24
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Hanya
12 JUTA
BISA PUNYA VILLA @ KENDERAN, UBUD - BALI TANPA DP TANPA NYICIL ROI 20% di 2 tahun pertama, BEP Cepat & Cashback 100%, Free menginap di villa senilai 12 juta Lokasi Premium (sangat dekat dengan tempat shooting film “Eat, Pray & Love”, Opening Villa 2017
MANAGED BY www.puriresorts-bali.com
PROYEK PERTAMA SUDAH JADI & BEROPERASI
Made Robert & Ni Made Ayu Dewi (Konseptor Atta Labeji Villas/Dirut BOS LAND & Komisaris Utama BOS LAND) “Serbuan investor asing ke Bali sudah tak terbendung lagi, apalagi dengan diberlakukannya MEA, yang makin memberikan angin segar bagi mereka untuk menguasai tanah Bali. Kini saatnya orang Bali menjadi “penguasa” Bali, menjadi tuan di tanahnya sendiri, mempertahankan tanah Bali dengan menjadi investor di Bali. Saat ini, dengan konsep mepatung yang merupakan warisan leluhur masyarakat Bali, hal-hal besar menjadi kecil, karena dipotong-potong, dan dibagi-bagi. Hanya dengan modal kecil, orang Bali bisa memiliki yang besar, menjadi owner villa. Semua yang dulunya tidak mungkin, kini menjadi mungkin dengan menjadi investor di Atta Labeji Villas” Renon & Dian
(Pebisnis di bidang properti & cargo )
“Saya punya bisnis properti di Yogya selama 20 tahun, juga pernah sekolah di bidang tersebut dan bidang manajemen, bahkan sempat mengajar di Yogya. Jadi, saya tahu dan pelajari betul sistem investasi di Atta Labeji Villas yang ditawarkan Pak Robert, sangat logis. Kesimpulan saya, investasi seperti inilah yang dibutuhkan pada zaman ini. Di bisnis villatel ini, waktu, keuntungan, dan harganya terjangkau. Saya berharap bisnis villatel dengan konsep ini bisa dibuat juga di luar Bali, seperti di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera, karena akan sangat membantu masyarakat setempat. Untuk bisa mewujudkan gebrakan menjadi owner di tanah sendiri salah satunya adalah dengan ikut berinvestasi di Atta Labeji Villas”
“Lokasi Atta Labeji Villas berada di tempat yang sangat representatif, baik dilihat dari destinasi maupun dari cultural tourism yang menjadi ikon Ubud. Selain aman, dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas, banyak keuntungan yang didapat. Klausa ini dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor pun telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris. Jadi, mari bersama-sama sukses di investasi villatel ini, mari menyelamatkan tanah Bali dengan menjadi investor di Atta Labeji Villas”
Wayan Dirgantara (Ketua KSP Sila Mukti, Besakih, Rendang, Karangasem)
“Saya sangat interested dengan konsep yang diusung Atta Labeji Villas yaitu C-BOS (Capitalism Based On Society)-kapitalis berbasis kemasyarakatan. Konsep tersebut sangat sejalan dengan latar belakang pekerjaan yang saya geluti yaitu koperasi. Di koperasi, saya mengenal prinsip kegotongroyongan dan saling menolong, dimana konsep seperti ini merupakan warisan tetua kita di Bali yang menjadi lokal genius yang kita kenal dengan konsep mepatung. Hal yang tidak kalah penting yang mendasari saya untuk berinvestasi adalah kepercayaan dilandasi logika, kenyamanan, dan benefit. Karena yang kita beli bukan hanya sebuah teori dan retorika tetapi sebuah implementasi konsep yang melahirkan kenyataan berupa “Benda berwujud dan Nyata” yaitu villa include managemen, perizinan, imbal hasil dengan ikatan notaris, dll. Sangat jauh berbeda dengan bisnis yang hanya ngebooming sesaat dengan berbagai tawaran hasil di luar logika dan akal sehat, sehingga pada akhirnya merugikan masyarakat yang belakangan bergabung, layaknya skema ponzi”
Kunjungi Stand Atta Labeji Villas di Pameran Property di Mall Bali Galeria, tanggal 14 s.d. 20 Maret 2016. Bagi yang ingin berinvestasi, bisa membeli saat pameran atau datang langsung ke Kantor BOS LAND
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
GORO-GORO Di rumah Amat ngambek. Muring-muring depan istrinya. “Ditanya Putu Wijaya sikapnya soal LGBT, anakmu malah menuduh bapak, pukrul bambu! Memangnya Bapak ini mirip pukrul bambu?!” Bu Amat ketawa lalu menanyakan perkaranya. Amat, sambil menegak kopi sore yang dihidangkan istrinya, dengan bersemangat, panjang lebar menceritakan percakapannya dengan Pak Made dan Ami. “Jadi sebetulnya, Bapak mau menanyakan apa?” “Ya pendapat mereka tentang LGBT!” “Lho kan sudah mereka katakan?” “Belum!” “Belum? Belum bagaimana?” “Ya atau tidak?!” “Maksud Bapak, menolak atau mendukung?” “Ya!” Bu Amat manggut-manggut
LGBT (2)
mengerti. Lalu dia mengambil gelas kopi yang hampir tandas ditegak Amat. Tapi Amat lebih cepat menahannya. Lalu menegaknya sekali lagi, baru kemudian diserahkan ke istrinya. “Enak, Pak?” “Ya enak! Tidak ada yang lebih nikmat dari minum kopi sore-sore begini, apalagi yang dibikin istri atas inisiatifnya sendiri!” “Jadi enak?” “Ya jelas enak!” “Jangan basa-basi,” kata Bu Amat sambil menyodorkan kembali gelas kopi itu. “Minum lagi, habisin!” Amat menegak habis. “Enak?” Amat mikir. “Lho kok mikir? Enak tidak?” Amat senyum. “Kok senyumnya raguragu?” “ Ya h , s e b e t u l n y a a g a k kurang gula.” Bu Amat ketawa. “Memang gulanya kebetulan habis. Jadi kurang enak kan?”
Amat tersenyum tapi tidak membantah. “Kurang enak, kan? Atau tidak enak?!” “Ya.” “Ya, yang mana? Kurang enak atau tak enak?” Amat diam saja, tidak mau menjawab. “Nah, itu! Begitu, Pak. Jangan bilang, kalau orang tidak bilang ya atau tidak, kalau orang tidak menjawab, tidak berarti dia tidak punya pendapat. Jadi, jangan menyangka, kalau Ami diam, dia tidak punya pendapat! Pasti punya, hanya dia tidak mau mengatakan. Kita tidak boleh memaksa dia harus mengatakan. Tapi kita tahu, apa yang tidak mau dikatakannya. Saya tahu, apa pendapat Ami. Seperti saya tahu Bapak merasa kopi itu enak atau tidak, meskipun bapak tak mau menjawab. Waktu bapak bilang kopinya enak, juga saya sudah tahu sebenarnya tak enak? Ya, tidak?” Amat bingung. “Jadi Ami itu setuju atau
Aplikasi Gizi Seimbang di Rumah Tangga
Pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat. Pola makan yang baik adalah berpedoman pada Gizi Seimbang. Pedoman Gizi Seimbang dapat digambarkan dalam bentuk tumpeng untuk menggambarkan proporsi bahan makanan sebagai sumber zat gizi yang meliputi kebutuhan air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Jumlah air yang dianjurkan setiap hari untuk orang dewasa sebanyak 8 gelas atau sekitar 2000 ml. Sumber air ini dapat berasal dari air putih yang diminum secara langsung tetapi dapat juga bersumber dari makanan yang dikonsumsi seperti air dari sayuran yang berkuah. Sumber karbohidrat dapat berasal dari makanan pokok seperti beras, jagung, mie, roti, umbi-umbian, pasta dan berbagai jenis tepung. Sumber protein dapat berasal dari protein nabati dan protein hewani. Sedangkan buah dan sayuran merupakan sumber vitamin, mineral dan serat. Pedoman Gizi Seimbang baru ini sebagai penyempurnaan pedomanpedoman yang lama, bila diibaratkan rumah maka ada 4 (empat) pilar prinsip yang harus dipenuhi agar rumah tersebut dapat berdiri, yaitu 1). Mengonsumsi makanan beragam, tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Ni Putu Agustini, S.K.M, M.Si
yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan; 2). Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip Gizi Seimbang; 3) Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh; 4) Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam batas normal. Memantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari ‘Pola Hidup’ dengan ‘Gizi Seimbang’, sehingga dapat mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan apabila terjadi penyimpangan maka dapat segera di-
lakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya. Prinsip Gizi Seimbang adalah suatu pengaturan pola konsumsi makanan. Seimbang dapat ditinjau dari segi kebutuhan, yaitu keseimbangan antara kebutuhan dengan jumlah asupan yang dikonsumsi, artinya jika kebutuhan sehari adalah 1500 kkal, maka yang dikonsumsi adalah 1500 kkal. Seimbang juga dapat ditinjau dari segi proporsi masing-masing pemenuhan zat gizi yang terdiri dari proporsi karbohidrat, protein, vitamin dan mineral serta proporsi lemak dan air. Zat non gizi yang tidak kalah pentinnya untuk dipenuhi di dalam konsumsi seharihari adalah kadungan serat dalam makanan yang dikonsumsi. Serat pangan walaupun bukan digolongkan ke dalam zat gizi tetapi mempunyai peran yang sangat penting untuk kesehatan. Fungsi serat pangan antara lain Membantu menurunkan glukosa darah, Membantu menurunkan lemak darah,Melancarkan buang air besar,dan memeberikan rasa kenyang yang lebih lama Pesan-pesan dalam Pedoman Gizi Seimbang adalah 1). Syukuri dan nikmati anekaragam makanan; 2). Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan; 3) Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi;4) Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok; 5) Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak; 6) Biasakan Sarapan; 7)
Ekspresso tidak penolakan pada LGBT itu?” Bu Amat senyum. “Terserah Bapak. Tapi menurut saya Ami mau mengatakan begini: Jangan maksa minta pengakuan hak, tapi tidak mau mengakui hak orang lain!”
“Orang lain siapa?” “Ami! Kita! Yang bukan mereka!” “Mereka siapa?” Bu Amat tak menjawab. Amat. terpaksa berencana mau ke rumah Ami lagi untuk meng urai benang kusut itu.
Sudut Pandang
Biasakan minum air putih yang cukup dan aman; 8 ) Biasakan membaca label pada kemasan pangan; 9) Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir; 10) Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal. Aplikasi Gizi Seimbang di dalam pemenuhan konsumsi sehari-hari dapat diterapkan pada pola makan setiap hari dengan frekuensi tiga kali makan dan dua kali makan selingan diantara makan pagi dan makan siang, dan diantara makan siang dan makan malam. Susunan hidangan tiap kali makan terdiri dari makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, lauk pauk sebagai sumber lemak dan protein, sayuran dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral. Pedoman Gizi Seimbang ini sangat penting diterapkan di tingkat rumah tangga karena pembentukan pola konsumsi sesorang dimulai dari tingkat rumah tangga. Kelurga sebagai bagian terkecil dari suatu masyarakat merupakan tempat interaksi yang paling efektif dan paling sering dilakukan. Penerapan Pedoman Gizi seimbang
pada tingkat rumah tangga dapat digunakan sebagai suatu proses pembelajaran yang dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku untuk menerapkan Pedoman Gizi Seimbang untuk masing-masing anggota keluarga yang ada pada suatu rumah tangga. Jika semua rumah tangga telah menerapkan Pedoman Gizi Seimbang dalam kehidupan sehari-hari dan telah menjadi “ pola hidup” maka derajat kesehatan masyarakat tentunya akan meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan keadaan gizi masyarakat yang baik/ normal, prevalensi kekurangan gizi, dan kegemukan serta obesitas yang semakin rendah. Oleh karena itu penerapan Pedoman Gizi Seimbang pada tingkat rumah tangga merupakan strategi yang sangat baik untuk meningkatkan keadaan gizi masyarakat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. Ni Putu Agustini, S.K.M, M.Si Dosen Poltekkes Gizi Denpasar
Kata Hati
Mulai Februari 2016, Tokoh memiliki rubrik khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
23
Makanlah Makanan yang Beragam Kalimat pola hidup sehat kedengarannya mudah tapi sulit dilaksanakan. Upaya pemeliharaan kesehatan tak akan berhasil jika tidak ada perubahan sikap mental dan perilaku. Ungkapan “you are what you eat” perlu dipahami, karena penyakit yang kita alami merupakan refleksi dari apa yang telah kita makan.
M
Kunjungan Regional Sales Promotion Bali Nusra Garudafood, Ida Bagus Putu Asta Wibawa ke kantor Tabloid Tokoh diterima Wirati Astiti, Ayu Agustini, dan Wiwin (Biro Buleleng). Kunjungan kali ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dalam bidang offprint, sekaligus memperkenalkan produk Tingting Garudafood.
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
enurut ahli gizi, Ida Ayu Eka Padmiari, M.Kes, pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat memengaruhi keadaan gizi. Hal ini disebabkan karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkat kesehatan individu dan masyarakat. “Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular (PTM) terkait gizi, maka pola makan masyarakat perlu ditingkatkan ke arah konsumsi gizi seimbang,” saran dosen Poltekkes Denpasar ini. Ia menambahkan, keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan normal serta perkembangan fisik dan kecerdasan bayi, anak-
anak, serta seluruh kelompok umur. Gizi yang baik membuat berat badan normal atau sehat, tubuh tidak mudah terkena penyakit infeksi, produktivitas kerja meningkat serta terlindung dari penyakit kronis dan kematian dini. Gizi yang tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk. Gizi yang tidak baik adalah faktor risiko PTM, seperti penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi, dan stroke), diabetes serta kanker. Berdasarkan data Depkes 2008, lebih dari separuh kematian di Indonesia merupakan akibat PTM. Sebagian besar PTM terkait-gizi di atas berasosiasi dengan kelebihan berat badan dan kegemukan yang disebabkan oleh kelebihan gizi. Ia mengatakan, kekurangan gizi menimbulkan banyak masalah terutama gizi buruk, anemia, xeropthalmia, gondok, kretin-
Dayu Padmiari
isme, kelahiran cacat dll. Data Riskesdas 2007, 2010, 2013 memperlihatkan, kecenderungan prevalensi obes (IMT > 25) semua kelompok umur. Anak balita 12,2%, 14% dan 11,9%; usia 6-19 tahun (Riskesdas 2007, 2010) naik dari 5,2% menjadi 5,9%; orang dewasa dan usia lanjut (Riskesdas 2007, 2010) naik dari 21,3% menjadi 22,8%. Pada Riskesdas 2013 laki-laki obesitas 19,7% dan perempuan 32,9%. “Kelebihan gizi ini timbul akibat kelebihan asupan makanan dan minuman kaya energi, kaya lemak jenuh, gula dan garam tambahan, namun kekurangan asupan pangan bergizi seperti sayuran, buahbuahan dan serealia utuh, serta
Usaha Makanan Sehat sangat Menjanjikan
Pentingnya pengetahuan tentang gizi membuat jurusan gizi menjadi salah satu bidang keilmuan yang diincar. Hal ini diungkapkan Komang Indah Satya Dewi. “Saya ingin mempelajari ilmu gizi sekaligus ilmu kuliner. Jadi tidak sekadar jadi ahli gizi tetapi bisa membuat sendiri menu-menu yang sehat dan enak tentunya,” ujar mahasiswi Poltekkes Denpasar Jurusan Gizi ini. Di jurusan ilmu gizi, banyak halhal yang berkaitan dengan pangan yang akan dipelajari, diantaranya zat gizi makro karbohidrat, protein dan lemak dan mikro mineral, vitamin dan bahan pangan apa saja yang mengandung zat tersebut. Ilmu gizi ini adalah sebuah ilmu yang akan selalu dibutuhkan bagi semua manusia. Terlebih penyakit yang bermunculan saat ini cenderung karena pola makan yang salah. Tamat dari jurusan ini, ia mendengar banyak peluang. “Se pengetahuan saya, lulusan ilmu gizi
Indah
bisa bekerja di rumah sakit sebagai konsultan gizi, di puskesmas pun boleh, jadi pegawai BPOM, mau jadi pengajar (dosen), bisa juga di perusahan-perusahan (manager quality control). Mau buka jasa katering pun bisa. Usaha makanan sehat menjadi salah satu prospek yang menjanjikan karena hal yang berkaitan dengan makanan tidak
ada matinya selama manusia ada. Apalagi masyarakat kekinian yang makin cerdas pun akan lebih selektif dalam memilih makanan yang mereka makan,” jelasnya. Sebagai lulusan ilmu gizi yang sudah dibekali berbagai macam tentang gizi dan manfaatnya tentu ini menjadi poin lebih tersendiri. Hal yang juga penting bagi Indah, dirinya ingin menjadi ahli gizi yang bisa menjadi panutan nantinya. “Saya mengutip kata dosen saya di kampus, selama manusia hidup tentu dia membutuhkan makanan, selama itu juga kamu masih diperlukan sebagai tenaga ahli gizi,” ujar Indah. Ia menambahkan saat ini anak muda sangat antusias ingin masuk ke jurusan ahli gizi karena sudah ada sosialisasi dari kampus. Di jurusan gizi juga belajar psikologi, komunikasi, statistik dan juga manajemen kewirausahaan ka rena hal tesebut juga berhubung an dengan gizi. -Rukanta
kurang melakukan aktivitas fisik,” katanya. Menurut Dayu Padmiari, selain keluarga, sekolah merupakan akses yang paling mudah untuk memengaruhi anak-anak dalam menerapkan pola makan yang salah. Bila sekolah tidak mengawasi kebiasaan makan anak saat di sekolah akan berpengaruh tidak baik terhadap pola makan anak apalagi di kantin sekolah dijual makanan dan minuman yang keamanannya tidak terjamin, belum bebas dari pengawet, pewarna, penyedap dll. “Para guru harus mengawasi apa yang dijual di kantin sekolah. Sekolah juga bisa bekerja sama dengan orangtua siswa melaksanakan program PMTAS (Pemberian Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah),” sarannya. Ia memberikan tips menerapkan gizi seimbang di keluarga. Makanlah makanan yang beragam setiap hari. Makanan pokok seperti beras, kentang, singkong, ubi jalar, jagung, talas, sagu, sukun. Lauk pauk sumber protein seperti ikan, telur, unggas, daging, susu dan kacang-kacangan serta hasil olahannya (tahu dan tempe). Sayuran adalah sayuran hijau dan sayuran berwarna lainnya. Buah-buahan adalah buah yang berwarna. Selain itu, membiasakan perilaku hidup bersih. “Penyakit infeksi merupakan salah satu faktor penting yang me-
mengaruhi status gizi seseorang secara langsung, terutama anak-anak. Seseorang yang menderita penyakit infeksi akan mengalami penurunan nafsu makan sehingga jumlah dan jenis zat gizi yang masuk ke tubuh berkurang,” ucapnya. Ia juga menyarankan, melakukan aktivitas fisik. “Aktivitas fisik yang meliputi segala macam kegiatan tubuh termasuk olahraga merupakan salah satu upaya untuk menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan zat gizi utamanya sumber energi dalam tubuh,” kata Dayu Padmiari. Aktivitas fisik memerlukan energi. Selain itu, aktivitas fisik juga memperlancar sistem metabolisme di dalam tubuh termasuk metabolisme zat gizi. Tips yang penting juga, mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) normal. “Bagi orang dewasa salah satu indikator yang menunjukkan telah terjadi keseimbangan zat gizi di dalam tubuh adalah tercapainya berat badan yang normal, yaitu berat badan yang sesuai untuk tinggi badannya,” jelasnya. Selain memperhatikan ke anekaragaman makanan dan minuman juga perlu memperhatikan dari segi keamanannya yang berarti makanan dan minuman itu harus bebas dari kuman penyakit atau bahan berbahaya. -Wirati Astiti
Yang Penting Enak Seiring dengan perkembang an zaman, gaya hidup modern tak lepas dari hidup yang serba instan dan praktis. Salah satu pilihan adalah makanan cepat saji. “Saya salah satu yang menggemari makanan cepat saji,” ujar Soni, seorang mahasiswi. Menurutnya, ada faktor gengsi yang mendorong seseorang mengonsumsi makanan cepat saji,walaupun harganya mahal. Bagi Soni yang kuliah sembari bekerja, makanan cepat saji sangat membantunya walau ia tahu dampaknya bagi kesehatan. Namun, alasan kepraktisan dan tak banyak waktu untuk memaSoni sak membuatnya menjadikan itu sebagai pilihan. Yang penting enak dan mengenyangkan. Soni juga tahu akibat dari kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji memicu angka kesakitan trus bertambah. “Gizi sangatlah penting bagi tubuh manusia karena tubuh manusia bangun oleh apa yang kita makan. Tetapi, tidak dimungkiri juga penyakit bukan hanya disebabkan oleh makanan semata. Banyak faktor lain yang menjadi pemicu munculnya penyakit,” tandasnya. Menurut Soni, yang ideal adalah menempatkan makanan bergizi sebagai salah satu gaya hidup sehat, istrahat yang cukup, berolahraga, tidak merokok, dan tidak minum alkohol. –Suarni
22
Sosialita
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Biasakan Bawa Kantong dari Rumah
Kampanye antikantong plastik sebenarnya telah lama didengungkan, namun agaknya gaungnya kurang terdengar. Banyak pihak belum terlalu serius menanggapi permasalahan sampah plastik. Setelah dilakukan kampanye besar- besaran semua menjadi tersadar kalau sampah plastik makin membahayakan bumi. Di Jakarta misalnya, terdapat 770 ton sampah plastik atau 11% dari sekitar 7000 ton sampah yang ada di Jakarta.
Gunungan sampah plastik di TPA Bantar Gebang Jakarta
K
ondisi ini, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, membuat Jakarta sudah masuk dalam tahap ‘darurat sampah plastik’. “Ini sudah darurat. Kalau kita ke sungai yang ada di Jakarta sampai ke laut, sampah plastik semua dan itu baru bisa terurai 500 sampai 1000 tahun mendatang,” ucap Djarot seusai menghadiri Deklarasi Indonesia Bebas Sampah 2020 di ajang Car Free Day, pekan lalu. Kondisi ‘darurat sampah plastik’ ini juga yang membuat Pemda DKI sangat serius menerapkan aturan kantong plastik berbayar saat berbelanja. Tak tanggungtanggung sempat memunculkan wacana akan memberlakukan harga Rp 5.000 per kantong plastik, padahal pemerintah pusat menetapkan Rp 200 untuk setiap kantong. Tujuannya menetapkan harga tinggi per-kantong agar masyarakat nantinya akan membawa kantong sendiri dari rumah ketika berbelanja. Karena jika dihitung, rata-rata orang berbelanja minimal membutuhkan dua kantong plastik maka setiap orang setidaknya harus mengalokasikan dana Rp 10.000 setiap kali berbelanja. Jika menggunakan empat kantong maka dana yang dibutuhkan untuk membayar kantong sekitar Rp 20.000. Bagi mereka yang sering berbelanja, pengeluaran rutin ini tentu akan terasa berat, dan pada gilirannya itu membuat orang membawa tas belanja sendiri dari rumah. Belakangan Pemda DKI Jakarta sepertinya batal menerapkan harga tinggi karena peraturan pemerintah Rp 200 per kantong. “Sebenarnya harga Rp 200 per kantong kurang efektif ya untuk
mengurangi sampah plastik, tapi karena pemerintah pusat memutuskan begitu, ya kami ikut,” ucap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama. Aturan kantong plastik berbayar ini telah mulai diujicobakan di
semua pasar ritel modern yang ada di Jakarta. Sedang untuk pasar tradisional, rencananya baru akan diuji coba di Pasar Induk Kramat Jati. Sebagai payung hukum atas pelaksanaan kebijakan tersebut, Pemda DKI Jakarta kini tengah menggodok peraturan gubernur (Pergub) tentang Penerapan Kantong Plastik Berbayar. Pergub ini selain mengatur tentang pelaksanaan kantong plastik berbayar juga mengatur sanksi bagi pasar modern dan pasar tradisional yang tidak mau menerapkan aturan tersebut. “Kalau pakai Perda kelamaan, karena ini harus segera, jadi pakai Pergub saja dulu. Nanti setelah uji coba, kalau sudah mantap kita buatkan Perda-nya. Yang penting sekarang kebijakan itu bisa segera dilaksanakan,” kata Djarot. Uji coba plastik berbayar ini bukan hanya dilakukan di Jakarta tapi juga dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada 21 Februari 2016, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional. Setidaknya tercatat dilakukan serentak di 22 kota di Indonesia. Harapannya, dalam setahun lewat kebijakan kantong plastik berbayar ini berhasil mengurangi sampah plastik sekitar 1,9 ton. Untuk diketahui, berdasarkan
data produksi sampah nasional setahun mencapai 64 juta ton, 14 % di antaranya merupakan sampah plastik yang beratnya setara dengan 8,9 juta ton. Kebijakan program pengurangan sampah plastik ini diberlakukan secara bertahap, pertama kali adalah tempat perbelanjaan ritel. Implementasi kebijakan ini akan dievaluasi per tiga bulan. Jika nantinya ternyata tidak berdampak signifikan, maka besar kemungkinan harga kantong plastik akan dipatok lebih mahal alias dinaikkan. Menurut Ketua Umum APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), Roy N Mande, keputusan kantong plastik berbayar untuk sementara hanya di retail modern. “Untuk sementara berlaku di retail modern, bukan pasar tradisional karena mempertimbangkan status ekonomi sosial masyarakat. Kalau retail modern konsumennya golongan menengah atas,” ujar Roy. DANA PENJUALAN HARUS JELAS Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia juga mendukung penerapan kantong plastik berbayar ini. Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, sampah plastik semakin banyak jika tanpa pengendalian akan sangat
Kantong plastik berbayar berlaku serentak di 22 Kota seluruh Indonesia
3
IGA Mas Sumatri, S.Sos., M.A.P.
Senyum dan Berkompetisi Djarot Saiful Hidayat
membahayakan lingkungan. Kebijakan kantong plastik berbayar saat berbelanja di pasar modern adalah salah satu cara untuk mengendalikan itu. Di luar negeri sudah banyak negara yang menerapkan aturan tersebut. Indonesia baru memulainya. Indonesia saat ini termasuk negara kedua yang terbanyak menggunakan kantong plastik setelah Tiongkok. Meski setuju dengan kebijakan tersebut, harus jelas kemana dana kantong plastik itu dan untuk apa digunakannya. Dia mengusulkan agar dana kantong plastik dikelola secara independen atau semacam badan khusus yang peruntukkannya adalah untuk kegiatan pengendalian pencemaran lingkungan. Pengelolaan dana kantong plastik ini juga harus diaudit setiap tahunnya. –Diana Runtu
Konsumen Bayar Dobel Di antara banyaknya suara yang mendukung kantong plastik berbayar, ternyata ada juga pihak-pihak yang mengkritisi kebijakan tersebut. Dalam sebuah diskusi bertemakan ‘Kontroversi dan Motif Ekonomi di Balik Kebijakan Kantong Plastik Berbayar’ yang berlangsung di Gedung BPPT, Hamdaning Pranamuda, Direktur Pusat Teknologi Agroindustri BPPT (Badan Pusat Penelitian Teknologi) mengatakan bahwa 95% kantong plastik yang digunakan di pasar retail modern sudah dapat diuraikan oleh mikroorganisme. “Jadi sebenarnya 95% plastik yang digunakan di pasar modern itu bisa terurai selama dua tahun. Jadi kalau tujuannya untuk mengurangi sampah plastik, sebenarnya tidak perlu ada kebijakan tersebut karena plastik itu sudah dapat terurai,” ujarnya.
Edisi 890/29 Februari - 6 MARET 2016
Hal berbeda justru ritel saja. Sebaiknya, kebijakan terjadi di pasar tradisional itu diterapkan di pasar tradisyang sampah plastiknya ional karena justru di sanalah susah terurai. “Justru di adanya kantong plastik yang plastik di pasar tradisional susah terurai. yang susah terurai. Di Kritik serupa juga disampaipasar tradisional kurang kan oleh sejumlah masyarakat. dari 10% menggunakan Herman misalnya. Warga Ciplastik yang dapat terujantung Jakarta Timur semrai. Perlu 500-1000 tapat mempertanyakan masalah hun untuk bisa terurai,” sampah plastik. Menurutjelasnya. nya, jika persoalannya adalah Ketua Umum Kamar sampah plastik, kenapa kebiDagang Indonesia (Kadin) jakan ini hanya berlaku untuk Eddy Ganefo berpendakantong plastik di pasar modpat, kebijakan tersebut ern. Padahal, kantong plastik Hamdaning Pranamuda kurang efektif untuk menhanyalah sebagian kecil dari gurangi sampah plastik karena konsumen sampah plastik secara keseluruhan. yang berbelanja di pasar modern sebagian “Coba perhatikan, segala macam produk besar punya uang dan mer- kan menggunakan kemasan plastik. Baik itu eka tidak akan keberatan untuk minuman, makanan, bumbu-bumbu, dll, membayar kantong plastik. semua serba plastik. Yang pasti, setelah kita Selain itu, ketika membeli ba- mengonsumsi isinya, kemasan plastik itu rang di pasar modern, konsumen dibuang alias menjadi sampah. Lalu, kenapa sudah sekaligus membeli kantong hanya kantong plastik yang dimasalahkan. plastik karena komponen biaya Kalau hendak mengurangi sampah plastik, kantong plastik sudah dimasuk- kenapa bukan pabrik plastiknya saja ditukan ke dalam harga barang yang tup. Atau, diterapkan aturan pembuatan dibeli. Itu artinya, konsumen kemasan plastik ramah lingkungan. Karena membayar dobel untuk kantong faktanya, banyak kemasan plastik yang tidak plastik jika kebijakan itu diber- ramah lingkungan. Maksud saya harusnya lakukan. pemerintah juga fair melihatnya, jangan Terlebih lagi, 95% kantong hanya kantong plastik saja yang disasar. Saya plastik yang digunakan di pasar yakin, kantong plastik berbayar ini tidak akan modern sudah bisa terurai da- secara signifikan mengurangi sampah plastik, lam dua tahun. Karenanya, dia karena sampah plastik terbanyak bukan lah menganggap kebijakan itu hanya berasal dari kantong plastik,” ungkapnya akan menguntungkan perusahaan bersemangat. –Diana Runtu
Suasana berbeda terasa ketika Tokoh menginjakkan kaki di Kantor Bupati Karangasem, Rabu (24/2). Sentuhan “perempuan” dengan hadirnya tanaman bunga anggrek bulan di lobi maupun di beberapa sudut ruang bupati turut memberikan rasa sejuk nan indah. Meski demikian, kesan tegas Bupati Karangasem terpilih I Gusti Ayu Mas Sumatri S.Sos., M.A.P., yang dilantik Rabu (17/2) bersama Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, S.H., M.H., tetap terlihat dalam kepemimpinannya “me ngawal” Karangasem 5 tahun ke depan.
Pelantikan Mas Sumatri-Artha Dipa sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karangasem periode 2016-2021 oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu (17/2) di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Denpasar
Masdipa saat menerima Kepala Ombudsman perwakilan Prov. Bali, 23 Februari 2016
B
agi perempuan energik ini, hidup adalah beraktivitas, dan berkompetisi. Makanya ia mengatakan dulu (sebelum menjabat Bupati) dan sekarang (setelah menjabat Bupati) sama sibuknya, hanya skup kerjanya saja yang berbeda. Bagaimana tidak, sebagai anggota DPRD Karangasem, Mas Sumatri juga politisi PDIP sekaligus pebisnis. Jadi, kesehariannya tak pernah “diam” dari aktivitas dan selalu berpacu dengan waktu. “Kompetisi, itu yang saya tekankan kepada para SKPD. Serta menjalankan kewajiban sesuai dengan landasan atau peraturan perundangundangan yang jelas. Tujuan jelas, serta sasarannya juga jelas, sehingga semua program bisa jalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ucapnya tegas. Hidup juga dikatakannya adalah “rasa”. Tak bisa dipungkiri, rasa senang, rasa sedih, rasa gembira, rasa manis, rasa pahit, pasti akan dilalui setiap orang, semua tergantung karmanya masing-masing. Dalam kepemimpinannya di bumi lahar yang sering mendapat
predikat kabupaten termiskin di Bali ini, Mas Sumatri ingin mengurangi rasa pahit itu menjadi lebih manis. Dari hasil maping ke daerah-daerah untuk menggali permasalahan yang ada di bawah (masyarakat), Mas Sumatri menyebut ada tiga dari sembilan program unggulan yang menjadi prioritas utamanya, yaitu pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan infrastuktur. Dalam bidang pendidikan, pihaknya akan memberikan kemudahan-kemudahan akses maupun fasilitas kepada siswa miskin melalui Kartu Karangasem Cerdas. “Saya ingin siswa miskin yang ada di pedalaman pun harus bisa mengenyam pendidikan, bila perlu ada layanan antar-jemput,” ujarnya. Di bidang kesehatan, dalam pelayanan harus “smile”. Hal ini penting, karena dengan pelayanan yang ramah, minimal pasien merasa terobati secara psikis. “Dengan memberikan pelayanan ‘smile’, pasien yang seharusnya 3 hari baru sembuh dari sakitnya bisa saja sembuh dalam sehari,” ujarnya ber-
canda. Sejurus kemudian, Mas Sumatri kembali menegaskan masyarakat miskin harus benar-benar diperhatikan. Apalagi yang berhubungan dengan kesehatan, ia menginginkan agar pelayanannya tak banyak persyaratan. Karena itu pula, melalui Kartu Karangasem Sehat, pihaknya merancang agar tiap pasien yang masuk kelas 3 digratiskan, bahkan penunggunya satu orang ditanggung makan, termasuk pelayanan antar-jemput pasien dari rumahnya ke fasilitas kesehatan/RS dan dari fasilitas
kesehatan/RS ke rumah tinggalnya. “Program ini nanti akan disosialisasikan ke setiap desa. Mereka yang harus bertanggung jawab akan pendidikan anak-anak dan kesehatan warga di desanya. Program ini akan dikaji dulu dan terkait juga dengan dana yang mungkin bisa dianggarkan di DPRD,” ucap istri I Gusti Made Tusan ini. Jika cerdas dan sehat sesuai dengan visi Masdipa (Mas Sumatri-Artha Dipa) menuju Karangasem Cerdas,
MENUJU “KARANGASEM CERDAS, BERSIH DAN BERMARTABAT BERLANDASKAN TRI HITA KARANA” Kabupaten Karangasem terdiri dari 8 Kecamatan, 75 Desa dan 3 Kelurahan. Selama ini Karangasem selalu diidentikkan dengan daerah miskin, daerah tertinggal sehingga dengan kekurangan tersebut oleh Pemerintahan saat ini menjadi label yang selalu dijual ke Pemerintah Pusat. Kondisi ini secara psikologis berdampak tidak baik, membuat masyarakat Kabupaten Karangasem selalu dipandang sebelah mata dan menjadi minder jika disejajarkan dengan kabupaten lain di Bali maupun di Indonesia. Kondisi ini membutuhkan perubahan paradigma untuk membangun Kabupaten Karangasem yang lebih percaya diri. Memang patut diakui bahwa periode pemerintahan terakhir sudah mengalami kemajuan. Misalnya, hanya fokus pada peningkatan PAD namun kurang memperhatikan pemanfaatan dan sasarannya. Demikian juga pembangunan infrastruktur skala besar sampai saat ini kurang mampu memberikan maanfaat nyata dan memberi dampak multiplayer efek yang diharapkan. Pembangunan sektor pendidikan hanya difokuskan pada pembangunan fisik prasarana, belum mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya pendidikan bagi masyarakat itu sendiri. Dalam pelayanan kesehatan masih berorientasi pada keuntungan dan target pendapatan daerah.
Mas Sumatri bersama keluarga
Berangkat dari fakta dan permasalahan tersebut, untuk membangun Karangasem yang lebih baik perlu sebuah visi besar dan progresif menuju perubahan Karangasem lebih baik. Visi yang dicanangkan yaitu “KARANGASEM YANG BERMARTABAT”. Bermartabat mengandung makna terwujudnya Karangasem yang bangkit, berwibawa dan memiliki daya saing. Visi tersebut, dirumuskan ke dalam 6 misi, yakni: Membentuk sumber daya manusia yang cerdas, sehat, bermartabat dan unggul melalui pencapaian wajib belajar 9 tahun dan pelayanan kesehatan yang terjangkau, murah, ramah dan paripurna; Mewujudkan kultur masyarakat dan tata
Menghadiri undangan piodalan di Pura Banjar Adat Komala, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem sekaligus menyerahkan punia 21 Februari 2016
Roadshow pembangunan ke Kecamatan Selat bertempat di Wantilan Kantor UPTD Pertanian Kecamatan Selat tgl 24 Februari 2016 sekaligus meninjau Kantor Camat Selat
Bersih, Bermartabat Berlandaskan Tri Hita Karana ini tercapai, yang sinergi juga dengan program pemerintah 1000-100 (bersih 100 -kumuh 0 - sanitasi sehat 100), otomatis kesejahteraan masyarakat meningkat. Karena itu pula Mas Sumatri tak segan-segan memberikan nomer ponselnya kepada aparat desa, dari kades hingga kelian dadya, untuk memberikan masukan ataupun menyampaikan masalah-masalah yang terjadi di bawah, langsung kepada Bupati. –ten, ard
Pemaparan visi misi dan program kegiatan SKPD di hadapan Bupati arangasem Mas Sumatri untuk disinkronkan dengan visi misi Bupati K
kelola pemerintahan yang berkarakter melayani, bebas dari praktik korupsi, kolusi, nepotisme, dan budaya suap; Menurunkan angka kemiskinan dengan menitikberatkan pada penyiapan lapangan kerja, pengembangan sektor ekonomi kerakyatan berbasis pertanian dalam arti luas, usaha kecil dan menengah; Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat dengan menitikberatkan pada program perluasan kesempatan kerja, pariwisata kerakyatan dan peningkatan investasi yang berwawasan lingkungan; Membangun infrastruktur wilayah yang merata, berkeadilan dan tepat guna serta mengembangkan Wilayah Berbasis Potensi Lokal Perdesaan; Mengembangkan perikehidupan rakyat yang religius, toleran, berkarakter dan bermartabat melalui peningkatan program pembangunan di bidang keagamaan, sosial budaya,politik dan kesejahteraan sosial. Dalam kepemimpinannya, Masdipa berbekal semangat, kehati-hatian, landasan hukum yang jelas dan selalu berpijak pada kebenaran. Mas Sumatri berkomitmen tidak akan menyianyiakan harapan besar masyarakat Karangasem yang dipercayakan kepadanya. “Kami berterimakasih atas kepercayaan ini, dan harapan kami masyarakat mendukung penuh program-program yang kami canangkan untuk menuju Karangasem bangkit, bermartabat, berlandaskan Tri Hita Karana,” tandasnya. –ten, ard
4
Mandalika
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Usai Pemotongan tumpeng puncak HUT ke -28 WHDI
HUT ke -28 WHDI Provinsi Bali
Diramaikan Cerdas Cermat
Puncak peringatan HUT ke-28 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali, diselenggarakan di Wantilan Desa Pakraman Kubu, Bangli pada Rabu (24/2) mengusung tema “Peran Wanita Hindu Indonesai Dalam Mewujudkan Generasi Muda Berkualitas Dalam Keberagaman”
A
WHDI menggandeng Yayasan Kemanusiaan Indonesia melakukan pemeriksaan mata gratis dan operasi katarak. Sedangkan pada acara hiburan turut hadir Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi yang beranggotakan pengurus dan anggota WHDI, mengiringi Tari Pendet dan Tari Legong Tri Sakti. Pada kesempatan tersebut, Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Puspayoga yang juga istri Menteri Koperasi& UMKM, seusai tampil membacakan sejarah singkat WHDI, menyampaikan ucapan terima kasih pada Pemerintah Bangli dan Penasihat serta seluruh jajaran Pengurus
Penari Legong Tri Sakti dan Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi
Mengangkat tema, Optimalisasi Fungsi Pengawasan DPRD dalam membangun sinergisitas DPRD dengan Kepala Daerah demi percepatan pembangunan bangsa, Rakernas Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI) yang dibuka oleh Wakil Presiden RI, H.M. Jusuf Kalla, berjalan aman. Rakernas yang berlangsung 24-27 Februari 2016 ini dihadiri oleh 712 peserta yang terdiri dari pimpinan dan anggota DPRD Kota seluruh Indonesia, Ketua Asosiasi DPRD Provinsi seluruh Indonesia, Ketua Asosiasi DPRD Kota seluruh Indonesia dan Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten seluruh Indonesia.
