24
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Di era pasar bebas (MEA) ini, tentunya persaingan makin ketat, kita bersaing bebas dengan negara-negara di Asia. Ini berarti investor asing lebih bebas dan leluasa lagi membeli tanah per kebunan di Indonesia. Kini saatnya masyarakat lokal berpikir cerdas, lebih dulu mengambil peluang untuk memiliki investasi perkebunan di negeri sendiri, tanah air Indonesia. Hal ini ditegaskan pasutri I Made Budaka Wijaya dan Nyoman Kusmini, owner Sri Farm.
Dengan Rp 60 Jutaan Hasilkan Rp 290 Jutaan kesemuanya itu terjamin legalitasnya dan aman. Berinvestasi di hutan jabon Sri Farm ini, benar-benar uang yang bekerja buat investor, karena semua proses dari penanaman, pemeliharaan hingga panen dikerjakan oleh tim profesional Sri Farm,” jelas Made B. Wijaya. Ia menjelaskan beberapa keuntungan yang didapat adalah: Pertama, para investor akan mendapatkan penghasilan berlipat ganda dari hasil investasi ini karena peluang perkebunan kayu di Indonesia cukup luas dan menjanjikan. Hal ini dikuatkan dengan realita bahwa kebutuhan kayu selalu lebih tinggi dari ketersediaannya dan harga kayu selalu meningkat tiap tahunnya. Belum
lagi dengan adanya kebijakan pemerintah yang melarang penebangan hutan alam, sehingga industri perkayuan diwajibkan menggunakan kayu hutan tanam rakyat (HTR). Kedua, jabon (jati bongsor) merupakan salah satu jenis kayu terbaik dan dinilai banyak memiliki keunggulan. Karena, selain cukup kebal terhadap hama dan penyakit, pertumbuhan jabon sangat cepat, sekali menanam dapat dipanen dua kali. Ketiga, selain berinvestasi dan mendapatkan hasil, kita juga mendapatkan bonus yaitu berbuat baik dengan menyediakan oksigen gratis. Karena 1 pohon jabon bisa menghasilkan oksigen untuk 3 orang setiap harinya. Dan, hal
ini adalah salah satu upaya untuk mencegah global wa r m i n g , ya n g dengan kata lain kita (investor di hutan jabon) turut menghijaukan bumi, “Go green grow Rich”. Keempat, dengan berinvestasi di Hutan Jabon Sri Farm, investor sekaligus turut meyadnya dengan melestarikan lingkungan ( go Pasutri I Made Budaka Wijaya dan Ni Nyoman Kusmini green). Selain itu, secara otomatis juga investor mengerjakan lahan kebun jamembuka lapangan pekerjaan bon yang berlokasi di Mamuju, baru bagi para petani yang Sulawesi Barat. –ten
Adopsi Konsep Tri Hita Karana
Made B. Wijaya memperlihatkan bibit jabon yang siap ditanam
M
ereka mengajak masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di Hutan Jabon. Sebuah bentuk investasi, yang selain memberikan keuntungan juga turut melestarikan alam. Konsep investasi Hutan Jabon Sri Farm ini juga mendapatkan apresiasi positif dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang sempat berkunjung ke stan Sri farm saat berpameran di JCC Jakarta, beberapa bulan lalu. “Ini solusi bagus, ide bisnis yang menghijaukan bumi dan sekaligus mendapatkan keuntungan,” ujar Made B. Wijaya mengutip pernyataan orang nomor 2 di Indonesia tersebut. Apalagi kini, hanya dengan Rp 60 jutaan, masyarakat Indonesia sudah bisa memiliki Hutan Jabon Sri Farm dengan sertifikat hak milik (SHM). Dengan investasi Rp 60 jutaan itu, investor mendapatkan 200 bibit jabon dengan luas lahan 0, 25 hektare. Pembayaran bisa cash atau diangsur,” imbuh Nyoman Kusmini. Dari investasi Rp 60 jutaan tersebut, estimasi potensi hasil yang didapat dalam 10 tahun adalah Rp 29.200.000. Pembayaran bisa diangsur hingga 12 kali dengan DP 30%. “Bagi investor yang berkeinginan berinvestasi lebih, tersedia juga paket yang lebih besar, yang
Perkebunan jabon Sri Farm ini mengadopsi konsep Tri Hita Karana yakni recovery dan pelestarian alam sebagai wujud bakti terhadap ciptaan Tuhan, pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan hutan tanaman rakyat yang berkelanjutan sehingga memberikan benefit ekonomi yang besar. Pemilihan lokasi di Mamuju, Sulbar ini dikarenakan tanahnya yang subur sehingga pertumbuhan jabon dipastikan bagus, sehingga hasil panen memuaskan. Perkembangan terbaru pohon jabon yang saat ini berusia 1 tahun rata-rata setinggi 4,5 meter. Dijadwalkan 15 April ini, tim Sri Farm bersama para investor dan calon investor akan melakukan kunjungan ke Mamuju untuk mengecek secara langsung perkembangan jabon disana. “Bagi calon investor lain yang berminat, bisa bergabung dengan kami untuk mengecek lahannya dulu sebelum memastikan membeli. Dengan tanda jadi Rp 5 juta Anda sudah bisa survey lokasi ke Mamuju, untuk keberangkatan 1 orang. Jika sudah oke, setelah melakukan pelu-
Peninjauan lahan oleh Mr. Oliver
nasan, pohon Anda saja tanaman terseakan langsung kami but tinggi kualitasnya, tanam,” ujar Nyoman tingkat kegagalannya Kusmini. juga kecil sekali, dan Ia menjelaskan, saat nilai jualnya sangat ini sudah hampir 200 tinggi yang dapat memhektare perkebunan berikan kesejahterjabon Sri Farm yang aan bagi pemiliknya, sudah terjual. Lansekaligus menghidupi tas, bagaimana jika masyarakat sekitar. dalam perjalanannya Sri Farm terus menterjadi risiko, seperti ingkatkan penelitianpencurian, kebakaran, nya dengan perusahaan kerusakan, ataupun bibit terpercaya. Saat gagal panen? Nyoman ini Sri Farm mengelola Kusmini menegaskan, lebih dari 1500 hektare Sri Farm akan menghutan jabon di Sulawesi covernya. Semua poBarat dan tidak menuhon sudah diasuransitup kemungkinan akan kan. Jika pohon rusak dikembangkan juga di akan diganti dengan daerah lain di Indopohon baru karena Sri Lahan milik Mr. Oliver yang sudah ditanami nesia. Farm memiliki kebun Karena itu Made B. Wijaya dan Nyointi. “Jika gagal, kami kembalikan investasi man Kusmini mengajak masyarakat Anda dengan nilai 130%. Ketika lokal untuk menjadi investor di tanah gagal pun, Anda masih untung. air sendiri. Mari berinvestasi cerdas, Klausa ini juga akan kami tuang- menguntungkan dan turut berkontribusi kan dalam perjanjian notaris,” menghijaukan bumi, dengan berinvestasi janji Made B. Wijaya. di Hutan Jabon Sri Farm. Bagi yang berSri Farm merupakan peruminat, silakan hubungi Sri Farm Office: sahaan yang fokus di bidang Jln. Tukad Batanghari No. 9, Denpasar, penanaman kayu (hutan jabon) Bali, Telp 0361 228868, 085 338 183 888, sejak usaha ini diawali dari www.srifarm.com. –ten perhatian yang tinggi dari para pendirinya terhadap pelestarian alam dan pemberdayaannya yang dapat memberikan nilai ekonomis yang tinggi. Tanahtanah yang kurang produktif dicoba ditanami bibit jabon yang dikembangkan dengan cara pemuliaan tanaman sehingga menjadi lebih baik kualitasnya. Bekerjasama dengan tenagatenaga kehutanan lapangan, dilakukan perawatan yang tekun bersama para penduduk sekitar, dengan merumuskan pupuk-pupuk yang cocok bagi tanaman yang dikelola. HasilMr. Oliver di depan guest house nya sangat luar biasa. Tidak
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
GORO-GORO “Zaman dulu waktu bapak kecil, suhu badan panas tinggi pasti Putu Wijaya kalau bukan malaria, tifus.” kata Amat pada Sugi, menantunya, yang kelihatan senewen berat, karena Kadek kena demam berdarah (DB). “Baik malaria maupun tifus dulu sangat menakutkan. Sekarang pengobatannya sudah canggih, ancamannya mereda. Lalu muncul DB yang bikin kita panik, awalnya. Tapi DB juga sekarang, pengobatannya sudah mampu mengatasi. Banyak dokter yang mengatakan DB sudah jadi penyakit lumrah sekarang.” Sugi tarik nafas dalam, seperti kurang setuju.
Amat cepat menambahkan “Asal ditangani sejak dini, dengan cermat, pasti bisa diatasi. Hanya begitu, mula-mula trombositnya akan terus turun menyebabkan lemes. Tapi jangan khawatir begitu Hb naik lagi, akan terus naik, tinggal tunggu sembuhnya saja. Jadi hadapi dengan sabar, jangan panik!” Sugi mengangguk. Tapi kecemasannya tak berkurang. Amat tak tahu lagi bagaimana caranya untuk menghibur. Ia malahan ikut khawatir, karena kecemasan itu bisa membuat Sugi ikut sakit. Ami sendiri sudah pilek, sehingga tak bisa lagi menunggui Kadek di rumah sakit. “Jangan kelihatan susah begitu, Wayan, nanti Kadek ikut terbawa. Berpikir positif saja! Dokter kan
Ekspresso
db
sakit, orangtua yang lebih sakit. Kita juga, kan begitu dulu! Lupa, ya?! Bukan hanya mereka, saya juga sebenarnya ikut sakit, hanya saja saya tutup-tutupi!” Amat tersinggung. sering bilang, obat yang paling “Lho kok jadi, bapak dimaramujarab itu, dari dalam hati hi? Kita kan wajib menasihati sendiri!” Sugi mengangguk lagi, tapi mereka, supaya jangan ikut sakit, Bu!” mukanya lebih masam. “Habis bapak kok seperti Sampai di rumah, Amat mengeluh. Bukan tentang cucunya, pejabat saja! Memberi nasihat baru sesudah terjadi? Telat! Kalau tapi kesehatan Sugi. “Tidak hanya yang sakit harus mau memberikan tuntunan pada diusahakan cepat sembuh, yang rakyat itu, sebelum kejadian! sehat pun harus selalu dijaga, Itu baru namanya nasihat yang jangan sampai ikut sakit,” kata mengayomi! Kalau sesudah kejaAmat. “Tapi Sugi terus saja stres, dian baru ceramah, itu sama saja bagaimana kalau nanti bludrek!” dengan mencerca!” Amat mau membantah, tapi Bu Amat marah. “Bapak ini, bagaimana, sih! kontan dibentak. “Sudah! Saya tidak perlu diKadek itu anak pertama mereka. Seperti Ami dulu di kita. Wajar, nasehati. Mau nengok Ami bekalau mereka stres. Mereka pasti sok, jangan-jangan, dia kena sudah tahu apa yang bapak nasi- DB juga! Bapak di rumah saja. hatkan. Tapi bapak sendiri harus Periksa rumah, buang kalau ada mengerti perasaan mereka. Se- genangan-genangan air di pecahan mua orangtua begitu. Kalau anak keramik atau kaleng tua. Bapak kan pemulung barang-barang bekas! Kalau perlu cabut semua tanaman-tanaman bapak di pagar itu! Jadi sarang nyamuk saja! Memamgnya rumah kita rumah Tarzan!”
Amat kesal, tapi tak menjawab. Pagi-pagi Bu Amat sudah pergi, tanpa bikin sarapan dan kopi. Amat ngamuk mencabut semua tanaman apotik hidup di pagar. Pak Made, tetangga, sampai bingung. “Lho kenapa dicabuti, Pak Amat, itu kan tanaman berharga?” “Perang lawan DB, Pak Made!” “Kalau lawan DB di bak mandi Pak Amat, nyamuk DB bertelor di air bersih!” Tapi tanaman sudah terlanjur disikat habis. Sambil menggerutu Amat lalu membuang air di bak mandi. “Kenapa air yang sengaja ditampung dibuang, Pak!” Jerit Bu Amat ketika sampai di rumah, “Pompa kita kan lagi rusak!” “Sudahlah, kan mau bezuk Kadek, numpang mandi saja di rumah sakit di kamar Kadek.” “Sudah boleh pulang tadi. Hbnya sudah naik katanya. Nak Sugi terimakasih sama bapak, katanya, nasihat bapak manjur.” Amat nyengir. “O, jadi, nasihat pejabatku yang mencerca itu masih berguna, to!”
Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak
Keluarga merupakan tempat bagi anak untuk mengawali pengetahuan dasarnya, yang dapat dijadikan patokan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Pengalaman-pengalaman belajar yang diperoleh anak dari keluarga akan membekas dalam diri anak sehingga akan menjadi salah satu faktor pembentukan kepribadian anak dengan demikian sangat penting untuk menguatkan peran keluarga dalam proses pendidikan anak. Peran keluarga berkorelasi erat dengan keberhasilan pendidikan anak. Keterlibatan keluarga berdampak positif terhadap prestasi akademik anak pada pendidikan yang lebih tinggi serta berpengaruh juga pada perkembangan emosi dan kehidupan sosial anak. Upaya yang dilakukan oleh keluarga untuk mendukung pendidikan anak adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah. Kemudian peran keluarga perlu didukung oleh komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orangtua siswa. Interaksi antara orangtua siswa dan pihak sekolah menjadi kunci berlangsungnya proses pendidikan anak yang efektif, baik di sekolah mau-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
pun di rumah. Komunikasi yang kurang intens antara anak dengan orangtua (keluarga) seolah menggambarkan antara dunia anak dengan dunia orangtuanya adalah dunia yang berbeda. Atau istilahnya punya dunia masing-masing, orangtua dengan kesibukannya dalam bekerja sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk meluangkan waktu dengan anak, menyebabkan anak menjadi pemurung karena kurangnya atensi atau perhatian dan bisa juga anak menjadi aktif diluar dan lebih mengedepankan pergaulan dengan teman daripada meluangkan waktu dengan keluarga.
KUNCINYA ADALAH KOMUNIKASI Pe n d i d i k a n a n a k b u k a n semata-mata didapat atau ditingkatkan di sekolah saja. Yang terpenting adalah harus selalu menjaga dan meningkatkan komunikasi antara anak dan orangtua (keluarga). Keluarga tentu mengharapkan sesuatu yang baik untuk perkembangan pendidikan dan sosial anak mereka dan tentu saja harapan yang baik itu bisa terwujud jika keluarga mampu untuk memahami apa yang diinginkan
A.A.Pt.Chintya Putri Suardana, S.Psi
oleh anak. Anak perlu banyak dukungan bahkan dorongan untuk berprestasi juga motivasi untuk menjalankan tugas-tugas perkembangan mereka. Suatu hari mungkin anak akan mampu mengambil keputusannya sen diri namun apakah keputusan itu bertanggung jawab atau tidak itu tentu adalah berasal dari nilai-nilai dan pemahaman dasar yang ditanamkan keluarga pada anak. Sesungguhnya anak perlu didukung orangorang dewasa di sekitarnya, baik guru maupun keluarga untuk keberhasilan pendidikan mereka. Komunikasi yang baik antara antara anak dan orang-
tua serta keluarga besar dapat membangun semangat belajar dan berprestasi pada anak. Peran keluarga mempunyai posisi penting terhadap pendidikan anak, ini karena keluarga sebagai tempat belajar bersosialisasi maka setiap interaksi yang terjadi dalam keluarga akan mempengaruhi perkembangan sosioemosional anak dan akan berpengaruh pada fase-fase kehidupannya di masa yang akan datang. Keluarga hendaknya dapat menjadi mitra belajar yang efektif untuk anak. Namun, yang kita lihat sekarang ini orangtua lebih banyak memfokuskan pada pencapaian prestasi akademik anak semata namun kurang memperhatikan penanaman modal dasar pendidikan keluarga pada anak. Kecenderungan anak dalam mengimitasi atau meniru figurfigur dalam keluarga seperti meniru kebiasaan ayah atau
ibunya merupakan salah satu yang harus diperhatikan oleh orangtua dalam membentuk kepribadian si anak. Menjadi orangtua di zaman sekarang memang tantangannya lebih besar. Namun, tantangan itu tidaklah sulit jika orang tua selalu membimbing anak serta memperhatikan kebutuhan-kebutuhan anak. Orangtua harus memberikan pembekalan moral budi pekerti kepada anak sedini mungkin karena anak merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik, maka peran keluarga haruslah semakin kuat ditanamkan dalam mendukung setiap perkembangan anak baik dari segi pendidikan maupun sosial dengan lingkungan. A.A.Pt.Chintya Putri Suardana, S.Psi Swasta
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
23
Sengaja Muncul jelang Hari Raya agar Pulang Gratis
Fenomena anak jalanan bisa ditemukan di berbagai kota besar. Mereka yang seharusnya menimba ilmu di sekolah, malah ditemukan di jalanan. Pemerintah pun terus berupaya untuk mengurangi jumlah anak jalanan.
M
enurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, I Nyoman Wenten, kasus anak jalanan di Bali tidak terlalu menonjol. Yang dimaksud dengan anak jalanan, adalah orang yang hidupnya dan beraktivitas di jalanan. Biasanya, kalau ada anak jalanan, dikoordinasikan dengan kabupaten/kota. Apabila ada anak jalanan antarkabupaten diselesaikan kabupaten. Kalau lintas provinsi, Dinas Sosial Provinsi Bali yang menyelesaikan. “Kasus yang sedang marak, adalah bayi terlantar. Saat ini sudah ada 20 bayi terlantar. Yang bersifat musiman dan pasang surut kasus gepeng. Setiap tahun, pasang surut muncul gepeng, sesuai dengan
situasi. Alasannya ketika ditanya mengapa menggepeng karena musim kering,” ujar Wenten. Ia menambahkan gepeng sebagian besar berasal dari daerah Karangasem yakni di Desa Pedahan dan Desa Munti Gunung. Alasan mereka, musim kering dan tak ada mata pencaharian. Padahal, kalau dicek ke desa asalnya, rumah para gepeng ini lebih bagus dari warga yang tidak menggepeng. Untuk itu, Dinsos Bali memiliki program untuk mengubah mentalitas mereka. Ada beberapa program pemberdayaan yang dilakukan kepada gepeng, yakni pemberian keterampilan yang disesuaikan dengan hobi.
I Nyoman Wenten
“Program ini tidak dipaksa, saat penjaringan kami berikan pemberdayaan dan kembali lagi, terpaksa kami larinya ke ajaran agama Hindu, bahawa menggepeng itu tidak baik. Ini kembali lagi ke-
Jakarta Jadi Incaran Persoalan anak jalanan di Jakarta sangat kompleks. Bukan hanya dari segi jumlahnya yang tergolong paling banyak se-Indonesia, tapi juga berbagai permasalahan sosial yang muncul dari keberadaan mereka. Satu hal yang tak dapat dimungkiri semua ini berakar dari masalah kemiskinan. Selama akar permasalahan belum bisa tertangani tuntas maka persoalan anak jalanan yang oleh Dinas Sosial DKI Jakarta masuk dalam kategori PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), tetap ada. Jakarta dari tahun ke tahun selalu berada di urutan pertama dalam hal jumlah anak jalanan dibanding kota lain di Indonesia. Ini tentunya tak mengherankan karena jumlah penduduk Jakarta paling tinggi dan jumlah masyarakat miskinnya pun tidak sedikit. Ditambah lagi, mencari uang di Jakarta relatif lebih mudah dibanding kota lainnya. Maklum saja sebagai Ibukota yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian negara, ada banyak pekerjaan yang bisa dilakukan untuk mendatangkan uang. Asalkan yang bersangkutan mau (kerja keras) dan tidak malu. Yang paling termudah—mungkin--adalah mengamen, mengemis. ‘Profesi’ inilah yang cukup banyak digeluti oleh anak jalanan. Tidak main-main, dari profesi ini mereka bisa meraup uang hingga jutaan rupiah setiap bulannya. Jadi, siapa yang tidak tertarik? Tentu banyak yang mau.
Masrokhan
Entah itu anak warga miskin Jakarta maupun anak miskin dari luar daerah, berbondong-bondong menjadi pengamen dan pengemis.‘Kemudahan’ yang ‘ditawarkan’ Jakarta ini menjadi incaran anaj jalanan dan membuat jumlah anak jalanan di Jakarta meningkat setiap tahunnya. Data Dinas Sosial DKI Jakarta jumlah terlantar dan anak jalanan di Jakarta mencapai 8.000 lebih. Banyak dari mereka mengaku bekerja di jalanan antara lain untuk membiayai hidupnya, membantu orangtua, untuk biaya sekolah dan mencari uang jajan. Menurut Kepala Dinas Sosial, Masrokhan, mengatasi persoalan anak jalanan di Jakarta tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Pemprov DKI Jakarta, tidak bisa sendirian mengatasinya.
Harus ada peran serta masyarakat di dalamnya. Dia bersyukur bahwa di Jakarta ada banyak pihak yang ikut membantu Pemda dalam menangani masalah anak jalanan. Di antaranya adalah pihak-pihak swasta, dalam hal ini kelompokkelompok dalam masyarakat. Anak jalanan (anjal) termasuk dalam kelompok PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang sekarang tengah gencar ditangani oleh Dinsos beserta dengan instansi lain juga kelompok di dalam masyarakat. “PMKS bukan hanya anak jalanan saja, tapi termasuk juga anak terlantar, pengemis, gelandangan, pemulung, dll,” katanya. Keberadaan PMKS tak dapat dilenyapkan secara total dari kota besar. Karena keberadaannya tak lepas dari masalah sosial-kemasyarakatan yang ada. Di sisi lain, ia mensinyalir keberadaan sebagian dari mereka dikoordinir oleh pihak lain yang mengambil keuntungan dari kerja anak jalanan. “Ada fenomena, PMKS di Jakarta bisa muncul dalam skala besar secara relatif serentak dan menghilang juga relatif serentak. Pasti ada pihak yang mengeksploitasi PMKS ini,” ucapnya. 26 RUMAH SINGGAH Terkait anak jalanan, saat ini Pemda DKI Jakarta memiliki 26 rumah singgah. Jumlah tersebut belum termasuk rumah-rumah singgah yang dimiliki kelompokkelompok masyarakat yang ikut
pada mindset mereka, mau tidak berubah,” katanya. Saat ini, ada 50-an gepeng di Bali. Mereka diberikan program pelatihan keterampilan seperti menjahit dll, di Panti Sosial Bina Remaja. Ada yang suka menjahit disalurkan ke garmen. Yang mengajar juga berasal dari garmen dengan harapan, begitu selesai pelatihan, ada yang dipekerjakan. Ia mengatakan, ada beberapa orang yang sudah diterima bekerja di garmen. Namun, ada juga yang tidak kerasan dan ingin pulang. “Kami tidak memaksa. Kami melakukan pendekatan dengan kemanusiaan. Kami hanya beri pemahaman, Anda ikut pelatihan ini agar mandiri dan tidak lagi menggepeng,” kata Wenten. Memang, ia mengakui, urusan gepeng ini pasang-surut. Mendekati hari raya gepeng mulai ramai. Saat hari raya memperlihatkan diri, agar bisa dipulangkan dengan gratis. “Ini kembali kepada mentalitas. Mereka ini tidak malu melakukan pekerjaan seperti itu. Ini masalah sosial tidak bisa
diselesaikan dengan pemerintah. Desa pakraman agar ikut mengantisipasi warganya. Ini harus diperkuat di bawah, baik itu seka teruna-teruni, banjar dinas dan banjar adat. Kalau ini jalan, saya rasa bagus untuk meminimalisir gepeng,” kata Wenten. Untuk program 2016, pelatihan terus dilakukan. Biasanya program pemberdayaan dilakukan di bulan Juli dan Agustus selama 3 bulan. Selain itu, Dinsos Bali rutin melakukan survei, mendatangi langsung sekaligus memberi bantuan stimulan, dan penguatan mentalitas kepada keluarga mereka agar anak-anaknya dididik. Sekaligus pemberian bantuan beternak babi. “Kalau dia mau bekerja keras, saya yakin dia maju. Mengubah mental mereka yang beranggapan lebih gampang cari uang dengan meminta-minta, itu yang harus terus dilakukan. Saya dengar, Satpol PP membuat perda ketertiban kalau itu sudah ada mungkin masalah gepeng ini bisa diminimalisir,” ucapnya.
membantu penanganan permasalahan anak jalanan. Agar bantuan yang diberikan tepat sasaran juga dilibatkan satuan bakti pekerja sosial (Sakti Peksos) guna memberikan pendampingan dan pembinaan pada anak jalanan juga keluarganya. Pengawasan, razia dan pembinaan terhadap PMKS, termasuk anjal, dilaksanakan terus menerus. Sudah banyak PMKS yang terjaring. Sepanjang 2014 lalu saja, jumlah yang terjaring mencapai 15.000 lebih. Jumlah ini menurun pada 2015 menjadi 11.000 orang. Bagi yang terjaring razia, dibawa ke panti dan diberikan pembinaan. Setelah itu, bagi yang memiliki keluarga di Jakarta, dikembalikan ke keluarganya, sedang yang berdomisili di luar daerah dikembalikan ke daerahnya. Namun sebelumnya diharuskan menandatangani surat perjanjian untuk tidak kembali ke Jakarta. Jika melanggar, suatu ketika ditangkap lagi, maka mereka akan dipidanakan. Sedang bagi mereka yang masih usia sekolah dan tidak memiliki keluarga dimasukkan ke panti anak. Di sana mereka akan mendapat pendidikan. Rencananya seperti diungkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama, tahun ini Pemda akan membangun panti khusus anak-anak dibawah umur di Yayasan Pondok Karya Pembangunan. Panti tersebut diperkirakan akan menampung sekitar 2.000 anak lebih. Di sana nantinya ada sekolah semacam pesantren untuk anak-anak. Program-program yang dijalankan selama ini cukup menun-
jukkan keberhasilan. Setidaknya kalau dulu Dinsos memetakan ada 48 titik rawan PMKS maka kini jumlah itu terus menurun. Data terakhir, saat ini ada 32 titik rawan di Ibukota. Dari 32 titik rawan ituy, 15 titik tugas pengawasannya ditangani Dinas Sosial DKI Jakarta, sisanya dilakukan oleh masing-masing Suku Dinas Sosial di lima wilayah Jakarta. Untuk pengawasan terhadap puluhan titik rawan tersebut dikerahkan 500 petugas yang berjaga-jaga dari pukul 07.00 hingga 23.00. Disebutkannya, persoalan PMKS termasuk anak jalanan yang ada di Jakarta sungguh kompleks. Untuk menanganinya, Pemda tidak bisa sendirian tapi juga membutuhkan dukungan dan peran serta masyarakat melalui LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak), Peksos pendamping, rumah singgah, panti sosial asuhan anak (PSAA) dan Non PSAA, Taman Anak Sejahtera (TAS), dan lain-lain. “Keberadaan lembaga-lembaga ini kami dorong untuk bersamasama membantu mengentaskan permasalahan anak. Kita harus serius menangani ini karena mereka adalah generasi penerus bangsa,” katanya. Ada sejumlah dana bantuan yang disalurkan untuk penanganan anak-anak ini lewat lembaga-lembaga tersebut. Seperti yang belum lama ini disampaikan yakni bantuan untuk 1.010 anak jalanan Rp 1 juta per anak dan Rp 200.000 per-anak untuk pendamping. Selain anak jalanan juga mendapat bantuan dana adalah anak dengan disabilitas, balita terlantar, dll. –Diana Runtu
-Wirati Astiti
22
Sosialita Kompyang Pariadnyani
Edisi 896/11 - 17 april 2016
Menguak Sindikat Perdagangan Anak Jalanan di Jakarta Sebelumnya, penghapusan ‘Three in One’ baru sebatas wacana yang bertahun-tahun tak kunjung terwujud. Namun gara-gara kasus eksploitasi anak jalanan yang menghebohkan baru-baru ini, mendorong Pemprov DKI Jakarta merealisir penghapusan ‘Three in One’ yang telah 13 tahun berjalan.
U
ntuk ujicoba sudah dilakukan sejak hari Selasa (5/4) lalu hingga Jumat (8/4), kemudian dillanjutkan lagi pada 11-13 April. Jika memiliki potensi keberhasilan maka dipastikan program yang dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta, akan benar-benar tamat. Adalah terungkapnya kasus eksploitasi anak jalanan yang memicu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mensegerakan penghapusan ‘3 in 1’. Sebenarnya cerita eksploitasi anak jalanan di Jakarta, bukan lah cerita baru. Itu sudah lama terdengar bahkan yang lebih seram sudah banyak beredar, namun mungkin pengungkapan kasus kali ini seolah menemukan momentumnya, yakni di saat Pemda DKI sedang gencar-gencarnya membersihkan PMKS dari jalanjalan di lewat berbagai operasi.
Susanto
Bersamaan dengan itu pihak Kepolisian Jakarta Selatan berhasil menggulung anggota sindikat pengekploitasi anak jalanan di bilangan Blok M dan Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Sebagian dari anggota sindikat ini berhasil ditangkap, dua di antaranya ternyata masih berusia 18 tahun. Bersamaan dengan penangkapan itu, juga didapat empat anak yang menjadi korban, satu di antaranya bayi usia 6 bulan. Kelompok ini menjadi semacam ‘bos’ anak jalanan. Mereka yang mengkordinir anak-anak menjadi pengamen, pengemis, juga menjadi joki ‘3 in 1’ , dll. Jika tidak mau,
anak-anak ini akan dipukul dan tidak diberi makan. Hebatnya lagi, kelompok ini bukan hanya mengorganisir anak-anak jalanan tapi juga orang dewasa untuk menjadi pengemis, dan joki ‘3 in 1’. Kekejaman kelompok ini bukan hanya itu saja. Dari kasus tersebut terungkap juga adanya bisnis penyewaan anak kecil atau bayi. Seorang anak kecil atau bayi disewakan Rp200 ribu per-hari. Khususnya untuk bayi, agar tidak rewel selama beroperasi, si bayi diberi obat penenang yang membuatnya tidur sepanjang hari. Dari mulai kasus ini meledak akhir Maret lalu, hingga kini pemberitaan pers tiada henti. Apalagi kemudian diketahui si bayi, ternyata dicekoki obat penenang dosis tinggi. “Bayi diberi obat penenang satu obat untuk dua hari, diberikan pada pagi dan siang supaya tidak rewel,” kata Kapolres Jaksel, Wahyu Hadiningrat, saat jumpa pers. Bayi yang sempat menjalani perawatan di RS Pertamina Pusat, kini bersama dua korban lainnya berada di rumah aman di Bambu Apus. Sedang satu anak lagi sudah dikembalikan kepada keluarganya. Hasil kerja pihak Kepolisian Jaksel mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat dan tokoh masyarakat. Komisi Perlindungan Anak langsung turun ke lokasi begitu mendapat info kasus ini, begitu pun semua pihak yang berkaitan dengan masalah sosial dan perlindungan anak. Di antaranya adalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kementerian Sosial. Reaksi marah juga ditunjukkan oleh Gubernur Ahok yang lantas melontarkan segera menghapus ‘3 in 1’. Kemarahan Ahok karena dia melihat banyak anak-anak, juga bayi, dibawa oleh para ibu joki ‘3 in 1’ ataupun pengemis saat beroperasi. Sementara Kepala Dinas Sosial Pemda DkI Jakarta Masrokhan, pihaknya rutin melakukan razia terhadap PMKS juga melakukan pembinaan. Namun untuk masalah eksploitasi PMKS masuk dalam kategori human trafficking, ituadalah domain kepolisian. Dan kini kasus itu pun sudah ditangani polisi. Namun begitu, dengan adanya kasus ini, pihaknya akan menjadi lebih cermat dan giat lagi dalam melaku-
Basuki Tjahaja Purnama
kan penyisiran terhadap PMKS. Terkait adanya isu bahwa adanya petugas dari Dinas Sosial yang menerima setoran dari pihak tertentu (PMKS) untuk memuluskan mereka beraksi, Masrokhan menegaskan, tengah menyelidikinya. Tapi, jika sampai terbukti nantinya, pihaknya tak segan memecat. Berdasarkan data, kata Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Susanto, saat ini ada sekitar 18 ribu anak jalanan di seluruh Indonesia. Mereka rentan menjadi objek seksual, kekerasan dan lainnya. “Anak jalanan rentan jadi objek seksual, kekerasan dan perdagangan,” ucapnya kepada wartawan. Menurutnya, ada empat tipe anak jalanan. Pertama adalah anak jalanan yang tereksploitasi. Mereka ini biasanya berada di bawah tekanan dan sulit keluar dari jaringan eksploitasi. Tipe kedua, anak yang terpaksa mencari rejeki di jalanan untuk menyambung hidup. “Bisa untuk hidupnya sendiri atau untuk orangtua, keluarganya. Tak
yang menjadi joki untuk menambah penghasilan. “Saya kerja sendiri, nggak ikutan sindikat. Gara-gara kelakuan mereka ‘three in one’ dihapus. Padahal selama ini penghasilan jadi joki lumayan bisa nambah-nambah uang dapur,” kata Marinah (50), warga Senen, Jakarta Pusat. Marinah, janda anak tiga, bekerja sebagai joki pagi dan sore. Sementara siang ia bekerja jadi buruh cuci-gosok untuk beberapa rumah di kawasannya tinggal. “Suami kabur sudah tiga tahun, anak saya dua orang masih kecil, satu remaja yang juga bekerja,” ungkap Marinah yang juga membawa anak ketika menjadi joki. Marinah sudah dua tahun menjadi joki, dua anaknya kadang dibawa serta dalam bekerja. “Di rumah tidak ada yang jaga maka saya bawa,” ucapnya. Lagi pula, katanya, dengan membawa anak penghasilan yang didapat bisa lebih besar daripada sendiri. “Sekali jalan antara Rp30-50 ribu, tergantung jaraknya. Tapi
Edisi 896/ 11 - 17 april 2016
3
Semakin Cantik dengan Microblading & Hair Shading “Selamat pagi Ibu…silahkan,” begitu sapaan salah seorang terapis Adibi Salon, Sulam & Spa yang menerima Tokoh pekan lalu. Sesaat kemudian muncul sang pemilik, Ir. Kompyang Pariadnyani yang biasa disapa Jro Melati ini. ”Maaf ya… kami masih dalam proses pembenahan,” kata Jro Melati yang baru saja kembali dari Jakarta usai meng up-grade dan menambah keahlian baru bersama para pakar kecantikan.
barunya yakni microblading dan hair shading. Microblading adalah teknik sulam alis yang paling eksklusif dan fantastis. Teknik microblading ini menggunakan pisau kecil yang dirancang khusus untuk menghasilkan finishing paling alami dan memperoleh lengkung alis mata dengan tampilan yang sangat ideal sekaligus natural serta bisa bertahan cukup lama yakni berkisar 2 hingga 5 tahun. Sebagai seorang ahli sulam yang berpengalaman dengan jam terbang yang sangat mum� puni, perempuan yang pertama kali menghadirkan teknik su� lam alis bertaraf internasional di Bali ini, memiliki jadwal yang sangat padat. Namun, sesuai dengan komitmennya sejak awal ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Bali, maka ia selalu terjun lang� sung menangani kliennya yang ingin microblading ataupun hair shading. Mengingat kedua teknik sulam ini hanya bisa
dilakukan oleh pesulam yang sudah sangat mahir. Mengenai sulam alis, Jro Melati mengatakan bahwa tren untuk tahun ini adalah yang lebih alami lagi dan berstruktur sehingga serat alis semakin terlihat. “Microblading bisa dilakukan pada perempuan maupun laki-laki yang ingin menyempurnakan alisnya. Un� tuk memperoleh hasil sulam yang optimal, bagi siapa saja yang ingin melakukan microblading, sebaiknya kita menye� diakan waktu khusus yang lebih rileks tanpa dikejar aktivitas lainnya,” papar putri pasangan I Made Yasa dan Ni Made Rai (almh.) ini. Selanjutnya, disebutkannya untuk menjaga warna terus segar dan rambut alis masih tegas perlu dilakukan touch up setiap enam bulan sampai satu tahun. Kenapa demikian? sebab menjaga wajah seseorang tetap
cantik alami setelah melakukan teknik microblading dengan memilih salah satu dari tiga warna yang tersedia seperti dark chocolate, deep chocolate dan natural adalah penting baginya. Begitu pula dengan pemilihan bentuk alis, kata Jro Melati sebaiknya disesuaikan dengan bentuk dan karakter wajah. Berikutnya Jro Melati juga menyampaikan dengan mimik wajah lebih serius bahwa tidak setiap pesulam bisa menyebut� kan dan mengatakan dirinya melayani microblading ataupun hair shading ini. Dua teknik ini, katanya tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, hanya dapat dilakukan oleh pesulam yang telah mengikuti pelatihan khusus di Jakarta, sebab teknik eyebrow microblading telah dihak-patenkan di Indonesia oleh Ali Tatto Sulam akhir Maret silam.-ard
Wajah Baru dan Semangat Baru
sedikit anak yang mengamen karena, misalnya ayahnya meninggal atau bercerai, sementara ibunya sakit-sakitan sehingga tidak ada yang menanggung biaya hidup,” jelasnya. Tipe ketiga adalah anak jalanan yang ikut-ikutan atau terpengaruh teman. Tipe keempat adalah anak jalanan yang menjadikan ini sebagai profesinya dan merasa nyaman dengan itu. Tipe semacam ini tidak mudah dikembalikan kepada komunitasnya atau keluarganya karena faktornya adalah mentalitas. Menurutnya, untuk menangani masalah eksploitasi anak perlu pendekatan terpadu, bukan hanya pendekatan hukum. SEDIH KEHILANGAN PENGHASILAN Yang sedih dari kebijakan penghapusan ‘3 in 1’ ini adalah para joki ‘mandiri’ alias yang menjadi joki bukan karena bekerja pada sindikat jalanan. Mereka adalah masyarakat miskin, warga Jakarta,
pernah juga ada bos yang kasihan sama saya, dia kasih Rp100 ribu. Mungkin karena kasihan pada anak saya yang masih kecil-kecil,” kata Marinah yang mengaku tertarik menjadi joki karena tetangganya juga melakukan hal serupa. “Awalnya dari cerita tetangga yang jadi joki. Katanya hasilnya lumayan. Jadi saya coba-coba,” tambahnya. Dengan dihapusnya ‘3 in 1’, Marinah mengaku kebingungan dengan nasibnya selanjutnya. Karena kalau hanya mengandalkan jadi buruh cuci hasilnya tidak mencukupi. “Saya cuci-gosok ditiga pintu (rumah). Per-pintu cuma dapat Rp300 ribu sebulan,” keluhnya. Tentang ‘penyewaan anak’, Marinah juga mengaku pernah didekati orang, sesama joki yang ingin menyewa anaknya. “Saya langsung tolak dong. Nanti kalo anak saya kenapa-napa, bagaimana? Kalau saya ngajak anak saya kerja, itu kan anak saya, saya yang ngawasin sendiri. Nah kalo ikut orang lain, bagaimana,” kata Marinah lagi. –Diana Runtu
M
enurut Jro Melati, untuk meningkatkan pelayanan ke� pada para pelanggan salonnya, ia sengaja melakukan pembe� nahan mulai dari perangkat, ruangan hingga berbagai jenis treatment di salonnya yang berlantai tiga di kawasan Jalan Raya Letda Tantular, Renon. ”Kami ingin semua orang yang datang ke Adibi bisa merasa nyaman dan tenang saat menik� mati perawatan yang dipilihnya di sini,” lanjut istri Ir. AA Bagus Kurniawan dari Puri Kelodan Ubud ini. Bicara tentang kecantikan, maka biasanya lirikan pertama tertuju pada wajah. Sebab, w�� a� jah yang menarik sudah pasti enak dipandang. Semua orang,
perempuan utamanya tentu sangat mendambakannya. Bagi mereka wajah tergolong salah satu aset yang mesti dijaga dan dirawat keindahannya. Namun, faktanya tidak semua orang di� karunia wajah sempurna. Masih banyak orang merasa kurang puas dengan bentuk wajahnya. Hal ini seringkali menjadikan mereka sosok yang kurang percaya diri. Menurut ibu dari AA Adhyat mikaOkta Kurnia, AA Abyman tra Agusta Kurnia dan AA Arhy cinara June Kurnia ini, kini bersama dengan kemajuan teknologi yang tidak terben� dung, dunia kecantikan pun tak ketinggalan dengan per� kembangan dan inovasinya. Kali ini Adibi Salon, Sulam & Spa siap dengan dua layanan
“Setelah seluruh ruangan tuntas dibenahi, Tokoh harus balik lagi ya, biar bisa merasa� kan dan memberi masukan demi pelayanan kami yang lebih baik. Atau sekalian bisa ikut pelatihan sulam alis di tempat kami,” ujar Jro Melati yang dikenal sangat ramah sembari kem� bali menerangkan sebuah layanan baru lainnya yakni hair shading. Dikatakannya, saat ini cukup banyak pria maupun wanita yang mengalami permasalah an serius soal rambut di kepalanya. Baik itu kebotakan pada rambut bagian depan atau pitak di tengah-tengah kepalanya yang juga dapat menjadikan seseorang tampil tidak percaya diri. “Selama ini cukup banyak orang menjalankan perawatan untuk menumbuhkan rambut-rambutnya tersebut. Namun, proses yang mesti diikuti memerlukan waktu yang cukup lama,” katanya. Kami di Adibi Salon, Sulam & Spa kini bisa memberikan jalan praktis untuk menghadapi masalah kebotakan atau pitak dengan teknik hair shading, yakni menambahkan ilusi di bagian kening agar rambut tampak tumbuh lebat. “Ini meru� pakan tren baru yang muncul beberapa bulan lalu. Adanya metode ini diharap� kan dapat membantu agar yang memiliki persoalan rambut bagian atas kening jadi teratasi,” ujar Jro Melati sembari menga� takan bahwa pada prosesnya akan sama seperti sulam namun dengan memakai teknologi yang lebih canggih. Untuk
pengerjaannya pun tidak membutuhkan waktu lama hanya menyesuaikan dengan tingkat kebotakannya. Bagi siapa saja yang ingin menikmati teknik terbaru baik untuk sulam alis maupun masalah kebotakan, Jro Melati pun mempersilahkan masyarakat Bali datang ke salonnya untuk berkonsultasi terlebih dahulu. “Selain berkonsultasi juga bisa langsung memilih dan menikmati perawatan ditempat kami sesuai dengan kebutuhan. Silakan dipilih, di sini tersedia treatment mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dari sulam alis sampai sulam bibir, hingga sulam rambut,” katanya sambil kembali menekankan tujuan akhirnya ia ingin masyarakat Bali tampil can� tik dengan penanganan yang benar dan tetap sesuai karakternya masing-masing. -ard
4
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Workshop Jurnalistik
Inspirasi
Jadikan Pers sebagai Media Pendidik Sebuah media sudah pasti mengejar kebaruan (berita terkini). Namun, etika penulisan haruslah memahami kondisi sosial budaya masyarakat. Media/pers harus menjaga kedamaian, menjunjung tinggi persatuan bangsa. Hal tersebut diungkapkan Prof. Sam Abede Pareno, M.M. dalam kegiatan Workshop Jurnalistik yang digelar Jurusan Komunikasi dan Penerangan Agama Fakultas Dharma Duta IHDN Denpasar, 6 s.d. 8 April 2016.
