lebih mudah, karena telah hadir produk berkualitas bernama Optrimax Plum Delite dan Optrimax Plum Jelly Delite. Pohonnya yang ditanam di Taiwan dengan grade terbaik ini, dapat membersihkan atau menjaga kesehatan usus dari penumpukan sisa makanan yang sudah lama membandel. Optrimax Plum ini, lanjutnya merupakan buah kering yang menjadi bagian dari rangkaian produk yang efektif menetralisir racun di dalam tubuh serta sekaligus dapat mengontrol berat badan. Produk yang satu ini terbukti aman sebab selain terbuat dari bahan alami, Optrimax Plum juga memiliki kinerja yang mampu mengoptimalkan seluruh proses dalam tubuh. Daniel Chang , general Manager PT BWL juga mengaskan bahwa Optrimax yang juga bagian dari produksi BWL yang berpusat di Singapura dan di Indonesia sudah berdiri sejak tahun 2006 ini, memang produk yang eksklusif dan bermanfaat bagi kesehatan. Karenanya, seseorang yang mengkonsumsi buah plum kering ini bisa memiliki kualitas kesehatan yang baik. Sedangkan , bagi mereka yang memiliki berat badan berlebihan, produk Optrimax Plum buah kering dapat pula dijadikan solusi yang ampuh untuk menetralisir racun dan mengurangi timbunan lemak dalam tubuh. Kita tidak perlu melakukan diet ketat karena Optrimax Plum yang akan membantu mengontrol berat badan kita. Jadi, siapapun tidak perlu sibuk melakukan ini- itu untuk menjaga berat badannya Cukup dengan mengonsumsi buah plum kering dan dilakukan secara rutin untuk memberikan hasil berupa tubuh sehat yang berkelanjutan. Dikatakannya pula bahwa Optrimax Plum buah kering, merupakan produk penetralisir racun yang terjamin alami dan berkualitas. Produk yang satu ini memiliki kandungan bermutu tinggi seperti buah plum kering, pu’er tea, teh hijau dan probiotik. Semua bahannya memiliki manfaat yang bagus terhadap tubuh. Buah plum kering juga dapat dijadikan kudapan lezat yang kaya akan serat dan rendah kalori serta tanpa lemak, sehingga dapat berperan aktif membersihkan usus. Hal ini terjadi karena buah plum mempunyai kandungan bahan alami yang dapat berfungsi merangsang pergerakan usus, dengan begitu semua kotoran atau racun dapat terdorong keluar dan tidak lagi menumpuk atau bahkan menjadi kerak di dinding usus. Sedangkan kandungan yang bernama Pu’er tea dan teh hijaunya, berfungsi untuk penghambat terserapnya lemak dan pembakar lemak yang efektif. Kemudian, unusr probiotik yang juga ada di dalamnya sangat berguna untuk membuat pencernaan berjalan baik. Kita juga tidak perlu khawatir mengenai legalitas produk optrimax plum ini karena sudah ada izin BPOM RI ML 857407001105.

Bugar

Namun, kata Wulansari untuk mendapatkan khasiat dan manfaat dari produk Optrimax Plum ini, kita sebaiknya mengikuti aturan cara mengonsumsinya yang benar yakni : lKonsumsi 1 buah kering optrimax plum setiap hari, sesudah makan malam selama 5 sampai 7 hari. lSetelahnya ingat minum air putih yang banyak. Lebih bagus lagi air hangat, guna membantu mengeluarkan sisa makanan di usus yang sudah tertimbun. Berikutnya a jika memang menginginkan mendapatkan hasil yang paling optimal, terutama bagi yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas . Biasanya setelah mengonsumsi Optrimax plum, beratnya badan akan berkurang. Ketika penurunan terjadi cukup banyak, terutama bagi mereka yang perutnya buncit agak keras, seringkali akan nampak bergelambir. Untuk mendapatkan kulit yang kekencangannya lebih baik dan sempurna atau tidak sam[pia bergelambir maka disarankan untuk melanjutkan dengan mengonsumsi Optrimax Jelly, dilakukan setelah makan pagi atau makan siang. Gunanya, kata Wulan untuk menahan lapar selanjutnya. Menjadi lebih baik lagi jika perut tersebut diolesi dengan Body Jell dan sebagai langkah terakhir yang memuaskan adalah tidak lupa menggunakan streples. – Sri Ardhini

Meski gejala biasanya terbatas pada daerah yang dipersarafi oleh saraf medianus, tidak jarang rasa nyeri dan kesemutan hanya pada pergelangan tangan, atau malah seluruh tangan. Gejala sensorik dapat menjalar sampai lengan bawah (di bawah siku). Gejala CTS biasanya memburuk pada malam hari dan sering membuat pasien terbangun dari tidur. Aktivitas yang memerlukan gerakan berulang-ulang pada tangan dan pergelangan tangan dapat memperberat gejala. Dengan mengibas-ngibaskan tangan, atau mengaliri tangan dengan air hangat dikatakan dapat mengurangi gejala CTS. Pemeriksaan pasien CTS Beberapa pemeriksaan perlu dilakukan untuk memperkuat dugaan CTS. Dari pemeriksaan fisik, perlu dinilai kekuatan otot-otot terutama pada jari-jari tangan.

Beberapa test seperti test Phalen dan Tinel dapat digunakan untuk memunculkan gejala CTS ini. Pemeriksaan elektrodiagnosis wajib dilakukan untuk memastikan CTS sekaligus untuk melihat seberapa kerusakan yang terjadi pada saraf. Hal ini penting untuk penanganan, maupun menyampaikan bagaimana proses penyembuhan CTS ini kedepannya (prognosis).

Penanganan CTS Ada beberapa pilihan yang tersedia untuk penanganan pasien dengan CTS, yang tergantung dari berat ringannya gangguan saraf yang terjadi. Untuk pasien CTS dengan gejala yang ringan sampai sedang, terapi konservatif (tanpa operasi) menjadi pilihan utama dengan tingkat keberhasilan yang bisa mencapai 93%. Terapi konservatif ini meliputi modifikasi aktivitas sehari-hari, pemasangan wrist splinting, obat-obatan, ultrasound, exercise, dan yoga. Kombinasi terapi dikatakan lebih efektif daripada hanya 1 modalitas terapi. Untuk pasien dengan gejala CTS yang sedang-berat dan menetap (mati rasa dan nyeri, fungsi dr. Deddy Andaka, M.Biomed., Sp.S tangan berkurang, atau otot-otot tangan mengecil), durasi gejala yang lama (lebih dari 6 bulan), dan dikonfirmasi dengan elektrodiagnostik ada gangguan pada saraf medianus disarankan untuk dilakukan pembedahan dekompresi. Pembedahan sebelum 6 bulan dimungkinkan pada pasien CTS yang tidak mengalami perbaikan dalam 6 minggu terapi konservatif, atau gejalanya sering kambuh setelah perbaikan awal dengan terapi konservatif. Ada beberapa parameter yang dapat digunakan untuk memprediksi kegagalan terapi konservatif, diantaranya gejala yang sudah lebih dari 10 bulan, usia lebih dari 50 tahun, kesemutan atau rasa nyeri yang menetap, gangguan diskriminasi 2 titik atau lebih dari 6 mm dari pemeriksaan sensorik, tanda Phalen yang positif kurang dari 30 detik, hasil pemeriksaan elektrodiagnostik yang menunjukkan pemanjangan latensi motorik dan sensorik. Seiring waktu, CTS dapat menimbulkan kerusakan saraf yang permanen, bahkan akan cenderung bertambah buruk bila dibiarkan (seperti: otot-otot tangan mengecil dan kekuatan menggenggam berkurang). Untuk itu, bila anda menemukan gelaja-gejala tersebut di atas segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.


10

Kreasi

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Style

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Koleksi Edisi Kartini Jangan Berhenti sampai di Sini Kreativitas tanpa Batas bersama Garuda Ting-Ting, TP PKK Denpasar, dan Tokoh

Tulola Jewellery, dikenal sebagai aksesoris unik yang desainnya mengangkat cerita dari sejarah dan eksplorasi keindahan budaya Indonesia. Belum lama ini Tulola meluncurkan koleksi khusus untuk edisi Kartini. Persembahan istimewa untuk perempuan Indonesia, yang merupakan kolaborasi Tulola dengan Maudy Koesnaedy.

Minggu (17/4), pukul 07.30, peserta lomba “Kreativitas tanpa Batas ­bersama Garuda Ting-Ting” sudah berdatangan ke Gedung P­ers Bali ­ K. Nadha, Denpasar. Mereka sangat antusias untuk berkreasi ­membuat ­tamiang berbahan dasar ental dan dihias bungkus Garuda Ting-Ting ­padahal acara lomba dimulai pukul 10.30.

Ny. Bintang Puspayoga dan Ny. Selly menyaksikan pembuatan tamiang

“K

ami datang lebih awal biar bisa melihat situasi. Sekalian melihat-lihat contoh tamiang yang sudah jadi,”ujar seorang ibu mewakili teman-temannya. Sambil berdiskusi tentang tamiang yang akan dibuat, mereka juga menyempatkan diri untuk berfoto di booth yang disiapkan Garuda Food. Lomba tamiang ini merupakan kerja sama Garuda Food bersama TP PKK Kota Denpasar dan Tabloid Tokoh. Lomba diikuti 43 grup yang masing-masing terdiri dari 3 orang. Mereka merupakan anggota PKK dan guru-guru PAUD yang berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Denpasar. Sebelum lomba, para peserta ini mendapat pelatihan dari Drs. I Wayan Sumatra, salah

seorang pakar pembuat tamiang. Dewi Lu, Brand Manager Garuda Ting-Ting mengatakan event ini merupakan bentuk kepedulian Garuda Ting-Ting dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus meminimalkan sampah plastik. Hal senada diungkapkan Arif Pujianto, Regional Sales & Operation PT Sinar Niaga Sejahtera (SNS) Bali Nusra. “Masyarakat Bali dikenal sebagai masyarakat yang seni dan religius. Melalui lomba tamiang ini, para ibu-ibu anggota PKK bisa berkreasi menghasilkan benda seni berbahan dasar bungkus Garuda Ting-Ting. Satu hal lagi, sudah banyak masyarakat yang menjadikan Garuda Ting-Ting sebagai rarapan. Ini menunjukkan masyarakat sudah mengenal Garuda Ting-Ting dan

Suasana lomba

Penampilan Sengap menghibur penonton

kini bungkusnya bisa dijadikan benda seni,”ujarnya. Arif pun berharap, melalui pelatihan yang sudah diberikan kemudian diadakan lomba, menjadi event yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kita jangan berhenti sampai di sini. Mari lanjutkan ke kegiatan lain yang bisa memberi manfaat bagi kita semua,” tegasnya. Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra di awal sambutannya mengungkapkan pernah memberi Garuda TingTing kepada mertuanya yang sudah berusia 82 tahun. ‘’Saya sampaikan ini bukan permen, ini snack. Ternyata mertua saya suka. Biasanya kalau tidak cocok, pasti terjadi masalah di tenggorokan. Beliau baik-baik saja. Artinya Garuda Ting-Ting ini cocok dikonsumsi dari anak-anak hingga lanjut usia,”ujarnya disambut applaus dari peserta. Melalui sinergi antara TP PKK Denpasar, Garuda Food, dan Tabloid Tokoh ini, Ny. Selly berharap bisa mendukung program kampanye Denpasar sehat dan bersih. Melalui pemanfaatan bungkus Garuda Ting-Ting ini, bisa meminimalkan sampah plastik. “Selain hidup bersih dan sehat, tamiang kreasi juga bisa dimanfaatkan untuk di rumah,” ujarnya. Dalam lomba yang ditandai dengan pemukulan kulkul ini, para

K

artini adalah perempuan tangguh, salah satu simbol perubahan, harapan dan keteguhan. Sebuah simbol perubahan “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Menurut

Happy Salma , Maudy bisa mewakili perempuan Indonesia masa kini yang konsisten dengan karier namun tetap mengedepankan kodratnya sebagai ibu, serupa dengan apa yang menjadi simbol perjuangan Kartini.

Tulola, yang dikelola oleh Happy Salma dan sahabatnya Sri Luce Rusna ini didesain untuk kalangan menengah ke atas, dengan harga mulai Rp 400 ribu sampai puluhan juta, tergantung materialnya. Ada solid gold dan bahan silver diberi lapisan gold platted. Meski berbasis di Bali, namun ide desain Tulola tidak hanya dari Bali , namun juga kekayaan budaya Indonesia lainnya. Berikut beberapa desain Tulola yang seni dan ekskluif, karena satu desain hanya dibuat satu item. Selain itu Tulola juga memberikan jaminan 2 tahun untuk kualitas produknya. – Sri Ardhini

Tim juri menilai karya peserta lomba tamiang

peserta diberi waktu 90 menit untuk berkreasi. Juri terdiri dari Ny. IA Selly, Dewi Lu, dan Wayan Sumatra. Tamiang yang dibuat berdiame ter 50 cm dengan bahan dasar tamiang serta menggunakan hiasan dari bungkus Garuda TingTing. Lomba ini menjadi istimewa dengan kehadiran Ny. Bintang Puspayoga, istri Menteri Koperasi dan UMK RI. Perempuan yang juga Ketua WHDI Provinsi Bali ini bersama para juri, Wakil Dek Mani dan Amri memainkan rindik untuk menghibur peserta lomba Ketua TP PKK Denpasar Ny. Sagung Antari Jayanegara belum tahu apa yang mau dibuat, dan Ny. Sri Utari Satria Naradha ukuran bahan juga beda-beda. Saat serta tim Garuda Food berkeliling lomba, peserta sudah membagi areal lomba untuk melihat proses tugas. Ada yang memotong, ada pengerjaan tamiang. Mereka kagum yang menempel, semua punya tugas dengan kreasi taming yang dibuat masing-masing. Hasilnya pun bagusanggota PKK se-Kota Denpasar bagus,” ujar pria yang juga piawai ini. Acara yang dipandu Karang dan membuat gebogan ini. Veve ini juga menjadi ajang selfie Dari hasil penilaian juri, juara peserta lomba dengan Ny. Bintang I diraih grup 35 (Kelurahan SumPuspayoga. erta) yang berhak mendapat piala, “Kami khusus beli gunting yang bingkisan, dan uang tunai Rp 2 juta, bisa dipakai untuk memotong plas- juara IIgrup 34 (Kelurahan Penatih) tik agar bergerigi. Lebih praktis dan yang berhak mendapatkan piala, rapi,” ujar peserta dari grup 30 yang bingkisan, dan uang tunai Rp 1,5 berasal dari Kelurahan Peguyangan. juta, juara III grup 16 (TK Denpasar Di sebelah grup 30, ada grup 31 Timur) yang berhak mendapatkan yang membuat hiasan burung Garu- piala, bingkisan, dan uang tunai Rp da. Inspirasinya dari tipat dampulan. 1 juta. Harapan I diraih grup 10 (TK “Kami pilih bagian yang tebal, lalu Denpasar Timur), Harapan II grup dijadikan burung Garuda,” ungkap 7 (Kelurahan Kesiman), dan harapeserta dari grup 31. pan IIIgrup 1 (Kelurahan Ubung) Menurut Sumatra, peserta lom- yang mendapatkan piala, bingkisan, ba sudah mempersiapkan diri den- dan uang tunai masing-masing Rp gan baik. “Waktu pelatihan, mereka 500 ribu. –Ngurah Budi

Pemenang foto bersama di panggung

Sri Luce Rusna, Maudy Koesnaedi dan Happy Salma

15


16

Dara

Edisi 898/ 25 april - 1 MEI 2016

Bayu Jaya

Seminar SOUL Parenting Seminar SOUL Parenting berlangsung Kamis (21/4) di sebuah hotel di Denpasar. Acara yang dikemas dalam bentuk Seminar 3 Jam dengan narasumber Bunda Arsaningsih, Founders Yayasan Cahaya Cinta Kasih, Pencipta Metode SOUL (Spirit of Universal Life), serta Pencipta Senam Hamil Yophytta (Yoga, Pilates, Tai Chi dan Affirmasi) ini, dihadiri 120 peserta. Seminar ini rupanya menarik minat dari berbagai tingkat usia, baik para orangtua, calon orangtua, bahkan peserta muda yang belum menikah, yang ingin mengetahui lebih dalam tentang pengetahuan seputar menjadi orangtua yang baik.

S

ebagai pencipta senam hamil Yophytta, Bunda mengatakan bahwa ketika janin di dalam kandungan ibu yang penuh dengan cinta, serta ayah yang turut menjaga perasaan ibu agar selalu bahagia, akan menghasilkan anak dengan karakter yang baik. Demikian juga sebaliknya, apabila saat janin berada dalam kandungan ibu yang memiliki penolakan atas kehamilannya, kecewa, sakit hati dan marah, maka hal ini akan membentuk karakter bawaan anak ketika dilahirkan nanti. Karakter anak sudah terbentuk sejak dalam kandungan.

Jaga Bahasa Bali dengan “Jaga Baline” Memiliki hobi tentu tidak cukup hanya ­untuk memenuhi kesenangan terhadap se­ suatu. Lebih dari itu hobi yang baik adalah yang dapat bermaanfaat minimal untuk diri sendiri bahkan orang lain. Selain bermanfaat tentu sebuah hobi akan sangat dirasakan jika sudah mampu mengaplikasikannya ke dalam sebuah karya. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Komang Bayu Sutawijaya.

Peserta sebanyak 120 orang mengikuti acara SOUL Parenting

Bunda Arsaningsih selaku pakar SOUL Reflection mengatakan bahwa “Para orangtua zaman dahulu sebenarnya sudah mengetahui bagaimana sebaiknya seorang ibu hamil menjaga pikiran dan tingkah lakunya, namun mereka tidak tahu apa hubungan hal itu terhadap tumbuh kembang janin”. Melalui workshop Soul Parenting ini, Bunda mengajak para orangtua memahami apa sesungguhnya peran mereka terhadap pembentukan karakter anak. Selama ini begitu banyak buku tentang parenting dengan beragam teori dan sudut pandang, tetapi itu hanya sebuah teori bila tanpa diikuti pemahaman yang dalam. Metode SOUL menawarkan pemahaman yang sederhana tetapi mampu mengubah pola pikir atau sudut pandang melalui pemahaman energi. Peserta diajak untuk menyadari dan men-“delete” hal-hal negatif yang telah mereka kirimkan kepada anak sejak

Salah satu peserta ibu hamil yang diajak menerima kehamilannya dengan berpikir positif

Bunda Arsaningsih sebagai narasumber Seminar SOUL Parenting

dari dalam kandungan hingga saat ini, sehingga kualitas hubungan dengan sang buah hati dapat menjadi lebih baik. Bunda Arsaningsih telah menyenamkan lebih dari 25.000 ibu hamil dengan metode senam hamil Yophytta. Metode ini telah diteliti oleh Prof. Dr. Budi Santoso, dokter SPOG (K) dari salah satu Rumah Sakit di Surabaya. Hasil riset mengatakan bahwa ibu hamil yang mengelola pola pikirnyauntuk terus positif selama kehamilan dapat melahirkan anak-anak yang sehat, cerdas dan mudah untuk diarahkan. Selain itu lingkungan berpengaruh terhadap pertumbuhan karakter anak. Orangtua sebaiknya memberikan informasi dengan jujur dan menyiapkan mental mereka. Anak-anak diajarkan untuk mengetahui sopan santun, dan mengetahui mana yang benar dan yang salah. Jadilah orangtua yang bijaksana, belajarlah dari pengalaman orang lain.

