24
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
GORO-GORO A m i menghubungi teman-temannya karena ada ajakan mengusung petisi menolak Putu Wijaya LGBT. Ya atau tidak. Tapi banyak yang belum tahu, apa itu LGBT. Terpaksa Ami membuka BB, menunjukkan BBM dari temannya di Jakarta yang mengirimkan berita media: “Komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) Intersex dan Queer Indonesia ( I Q) menggugat pernyataan beberapa pejabat negara soal komunitas tersebut. Koordinator Divisi Advokasi Gaya Warna Lentera Indonesia (GWL-INA), Slamet Rahardjo, mewakili forum LGBTIQ Indonesia, mengatakan semua pernyataan pejabat negara di media massa sangat mengucilkan kelompok LGBT.” “Kami meminta Presiden RI Joko Widodo menindak tegas Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Menteri Pendidikan, Wali Kota Bandung, dan beberapa anggota DPR yang memuat rasa kebencian kepada LGBT,” ujar Slamet, di Gedung LBH Jakarta,
Ekspresso
LGBT (1)
Rabu, 27 Januari 2016.” Amat sangat tertarik pada BBM itu. “Bukan untuk mendukung atau tak mau ikut mengusung petisi menolak LGBT itu, tapi peristiwanya sendiri. Ini sesuatu yang baru buat kita, generasi tua, peristiwa ini jadi penting untuk kita tanggapi, mengapa bisa menyeruak sementara kita masih dihangati oleh bom bunuh di di Sarinah, kasus pembunuhan Mirna, meninggalnya 26 orang akibat minum miras oplosan di Yogya dan banjir di banyak wilayah kita!” kata Amat pasang rembugan dengan Pak Made, tetangganya. Di luar dugaan, Pak Made menjawab sengit. “Baru apanya, Pak Amat? Dari dulu semua tahu, itu sudah ada. Kita menyebutnya banci, kan. Hanya saja, tidak kelihatan. Ditutup-tutupi karena dianggap menyimpang dari keadaan yang normal. Pelakunya dianggap abnormal, sakit dan salah, jadi malu menunjukkan terangterangan depan umum. Kasihan sekali. Itu kan tidak adil! Nah sekarang kita sudah merdeka, hak kita sebagai manusia sama. Makanya lihat pasal 28 UUD 45! Jadi wajar saja kalau mereka sekarang ingin ikut menikmati kemerdekaan,
ingin hidup sewajarnya manusia, sesuai jatidiri mereka, di negeri mereka sendiri. Ingat, Indonesia ini bukan hanya milik para pahlawan! Bahkan para bajingan pribumi pun punya sahamnya. Apalagi mereka yang Pak Amat persoalkan itu juga manusia yang sehat bahkan banyak yang kaya, pintar, punya posisi penting bahkan memangku jabatan tinggi negara. Jadi wajar saja sebagai negara hukum yang menjunjung demokrasi kita memberi mereka tempat yang sama terhormatnya dengan kita. Kalau mau menang, ya bersaing dong, jangan main jegal dan sweeping, itu bukan hanya diskriminatif tapi sudah kriminal! Kalau belum apa-apa, asal tidak disuka sudah ditolak, dilarang, diburu-buru, disapu dengan kekerasan, itu melanggar hukum. Kalau sudah begitu, yang benar saja, kita atau mereka yang sejatinya tidak normal?” Amat kaget. Ia tidak berani melanjutkan rembugan. Apalagi kemudian ia baru ingat, ada kabar angin, salah satu anak Pak Made yang masih belajar di Inggris lesbian. Amat pulang dengan perasaan tidak tenteram. Ternyata bukan hanya dalam pemilu dan pilkada saja ia berbeda dengan tetangganya,
juga dalam menilai apa sesuatu itu baru atau sudah lama. Ketika Amat mencurahkan peristiwa itu pada Ami, ia lebih terkejut lagi. “Pak Made betul, Pak,” kata Ami tenang, “Fenomena ini usianya sama dengan pelacuran, setua sejarah manusia. Cuma dulu tidak dipolitisir jadi isu untuk bertentangan. Sekarang apa yang tidak dipolitisir! Tapi pertentangan itu jangan diartikan permusuhan, yang harus diselesaikan dengan peperangan yang menumpahkan darah. Dulu memang begitu! Pertentangan sekarang adalah dinamika kehidupan yang menandakan zaman dan tata nilai terus bergerak yang akan membawa kita pada berbagai perkermbangan. Dan, karena cara kita menerima, menyiasati serta mengembangkannya, lahirlah berbagai perbedaan. Kita siasati perbedaan itu dengan perdebatan, adu argumentasi, sampai akhirnya menemukan formula yang pas untuk menghadapi perubahan zaman tersebut. Itu yang kita sebut
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
pembaruan yang menandakan ada kemajuan!” Amat terhenyak. “Jadi apa pendapatmu?” “Ya itu tadi, Pak.” “Tapi itu bukan pendapat, itu hanya..” “Hanya apa?” “Hanya usaha melihat persoalan dari sudut pandang lain!” “Betul!” “Tapi pendapatmu mana?” Ami heran. “Ya itu pendapatku. Pak. Pendapat itu kan usaha melihat segala sesuatu dari sudut lain. Bukan mengubah. Kita kan tidak boleh mengubah kenyataan, itu namanya pemalsuan! Dalam perdebatan tidak boleh ada pemalsuan! Yang ada hanya tukar pandangan. Ya kan, Pak?” “ M a k a n y a ! Pa n d a n g a n m u apa?” “Ya itu tadi! Bapak gimana sih kok putar-putar seperti pukrul bambu!?” Amat sebel disebut pukrul bambu, lalu dengan jengkel pulang.
Menyikapi Kematangan Anak untuk Masuk Sekolah
Ketika berbicara mengenai dunia anak, tentunya kita tidak bisa lepas dari salah satu komponen lingkungan dari anak itu sendiri, yaitu lingkungan sekolah. Orangtua anak pada umumnya menginginkan anak mendapatkan pendidikan yang layak untuk dijadikan bekal di masa yang akan datang. Namun, tidak sedikit dari orangtua mengeluhkan beberapa permasalahan tentang anak mereka sendiri di lingkungan sekolah. Jika melihat fenomena yang terjadi belakangan ini, para orangtua berlomba-lomba memasukkan anak mereka ke jenjang Sekolah Dasar dengan usia sedini mungkin. Anak juga harus dituntut memiliki kemampuan membaca, berhitung, menulis sedini mungkin, walaupun sebenarnya kita tidak bisa menyamaratakan kemampuan belajar yang dimiliki dari satu anak dengan anak yang lainnya. Belum usai kewajiban anak menuntut ilmu di sekolah, sepulang dari sekolah anak harus dihadapkan oleh berbagai macam kegiatan seperti les privat pelajaran sekolah, olahraga, dan lain sebagainya. Mirisnya, semua kegiatan tersebut bukan pilihan kegiatan yang disesuaikan dengan minat maupun bakat anak itu sendiri, melainkan dari keinginan dan ekspektasi orangtua yang
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
kita perlu melihat dunia anak dari masing-masing aspek perkembangan anak, karena keberadaan anak yang tumbuh dan berkembang secara optimal akan membawa anak menjadi generasi berkualitas.
A.A.Istri Mira Pramitya, S.Psi.,M.Psi., Psi.
menginginkan anaknya menjadi unggul dalam semua bidang. Apabila kita ingin melihat dari sudut pandang anak itu sendiri, sungguh membebankan dan membuat anak rentan stress di usia sedini mungkin karena banyak tuntutan yang diberikan kepada anak diluar kemampuan mereka. Hasilnya, anak tidak akan menunjukkan performa yang baik di sekolahnya, anak sulit bersosialisasi dengan teman sepermainan, hingga anak berontak lalu menunjukkan sikap mogok sekolah. Belum terlambat bagi para orangtua untuk menolong anak dari kondisi tersebut. Maka dari itu,
Kematangan anak bersekolah Hal penting yang perlu dicermati bagi para orangtua untuk menyiapkan kematangan anak sebelum memasuki usia sekolah adalah mengetahui aspek-aspek kematangan anak untuk bersekolah yang terdiri dari: aspek kognitif, bahasa, motorik, dan sosioemosional. Orangtua sering kali menganggap, bahwa anak yang sudah memiliki kemampuan membaca, menulis dan berhitung, hal tersebut sudah cukup untuk bekal masuk sekolah. Padahal, ada aspek lain yang belum dipastikan oleh orangtua, seperti sosioemosionalnya. Sebagai contoh, anak telah mendapat tes inteligensi untuk mengetahui kemampuan kognitif nya. Apakah itu cukup? Jika kembali mengkaji aspek-aspek perkembangan anak, dapat dipastikan hal tersebut belum cukup. Anak bisa saja mencapai taraf kecerdasan rata-rata mungkin hingga melebihi kemampuan rata-rata anak pada umumnya, namun suatu ketika, anak menangis keras di kelas hanya karena alat
tulis yang dipinjam oleh teman sebangkunya, sehingga membuat kegaduhan kelas yang berdampak pada ketidak lancaran proses belajar mengajar. Anak tersebut juga akan dijauhi oleh teman karena sulit bersosialisasi. Bagaimana ingin menjalin hubungan pertemanan jika anak selalu menunjukkan emosi yang negatif. Tidak hanya itu, anak yang tidak punya teman di sekolah akan merasa tidak nyaman untuk berada di lingkungan sekolah, hingga suatu hari anak menunjukkan sikap mogok sekolah.
hal sederhana. Contoh, berikan kesempatan anak untuk bermain dengan teman sepermainannya. Perlu diingat masa kanak-kanak adalah masa bermain, namun tidak hanya sekedar bermain. Selain untuk mendapatkan hal menyenangkan, berikan permainan yang dapat menstimulasi gerak motorik kasar dan halus anak (melompat, melempar, memegang sendok kelereng), pengembangan empati, perilaku berbagi dan terbuka buntuk orang lain yang disesuaikan dengan taraf perkembangan anak tersebut.
Biarkan anak berproses untuk menuju kematangan Aspek kematangan anak secara keseluruhan merupakan proses yang harus dilalui anak sebelum memasuki usia sekolah. Bagi para orangtua, berikanlah anak kesempatan untuk merasakan pengalaman-pengalaman individual anak dan dibina dari hal-
Peka terhadap kebutuhan anak sesuai taraf perkembangannya akan membuat anak lebih matang dan siap menghadapi dunia luar selain lingkungan keluarganya sendiri. A.A.Istri Mira Pramitya, S.Psi.,M.Psi., Psi. Dosen Universitas Dhyana Pura.
Kata Hati
Mulai Februari 2016, Tokoh memiliki rubrik khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Jln. Drupadi XI/No.1 Renon Dps. Tlp. (0361) 245666 / 081236048603. Email: bali.puspa@gmail.com. Web: www.jropuspa.com
23
22
Sosialita
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Selly
Joey Alexander
“Anak ajaib dari Bali, Indonesia” begitu media internasional menyebut Joey Alexander, pianis jazz cilik yang namanya menyeruak dalam deretan nominasi Grammy Award, sebuah penghargaan bergengsi di bidang industri musik yang diberikan National Academy of Recording Arts and Sciences di Amerika. Tak tanggung-tanggung, remaja kelahiran Denpasar 25 Juni 2003 ini, berhasil menyabet dua nominasi ‘Best Instrumental Jazz Album’ (My Favorite Things) dan Best Jazz Solo Improvisation (Giants Steps dari album tersebut).
M
eski akhirnya gagal meraih penghargaan, namun Joey telah berhasil mengukir sejarah baru sebagai nominator termuda untuk kategori jazz sepanjang sejarah Grammy Award yang digelar sejak tahun 1959. Untuk Indonesia yang memiliki segudang musisi berbakat, baru Joey yang berhasil bercokol di deretan nominasi. Tak heran dengan prestasi luar biasa yang diukir anak pasangan Denny Sila dan Farah Leonora Urbach berhasil menciptakan kehebohan yang luar biasa baik di industri hiburan internasional, khususnya jazz, maupun di Indonesia. Di dalam negeri sendiri, sebelumnya nama Joey kurang begitu terdengar meski ia berhasil mengukir deretan prestasi internasional, di antaranya adalah Grand Prix dalam Master-Jam Fest 2013 serta menjadi artis Indonesia pertama yang namanya masuk dalam Billboard 200 di negeri Paman Sam lewat album perdananya “My Favorite Things” pada Mei 2015 lalu. ‘Hingar-bingar’ di dalam negeri baru muncul setelah bocah ini masuk nominasi Grammy. Hujan puja-puji untuk Joey setidaknya dalam sepekan terakhir ini begitu deras. Padahal orang di luar negeri sudah lebih dulu melakukannya bahkan bakat dan prestasinya menjadi ulasan mediamedia terkenal seperti New York Times, BBC juga CBS, CNN, The Telegraph.co.uk, dll. “ Untuk@joeyalexander kita bangga pada prestasimu.Kita dukung dan doakan kamu bisa meraih semua impian-Jkw,”begitu ucapan Presiden Joko Widodo lewat twitter pribadinya. Dukungan serupa juga diungkap-
kan sejumlah artis dan musisi yang menggelar nonton bareng penampilan Joey di Jln. Erlangga Kebayoran Jakarta Selatan. Salah satunya adalah Barry Likumahua yang mengaku sangat bangga Joey bisa tampil di Grammy. Menurutnya, Joey adalah kebanggaan bagi Indonesia yang bukan hanya berhasil masuk nominasi Grammy dalam usia semuda itu (12 tahun) tapi juga sukses memukau para undangan. Lihat saja standing
aplaus yang diberikan oleh para undangan seusai Joey tampil. Menurut Barry itu apresiasi dan respons itu sangat membahagiakan dirinya juga masyarakat Indonesia lainnya. “ Walau Joey tidak menang (mendapat penghargaan Grammy) tapi Joey sudah mendapat kesempatan untuk berkarier. Ini suatu yang baik bagi kariernya ke depan,” tambah musisi 32 tahun itu. Soal karier, Bens Leo, pengamat
Joey saat menerima penghargaan di Ukraina
D.
Mantra
dan
Antari
Bersinergi dan Bekerja Sepenuh Hati
Berharap Tampil di Indonesia tua saya. Sebenarnya ayah saya bisa sedikit bermain piano dan gitar. Saya mencintai suara piano dan itu yang membuat saya berminat. Seperti layaknya orkestra, ada 80 kunci dan ada suara bass-nya. Ini adalah alat musik yang lengkap dan itu menarik minat saya,” kata Joey ketika diwawancarai oleh BBC. Ia mengaku mendapat kehormatan besar bisa menjadi nominee untuk dua penghargaan Grammy dan juga diminta tampil di panggung utama. “Saya berterima kasih kepada Tuhan, saya merasa diberkati,” katanya seraya tak lupa menyebut nama pihak-pihak yang ikut andil membuatnya berhasil meraih prestasi ini. Selama beberapa tahun terakhir, Joey telah menampilkan bakatnya di berbagai pagelaran jazz, seperti Rochester Jazz Festival, Newport Jazz Festival, dan Jazz at Lincoln Center pada 2014 lalu. Joey mengaku ketertarikannya pada jazz karena kebebasan untuk mengekspresikan diri. Improvisasi itu lahirnya dari hati bukan suatu yang direncanakan. “Hal yang sangat saya sukai ialah swing dan improvisasi, bisa sedih atau senang. Jazz untuk semua kalangan, terutama anak-anak. Jazz bebas dan menyenangkan dan itu adalah jati diri seorang anak, bersenang-senang dan bebas. Jadi, kalau saya tampil, saya selalu mencoba menikmati bermain dengan rekan-rekan satu band dan dengan para penonton,” lanjut Joey yang kini tinggal di New York. Namun begitu, katanya dia tetaplah anak-anak yang suka bermain layaknya anak-anak. Ia suka tenis, berenang dan lain-lain. Ia juga suka menonton film, khususnya film action super heroes. Ia mengaku baru-baru ini menonton Kung Fu Panda dan dia sangat menyukainya. Sementara soal latihan piano, ia menyempatkan diri berlatih setidaknya dua jam sehari. “Saya ingin bermain bersama banyak musisi, saya ingin mengomposisi musik lebih banyak lagi, mengaransemen dan pergi keliling dunia dengan musik saya,” kata Joey mengungkapkan harapannya. Saat ditanya VOA soal bagaimana dirinya membagi waktu antara sekolah dan berbagai kegiatannya, Joey mengaku, tidak mengalami kesulitan karena ia sekolah secara online sehingga waktunya menjadi fleksibel. “Musik adalah hidup saya, jadi saya selalu punya waktu untuk menjalaninya,” kata Joey yang sedang menyelesaikan album keduanya yang rencananya selesai tahun ini. Joey berharap bahwa ia memiliki kesempatan untuk tampil di Indonesia, negerinya.—Diana Runtu
Jaya
Negara
Selain itu, lanjutnya melalui program PKK yang segera digarap diantaranya peningkatan derajat kesehatan melalui revitalisasi posyandu, baik posyandu paripurna, posyandu TAT, kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan pekarangan, ketahanan panggan, dan toga. Sementara untuk program pemanfaatan lingkungan tahun 2015, PKK telah menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia. Begitu juga dengan kegiatan meningkatkan keterampilan masyarakat melalui berbagai pelatihan-pelatihan. “Intinya semua adalah terus memberikan petunjuk, bimbingan pada TP PKK kecamatan rangkaian penjabaran termasuk meningkatkan mutu pengelolaan dari sepuluh Program Pokok PKK. Begitu pula urusan tertib administrasi yang terkontrol,” tegasnya.
Joey dan keluarganya
musik berpendapat sebaiknya Joey berkarier di negeri Paman Sam karena kesempatan baginya untuk berkembang lebih luas. “Sebaiknya dia di luar negeri saja karena aksesnya lebih banyak. Atau kalau ingin di Indonesia, managementnya harus ada di luar negeri seperti Agnes dan Sandy Sandoro. Tapi kalau saya menyarankan lebih baik di luar (negeri) saja,” ungkap Bens sembari menyebut perjalanan Joey mirip Indra Lesmana. “Mirip seperti Indra yang menciptakan lagu pertama kali pada usia 8 tahun, kemudian mendapat beasiswa dari Australia pada usia 12 tahun. Meski yang memulai semuanya saat dia masih tinggal di Denpasar Bali dimana orangtuanya, Daniel dan Farah Leonora Urbach merintis bisnis wisata petualangan. Daniel sendiri adalah seorang musisi amatir yang penggemar jazz. Dari sanalah Joey kecil belajar, dari mendengarkan ayahnya bermusik juga lewat albumalbum klasik koleksi orangtuanya. Saat usia 7 tahun, Joey telah menguasai teknik permainan piano dan improvisasi yang sangat penting dalam aliran musik jazz. Ia merilis album perdananya bertajuk “My Favorite Things” pada 2015 lalu saat usianya masih 11 tahun di bawah bendera Motema Record, New York. “Semuanya datang dari orang
3
Edisi 889/22 - 28 Februari 2016
Wali Kota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Denpasar I GN Jaya Negara resmi memimpin Kota Denpasar periode 2016-2021. Pasangan ini dilantik Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Gedung Wiswasabha Kantor Gubernur Bali, Rabu (17/2). Selanjutnya dilakukan serah terima jabatan dengan Pj Wali Kota Denpasar A.A. Gede Geriya di Gedung Sewaka Dharma Lumintang Denpasar.
K
etua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Denpasar Ny. Selly D. Mantra juga dilantik oleh Ketua TP PKK Provinsi, Ny. Ayu Pastika dilanjutkan serah terima jabatan dengan Nyoman Purnawati Geria. Usai acara sertijab yang dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar, Ketua DPRD Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar, pimpinan SKPD, Kades/ Lurah, Bendesa Adat dan Tokoh Puri serta tokoh masyarakat Kota Denpasar tersebut, Ketua TP PKK Kota Denpasar Selly D. Mantra didampingi Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Antari Jayanegara, mengatakan bahwa program PKK
dengan Pemerintah Kota harus bersinergi. Sebab PKK adalah partner pemerintah. “Sudah seharusnya program kami membantu Program Pemerintah Kota. Salah satunya, saat ini Pemerintah Kota sedang menangani masalah sampah . Jadi rencana jangka pendek kami adalah melanjutkan pembinaan untuk proses pemilahan sampah dan daur ulang sampah yang lebih baik lagi,” ucapnya. “Berbagai kegiatan terkait tersebut sesungguhnya sudah kami lakukan sebelumnya, namun ke depan akan lebih ditingkatkan lagi. Seperti bank –bank sampah PKK yang sudah terbentuk di banjar- banjar kami harapkan dapat terus berkembang,” papar Selly D. Mantra yang diamini oleh Antari Jayanegara.
DEMI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Diakui oleh Selly D. Mantra maupun Antari Jayanegara, bahwa semua program PKK perlu peningkatan demi kemajuan pembangunan dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. Baik sebagai pusat perdagangan, pendidikan, pemerintahan, hingga industri wisata dengan irama perubahan kehidupan masyarakatnya yang sangat pesat. Setiap langkah dan program kami sesuai pula dengan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2013 tentang pemberdayaan masyarakat melalui gerakan PKK, salah satunya sdigelarnya berbagai lomba. Karena itulah keberadaan PKK hingga ke perdesaan sangat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan membantu pemerintah dalam pengentaskan masyrakat miskin. Sehingga saat ini gerakan PKK yang sudah ada sejak 1972 wajib terus ditingkatkan, utamanya dalam membina keluarga dari skala kecil sehinga permalahan yang ada di masyarakat saat ini tidak semakin meluas. Melalui Tokoh , Ketua TP PKK dan Wakil Ketua TP PKk Kota Denpasar ini tak lupa menyampaikan ucapkan terima kasih kepada selu-
ruh kader PKK di Kota Denpasar atas pengabdiannya selama ini, serta semua pihak yang turut menyukseskan semua program PKK dan lainya yang di Kota Denpasar. Sekarang, semua organisasi, unsur masyarakat mendukung pemerintah, bahkan bersama-sama bersama-sama bergandengan tangan untuk membangun “Demi Denpasar” Kota kita tercinta ini dengan meningkatkan kreativitas di segala bidang, melalui pemantapan visi dan visi “Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan”. Sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Kota Denpasar (Dekranas)
Kota Denpasar, Selly D.Mantra juga sudah siap melanjutkan program yang sudah berjalan sebelumnya, baik untuk membantu pengrajin atau pengusaha kecil binaanny, dengan berbagai kegiatan penunjang, seperti mengikuti pameran, pagelaran fashion show, menggelar lomba hingga pelatihan agar pengrajin lebih lagi berinovasi. “Misalnya mengenai tenun Endek Bali sebagai produk unggulan berbasis budaya. Endek dengan pesona dan nilai kearifan lokalnya, selama ini promosinya sudah berjalan baik, termasuk sudah menjadi bagian dari gaya keseharian anak muda di Kota Denpasar. Namun, dengan perkembangan dunia fashion dan aneka item di dalamnya selalu diperlukan ide kreatif dari pengrajin untuk inovasi baru, seperti pengembangan motif dan warnanya,” tuturnya. Selanjutnya bacara tentang organisasi lain yang juga digawanginya, yakni sebagai Ketua K3S Kota Denpasar Selly D. Mantra menyatakan jika dirinya sudah ada di dalam sebuah organisasi, apapun itu sudah menjadi komitmennya untuk menjalankan sepenuh hati dan tentu tidak boleh henti. Khususnya dalam program kemanusiaan, berbagi kasih. Baik melalui pelatihan keterampilan ataupun memberikan bantuan dengan turun langsung bertatap muka dengan para penyandang disabilitas maupun para lansia. – Sri Ardhini
4
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Biasakan Anak-anak Bawa Bekal dari Rumah Meski sibuk berkarier banyak perempuan tidak melupakan kewajibannya dalam menjaga kesehatan keluarganya. Tak terkecuali para artis yang meski sibuk, keluarga tetap lah menjadi prioritas khususnya masalah kesehatan. Iis Dahlia, misalnya. Pedangdut papan atas ini mengaku sangat peduli pada kesehatan keluarganya, khususnya pada asupan makanan sangat ia mencermati.
D
Iis dan anaknya
irinya, kata Iis, dirinya bukan tipe orangtua yang hanya sibuk mengejar karier sementara anak dan keluarga terabaikan.
Jadi meski sibuk dengan berbagai aktivitas di luar, dia selalu mendahulukan kewajibannya terhadap keluarga, khususnya pada anak-anak. Di antaranya adalah mengajarkan pola hidup sehat kepada anak, termasuk soal mengonsumsi makanan bergizi dalam keseharian. “Sejak dulu aku sudah begitu. Sangat menjaga pola hidup sehat. Maka ketika berkeluarga pun kebiasaan itu ikut terbawa. Misalnya mengatur asupan makanan agar mereka mengonsumsi makanan bergizi,” ucap pelantun tembang hits ‘Seroja’, ini. Agar kebutuhan gizi anak-anaknya terpenuhi,
lanjut Iis, ia juga menyiapkan makanan untuk anak-anaknya untuk dibawa ke sekolah. Dengan begitu mereka tidak harus jajan makanan di luar. “Anak-anak bawa bekal makanan dari rumah, secara kesehatan gizinya terjamin juga bersih. Aku hati-hati banget dengan makanan di luar, apalagi banyak cerita tentang jajanan sekolah yang tidak sehat. Karena terbiasa dari kecil, jadi anak-anak tidak protes tuh karena tidak bisa jajan seperti teman lainnya,” ungkap ibu dari Salsa dan Devano, yang mengaku mengenalkan gaya hidup sehat pada anak-anaknya sejak mereka masih kecil. Begitu juga tentang makanan junk food, kata Iis, bukannya tidak diperbolehkan sama sekali. Sesekali anak-anaknya juga memakan. “Yang penting jangan sering-sering. Hanya sesekali nggak apa-apa. Aku juga kasih pengertian ke anak soal itu,”
kata Iis yang juga berkiprah di dunia akting ini. Hal yang sama juga dilakukan oleh Novita Angie, presenter juga artis sinetron. Ibu dua anak ini—Jeremy (12) dan Jemima (11), ini, mengaku sangat protektif terhadap asupan makanan anak-anaknya. “Anakanak terbiasa bawa bekal makanan dari rumah. Makanan dari rumah sehat dan bernutrisi,” kata Angie yang juga melatih anak-anaknya untuk menjalani pola hidup sehat sejak kecil. Memberi makanan sehat dan bernutrisi untuk anak adalah tanggung jawab orangtua. “Mereka bukannya tidak boleh makan-makanan instan seperti fast food atau junk food, tapi jarang sekali. Mereka boleh makan tapi jarang sekali, hanya sekali-sekali. Kan saya juga mengerti kalau anak-anak di usia masa pertumbuhan suka exploring, juga influenced terhadap pengaruh dari luar yang memang kuat sekali. Jadi kadang saya pikir,’Ya sudahlah tidak apa-apa sekali sekali’. Jadi memang sekali-sekali kita makan makanan yang mungkin masuk kategori tidak sehat, ya. Tapi itu tujuannya lebih pada supaya mereka tahu. Ketika mereka makan pun saya kasih pengertian bahwa ini tuh tidak baik dan bukan makanan yang
Inspirasi
memiliki identitas berupa KTP Anak-anak. Tujuan selain dapat digunakan untuk mendata usia mereka, juga bisa jadi acuan memberikan fasilitas sesuai kebutuhan mereka. Apakah mereka perlu fasilitas kesehatan, pendidikan termasuk fasilitas bermain. Rai Mantra juga berharap bagaimana para pengusaha bisa bersama –sama membantu menyediakan pojok areal untuk bermain anak-anak. Apakah itu di lapangan atau bahkan di setiap tempat usaha , agar bisa menjadi tempat yang ramah anak. Memang bukan keharusan, namun katanya ini tanggung jawab kita semua untuk generasi
yangtumbuh dan berkembang lebih baik. Pada kesemptan tersebut Wali Kota Denpasar yang baru dilantik ini berharap setiap masyarakat menjadikan “Denpasar Rumahku”, sehingga dapat memenuhi kebutuhan anak mulai dari kes-
ehatan, pendidikan sampai pada kebahagiaan. Ia juga mengingatkan bahwa Kota Denpasar milik kita bersama. Maka tak ada salahnya bersama-sama mencurahkan 5 % saja perasaan kita untuk turut membangun Denpasar. Selanjutnya Ketua APSAI Kota Denpasar Sri Sutari mengatakan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) didirikan untuk menciptakan sinergi antara perusahaan swasta atau dunia usaha dengan pemerintah. Sebab mengenai masalah anak sendiri merupakan tanggung jawab bersama dan memaparkan aksi apa saja yang sudah dilaksanakan APSAI Denpasar untuk
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
21
Pelantikan Bupati dan Walikota se-NTB Masa Bakti 2016-2021
Setelah sukses menyelenggarakan Pilkada serentak di tujuh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat yang berlangsung 9 Desember 2015 lalu dengan aman, kemeriahan pesta demokrasi di Bumi Gora kembali terlihat pada pelantikan tujuh bupati dan walikota terpilih masa bakti 2016-2021, di Hotel Lombok Raya, Rabu, (17/2). Lebih dari 1.000 orang, tamu dan undangan serta para pendukung bupati dan walikota terpilih se-NTB berbondong-bondong menyaksikan acara pelantikan serentak yang merupakan sejarah baru yang mewarnai khasanah demokrasi tanah air.
Foto: kapanlagi.com
Novita Angie
bisa dikonsumsi setiap saat. Dan anak-anak mengerti,” ungkapnya. Lagi pula, kata Angie lagi, tidak terlalu sulit memberi pengertian tentang makanan sehat dan pola hidup sehat kepada anak-anaknya. Bisa jadi, katanya, ini karena adanya pendidikan di sekolah tentang hal tersebut. “Malah mereka yang kadang ngomong, ‘Mami ini tidak sehat, ini tidak baik’,” kata mantan bintang iklan ini. -Diana Runtu
Tahun Ini Anak-anak Kota Denpasar Bakal Punya KTP Pemerintah Kota Denpasar sangat komitmen untuk mewujudkan Kota Layak Anak Tahun 2020. Terbukti Kamis (18/2) Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra yang baru sehari dilantik hadir di acara “Sosialisasi Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI ) Kota Denpasar” di Ruang Praja Utama Kantor Walikota. Pada acara sosialisasi yang digarap bersama Badan KBPP dan APSAI Kota Denpasar ini dihadiri Ketua APSAI Pusat Luhur Budijarso, SKPD dan para pengusaha yang ada di Kota Denpasar, Rai D. Mantra mengatakan bahwa kehadiraan APSAI diharapkan bisa mempercepat proses pelayanan pada anak dengan menghadirkan program yang riiil, misalnya generasi yang tahun depan bisa menjadi lebih baik,dari yang sekarang demikian terus step by step di tahun-tahun berikutnya. Tahun ini juga harapannya anak-anak di Denpasar sudah
Mandalika
kepentingan anak. Begitu juga Luhur Budijarso mengatakan permasalahan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun tanggung jawab bersama salah satunya APSAI. Dunia usaha patut memberikan perhatian sesuai dengan amanat Undang-undang yaitu Undang-undang Perlindungan Anak, Undang-undang No. 35 sudah memasukkan peran dunia usaha dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak, dimana dunia usaha sudah diakui sebagai salah satu bagian dari masyarakat yang mempunyai tugas dan tanggung jawab salah satunya dalam pendidikan anak. Untuk itu APSAI telah memperjuangkan hak-hak anak melalui 3P yaitu “policy” (kebijakan) bagaimana perusahaan membuat kebijakan untuk karyawan seperti menyediakan ruang menyusui serta ruang bermain anak, dan bagaimana membuat program melalui CSR (corporate social responsibility) yang diperlukan anak. – Sri Ardhini
T
ujuh pasang Kepala Daerah terpilih Bupati-Wakil Bupati dan Wali KotaWakil Wali Kota yang dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, yang mengucapkan sumpah dan janji di bawah naungan Al Quran (semua kepala daerah dan wakilnya beragama Islam), adalah Moh. Suhaili FT-Lalu Pathul Bahri (Lombok Tengah). Bambang M.