N
amun, persoalannya belum semua media di Indonesia memenuhi prasyarat dan syarat tersebut. Terutama di era reformasi yang mengutamakan kebebasan dan hak asasi manusia. Hal inilah yang
dikatakan melahirkan pers dan wartawan yang “semau gue”, yang apa saja boleh. Media massa sudah kebablasan, terlalu bebas sehingga mengabaikan kaidah-kaidah jurnalistik terutama etika penulisan. Kebablasan yang terjadi atas media massa di Indonesia, selain
Suasana Workshop Jurnalistik
Penyerahan hasil sidang komisi oleh Ketua Panitia Made Yuliani kepada Dekan Fakultas Dharma Duta Wayan Wastawa
karena euforia reformasi, juga disebabkan beberapa faktor, di antaranya; mengejar target berita dan target iklan, langkanya pendidikan terhadap wartawan, dan kuatnya pengaruh pemilik modal. “Jika tak punya standar maka yang terjadi adalah informasi-informasi palsu sesuai kepentingan,” cetusnya. Karena itu, Prof. Sam Abede mengatakan workshop merupakan salah satu cara efektif dalam meningkatkan SDM dan kegiatan pusat studi jurnalistik. Dalam materi “Ragam Jurnalistik di Indonesia”, ia juga menjelaskan ada dan harus berbeda antara bahasa yang dipakai di perguruan tinggi (ilmiah) dengan bahasa dalam jurnalistik. “Dalam jurnalistik ada istilah ekonomi kata, ini tidak bisa diterapkan dalam
bahasa ilmiah,” ucapnya. Ia menyontohkan sebuah kalimat dalam bahasa baku (ilmiah): Dari tahun 1945 sampai dengan tahun 1955. Tetapi dalam bahasa jurnalistik ada penghematan kata (ekonomi kata) menjadi : Dari 1945 hingga 1955. “Kata ‘tahun’ tidak dipakai, karena 1945 sudah menunjukkan tahun. Dalam jurnalistik, yang terpenting komunikatif dan dipahami,” tegasnya lagi. Dalam pers ada istilah “bad news is a good news”. Hal-hal buruk/negatif ini justru menjadi makanan empuk pers, sehingga banyak kejadian yang sengaja diblow-up dan disiarkan terusmenerus untuk meningkatkan rating. “Jadilah pers yang bebas dan bertanggung jawab. Selain penghibur, pers juga berperan
sebagai media pendidik,” tegasnya. Workshop yang diikuti para dosen dan beberapa wartawan media juga menghadirkan narasumber Dr. Fajar Junaedi, M.Si. yang membahas tentang “Regulasi Jurnalistik dan Perkembangan Dunia Pers”, dan Prof. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M. yang mengupas topik “Tantangan Jurnalistik Masa Depan”. Wakil Rektor IHDN yang membuka workshop tersebut, sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena para dosen yang selama ini hanya membuat tulisan dalam bentuk karya ilmiah, artikel, maupun jurnal, kali ini mendapatkan pengetahuan tentang ragam jurnalistik media. Hal senada diungkapkan Ketua Panitia Ni Made Yuliani, S.Sos., M.Fil.H. Ia mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk membangkitkan, menumbuhkan dan menguatkan minat menulis di kalangan dunia akademik dalam penulisan jurnalistik. Workshop Jurnalistik ditutup dengan penyerahan hasil sidang komisi berupa karya tulis peserta dalam bentuk jurnalistik oleh Ketua Panitia Made Yuliani kepada Dekan Fakultas Dharma Duta Dr. I Wayan Wastawa, M.A. –Inten Indrawati
Mandalika
21
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Musrenbang Provinsi NTB Tahun 2016
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2016 tingkat Provinsi NTB dalam rangka penyusunan RKPD Provinsi NTB tahun 2017, berlangsung Senin (4/4) di Mataram. Mengangkat tema “Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Peningkatan Kualitas Lingkungan untuk Mengurangi Kemiskinan”.
M
usrenbang dibuka Gubernur NTB, Dr. TGH M. Zainul Majdi, dihadiri berbagai kalangan seperti, Anggota DPD RI dapil NTB H. Suhaimi Ismi, Sekjen Kemendagri Dr. Yuswandi A. Tumenggung. M.SC, M.A., Deputi Bappenas bidang pengembangan regional Dr. Arifin Rudiyanto, Deputi Menko Maritim dan SDA bidang SDM, Iptek dan Budaya Maritim Dr. Safri Burhanudin, Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran Irjen. Pol. Drs. Arif Wachjunadi, Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, Wakil Ketua DPRD Prov. NTB Mori Hanafi, Forkopimda Provinsi NTB. Kepala Bappeda Prov. NTB H. Chairul Mahsul, S.H, M.M., dalam laporannya mengatakan bahwa Musrenbang bertujuan menyelaraskan RKPD Provinsi dengan Kabupaten/Kota, khususnya terkait rencana pendanaan program yang bersumber dari APBD Kabupaten/ Kota, APBD Provinsi dan yang akan diusulkan melalui APBN tahun angaran 2017. Ia juga menyampaikan indikatif usulan pembiayaan program dan kegiatan yang bersumber dari APBD provinsi terdiri dari 403 Program dan 931 kegiatan dengan proyeksi pagu anggaran Rp.1.279.412.697.006,- baik dari inisiatif SKPD Provinsi maupun dari Kabupaten/Kota.
Sedangkan untuk program dan kegiatan usulan pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota yang diselaraskan dengan program Nasional Nawacita yang termuat di dalam RPJMN dan diusulkan pembiayaannya melalui APBN yang telah terdata dalam aplikasi e-Musrenbang baru diusulkan 123 program dan 1.030 kegiatan, dengan usulan pembiayaan sebesar Rp 13.153.062.780.000, akan dibahas lebih lanjut sebagai baseline dan atau new initiative dengan kementerian dan lembaga dalam pra-Musrenbang Nasional yang direncanakan pertengahan April mendatang di Bappenas. Sekjen Kemendagri dalam sambutannya mengimbau Musrenbang jangan hanya menjadi acara seremonial saja. “Perumusan RKPD tentu akan diikuti dengan tindak lanjut operasionaliasi di tahun 2017,” ungkapnya. Lebih lanjut Sekjen menjelaskan setelah RKPD akan diteruskan dengan perumusan KUAPPAS agar jangan dibuat lebih makro dari RKPD. Setelah KUAPPS, dilanjutkan dengan menyiapkan Perda APBD yang menerjemahkan kehendak program-kegiatan dibiayai dengan sumber APBD. Ia menitipkan dokumen RKPD 2017 harus sudah inklusif terhadap kebijakan untuk stakeholder di luar pemerintah daerah, karena forum ini menampung aspirasi masyarakat yang dapat tersalurkan melalui
Asrena Kapolri Irjen. Pol. Arif Wachjunadi menyerahkan cinderamata kepada Gubernur NTB saat hadir dalam Musrenbang NTB 2016
DPRD. “Tidak hanya berbicara tentang SKPD dan programnya tetapi juga bagaimana implikasinya bagi pihak di luar,” katanya. Pada pembukaan Musrenbang, dilaksanakan juga Penganugerahan Pangripta Provinsi NTB tahun 2016 yang merupakan penilaian terhadap rencana kerja pembangunan daerah tahun 2016 kabupaten/kota se-NTB yang berlaku secara sah dalam bentuk peraturan Bupati/Walikota atau peraturan Daerah yang disinergikan dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah. Terbaik 1 diraih oleh Kabupaten Lombok Utara, terbaik 2 diraih oleh Kabupaten Bima, dan terbaik 3 diraih oleh Kabupaten Sumbawa. Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur NTB yang diterima langsung oleh Bupati masing-masing daerah pemenang. Gubernur menyampaikan bahwa musrenbang bukan hanya aspek teknokratik tetapi menyangkut aspek politik, dimana
Visi Misi Bupati/Wali Kota dan Gubernur harus dipadukan agar menghasilkan rumasan yang baik dan bertanggungjawab. Khusus untuk Bupati/Wali Kota, ia menyampaikan hal-hal berikut: pertama, illegal loging masih marak di NTB dan mengajak Kepala Daerah dan semua stakeholder memberikan atensi dalam men-
gatasi masalah ini. Kedua, mengajak kepala daerah merevitalisasi awiq-awiq atau kearifan lokal di NTB untuk mengatasi masalah sosial dari tingkat desa hingga kabupaten/kota. Ketiga, membahasakan secara persuasif kepada masyarakat terkait pembentukan kawasan strategis baru untuk menjaga kondusifitas investasi pada kawasan strategis tersebut. Keempat, Menjaga lahan pertanian berkelanjutan, dengan mengeluarkan regulasi supaya NTB tetap bisa menghasil komuditas pokok untuk masyarakat. “Kita perlu bersinergi, kita punya target-target yang tidak ringan, kita perlu merencanakan programprogram yang efektif dan efisien sesuai kemampuan fiskal kita, kita perlu mengamankan sektor-sektor penting yang telah kita jadikan sektor prioritas dengan kebijakankebijakan yang tidak menyulitkan tapi justru memudahkan dan yang tidak kalah penting adalah, menjaga daya dukung lingkungan yang berkelanjutan untuk keberhasilan sektor pembangunan yang telah kita tetapkan,” ungkap Majdi. –Hms, Naniek I. Taufan
NTB Sukseskan Swasembada Pangan
Gubernur NTB melakukan panen raya padi bersama Panglima TNI
Nusa Tenggara Barat adalah salah satu dari delapan provinsi di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai super focus penyangga produksi beras secara nasional. Menurut Gubernur NTB, hingga saat ini masyarakat NTB masih tetap bersemangat dan bekerja keras menyukseskan swasembada pangan yang merupakan program penting pemerintah tersebut. “Alhamdulillah NTB tak pernah mundur dari komitment itu dima-
na 47% tenaga kerjanya terserap di sektor pertanian yang dengan kerja keras mereka, selalu setiap tahun menghasilkan produksi yang melebihi target secara nasional,” ungkap Gubernur. Ia menegaskan pada tahun 2015 kenaikan produksi beras di NTB dibanding 2014 sudah mencapai angka sekitar 12% jauh dari rata-rata peningkatan produksi nasional dan ini menunjukkan bahwa semangat para
petani di NTB masih cukup kuat untuk menyukseskan program swasembada pangan. “Dan untuk tahun 2016 ini juga kalau dilihat dari statistik yang ada, Insya Allah meningkat jauh dibanding 2015 lalu. Jadi, kalau dari sisi komitmen petani NTB, masyarakat NTB untuk melaksanakan amanah dari pemerintah pusat menjadi salah satu lumbung Pangan Nasional. Insya Allah kami laksanakan amanah itu dengan sebaik-baiknya,” ujarnya saat melakukan panen raya padi di Lombok Tengah bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengharapkan kerjasama seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk secara bersama-sama dan tetap bersemangat menyukseskan program swasembada pangan agar menjadi bangsa yang kuat di masa yang akan datang. “Kalau petani sudah diberi alat dan bibit serta pendampingan, hasilnya melebihi target dan dijual di bawah harga pemerintah, akhirnya petani tidak bersemangat dan ini menjadi tanda-tanda kehancuran bangsa,” ungkapnya. Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Mulyono menambahkan NTB sebagai salah satu
lumbung nasional yang sekarang sedang diwujudkan, menurutnya hal ini merupakan salah satu potensi bagi masyarakat NTB sebagaimana yang dicanangkan Presiden RI bahwa dalam waktu tiga tahun ini Indonesia harus swasembada dalam hal pangan. Menurutnya ini merupakan suatu hal yang menjadi pemacu bagi masyarakat NTB agar potensi yang sudah ada ini betul-betul digarap dengan baik. Kegiatan panen raya yang dilakukan beberapa waktu lalu ini juga dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak antara pemerintah daerah NTB dengan Bulog. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan alat dan mesin pertanian secara simbolis oleh Gubernur NTB kepada Dandim se-pulau Lombok yang diwakili Dandim 1606 Lobar dan Dandim 1620 Loteng berupa alat mesin tanam padi jajar legowo sebanyak 15 unit, traktor roda dua sebanyak 5 unit. Panglima TNI juga secara simbolis menyerahkan bibit padi kepada Gabungan Kelompok Tani Maju Bersama Kecamatan Jonggat Lombok Tengah. –Hms, Naniek I. Taufan
20
Nine
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Hj. Erica Zainul Majdi
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Service Above Self Puhu Global Grant – Rotary Club Bali Seminyak
Organisasi sosial Rotary International memiliki komitmen yang sangat kuat dalam pelayanan terhadap masyarakat kurang mampu.
Masih dengan perhatian yang sama dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap predator anak dan soal gizi buruk, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, menitip harapan kepada Khaeratun Fauzan Khalid, Ketua TP. PKK Lombok Barat yang dilantik beberapa waktu lalu.
E
rica meminta agar semua pihak bekerja sama dalam mengawasi anak-anak dari hal-hal yang berbau porno, karena pornografi. Menurutnya, jika anak-anak terpapar pornografi sejak dini, maka akan menghasilkan generasi muda yang tidak bisa merencanakan masa depannya. Ia juga mengingatkan para orangtua untuk terus menjaga anaknya dari predator anak yang akhir-akhir ini kian marak terjadi. Data dari kepolisian, 80% pelaku kekerasan seksual dilakukan oleh orang dipercayai. “Hati-hati
5
Presiden RCBS, Barbara Mackenzie
menitipkan anak-anak kita, jangan asal menitipkan anak, kalaupun terpaksa agar menitipkan anak kepada orang yang bisa dipercaya sehingga bisa
menghindari anak-anak dari kekerasan seksual. Ibu-ibu harus lebih sensitif terhadap perubahan sikap dan sifat anak-anak kita. Penting untuk membangun kewaspadaan dan peduli terhadap hal-hal seperti ini,” ujarnya. Sebagai Ketua TP PKK NTB, Erica tidak punya keraguan dengan kemampuan Ketua TP PKK yang baru dilantik ini dalam mengurus TP PKK Lombok Barat. “Saya sudah cukup lama bekerja sama dengan Beliau. Apalagi TP PKK Kabupaten Lombok Barat baru-baru ini menorehkan prestasi,” ungkapnya saat Pelantikan Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Barat Masa Bhakti 2016-2019 di Pendopo Tengah Gubernur NTB, beberapa waktu lalu. Erica Majdi mengingatkan tentang tanggung jawab TP PKK yang cukup besar dalam mewujudkan Generasi Emas NTB (GEN) pada tahun 2025. Terkait hal itu, ia langsung berkoordinasi dengan koordinator GEN. “Pada pertemuan ini saya ingin menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada ibuibu semua. ‘Mari kita jadikan setiap hari sebagai hari untuk menjadikan generasi kita sebagai generasi emas”, imbau Erica yang kemudian menyampaikan
bahwa TP PKK memiliki 10 program dalam mendukung program-program pemerintah. Program-program tersebut lalu disederhanakan menjadi, perbaikan gizi, perang terhadap pornografi dan narkoba, serta predator anak. Dengan masih adanya kasus gizi buruk di NTB, TP PKK akan bersama-sama mengatasi hal ini. “Seringkali gizi buruk dikaitkan dengan kemiskinan, padahal sebenarnya makanan yang bergizi tidak selalu mahal, melainkan banyak makanan sederhana yang memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti ubi ungu dan bayam yang harganya murah tetapi memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh. Jadi, gizi buruk sebagian besar disebabkan oleh ketidaktahuan ibu tentang makanan yang bergizi,” ujarnya. Bersama PKK, para ibu bisa berjuang bersama melaksanakan aktivitas perbaikan gizi, perang terhadap pornografi dan narkoba, serta predator anak. “Jika kita melaksanakan hal tersebut, maka kita telah memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan kesehatan, perekonomian, dan pertahanan keamanan di Provinsi NTB,” ungkapnya. --Naniek I. Taufan
R
otary Club Bali Seminyak (RCBS) minggu lalu menggelar program kemanusiaan yang difokuskan pada kesehatan masyarakat di Desa Puhu, Payangan, Gianyar. Program yang digelar selama3 (tiga) hari dari tanggal 6 - 8 April 2016 ini dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan utama. Kegiatan kesehatan eye screening dan pembagian kacamata gratis untuk siswa-siswi dan para guru Sekolah Dasar (SD) dan kegiatan kesehatan eye screening serta operasi katarak untuk masayarakat Desa Puhu. Untuk kegiatan sosial ini RCBS bekerja sama dengan Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) – John Fawcett Foundation. Perencanaan program kesehatan RBCS tersebut menargetkan 500 siswa-siswi dan guru-guru Sekolah Dasar dari SD 1 sampai dengan SD 5 Puhu juga 500 orang masyarakat yang kurang mampu di DesaPuhu. Barbara Mackenzie, President Rotary of Bali Seminyak menyampaikan rencana optimisnya kedepan bahwa RCBS akan terus konsisten untuk melanjutkan program sosial kemanusiaan di antaranya eye screening dan operasi kat-
arak. Kemudian pengadaan water sanitation dan pembuatan tangki air bersih, basic hygiene training bagi siswa-siswi Sekolah Dasar, pemberian sabun dan kebutuhan lainnya untuk kebersihan dan kesehatan, water test dan water filter serta pemberian book cases kepada sekolah-sekolah. Diperkirakan proyek sosial ini akan diselesaikan dalam waktu 18 bulan. Turut bergabung dalam menyukseskan program ini bersama Rotary Club Bali Kuta adalah Rotaractors dari Rotary Club of Ubud dan beberapa komunitas sosial lain. Selanjutnya menurut Eye Project Leader Puhu Global Grant Rotary Club Bali Seminyak, Made Herry Erika Sedana, program kesehatan ini adalah program pertama dalam daftar kegiatan sosial Puhu Global Grant. Melanjutkan komitmen sosial ini, masih ada program lain yang difokuskan pada slogan Rotary International, - Service Above Self. Kegiatan kemanusiaan yang mengutamakan kebutuhan masyarakat luas atau mereka yang kurang mampu daripada mementingkan diri sendiri. Para Rotarian mendorong adanya standar etika yang tinggi dalam setiap kegiatan sukarela, dan membantu membangun kebersamaan dan kedamaian di dunia. Marie-Francoise, President
Rotary Club Bali Seminyak bersama tim John Fawcett Foundation
Elect Rotary Club Bali Seminyak, mendukung penuh kegiatan ini. Marie-Francoise menegaskan Rotary Club Bali Seminyak dengan bantuan penuh dari Rotary International telah merealisasikan proyek sosial di DesaPuhu, dekat ke pegunungan Kintamani yang jauh dari kehidupan kota besar. Ini adalah proyek besar yang melibatkan banyak sukarelawan dalam pengadaan sumber air bersih dan sanitasi serta kesehatan anakanak dan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan yang diyakini akan memberikan kehidupan positif pada masyarakat kedepannya.
Eye screening dan kacamata gratis untuk siswa siswi SD 1-SD 5 Puhu
Operasi katarak untuk masyarakat tidak mampu
Persiapan operasi katarak. Tim RCBS Dr. Leith Krakouer, Marie-Francoise, Erika Sedana dan Tim JFF
Ia mengatakan, fokus dan tema Rotary International setiap tahun berbeda-beda. Tahun depan Rotary International akan mengambil tema Rotary Serving Humnity. Dan, kami sangat optimis untuk melanjutkan proyeksosial ini di tahun-tahun mendatang. Kami menyambut baik kawankawan yang ingin berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan bersama RCBS. Rencana kegiatan dan sharing session Rotary Club of Bali Seminyak diadakan pada lunch meeting di The Trans Resort Bali, setiap Hari Rabu pada pukul 12.30 siang yang dimulai dengan fellowship pada pukul 12.00. Ditanya sekilas tentang sejarah Rotary, Erika Sedana menjelaskan bahwa Rotary Club pertama didirikan pada 1905 di Chicago oleh Paul Harris. Pada tahun 1910 dibentuk National Association of Rotary Clubs (Asosiasi Rotary Club Nasional). Dalam perkembangan klub ini dan dengan dibentuknya klub yang sama di luar Amerika pada saat itu maka namanya kemudian diubah menjadi Rotary International pada tahun 1922. Kini Rotary International telah tersebar di lebih dari 220 negara. Nama Rotary dipilih karena rapat klub aslinya dirotasikan di antara klub-klub yang menjadi anggota organisasi ini. Anggota dari sebuah Rotary Club bertemu setiap minggu untuk sarapan, ma-
Erika Sedana bersama PE Marie-Francoise
kan siang ataupun makan malam. Kami mendiskusikan dan menyusun rencana dan tugas untuk mencapai tujuan suatu kegiatan dengan tujuan kemanusiaan. Saat ini di club lunch meeting, seorang pembicara tamu akan datang untuk berbagi pengetahuan seputar kegiatan sosial yang diadakan di Indonesia atau di negara lain.Sehingga hal-hal sukses yang dilakukan dalam membantu masyarakat luas dapat diimplementasikan di Indonesia.
Florian Nitsch bersama siswi siswi SD Puhu
- ard
6
Woman on Top
Edisi 896/ 11 - 17 april 2016
Ny. I Gusti Ngurah Ketu
M
enurut Pimpinan Panti Dewi Anggreni, ada saja anak yang merayakan ulang tahunnya di sini, bahkan ada juga pihak lain yang mengun dang anak-anak untuk makan di hotel. “Jika bermaksud melakukan kegiatan di sini, diinformasikan saja terlebih dahulu kepada kami, karena semuanya harus dilaporkan kepada yayasan,” ujarnya kepada orangtua bocah tersebut yang meminta informasi awal lewat telepon. Panti Asuhan yang berdiri tahun 1987 tersebut merupakan gagasan dari Gubernur Bali Ida Bagus Mantra (saat itu). Ia menugaskan I Gusti Ngurah Ketu (alm) yang saat itu sebagai pejabat di Kanwil Pari wisata Provinsi Bali dan istri duduk sebagai anggota dewan (DPR) di provinsi, untuk mendirikan dan mengelola panti asuhan yang bernuansa Hindu. Meski amanat tersebut dirasa berat bagi Ny. IGN Ketu, namun berkat dorongan dan dukungan dari suami yang terus meyakinkan bahwa kegiatan sosial ini pasti akan banyak yang membantu. Dengan berupaya sekuat tenaga Ny. Ketu yang dipercaya sebagai Ketua Yayasan dan pendiri lainnya yakni Ny. Ida Bagus Mantra dan Ny. IA SW. Diwangkara (saat ini sudah melinggih dengan bhiseka Ida Pedanda Istri Raka) mengawalinya dengan
Ny. Ketu
mengurus akta notaris agar berbadan hukum, mendirikan sebuah yayasan yang bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial, dengan nama Yayasan Tat Twam Asi. Akhirnya, terbitlah Akta Notaris Nomor 60 Tanggal 20 Juli 1987. Pendirian Panti Asuhan Tat Twam Asi dilatarbelakangi keadaan yang mem prihatinkan di Provinsi Bali yang saat itu banyak dijumpai anak-anak usia sekolah
yang tidak mendapatkan pendidikan se bagaimana mestinya. Usaha sosial yang di laksanakan yayasan ini adalah menampung dan menyantuni anak-anak usia sekolah atau anak putus sekolah, khususnya anak perempuan dari kalangan keluarga miskin, yatim piatu, maupun yatim atau piatu da lam sebuah panti asuhan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengi kuti pendidikan formal (SD s.d. SMA) dan pendidikan nonformal. Untuk lokasi, panti asuhan tersebut diberikan tanah negara 11 are di Jalan Jayagiri IX. Untuk membangun tersebut dikatakannya tidak gampang, karena walaupun ada bantuan dari pemerintah namun tidak sepenuhnya. Karena itu para pendiri ini bergerak untuk mencari donatur mengadakan pendekatan personal yang dikatakannya sangat penting sekali. Ny. Ketu tak menampik memanfaatkan jabatan suaminya yang banyak memiliki kolega di dunia pariwisata untuk mencari bantuan. “Saya mengadakan pendekatan dengan teman-teman suami di dunia pari wisata. Syukurnya ternyata banyak yang mendukung. Akhirnya berdirilah bangunan namun waktu itu masih sederhana sekali. Kami terus mencari bantuan dan pemban gunan dilakukan secara bertahap,” ujar perempuan berusia 80 tahun ini. Saat pertama beroperasi, Panti Asu han ini menerima 4 anak. Saat itu Ny. Ketu mengatakan bermodalkan keberanian saja karena modal tidak ada. Untuk modal awal, pengurus yayasan yang dicopot dari istri-istri pejabat di Kantor Gubernur sebanyak 25 orang ini, dimintai iuran sebesar Rp 100 ribu (saat itu) bisa dicicil dua kali.
Anak-anak panti asuhan bersama pimpinan panti
Suatu ketika, pengurus panti melapor kepada Ny. Ketu bahwa persediaan beras hanya cukup untuk esok hari. Ny. Ketu berpikir panjang, ia yakin jika dengan niat tulus membantu orang-orang yang tidak mampu pasti akan diberikan jalan oleh Tuhan. Benar saja, malamnya ia ditelepon salah satu manajer Nusa Dua Beach Hotel yang mengetahui Ny. Ketu memiliki panti asuhan dan menanyakan apa yang bisa dibantu. “Saya senang sekali waktu itu, langsung besoknya kami dikirimkan beras 1 kwintal, dan sembako lainnya. Jadi untuk beberapa bulan ke depan, urusan makan 4 anak panti dan 3 pengurus panti bisa tertutupi,” kisahnya. Suatu saat di tahun 1990an, suaminya diundang makan oleh Konsul Jepang yang pertama. Konsulat Jepang tersebut menanyakan kegiatan Ny. Ketu. Ketika dikatakan memiliki panti asuhan, ia pun bersedia membantu dan hingga saat ini pun Konsulat Jepang menjadi donatur tetap Panti Asuhan Tat Twam Asi. Dimana pun Ny. Ketu melakukan pertemuan, disana kesempatannya meminta bantuan. Dengan melakukan pendekatan personal ke berbagai pihak, bantuan-bantuan baik dari donatur tetap maupun pihak lain terus mengalir. AKSES PENDIDIKAN Kalau pun ada bantuan yang jumlah nya berlebih seperti beras, ia salurkan ke panti-panti lain yang membutuhkan. Demikian halnya dengan bantuan tempat tidur, juga disalurkannya ke beberapa panti. Pihak yayasan juga melakukan
MoU dengan sekolah dan perguruan tinggi untuk mendapatkan kemudahan dalam akses pendidikan. “Sekarang saya sudah merasa ringan, tinggal memikirkan biaya pendidikan saja, sembako sudah dipenuhi oleh donatur-donatur tetap,” ujarnya. Kini, Panti Asuhan Tat Twam Asi menampung 42 anak, 4 di antaranya berstatus mahasiswa. Ny. Ketu termasuk ketat dan tegas dalam menjalankan tata tertib panti. Ia tak segan-segan memu langkan kembali jika anak tersebut sudah kelewat batas. Selama 29 tahun berjalan, Panti Asuhan Tat Twam Asi sudah me namatkan anak-anak D3 bidang IT yang sekarang sudah diterima di BUMN, menamatkan 4 orang mahasiswa D2 Pariwisata, juga D2 bidang sekretaris. Bahkan, Panti Asuhan Tat Twam Asi berhasil meraih Juara II Tingkat nasional tahun 2008 dalam Lomba Manajemen Pengelolalan Manajemen Panti Asuhan. Prestasi-prestasi inilah yang selalu disampaikan kepada mereka-mereka yang berkunjung ataupun para donatur, sehingga mereka kepercayaan mereka semakin meningkat, dan akhirnya men jadi donatur tetap. Terkait maraknya kasus pembuangan bayi yang banyak terjadi belakangan ini, Ny. Ketu mengatakan pentingnya pembinaan norma-norma di keluarga dan sekolah. “Kalaupun sudah kejadian, janganlah sampai membuang atau mem bunuh bayi yang tidak berdosa. Serahkan saja ke yayasan yang bisa menampung bayi,” tandasnya. –Inten Indrawati.
Siapa yang tak mengenal STMJ (Susu Telor Madu Jahe). Di Jawa Timur (Jatim) khususnya Surabaya, STMJ identik dengan keperkasaan laki-laki. Tidak ba nyak tempat pedagang yang menjajakan STMJ. Biasa nya, warung STMJ baru buka malam hari hingga dini hari. Di Surabaya, warung STMJ biasanya dijajakan di pinggir jalan yang ramai lalu-lalang kendaraan. Salah satunya STMJ di kawasan Jalan Biliton, yang sangat ramai dikunjungi konsumen.
W
arung STMJ Bima di Jalan Ta n j u n g s a r i 159 daerah Tandes ini milik pasangan suami istri Arifin dan Minah. Arifin berasal dari Bima, Nusa Teng gara Barat (NTB) dan Minah dari Kediri, Jatim. ‘’Yang khas disini biasanya pembeli minta STMJ ra muan Bima,’’ kata Minah. Disam ping itu, juga ada STMJ komplit tanpa ramuan khusus, susu sapi murni gula dan tawar serta telur ½ matang. Apa menariknya STMJ ramuan Bima? Minah, yang hanya lulusan SMP di Kediri menjelaskan selain berkhasiat untuk keperkasaan supaya lebih greng serta berguna untuk fisik sehingga menambah
GALFOK…… GAGAL FOKUS
Salam senyum.. Istilah Gagal Fokus sebenarnya saya ambil dari celetukan teman kami di grup medsos, dimana saat itu kami sedang membahas bagaimana kelangsungan sebuah acara yang sudah berlangsung dengan baik. Salah satu alasannya karena acara tersebut fokus. Baik fokus pada tema materi dan fokus pada sang keynote speaker. Dan, kami pun membahas untuk acara selanjutnya yang akan kami buat. Di saat kami menanyakan pada anggota grup acara apa yang akan diselenggarakan selanjutnya, terjadilah banyak ide yang berdatangan. Hal ini mencerminkan antusias anggota grup. Tetapi menjadikan suasana dan ide tersebut tidak secemerlang khalayan mereka. Bukan karena apa, tapi karena banyak yang keluar dari jalur ide sebelumnya dan jadilah suasana diskusi yang “gagal fokus”.. heheheh… Berbicara tentang layanan yang menjadi topik utama dalam tulisan saya ini di rubrik “Dhani’s Art In Service”, gagal fokus sering terjadi. Terkadang pelaku layanan tersadar tetapi banyak juga yang tidak merasakan kondisi tersebut. Ini cerita ketika seorang calon nasabah (istilah pelanggan dalam perbankan) ingin menyimpan uangnya di sebuah Bank. Ketika calon pelanggan menceritakan keperluannya untuk menyimpan dan bertanya kira-kira bentuk produk apa yang cocok ? Juga ingin ikut program yang menarik agar mendapat keuntungan lebih? Hmmmmm… apa yang terjadi pada seorang pelaku layanan. Dengan berusaha tersenyum dan menjadi seorang konsultan (salah satu fungsi customer service) dia menjelaskan dengan suara yang pelan, tidak antusias, dan seperti ingin cepat-cepat menyudahi pembicaraan dengan calon pelanggan… Waaahhh… Sungguh miris dengan keadaan layanan seperti itu. Ada lagi cerita ketika saya pergi ke bengkel mobil. Seperti biasa karena sudah menjadi pelanggan maka terlihat di sistem apa saja yang akan diganti (oli, dll ). Setelah dicek oleh bagian operasional, customer service dari bengkel tersebut mencoba menawarkan produk-produk oli yang dijual dengan tergesagesa. Dan, sungguh diluar dugaan, setelah dia menawarkan oli
19
Warung STMJ Beromzet Rp 6 Juta
Pendekatan Personal Sore itu anak-anak Panti Asuhan Tatwam Asi sudah berkumpul di aula. Deretan kursi yang merupakan sumbangan dari donatur disusun sedemikian rupa. Hari itu, seorang bocah perempuan hendak merayakan ulang tahunnya yang ke-10 bersama anak-anak panti.
Edisi 896/ 11 - 17 april 2016
dengan tergesa-gesa, si customer service menerangkan jasa asuransi kecelakaan mobil. Sebagai seorang pelanggan setia bengkel tersebut, saya malah dibuat bingung. Menawarkan produk yang ada di bengkel, tapi dia sambil berjualan asuransi mobil jika terjadi kecelakaan. Dalam hati saya, bergumam..“ ini agen asuransi atau bengkel mobil yang berguna agar mobil saya terawat dengan baik ya..?” haaaaaa…. Cerita ketiga, ketika saya pergi ke sebuah restoran (rumah makan). Dalam sajian menu terdapat banyak sekali menu pilihan yang tentunya sangat lezat dan disertai gambar yang menarik. Tidak berapa lama pramusaji datang, dan menawarkan “menu spesial di hari Sabtu (Kebetulan saya datang di hari Sabtu). Dengan lancar pramusaji menjelaskan menu spesial hari Sabtu tersebut, lengkap dengan bahan, sajian, rasa, dan bahkan sampai cara mengolahnya. Waaaahhh... tanpa pikir panjang saya langsung ingin memesan menu tersebut. Selain detail cara menjualnya, juga masih terbayang bagaimana pramusaji tersebut antusias dan meyakinkan calon pembeli sehingga mengundang selera untuk mencoba masakan spesial itu. Dari ketiga contoh cerita di atas, ternyata permasalahannya ada pada fokus pelayanan. Contoh kejadian pertama jelas, pelaku layanan tidak fokus karena permasalahan yang ada di dalam dirinya. Bisa dikarenakan dia sakit, kelelahan, belum makan dan lain-lain. Kemudian cerita kedua, sebuah bengkel yang tidak fokus pada tujuan dari jasa bengkel tersebut. Kenapa dia tidak menawarkan berbagai macam oli, atau perawatanperawatan lain yang berhubungan dengan kenyamanan dari pengendara. Sedangkan ketika pelanggan menanyakan merk oli mana yang terbaik untuk kendaraannya, si pelaku layanan malah tidak menjawab atau menjawab dengan asal-asalan karena tidak fokus pada produk oli. Sedangkan untuk contoh kejadian yang ketiga kita bisa beri “applaus”. Dimana si pramusaji dengan lihainya menarik selera pelanggan untuk segera memesan menu yang memang dikhususkan untuk menu spesial di hari tersebut. Hmmmm..sekarang mulai jelas, bahwa Gagal Fokus sangat mempengaruhi keberhasilan sebuah layanan. Kalau kita kategorikan terdapat 2 (dua) penyebab gagal fokus. Yang pertama adalah karena faktor internal dan yang kedua adalah karena faktor eksternal. Gagal fokus karena faktor internal biasanya meliputi:
1. Kelelahan 2.Terburu -buru/tidak siap 3. Masalah pribadi lain yang menggangu layanan (ingat anak di rumah, habis bertengkar dengan pacar, dll ). Sedangkan gagal fokus karena eksternal penyebabnya biasanya karena : 1. Produk/program terlalu banyak 2. Antrean yang panjang 3. Suasana yang kurang nyaman (panas, gelap, dll.). Sekarang, bagaimanakah agar pelaku layanan dapat menjadi seorang “Service Winner” (tulisan saya di episode sebelumnya). Tentu kita masih ingat dengan point ketiga dari Service Winner adalah, mereka yang mempunyai kemampuan untuk menempatkan pelanggan pada “titik sentral”. Naaaahhh… itulah yang dimaksud FOKUS… Untuk berfokus pada layanan agar pelanggan terlayani dengan baik maka hal-hal yang dapat menjadikan tidak fokus/gagal fokus harus dihindari. Mulailah dari internal dengan menyadari kemampuan dan permasalahan yang sedang dihadapi. Contoh hal-hal kecil semisal kalau biasa sarapan, ya jangan memaksa memulai layanan dengan perut kosong. Jika sudah jam istirahat, beristirahatlah dengan baik agar dapat memulihkan tenaga. Setelah itu ceklah keadaan lingkungan agar merasa nyaman. Kemudian tentukanlah dengan tim produk mana yang akan ditawarkan pada saat itu agar terhindar dari kebingungan menawarkan produk yang terlalu beragam. Serta contoh-contoh lain yang dapat menghindari gagal fokus pada layanan. Sebagai akhir tulisan saya kembali mengingatkan, apa pun yang kita lakukan kepada pelanggan jika kita berfokus maka hal yang penting dalam layanan akan dapat terwujud. Sebagai kunci dari keberhasilan layanan sebenarnya adalah konsistensi. Dalam konsistensi tersebut terdapat dua hal yang penting yakni adanya transparasi dan efisiensi. Dengan adanya transparasi maka akan memberikan kepercayaan antara pelanggan dan perusahaan. Sedangkan dengan efisiensi maka pelanggan akan merasa nyaman karena cepat terlayani (tanpa harus berbelitbelit) Jadi, marilah kita menjadi pelaku layanan yang baik, tanpa mengecewakan pelanggan karena GAGAL FOKUS. Semua akan termanage dengan baik karena pelayanan terfokus, sehingga bisa cepat, tepat, tuntas, dan memuaskan. Ayo.. dan mari kita lakukan… Mulainya dari sekarang ya… .Dan, bagaimanakah layanan yang cepat, tepat, tuntas dan memuaskan itu dapat terwujud? Nantikan tulisan saya pada edisi berikutnya. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani
Mbak Minah
ketahanan tubuh agar tetap pri ma. Harga STMJ ramuan Bima dipatok Rp 20.000, sedangkan bila memakai telur dua harganya Rp 23.000 dan telur lima harganya menjadi Rp 25.000. Harga STMJ komplit tanpa ramuan khusus harganya Rp 10.000 (telur satu) dan Rp 15.000 memakai telur tiga. Harga telur ½ matang 1 telur Rp 3.000 hingga 10 telur ½ matang harganya Rp 30.000. Bagi Arifin dan Minah, mem bangun warung STMJ Bima ternyata perlu perjuangan dan kesabaran. Saat itu, Minah, diber hentikan sebagai buruh pabrik sepatu di kawasan Tanjungsari sekitar 2007. Setelah di-PHK, ia kesulitan untuk mencari kerja. Akhirnya, Arifin punya inisiatif untuk membuka warung STMJ Bima sebagai pekerjaan sehariharinya. Dengan modal Rp 2 juta, akhirnya Minah, nekad membuka warung STMJ Bima di emperan perumahan Darmo. Ternyata, tidak mudah bagi Mbak Minah, untuk menetap sebagai PKL di emperan jalan sekitar perumahan Darmo. Dia harus berhadapan dengan satpam yang mengu sirnya dengan alasan tidak boleh ada PKL di sekitar perumahan. Terhitung tiga kali Minah, harus berpindah-pindah tempat. Apal agi, sehari-hari hanya laku dua sampai tiga gelas saja. Beruntung, ada warga Tiong hoa yang iba dan memberi saran kepada Minah, kalau membuka warung STMJ sebaiknya dipinggir
Bahan baku STMJ ramuan Bima: lSusu
lGula
sapi murni
lMadu
Suasana di warung STMJ Bima
jalan yang ramai selama 24 jam. Karena STMJ ini tergolong minu man yang dibutuhkan orang lakilaki. Dari saran itulah, akhirnya Minah, membuka warung STMJ Bima di pinggir kali dekat jalan Tanjungsari yang memang ramai mulai pagi sampai pagi lagi. Setelah menemukan tempat yang cocok sesuai saran warga
Tionghoa itu, akhirnya warung STMJ Bima mampu menjual 20 liter susu sapi murni (80 gelas STMJ). Terutama malam Jum’at dan malam Minggu. ‘’Kalau malam Jum’at itu identik dengan malam cuci keris,’’ kata Arifin. Apalagi, madu Bima berkhasiat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Karena madunya dari hutan.
asli Bima murah yang diopen dan sudah dijadika bubuk lMerica hitam lTelur ayam/bebek lJahe
Kini, Minah, tak perlu susahsusah lagi mencari pekerjaan. Sebab, dengan usaha STMJ Bima ini keuntungan bersih sekitar Rp 6 juta per bulan. -Bambang Wili
Trend Lukisan 2016
Gaya Oriental dan Absurd
Daniel Natjaard
Style atau gaya lukisan pada 2016 ini lebih mengarah kepada oriental atau lebih asli dan ab surd atau samar-samar dalam bentuk simbol-simbol tertentu. Itulah pendapat dua orang pelukis kawakan yang cukup terkenal di nusantara, Daniel Natjaard (38) dan Ilham Maulana (42). Daniel, begitu sapaan akrab, Daniel Natjaard mengatakan lukisan yang diburu penggemar saat ini adalah lukisan yang berisfat oriental. Kata oriental sebetulnya berasal dari kata orient artinya timur. Lukisan oriental artinya lukisan yang dipandang asli. Tetapi, Daniel yang selalu tampil nyentrik ini, ingin menggembrak frame pemikiran seniman. Pe lukisan yang beraliran surealis ini, ingin menampilkan lukisan yang berorientasi pada lukisan neo expresionis yang didominasi simbol-simbol yang bernuansa sebagai kritik sosial. Hal ini bisa dijadikannya sebagai trend dalam lukisan tahun ini. Dia mengaku pada pameran terakhirnya di Mirama Hotel 2012 lalu, dia mengusung gaya lukisan yang hampir sama dengan tahun ini. Sementara itu, Ilham Maulana yang mencintai lukisan sejak usia 18 tahun ini, mengatakan gaya lukisan yang tampil pada 2016
adalah lukisan yang bersifat absurd. Kata absurd artinya suram atau tidak jelas dan lebih mengarah kepada simbol-simbol negara yang mulai semakin absurd. Dia mengaku dirinya sangat mencintai lukisan karena lukisan itu merupakan petunjuk kehidupan bagi dirinya. Ilham menuangkan ide-ide yang terlintas di benaknya ke dalam lukisan-lukisan tersebut. Lukisan-lukisan itu adalah ekspresi dirinya. Ilham juga mengaku gaya lukisannya lebih mengarah pada aspek yang bersifat realis atau nyata khususnya lukisan yang kelihatannya hidup atau sosok yang nampaknya seperti hidup. Dia mencontohkan
lukisan-lukisan penari dengan gerak tubuhnya yang meliuk-liuk nampaknya seperti hidup. Ilham terkenal juga sebagai kolektor khusus koleksi lukisan yang dibuatnya sendiri dan yang dilukis oleh pelukis-penulis terke nal lainnya. Dia mengakui saat ini dirinya sudah mengoleksi sebanyak 76 buah lukisan. Semua lukisan tersebut tersimpan rapih di sang gar pribadinya di Kota Tuban, Jawa Timur. Lukisan yang menjadi koleksi nya itu berasal dari pelukis terna ma. Harganya relatif cukup mahal mulai Rp 25 juta hingga ratusan juta rupiah. -Julian Romadhon
18
Life
Edisi 896/ 11 - 17 april 2016
Banyuning Berbunga
Masyarakat hanya Menyiram Ingin menciptakan Banyuning indah dan asri sesuai dengan jargonnya membuat Gede Pasek Sriada mencetuskan idenya. Mengajak masyarakat peduli dengan lingkungan adalah misinya. Berbekal tekad yang bulat, Pasek bersama rekannya Gede Nanda Suksma Wijaya memberikan bibit bunga gumitir secara gratis kepada masyarakat. “Ini kami lakukan biar mereka ada kesibukan di rumahnya,” ungkap Pasek.