Edisi 898/25 april - 1 MEI 2016

M

elalui sebuah lagu, Bayu Jaya nama pendeknya, menyalurkan hobi sekaligus bakat yang dimiliki sejak masih duduk di bangku SMA. Namun, ketika itu tidak banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyalurkan hobinya. Banyak kendala yang ia rasakan dalam mewujudkan impiannya

Seorang ibu melepas kecemasan yang dikirim kepada anaknya

Pertanyaan seputar masalah Parenting dari peserta

Dalam acara ini Bunda Arsaningsih memberikan sesi pemurnian untuk men-“delete” yang bertujuan untuk melepaskan semua pikiran, perasaan dan emosi negatif yang dikirimkan orangtua kepada anak sejak anak dalam kandungan hingga saat ini. Peserta merasakan kelegaan yang luar biasa setelah melepaskan beban negatif yang selama ini terpendam di dalam diri. Selain Workshop Soul Parenting, Metode SOUL juga diajarkan pada berbagai macam workshop seperti Soul Reflection, Soul Meter, Soul Kids and Teenagers, Soul for Corporate, Soul for Business, Soul for Health dan pelayanan umum lainnya. Untuk jadwal workshop terdekat dapat menghubungi: Soul Office, Jalan Gunung Sanghyang 118 D lantai 2 Denpasar-Bali, (0361) 419347, +62 85101463858 (Gede Arda) +62 81239654188 (Iin),www. soultc.com. –ten

Antusias peserta Seminar selama acara berangsung

menjadi seorang penyanyi, salah satunya adalah biaya. Kendati belum memiliki biaya, pria yang berasal dari Desa Menyali ini begitu giat menulis lagu. Hingga akhirnya ketika masuk di bangku perkuliahan, ia memulai melebarkan bakatnya dalam dunia tarik suara. Bermodal pengalaman manggung dari sekolah ke sekolah, pria kelahiran 3 Januari 1995

masuk dapur rekaman. Bayu Jaya yang mengambil aliran pop Bali ingin menyampaikan pesan moral melalui lagu “Jaga Baline”. “Isinya mengajak masyarakat untuk menjaga budaya Bali,” ungkapnya. Memilih menyanyikan lagu dengan bahasa Bali, bagi mahasiswa jurusan manajemen Undiksha Singaraja ini bukan tanpa alasan. Ia mengaku jika saat ini remaja khususnya yang ada di Buleleng begitu enggan menggunakan bahasa Bali dalam pergaulan maka melalui lagu diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan dan rasa memiliki terhadap budaya dan bahasa Bali. “Masyarakat lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Meskipun ingin melestarikan bahasa Bali, tetapi ia juga merilis satu lagu menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini ia lakukan untuk memberikan nuansa dalam karya-

karyanya. Banyaknya bandband maupun penyanyi Bali yang memiliki visi sama yaitu ingin melestarikan bahasa Bali tidak membuat Bayu Jaya merasa tersaingi. “ T i d a k a d a p e rsaingan justru kami punya tujuan yang sama, dan mereka juga ikut berpartisipasi dalam menjaga bahasa Bali,” tambahnya. Mengenai promosi ia hanya mengandalkan radio dan media sosial. Kedua media tersebut dirasa sangat ampuh sebagai media promosi. Merampungkan Komang Bayu Sutawijaya empat lagu yang sudah direkam, Bayu Jaya tidak menampik jika diperbaiki lagi,” imbuhnya. Menjadi penyanyi solo burespons yang diterima dari masyarakat pendengar ber- kanlah tujuan akhir dari seorang macam-macam. “Tanggapannya Bayu Jaya. Keinginannya untuk beragam, ada yang memuji ada membentuk sebuah band sampai yang memberikan masukan, saat ini belum kesampaian. “Kadan memang benar masukan- lau punya band kan berbanyak nya cukup baik,” tambahnya. jadi bisa sharing buat cari ideMahasiswa semester enam ide,” tandasnya. Saat ini ia sedang ini juga mengakui jika dalam fokus mencari orang yang bisa berproses, karyanya memang mengisi posisi bass dan drum. belum bisa dikatakan sempurna. Ia merasa kesulitan untuk meMasukan-masukan yang sifatnya nemukan orang-orang tersebut. membangun akan dijadikan “Ya terkendala kesibukan, dan bahan evaluasi diri. “Ada lagu hal tersebut pasti akan berpenyang nadanya kerendahan dan garuh terhadap kekompakan,” memang kurang sreg, nanti akan imbuhnya. -Wiwin

IBU JERO GROUP BERBAGI

Dewa Putu Suyasa saat menyerahkan sumbangan

Bulan April 2016, segenap staff dan pimpinan PT. IBU JERO mengadakan acara melukat di Tirtagangga sekaligus berkunjung ke Panti Asuhan Yasa Kerthi di Karangasem. Tirtayatra, melukat dan berkunjung ke panti asuhan merupakan kegiatan rutin PT. IBU JERO. Acara yang diikuti oleh jajaran Direktur, manajer dan semua staff PT. IBU JERO ini mengambil tema, “Melukat dan Berbagi Ceria” Tema ini diangkat dengan maksud ketika berkunjung dan memberikan sumbangan ke panti asuhan, dijauhkan dari rasa sombong dan ria serta tidak untuk bermaksud mening­ gikan diri tetapi memberikan dengan ikhlas sebagai rasa cinta kepada sesama.

Rombongan yang berjumlah 37 orang ini berangkat dari Denpasar pukul 08.00 dengan menggunakan 5 mobil ini. Rombongan tiba di Tirtagangga pukul 10.30, dilanjutakan dengan acara melukat bersama. Setelah acara melukat dilanjutkan berkunjung ke Yayasan Yasa Kerthi Karang­ asem, sebuah yayasan yang mengelola panti asuhan, dengan 35 anak asuh. Dalam sambutan­nya, Sekretaris Yayasan Gede Redita mengucapkan rasa syukur dan teri­ maksih kepada PT. IBU JERO karena ini kedua kalinya PT. IBU JERO berkunjung ke panti asuhan ini. Ia pun mengharapkan agar tim PT. IBU JERO dapat memberikan motivasi dan rasa percaya diri dan semangat kepada anak anak di panti ini untuk meraih cita -cita yang mereka inginkan. Dewa Putu Suyasa, S.Pd selaku Direktur yang memimpin langsung rombongan mem­ berikan banyak motivasi dan pengarahan ke­ pada anak anak panti agar terus bersemangat dan pantang menyerah dalam mengejar cita cita. “Kami siap menampung mereka apabila ada yang menginginkan bekerja setelah lulus SLTA,” ujarnya. Acara juga dimeriahkan dengan per­ mainan menarik yang dipandu oleh tim PT. IBU JERO. segenap staff dan anak anak panti berbaur bersama larut dalam kegembiraan yang penuh persaudaraan. Acara ditutup dengan doa bersama di­ lanjutkan makan bersama, “Sampai jumpa lagi saudara-saudaraku di Panti Asuhan Yasa Kerthi Karangasem, suatu saat nanti kita akan bertemu lagi,” ujar Dewa Putu Suyasa mengakhiri kunjungan.

Foto bersama keluarga besar Panti Asuhan Yasa Kerthi

9

SATYAGRAHA – Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Usai Menerima Petinggi Bali Peace Park Foundation danYayasan terkait Bom Bali

WEDAKARNA DUKUNG PENDIRIAN MONUMEN BALI PEACE PARK DI KUTA Diplomasi sosok tokoh muda Hindu Indonesia dan dukungan solidaritas internasional yakni Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III kembali ditunjukkan saat menerima rombongan Bali Peace Park Foundation asal Australia dan penggiat aktivis korban Bom Bali di Istana Mancawarna Tampaksiring. Salah satu agenda penting yang dibahas adalah rencana pendirian Monumen Bali Peace Park di bekas lokasi Bom Bali I di eks Sari Club Kuta. Sejumlah kendala pun disampaikan oleh pengurus, termasuk pembebasan tanah. Maka dari itu, Gusti Wedakarna yang juga senator termuda di Bali ini memberikan sejumlah nasihat di istana. “Bom Bali I sudah hampir 14 tahun terjadi. Tapi cita–cita mulia dari warga korban Bom Bali I untuk mendirikan Monumen Bom Bali belum terwujud juga. Saya kira harus diperlukan sinergi yang luar biasa untuk mewujudkan hal ini, termasuk komitmen dari pihak pemilik tanah agar berkenan tanahnya dibebaskan untuk Bali. Saya dengar, pemerintah sudah mengeluarkan aturan bahwa bekas tanah tersebut tidak diperbolehkan untuk membangunan usaha kembali. Jadi mau tidak mau ya harus dijadikan fasilitas umum,” ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun mengingatkan warga Bali khususnya umat Hindu bahwa tidak semua pendatang yang ada di Bali ini benar–benar berniat baik, dan sikap waspada serta selektif terhadap pendatang adalah sebuah kewajiban.

“Nanti pada masa yang tepat, Bali harus mengatur pendatang di Bali. Jika Jakarta bisa, Aceh bisa dan Papua bisa, kenapa Bali tidak bisa ? Mengatur pendatang bukan berarti rasis atau anti NKRI, justru Bali yang dijiwai oleh nilai budaya Hindu dan umat Hindu sebagai mayoritaslah yang harus dijaga oleh negara. Walau minoritas di Indonesia, tapi Bali kan bagian NKRI juga. Saya percaya bahwa terorisme tidak terkait dengan agama tertentu, tapi kenyataannya pelaku teror itu selalu menghubungkan Bali dengan alasan jihad, kafir, dan musyrik. Ini yang harus diluruskan. Makanya saya dukung revisi UU Terorisme itu, karena Bali adalah korban dari kelompok mbalelo ini. Saya meminta dukungan Australia juga dalam hal kontra teroritasme ini karena banyak warga Australia yang jadi korban,”ungkap Gusti Wedakarna. Ia juga mengucapkan terimakasih pada Bali Peace Park Foundation, yang nantinya akan membantu monumen ini. “Kita fokus agar tanah bisa dibebaskan. Saya ada masukan agar layout dan rancangan gambar disempurnakan. Jangan terlalu minimalis, pakai sedikit arsitektur Bali tapi terbuka dengan rancangan dari berbagai bangsa. Silakan,” ungkap Gusti Wedakarna. Sebagai wujud keseriusannya, Senator DPD RI mengeluarkan Surat Rekomendasi Nomor: 01102014 / 211 – B.65 / DPD-MPR RI / Bali / XII / 2015 tentang Dukungan Pembentukan Taman Perdamaian Bali Yayasan Bali Peace Park Association di Kuta. -hms


8

Bunda & Ananda

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Periksa Kelainan Jantung Anak dengan Ekokardiografi Bagi orangtua yang anaknya memiliki kelainan jantung, tentu ada keresahan yang mendalam. Namun, orangtua tidak boleh berdiam diri. Harus mencari solusi dengan konsultasi ke ahlinya. Hal ini dialami Ayu Sulistyowati.

“A

nak saya, Bisma lahir lebih cepat 20 hari dari perkiraan. Ia harus dilahirkan dengan sesar karena saya eklamsia. Setelah lahir, Bisma kesulitan bernafas seperti orang tenggelam. Akhirnya dimasukkan ke inkubator,” ujar ibu tiga putra ini. Dokter yang memeriksa menduga ada kelainan di paru-paru. Karena itu, perlu dilakukan rontgen. Namun, pemeriksaan rontgen untuk anak-anak ini harus memenuhi beberapa persyaratan termasuk kondisi fisik. Hasil rontgen menunjukkan ada pembuluh darah yang seharusnya menutup otomatis setelah janin keluar dari rahim. Namun, salah satu pembuluh darah Bisma itu tidak menutup. Darah pun memenuhi jantung dan mempengaruhi paru-paru. “Pembuluh darah ini harus segera ditutup. Dokter spesialis jantung anak yang menangani memberi obat dengan dosis tertentu dan tidak boleh salah. Ternyata setelah tiga hari, pembuluh darah itu bisa tertutup dan tidak perlu operasi. Selanjutnya dilakukan penanganan untuk membersihkan jantung dan darah,” ungkap Ayu yang pasrah dengan kondisi anaknya namun tetap tegar untuk mencari solusi. Ia menambahkan, saat USG tidak ada tanda-tanda kelainan pada janinnya. Bagi Ayu, dukungan orangtua dan dokter serta perawat sangat penting. Jangan berkutat dengan pertanyaan mengapa bisa begitu. Yang terpenting adalah solusi. “Saya berusaha kuat dan tidak menangis ketika menengok Bisma di inkubator. Saya kasih belaian lembut dan ajak ngobrol. Satu lagi berikan ASI yang banyak. Usia Bisma sekarang 18 bulan dan dinyata sehat,” ujarnya. Menurut Ni Putu Veny Kartika Yantie, MD, MSc kejadiaan penyakit jantung bawaan pada bayi baru lahir dan anak akhir-akhir ini makin meningkat. Hal ini disebabkan oleh karena makin pesatnya ilmu di bidang kedokteran dan kemajuan alat medis, sehingga penyakit jantung bawaan yang dahulu sulit atau tidak terdeteksi saat ini dapat diketahui lebih dini. “Secara umum, penyakit jantung bawaan dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu penyakit jantung bawaan sianotik (biru) dan penyakit jantung bawaan asianotik (tidak biru). Salah satu pemeriksaan yang dapat mendeteksi adanya penyakit jantung bawaan ini adalah pemeriksaan ekokardiografi,” ujar dokter anak spesialis jantung anak yang praktik di RS Sanglah dan RSIA Puri Bunda ini. Pemeriksaan ekokardiografi merupakan pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk memberikan gambaran jantung. Pemeriksaan ini pada prinsipnya sama dengan pemeriksaan USG (ultrasonografi) sehingga dengan kata lain dapat

dikatakan sebagai pemeriksaan USG jantung. Pemeriksaan ini hampir sama dengan pemeriksaan USG pada ibu hamil, namun terdapat perbedaan frekuensi dari gelombang suara yang digunakan karena terdapat perbedaan ketebalan otot dinding perut dan rahim dengan otot dinding dada. TANPA RASA NYERI “Gelombang suara yang dipancarkan oleh alat yang disebut dengan transducer (alat yang ditempelkan di dada) akan menghasilkan pantulan gelombang (echo) yang akan diterima kembali oleh alat tersebut dan diubah menjadi gambar yang dapat dilihat di layar monitor. Sebelum pemeriksaan ekokardiografi ini, dokter akan menaruh gel di atas dada pasien atau di alat yang akan ditempelkan ke dada pasien. Gel ini tidak berbahaya dan berfungsi untuk memberikan perlekatan yang baik antara transducer dengan permukaan kulit pasien. Setelah pemeriksaan, gel ini dapat dihapus dengan tisu tanpa meninggalkan bekas pada kulit pasien,” ujar dokter yang memiliki satu putri ini, Ni Putu Cahaya Awani Kasih. Pemeriksaan ekokardiografi dapat digunakan untuk menilai gambaran struktur jantung dan pembuluh darah besar; mendiagnosis penyakit jantung bawaan (kongenital), mendeteksi kelainan katup jantung (seperti adanya penyempitan katup, kebocoran katup, perlekatan katub), membantu dokter dalam menilai kemampuan gerak otot-otot dinding jantung, pembengkakan atau penebalan otot jantung, serta melihat adanya massa tumor, vegetasi atau cairan di selaput pembungkus jantung. Keuntungan dari pemeriksaan ekokardiografi adalah dapat memberikan gambaran mengenai struktur jantung dan pembuluh darah tanpa memberikan rasa nyeri pada pasien. Keuntungan lainnya adalah pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara sehingga tidak ada risiko akibat paparan radiasi yang akan diterima pasien. Waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan ini berkisar antara 20 sampai 40 menit dan tidak dibutuhkan persiapan khusus sebelum pemeriksaan ini. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah pasien harus tetap tenang selama pemeriksaan berlangsung sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal. Oleh karena itu sangatlah penting untuk memberikan kenyamanan pada pasien, terutama pasien bayi atau anak kecil. Pada pasien bayi, orangtua dapat menggendong di pangkuan dan memberikan empeng atau dot agar bayi tidak menangis selama pemeriksaan berlangsung. “Pemeriksaan ekokardiografi sangat berguna untuk mengetahui adanya kelainan atau penyakit jantung bawaan pada anak. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter anak konsultan jantung untuk mengetahui

adanya penyakit jantung bawaan sehingga dapat menentukan langkah penanganan selanjutnya yang sesuai. Guna meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, kini RSIA Puri Bunda menyediakan pemeriksaan ini dengan harga terjangkau,” ujar perempuan kelahiran Tabanan, 13 Februari 1982 ini. –Ngurah Budi

Dokter Veny

Mendongeng Lima Menit

juru pencar

Pagi-pagi benar seorang juru pencar menangkap ikan di laut. Itulah pekerjaannya setiap hari untuk menghidupi keluarganya yang miskin. Sebelum menebarkan pencarnya, Made Taro ia berdoa agar menemukan banyak ikan. Benar sekali! Ia melihat segerombolan ikan! Ia lemparkan pencarnya, lalu menariknya dengan semangat. Namun malang tak dapat ditolak. Pencar yang berat itu penuh onggokan sampah. Ia berdoa untuk kedua kali. Ia membayangkan akan menangkap banyak ikan. Ia menjual ikanikan itu ke pasar, lalu dengan sedikit uang ia akan membeli sekilo beras. Benar sekali! Itu dia ikan yang banyak! Ia tebarkan pencarnya, lalu segera menggulungnya. Sekali lagi ia kecewa. Yang tertangkap adalah bangkai-bangkai tikus. Ia berdoa untuk ketiga kalinya. “Beruntung benar!” bisiknya. Di depan matanya ia melihat segerombolan ikan seolah-olah menantangnya. Ia tebarkan pencarnya, ia tarik dan ia gulung. Sial lagi, sial lagi! Pencar yang berat itu hanya berhasil mengumpulkan barang-barang bekas dari plastik, seperti pembungkus, botol, galon, ember, dan lain-lainnya. Sambil mengomel ia lemparkan barang-barang plastik itu ke pantai. Namun setelah mendengar suara gemerincing ia mulai tertarik. Suara itu berasal dari sebuah botol kaca yang tertutup rapat. Ia buka tutup yang berkarat itu sekuat-kuatnya. Plak! Tiba-tiba dari dalamnya menyembur asap, makin lama makin membesar, bergulung-gulung dan membubung ke atas. Apa itu? Asap itu menebal lalu menjelma

menjadi raksasa yang menyeramkan. “Ha, ha, ha…! Hai, Manusia!” teriak makhluk aneh itu memekakkan telinga. “Terimakasih! Kau telah mengembalikan aku ke bentuk semula. Aku adalah raksasa sakti dan kuat. Ketika aku menculik putri raja, aku dikeroyok, ditangkap dan disihir, lalu dipenjarakan ke dalam botol yang tertutup. Kemudian membuang botol itu ke tengah laut. Seratus tahun aku berdoa, dan berjanji, barang siapa yang dapat menyelamatkanku, akan kuhadiahkan semua kekayaanku. Sampai dua ratus tahun, tak seorang pun yang mau menolongku. Akhirnya aku bersumpah, barang siapa yang menyelamatkanku, akan kubunuh dengan mencekik lehernya. Nah, kaulah yang menjadi korban sumpahku!” Raksasa besar itu menangkap sang juru pencar lalu mencekik lehernya. Nelayan yang ketakutan itu pingsan. Setelah siuman ia memberanikan diri berkata, “Bukankah aku yang menyelamatkanmu? Mengapa sampai hati kau membunuhku?” “Benar katamu! Tapi demikianlah sumpahku! Sebagai balas jasa, kau kuberi hadiah, yakni boleh memilih cara mati yang lain.” Juru pencar itu merasa diolok-olok. Bagaimanapun juga ia pasti mati. Sambil berpikir lalu ia berkata, “Akan kuminta cara mati yang lain, tetapi permintaanku itu akan kukatakan setelah kau berada kembali di dalam botol.” Raksasa sakti itu amat senang. Ia merubah dirinya menjadi asap lalu masuk kembali ke dalam botol. Juru pencar yang berakal itu segera menutup botol itu kuat-kuat, lalu membuangnya jauh-jauh ke tengah laut. Ia tidak lagi menebarkan pencarnya untuk keempat kali. Ia kumpulkan barang-barang plastik itu lalu menjualnya ke bank sampah. Cukup untuk satu kilo gram beras.

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

17

Perempuan Sarinah dan KLIK Sarinah PDI Perjuangan Provinsi Bali Maju Bersama-sama Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Hari Kartini, 21 April, Kamis lalu, menjadi momen yang sangat spesial bagi PDI Perjuangan Provinsi Bali. Selain diisi dengan peringatan Hari ­Kartini, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati ­Soekarnoputri berkenan hadir dan mengukuhkan Perempuan ­Sarinah dan melantik Kader Peduli Kese­hatan (KLIK) Sarinah PDI Perjuangan Provinsi Bali.