R
akernas ini bertujuan untuk mendorong tercapainya sinergisitas antar pemerintah daerah dengan DPRD untuk percepatan proses pembangunan bangsa melalui pemantapan fungsi dan kinerja DPRD. “Ketika DPRD satu visi dengan Pemerintah Daerah, maka pembangunan akan berjalan denBupati Bangli Made Gianyar
cara yang diawali dengan beberapa lomba ini dihadiri di antaranya dihadiri Ketua Umum WHDI, Ketua WHDI Provinsi Bali, Ketua BKOW Provinsi Bali, Bupati dan Wakil Bupati serta Jajaran Pejabat di lingkungan Bangli, Penasihat WHDI dan Ketua WHDI Kabupaten/Kota se-Bali. Selain pemotongan tumpeng puncak perayaan HUT ke-28 WHDI Provinsi Bali juga diramaikan dengan lomba seperti cerdas-cermat, lomba membuat cane juga hadirnya stan pameran produk unggulan dari Kabupaten/Kota se-Bali. Tak ketinggalan
21
Rakernas ADEKSI Dorong Tercapainya Sinergisitas
Suasana lomba Cerdas Cermat
Pemeriksaan mata dan katarak
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Rataya Suwisma
WHDI Bali, yang telah sepenuhnya menyokong dan membantu semua kegiatan pelaksanaan acara HUT ke-28 WHDI Bali. Dikatakannya sebagai organisasi sosial yang bernapaskan Hindu, WHDI terus berupaya meningkatkan peran dan kiprahnya yang terbaik, termasuk dalam membina dan mendidik generasi muda bangsa. Selanjutnya Bintang Puspayoga juga menyampaikan bahwa WHDI sebagai garda terdepan wanita Hindu akan memberikan yang terbaik pula bagi wanita Hindu tentu disertai semangat juang
Bintang Puspayoga
Januari dengan menggelar berbagai lomba, kegiatan sosial, di antaranya berupa pemberian sembako kepada keluarga pra sejahtera di Bangli, pengobatan gratis dan pemberian buku. Dilanjutkan dengan menggelar persembahyangan bersama di Pura Kehen Bangli, Senin (22/2) yang dihadiri Ketua dan pengurus WHDI Kabupaten/ Kota se-Bali. Kegiatan lainnya adalah yoga bersama yang dilaksanakan di Lapangan Kapten Muditha Bangli, Selasa (23/2). Sementara Bupati Bangli I Made Gianyar, dalam sambu-
gan baik. Namun jika memiliki visi yang berbeda akan menyulitkan satu sama lain,” ujar Gubernur NTB ketika memberikan sambutan selamat datangnya. Wakil presiden dalam arahannya menyatakan DPRD sebagai pejabat negara harus memiliki wibawa dengan menjadi pengawas pemerintah daerah yang lebih bersih atau minimal sama
bersih dari yang diawasi dan juga memiliki pengetahuan yang baik agar hasil pengawasan menjadi maksimal. “Intinya bagaimana melihat ke depan yang terbaik untuk rakyat karena nantinya akan menjadi suatu warisan yang baik untuk kota dan sebagai pertanggungjawaban di akhir masa jabatan Anda,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla. –Naniek I. Taufan
Sariasih Sedana Arta
bisa menjadi ujung tombak pada setiap keluarga untuk menjadi lebih baik. Sedangkan Ketua Umum WHDI Ny. Rataya B Kentjanawathy Suwisma menyampaikan bahwa melalui HUT ke-28 WHDI mengingatkan untuk selalu mengabdi dan memberikan pelayanan pada masyarakat. Begitu pula tema yang diangkat tahun ini sangat tepat, sebab semua sadar betapa pentingnya pendidikan karakter bangsa bagi generasi muda yang berkualitas. Hal ini katanya sudah tertuang dalam
Silaturahmi Budaya Imlek 2567 di Mataram
Perayaan Imlek di NTB Padukan Dua Budaya
Kegiatan sosial pembagian sembako di Bangli
yang tinggi, ketabahan, kesabaran dan bijaksana. Ketua Panitia HUT ke–28 WHDI Bali, Ny. Sariasih Sedana Arta yang juga Ketua WHDI Bangli, menyampaikan, rangkaian kegiatan menyambut HUT ke–28 WHDI Provinsi Bali telah dimulai sejak akhir
Foto bersama usai persembahyangan di Pura Kehen Bangli
tan singkatnya, selain menyampaikan selamat HUT ke-28 untuk WHDI Bali, menyelipkan harapan WHDI mampu menjalankan kaidah, norma dan kaidah anggaran dasar sebagaimana pula terangkum dalam Mars WHDI yang sangat indah dan mulia. WHDI juga
Suasana HUT ke - 28 WHDI Bali
grand design WHDI 50 tahun kedepan, sebagai upaya strategis bagi generasi muda Indonesia. Pada kesempatan tersebut Rataya juga mengingatkan pada Oktober mendatang akan dilaksanakan Munas IV di Kota Surabaya. – Sri Ardhini
Ketua WHDI Pusat dan Bali kunjungi stand kerajinan
Cakranegara Mataram, meriah dengan lampion-lampion merah khas perayaan Tahun Baru Imlek. Malam hari bola-bola merah cantik menghiasi jalanan di kawasan pusat pertokoan terbesar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat itu. Kemeriahan perayaan Tahun Baru Imlek 2567 atau tahun 2016 kali ini terasa sangat berbeda. Komunitas Tionghoa NTB terutama yang berada di Kota Mataram, tampak berbaur dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan merayakan Imlek. Di persimpangan jalan protokol, yakni Jalan Pejanggik, Jalan Selaparang, Jalan Hasanuddin dan Jalan AA. Gde Ngurah yang menjadi pusat digelarnya puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2567, pada 20 Februari 2016 lalu dipadati warga yang ikut menyaksikan berbagai kegiatan, mulai dari pawai budaya, bazar (pasar murah), festival kuliner, car free night hingga kesenian nusantara, kesenian akrobatik dari Zheziang RRT, juga panggung musik orchestra. Persimpangan yang tiap hari paling padat dengan lalu lintas
kendaraan itu berubah sesak oleh masyarakat yang membludak, tumpah ruah memenuhi lokasi acara. Bertajuk Silaturrahmi Budaya Imlek 2567 ������������������� yang merupakan kerjasama antara Konjen RRT dengan pemerintah Provinsi NTB dan PSMTI NTB, puncak perayaan Imlek ini sukses menjadi even budaya yang kompak dan berkesan bagi masyarakat. Peristiwa yang pertama dan terbesar di Mataram yang pelaksanaannya digarap sangat serius ini menjadi momen baru bagi warga Kota Mataram. “Ini semakin mempertegas hilangnya sekat antara rekan-rekan Tionghoa dengan masyarakat,” ungkap Agus SK yang membawa serta anak-anaknya menyaksikan pergelaran kesenian malam itu. Baginya, even-even semacam ini perlu diadakan setidaknya tiap tahun karena bisa menambah kekayaan budaya bagi masyarakat NTB khususnya yang tinggal di Kota Mataram. Sejak sore, kawasan ini telah ramai oleh masyarakat yang men-
gunjungi stan-stan pasar murah dan pasar kuliner yang disediakan oleh panitia. Malam harinya masyarakat semakin ramai menyaksikan pentas seni yang memadukan dua budaya menampilkan kesenian yang dibawa langsung dari negeri tirai bambu itu. Ragam kesenian dan kegiatan yang digelar pada perayaan Imlek ini memperlihatkan kekayaan budaya NTB. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muh Amin memandang silaturrahmi budaya yang digelar komunitas Tionghoa ini menunjukkan bahwa di Bumi Gora banyak hidup suku bangsa dan budaya baik itu budaya asli yaitu Sasak, Samawa dan Mbojo, maupun kebudayaan lainnya. Yang juga membanggakan, menurut Muh. Amin adalah kehidupan yang rukun dan penuh toleransi antar suku bangsa dan budaya yang hidup di NTB. “Semoga perayaan Imlek seperti ini dapat menjadi wahana memperkuat kebersamaan dan persatuan antar etnis khususnya di Nusa Tenggara Barat,” ungkapnya. –Naniek I. Taufan
Wakil Presiden HM. Jusuf Kalla saat membuka Rakernas ADEKSI 2016 di Mataram NTB
Forum Wartawan DPRD Gelar Diskusi MEA “Menakar Potensi Pariwisata NTB dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Asia)”, begitulah tema diskusi publik yang diselenggarakan oleh komunitas wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan DPRD di Mataram beberapa waktu lalu. Hadir dalam diskusi ini, selain wartawan juga pelaku pariwisata dan institusi terkait. Peran pers dalam kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu fokus yang disampaikan oleh Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang menjadi keynote speaker dalam diskusi ini. “Pencapaian pariwisata kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya tidak bisa lepas dari peran pers,” ungkapnya. Menurutnya, perslah yang menciptakan gelombang (resonansi) pemberitaan terkait pariwisata sehingga bisa menciptakan satu sudut pandang positif bagi daerah. “Saya merasa bahwa kontribusi pers NTB dalam pariwisata (pemberitaan) positif dan menggembirakan,” katanya. Hal ini tentu sangat dibutuhkan oleh dunia pariwisata NTB khususnya dalam menghadapi MEA yang merupakan era yang luar biasa bagi pariwisata dan itu tidak akan mudah. Beberapa hal disampaikan Majdi mengenai hal ini, antara lain, harus adanya perubahan mainset bahwa MEA itu bukan hambatan, bukan kendala, bukan pula tantangan. “Tetapi MEA adalah peluang. Tidak ada kata lain, kecuali peluang. Dengan memaknai MEA sebagai peluang maka kita akan terdorong untuk berinovasi. Dan ketika memandang MEA sebagai peluang maka akan menumbuhkan kreativitas,” ujarnya. Selain itu ia menganalogikan pariwisata sebagai sebuah bejana berhubungan, di mana pariwisata tidak dapat berdiri sendiri melainkan satu sama lainnya saling membutuhkan. Dalam pariwisata itu ada transportasi, akomodasi, regulasi dan lainnya yang harus dipahami sebagai sektor yang integratif. “Tidak bisa masing-masing maunya untung maksimal. Selalu ada proses dialektik dan saling mempengaruhi. Jangan harap bisa membangun pariwisata yang baik, jika semua mau untung maksimal,” katanya. Menurutnya, sektor pariwisata itu tidak main-main melainkan harus dirumuskan dengan baik dan dikerjakan dengan tekun. Dituntut kreativitas dan inovasi dalam membangun pariwisata misalnya dengan mengangkat keunikan dan perbedaan yang tidak dimiliki daerah lain. “Kita dengan sengaja menciptakan pariwisata halal sebagai sebuah peluang,” katanya. –Naniek I. Taufan
20
Nine
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Ayu Butik Batik Lombok
EO Daerah dengan Pembinaan Terbaik di Indonesia
Panggung megah Plenary Hall, Jakarta Convention Center dipenuhi 39 perempuan terpilih, cantik dan pintar yang merupakan finalis dari 34 provinsi di Indonesia yang bersaing untuk meraih gelar Putri Indonesia 2016. Dalam ajang puncak pemilihan Putri Indonesia 2016 yang digelar beberapa waktu, terlihat kualitas masing-masing peserta yang sebelumnya telah dibina di daerah masing-masing juga menjalani karantina selama seminggu sebelum acara puncak ini.
T
iga perempuan asal Sulawesi Utara, Lampung dan Sumatera Barat, akhirnya terpilih sebagai tiga besar Putri Indonesia. Kezia Roslin yang merupakan wakil dari Sulawesi Utara terpilih sebagai Puteri Indonesia 2016 dan Felicia, wakil dari Lampung sebagai Runner Up Putri Indonesia serta Intan Aletrino dari
Sumatera Barat sebagai Runner Up II Putri Indonesia 2016. Selain ajang untuk memilih Putri Indonesia, yang menarik di acara ini juga adalah dipilihnya EO daerah yang telah menyelenggarakan pemilihan putri Indonesia di wilayah masingmasing serta membimbing dan mengantar para putri ini untuk bersaing di pemilihan Putri
Indonesia. Berbagai kegiatan dilakukan para EO daerah untuk menampilkan putri terbaik daerahnya, termasuk Ayu Butik Batik Lombok yang menjadi penyelenggara pemilihan Putri Indonesia wilayah NTB 2015 dan menelurkan Ghea Putri Mulya sebagai Putri Indonesia NTB 2016. Sayangnya, Ghea belum mampu menjuarai even ini.
Ayu Butik bersama orang tua Ghea Putri Mulya (dua dan tiga dari kanan), di JCC usai acara Puncak Pemilihan Putri Indonesia 2016
Namun yang menggembirakan, Ayu Butik Batik Lombok, membawa nama Nusa Tenggara Barat menjadi EO pembinaan terbaik berdasarkan kriteria dari Yayasan Putri Indonesia. “Ayu Butik Batik Lombok, menjadi EO pembinaan yang terbaik dari 34 provinsi di Indonesia,” kata Yanti dari Yayasan Putri Indonesia. Menurut Yanti, terpilihnya Ayu Butik Batik Lombok sebagai yang EO pembinaan terbaik tahun 2016 ini terbilang mengejutkan, karena Ayu Butik baru kali ini menjadi EO daerah untuk Putri Indonesia. Hal yang sama diungkapkan Ayu Setiawati dari Ayu Butik Batik Lombok. “Saya benar-benar surprise atas penghargaan ini,” ungkapnya. Tentu saja Ayu merasa kaget
karena untuk mempersiapkan semua kegiatan Putri Indonesia daerah NTB, ia terbilang sangat baru ketika Yayasan Putri Indonesia mengirimkan surat penawaran kerjasama untuk menyelenggarakan pemilihan Putri Indonesia wilayah NTB. “Sekitar enam bulan yang lalu,” ujar Ayu. Namun begitu, Ayu tidak main-main. Bersama krunya ia serius “mengisi” Ghea dengan bimbingan serta mengenalkannya dengan banyak kegiatan terutama kegiatan-kegiatan sosial. “Aktivitas pembinaan dan pembimbingan yang dilakukan EO daerah terhadap wakil-wakil Putri Indonesia dari daerah itulah yang kami pantau dan nilai. Dan Ayu Butik yang terbaik tahun ini,” ujar Yanti. –Naniek I. Taufan
karena berada di luar ruangan. “Saya sampai tidak sempat menerima piagam itu di atas panggung, karena benar-benar tidak tahu jika kami mendapat penghargaan tersebut. Saya ada di JCC namun belum masuk ruangan karena menunggu acara puncak Pemilihan Putri Indonesia 2016,” ujarnya tertawa. Ayu baru mengetahui kabar ini setelah acara bubar dan diberi kabar secara tidak sengaja oleh salah seorang panitia yang mengenalnya. “Ini kejutan yang menantang kami untuk bekerja lebih baik lagi pada even berikutnya,” kata Ayu dengan wajah sumringah. Banyaknya kegiatan termasuk kegiatan-kegiatan sosial
yang diperkenalkan Ayu Butik kepada Ghea Putri Mulya yang menjadi poin penting dalam penilaian tersebut. “Ayu Butik sangat rajin memperkenalkan Putri Indonesia NTB kepada masyarakat. Ayu Butik terbilang sangat aktif turun ke lapangan bersama Finalis Putri Indonesia asal NTB yang dibinanya. Inilah yang membuat bobot penilaian kami menjadi tinggi terhadap Ayu Butik. EO daerah seperti inilah yang dibutuhkan, maksimal bekerja,” ungkap Yanti. Dan Yanti meminta agar Ayu Butik lebih baik lagi ke depan dengan kegiatan-kegiatan yang lebih dapat lagi memberikan masukan positif kepada finalis. -Naniek I. Taufan
Kezia Roslin Putri Indonesia 2016
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
5
Peduli Sampah Wanita yang lahir dari generasi berbeda ini memiliki banyak persamaan. Yang sudah pasti dan kelihatan adalah keduanya adalah selebriti yang cantik. Baik Tasya maupun Davina memiliki minat yang sama yakni peduli lingkungan. Kepedulian mereka pada lingkungan bukan karena kampanye lingkungan tengah aktif digalakkan di Indonesia tapi telah dilakukan mereka sejak kecil lewat peduli sampah. Keduanya mengaku sangat prihatin melihat sampah yang dibuang sembarangan.
Ayu bersama Yanti dr Yayasan Putri Indonesia dengan piagam penghargaan sebagai EO pembina terbaik
Aktif Perkenalkan Putri Indonesia NTB kepada Masyarakat
Uniknya penilaian dan pemantauan yang dilakukan oleh Yayasan Putri Indonesia terhadap aktivitas pembinaan Putri Indonesia di daerah oleh EO daerah ini tidak diumumkan secara terbuka melainkan dilakukan secara diam-diam. Bahkan kriteria pemilihan EO pembinaan terbaik ini tidak banyak diketahui termasuk oleh Ayu Butik. “Kami benar-benar tidak tahu kalau ada penilaian dan kriteria EO Pembinaan terbaik seperti ini,” kata Ayu. Itulah sebabnya, ketika pra acara terdapat beberapa pengumuman juara berbagai kriteria menyangkut pemilihan Putri Indonesia 2016, termasuk pengumuman EO pembinaan terbaik, Ayu tidak mengetahuinya
Inspirasi Tasya Kamila dan Davina Veronica
T
Davina Veronica
ak heran kalau dalam peringatan Hari peduli Sampah Nasional keduanya turut terlibat dalam kampanye peduli sampah, khususnya yang kini tengah ramai dibicarakan adalah soal kantong plastik berbayar sebagai salah satu solusi mengurangi jumlah sampah plastik yang volumenya semakin mengkhawatirkan. Ditemui di acara Hari Peduli Sampah Nasional yang digelar di Jl Thamrin Jakarta, Tasya mengaku peduli sampah bukan karena dirinya selebriti atau menjadi Duta Lingkungan Hidup tapi memang itu dilakukannya sejak masih kecil. “Waktu kecil orangtua mengajarkan agar kita tidak membuang sampah sembarangan dan aku mempraktekannya sehingga jadi terbiasa. Semakin meningkat usia, aku jadi semakin memahami masalah lingkungan dan energi. Misalnya, hemat energi dengan mematikan lampu atau ac, dll, jika memang tidak diperlukan,” kata mantan penyanyi cilik yang menjadi Duta Lingkungan Hidup sejak tahun 2006. Terkait masalah sampah, Tasya mengaku sangat prihatin. Volume sampah yang terus bertambah, menurutnya, membutuhkan kepedulian semua pihak, khususnya masyarakat untuk berperan
serta menangani masalah ini. Lalu dia pun dengan fasih berbicara motto pengelolaan sampah 3 R yakni reduse, reuse dan recycle. Reduse maksudnya adalah mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, reuse maksudnya adalah mengunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama maupun fungsi lainnya, dan recycle adalah mengolah kembali atau daur ulang sampah menjadi barang atau produk yang bermanfaat. Lalu bagaimana dengan sampah plastik? Menurut penyanyi yang melejit lewat tembang ‘Libur Tlah Tiba’ dan ‘Anak Gembala’ini, ia sejak lama mengkampanyekan agar masyarakat dalam berbelanja membawa kantong belanja sendiri. Karena selain lebih nyaman, juga membantu mengurangi sampah plastik. Dia bukan sekadar ngomong, tapi telah mempraktekkannya sejak lama. “Kalau berbelanja aku selalu membawa tas belanja dari rumah, aku tidak menggunakan plastik yang tersedia di pusat perpelanjaan. Aku selalu menolak kalau dikasih kasir kantong plastik. Aku punya kantong sendiri yang selalu siap digunakan kapanpun,” ungkap Tasya yang pagi itu tampil cantik memakai kaos putih dengan aksen
merah pada lengannya. Menurutnya, berbelanja akan lebih praktis jika membawa tas bawaan dari rumah daripada menggunakan berkantong-kantong plastik yang justru nantinya akan menjadi sampah rumah tangga. “Kalau belanjaannya cuma sedikit, ya sudah tidak usah minta sampah plastik lah,” tambah Tasya yang rajin berkampanye lingkungan lewat twitternya. Pemeran film Rumah Kentang ini mengaku senang dengan diterapkannya kebijakan kantong plastik berbayar di pusat-pusat perbelanjaan. Namun katanya, biaya Rp200 per kantong dirasakan masih kurang efektif untuk tujuan menekan jumlah sampah plastik. “Rp200 per kantong rasanya kurang greget ya. Harusnya Rp5000 per-kantong, jadi orang kan mikir,” kata artis kelahiran November 1992, ini. Hal yang sama juga dilakukan Davina Veronica Hariadi, model yang aktif di WWF(World Wildlife Fund). Seperti halnya Tasya, Davina pun membawa kantong belanja sendiri jika berbelanja. “Di mobil selalu tersedia kantong kain untuk dipakai berbelanja. Jadi aku tidak menggunakan kantong plastik yang biasa diberikan kasir,” katanya. Karenanya Davina pun sangat mendukung kebijakan pemerintah yang kini memberlakukan
Tasya Kamila
kantong plastik berbayar. Menurutnya, di luar negeri hal itu sudah dilakukan. Penanganan masalah sampah bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan pihak tertentu semata tapi juga semua orang harus ikut berpartisipasi. Masalah sampah, tambahnya, sudah menjadi isu global yang perlu ditangani secara bersamasama. Salah satu caranya, kata Davina, yaitu dengan tidak menggunakan kantong plastik saat berbelanja dengan begitu kita ikut membantu mengurangi sampah kantong plastik. Soal kantong plastik berbayar, Davina tidak tanggung-tanggung mengusulkan agar harga satu kantong plastik adalah Rp100.000. “Aku usul Rp100.000 per kantong plastik. Aku ingin orang punya kesadaran untuk membawa kantong sendiri,” kata Davina usai
Tasya Kamila bersama pasukan orange
berdiskusi ‘Kantong Plastik Tidak Gratis’ di Locada Cafe, Senayan, Jakarta. Sampah plastik tambahnya, memberi dampak besar pada kerusakan lingkungan karena sulit terurai. Karena itu ia mengaku mengusulkan harga yang cukup tinggi Rp100.000 per kantong plastik agar orang ‘takut’ membeli kantong plastik dan membawa kantong belanja sendiri. Jadi memang, semuanya harus dimulai dari diri sendiri. Jika setiap orang memiliki kesadaran maka ini akan menjadi gerakan yang besar yang pada gilirannya bakal berdampak signifikan bagi pengurangan sampah plastik. Davina yang memulai kariernya di dunia hiburan dari model kemudian merambah ke dunia akting layar kaca dan layar lebar, selain sebagai aktivis peduli lingkungan, ia juga berperan aktif sebagai aktivis penyelamat satwa. Kepeduliannya terhadap lingkungan dan satwa semakin meningkat sejak ia bergabung menjadi anggota WWF pada 2004 kemudian aktif sebagai suporter kehormatan WWF pada 2008. Tidak hanya itu. Wanita kelahiran 20 Oktober 1978 ini kemudian bersama teman-temannya mendirikan organisasi pencinta satwa bernama ‘Garda Satwa Indonesia’ pada 2011 lalu. Kegiatan komunitas ini antara lain; kampanye dan sosialisasi edukasi satwa secara berjenjang ke lembaga pendidikan, masyarakat dan sosial media, street feeding, vaksinasi, sterilisasi bersubsidi dan rescue dan adopsi. -Diana Runtu
6
Woman on Top
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Mengatasi Masalah tanpa Munculkan Masalah
Wakili Aspirasi Wong Cilik Ada yang menarik mewarnai pesta demokrasi di Buleleng periode 20172022. Pasalnya seorang wanita yang kesehariaan sebagai loper koran di pusat bisnis jalan Diponogoro ini maju sebagai calon wakil bupati Buleleng mengincar posisi Sutijdra. Luh Made Marwati adalah seorang istri serta ibu yang sangat gigih dalam memperjuangkan hidup. Kecintaannya ter hadap daerah kelahiran membuat Bu Luh sapaan karibnya tersentuh untuk melakukan perubahan dalam bidang perekonomian.
B
erawal dari peker jaannya sebagai loper koran se lama 18 tahun, dia selalu mengikuti perkemban gan-perkembangan yang ada melalui berita yang dibaca. Mengaku sebagai perwakilan dari masyarakat kecil, wanita 42 tahun ini terlihat sangat an tusias membicarakan kemajuan di Buleleng. “Pembangunan jangan hanya terpusat di Bali Selatan, biar anak-anak di sini larinya gak ke Denpasar aja,”
ujar istri dari Made Sudarma. Sebagai masyarakat kecil, Mar wati sangat menginginkan agar para pemimpin merealisasikan janji-janjinya ketika kampanye dulu. Buleleng memiliki potensi yang sangat bagus untuk dikem bangkan sehingga sudah menjadi tugas para pemimpin agar lebih bekerja keras lagi. “Dibangun hotel berbintang kah, semua itu kan bisa membangun lapangan pekerjaan untuk anak-anak di sini,” tambahnya. Niatnya mencalonkan diri
Luh Made Marwati
menjadi wakil bupati sangat disambut dan didukung oleh keluarga serta kerabat dekatnya. Bahkan masyarakat sekitar juga sangat bangga memiliki orang yang peduli dengan Buleleng terutama dengan masyarakat kecil atau wong cilik. Ibu dari tiga orang anak ini mengaku jika dia hanya ingin menyampaikan aspirasi masyarakat kecil bukan semata-mata ingin menjadi calon
wakil bupati. “Tidak ada niat saya buat jadi wakil bupati, cuma agar aspirasi masyarakat itu didengar oleh pusat,” tambahnya. Banyaknya mendengar keluhankeluhan dari temantemannya sesama peda gang di pasar membuat Marwati merasa iba dan kecewa. “Orang-orang di atas biar tahu ba gaimana situasi di bawah seperti apa,”lanjutnya. Namun tidak sela manya jalan yang dilalui Luh Marwati mulus. Terlepas dari banyaknya dukungan yang dida pat dari masyarakat, ada juga masyarakat yang malah mencibir. “Orang kaya aja gak berani mencalonkan diri, cuma penjual ko ran aja sombong,” tutur wanita yang beralamat di gang kelapa muda, jalan Pulau Buton, ling kungan Banyuning Utara ini. Ia menegaskan bahwa akan tetap maju karena hati nurani bukan cibiran orang. Belum Lengkapi Persyaratan Kejutan yang diberikan oleh Marwati dalam pilkada Buleleng
mendatang tentu mengundang apresiasi dari berbagai pihak. Sebagai masyarakat umum Mar wati mengambil formulir non kader karena tidak masuk partai politik. Jika kader PDIP diwajib kan hanya memenuhi sembilan syarat, kalau non kader ada 13 syarat. Salah satu syarat yang belum dipenuhi adalah riwayat hidup diantaranya adalah ijazah TK, SD, dan SMP. Hal ini dikar enakan Marwati yang baru pindah rumah beberapa tahun yang lalu sehingga lupa dimana ia taruh ijazah tersebut. Terkait lolos tidaknya Luh Marwati jadi salah satu kandidiat, ia sangat berharap ada rekomendasi DPP PDIP di Jakarta. Selain terkendala persyara tan, wanita murah senyum ini juga mengaku terkendala modal jika memang dia masuk men jadi kandidat. “Saya kan hanya mencalonkan jadi wakil kalau seandainya ada yang merangkul dalam pendanaan saya tentu senang,” lanjutnya. Ditanya sosok yang meng ispiratifnya, Luh Marwati sangat mengidamkan pemimpin seperti Megawati dan Jokowi. “Ibu Mega itu kan perempuan, dia bisa saya juga harus bisa sedangkan Pak Jokowi itu pemimpin yang suka blusukan,” imbuhnya. -Wiwin
Apa kabar Gang Dolly? Paskapenutupan tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara sejak Juni 2014, Gang Dolly terus bersolek. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadikan Gang Dolly menjadi pusat Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pariwisata benar-benar diwujudkan.
A
Esthi Susanti Hudiono
da mantan pekerja seks komersial (PSK) di sektor UKM pembuatan sepatu. Sepatu produksi Gang Dolly bahkan digunakan saat Tri Risma harini dilantik sebagai Wali Kota Sura baya untuk periode kedua. Bagaimana nasib mantan PSK Gang Dolly lainnya dan para mucikari yang hanya diberi modal Rp 5 juta dan pelatihan selama tiga bulan sejak penutupan. ‘’Uang Rp 5 juta itu tidak ada arti nya. Pelatihan tiga bulan tidak membuat orang bisa terampil dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan yang sifatnya menjadi kan mereka sebagai profesional,’’ kilah
Direktur Yayasan Hotline Surabaya Esthi Susanti Hudiono. Menurut Esthi, pelacuran hampir identik dengan wajah kemiskinan. Jika sebuah kota muncul pelacuran, sep erti Surabaya, itu berarti di kota ini ada masyarakat yang miskin. Mengatasi kemiskinan tidak identik dengan menu tup tempat pelacuran kelas atas Gang Dolly. ‘’Penutupan itu, hanya sebuah pencitraan yang dilakukan Wali Kota Tri Rismaharini, karena kemiskinan masih tetap ada dan tindakannya tidak manu siawi,’’ urai Esthi. Esthi memang setuju dengan pe nutupan kompleks pelacuran Gang
Dolly beberapa waktu lalu. Karena Gang Dolly memberi dampak banyak negatif terhadap manusia dan masyarakat di sekitarnya. Apalagi lokasi itu berada di tengah perkampungan padat dan dilihat oleh anak-anak kecil. “Ini sebuah contoh dan kenyataan yang tidak baik bagi pendidikan anak dan pendidikan moral bangsa,” ujarnya. Kecuali itu, di lokasi ini sering ter jadi kasus trafficking terhadap anak dan wanita. Belum lagi lokasi ini menjadi pusat peredaran narkoba dan minu man keras yang sangat merugikan kes ehatan masyarakat. Tetapi langkah itu hanya sebuah pencitraan Wali Kota saja. Karena penutupan itu tidak signifikan dengan mengatasi kemiskinan di Kota Pahlawan ini. Jumlah orang miskin di kota ini tidak berkurang dengan dilakukan penutupan tersebut, malah terus meningkat dari tahun ke tahun. Bukan hanya itu, pe nutupan itu dinilai melanggar konstitusi. Karena negara melalui pejabat negara melakukan tindakan kekerasan terh adap perempuan. Seharusnya negara
F i l m “J a g o a n I n s t a n ”
Sampaikan Pendidikan Moral dan Kritik Korupsi
“eL – Ge – Be –Te in Service?” Salam Senyum, Aroma diskusi tentang LBGT akhir-akhir ini begitu semerbak, bahkan menjadi trending topic dalam mediamedia sosial. ‘Meme’ dalam bentuk kata-kata juga tidak kalah semarak, ada yang menggunakannya dengan istilah ‘Lo Gue Beda Tipis’ untuk seseorang yang “merasa” dirinya agak beda-beda jauh dengan orang yang dianggap lebih berkualitas. Atau istilah ‘Lontong Gethuk BakwanTahu’ bagi orang yang tidak bisa nahan ngiler jika melihat makanan kesukaannya. Masih banyak istilah-istilah yang dimuncul kan oleh trending topik LGBT ini. Kalo yang serius akan berhadapan dengan Pro’s Cont’s pendapat tentang LGBT. Tapi bagi ‘standup comedy’ dadakan, akan menjadi bahan komedi yang potensial. Tidak bermaksud numpang ngetren dengan si trend ing topik LGBT. Saya mengajak untuk menyikapi dengan positif dengan memunculkan pikiran-pikiran positif tentang itu. Tentunya saya akan mengaitkan dengan layanan yang konsisten menjadi tema sentral tulisan saya. LGBT yaitu “Layanan Gesit Berhati Tulus”. Cukup menarik kan kalau kita pakai layanan? “Selamat datang di …….selamat berbelanja.. dst.”.. demikian kalimat sapaan yang sering kita dengar kalau me masuki sebuah outlet penjualan retail. Pernah saya kira itu kalimat yang keluar dari mesin yang diputar secara otomatis jika ada pelanggan masuk. Ternyata itu sapaan langsung dari karyawannya. Seiring dengan pengucapan kata greeting tadi, karyawannya biasanya masih sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan yang setelah mengucapkan kalimat itu mereka langsung berbincang dengan teman sejawatnya, atau sibuk dengan pelanggan di depannya, dan ada yang melanjutkan lamunannya.. haaaaaa…Tergambar,,,bagaimana sapaan itu tidak bernyawa, dan kelihatan tidak antusias. Cerita pengalaman lain, di mana saya membeli obat di
sebuah toko obat. Dari tempat parkir kendaraan, kemudian saya melang kahkan kaki ke pintu toko dan tepat berada di depan counter. Hal tersebut sebenarnya sudah dilihat oleh pegawai toko tersebut sejak saya memarkirkan kendaraan dan melangkah ke arahnya. Tetapi saya harus “menunggu kesigapan” dari karyawan toko untuk segera melayani saya. Dia berjalan pelan masuk ke dalam counter dengan pelan dan kemudian dengan wajah yang tidak bersemangat menanyakan keperluan saya. Hmm.. sudah dapat dibayangkan bagaimana saya sebagai pelanggan diperlakukan seperti itu. Beberapa pakar layanan menyebutkan bahwa layanan dapat mengubah dunia… waaaahhhh... seandainya semua pelaku layanan tahu akan pentingnya sebuah layanan tentu semua akan berlomba untuk memberikan layanan yang terbaik untuk kemajuan perusahaannya. Bahkan dari beberapa pelanggan yang sempat saya ajak berbincang, mereka akan pindah dan mencari perusahaan lain jika pelayanannya lambat. Pengalaman saya sebagai seorang teller terbaik di tem pat saya bekerja ketika masih menjadi frontliner, menjadi catatan tersendiri. Dulu belum ada yang namanya mesin antrian yang canggih seperti sekarang (bahkan kecang gihan sekarang sampai keliatan wajahnya di kamera ketika mengambi nomer antrian). Para nasabah (istilah pelanggan kalau di perbankan) berdiri untuk mengantri dilayani oleh teller. Yang menjadi istimewa, kenapa antrian di tempat saya selalu jauh lebih panjang dari teller lainnya. Padahal logikanya mereka akan mencari antrian yang lebih pendek agar lebih cepat terlayani. Hmmm…ternyata kuncinya adalah pelayanan yang ce pat dan sigap membuat orang lebih senang antri di counter dari pada antrian yang pendek tapi pelayanannya “lelet” .Cukup dengan sigap saja??? Oohh..ternyata tidak… kalau sigap dengan terburu- buru hanya untuk mempercepat layanan mengejar jam pulang/istirahat, tentu akan terlayani dengan kurang baik. Ingat dengan tema kali ini “Layanan Gesit Berhati Tulus”. Jadi akan sempurna jika kegesitan
pelayanan dilakukan dengan ketulusan hati yang tentunya akan menampakkan senyuman yang sumringah. Untuk menambah wawasan layanan, dalam beberapa pelatihan yang saya berikan sering saya mencontohkan bagaimana orang Jepang bekerja. Beberapa nilai/value yang bisa diambil di antaranya sebagai berikut : 1. “Okinakoe de” ( bersuara keras). Dalam hal ini kalau kita melayani, tentunya kemampuan komunikasi terhadap pelanggan sangat penting. Bersuara keras maksudnya adalah suara kita dapat didengar dengan baik oleh lawan bicara kita. Dalam hal ini pelanggan. 2. “Kibikibikado” (bergerak sigap) . Kalau hal ini jelas seperti tulisan di atas. Kesigapan gerak kita akan mencer minkan sikap antusias kepada pelanggan. Tentunya ini sangat menyenangkan bagi pelanggan karena terlayani dengan cepat. 3. “Jibun karaaisatsu”(memberi salam terlebih dahulu). Membiasakan diri menyapa dan memberi salam terlebih dahulu dalam kehidupan sehari-hari akan membuat jiwa kita rendah hati, dan dapat mengikis rasa keegoan. Naaaah…? Kalau hal ini sudah biasa diterapkan di sebuah perusahaan, maka saya yakin kondisi kantor di perusahaan tersebut akan nyaman dan tentunya secara otomatis mem beri kenyamanan juga kepada pelanggannya. 4. “Akaruiegao” (bekerja dengan ceria). Bekerja dengan ceria hanya bisa di dapat lewat ketulusan hati. Bekerja dengan ceria akan tergambar dari senyuman, pancaran mata yang berbinar, gerakan tubuh yang sigap, suara yang keras dan selalu ingin membantu orang lain. Jadi, contoh bagaimana orang Jepang bekerja sangat tepat dengan tema LGBT, “Layanan Sigap Berhati Tulus”. Dan, tentunya ini merupakan dambaan setiap pelanggan. Ayo berlomba memberikan layanan LBGT kepada pelang gan kita agar mereka tetap menjadi pelanggan setia dan loyal (mulainya dari sekarang dong… ). Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani
19
itu melindungi seluruh tumpah darah secara baik dan benar. “Banyak warga PSK diperlakukan dengan kekerasan oleh petugas. Teru tama kalau kedapatan membuka praktek prostitusi setelah Dolly ditutup. Tetapi sayang mereka tidak berani melapor karena mereka memang melanggar aturan itu,” tegas Esthi. Ia menilai alasan Wali Kota menutup Dolly hanya dilihat dari satu sisi saja yakni norma agama. Mereka dianggap melang gar norma agama atau melanggar susila. “Wali Kota lupa penutupan itu harus dilihat dari banyak segi yang secara si multan bisa memberi dukungan terhadap penutupan tersebut. Mengatasi masalah tidak boleh memunculkan masalah baru atau masalah lain lagi,” ujarnya. Dijelaskannya, dalam menutup Dolly perlu dilihat juga dari sisi kemiskinan, kesehatan, ekonomi, mucikari, pelacur itu sendiri dan komunitas lain yang diuntungkan dengan dengan kegiatan prostitusi tersebut. “Terus terang saya setuju dengan penutupan itu, tetapi caranya yang tidak begitu tepat yang
membuat saya tidak respek dengan aksi tersebut,” tegasnya. Menurut Esthi mengatasi kemiski nan harus dilakukan dengan cara mem berikan pekerjaan dan meningkatkan sumber dayanya dengan pendekatan yang humanis, beretika dan bermoral. Ia mengatakan penutupan Dolly terse but telah memberi efek negatif ke pada masyarakat baik di Surabaya dan sekitarnya. “Dengan penutupan itu, para PSK tersebut semburat kemana-mana dan membuka praktek lain dengan modus yang lain,” tegasnya. Salah satu diantaranya mereka membuka panti pijat dan salon di sejumlah tempat di Surabaya terutama di kawasan Dolly yang notabene masih melakukan prak tek prostitusi hanya tampil dengan baju lain. Ditanya bagaimana pendapatnya tentang program Pemkot Surabaya yang mau menjadikan Dolly sebagai kawasan ekonomi baru, menurut Esthi program itu tidak berjalan maksimal dan banyak yang tidak berhasil. -Yosef Sintar
jagoan. Bila pengaruh serum itu menghilang maka Bumi kembali menjadi manusia biasa-biasa saja. Mulai dari mematai-matai anggota DPR yang studi banding sampai menyelamatkan Mbah penunggu gunung dilakukan Bumi. Bahkan juga menyelamatkan uang satu ember dari rumah seorang koruptor. Bumi berhadapan dengan musuh utamanya, Romeo (Kevin Julio), yang merebut pacarnya, Pertiwi (Anisa Rahma). Romeo, putra tunggal Ratu Gelondongan (Meriam Bellina), pemimpin perhimpunan pembalak hutan seluruh Indonesia. Romeo sadar Pertiwi tidak mencintainya. Ia mau menyerahkan Pertiwi ke Bumi asal Bumi mau menyerahkan serum jagoan. Bumi setuju. Pada hari pertukaran itu, Romeo menjajal serum jagoan dan memaksa Bumi menghadapinya. Maka terjadilah duel dua ‘jagoan’ yang berlangsung tiga hari tiga malam.