B
ibit gumitir diberikan kepada masyarakat yang bersedia merawat dan melakukan perjanjian di awal. Kelak jika sudah berbunga maka akan dijual kepada kelompok Banyuning Berbunga. “Kami berikan kepada masyarakat minimal 10 pohon tiap rumah. Seminggu sekali kami jenguk ke rumahnya,” ujarnya. Tugas masyarakat hanya menyiram saja sedangkan pupuk sudah ditanggung oleh kelompok Banyuning Berbunga. Pasek juga mengaku jika dalam merawat bibit gumitir ini masyarakat tidak memerlukan halaman yang luas karena bibit
sudah dalam polybag. Jika pada umumnya harga jual sekilo bunga gumitir di pasar 18.000 rupiah maka kelompok Banyuning Berbunga membeli dengan harga 10.000 rupiah. Hal ini dikarenakan sudah ada dalam perjanjian awal. “Mereka tidak membeli bibit, hanya menyiram saja,” ujarnya. Jika sudah berbunga, sehari masyarakat bisa panen hingga dua kilogram. Hal tersebut sangat diyakini olehnya dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat tersebut. Pasek dan rekannya mengaku, melakukan kegiatan ini
Story Djoko Sudadi
Edisi 896/11 - 17 april 2016
7
“Penjinak” Jagal Untuk menghasilkan sesuatu yang tidak biasa, tentulah harus dilakukan dengan kerja keras yang tidak biasa pula. Bekerja datar dan hanya menjalankan tugas rutinitas yang formalitas belaka, pastilah hanya menghasilkan karya yang biasa-biasa dan datar saja. Maka jangan berharap lompatan tinggi dalam prestasi jika hanya mau melangkah kecil.
Panen gumitir yang dilakukan Pasek dan Nanda
hanya untuk membuat desa Banyuning memiliki kesan yang berbeda di mata masyarakat luar. “Kami ingin ketika memasuki kawasan Banyuning orang-orang merasakan suasana yang berbeda,” tegasnya. Ia
juga tidak dapat memungkiri jika selama tiga bulan berjalan ini banyak masyarakat yang belum sadar terhadap lingkungan. “Padahal mereka cuma tinggal menyiram saja tetapi ada saja yang meboya,” tambah pria yang
hobi fotografi ini. Namun, karena kesibukan yang cukup padat, pria yang menjabat sebagai kelian dadia tersebut menunjuk rekannya Nanda sebagai ketua dari Banyuning Berbunga. –Wiwin
Sanggar Nong-Nong Kling
Sesari Nomor Dua bang dari sanggar kami berbentuk Desa Banyuning memang dikeBende,” tambahnya. Sanggar Nongnal sebagai desa dengan orangNong Kling memiliki motto (sesanti) orang yang berjiwa seni. Salah sebagai panduan dalam menjalankan satunya adalah Nyoman Suardika, sanggar yaitu menghilangkan hasil S.Ag.,M.Pil.H., sebagai pendiri dari dari perbuatan. Hal ini dimaksudkan sanggar Nong-Nong Kling. Pria yang ketika orang atau masyarakat yang akrab disapa Mang Epo ini memang ingin mencari topeng, sesari (upah) sudah memiliki bakat dalam seni adalah nomor dua. “Saya hilangkan topeng. Sebelum terbentuk mendulu itu, yang terpenting keperjadi sebuah sanggar, ia melakukan cayaan. Jika memang ngotot, saya semua peran dalam pertunjukkan topeng itu sendiri. kasi harga standar tetapi tetap saya kembalikan kepada orang tersebut” Seiring waktu tambahnya. melihat potensi Sanggar yang beranggotakan dalam bidang seni Mang Epo, Pasek, Darwin, Gede topeng yang dimiMas, Surya, dan Nanda ini juga menliki oleh warga di gaku tidak segan untuk ngayah jika Desa Banyuning, memang diperlukan. “Kami punya akhirnya Mang motto tersebut karena pekerjaan Epo mengajak dan yang dilakukan tidak tulus akan merangkul untuk Mang Epo terasa berat,” imbuhnya. Bahkan bergabung dalam sanggar tidak mematok harga yang harus dibayar sebuah sanggar yang diberi nama ketika ada warga yang memiliki biaya sedikit namun sanggar Nong-Nong Kling. Pemberian ingin mementaskan topeng maupun bondres Nongnama tersebut juga bukan tanpa alaNong Kling. san karena merupakan petunjuk dari leluhur. “Nama tersebut merupakan Secara psikologis, karena beranggotakan anak-anak petunjuk dari pendahulu yaitu Bapak muda, kemampuan menari topeng dari sanggar NongWayan Sujana (Jedur) pemeran Sampik Nong Kling tidak jarang diragukan namun hal tersebut Ing Tae dalam drama gong Puspa tidak menjadi penyurut untuk tetap berkarya dan akan Anom, yang kebetulan mertua saya,” merupakan tantangan yang harus dijawab. ungkapnya. Petunjuk tersebut diberikan melaKOLABORASI SENI lui mimpi bahwa harus berdiri sebuah Sejak berdiri di tahun 2012, sanggar seni Nongsanggar dengan pelinggih Taksu yang Nong Kling tidak hanya berbicara masalah topeng tetapi lokasinya telah ditentukan juga. juga drama gong, bondres, topeng sida karya, dan yang Proses upacara pasupati topeng pun sedang booming adalah filmnya. Hal ini dikarenakan dilakukan berdasarkan petunjuk. agar adanya kolaborasi antara tradisonal dan modern. “Prosesnya dilakukan di Pura Gede “Yang sedang hangat-hangatnya jadi pembicaraan kan Pemayun, tepatnya di pelinggih Dewa film garapan Pasek yang diproduksi oleh Taksu North Bagus Ngurah Panji yang merupakan Bali,” ungkapnya. taksu seninya,” cerita Mang Epo. Pria Dosen IHDN Denpasar ini juga mengungkapkan kelahiran 22 Mei ini juga menceritakan masyarakat menerima dengan positif sisi komedi atau bahwa sanggar Nong-Nong Kling humor meskipun disampaikan dengan bahasa kasar. berdiri sebagai penghidup jiwa seni “Yang diajak kasar adalah lawan main bukan kepada yang telah lama mati bersama drama penonton,” lanjutnya. Bondres Buleleng saat ini dikenal Gong Puspa Anom. “Setelah dilakudengan bahasa dan logatnya. kan pasupati atas petunjuk Beliau, Mang Epo juga mengatakan bahwa dalam menyiaptopeng sampai hari ini tetap jalan,” kan materi dalam bondres disesuaikan dengan kondisi imbuhnya. dan tempat pentas. Kadangkala materi yang dibawa Mengapa harus Nong-Nong Kling? dari rumah tidak sesuai dengan situasi dan kondisi ketika pentas, maka ide-ide itu sering muncul ketika Setelah ditelusuri oleh Mang Epo, sudah diatas panggung. “Orang-orang bondres adalah bahwa di Pelinggih Taksu terdapat orang-orang cerdas karena makan buku,” ungkapnya. sebuah benda (duwe) yang berupa Dengan kata lain melakukan dharma wacana dengan Bende. “Bende kalau dipukul bunyinya bondres. –Wiwin ndong…ndong…ndong makanya lam-
Djoko Sudadi menerima cinderamata dari Muhariadi Kurniawan, Kabag. Pemberitaan Biro Humas Provinsi NTB dalam kunjungannya ke RPH Malang.
I
nilah yang dilakukan oleh Djoko Sudadi, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) RPH Malang sejak akhir tahun 2009 saat ia dipercayakan memimpin RPH yang berkapasitas potong 200 ternak tersebut. Saat pertamakali ditunjuk sebagai direktur perusahaan daerah ini, kondisi RPH sangatlah memprihatinkan, kotor, tidak terawat dan kurang higienis. Dengan tekad untuk menjamin keamanan dan kesehatan masyatakat, Djoko merasa harus berbuat sesuatu. “Sebelum disajikan di piringpiring makan dengan tampilan dan rasa yang lezat, penyakit dari mengonsumsi daging itu bisa berasal pertamakali dari rumah pemoton-
gan. Bayangkan jika cara memotong dan perlakuan selama di rumah pemotongan tidak sesuai standar, syarat dan kesehatan, bagaimana bisa kita menjamin kesehatan masyarakat,” ujarnya. Dengan banyaknya kendala dan permasalahan yang tidak mudah, Djoko bekerja keras menemukan cara dan metode yang tepat dalam pengelolaan RPH tersebut dengan berbagai inovasi. Hasilnya tahun 2015 lalu, RPH Malang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian RI sebagai Rumah Potong Hewan (RPH) terbaik di Indonesia. Djoko kemudian melakukan berbagai pembenahan mulai dari masalah kebersihan dan higienisitas hingga hal-hal yang bersifat teknis dan non-
Salah satu sudut di RPH Malang
Kondisi RPH Malang yang bersih
teknis lainnya. Hasilnya, memasuki RPH ini, terlihat setiap sisinya, terutama di tempat penjagalan, sangatlah bersih dan nyaman. Tidak mudah bagi Djoko untuk dapat meraih penghargaan sebagai yang terbaik tersebut. Ia harus berpikir melompati hal-hal yang tidak biasa dilakukan untuk menghadapi masalah yang selama ini menjadi kebiasaan di RPH tersebut sehingga meraih kesuksesan. “Manajemen yang baik dan inovasi-inovasi untuk menunjang aktivitas RPH ini saya lakukan baik secara internal kami solid. Begitu juga dengan eksternal saya perkuat membangun kerjasama dengan berbagai pihak,” ungkap Djoko. Ketika pertama kali menjadi direktur di RPH ini, berbagai masalah yang dihadapinya antara lain, kurangnya perhatian kepala daerah dan DPRD terhadap arti pentingnya RPH bagi perlindungan kesehatan masyarakat, sangat kecilnya dana operasional yang tersedia untuk pelayanan publik di RPH, kondisi sarana dan prasarana pelayanan publik RPH yang memprihatinkan dan sulitnya jagal serta kru untuk mentaati peraturan yang belaku menjadi kendala yang berarti dalam membawa RPH ini mencapai tujuannya. Ditambah lagi tidak maksimalnya kinerja karyawan RPH, juga banyak beredarnya daging yang tidak memenuhi syarat ASUH serta kurang terbinanya kerja sama RPH dengan instansi terkait maupun dengan pihak ketiga. Mengatasi masalah internal menurutnya yang paling sulit awalnya berurusan dengan puluhan jagal yang berwatak keras dan susah untuk diatur. “Rata-rata para jagal yang bekerja di RPH ini sangat emosional. Kalau diatur
malah marah,” kata Djoko saat berbincang santai bersama para wartawan dan Humas Pemerintah Provinsi NTB yang berkunjung ke RPH ini beberapa waktu lalu. Demi memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya pada masyarakat untuk ketersediaan daging yang memenuhi syarat kebersihan dan agama yang dikenal dengan syarat aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), Djoko membawa PD RPH Malang dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan masyarakat melalui optimalisasi peningkatan produk sesuai mottonya HUMANIS (halal, utuh, aman, inovatif sehat). GANDENG KEPOLISIAN Dengan pendekatan humanis dan kekeluargaan, ia berusaha mengatur dan membimbing para jagal untuk mau berubah menjadi lebih baik agar suasana bekerja menjadi lebih baik pula dalam semangat produktivitas yang kondusif. Rupanya pendekatan yang dilakukan Djoko belum berhasil baik dan para jagal belum lunak sehingga masih menimbulkan masalah-masalah yang berimbas pada kinerja mereka. Djoko lalu memilih langkah tegas dengan menggandeng dan bekerjasama dengan pihak kepolisian. “Saya menyadarkan mereka bahwa bekerja di sini ada aturannya, mereka tidak boleh semau-maunya. Kalau ada masalah yang tidak bisa ditolerir apalagi melanggar hukum, saya bawakan saja polisi. Trik saya, atas kesalahan dan pelanggaran hukum yang diperbuat mereka harus mempertanggung jawabkannya sesuai aturan. Ya biasanya ditahan sehari dua hari sebagai pelajaran dan alhamdulillah itu berhasil dengan baik,” ungkapnya. Selain soal jagal banyak hal lain yang bersifat internal yang diperkuatnya sehingga ia mencoba meyakinkan Pemerintah Kota Malang dan DPRD Kota Malang untuk mau memberikan perhatian kepada RPH Malang. Untuk itu Djoko melakukan berbagai terobosan dan inovasi untuk menjadikan RPH bukan hanya dapat memberikan jaminan hewan potong yang bersih dan sehat serta higienis melainkan juga dapat memberikan kontribusi kepada daerah. Inovasi-inovasi yang dibuatnya terbilang sukses. Diawali dengan kerja keras yang tidak kenal putus asa, ia juga memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak. Hasilnya, ia mampu meyakinkan Walikota Malang dan DPRD Kota Malang tentang arti pentingnya RPH bagi perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dengan mengucurkan dana penyertaan modal selama tiga tahun senilah Rp 3 miliar. “Dana inilah yang kami pakai untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang sudah rusak,” ungkapnya.
Atas kerja kerasnya pulalah, akhirnya ia mendapat kepercayaan yang tinggi dari Walikota Malang dan DPRD Kota Malang yang memperlihatkan komitmennya terhadap pentingnya RPH untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan mengeluarkan Peraturan Daerah Kota Malang nomor 15 tahun 2014 yang menetapkan dana penyertaan modal bagi PD RPH ini Rp 25 miliar untuk peningkatan pelayanan publik. Sejak berbagai inovasi dilakukan di RPH Malang ini, berbagai prestasi pun diraih. Selain memperoleh penghargaan dari Menteri Pertanian sebagai unit kerja pelayanan publik berprestasi utama bidang pertanian tahun 2015, sebelumnya, RPH Malang telah meraih prestasi sebagai juara I RPH terbaik se-Jawa Timur tahun 2011, juara I RPH terbaik nasional 2012, penghargaan dari Indonesia Achievement (Top 50 Leader) dalam hal Top Service Exellent tahun 2013, serta berbagai penghargaan lainnya. Kini, dengan semakin baiknya kondisi dan pelayanan RPH Malang, menurut Djoko banyak masyarakat yang memotong hewan di RPH dengan tarif Rp 9 ribu - Rp 75 ribu. TANDA KHUSUS Apa yang dilakukan RPH Malang dapat dijadikan contoh bagi daerah lain, khususnya Nusa Tenggara Barat yang telah lama mencanangkan daerahnya dengan program unggulan Bumi Sejuta Sapi. Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan Biro Humas, Muhariadi Kurniawan, yang turut hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Provinsi NTB yang merupakan daerah produksi sapi ingin sekali belajar untuk lebih memajukan lagi program terkait hal tersebut. Terutama lagi soal RPH yang ada di NTB saat ini masih belum bisa menjadi seperti yang ada di Malang. “Karena itulah kami kesini untuk mendapatkan masukan dan saran yang bisa kami terapkan di NTB. Karena populasi sapi kami di NTB telah mencapai lebih dari satu juta,” ujarnya. Meskipun RPH Malang telah menjadi RPH terbaik di Indonesia, Djoko merasa masih banyak hal yang harus dibenahinya. Ia berharap agar seluruh RPH dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, dengan menerapkan syarat agama, mekanisme pemotongan serta syarat penting lainnya. Untuk memberikan keamanan distribusi daging dari RPH Malang, Djoko bekerjasama dengan pasar-pasar yang ada di Kota Malang. Ia membuat kios khusus dengan tanda khusus dagingnya berasal dari RPH Malang. “Manfaatnya besar, karena daging dari RPH Malang pasti bersertifikat dan dari sisi kesehatan juga terjamin,” ungkapnya. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Nasib Anak Jalanan
Dimarahi karena Waktu Kerja Dipakai Belajar Anak jalanan masih ditemukan di perkotaan. Menurut Departemen Sosial, anak jalanan adalah anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari di jalanan, baik untuk mencari nafkah atau berkeliaran di jalan dan tempat-tempat umum lainnya Anak jalanan mempunyai ciri-ciri, berusia antara 5 sampai dengan 18 tahun, melakukan kegiatan atau berkeliaran di jalanan, penampilannya kebanyakan kusam dan pakaian tidak terurus, mobilitasnya tinggi.
A
nak jalanan dapat d i k e l o m p o k k a n menjadi dua. Per���� tama, anak jalanan yang hidup di jalanan yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan dan menjadikan jalanan sebagai tempat tinggalnya. Kelompok ini identik dengan hidup mandiri yang memutuskan dan atau lama tidak bertemu dengan orang tua serta tidak mengenyam pendidikan formal (sekolah). Kedua, anak jalanan yang bekerja di jalanan. Anak jalanan tipe ini hanya menghabiskan sebagian waktunya di jalanan untuk bekerja dan setelah selesai mereka akan pulang kembali ke rumah masing-masing dan tidak memiliki hubungan yang teratur dengan orangtuanya. Anak jalanan juga dapat diklasifikasikan berdasarkan asal keluarga, asal wilayah tempat tinggal, hubungan dengan orangtua, dan pola hidup. Berdasarkan asal keluarga, ada anak jalanan dari keluarga asli jalanan. Tipe ini memang sejak kecil sudah biasa dan secara tidak langsung juga diperkenalkan dengan kehidupan jalanan sehingga dalam berkehidupan dan berpenghidupan mereka tidak jauh dari jalanan sebagai pusat kehidupan. Ada anak jalanan bukan dari keluarga asli jalanan. Kelompok ini bukan berasal dari keluarga asli jalanan dan biasanya terjun (bekerja) di jalanan karena faktor ekonomi dan faktor lingkungan (ajakan teman maupun pengaruh lingkungan). Berdasarkan asal wilayah tempat tinggal, ada anak jalanan yang asli berasal dari wilayah jalanan tempat bekerja maupun hidup dan ada anak jalanan yang berasal dari luar wilayah jalanan tempat hidup. Berdasarkan hubungan dengan orang tua, ada anak jalanan yang masih melakukan hubungan rutin dengan orangtua. Kelompok anak jalanan ini biasanya masih memiliki keluarga dan hanya menjadikan jalanan sebagai tempat bekerja untuk membantu mengurangi beban keluarga. Ada juga anak jalanan yang jarang melakukan hubungan dengan orangtua. Kelompok ini meskipun bekerja
Anak jalanan
dan atau hidup di jalanan masih melakukan hubungan dengan orangtua (keluarga) meski dengan frekuensi yang tidak teratur Berdasarkan pola hidup, ada anak jalanan yang menetap dan ada anak jalanan yang berpindahpindah (nomaden). “Keberadaan anak jalanan tidaklah muncul begitu saja tanpa sebab. Umumnya kemunculan anak jalanan disebabkan oleh dua faktor, mikro dan makro. Faktor yang bersifat mikro timbulnya anak jalanan yaitu bersumber dari lingkungan sosial anak, terutama pengaruh problem keluarga (konflik dengan anggota keluarga), lingkungan dan pengaruh teman sebaya. Faktor yang bersifat makro terkait erat dengan kondisi sosio-ekonomi secara struktural yang berhubungan erat dengan pemenuhan dan pola bertahan hidup,” ujar dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ, Ketua Yayasan Lentera Anak Bali. Ia menambahkan faktor yang menyebabkan timbulnya anak jalanan antara lain, kondisi perekonomian keluarga (kemiskinan), perceraian atau kehilangan orangtua, kekerasan keluarga, keterbatasan pendidikan formal, dan eksploitasi ekonomi. “Hampir seluruh anak jalanan di Denpasar. Badung, Gianyar berasal dari keluarga miskin. Sebagian besar dari mereka saat ini berasal dari���� Kecamatan Kubu, Desa Tianyar Tengah dan Desa Munti Gunung. Mereka menyeawa rumah kos yang sangat sederhana berdidinding batako tidak diplester dengan ukuran satu kamar kurang lebih 3x4 meter dihuni rata rata oleh 6 orang anak bercampur dengan dewasa laki dan perempuan,” ujar psikiater ini. PERDA PERLINDUNGAN ANAK Perempuan yang akrab disapa Dokter Yuni juga mengatakan beberapa anak jalanan tidak termasuk kelompok yang di seb utkan sebelumnya karena ikut-ikutan teman, bermasalah dengan tetangga atau komunitas, ketidakpedulian lingkungan terhadap anak jalanan. Ada juga yang menjadi anak jalanan karena korban
penculikan dan dampak program. Berbagai program bantuan kepada kelompok masyarakat miskin, termasuk kepada anak jalanan dan keluarganya, di beberapa desa yang masuk peta merah MDGs (Millenium Development Goals) yang menjadi basis tempat tinggal anak jalanan di Bali justru memengaruhi keluarga-keluarga lainnya untuk mendorong anak turun ke jalanan dengan harapan bisa mendapatkan
bantuan serupa. “Banyak kebijakan pemerintah untuk menanggulangi masalah sosial ini. Namun, jika tidak ada perbaikan mental masyarakat di daerah pengirim anak jalanan sepertinya akan berat. Kita akan kehilangan generasi penerus. Lentera Anak Bali sebagai lembaga sosial masyarakat hanya salah satu dari banyak kelompok LSM yang ada di Bali yang mencoba melakukan
pendekatan pada anak dengan melakukan pendidikan informal dan formal di daerah penerima dan melakukan penguatan di daerah pengirim dalam hal ini kami hanya bergerak di satu desa di Kecamatan Kubu Karangasem,” ungkap Dokter Yuni. Kebanyakan anak jalanan yang mereka asuh datang dan tinggal dengan orangtua di Denpasar. Mereka diberi pendidikan infor mal. Setelah itu biasanya masih sulit berminat melanjutkan ke sekolah formal karena berbagai alasan bahkan mereka ada yang dilarang mengikuti kegiatan belajar karena mengurangi waktu untuk mencari uang. “Pendidikan etika dan budi perkerti juga kami berikan, namun ini merupakan tantangan berat. Lentara Anak Bali hanya melaksanakan kegiatan 5 jam per minggu, selebihnya mereka kembali ke lingkungan anak jalanan dan keluarga yang hanya memikirkan bagaimana makan dan memenuhi kebutuhan tersier,” ujarnya.. Lentera Aanak Bali meng anggap penting Perda Perlin dungan Anak Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota dikuatkan pe laksanaannya di lapangan sehingga para pelaku eksploitasi ekonomi anak (orangtua/kerabat) mendapat hukuman yang dapat menimbulkan efek jera. Selain itu, sarana pen didikan di wilayah-wilayah ter pencil ditingkatkan terutama ketersediaan guru-guru. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit
uNDANG-UNDANG LANJUT USIA
Warga Desa Antah Berantah tidak berani melanggar undang-undang yang sudah berlaku turuntemurun. Barang siapa yang melanggarnya akan dikutuk oleh leluhurnya. Salah satu undangMade Taro undang itu adalah mengenai warga lanjut usia. Keluarga yang memelihara orang tua-renta yang sudah tidak mampu bekerja, wajib membuangnya ke dalam hutan. Semua warga menilai undang-undang itu tidak berperikemanusiaan. Namun tak seorang pun yang berani buka suara, terang-terangan menolak kebiasaan turun-temurun itu. Menolak berarti keluar dari Desa Antah Berantah. Tibalah pada suatu hari, seorang kakek tidak mampu bekerja lagi karena lumpuh. Terpaksalah dua orang cucu laki-lakinya, pagi-pagi benar menggotong kakek bernasib malang itu masuk ke dalam hutan. Di sebuah tebing, di bawah pohonpohon rimbun, dua cucu penggotong itu berhenti. Mereka membuka balutan tikar sang kakek dan bersiap-siap menggelindingkan orang tua itu ke lembah yang dalam. Seperti itulah kebiasaan yang diwariskan nenek-moyangnya terdahulu. Namun ketika berancang-ancang melepas sang kakek, kedua cucu itu tiba-tiba menangis. “Jangan ragu-ragu, Cucuku!” kata sang Kakek. “Kakek ikhlas menuruti garis hidup yang sudah ditetapkan. Lupakan masa lampau, tataplah masa depan! Selamatkan diri dan keluargamu! Jadilah warga desa yang baik!” Nasihat sang Kakek bukannya membesarkan hati kedua cucu itu. Mereka sepakat untuk melawan undang-undang itu tanpa melakukan
protes dan tindakan kekerasan. Setelah gelap malam, kedua cucu itu menggotong sang Kakek kembali pulang. Sesampai di rumah, sang Kakek disembunyikan di dalam lumbung padi. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Dalam sebuah pertemuan adat, pemimpin desa mengumumkan rencana pembangunan balai desa. Warga desa bergotong-royong menebang pohon di dalam hutan. Pohon yang tertua dan terlurus akan digunakan sebagai tiang saka dari bangunan itu. Setelah memilih hari baik, maka diputuskan memancangkan sebatang kayu pilihan di sebuah titik. Ketika akan memancangkannya, warga desa bingung dan ragu-ragu. Mereka tidak bisa membedakan mana pangkal dan mana pucuk. Sangat pantang kalau memancangkan tiang saka terbalik. Pucuk kayu tidak boleh dipasang di bawah. Dalam kebingungan itu seorang pemuda berbicara. “Maaf, warga yang terhormat! Kebingungan kita mungkin disebabkan karena kita melalaikan orang-orang tua yang berpengalaman. Kalau warga tidak keberatan, saya akan memperkenalkan salah seorang anggota lanjut usia yang bisa menunjukkan mana pangkal dan pucuk dari batang tersebut.” Sesaat kemudian dua pemuda datang menggotong kakeknya yang tua-renta. Orang tua itu menyuruh merendam batang kayu itu di sungai. Kemudian orang tua itu dengan yakin menunjuk, “Ini dia! Bagian yang tenggelam adalah pangkalnya!” Semua warga terheran-heran. Kakek yang diberitakan sudah terbaring kaku di lembah, ternyata berjasa mengamalkan pengalamannya. Demi keselamatan desa. Semenjak peristiwa itu, adat yang tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan itu, dicabut seketika.
Griya
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Rotan Sintetis Lebih Praktis K
ursi rotan sinte tis termasuk da lam kategori ini. Hal tersebut di ungkapkan Wayan Puja, pengawas di Bali Furni yang berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai-Suwung, Denpasar-Bali. “Alasan mereka memilih kursi sintetis ini karena tahan lama, bisa ditempatkan di dalam dan luar ruangan, serta perawatannya mudah. Untuk menghilangkan kotoran dan debu, cukup dilap basah,” ujarnya. Sepintas kursi ini memang mirip dengan kursi rotan alami, karena memang cara pengerjaannya sama yakni dianyam. Umumnya kursi sintetis memakai rangka aluminium. Karena itu, kelebihan lain kursi ini anti rayap, tak seperti kursi rotan maupun kayu. Sifatnya
Kursi yang merupakan sarana untuk tempat duduk, bisa terbuat dari bermacam-macam material, se perti kayu, rotan, besi, dll. Bentuknya pun kini makin bervariasi. Beberapa pertimbangan konsumen dalam menentukan pilihan akan kursi yang dibeli di antara nya awet/tahan lama dan perwatannya yang mudah. praktis, karena ringan sehingga mudah dipindah-pindahkan. Ukuran rotan sintetis juga jauh lebih panjang daripada rotan alami, sehingga jika ingin membuat susunan anyaman lebih banyak, tidak memerlukan sambungan. Karena umumnya jika banyak sambungan, kualitas dan keawetan rotan kurang terjamin dan membuat tampilan kursi kurang sempurna.
Rotan sintetis ini pun memiliki beberapa jenis yang tentunya tinggi rendahnya kualitas material tersebut akan berpengaruh ke harga. Wayan Puja mengatakan, kursi sintetis ini disukai pasar lokal maupun mancanegara. Karena karakternya yang lentur, sangat memungkinkan dibuat model yang unik-unik, yang menjadikan salah satu daya tarik bagi pembeli. –Inten Indrawati
17
16
Edukasi
Edisi 896/ 11 - 17 april 2016
Seimbangkan Hak dan Kewajiban Anak Anak sebagai aset bangsa harus dijaga dari segi pendidikan baik formal maupun nonformal. Menjerumuskan seorang anak berarti sama dengan menjerumuskan suatu bangsa. Hal tersebut disampakai oleh ini siator Forum Peduli Perempuan dan Anak Buleleng I Wayan Sudira.
S
udira tidak menampik bahwa tindak kriminal yang terjadi di Buleleng baik itu kenakalan remaja, kekerasan maupun pelecehan sosial dilakukan oleh anak-anak dibawah umur. Berdirinya Forum Peduli Perempuan dan Anak Buleleng didasari oleh keinginan bersinergi dengan pihak polisi untuk melakukan pendampingan terhadap anakanak yang bersentuhan dengan hukum. Sebagai cikal bakal penerus bangsa, Sudira mengungkapkan anak tidak hanya dimiliki oleh orangtua tetapi dimiliki oleh negara sehingga pengawasan terhadap anak tidak hanya dilakukan oleh pihak orangtua. “Maka dari itu kita juga harus ikut memantau tumbuh kembang dari anak
tersebut,” tambahnya. Meskipun demikian, pendidikan yang diberikan oleh orangtua di lingkungan keluarga adalah yang utama. “Selain pendidikan formal, anak juga perlu pendidikan nonformal yang didapat dari keluarga atau masyarakat,” sambung pria asal desa Gitgit kecamatan Sukasada tersebut. Kadang kala budi pekerti yang baik sering dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak baik sehingga tidak menutup kemungkinan anak-anak akan meniru apa yang tidak baik tersebut. Ada beberapa hal yang harus diterapkan oleh orangtua untuk dapat mendidik anak-anak agar memiliki pekerti yang luhur. Orangtua harus menjadi anutan bagi sang anak. “Contoh kecilnya, jika orangtua sudah berpakaian yang sopan maka otomatis anak
akan sungkan kepadanya,” lanjut pria yang ikut dalam anggota PPLB (Pemuda Peduli Lingkungan Bali) tersebut. Sudira juga mengatakan bahwa anak usia sekolah dasar akan menerapkan pola tingkah laku sosial pertama kali. “Anak akan mulai berinteraksi dengan kawan mainnya serta lingkungannya,” tambahnya. Pada usia inilah anak akan membentuk karakter masing-masing dan cenderung karakter sejak kecil akan dibawa hingga dewasa. Oleh sebab itu, karakter anak sejak usia dini harus benar-benar dibentuk menjadi anak yang berbudi pekerti. Selain itu orangtua juga harus bisa memberi sekat sayang yang harus diberikan kepada anak. “Kalau sayang yang dimaksud untuk memfasilitasi belajar ya harus dipenuhi tetapi ada juga sayang yang harus dipangkas,” tambah pria kelahiran 5 Juni tersebut. Ketika anak sudah mendapatkan hak baik itu kasih sayang maka anak juga harus menyadari kewajiban baik itu belajar ataupun menghormati orang tuanya. Jangan sampai hak yang diberikan kepada anak melalui kasih sayang berlebih membuat anak melupakan kewajiban. Begitu juga sebaliknya,
K
Sudira dan Perbekel Gitgit
orangtua sebagai fungsi kontrol jangan hanya menuntut anak menjadi apa yang diinginkan. Hal tersebut akan berjalan dengan baik jika ada komunikasi yang baik antara orangtua dan anak itu sendiri. “Zaman sekarang orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan, sehingga waktu bersama anak berkurang,” tambah Wayan Sudira didampingi Prebekel Desa Gitgit I Putu Wardana. .Sebagai orang yang peduli terhadap perkembangan anak,
Wayan Sudira bersama pihak kepolisian bekerja sama melakukan giat malam di seputaran kota Singaraja. Giat malam ini menyasar tempat-tempat nongkrong anak muda. “Anak-anak yang masih berkeliaran di atas jam 10 malam akan dibawa ke Polsek dan dilakukan pembinaan. Selanjutnya akan dikembalikan kepada orangtua,” imbuhnya. Hal ini bertujuan untuk menekan tindak-tindak kriminal yang dilakukan oleh anak di bawah umur. –Wiwin
“ ujar Gusti Ngurah Mangku Astika, pemangku di Pura Ulun Kulkul. Karena sebagai salah satu dari bagian dari Catur Loka Pala, maka Pura Ulun Kulkul terletak di Barat yang mana merupakan stana Ida Bhatara Mahadewa. Sedangkan tiga lainnya, Pura Gelap sebagai stana Ida Bhatara Iswara berada di Timur, Pura Batu Madeg stana Ida Bhatara Wisnu berada di Utara, dan di sebelah selatan Pura Kiduling Kreteg sebagai stana Ida Bhatara Brahma. Pura Ulun Kulkul memiliki sebuah tempat kulkul yang berhiaskan serba jenar (kuning). Warna yang serba kuning ini merupakan simbolis dari manifestasi Dewa Mahadewa. Kulkul yang ditempatkan di Bale Kulkul ini memiliki panjang sekitar 2 meter, konon menurut cerita orang tua, bahwa kulkul ini seperti dikeramatkan. Kulkulnya sendiri berbahan kayu silingui, yang sudah kian langka tumbuh.
Sebagai fungsi dari kulkul yang merupakan alat komunikasi, justru kulkul yang berada di Pura Ulun Kulkul ini malah tidak pernah dipukul. Gusti Ngurah Mangku Astika menceritakan tidak ada yang berani memukul kulkul ini. Meskipun tidak pernah dipukul, namun di permukaan kulkul tersebut menandakan bahwa pernah dipukul. “Kulkul ini tidak pernah dipukul, akan bersuara ketika ada gejala peringatan dari alam, seperti pertanda akan kejadian luar biasa, seperti wabah atau penyakit. Masyarakat banyak meyakini suara bisa keluar dari wilayah Besakih bahkan bisa keluar Bali, “ujar Mangku Astika. Di dalam areal Pura Ulun Kulkul terdapat pelinggih utama sebagai pemujaan Bhatara Mahadewa adalah di pelinggih Gedong Sari. Pelinggih ini berbentuk segi empat beratap ijuk agak meruncing. Selain memiliki fungsi utama dari Pura Ulun Kulkul sebagai pemujaan Tuhan dalam manifestasinya se-
ategori terindikasi nakal ini adalah anak-anak yang suka membuat keonaran dan sudah tidak bisa diatur dari pihak keluarga maupun masyarakat. “Biasanya Kepala Desa yang akan memberitahukan kepada pihak kepolisan, karena masih dibawah umur maka akan diserahkan kepada kami,” ungkapnya. Jenis kenakalan yang dilakukan pun tidak sama. “Ada yang suka mencuri namun tidak dalam jumlah besar, ada yang mabukmabukan atau yang sering meresahkan di lingkungan masyarakatnya,” imbuh Kadinsos Kabupaten Buleleng tersebut. Jika dibiarkan pihaknya takut hal
tersebut akan berkembang dan menjadi keresahan bagi masyarakat luas. Pihaknya menangani dengan berbagai strategi untuk daerah-daerah yang memiliki anak-anak yang terindikasi nakal, yaitu dengan jalan pembinaan, pelatihan dan pendampingan. Tahun ini ada tiga daerah di Buleleng yang menjadi anak binaan dari Dinsos Kabupaten Buleleng yaitu desa Naga Sepeha, Alasangker, dan Beratan. “Setiap tahun kami programkan dan setelah ada data kami turun ke lapangan,” tambahnya. Pembinaan dilakukan agar anak-anak yang terindikasi nakal tersebut tidak mengulang kesalahan dan menyadari kesalahan yang dibuat.
bagi Dewa Mahadewa, Pura Ulun Kulkul juga berfungsi sebagai Pura untuk memohon keselamatan “ Sarwa Mule”. Sarwa Mule yang dimaksud adalah barang – barang berharga seperti emas, permata, dan batu-batu alam yang diyakini memiliki tuah spiritual. Barang-barang yang berharga itu disucikan dengan tirta Pura Ulun Kulkul, diyakini pencuri yang akan mencuri barang itu akan menjadi takut dan jika berani mencuri akan kena “pastu” atau kutukan yang bersifat niskala. “Dahulu jika ada warga masyarakat
yang dicurigai melakukan kesalahan tapi tidak mengakuinya, maka di Pura Ulun Kulkul inilah diselenggarakan upacara ‘’penyumpahan’’ atau melakukan sumpah. Bagi mereka yang berbuat jahat namun mengaku benar akan terbukti dari sumpah tersebut, “ ungkap Mangku Astika. Jika Anda, datang disaat acara Pioadalan Bhatara Turun Kabeh yang dilaksanakan di Pura Besakih akan nampak beberapa umat yang menghaturkan sesaji di Pura Ulun Kulkul. Apabila cuaca sedang bagus, keagungan dari Gunung Agung akan nampak jelas dari areal Pura Ulun Kulkul. Anda pun akan beruntung menyaksikan momen yang berlangsung setahun sekali yang didatangi ribuan umat dalam setiap harinya selama Piodalan di Pura Besakih berlangsung. Piodalan di Pura ini jatuh pada hari Saniscara Kliwon Kuningan atau tepat pada hari Raya Kuningan. Pemugaran Pura Ulun Kulkul pernah dilaksanakan dua tahap, pertama di bulan Oktober 1985 sampai 1986, selanjutanya tahap kedua dilaksanakan pada bulan Juli 1991 sampai Agustus 1992. -Eka Juni
Strategi pelatihan dilakukan agar anak-anak tersebut memiliki ketrampilan sehingga jika sudah ada ketrampilan maka mereka akan punya kesibukan. Diharapkan ditengah-tengah kesibukan itulah mereka tidak akan melakukan hal-hal negatif lagi. “Tahun ini untuk desa Naga Sepaha kami bagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pembuat perak dan peternak babi,” ungkap Gede Komang. Mereka akan dilatih beberapa hari sebelum diberikan modal dalam bentuk alat-alat dan bahan baku untuk perajin perak sedangkan dua ekor bibit babi bagi peternak babi. Dalam upaya pelatihan, Dinsos tidak bekerja sendiri namun turut menggandeng Diskoperindag dan pihak kepolisian untuk bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing. “Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan bagi anak-anak tersebut, jangan sampai babi yang seharusnya diberi makan tiga kali malah dikasi makan cuma sekali,” lanjutnya. Strategi pendampingan bertujuan
Bentuk Satgas Sosial
Pos pantau pada awal pembentukan Satgas Sosial Kota Mataram
Hulunya Kulkul di Seluruh Bali
Edisi 896/11 - 17 april 2016
Kesulitan Tim Pendamping Buleleng sebagai kabupaten yang memiliki sembilan kecamatan tentu memiliki banyak problematika kehidup an. Salah satunya adalah permasalahan tentang anak terindikasi nakal. “Kalau anak jalanan atau eks pemintaminta kita tidak punya, yang benar-benar nakal juga tidak ada, namun yang terindikasi nakal ada dari ke polisian,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng Drs. Gede Komang, M.Si.