Yasin-Arifuddin (Dompu), Ahyar Abduh-Mohan Roliskana (Mataram), W. Musyafirin-Fud Syaifuddin (Sumbawa Barat), Najmul Akhyar-Sarifudin (Lombok Utara) dan M. Husni Djibril-Mahmud Abdullah (Sumbawa) serta Indah Dhamayanti Putri - Dahlan M Noer. “Kepemimpinan itu bukan hanya untuk diri sendiri. Kepemimpinan yang hakiki itu adalah amanah dari Allah SWT. Kepemimpinan bukanlah sesuatu
Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi melantik tujuh Bupati dan Walikota se-NTB
yang sederhana. Seberat-beratnya tugas dan tanggung jawab sebagai seolah muslim adalah menjadi pemimpin. Saya yakin tujuh pasang pemimpin ini akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkap gubernur yang juga seorang ulama ini. Saat melantik tujuh bupati dan walikota ini, Gubernur NTB mengingatkan bahwa keberhasilan kepala daerah sangat ditentukan oleh peran dan keterlibatan aktif seluruh komponen pemerintah serta masyarakat dalam pembangunan. “Penyelenggaraan pemerintahan pada hakikatnya harus mengedepankan prinsip pengelolaan tata pemerintahan yang baik, antara lain harus profesional, transparan, akuntabel,
Penandatanganan pakta integritas
berkeadilan, efisien dan efektif, serta bermartabat yang diaktualisasikan dalam sistem manajemen
yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi,” ungkapnya. –Naniek I. Taufan
Kedepankan Transparansi dan Akuntabilitas Ada tujuh hal yang menjadi fokus perhatian yang disampaikan Majdi yakni, dalam mengelola keuangan daerah haruslah mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Selain itu kepala daerah diminta untuk memprioritaskan penanggulangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan, tingkatkan kesempatan kerja, investasi dan ekspor, tingkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan serta kesehatan, revitalisasi pertanian dan perdesaan. Mewujudkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta untuk meningkatkan pengelolaan potensi daerah demi tercapainya kesejahteraan masyarakat, dalam hal ini termasuk membangun sinergitas hubungan kerja sama antar daerah kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Ketua TP PKK NTB saat menandatangani SK pelantikan TP PKK
Hal lain yang disampaikan gubernur adalah, agar para kepala daerah ini menerapkan prinsipprinsip tata pemerintahan yang baik di lingkungan pemerintahan daerah, memberikan dukungan dan mengambil langkah-langkah yang maksimal dalam penegakan
Hj. Erica Zainul Majdi melantik 7 Ketua TP PKK 7 Kabupaten Kota se-NTB
hukum dan upaya peniadaan korupsi, menjalin hubungan kerja dengan DPRD dalam mengembangkan kebijakan daerah yang dapat membawa peningkatan dan kemajuan daerah yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta harus dapat menciptakan harmonisasi kehidupan sosial dan politik, serta mengantisipasi secara dini untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan terorisme yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Ajak dan rangkullah seluruh komponen dan elemen masyarakat tanpa terkecuali, baik itu dari unsur politik, sosial, keagamaan dan unsur-unsur lainnya. Saya minta, mari secara
konsisten kita bersama melaksanakan dan mewujudkan azasazas pemerintah yang baik dan fokus untuk membangun daerah masing-masing,” ujar Majdi. Setelah pelantikan tujuh kepala daerah tersebut, di hari yang sama dilanjutkan dengan serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB tujuh Kabupaten/Kota se-NTB Masa Bhakti 2016-2021. Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi meminta seluruh jajaran pengurus TP PKK Kabupaten/ Kota se-NTB terus meningkatkan peran dan kiprahnya agar TP PKK di NTB bisa menjadi TP PKK
terbaik di Indonesia. Oleh karena itu, program-program kegiatan TP PKK harus lebih inovatif dan kontekstual. “Dan program yang harus kita laksanakan adalah betul-betul yang langsung menyentuh masyarakat,” ungkap Erica, saat melantik Ketua dan Pengurus TP PKK tujuh Kabupaten/Kota, yaitu Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa Besar, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. -Naniek I. Taufan Foto-foto: Biro Humas dan Protokol Prov. NTB
Hj. Erica Zainul Majdi saat serah terima jabatan 7 Ketua TP PKK se-NTB
20
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Inspirasi
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
5
“Perlengkapan Perang” saat Kuningan
Pembuatan tamiang
Dr. Drs. I Wayan Suarjaya, M.Si
H
ari Raya Kuningan merupakan rangkaian Hari Raya Galungan. Kuningan yang jatuh pada Sabtu Kliwon Kuningan atau 10 hari setelah Galungan memiliki ciri khas. Jika Galungan identrik dengan penjor, saat Kuningan identik dengan tamiang, endogan, ter, dan sampian. Untuk mendapatkan tamiang, endogan, ter, dan sampian ini tidak sulit. Banyak pedagang di pasar tradisional yang menjualnya. Konsumen khususnya ibu-ibu tinggal datang ke pasar. Urusan pemasangan di rumah bisa dilakukan siapa saja. Namun, ada juga yang membuat perlengkapan Kuningan itu di rumah. Ketersediaan bahan dan waktu menjadi pertimbangan. Kalau bahan ada dan waktu ada, mereka membuat sendiri di rumah. Tetapi, jika sibuk, keperluan ini bisa dibeli di pasar. Menurut Dr. Drs. I Wayan Suarjaya, M.Si, Hari Raya Kuningan memang ditandai dengan ciri khas adanya tamiang, edongan, ter, dan sampian. “Tamiang, endongan itu adalah alat penangkis yang identik dengan perlengkapan perang,” ujar dosen IHDN Denpasar ini. Ia menjelaskan adanya “perlengkapan perang” tandanya kemenangan. Bentuk yang bermacam-macam merupakan gabungan dari unsur seni. Desa (tempat), kala (waktu), dan patra (keadaan) juga memengaruhi bentuk tamiang, endogan, ter, dan sampian saat Kuningan. Tamiang karena terlihat dari bentuknya yang bulat seperti tameng sebentuk alat perisai yang lazim di gunakan dalam perang. Saat Kuningan tamiang di pasang pojokpojok rumah dan di pelinggih. Tamiang itu tidak pernah ditaruh di dalam karena tamiang itu lambang penangkis artinya membuat penetralisir kekuatan negatif. “Tamiang kerap dipakai sebagai simbol pelindungan diri. Tamiang yang bentuknya bulat juga sering dipahami sebagai lambang Dewata Nawa Sanga yang menjadi penguasa 9 arah mata angin. Tamiang juga dilambangkan sebagai perputaran roda alam atau cakraning panggilingan yang merujuk pada pemahaman tentang kehidupan yang diibaratkan sebagai perputaran roda,” jelas Suarjaya. –Vijay/Rukanta
Tamiang
6
Woman on Top
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Dr. AA Ayu Ketut Agung
Tanam Cabai Gadaikan Emas
Penata Rias Wajib Lengkapi Diri dengan Sertifikat
Pemberlakuan MEA yang membebaskan masuknya barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik di antara negara-negara di Asia Tenggara, tentunya menuntut kita untuk memiliki kualitas diri yang lebih tinggi untuk dapat bersaing dengan tenaga asing. Tiap individu dituntut untuk berkompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya masing-masing, tanpa terkecuali, termasuk di bidang tata kecantikan. Apalagi, Denpasar merupakan kota kompeten pertama di Indonesia. Doktor Anak Agung Ayu Ketut Agung, pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung yang juga pemilik Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung menunjukkan bentuk dukungannya kepada Pemkot Denpasar dengan kontinu tiga kali dalam setahun menggelar uji kompetensi untuk tata kecantikan kulit dan uji kompetensi tata rias pengantin Bali. TUK Agung merupakan satu-satunya TUK di Bali untuk Tata Kecantikan Kulit. “Untuk meng Tata rias pengantin Bali payas Madya Badung (Kota Denpasar) yang diujikan
hadapi MEA ini, semua penata rias harus mengikuti uji kompetensi dan mendapatkan sertifikat berkompeten,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan “Gerakan Indonesia Kompeten”, Bimbingan Teknis Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang dilaksanakan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 15 s.d. 17 Februari 2016 di Hotel Grand Quality, Yogyakarta. Dalam Bintek tersebut diundang 18 TUK Tata Rias Pengantin dari 134 TUK se-Indonesia, yakni TUK yang berprestasi, TUK yang bermasalah, dan TUK yang harus ditingkatkan. “Salah satu TUK dari Bali yang diundang adalah TUK Agung yang masuk kategori TUK berprestasi. TUK Agung ini bisa menjadi motivasi bagi TUK lain bagaimana bisa menjalankan uji kompetensi tanpa harus mengandalkan biaya dari pemerintah,” ujar Ketua LSK Tata Rias Pengantin (TRP) Nany Sukorenaning Dasih, M.Pd. Pertemuan tersebut juga dikatakannya sebagai tempat untuk menyamakan persepsi dan saling berbagi pengalaman. Bu Agung yang didaulat membeberkan kiat-kiat bisa melaksanakan uji kompetensi mandiri, mengatak a n semua karena dukungan dan kerjasama dengan pemerintah setempat, lingkungan sekitar, organisasi wanita, instansi terkait, media, dan sponsor lainnya. Bentuk sponsor pun dijelaskannya tidak selalu berbentuk
Sabar Mengurus Lansia Mengurus warga lanjut usia (lansia) emerlukan kesabaran. Perilaku mereka m beraneka ragam. Hal ini diungkapkan Kepala UPT Pelayanan Sosial Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar Nyoman Retnaningsih.
“K
alau bilang sulit ya... kalau bilang tidak… tidak. Disini jumlah lansianya 46 jadi karakter, sifat, tingkah laku pasti berbeda-beda. Biasanya ada lansia yang egonya melewati batas sampai menimbulkan permasalahan atau sampai bertengkar. Penyelesaiannya, kami panggil lansia yang bermasalah. Kami berikan pemahaman atau pencerahan supaya emosi lansia-lansia tersebut turun dan mau juga saling memaafkan dan kembali bersosialisasi,” ungkap Retnaningsih.
Ia menambahkan kalau sudah lansia benar-benar kembali ke tingkah laku seperti anak-anak, agak rewel dan susah diberi tahu. Petugas kadang tersenyum melihat tingkah polah itu dan harus sabar serta pelan-pelan. Ada lansia yang bisa menerima pemahaman dari petugas dan melaksankanya. Namun bagi lansia yang pelupa, harus berulang-ulang diberikan pemahaman. “Biasanya bilang ia saya salah tidak mengulangi lagi. Begitu dia bicara di hadapan kami. Sesudah itu dia lupa. Ini karena daya ingat lansia sudah menurun,” ujar perempuan
uang, bisa berupa kosmetika, dan sarana lainnya. Ketua LSK TRP Nany Sukorenaning Dasih mengaku salut dengan usaha Bu Agung tersebut, karena dari Direktorat memang dana untuk mengadakan uji kompetensi (UJK) tidak banyak. Ia juga menjelaskan bahwa tak semua LKP bisa menjadi TUK. Ada persyaratannya, di antaranya mengajukan proposal, memenuhi kriteria sarana prasarana, seperti busana pengantin dan kelengkapannya, yang mana saat ini Bu Agung mempunyai 200 set busana pengantin Bali dan kelengkapannya, memiliki ruang teori, dan tempat praktik. “LSK yang menunjuk layak tidaknya suatu tempat menjadi TUK,” tegasnya. Ia mengatakan, untuk semua kriteria tersebut, TUK Agung sudah memadai. Bahkan hasil UJK ini pun pernah diparadekan Tata rias pengantin Bali payas Agung Badung (kota Denpasar) yang diujikan
asal Besan, Klungkung ini. Mengenai aktivitas para lansia, ada yang menyapu kamar masingmasing dan halaman sekitarnya, ada yang membantu petugas yang di dapur seperti membersihkan sayur mengupas bahan yang dimasak. Tiap Kamis mereka diajarkan olaraga meditasi dan Jumatnya senam. “Lansia-lansia itu juga diajarkan ketrampilan seperti membuat porosan, canang, sapulidi, dll. Hasilnya dijual ke pasar dan ada juga pengepul yang langsung mengambil ke panti. Bagi yang memiliki bakat seni, bisa menabuh dan tampil jika ada acara,” imbuhnya. Saat ini penghuni Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar ini 46 orang, yang terdiri dari 36 perempuan dan 10 laki-laki. Setiap 1 rumah ada 6 kamar, jadi lansialansia ini dapat masing-masing 1 kamar. Namun, bagi lansia-lansia yang perlu pendampingan petugas sudah ada yang mendampingi. Karena itu ruangannya juga khusus. Mengenai biaya operasional panti, semua dari pemerintah. Jika ada penghuni panti yang sakit, sudah ada kerjasama dengan Puskemas dan Rumah Sakit pemerintah. “Paling sering lansia mengalami rematik. Apalagi kalau musim hujan dan cuaca dingin. Kalau sakitnya tidak bisa kami tangani, kami rujuk ke RS pemerintah seperti Wangaya atau Sanglah,” tandasnya. Keluarga yang punya orangtua atau kerabat di panti jompo ini bisa berkunjung kapan saja. Jika diajak pulang untuk keperluan upacara agama, pun diperkenankan asal kondisi sehat. Pihak panti biasanya berpesan agar lansia
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Bu Agung (duduk paling kanan) bersama Ketua LSK TRPNany Sukorenaning Dasih, M.Pd. (duduk tengah), bidang penjaminan mutu Irien Ibrahim, S.Pd. (duduk paling kiri), Sekretaris LSK Ir. Atiek Warih, S.Pd., M.M. (berdiri kedua dari kanan), dan sebagian ketua TUK se-Indonesia
dalam ajang Nusa Dua Fiesta 2015 yang dihadiri istri Menteri Koperasi dan UKM RI Ny. Bintang Puspayoga yang juga Ketua WHDI Bali, Dr. Abdullah dari Kemendikbud, dan Otie Ary Suta. Apa yang dilakukan Bu Agung ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua LSK TRP Nany Sukorenaning Dasih. Selanjutnya, bulan April 2016 TUK Agung akan kembali menyelenggarakan
UJK Tata Rias Pengantin Bali. Tata rias yang diujikan adalah Tata Rias Pengantin Bali Payas Madya untuk tingkat terampil dan Tata Rias Pengantin Bali Payas Agung untuk tingkat mahir. Bagi para praktisi dan masyarakat umum yang belum memiliki sertifikat uji kompetensi diharapkan segera mendaftar untuk menyamakan persepsi ke TUK Agung/LKP Agung. –Inten
AYO KURSUS…
DISKON 50% KURSUS, HANYA RP 4,5 JUTA
Kursus Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, payas madya, payas agung, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). Kursus Sampai Bisa & Bersertifikat
Hub. Sekretariat LKP Agung
Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email:lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. jangan begadang di rumah. ANGGAP RUMAH SENDIRI Ni Wayan Korti adalah salah satu penghuni Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar. Perempuan asal Kedampan Penebel Tabanan ini sudah tiga tahun di panti. “Saya punya lima anak dan 12 cucu,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela kunjungan komunitas Muffler Car Community Bali Ia mengaku masuk panti karena sering sakit-sakitan. Rematiknya sering kambuh kalau musim hujan. Selain rematik ia juga menderita tuli, dan mata sering kabur, kurang bisa melihat dengan jelas. Pengobatan
sudah dilakukan karena ada dokter yang rutin memeriksanya. Mengenai makanan, ia menceritakan biasanya makan nasi, sayur kangkung, sayur bayam, telur. Sekali waktu makan daging ayam. Untuk minuman, mereka diberikan susu dan bubur kacang hijau. “Aktivitas saya kalau pagi bersihbersih di kamar, di halaman, dan membantu di dapur karena saya sudah anggap panti ini sebagai rumah saya sendiri saking lamanya saya tinggal disini. Kadang saya juga buat porosan, ceper, sapu lidi, kadang buat sepit juga yang dari bambu itu. Hasilnya saya jual dan uang hasil penjualan milik saya,” ujarnya. Ia juga mengikuti yoga, meditasi, olah raga, tapi kadangkadang saja. Kalau sakitnya kambuh, ia hanya diam saja dan tidak beraktivitas. –Vijay/ Juniantari
Nyoman Retnaningsih
Intensitas hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tidak hanya merendam ratusan rumah warga sek itar. Luapan air hujan dari beberapa sungai, juga menenggelamkan ratusan hek tare lahan pertanian cabai yang ada di Ke camatan Boyolangu.
A
kibat terlalu lama tanaman terendam air, banyak pohon cabai yang membusuk dan mati. Kalau ada yang hidup, tumbuhnya kurang maksimal karena ujung tangkai mengkerut dan menguning. Bahkan, “bolotot” sebutan Jawa bunga cabai banyak yang rontok. “Sebelum banjir tanaman cabainya subur-subur. Tapi setelah terendam air begini, ya mati,” kata Wiyanti, seorang petani cabai. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, tanaman cabai tersebut terpaksa dipetik lebih awal sebelum waktunya panen. Bahkan, ada sebagian orang yang
langsung mencabuti semua pohon cabainya. Diikat menjadi satu lalu dibawa pulang. Setibanya di rumah, tanaman cabai ini dijemur. Setelah kering, buah cabai yang menempel di pohon ini, dipetik satu persatu. Dipilih yang bagus untuk dijual. Sedangkan batang cabainya dijemur lagi sampai kering untuk dijadikan kayu bakar memasak. “Yang bisa diambil, ya diambil. Sisanya dibuang, karena busuk,” imbuh Wiyanti. Sebelum terjadi banjir, semua tanaman cabai di Kecamatan Boyolangu, tumbuh subur. Bahkan, sebagian tanaman sudah mulai berbuah, meskipun belum waktunya dipanen. Bahkan boleh
Valentine ala Muffler Muffler Car Community Bali memiliki cara unik dalam memeriahkan Hari Valentine. Komunitas mobil yang diketuai Randu ini mengadakan acara tukar kado sesama anggota dan bakti sosial (baksos) pada Minggu (14/2). Acara tukar kado dilaksanakan di markas mereka di Jalan Badak Agung, Denpasar sedangkan baksos dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar. Komang Edy Purnawan, salah seorang anggota Muffler menuturkan baksos juga diisi dengan kegiatan pemberian sembako kepada lansia warga panti tersebut dan kunjungan ke kamar-kamar. Ia menegaskan kasih sayang tidak hanya ditujukan kepada pasangan atau sahabat tetapi juga kepada orang tua termasuk para lansia. Komunitas Muffler juga dihibur tarian joged yang dipersembahkan warga panti. –Ngurah Budi
Sertijab Dandim 1611/ Badung Serah terima jabatan (sertijab) Komandan Kodim 1611/ Badung dilaksanakan Senin (15/2) di Aula Makorem 163/ Wirasatya. Dandim 1611/Badung sebelumnya Letkol Inf. Teddy Arifiyanto digantikan Letkol CZI M. Leo Pola Ardiansa S. Dalam sambutannya, Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa mengatakan, Dandim supaya meningkatkan sinergitas dengan kepolisian dan instansi terkait di wilayahnya masing-masing. Pisah sambut Dandim lama dengan Dandim baru juga dilaksanakan di halaman Makodim 1611/Badung, Selasa (16/2) yang dihadiri Forum Pimpinan Daerah Badung dan Denpasar serta para mitra kerja Kodim 1611/Badung. –Ngurah Budi
dibilang, lebih subur bila dibanding tahun sebelumnya. Daunnya hijau, banyak tangkai, dan bunganya juga banyak. Dengan kata lain, hasil panennya lebih melimpah. Intensitas hujan yang terjadi terus menerus terjadi di Tulunga-
gung, membuat beberapa sungai meluap. Bahkan, ada beberapa tanggul yang jebol, sehingga air meluap ke sawah. Tidak segera surutnya air, membuat tanaman cabai membusuk dan mati. Kondisi ini diperparah dengan
19
anjloknya harga cabai di pasaran. Cabai yang biasanya laku dijual dengan harga Rp 10.000/ kilogram, kini turun menjadi Rp 5.000 /kilogram. Itu kondisi rawit kualitas bagus. Kualitas sedang Rp 3.500/ kilogram dan kualitas jelek Rp 2.500 / kilogram. Akibat gagal panen dan anjloknya harga cabai di pasaran ini, membuat para petani di Tulunggung merugi. Biaya operasional yang dikeluarkan tidak seimbang dengan penghasilan. Waktu tanam sebelumnya, sebagian orang menggunakan biaya pinjaman. Ada yang menggadaikan BPKB, kendaraan, emas, dan lain sebagianya. Dengan harapan, kalau panen barang-barang berharga tersebut ditebus lagi.”Untungnya saya nggak sampai ngutang. Jadi ya, nggak terlalu beban,” kata perempuan tamatan SLTP ini. -Khoirul Abadi
Banjir Rendam Tambak Udang Hujan lebat selama beberapa nila dan udang dalam satu hekhari ini ditambah banjir kiriman tare tambak mencapai puluhan lewat sungai Bakepuk dan Barjuta rupiah. “Jika tambaknya ongan serta air pasang dari laut, seluas 40 hektare maka nilainya mengakibatkan sekitar 400 rubisa mencapai miliaran rupiah. mah di Desa Banjar Panji, KecaIni baru kerugian dari segi matan Tanggungangin terendam tambak, belum kerugian dari banjir sejak 3 Februari 2016 lalu aspek lain yang dialami warga hingga sekarang. Selain rumah, setempat,” ujarnya sedih. banjir setinggi 60 cm tersebut Menurut Khoirul harga ikan juga merendam 40 hektare nila saat ini Rp 27 ribu per tambak udang dan ikan nila yang kilogram, sedangkan harga terdapat di desa tersebut. udang senilai Rp 50 ribu per Kepala Desa Banjar Panji, kilogram. Untuk mengatasi Drs H. Khoirul Anam ditemui banjir ini tidak ada jalan lain saat mengadu ke DPRD Sidokecuali menormalisasikan SunDrs H. Khoirul Anam gai Bakepok dan Barongan. arjo, Rabu (17/2) mengatakan “Pemda harus segera melakukan hal itu, jika banjir seperti ini baru pertama kali terjadi di desa tidak maka warga setempat sulit keluar dari yang dipimpinnya itu. masalah banjir tersebut,” ujarnya. “Selama ini tidak pernah terjadi banjir seperti Untuk mengatasi hal itu, pihaknya telah ini, biar hujan lebat bagaimana pun. Banjir ini mengadu ke DPRD Sidoarjo dan ke Pemkab sebenarnya disebabkan air pasang dari laut dan Sidoarjo khusus ke bagian Penanggulangan banjir kiriman dari Sungai Bakepok dan BaronBencana Alam Daerah dan Dinas Perikanan gan,” ujar Khoirul. dan Kelautan. -Jos Banjir ini terjadi sejak 3 Februari lalu dan hingga pertengahan bulan Februari ini, banjir tersebut belum juga surut. Banjir ini, tambahnya telah mengakibatkan ratusan warga mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas seharihari dan mereka kesulitan untuk keluar masuk rumah mereka. Khoirul menjelaskan banjir ini telah merugikan warga setempat hingga miliaran rupiah. Kerugian paling besar dialami 40 hektare tambak ikan nila dan udang. Dalam tambak seluas 40 hektare tersebut terdapat ribuan ikan nila dan udang dengan total hasilnya sekitar puluhan ton dan nilainya miliaran rupiah. Ikan dan udang ini belum dipanen karena masih kecil namun karena banjir telah merendam tambak-tambak tersebut telah mengakibatkan ikan dan udangnya telah dihanyut banjir. Itu berarti panen kali ini gagal total. Menurut Khoirul nilai ikan
18
Museum Buleleng hanya Punya Foto
Wayang Asli di Belanda Mempelajari sejarah tentu tidak hanya dengan membaca buku-buku sejarah tetapi juga bisa dengan melihat secara langsung benda-benda peninggalan sejarah. Salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah museum Buleleng. Memiliki lokasi yang sangat strategis karena berada di pusat kota serta berdampingan dengan Museum Gedong Kertya, salah satu museum teks tertua di Pulau Dewata membuat Museum Buleleng memiliki potensi sebagai tempat wisata menarik andaikata pemeliharaanya lebih maksimal lagi. Hal ini disampaikan oleh I Made Parwija Penanggung Jawab Museum Buleleng.
M
Life
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
enyimpan benda-benda bersejarah khusus di Bali Utara peninggalan Bali Aga berupa alat-alat tradisional dan benda arkeolog dari daerah pedalaman. Museum Buleleng didirikan oleh Yayasan Pelestarian Budaya Bali Utara (YPBBU) yang seluruh anggotanya merupakan pensiunan bupati, sekda, dan juga kepala dinas. Yayasan tersebut memiliki misi untuk menjaga dan melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah agar tidak hilang dan punah. “Jika mereka tidak mengamankan benda-benda peninggalan ini, generasi muda tidak akan mengenal sejarah,” ujar Parwija. Dengan adanya Museum Buleleng sangat diharapkan mampu memberi edukasi kalangan generasi muda. Masyarakat yang berkunjung tidak hanya dari kalangan lokal tetapi juga rombongan pelajar dari luar Bali. Tujuannya adalah untuk kepentingan edukasi. Bahkan tidak jarang kunjungan pun berasal dari turis mancanegara khususnya warga Belanda. Banyaknya turis Belanda yang datang dikarenakan bangunan yang digunakan sebagai gedung museum itu adalah bangunan peninggalan Belanda. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk melihat peninggalan nenek moyangnya yang ada di Buleleng. Namun, keadaan memprihatinkan ketika semakin hari
sejarah terkendala oleh faktor biaya. Adanya ketidaksinkronan antara pengelolan Yayasan Pelestarian Budaya Bali Utara (YPBBU) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) membuat Parwija sebagai penanggung jawab museum bingung. Dia mengaku seharusnya antara pengelola dan dinas bisa bekerja sama untuk menata semenarik mungkin museum Buleleng. “Ya kalau museumnya bagus yang bangga kan Bupati juga,” lanjut pria yang sudah mengabdi selama 15 tahun ini. Kurangnya promosi ke media mengenai keberadaan museum dikarenakan terbatasnya koleksi. “Sebenarnya masih banyak peninggalan sejarah yang ada dimasyarakat hanya saja kita tidak memiliki cukup dana untuk itu,” lanjutnya lagi. selama ini museum yang sudah berdiri sejak tahun 2001 itu hanya memiliki beberapa koleksi benda bersejarah dari beberapa daerah di Buleleng antara lain dari desa Sepang, Sembiran, Sidatapa dan Tigawasa. Bahkan ada beberapa benda peninggalan berupa wayang yang ternyata dikoleksi di museum Belanda. “Yang asli ada di Belanda. Kami cuma dikasi fotonya saja,” imbuhnya. Ke depan ia sangat berharap pembangunan museum tidak sampai di sini saja tetapi ada kerjasama antara pengelola dan dinas untuk menata kembali Museum Buleleng. “Gaji tukang kebun saja setiap bulan kami harus minta pada donatur,” tambah Parwija. -Wiwin
jumlah pengunjung semakin menurun. Berkurangnya minat masyarakat dengan keberadaan museum Buleleng tidak terlepas dari kurang maksimalnya pendiri yayasan untuk menata agar menarik untuk pendidikan. “Pendiri yayasan karena sudah tua mereka hanya ingin melestarikan dan menjaga saja,” lanjut Parwija lagi. KENDALA DANA Minimnya penataan baik dari penerangan di dalam Museum Buleleng dan koleksi benda-benda
I Made Parwija
Salah satu koleksi museum Buleleng berupa Sarkofagus
Harmonee
“Sindir” dengan Lagu
Story
Edisi 889/22 - 28 Februari 2016
7
Silaturahmi Budaya Imlek Hadirkan Kesenian dari Zhejiang
Tahun ini, di pusat perbelanjaan Cakranegara Mataram, terlihat semarak lampion merah tertata rapi menggantung di atas jalan protokol kawasan perdagangan tempat bermukimnya sebagian komunitas Tionghoa di Mataram itu. Lampion-lampion ini dipasang untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2567 yang jatuh pada tanggal 8 Februari 2016 lalu. Nuansa Tionghoa di perayaan Imlek kali ini, memang terasa berbeda. Biasanya Imlek hanya dirayakan secara internal, namun tahun ini perayaan Imlek dilaksanakan terbuka dalam kegiatan budaya.
Musik merupakan karya seni yang memiliki keindahan atau estetika di dalamnya. Selain itu fungsi musik adalah sebagai suatu media bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaan atau emosinya. Melalui irama, ritme serta liriknya membuat musik bagi kebanyakan orang adalah sarana penghibur. Begitu juga dengan band Harmonee Singaraja mengartikan musik sebagai suatu ungkapan yang memiliki nilai keindahan. Band indie asal Singaraja yang terbentuk karena kesamaan visi misi dan juga kualitas bermusik yang dianggap memadai satu sama lain ini mengaku sangat senang bermusik. Band yang bermarkas di Singaraja ini memiliki aliran musik yang mencakup secara keseluruhan. “Buat kami musik itu ungkapan yang indah,” ujar Apap, lead guitar sekaligus vokal. Memiliki karya yang disukai oleh penikmat musik tentu tujuan dari masing-masing personil, maka dari itu tema lagu yang ditulis adalah berdasarkan realita di kehidupan masyarakat dan pengalaman pribadi. Tujuannya adalah lebih menyatu dengan pendengar. “ Berharap karya kami bisa dianggap indah dan bisa diterima semua kalangan,” lanjut Dix, lead vocal. Memiliki enam lagu dan barubaru ini merampungkan klip video andalannya “Pragat Cekrek” yang tentu saja mendapat apresiasi dari pencinta musik khususnya masyarakat Buleleng. Single yang menceritakan fenomena kehidupan anak muda zaman sekarang mampu menyedot perhatian pendengar. Digarap dengan sangat kocak, klip video ini mengambil latar tempat-tempat rekreasi yang ada di Buleleng. Melalui lagu “Pragat Cekrek” Harmonee ingin menyampaikan pesan kalau mengikuti zaman itu sah-sah saja tetapi jangan sampai tergerus oleh zaman. Kehidupan anak-anak muda khususnya di Singaraja yang selalu menggambarkan kehidupan sosialita sehingga kemana pun mereka pergi tidak akan lengkap rasanya jika belum difoto dan diunggah ke media sosial. Lirik lagu yang “menyindir” diharapkan mampu diambil pesan moral yang sifatnya positif. Menyikapi perkembangan
musik di Buleleng, band yang terbentuk sejak 1 Januari 2016 ini mengatakan sangat apresiasi karena sudah semakin maju dan dilirik oleh daerah lain. Dengan hadirnya Harmonee di tengahtengah masyarakat juga sangat diharapkan bisa memberi motivasi kepada musisi-musisi yang belum muncul agar makin berkarya dan tidak takut menunjukkan bakatnya. Namun jika ditanya soal persaingan di dunia musik, Harmonee tidak setuju. “Menurut kami tidak ada persaingan, karena sejak awal jalan, Harmonee selalu didukung penuh oleh seluruh musisi,” tegas Apap. Band yang digawangi oleh tiga personil di antaranya; Apap (lead guitar, vocal), Dix (guitar, lead vocal), dan Ben (drum, perkusi, vocal) menganggap sesuatu hal dalam bentuk karya adalah tidak untuk persaingan karena mereka mencintai hasil karya seni dalam bentuk apapun terutama musik. Meskipun tidak ada persaingan namun Harmonee tetap memiliki cara untuk mempertahankan eksistensi. Terus berkarya, jangan malu untuk menunjukkan karya dan jangan ada jarak dengan masyarakat terutama fans karena tanpa mereka pasti tidak akan bisa dikenal lebih luas adalah hal yang selalu membuat Harmonee makin dikenal. Memiliki ciri khas dengan gaya berpakaian dan warna musik yang mengusung gaya modern dan dipadukan dengan ciri khas musisi adalah cara lain untuk tetap eksis di kancah musik. “Cara kami bersosialisai dengan umum yang dijamin berbeda dan mudah-mudahan diterima secara positif,” imbuh Apap. Memiliki fans bagi sebuah band adalah hal biasa, namun dapat menyatu dengan fans adalah hal luar biasa. Hal ini yang mereka lakukan dengan melakukan sosialisasi kepada fans sebelum dan setelah manggung bahkan mengadakan kunjungan ke markas fans secara mendadak secara tiba-tiba atau spontan. Ingin membuat daerah asal bangga, Harmonee selalu menggunakan ikon-ikon yang ada di Buleleng dalam penggarapan klip videonya. Selain mengenal Harmonee, pendengar juga diharapkan mengetahui tempattempat wisata dan ikon dari kota Singaraja. -Wiwin
P
ada puncak perayaan Imlek Bersama, Sabtu, 20 Februari 2016, komunitas Tionghoa menggelar Silaturahmi Budaya dengan menampilkan kirab/pawai dan pergelaran bernuansa Tionghoa yang berpadu dengan berbagai komunitas baik lintas etnik maupun lintas agama yang ada di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Mataram. Silaturahmi Budaya Imlek 2567 ini menjadi bagian penting dari peleburan diri komunitas Tionghoa dengan masyarakat yang tinggal di Nusa Tenggara Barat dengan masyarakat. Perayaan Imlek adalah perayaan kebudayaan bukan merupakan ritual agama. Maka, Imlek Bersama seperti ini nantinya akan menjadi agenda kebudayaan Kota Mataram, seperti halnya pawai Ogoh-ogoh yang digelar tiap Hari Raya Nyepi. Tidak tanggung-tanggung, dalam Silaturahmi Budaya yang akan diisi selain dengan berbagai kesenian tradisional dari berbagai etnik yang tinggal di Mataram, juga menampilkan kesenian dan akrobatik dari Provinsi Zhejiang RRT dalam 18 rombongan kesenian. “Inilah perayaan Imlek bersama terbesar di Mataram,” ungkap Bing Hamidy, Ketua Panitia Imlek Bersama, 2016. Dengan digelarnya Silaturahmi Budaya Imlek 2567 ini semakin mempertegas kerukunan budaya maupun antar umat beragama dalam masyarakat Kota Mataram khususnya yang penduduknya plural. Penegasan ini juga disampaikan oleh Isfanari, Sekjen Pengurus Wilayah Muhammadiyah NTB yang turut hadir dalam ramah tamah Imlek 2567 di rumah Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Nusa Tenggara Barat Agus Prajadi Winaktu beberapa waktu lalu. “Prinsipnya kita semua ingin menjalin kerjasama dan menjaga silaturahmi antar umat beragama maupun budaya,” ungkapnya. Menurut Isfanari, menjaga silaturahmi antar etnik maupun agama sangatlah penting demi terciptanya kehidupan yang damai. “Perlu kearifan kita semua sebagai warga negara dan umat yang baik untuk menjaga hal tersebut,” katanya. Menariknya, komunitas Tionghoa di Mataram memiliki hubungan yang harmonis dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya lagi dengan tokoh-tokoh agama. TGH. Taqiuddin, Ketua NU NTB, yang juga turut hadir dalam ramah tamah tersebut menilai bahwa kerukunan umat beragama itu merupakan suatu keharusan dan tidak ada lagi sekat yang menghalangi hubungan silaturahmi antar umat. Menurutnya,
Imlek bukan semata urusan agama, melainkan juga seremonial budaya yang mewarnai dan memperkaya khasanah budaya Nusa Tenggara Barat. Wakil Gubernur NTB, Muh. Amin menyambut baik perayaan Imlek tahun ini yang terbingkai dalam Silaturahmi Budaya. “Momentum ini sangat baik dan menambah perbendaharaan kebudayaan NTB yang kaya dan beragam. Kini agenda kegiatannya sedang dibangun di Nusa Tenggara Barat,” katanya. Dengan semakin terbukanya komunitas Tionghoa di NTB, menurutnya, memberi arti penting terhadap terbangun dan terjaganya daya hidup toleransi antar umat beragama maupun antar etnis. “Toleransi di NTB sudah terbangun dengan baik dan komunitas Tionghoa hidup berdampingan dengan yang lainnya. Ini harus kita pelihara sebagai kekayaan bersama,” katanya. MAKAM BINTARO Warga keturunan Tionghoa telah mendiami Lombok secara turun temurun. Bahkan, sebelum Indonesia merdeka, leluhur mereka telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat NTB. Jejakjejak kehidupan warga keturunan Tionghoa di Lombok, terlihat dengan jelas pada peninggalanpeninggalan leluhur mereka, seperti makam Bintaro tempat yang biasa disebut kuburan China. “Bahkan di sana ada makam yang usianya diperkirakan sekitar 200 tahun,” ujar Lo Li Rui, salah seorang tokoh Tionghoa yang kini berusia 79 tahun dan ia merupakan mantan guru. Dalam membangun kebersamaan dan kepedulian antar sesama, berbagai komunitas/organisasi Tionghoa NTB seperti Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Perkumpulan Sosial Bhakti Mulya, Hokian Hokkian Kong Kwan, Perhimpunan Hakka, Hok Kian Hwei Kwan dan vihara-vihara lain turut berperan dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Warga Tionghoa NTB memiliki toleransi be-
Perayaan Imlek di Mataram, menambah kekayaan dan khazanah budaya NTB
ragama yang baik. Dalam satu keluarga saja ada yang penganut Kristen, Islam, Hindu dan Buddha. “Keberagaman itu menjadi warna tersendiri dalam keluarga,” kata The Kok Lay. Sebagai warga Tionghoa, mereka semua merayakan Tahun Baru Imlek. Imlek dirayakan oleh masyarakat Tionghoa tanpa membedakan agama. Karena Imlek bukanlah kegiatan keagamaan, melainkan tradisi yang dianut oleh masyarakat Tionghoa di seluruh
dunia, termasuk di NTB. Keberadaan warga Tionghoa di daerah ini, telah berkontribusi dalam pembangunan bidang ekonomi khususnya sebagai pengusaha dan kontribusi lain juga terlihat di berbagai bidang, seperti dalam dunia pendidikan dan birokrasi serta swasta. Selain itu, ribuan bahkan hampir mencapai angka 10.000 warga Tionghoa mewarnai dan melengkapi kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki Nusa Teng-
gara Barat. “Berdasarkan hasil sensus terakhir, ada sekitar 6.000 warga Tionghoa yang ada di NTB. Namun angka tersebut masih akan bertambah mengingat belum seluruhnya dijangkau ketika sensus dilakukan. Diperkirakan ada sekitar 10.000 warga Tionghoa di NTB,” ujar Prajadi Agus Winaktu, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Nusa Tenggara Barat. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Melihat Satwa Liar sebelum Punah Mengisi liburan hari raya bisa dilakukan dengan banyak hal. Salah satunya berkunjung ke taman satwa. Selain bisa mengenal satwa yang langka, bisa juga menyaksikan berbagai atraksi satwa.