industri film Indonesia untuk lebih bersemangat menghadapi tan tangan agar bisa meningkatkan persaingan film di negara sendiri hingga internasional. Karena hasil survei yang di lakukan oleh Sinema Indonesia pada 2016, untuk jumlah layar bioskop yang dimiliki Indone sia berjumlah 1.117 layar, 87% diantaranya berada di Jawa. Pebisnis yang selama ini mendapat kan kemudahan menguasai se muanya ini, hanya 3-4 perusahaan. Tentunya ini tidak baik untuk dunia perfilman kita. Maka, pemerintah perlu melakukan perubahan. Apakah dengan kebijakan baru ini layar bioskop akan lebih banyak dan lebih terjangkau, apakah akan berdiri perusahaan distribusi film baru, apakah akan berdiri studio film (produksi) berskala interna sional di Indonesia dan apakah dampaknya terhadap para sineas Indonesia? Hal-hal tersebut baru dapat terjawab setelah kebijakan Presiden RI bisa bergulir dan di jalankan dengan benar. -Romadhona Yulian
87% DI JAWA Menurut Kemal, kebijakan yang dibuat Presiden Joko Widodo merupakan kesempatan para pelaku
Pemeran film “Jagoan Instan”
“Jagoan Instan” sebuah film kental dengan pendidikan mo ral dan kritik tentang korupsi. Film yang ditayangkan di bioskopbioskop Surabaya dan Indonesia se jak 18 Februari 2016 lalu, diharapkan bisa mengena sasaran moral pada generasi muda juga perkembangan perfilman di Indonesia. Film yang punya muatan pendidikan moral ini didukung Presiden Joko Widodo. Seperti yang disebutkan melalui Kepres tentang peluncuran paket kebijakan ekonomi jilid 10 yang intinya merombak Daftar Negatif Investasi (DNI). Salah satu usaha yang paling disorot industri perfilman adalah peredaran film. Persatuan Per usahaan Film Indonesia (PPFI) dan Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi) mendukung penuh rencana
Presiden Jokowi untuk membuka DNI di bidang usaha film sektor eksebisi, distribusi, produksi, dan teknik. Revisi aturan ini dilihat sebagai sebuah peluang besar untuk memaju kan industri perfilman nasional. Dengan dibukanya peluang in vestasi ini, diharapkan industri per filman Indonesia dapat lebih maju lagi. Sehingga dapat bersaing dengan produk perfilman dari negara-negara tetangga seperti Korea, Jepang dan lainnya. Hal tersebut diutarakan Kemal Palevi, pemeran utama di “Jagoan Instan”. Film layar lebar yang sarat de ngan komedi action dan dibumbui beberapa pendidikan moral meru pakan cara tepat untuk memberikan pondasi kepada para generasi muda. “Dalam film di Jagoan Instan itu, selain ada trik action dan komedi segar,
di dalamnya juga ada kritik tentang pelaku korupsi,” kata Kemal, saat berada di Cinema 21 Tujungan Plaza Surabaya. Fim ini menceritakan di Amerika Serikat ada tiga jagoan menganggur karena kondisi negeri mereka sudah damai dan makmur. Di Indonesia ada bekas jagoan yang gagal memperbaiki keadaan. Korupsi dan kejahatan tetap merajalela. Om Gun (Dede Yusuf), bekas jagoan itu, mengundang tiga jagoan Amerika untuk beraksi di In donesia dengan syarat membawa apa yang dinamakan serum jagoan. Dengan serum jagoan Om Gun lalu merekrut keponakannya, Bumi (Kemal Palevi), menjadi seorang jagoan untuk memberantas kejahat an. Maka Bumi pun menjadi Jagoan Instan, jagoan yang mempunyai kekuatan setelah disuntik serum
18
Life
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Lukisan Kaca untuk Hari Kelahiran Menggeluti suatu pekerjaan agar tetap bisa menghasilkan demi kelangsungan hidup tentulah tidak mudah. Apalagi pekerjaan yang jarang dilakoni dan diminati orang. Di tengah himpitan ekonomi, I Nyoman Netep tetap bertahan sebagai pelukis dengan media kaca atau yang lebih dikenal dengan wayang kaca.
pel yang sudah jadi. “Ya istilahnya jemput bola,” ujar Netep. Ketika ditemui di rumahnya, Dusun Delod Margi Desa Nagasepeha, kecamatan Buleleng ia sedang mengerjakan pesanan lukisan kaca yang diterimanya. Lukisan yang biasanya dicari oleh pembeli adalah cerita pewayangan atau lukisan untuk hari kelahiran. “Biasanya banyak yang baru punya anak membuatkan hari kelahiran anaknya,” tambah pria kelahiran 4 November ini. Rumitnya proses I Nyoman Netep membuat lukisan di atas kaca pengerjaan membuat Netep harus memiliki kesabaran enekuni peker- ekstra dalam melukis. “Harus jaannya seba- sabar dan hati-hati karena ini gai pelukis dari dari kaca,” lanjut bapak dari t a h u n 1 9 8 7 , tiga orang anak ini. Karena baNetep sudah merasakan pasang han yang digunakan adalah kaca surutnya pemasaran. Menurut maka dalam proses pembuatansuami dari Ketut Masih ini sebagai nya juga harus lebih teliti karena seorang pengrajin memang harus mudah pecah. Selain kaca bahan pandai dalam bidang pemasaran. utama yang digunakan adalah cat Biasanya dia selalu menawarkan minyak dalam proses mewarnai lukisan kacanya dari rumah ke atau finishing. Ia biasanya dibantu rumah dengan membawa sam- oleh sang istri dalam finishing.
M
Lukisan kaca yang sudah jadi
Lukisan kaca cerita pewayangan
Hal ini membuat pekerjaanya lebih cepat selesai. “Biasanya kalau ukuran 35cmx50cm itu selesai dua hari dan dijual dengan harga Rp 300.000,” imbuhnya. Untuk lukisan yang panjangnya melebihi satu meter hingga lebih harganya hingga Rp 1,5 juta dan pengerjaanya pun akan dilakukan ditempat yang memesan. Sebagai salah satu pelukis kaca dari Desa Nagasepeha mengaku jika pemasaran lukisan tersebut terkendala bahan baku. Terbuat
I Nyoman Netep
dari bahan yang mudah pecah membuat pembeli dari daerah jauh enggan karena takut lukisan tidak utuh sampai di rumah. “Lukisannya dari kaca mudah pecah, padahal peminat dari man-
canegara itu banyak,” ujar pria yang pernah mengikuti pameran di Hotel Baruna ini. Kalau pun mengganti bahan baku dengan yang lain misalnya mika itu pun harganya sangat mahal. Melukis dengan media kaca merupakan hal yang unik dan jarang ada di daerah lain. Desa Nagasepeha merupakan salah desa yang memiliki banyak seniman pelukis kaca namun seiring perkembangan waktu hal ini mulai ditinggalkan. Mereka yang merasa tidak bisa hidup hanya dari melukis memilih mencari pekerjaan lain atau ganti profesi. Hal ini lah yang membuat Nyoman Netep ingin tetap melestarikan melukis dengan media kaca. “Ke depan mudah-mudahan ada generasi penerus,” tandasnya. -Wiwin
Jrsandora
Terinspirasi Musik Jepang Perkembangan musik khususn ya daerah Buleleng saat ini sangat pesat. Hal ini dibuktikan dengan munculnya bandband indie yang siap meramaikan dunia permusikan. Salah satunya adalah Jrsandora. Diawali dari keinginan salah satu personil yaitu Guz Jrs untuk mengikuti sebuah kompetisi band yang diselenggarakan oleh Ganesha Musik Studio. Ia mengajak kedua tetangga yang belum memiliki bakat dalam bermusik. Sampai saat ini mereka melanjutkan eksistensi dan berkarya sebagai anak band. Nama Jrsandora terlahir secara spontanitas dan para personil pun tidak tahu artinya. Seiring berjalannya waktu karena tidak cukup hanya mengatakan apalah arti sebuah nama, maka para personil memaknai sendiri arti dari Jrsandora. Menurut Guz Jrs yang merupakan vokalis sekaligus gitaris, Jrsandora merupakan singkatan dari Jrs-and-ora, Jrs menggambarkan aliran musik yang ada sedikit sentuhan musik Jepang. And berarti “dan” dalam bahasa Indonesia. Ora merupakan Original Arransement. Jadi Jrsandora berarti band yang memiliki sentuhan musik Jepang namun tetap mengedepankan originalitas dalam mengaransemen musik. Band yang digawangi oleh Guz Jrs (gitar, vokal), Nata (bass), dan Dedut (drum) menyadari masyarakat dapat dengan mudah menikmati karya-karya musik dari para musisi. “Kami pula menyadari
Personil Jrsandora
interaksi melalui media digital adalah yang paling efektif,” ujar Guz Jrs. Mereka sangat berharap karyanya dapat diterima oleh penikmat musik dan berharap juga mendapat masukan yang sifatnya membangun. Untuk mendapat masukan tersebut mereka menggunakan media digital misalnya facebook berkomunikasi dengan masyarakat. Mempertahankan eksistensi dan kekompakan band merupakan hal terberat dalam sebuah band. Namun band yang terbentuk sejak tahun 2012 mempunyai trik untuk menjaga kekompakan antar personilnya. “Sebagai sebuah tim, kami tentu ingin berkarya sebagai tim yang utuh, untuk itu kami belajar dari bandband yang telah lama malang melintang dan tetap eksis sampai sekarang,” lanjut Guz Jrs. Beberapa hal yang dipelajari dan diterapkan adalah komunikasi dan kreativitas. Komunikasi dijaga seperti membuat jadwal manggung atau latihan. Semuanya diatur sesuai dengan kesibukan dan mood masingmasing personil agar berjalan dengan lancar. Selain untuk mengatur jadwal, komunikasi diperlukan untuk mempererat hubungan antar personil, misalnya saling memberikan
masukan ketika salah satu personil mengalami masalah baik itu yang berkaitan d e n g a n b a n d bahkan yang sama sekali tidak terkait dengan band. “Untuk hal kreativitas, ini perlu kami lakukan dalam membuat trend terbaru dari band kami, hal ini bertujuan untuk membedakan band kami dengan band lain,” ungkap Dedut. Band yang beraliran pop ini lebih banyak terinspirasi dari dari musik-musik Jepang. Jadi dapat dikatakan alirannya adalah pop dengan sentuhan Japanese (J-Pop). Sempat merilis satu lagu yang berjudul “Terpisah Mati” tidak lantas membuat Jrsandora berhenti berkarya. Namun, dalam memublikasikan belum maksimal karena lagu belum sempurna. “Belum sempurna, karena masih live recording dan sudah direncanakan untuk track recoding penyempurnaan lagu tentu akan disusul dengan video klip agar kami di kenal secara audio visual,” tambah Guz Jrs. Melihat perkembangan musik di Buleleng, band yang memiliki homebase di Singaraja ini mengaku selalu menjaga konsistensi. Meskipun masingmasing personil memiliki kesibukan yang berbeda namun tetap bisa mengatur waktu untuk berkumpul membahas rencana band ke depannya agar tetap bisa eksis. “Mungkin kebanyakan band yang menghadapi persoalan seperti kami akan memilih vackum, tetapi itu tidak berlaku bagi kami,” tegas Nata. -Wiwin
Story
7
Edisi 890/29 Februari - 6 MARET 2016
Dua Kali Bantu Suami Cerai
Dengan pandangan kosong, Lusiana (51), memandangi wajah suaminya yang baru saja usai menjalani operasi akibat kecelakaan lalu lintas. Lelaki tampan yang telah menggetarkan hatinya sejak 30 tahun silam itu, dikenalnya sebagai lelaki yang pendiam dan tidak banyak tingkah. Di matanya, lelaki itu sangat baik dan selalu memperhatikan ia dan kedua anak mereka. “Dia laki-laki yang bertanggung jawab,” ungkapnya.
L
usiana adalah sosok perempuan yang tampaknya telah sangat mapan dan matang dalam menghadapi pahit getirnya kehidupan bersama suaminya ini. Tiga puluh tahun mengarungi bahtera rumah tangga, sudah cukup bagi Lusiana untuk mengenal suaminya. Namun, ada satu hal yang sampai hari ini tidak mampu dipahaminya tetang suaminya itu. Sosoknya yang baik, pendiam dan bertanggung jawab itu rupanya pernah menyakiti hati Lusiana begitu telak. “Sakit,” katanya singkat sembari mengelus dadanya sambil memandangi suaminya yang belum sadar dari obat bius. Pada sepuluh tahun pernikahannya, sekitar 20 tahun yang lalu, tiba-tiba Lusiana mendapat kunjungan kejutan dari seorang perempuan yang melabrak dan mendampratnya. Dengan wajah heran, Lusiana memandangi perempuan muda yang tidak tahu malu itu. “Dia rupanya istri suami saya yang sama sekali tidak saya tahu jalan ceritanya,” katanya. Sembari terbengong-bengong memperhatikan ocehan perempuan muda yang datang melabrak ke rumahnya itu, Lusiana dengan tenang bertanya baik-baik tentang siapa dirinya dan ada urusan apa dengannya. “Saya sempat berpikir perempuan muda itu tengah salah alamat,” ujarnya tersenyum. Namun, setelah semua terang, barulah Lusiana sadar bahwa selama dua tahun terakhir, ia telah hidup dalam rumah tangga yang mendua. Suaminya telah menduakannya selama dua tahun terakhir itu adalah situasi yang sama sekali tidak pernah dibayangkannya. Sebagai seorang perempuan Lusiana tidak dapat menerima situasi ini. Tetapi, bukannya marah pada perempuan muda yang tidak tahu diri itu, Lusiana malah menasehatinya untuk pulang ke rumahnya dan menanti suaminya datang mengunjunginya. Ketika perempuan muda itu melabraknya, anak-anak dan suami Lusiana tidak berada di rumah. Ia menghadapi madunya itu sendirian. Saat suaminya pulang, dengan karakternya yang tenang,
ia lalu meminta suaminya untuk menceraikannya atau menceraikan istri mudanya. Ia merasa tidak mampu hidup dengan rumah tangga yang berpoligami. Lusiana menjadi sangat dingin pada suaminya. “Suami saya tertegun dan terdiam seperti patung,” katanya. Memang permintaan Lusiana itu sungguh mengejutkan bagi suaminya yang merasa hubungannya selama ini dengan Lusiana baik-baik saja. Setelah semuanya jelas, barulah suaminya menangis dan memohon-mohon agar Lusiana tidak menceraikannya. “Pilihannya hanya satu, saya atau dia,” pintanya. Dengan serta merta suami Lusiana mengatakan bahwa ia memilih dirinya. Sungguh lapang hati Lusiana yang kemudian menerima permintaan maaf suaminya. Tidak hanya itu Lusiana pun ikut
tkh/net
mengurus perceraian suaminya tersebut. Sebenarnya pengkhianatan suaminya itu sudah dilupakan oleh Lusiana, ketika 20 tahun kemudian ia kembali menyadari bahwa hidup rumah tangganya terkoyak-koyak lagi oleh seorang perempuan. Bertahun-tahun Lusiana menerima teror melalui telepon selulernya. Pesan-pesan singkat bernada jorok hingga penghinaan diterimanya. Tetapi semua itu dianggap angin lalu oleh Lusiana yang menyangka pesan-pesan itu salah alamat. “Saya dikata-katain sudah tua, sehingga suami saya tidak selera lagi pada saya…. dan lain-lain pokoknya. Masih banyak yang lebih menyakitkan,” katanya. Semua itu tidak dihiraukannya. Ia tetap melanjutkan hidupnya bersama suaminya. “Bagaimana saya mau percaya, suami saya rasanya tidak berubah sama sekali. Ia tetap cinta dan sayang pada
saya. Ia juga tetap bertanggung jawab. Yang lebih membuat saya tidak percaya adalah suami saya tidak pernah keluar rumah yang membuat saya sampai curiga,” katanya. Menurut Lusiana, semua berjalan biasa saja. TIDAK TAHAN GODAAN PEREMPUAN Kepercayaannya pada suaminya itu begitu besar sampai kecelakaan yang dialami suaminya membongkar rahasia baru yang disimpan oleh suaminya selama delapan tahun terakhir. Setelah seminggu dirawat di rumah sakit, Lusiana membawa pulang suaminya. Beberapa hari kemudian, ia kembali kedatangan tamu tak diundang, seorang perempuan muda, istri dari suaminya. Perempuan ini datang mencari suaminya yang sudah sepuluh hari tidak pernah mengunjunginya. “Saking tidak tahu malunya, perempuan itu yang memaki saya di dalam rumah saya,” kata
Luciana. Untungnya ia mampu mengendalikan diri dan meminta perempuan itu untuk pulang sebelum emosinya memuncak. “Suami saya terlihat bengong saja,” kata Lusiana tersenyum. Tampak benar Lusiana tidak ambil pusing dengan apa yang terjadi padanya. Namun, siapa yang tahu isi hatinya yang menderita. Rupanya delapan tahun sudah suaminya menikahi perempuan itu dan memiliki dua orang anak. “Betapa bodohnya saya ini, selama itu saya sama sekali tidak mengetahuinya,” katanya. Di mata Lusiana suaminya tidak berubah. Ia biasa saja dan tidak memperlihatkan tanda-tanda yang mencurigakan. Kedewasaan dan ketenangan Lusiana inilah yang rupanya membuat suaminya sangat mencintainya dan tidak pernah ingin menceraikannya. “Suami saya itu sangat baik, cuma satu kelemahannya tidak tahan godaan perempuan,” katanya tertawa. Seperti pada peristiwa pertama, Lusiana tegas meminta suaminya memilih dirinya atau istri mudanya. Sehingga akhirnya suaminya menceraikan istri mudanya dan ia juga membantu proses perceraian serta mengantar pulang perempuan itu ke rumah orang tuanya. Peristiwa kedua ini sudah cukup membuat Lusiana untuk menginstropeksi dirinya. Ia semakin detil memperhatikan suaminya. Ia berusaha terus memperbaiki diri dan kekurangannya serta lebih lagi memberi perhatian pada suaminya. Lusiana tidak ingin sakit untuk ketiga kalinya. -Naniek I. Taufan
Sudut Pandang
“Dipaksa” untuk Makan Sehat Pada umumnya anak-anak Ini ada nilainya,” tegas sekarang menyukai makanan inGung Dyah. Nilai ini stan yang siap saji. Mereka pun bisa masuk ke pelajarang yang suka sayur. Hal inilah jaran Olahraga dan yang menjadi salah satu peKesehatan (Orkes), mikiran pihak SD Cipta Darma Bahasa Indonesia, Denpasar untuk menerapkan Sains, dsb., karena di program “Jumat Sehat”. tingkat SD sekarang kurikulumnya adalah “Program ‘Jumat Sehat’ ini tematik, semuanya sudah berjalan 5 tahun sejak terintegrasi. masih kepemimpinan Nyoman Mulyati, S.Pd., M.Psi.,” ujar Dengan begitu, Kepala SD Cipta Dharma, Ni anak-anak merasa taLuh Rinun, S.Pd., M. Pd. Meski kut jika tak membawa Ni Luh Rinun dan Gung Dyah program ini dilakukan pada sebekal makanan dari mua jenjang kelas di tingkat SD, ia mengaku rumah. Mereka “dipaksa” untuk makan hanya di jenjang kelas kecil saja yang bisa makanan 4 sehat 5 sempurna yang teorinya diintensifkan. “Saya mengamati program sudah mereka dapatkan dalam mata pelajaini paling intensif dilakukan di kelas 2, yang ran regular. “Awalnya, ada anak-anak yang dikoordinatori IG Agung Dyah Tapiningrat, tak suka sayur memberikan sayurnya ke S. Pd.,” ucapnya. temannya. Tetapi ketika makan sayur itu Gung Dyah menjelaskan , program “Ju- diharuskan, mau tak mau anak berusaha mat Sehat” ini dilakukan tiap Jumat saat jam memakannya. Akhirnya, anak-anak yang istirahat pertama, mereka makan bersama. dulunya tak suka makan sayur kini bisa Anak-anak diwajibkan membawa bekal makan sayur. Beberapa orangtua murid makanan “4 sehat 5 sempurna” dari rumah. sempat menceritakannya kepada saya,” ujar “Sebelum makan, bekal yang sudah mereka Gung Dyah. taruh di atas meja kami cek satu persatu. Walau orangtua murid merasa agak dire-
potkan karena pagi-pagi harus menyiapkan makanan untuk putra-putrinya, menurut Ni Luh Rinun, mereka sangat bersyukur dan mendukung program yang dinilai cukup bagus itu. Karena, dengan terbiasa “makan sehat” tiap Jumat itu, rupanya berpengaruh juga ke hari-hari lainnya. “Jadi, dengan dipaksa makan sehat tiap Jumat ini, membiasakan diri mereka (anak-anak) untuk makan sehat juga di hari-hari lain. Inilah tujuan kami, yang awalnya minimal sehari dalam seminggu anak-anak makan sehat, yang selanjutnya akan menjadi pembiasaan,” tandas Ni Luh Rinun. –Inten Indrawati
Program “Jumat Sehat” di SD Cipta Dharma Denpasar
8
Bunda & Ananda
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Ibu Hamil tak harus Makan Dobel Makanan merupakan salah satu kunci utama untuk mendapatkan sebuah kehamilan yang sehat. Dengan melakukan cara makan yang sehat, bukan hanya ibu saja yang sehat tetapi perkembangan janin dalam kandungan pun akan sehat. Perkembangan bayi dalam kandungan sangat tergantung dari apa yang dimakan dan apa yang dilakukan oleh ibunya.
Ketut Ariani
Ni Made Titin Rahayuni, A.Md.Keb.
etut Ariani, seorang ibu muda yang sedang mengandung juga menuturkan bahwa ibu yang sedang hamil cenderung merasa lapar. Rasa lapar yang ditimbulkan tentu saja dari asupan makanan yang diperlukan tubuh tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk kebutuhan janin dalam rahim. Menyikapi kondisi ini, Rini sapaan akrabnya menuturkan dalam sehari dia tidak bisa makan hanya dua kali sehari melainkan berkalikali, hanya saja makan yang dilakukan dalam porsi sedikit namun sering. “Biasanya tahan makan dua kali sehari sekarang sudah tidak,” lanjut istri dari Agus Mulyadi ini. Pada kehamilannya yang pertama, Rini juga mengaku jika melakukan aktivitas yang menguras tenaga maka kebutuhan makannya juga akan bertambah walaupun sering tidak disadari. Status gizi ibu selama hamil dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Berat badan ibu hamil harus memadai, bertambah sesuai umur kehamilan. Hal ini dikarenakan berat badan yang bertambah normal akan menghasilkan bayi yang normal juga. Kekurangan asupan gizi pada ibu hamil dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan pada janin. Maka dari itu, wanita yang kini usia kandungannya menginjak trisemester II ini mengaku sangat menjaga pola makan baik dari nutrisi maupun jenis makanan yang dikonsumsi. Ketika ditanya mengenai asupan gizi yang diperlukan oleh ibu hamil, Rini tidak muluk-muluk bahwa makanan yang dia konsumsi memang tidak jauh berbeda dengan orang pada
umumnya. Hanya saja beberapa makanan yang sangat dia hindari. “Banyak dengar informasi makanan yang sebaiknya dihindari, seperti makanan pedas, cuka, dan juga beberapa buah-buahan yang menyebabkan resiko keguguran,” tambah wanita kelahiran 10 November itu. Untuk memenuhi asupan gizi dia dan janinnya, Rini lebih memilih nasi sebagai sumber karbohidrat. Bukan hanya itu karena tahu masih banyak lagi nutrisi yang diperlukan olehnya dan calon bayinya maka dia pun sangat rajin konsultasi dengan dokter maupun bidan. Informasi mengenai makanan yang harus dihindari maupun yang harus dikonsumsi, ia mengaku sangat sering sharing dengan ibu-ibu yang lebih berpengalaman. Selain itu ia juga memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mencari informasi melalui internet. Karena menurutnya seorang ibu hamil dituntut paham benar asupan gizi yang dibutuhkan maka harus giat mencari informasi. “Informasi mengenai asupan nutrisi yang diperlukan juga jangan sampai “menyesatkan” maka dari itu cari yang benarbenar akurat,” lanjutnya ditemui setelah mengisi acara di salah satu stasiun radio. Banyak ibu hamil yang ternyata niatnya mencari informasi namun justru mendapat informasi yang kurang tepat. Hal ini patut dihindari sehingga apa yang harus dilakukan oleh ibu hamil dan yang tidak dianjurkan harus ada dasarnya bukan sekadar asal-asalan.
K
BANYAK MINUM CAIRAN Ni Made Titin Rahayuni, A.Md. Keb.,bidan yang bertugas di Kelurahan Banyuasri, Buleleng menu-
turkan ada perbedaan antara gizi seimbang untuk ibu hamil, untuk ibu menyusui, anak, dewasa, dan lanjut usia. “Kebutuhan gizi ibu hamil dan ibu menyusui misalnya, akan berbeda dengan ibu pada umumnya. Hal ini dikarenakan asupan makanan juga dibutuhkan oleh perkembangan janinnya. Sedangkan pemenuhan gizi seimbang pada ibu menyusui akan lebih banyak dari ibu hamil karena dibutuhkan untuk pemenuhan ASI ekslusif dan pemenuhan ASI selama bayi belum berumur 2 tahun. Pemenuhan gizi untuk anak dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan jumlah dan porsi yang tidak berlebihan,” ujar perempuan yang akrab disapa Titin ini. Ia menambahkan, seorang ibu juga harus paham mengenai perbedaan gizi seimbang antara bayi dan balita. Bayi yang baru berusia
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Disperindag Kota Denpasar
17
Gelar Sekolah Pasar Rakyat (SPR)
Sekolah Pasar Rakyat (SPR) adalah inovasi perdana Pemerintah Kota Denpasar sebagai program berkelanjutan setelah revitalisasi Pasar Tradisional. Untuk ini, Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra langsung ke lapangan meninjau “Pembinaan Pengelolaan Usaha Pedagang Pasar Tradisional” di Pasar Agung Peguyangan, Denpasar, Selasa (23/2). Erma memberi konsultasi gizi
0-6 bulan cukup diberikan ASI ekslusif tanpa tambahan apapun. Sedangkan usia 7-11 bulan yang masih masuk kategori bayi bisa diberikan ASI dan makanan tambahan seperti jus buah dan nasi tim. “Pemenuhan gizi untuk balita layaknya menu keluarga hanya gula, garam, dan minyak harus sesuai kebutuhan karena akan memengaruhi aktifitas di luar rumah,” jelas perempuan yang berulang tahun tiap 6 Februari ini. Jika pemenuhan gizi tidak sesuai dengan kebutuhan, dampaknya terhadap kesehatan. “Sesuai dengan pemenuhan jenis gizi, ibu hamil yang kekurangan gizi akan mengakibatkan KEK (Kekurangan Energi Karbohidrat), pada ibu menyusui akan berakibat produksi ASI tidak lancar,” imbuhnya. Sementara itu ahli gizi RSIA Puri Bunda, Denpasar Ni Putu Sri Ermayanti mengakui masih ibu hamil yang menganggap dirinya harus makan dengan porsi dobel. “Porsi dobel malah memicu obesitas dan kesulitan saat persalinan. Hal yang terpenting adalah
makanan dengan gizi seimbang. Kalau ada riwayat diabetes, porsi karbohidrat yang dibatasi. Protein nabati dan hewani juga harus seimbang, kecuali bagi yang vegetarian. Semua bisa ditangani asal direncanakan dengan baik,” ujar alumnus Poltekkes Denpasar Jurusan Gizi ini. Kandungan vitamin, mineral, dan lemak juga harus diatur. Jika ibu hamil merasa mualmual, bisa disiasati dengan makan dalam porsi lebih kecil namun lebih sering. Setelah melahirkan, para ibu akan fokus pada ASI, bagaimana meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Cara yang paling mudah adalah banyak minum cairan, hindari junk food, serta menggunakan suplemen sesuai petunjuk dokter. Asupan makanan juga diatur, jangan terlalu pedas atau terlalu asin. Makanan yang relatif aman adalah makanan yang direbus. “Ibu menyusui rentan sembelit karena faktor hormonal. Untuk mengatasinya, perbanyak minum air hangat dan makan buah,” ujar perempuan asal Payangan, Gianyar ini. –Wiwin/Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit Kue Langit
Setelah berhasil menciptakan manusia yang berakal budi, sang pencipta yang bernama Tuhan itu sangat bangga. Makhluk baru itu sangat dimanjakannya. Manusia-manusia itu diberinya kue enak Made Taro dan sangat besar. Kue yang tak pernah habis itu berupa sebidang langit. Agar mudah meraihnya, kue itu digantung hanya 30 cm di atas kepala manusia. Apabila lapar, tinggal mengambilnya, lalu memakannya. Nyam, nyam, nyam …! Rasanya seperti roti cokelat bercampur susu. Juga ada daging dan sayurnya lengkap dengan bumbu yang gurih. Karena enak dan tak pernah menjemukan, manusia mengambil kue itu seenaknya. Mereka makan sepuasnya, lalu membuang sisanya. Bangun tidur, manusia menggaetnya segumpal, lalu mengobrol, kemudian mengambilnya dua gumpal, lalu membuang sisanya. Di mana-mana berserakan sampah-sampah sisa kue langit. Baunya yang busuk akhirnya tercium oleh Tuhan. “Hai, Manusia!” seru Tuhan bernada jengkel. “Agar bumi tetap bersih dan sehat, mulai hari ini kamu tidak boleh membuang sisa kue. Ambillah secukupnya!” Manusia yang berakal budi itu sangat taat kepada aturan Tuhan. Mereka hanya mengambil secubit, memakannya, ambil secubit lagi, me-
makannya. Tak ada sisa kue, tak ada sampah berserakan dan Tuhan tak pernah lagi mencium bau busuk. Namun, entah mimpi apa yang dialami oleh seorang wanita. Ia bangun kesiangan. Perutnya lapar. Ia segera mengambil segumpal besar kue langit. Ia makan dengan lahap. Nyam, nyam, nyam ….! Setelah kenyang, ia sadar, bahwa tidak boleh membuang sisa kue itu. Ia memanggil keluarganya untuk ikut makan gumpalan kue itu. Tetapi keluarganya merasa lebih enak mengambil segumpal kue yang utuh dari langit. Akhirnya wanita serakah itu membuang sisa kuenya. Karena aman-aman saja, maka orang-orang lain ikut mengambil kue gumpal demi gumpal. Mereka makan sepuasnya, lalu membuang sisanya. Nyam, nyam, nyam …! Mereka mengambil lagi gumpal demi gumpal, memakannya dengan lahap, lalu membuang sisanya. Tuhan memperhatikan perbuatan manusia yang mulai kurang ajar itu. Beliau menyadari bahwa perlakuan memanjakan manusia secara berlebihan, akan membuat manusia yang berakal budi itu menjadi tidak berbudi. Malam hari, ketika manusia tidur lelap, Tuhan mengangkat kue langit itu perlahan-lahan. Kue itu digantungkannya setinggi pohon. Ah, tidak! Tuhan mengangkatnya lagi hingga setinggi tak terhingga. Keesokan harinya, pagi-pagi benar, semua manusia mengeluh karena menahan lapar. Mereka hanya bisa menengadah ke langit. Semenjak peristiwa itu, guna memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia mulai bekerja keras.
S
elanjutnya, Wali Kota Denpasar Rai D. Mantra didampingi Kadis Perindag Kota Denpasar I Wayan Gatra, menginginkan para pedagang di pasar tradisional semakin maju dan tidak tergilas tempatnya sendiri akibat semakin banyak munculnya pasar modern. Karenanya, para pedagang mesti terus belajar. Sebab, dengan belajar dapat merubah perilaku, belajar berbisnis dan belajar berdagang. Selain itu yang terpenting adalah mau belajar untuk kemajuan. Maka, dikatakan pula oleh Rai Mantra bahwa Sekolah Pasar Rakyat ini agar diikuti dan dipahami dengan baik. Lebih lanjut dikatakan, hal penting yang membuat seseorang berdaya saing dan lebih diminati yakni kebersihan yang terjaga, produk dagangannya bersih, pedagangnya bersih begitu juga dengan pasar dan lingkungannya harus bersih. Semua ini demi mampu berkembang dengan baik. Sekolah Pasar Rakyat bukan hanya untuk mengedukasi pribadi, melainkan juga memberikan pembelajaran komunitas. Bagaimana semua secara bersama-sama memajukan pasar. Antara pemilik pasar
serta para pedagang tercipta jalinan yang harmonis. Selain berharap program ini berjalan lancar, Rai Mantra juga memohon dukungan agar tiga bulan kedepan berhasil menjadikan pasar tradisional
di Kota Denpasar ini untuk menjadi pasar yang bersih. Untuk ini pula ia mendeklarasikan hari Jumat menjadi hari ‘pungut sampah’ di Kota Denpasar. Sementara Kadis Perindag Kota Denpasar, I Wayan Gatra mengatakan, Sekolah Pasar Rakyat ini merupakan kegiatan pembinaan yang pertama kali diadakan oleh Disperindag
Kota Denpasar. Sekolah Pasar, lanjutnya adalah kegiatan yang strategis, sebab akan memberikan informasi, dorongan, motivasi dan informasi terhadap bagaimana mereka mengelola pasar agar kebersihan tetap dijaga dengan baik. Jika areal dan semua lingkungan di pasar pun bersih, katanya pasar rakyat sudah bisa bersaing dikarenakan kebersihan utama dan awal dari higienitas. Dan, kebersihan ini merupakan awal dari hilangnya penyakit yang ada di pasar. Wayan Gatra pun berharap kedepannya program Sekolah Pasar ini dapat berkelanjutan, serta bukan semata untuk pedagang dan pemilik pasar namun anak-anak pedagang yang sudah dewasa juga untuk bisa lebih dini mendaptkan pendidikan mengenai kewirausahaan.