Pura Ulun Kulkul
Pura Ulun Kulkul berada di kawasan Pura Besakih yang berlandaskan konsepsi Catur Loka Pala. Catur Loka Pala merupakan empat Pura yang mengitari Padma Tiga yang berada di Penataran Agung Besakih, mengikuti mata angin sebagai penghubung. Untuk yang pertama kali datang, tentu akan bingung karena banyak sekali Pura yang ada di kawasan Pura Besakih. Pura Ulun Kulkul dipercaya kulkul (kentongan) tertua di Bali yang berumur ratusan tahun. Pada mulanya tempat ini bukanlah Pura, tapi hanya tempat kulkul biasa. Oleh Raja Sri Kesari Warmadewa kemudian dibangun Pura ini pada tahun Icaka 835. Raja meyakini pura ini sebagai tempat melahirkan sebuah keadilan. Masyarakat desa adat di Bali kebanyakan datang kesini meminta sebuah Pasupati sehingga kulkul yang digunakan lebih memiliki taksu. “Pura Ulun Kulkul merupakan manifestasi sebagai Dewa Mahadewa. Jika ada salah satu desa pakraman membuat lulkul yang baru, maka mereka akan nunas tirta di Pura Ulun Kulkul agar kulkulnya metaksu,
Sudut Pandang
Beberapa tahun lalu, anak-anak jalanan sempat ramai di Kota Mataram. Di perempatan lampu merah yang ada di Kota Mataram, hampir pasti selalu terlihat ada anak jalanan yang menengadah tangan memintaminta pada pengendara yang melintas di jalanan. Tanpa peduli akan keselamatannya, mereka asyik bermain bahkan berlarian di tengah seliweran kendaraan yang berpacu dengan waktu. Itulah potret anak jalanan dengan berbagai persoalan yang mendorong mereka turun ke jalan meminta-minta. Menyikapi hal tersebut, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Mataram, berupaya mencarikan solusi terbaik bagi mereka. Data yang disampaikan oleh Kepala Dinsosnakertrans Kota Mataram, Ashanul Khalik mencatat pada tahun 2013 lalu ada 63 orang asli warga Kota Mataram yang menjadi anak jalanan atau orang dewasa yang meminta-minta. Terdapat 82 orang yang berasal dari luar Kota Mataram. Tahun 2014 data ini turun menjadi 3 orang warga asli Kota Mataram dan 12 orang dari luar Kota Mataram. “Sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang tidak ada lagi anak jalanan. Hanya saja terkadang muncul beberapa anak jalanan pada waktu-waktu tertentu di perempatan Airlangga misalnya. Mereka yang muncul ini merupakan anak-anak asli dari lingkungan Gomong Mataram. Mereka turun ke jalan memang disuruh oleh orang tuanya untuk meminta-minta,” ungkap Ashanul Khalik. Terus menurunnya jumlah anak
jalanan di Kota Mataram bahkan sampai tidak ada lagi yang berkeliaran di jalanan hingga saat ini, adalah hasil kerja keras Dinsosnakertrans Kota Mataram dalam menanganinya. Menurut Ashanul, sejak pertengahan tahun 2013 Dinsosnakertrans Kota Mataram telah membentuk Satgas Sosial yang bertugas di samping sebagai SDM kesiapsiagaan bencana, juga tugas pokoknya adalah melaksanakan patroli penertiban anak jalanan, gepeng dan anak punk. “Patroli penertiban terus dilakukan mulai jam 07.00 wita sampai jam 22.00 wita yang dibagi dalam 3 shift kelompok piket. Yang utama dilakukan
9
untuk mengamankan dana berupa barang yang sudah digelontorkan akan tidak disalahgunakan. Bantuan-bantuan yang sudah diberikan oleh Dinsos wajib dikembalikan apabila anak-anak tersebut tidak mampu menjaga atau mengembangkan usaha ternak babi atau kerajinan perak. “Ini gunanya pendampingan untuk mengetahui perkembangan mereka. Jangan sampai babi yang sudah siap guling tahutahu dipotong dipakai metuak-an,” ungkapnya. Jika memang sudah siap dijual maka harus dibelikan bibit yang baru lagi. hal ini diharapkan dapat menyibukkan sehingga mereka lupa untuk berbuat yang macam-macam. Tidak sampai di situ, pihaknya juga sering menampilkan hasil karya dari anak-anak tersebut dalam sebuah pameran dan di tahun 2015 lalu ketrampilan membuat bokor dilakukan di desa Menyali. Drs. Gede Komang, M.Si didampingi Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial Dra. Yanti Rohayati, dan Kasi Rehabilitasi Penyandang Cacat Maman Wahyudi,
S.Sos. mengungkapkan bahwa sebagian besar latar belakang anak-anak tersebut berbuat nakal karena broken home. “Bapaknya ada ibunya yang meninggal ini yang membuat anak itu kurang perhatian,” ucapnya. Sejauh ini program yang dilakukan Dinsos terkendala oleh terbatasnya tim pendamping. “Namanya berkegiatan ya harus ada reward namun untuk cari orang-orang yang berjiwa sosial masih sangat susah,” tandasnya. -Wiwin
juga adalah pendekatan rutin dalam bentuk home visite ke rumah-rumah anak jalanan, gepeng dan lainnya oleh petugas sosial masyarakat dan pejabat struktural dinas dan juga pembinaan ekönomi keluarga mereka melalui Kube (kelompok usaha bersama),” ujarnya. Ada juga anak-anak yang diajari beternak itik bagi yang tinggal di pinggiran Kota Mataram. Di samping itu bersama Dinas PU & Badan Pemberdayaan Masyarakat, rumah mereka ini juga mendapat bantuan perbaikan rumah tidak layak huni. Bagi mereka yang putus sekolah, pada tahun 2015 lalu, Dinsosnakertrans Kota Mataram mengembalikannya ke sekolah. “Tahun 2015 lalu kami mengembalikan 90 orang anak putus sekolah ke bangku sekolah jenjang
SMU/SMK/MA & SMP/MTS, di antara mereka ada 25 orang anak jalanan,” ungkap Ashanul yang mengaku mendapat banyak kendala saat memulai kegiatan sosial ini. Kendala yang dihadapi pada awal pembentukan satgas adalah pada persoalan prilaku dan kebiasaan anak jalanan. Mereka sudah terbiasa mendapatkan uang dengan cara mudah, begitu juga dengan orangtua mereka. Sehingga mereka selalu coba-coba untuk kembali keluar dan turun kembali ke jalan. “Kami lawan dengan tetap konsisten berpatroli penertiban yang dilakukan oleh Satgas Sosial. Selain itu kami barengi dengan pembinaan dan pemberdayaan terhadap mereka,” katanya. Hasilnya, secara umum Kota Mataram bebas dari anak jalanan. -Naniek I. Taufan
Drs. Gede Komang, M.Si
Gandeng Pihak yang Peduli Anak Ketika sebuah kota memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak, ada komitmen yang terintegrasi antara pemerintah, masyarakat juga dunia usaha yang secara holistik terencana dan berkelanjutan pada setiap kebijakan, program serta kegiatannya. Hal ini demi menjamin terpenuhinya hak anak agar kota tersebut bisa disebut Kota Layak Anak. Denpasar saat ini tercatat sebagai Kota Layak Anak kategori Nindya. Demikian disampaikan Ketua Umum APSAI Kota Denpasar, Ni Wayan Sri Sutari, S.P.,M.P. Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Atau Indonesian Association Of Child Friendly Companies (IACFC). Kota Denpasar yang beranggotakan perusahaan-perusahaan dengan misi dan visi yang sama terhadap anak, yang ada di lingkungan Kota Denpasar ini, secara perlahan terus meningkatkan langkahlangkah kecilnya untuk kepentingan para calon generasi muda kita terus lebih baik dan lebih maju kedepannya.. Mengingat juga semangat dan komitmen yang ditaburkan oleh Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra yang terus melakukan sinergi dengan berbagai pihak yang peduli anak. Mulai dari Dinas BP- KP Kota Denpasar, P2TP2A, Forum Anak Kota Denpasar, dan LSM yang peduli anak hingga tak ketinggalan setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) wajib membuat program untuk anak-anak. APSAI dalam rangka mendukung komitmen pemerintah Kota Denpasar akan terus memperjuangkan hak-hak anak melalui langkah 3 P. P yang pertama adalah policy (kebijakan) bagaimana perusahaan membuat kebijakan untuk karyawan seperti menyediakan ruang menyusui serta ruang bermain anak. P kedua, bagaimana pengusaha membuat produk yang
mendidik terutama tontonan yang berpihak pada anak serta P yang terakhir bagaimana membuat program melalui CSR (cooporate sosial responsibility) yang dibutuhkan oleh anak. Sri Sutari pun mengharapkan dukungan dukungan dari semua pihak termasuk para pengusaha dalam mewujudkan hal tersebut. Bicara anak, tak lepas dari dunia pendidikan. Apalagi pendidikan anak saat ini adalah investasi yang luar biasa, sebab di sini bukan hanya investasi material tetapi ada investasi spiritual, intelektual juga emosional. “Kami dari APSAI juga belum lama ini turut memberikan kontribusi kecil salah satunya melalui work shop mengarang di SD Saraswati 6. Tentu masih ada program lainnya yang akan dilaksanakan nanti dan siap serta terbuka bersinergi,” ujarnya seraya mengatakan sedang menyiapkan langkah untuk merintis Sekolah Ramah Anak. Ada enam komponen penting indikator sekolah ramah anak, yakni kebijakan SRA; pelaksanaan kurikulum; pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak-hak anak; sarana dan prasarana SRA; partisipasi anak; dan partisipasi orangtua, lembaga masyarakat, dunia usaha, pemangku kepentingan lainnya, serta alumni. Selanjutnya setiap komponen akan dijabarkan kembali. Misalnya untuk komponen sarana dan prasaran, sekolah yang bersangkutan harus memiliki kapasitas ruangan kelas yang sesuai dengan jumlah murid. Memiliki toilet yang terpisah antara laki-laki dan perempuan dengan rasio yang memadai, mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas, bersih (tidak berbau, tidak berlumut, tidak ada jentik nyamuk), tersedia air bersih, pencahayaan dan ventilasi (30% dari luas lantai serta tersedianya tempat sampah terpilah. Memiliki tempat cuci tangan dengan air bersih yang mengalir. Begitu pula bangunannya aman
dari bencana. Memiliki ruang UKS, ada tempat tidurnya, pelengkapan P3K. “ Kami berharap ada sekolah yang mau menjadi contoh untuk melaksankan program Sekolah Ramah Anak ini secara mandiri, di beberapa bidang tentu kita bisa bersinergi,” harapnya. Sebelumnya, APSAI Denpasar bersinergi dengan instansi terkait dan KBPP, membantu untuk mewujudkan Puskemas Layak Anak. Semua langkah ini bermuara pada upaya memenuhi kebutuhan dan hak anak sehingga mampu menjadikan Denpasar Kota Layak Anak Tahun 2020. –Sri Ardhini
Sri Sutari bersama Apsai Pusat Luhur Budijarso
10
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Harus Pintar Baca Air
Kehidupan para nelayan memang menarik untuk disimak. Risiko tinggi di tengah lautan menjadi dilema, karena di sisi lain, melaut menjadi tumpuan mereka untuk menyambung hidup. “Saya jadi nelayan, karena tidak dapat kerjaan lain,” ungkap Ketut Sukarja (43) yang 10 tahun terakhir menggantungkan hidup keluarganya dari hasil melaut.
K
etua Kelompok (Nelayan) Usaha Bersama Minah Sari Ayu, Sanur Kaja ini mengisahkan, ia bukanlah dari keluarga nelayan. Namun dari dulu ia sudah akrab dengan kehidupan pantai. Menjadi sopir truk, ngantar-ngantar tamu, sampai tukang selam untuk menembak ikan, pernah ia lakoni. Dan, akhirnya profesi nelayan inilah yang ia geluti untuk menafkahi keluarga. Ayah tiga anak ini tak menampik jika profesi nelayan sangat
tinggi risikonya. Tapi mau bagaimana lagi, inilah satu-satunya pekerjaan yang bisa ia lakukan. Karena itu, ia selalu mewantiwanti anak-anaknya untuk tidak menjadi nelayan. Sesekali jika mereka ingin ikut memancing, Sukarja akan mengajaknya. “Memang semua pekerjaan ada risikonya. Makanya kami harus pintar-pintar membaca air dan gejala alam. Kalau cuaca ekstrem, kami tidak akan memaksakan melaut ke tengah laut. Paling banter kami menangkap ikan di dekat pesisir memakai jaring,” tuturnya.
Tentu risiko kecil akan diikuti dengan hasil yang minim pula. Demikian halnya dengan menangkap ikan dengan jaring, paling banter ikan yang didapat ikan yang kecil-kecil sejenis lemuru, seperti pisisl, bangku, lemuru, laying-layang, pelagis, dan ikan kecil lainnya. “Ikan lemuru hanya bisa kami jual Rp 10 ribu per kilo gram. Memang biasanya langsung habis di dibeli konsumen di pantai,
Beachwalk Hadirkan Be You (tiful) Pa d a A p r i l 2 0 1 6 i n i Beachwalk mengangkat tema perempuan yakni “Be You (tiful)”. Beachwalk mengadakan berbagai macam kegiatan yang menarik berkaitan dengan perempuan, kecantikan dan keluarga. Dalam rangka menyambut Hari Kartini, Beachwalk dan D’Event81 mengadakan “Inspiring Beauty” pada tanggal 21 April – 1 Mei 2016. Pengunjung dapat menikmati berbagai macam acara pada “Inspiring Beauty” yakni Kartini fashion show, eksebisi, demo make up, talk show, yoga, zumba, pilates di Fountain Stage level 1. Selain itu, terdapat penampilan live jazz dan bazar di Garden Pod yang dapat dinikmati pengunjung sembari menyaksikan matahari terbenam. Pengunjung juga dapat melihat dan berfoto hasil karya dari Susan Budihardjo yang mengadakan Creative Mannequin Display. Susan Budihardjo dikenal sebagai salah satu senior di dunia Fashion di Indonesia. Pengunjung mancanegara dan domestik dapat melihat serta mempelajari secara langsung budaya bali melalui “Bali Culture Festival” bekerja sama dengan SIP, D’event81 dan Cybergroove. Acara ini diadakan tiap akhir pekan pada tanggal 8 April – 10 April 2016 dan 15 April – 17 April 2016. Pada Bali Culture Festivals pengunjung dapat menikmati berbagai macam acara menarik seperti eksebisi, tarian tradisional bali sekaligus dapat mempelajari gerakannya, belajar membuat canang, dan belajar bagaimana memainkan musik tradisional Bali.
“Beachwalk mengadakan program Lucky Seven bagi para pengunjung ber-KTP Bali. Setiap kali pengunjung ber-KTP Bali berbelanja minimal Rp 100,000 dalam sehari dapat mengunjungi Customer Service di level 1 dan menukarkan nota belanja, akan mendapat stempel dan hadiah langsung berupa voucher restaurant atau parkir gratis di Beachwalk. Apabila sudah mengumpulkan stempel sebanyak empat kali di hari kerja dan tiga kali hari libur atau weekend dalam sebulan akan mendapatkan persembahan special dari Beachwalk,” ungkap Syama Sara Jini Devi Dasi, Marketing Communications Beachwalk Shopping Center Pengunjung Beachwalk juga
berkesempatan untuk mendapatkan berbagai macam hadiah atau voucher SHOP & WIN April. Para pengunjung dapat mengunjungi Customer Service di level 1 dan langsung menukarkan nota belanja mereka senilai minimal Rp 500.000 (1 nota belanja) dengan mendapatkan hadiah langsung seperti voucher makan atau voucher gratis parking dari Beachwalk. Para pengunjung yang berbelanja minimal Rp 2.000.000 dengan memperlihatkan nota belanja (maksimal 2 nota belanja) akan berkesempatan untuk mendapatkan menginap 2 malam di Deluxe Room Holiday Inn Express Bali Raya Kuta dan voucher belanja, voucher restoran dan masih banyak lagi. Beachwalk Shopping Center memiliki arsitektur yang terbuka dan menarik dengan perpaduan segarnya air dan sejuknya tanaman yang menjadikan Beachwalk Shopping Center sebagai oasis di area Kuta. Sukses sebagai shortlist di World Achitecture Festival 2013 di Singapura, Beachwalk Shopping Center semakin menjadi tempat paling diminati di daerah Kuta. Selain itu Beachwalk Shopping Center hadir sebagai pusat perbelanjaan lengkap dengan perpaduan toko-toko ritel menengah ke atas, ritel yang menawarkan berbagai produk kreatif lokal, dan restoran dan kafe internasional maupun lokal. Kelengkapan penawaran belanja dan berbagai acara internasional dan kultural menjadikan Beachwalk Shopping Center sebagai tempat yang harus dikunjungi di Bali. -rls
belum sampai keluar Sementara, jika melaut hingga ke tengah laut, hasilnya lumayan. Karena jenis ikan yang didapat besar-besar seperti kakap merah dan kerapu, dan hasil jualnya pun tinggi. Sukarja menyebut pantai dekat Pulau Nusa memiliki ikan yang bagus-bagus, namun medannya cukup berat. Ia dan nelayan lain umumnya bertolak dari pantai Sanur pukul 11 siang dan akan
Mozaik kembali pagi keesokan harinya. Perjalanan yang ditempuh ke tengah laut tersebut memakan waktu 2,5 jam. “Biasanya ikan mulai banyak keluar saat sore ketika matahari akan tenggelam, malam sampai paginya,” kisahnya. Karena itu sebelum melaut yang biasanya ditemani seorang ABK, Sukarja sudah mempersiapkan diri dengan perbekalan makanan, jas hujan, umpan, dan boks sterofoam berisi es. Sekali melaut dengan jarak jauh, paling tidak harus mengeluarkan modal Rp 600 ribu. Rata-rata ia bisa menjual hasil tangkapannya melaut Rp 2,5 juta kotor per hari. “Dulu pernah sampai Rp 9 juta dapat jualan, namun pernah juga norok. Hasilnya tidak tentu,” ucapnya. Kelompok Nelayan Mina Sari Asih yang diketuainya ini beranggotakan 40 orang. Setengahnya memiliki perahu sendiri, dan kurang lebih setengahnya pula memang benar-benar nelayan asli seperti dirinya. Dalam artian, memang menggantungkan hidup dari profesi nelayan. Sebagian dari anggotanya ini adalah juga memiliki pekerjaan lain, seperti guide freelance. Jadi ketika tak ada pekerjaan mengantar tamu, mereka ikut melaut. –Inten Indrawati
Penghargaan Booking.com
Booking.com memberikan penghargaan Award of Excellence, kepada The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung. Award of Excellence diberikan oleh Booking.com setiap tahun. Prestasi ini diukur selama setahun lalu keseluruhan skor ulasan tamu yang menginap di The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung. Untuk menerima penghargaan, The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung sebagai mitra dari Booking.com harus memiliki rata-rata ulasan dari 8 atau lebih tinggi. Semua ulasan tamu Booking.com adalah dari 14 bulan terakhir dan ditulis oleh tamu setelah mereka tinggal di hotel tersebut. Ulasan tamu Booking.com ini tidak pernah diedit dengan cara apapun. Namun, ulasan yang mengandung hal tak senonoh, dan atau pernyataan politik, agama, dan rasis tidak ditampilkan. Penghargaan ini diberikan kepada The ONE Legian yang menawarkan New Urban Concept Lifestyle The ONE Legian. Dengan menerapkan konsep ini, The ONE Legian telah membuktikan konsistensi layanan yang luar biasa untuk setiap pelanggan baik dari sistem reservasi dan layanan hospitality. Hal yang sama dicapai Hotel Vila Lumbung yang dikelola oleh The ONE Legian sejak Januari 2014. Sejak periode ini, manajemen baru telah berkomitmen untuk membawa suasana klasik layanan Hotel Bali dengan Best Green Hotel Ambience yang benar-benar implementasi Tri Hita Karana. Penghargaan ini juga bukti bahwa Hotel Vila Lumbung juga menerapkan layanan perhotelan yang sama dengan The ONE Legian terutama dalam memfasilitasi layanan yang luar biasa dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan. “Kami sangat bangga The One Legian dan Hotel Vila Lumbung secara konsisten memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. Penghargaan yang diberikan booking.com adalah pengakuan dari komitmen kami bersama untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada tamu,” ujar Dewi Mas, General Manager The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung Advisor. -rls
Style
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Gaya Sarung Adalah biasa jika selama ini para wanita tampil gaya dengan beragam style. Akan menjadi istimewa jika gaya yang memancarkan kekuatan Nusantara berikut khusus dipersembahkan bagi para pria agar bisa tampil beda.
D
i sini, Dwi Iskandar, Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Denpasar, memilihkan beberapa koleksinya yang unik ini, dengan tujuan bisa menjadi seperti yang sering diucapkannya “ sarung is my denim” untuk bisa dilihat ataupun menjadi inspirasi para penggemar mode. Beberapa waktu lalu, Dwi sempat mengatakan kalau mengenakan sarung bakal menjadi salah satu tren, bukan hanya dikalangan wanita tapi juga pria.
Apalagi bahan sarung kini penampilannya semakin inovatif dan kreatif sehingga semakin banyak digunakan di berbagai ajang fashion. Berikut pemilik label Dwico ini memberikan serangkaian pilihan model busana pria, hasil paduan tenun dan sarung yang siap pakai untuk kegiatan sehari-hari, seperti jalanjalan atau di berbagai ke sempatan non formal dan semi formal lainnya. -Sri Ardhini
15
14
Jelita
Edisi 896/ 11 - 17 april 2016
Nutrisi untuk Kulit Sehat dan Cantik Kulit merupakan cerminan kesehat an tubuh manusia. Kekurangan nutrisi akan mudah tampak pada kesehatan kulit seseorang. Ketika kekurangan nu trisi kulit menunjukkan tanda - tanda seperti keriput, kusam dan kering. Ke lainan ini tidak mampu ditutupi dengan memakai kosmetika. Maka, di sinilah diperlukan nutrisi dalam tubuhnya.
M
enurut dr. AA Ari A Kayi ka, Sp.,KK., nutrisi ada lah zat gizi, atau disebut jug sari makanan yang diolah oleh organ pencernaan yg diperlukan untuk tumbuh dan berkembangnya suatu organ isme hidup. Nutrisi sangat dibutuhkan manusia dalam menjalankan fungsi organ tu buhnya, termasuk mengatur perkembangan dan terben tuknya kulit yang sehat. Dikatakannya nutrisi digo longkan dalam dua kelompok besar yakni makro dan mikro nutrisi. Nutrisi makro adalah nutrisi yang diperlukan dalam jumlah besar oleh tubuh sebagai sumber energi. Sedangkan, nutrisi mikro dibutuhkan dalam jumlah yang lebih kecil, dan berfungsi meningkatkan metabolisme tu buh. Tubuh, kata dokter Kayika memerlukan kedua elemen terse but untuk saling mengisi. “Sebab, kekurangan atau kelebihan satu nutrisi akan menyebabkab turun nya status gizi seseorang. Kondisi ini dapat menimbulkan penyakit tertentu. Peranan karbohidrat, protein dan lemak sebagai makro nutrisi tidak tergantikan oleh vitamin, mineral dan air sebagai mikro nutrisi. Keseimbangan kedua elemen nutrisi ini sangat diperlukan demi menunjang me
dr. AA Ari A Kayika, Sp.,KK.
tabolisme tubuh serta mencegah timbulnya penyakit,” paparnya. Nutrisi yang diperlukan kulit meliputi vitamin dan mineral. Diantaranya adalah vitamin A yang banyak didapatkan dari sumber hewan terutama minyak ikan, susu, keju, mentega dan telur. Vitamin A ini, diperlukan untuk pemeliharaan kesehatan kulit, kekurangan vitamin A da pat menimbulkan kekambuhan jerawat, gangguan gusi dan gigi serta pertumbuhan anak yang terhambat. Vitamin lainnya yang menun jang kesehatan kulit adalah vita min C, banyak dijumpai pada buah - buahan dan sayur berwarna
seperti jeruk, pepaya, strawberi, tomat, danwortel. Namun, vita min C menjadi mudah rusak jika dipanaskan, dan kadarnya akan menurun saat disimpan terlalu lama. Peranan vitamin ini, sebagai antioksidan kuat dan melindungi sel terhadap kerusakan karena radikal bebas. Vitamin C juga mempertahankan dan memben tuk kolagen kulit. Kekurangan vitamin C, akan menjadikan kulit mudah keriput dan terlihat tua. Sementara efek samping dosis tinggi dapat menyebabkan pen umpukan batu ginjal dan mengu rangi kadar tembaga dari tubuh. Untuk pemberian suplemen vitamin ini sebaiknya mintalah persetujuan seorang dokter.
GUNAKAN TABIR SURYA Masih bicara kulit sehat dan Indah. Mengingat Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan paparan sinar matahari cukup tinggi, maka pencegahan terhadap paparan sinar ma tahari ini sangat dianjurkan demi kesehatan kulit. Terlebih, sinar matahari mengaktifkan kelenjar minyak dan sel keratin pada permukaan kulit sehingga dapat menutup pori- pori wajah, seh ingga mudah timbul peradangan seperti jerawat. Dokter Kayika mengtakan kalau efek merugikan lainnya yakni berupa kerusakan pada lapisan teratas kulit, seperti mu dah timbul keriputan wajah lebih dini, bintik - bintik hitam tidak teratur pada wajah, leher, dada, dan telapak atas tangan akibat dis tribusi pigmen
tkh/net
tkh/net
yang berlebihan. Kerusakan kulit bagian dalam akan tampak pada kemunduran elastisitas kulit karena rusaknya kolagen dan elastin. Selanjutnya, hilangnya bentuk dan tekstur dari kulit wajah, terjadinya pele baran kapiler pembuluh daerah sehingga wajah tampak lebih mudah kemerahan jika terkena sinar matahari. Efek lanjutan dari paparan sinar matahari juga dapat menimbulkan kanker kulit dalam jangka waktu yang lama. Untuk itu, sangat dianjurkan pemakaian tabir surya yang memiliki SPF baik saat terpapar sinar matahari secara langsung maupun tidak langsung. Sinar ultraviolet A memiliki kemampuan lebih dalam masuk lapisan jaringan kulit dan meru sak serat kolagen dan elastin, menyebabkan kerusakan dan penuaan lebih cepat. Sedangkan ultraviolet B memberikan efek kemerahan dan terbakar pada permukaan kulit. “Sangat dian jurkan menggunakan tabir surya yang menggabungkan bahan anti ultraviolet A dan anti ultraviolet B,” tandasnya. Selanjutnya dikatakan bahwa merawat wajah saja tidaklah cukup, penampilan menjadi lebih sempurna ketika tangan tam pak halus dan lem
but. Untuk ini, gunakanlah air hangat dan sabun yamng memi liki kandungan pelembab tinggi. Untuk membersihkan tangan, keringkan dengan handuk halus dan tidak diperbolehkan meng gosok dengan keras. jangan lupa menggunakan pelembab sebelum tidur. Berikutnya dokter Kayika membagikan informasi mengenai berberapa langkah untuk menjaga pola makan kita tetap sehat, seh ingga nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kita akan bekerja secara optimal diantaranya dengan : l Membatasi diri mengon sumsi gula berlebihan, sebab hal ini akan membuat timbunan le mak pada bagian tubuh tertentu, sehingga tubuh menjadi tidak proposional. l Hindari merokok karena memudahkan kulit menjadi lebih tua dari usia sebenarnya. l Konsumsi suplemen ma kanan sesuai petunjuk dokter untuk memaksimalkan nutri yang baik masuk ke dalam tubuh dan meningkatkan proses keluarnya racun dari dalam tubuh. Makanan yang bermanfaat untuk tubuh akan mengurangi risiko terkena penyakit. lTubuh yang sehat akan ter cermin dari wajah yg sehat, segar, dan penampilan menjadi prima. – Sri Ardhini
Bugar
Edisi 896/ 11 -17 april 2016
11
Menstruasi saat Hamil, Mungkinkah? Banyak wanita yang mengira masih mendapatkan menstruasi meskipun sudah hamil menurut tes kehamilan. Mung kinkah hal itu terjadi?
dr. IGA Sri Darmayani, Sp.OG,
M
enurut dosen Fakultas Kedok teran Unud, dr. IGA Sri Darma yani, Sp.OG, secara ilmiah, men struasi saat hamil tidak mungkin terjadi karena pendarahan saat haid dan pendarahan yang terjadi saat hamil adalah dua kondisi yang berbeda. “Menstruasi terjadi karena lapisan rahim (endome trium) yang dipersiapkan untuk menerima embrio hasil pembua han dilepas oleh tubuh. Lapisan endometrium tersebut dilepaskan karena tidak terjadi kehamilan,” kata dokter yang praktik di Apotik Kimia Farma Pattimura, RSIA Puri Bunda, dan RSAD Udayana ini. Jika terjadi kehamilan, maka lapisan rahim itu akan dipertahan kan guna mendukung pertum buhan janin. Oleh karena itu, bercak atau perdarahan yang terjadi bukan disebabkan oleh menstruasi. Mengeluarkan darah saat hamil merupakan kondisi yang umum menimpa para ibu hamil. Sekitar 2 dari 10 wanita dilaporkan pernah mengeluarkan darah dari vagina saat sedang hamil. Pendarahan yang terjadi bisa berupa bercak darah/flek atau darah cair. Hal ini terutama terjadi saat trimester pertama masa kehamilan. Ia mengatakan, perdarahan vagina selama kehamilan memiliki banyak penyebab. Sebagian bisa berarti serius, namun banyak juga
yang tidak perlu dikhawatirkan. “Sekitar 25-30% wanita hamil mengalami perdarahan pada awal kehamilan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :implantasi embrio, kehamilan ektopik, keguguran, atau sebab lain,” ujarnya. Menurutnya, pada sekitar 2-5 hari setelah pembuahan, sel telur yang telah dibuahi (embrio) akan mengimplantasi (melekatkan diri) ke dinding rahim. Selama proses ini, mungkin terjadi per darahan dan ini adalah kondisi normal. “Sekitar sepertiga dari wanita hamil mengalaminya. Perdarahan implan tasi biasanya ringan dengan warna merah muda atau kecoklatan dan hanya berlangsung beberapa hari sampai implantasi sukses pada hari ke 5-10 setelah pembuahan. Umum nya keadaan ini tidak perlu dikhawatirkan dan akan berhenti de ngan sendirinya,” kata dr. Sri Darmayani. Namun, keluarnya darah dapat juga disebabk an oleh ke hamilan ektopik atau hamil di luar rahim. Ini merupakan keadaan yang berbahaya, di mana telur yang telah dibuahi kemudian ber implantasi/melekatkan diri di luar rahim dan sering terjadi di tuba falopi. Jika embrio ini tumbuh dan berkem bang, maka tuba falopi ini dapat pecah dan dapat menyebabkan terjadinya pendarahan yang dapat mengan cam jiwa. Gejala yang umum terjadi adalah rasa nyeri dan juga pendarahan. Menurut nya, keadaan ini harus segera ditangani. Sebagian besar darah yang keluar pada hamilan trimester I merupakan pertanda terjadinya abortus im
minens atau ancaman keguguran. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh tidak berkembangnya janin (blighted ovum). Keguguran pada kebanyakan kasus dimulai dengan perdarahan ringan. Jika proses keguguran berlanjut, kehilangan darah bertambah parah dan disertai nyeri kram di bawah perut yang sakitnya melebihi nyeri menstruasi. Hal itu karena otot rahim berkontraksi untuk melepaskan embrio dan jaring an rahim. Perdarahan mungkin terlihat disertai gumpalan atau massa jaringan. Ia mengatakan, kebanyakan wanita hamil yang mengalami perdarahan ringan dapat melanjutkan kehamilannya. Namun, sekitar setengah dari mereka yang mengalami per
darahan ringan kemudian menjadi lebih berat dan berakhir dengan keguguran. Selain pada trimester per tama kehamilan, pendarahan pervaginam yang bisa disangka se bagai haid tapi hamil, bisa juga ter jadi pada trimester 2 atau trimes ter 3. Perdarahan ini disebabkan oleh plasenta previa yaitu suatu keadaan dimana plasenta berada bagian bawah rahim dan solusio plasenta, yaitu plasenta terlepas dari dinding rahim. Pendarahan dapat juga merupakan tandatanda awal persalinan. Kondisi ini ditandai dengan keluarnya lendir dari leher rahim yang bisa berupa gumpalan atau bercak darah. Selain itu, perdarahan juga bisa disebabkan oleh hal-hal lain
seperti, trauma atau robekan pada dinding vagina, infeksi, hubungan seks. Pada awal kehamilan, leher rahim mengalami perubahan akan terjadi peningkatan aliran darah. Serviks menjadi lebih mudah meradang oleh hubungan seks, pemeriksaan panggul, dan trauma lainnya. Salah satu penyebab yang umum adalah adanya ektropion serviks, polip serviks. Ia menegaskan, haid tapi hamil adalah suatu kondisi yang secara medis tidak mungkin terjadi, maka ibu hamil harus waspada jika mengalami pendarahan. “Dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan USG, pemeriksaan vagina untuk mengetahui pe nyebabnya,” katanya. –Wirati Astiti
Kuliner
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
12
Kreasi Ubi Ungu D
Sajian Roti Spesial
R
oti sudah biasa disantap sebagai sarapan. Apalagi, di hotel-hotel, menu roti tak bisa dipisahkan dari menu break fast. Sukses sebagai pengusaha kue dan roti berlabel Ayu Bakery, Made Suarsa, siap berbagi ilmu dengan pembaca tokoh. Kali ini ia memberikan resep sajian roti special. Ia mengatakan, paduan resep roti intinya sama,
Made Suarsa
Croissant Bahan: 1,2 kg : 20 gram : 10 gram : 90 gram : 50 gram : 1 buah : 20 gram : 100 cc : 650 cc : 800 gram :
tepung terigu protein tinggi yeast bread improver gula pasir mentega telur ayam garam susu cair air es butter filling
Cara mencetak Croissant
Roti Manis Bahan: 1 kg : 20 gram : 10 gram : 120 gram : 150 gram : 6 butir : 20 gram : 450 cc : 200 cc :
semua tergantung kepada teknik tangan dalam membuatnya, dan ketepatan jumlah bahan. Jika Anda tertarik membuat roti, bisa mencoba resep yang kami sajikan ini. Jika ingin menikmati kue-kue dan roti buatan chef Made Suarsa, bisa datang ke toko rotinya di Kedo nganan. Saat ini, roti produk dari Ayu Bakery sudah dapat dinikmati di beberapa hotel berbintang dan restoran. –Wirati Astiti
Cara membuat: - Cara pembuatan sama seperti danish pastry. Cuma ukurannya berbeda. Croissant dicetak dengan berat 30 gram. - Sebelum dicetak croissant sebaiknya didiamkan sehari dalam freezer. Tujuannnya, agar adonan menjadi lebih elastis, renyah, dan seratnya bagus. - Taruh adonan di loyang dan diamkan ½ sampai 1 jam. - Kalau sudah mengembang, diolesi dengan kocokan kuning telur. Roti siap dioven dengan suhu 180 derajat celcius selama 30 menit.
Danish Pastry Bahan: 1,2 kg : 20 gram : 10 gram : 200 gram : 50 gram : 2 buah : 20 gram : 650 cc : 800 gram :
tepung terigu protein tinggi yeast bread improver gula pasir mentega telur ayam garam susu cair butter filling
Cara membuat: - Semua bahan diaduk rata, kecuali butter filling. Setelah 15 menit, adonan akan menjadi kalis, kemudian diangkat. - Istirahatkan adonan selama 20 menit. Setelah mengembangkan pipihkan. Masukkan ke dalam freezer sekitar 1-2 jam. Setelah agak kaku baru
Chinesse Food
Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Cara membuat: - Aduk adonan sampai kalis. Kemudian angkat dan taruh di loyang selama 20 menit dan tutup dengan plastik. Kemudian adonan dipipihkan, masukkan ke freezer selama 3 jam. - Cetak adonan, taruh di cetakan muffin. Diamkan 15 menit. - Kemudian beri olesan kuning telur dan dioven.
dijadikan alternatif camilan dan teman minum teh dan kopi. –Wirati Astiti
Bahan adonan dadar gulung: 500 gram : tepung terigu 2 sendok makan : tepung kanji 500 ml : air santan Vanilla esen : secukupnya. Cara membuat: - Kocok semua bahan dadar, sampai tidak ada butiran tepung yang menggumpal. Setelah adonan tersedia, buatlah dadar satu persatu. - Siapkan isi dadar gulung yakni ubi ungu yang sudah dihaluskan. Tambahkan gula sesuai selera, karena ada juga yang tidak suka manis. - Ambil selembar dadar, masukkan isian ubi ungu ini, gulung. - Tambahkan saus cokelat dan mangga.
Es Campur Santai
Setiap pembelanjaan Rp 100 ribu
Murah Meriah & Bersih
Dapatkan voucher makan gratis senilai Rp 25 ribu di Cafe Mie Bali
Soka Saus Cabe
Berlaku Mulai 1 s.d. 30 April 2016
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Bahan bumbu sereh lemo: 50 gram : bawang merah 30 gram : bawang putih 10 gram : kemiri 3 batang : sereh 70 gram : laos 10 gram : jahe 15 gram : kunyit 6 gram : kencur 2 bungkus: basa wangen 3 biji : cabai rawit 2 buah : jeruk lemo
siap dipanggang dengan api kecil. Sambil menunggu ayam matang, siapkan sayuran penemannya yakni sayur urap, yang terdiri dari wortel, tauge panjang, kol putih, bayam, kecipir, yang sudah direbus. Sayuran diberi bumbu sereh lemo dan tambahkan sambal embe. Aduk rata, sajikan bersama ayam panggang sereh lemo.
Cara membuat: - Haluskan semua bahan yang sudah disiapkan, kemudian ditumis dengan minyak kelapa asli atau tandusan. - Setelah matang dan keluar aroma yang harum, tambahkan perasaan air jeruk lemo. - Siapkan daging ayam, kemudian lumuri dengan bumbu sereh lemo tadi. Tambahkan sebatang sereh di dalam ayam, dan ayam
Sayur Asam Enak Soro
Sarwan
ati
tepung terigu protein tinggi yeast bread improver gula pasir mentega telur ayam garam susu cair
Made Wijaya
Sayur Bening ala Chef Sarwan
Nikm
Bahan: 1 kg : 20 gram : 10 gram : 200 gram : 500 gram : 10 butir : 20 gram : 100 cc :
Untuk bumbu inti, tetap meng andalkan kelezatan basa genep Bali. Sedangkan, untuk makanan penutup, ada dadar gulung, isiannya sangat berbeda yakni ubi ungu. Selain unik, perpaduan warna dalam penyajian sangat cantik, ada putih, ungu, merah, kuning, dan cokelat. Selain manis dan enak, dadar gulung ubi ungu juga bisa
13
Ayam Panggang Sereh Lemo
Dadar Ubi Ungu
dikeluarkan. - Kemudian adonan dipipihkan dan diberi butter filling. Giling dan lipat adonan seperti melipat baju. Lakukan proses ini selama tiga kali. Kemudian masukkan adonan kembali ke freezer biar agak kaku. Baru dicetak. - Cara mencetak, giling adonan, kemudian diberi isian, pastry cream, kismis, kemudian digulung. Masing-masing dipotong dengan berat 40 gram. Taruh adonan di loyang dan diamkan ½ sampai 1 jam. - Kalau sudah mengembang, diolesi dengan kocokan kuning telur. Roti siap dioven dengan suhu 180 derajat celcius selama 30 menit.
Cara membuat Danish
Cara membuat: - Campur semua adonan menjadi satu lebihkurang 20 menit. Setelah adonan kalis, diamkan. Potong dengan berat 50 gram. Bentuk bulat diamkan 15 menit. - Kemudian adonan dipipihkan diberi isian sesuai selera,
Briosche
ua menu ini menjadi andalan Hotel Park Regis Kuta. Makanan tradisional Bali ayam panggang sereh lemo yang disajikan dengan gaya hotel berbintang. Menurut Sous Chef Made Wijaya, yang membuat istimewa dari rasa ayam panggang ini, tambahan sereh yang dominan.
bisa cokelat, kacang merah atau kacang hijau. Bentuk bulat, taruh di loyang. Tutup loyang dengan plastik agar roti tidak kering. Diamkan sekitar 20 menit. - Kemudian diberi olesan kuning telur, dan siap dioven dengan suhu 170-180°C selama 20 menit.
tepung terigu yeast bread improver gula pasir mentega telur ayam garam air es susu
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Bahan: 2 ikat : bayam siangi 750 ml : air 7 buah : bawang merah iris 5 buah : temu kunci, bersihkan memarkan 1 buah : daun salam 1 buah : jagung manis muda, potong menurut selera Garam dan gula secukupnya Cara Membuat : - Masak air irisan bawang, temu kunci, daun salam hingga mendidih lalu masukkan irisan jagung rebus. Masak sampai
jagung matang dan lunak, lalu masukkan garam dan gula, aduk hingga rata, lalu masuk-
kan bayam, masak sebentar hingga mendidih, angkat, siap disajikan.
Bahan: 200 gr : daging sapi, potong dadu 1000 ml : air 3 buah : asam muda 4 sdm : air asam jawa 2 sdm : gula jawa 2 lebar : daun salam 2 ruas : jari lengkuas memarkan 2 buah : jagung manis, potong menurut selera 150 gr : melinjo, rebus matang 150 gr : kacang tanah, rebus matang 8 buah : kacang panjang, potong korek api
50 gr : daun sop atau daun melinjo muda, siangi Garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Rebus daging sampai lunak bersama asam muda, lalu ambil asam muda, haluskan, saring ambil airnya, masukkan dalam rebusan daging. - Masukkan bumbu halus, adukaduk hingga rata, masukkan garam, gula jawa dan kaldu bubuk dan semua bahan-bahan lainnya, lalu biarkan sampai mendidih dan siap untuk disajikan.