I
ndra bersemangat ketika diajak naik gajah dan berkeliling. Bocah kelas I SD ini kagum dengan tubuh gajah yang besar dan berwarna keabu-abuan itu. Sebelumnya, ia hanya melihat gajah dari gambar-gambar di buku. Ketika diajak menyaksikan pertunjukan gajah, ia pun terke sima karena gajah bisa diajar ber akting. Penjelasan tentang populasi gajah yang makin berkurang membuatnya banyak bertanya kepada sang bunda. “Pertanyaannya mulai dari mengapa jumlah gajah bisa berkurang, mengapa gadingnya dipotong, mengapa gajah bisa berakting dan main bola. Rasa penasaran ini menunjukkan dia sangat antusias tentang berbagai hal mengenai gajah,” ungkap sang bunda. Pengalaman melihat satwa langka juga ditunjukkan Tata. Saat melihat komodo, ia heran mengapa ada biawak sebesar itu. Dari papan informasi, ia pun membaca komodo termasuk satwa langka yang hanya ada di Indonesia. Selain komodo, ia juga melihat harimau. Informasi berbagai jenis harimau membuatnya tahu bahwa di Bali dulu ada
HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII
17
Sukses karena Sinergi
HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII yang sejatinya jatuh pada tanggal 19 Februari 2016, dirayakan Kamis (18/2). “Perayaan ini dimajukan karena berkenaan dengan hari raya. Namun spiritnya tidak boleh hilang,” ujar Koordinator Kopertis Wilayah VIII (Bali-Nusra) Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si.
harimau Bali. Namun, harimau Bali sudah punah. Sekarang populasi harimau di dunia pun terus berkurang. Beragam upaya dilakukan untuk tetap melestarikan satwa tersebut. EDUKASI PELESTARIAN Sebagai bagian dari komitmen untuk mengedukasi dan menyebarkan pesan bagi pelestarian satwa liar, Bali Safari & Marine Park pun meluncurkan show terbarunya, “Harimau From Predator to Prey”. Pertunjukan di “Harimau Amphitheatre” ini mengisahkan tentang semakin berkurangnya populasi harimau di muka bumi. Diawali dengan pawai singkat yang menggambarkan tentang hubungan harimau dengan sejarah dan mitologi Bali, pertunjukan ini banyak menunjukkan kemampuan alami kucing besar ini dalam bermain, berburu, memanjat dan berenang. Pertunjukan ini menekankan tentang insting dan kemampuan alami “Si Raja Hutan” tanpa berusaha menjadikannya sirkus. Penonton juga dapat menyaksikan ikatan positif yang dibangun antara kucing besar ini dengan masyarakat yang peduli dengan populasi harimau yang ada di penangkaran saat ini. Keper-
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
P
cayaan, kasih sayang dan komitmen Bali Safari dalam memperkaya kemampuan alami harimau ini menciptakan hubungan yang menyenangkan antara satwa ini dengan keeper-nya. Meski dikagumi dan ditakuti, harimau telah dibantai habis–habisan oleh manusia demi mendapatkan kulit dan bulu mereka yang indah untuk dipajang sebagai hiasan atau mengambil bagian–bagian tubuh satwa malang ini untuk dijadikan obat untuk berbagai penyakit. Harimau Bali terakhir ditemukan terbunuh pada tahun 1937, peristiwa itu telah memastikan kepunahan satu lagi spesies satwa yang sepanjang abad lalu populasinya telah berkurang sebanyak 93%.
W i l l ia m Sa n to so , General Manager Bali Safari & Marine Park berharap pengunjung yang menyaksikan show ini dapat merasa terhibur sekaligus tergerak secara emosional mengenai ancaman kepunahan yang tengah dihadapi populasi harimau saat ini. “Apabila seluruh lapisan masyarakat tidak bersatu untuk melindungi harimau dan habitatnya yang terus berkurang maka suatu saat kucing besar ini bisa benar– benar punah karena diburu,” ujarnya. – Ngurah Budi
uncak HUT tersebut berjalan sukses karena sinergi berbagai pihak. “Kami bersyukur karena pelaksanaan HUT Kopertis ini banyak mendapat dukungan semua pihak. Keberhasilan berawal dari kebaikan. Tidak ada kekuatan tanpa kebersamaan, bersama kita pasti bisa,” ujar Ketua Panitia HUT Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. yang juga Rektor IKIP PGRI Bali ini. Wujud bakti kebersamaan ini adalah HUT bisa dilaksanakan dalam kebersamaan dari segi biaya dan pekerjaan. Dana bukan lagi masalah karena ditanggung bersama-sama. Karena itu pula, dalam kesempatan
Puncak HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Koordinator Kopertis Dasi Astawa yang diserahkan kepada Ketua Panitia HUT Made Suarta
itu Made Suarta mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para donatur. Bendara HUT Dr. AAA. Ngr
Tini Rusmini Gorda., S.H.,M.H. meyampaikan serangkaian HUT Kopertis ke-34 dilaksanakan baksos berupa penghijauan dan bersih-bersih di
Pantai Padang Galak, Denpasar, Senin (15/2) dikoordinatori okeh Universitas Mahasaraswati. Berikutnya, Selasa (16/2) dilaksanakan jalan sehat dan donor darah yang ditangani Universitas Warmadewa. Dan, puncak acara Kamis (18/2) dikomandoi Universitas Hindu Indonesia (Unhi). “Tiap universitas bertanggungjawab all out terhadap tugas yang dibebankan, sehingga semua kegiatan berjalan sukses. Kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas,” ucap perempuan energik yang
juga Ketua Perdiknas ini. Senada dengan apa yang disampaikan Made Suarta dan Tini Gorda, Sekretaris HUT Dr. Sukamerta, M.Pd. juga mengatakan perayaan HUT Kopertis kali ini benar-benar berbeda dari sebelumnya karena masing-masing tugas dan tanggung jawab kegiatan dibebankan pada universitas (PT) yang ditunjuk sebagai koordinator. Dan kegiatan itu pun dikatakan Rektor Unmas ini disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kekinian di masyarakat. –ten
Anak-anak menyaksikan pertunjukkan harimau
Mendongeng Lima Menit Batu menangis
Anak gadis itu sangat cantik. Wajahnya manis, perawakannya semampai, rambutnya hitam mengurai. Ibunya bangga dan sangat sayang kepada anak kandung satusatunya itu. Namun sang ibu tidak mau Made Taro memanjakannya. Ia berharap anak itu hidup sederhana dan rajin membantu ibunya. Setelah naik remaja ternyata harapan ibunya jauh panggang dari api. Gadis cantik itu tidak pernah membantu ibunya. Ia asyik mempercantik diri. Berjam-jam ia menatap kecantikannya di depan cermin. Ia mulai menuntut ibunya untuk membelikannya pakaian yang indah dan alat-alat kecantikan. Ia bahkan tak pernah keluar kamar, karena takut kulitnya yang mulus kena debu dan terik matahari. Ibunya berkali-kali memperingatkan agar anak gadisnya itu tidak terpesona oleh kecantikannya. “Temanilah ibu ke pasar, Anakku! Ibu sudah tua. Kuharap kamu membantuku membawa beban yang berat.” “Untuk memuaskan hatimu, baiklah! Tetapi jangan sekali-kali kau mengaku sebagai ibuku,” jawab si anak angkuh. “Mengapa demikian, Anakku?” “Malu, Bu! Masa’ seorang perempuan berpakaian kumal dan berwajah buruk melahirkan anak yang cantik.”
“Bersama Kita Pasti Bisa”, prinsip yang dijalankan panitia untuk menyukseskan perayaan HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII
Sang ibu terkejut. Bibirnya gemetar menahan amarah. Sepanjang perjalanan ke pasar ia terus berdoa, agar Tuhan menyadarkan anaknya untuk tidak durhaka kepada ibunya. Guna memuaskan keinginan anaknya, sang ibu menuruti untuk berjalan di belakang gadis cantik itu. Di tengah jalan orang-orang terbengong-bengong menatap kecantikan anak gadis itu. Namun setelah melihat seorang perempuan tua berpakaian kumal yang berjalan terseok-seok di belakang gadis itu, orangorang bertanya, “Apakah itu ibumu, wahai gadis cantik?” Anak gadis itu menjawab tegas, “Bukan, ia pembantuku!” Sang ibu jengkel dan sakit hati, tetapi ia tersenyum, seolah-olah bangga menjadi pembantu gadis cantik itu. Dalam perjalanan pulang, di tengah jalan di bawah sebuah pohon rindang, anak gadis itu tiba-tiba mengaduh dan menangis. Ibunya segera menahan agar anaknya yang berubah pucat itu tidak jatuh terjerembab. “Maafkan aku, Ibu! Aku menyadari bahwa aku menyalah gunakan kecantikan ini. Aku sombong dan durhaka. “Maafkan aku, Ibu!” Dalam pelukan ibunya, tubuh gadis itu berubah perlahan-lahan. Ia kaku menjadi batu. Dari kelopak matanya meleleh air mata yang perlahan-lahan menjadi beku. Sambil menangis, ibunya berkata, “Ibu memaafkanmu dan tetap sayang kepadamu, tetapi Tuhan berkehendak lain. Tuhan selalu adil memperlakukan ciptaanNya.” Batu menyerupai gadis yang melelehkan air mata itu sekarang masih terpampang di bawah pohon rindang di Kalimantan Barat. Penduduk menamakannya Batu Menangis.
Baksos yang digelar serangkaian HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII yakni penghijauan, bersih-bersih pantai, jalan sehat, dan donor darah
Tiga PTS Berprestasi Dalam puncak perayaan HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII, Kamis (18/2), Koordinator Kopertis Dasi Astawa menyampaikan rasa bangganya terhadap 3 PTS yang ada di wilayah VIII yang masuk 100 besar dari 162 PTS di Indonesia, yakni Universitas Mahasaraswati, Universitas Pendidikan Nasional, dan IKIP PGRI Bali. Pada kesempatan baik itu, ketiga PTS berprestasi tersebut menerima piagam penghargaan dari Koordinator Kopertis Dasi Astawa. Dengan gaya bicaranya yang bersemangat dan berapiapi tersebut, Dasi Astawa menegaskan kepada seluruh dosen untuk membangun kepercayaan diri. “Gerakan kita harus dinamis, progresif, kreatif, inovatif bahkan cenderung radikal dalam arti yang positif. Jangan gerakan kita konservatif, ortodoks, tradisonal apalagi tergantung dan
dibodohi. Maka kita akan digilas oleh zaman. Zaman tidak boleh menggilas kita, uang tak boleh menggilas kita, kedudukan tidak boleh menggilas kita, kita yang harus menggilas semua itu. Kita adalah makhluk tertinggi, karena itu jangan pernah rendah diri, jangan pikir kita tak ada apaapanya. Sebenarnya diri kita luar biasa. Jadilah dari nol menjadi berisi, jangan dari berisi ke nol,” ucapnya. Selanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa sekarang Dikti sudah memberikan semua dosen bebas jabatan rangkap, dan bebas berinprovisasi. “Kita ini dosen-dosen terhormat maka harus jadi orang hebat. Dosen itu hebat ketika mengambil keputusan on the track, at the right place and the right time. Dengan begitu hasilnya pasti luar biasa. Jika tak punya nyali, tentu tak punya prestasi dan dedikasi,”
Koordinator Kopertis Wilayak VIII Dasi Astawa memberikan penghargaan kepada tiga PTS berprestasi yakni Unmas, Undiknas, dan IKIP PGRI Bali
ujarnya. Perayaan HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII ini dirangkaikan juga dengan aksi kepedulian Kopertis pada masyarakat. Beberapa gerakan sosial yang dilakukan adalah menanam pohon (penghijauan), bersihbersih di pantai, jalan sehat, dan donor darah. “Kegiatan ini–antara jasmani dan rohani menjadi satu. Sehingga kami di Kopertis ini benar-benar tidak hanya menjadi cerdas intelektual, cerdas emosial
dan spiritual, tapi juga peka terhadap masalah-masalah sosial. Itu yang menjadi dasar dari peringatan HUT ini. Sehingga yang selama ini menjadi “pendidikan tinggi menara gading”, ingin kami dekatkan dengan masyarakat. Sehingga, masyarakat benar-benar memahami, merasakan apa fungsi perguruan tinggi itu,” ucapnya. Ia berharap ke depannya seluruh PT harus terakreditasi karena masih ada beberapa
prodi yang belum terakreditasi. Semua yang terakreditasi C didorong ke B, yang terakreditasi B didorong menjadi A, dan yang terakreditasi A didorong untuk mempertahankan reputasinya tetap A. Karena sekarang ini orang tidak lagi memilih klasifikasi PT, yang penting sekarang adalah aspek kualitas, dan kualitas berkaitan dengan akreditasi. “Jadi dimana pun Anda sekolah, jika akreditasinya A berarti prestasinya bagus. Inilah garansinya sekarang. “Pesan saya bagi anak2-anak muda sekarng jangan salah pilih sekolah. Jangan memilih sekolah yang belum mempunyai kepastian hukum terutama izin operasional. Pilihlah sekolah/PT yang memiliki izin operasional dan dalam keadaan sehat dengan 8 indikatornya itu. Anak-anak harus dicerdaskan. Dan, bagi PTS lain (di wilayah Bali tidak ada), masih ada yang bermainmain dengan pelaksanaan PT, mohon segera insyaf, sadar dan bertobat, jangan sampai kita sendiri merusak anak bangsa kita sehingga daya saingnya tidak bisa diandalkan di dunia internasional,” tandasnya. –ten
16
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Konsep Keseimbangan dalam Tari Purna Paripurna
Kreasi
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
FH Undiknas Gelar Seminar Nasional “Kekerasan Seksual Terhadap Anak”
Delapan penari saling berpegangan membentuk formasi sedemikian rupa. Mereka lalu berputar. Empat penari terluar seakan terbang. Keindahan koreografi ini mengundang decak kagum penonton yang hadir di acara media gathering Bali Safari & Marine Park.
S
elanjutnya penari menggunakan topeng. Gerakan mereka tetap elegan dan perputaran formasi membuat penonton tetap betah menyaksikan tarian istimewa ini. Tari Purna Paripurna yang ditampilkan itu ciptaan I Made Sidia,
Pentas tari Purna Paripurna
pimpinan Sanggar Paripurna Bona, Gianyar. Tema tarian ini tentang keseimbangan. “Dewa Siwa disebut dewa ya kala ya karena saat emosi, bisa berubah menjadi kala. Ketika tidak ada control dalam diri, maka tidak ada keseimbangan sehingga menjadi kalap. Disinilah pentingnya konsep keseimbangan,” tegas pria asal Br. Bona Kelod, Balhbatuh, Gianyar ini. Sidia yang juga dalang ini menambahkan tari Purna Paripurna menampilkan konsep keseimbangan yang diilhami dari keberadaan Dewa Brahma dengan tari Topeng Bang, Dewa Wisnu dengan Tari Telek, dan Dewa Siwa dengan Tari Barong. Perpaduan keseimbangan inilah yang disatukan dalam Tari Purna Paripurna. Ia mencontohkan ketika orang masuk ruang kosong, maka yang dirasakan hanya kehampaan. Berbeda dengan memasuki ruangan
I Made Sidia
anak sangat senang menonton pertunjukkan barong (nglawang) saat Hari Galungan dan Kuningan. “Anal-anak suka merengek minta uang. Kalau tidak diberi, bisa nangis. Tetapi, kalau sudah ada barong, mereka lupa dengan keinginan minta uang. Mereka merasa terhibur dengan adanya kesenian. Ini yang harus tetap dijaga terus,” tegas pria berambut panjang ini. –Ngurah Budi
Penari Tari Purna Paripurna
dimana ada suara musik dan ada tarian. Orang akan merasa terhibur. Karena itu, tarian dan musik sebagai bagian dari seni budaya jangan sampai punah. “Seni budaya merupakan alat pemersatu dan menjaga keseimbangan,” ujar seniman yang juga artistic designer pementasan Bali Agung serta koregrafer Kecak Masterpiece yang menjadi show regular di Bali Safari & Marine Park. Ia mencontohkan ketika anak-
Dalam rangka HUT ke-47 Perdiknas, Undiknas Denpasar menggandeng Fakultas Hukum (FH) Undiknas, sukses menggelar Seminar Nasional yang mengusung tema “Kekerasan Seksual Terh adap Anak”, Senin (15/2) di Ruang Aula U ndiknas Sidakarya, Denpasar.
PT. IBU JERO
Jalan Pidada VII no 6X Denpasar Telepon (0361) 413917
anak bisa menjadi pelaku akibat pengalaman di masa lalunya. Tini Gorda juga menyampaikan di sini peran keluarga diperlukan untuk mengawasi atau mendeteksi lebih dini potensi terjadinya kekerasan. Berikutnya t Prof. Dr. Nyoman Budiana, melihat dari perspektif adat. Bahwa anak merupakan titipan Tuhan, hendaknya dididik menjadi anak yang suputra.Apabila terjadi kekerasan seksual terhadap anak, dapat diterapkan sanksi adat dengan batasan tertentu. Ketika sanksi terhadap kekerasan pada anak bisa dimasukkan dalam perarem atau awig-awig, maka hukum nasional dan hukum adat dapat bersinergi meminimalisasi terjadinya kekerasan pada anak. Dr. Simon Nahak., S.H.,M.H., seorang praktisi hukum dan dosen Warmadewa mengatakan perlunya penegakan hukum yang proporsional. Kalau pelakunya orang dewasa maka perlu diberikan hukuman yang berat, karena menghancurkan masa depan anak. Tapi, untuk pelaku yang di bawah umur, diperlukan hukuman yang bisa memberikan pendidikan pada si anak agar masa depannya tidak hancur dan secara psikologis tidak menimbulkan trauma. Pembicara lainnya, Dr. Wirya Darma., S.H.,M.H., dosen FH Undiknas memilih menganalisis dari perspektif hukum pidana. Ia lebih mengedepankan upaya lain sebelum hukum pidana khususnya bagi pelaku yang masih dibawah umur. Dikatakannya ancaman sanksi bagi para pelaku dalam UU Perlindungan Anak berbeda, yakni setengah dari orang dewasa. –ard
Dihadiri Mahasiwa FH dari Berbagai Universitas di Indonesia
PT IBU JERO GROUP ini PT.IBU JERO telah berkembang Perusahaan Anda ingin mengmenjadi beberapa unit usaha dan pegunakan tenaga kerja outsourcing/ rusahaan yaitu: alih daya yang berkualitas atau ingin mendapatkan jasa pembersihan gePT.IBU JERO dung atau kantor atau rumah pribadi Recruitmnet Service atau mungkin Anda perlu dana ? Bergerak di bidang usaha outsourcUrusan tersebut bisa diserahkan pada ing/alih daya dengan menyediakan PT.IBU JERO antara lain jasa pengamanan/satpam, Tahun 1997 I Dewa Putu Suyasa, office boy/girl, cleaning service, driver, S.Pd. mendirikan lembaga yang bergsales promotion girl, operator telepon, erak di bidang jasa pelatihan, penemteknisi, ekspedisi, sekretaris, adminpatan, dan pengelolaan tenaga kerja. istrasi, reservasi, dan house keeping. I Dewa Putu Suyasa, S.Pd. Lembaga ini berpusat di Gianyar Tenaga kerja yang disiapkan ini memiliki dengan nama “Yayasan Sayang Ibu”. Meningkatnya pendidikan yang mencukupi, keahlian, pengalaman, para pengguna jasa yang mempercayai dan mengserta penampilan dan kecakapan kerja. gunakan lembaga ini membuat yayasan Sayang Ibu IBU JERO Service dijadikan CV Ibu Jero. Bergerak di bidang pelayanan pembersihan Dengan perubahan nama tersebut membuat gedung, kantor , hotel, villa ataupun rumah pribadi kepercayaan pengguna jasa terhadap CV Ibu Jero menggunakan tenaga yang profesional serta mengyang kemudian berubah menjadi PT. IBU JERO segunakan peralatan dan chemical yang memenuhi makin meningkat, sehingga kerja sama pun dijalin standar kebersihan nasional dan aman bagi pengdengan perusahaan kecil, menengah, dan besar, baik huni. Layanan yang disediakan antara lain: polishing skala regional, nasional, maupun internasional. (marmer, keramik, teraso, dll), pembersihan dinding “Visi kami membangun sirkel kemitraan untuk baik dinding tembok maupun kaca, pembersihan maju bersama melalui potensialisasi sumber daya urinior, pencucian lantai karpet, pembersihan manusia yang bekerja dengan hati, pikiran, dan furniture, dll. langkah pada waktu serta tempat yang tepat sesuai KSU Ibu Jero Sejahtera dengan talenta yang dimiliki,” ujar I Dewa Putu Untuk ikut membantu meningkatkan keseSuyasa, Direktur PT. IBU JERO. jahteraan bagi tenaga kerja yang bergabung dengan Sebagai badan usaha milik swasta yang bergerak PT.IBU JERO, dibentuklah koperasi simpan pinjam, di bidang pengembangan jasa pengelolaan sumber dengan sasaran utama tenaga kerja PT. IBU JERO daya manusia, PT. IBU JERO melengkapi diri dengan dan untuk umum. KSU Ibu Jero memiliki produk izin-izin dari instansi terkait. Mereka juga berkomitantara lain Deposito (dengan bungan menarik dan men membantu pengadaan tenaga outsource yang berhadiah), Simpan pinjam (dengan persyaratan berkualitas sehingga memudahkan penanganan ringan dan pengurusan yang cepat), dan Tabungan karyawan. Klien pun bisa lebih berkonsentrasi pada (dengan bunga yang kompetitif) investasi, bisnis utama, dan pengembangan usaha. “Dengan beberapa bidang usaha yang sudah Untuk memenuhi kebutuhan dan pelayanan saya bangun, saya berharap bisa ikut menyeterhadap klien pada perkembangannya pada tahun jahterakan para tenaga kerja yang bergabung dengan PT.IBU JERO serta memberikan manfaat pada perkembangan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat di daerah Bali dan daerah daerah lain dimana PT.IBU JERO berada,“ tegas Dewa Putu Suyasa.
berdasarkan data KPAI, ada 3 lokus kekerasan terhadap anak, yakni di lingkungan keluarga, sekolah, dan di lingkungan masyarakat. Di sela-sela diskusi yang dipandu oleh Dr. AAA. Ngr Sri Rahayu Gorda,S.H.,M.H. yang juga Dekan FH Undiknas, disampaikan data yang mencengangkan, yakni 91% anak menjadi korban kekerasan terjadi pada lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling
aman dan nyaman bagi seorang anak. Pada kesempatan tersebut juga ditayangkan beberapa video kekerasan yang dilakukan di lingkungan rumah oleh orangtua; di sekolah oleh seorang guru kepada muridnya dan juga sesama teman; dan di lingkungan masyarakat. Melihat fenomena tersebut, Prof. Hakristuti Hakrisnowo, M.A., Ph.D, Guru Besar FH Universitas Indonesia mengatakan bahwa anakanak yang mengalami kekerasan tidak mengetahui dirinya mengalami kekerasan karena dilakukan oleh orangtuanya atau keluarganya. Begitu pula keluarga yang melakukan kekerasan pada anak sering menutupi kasusnya, seperti kasus ayah menghamili anaknya, paman menghamili keponakannya atau anak menghamili ibunya. Rupanya, kondisi yang didiamkan ini yang akan mengalami proses pengulangan. Jika dibiarkan akan membawa dampak psikologis terhadap si anak. Hal ini, sejalan dengan yang disampaikan pembicara Dr. AAA. Ngr Tini Rusmini Gorda., S.H.,M.H. Ia mengatakan peran seorang psikolog sangat diperlukan untuk menterapi anak korban kekerasan seksual. Lantas kenapa terapi psikologis itu diperlukan? Sebab, kalau korban tidak diterapi,
9
S
eminar yang menghadirkan 5 orang narasumber ini, mengangkat persoalan kekerasan seksual terhadap anak, karena melihat data kekerasan terhadap anak sejak tahun 2011-2014 mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Tercatat dalam data KPAI, tahun 2011 terjadi 2.178 kasus kekerasan, tahun 2012 menjadi 3.512 kasus, tahun 3013 terdapat 4.311 kasus,
dan tahun 2014 menjadi 5.066 kasus. Dalam seminar itu juga tergambarkan bahwa jumlah kasus yang terdata di KPAI, mungkin lebih sedikit dibandingkan kenyataannya. Sebab, banyak kasus kekerasan terhadap anak yang tidak dilaporkan dan didiamkan begitu saja. Entah itu dianggap bukan kekerasan, karena dilakukan orangtua atau keluarga dekat. Jika ditelusuri lebih jauh,
Ada yang menarik pada Seminar Nasional yang dihadiri sekitar 120 –an mahasiswa FH Undiknas ini, adalah hadirnya masing-masing 2 orang mahasiswa, dari FH Universitas Diponegoro Semarang, FH Universitas Atmajaya Yogyakarta, FH Universitas Islam Sumatra Utara, FH Universitas Surabaya, FH Universitas Sahid Jakarta, FH Akademi Ilmu Pemsayarakatan Jakarta, dan FH Universitas Dwijendra Denpasar. Selain itu, demi terhindar dari rasa jenuh dan bosan, Seminar Nasional kali ini dikemas berbeda dari seminar pada umumnya. Acara dikemas dalam bentuk talk show. Moderator melakukan diskusi dengan para pembicara. Diskusi pun berangkat dari beberapa kasus kekerasan dari 3 lokus kejadian yang ditayangkan dalam bentuk video. Berikutnya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diawali dari perwakilan mahasiswa FH dari luar Bali. Terinspirasi dari sebuah lagu, moderator menutup dengan closing steatment: Dunia anak bukan lagi dunia yang menyenangkan, penuh dengan tawa, imajinatif, dan kegembiraan. Lingkungan masyarakat sekitar anak-anak saat ini sudah menjadi gambaran yang kurang baik bagi sebagian besar dari mereka. Ketika anak ingin menghindari ketakutan dan kembali ke rumah, ternyata keluarga bukan lagi tempat yang nyaman dan aman. Pendidikan juga bukan lagi taman-
taman bermain bagi siswa, karena potensi kekerasan pun sudah menjadi bagian dari sekolah untuk membangun karakter dan relationship. Kemana lagi mereka mendapatkan dunia yang mereka inginkan?, kemana lagi mereka mendapatkan suasana
FH Undiknas
yang mereka mimpikan? Mungkin, mereka hanya butuh tidur, dan membangun kegembiraan, kebahagiaan, keceriaan hanya lewat mimpi mereka…..seperti dalam sebuah lagu “Sleeping Child” dari MLTR. - ard
Jalan Bedugul No. 39, Sidakarya – Denpasar Telepon (0361) 723 868, 72 30 77
10
Pelesir
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Tirtayatra di Lombok
Dari Batu Pengukur Keberuntungan sampai Air Awet Muda
Melakukan perjalanan ke Pura-Pura di wilayah Lombok menghadirkan kesan mendalam. Lombok dan Bali memiliki kedekatan secara geografis dan historis. Jarak yang dekat mem buat membuat Bali dan Lombok mirip secara geografis. Dari sisi historis, Bali dan Lombok memiliki kaitan sehingga bentuk bangunan yang ada di Lombok dan Bali pun mirip.
B
Suasana Pura Batu Bolong
agi Anda yang ingin tirtayatra ke Lombok, rute perjalanan ini bisa menjadi referensi. Pura yang dikunjungi pertama adalah Pura Gunung Baleku di Desa Gunung Sari, Lombok Barat. Pura ini lokasinya di perbukitan. Pemedek harus berjalan mengikuti anak tangga kemudian jalan setapak yang berdampingan dengan jalur motocross. Menurut pemangku di Pura ini, yang berstana adalah Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh. Pura ini juga memiliki keunikan karena ada empat batu di bagian depan. Salah satu batu diyakini memiliki kekuatan peng ukur keberuntungan. Bagi yang bisa memeluk batu yang dikenal dengan nama “Batu Jodoh” tersebut dan jari tangan kanan serta kiri bertemu
di sebuah lubang kecil, doanya akan terkabul. “Saya pernah mengalaminya. Dulu waktu hamil, saya berdoa semoga dikaruniai anak perempuan. Saya peluk batu dan tangan saya bisa menyatu di lubang kecil. Ternyata doa saya dikabulkan. Saya punya anak perempuan,” ujar Nyoman Sutrini Murti saat ditemui di Pura Gunung Baleku. Bagi yang tangannya belum ber hasil menyatu satu sama lain, jangan khawatir. Adanya jarak yang memis ahkan berarti ada waktu yang harus dilalui. Masih ada perjuangan yang harus dijalani. Yang terpenting adalah berdoa dan selalu berusaha. Dari Pura Baleku perjalanan di lanjutkan ke Pura Batu Bolong. Pura ini memiliki pemandangan alam yang
Memeluk batu pengukur keberuntungan di Pura Gunung Baleku
indah karena berada di tepi pantai Senggigi. Sesuai dengan namanya, ada batu yang bolong di dekat Pura. Deburan ombak pun bisa masuk ke dalam batu ini. Di kejauhan tampak hamparan pohon kelapa dan pasir putih. Pura berikutnya yang dikunjungi adalah Pura Jagatnatha Mayura dan Pura Narmada. Kedua Pura ini memiliki kesamaan karena ada taman air yang banyak dikunjungi warga. Pura Mayura yang berada di areal Taman Mayura dibangun oleh Raja A.A. Made Karangasem sekitar tahun 1744, ketika kerajaan Bali masih berkuasa di Pulau Lombok. Nama Mayura diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti “burung merak”. Pada waktu itu, masih terdapat banyak ular yang berkeliaran sehingga sa ngat meresahkan masyarakat yang hendak berdoa di pura. Beberapa penasihat kemudian menyarankan agar beternak burung merak, dan memeliharanya di sekitar taman dan pura. Keberadaan burung merak cu kup membantu dalam mengusir ularular tersebut. Sehingga masyarakat dapat berdoa dengan tenang. Sejak saat itu, nama “Mayura” mulai dipakai dan dikenal. Taman Narmada juga dibangun ketika masa pemerintahan Raja A.A. Ngurah Karangasem. Taman Narma da di bangun untuk tempat perayaaan upacara Pakelem yang dilaksanakan setiap purnama kelima tahun Caka. Nama Narmada berasal dari sebuah sungai suci di India.