Sebab, mereka diyakini memiliki potensi, dan mereka bisa praktik di tempat orangtuanya berjualan. Hal ini juga bisa menggugah hati anak-anak tersebut jika orangtua mereka nanti sewaktu-waktu tidak bisa lagi berjualan, mereka bisa dan mampu menggantikannya, sehingga usaha yang sudah dibangun bisa terus berjalan. -ard
Dipilih 5 Orang Peserta Terbaik Berikutnya, Kabid Perdagangan, IA Dewi Citrawati., S.E., M.Si, didampingi Kasi Pembinaan Usaha Perdagangan, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty., S.S., M.Hum., menambahkan jika kegiatan Sekolah Pasar Rakyat (SPR) yang baru pertama kalinya diselenggarakan ini diikuti perwakilan dari 5 pasar desa, yakni Pasar Poh Gading, Pasar Agung, Pasar Nyanggelan, Pasar Sudhamerta dan Pasar Padang Sambian. Seluruh peserta berjumlah 40 orang. Masing-masing pasar menyertakan 5 orang perwakilannya, yang terdiri dari seorang Kepala Pasar dan para pedagang. Hadir sebagai instruktur dalam SPR ini adalahTim Pendampingan Pasar dari Ikatan Sarjana Ekonomi, Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M. yang memberikan di antaranya mengenai: Pelatihan strategi penjualan terutama pengaturan barang dagangan (display) ; pelayanan kepada pembeli, teknik komunikasi dan transaksi yang jujur namun tetap menguntungkan, serta promosi barang yang dijual. Open mindset pedagang menjadi pedagang ramah, segar dan terpercaya. Informasi harga barang. Kecakapan pengenalan gambar atau poster. Dilanjutkan dengan pra post test serta Penilaian kompetensi pedagang. Melalui program SPR ini,kata Dayu Citra nantinya diharapkan dapat menjadi media pengembangan ilmu pengetahuan baik dari segi pengelolaan maupun pemanfaatan sarana pasar serta perilaku pedagang itu sendiri. Disamping itu adalah wahana belajar bersama, bertukar pikiran serta tempat persemaian gagasan inovasi dan kemajuan pasar rakyat. Kedepannya lanjut Laxmy, SPR juga bisa berperan sebagai media pendidikan untuk menanamkan kecintaan kepada anak-anak, remaja, dan mahasiswa terhadap produk-produk lokal di pasar tradisional. Hal ini juga diharapkan mampu menjadi media pengkaderan, pewarisan nilai-nilai kebersamaan, dan kemandirian ekonomi yang perlu dimiliki generasi kedepan. Selain sebagai perekat dan perapat barisan pegiat industri desa, koperasi sejati dan pasar tradisional. Dikatakan pula dalam kegiatan Sekolah Pasar Rakyat kali ini, berhasil dipilih 5 orang peserta terbaik dengan memiliki kompetensi terdahap Sekolah Pasar Rakyat yaitu : Sang Ayu Widiadnyani dari Pasar Agung, Ni Nyoman Wiriani dari Pasar Nyanggelan; Desak Kadek Sutarmi dari Pasar Sudhamerta: Nengah Sariani dari Pasar Poh Gading; dan Nyoman Santi Rahayu dari Pasar Padangsambian. Kelima pedagang tersebut akan ditugaskan membantu pengelola pasar untuk terus melakukan pembinaan terhadap pedagang terkait pemahaman sarana dan prasarana pasar di masing-masing pasar rakyat. Kemudian kepada seleuruh peserta pasar rakyat juga diberikan hasil raport kompetensinya masing-masing untuk melihat kemapuan SDM dari peserta tentang pengelolaan usaha dan pemahaman sarana serta perilaku pedagang. - ard
16
Pelesir
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Penghubung Tiga Kabupaten I
Ketut Agus Suardika, salah seorang pengunjung menuturkan ia datang bersama teman-temannya. “Saya hanya ingin melihat pemandangan yang indah dan ingin mengabadikan dengan berfoto,” ujarnya. Agus menilai Jembatan Tukad Bangkung tempatnya sejuk dan indah. Pengunjung yang datang pasti senang karena bisa melihat pemandangan yang indah dan sejuk. Ia juga
mengaku sudah sering ke jembatan yang memiliki panjang 360 meter, lebar 9,6 meter dengan pilar tertinggi 71,14 meter, dan pondasi pilar 41 meter di bawah tanah ini. Kebersihan jembatan ini juga sudah lebih baik karena disiapkan tempat sampah di tengah jembatan. Pedagang pun sudah memiliki kesadaran untuk membersihkan areal mereka. Satu hal lagi, keamanan juga terjamin karena ada aparat kepoli-
Jembatan Tukad Bangkung
sian serta pecalang dan hansip yang berjaga. Ni Kadek Widyawati, seorang pedagang yang sudah berjualan sejak 2007 menuturkan masalah sampah merupakan bagian dari tanggung jawab mereka. “Kami sebagai pedagang sudah mengerti. Sebelum dan sesudah jualan kami bersihkan dahulu,” kata perempuan asal Br. Selantang yang berjualan kopi, jagung rebus, mi seduh dan snack ini. Ia juga mengatakan pengunjung biasanya ramai selama Galungan dan Kuningan. Ada saja yang berfoto di jembatan, Tetapi, kalau hujan, orang yang berfoto sedikit. Tak hanya warga lokal, ada juga wisatawan asing yang menyempatkan diri untuk berfoto di jembatan yang diperkirakan tahan 100 tahun ini.
Apa yang disampaikan Widyawati dibenarkan I Ketut Buda Yasa, Kelian Adat Banjar Pelaga. “Kalau cuaca kurang baik pengunjung sedikit, tapi kalau cuaca cerah Jembatan Tukad
9
Semarak Hut ke-47 Perdiknas Denpasar
Jembatan Tukad Bangkung
Salah satu objek yang kerap dikunjungi anak muda saat Umanis Galungan dan Kuningan adalah Jembatan Tukad Bangkung di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung. Jembatan ini menghubungkan tiga kabupaten, Badung, Bangli, dan Buleleng dan diklaim sebagai jembatan tertinggi di Asia.
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Bangkung pasti dipadati pengunjung,” tegasnya. Mengenai pengamanan, ia me ngatakan ada komponen yang dilibatkan, kepolisian (Polsek Petang) dengan mengerahkan anggota polisi, Desa Adat Pelaga menurunkan pecalang, dan Desa Pelaga mengerahkan hansip. Pengelolaan di tempat ini juga dibagi. Bagian Timur jembatan dikelola Desa Adat Belok/Sidan sedangkan bagian Barat dikelola Desa Adat Pelaga. Buda Yasa berharap semua pe ngunjung merasa aman dan nyaman berwisata di kawasan ini. Jika ada oknum yang membuat rusuh, dari desa adat sudah menyiapkan sanksi. “Kalau sampai ada keributan dan pertumpahan darah di daerah wilayah desa adat kami, yang bersangkutan harus membayarnya dengan menyucikan di tempat kejadian dengan upacara caru Rsi Gana,” jelasnya. -Pasek
Gelar Lomba-Lomba yang Cerdas dan Beri Penghargaan Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar yang membawahi SMP Nasional, SMA Nasional, SMK Teknologi Nasional dan Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas atau Undiknas University), memasuki usia ke-47 tahun pada Rabu (17/2).
Puncak HUT SMP Nasional, 2 Desember
Selamatkan SDM Melalui Pendidikan HUT SMK Teknologi launching Program Studi Baru Jurusan Administrasi Perkantoran dan Akuntansi
M
engusung tema “Melalui HUT Perdiknas Kita Cerdaskan SDM dalam Menghadapi MEA”, Perdiknas pun menggelar berbagai kegiatan lomba yang cerdas dan pemberian penghargaan kepada karyawan, guru dan dosen dalam 25 tahun masa pengabdiannya. Ketua Panitia HUT, Ni Nyoman Sulasmini, S.Pd. mengatakan peringatan HUT ke-47 Perdiknas Denpasar yang dirangkaikan dengan Peringatan HUT ke-41 SMP Nasional yang bertemakan “Dengan Penguatan Agama dan Budaya Kita Siapkan Generasi Emas Menyongsong Masa Depan Lebih Baik,” serta HUT ke-7 SMK Teknologi Nasional, diperingati dengan aneka lomba. Dikatakannya, setiap unit yang berada di bawah naungan Perdiknas
juga menyelenggarakan lomba. Seperti Unit SMP Nasional Denpasar melaksanakan dua kategori lomba, internal dan eksternal. Untuk kalangan internal diadakan lomba olah raga dan kegiatan budaya antar kelas. Kegiatan eksternalnya berupa Lomba LKBB, Lomba Tari Condong dan Tari Baris, yang diikuti murid SD se-Kota Denpasar. Sedangkan Unit SMK Teknologi Nasional (Teknas) Denpasar, tahun ini hanya melangsungkan lomba internal, berupa membuat desain logo dan power point sekaligus mempresentasikannya. Selain itu juga ada lomba merakit Visi dan lomba Trouble Shooting. Selanjutnya, Unit Undiknas University melaksanakan Seminar Nasional dan Perdiknas pun melakukan kegiatan berupa jalan santai dan lomba karaoke. –ard
Seminar Nasional serangkaian HUT Perdiknas
Rektor memberikan kuis motivasi di puncak HUT
Pada saat perayaan, Ketua Umum Perdiknas Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. mengawali sambutannya dengan membacakan untaian puisi berjudul “Aku” dari Chairil Anwar, yang dikatakannya menjadi sebuah inspirasi penguat. “Bahwa kita tidak cukup berbuat hanya sampai usia 41 tahun, namun kita harus berbuat seribu tahun lagi sampai nafas kita kembali ke asalnya,” ujarnya penuh semangat. Tini Gorda juga menekankan pada Unit SMP agar mampu membuktikan SMP Nasioanl Denpasar bukan hanya sebagai pilihan yang kesekian, namun menjadi pilihan pertama dan utama, setelah keluarga dalam hal melahirkan atau mencetak generasi bangsa. Dikatakannya pula bahwa saat itu adalah momentum yang luar biasa, kekuatan skala dan niskala yang menyaksikan sebuah komitmen yang sudah dibangun oleh sepasang suami istri alm. Prof. Gorda dan almh. Ratyni Gorda serta pasangan Pak Sambreg dan Nyoman Kundri yang masih sehat hingga saat ini. Mereka dengan segala kekurangan mampu membangun SMP Nasional Denpasar pada 2 Desember 1974 dengan visi - misi yang sangat mulia, yakni mencerdaskan kehidupan melalui pendidikan. Sebagai generasi penerus, Tini Gorda mengajak semua yang ada di lingkungan Perdiknas untuk menguatkan komitmen, pada HUT ke-41SMP Nasional Denpasar yang bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi, sebagai tonggak awal dalam persiapan memperjuangkan kebenaran. Kemudian, menunjukkan kemampuan untuk meneruskan perjuangan mengawal generasi muda sebagai aset bangsa yang bakal mengisi pembanguna bangsa tercinta ini. Tini Gorda pun mengatakan bahwa ‘kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas’ akan mampu menghasilkan SDM yang cerdas, terampil dan berbudaya dalam bingkai agama. Selanjutnya agama sebagai penguat agar SDM yang dikelola memiliki jati diri yang kuat dalam menghadapi persoalan yang ada. “Sehingga ketika menghadapi masyarakat global, generasi kita tidak akan tergerus globalisasi atau kebablasan. SDM kita akan mampu berinteraksi dengan baik dan benar. Dipastikan juga mampu
Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dasi Astawa menyumbangkan satu lagu mengawali lomba karaoke
mengambil peluang yang ada,” uajrnya. Dengan tema HUT tahun ini “Melalui HUT ke 47 Perdiknas, HUT ke-41 SMP Nasional Denpasar, Kita Cerdaskan SDM Bersama Berlandaskan Agama dan Budaya dalam Menghadapi MEA” harapan Tini Gorda dapat menjadi motivasi untuk mencharger komitmen para pendiri utama lembaga yang menaungi mereka untuk ikut secara aktif menyelamtkan SDM melalui pendidikan demi menghasilkan SDM yang cerdas terampil dan berbudaya.”SDM ini nantinya akan mampu menjaga, menyelamatkan dan mengembangkan sumber daya alam dengan baik dan benar, sehingga kesejahteraan dapat terwujud dengan merata di bumi Indonesia tercinta ini,” lanjutnya. Masih bicara soal pengembangan lembaga pendidikan di bawah naungan Perdiknas, Tini Gorda menyampaikan perlunya team work dan net working demi mencapai tujuan. Namun, disa-
darinya pula hal ini tidaklah mudah. Semua memerlukan langkah perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Mereka harus mampu mengendalikan diri secara totalitas, mampu menerima perbedaan dan harus mempunyai kesamaan dalam visi, baru team work bisa terbentuk dengan benar. Begitu pula untuk bisa membangun net working, modalnya adalah memiliki keunggulan . Untuk ini, katanya mengajak semua pihak kreatif dalam mengelola lembaga. Tidak pernah puas akan apa yang telah diperoleh hari ini. “Dalam MEA yang sudah dibuka bulan Januari, mengharuskan kita mampu berkolaborasi dengan siapa saja jika ingin bertahan untuk hidup. Namun, ketika kita ada namun tidak memiliki keunggulan siapa yang akan mengajak kita kerjasama, bersinergi atau berkolaborasi? Mari kita mulai, tidak ada kata terlambat. Ayo kerja, kerja dan kerja,” tandasnya.-ard
10
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Ogoh-ogoh
Kreasi
Salurkan Kreativitas Seni
Membuat ogoh-ogoh menjadi aktivitas yang dilakukan anggota Seka Teruna (ST). Kreativi tas anak muda pun bisa tersalurkan sehingga menghasilkan karya seni.
D
ikisahkan I Gede Mecaling sangat senang melakukan tapa brata yoga semadi. Ia mo hon anugerah berupa kanda sanga dari Dewa Siwa. Setelah mendapat anugerah kanda san
Komang Suasa
ga fisik I Gede Mecaling men jadi berubah. badanya menjadi besar, mukanya menjadi me nyeramkan, taringnya menjadi panjang suaranya menggetarkan seisi jagat raya. Kegaduhan, ketakutan, kengerian, yang disebabkan oleh rupa, bentuk dan suara I Gede Mecaling membuat gempar di merca pada. Para dewa pun ikut menjadi bin gung karena tidak ada yang bisa me nandingi kesaktian I Gede Mecaling. Akhirnya turunlah Dewa Indra untuk berusaha memo tong taring I Gede Mecaling. Setelah taringnya berhasil dipotong , dunia menjadi lebih ten ang. Selain penu grahan kanda sanga I Gede Mecaling juga mendapatkan anugerah panca taksu dari Dewa Rudra sehingga
Percaya Diri di Era MEA
Informasi lowongan pekerjaan yang sesuai menjadi aset penting men ingkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Penggunaan situs pencarian kerja online dinilai sebagai salah satu cara yang paling efektif untuk menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dengan jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia secara online, para pencari kerja mampu menda patkan kesempatan bekerja yang relevan dan berkualitas di skala nasional maupun internasional. Hal ini diungkapkan Faridah Lim, Country Manager JobStreet.com Indonesia dalam acara ulang tahun ke-4 JobStreet.com ca bang Bali di Denpasar, Kamis (25/2). Faridah menambahkan hal terpenting untuk menonjolkan diri di era MEA adalah dengan percaya diri, memiliki ketrampilan dan keahlian di bidang masing-masing serta keinginan belajar yang tinggi. –Ngurah Budi
Hari Peduli Sampah Nasional
Kepedulian seluruh komponen masyarakat terhadap bahaya plastik harus segera dibangun dari dalam lingkup yang paling kecil yaitu keluarga. Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika, disela-sela pelaksanaan kegiatan Gerakan Bersih Sampah Plastik dan Penanaman Pohon Serangka ian Hari Peduli Sampah Nasional yang dipusatkan di Museum Geo Park, Penelokan, Kintamani, Bangli, Jumat (26/2). Ia menegaskan TP PKK Provinsi Bali akan terus berkomitmen membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan salah satunya dengan menjadikan gerakan bersih sampah plastik menjadi agenda prioritas yang harus digencarkan secara berkelanjutan, dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat dimulai dari tingkatan kelu arga untuk berprilaku hidup bersih dengan mengumpulkan sampah-sampah terutama sampah plastik demi kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan. Ia juga mengingatkan alangkah baiknya lagi kalau sampah plastik tersebut bisa dimanfaatkan sehingga bersifat ekonomis, sesuai dengan konsep 3 R (reuse, reduce dan recycle). -rls
Style
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Busana ke Pura Sederhana
tapi Modis
Bali dikenal memiliki kondisi sosial, adat, dan budaya yang unik dengan berbagai kegiatan upacara adatnya. Termasuk salah satu nya kebaya sebagai busana adat di berbagai kegiatan atau momen tertentu hingga busana ke pura.
K
ebaya sebagai baju tradisional Nusantara, untuk di Bali memiliki ciri khas tersendiri, yakni saat dikenakan dilengkapi dengan
bergelar Ida Ratu Gede Mas Mecaling. Ada pun pelajaran positif yang dapat kita petik dari I Gede Mecaling, adalah apapun sesuatu yang kita yakini dan yang didasari dengan ketaatan dan ketulusan akan berbuah baik bagi kita, begitu juga se baliknya apapun sesuatu yang berlebihan tidaklah baik untuk diri kita maupun orang lain. Dari kisah inilah, ST Kebon Sari kemudian menuangkan nya dalam bentuk ogoh-ogoh. “Kami bermusyawarah dengan para anggota, dan mengambil cerita Bali Kuno, yang bertema penugrahan kanda sanga (Ratu Mas Gede Mecaling ). Ini cerita dari Dalem Ped,” ujar I Putu Adi Witra Mahardiana, Ketua ST Kebon Sari, Br. Tanggun Titi. Ia menuturkan dana pem buatan ogoh-ogoh sekitar Rp 20 juta yang berasal dari sumban gan banjar, sumbangan warga, dan kas ST. “Pertama kami menyiapkan bahan dan alat-alat yang di perlukan. Bahan uta manya memakai rangka bambu. Setelah kerangka jadi, kami tempel dengan kertas koran dan kertas jagung, lalu dicat mulai dari cat dasar. Terakhir kami hias sesuai dengan keper luan,” jelas Adi. Selama penger jaan ogoh-ogoh, anggota ST saling bekerja sama dan mereka bisa menyalurkan karya seni yang mereka punya. Pembuatan ogoh-ogoh ini memerlukan tim dan waktu yang lama. OGOH-OGOH MINI S e m e n t a r a i t u , Ko m a n g Suasa, penjual ogah-ogoh mini di Banjar Pemogan Kaja, Ses etan menuturkan ia mengambil ogoh-ogoh di Kapal lalu dijual kembali. Tahun ini ia mengambil 25 ogoh-ogoh mini “Saya mengambil dari Kapal. Karena beli banyak, saya dapat diskon. Saya lalu jual dengan harga Rp 200 ribu untuk ukuran
besar dan Rp 150 ribu ukuran kecil,” ujarnya. Ogoh-ogah ini dipajang di depan.Ia harus sabar menunggu pelanggan datang. Kalau sudah dekat dengan Pengerupukan, ogoh-ogoh ini pasti habis. “Bi asanya orangtua membeli ogohogoh sesuai jumlah anaknya, biar tidak rebutan,” ungkap Suasa. Jika tidak ada kesibulan lain,
ia biasanya membuat sendiri ogoh-ogoh mini ini. Namun, karena Pengrupukan tahun ini mepet dengan Galungan, ia tak sempat membuat ogohogoh. Suasa juga punya usaha pembuatan penjor. Kadang ada juga yang pesan ogoh-ogoh ukuran besar. Pembuatannya memerlukan waktu hingga dua minggu dan dikerjakan bersama anak-anaknya. –Pasek/Vijay
selendang yang dililitkan di pinggang. Hal ini, cukup mem berikan sentuhan keaneka ragaman khasanah budaya Indonesia ini Ketika bicara eetika busana adat ke Pura bagi para perempuan, maka para pakar busana mengtakan yang baik adalah berbusana yang simpel dan sederhana tapi tetap enak dipandang. Busana yang dapat mengha
dirkan rasa nyaman, baik bagi yang memakai maupun yang melihat. Seperti beberapa pilihan pakaian adat ke Pura koleksi dari Butik d’Tunjung berikut ini. Kesederhanaan terlihat dari pemilihan bahan yang hanya satu warna dengan lengan yang panjang atau 7/8 namun tetap mampu memberi kesan modis dan elegan. - Sri Ardhini
15
14
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Jelita
Kiat Cegah Penuaan Dini Satu hal yang pasti dialami oleh manusia adalah menua. Namun, tak seorang pun ingin tua lebih cepat dari semestinya atau me ngalami penuaan dini. Setiap orang, apalagi perempuan akan sangat senang jika dikatakan awet muda.
M
enurut dr. Kadek Trisnadewi, M.Biomed (AAM), pemilik Indivara Aesthetic, proses menua atau aging merupakan proses biologis yang terjadi secara alami dan mengenai semua mahluk hidup. Prosenya meliputi semua organ tubuh termasuk kulit. Seseorang yang mengalami penuaan, mudah tampak pada kulit orang tersebut. Sebab kulit adalah organ paling luar dari tubuh yang terpapar langsung oleh pengaruh lingkungan terutama Kadek Trisnadewi matahari. Dikatakannya, tanpa kita sadari, kita sering terpapar sinar matahari langsung maupun tak langsung dalam waktu cukup lama. Dan, itu terjadi setiap hari. Keadaan ini diperparah dengan tidak adanya perlindungan sama sekali untuk tubuh dari bahayanya radiasi sinar matahari. Papanan sinar matahari (UVA dan UVB) jangka waktu lama dan intensitas yang tinggi dapat menimbulkan penuaan dini pada kulit. Padahal, kata dokter Kadek ketika kita tidak memakai pelindung yang cukup kuat untuk melawan pengaruh buruk matahari dan terhadap tubuh. Maka kita akan cepat mengalami proses penuan. “Belum lagi ditambah dengan gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang istirahat, kurang olah raga, sering stress, makan makanan tidak sehat, dll, maka tubuh sangat cepat menua, sehingga orang tampak lebih tua dari usia seharusnya. Inilah yang sering disebut penuaan dini,” paparnya. Penuaan dini adalah suatu keadaan dimana terjadi proses penuaan pada tubuh seseorang yang seharusnya belum terjadi di usia orang tersebut. Penuaan lumrah terjadi mulai usia 25 tahun, tapi biasanya belum menampakkan gejala. Di atas usia 35 tahun seseorang baru menampakkan gejala penuaan. Namun, pada sebagian orang, penuaan terjadi sebelum usia tersebut. Akibatnya kulit kelihatan lebih tua dari usia semestinya. Tampak kerutan di sudut mata, dahi, atau diantara dua alis. Ada pula yang di kulitnya timbul bercak kecoklatan atauy kehitaman (flek), sehingga kulit tampak bernoda. Dokter Kadek juga mengatakan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi proses menua pada kulit. Diantaranya, faktor internal seperti keturunan, ras, hormonal, penyakit sistemik, dan gizi yang buruk. Orang yang jenis kulitnya kering lebih mudah mengalami penuaan dini. Begitu pula dengan ras kulit putih lebih mudah terbakar matahari, karena kurangnya kandungan pigmen, sehingga lebih cepat mengalami penuaan dibandingkan ras kulit berwarna. Selanjutnya , dan penurunan produksi hormon estrogen dapat mengakibatkan kulit menjadi tidak halus, elastisitas berkurang, dan menjadi kering. Faktor lainnya adalah faktor eksternal seperti sinar matahari, radikal bebas, kebiasaan merokok, minum minuman keras, kopi yang berlebihan, sering mengalami stress, penurunan berat badan yang terlalu cepat, penggunaan otot muka yang tak diperlukan dan berlebihan. Selain keriput dan wajah bernoda (flek), tanda penuaan lainnya adalah kulit kering, permukaan kulit kasar dan bersisik, dan pembentukan tumor pada kulit baik jinak maupun ganas. Beberapa langkah untuk mencegah penuaan dini: lHindari kekeringan kulit. Minumlah cukup air putih dan gunakan pelembab yang cocok dengan jenis kulit. lHindari proses penuaan akibat kekurangan gizi terutama protein dan vitamin. lRajinlah mengonsumsi buah dan sayuran serta menerapkan pola makan yang sehat dan berimbang. Bahan yang dapat menghambat toksisitas radikal bebas antara lain: vitamin E, vitamin C, beta caroten, dan glutathione. l Perlindungan antioksidan paling efektif melawan kerusakan akibat sinar matahari adalah dengan kombinasi beberapa antioksidan yang menunjukkan efek sinergis.
Vitamin A, B1, B2, B5, B6, mineral, zat besi, zink, selenium dan lainnya harus dikonsumsi secara cukup. Tujuannya, agar dapat menghambat proses ikatan silang yaitu proses yang menyebabkan jaringan kolagen menjadi kaku dan tidak lentur sehingga mencegah terjadinya keriput. Biji anggur, teh hijau,dan apel mengandung procyanidins dan catechins yang mempunyai substansi antitumor yang dihubungkan dengan antioksidan kuat. l Hindari paparan sinar matahari secara berlebihan terutama saat matahari mencapai titik kulminasi (antara pukul 09.00 sampai pukul 14.00 Wita). Lindungi tubuh dengan baju tertutup, topi, payung, dll supaya sinar matahari tidak langsung mengenai kulit. Gunakan tabir surya yang bisa menahan radiasi UVA dan UVB dengan SPF sesuai kebutuhan. lHindari kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. lKurangi atau hentikan kebiasaan merokok, minum minuman keras, dan minum kopi berlebihan, serta hindari polusi udara atau kontak dengan bahan kimia berbahaya. lHindari stres, cukup beristirahat, dan berolahraga secara teratur yang jenisnya sesuai dengan kondisi tubuh dan usia. lSelalu bersyukur dan berpikir positif membuat kita selalu merasa bahagia, sehingga tubuh kita sanggup memproduksi hormon bahagia yang dapat melawan penuaan. - Sri Ardhini
Bugar
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
11
PERBAIKAN PENGLIHATAN PADA PENDERITA KATARAK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP O leh : d r. Waya n G de D ha r yata ,Sp.M(K )
Consultant Ophthalmologist S iloam Hospitals Bali
S
dr.Wayan Gde Dharyata,Sp.M(K)
Setiap kekeruhan pada lensa mata disebut katarak. Me mang tidak setiap kekeruhan lensa mata akan menyebab kan kebutaan. Yang disebut buta katarak apabila penderita katarak sudah tidak dapat menghitung jari pada jarak lebih dari 3 meter, kebutaan ini disebut kebutaan social. Sedang kan ada juga yang disebut kebutaan ekonomi ketika pend erita katarak tidak lagi mampu menghitung jari pada jarak lebih dari 6 meter. Sesungguhnya kebutaan katarak murni tidak merupakan kebutaan permanen sehingga ketika telah mendapatkan penanganan yang baik akan dapat memulih kan penglihatan dengan sempurna.
ering timbul pertanyaan di masyarakat , ka pankah mata yang telah mengalami katarak harus dioperasi, haruskah menunggu sampai katarak masak (matur)??? Sebelum ditemuinya teknologi operasi katarak seperti saat ini, setiap pen derita katarak diharuskan menunggu sampai kataraknya matur sehingga dengan mu dah dilakukan operasi. Iba ratkan kaca jendela rumah kita yang keruh seperti kaca susu harus ditunggu sampai kusen atau bingkai kayunya lapuk seh ingga mudah dije bol. Teknik lama ini disebut Ekstraksi katarak intra kapsul er (EKIK) dimana keseluruhan lensa yang keruh tersebut dikeluarkan seutuhnya tanpa menggantinya dengan len sa buatan, seh ingga setelah o perasi pend erita membu tuhkan kacamata yang sangat tebal.Penglihatan, memang menjadi lebih baik tetapi se ring terganggu adanya pem besaran objek sampai 30% dan adanya efek prisma karena tebalnya kacamata.Celakanya lagi manakala mata yang lain nya masih berpenglihatan lumayan sehingga penglihatan tidak seimbang, pusing, serba salah dan tentu tidak bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang. Kemajuan teknologi o perasi katarak masa kini sangat menjanjikan sebagai suatu perbaikan penglihatan yang lebih sempurna.Pen derita katarak tidak perlu menunggu sampai matur,
begitu penglihatan terganggu atau menurun akibat katarak sudah dapat dilakukan operasi katarak dengan hasil yang memuaskan.Teknik o perasi katarak ini harus dilakukan oleh dokter spesialis mata yang berpengalaman dibawah mikroskop operasi, dengan atau tanpa mesin fakoemul sifikasi, diinsersi lensa intra okuler (Intra ocular lens = IOL), kemudian dengan sedikit atau tanpa jahitan. Dengan teknik ini cukup pembiusan local saja bahkan kurang dari 20 menit operasi selesai sudah bisa berjalan seperti biasa. Teknik mutakhir ini disempur nakan lagi dengan mengguna kan penerapan sinar laser un tuk membantu membuat pola yang sangat tepat. Hasilnya tentu menyenangkan karena penderita tidak lagi harus menggunakan kacamata tebal, kalaupun mata yang lainya masih baik, juga tidak akan terjadi masalah besar. Pe rb a i ka n p en gl i ha t a n memberi sumbangsih ter hadap peningkatan kualitas hidup. Kehidupan men un tut setiap orang harus lebih produktif dan punya daya saing tinggi untuk mencapai kesuksesan yang berujung pada keluarga sehat sejahtera. Oleh karena itu setiap adanya kekeruhan lensa yang di sebut katarak dari bermacammacam penyebabnya, karena bisa saja terjadi sejak bayi baru dilahirkan sampai orang tua usia lanjut bisa menga laminya, solusinya adalah op erasi katarak. Jangan biarkan katarak membutakan mata anda, segera lakukan tindakan yang tepat dan benar dengan berkonsultasi bersama dokter spesialis mata anda. Perbaikan penglihatan andaakan mening katkan kualitas hidup anda.
Kuliner Spesial Dada Ayam dan Hati Angsa Aneka Selai Pendamping Roti
12
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Chef Wayan Suparta
nipis untuk menghilangkan bau amisnya. Ada beberapa sayuran sebagai penemannya, jamur, asparagus, kentang, wortel yang sudah dit umis dengan mentega dan bawang putih. Dalam sajian ini, ada taoge khusus yang dijadikan pusat perhatian di atas hati angsa. Selain hati angsa, ada juga menu kerang. Namanya, Pan Seared Scallops. Untuk memberi rasa, daging kerang direndam dengan lemon, dan rempah daun-daunan (herb), dan diberi sedikit garam dan merica. Kerang ini disajikan di atas asparagus yang telah dimasak dengan men tega dan bawang putih. Uniknya, di atas kerang diberi sedikit jam
ernahkah Anda mencicipi hati angsa? Menu spesial ini ada di Bali Safari and Marine Park, Gianyar. Kreasi souschef Wayan Suparta ini, namanya, Foie Gras and Chicken Breast with Bluberry Sauce. Menu ini terbuat dari kombinasi dada ayam dan hati angsa. Rasanya sangat istimewa. Menurut chef Suparta, rasa amis dari hati angsa disiasati dengan tambahan saus bluberi yang terasa agak manis. Sebelumnya hati angsa ini sudah direndam dengan jeruk
Safari Holiday
Roti tawar sangat enak dimakan dengan selai. Bermacam-macam selai dapat kita buat dari buah-buahan termasuk cokelat dan kacang. Seperti dituturkan executive chef Hotel Grand Zuri Kuta, Made Alit Widana. Ia mengajak staf dapur di Hotel Grand Zuri membuat selai pendamping roti untuk sarapan tamu. “Membuatnya sangat mudah, bisa dengan aneka buah-buahan yang kita sukai. Ibu-ibu juga bisa membuatnya di rumah,” ujar lelaki yang sudah 28 tahun berkarier di bidang pariwisata ini.
I
a memilih empat item selai untuk disajikan ke tamu, yakni selai kacang, cokelat, nenas, dan stroberi. Dari keempat selai tersebut, selai kacang yang memerlukan banyak teknik pengolahan. Pertama, kacang dioven agar kulitnya terlepas. Setelah kacang benar-benar bersih dari kulit, diblender atau dihalus-
kan. Setelah halus, kacang dicampur mentega, gula halus, minyak salad atau lebih bagus minyak kacang, dan sedikit garam. Blender sampai benarbenar menyatu dan teksturnya lembut. Selai kacang siap digunakan. Untuk selai cokelat, pertama cokelat dilelehkan, kemudian masukkan mentega, tepung terigu, dan gula halus. Masak
sebentar sampai tercampur rata. Setelah tercampur rata, siap digunakan. Untuk selai nenas dan stroberi, caranya sama. Kedua buah tersebut diparut atau dihaluskan. Kemudian dimasak bersama dengan gula pasir sampai agak kental. Setelah kental dan masak, siap digunakan sebagai olesan roti. Menurut chef Alit Widana,
keempat selai ini tahan lama dan tidak perlu diberi bahan pengawet. Caranya, ambil selai dalam mangkok kecil secukupnya. Sisanya taruh atau simpan di lemari pendingin. Namun, ia menyarankan, jangan membuat terlalu banyak. Untuk keperluan
di hotel, ia sendiri, membuatnya tidak terlalu banyak. “Saya membuat untuk keperluan beberapa hari saja. Nanti kalau sudah habis membuat lagi. Membuatnya juga tidak terlalu sulit,” ucapnya. –Wirati Astiti
P
Aneka selai
Favorit Betutu
Chef Alit Widana
Ayam betutu tetap menjadi favorit tamu yang datang ke Bali. Hal ini terlihat dari sambutan yang bagus dari tamu yang menginap di hotel Grand Zuri Kuta. Ayam betutu spesial menjadi menu
andalan yang dicari. Satu paket ayam betutu spesial ini terdiri dari nasi putih yang dibuat tumpeng, sepotong ayam betutu, ditemani dua sate lilit ikan laut, dan sayur urap. Ada dua sambal penyerta, yakni sambal matah dan sambal merah. Satu paket ayam betutu spesial ini, diberi hiasan daun selada dan acar mentimun wortel. Tak lupa beberapa kerupuk sebagai pemanis. Menurut executive chef Hotel Grand Zuri, Made Alit Widana, satu paket ayam betutu spesial
ini sekarang masih disajikan dalam piring besar. Hanya sambal disajikan dengan tekor daun pisang. Rencana ke depan, ia ingin menyajikan dalam bentuk dulang dan semua item yang di dalamnya, diberi wadah tekor daun pisang agar lebih manis. Penyajian ayam betutu juga menjadi istimewa karena ada tambahan kerupuk. Sebagian besar orang sangat suka kerupuk, apalagi turis lokal. “Hotel ini sebagian besar pasarnya Indonesia dan turis Tiongkok. Jadi cocok diberi tambahan kerupuk,” katanya. Menurut chef Alit Widana, penyajian memang merupakan hal penting dalam makanan. Orang akan tertarik makan ketika melihat penyajiannya yang istimewa. Karena itu, menurutnya, para
chef harus banyak berinovasi dan berkreasi, selain urusan rasa, juga penyajian makanan menjadi hal utama. Bulan depan, ia akan meluncurkan beberapa menu baru di antaranya sup gerang asem, undis, dan sayur ares. Ada juga, salad lawar bali dan salad pare. Untuk makanan utama, ada bebek garing crispi, ayam menyatnyat, udang bumbu bali, be sampi sambal bali, sate lilit ayam, dan ikan laut, pepes be pasih, dan seafood mebasa bali. Selain makanan tradisional Bali, ia juga memperkenalkan
ati
Nikm
beberapa makanan Indonesia seperti kari udang, dan chinesse food seperti ta mie crispi dan beef kailan. Beberapa menu spesial yang disaaikan Alit Widana, lebih banyak menggunakan bumbu Bali yang kaya akan rempah-rempah. “Dari beberapa menu kami, memang rasa rempah-rempahnya dominan, karena kami ingin menampilkan yang spesial. Tamu saat memesan tetap kami sampaikan, rasa bumbu sangat kuat agar mereka tidak kaget saat makan,” katanya. -Wirati Astiti
Chinesse Food
Hanya di...
Cafe Santai
& Aneka Es Taiwan
Gratis Tampin Spesial
Setiap pembelanjaan di atas Rp 100 ribu
Berlaku Mulai 1 s.d. 31 Maret 2016
Es Campur Mutiara
Murah Meriah & Bersih Satu Paket Ikan dan Seafood
Satu Paket Ayam Betutu
Tipat Kuah Ceker
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
yang terbuat dari kubis merah. Rasanya memang agak manis, karena ada campuran gula di dalamnya yang berfungsi untuk menetralisir rasa kerang. Selain, mengurangi rasa amis, menu pembuka ini bertujuan meng gugah selera makan. Sebagai hiasan, di pinggir piring disajikan salad bunga yang bisa dimakan. Untuk minuman penyegar, kita bisa memilih Safari Holiday. Minuman dingin ini spesial campuran daun basil, jus jeruk, dan sirup. Warnanya yang hijau menambah rasa kesegaran di tenggorokan. Bagi yang suka soda, bisa memilih Sangria Minti. Campuran soda water, teh, daun mint, jus apel dan beberapa sirup.
Sangria Minti
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
13
Foie Gras and Chicken Breast with Bluberry Sauce
Disajikan dengan beberapa potongan jeruk sunkist dan stoberi. Rasanya asam manis dan cocok
Pan Seared Scallops
sekali sebagai peneman menu hati angsa dan daging kerang ini. Menurut chef Suparta, menu spesial ini paling banyak dipesan tamu yang datang ke Tsavo Lion Restaurant Bali Safari & Marine Park. “Menu ini menjadi ciri khas restoran ini, dan hanya ada di Bali Safari,” kata chef Suparta. Anda tertarik, selamat mencoba. –Wirati Astiti
Ayam Masak Daun Singkong
Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya.
Sarwan Bahan: 500 gr : ayam, potong-potong menurut selera 3 sdm : air asam jawa 1 sdt : garam 1 liter : air untuk merebus 3 lembar : daun salam 3 ruas : jari lengkuas, memarkan 5 siung : bawang putih, cincang halus 9 buah : bawang merah, cincang halus 11 buah : cabe rawit, cincang 5 buah : cabe hijau besar, iris bulat 1 ikat : daun singkong muda 2 buah : tomat hijau masing-masing belah jadi 4 bagian.
Cara Membuat: - Lumuri potongan ayam bersama air asam jawa dan garam, diamkan 10 menit, bilas dengan air sampai bersih. - Rebus ayam dengan daun salam,
lengkuas sampai empuk dan matang. Lalu masukkan irisan bawang merah, putih dan cabe hijau. Masukkan daun singkong dan tomat, tambahkan garam, gula, kaldu bubuk, aduk hingga rata. Masak sampai daun singkong matang, angkat dan sajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Ayam Masak Lemon Bahan: 750 gr : ayam, potong-potong menurut selera 4 sdm : margarine 5 siung : bawang putih, cincang halus ½ buah : bawang bombai, iris tipis melintang 3 sdm : kecap asin 3 sdm : kecap inggris 26 gr : jamur kancing kalengan iris tipis 3 sdm : air jeruk lemon 2 sdt : lada bubuk Minyak goreng secukupnya Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya.
Cara Membuat: - Goreng ayam dalam minyak panas sampai kuning kecokelatan, angkat, tiriskan. - Panaskan margarin, lalu tumis bawang putih dan bawang bombay sampai matang dan harum, tambahkan kecap asin dan inggris. Masukkan ayam goreng, jamur, air jeruk lemon, lada bubuk , garam, gula, dan kaldu bubuk, adukaduk sampai bumbu meresap dan matang. Siap untuk disajikan.