Kuliner
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
12
Kreasi Ubi Ungu D
Sajian Roti Spesial
R
oti sudah biasa disantap sebagai sarapan. Apalagi, di hotel-hotel, menu roti tak bisa dipisahkan dari menu break fast. Sukses sebagai pengusaha kue dan roti berlabel Ayu Bakery, Made Suarsa, siap berbagi ilmu dengan pembaca tokoh. Kali ini ia memberikan resep sajian roti special. Ia mengatakan, paduan resep roti intinya sama,
Made Suarsa
Croissant Bahan: 1,2 kg : 20 gram : 10 gram : 90 gram : 50 gram : 1 buah : 20 gram : 100 cc : 650 cc : 800 gram :
tepung terigu protein tinggi yeast bread improver gula pasir mentega telur ayam garam susu cair air es butter filling
Cara mencetak Croissant
Roti Manis Bahan: 1 kg : 20 gram : 10 gram : 120 gram : 150 gram : 6 butir : 20 gram : 450 cc : 200 cc :
semua tergantung kepada teknik tangan dalam membuatnya, dan ketepatan jumlah bahan. Jika Anda tertarik membuat roti, bisa mencoba resep yang kami sajikan ini. Jika ingin menikmati kue-kue dan roti buatan chef Made Suarsa, bisa datang ke toko rotinya di Kedo nganan. Saat ini, roti produk dari Ayu Bakery sudah dapat dinikmati di beberapa hotel berbintang dan restoran. –Wirati Astiti
Cara membuat: - Cara pembuatan sama seperti danish pastry. Cuma ukurannya berbeda. Croissant dicetak dengan berat 30 gram. - Sebelum dicetak croissant sebaiknya didiamkan sehari dalam freezer. Tujuannnya, agar adonan menjadi lebih elastis, renyah, dan seratnya bagus. - Taruh adonan di loyang dan diamkan ½ sampai 1 jam. - Kalau sudah mengembang, diolesi dengan kocokan kuning telur. Roti siap dioven dengan suhu 180 derajat celcius selama 30 menit.
Danish Pastry Bahan: 1,2 kg : 20 gram : 10 gram : 200 gram : 50 gram : 2 buah : 20 gram : 650 cc : 800 gram :
tepung terigu protein tinggi yeast bread improver gula pasir mentega telur ayam garam susu cair butter filling
Cara membuat: - Semua bahan diaduk rata, kecuali butter filling. Setelah 15 menit, adonan akan menjadi kalis, kemudian diangkat. - Istirahatkan adonan selama 20 menit. Setelah mengembangkan pipihkan. Masukkan ke dalam freezer sekitar 1-2 jam. Setelah agak kaku baru
Chinesse Food
Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Cara membuat: - Aduk adonan sampai kalis. Kemudian angkat dan taruh di loyang selama 20 menit dan tutup dengan plastik. Kemudian adonan dipipihkan, masukkan ke freezer selama 3 jam. - Cetak adonan, taruh di cetakan muffin. Diamkan 15 menit. - Kemudian beri olesan kuning telur dan dioven.
dijadikan alternatif camilan dan teman minum teh dan kopi. –Wirati Astiti
Bahan adonan dadar gulung: 500 gram : tepung terigu 2 sendok makan : tepung kanji 500 ml : air santan Vanilla esen : secukupnya. Cara membuat: - Kocok semua bahan dadar, sampai tidak ada butiran tepung yang menggumpal. Setelah adonan tersedia, buatlah dadar satu persatu. - Siapkan isi dadar gulung yakni ubi ungu yang sudah dihaluskan. Tambahkan gula sesuai selera, karena ada juga yang tidak suka manis. - Ambil selembar dadar, masukkan isian ubi ungu ini, gulung. - Tambahkan saus cokelat dan mangga.
Es Campur Santai
Setiap pembelanjaan Rp 100 ribu
Murah Meriah & Bersih
Dapatkan voucher makan gratis senilai Rp 25 ribu di Cafe Mie Bali
Soka Saus Cabe
Berlaku Mulai 1 s.d. 30 April 2016
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Bahan bumbu sereh lemo: 50 gram : bawang merah 30 gram : bawang putih 10 gram : kemiri 3 batang : sereh 70 gram : laos 10 gram : jahe 15 gram : kunyit 6 gram : kencur 2 bungkus: basa wangen 3 biji : cabai rawit 2 buah : jeruk lemo
siap dipanggang dengan api kecil. Sambil menunggu ayam matang, siapkan sayuran penemannya yakni sayur urap, yang terdiri dari wortel, tauge panjang, kol putih, bayam, kecipir, yang sudah direbus. Sayuran diberi bumbu sereh lemo dan tambahkan sambal embe. Aduk rata, sajikan bersama ayam panggang sereh lemo.
Cara membuat: - Haluskan semua bahan yang sudah disiapkan, kemudian ditumis dengan minyak kelapa asli atau tandusan. - Setelah matang dan keluar aroma yang harum, tambahkan perasaan air jeruk lemo. - Siapkan daging ayam, kemudian lumuri dengan bumbu sereh lemo tadi. Tambahkan sebatang sereh di dalam ayam, dan ayam
Sayur Asam Enak Soro
Sarwan
ati
tepung terigu protein tinggi yeast bread improver gula pasir mentega telur ayam garam susu cair
Made Wijaya
Sayur Bening ala Chef Sarwan
Nikm
Bahan: 1 kg : 20 gram : 10 gram : 200 gram : 500 gram : 10 butir : 20 gram : 100 cc :
Untuk bumbu inti, tetap meng andalkan kelezatan basa genep Bali. Sedangkan, untuk makanan penutup, ada dadar gulung, isiannya sangat berbeda yakni ubi ungu. Selain unik, perpaduan warna dalam penyajian sangat cantik, ada putih, ungu, merah, kuning, dan cokelat. Selain manis dan enak, dadar gulung ubi ungu juga bisa
13
Ayam Panggang Sereh Lemo
Dadar Ubi Ungu
dikeluarkan. - Kemudian adonan dipipihkan dan diberi butter filling. Giling dan lipat adonan seperti melipat baju. Lakukan proses ini selama tiga kali. Kemudian masukkan adonan kembali ke freezer biar agak kaku. Baru dicetak. - Cara mencetak, giling adonan, kemudian diberi isian, pastry cream, kismis, kemudian digulung. Masing-masing dipotong dengan berat 40 gram. Taruh adonan di loyang dan diamkan ½ sampai 1 jam. - Kalau sudah mengembang, diolesi dengan kocokan kuning telur. Roti siap dioven dengan suhu 180 derajat celcius selama 30 menit.
Cara membuat Danish
Cara membuat: - Campur semua adonan menjadi satu lebihkurang 20 menit. Setelah adonan kalis, diamkan. Potong dengan berat 50 gram. Bentuk bulat diamkan 15 menit. - Kemudian adonan dipipihkan diberi isian sesuai selera,
Briosche
ua menu ini menjadi andalan Hotel Park Regis Kuta. Makanan tradisional Bali ayam panggang sereh lemo yang disajikan dengan gaya hotel berbintang. Menurut Sous Chef Made Wijaya, yang membuat istimewa dari rasa ayam panggang ini, tambahan sereh yang dominan.
bisa cokelat, kacang merah atau kacang hijau. Bentuk bulat, taruh di loyang. Tutup loyang dengan plastik agar roti tidak kering. Diamkan sekitar 20 menit. - Kemudian diberi olesan kuning telur, dan siap dioven dengan suhu 170-180°C selama 20 menit.
tepung terigu yeast bread improver gula pasir mentega telur ayam garam air es susu
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Bahan: 2 ikat : bayam siangi 750 ml : air 7 buah : bawang merah iris 5 buah : temu kunci, bersihkan memarkan 1 buah : daun salam 1 buah : jagung manis muda, potong menurut selera Garam dan gula secukupnya Cara Membuat : - Masak air irisan bawang, temu kunci, daun salam hingga mendidih lalu masukkan irisan jagung rebus. Masak sampai
jagung matang dan lunak, lalu masukkan garam dan gula, aduk hingga rata, lalu masuk-
kan bayam, masak sebentar hingga mendidih, angkat, siap disajikan.
Bahan: 200 gr : daging sapi, potong dadu 1000 ml : air 3 buah : asam muda 4 sdm : air asam jawa 2 sdm : gula jawa 2 lebar : daun salam 2 ruas : jari lengkuas memarkan 2 buah : jagung manis, potong menurut selera 150 gr : melinjo, rebus matang 150 gr : kacang tanah, rebus matang 8 buah : kacang panjang, potong korek api
50 gr : daun sop atau daun melinjo muda, siangi Garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Rebus daging sampai lunak bersama asam muda, lalu ambil asam muda, haluskan, saring ambil airnya, masukkan dalam rebusan daging. - Masukkan bumbu halus, adukaduk hingga rata, masukkan garam, gula jawa dan kaldu bubuk dan semua bahan-bahan lainnya, lalu biarkan sampai mendidih dan siap untuk disajikan.
14
Jelita
Edisi 896/ 11 - 17 april 2016
Nutrisi untuk Kulit Sehat dan Cantik Kulit merupakan cerminan kesehat an tubuh manusia. Kekurangan nutrisi akan mudah tampak pada kesehatan kulit seseorang. Ketika kekurangan nu trisi kulit menunjukkan tanda - tanda seperti keriput, kusam dan kering. Ke lainan ini tidak mampu ditutupi dengan memakai kosmetika. Maka, di sinilah diperlukan nutrisi dalam tubuhnya.
M
enurut dr. AA Ari A Kayi ka, Sp.,KK., nutrisi ada lah zat gizi, atau disebut jug sari makanan yang diolah oleh organ pencernaan yg diperlukan untuk tumbuh dan berkembangnya suatu organ isme hidup. Nutrisi sangat dibutuhkan manusia dalam menjalankan fungsi organ tu buhnya, termasuk mengatur perkembangan dan terben tuknya kulit yang sehat. Dikatakannya nutrisi digo longkan dalam dua kelompok besar yakni makro dan mikro nutrisi. Nutrisi makro adalah nutrisi yang diperlukan dalam jumlah besar oleh tubuh sebagai sumber energi. Sedangkan, nutrisi mikro dibutuhkan dalam jumlah yang lebih kecil, dan berfungsi meningkatkan metabolisme tu buh. Tubuh, kata dokter Kayika memerlukan kedua elemen terse but untuk saling mengisi. “Sebab, kekurangan atau kelebihan satu nutrisi akan menyebabkab turun nya status gizi seseorang. Kondisi ini dapat menimbulkan penyakit tertentu. Peranan karbohidrat, protein dan lemak sebagai makro nutrisi tidak tergantikan oleh vitamin, mineral dan air sebagai mikro nutrisi. Keseimbangan kedua elemen nutrisi ini sangat diperlukan demi menunjang me
dr. AA Ari A Kayika, Sp.,KK.
tabolisme tubuh serta mencegah timbulnya penyakit,” paparnya. Nutrisi yang diperlukan kulit meliputi vitamin dan mineral. Diantaranya adalah vitamin A yang banyak didapatkan dari sumber hewan terutama minyak ikan, susu, keju, mentega dan telur. Vitamin A ini, diperlukan untuk pemeliharaan kesehatan kulit, kekurangan vitamin A da pat menimbulkan kekambuhan jerawat, gangguan gusi dan gigi serta pertumbuhan anak yang terhambat. Vitamin lainnya yang menun jang kesehatan kulit adalah vita min C, banyak dijumpai pada buah - buahan dan sayur berwarna
seperti jeruk, pepaya, strawberi, tomat, danwortel. Namun, vita min C menjadi mudah rusak jika dipanaskan, dan kadarnya akan menurun saat disimpan terlalu lama. Peranan vitamin ini, sebagai antioksidan kuat dan melindungi sel terhadap kerusakan karena radikal bebas. Vitamin C juga mempertahankan dan memben tuk kolagen kulit. Kekurangan vitamin C, akan menjadikan kulit mudah keriput dan terlihat tua. Sementara efek samping dosis tinggi dapat menyebabkan pen umpukan batu ginjal dan mengu rangi kadar tembaga dari tubuh. Untuk pemberian suplemen vitamin ini sebaiknya mintalah persetujuan seorang dokter.
GUNAKAN TABIR SURYA Masih bicara kulit sehat dan Indah. Mengingat Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan paparan sinar matahari cukup tinggi, maka pencegahan terhadap paparan sinar ma tahari ini sangat dianjurkan demi kesehatan kulit. Terlebih, sinar matahari mengaktifkan kelenjar minyak dan sel keratin pada permukaan kulit sehingga dapat menutup pori- pori wajah, seh ingga mudah timbul peradangan seperti jerawat. Dokter Kayika mengtakan kalau efek merugikan lainnya yakni berupa kerusakan pada lapisan teratas kulit, seperti mu dah timbul keriputan wajah lebih dini, bintik - bintik hitam tidak teratur pada wajah, leher, dada, dan telapak atas tangan akibat dis tribusi pigmen
tkh/net
tkh/net
yang berlebihan. Kerusakan kulit bagian dalam akan tampak pada kemunduran elastisitas kulit karena rusaknya kolagen dan elastin. Selanjutnya, hilangnya bentuk dan tekstur dari kulit wajah, terjadinya pele baran kapiler pembuluh daerah sehingga wajah tampak lebih mudah kemerahan jika terkena sinar matahari. Efek lanjutan dari paparan sinar matahari juga dapat menimbulkan kanker kulit dalam jangka waktu yang lama. Untuk itu, sangat dianjurkan pemakaian tabir surya yang memiliki SPF baik saat terpapar sinar matahari secara langsung maupun tidak langsung. Sinar ultraviolet A memiliki kemampuan lebih dalam masuk lapisan jaringan kulit dan meru sak serat kolagen dan elastin, menyebabkan kerusakan dan penuaan lebih cepat. Sedangkan ultraviolet B memberikan efek kemerahan dan terbakar pada permukaan kulit. “Sangat dian jurkan menggunakan tabir surya yang menggabungkan bahan anti ultraviolet A dan anti ultraviolet B,” tandasnya. Selanjutnya dikatakan bahwa merawat wajah saja tidaklah cukup, penampilan menjadi lebih sempurna ketika tangan tam pak halus dan lem
but. Untuk ini, gunakanlah air hangat dan sabun yamng memi liki kandungan pelembab tinggi. Untuk membersihkan tangan, keringkan dengan handuk halus dan tidak diperbolehkan meng gosok dengan keras. jangan lupa menggunakan pelembab sebelum tidur. Berikutnya dokter Kayika membagikan informasi mengenai berberapa langkah untuk menjaga pola makan kita tetap sehat, seh ingga nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kita akan bekerja secara optimal diantaranya dengan : l Membatasi diri mengon sumsi gula berlebihan, sebab hal ini akan membuat timbunan le mak pada bagian tubuh tertentu, sehingga tubuh menjadi tidak proposional. l Hindari merokok karena memudahkan kulit menjadi lebih tua dari usia sebenarnya. l Konsumsi suplemen ma kanan sesuai petunjuk dokter untuk memaksimalkan nutri yang baik masuk ke dalam tubuh dan meningkatkan proses keluarnya racun dari dalam tubuh. Makanan yang bermanfaat untuk tubuh akan mengurangi risiko terkena penyakit. lTubuh yang sehat akan ter cermin dari wajah yg sehat, segar, dan penampilan menjadi prima. – Sri Ardhini
Bugar
Edisi 896/ 11 -17 april 2016
11
Menstruasi saat Hamil, Mungkinkah? Banyak wanita yang mengira masih mendapatkan menstruasi meskipun sudah hamil menurut tes kehamilan. Mung kinkah hal itu terjadi?
dr. IGA Sri Darmayani, Sp.OG,
M
enurut dosen Fakultas Kedok teran Unud, dr. IGA Sri Darma yani, Sp.OG, secara ilmiah, men struasi saat hamil tidak mungkin terjadi karena pendarahan saat haid dan pendarahan yang terjadi saat hamil adalah dua kondisi yang berbeda. “Menstruasi terjadi karena lapisan rahim (endome trium) yang dipersiapkan untuk menerima embrio hasil pembua han dilepas oleh tubuh. Lapisan endometrium tersebut dilepaskan karena tidak terjadi kehamilan,” kata dokter yang praktik di Apotik Kimia Farma Pattimura, RSIA Puri Bunda, dan RSAD Udayana ini. Jika terjadi kehamilan, maka lapisan rahim itu akan dipertahan kan guna mendukung pertum buhan janin. Oleh karena itu, bercak atau perdarahan yang terjadi bukan disebabkan oleh menstruasi. Mengeluarkan darah saat hamil merupakan kondisi yang umum menimpa para ibu hamil. Sekitar 2 dari 10 wanita dilaporkan pernah mengeluarkan darah dari vagina saat sedang hamil. Pendarahan yang terjadi bisa berupa bercak darah/flek atau darah cair. Hal ini terutama terjadi saat trimester pertama masa kehamilan. Ia mengatakan, perdarahan vagina selama kehamilan memiliki banyak penyebab. Sebagian bisa berarti serius, namun banyak juga
yang tidak perlu dikhawatirkan. “Sekitar 25-30% wanita hamil mengalami perdarahan pada awal kehamilan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :implantasi embrio, kehamilan ektopik, keguguran, atau sebab lain,” ujarnya. Menurutnya, pada sekitar 2-5 hari setelah pembuahan, sel telur yang telah dibuahi (embrio) akan mengimplantasi (melekatkan diri) ke dinding rahim. Selama proses ini, mungkin terjadi per darahan dan ini adalah kondisi normal. “Sekitar sepertiga dari wanita hamil mengalaminya. Perdarahan implan tasi biasanya ringan dengan warna merah muda atau kecoklatan dan hanya berlangsung beberapa hari sampai implantasi sukses pada hari ke 5-10 setelah pembuahan. Umum nya keadaan ini tidak perlu dikhawatirkan dan akan berhenti de ngan sendirinya,” kata dr. Sri Darmayani. Namun, keluarnya darah dapat juga disebabk an oleh ke hamilan ektopik atau hamil di luar rahim. Ini merupakan keadaan yang berbahaya, di mana telur yang telah dibuahi kemudian ber implantasi/melekatkan diri di luar rahim dan sering terjadi di tuba falopi. Jika embrio ini tumbuh dan berkem bang, maka tuba falopi ini dapat pecah dan dapat menyebabkan terjadinya pendarahan yang dapat mengan cam jiwa. Gejala yang umum terjadi adalah rasa nyeri dan juga pendarahan. Menurut nya, keadaan ini harus segera ditangani. Sebagian besar darah yang keluar pada hamilan trimester I merupakan pertanda terjadinya abortus im
minens atau ancaman keguguran. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh tidak berkembangnya janin (blighted ovum). Keguguran pada kebanyakan kasus dimulai dengan perdarahan ringan. Jika proses keguguran berlanjut, kehilangan darah bertambah parah dan disertai nyeri kram di bawah perut yang sakitnya melebihi nyeri menstruasi. Hal itu karena otot rahim berkontraksi untuk melepaskan embrio dan jaring an rahim. Perdarahan mungkin terlihat disertai gumpalan atau massa jaringan. Ia mengatakan, kebanyakan wanita hamil yang mengalami perdarahan ringan dapat melanjutkan kehamilannya. Namun, sekitar setengah dari mereka yang mengalami per
darahan ringan kemudian menjadi lebih berat dan berakhir dengan keguguran. Selain pada trimester per tama kehamilan, pendarahan pervaginam yang bisa disangka se bagai haid tapi hamil, bisa juga ter jadi pada trimester 2 atau trimes ter 3. Perdarahan ini disebabkan oleh plasenta previa yaitu suatu keadaan dimana plasenta berada bagian bawah rahim dan solusio plasenta, yaitu plasenta terlepas dari dinding rahim. Pendarahan dapat juga merupakan tandatanda awal persalinan. Kondisi ini ditandai dengan keluarnya lendir dari leher rahim yang bisa berupa gumpalan atau bercak darah. Selain itu, perdarahan juga bisa disebabkan oleh hal-hal lain
seperti, trauma atau robekan pada dinding vagina, infeksi, hubungan seks. Pada awal kehamilan, leher rahim mengalami perubahan akan terjadi peningkatan aliran darah. Serviks menjadi lebih mudah meradang oleh hubungan seks, pemeriksaan panggul, dan trauma lainnya. Salah satu penyebab yang umum adalah adanya ektropion serviks, polip serviks. Ia menegaskan, haid tapi hamil adalah suatu kondisi yang secara medis tidak mungkin terjadi, maka ibu hamil harus waspada jika mengalami pendarahan. “Dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan USG, pemeriksaan vagina untuk mengetahui pe nyebabnya,” katanya. –Wirati Astiti
10
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Harus Pintar Baca Air
Kehidupan para nelayan memang menarik untuk disimak. Risiko tinggi di tengah lautan menjadi dilema, karena di sisi lain, melaut menjadi tumpuan mereka untuk menyambung hidup. “Saya jadi nelayan, karena tidak dapat kerjaan lain,” ungkap Ketut Sukarja (43) yang 10 tahun terakhir menggantungkan hidup keluarganya dari hasil melaut.
K
etua Kelompok (Nelayan) Usaha Bersama Minah Sari Ayu, Sanur Kaja ini mengisahkan, ia bukanlah dari keluarga nelayan. Namun dari dulu ia sudah akrab dengan kehidupan pantai. Menjadi sopir truk, ngantar-ngantar tamu, sampai tukang selam untuk menembak ikan, pernah ia lakoni. Dan, akhirnya profesi nelayan inilah yang ia geluti untuk menafkahi keluarga. Ayah tiga anak ini tak menampik jika profesi nelayan sangat
tinggi risikonya. Tapi mau bagaimana lagi, inilah satu-satunya pekerjaan yang bisa ia lakukan. Karena itu, ia selalu mewantiwanti anak-anaknya untuk tidak menjadi nelayan. Sesekali jika mereka ingin ikut memancing, Sukarja akan mengajaknya. “Memang semua pekerjaan ada risikonya. Makanya kami harus pintar-pintar membaca air dan gejala alam. Kalau cuaca ekstrem, kami tidak akan memaksakan melaut ke tengah laut. Paling banter kami menangkap ikan di dekat pesisir memakai jaring,” tuturnya.
Tentu risiko kecil akan diikuti dengan hasil yang minim pula. Demikian halnya dengan menangkap ikan dengan jaring, paling banter ikan yang didapat ikan yang kecil-kecil sejenis lemuru, seperti pisisl, bangku, lemuru, laying-layang, pelagis, dan ikan kecil lainnya. “Ikan lemuru hanya bisa kami jual Rp 10 ribu per kilo gram. Memang biasanya langsung habis di dibeli konsumen di pantai,
Beachwalk Hadirkan Be You (tiful) Pa d a A p r i l 2 0 1 6 i n i Beachwalk mengangkat tema perempuan yakni “Be You (tiful)”. Beachwalk mengadakan berbagai macam kegiatan yang menarik berkaitan dengan perempuan, kecantikan dan keluarga. Dalam rangka menyambut Hari Kartini, Beachwalk dan D’Event81 mengadakan “Inspiring Beauty” pada tanggal 21 April – 1 Mei 2016. Pengunjung dapat menikmati berbagai macam acara pada “Inspiring Beauty” yakni Kartini fashion show, eksebisi, demo make up, talk show, yoga, zumba, pilates di Fountain Stage level 1. Selain itu, terdapat penampilan live jazz dan bazar di Garden Pod yang dapat dinikmati pengunjung sembari menyaksikan matahari terbenam. Pengunjung juga dapat melihat dan berfoto hasil karya dari Susan Budihardjo yang mengadakan Creative Mannequin Display. Susan Budihardjo dikenal sebagai salah satu senior di dunia Fashion di Indonesia. Pengunjung mancanegara dan domestik dapat melihat serta mempelajari secara langsung budaya bali melalui “Bali Culture Festival” bekerja sama dengan SIP, D’event81 dan Cybergroove. Acara ini diadakan tiap akhir pekan pada tanggal 8 April – 10 April 2016 dan 15 April – 17 April 2016. Pada Bali Culture Festivals pengunjung dapat menikmati berbagai macam acara menarik seperti eksebisi, tarian tradisional bali sekaligus dapat mempelajari gerakannya, belajar membuat canang, dan belajar bagaimana memainkan musik tradisional Bali.
“Beachwalk mengadakan program Lucky Seven bagi para pengunjung ber-KTP Bali. Setiap kali pengunjung ber-KTP Bali berbelanja minimal Rp 100,000 dalam sehari dapat mengunjungi Customer Service di level 1 dan menukarkan nota belanja, akan mendapat stempel dan hadiah langsung berupa voucher restaurant atau parkir gratis di Beachwalk. Apabila sudah mengumpulkan stempel sebanyak empat kali di hari kerja dan tiga kali hari libur atau weekend dalam sebulan akan mendapatkan persembahan special dari Beachwalk,” ungkap Syama Sara Jini Devi Dasi, Marketing Communications Beachwalk Shopping Center Pengunjung Beachwalk juga
berkesempatan untuk mendapatkan berbagai macam hadiah atau voucher SHOP & WIN April. Para pengunjung dapat mengunjungi Customer Service di level 1 dan langsung menukarkan nota belanja mereka senilai minimal Rp 500.000 (1 nota belanja) dengan mendapatkan hadiah langsung seperti voucher makan atau voucher gratis parking dari Beachwalk. Para pengunjung yang berbelanja minimal Rp 2.000.000 dengan memperlihatkan nota belanja (maksimal 2 nota belanja) akan berkesempatan untuk mendapatkan menginap 2 malam di Deluxe Room Holiday Inn Express Bali Raya Kuta dan voucher belanja, voucher restoran dan masih banyak lagi. Beachwalk Shopping Center memiliki arsitektur yang terbuka dan menarik dengan perpaduan segarnya air dan sejuknya tanaman yang menjadikan Beachwalk Shopping Center sebagai oasis di area Kuta. Sukses sebagai shortlist di World Achitecture Festival 2013 di Singapura, Beachwalk Shopping Center semakin menjadi tempat paling diminati di daerah Kuta. Selain itu Beachwalk Shopping Center hadir sebagai pusat perbelanjaan lengkap dengan perpaduan toko-toko ritel menengah ke atas, ritel yang menawarkan berbagai produk kreatif lokal, dan restoran dan kafe internasional maupun lokal. Kelengkapan penawaran belanja dan berbagai acara internasional dan kultural menjadikan Beachwalk Shopping Center sebagai tempat yang harus dikunjungi di Bali. -rls
belum sampai keluar Sementara, jika melaut hingga ke tengah laut, hasilnya lumayan. Karena jenis ikan yang didapat besar-besar seperti kakap merah dan kerapu, dan hasil jualnya pun tinggi. Sukarja menyebut pantai dekat Pulau Nusa memiliki ikan yang bagus-bagus, namun medannya cukup berat. Ia dan nelayan lain umumnya bertolak dari pantai Sanur pukul 11 siang dan akan
Mozaik kembali pagi keesokan harinya. Perjalanan yang ditempuh ke tengah laut tersebut memakan waktu 2,5 jam. “Biasanya ikan mulai banyak keluar saat sore ketika matahari akan tenggelam, malam sampai paginya,” kisahnya. Karena itu sebelum melaut yang biasanya ditemani seorang ABK, Sukarja sudah mempersiapkan diri dengan perbekalan makanan, jas hujan, umpan, dan boks sterofoam berisi es. Sekali melaut dengan jarak jauh, paling tidak harus mengeluarkan modal Rp 600 ribu. Rata-rata ia bisa menjual hasil tangkapannya melaut Rp 2,5 juta kotor per hari. “Dulu pernah sampai Rp 9 juta dapat jualan, namun pernah juga norok. Hasilnya tidak tentu,” ucapnya. Kelompok Nelayan Mina Sari Asih yang diketuainya ini beranggotakan 40 orang. Setengahnya memiliki perahu sendiri, dan kurang lebih setengahnya pula memang benar-benar nelayan asli seperti dirinya. Dalam artian, memang menggantungkan hidup dari profesi nelayan. Sebagian dari anggotanya ini adalah juga memiliki pekerjaan lain, seperti guide freelance. Jadi ketika tak ada pekerjaan mengantar tamu, mereka ikut melaut. –Inten Indrawati
Penghargaan Booking.com
Booking.com memberikan penghargaan Award of Excellence, kepada The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung. Award of Excellence diberikan oleh Booking.com setiap tahun. Prestasi ini diukur selama setahun lalu keseluruhan skor ulasan tamu yang menginap di The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung. Untuk menerima penghargaan, The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung sebagai mitra dari Booking.com harus memiliki rata-rata ulasan dari 8 atau lebih tinggi. Semua ulasan tamu Booking.com adalah dari 14 bulan terakhir dan ditulis oleh tamu setelah mereka tinggal di hotel tersebut. Ulasan tamu Booking.com ini tidak pernah diedit dengan cara apapun. Namun, ulasan yang mengandung hal tak senonoh, dan atau pernyataan politik, agama, dan rasis tidak ditampilkan. Penghargaan ini diberikan kepada The ONE Legian yang menawarkan New Urban Concept Lifestyle The ONE Legian. Dengan menerapkan konsep ini, The ONE Legian telah membuktikan konsistensi layanan yang luar biasa untuk setiap pelanggan baik dari sistem reservasi dan layanan hospitality. Hal yang sama dicapai Hotel Vila Lumbung yang dikelola oleh The ONE Legian sejak Januari 2014. Sejak periode ini, manajemen baru telah berkomitmen untuk membawa suasana klasik layanan Hotel Bali dengan Best Green Hotel Ambience yang benar-benar implementasi Tri Hita Karana. Penghargaan ini juga bukti bahwa Hotel Vila Lumbung juga menerapkan layanan perhotelan yang sama dengan The ONE Legian terutama dalam memfasilitasi layanan yang luar biasa dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan. “Kami sangat bangga The One Legian dan Hotel Vila Lumbung secara konsisten memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. Penghargaan yang diberikan booking.com adalah pengakuan dari komitmen kami bersama untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada tamu,” ujar Dewi Mas, General Manager The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung Advisor. -rls
Style
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Gaya Sarung Adalah biasa jika selama ini para wanita tampil gaya dengan beragam style. Akan menjadi istimewa jika gaya yang memancarkan kekuatan Nusantara berikut khusus dipersembahkan bagi para pria agar bisa tampil beda.
D
i sini, Dwi Iskandar, Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Denpasar, memilihkan beberapa koleksinya yang unik ini, dengan tujuan bisa menjadi seperti yang sering diucapkannya “ sarung is my denim” untuk bisa dilihat ataupun menjadi inspirasi para penggemar mode. Beberapa waktu lalu, Dwi sempat mengatakan kalau mengenakan sarung bakal menjadi salah satu tren, bukan hanya dikalangan wanita tapi juga pria.
Apalagi bahan sarung kini penampilannya semakin inovatif dan kreatif sehingga semakin banyak digunakan di berbagai ajang fashion. Berikut pemilik label Dwico ini memberikan serangkaian pilihan model busana pria, hasil paduan tenun dan sarung yang siap pakai untuk kegiatan sehari-hari, seperti jalanjalan atau di berbagai ke sempatan non formal dan semi formal lainnya. -Sri Ardhini
15
16
Edukasi
Edisi 896/ 11 - 17 april 2016
Seimbangkan Hak dan Kewajiban Anak Anak sebagai aset bangsa harus dijaga dari segi pendidikan baik formal maupun nonformal. Menjerumuskan seorang anak berarti sama dengan menjerumuskan suatu bangsa. Hal tersebut disampakai oleh ini siator Forum Peduli Perempuan dan Anak Buleleng I Wayan Sudira.
S
udira tidak menampik bahwa tindak kriminal yang terjadi di Buleleng baik itu kenakalan remaja, kekerasan maupun pelecehan sosial dilakukan oleh anak-anak dibawah umur. Berdirinya Forum Peduli Perempuan dan Anak Buleleng didasari oleh keinginan bersinergi dengan pihak polisi untuk melakukan pendampingan terhadap anakanak yang bersentuhan dengan hukum. Sebagai cikal bakal penerus bangsa, Sudira mengungkapkan anak tidak hanya dimiliki oleh orangtua tetapi dimiliki oleh negara sehingga pengawasan terhadap anak tidak hanya dilakukan oleh pihak orangtua. “Maka dari itu kita juga harus ikut memantau tumbuh kembang dari anak
tersebut,” tambahnya. Meskipun demikian, pendidikan yang diberikan oleh orangtua di lingkungan keluarga adalah yang utama. “Selain pendidikan formal, anak juga perlu pendidikan nonformal yang didapat dari keluarga atau masyarakat,” sambung pria asal desa Gitgit kecamatan Sukasada tersebut. Kadang kala budi pekerti yang baik sering dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak baik sehingga tidak menutup kemungkinan anak-anak akan meniru apa yang tidak baik tersebut. Ada beberapa hal yang harus diterapkan oleh orangtua untuk dapat mendidik anak-anak agar memiliki pekerti yang luhur. Orangtua harus menjadi anutan bagi sang anak. “Contoh kecilnya, jika orangtua sudah berpakaian yang sopan maka otomatis anak
akan sungkan kepadanya,” lanjut pria yang ikut dalam anggota PPLB (Pemuda Peduli Lingkungan Bali) tersebut. Sudira juga mengatakan bahwa anak usia sekolah dasar akan menerapkan pola tingkah laku sosial pertama kali. “Anak akan mulai berinteraksi dengan kawan mainnya serta lingkungannya,” tambahnya. Pada usia inilah anak akan membentuk karakter masing-masing dan cenderung karakter sejak kecil akan dibawa hingga dewasa. Oleh sebab itu, karakter anak sejak usia dini harus benar-benar dibentuk menjadi anak yang berbudi pekerti. Selain itu orangtua juga harus bisa memberi sekat sayang yang harus diberikan kepada anak. “Kalau sayang yang dimaksud untuk memfasilitasi belajar ya harus dipenuhi tetapi ada juga sayang yang harus dipangkas,” tambah pria kelahiran 5 Juni tersebut. Ketika anak sudah mendapatkan hak baik itu kasih sayang maka anak juga harus menyadari kewajiban baik itu belajar ataupun menghormati orang tuanya. Jangan sampai hak yang diberikan kepada anak melalui kasih sayang berlebih membuat anak melupakan kewajiban. Begitu juga sebaliknya,
K
Sudira dan Perbekel Gitgit
orangtua sebagai fungsi kontrol jangan hanya menuntut anak menjadi apa yang diinginkan. Hal tersebut akan berjalan dengan baik jika ada komunikasi yang baik antara orangtua dan anak itu sendiri. “Zaman sekarang orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan, sehingga waktu bersama anak berkurang,” tambah Wayan Sudira didampingi Prebekel Desa Gitgit I Putu Wardana. .Sebagai orang yang peduli terhadap perkembangan anak,
Wayan Sudira bersama pihak kepolisian bekerja sama melakukan giat malam di seputaran kota Singaraja. Giat malam ini menyasar tempat-tempat nongkrong anak muda. “Anak-anak yang masih berkeliaran di atas jam 10 malam akan dibawa ke Polsek dan dilakukan pembinaan. Selanjutnya akan dikembalikan kepada orangtua,” imbuhnya. Hal ini bertujuan untuk menekan tindak-tindak kriminal yang dilakukan oleh anak di bawah umur. –Wiwin
“ ujar Gusti Ngurah Mangku Astika, pemangku di Pura Ulun Kulkul. Karena sebagai salah satu dari bagian dari Catur Loka Pala, maka Pura Ulun Kulkul terletak di Barat yang mana merupakan stana Ida Bhatara Mahadewa. Sedangkan tiga lainnya, Pura Gelap sebagai stana Ida Bhatara Iswara berada di Timur, Pura Batu Madeg stana Ida Bhatara Wisnu berada di Utara, dan di sebelah selatan Pura Kiduling Kreteg sebagai stana Ida Bhatara Brahma. Pura Ulun Kulkul memiliki sebuah tempat kulkul yang berhiaskan serba jenar (kuning). Warna yang serba kuning ini merupakan simbolis dari manifestasi Dewa Mahadewa. Kulkul yang ditempatkan di Bale Kulkul ini memiliki panjang sekitar 2 meter, konon menurut cerita orang tua, bahwa kulkul ini seperti dikeramatkan. Kulkulnya sendiri berbahan kayu silingui, yang sudah kian langka tumbuh.
Sebagai fungsi dari kulkul yang merupakan alat komunikasi, justru kulkul yang berada di Pura Ulun Kulkul ini malah tidak pernah dipukul. Gusti Ngurah Mangku Astika menceritakan tidak ada yang berani memukul kulkul ini. Meskipun tidak pernah dipukul, namun di permukaan kulkul tersebut menandakan bahwa pernah dipukul. “Kulkul ini tidak pernah dipukul, akan bersuara ketika ada gejala peringatan dari alam, seperti pertanda akan kejadian luar biasa, seperti wabah atau penyakit. Masyarakat banyak meyakini suara bisa keluar dari wilayah Besakih bahkan bisa keluar Bali, “ujar Mangku Astika. Di dalam areal Pura Ulun Kulkul terdapat pelinggih utama sebagai pemujaan Bhatara Mahadewa adalah di pelinggih Gedong Sari. Pelinggih ini berbentuk segi empat beratap ijuk agak meruncing. Selain memiliki fungsi utama dari Pura Ulun Kulkul sebagai pemujaan Tuhan dalam manifestasinya se-
ategori terindikasi nakal ini adalah anak-anak yang suka membuat keonaran dan sudah tidak bisa diatur dari pihak keluarga maupun masyarakat. “Biasanya Kepala Desa yang akan memberitahukan kepada pihak kepolisan, karena masih dibawah umur maka akan diserahkan kepada kami,” ungkapnya. Jenis kenakalan yang dilakukan pun tidak sama. “Ada yang suka mencuri namun tidak dalam jumlah besar, ada yang mabukmabukan atau yang sering meresahkan di lingkungan masyarakatnya,” imbuh Kadinsos Kabupaten Buleleng tersebut. Jika dibiarkan pihaknya takut hal
tersebut akan berkembang dan menjadi keresahan bagi masyarakat luas. Pihaknya menangani dengan berbagai strategi untuk daerah-daerah yang memiliki anak-anak yang terindikasi nakal, yaitu dengan jalan pembinaan, pelatihan dan pendampingan. Tahun ini ada tiga daerah di Buleleng yang menjadi anak binaan dari Dinsos Kabupaten Buleleng yaitu desa Naga Sepeha, Alasangker, dan Beratan. “Setiap tahun kami programkan dan setelah ada data kami turun ke lapangan,” tambahnya. Pembinaan dilakukan agar anak-anak yang terindikasi nakal tersebut tidak mengulang kesalahan dan menyadari kesalahan yang dibuat.
bagi Dewa Mahadewa, Pura Ulun Kulkul juga berfungsi sebagai Pura untuk memohon keselamatan “ Sarwa Mule”. Sarwa Mule yang dimaksud adalah barang – barang berharga seperti emas, permata, dan batu-batu alam yang diyakini memiliki tuah spiritual. Barang-barang yang berharga itu disucikan dengan tirta Pura Ulun Kulkul, diyakini pencuri yang akan mencuri barang itu akan menjadi takut dan jika berani mencuri akan kena “pastu” atau kutukan yang bersifat niskala. “Dahulu jika ada warga masyarakat
yang dicurigai melakukan kesalahan tapi tidak mengakuinya, maka di Pura Ulun Kulkul inilah diselenggarakan upacara ‘’penyumpahan’’ atau melakukan sumpah. Bagi mereka yang berbuat jahat namun mengaku benar akan terbukti dari sumpah tersebut, “ ungkap Mangku Astika. Jika Anda, datang disaat acara Pioadalan Bhatara Turun Kabeh yang dilaksanakan di Pura Besakih akan nampak beberapa umat yang menghaturkan sesaji di Pura Ulun Kulkul. Apabila cuaca sedang bagus, keagungan dari Gunung Agung akan nampak jelas dari areal Pura Ulun Kulkul. Anda pun akan beruntung menyaksikan momen yang berlangsung setahun sekali yang didatangi ribuan umat dalam setiap harinya selama Piodalan di Pura Besakih berlangsung. Piodalan di Pura ini jatuh pada hari Saniscara Kliwon Kuningan atau tepat pada hari Raya Kuningan. Pemugaran Pura Ulun Kulkul pernah dilaksanakan dua tahap, pertama di bulan Oktober 1985 sampai 1986, selanjutanya tahap kedua dilaksanakan pada bulan Juli 1991 sampai Agustus 1992. -Eka Juni
Strategi pelatihan dilakukan agar anak-anak tersebut memiliki ketrampilan sehingga jika sudah ada ketrampilan maka mereka akan punya kesibukan. Diharapkan ditengah-tengah kesibukan itulah mereka tidak akan melakukan hal-hal negatif lagi. “Tahun ini untuk desa Naga Sepaha kami bagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pembuat perak dan peternak babi,” ungkap Gede Komang. Mereka akan dilatih beberapa hari sebelum diberikan modal dalam bentuk alat-alat dan bahan baku untuk perajin perak sedangkan dua ekor bibit babi bagi peternak babi. Dalam upaya pelatihan, Dinsos tidak bekerja sendiri namun turut menggandeng Diskoperindag dan pihak kepolisian untuk bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing. “Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan bagi anak-anak tersebut, jangan sampai babi yang seharusnya diberi makan tiga kali malah dikasi makan cuma sekali,” lanjutnya. Strategi pendampingan bertujuan
Bentuk Satgas Sosial
Pos pantau pada awal pembentukan Satgas Sosial Kota Mataram
Hulunya Kulkul di Seluruh Bali
Edisi 896/11 - 17 april 2016
Kesulitan Tim Pendamping Buleleng sebagai kabupaten yang memiliki sembilan kecamatan tentu memiliki banyak problematika kehidup an. Salah satunya adalah permasalahan tentang anak terindikasi nakal. “Kalau anak jalanan atau eks pemintaminta kita tidak punya, yang benar-benar nakal juga tidak ada, namun yang terindikasi nakal ada dari ke polisian,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng Drs. Gede Komang, M.Si.