GABUNGAN HINDU DAN ISLAM Keunikan Taman Narmada adalah air kolamnya yang banyak dipercaya membuat awet muda. Wisatawan dan warga setempat pun banyak yang mandi atau hanya membasuh badan saja. Bagi umat Hindu, persembahyang an di areal Taman Narmada ini dilaku kan di Pura Kelasa. Tirta di Pura ini beraroma cendana dan diyakini juga bisa membuat awet muda. Setelah sembahyang dan rehat sejenak, tujuan berikutnya Pura Dangkhayangan Jagat Suranadi. Pura ini berada di kawasan Taman Sura nadi dan lima pancuran suci. Kelima pancuran ini bersumber dari gunung Rinjani. Dari kelima pancuran tersebut pura ini memiliki julukan “Pura Panca Tirta”. Kelima pancuran suci ini diper caya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, yang dalam bahasa Sasak
Sembahyang di Pura Narmada
Tirtayatra di Jawa Timur
Mengenang Rsi Markandiya di Gumuk Kancil
Candi Agung Gumuk Kancil
Bagi umat Hindu yang ingin melakukan perjalanan suci di Jawa Timur, bisa dimulai dari Pura Agung Blambangan. Pura ini le taknya di Desa Tembok Rejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Perjalanan ke Pura Blam bangan ditempuh seki tar 2 jam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang den gan menggunakan bus. Areal Pura Agung Blambangan cukup luas. Di dalamnya terdapat bangunan utama berupa padmasana yang tinginya sekitar 10 meter, diapit
dua buah patung yang mengalirkan air suci atau tirta. Beberapa pohon bunga yang tumbuh di areal Pura membuat suasana sejuk. Dari Pura Agung Blambangan, perjalanan dilanjutkan ke Pura Alas Purwo yang ditempuh sekitar dua setengah jam. Pura ini berada di tengah hutan lindung nasional banyuwangi dengan luas pura seki tar 1.000 m2. Di pura Alas Purwo juga ada kera-kera yang lompat kesana kesini. Selesai sembahyang, perjalanan diteruskan menuju Pura Gumuk Kancil. Pura Gumuk Kancil terletak di lereng Gunung Raung yang berada di dua dusun, Sugihwaras dan Wono Asih, Desa Bumiharjo, Kecamatan
disebut “Ngentas Male”. Masyarakat Hindu percaya bahwa setelah berdoa, kemudian menyucikan diri dengan air dari kelima pancuran tersebut, maka mereka akan mendapatkan kehidupan yang baru atau “Suranadi”. Namun, selalu waspada ketika berada di Pura ini karena kera-kera yang siap mengintai. Tempat banten pun dikelilingi jeruji besi agar banten yang dihaturkan tidak diganggu kera. Tempat keenam yang dituju ada lah Pura Lingsar. Pura Lingsar berada di Desa Lingsar, Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Pura ini dibangun sejak tahun 1741 oleh Raja A.A. Ketut Karangasem. Pura ini gabungan antara agama Hindu dan Islam Weku Telu. Latar bela kang inilah yang menjadi daya tarik utama Pura Lingsar. Oleh karenanya kawasan pura ini terbagi menjadi dua. Di bagian utara terdapat pura Hindu bernama Gaduh, sedangkan di bagian selatan berdiri pura Weku Telu bernama Kemaliq. Sebagai simbol menjaga kesucian pura ini maka setiap pengunjung diha ruskan untuk menggunakan selendang kuning sebagai tanda penghorma tan. Kendati selalu digunakan untuk beribadah dua agama yang berbeda namun dalam setahun sekali ada upa cara yang melibatkan umat Hindu dan Islam di pura ini. Upacara itu bernama Perang Topat. Dalam ritual ini mereka “berperang” menggunakan topat atau ketupat yang dilemparkan kepada sesama temannya. –Ngurah Budi
Glenmore. Dikisahkan, Rsi Mar kandiya mengajak sekitar 800 pengi kut menyeberang ke Bali. Sampai di pegunungan Toh Langkir, Besakih, Karangasem, sebagian besar pengi kutnya meninggal akibat terserang penyakit. Setelah bermeditasi, Rsi Markandiya bersama sebagian pengi kutnya kembali lagi ke lereng Raung. Keanehan muncul, pengikutnya mendadak sembuh setelah mandi di lereng Raung. Ini kisah tentang nama Sugihwaras (sugih = kaya, waras = sehat).Kemudian, Rsi Markandiya kembali ke Bali disertai sekitar 400 pengikut, mengangkut bale agung dari Raung. Sang Rsi juga membawa panca datu, lima jenis logam yang menjadi cikal bakal upacara di Bali.
Di Bali bekas perjalanan Rsi Markandiya bisa ditemukan di Pura Raung, Tegalalang, Gianyar. Mayori tas penduduk Sugihwaras sekarang pemeluk Hindu. Jumlahnya sekitar 50 KK. Ada dua Pura tua yang berdiri di tempat ini, Pura Giri Mulyo dan Pura Puncak Raung. Bagi umat Hindu Sugihwaras, Rsi Markandiya menjadi panutannya. Untuk mengenang ajarannya, umat setempat membangun sebuah candi di Gumuk Kancil. Bentuknya me nyerupai batu di atas bukit. Letaknya menghadap ke puncak gunung. Sejak dulu Gumuk Kancil dikenal mistis. Candi di Gumuk Kancil itu terbuat dari batu andesit yang konon dida tangkan dari puncak Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Agung di Bali, dibangun tahun 2001. Candi Agung Gumuk Kancil juga menjadi tempat pengikut kejawen untuk meditasi. –Rukanta
Style
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Gaya Unik Hip Hop Ada percampuran antara unsur budaya, spiritual dan science. Desain dengan karakter unik inipun tampil dengan cerita nya sendiri. Koleksi street wear ini pun menjadi semakin menarik ketika di dalamnya muncul dominasi warna Tridatu, unsur filosofi Hindu.
M
enurut Putu Aliki salah seorang de sainer papan atas Bali, koleksi miliknya yang diberi label “Freak United” ini, terinspirasi dari pengrusakan alam Bali dari berbagai pihak, industri serta politik. Pola barong yang tradisi diubahnya menjadi digital kekinia (kotak -kotak,segitiga dan garis) yang seolah-olah meledak atau erupsi akibat pengrusakan yang terjadi. Tehnik pengerjaan, kata pengurus Indonesia Fashion Chamber (IFC) Den pasar ini, dilakukan dengan sistem print manual (handmade) dan cutting baju yang berbeda. Maka, koleksi ready to wear ini pun semakin trendi. Karya ini, katanya lebih ditujukan kepada para lelaki, tapi bisa juga dipakai para perempuan layaknya gaya androgyny atau tomboy. Meski konsep “Freak United” bergaya ala rapper, hip hop, dan sporty sesuai tren saat ini, namun Aliki tetap berupaha meng gali image ikon legenda Nusantara agar lebih kekinian. Ia ingin mengajarkan kepada para pecinta mode khususnya karyanya, bahwa Indonesia juga memiliki hero atau ikon ber sejarah. –Sri Ardhini
15
14
Jelita
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Perawatan Mudah Bersihkan Wajah Kebersihan kulit wajah adalah salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Terlebih perawatannya cukup mudah untuk dilakukan sendiri. Namun, kita seringkali melewat kan perawatan karena lelah setelah pulang kerja atau waktunya agak larut malam, se hingga muncul rasa malas atau lupa.
M
enurut I Gusti Ayu Seri Dewi, S.E., pemilik salon Masdewi di Denpasar,wajib untuk mereka atau kita yang selama ini merasa seperti itu waspada dan segera mengubah kebiasaan jelek tersebut.Mengingat pula setelah beraktivitas seharian penuh, wajah kita terkontaminasi berbagai macam zat seperti debu, kotoran atau radikal bebas yang menempel di tubuh kita, terutama di wajah. Apalagi bagi kita yang menetap di perkotaan, ada asap knalpot dan tebaran debu jalanan. “Kotoran yang hinggap di kulit ini sangat mudah diserap. Kemudian bercampur pula dengan sebum hingga menutupi pori-pori kulit. Begitu pula dengan make up yang menempel seharian. Apalagi bagi seseorang yang sering merlakukan touch up, tentu memberikan beban tambahan, sehingga dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan kulit,” papar perempuan yang biasa di sapa Gung Dewi ini. Jadi, katanya betapa pentingnya membersihkan wajah di malam hari sebelum tidur. Membersihkan wajah dapat menjadikan kulit jadi lebih bersih dan menjaga keremajaannya. Dengan membersihkan wajah secara teratur pula, sel-sel kulit mati, sebum dan segala jenis kotoran yang menempel dan terserap oleh wajah bakal terangkat. Dikatakannya kita bisa dengan mudah untuk membandingkan seseorang yang rajin membersihkan wajah dengan yang tidak. Kulit mereka yang rajin membersihkan wajah terlihat lebih segar dan bersih. Sebaliknya yang malas terlihat kusam dan tentunya jauh dari kesan segar. Sebenarnyalah rajin membersihkan wajah di
malam hari itu, jauh lebih penting daripada membersihkan wajah di siang hari, sebab pada malam hari, kulit wajah terasa jauh lebih kotor akibat segala jenis kotoran juga bekas make up yang menempel sepanjang hari. Sedangkan saat pagi hari, kulit wajah lebih sedikit terpapar udara yang kotor dan pastinya tidak ada bekas make up yang masih menempel. Kalaupun sudah terlalu lelah, kata I Gusti Ayu Seri Dewi, S.E. Gung Dewi paling tidak usahakan atau sempatkankanlah untuk mencuci muka terlebih dahulu. Karena selain membuat wajah segar kembali, cuci muka juga membuat wajah bersih dan sehat. Lebih lanjut dikatakan, mungkin sepele kelihatannya, namun manfaat membersihkan wajah sangat besar. Di samping itu, membasuh wajah dengan sabun pembersih sebelum tidur membuat kita tidur dengan kesegaran dan pastinya lebih nyenyak. Walau bagaimana pun mencuci wajah adalah bagian penting dari perawatan kecantikan kulit wajah
jenis kulit wajah terlebih dahulu. Karena sabun atau susu pembersih yang dipakai untuk kulit normal berbeda dengan pembersih kulit wajah kering maupun kulit berminyak. Produk perawatan yang mahal dan sebagus apapun tidak akan bermanfaat jika tidak sesuai dengan kulit wajah yang kotor. Pilihan produk pembersih yang tepat juga juga akan mendukung dari tampilan yang akan dihasilkan. Penggunaan zat pembersih wajah yang tepat mampu menghilangkan kotoran serta minyak berlebih yang menempel pada bagian wajah sehingga akan terlihat lebih bersih, segar dan juga merona. -Sri Ardhini
Bugar
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Cek Hb tiap Enam Bulan Berdasarkan data, anemia terjadi 30-40 persen pada perempuan. Malah, disebutkan anemia sudah dialami sejak remaja. Banyak bayi mengalami anemia gizi karena ibunya kekurangan zat besi. Terutama pada bayi yang tidak men dapatkan ASI. Laki-laki juga bisa terkena anemia gizi, ter utama pada laki-laki yang kurus.
M
enurut dokter spesialis gizi klinik, Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, Msc. Akp, Sp.GK., ia sering mendapatkan pasien yang kadar hemoglobinnya (Hb) rendah. alias kurang dari normal. “Ukuran Hb normal, 10 pada wanita dan 11 pada laki-laki,” ujar Kepala Program Studi S-2 Biomedik Pascasarjana Unud ini. Sayangnya, para pasien
ini, tidak menyadari dirinya Hb rendah dan menderita anemia alias kurang darah. “Kalau dia melakukan kegiatan ekstra dan merasakan 3 L, letih, lemah, dan lesu, baru menyadari ada gangguan dalam dirinya,” katanya. Namun, kondisi 3 L tersebut, tidak serta merta menjamin pasien mengidap anemia. “Bisa saja, 3 L yang dirasakan diakibatkan karena jantungnya tidak cukup kuat untuk memompa, sehingga
adaptasinya kurang. Misalnya, dari jongkok ke berdiri merasa kepala uyeng-uyengan atau berkunangkunang. Jadi, susah membedakan, kecuali dengan pemeriksaan Hb,” ucapnya. Ia mengatakan, anemia gizi atau kekurangan zat besi dalam tubuh, bisa jadi disebabkan karena perempuan haid tiap bulan dan juga melahirkan. Disamping itu, sebagian besar perempuan tidak mengonsumsi komposisi makanan dengan seimbang. “Biasanya, kekurangan zat besi bisa ditangani dengan pemberian suplemen zat besi,” kata dr. Indraguna. Menurutnya, kelebihan zat besi sangat jarang ditemui, jika digunakan sesuai aturan. Misalnya, ketka haid mengonsumsi zat besi atau maksimal satu hari
HAL PENTING SAAT BERSIHKAN WAJAH Pastikan tangan kita sudah di cuci bersih. Jangan pernah abaikan hal satu ini. Mungkin terlihat sepele, namun sangat penting. Sebab, kekeliruan yang sering dilakukan orang adalah langsung mencuci wajahnya tanpa mencuci tangannya. Padahal pada tangan yang kotor, bakterinya bisa dengan mudah berpindah ke wajah. Sebelumnya pula, ada baiknya kita mengenali
HASIL OPTIMAL:
Miracle memperkenalkan teknologi perawatan 4D yang berasal dari Eropa.
Miracle Aesthetic Clinic Denpasar
Miracle Power 4D Rejuve Miracle Power 4D Rejuve mengombinasikan empat fitur laser yang saling bersinergi dan bersifat non invasif (SmoothLiftin, Frac3, Piano, dan SupErficial). Pengerjaan perawatannya dilakukan baik dari permukaan luar kulit maupun dari dalam rongga mulut sehingga secara maksimal menstimulasi kolagen. Hasil pengencangannya akan sangat optimal, ditambah lagi memberikan efek pencerahan (light peel) dan meremajakan kulit (skin rejuvenation). Perawatan itu menggunakan dua panjang gelombang laser dan empat mode perawatan pada lapisan kulit yang berbeda, bekerja pada lapisan terdalam kulit, lapisan tengah dan permukaan kulit. Proses pengerjaannya singkat, aman, nyaman dengan waktu pemulihan sangat minimal. Miracle Power 4D Rejuve disarankan untuk kondisi kulit wajah maupun leher yang mengalami kekenduran, volume wajah yang berkurang akibat penuaan, kontur wajah dan leher yang bergelombang serta munculnya kusam maupun keriput halus. Miracle TwinLight Fractional Rejuvenation Miracle TwinLight Fractional Rejuvenation merupakan tiga langkah mudah (skin conditioning, fractional therapy, peeling) untuk meningkatkan produksi kolagen di dalam lapisan kulit, dengan dua jenis laser yang saling melengkapi untuk memperbaiki tekstur dan melembutkan kulit. Kulit jadi nampak lebih segar dan sehat bercahaya, mengecilkan pori-pori, serta mengatasi kerut halus dengan hasil yang alami. Tahapan skin conditioning dilakukan untuk mempersiapkan kulit menerima langkah perawatan berikutnya. Tahapan kedua dilanjutkan dengan fractional therapy untuk memacu produksi kolagen yang lebih optimal tanpa menimbulkan luka pada permukaan kulit. Tahap akhir disempurnakan dengan peeling, bertujuan untuk mengangkat lapisan kulit secara mikro sehingga terjadi regenerasi sel-sel kulit baru yang lebih sehat. Ingin merasakan perawatan wajah 4D sesungguhnya dengan langkah aman, mudah dan praktis? Segera kunjungi Miracle Aesthetic Clinic Renon, Denpasar. Rasakan manfaat dari perawatan baru Miracle Power 4D Rejuve dan Miracle TwinLight Fractional Rejuvenation. Nikmati juga perawatan lain seperti facial, botox, filler, peeling, threadlift, laser & light, RF, ultherapy, hair removal, dan lainnya serta berbagai produk cream tepercaya. Let’s experience the Miracle touch!
Jl. Letda. Tantular No. 47 A Denpasar
Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, Msc. Akp, Sp.GK.
gan batasi diri memilih makanan. Kita tak perlu banyak, tapi cukup didapatkan setiap hari. Bagi para vegetarian, dapat mengombinasikan makanan sayuran, buah dan kacang dengan seimbang dalam satu paket. Ketiga benda itu bisa mengangkat zat besi tapi mereka punya zat anti masing- masing. Seperti, sayur bayam dikenal mengandung zat besi, tapi bayam juga mengandung kalsium, yang bisa menghambat penyerapan zat besi sehingga perlu dibantu vitamin C yang terdapat dalam buah-buahan. Beberapa minuman juga bisa menghambat penyerapan zat besi, seperti teh, kopi, dan wine. Sebaiknya minuman tersebut tidak dimakan bersama nasi. Jika ingin minum teh atau kopi, minumlah satu jam setelah makan nasi. –Wirati Astiti
Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali
Sempurna dengan Perawatan 4D yang Sesungguhnya Istilah 4D kini menjadi sangat dikenal terutama dalam hal perawatan kulit dan kecantikan. Bicara soal kecantikan memang tidak ada habisnya. Seiring dengan perkembangan tren dan gaya hidup, mayoritas orang menginginkan perawatan estetika yang cepat, aman, tanpa luka, dan waktu pemulihan yang singkat serta efektif dan hasilnya nyata. Majunya teknologi perawatan kulit sekarang sudah mampu menciptakan perawatan 4D yang sesungguhnya, dengan menggunakan kombinasi laser yang unik untuk hasil lebih optimal. Teknik perawatan itu berbeda dengan 4D lain, yang hanya mengikuti empat langkah prosedur perawatan tetapi tidak mampu memberikan efek 4D yang sesungguhnya. Teknologi 4D ini memiliki keunikan desain, teknologi yang inovatif sehingga hasilnya aman, terkontrol dengan tingkat presisi yang tinggi. Miracle Aesthetic Clinic memiliki komitmen untuk selalu berinovasi dalam menghadirkan teknologi perawatan kulit terkini yang tidak hanya efektif hasilnya tetapi yang terutama adalah keamanan bagi pelanggannya. Kali ini, Miracle memperkenalkan teknologi perawatan 4D yang berasal dari Eropa, yang telah mendapatkan izin edar alat kesehatan dari Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementrian Kesehatan RI.
5 tablet. Disamping itu, tubuh mempunyai kemampuan me nyaring zat berlebih yang masuk ke tubuh. Kelebihan zat besi akan dibuang dan keluar lewat kotoran,” ujarnya. Ia mengatakan, makanan sehari-hari banyak juga me ngandung zat besi seperti protein hewani atau daging berwarna merah. Daging berwarna putih seperti ikan dan jenis unggas lebih sedikit mengandung zat besi dibandingkan daging berwarna merah. Sayuran berwarna hijau juga disebut mengandung zat besi. Namun, zat besi dari tanaman, bisa diserap apabila dibantu dengan vitamin C. Karena itu, kata dr. Indraguna, apabila pencegahan kekurangan zat besi dilakukan dengan mengonsumsi sayuran harus diimbangi dengan makan buah-buahan. Ia menyarankan, sebaiknya perempuan rutin mengecek Hb tiap 6 bulan atau setahun sekali. Terutama perempuan yang memakai alat kontrasepsi IUD. Selain itu, untuk menjaga agar tidak kekurangan zat besi, bisa dilakukan dengan mengonsumsi banyak variasi makanan dan kombinasi makanan seimbang. Intinya, jan-
11
Satu-satunya di Indonesia Timur Before
After Courtesy of Adrian Gaspar, MD
Keunggulan Teknologi Laser Terkini di Miracle Kombinasi unik 2 jenis laser yang memberikan efek sinergi. Memungkinkan dokter mengerjakan perawatan dengan tingkat efektifitas yang tinggi. Memberikan efek terapi pada seluruh lapisan kulit. Proses pemulihan yang sangat singkat. Teknologi perawatan wajah yang mengutamakan keamanan dan presisi.
Ph. (0361) 246148
Bali masih memerlukan anyak tenaga kesehatan selain b perawat dan bidan. Untuk di wilayah Indonesia Timur belum ada kampus yang melihat peluang ini. Institut Ilmu K esehatan Medika Persada Bali (IIK Bali) hadir menjawab tantangan kebutuhan tenaga kesehatan di Bali khususnya, dan di Indonesia Timur. Bahkan, program studi yang dibuka termasuk langka, yakni Teknologi Laboratorium Medik, Administrasi Rumah Sakit, Fisioterapi, Manajemen Informasi Kesehatan, Farmasi Klinis, K esehatan dan K eselamatan Kerja, Psikologi, dan Teknik Elektromedik. Ketua Yayasan Anugrah Husada Bali Indonesia yang membawahi IIK Bali, Drs. I Nyoman Gde Astina, M.Pd CHT., CHA, mengatakan, alasan membuka IIK Bali, kepedulian terhadap sumber daya manusia yang cerdas di bidang kesehatan. “Kami ingin memberi fasilitas, ruang, dan kesempatan kepada orang Bali untuk berkiprah dalam bidang kesehatan. Kami membuka program studi, yang belum ada di institusi lain tapi dibutuhkan di dunia kesehatan. Institut Ilmu Kesehatan belum ada di Indonesia bagian timur. Karena itu, kami sangat serius mengelola institut ini,” ujar lelaki yang mengelola
Prof. Bakta
I Nyoman Gde Astina
beberapa institut pendidikan dan praktisi pariwisata ini. Astina menegaskan, IIK Bali akan memberikan kualitas, sehingga ia berharap institut ini diperhitungkan di masyarakat. Untuk lulusan, ia sudah bekerja sama dengan PT Bali Duta Mandiri, salah satu perusahaan penggerak tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS), yang diberikan izin dari Menteri Tenaga Kerja untuk mengirim tenaga kerja ke luar negeri. IIK Bali mengupayakan lulusannya agar go international. Tentu, ia tak menampik, lulusan harus menguasai bahasa asing dengan baik. Lelaki pemain drama klasik
pemeran Arjuna di TVRI Bali, era 1980-an ini, menyatakan, IIK Bali, tingkatannya lebih tinggi dari sekolah tinggi ilmu kesehatan. Dimana disyaratkan di dalamnya harus memiliki minimal 6 program studi. IIK Bali telah memiliki 8 program studi. “Kalau ingin statusnya ditingkatkan menjadi universitas tinggal menambah dua program studi lagi. Rencana ke depan, IIK Bali akan membuka kedokteran,” ujarnya. Menurut Astina, kelebih an IIK Bali, kedepannya, akan m engombinasikan pariwisata dengan kesehatan. Artinya, ada muatan pariwisata yang dimasukkan dalam tiap program studi.
“Saya berharap, ke depan, kami bisa memiliki hotel atau vila yang bisa memberikan pelayanan kepada lansia dari luar negeri yang datang ke Bali. Selain berlibur, mereka juga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Astina. Izin operasional IIK Bali, Nomor 73/KPT/I/2015. IIK Bali mendapat apresiasi dari tokoh pendidikan nasional yang duduk di Komisi X DPR-RI Bidang Pendidikan, Wayan Koster, Kopertis wilayah VIII Bali-Nusra, Forum Rektor Bali, APTISI Bali, serta berbagai instansi bidang pendidikan dan kesehatan. Rektor IIK Bali, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD, (KHOM), mengatakan, saat ini sudah dilakukan seleksi untuk program alih jenjang dari tamatan D-3 menjadi S-1, untuk program studi Fisioterapi, Farmasi Klinis, Manajemen Informasi Kesehatan, dan Teknologi Laboratoriuam Medik. Perkuliahan akan dilakukan per 1 Juni 2016. Mahasiswa akan melakukan matrikulasi selama tiga bulan untuk penyesuaian. Perkuliahan regular akan dilaku-
kan per 1 September selama 4 semester dan diharapkan bisa lulus dalam waktu dua tahun. Program regular untuk kedelapan program studi, akan dimulai 1 September 2016. Seleksi akan segera dilakukan. Kabar gembira bagi anak muda Bali yang ingin masuk di kedokteran, karena rencana ke depan IIK Bali akan membuka program studi kedokteran. Prof. Bakta mengatakan, peminat kedokteran lebih banyak dari pada daya tampung FK Unud dan FK Warmadewa, sehingga banyak orang Bali sekolah keluar Bali. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi IIK Bali. “Supaya kami bisa memberikan kualitas dan mengelola kelas dengan baik, kami menargetkan 50 orang per program studi. Kami sangat berharap, masyarakat mendukung kami dan keberadaan IIK Bali,” kata mantan Rektor Unud ini. Untuk sementara, kampus IIK Bali masih mengontrak di Jalan Letda Kajeng, sembari memb angun gedung di lokasi strategis yang sudah direncanakan. –ast
Informasi dan Tempat Pendaftaran: Jalan Letda Kajeng No. 16 A Denpasar Telepon 081238978886, 085954121866
Kuliner
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
12
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Patung Mentega Dekorasi Buffet Nasi Daun Tutu Spesial
Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penyajian makanan, yakni, rasa, penyajian, dan dekorasi. Salah satu item kita bahas dalam edisi kali ini. Dekorasi dalam buffet atau prasmanan, sangat diperlukan. Jenis dekorasi ada yang bermacam-macam, ada ice carving, fruit carving, dan dekorasi dari mentega atau dikenal dengan patung mentega (butter sculpture). Dekorasi ini disesuaikan dengan tema acara, sehingga bisa dipilih jenis dekorasi yang diinginkan.
bagian yang bergelombang atau perlu kreativitas sentuhan tangan, ada beberapa alat yang digunakan. Alat ini dibuat sendiri sesuai keterampilan dan keinginan. Ada yang berfungsi untuk menghaluskan dan meratakan, ada alat untuk membuat gerigi, ada alat yang digunakan untuk membuat lekuk dan sisik. Alat ini disesuaikan dengan tema yang akan dibuat. Namun, kata Anom Samudra, untuk alat standar ada lima jenis, sementara alat yang lain, disesuaikan dengan kebutuhan. Menurut Tedun, seorang chef harus punya imajinasi dan
M
kreativitas tinggi. Seorang juru masak bisa jadi pelukis, namun, pelukis belum tentu bisa masak. Dengan imajinasi dan kretaivitas ini, seorang chef bisa membuat dekorasi yang indah. Tema dari dekorasi juga harus disesuaikan dengan tema buffet. Untuk tema valentine, bisa memilih dekorasi
Nyoman Tedun sedang memberi pengarahan kepada mahasiswa
T
okoh berkesempatan menyaksikan pelatihan pembuatan patung mentega (butter schluptre) ini, yang dilakukan mahasiswa Sekolah Perhotelan Bali, Program Middle Level Jurusan Tata Boga Kelas B, semester 4. Ada dua instruktur yang mengajar, yakni Nyoman Tedun, salah seorang chef (koki) senior yang memiliki segudang prestasi dalam hal carving atau mengukir, dan AA Anom Samudra. Menurut Nyoman Tedun, dekorasi untuk pajangan makanan, harus memperhatikan beberapa persyaratan, yakni harus aman dan tidak boleh memakai bahan yang berbahaya. Pantangannya hanya tak boleh kena sinar matahari agar tidak cepat meleleh. Namun, kalau hanya untuk pajangan, kata Anom Samudra, bisa saja dekorasi itu diberi cat pilok agar bertahan lama. Cara membuat patung mentega ini, awalnya, membuat sketsa di kertas. Kemudian sketsa dituangkan dalam styrofoam atau gabus putih. Setelah jadi, mulailah styrofoam ditempeli mentega. “Mentega yang digunakan berbeda dengan mentega yang dipakai memasak. Ada mentega khusus yang digunakan, yakni mentega yang dipakai untuk
lapisan adonan pastry,” ujar Anom Samudra. Bedanya dengan mentega biasa, lebih mudah untuk dikendalikan. Artinya, saat mengoleskan di styrofoam tidak terlalu sulit. Selain itu, lebih elastis, dan emulsi lebih stabil, sehingga memudahkan untuk membuat patung mentega sesuai tema yang diinginkan. “Walaupun lebih mudah, cara menempelnya juga harus pelan-pelan. Untuk bentuk yang banyak kesulitan, dan bertingkat, biasanya, ada rangka besi sebagai penyangga agar kuat. Rangka besi ini dibungkus dengan kain agar terlihat lebih manis,” imbuh Nyoman Tedun. Tedun menambahkan, untuk
Anom Samudra memperbaiki beberapa detail patung garuda yang kurang sempurna
hati atau warni-warni, tema Natal bisa sinterklas, dll. Hari itu, mahasiswa SPB diberikan tema tentang animal yang biasa digunakan untuk buffet. Masing-masing mahasiswa memilih tema yang mereka sukai, seperti ikan, garuda, singa, dan
ati
Nikm
musang. Salah satu contoh, patung singa memiliki tingkat kesulitan dalam pembuatan rambut di kepalanya. “Rambut singa dibuat dengan cara membentuk mentega dengan saringan,” kata Anom Samudra. Sementara, alat-alat penunjang lain, semuanya terbuat dari bahan bambu. Untuk kumis singa menggunakan bahan plastik yang sudah berbentuk seperti sehelai rambut atau ijuk dan batang padi. Untuk dekorasi mentega yang berukuran kecil, memerlukan bahan lima kilogram mentega. Membuatnya memerlukan waktu lima jam mulai dari membuat sketsa objek sampai penyelesaiannya. Sementara, salah seorang mahasiswi, Novi mengatakan, tingkat kesulitan adalah saat membentuk detail, seperti mata, gigi, dan hidung. Namun, untungnya, kalau salah buat, bisa diulang lagi. Hanya perlu keterampilan dan kesabaran agar bisa mendekati gambar yang sesungguhnya. “Saya trial and eror sampai lima kali, baru berhasil membuat matanya,” kata Tya, mahasiswi lainnya. Ia tak menampik, pekerjaan ini, memang sebagian besar dilakoni laki-laki. Namun, ia tak mau menyerah, karena perempuan juga harus bisa membuat patung mentega. –Wirati Astiti
Chinesse Food
Hanya di...
Cafe Santai
Novi dan Tya dengan kreasi mereka
& Aneka Es Taiwan
Selamat Hari Raya
Galungan & Kuningan. Tahun Baru Imlek 2567.
Dapatkan Diskon Es Momochacha
Murah Meriah & Bersih Bahan styrofoam yang sudah dibentuk
Rambut singa yang memerlukan teknik keterampilan dan kesabaran
Alat-alat yang digunakan mengukir
10%
selama Bulan Februari 2016
*
Special Valentine (14 & 15 Februari) dapatkan bunga dan cokelat untuk Cah Kangkung pembelian tertentu
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Nasi daun tutu
akanan khas Bali ayam betutu memang sudah sangat terkenal. Banyak warung di Bali menyajikan nasi ayam betutu dengan berbagi kreasi. Salah satunya, Warung 2M di Br. Sengguan, Singapadu, Gianyar. Ayam
betutu disajikan dalam satu paket, dengan nama nasi daun tutu. Nasinya sangat spesial karena dibuat dari nasi goreng dengan bumbu basa genep Bali dan berwarna kuning. Kemudian nasi goreng spesial ini dibungkus dengan daun pisang dan dibentuk segitiga. Nasi daun tutu disajikan bersama lawar kacang panjang, ayam betutu, telur kuning, sate lilit ayam, kacang goreng, dan sambal matah. Menurut Hardy Sucipto, generasi kedua penerus warung ini, nasi daun tutu ini sangat special dan paling banyak dipesan tamu
yang datang. “Tamu yang makan juga perbandingan antara turis lokal dan turis asing sama. Sekarang ini justru banyak konsumen turis asing yang makan. Mungkin karena warung ini berdekatan dengan obyek pariwisata Bali Bird Park,” kata lelaki keturunan Tionghoa asal Blahbatuh, Gianyar ini. Selain menu nasi daun tutu, menu yang spesial juga, ada lima sate. Mulai dari sate lilit ayam, sate ayam bumbu kacang, sate babi manis, sate babi plecing, dan sate bumbu Bali. Dari lima sate yang tersedia, bumbu sate plecing milik warung 2M berbeda dengan sate plecing lainnya. Selain rasa pedasnya tidak terlalu kuat, campuran bumbu plecingnya ada tambahan rempah, yang membuat rasa sate lebih gurih. Sedangkan, sate bumbu Bali memakai cam-
13
Pasutri Hardy Sucipto dan Susan
puran basa genep yang dibalurkan di sate kemudian dipanggang. Menurut Susan, istri Hardy Sucipto yang bersama-sama mengelola warung ini, 2M memiliki singkatan murah dan memuaskan. Ia berharap, konsumen yang datang bisa puas dengan makanan yang mereka sajikan. “Untuk harga
Aneka sate
sangat terjangkau,” ucapnya. Hardy menambahkan, warung 2M menyajikan aneka menu, mulai dari makanan Bali, Indonesia, dan chinesse food. Awalnya, memang ia mengkhususkan menu makanan Cina. Namun, belakangan ia tertarik mengembangkan aneka menu, apalagi, ibunya, Indrawati, yang sudah membangun warung ini, memiliki keahlian memasak makanan Bali. Untuk minuman, tersedia aneka jus dan es campur. Sebagai minuman penghangat, ada juga teh jahe. “Teh jahe sangat cocok untuk menghangatkan badan di saat musim hujan,” tambah Susan. Warung 2M buka mulai pukul 9 sampai 7 malam. Hari raya dan Minggu tetap buka. –Wirati Astiti
Sambal Tempe Sarwan Bahan: 4 sdm : minyak untuk menumis 7 buah : bawang merah, iris halus 4 siung : bawang putih, iris halus 200 gr : tempe, tumbuk kasar 13 buah : cabe rawit merah, potong jadi 3 3 ruas : jari jahe, memarkan Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih sam-
pai harum, lalu masukkan tempe, cabe rawit, jahe, gula, garam dan kaldu bubuk, aduk-
aduk hingga sambal tempe matang dan kecokelatan serta matang, siap untuk disajikan.
Ayam Lawar Kupang Bahan: 750 gr 1 sdm 4 siung 8 buah ½ butir 9 buah 6 buah 1 buah 3 sdm
: ayam potong menurut selera : air jeruk nipis : bawang putih, cincang halus : bawang merah, iris tipis : kelapa parut kukus : cabe rawit merah, cincang halus : cabe besar merah, haluskan : tomat iris-iris : air jeruk nipis
Daun kemangi, garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, bawang putih dan garam serta kaldu bubuk lalu kukus ayam sampai matang. Lalu angkat ayam suwir-suwir dagingnya, sisihkan. - Campur ayam dengan kukusan kelapa parut, cabe rawit merah halus, irisan tomat, kemangi, garam dan aduk rata - Siap untuk disajikan.