Kuliner Spesial Dada Ayam dan Hati Angsa Aneka Selai Pendamping Roti
12
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Chef Wayan Suparta
nipis untuk menghilangkan bau amisnya. Ada beberapa sayuran sebagai penemannya, jamur, asparagus, kentang, wortel yang sudah dit umis dengan mentega dan bawang putih. Dalam sajian ini, ada taoge khusus yang dijadikan pusat perhatian di atas hati angsa. Selain hati angsa, ada juga menu kerang. Namanya, Pan Seared Scallops. Untuk memberi rasa, daging kerang direndam dengan lemon, dan rempah daun-daunan (herb), dan diberi sedikit garam dan merica. Kerang ini disajikan di atas asparagus yang telah dimasak dengan men tega dan bawang putih. Uniknya, di atas kerang diberi sedikit jam
ernahkah Anda mencicipi hati angsa? Menu spesial ini ada di Bali Safari and Marine Park, Gianyar. Kreasi souschef Wayan Suparta ini, namanya, Foie Gras and Chicken Breast with Bluberry Sauce. Menu ini terbuat dari kombinasi dada ayam dan hati angsa. Rasanya sangat istimewa. Menurut chef Suparta, rasa amis dari hati angsa disiasati dengan tambahan saus bluberi yang terasa agak manis. Sebelumnya hati angsa ini sudah direndam dengan jeruk
Safari Holiday
Roti tawar sangat enak dimakan dengan selai. Bermacam-macam selai dapat kita buat dari buah-buahan termasuk cokelat dan kacang. Seperti dituturkan executive chef Hotel Grand Zuri Kuta, Made Alit Widana. Ia mengajak staf dapur di Hotel Grand Zuri membuat selai pendamping roti untuk sarapan tamu. “Membuatnya sangat mudah, bisa dengan aneka buah-buahan yang kita sukai. Ibu-ibu juga bisa membuatnya di rumah,” ujar lelaki yang sudah 28 tahun berkarier di bidang pariwisata ini.
I
a memilih empat item selai untuk disajikan ke tamu, yakni selai kacang, cokelat, nenas, dan stroberi. Dari keempat selai tersebut, selai kacang yang memerlukan banyak teknik pengolahan. Pertama, kacang dioven agar kulitnya terlepas. Setelah kacang benar-benar bersih dari kulit, diblender atau dihalus-
kan. Setelah halus, kacang dicampur mentega, gula halus, minyak salad atau lebih bagus minyak kacang, dan sedikit garam. Blender sampai benarbenar menyatu dan teksturnya lembut. Selai kacang siap digunakan. Untuk selai cokelat, pertama cokelat dilelehkan, kemudian masukkan mentega, tepung terigu, dan gula halus. Masak
sebentar sampai tercampur rata. Setelah tercampur rata, siap digunakan. Untuk selai nenas dan stroberi, caranya sama. Kedua buah tersebut diparut atau dihaluskan. Kemudian dimasak bersama dengan gula pasir sampai agak kental. Setelah kental dan masak, siap digunakan sebagai olesan roti. Menurut chef Alit Widana,
keempat selai ini tahan lama dan tidak perlu diberi bahan pengawet. Caranya, ambil selai dalam mangkok kecil secukupnya. Sisanya taruh atau simpan di lemari pendingin. Namun, ia menyarankan, jangan membuat terlalu banyak. Untuk keperluan
di hotel, ia sendiri, membuatnya tidak terlalu banyak. “Saya membuat untuk keperluan beberapa hari saja. Nanti kalau sudah habis membuat lagi. Membuatnya juga tidak terlalu sulit,” ucapnya. –Wirati Astiti
P
Aneka selai
Favorit Betutu
Chef Alit Widana
Ayam betutu tetap menjadi favorit tamu yang datang ke Bali. Hal ini terlihat dari sambutan yang bagus dari tamu yang menginap di hotel Grand Zuri Kuta. Ayam betutu spesial menjadi menu
andalan yang dicari. Satu paket ayam betutu spesial ini terdiri dari nasi putih yang dibuat tumpeng, sepotong ayam betutu, ditemani dua sate lilit ikan laut, dan sayur urap. Ada dua sambal penyerta, yakni sambal matah dan sambal merah. Satu paket ayam betutu spesial ini, diberi hiasan daun selada dan acar mentimun wortel. Tak lupa beberapa kerupuk sebagai pemanis. Menurut executive chef Hotel Grand Zuri, Made Alit Widana, satu paket ayam betutu spesial
ini sekarang masih disajikan dalam piring besar. Hanya sambal disajikan dengan tekor daun pisang. Rencana ke depan, ia ingin menyajikan dalam bentuk dulang dan semua item yang di dalamnya, diberi wadah tekor daun pisang agar lebih manis. Penyajian ayam betutu juga menjadi istimewa karena ada tambahan kerupuk. Sebagian besar orang sangat suka kerupuk, apalagi turis lokal. “Hotel ini sebagian besar pasarnya Indonesia dan turis Tiongkok. Jadi cocok diberi tambahan kerupuk,” katanya. Menurut chef Alit Widana, penyajian memang merupakan hal penting dalam makanan. Orang akan tertarik makan ketika melihat penyajiannya yang istimewa. Karena itu, menurutnya, para
chef harus banyak berinovasi dan berkreasi, selain urusan rasa, juga penyajian makanan menjadi hal utama. Bulan depan, ia akan meluncurkan beberapa menu baru di antaranya sup gerang asem, undis, dan sayur ares. Ada juga, salad lawar bali dan salad pare. Untuk makanan utama, ada bebek garing crispi, ayam menyatnyat, udang bumbu bali, be sampi sambal bali, sate lilit ayam, dan ikan laut, pepes be pasih, dan seafood mebasa bali. Selain makanan tradisional Bali, ia juga memperkenalkan
ati
Nikm
beberapa makanan Indonesia seperti kari udang, dan chinesse food seperti ta mie crispi dan beef kailan. Beberapa menu spesial yang disaaikan Alit Widana, lebih banyak menggunakan bumbu Bali yang kaya akan rempah-rempah. “Dari beberapa menu kami, memang rasa rempah-rempahnya dominan, karena kami ingin menampilkan yang spesial. Tamu saat memesan tetap kami sampaikan, rasa bumbu sangat kuat agar mereka tidak kaget saat makan,” katanya. -Wirati Astiti
Chinesse Food
Hanya di...
Cafe Santai
& Aneka Es Taiwan
Gratis Tampin Spesial
Setiap pembelanjaan di atas Rp 100 ribu
Berlaku Mulai 1 s.d. 31 Maret 2016
Es Campur Mutiara
Murah Meriah & Bersih Satu Paket Ikan dan Seafood
Satu Paket Ayam Betutu
Tipat Kuah Ceker
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
yang terbuat dari kubis merah. Rasanya memang agak manis, karena ada campuran gula di dalamnya yang berfungsi untuk menetralisir rasa kerang. Selain, mengurangi rasa amis, menu pembuka ini bertujuan meng gugah selera makan. Sebagai hiasan, di pinggir piring disajikan salad bunga yang bisa dimakan. Untuk minuman penyegar, kita bisa memilih Safari Holiday. Minuman dingin ini spesial campuran daun basil, jus jeruk, dan sirup. Warnanya yang hijau menambah rasa kesegaran di tenggorokan. Bagi yang suka soda, bisa memilih Sangria Minti. Campuran soda water, teh, daun mint, jus apel dan beberapa sirup.
Sangria Minti
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
13
Foie Gras and Chicken Breast with Bluberry Sauce
Disajikan dengan beberapa potongan jeruk sunkist dan stoberi. Rasanya asam manis dan cocok
Pan Seared Scallops
sekali sebagai peneman menu hati angsa dan daging kerang ini. Menurut chef Suparta, menu spesial ini paling banyak dipesan tamu yang datang ke Tsavo Lion Restaurant Bali Safari & Marine Park. “Menu ini menjadi ciri khas restoran ini, dan hanya ada di Bali Safari,” kata chef Suparta. Anda tertarik, selamat mencoba. –Wirati Astiti
Ayam Masak Daun Singkong
Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya.
Sarwan Bahan: 500 gr : ayam, potong-potong menurut selera 3 sdm : air asam jawa 1 sdt : garam 1 liter : air untuk merebus 3 lembar : daun salam 3 ruas : jari lengkuas, memarkan 5 siung : bawang putih, cincang halus 9 buah : bawang merah, cincang halus 11 buah : cabe rawit, cincang 5 buah : cabe hijau besar, iris bulat 1 ikat : daun singkong muda 2 buah : tomat hijau masing-masing belah jadi 4 bagian.
Cara Membuat: - Lumuri potongan ayam bersama air asam jawa dan garam, diamkan 10 menit, bilas dengan air sampai bersih. - Rebus ayam dengan daun salam,
lengkuas sampai empuk dan matang. Lalu masukkan irisan bawang merah, putih dan cabe hijau. Masukkan daun singkong dan tomat, tambahkan garam, gula, kaldu bubuk, aduk hingga rata. Masak sampai daun singkong matang, angkat dan sajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Ayam Masak Lemon Bahan: 750 gr : ayam, potong-potong menurut selera 4 sdm : margarine 5 siung : bawang putih, cincang halus ½ buah : bawang bombai, iris tipis melintang 3 sdm : kecap asin 3 sdm : kecap inggris 26 gr : jamur kancing kalengan iris tipis 3 sdm : air jeruk lemon 2 sdt : lada bubuk Minyak goreng secukupnya Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya.
Cara Membuat: - Goreng ayam dalam minyak panas sampai kuning kecokelatan, angkat, tiriskan. - Panaskan margarin, lalu tumis bawang putih dan bawang bombay sampai matang dan harum, tambahkan kecap asin dan inggris. Masukkan ayam goreng, jamur, air jeruk lemon, lada bubuk , garam, gula, dan kaldu bubuk, adukaduk sampai bumbu meresap dan matang. Siap untuk disajikan.
14
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Jelita
Kiat Cegah Penuaan Dini Satu hal yang pasti dialami oleh manusia adalah menua. Namun, tak seorang pun ingin tua lebih cepat dari semestinya atau me ngalami penuaan dini. Setiap orang, apalagi perempuan akan sangat senang jika dikatakan awet muda.
M
enurut dr. Kadek Trisnadewi, M.Biomed (AAM), pemilik Indivara Aesthetic, proses menua atau aging merupakan proses biologis yang terjadi secara alami dan mengenai semua mahluk hidup. Prosenya meliputi semua organ tubuh termasuk kulit. Seseorang yang mengalami penuaan, mudah tampak pada kulit orang tersebut. Sebab kulit adalah organ paling luar dari tubuh yang terpapar langsung oleh pengaruh lingkungan terutama Kadek Trisnadewi matahari. Dikatakannya, tanpa kita sadari, kita sering terpapar sinar matahari langsung maupun tak langsung dalam waktu cukup lama. Dan, itu terjadi setiap hari. Keadaan ini diperparah dengan tidak adanya perlindungan sama sekali untuk tubuh dari bahayanya radiasi sinar matahari. Papanan sinar matahari (UVA dan UVB) jangka waktu lama dan intensitas yang tinggi dapat menimbulkan penuaan dini pada kulit. Padahal, kata dokter Kadek ketika kita tidak memakai pelindung yang cukup kuat untuk melawan pengaruh buruk matahari dan terhadap tubuh. Maka kita akan cepat mengalami proses penuan. “Belum lagi ditambah dengan gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang istirahat, kurang olah raga, sering stress, makan makanan tidak sehat, dll, maka tubuh sangat cepat menua, sehingga orang tampak lebih tua dari usia seharusnya. Inilah yang sering disebut penuaan dini,” paparnya. Penuaan dini adalah suatu keadaan dimana terjadi proses penuaan pada tubuh seseorang yang seharusnya belum terjadi di usia orang tersebut. Penuaan lumrah terjadi mulai usia 25 tahun, tapi biasanya belum menampakkan gejala. Di atas usia 35 tahun seseorang baru menampakkan gejala penuaan. Namun, pada sebagian orang, penuaan terjadi sebelum usia tersebut. Akibatnya kulit kelihatan lebih tua dari usia semestinya. Tampak kerutan di sudut mata, dahi, atau diantara dua alis. Ada pula yang di kulitnya timbul bercak kecoklatan atauy kehitaman (flek), sehingga kulit tampak bernoda. Dokter Kadek juga mengatakan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi proses menua pada kulit. Diantaranya, faktor internal seperti keturunan, ras, hormonal, penyakit sistemik, dan gizi yang buruk. Orang yang jenis kulitnya kering lebih mudah mengalami penuaan dini. Begitu pula dengan ras kulit putih lebih mudah terbakar matahari, karena kurangnya kandungan pigmen, sehingga lebih cepat mengalami penuaan dibandingkan ras kulit berwarna. Selanjutnya , dan penurunan produksi hormon estrogen dapat mengakibatkan kulit menjadi tidak halus, elastisitas berkurang, dan menjadi kering. Faktor lainnya adalah faktor eksternal seperti sinar matahari, radikal bebas, kebiasaan merokok, minum minuman keras, kopi yang berlebihan, sering mengalami stress, penurunan berat badan yang terlalu cepat, penggunaan otot muka yang tak diperlukan dan berlebihan. Selain keriput dan wajah bernoda (flek), tanda penuaan lainnya adalah kulit kering, permukaan kulit kasar dan bersisik, dan pembentukan tumor pada kulit baik jinak maupun ganas. Beberapa langkah untuk mencegah penuaan dini: lHindari kekeringan kulit. Minumlah cukup air putih dan gunakan pelembab yang cocok dengan jenis kulit. lHindari proses penuaan akibat kekurangan gizi terutama protein dan vitamin. lRajinlah mengonsumsi buah dan sayuran serta menerapkan pola makan yang sehat dan berimbang. Bahan yang dapat menghambat toksisitas radikal bebas antara lain: vitamin E, vitamin C, beta caroten, dan glutathione. l Perlindungan antioksidan paling efektif melawan kerusakan akibat sinar matahari adalah dengan kombinasi beberapa antioksidan yang menunjukkan efek sinergis.
Vitamin A, B1, B2, B5, B6, mineral, zat besi, zink, selenium dan lainnya harus dikonsumsi secara cukup. Tujuannya, agar dapat menghambat proses ikatan silang yaitu proses yang menyebabkan jaringan kolagen menjadi kaku dan tidak lentur sehingga mencegah terjadinya keriput. Biji anggur, teh hijau,dan apel mengandung procyanidins dan catechins yang mempunyai substansi antitumor yang dihubungkan dengan antioksidan kuat. l Hindari paparan sinar matahari secara berlebihan terutama saat matahari mencapai titik kulminasi (antara pukul 09.00 sampai pukul 14.00 Wita). Lindungi tubuh dengan baju tertutup, topi, payung, dll supaya sinar matahari tidak langsung mengenai kulit. Gunakan tabir surya yang bisa menahan radiasi UVA dan UVB dengan SPF sesuai kebutuhan. lHindari kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. lKurangi atau hentikan kebiasaan merokok, minum minuman keras, dan minum kopi berlebihan, serta hindari polusi udara atau kontak dengan bahan kimia berbahaya. lHindari stres, cukup beristirahat, dan berolahraga secara teratur yang jenisnya sesuai dengan kondisi tubuh dan usia. lSelalu bersyukur dan berpikir positif membuat kita selalu merasa bahagia, sehingga tubuh kita sanggup memproduksi hormon bahagia yang dapat melawan penuaan. - Sri Ardhini
Bugar
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
11
PERBAIKAN PENGLIHATAN PADA PENDERITA KATARAK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP O leh : d r. Waya n G de D ha r yata ,Sp.M(K )
Consultant Ophthalmologist S iloam Hospitals Bali
S
dr.Wayan Gde Dharyata,Sp.M(K)
Setiap kekeruhan pada lensa mata disebut katarak. Me mang tidak setiap kekeruhan lensa mata akan menyebab kan kebutaan. Yang disebut buta katarak apabila penderita katarak sudah tidak dapat menghitung jari pada jarak lebih dari 3 meter, kebutaan ini disebut kebutaan social. Sedang kan ada juga yang disebut kebutaan ekonomi ketika pend erita katarak tidak lagi mampu menghitung jari pada jarak lebih dari 6 meter. Sesungguhnya kebutaan katarak murni tidak merupakan kebutaan permanen sehingga ketika telah mendapatkan penanganan yang baik akan dapat memulih kan penglihatan dengan sempurna.
ering timbul pertanyaan di masyarakat , ka pankah mata yang telah mengalami katarak harus dioperasi, haruskah menunggu sampai katarak masak (matur)??? Sebelum ditemuinya teknologi operasi katarak seperti saat ini, setiap pen derita katarak diharuskan menunggu sampai kataraknya matur sehingga dengan mu dah dilakukan operasi. Iba ratkan kaca jendela rumah kita yang keruh seperti kaca susu harus ditunggu sampai kusen atau bingkai kayunya lapuk seh ingga mudah dije bol. Teknik lama ini disebut Ekstraksi katarak intra kapsul er (EKIK) dimana keseluruhan lensa yang keruh tersebut dikeluarkan seutuhnya tanpa menggantinya dengan len sa buatan, seh ingga setelah o perasi pend erita membu tuhkan kacamata yang sangat tebal.Penglihatan, memang menjadi lebih baik tetapi se ring terganggu adanya pem besaran objek sampai 30% dan adanya efek prisma karena tebalnya kacamata.Celakanya lagi manakala mata yang lain nya masih berpenglihatan lumayan sehingga penglihatan tidak seimbang, pusing, serba salah dan tentu tidak bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang. Kemajuan teknologi o perasi katarak masa kini sangat menjanjikan sebagai suatu perbaikan penglihatan yang lebih sempurna.Pen derita katarak tidak perlu menunggu sampai matur,
begitu penglihatan terganggu atau menurun akibat katarak sudah dapat dilakukan operasi katarak dengan hasil yang memuaskan.Teknik o perasi katarak ini harus dilakukan oleh dokter spesialis mata yang berpengalaman dibawah mikroskop operasi, dengan atau tanpa mesin fakoemul sifikasi, diinsersi lensa intra okuler (Intra ocular lens = IOL), kemudian dengan sedikit atau tanpa jahitan. Dengan teknik ini cukup pembiusan local saja bahkan kurang dari 20 menit operasi selesai sudah bisa berjalan seperti biasa. Teknik mutakhir ini disempur nakan lagi dengan mengguna kan penerapan sinar laser un tuk membantu membuat pola yang sangat tepat. Hasilnya tentu menyenangkan karena penderita tidak lagi harus menggunakan kacamata tebal, kalaupun mata yang lainya masih baik, juga tidak akan terjadi masalah besar. Pe rb a i ka n p en gl i ha t a n memberi sumbangsih ter hadap peningkatan kualitas hidup. Kehidupan men un tut setiap orang harus lebih produktif dan punya daya saing tinggi untuk mencapai kesuksesan yang berujung pada keluarga sehat sejahtera. Oleh karena itu setiap adanya kekeruhan lensa yang di sebut katarak dari bermacammacam penyebabnya, karena bisa saja terjadi sejak bayi baru dilahirkan sampai orang tua usia lanjut bisa menga laminya, solusinya adalah op erasi katarak. Jangan biarkan katarak membutakan mata anda, segera lakukan tindakan yang tepat dan benar dengan berkonsultasi bersama dokter spesialis mata anda. Perbaikan penglihatan andaakan mening katkan kualitas hidup anda.
10
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Ogoh-ogoh
Kreasi
Salurkan Kreativitas Seni
Membuat ogoh-ogoh menjadi aktivitas yang dilakukan anggota Seka Teruna (ST). Kreativi tas anak muda pun bisa tersalurkan sehingga menghasilkan karya seni.
D
ikisahkan I Gede Mecaling sangat senang melakukan tapa brata yoga semadi. Ia mo hon anugerah berupa kanda sanga dari Dewa Siwa. Setelah mendapat anugerah kanda san
Komang Suasa
ga fisik I Gede Mecaling men jadi berubah. badanya menjadi besar, mukanya menjadi me nyeramkan, taringnya menjadi panjang suaranya menggetarkan seisi jagat raya. Kegaduhan, ketakutan, kengerian, yang disebabkan oleh rupa, bentuk dan suara I Gede Mecaling membuat gempar di merca pada. Para dewa pun ikut menjadi bin gung karena tidak ada yang bisa me nandingi kesaktian I Gede Mecaling. Akhirnya turunlah Dewa Indra untuk berusaha memo tong taring I Gede Mecaling. Setelah taringnya berhasil dipotong , dunia menjadi lebih ten ang. Selain penu grahan kanda sanga I Gede Mecaling juga mendapatkan anugerah panca taksu dari Dewa Rudra sehingga
Percaya Diri di Era MEA
Informasi lowongan pekerjaan yang sesuai menjadi aset penting men ingkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Penggunaan situs pencarian kerja online dinilai sebagai salah satu cara yang paling efektif untuk menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dengan jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia secara online, para pencari kerja mampu menda patkan kesempatan bekerja yang relevan dan berkualitas di skala nasional maupun internasional. Hal ini diungkapkan Faridah Lim, Country Manager JobStreet.com Indonesia dalam acara ulang tahun ke-4 JobStreet.com ca bang Bali di Denpasar, Kamis (25/2). Faridah menambahkan hal terpenting untuk menonjolkan diri di era MEA adalah dengan percaya diri, memiliki ketrampilan dan keahlian di bidang masing-masing serta keinginan belajar yang tinggi. –Ngurah Budi
Hari Peduli Sampah Nasional
Kepedulian seluruh komponen masyarakat terhadap bahaya plastik harus segera dibangun dari dalam lingkup yang paling kecil yaitu keluarga. Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika, disela-sela pelaksanaan kegiatan Gerakan Bersih Sampah Plastik dan Penanaman Pohon Serangka ian Hari Peduli Sampah Nasional yang dipusatkan di Museum Geo Park, Penelokan, Kintamani, Bangli, Jumat (26/2). Ia menegaskan TP PKK Provinsi Bali akan terus berkomitmen membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan salah satunya dengan menjadikan gerakan bersih sampah plastik menjadi agenda prioritas yang harus digencarkan secara berkelanjutan, dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat dimulai dari tingkatan kelu arga untuk berprilaku hidup bersih dengan mengumpulkan sampah-sampah terutama sampah plastik demi kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan. Ia juga mengingatkan alangkah baiknya lagi kalau sampah plastik tersebut bisa dimanfaatkan sehingga bersifat ekonomis, sesuai dengan konsep 3 R (reuse, reduce dan recycle). -rls
Style
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Busana ke Pura Sederhana
tapi Modis
Bali dikenal memiliki kondisi sosial, adat, dan budaya yang unik dengan berbagai kegiatan upacara adatnya. Termasuk salah satu nya kebaya sebagai busana adat di berbagai kegiatan atau momen tertentu hingga busana ke pura.
K
ebaya sebagai baju tradisional Nusantara, untuk di Bali memiliki ciri khas tersendiri, yakni saat dikenakan dilengkapi dengan
bergelar Ida Ratu Gede Mas Mecaling. Ada pun pelajaran positif yang dapat kita petik dari I Gede Mecaling, adalah apapun sesuatu yang kita yakini dan yang didasari dengan ketaatan dan ketulusan akan berbuah baik bagi kita, begitu juga se baliknya apapun sesuatu yang berlebihan tidaklah baik untuk diri kita maupun orang lain. Dari kisah inilah, ST Kebon Sari kemudian menuangkan nya dalam bentuk ogoh-ogoh. “Kami bermusyawarah dengan para anggota, dan mengambil cerita Bali Kuno, yang bertema penugrahan kanda sanga (Ratu Mas Gede Mecaling ). Ini cerita dari Dalem Ped,” ujar I Putu Adi Witra Mahardiana, Ketua ST Kebon Sari, Br. Tanggun Titi. Ia menuturkan dana pem buatan ogoh-ogoh sekitar Rp 20 juta yang berasal dari sumban gan banjar, sumbangan warga, dan kas ST. “Pertama kami menyiapkan bahan dan alat-alat yang di perlukan. Bahan uta manya memakai rangka bambu. Setelah kerangka jadi, kami tempel dengan kertas koran dan kertas jagung, lalu dicat mulai dari cat dasar. Terakhir kami hias sesuai dengan keper luan,” jelas Adi. Selama penger jaan ogoh-ogoh, anggota ST saling bekerja sama dan mereka bisa menyalurkan karya seni yang mereka punya. Pembuatan ogoh-ogoh ini memerlukan tim dan waktu yang lama. OGOH-OGOH MINI S e m e n t a r a i t u , Ko m a n g Suasa, penjual ogah-ogoh mini di Banjar Pemogan Kaja, Ses etan menuturkan ia mengambil ogoh-ogoh di Kapal lalu dijual kembali. Tahun ini ia mengambil 25 ogoh-ogoh mini “Saya mengambil dari Kapal. Karena beli banyak, saya dapat diskon. Saya lalu jual dengan harga Rp 200 ribu untuk ukuran
besar dan Rp 150 ribu ukuran kecil,” ujarnya. Ogoh-ogah ini dipajang di depan.Ia harus sabar menunggu pelanggan datang. Kalau sudah dekat dengan Pengerupukan, ogoh-ogoh ini pasti habis. “Bi asanya orangtua membeli ogohogoh sesuai jumlah anaknya, biar tidak rebutan,” ungkap Suasa. Jika tidak ada kesibulan lain,
ia biasanya membuat sendiri ogoh-ogoh mini ini. Namun, karena Pengrupukan tahun ini mepet dengan Galungan, ia tak sempat membuat ogohogoh. Suasa juga punya usaha pembuatan penjor. Kadang ada juga yang pesan ogoh-ogoh ukuran besar. Pembuatannya memerlukan waktu hingga dua minggu dan dikerjakan bersama anak-anaknya. –Pasek/Vijay
selendang yang dililitkan di pinggang. Hal ini, cukup mem berikan sentuhan keaneka ragaman khasanah budaya Indonesia ini Ketika bicara eetika busana adat ke Pura bagi para perempuan, maka para pakar busana mengtakan yang baik adalah berbusana yang simpel dan sederhana tapi tetap enak dipandang. Busana yang dapat mengha
dirkan rasa nyaman, baik bagi yang memakai maupun yang melihat. Seperti beberapa pilihan pakaian adat ke Pura koleksi dari Butik d’Tunjung berikut ini. Kesederhanaan terlihat dari pemilihan bahan yang hanya satu warna dengan lengan yang panjang atau 7/8 namun tetap mampu memberi kesan modis dan elegan. - Sri Ardhini
15
16
Pelesir
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Penghubung Tiga Kabupaten I
Ketut Agus Suardika, salah seorang pengunjung menuturkan ia datang bersama teman-temannya. “Saya hanya ingin melihat pemandangan yang indah dan ingin mengabadikan dengan berfoto,” ujarnya. Agus menilai Jembatan Tukad Bangkung tempatnya sejuk dan indah. Pengunjung yang datang pasti senang karena bisa melihat pemandangan yang indah dan sejuk. Ia juga
mengaku sudah sering ke jembatan yang memiliki panjang 360 meter, lebar 9,6 meter dengan pilar tertinggi 71,14 meter, dan pondasi pilar 41 meter di bawah tanah ini. Kebersihan jembatan ini juga sudah lebih baik karena disiapkan tempat sampah di tengah jembatan. Pedagang pun sudah memiliki kesadaran untuk membersihkan areal mereka. Satu hal lagi, keamanan juga terjamin karena ada aparat kepoli-
Jembatan Tukad Bangkung
sian serta pecalang dan hansip yang berjaga. Ni Kadek Widyawati, seorang pedagang yang sudah berjualan sejak 2007 menuturkan masalah sampah merupakan bagian dari tanggung jawab mereka. “Kami sebagai pedagang sudah mengerti. Sebelum dan sesudah jualan kami bersihkan dahulu,” kata perempuan asal Br. Selantang yang berjualan kopi, jagung rebus, mi seduh dan snack ini. Ia juga mengatakan pengunjung biasanya ramai selama Galungan dan Kuningan. Ada saja yang berfoto di jembatan, Tetapi, kalau hujan, orang yang berfoto sedikit. Tak hanya warga lokal, ada juga wisatawan asing yang menyempatkan diri untuk berfoto di jembatan yang diperkirakan tahan 100 tahun ini.
Apa yang disampaikan Widyawati dibenarkan I Ketut Buda Yasa, Kelian Adat Banjar Pelaga. “Kalau cuaca kurang baik pengunjung sedikit, tapi kalau cuaca cerah Jembatan Tukad
9
Semarak Hut ke-47 Perdiknas Denpasar
Jembatan Tukad Bangkung
Salah satu objek yang kerap dikunjungi anak muda saat Umanis Galungan dan Kuningan adalah Jembatan Tukad Bangkung di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung. Jembatan ini menghubungkan tiga kabupaten, Badung, Bangli, dan Buleleng dan diklaim sebagai jembatan tertinggi di Asia.
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Bangkung pasti dipadati pengunjung,” tegasnya. Mengenai pengamanan, ia me ngatakan ada komponen yang dilibatkan, kepolisian (Polsek Petang) dengan mengerahkan anggota polisi, Desa Adat Pelaga menurunkan pecalang, dan Desa Pelaga mengerahkan hansip. Pengelolaan di tempat ini juga dibagi. Bagian Timur jembatan dikelola Desa Adat Belok/Sidan sedangkan bagian Barat dikelola Desa Adat Pelaga. Buda Yasa berharap semua pe ngunjung merasa aman dan nyaman berwisata di kawasan ini. Jika ada oknum yang membuat rusuh, dari desa adat sudah menyiapkan sanksi. “Kalau sampai ada keributan dan pertumpahan darah di daerah wilayah desa adat kami, yang bersangkutan harus membayarnya dengan menyucikan di tempat kejadian dengan upacara caru Rsi Gana,” jelasnya. -Pasek
Gelar Lomba-Lomba yang Cerdas dan Beri Penghargaan Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar yang membawahi SMP Nasional, SMA Nasional, SMK Teknologi Nasional dan Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas atau Undiknas University), memasuki usia ke-47 tahun pada Rabu (17/2).
Puncak HUT SMP Nasional, 2 Desember
Selamatkan SDM Melalui Pendidikan HUT SMK Teknologi launching Program Studi Baru Jurusan Administrasi Perkantoran dan Akuntansi
M
engusung tema “Melalui HUT Perdiknas Kita Cerdaskan SDM dalam Menghadapi MEA”, Perdiknas pun menggelar berbagai kegiatan lomba yang cerdas dan pemberian penghargaan kepada karyawan, guru dan dosen dalam 25 tahun masa pengabdiannya. Ketua Panitia HUT, Ni Nyoman Sulasmini, S.Pd. mengatakan peringatan HUT ke-47 Perdiknas Denpasar yang dirangkaikan dengan Peringatan HUT ke-41 SMP Nasional yang bertemakan “Dengan Penguatan Agama dan Budaya Kita Siapkan Generasi Emas Menyongsong Masa Depan Lebih Baik,” serta HUT ke-7 SMK Teknologi Nasional, diperingati dengan aneka lomba. Dikatakannya, setiap unit yang berada di bawah naungan Perdiknas
juga menyelenggarakan lomba. Seperti Unit SMP Nasional Denpasar melaksanakan dua kategori lomba, internal dan eksternal. Untuk kalangan internal diadakan lomba olah raga dan kegiatan budaya antar kelas. Kegiatan eksternalnya berupa Lomba LKBB, Lomba Tari Condong dan Tari Baris, yang diikuti murid SD se-Kota Denpasar. Sedangkan Unit SMK Teknologi Nasional (Teknas) Denpasar, tahun ini hanya melangsungkan lomba internal, berupa membuat desain logo dan power point sekaligus mempresentasikannya. Selain itu juga ada lomba merakit Visi dan lomba Trouble Shooting. Selanjutnya, Unit Undiknas University melaksanakan Seminar Nasional dan Perdiknas pun melakukan kegiatan berupa jalan santai dan lomba karaoke. –ard
Seminar Nasional serangkaian HUT Perdiknas
Rektor memberikan kuis motivasi di puncak HUT
Pada saat perayaan, Ketua Umum Perdiknas Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. mengawali sambutannya dengan membacakan untaian puisi berjudul “Aku” dari Chairil Anwar, yang dikatakannya menjadi sebuah inspirasi penguat. “Bahwa kita tidak cukup berbuat hanya sampai usia 41 tahun, namun kita harus berbuat seribu tahun lagi sampai nafas kita kembali ke asalnya,” ujarnya penuh semangat. Tini Gorda juga menekankan pada Unit SMP agar mampu membuktikan SMP Nasioanl Denpasar bukan hanya sebagai pilihan yang kesekian, namun menjadi pilihan pertama dan utama, setelah keluarga dalam hal melahirkan atau mencetak generasi bangsa. Dikatakannya pula bahwa saat itu adalah momentum yang luar biasa, kekuatan skala dan niskala yang menyaksikan sebuah komitmen yang sudah dibangun oleh sepasang suami istri alm. Prof. Gorda dan almh. Ratyni Gorda serta pasangan Pak Sambreg dan Nyoman Kundri yang masih sehat hingga saat ini. Mereka dengan segala kekurangan mampu membangun SMP Nasional Denpasar pada 2 Desember 1974 dengan visi - misi yang sangat mulia, yakni mencerdaskan kehidupan melalui pendidikan. Sebagai generasi penerus, Tini Gorda mengajak semua yang ada di lingkungan Perdiknas untuk menguatkan komitmen, pada HUT ke-41SMP Nasional Denpasar yang bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi, sebagai tonggak awal dalam persiapan memperjuangkan kebenaran. Kemudian, menunjukkan kemampuan untuk meneruskan perjuangan mengawal generasi muda sebagai aset bangsa yang bakal mengisi pembanguna bangsa tercinta ini. Tini Gorda pun mengatakan bahwa ‘kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas’ akan mampu menghasilkan SDM yang cerdas, terampil dan berbudaya dalam bingkai agama. Selanjutnya agama sebagai penguat agar SDM yang dikelola memiliki jati diri yang kuat dalam menghadapi persoalan yang ada. “Sehingga ketika menghadapi masyarakat global, generasi kita tidak akan tergerus globalisasi atau kebablasan. SDM kita akan mampu berinteraksi dengan baik dan benar. Dipastikan juga mampu
Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dasi Astawa menyumbangkan satu lagu mengawali lomba karaoke
mengambil peluang yang ada,” uajrnya. Dengan tema HUT tahun ini “Melalui HUT ke 47 Perdiknas, HUT ke-41 SMP Nasional Denpasar, Kita Cerdaskan SDM Bersama Berlandaskan Agama dan Budaya dalam Menghadapi MEA” harapan Tini Gorda dapat menjadi motivasi untuk mencharger komitmen para pendiri utama lembaga yang menaungi mereka untuk ikut secara aktif menyelamtkan SDM melalui pendidikan demi menghasilkan SDM yang cerdas terampil dan berbudaya.”SDM ini nantinya akan mampu menjaga, menyelamatkan dan mengembangkan sumber daya alam dengan baik dan benar, sehingga kesejahteraan dapat terwujud dengan merata di bumi Indonesia tercinta ini,” lanjutnya. Masih bicara soal pengembangan lembaga pendidikan di bawah naungan Perdiknas, Tini Gorda menyampaikan perlunya team work dan net working demi mencapai tujuan. Namun, disa-
darinya pula hal ini tidaklah mudah. Semua memerlukan langkah perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Mereka harus mampu mengendalikan diri secara totalitas, mampu menerima perbedaan dan harus mempunyai kesamaan dalam visi, baru team work bisa terbentuk dengan benar. Begitu pula untuk bisa membangun net working, modalnya adalah memiliki keunggulan . Untuk ini, katanya mengajak semua pihak kreatif dalam mengelola lembaga. Tidak pernah puas akan apa yang telah diperoleh hari ini. “Dalam MEA yang sudah dibuka bulan Januari, mengharuskan kita mampu berkolaborasi dengan siapa saja jika ingin bertahan untuk hidup. Namun, ketika kita ada namun tidak memiliki keunggulan siapa yang akan mengajak kita kerjasama, bersinergi atau berkolaborasi? Mari kita mulai, tidak ada kata terlambat. Ayo kerja, kerja dan kerja,” tandasnya.-ard
8
Bunda & Ananda
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Ibu Hamil tak harus Makan Dobel Makanan merupakan salah satu kunci utama untuk mendapatkan sebuah kehamilan yang sehat. Dengan melakukan cara makan yang sehat, bukan hanya ibu saja yang sehat tetapi perkembangan janin dalam kandungan pun akan sehat. Perkembangan bayi dalam kandungan sangat tergantung dari apa yang dimakan dan apa yang dilakukan oleh ibunya.
Ketut Ariani
Ni Made Titin Rahayuni, A.Md.Keb.
etut Ariani, seorang ibu muda yang sedang mengandung juga menuturkan bahwa ibu yang sedang hamil cenderung merasa lapar. Rasa lapar yang ditimbulkan tentu saja dari asupan makanan yang diperlukan tubuh tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk kebutuhan janin dalam rahim. Menyikapi kondisi ini, Rini sapaan akrabnya menuturkan dalam sehari dia tidak bisa makan hanya dua kali sehari melainkan berkalikali, hanya saja makan yang dilakukan dalam porsi sedikit namun sering. “Biasanya tahan makan dua kali sehari sekarang sudah tidak,” lanjut istri dari Agus Mulyadi ini. Pada kehamilannya yang pertama, Rini juga mengaku jika melakukan aktivitas yang menguras tenaga maka kebutuhan makannya juga akan bertambah walaupun sering tidak disadari. Status gizi ibu selama hamil dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Berat badan ibu hamil harus memadai, bertambah sesuai umur kehamilan. Hal ini dikarenakan berat badan yang bertambah normal akan menghasilkan bayi yang normal juga. Kekurangan asupan gizi pada ibu hamil dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan pada janin. Maka dari itu, wanita yang kini usia kandungannya menginjak trisemester II ini mengaku sangat menjaga pola makan baik dari nutrisi maupun jenis makanan yang dikonsumsi. Ketika ditanya mengenai asupan gizi yang diperlukan oleh ibu hamil, Rini tidak muluk-muluk bahwa makanan yang dia konsumsi memang tidak jauh berbeda dengan orang pada
umumnya. Hanya saja beberapa makanan yang sangat dia hindari. “Banyak dengar informasi makanan yang sebaiknya dihindari, seperti makanan pedas, cuka, dan juga beberapa buah-buahan yang menyebabkan resiko keguguran,” tambah wanita kelahiran 10 November itu. Untuk memenuhi asupan gizi dia dan janinnya, Rini lebih memilih nasi sebagai sumber karbohidrat. Bukan hanya itu karena tahu masih banyak lagi nutrisi yang diperlukan olehnya dan calon bayinya maka dia pun sangat rajin konsultasi dengan dokter maupun bidan. Informasi mengenai makanan yang harus dihindari maupun yang harus dikonsumsi, ia mengaku sangat sering sharing dengan ibu-ibu yang lebih berpengalaman. Selain itu ia juga memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mencari informasi melalui internet. Karena menurutnya seorang ibu hamil dituntut paham benar asupan gizi yang dibutuhkan maka harus giat mencari informasi. “Informasi mengenai asupan nutrisi yang diperlukan juga jangan sampai “menyesatkan” maka dari itu cari yang benarbenar akurat,” lanjutnya ditemui setelah mengisi acara di salah satu stasiun radio. Banyak ibu hamil yang ternyata niatnya mencari informasi namun justru mendapat informasi yang kurang tepat. Hal ini patut dihindari sehingga apa yang harus dilakukan oleh ibu hamil dan yang tidak dianjurkan harus ada dasarnya bukan sekadar asal-asalan.