Pura Ulun Kulkul
Pura Ulun Kulkul berada di kawasan Pura Besakih yang berlandaskan konsepsi Catur Loka Pala. Catur Loka Pala merupakan empat Pura yang mengitari Padma Tiga yang berada di Penataran Agung Besakih, mengikuti mata angin sebagai penghubung. Untuk yang pertama kali datang, tentu akan bingung karena banyak sekali Pura yang ada di kawasan Pura Besakih. Pura Ulun Kulkul dipercaya kulkul (kentongan) tertua di Bali yang berumur ratusan tahun. Pada mulanya tempat ini bukanlah Pura, tapi hanya tempat kulkul biasa. Oleh Raja Sri Kesari Warmadewa kemudian dibangun Pura ini pada tahun Icaka 835. Raja meyakini pura ini sebagai tempat melahirkan sebuah keadilan. Masyarakat desa adat di Bali kebanyakan datang kesini meminta sebuah Pasupati sehingga kulkul yang digunakan lebih memiliki taksu. “Pura Ulun Kulkul merupakan manifestasi sebagai Dewa Mahadewa. Jika ada salah satu desa pakraman membuat lulkul yang baru, maka mereka akan nunas tirta di Pura Ulun Kulkul agar kulkulnya metaksu,
Sudut Pandang
Beberapa tahun lalu, anak-anak jalanan sempat ramai di Kota Mataram. Di perempatan lampu merah yang ada di Kota Mataram, hampir pasti selalu terlihat ada anak jalanan yang menengadah tangan memintaminta pada pengendara yang melintas di jalanan. Tanpa peduli akan keselamatannya, mereka asyik bermain bahkan berlarian di tengah seliweran kendaraan yang berpacu dengan waktu. Itulah potret anak jalanan dengan berbagai persoalan yang mendorong mereka turun ke jalan meminta-minta. Menyikapi hal tersebut, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Mataram, berupaya mencarikan solusi terbaik bagi mereka. Data yang disampaikan oleh Kepala Dinsosnakertrans Kota Mataram, Ashanul Khalik mencatat pada tahun 2013 lalu ada 63 orang asli warga Kota Mataram yang menjadi anak jalanan atau orang dewasa yang meminta-minta. Terdapat 82 orang yang berasal dari luar Kota Mataram. Tahun 2014 data ini turun menjadi 3 orang warga asli Kota Mataram dan 12 orang dari luar Kota Mataram. “Sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang tidak ada lagi anak jalanan. Hanya saja terkadang muncul beberapa anak jalanan pada waktu-waktu tertentu di perempatan Airlangga misalnya. Mereka yang muncul ini merupakan anak-anak asli dari lingkungan Gomong Mataram. Mereka turun ke jalan memang disuruh oleh orang tuanya untuk meminta-minta,” ungkap Ashanul Khalik. Terus menurunnya jumlah anak
jalanan di Kota Mataram bahkan sampai tidak ada lagi yang berkeliaran di jalanan hingga saat ini, adalah hasil kerja keras Dinsosnakertrans Kota Mataram dalam menanganinya. Menurut Ashanul, sejak pertengahan tahun 2013 Dinsosnakertrans Kota Mataram telah membentuk Satgas Sosial yang bertugas di samping sebagai SDM kesiapsiagaan bencana, juga tugas pokoknya adalah melaksanakan patroli penertiban anak jalanan, gepeng dan anak punk. “Patroli penertiban terus dilakukan mulai jam 07.00 wita sampai jam 22.00 wita yang dibagi dalam 3 shift kelompok piket. Yang utama dilakukan
9
untuk mengamankan dana berupa barang yang sudah digelontorkan akan tidak disalahgunakan. Bantuan-bantuan yang sudah diberikan oleh Dinsos wajib dikembalikan apabila anak-anak tersebut tidak mampu menjaga atau mengembangkan usaha ternak babi atau kerajinan perak. “Ini gunanya pendampingan untuk mengetahui perkembangan mereka. Jangan sampai babi yang sudah siap guling tahutahu dipotong dipakai metuak-an,” ungkapnya. Jika memang sudah siap dijual maka harus dibelikan bibit yang baru lagi. hal ini diharapkan dapat menyibukkan sehingga mereka lupa untuk berbuat yang macam-macam. Tidak sampai di situ, pihaknya juga sering menampilkan hasil karya dari anak-anak tersebut dalam sebuah pameran dan di tahun 2015 lalu ketrampilan membuat bokor dilakukan di desa Menyali. Drs. Gede Komang, M.Si didampingi Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial Dra. Yanti Rohayati, dan Kasi Rehabilitasi Penyandang Cacat Maman Wahyudi,
S.Sos. mengungkapkan bahwa sebagian besar latar belakang anak-anak tersebut berbuat nakal karena broken home. “Bapaknya ada ibunya yang meninggal ini yang membuat anak itu kurang perhatian,” ucapnya. Sejauh ini program yang dilakukan Dinsos terkendala oleh terbatasnya tim pendamping. “Namanya berkegiatan ya harus ada reward namun untuk cari orang-orang yang berjiwa sosial masih sangat susah,” tandasnya. -Wiwin
juga adalah pendekatan rutin dalam bentuk home visite ke rumah-rumah anak jalanan, gepeng dan lainnya oleh petugas sosial masyarakat dan pejabat struktural dinas dan juga pembinaan ekönomi keluarga mereka melalui Kube (kelompok usaha bersama),” ujarnya. Ada juga anak-anak yang diajari beternak itik bagi yang tinggal di pinggiran Kota Mataram. Di samping itu bersama Dinas PU & Badan Pemberdayaan Masyarakat, rumah mereka ini juga mendapat bantuan perbaikan rumah tidak layak huni. Bagi mereka yang putus sekolah, pada tahun 2015 lalu, Dinsosnakertrans Kota Mataram mengembalikannya ke sekolah. “Tahun 2015 lalu kami mengembalikan 90 orang anak putus sekolah ke bangku sekolah jenjang
SMU/SMK/MA & SMP/MTS, di antara mereka ada 25 orang anak jalanan,” ungkap Ashanul yang mengaku mendapat banyak kendala saat memulai kegiatan sosial ini. Kendala yang dihadapi pada awal pembentukan satgas adalah pada persoalan prilaku dan kebiasaan anak jalanan. Mereka sudah terbiasa mendapatkan uang dengan cara mudah, begitu juga dengan orangtua mereka. Sehingga mereka selalu coba-coba untuk kembali keluar dan turun kembali ke jalan. “Kami lawan dengan tetap konsisten berpatroli penertiban yang dilakukan oleh Satgas Sosial. Selain itu kami barengi dengan pembinaan dan pemberdayaan terhadap mereka,” katanya. Hasilnya, secara umum Kota Mataram bebas dari anak jalanan. -Naniek I. Taufan
Drs. Gede Komang, M.Si
Gandeng Pihak yang Peduli Anak Ketika sebuah kota memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak, ada komitmen yang terintegrasi antara pemerintah, masyarakat juga dunia usaha yang secara holistik terencana dan berkelanjutan pada setiap kebijakan, program serta kegiatannya. Hal ini demi menjamin terpenuhinya hak anak agar kota tersebut bisa disebut Kota Layak Anak. Denpasar saat ini tercatat sebagai Kota Layak Anak kategori Nindya. Demikian disampaikan Ketua Umum APSAI Kota Denpasar, Ni Wayan Sri Sutari, S.P.,M.P. Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Atau Indonesian Association Of Child Friendly Companies (IACFC). Kota Denpasar yang beranggotakan perusahaan-perusahaan dengan misi dan visi yang sama terhadap anak, yang ada di lingkungan Kota Denpasar ini, secara perlahan terus meningkatkan langkahlangkah kecilnya untuk kepentingan para calon generasi muda kita terus lebih baik dan lebih maju kedepannya.. Mengingat juga semangat dan komitmen yang ditaburkan oleh Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra yang terus melakukan sinergi dengan berbagai pihak yang peduli anak. Mulai dari Dinas BP- KP Kota Denpasar, P2TP2A, Forum Anak Kota Denpasar, dan LSM yang peduli anak hingga tak ketinggalan setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) wajib membuat program untuk anak-anak. APSAI dalam rangka mendukung komitmen pemerintah Kota Denpasar akan terus memperjuangkan hak-hak anak melalui langkah 3 P. P yang pertama adalah policy (kebijakan) bagaimana perusahaan membuat kebijakan untuk karyawan seperti menyediakan ruang menyusui serta ruang bermain anak. P kedua, bagaimana pengusaha membuat produk yang
mendidik terutama tontonan yang berpihak pada anak serta P yang terakhir bagaimana membuat program melalui CSR (cooporate sosial responsibility) yang dibutuhkan oleh anak. Sri Sutari pun mengharapkan dukungan dukungan dari semua pihak termasuk para pengusaha dalam mewujudkan hal tersebut. Bicara anak, tak lepas dari dunia pendidikan. Apalagi pendidikan anak saat ini adalah investasi yang luar biasa, sebab di sini bukan hanya investasi material tetapi ada investasi spiritual, intelektual juga emosional. “Kami dari APSAI juga belum lama ini turut memberikan kontribusi kecil salah satunya melalui work shop mengarang di SD Saraswati 6. Tentu masih ada program lainnya yang akan dilaksanakan nanti dan siap serta terbuka bersinergi,” ujarnya seraya mengatakan sedang menyiapkan langkah untuk merintis Sekolah Ramah Anak. Ada enam komponen penting indikator sekolah ramah anak, yakni kebijakan SRA; pelaksanaan kurikulum; pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak-hak anak; sarana dan prasarana SRA; partisipasi anak; dan partisipasi orangtua, lembaga masyarakat, dunia usaha, pemangku kepentingan lainnya, serta alumni. Selanjutnya setiap komponen akan dijabarkan kembali. Misalnya untuk komponen sarana dan prasaran, sekolah yang bersangkutan harus memiliki kapasitas ruangan kelas yang sesuai dengan jumlah murid. Memiliki toilet yang terpisah antara laki-laki dan perempuan dengan rasio yang memadai, mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas, bersih (tidak berbau, tidak berlumut, tidak ada jentik nyamuk), tersedia air bersih, pencahayaan dan ventilasi (30% dari luas lantai serta tersedianya tempat sampah terpilah. Memiliki tempat cuci tangan dengan air bersih yang mengalir. Begitu pula bangunannya aman
dari bencana. Memiliki ruang UKS, ada tempat tidurnya, pelengkapan P3K. “ Kami berharap ada sekolah yang mau menjadi contoh untuk melaksankan program Sekolah Ramah Anak ini secara mandiri, di beberapa bidang tentu kita bisa bersinergi,” harapnya. Sebelumnya, APSAI Denpasar bersinergi dengan instansi terkait dan KBPP, membantu untuk mewujudkan Puskemas Layak Anak. Semua langkah ini bermuara pada upaya memenuhi kebutuhan dan hak anak sehingga mampu menjadikan Denpasar Kota Layak Anak Tahun 2020. –Sri Ardhini
Sri Sutari bersama Apsai Pusat Luhur Budijarso
8
Bunda & Ananda
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Nasib Anak Jalanan
Dimarahi karena Waktu Kerja Dipakai Belajar Anak jalanan masih ditemukan di perkotaan. Menurut Departemen Sosial, anak jalanan adalah anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari di jalanan, baik untuk mencari nafkah atau berkeliaran di jalan dan tempat-tempat umum lainnya Anak jalanan mempunyai ciri-ciri, berusia antara 5 sampai dengan 18 tahun, melakukan kegiatan atau berkeliaran di jalanan, penampilannya kebanyakan kusam dan pakaian tidak terurus, mobilitasnya tinggi.
A
nak jalanan dapat d i k e l o m p o k k a n menjadi dua. Per���� tama, anak jalanan yang hidup di jalanan yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan dan menjadikan jalanan sebagai tempat tinggalnya. Kelompok ini identik dengan hidup mandiri yang memutuskan dan atau lama tidak bertemu dengan orang tua serta tidak mengenyam pendidikan formal (sekolah). Kedua, anak jalanan yang bekerja di jalanan. Anak jalanan tipe ini hanya menghabiskan sebagian waktunya di jalanan untuk bekerja dan setelah selesai mereka akan pulang kembali ke rumah masing-masing dan tidak memiliki hubungan yang teratur dengan orangtuanya. Anak jalanan juga dapat diklasifikasikan berdasarkan asal keluarga, asal wilayah tempat tinggal, hubungan dengan orangtua, dan pola hidup. Berdasarkan asal keluarga, ada anak jalanan dari keluarga asli jalanan. Tipe ini memang sejak kecil sudah biasa dan secara tidak langsung juga diperkenalkan dengan kehidupan jalanan sehingga dalam berkehidupan dan berpenghidupan mereka tidak jauh dari jalanan sebagai pusat kehidupan. Ada anak jalanan bukan dari keluarga asli jalanan. Kelompok ini bukan berasal dari keluarga asli jalanan dan biasanya terjun (bekerja) di jalanan karena faktor ekonomi dan faktor lingkungan (ajakan teman maupun pengaruh lingkungan). Berdasarkan asal wilayah tempat tinggal, ada anak jalanan yang asli berasal dari wilayah jalanan tempat bekerja maupun hidup dan ada anak jalanan yang berasal dari luar wilayah jalanan tempat hidup. Berdasarkan hubungan dengan orang tua, ada anak jalanan yang masih melakukan hubungan rutin dengan orangtua. Kelompok anak jalanan ini biasanya masih memiliki keluarga dan hanya menjadikan jalanan sebagai tempat bekerja untuk membantu mengurangi beban keluarga. Ada juga anak jalanan yang jarang melakukan hubungan dengan orangtua. Kelompok ini meskipun bekerja
Anak jalanan
dan atau hidup di jalanan masih melakukan hubungan dengan orangtua (keluarga) meski dengan frekuensi yang tidak teratur Berdasarkan pola hidup, ada anak jalanan yang menetap dan ada anak jalanan yang berpindahpindah (nomaden). “Keberadaan anak jalanan tidaklah muncul begitu saja tanpa sebab. Umumnya kemunculan anak jalanan disebabkan oleh dua faktor, mikro dan makro. Faktor yang bersifat mikro timbulnya anak jalanan yaitu bersumber dari lingkungan sosial anak, terutama pengaruh problem keluarga (konflik dengan anggota keluarga), lingkungan dan pengaruh teman sebaya. Faktor yang bersifat makro terkait erat dengan kondisi sosio-ekonomi secara struktural yang berhubungan erat dengan pemenuhan dan pola bertahan hidup,” ujar dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ, Ketua Yayasan Lentera Anak Bali. Ia menambahkan faktor yang menyebabkan timbulnya anak jalanan antara lain, kondisi perekonomian keluarga (kemiskinan), perceraian atau kehilangan orangtua, kekerasan keluarga, keterbatasan pendidikan formal, dan eksploitasi ekonomi. “Hampir seluruh anak jalanan di Denpasar. Badung, Gianyar berasal dari keluarga miskin. Sebagian besar dari mereka saat ini berasal dari���� Kecamatan Kubu, Desa Tianyar Tengah dan Desa Munti Gunung. Mereka menyeawa rumah kos yang sangat sederhana berdidinding batako tidak diplester dengan ukuran satu kamar kurang lebih 3x4 meter dihuni rata rata oleh 6 orang anak bercampur dengan dewasa laki dan perempuan,” ujar psikiater ini. PERDA PERLINDUNGAN ANAK Perempuan yang akrab disapa Dokter Yuni juga mengatakan beberapa anak jalanan tidak termasuk kelompok yang di seb utkan sebelumnya karena ikut-ikutan teman, bermasalah dengan tetangga atau komunitas, ketidakpedulian lingkungan terhadap anak jalanan. Ada juga yang menjadi anak jalanan karena korban
penculikan dan dampak program. Berbagai program bantuan kepada kelompok masyarakat miskin, termasuk kepada anak jalanan dan keluarganya, di beberapa desa yang masuk peta merah MDGs (Millenium Development Goals) yang menjadi basis tempat tinggal anak jalanan di Bali justru memengaruhi keluarga-keluarga lainnya untuk mendorong anak turun ke jalanan dengan harapan bisa mendapatkan
bantuan serupa. “Banyak kebijakan pemerintah untuk menanggulangi masalah sosial ini. Namun, jika tidak ada perbaikan mental masyarakat di daerah pengirim anak jalanan sepertinya akan berat. Kita akan kehilangan generasi penerus. Lentera Anak Bali sebagai lembaga sosial masyarakat hanya salah satu dari banyak kelompok LSM yang ada di Bali yang mencoba melakukan
pendekatan pada anak dengan melakukan pendidikan informal dan formal di daerah penerima dan melakukan penguatan di daerah pengirim dalam hal ini kami hanya bergerak di satu desa di Kecamatan Kubu Karangasem,” ungkap Dokter Yuni. Kebanyakan anak jalanan yang mereka asuh datang dan tinggal dengan orangtua di Denpasar. Mereka diberi pendidikan infor mal. Setelah itu biasanya masih sulit berminat melanjutkan ke sekolah formal karena berbagai alasan bahkan mereka ada yang dilarang mengikuti kegiatan belajar karena mengurangi waktu untuk mencari uang. “Pendidikan etika dan budi perkerti juga kami berikan, namun ini merupakan tantangan berat. Lentara Anak Bali hanya melaksanakan kegiatan 5 jam per minggu, selebihnya mereka kembali ke lingkungan anak jalanan dan keluarga yang hanya memikirkan bagaimana makan dan memenuhi kebutuhan tersier,” ujarnya.. Lentera Aanak Bali meng anggap penting Perda Perlin dungan Anak Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota dikuatkan pe laksanaannya di lapangan sehingga para pelaku eksploitasi ekonomi anak (orangtua/kerabat) mendapat hukuman yang dapat menimbulkan efek jera. Selain itu, sarana pen didikan di wilayah-wilayah ter pencil ditingkatkan terutama ketersediaan guru-guru. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit
uNDANG-UNDANG LANJUT USIA
Warga Desa Antah Berantah tidak berani melanggar undang-undang yang sudah berlaku turuntemurun. Barang siapa yang melanggarnya akan dikutuk oleh leluhurnya. Salah satu undangMade Taro undang itu adalah mengenai warga lanjut usia. Keluarga yang memelihara orang tua-renta yang sudah tidak mampu bekerja, wajib membuangnya ke dalam hutan. Semua warga menilai undang-undang itu tidak berperikemanusiaan. Namun tak seorang pun yang berani buka suara, terang-terangan menolak kebiasaan turun-temurun itu. Menolak berarti keluar dari Desa Antah Berantah. Tibalah pada suatu hari, seorang kakek tidak mampu bekerja lagi karena lumpuh. Terpaksalah dua orang cucu laki-lakinya, pagi-pagi benar menggotong kakek bernasib malang itu masuk ke dalam hutan. Di sebuah tebing, di bawah pohonpohon rimbun, dua cucu penggotong itu berhenti. Mereka membuka balutan tikar sang kakek dan bersiap-siap menggelindingkan orang tua itu ke lembah yang dalam. Seperti itulah kebiasaan yang diwariskan nenek-moyangnya terdahulu. Namun ketika berancang-ancang melepas sang kakek, kedua cucu itu tiba-tiba menangis. “Jangan ragu-ragu, Cucuku!” kata sang Kakek. “Kakek ikhlas menuruti garis hidup yang sudah ditetapkan. Lupakan masa lampau, tataplah masa depan! Selamatkan diri dan keluargamu! Jadilah warga desa yang baik!” Nasihat sang Kakek bukannya membesarkan hati kedua cucu itu. Mereka sepakat untuk melawan undang-undang itu tanpa melakukan
protes dan tindakan kekerasan. Setelah gelap malam, kedua cucu itu menggotong sang Kakek kembali pulang. Sesampai di rumah, sang Kakek disembunyikan di dalam lumbung padi. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Dalam sebuah pertemuan adat, pemimpin desa mengumumkan rencana pembangunan balai desa. Warga desa bergotong-royong menebang pohon di dalam hutan. Pohon yang tertua dan terlurus akan digunakan sebagai tiang saka dari bangunan itu. Setelah memilih hari baik, maka diputuskan memancangkan sebatang kayu pilihan di sebuah titik. Ketika akan memancangkannya, warga desa bingung dan ragu-ragu. Mereka tidak bisa membedakan mana pangkal dan mana pucuk. Sangat pantang kalau memancangkan tiang saka terbalik. Pucuk kayu tidak boleh dipasang di bawah. Dalam kebingungan itu seorang pemuda berbicara. “Maaf, warga yang terhormat! Kebingungan kita mungkin disebabkan karena kita melalaikan orang-orang tua yang berpengalaman. Kalau warga tidak keberatan, saya akan memperkenalkan salah seorang anggota lanjut usia yang bisa menunjukkan mana pangkal dan pucuk dari batang tersebut.” Sesaat kemudian dua pemuda datang menggotong kakeknya yang tua-renta. Orang tua itu menyuruh merendam batang kayu itu di sungai. Kemudian orang tua itu dengan yakin menunjuk, “Ini dia! Bagian yang tenggelam adalah pangkalnya!” Semua warga terheran-heran. Kakek yang diberitakan sudah terbaring kaku di lembah, ternyata berjasa mengamalkan pengalamannya. Demi keselamatan desa. Semenjak peristiwa itu, adat yang tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan itu, dicabut seketika.
Griya
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Rotan Sintetis Lebih Praktis K
ursi rotan sinte tis termasuk da lam kategori ini. Hal tersebut di ungkapkan Wayan Puja, pengawas di Bali Furni yang berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai-Suwung, Denpasar-Bali. “Alasan mereka memilih kursi sintetis ini karena tahan lama, bisa ditempatkan di dalam dan luar ruangan, serta perawatannya mudah. Untuk menghilangkan kotoran dan debu, cukup dilap basah,” ujarnya. Sepintas kursi ini memang mirip dengan kursi rotan alami, karena memang cara pengerjaannya sama yakni dianyam. Umumnya kursi sintetis memakai rangka aluminium. Karena itu, kelebihan lain kursi ini anti rayap, tak seperti kursi rotan maupun kayu. Sifatnya
Kursi yang merupakan sarana untuk tempat duduk, bisa terbuat dari bermacam-macam material, se perti kayu, rotan, besi, dll. Bentuknya pun kini makin bervariasi. Beberapa pertimbangan konsumen dalam menentukan pilihan akan kursi yang dibeli di antara nya awet/tahan lama dan perwatannya yang mudah. praktis, karena ringan sehingga mudah dipindah-pindahkan. Ukuran rotan sintetis juga jauh lebih panjang daripada rotan alami, sehingga jika ingin membuat susunan anyaman lebih banyak, tidak memerlukan sambungan. Karena umumnya jika banyak sambungan, kualitas dan keawetan rotan kurang terjamin dan membuat tampilan kursi kurang sempurna.
Rotan sintetis ini pun memiliki beberapa jenis yang tentunya tinggi rendahnya kualitas material tersebut akan berpengaruh ke harga. Wayan Puja mengatakan, kursi sintetis ini disukai pasar lokal maupun mancanegara. Karena karakternya yang lentur, sangat memungkinkan dibuat model yang unik-unik, yang menjadikan salah satu daya tarik bagi pembeli. –Inten Indrawati
17
18
Life
Edisi 896/ 11 - 17 april 2016
Banyuning Berbunga
Masyarakat hanya Menyiram Ingin menciptakan Banyuning indah dan asri sesuai dengan jargonnya membuat Gede Pasek Sriada mencetuskan idenya. Mengajak masyarakat peduli dengan lingkungan adalah misinya. Berbekal tekad yang bulat, Pasek bersama rekannya Gede Nanda Suksma Wijaya memberikan bibit bunga gumitir secara gratis kepada masyarakat. “Ini kami lakukan biar mereka ada kesibukan di rumahnya,” ungkap Pasek.
B
ibit gumitir diberikan kepada masyarakat yang bersedia merawat dan melakukan perjanjian di awal. Kelak jika sudah berbunga maka akan dijual kepada kelompok Banyuning Berbunga. “Kami berikan kepada masyarakat minimal 10 pohon tiap rumah. Seminggu sekali kami jenguk ke rumahnya,” ujarnya. Tugas masyarakat hanya menyiram saja sedangkan pupuk sudah ditanggung oleh kelompok Banyuning Berbunga. Pasek juga mengaku jika dalam merawat bibit gumitir ini masyarakat tidak memerlukan halaman yang luas karena bibit
sudah dalam polybag. Jika pada umumnya harga jual sekilo bunga gumitir di pasar 18.000 rupiah maka kelompok Banyuning Berbunga membeli dengan harga 10.000 rupiah. Hal ini dikarenakan sudah ada dalam perjanjian awal. “Mereka tidak membeli bibit, hanya menyiram saja,” ujarnya. Jika sudah berbunga, sehari masyarakat bisa panen hingga dua kilogram. Hal tersebut sangat diyakini olehnya dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat tersebut. Pasek dan rekannya mengaku, melakukan kegiatan ini
Story Djoko Sudadi
Edisi 896/11 - 17 april 2016
7
“Penjinak” Jagal Untuk menghasilkan sesuatu yang tidak biasa, tentulah harus dilakukan dengan kerja keras yang tidak biasa pula. Bekerja datar dan hanya menjalankan tugas rutinitas yang formalitas belaka, pastilah hanya menghasilkan karya yang biasa-biasa dan datar saja. Maka jangan berharap lompatan tinggi dalam prestasi jika hanya mau melangkah kecil.
Panen gumitir yang dilakukan Pasek dan Nanda
hanya untuk membuat desa Banyuning memiliki kesan yang berbeda di mata masyarakat luar. “Kami ingin ketika memasuki kawasan Banyuning orang-orang merasakan suasana yang berbeda,” tegasnya. Ia
juga tidak dapat memungkiri jika selama tiga bulan berjalan ini banyak masyarakat yang belum sadar terhadap lingkungan. “Padahal mereka cuma tinggal menyiram saja tetapi ada saja yang meboya,” tambah pria yang
hobi fotografi ini. Namun, karena kesibukan yang cukup padat, pria yang menjabat sebagai kelian dadia tersebut menunjuk rekannya Nanda sebagai ketua dari Banyuning Berbunga. –Wiwin
Sanggar Nong-Nong Kling
Sesari Nomor Dua bang dari sanggar kami berbentuk Desa Banyuning memang dikeBende,” tambahnya. Sanggar Nongnal sebagai desa dengan orangNong Kling memiliki motto (sesanti) orang yang berjiwa seni. Salah sebagai panduan dalam menjalankan satunya adalah Nyoman Suardika, sanggar yaitu menghilangkan hasil S.Ag.,M.Pil.H., sebagai pendiri dari dari perbuatan. Hal ini dimaksudkan sanggar Nong-Nong Kling. Pria yang ketika orang atau masyarakat yang akrab disapa Mang Epo ini memang ingin mencari topeng, sesari (upah) sudah memiliki bakat dalam seni adalah nomor dua. “Saya hilangkan topeng. Sebelum terbentuk mendulu itu, yang terpenting keperjadi sebuah sanggar, ia melakukan cayaan. Jika memang ngotot, saya semua peran dalam pertunjukkan topeng itu sendiri. kasi harga standar tetapi tetap saya kembalikan kepada orang tersebut” Seiring waktu tambahnya. melihat potensi Sanggar yang beranggotakan dalam bidang seni Mang Epo, Pasek, Darwin, Gede topeng yang dimiMas, Surya, dan Nanda ini juga menliki oleh warga di gaku tidak segan untuk ngayah jika Desa Banyuning, memang diperlukan. “Kami punya akhirnya Mang motto tersebut karena pekerjaan Epo mengajak dan yang dilakukan tidak tulus akan merangkul untuk Mang Epo terasa berat,” imbuhnya. Bahkan bergabung dalam sanggar tidak mematok harga yang harus dibayar sebuah sanggar yang diberi nama ketika ada warga yang memiliki biaya sedikit namun sanggar Nong-Nong Kling. Pemberian ingin mementaskan topeng maupun bondres Nongnama tersebut juga bukan tanpa alaNong Kling. san karena merupakan petunjuk dari leluhur. “Nama tersebut merupakan Secara psikologis, karena beranggotakan anak-anak petunjuk dari pendahulu yaitu Bapak muda, kemampuan menari topeng dari sanggar NongWayan Sujana (Jedur) pemeran Sampik Nong Kling tidak jarang diragukan namun hal tersebut Ing Tae dalam drama gong Puspa tidak menjadi penyurut untuk tetap berkarya dan akan Anom, yang kebetulan mertua saya,” merupakan tantangan yang harus dijawab. ungkapnya. Petunjuk tersebut diberikan melaKOLABORASI SENI lui mimpi bahwa harus berdiri sebuah Sejak berdiri di tahun 2012, sanggar seni Nongsanggar dengan pelinggih Taksu yang Nong Kling tidak hanya berbicara masalah topeng tetapi lokasinya telah ditentukan juga. juga drama gong, bondres, topeng sida karya, dan yang Proses upacara pasupati topeng pun sedang booming adalah filmnya. Hal ini dikarenakan dilakukan berdasarkan petunjuk. agar adanya kolaborasi antara tradisonal dan modern. “Prosesnya dilakukan di Pura Gede “Yang sedang hangat-hangatnya jadi pembicaraan kan Pemayun, tepatnya di pelinggih Dewa film garapan Pasek yang diproduksi oleh Taksu North Bagus Ngurah Panji yang merupakan Bali,” ungkapnya. taksu seninya,” cerita Mang Epo. Pria Dosen IHDN Denpasar ini juga mengungkapkan kelahiran 22 Mei ini juga menceritakan masyarakat menerima dengan positif sisi komedi atau bahwa sanggar Nong-Nong Kling humor meskipun disampaikan dengan bahasa kasar. berdiri sebagai penghidup jiwa seni “Yang diajak kasar adalah lawan main bukan kepada yang telah lama mati bersama drama penonton,” lanjutnya. Bondres Buleleng saat ini dikenal Gong Puspa Anom. “Setelah dilakudengan bahasa dan logatnya. kan pasupati atas petunjuk Beliau, Mang Epo juga mengatakan bahwa dalam menyiaptopeng sampai hari ini tetap jalan,” kan materi dalam bondres disesuaikan dengan kondisi imbuhnya. dan tempat pentas. Kadangkala materi yang dibawa Mengapa harus Nong-Nong Kling? dari rumah tidak sesuai dengan situasi dan kondisi ketika pentas, maka ide-ide itu sering muncul ketika Setelah ditelusuri oleh Mang Epo, sudah diatas panggung. “Orang-orang bondres adalah bahwa di Pelinggih Taksu terdapat orang-orang cerdas karena makan buku,” ungkapnya. sebuah benda (duwe) yang berupa Dengan kata lain melakukan dharma wacana dengan Bende. “Bende kalau dipukul bunyinya bondres. –Wiwin ndong…ndong…ndong makanya lam-
Djoko Sudadi menerima cinderamata dari Muhariadi Kurniawan, Kabag. Pemberitaan Biro Humas Provinsi NTB dalam kunjungannya ke RPH Malang.
I
nilah yang dilakukan oleh Djoko Sudadi, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) RPH Malang sejak akhir tahun 2009 saat ia dipercayakan memimpin RPH yang berkapasitas potong 200 ternak tersebut. Saat pertamakali ditunjuk sebagai direktur perusahaan daerah ini, kondisi RPH sangatlah memprihatinkan, kotor, tidak terawat dan kurang higienis. Dengan tekad untuk menjamin keamanan dan kesehatan masyatakat, Djoko merasa harus berbuat sesuatu. “Sebelum disajikan di piringpiring makan dengan tampilan dan rasa yang lezat, penyakit dari mengonsumsi daging itu bisa berasal pertamakali dari rumah pemoton-
gan. Bayangkan jika cara memotong dan perlakuan selama di rumah pemotongan tidak sesuai standar, syarat dan kesehatan, bagaimana bisa kita menjamin kesehatan masyarakat,” ujarnya. Dengan banyaknya kendala dan permasalahan yang tidak mudah, Djoko bekerja keras menemukan cara dan metode yang tepat dalam pengelolaan RPH tersebut dengan berbagai inovasi. Hasilnya tahun 2015 lalu, RPH Malang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian RI sebagai Rumah Potong Hewan (RPH) terbaik di Indonesia. Djoko kemudian melakukan berbagai pembenahan mulai dari masalah kebersihan dan higienisitas hingga hal-hal yang bersifat teknis dan non-
Salah satu sudut di RPH Malang
Kondisi RPH Malang yang bersih
teknis lainnya. Hasilnya, memasuki RPH ini, terlihat setiap sisinya, terutama di tempat penjagalan, sangatlah bersih dan nyaman. Tidak mudah bagi Djoko untuk dapat meraih penghargaan sebagai yang terbaik tersebut. Ia harus berpikir melompati hal-hal yang tidak biasa dilakukan untuk menghadapi masalah yang selama ini menjadi kebiasaan di RPH tersebut sehingga meraih kesuksesan. “Manajemen yang baik dan inovasi-inovasi untuk menunjang aktivitas RPH ini saya lakukan baik secara internal kami solid. Begitu juga dengan eksternal saya perkuat membangun kerjasama dengan berbagai pihak,” ungkap Djoko. Ketika pertama kali menjadi direktur di RPH ini, berbagai masalah yang dihadapinya antara lain, kurangnya perhatian kepala daerah dan DPRD terhadap arti pentingnya RPH bagi perlindungan kesehatan masyarakat, sangat kecilnya dana operasional yang tersedia untuk pelayanan publik di RPH, kondisi sarana dan prasarana pelayanan publik RPH yang memprihatinkan dan sulitnya jagal serta kru untuk mentaati peraturan yang belaku menjadi kendala yang berarti dalam membawa RPH ini mencapai tujuannya. Ditambah lagi tidak maksimalnya kinerja karyawan RPH, juga banyak beredarnya daging yang tidak memenuhi syarat ASUH serta kurang terbinanya kerja sama RPH dengan instansi terkait maupun dengan pihak ketiga. Mengatasi masalah internal menurutnya yang paling sulit awalnya berurusan dengan puluhan jagal yang berwatak keras dan susah untuk diatur. “Rata-rata para jagal yang bekerja di RPH ini sangat emosional. Kalau diatur
malah marah,” kata Djoko saat berbincang santai bersama para wartawan dan Humas Pemerintah Provinsi NTB yang berkunjung ke RPH ini beberapa waktu lalu. Demi memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya pada masyarakat untuk ketersediaan daging yang memenuhi syarat kebersihan dan agama yang dikenal dengan syarat aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), Djoko membawa PD RPH Malang dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan masyarakat melalui optimalisasi peningkatan produk sesuai mottonya HUMANIS (halal, utuh, aman, inovatif sehat). GANDENG KEPOLISIAN Dengan pendekatan humanis dan kekeluargaan, ia berusaha mengatur dan membimbing para jagal untuk mau berubah menjadi lebih baik agar suasana bekerja menjadi lebih baik pula dalam semangat produktivitas yang kondusif. Rupanya pendekatan yang dilakukan Djoko belum berhasil baik dan para jagal belum lunak sehingga masih menimbulkan masalah-masalah yang berimbas pada kinerja mereka. Djoko lalu memilih langkah tegas dengan menggandeng dan bekerjasama dengan pihak kepolisian. “Saya menyadarkan mereka bahwa bekerja di sini ada aturannya, mereka tidak boleh semau-maunya. Kalau ada masalah yang tidak bisa ditolerir apalagi melanggar hukum, saya bawakan saja polisi. Trik saya, atas kesalahan dan pelanggaran hukum yang diperbuat mereka harus mempertanggung jawabkannya sesuai aturan. Ya biasanya ditahan sehari dua hari sebagai pelajaran dan alhamdulillah itu berhasil dengan baik,” ungkapnya. Selain soal jagal banyak hal lain yang bersifat internal yang diperkuatnya sehingga ia mencoba meyakinkan Pemerintah Kota Malang dan DPRD Kota Malang untuk mau memberikan perhatian kepada RPH Malang. Untuk itu Djoko melakukan berbagai terobosan dan inovasi untuk menjadikan RPH bukan hanya dapat memberikan jaminan hewan potong yang bersih dan sehat serta higienis melainkan juga dapat memberikan kontribusi kepada daerah. Inovasi-inovasi yang dibuatnya terbilang sukses. Diawali dengan kerja keras yang tidak kenal putus asa, ia juga memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak. Hasilnya, ia mampu meyakinkan Walikota Malang dan DPRD Kota Malang tentang arti pentingnya RPH bagi perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dengan mengucurkan dana penyertaan modal selama tiga tahun senilah Rp 3 miliar. “Dana inilah yang kami pakai untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang sudah rusak,” ungkapnya.
Atas kerja kerasnya pulalah, akhirnya ia mendapat kepercayaan yang tinggi dari Walikota Malang dan DPRD Kota Malang yang memperlihatkan komitmennya terhadap pentingnya RPH untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan mengeluarkan Peraturan Daerah Kota Malang nomor 15 tahun 2014 yang menetapkan dana penyertaan modal bagi PD RPH ini Rp 25 miliar untuk peningkatan pelayanan publik. Sejak berbagai inovasi dilakukan di RPH Malang ini, berbagai prestasi pun diraih. Selain memperoleh penghargaan dari Menteri Pertanian sebagai unit kerja pelayanan publik berprestasi utama bidang pertanian tahun 2015, sebelumnya, RPH Malang telah meraih prestasi sebagai juara I RPH terbaik se-Jawa Timur tahun 2011, juara I RPH terbaik nasional 2012, penghargaan dari Indonesia Achievement (Top 50 Leader) dalam hal Top Service Exellent tahun 2013, serta berbagai penghargaan lainnya. Kini, dengan semakin baiknya kondisi dan pelayanan RPH Malang, menurut Djoko banyak masyarakat yang memotong hewan di RPH dengan tarif Rp 9 ribu - Rp 75 ribu. TANDA KHUSUS Apa yang dilakukan RPH Malang dapat dijadikan contoh bagi daerah lain, khususnya Nusa Tenggara Barat yang telah lama mencanangkan daerahnya dengan program unggulan Bumi Sejuta Sapi. Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan Biro Humas, Muhariadi Kurniawan, yang turut hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Provinsi NTB yang merupakan daerah produksi sapi ingin sekali belajar untuk lebih memajukan lagi program terkait hal tersebut. Terutama lagi soal RPH yang ada di NTB saat ini masih belum bisa menjadi seperti yang ada di Malang. “Karena itulah kami kesini untuk mendapatkan masukan dan saran yang bisa kami terapkan di NTB. Karena populasi sapi kami di NTB telah mencapai lebih dari satu juta,” ujarnya. Meskipun RPH Malang telah menjadi RPH terbaik di Indonesia, Djoko merasa masih banyak hal yang harus dibenahinya. Ia berharap agar seluruh RPH dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, dengan menerapkan syarat agama, mekanisme pemotongan serta syarat penting lainnya. Untuk memberikan keamanan distribusi daging dari RPH Malang, Djoko bekerjasama dengan pasar-pasar yang ada di Kota Malang. Ia membuat kios khusus dengan tanda khusus dagingnya berasal dari RPH Malang. “Manfaatnya besar, karena daging dari RPH Malang pasti bersertifikat dan dari sisi kesehatan juga terjamin,” ungkapnya. -Naniek I. Taufan
6
Woman on Top
Edisi 896/ 11 - 17 april 2016
Ny. I Gusti Ngurah Ketu
M
enurut Pimpinan Panti Dewi Anggreni, ada saja anak yang merayakan ulang tahunnya di sini, bahkan ada juga pihak lain yang mengun dang anak-anak untuk makan di hotel. “Jika bermaksud melakukan kegiatan di sini, diinformasikan saja terlebih dahulu kepada kami, karena semuanya harus dilaporkan kepada yayasan,” ujarnya kepada orangtua bocah tersebut yang meminta informasi awal lewat telepon. Panti Asuhan yang berdiri tahun 1987 tersebut merupakan gagasan dari Gubernur Bali Ida Bagus Mantra (saat itu). Ia menugaskan I Gusti Ngurah Ketu (alm) yang saat itu sebagai pejabat di Kanwil Pari wisata Provinsi Bali dan istri duduk sebagai anggota dewan (DPR) di provinsi, untuk mendirikan dan mengelola panti asuhan yang bernuansa Hindu. Meski amanat tersebut dirasa berat bagi Ny. IGN Ketu, namun berkat dorongan dan dukungan dari suami yang terus meyakinkan bahwa kegiatan sosial ini pasti akan banyak yang membantu. Dengan berupaya sekuat tenaga Ny. Ketu yang dipercaya sebagai Ketua Yayasan dan pendiri lainnya yakni Ny. Ida Bagus Mantra dan Ny. IA SW. Diwangkara (saat ini sudah melinggih dengan bhiseka Ida Pedanda Istri Raka) mengawalinya dengan
Ny. Ketu
mengurus akta notaris agar berbadan hukum, mendirikan sebuah yayasan yang bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial, dengan nama Yayasan Tat Twam Asi. Akhirnya, terbitlah Akta Notaris Nomor 60 Tanggal 20 Juli 1987. Pendirian Panti Asuhan Tat Twam Asi dilatarbelakangi keadaan yang mem prihatinkan di Provinsi Bali yang saat itu banyak dijumpai anak-anak usia sekolah
yang tidak mendapatkan pendidikan se bagaimana mestinya. Usaha sosial yang di laksanakan yayasan ini adalah menampung dan menyantuni anak-anak usia sekolah atau anak putus sekolah, khususnya anak perempuan dari kalangan keluarga miskin, yatim piatu, maupun yatim atau piatu da lam sebuah panti asuhan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengi kuti pendidikan formal (SD s.d. SMA) dan pendidikan nonformal. Untuk lokasi, panti asuhan tersebut diberikan tanah negara 11 are di Jalan Jayagiri IX. Untuk membangun tersebut dikatakannya tidak gampang, karena walaupun ada bantuan dari pemerintah namun tidak sepenuhnya. Karena itu para pendiri ini bergerak untuk mencari donatur mengadakan pendekatan personal yang dikatakannya sangat penting sekali. Ny. Ketu tak menampik memanfaatkan jabatan suaminya yang banyak memiliki kolega di dunia pariwisata untuk mencari bantuan. “Saya mengadakan pendekatan dengan teman-teman suami di dunia pari wisata. Syukurnya ternyata banyak yang mendukung. Akhirnya berdirilah bangunan namun waktu itu masih sederhana sekali. Kami terus mencari bantuan dan pemban gunan dilakukan secara bertahap,” ujar perempuan berusia 80 tahun ini. Saat pertama beroperasi, Panti Asu han ini menerima 4 anak. Saat itu Ny. Ketu mengatakan bermodalkan keberanian saja karena modal tidak ada. Untuk modal awal, pengurus yayasan yang dicopot dari istri-istri pejabat di Kantor Gubernur sebanyak 25 orang ini, dimintai iuran sebesar Rp 100 ribu (saat itu) bisa dicicil dua kali.