Kuliner
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
12
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Patung Mentega Dekorasi Buffet Nasi Daun Tutu Spesial
Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penyajian makanan, yakni, rasa, penyajian, dan dekorasi. Salah satu item kita bahas dalam edisi kali ini. Dekorasi dalam buffet atau prasmanan, sangat diperlukan. Jenis dekorasi ada yang bermacam-macam, ada ice carving, fruit carving, dan dekorasi dari mentega atau dikenal dengan patung mentega (butter sculpture). Dekorasi ini disesuaikan dengan tema acara, sehingga bisa dipilih jenis dekorasi yang diinginkan.
bagian yang bergelombang atau perlu kreativitas sentuhan tangan, ada beberapa alat yang digunakan. Alat ini dibuat sendiri sesuai keterampilan dan keinginan. Ada yang berfungsi untuk menghaluskan dan meratakan, ada alat untuk membuat gerigi, ada alat yang digunakan untuk membuat lekuk dan sisik. Alat ini disesuaikan dengan tema yang akan dibuat. Namun, kata Anom Samudra, untuk alat standar ada lima jenis, sementara alat yang lain, disesuaikan dengan kebutuhan. Menurut Tedun, seorang chef harus punya imajinasi dan
M
kreativitas tinggi. Seorang juru masak bisa jadi pelukis, namun, pelukis belum tentu bisa masak. Dengan imajinasi dan kretaivitas ini, seorang chef bisa membuat dekorasi yang indah. Tema dari dekorasi juga harus disesuaikan dengan tema buffet. Untuk tema valentine, bisa memilih dekorasi
Nyoman Tedun sedang memberi pengarahan kepada mahasiswa
T
okoh berkesempatan menyaksikan pelatihan pembuatan patung mentega (butter schluptre) ini, yang dilakukan mahasiswa Sekolah Perhotelan Bali, Program Middle Level Jurusan Tata Boga Kelas B, semester 4. Ada dua instruktur yang mengajar, yakni Nyoman Tedun, salah seorang chef (koki) senior yang memiliki segudang prestasi dalam hal carving atau mengukir, dan AA Anom Samudra. Menurut Nyoman Tedun, dekorasi untuk pajangan makanan, harus memperhatikan beberapa persyaratan, yakni harus aman dan tidak boleh memakai bahan yang berbahaya. Pantangannya hanya tak boleh kena sinar matahari agar tidak cepat meleleh. Namun, kalau hanya untuk pajangan, kata Anom Samudra, bisa saja dekorasi itu diberi cat pilok agar bertahan lama. Cara membuat patung mentega ini, awalnya, membuat sketsa di kertas. Kemudian sketsa dituangkan dalam styrofoam atau gabus putih. Setelah jadi, mulailah styrofoam ditempeli mentega. “Mentega yang digunakan berbeda dengan mentega yang dipakai memasak. Ada mentega khusus yang digunakan, yakni mentega yang dipakai untuk
lapisan adonan pastry,” ujar Anom Samudra. Bedanya dengan mentega biasa, lebih mudah untuk dikendalikan. Artinya, saat mengoleskan di styrofoam tidak terlalu sulit. Selain itu, lebih elastis, dan emulsi lebih stabil, sehingga memudahkan untuk membuat patung mentega sesuai tema yang diinginkan. “Walaupun lebih mudah, cara menempelnya juga harus pelan-pelan. Untuk bentuk yang banyak kesulitan, dan bertingkat, biasanya, ada rangka besi sebagai penyangga agar kuat. Rangka besi ini dibungkus dengan kain agar terlihat lebih manis,” imbuh Nyoman Tedun. Tedun menambahkan, untuk
Anom Samudra memperbaiki beberapa detail patung garuda yang kurang sempurna
hati atau warni-warni, tema Natal bisa sinterklas, dll. Hari itu, mahasiswa SPB diberikan tema tentang animal yang biasa digunakan untuk buffet. Masing-masing mahasiswa memilih tema yang mereka sukai, seperti ikan, garuda, singa, dan
ati
Nikm
musang. Salah satu contoh, patung singa memiliki tingkat kesulitan dalam pembuatan rambut di kepalanya. “Rambut singa dibuat dengan cara membentuk mentega dengan saringan,” kata Anom Samudra. Sementara, alat-alat penunjang lain, semuanya terbuat dari bahan bambu. Untuk kumis singa menggunakan bahan plastik yang sudah berbentuk seperti sehelai rambut atau ijuk dan batang padi. Untuk dekorasi mentega yang berukuran kecil, memerlukan bahan lima kilogram mentega. Membuatnya memerlukan waktu lima jam mulai dari membuat sketsa objek sampai penyelesaiannya. Sementara, salah seorang mahasiswi, Novi mengatakan, tingkat kesulitan adalah saat membentuk detail, seperti mata, gigi, dan hidung. Namun, untungnya, kalau salah buat, bisa diulang lagi. Hanya perlu keterampilan dan kesabaran agar bisa mendekati gambar yang sesungguhnya. “Saya trial and eror sampai lima kali, baru berhasil membuat matanya,” kata Tya, mahasiswi lainnya. Ia tak menampik, pekerjaan ini, memang sebagian besar dilakoni laki-laki. Namun, ia tak mau menyerah, karena perempuan juga harus bisa membuat patung mentega. –Wirati Astiti
Chinesse Food
Hanya di...
Cafe Santai
Novi dan Tya dengan kreasi mereka
& Aneka Es Taiwan
Selamat Hari Raya
Galungan & Kuningan. Tahun Baru Imlek 2567.
Dapatkan Diskon Es Momochacha
Murah Meriah & Bersih Bahan styrofoam yang sudah dibentuk
Rambut singa yang memerlukan teknik keterampilan dan kesabaran
Alat-alat yang digunakan mengukir
10%
selama Bulan Februari 2016
*
Special Valentine (14 & 15 Februari) dapatkan bunga dan cokelat untuk Cah Kangkung pembelian tertentu
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Nasi daun tutu
akanan khas Bali ayam betutu memang sudah sangat terkenal. Banyak warung di Bali menyajikan nasi ayam betutu dengan berbagi kreasi. Salah satunya, Warung 2M di Br. Sengguan, Singapadu, Gianyar. Ayam
betutu disajikan dalam satu paket, dengan nama nasi daun tutu. Nasinya sangat spesial karena dibuat dari nasi goreng dengan bumbu basa genep Bali dan berwarna kuning. Kemudian nasi goreng spesial ini dibungkus dengan daun pisang dan dibentuk segitiga. Nasi daun tutu disajikan bersama lawar kacang panjang, ayam betutu, telur kuning, sate lilit ayam, kacang goreng, dan sambal matah. Menurut Hardy Sucipto, generasi kedua penerus warung ini, nasi daun tutu ini sangat special dan paling banyak dipesan tamu
yang datang. “Tamu yang makan juga perbandingan antara turis lokal dan turis asing sama. Sekarang ini justru banyak konsumen turis asing yang makan. Mungkin karena warung ini berdekatan dengan obyek pariwisata Bali Bird Park,” kata lelaki keturunan Tionghoa asal Blahbatuh, Gianyar ini. Selain menu nasi daun tutu, menu yang spesial juga, ada lima sate. Mulai dari sate lilit ayam, sate ayam bumbu kacang, sate babi manis, sate babi plecing, dan sate bumbu Bali. Dari lima sate yang tersedia, bumbu sate plecing milik warung 2M berbeda dengan sate plecing lainnya. Selain rasa pedasnya tidak terlalu kuat, campuran bumbu plecingnya ada tambahan rempah, yang membuat rasa sate lebih gurih. Sedangkan, sate bumbu Bali memakai cam-
13
Pasutri Hardy Sucipto dan Susan
puran basa genep yang dibalurkan di sate kemudian dipanggang. Menurut Susan, istri Hardy Sucipto yang bersama-sama mengelola warung ini, 2M memiliki singkatan murah dan memuaskan. Ia berharap, konsumen yang datang bisa puas dengan makanan yang mereka sajikan. “Untuk harga
Aneka sate
sangat terjangkau,” ucapnya. Hardy menambahkan, warung 2M menyajikan aneka menu, mulai dari makanan Bali, Indonesia, dan chinesse food. Awalnya, memang ia mengkhususkan menu makanan Cina. Namun, belakangan ia tertarik mengembangkan aneka menu, apalagi, ibunya, Indrawati, yang sudah membangun warung ini, memiliki keahlian memasak makanan Bali. Untuk minuman, tersedia aneka jus dan es campur. Sebagai minuman penghangat, ada juga teh jahe. “Teh jahe sangat cocok untuk menghangatkan badan di saat musim hujan,” tambah Susan. Warung 2M buka mulai pukul 9 sampai 7 malam. Hari raya dan Minggu tetap buka. –Wirati Astiti
Sambal Tempe Sarwan Bahan: 4 sdm : minyak untuk menumis 7 buah : bawang merah, iris halus 4 siung : bawang putih, iris halus 200 gr : tempe, tumbuk kasar 13 buah : cabe rawit merah, potong jadi 3 3 ruas : jari jahe, memarkan Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih sam-
pai harum, lalu masukkan tempe, cabe rawit, jahe, gula, garam dan kaldu bubuk, aduk-
aduk hingga sambal tempe matang dan kecokelatan serta matang, siap untuk disajikan.
Ayam Lawar Kupang Bahan: 750 gr 1 sdm 4 siung 8 buah ½ butir 9 buah 6 buah 1 buah 3 sdm
: ayam potong menurut selera : air jeruk nipis : bawang putih, cincang halus : bawang merah, iris tipis : kelapa parut kukus : cabe rawit merah, cincang halus : cabe besar merah, haluskan : tomat iris-iris : air jeruk nipis
Daun kemangi, garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, bawang putih dan garam serta kaldu bubuk lalu kukus ayam sampai matang. Lalu angkat ayam suwir-suwir dagingnya, sisihkan. - Campur ayam dengan kukusan kelapa parut, cabe rawit merah halus, irisan tomat, kemangi, garam dan aduk rata - Siap untuk disajikan.
14
Jelita
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Perawatan Mudah Bersihkan Wajah Kebersihan kulit wajah adalah salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Terlebih perawatannya cukup mudah untuk dilakukan sendiri. Namun, kita seringkali melewat kan perawatan karena lelah setelah pulang kerja atau waktunya agak larut malam, se hingga muncul rasa malas atau lupa.
M
enurut I Gusti Ayu Seri Dewi, S.E., pemilik salon Masdewi di Denpasar,wajib untuk mereka atau kita yang selama ini merasa seperti itu waspada dan segera mengubah kebiasaan jelek tersebut.Mengingat pula setelah beraktivitas seharian penuh, wajah kita terkontaminasi berbagai macam zat seperti debu, kotoran atau radikal bebas yang menempel di tubuh kita, terutama di wajah. Apalagi bagi kita yang menetap di perkotaan, ada asap knalpot dan tebaran debu jalanan. “Kotoran yang hinggap di kulit ini sangat mudah diserap. Kemudian bercampur pula dengan sebum hingga menutupi pori-pori kulit. Begitu pula dengan make up yang menempel seharian. Apalagi bagi seseorang yang sering merlakukan touch up, tentu memberikan beban tambahan, sehingga dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan kulit,” papar perempuan yang biasa di sapa Gung Dewi ini. Jadi, katanya betapa pentingnya membersihkan wajah di malam hari sebelum tidur. Membersihkan wajah dapat menjadikan kulit jadi lebih bersih dan menjaga keremajaannya. Dengan membersihkan wajah secara teratur pula, sel-sel kulit mati, sebum dan segala jenis kotoran yang menempel dan terserap oleh wajah bakal terangkat. Dikatakannya kita bisa dengan mudah untuk membandingkan seseorang yang rajin membersihkan wajah dengan yang tidak. Kulit mereka yang rajin membersihkan wajah terlihat lebih segar dan bersih. Sebaliknya yang malas terlihat kusam dan tentunya jauh dari kesan segar. Sebenarnyalah rajin membersihkan wajah di
malam hari itu, jauh lebih penting daripada membersihkan wajah di siang hari, sebab pada malam hari, kulit wajah terasa jauh lebih kotor akibat segala jenis kotoran juga bekas make up yang menempel sepanjang hari. Sedangkan saat pagi hari, kulit wajah lebih sedikit terpapar udara yang kotor dan pastinya tidak ada bekas make up yang masih menempel. Kalaupun sudah terlalu lelah, kata I Gusti Ayu Seri Dewi, S.E. Gung Dewi paling tidak usahakan atau sempatkankanlah untuk mencuci muka terlebih dahulu. Karena selain membuat wajah segar kembali, cuci muka juga membuat wajah bersih dan sehat. Lebih lanjut dikatakan, mungkin sepele kelihatannya, namun manfaat membersihkan wajah sangat besar. Di samping itu, membasuh wajah dengan sabun pembersih sebelum tidur membuat kita tidur dengan kesegaran dan pastinya lebih nyenyak. Walau bagaimana pun mencuci wajah adalah bagian penting dari perawatan kecantikan kulit wajah
jenis kulit wajah terlebih dahulu. Karena sabun atau susu pembersih yang dipakai untuk kulit normal berbeda dengan pembersih kulit wajah kering maupun kulit berminyak. Produk perawatan yang mahal dan sebagus apapun tidak akan bermanfaat jika tidak sesuai dengan kulit wajah yang kotor. Pilihan produk pembersih yang tepat juga juga akan mendukung dari tampilan yang akan dihasilkan. Penggunaan zat pembersih wajah yang tepat mampu menghilangkan kotoran serta minyak berlebih yang menempel pada bagian wajah sehingga akan terlihat lebih bersih, segar dan juga merona. -Sri Ardhini
Bugar
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Cek Hb tiap Enam Bulan Berdasarkan data, anemia terjadi 30-40 persen pada perempuan. Malah, disebutkan anemia sudah dialami sejak remaja. Banyak bayi mengalami anemia gizi karena ibunya kekurangan zat besi. Terutama pada bayi yang tidak men dapatkan ASI. Laki-laki juga bisa terkena anemia gizi, ter utama pada laki-laki yang kurus.
M
enurut dokter spesialis gizi klinik, Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, Msc. Akp, Sp.GK., ia sering mendapatkan pasien yang kadar hemoglobinnya (Hb) rendah. alias kurang dari normal. “Ukuran Hb normal, 10 pada wanita dan 11 pada laki-laki,” ujar Kepala Program Studi S-2 Biomedik Pascasarjana Unud ini. Sayangnya, para pasien
ini, tidak menyadari dirinya Hb rendah dan menderita anemia alias kurang darah. “Kalau dia melakukan kegiatan ekstra dan merasakan 3 L, letih, lemah, dan lesu, baru menyadari ada gangguan dalam dirinya,” katanya. Namun, kondisi 3 L tersebut, tidak serta merta menjamin pasien mengidap anemia. “Bisa saja, 3 L yang dirasakan diakibatkan karena jantungnya tidak cukup kuat untuk memompa, sehingga
adaptasinya kurang. Misalnya, dari jongkok ke berdiri merasa kepala uyeng-uyengan atau berkunangkunang. Jadi, susah membedakan, kecuali dengan pemeriksaan Hb,” ucapnya. Ia mengatakan, anemia gizi atau kekurangan zat besi dalam tubuh, bisa jadi disebabkan karena perempuan haid tiap bulan dan juga melahirkan. Disamping itu, sebagian besar perempuan tidak mengonsumsi komposisi makanan dengan seimbang. “Biasanya, kekurangan zat besi bisa ditangani dengan pemberian suplemen zat besi,” kata dr. Indraguna. Menurutnya, kelebihan zat besi sangat jarang ditemui, jika digunakan sesuai aturan. Misalnya, ketka haid mengonsumsi zat besi atau maksimal satu hari
HAL PENTING SAAT BERSIHKAN WAJAH Pastikan tangan kita sudah di cuci bersih. Jangan pernah abaikan hal satu ini. Mungkin terlihat sepele, namun sangat penting. Sebab, kekeliruan yang sering dilakukan orang adalah langsung mencuci wajahnya tanpa mencuci tangannya. Padahal pada tangan yang kotor, bakterinya bisa dengan mudah berpindah ke wajah. Sebelumnya pula, ada baiknya kita mengenali
HASIL OPTIMAL:
Miracle memperkenalkan teknologi perawatan 4D yang berasal dari Eropa.
Miracle Aesthetic Clinic Denpasar
Miracle Power 4D Rejuve Miracle Power 4D Rejuve mengombinasikan empat fitur laser yang saling bersinergi dan bersifat non invasif (SmoothLiftin, Frac3, Piano, dan SupErficial). Pengerjaan perawatannya dilakukan baik dari permukaan luar kulit maupun dari dalam rongga mulut sehingga secara maksimal menstimulasi kolagen. Hasil pengencangannya akan sangat optimal, ditambah lagi memberikan efek pencerahan (light peel) dan meremajakan kulit (skin rejuvenation). Perawatan itu menggunakan dua panjang gelombang laser dan empat mode perawatan pada lapisan kulit yang berbeda, bekerja pada lapisan terdalam kulit, lapisan tengah dan permukaan kulit. Proses pengerjaannya singkat, aman, nyaman dengan waktu pemulihan sangat minimal. Miracle Power 4D Rejuve disarankan untuk kondisi kulit wajah maupun leher yang mengalami kekenduran, volume wajah yang berkurang akibat penuaan, kontur wajah dan leher yang bergelombang serta munculnya kusam maupun keriput halus. Miracle TwinLight Fractional Rejuvenation Miracle TwinLight Fractional Rejuvenation merupakan tiga langkah mudah (skin conditioning, fractional therapy, peeling) untuk meningkatkan produksi kolagen di dalam lapisan kulit, dengan dua jenis laser yang saling melengkapi untuk memperbaiki tekstur dan melembutkan kulit. Kulit jadi nampak lebih segar dan sehat bercahaya, mengecilkan pori-pori, serta mengatasi kerut halus dengan hasil yang alami. Tahapan skin conditioning dilakukan untuk mempersiapkan kulit menerima langkah perawatan berikutnya. Tahapan kedua dilanjutkan dengan fractional therapy untuk memacu produksi kolagen yang lebih optimal tanpa menimbulkan luka pada permukaan kulit. Tahap akhir disempurnakan dengan peeling, bertujuan untuk mengangkat lapisan kulit secara mikro sehingga terjadi regenerasi sel-sel kulit baru yang lebih sehat. Ingin merasakan perawatan wajah 4D sesungguhnya dengan langkah aman, mudah dan praktis? Segera kunjungi Miracle Aesthetic Clinic Renon, Denpasar. Rasakan manfaat dari perawatan baru Miracle Power 4D Rejuve dan Miracle TwinLight Fractional Rejuvenation. Nikmati juga perawatan lain seperti facial, botox, filler, peeling, threadlift, laser & light, RF, ultherapy, hair removal, dan lainnya serta berbagai produk cream tepercaya. Let’s experience the Miracle touch!
Jl. Letda. Tantular No. 47 A Denpasar
Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, Msc. Akp, Sp.GK.
gan batasi diri memilih makanan. Kita tak perlu banyak, tapi cukup didapatkan setiap hari. Bagi para vegetarian, dapat mengombinasikan makanan sayuran, buah dan kacang dengan seimbang dalam satu paket. Ketiga benda itu bisa mengangkat zat besi tapi mereka punya zat anti masing- masing. Seperti, sayur bayam dikenal mengandung zat besi, tapi bayam juga mengandung kalsium, yang bisa menghambat penyerapan zat besi sehingga perlu dibantu vitamin C yang terdapat dalam buah-buahan. Beberapa minuman juga bisa menghambat penyerapan zat besi, seperti teh, kopi, dan wine. Sebaiknya minuman tersebut tidak dimakan bersama nasi. Jika ingin minum teh atau kopi, minumlah satu jam setelah makan nasi. –Wirati Astiti
Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali
Sempurna dengan Perawatan 4D yang Sesungguhnya Istilah 4D kini menjadi sangat dikenal terutama dalam hal perawatan kulit dan kecantikan. Bicara soal kecantikan memang tidak ada habisnya. Seiring dengan perkembangan tren dan gaya hidup, mayoritas orang menginginkan perawatan estetika yang cepat, aman, tanpa luka, dan waktu pemulihan yang singkat serta efektif dan hasilnya nyata. Majunya teknologi perawatan kulit sekarang sudah mampu menciptakan perawatan 4D yang sesungguhnya, dengan menggunakan kombinasi laser yang unik untuk hasil lebih optimal. Teknik perawatan itu berbeda dengan 4D lain, yang hanya mengikuti empat langkah prosedur perawatan tetapi tidak mampu memberikan efek 4D yang sesungguhnya. Teknologi 4D ini memiliki keunikan desain, teknologi yang inovatif sehingga hasilnya aman, terkontrol dengan tingkat presisi yang tinggi. Miracle Aesthetic Clinic memiliki komitmen untuk selalu berinovasi dalam menghadirkan teknologi perawatan kulit terkini yang tidak hanya efektif hasilnya tetapi yang terutama adalah keamanan bagi pelanggannya. Kali ini, Miracle memperkenalkan teknologi perawatan 4D yang berasal dari Eropa, yang telah mendapatkan izin edar alat kesehatan dari Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementrian Kesehatan RI.
5 tablet. Disamping itu, tubuh mempunyai kemampuan me nyaring zat berlebih yang masuk ke tubuh. Kelebihan zat besi akan dibuang dan keluar lewat kotoran,” ujarnya. Ia mengatakan, makanan sehari-hari banyak juga me ngandung zat besi seperti protein hewani atau daging berwarna merah. Daging berwarna putih seperti ikan dan jenis unggas lebih sedikit mengandung zat besi dibandingkan daging berwarna merah. Sayuran berwarna hijau juga disebut mengandung zat besi. Namun, zat besi dari tanaman, bisa diserap apabila dibantu dengan vitamin C. Karena itu, kata dr. Indraguna, apabila pencegahan kekurangan zat besi dilakukan dengan mengonsumsi sayuran harus diimbangi dengan makan buah-buahan. Ia menyarankan, sebaiknya perempuan rutin mengecek Hb tiap 6 bulan atau setahun sekali. Terutama perempuan yang memakai alat kontrasepsi IUD. Selain itu, untuk menjaga agar tidak kekurangan zat besi, bisa dilakukan dengan mengonsumsi banyak variasi makanan dan kombinasi makanan seimbang. Intinya, jan-
11
Satu-satunya di Indonesia Timur Before
After Courtesy of Adrian Gaspar, MD
Keunggulan Teknologi Laser Terkini di Miracle Kombinasi unik 2 jenis laser yang memberikan efek sinergi. Memungkinkan dokter mengerjakan perawatan dengan tingkat efektifitas yang tinggi. Memberikan efek terapi pada seluruh lapisan kulit. Proses pemulihan yang sangat singkat. Teknologi perawatan wajah yang mengutamakan keamanan dan presisi.
Ph. (0361) 246148
Bali masih memerlukan anyak tenaga kesehatan selain b perawat dan bidan. Untuk di wilayah Indonesia Timur belum ada kampus yang melihat peluang ini. Institut Ilmu K esehatan Medika Persada Bali (IIK Bali) hadir menjawab tantangan kebutuhan tenaga kesehatan di Bali khususnya, dan di Indonesia Timur. Bahkan, program studi yang dibuka termasuk langka, yakni Teknologi Laboratorium Medik, Administrasi Rumah Sakit, Fisioterapi, Manajemen Informasi Kesehatan, Farmasi Klinis, K esehatan dan K eselamatan Kerja, Psikologi, dan Teknik Elektromedik. Ketua Yayasan Anugrah Husada Bali Indonesia yang membawahi IIK Bali, Drs. I Nyoman Gde Astina, M.Pd CHT., CHA, mengatakan, alasan membuka IIK Bali, kepedulian terhadap sumber daya manusia yang cerdas di bidang kesehatan. “Kami ingin memberi fasilitas, ruang, dan kesempatan kepada orang Bali untuk berkiprah dalam bidang kesehatan. Kami membuka program studi, yang belum ada di institusi lain tapi dibutuhkan di dunia kesehatan. Institut Ilmu Kesehatan belum ada di Indonesia bagian timur. Karena itu, kami sangat serius mengelola institut ini,” ujar lelaki yang mengelola
Prof. Bakta
I Nyoman Gde Astina
beberapa institut pendidikan dan praktisi pariwisata ini. Astina menegaskan, IIK Bali akan memberikan kualitas, sehingga ia berharap institut ini diperhitungkan di masyarakat. Untuk lulusan, ia sudah bekerja sama dengan PT Bali Duta Mandiri, salah satu perusahaan penggerak tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS), yang diberikan izin dari Menteri Tenaga Kerja untuk mengirim tenaga kerja ke luar negeri. IIK Bali mengupayakan lulusannya agar go international. Tentu, ia tak menampik, lulusan harus menguasai bahasa asing dengan baik. Lelaki pemain drama klasik
pemeran Arjuna di TVRI Bali, era 1980-an ini, menyatakan, IIK Bali, tingkatannya lebih tinggi dari sekolah tinggi ilmu kesehatan. Dimana disyaratkan di dalamnya harus memiliki minimal 6 program studi. IIK Bali telah memiliki 8 program studi. “Kalau ingin statusnya ditingkatkan menjadi universitas tinggal menambah dua program studi lagi. Rencana ke depan, IIK Bali akan membuka kedokteran,” ujarnya. Menurut Astina, kelebih an IIK Bali, kedepannya, akan m engombinasikan pariwisata dengan kesehatan. Artinya, ada muatan pariwisata yang dimasukkan dalam tiap program studi.
“Saya berharap, ke depan, kami bisa memiliki hotel atau vila yang bisa memberikan pelayanan kepada lansia dari luar negeri yang datang ke Bali. Selain berlibur, mereka juga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Astina. Izin operasional IIK Bali, Nomor 73/KPT/I/2015. IIK Bali mendapat apresiasi dari tokoh pendidikan nasional yang duduk di Komisi X DPR-RI Bidang Pendidikan, Wayan Koster, Kopertis wilayah VIII Bali-Nusra, Forum Rektor Bali, APTISI Bali, serta berbagai instansi bidang pendidikan dan kesehatan. Rektor IIK Bali, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD, (KHOM), mengatakan, saat ini sudah dilakukan seleksi untuk program alih jenjang dari tamatan D-3 menjadi S-1, untuk program studi Fisioterapi, Farmasi Klinis, Manajemen Informasi Kesehatan, dan Teknologi Laboratoriuam Medik. Perkuliahan akan dilakukan per 1 Juni 2016. Mahasiswa akan melakukan matrikulasi selama tiga bulan untuk penyesuaian. Perkuliahan regular akan dilaku-
kan per 1 September selama 4 semester dan diharapkan bisa lulus dalam waktu dua tahun. Program regular untuk kedelapan program studi, akan dimulai 1 September 2016. Seleksi akan segera dilakukan. Kabar gembira bagi anak muda Bali yang ingin masuk di kedokteran, karena rencana ke depan IIK Bali akan membuka program studi kedokteran. Prof. Bakta mengatakan, peminat kedokteran lebih banyak dari pada daya tampung FK Unud dan FK Warmadewa, sehingga banyak orang Bali sekolah keluar Bali. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi IIK Bali. “Supaya kami bisa memberikan kualitas dan mengelola kelas dengan baik, kami menargetkan 50 orang per program studi. Kami sangat berharap, masyarakat mendukung kami dan keberadaan IIK Bali,” kata mantan Rektor Unud ini. Untuk sementara, kampus IIK Bali masih mengontrak di Jalan Letda Kajeng, sembari memb angun gedung di lokasi strategis yang sudah direncanakan. –ast
Informasi dan Tempat Pendaftaran: Jalan Letda Kajeng No. 16 A Denpasar Telepon 081238978886, 085954121866
10
Pelesir
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Tirtayatra di Lombok
Dari Batu Pengukur Keberuntungan sampai Air Awet Muda
Melakukan perjalanan ke Pura-Pura di wilayah Lombok menghadirkan kesan mendalam. Lombok dan Bali memiliki kedekatan secara geografis dan historis. Jarak yang dekat mem buat membuat Bali dan Lombok mirip secara geografis. Dari sisi historis, Bali dan Lombok memiliki kaitan sehingga bentuk bangunan yang ada di Lombok dan Bali pun mirip.
B
Suasana Pura Batu Bolong
agi Anda yang ingin tirtayatra ke Lombok, rute perjalanan ini bisa menjadi referensi. Pura yang dikunjungi pertama adalah Pura Gunung Baleku di Desa Gunung Sari, Lombok Barat. Pura ini lokasinya di perbukitan. Pemedek harus berjalan mengikuti anak tangga kemudian jalan setapak yang berdampingan dengan jalur motocross. Menurut pemangku di Pura ini, yang berstana adalah Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh. Pura ini juga memiliki keunikan karena ada empat batu di bagian depan. Salah satu batu diyakini memiliki kekuatan peng ukur keberuntungan. Bagi yang bisa memeluk batu yang dikenal dengan nama “Batu Jodoh” tersebut dan jari tangan kanan serta kiri bertemu
di sebuah lubang kecil, doanya akan terkabul. “Saya pernah mengalaminya. Dulu waktu hamil, saya berdoa semoga dikaruniai anak perempuan. Saya peluk batu dan tangan saya bisa menyatu di lubang kecil. Ternyata doa saya dikabulkan. Saya punya anak perempuan,” ujar Nyoman Sutrini Murti saat ditemui di Pura Gunung Baleku. Bagi yang tangannya belum ber hasil menyatu satu sama lain, jangan khawatir. Adanya jarak yang memis ahkan berarti ada waktu yang harus dilalui. Masih ada perjuangan yang harus dijalani. Yang terpenting adalah berdoa dan selalu berusaha. Dari Pura Baleku perjalanan di lanjutkan ke Pura Batu Bolong. Pura ini memiliki pemandangan alam yang
Memeluk batu pengukur keberuntungan di Pura Gunung Baleku
indah karena berada di tepi pantai Senggigi. Sesuai dengan namanya, ada batu yang bolong di dekat Pura. Deburan ombak pun bisa masuk ke dalam batu ini. Di kejauhan tampak hamparan pohon kelapa dan pasir putih. Pura berikutnya yang dikunjungi adalah Pura Jagatnatha Mayura dan Pura Narmada. Kedua Pura ini memiliki kesamaan karena ada taman air yang banyak dikunjungi warga. Pura Mayura yang berada di areal Taman Mayura dibangun oleh Raja A.A. Made Karangasem sekitar tahun 1744, ketika kerajaan Bali masih berkuasa di Pulau Lombok. Nama Mayura diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti “burung merak”. Pada waktu itu, masih terdapat banyak ular yang berkeliaran sehingga sa ngat meresahkan masyarakat yang hendak berdoa di pura. Beberapa penasihat kemudian menyarankan agar beternak burung merak, dan memeliharanya di sekitar taman dan pura. Keberadaan burung merak cu kup membantu dalam mengusir ularular tersebut. Sehingga masyarakat dapat berdoa dengan tenang. Sejak saat itu, nama “Mayura” mulai dipakai dan dikenal. Taman Narmada juga dibangun ketika masa pemerintahan Raja A.A. Ngurah Karangasem. Taman Narma da di bangun untuk tempat perayaaan upacara Pakelem yang dilaksanakan setiap purnama kelima tahun Caka. Nama Narmada berasal dari sebuah sungai suci di India.
GABUNGAN HINDU DAN ISLAM Keunikan Taman Narmada adalah air kolamnya yang banyak dipercaya membuat awet muda. Wisatawan dan warga setempat pun banyak yang mandi atau hanya membasuh badan saja. Bagi umat Hindu, persembahyang an di areal Taman Narmada ini dilaku kan di Pura Kelasa. Tirta di Pura ini beraroma cendana dan diyakini juga bisa membuat awet muda. Setelah sembahyang dan rehat sejenak, tujuan berikutnya Pura Dangkhayangan Jagat Suranadi. Pura ini berada di kawasan Taman Sura nadi dan lima pancuran suci. Kelima pancuran ini bersumber dari gunung Rinjani. Dari kelima pancuran tersebut pura ini memiliki julukan “Pura Panca Tirta”. Kelima pancuran suci ini diper caya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, yang dalam bahasa Sasak
Sembahyang di Pura Narmada
Tirtayatra di Jawa Timur
Mengenang Rsi Markandiya di Gumuk Kancil
Candi Agung Gumuk Kancil
Bagi umat Hindu yang ingin melakukan perjalanan suci di Jawa Timur, bisa dimulai dari Pura Agung Blambangan. Pura ini le taknya di Desa Tembok Rejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Perjalanan ke Pura Blam bangan ditempuh seki tar 2 jam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang den gan menggunakan bus. Areal Pura Agung Blambangan cukup luas. Di dalamnya terdapat bangunan utama berupa padmasana yang tinginya sekitar 10 meter, diapit
dua buah patung yang mengalirkan air suci atau tirta. Beberapa pohon bunga yang tumbuh di areal Pura membuat suasana sejuk. Dari Pura Agung Blambangan, perjalanan dilanjutkan ke Pura Alas Purwo yang ditempuh sekitar dua setengah jam. Pura ini berada di tengah hutan lindung nasional banyuwangi dengan luas pura seki tar 1.000 m2. Di pura Alas Purwo juga ada kera-kera yang lompat kesana kesini. Selesai sembahyang, perjalanan diteruskan menuju Pura Gumuk Kancil. Pura Gumuk Kancil terletak di lereng Gunung Raung yang berada di dua dusun, Sugihwaras dan Wono Asih, Desa Bumiharjo, Kecamatan
disebut “Ngentas Male”. Masyarakat Hindu percaya bahwa setelah berdoa, kemudian menyucikan diri dengan air dari kelima pancuran tersebut, maka mereka akan mendapatkan kehidupan yang baru atau “Suranadi”. Namun, selalu waspada ketika berada di Pura ini karena kera-kera yang siap mengintai. Tempat banten pun dikelilingi jeruji besi agar banten yang dihaturkan tidak diganggu kera. Tempat keenam yang dituju ada lah Pura Lingsar. Pura Lingsar berada di Desa Lingsar, Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Pura ini dibangun sejak tahun 1741 oleh Raja A.A. Ketut Karangasem. Pura ini gabungan antara agama Hindu dan Islam Weku Telu. Latar bela kang inilah yang menjadi daya tarik utama Pura Lingsar. Oleh karenanya kawasan pura ini terbagi menjadi dua. Di bagian utara terdapat pura Hindu bernama Gaduh, sedangkan di bagian selatan berdiri pura Weku Telu bernama Kemaliq. Sebagai simbol menjaga kesucian pura ini maka setiap pengunjung diha ruskan untuk menggunakan selendang kuning sebagai tanda penghorma tan. Kendati selalu digunakan untuk beribadah dua agama yang berbeda namun dalam setahun sekali ada upa cara yang melibatkan umat Hindu dan Islam di pura ini. Upacara itu bernama Perang Topat. Dalam ritual ini mereka “berperang” menggunakan topat atau ketupat yang dilemparkan kepada sesama temannya. –Ngurah Budi
Glenmore. Dikisahkan, Rsi Mar kandiya mengajak sekitar 800 pengi kut menyeberang ke Bali. Sampai di pegunungan Toh Langkir, Besakih, Karangasem, sebagian besar pengi kutnya meninggal akibat terserang penyakit. Setelah bermeditasi, Rsi Markandiya bersama sebagian pengi kutnya kembali lagi ke lereng Raung. Keanehan muncul, pengikutnya mendadak sembuh setelah mandi di lereng Raung. Ini kisah tentang nama Sugihwaras (sugih = kaya, waras = sehat).Kemudian, Rsi Markandiya kembali ke Bali disertai sekitar 400 pengikut, mengangkut bale agung dari Raung. Sang Rsi juga membawa panca datu, lima jenis logam yang menjadi cikal bakal upacara di Bali.