I

de peringatan Hari Kartini dan Pengukuh­ an Perempuan Sari­ nah dan Kader Peduli Kesehatan (KLIK) Sarinah PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, merupakan ide dari Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi, Prananda Prabowo. Sarinah PDI Perjuangan ter­ gabung dalam tiga pilar yakni istri pengurus, istri legislatif, dan istri eksekutif. Sarinah adalah nama pengasuh Bung Karno. Ia memberikan kasih sayang kepada Bung Karno walaupun hanya seorang peng­ asuh (inang). Ia mengajarkan etika, karakter yang baik, dan melayani dengan penuh kasih

sayang. Dengan pengukuhan ini, diharapkan para parem­ puan Sarinah PDI Perjuangan Bali mempunyai kepekaan, kepedulian, dan keterlibatan terhadap perjuangan partai. Hal ini sejalan dengan pemikiran Bung Karno yang menyatakan, perempuan pun insan yang bisa berkarya. Peran perem­ puan dalam menyokong ke­ hidupan keluarga khususnya, masyarakat dan negara pada umumnya sangat dirasakan. Bung Karno juga ingin meng­ ajak seluruh perempuan In­ donesia khususnya pada masa Indonesia menghirup udara kemerdekaan, untuk bersamasama bahu-membahu memba­

ngun dan mengisi kemerdeka­ an dengan karya-karya terbaik dari laki-laki dan perempuan sebagai anak negeri. Ketua Umum PDI Perjuang­ an Megawati Soekarnoputri mengungkapkan kekaguman­ nya langsung kepada perem­ puan Sarinah PDI Perjuangan Bali, dengan balutan busana tradisional khas Bali, me­reka terlihat sangat anggun. Ia berharap, perem­ puan juga harus aktif, jangan ha­ nya berada di be­ lakang layar. Posisi perempuan tidak lagi di belakang tapi sudah sejajar, tapi perempuan juga harus ingat intropeksi, tetap mengasah diri. Para istri selain mendukung kiprah suami, juga turut berperan lebih da­ lam partai. Perem­ puan harus berani tampil, terutama dalam kancah poli­ tik. Apalagi, pemi­ lih lebih ba­nyak perempuan, saat­ nya perempuan untuk tampil ber­

IKRAR PEREMPUAN SARINAH PDI PERJUANGAN PROVINSI BALI Kami, Perempuan Sarinah PDI Perjuangan Bali sepakat untuk meneruskan cita-cita Kartini dan menjalankan amanat Bung Karno tentang perjuangan perempuan, dan dengan ini me­ nyatakan: Berjuang bersama partai memberan­ tas kemiskinan, memajukan kesejahteraan masyarakat, demi kemuliaan tanah tumpah darah Indonesia. Berbakti, menjalankan kewajiban-kewajiban­ nya dan turut serta membangun bangsa demi mewujudkan Indonesia Raya. Bertekad menghapus segala bentuk diskrimi­ nasi terhadap perempuan baik dalam peraturan

maupun dalam praktik sehari-hari, serta ikut serta membangun budaya yang adil. Berjuang mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Bekerja bergotong-royong meciptakan ling­ kungan yang bersih serta perikehidupan sosial yang sehat bagi keluarga. Berjuang mewujudkan keluarga yang sehat dan cerdas, meningkatkan kesehatan ibu dan mempertinggi kualitas gizi anak. Bergiat di lapangan ekonomi, sosial, dan kebudayaan demi kemajuan perempuan di se­ gala bidang yaitu: pendidikan, pekerjaan, dan kepemimpinan di masyarakat.

sama-sama untuk membesar­ kan partai. Wakil Ketua Bidang Perem­ puan, Kesehatan, dan Anak, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Ni Made Rahayuni sa­ngat bangga dengan pengukuh­ an Perempuan Sarinah PDI Perjuangan ini, karena sudah saatnya perempuan bisa seja­ jar dengan laki-laki dan bisa berkiprah dalam berbagai bi­ dang, terutama politik. “Asal perempuan bisa mengatur waktu, tentu suami akan men­ dukung istrinya berpolitik,” kata Rahayuni. Sementara, istri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster berharap, dengan pengukuhan Perempuan Sarinah PDI Perjuangan dan KLIK Sarinah PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, merupakan angin segar untuk menghad­ irkan senyuman di samping para politisi. Dengan balutan “jubah” Sarinah ia berharap, para perempuan dapat menjadikan­ nya sebagai ajang kebersamaan dan ada rasa tanggungjawab. “Ibarat sebuah perahu, kami men­d ayung bersama-sama, seirama untuk berperanserta membesarkan partai. Dengan se­ nyuman yang mengembang kami ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Perempuan itu simbol kasih sayang. Seperti di­

sebutkan di sloka Agama Hindu, dimana perempuan dihormati, dewa-dewi akan tersenyum, dan di sanalah letak kebahagiaan,” ujarnya. Setelah acara pengukuhan, dilanjutkan pembacaan ikrar Perempuan Sarinah PDI Per­ juangan Provinsi Bali oleh Ny. Putri Suastini Koster. Hari Kartini menjadi mo­ mentum yang sangat tepat untuk memulai suatu per­ juangan dengan karya nyata. Sebagai langkah pertama, diisi dengan pembekalan materi kesehatan lingkungan bebas nyamuk demam berdarah ke­ pada Kader Peduli Kesehatan (KLIK) Sarinah PDI Perjuang­ an Provinsi Bali dari Dinas Kesehat­an Provinsi Bali. Gebrakan dilanjutkan pada tanggal 22 April, Kader Peduli Kesehatan Sarinah secara se­ rentak melaksanakan donor darah di seluruh kabupaten/ kota se-Bali dengan target 1700 kantong darah dengan perincian sbb: Denpasar 200 kantong darah, Badung 200 kantong darah, Gianyar 100 kantong darah, Tabanan 250 kantong darah, Klungkung 200 kantong darah, Bangli 100 kantong darah, Jembrana 250 kantong darah, Buleleng 300 kantong darah, Karangasem 100 kantong darah. –ast

Pengukuhan Perempuan Sarinah PDI Perjuangan Provinsi Bali oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri disaksikan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster


18

Life

Edisi 898/ 25 april - 1 MEI 2016

Pecalang harus Bawa Keris Masih dalam rangkaian HUT Kota Singaraja yang Ke-412, Pemkab Buleleng atas prakarsa Denpost, Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Buleleng, dan radio Singaraja FM menggelar Lomba Busana Pecalang se-Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini dilaksanakan karena pecalang memiliki peran sentral di setiap desa adat pakraman di Bali. Bahkan sejumlah kalangan menyebut pecalang sebagai benteng pertahanan menjaga tradisi dan budaya masyarakat Bali.

S

ebagai benteng pertahanan di Bali, pecalang memiliki peran untuk menjaga ke­ tertiban di suatu wilayah dan dalam upacara keagamaan. Selain itu, diharapkan selama bertugas selain berpakaian yang sopan, pecalang tetap ramah di jalan. Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Buleleng Dewa Putu Budarsa mengungkapkan, pecalang memiliki tatanan dan sesana di masyarakat. “MMDP Buleleng jelas mendukung kegiatan lomba busana pecalang ini. Tujuannya kembali men­ genalkan pecalang memiliki tugas di desa pakraman, sangatlah penting keberadaannya. Khalayak di Buleleng supaya mengetahui pecalang sudah memiliki tatanan dan sesana pecalang,” ungkapnya. Lomba yang diikuti oleh 53 pasan­ gan dari sembilan kecamatan yang ada di kabupaten Buleleng ini memiliki be­ berapa kriteria penilain yang disesuai­ kan dengan perarem sesana pecalang di

gatakan dengan adanya lomba busana pecalang sangat diharapkan adanya keseragaman atribut yang digunakan oleh pecalang. Ke depan pemerin­ tah daerah khususnya di Kabupaten Buleleng akan lebih memberdayakan peranan pecalang untuk mengamankan daerah di desa pakraman. “Sesuai arahan Bupati Buleleng, nantinya se­ luruh pecalang yang ada di Kabupaten

Lomba busana pecalang se-Buleleng

Bali yang telah diputuskan MUDP Bali. Jangan sampai karena pakaian pecalang terlihat seram atau terlihat lemah, tetapi harus terlihat bersahaja dalam menjaga keamanan di sebuah desa. Seperti apa pakaian standar pecalang, yaitu baju putih rompi hitam, udeng berwarna merah, saput poleng, dan kamen hitam. Identitas tridatu peca­ lang harus tetap dipertahankan. Tidak ketinggalan, pecalang harus membawa keris sebagai ciri khas budaya Bali. Kegiatan yang dilaksanakan di Ge­ dung Kesenian Gde Manik Singaraja ini juga didukung penuh oleh Polres Buleleng, Kodim 1609 Buleleng, Kop­ erasi Krama Bali (KKB) Singaraja, dan komponen partisipan. Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., mengapresiasi kegiatan lomba busana pecalang dan menjadi yang pertama kali diadakan di Bali. “Apa yang menjadi kriteria dalam perlombaan semoga bisa menjadi tolak ukur busana pecalang di seluruh Bali,” ungkapnya. Ia juga men­

Buleleng akan mendapatkan pelatihan oleh Kepolisian agar pecalang tahu betul bagaimana menjaga keamanan,” ucap Sutjidra yang berasal Desa Bontihing ini. Sebagai bagian dari desa pakraman maka ke depannya pemkab juga akan

Aksi Pungut Sampah Manik Bumi Foundation adalah salah satu organisasi yang menyatakan kepeduliannya terhadap alam. Dalam rangkaian memperingati hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, Manik Bumi Foundation merangkul beberapa elemen masyarakat untuk mengenal serta menjaga lingkungan. Sampah dan sungai adalah dua hal yang sangat rentan dengan pencemaraan. Minggu (24/4) bertempat di Kampung Buleleng digelar aksi peduli sampah. Aksi peduli sampah ini akan menyasar sungai yang ada di sana sebab itu merupakan salah satu sungai yang melewati jantung kota. Aksi pungut sampah melibatkan anak-anak baik SD, SMP, dan SMA sebab merekalah yang menjadi generasi yang akan membawa harapan kepedulian terhadap lingkungan. Mereka diajak mengenal sungai agar tahu bagaimana keadaan sungai di Buleleng saat ini. Kegiatan lainnya workshop plastikologi dari Made Bayak yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah yang tidak berguna akan memiliki nilai jual yang tinggi jika mampu mengkreasikannya. Workshop dilaksanakan di Sasana Budaya Singaraja. Selain itu ada lomba menggambar tingkat SD, kumpul penggemar Cosplay dan hiburan yang menghadirkan Nosstres, Relung Kaca, Bondres Rare Kual, dan teater dari Bandung Creamerl Box. -Wiwin berencana memberikan bantuan alat transportasi kepada pecalang yang ada di kabupaten Buleleng. Sementara itu Ketua Panitia Lomba Busana Pecalang, Gede Bob Suardika mengatakan dengan adanya lomba ini agar para pecalang dapat menunjukkan identitas diri sebagai penjaga keamanan. Momentum lomba sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan ruang ekspresi

pecalang. Sebagian pecalang di Buleleng, masih membutuhkan perhatian dan kerjasama meningkatkan kekompakan dan koordinasi rutin setiap bulannya. Idealnya dengan tersusunnya struktur organisasi pecalang di setiap desa pakraman, peran pecalang dapat lebih ditingkatkan. “Ini menjadi momentum pecalang di Buleleng berekspresi,” ujarnya. -Wiwin

Maksimalkan Fungsi Terminal Angkutan umum sebagai alternatif trasportasi masyarakat di Buleleng kian hari semakin terpinggirkan. Bukan tanpa sebab, masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan naik angkot yang dirasa kurang memberi kenyamanan. Hal tersebutlah yang berakibat sepi­ nya jumlah penumpang angkutan massal atau umum. Demikian yang diungkapkan oleh Ketua Persotasi (Persatuan Sopir Angkutan Kota Singa­

“Manusia Cabai” Ingin Bertemu Deddy Corbuzier Makan cabai ditemani rujak membuat beberapa penonton yang ataupun bakso adalah hal yang biasa. anticabai merinding. Namun, seperti Namun, menjadi luar biasa jika ma­ tidak memerhatikan sekitar, Putu kan cabai tanpa ditemani makanan tetap menghabiskan cabai tersebut. bahkan air sekali pun. Apalagi dalam Bahkan setelah dikunyah cabai takaran 1 kg. Hal tersebut yang di­ tersebut digunakan masker muka lakukan oleh I Putu Suartawan. dan seluruh tubuhnya. “Tidak panas atau perih, sama sekali tidak terasa Sejak berusia 10 tahun, kelebihan apa-apa,” ujarnya. yang ada dalam dirinya mulai terlihat. Itu diketahui ketika ia dan ibunya Pria yang bekerja sebagai satpam pergi ke kebun milik keluarganya. di Bendungan Titab ini mengaku jika Di sana terdapat pohon cabai dan dirinya hampir tidak bisa hidup tanpa ia mulai makan buah cabai layaknya cabai. Bahkan ketika harga cabai ma­ camilan. Namun, aneh sama sekali hal, ia sampai rela ngutang di warung ia tidak merasakan pedas. “Ibu saya agar bisa makan cabai tiap kali makan. sampai heran kok bisa makan cabai “Di rumah saya juga punya pohonnya, banyak gitu,” ungkap pria asal Desa karena bagi saya makan tanpa cabai Ularan tersebut. Akhirnya mulai saat terasa hambar,” ungkapnya. itu setiap kali makan, Putu sapaannya Suami dari Ketut Citradewi harus dibarengi dengan cabai. “Tiap tersebut juga mengatakan bahwa di­ makan 10-15 biji cabai saya makan,” rinya sempat melakukan pengecekan ungkapnya. medis namun dokter yang menan­ Pria kelahiran 1 September ganinya tidak menemukan kelainan I Putu Suartawan 1975 ini menunjukkan kebolehannya atau penyakit apapun. “Ini murni di depan khalayak untuk mengisi acara dalam Lomba kelebihan dari Tuhan,” ucapnya. Setelah makan cabai Busana Pecalang yang diadakan di Gedung Kesenian sedikit maupun sampai kenyang perut, Putu sama sekali Gde Manik. Di depan peserta lomba dan penonton, tidak merasakan efek samping. Ia juga mengaku selama Putu melahap 1 kg cabai tanpa air sedikit pun. Decak ini sudah ada beberapa media yang meliput dirinya baik kagum dan rasa ngeri sangat jelas terlihat di raut wajah cetak maupun elektronik. Salah satu impiannya bertemu penonton. Bau menyengat cabai tersebut tidak jarang Deddy Corbuzier. -Wiwin

Nyoman Pasek Sujana

raja) Kabupaten Buleleng Nyoman Pasek Sujana. Terlalu mudahnya akses kepemili­ kan kendaraan pribadi membuat jum­ lah kendaraan terus bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk di Buleleng. Hal inilah yang membuat para sopir angkot harus gigit jari kar­ ena penghasilan yang menurun drastis. Tidak sampai di sana, biaya operasional yang besar dalam pemeliharaan ken­ daraan “plat kuning” juga membuat para sopir semakin merasa tertindas. “Pemerintah seharusnya memudahkan kendaraan plat kuning bukan plat hitam,” imbuh pria yang tinggal di lingkungan Bantang Banua kecamatan Sukasada tersebut. Sangat berbeda dengan kendaraan pribadi yang hanya dikenakan pajak samsat, kendaraan plat kuning harus membayar pajak samsat, izin trayek, izin usaha, dan uji KIR yang tentu saja sangat member­ atkan para sopir angkot. Mantan Kelian Adat Desa Tista ini juga berharap, agar pemerintah memerhatikan nasib para sopir ang­ kot. Turunnya harga BBM tidak serta merta membuat meningkatnya jumlah penumpang, bahkan hal tersebut

memicu keributan antara penump­ ang dan sopir. “Minyak turun 500 perak tetapi harga oli yang naik, kalau tarif diturunkan kami mau makan apa?” ungkap pria kelahiran 1 Oktober 1950 tersebut. Ia juga mengatakan sering terjadi percekco­ kan dengan penumpang yang tidak bersedia membayar sesuai tarif. “Kami ngomong baik-baik saja kalau memang mau bayar silakan, kalau tidak ada uang juga gak apa-apa kalau terlalu keras nanti gak ada penump­ ang kan yang gaji kami penumpang bukan pemerintah,”ungkapnya. Menurunnya jumlah penump­ ang membuat sebagian besar sopir angkot beralih profesi. “Ya dengan keadaan yang begini memang banyak yang berhenti dan berganti haluan,” ujarnya. Bahkan sopir di terminal Sangket yang menerapkan sistem antre dalam sehari belum tentu mendapat giliran narik angkot. “Se­ hari dapat 5-7 orang itu sudah sangat banyak,” ceritanya. Merasakan sulitnya mencari penumpang saat ini, Pria yang akrab disapa Pasek ini mengaku peran ter­ minal dirasa sangat penting sebagai tempat penertiban para penumpang dan sopir angkot. Namun, pada ke­ nyataanya, terminal yang ada dikota Singaraja hampir tidak digunakan oleh para sopir. Mereka lebih memilih untuk menunggu calon penumpang di pinggir jalan. “Seharusnya sopir ang­ kot itu ada di terminal, bukan malah mangkir di pinggir jalan,” ujarnya. Se­ bagai ketua Persotasi yang bertugas di terminal Sangket, ia mengaku bahwa sangat tegas dalam menerapkan aturan-aturan bagi sopir angkutan. Hanya saja tidak dimungkiri beberapa waktu belakangan mulai ada terminal bayangan. “Coba dilihat, beberapa angkot malah ada dijalan nunggu pen­ umpang. Hal itu berarti mengajarkan penumpang buat melanggar aturan,” tambahnya. Pemerintah diharapkan untuk memaksimalkan fungsi terminal yang ada di Buleleng. -Wiwin

Story

Edisi 898/25 april - 1 MEI 2016

7

Cinta dan Kasih Sayang Kami hanya Untukmu Dengan senyum bahagia, Erika (48), menyaksikan anak perempuannya didandani di sebuah salon di Mataram, dalam kebaya Kartini berwarna hitam. Sejak subuh ia telah bangun dan memandikan Keisya (7) untuk kemudian bergegas ke salon. Ia sengaja datang ke salon subuh hari agar Keisya bisa didandani tanpa harus mengantre panjang. Maklum saja, tiap Hari Kartini tiba, anak-anak SD di Mataram, pada hari itu diminta untuk mengenakan pakai­ an Kartini atau pakaian adat daerah di tanah air. Meski baru kelas satu SD, Keisya tidak mau ketinggalan.

R

aut wajah Erika terlihat terharu dengan senyum yang tiada henti dari bibirnya. Ada rasa bangga pada buah hatinya meskipun hatinya perih menyaksikan kelu­ guan Keisya. Bagaimana tidak, Erika kembali kepada tujuh tahun silam, di saat pertama kali ia mendapatkan bayi tersebut secara tidak sengaja. Hari itu –ia tidak ingat pasti-, ketika ia men­ gunjungi sahabatnya yang sakit di salah satu rumah sakit di Pulau Jawa, Erika bertemu dengan se­ orang perempuan muda –sangat muda- yang tengah hamil dan menangis di pojok taman rumah sakit tersebut. Ketika ia melihat perempuan muda yang tengah hamil itu, awalnya ia berjalan melewatinya dan melanjutkan mencari kamar di mana sahabatnya itu rawat. Sempat dalam hatinya bertanyatanya, kenapa perempuan hamil itu duduk sendiri dan menangis pula. Apa yang terjadi padanya? Pertanyaan-pertanyaan itu ber­ lalu begitu saja, karena ia sendiri tidak kenal dengannya. Di dalam ruang rawat inap sahabatnya, sesaat Erika telah lupa pada

perempuan hamil itu sampai ia pulang dan melewati jalan yang sama. “Perempuan hamil itu masih di sana dan masih terus menangis,” ungkapnya. Atas rasa ingin tahu dan ingin membantu jika ia membutuhkan bantuan, Erika pun menghampiri bangku taman di samping bangku tempat perempuan hamil itu duduk. “Awalnya saya ragu mau menyapa dan bertanya,” katanya. Namun, ketika ia mendengar perempuan itu menelepon ses­ eorang barulah ia mengerti men­ gapa perempuan itu menangis. “Pacarnya tidak mau bertang­ gung jawab dan ia tidak berani pulang ke rumah,” ungkapnya. Dari sanalah ia memberani­ kan diri untuk menyapa dan mengajaknya bicara. Perempuan hamil itu diam sambil menatap­ nya. Tiba-tiba perempuan itu merasa kesakitan dan meme­ gang perutnya. Erika sempat bingung melihatnya karena ia tidak tahu apa yang terjadi pada perempuan itu. Ia hanya bisa memanggil perawat yang kemu­ dian membawa perempuan itu untuk ditangani secara medis. “Rupanya mungkin karena te­ kanan, ia melahirkan prematur.