Anak-anak panti asuhan bersama pimpinan panti
Suatu ketika, pengurus panti melapor kepada Ny. Ketu bahwa persediaan beras hanya cukup untuk esok hari. Ny. Ketu berpikir panjang, ia yakin jika dengan niat tulus membantu orang-orang yang tidak mampu pasti akan diberikan jalan oleh Tuhan. Benar saja, malamnya ia ditelepon salah satu manajer Nusa Dua Beach Hotel yang mengetahui Ny. Ketu memiliki panti asuhan dan menanyakan apa yang bisa dibantu. “Saya senang sekali waktu itu, langsung besoknya kami dikirimkan beras 1 kwintal, dan sembako lainnya. Jadi untuk beberapa bulan ke depan, urusan makan 4 anak panti dan 3 pengurus panti bisa tertutupi,” kisahnya. Suatu saat di tahun 1990an, suaminya diundang makan oleh Konsul Jepang yang pertama. Konsulat Jepang tersebut menanyakan kegiatan Ny. Ketu. Ketika dikatakan memiliki panti asuhan, ia pun bersedia membantu dan hingga saat ini pun Konsulat Jepang menjadi donatur tetap Panti Asuhan Tat Twam Asi. Dimana pun Ny. Ketu melakukan pertemuan, disana kesempatannya meminta bantuan. Dengan melakukan pendekatan personal ke berbagai pihak, bantuan-bantuan baik dari donatur tetap maupun pihak lain terus mengalir. AKSES PENDIDIKAN Kalau pun ada bantuan yang jumlah nya berlebih seperti beras, ia salurkan ke panti-panti lain yang membutuhkan. Demikian halnya dengan bantuan tempat tidur, juga disalurkannya ke beberapa panti. Pihak yayasan juga melakukan
MoU dengan sekolah dan perguruan tinggi untuk mendapatkan kemudahan dalam akses pendidikan. “Sekarang saya sudah merasa ringan, tinggal memikirkan biaya pendidikan saja, sembako sudah dipenuhi oleh donatur-donatur tetap,” ujarnya. Kini, Panti Asuhan Tat Twam Asi menampung 42 anak, 4 di antaranya berstatus mahasiswa. Ny. Ketu termasuk ketat dan tegas dalam menjalankan tata tertib panti. Ia tak segan-segan memu langkan kembali jika anak tersebut sudah kelewat batas. Selama 29 tahun berjalan, Panti Asuhan Tat Twam Asi sudah me namatkan anak-anak D3 bidang IT yang sekarang sudah diterima di BUMN, menamatkan 4 orang mahasiswa D2 Pariwisata, juga D2 bidang sekretaris. Bahkan, Panti Asuhan Tat Twam Asi berhasil meraih Juara II Tingkat nasional tahun 2008 dalam Lomba Manajemen Pengelolalan Manajemen Panti Asuhan. Prestasi-prestasi inilah yang selalu disampaikan kepada mereka-mereka yang berkunjung ataupun para donatur, sehingga mereka kepercayaan mereka semakin meningkat, dan akhirnya men jadi donatur tetap. Terkait maraknya kasus pembuangan bayi yang banyak terjadi belakangan ini, Ny. Ketu mengatakan pentingnya pembinaan norma-norma di keluarga dan sekolah. “Kalaupun sudah kejadian, janganlah sampai membuang atau mem bunuh bayi yang tidak berdosa. Serahkan saja ke yayasan yang bisa menampung bayi,” tandasnya. –Inten Indrawati.
Siapa yang tak mengenal STMJ (Susu Telor Madu Jahe). Di Jawa Timur (Jatim) khususnya Surabaya, STMJ identik dengan keperkasaan laki-laki. Tidak ba nyak tempat pedagang yang menjajakan STMJ. Biasa nya, warung STMJ baru buka malam hari hingga dini hari. Di Surabaya, warung STMJ biasanya dijajakan di pinggir jalan yang ramai lalu-lalang kendaraan. Salah satunya STMJ di kawasan Jalan Biliton, yang sangat ramai dikunjungi konsumen.
W
arung STMJ Bima di Jalan Ta n j u n g s a r i 159 daerah Tandes ini milik pasangan suami istri Arifin dan Minah. Arifin berasal dari Bima, Nusa Teng gara Barat (NTB) dan Minah dari Kediri, Jatim. ‘’Yang khas disini biasanya pembeli minta STMJ ra muan Bima,’’ kata Minah. Disam ping itu, juga ada STMJ komplit tanpa ramuan khusus, susu sapi murni gula dan tawar serta telur ½ matang. Apa menariknya STMJ ramuan Bima? Minah, yang hanya lulusan SMP di Kediri menjelaskan selain berkhasiat untuk keperkasaan supaya lebih greng serta berguna untuk fisik sehingga menambah
GALFOK…… GAGAL FOKUS
Salam senyum.. Istilah Gagal Fokus sebenarnya saya ambil dari celetukan teman kami di grup medsos, dimana saat itu kami sedang membahas bagaimana kelangsungan sebuah acara yang sudah berlangsung dengan baik. Salah satu alasannya karena acara tersebut fokus. Baik fokus pada tema materi dan fokus pada sang keynote speaker. Dan, kami pun membahas untuk acara selanjutnya yang akan kami buat. Di saat kami menanyakan pada anggota grup acara apa yang akan diselenggarakan selanjutnya, terjadilah banyak ide yang berdatangan. Hal ini mencerminkan antusias anggota grup. Tetapi menjadikan suasana dan ide tersebut tidak secemerlang khalayan mereka. Bukan karena apa, tapi karena banyak yang keluar dari jalur ide sebelumnya dan jadilah suasana diskusi yang “gagal fokus”.. heheheh… Berbicara tentang layanan yang menjadi topik utama dalam tulisan saya ini di rubrik “Dhani’s Art In Service”, gagal fokus sering terjadi. Terkadang pelaku layanan tersadar tetapi banyak juga yang tidak merasakan kondisi tersebut. Ini cerita ketika seorang calon nasabah (istilah pelanggan dalam perbankan) ingin menyimpan uangnya di sebuah Bank. Ketika calon pelanggan menceritakan keperluannya untuk menyimpan dan bertanya kira-kira bentuk produk apa yang cocok ? Juga ingin ikut program yang menarik agar mendapat keuntungan lebih? Hmmmmm… apa yang terjadi pada seorang pelaku layanan. Dengan berusaha tersenyum dan menjadi seorang konsultan (salah satu fungsi customer service) dia menjelaskan dengan suara yang pelan, tidak antusias, dan seperti ingin cepat-cepat menyudahi pembicaraan dengan calon pelanggan… Waaahhh… Sungguh miris dengan keadaan layanan seperti itu. Ada lagi cerita ketika saya pergi ke bengkel mobil. Seperti biasa karena sudah menjadi pelanggan maka terlihat di sistem apa saja yang akan diganti (oli, dll ). Setelah dicek oleh bagian operasional, customer service dari bengkel tersebut mencoba menawarkan produk-produk oli yang dijual dengan tergesagesa. Dan, sungguh diluar dugaan, setelah dia menawarkan oli
19
Warung STMJ Beromzet Rp 6 Juta
Pendekatan Personal Sore itu anak-anak Panti Asuhan Tatwam Asi sudah berkumpul di aula. Deretan kursi yang merupakan sumbangan dari donatur disusun sedemikian rupa. Hari itu, seorang bocah perempuan hendak merayakan ulang tahunnya yang ke-10 bersama anak-anak panti.
Edisi 896/ 11 - 17 april 2016
dengan tergesa-gesa, si customer service menerangkan jasa asuransi kecelakaan mobil. Sebagai seorang pelanggan setia bengkel tersebut, saya malah dibuat bingung. Menawarkan produk yang ada di bengkel, tapi dia sambil berjualan asuransi mobil jika terjadi kecelakaan. Dalam hati saya, bergumam..“ ini agen asuransi atau bengkel mobil yang berguna agar mobil saya terawat dengan baik ya..?” haaaaaa…. Cerita ketiga, ketika saya pergi ke sebuah restoran (rumah makan). Dalam sajian menu terdapat banyak sekali menu pilihan yang tentunya sangat lezat dan disertai gambar yang menarik. Tidak berapa lama pramusaji datang, dan menawarkan “menu spesial di hari Sabtu (Kebetulan saya datang di hari Sabtu). Dengan lancar pramusaji menjelaskan menu spesial hari Sabtu tersebut, lengkap dengan bahan, sajian, rasa, dan bahkan sampai cara mengolahnya. Waaaahhh... tanpa pikir panjang saya langsung ingin memesan menu tersebut. Selain detail cara menjualnya, juga masih terbayang bagaimana pramusaji tersebut antusias dan meyakinkan calon pembeli sehingga mengundang selera untuk mencoba masakan spesial itu. Dari ketiga contoh cerita di atas, ternyata permasalahannya ada pada fokus pelayanan. Contoh kejadian pertama jelas, pelaku layanan tidak fokus karena permasalahan yang ada di dalam dirinya. Bisa dikarenakan dia sakit, kelelahan, belum makan dan lain-lain. Kemudian cerita kedua, sebuah bengkel yang tidak fokus pada tujuan dari jasa bengkel tersebut. Kenapa dia tidak menawarkan berbagai macam oli, atau perawatanperawatan lain yang berhubungan dengan kenyamanan dari pengendara. Sedangkan ketika pelanggan menanyakan merk oli mana yang terbaik untuk kendaraannya, si pelaku layanan malah tidak menjawab atau menjawab dengan asal-asalan karena tidak fokus pada produk oli. Sedangkan untuk contoh kejadian yang ketiga kita bisa beri “applaus”. Dimana si pramusaji dengan lihainya menarik selera pelanggan untuk segera memesan menu yang memang dikhususkan untuk menu spesial di hari tersebut. Hmmmm..sekarang mulai jelas, bahwa Gagal Fokus sangat mempengaruhi keberhasilan sebuah layanan. Kalau kita kategorikan terdapat 2 (dua) penyebab gagal fokus. Yang pertama adalah karena faktor internal dan yang kedua adalah karena faktor eksternal. Gagal fokus karena faktor internal biasanya meliputi:
1. Kelelahan 2.Terburu -buru/tidak siap 3. Masalah pribadi lain yang menggangu layanan (ingat anak di rumah, habis bertengkar dengan pacar, dll ). Sedangkan gagal fokus karena eksternal penyebabnya biasanya karena : 1. Produk/program terlalu banyak 2. Antrean yang panjang 3. Suasana yang kurang nyaman (panas, gelap, dll.). Sekarang, bagaimanakah agar pelaku layanan dapat menjadi seorang “Service Winner” (tulisan saya di episode sebelumnya). Tentu kita masih ingat dengan point ketiga dari Service Winner adalah, mereka yang mempunyai kemampuan untuk menempatkan pelanggan pada “titik sentral”. Naaaahhh… itulah yang dimaksud FOKUS… Untuk berfokus pada layanan agar pelanggan terlayani dengan baik maka hal-hal yang dapat menjadikan tidak fokus/gagal fokus harus dihindari. Mulailah dari internal dengan menyadari kemampuan dan permasalahan yang sedang dihadapi. Contoh hal-hal kecil semisal kalau biasa sarapan, ya jangan memaksa memulai layanan dengan perut kosong. Jika sudah jam istirahat, beristirahatlah dengan baik agar dapat memulihkan tenaga. Setelah itu ceklah keadaan lingkungan agar merasa nyaman. Kemudian tentukanlah dengan tim produk mana yang akan ditawarkan pada saat itu agar terhindar dari kebingungan menawarkan produk yang terlalu beragam. Serta contoh-contoh lain yang dapat menghindari gagal fokus pada layanan. Sebagai akhir tulisan saya kembali mengingatkan, apa pun yang kita lakukan kepada pelanggan jika kita berfokus maka hal yang penting dalam layanan akan dapat terwujud. Sebagai kunci dari keberhasilan layanan sebenarnya adalah konsistensi. Dalam konsistensi tersebut terdapat dua hal yang penting yakni adanya transparasi dan efisiensi. Dengan adanya transparasi maka akan memberikan kepercayaan antara pelanggan dan perusahaan. Sedangkan dengan efisiensi maka pelanggan akan merasa nyaman karena cepat terlayani (tanpa harus berbelitbelit) Jadi, marilah kita menjadi pelaku layanan yang baik, tanpa mengecewakan pelanggan karena GAGAL FOKUS. Semua akan termanage dengan baik karena pelayanan terfokus, sehingga bisa cepat, tepat, tuntas, dan memuaskan. Ayo.. dan mari kita lakukan… Mulainya dari sekarang ya… .Dan, bagaimanakah layanan yang cepat, tepat, tuntas dan memuaskan itu dapat terwujud? Nantikan tulisan saya pada edisi berikutnya. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani
Mbak Minah
ketahanan tubuh agar tetap pri ma. Harga STMJ ramuan Bima dipatok Rp 20.000, sedangkan bila memakai telur dua harganya Rp 23.000 dan telur lima harganya menjadi Rp 25.000. Harga STMJ komplit tanpa ramuan khusus harganya Rp 10.000 (telur satu) dan Rp 15.000 memakai telur tiga. Harga telur ½ matang 1 telur Rp 3.000 hingga 10 telur ½ matang harganya Rp 30.000. Bagi Arifin dan Minah, mem bangun warung STMJ Bima ternyata perlu perjuangan dan kesabaran. Saat itu, Minah, diber hentikan sebagai buruh pabrik sepatu di kawasan Tanjungsari sekitar 2007. Setelah di-PHK, ia kesulitan untuk mencari kerja. Akhirnya, Arifin punya inisiatif untuk membuka warung STMJ Bima sebagai pekerjaan sehariharinya. Dengan modal Rp 2 juta, akhirnya Minah, nekad membuka warung STMJ Bima di emperan perumahan Darmo. Ternyata, tidak mudah bagi Mbak Minah, untuk menetap sebagai PKL di emperan jalan sekitar perumahan Darmo. Dia harus berhadapan dengan satpam yang mengu sirnya dengan alasan tidak boleh ada PKL di sekitar perumahan. Terhitung tiga kali Minah, harus berpindah-pindah tempat. Apal agi, sehari-hari hanya laku dua sampai tiga gelas saja. Beruntung, ada warga Tiong hoa yang iba dan memberi saran kepada Minah, kalau membuka warung STMJ sebaiknya dipinggir
Bahan baku STMJ ramuan Bima: lSusu
lGula
sapi murni
lMadu
Suasana di warung STMJ Bima
jalan yang ramai selama 24 jam. Karena STMJ ini tergolong minu man yang dibutuhkan orang lakilaki. Dari saran itulah, akhirnya Minah, membuka warung STMJ Bima di pinggir kali dekat jalan Tanjungsari yang memang ramai mulai pagi sampai pagi lagi. Setelah menemukan tempat yang cocok sesuai saran warga
Tionghoa itu, akhirnya warung STMJ Bima mampu menjual 20 liter susu sapi murni (80 gelas STMJ). Terutama malam Jum’at dan malam Minggu. ‘’Kalau malam Jum’at itu identik dengan malam cuci keris,’’ kata Arifin. Apalagi, madu Bima berkhasiat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Karena madunya dari hutan.
asli Bima murah yang diopen dan sudah dijadika bubuk lMerica hitam lTelur ayam/bebek lJahe
Kini, Minah, tak perlu susahsusah lagi mencari pekerjaan. Sebab, dengan usaha STMJ Bima ini keuntungan bersih sekitar Rp 6 juta per bulan. -Bambang Wili
Trend Lukisan 2016
Gaya Oriental dan Absurd
Daniel Natjaard
Style atau gaya lukisan pada 2016 ini lebih mengarah kepada oriental atau lebih asli dan ab surd atau samar-samar dalam bentuk simbol-simbol tertentu. Itulah pendapat dua orang pelukis kawakan yang cukup terkenal di nusantara, Daniel Natjaard (38) dan Ilham Maulana (42). Daniel, begitu sapaan akrab, Daniel Natjaard mengatakan lukisan yang diburu penggemar saat ini adalah lukisan yang berisfat oriental. Kata oriental sebetulnya berasal dari kata orient artinya timur. Lukisan oriental artinya lukisan yang dipandang asli. Tetapi, Daniel yang selalu tampil nyentrik ini, ingin menggembrak frame pemikiran seniman. Pe lukisan yang beraliran surealis ini, ingin menampilkan lukisan yang berorientasi pada lukisan neo expresionis yang didominasi simbol-simbol yang bernuansa sebagai kritik sosial. Hal ini bisa dijadikannya sebagai trend dalam lukisan tahun ini. Dia mengaku pada pameran terakhirnya di Mirama Hotel 2012 lalu, dia mengusung gaya lukisan yang hampir sama dengan tahun ini. Sementara itu, Ilham Maulana yang mencintai lukisan sejak usia 18 tahun ini, mengatakan gaya lukisan yang tampil pada 2016
adalah lukisan yang bersifat absurd. Kata absurd artinya suram atau tidak jelas dan lebih mengarah kepada simbol-simbol negara yang mulai semakin absurd. Dia mengaku dirinya sangat mencintai lukisan karena lukisan itu merupakan petunjuk kehidupan bagi dirinya. Ilham menuangkan ide-ide yang terlintas di benaknya ke dalam lukisan-lukisan tersebut. Lukisan-lukisan itu adalah ekspresi dirinya. Ilham juga mengaku gaya lukisannya lebih mengarah pada aspek yang bersifat realis atau nyata khususnya lukisan yang kelihatannya hidup atau sosok yang nampaknya seperti hidup. Dia mencontohkan
lukisan-lukisan penari dengan gerak tubuhnya yang meliuk-liuk nampaknya seperti hidup. Ilham terkenal juga sebagai kolektor khusus koleksi lukisan yang dibuatnya sendiri dan yang dilukis oleh pelukis-penulis terke nal lainnya. Dia mengakui saat ini dirinya sudah mengoleksi sebanyak 76 buah lukisan. Semua lukisan tersebut tersimpan rapih di sang gar pribadinya di Kota Tuban, Jawa Timur. Lukisan yang menjadi koleksi nya itu berasal dari pelukis terna ma. Harganya relatif cukup mahal mulai Rp 25 juta hingga ratusan juta rupiah. -Julian Romadhon
20
Nine
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Hj. Erica Zainul Majdi
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Service Above Self Puhu Global Grant – Rotary Club Bali Seminyak
Organisasi sosial Rotary International memiliki komitmen yang sangat kuat dalam pelayanan terhadap masyarakat kurang mampu.
Masih dengan perhatian yang sama dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap predator anak dan soal gizi buruk, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, menitip harapan kepada Khaeratun Fauzan Khalid, Ketua TP. PKK Lombok Barat yang dilantik beberapa waktu lalu.
E
rica meminta agar semua pihak bekerja sama dalam mengawasi anak-anak dari hal-hal yang berbau porno, karena pornografi. Menurutnya, jika anak-anak terpapar pornografi sejak dini, maka akan menghasilkan generasi muda yang tidak bisa merencanakan masa depannya. Ia juga mengingatkan para orangtua untuk terus menjaga anaknya dari predator anak yang akhir-akhir ini kian marak terjadi. Data dari kepolisian, 80% pelaku kekerasan seksual dilakukan oleh orang dipercayai. “Hati-hati
5
Presiden RCBS, Barbara Mackenzie
menitipkan anak-anak kita, jangan asal menitipkan anak, kalaupun terpaksa agar menitipkan anak kepada orang yang bisa dipercaya sehingga bisa
menghindari anak-anak dari kekerasan seksual. Ibu-ibu harus lebih sensitif terhadap perubahan sikap dan sifat anak-anak kita. Penting untuk membangun kewaspadaan dan peduli terhadap hal-hal seperti ini,” ujarnya. Sebagai Ketua TP PKK NTB, Erica tidak punya keraguan dengan kemampuan Ketua TP PKK yang baru dilantik ini dalam mengurus TP PKK Lombok Barat. “Saya sudah cukup lama bekerja sama dengan Beliau. Apalagi TP PKK Kabupaten Lombok Barat baru-baru ini menorehkan prestasi,” ungkapnya saat Pelantikan Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Barat Masa Bhakti 2016-2019 di Pendopo Tengah Gubernur NTB, beberapa waktu lalu. Erica Majdi mengingatkan tentang tanggung jawab TP PKK yang cukup besar dalam mewujudkan Generasi Emas NTB (GEN) pada tahun 2025. Terkait hal itu, ia langsung berkoordinasi dengan koordinator GEN. “Pada pertemuan ini saya ingin menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada ibuibu semua. ‘Mari kita jadikan setiap hari sebagai hari untuk menjadikan generasi kita sebagai generasi emas”, imbau Erica yang kemudian menyampaikan
bahwa TP PKK memiliki 10 program dalam mendukung program-program pemerintah. Program-program tersebut lalu disederhanakan menjadi, perbaikan gizi, perang terhadap pornografi dan narkoba, serta predator anak. Dengan masih adanya kasus gizi buruk di NTB, TP PKK akan bersama-sama mengatasi hal ini. “Seringkali gizi buruk dikaitkan dengan kemiskinan, padahal sebenarnya makanan yang bergizi tidak selalu mahal, melainkan banyak makanan sederhana yang memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti ubi ungu dan bayam yang harganya murah tetapi memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh. Jadi, gizi buruk sebagian besar disebabkan oleh ketidaktahuan ibu tentang makanan yang bergizi,” ujarnya. Bersama PKK, para ibu bisa berjuang bersama melaksanakan aktivitas perbaikan gizi, perang terhadap pornografi dan narkoba, serta predator anak. “Jika kita melaksanakan hal tersebut, maka kita telah memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan kesehatan, perekonomian, dan pertahanan keamanan di Provinsi NTB,” ungkapnya. --Naniek I. Taufan
R
otary Club Bali Seminyak (RCBS) minggu lalu menggelar program kemanusiaan yang difokuskan pada kesehatan masyarakat di Desa Puhu, Payangan, Gianyar. Program yang digelar selama3 (tiga) hari dari tanggal 6 - 8 April 2016 ini dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan utama. Kegiatan kesehatan eye screening dan pembagian kacamata gratis untuk siswa-siswi dan para guru Sekolah Dasar (SD) dan kegiatan kesehatan eye screening serta operasi katarak untuk masayarakat Desa Puhu. Untuk kegiatan sosial ini RCBS bekerja sama dengan Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) – John Fawcett Foundation. Perencanaan program kesehatan RBCS tersebut menargetkan 500 siswa-siswi dan guru-guru Sekolah Dasar dari SD 1 sampai dengan SD 5 Puhu juga 500 orang masyarakat yang kurang mampu di DesaPuhu. Barbara Mackenzie, President Rotary of Bali Seminyak menyampaikan rencana optimisnya kedepan bahwa RCBS akan terus konsisten untuk melanjutkan program sosial kemanusiaan di antaranya eye screening dan operasi kat-
arak. Kemudian pengadaan water sanitation dan pembuatan tangki air bersih, basic hygiene training bagi siswa-siswi Sekolah Dasar, pemberian sabun dan kebutuhan lainnya untuk kebersihan dan kesehatan, water test dan water filter serta pemberian book cases kepada sekolah-sekolah. Diperkirakan proyek sosial ini akan diselesaikan dalam waktu 18 bulan. Turut bergabung dalam menyukseskan program ini bersama Rotary Club Bali Kuta adalah Rotaractors dari Rotary Club of Ubud dan beberapa komunitas sosial lain. Selanjutnya menurut Eye Project Leader Puhu Global Grant Rotary Club Bali Seminyak, Made Herry Erika Sedana, program kesehatan ini adalah program pertama dalam daftar kegiatan sosial Puhu Global Grant. Melanjutkan komitmen sosial ini, masih ada program lain yang difokuskan pada slogan Rotary International, - Service Above Self. Kegiatan kemanusiaan yang mengutamakan kebutuhan masyarakat luas atau mereka yang kurang mampu daripada mementingkan diri sendiri. Para Rotarian mendorong adanya standar etika yang tinggi dalam setiap kegiatan sukarela, dan membantu membangun kebersamaan dan kedamaian di dunia. Marie-Francoise, President
Rotary Club Bali Seminyak bersama tim John Fawcett Foundation
Elect Rotary Club Bali Seminyak, mendukung penuh kegiatan ini. Marie-Francoise menegaskan Rotary Club Bali Seminyak dengan bantuan penuh dari Rotary International telah merealisasikan proyek sosial di DesaPuhu, dekat ke pegunungan Kintamani yang jauh dari kehidupan kota besar. Ini adalah proyek besar yang melibatkan banyak sukarelawan dalam pengadaan sumber air bersih dan sanitasi serta kesehatan anakanak dan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan yang diyakini akan memberikan kehidupan positif pada masyarakat kedepannya.
Eye screening dan kacamata gratis untuk siswa siswi SD 1-SD 5 Puhu
Operasi katarak untuk masyarakat tidak mampu
Persiapan operasi katarak. Tim RCBS Dr. Leith Krakouer, Marie-Francoise, Erika Sedana dan Tim JFF
Ia mengatakan, fokus dan tema Rotary International setiap tahun berbeda-beda. Tahun depan Rotary International akan mengambil tema Rotary Serving Humnity. Dan, kami sangat optimis untuk melanjutkan proyeksosial ini di tahun-tahun mendatang. Kami menyambut baik kawankawan yang ingin berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan bersama RCBS. Rencana kegiatan dan sharing session Rotary Club of Bali Seminyak diadakan pada lunch meeting di The Trans Resort Bali, setiap Hari Rabu pada pukul 12.30 siang yang dimulai dengan fellowship pada pukul 12.00. Ditanya sekilas tentang sejarah Rotary, Erika Sedana menjelaskan bahwa Rotary Club pertama didirikan pada 1905 di Chicago oleh Paul Harris. Pada tahun 1910 dibentuk National Association of Rotary Clubs (Asosiasi Rotary Club Nasional). Dalam perkembangan klub ini dan dengan dibentuknya klub yang sama di luar Amerika pada saat itu maka namanya kemudian diubah menjadi Rotary International pada tahun 1922. Kini Rotary International telah tersebar di lebih dari 220 negara. Nama Rotary dipilih karena rapat klub aslinya dirotasikan di antara klub-klub yang menjadi anggota organisasi ini. Anggota dari sebuah Rotary Club bertemu setiap minggu untuk sarapan, ma-
Erika Sedana bersama PE Marie-Francoise
kan siang ataupun makan malam. Kami mendiskusikan dan menyusun rencana dan tugas untuk mencapai tujuan suatu kegiatan dengan tujuan kemanusiaan. Saat ini di club lunch meeting, seorang pembicara tamu akan datang untuk berbagi pengetahuan seputar kegiatan sosial yang diadakan di Indonesia atau di negara lain.Sehingga hal-hal sukses yang dilakukan dalam membantu masyarakat luas dapat diimplementasikan di Indonesia.
Florian Nitsch bersama siswi siswi SD Puhu
- ard
4
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Workshop Jurnalistik
Inspirasi
Jadikan Pers sebagai Media Pendidik Sebuah media sudah pasti mengejar kebaruan (berita terkini). Namun, etika penulisan haruslah memahami kondisi sosial budaya masyarakat. Media/pers harus menjaga kedamaian, menjunjung tinggi persatuan bangsa. Hal tersebut diungkapkan Prof. Sam Abede Pareno, M.M. dalam kegiatan Workshop Jurnalistik yang digelar Jurusan Komunikasi dan Penerangan Agama Fakultas Dharma Duta IHDN Denpasar, 6 s.d. 8 April 2016.
N
amun, persoalannya belum semua media di Indonesia memenuhi prasyarat dan syarat tersebut. Terutama di era reformasi yang mengutamakan kebebasan dan hak asasi manusia. Hal inilah yang
dikatakan melahirkan pers dan wartawan yang “semau gue”, yang apa saja boleh. Media massa sudah kebablasan, terlalu bebas sehingga mengabaikan kaidah-kaidah jurnalistik terutama etika penulisan. Kebablasan yang terjadi atas media massa di Indonesia, selain
Suasana Workshop Jurnalistik
Penyerahan hasil sidang komisi oleh Ketua Panitia Made Yuliani kepada Dekan Fakultas Dharma Duta Wayan Wastawa
karena euforia reformasi, juga disebabkan beberapa faktor, di antaranya; mengejar target berita dan target iklan, langkanya pendidikan terhadap wartawan, dan kuatnya pengaruh pemilik modal. “Jika tak punya standar maka yang terjadi adalah informasi-informasi palsu sesuai kepentingan,” cetusnya. Karena itu, Prof. Sam Abede mengatakan workshop merupakan salah satu cara efektif dalam meningkatkan SDM dan kegiatan pusat studi jurnalistik. Dalam materi “Ragam Jurnalistik di Indonesia”, ia juga menjelaskan ada dan harus berbeda antara bahasa yang dipakai di perguruan tinggi (ilmiah) dengan bahasa dalam jurnalistik. “Dalam jurnalistik ada istilah ekonomi kata, ini tidak bisa diterapkan dalam
bahasa ilmiah,” ucapnya. Ia menyontohkan sebuah kalimat dalam bahasa baku (ilmiah): Dari tahun 1945 sampai dengan tahun 1955. Tetapi dalam bahasa jurnalistik ada penghematan kata (ekonomi kata) menjadi : Dari 1945 hingga 1955. “Kata ‘tahun’ tidak dipakai, karena 1945 sudah menunjukkan tahun. Dalam jurnalistik, yang terpenting komunikatif dan dipahami,” tegasnya lagi. Dalam pers ada istilah “bad news is a good news”. Hal-hal buruk/negatif ini justru menjadi makanan empuk pers, sehingga banyak kejadian yang sengaja diblow-up dan disiarkan terusmenerus untuk meningkatkan rating. “Jadilah pers yang bebas dan bertanggung jawab. Selain penghibur, pers juga berperan
sebagai media pendidik,” tegasnya. Workshop yang diikuti para dosen dan beberapa wartawan media juga menghadirkan narasumber Dr. Fajar Junaedi, M.Si. yang membahas tentang “Regulasi Jurnalistik dan Perkembangan Dunia Pers”, dan Prof. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M. yang mengupas topik “Tantangan Jurnalistik Masa Depan”. Wakil Rektor IHDN yang membuka workshop tersebut, sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena para dosen yang selama ini hanya membuat tulisan dalam bentuk karya ilmiah, artikel, maupun jurnal, kali ini mendapatkan pengetahuan tentang ragam jurnalistik media. Hal senada diungkapkan Ketua Panitia Ni Made Yuliani, S.Sos., M.Fil.H. Ia mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk membangkitkan, menumbuhkan dan menguatkan minat menulis di kalangan dunia akademik dalam penulisan jurnalistik. Workshop Jurnalistik ditutup dengan penyerahan hasil sidang komisi berupa karya tulis peserta dalam bentuk jurnalistik oleh Ketua Panitia Made Yuliani kepada Dekan Fakultas Dharma Duta Dr. I Wayan Wastawa, M.A. –Inten Indrawati
Mandalika
21
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Musrenbang Provinsi NTB Tahun 2016
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2016 tingkat Provinsi NTB dalam rangka penyusunan RKPD Provinsi NTB tahun 2017, berlangsung Senin (4/4) di Mataram. Mengangkat tema “Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Peningkatan Kualitas Lingkungan untuk Mengurangi Kemiskinan”.
M
usrenbang dibuka Gubernur NTB, Dr. TGH M. Zainul Majdi, dihadiri berbagai kalangan seperti, Anggota DPD RI dapil NTB H. Suhaimi Ismi, Sekjen Kemendagri Dr. Yuswandi A. Tumenggung. M.SC, M.A., Deputi Bappenas bidang pengembangan regional Dr. Arifin Rudiyanto, Deputi Menko Maritim dan SDA bidang SDM, Iptek dan Budaya Maritim Dr. Safri Burhanudin, Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran Irjen. Pol. Drs. Arif Wachjunadi, Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, Wakil Ketua DPRD Prov. NTB Mori Hanafi, Forkopimda Provinsi NTB. Kepala Bappeda Prov. NTB H. Chairul Mahsul, S.H, M.M., dalam laporannya mengatakan bahwa Musrenbang bertujuan menyelaraskan RKPD Provinsi dengan Kabupaten/Kota, khususnya terkait rencana pendanaan program yang bersumber dari APBD Kabupaten/ Kota, APBD Provinsi dan yang akan diusulkan melalui APBN tahun angaran 2017. Ia juga menyampaikan indikatif usulan pembiayaan program dan kegiatan yang bersumber dari APBD provinsi terdiri dari 403 Program dan 931 kegiatan dengan proyeksi pagu anggaran Rp.1.279.412.697.006,- baik dari inisiatif SKPD Provinsi maupun dari Kabupaten/Kota.
Sedangkan untuk program dan kegiatan usulan pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota yang diselaraskan dengan program Nasional Nawacita yang termuat di dalam RPJMN dan diusulkan pembiayaannya melalui APBN yang telah terdata dalam aplikasi e-Musrenbang baru diusulkan 123 program dan 1.030 kegiatan, dengan usulan pembiayaan sebesar Rp 13.153.062.780.000, akan dibahas lebih lanjut sebagai baseline dan atau new initiative dengan kementerian dan lembaga dalam pra-Musrenbang Nasional yang direncanakan pertengahan April mendatang di Bappenas. Sekjen Kemendagri dalam sambutannya mengimbau Musrenbang jangan hanya menjadi acara seremonial saja. “Perumusan RKPD tentu akan diikuti dengan tindak lanjut operasionaliasi di tahun 2017,” ungkapnya. Lebih lanjut Sekjen menjelaskan setelah RKPD akan diteruskan dengan perumusan KUAPPAS agar jangan dibuat lebih makro dari RKPD. Setelah KUAPPS, dilanjutkan dengan menyiapkan Perda APBD yang menerjemahkan kehendak program-kegiatan dibiayai dengan sumber APBD. Ia menitipkan dokumen RKPD 2017 harus sudah inklusif terhadap kebijakan untuk stakeholder di luar pemerintah daerah, karena forum ini menampung aspirasi masyarakat yang dapat tersalurkan melalui
Asrena Kapolri Irjen. Pol. Arif Wachjunadi menyerahkan cinderamata kepada Gubernur NTB saat hadir dalam Musrenbang NTB 2016
DPRD. “Tidak hanya berbicara tentang SKPD dan programnya tetapi juga bagaimana implikasinya bagi pihak di luar,” katanya. Pada pembukaan Musrenbang, dilaksanakan juga Penganugerahan Pangripta Provinsi NTB tahun 2016 yang merupakan penilaian terhadap rencana kerja pembangunan daerah tahun 2016 kabupaten/kota se-NTB yang berlaku secara sah dalam bentuk peraturan Bupati/Walikota atau peraturan Daerah yang disinergikan dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah. Terbaik 1 diraih oleh Kabupaten Lombok Utara, terbaik 2 diraih oleh Kabupaten Bima, dan terbaik 3 diraih oleh Kabupaten Sumbawa. Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur NTB yang diterima langsung oleh Bupati masing-masing daerah pemenang. Gubernur menyampaikan bahwa musrenbang bukan hanya aspek teknokratik tetapi menyangkut aspek politik, dimana
Visi Misi Bupati/Wali Kota dan Gubernur harus dipadukan agar menghasilkan rumasan yang baik dan bertanggungjawab. Khusus untuk Bupati/Wali Kota, ia menyampaikan hal-hal berikut: pertama, illegal loging masih marak di NTB dan mengajak Kepala Daerah dan semua stakeholder memberikan atensi dalam men-
gatasi masalah ini. Kedua, mengajak kepala daerah merevitalisasi awiq-awiq atau kearifan lokal di NTB untuk mengatasi masalah sosial dari tingkat desa hingga kabupaten/kota. Ketiga, membahasakan secara persuasif kepada masyarakat terkait pembentukan kawasan strategis baru untuk menjaga kondusifitas investasi pada kawasan strategis tersebut. Keempat, Menjaga lahan pertanian berkelanjutan, dengan mengeluarkan regulasi supaya NTB tetap bisa menghasil komuditas pokok untuk masyarakat. “Kita perlu bersinergi, kita punya target-target yang tidak ringan, kita perlu merencanakan programprogram yang efektif dan efisien sesuai kemampuan fiskal kita, kita perlu mengamankan sektor-sektor penting yang telah kita jadikan sektor prioritas dengan kebijakankebijakan yang tidak menyulitkan tapi justru memudahkan dan yang tidak kalah penting adalah, menjaga daya dukung lingkungan yang berkelanjutan untuk keberhasilan sektor pembangunan yang telah kita tetapkan,” ungkap Majdi. –Hms, Naniek I. Taufan
NTB Sukseskan Swasembada Pangan
Gubernur NTB melakukan panen raya padi bersama Panglima TNI
Nusa Tenggara Barat adalah salah satu dari delapan provinsi di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai super focus penyangga produksi beras secara nasional. Menurut Gubernur NTB, hingga saat ini masyarakat NTB masih tetap bersemangat dan bekerja keras menyukseskan swasembada pangan yang merupakan program penting pemerintah tersebut. “Alhamdulillah NTB tak pernah mundur dari komitment itu dima-
na 47% tenaga kerjanya terserap di sektor pertanian yang dengan kerja keras mereka, selalu setiap tahun menghasilkan produksi yang melebihi target secara nasional,” ungkap Gubernur. Ia menegaskan pada tahun 2015 kenaikan produksi beras di NTB dibanding 2014 sudah mencapai angka sekitar 12% jauh dari rata-rata peningkatan produksi nasional dan ini menunjukkan bahwa semangat para
petani di NTB masih cukup kuat untuk menyukseskan program swasembada pangan. “Dan untuk tahun 2016 ini juga kalau dilihat dari statistik yang ada, Insya Allah meningkat jauh dibanding 2015 lalu. Jadi, kalau dari sisi komitmen petani NTB, masyarakat NTB untuk melaksanakan amanah dari pemerintah pusat menjadi salah satu lumbung Pangan Nasional. Insya Allah kami laksanakan amanah itu dengan sebaik-baiknya,” ujarnya saat melakukan panen raya padi di Lombok Tengah bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengharapkan kerjasama seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk secara bersama-sama dan tetap bersemangat menyukseskan program swasembada pangan agar menjadi bangsa yang kuat di masa yang akan datang. “Kalau petani sudah diberi alat dan bibit serta pendampingan, hasilnya melebihi target dan dijual di bawah harga pemerintah, akhirnya petani tidak bersemangat dan ini menjadi tanda-tanda kehancuran bangsa,” ungkapnya. Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Mulyono menambahkan NTB sebagai salah satu
lumbung nasional yang sekarang sedang diwujudkan, menurutnya hal ini merupakan salah satu potensi bagi masyarakat NTB sebagaimana yang dicanangkan Presiden RI bahwa dalam waktu tiga tahun ini Indonesia harus swasembada dalam hal pangan. Menurutnya ini merupakan suatu hal yang menjadi pemacu bagi masyarakat NTB agar potensi yang sudah ada ini betul-betul digarap dengan baik. Kegiatan panen raya yang dilakukan beberapa waktu lalu ini juga dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak antara pemerintah daerah NTB dengan Bulog. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan alat dan mesin pertanian secara simbolis oleh Gubernur NTB kepada Dandim se-pulau Lombok yang diwakili Dandim 1606 Lobar dan Dandim 1620 Loteng berupa alat mesin tanam padi jajar legowo sebanyak 15 unit, traktor roda dua sebanyak 5 unit. Panglima TNI juga secara simbolis menyerahkan bibit padi kepada Gabungan Kelompok Tani Maju Bersama Kecamatan Jonggat Lombok Tengah. –Hms, Naniek I. Taufan
22
Sosialita Kompyang Pariadnyani
Edisi 896/11 - 17 april 2016
Menguak Sindikat Perdagangan Anak Jalanan di Jakarta Sebelumnya, penghapusan ‘Three in One’ baru sebatas wacana yang bertahun-tahun tak kunjung terwujud. Namun gara-gara kasus eksploitasi anak jalanan yang menghebohkan baru-baru ini, mendorong Pemprov DKI Jakarta merealisir penghapusan ‘Three in One’ yang telah 13 tahun berjalan.
U
ntuk ujicoba sudah dilakukan sejak hari Selasa (5/4) lalu hingga Jumat (8/4), kemudian dillanjutkan lagi pada 11-13 April. Jika memiliki potensi keberhasilan maka dipastikan program yang dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta, akan benar-benar tamat. Adalah terungkapnya kasus eksploitasi anak jalanan yang memicu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mensegerakan penghapusan ‘3 in 1’. Sebenarnya cerita eksploitasi anak jalanan di Jakarta, bukan lah cerita baru. Itu sudah lama terdengar bahkan yang lebih seram sudah banyak beredar, namun mungkin pengungkapan kasus kali ini seolah menemukan momentumnya, yakni di saat Pemda DKI sedang gencar-gencarnya membersihkan PMKS dari jalanjalan di lewat berbagai operasi.