Di Bali bekas perjalanan Rsi Markandiya bisa ditemukan di Pura Raung, Tegalalang, Gianyar. Mayori tas penduduk Sugihwaras sekarang pemeluk Hindu. Jumlahnya sekitar 50 KK. Ada dua Pura tua yang berdiri di tempat ini, Pura Giri Mulyo dan Pura Puncak Raung. Bagi umat Hindu Sugihwaras, Rsi Markandiya menjadi panutannya. Untuk mengenang ajarannya, umat setempat membangun sebuah candi di Gumuk Kancil. Bentuknya me nyerupai batu di atas bukit. Letaknya menghadap ke puncak gunung. Sejak dulu Gumuk Kancil dikenal mistis. Candi di Gumuk Kancil itu terbuat dari batu andesit yang konon dida tangkan dari puncak Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Agung di Bali, dibangun tahun 2001. Candi Agung Gumuk Kancil juga menjadi tempat pengikut kejawen untuk meditasi. –Rukanta
Style
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Gaya Unik Hip Hop Ada percampuran antara unsur budaya, spiritual dan science. Desain dengan karakter unik inipun tampil dengan cerita nya sendiri. Koleksi street wear ini pun menjadi semakin menarik ketika di dalamnya muncul dominasi warna Tridatu, unsur filosofi Hindu.
M
enurut Putu Aliki salah seorang de sainer papan atas Bali, koleksi miliknya yang diberi label “Freak United” ini, terinspirasi dari pengrusakan alam Bali dari berbagai pihak, industri serta politik. Pola barong yang tradisi diubahnya menjadi digital kekinia (kotak -kotak,segitiga dan garis) yang seolah-olah meledak atau erupsi akibat pengrusakan yang terjadi. Tehnik pengerjaan, kata pengurus Indonesia Fashion Chamber (IFC) Den pasar ini, dilakukan dengan sistem print manual (handmade) dan cutting baju yang berbeda. Maka, koleksi ready to wear ini pun semakin trendi. Karya ini, katanya lebih ditujukan kepada para lelaki, tapi bisa juga dipakai para perempuan layaknya gaya androgyny atau tomboy. Meski konsep “Freak United” bergaya ala rapper, hip hop, dan sporty sesuai tren saat ini, namun Aliki tetap berupaha meng gali image ikon legenda Nusantara agar lebih kekinian. Ia ingin mengajarkan kepada para pecinta mode khususnya karyanya, bahwa Indonesia juga memiliki hero atau ikon ber sejarah. –Sri Ardhini
15
16
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Konsep Keseimbangan dalam Tari Purna Paripurna
Kreasi
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
FH Undiknas Gelar Seminar Nasional “Kekerasan Seksual Terhadap Anak”
Delapan penari saling berpegangan membentuk formasi sedemikian rupa. Mereka lalu berputar. Empat penari terluar seakan terbang. Keindahan koreografi ini mengundang decak kagum penonton yang hadir di acara media gathering Bali Safari & Marine Park.
S
elanjutnya penari menggunakan topeng. Gerakan mereka tetap elegan dan perputaran formasi membuat penonton tetap betah menyaksikan tarian istimewa ini. Tari Purna Paripurna yang ditampilkan itu ciptaan I Made Sidia,
Pentas tari Purna Paripurna
pimpinan Sanggar Paripurna Bona, Gianyar. Tema tarian ini tentang keseimbangan. “Dewa Siwa disebut dewa ya kala ya karena saat emosi, bisa berubah menjadi kala. Ketika tidak ada control dalam diri, maka tidak ada keseimbangan sehingga menjadi kalap. Disinilah pentingnya konsep keseimbangan,” tegas pria asal Br. Bona Kelod, Balhbatuh, Gianyar ini. Sidia yang juga dalang ini menambahkan tari Purna Paripurna menampilkan konsep keseimbangan yang diilhami dari keberadaan Dewa Brahma dengan tari Topeng Bang, Dewa Wisnu dengan Tari Telek, dan Dewa Siwa dengan Tari Barong. Perpaduan keseimbangan inilah yang disatukan dalam Tari Purna Paripurna. Ia mencontohkan ketika orang masuk ruang kosong, maka yang dirasakan hanya kehampaan. Berbeda dengan memasuki ruangan
I Made Sidia
anak sangat senang menonton pertunjukkan barong (nglawang) saat Hari Galungan dan Kuningan. “Anal-anak suka merengek minta uang. Kalau tidak diberi, bisa nangis. Tetapi, kalau sudah ada barong, mereka lupa dengan keinginan minta uang. Mereka merasa terhibur dengan adanya kesenian. Ini yang harus tetap dijaga terus,” tegas pria berambut panjang ini. –Ngurah Budi
Penari Tari Purna Paripurna
dimana ada suara musik dan ada tarian. Orang akan merasa terhibur. Karena itu, tarian dan musik sebagai bagian dari seni budaya jangan sampai punah. “Seni budaya merupakan alat pemersatu dan menjaga keseimbangan,” ujar seniman yang juga artistic designer pementasan Bali Agung serta koregrafer Kecak Masterpiece yang menjadi show regular di Bali Safari & Marine Park. Ia mencontohkan ketika anak-
Dalam rangka HUT ke-47 Perdiknas, Undiknas Denpasar menggandeng Fakultas Hukum (FH) Undiknas, sukses menggelar Seminar Nasional yang mengusung tema “Kekerasan Seksual Terh adap Anak”, Senin (15/2) di Ruang Aula U ndiknas Sidakarya, Denpasar.
PT. IBU JERO
Jalan Pidada VII no 6X Denpasar Telepon (0361) 413917
anak bisa menjadi pelaku akibat pengalaman di masa lalunya. Tini Gorda juga menyampaikan di sini peran keluarga diperlukan untuk mengawasi atau mendeteksi lebih dini potensi terjadinya kekerasan. Berikutnya t Prof. Dr. Nyoman Budiana, melihat dari perspektif adat. Bahwa anak merupakan titipan Tuhan, hendaknya dididik menjadi anak yang suputra.Apabila terjadi kekerasan seksual terhadap anak, dapat diterapkan sanksi adat dengan batasan tertentu. Ketika sanksi terhadap kekerasan pada anak bisa dimasukkan dalam perarem atau awig-awig, maka hukum nasional dan hukum adat dapat bersinergi meminimalisasi terjadinya kekerasan pada anak. Dr. Simon Nahak., S.H.,M.H., seorang praktisi hukum dan dosen Warmadewa mengatakan perlunya penegakan hukum yang proporsional. Kalau pelakunya orang dewasa maka perlu diberikan hukuman yang berat, karena menghancurkan masa depan anak. Tapi, untuk pelaku yang di bawah umur, diperlukan hukuman yang bisa memberikan pendidikan pada si anak agar masa depannya tidak hancur dan secara psikologis tidak menimbulkan trauma. Pembicara lainnya, Dr. Wirya Darma., S.H.,M.H., dosen FH Undiknas memilih menganalisis dari perspektif hukum pidana. Ia lebih mengedepankan upaya lain sebelum hukum pidana khususnya bagi pelaku yang masih dibawah umur. Dikatakannya ancaman sanksi bagi para pelaku dalam UU Perlindungan Anak berbeda, yakni setengah dari orang dewasa. –ard
Dihadiri Mahasiwa FH dari Berbagai Universitas di Indonesia
PT IBU JERO GROUP ini PT.IBU JERO telah berkembang Perusahaan Anda ingin mengmenjadi beberapa unit usaha dan pegunakan tenaga kerja outsourcing/ rusahaan yaitu: alih daya yang berkualitas atau ingin mendapatkan jasa pembersihan gePT.IBU JERO dung atau kantor atau rumah pribadi Recruitmnet Service atau mungkin Anda perlu dana ? Bergerak di bidang usaha outsourcUrusan tersebut bisa diserahkan pada ing/alih daya dengan menyediakan PT.IBU JERO antara lain jasa pengamanan/satpam, Tahun 1997 I Dewa Putu Suyasa, office boy/girl, cleaning service, driver, S.Pd. mendirikan lembaga yang bergsales promotion girl, operator telepon, erak di bidang jasa pelatihan, penemteknisi, ekspedisi, sekretaris, adminpatan, dan pengelolaan tenaga kerja. istrasi, reservasi, dan house keeping. I Dewa Putu Suyasa, S.Pd. Lembaga ini berpusat di Gianyar Tenaga kerja yang disiapkan ini memiliki dengan nama “Yayasan Sayang Ibu”. Meningkatnya pendidikan yang mencukupi, keahlian, pengalaman, para pengguna jasa yang mempercayai dan mengserta penampilan dan kecakapan kerja. gunakan lembaga ini membuat yayasan Sayang Ibu IBU JERO Service dijadikan CV Ibu Jero. Bergerak di bidang pelayanan pembersihan Dengan perubahan nama tersebut membuat gedung, kantor , hotel, villa ataupun rumah pribadi kepercayaan pengguna jasa terhadap CV Ibu Jero menggunakan tenaga yang profesional serta mengyang kemudian berubah menjadi PT. IBU JERO segunakan peralatan dan chemical yang memenuhi makin meningkat, sehingga kerja sama pun dijalin standar kebersihan nasional dan aman bagi pengdengan perusahaan kecil, menengah, dan besar, baik huni. Layanan yang disediakan antara lain: polishing skala regional, nasional, maupun internasional. (marmer, keramik, teraso, dll), pembersihan dinding “Visi kami membangun sirkel kemitraan untuk baik dinding tembok maupun kaca, pembersihan maju bersama melalui potensialisasi sumber daya urinior, pencucian lantai karpet, pembersihan manusia yang bekerja dengan hati, pikiran, dan furniture, dll. langkah pada waktu serta tempat yang tepat sesuai KSU Ibu Jero Sejahtera dengan talenta yang dimiliki,” ujar I Dewa Putu Untuk ikut membantu meningkatkan keseSuyasa, Direktur PT. IBU JERO. jahteraan bagi tenaga kerja yang bergabung dengan Sebagai badan usaha milik swasta yang bergerak PT.IBU JERO, dibentuklah koperasi simpan pinjam, di bidang pengembangan jasa pengelolaan sumber dengan sasaran utama tenaga kerja PT. IBU JERO daya manusia, PT. IBU JERO melengkapi diri dengan dan untuk umum. KSU Ibu Jero memiliki produk izin-izin dari instansi terkait. Mereka juga berkomitantara lain Deposito (dengan bungan menarik dan men membantu pengadaan tenaga outsource yang berhadiah), Simpan pinjam (dengan persyaratan berkualitas sehingga memudahkan penanganan ringan dan pengurusan yang cepat), dan Tabungan karyawan. Klien pun bisa lebih berkonsentrasi pada (dengan bunga yang kompetitif) investasi, bisnis utama, dan pengembangan usaha. “Dengan beberapa bidang usaha yang sudah Untuk memenuhi kebutuhan dan pelayanan saya bangun, saya berharap bisa ikut menyeterhadap klien pada perkembangannya pada tahun jahterakan para tenaga kerja yang bergabung dengan PT.IBU JERO serta memberikan manfaat pada perkembangan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat di daerah Bali dan daerah daerah lain dimana PT.IBU JERO berada,“ tegas Dewa Putu Suyasa.
berdasarkan data KPAI, ada 3 lokus kekerasan terhadap anak, yakni di lingkungan keluarga, sekolah, dan di lingkungan masyarakat. Di sela-sela diskusi yang dipandu oleh Dr. AAA. Ngr Sri Rahayu Gorda,S.H.,M.H. yang juga Dekan FH Undiknas, disampaikan data yang mencengangkan, yakni 91% anak menjadi korban kekerasan terjadi pada lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling
aman dan nyaman bagi seorang anak. Pada kesempatan tersebut juga ditayangkan beberapa video kekerasan yang dilakukan di lingkungan rumah oleh orangtua; di sekolah oleh seorang guru kepada muridnya dan juga sesama teman; dan di lingkungan masyarakat. Melihat fenomena tersebut, Prof. Hakristuti Hakrisnowo, M.A., Ph.D, Guru Besar FH Universitas Indonesia mengatakan bahwa anakanak yang mengalami kekerasan tidak mengetahui dirinya mengalami kekerasan karena dilakukan oleh orangtuanya atau keluarganya. Begitu pula keluarga yang melakukan kekerasan pada anak sering menutupi kasusnya, seperti kasus ayah menghamili anaknya, paman menghamili keponakannya atau anak menghamili ibunya. Rupanya, kondisi yang didiamkan ini yang akan mengalami proses pengulangan. Jika dibiarkan akan membawa dampak psikologis terhadap si anak. Hal ini, sejalan dengan yang disampaikan pembicara Dr. AAA. Ngr Tini Rusmini Gorda., S.H.,M.H. Ia mengatakan peran seorang psikolog sangat diperlukan untuk menterapi anak korban kekerasan seksual. Lantas kenapa terapi psikologis itu diperlukan? Sebab, kalau korban tidak diterapi,
9
S
eminar yang menghadirkan 5 orang narasumber ini, mengangkat persoalan kekerasan seksual terhadap anak, karena melihat data kekerasan terhadap anak sejak tahun 2011-2014 mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Tercatat dalam data KPAI, tahun 2011 terjadi 2.178 kasus kekerasan, tahun 2012 menjadi 3.512 kasus, tahun 3013 terdapat 4.311 kasus,
dan tahun 2014 menjadi 5.066 kasus. Dalam seminar itu juga tergambarkan bahwa jumlah kasus yang terdata di KPAI, mungkin lebih sedikit dibandingkan kenyataannya. Sebab, banyak kasus kekerasan terhadap anak yang tidak dilaporkan dan didiamkan begitu saja. Entah itu dianggap bukan kekerasan, karena dilakukan orangtua atau keluarga dekat. Jika ditelusuri lebih jauh,
Ada yang menarik pada Seminar Nasional yang dihadiri sekitar 120 –an mahasiswa FH Undiknas ini, adalah hadirnya masing-masing 2 orang mahasiswa, dari FH Universitas Diponegoro Semarang, FH Universitas Atmajaya Yogyakarta, FH Universitas Islam Sumatra Utara, FH Universitas Surabaya, FH Universitas Sahid Jakarta, FH Akademi Ilmu Pemsayarakatan Jakarta, dan FH Universitas Dwijendra Denpasar. Selain itu, demi terhindar dari rasa jenuh dan bosan, Seminar Nasional kali ini dikemas berbeda dari seminar pada umumnya. Acara dikemas dalam bentuk talk show. Moderator melakukan diskusi dengan para pembicara. Diskusi pun berangkat dari beberapa kasus kekerasan dari 3 lokus kejadian yang ditayangkan dalam bentuk video. Berikutnya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diawali dari perwakilan mahasiswa FH dari luar Bali. Terinspirasi dari sebuah lagu, moderator menutup dengan closing steatment: Dunia anak bukan lagi dunia yang menyenangkan, penuh dengan tawa, imajinatif, dan kegembiraan. Lingkungan masyarakat sekitar anak-anak saat ini sudah menjadi gambaran yang kurang baik bagi sebagian besar dari mereka. Ketika anak ingin menghindari ketakutan dan kembali ke rumah, ternyata keluarga bukan lagi tempat yang nyaman dan aman. Pendidikan juga bukan lagi taman-
taman bermain bagi siswa, karena potensi kekerasan pun sudah menjadi bagian dari sekolah untuk membangun karakter dan relationship. Kemana lagi mereka mendapatkan dunia yang mereka inginkan?, kemana lagi mereka mendapatkan suasana
FH Undiknas
yang mereka mimpikan? Mungkin, mereka hanya butuh tidur, dan membangun kegembiraan, kebahagiaan, keceriaan hanya lewat mimpi mereka…..seperti dalam sebuah lagu “Sleeping Child” dari MLTR. - ard
Jalan Bedugul No. 39, Sidakarya – Denpasar Telepon (0361) 723 868, 72 30 77
8
Bunda & Ananda
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Melihat Satwa Liar sebelum Punah Mengisi liburan hari raya bisa dilakukan dengan banyak hal. Salah satunya berkunjung ke taman satwa. Selain bisa mengenal satwa yang langka, bisa juga menyaksikan berbagai atraksi satwa.
I
ndra bersemangat ketika diajak naik gajah dan berkeliling. Bocah kelas I SD ini kagum dengan tubuh gajah yang besar dan berwarna keabu-abuan itu. Sebelumnya, ia hanya melihat gajah dari gambar-gambar di buku. Ketika diajak menyaksikan pertunjukan gajah, ia pun terke sima karena gajah bisa diajar ber akting. Penjelasan tentang populasi gajah yang makin berkurang membuatnya banyak bertanya kepada sang bunda. “Pertanyaannya mulai dari mengapa jumlah gajah bisa berkurang, mengapa gadingnya dipotong, mengapa gajah bisa berakting dan main bola. Rasa penasaran ini menunjukkan dia sangat antusias tentang berbagai hal mengenai gajah,” ungkap sang bunda. Pengalaman melihat satwa langka juga ditunjukkan Tata. Saat melihat komodo, ia heran mengapa ada biawak sebesar itu. Dari papan informasi, ia pun membaca komodo termasuk satwa langka yang hanya ada di Indonesia. Selain komodo, ia juga melihat harimau. Informasi berbagai jenis harimau membuatnya tahu bahwa di Bali dulu ada
HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII
17
Sukses karena Sinergi
HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII yang sejatinya jatuh pada tanggal 19 Februari 2016, dirayakan Kamis (18/2). “Perayaan ini dimajukan karena berkenaan dengan hari raya. Namun spiritnya tidak boleh hilang,” ujar Koordinator Kopertis Wilayah VIII (Bali-Nusra) Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si.
harimau Bali. Namun, harimau Bali sudah punah. Sekarang populasi harimau di dunia pun terus berkurang. Beragam upaya dilakukan untuk tetap melestarikan satwa tersebut. EDUKASI PELESTARIAN Sebagai bagian dari komitmen untuk mengedukasi dan menyebarkan pesan bagi pelestarian satwa liar, Bali Safari & Marine Park pun meluncurkan show terbarunya, “Harimau From Predator to Prey”. Pertunjukan di “Harimau Amphitheatre” ini mengisahkan tentang semakin berkurangnya populasi harimau di muka bumi. Diawali dengan pawai singkat yang menggambarkan tentang hubungan harimau dengan sejarah dan mitologi Bali, pertunjukan ini banyak menunjukkan kemampuan alami kucing besar ini dalam bermain, berburu, memanjat dan berenang. Pertunjukan ini menekankan tentang insting dan kemampuan alami “Si Raja Hutan” tanpa berusaha menjadikannya sirkus. Penonton juga dapat menyaksikan ikatan positif yang dibangun antara kucing besar ini dengan masyarakat yang peduli dengan populasi harimau yang ada di penangkaran saat ini. Keper-
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
P
cayaan, kasih sayang dan komitmen Bali Safari dalam memperkaya kemampuan alami harimau ini menciptakan hubungan yang menyenangkan antara satwa ini dengan keeper-nya. Meski dikagumi dan ditakuti, harimau telah dibantai habis–habisan oleh manusia demi mendapatkan kulit dan bulu mereka yang indah untuk dipajang sebagai hiasan atau mengambil bagian–bagian tubuh satwa malang ini untuk dijadikan obat untuk berbagai penyakit. Harimau Bali terakhir ditemukan terbunuh pada tahun 1937, peristiwa itu telah memastikan kepunahan satu lagi spesies satwa yang sepanjang abad lalu populasinya telah berkurang sebanyak 93%.
W i l l ia m Sa n to so , General Manager Bali Safari & Marine Park berharap pengunjung yang menyaksikan show ini dapat merasa terhibur sekaligus tergerak secara emosional mengenai ancaman kepunahan yang tengah dihadapi populasi harimau saat ini. “Apabila seluruh lapisan masyarakat tidak bersatu untuk melindungi harimau dan habitatnya yang terus berkurang maka suatu saat kucing besar ini bisa benar– benar punah karena diburu,” ujarnya. – Ngurah Budi
uncak HUT tersebut berjalan sukses karena sinergi berbagai pihak. “Kami bersyukur karena pelaksanaan HUT Kopertis ini banyak mendapat dukungan semua pihak. Keberhasilan berawal dari kebaikan. Tidak ada kekuatan tanpa kebersamaan, bersama kita pasti bisa,” ujar Ketua Panitia HUT Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. yang juga Rektor IKIP PGRI Bali ini. Wujud bakti kebersamaan ini adalah HUT bisa dilaksanakan dalam kebersamaan dari segi biaya dan pekerjaan. Dana bukan lagi masalah karena ditanggung bersama-sama. Karena itu pula, dalam kesempatan
Puncak HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Koordinator Kopertis Dasi Astawa yang diserahkan kepada Ketua Panitia HUT Made Suarta
itu Made Suarta mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para donatur. Bendara HUT Dr. AAA. Ngr
Tini Rusmini Gorda., S.H.,M.H. meyampaikan serangkaian HUT Kopertis ke-34 dilaksanakan baksos berupa penghijauan dan bersih-bersih di
Pantai Padang Galak, Denpasar, Senin (15/2) dikoordinatori okeh Universitas Mahasaraswati. Berikutnya, Selasa (16/2) dilaksanakan jalan sehat dan donor darah yang ditangani Universitas Warmadewa. Dan, puncak acara Kamis (18/2) dikomandoi Universitas Hindu Indonesia (Unhi). “Tiap universitas bertanggungjawab all out terhadap tugas yang dibebankan, sehingga semua kegiatan berjalan sukses. Kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas,” ucap perempuan energik yang
juga Ketua Perdiknas ini. Senada dengan apa yang disampaikan Made Suarta dan Tini Gorda, Sekretaris HUT Dr. Sukamerta, M.Pd. juga mengatakan perayaan HUT Kopertis kali ini benar-benar berbeda dari sebelumnya karena masing-masing tugas dan tanggung jawab kegiatan dibebankan pada universitas (PT) yang ditunjuk sebagai koordinator. Dan kegiatan itu pun dikatakan Rektor Unmas ini disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kekinian di masyarakat. –ten
Anak-anak menyaksikan pertunjukkan harimau
Mendongeng Lima Menit Batu menangis
Anak gadis itu sangat cantik. Wajahnya manis, perawakannya semampai, rambutnya hitam mengurai. Ibunya bangga dan sangat sayang kepada anak kandung satusatunya itu. Namun sang ibu tidak mau Made Taro memanjakannya. Ia berharap anak itu hidup sederhana dan rajin membantu ibunya. Setelah naik remaja ternyata harapan ibunya jauh panggang dari api. Gadis cantik itu tidak pernah membantu ibunya. Ia asyik mempercantik diri. Berjam-jam ia menatap kecantikannya di depan cermin. Ia mulai menuntut ibunya untuk membelikannya pakaian yang indah dan alat-alat kecantikan. Ia bahkan tak pernah keluar kamar, karena takut kulitnya yang mulus kena debu dan terik matahari. Ibunya berkali-kali memperingatkan agar anak gadisnya itu tidak terpesona oleh kecantikannya. “Temanilah ibu ke pasar, Anakku! Ibu sudah tua. Kuharap kamu membantuku membawa beban yang berat.” “Untuk memuaskan hatimu, baiklah! Tetapi jangan sekali-kali kau mengaku sebagai ibuku,” jawab si anak angkuh. “Mengapa demikian, Anakku?” “Malu, Bu! Masa’ seorang perempuan berpakaian kumal dan berwajah buruk melahirkan anak yang cantik.”
“Bersama Kita Pasti Bisa”, prinsip yang dijalankan panitia untuk menyukseskan perayaan HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII
Sang ibu terkejut. Bibirnya gemetar menahan amarah. Sepanjang perjalanan ke pasar ia terus berdoa, agar Tuhan menyadarkan anaknya untuk tidak durhaka kepada ibunya. Guna memuaskan keinginan anaknya, sang ibu menuruti untuk berjalan di belakang gadis cantik itu. Di tengah jalan orang-orang terbengong-bengong menatap kecantikan anak gadis itu. Namun setelah melihat seorang perempuan tua berpakaian kumal yang berjalan terseok-seok di belakang gadis itu, orangorang bertanya, “Apakah itu ibumu, wahai gadis cantik?” Anak gadis itu menjawab tegas, “Bukan, ia pembantuku!” Sang ibu jengkel dan sakit hati, tetapi ia tersenyum, seolah-olah bangga menjadi pembantu gadis cantik itu. Dalam perjalanan pulang, di tengah jalan di bawah sebuah pohon rindang, anak gadis itu tiba-tiba mengaduh dan menangis. Ibunya segera menahan agar anaknya yang berubah pucat itu tidak jatuh terjerembab. “Maafkan aku, Ibu! Aku menyadari bahwa aku menyalah gunakan kecantikan ini. Aku sombong dan durhaka. “Maafkan aku, Ibu!” Dalam pelukan ibunya, tubuh gadis itu berubah perlahan-lahan. Ia kaku menjadi batu. Dari kelopak matanya meleleh air mata yang perlahan-lahan menjadi beku. Sambil menangis, ibunya berkata, “Ibu memaafkanmu dan tetap sayang kepadamu, tetapi Tuhan berkehendak lain. Tuhan selalu adil memperlakukan ciptaanNya.” Batu menyerupai gadis yang melelehkan air mata itu sekarang masih terpampang di bawah pohon rindang di Kalimantan Barat. Penduduk menamakannya Batu Menangis.
Baksos yang digelar serangkaian HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII yakni penghijauan, bersih-bersih pantai, jalan sehat, dan donor darah
Tiga PTS Berprestasi Dalam puncak perayaan HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII, Kamis (18/2), Koordinator Kopertis Dasi Astawa menyampaikan rasa bangganya terhadap 3 PTS yang ada di wilayah VIII yang masuk 100 besar dari 162 PTS di Indonesia, yakni Universitas Mahasaraswati, Universitas Pendidikan Nasional, dan IKIP PGRI Bali. Pada kesempatan baik itu, ketiga PTS berprestasi tersebut menerima piagam penghargaan dari Koordinator Kopertis Dasi Astawa. Dengan gaya bicaranya yang bersemangat dan berapiapi tersebut, Dasi Astawa menegaskan kepada seluruh dosen untuk membangun kepercayaan diri. “Gerakan kita harus dinamis, progresif, kreatif, inovatif bahkan cenderung radikal dalam arti yang positif. Jangan gerakan kita konservatif, ortodoks, tradisonal apalagi tergantung dan
dibodohi. Maka kita akan digilas oleh zaman. Zaman tidak boleh menggilas kita, uang tak boleh menggilas kita, kedudukan tidak boleh menggilas kita, kita yang harus menggilas semua itu. Kita adalah makhluk tertinggi, karena itu jangan pernah rendah diri, jangan pikir kita tak ada apaapanya. Sebenarnya diri kita luar biasa. Jadilah dari nol menjadi berisi, jangan dari berisi ke nol,” ucapnya. Selanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa sekarang Dikti sudah memberikan semua dosen bebas jabatan rangkap, dan bebas berinprovisasi. “Kita ini dosen-dosen terhormat maka harus jadi orang hebat. Dosen itu hebat ketika mengambil keputusan on the track, at the right place and the right time. Dengan begitu hasilnya pasti luar biasa. Jika tak punya nyali, tentu tak punya prestasi dan dedikasi,”
Koordinator Kopertis Wilayak VIII Dasi Astawa memberikan penghargaan kepada tiga PTS berprestasi yakni Unmas, Undiknas, dan IKIP PGRI Bali
ujarnya. Perayaan HUT ke-34 Kopertis Wilayah VIII ini dirangkaikan juga dengan aksi kepedulian Kopertis pada masyarakat. Beberapa gerakan sosial yang dilakukan adalah menanam pohon (penghijauan), bersihbersih di pantai, jalan sehat, dan donor darah. “Kegiatan ini–antara jasmani dan rohani menjadi satu. Sehingga kami di Kopertis ini benar-benar tidak hanya menjadi cerdas intelektual, cerdas emosial
dan spiritual, tapi juga peka terhadap masalah-masalah sosial. Itu yang menjadi dasar dari peringatan HUT ini. Sehingga yang selama ini menjadi “pendidikan tinggi menara gading”, ingin kami dekatkan dengan masyarakat. Sehingga, masyarakat benar-benar memahami, merasakan apa fungsi perguruan tinggi itu,” ucapnya. Ia berharap ke depannya seluruh PT harus terakreditasi karena masih ada beberapa
prodi yang belum terakreditasi. Semua yang terakreditasi C didorong ke B, yang terakreditasi B didorong menjadi A, dan yang terakreditasi A didorong untuk mempertahankan reputasinya tetap A. Karena sekarang ini orang tidak lagi memilih klasifikasi PT, yang penting sekarang adalah aspek kualitas, dan kualitas berkaitan dengan akreditasi. “Jadi dimana pun Anda sekolah, jika akreditasinya A berarti prestasinya bagus. Inilah garansinya sekarang. “Pesan saya bagi anak2-anak muda sekarng jangan salah pilih sekolah. Jangan memilih sekolah yang belum mempunyai kepastian hukum terutama izin operasional. Pilihlah sekolah/PT yang memiliki izin operasional dan dalam keadaan sehat dengan 8 indikatornya itu. Anak-anak harus dicerdaskan. Dan, bagi PTS lain (di wilayah Bali tidak ada), masih ada yang bermainmain dengan pelaksanaan PT, mohon segera insyaf, sadar dan bertobat, jangan sampai kita sendiri merusak anak bangsa kita sehingga daya saingnya tidak bisa diandalkan di dunia internasional,” tandasnya. –ten
18
Museum Buleleng hanya Punya Foto
Wayang Asli di Belanda Mempelajari sejarah tentu tidak hanya dengan membaca buku-buku sejarah tetapi juga bisa dengan melihat secara langsung benda-benda peninggalan sejarah. Salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah museum Buleleng. Memiliki lokasi yang sangat strategis karena berada di pusat kota serta berdampingan dengan Museum Gedong Kertya, salah satu museum teks tertua di Pulau Dewata membuat Museum Buleleng memiliki potensi sebagai tempat wisata menarik andaikata pemeliharaanya lebih maksimal lagi. Hal ini disampaikan oleh I Made Parwija Penanggung Jawab Museum Buleleng.
M
Life
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
enyimpan benda-benda bersejarah khusus di Bali Utara peninggalan Bali Aga berupa alat-alat tradisional dan benda arkeolog dari daerah pedalaman. Museum Buleleng didirikan oleh Yayasan Pelestarian Budaya Bali Utara (YPBBU) yang seluruh anggotanya merupakan pensiunan bupati, sekda, dan juga kepala dinas. Yayasan tersebut memiliki misi untuk menjaga dan melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah agar tidak hilang dan punah. “Jika mereka tidak mengamankan benda-benda peninggalan ini, generasi muda tidak akan mengenal sejarah,” ujar Parwija. Dengan adanya Museum Buleleng sangat diharapkan mampu memberi edukasi kalangan generasi muda. Masyarakat yang berkunjung tidak hanya dari kalangan lokal tetapi juga rombongan pelajar dari luar Bali. Tujuannya adalah untuk kepentingan edukasi. Bahkan tidak jarang kunjungan pun berasal dari turis mancanegara khususnya warga Belanda. Banyaknya turis Belanda yang datang dikarenakan bangunan yang digunakan sebagai gedung museum itu adalah bangunan peninggalan Belanda. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk melihat peninggalan nenek moyangnya yang ada di Buleleng. Namun, keadaan memprihatinkan ketika semakin hari
sejarah terkendala oleh faktor biaya. Adanya ketidaksinkronan antara pengelolan Yayasan Pelestarian Budaya Bali Utara (YPBBU) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) membuat Parwija sebagai penanggung jawab museum bingung. Dia mengaku seharusnya antara pengelola dan dinas bisa bekerja sama untuk menata semenarik mungkin museum Buleleng. “Ya kalau museumnya bagus yang bangga kan Bupati juga,” lanjut pria yang sudah mengabdi selama 15 tahun ini. Kurangnya promosi ke media mengenai keberadaan museum dikarenakan terbatasnya koleksi. “Sebenarnya masih banyak peninggalan sejarah yang ada dimasyarakat hanya saja kita tidak memiliki cukup dana untuk itu,” lanjutnya lagi. selama ini museum yang sudah berdiri sejak tahun 2001 itu hanya memiliki beberapa koleksi benda bersejarah dari beberapa daerah di Buleleng antara lain dari desa Sepang, Sembiran, Sidatapa dan Tigawasa. Bahkan ada beberapa benda peninggalan berupa wayang yang ternyata dikoleksi di museum Belanda. “Yang asli ada di Belanda. Kami cuma dikasi fotonya saja,” imbuhnya. Ke depan ia sangat berharap pembangunan museum tidak sampai di sini saja tetapi ada kerjasama antara pengelola dan dinas untuk menata kembali Museum Buleleng. “Gaji tukang kebun saja setiap bulan kami harus minta pada donatur,” tambah Parwija. -Wiwin
jumlah pengunjung semakin menurun. Berkurangnya minat masyarakat dengan keberadaan museum Buleleng tidak terlepas dari kurang maksimalnya pendiri yayasan untuk menata agar menarik untuk pendidikan. “Pendiri yayasan karena sudah tua mereka hanya ingin melestarikan dan menjaga saja,” lanjut Parwija lagi. KENDALA DANA Minimnya penataan baik dari penerangan di dalam Museum Buleleng dan koleksi benda-benda
I Made Parwija
Salah satu koleksi museum Buleleng berupa Sarkofagus
Harmonee
“Sindir” dengan Lagu
Story
Edisi 889/22 - 28 Februari 2016
7
Silaturahmi Budaya Imlek Hadirkan Kesenian dari Zhejiang
Tahun ini, di pusat perbelanjaan Cakranegara Mataram, terlihat semarak lampion merah tertata rapi menggantung di atas jalan protokol kawasan perdagangan tempat bermukimnya sebagian komunitas Tionghoa di Mataram itu. Lampion-lampion ini dipasang untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2567 yang jatuh pada tanggal 8 Februari 2016 lalu. Nuansa Tionghoa di perayaan Imlek kali ini, memang terasa berbeda. Biasanya Imlek hanya dirayakan secara internal, namun tahun ini perayaan Imlek dilaksanakan terbuka dalam kegiatan budaya.