K
BANYAK MINUM CAIRAN Ni Made Titin Rahayuni, A.Md. Keb.,bidan yang bertugas di Kelurahan Banyuasri, Buleleng menu-
turkan ada perbedaan antara gizi seimbang untuk ibu hamil, untuk ibu menyusui, anak, dewasa, dan lanjut usia. “Kebutuhan gizi ibu hamil dan ibu menyusui misalnya, akan berbeda dengan ibu pada umumnya. Hal ini dikarenakan asupan makanan juga dibutuhkan oleh perkembangan janinnya. Sedangkan pemenuhan gizi seimbang pada ibu menyusui akan lebih banyak dari ibu hamil karena dibutuhkan untuk pemenuhan ASI ekslusif dan pemenuhan ASI selama bayi belum berumur 2 tahun. Pemenuhan gizi untuk anak dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan jumlah dan porsi yang tidak berlebihan,” ujar perempuan yang akrab disapa Titin ini. Ia menambahkan, seorang ibu juga harus paham mengenai perbedaan gizi seimbang antara bayi dan balita. Bayi yang baru berusia
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Disperindag Kota Denpasar
17
Gelar Sekolah Pasar Rakyat (SPR)
Sekolah Pasar Rakyat (SPR) adalah inovasi perdana Pemerintah Kota Denpasar sebagai program berkelanjutan setelah revitalisasi Pasar Tradisional. Untuk ini, Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra langsung ke lapangan meninjau “Pembinaan Pengelolaan Usaha Pedagang Pasar Tradisional” di Pasar Agung Peguyangan, Denpasar, Selasa (23/2). Erma memberi konsultasi gizi
0-6 bulan cukup diberikan ASI ekslusif tanpa tambahan apapun. Sedangkan usia 7-11 bulan yang masih masuk kategori bayi bisa diberikan ASI dan makanan tambahan seperti jus buah dan nasi tim. “Pemenuhan gizi untuk balita layaknya menu keluarga hanya gula, garam, dan minyak harus sesuai kebutuhan karena akan memengaruhi aktifitas di luar rumah,” jelas perempuan yang berulang tahun tiap 6 Februari ini. Jika pemenuhan gizi tidak sesuai dengan kebutuhan, dampaknya terhadap kesehatan. “Sesuai dengan pemenuhan jenis gizi, ibu hamil yang kekurangan gizi akan mengakibatkan KEK (Kekurangan Energi Karbohidrat), pada ibu menyusui akan berakibat produksi ASI tidak lancar,” imbuhnya. Sementara itu ahli gizi RSIA Puri Bunda, Denpasar Ni Putu Sri Ermayanti mengakui masih ibu hamil yang menganggap dirinya harus makan dengan porsi dobel. “Porsi dobel malah memicu obesitas dan kesulitan saat persalinan. Hal yang terpenting adalah
makanan dengan gizi seimbang. Kalau ada riwayat diabetes, porsi karbohidrat yang dibatasi. Protein nabati dan hewani juga harus seimbang, kecuali bagi yang vegetarian. Semua bisa ditangani asal direncanakan dengan baik,” ujar alumnus Poltekkes Denpasar Jurusan Gizi ini. Kandungan vitamin, mineral, dan lemak juga harus diatur. Jika ibu hamil merasa mualmual, bisa disiasati dengan makan dalam porsi lebih kecil namun lebih sering. Setelah melahirkan, para ibu akan fokus pada ASI, bagaimana meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Cara yang paling mudah adalah banyak minum cairan, hindari junk food, serta menggunakan suplemen sesuai petunjuk dokter. Asupan makanan juga diatur, jangan terlalu pedas atau terlalu asin. Makanan yang relatif aman adalah makanan yang direbus. “Ibu menyusui rentan sembelit karena faktor hormonal. Untuk mengatasinya, perbanyak minum air hangat dan makan buah,” ujar perempuan asal Payangan, Gianyar ini. –Wiwin/Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit Kue Langit
Setelah berhasil menciptakan manusia yang berakal budi, sang pencipta yang bernama Tuhan itu sangat bangga. Makhluk baru itu sangat dimanjakannya. Manusia-manusia itu diberinya kue enak Made Taro dan sangat besar. Kue yang tak pernah habis itu berupa sebidang langit. Agar mudah meraihnya, kue itu digantung hanya 30 cm di atas kepala manusia. Apabila lapar, tinggal mengambilnya, lalu memakannya. Nyam, nyam, nyam …! Rasanya seperti roti cokelat bercampur susu. Juga ada daging dan sayurnya lengkap dengan bumbu yang gurih. Karena enak dan tak pernah menjemukan, manusia mengambil kue itu seenaknya. Mereka makan sepuasnya, lalu membuang sisanya. Bangun tidur, manusia menggaetnya segumpal, lalu mengobrol, kemudian mengambilnya dua gumpal, lalu membuang sisanya. Di mana-mana berserakan sampah-sampah sisa kue langit. Baunya yang busuk akhirnya tercium oleh Tuhan. “Hai, Manusia!” seru Tuhan bernada jengkel. “Agar bumi tetap bersih dan sehat, mulai hari ini kamu tidak boleh membuang sisa kue. Ambillah secukupnya!” Manusia yang berakal budi itu sangat taat kepada aturan Tuhan. Mereka hanya mengambil secubit, memakannya, ambil secubit lagi, me-
makannya. Tak ada sisa kue, tak ada sampah berserakan dan Tuhan tak pernah lagi mencium bau busuk. Namun, entah mimpi apa yang dialami oleh seorang wanita. Ia bangun kesiangan. Perutnya lapar. Ia segera mengambil segumpal besar kue langit. Ia makan dengan lahap. Nyam, nyam, nyam ….! Setelah kenyang, ia sadar, bahwa tidak boleh membuang sisa kue itu. Ia memanggil keluarganya untuk ikut makan gumpalan kue itu. Tetapi keluarganya merasa lebih enak mengambil segumpal kue yang utuh dari langit. Akhirnya wanita serakah itu membuang sisa kuenya. Karena aman-aman saja, maka orang-orang lain ikut mengambil kue gumpal demi gumpal. Mereka makan sepuasnya, lalu membuang sisanya. Nyam, nyam, nyam …! Mereka mengambil lagi gumpal demi gumpal, memakannya dengan lahap, lalu membuang sisanya. Tuhan memperhatikan perbuatan manusia yang mulai kurang ajar itu. Beliau menyadari bahwa perlakuan memanjakan manusia secara berlebihan, akan membuat manusia yang berakal budi itu menjadi tidak berbudi. Malam hari, ketika manusia tidur lelap, Tuhan mengangkat kue langit itu perlahan-lahan. Kue itu digantungkannya setinggi pohon. Ah, tidak! Tuhan mengangkatnya lagi hingga setinggi tak terhingga. Keesokan harinya, pagi-pagi benar, semua manusia mengeluh karena menahan lapar. Mereka hanya bisa menengadah ke langit. Semenjak peristiwa itu, guna memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia mulai bekerja keras.
S
elanjutnya, Wali Kota Denpasar Rai D. Mantra didampingi Kadis Perindag Kota Denpasar I Wayan Gatra, menginginkan para pedagang di pasar tradisional semakin maju dan tidak tergilas tempatnya sendiri akibat semakin banyak munculnya pasar modern. Karenanya, para pedagang mesti terus belajar. Sebab, dengan belajar dapat merubah perilaku, belajar berbisnis dan belajar berdagang. Selain itu yang terpenting adalah mau belajar untuk kemajuan. Maka, dikatakan pula oleh Rai Mantra bahwa Sekolah Pasar Rakyat ini agar diikuti dan dipahami dengan baik. Lebih lanjut dikatakan, hal penting yang membuat seseorang berdaya saing dan lebih diminati yakni kebersihan yang terjaga, produk dagangannya bersih, pedagangnya bersih begitu juga dengan pasar dan lingkungannya harus bersih. Semua ini demi mampu berkembang dengan baik. Sekolah Pasar Rakyat bukan hanya untuk mengedukasi pribadi, melainkan juga memberikan pembelajaran komunitas. Bagaimana semua secara bersama-sama memajukan pasar. Antara pemilik pasar
serta para pedagang tercipta jalinan yang harmonis. Selain berharap program ini berjalan lancar, Rai Mantra juga memohon dukungan agar tiga bulan kedepan berhasil menjadikan pasar tradisional
di Kota Denpasar ini untuk menjadi pasar yang bersih. Untuk ini pula ia mendeklarasikan hari Jumat menjadi hari ‘pungut sampah’ di Kota Denpasar. Sementara Kadis Perindag Kota Denpasar, I Wayan Gatra mengatakan, Sekolah Pasar Rakyat ini merupakan kegiatan pembinaan yang pertama kali diadakan oleh Disperindag
Kota Denpasar. Sekolah Pasar, lanjutnya adalah kegiatan yang strategis, sebab akan memberikan informasi, dorongan, motivasi dan informasi terhadap bagaimana mereka mengelola pasar agar kebersihan tetap dijaga dengan baik. Jika areal dan semua lingkungan di pasar pun bersih, katanya pasar rakyat sudah bisa bersaing dikarenakan kebersihan utama dan awal dari higienitas. Dan, kebersihan ini merupakan awal dari hilangnya penyakit yang ada di pasar. Wayan Gatra pun berharap kedepannya program Sekolah Pasar ini dapat berkelanjutan, serta bukan semata untuk pedagang dan pemilik pasar namun anak-anak pedagang yang sudah dewasa juga untuk bisa lebih dini mendaptkan pendidikan mengenai kewirausahaan.
Sebab, mereka diyakini memiliki potensi, dan mereka bisa praktik di tempat orangtuanya berjualan. Hal ini juga bisa menggugah hati anak-anak tersebut jika orangtua mereka nanti sewaktu-waktu tidak bisa lagi berjualan, mereka bisa dan mampu menggantikannya, sehingga usaha yang sudah dibangun bisa terus berjalan. -ard
Dipilih 5 Orang Peserta Terbaik Berikutnya, Kabid Perdagangan, IA Dewi Citrawati., S.E., M.Si, didampingi Kasi Pembinaan Usaha Perdagangan, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty., S.S., M.Hum., menambahkan jika kegiatan Sekolah Pasar Rakyat (SPR) yang baru pertama kalinya diselenggarakan ini diikuti perwakilan dari 5 pasar desa, yakni Pasar Poh Gading, Pasar Agung, Pasar Nyanggelan, Pasar Sudhamerta dan Pasar Padang Sambian. Seluruh peserta berjumlah 40 orang. Masing-masing pasar menyertakan 5 orang perwakilannya, yang terdiri dari seorang Kepala Pasar dan para pedagang. Hadir sebagai instruktur dalam SPR ini adalahTim Pendampingan Pasar dari Ikatan Sarjana Ekonomi, Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M. yang memberikan di antaranya mengenai: Pelatihan strategi penjualan terutama pengaturan barang dagangan (display) ; pelayanan kepada pembeli, teknik komunikasi dan transaksi yang jujur namun tetap menguntungkan, serta promosi barang yang dijual. Open mindset pedagang menjadi pedagang ramah, segar dan terpercaya. Informasi harga barang. Kecakapan pengenalan gambar atau poster. Dilanjutkan dengan pra post test serta Penilaian kompetensi pedagang. Melalui program SPR ini,kata Dayu Citra nantinya diharapkan dapat menjadi media pengembangan ilmu pengetahuan baik dari segi pengelolaan maupun pemanfaatan sarana pasar serta perilaku pedagang itu sendiri. Disamping itu adalah wahana belajar bersama, bertukar pikiran serta tempat persemaian gagasan inovasi dan kemajuan pasar rakyat. Kedepannya lanjut Laxmy, SPR juga bisa berperan sebagai media pendidikan untuk menanamkan kecintaan kepada anak-anak, remaja, dan mahasiswa terhadap produk-produk lokal di pasar tradisional. Hal ini juga diharapkan mampu menjadi media pengkaderan, pewarisan nilai-nilai kebersamaan, dan kemandirian ekonomi yang perlu dimiliki generasi kedepan. Selain sebagai perekat dan perapat barisan pegiat industri desa, koperasi sejati dan pasar tradisional. Dikatakan pula dalam kegiatan Sekolah Pasar Rakyat kali ini, berhasil dipilih 5 orang peserta terbaik dengan memiliki kompetensi terdahap Sekolah Pasar Rakyat yaitu : Sang Ayu Widiadnyani dari Pasar Agung, Ni Nyoman Wiriani dari Pasar Nyanggelan; Desak Kadek Sutarmi dari Pasar Sudhamerta: Nengah Sariani dari Pasar Poh Gading; dan Nyoman Santi Rahayu dari Pasar Padangsambian. Kelima pedagang tersebut akan ditugaskan membantu pengelola pasar untuk terus melakukan pembinaan terhadap pedagang terkait pemahaman sarana dan prasarana pasar di masing-masing pasar rakyat. Kemudian kepada seleuruh peserta pasar rakyat juga diberikan hasil raport kompetensinya masing-masing untuk melihat kemapuan SDM dari peserta tentang pengelolaan usaha dan pemahaman sarana serta perilaku pedagang. - ard
18
Life
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Lukisan Kaca untuk Hari Kelahiran Menggeluti suatu pekerjaan agar tetap bisa menghasilkan demi kelangsungan hidup tentulah tidak mudah. Apalagi pekerjaan yang jarang dilakoni dan diminati orang. Di tengah himpitan ekonomi, I Nyoman Netep tetap bertahan sebagai pelukis dengan media kaca atau yang lebih dikenal dengan wayang kaca.
pel yang sudah jadi. “Ya istilahnya jemput bola,” ujar Netep. Ketika ditemui di rumahnya, Dusun Delod Margi Desa Nagasepeha, kecamatan Buleleng ia sedang mengerjakan pesanan lukisan kaca yang diterimanya. Lukisan yang biasanya dicari oleh pembeli adalah cerita pewayangan atau lukisan untuk hari kelahiran. “Biasanya banyak yang baru punya anak membuatkan hari kelahiran anaknya,” tambah pria kelahiran 4 November ini. Rumitnya proses I Nyoman Netep membuat lukisan di atas kaca pengerjaan membuat Netep harus memiliki kesabaran enekuni peker- ekstra dalam melukis. “Harus jaannya seba- sabar dan hati-hati karena ini gai pelukis dari dari kaca,” lanjut bapak dari t a h u n 1 9 8 7 , tiga orang anak ini. Karena baNetep sudah merasakan pasang han yang digunakan adalah kaca surutnya pemasaran. Menurut maka dalam proses pembuatansuami dari Ketut Masih ini sebagai nya juga harus lebih teliti karena seorang pengrajin memang harus mudah pecah. Selain kaca bahan pandai dalam bidang pemasaran. utama yang digunakan adalah cat Biasanya dia selalu menawarkan minyak dalam proses mewarnai lukisan kacanya dari rumah ke atau finishing. Ia biasanya dibantu rumah dengan membawa sam- oleh sang istri dalam finishing.
M
Lukisan kaca yang sudah jadi
Lukisan kaca cerita pewayangan
Hal ini membuat pekerjaanya lebih cepat selesai. “Biasanya kalau ukuran 35cmx50cm itu selesai dua hari dan dijual dengan harga Rp 300.000,” imbuhnya. Untuk lukisan yang panjangnya melebihi satu meter hingga lebih harganya hingga Rp 1,5 juta dan pengerjaanya pun akan dilakukan ditempat yang memesan. Sebagai salah satu pelukis kaca dari Desa Nagasepeha mengaku jika pemasaran lukisan tersebut terkendala bahan baku. Terbuat
I Nyoman Netep
dari bahan yang mudah pecah membuat pembeli dari daerah jauh enggan karena takut lukisan tidak utuh sampai di rumah. “Lukisannya dari kaca mudah pecah, padahal peminat dari man-
canegara itu banyak,” ujar pria yang pernah mengikuti pameran di Hotel Baruna ini. Kalau pun mengganti bahan baku dengan yang lain misalnya mika itu pun harganya sangat mahal. Melukis dengan media kaca merupakan hal yang unik dan jarang ada di daerah lain. Desa Nagasepeha merupakan salah desa yang memiliki banyak seniman pelukis kaca namun seiring perkembangan waktu hal ini mulai ditinggalkan. Mereka yang merasa tidak bisa hidup hanya dari melukis memilih mencari pekerjaan lain atau ganti profesi. Hal ini lah yang membuat Nyoman Netep ingin tetap melestarikan melukis dengan media kaca. “Ke depan mudah-mudahan ada generasi penerus,” tandasnya. -Wiwin
Jrsandora
Terinspirasi Musik Jepang Perkembangan musik khususn ya daerah Buleleng saat ini sangat pesat. Hal ini dibuktikan dengan munculnya bandband indie yang siap meramaikan dunia permusikan. Salah satunya adalah Jrsandora. Diawali dari keinginan salah satu personil yaitu Guz Jrs untuk mengikuti sebuah kompetisi band yang diselenggarakan oleh Ganesha Musik Studio. Ia mengajak kedua tetangga yang belum memiliki bakat dalam bermusik. Sampai saat ini mereka melanjutkan eksistensi dan berkarya sebagai anak band. Nama Jrsandora terlahir secara spontanitas dan para personil pun tidak tahu artinya. Seiring berjalannya waktu karena tidak cukup hanya mengatakan apalah arti sebuah nama, maka para personil memaknai sendiri arti dari Jrsandora. Menurut Guz Jrs yang merupakan vokalis sekaligus gitaris, Jrsandora merupakan singkatan dari Jrs-and-ora, Jrs menggambarkan aliran musik yang ada sedikit sentuhan musik Jepang. And berarti “dan” dalam bahasa Indonesia. Ora merupakan Original Arransement. Jadi Jrsandora berarti band yang memiliki sentuhan musik Jepang namun tetap mengedepankan originalitas dalam mengaransemen musik. Band yang digawangi oleh Guz Jrs (gitar, vokal), Nata (bass), dan Dedut (drum) menyadari masyarakat dapat dengan mudah menikmati karya-karya musik dari para musisi. “Kami pula menyadari
Personil Jrsandora
interaksi melalui media digital adalah yang paling efektif,” ujar Guz Jrs. Mereka sangat berharap karyanya dapat diterima oleh penikmat musik dan berharap juga mendapat masukan yang sifatnya membangun. Untuk mendapat masukan tersebut mereka menggunakan media digital misalnya facebook berkomunikasi dengan masyarakat. Mempertahankan eksistensi dan kekompakan band merupakan hal terberat dalam sebuah band. Namun band yang terbentuk sejak tahun 2012 mempunyai trik untuk menjaga kekompakan antar personilnya. “Sebagai sebuah tim, kami tentu ingin berkarya sebagai tim yang utuh, untuk itu kami belajar dari bandband yang telah lama malang melintang dan tetap eksis sampai sekarang,” lanjut Guz Jrs. Beberapa hal yang dipelajari dan diterapkan adalah komunikasi dan kreativitas. Komunikasi dijaga seperti membuat jadwal manggung atau latihan. Semuanya diatur sesuai dengan kesibukan dan mood masingmasing personil agar berjalan dengan lancar. Selain untuk mengatur jadwal, komunikasi diperlukan untuk mempererat hubungan antar personil, misalnya saling memberikan
masukan ketika salah satu personil mengalami masalah baik itu yang berkaitan d e n g a n b a n d bahkan yang sama sekali tidak terkait dengan band. “Untuk hal kreativitas, ini perlu kami lakukan dalam membuat trend terbaru dari band kami, hal ini bertujuan untuk membedakan band kami dengan band lain,” ungkap Dedut. Band yang beraliran pop ini lebih banyak terinspirasi dari dari musik-musik Jepang. Jadi dapat dikatakan alirannya adalah pop dengan sentuhan Japanese (J-Pop). Sempat merilis satu lagu yang berjudul “Terpisah Mati” tidak lantas membuat Jrsandora berhenti berkarya. Namun, dalam memublikasikan belum maksimal karena lagu belum sempurna. “Belum sempurna, karena masih live recording dan sudah direncanakan untuk track recoding penyempurnaan lagu tentu akan disusul dengan video klip agar kami di kenal secara audio visual,” tambah Guz Jrs. Melihat perkembangan musik di Buleleng, band yang memiliki homebase di Singaraja ini mengaku selalu menjaga konsistensi. Meskipun masingmasing personil memiliki kesibukan yang berbeda namun tetap bisa mengatur waktu untuk berkumpul membahas rencana band ke depannya agar tetap bisa eksis. “Mungkin kebanyakan band yang menghadapi persoalan seperti kami akan memilih vackum, tetapi itu tidak berlaku bagi kami,” tegas Nata. -Wiwin
Story
7
Edisi 890/29 Februari - 6 MARET 2016
Dua Kali Bantu Suami Cerai
Dengan pandangan kosong, Lusiana (51), memandangi wajah suaminya yang baru saja usai menjalani operasi akibat kecelakaan lalu lintas. Lelaki tampan yang telah menggetarkan hatinya sejak 30 tahun silam itu, dikenalnya sebagai lelaki yang pendiam dan tidak banyak tingkah. Di matanya, lelaki itu sangat baik dan selalu memperhatikan ia dan kedua anak mereka. “Dia laki-laki yang bertanggung jawab,” ungkapnya.
L
usiana adalah sosok perempuan yang tampaknya telah sangat mapan dan matang dalam menghadapi pahit getirnya kehidupan bersama suaminya ini. Tiga puluh tahun mengarungi bahtera rumah tangga, sudah cukup bagi Lusiana untuk mengenal suaminya. Namun, ada satu hal yang sampai hari ini tidak mampu dipahaminya tetang suaminya itu. Sosoknya yang baik, pendiam dan bertanggung jawab itu rupanya pernah menyakiti hati Lusiana begitu telak. “Sakit,” katanya singkat sembari mengelus dadanya sambil memandangi suaminya yang belum sadar dari obat bius. Pada sepuluh tahun pernikahannya, sekitar 20 tahun yang lalu, tiba-tiba Lusiana mendapat kunjungan kejutan dari seorang perempuan yang melabrak dan mendampratnya. Dengan wajah heran, Lusiana memandangi perempuan muda yang tidak tahu malu itu. “Dia rupanya istri suami saya yang sama sekali tidak saya tahu jalan ceritanya,” katanya. Sembari terbengong-bengong memperhatikan ocehan perempuan muda yang datang melabrak ke rumahnya itu, Lusiana dengan tenang bertanya baik-baik tentang siapa dirinya dan ada urusan apa dengannya. “Saya sempat berpikir perempuan muda itu tengah salah alamat,” ujarnya tersenyum. Namun, setelah semua terang, barulah Lusiana sadar bahwa selama dua tahun terakhir, ia telah hidup dalam rumah tangga yang mendua. Suaminya telah menduakannya selama dua tahun terakhir itu adalah situasi yang sama sekali tidak pernah dibayangkannya. Sebagai seorang perempuan Lusiana tidak dapat menerima situasi ini. Tetapi, bukannya marah pada perempuan muda yang tidak tahu diri itu, Lusiana malah menasehatinya untuk pulang ke rumahnya dan menanti suaminya datang mengunjunginya. Ketika perempuan muda itu melabraknya, anak-anak dan suami Lusiana tidak berada di rumah. Ia menghadapi madunya itu sendirian. Saat suaminya pulang, dengan karakternya yang tenang,
ia lalu meminta suaminya untuk menceraikannya atau menceraikan istri mudanya. Ia merasa tidak mampu hidup dengan rumah tangga yang berpoligami. Lusiana menjadi sangat dingin pada suaminya. “Suami saya tertegun dan terdiam seperti patung,” katanya. Memang permintaan Lusiana itu sungguh mengejutkan bagi suaminya yang merasa hubungannya selama ini dengan Lusiana baik-baik saja. Setelah semuanya jelas, barulah suaminya menangis dan memohon-mohon agar Lusiana tidak menceraikannya. “Pilihannya hanya satu, saya atau dia,” pintanya. Dengan serta merta suami Lusiana mengatakan bahwa ia memilih dirinya. Sungguh lapang hati Lusiana yang kemudian menerima permintaan maaf suaminya. Tidak hanya itu Lusiana pun ikut
tkh/net
mengurus perceraian suaminya tersebut. Sebenarnya pengkhianatan suaminya itu sudah dilupakan oleh Lusiana, ketika 20 tahun kemudian ia kembali menyadari bahwa hidup rumah tangganya terkoyak-koyak lagi oleh seorang perempuan. Bertahun-tahun Lusiana menerima teror melalui telepon selulernya. Pesan-pesan singkat bernada jorok hingga penghinaan diterimanya. Tetapi semua itu dianggap angin lalu oleh Lusiana yang menyangka pesan-pesan itu salah alamat. “Saya dikata-katain sudah tua, sehingga suami saya tidak selera lagi pada saya…. dan lain-lain pokoknya. Masih banyak yang lebih menyakitkan,” katanya. Semua itu tidak dihiraukannya. Ia tetap melanjutkan hidupnya bersama suaminya. “Bagaimana saya mau percaya, suami saya rasanya tidak berubah sama sekali. Ia tetap cinta dan sayang pada
saya. Ia juga tetap bertanggung jawab. Yang lebih membuat saya tidak percaya adalah suami saya tidak pernah keluar rumah yang membuat saya sampai curiga,” katanya. Menurut Lusiana, semua berjalan biasa saja. TIDAK TAHAN GODAAN PEREMPUAN Kepercayaannya pada suaminya itu begitu besar sampai kecelakaan yang dialami suaminya membongkar rahasia baru yang disimpan oleh suaminya selama delapan tahun terakhir. Setelah seminggu dirawat di rumah sakit, Lusiana membawa pulang suaminya. Beberapa hari kemudian, ia kembali kedatangan tamu tak diundang, seorang perempuan muda, istri dari suaminya. Perempuan ini datang mencari suaminya yang sudah sepuluh hari tidak pernah mengunjunginya. “Saking tidak tahu malunya, perempuan itu yang memaki saya di dalam rumah saya,” kata
Luciana. Untungnya ia mampu mengendalikan diri dan meminta perempuan itu untuk pulang sebelum emosinya memuncak. “Suami saya terlihat bengong saja,” kata Lusiana tersenyum. Tampak benar Lusiana tidak ambil pusing dengan apa yang terjadi padanya. Namun, siapa yang tahu isi hatinya yang menderita. Rupanya delapan tahun sudah suaminya menikahi perempuan itu dan memiliki dua orang anak. “Betapa bodohnya saya ini, selama itu saya sama sekali tidak mengetahuinya,” katanya. Di mata Lusiana suaminya tidak berubah. Ia biasa saja dan tidak memperlihatkan tanda-tanda yang mencurigakan. Kedewasaan dan ketenangan Lusiana inilah yang rupanya membuat suaminya sangat mencintainya dan tidak pernah ingin menceraikannya. “Suami saya itu sangat baik, cuma satu kelemahannya tidak tahan godaan perempuan,” katanya tertawa. Seperti pada peristiwa pertama, Lusiana tegas meminta suaminya memilih dirinya atau istri mudanya. Sehingga akhirnya suaminya menceraikan istri mudanya dan ia juga membantu proses perceraian serta mengantar pulang perempuan itu ke rumah orang tuanya. Peristiwa kedua ini sudah cukup membuat Lusiana untuk menginstropeksi dirinya. Ia semakin detil memperhatikan suaminya. Ia berusaha terus memperbaiki diri dan kekurangannya serta lebih lagi memberi perhatian pada suaminya. Lusiana tidak ingin sakit untuk ketiga kalinya. -Naniek I. Taufan
Sudut Pandang
“Dipaksa” untuk Makan Sehat Pada umumnya anak-anak Ini ada nilainya,” tegas sekarang menyukai makanan inGung Dyah. Nilai ini stan yang siap saji. Mereka pun bisa masuk ke pelajarang yang suka sayur. Hal inilah jaran Olahraga dan yang menjadi salah satu peKesehatan (Orkes), mikiran pihak SD Cipta Darma Bahasa Indonesia, Denpasar untuk menerapkan Sains, dsb., karena di program “Jumat Sehat”. tingkat SD sekarang kurikulumnya adalah “Program ‘Jumat Sehat’ ini tematik, semuanya sudah berjalan 5 tahun sejak terintegrasi. masih kepemimpinan Nyoman Mulyati, S.Pd., M.Psi.,” ujar Dengan begitu, Kepala SD Cipta Dharma, Ni anak-anak merasa taLuh Rinun, S.Pd., M. Pd. Meski kut jika tak membawa Ni Luh Rinun dan Gung Dyah program ini dilakukan pada sebekal makanan dari mua jenjang kelas di tingkat SD, ia mengaku rumah. Mereka “dipaksa” untuk makan hanya di jenjang kelas kecil saja yang bisa makanan 4 sehat 5 sempurna yang teorinya diintensifkan. “Saya mengamati program sudah mereka dapatkan dalam mata pelajaini paling intensif dilakukan di kelas 2, yang ran regular. “Awalnya, ada anak-anak yang dikoordinatori IG Agung Dyah Tapiningrat, tak suka sayur memberikan sayurnya ke S. Pd.,” ucapnya. temannya. Tetapi ketika makan sayur itu Gung Dyah menjelaskan , program “Ju- diharuskan, mau tak mau anak berusaha mat Sehat” ini dilakukan tiap Jumat saat jam memakannya. Akhirnya, anak-anak yang istirahat pertama, mereka makan bersama. dulunya tak suka makan sayur kini bisa Anak-anak diwajibkan membawa bekal makan sayur. Beberapa orangtua murid makanan “4 sehat 5 sempurna” dari rumah. sempat menceritakannya kepada saya,” ujar “Sebelum makan, bekal yang sudah mereka Gung Dyah. taruh di atas meja kami cek satu persatu. Walau orangtua murid merasa agak dire-
potkan karena pagi-pagi harus menyiapkan makanan untuk putra-putrinya, menurut Ni Luh Rinun, mereka sangat bersyukur dan mendukung program yang dinilai cukup bagus itu. Karena, dengan terbiasa “makan sehat” tiap Jumat itu, rupanya berpengaruh juga ke hari-hari lainnya. “Jadi, dengan dipaksa makan sehat tiap Jumat ini, membiasakan diri mereka (anak-anak) untuk makan sehat juga di hari-hari lain. Inilah tujuan kami, yang awalnya minimal sehari dalam seminggu anak-anak makan sehat, yang selanjutnya akan menjadi pembiasaan,” tandas Ni Luh Rinun. –Inten Indrawati
Program “Jumat Sehat” di SD Cipta Dharma Denpasar
6
Woman on Top
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Mengatasi Masalah tanpa Munculkan Masalah
Wakili Aspirasi Wong Cilik Ada yang menarik mewarnai pesta demokrasi di Buleleng periode 20172022. Pasalnya seorang wanita yang kesehariaan sebagai loper koran di pusat bisnis jalan Diponogoro ini maju sebagai calon wakil bupati Buleleng mengincar posisi Sutijdra. Luh Made Marwati adalah seorang istri serta ibu yang sangat gigih dalam memperjuangkan hidup. Kecintaannya ter hadap daerah kelahiran membuat Bu Luh sapaan karibnya tersentuh untuk melakukan perubahan dalam bidang perekonomian.
B
erawal dari peker jaannya sebagai loper koran se lama 18 tahun, dia selalu mengikuti perkemban gan-perkembangan yang ada melalui berita yang dibaca. Mengaku sebagai perwakilan dari masyarakat kecil, wanita 42 tahun ini terlihat sangat an tusias membicarakan kemajuan di Buleleng. “Pembangunan jangan hanya terpusat di Bali Selatan, biar anak-anak di sini larinya gak ke Denpasar aja,”
ujar istri dari Made Sudarma. Sebagai masyarakat kecil, Mar wati sangat menginginkan agar para pemimpin merealisasikan janji-janjinya ketika kampanye dulu. Buleleng memiliki potensi yang sangat bagus untuk dikem bangkan sehingga sudah menjadi tugas para pemimpin agar lebih bekerja keras lagi. “Dibangun hotel berbintang kah, semua itu kan bisa membangun lapangan pekerjaan untuk anak-anak di sini,” tambahnya. Niatnya mencalonkan diri
Luh Made Marwati
menjadi wakil bupati sangat disambut dan didukung oleh keluarga serta kerabat dekatnya. Bahkan masyarakat sekitar juga sangat bangga memiliki orang yang peduli dengan Buleleng terutama dengan masyarakat kecil atau wong cilik. Ibu dari tiga orang anak ini mengaku jika dia hanya ingin menyampaikan aspirasi masyarakat kecil bukan semata-mata ingin menjadi calon
wakil bupati. “Tidak ada niat saya buat jadi wakil bupati, cuma agar aspirasi masyarakat itu didengar oleh pusat,” tambahnya. Banyaknya mendengar keluhankeluhan dari temantemannya sesama peda gang di pasar membuat Marwati merasa iba dan kecewa. “Orang-orang di atas biar tahu ba gaimana situasi di bawah seperti apa,”lanjutnya. Namun tidak sela manya jalan yang dilalui Luh Marwati mulus. Terlepas dari banyaknya dukungan yang dida pat dari masyarakat, ada juga masyarakat yang malah mencibir. “Orang kaya aja gak berani mencalonkan diri, cuma penjual ko ran aja sombong,” tutur wanita yang beralamat di gang kelapa muda, jalan Pulau Buton, ling kungan Banyuning Utara ini. Ia menegaskan bahwa akan tetap maju karena hati nurani bukan cibiran orang. Belum Lengkapi Persyaratan Kejutan yang diberikan oleh Marwati dalam pilkada Buleleng
mendatang tentu mengundang apresiasi dari berbagai pihak. Sebagai masyarakat umum Mar wati mengambil formulir non kader karena tidak masuk partai politik. Jika kader PDIP diwajib kan hanya memenuhi sembilan syarat, kalau non kader ada 13 syarat. Salah satu syarat yang belum dipenuhi adalah riwayat hidup diantaranya adalah ijazah TK, SD, dan SMP. Hal ini dikar enakan Marwati yang baru pindah rumah beberapa tahun yang lalu sehingga lupa dimana ia taruh ijazah tersebut. Terkait lolos tidaknya Luh Marwati jadi salah satu kandidiat, ia sangat berharap ada rekomendasi DPP PDIP di Jakarta. Selain terkendala persyara tan, wanita murah senyum ini juga mengaku terkendala modal jika memang dia masuk men jadi kandidat. “Saya kan hanya mencalonkan jadi wakil kalau seandainya ada yang merangkul dalam pendanaan saya tentu senang,” lanjutnya. Ditanya sosok yang meng ispiratifnya, Luh Marwati sangat mengidamkan pemimpin seperti Megawati dan Jokowi. “Ibu Mega itu kan perempuan, dia bisa saya juga harus bisa sedangkan Pak Jokowi itu pemimpin yang suka blusukan,” imbuhnya. -Wiwin
Apa kabar Gang Dolly? Paskapenutupan tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara sejak Juni 2014, Gang Dolly terus bersolek. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadikan Gang Dolly menjadi pusat Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pariwisata benar-benar diwujudkan.