Kata dokter, usia kandungannya waktu itu baru tujuh bulan lewat dua minggu,” katanya. Seorang bayi perempuan berkulit putih lahir dari rahim perempuan itu ditunggui oleh Erika. LAHIR PREMATUR Erika rupanya dikira sebagai keluarga dari perempuan itu sehingga ketika ia menunggui kelahiran bayi tersebut, tidak ada yang melarangnya. Erika sendiri tidak tahu mengapa ia berdiri dan duduk saja di ruang tunggu kamar bersalin rumah sakit padahal ia tidak mengenal perempuan hamil tersebut. “Saya tidak tahu kenapa saya diam di depan ruang tunggu itu sampai tangis pertama bayi itu terdengar,” kata Erika dengan mata berkaca. Ia merasa kasihan pada perempuan hamil itu setelah mendengar pembi­ caraan lewat telepon tersebut. Ia juga tidak melihat seorang pun keluarga atau kerabat yang mendampingi perempuan terse­ but. Sampai akhirnya setelah beberapa jam usai perempuan itu melahirkan, perawat memang­ gilnya karena perempuan itu ingin bertemu dengannya. “Saya terdiam sementara dan sempat bingung menghadapi situasi itu,” ujarnya. Di samping perempuan yang masih lemah dan menangis itu, Erika pun berbicara padanya. Mereka berkenalan dan perem­ puan itu menceritakan semua tentang bayi tersebut. Pacar­ nya tidak bertanggung jawab dan meninggalkannya sejak usia kandungannya tiga bulan. Ia juga sudah pergi dari rumahnya karena takut ketahuan orangtua dan keluarga. Ia memilih pindah ke kota tersebut –berlainan kota dengan orang tuanya- dengan alasan bekerja dan tinggal ngekost untuk menghindari kehamilannya diketahui orangtuanya. Selama kost, pacarnya memang bersedia membiayainya tapi tidak pernah datang mengunjunginya. Sampai akhirnya hanya kiri­ man uang saja yang diterimanya

sedangkan pacarnya yang konon anak pejabat itu makin sulit dihubungi. Ia menjadi sangat ter­ tekan dan takut untuk pulang. “Perempuan itu lalu memberikan bayi itu pada saya,” kata Erika. Ia meminta Erika untuk menga­ dopsinya secara resmi. Namun, Erika tentu saja tidak bisa men­ erimanya begitu saja karena ia tidak ingin terjadi masalah di kemudian hari. Sesungguhnya Erika sangat senang ketika mendapat tawaran untuk merawat bayi perempuan tersebut karena sejak menikah 28 tahun lalu, Erika dan suaminya tidak dikaruniai anak. Tetapi ia berpikir panjang untuk itu. Sehari kemudian, atas panggilan kemanusiaan, Erika kembali ke rumah sakit untuk menjenguk perempuan yang sama sekali tidak memiliki keluarga di kota itu. Ia membawakan cukup ban­ yak pakaian bayi dan kebutuhan ibu bayi. Setiba di rumah sakit, Erika terkejut mendapati perempuan itu telah pergi dan hanya menitip sebuah surat yang ditinggalkan di atas kasur dan ditemukan oleh perawat. Dengan jelas ia menyebut Erika sebagai kelu­ arganya dan meminta agar bayi tersebut diserahkan padanya. Menghadapi situasi tersebut, Erika berada dalam situasi dile­ matis. Apa iya ia akan mengaku jika ia keluarga perempuan itu sedangkan kenyataannya tidak. Ia takut jika situasi berbalik maka ia bisa dituduh sebagai penculik. “Lalu apakah saya meninggalkan bayi tidak berdosa itu? sungguh saya tidak tega,” ungkapnya menggeleng. TIDAK INGIN KEYSIA BERSEDIH Beberapa saat sembari me­ nyiapkan perlengkapan bayi untuk dibawa pulang, Erika me­ nelepon suaminya menceritakan kondisi bayi tersebut dan surat yang ditinggalkan ibu si bayi. Ia bersyukur karena suaminya yang sebelumnya telah mend­

engar cerita tentang kelahiran itu darinya, menyetujui agar bayi tersebut mereka rawat. Bahkan suaminya buru-buru dari kantor datang menjemputnya ke rumah sakit. Dalam kepala penuh tanda tanya, sepasang suami istri yang telah lama merindukan kehadiran seorang anak ini, menjadi sangat berbahagia. Hanya panggilan rasa kemanusiaanlah yang membuat keduanya mau melakukan hal ini. Mereka tidak mengenal orang tua bayi yang mereka beri nama Keisya itu. juga tidak mengenal asal usulnya sehingga tidak dapat mengadopsinya secara resmi. “Kami serahkan pada ketentuan Allah apapun yang akan terjadi pada Keisya dan kami kemudian hari,” ujar Erika yang pindah ke Lombok saat Keisya berusia dua tahun. Ia hanya berharap bisa membesarkan Keisya dengan seluruh cinta dan kasih sayang yang mereka curahkan padanya. Mereka berencana untuk tidak memberitahukan Keisya tentang asal usulnya melainkan membi­ arkan Keisya hanya mengetahui merekalah ayah dan ibu kandung­ nya. Ia tidak ingin Keisya bersedih jika mengetahui asal usulnya yang tidak jelas. “Namun, jika ibu kandungnya suatu hari datang entah dengan cara apa, kami serahkan semua pada ketentuan Allah,” ujarnya. Kini Keisya tumbuh menjadi anak yang lucu, kasih sayang Erika dan suaminya tercurah sepenuhnya padanya. Setelah selesai didandani, senyum ba­ hagia Erika terpancar bersinar menyaksikan cantik dan mengge­ maskannya Keisya. Begitu pula dengan suaminya yang datang menjemputnya. Dengan bangga ayah Keisya mengangkat dan menggendong putrinya dalam balutan kebaya Kartini nan lucu itu. Ketiganya sempat meminta bantuan pengunjung salon, untuk memotret momen keba­ hagiaan mereka. “Ini pertama kalinya Keisya pakai kebaya,” ujarnya. -Naniek I. Taufan


6

Woman on Top

Edisi 898/ 25 april - 1 MEI 2016

Elfira

Nacia

Tertantang Urusi Masalah “Tabu” Elfira, demikian panggiran akrab Elfira Nacia adalah salah seorang aktivis muda yang getol menyuarakan masalah kesehatan di bawah bendera Lembaga Swa­daya Masyarakat (LSM) Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP) yang berkantor di Jakarta.”YCCP ini adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang komunikasi strategis untuk pembangunan sosial. Sehari-hari saya lebih banyak fokus kepada program kesehat­an reproduksi khususnya keluarga berencana di beberapa kabu­ paten/kota yang menjadi area program yang sedang kami jalankan,” ucapnya.

S

elain karena latar belakangnya di bidang kesehatan masyarakat (Sarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Udayana, Denpasar, 2007), ia mengaku sangat senang menekuni pekerjaannya sekarang ini khususnya yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. “Bidang ini sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, serta isu ini rentan dengan istilah tabu di masyarakat, sehingga membuat saya semakin tertantang untuk menekuni bidang ini,” tuturnya. Elfira mulai terjun ke dunia ini tahun 2007. Saat itu ia masih aktif sebagai fasilitator kesehatan reproduksi remaja di tempat kerjanya, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)—yang masih dilakoninya sampai sekarang. Aktivitasnya banyak berkaitan dengan perempuan. Sampai pada suatu waktu, ia pindah ke Semarang, ia pun masih aktif sebagai

fasilitator ke daerah-daerah untuk memberikan pelatihan terkait isu kesehatan reproduksi. Bersama dengan teman-teman PKBI Daerah Jawa Tengah, Elfira banyak dilibatkan untuk kegiatan edukasi kesehatan reproduksi baik ke remaja sekolah sampai kepada kelompok pekerja seks perempuan. “Bahkan, sampai saat ini saya di Ibukota, saya melihat isu kesehatan reproduksi ini masih menjadi hal yang tabu di masyarakat,” ucapnya. Elfira yang juga sempat mengenyam pendidikan S-2 di Institute for Population and Social Research (IPSR), Mahidol University, Thailand , menuturkan pengalaman hidup di negeri itu memberikannya banyak ilmu dan pengalaman sebagai refleksi terhadap Indonesia. Perempuan di Thailand banyak yang menempuh pendidikan tinggi, bahkan sampai jenjang S-3.Usia pernikahan di Thailand lebih tinggi dibandingkan di Indonesia, dikarenakan

mereka ingin menempuh pendidikan dan bekerja terlebih dahulu. Sehingga tidak heran jika sekarang Thailand menjadi negara yang diperhitungkan khususnya di Asia Tenggara, karena keberhasilannya meningkatkan kualitas hidup manusianya. Sementara itu di Indonesia, dikatakannya masih banyak tantangan yang dihadapi karena perempuan di Indonesia belum mampu berdaya sepenuhnya. PEREMPUAN MENGINSPIRASI PEREMPUAN Terkait Hari Kartini, baginya Kartini adalah figur pahlawan bagi para wanita khususnya untuk hal emansipasi. Menurutnya, saat ini semua wanita adalah Kartini masa kini. Karena sekarang para wanita telah memiliki kesempatan yang sama untuk berkarir dan berkarya. Buktinya makin banyak bermunculan para wanita hebat yang dikenal karena karya dan inovasinya. Meskipun demikian, Elfira menyebut masih banyak juga para wanita di luar sana yang masih harus berjuang keras untuk mendapatkan haknya. Di masayarkat kita wanita masih dianggap sebagai kelompok kelas dua, sehingga tidak semua wanita bisa mendapatkan hak yang layak untuk

akses pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Hal ini yang kemudian memicu banyak perempuan menjadi rentan terhadap seperti penjualan manusia, korban kekerasan, kehamilan tidak diinginkan, dan lainnya. “Untuk itu, memberikan kesempatan bagi perempuan untuk mengemban pendidikan yang lebih baik, serta mendapatkan akses kesehatan yang non-diskriminatif menjadi krusial untuk meningkatkan kulitas hidup manusia,” tegasnya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyebarkan semangat kepada perempuan. Salah satunya yang sering ia lakukan adalah berinteraksi secara langsung dengan para perempuan baik dalam forum resmi maupun nonformal. “Banyak mendengarkan cerita mereka sehingga kami bisa memahami lebih banyak dari perspektif mereka, kemudian kami sebarkan semangat dengan menanamkan keyakinan kepada mereka bahwa mereka adalah perempuan yang berdaya d a n dapat meng­

inspirasi perempuan lainnya,” ujarnya. Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, tentunya media komunikasiseperti media sosial juga dapat digunakan untuk menyebarkan semangat kepada perempuan dengan menampilkan figur-figur Kartini saat ini, sehingga lebih banyak perempuan yang bisa terinspirasi untuk lebih ba­ nyak berkarya. Tentunya upaya-upaya tak lepas dari kendala dan tantangan. Selama menjalani aktivitas ini, tantangan terberat Elfira adalah mencoba memahami perspektif seseorang, karena setiap orang tumbuh dalam lingkungan sosial yang berbeda-beda.Sehingga, pendekatan yang dilakukan kepada mereka harus bisa mengakomodir tantangan internal yang juga mereka hadapi. Contohnya, remaja putri yang hidup di lingkungan dimana pernikahan usia dini adalah hal yang lazim. Maka, kemungkinkan besar kelak ia akan menerima tawaran pernikahan dini dari orangtuanya, tanpa memikirkan persiapan fisik dan mentalnya. Padahal pernikahan tersebut telah membatasi haknya untuk pendidikan maupun kesehatan reproduksi. Sebagai aktivis perempuan , Elfira berkomitmen akan terus menyuarakan dan menyebarkan semangat bagi para perempuan di Indonesia. Tujuannya agar mereka mempunyai rasa percaya diri dan keyakinan untuk mengembangkan diri dengan kemampuan yang mereka miliki masing-masing. “Karena se­t iap perempuan unik, dan karena setiap perempuan adalah pahlawan bagi dirinya, keluarganya, dan masyarakat sekitarnya,” tandasnya. –Inten Indrawati

“ TANPA JUDUL “ Salam Senyum, Setiap malam jika kita ingin hiburan setelah seharian beraktivitas, salah satunya adalah dengan menonton televisi. Beragamnya acara televisi menjadikan kita bisa memilih yang sesuai dengan kegemaran kita. Ajang pencarian bakat di antaranya menjadi salah satu acara favorit saya. Dapat kita lihat dari berbagai acara, sang produser berusaha membuat agar acara tersebut menjadi tontonan yang menarik bagi pemirsa televisi. Saya coba menggambarkan satu persatu dari acara ajang penggalian bakat bernyanyi. Ada yang berirama dangdut dengan durasi acara yang sangat panjang. Acara tersebut ditambahkan dengan lawakan-lawakan, menganalisa penampilan, bahkan sampai membahas tentang keluarga. Ada juga acara ajang pencarian bakat bernyanyi yang memilih peserta dengan kemasan seperti “ring tinju”. Ya…. karena istilahnya ada babak Blind Audition, Battle, Knock Out, dan Live Show. Sebagai pemirsa televisi pastilah ada hal-hal yang dipilih untuk memenuhi keinginan dan tujuannya. Kalau tujuannya ingin tahu siapakah penyanyi yang berkualitas sehingga lolos ke babak berikutnya ,.. ya tinggal pilih acara yang menonjolkan segmen itu. Atau sebaliknya. Tujuan menonton hanya untuk hiburan, dan tidak terlalu mementingkan siapa jawaranya yang bisa lolos ke babak selanjutnya, ya… silahkan menonton acara yang memang dibuat dengan durasi panjang dan berbagai segmen masuk di dalamnya. Sebenarnya sama dengan dunia service/layanan, sesuai dengan concern pembahasan di rubrik saya ini. Sebagai pengguna jasa layanan, siapa pun berhak untuk memilih layanan seperti apa yang akan dipilih untuk memenuhi keinginan atau kebutuhannya. Dapat saya contohkan seperti ini. Di dalam ruang tunggu dari jasa layanan dibuat sangat nyaman. Di antaranya dengan sistem antrean bernomer, sehingga pelanggan bisa duduk dengan nyaman. Ditambah ruangan yang dingin, tersedianya minuman air mineral (gratis), ada beberapa koran dan majalah yang siap dibaca, bahkan ada acara telivisi yang pilihan acaranya beragam di ruangan itu. Namun “kenyamanan” di atas bisa digantikan dengan pemandangan di salah satu jasa layanan juga. Dimana ruangan terlihat biasa saja, dengan sistem antrean yang berdiri, sang pelayan banyak dengan sigap melayani, dan dengan kecepatan yang super cepat. Nah…. Jika Anda sebagai pelanggan, yang manakah yang dipilih di antara kedua jenis layanan tersebut ?

Melanjutkan pembahasan tulisan saya pada edisi sebelumnya, tentang bagaimana layanan yang cepat, tepat, tuntas, dan memuaskan, kembali tergantung dari pengguna jasa dari layanan. Banyak orang memilih kenyamanan itu tidak identik dengan premises yang ada. Tetapi sebenarnya yang dianggap nyaman oleh pelanggan tergantung dari cepatnya kebutuhan dari pelanggan terpenuhi. Saat ini sistem antrean yang berdiri, kembali diterapkan oleh beberapa jasa layanan. Sebagai seorang mantan Teller ditempat saya bekerja sekitar 20 tahun yang lalu, layanan dengan sistem antrian berdiri sangat banyak mempunyai kelebihan.Walaupun dari sudut pandang yang berbeda dianggap kurang nyaman karena pelanggan harus sedikit capek berdiri. Apa saja hal yang menguntungkan dari layanan tanpa nomer antrean? Yang pertama kita lihat dari pelayan itu sendiri. Dia akan merasa lebih berkonsentrasi dengan pekerjaannya karena tidak ada waktu jeda untuk melamun ..hehehehe.. biasanya sih kalau sistem antrean bernomer ada jeda waktu pencet bel, yang mengakibatkan ada kesempatan untuk melamun… dengan berkonsentrasi yang baik maka kesalahan-kesalahan yang berdampak pada finansial ataupun non finansial akan dapat terhindari. Keuntungan yang kedua, masih dari sisi pelayan yaitu ketika antrean yang tidak terputus langsung di hadapan kita, maka persiapan kita sebagai pelayan akan lebih baik. Persiapan apa? Ya..seperti sarapan, berdandan, menyiapkan alat-alat pendukung, dan lain-lain. Kenapa dipersiapkan sedemikian rupa ? Karena merasa akan tidak ada waktu lagi untuk mengambil celah disela-sela melayani nasabah yang sudah antre dengan berdiri. Sekarang kita lihat nilai lebih yang diperoleh dari pelanggan dengan sistem antrean berdiri. Pertama adalah pelanggan akan jauh lebih cepat terlayani oleh para penyedia jasa, sehingga akan tidak ada waktu yang terbuang hanya untuk mengantre. Bukankah ada slogan “ Time is Money” ? … ahaaaaa… Kemudian yang kedua, pelanggan dapat memilih pelayan “favorite” yang dianggap dapat mengakomodasi dengan cepat kebutuhannya. Dan masih banyak lagi keuntungan yang lainnya. Tapi sebagai manusia biasa tentunya pasti akan berkata… Kenapa tidak menciptakan layanan yang “mencerahkan” ?Yaitu yang terakomodasi kedua-duanya. Heheheheh…. Kembali pada cerita di atas tentang acara televisi, semua sudah dibuat sesuai dengan kebutuhan pemirsa. Dalam hal ini mari kita ciptakan layanan sesuai dengan orientasi dari pemenuhan kepuasan pelanggan itu sendiri. Orientasi layanan agar menjadi suatu kepuasan bagi pelanggan salah satunya dengan memokuskan upaya dari orientasi tersebut. Contoh langkah/upaya yang dilakukan adalah : 1. Berfikir dan

berencana untuk jangka panjang. Setiap langkah yang ditentukan bukan hanya untuk kepuasan sesaat, tapi bagaimana membuat layanan tersebut menjadikan hal yang berdampak pada masa-masa berikutnya. 2. Menghubungkan layanan dengan kebudayaan setempat. Hal ini sangat penting, dimana layanan yang berhasil dibangun jika orientasinya sangat menjunjung nilai-nilai kebudayaan di daerahnya sendiri. 3. Menggambarkan Hal yang Realita. Layanan yang terlalu banyak teori dan berdasar pada ketentuan yang berfantasi akan membuat layanan yang PHP (Pengharapan Palsu … heheheh). Kenapa dianggap palsu? Karena layanan dengan ekspektasi yang terlalu tinggi biasanya malah menjahuhi dari realita yang ada bahkan membuat pelaku layanan itu frustasi. Dan yang ke 4. Rencanakanlah selalu perbaikan yang berkesinambungan. Kenapa? Dalam dunia layanan segala sesuatu memerlukan perbaikan, dan perbaikan jika tidak dilakukan dengan berkesinambungan, akan menyebabkan layanan itu ada pada titik jenuh yang monoton, tanpa kreativitas, dan pembiaraan pada hal-hal yang mengecewakan. Dengan melakukan 4 langkah orientasi tersebut saya yakin layanan akan dapat menjadi jauh lebih baik. Pembaca rubrik Dhani’s Art in Service, sebagai akhir dari tulisan saya di edisi ini kita kembalikan pada judul. Waaaahhh… ternyata judulnya “Tanpa Judul” ya… ?...Sebelumnya saya sebagai penulis mengucapkan terimakasih atas banyaknya tanggapan pembaca berupa pertanyaan, usulan bahkan permintaan agar tulisan saya dapat dimuat setiap minggunya. (Mohon maaf, saya baru bisa memenuhi setiap dua minggu sekali). Untuk kali ini saya mengajak pembaca untuk mengusulkan judul yang tepat untuk tulisan ini. Dan akan saya pilih 3 ( tiga ) pemenang pemberi judul yang paling cocok, menarik, dan relevan untuk tulisan ini dengan hadiah merchandise yang kami sediakan. Silahkan diusulkan melalui nomor telepon di atas ( taken Dhani’s 082122440071/melalui FB saya: sri sumahardani ). Saya tunggu paling lambat 2 minggu setelah tulisan ini dimuat, dan saya akan kirimkan langsung kepada pembaca setia yang menjadi pemenang. Ayooo..mari kita berlomba menjadi seorang pelayanan yang baik, yang tentunya sangat berdampak pada personal value, dan membawa pada Corporate value yang meroket. Nantikan tulisan saya pada edisi berikutnya dan juga nantikan tayangan TVC saya di youtube dengan edisi Kopi Pahit – Kopi Manis Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani

Edisi 898/ 25 april - 1 MEI 2016

19

Tampil lebih Cantik dengan Tato Alis Setelah sukses membuka usahanya di bidang tato alis, tato bibir dan sulam alis di Jakarta, Pontianak, Batam, Medan, Palembang, Bali bahkan Singapura, kini Ali Tattoo Sulam menyasar Surabaya.

tempat tersendiri di kalangan ibu-ibu dan remaja putri di Indonesia. Owner Implora Beauty of Perfection, Rafael Raven Go mengatakan, saat ini produk kecantikan Implora selain beredar di Indonesia seperti Sulawesi dan Kalimantan, juga beredar di Kuala Lumpur Malaysia dan responsnya sangat luar biasa. Rafael mengatakan, Implora cepat mendapat tempat di kalangan ibu-ibu dan remaja putri karena menghasilkan kosmetik dengan harga yang sangat

terjangkau namun kualitasnya tidak kalah dengan merek kosmetik yang sudah ada. “Produk Implora yang sangat diminati adalah pensil alis, eyeliner, cat kuku,

eyeshadow dan powder. Sebagai produk kosmetik, Implora terus melakukan inovasi-inovasi. Tiap 4-5 bulan sekali, Implora selalu mengeluarkan produk terbarunya,“ ujar Rafael. -Dona

Hermawan Kartajaya

Semua Mimpi dapat Diraih

U

ntuk menandai dibukanya cabang Ali Tattoo Sulam yang ke-18 di Surabaya ini, Ali Tattoo Sulam menggelar pameran kecantikan yang didukung sebuah perusahaan kosmetik lokal yang berdomisili di Sidoarjo. Artis-artis yang menghadiri puncak kemeriahan pameran kecantikan Ali Tattoo Sulam ini seperti Bianca Liza, Nikita Willy, Syahrini, dan Yuni Shara. Acara yang dihelat di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya, Sabtu (16/4) ini dipandu Ruben Onsu, Sandra Olga dan Bianca Liza. Di kalangan artis di Jakarta, kehadiran pusat kecantikan milik Ali Tatto Sulam sangat membantu karena kalangan artis memang dituntut tampil lebih cantik dan istimewa di hadapan publik. Untuk masalah kecantikan mereka khususnya dalam hal penataan alis dan make up-nya para artis ini mempercayakannya ke Ali Tatto Sulam. Pada pameran kecantikan ini, Ali Tatto Sulam memperlihatkan kemampuannya dalam membuat tato sulam alis. Bianca Liza mendapat kehormatan untuk ditato sulam alisnya dengan menggunakan metode microblading. Dengan kemampuan yang dimilikinya, Ali kemudian memperbaiki tampilan alis Bianca Liza di atas panggung. Tidak butuh waktu lama bagi Ali untuk membuat alis Bianca terlihat sempurna sehingga Bianca terlihat lebih cantik. Ali mengatakan, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan microblading itu hanya 30 menit. Meski ditato alisnya, Bianca yang sudah dianastesi bagian alisnya dan kemudian ditato sulam mengaku tidak merasa sakit. “Metode microblading ini adalah salah satu teknik tato sulam yang saya kuasai selain shading alis, hair sha­ ding, sulam bibir crystal dan eyeliner styles. Dengan menggunakan metode microblading, membuat alis tampak begitu halus dan alami. Bukan itu saja,