Musik merupakan karya seni yang memiliki keindahan atau estetika di dalamnya. Selain itu fungsi musik adalah sebagai suatu media bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaan atau emosinya. Melalui irama, ritme serta liriknya membuat musik bagi kebanyakan orang adalah sarana penghibur. Begitu juga dengan band Harmonee Singaraja mengartikan musik sebagai suatu ungkapan yang memiliki nilai keindahan. Band indie asal Singaraja yang terbentuk karena kesamaan visi misi dan juga kualitas bermusik yang dianggap memadai satu sama lain ini mengaku sangat senang bermusik. Band yang bermarkas di Singaraja ini memiliki aliran musik yang mencakup secara keseluruhan. “Buat kami musik itu ungkapan yang indah,” ujar Apap, lead guitar sekaligus vokal. Memiliki karya yang disukai oleh penikmat musik tentu tujuan dari masing-masing personil, maka dari itu tema lagu yang ditulis adalah berdasarkan realita di kehidupan masyarakat dan pengalaman pribadi. Tujuannya adalah lebih menyatu dengan pendengar. “ Berharap karya kami bisa dianggap indah dan bisa diterima semua kalangan,” lanjut Dix, lead vocal. Memiliki enam lagu dan barubaru ini merampungkan klip video andalannya “Pragat Cekrek” yang tentu saja mendapat apresiasi dari pencinta musik khususnya masyarakat Buleleng. Single yang menceritakan fenomena kehidupan anak muda zaman sekarang mampu menyedot perhatian pendengar. Digarap dengan sangat kocak, klip video ini mengambil latar tempat-tempat rekreasi yang ada di Buleleng. Melalui lagu “Pragat Cekrek” Harmonee ingin menyampaikan pesan kalau mengikuti zaman itu sah-sah saja tetapi jangan sampai tergerus oleh zaman. Kehidupan anak-anak muda khususnya di Singaraja yang selalu menggambarkan kehidupan sosialita sehingga kemana pun mereka pergi tidak akan lengkap rasanya jika belum difoto dan diunggah ke media sosial. Lirik lagu yang “menyindir” diharapkan mampu diambil pesan moral yang sifatnya positif. Menyikapi perkembangan
musik di Buleleng, band yang terbentuk sejak 1 Januari 2016 ini mengatakan sangat apresiasi karena sudah semakin maju dan dilirik oleh daerah lain. Dengan hadirnya Harmonee di tengahtengah masyarakat juga sangat diharapkan bisa memberi motivasi kepada musisi-musisi yang belum muncul agar makin berkarya dan tidak takut menunjukkan bakatnya. Namun jika ditanya soal persaingan di dunia musik, Harmonee tidak setuju. “Menurut kami tidak ada persaingan, karena sejak awal jalan, Harmonee selalu didukung penuh oleh seluruh musisi,” tegas Apap. Band yang digawangi oleh tiga personil di antaranya; Apap (lead guitar, vocal), Dix (guitar, lead vocal), dan Ben (drum, perkusi, vocal) menganggap sesuatu hal dalam bentuk karya adalah tidak untuk persaingan karena mereka mencintai hasil karya seni dalam bentuk apapun terutama musik. Meskipun tidak ada persaingan namun Harmonee tetap memiliki cara untuk mempertahankan eksistensi. Terus berkarya, jangan malu untuk menunjukkan karya dan jangan ada jarak dengan masyarakat terutama fans karena tanpa mereka pasti tidak akan bisa dikenal lebih luas adalah hal yang selalu membuat Harmonee makin dikenal. Memiliki ciri khas dengan gaya berpakaian dan warna musik yang mengusung gaya modern dan dipadukan dengan ciri khas musisi adalah cara lain untuk tetap eksis di kancah musik. “Cara kami bersosialisai dengan umum yang dijamin berbeda dan mudah-mudahan diterima secara positif,” imbuh Apap. Memiliki fans bagi sebuah band adalah hal biasa, namun dapat menyatu dengan fans adalah hal luar biasa. Hal ini yang mereka lakukan dengan melakukan sosialisasi kepada fans sebelum dan setelah manggung bahkan mengadakan kunjungan ke markas fans secara mendadak secara tiba-tiba atau spontan. Ingin membuat daerah asal bangga, Harmonee selalu menggunakan ikon-ikon yang ada di Buleleng dalam penggarapan klip videonya. Selain mengenal Harmonee, pendengar juga diharapkan mengetahui tempattempat wisata dan ikon dari kota Singaraja. -Wiwin
P
ada puncak perayaan Imlek Bersama, Sabtu, 20 Februari 2016, komunitas Tionghoa menggelar Silaturahmi Budaya dengan menampilkan kirab/pawai dan pergelaran bernuansa Tionghoa yang berpadu dengan berbagai komunitas baik lintas etnik maupun lintas agama yang ada di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Mataram. Silaturahmi Budaya Imlek 2567 ini menjadi bagian penting dari peleburan diri komunitas Tionghoa dengan masyarakat yang tinggal di Nusa Tenggara Barat dengan masyarakat. Perayaan Imlek adalah perayaan kebudayaan bukan merupakan ritual agama. Maka, Imlek Bersama seperti ini nantinya akan menjadi agenda kebudayaan Kota Mataram, seperti halnya pawai Ogoh-ogoh yang digelar tiap Hari Raya Nyepi. Tidak tanggung-tanggung, dalam Silaturahmi Budaya yang akan diisi selain dengan berbagai kesenian tradisional dari berbagai etnik yang tinggal di Mataram, juga menampilkan kesenian dan akrobatik dari Provinsi Zhejiang RRT dalam 18 rombongan kesenian. “Inilah perayaan Imlek bersama terbesar di Mataram,” ungkap Bing Hamidy, Ketua Panitia Imlek Bersama, 2016. Dengan digelarnya Silaturahmi Budaya Imlek 2567 ini semakin mempertegas kerukunan budaya maupun antar umat beragama dalam masyarakat Kota Mataram khususnya yang penduduknya plural. Penegasan ini juga disampaikan oleh Isfanari, Sekjen Pengurus Wilayah Muhammadiyah NTB yang turut hadir dalam ramah tamah Imlek 2567 di rumah Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Nusa Tenggara Barat Agus Prajadi Winaktu beberapa waktu lalu. “Prinsipnya kita semua ingin menjalin kerjasama dan menjaga silaturahmi antar umat beragama maupun budaya,” ungkapnya. Menurut Isfanari, menjaga silaturahmi antar etnik maupun agama sangatlah penting demi terciptanya kehidupan yang damai. “Perlu kearifan kita semua sebagai warga negara dan umat yang baik untuk menjaga hal tersebut,” katanya. Menariknya, komunitas Tionghoa di Mataram memiliki hubungan yang harmonis dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya lagi dengan tokoh-tokoh agama. TGH. Taqiuddin, Ketua NU NTB, yang juga turut hadir dalam ramah tamah tersebut menilai bahwa kerukunan umat beragama itu merupakan suatu keharusan dan tidak ada lagi sekat yang menghalangi hubungan silaturahmi antar umat. Menurutnya,
Imlek bukan semata urusan agama, melainkan juga seremonial budaya yang mewarnai dan memperkaya khasanah budaya Nusa Tenggara Barat. Wakil Gubernur NTB, Muh. Amin menyambut baik perayaan Imlek tahun ini yang terbingkai dalam Silaturahmi Budaya. “Momentum ini sangat baik dan menambah perbendaharaan kebudayaan NTB yang kaya dan beragam. Kini agenda kegiatannya sedang dibangun di Nusa Tenggara Barat,” katanya. Dengan semakin terbukanya komunitas Tionghoa di NTB, menurutnya, memberi arti penting terhadap terbangun dan terjaganya daya hidup toleransi antar umat beragama maupun antar etnis. “Toleransi di NTB sudah terbangun dengan baik dan komunitas Tionghoa hidup berdampingan dengan yang lainnya. Ini harus kita pelihara sebagai kekayaan bersama,” katanya. MAKAM BINTARO Warga keturunan Tionghoa telah mendiami Lombok secara turun temurun. Bahkan, sebelum Indonesia merdeka, leluhur mereka telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat NTB. Jejakjejak kehidupan warga keturunan Tionghoa di Lombok, terlihat dengan jelas pada peninggalanpeninggalan leluhur mereka, seperti makam Bintaro tempat yang biasa disebut kuburan China. “Bahkan di sana ada makam yang usianya diperkirakan sekitar 200 tahun,” ujar Lo Li Rui, salah seorang tokoh Tionghoa yang kini berusia 79 tahun dan ia merupakan mantan guru. Dalam membangun kebersamaan dan kepedulian antar sesama, berbagai komunitas/organisasi Tionghoa NTB seperti Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Perkumpulan Sosial Bhakti Mulya, Hokian Hokkian Kong Kwan, Perhimpunan Hakka, Hok Kian Hwei Kwan dan vihara-vihara lain turut berperan dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Warga Tionghoa NTB memiliki toleransi be-
Perayaan Imlek di Mataram, menambah kekayaan dan khazanah budaya NTB
ragama yang baik. Dalam satu keluarga saja ada yang penganut Kristen, Islam, Hindu dan Buddha. “Keberagaman itu menjadi warna tersendiri dalam keluarga,” kata The Kok Lay. Sebagai warga Tionghoa, mereka semua merayakan Tahun Baru Imlek. Imlek dirayakan oleh masyarakat Tionghoa tanpa membedakan agama. Karena Imlek bukanlah kegiatan keagamaan, melainkan tradisi yang dianut oleh masyarakat Tionghoa di seluruh
dunia, termasuk di NTB. Keberadaan warga Tionghoa di daerah ini, telah berkontribusi dalam pembangunan bidang ekonomi khususnya sebagai pengusaha dan kontribusi lain juga terlihat di berbagai bidang, seperti dalam dunia pendidikan dan birokrasi serta swasta. Selain itu, ribuan bahkan hampir mencapai angka 10.000 warga Tionghoa mewarnai dan melengkapi kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki Nusa Teng-
gara Barat. “Berdasarkan hasil sensus terakhir, ada sekitar 6.000 warga Tionghoa yang ada di NTB. Namun angka tersebut masih akan bertambah mengingat belum seluruhnya dijangkau ketika sensus dilakukan. Diperkirakan ada sekitar 10.000 warga Tionghoa di NTB,” ujar Prajadi Agus Winaktu, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Nusa Tenggara Barat. -Naniek I. Taufan
6
Woman on Top
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Dr. AA Ayu Ketut Agung
Tanam Cabai Gadaikan Emas
Penata Rias Wajib Lengkapi Diri dengan Sertifikat
Pemberlakuan MEA yang membebaskan masuknya barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik di antara negara-negara di Asia Tenggara, tentunya menuntut kita untuk memiliki kualitas diri yang lebih tinggi untuk dapat bersaing dengan tenaga asing. Tiap individu dituntut untuk berkompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya masing-masing, tanpa terkecuali, termasuk di bidang tata kecantikan. Apalagi, Denpasar merupakan kota kompeten pertama di Indonesia. Doktor Anak Agung Ayu Ketut Agung, pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung yang juga pemilik Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung menunjukkan bentuk dukungannya kepada Pemkot Denpasar dengan kontinu tiga kali dalam setahun menggelar uji kompetensi untuk tata kecantikan kulit dan uji kompetensi tata rias pengantin Bali. TUK Agung merupakan satu-satunya TUK di Bali untuk Tata Kecantikan Kulit. “Untuk meng Tata rias pengantin Bali payas Madya Badung (Kota Denpasar) yang diujikan
hadapi MEA ini, semua penata rias harus mengikuti uji kompetensi dan mendapatkan sertifikat berkompeten,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan “Gerakan Indonesia Kompeten”, Bimbingan Teknis Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang dilaksanakan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 15 s.d. 17 Februari 2016 di Hotel Grand Quality, Yogyakarta. Dalam Bintek tersebut diundang 18 TUK Tata Rias Pengantin dari 134 TUK se-Indonesia, yakni TUK yang berprestasi, TUK yang bermasalah, dan TUK yang harus ditingkatkan. “Salah satu TUK dari Bali yang diundang adalah TUK Agung yang masuk kategori TUK berprestasi. TUK Agung ini bisa menjadi motivasi bagi TUK lain bagaimana bisa menjalankan uji kompetensi tanpa harus mengandalkan biaya dari pemerintah,” ujar Ketua LSK Tata Rias Pengantin (TRP) Nany Sukorenaning Dasih, M.Pd. Pertemuan tersebut juga dikatakannya sebagai tempat untuk menyamakan persepsi dan saling berbagi pengalaman. Bu Agung yang didaulat membeberkan kiat-kiat bisa melaksanakan uji kompetensi mandiri, mengatak a n semua karena dukungan dan kerjasama dengan pemerintah setempat, lingkungan sekitar, organisasi wanita, instansi terkait, media, dan sponsor lainnya. Bentuk sponsor pun dijelaskannya tidak selalu berbentuk
Sabar Mengurus Lansia Mengurus warga lanjut usia (lansia) emerlukan kesabaran. Perilaku mereka m beraneka ragam. Hal ini diungkapkan Kepala UPT Pelayanan Sosial Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar Nyoman Retnaningsih.
“K
alau bilang sulit ya... kalau bilang tidak… tidak. Disini jumlah lansianya 46 jadi karakter, sifat, tingkah laku pasti berbeda-beda. Biasanya ada lansia yang egonya melewati batas sampai menimbulkan permasalahan atau sampai bertengkar. Penyelesaiannya, kami panggil lansia yang bermasalah. Kami berikan pemahaman atau pencerahan supaya emosi lansia-lansia tersebut turun dan mau juga saling memaafkan dan kembali bersosialisasi,” ungkap Retnaningsih.
Ia menambahkan kalau sudah lansia benar-benar kembali ke tingkah laku seperti anak-anak, agak rewel dan susah diberi tahu. Petugas kadang tersenyum melihat tingkah polah itu dan harus sabar serta pelan-pelan. Ada lansia yang bisa menerima pemahaman dari petugas dan melaksankanya. Namun bagi lansia yang pelupa, harus berulang-ulang diberikan pemahaman. “Biasanya bilang ia saya salah tidak mengulangi lagi. Begitu dia bicara di hadapan kami. Sesudah itu dia lupa. Ini karena daya ingat lansia sudah menurun,” ujar perempuan
uang, bisa berupa kosmetika, dan sarana lainnya. Ketua LSK TRP Nany Sukorenaning Dasih mengaku salut dengan usaha Bu Agung tersebut, karena dari Direktorat memang dana untuk mengadakan uji kompetensi (UJK) tidak banyak. Ia juga menjelaskan bahwa tak semua LKP bisa menjadi TUK. Ada persyaratannya, di antaranya mengajukan proposal, memenuhi kriteria sarana prasarana, seperti busana pengantin dan kelengkapannya, yang mana saat ini Bu Agung mempunyai 200 set busana pengantin Bali dan kelengkapannya, memiliki ruang teori, dan tempat praktik. “LSK yang menunjuk layak tidaknya suatu tempat menjadi TUK,” tegasnya. Ia mengatakan, untuk semua kriteria tersebut, TUK Agung sudah memadai. Bahkan hasil UJK ini pun pernah diparadekan Tata rias pengantin Bali payas Agung Badung (kota Denpasar) yang diujikan
asal Besan, Klungkung ini. Mengenai aktivitas para lansia, ada yang menyapu kamar masingmasing dan halaman sekitarnya, ada yang membantu petugas yang di dapur seperti membersihkan sayur mengupas bahan yang dimasak. Tiap Kamis mereka diajarkan olaraga meditasi dan Jumatnya senam. “Lansia-lansia itu juga diajarkan ketrampilan seperti membuat porosan, canang, sapulidi, dll. Hasilnya dijual ke pasar dan ada juga pengepul yang langsung mengambil ke panti. Bagi yang memiliki bakat seni, bisa menabuh dan tampil jika ada acara,” imbuhnya. Saat ini penghuni Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar ini 46 orang, yang terdiri dari 36 perempuan dan 10 laki-laki. Setiap 1 rumah ada 6 kamar, jadi lansialansia ini dapat masing-masing 1 kamar. Namun, bagi lansia-lansia yang perlu pendampingan petugas sudah ada yang mendampingi. Karena itu ruangannya juga khusus. Mengenai biaya operasional panti, semua dari pemerintah. Jika ada penghuni panti yang sakit, sudah ada kerjasama dengan Puskemas dan Rumah Sakit pemerintah. “Paling sering lansia mengalami rematik. Apalagi kalau musim hujan dan cuaca dingin. Kalau sakitnya tidak bisa kami tangani, kami rujuk ke RS pemerintah seperti Wangaya atau Sanglah,” tandasnya. Keluarga yang punya orangtua atau kerabat di panti jompo ini bisa berkunjung kapan saja. Jika diajak pulang untuk keperluan upacara agama, pun diperkenankan asal kondisi sehat. Pihak panti biasanya berpesan agar lansia
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Bu Agung (duduk paling kanan) bersama Ketua LSK TRPNany Sukorenaning Dasih, M.Pd. (duduk tengah), bidang penjaminan mutu Irien Ibrahim, S.Pd. (duduk paling kiri), Sekretaris LSK Ir. Atiek Warih, S.Pd., M.M. (berdiri kedua dari kanan), dan sebagian ketua TUK se-Indonesia
dalam ajang Nusa Dua Fiesta 2015 yang dihadiri istri Menteri Koperasi dan UKM RI Ny. Bintang Puspayoga yang juga Ketua WHDI Bali, Dr. Abdullah dari Kemendikbud, dan Otie Ary Suta. Apa yang dilakukan Bu Agung ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua LSK TRP Nany Sukorenaning Dasih. Selanjutnya, bulan April 2016 TUK Agung akan kembali menyelenggarakan
UJK Tata Rias Pengantin Bali. Tata rias yang diujikan adalah Tata Rias Pengantin Bali Payas Madya untuk tingkat terampil dan Tata Rias Pengantin Bali Payas Agung untuk tingkat mahir. Bagi para praktisi dan masyarakat umum yang belum memiliki sertifikat uji kompetensi diharapkan segera mendaftar untuk menyamakan persepsi ke TUK Agung/LKP Agung. –Inten
AYO KURSUS…
DISKON 50% KURSUS, HANYA RP 4,5 JUTA
Kursus Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, payas madya, payas agung, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). Kursus Sampai Bisa & Bersertifikat
Hub. Sekretariat LKP Agung
Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email:lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. jangan begadang di rumah. ANGGAP RUMAH SENDIRI Ni Wayan Korti adalah salah satu penghuni Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar. Perempuan asal Kedampan Penebel Tabanan ini sudah tiga tahun di panti. “Saya punya lima anak dan 12 cucu,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela kunjungan komunitas Muffler Car Community Bali Ia mengaku masuk panti karena sering sakit-sakitan. Rematiknya sering kambuh kalau musim hujan. Selain rematik ia juga menderita tuli, dan mata sering kabur, kurang bisa melihat dengan jelas. Pengobatan
sudah dilakukan karena ada dokter yang rutin memeriksanya. Mengenai makanan, ia menceritakan biasanya makan nasi, sayur kangkung, sayur bayam, telur. Sekali waktu makan daging ayam. Untuk minuman, mereka diberikan susu dan bubur kacang hijau. “Aktivitas saya kalau pagi bersihbersih di kamar, di halaman, dan membantu di dapur karena saya sudah anggap panti ini sebagai rumah saya sendiri saking lamanya saya tinggal disini. Kadang saya juga buat porosan, ceper, sapu lidi, kadang buat sepit juga yang dari bambu itu. Hasilnya saya jual dan uang hasil penjualan milik saya,” ujarnya. Ia juga mengikuti yoga, meditasi, olah raga, tapi kadangkadang saja. Kalau sakitnya kambuh, ia hanya diam saja dan tidak beraktivitas. –Vijay/ Juniantari
Nyoman Retnaningsih
Intensitas hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tidak hanya merendam ratusan rumah warga sek itar. Luapan air hujan dari beberapa sungai, juga menenggelamkan ratusan hek tare lahan pertanian cabai yang ada di Ke camatan Boyolangu.
A
kibat terlalu lama tanaman terendam air, banyak pohon cabai yang membusuk dan mati. Kalau ada yang hidup, tumbuhnya kurang maksimal karena ujung tangkai mengkerut dan menguning. Bahkan, “bolotot” sebutan Jawa bunga cabai banyak yang rontok. “Sebelum banjir tanaman cabainya subur-subur. Tapi setelah terendam air begini, ya mati,” kata Wiyanti, seorang petani cabai. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, tanaman cabai tersebut terpaksa dipetik lebih awal sebelum waktunya panen. Bahkan, ada sebagian orang yang
langsung mencabuti semua pohon cabainya. Diikat menjadi satu lalu dibawa pulang. Setibanya di rumah, tanaman cabai ini dijemur. Setelah kering, buah cabai yang menempel di pohon ini, dipetik satu persatu. Dipilih yang bagus untuk dijual. Sedangkan batang cabainya dijemur lagi sampai kering untuk dijadikan kayu bakar memasak. “Yang bisa diambil, ya diambil. Sisanya dibuang, karena busuk,” imbuh Wiyanti. Sebelum terjadi banjir, semua tanaman cabai di Kecamatan Boyolangu, tumbuh subur. Bahkan, sebagian tanaman sudah mulai berbuah, meskipun belum waktunya dipanen. Bahkan boleh
Valentine ala Muffler Muffler Car Community Bali memiliki cara unik dalam memeriahkan Hari Valentine. Komunitas mobil yang diketuai Randu ini mengadakan acara tukar kado sesama anggota dan bakti sosial (baksos) pada Minggu (14/2). Acara tukar kado dilaksanakan di markas mereka di Jalan Badak Agung, Denpasar sedangkan baksos dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar. Komang Edy Purnawan, salah seorang anggota Muffler menuturkan baksos juga diisi dengan kegiatan pemberian sembako kepada lansia warga panti tersebut dan kunjungan ke kamar-kamar. Ia menegaskan kasih sayang tidak hanya ditujukan kepada pasangan atau sahabat tetapi juga kepada orang tua termasuk para lansia. Komunitas Muffler juga dihibur tarian joged yang dipersembahkan warga panti. –Ngurah Budi
Sertijab Dandim 1611/ Badung Serah terima jabatan (sertijab) Komandan Kodim 1611/ Badung dilaksanakan Senin (15/2) di Aula Makorem 163/ Wirasatya. Dandim 1611/Badung sebelumnya Letkol Inf. Teddy Arifiyanto digantikan Letkol CZI M. Leo Pola Ardiansa S. Dalam sambutannya, Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa mengatakan, Dandim supaya meningkatkan sinergitas dengan kepolisian dan instansi terkait di wilayahnya masing-masing. Pisah sambut Dandim lama dengan Dandim baru juga dilaksanakan di halaman Makodim 1611/Badung, Selasa (16/2) yang dihadiri Forum Pimpinan Daerah Badung dan Denpasar serta para mitra kerja Kodim 1611/Badung. –Ngurah Budi
dibilang, lebih subur bila dibanding tahun sebelumnya. Daunnya hijau, banyak tangkai, dan bunganya juga banyak. Dengan kata lain, hasil panennya lebih melimpah. Intensitas hujan yang terjadi terus menerus terjadi di Tulunga-
gung, membuat beberapa sungai meluap. Bahkan, ada beberapa tanggul yang jebol, sehingga air meluap ke sawah. Tidak segera surutnya air, membuat tanaman cabai membusuk dan mati. Kondisi ini diperparah dengan
19
anjloknya harga cabai di pasaran. Cabai yang biasanya laku dijual dengan harga Rp 10.000/ kilogram, kini turun menjadi Rp 5.000 /kilogram. Itu kondisi rawit kualitas bagus. Kualitas sedang Rp 3.500/ kilogram dan kualitas jelek Rp 2.500 / kilogram. Akibat gagal panen dan anjloknya harga cabai di pasaran ini, membuat para petani di Tulunggung merugi. Biaya operasional yang dikeluarkan tidak seimbang dengan penghasilan. Waktu tanam sebelumnya, sebagian orang menggunakan biaya pinjaman. Ada yang menggadaikan BPKB, kendaraan, emas, dan lain sebagianya. Dengan harapan, kalau panen barang-barang berharga tersebut ditebus lagi.”Untungnya saya nggak sampai ngutang. Jadi ya, nggak terlalu beban,” kata perempuan tamatan SLTP ini. -Khoirul Abadi
Banjir Rendam Tambak Udang Hujan lebat selama beberapa nila dan udang dalam satu hekhari ini ditambah banjir kiriman tare tambak mencapai puluhan lewat sungai Bakepuk dan Barjuta rupiah. “Jika tambaknya ongan serta air pasang dari laut, seluas 40 hektare maka nilainya mengakibatkan sekitar 400 rubisa mencapai miliaran rupiah. mah di Desa Banjar Panji, KecaIni baru kerugian dari segi matan Tanggungangin terendam tambak, belum kerugian dari banjir sejak 3 Februari 2016 lalu aspek lain yang dialami warga hingga sekarang. Selain rumah, setempat,” ujarnya sedih. banjir setinggi 60 cm tersebut Menurut Khoirul harga ikan juga merendam 40 hektare nila saat ini Rp 27 ribu per tambak udang dan ikan nila yang kilogram, sedangkan harga terdapat di desa tersebut. udang senilai Rp 50 ribu per Kepala Desa Banjar Panji, kilogram. Untuk mengatasi Drs H. Khoirul Anam ditemui banjir ini tidak ada jalan lain saat mengadu ke DPRD Sidokecuali menormalisasikan SunDrs H. Khoirul Anam gai Bakepok dan Barongan. arjo, Rabu (17/2) mengatakan “Pemda harus segera melakukan hal itu, jika banjir seperti ini baru pertama kali terjadi di desa tidak maka warga setempat sulit keluar dari yang dipimpinnya itu. masalah banjir tersebut,” ujarnya. “Selama ini tidak pernah terjadi banjir seperti Untuk mengatasi hal itu, pihaknya telah ini, biar hujan lebat bagaimana pun. Banjir ini mengadu ke DPRD Sidoarjo dan ke Pemkab sebenarnya disebabkan air pasang dari laut dan Sidoarjo khusus ke bagian Penanggulangan banjir kiriman dari Sungai Bakepok dan BaronBencana Alam Daerah dan Dinas Perikanan gan,” ujar Khoirul. dan Kelautan. -Jos Banjir ini terjadi sejak 3 Februari lalu dan hingga pertengahan bulan Februari ini, banjir tersebut belum juga surut. Banjir ini, tambahnya telah mengakibatkan ratusan warga mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas seharihari dan mereka kesulitan untuk keluar masuk rumah mereka. Khoirul menjelaskan banjir ini telah merugikan warga setempat hingga miliaran rupiah. Kerugian paling besar dialami 40 hektare tambak ikan nila dan udang. Dalam tambak seluas 40 hektare tersebut terdapat ribuan ikan nila dan udang dengan total hasilnya sekitar puluhan ton dan nilainya miliaran rupiah. Ikan dan udang ini belum dipanen karena masih kecil namun karena banjir telah merendam tambak-tambak tersebut telah mengakibatkan ikan dan udangnya telah dihanyut banjir. Itu berarti panen kali ini gagal total. Menurut Khoirul nilai ikan
20
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Inspirasi
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
5
“Perlengkapan Perang” saat Kuningan
Pembuatan tamiang
Dr. Drs. I Wayan Suarjaya, M.Si
H
ari Raya Kuningan merupakan rangkaian Hari Raya Galungan. Kuningan yang jatuh pada Sabtu Kliwon Kuningan atau 10 hari setelah Galungan memiliki ciri khas. Jika Galungan identrik dengan penjor, saat Kuningan identik dengan tamiang, endogan, ter, dan sampian. Untuk mendapatkan tamiang, endogan, ter, dan sampian ini tidak sulit. Banyak pedagang di pasar tradisional yang menjualnya. Konsumen khususnya ibu-ibu tinggal datang ke pasar. Urusan pemasangan di rumah bisa dilakukan siapa saja. Namun, ada juga yang membuat perlengkapan Kuningan itu di rumah. Ketersediaan bahan dan waktu menjadi pertimbangan. Kalau bahan ada dan waktu ada, mereka membuat sendiri di rumah. Tetapi, jika sibuk, keperluan ini bisa dibeli di pasar. Menurut Dr. Drs. I Wayan Suarjaya, M.Si, Hari Raya Kuningan memang ditandai dengan ciri khas adanya tamiang, edongan, ter, dan sampian. “Tamiang, endongan itu adalah alat penangkis yang identik dengan perlengkapan perang,” ujar dosen IHDN Denpasar ini. Ia menjelaskan adanya “perlengkapan perang” tandanya kemenangan. Bentuk yang bermacam-macam merupakan gabungan dari unsur seni. Desa (tempat), kala (waktu), dan patra (keadaan) juga memengaruhi bentuk tamiang, endogan, ter, dan sampian saat Kuningan. Tamiang karena terlihat dari bentuknya yang bulat seperti tameng sebentuk alat perisai yang lazim di gunakan dalam perang. Saat Kuningan tamiang di pasang pojokpojok rumah dan di pelinggih. Tamiang itu tidak pernah ditaruh di dalam karena tamiang itu lambang penangkis artinya membuat penetralisir kekuatan negatif. “Tamiang kerap dipakai sebagai simbol pelindungan diri. Tamiang yang bentuknya bulat juga sering dipahami sebagai lambang Dewata Nawa Sanga yang menjadi penguasa 9 arah mata angin. Tamiang juga dilambangkan sebagai perputaran roda alam atau cakraning panggilingan yang merujuk pada pemahaman tentang kehidupan yang diibaratkan sebagai perputaran roda,” jelas Suarjaya. –Vijay/Rukanta
Tamiang
4
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Biasakan Anak-anak Bawa Bekal dari Rumah Meski sibuk berkarier banyak perempuan tidak melupakan kewajibannya dalam menjaga kesehatan keluarganya. Tak terkecuali para artis yang meski sibuk, keluarga tetap lah menjadi prioritas khususnya masalah kesehatan. Iis Dahlia, misalnya. Pedangdut papan atas ini mengaku sangat peduli pada kesehatan keluarganya, khususnya pada asupan makanan sangat ia mencermati.
D
Iis dan anaknya
irinya, kata Iis, dirinya bukan tipe orangtua yang hanya sibuk mengejar karier sementara anak dan keluarga terabaikan.