Susanto
Bersamaan dengan itu pihak Kepolisian Jakarta Selatan berhasil menggulung anggota sindikat pengekploitasi anak jalanan di bilangan Blok M dan Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Sebagian dari anggota sindikat ini berhasil ditangkap, dua di antaranya ternyata masih berusia 18 tahun. Bersamaan dengan penangkapan itu, juga didapat empat anak yang menjadi korban, satu di antaranya bayi usia 6 bulan. Kelompok ini menjadi semacam ‘bos’ anak jalanan. Mereka yang mengkordinir anak-anak menjadi pengamen, pengemis, juga menjadi joki ‘3 in 1’ , dll. Jika tidak mau,
anak-anak ini akan dipukul dan tidak diberi makan. Hebatnya lagi, kelompok ini bukan hanya mengorganisir anak-anak jalanan tapi juga orang dewasa untuk menjadi pengemis, dan joki ‘3 in 1’. Kekejaman kelompok ini bukan hanya itu saja. Dari kasus tersebut terungkap juga adanya bisnis penyewaan anak kecil atau bayi. Seorang anak kecil atau bayi disewakan Rp200 ribu per-hari. Khususnya untuk bayi, agar tidak rewel selama beroperasi, si bayi diberi obat penenang yang membuatnya tidur sepanjang hari. Dari mulai kasus ini meledak akhir Maret lalu, hingga kini pemberitaan pers tiada henti. Apalagi kemudian diketahui si bayi, ternyata dicekoki obat penenang dosis tinggi. “Bayi diberi obat penenang satu obat untuk dua hari, diberikan pada pagi dan siang supaya tidak rewel,” kata Kapolres Jaksel, Wahyu Hadiningrat, saat jumpa pers. Bayi yang sempat menjalani perawatan di RS Pertamina Pusat, kini bersama dua korban lainnya berada di rumah aman di Bambu Apus. Sedang satu anak lagi sudah dikembalikan kepada keluarganya. Hasil kerja pihak Kepolisian Jaksel mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat dan tokoh masyarakat. Komisi Perlindungan Anak langsung turun ke lokasi begitu mendapat info kasus ini, begitu pun semua pihak yang berkaitan dengan masalah sosial dan perlindungan anak. Di antaranya adalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kementerian Sosial. Reaksi marah juga ditunjukkan oleh Gubernur Ahok yang lantas melontarkan segera menghapus ‘3 in 1’. Kemarahan Ahok karena dia melihat banyak anak-anak, juga bayi, dibawa oleh para ibu joki ‘3 in 1’ ataupun pengemis saat beroperasi. Sementara Kepala Dinas Sosial Pemda DkI Jakarta Masrokhan, pihaknya rutin melakukan razia terhadap PMKS juga melakukan pembinaan. Namun untuk masalah eksploitasi PMKS masuk dalam kategori human trafficking, ituadalah domain kepolisian. Dan kini kasus itu pun sudah ditangani polisi. Namun begitu, dengan adanya kasus ini, pihaknya akan menjadi lebih cermat dan giat lagi dalam melaku-
Basuki Tjahaja Purnama
kan penyisiran terhadap PMKS. Terkait adanya isu bahwa adanya petugas dari Dinas Sosial yang menerima setoran dari pihak tertentu (PMKS) untuk memuluskan mereka beraksi, Masrokhan menegaskan, tengah menyelidikinya. Tapi, jika sampai terbukti nantinya, pihaknya tak segan memecat. Berdasarkan data, kata Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Susanto, saat ini ada sekitar 18 ribu anak jalanan di seluruh Indonesia. Mereka rentan menjadi objek seksual, kekerasan dan lainnya. “Anak jalanan rentan jadi objek seksual, kekerasan dan perdagangan,” ucapnya kepada wartawan. Menurutnya, ada empat tipe anak jalanan. Pertama adalah anak jalanan yang tereksploitasi. Mereka ini biasanya berada di bawah tekanan dan sulit keluar dari jaringan eksploitasi. Tipe kedua, anak yang terpaksa mencari rejeki di jalanan untuk menyambung hidup. “Bisa untuk hidupnya sendiri atau untuk orangtua, keluarganya. Tak
yang menjadi joki untuk menambah penghasilan. “Saya kerja sendiri, nggak ikutan sindikat. Gara-gara kelakuan mereka ‘three in one’ dihapus. Padahal selama ini penghasilan jadi joki lumayan bisa nambah-nambah uang dapur,” kata Marinah (50), warga Senen, Jakarta Pusat. Marinah, janda anak tiga, bekerja sebagai joki pagi dan sore. Sementara siang ia bekerja jadi buruh cuci-gosok untuk beberapa rumah di kawasannya tinggal. “Suami kabur sudah tiga tahun, anak saya dua orang masih kecil, satu remaja yang juga bekerja,” ungkap Marinah yang juga membawa anak ketika menjadi joki. Marinah sudah dua tahun menjadi joki, dua anaknya kadang dibawa serta dalam bekerja. “Di rumah tidak ada yang jaga maka saya bawa,” ucapnya. Lagi pula, katanya, dengan membawa anak penghasilan yang didapat bisa lebih besar daripada sendiri. “Sekali jalan antara Rp30-50 ribu, tergantung jaraknya. Tapi
Edisi 896/ 11 - 17 april 2016
3
Semakin Cantik dengan Microblading & Hair Shading “Selamat pagi Ibu…silahkan,” begitu sapaan salah seorang terapis Adibi Salon, Sulam & Spa yang menerima Tokoh pekan lalu. Sesaat kemudian muncul sang pemilik, Ir. Kompyang Pariadnyani yang biasa disapa Jro Melati ini. ”Maaf ya… kami masih dalam proses pembenahan,” kata Jro Melati yang baru saja kembali dari Jakarta usai meng up-grade dan menambah keahlian baru bersama para pakar kecantikan.
barunya yakni microblading dan hair shading. Microblading adalah teknik sulam alis yang paling eksklusif dan fantastis. Teknik microblading ini menggunakan pisau kecil yang dirancang khusus untuk menghasilkan finishing paling alami dan memperoleh lengkung alis mata dengan tampilan yang sangat ideal sekaligus natural serta bisa bertahan cukup lama yakni berkisar 2 hingga 5 tahun. Sebagai seorang ahli sulam yang berpengalaman dengan jam terbang yang sangat mum� puni, perempuan yang pertama kali menghadirkan teknik su� lam alis bertaraf internasional di Bali ini, memiliki jadwal yang sangat padat. Namun, sesuai dengan komitmennya sejak awal ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Bali, maka ia selalu terjun lang� sung menangani kliennya yang ingin microblading ataupun hair shading. Mengingat kedua teknik sulam ini hanya bisa
dilakukan oleh pesulam yang sudah sangat mahir. Mengenai sulam alis, Jro Melati mengatakan bahwa tren untuk tahun ini adalah yang lebih alami lagi dan berstruktur sehingga serat alis semakin terlihat. “Microblading bisa dilakukan pada perempuan maupun laki-laki yang ingin menyempurnakan alisnya. Un� tuk memperoleh hasil sulam yang optimal, bagi siapa saja yang ingin melakukan microblading, sebaiknya kita menye� diakan waktu khusus yang lebih rileks tanpa dikejar aktivitas lainnya,” papar putri pasangan I Made Yasa dan Ni Made Rai (almh.) ini. Selanjutnya, disebutkannya untuk menjaga warna terus segar dan rambut alis masih tegas perlu dilakukan touch up setiap enam bulan sampai satu tahun. Kenapa demikian? sebab menjaga wajah seseorang tetap
cantik alami setelah melakukan teknik microblading dengan memilih salah satu dari tiga warna yang tersedia seperti dark chocolate, deep chocolate dan natural adalah penting baginya. Begitu pula dengan pemilihan bentuk alis, kata Jro Melati sebaiknya disesuaikan dengan bentuk dan karakter wajah. Berikutnya Jro Melati juga menyampaikan dengan mimik wajah lebih serius bahwa tidak setiap pesulam bisa menyebut� kan dan mengatakan dirinya melayani microblading ataupun hair shading ini. Dua teknik ini, katanya tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, hanya dapat dilakukan oleh pesulam yang telah mengikuti pelatihan khusus di Jakarta, sebab teknik eyebrow microblading telah dihak-patenkan di Indonesia oleh Ali Tatto Sulam akhir Maret silam.-ard
Wajah Baru dan Semangat Baru
sedikit anak yang mengamen karena, misalnya ayahnya meninggal atau bercerai, sementara ibunya sakit-sakitan sehingga tidak ada yang menanggung biaya hidup,” jelasnya. Tipe ketiga adalah anak jalanan yang ikut-ikutan atau terpengaruh teman. Tipe keempat adalah anak jalanan yang menjadikan ini sebagai profesinya dan merasa nyaman dengan itu. Tipe semacam ini tidak mudah dikembalikan kepada komunitasnya atau keluarganya karena faktornya adalah mentalitas. Menurutnya, untuk menangani masalah eksploitasi anak perlu pendekatan terpadu, bukan hanya pendekatan hukum. SEDIH KEHILANGAN PENGHASILAN Yang sedih dari kebijakan penghapusan ‘3 in 1’ ini adalah para joki ‘mandiri’ alias yang menjadi joki bukan karena bekerja pada sindikat jalanan. Mereka adalah masyarakat miskin, warga Jakarta,
pernah juga ada bos yang kasihan sama saya, dia kasih Rp100 ribu. Mungkin karena kasihan pada anak saya yang masih kecil-kecil,” kata Marinah yang mengaku tertarik menjadi joki karena tetangganya juga melakukan hal serupa. “Awalnya dari cerita tetangga yang jadi joki. Katanya hasilnya lumayan. Jadi saya coba-coba,” tambahnya. Dengan dihapusnya ‘3 in 1’, Marinah mengaku kebingungan dengan nasibnya selanjutnya. Karena kalau hanya mengandalkan jadi buruh cuci hasilnya tidak mencukupi. “Saya cuci-gosok ditiga pintu (rumah). Per-pintu cuma dapat Rp300 ribu sebulan,” keluhnya. Tentang ‘penyewaan anak’, Marinah juga mengaku pernah didekati orang, sesama joki yang ingin menyewa anaknya. “Saya langsung tolak dong. Nanti kalo anak saya kenapa-napa, bagaimana? Kalau saya ngajak anak saya kerja, itu kan anak saya, saya yang ngawasin sendiri. Nah kalo ikut orang lain, bagaimana,” kata Marinah lagi. –Diana Runtu
M
enurut Jro Melati, untuk meningkatkan pelayanan ke� pada para pelanggan salonnya, ia sengaja melakukan pembe� nahan mulai dari perangkat, ruangan hingga berbagai jenis treatment di salonnya yang berlantai tiga di kawasan Jalan Raya Letda Tantular, Renon. ”Kami ingin semua orang yang datang ke Adibi bisa merasa nyaman dan tenang saat menik� mati perawatan yang dipilihnya di sini,” lanjut istri Ir. AA Bagus Kurniawan dari Puri Kelodan Ubud ini. Bicara tentang kecantikan, maka biasanya lirikan pertama tertuju pada wajah. Sebab, w�� a� jah yang menarik sudah pasti enak dipandang. Semua orang,
perempuan utamanya tentu sangat mendambakannya. Bagi mereka wajah tergolong salah satu aset yang mesti dijaga dan dirawat keindahannya. Namun, faktanya tidak semua orang di� karunia wajah sempurna. Masih banyak orang merasa kurang puas dengan bentuk wajahnya. Hal ini seringkali menjadikan mereka sosok yang kurang percaya diri. Menurut ibu dari AA Adhyat mikaOkta Kurnia, AA Abyman tra Agusta Kurnia dan AA Arhy cinara June Kurnia ini, kini bersama dengan kemajuan teknologi yang tidak terben� dung, dunia kecantikan pun tak ketinggalan dengan per� kembangan dan inovasinya. Kali ini Adibi Salon, Sulam & Spa siap dengan dua layanan
“Setelah seluruh ruangan tuntas dibenahi, Tokoh harus balik lagi ya, biar bisa merasa� kan dan memberi masukan demi pelayanan kami yang lebih baik. Atau sekalian bisa ikut pelatihan sulam alis di tempat kami,” ujar Jro Melati yang dikenal sangat ramah sembari kem� bali menerangkan sebuah layanan baru lainnya yakni hair shading. Dikatakannya, saat ini cukup banyak pria maupun wanita yang mengalami permasalah an serius soal rambut di kepalanya. Baik itu kebotakan pada rambut bagian depan atau pitak di tengah-tengah kepalanya yang juga dapat menjadikan seseorang tampil tidak percaya diri. “Selama ini cukup banyak orang menjalankan perawatan untuk menumbuhkan rambut-rambutnya tersebut. Namun, proses yang mesti diikuti memerlukan waktu yang cukup lama,” katanya. Kami di Adibi Salon, Sulam & Spa kini bisa memberikan jalan praktis untuk menghadapi masalah kebotakan atau pitak dengan teknik hair shading, yakni menambahkan ilusi di bagian kening agar rambut tampak tumbuh lebat. “Ini meru� pakan tren baru yang muncul beberapa bulan lalu. Adanya metode ini diharap� kan dapat membantu agar yang memiliki persoalan rambut bagian atas kening jadi teratasi,” ujar Jro Melati sembari menga� takan bahwa pada prosesnya akan sama seperti sulam namun dengan memakai teknologi yang lebih canggih. Untuk
pengerjaannya pun tidak membutuhkan waktu lama hanya menyesuaikan dengan tingkat kebotakannya. Bagi siapa saja yang ingin menikmati teknik terbaru baik untuk sulam alis maupun masalah kebotakan, Jro Melati pun mempersilahkan masyarakat Bali datang ke salonnya untuk berkonsultasi terlebih dahulu. “Selain berkonsultasi juga bisa langsung memilih dan menikmati perawatan ditempat kami sesuai dengan kebutuhan. Silakan dipilih, di sini tersedia treatment mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dari sulam alis sampai sulam bibir, hingga sulam rambut,” katanya sambil kembali menekankan tujuan akhirnya ia ingin masyarakat Bali tampil can� tik dengan penanganan yang benar dan tetap sesuai karakternya masing-masing. -ard
2
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
GORO-GORO “Zaman dulu waktu bapak kecil, suhu badan panas tinggi pasti Putu Wijaya kalau bukan malaria, tifus.” kata Amat pada Sugi, menantunya, yang kelihatan senewen berat, karena Kadek kena demam berdarah (DB). “Baik malaria maupun tifus dulu sangat menakutkan. Sekarang pengobatannya sudah canggih, ancamannya mereda. Lalu muncul DB yang bikin kita panik, awalnya. Tapi DB juga sekarang, pengobatannya sudah mampu mengatasi. Banyak dokter yang mengatakan DB sudah jadi penyakit lumrah sekarang.” Sugi tarik nafas dalam, seperti kurang setuju.
Amat cepat menambahkan “Asal ditangani sejak dini, dengan cermat, pasti bisa diatasi. Hanya begitu, mula-mula trombositnya akan terus turun menyebabkan lemes. Tapi jangan khawatir begitu Hb naik lagi, akan terus naik, tinggal tunggu sembuhnya saja. Jadi hadapi dengan sabar, jangan panik!” Sugi mengangguk. Tapi kecemasannya tak berkurang. Amat tak tahu lagi bagaimana caranya untuk menghibur. Ia malahan ikut khawatir, karena kecemasan itu bisa membuat Sugi ikut sakit. Ami sendiri sudah pilek, sehingga tak bisa lagi menunggui Kadek di rumah sakit. “Jangan kelihatan susah begitu, Wayan, nanti Kadek ikut terbawa. Berpikir positif saja! Dokter kan
Ekspresso
db
sakit, orangtua yang lebih sakit. Kita juga, kan begitu dulu! Lupa, ya?! Bukan hanya mereka, saya juga sebenarnya ikut sakit, hanya saja saya tutup-tutupi!” Amat tersinggung. sering bilang, obat yang paling “Lho kok jadi, bapak dimaramujarab itu, dari dalam hati hi? Kita kan wajib menasihati sendiri!” Sugi mengangguk lagi, tapi mereka, supaya jangan ikut sakit, Bu!” mukanya lebih masam. “Habis bapak kok seperti Sampai di rumah, Amat mengeluh. Bukan tentang cucunya, pejabat saja! Memberi nasihat baru sesudah terjadi? Telat! Kalau tapi kesehatan Sugi. “Tidak hanya yang sakit harus mau memberikan tuntunan pada diusahakan cepat sembuh, yang rakyat itu, sebelum kejadian! sehat pun harus selalu dijaga, Itu baru namanya nasihat yang jangan sampai ikut sakit,” kata mengayomi! Kalau sesudah kejaAmat. “Tapi Sugi terus saja stres, dian baru ceramah, itu sama saja bagaimana kalau nanti bludrek!” dengan mencerca!” Amat mau membantah, tapi Bu Amat marah. “Bapak ini, bagaimana, sih! kontan dibentak. “Sudah! Saya tidak perlu diKadek itu anak pertama mereka. Seperti Ami dulu di kita. Wajar, nasehati. Mau nengok Ami bekalau mereka stres. Mereka pasti sok, jangan-jangan, dia kena sudah tahu apa yang bapak nasi- DB juga! Bapak di rumah saja. hatkan. Tapi bapak sendiri harus Periksa rumah, buang kalau ada mengerti perasaan mereka. Se- genangan-genangan air di pecahan mua orangtua begitu. Kalau anak keramik atau kaleng tua. Bapak kan pemulung barang-barang bekas! Kalau perlu cabut semua tanaman-tanaman bapak di pagar itu! Jadi sarang nyamuk saja! Memamgnya rumah kita rumah Tarzan!”
Amat kesal, tapi tak menjawab. Pagi-pagi Bu Amat sudah pergi, tanpa bikin sarapan dan kopi. Amat ngamuk mencabut semua tanaman apotik hidup di pagar. Pak Made, tetangga, sampai bingung. “Lho kenapa dicabuti, Pak Amat, itu kan tanaman berharga?” “Perang lawan DB, Pak Made!” “Kalau lawan DB di bak mandi Pak Amat, nyamuk DB bertelor di air bersih!” Tapi tanaman sudah terlanjur disikat habis. Sambil menggerutu Amat lalu membuang air di bak mandi. “Kenapa air yang sengaja ditampung dibuang, Pak!” Jerit Bu Amat ketika sampai di rumah, “Pompa kita kan lagi rusak!” “Sudahlah, kan mau bezuk Kadek, numpang mandi saja di rumah sakit di kamar Kadek.” “Sudah boleh pulang tadi. Hbnya sudah naik katanya. Nak Sugi terimakasih sama bapak, katanya, nasihat bapak manjur.” Amat nyengir. “O, jadi, nasihat pejabatku yang mencerca itu masih berguna, to!”
Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak
Keluarga merupakan tempat bagi anak untuk mengawali pengetahuan dasarnya, yang dapat dijadikan patokan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Pengalaman-pengalaman belajar yang diperoleh anak dari keluarga akan membekas dalam diri anak sehingga akan menjadi salah satu faktor pembentukan kepribadian anak dengan demikian sangat penting untuk menguatkan peran keluarga dalam proses pendidikan anak. Peran keluarga berkorelasi erat dengan keberhasilan pendidikan anak. Keterlibatan keluarga berdampak positif terhadap prestasi akademik anak pada pendidikan yang lebih tinggi serta berpengaruh juga pada perkembangan emosi dan kehidupan sosial anak. Upaya yang dilakukan oleh keluarga untuk mendukung pendidikan anak adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah. Kemudian peran keluarga perlu didukung oleh komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orangtua siswa. Interaksi antara orangtua siswa dan pihak sekolah menjadi kunci berlangsungnya proses pendidikan anak yang efektif, baik di sekolah mau-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
pun di rumah. Komunikasi yang kurang intens antara anak dengan orangtua (keluarga) seolah menggambarkan antara dunia anak dengan dunia orangtuanya adalah dunia yang berbeda. Atau istilahnya punya dunia masing-masing, orangtua dengan kesibukannya dalam bekerja sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk meluangkan waktu dengan anak, menyebabkan anak menjadi pemurung karena kurangnya atensi atau perhatian dan bisa juga anak menjadi aktif diluar dan lebih mengedepankan pergaulan dengan teman daripada meluangkan waktu dengan keluarga.
KUNCINYA ADALAH KOMUNIKASI Pe n d i d i k a n a n a k b u k a n semata-mata didapat atau ditingkatkan di sekolah saja. Yang terpenting adalah harus selalu menjaga dan meningkatkan komunikasi antara anak dan orangtua (keluarga). Keluarga tentu mengharapkan sesuatu yang baik untuk perkembangan pendidikan dan sosial anak mereka dan tentu saja harapan yang baik itu bisa terwujud jika keluarga mampu untuk memahami apa yang diinginkan
A.A.Pt.Chintya Putri Suardana, S.Psi
oleh anak. Anak perlu banyak dukungan bahkan dorongan untuk berprestasi juga motivasi untuk menjalankan tugas-tugas perkembangan mereka. Suatu hari mungkin anak akan mampu mengambil keputusannya sen diri namun apakah keputusan itu bertanggung jawab atau tidak itu tentu adalah berasal dari nilai-nilai dan pemahaman dasar yang ditanamkan keluarga pada anak. Sesungguhnya anak perlu didukung orangorang dewasa di sekitarnya, baik guru maupun keluarga untuk keberhasilan pendidikan mereka. Komunikasi yang baik antara antara anak dan orang-
tua serta keluarga besar dapat membangun semangat belajar dan berprestasi pada anak. Peran keluarga mempunyai posisi penting terhadap pendidikan anak, ini karena keluarga sebagai tempat belajar bersosialisasi maka setiap interaksi yang terjadi dalam keluarga akan mempengaruhi perkembangan sosioemosional anak dan akan berpengaruh pada fase-fase kehidupannya di masa yang akan datang. Keluarga hendaknya dapat menjadi mitra belajar yang efektif untuk anak. Namun, yang kita lihat sekarang ini orangtua lebih banyak memfokuskan pada pencapaian prestasi akademik anak semata namun kurang memperhatikan penanaman modal dasar pendidikan keluarga pada anak. Kecenderungan anak dalam mengimitasi atau meniru figurfigur dalam keluarga seperti meniru kebiasaan ayah atau
ibunya merupakan salah satu yang harus diperhatikan oleh orangtua dalam membentuk kepribadian si anak. Menjadi orangtua di zaman sekarang memang tantangannya lebih besar. Namun, tantangan itu tidaklah sulit jika orang tua selalu membimbing anak serta memperhatikan kebutuhan-kebutuhan anak. Orangtua harus memberikan pembekalan moral budi pekerti kepada anak sedini mungkin karena anak merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik, maka peran keluarga haruslah semakin kuat ditanamkan dalam mendukung setiap perkembangan anak baik dari segi pendidikan maupun sosial dengan lingkungan. A.A.Pt.Chintya Putri Suardana, S.Psi Swasta
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
23
Sengaja Muncul jelang Hari Raya agar Pulang Gratis
Fenomena anak jalanan bisa ditemukan di berbagai kota besar. Mereka yang seharusnya menimba ilmu di sekolah, malah ditemukan di jalanan. Pemerintah pun terus berupaya untuk mengurangi jumlah anak jalanan.
M
enurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, I Nyoman Wenten, kasus anak jalanan di Bali tidak terlalu menonjol. Yang dimaksud dengan anak jalanan, adalah orang yang hidupnya dan beraktivitas di jalanan. Biasanya, kalau ada anak jalanan, dikoordinasikan dengan kabupaten/kota. Apabila ada anak jalanan antarkabupaten diselesaikan kabupaten. Kalau lintas provinsi, Dinas Sosial Provinsi Bali yang menyelesaikan. “Kasus yang sedang marak, adalah bayi terlantar. Saat ini sudah ada 20 bayi terlantar. Yang bersifat musiman dan pasang surut kasus gepeng. Setiap tahun, pasang surut muncul gepeng, sesuai dengan
situasi. Alasannya ketika ditanya mengapa menggepeng karena musim kering,” ujar Wenten. Ia menambahkan gepeng sebagian besar berasal dari daerah Karangasem yakni di Desa Pedahan dan Desa Munti Gunung. Alasan mereka, musim kering dan tak ada mata pencaharian. Padahal, kalau dicek ke desa asalnya, rumah para gepeng ini lebih bagus dari warga yang tidak menggepeng. Untuk itu, Dinsos Bali memiliki program untuk mengubah mentalitas mereka. Ada beberapa program pemberdayaan yang dilakukan kepada gepeng, yakni pemberian keterampilan yang disesuaikan dengan hobi.
I Nyoman Wenten
“Program ini tidak dipaksa, saat penjaringan kami berikan pemberdayaan dan kembali lagi, terpaksa kami larinya ke ajaran agama Hindu, bahawa menggepeng itu tidak baik. Ini kembali lagi ke-
Jakarta Jadi Incaran Persoalan anak jalanan di Jakarta sangat kompleks. Bukan hanya dari segi jumlahnya yang tergolong paling banyak se-Indonesia, tapi juga berbagai permasalahan sosial yang muncul dari keberadaan mereka. Satu hal yang tak dapat dimungkiri semua ini berakar dari masalah kemiskinan. Selama akar permasalahan belum bisa tertangani tuntas maka persoalan anak jalanan yang oleh Dinas Sosial DKI Jakarta masuk dalam kategori PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), tetap ada. Jakarta dari tahun ke tahun selalu berada di urutan pertama dalam hal jumlah anak jalanan dibanding kota lain di Indonesia. Ini tentunya tak mengherankan karena jumlah penduduk Jakarta paling tinggi dan jumlah masyarakat miskinnya pun tidak sedikit. Ditambah lagi, mencari uang di Jakarta relatif lebih mudah dibanding kota lainnya. Maklum saja sebagai Ibukota yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian negara, ada banyak pekerjaan yang bisa dilakukan untuk mendatangkan uang. Asalkan yang bersangkutan mau (kerja keras) dan tidak malu. Yang paling termudah—mungkin--adalah mengamen, mengemis. ‘Profesi’ inilah yang cukup banyak digeluti oleh anak jalanan. Tidak main-main, dari profesi ini mereka bisa meraup uang hingga jutaan rupiah setiap bulannya. Jadi, siapa yang tidak tertarik? Tentu banyak yang mau.
Masrokhan
Entah itu anak warga miskin Jakarta maupun anak miskin dari luar daerah, berbondong-bondong menjadi pengamen dan pengemis.‘Kemudahan’ yang ‘ditawarkan’ Jakarta ini menjadi incaran anaj jalanan dan membuat jumlah anak jalanan di Jakarta meningkat setiap tahunnya. Data Dinas Sosial DKI Jakarta jumlah terlantar dan anak jalanan di Jakarta mencapai 8.000 lebih. Banyak dari mereka mengaku bekerja di jalanan antara lain untuk membiayai hidupnya, membantu orangtua, untuk biaya sekolah dan mencari uang jajan. Menurut Kepala Dinas Sosial, Masrokhan, mengatasi persoalan anak jalanan di Jakarta tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Pemprov DKI Jakarta, tidak bisa sendirian mengatasinya.
Harus ada peran serta masyarakat di dalamnya. Dia bersyukur bahwa di Jakarta ada banyak pihak yang ikut membantu Pemda dalam menangani masalah anak jalanan. Di antaranya adalah pihak-pihak swasta, dalam hal ini kelompokkelompok dalam masyarakat. Anak jalanan (anjal) termasuk dalam kelompok PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang sekarang tengah gencar ditangani oleh Dinsos beserta dengan instansi lain juga kelompok di dalam masyarakat. “PMKS bukan hanya anak jalanan saja, tapi termasuk juga anak terlantar, pengemis, gelandangan, pemulung, dll,” katanya. Keberadaan PMKS tak dapat dilenyapkan secara total dari kota besar. Karena keberadaannya tak lepas dari masalah sosial-kemasyarakatan yang ada. Di sisi lain, ia mensinyalir keberadaan sebagian dari mereka dikoordinir oleh pihak lain yang mengambil keuntungan dari kerja anak jalanan. “Ada fenomena, PMKS di Jakarta bisa muncul dalam skala besar secara relatif serentak dan menghilang juga relatif serentak. Pasti ada pihak yang mengeksploitasi PMKS ini,” ucapnya. 26 RUMAH SINGGAH Terkait anak jalanan, saat ini Pemda DKI Jakarta memiliki 26 rumah singgah. Jumlah tersebut belum termasuk rumah-rumah singgah yang dimiliki kelompokkelompok masyarakat yang ikut
pada mindset mereka, mau tidak berubah,” katanya. Saat ini, ada 50-an gepeng di Bali. Mereka diberikan program pelatihan keterampilan seperti menjahit dll, di Panti Sosial Bina Remaja. Ada yang suka menjahit disalurkan ke garmen. Yang mengajar juga berasal dari garmen dengan harapan, begitu selesai pelatihan, ada yang dipekerjakan. Ia mengatakan, ada beberapa orang yang sudah diterima bekerja di garmen. Namun, ada juga yang tidak kerasan dan ingin pulang. “Kami tidak memaksa. Kami melakukan pendekatan dengan kemanusiaan. Kami hanya beri pemahaman, Anda ikut pelatihan ini agar mandiri dan tidak lagi menggepeng,” kata Wenten. Memang, ia mengakui, urusan gepeng ini pasang-surut. Mendekati hari raya gepeng mulai ramai. Saat hari raya memperlihatkan diri, agar bisa dipulangkan dengan gratis. “Ini kembali kepada mentalitas. Mereka ini tidak malu melakukan pekerjaan seperti itu. Ini masalah sosial tidak bisa
diselesaikan dengan pemerintah. Desa pakraman agar ikut mengantisipasi warganya. Ini harus diperkuat di bawah, baik itu seka teruna-teruni, banjar dinas dan banjar adat. Kalau ini jalan, saya rasa bagus untuk meminimalisir gepeng,” kata Wenten. Untuk program 2016, pelatihan terus dilakukan. Biasanya program pemberdayaan dilakukan di bulan Juli dan Agustus selama 3 bulan. Selain itu, Dinsos Bali rutin melakukan survei, mendatangi langsung sekaligus memberi bantuan stimulan, dan penguatan mentalitas kepada keluarga mereka agar anak-anaknya dididik. Sekaligus pemberian bantuan beternak babi. “Kalau dia mau bekerja keras, saya yakin dia maju. Mengubah mental mereka yang beranggapan lebih gampang cari uang dengan meminta-minta, itu yang harus terus dilakukan. Saya dengar, Satpol PP membuat perda ketertiban kalau itu sudah ada mungkin masalah gepeng ini bisa diminimalisir,” ucapnya.
membantu penanganan permasalahan anak jalanan. Agar bantuan yang diberikan tepat sasaran juga dilibatkan satuan bakti pekerja sosial (Sakti Peksos) guna memberikan pendampingan dan pembinaan pada anak jalanan juga keluarganya. Pengawasan, razia dan pembinaan terhadap PMKS, termasuk anjal, dilaksanakan terus menerus. Sudah banyak PMKS yang terjaring. Sepanjang 2014 lalu saja, jumlah yang terjaring mencapai 15.000 lebih. Jumlah ini menurun pada 2015 menjadi 11.000 orang. Bagi yang terjaring razia, dibawa ke panti dan diberikan pembinaan. Setelah itu, bagi yang memiliki keluarga di Jakarta, dikembalikan ke keluarganya, sedang yang berdomisili di luar daerah dikembalikan ke daerahnya. Namun sebelumnya diharuskan menandatangani surat perjanjian untuk tidak kembali ke Jakarta. Jika melanggar, suatu ketika ditangkap lagi, maka mereka akan dipidanakan. Sedang bagi mereka yang masih usia sekolah dan tidak memiliki keluarga dimasukkan ke panti anak. Di sana mereka akan mendapat pendidikan. Rencananya seperti diungkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama, tahun ini Pemda akan membangun panti khusus anak-anak dibawah umur di Yayasan Pondok Karya Pembangunan. Panti tersebut diperkirakan akan menampung sekitar 2.000 anak lebih. Di sana nantinya ada sekolah semacam pesantren untuk anak-anak. Program-program yang dijalankan selama ini cukup menun-
jukkan keberhasilan. Setidaknya kalau dulu Dinsos memetakan ada 48 titik rawan PMKS maka kini jumlah itu terus menurun. Data terakhir, saat ini ada 32 titik rawan di Ibukota. Dari 32 titik rawan ituy, 15 titik tugas pengawasannya ditangani Dinas Sosial DKI Jakarta, sisanya dilakukan oleh masing-masing Suku Dinas Sosial di lima wilayah Jakarta. Untuk pengawasan terhadap puluhan titik rawan tersebut dikerahkan 500 petugas yang berjaga-jaga dari pukul 07.00 hingga 23.00. Disebutkannya, persoalan PMKS termasuk anak jalanan yang ada di Jakarta sungguh kompleks. Untuk menanganinya, Pemda tidak bisa sendirian tapi juga membutuhkan dukungan dan peran serta masyarakat melalui LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak), Peksos pendamping, rumah singgah, panti sosial asuhan anak (PSAA) dan Non PSAA, Taman Anak Sejahtera (TAS), dan lain-lain. “Keberadaan lembaga-lembaga ini kami dorong untuk bersamasama membantu mengentaskan permasalahan anak. Kita harus serius menangani ini karena mereka adalah generasi penerus bangsa,” katanya. Ada sejumlah dana bantuan yang disalurkan untuk penanganan anak-anak ini lewat lembaga-lembaga tersebut. Seperti yang belum lama ini disampaikan yakni bantuan untuk 1.010 anak jalanan Rp 1 juta per anak dan Rp 200.000 per-anak untuk pendamping. Selain anak jalanan juga mendapat bantuan dana adalah anak dengan disabilitas, balita terlantar, dll. –Diana Runtu
-Wirati Astiti
24
Edisi 896/ 11 - 17 April 2016
Di era pasar bebas (MEA) ini, tentunya persaingan makin ketat, kita bersaing bebas dengan negara-negara di Asia. Ini berarti investor asing lebih bebas dan leluasa lagi membeli tanah per kebunan di Indonesia. Kini saatnya masyarakat lokal berpikir cerdas, lebih dulu mengambil peluang untuk memiliki investasi perkebunan di negeri sendiri, tanah air Indonesia. Hal ini ditegaskan pasutri I Made Budaka Wijaya dan Nyoman Kusmini, owner Sri Farm.
Dengan Rp 60 Jutaan Hasilkan Rp 290 Jutaan kesemuanya itu terjamin legalitasnya dan aman. Berinvestasi di hutan jabon Sri Farm ini, benar-benar uang yang bekerja buat investor, karena semua proses dari penanaman, pemeliharaan hingga panen dikerjakan oleh tim profesional Sri Farm,” jelas Made B. Wijaya. Ia menjelaskan beberapa keuntungan yang didapat adalah: Pertama, para investor akan mendapatkan penghasilan berlipat ganda dari hasil investasi ini karena peluang perkebunan kayu di Indonesia cukup luas dan menjanjikan. Hal ini dikuatkan dengan realita bahwa kebutuhan kayu selalu lebih tinggi dari ketersediaannya dan harga kayu selalu meningkat tiap tahunnya. Belum
lagi dengan adanya kebijakan pemerintah yang melarang penebangan hutan alam, sehingga industri perkayuan diwajibkan menggunakan kayu hutan tanam rakyat (HTR). Kedua, jabon (jati bongsor) merupakan salah satu jenis kayu terbaik dan dinilai banyak memiliki keunggulan. Karena, selain cukup kebal terhadap hama dan penyakit, pertumbuhan jabon sangat cepat, sekali menanam dapat dipanen dua kali. Ketiga, selain berinvestasi dan mendapatkan hasil, kita juga mendapatkan bonus yaitu berbuat baik dengan menyediakan oksigen gratis. Karena 1 pohon jabon bisa menghasilkan oksigen untuk 3 orang setiap harinya. Dan, hal
ini adalah salah satu upaya untuk mencegah global wa r m i n g , ya n g dengan kata lain kita (investor di hutan jabon) turut menghijaukan bumi, “Go green grow Rich”. Keempat, dengan berinvestasi di Hutan Jabon Sri Farm, investor sekaligus turut meyadnya dengan melestarikan lingkungan ( go Pasutri I Made Budaka Wijaya dan Ni Nyoman Kusmini green). Selain itu, secara otomatis juga investor mengerjakan lahan kebun jamembuka lapangan pekerjaan bon yang berlokasi di Mamuju, baru bagi para petani yang Sulawesi Barat. –ten
Adopsi Konsep Tri Hita Karana
Made B. Wijaya memperlihatkan bibit jabon yang siap ditanam
M
ereka mengajak masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di Hutan Jabon. Sebuah bentuk investasi, yang selain memberikan keuntungan juga turut melestarikan alam. Konsep investasi Hutan Jabon Sri Farm ini juga mendapatkan apresiasi positif dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang sempat berkunjung ke stan Sri farm saat berpameran di JCC Jakarta, beberapa bulan lalu. “Ini solusi bagus, ide bisnis yang menghijaukan bumi dan sekaligus mendapatkan keuntungan,” ujar Made B. Wijaya mengutip pernyataan orang nomor 2 di Indonesia tersebut. Apalagi kini, hanya dengan Rp 60 jutaan, masyarakat Indonesia sudah bisa memiliki Hutan Jabon Sri Farm dengan sertifikat hak milik (SHM). Dengan investasi Rp 60 jutaan itu, investor mendapatkan 200 bibit jabon dengan luas lahan 0, 25 hektare. Pembayaran bisa cash atau diangsur,” imbuh Nyoman Kusmini. Dari investasi Rp 60 jutaan tersebut, estimasi potensi hasil yang didapat dalam 10 tahun adalah Rp 29.200.000. Pembayaran bisa diangsur hingga 12 kali dengan DP 30%. “Bagi investor yang berkeinginan berinvestasi lebih, tersedia juga paket yang lebih besar, yang
Perkebunan jabon Sri Farm ini mengadopsi konsep Tri Hita Karana yakni recovery dan pelestarian alam sebagai wujud bakti terhadap ciptaan Tuhan, pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan hutan tanaman rakyat yang berkelanjutan sehingga memberikan benefit ekonomi yang besar. Pemilihan lokasi di Mamuju, Sulbar ini dikarenakan tanahnya yang subur sehingga pertumbuhan jabon dipastikan bagus, sehingga hasil panen memuaskan. Perkembangan terbaru pohon jabon yang saat ini berusia 1 tahun rata-rata setinggi 4,5 meter. Dijadwalkan 15 April ini, tim Sri Farm bersama para investor dan calon investor akan melakukan kunjungan ke Mamuju untuk mengecek secara langsung perkembangan jabon disana. “Bagi calon investor lain yang berminat, bisa bergabung dengan kami untuk mengecek lahannya dulu sebelum memastikan membeli. Dengan tanda jadi Rp 5 juta Anda sudah bisa survey lokasi ke Mamuju, untuk keberangkatan 1 orang. Jika sudah oke, setelah melakukan pelu-
Peninjauan lahan oleh Mr. Oliver
nasan, pohon Anda saja tanaman terseakan langsung kami but tinggi kualitasnya, tanam,” ujar Nyoman tingkat kegagalannya Kusmini. juga kecil sekali, dan Ia menjelaskan, saat nilai jualnya sangat ini sudah hampir 200 tinggi yang dapat memhektare perkebunan berikan kesejahterjabon Sri Farm yang aan bagi pemiliknya, sudah terjual. Lansekaligus menghidupi tas, bagaimana jika masyarakat sekitar. dalam perjalanannya Sri Farm terus menterjadi risiko, seperti ingkatkan penelitianpencurian, kebakaran, nya dengan perusahaan kerusakan, ataupun bibit terpercaya. Saat gagal panen? Nyoman ini Sri Farm mengelola Kusmini menegaskan, lebih dari 1500 hektare Sri Farm akan menghutan jabon di Sulawesi covernya. Semua poBarat dan tidak menuhon sudah diasuransitup kemungkinan akan kan. Jika pohon rusak dikembangkan juga di akan diganti dengan daerah lain di Indopohon baru karena Sri Lahan milik Mr. Oliver yang sudah ditanami nesia. Farm memiliki kebun Karena itu Made B. Wijaya dan Nyointi. “Jika gagal, kami kembalikan investasi man Kusmini mengajak masyarakat Anda dengan nilai 130%. Ketika lokal untuk menjadi investor di tanah gagal pun, Anda masih untung. air sendiri. Mari berinvestasi cerdas, Klausa ini juga akan kami tuang- menguntungkan dan turut berkontribusi kan dalam perjanjian notaris,” menghijaukan bumi, dengan berinvestasi janji Made B. Wijaya. di Hutan Jabon Sri Farm. Bagi yang berSri Farm merupakan peruminat, silakan hubungi Sri Farm Office: sahaan yang fokus di bidang Jln. Tukad Batanghari No. 9, Denpasar, penanaman kayu (hutan jabon) Bali, Telp 0361 228868, 085 338 183 888, sejak usaha ini diawali dari www.srifarm.com. –ten perhatian yang tinggi dari para pendirinya terhadap pelestarian alam dan pemberdayaannya yang dapat memberikan nilai ekonomis yang tinggi. Tanahtanah yang kurang produktif dicoba ditanami bibit jabon yang dikembangkan dengan cara pemuliaan tanaman sehingga menjadi lebih baik kualitasnya. Bekerjasama dengan tenagatenaga kehutanan lapangan, dilakukan perawatan yang tekun bersama para penduduk sekitar, dengan merumuskan pupuk-pupuk yang cocok bagi tanaman yang dikelola. HasilMr. Oliver di depan guest house nya sangat luar biasa. Tidak
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id