Garis bulu yang begitu halus dapat dikombinasikan dengan bulu alis asli, “ ungkap Ali. Sebagai pekerja tato sulam yang sudah menekuni bidang ini selama 22 tahun, Ali sudah meraih banyak penghargaan, diantaranya penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia sebagai insan Indonesia pertama yang menjuarai Kompetisi Sulam Alis dan Bibir Tingkat International. Kompetisi tingkat international ini diadakan di Marina Bay Sands, Singapura, 11 Agustus 2012. Ali Tattoo Sulam juga mendapat piagam penghargaan atas rekor sulam dan shading alis untuk peserta terbanyak. Rekor ini diciptakan pada tanggal 27 April 2014 di Mangga Dua Square, Jakarta. Kemudian, Ali Tattoo Sulam juga pernah meraih juara I di ajang International Embroidery Beauty Contest 2012 Singapura. Sebagai Juara 1 Sulam Alis dan Sulam Bibir, Ali Tattoo Sulam mengalahkan berbagai peserta dari negara seperti Singapura, Malaysia, China, Korea, Taiwan, Hongkong dan berbagai negara lainnya. Hal ini tentunya merupakan kebanggaan bersama khususnya Indonesia, karena dapat menjuarai kontes kecantikan internasional pertama kali di Singapura. Penghargaan lain yang sudah diraih Ali adalah sebagai Best Of The Day and Best Of The Best pada 25 Juli 2010 di Jakarta-Indonesia di acara Kontest Nasional Sulam Alis 2010. Ali Tatto Sulam menjuarai kategori Juara 1 Sulam Alis, Juara 1 Sulam Bibir, Juara 1 Sulam Eyeliner, dan Juara 2 Sulam Eyeliner Bawah, Juara 1 National Sulam Alis & Sulam Bibir 3 D 2010 Indonesia, Juara 2 National Sulam Eyeliner 3D 2010 Indonesia Kehadiran Implora Beauty of Perfection sebagai partner Ali Tatto Sulam di Surabaya akan menjadi pelengkap kesuksesan Ali Tatto Sulam di dunia kecantikan, khususnya kosmetik ke depannya. Sebagai perusahaan kosmetik yang pabriknya berada di Sidoarjo, Implora mampu mendapat

Nama pria yang satu ini tak asing lagi di dunia boleh hanya mengandalkan iklan. Perusahaan harus marketing. Bahkan, dunia marketing identik dengan melakukan sesuatu yang mencolok dalam benak kondirinya. Dia adalah Hermawan Kartajaya, Founder dan sumen, tidak hanya menjual tetapi memiliki implikasi Chairman MarkPlus.Inc. jangka panjang,” tegasnya. Hermawan, begitu sapaan akrabnya, dilahirkan Keberhasilan Hermawan di bidang pemasaran di Surabaya 18 November 1947. Pada masa kecil dia tidak begitu saja diterima banyak orang. Dia seringkali tinggal bersama orangtuanya di China Town atau Kamendapat kritikan pedas karena dinilai hanya mampu pasan Gang IV Surabaya. Hermawan adalah tipe orang menjual omongan dan berbicara, tetapi belum tentu yang selalu berani menghadapi ber­bagai tantangan. Hal dapat mengelola perusahaan. ini disebabkan kondisi ekonomi keluarga yang serba Saat ini, perusahaan MarkPlus, Inc. telah menyekekurangan dan memaksa dia untuk berjuang keras. bar ke berbagai negara di Asia hingga ke Amerika. Dengan otaknya yang sangat encer, membuat HerNamanya berhasil dinobatkan sebagai salah satu mawan selalu beralih dari satu tantangan ke tantangan dari 50 Guru yang Memiliki Berbentuk Masa Depan lainnya. Hal ini membuat dia menjadi pribadi yang Pemasaran oleh The Chartered Institute of Marketmatang dan tangguh. Setelah menamatkan SMA, Hering yang bertempat di Inggris (CIM-UK). Dia bahkan mawan masuk Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi ditunjuk sebagai Presiden WMA, World Marketing 10 November Surabaya (ITS)), namun tidak sampai Association pada 2002. selesai. Kemudian dia menjadi guru di SMA Katolik Kemajuan dan keberhasilan yang diraih MarkSt. Louis, Surabaya. Ia melanjutkan studi di Fakultas Plus, tidak membuatnya puas. Tetapi dari tahun ke Ekonomi, Universitas Udayana, tahun, dia bertekad untuk terus Bali dan berhasil meraih gelar mengembangkan perusaha­a n sarjana ekonomi dalam waktu agar menjadi yang terbaik. Herrelatif singkat. man bercita-cita agar MarkPlus Setelah berhasil meraih gelar menjadi juara ASEAN pada sarjana ekonomi, banyak peru2010, juara Asia pada 2015 dan sahaan mulai melirik dia. Salah juara dunia pada 2020. satu diantaranya adalah PT HM Dia selalu menetapkan visi Sampoerna untuk mengelola dan cita-cita yang setinggi mungPT Panggung. Namun, dia tidak kin. Tujuannya tidak lain, kecuali bertahan lama di sana dan pada untuk memotivasi diri sendiri 1990, dia memutuskan untuk kedan adrenalin, bahwa semua luar dan mencari tantangan baru. mimpi dapat diraih. Pada prinHermawan membuat sebuah sipnya, yang penting adalah masa perusahaan konsultan dengan depan bukan masa lalu. nama MarkPlus pada bulan Mei Di tengah kesibukannya 1990. memberikan konsultasi bisnis Perusahaan ini mengkhususkepada sejumlah perusahaan kan diri untuk melakukan peneterkemuka di Indonesia, Herman litian di bidang pemasaran dan masih aktif menulis buku-buku memberikan saran strategis bagi tentang dunia bisnis dan IndoneHermawan Kartajaya organisasi bisnis. Untuk menamsia serta pemasaran internasional bah wawasan dan pengetahuannya, bapak dua putra termasuk Asia Reposisi. ini selalu rajin mengikuti kuliah singkat atau kursus Buku-buku yang berhasil ditulisnya antara lain Dari berjudul pemasaran di luar negeri. Herman kemudian Bubble Ekonomi Berkelanjutan, Pemasaran Rethinking: melanjutkan pendidikannya di University of Strahclyde Pemasaran Perusahaan Berkelanjutan di Asia; HerMaster, Glasgow dan meraih gelar MSc pada 1995. mawan Kartajaya Pasar-ing, The 18 Guiding Principles Dia juga menghadiri program pendidikan eksekutif di of Marketing di Venus, MarkPlus on Strategy, dan sekolah bisnis terkemuka di Amerika Serikat, seperti di banyak lagi. Herman juga merupakan kolumnis tetap Harvard, Wharton, Kellogg dan Universitas Michigan. Majalah SWA, GATRA, dan Koran Bisnis Indonesia. Berkat ketekunan dan keuletannya mengelolah Selain menulis, ada tiga kegiatan lain yang sangat perusahaan konsultan tersebut, perlahan-lahan mulai mendorong kreativitas yakni bepergian, bercanda, menampakan hasil yang sangat mengembirakan. Nadan mandi. “Ketika jalan-jalan, bercanda, mandi, selalu manya pun mulai dikenal masyarakat luas dan ide-ide muncul ide-ide pemasaran untuk disampaikan kepada cemerlangnya sudah banyak dipublikasi media cetak publik,” ujarnya ramah. dan elektronik. Tidak heran dia telah menulis sebuah buku tentang marketing karena kreativitasnya terus mengalir ELEMEN PENTING dari tiga aktivitas sederhana. Selain produktif melalui Pemikirannya di bidang pemasaran berkembang tulisan-tulisannya, ia sering menjadi pemimpin dan guru sangat jauh ke depan. “Pemasaran akan menjadi elemanajemen. Philip Kotler juga sering diundang sebagai men penting dalam manajemen modern. Jika Anda ingin pembicara di berbagai seminar dan lokakarya di rumah membangun sebuah brand yang kuat, perusahaan tidak dan di luar negeri. -Yosef Sintar


20

Nine

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

“Perempuan Biasa yang Tidak Biasa” Talk Show Rayakan Hari Kartini di Mataram

Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, menyambut Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2016 ini, berbagai aktivitas yang mencerminkan ‘ke-Kartinian’, terlihat di mana-mana. Pegawai-pegawai mengenakan kebaya dan ada pula kelompok-kelompok dengan kegiatan membagi-bagikan bunga kepada setiap perempuan yang ditemui. Tidak itu saja, anak-anak sekolah terutama SD ramai-ramai mengenakan pakaian adat daerah Indonesia. Tidak lupa berkebaya Kartini bagi bocah-bocah perempuan. Lucu dan menggemaskan. Kegiatan-kegiatan semacam ini telah biasa dilakukan hampir di seluruh tanah air termasuk juga di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

S

alah satu yang menarik dalam merayakan Hari Kartini tahun 2016 ini dilakukan oleh Bandini Koffie Kafe di Mataram, yang menghadirkan secara khusus talk show dengan tema “Perempuan Biasa yang Tidak Biasa”. Talk show ini digelar sebagai bentuk apresiasi kafe -yang namanya terinspirasi juga dari seorang perempuan, bernama Bandini- ini terhadap kaum perempuan Nusa Tenggara Barat. Bandini Koffie Kafe memilih lima perempuan biasa yang dianggap tidak biasa dalam aktivitas dan karyanya hari ini. Kelima perempuan yang diapresiasi oleh Bandini Koffie Kafe dan tampil dalam talk show yang diselenggarakan tanggal 21 April 2016 ini adalah Nyayu Ernawati, mantan anggota DPRD Kota Mataram yang pernah menjabat 1999-2004 yang kini menjadi aktivis perlindungan anak di Kota Mataram. Nyayu juga turut memprakarsai kegiatan cap jempol tangan untuk menghentikan tindakan kekerasan terhadap anak sehingga anak-anak Mataram mendapatkan Rekor MURI tahun 2015 atas kepeduliannya terhadap anak-anak Indonesia untuk terbebas dari tindak kekerasan. Begitu juga dengan Rekor MURI yang pernah pernah diraih dalam ajang cuci tangan pakai sabun tahun 2015 lalu. Nyayu menjadi salah satu motor penggerak bagi anak-anak Mataram yang peduli. Perempuan ke dua adalah Atun Waradatun, Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Mataram yang pernah mendapatkan beasiswa dari Fulbright Scholarship untuk program Master di University of

Northern Iowa di bidang sosiologi keluarga dan gender studies serta beasiswa Australia Leadership Award untuk program Phd. Atun juga mendapat penghargaan Allison Sudrajat Awards untuk penelitian di tiga provinsi tahun 2016 ini serta pernah menjadi penulis paper terbaik pada Annual Conference on Islamic Studies tahun 2013. Ia juga menulis tiga buku berjudul Bukan Satu Mata (2015), Kontekstualisasi Hukum Keluarga (bersama Hamdan) tahun 2013 dan Perempuan NTB Mendunia, Siapa Takut? tahun 2010. Perempuan ketiga adalah Baiq Indraningsih pegiat LSM yang meraih She Can Award dari Tupperware 2015 atas aktivitas peduli sungai yang dilakukannya bersama dengan komunitas IBRA (Ini Baru Banjar) yang dikelolanya bersama masyarakat di Kelurahan Banjar Ampenan. Indraningsih aktif mengajak masyarakat untuk peduli sungai dan menjadi sahabat bagi alam. Masyarakat yang mencintai alam dan bersinergi dengan alam dana meningkatkan

iman, ilmu dan amal. Bersama komunitas IBRA ia bergerak menciptakan kreativitas dan inovasi, membangun Banjar dengan potensi sumber daya yang dimiliki untuk mewujudkan Banjar sebagai Kampung Ekowisata Terpadu. Perempuan ke empat, Naniek I. Taufan, Wartawati dan juga penulis buku. Ia juga mantan aktivis gerakan mahasiswa era 1990-an. Bersama Forum Komunikasi Mahasiswa Mataram (FKMM) –kala itu- ia menjadi salah seorang pendorong gerakan-gerakan mahasiswa di Mataram. Pemain teater yang sudah memerankan banyak karakter dalam tidak kurang dari 15 judul naskah ini, pernah meraih penghargaan sebagai aktris terbaik dalam Festival Teater Modern se- Nusa Tenggara Barat tahun 1994. Tahun 1995, ia terpilih sebagai sutradara terbaik dalam Festival Teater Modern se- Nusa Tenggara Barat. Tahun 1996, sebuah lakon yang disutradarainya menjadi satu dari lima penyaji terbaik dalam Pekan Seni Mahasiswa (PEKSIMINAS) se-Indonesia yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat. Di sela-sela aktivitasnya sebagai wartawan, Naniek yang pernah diundang dan mengikuti Konferensi Internasional Penulis Perempuan beberapa waktu lalu di Jakarta ini juga menulis karya sastra. Cerpen-cerpennya pernah dimuat di Koran Tempo dan Suara Pembaruan. Selain itu dalam rentang tahun 2007-2015, ia telah menulis 18 buku, termasuk buku terorisme dan potret Gunung Tambora hari ini. Perempuan kelima adalah Nurjanah, pegiat LSM yang dalam

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Investasi Sekarang untuk Nanti Bebas Finansial I

Made Robert dan Ni Made Ayu

nvestasi bukan hanya urusan menj a d i ka n d i r i kaya , namun lebih jauh dari itu, berinvestasi adalah cara agar suatu hari kita memperoleh kebebasan finansial tanpa terbebani persoalan uang. Karena, su­a tu hari nanti­ kita pasti akan berhenti bekerja. Dan pertanyaannya, apakah keuangan kita sudah siap jika kita berhenti bekerja? Karena itu kita harus berinvestasi sekarang juga.

“Biarkan uang yang bekerja untuk kita,” tegas Made Robert, seorang motivator sukses yang juga Direktur Utama BOS Land ini. Banyak jenis investasi yang bisa kita pilih, salah satunya di bisnis properti. Ken a p a ? K a ren a b isn is i n i tak pernah matinya, apalagi jika lokasi bisnis kita berada di lokasi yang eksotik dan menjadi tujuan wisata dunia. Selanjutnya, pelajari sistem dan legalitasnya, serta pilih pengembang properti yang sudah mumpuni. Bali dan Lombok menjadi

Hanya Rp 325 Juta bisa punya Villa di Lombok *Kepemilikan Selamanya dua tahun terakhir menjadi koordinator program yang fokus pada isu perempuan dengan menggawangi program MAMPU (Maju Perempuan untuk Penanggulangan Kemiskinan) BaKTI NTB. Dalam aktivitasnya ini, Nurjanah melakukan pengorganisasian masyarakat dari berbagai lapisan sehingga lahir komunitas perempuan yang melanjutkan kerjakerja pemberdayaan masyarakt, khas LSM. “Kelima perempuan ini kami sebut sebagai perempuan biasa yang tidak biasa, karena aktivitas mereka yang memang tidak biasa bagi perempuan, khususnya di NTB,” ujar Imam Sofian, pemilik Bandini Koofie Kafe. Menurut Imam, masih ada perempuan NTB dengan kapasitas sebagaimana kelima perempuan tersebut, namun kali ini merekalah yang mendapatkan apresiasi tersebut. Jika diperhatikan biodata dan aktivitas dari kelima perempuan yang ditampilkan dalam talk show tersebut, terlihat hal-hal spesifik yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh sembarang perempuan. “Kalau kita menilik pengalaman dari kelima perempuan tersebut, akan tampak ada yang dengan jelas telah melakukan berbagai aktivitas yang spesifik yang tampaknya tidak semua perempuan bisa melakukannya. Karena itulah kami sangat mengapresiasinya,” ujar Imam tentang alasan mengapa Bandini Koffie Kafe mengangkat tema tersebut di Hari

Kartini tahun 2016. Dalam talk show tersebut, para perempuan ini memiliki kesamaan dalam memandang keluarga sebagai fokus utama yang mengiringi aktivitas dan prestasinya dalam berkarya. Secara khusus sebagai wartawan, Naniek menilai kegiatan merayakan Hari Kartini ala Bandini Koffie Kafe dengan menampilkan talk show tersebut dianggap sebagai kegiatan yang bersifat intelektual karena memiliki nilai dan mengerti apa yang ditampilkannya. “Saya selalu kesulitan mencari topik, tiap kali Hari Kartini tiba. Di sana-sini orang berpakaian kebaya, di sana sini orang membagikan bunga. Anakanak sekolah memakai pakaian adat. Meski saya tahu itu sesuatu yang baik untuk memperkenalkan hal-hal baik, namun dengan formalitas yang telah menjadi ‘turun temurun’ tersebut, kegiatan semacam itu kehilangan nilai beritanya. Tetapi perayaan Hari Kartini yang dilakukan Bandini malam ini, memiliki nilai berita yang signifikan bagi tugas saya sebagai wartawan,” ungkapnya. Pada malam tersebut, sebagai penghormatan terhadap Hari Kartini, Bandini Koffie Kafe, secara spontan memberikan diskon 30% bagi seluruh pengunjung yang ikut dalam talk show yang dipandu Fairuz Abadi yang lebih dikenal dengan nama Abu Macel yang merupakan salah seorang presenter penuh humor di Mataram. -Naniek I. Taufan

Atta Selong Villas adalah salah satu akomodasi mewah di daerah perbukitan Selong Belanak yang menawarkan keindahan alam Selong Belanak dan kenyamanan pagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana alami dan tenang. Nikmati pemandangan pantai pasir putih yang menakjubkan dari Selong Belang Hill Lombok, lingkungan yang masih alami di perbukitan Selong Belanak, Lombok. Selong Belanak dapat dijangkau 30 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok di Praya, mudah dicapai dengan penerbangan reguler dari Bali, Jakarta, Singapura , dan Kuala Lumpur. Dengan Rp 325 juta, keuntungan yang didapat adalah: Garansi penghasilan selama pembangunan

0,5% per bulan selama 2 tahun (transaksi tunai), ROI Guarantee 18% untuk 2 tahun sejak Atta Selong Villas resmi beroperasi (tahun ke-3 dan seterusnya fluktuatif mengikuti untung bersih dari Atta Selong Villas), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-3 sebesar 70% investor pemilik villa & 30% operator, Garansi beli kembali 130% pada tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (fully furnished), Free maintenance & service charge, Free stay 21 point per tahun, Sertifikat Hak Milik (SHM), Reward buyer (transaksi tunai) liburan gratis ke Eropa, Grand Prize (diundi saat grand opening Atta Selong Villas) 2 Heltare hutan jabon, Umroh/Liburan/Tirtayatra.

5

dua daerah wisata di Indonesia yang banyak menyedot wisatawan. Jadi, sangat tepat jika kita berinvestasi disini. Adalah Made Robert , seorang pebisnis sukses, motivator, owner, pendiri sekaligus konseptor PT Mesari Land yang telah sukses mensejajarkan masyarakat lokal dengan investor Kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke stan asing, serta mengemPuri Kelusa Villas saat pameran di JCC, Jakarta balikan peran orang beberapa waktu lalu Bali untuk menjadi “tuan” di tanahnya sendiri den- di Kelusa, Ubud-Bali, dan di gan proyek Villa Mesari, kini Selong, Lombok. Jadi, sememelalui BOS Land a Subsidiary ton Bali yang memiliki dana of MESARI Land menghadirkan lebih bisa berinvestasi di Puri 2 jenis villatel, yakni villatel Kelusa Villas & Resort, Ubud berbasis kerakyatan dan vil- atau di Atta Selong Villas, Lombok,” jelas Komisaris Utama latel unitan. “Kini BOS LAND memiliki BOS Land, Ni Made Ayu Dewi villatel unitan yang berlokasi Saraswati.

Puri Kelusa Villas & Resort

Miliki Villa di Ubud hanya dengan Rp 600 Juta *Kepemilikan Selamanya

Atta Selong Villas

Mulai Rp 12 Juta Bisa Punya Villa di Ubud Jika Anda memiliki dana minim, tak berarti Anda tidak bisa berinvestasi, atau tak bisa menjadi owner villa. Karena selain villa unitan, BOS Land juga menawarkan investasi villatel yang berbasis kerakyatan dengan konsep mepatung. Hanya dengan Rp 12 juta, Anda sudah bisa menjadi investor maupun owner (pemilik) unit Atta Labeji Villas yang berlokasi di kawasan eksotis, Desa Kenderan, Ubud, Bali villa. 100% Uang Kembali Apa saja yang didapat dari 12 juta tersebut? Sang konseptor, Made Robert menjelaskan banyak keuntungan yang didapat. Di antaranya, uang pembelian lot akan dikembalikan 100% di tahun ke-10. “Ini hanya berlaku bagi pembelian di awal hingga 25 april 2016. Setelah itu, pengembalian uang 100% tersebut dilakukan di tahun ke-11,” ucap Ni Made Ayu Dewi yang sekaligus bertindak sebagai Marketing & Communica-

Made Robert bersama investor Atta Labeji saat peninjauan ke Atta Mesari Villas

tion of Atta Labeji Villas. Keuntungan lainnya yang didapat dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas adalah; mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, komisi 10% setiap mengajak tamu ke Atta Labeji Villas, tergabung dalam komunitas “Atta

Atta Labeji Villas

Made Robert dan Ni Made Ayu bersama investor Surabaya

Labeji Investor Club” yang tentunya akan memperluas jejaring, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. Klausa ini dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor pun telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris. –ten

Kunjungan wisatawan ke Bali selalu meningkat tiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka lebih tertarik menginap di villatel. Kondisi ini menjadi kesempatan yang luar biasa untuk berinvestasi di villatel. Para wisatawan kini tak lagi mencari lokasi yang dekat dengan keramaian, namun lebih memilih lokasi yang eksotis, tenang dan nyaman. Ubud terkenal di antara para wisatawan di mancanegara karena lokasinya yang banyak dengan persawahan dengan nuansa perdesaan. ​Puri Kelusa Villas & Resort adalah tempat yang tepat untuk berinvestasi di villatel. Villa bernuansa kehidupan tradisonal pedesaan Bali yang selaras dengan konsep Tri Hita Karana (keep the harmony and balance between human to God, human to human & human to environment). Dibangun di atas tanah seluas 2 hektare di Kelusa, Ubud–Bali, dikelilingi sungai yang masih asri bak pulau di tengah danau dengan suara gemericik airnya, dikelilingi sawah yang hijau dan rerimbunan pohon. Miliki Puri Kelusa Villas di Ubud, Bali hanya dengan Rp 600 juta. Benefit Memiliki Puri Kelusa Villas & Resort adalah : Garansi penghasilan selama masa pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun (transaksi tunai), ROI Guarantee 18% untuk 2 tahun semenjak Puri Kelusa Villas & Resort beroperasi (tahun ke-3 dst. fluktuatif mengikuti untung bersih dari Puri Kelusa Villas & Resort), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-3 sebesar 70% untuk investor (pemilik villa) & 30% untuk operator villa (Puri Management International), Garansi beli kembali 130% di tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (full furnished), Free maintenance & service charge, Free Stay 21 point per tahun, Sertifikat hak milik (SHM), Reward buyer (transaksi tunai keras), Grand Prize diundi saat grand opening Puri Kelusa Villas & Resort (2 hektar hutan jabon, umroh/tirta yatra/liburan ke luar negeri).