Jadi meski sibuk dengan berbagai aktivitas di luar, dia selalu mendahulukan kewajibannya terhadap keluarga, khususnya pada anak-anak. Di antaranya adalah mengajarkan pola hidup sehat kepada anak, termasuk soal mengonsumsi makanan bergizi dalam keseharian. “Sejak dulu aku sudah begitu. Sangat menjaga pola hidup sehat. Maka ketika berkeluarga pun kebiasaan itu ikut terbawa. Misalnya mengatur asupan makanan agar mereka mengonsumsi makanan bergizi,” ucap pelantun tembang hits ‘Seroja’, ini. Agar kebutuhan gizi anak-anaknya terpenuhi,
lanjut Iis, ia juga menyiapkan makanan untuk anak-anaknya untuk dibawa ke sekolah. Dengan begitu mereka tidak harus jajan makanan di luar. “Anak-anak bawa bekal makanan dari rumah, secara kesehatan gizinya terjamin juga bersih. Aku hati-hati banget dengan makanan di luar, apalagi banyak cerita tentang jajanan sekolah yang tidak sehat. Karena terbiasa dari kecil, jadi anak-anak tidak protes tuh karena tidak bisa jajan seperti teman lainnya,” ungkap ibu dari Salsa dan Devano, yang mengaku mengenalkan gaya hidup sehat pada anak-anaknya sejak mereka masih kecil. Begitu juga tentang makanan junk food, kata Iis, bukannya tidak diperbolehkan sama sekali. Sesekali anak-anaknya juga memakan. “Yang penting jangan sering-sering. Hanya sesekali nggak apa-apa. Aku juga kasih pengertian ke anak soal itu,”
kata Iis yang juga berkiprah di dunia akting ini. Hal yang sama juga dilakukan oleh Novita Angie, presenter juga artis sinetron. Ibu dua anak ini—Jeremy (12) dan Jemima (11), ini, mengaku sangat protektif terhadap asupan makanan anak-anaknya. “Anakanak terbiasa bawa bekal makanan dari rumah. Makanan dari rumah sehat dan bernutrisi,” kata Angie yang juga melatih anak-anaknya untuk menjalani pola hidup sehat sejak kecil. Memberi makanan sehat dan bernutrisi untuk anak adalah tanggung jawab orangtua. “Mereka bukannya tidak boleh makan-makanan instan seperti fast food atau junk food, tapi jarang sekali. Mereka boleh makan tapi jarang sekali, hanya sekali-sekali. Kan saya juga mengerti kalau anak-anak di usia masa pertumbuhan suka exploring, juga influenced terhadap pengaruh dari luar yang memang kuat sekali. Jadi kadang saya pikir,’Ya sudahlah tidak apa-apa sekali sekali’. Jadi memang sekali-sekali kita makan makanan yang mungkin masuk kategori tidak sehat, ya. Tapi itu tujuannya lebih pada supaya mereka tahu. Ketika mereka makan pun saya kasih pengertian bahwa ini tuh tidak baik dan bukan makanan yang
Inspirasi
memiliki identitas berupa KTP Anak-anak. Tujuan selain dapat digunakan untuk mendata usia mereka, juga bisa jadi acuan memberikan fasilitas sesuai kebutuhan mereka. Apakah mereka perlu fasilitas kesehatan, pendidikan termasuk fasilitas bermain. Rai Mantra juga berharap bagaimana para pengusaha bisa bersama –sama membantu menyediakan pojok areal untuk bermain anak-anak. Apakah itu di lapangan atau bahkan di setiap tempat usaha , agar bisa menjadi tempat yang ramah anak. Memang bukan keharusan, namun katanya ini tanggung jawab kita semua untuk generasi
yangtumbuh dan berkembang lebih baik. Pada kesemptan tersebut Wali Kota Denpasar yang baru dilantik ini berharap setiap masyarakat menjadikan “Denpasar Rumahku”, sehingga dapat memenuhi kebutuhan anak mulai dari kes-
ehatan, pendidikan sampai pada kebahagiaan. Ia juga mengingatkan bahwa Kota Denpasar milik kita bersama. Maka tak ada salahnya bersama-sama mencurahkan 5 % saja perasaan kita untuk turut membangun Denpasar. Selanjutnya Ketua APSAI Kota Denpasar Sri Sutari mengatakan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) didirikan untuk menciptakan sinergi antara perusahaan swasta atau dunia usaha dengan pemerintah. Sebab mengenai masalah anak sendiri merupakan tanggung jawab bersama dan memaparkan aksi apa saja yang sudah dilaksanakan APSAI Denpasar untuk
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
21
Pelantikan Bupati dan Walikota se-NTB Masa Bakti 2016-2021
Setelah sukses menyelenggarakan Pilkada serentak di tujuh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat yang berlangsung 9 Desember 2015 lalu dengan aman, kemeriahan pesta demokrasi di Bumi Gora kembali terlihat pada pelantikan tujuh bupati dan walikota terpilih masa bakti 2016-2021, di Hotel Lombok Raya, Rabu, (17/2). Lebih dari 1.000 orang, tamu dan undangan serta para pendukung bupati dan walikota terpilih se-NTB berbondong-bondong menyaksikan acara pelantikan serentak yang merupakan sejarah baru yang mewarnai khasanah demokrasi tanah air.
Foto: kapanlagi.com
Novita Angie
bisa dikonsumsi setiap saat. Dan anak-anak mengerti,” ungkapnya. Lagi pula, kata Angie lagi, tidak terlalu sulit memberi pengertian tentang makanan sehat dan pola hidup sehat kepada anak-anaknya. Bisa jadi, katanya, ini karena adanya pendidikan di sekolah tentang hal tersebut. “Malah mereka yang kadang ngomong, ‘Mami ini tidak sehat, ini tidak baik’,” kata mantan bintang iklan ini. -Diana Runtu
Tahun Ini Anak-anak Kota Denpasar Bakal Punya KTP Pemerintah Kota Denpasar sangat komitmen untuk mewujudkan Kota Layak Anak Tahun 2020. Terbukti Kamis (18/2) Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra yang baru sehari dilantik hadir di acara “Sosialisasi Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI ) Kota Denpasar” di Ruang Praja Utama Kantor Walikota. Pada acara sosialisasi yang digarap bersama Badan KBPP dan APSAI Kota Denpasar ini dihadiri Ketua APSAI Pusat Luhur Budijarso, SKPD dan para pengusaha yang ada di Kota Denpasar, Rai D. Mantra mengatakan bahwa kehadiraan APSAI diharapkan bisa mempercepat proses pelayanan pada anak dengan menghadirkan program yang riiil, misalnya generasi yang tahun depan bisa menjadi lebih baik,dari yang sekarang demikian terus step by step di tahun-tahun berikutnya. Tahun ini juga harapannya anak-anak di Denpasar sudah
Mandalika
kepentingan anak. Begitu juga Luhur Budijarso mengatakan permasalahan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun tanggung jawab bersama salah satunya APSAI. Dunia usaha patut memberikan perhatian sesuai dengan amanat Undang-undang yaitu Undang-undang Perlindungan Anak, Undang-undang No. 35 sudah memasukkan peran dunia usaha dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak, dimana dunia usaha sudah diakui sebagai salah satu bagian dari masyarakat yang mempunyai tugas dan tanggung jawab salah satunya dalam pendidikan anak. Untuk itu APSAI telah memperjuangkan hak-hak anak melalui 3P yaitu “policy” (kebijakan) bagaimana perusahaan membuat kebijakan untuk karyawan seperti menyediakan ruang menyusui serta ruang bermain anak, dan bagaimana membuat program melalui CSR (corporate social responsibility) yang diperlukan anak. – Sri Ardhini
T
ujuh pasang Kepala Daerah terpilih Bupati-Wakil Bupati dan Wali KotaWakil Wali Kota yang dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, yang mengucapkan sumpah dan janji di bawah naungan Al Quran (semua kepala daerah dan wakilnya beragama Islam), adalah Moh. Suhaili FT-Lalu Pathul Bahri (Lombok Tengah). Bambang M.
Yasin-Arifuddin (Dompu), Ahyar Abduh-Mohan Roliskana (Mataram), W. Musyafirin-Fud Syaifuddin (Sumbawa Barat), Najmul Akhyar-Sarifudin (Lombok Utara) dan M. Husni Djibril-Mahmud Abdullah (Sumbawa) serta Indah Dhamayanti Putri - Dahlan M Noer. “Kepemimpinan itu bukan hanya untuk diri sendiri. Kepemimpinan yang hakiki itu adalah amanah dari Allah SWT. Kepemimpinan bukanlah sesuatu
Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi melantik tujuh Bupati dan Walikota se-NTB
yang sederhana. Seberat-beratnya tugas dan tanggung jawab sebagai seolah muslim adalah menjadi pemimpin. Saya yakin tujuh pasang pemimpin ini akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkap gubernur yang juga seorang ulama ini. Saat melantik tujuh bupati dan walikota ini, Gubernur NTB mengingatkan bahwa keberhasilan kepala daerah sangat ditentukan oleh peran dan keterlibatan aktif seluruh komponen pemerintah serta masyarakat dalam pembangunan. “Penyelenggaraan pemerintahan pada hakikatnya harus mengedepankan prinsip pengelolaan tata pemerintahan yang baik, antara lain harus profesional, transparan, akuntabel,
Penandatanganan pakta integritas
berkeadilan, efisien dan efektif, serta bermartabat yang diaktualisasikan dalam sistem manajemen
yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi,” ungkapnya. –Naniek I. Taufan
Kedepankan Transparansi dan Akuntabilitas Ada tujuh hal yang menjadi fokus perhatian yang disampaikan Majdi yakni, dalam mengelola keuangan daerah haruslah mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Selain itu kepala daerah diminta untuk memprioritaskan penanggulangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan, tingkatkan kesempatan kerja, investasi dan ekspor, tingkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan serta kesehatan, revitalisasi pertanian dan perdesaan. Mewujudkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta untuk meningkatkan pengelolaan potensi daerah demi tercapainya kesejahteraan masyarakat, dalam hal ini termasuk membangun sinergitas hubungan kerja sama antar daerah kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Ketua TP PKK NTB saat menandatangani SK pelantikan TP PKK
Hal lain yang disampaikan gubernur adalah, agar para kepala daerah ini menerapkan prinsipprinsip tata pemerintahan yang baik di lingkungan pemerintahan daerah, memberikan dukungan dan mengambil langkah-langkah yang maksimal dalam penegakan
Hj. Erica Zainul Majdi melantik 7 Ketua TP PKK 7 Kabupaten Kota se-NTB
hukum dan upaya peniadaan korupsi, menjalin hubungan kerja dengan DPRD dalam mengembangkan kebijakan daerah yang dapat membawa peningkatan dan kemajuan daerah yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta harus dapat menciptakan harmonisasi kehidupan sosial dan politik, serta mengantisipasi secara dini untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan terorisme yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Ajak dan rangkullah seluruh komponen dan elemen masyarakat tanpa terkecuali, baik itu dari unsur politik, sosial, keagamaan dan unsur-unsur lainnya. Saya minta, mari secara
konsisten kita bersama melaksanakan dan mewujudkan azasazas pemerintah yang baik dan fokus untuk membangun daerah masing-masing,” ujar Majdi. Setelah pelantikan tujuh kepala daerah tersebut, di hari yang sama dilanjutkan dengan serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB tujuh Kabupaten/Kota se-NTB Masa Bhakti 2016-2021. Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi meminta seluruh jajaran pengurus TP PKK Kabupaten/ Kota se-NTB terus meningkatkan peran dan kiprahnya agar TP PKK di NTB bisa menjadi TP PKK
terbaik di Indonesia. Oleh karena itu, program-program kegiatan TP PKK harus lebih inovatif dan kontekstual. “Dan program yang harus kita laksanakan adalah betul-betul yang langsung menyentuh masyarakat,” ungkap Erica, saat melantik Ketua dan Pengurus TP PKK tujuh Kabupaten/Kota, yaitu Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa Besar, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. -Naniek I. Taufan Foto-foto: Biro Humas dan Protokol Prov. NTB
Hj. Erica Zainul Majdi saat serah terima jabatan 7 Ketua TP PKK se-NTB
22
Sosialita
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
Selly
Joey Alexander
“Anak ajaib dari Bali, Indonesia” begitu media internasional menyebut Joey Alexander, pianis jazz cilik yang namanya menyeruak dalam deretan nominasi Grammy Award, sebuah penghargaan bergengsi di bidang industri musik yang diberikan National Academy of Recording Arts and Sciences di Amerika. Tak tanggung-tanggung, remaja kelahiran Denpasar 25 Juni 2003 ini, berhasil menyabet dua nominasi ‘Best Instrumental Jazz Album’ (My Favorite Things) dan Best Jazz Solo Improvisation (Giants Steps dari album tersebut).
M
eski akhirnya gagal meraih penghargaan, namun Joey telah berhasil mengukir sejarah baru sebagai nominator termuda untuk kategori jazz sepanjang sejarah Grammy Award yang digelar sejak tahun 1959. Untuk Indonesia yang memiliki segudang musisi berbakat, baru Joey yang berhasil bercokol di deretan nominasi. Tak heran dengan prestasi luar biasa yang diukir anak pasangan Denny Sila dan Farah Leonora Urbach berhasil menciptakan kehebohan yang luar biasa baik di industri hiburan internasional, khususnya jazz, maupun di Indonesia. Di dalam negeri sendiri, sebelumnya nama Joey kurang begitu terdengar meski ia berhasil mengukir deretan prestasi internasional, di antaranya adalah Grand Prix dalam Master-Jam Fest 2013 serta menjadi artis Indonesia pertama yang namanya masuk dalam Billboard 200 di negeri Paman Sam lewat album perdananya “My Favorite Things” pada Mei 2015 lalu. ‘Hingar-bingar’ di dalam negeri baru muncul setelah bocah ini masuk nominasi Grammy. Hujan puja-puji untuk Joey setidaknya dalam sepekan terakhir ini begitu deras. Padahal orang di luar negeri sudah lebih dulu melakukannya bahkan bakat dan prestasinya menjadi ulasan mediamedia terkenal seperti New York Times, BBC juga CBS, CNN, The Telegraph.co.uk, dll. “ Untuk@joeyalexander kita bangga pada prestasimu.Kita dukung dan doakan kamu bisa meraih semua impian-Jkw,”begitu ucapan Presiden Joko Widodo lewat twitter pribadinya. Dukungan serupa juga diungkap-
kan sejumlah artis dan musisi yang menggelar nonton bareng penampilan Joey di Jln. Erlangga Kebayoran Jakarta Selatan. Salah satunya adalah Barry Likumahua yang mengaku sangat bangga Joey bisa tampil di Grammy. Menurutnya, Joey adalah kebanggaan bagi Indonesia yang bukan hanya berhasil masuk nominasi Grammy dalam usia semuda itu (12 tahun) tapi juga sukses memukau para undangan. Lihat saja standing
aplaus yang diberikan oleh para undangan seusai Joey tampil. Menurut Barry itu apresiasi dan respons itu sangat membahagiakan dirinya juga masyarakat Indonesia lainnya. “ Walau Joey tidak menang (mendapat penghargaan Grammy) tapi Joey sudah mendapat kesempatan untuk berkarier. Ini suatu yang baik bagi kariernya ke depan,” tambah musisi 32 tahun itu. Soal karier, Bens Leo, pengamat
Joey saat menerima penghargaan di Ukraina
D.
Mantra
dan
Antari
Bersinergi dan Bekerja Sepenuh Hati
Berharap Tampil di Indonesia tua saya. Sebenarnya ayah saya bisa sedikit bermain piano dan gitar. Saya mencintai suara piano dan itu yang membuat saya berminat. Seperti layaknya orkestra, ada 80 kunci dan ada suara bass-nya. Ini adalah alat musik yang lengkap dan itu menarik minat saya,” kata Joey ketika diwawancarai oleh BBC. Ia mengaku mendapat kehormatan besar bisa menjadi nominee untuk dua penghargaan Grammy dan juga diminta tampil di panggung utama. “Saya berterima kasih kepada Tuhan, saya merasa diberkati,” katanya seraya tak lupa menyebut nama pihak-pihak yang ikut andil membuatnya berhasil meraih prestasi ini. Selama beberapa tahun terakhir, Joey telah menampilkan bakatnya di berbagai pagelaran jazz, seperti Rochester Jazz Festival, Newport Jazz Festival, dan Jazz at Lincoln Center pada 2014 lalu. Joey mengaku ketertarikannya pada jazz karena kebebasan untuk mengekspresikan diri. Improvisasi itu lahirnya dari hati bukan suatu yang direncanakan. “Hal yang sangat saya sukai ialah swing dan improvisasi, bisa sedih atau senang. Jazz untuk semua kalangan, terutama anak-anak. Jazz bebas dan menyenangkan dan itu adalah jati diri seorang anak, bersenang-senang dan bebas. Jadi, kalau saya tampil, saya selalu mencoba menikmati bermain dengan rekan-rekan satu band dan dengan para penonton,” lanjut Joey yang kini tinggal di New York. Namun begitu, katanya dia tetaplah anak-anak yang suka bermain layaknya anak-anak. Ia suka tenis, berenang dan lain-lain. Ia juga suka menonton film, khususnya film action super heroes. Ia mengaku baru-baru ini menonton Kung Fu Panda dan dia sangat menyukainya. Sementara soal latihan piano, ia menyempatkan diri berlatih setidaknya dua jam sehari. “Saya ingin bermain bersama banyak musisi, saya ingin mengomposisi musik lebih banyak lagi, mengaransemen dan pergi keliling dunia dengan musik saya,” kata Joey mengungkapkan harapannya. Saat ditanya VOA soal bagaimana dirinya membagi waktu antara sekolah dan berbagai kegiatannya, Joey mengaku, tidak mengalami kesulitan karena ia sekolah secara online sehingga waktunya menjadi fleksibel. “Musik adalah hidup saya, jadi saya selalu punya waktu untuk menjalaninya,” kata Joey yang sedang menyelesaikan album keduanya yang rencananya selesai tahun ini. Joey berharap bahwa ia memiliki kesempatan untuk tampil di Indonesia, negerinya.—Diana Runtu
Jaya
Negara
Selain itu, lanjutnya melalui program PKK yang segera digarap diantaranya peningkatan derajat kesehatan melalui revitalisasi posyandu, baik posyandu paripurna, posyandu TAT, kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan pekarangan, ketahanan panggan, dan toga. Sementara untuk program pemanfaatan lingkungan tahun 2015, PKK telah menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia. Begitu juga dengan kegiatan meningkatkan keterampilan masyarakat melalui berbagai pelatihan-pelatihan. “Intinya semua adalah terus memberikan petunjuk, bimbingan pada TP PKK kecamatan rangkaian penjabaran termasuk meningkatkan mutu pengelolaan dari sepuluh Program Pokok PKK. Begitu pula urusan tertib administrasi yang terkontrol,” tegasnya.
Joey dan keluarganya
musik berpendapat sebaiknya Joey berkarier di negeri Paman Sam karena kesempatan baginya untuk berkembang lebih luas. “Sebaiknya dia di luar negeri saja karena aksesnya lebih banyak. Atau kalau ingin di Indonesia, managementnya harus ada di luar negeri seperti Agnes dan Sandy Sandoro. Tapi kalau saya menyarankan lebih baik di luar (negeri) saja,” ungkap Bens sembari menyebut perjalanan Joey mirip Indra Lesmana. “Mirip seperti Indra yang menciptakan lagu pertama kali pada usia 8 tahun, kemudian mendapat beasiswa dari Australia pada usia 12 tahun. Meski yang memulai semuanya saat dia masih tinggal di Denpasar Bali dimana orangtuanya, Daniel dan Farah Leonora Urbach merintis bisnis wisata petualangan. Daniel sendiri adalah seorang musisi amatir yang penggemar jazz. Dari sanalah Joey kecil belajar, dari mendengarkan ayahnya bermusik juga lewat albumalbum klasik koleksi orangtuanya. Saat usia 7 tahun, Joey telah menguasai teknik permainan piano dan improvisasi yang sangat penting dalam aliran musik jazz. Ia merilis album perdananya bertajuk “My Favorite Things” pada 2015 lalu saat usianya masih 11 tahun di bawah bendera Motema Record, New York. “Semuanya datang dari orang
3
Edisi 889/22 - 28 Februari 2016
Wali Kota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Denpasar I GN Jaya Negara resmi memimpin Kota Denpasar periode 2016-2021. Pasangan ini dilantik Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Gedung Wiswasabha Kantor Gubernur Bali, Rabu (17/2). Selanjutnya dilakukan serah terima jabatan dengan Pj Wali Kota Denpasar A.A. Gede Geriya di Gedung Sewaka Dharma Lumintang Denpasar.
K
etua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Denpasar Ny. Selly D. Mantra juga dilantik oleh Ketua TP PKK Provinsi, Ny. Ayu Pastika dilanjutkan serah terima jabatan dengan Nyoman Purnawati Geria. Usai acara sertijab yang dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar, Ketua DPRD Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar, pimpinan SKPD, Kades/ Lurah, Bendesa Adat dan Tokoh Puri serta tokoh masyarakat Kota Denpasar tersebut, Ketua TP PKK Kota Denpasar Selly D. Mantra didampingi Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Antari Jayanegara, mengatakan bahwa program PKK
dengan Pemerintah Kota harus bersinergi. Sebab PKK adalah partner pemerintah. “Sudah seharusnya program kami membantu Program Pemerintah Kota. Salah satunya, saat ini Pemerintah Kota sedang menangani masalah sampah . Jadi rencana jangka pendek kami adalah melanjutkan pembinaan untuk proses pemilahan sampah dan daur ulang sampah yang lebih baik lagi,” ucapnya. “Berbagai kegiatan terkait tersebut sesungguhnya sudah kami lakukan sebelumnya, namun ke depan akan lebih ditingkatkan lagi. Seperti bank –bank sampah PKK yang sudah terbentuk di banjar- banjar kami harapkan dapat terus berkembang,” papar Selly D. Mantra yang diamini oleh Antari Jayanegara.
DEMI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Diakui oleh Selly D. Mantra maupun Antari Jayanegara, bahwa semua program PKK perlu peningkatan demi kemajuan pembangunan dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. Baik sebagai pusat perdagangan, pendidikan, pemerintahan, hingga industri wisata dengan irama perubahan kehidupan masyarakatnya yang sangat pesat. Setiap langkah dan program kami sesuai pula dengan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2013 tentang pemberdayaan masyarakat melalui gerakan PKK, salah satunya sdigelarnya berbagai lomba. Karena itulah keberadaan PKK hingga ke perdesaan sangat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan membantu pemerintah dalam pengentaskan masyrakat miskin. Sehingga saat ini gerakan PKK yang sudah ada sejak 1972 wajib terus ditingkatkan, utamanya dalam membina keluarga dari skala kecil sehinga permalahan yang ada di masyarakat saat ini tidak semakin meluas. Melalui Tokoh , Ketua TP PKK dan Wakil Ketua TP PKk Kota Denpasar ini tak lupa menyampaikan ucapkan terima kasih kepada selu-
ruh kader PKK di Kota Denpasar atas pengabdiannya selama ini, serta semua pihak yang turut menyukseskan semua program PKK dan lainya yang di Kota Denpasar. Sekarang, semua organisasi, unsur masyarakat mendukung pemerintah, bahkan bersama-sama bersama-sama bergandengan tangan untuk membangun “Demi Denpasar” Kota kita tercinta ini dengan meningkatkan kreativitas di segala bidang, melalui pemantapan visi dan visi “Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan”. Sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Kota Denpasar (Dekranas)
Kota Denpasar, Selly D.Mantra juga sudah siap melanjutkan program yang sudah berjalan sebelumnya, baik untuk membantu pengrajin atau pengusaha kecil binaanny, dengan berbagai kegiatan penunjang, seperti mengikuti pameran, pagelaran fashion show, menggelar lomba hingga pelatihan agar pengrajin lebih lagi berinovasi. “Misalnya mengenai tenun Endek Bali sebagai produk unggulan berbasis budaya. Endek dengan pesona dan nilai kearifan lokalnya, selama ini promosinya sudah berjalan baik, termasuk sudah menjadi bagian dari gaya keseharian anak muda di Kota Denpasar. Namun, dengan perkembangan dunia fashion dan aneka item di dalamnya selalu diperlukan ide kreatif dari pengrajin untuk inovasi baru, seperti pengembangan motif dan warnanya,” tuturnya. Selanjutnya bacara tentang organisasi lain yang juga digawanginya, yakni sebagai Ketua K3S Kota Denpasar Selly D. Mantra menyatakan jika dirinya sudah ada di dalam sebuah organisasi, apapun itu sudah menjadi komitmennya untuk menjalankan sepenuh hati dan tentu tidak boleh henti. Khususnya dalam program kemanusiaan, berbagi kasih. Baik melalui pelatihan keterampilan ataupun memberikan bantuan dengan turun langsung bertatap muka dengan para penyandang disabilitas maupun para lansia. – Sri Ardhini
2
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
GORO-GORO A m i menghubungi teman-temannya karena ada ajakan mengusung petisi menolak Putu Wijaya LGBT. Ya atau tidak. Tapi banyak yang belum tahu, apa itu LGBT. Terpaksa Ami membuka BB, menunjukkan BBM dari temannya di Jakarta yang mengirimkan berita media: “Komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) Intersex dan Queer Indonesia ( I Q) menggugat pernyataan beberapa pejabat negara soal komunitas tersebut. Koordinator Divisi Advokasi Gaya Warna Lentera Indonesia (GWL-INA), Slamet Rahardjo, mewakili forum LGBTIQ Indonesia, mengatakan semua pernyataan pejabat negara di media massa sangat mengucilkan kelompok LGBT.” “Kami meminta Presiden RI Joko Widodo menindak tegas Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Menteri Pendidikan, Wali Kota Bandung, dan beberapa anggota DPR yang memuat rasa kebencian kepada LGBT,” ujar Slamet, di Gedung LBH Jakarta,
Ekspresso
LGBT (1)
Rabu, 27 Januari 2016.” Amat sangat tertarik pada BBM itu. “Bukan untuk mendukung atau tak mau ikut mengusung petisi menolak LGBT itu, tapi peristiwanya sendiri. Ini sesuatu yang baru buat kita, generasi tua, peristiwa ini jadi penting untuk kita tanggapi, mengapa bisa menyeruak sementara kita masih dihangati oleh bom bunuh di di Sarinah, kasus pembunuhan Mirna, meninggalnya 26 orang akibat minum miras oplosan di Yogya dan banjir di banyak wilayah kita!” kata Amat pasang rembugan dengan Pak Made, tetangganya. Di luar dugaan, Pak Made menjawab sengit. “Baru apanya, Pak Amat? Dari dulu semua tahu, itu sudah ada. Kita menyebutnya banci, kan. Hanya saja, tidak kelihatan. Ditutup-tutupi karena dianggap menyimpang dari keadaan yang normal. Pelakunya dianggap abnormal, sakit dan salah, jadi malu menunjukkan terangterangan depan umum. Kasihan sekali. Itu kan tidak adil! Nah sekarang kita sudah merdeka, hak kita sebagai manusia sama. Makanya lihat pasal 28 UUD 45! Jadi wajar saja kalau mereka sekarang ingin ikut menikmati kemerdekaan,
ingin hidup sewajarnya manusia, sesuai jatidiri mereka, di negeri mereka sendiri. Ingat, Indonesia ini bukan hanya milik para pahlawan! Bahkan para bajingan pribumi pun punya sahamnya. Apalagi mereka yang Pak Amat persoalkan itu juga manusia yang sehat bahkan banyak yang kaya, pintar, punya posisi penting bahkan memangku jabatan tinggi negara. Jadi wajar saja sebagai negara hukum yang menjunjung demokrasi kita memberi mereka tempat yang sama terhormatnya dengan kita. Kalau mau menang, ya bersaing dong, jangan main jegal dan sweeping, itu bukan hanya diskriminatif tapi sudah kriminal! Kalau belum apa-apa, asal tidak disuka sudah ditolak, dilarang, diburu-buru, disapu dengan kekerasan, itu melanggar hukum. Kalau sudah begitu, yang benar saja, kita atau mereka yang sejatinya tidak normal?” Amat kaget. Ia tidak berani melanjutkan rembugan. Apalagi kemudian ia baru ingat, ada kabar angin, salah satu anak Pak Made yang masih belajar di Inggris lesbian. Amat pulang dengan perasaan tidak tenteram. Ternyata bukan hanya dalam pemilu dan pilkada saja ia berbeda dengan tetangganya,
juga dalam menilai apa sesuatu itu baru atau sudah lama. Ketika Amat mencurahkan peristiwa itu pada Ami, ia lebih terkejut lagi. “Pak Made betul, Pak,” kata Ami tenang, “Fenomena ini usianya sama dengan pelacuran, setua sejarah manusia. Cuma dulu tidak dipolitisir jadi isu untuk bertentangan. Sekarang apa yang tidak dipolitisir! Tapi pertentangan itu jangan diartikan permusuhan, yang harus diselesaikan dengan peperangan yang menumpahkan darah. Dulu memang begitu! Pertentangan sekarang adalah dinamika kehidupan yang menandakan zaman dan tata nilai terus bergerak yang akan membawa kita pada berbagai perkermbangan. Dan, karena cara kita menerima, menyiasati serta mengembangkannya, lahirlah berbagai perbedaan. Kita siasati perbedaan itu dengan perdebatan, adu argumentasi, sampai akhirnya menemukan formula yang pas untuk menghadapi perubahan zaman tersebut. Itu yang kita sebut
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
pembaruan yang menandakan ada kemajuan!” Amat terhenyak. “Jadi apa pendapatmu?” “Ya itu tadi, Pak.” “Tapi itu bukan pendapat, itu hanya..” “Hanya apa?” “Hanya usaha melihat persoalan dari sudut pandang lain!” “Betul!” “Tapi pendapatmu mana?” Ami heran. “Ya itu pendapatku. Pak. Pendapat itu kan usaha melihat segala sesuatu dari sudut lain. Bukan mengubah. Kita kan tidak boleh mengubah kenyataan, itu namanya pemalsuan! Dalam perdebatan tidak boleh ada pemalsuan! Yang ada hanya tukar pandangan. Ya kan, Pak?” “ M a k a n y a ! Pa n d a n g a n m u apa?” “Ya itu tadi! Bapak gimana sih kok putar-putar seperti pukrul bambu!?” Amat sebel disebut pukrul bambu, lalu dengan jengkel pulang.
Menyikapi Kematangan Anak untuk Masuk Sekolah
Ketika berbicara mengenai dunia anak, tentunya kita tidak bisa lepas dari salah satu komponen lingkungan dari anak itu sendiri, yaitu lingkungan sekolah. Orangtua anak pada umumnya menginginkan anak mendapatkan pendidikan yang layak untuk dijadikan bekal di masa yang akan datang. Namun, tidak sedikit dari orangtua mengeluhkan beberapa permasalahan tentang anak mereka sendiri di lingkungan sekolah. Jika melihat fenomena yang terjadi belakangan ini, para orangtua berlomba-lomba memasukkan anak mereka ke jenjang Sekolah Dasar dengan usia sedini mungkin. Anak juga harus dituntut memiliki kemampuan membaca, berhitung, menulis sedini mungkin, walaupun sebenarnya kita tidak bisa menyamaratakan kemampuan belajar yang dimiliki dari satu anak dengan anak yang lainnya. Belum usai kewajiban anak menuntut ilmu di sekolah, sepulang dari sekolah anak harus dihadapkan oleh berbagai macam kegiatan seperti les privat pelajaran sekolah, olahraga, dan lain sebagainya. Mirisnya, semua kegiatan tersebut bukan pilihan kegiatan yang disesuaikan dengan minat maupun bakat anak itu sendiri, melainkan dari keinginan dan ekspektasi orangtua yang
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
kita perlu melihat dunia anak dari masing-masing aspek perkembangan anak, karena keberadaan anak yang tumbuh dan berkembang secara optimal akan membawa anak menjadi generasi berkualitas.
A.A.Istri Mira Pramitya, S.Psi.,M.Psi., Psi.
menginginkan anaknya menjadi unggul dalam semua bidang. Apabila kita ingin melihat dari sudut pandang anak itu sendiri, sungguh membebankan dan membuat anak rentan stress di usia sedini mungkin karena banyak tuntutan yang diberikan kepada anak diluar kemampuan mereka. Hasilnya, anak tidak akan menunjukkan performa yang baik di sekolahnya, anak sulit bersosialisasi dengan teman sepermainan, hingga anak berontak lalu menunjukkan sikap mogok sekolah. Belum terlambat bagi para orangtua untuk menolong anak dari kondisi tersebut. Maka dari itu,
Kematangan anak bersekolah Hal penting yang perlu dicermati bagi para orangtua untuk menyiapkan kematangan anak sebelum memasuki usia sekolah adalah mengetahui aspek-aspek kematangan anak untuk bersekolah yang terdiri dari: aspek kognitif, bahasa, motorik, dan sosioemosional. Orangtua sering kali menganggap, bahwa anak yang sudah memiliki kemampuan membaca, menulis dan berhitung, hal tersebut sudah cukup untuk bekal masuk sekolah. Padahal, ada aspek lain yang belum dipastikan oleh orangtua, seperti sosioemosionalnya. Sebagai contoh, anak telah mendapat tes inteligensi untuk mengetahui kemampuan kognitif nya. Apakah itu cukup? Jika kembali mengkaji aspek-aspek perkembangan anak, dapat dipastikan hal tersebut belum cukup. Anak bisa saja mencapai taraf kecerdasan rata-rata mungkin hingga melebihi kemampuan rata-rata anak pada umumnya, namun suatu ketika, anak menangis keras di kelas hanya karena alat
tulis yang dipinjam oleh teman sebangkunya, sehingga membuat kegaduhan kelas yang berdampak pada ketidak lancaran proses belajar mengajar. Anak tersebut juga akan dijauhi oleh teman karena sulit bersosialisasi. Bagaimana ingin menjalin hubungan pertemanan jika anak selalu menunjukkan emosi yang negatif. Tidak hanya itu, anak yang tidak punya teman di sekolah akan merasa tidak nyaman untuk berada di lingkungan sekolah, hingga suatu hari anak menunjukkan sikap mogok sekolah.
hal sederhana. Contoh, berikan kesempatan anak untuk bermain dengan teman sepermainannya. Perlu diingat masa kanak-kanak adalah masa bermain, namun tidak hanya sekedar bermain. Selain untuk mendapatkan hal menyenangkan, berikan permainan yang dapat menstimulasi gerak motorik kasar dan halus anak (melompat, melempar, memegang sendok kelereng), pengembangan empati, perilaku berbagi dan terbuka buntuk orang lain yang disesuaikan dengan taraf perkembangan anak tersebut.
Biarkan anak berproses untuk menuju kematangan Aspek kematangan anak secara keseluruhan merupakan proses yang harus dilalui anak sebelum memasuki usia sekolah. Bagi para orangtua, berikanlah anak kesempatan untuk merasakan pengalaman-pengalaman individual anak dan dibina dari hal-
Peka terhadap kebutuhan anak sesuai taraf perkembangannya akan membuat anak lebih matang dan siap menghadapi dunia luar selain lingkungan keluarganya sendiri. A.A.Istri Mira Pramitya, S.Psi.,M.Psi., Psi. Dosen Universitas Dhyana Pura.
Kata Hati
Mulai Februari 2016, Tokoh memiliki rubrik khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Jln. Drupadi XI/No.1 Renon Dps. Tlp. (0361) 245666 / 081236048603. Email: bali.puspa@gmail.com. Web: www.jropuspa.com
23
24
Edisi 889/ 22 - 28 Februari 2016
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id