A
Esthi Susanti Hudiono
da mantan pekerja seks komersial (PSK) di sektor UKM pembuatan sepatu. Sepatu produksi Gang Dolly bahkan digunakan saat Tri Risma harini dilantik sebagai Wali Kota Sura baya untuk periode kedua. Bagaimana nasib mantan PSK Gang Dolly lainnya dan para mucikari yang hanya diberi modal Rp 5 juta dan pelatihan selama tiga bulan sejak penutupan. ‘’Uang Rp 5 juta itu tidak ada arti nya. Pelatihan tiga bulan tidak membuat orang bisa terampil dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan yang sifatnya menjadi kan mereka sebagai profesional,’’ kilah
Direktur Yayasan Hotline Surabaya Esthi Susanti Hudiono. Menurut Esthi, pelacuran hampir identik dengan wajah kemiskinan. Jika sebuah kota muncul pelacuran, sep erti Surabaya, itu berarti di kota ini ada masyarakat yang miskin. Mengatasi kemiskinan tidak identik dengan menu tup tempat pelacuran kelas atas Gang Dolly. ‘’Penutupan itu, hanya sebuah pencitraan yang dilakukan Wali Kota Tri Rismaharini, karena kemiskinan masih tetap ada dan tindakannya tidak manu siawi,’’ urai Esthi. Esthi memang setuju dengan pe nutupan kompleks pelacuran Gang
Dolly beberapa waktu lalu. Karena Gang Dolly memberi dampak banyak negatif terhadap manusia dan masyarakat di sekitarnya. Apalagi lokasi itu berada di tengah perkampungan padat dan dilihat oleh anak-anak kecil. “Ini sebuah contoh dan kenyataan yang tidak baik bagi pendidikan anak dan pendidikan moral bangsa,” ujarnya. Kecuali itu, di lokasi ini sering ter jadi kasus trafficking terhadap anak dan wanita. Belum lagi lokasi ini menjadi pusat peredaran narkoba dan minu man keras yang sangat merugikan kes ehatan masyarakat. Tetapi langkah itu hanya sebuah pencitraan Wali Kota saja. Karena penutupan itu tidak signifikan dengan mengatasi kemiskinan di Kota Pahlawan ini. Jumlah orang miskin di kota ini tidak berkurang dengan dilakukan penutupan tersebut, malah terus meningkat dari tahun ke tahun. Bukan hanya itu, pe nutupan itu dinilai melanggar konstitusi. Karena negara melalui pejabat negara melakukan tindakan kekerasan terh adap perempuan. Seharusnya negara
F i l m “J a g o a n I n s t a n ”
Sampaikan Pendidikan Moral dan Kritik Korupsi
“eL – Ge – Be –Te in Service?” Salam Senyum, Aroma diskusi tentang LBGT akhir-akhir ini begitu semerbak, bahkan menjadi trending topic dalam mediamedia sosial. ‘Meme’ dalam bentuk kata-kata juga tidak kalah semarak, ada yang menggunakannya dengan istilah ‘Lo Gue Beda Tipis’ untuk seseorang yang “merasa” dirinya agak beda-beda jauh dengan orang yang dianggap lebih berkualitas. Atau istilah ‘Lontong Gethuk BakwanTahu’ bagi orang yang tidak bisa nahan ngiler jika melihat makanan kesukaannya. Masih banyak istilah-istilah yang dimuncul kan oleh trending topik LGBT ini. Kalo yang serius akan berhadapan dengan Pro’s Cont’s pendapat tentang LGBT. Tapi bagi ‘standup comedy’ dadakan, akan menjadi bahan komedi yang potensial. Tidak bermaksud numpang ngetren dengan si trend ing topik LGBT. Saya mengajak untuk menyikapi dengan positif dengan memunculkan pikiran-pikiran positif tentang itu. Tentunya saya akan mengaitkan dengan layanan yang konsisten menjadi tema sentral tulisan saya. LGBT yaitu “Layanan Gesit Berhati Tulus”. Cukup menarik kan kalau kita pakai layanan? “Selamat datang di …….selamat berbelanja.. dst.”.. demikian kalimat sapaan yang sering kita dengar kalau me masuki sebuah outlet penjualan retail. Pernah saya kira itu kalimat yang keluar dari mesin yang diputar secara otomatis jika ada pelanggan masuk. Ternyata itu sapaan langsung dari karyawannya. Seiring dengan pengucapan kata greeting tadi, karyawannya biasanya masih sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan yang setelah mengucapkan kalimat itu mereka langsung berbincang dengan teman sejawatnya, atau sibuk dengan pelanggan di depannya, dan ada yang melanjutkan lamunannya.. haaaaaa…Tergambar,,,bagaimana sapaan itu tidak bernyawa, dan kelihatan tidak antusias. Cerita pengalaman lain, di mana saya membeli obat di
sebuah toko obat. Dari tempat parkir kendaraan, kemudian saya melang kahkan kaki ke pintu toko dan tepat berada di depan counter. Hal tersebut sebenarnya sudah dilihat oleh pegawai toko tersebut sejak saya memarkirkan kendaraan dan melangkah ke arahnya. Tetapi saya harus “menunggu kesigapan” dari karyawan toko untuk segera melayani saya. Dia berjalan pelan masuk ke dalam counter dengan pelan dan kemudian dengan wajah yang tidak bersemangat menanyakan keperluan saya. Hmm.. sudah dapat dibayangkan bagaimana saya sebagai pelanggan diperlakukan seperti itu. Beberapa pakar layanan menyebutkan bahwa layanan dapat mengubah dunia… waaaahhhh... seandainya semua pelaku layanan tahu akan pentingnya sebuah layanan tentu semua akan berlomba untuk memberikan layanan yang terbaik untuk kemajuan perusahaannya. Bahkan dari beberapa pelanggan yang sempat saya ajak berbincang, mereka akan pindah dan mencari perusahaan lain jika pelayanannya lambat. Pengalaman saya sebagai seorang teller terbaik di tem pat saya bekerja ketika masih menjadi frontliner, menjadi catatan tersendiri. Dulu belum ada yang namanya mesin antrian yang canggih seperti sekarang (bahkan kecang gihan sekarang sampai keliatan wajahnya di kamera ketika mengambi nomer antrian). Para nasabah (istilah pelanggan kalau di perbankan) berdiri untuk mengantri dilayani oleh teller. Yang menjadi istimewa, kenapa antrian di tempat saya selalu jauh lebih panjang dari teller lainnya. Padahal logikanya mereka akan mencari antrian yang lebih pendek agar lebih cepat terlayani. Hmmm…ternyata kuncinya adalah pelayanan yang ce pat dan sigap membuat orang lebih senang antri di counter dari pada antrian yang pendek tapi pelayanannya “lelet” .Cukup dengan sigap saja??? Oohh..ternyata tidak… kalau sigap dengan terburu- buru hanya untuk mempercepat layanan mengejar jam pulang/istirahat, tentu akan terlayani dengan kurang baik. Ingat dengan tema kali ini “Layanan Gesit Berhati Tulus”. Jadi akan sempurna jika kegesitan
pelayanan dilakukan dengan ketulusan hati yang tentunya akan menampakkan senyuman yang sumringah. Untuk menambah wawasan layanan, dalam beberapa pelatihan yang saya berikan sering saya mencontohkan bagaimana orang Jepang bekerja. Beberapa nilai/value yang bisa diambil di antaranya sebagai berikut : 1. “Okinakoe de” ( bersuara keras). Dalam hal ini kalau kita melayani, tentunya kemampuan komunikasi terhadap pelanggan sangat penting. Bersuara keras maksudnya adalah suara kita dapat didengar dengan baik oleh lawan bicara kita. Dalam hal ini pelanggan. 2. “Kibikibikado” (bergerak sigap) . Kalau hal ini jelas seperti tulisan di atas. Kesigapan gerak kita akan mencer minkan sikap antusias kepada pelanggan. Tentunya ini sangat menyenangkan bagi pelanggan karena terlayani dengan cepat. 3. “Jibun karaaisatsu”(memberi salam terlebih dahulu). Membiasakan diri menyapa dan memberi salam terlebih dahulu dalam kehidupan sehari-hari akan membuat jiwa kita rendah hati, dan dapat mengikis rasa keegoan. Naaaah…? Kalau hal ini sudah biasa diterapkan di sebuah perusahaan, maka saya yakin kondisi kantor di perusahaan tersebut akan nyaman dan tentunya secara otomatis mem beri kenyamanan juga kepada pelanggannya. 4. “Akaruiegao” (bekerja dengan ceria). Bekerja dengan ceria hanya bisa di dapat lewat ketulusan hati. Bekerja dengan ceria akan tergambar dari senyuman, pancaran mata yang berbinar, gerakan tubuh yang sigap, suara yang keras dan selalu ingin membantu orang lain. Jadi, contoh bagaimana orang Jepang bekerja sangat tepat dengan tema LGBT, “Layanan Sigap Berhati Tulus”. Dan, tentunya ini merupakan dambaan setiap pelanggan. Ayo berlomba memberikan layanan LBGT kepada pelang gan kita agar mereka tetap menjadi pelanggan setia dan loyal (mulainya dari sekarang dong… ). Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani
19
itu melindungi seluruh tumpah darah secara baik dan benar. “Banyak warga PSK diperlakukan dengan kekerasan oleh petugas. Teru tama kalau kedapatan membuka praktek prostitusi setelah Dolly ditutup. Tetapi sayang mereka tidak berani melapor karena mereka memang melanggar aturan itu,” tegas Esthi. Ia menilai alasan Wali Kota menutup Dolly hanya dilihat dari satu sisi saja yakni norma agama. Mereka dianggap melang gar norma agama atau melanggar susila. “Wali Kota lupa penutupan itu harus dilihat dari banyak segi yang secara si multan bisa memberi dukungan terhadap penutupan tersebut. Mengatasi masalah tidak boleh memunculkan masalah baru atau masalah lain lagi,” ujarnya. Dijelaskannya, dalam menutup Dolly perlu dilihat juga dari sisi kemiskinan, kesehatan, ekonomi, mucikari, pelacur itu sendiri dan komunitas lain yang diuntungkan dengan dengan kegiatan prostitusi tersebut. “Terus terang saya setuju dengan penutupan itu, tetapi caranya yang tidak begitu tepat yang
membuat saya tidak respek dengan aksi tersebut,” tegasnya. Menurut Esthi mengatasi kemiski nan harus dilakukan dengan cara mem berikan pekerjaan dan meningkatkan sumber dayanya dengan pendekatan yang humanis, beretika dan bermoral. Ia mengatakan penutupan Dolly terse but telah memberi efek negatif ke pada masyarakat baik di Surabaya dan sekitarnya. “Dengan penutupan itu, para PSK tersebut semburat kemana-mana dan membuka praktek lain dengan modus yang lain,” tegasnya. Salah satu diantaranya mereka membuka panti pijat dan salon di sejumlah tempat di Surabaya terutama di kawasan Dolly yang notabene masih melakukan prak tek prostitusi hanya tampil dengan baju lain. Ditanya bagaimana pendapatnya tentang program Pemkot Surabaya yang mau menjadikan Dolly sebagai kawasan ekonomi baru, menurut Esthi program itu tidak berjalan maksimal dan banyak yang tidak berhasil. -Yosef Sintar
jagoan. Bila pengaruh serum itu menghilang maka Bumi kembali menjadi manusia biasa-biasa saja. Mulai dari mematai-matai anggota DPR yang studi banding sampai menyelamatkan Mbah penunggu gunung dilakukan Bumi. Bahkan juga menyelamatkan uang satu ember dari rumah seorang koruptor. Bumi berhadapan dengan musuh utamanya, Romeo (Kevin Julio), yang merebut pacarnya, Pertiwi (Anisa Rahma). Romeo, putra tunggal Ratu Gelondongan (Meriam Bellina), pemimpin perhimpunan pembalak hutan seluruh Indonesia. Romeo sadar Pertiwi tidak mencintainya. Ia mau menyerahkan Pertiwi ke Bumi asal Bumi mau menyerahkan serum jagoan. Bumi setuju. Pada hari pertukaran itu, Romeo menjajal serum jagoan dan memaksa Bumi menghadapinya. Maka terjadilah duel dua ‘jagoan’ yang berlangsung tiga hari tiga malam.
industri film Indonesia untuk lebih bersemangat menghadapi tan tangan agar bisa meningkatkan persaingan film di negara sendiri hingga internasional. Karena hasil survei yang di lakukan oleh Sinema Indonesia pada 2016, untuk jumlah layar bioskop yang dimiliki Indone sia berjumlah 1.117 layar, 87% diantaranya berada di Jawa. Pebisnis yang selama ini mendapat kan kemudahan menguasai se muanya ini, hanya 3-4 perusahaan. Tentunya ini tidak baik untuk dunia perfilman kita. Maka, pemerintah perlu melakukan perubahan. Apakah dengan kebijakan baru ini layar bioskop akan lebih banyak dan lebih terjangkau, apakah akan berdiri perusahaan distribusi film baru, apakah akan berdiri studio film (produksi) berskala interna sional di Indonesia dan apakah dampaknya terhadap para sineas Indonesia? Hal-hal tersebut baru dapat terjawab setelah kebijakan Presiden RI bisa bergulir dan di jalankan dengan benar. -Romadhona Yulian
87% DI JAWA Menurut Kemal, kebijakan yang dibuat Presiden Joko Widodo merupakan kesempatan para pelaku
Pemeran film “Jagoan Instan”
“Jagoan Instan” sebuah film kental dengan pendidikan mo ral dan kritik tentang korupsi. Film yang ditayangkan di bioskopbioskop Surabaya dan Indonesia se jak 18 Februari 2016 lalu, diharapkan bisa mengena sasaran moral pada generasi muda juga perkembangan perfilman di Indonesia. Film yang punya muatan pendidikan moral ini didukung Presiden Joko Widodo. Seperti yang disebutkan melalui Kepres tentang peluncuran paket kebijakan ekonomi jilid 10 yang intinya merombak Daftar Negatif Investasi (DNI). Salah satu usaha yang paling disorot industri perfilman adalah peredaran film. Persatuan Per usahaan Film Indonesia (PPFI) dan Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi) mendukung penuh rencana
Presiden Jokowi untuk membuka DNI di bidang usaha film sektor eksebisi, distribusi, produksi, dan teknik. Revisi aturan ini dilihat sebagai sebuah peluang besar untuk memaju kan industri perfilman nasional. Dengan dibukanya peluang in vestasi ini, diharapkan industri per filman Indonesia dapat lebih maju lagi. Sehingga dapat bersaing dengan produk perfilman dari negara-negara tetangga seperti Korea, Jepang dan lainnya. Hal tersebut diutarakan Kemal Palevi, pemeran utama di “Jagoan Instan”. Film layar lebar yang sarat de ngan komedi action dan dibumbui beberapa pendidikan moral meru pakan cara tepat untuk memberikan pondasi kepada para generasi muda. “Dalam film di Jagoan Instan itu, selain ada trik action dan komedi segar,
di dalamnya juga ada kritik tentang pelaku korupsi,” kata Kemal, saat berada di Cinema 21 Tujungan Plaza Surabaya. Fim ini menceritakan di Amerika Serikat ada tiga jagoan menganggur karena kondisi negeri mereka sudah damai dan makmur. Di Indonesia ada bekas jagoan yang gagal memperbaiki keadaan. Korupsi dan kejahatan tetap merajalela. Om Gun (Dede Yusuf), bekas jagoan itu, mengundang tiga jagoan Amerika untuk beraksi di In donesia dengan syarat membawa apa yang dinamakan serum jagoan. Dengan serum jagoan Om Gun lalu merekrut keponakannya, Bumi (Kemal Palevi), menjadi seorang jagoan untuk memberantas kejahat an. Maka Bumi pun menjadi Jagoan Instan, jagoan yang mempunyai kekuatan setelah disuntik serum
20
Nine
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Ayu Butik Batik Lombok
EO Daerah dengan Pembinaan Terbaik di Indonesia
Panggung megah Plenary Hall, Jakarta Convention Center dipenuhi 39 perempuan terpilih, cantik dan pintar yang merupakan finalis dari 34 provinsi di Indonesia yang bersaing untuk meraih gelar Putri Indonesia 2016. Dalam ajang puncak pemilihan Putri Indonesia 2016 yang digelar beberapa waktu, terlihat kualitas masing-masing peserta yang sebelumnya telah dibina di daerah masing-masing juga menjalani karantina selama seminggu sebelum acara puncak ini.
T
iga perempuan asal Sulawesi Utara, Lampung dan Sumatera Barat, akhirnya terpilih sebagai tiga besar Putri Indonesia. Kezia Roslin yang merupakan wakil dari Sulawesi Utara terpilih sebagai Puteri Indonesia 2016 dan Felicia, wakil dari Lampung sebagai Runner Up Putri Indonesia serta Intan Aletrino dari
Sumatera Barat sebagai Runner Up II Putri Indonesia 2016. Selain ajang untuk memilih Putri Indonesia, yang menarik di acara ini juga adalah dipilihnya EO daerah yang telah menyelenggarakan pemilihan putri Indonesia di wilayah masingmasing serta membimbing dan mengantar para putri ini untuk bersaing di pemilihan Putri
Indonesia. Berbagai kegiatan dilakukan para EO daerah untuk menampilkan putri terbaik daerahnya, termasuk Ayu Butik Batik Lombok yang menjadi penyelenggara pemilihan Putri Indonesia wilayah NTB 2015 dan menelurkan Ghea Putri Mulya sebagai Putri Indonesia NTB 2016. Sayangnya, Ghea belum mampu menjuarai even ini.
Ayu Butik bersama orang tua Ghea Putri Mulya (dua dan tiga dari kanan), di JCC usai acara Puncak Pemilihan Putri Indonesia 2016
Namun yang menggembirakan, Ayu Butik Batik Lombok, membawa nama Nusa Tenggara Barat menjadi EO pembinaan terbaik berdasarkan kriteria dari Yayasan Putri Indonesia. “Ayu Butik Batik Lombok, menjadi EO pembinaan yang terbaik dari 34 provinsi di Indonesia,” kata Yanti dari Yayasan Putri Indonesia. Menurut Yanti, terpilihnya Ayu Butik Batik Lombok sebagai yang EO pembinaan terbaik tahun 2016 ini terbilang mengejutkan, karena Ayu Butik baru kali ini menjadi EO daerah untuk Putri Indonesia. Hal yang sama diungkapkan Ayu Setiawati dari Ayu Butik Batik Lombok. “Saya benar-benar surprise atas penghargaan ini,” ungkapnya. Tentu saja Ayu merasa kaget
karena untuk mempersiapkan semua kegiatan Putri Indonesia daerah NTB, ia terbilang sangat baru ketika Yayasan Putri Indonesia mengirimkan surat penawaran kerjasama untuk menyelenggarakan pemilihan Putri Indonesia wilayah NTB. “Sekitar enam bulan yang lalu,” ujar Ayu. Namun begitu, Ayu tidak main-main. Bersama krunya ia serius “mengisi” Ghea dengan bimbingan serta mengenalkannya dengan banyak kegiatan terutama kegiatan-kegiatan sosial. “Aktivitas pembinaan dan pembimbingan yang dilakukan EO daerah terhadap wakil-wakil Putri Indonesia dari daerah itulah yang kami pantau dan nilai. Dan Ayu Butik yang terbaik tahun ini,” ujar Yanti. –Naniek I. Taufan
karena berada di luar ruangan. “Saya sampai tidak sempat menerima piagam itu di atas panggung, karena benar-benar tidak tahu jika kami mendapat penghargaan tersebut. Saya ada di JCC namun belum masuk ruangan karena menunggu acara puncak Pemilihan Putri Indonesia 2016,” ujarnya tertawa. Ayu baru mengetahui kabar ini setelah acara bubar dan diberi kabar secara tidak sengaja oleh salah seorang panitia yang mengenalnya. “Ini kejutan yang menantang kami untuk bekerja lebih baik lagi pada even berikutnya,” kata Ayu dengan wajah sumringah. Banyaknya kegiatan termasuk kegiatan-kegiatan sosial
yang diperkenalkan Ayu Butik kepada Ghea Putri Mulya yang menjadi poin penting dalam penilaian tersebut. “Ayu Butik sangat rajin memperkenalkan Putri Indonesia NTB kepada masyarakat. Ayu Butik terbilang sangat aktif turun ke lapangan bersama Finalis Putri Indonesia asal NTB yang dibinanya. Inilah yang membuat bobot penilaian kami menjadi tinggi terhadap Ayu Butik. EO daerah seperti inilah yang dibutuhkan, maksimal bekerja,” ungkap Yanti. Dan Yanti meminta agar Ayu Butik lebih baik lagi ke depan dengan kegiatan-kegiatan yang lebih dapat lagi memberikan masukan positif kepada finalis. -Naniek I. Taufan
Kezia Roslin Putri Indonesia 2016
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
5
Peduli Sampah Wanita yang lahir dari generasi berbeda ini memiliki banyak persamaan. Yang sudah pasti dan kelihatan adalah keduanya adalah selebriti yang cantik. Baik Tasya maupun Davina memiliki minat yang sama yakni peduli lingkungan. Kepedulian mereka pada lingkungan bukan karena kampanye lingkungan tengah aktif digalakkan di Indonesia tapi telah dilakukan mereka sejak kecil lewat peduli sampah. Keduanya mengaku sangat prihatin melihat sampah yang dibuang sembarangan.
Ayu bersama Yanti dr Yayasan Putri Indonesia dengan piagam penghargaan sebagai EO pembina terbaik
Aktif Perkenalkan Putri Indonesia NTB kepada Masyarakat
Uniknya penilaian dan pemantauan yang dilakukan oleh Yayasan Putri Indonesia terhadap aktivitas pembinaan Putri Indonesia di daerah oleh EO daerah ini tidak diumumkan secara terbuka melainkan dilakukan secara diam-diam. Bahkan kriteria pemilihan EO pembinaan terbaik ini tidak banyak diketahui termasuk oleh Ayu Butik. “Kami benar-benar tidak tahu kalau ada penilaian dan kriteria EO Pembinaan terbaik seperti ini,” kata Ayu. Itulah sebabnya, ketika pra acara terdapat beberapa pengumuman juara berbagai kriteria menyangkut pemilihan Putri Indonesia 2016, termasuk pengumuman EO pembinaan terbaik, Ayu tidak mengetahuinya
Inspirasi Tasya Kamila dan Davina Veronica
T
Davina Veronica
ak heran kalau dalam peringatan Hari peduli Sampah Nasional keduanya turut terlibat dalam kampanye peduli sampah, khususnya yang kini tengah ramai dibicarakan adalah soal kantong plastik berbayar sebagai salah satu solusi mengurangi jumlah sampah plastik yang volumenya semakin mengkhawatirkan. Ditemui di acara Hari Peduli Sampah Nasional yang digelar di Jl Thamrin Jakarta, Tasya mengaku peduli sampah bukan karena dirinya selebriti atau menjadi Duta Lingkungan Hidup tapi memang itu dilakukannya sejak masih kecil. “Waktu kecil orangtua mengajarkan agar kita tidak membuang sampah sembarangan dan aku mempraktekannya sehingga jadi terbiasa. Semakin meningkat usia, aku jadi semakin memahami masalah lingkungan dan energi. Misalnya, hemat energi dengan mematikan lampu atau ac, dll, jika memang tidak diperlukan,” kata mantan penyanyi cilik yang menjadi Duta Lingkungan Hidup sejak tahun 2006. Terkait masalah sampah, Tasya mengaku sangat prihatin. Volume sampah yang terus bertambah, menurutnya, membutuhkan kepedulian semua pihak, khususnya masyarakat untuk berperan
serta menangani masalah ini. Lalu dia pun dengan fasih berbicara motto pengelolaan sampah 3 R yakni reduse, reuse dan recycle. Reduse maksudnya adalah mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, reuse maksudnya adalah mengunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama maupun fungsi lainnya, dan recycle adalah mengolah kembali atau daur ulang sampah menjadi barang atau produk yang bermanfaat. Lalu bagaimana dengan sampah plastik? Menurut penyanyi yang melejit lewat tembang ‘Libur Tlah Tiba’ dan ‘Anak Gembala’ini, ia sejak lama mengkampanyekan agar masyarakat dalam berbelanja membawa kantong belanja sendiri. Karena selain lebih nyaman, juga membantu mengurangi sampah plastik. Dia bukan sekadar ngomong, tapi telah mempraktekkannya sejak lama. “Kalau berbelanja aku selalu membawa tas belanja dari rumah, aku tidak menggunakan plastik yang tersedia di pusat perpelanjaan. Aku selalu menolak kalau dikasih kasir kantong plastik. Aku punya kantong sendiri yang selalu siap digunakan kapanpun,” ungkap Tasya yang pagi itu tampil cantik memakai kaos putih dengan aksen
merah pada lengannya. Menurutnya, berbelanja akan lebih praktis jika membawa tas bawaan dari rumah daripada menggunakan berkantong-kantong plastik yang justru nantinya akan menjadi sampah rumah tangga. “Kalau belanjaannya cuma sedikit, ya sudah tidak usah minta sampah plastik lah,” tambah Tasya yang rajin berkampanye lingkungan lewat twitternya. Pemeran film Rumah Kentang ini mengaku senang dengan diterapkannya kebijakan kantong plastik berbayar di pusat-pusat perbelanjaan. Namun katanya, biaya Rp200 per kantong dirasakan masih kurang efektif untuk tujuan menekan jumlah sampah plastik. “Rp200 per kantong rasanya kurang greget ya. Harusnya Rp5000 per-kantong, jadi orang kan mikir,” kata artis kelahiran November 1992, ini. Hal yang sama juga dilakukan Davina Veronica Hariadi, model yang aktif di WWF(World Wildlife Fund). Seperti halnya Tasya, Davina pun membawa kantong belanja sendiri jika berbelanja. “Di mobil selalu tersedia kantong kain untuk dipakai berbelanja. Jadi aku tidak menggunakan kantong plastik yang biasa diberikan kasir,” katanya. Karenanya Davina pun sangat mendukung kebijakan pemerintah yang kini memberlakukan
Tasya Kamila
kantong plastik berbayar. Menurutnya, di luar negeri hal itu sudah dilakukan. Penanganan masalah sampah bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan pihak tertentu semata tapi juga semua orang harus ikut berpartisipasi. Masalah sampah, tambahnya, sudah menjadi isu global yang perlu ditangani secara bersamasama. Salah satu caranya, kata Davina, yaitu dengan tidak menggunakan kantong plastik saat berbelanja dengan begitu kita ikut membantu mengurangi sampah kantong plastik. Soal kantong plastik berbayar, Davina tidak tanggung-tanggung mengusulkan agar harga satu kantong plastik adalah Rp100.000. “Aku usul Rp100.000 per kantong plastik. Aku ingin orang punya kesadaran untuk membawa kantong sendiri,” kata Davina usai
Tasya Kamila bersama pasukan orange
berdiskusi ‘Kantong Plastik Tidak Gratis’ di Locada Cafe, Senayan, Jakarta. Sampah plastik tambahnya, memberi dampak besar pada kerusakan lingkungan karena sulit terurai. Karena itu ia mengaku mengusulkan harga yang cukup tinggi Rp100.000 per kantong plastik agar orang ‘takut’ membeli kantong plastik dan membawa kantong belanja sendiri. Jadi memang, semuanya harus dimulai dari diri sendiri. Jika setiap orang memiliki kesadaran maka ini akan menjadi gerakan yang besar yang pada gilirannya bakal berdampak signifikan bagi pengurangan sampah plastik. Davina yang memulai kariernya di dunia hiburan dari model kemudian merambah ke dunia akting layar kaca dan layar lebar, selain sebagai aktivis peduli lingkungan, ia juga berperan aktif sebagai aktivis penyelamat satwa. Kepeduliannya terhadap lingkungan dan satwa semakin meningkat sejak ia bergabung menjadi anggota WWF pada 2004 kemudian aktif sebagai suporter kehormatan WWF pada 2008. Tidak hanya itu. Wanita kelahiran 20 Oktober 1978 ini kemudian bersama teman-temannya mendirikan organisasi pencinta satwa bernama ‘Garda Satwa Indonesia’ pada 2011 lalu. Kegiatan komunitas ini antara lain; kampanye dan sosialisasi edukasi satwa secara berjenjang ke lembaga pendidikan, masyarakat dan sosial media, street feeding, vaksinasi, sterilisasi bersubsidi dan rescue dan adopsi. -Diana Runtu
4
Mandalika
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Usai Pemotongan tumpeng puncak HUT ke -28 WHDI
HUT ke -28 WHDI Provinsi Bali
Diramaikan Cerdas Cermat
Puncak peringatan HUT ke-28 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali, diselenggarakan di Wantilan Desa Pakraman Kubu, Bangli pada Rabu (24/2) mengusung tema “Peran Wanita Hindu Indonesai Dalam Mewujudkan Generasi Muda Berkualitas Dalam Keberagaman”
A
WHDI menggandeng Yayasan Kemanusiaan Indonesia melakukan pemeriksaan mata gratis dan operasi katarak. Sedangkan pada acara hiburan turut hadir Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi yang beranggotakan pengurus dan anggota WHDI, mengiringi Tari Pendet dan Tari Legong Tri Sakti. Pada kesempatan tersebut, Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Puspayoga yang juga istri Menteri Koperasi& UMKM, seusai tampil membacakan sejarah singkat WHDI, menyampaikan ucapan terima kasih pada Pemerintah Bangli dan Penasihat serta seluruh jajaran Pengurus
Penari Legong Tri Sakti dan Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi
Mengangkat tema, Optimalisasi Fungsi Pengawasan DPRD dalam membangun sinergisitas DPRD dengan Kepala Daerah demi percepatan pembangunan bangsa, Rakernas Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI) yang dibuka oleh Wakil Presiden RI, H.M. Jusuf Kalla, berjalan aman. Rakernas yang berlangsung 24-27 Februari 2016 ini dihadiri oleh 712 peserta yang terdiri dari pimpinan dan anggota DPRD Kota seluruh Indonesia, Ketua Asosiasi DPRD Provinsi seluruh Indonesia, Ketua Asosiasi DPRD Kota seluruh Indonesia dan Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten seluruh Indonesia.
R
akernas ini bertujuan untuk mendorong tercapainya sinergisitas antar pemerintah daerah dengan DPRD untuk percepatan proses pembangunan bangsa melalui pemantapan fungsi dan kinerja DPRD. “Ketika DPRD satu visi dengan Pemerintah Daerah, maka pembangunan akan berjalan denBupati Bangli Made Gianyar
cara yang diawali dengan beberapa lomba ini dihadiri di antaranya dihadiri Ketua Umum WHDI, Ketua WHDI Provinsi Bali, Ketua BKOW Provinsi Bali, Bupati dan Wakil Bupati serta Jajaran Pejabat di lingkungan Bangli, Penasihat WHDI dan Ketua WHDI Kabupaten/Kota se-Bali. Selain pemotongan tumpeng puncak perayaan HUT ke-28 WHDI Provinsi Bali juga diramaikan dengan lomba seperti cerdas-cermat, lomba membuat cane juga hadirnya stan pameran produk unggulan dari Kabupaten/Kota se-Bali. Tak ketinggalan
21
Rakernas ADEKSI Dorong Tercapainya Sinergisitas
Suasana lomba Cerdas Cermat
Pemeriksaan mata dan katarak
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
Rataya Suwisma
WHDI Bali, yang telah sepenuhnya menyokong dan membantu semua kegiatan pelaksanaan acara HUT ke-28 WHDI Bali. Dikatakannya sebagai organisasi sosial yang bernapaskan Hindu, WHDI terus berupaya meningkatkan peran dan kiprahnya yang terbaik, termasuk dalam membina dan mendidik generasi muda bangsa. Selanjutnya Bintang Puspayoga juga menyampaikan bahwa WHDI sebagai garda terdepan wanita Hindu akan memberikan yang terbaik pula bagi wanita Hindu tentu disertai semangat juang
Bintang Puspayoga
Januari dengan menggelar berbagai lomba, kegiatan sosial, di antaranya berupa pemberian sembako kepada keluarga pra sejahtera di Bangli, pengobatan gratis dan pemberian buku. Dilanjutkan dengan menggelar persembahyangan bersama di Pura Kehen Bangli, Senin (22/2) yang dihadiri Ketua dan pengurus WHDI Kabupaten/ Kota se-Bali. Kegiatan lainnya adalah yoga bersama yang dilaksanakan di Lapangan Kapten Muditha Bangli, Selasa (23/2). Sementara Bupati Bangli I Made Gianyar, dalam sambu-
gan baik. Namun jika memiliki visi yang berbeda akan menyulitkan satu sama lain,” ujar Gubernur NTB ketika memberikan sambutan selamat datangnya. Wakil presiden dalam arahannya menyatakan DPRD sebagai pejabat negara harus memiliki wibawa dengan menjadi pengawas pemerintah daerah yang lebih bersih atau minimal sama
bersih dari yang diawasi dan juga memiliki pengetahuan yang baik agar hasil pengawasan menjadi maksimal. “Intinya bagaimana melihat ke depan yang terbaik untuk rakyat karena nantinya akan menjadi suatu warisan yang baik untuk kota dan sebagai pertanggungjawaban di akhir masa jabatan Anda,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla. –Naniek I. Taufan
Sariasih Sedana Arta
bisa menjadi ujung tombak pada setiap keluarga untuk menjadi lebih baik. Sedangkan Ketua Umum WHDI Ny. Rataya B Kentjanawathy Suwisma menyampaikan bahwa melalui HUT ke-28 WHDI mengingatkan untuk selalu mengabdi dan memberikan pelayanan pada masyarakat. Begitu pula tema yang diangkat tahun ini sangat tepat, sebab semua sadar betapa pentingnya pendidikan karakter bangsa bagi generasi muda yang berkualitas. Hal ini katanya sudah tertuang dalam
Silaturahmi Budaya Imlek 2567 di Mataram
Perayaan Imlek di NTB Padukan Dua Budaya
Kegiatan sosial pembagian sembako di Bangli
yang tinggi, ketabahan, kesabaran dan bijaksana. Ketua Panitia HUT ke–28 WHDI Bali, Ny. Sariasih Sedana Arta yang juga Ketua WHDI Bangli, menyampaikan, rangkaian kegiatan menyambut HUT ke–28 WHDI Provinsi Bali telah dimulai sejak akhir
Foto bersama usai persembahyangan di Pura Kehen Bangli
tan singkatnya, selain menyampaikan selamat HUT ke-28 untuk WHDI Bali, menyelipkan harapan WHDI mampu menjalankan kaidah, norma dan kaidah anggaran dasar sebagaimana pula terangkum dalam Mars WHDI yang sangat indah dan mulia. WHDI juga
Suasana HUT ke - 28 WHDI Bali
grand design WHDI 50 tahun kedepan, sebagai upaya strategis bagi generasi muda Indonesia. Pada kesempatan tersebut Rataya juga mengingatkan pada Oktober mendatang akan dilaksanakan Munas IV di Kota Surabaya. – Sri Ardhini
Ketua WHDI Pusat dan Bali kunjungi stand kerajinan
Cakranegara Mataram, meriah dengan lampion-lampion merah khas perayaan Tahun Baru Imlek. Malam hari bola-bola merah cantik menghiasi jalanan di kawasan pusat pertokoan terbesar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat itu. Kemeriahan perayaan Tahun Baru Imlek 2567 atau tahun 2016 kali ini terasa sangat berbeda. Komunitas Tionghoa NTB terutama yang berada di Kota Mataram, tampak berbaur dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan merayakan Imlek. Di persimpangan jalan protokol, yakni Jalan Pejanggik, Jalan Selaparang, Jalan Hasanuddin dan Jalan AA. Gde Ngurah yang menjadi pusat digelarnya puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2567, pada 20 Februari 2016 lalu dipadati warga yang ikut menyaksikan berbagai kegiatan, mulai dari pawai budaya, bazar (pasar murah), festival kuliner, car free night hingga kesenian nusantara, kesenian akrobatik dari Zheziang RRT, juga panggung musik orchestra. Persimpangan yang tiap hari paling padat dengan lalu lintas
kendaraan itu berubah sesak oleh masyarakat yang membludak, tumpah ruah memenuhi lokasi acara. Bertajuk Silaturrahmi Budaya Imlek 2567 ������������������� yang merupakan kerjasama antara Konjen RRT dengan pemerintah Provinsi NTB dan PSMTI NTB, puncak perayaan Imlek ini sukses menjadi even budaya yang kompak dan berkesan bagi masyarakat. Peristiwa yang pertama dan terbesar di Mataram yang pelaksanaannya digarap sangat serius ini menjadi momen baru bagi warga Kota Mataram. “Ini semakin mempertegas hilangnya sekat antara rekan-rekan Tionghoa dengan masyarakat,” ungkap Agus SK yang membawa serta anak-anaknya menyaksikan pergelaran kesenian malam itu. Baginya, even-even semacam ini perlu diadakan setidaknya tiap tahun karena bisa menambah kekayaan budaya bagi masyarakat NTB khususnya yang tinggal di Kota Mataram. Sejak sore, kawasan ini telah ramai oleh masyarakat yang men-
gunjungi stan-stan pasar murah dan pasar kuliner yang disediakan oleh panitia. Malam harinya masyarakat semakin ramai menyaksikan pentas seni yang memadukan dua budaya menampilkan kesenian yang dibawa langsung dari negeri tirai bambu itu. Ragam kesenian dan kegiatan yang digelar pada perayaan Imlek ini memperlihatkan kekayaan budaya NTB. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muh Amin memandang silaturrahmi budaya yang digelar komunitas Tionghoa ini menunjukkan bahwa di Bumi Gora banyak hidup suku bangsa dan budaya baik itu budaya asli yaitu Sasak, Samawa dan Mbojo, maupun kebudayaan lainnya. Yang juga membanggakan, menurut Muh. Amin adalah kehidupan yang rukun dan penuh toleransi antar suku bangsa dan budaya yang hidup di NTB. “Semoga perayaan Imlek seperti ini dapat menjadi wahana memperkuat kebersamaan dan persatuan antar etnis khususnya di Nusa Tenggara Barat,” ungkapnya. –Naniek I. Taufan
Wakil Presiden HM. Jusuf Kalla saat membuka Rakernas ADEKSI 2016 di Mataram NTB
Forum Wartawan DPRD Gelar Diskusi MEA “Menakar Potensi Pariwisata NTB dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Asia)”, begitulah tema diskusi publik yang diselenggarakan oleh komunitas wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan DPRD di Mataram beberapa waktu lalu. Hadir dalam diskusi ini, selain wartawan juga pelaku pariwisata dan institusi terkait. Peran pers dalam kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu fokus yang disampaikan oleh Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang menjadi keynote speaker dalam diskusi ini. “Pencapaian pariwisata kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya tidak bisa lepas dari peran pers,” ungkapnya. Menurutnya, perslah yang menciptakan gelombang (resonansi) pemberitaan terkait pariwisata sehingga bisa menciptakan satu sudut pandang positif bagi daerah. “Saya merasa bahwa kontribusi pers NTB dalam pariwisata (pemberitaan) positif dan menggembirakan,” katanya. Hal ini tentu sangat dibutuhkan oleh dunia pariwisata NTB khususnya dalam menghadapi MEA yang merupakan era yang luar biasa bagi pariwisata dan itu tidak akan mudah. Beberapa hal disampaikan Majdi mengenai hal ini, antara lain, harus adanya perubahan mainset bahwa MEA itu bukan hambatan, bukan kendala, bukan pula tantangan. “Tetapi MEA adalah peluang. Tidak ada kata lain, kecuali peluang. Dengan memaknai MEA sebagai peluang maka kita akan terdorong untuk berinovasi. Dan ketika memandang MEA sebagai peluang maka akan menumbuhkan kreativitas,” ujarnya. Selain itu ia menganalogikan pariwisata sebagai sebuah bejana berhubungan, di mana pariwisata tidak dapat berdiri sendiri melainkan satu sama lainnya saling membutuhkan. Dalam pariwisata itu ada transportasi, akomodasi, regulasi dan lainnya yang harus dipahami sebagai sektor yang integratif. “Tidak bisa masing-masing maunya untung maksimal. Selalu ada proses dialektik dan saling mempengaruhi. Jangan harap bisa membangun pariwisata yang baik, jika semua mau untung maksimal,” katanya. Menurutnya, sektor pariwisata itu tidak main-main melainkan harus dirumuskan dengan baik dan dikerjakan dengan tekun. Dituntut kreativitas dan inovasi dalam membangun pariwisata misalnya dengan mengangkat keunikan dan perbedaan yang tidak dimiliki daerah lain. “Kita dengan sengaja menciptakan pariwisata halal sebagai sebuah peluang,” katanya. –Naniek I. Taufan
22
Sosialita
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Biasakan Bawa Kantong dari Rumah
Kampanye antikantong plastik sebenarnya telah lama didengungkan, namun agaknya gaungnya kurang terdengar. Banyak pihak belum terlalu serius menanggapi permasalahan sampah plastik. Setelah dilakukan kampanye besar- besaran semua menjadi tersadar kalau sampah plastik makin membahayakan bumi. Di Jakarta misalnya, terdapat 770 ton sampah plastik atau 11% dari sekitar 7000 ton sampah yang ada di Jakarta.