Unit Terbatas! Hubungi Marketing Sebelum Harga Naik BOS LAND – PT Bos Internasional Jln. Tukad Pakerisan 79, Panjer, Denpasar – Bali 0361 4723 260, 0822 4736 5888, 0878 6199 9658 Email: cs@bosland.id www.bosland.id


4

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Sederhana, Berkesan, dan Penuh Makna

Kolaborasi HUT BKOW, Iwanwar dan BNNP Bali

M

akna hari Kartini yang diperingati pada 21 April setiap tahunnya, sangatlah besar. Banyak pesan yang disampaikan lewat perjuangan yang telah dibangun seorang Kartini muda semasa hidupnya. Bagi wanita masa kini, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri karena Kartini menjadi pelopor kemajuan wanita terutama di Indonesia. Peringtaan Hari Kartini lebih pada sifat perjuangan yang berguna bagi diri, keluarga, orang lain, juga negara. Para ibu pun siap dengan tugas mulianya, berjuang melalui pola asuh yang baik, menanamkan pondasi agama yang kuat juga tuntunan nilai sosial sehingga mampu menjadi benteng yang kuat bagi anak bangsa. Demikian disampaikan Ketua Ikatan Wanita Warmadewa (Iwanwar), Ny. Seruni Kaca pada perayaan Hari Kartini yang diselenggarakan di Auditorium Widya Sabha Utama Universitas Warmadewa, Kamis (21/4). Berikutnya Ketua Umum BKOW Provinsi Bali, Dr. A.A. A Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., mengatakan meski perayaan dilaksanakan sederhana namun sarat akan kebersamaan dan kebhinekaan sembari mengurai pernyataan yang memotivasi , “Ketika perempuan tidak dibiarkan berkembang, bagaimana ia tahu sejauh mana bisa berprestasi. Dan, jika ia tidak pernah melepas sepatu hak tingginya bagaimana ia tahu seberapa jauh bisa berjalan atau

Foto bersama BKOW Bali seberapa cepat bisa berlari”. Dikatakannya pula, dengan tema acara hari itu “Dengan Semangat Emansipasi Kita Gelorakan Sapta Bayu Sebagai Spirit Sri Kesari Warmadewa Dalam Mewujudkan Revolusi Mental, Melalui Keluarga Menyelamatkan Bali,” sangat relevan bagi perempuan. “Bahwa mereka harus cerdas dalam mengelola diri sendiri, keluarga, masyarakat, melalui pendekatan konsep keluarga. Dengan demikian tujuan bersinergi tercapai maksimal, yakni menyelamatkan generasi penerus bangsa ini terbebas dari bahaya narkoba. Keluarga adalah pondasi pertama dan utama bagi kekuatan sebuah bangsa yang besar. Tini Gorda juga sempat memaparkan pertanggungjawaban atas sinergi yang dilakukan melalui beragam kegiatan seperti ; Bedah Perpustakaan, Bedah Kantin Sehat, Bedah UKS pada Rabu (6/4) ; Tanam dan Pelihara Pohon, Sabtu (26/3) hingga Jumat (8/4); Lomba Pidato Melalui Keluarga Menyelamatkan Bali, Stop Narkoba,

Penyerahan Cenderamata kepada Rektor Warmadewa

Foto bersama Iwanwar

Drs. I Putu Gede Suastawa

Wisnumurti

Rabu (20/4); juga Seminar Budaya Pencegahan Peredaran Narkoba oleh Dadong Rerod dan Cedil yang pelaksanaannya pada puncak Perayaan Hari Kartini ke-137 yang disinkronkan dengan HUT ke-53 BKOW Provinsi Bali dan HUT ke-28 Iwanwar, den-

gan kepanitiaan yang digawangi Etty Crisnawan dari PWK. Sementara Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana yang juga hadir mengajak menggelorakan semangat emansipasi. Bahwa, wanita maupun pria patut memperingati Hari Kartini sebagai momentum melakukan introspeksi diri agar tetap tumbuh, dan menjadi lebih baik dari posisi hari ini. Sedangkan Ketua Yayasan Kese­ jahteraan Korpri Provinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., selain membacakan beberapa untaian catatan kecil Kartini, sebagai rangkaian kalimat yang patut dicamkan. Ia juga mengatakan jika jalinan kerjasamanya dengan BKOW dilaksanakan karena siapa pun tidak mungkin bekerja sendiri. Maka, sudah sepatutnya Iwanwar yang berulang

Salah satu peserta lomba pidato

Usai pemotongan tumpeng HUT BKOW dan HUT Iwanwar

Para Juara Lomba Pidato

tahun tepat pada Hari Kartini bisa bekerjasama dengan siapa pun. Dan, yang tepat diajak bekolaborasi adalah BKOW, sebab di dalamnya terdiri dari berbagai organisasi wanita. Ketika Iwanwar bekerjasama dengan BKOW, berarti pula telah menjalin kerjasama dengan organisasi wanita lainnya. Ini langkah yang tepat dan cerdas, bersama harapan kedepannya kolabarasi ini harus semakin sering dilakukan. Hal ini, lanjutnya juga merupakan bagian dari misi Warmadewa, untuk turut berperan serta di masyarakat sekecil apa pun dalam bentuk pengabdian masyarakat. Dan, Iwanwar bisa berperan di sana. Selanjutnya, Kabid Perlindungan Perempuan, Ida Ayu Nyoman Candrawati, S.H.,M.Par., yang tampil mewakili Kepala BP3A Bali menyampaikan betapa peran perempuan sangat strategis dalam hubungan budaya dan membentuk karakter bangsa. Pemberdayana perempuan bertujuan membangun kemandirian dan meningkatkan rasa percaya diri, sehingga perempuan dapat memilih perannya serta mampu berpartisipasi membangun kehidupan dan kesejahteraan. Di akhir acara, Kepala BNNP Bali, Kombes pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., menyampaikan bahwa permasalahan penyalahgunaan narkoba sudah merambah ke semua tatanan kehidupan masyarakat. Maka, diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif dan berkesinambungan. Salah satunya yang dilakukan BNNP saat itu adalah menggandeng Dadong Rerod untuk bersama-sama memberikan informasi yang benar dan faktual tentang dampak buruk dan bahaya penyalahgunaan narkoba. Baik secara fisik, mental dan sosial ekonomi bagi pemakai juga lingkungan dan masyarakat luas. Selanjutnya bisa menjadikan mereka memiliki pola pikir, sikap dan terampil menolak penyalahgunaan narkoba. Selain itu juga ditekankan bagi siapa saja masyarakat yang terjebak dalam lingkaran narkoba, tidak perlu ragu untuk melapor agar segera dapat direhabilitasi dan bukan dipenjara. - ard

Terima Kasih Kepada Puri Gede Karangasem Perdiknas Denpasar

Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali BNNP BPDAS Provinsi Bali Tanam pohon di SMK Giri Pedawa Karangasem 18 Maret

Tanam pohon bersama Iwapi di Tabanan 28 Maret

Tanam pohon bersama Wanita Islam 3 April

Kehutanan Provinsi Bali Sarana Dewata Bali Pegadaiana Farabi Wardah Cosmetic Inez Kosmetik Mei Kebaya Bank Pundi Ametis Water Tiara Kusuma

Penanaman pohon bersama Iwanmar, Ketua Yayasan dan Rektor di Universitas Warmadewa 8 April

Penanaman pohon bersama Ikatan Bidan Indonesia 17 April

Penandatanganan berita penyerahan bantuan bedah perpustakaan, kantin sehat dan UKS di SDN 3 Batuan, Sukawati-Gianyar

Seluruh Panitia Pelaksana

Mandalika

21

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

Sanksi Adat untuk Penebang Pohon dan Pencemar Air

Memasuki kawasan hutan Bayan di Lombok Utara yang dikenal dengan nama Dasan Bangket Bayan, pohon-pohon serta rerimbunan tumbuhan menghijau menjadi pemandangan yang menyejukkan. Hutan ini terpelihara dengan sangat baik oleh masyarakat Bayan secara turun-temurun. Perlindungan dan pelestarian terhadap hutan ini dilakukan secara adat yang dinaungi pula oleh pemerintahan desa setempat. Hutan ini berada di tiga wilayah desa yakni, Desa Loloan, Desa Karang Bajo dan Desa Bayan. Ketiga desa ini masuk dalam satu Paer (kecamatan) adat, yakni Paer Bayan. Perhatian terhadap pelestarian hutan ini diatur pula dengan Peraturan Desa Karang Bajo, Nomor 01 Tahun 2006.

D

esa Karang Bajo, Kecamatan Bayan yang terletak di Lombok Utara merupakan salah satu wilayah di Nusa Tenggara Barat yang masih kental mempertahankan kebiasaan-kebiasaan nenek moyangnya yang kemudian mentradisi dalam masyarakat. Letaknya yang berada di tengah-tengah Bayan, berbatasan langsung dengan Desa Anyar sebelah utara, Desa Loloan sebelah Timur, Desa Bayan sebelah selatan dan Desa Senaru di sebelah barat, membuat posisinya menjadi sangat strategis dalam kehidupan masyarakat adat di Bayan. Karena itulah, Desa Karang Bajo menjadi semacam pusat aktivitas adat di kecamatan ini. Penjagaan daya hidup tradisi di desa ini masih terlihat lekat hingga hari ini. Bahkan dalam hal pelestarian lingkungan menjadi fokus penting bagi pranata adatnya. Di antaranya adalah penyelamatan sumber daya alam seperti mata air dan hutan yang dikawal secara adat. Sebagai hutan adat, pemeliharaan Dasan Bangket Bayan memang dilakukan oleh pranata adat. Namun, demi melestarikan mata air dan hutan di kaki Gunung Rinjani ini, tidak hanya dilakukan oleh pranata adat melainkan juga bersamasama dengan pemerintahan desa

Kertamalip yang turut mendukungnya, dengan tetap menghormati, mengakui dan melindungi hak-hak pranata adat, berdasarkan asal-usul tradisional dalam mengelola sumber daya hutan yang secara teknis diatur dengan awiq-awiq. Karena itulah sebuah Peraturan Desa (Perdes) Karang Bajo pun dikeluarkan, dengan nomor 01 Tahun 2006, Tentang Pelestarian Pawang Adat Paer Bayan. Pawang berarti

hutan. Paer Bayan berarti kesatuan wilayah yang terikat dalam kesatuan adat dan budaya dengan batas-batas tertentu. ”Pada dasarnya pranata adat berdiri sendiri, demikian pula dengan pelaksanaan-pelaksanaan tugas adatnya, termasuk dalam hal pelestarian mata air dan hutan adat ini. Untuk lebih melindungi keberadaan mata air dan hutan adat ini, Pemerintah Desa Karang Bajo pun turut mendukung dengan mengeluarkan Perdes 01 Tahun 2006, sebagai penegasan,” kata Kertamalip, Kepala Desa Karang Bajo. Begitu dihargainya keberadaan alam, hutan dan mata air di wilayah ini, membuat tidak seorang pun boleh menebang pohon juga mencemari mata air. Sanksi adat siap menanti bagi siapa saja yang melanggar. Dan itu diatur secara tegas dalam Perdes ini dan pelanggaran-pelanggaran yang pernah terjadi, juga disanksi secara tegas sesuai dengan aturan yang ada dalam Perdes tersebut. ”Bahkan ketika masuk ke wilayah hutan adat ini, sebuah ritual kecil harus dilalui oleh pendatang baru atau tamu yang hendak masuk ke dalam hutan ini. Sebelum masuk hutan harus melewati ritual sembe’,” ujar Rianom, salah seorang budayawan Sasak di Bayan Lombok Utara. Dalam ritual kecil yang disebut sembe’ tama gumi

Awiq-awiq pelestarian mata air di wilayah adat Bayan

dalam ini, tanah pertama memasuki kawasan hutan diambil oleh tokoh adat dan ditempelkan pada dahi pengunjung. Dengan berbagai ritual adat seperti inilah yang akhirnya membuat hutan ini terjaga dengan baik. Dengan tegas perdes ini juga melarangan merusak hutan dengan tidak dibenarkan melakukan pembakaran di kawasan hutan pawang adat dengan sengaja dan tidak dibenarkan melakukan penebangan pohon menggunakan mesin gergaji di kawasan hutan ini. ”Jika ada pohon tumbang yang merintangi jalan dalam hutan ini, tidak boleh sembarang dipotong melainkan akan ada ritual kecil yang akan dilakukan masyarakat dalam hutan ini sebelum dipindahkan,” ujar Rianom. Ritual ini disebut ngasuh. Dan ketika masyarakat akan menebang pohon di dalam wilayah hutan adat ini, sekali pun di tanah miliknya, dilarang keras menggunakan mesin gergaji melainkan harus ditebang dengan kapak atau parang. ”Jika ada yang melanggar, harus membayar denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara adat maupun yang tercakup dalam

Perdes,” ungkap Kertamalip yang telah menjadi Kepala Desa Karang Bajo sejak tahun 2004. Bahkan pelanggaran akan ketentuan ini disebut sebagai dosa (sanksi yang dikenakan kepada siapa saja yang melakukan pelanggaran atau hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam peraturan desa ini). Sanksi yang tertera dalam perdes ini menyangkut sanksi ringan untuk dosa ringan mulai dari seekor ayam, sanksi sedang untuk dosa sedang dan sanksi berat untuk dosa berat, hingga seekor kerbau yang akan dipakai untuk ritual pembersihan dosa. Dan yang berhak menentukan sanksi adalah pranata adat atau lembaga adat. Dan tampaknya untuk menjaga kelestarian habitat hewan yang hidup dalam hutan ini juga tidak dibenarkan untuk melakukan perburuan terhadap hewan apa pun. Selain itu juga ada aturan yang tidak membolehkan siapa pun untuk mandi, mencuci mamakai sabun yang mengandung deterjen pada mata air di dalam kawasan hutan adat. Bahkan dilarang keras mengembalakan ternak di seluruh wilayah hutan adat. –Naniek I. Taufan

Pertahankan Kearifan Lokal untuk Jaga Hutan Di dalam hutan ini terlihat ada beberapa rumah yang ditempati penduduk yang disebut Pondok Bangket atau Pondok Oma. Mereka yang tinggal di sini adalah petani yang bertani di sekitar hutan ini. Mereka tidak boleh tinggal menetap melainkan harus pulang setelah panen tiba. Para petani ini sangat mematuhi aturan adat yang tidak membolehkan aktivitas pertanian dan perkebunan di wilayah hutan ini. Mereka hanya berladang di dekat kawasan hutan ini pada lokasi yang disebut lendang bangket atau areal yang tidak boleh ditanami tanaman persawahan melainkan hanya boleh ditanami tanaman ladang seperti kelapa, jagung, ubi, keladi dan lainnya. Mengapa hutan ini terjaga dengan sangat baik? Dan seluruh aturan adat yang dipertegas dengan Perdes, sangat dipatuhi oleh masyarakat desa ini? Rupanya, ada penjaga khusus wilayah hutan adat ini yang sangat disegani dan

dihormati. Sepasang suami istri, Inaq Perumbaq dan Amaq Perumbaq, yang disahkan oleh adat tinggal dan menetap di tengah hutan ini sebagai penjaga hutan tersebut. Mereka memiliki kediaman resmi di dalam hutan ini dan hidup sepanjang mengemban masa tugas selama lebih kurang tiga tahun. Sepasang suami istri ini mempunyai tanggung jawab untuk menjaga, memelihara kelestarian alam, air, hutan dan lingkungan yang ada dalam hutan adat tersebut termasuk gunung dan marga satwa yang ada di dalamnya. Amaq dan Inaq Perumbaq mendapat amanah dari masyarakat adat untuk menjadi pemangku adat yang menjaga, memelihara, dan melestarikan alam, hutan dan gunung ini, mereka telah dibekali dengan kelengkapan adat berupa pakaian kebesaran dan kelengkapan hidup lainnya, seperti kain, alat-alat dapur, ternak, beras dan lainnya. Dan sebagai sumber hidup tetapnya, Pe-

Masyarakat yang bertani di sekitar hutan Bayan, tidak diperbolehkan melakukan aktivitas berladang di dalam hutan dan dilarang untuk tinggal menetap di dalam hutan ini

rumbaq mendapatkan tanah sawah pecatu adat yang penggarapannya dibantu oleh masyarakat adat. Mereka diangkat oleh musyawarah adat sebagai orang yang dipercaya untuk menjaga keseimbangan alam dan kehidupan sosial masyarakat.

Inilah letak kearifan lokal yang terus dijaga oleh Pemerintahan Desa Karang Bajo dan masyarakatnya sehingga keteraturan dan ketertiban dalam menjaga hutan, air serta kelestarian lingkungan yang diajarkan oleh tradisi masih sangat

lekat dipertahankan dan dipatuhi hingga saat ini. “Kerjasama antara pranata adat dan pemerintahan desa membuat hutan adat Bayan tetap lestari dan tidak terjadi kerusakan,” ujar Kades. Bahkan dalam hal menjaga lingkungan, bersama pranata adat, Desa Karang Bajo kini mulai menghidupkan kembali bambu petung yang diperlukan untuk membangun rumah-rumah adat (tradisional) Sasak Lombok. Bambu petung yang kini mulai langka dan nyaris punah di desa ini, kini ditanam kembali sejak dua tahun lalu. Pemerintah Desa Karang Bajo dan Pranata Adat Bayan bersama warga menanam bambu petung di lahan-lahan tidur yang ada di Desa Karang Bajo dan wilayah adat lainnya di Bayan. Bambu yang banyak dibutuhkan untuk upacara adat maupun untuk membuat rumah adat ini, kini mulai dibudidayakan untuk seterusnya dilestarikan. -Naniek I. Taufan


22

Sosialita

Edisi 898/25 april - 1 MEI 2016

Buatlah Produk yang Disukai Orang

“S

enang banget, ini capaian kami terbaik selama keikutsertaan di Inacraft,” ujar Santoso yang hadir di Inacraft 2016 dengan aneka produk home decoration yang terbuat dari aluminium, tembaga, kuningan, dan besi. Dengan label ‘Solaris Bali’ , aneka produk dengan desain unik yang menghiasi stannya yang berukuran 2x2 meter itu, boleh dibilang cukup ‘mencuri’ perhatian pengunjung. “Yang dipamerkan di sini adalah produk-produk kami terbaru yang belum sempat kami pajang di show room kami di Bali,” tambah Santoso yang berkantor di Jl. Raya Kerobokan, Kuta, Bali.

Berkah ternyata juga menghinggapi sejumlah peserta pameran yang ditemui. Mereka mengaku gembira karena telah menghasilkan transaksi yang lumayan. Tahun lalu, seiring dengan lesunya ekonomi dunia termasuk Indonesia, bisnis craft mereka pun ikut terpukul. “Tahun lalu sangat lesu, sulit menjual produk. Pasar seperti ‘menyempit’. Tapi sepertinya tahun ini akan lebih baik, tanda-tandanya sudah terasa,” ungkap Haris, pengusaha UKM dari Yogyakarta. Hal senada juga diungkap peserta dari Boyolali, Jawa Tengah. “Tahun lalu, jangankan untuk mengembangkan diri dan meningkatkan pendapatan, untuk sekadar bertahan saja susahnya minta ampun. Semoga tahun ini bisa ada per-

Aneka produk solaris bali

baikan. Capaian di Inacraft ini semoga menjadi awal yang baik,” ungkapnya. Dwi juga berpendapat demikian. Staf pemasaran tas berlabel ‘Chameo Counture’ ini, menyebutrespon buyer yang datang ke stannya cukup bagus. “Responsnya pengunjung juga buyer bagus sekali,” kata Dwi tentang tas anyaman rotan sintetik itu. Menurut Dwi, tas-tas yang dipamerkan ini dibandrol dengan harga Rp 800 ribu hingga Rp 2,5 juta. “Sebenarnya ada yang seharga Rp 5 juta tapi tidak disertakan dalam pameran ini,” tambahnya. Karena keunikannya pula maka tas-tas yang sebagian di antaranya merupakan kombinasi anyaman dan kain batik, menjadi salah satu produk yang meraih penghargaan Inacraft. Inacraft yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, merupakan ajang pameran yang bukan hanya ditunggu-tunggu para pengusaha kerajinan tapi juga masyarakat. Bagi para pengusaha ajang ini menjadi sangat penting karena menghadirkan banyak buyer dari dalam maupun luar negeri. Inacraft yang digelar pada 2024 April 2016, diikuti oleh 1.400 peserta perusahaan kerajinan baik produsen maupun eksportir. Mereka menempati 1.333 gerai. Ditambahkan, selain peserta dalam negeri, sejumlah peserta asing juga ikut berpameran di antaranya dari Singapura, Jepang, Pakistan, Nepal, India juga Syria. Berdasarkan data, tahun ini jumlah peserta individu mengalami kenaikan yang cukup signifikan. “Tahun ini peserta mandiri mencapai 64% dari keseluruhan stan, sisanya diisi dari dinas dan BUMN,” ungkap panitia seraya menambahkan event ini sengaja digelar pada bulan April karena merupakan musim para buyer mencari dan melakukan transaksi. Seperti yang sudah-sudah maka diperkirakan tahun ini jumlah pengunjung akan meningkat. Diperkirakan

3

Ahlinya Kemasan Cantik

The Splendour of Minangkabau

Wajah Santoso terlihat sumringah. Ternyata itu bukan hanya karena stannya ramai pengunjung dan jualannya laris manis tapi ada transaksi besar dimana salah satu produknya diborong buyer Amerika. Tidak tanggung-tanggung buyer asal negeri Paman Sam ini memesan gentong berbahan tembaga sebanyak 5000 pieces.