Gunungan sampah plastik di TPA Bantar Gebang Jakarta
K
ondisi ini, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, membuat Jakarta sudah masuk dalam tahap ‘darurat sampah plastik’. “Ini sudah darurat. Kalau kita ke sungai yang ada di Jakarta sampai ke laut, sampah plastik semua dan itu baru bisa terurai 500 sampai 1000 tahun mendatang,” ucap Djarot seusai menghadiri Deklarasi Indonesia Bebas Sampah 2020 di ajang Car Free Day, pekan lalu. Kondisi ‘darurat sampah plastik’ ini juga yang membuat Pemda DKI sangat serius menerapkan aturan kantong plastik berbayar saat berbelanja. Tak tanggungtanggung sempat memunculkan wacana akan memberlakukan harga Rp 5.000 per kantong plastik, padahal pemerintah pusat menetapkan Rp 200 untuk setiap kantong. Tujuannya menetapkan harga tinggi per-kantong agar masyarakat nantinya akan membawa kantong sendiri dari rumah ketika berbelanja. Karena jika dihitung, rata-rata orang berbelanja minimal membutuhkan dua kantong plastik maka setiap orang setidaknya harus mengalokasikan dana Rp 10.000 setiap kali berbelanja. Jika menggunakan empat kantong maka dana yang dibutuhkan untuk membayar kantong sekitar Rp 20.000. Bagi mereka yang sering berbelanja, pengeluaran rutin ini tentu akan terasa berat, dan pada gilirannya itu membuat orang membawa tas belanja sendiri dari rumah. Belakangan Pemda DKI Jakarta sepertinya batal menerapkan harga tinggi karena peraturan pemerintah Rp 200 per kantong. “Sebenarnya harga Rp 200 per kantong kurang efektif ya untuk
mengurangi sampah plastik, tapi karena pemerintah pusat memutuskan begitu, ya kami ikut,” ucap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama. Aturan kantong plastik berbayar ini telah mulai diujicobakan di
semua pasar ritel modern yang ada di Jakarta. Sedang untuk pasar tradisional, rencananya baru akan diuji coba di Pasar Induk Kramat Jati. Sebagai payung hukum atas pelaksanaan kebijakan tersebut, Pemda DKI Jakarta kini tengah menggodok peraturan gubernur (Pergub) tentang Penerapan Kantong Plastik Berbayar. Pergub ini selain mengatur tentang pelaksanaan kantong plastik berbayar juga mengatur sanksi bagi pasar modern dan pasar tradisional yang tidak mau menerapkan aturan tersebut. “Kalau pakai Perda kelamaan, karena ini harus segera, jadi pakai Pergub saja dulu. Nanti setelah uji coba, kalau sudah mantap kita buatkan Perda-nya. Yang penting sekarang kebijakan itu bisa segera dilaksanakan,” kata Djarot. Uji coba plastik berbayar ini bukan hanya dilakukan di Jakarta tapi juga dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada 21 Februari 2016, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional. Setidaknya tercatat dilakukan serentak di 22 kota di Indonesia. Harapannya, dalam setahun lewat kebijakan kantong plastik berbayar ini berhasil mengurangi sampah plastik sekitar 1,9 ton. Untuk diketahui, berdasarkan
data produksi sampah nasional setahun mencapai 64 juta ton, 14 % di antaranya merupakan sampah plastik yang beratnya setara dengan 8,9 juta ton. Kebijakan program pengurangan sampah plastik ini diberlakukan secara bertahap, pertama kali adalah tempat perbelanjaan ritel. Implementasi kebijakan ini akan dievaluasi per tiga bulan. Jika nantinya ternyata tidak berdampak signifikan, maka besar kemungkinan harga kantong plastik akan dipatok lebih mahal alias dinaikkan. Menurut Ketua Umum APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), Roy N Mande, keputusan kantong plastik berbayar untuk sementara hanya di retail modern. “Untuk sementara berlaku di retail modern, bukan pasar tradisional karena mempertimbangkan status ekonomi sosial masyarakat. Kalau retail modern konsumennya golongan menengah atas,” ujar Roy. DANA PENJUALAN HARUS JELAS Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia juga mendukung penerapan kantong plastik berbayar ini. Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, sampah plastik semakin banyak jika tanpa pengendalian akan sangat
Kantong plastik berbayar berlaku serentak di 22 Kota seluruh Indonesia
3
IGA Mas Sumatri, S.Sos., M.A.P.
Senyum dan Berkompetisi Djarot Saiful Hidayat
membahayakan lingkungan. Kebijakan kantong plastik berbayar saat berbelanja di pasar modern adalah salah satu cara untuk mengendalikan itu. Di luar negeri sudah banyak negara yang menerapkan aturan tersebut. Indonesia baru memulainya. Indonesia saat ini termasuk negara kedua yang terbanyak menggunakan kantong plastik setelah Tiongkok. Meski setuju dengan kebijakan tersebut, harus jelas kemana dana kantong plastik itu dan untuk apa digunakannya. Dia mengusulkan agar dana kantong plastik dikelola secara independen atau semacam badan khusus yang peruntukkannya adalah untuk kegiatan pengendalian pencemaran lingkungan. Pengelolaan dana kantong plastik ini juga harus diaudit setiap tahunnya. –Diana Runtu
Konsumen Bayar Dobel Di antara banyaknya suara yang mendukung kantong plastik berbayar, ternyata ada juga pihak-pihak yang mengkritisi kebijakan tersebut. Dalam sebuah diskusi bertemakan ‘Kontroversi dan Motif Ekonomi di Balik Kebijakan Kantong Plastik Berbayar’ yang berlangsung di Gedung BPPT, Hamdaning Pranamuda, Direktur Pusat Teknologi Agroindustri BPPT (Badan Pusat Penelitian Teknologi) mengatakan bahwa 95% kantong plastik yang digunakan di pasar retail modern sudah dapat diuraikan oleh mikroorganisme. “Jadi sebenarnya 95% plastik yang digunakan di pasar modern itu bisa terurai selama dua tahun. Jadi kalau tujuannya untuk mengurangi sampah plastik, sebenarnya tidak perlu ada kebijakan tersebut karena plastik itu sudah dapat terurai,” ujarnya.
Edisi 890/29 Februari - 6 MARET 2016
Hal berbeda justru ritel saja. Sebaiknya, kebijakan terjadi di pasar tradisional itu diterapkan di pasar tradisyang sampah plastiknya ional karena justru di sanalah susah terurai. “Justru di adanya kantong plastik yang plastik di pasar tradisional susah terurai. yang susah terurai. Di Kritik serupa juga disampaipasar tradisional kurang kan oleh sejumlah masyarakat. dari 10% menggunakan Herman misalnya. Warga Ciplastik yang dapat terujantung Jakarta Timur semrai. Perlu 500-1000 tapat mempertanyakan masalah hun untuk bisa terurai,” sampah plastik. Menurutjelasnya. nya, jika persoalannya adalah Ketua Umum Kamar sampah plastik, kenapa kebiDagang Indonesia (Kadin) jakan ini hanya berlaku untuk Eddy Ganefo berpendakantong plastik di pasar modpat, kebijakan tersebut ern. Padahal, kantong plastik Hamdaning Pranamuda kurang efektif untuk menhanyalah sebagian kecil dari gurangi sampah plastik karena konsumen sampah plastik secara keseluruhan. yang berbelanja di pasar modern sebagian “Coba perhatikan, segala macam produk besar punya uang dan mer- kan menggunakan kemasan plastik. Baik itu eka tidak akan keberatan untuk minuman, makanan, bumbu-bumbu, dll, membayar kantong plastik. semua serba plastik. Yang pasti, setelah kita Selain itu, ketika membeli ba- mengonsumsi isinya, kemasan plastik itu rang di pasar modern, konsumen dibuang alias menjadi sampah. Lalu, kenapa sudah sekaligus membeli kantong hanya kantong plastik yang dimasalahkan. plastik karena komponen biaya Kalau hendak mengurangi sampah plastik, kantong plastik sudah dimasuk- kenapa bukan pabrik plastiknya saja ditukan ke dalam harga barang yang tup. Atau, diterapkan aturan pembuatan dibeli. Itu artinya, konsumen kemasan plastik ramah lingkungan. Karena membayar dobel untuk kantong faktanya, banyak kemasan plastik yang tidak plastik jika kebijakan itu diber- ramah lingkungan. Maksud saya harusnya lakukan. pemerintah juga fair melihatnya, jangan Terlebih lagi, 95% kantong hanya kantong plastik saja yang disasar. Saya plastik yang digunakan di pasar yakin, kantong plastik berbayar ini tidak akan modern sudah bisa terurai da- secara signifikan mengurangi sampah plastik, lam dua tahun. Karenanya, dia karena sampah plastik terbanyak bukan lah menganggap kebijakan itu hanya berasal dari kantong plastik,” ungkapnya akan menguntungkan perusahaan bersemangat. –Diana Runtu
Suasana berbeda terasa ketika Tokoh menginjakkan kaki di Kantor Bupati Karangasem, Rabu (24/2). Sentuhan “perempuan” dengan hadirnya tanaman bunga anggrek bulan di lobi maupun di beberapa sudut ruang bupati turut memberikan rasa sejuk nan indah. Meski demikian, kesan tegas Bupati Karangasem terpilih I Gusti Ayu Mas Sumatri S.Sos., M.A.P., yang dilantik Rabu (17/2) bersama Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, S.H., M.H., tetap terlihat dalam kepemimpinannya “me ngawal” Karangasem 5 tahun ke depan.
Pelantikan Mas Sumatri-Artha Dipa sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karangasem periode 2016-2021 oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu (17/2) di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Denpasar
Masdipa saat menerima Kepala Ombudsman perwakilan Prov. Bali, 23 Februari 2016
B
agi perempuan energik ini, hidup adalah beraktivitas, dan berkompetisi. Makanya ia mengatakan dulu (sebelum menjabat Bupati) dan sekarang (setelah menjabat Bupati) sama sibuknya, hanya skup kerjanya saja yang berbeda. Bagaimana tidak, sebagai anggota DPRD Karangasem, Mas Sumatri juga politisi PDIP sekaligus pebisnis. Jadi, kesehariannya tak pernah “diam” dari aktivitas dan selalu berpacu dengan waktu. “Kompetisi, itu yang saya tekankan kepada para SKPD. Serta menjalankan kewajiban sesuai dengan landasan atau peraturan perundangundangan yang jelas. Tujuan jelas, serta sasarannya juga jelas, sehingga semua program bisa jalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ucapnya tegas. Hidup juga dikatakannya adalah “rasa”. Tak bisa dipungkiri, rasa senang, rasa sedih, rasa gembira, rasa manis, rasa pahit, pasti akan dilalui setiap orang, semua tergantung karmanya masing-masing. Dalam kepemimpinannya di bumi lahar yang sering mendapat
predikat kabupaten termiskin di Bali ini, Mas Sumatri ingin mengurangi rasa pahit itu menjadi lebih manis. Dari hasil maping ke daerah-daerah untuk menggali permasalahan yang ada di bawah (masyarakat), Mas Sumatri menyebut ada tiga dari sembilan program unggulan yang menjadi prioritas utamanya, yaitu pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan infrastuktur. Dalam bidang pendidikan, pihaknya akan memberikan kemudahan-kemudahan akses maupun fasilitas kepada siswa miskin melalui Kartu Karangasem Cerdas. “Saya ingin siswa miskin yang ada di pedalaman pun harus bisa mengenyam pendidikan, bila perlu ada layanan antar-jemput,” ujarnya. Di bidang kesehatan, dalam pelayanan harus “smile”. Hal ini penting, karena dengan pelayanan yang ramah, minimal pasien merasa terobati secara psikis. “Dengan memberikan pelayanan ‘smile’, pasien yang seharusnya 3 hari baru sembuh dari sakitnya bisa saja sembuh dalam sehari,” ujarnya ber-
canda. Sejurus kemudian, Mas Sumatri kembali menegaskan masyarakat miskin harus benar-benar diperhatikan. Apalagi yang berhubungan dengan kesehatan, ia menginginkan agar pelayanannya tak banyak persyaratan. Karena itu pula, melalui Kartu Karangasem Sehat, pihaknya merancang agar tiap pasien yang masuk kelas 3 digratiskan, bahkan penunggunya satu orang ditanggung makan, termasuk pelayanan antar-jemput pasien dari rumahnya ke fasilitas kesehatan/RS dan dari fasilitas
kesehatan/RS ke rumah tinggalnya. “Program ini nanti akan disosialisasikan ke setiap desa. Mereka yang harus bertanggung jawab akan pendidikan anak-anak dan kesehatan warga di desanya. Program ini akan dikaji dulu dan terkait juga dengan dana yang mungkin bisa dianggarkan di DPRD,” ucap istri I Gusti Made Tusan ini. Jika cerdas dan sehat sesuai dengan visi Masdipa (Mas Sumatri-Artha Dipa) menuju Karangasem Cerdas,
MENUJU “KARANGASEM CERDAS, BERSIH DAN BERMARTABAT BERLANDASKAN TRI HITA KARANA” Kabupaten Karangasem terdiri dari 8 Kecamatan, 75 Desa dan 3 Kelurahan. Selama ini Karangasem selalu diidentikkan dengan daerah miskin, daerah tertinggal sehingga dengan kekurangan tersebut oleh Pemerintahan saat ini menjadi label yang selalu dijual ke Pemerintah Pusat. Kondisi ini secara psikologis berdampak tidak baik, membuat masyarakat Kabupaten Karangasem selalu dipandang sebelah mata dan menjadi minder jika disejajarkan dengan kabupaten lain di Bali maupun di Indonesia. Kondisi ini membutuhkan perubahan paradigma untuk membangun Kabupaten Karangasem yang lebih percaya diri. Memang patut diakui bahwa periode pemerintahan terakhir sudah mengalami kemajuan. Misalnya, hanya fokus pada peningkatan PAD namun kurang memperhatikan pemanfaatan dan sasarannya. Demikian juga pembangunan infrastruktur skala besar sampai saat ini kurang mampu memberikan maanfaat nyata dan memberi dampak multiplayer efek yang diharapkan. Pembangunan sektor pendidikan hanya difokuskan pada pembangunan fisik prasarana, belum mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya pendidikan bagi masyarakat itu sendiri. Dalam pelayanan kesehatan masih berorientasi pada keuntungan dan target pendapatan daerah.
Mas Sumatri bersama keluarga
Berangkat dari fakta dan permasalahan tersebut, untuk membangun Karangasem yang lebih baik perlu sebuah visi besar dan progresif menuju perubahan Karangasem lebih baik. Visi yang dicanangkan yaitu “KARANGASEM YANG BERMARTABAT”. Bermartabat mengandung makna terwujudnya Karangasem yang bangkit, berwibawa dan memiliki daya saing. Visi tersebut, dirumuskan ke dalam 6 misi, yakni: Membentuk sumber daya manusia yang cerdas, sehat, bermartabat dan unggul melalui pencapaian wajib belajar 9 tahun dan pelayanan kesehatan yang terjangkau, murah, ramah dan paripurna; Mewujudkan kultur masyarakat dan tata
Menghadiri undangan piodalan di Pura Banjar Adat Komala, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem sekaligus menyerahkan punia 21 Februari 2016
Roadshow pembangunan ke Kecamatan Selat bertempat di Wantilan Kantor UPTD Pertanian Kecamatan Selat tgl 24 Februari 2016 sekaligus meninjau Kantor Camat Selat
Bersih, Bermartabat Berlandaskan Tri Hita Karana ini tercapai, yang sinergi juga dengan program pemerintah 1000-100 (bersih 100 -kumuh 0 - sanitasi sehat 100), otomatis kesejahteraan masyarakat meningkat. Karena itu pula Mas Sumatri tak segan-segan memberikan nomer ponselnya kepada aparat desa, dari kades hingga kelian dadya, untuk memberikan masukan ataupun menyampaikan masalah-masalah yang terjadi di bawah, langsung kepada Bupati. –ten, ard
Pemaparan visi misi dan program kegiatan SKPD di hadapan Bupati arangasem Mas Sumatri untuk disinkronkan dengan visi misi Bupati K
kelola pemerintahan yang berkarakter melayani, bebas dari praktik korupsi, kolusi, nepotisme, dan budaya suap; Menurunkan angka kemiskinan dengan menitikberatkan pada penyiapan lapangan kerja, pengembangan sektor ekonomi kerakyatan berbasis pertanian dalam arti luas, usaha kecil dan menengah; Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat dengan menitikberatkan pada program perluasan kesempatan kerja, pariwisata kerakyatan dan peningkatan investasi yang berwawasan lingkungan; Membangun infrastruktur wilayah yang merata, berkeadilan dan tepat guna serta mengembangkan Wilayah Berbasis Potensi Lokal Perdesaan; Mengembangkan perikehidupan rakyat yang religius, toleran, berkarakter dan bermartabat melalui peningkatan program pembangunan di bidang keagamaan, sosial budaya,politik dan kesejahteraan sosial. Dalam kepemimpinannya, Masdipa berbekal semangat, kehati-hatian, landasan hukum yang jelas dan selalu berpijak pada kebenaran. Mas Sumatri berkomitmen tidak akan menyianyiakan harapan besar masyarakat Karangasem yang dipercayakan kepadanya. “Kami berterimakasih atas kepercayaan ini, dan harapan kami masyarakat mendukung penuh program-program yang kami canangkan untuk menuju Karangasem bangkit, bermartabat, berlandaskan Tri Hita Karana,” tandasnya. –ten, ard
2
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
GORO-GORO Di rumah Amat ngambek. Muring-muring depan istrinya. “Ditanya Putu Wijaya sikapnya soal LGBT, anakmu malah menuduh bapak, pukrul bambu! Memangnya Bapak ini mirip pukrul bambu?!” Bu Amat ketawa lalu menanyakan perkaranya. Amat, sambil menegak kopi sore yang dihidangkan istrinya, dengan bersemangat, panjang lebar menceritakan percakapannya dengan Pak Made dan Ami. “Jadi sebetulnya, Bapak mau menanyakan apa?” “Ya pendapat mereka tentang LGBT!” “Lho kan sudah mereka katakan?” “Belum!” “Belum? Belum bagaimana?” “Ya atau tidak?!” “Maksud Bapak, menolak atau mendukung?” “Ya!” Bu Amat manggut-manggut
LGBT (2)
mengerti. Lalu dia mengambil gelas kopi yang hampir tandas ditegak Amat. Tapi Amat lebih cepat menahannya. Lalu menegaknya sekali lagi, baru kemudian diserahkan ke istrinya. “Enak, Pak?” “Ya enak! Tidak ada yang lebih nikmat dari minum kopi sore-sore begini, apalagi yang dibikin istri atas inisiatifnya sendiri!” “Jadi enak?” “Ya jelas enak!” “Jangan basa-basi,” kata Bu Amat sambil menyodorkan kembali gelas kopi itu. “Minum lagi, habisin!” Amat menegak habis. “Enak?” Amat mikir. “Lho kok mikir? Enak tidak?” Amat senyum. “Kok senyumnya raguragu?” “ Ya h , s e b e t u l n y a a g a k kurang gula.” Bu Amat ketawa. “Memang gulanya kebetulan habis. Jadi kurang enak kan?”
Amat tersenyum tapi tidak membantah. “Kurang enak, kan? Atau tidak enak?!” “Ya.” “Ya, yang mana? Kurang enak atau tak enak?” Amat diam saja, tidak mau menjawab. “Nah, itu! Begitu, Pak. Jangan bilang, kalau orang tidak bilang ya atau tidak, kalau orang tidak menjawab, tidak berarti dia tidak punya pendapat. Jadi, jangan menyangka, kalau Ami diam, dia tidak punya pendapat! Pasti punya, hanya dia tidak mau mengatakan. Kita tidak boleh memaksa dia harus mengatakan. Tapi kita tahu, apa yang tidak mau dikatakannya. Saya tahu, apa pendapat Ami. Seperti saya tahu Bapak merasa kopi itu enak atau tidak, meskipun bapak tak mau menjawab. Waktu bapak bilang kopinya enak, juga saya sudah tahu sebenarnya tak enak? Ya, tidak?” Amat bingung. “Jadi Ami itu setuju atau
Aplikasi Gizi Seimbang di Rumah Tangga
Pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat. Pola makan yang baik adalah berpedoman pada Gizi Seimbang. Pedoman Gizi Seimbang dapat digambarkan dalam bentuk tumpeng untuk menggambarkan proporsi bahan makanan sebagai sumber zat gizi yang meliputi kebutuhan air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Jumlah air yang dianjurkan setiap hari untuk orang dewasa sebanyak 8 gelas atau sekitar 2000 ml. Sumber air ini dapat berasal dari air putih yang diminum secara langsung tetapi dapat juga bersumber dari makanan yang dikonsumsi seperti air dari sayuran yang berkuah. Sumber karbohidrat dapat berasal dari makanan pokok seperti beras, jagung, mie, roti, umbi-umbian, pasta dan berbagai jenis tepung. Sumber protein dapat berasal dari protein nabati dan protein hewani. Sedangkan buah dan sayuran merupakan sumber vitamin, mineral dan serat. Pedoman Gizi Seimbang baru ini sebagai penyempurnaan pedomanpedoman yang lama, bila diibaratkan rumah maka ada 4 (empat) pilar prinsip yang harus dipenuhi agar rumah tersebut dapat berdiri, yaitu 1). Mengonsumsi makanan beragam, tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Ni Putu Agustini, S.K.M, M.Si
yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan; 2). Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip Gizi Seimbang; 3) Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh; 4) Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam batas normal. Memantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari ‘Pola Hidup’ dengan ‘Gizi Seimbang’, sehingga dapat mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan apabila terjadi penyimpangan maka dapat segera di-
lakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya. Prinsip Gizi Seimbang adalah suatu pengaturan pola konsumsi makanan. Seimbang dapat ditinjau dari segi kebutuhan, yaitu keseimbangan antara kebutuhan dengan jumlah asupan yang dikonsumsi, artinya jika kebutuhan sehari adalah 1500 kkal, maka yang dikonsumsi adalah 1500 kkal. Seimbang juga dapat ditinjau dari segi proporsi masing-masing pemenuhan zat gizi yang terdiri dari proporsi karbohidrat, protein, vitamin dan mineral serta proporsi lemak dan air. Zat non gizi yang tidak kalah pentinnya untuk dipenuhi di dalam konsumsi seharihari adalah kadungan serat dalam makanan yang dikonsumsi. Serat pangan walaupun bukan digolongkan ke dalam zat gizi tetapi mempunyai peran yang sangat penting untuk kesehatan. Fungsi serat pangan antara lain Membantu menurunkan glukosa darah, Membantu menurunkan lemak darah,Melancarkan buang air besar,dan memeberikan rasa kenyang yang lebih lama Pesan-pesan dalam Pedoman Gizi Seimbang adalah 1). Syukuri dan nikmati anekaragam makanan; 2). Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan; 3) Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi;4) Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok; 5) Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak; 6) Biasakan Sarapan; 7)
Ekspresso tidak penolakan pada LGBT itu?” Bu Amat senyum. “Terserah Bapak. Tapi menurut saya Ami mau mengatakan begini: Jangan maksa minta pengakuan hak, tapi tidak mau mengakui hak orang lain!”
“Orang lain siapa?” “Ami! Kita! Yang bukan mereka!” “Mereka siapa?” Bu Amat tak menjawab. Amat. terpaksa berencana mau ke rumah Ami lagi untuk meng urai benang kusut itu.
Sudut Pandang
Biasakan minum air putih yang cukup dan aman; 8 ) Biasakan membaca label pada kemasan pangan; 9) Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir; 10) Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal. Aplikasi Gizi Seimbang di dalam pemenuhan konsumsi sehari-hari dapat diterapkan pada pola makan setiap hari dengan frekuensi tiga kali makan dan dua kali makan selingan diantara makan pagi dan makan siang, dan diantara makan siang dan makan malam. Susunan hidangan tiap kali makan terdiri dari makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, lauk pauk sebagai sumber lemak dan protein, sayuran dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral. Pedoman Gizi Seimbang ini sangat penting diterapkan di tingkat rumah tangga karena pembentukan pola konsumsi sesorang dimulai dari tingkat rumah tangga. Kelurga sebagai bagian terkecil dari suatu masyarakat merupakan tempat interaksi yang paling efektif dan paling sering dilakukan. Penerapan Pedoman Gizi seimbang
pada tingkat rumah tangga dapat digunakan sebagai suatu proses pembelajaran yang dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku untuk menerapkan Pedoman Gizi Seimbang untuk masing-masing anggota keluarga yang ada pada suatu rumah tangga. Jika semua rumah tangga telah menerapkan Pedoman Gizi Seimbang dalam kehidupan sehari-hari dan telah menjadi “ pola hidup” maka derajat kesehatan masyarakat tentunya akan meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan keadaan gizi masyarakat yang baik/ normal, prevalensi kekurangan gizi, dan kegemukan serta obesitas yang semakin rendah. Oleh karena itu penerapan Pedoman Gizi Seimbang pada tingkat rumah tangga merupakan strategi yang sangat baik untuk meningkatkan keadaan gizi masyarakat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. Ni Putu Agustini, S.K.M, M.Si Dosen Poltekkes Gizi Denpasar
Kata Hati
Mulai Februari 2016, Tokoh memiliki rubrik khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
23
Makanlah Makanan yang Beragam Kalimat pola hidup sehat kedengarannya mudah tapi sulit dilaksanakan. Upaya pemeliharaan kesehatan tak akan berhasil jika tidak ada perubahan sikap mental dan perilaku. Ungkapan “you are what you eat” perlu dipahami, karena penyakit yang kita alami merupakan refleksi dari apa yang telah kita makan.
M
Kunjungan Regional Sales Promotion Bali Nusra Garudafood, Ida Bagus Putu Asta Wibawa ke kantor Tabloid Tokoh diterima Wirati Astiti, Ayu Agustini, dan Wiwin (Biro Buleleng). Kunjungan kali ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dalam bidang offprint, sekaligus memperkenalkan produk Tingting Garudafood.
Edisi 890/ 29 Februari - 6 maret 2016
enurut ahli gizi, Ida Ayu Eka Padmiari, M.Kes, pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat memengaruhi keadaan gizi. Hal ini disebabkan karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkat kesehatan individu dan masyarakat. “Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular (PTM) terkait gizi, maka pola makan masyarakat perlu ditingkatkan ke arah konsumsi gizi seimbang,” saran dosen Poltekkes Denpasar ini. Ia menambahkan, keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan normal serta perkembangan fisik dan kecerdasan bayi, anak-
anak, serta seluruh kelompok umur. Gizi yang baik membuat berat badan normal atau sehat, tubuh tidak mudah terkena penyakit infeksi, produktivitas kerja meningkat serta terlindung dari penyakit kronis dan kematian dini. Gizi yang tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk. Gizi yang tidak baik adalah faktor risiko PTM, seperti penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi, dan stroke), diabetes serta kanker. Berdasarkan data Depkes 2008, lebih dari separuh kematian di Indonesia merupakan akibat PTM. Sebagian besar PTM terkait-gizi di atas berasosiasi dengan kelebihan berat badan dan kegemukan yang disebabkan oleh kelebihan gizi. Ia mengatakan, kekurangan gizi menimbulkan banyak masalah terutama gizi buruk, anemia, xeropthalmia, gondok, kretin-
Dayu Padmiari
isme, kelahiran cacat dll. Data Riskesdas 2007, 2010, 2013 memperlihatkan, kecenderungan prevalensi obes (IMT > 25) semua kelompok umur. Anak balita 12,2%, 14% dan 11,9%; usia 6-19 tahun (Riskesdas 2007, 2010) naik dari 5,2% menjadi 5,9%; orang dewasa dan usia lanjut (Riskesdas 2007, 2010) naik dari 21,3% menjadi 22,8%. Pada Riskesdas 2013 laki-laki obesitas 19,7% dan perempuan 32,9%. “Kelebihan gizi ini timbul akibat kelebihan asupan makanan dan minuman kaya energi, kaya lemak jenuh, gula dan garam tambahan, namun kekurangan asupan pangan bergizi seperti sayuran, buahbuahan dan serealia utuh, serta
Usaha Makanan Sehat sangat Menjanjikan
Pentingnya pengetahuan tentang gizi membuat jurusan gizi menjadi salah satu bidang keilmuan yang diincar. Hal ini diungkapkan Komang Indah Satya Dewi. “Saya ingin mempelajari ilmu gizi sekaligus ilmu kuliner. Jadi tidak sekadar jadi ahli gizi tetapi bisa membuat sendiri menu-menu yang sehat dan enak tentunya,” ujar mahasiswi Poltekkes Denpasar Jurusan Gizi ini. Di jurusan ilmu gizi, banyak halhal yang berkaitan dengan pangan yang akan dipelajari, diantaranya zat gizi makro karbohidrat, protein dan lemak dan mikro mineral, vitamin dan bahan pangan apa saja yang mengandung zat tersebut. Ilmu gizi ini adalah sebuah ilmu yang akan selalu dibutuhkan bagi semua manusia. Terlebih penyakit yang bermunculan saat ini cenderung karena pola makan yang salah. Tamat dari jurusan ini, ia mendengar banyak peluang. “Se pengetahuan saya, lulusan ilmu gizi
Indah
bisa bekerja di rumah sakit sebagai konsultan gizi, di puskesmas pun boleh, jadi pegawai BPOM, mau jadi pengajar (dosen), bisa juga di perusahan-perusahan (manager quality control). Mau buka jasa katering pun bisa. Usaha makanan sehat menjadi salah satu prospek yang menjanjikan karena hal yang berkaitan dengan makanan tidak
ada matinya selama manusia ada. Apalagi masyarakat kekinian yang makin cerdas pun akan lebih selektif dalam memilih makanan yang mereka makan,” jelasnya. Sebagai lulusan ilmu gizi yang sudah dibekali berbagai macam tentang gizi dan manfaatnya tentu ini menjadi poin lebih tersendiri. Hal yang juga penting bagi Indah, dirinya ingin menjadi ahli gizi yang bisa menjadi panutan nantinya. “Saya mengutip kata dosen saya di kampus, selama manusia hidup tentu dia membutuhkan makanan, selama itu juga kamu masih diperlukan sebagai tenaga ahli gizi,” ujar Indah. Ia menambahkan saat ini anak muda sangat antusias ingin masuk ke jurusan ahli gizi karena sudah ada sosialisasi dari kampus. Di jurusan gizi juga belajar psikologi, komunikasi, statistik dan juga manajemen kewirausahaan ka rena hal tesebut juga berhubung an dengan gizi. -Rukanta
kurang melakukan aktivitas fisik,” katanya. Menurut Dayu Padmiari, selain keluarga, sekolah merupakan akses yang paling mudah untuk memengaruhi anak-anak dalam menerapkan pola makan yang salah. Bila sekolah tidak mengawasi kebiasaan makan anak saat di sekolah akan berpengaruh tidak baik terhadap pola makan anak apalagi di kantin sekolah dijual makanan dan minuman yang keamanannya tidak terjamin, belum bebas dari pengawet, pewarna, penyedap dll. “Para guru harus mengawasi apa yang dijual di kantin sekolah. Sekolah juga bisa bekerja sama dengan orangtua siswa melaksanakan program PMTAS (Pemberian Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah),” sarannya. Ia memberikan tips menerapkan gizi seimbang di keluarga. Makanlah makanan yang beragam setiap hari. Makanan pokok seperti beras, kentang, singkong, ubi jalar, jagung, talas, sagu, sukun. Lauk pauk sumber protein seperti ikan, telur, unggas, daging, susu dan kacang-kacangan serta hasil olahannya (tahu dan tempe). Sayuran adalah sayuran hijau dan sayuran berwarna lainnya. Buah-buahan adalah buah yang berwarna. Selain itu, membiasakan perilaku hidup bersih. “Penyakit infeksi merupakan salah satu faktor penting yang me-
mengaruhi status gizi seseorang secara langsung, terutama anak-anak. Seseorang yang menderita penyakit infeksi akan mengalami penurunan nafsu makan sehingga jumlah dan jenis zat gizi yang masuk ke tubuh berkurang,” ucapnya. Ia juga menyarankan, melakukan aktivitas fisik. “Aktivitas fisik yang meliputi segala macam kegiatan tubuh termasuk olahraga merupakan salah satu upaya untuk menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan zat gizi utamanya sumber energi dalam tubuh,” kata Dayu Padmiari. Aktivitas fisik memerlukan energi. Selain itu, aktivitas fisik juga memperlancar sistem metabolisme di dalam tubuh termasuk metabolisme zat gizi. Tips yang penting juga, mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) normal. “Bagi orang dewasa salah satu indikator yang menunjukkan telah terjadi keseimbangan zat gizi di dalam tubuh adalah tercapainya berat badan yang normal, yaitu berat badan yang sesuai untuk tinggi badannya,” jelasnya. Selain memperhatikan ke anekaragaman makanan dan minuman juga perlu memperhatikan dari segi keamanannya yang berarti makanan dan minuman itu harus bebas dari kuman penyakit atau bahan berbahaya. -Wirati Astiti
Yang Penting Enak Seiring dengan perkembang an zaman, gaya hidup modern tak lepas dari hidup yang serba instan dan praktis. Salah satu pilihan adalah makanan cepat saji. “Saya salah satu yang menggemari makanan cepat saji,” ujar Soni, seorang mahasiswi. Menurutnya, ada faktor gengsi yang mendorong seseorang mengonsumsi makanan cepat saji,walaupun harganya mahal. Bagi Soni yang kuliah sembari bekerja, makanan cepat saji sangat membantunya walau ia tahu dampaknya bagi kesehatan. Namun, alasan kepraktisan dan tak banyak waktu untuk memaSoni sak membuatnya menjadikan itu sebagai pilihan. Yang penting enak dan mengenyangkan. Soni juga tahu akibat dari kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji memicu angka kesakitan trus bertambah. “Gizi sangatlah penting bagi tubuh manusia karena tubuh manusia bangun oleh apa yang kita makan. Tetapi, tidak dimungkiri juga penyakit bukan hanya disebabkan oleh makanan semata. Banyak faktor lain yang menjadi pemicu munculnya penyakit,” tandasnya. Menurut Soni, yang ideal adalah menempatkan makanan bergizi sebagai salah satu gaya hidup sehat, istrahat yang cukup, berolahraga, tidak merokok, dan tidak minum alkohol. –Suarni
24
Edisi 890/ 29 Februari - 6 MARET 2016
Hanya
12 JUTA
BISA PUNYA VILLA @ KENDERAN, UBUD - BALI TANPA DP TANPA NYICIL ROI 20% di 2 tahun pertama, BEP Cepat & Cashback 100%, Free menginap di villa senilai 12 juta Lokasi Premium (sangat dekat dengan tempat shooting film “Eat, Pray & Love”, Opening Villa 2017
MANAGED BY www.puriresorts-bali.com
PROYEK PERTAMA SUDAH JADI & BEROPERASI
Made Robert & Ni Made Ayu Dewi (Konseptor Atta Labeji Villas/Dirut BOS LAND & Komisaris Utama BOS LAND) “Serbuan investor asing ke Bali sudah tak terbendung lagi, apalagi dengan diberlakukannya MEA, yang makin memberikan angin segar bagi mereka untuk menguasai tanah Bali. Kini saatnya orang Bali menjadi “penguasa” Bali, menjadi tuan di tanahnya sendiri, mempertahankan tanah Bali dengan menjadi investor di Bali. Saat ini, dengan konsep mepatung yang merupakan warisan leluhur masyarakat Bali, hal-hal besar menjadi kecil, karena dipotong-potong, dan dibagi-bagi. Hanya dengan modal kecil, orang Bali bisa memiliki yang besar, menjadi owner villa. Semua yang dulunya tidak mungkin, kini menjadi mungkin dengan menjadi investor di Atta Labeji Villas” Renon & Dian
(Pebisnis di bidang properti & cargo )
“Saya punya bisnis properti di Yogya selama 20 tahun, juga pernah sekolah di bidang tersebut dan bidang manajemen, bahkan sempat mengajar di Yogya. Jadi, saya tahu dan pelajari betul sistem investasi di Atta Labeji Villas yang ditawarkan Pak Robert, sangat logis. Kesimpulan saya, investasi seperti inilah yang dibutuhkan pada zaman ini. Di bisnis villatel ini, waktu, keuntungan, dan harganya terjangkau. Saya berharap bisnis villatel dengan konsep ini bisa dibuat juga di luar Bali, seperti di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera, karena akan sangat membantu masyarakat setempat. Untuk bisa mewujudkan gebrakan menjadi owner di tanah sendiri salah satunya adalah dengan ikut berinvestasi di Atta Labeji Villas”
“Lokasi Atta Labeji Villas berada di tempat yang sangat representatif, baik dilihat dari destinasi maupun dari cultural tourism yang menjadi ikon Ubud. Selain aman, dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas, banyak keuntungan yang didapat. Klausa ini dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor pun telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris. Jadi, mari bersama-sama sukses di investasi villatel ini, mari menyelamatkan tanah Bali dengan menjadi investor di Atta Labeji Villas”
Wayan Dirgantara (Ketua KSP Sila Mukti, Besakih, Rendang, Karangasem)
“Saya sangat interested dengan konsep yang diusung Atta Labeji Villas yaitu C-BOS (Capitalism Based On Society)-kapitalis berbasis kemasyarakatan. Konsep tersebut sangat sejalan dengan latar belakang pekerjaan yang saya geluti yaitu koperasi. Di koperasi, saya mengenal prinsip kegotongroyongan dan saling menolong, dimana konsep seperti ini merupakan warisan tetua kita di Bali yang menjadi lokal genius yang kita kenal dengan konsep mepatung. Hal yang tidak kalah penting yang mendasari saya untuk berinvestasi adalah kepercayaan dilandasi logika, kenyamanan, dan benefit. Karena yang kita beli bukan hanya sebuah teori dan retorika tetapi sebuah implementasi konsep yang melahirkan kenyataan berupa “Benda berwujud dan Nyata” yaitu villa include managemen, perizinan, imbal hasil dengan ikatan notaris, dll. Sangat jauh berbeda dengan bisnis yang hanya ngebooming sesaat dengan berbagai tawaran hasil di luar logika dan akal sehat, sehingga pada akhirnya merugikan masyarakat yang belakangan bergabung, layaknya skema ponzi”
Kunjungi Stand Atta Labeji Villas di Pameran Property di Mall Bali Galeria, tanggal 14 s.d. 20 Maret 2016. Bagi yang ingin berinvestasi, bisa membeli saat pameran atau datang langsung ke Kantor BOS LAND
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id