Putu Rupani

Edisi 898/ 25 april - 1 MEI 2016

Perempuan satu ini merasa terpanggil ­untuk membantu para pelaku usaha atau industri kecil, khususnya pangan. Selama ini mereka berharap hasil produksinya bisa dijual di toko-toko modern yang pernah ia tangani, namun seringkali ditolak karena kemasan yang mereka gunakan tidak memenuhi standar persyaratan barang yang dijual di toko modern. Lantas apa yang dilakukan ­Putu ­Rupani, S.E. ?

mencapai sekitar 200 ribu orang dan jumlah buyer mencapai 1000 orang. GELONTORKAN RP 5MILIAR UNTUK PAMERAN Banyak hal yang berbeda ditawarkan oleh event yang telah 18 kali digelar ini, selain tema yang diusung yakni ‘The Splendour of Minangkabau’, juga adanya sejumlah fasilitas yang tahun lalu tidak dijumpai. Fasilitas kuliner yang luas misalnya, tahun ini ditata dengan apik di luar arena pameran. Di sana pengunjung yang lapar dan lelah setelah berkeliling dapat beristirahat sambil menikmati aneka kuliner andalan dari berbagai daerah. Ruang pameran kerajinan, di areal kuliner pun pengunjung dihibur dengan lagu-lagu khas Sumatera Barat. Fasilitas lainnya adalah bus gratis dari sejumlah mal yakni Margocity Depok, Sumarecon Mal Bekasi dan Mal Taman Anggrek. Sumatera Barat memang menjadi ikon Inacraft ke-18. Jadi begitu pengunjung datang, belum sampai masuk ke ruang pameran, sudah disambut dengan tari-tarian dari berbagai daerah di Sumbar. Atraksi seni budaya ini, dilakukan sesering mungkin, dan uniknya itu dilakukan di luar gedung pameran alias di jalan persis di depan pintu masuk utama. Tak heran hal tersebut mengundang banyaknya orang berkumpul. “Menarik juga ya, sebelum masuk kita disuguhi tari-tarian daerah,” ungkap seorang pengunjung kepada temannya. Keduanya adalah pegawai yang berkantor di kawasan Jl Sudirman. Mereka mengaku menyempatkan diri mampir di pameran sepulang kantor. Pemda Sumatera Barat mengaku mempersiapkan dengan sungguhsungguh keikutsertaannya di pameran ini. Baik itu Pemda tingkat provinsi maupun kabupaten/kota ikut bahu membahu demi membuat daerahnya semakin dikenal. “Di sini kami mengeksplor semua potensi yang kami miliki mulai dari produk kerajinan, potensi pariwisata, kesenian hingga kulinernya,” ungkap Ridonal,

dengan cara trial & error. Malah langkahanya sebagai konsultan ritel cukup teruji. Pani telah berhasil membuka lebih dari 45 toko, minimarket atau supermarket dalam kurun waktu 7 tahun, hampir di semua kabupaten di Bali hingga di Gresik, Jawa Timur. Sampai suatu saat Pani memperoleh undangan dari Bank Indonesia untuk mengikuti seminar tentang

Sekretaris Dekranasda Sumbar. WAPRES BAYAR SEMUA Bukan itu saja, dukungan penuh juga diberikan Pemda dalam bentuk anggaran. “Kalau biasanya kami hanya menganggarkan dana sekitar Rp 2 miliar maka karena provinsi kami terpilih sebagai ikon maka anggarannya menjadi Rp 4-5 miliar. Kami memberi dukungan penuh pada semua dinas yang berpameran. Target kami adalah mempromosikan produk-produk UMKM kami bukan hanya pada pengunjung dalam negeri tapi juga luar negeri, khususnya buyer mancanegara,” ungkap Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang membuka event ini dalam pidatonya mengingatkan para pengrajin agar jeli memantau situasi pasar juga perkembangannya. “Artinya, jangan berpikir tentang kesukaan kita tapi berpikir tentang apa yang disukai orang, itu baru bisa menjadi pasar dunia,” ungkapnya. “Kita ini kaya budaya, kemampuan juga sumber-sumber ekonomi. Kita memiliki penduduk yang besar. Maka saya berharap pameran ini bisa memberikan inspirasi bagi kita semua. Memberikan kita dorongan untuk bekerja keras,” katanya. Ada hal yang menarik seusai acara pembukaan, yakni saat para pejabat berkeliling melihat produk-produk yang dipamerkan. Wapres bersama sejumlah pejabat berkeliling dan mampir di sejumlah stan UKM. Kalla terlihat tertarik dengan produk UKM, sang pedagang yang tahu hal itu, langsung memberikannya pada Kalla sebagai hadiah. Tapi hadiah itu ditolak. Alasan Kalla menolak bukan karena tidak suka tapi karena mereka pengusaha kecil. “Masa mereka jauh-jauh datang (berpameran), bayar sewa pula, kasih barang secara gratis,” kata Kalla yang tidak mau menerima secara gratis melainkan dengan cara membayar sesuai harga yang dibandrol. Jadi Kalla pun membayar semua barang tersebut. “Saya bayar semua, biar penglaris,” katanya sambil tersenyum. –Diana Runtu

kemasan sekitar Nopember 2015 silam. Ketika mengikuti seminar yang diikuti para pelaku usaha industri kecil menengah seluruh Bali tersebut ia berhasil berkomunikasi lebih jauh dengan sang narasumber. Dengan misi yang dimilikinya ia berhasil menjalin kerjasama mengelola bisnis kemasan untuk membuka cabang di Bali. Istimewanya lagi misi dari D&D Packaging Indonesia yang menganggap Pani cocok dan pantas untuk bukan menjadi partner menjual produk kemasan dan mesin namun sebagaimana juga keinginan pribadinya selama ini ingin bisa membantu pemerintah terutama untuk mengubah maindset para pelaku IKM dan UKM yang notabene masih berpikiran sederhana dan belum mempunyai wawasan yang luas terkait kemasan. Setelah menjalin kerjasama, Pani segera melakukan survei ke kantor pusat D&D Pack Indonesia. “Singkat cerita akhirnya pada 16 Januari 2016 terwujudlah Kantor Cabang D&D Pack untuk Bali, yang

Gandeng DinasTerkait

P

Putu Rupani

ani, begitu panggilan akrabnya mengatakan di satu sisi sangat ingin menolong tapi di sisi lain produk mereka belum layak masuk ke toko modern. “Ketika saya infokan untuk mengubah kemasan produknya agar layak dan memenuhi persyaratan, mereka menganggap kami mempersulit atau tidak mau membantu industri kecil,” ujar konsultan ritel Bali ini membuka percakapan dengan Tokoh di kantor D &D Pack Bali di Jalan Bedahulu X No. 16 Denpasar. Dari kondisi inilah, kata istri dari I Gede Nyoman Virgoriana, S.E., ini memiliki ide, mencari partner kerja untuk menangani masalah kemasan atau packaging bagi para UKM di Bali. Apalagi sebelumnya Pani dengan profesinya selaku konsultan ritel sudah cuku banyak membantu orang mendirikan usaha retail modern, apapun bentuknya baik itu supermarket, minimarket ataupun berbentuk toko oleholeh tanpa harus melakukannya

Bicara jasa kemasan yang kini ditanganinya, ibu muda yang memiliki catatan pengalaman cukup panjang di bidang ritel ini, kini kegiatan pemasarannya meliputi wilayah Bali, NTB, NTT dan daerah lainnya. “Karena misi kami adalah dapat membantu pemerintah dalam mengubah pemikiran para IKM /UKM maka sistem marketing yang kami jalankan adalah menggandeng instansi seperti Disperindag, dan Dinas Koperasi agar dapat lebih cepat memberikan informasi dalam hal kemasan,” cetus putri pasutri I Wayan Dhangin dan Ni Wayan Putu Adi ini. Pani juga mengatakan, beberapa instansi yang telah bekerjasama dengan D & D Pack Bali adalah Disperindag Provinsi Bali, Disperindag Badung, dan Klungkung. Sementara daerah lainnya tinggal menunggu jadwal koordinasi. “Kami juga sudah sampai ke Dewan Koperasi Indonesia, yang telah mempercayai saya sebagai narasumber di bidang kemasan,” lanjut perempuan asal Karangasem ini. Meski diakuinya D & D Pack Indonesia, belum lama membuka cabang di Bali tapi, sudah tidak asing lagi dikalangan IKM/UKM, karena mereka sering mengikuti pelatihan yang di adakan oleh D&D Pack Indonesia Pusat. “Hanya saja kalau dulu usai pelatihan, pelaku usaha memesan barang yang diperlukan ke Jakarta dengan minimum order yang cukup besar plus ongkos kirim. Sekarang dengan dibukanya cabang di Bali mereka dipastikan bisa lebih dekat mendapatkan barang tanpa dikenakan ongkos kirim dan istimewanya lagi bisa mendapatkan barang dengan eceran yang terjangkau,” paparnya. Selain itu, Pani juga melakukan pendekatan kepada pelaku ritel yang ada di Bali, khususnya para klien toko modern yang dibantu mendirikannya untuk mencoba membuat own brand untuk barang barang yang laku dengan merek tokonya sehingga bisa sebagai ajang promosi. Keistimewaan masing-masing toko juga dapat dilihat dari kemasan

Putu Rupani dan keluarga

berlokasi di Jalan Bedahulu X No 16, Denpasar,” ucap Ibu dari Verdy, Doddy, dan Aditya ini dengan wajah sumringah

sembari menyebut alamat web-nya www. kemasanukm. com dan www.konsultanretailbali.com.-ard

produknya yang unik dan menarik. Rupani menekankan harapannya dapat membantu para pelaku usaha atau industri kecil untuk berhasil memasarkan produknya lebih luas lagi. “Jika sebelumnya jangkauanya hanya pasar tradisional saja, sekarang dapat dimasukkan ke toko modern seperti minimarket, supermarket ataupun toko oleh-oleh Bali. Bahkan bisa mengikuti kemajuan teknologi, dengan penjualan secara online. Faktor yang paling penting di bisnis online adalah kemasan atau tampilan, karena calon pembeli hanya bisa melihat di HP atau komputer dan bukan secara fisik,” tuturnya. Dengan mengusung moto “One Stop Packaging Solution”, Pani pun menyampaikan kabar gembira bahwa D&D Pack Indonesia Cabang Bali siap memberikan konsultasi gratis kepada para IKM/UKM yang memerlukan khususnya bidang kemasan dan pemasaran. Hal ini sesuai pula dengan misi pribadinya sebagai seorang konsultan ritel, yakni ingin membantu mengubah toko tradisional menjadi toko modern agar bisa bersaing dengan menjamurnya toko waralaba. “Jadi, sejak saat ini bagi siapa saja, para pelaku usaha yang memiliki masalah soal kemasan silakan datang ke kantor kami. Begitu pula bagi Anda yang ingin bergerak di bidang ritel, membuka atau mendirikan usaha minimarket/supermarket yang masih bingung memulai darimana, segera kontak kami di No.HP 0811397245, atau melalui email puturupani68@ yahoo.com, “ ujarnya. -ard

Sebagai pembicara di salah satu acara Seminar Rtel di Denpasar


2

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

GORO-GORO Ami diminta oleh seorang pejabat membuat teks pidato tentang bahaya narkoba. Putu Wijaya “Karena sebuah pemancar televisi pernah menyiarkan Bali menduduki nomor 5 terawan daerah yang digerayangi peredaran narkoba di indonesia,” kata pejabat itu. Ami jadi bingung. “Saya tahu, kita semua mengutuk narkoba. Tapi menuliskan sebuah pidato yang bisa membuat orang ikut aktif bergerak menolak narkoba, saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Paling banter memprovokasi orang untuk bilang tidak. Tapi itu kan sudah klise?” Amat tidak dimintai pertimbangan. Tapi ia punya usul agak nyeleneh. “Ami, lebih baik kamu tulis kebingunganmu itu dengan jujur. Artinya, katakan terus-terang, kamu benci narkoba, tapi karena kamu tidak pernah nemakainya dan tidak punya teman gaul yang terlibat barang jahanam itu, kamu

jadi hanya sekedar ikut-ikutan benci narkoba, karena membaca kedahsyatan bahaya narkoba di media. Bagaimana nasib para pelaku narkoba. Baik korban maupun pengedarnya. Terpancing oleh tulisanmu yang akan dipidatokan itu, pasti akan muncul banyak tanggapan dari orang yang menguasai masalah itu. Bener tidak? Bapak kira itu intinya!” Ami menganggap saran itu unik. Meskipun mana ada pejabat yang akan mau membaca teks pidato begitu. “Mereka kan ingin nampak pintar, supaya tidak diejek media dan nanti terpilih lagi,” kata Ami. Toh Ami mencoba menulis. Tapi dia hanya bisa menulis beberapa alenia, lalu mentok. Ami merasa gelap. Suaminya yang membaca tulisan itu kontan mengeritik. “Daripada memberikan tulisan mentah begini, lebih baik ditolak!” kata Sugi ketus. “Lagipula honornya tidak ada kan?” “Ya, betul, tidak ada honor. Ini kan kerja sosial.” “Kalau begitu tolak saja.

narkoba

Mungkin penulisannya sudah dimintakan kepada beberapa orang lain Tapi karena semua menolak, lalu jatuh ke kamu, karena mereka tahu, kita tidak pernah hitung-hitungan untuk kerja sosial. Lagian masalahnya kamu tidak kuasai kan?” “Itu bisa diatasi dengan riset.” “Betul. Tapi kan paling tidak akan perlu waktu satu minggu. Riset ke perpustakaan, lihat google atau beli buku. Mesti akan keluar biaya juga. Dan, yang penting, mungkin pejabat yang memesan pidato ini pasti sudah mengalokasi biaya, hanya saja jatuhnya tidak ke tangan kita, tapi ke kantong perantara yang ditugaskan menulis!” Ami tertegun. “Jadi, di sini bukan hanya aspek sosial-politik yang tersangkut, tapi juga bisnis?” Sugi mengangguk. “Ya! Selamanya, begitu! Bukan hanya tiga aspek itu, di atas kertas, dalam teori-teori keilmuan yang kita pelajari, berbagai aspek itu seperti benua-benua terpisah yang mandiri. Tapi dalam kenyataan semua tumpang-tindih.

Olahraga bukan hanya sport, tapi sudah kemasukan politik. Agama bukan hanya masalah keimanan tapi juga kemasukan politik. Dan, politik sendiri tak bisa menghindar dari duit. Dan seterusnya. Jadi kita mesti hati-hati!” Ami paham apa yang dikatakan suaminya. Tapi keinginannya untuk menyumbangkan pikiran untuk ikut memangkas narkoba di Bali juga deras. Setelah suami dan anaknya tidur, Ami bangun. Diam-diam ia mulai menulis. Sudah 2 jam, ia hanya bisa menambah 3 alenia. Namun, pikirannya mulai terbuka. Mendadak muncul mengucur di kepalanya apa yang harus ditulis. Tapi tiba-tiba terdengar kaca jendela pecah. Sebuah batu yang dibungkus secarik kertas membentur tembok keras.

Ekspresso Ami terkejut dan ketakutan. Sugi terbangun kaget. Kadek, menangis. “Kalau masih sayang keluargamu, jangan ikut campur!” bunyi surat ancaman yang dilemparkan dengan batu itu. Amat yang mendengar peristiwa itu, langsung mencabut usulnya. “Jangan sia-siakan keselamatan keluargamu, karena bukan kamu yang akan jadi pahlawan, tapi pejabat yang berpidato membaca tulisan tanpa honor yang mungkin kau harus bayar sendiri dengan nyawa!” kata Amat. “Saya tidak peduli siapa yang akan jadi pahlawan,” bisik Ami lirih,”Saya hanya tidak bisa diam melihat Bali yang akan jadi masa depan anak saya Kadek, mau dijadikan lautan narkoba. Dan soal keselamatan, saya serahkan kepada Yang Di Atas Itu.” “Ami, anak kita, seorang Kartini sejati,” kata Amat menceritakan jawaban Ami pada istrinya. Bu Amat meneteskan air Mata terharu dan bangga.

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

adiknya. Coba kita perhatikan lingkungan sekitar, jika orangtuanya dokter maka sebagian besar profesi anak anaknya adalah dokter, begitu juga dengan keluarga guru, polisi, pengusaha dan profesi lainnya. Jadi begitu kuat pengaruh keluarga dalam hal ini. Tahun 2000, William Strauss dan Neil Howe melakukan penelitian lalu menulis buku yang didedikasikan kepada Generasi Y dengan diberi judul ­“Millennials Rising: The Next Great Generation”. Anak-anak sekarang adalah generasi Y yang sangat self oriented dan meningkat kecen­ derungan narcisism-nya, mereka perlu pengakuan lebih tinggi dari lingkungannya, aktualisasi diri yang cenderung berlebihan. Anak-anak sering tidak disiplin waktu dan bahkan tidak dapat dimungkiri saat ini anak anak lebih senang “berkomunikasi” dengan mobile phone. Sebagai orangtua kita tidak bisa menentang atau melawan perubahan ini, justru harus bisa berdamai dan memanfaatkannya. Orangtua yang sibuk kadang tidak banyak waktu untuk mengawasi anak anaknya secara

Nuke Kurniawati Lestari

langsung. Jadi bagaimana dengan kondisi demikian? Orangtua tetap bisa berperan dalam mendidik anak dengan bantuan teknologi informasi yang terus semakin berkembang pesat. Perkembangan teknologi informasi terutama internet yang begitu pesat menyebabkan dunia digital mengalami perubahan yang besar dan sangat cepat. Salah satu faktor yang mempercepat per­

ubahan itu adalah perkembangan perangkat mobile sejenis smartphone. Dengan adanya mobile application yang disingkat dengan apps, bisa membantu menjadi jalan keluar tentang banyak hal. Apps merupakan sebuah inovasi, karena apps mampu menyediakan banyak hal. Apalagi jenis apps pun semakin beragam dan mampu memenuhi semua keinginan dan kebutuhan konsumen. Sebagai seorang ibu 3 anak dan profesi saya sebagai guru, sangat menyadari pentingnya membuat suatu aplikasi yang bermuatan pendidikan, dan menawarkan solusi kepada orangtua untuk mengawasi dan melatih kedisiplinan anak dengan cara yang berbeda. Apps ini juga sangat

memungkinkan diintegrasikan dengan pihak sekolah sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan lebih komplit. Dengan bantuan aplikasi monitoring tugas dan aktivitas anak tersebut yang tujuan akhirnya adalah membantu meningkatkan disiplin waktu para penggunanya, memfasilitasi anak anak generasi sekarang yang dikenal dengan generasi Y untuk aktualisasi diri secara positif de­ngan reward yang dapat di-share di media sosial sehingga tercipta komunikasi yang tepat, efektif, mengena dan sesuai perkembang­an zaman antara anak dan orangtua khususnya serta keluarga pada umumnya. Nuke Kurniawati Lestari Guru

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 898/ 25 april - 1 mei 2016

23

Menunggu Angkutan Melayang dan Bawah Tanah

Berbicara tentang transportasi di Jakarta tentu tak lepas dari masalah kemacetan lalu lintas yang terus mendera. Parahnya, kemacetan lalu lintas Jakarta tak tertandingi kotakota lain di Indonesia, bahkan di dunia. Data yang dilansir oleh Indeks Castrol’s Magnatee Stop-Start tahun 2015 menyebut Jakarta sebagai kota termacet di dunia dengan rata-rata 33.240 kali proses berhenti di jalan per-tahun.

memiliki jalan khusus. Sayangnya konsep itu belum bisa berjalan baik lantaran jalur TransJakarta sering diserobot kendaraan lain, baik itu mobil pribadi maupun motor. Hasilnya, TransJakarta pun kerap terjebak kemacetan lalu lintas,” papar Ahok. MRT DAN LRT Meski kondisi lalu lintas Jakarta benar-benar parah, Pemda DKI Jakarta tidak putus asa dan tetap berupaya mencari solusi yang tepat untuk mengurainya. Salah satu harapan yang mungkin nantinya bisa mengatasi masalah kemacetan lalu lintas Jakarta adalah adanya MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit).Dua angkutan umum massal ini berbasis rel. Pembangunan MRT, kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Dengan adanya MRT yang rencananya selesai dibangun (tahap pertama) 2018, kemacetan lalu lintas di Jakarta dapat berkurang. “Adanya angkutan umum massal ini diharapkan masyarakat mau menggunakan transportasi publik dan meninggalkan penggunaan kendaraan pribadi,” katanya. Selain MRT, nantinya juga dibangun LRT yang rencananya dikerjakan tahun ini. “Jadi dengan adanya MRT, LRT, juga busway dan kereta api, serta berbagai upaya lainnya seperti pembatasan lalu lintas, peningkatan kapasitas jalan, dll, maka diharapkan ke depannya, kemacetan Jakarta akan berkurang. Yang utamanya adalah kita terus mendorong agar masyarakat mau menggunakan angkutan umum. Untuk itu angkutan umum pun harus dibuat aman dan nyaman,” paparnya. Bicara soal angkutan umum yang nyaman, sebagian warga Jakarta pengguna angkutan umum, berpendapat, angkutan umum yang ada masih jauh dari harapan.

Masih banyak angkutan umum yang tidak laik jalan, beroperasi. “Soal angkutan umum yang nyaman, kayaknya masih jauh, ya. Yang tidak laik jalan aja banyak beroperasi, belum lagi yang sopirnya ugal-ugalan,” ungkap Rita yang bekerja di kawasan Pulomas, Jakarta Timur dan jarang menggunakan TransJakarta dengan alasanya waktu tunggu yang terlalu lama. Berbeda dengan Joko Waluyo, yang bekerja di kawasan Jl Thamrin. Dia mengaku sebagai pelanggan setia TransJakarta. “Dulu Transjakarta payah banget, tapi sekarang sudah jauh lebih baik. Busnya juga banyak, jadi nunggunya nggak perlu lama. Kalau soal berdesak-desakan sih biasa ya, apalagi jam sibuk,” ungkapnya. Mengomentari tentang bakal adanya MRT dan LRT, Joko mengaku, sangat senang. Apalagi MRT/LRT menggunakan pelintasan layang dan bawah tanah. “Wah kalau itu benar-benar terwujud, kayaknya lebih bagus, dan bakal menghindari masyarakat dari kemacetan. Kalau naik Trans, kan, tetap saja macet walaupun ada jalur khusus. Tapi kalau kereta beda, apalagi adanya di atas dan di bawah tanah,” ungkap Joko. Rencananya, angkutan umum massal (MRT) akan membentang sepanjang

110,8 km. Dengan rincian; koridor Selatan-Utara yakni Lebak Bulus-Kampung Bandan) 23,8 km, dan koridor TimurBarat sepanjang 87 km. Saat ini yang sedang dikerjakan adalah pembangunan rute Lebak Bulus-SisingamangarajaBundaran HI. MRT maupun LRT hampir sama dengan KRL (kereta rel listrik) yang sama-sama digerakkan oleh aliran listrik di bagian atasnya. Bedanya pada kapasitas angkut, dimana kapasitas LRT lebih kecil, yakni hanya sekitar tiga gerbong, sedang MRT jumlah gerbongnya sekitar enam gerbong. Daya angkut MRT hampir sama dengan KRL yang biasanya terdiri dari 8 sampai 10 gerbong. Satu rangkaian kereta MRT bisa mengangkut sekitar 1.950 penumpang sedang KRL sekitar 2000 penumpang. Hal lainnya adalah soal pelintasan. Untuk pelintasan MRT dibangun dua jenis yakni layang dan bawah tanah, sedang pelintasan LRT direncanakan lewat jalur layang. Baik jalur layang maupun jalur bawah tanah tidak akan bersinggungan dengan perlintasan sebidang atau dengan jalan raya. Dengan begitu, hal ini akan membuat jarak kedatangan antara kereta bisa sesering mungkin. –Diana Runtu

Transportasi dan Layanannya

diliputi kekhawatiran akan kehilangan pelanggan, bahkan kekhawatiran itu juga datang dari para pengemudi taksi salah satu penyedia jasa transportasi (taksi) yang telah terkenal saat ini.

Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek sebagai pengganti Kepmenhub No. 35 Tahun 2003. Ketentuan tentang pelayanan aplikasi berbasis teknologi informasi telah diatur dalam Bab IV Permenhub tersebut. Untuk hal yang nomor 2, telah juga difasilitasi dengan ketentuan dalam Permenhub tersebut, sedangkan untuk yang nomor 3, diperlukan kehatihatian dari pemerintah ketika ingin memasukkan operator transportasi berbasis aplikasi pada daftar layanan (supply) transportasi publik. Mengapa demikian, karena diperlukan adanya keseimbangan antara jumlah penawaran (supply) dan jumlah permintaan (demand) dan tetap mengacu pada Pasal 4 ayat (2) huruf b, yaitu perkiraan kebutuhan jasa angkutan taksi. Pengguna layanan transportasi berbasis aplikasi, sejatinya bukanlah pengguna (demand) baru, namun adalah pengguna yang berpindah (lari) dari layanan transportasi konvensional, karena adanya rangsangan terhadap kemudahan, kenyamanan lebih dan tarif yang lebih murah. Maka jika seluruh jumlah operator layanan berbasis aplikasi dimasukkan dalam daftar penyedia layanan (supply), maka secara tidak langsung akan terjadi pengurangan pendapatan dan ini akan dapat berakibat buruk pada kualitas pelayanan. Mengapa demikian, karena operator tidak akan mampu lagi menyelenggarakan pelayanan dengan baik sebab pendapatan mereka berkurang sementara biaya tetap dikeluarkan.

Andri Yansyah

Basuki Tjahaya Purnama

ata ini didapat setelah Indeks Castrol melakukan survey terhadap 78 kota di dunia. Setelah Jakarta, kota termacet kedua adalah Istanbul, Turki, dan Mexico City berada di tempat ketiga. Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, ada banyak sebab terjadinya kemacetan lalin di Jakarta, salah satunya adalah terkait tingginya pertumbuhan kendaraan dibanding pertumbuhan jalan yang ada. Dan yang pasti pertumbuhan jalan tak mungkin mengejar laju pertumbuhan kendaraan. Salah satu solusinya, menurut Ahok—begitu Gubernur Jakarta ini akrab disapa--- adalah memperbanyak angkutan umum. Namun bukan sekadar memperbanyak jumlah tapi juga keberadaan angkutan itu juga harus nyaman dan aman. “Dengan angkutan umum yang aman dan nyaman, masyarakat Jakarta

pasti mau beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum,” ujarnya. Persoalannya sekarang, secara jumlah, angkutan umum di Jakarta belum bisa dikatakan memadai, begitu juga soal kenyamanan dan keamanan. Itulah, katanya, yang sampai sekarang terus dikejar Pemda DKI Jakarta, yakni memperbanyak jumlah angkutan umum, melakukan penataan, serta membuat angkutan umum semakin nyaman dan aman. Hal lain di luar itu, katanya adalah masalah ketepatan waktu. Masyarakat ingin angkutan umum bisa tepat waktu. Hal ini yang sampai kini belum bisa dipenuhi lantaran kemacetan lalu lintas dan jumlah angkutan umum yang masih kurang banyak. “Sebenarnya ada TransJakarta yang telah terintegrasi ke semua wilayah di Jakarta. Seharusnya, sesuai konsep, TransJakarta bisa membantu mempersingkat waktu tempuh karena TransJakarta

D

Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

Memilih jalur pendidikan adalah keputusan yang sangat penting untuk kehidupan dan masa depan anak. Di sini peran keluarga sa­ ngat besar, karena pada dasarnya keluarga khususnya orangtua yang memegang peranan akan pendidik­a n anak. Pendidikan dimulai dari usia dini, pada saat anak belum bisa memilih dan memutuskan pendidikan apa yang tepat dan sesuai untuknya, orangtualah yang harus jeli me­ lihat bakat, minat dan kemampu­ an anak. Ada pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, sehingga seorang anak sebagian besar akan meniru orangtua atau keluarganya dalam beberapa hal, termasuk pendidikan. Seorang anak yang dilahirkan dari keluarga yang sangat paham pentingnya pendidikan tentunya akan mendapatkan pendidikan yang baik. Apalagi jika orangtua memiliki pendidikan tinggi maka akan memacu anak-anaknya memiliki pendidikan yang tinggi juga. Peranan anak sulung juga penting dalam hal ini, karena anak sulung biasanya dijadikan tolok ukur atau barometer bagi adik

Sudut Pandang

Persoalan transportasi saat ini sudah semakin kompleks, tidak saja dari isu kemacetan, kecelakaan, kualitas pelayanan, ketersediaan dan sebagainya, namun sudah menjurus kepada bentuk layanan aplikasi berbasis teknologi informasi. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, membuat segalanya sepertinya sangat mudah untuk diraih dan didapat. Para inovator pun mulai merambah kemungkinan adanya ruang yang cukup terbuka untuk memanfaatkan teknologi informasi sebagai ladang bisnis baru dalam kancah pelayanan transportasi. Maka muncullah berbagai jenis layanan aplikasi yang berbasis dan memanfaatkan teknologi informasi, seperti Go-Jek (atau jenis dan sebutan lainnya), Uber, Grab atau bentuk lainnya yang ada tapi belum dikenal secara luas. Bagaimana mereka dapat beroperasi dan bagaimana penerimaannya oleh pemakai jasa, tentu dapat dilihat dari fenomena yang muncul belakangan ini. Bahkan fenomena tersebut memunculkan persoalan dan permasalahan yang panas hingga berbuntut pada demonstrasi dan pemogokan jenis layanan transportasi lainnya (sebut saja konvensional).

Konvensional vs Aplikasi Bila mengacu pada situasi dan kondisi layanan transportasi yang ada saat ini, banyak orang mengelompokkannya menjadi dua bagian besar, yaitu layanan konvensional dan layanan aplikasi berbasis teknologi informasi. Benarkah demikian? Pernyataan tersebut dapat benar dan dapat juga kurang benar

sepenuhnya. Bila kita melihat sejenak ke belakang, layanan transportasi (sebut saja jenis taksi) bisa saja operasionalnya dikatakan konvensional. Waktu dulu, jika kita ingin mendapatkan layanan taksi, maka kita harus menunggunya di pinggir jalan. Namun, belakangan setelah operator taksi menyediakan layanan taksi yang dapat dipanggil (melalui telepon), maka kita tidak lagi perlu menunggunya di pinggir jalan, karena taksi akan mencari penumpangnya. Sejatinya, pengembangan sistem operasional layanan seperti ini sudah memanfaatkan teknologi informasi, namun masih pada tingkat yang dasar. Walaupun demikian, layanan ini tidak lagi dapat disebut konvensional. Selanjutnya para inovator tadi mulai mengembangkan sistem layanannya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan juga kepemilikan alat komunikasi di masyarakat. Kita semua tahu bahwa, sebagian besar masyarakat kita memiliki alat komunikasi, setidaknya telepon seluler. Bahkan sekarang sudah semakin banyak saja yang memiliki alat yang lebih canggih yang mampu dan dapat menangkap semua jenis layanan komunikasi. Maka muncullah apa yang disebut dengan layanan transportasi dengan aplikasi berbasis teknologi informasi. Sekarang kita tidak saja dapat memesan taksi (ojek) untuk datang ke rumah atau ke tempat di mana kita berada, tetapi kita sudah disuguhkan informasi yang lebih dari itu, seperti nama pengemudinya, nomor kendaraannya, rute yang akan ditempuh, biaya yang harus dibayarkan

I Made Rai Ridartha dalam satu tampilan layar monitor saja. Sungguh suatu informasi yang sangat bermanfaat bagi para penggunanya. Bahkan konon katanya, dengan jarak yang sama, biayanya relatif lebih murah. Jadi itulah dasar perbedaan antara layanan konvensional dan layanan berbasis aplikasi. Mana yang lebih baik dan lebih menguntungkan? Bila dilihat dari pemberitaan yang ada, maka ternyata layanan transportasi berbasis aplikasi dapat merebut pasar layanan transportasi konvensional. Dengan informasi yang lengkap dan kemudahan yang didapat, maka tidaklah mengherankan apabila jenis layanan seperti ini sangat diminati dan sanggup membuat heboh. Para pelaku layanan transportasi konvensioanl

MRT Jakarta

Legalitas Operasional Jika kita menilik ketentuan hukum yang ada yaitu UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, maka telah diatur siapa saja yang boleh menyelenggarakan transportasi untuk umum. Layanan transportasi untuk umum yang berbasis aplikasi saat ini, hampir seluruhnya tidak memenuhi ketentuan dalam peraturan tersebut, terutama dari sudut perizinannya. Bahkan khusus untuk pelayanan dengan menggunakan sepeda motor, tidak memenuhi ketentuan kendaraan yang digunakannya, karena sepeda motor dilarang untuk dipergunakan sebagai kendaraan bermotor umum. Tentu sebagai negara yang berlandaskan hukum, peraturan harus tetap ditegakkan dan diluruskan. Jika peraturan tersebut tidak lagi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dan memungkinkan dari segia aspek keselamatan, maka tentu dapat dilakukan revisi atau perubahan dan penyesuaian. Sepanjang belum dilakukan perubahan dan penyesuaian, maka tetap saja merupakan pelanggaran. Selanjutnya, bagaimana caranya agar aspek legalitas tidak dilanggar? 1) dengan melakukan perubahan dan penyesuaian, 2) menerapkan aplikasi berbasis teknologi informasi pada pelayanan transportasi konvensional tadi dan 3) mendaftarkan para pelayan transportasi berbasis aplikasi untuk tunduk pada ketentuan yang ada. Untuk menyikapi nomor 1) diatas, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri

I Made Rai Ridartha, ATD, Dipl. UG, MEngSc Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Bali.


24

Edisi 898/ 25 April - 1 MEI 2016

Peringati Hati Kartini, DPC Iwapi Kabupaten Tabanan Gelar “Sosialisasi Sistem Pewarisan Menurut Hukum Adat Bali dan Demo Tata Rias”

Sistem pewarisan menurut hukum adat Bali agak berbeda dengan sistem pewarisan menurut nasional. Perbedaannya antara lain tampak pada kepastian aturan hukumnya. Pewarisan menurut hukum nasional sepertinya lebih mudah dipelajari dan dipahami karena diatur secara tertulis dan pasti. Pembagian warisan di antara ahli waris juga jelas. Tidak demikian halnya dengan hukum adat Bali. Kebanyakan aturannya tidak tertulis sehingga sulit dipelajari. Salah satu ketidakjelasannya tampak pada hak atas warisan bagi kaum perempuan. Demikian diungkapkan Ketua DPC Iwapi Kabupaten Tabanan Ir. Ni Nengah Sri Labantari saat membuka Sosialisasi dengan tema “Sistem Pewarisan Menurut Hukum Adat Bali dan Demo Tata Rias” yang dilaksanakan Sabtu (23/4) di Rumah Makan Dewi Sri, Kediri Tabanan.

S

ri Labantari mengatakan, ada sementara yang berpendapat bahwa perempuan Bali tidak berhak atas warisan. Benarkah demikian? Bagaimana kedudukan anak lakilaki dan anak perempuan dalam keluarga dalam hubungan dengan warisan? Bagaimana sebenarnya sistem pewarisan menurut hukum adat Bali? Selain pertanyaan tersebut, ia menyebut masih banyak hal yang perlu dijelaskan tentang sistem pewarisan menurut hukum adat Bali. Inilah yang melatarbelakangi DPC

Iwapi Kabupaten Tabanan menggelar kegiatan ini yang pelaksanaannya dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kartini, 21 April 2016. Sosialisasi dengan tema “Sistem Pewarisan Menurut Hukum Adat Bali dan Demo Tata Rias” ini diikuti 100 peserta yang terdiri dari anggota Iwapi Tabanan dan warga masyarakat Tabanan. Menghadirkan narasumber Guru besar Hukum Adat Bali di Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar, Prof. Dr. Wayan P. Windia, S.H., M. Si. yang mengupas tentang “Sistem Pewarisan Menurut

Para peserta yang terdiri dari anggota Iwapi Tabanan dan warga masyarakat Tabanan tampak antusias mengikuti acara

Anggota DPC Iwapi Kabupaten Tabanan bersama narasumber

Hukun Adat Bali”. Dengan dilangsungkannya kegiatan ini diharapkan nantinya para peserta memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang sistem pewarisan menurut hukum adat Bali, yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk melakukan kegiatan sosialisasi dalam lingkungan yang terbatas, seperti keluarga inti (ayah, ibu, dan

anak), keluarga besar, dan masyarakat yang terdekat. Juga dapat bermanfaat untuk mencegah dan menyelesaik a n m u n c u l n ya masalah warisan dalam lingkung­ an keluarga dan Hasil demo tata rias oleh LKP Kecantikan Anggun bekerjasama dengan Kosmetik Hermosa

Sosialisasi “Sistem Pewarisan Menurut Hukum Adat Bali dan Demo Tata Rias” dengan narasumber Prof. Windia (tengah). Tampak hadir Ketua GOW Kabupaten Tabanan Ny. Putriningsih Wirna (dua dari kanan), Dra. Wayan Sumerti Pande dari Cosmetik Formosa (paling kanan), Ketua Iwapi Tabanan Ir. Ni Nengah Sri Labantari, (dua dari kiri), dan Ketua LKP Kecantikan Anggun Sagung Oka Pradnyani (paling kiri)

Peringati Hari Kartini DPC Iwapi Gianyar Gelar Acara Bertema “Inspiring Beauty”

Foto bersama para undangan dengan Panitia Penyelenggara DPC Iwapi Gianyar, dan The Event 81. Inzet: Dra. Ni Made Rai Sukmawati, B.Sc

Memperingati Hari Kartini 21 April 2016, DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Gianyar bekerjasama dengan The Event 81 dan Beachwalk menggelar acara bertema “Inspiring Beauty” di Beachwalk, mulai 21 April s.d. 1 Mei 2016. Acara yang dibuka Ketua Kadin Gianyar Ir. I Wayan Gede Arsania dan dihadiri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Dinas Koperasi Gianyar, DPD Iwapi Bali, DPC Iwapi se-Bali, serta anggota Iwapi Gianyar ini dimeriahkan oleh anak-anak disabilitas dari Yayasan Kesayan Ikang Papa, Gianyar. Ketua DPC Iwapi Gianyar Dra. Ni Made Rai Sukmawati, B.Sc. didampingi Ketua Panitia Ni Kadek Sumiati menjelaskan, selama acara berlangsung akan diisi dengan beragam kegiatan dan pameran UMKM. Di antaranya, lomba fashion show untuk

kategori anak-anak dan dewasa yang digelas Kamis (21/4). D hari kedua diisi dengan yoga/pilates. Dihadirkan juga dr. IGN Dharmaputra, Sp. K.K pemilik klinik D&I yang membahas banyak tentang bagaimana mengatasi masalah kulit terutama flek hitam dan kerutan di wajah. Berikutnya, dimeriahkan live music performance dari artis Bali Trisna, beauty talkshow hair do by Swandewi (dari New Melati Salon), live jazz, beauty talkshow “Tampil Cantik Berbusana Bali” by Anak Agung Ayu Ketut Agung (Salon Agung), fashion talkshow by Bintang Mira, fashion show by Cok Abi, Tude Togog, dan Diantari. Juga, pameran lukisan by Manacika Art Gallery, dan art talkshow by Mario Blanco. Ketua Kadin Gianyar Ir. I Wayan Gede Arsania mengatakan kegiatan dengan Tema “Inspiring Beauty” ini sangat tepat dilakukan oleh Iwapi

Gianyar dalam memperingati hari Kartini. “Inspiring Beauty” merupakan wujud mimpi atau cita-cita Ibu Kartini dimana kaum perempuan harus bangkit dalam membangun emansipasi para wanita dengan tetap tidak keluar dari kaidah-kaidah sebagai seorang ibu yang masih menghargai nilai laki-laki sebagai kepala keluarga. Dalam kegiatan “Inspiring Beauty” ini digali hal-hal yang bisa mengilhami nilai-nilai kecantikan seorang perempuan yang mampu mengangkat harkat dan martabat seorang perempuan. “Iwapi sebagi wadah kegiatan para wanita pengusaha merupakan wujud nyata cita-cita Ibu Kartini dan sangat relevan bila DPC Iwapi Kabupaten Gianyar mengangkat tema ini. Karena, peran Iwapi san-

masyarakat terdekat. Untuk memeriahkan suasana, acara sosialisasi juga diisi dengan kegiatan pendukung, berupa Demo Tata Rias Wajah dan Memasang Sanggul Bali dari LKP Kecantikan Anggun yang diketuai Sagung Oka Pradnyani, bekerjasama dengan Kos­metik ­Hermosa. –ten

Tarian Pembukaan oleh anak-anak disabilitas asuhan Yayasan Kesayan Ikang Papa

gat dibutuhkan dalam menghadapi persaingan Ekonomi Asia (MEA) dan persaingan dunia. Diharapkan kedepannya Iwapi Gianyar mampu bersinergi dengan organisasi profesi dan pelaku ekonomi yang lain dalam menghadapi tantangan MEA, sehingga sebagai pengusaha pribumi mampu mengambil peran dalam kegiatan ekonomi dan tidak menjadi penonton di wilayah sendiri. Selamat dan sukses kepada DPC IWAPI Gianyar dalam kegiatan “Ispiring Beauty”,

Penyerahan cinderamata kepada dr. Dharma dari DPC Iwapi Gianyar yang diwakili Kadek Sumiati selaku Koordinator Panitia

ucap Gede Arsania. Rai Sukmawati menambahkan, tujuan kegiatan ini, disamping mengenang jasa-jasa Ibu Kartini, Iwapi Gianyar juga berusaha mengajak para anggotanya untuk selalu membuka wawasan dengan mengikuti pameran-pameran sehingga bisa mengikuti perkembangan pasar. Dengan dilangsungkannya kegiatan ini ia mengajak kaum perempuan untuk lebih bangkit lagi agar kesetaraan gender terus bisa dipertahankan. –ten

Talkshow beauty yang dibawakan dr. Dharma, pemilik klinik D&I

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 898 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu