Skip to main content

Tokoh Edisi 888 | Tokoh

Page 1

24

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

GORO-GORO “A m i sekeluarga juga akan memakai baju merah jambu. Kita bagaimana Pak?” Amat terkejut. “Apa? Kenapa?” Putu Wijaya “Kan katanya menandai hari kasih sayang, Valentine, 14 Februari,” Amat kaget, lalu menatap istrinya. Kulitnya masih sawo matang, rambutnya tidak pirang tapi hitam lurus dengan sapuan putih di sana-sini. Tapi kebayanya merah jambu. Amat tak bisa menahan rasa gelinya lalu tertawa terbahak-bahak. Bu Amat diam saja tenang. Ia menunggu suaminya selesai ketawa. Setelah Amat reda, ia mengulurkan sebuah kemeja batik berwarna dasar merah jambu, sambil memerintah: “coba!” Amat terperangah. Ia menyambut seragam Valentine itu dengan tidak mengerti sama sekali. “Apakah Bali sudah terakulturasi oleh budaya turis, sehingga menegakkan tradisi baru, ikut menandai budaya Valentine para pelancong asing?” protes Amat kemudian pada Ami di rumahnya. Ami balik bertanya. “Maksudnya Bapak tidak setuju? Kenapa tidak bilang saja langsung pada ibu?” “Tapi blak-blakan itu kan juga budaya Barat. Dalam budaya Timur kita, perasaan sendiri kita kalahkan atau tutupi untuk menghormati orang lain, demi menjaga harmoni.”

valentine

“Ibu kan bukan orang lain! Ibu itu kembaran Bapak. Teman sehidup semati. Harus kompak dong!” “Memang harus kompak. Makanya Bapak suka mengalah.” “Jadi Bapak akan memakai baju pink kembaran dengan ibu?” “Ya itulah!” Suara Amat terasa merajuk kesal . Ami tertawa cekakakan. Ia berteriak memanggil suaminya “Bli Sugi! Bapak setuju pakai stelan Valentine!” Pulang dari rumah Ami, Amat mengadu pada istrinya. “Bapak tadi baru saja diketawain habis-habisan oleh Ami dan suaminya!” “Perkara apa?” “Karena kita akan. pakai baju Valentine!” “Lho kenapa? Mereka juga kan?” “Kata Ami tidak!” “Ah masak tidak? Tidak mungkin. Dia sendiri yang menganjurkan supaya kita pakai saja! Itu!” “Soalnya, Ami mendadak harus menemani suaminya seminar di Yogya, dan baru kembali akhir bulan. Kita berdua yang ia sarankan harus selalu pakai baju seragam kasih sayang dalam rumah tangga. Tiap hari, bukan hanya pada hari Valentine! Yang dia maksudkan dengan baju, bukan kemeja atau kebaya, tapi rasa! Valentine itu jangan ditanggapi sebagai keyakinan, jadi jangan khawatir katanya, itu bahasa gaul. Tapi kita kan manula bukan generasi gaul!” Bu Amat manggut-manggut. “Jadi bapak tidak mau pakai kemeja batik itu?”

Walau segan, Amat terpaksa mengikuti nasehat Ami agar blak-blakan. “Tidak.” Di luar dugaan Amat, istrinya tidah kecewa. Ia nampak kalem saja. “Ya sudah. Kalau begitu. Lalu Bapak mau pakai baju biasa?” “Ya!” “Atau tidak ikut, tinggal di rumah saja?” “Ya!” sahut Amat asal jawab. Suara Amat agak ketus. Tapi Bu Amat tetap tenang. “Namanya juga teman hidup untuk seumur-umur. Kita harus mengerti kadang-kadang dia suka pakai maunya sendiri, seperti anak kecil. Ya sudah, kita sudah tua masak mau bertengkar,” kata Bu Amat ketika ditanya tetangga. “Jadi Bapak tidak akan ikut?” “Tidak.” “Ya sudah, kalau begitu nanti Bu Amat berangkat dengan kami saja.” “Ya. Terima kasih, Bu.” Maka hari itu, pagi-pagi Bu Amat siap dandan. Walau sudah beruban tapi baju merah jambu membuatnya kelihatan segar dan cantik. Ketika tetangga datang menjemput dengan baju kebaya pink, Amat terkejut, “Mau merayakan Valentine di mana ini?” tanya Amat tegang, Tetangga tertawa. “Mau ke perkawinan Nyoman Tanti dengan Michael Nordick yang dari Australia itu, Pak Amat. Kita kan didaulat jadi penerima tamunya.” Amat terkejut. Baru ingat. “O ya, ya, jadi hari baiknya hari ini ya! Mana kemeja Valentine-nya, Bu!”

Gadget, Buat Kehidupan Keluarga lebih Gereget atau Geregetan? Mungkin sudah tidak asing lagi di telinga pembaca ketika mendengar istilah gadget. Sedikit tentang gadget, adalah segala bentuk piranti elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus, seperti telepon genggam (handphone), komputer jinjing (laptop), tablet ataupun smartphone, kamera dan yang lainnya. Perkembangannya pun begitu pesat dengan peminatnya yang tidak sedikit. Benda elektronik ini biasanya identik dengan lakilaki namun tidak dengan gadget (khususnya smartphone dan tablet), wanita juga memiliki ketertarikan yang cukup besar. Hal ini bisa dipengaruhi oleh penggunaan gadget saat ini tidak lagi hanya seputaran untuk kebutuhan komunikasi tetapi juga keperluan bisnis, informasi, bahkan hiburan. Maka dari itu dapat diamati jika mulai dari kalangan dewasa laki-laki dan perempuan dengan beragam profesi, bahkan hingga anak-anak berbekal gadget. Mobilitas yang tinggi menjadi salah satu faktor mengapa gadget terutama smartphone sangat dibutuhkan dalam men-

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Ekspresso

Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi.

jalani aktivitas sehari-hari. Jika di lihat dalam lingkungan keluarga gadget tentunya juga dapat memberikan kemudahan. Betul sekali “dapat”, karena bergantung pada pengguna dan kepentingannya. Misalnya saja dalam suatu kondisi dimana peran bekerja tidak hanya dilakoni oleh seorang suami atau ayah namun juga istri atau ibu. Di sisi lain anak-anak bersekolah, sehingga gadget dapat memberikan kemudahan anggota keluarga

untuk berkomunikasi satu sama lainnya. Selain itu menjadi cerita yang sangat menggembirakan jika anggota keluarga bisa berbagi berbagai informasi satu sama lain. Istri/ibu bisa membantu perekonomian keluarga dengan bisnis online yang sedang marak saat ini. Istri / ibu juga bisa berinovasi dengan beragam kreativitas dalam membuat kerajinan yang bisa dilihat dengan bantuan gadget. Contoh sederhana, istri/ ibu bisa menambah variasi resep masakan untuk keluarga yang bisa menambah keharmonisan dan gereget (semangat) saat menjalani perannya sebagai bagian dari keluarga. Informasi yang tersebar dalam dunia maya dengan bantuan gadget dapat tersaji di dalam lingkungan keluarga. Lalu bagaimana dampaknya jika peranan wanita di keluarga menjadi terabaikan karena gadget. Salah satu contoh yang pernah saya lihat di pusat perbelanjaan, seorang anak yang sedang makan ditemani tablet-nya. Ia tidak sendirian, di sebelahnya terlihat sang ibu (karena anak memanggil mama) sedang asyik selfie dengan smartphone-nya.

Sudut Pandang

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Kasih Sayang tiap Hari

23

Sebagian artis tidak peduli adanya Valentine Day sementara ­s ebagian lagi mengaku merayakannya bersama teman atau kekasih. Tapi Titi Kamal mengaku tak sabar menunggu Hari Valentine tiba karena biasanya ada hadiah kejutan yang diberikan suami tercinta, Christian Sugiono, kepadanya.

Director-Chief Marketing Officer PT Kalbe Farma Ongkie Tedjasurja bersama rombongan berkunjung ke Gedung Pers Bali K. Nadha, Kamis (11/2).

Keluarga besar Kelompok Media Bali Post (KMB) mengadakan kegiatan nglawar bersama bertepatan dengan Penampahan Galungan, Selasa (9/2)

Sayangnya, ketika anak memanggilnya berkali-kali, sang ibu tetap memainkan smartphone. Contoh lainnya adalah ketika orangtua saat ini mulai membekali anak dengan smartphone atau jenis gadget yang lainnya tetapi lupa akan usia anak. Saat makan makan malam bersama keluarga, masing-masing anggota keluarga memegang smartphone, terkadang tidak terjadi komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Atau, contoh lainnya, ketika anak diminta melakukan sesuatu oleh ibunya, namun anak menundanya berkali-kali karena asyik dengan smartphone saat membuka media sosial. Kondisi-kondisi seperti ini sering kali membuat geregetan (gemes) para anggota keluarganya. Memang benar, banyak hal yang bisa kita peroleh dengan bantuan gadget. Tetapi ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan agar fungsi gadget bisa semakin positif dalam menjalin hubungan dalam

keluarga. Selain seperti contoh di atas, khususnya untuk ibu ada baiknya untuk memberlakukan aturan dalam lingkungan keluarga untuk penggunaan gadget. Seperti, menggunakannya saat tidak berinteraksi dengan anggota keluarga. Manfaatkan waktu berinteraksi dengan orang lain sebagai waktu yang berkualitas. Selain itu, unduhlah aplikasi atau carilah informasi yang sekiranya dapat menunjang performa peran Anda dalam keluarga dan karir. Saat waktu luang, agar tidak terlalu lekat dengan gadget, libatkan diri dalam aktivitas sosial secara langsung. Misalnya bertemu dengan saudara dan tetangga. Berusahalah agar tidak menciptakan fungsi gadget mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Syahnaz Sadiqah

“C

an’t wait for valentine, gimana kalo romantic dinner lagi”. Begitu postingan Titi Kamal di twitternya sembari memasang foto keduanya yang sedang menikmati romantic dinner. Sementara di akun instagramnya Titi menulis, ”Pengen romantic dinner lagi deh. Tapi kali ini gimana kalo 14 Februari nanti kita masak bareng trus dinner di halaman belakang rumah”. ‘Curhatan’ Titi pun lantas mendatang tanggapan positif dari para fansnya.

Kata Hati

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

eka akhirnya bubaran. Meski kecewa namun ia berupaya menyikapinya dengan bijak. Kadang ada juga rasa iri di hati jika melihat pasangan yang rukun dan mesra. “Tapi dinikmati aja (kesendirian), nggak apa-apa kok. Lagi pula aku juga sibuk kerja setiap hari, jadi nggak kepikiran banget,” kata pemeran tokoh Putri Sumedang Rindu, ini. Bicara soal sibuk syuting, Chika memang tergolong cuk u p

Cut Meyriska

Titi Kamal bersama Christian Sugiono

tinggi. Dalam sehari ia kadang harus syuting stripping untuk dua sinetron. Itu sebabnya ketika ada tawaran main film, terpaksa ditolaknya. Bukan karena tidak ingin bermain film, namun karena tidak memiliki waktu lagi. Masalah waktu juga bisa jadi menjadi kendalanya untuk kongkow dengan temannya pada hari Valentine. “Aku belum tahu bisa atau tidak. Teman-teman sudah nelpon untuk kumpul-kumpul makan bareng pakai baju pink ..hehhhe....di hari Valentine. Aku belum bisa mastikan, jadi lihat nanti saja. Kalau nggak sibuk syuting, aku pasti ikutan,” katanya sembari tertawa. Menurutnya, tanpa kekasih pun Valentine Day bisa berjalan dengan asyik. “Valentine Day kan bukan untuk yang punya pasangan saja.Hari Kasih Sayang dirayakan semua orang, bukan hanya mereka yang punya pasangan. Menurut aku, Hari Kasih Sayang setiap hari bukan hanya pas Valentine doang.

Dan itu bukan identik dengan pasangan, malah menurut aku justru yang terpenting adalah kasih sayang kepada orangtua, keluarga dan itu dirayakan setiap hari,” ucap Chika yang mengaku tahu lalu melewati Valentine Day dengan tukar kado antar keluarga. Lain lagi dengan Syahnaz Sadiqah. Adik Raffi Ahmad ini mengaku nyaris tidak pernah merayakan Valentine Day. “Mau punya pasangan atau jomblo, aku jarang merayakan hari itu. Bagi aku Valentine Day sama saja dengan hari lainnya, biasa aja sih,” ungkap pemeran Karina dalam ‘7 Manusia Harimau’ ini. Karena itu, dia tidak punya rencana apa pun berkaitan dengan perayaan hari kasih sayang. Termasuk saat sekarang ketika ia memiliki kekasih. Kebetulan juga, Juan Christian, pacarnya, memiliki pandangan yang sama tentang Valentine Day. “Jadi kita menjalaninya biasa-biasa aja sih,” ucap pemeran film ‘Olga & Billy Lost in Singapore’ ini. –Diana Runtu

Ada Seni Memberi Cinta dan Kasih Sayang

Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi. Mahasiswa Magister Psikologi Profesi Bidang Klinis, Universitas Gadjah Mada.

Mulai Februari 2016, Tokoh memiliki rubrik khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com.

Bagaimana dengan Cut Meyriska, dan Syahnaz Sadiqah? Dua bintang sinetron ‘7 Manusia Harimau’ ini menyikapi berbeda perayaan Valentine Day. Chika, begitu panggilan akrab Cut Meyriska, kerap merayakannya bersama keluarga ataupun teman-temannya. “Sebenarnya nggak terlalu istimewa juga, biasanya aku hanya tukar kado dengan keluarga— mama, papa, adik--- juga dengan teman-teman. Kadang kalau nggak lagi ada kegiatan, ya ngumpul sama teman-teman. Nggak ada acara istimewa, paling saling tukar cerita aja sih,” ucap gadis kelahiran Medan 26 Mei 1993 ini, di Senayan. Tahun ini, Chika terpaksa harus melalui hari kasih sayang ini sebagai jomblo. Akhir tahun lalu dia putus dengan Fathir, padahal hubungan keduanya ini tergolong cukup lama 3,5 tahun. Bahkan keduanya hampir bertunangan, namun entah kenapa akhirnya hubungan yang sudah dibina bertahun-tahun ini akhirnya bubar. Chika sendiri tak banyak mengungkap apa penyebab sebenarnya sehingga mer-

foto: kapanlagi.com

2

Herry Erika

Kalau ditanya tentang budaya Valentine, perempuan muda yang cerdas, cantik dan energik, Erika Sedana tidak berpikir panjang untuk mengganguk setuju. Menurutnya, kalau bisa makna kasih sayang di hari Valentine ini diterapkan setiap saat. Boleh saja perayaan cinta dan kasih sayang dilakukan satu tahun sekali setiap 14 Februari,

namun kepada orang-orang yang ia sayangi, Erika lebih memilih untuk menerapkan setiap saat. Lantas bagaimana ia menerapkannya? Ada panggilan kasih sayang yang selalu ia sebut untuk suami tercinta, Putu Ari Sedana, S.T., M.M., yaitu honey. Untuk anakanak, ia memanggil dengan kata baby. Tampak sederhana, namun menurutnya sebutan ini memberi arti yang luar biasa bagi suami dan ketiga putranya. Ibu dari Gede Tristan Desirata Rama, Made Dyfan Genesia Nataraja dan Komang Atalanta Ramanavami Daiva ini selalu memberi kehangatan di rumah dengan pelukan dan ciuman kecil sehari-hari. Ia berpendapat bahwa mentalitas dan perilaku, sangat kuat, dibentuk dengan kasih sayang dan cinta yang diterima oleh anak-anak dari orangtua mereka. Pemilik nama lenkap Made Herry Erika Sedana, A.Md., S.E.,

ini bahkan berpendapat bahwa kebahagiaan dan kesuksesan orangtua sesungguhnya sangat kuat juga dipengaruhi oleh cinta dan kasih sayang yang diperoleh dari putra-putri mereka. Jadi, hari Valentine di dalam keluarga sesungguhnya merupakan perayaan bagi semua anggota keluarga. Di hari Valentine, anak-anak boleh saja memberi hadiah untuk mengungkapkan kasih sayang mereka kepada orangtua dan kakak-adiknya. Bisa berupa setangkai bunga, sebuah coklat kecil yang unik, boneka beruang, hingga jepit rambut mungil yang dihadiahkan kepada mama tercinta. Ada hal yang menarik yang sangat sering diucapkan anak-anak Erika yaitu kalimat manis mereka “thank you mama & i love you, mama”. Mengapa kalimat ini sering terdengar dari anak-anaknya? Barangkali terdengar sangat sederhana. Namun, menurut Erika, sangat

penting untuk membekali mereka dengan konsep kerendahan hati untuk bisa menghargai orangtua dan menghargai orang lain. Sehari-hari Erika begitu fokus bergelut dengan proses shipping, export dan import yang biasanya adalah dunia dan industri laki-laki. Apakah ia masih bisa meluangkan waktu untuk merayakan Valentine? Bagaimana Erika sendiri memahami makna Valentine ini? Perempuan yang sudah lebih dari 12 tahun di industri logistics & supply chain ini dengan senyum yakin menjawab bahwa semua hal positif yang ia peroleh, ia kembalikan kepada orang-orang yang ia sayangi. Menurut Erika, ada seni tersendiri dalam memberi cinta dan kasih sayang kepada suami dan ketiga putranya. Hari Valentine ini meski bukan merupakan libur nasional tetapi dirayakan di seluruh dunia. Dalam ruang lingkup yang luas, hari

Valentine ini juga dirayakan dengan teman-teman dan sahabat. Hampir semua usia merayakannya. Bahkan saat ini, perempuan dan eksekutif muda yang aktif dalam organisasi pengembangan diri justru merayakan Valentine dengan kegiatan sosial. Luar biasa makna cinta dan kasih sayang ini dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan apapun. Mantan penyiar berita berbahasa Inggris Balivision TVRI Bali ini mengatakan dengan lugas bahwa yang terpenting adalah mereka benar-benar dapat menyadari dan merasakan cinta dan kasih sayang yang diberikan oleh orang-orang terdekat. Ketika ditanya apa ada hadiah khusus di hari Valentine nanti untuk suami tercinta? Dengan suara berbisik Erika menjawab iya, sebuah free & easy trip ke Kyoto. Dengan singkat ia menekankan lagi bahwa so that he knows that he is loved. – Sri Ardhini


22

Sosialita

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Edisi 888/15 - 21 Februari 2016

Geger Kalijodo Prostitusi di Jakarta

dan owner (pemilik) villa. Karena, hanya dengan modal kecil, semua yang dulu dianggap tidak mungkin menjadi mung­ kin. Dulu hanya orang berduit yang bisa jadi investor, kini hanya dengan Rp 12 juta semua orang bisa menjadi investor/ owner villa.

Bosan bicara politik, kini masyarakat tengah ‘hot’ bicara Kalijodo, lokalisasi pelacuran yang terletak di perbatasan Jakarta Utara dan Barat. Letak persisnya di pinggir Kanal Banjir Barat seluas empat hektar. Kawasan pelacuran itu sebagian masuk di wilayah Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, sebagian lagi masuk wilayah Tambora, Jakarta Barat.

A

sal muasal ‘ribut’ soal Kalijodo ini lantaran baru-baru ini terjadi tabrakan maut antara mobil Fortuner dengan motor yang mengakibatkan empat orang tewas. Usut punya usut, ternyata pengendara Fortuner itu mengendarai mobil dalam keadaan mabuk sehabis pulang dari Kalijodo. Dari sanalah bermula Ka­ l i j o d o menjadi perbin­ cangan hangat.

Masyarakat Jakarta yang nyaris lupa keberadaan tempat bisnis esek-esek itu lantaran sehari-hari didera banyak per­ soalan, tersentak. Begitu juga Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pak Gubernur yang akrab disapa Ahok ini pun lantas teringat dengan tekadnya yang ingin menggusur bisnis pelacuran yang berada di bantaran kali tersebut. “Begitu baca (berita) kasus For­ tuner, saya jadi ingat dulu berniat menggusur Kalijodo. Namun niat itu tertunda karena ada beberapa masalah priori­ t a s yang harus segera ditangani seperti masalah waduk Pluit. Tapi den­ gan

Basuki Tjahaja Purnama

Atta Labeji Villas Masterplan

Atta Labeji Villas Pool Villa Exterior Couple

Suasana Kalijodo siang hari

digusur, tapi ibarat ‘mati satu tumbuh seribu’ begitu pula rumah-rumah pelacuran yang akhirnya berkembang menjadi kompleks pelacuran liar. Berulang kali digusur berulang kali tumbuh membuat Ahok mensinyalir ada beking kuat dibalik tetap bertah­ annya kompleks pelacuran liar ini. Menurut Ahok, kawasan Kalijodo bukan hanya ada pelacuran tapi juga perjudian dengan perputaran uang hingga Rp500 juta per hari. “Kalijodo itu sumber duit,” ucapnya. Karena itu tak heran kalau ada oknum-oknum yang berusaha mempertahankan kawasan itu. “Kalau bentrok pasti,” kata Ahok ketika ditanya kemungki­ nan akan terjadi bentrok. Niatnya segera meratakan Kalijo­ do bakal dapat penentangan dari para penggiat kompleks pelacuran tapi juga sebagian warga yang memang menggantungkan hidupnya dari bisnis itu. Mereka ini pun bersuara tak ka­ lah kerasnya dalam menantang Ahok. Tapi sang gubernur yang terkenal keras ini, pantang mundur. Saat ini Ahok tengah mengkoor­ dinasikan rencana tersebut dengan aparat terkait. Baik pihak Polda

Metro Jaya maupun Kodam Jaya, siap mem-back-up.Tapi sebelum aksi (pen­ ertiban), kata Ahok, terlebih dahulu akan dilakukan sosialisasi termasuk memberi SP (surat peringakatan) 1,2, dan 3 sebelum dibongkar. Ahok pun memerintahkan Wa­ likota Jakarta Utara dan Barat untuk segera melakukan aksi pendahuluan berupa sosialisasi, persuasi kepada masyarakat. “Tapi yang pasti, tidak akan ditunda-tunda, penertiban pasti akan dilakukan,” tegas Ahok. Masyarakat pun membayangkan peristiwa tersebut bakal menjadi peristiwa besar karena diperkirakan akan ada bentrokan karena pihak Kalijodo tidak akan mau begitu saja bisnisnya diobrak-abrik. Sejumlah tokoh berharap tidak terjadi bentrok fisik dalam penertiban seperti halnya kasus penggusuran di daerah banjir Kampung Pulo. Tapi apa mungkin? (tanpa bentrok fisik) Lihat saja kasus penggusuran lokalisasi pelacuran Dolly di Sura­ baya yang meski pemerintah sudah melakukan persuasi tetap saja terjadi bentrok fisik antara yang menolak dan aparat. –Diana Runtu

Selamatkan Tanah Bali dengan Jadi Investor di Atta Labeji Villas Salah satu upaya untuk turut menyelamatkan tanah Bali de­ ngan menjadi investor, dilakoni Putu Marliah Miranda. Perempuan berusia 62 tahun, pemilik percetakan dan penerbit Paramitha, yang juga menjual buku-buku khusus agama Hindu dan pernakperniknya ini, sangat menyambut baik konsep mepatung yang ditawarkan di Atta Labeji Villas.

T

ak tanggung-tanggung, ia pun mengambil 10 lot. Pikirannya seder­ hana saja. “Jika bukan kita orang Bali, siapa lagi yang bisa

menyelamatkan tanah Bali dengan menjadi investor,” ucapnya lugu. Be­ berapa tahun lalu, Putu Marliah juga sudah membeli 8 lot di Villa Mesari yang kini sudah beroperasi. “Saya su­

Suasana Villa Mesari

Kalijodo dan Kramat Tunggak Kombes Krishna Murti, Direskri­ mum (Direktur Reserse Kriminal Umum) Polda Metro Jaya, yang be­ lakang namanya naik daun gara-gara menangani kasus ‘Kopi mengandung Sianida’, ternyata pernah mener­ bitkan buku tentang bisnis prostitusi di Kalijodo pada 2004 lalu. Buku yang berjudul ‘Geger Kalijodo: Kisah Polisi dan Mediasi Konflik’,merupakan hasil penelitian Krishna untuk studi pascasa­ rjana di Program Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia. Krisna menulis pengalamannya ketika ia menjabat sebagai Kapolsek Penjaringan selama tiga tahun. Dalam buku ‘Geger Kalijodo’ se­ lain diuraikan tentang permasalahan lokalisasi pelacuran itu, juga diungkap tentang sejarah keberadaannya yang telah ada sebelum Kemerdekaan RI. Dalam novel Ca-Bau-Kan karangan Remy Silado dipaparkan situasi Kali­ jodo pada era 1930-an. Kawasan itu

adalah tempat singgah para pedagang Tionghoa. Para gadis pribumi mend­ endangkan lagu-lagu klasik Tionghoa di atas perahu-perahu yang ditambat di pinggir kali. Kalijodo sebagai tempat prostitusi telah ada saat pembentukan Batavia oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Ketika itu, tulis Krishna, karesidenan Jakarta terdiri atas enam afdeling atau distrik, salah satunya adalah Panjarin­ gan dimana Kalijodo yang diapit oleh Sungai Angke dan Kanal Banjir Barat, berada. Sesuai dengan namanya maka sejak masa penjajahan Belanda dikenal sebagai tempat orang mencari cinta dan itu berlanjut hingga setelah pasca kemerdekaan. I Ketut Suardana dalam tesis pas­ casarjana UI program Kajian Ilmu Ke­ polisian pada tahun 2000 juga mengam­ bil Kalijodo sebagai bahan penelitiannya. Dalam tesisnya itu ia bertutur tentang kondisi Kalijodo di masa lalu.

Atta Labeji Villas Deluxeroom Interior

Putu Marliah Miranda

adanya kasus Fortuner itu, saya jadi ingat lagi. Sepertinya memang harus segera dibongkar. Disana lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya,” ungkap Ahok di Balaikota. Menurutnya, Kalijodo akan dikembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau. Di sana akan dibangun taman dan pedestrian. Budayawan Betawi, Ridwan Saidi mengatakan, Pemda DKI Jakarta pasti akan bisa menertibkan Kalijodo. Dulu saja lokalisasi pelacuran Kramat Tunggak yang begitu luas dapat di­ gusur maka Kalijodo pun demikian. Asalkan, Pemda DKI melakukan pen­ ertibannya bersama dengan semua pihak dan stakeholder terkait. Ahok tahu bahwa menertibkan Kalijodo tidaklah semudah mener­ tibkan PKL (pedagang kaki lima). Apalagi ‘bisnis lendir ’ ini telah berlangsung puluhan tahun, bahkan dari sejarahnya telah ada sejak tahun 1930-an. Ada ribuan orang menggantung­ kan kehidupannya dari bisnis ini, termasuk sebagian warga setempat. Pemda DKI Jakarta bukannya tidak pernah melakukan penindakan. Su­ dah berkali-kali ditertibkan, bahkan

“Lokasi pelacuran Kalijodo dimulai dengan kehadiran orang-orang Tiong­ hoa untuk melakukan tradisi ‘cungbeng’ sejak 1950 yang mengundang daya tarik untuk berkunjung dan memanc­ ing ikan di Kali Banjir Kanal yang bersih dan jernih, sekaligis dimanfaatkan oleh orang-orang untuk mencari jodoh,” tulis Suardana sebagaimana dikutip dari lib.ui.ac.id Sementara dalam makalah ‘Prosti­ tusi di Jakarta Dalam Tiga Kekuasaan, 1930-1959: Sejarah dan Perkemban­ gannya’, disebutkan, tempat prostitusi pertama di Jakarta adalah di kawasan Macao Po (di depan Stasiun Beos Jakarta Kota). Disebut Macao karena pada masa itu pelacur didatangkan dari Macao. Kondisi ini terus berkembang dengan munculnya tempat pelacuran lainnya. Memasuki tahun 50-an ge­ liat pelacuran di Ibukota semakin jelas lantaran meningkatnya arus urbanisasi.

Selain pelacuran kelas atas, pelacuran kelas menengah ke bawah pun ikut menjamur, di antaranya Bongkaran, Kali Malang, di kawasan Senen, dll. Berbagai penertiban dilakukan, namun bisnis esek-esek itu tumbuh tak terkendali. Akhirnya sekitar tahun 1970 dibuat­ lah lokalisasi resmi Kramat Tunggak yang terletak di Kelurahan Tugu, tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Priok. Penetapan lokasilisasi protitusi ini dilakukan dengan SK Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Pada kenyataannya niatan melokalisir para PSK ini agar tidak ‘bertebaran’ seantero Jakarta, tidak berjalan baik. Pasalnya, Kramat Tunggak berkembang semakin pesat se­ mentara pelacuran di luar lokalisasi pun tetap bertumbuhan. Apalagi, kemudian, masyarakat menuntut Pemda DKI agar menutup lokalisasi tersebut. Akhirnya Sutiyoso (kini Kepala Badan Intelijen Negara) yang kala itu menjadi Gubernur DKI Jakarta, menu­

3

dah pernah menginap di sana bersama cucu-cucu saya. Pengalaman yang luar biasa, relaks, kebersamaan dengan suasana alami perdesaan,” kisahnya. Munculnya vilatel Atta Labeji Vil­

las di kawasan eksotik di Desa Ken­ deran Ubud, dengan konsep mepatung dan sharing profit, tentunya mem­ berikan angin segar bagi masyarakat Bali khususnya untuk bisa menjadi investor

100% Uang Kembali Dari Rp 12 juta tersebut, investor mendapatkan banyak keuntungan. Di antaranya, uang pembelian lot akan dikembalikan 100% di tahun ke-10. “Ini hanya berlaku bagi pembelian di awal hingga 25 april 2016. Setelah itu, pengembalian uang 100% tersebut dilakukan di tahun ke-11,” ucap Mar­ keting & Communication of Atta Labeji Villas, Ni Made Ayu Dewi Saraswati. Keuntungan lainnya yang didapat dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas adalah, mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, komisi 10% setiap mengajak tamu ke Atta Labeji Villas, tergabung dalam komunitas “Atta Labeji Investor Club” yang tentunya akan memperluas jejaring, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. Semua klausa ini dituangkan dalam perjanjian no­ taris. –ten

Pemberkatan Tanah Atta Labeji Villas Untuk Kemakmuran dan Kelancaran Pemberkatan tanah Atta Labeji Villas dilakukan Jumat (5/2) dipim­ pin Guru Spiritual dan Guru Besar Yayasan Cahaya Cinta Kasih SOUL Center Bunda Arsaningsih. Ia me­ ngatakan secara spiritual dan energi letaknya sangat bagus. Dengan sua­ sana yang masih pedesaan sekali, Bunda Arsaningsih meyakini tamutamu yang akan menginap pun pasti senang dan nyaman. Upacara pemberkatan tanah un­ tuk menetralisir energi dan rekaman yang kurang baik dari lahan tersebut juga dihadiri Kepala Desa Kend­ eran, Jero Bendesa Desa Pekraman Kenderan Manuaba, Jero Kelian Banjar Pande , tokoh masyakat Desa Kenderan dan para investor Atta Labeji Villas. Upaca­ra ini diharapkan akan memberikan kemakmuran dan selalu menyertai semua investor serta memperlancar pembangunan Atta Labeji Villas. Dijadwalkan April 2016 akan dilakukan peletakan batu pertama, proses pembangunan dimu­ lai, dan Atta Labeji Villas siap ber­ operasi mulai 2017. Untuk itu, Made Robert dan Ni

Made Robert, sang konseptor yang sekaligus Direktur Utama BOS Land ­menjelaskan kembali benefit bergabung sebagai investor di Atta Labeji Villas

Made Ayu mengajak masyarakat Bali yang belum bergabung untuk segera me­ nangkap peluang emas ini, bersama-sama sukses di investasi villatel, Atta Labeji Villas, bersama-sama menyelamatkan Bali dengan menjadi investor/owner villa. Atta Labeji Villas juga hadir di Pameran Prop­

erty stand no 143 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta 13 s.d. 21 Februari 2016. Untuk informasi lebih jelas, silakan datang langsung ke Kantor BOS Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260,082 247 365 888,087 861 999 658. –ten

Kombes Krishna Murti

tup Kramat Tunggak, 1999. Peristiwa penutupan itu bukannya tanpa per­ lawanan dari pihak Kramat Tunggak, namun pun berhasil ditangani dengan baik. Lokalisasi yang berada di lahan seluas 10 hektar lebih itu digusur habis dan diubah menjadi kompleks ibadah dan kajian. Kini di areal tersebut berdiri Islamic Center yang megah, tempat pengkajian dan pengembangan Islam di Jakarta. Sebenarnya, pada masa Suti­ yoso pun selain Kramat Tunggak juga ditertibkan Kalijodo dan tempat pela­ curan lainnya. Berkali-kali dilakukan bongkar paksa, namun ketika aparat lengah, bisnis esek-esek itu tumbuh lagi. –Diana Runtu

Maket Plan Atta Labeji Villas

Pemberkatan tanah Atta Labeji Villas dilakukan Jumat (5/2) di­pimpin Bunda ­Arsaningsih, di­hadiri tokoh adat Desa Kenderan, Ubud dan bebe­rapa investor


4

Sudut Pandang

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Momen Kebersamaan di Hari Valentine

Budaya Valentine sebenarnya diadopsi dari luar negeri. tuk jantung dan dikirim kepada

teman-temannya. Namun, seka-

Pada hari ini, biasanya kita saling bertukar kado, mem- rang, dengan bertambahnya usia, apalagi sudah memasuki kepala beri bunga atau cokelat kepada orang-orang yang kita lima, ia lebih memaknai dengan sayangi. Bagaimana dua dokter ini memaknai Valentine dalam kehidupan mereka?

dr ayu witriasih

IA Ratih Manuaba

r. IA Ratih Manuaba menilai, Valentine tidak harus dirayakan dengan besar-besaran, apalagi itu bukan budaya Indonesia. Menurut dokter di RS Manuaba ini, Valentine seharusnya dirayakan setiap hari, dimaknai dengan memberikan kasih sayang kepada semua makhluk hidup, seperti saling mengasihi sesama

dan membina keakuran dalam keluarga, baik keluarga inti maupun keluarga besar. Termasuk kita harus saling menyayangi makhluk hidup yang lain seperti binatang peliharaan dan tumbuhtumbuhan. Memang ia tak menampik, kalau ada perayaan spesial dalam hari Valentine. Dulu, saat ia remaja, ia sering berkirim kartu dan membuat kerajinan berben-

D

membina hubungan kasih sayang dengan suami, anak-anak dan keluaga besar. Valentine kali ini, kebetulan ia sedang mengikuti seminar di Bandung, dan anak-anaknya sedang libur sekolah. Ia pun memboyong keluarganya, untuk ikut berlibur di Bandung. Istri dr. IB Tatwa Yatindra ini mengatakan, tak ada yang istimewa dalam perayaan Valentine kali ini. Ia hanya makan malam bersama sekalian menikmati liburan di kota kembang Bandung. Bagi dr. Ratih, kebersamaan dalam keluarga merupakan hal yang penting. Dengan kesibukannya dan suami setiap hari, momen kebersamaaan, merupakan hal yang paling istimewa. Sementara, bagi dr. Ayu Witriasih, Valentine bukanlah hal yang istimewa. Ia sendiri dalam keluarganya tidak pernah merayakan Valentine, namun, anak-anaknya kadang ikut-ikutan memberikan bunga dan cokelat kepadanya. Ia anggap itu sah-sah saja dan tentu saja membuatnya bahagia. Namun, terlepas dari itu, ia berharap, agar Valentine tidak dimaknai dengan perayaan seremonial, tapi lebih dimaknai untuk saling mencintai sesama manusia, baik itu keluarga, teman, sahabat, atau rekan kerja. –Wirati Astiti

Kado hanya Simbol

Valentine tahun 2016 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Khususnya di Bali, anak-anak sekolah masih dalam suasana libur Hari Raya Galungan dan Kuningan. “Jadi, kami memang tidak ada perayaan khusus,” ujar Kepala Sekolah PG/ TK Lingga Murti School (LMS), AA Eka Yuliati, S.Pd. Ta h u n - t a h u n s e b e l umnya, anak-anak LMS biasanya diajak membuat k a r t u Va l e n t i n e . M e reka bebas berkreasi di kartu tersebut, menulis, AA Eka Yuliati, S.Pd. menggambar ataupun menempelkan pernak-pernik, yang kemudian diberikan kepada orang-orang terkasih. Bisa kepada mama, papa, adik-kakak, semua keluarga, atau kepada gurunya. Pada prinsipnya, kasih sayang tak harus menunggu Hari Valentine, kasih sayang bisa dilakukan setiap saat. Menurut Miss Agung—demikian ia biasa disapa, kasih sayang tersebut lebih tercermin dalam sikap. Bunga, cokelat, kartu ucapan, ataupun kado yang umum menyertai hari spesial ini hanya sebagai simbol. Di sekolah, kasih sayang guru kepada muridnya bisa diamati lewat bagaimana seorang guru dengan begitu sabarnya membimbing anak didiknya, dari tidak bisa dan akhirnya menjadi bisa. Guru juga dituntut untuk mampu memberikan pendekatan-pendekatan khusus kepada anak dengan beragam karakter. Di sini muncul kreativitas guru untuk mengahadapi karakter anak yang berbeda-beda tersebut. Apalagi menghadapi anak-anak di jenjang prasekolah, tugas para guru hampir sama dengan baby sitter. “Jika kami para guru tak melakukannya dengan kasih sayang, tidak mungkin anak-anak mau nurut,” ucapnya. Bentuk kasih sayang lain yang juga diajarkan kepada anak-anak adalah bagaimana menghormati guru, orangtua, menghargai orang yang berbicara, mau berbagi dengan teman, bergantian memakai mainan, dsb. Sikap kasih sayang ini juga kerap disampaikan lewat bercerita/dongeng dengan tokoh-tokoh tertentu. “Dengan begini, biasanya anak-anak akan lebih paham, ketimbang kita hanya mengajarkan teori,” jelasnya. – Inten Indrawati

Acara wajib saat Hari Raya Galungan adalah sembahyang. Setelah sembahyang, dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah saudara atau jalan-jalan ke objek wisata. Bagi warga Antiga, Karangasem, ada satu tempat yang menjadi tujuan, namanya Rumah Bambu di Pengalon, Antiga. “Kami biasa melali (jalan-jalan) setelah Galungan. Kalau saya sendiri, melali itu untuk menyegarkan pikiran biar pikiran lebih fresh,” ujar Komang Eka, warga Antiga. Ia pun mengatakan Rumah Bambu menjadi tujuan wisatanya. Rumah Bambu ini disusun dengan bambu-bambu yang rapi sebagai inti dari rumah bambu ini,walaupun belum begitu rampung dalam pengerjaanya,tempat ini sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan. “Tempat ini rencananya akan dijadikan objek rekreasi serta akan menjadi tempat diadakannya festival musik Bali Unite,” tutur Komang. Dari beberapa referensi, Rumah Bambu berada di lahan seluas 16 hektare, akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti restoran, bangunan VIP, panggung festival, tempat yoga dan juga jembatan karena tempat ini dibelah oleh sebuah sungai besar. Semuanya dibuat dari material bambu dibentuk unik dan artistik. Tempat ini sebenarnya belum dibuka untuk umum. Namun, demikian selalu ada pengunjung yang ingin menikmati uniknya Rumah Bambu ini. Ia menambahkan, warga tidak dipungut biaya untuk masuk ke Rumah Bambu. Namun, mereka harus membayar biaya parkir kendaraan. -Suarni

Mandalika

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

21

Presiden Jokowi Hadiri HPN 2016

P

*Rangkaian Hari Pers Terbesar dalam Sejarah HPN

uncak peringatan Hari Pers Nasional, tanggal 9 Februari 2016 di Kawasan Mandalika Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, berlangsung sukses. Kegiatan dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Pers Nasional 2016 ini dilaksanakan mulai tanggal 4 s.d. 9 Februari 2016. Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo dan para insan pers dari seluruh nusantara menghadiri puncak acara yang digelar di tepi pantai berpasir putih, Kuta Lombok Tengah. Ribuan orang pun turut menyaksikan perhelatan bidang

jurnalistik tanah air ini. Dengan tema “Pers Yang Merdeka Mendorong Poros Maritim dan Pariwisata”, HPN 2016 disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah HPN. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Margiono, saat membuka kegiatan pameran HPN 2016 di Lombok City Center menilai, rangkaian Hari Pers Nasional tahun 2016 yang digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat adalah kegiatan paling besar dalam sejarah Hari Pers Nasional. “Betul, ini terbesar dalam sejarah HPN,” ungkap Margiono. -Naniek I. Taufan

Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi menyambut kedatangan Presiden RI di Bandara Internasional Lombok untuk menghadiri puncak peringatan HPN 2016

Hj. Erica Zainul Majdi mendampingi Ibu Negara Hj. Iriani Joko Widodo, pada puncak acara HPN 2016 di Lombok

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin saat membuka seminar pesona wisata bahari

H. Agus Talino, penanggung jawab Suara NTB dan Radio Global NTB menerima kunjungan Gubernur NTB di stan pameran HPN 2016


20

Nine

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

APMF ke-7 dilaksanakan di NTB

M

MEDIASI UNTUK PEREMPUAN DAN ANAK Salah satu yang menjadi fokus dalam kegiatan ini adalah tentang

hak dan kesejahteraan perempuan dan anak untuk dilindungi dalam proses hukum. Mediasi merupakan salah satu alternatif yang baik bagi perempuan dan anak yang terlibat sengketa karena mediasi bersifat rahasia dan dapat menjaga privasi. Privasi korban sangat penting dilindungi agar mereka tidak merasa malu atas apa yang menimpanya, karena kekerasan domestik yang dialami istri dan anak selama ini kerap dipandang negatif oleh publik. Forum ini menganggap penting dalam proses peradilannya untuk memprioritaskan pendekatan restorative justice dimana pelaku anak, korban, anggota keluarga dari pelaku anak serta pihak lain yang terlibat bekerjasama untuk menemukan penyelesaian yang adil serta berusaha untuk merestorasi kondisi serta mencegah adanya

balas dendam. Dan mediasi ini akan dilakukan ketika semua pihak menyepakati solusi terbaik dengan dampak negatif yang lebih sedikit kepada psikologis dan fisik anak. Mediasi ini dinamakan diversi yakni pengalihan penanganan anak berhadapan dengan hukum dari sistem peradilan formal ke informal. Untuk itulah SUSTAIN memberikan bantuan teknis kepada para hakim untuk meningkatkan kapasitasnya dengan mengembangkan instrument/peraturan untuk dapat lebih melindungi perempuan dan anak. Di samping itu juga mendukung serta mendorong Mahkamah Agung RI untuk bermitra dalam hal ini dengan lembaga pemberdayaan dan perlindungan anak dan perempuan. Target pelatihan adalah anggota kelompok kerja media di Mahkamah Agung RI dan peng-

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Ni Wayan Srijati

N

adilan-pengadilan percontohan mediasi dan hakim yang sudah sukses melakukan mediasi selama ini. Target lainnya adalah program mediasi sertifikasi lanjutan kepada lebih banyak hakim yang akan menjadi mediator di pengadilan. Proyek ini juga bekerjasama dengan kelompok kerja anak dan perempuan, terkait perlindungan anak dan perempuan di pengadilan. Tiga hal yang menjadi fokus kegiatan untuk anak, yakni penyempurnaan dan penerbitan buku panduan bagi hakim untuk menangani perkara anak. Juga pelaksanaan sertifikasi hakim anak yang bersifat terpadu, bukan hanya hakim tetapi juga melibatkan aparat penengak hukum lainnya yang bertujuan meningkatkan kesepahaman bersama dan

kerjasama aparat penegak hukum dalam menangani perkara-perkara anak. Program jangka panjangnya adalah mengembangkan pendataan perkara anak secara terintegrasi antar seluruh aparat hukum, kepolisian kejaksaan dan pengadilan. Begitu pula dengan perlindungan perempuan yang difokuskan pada tiga hal, yaitu: penerbitan bantuan Mahkamah Agung untuk menciptakan regulasi yang lebih melindungi perempuan di pengadilan. Selain itu menciptakan media-media promosi di pengadilan percontohan agar lebih memahami dan menyosialisasikan perlindungan perempuan. Juga melaksanakan pelatihan bagi para hakim yang bersifat sensitif gender. -Naniek I. Taufan

5

Anyam Sokasi untuk Biayai Anak Bagi kaum perempuan, sokasi merupakan benda yang wajib ada di rumah. Fungsinya bisa serbaguna, mulai dari keperluan rumah tangga hingga dibawa ke Pura. Salah satu sentra pembuatan sokasi berada di Tanggahan Peken, Susut, Bangli.

Asia Pacific Mediation Forum (APMF) yang ke-7 dilaksanakan di Lombok Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu. Kegiatan yang diselenggarakan oleh EU-UNDP SUSTAIN ini mendukung upaya Mahkamah Agung untuk membuka akses ke peradilan untuk masyarakat, dengan menyediakan metode penyelesaian sengketa alternatif yang lebih sederhana, cepat dan terjangkau yaitu dengan mediasi di peradilan. Sebanyak 49 hakim dari 15 pengadilan percontohan di Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan ini. enurut Gilles Blanchi, Kepala Penasihat Teknis dan Project Manager Proyek EU-UNDP SUSTAIN, pelatihan sertifikasi para hakim ini fokus pada perbaikan pelayanan peradilan bagi masyarakat. Dan hal ini dimulai dengan peningkatan pelayanan yang berintergritas dan berakuntabilitas. “Dan karena alasan inilah proyek SUSTAIN mendukung pelaksanaan konferensi APMF ini. Mediasi adalah cara penyelesaian sengketa yang menawarkan cara cepat, sederhana dan murah. Mahkamah Agung RI mendukung hal tersebut dan ini juga sudah dilaksanakan di berbagai belahan dunia,” ungkapnya.

Inspirasi

i Wayan Srijati merupakan pengrajin yang sudah lama berkecimpung dalam pembuatan sokasi. Dari hasil menganyam sokasi, ia bisa membiayai pendidikan anak pertamanya yang kuliah di Poltekkes Denpasar jurusan Keperawatan dan anak kedua yang masih kelas 4 di SDN 1 Sulahan. “Pekerjaan saya selain menjadi ibu rumah tangga, saya biasa membuat sokasi buat mengisi waktu luang saya selain menjaga anak di rumah. Suami saya jadi buruh bangunan dan petani,” ujar perempuan tamatan SMA ini. Ia menuturkan sokasi dengan ukuran 30 cm dijual dengan harga Rp 130 ribu per biji, sedangkan ukuran 25 cm dijual Rp 110 ribu per biji. Sokasinya isi nama beda lagi harganya. Untuk membuat satu sokasi diperlukan waktu dua hari, tergantung kesulitan dalam pembuatannya. “Kesulitannya paling sering karena bahannya yang kurang bagus. Bahan kami beli, kadang ada yang kurang bagus,” ungkapnya. Bahan yang diperlukan untuk membuat sokasi antara lain kulit bambu yang sudah dibelah dan dikukus sehingga menjadi putih, cat minyak, kuas, pisau, dan gunting. Yang pertama kulit bambu yang sudah putih itu dicat dengan warna yang sudah ditentukan, kemudian dijemur sampai kering, sesudah itu kulit bambu yang sudah kering dibersihkan lagi dengan pisau sehingga bentuknya kecil dan tipis. Kulit bambu yang sudah dibersihkan dianyam dengan aturan warna agar tidak bercampur. Setelah selesai menganyam dibentuk lagi dengan pembuatan bunga, bunga ini tidak satu jenis tapi ada beberapa jenis seperti bunga matahari besar, matahari kecil, matahari sambung, dan matahari kotak. Setelah itu dibersihkan lagi sisa-sisa dari kulit bambu itu, dan dibuatkan di dalam sokasi itu sokasi lagi yang terbuat dari tali bambu, disatukan dengan sokasi yang dari kulit bambu itu sehingga sokasi kalau dimasukan buah atau bahan apapun ke dalamnya tidak cepat rusak. Dari penjualan sokasi, Srijati mendapat penghasilan sekitar 520 ribu per minggu. Ini juga tergantung permintaan pemesanan dan ukuran sokasi. Dengan uang yang diperoleh, ia dan suami harus pintar mengelola uang. “Kalau boros saya tidak bisa menguliahkan anak saya di

Denpasar. Urusan dapur juga kami atur. Biasanya saya bagi tugas sama suami. Kalau urusan di dapur suami saya yang mengeluarkan uang tapi kalau kebutuhan anak, kami berdua yang mengeluarkan uang. Pokoknya

harus pintar dalam mengelola uang,” tegasnya. Suka duka pun dialami Srijati, seperti mendapat komplin dari konsumen. Barang sudah dipatok harga segini dengan ukuran barang segini tetapi pembelinya komplin barang yang diminta tidak sesuai harga dan ukuran misalnya ada pembeli yang ingin membeli sokasi dengan ukuran 30cm tetapi harganya dikira harga sokasi yang ukuran 25 cm. Pernah juga barangnya tidak bagus karena bahan yang digunakan kurang bagus jadi pembelinya marah kenapa barangnya kayak gitu.

Ni Wayan Srijati dan anaknya

“Inilah suka dukanya juga dalam pembuatan dan menjual sokasi. Saya tetap bertahan dalam membuat sokasi ini karena

sudah turun temurun dari keluarga saya,” ujarnya seraya mengatakan pembeli ada dari Bangli dan luar Bangli. -Juniantari


6

Woman on Top

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Cari Akar Masalah

Petani cabai di wilayah Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur terpaksa panen dini. Lahan tanaman cabai mereka terendam air luapan Bengawan Solo. Mereka tak ingin cabai-cabai itu mereka membusuk. Meski masih muda (warna hijau) akan cepat membusuk karena terendam air. Agar mereka tidak terlalu banyak merugi, terpaksa dipanen dini.

Menjalankan tugas urusan kesiswaan sejak tahun 2007, telah memberikan banyak pengalaman bagi Jusrah Windia, setidaknya untuk mengenal lebih dekat siswa-siswanya di SMPN 3 Narmada. Mengingat tanggung jawabnya dalam urusan kesiswaan yang mewadahi semua kegiatan siswa di sekolah ini, membuat Windiah harus menyiapkan waktu ekstra untuk menjalankan tugas tambahannya ini.

K

ia juga bertugas sebagai Pembina OSIS di sekolah ini. “Yang paling utama dibutuhkan dalam menjalani tugas urusan kesiswaan ini adalah kita dituntut harus memiliki kemampuan manajemen dan punya pengalaman berorganisasi,” ujar guru bidang studi matematika ini. Windiah merasa beruntung karena dalam menjalankan tugas urusan kesiswaan ini ia dibantu dengan sangat kompak oleh para guru pembina kegiatan-kegiatan di sekolah tersebut. Tugas untuk memantau serta mengkoordinir menjadi bagian penting bagi Windiah dalam menjalani tugasnya tersebut. Dalam membantu kepala

L u h

Y u l i

Y

Jusrah Windiah bersama siswa SMPN 3 Narmada

sekolah meningkatkan prestasiprestasi baik akademik dan nonakademik siswa di sekolah ini, Windiah mengaktifkan 11 ekstrakurikuler dan mengirimkan siswa berprestasi mereka untuk mengikuti berbagai olimpiade pendidikan dan mengadakan kegiatan cerdas cermat saat jeda semester. “Untuk persiapan ujian kelas IX, kami mengaktifkan kelompok belajar dan pemberian materi tambahan di luar jam belajar pada sore hari,” katanya. Tidak itu saja, setiap hari sabtu sore, para guru yang bertugas akan mengunjungi

layu dan tidak tahan lama. Dari anggapan tersebutlah maka timbul keinginan

kelompok-kelompok belajar siswa langsung ke rumah-rumah siswa dimana kegiatan belajar berkelompok itu dilakukan untuk memberikan motivasi serta memantau efektifitas kegiatan kelompok-kelompok belajar tersebut. Perhatian terhadap siswa tidak hanya dilakukan dalam hal yang berkaitan dengan kegiatan sekolah melainkan juga pada siswa-siswa yang kerap bermasalah atau yang suka melanggar disiplin. “Bekerja sama dengan para guru yang berasal dari desa-desa asal siswa, kami mencari tahu

akar masalah mulai dari latar belakang keadaan keluarga dan lingkungan dari para siswa yang kerap bermasalah di sekolah sehingga kami bisa mengetahui cara menyikapi siswa tersebut,” ungkapnya. Inilah salah satu pendekatan yang dilakukan oleh SMPN 3 Narmada, yakni mengajak guru dan siswa untuk mengenal satu sama lain dengan kedekatan tidak semata-mata hubungan belajar mengajar saja. Cara ini dianggap paling mudah dan efektif sebagai metode komunikasi antar sekolah dengan siswa. -Naniek I. Taufan

P u r n a m e n t a r i

Untung Sedikit tapi Puas Beberapa hari sebelum tanggal 14 Februari sebagian orang akan sibuk menyiapkan kado untuk Valentine. Biasanya Valentine selalu identik dengan coklat atau bunga karena kasih sayang diibaratkan semanis coklat dan seindah bunga. Namun, se­ iring perkembangan cara berpikir masyarakat, kasih sayang dengan orangorang sekitar tidak hanya bisa ditunjukkan dengan coklat ataupun bunga. Begitu juga dengan peraya­a n hari Valentine di kota Singaraja. Jika pada tahun-tahun sebelumnya menjelang Valentine banyak toko yang menjual coklat atau boneka dan banyak orang datang ke toko bunga maka pada tahun ini agak sedikit berbeda. Anggapannya adalah jika memberi coklat maka akan habis jika dimakan. Begitu juga jika memberi bunga akan

19

Petani Cabai Panen Dini

J u s ra h W i n d i a

esibukannya selalu akan dimulainya sejak proses penerimaan siswa baru tiap tahun ajaran baru, memastikan usaha semaksimal mungkin dalam meraih prestasiprestasi siswa baik akademik maupun nonakademik, mengurusi kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dan juga berbagai dinamika persoalan yang berkaitan dengan siswa. Karena itulah untuk menjalankan tugas ini menurutnya, haruslah memiliki kemampuan mengelola dan memanajemen untuk dapat membantu kepala sekolah dalam urusan kesiswaan ini. Yang penting juga adalah harus memiliki pengalaman berorganisasi. Karena

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

mencari sesuatu yang tetap bisa dikenang sebagai kado Valentine. Luh Yuli Purnamentari seorang yang mendapatkan berkah dari perayaan Valentine menuturkan timbulnya ide untuk membuat aneka kerajinan dari kain flannel ketika dirinya berkunjung ke sebuah toko. “Maunya beli tapi harga­nya mahal. Kenapa gak coba untuk bikin saja,” tuturnya. Menjadi pengrajin bunga dari kain flannel sepertinya menjadi berkah tersendiri baginya. Dari hasil penjualan dia mampu meraup ke­untungan sekitar satu juta rupiah dalam sebulan. Wanita yang akrab disapa Yuli ini mengawali bisnis kerajinan flannel ketika hasil karyanya diunggah ke media sosial kemudian seorang teman yang tertarik ingin membeli. Dari sanalah timbul keinginan menjadikan hobi untuk mendatangkan rupiah demi rupiah. Mengenai cara pemasaran, Yuli tidak ambil pusing sebab dia

bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menawarkan hasil karyanya. Jika pembeli yang tidak puas dengan gambar yang diunggah, calon pembeli bisa datang ke rumahnya di Desa Kubutambahan untuk melihat langsung kerajinan yang telah digarap. Kerajinan yang dibuat dikerjakan sendiri agar hasilnya se­ suai dengan yang diinginkan. Soal harga Luh Yuli Purnamentari saat membuat kerajinan kain flane tidak perlu khawatir karena sangat terjangkau. diminta. Pembeli bisa langsung “Tentu lebih murah jika beli memesan kado Valentine sesuai di toko. Tidak apa-apa untung dengan keinginan dan juga isi sedikit yang penting ada kepuas­ kantong. an sendiri,” ungkap wanita kelaKhusus untuk menyambut hiran 5 Juli tersebut. Untuk satu hari Valentine Yuli bekerja lebih tangkai bunga flannel dihargai ekstra karena pesanan yang Rp. 8.000, sedangkan untuk didapat cukup banyak. Namun buket ukuran kecil Rp. 30.000, jangan khawatir jika di hari biasa normal Rp. 60.000, dan besar Rp. pun kalau ada yang ingin meme100.000. Untuk harga parsel me- san akan tetap dilayani. nyesuaikan dengan pesanan yang -Wiwin

a s k u r, s e o r a n g petani cabai merah di Ngadirejo menuturkan, musibah banjir membuatnya terpaksa memanen lebih awal. Seharusnya, panen cabai masih beberapa bulan lagi dilakukan. Demi meminimalisasi kerugian lebih besar, ia memutuskan memanen semua tanaman cabainya. “Kalau cabai masih muda begini harga jualnya anjlok. Ya kira-kira hanya kisaran Rp 4 ribu per kg dari seharusnya Rp 20 ribu per kg,” kata Yaskur. Selain menurunkan harga, luapan air Bengawan Solo juga menurunkan kualitas dan kuantitas cabainya. Pada saat kondisi normal, tanaman cabainya bisa menghasilkan 50 kg setiap petaknya. Akibat banjir ini, hanya menghasilkan sekali petik, karena setelah banjir surut tanaman cabai tak dapat lagi berbuah dan mati. Yaskur menilai, luapan air itu sebagai musibah. Ia pun tak bisa berbuat banyak, hanya pasrah sembari berharap banjir segera surut agar dapat bercocok tanam secara normal kembali seperti musim-musim sebelumnya. Sementara itu banjir bandang juga menggenangi puluhan hektar tanaman padi di wilayah Merakurak. Hampir setiap musim penghujan wilayah Merakurak terjadi banjir bandang. Sekretaris Kecamatan Meraku­ rak, Gatot mengatakan areal persawahan di wilayah Merakurak yang terendam banjir tersebut

masih bisa diselamatkan. Rata-rata usia padi sudah hampir panen. ‘’Kalau padi yang terendam di wilayah Merakurak sebentar lagi sudah siap panen, dan padi tersebut masih bisa dipanen. Walaupun usia panen seharusnya masih kurang sekitar 1-2 minggu lagi,’’ ungkapnya. Namun, dengan terendam banjir tersebut yang pasti petani akan merugi, kualitas padi akan menurun. Selain itu, biaya untuk panen juga bertambah. Luapan air Bengawan Solo di wilayah Tuban sedikitnya meren-

dam 35 desa di lima kecamatan, yakni, Kecamatan Rengel sebanyak 12, desa, Soko dan Parengan, masing-masing 8 desa, Widang 6 desa, dan Plumpang 1 desa. Kini luapan banjir Bengawan Solo yang semula merendam sebagaian permukiman dan sekolah di wilayah Tuban, kini sudah surut dan warga mulai beraktivitas normal. “Saat ini yang masih tergenang hanya area persawahan dan lahan pertanian,” ujar Kasi Kesiapsiagaan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tuban, Saefiyudin. Peningkatan arus air Bengawan Solo membuat anak sungai yang berada di Kecamatan Parengan, yakni, sungai Kening meluap dan meluber hingga permukiman penduduk. Dua desa di wilayah yang berbatasan dengan Bojonegoro sempat terisolir karena tingginya air yang menutup akses jalan desa tersebut. Saefiyudin menghimbau kepada warga di bantaran selalu

mewaspadai potensi tersebut karena air bisa sewaktu-waktu datang. “Kami akan selalu update informasi ke warga dan memberikan peringatan sedini mungkin, baik hujan lokal yang berpotensi banjir bandang maupun hujan di hulu Bengawan Solo yang berpotensi menimbulkan luapan sungai itu,” ujarnya. Kepala Pekerjaan Umum Tuban, Choliq Qunasih mengakui

jika setiap tahun wilayah Mera­ kurak terjadi banjir bandang. Untuk menyelesaikan persoalan itu dibutuhkan dana yang sangat besar, karena harus membuat embung di wilayah selatan Mera­kurak, yakni, di Desa Jadi, Kecamatan Semanding. “APBD kita belum mampu membuat embung, karena dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” tutur Choliq. -Oso

Surat Wiyono

Jaga Merak Hijau dari Kepunahan Meski kondisi cuaca tidak menentu baik di saat musim kemarau maupun hujan, Surat Wiyono (59) warga Dusun Suko, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, tetap berusaha keras. Ia merawat 18 ekor merak hijau (pavo muticus) miliknya. Merak hijau miliknya itu dirawat dengan tiga kandang yang berpeda. Merak hijau berusia lebih dari 2 tahun dikandangkan yang lebih besar bahkan jauh dari rumahnya dengan dataran dekat perbukitan hutan. Merak hijau dibawah umur 1 tahun, dikandangkan disamping maupun depan teras rumahnya. Setiap kandang untuk merak berumur dibawah 1 ­tahun, disisi antara 2-3 ekor merak.

“Jika merak itu masih berumur antara 3-6 bulan, dijadikan satu kandang agar suatu waktu bisa dijenguk. Untuk merak baru netas, dipisahkan ke kandang yang khusus dilengkapi lampu bohlam agar hangat,” kata Mbah Surat, di rumahnya kawasan lereng Gunung Wilis. Menurutnya, anak merak hijau yang baru menetas, memang butuh perhatian ekstra selain memberian makan yang berkualitas seperti pelet juga vitamin yang biasanya tidak sedikit. Dalam satu bulan baik pakan, vitamin maupun obat jika suatu waktu merak sakit mencapai antara Rp 700 - 900 ribu. Belum lagi kalau merak miliknya itu sakit lalu diobati tidak kunjung sembuh, maka pengeluaran untuk merawat jadi semakin membengkak. “Kalau merak di kandang sakit, ya kami mengobati sendiri. Kalau pas saya ada kerjaan di ladang, gantian sama istri saya yang mengawasi semua merak,” jelasnya. Ia mengatakan hasil penangkarannya sejak 1999 lalu, ternyata dapat

Surat Wiyono menunjukkan seekor anak merak hijau berumur 2 minggu

Surat Wiyono menangkap merak hijau miliknya di kandang

bermanfaat menjaga kepunahan merak hijau atau jawa dari kawasan lereng Gunung Wilis. Setiap tahun merak hasil penangkarannya bertelur antara 4-6 butir, begitu juga menetasnya antara 3-4 ekor anak merak. Uniknya lagi telur merak itu, dititipkan kepada sarang ayam agar dierami. “Begitu netas, segera kami pisahkan dari ayam betina itu,” ujarnya. Ia melanjutkan karena cuaca ekstrim saat kemarau panjang,merak hijau miliknya dua ekor mati. Kini tersisa 16 ekor. Tiap hari, ia selalu memberi makan dengan bekatul, pelet, beras merah, jagung kadang juga rayap atau semut merah yang masih muda. “Tiap hari kami memberi makan dua kali. Kadang kalau tidak punya uang

untuk beli pakan, terpaksa menjual kambing milik saya. Kalau hasil buruh tani hanya cukup untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Jika ada pembeli merak, saya bisa menyisihkan untuk biaya perawatan,” jelasnya. Surat Wiyono menambahkan dengan musim penghujan seperti sekarang ini, mengharapkan pihak pemerintah melakukan penyuluhan agar membantu mengatasi merak hijau miliknya dapat terawat dengan baik. Harga merak hijau yang dijualnya pun bervariasi yakni antara Rp 10 - 22 juta per ekor. “Setidaknya jika merak-merak yang ada di kandang itu sakit, kami pun bisa mengetahui betul cara penanganannnya,” ungkapnya.-Ajun Ally

Seekor merak berumur 2 tahun hasil penangkaran Surat Wiyono


18

Life

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Pertahankan Eksistensi dengan Dangdut

Lahir dari keluarga sederhana yang mengajarkan disiplin mulai dari hal-hal yang bersifat prinsip, membuat Ayu Setyawati tumbuh menjadi anak yang mandiri dan percaya diri. Memiliki tinggi di atas rata-rata gadis seusianya dan kecantikan yang alami, setamat SMA tahun 1989, Ayu yang tertarik dengan dunia modeling ini telah berani meninggalkan Lombok menuju Surabaya, Jawa Timur untuk menemukan jati dirinya di bidang yang akhirnya membesarkan namanya ini.

Menjadi penyanyi terkenal tentu tidaklah susah tetapi mempertahankan eksistensi lah yang tidak mudah. Maka dari itu setiap penyanyi harus memiliki ciri khas dalam se­ tiap aksi panggungnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Gusti Kadek Agus Merta Jaya, penyanyi kelahiran Banjar Dangin Pura, Desa Panji, Kecamatan Buleleng ini.

P

ian bakat di salah satu radio di Denpasar. Namun, ia tidak lantas berpuas diri. Hingga kini ia telah merilis enam album kompilasi dan satu album solo yang berjudul ”Tenang Gen Luh”. Pasangan duet Trio Takur dan Bayu Krisna ini juga tidak cepat berbangga diri karena dalam waktu dekat akan mengeluarkan klip video yang masih dalam proses penggarapan bersama Ayu Dwigita berjudul ”Kedek Gratis”. “Lagu ini ciptaan dari Dek Arta, arranger ternama di Bali dan sekaligus produser dari Harta Pro,” lanjutnya. Mengambil tema cinta dalam setiap lirik lagunya, salah satu personil grup lawak Tiga Siluman ini ingin mengarahkan masyarakat

Berbagi untuk Dinikmati Memaknai hari kasih sayang atau yang lebih dikenal dengan hari Valentine, bagi sebagian besar masyarakat sudah jauh menyimpang. Kasih sayang yang dimaksud ditujukan kepada orang-orang tersayang yang tentunya berlainan jenis.

Seperti misalnya kasih seorang laki-laki kepada perempuan atau kasih kepada seorang pacar. Namun, berbeda halnya dengan Ni Luh Mudrasih, S.E. yang memaknai hari kasih sayang secara luas. Sebagai kepala PAUD Tri-

Hasil kerajinan dari kain flanel

pendengar untuk bisa memilih mana kiranya yang akan membawa ke masa depan yang lebih baik. Sekaligus ia ingin mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk selalu menghargai, mencintai dan melestarikan seni budaya Bali. “Kalau seni sudah bisa melekat di diri kita dan kita bisa mengeksposnya dengan baik pastinya hidup ini akan terasa damai dan indah,” imbuhnya. Sebagai penyanyi asal Buleleng, Ngurah Panji memakai nama desa kelahirannya sebagai nama komersil. Ia sangat berharap ketika manggung di luar daerah, orang yang belum pernah mendengar Desa Panji menjadi tahu setelah menerangkan nama amerta Singaraja, dia mempunyai pandangan bahwa merayakan hari kasih sayang tidak hanya di hari Valentine tetapi setiap hari. Rasa kasih seharusnya sudah mulai tumbuh sejak usia dini dan berawal dari hati. Memaknai kasih juga bukan perkara menerima tetapi juga memberi sehingga sama-sama merasakan indahnya berbagi. Kasih yang menurutnya adalah saling mengampuni, saling menga­sihi, dan saling menyayangi. Begitu juga terkait de­ngan perayaan hari Valen­tine yang saat ini kerap kali salah dimengerti oleh sebagian orang. Kalau sebagian orang meng­ ekspresikan kasih sayang de­ ngan pasangan, tidak demikian pengertian kasih sayang dalam dunia pendidikan. Sebagai pendidik anak usia dini, tidak memungkinkan anak me­

Edisi 888/15 - 21 Februari 2016

D

Gusti Kadek Agus Merta Jaya

komersilnya. Hal selanjutnya yang bisa dilakukan untuk membanggakan Buleleng adalah selalu berusaha untuk menampilkan karya-karya agar berprestasi dan mengharumkan daerah kelahiran dengan hal-hal yang positif. Penyanyi sekaligus penyiar radio ini juga sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat Buleleng

Ni Luh Mudrasih, S.E.

nunjukkan kasih sayang dengan cinta-cintaan. Tentu dari hal tersebut, maka memaknai hari kasih sayang bukan dari sudut pandang orang dewasa. Mudrasih sangat antusias saat membahas hari kasih sayang. Ia mengajarkan kepada siswanya untuk bisa membagi apa yang dimiliki agar bisa juga dinikmati oleh orang lain. “Anak-anak kan kadang gak suka kalau apa yang dia punya dibagi dengan teman,” imbuhnya. Jika dikaitkan dengan pemaknaan hari valentine, Bu Luh sapaan akrabnya

7

Belajar Banyak Karakter berkat Akting

Ngurah Panji

ersaingan yang sangat ketat dalam dunia tarik suara membuat pria kelahiran 2 November ini selalu tampil energik dalam setiap shown. Membawakan lagu-lagu ber-genre dangdut yang mendominasi setiap penampilan membuatnya memiliki citra tersendiri dimata penikmat musik khususnya gending Bali. “Saya selalu mengutamakan interaktif dengan penonton,” ujar putra dari pasangan I Gusti Ketut Kertia (alm) dengan Jro Ketut Sariati. Hal inilah yang membuatnya berbeda dengan penyanyi Bali lainnya. Pria yang akrab disapa Ngurah Panji ini pernah menjuarai pencar-

Story

khususnya untuk selalu mendukung seniman-seniman asal Buleleng agar nantinya tetap ajeg dan mengharumkan nama Buleleng di dunia seni. Bahkan dia juga tidak fanatik dengan kritik yang tentunya bersifat membangun untuk lebih baik lagi sehingga karya-karyanya bisa tampil di setiap acara yang diselenggarakan di Buleleng. -Wiwin kurang setuju kalau hari kasih sayang hanya diperingati setiap 14 Februari saja. Baik di rumah, di sekolah maupun di lingkung­ an anak-anak seharusnya selalu dibimbing agar selalu bisa mencintai sesama. Wanita kelahiran 1 April 1960 itu juga selalu mengajar kepada anak didiknya bahwa kasih tidak hanya ditujukan kepada sesama. Memiliki visi di sekolah yang dia pimpin yaitu mewujudkan anak usia dini yang memiliki rasa cinta kasih terhadap Tuhannya, sesama temannya, keluarga, masyarakat, dan lingkungannya membuat semua anak didiknya paham betul cara berbagi. “Jika setiap orang sudah memiliki kasih maka tidak akan pernah merencanakan jahat,” lanjutnya. Melalui berbagi dengan anak-anak yang kurang mampu juga sangat diharapkan dapat menumbuhkan rasa kasih dari anak didiknya. Selain mengajarkan arti kasih sayang, memberikan contoh secara nyata juga harus dilakukan. Ini dibuktikan semua guru di sekolah yang ia pimpin selalu memberi contoh berbagi kepada guru yang lain. jika guru sebagai teladan sudah memberi contoh yang baik maka anakanak pun akan mencontoh hal yang baik pula. -Wiwin

i sana Ayu yang memiliki tinggi badan 167 cm, masuk sekolah model selama satu tahun. Rupanya, pilihan Ayu yang kekeuh ingin menjadi model akhirnya menemukan peruntungan di sini. Namun begitu, meski Ayu yang memiliki nama asli Yayuk Setyawati ini akhirnya dapat hidup dari dunia modeling, ia tidak larut dalam hingar bingar dan kehidupan glamour yang biasanya ditawarkan panggung dengan gemuruh tepuk tangan ini. Ia tetap menjadi perempuan yang dibesarkan oleh kedisiplinan dan nilai-nilai yang ditanamkan ayahnya yang seorang tentara dan ibundanya yang pekerja keras. Kariernya sebagai model melesat kencang di Surabaya sampai ia juga merambah dunia akting. Di samping sebagai model, ia juga bermain film dan sinetron. Ia sukses meraih cita-citanya. Selain menghiasi layar kaca dan layar lebar, wajahnya wara-wiri di koran-koran, majalah hingga tabloid nasional. Ia bahkan pernah tampil sebagai mo­ del sampul majalah Liberty tahun 1993 dan 1994. Pada saat kariernya sebagai artis mulai naik, nama Yayuk seperti Yayuk Suseno dan beberapa Yayuk lainnya juga tengah berkibar, maka salah seorang sutradara mengganti namanya menjadi Ayu Setyawati. “Sejak itulah nama saya lebih dikenal dengan nama Ayu Setyawati,” ungkap Ayu. Meski berkiprah di dunia akting,

Ayu Setyawati

Ayu yang hingga saat ini masih sebagai anggota PARFI Jawa Timur ini tidak meninggalkan dunia model yang sangat dicintainya itu. Kesibukannya demikian padat dengan berbagai kontrak, namun ia tidak pernah melupakan dari mana ia berasal. Di atas panggung ataupun saat bermain film dan sinetron ia bisa memerankan apa saja, namun setelahnya Ayu akan kembali menjadi dirinya sendiri. “Saya ingat pesan ibu bahwa setinggi apa pun hidup kita kelak, maka jangan lupa akan asalmu dan jadilah diri sendiri,” ujar

pemilik Ayoe Butik Batik Lombok ini. Ayu tetap memegang teguh nilai-nilai dan norma kehidupan yang telah diajarkan orangtuanya. Dari dunia akting Ayu mengaku banyak belajar tentang kehidupan. Ia memperkaya proses hidupnya. Ia bertemu banyak orang dari berbagai kalangan, ia belajar tentang banyak karakter, ia belajar dengan banyak orang dan ia belajar tentang makna kehidupan melengkapi didikan dari ayahanda dan ibundanya, Setyo Utomo dan Andi Nahriah. Dari berbagai peran dan karakter yang pernah dimainkannya, Ayu mengambil hikmah dan bersyukur bahwa ternyata ia masih jauh lebih beruntung dari mereka yang karakter dan kehidupannya yang tidak beruntung seperti yang ia perankan. “Masih ada yang lebih tinggi dari capaian apa yang kita peroleh hari ini,” katanya dengan mata berkacakaca mengingat ketika ia memerankan seorang PSK dalam film “Madu Racun Anak Singkong”, yang mengharuskan ia bertemu dan banyak berdialog dengan para PSK di gang Dolly Surabaya. Ia berkawan dengan tidak kurang dari 10 PSK di sana yang berkisah tentang berbagai ketidakberuntungan hidup mereka sehingga terjerumus ke dunia hitam seperti itu. MAKAN NASI SAMPAI HABIS Meski keduanya telah tiada, Ayu ingat benar pesan ibundanya agar selalu menghormati orang lain dan memberikan senyuman pada siapa saja baik yang dikenal maupun tidak. Itulah sebabnya ketika berbicara, Ayu selalu menyertakan empati pada lawan bicaranya. Eks­ presinya memperlihatkan attitude yang menyenangkan. Siapa sangka Ayu yang pernah main dalam filmnya berjudul “Madu Racun Anak Singkong” dan “Biola Bangsaku” ini, melewati masa kecil tidak den-

gan kemanjaan melainkan ia telah belajar mandiri mulai dari hal-hal yang kecil. Ia telah belajar menabung sejak usia sekolah dasar dari hasilnya bekerja mengisi waktu luangnya. Sejak kecil ia telah terbiasa mengisi waktu luangnya dengan hal-hal positif dan jarang membuang waktunya percuma. Sejak kecil ia telah terbiasa memiliki uang jajan dari hasil kerjanya memanfaatkan waktu luangnya. Ia membantu ibunya berjualan minyak tanah dan memperoleh upah dari hasil kerjanya itu. Sekali lagi ia belajar tentang hal ini pada sang bunda, yaitu mengapresiasi dan menghargai kerja keras orang lain, sekalipun itu anaknya sendiri. “Saya bisa memiliki tabungan setidaknya Rp 50 sebulan masa itu,” katanya. Rp 50 masa itu adalah nilai yang sangat berharga baginya. Tidak itu saja, ia juga membantu ibundanya yang memiliki usaha mebel dengan mengambil bagian sebagai tukang cat bagian dalam lemari. Dari sini ia memperoleh bayaran Rp 10 / lemari satu pintu dan berlaku kelipatannya untuk dua pintu dan seterusnya. “Saya bangga sekali jika membeli sesuatu karena, karena

tidak pernah minta pada orang tua melainkan membelinya pakai tabungan saya sendiri,” ujar ibu tiga anak, Krisna Febrianda (24), Hendra Novembrianda (23) dan Adi Putra (19). Dari ayahnya ia belajar untuk menghargai setiap detil rezeki dari Sang Pencipta. Ia diajarkan untuk bersikap yang santun ketika menghadapi makanan sesederhana apapun itu. Ia juga diajarkan untuk mengambil makanan secukupnya sesuai dengan kebutuhannya. “Masih banyak orang yang tidak bisa menikmati makanan dengan layak, kita telah diberikan rezeki dan tinggal makan di atas meja makan, maka hargailah makanan tersebut mulai dari sikap kita hingga menghabiskannya sesuai dengan kebutuhan,” kata Ayu mengenang ayahandanya. Karena itulah, hingga kini meski Ayu kerap berhadapan dengan makanan yang mewah dan dalam jumlah yang banyak, ia tetap mengambil porsi makanan secukup yang ia butuhkan. “Saya akan makan nasi tersebut sampai benar-benar tak tersisa,” kata perempuan kelahiran Denpasar, 18 Agustus 1968 ini. –Naniek I. Taufan

Datsun Karnaval

Ayu Setyawati saat syuting

PT Nissan Motor Indonesia (NMI) melalui brand Datsun menggelar acara “Datsun Karnaval” di Bali pada Minggu (7/2) di Lapangan Pura Gajah, Sesetan, Denpasar. Datsun Karnaval merupakan kegiatan berkala yang dilakukan NMI dengan tujuan untuk mendekatkan Datsun dengan komunitas maupun masyarakat umum. Indra Yanto, Sales Manager Greator Jabodetabek Datsun Indonesia mengatakan, Datsun Karnaval merupakan komitmen mereka untuk mendekatkan Datsun dengan masyarakat di Indonesia. “Datsun Karnaval Bali ini merupakan yang pertama kami selenggarakan di Indonesia dan digelar sebagai bentuk apresiasi kami terhadap risers yang turut menjadi bagian dari kesuksesan Datsun di Bali,” ujarnya. Datsun Karnaval Bali menghadirkan beragam hiburan yang menyatukan risers dan pengunjung, mulai dari konvoi, coaching clinic, fun games, dan lain sebagainya. Datsun Day menghadirkan berbagai hiburan bagi keluarga yang dibagi menjadi 3 area khusus dengan kategori Father Zone (untuk para pria & ayah); Mother Zone (untuk para wanita & ibu); serta Kids Zone (untuk anak-anak). Setiap anggota keluarga bebas memilih beragam aktivitas menarik dan edukatif seperti, beauty class, lomba menggambar dan mewarnai, serta tak ketinggalan hiburan dari artis lokal Bali, Nanoe Biru. (Ngurah Budi)


8

Bunda & Ananda

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Griya

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Kasih Sayang tanpa Memanjakan Pintu Anti Air dan Rayap Pagi hari kesibukan di rumah Bu Yani sudah terlihat. Bu Yani memask sedangkan suaminya sibuk mengurus dua anak mereka. Kadang teriakanteriakan kecil terdengar dari mereka. “Kami memang berbagi tugas. Saya menyiapkan makan, ayahnya menyiapkan keperluan sekolah. Anak-anak zaman sekarang manja. Semua serba diurus. Beda dengan zaman saya kecil dulu,” ujar Bu Yani kepada temannya di kantor.

Miranti Ayuningtyas, S.Psi

T

ernyata pengalaman temannya pun sama. Pagi hari, waktu berlalu dengan cepat karena semua sibuk. Ada yang memandikan anak, menyisirkan rambut, memasang sepatu, mengikat tali sepatu, menyuapkan makanan, hingga mengecek peralatan sekolah. “Anak saya dari TK sampai kelas 2 SD tidak bisa mengikat tali sepatu. Biar tidak repot, saya belikan sepatu yang tidak pakai tali. Tetapi, kelas 3 SD, dia sudah bisa mengikat sendiri,” kenang Bu Ita tentang kerepotan mengurus sepatu anaknya. Bu Yani menambahkan kesibukan di pagi sudah menjadi rutinitasnya. Namun, karena dikejar waktu agar tidak terlambat sampai di kantor dan anak tidak terlambat sampai di sekolah, ia harus serba cepat. Untuk sarapan, ia membuat yang praktis. Masakan itu juga dijadikan bekal oleh anaknya. “Kesibukan para orangtua di pagi hari ini merupakan bentuk kasih sayang kepada anak. Tetapi, harus dilihat juga usia anaknya. Kalau umur masih kecil dan layak untuk dilayani seperti disuapi, itu wajar. Tetapi, kalau sudah besar masih disuapi, kan malu ya,” ujar Miranti Ayuningtyas, S.Psi, ang-

gota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali. Perempuan yang akrab disapa Anti ini mengatakan kasih sayang orangtua kepada anak harus disesuaikan dengan usia anak. Orangtua tidak boleh terlalu berlebihan dalam menunjukkan kasih sayang karena kalau berlebihan bisa memicu anak menjadi manja. Abti mencontohkan urusan mengikat tali sepatu. Sebaiknya biarkan anak mencoba sendiri sesuai kemampuannya. Biasanya orangtua yang geregetan karena anaknya lama, akhirnya orangtualah yang mengikatkan. Hal ini membuat anak tidak mau berusaha lagi dan merasa semua akan diurus orangtua. “Jalan pintas yang dilakukan orangtua ini menjadi awal munculnya sifat manja pada anak,” kata perempuan kelahiran Madiun, 3 Januari 1984 ini. Hal yang seharusnya dilakukan orangtua adalah membiarkan anak berusaha sendiri melakukan aktivitasnya. Orangtua hanya mengawasi. Kalau anak berhasil, berikan ia pujian agar ia merasa percaya diri. Kalau belum berhasil, beri kesempatan lagi agar anak mau berlatih. Kadang ada orangtua yang mengurus anaknya sembari ngomel-ngomel apalagi mengatakan si anak pemalas. Hal tersebut sebaiknya jangan dilakukan karena anak kecil ibarat spon yang menyerap semua yang didengar. Jika dikatakan pemalas ia akan merasa dirinya memang pemalas. Bahkan kemalasannya makin menjadi-jadi. Ada anak yang mampu melakukan tetapi tidak mau melakukan aktivitasnya, itu tergolong malas. Kalau anak mau tetapi tidak mampu, ini harus dikonsultasikan ke ahli tumbuh kembang. Bisa jadi ada kelainan yang segera harus diatasi. Deteksi dini ini yang harus diperhatikan orangtua, mulai dari hal sederhana, seperti cara memegang pensil, memegang tali sepatu, atau yang berhubungan dengan motorik halus. Jika harus

perlu terapi, sesegera mungkin bisa dilakukan Satu hal lagi, mengenai waktu yang mendesak, istri I Nyoman Tribayu,S.H., M.Kn. ini mengatakan semua bisa diatur. “Orangtua juga harus berubah. Jangan hanya anak saja yang disuruh cepatcepat. Orangtua juga harus memberi contoh, misalnya bangun lebih pagi agar bisa menyiapkan semuanya lebih awal. Kalau urusan rumah tangga beres, perlengkapan anak juga beres, pasti semua senang. Saling mengerti sesama anggota keluarga juga

17

Di musim penghujan ini, ada kekhawatiran bagi mereka yang menggunakan material kayu pada interior maupun eksterior huniannya. Kayu lapuk, menciut, dan dimakan rayap adalah beberapa keluhan yang kerap dialami konsumen. Apa solusinya?

www.parenting.co.id

Ilustrasi anak kecil memasang tali sepatu

bagian dari kasih sayang,” ujar ibu tiga anak, Rangga, Raiya, dan Rama ini. Alumnus Jurusan Psikologi Universitas Surabaya yang kini bekerja di di RS Sanglah Denpasar ini menambahkan kasih sayang

bisa diberikan tanpa harus berlebihan dan memanjakan anak. Kalau yang terjadi pemanjaan, dampaknya anak menjadi tidak mandiri, tidak menghargai lingkungan, dan bisa menjadi “tukang perintah”. –Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit Batu BElah

Di desa terpencil Tanah Gayo tinggal sebuah keluarga miskin, terdiri dari suamiistri dan dua anaknya. Pekerjaan sehari-hari suami adalah menggarap sawah. Karena musim kemarau panjang, ia beralih menMade Taro jadi pemburu. Suatu pagi sebelum berangkat ke hutan, sang suami berpesan kepada istrinya, “Istriku! Jangan sekali-kali membuka lumbung padi! Di dalamnya tidak ada padi, tetapi tersimpan ratusan belalang yang kutangkap sejak dua bulan lalu. Belalang itu akan kita masak kalau aku gagal berburu.” Setelah matahari condong ke barat, sang suami belum juga pulang. Kedua anaknya yang masih kecil itu menangis kelaparan. Ia bisa menghentikan tangis anaknya yang menetek, tetapi anaknya yang lebih besar merengek terus minta makan. Akhirnya sang ibu menyuruh anak itu menangkap beberapa ekor belalang dari dalam lumbung. Belalang itu akan dipanggang sebagai teman nasi jagungnya. Namun sial! Ketika anak itu membuka pintu lumbung, belalang-belalang itu beterbangan keluar. Lumbung itu kosong. Sang anak masih juga menangis. Pada saat itulah, sang pemburu itu datang. Hatinya sangat jengkel karena tak seekor hewan pun yang tertangkap. Apalagi sesampai di rumah, ia mendengar semua belalang dalam lumbung itu terlepas gara-gara perbuatan

anaknya yang gegabah. Ia tidak memarahi anaknya, tetapi ibunya yang menyuruh sang anak mengambil belalang. Diambilnya sepotong rotan, lalu memukul istrinya berkali-kali. Ibu yang sedang menggendong anaknya itu mengaduh kesakitan, namun laki-laki pemburu itu tambah kalap. Ia mengambil pisau lalu memotong rambut istrinya. Sambil menahan rasa sakit, ibu dua orang anak itu diam-diam meninggalkan rumah. Ia merasa di rumah itu tidak ada kedamaian. Ia merasa tak seorang pun yang mau mendengarkan isi hatinya. Tibalah ia di sebuah hutan yang sunyi. Ketika beristirahat di bawah pohon rindang, ia melihat di sebelahnya berdiri sebuah batu besar berbentuk bulat telur. Di tengah-tengahnya terdapat sebuah celah memanjang. “Inilah rupanya yang disebut batu belah. Konon, batu itu dapat mendengarkan semua keluhan,” bisiknya. Ia bersujud di depan batu itu sambil melantunkan lagu sedih. “Terimalah aku, Ibu! Aku ingin pulang ke haribaanmu.” Lagu itu dinyanyikan berulang-ulang sambil menangis. Ajaib, belahan batu itu terbuka melebar. Tanpa ragu-ragu sang ibu masuk ke liang batu itu. “Jangan, Bu! Jangan, Bu!” Tiba-tiba anak ibu itu muncul. Ia menggendong adiknya yang menangis. Ia berusaha menarik sang ibu, tetapi tubuh ibunya sudah tertelan batu. Anak itu hanya berhasil menarik tujuh helai rambut sang ibu. Konon batu yang meninggalkan riwayat menyedihkan itu masih terpelihara sampai sekarang di Tanah Gayo, Sumatra. Batu belah itu mengingatkan penduduk setempat mengenai nilai-nilai kehidupan manusia.

S

ampai saat ini, penggunaan kayu sebagai material kusen maupun daun pintu masih banyak digunakan. Namun, tak sedikit pula yang mulai meninggalkan kayu dan beralih ke material lain, terutama para kontraktor atau developer. Alasan mereka, kayu mudah lapuk apalagi di musim penghujan. Material kayu juga riskan dimakan rayap apalagi untuk daerah tropis seperti Indonesia. Ada beragam pilihan material yang lebih tahan terhadap air dan rayap, salah satunya adalah kusen atau pintu yang terbuat dari bahan wood plastic composite (WPC). Bahan ini merupakan gabungan antara serat/serbuk kayu dan polymer (vinyl). “WPC ini tahan air dan rayap, tampilannya menyerupai kayu karena memang campuran serbuk kayunya 50% dari komposisi, dengan daya tahan dan keunggulan polymer,” ujar Diani Armeni, Marketing CV Serba Jadi yang merupakan distribu-

tor Bali produk ini. Tak hanya itu, selain menjadi pilihan pengganti kayu, WPC yang sudah lulus uji ketahanan terhadap rayap ini, dijelaskan Diani perlakuannya juga sama dengan bahan kayu. Dapat dipaku, digergaji, dilem, bahkan difinishing layaknya pintu kayu (politur, varnish, melamine, duco, laminating, dll). Harganya pun tak jauh berbeda dengan kayu dengan kualitas bagus. WPC ini tersedia untuk produk interior, seperti kusen, pintu, partisi, wall panel, plafon, lis plint lantai, dan lambersering, yang daya tahannya mencapai 10 tahun. “Selama tidak terkena paparan sinar matahari langsung. Sekarang sudah banyak hotel, perkantoran, rumah sakit, dan rumah-rumah KPR yang menggunakan WPC,” ujar Diani. Bahkan, rumah-rumah pribadi pun kini juga melirik ke penggunaan WPC ini terutama yang bermasalah dengan dinding.

foto: net

“Ada beberapa konsumen rumah tangga, datang dengan keluhan dindingnya jamuran karena lembab, jadi pilihannya memakai wall panel WPC ini,” kisahnya. Kusen dan pintu dari bahan WPC ini pun ia rekomendasikan untuk di kamar mandi dengan tingkat kelembaban yang tinggi. “Produk WPC sudah tidak ada kembang susutnya, jadi tidak mungkin menciut seperti pintu kayu pada umumnya,” imbuhnya. Selain interior, sekarang ini WPC juga banyak diaplikasikan pada eksterior sebagai lantai/ deck di tepi kolam renang, di taman (garden deck), dll. -Inten Indrawati

foto: net


16

Edukasi

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Kenalkan Enterpreneur dari Masalah tim, manajemen, marketing/ me­ masarkan produk. Dengan kegiatan ini mainset mereka sudah dkenalkan menjadi kreatif,” ujar Ana Maria Hari Sestiani.

Enterpreneur (kewirausahaan), kini sudah mulai diselipkan dalam dunia pendidikan. Tak hanya di tingkat sekolah menengah dan perguruan tinggi, namun sudah diterapkan pada anak-anak tingkat sekolah dasar. Hanya saja pengemasannya yang dibuat berbeda agar anak-anak menjadi kreatif dan inovatif.

“D

alam kuri­ kulum 2013, di SMP dan SMA, entrepreneur ini masuk dalam salah satu mata pelajaran. Sementara di SD, masuk dalam salah satu tema, yang kemudian diangkat menjadi acara ini,” ujar Kepala SD Tunas Daud, Dra. Ana Maria Hari Sestiani, M.Pd. di sela-sela kegiatan “Tunas Daud Learning Inovation Festival 2016”, pekan lalu. Kegiatan ini dikatakannya seka­ ligus untuk menghadapi tantangan MEA, dimana adanya persaingan sebebas-bebasnya antara negaranegara di ASEAN. Pengenalan entrepreneur sejak kecil yang dimu­ lai dari dunia pendidikan ini, le­ wat kegiatan tersebut bertujuan mengajak anak muda untuk ikut produktif menciptakan karya yang dijual, menjadikan anak muda gen­ erasi yang kreatif inovatif dengan mengubah pola pikir untuk men­

ciptakan hal-hal yang baru, unik, dan menarik. Devolopment Coordinator Tu­ nas Daud School, Vony A. Susanta, S.Pd., M.Pd.K. menambahkan, agenda tahunan ini dikemas ber­ beda dari tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini, apapun yang dibuat siswa berangkat dari permasalahan yang mereka temui di lapangan. Mereka bahkan sudah membuat logo, nama, dan moto perusahaan,” ujarnya. LEARNING CYCLE Anak-anak dari tingkat SD, SMP, dan SMA berlomba-lomba menawarkan ide kreatif mereka yang kemudian digodok, dan di­ pamerkan dalam acara tersebut. Ada yang menawarkan kuliner, barang kerajinan daur ulang, hingga produk/presentasi sains. Ana Maria Hari Sestiani men­ jelaskan, sebelum diperesentasikan untuk publik, ada beberapa tahapan

Anak-anak menawarkan produknya kepada konsumen, menjelaskan bahan dan proses pembuatannya

yang dilalui, yang mereka sebut learning cycle. Pertama, exploring. Pada tahap awal ini, anak-anak diminta mengeksplor dan mencari ide sebanyak-banyaknya melalui internet dsb. Setelah ketemu ide (berinovasi). Kemudian masuk ke tahap kedua, planning. Di tahap ini, anak-anak diajak merencana­ kan apa yang akan dibuat dari ide sebelumnya. “Mereka membuat perencanaan dalam bentuk pro­ posal, kenapa memilih itu, dsb,” ucapnya. Tahap ketiga, doing, yakni melakukan apa-apa yang sudah direncanakan yang dilakukan ber­ sama-sama guru. “Untuk anak-anak SD, masih dibantu guru, tapi anakanak SMP dan SMA sudah benarbenar dilepas. Namun semua tetap

dalam bimbingan dan pembinaan dari guru,” imbuhnya. Dalam tahap doing ini, dilakukan beberapakali percobaan sampai hasilnya benarbenar final. Baru kemudian masuk ke tahap keempat, communicating, yang diaplikasikan dalam bentuk pameran ini, melalui stan-stan. Pada tahap ini anak-anak di­ tuntut bisa mengomunikasikan produk yang dipamerkan/ditawar­ kan kepada konsumen. Seperti, apa bahannya, bagaimana prosesnya, apa fungsinya, dll. Tahap terakhir adalah reflecting, yakni mengevalu­ asi diri/produk/kegiatan tersebut untuk diperbaiki pada tahun beri­ kutnya. “Dari kegiatan ini banyak hal yang bisa dipelajari. Mereka berani berbicara, belajar presentasi, berkomunikasi dengan publik, kerja

PUDING JAMU Salah satu ide dari anak-anak kelas IV mengangkat tentang jamu. Kenapa memilih jamu? Berangkat dari permasalahan, secara umum masyarakat Indonesia membutuh­ kan kehidupan sehat tanpa obat. Inovasinya dengan toga menjadi obat alami, dan yang paling mudah adalah jamu. Namun, seringkali masyarakat enggan minum jamu karena rasanya kurang enak/pahit. Untuk itu, anak-anak ini menjawab permasalahan tersebut dengan mengkreasikan jamu dalam warna baru yakni menjadi puding jamu dan es krim seledri. Menikmati obat (dengan banyak fungsi un­ tuk kesehatan) dalam suasana berbeda. “Jadi, kebutuhan akan makanan sejat sudah terjawab,” tegasnya. Dengan kegiatan ini, Vony A. Susanta berharap anak-anak bisa belajar berpikir sesuatu yang baru, berani berinovasi. Dari yang kecil ini kelak akan menjadi besar, bisa berbisnis sendiri dan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Ini sejalan dengan program pemerintah yang mencanangkan ekonomi kreatif. “Alangkah baiknya dimulai dari yang kecil, sehingga nantinya pasti berhasil baik. Mini­ mal bermanfaat untuk diri sendiri dan berguna untuk masyarakat ba­ nyak,” tandasnya. –Inten Indrawati

Menikmati Stroberi Segar agar Pikiran Segar Hari Minggu atau hari libur, luangkan waktu un­ tuk menyegarkan pikiran. Lepaskan diri dari rutinitas pekerjaan. Caranya dengan jalan-jalan bersama keluarga menikmati pemandangan alam. Tempat yang bisa dijadi­ kan tujuan adalah kawasan Bedugul. Ada kebun raya, ada pasar buah dan sayur, ada danau Beratan. Tinggal pilih mana lokasi yang akan dituju. Memasuki kawasan Be­ dugul, Anda sudah disambut udara sejuk yang sesekali berkabut. Pedagang stroberi di sisi kiri dan kanan menjajakan dagangannya. Jika ingin memuas­

Perosotan di areal Danau Beratan

kan hasrat belanja, langsung saja menuju Pasar Candikuning. Pasar ini tidak hanya menyedi­

Stoberi di Pasar Candi Kuning

akan buah dan sayur. Kerajinan tangan dan beraneka ragam kaus sebagai souvenir juga tersedia. Namun, kebanyakan konsumen datang untuk mem­ beli buah dan sayur. Stroberi pun menjadi buah yang paling diburu. Luh Sari, salah seorang pedagang menuturkan, kalau sedang musim stroberi, pa­ sokan berlimpah. Tetapi, kalau tidak musim, hanya sedikit yang bisa dijual. Harganya pun demikian. Kalau tidak musim­ nya, harga bisa Rp 60 ribu per kg. Tetapi, kalau musim, harga bisa lebih murah. Dari pasar Candikuning, Anda bisa berwisata ke Da­ nau Beratan. Ada satu Pura yang kerap menjadi objek foto karena lokasinya dikeliling air danau. Momen untuk foto bersama jangan sampai terlewatkan. Jika ingin menjajal danau, sewalah perahu bebek. Tarifnya Rp 35 ribu untuk satu perahu bebek yang harus dikayuh agar bisa maju atau mundur. Anak-anak juga disediakan wahana permainan seperti jung­ kat-jungkit, ayunan, dan perosotan di areal ini. Jika sudah lelah, silakan istirahat dan menikmati makan siang di kafe atau

Dara

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Tukar Kado biar Romantis

Valentine merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu oleh para remaja. Bagi mereka peringatan hari Valentine sangatlah berkesan bagi mereka. Namun, ada juga yang menilai hari Valentine itu hari biasa saja seperti harihari lainnya.

“M

emang sih hari Valentine itu identik dengan hari kasih sayang,tetapi bukan berarti kita hanya mem­ peringati kasih sayang tanggal 14 Februari saja. Seharusnya kita setiap hari memperingati kasih sayanglah seperti misalnya kasih sayang kepada orangtua, mem­

berikan kasih sayang kepada orang yang kita cintai dan kita sayangi, serta juga kita memberikan kasih sayang kepada teman-teman maupun sahabat kita. Valentine ini sudah ditunggu oleh mereka karena mereka ingin mengung­ kapan rasa kasih sayang mereka kepada pasangan mereka dengan memberikan sesuatu hadi­;ah,” ungkap Putu Lilik Adnyani

Anggara Putu Dharma Putra

Ia pun mengaku hadiah yang sering ia berikan hanya coklat dan bunga mawar saja. Itu hanya untuk sebagai pengingat hari kasih sayang. Biasanya ia dan pasangan­ nya saling tukar hadiah biar lebih romantis. Mengenai tempat merayakan hari kasih sayang, Lilik mengaku lebih senang di Puputan Badung,

Suasana Lapangan Puputan Badung

Berburu Boneka dan Cokelat Pancake Stroberi

restoran yang ada di dekat da­ nau, salah satunya restoran de Danau. Restoran ini menyediakan kebun petik stroberi serta sajian berbagai makanan dan minuman berbahan dasar stoberi. Cobalah

Jus Stroberi

untuk menikmati segarnya jus stroberi serta pancake stroberi sambil menikmati pemandangan Danau Beratan. Makanan dan minuman segar, pikiran pun ikut segar. –Ngurah Budi

Boneka dan cokelat merupa­ kan benda yang paling dicari un­ tuk hadiah Valentine. Konsumen tinggal pilih, boneka harga berapa yang mau dibeli. Ni Kadek Dewi,

salah seorang penjaga di toko boneka mengatakan harga boneka di tokonya paling murah dari Rp 30.000 dan paling tinggi ­Rp 600.000.

Disini selain boneka, tokonya menyediakan pernak-pernik khusus wanita, misalnya seperti bunga plastik, kalung, cincin, an­ ting- anting, ikat pinggang, tas, sandal, alat kecantikan, dan masih banyak lagi. “Valentine ini kami tidak menaikkan harga, jadi harg­ anya masih akan tetap seperti hari biasa. Untuk promo ter­ gantung situasi,” ujar perem­ puan asal Ubud ini seraya mengatakan boneka yang di­ jual dipesan dari pembuatnya di Batubulan, Gianyar. Sementara itu, Teni Sadeli, staf di sebuah swalayan menga­ takan cokelat yang paling laku saat Valentine. Harga cokelat bervariasi mulai Rp 20 ribu sampai Rp 200 ribu. “Pem­ belinya kebanyakan anak-anak muda,” ujar Teni. –Juni/Suarni

sembari merasakan suasana yang asri di tengah kota. Mereka bisa menghirup udara segar sembari sambil bercengkrama dengan pasangan. Tempat lain yang juga didatangi adalah pantai Sanur. “Sebagai generasi muda ten­ tunya bisa memaknai apa itu hari kasih sayang yang sebenarnya. Kita bisa merayakan kasih sayang itu tidak hanya pada saat tanggal 14 Februari saja tetapi kita bisa hampir setiap hari. Janganlah pada saat hari raya Valentine ini kita jadikan ajang buat untuk saling membuktikan keseriusan cinta mereka. Karena kenapa kita tidak boleh munafik dengan kejadian seperti ini, para pemuda itu pas­ tilah akan saling mengungkapkan rasa kasih sayang mereka. Nanti­ nya nanti biar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas seperti seks bebas. Mari kita maknai hari kasih sayang ini dengan rasa kasih mengasihi kepada siapa pun itu,” tandasnya. Ketua Seka Teruna Giri Mekar Br. Lawak, Desa Belok, Keca­ matan Petang I Wayan Yogiana mengartikan hari Valentine itu hari kasih sayang untuk para pe­ muda dengan para teman-teman dan kekasihnya. Pada saat Valen­ tine mereka berbagi hadiah atau jalan-jalan. “Setahu saya mereka meng­ habiskan waktu di tempat-tem­ pat indah seperti pantai dan tempat makan. Yang penting bisa menghabiskan waktu den­ gan para teman-teman atau pasangan,” ujarnya. Ia mengaku pernah mera­y akan Valentine dengan pacar. Mereka saling tukar kado. Mengenai perayaan Valentine dengan cara menyewa pengina­ pan, Yogiana mengatakan ter­ gantung dari bagaimana mereka memaknai Valentine. “Kalau saya

9

tidak pernah mempermasalah­ kan hal itu karena mereka pu­ nya pendapat dan cara mereka meraya­k an hari Valentine ini dengan pasanganya atau orang yang mereka sayangi,” ujarnya. AJARAN BHAKTI Menurut dosen Fakultas Dharma Duta IHDN Den­ pasar Anggara Putu Dharma Putra.S.Sos.H,.M.Fil.H., dari sudut pandang agama Hindu tidak mengenal Valentine namun hari kasih sayang tersebut diang­ gap sebagai salah satu penerapan ajaran bhakti. “Menurut saya kasih sayang bisa diterapkan se­ tiap hari atau kapan saja kepada orangtua, teman atau pun sau­ dara, bukan hanya kepada pacar saja,” ujarnya. Ia menambahkan wujud kasih sayang tidak harus memberikan hadiah, rasa kasih sayang bisa di tunjukan dengan perhatian atau jika di rumah cukup dengan menghormati dan patuh ke pada orangtua.Karena bhakti menurut Agama Hindu merupakan luapan perasaaan kasih sayang yang dilandasi pikiran yang suci dan ketulusikhlasan tapa pamrih. “Sebagai generasi muda hen­ daknya memaknai hari kasih sayang dengan positif. Luapan perasaan cinta kasih sayang hen­ daknya dilandasi kebersihan pikiran, kesucian hati dan ketulusan dan keikhlasan yang tampa pamrih. Bukan hura-hura seperti kebanya­ kan anak muda zaman sekarang yang mengikuti trend budaya Barat yang lebih menampilkan sisi kasih sayang sebagai dorongan nafsu be­ laka. Sebagai generasi muda Hindu hendaknya kembali pada konsep bhakti yang menjunjung tinggi nilai luhur dan berpahala kemuliaan,” ujar Dharma Putra. –Rukanta/Pasek/Vijay


10

Kreasi

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

“Kecak Masterpiece”

Kreasi Gabungan Kecak dan Tek Tok

Style

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Gaya Sarung Masa Kini Kini, sarung sudah menjadi pilihan busana dan menjadi bagian dari dunia fashion. Apalagi sarung bisa dikenakan pria dan wanita. Selain itu sarung sekarang luar biasa variasinya, baik motif maupun warnanya.

M

enurut Dwi Iskandar, Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Denpasar, industri sarung di negara kita memang luar biasa.

“Kecak Masterpiece”

Setelah beberapa hari pertemuan di Alengka, Rama, Laksamana, dan Wibisana mengadakan pertemuan untuk membahas siasat pertempuran melawan Kumbhakarna. Disisi lain, Dewi Sita sangat merindukan Rama yang belum berhasil mengalahkan Rahwana. Sri Rama akhirnya mengutus Sang Hanoman Si Kera Putih dengan pasukan kera untuk menghadap Sang Sugriwa. Sugriwa dan Hanoman diiringi pasukan kera bertemu dengan Rama dan Laksamana. Sang Rama menyarankan agar pasukannya secepatnya menyusun siasat untuk menghadapi Kumbhakarna.

D

i Negeri Alengka, Kumbhakarna dengan para raksasa sedang bersiap-siap untuk menghadang pasukan Rama dan kemudian perang pun terjadi. Kumbhakarna berperang dengan pasukan kera yang dipimpin oleh Sugriwa dan Hanoman. Tiba-tiba Kumbhakarna terdesak oleh pasukan kera yang dipimpin oleh Sugriwa dan Hanoman. Kumbhakarna kemudian berubah menjadi raksasa besar dan mengobrak-abrik pasukan kera. Sang Rama dan Laksa-

mana mengeluarkan panah sakti satu persatu. Anggota badan Kumbhakarna dipanah hingga Kumbhakarna gugur sebagai pahlawan Alengka. Sang Rama dan seluruh pasukannya sangat bahagia karena telah berhasil mengalahkan Kumbhakarna. Itulah jalan cerita yang ditampilkan dalam pertunjukkan “Kecak Masterpiece” di Bali Theater, Bali Safari & Marine Park. Ratusan penari dengan suara cak…cak…cak…berhasil memukau penonton. Tak hanya tarian, pementasan juga dimeriahkan dengan permainan

tata lampu dan akrobat penari bergelantungan di udara. “Bali tidak kekurangan bahan seni untuk dieksplorasi. Tari Kecak bisa lebih menarik berkat kemasan dan perform yang luar biasa,” ujar I Gede Sukarta, GM Kayu Raja Villa usai pementasan. “Kecak Masterpiece” merupakan sebuah pertunjukan spektakuler berdurasi satu jam, dibawakan oleh 115 penari. Pementasan ini merupakan atraksi terbaru dari Bali Safari & Marine Park. Pencarian tentang asal mula Kecak sebagai tarian ikonik dari Bali bermuara di desa Bone,

Gianyar. Tahun 1930 seorang ahli tari bernama Wayan Limbak bekerja sama dengan seniman dan musisi asal Jerman, Walter Spies. Mereka bersama merework tari Sanghyang, sebuah tarian kuno yang digunakan untuk pengusiran roh jahat. Kolaborasi artistik tersebut menghasilkan suatu bentuk tarian memesona yang hingga kini mampu menjadi sorotan budaya bagi para pengunjung yang berlibur di Bali. Lingkaran konsentris dibentuk oleh sejumlah penari lelaki bertelanjang dada diiringi dengan nyanyian dan alunan musik mencekam membawa penonton untuk masuk dan menyaksikan pertarungan antara kebaikan melawan kejahatan yang diambil dari kisah epik legenda Ramayana. Dengan format baru yang berani, mampu menjamin akan memesona siapa pun yang menyaksikannya, baik bagi yang sudah terbiasa dengan tarian ini, atau pun generasi muda yang baru pertama kali melihat pertunjukan Kecak. “Mengikuti jejak Limbak, I Made Sidia, salah satu kore-

ografer dan pengarang sandiwara terkemuka di Indonesia, menghadirkan kreasi baru ke dalam salah satu tarian Bali terfavorit ini. Melalui hasil dari perundingan dengan berbagai pihak, Made Sidia berhasil menggabungkannya dengan tarian Tek Tok— tarian yang juga bergantung dari ritme suara manusia, tanpa kehilangan esensi asli dari tarian Kecak ini sendiri,” ujar Wiliam Santoso, GM Bali Safari & Marine Park. Sebagai pendukung untuk menjadikannya pertunjukan yang modern dan state-of-theart, “Kecak Masterpiece” didukung oleh pencahayaan mengagumkan dipadu dengan musik beserta efek yang semuanya dirancang untuk memberi sentuhan yang mendalam kepada para penonton. “Kecak Masterpiece” dihadirkan setiap hari mulai pukul 16.30 hingga 17.30 di Bali Theatre, kecuali Senin. Ada paket yang bisa disesuaikan dengan pilihan Anda, Hanya menonton pertunjukan Kecak atau pertunjukan Kecak diikuti Seafood BBQ pada pukul 18.00. –Ngurah Budi

“Bali tidak kekurangan bahan seni untuk ­dieksplorasi. Tari Kecak bisa lebih menarik berkat kemasan dan perform yang luar ­biasa” I Gede Sukarta

Rasanya hampir tiap orang di Indonesia a ini memiliki sarung dahulu amat lekat dengan kegiatan ritual agama. Dikatakannya, IFC, ingin

mengangkat dan kembali mempopulerkan sarung sebagai tren mode. Bahwa sarung tidak hanya untuk sembahyang. Sarung, bisa menjadi sangat menarik ketika dipadukan dengan sepatu olahraga ataupun sepatu resmi tergantung acara yang dihadiri. Gaya bebas diperlihatkan oleh para pentolan dunia mode Indonesia kali ini. Para pengurus IFC Indonesia ini pun tampil bersarung, dengan gaya lokal yang kekinian dan pastinya sesuai karakternya masingmasing. Keren kan? – Sri Ardhini

15


14

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Pijat Tradisional Paling Digemari Body massage (pijat badan) adalah salah satu kegiatan yang paling digemari sebagian besar orang. Aktivitas ini menjadi pilihan untuk menepis rasa penat. Terlebih saat ini tersedianya ruang yang nyaman serta aneka bahan dan aromaterapi yang menjadikan semakin rileks.

Ida Rohida

M

enurut Ida Rohida pemilik Safira Salon & Spa di kawasan Jalan Catur Warga Mataram, ada berbagai alasan seseorang senang memilih dan melakukan body massage. Sebab, secara umum adalah efek terapi dan santai yang didapatkannya dari massage sangat baik untuk tubuh, mengingat setiap orang juga memerlukan pemijatan yang baik. “Selain itu kebanyakan diantara kita, cukup banyak yang sejak kecil sudah terbiasa dipijat. Termasuk setelah dewasa pemijatan adalah salah satu cara menghilangkan keletihan di badan,” katanya dan menambahkan, saat tubuh dalam kondisi sehat, maka wajah pun terlihat segar dan berseri. Apalagi, kalau bisa secara rutin melakukan body massage. Selain menyegarkan juga dapat melancarkan aliran darah. Dikatakannya pada saat seseorang didera perasaan lelah seusai menjalani setumpuk aktivitas, seringkali merasakan pegal-pegal di sekujur tubuhnya. Untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus semangatnya dibutuhkan kesempatan menikmati relaksasi. Ketika aliran darah lancar, hal ini juga memberigambaran keadaan tubuh yang sehat. Selama ini pula, kebanyakan orang khususnya perempuan yakin untuk memperoleh kulit wajah yang sehat dan segar haruslah menjaga kebugaran tubuhnya. Selanjutnya pemilik tubuh yang bugar dan sehat, kata ibu seorang putra ini tidak hanya menjadikan wajah mereka cerah tapi juga menunjang penampilan secara keseluruhan. “Ada lagi hasil lainnya yang akan dinikmati yakni kulit menjadi tidak mudah kering dan keriput. Terutama kulit wajah yang sensitif akibat bertambahnya usia. PIJATAN HILANGKAN STRES Dengan massage yang dilakukan di seluruh badan, disamping menggiring pikiran menjadi rileks, juga

diyakini dapat menekan munculannya stress. Selain terbukti pula mampu mengusir rasa lelah dan secara tak sengaja mampu menghilangkan sakit kepala. “Karena itu, meski kini era digital kegiatan body massage yang tradisional dengan sentuhan tangan langsung yang tak lupa disertai doa ini tetap menjadi pilihan favorit,”kata Ida Rohida. Untuk urusan memilih tempat untuk menikmati body massage , menurut Ida Rohida, biasanya seseorang akan memilih bukan hanya berdasar situasi tempat yang nyaman semata namun, juga merasa cocok dengan teknik pijatan, pilihan bahan serta aromaterapi hingga bisa merasakan manfaatnya. “Seseorang akan merasa puas, ketika selesai dipijat, dapat merasakan tubuhnya lebih rileks hingga istirahatnya pun menjadi lebih baik,” katanya. Ditekankannya pula bagi mereka yang melakukan body massage , secara rutin mampu membantu menyehatkan fungsi otot, mempercepat waktu penyembuhan, dan sirkulasi tubuh. Disamping itu dengan tidak adanya efek samping, perawatan ini aman dinikmati remaja hingga kalangan lanjut usia. Massage juga kata Ida Rohida diperlukan untuk laki-laki maupun perempuan yang bekerja untuk menjaga tetap sehat. Akan semakin sempurna jika diiringi pula dengan pola makan dan berupaya melakukan olahraga. Pijatan ini akan membantu menjaga kesehatan dengan cara mengeluarkan racun serta zat lain yang merugikan di dalam tubuh secara alami. Ida Rohida juga mengatakan bahwa body massage yang prosesnya mengombinasikan teknik pijatan tertentu bakal meningkatkan aliran darah ke jaringan organ, meningkatkan proses reduksi oksidasi, memfasilitasi jantung termasuk berkontribusi terhadap redistribusi darah dalam tubuh. “Kami juga cukup banyak menggunakan bahan tradisional yang terpilih, untuk mengangkat sel kulit mati dan mengencangkannya. Kombinasi ini bermanfaat sangat bagus untuk membersihkan, merelaksasikan dan menyegarkan tubuh,” katanya. – Sri Ardhini

Jelita

Bugar

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Kenali Mata Berair Pernahkah Anda mengalami mata berair? Mata berair bukanlah masalah yang serius. Namun, jika terus menerus terjadi tentu menghambat kita beraktivitas. Bahkan, jika dibiarkan terus, mungkin saja bisa menimbulkan infeksi.

P

Mata berair akibat sumbatan

eran utama dari air mata adalah menjaga kelembaban mata serta membersihkan mata dari segala benda asing yang masuk ke dalam mata. Kondisi mata yang berair bisa menyerang siapa saja termasuk bayi yang masih kecil dan dapat terjadi pada salah satu mata saja atau keduanya. Menurut dr. Putu Yuliawati, Sp.M (K) dari Bagian Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Unud/RS Sanglah, mata berair dapat disebabkan karena Jika anda mencari tempat libur penuh sensasi di bulan ini, ada baiknya berkunjung ke kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pasalnya ‘Kota Seribu Klenteng’ ini kini tengah bersiap menggelar Festival Cap Go Meh yang pastinya bakal semarak dan berbeda dengan kota lain di Indonesia yang juga menggelar acara yang sama. Sebagaimana diketahui, perayaan Cap Go Meh digelar pada hari ke15 penanggalan Imlek sekaligus menandakan berakhirnya masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Namun merasakan ‘sentuhan’ Cap Go Meh akan terasa lebih afdal jika dilakukan di daerah yang mayoritas penduduknya adalah keturunan Tionghoa seperti halnya Singkawang. Apalagi di sini budaya dan tradisi Tionghoa telah berasimilasi dengan budaya lokal sehingga menghasilkan sesuatu yang unik. Tak heran kalau kesempatan ini dimanfaatkan oleh sejumlah travel agent dengan menjual paket-paket liburan sembari menonton sensasi

produksi air mata oleh kelenjar air mata yang berlebihan yang disebut dengan hiperlakrimasi. Hiperlakrimasi dapat disebabkan adanya iritasi mata, radang, atau infeksi pada mata dan gangguan komposisi air mata. Penyebab lainnya, karena adanya sumbatan pada saluran drainase air mata yang disebut dengan epipora. Epipora dapat disebabkan sumbatan akibat infeksi atau radang atau masa pada saluran drainase air mata. “Pada saat mata berkedip, air mata akan masuk ke dalam lubang kecil yang terdapat pada

sudut dalam kelopak mata atas dan bawah sehingga volume air mata di permukaan bola mata menjadi seimbang,” jelasnya. Namun, apabila terdapat sumbatan pada saluran drainase ini, volume air mata di permukaan bola mata akan berlebihan sehingga tampak menggenang seperti mata berkaca-kaca. Bahkan air mata sampai tumpah dan menetes ke pipi seperti menangis. Menurutnya, kejadian ini bisa saja dialami dari usia dini sampai manula. Pada usia dini biasanya kejadiannya bersifat kongenital artinya sudah bawaan dari lahir. Pada usia manula biasanya akibat infeksi akut atau kronis atau berulang. Kadang, bisa juga, disebabkan adanya masa tumor pada saluran drainase air mata. Menurut dr. Yuli, kelainan ini tidak bersifat herediter atau diturunkan. Ia menambahkan, mata berair akan mengganggu penglihatan. “Penglihatan akan terasa lebih buram dan apabila air mata menggenang terus-menerus di permukaan bola mata akan mudah terinfeksi kuman sehingga menyebabkan infeksi pada kantung saluran air mata,” ucapnya. Infeksi ini akan berbahaya terhadap fungsi drainase air mata. Apabila tidak ditangani dengan tepat akan menimbulkan infeksi yang berulang-ulang sehingga akan memperberat kondisi sumbatan yang terjadi. Bayi baru lahir mungkin me­

11

Mata berair pada orang dewasa

ngalami mata ‘basah’. Biasanya pada usia satu hingga dua minggu. Kadang, disertai dengan keluarnya kotoran kekuningan. Kondisi ini biasanya dikarenakan adanya membran yang menyumbat drainase air mata ke hidung. Menurut dr. Yuli, penyumbatan ini biasanya terbuka sendirinya dalam waktu empat hingga enam minggu setelah lahir. Pijatan pada sudut dalam kelopak mata bawah dapat mempercepat pembukaan penyumbatan. Pijatan dapat dilakukan sebanyak 10 kali penekanan pada lokasi , dan dilakukan 3-4 kali sehari. Namun, jika mata tetap berair setelah dipijat, pembilasan sistem drainase dapat dilakukan untuk melubangi membran penyumbat. “Ini biasanya dilakukan ketika anak berusia kurang dari satu tahun. Pembilas­ an dapat diulang jika mata tetap berair. Jika mata masih tetap berair setelah upaya upaya tersebut, diperlukan prosedur operasi untuk membuka penyumbatan,” kata dr. Yuli.

Sedangkan, mata berair pada dewasa dan manula karena infeksi akut pada sistem drainase, dapat dilakukan dengan pengobatan antibiotik disertai dengan pe­ngeringan air mata. “Setelah infeksi sembuh, pasien akan memerlukan operasi perbaikan penyumbatan saluran nasolakrimal. Operasi ini disebut dakriosistorhinostomi (DCR), dimana saluran baru dibuat untuk memungkinkan air mata mengalir keluar kembali, melalui hidung,” ujarnya. Walau terlihat sepele, kata dr. Yuli, jangan pernah mengabaikan kesehatan mata. Awalnya, mungkin saja terlihat sepele, namun, jika tidak ditangani dengan benar, bisa saja menimbulkan akibat di kemudian hari. Karena itu, ia menyarankan, selalu menjaga kesehatan mata dan tubuh, serta selalu makan makanan yang sehat dan bergizi. Selain itu, gunakan mata seoptimal mungkin sehingga terhindar dari kelelahan mata, mata kering, infeksi, dan iritasi mata.-Wirati Astiti

Nonton Adu Kesaktian di Festival Cap Go Meh Singkawang Cap Go Meh di Singkawang. “Paket liburan ke Singkawang, khususnya menjelang Imlek dan Cap Go Meh lumayan banyak peminatnya. Jumlahnya, terus meningkat. Mungkin ini karena pengaruh seringnya acara Imlek maupun Cap Gomeh di kota ini tayang di televisi,” ungkap Tira, staf sebuah travel agen di Jakarta yang menjual Paket Tour Cap Gomeh Singkawang 4 hari 3 malam.Festival Cap Go Meh ini dirayakan setiap tahun dengan sangat meriah, pengunjung yang datang pun bukan hanya dari dalam negeri tapi juga wisatawan asing. Puncak gebyar Cap Go Meh itu sendiri bakal digelar pada 22 Februari mendatang. Sebelumnya serangka-

Pasar Hongkong Singkawang

ian acara digelar mulai dari seni dan budaya, ritual cuci jalan oleh para tatung, juga parade lampion. Baru pada puncaknya yakni 22 Februari digelar parade tatung. Inilah atraksi yang paling ditunggu-tunggu masyarakat juga wisatawan. Pasalnya, parade tatung merupakan parade atraksi kesaktian warga Dayak-Tionghoa. Parade semacam ini hanya ada di Singkawang. Menyaksikan parade ini cukup menegangkan karena kita akan melihat orang kemasukan roh dan melakukan atraksi-atraksi yang tidak masuk akal seperti menusuk kawat atau paku ke pipi, menginjak pedang, dll, yang semua itu tidak membuat dirinya terluka. Sebelum parade berlangsung, dilakukan persembahyangan di vihara dengan tujuan meminta izin kepada dewa agar ritual berjalan lancar begitu juga festival yang bakal digelar. Roh-roh yang dipanggil diyakini adalah roh-roh yang baik yang diyakini bakal mengusir roh-roh jahat yang hendak mengganggu juga mengusir kemalangan sepanjang tahun. Setelah menikmati Cap Go Meh, tentu masih banyak tempat di Singkawang yang tak boleh terlewatkan yakni Pulau Simping. Ini adalah pulau terkecil di dunia yang luasnya tidak sampai 1 hektar. Klaim sebagai Pulau Terkecil di dunia dan telah diakui PBB (perserikan bangsa bangsa), ini, tertera dalam papan yang ada di samping

Festival Cap Go Meh

jembatan menuju pulau. Entah benar atau tidak klaim tersebut, pasalnya, dalam klaim tersebut tidak disertai bukti resmi dari PBB yang menyatakan hal tersebut. Di pulau yang dulunya bernama Tanjung Dua, berdiri klenteng tempat ibadah warga Tionghoa yang datang. Konon, dulunya pulau mungil itu memiliki penghuni. Namun satu-satu penghuninya pergi lantaran abrasi terus menerus menggerogoti pulau tersebut. Selain Pulau Simping, anda juga dapat berkunjung ke Sinka Island Park, Pantai Pasir Panjang, Pantai Tanjung Bajau dan Bukit Rindu Alam dimana

kita bisa melihat kota Singkawang serta pantai dan pulau di sekitarnya dari ketinggian. Nah jika ingin berburu kuliner, kunjungi ‘Pasar Hong Kong’ karena di sana aneka kuliner khas Tionghoa. Disebut ‘Pasar Hong Kong’ karena suasana pasar tersebut, katanya, mirip pasar di Hong Kong dimana penjualnya adalah etnis Tionghoa dan makanan yang dijajakan pun kuliner khas etnis tersebut. Tapi suasana ini baru akan terasa ‘hidup’ jika kita berkunjung pada malam hari. Sedang kalau siang hari, hanyalah pertokoan biasa yang menjual aneka barang, seperti elektronik, dll. -Diana Runtu.


12

Kuliner Cicipi Siobak Kelok Seririt

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Sup Salmon Sehat

Makanan khas Seririt, Kabupaten Buleleng, yang sangat terkenal, siobak kelok. Salah seorang penjualnya, Sutetiheti, membuka warung makan di Jalan Sudirman, Seririt, Singaraja.

Ikan salmon telah dikenal banyak orang sebagai ikan yang sangat baik bagi kesehatan. Minyak salmon dipercaya mengandung omega 3 yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi otak, menambah kecerdasan, dan membantu menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit degeneratif.

I

kan ini hidup di daratan es dan merupakan ikan impor. Pernahkah Anda memakan ikan salmon? Tentu Anda akan berpikir, tidak tertarik mencobanya karena jelas harganya sangat mahal. Menu ikan salmon biasanya dijumpai di hotel-hotel berbintang sebagai makanan yang spesial. Bagi Anda yang suka makan ikan, dan tentu saja mencintai kesehatan, bisa mencoba sup ikan salmon ini di D’S Warung. Warung ini terletak di Jalan Uluwatu I Nomor 44, Kedonganan. Tak sulit mencari warung yang berada tepat di depan Br. Ketapang, Kedonganan ini. Warung ini sangat sederhana, hanya menampung sekitar 30-an orang, namun, Anda akan memuji, setelah mencoba rasa sup ikan salmon kreasi Made Suarsa dan istrinya, Wayan Sudiayu ini. Mantan chef hotel berbintang ini, sedang mencoba peruntungan-

Suarsa

nya di warung makan. Setelah sukses dengan Ayu Bakery, Suarsa, mencoba memberi tawaran baru bagi penikmat kuliner di Kedonganan. “Kedonganan memang dikenal dengan banyaknya warung makan ikan bakar. Saya mau menawarkan yang berbeda.

Sup ikan salmon, makanan daging impor tapi harga lokal,” kata lelaki asal Kedonganan ini. Ide Suarsa untuk meracik sup salmon, sangat kreatif. Dengan harga yang sangat terjangkau hanya Rp 26 ribu, konsumen bisa menikmati sup salmon dengan rasa yang spesial. Menurut Suarsa, bumbu yang digunakan selain bumbu tradisional Bali, juga dikombinasikan dengan bumbu western. “Saya memang membuat bumbunya agak beda, kombinasi bumbu Bali dan western membuat rasa sup ini tak ada bandingannya,” ujarnya berpromosi. Jam buka warungnya, mulai pukul 8.00 sampai 22.00. Konsumennya selain masyarakat sekitar Kedonganan, juga para turis asing yang sedang berjalan-jalan. Sejak menu sup ikan salmon diluncurkan September tahun lalu, sambutan konsumen luar biasa. Saat makan siang, masyarakat

Sup salmon

yang makan sampai antri, karena keterbatasan tempat. Uniknya, D’S Warung ini pernah dikunjungi artis Talita Latief dan pengacara Juan Felix Tampubolon. Kedua publik figur tersebut datang sekitar bulan Desember lalu. Awalnya, mereka hanya sekadar mencoba, karena diinfokan ada warung yang menjual sup ikan salmon. Ternyata, mereka cocok rasanya. “Bumbunya memang strong seperti rasa khas bumbu Bali, tapi, karena ada kombinasi bumbu western, tetap bisa diterima lidah siapa pun. Malah jadi lebih enak,” kata lelaki yang pernah menimba berpengalaman memasak di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Australia ini. Ikan salmon sangat mudah hancur, karena itu, memasaknya tak boleh lama. Menurut Suarsa, waktu memasak ikan hanya lima menit agar ikan tidak hancur. Selain itu, keunikan ikan

salmon, sisiknya tidak terlalu banyak, tidak terlalu amis, dan dagingnya lembut. “Dengan kondisi ikan seperti itu, cara memasaknya juga berbeda, agar ikan tetap utuh tapi matang,” ucap Suarsa. Untuk kuah sup, tidak bening seperti sup ikan lainnya, tapi terlihat sangat keruh karena pengaruh dari bumbu yang digunakan. Sebelumnya, ikan diberi belimbing wuluh dan asam jawa untuk menghilangkan bau amis, walaupun amisnya tidak seperti ikan lainnya. Menurut Suarsa, sup ini hanya menggunakan kepala ikan dan bagian lehernya, karena di bagian tersebut yang paling lezat untuk dijadikan sup. Satu hari, ia menghabiskan 5 kilogram ikan salmon. Saat disajikan sup ikan salmon, diberi taburan brambang goreng, tomat, dan daun kemangi.

Sutetiheti

M

enurut Sutetiheti, arti siobak ini adalah sio artinya panggang, bak artinya babi, jadi siobak ini artinya babi panggang.

Abon babi

Memasak adalah hobi Wayan Sudiayu sejak kecil. Ia sering membantu ibunya yang berjualan nasi campur. Saat dewasa, ia mencoba berkarir di hotel sebagai waitress. Walaupun sebagai waitress, Ayu, begitu ia akrab disapa, rajin melihat para koki di tempatnya bekerja, memasak. Hanya dengan melihat, Ayu sudah tahu cara membuat makanan tersebut. “Sampai di rumah, saya sering mempraktikkan makanan tersebut dan meminta suami dan anak untuk mencicipi,” tuturnya. Ketika suaminya Made Suarsa membuka toko roti, ia mengundurkan diri dari hotel. Ayu bersama suaminya, berkolaborasi mengelola toko roti. Setelah toko rotinya berkembang, mereka mulai memiliki beberapa karyawan. Ketika ia melihat, masih ada waktu luang, Ayu

Promosikan Makanan Indonesia Ayu bersama Suarsa sudah berbagi pengalaman memasak di

Australia. Ketika terjadi tsunami di Aceh, salah seorang warga Autralia mengundang mereka berdua untuk ikut acara dalam penggalian dana. Mereka diminta memasak makanan Indonesia ke sekolah-sekolah di New Castle, Australia, dan hasil makanan dijual kepada orangtua dan siswa di sana. Masakan yang dibuat antara lain, perkedel, mi goreng, nasi goreng, gado-gado. Setelah acara amal selesai, beberapa warga Australia yang menyaksikan mereka memasak, tertarik belajar masakan Indonesia. Ayu dan Suarsa memberikan cooking class kepada 10 orang warga Australia. “Alasan mereka belajar karena anak-anak mereka senang masakan tersebut dan mau lagi. Akhirnya, mereka berusaha belajar memasak sendiri,” kata Ayu. Ayu senang karena misinya selain membantu acara penggalian dana sukses, ia sekaligus bisa mempromosikan makanan Indonesia. Selain pengalaman memasak tersebut, Ayu dan Suarsa pernah diundang juga dalam satu pembukaan kedai kopi di Adeleide, Australia, sekitar tahun 2013. Pemiliknya, Rito Paparella, dikenal Ayu ketika ia masih bekerja sebagai waitress. Hubungan baik terus terjalin sampai sekarang. Rito menjadi saksi perjalanan kisah hidup Ayu dan Suarsa. Rito mengenal Ayu dan Suarsa, ketika memulai usaha dari nol sampai akhirnya bisa berkembang seperti sekarang. Karena kesuksesannya, Ayu dan Suarsa diundang saat pembukaan kedai kopi, untuk membuat aneka roti khas Eropa. –Wirati Astiti

Sutetiheti mengatakan warung siobak di luar Bali biasanya menyajikan daging babi ini dengan cara diberi bumbu terlebih dahulu kemudian dipanggang. Sedangkan ia sendiri membuat siobak dengan cara direbus. Untuk bumbu, ia memakai resep keluarga yang turuntemurun. Siobak ini sangat spesial karena dimasak dengan cara tradisional memakai kayu bakar. Sutetiheti menuturkan banyak konsumen mengatakan rasanya berbeda. Bumbunya lebih meresap dan lebih gurih. Sejak dibuka tanggal 1 April 1980 sampai sekarang cita rasanya masih sama. Pelanggannya selain dari Seririt, juga banyak dari luar Kabupaten Buleleng. Awal buka, ia menjual siobak dengan harga Rp 3.000. Sekarang harganya Rp 20 ribu. Saat ini, warung siobak milik Sutetiheti sudah berkembang

Sutetiheti menjual siobak di warungnya

dan membuka cabang. Anaknya, Rudi, yang mengelola warung tersebut. Lokasinya sekitar 300 meter dari warung utama. Selain menjual siobak di warung, ia juga menerima pesanan. Minimal order 100 porsi. Selama ini ia mengatakan belum pernah siobaknya sisa. “Syukurlah laris manis,” katanya. -Vijay

Sutetiheti memasak siobak dengan cara tradisional

–Wirati Astiti

Spesial Abon Babi dan Suarsa, mencoba peruntungan membuka warung makan. Awalnya, hanya menjual nasi campur dengan menu seperti abon babi, babi kecap, soto babi, kari ayam, udang bumbu merah, ayam sere lemo, tempe dan tahu, telur bekasem, dan chinesse food. Satu kotak nasi campur biasa ia jual Rp 25 ribu sudah termasuk air mineral dan buah. Ia siap menerima pesanan untuk berbagai acara. Menurut Ayu, makanan yang dijual spesial daging babi menjadi incaran konsumen. Untuk soto babi, ia memakai tulang iga babi tanpa babat sehingga berbeda dengan soto yang lain. Untuk abon, bumbunya spesial kombinasi western, Bali, dan Tionghoa. “Kalau konsumen bilang yang beda dari menu nasi campur adalah soto dan abon. Banyak juga yang pesan abon babi kalau mau hari raya,” kata Ayu. Ayu memang serba bisa. Bukan hanya jago memasak, ia juga piawai membuat kue. Roti kukus dan bolu adalah kue yang menjadi andalannya sebelum membantu suaminya berbisnis roti.

13

Sambal Tauco Medan Sarwan

Talita Latief dan Ayu

ati

Nikm

Chinesse Food

Hanya di...

Cafe Santai

& Aneka Es Taiwan

Selamat Hari Raya

Galungan & Kuningan. Tahun Baru Imlek 2567.

Dapatkan Diskon Es Kasih Sayang

Murah Meriah & Bersih

10%

selama Bulan Februari 2016

*

Special Valentine (14 & 15 Februari) dapatkan bunga dan cokelat untuk Nasi Lawar pembelian tertentu

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

Bahan: 2 siung 4 buah 8 buah 4 buah 30 gr 6 sdm 1 sdm 4 sdm 400 ml Garam, nya

: bawang putih : bawang merah : cabe rawit : cabe besar merah : ebi sangria : tauco medan : gula merah : minyak untuk menumis : air kaldu ayam kaldu bubuk secukup-

Cara Membuat: - Haluskan semua bahan, kecuali tauco, lalu tumis bahan sambal

yang sudah dihaluskan. Tumis sampai harum, lalu tambahkan air kaldu, masukkan garam, kaldu bubuk dan tauco medan.

Masak sampai matang dan mendidih, air agak menyusut dan berkurang serta matang. Siap untuk disajikan.

Sambal Tauco Makassar Bahan: 50 buah : cabe rawit 5 sdm : tauco 1 buah : jeruk nipis, ambil airnya 200 ml : air Gula, kaldu bubuk secukupnya

Cara Membuat: - Rebus cabe rawit sampai matang, angkat dan tiriskan. Haluskan cabe rawit, kemudian campur dengan tauco, gula, kaldu bubuk, beri air jeruk nipis lalu tuang air. Aduk, lalu rebus bahan sambal sampai mendidih dan angkat, siap disajikan.


12

Kuliner Cicipi Siobak Kelok Seririt

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Sup Salmon Sehat

Makanan khas Seririt, Kabupaten Buleleng, yang sangat terkenal, siobak kelok. Salah seorang penjualnya, Sutetiheti, membuka warung makan di Jalan Sudirman, Seririt, Singaraja.

Ikan salmon telah dikenal banyak orang sebagai ikan yang sangat baik bagi kesehatan. Minyak salmon dipercaya mengandung omega 3 yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi otak, menambah kecerdasan, dan membantu menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit degeneratif.

I

kan ini hidup di daratan es dan merupakan ikan impor. Pernahkah Anda memakan ikan salmon? Tentu Anda akan berpikir, tidak tertarik mencobanya karena jelas harganya sangat mahal. Menu ikan salmon biasanya dijumpai di hotel-hotel berbintang sebagai makanan yang spesial. Bagi Anda yang suka makan ikan, dan tentu saja mencintai kesehatan, bisa mencoba sup ikan salmon ini di D’S Warung. Warung ini terletak di Jalan Uluwatu I Nomor 44, Kedonganan. Tak sulit mencari warung yang berada tepat di depan Br. Ketapang, Kedonganan ini. Warung ini sangat sederhana, hanya menampung sekitar 30-an orang, namun, Anda akan memuji, setelah mencoba rasa sup ikan salmon kreasi Made Suarsa dan istrinya, Wayan Sudiayu ini. Mantan chef hotel berbintang ini, sedang mencoba peruntungan-

Suarsa

nya di warung makan. Setelah sukses dengan Ayu Bakery, Suarsa, mencoba memberi tawaran baru bagi penikmat kuliner di Kedonganan. “Kedonganan memang dikenal dengan banyaknya warung makan ikan bakar. Saya mau menawarkan yang berbeda.

Sup ikan salmon, makanan daging impor tapi harga lokal,” kata lelaki asal Kedonganan ini. Ide Suarsa untuk meracik sup salmon, sangat kreatif. Dengan harga yang sangat terjangkau hanya Rp 26 ribu, konsumen bisa menikmati sup salmon dengan rasa yang spesial. Menurut Suarsa, bumbu yang digunakan selain bumbu tradisional Bali, juga dikombinasikan dengan bumbu western. “Saya memang membuat bumbunya agak beda, kombinasi bumbu Bali dan western membuat rasa sup ini tak ada bandingannya,” ujarnya berpromosi. Jam buka warungnya, mulai pukul 8.00 sampai 22.00. Konsumennya selain masyarakat sekitar Kedonganan, juga para turis asing yang sedang berjalan-jalan. Sejak menu sup ikan salmon diluncurkan September tahun lalu, sambutan konsumen luar biasa. Saat makan siang, masyarakat

Sup salmon

yang makan sampai antri, karena keterbatasan tempat. Uniknya, D’S Warung ini pernah dikunjungi artis Talita Latief dan pengacara Juan Felix Tampubolon. Kedua publik figur tersebut datang sekitar bulan Desember lalu. Awalnya, mereka hanya sekadar mencoba, karena diinfokan ada warung yang menjual sup ikan salmon. Ternyata, mereka cocok rasanya. “Bumbunya memang strong seperti rasa khas bumbu Bali, tapi, karena ada kombinasi bumbu western, tetap bisa diterima lidah siapa pun. Malah jadi lebih enak,” kata lelaki yang pernah menimba berpengalaman memasak di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Australia ini. Ikan salmon sangat mudah hancur, karena itu, memasaknya tak boleh lama. Menurut Suarsa, waktu memasak ikan hanya lima menit agar ikan tidak hancur. Selain itu, keunikan ikan

salmon, sisiknya tidak terlalu banyak, tidak terlalu amis, dan dagingnya lembut. “Dengan kondisi ikan seperti itu, cara memasaknya juga berbeda, agar ikan tetap utuh tapi matang,” ucap Suarsa. Untuk kuah sup, tidak bening seperti sup ikan lainnya, tapi terlihat sangat keruh karena pengaruh dari bumbu yang digunakan. Sebelumnya, ikan diberi belimbing wuluh dan asam jawa untuk menghilangkan bau amis, walaupun amisnya tidak seperti ikan lainnya. Menurut Suarsa, sup ini hanya menggunakan kepala ikan dan bagian lehernya, karena di bagian tersebut yang paling lezat untuk dijadikan sup. Satu hari, ia menghabiskan 5 kilogram ikan salmon. Saat disajikan sup ikan salmon, diberi taburan brambang goreng, tomat, dan daun kemangi.

Sutetiheti

M

enurut Sutetiheti, arti siobak ini adalah sio artinya panggang, bak artinya babi, jadi siobak ini artinya babi panggang.

Abon babi

Memasak adalah hobi Wayan Sudiayu sejak kecil. Ia sering membantu ibunya yang berjualan nasi campur. Saat dewasa, ia mencoba berkarir di hotel sebagai waitress. Walaupun sebagai waitress, Ayu, begitu ia akrab disapa, rajin melihat para koki di tempatnya bekerja, memasak. Hanya dengan melihat, Ayu sudah tahu cara membuat makanan tersebut. “Sampai di rumah, saya sering mempraktikkan makanan tersebut dan meminta suami dan anak untuk mencicipi,” tuturnya. Ketika suaminya Made Suarsa membuka toko roti, ia mengundurkan diri dari hotel. Ayu bersama suaminya, berkolaborasi mengelola toko roti. Setelah toko rotinya berkembang, mereka mulai memiliki beberapa karyawan. Ketika ia melihat, masih ada waktu luang, Ayu

Promosikan Makanan Indonesia Ayu bersama Suarsa sudah berbagi pengalaman memasak di

Australia. Ketika terjadi tsunami di Aceh, salah seorang warga Autralia mengundang mereka berdua untuk ikut acara dalam penggalian dana. Mereka diminta memasak makanan Indonesia ke sekolah-sekolah di New Castle, Australia, dan hasil makanan dijual kepada orangtua dan siswa di sana. Masakan yang dibuat antara lain, perkedel, mi goreng, nasi goreng, gado-gado. Setelah acara amal selesai, beberapa warga Australia yang menyaksikan mereka memasak, tertarik belajar masakan Indonesia. Ayu dan Suarsa memberikan cooking class kepada 10 orang warga Australia. “Alasan mereka belajar karena anak-anak mereka senang masakan tersebut dan mau lagi. Akhirnya, mereka berusaha belajar memasak sendiri,” kata Ayu. Ayu senang karena misinya selain membantu acara penggalian dana sukses, ia sekaligus bisa mempromosikan makanan Indonesia. Selain pengalaman memasak tersebut, Ayu dan Suarsa pernah diundang juga dalam satu pembukaan kedai kopi di Adeleide, Australia, sekitar tahun 2013. Pemiliknya, Rito Paparella, dikenal Ayu ketika ia masih bekerja sebagai waitress. Hubungan baik terus terjalin sampai sekarang. Rito menjadi saksi perjalanan kisah hidup Ayu dan Suarsa. Rito mengenal Ayu dan Suarsa, ketika memulai usaha dari nol sampai akhirnya bisa berkembang seperti sekarang. Karena kesuksesannya, Ayu dan Suarsa diundang saat pembukaan kedai kopi, untuk membuat aneka roti khas Eropa. –Wirati Astiti

Sutetiheti mengatakan warung siobak di luar Bali biasanya menyajikan daging babi ini dengan cara diberi bumbu terlebih dahulu kemudian dipanggang. Sedangkan ia sendiri membuat siobak dengan cara direbus. Untuk bumbu, ia memakai resep keluarga yang turuntemurun. Siobak ini sangat spesial karena dimasak dengan cara tradisional memakai kayu bakar. Sutetiheti menuturkan banyak konsumen mengatakan rasanya berbeda. Bumbunya lebih meresap dan lebih gurih. Sejak dibuka tanggal 1 April 1980 sampai sekarang cita rasanya masih sama. Pelanggannya selain dari Seririt, juga banyak dari luar Kabupaten Buleleng. Awal buka, ia menjual siobak dengan harga Rp 3.000. Sekarang harganya Rp 20 ribu. Saat ini, warung siobak milik Sutetiheti sudah berkembang

Sutetiheti menjual siobak di warungnya

dan membuka cabang. Anaknya, Rudi, yang mengelola warung tersebut. Lokasinya sekitar 300 meter dari warung utama. Selain menjual siobak di warung, ia juga menerima pesanan. Minimal order 100 porsi. Selama ini ia mengatakan belum pernah siobaknya sisa. “Syukurlah laris manis,” katanya. -Vijay

Sutetiheti memasak siobak dengan cara tradisional

–Wirati Astiti

Spesial Abon Babi dan Suarsa, mencoba peruntungan membuka warung makan. Awalnya, hanya menjual nasi campur dengan menu seperti abon babi, babi kecap, soto babi, kari ayam, udang bumbu merah, ayam sere lemo, tempe dan tahu, telur bekasem, dan chinesse food. Satu kotak nasi campur biasa ia jual Rp 25 ribu sudah termasuk air mineral dan buah. Ia siap menerima pesanan untuk berbagai acara. Menurut Ayu, makanan yang dijual spesial daging babi menjadi incaran konsumen. Untuk soto babi, ia memakai tulang iga babi tanpa babat sehingga berbeda dengan soto yang lain. Untuk abon, bumbunya spesial kombinasi western, Bali, dan Tionghoa. “Kalau konsumen bilang yang beda dari menu nasi campur adalah soto dan abon. Banyak juga yang pesan abon babi kalau mau hari raya,” kata Ayu. Ayu memang serba bisa. Bukan hanya jago memasak, ia juga piawai membuat kue. Roti kukus dan bolu adalah kue yang menjadi andalannya sebelum membantu suaminya berbisnis roti.

13

Sambal Tauco Medan Sarwan

Talita Latief dan Ayu

ati

Nikm

Chinesse Food

Hanya di...

Cafe Santai

& Aneka Es Taiwan

Selamat Hari Raya

Galungan & Kuningan. Tahun Baru Imlek 2567.

Dapatkan Diskon Es Kasih Sayang

Murah Meriah & Bersih

10%

selama Bulan Februari 2016

*

Special Valentine (14 & 15 Februari) dapatkan bunga dan cokelat untuk Nasi Lawar pembelian tertentu

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

Bahan: 2 siung 4 buah 8 buah 4 buah 30 gr 6 sdm 1 sdm 4 sdm 400 ml Garam, nya

: bawang putih : bawang merah : cabe rawit : cabe besar merah : ebi sangria : tauco medan : gula merah : minyak untuk menumis : air kaldu ayam kaldu bubuk secukup-

Cara Membuat: - Haluskan semua bahan, kecuali tauco, lalu tumis bahan sambal

yang sudah dihaluskan. Tumis sampai harum, lalu tambahkan air kaldu, masukkan garam, kaldu bubuk dan tauco medan.

Masak sampai matang dan mendidih, air agak menyusut dan berkurang serta matang. Siap untuk disajikan.

Sambal Tauco Makassar Bahan: 50 buah : cabe rawit 5 sdm : tauco 1 buah : jeruk nipis, ambil airnya 200 ml : air Gula, kaldu bubuk secukupnya

Cara Membuat: - Rebus cabe rawit sampai matang, angkat dan tiriskan. Haluskan cabe rawit, kemudian campur dengan tauco, gula, kaldu bubuk, beri air jeruk nipis lalu tuang air. Aduk, lalu rebus bahan sambal sampai mendidih dan angkat, siap disajikan.


14

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Pijat Tradisional Paling Digemari Body massage (pijat badan) adalah salah satu kegiatan yang paling digemari sebagian besar orang. Aktivitas ini menjadi pilihan untuk menepis rasa penat. Terlebih saat ini tersedianya ruang yang nyaman serta aneka bahan dan aromaterapi yang menjadikan semakin rileks.

Ida Rohida

M

enurut Ida Rohida pemilik Safira Salon & Spa di kawasan Jalan Catur Warga Mataram, ada berbagai alasan seseorang senang memilih dan melakukan body massage. Sebab, secara umum adalah efek terapi dan santai yang didapatkannya dari massage sangat baik untuk tubuh, mengingat setiap orang juga memerlukan pemijatan yang baik. “Selain itu kebanyakan diantara kita, cukup banyak yang sejak kecil sudah terbiasa dipijat. Termasuk setelah dewasa pemijatan adalah salah satu cara menghilangkan keletihan di badan,” katanya dan menambahkan, saat tubuh dalam kondisi sehat, maka wajah pun terlihat segar dan berseri. Apalagi, kalau bisa secara rutin melakukan body massage. Selain menyegarkan juga dapat melancarkan aliran darah. Dikatakannya pada saat seseorang didera perasaan lelah seusai menjalani setumpuk aktivitas, seringkali merasakan pegal-pegal di sekujur tubuhnya. Untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus semangatnya dibutuhkan kesempatan menikmati relaksasi. Ketika aliran darah lancar, hal ini juga memberigambaran keadaan tubuh yang sehat. Selama ini pula, kebanyakan orang khususnya perempuan yakin untuk memperoleh kulit wajah yang sehat dan segar haruslah menjaga kebugaran tubuhnya. Selanjutnya pemilik tubuh yang bugar dan sehat, kata ibu seorang putra ini tidak hanya menjadikan wajah mereka cerah tapi juga menunjang penampilan secara keseluruhan. “Ada lagi hasil lainnya yang akan dinikmati yakni kulit menjadi tidak mudah kering dan keriput. Terutama kulit wajah yang sensitif akibat bertambahnya usia. PIJATAN HILANGKAN STRES Dengan massage yang dilakukan di seluruh badan, disamping menggiring pikiran menjadi rileks, juga

diyakini dapat menekan munculannya stress. Selain terbukti pula mampu mengusir rasa lelah dan secara tak sengaja mampu menghilangkan sakit kepala. “Karena itu, meski kini era digital kegiatan body massage yang tradisional dengan sentuhan tangan langsung yang tak lupa disertai doa ini tetap menjadi pilihan favorit,”kata Ida Rohida. Untuk urusan memilih tempat untuk menikmati body massage , menurut Ida Rohida, biasanya seseorang akan memilih bukan hanya berdasar situasi tempat yang nyaman semata namun, juga merasa cocok dengan teknik pijatan, pilihan bahan serta aromaterapi hingga bisa merasakan manfaatnya. “Seseorang akan merasa puas, ketika selesai dipijat, dapat merasakan tubuhnya lebih rileks hingga istirahatnya pun menjadi lebih baik,” katanya. Ditekankannya pula bagi mereka yang melakukan body massage , secara rutin mampu membantu menyehatkan fungsi otot, mempercepat waktu penyembuhan, dan sirkulasi tubuh. Disamping itu dengan tidak adanya efek samping, perawatan ini aman dinikmati remaja hingga kalangan lanjut usia. Massage juga kata Ida Rohida diperlukan untuk laki-laki maupun perempuan yang bekerja untuk menjaga tetap sehat. Akan semakin sempurna jika diiringi pula dengan pola makan dan berupaya melakukan olahraga. Pijatan ini akan membantu menjaga kesehatan dengan cara mengeluarkan racun serta zat lain yang merugikan di dalam tubuh secara alami. Ida Rohida juga mengatakan bahwa body massage yang prosesnya mengombinasikan teknik pijatan tertentu bakal meningkatkan aliran darah ke jaringan organ, meningkatkan proses reduksi oksidasi, memfasilitasi jantung termasuk berkontribusi terhadap redistribusi darah dalam tubuh. “Kami juga cukup banyak menggunakan bahan tradisional yang terpilih, untuk mengangkat sel kulit mati dan mengencangkannya. Kombinasi ini bermanfaat sangat bagus untuk membersihkan, merelaksasikan dan menyegarkan tubuh,” katanya. – Sri Ardhini

Jelita

Bugar

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Kenali Mata Berair Pernahkah Anda mengalami mata berair? Mata berair bukanlah masalah yang serius. Namun, jika terus menerus terjadi tentu menghambat kita beraktivitas. Bahkan, jika dibiarkan terus, mungkin saja bisa menimbulkan infeksi.

P

Mata berair akibat sumbatan

eran utama dari air mata adalah menjaga kelembaban mata serta membersihkan mata dari segala benda asing yang masuk ke dalam mata. Kondisi mata yang berair bisa menyerang siapa saja termasuk bayi yang masih kecil dan dapat terjadi pada salah satu mata saja atau keduanya. Menurut dr. Putu Yuliawati, Sp.M (K) dari Bagian Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Unud/RS Sanglah, mata berair dapat disebabkan karena Jika anda mencari tempat libur penuh sensasi di bulan ini, ada baiknya berkunjung ke kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pasalnya ‘Kota Seribu Klenteng’ ini kini tengah bersiap menggelar Festival Cap Go Meh yang pastinya bakal semarak dan berbeda dengan kota lain di Indonesia yang juga menggelar acara yang sama. Sebagaimana diketahui, perayaan Cap Go Meh digelar pada hari ke15 penanggalan Imlek sekaligus menandakan berakhirnya masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Namun merasakan ‘sentuhan’ Cap Go Meh akan terasa lebih afdal jika dilakukan di daerah yang mayoritas penduduknya adalah keturunan Tionghoa seperti halnya Singkawang. Apalagi di sini budaya dan tradisi Tionghoa telah berasimilasi dengan budaya lokal sehingga menghasilkan sesuatu yang unik. Tak heran kalau kesempatan ini dimanfaatkan oleh sejumlah travel agent dengan menjual paket-paket liburan sembari menonton sensasi

produksi air mata oleh kelenjar air mata yang berlebihan yang disebut dengan hiperlakrimasi. Hiperlakrimasi dapat disebabkan adanya iritasi mata, radang, atau infeksi pada mata dan gangguan komposisi air mata. Penyebab lainnya, karena adanya sumbatan pada saluran drainase air mata yang disebut dengan epipora. Epipora dapat disebabkan sumbatan akibat infeksi atau radang atau masa pada saluran drainase air mata. “Pada saat mata berkedip, air mata akan masuk ke dalam lubang kecil yang terdapat pada

sudut dalam kelopak mata atas dan bawah sehingga volume air mata di permukaan bola mata menjadi seimbang,” jelasnya. Namun, apabila terdapat sumbatan pada saluran drainase ini, volume air mata di permukaan bola mata akan berlebihan sehingga tampak menggenang seperti mata berkaca-kaca. Bahkan air mata sampai tumpah dan menetes ke pipi seperti menangis. Menurutnya, kejadian ini bisa saja dialami dari usia dini sampai manula. Pada usia dini biasanya kejadiannya bersifat kongenital artinya sudah bawaan dari lahir. Pada usia manula biasanya akibat infeksi akut atau kronis atau berulang. Kadang, bisa juga, disebabkan adanya masa tumor pada saluran drainase air mata. Menurut dr. Yuli, kelainan ini tidak bersifat herediter atau diturunkan. Ia menambahkan, mata berair akan mengganggu penglihatan. “Penglihatan akan terasa lebih buram dan apabila air mata menggenang terus-menerus di permukaan bola mata akan mudah terinfeksi kuman sehingga menyebabkan infeksi pada kantung saluran air mata,” ucapnya. Infeksi ini akan berbahaya terhadap fungsi drainase air mata. Apabila tidak ditangani dengan tepat akan menimbulkan infeksi yang berulang-ulang sehingga akan memperberat kondisi sumbatan yang terjadi. Bayi baru lahir mungkin me­

11

Mata berair pada orang dewasa

ngalami mata ‘basah’. Biasanya pada usia satu hingga dua minggu. Kadang, disertai dengan keluarnya kotoran kekuningan. Kondisi ini biasanya dikarenakan adanya membran yang menyumbat drainase air mata ke hidung. Menurut dr. Yuli, penyumbatan ini biasanya terbuka sendirinya dalam waktu empat hingga enam minggu setelah lahir. Pijatan pada sudut dalam kelopak mata bawah dapat mempercepat pembukaan penyumbatan. Pijatan dapat dilakukan sebanyak 10 kali penekanan pada lokasi , dan dilakukan 3-4 kali sehari. Namun, jika mata tetap berair setelah dipijat, pembilasan sistem drainase dapat dilakukan untuk melubangi membran penyumbat. “Ini biasanya dilakukan ketika anak berusia kurang dari satu tahun. Pembilas­ an dapat diulang jika mata tetap berair. Jika mata masih tetap berair setelah upaya upaya tersebut, diperlukan prosedur operasi untuk membuka penyumbatan,” kata dr. Yuli.

Sedangkan, mata berair pada dewasa dan manula karena infeksi akut pada sistem drainase, dapat dilakukan dengan pengobatan antibiotik disertai dengan pe­ngeringan air mata. “Setelah infeksi sembuh, pasien akan memerlukan operasi perbaikan penyumbatan saluran nasolakrimal. Operasi ini disebut dakriosistorhinostomi (DCR), dimana saluran baru dibuat untuk memungkinkan air mata mengalir keluar kembali, melalui hidung,” ujarnya. Walau terlihat sepele, kata dr. Yuli, jangan pernah mengabaikan kesehatan mata. Awalnya, mungkin saja terlihat sepele, namun, jika tidak ditangani dengan benar, bisa saja menimbulkan akibat di kemudian hari. Karena itu, ia menyarankan, selalu menjaga kesehatan mata dan tubuh, serta selalu makan makanan yang sehat dan bergizi. Selain itu, gunakan mata seoptimal mungkin sehingga terhindar dari kelelahan mata, mata kering, infeksi, dan iritasi mata.-Wirati Astiti

Nonton Adu Kesaktian di Festival Cap Go Meh Singkawang Cap Go Meh di Singkawang. “Paket liburan ke Singkawang, khususnya menjelang Imlek dan Cap Go Meh lumayan banyak peminatnya. Jumlahnya, terus meningkat. Mungkin ini karena pengaruh seringnya acara Imlek maupun Cap Gomeh di kota ini tayang di televisi,” ungkap Tira, staf sebuah travel agen di Jakarta yang menjual Paket Tour Cap Gomeh Singkawang 4 hari 3 malam.Festival Cap Go Meh ini dirayakan setiap tahun dengan sangat meriah, pengunjung yang datang pun bukan hanya dari dalam negeri tapi juga wisatawan asing. Puncak gebyar Cap Go Meh itu sendiri bakal digelar pada 22 Februari mendatang. Sebelumnya serangka-

Pasar Hongkong Singkawang

ian acara digelar mulai dari seni dan budaya, ritual cuci jalan oleh para tatung, juga parade lampion. Baru pada puncaknya yakni 22 Februari digelar parade tatung. Inilah atraksi yang paling ditunggu-tunggu masyarakat juga wisatawan. Pasalnya, parade tatung merupakan parade atraksi kesaktian warga Dayak-Tionghoa. Parade semacam ini hanya ada di Singkawang. Menyaksikan parade ini cukup menegangkan karena kita akan melihat orang kemasukan roh dan melakukan atraksi-atraksi yang tidak masuk akal seperti menusuk kawat atau paku ke pipi, menginjak pedang, dll, yang semua itu tidak membuat dirinya terluka. Sebelum parade berlangsung, dilakukan persembahyangan di vihara dengan tujuan meminta izin kepada dewa agar ritual berjalan lancar begitu juga festival yang bakal digelar. Roh-roh yang dipanggil diyakini adalah roh-roh yang baik yang diyakini bakal mengusir roh-roh jahat yang hendak mengganggu juga mengusir kemalangan sepanjang tahun. Setelah menikmati Cap Go Meh, tentu masih banyak tempat di Singkawang yang tak boleh terlewatkan yakni Pulau Simping. Ini adalah pulau terkecil di dunia yang luasnya tidak sampai 1 hektar. Klaim sebagai Pulau Terkecil di dunia dan telah diakui PBB (perserikan bangsa bangsa), ini, tertera dalam papan yang ada di samping

Festival Cap Go Meh

jembatan menuju pulau. Entah benar atau tidak klaim tersebut, pasalnya, dalam klaim tersebut tidak disertai bukti resmi dari PBB yang menyatakan hal tersebut. Di pulau yang dulunya bernama Tanjung Dua, berdiri klenteng tempat ibadah warga Tionghoa yang datang. Konon, dulunya pulau mungil itu memiliki penghuni. Namun satu-satu penghuninya pergi lantaran abrasi terus menerus menggerogoti pulau tersebut. Selain Pulau Simping, anda juga dapat berkunjung ke Sinka Island Park, Pantai Pasir Panjang, Pantai Tanjung Bajau dan Bukit Rindu Alam dimana

kita bisa melihat kota Singkawang serta pantai dan pulau di sekitarnya dari ketinggian. Nah jika ingin berburu kuliner, kunjungi ‘Pasar Hong Kong’ karena di sana aneka kuliner khas Tionghoa. Disebut ‘Pasar Hong Kong’ karena suasana pasar tersebut, katanya, mirip pasar di Hong Kong dimana penjualnya adalah etnis Tionghoa dan makanan yang dijajakan pun kuliner khas etnis tersebut. Tapi suasana ini baru akan terasa ‘hidup’ jika kita berkunjung pada malam hari. Sedang kalau siang hari, hanyalah pertokoan biasa yang menjual aneka barang, seperti elektronik, dll. -Diana Runtu.


10

Kreasi

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

“Kecak Masterpiece”

Kreasi Gabungan Kecak dan Tek Tok

Style

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Gaya Sarung Masa Kini Kini, sarung sudah menjadi pilihan busana dan menjadi bagian dari dunia fashion. Apalagi sarung bisa dikenakan pria dan wanita. Selain itu sarung sekarang luar biasa variasinya, baik motif maupun warnanya.

M

enurut Dwi Iskandar, Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Denpasar, industri sarung di negara kita memang luar biasa.

“Kecak Masterpiece”

Setelah beberapa hari pertemuan di Alengka, Rama, Laksamana, dan Wibisana mengadakan pertemuan untuk membahas siasat pertempuran melawan Kumbhakarna. Disisi lain, Dewi Sita sangat merindukan Rama yang belum berhasil mengalahkan Rahwana. Sri Rama akhirnya mengutus Sang Hanoman Si Kera Putih dengan pasukan kera untuk menghadap Sang Sugriwa. Sugriwa dan Hanoman diiringi pasukan kera bertemu dengan Rama dan Laksamana. Sang Rama menyarankan agar pasukannya secepatnya menyusun siasat untuk menghadapi Kumbhakarna.

D

i Negeri Alengka, Kumbhakarna dengan para raksasa sedang bersiap-siap untuk menghadang pasukan Rama dan kemudian perang pun terjadi. Kumbhakarna berperang dengan pasukan kera yang dipimpin oleh Sugriwa dan Hanoman. Tiba-tiba Kumbhakarna terdesak oleh pasukan kera yang dipimpin oleh Sugriwa dan Hanoman. Kumbhakarna kemudian berubah menjadi raksasa besar dan mengobrak-abrik pasukan kera. Sang Rama dan Laksa-

mana mengeluarkan panah sakti satu persatu. Anggota badan Kumbhakarna dipanah hingga Kumbhakarna gugur sebagai pahlawan Alengka. Sang Rama dan seluruh pasukannya sangat bahagia karena telah berhasil mengalahkan Kumbhakarna. Itulah jalan cerita yang ditampilkan dalam pertunjukkan “Kecak Masterpiece” di Bali Theater, Bali Safari & Marine Park. Ratusan penari dengan suara cak…cak…cak…berhasil memukau penonton. Tak hanya tarian, pementasan juga dimeriahkan dengan permainan

tata lampu dan akrobat penari bergelantungan di udara. “Bali tidak kekurangan bahan seni untuk dieksplorasi. Tari Kecak bisa lebih menarik berkat kemasan dan perform yang luar biasa,” ujar I Gede Sukarta, GM Kayu Raja Villa usai pementasan. “Kecak Masterpiece” merupakan sebuah pertunjukan spektakuler berdurasi satu jam, dibawakan oleh 115 penari. Pementasan ini merupakan atraksi terbaru dari Bali Safari & Marine Park. Pencarian tentang asal mula Kecak sebagai tarian ikonik dari Bali bermuara di desa Bone,

Gianyar. Tahun 1930 seorang ahli tari bernama Wayan Limbak bekerja sama dengan seniman dan musisi asal Jerman, Walter Spies. Mereka bersama merework tari Sanghyang, sebuah tarian kuno yang digunakan untuk pengusiran roh jahat. Kolaborasi artistik tersebut menghasilkan suatu bentuk tarian memesona yang hingga kini mampu menjadi sorotan budaya bagi para pengunjung yang berlibur di Bali. Lingkaran konsentris dibentuk oleh sejumlah penari lelaki bertelanjang dada diiringi dengan nyanyian dan alunan musik mencekam membawa penonton untuk masuk dan menyaksikan pertarungan antara kebaikan melawan kejahatan yang diambil dari kisah epik legenda Ramayana. Dengan format baru yang berani, mampu menjamin akan memesona siapa pun yang menyaksikannya, baik bagi yang sudah terbiasa dengan tarian ini, atau pun generasi muda yang baru pertama kali melihat pertunjukan Kecak. “Mengikuti jejak Limbak, I Made Sidia, salah satu kore-

ografer dan pengarang sandiwara terkemuka di Indonesia, menghadirkan kreasi baru ke dalam salah satu tarian Bali terfavorit ini. Melalui hasil dari perundingan dengan berbagai pihak, Made Sidia berhasil menggabungkannya dengan tarian Tek Tok— tarian yang juga bergantung dari ritme suara manusia, tanpa kehilangan esensi asli dari tarian Kecak ini sendiri,” ujar Wiliam Santoso, GM Bali Safari & Marine Park. Sebagai pendukung untuk menjadikannya pertunjukan yang modern dan state-of-theart, “Kecak Masterpiece” didukung oleh pencahayaan mengagumkan dipadu dengan musik beserta efek yang semuanya dirancang untuk memberi sentuhan yang mendalam kepada para penonton. “Kecak Masterpiece” dihadirkan setiap hari mulai pukul 16.30 hingga 17.30 di Bali Theatre, kecuali Senin. Ada paket yang bisa disesuaikan dengan pilihan Anda, Hanya menonton pertunjukan Kecak atau pertunjukan Kecak diikuti Seafood BBQ pada pukul 18.00. –Ngurah Budi

“Bali tidak kekurangan bahan seni untuk ­dieksplorasi. Tari Kecak bisa lebih menarik berkat kemasan dan perform yang luar ­biasa” I Gede Sukarta

Rasanya hampir tiap orang di Indonesia a ini memiliki sarung dahulu amat lekat dengan kegiatan ritual agama. Dikatakannya, IFC, ingin

mengangkat dan kembali mempopulerkan sarung sebagai tren mode. Bahwa sarung tidak hanya untuk sembahyang. Sarung, bisa menjadi sangat menarik ketika dipadukan dengan sepatu olahraga ataupun sepatu resmi tergantung acara yang dihadiri. Gaya bebas diperlihatkan oleh para pentolan dunia mode Indonesia kali ini. Para pengurus IFC Indonesia ini pun tampil bersarung, dengan gaya lokal yang kekinian dan pastinya sesuai karakternya masingmasing. Keren kan? – Sri Ardhini

15


16

Edukasi

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Kenalkan Enterpreneur dari Masalah tim, manajemen, marketing/ me­ masarkan produk. Dengan kegiatan ini mainset mereka sudah dkenalkan menjadi kreatif,” ujar Ana Maria Hari Sestiani.

Enterpreneur (kewirausahaan), kini sudah mulai diselipkan dalam dunia pendidikan. Tak hanya di tingkat sekolah menengah dan perguruan tinggi, namun sudah diterapkan pada anak-anak tingkat sekolah dasar. Hanya saja pengemasannya yang dibuat berbeda agar anak-anak menjadi kreatif dan inovatif.

“D

alam kuri­ kulum 2013, di SMP dan SMA, entrepreneur ini masuk dalam salah satu mata pelajaran. Sementara di SD, masuk dalam salah satu tema, yang kemudian diangkat menjadi acara ini,” ujar Kepala SD Tunas Daud, Dra. Ana Maria Hari Sestiani, M.Pd. di sela-sela kegiatan “Tunas Daud Learning Inovation Festival 2016”, pekan lalu. Kegiatan ini dikatakannya seka­ ligus untuk menghadapi tantangan MEA, dimana adanya persaingan sebebas-bebasnya antara negaranegara di ASEAN. Pengenalan entrepreneur sejak kecil yang dimu­ lai dari dunia pendidikan ini, le­ wat kegiatan tersebut bertujuan mengajak anak muda untuk ikut produktif menciptakan karya yang dijual, menjadikan anak muda gen­ erasi yang kreatif inovatif dengan mengubah pola pikir untuk men­

ciptakan hal-hal yang baru, unik, dan menarik. Devolopment Coordinator Tu­ nas Daud School, Vony A. Susanta, S.Pd., M.Pd.K. menambahkan, agenda tahunan ini dikemas ber­ beda dari tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini, apapun yang dibuat siswa berangkat dari permasalahan yang mereka temui di lapangan. Mereka bahkan sudah membuat logo, nama, dan moto perusahaan,” ujarnya. LEARNING CYCLE Anak-anak dari tingkat SD, SMP, dan SMA berlomba-lomba menawarkan ide kreatif mereka yang kemudian digodok, dan di­ pamerkan dalam acara tersebut. Ada yang menawarkan kuliner, barang kerajinan daur ulang, hingga produk/presentasi sains. Ana Maria Hari Sestiani men­ jelaskan, sebelum diperesentasikan untuk publik, ada beberapa tahapan

Anak-anak menawarkan produknya kepada konsumen, menjelaskan bahan dan proses pembuatannya

yang dilalui, yang mereka sebut learning cycle. Pertama, exploring. Pada tahap awal ini, anak-anak diminta mengeksplor dan mencari ide sebanyak-banyaknya melalui internet dsb. Setelah ketemu ide (berinovasi). Kemudian masuk ke tahap kedua, planning. Di tahap ini, anak-anak diajak merencana­ kan apa yang akan dibuat dari ide sebelumnya. “Mereka membuat perencanaan dalam bentuk pro­ posal, kenapa memilih itu, dsb,” ucapnya. Tahap ketiga, doing, yakni melakukan apa-apa yang sudah direncanakan yang dilakukan ber­ sama-sama guru. “Untuk anak-anak SD, masih dibantu guru, tapi anakanak SMP dan SMA sudah benarbenar dilepas. Namun semua tetap

dalam bimbingan dan pembinaan dari guru,” imbuhnya. Dalam tahap doing ini, dilakukan beberapakali percobaan sampai hasilnya benarbenar final. Baru kemudian masuk ke tahap keempat, communicating, yang diaplikasikan dalam bentuk pameran ini, melalui stan-stan. Pada tahap ini anak-anak di­ tuntut bisa mengomunikasikan produk yang dipamerkan/ditawar­ kan kepada konsumen. Seperti, apa bahannya, bagaimana prosesnya, apa fungsinya, dll. Tahap terakhir adalah reflecting, yakni mengevalu­ asi diri/produk/kegiatan tersebut untuk diperbaiki pada tahun beri­ kutnya. “Dari kegiatan ini banyak hal yang bisa dipelajari. Mereka berani berbicara, belajar presentasi, berkomunikasi dengan publik, kerja

PUDING JAMU Salah satu ide dari anak-anak kelas IV mengangkat tentang jamu. Kenapa memilih jamu? Berangkat dari permasalahan, secara umum masyarakat Indonesia membutuh­ kan kehidupan sehat tanpa obat. Inovasinya dengan toga menjadi obat alami, dan yang paling mudah adalah jamu. Namun, seringkali masyarakat enggan minum jamu karena rasanya kurang enak/pahit. Untuk itu, anak-anak ini menjawab permasalahan tersebut dengan mengkreasikan jamu dalam warna baru yakni menjadi puding jamu dan es krim seledri. Menikmati obat (dengan banyak fungsi un­ tuk kesehatan) dalam suasana berbeda. “Jadi, kebutuhan akan makanan sejat sudah terjawab,” tegasnya. Dengan kegiatan ini, Vony A. Susanta berharap anak-anak bisa belajar berpikir sesuatu yang baru, berani berinovasi. Dari yang kecil ini kelak akan menjadi besar, bisa berbisnis sendiri dan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Ini sejalan dengan program pemerintah yang mencanangkan ekonomi kreatif. “Alangkah baiknya dimulai dari yang kecil, sehingga nantinya pasti berhasil baik. Mini­ mal bermanfaat untuk diri sendiri dan berguna untuk masyarakat ba­ nyak,” tandasnya. –Inten Indrawati

Menikmati Stroberi Segar agar Pikiran Segar Hari Minggu atau hari libur, luangkan waktu un­ tuk menyegarkan pikiran. Lepaskan diri dari rutinitas pekerjaan. Caranya dengan jalan-jalan bersama keluarga menikmati pemandangan alam. Tempat yang bisa dijadi­ kan tujuan adalah kawasan Bedugul. Ada kebun raya, ada pasar buah dan sayur, ada danau Beratan. Tinggal pilih mana lokasi yang akan dituju. Memasuki kawasan Be­ dugul, Anda sudah disambut udara sejuk yang sesekali berkabut. Pedagang stroberi di sisi kiri dan kanan menjajakan dagangannya. Jika ingin memuas­

Perosotan di areal Danau Beratan

kan hasrat belanja, langsung saja menuju Pasar Candikuning. Pasar ini tidak hanya menyedi­

Stoberi di Pasar Candi Kuning

akan buah dan sayur. Kerajinan tangan dan beraneka ragam kaus sebagai souvenir juga tersedia. Namun, kebanyakan konsumen datang untuk mem­ beli buah dan sayur. Stroberi pun menjadi buah yang paling diburu. Luh Sari, salah seorang pedagang menuturkan, kalau sedang musim stroberi, pa­ sokan berlimpah. Tetapi, kalau tidak musim, hanya sedikit yang bisa dijual. Harganya pun demikian. Kalau tidak musim­ nya, harga bisa Rp 60 ribu per kg. Tetapi, kalau musim, harga bisa lebih murah. Dari pasar Candikuning, Anda bisa berwisata ke Da­ nau Beratan. Ada satu Pura yang kerap menjadi objek foto karena lokasinya dikeliling air danau. Momen untuk foto bersama jangan sampai terlewatkan. Jika ingin menjajal danau, sewalah perahu bebek. Tarifnya Rp 35 ribu untuk satu perahu bebek yang harus dikayuh agar bisa maju atau mundur. Anak-anak juga disediakan wahana permainan seperti jung­ kat-jungkit, ayunan, dan perosotan di areal ini. Jika sudah lelah, silakan istirahat dan menikmati makan siang di kafe atau

Dara

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Tukar Kado biar Romantis

Valentine merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu oleh para remaja. Bagi mereka peringatan hari Valentine sangatlah berkesan bagi mereka. Namun, ada juga yang menilai hari Valentine itu hari biasa saja seperti harihari lainnya.

“M

emang sih hari Valentine itu identik dengan hari kasih sayang,tetapi bukan berarti kita hanya mem­ peringati kasih sayang tanggal 14 Februari saja. Seharusnya kita setiap hari memperingati kasih sayanglah seperti misalnya kasih sayang kepada orangtua, mem­

berikan kasih sayang kepada orang yang kita cintai dan kita sayangi, serta juga kita memberikan kasih sayang kepada teman-teman maupun sahabat kita. Valentine ini sudah ditunggu oleh mereka karena mereka ingin mengung­ kapan rasa kasih sayang mereka kepada pasangan mereka dengan memberikan sesuatu hadi­;ah,” ungkap Putu Lilik Adnyani

Anggara Putu Dharma Putra

Ia pun mengaku hadiah yang sering ia berikan hanya coklat dan bunga mawar saja. Itu hanya untuk sebagai pengingat hari kasih sayang. Biasanya ia dan pasangan­ nya saling tukar hadiah biar lebih romantis. Mengenai tempat merayakan hari kasih sayang, Lilik mengaku lebih senang di Puputan Badung,

Suasana Lapangan Puputan Badung

Berburu Boneka dan Cokelat Pancake Stroberi

restoran yang ada di dekat da­ nau, salah satunya restoran de Danau. Restoran ini menyediakan kebun petik stroberi serta sajian berbagai makanan dan minuman berbahan dasar stoberi. Cobalah

Jus Stroberi

untuk menikmati segarnya jus stroberi serta pancake stroberi sambil menikmati pemandangan Danau Beratan. Makanan dan minuman segar, pikiran pun ikut segar. –Ngurah Budi

Boneka dan cokelat merupa­ kan benda yang paling dicari un­ tuk hadiah Valentine. Konsumen tinggal pilih, boneka harga berapa yang mau dibeli. Ni Kadek Dewi,

salah seorang penjaga di toko boneka mengatakan harga boneka di tokonya paling murah dari Rp 30.000 dan paling tinggi ­Rp 600.000.

Disini selain boneka, tokonya menyediakan pernak-pernik khusus wanita, misalnya seperti bunga plastik, kalung, cincin, an­ ting- anting, ikat pinggang, tas, sandal, alat kecantikan, dan masih banyak lagi. “Valentine ini kami tidak menaikkan harga, jadi harg­ anya masih akan tetap seperti hari biasa. Untuk promo ter­ gantung situasi,” ujar perem­ puan asal Ubud ini seraya mengatakan boneka yang di­ jual dipesan dari pembuatnya di Batubulan, Gianyar. Sementara itu, Teni Sadeli, staf di sebuah swalayan menga­ takan cokelat yang paling laku saat Valentine. Harga cokelat bervariasi mulai Rp 20 ribu sampai Rp 200 ribu. “Pem­ belinya kebanyakan anak-anak muda,” ujar Teni. –Juni/Suarni

sembari merasakan suasana yang asri di tengah kota. Mereka bisa menghirup udara segar sembari sambil bercengkrama dengan pasangan. Tempat lain yang juga didatangi adalah pantai Sanur. “Sebagai generasi muda ten­ tunya bisa memaknai apa itu hari kasih sayang yang sebenarnya. Kita bisa merayakan kasih sayang itu tidak hanya pada saat tanggal 14 Februari saja tetapi kita bisa hampir setiap hari. Janganlah pada saat hari raya Valentine ini kita jadikan ajang buat untuk saling membuktikan keseriusan cinta mereka. Karena kenapa kita tidak boleh munafik dengan kejadian seperti ini, para pemuda itu pas­ tilah akan saling mengungkapkan rasa kasih sayang mereka. Nanti­ nya nanti biar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas seperti seks bebas. Mari kita maknai hari kasih sayang ini dengan rasa kasih mengasihi kepada siapa pun itu,” tandasnya. Ketua Seka Teruna Giri Mekar Br. Lawak, Desa Belok, Keca­ matan Petang I Wayan Yogiana mengartikan hari Valentine itu hari kasih sayang untuk para pe­ muda dengan para teman-teman dan kekasihnya. Pada saat Valen­ tine mereka berbagi hadiah atau jalan-jalan. “Setahu saya mereka meng­ habiskan waktu di tempat-tem­ pat indah seperti pantai dan tempat makan. Yang penting bisa menghabiskan waktu den­ gan para teman-teman atau pasangan,” ujarnya. Ia mengaku pernah mera­y akan Valentine dengan pacar. Mereka saling tukar kado. Mengenai perayaan Valentine dengan cara menyewa pengina­ pan, Yogiana mengatakan ter­ gantung dari bagaimana mereka memaknai Valentine. “Kalau saya

9

tidak pernah mempermasalah­ kan hal itu karena mereka pu­ nya pendapat dan cara mereka meraya­k an hari Valentine ini dengan pasanganya atau orang yang mereka sayangi,” ujarnya. AJARAN BHAKTI Menurut dosen Fakultas Dharma Duta IHDN Den­ pasar Anggara Putu Dharma Putra.S.Sos.H,.M.Fil.H., dari sudut pandang agama Hindu tidak mengenal Valentine namun hari kasih sayang tersebut diang­ gap sebagai salah satu penerapan ajaran bhakti. “Menurut saya kasih sayang bisa diterapkan se­ tiap hari atau kapan saja kepada orangtua, teman atau pun sau­ dara, bukan hanya kepada pacar saja,” ujarnya. Ia menambahkan wujud kasih sayang tidak harus memberikan hadiah, rasa kasih sayang bisa di tunjukan dengan perhatian atau jika di rumah cukup dengan menghormati dan patuh ke pada orangtua.Karena bhakti menurut Agama Hindu merupakan luapan perasaaan kasih sayang yang dilandasi pikiran yang suci dan ketulusikhlasan tapa pamrih. “Sebagai generasi muda hen­ daknya memaknai hari kasih sayang dengan positif. Luapan perasaan cinta kasih sayang hen­ daknya dilandasi kebersihan pikiran, kesucian hati dan ketulusan dan keikhlasan yang tampa pamrih. Bukan hura-hura seperti kebanya­ kan anak muda zaman sekarang yang mengikuti trend budaya Barat yang lebih menampilkan sisi kasih sayang sebagai dorongan nafsu be­ laka. Sebagai generasi muda Hindu hendaknya kembali pada konsep bhakti yang menjunjung tinggi nilai luhur dan berpahala kemuliaan,” ujar Dharma Putra. –Rukanta/Pasek/Vijay


8

Bunda & Ananda

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Griya

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Kasih Sayang tanpa Memanjakan Pintu Anti Air dan Rayap Pagi hari kesibukan di rumah Bu Yani sudah terlihat. Bu Yani memask sedangkan suaminya sibuk mengurus dua anak mereka. Kadang teriakanteriakan kecil terdengar dari mereka. “Kami memang berbagi tugas. Saya menyiapkan makan, ayahnya menyiapkan keperluan sekolah. Anak-anak zaman sekarang manja. Semua serba diurus. Beda dengan zaman saya kecil dulu,” ujar Bu Yani kepada temannya di kantor.

Miranti Ayuningtyas, S.Psi

T

ernyata pengalaman temannya pun sama. Pagi hari, waktu berlalu dengan cepat karena semua sibuk. Ada yang memandikan anak, menyisirkan rambut, memasang sepatu, mengikat tali sepatu, menyuapkan makanan, hingga mengecek peralatan sekolah. “Anak saya dari TK sampai kelas 2 SD tidak bisa mengikat tali sepatu. Biar tidak repot, saya belikan sepatu yang tidak pakai tali. Tetapi, kelas 3 SD, dia sudah bisa mengikat sendiri,” kenang Bu Ita tentang kerepotan mengurus sepatu anaknya. Bu Yani menambahkan kesibukan di pagi sudah menjadi rutinitasnya. Namun, karena dikejar waktu agar tidak terlambat sampai di kantor dan anak tidak terlambat sampai di sekolah, ia harus serba cepat. Untuk sarapan, ia membuat yang praktis. Masakan itu juga dijadikan bekal oleh anaknya. “Kesibukan para orangtua di pagi hari ini merupakan bentuk kasih sayang kepada anak. Tetapi, harus dilihat juga usia anaknya. Kalau umur masih kecil dan layak untuk dilayani seperti disuapi, itu wajar. Tetapi, kalau sudah besar masih disuapi, kan malu ya,” ujar Miranti Ayuningtyas, S.Psi, ang-

gota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali. Perempuan yang akrab disapa Anti ini mengatakan kasih sayang orangtua kepada anak harus disesuaikan dengan usia anak. Orangtua tidak boleh terlalu berlebihan dalam menunjukkan kasih sayang karena kalau berlebihan bisa memicu anak menjadi manja. Abti mencontohkan urusan mengikat tali sepatu. Sebaiknya biarkan anak mencoba sendiri sesuai kemampuannya. Biasanya orangtua yang geregetan karena anaknya lama, akhirnya orangtualah yang mengikatkan. Hal ini membuat anak tidak mau berusaha lagi dan merasa semua akan diurus orangtua. “Jalan pintas yang dilakukan orangtua ini menjadi awal munculnya sifat manja pada anak,” kata perempuan kelahiran Madiun, 3 Januari 1984 ini. Hal yang seharusnya dilakukan orangtua adalah membiarkan anak berusaha sendiri melakukan aktivitasnya. Orangtua hanya mengawasi. Kalau anak berhasil, berikan ia pujian agar ia merasa percaya diri. Kalau belum berhasil, beri kesempatan lagi agar anak mau berlatih. Kadang ada orangtua yang mengurus anaknya sembari ngomel-ngomel apalagi mengatakan si anak pemalas. Hal tersebut sebaiknya jangan dilakukan karena anak kecil ibarat spon yang menyerap semua yang didengar. Jika dikatakan pemalas ia akan merasa dirinya memang pemalas. Bahkan kemalasannya makin menjadi-jadi. Ada anak yang mampu melakukan tetapi tidak mau melakukan aktivitasnya, itu tergolong malas. Kalau anak mau tetapi tidak mampu, ini harus dikonsultasikan ke ahli tumbuh kembang. Bisa jadi ada kelainan yang segera harus diatasi. Deteksi dini ini yang harus diperhatikan orangtua, mulai dari hal sederhana, seperti cara memegang pensil, memegang tali sepatu, atau yang berhubungan dengan motorik halus. Jika harus

perlu terapi, sesegera mungkin bisa dilakukan Satu hal lagi, mengenai waktu yang mendesak, istri I Nyoman Tribayu,S.H., M.Kn. ini mengatakan semua bisa diatur. “Orangtua juga harus berubah. Jangan hanya anak saja yang disuruh cepatcepat. Orangtua juga harus memberi contoh, misalnya bangun lebih pagi agar bisa menyiapkan semuanya lebih awal. Kalau urusan rumah tangga beres, perlengkapan anak juga beres, pasti semua senang. Saling mengerti sesama anggota keluarga juga

17

Di musim penghujan ini, ada kekhawatiran bagi mereka yang menggunakan material kayu pada interior maupun eksterior huniannya. Kayu lapuk, menciut, dan dimakan rayap adalah beberapa keluhan yang kerap dialami konsumen. Apa solusinya?

www.parenting.co.id

Ilustrasi anak kecil memasang tali sepatu

bagian dari kasih sayang,” ujar ibu tiga anak, Rangga, Raiya, dan Rama ini. Alumnus Jurusan Psikologi Universitas Surabaya yang kini bekerja di di RS Sanglah Denpasar ini menambahkan kasih sayang

bisa diberikan tanpa harus berlebihan dan memanjakan anak. Kalau yang terjadi pemanjaan, dampaknya anak menjadi tidak mandiri, tidak menghargai lingkungan, dan bisa menjadi “tukang perintah”. –Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit Batu BElah

Di desa terpencil Tanah Gayo tinggal sebuah keluarga miskin, terdiri dari suamiistri dan dua anaknya. Pekerjaan sehari-hari suami adalah menggarap sawah. Karena musim kemarau panjang, ia beralih menMade Taro jadi pemburu. Suatu pagi sebelum berangkat ke hutan, sang suami berpesan kepada istrinya, “Istriku! Jangan sekali-kali membuka lumbung padi! Di dalamnya tidak ada padi, tetapi tersimpan ratusan belalang yang kutangkap sejak dua bulan lalu. Belalang itu akan kita masak kalau aku gagal berburu.” Setelah matahari condong ke barat, sang suami belum juga pulang. Kedua anaknya yang masih kecil itu menangis kelaparan. Ia bisa menghentikan tangis anaknya yang menetek, tetapi anaknya yang lebih besar merengek terus minta makan. Akhirnya sang ibu menyuruh anak itu menangkap beberapa ekor belalang dari dalam lumbung. Belalang itu akan dipanggang sebagai teman nasi jagungnya. Namun sial! Ketika anak itu membuka pintu lumbung, belalang-belalang itu beterbangan keluar. Lumbung itu kosong. Sang anak masih juga menangis. Pada saat itulah, sang pemburu itu datang. Hatinya sangat jengkel karena tak seekor hewan pun yang tertangkap. Apalagi sesampai di rumah, ia mendengar semua belalang dalam lumbung itu terlepas gara-gara perbuatan

anaknya yang gegabah. Ia tidak memarahi anaknya, tetapi ibunya yang menyuruh sang anak mengambil belalang. Diambilnya sepotong rotan, lalu memukul istrinya berkali-kali. Ibu yang sedang menggendong anaknya itu mengaduh kesakitan, namun laki-laki pemburu itu tambah kalap. Ia mengambil pisau lalu memotong rambut istrinya. Sambil menahan rasa sakit, ibu dua orang anak itu diam-diam meninggalkan rumah. Ia merasa di rumah itu tidak ada kedamaian. Ia merasa tak seorang pun yang mau mendengarkan isi hatinya. Tibalah ia di sebuah hutan yang sunyi. Ketika beristirahat di bawah pohon rindang, ia melihat di sebelahnya berdiri sebuah batu besar berbentuk bulat telur. Di tengah-tengahnya terdapat sebuah celah memanjang. “Inilah rupanya yang disebut batu belah. Konon, batu itu dapat mendengarkan semua keluhan,” bisiknya. Ia bersujud di depan batu itu sambil melantunkan lagu sedih. “Terimalah aku, Ibu! Aku ingin pulang ke haribaanmu.” Lagu itu dinyanyikan berulang-ulang sambil menangis. Ajaib, belahan batu itu terbuka melebar. Tanpa ragu-ragu sang ibu masuk ke liang batu itu. “Jangan, Bu! Jangan, Bu!” Tiba-tiba anak ibu itu muncul. Ia menggendong adiknya yang menangis. Ia berusaha menarik sang ibu, tetapi tubuh ibunya sudah tertelan batu. Anak itu hanya berhasil menarik tujuh helai rambut sang ibu. Konon batu yang meninggalkan riwayat menyedihkan itu masih terpelihara sampai sekarang di Tanah Gayo, Sumatra. Batu belah itu mengingatkan penduduk setempat mengenai nilai-nilai kehidupan manusia.

S

ampai saat ini, penggunaan kayu sebagai material kusen maupun daun pintu masih banyak digunakan. Namun, tak sedikit pula yang mulai meninggalkan kayu dan beralih ke material lain, terutama para kontraktor atau developer. Alasan mereka, kayu mudah lapuk apalagi di musim penghujan. Material kayu juga riskan dimakan rayap apalagi untuk daerah tropis seperti Indonesia. Ada beragam pilihan material yang lebih tahan terhadap air dan rayap, salah satunya adalah kusen atau pintu yang terbuat dari bahan wood plastic composite (WPC). Bahan ini merupakan gabungan antara serat/serbuk kayu dan polymer (vinyl). “WPC ini tahan air dan rayap, tampilannya menyerupai kayu karena memang campuran serbuk kayunya 50% dari komposisi, dengan daya tahan dan keunggulan polymer,” ujar Diani Armeni, Marketing CV Serba Jadi yang merupakan distribu-

tor Bali produk ini. Tak hanya itu, selain menjadi pilihan pengganti kayu, WPC yang sudah lulus uji ketahanan terhadap rayap ini, dijelaskan Diani perlakuannya juga sama dengan bahan kayu. Dapat dipaku, digergaji, dilem, bahkan difinishing layaknya pintu kayu (politur, varnish, melamine, duco, laminating, dll). Harganya pun tak jauh berbeda dengan kayu dengan kualitas bagus. WPC ini tersedia untuk produk interior, seperti kusen, pintu, partisi, wall panel, plafon, lis plint lantai, dan lambersering, yang daya tahannya mencapai 10 tahun. “Selama tidak terkena paparan sinar matahari langsung. Sekarang sudah banyak hotel, perkantoran, rumah sakit, dan rumah-rumah KPR yang menggunakan WPC,” ujar Diani. Bahkan, rumah-rumah pribadi pun kini juga melirik ke penggunaan WPC ini terutama yang bermasalah dengan dinding.

foto: net

“Ada beberapa konsumen rumah tangga, datang dengan keluhan dindingnya jamuran karena lembab, jadi pilihannya memakai wall panel WPC ini,” kisahnya. Kusen dan pintu dari bahan WPC ini pun ia rekomendasikan untuk di kamar mandi dengan tingkat kelembaban yang tinggi. “Produk WPC sudah tidak ada kembang susutnya, jadi tidak mungkin menciut seperti pintu kayu pada umumnya,” imbuhnya. Selain interior, sekarang ini WPC juga banyak diaplikasikan pada eksterior sebagai lantai/ deck di tepi kolam renang, di taman (garden deck), dll. -Inten Indrawati

foto: net


18

Life

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Pertahankan Eksistensi dengan Dangdut

Lahir dari keluarga sederhana yang mengajarkan disiplin mulai dari hal-hal yang bersifat prinsip, membuat Ayu Setyawati tumbuh menjadi anak yang mandiri dan percaya diri. Memiliki tinggi di atas rata-rata gadis seusianya dan kecantikan yang alami, setamat SMA tahun 1989, Ayu yang tertarik dengan dunia modeling ini telah berani meninggalkan Lombok menuju Surabaya, Jawa Timur untuk menemukan jati dirinya di bidang yang akhirnya membesarkan namanya ini.

Menjadi penyanyi terkenal tentu tidaklah susah tetapi mempertahankan eksistensi lah yang tidak mudah. Maka dari itu setiap penyanyi harus memiliki ciri khas dalam se­ tiap aksi panggungnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Gusti Kadek Agus Merta Jaya, penyanyi kelahiran Banjar Dangin Pura, Desa Panji, Kecamatan Buleleng ini.

P

ian bakat di salah satu radio di Denpasar. Namun, ia tidak lantas berpuas diri. Hingga kini ia telah merilis enam album kompilasi dan satu album solo yang berjudul ”Tenang Gen Luh”. Pasangan duet Trio Takur dan Bayu Krisna ini juga tidak cepat berbangga diri karena dalam waktu dekat akan mengeluarkan klip video yang masih dalam proses penggarapan bersama Ayu Dwigita berjudul ”Kedek Gratis”. “Lagu ini ciptaan dari Dek Arta, arranger ternama di Bali dan sekaligus produser dari Harta Pro,” lanjutnya. Mengambil tema cinta dalam setiap lirik lagunya, salah satu personil grup lawak Tiga Siluman ini ingin mengarahkan masyarakat

Berbagi untuk Dinikmati Memaknai hari kasih sayang atau yang lebih dikenal dengan hari Valentine, bagi sebagian besar masyarakat sudah jauh menyimpang. Kasih sayang yang dimaksud ditujukan kepada orang-orang tersayang yang tentunya berlainan jenis.

Seperti misalnya kasih seorang laki-laki kepada perempuan atau kasih kepada seorang pacar. Namun, berbeda halnya dengan Ni Luh Mudrasih, S.E. yang memaknai hari kasih sayang secara luas. Sebagai kepala PAUD Tri-

Hasil kerajinan dari kain flanel

pendengar untuk bisa memilih mana kiranya yang akan membawa ke masa depan yang lebih baik. Sekaligus ia ingin mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk selalu menghargai, mencintai dan melestarikan seni budaya Bali. “Kalau seni sudah bisa melekat di diri kita dan kita bisa mengeksposnya dengan baik pastinya hidup ini akan terasa damai dan indah,” imbuhnya. Sebagai penyanyi asal Buleleng, Ngurah Panji memakai nama desa kelahirannya sebagai nama komersil. Ia sangat berharap ketika manggung di luar daerah, orang yang belum pernah mendengar Desa Panji menjadi tahu setelah menerangkan nama amerta Singaraja, dia mempunyai pandangan bahwa merayakan hari kasih sayang tidak hanya di hari Valentine tetapi setiap hari. Rasa kasih seharusnya sudah mulai tumbuh sejak usia dini dan berawal dari hati. Memaknai kasih juga bukan perkara menerima tetapi juga memberi sehingga sama-sama merasakan indahnya berbagi. Kasih yang menurutnya adalah saling mengampuni, saling menga­sihi, dan saling menyayangi. Begitu juga terkait de­ngan perayaan hari Valen­tine yang saat ini kerap kali salah dimengerti oleh sebagian orang. Kalau sebagian orang meng­ ekspresikan kasih sayang de­ ngan pasangan, tidak demikian pengertian kasih sayang dalam dunia pendidikan. Sebagai pendidik anak usia dini, tidak memungkinkan anak me­

Edisi 888/15 - 21 Februari 2016

D

Gusti Kadek Agus Merta Jaya

komersilnya. Hal selanjutnya yang bisa dilakukan untuk membanggakan Buleleng adalah selalu berusaha untuk menampilkan karya-karya agar berprestasi dan mengharumkan daerah kelahiran dengan hal-hal yang positif. Penyanyi sekaligus penyiar radio ini juga sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat Buleleng

Ni Luh Mudrasih, S.E.

nunjukkan kasih sayang dengan cinta-cintaan. Tentu dari hal tersebut, maka memaknai hari kasih sayang bukan dari sudut pandang orang dewasa. Mudrasih sangat antusias saat membahas hari kasih sayang. Ia mengajarkan kepada siswanya untuk bisa membagi apa yang dimiliki agar bisa juga dinikmati oleh orang lain. “Anak-anak kan kadang gak suka kalau apa yang dia punya dibagi dengan teman,” imbuhnya. Jika dikaitkan dengan pemaknaan hari valentine, Bu Luh sapaan akrabnya

7

Belajar Banyak Karakter berkat Akting

Ngurah Panji

ersaingan yang sangat ketat dalam dunia tarik suara membuat pria kelahiran 2 November ini selalu tampil energik dalam setiap shown. Membawakan lagu-lagu ber-genre dangdut yang mendominasi setiap penampilan membuatnya memiliki citra tersendiri dimata penikmat musik khususnya gending Bali. “Saya selalu mengutamakan interaktif dengan penonton,” ujar putra dari pasangan I Gusti Ketut Kertia (alm) dengan Jro Ketut Sariati. Hal inilah yang membuatnya berbeda dengan penyanyi Bali lainnya. Pria yang akrab disapa Ngurah Panji ini pernah menjuarai pencar-

Story

khususnya untuk selalu mendukung seniman-seniman asal Buleleng agar nantinya tetap ajeg dan mengharumkan nama Buleleng di dunia seni. Bahkan dia juga tidak fanatik dengan kritik yang tentunya bersifat membangun untuk lebih baik lagi sehingga karya-karyanya bisa tampil di setiap acara yang diselenggarakan di Buleleng. -Wiwin kurang setuju kalau hari kasih sayang hanya diperingati setiap 14 Februari saja. Baik di rumah, di sekolah maupun di lingkung­ an anak-anak seharusnya selalu dibimbing agar selalu bisa mencintai sesama. Wanita kelahiran 1 April 1960 itu juga selalu mengajar kepada anak didiknya bahwa kasih tidak hanya ditujukan kepada sesama. Memiliki visi di sekolah yang dia pimpin yaitu mewujudkan anak usia dini yang memiliki rasa cinta kasih terhadap Tuhannya, sesama temannya, keluarga, masyarakat, dan lingkungannya membuat semua anak didiknya paham betul cara berbagi. “Jika setiap orang sudah memiliki kasih maka tidak akan pernah merencanakan jahat,” lanjutnya. Melalui berbagi dengan anak-anak yang kurang mampu juga sangat diharapkan dapat menumbuhkan rasa kasih dari anak didiknya. Selain mengajarkan arti kasih sayang, memberikan contoh secara nyata juga harus dilakukan. Ini dibuktikan semua guru di sekolah yang ia pimpin selalu memberi contoh berbagi kepada guru yang lain. jika guru sebagai teladan sudah memberi contoh yang baik maka anakanak pun akan mencontoh hal yang baik pula. -Wiwin

i sana Ayu yang memiliki tinggi badan 167 cm, masuk sekolah model selama satu tahun. Rupanya, pilihan Ayu yang kekeuh ingin menjadi model akhirnya menemukan peruntungan di sini. Namun begitu, meski Ayu yang memiliki nama asli Yayuk Setyawati ini akhirnya dapat hidup dari dunia modeling, ia tidak larut dalam hingar bingar dan kehidupan glamour yang biasanya ditawarkan panggung dengan gemuruh tepuk tangan ini. Ia tetap menjadi perempuan yang dibesarkan oleh kedisiplinan dan nilai-nilai yang ditanamkan ayahnya yang seorang tentara dan ibundanya yang pekerja keras. Kariernya sebagai model melesat kencang di Surabaya sampai ia juga merambah dunia akting. Di samping sebagai model, ia juga bermain film dan sinetron. Ia sukses meraih cita-citanya. Selain menghiasi layar kaca dan layar lebar, wajahnya wara-wiri di koran-koran, majalah hingga tabloid nasional. Ia bahkan pernah tampil sebagai mo­ del sampul majalah Liberty tahun 1993 dan 1994. Pada saat kariernya sebagai artis mulai naik, nama Yayuk seperti Yayuk Suseno dan beberapa Yayuk lainnya juga tengah berkibar, maka salah seorang sutradara mengganti namanya menjadi Ayu Setyawati. “Sejak itulah nama saya lebih dikenal dengan nama Ayu Setyawati,” ungkap Ayu. Meski berkiprah di dunia akting,

Ayu Setyawati

Ayu yang hingga saat ini masih sebagai anggota PARFI Jawa Timur ini tidak meninggalkan dunia model yang sangat dicintainya itu. Kesibukannya demikian padat dengan berbagai kontrak, namun ia tidak pernah melupakan dari mana ia berasal. Di atas panggung ataupun saat bermain film dan sinetron ia bisa memerankan apa saja, namun setelahnya Ayu akan kembali menjadi dirinya sendiri. “Saya ingat pesan ibu bahwa setinggi apa pun hidup kita kelak, maka jangan lupa akan asalmu dan jadilah diri sendiri,” ujar

pemilik Ayoe Butik Batik Lombok ini. Ayu tetap memegang teguh nilai-nilai dan norma kehidupan yang telah diajarkan orangtuanya. Dari dunia akting Ayu mengaku banyak belajar tentang kehidupan. Ia memperkaya proses hidupnya. Ia bertemu banyak orang dari berbagai kalangan, ia belajar tentang banyak karakter, ia belajar dengan banyak orang dan ia belajar tentang makna kehidupan melengkapi didikan dari ayahanda dan ibundanya, Setyo Utomo dan Andi Nahriah. Dari berbagai peran dan karakter yang pernah dimainkannya, Ayu mengambil hikmah dan bersyukur bahwa ternyata ia masih jauh lebih beruntung dari mereka yang karakter dan kehidupannya yang tidak beruntung seperti yang ia perankan. “Masih ada yang lebih tinggi dari capaian apa yang kita peroleh hari ini,” katanya dengan mata berkacakaca mengingat ketika ia memerankan seorang PSK dalam film “Madu Racun Anak Singkong”, yang mengharuskan ia bertemu dan banyak berdialog dengan para PSK di gang Dolly Surabaya. Ia berkawan dengan tidak kurang dari 10 PSK di sana yang berkisah tentang berbagai ketidakberuntungan hidup mereka sehingga terjerumus ke dunia hitam seperti itu. MAKAN NASI SAMPAI HABIS Meski keduanya telah tiada, Ayu ingat benar pesan ibundanya agar selalu menghormati orang lain dan memberikan senyuman pada siapa saja baik yang dikenal maupun tidak. Itulah sebabnya ketika berbicara, Ayu selalu menyertakan empati pada lawan bicaranya. Eks­ presinya memperlihatkan attitude yang menyenangkan. Siapa sangka Ayu yang pernah main dalam filmnya berjudul “Madu Racun Anak Singkong” dan “Biola Bangsaku” ini, melewati masa kecil tidak den-

gan kemanjaan melainkan ia telah belajar mandiri mulai dari hal-hal yang kecil. Ia telah belajar menabung sejak usia sekolah dasar dari hasilnya bekerja mengisi waktu luangnya. Sejak kecil ia telah terbiasa mengisi waktu luangnya dengan hal-hal positif dan jarang membuang waktunya percuma. Sejak kecil ia telah terbiasa memiliki uang jajan dari hasil kerjanya memanfaatkan waktu luangnya. Ia membantu ibunya berjualan minyak tanah dan memperoleh upah dari hasil kerjanya itu. Sekali lagi ia belajar tentang hal ini pada sang bunda, yaitu mengapresiasi dan menghargai kerja keras orang lain, sekalipun itu anaknya sendiri. “Saya bisa memiliki tabungan setidaknya Rp 50 sebulan masa itu,” katanya. Rp 50 masa itu adalah nilai yang sangat berharga baginya. Tidak itu saja, ia juga membantu ibundanya yang memiliki usaha mebel dengan mengambil bagian sebagai tukang cat bagian dalam lemari. Dari sini ia memperoleh bayaran Rp 10 / lemari satu pintu dan berlaku kelipatannya untuk dua pintu dan seterusnya. “Saya bangga sekali jika membeli sesuatu karena, karena

tidak pernah minta pada orang tua melainkan membelinya pakai tabungan saya sendiri,” ujar ibu tiga anak, Krisna Febrianda (24), Hendra Novembrianda (23) dan Adi Putra (19). Dari ayahnya ia belajar untuk menghargai setiap detil rezeki dari Sang Pencipta. Ia diajarkan untuk bersikap yang santun ketika menghadapi makanan sesederhana apapun itu. Ia juga diajarkan untuk mengambil makanan secukupnya sesuai dengan kebutuhannya. “Masih banyak orang yang tidak bisa menikmati makanan dengan layak, kita telah diberikan rezeki dan tinggal makan di atas meja makan, maka hargailah makanan tersebut mulai dari sikap kita hingga menghabiskannya sesuai dengan kebutuhan,” kata Ayu mengenang ayahandanya. Karena itulah, hingga kini meski Ayu kerap berhadapan dengan makanan yang mewah dan dalam jumlah yang banyak, ia tetap mengambil porsi makanan secukup yang ia butuhkan. “Saya akan makan nasi tersebut sampai benar-benar tak tersisa,” kata perempuan kelahiran Denpasar, 18 Agustus 1968 ini. –Naniek I. Taufan

Datsun Karnaval

Ayu Setyawati saat syuting

PT Nissan Motor Indonesia (NMI) melalui brand Datsun menggelar acara “Datsun Karnaval” di Bali pada Minggu (7/2) di Lapangan Pura Gajah, Sesetan, Denpasar. Datsun Karnaval merupakan kegiatan berkala yang dilakukan NMI dengan tujuan untuk mendekatkan Datsun dengan komunitas maupun masyarakat umum. Indra Yanto, Sales Manager Greator Jabodetabek Datsun Indonesia mengatakan, Datsun Karnaval merupakan komitmen mereka untuk mendekatkan Datsun dengan masyarakat di Indonesia. “Datsun Karnaval Bali ini merupakan yang pertama kami selenggarakan di Indonesia dan digelar sebagai bentuk apresiasi kami terhadap risers yang turut menjadi bagian dari kesuksesan Datsun di Bali,” ujarnya. Datsun Karnaval Bali menghadirkan beragam hiburan yang menyatukan risers dan pengunjung, mulai dari konvoi, coaching clinic, fun games, dan lain sebagainya. Datsun Day menghadirkan berbagai hiburan bagi keluarga yang dibagi menjadi 3 area khusus dengan kategori Father Zone (untuk para pria & ayah); Mother Zone (untuk para wanita & ibu); serta Kids Zone (untuk anak-anak). Setiap anggota keluarga bebas memilih beragam aktivitas menarik dan edukatif seperti, beauty class, lomba menggambar dan mewarnai, serta tak ketinggalan hiburan dari artis lokal Bali, Nanoe Biru. (Ngurah Budi)


6

Woman on Top

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Cari Akar Masalah

Petani cabai di wilayah Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur terpaksa panen dini. Lahan tanaman cabai mereka terendam air luapan Bengawan Solo. Mereka tak ingin cabai-cabai itu mereka membusuk. Meski masih muda (warna hijau) akan cepat membusuk karena terendam air. Agar mereka tidak terlalu banyak merugi, terpaksa dipanen dini.

Menjalankan tugas urusan kesiswaan sejak tahun 2007, telah memberikan banyak pengalaman bagi Jusrah Windia, setidaknya untuk mengenal lebih dekat siswa-siswanya di SMPN 3 Narmada. Mengingat tanggung jawabnya dalam urusan kesiswaan yang mewadahi semua kegiatan siswa di sekolah ini, membuat Windiah harus menyiapkan waktu ekstra untuk menjalankan tugas tambahannya ini.

K

ia juga bertugas sebagai Pembina OSIS di sekolah ini. “Yang paling utama dibutuhkan dalam menjalani tugas urusan kesiswaan ini adalah kita dituntut harus memiliki kemampuan manajemen dan punya pengalaman berorganisasi,” ujar guru bidang studi matematika ini. Windiah merasa beruntung karena dalam menjalankan tugas urusan kesiswaan ini ia dibantu dengan sangat kompak oleh para guru pembina kegiatan-kegiatan di sekolah tersebut. Tugas untuk memantau serta mengkoordinir menjadi bagian penting bagi Windiah dalam menjalani tugasnya tersebut. Dalam membantu kepala

L u h

Y u l i

Y

Jusrah Windiah bersama siswa SMPN 3 Narmada

sekolah meningkatkan prestasiprestasi baik akademik dan nonakademik siswa di sekolah ini, Windiah mengaktifkan 11 ekstrakurikuler dan mengirimkan siswa berprestasi mereka untuk mengikuti berbagai olimpiade pendidikan dan mengadakan kegiatan cerdas cermat saat jeda semester. “Untuk persiapan ujian kelas IX, kami mengaktifkan kelompok belajar dan pemberian materi tambahan di luar jam belajar pada sore hari,” katanya. Tidak itu saja, setiap hari sabtu sore, para guru yang bertugas akan mengunjungi

layu dan tidak tahan lama. Dari anggapan tersebutlah maka timbul keinginan

kelompok-kelompok belajar siswa langsung ke rumah-rumah siswa dimana kegiatan belajar berkelompok itu dilakukan untuk memberikan motivasi serta memantau efektifitas kegiatan kelompok-kelompok belajar tersebut. Perhatian terhadap siswa tidak hanya dilakukan dalam hal yang berkaitan dengan kegiatan sekolah melainkan juga pada siswa-siswa yang kerap bermasalah atau yang suka melanggar disiplin. “Bekerja sama dengan para guru yang berasal dari desa-desa asal siswa, kami mencari tahu

akar masalah mulai dari latar belakang keadaan keluarga dan lingkungan dari para siswa yang kerap bermasalah di sekolah sehingga kami bisa mengetahui cara menyikapi siswa tersebut,” ungkapnya. Inilah salah satu pendekatan yang dilakukan oleh SMPN 3 Narmada, yakni mengajak guru dan siswa untuk mengenal satu sama lain dengan kedekatan tidak semata-mata hubungan belajar mengajar saja. Cara ini dianggap paling mudah dan efektif sebagai metode komunikasi antar sekolah dengan siswa. -Naniek I. Taufan

P u r n a m e n t a r i

Untung Sedikit tapi Puas Beberapa hari sebelum tanggal 14 Februari sebagian orang akan sibuk menyiapkan kado untuk Valentine. Biasanya Valentine selalu identik dengan coklat atau bunga karena kasih sayang diibaratkan semanis coklat dan seindah bunga. Namun, se­ iring perkembangan cara berpikir masyarakat, kasih sayang dengan orangorang sekitar tidak hanya bisa ditunjukkan dengan coklat ataupun bunga. Begitu juga dengan peraya­a n hari Valentine di kota Singaraja. Jika pada tahun-tahun sebelumnya menjelang Valentine banyak toko yang menjual coklat atau boneka dan banyak orang datang ke toko bunga maka pada tahun ini agak sedikit berbeda. Anggapannya adalah jika memberi coklat maka akan habis jika dimakan. Begitu juga jika memberi bunga akan

19

Petani Cabai Panen Dini

J u s ra h W i n d i a

esibukannya selalu akan dimulainya sejak proses penerimaan siswa baru tiap tahun ajaran baru, memastikan usaha semaksimal mungkin dalam meraih prestasiprestasi siswa baik akademik maupun nonakademik, mengurusi kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dan juga berbagai dinamika persoalan yang berkaitan dengan siswa. Karena itulah untuk menjalankan tugas ini menurutnya, haruslah memiliki kemampuan mengelola dan memanajemen untuk dapat membantu kepala sekolah dalam urusan kesiswaan ini. Yang penting juga adalah harus memiliki pengalaman berorganisasi. Karena

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

mencari sesuatu yang tetap bisa dikenang sebagai kado Valentine. Luh Yuli Purnamentari seorang yang mendapatkan berkah dari perayaan Valentine menuturkan timbulnya ide untuk membuat aneka kerajinan dari kain flannel ketika dirinya berkunjung ke sebuah toko. “Maunya beli tapi harga­nya mahal. Kenapa gak coba untuk bikin saja,” tuturnya. Menjadi pengrajin bunga dari kain flannel sepertinya menjadi berkah tersendiri baginya. Dari hasil penjualan dia mampu meraup ke­untungan sekitar satu juta rupiah dalam sebulan. Wanita yang akrab disapa Yuli ini mengawali bisnis kerajinan flannel ketika hasil karyanya diunggah ke media sosial kemudian seorang teman yang tertarik ingin membeli. Dari sanalah timbul keinginan menjadikan hobi untuk mendatangkan rupiah demi rupiah. Mengenai cara pemasaran, Yuli tidak ambil pusing sebab dia

bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menawarkan hasil karyanya. Jika pembeli yang tidak puas dengan gambar yang diunggah, calon pembeli bisa datang ke rumahnya di Desa Kubutambahan untuk melihat langsung kerajinan yang telah digarap. Kerajinan yang dibuat dikerjakan sendiri agar hasilnya se­ suai dengan yang diinginkan. Soal harga Luh Yuli Purnamentari saat membuat kerajinan kain flane tidak perlu khawatir karena sangat terjangkau. diminta. Pembeli bisa langsung “Tentu lebih murah jika beli memesan kado Valentine sesuai di toko. Tidak apa-apa untung dengan keinginan dan juga isi sedikit yang penting ada kepuas­ kantong. an sendiri,” ungkap wanita kelaKhusus untuk menyambut hiran 5 Juli tersebut. Untuk satu hari Valentine Yuli bekerja lebih tangkai bunga flannel dihargai ekstra karena pesanan yang Rp. 8.000, sedangkan untuk didapat cukup banyak. Namun buket ukuran kecil Rp. 30.000, jangan khawatir jika di hari biasa normal Rp. 60.000, dan besar Rp. pun kalau ada yang ingin meme100.000. Untuk harga parsel me- san akan tetap dilayani. nyesuaikan dengan pesanan yang -Wiwin

a s k u r, s e o r a n g petani cabai merah di Ngadirejo menuturkan, musibah banjir membuatnya terpaksa memanen lebih awal. Seharusnya, panen cabai masih beberapa bulan lagi dilakukan. Demi meminimalisasi kerugian lebih besar, ia memutuskan memanen semua tanaman cabainya. “Kalau cabai masih muda begini harga jualnya anjlok. Ya kira-kira hanya kisaran Rp 4 ribu per kg dari seharusnya Rp 20 ribu per kg,” kata Yaskur. Selain menurunkan harga, luapan air Bengawan Solo juga menurunkan kualitas dan kuantitas cabainya. Pada saat kondisi normal, tanaman cabainya bisa menghasilkan 50 kg setiap petaknya. Akibat banjir ini, hanya menghasilkan sekali petik, karena setelah banjir surut tanaman cabai tak dapat lagi berbuah dan mati. Yaskur menilai, luapan air itu sebagai musibah. Ia pun tak bisa berbuat banyak, hanya pasrah sembari berharap banjir segera surut agar dapat bercocok tanam secara normal kembali seperti musim-musim sebelumnya. Sementara itu banjir bandang juga menggenangi puluhan hektar tanaman padi di wilayah Merakurak. Hampir setiap musim penghujan wilayah Merakurak terjadi banjir bandang. Sekretaris Kecamatan Meraku­ rak, Gatot mengatakan areal persawahan di wilayah Merakurak yang terendam banjir tersebut

masih bisa diselamatkan. Rata-rata usia padi sudah hampir panen. ‘’Kalau padi yang terendam di wilayah Merakurak sebentar lagi sudah siap panen, dan padi tersebut masih bisa dipanen. Walaupun usia panen seharusnya masih kurang sekitar 1-2 minggu lagi,’’ ungkapnya. Namun, dengan terendam banjir tersebut yang pasti petani akan merugi, kualitas padi akan menurun. Selain itu, biaya untuk panen juga bertambah. Luapan air Bengawan Solo di wilayah Tuban sedikitnya meren-

dam 35 desa di lima kecamatan, yakni, Kecamatan Rengel sebanyak 12, desa, Soko dan Parengan, masing-masing 8 desa, Widang 6 desa, dan Plumpang 1 desa. Kini luapan banjir Bengawan Solo yang semula merendam sebagaian permukiman dan sekolah di wilayah Tuban, kini sudah surut dan warga mulai beraktivitas normal. “Saat ini yang masih tergenang hanya area persawahan dan lahan pertanian,” ujar Kasi Kesiapsiagaan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tuban, Saefiyudin. Peningkatan arus air Bengawan Solo membuat anak sungai yang berada di Kecamatan Parengan, yakni, sungai Kening meluap dan meluber hingga permukiman penduduk. Dua desa di wilayah yang berbatasan dengan Bojonegoro sempat terisolir karena tingginya air yang menutup akses jalan desa tersebut. Saefiyudin menghimbau kepada warga di bantaran selalu

mewaspadai potensi tersebut karena air bisa sewaktu-waktu datang. “Kami akan selalu update informasi ke warga dan memberikan peringatan sedini mungkin, baik hujan lokal yang berpotensi banjir bandang maupun hujan di hulu Bengawan Solo yang berpotensi menimbulkan luapan sungai itu,” ujarnya. Kepala Pekerjaan Umum Tuban, Choliq Qunasih mengakui

jika setiap tahun wilayah Mera­ kurak terjadi banjir bandang. Untuk menyelesaikan persoalan itu dibutuhkan dana yang sangat besar, karena harus membuat embung di wilayah selatan Mera­kurak, yakni, di Desa Jadi, Kecamatan Semanding. “APBD kita belum mampu membuat embung, karena dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” tutur Choliq. -Oso

Surat Wiyono

Jaga Merak Hijau dari Kepunahan Meski kondisi cuaca tidak menentu baik di saat musim kemarau maupun hujan, Surat Wiyono (59) warga Dusun Suko, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, tetap berusaha keras. Ia merawat 18 ekor merak hijau (pavo muticus) miliknya. Merak hijau miliknya itu dirawat dengan tiga kandang yang berpeda. Merak hijau berusia lebih dari 2 tahun dikandangkan yang lebih besar bahkan jauh dari rumahnya dengan dataran dekat perbukitan hutan. Merak hijau dibawah umur 1 tahun, dikandangkan disamping maupun depan teras rumahnya. Setiap kandang untuk merak berumur dibawah 1 ­tahun, disisi antara 2-3 ekor merak.

“Jika merak itu masih berumur antara 3-6 bulan, dijadikan satu kandang agar suatu waktu bisa dijenguk. Untuk merak baru netas, dipisahkan ke kandang yang khusus dilengkapi lampu bohlam agar hangat,” kata Mbah Surat, di rumahnya kawasan lereng Gunung Wilis. Menurutnya, anak merak hijau yang baru menetas, memang butuh perhatian ekstra selain memberian makan yang berkualitas seperti pelet juga vitamin yang biasanya tidak sedikit. Dalam satu bulan baik pakan, vitamin maupun obat jika suatu waktu merak sakit mencapai antara Rp 700 - 900 ribu. Belum lagi kalau merak miliknya itu sakit lalu diobati tidak kunjung sembuh, maka pengeluaran untuk merawat jadi semakin membengkak. “Kalau merak di kandang sakit, ya kami mengobati sendiri. Kalau pas saya ada kerjaan di ladang, gantian sama istri saya yang mengawasi semua merak,” jelasnya. Ia mengatakan hasil penangkarannya sejak 1999 lalu, ternyata dapat

Surat Wiyono menunjukkan seekor anak merak hijau berumur 2 minggu

Surat Wiyono menangkap merak hijau miliknya di kandang

bermanfaat menjaga kepunahan merak hijau atau jawa dari kawasan lereng Gunung Wilis. Setiap tahun merak hasil penangkarannya bertelur antara 4-6 butir, begitu juga menetasnya antara 3-4 ekor anak merak. Uniknya lagi telur merak itu, dititipkan kepada sarang ayam agar dierami. “Begitu netas, segera kami pisahkan dari ayam betina itu,” ujarnya. Ia melanjutkan karena cuaca ekstrim saat kemarau panjang,merak hijau miliknya dua ekor mati. Kini tersisa 16 ekor. Tiap hari, ia selalu memberi makan dengan bekatul, pelet, beras merah, jagung kadang juga rayap atau semut merah yang masih muda. “Tiap hari kami memberi makan dua kali. Kadang kalau tidak punya uang

untuk beli pakan, terpaksa menjual kambing milik saya. Kalau hasil buruh tani hanya cukup untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Jika ada pembeli merak, saya bisa menyisihkan untuk biaya perawatan,” jelasnya. Surat Wiyono menambahkan dengan musim penghujan seperti sekarang ini, mengharapkan pihak pemerintah melakukan penyuluhan agar membantu mengatasi merak hijau miliknya dapat terawat dengan baik. Harga merak hijau yang dijualnya pun bervariasi yakni antara Rp 10 - 22 juta per ekor. “Setidaknya jika merak-merak yang ada di kandang itu sakit, kami pun bisa mengetahui betul cara penanganannnya,” ungkapnya.-Ajun Ally

Seekor merak berumur 2 tahun hasil penangkaran Surat Wiyono


20

Nine

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

APMF ke-7 dilaksanakan di NTB

M

MEDIASI UNTUK PEREMPUAN DAN ANAK Salah satu yang menjadi fokus dalam kegiatan ini adalah tentang

hak dan kesejahteraan perempuan dan anak untuk dilindungi dalam proses hukum. Mediasi merupakan salah satu alternatif yang baik bagi perempuan dan anak yang terlibat sengketa karena mediasi bersifat rahasia dan dapat menjaga privasi. Privasi korban sangat penting dilindungi agar mereka tidak merasa malu atas apa yang menimpanya, karena kekerasan domestik yang dialami istri dan anak selama ini kerap dipandang negatif oleh publik. Forum ini menganggap penting dalam proses peradilannya untuk memprioritaskan pendekatan restorative justice dimana pelaku anak, korban, anggota keluarga dari pelaku anak serta pihak lain yang terlibat bekerjasama untuk menemukan penyelesaian yang adil serta berusaha untuk merestorasi kondisi serta mencegah adanya

balas dendam. Dan mediasi ini akan dilakukan ketika semua pihak menyepakati solusi terbaik dengan dampak negatif yang lebih sedikit kepada psikologis dan fisik anak. Mediasi ini dinamakan diversi yakni pengalihan penanganan anak berhadapan dengan hukum dari sistem peradilan formal ke informal. Untuk itulah SUSTAIN memberikan bantuan teknis kepada para hakim untuk meningkatkan kapasitasnya dengan mengembangkan instrument/peraturan untuk dapat lebih melindungi perempuan dan anak. Di samping itu juga mendukung serta mendorong Mahkamah Agung RI untuk bermitra dalam hal ini dengan lembaga pemberdayaan dan perlindungan anak dan perempuan. Target pelatihan adalah anggota kelompok kerja media di Mahkamah Agung RI dan peng-

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Ni Wayan Srijati

N

adilan-pengadilan percontohan mediasi dan hakim yang sudah sukses melakukan mediasi selama ini. Target lainnya adalah program mediasi sertifikasi lanjutan kepada lebih banyak hakim yang akan menjadi mediator di pengadilan. Proyek ini juga bekerjasama dengan kelompok kerja anak dan perempuan, terkait perlindungan anak dan perempuan di pengadilan. Tiga hal yang menjadi fokus kegiatan untuk anak, yakni penyempurnaan dan penerbitan buku panduan bagi hakim untuk menangani perkara anak. Juga pelaksanaan sertifikasi hakim anak yang bersifat terpadu, bukan hanya hakim tetapi juga melibatkan aparat penengak hukum lainnya yang bertujuan meningkatkan kesepahaman bersama dan

kerjasama aparat penegak hukum dalam menangani perkara-perkara anak. Program jangka panjangnya adalah mengembangkan pendataan perkara anak secara terintegrasi antar seluruh aparat hukum, kepolisian kejaksaan dan pengadilan. Begitu pula dengan perlindungan perempuan yang difokuskan pada tiga hal, yaitu: penerbitan bantuan Mahkamah Agung untuk menciptakan regulasi yang lebih melindungi perempuan di pengadilan. Selain itu menciptakan media-media promosi di pengadilan percontohan agar lebih memahami dan menyosialisasikan perlindungan perempuan. Juga melaksanakan pelatihan bagi para hakim yang bersifat sensitif gender. -Naniek I. Taufan

5

Anyam Sokasi untuk Biayai Anak Bagi kaum perempuan, sokasi merupakan benda yang wajib ada di rumah. Fungsinya bisa serbaguna, mulai dari keperluan rumah tangga hingga dibawa ke Pura. Salah satu sentra pembuatan sokasi berada di Tanggahan Peken, Susut, Bangli.

Asia Pacific Mediation Forum (APMF) yang ke-7 dilaksanakan di Lombok Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu. Kegiatan yang diselenggarakan oleh EU-UNDP SUSTAIN ini mendukung upaya Mahkamah Agung untuk membuka akses ke peradilan untuk masyarakat, dengan menyediakan metode penyelesaian sengketa alternatif yang lebih sederhana, cepat dan terjangkau yaitu dengan mediasi di peradilan. Sebanyak 49 hakim dari 15 pengadilan percontohan di Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan ini. enurut Gilles Blanchi, Kepala Penasihat Teknis dan Project Manager Proyek EU-UNDP SUSTAIN, pelatihan sertifikasi para hakim ini fokus pada perbaikan pelayanan peradilan bagi masyarakat. Dan hal ini dimulai dengan peningkatan pelayanan yang berintergritas dan berakuntabilitas. “Dan karena alasan inilah proyek SUSTAIN mendukung pelaksanaan konferensi APMF ini. Mediasi adalah cara penyelesaian sengketa yang menawarkan cara cepat, sederhana dan murah. Mahkamah Agung RI mendukung hal tersebut dan ini juga sudah dilaksanakan di berbagai belahan dunia,” ungkapnya.

Inspirasi

i Wayan Srijati merupakan pengrajin yang sudah lama berkecimpung dalam pembuatan sokasi. Dari hasil menganyam sokasi, ia bisa membiayai pendidikan anak pertamanya yang kuliah di Poltekkes Denpasar jurusan Keperawatan dan anak kedua yang masih kelas 4 di SDN 1 Sulahan. “Pekerjaan saya selain menjadi ibu rumah tangga, saya biasa membuat sokasi buat mengisi waktu luang saya selain menjaga anak di rumah. Suami saya jadi buruh bangunan dan petani,” ujar perempuan tamatan SMA ini. Ia menuturkan sokasi dengan ukuran 30 cm dijual dengan harga Rp 130 ribu per biji, sedangkan ukuran 25 cm dijual Rp 110 ribu per biji. Sokasinya isi nama beda lagi harganya. Untuk membuat satu sokasi diperlukan waktu dua hari, tergantung kesulitan dalam pembuatannya. “Kesulitannya paling sering karena bahannya yang kurang bagus. Bahan kami beli, kadang ada yang kurang bagus,” ungkapnya. Bahan yang diperlukan untuk membuat sokasi antara lain kulit bambu yang sudah dibelah dan dikukus sehingga menjadi putih, cat minyak, kuas, pisau, dan gunting. Yang pertama kulit bambu yang sudah putih itu dicat dengan warna yang sudah ditentukan, kemudian dijemur sampai kering, sesudah itu kulit bambu yang sudah kering dibersihkan lagi dengan pisau sehingga bentuknya kecil dan tipis. Kulit bambu yang sudah dibersihkan dianyam dengan aturan warna agar tidak bercampur. Setelah selesai menganyam dibentuk lagi dengan pembuatan bunga, bunga ini tidak satu jenis tapi ada beberapa jenis seperti bunga matahari besar, matahari kecil, matahari sambung, dan matahari kotak. Setelah itu dibersihkan lagi sisa-sisa dari kulit bambu itu, dan dibuatkan di dalam sokasi itu sokasi lagi yang terbuat dari tali bambu, disatukan dengan sokasi yang dari kulit bambu itu sehingga sokasi kalau dimasukan buah atau bahan apapun ke dalamnya tidak cepat rusak. Dari penjualan sokasi, Srijati mendapat penghasilan sekitar 520 ribu per minggu. Ini juga tergantung permintaan pemesanan dan ukuran sokasi. Dengan uang yang diperoleh, ia dan suami harus pintar mengelola uang. “Kalau boros saya tidak bisa menguliahkan anak saya di

Denpasar. Urusan dapur juga kami atur. Biasanya saya bagi tugas sama suami. Kalau urusan di dapur suami saya yang mengeluarkan uang tapi kalau kebutuhan anak, kami berdua yang mengeluarkan uang. Pokoknya

harus pintar dalam mengelola uang,” tegasnya. Suka duka pun dialami Srijati, seperti mendapat komplin dari konsumen. Barang sudah dipatok harga segini dengan ukuran barang segini tetapi pembelinya komplin barang yang diminta tidak sesuai harga dan ukuran misalnya ada pembeli yang ingin membeli sokasi dengan ukuran 30cm tetapi harganya dikira harga sokasi yang ukuran 25 cm. Pernah juga barangnya tidak bagus karena bahan yang digunakan kurang bagus jadi pembelinya marah kenapa barangnya kayak gitu.

Ni Wayan Srijati dan anaknya

“Inilah suka dukanya juga dalam pembuatan dan menjual sokasi. Saya tetap bertahan dalam membuat sokasi ini karena

sudah turun temurun dari keluarga saya,” ujarnya seraya mengatakan pembeli ada dari Bangli dan luar Bangli. -Juniantari


4

Sudut Pandang

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Momen Kebersamaan di Hari Valentine

Budaya Valentine sebenarnya diadopsi dari luar negeri. tuk jantung dan dikirim kepada

teman-temannya. Namun, seka-

Pada hari ini, biasanya kita saling bertukar kado, mem- rang, dengan bertambahnya usia, apalagi sudah memasuki kepala beri bunga atau cokelat kepada orang-orang yang kita lima, ia lebih memaknai dengan sayangi. Bagaimana dua dokter ini memaknai Valentine dalam kehidupan mereka?

dr ayu witriasih

IA Ratih Manuaba

r. IA Ratih Manuaba menilai, Valentine tidak harus dirayakan dengan besar-besaran, apalagi itu bukan budaya Indonesia. Menurut dokter di RS Manuaba ini, Valentine seharusnya dirayakan setiap hari, dimaknai dengan memberikan kasih sayang kepada semua makhluk hidup, seperti saling mengasihi sesama

dan membina keakuran dalam keluarga, baik keluarga inti maupun keluarga besar. Termasuk kita harus saling menyayangi makhluk hidup yang lain seperti binatang peliharaan dan tumbuhtumbuhan. Memang ia tak menampik, kalau ada perayaan spesial dalam hari Valentine. Dulu, saat ia remaja, ia sering berkirim kartu dan membuat kerajinan berben-

D

membina hubungan kasih sayang dengan suami, anak-anak dan keluaga besar. Valentine kali ini, kebetulan ia sedang mengikuti seminar di Bandung, dan anak-anaknya sedang libur sekolah. Ia pun memboyong keluarganya, untuk ikut berlibur di Bandung. Istri dr. IB Tatwa Yatindra ini mengatakan, tak ada yang istimewa dalam perayaan Valentine kali ini. Ia hanya makan malam bersama sekalian menikmati liburan di kota kembang Bandung. Bagi dr. Ratih, kebersamaan dalam keluarga merupakan hal yang penting. Dengan kesibukannya dan suami setiap hari, momen kebersamaaan, merupakan hal yang paling istimewa. Sementara, bagi dr. Ayu Witriasih, Valentine bukanlah hal yang istimewa. Ia sendiri dalam keluarganya tidak pernah merayakan Valentine, namun, anak-anaknya kadang ikut-ikutan memberikan bunga dan cokelat kepadanya. Ia anggap itu sah-sah saja dan tentu saja membuatnya bahagia. Namun, terlepas dari itu, ia berharap, agar Valentine tidak dimaknai dengan perayaan seremonial, tapi lebih dimaknai untuk saling mencintai sesama manusia, baik itu keluarga, teman, sahabat, atau rekan kerja. –Wirati Astiti

Kado hanya Simbol

Valentine tahun 2016 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Khususnya di Bali, anak-anak sekolah masih dalam suasana libur Hari Raya Galungan dan Kuningan. “Jadi, kami memang tidak ada perayaan khusus,” ujar Kepala Sekolah PG/ TK Lingga Murti School (LMS), AA Eka Yuliati, S.Pd. Ta h u n - t a h u n s e b e l umnya, anak-anak LMS biasanya diajak membuat k a r t u Va l e n t i n e . M e reka bebas berkreasi di kartu tersebut, menulis, AA Eka Yuliati, S.Pd. menggambar ataupun menempelkan pernak-pernik, yang kemudian diberikan kepada orang-orang terkasih. Bisa kepada mama, papa, adik-kakak, semua keluarga, atau kepada gurunya. Pada prinsipnya, kasih sayang tak harus menunggu Hari Valentine, kasih sayang bisa dilakukan setiap saat. Menurut Miss Agung—demikian ia biasa disapa, kasih sayang tersebut lebih tercermin dalam sikap. Bunga, cokelat, kartu ucapan, ataupun kado yang umum menyertai hari spesial ini hanya sebagai simbol. Di sekolah, kasih sayang guru kepada muridnya bisa diamati lewat bagaimana seorang guru dengan begitu sabarnya membimbing anak didiknya, dari tidak bisa dan akhirnya menjadi bisa. Guru juga dituntut untuk mampu memberikan pendekatan-pendekatan khusus kepada anak dengan beragam karakter. Di sini muncul kreativitas guru untuk mengahadapi karakter anak yang berbeda-beda tersebut. Apalagi menghadapi anak-anak di jenjang prasekolah, tugas para guru hampir sama dengan baby sitter. “Jika kami para guru tak melakukannya dengan kasih sayang, tidak mungkin anak-anak mau nurut,” ucapnya. Bentuk kasih sayang lain yang juga diajarkan kepada anak-anak adalah bagaimana menghormati guru, orangtua, menghargai orang yang berbicara, mau berbagi dengan teman, bergantian memakai mainan, dsb. Sikap kasih sayang ini juga kerap disampaikan lewat bercerita/dongeng dengan tokoh-tokoh tertentu. “Dengan begini, biasanya anak-anak akan lebih paham, ketimbang kita hanya mengajarkan teori,” jelasnya. – Inten Indrawati

Acara wajib saat Hari Raya Galungan adalah sembahyang. Setelah sembahyang, dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah saudara atau jalan-jalan ke objek wisata. Bagi warga Antiga, Karangasem, ada satu tempat yang menjadi tujuan, namanya Rumah Bambu di Pengalon, Antiga. “Kami biasa melali (jalan-jalan) setelah Galungan. Kalau saya sendiri, melali itu untuk menyegarkan pikiran biar pikiran lebih fresh,” ujar Komang Eka, warga Antiga. Ia pun mengatakan Rumah Bambu menjadi tujuan wisatanya. Rumah Bambu ini disusun dengan bambu-bambu yang rapi sebagai inti dari rumah bambu ini,walaupun belum begitu rampung dalam pengerjaanya,tempat ini sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan. “Tempat ini rencananya akan dijadikan objek rekreasi serta akan menjadi tempat diadakannya festival musik Bali Unite,” tutur Komang. Dari beberapa referensi, Rumah Bambu berada di lahan seluas 16 hektare, akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti restoran, bangunan VIP, panggung festival, tempat yoga dan juga jembatan karena tempat ini dibelah oleh sebuah sungai besar. Semuanya dibuat dari material bambu dibentuk unik dan artistik. Tempat ini sebenarnya belum dibuka untuk umum. Namun, demikian selalu ada pengunjung yang ingin menikmati uniknya Rumah Bambu ini. Ia menambahkan, warga tidak dipungut biaya untuk masuk ke Rumah Bambu. Namun, mereka harus membayar biaya parkir kendaraan. -Suarni

Mandalika

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

21

Presiden Jokowi Hadiri HPN 2016

P

*Rangkaian Hari Pers Terbesar dalam Sejarah HPN

uncak peringatan Hari Pers Nasional, tanggal 9 Februari 2016 di Kawasan Mandalika Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, berlangsung sukses. Kegiatan dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Pers Nasional 2016 ini dilaksanakan mulai tanggal 4 s.d. 9 Februari 2016. Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo dan para insan pers dari seluruh nusantara menghadiri puncak acara yang digelar di tepi pantai berpasir putih, Kuta Lombok Tengah. Ribuan orang pun turut menyaksikan perhelatan bidang

jurnalistik tanah air ini. Dengan tema “Pers Yang Merdeka Mendorong Poros Maritim dan Pariwisata”, HPN 2016 disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah HPN. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Margiono, saat membuka kegiatan pameran HPN 2016 di Lombok City Center menilai, rangkaian Hari Pers Nasional tahun 2016 yang digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat adalah kegiatan paling besar dalam sejarah Hari Pers Nasional. “Betul, ini terbesar dalam sejarah HPN,” ungkap Margiono. -Naniek I. Taufan

Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi menyambut kedatangan Presiden RI di Bandara Internasional Lombok untuk menghadiri puncak peringatan HPN 2016

Hj. Erica Zainul Majdi mendampingi Ibu Negara Hj. Iriani Joko Widodo, pada puncak acara HPN 2016 di Lombok

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin saat membuka seminar pesona wisata bahari

H. Agus Talino, penanggung jawab Suara NTB dan Radio Global NTB menerima kunjungan Gubernur NTB di stan pameran HPN 2016


22

Sosialita

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Edisi 888/15 - 21 Februari 2016

Geger Kalijodo Prostitusi di Jakarta

dan owner (pemilik) villa. Karena, hanya dengan modal kecil, semua yang dulu dianggap tidak mungkin menjadi mung­ kin. Dulu hanya orang berduit yang bisa jadi investor, kini hanya dengan Rp 12 juta semua orang bisa menjadi investor/ owner villa.

Bosan bicara politik, kini masyarakat tengah ‘hot’ bicara Kalijodo, lokalisasi pelacuran yang terletak di perbatasan Jakarta Utara dan Barat. Letak persisnya di pinggir Kanal Banjir Barat seluas empat hektar. Kawasan pelacuran itu sebagian masuk di wilayah Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, sebagian lagi masuk wilayah Tambora, Jakarta Barat.

A

sal muasal ‘ribut’ soal Kalijodo ini lantaran baru-baru ini terjadi tabrakan maut antara mobil Fortuner dengan motor yang mengakibatkan empat orang tewas. Usut punya usut, ternyata pengendara Fortuner itu mengendarai mobil dalam keadaan mabuk sehabis pulang dari Kalijodo. Dari sanalah bermula Ka­ l i j o d o menjadi perbin­ cangan hangat.

Masyarakat Jakarta yang nyaris lupa keberadaan tempat bisnis esek-esek itu lantaran sehari-hari didera banyak per­ soalan, tersentak. Begitu juga Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pak Gubernur yang akrab disapa Ahok ini pun lantas teringat dengan tekadnya yang ingin menggusur bisnis pelacuran yang berada di bantaran kali tersebut. “Begitu baca (berita) kasus For­ tuner, saya jadi ingat dulu berniat menggusur Kalijodo. Namun niat itu tertunda karena ada beberapa masalah priori­ t a s yang harus segera ditangani seperti masalah waduk Pluit. Tapi den­ gan

Basuki Tjahaja Purnama

Atta Labeji Villas Masterplan

Atta Labeji Villas Pool Villa Exterior Couple

Suasana Kalijodo siang hari

digusur, tapi ibarat ‘mati satu tumbuh seribu’ begitu pula rumah-rumah pelacuran yang akhirnya berkembang menjadi kompleks pelacuran liar. Berulang kali digusur berulang kali tumbuh membuat Ahok mensinyalir ada beking kuat dibalik tetap bertah­ annya kompleks pelacuran liar ini. Menurut Ahok, kawasan Kalijodo bukan hanya ada pelacuran tapi juga perjudian dengan perputaran uang hingga Rp500 juta per hari. “Kalijodo itu sumber duit,” ucapnya. Karena itu tak heran kalau ada oknum-oknum yang berusaha mempertahankan kawasan itu. “Kalau bentrok pasti,” kata Ahok ketika ditanya kemungki­ nan akan terjadi bentrok. Niatnya segera meratakan Kalijo­ do bakal dapat penentangan dari para penggiat kompleks pelacuran tapi juga sebagian warga yang memang menggantungkan hidupnya dari bisnis itu. Mereka ini pun bersuara tak ka­ lah kerasnya dalam menantang Ahok. Tapi sang gubernur yang terkenal keras ini, pantang mundur. Saat ini Ahok tengah mengkoor­ dinasikan rencana tersebut dengan aparat terkait. Baik pihak Polda

Metro Jaya maupun Kodam Jaya, siap mem-back-up.Tapi sebelum aksi (pen­ ertiban), kata Ahok, terlebih dahulu akan dilakukan sosialisasi termasuk memberi SP (surat peringakatan) 1,2, dan 3 sebelum dibongkar. Ahok pun memerintahkan Wa­ likota Jakarta Utara dan Barat untuk segera melakukan aksi pendahuluan berupa sosialisasi, persuasi kepada masyarakat. “Tapi yang pasti, tidak akan ditunda-tunda, penertiban pasti akan dilakukan,” tegas Ahok. Masyarakat pun membayangkan peristiwa tersebut bakal menjadi peristiwa besar karena diperkirakan akan ada bentrokan karena pihak Kalijodo tidak akan mau begitu saja bisnisnya diobrak-abrik. Sejumlah tokoh berharap tidak terjadi bentrok fisik dalam penertiban seperti halnya kasus penggusuran di daerah banjir Kampung Pulo. Tapi apa mungkin? (tanpa bentrok fisik) Lihat saja kasus penggusuran lokalisasi pelacuran Dolly di Sura­ baya yang meski pemerintah sudah melakukan persuasi tetap saja terjadi bentrok fisik antara yang menolak dan aparat. –Diana Runtu

Selamatkan Tanah Bali dengan Jadi Investor di Atta Labeji Villas Salah satu upaya untuk turut menyelamatkan tanah Bali de­ ngan menjadi investor, dilakoni Putu Marliah Miranda. Perempuan berusia 62 tahun, pemilik percetakan dan penerbit Paramitha, yang juga menjual buku-buku khusus agama Hindu dan pernakperniknya ini, sangat menyambut baik konsep mepatung yang ditawarkan di Atta Labeji Villas.

T

ak tanggung-tanggung, ia pun mengambil 10 lot. Pikirannya seder­ hana saja. “Jika bukan kita orang Bali, siapa lagi yang bisa

menyelamatkan tanah Bali dengan menjadi investor,” ucapnya lugu. Be­ berapa tahun lalu, Putu Marliah juga sudah membeli 8 lot di Villa Mesari yang kini sudah beroperasi. “Saya su­

Suasana Villa Mesari

Kalijodo dan Kramat Tunggak Kombes Krishna Murti, Direskri­ mum (Direktur Reserse Kriminal Umum) Polda Metro Jaya, yang be­ lakang namanya naik daun gara-gara menangani kasus ‘Kopi mengandung Sianida’, ternyata pernah mener­ bitkan buku tentang bisnis prostitusi di Kalijodo pada 2004 lalu. Buku yang berjudul ‘Geger Kalijodo: Kisah Polisi dan Mediasi Konflik’,merupakan hasil penelitian Krishna untuk studi pascasa­ rjana di Program Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia. Krisna menulis pengalamannya ketika ia menjabat sebagai Kapolsek Penjaringan selama tiga tahun. Dalam buku ‘Geger Kalijodo’ se­ lain diuraikan tentang permasalahan lokalisasi pelacuran itu, juga diungkap tentang sejarah keberadaannya yang telah ada sebelum Kemerdekaan RI. Dalam novel Ca-Bau-Kan karangan Remy Silado dipaparkan situasi Kali­ jodo pada era 1930-an. Kawasan itu

adalah tempat singgah para pedagang Tionghoa. Para gadis pribumi mend­ endangkan lagu-lagu klasik Tionghoa di atas perahu-perahu yang ditambat di pinggir kali. Kalijodo sebagai tempat prostitusi telah ada saat pembentukan Batavia oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Ketika itu, tulis Krishna, karesidenan Jakarta terdiri atas enam afdeling atau distrik, salah satunya adalah Panjarin­ gan dimana Kalijodo yang diapit oleh Sungai Angke dan Kanal Banjir Barat, berada. Sesuai dengan namanya maka sejak masa penjajahan Belanda dikenal sebagai tempat orang mencari cinta dan itu berlanjut hingga setelah pasca kemerdekaan. I Ketut Suardana dalam tesis pas­ casarjana UI program Kajian Ilmu Ke­ polisian pada tahun 2000 juga mengam­ bil Kalijodo sebagai bahan penelitiannya. Dalam tesisnya itu ia bertutur tentang kondisi Kalijodo di masa lalu.

Atta Labeji Villas Deluxeroom Interior

Putu Marliah Miranda

adanya kasus Fortuner itu, saya jadi ingat lagi. Sepertinya memang harus segera dibongkar. Disana lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya,” ungkap Ahok di Balaikota. Menurutnya, Kalijodo akan dikembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau. Di sana akan dibangun taman dan pedestrian. Budayawan Betawi, Ridwan Saidi mengatakan, Pemda DKI Jakarta pasti akan bisa menertibkan Kalijodo. Dulu saja lokalisasi pelacuran Kramat Tunggak yang begitu luas dapat di­ gusur maka Kalijodo pun demikian. Asalkan, Pemda DKI melakukan pen­ ertibannya bersama dengan semua pihak dan stakeholder terkait. Ahok tahu bahwa menertibkan Kalijodo tidaklah semudah mener­ tibkan PKL (pedagang kaki lima). Apalagi ‘bisnis lendir ’ ini telah berlangsung puluhan tahun, bahkan dari sejarahnya telah ada sejak tahun 1930-an. Ada ribuan orang menggantung­ kan kehidupannya dari bisnis ini, termasuk sebagian warga setempat. Pemda DKI Jakarta bukannya tidak pernah melakukan penindakan. Su­ dah berkali-kali ditertibkan, bahkan

“Lokasi pelacuran Kalijodo dimulai dengan kehadiran orang-orang Tiong­ hoa untuk melakukan tradisi ‘cungbeng’ sejak 1950 yang mengundang daya tarik untuk berkunjung dan memanc­ ing ikan di Kali Banjir Kanal yang bersih dan jernih, sekaligis dimanfaatkan oleh orang-orang untuk mencari jodoh,” tulis Suardana sebagaimana dikutip dari lib.ui.ac.id Sementara dalam makalah ‘Prosti­ tusi di Jakarta Dalam Tiga Kekuasaan, 1930-1959: Sejarah dan Perkemban­ gannya’, disebutkan, tempat prostitusi pertama di Jakarta adalah di kawasan Macao Po (di depan Stasiun Beos Jakarta Kota). Disebut Macao karena pada masa itu pelacur didatangkan dari Macao. Kondisi ini terus berkembang dengan munculnya tempat pelacuran lainnya. Memasuki tahun 50-an ge­ liat pelacuran di Ibukota semakin jelas lantaran meningkatnya arus urbanisasi.

Selain pelacuran kelas atas, pelacuran kelas menengah ke bawah pun ikut menjamur, di antaranya Bongkaran, Kali Malang, di kawasan Senen, dll. Berbagai penertiban dilakukan, namun bisnis esek-esek itu tumbuh tak terkendali. Akhirnya sekitar tahun 1970 dibuat­ lah lokalisasi resmi Kramat Tunggak yang terletak di Kelurahan Tugu, tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Priok. Penetapan lokasilisasi protitusi ini dilakukan dengan SK Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Pada kenyataannya niatan melokalisir para PSK ini agar tidak ‘bertebaran’ seantero Jakarta, tidak berjalan baik. Pasalnya, Kramat Tunggak berkembang semakin pesat se­ mentara pelacuran di luar lokalisasi pun tetap bertumbuhan. Apalagi, kemudian, masyarakat menuntut Pemda DKI agar menutup lokalisasi tersebut. Akhirnya Sutiyoso (kini Kepala Badan Intelijen Negara) yang kala itu menjadi Gubernur DKI Jakarta, menu­

3

dah pernah menginap di sana bersama cucu-cucu saya. Pengalaman yang luar biasa, relaks, kebersamaan dengan suasana alami perdesaan,” kisahnya. Munculnya vilatel Atta Labeji Vil­

las di kawasan eksotik di Desa Ken­ deran Ubud, dengan konsep mepatung dan sharing profit, tentunya mem­ berikan angin segar bagi masyarakat Bali khususnya untuk bisa menjadi investor

100% Uang Kembali Dari Rp 12 juta tersebut, investor mendapatkan banyak keuntungan. Di antaranya, uang pembelian lot akan dikembalikan 100% di tahun ke-10. “Ini hanya berlaku bagi pembelian di awal hingga 25 april 2016. Setelah itu, pengembalian uang 100% tersebut dilakukan di tahun ke-11,” ucap Mar­ keting & Communication of Atta Labeji Villas, Ni Made Ayu Dewi Saraswati. Keuntungan lainnya yang didapat dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas adalah, mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, komisi 10% setiap mengajak tamu ke Atta Labeji Villas, tergabung dalam komunitas “Atta Labeji Investor Club” yang tentunya akan memperluas jejaring, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. Semua klausa ini dituangkan dalam perjanjian no­ taris. –ten

Pemberkatan Tanah Atta Labeji Villas Untuk Kemakmuran dan Kelancaran Pemberkatan tanah Atta Labeji Villas dilakukan Jumat (5/2) dipim­ pin Guru Spiritual dan Guru Besar Yayasan Cahaya Cinta Kasih SOUL Center Bunda Arsaningsih. Ia me­ ngatakan secara spiritual dan energi letaknya sangat bagus. Dengan sua­ sana yang masih pedesaan sekali, Bunda Arsaningsih meyakini tamutamu yang akan menginap pun pasti senang dan nyaman. Upacara pemberkatan tanah un­ tuk menetralisir energi dan rekaman yang kurang baik dari lahan tersebut juga dihadiri Kepala Desa Kend­ eran, Jero Bendesa Desa Pekraman Kenderan Manuaba, Jero Kelian Banjar Pande , tokoh masyakat Desa Kenderan dan para investor Atta Labeji Villas. Upaca­ra ini diharapkan akan memberikan kemakmuran dan selalu menyertai semua investor serta memperlancar pembangunan Atta Labeji Villas. Dijadwalkan April 2016 akan dilakukan peletakan batu pertama, proses pembangunan dimu­ lai, dan Atta Labeji Villas siap ber­ operasi mulai 2017. Untuk itu, Made Robert dan Ni

Made Robert, sang konseptor yang sekaligus Direktur Utama BOS Land ­menjelaskan kembali benefit bergabung sebagai investor di Atta Labeji Villas

Made Ayu mengajak masyarakat Bali yang belum bergabung untuk segera me­ nangkap peluang emas ini, bersama-sama sukses di investasi villatel, Atta Labeji Villas, bersama-sama menyelamatkan Bali dengan menjadi investor/owner villa. Atta Labeji Villas juga hadir di Pameran Prop­

erty stand no 143 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta 13 s.d. 21 Februari 2016. Untuk informasi lebih jelas, silakan datang langsung ke Kantor BOS Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260,082 247 365 888,087 861 999 658. –ten

Kombes Krishna Murti

tup Kramat Tunggak, 1999. Peristiwa penutupan itu bukannya tanpa per­ lawanan dari pihak Kramat Tunggak, namun pun berhasil ditangani dengan baik. Lokalisasi yang berada di lahan seluas 10 hektar lebih itu digusur habis dan diubah menjadi kompleks ibadah dan kajian. Kini di areal tersebut berdiri Islamic Center yang megah, tempat pengkajian dan pengembangan Islam di Jakarta. Sebenarnya, pada masa Suti­ yoso pun selain Kramat Tunggak juga ditertibkan Kalijodo dan tempat pela­ curan lainnya. Berkali-kali dilakukan bongkar paksa, namun ketika aparat lengah, bisnis esek-esek itu tumbuh lagi. –Diana Runtu

Maket Plan Atta Labeji Villas

Pemberkatan tanah Atta Labeji Villas dilakukan Jumat (5/2) di­pimpin Bunda ­Arsaningsih, di­hadiri tokoh adat Desa Kenderan, Ubud dan bebe­rapa investor


Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

GORO-GORO “A m i sekeluarga juga akan memakai baju merah jambu. Kita bagaimana Pak?” Amat terkejut. “Apa? Kenapa?” Putu Wijaya “Kan katanya menandai hari kasih sayang, Valentine, 14 Februari,” Amat kaget, lalu menatap istrinya. Kulitnya masih sawo matang, rambutnya tidak pirang tapi hitam lurus dengan sapuan putih di sana-sini. Tapi kebayanya merah jambu. Amat tak bisa menahan rasa gelinya lalu tertawa terbahak-bahak. Bu Amat diam saja tenang. Ia menunggu suaminya selesai ketawa. Setelah Amat reda, ia mengulurkan sebuah kemeja batik berwarna dasar merah jambu, sambil memerintah: “coba!” Amat terperangah. Ia menyambut seragam Valentine itu dengan tidak mengerti sama sekali. “Apakah Bali sudah terakulturasi oleh budaya turis, sehingga menegakkan tradisi baru, ikut menandai budaya Valentine para pelancong asing?” protes Amat kemudian pada Ami di rumahnya. Ami balik bertanya. “Maksudnya Bapak tidak setuju? Kenapa tidak bilang saja langsung pada ibu?” “Tapi blak-blakan itu kan juga budaya Barat. Dalam budaya Timur kita, perasaan sendiri kita kalahkan atau tutupi untuk menghormati orang lain, demi menjaga harmoni.”

valentine

“Ibu kan bukan orang lain! Ibu itu kembaran Bapak. Teman sehidup semati. Harus kompak dong!” “Memang harus kompak. Makanya Bapak suka mengalah.” “Jadi Bapak akan memakai baju pink kembaran dengan ibu?” “Ya itulah!” Suara Amat terasa merajuk kesal . Ami tertawa cekakakan. Ia berteriak memanggil suaminya “Bli Sugi! Bapak setuju pakai stelan Valentine!” Pulang dari rumah Ami, Amat mengadu pada istrinya. “Bapak tadi baru saja diketawain habis-habisan oleh Ami dan suaminya!” “Perkara apa?” “Karena kita akan. pakai baju Valentine!” “Lho kenapa? Mereka juga kan?” “Kata Ami tidak!” “Ah masak tidak? Tidak mungkin. Dia sendiri yang menganjurkan supaya kita pakai saja! Itu!” “Soalnya, Ami mendadak harus menemani suaminya seminar di Yogya, dan baru kembali akhir bulan. Kita berdua yang ia sarankan harus selalu pakai baju seragam kasih sayang dalam rumah tangga. Tiap hari, bukan hanya pada hari Valentine! Yang dia maksudkan dengan baju, bukan kemeja atau kebaya, tapi rasa! Valentine itu jangan ditanggapi sebagai keyakinan, jadi jangan khawatir katanya, itu bahasa gaul. Tapi kita kan manula bukan generasi gaul!” Bu Amat manggut-manggut. “Jadi bapak tidak mau pakai kemeja batik itu?”

Walau segan, Amat terpaksa mengikuti nasehat Ami agar blak-blakan. “Tidak.” Di luar dugaan Amat, istrinya tidah kecewa. Ia nampak kalem saja. “Ya sudah. Kalau begitu. Lalu Bapak mau pakai baju biasa?” “Ya!” “Atau tidak ikut, tinggal di rumah saja?” “Ya!” sahut Amat asal jawab. Suara Amat agak ketus. Tapi Bu Amat tetap tenang. “Namanya juga teman hidup untuk seumur-umur. Kita harus mengerti kadang-kadang dia suka pakai maunya sendiri, seperti anak kecil. Ya sudah, kita sudah tua masak mau bertengkar,” kata Bu Amat ketika ditanya tetangga. “Jadi Bapak tidak akan ikut?” “Tidak.” “Ya sudah, kalau begitu nanti Bu Amat berangkat dengan kami saja.” “Ya. Terima kasih, Bu.” Maka hari itu, pagi-pagi Bu Amat siap dandan. Walau sudah beruban tapi baju merah jambu membuatnya kelihatan segar dan cantik. Ketika tetangga datang menjemput dengan baju kebaya pink, Amat terkejut, “Mau merayakan Valentine di mana ini?” tanya Amat tegang, Tetangga tertawa. “Mau ke perkawinan Nyoman Tanti dengan Michael Nordick yang dari Australia itu, Pak Amat. Kita kan didaulat jadi penerima tamunya.” Amat terkejut. Baru ingat. “O ya, ya, jadi hari baiknya hari ini ya! Mana kemeja Valentine-nya, Bu!”

Gadget, Buat Kehidupan Keluarga lebih Gereget atau Geregetan? Mungkin sudah tidak asing lagi di telinga pembaca ketika mendengar istilah gadget. Sedikit tentang gadget, adalah segala bentuk piranti elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus, seperti telepon genggam (handphone), komputer jinjing (laptop), tablet ataupun smartphone, kamera dan yang lainnya. Perkembangannya pun begitu pesat dengan peminatnya yang tidak sedikit. Benda elektronik ini biasanya identik dengan lakilaki namun tidak dengan gadget (khususnya smartphone dan tablet), wanita juga memiliki ketertarikan yang cukup besar. Hal ini bisa dipengaruhi oleh penggunaan gadget saat ini tidak lagi hanya seputaran untuk kebutuhan komunikasi tetapi juga keperluan bisnis, informasi, bahkan hiburan. Maka dari itu dapat diamati jika mulai dari kalangan dewasa laki-laki dan perempuan dengan beragam profesi, bahkan hingga anak-anak berbekal gadget. Mobilitas yang tinggi menjadi salah satu faktor mengapa gadget terutama smartphone sangat dibutuhkan dalam men-

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Ekspresso

Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi.

jalani aktivitas sehari-hari. Jika di lihat dalam lingkungan keluarga gadget tentunya juga dapat memberikan kemudahan. Betul sekali “dapat”, karena bergantung pada pengguna dan kepentingannya. Misalnya saja dalam suatu kondisi dimana peran bekerja tidak hanya dilakoni oleh seorang suami atau ayah namun juga istri atau ibu. Di sisi lain anak-anak bersekolah, sehingga gadget dapat memberikan kemudahan anggota keluarga

untuk berkomunikasi satu sama lainnya. Selain itu menjadi cerita yang sangat menggembirakan jika anggota keluarga bisa berbagi berbagai informasi satu sama lain. Istri/ibu bisa membantu perekonomian keluarga dengan bisnis online yang sedang marak saat ini. Istri / ibu juga bisa berinovasi dengan beragam kreativitas dalam membuat kerajinan yang bisa dilihat dengan bantuan gadget. Contoh sederhana, istri/ ibu bisa menambah variasi resep masakan untuk keluarga yang bisa menambah keharmonisan dan gereget (semangat) saat menjalani perannya sebagai bagian dari keluarga. Informasi yang tersebar dalam dunia maya dengan bantuan gadget dapat tersaji di dalam lingkungan keluarga. Lalu bagaimana dampaknya jika peranan wanita di keluarga menjadi terabaikan karena gadget. Salah satu contoh yang pernah saya lihat di pusat perbelanjaan, seorang anak yang sedang makan ditemani tablet-nya. Ia tidak sendirian, di sebelahnya terlihat sang ibu (karena anak memanggil mama) sedang asyik selfie dengan smartphone-nya.

Sudut Pandang

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

Kasih Sayang tiap Hari

23

Sebagian artis tidak peduli adanya Valentine Day sementara ­s ebagian lagi mengaku merayakannya bersama teman atau kekasih. Tapi Titi Kamal mengaku tak sabar menunggu Hari Valentine tiba karena biasanya ada hadiah kejutan yang diberikan suami tercinta, Christian Sugiono, kepadanya.

Director-Chief Marketing Officer PT Kalbe Farma Ongkie Tedjasurja bersama rombongan berkunjung ke Gedung Pers Bali K. Nadha, Kamis (11/2).

Keluarga besar Kelompok Media Bali Post (KMB) mengadakan kegiatan nglawar bersama bertepatan dengan Penampahan Galungan, Selasa (9/2)

Sayangnya, ketika anak memanggilnya berkali-kali, sang ibu tetap memainkan smartphone. Contoh lainnya adalah ketika orangtua saat ini mulai membekali anak dengan smartphone atau jenis gadget yang lainnya tetapi lupa akan usia anak. Saat makan makan malam bersama keluarga, masing-masing anggota keluarga memegang smartphone, terkadang tidak terjadi komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Atau, contoh lainnya, ketika anak diminta melakukan sesuatu oleh ibunya, namun anak menundanya berkali-kali karena asyik dengan smartphone saat membuka media sosial. Kondisi-kondisi seperti ini sering kali membuat geregetan (gemes) para anggota keluarganya. Memang benar, banyak hal yang bisa kita peroleh dengan bantuan gadget. Tetapi ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan agar fungsi gadget bisa semakin positif dalam menjalin hubungan dalam

keluarga. Selain seperti contoh di atas, khususnya untuk ibu ada baiknya untuk memberlakukan aturan dalam lingkungan keluarga untuk penggunaan gadget. Seperti, menggunakannya saat tidak berinteraksi dengan anggota keluarga. Manfaatkan waktu berinteraksi dengan orang lain sebagai waktu yang berkualitas. Selain itu, unduhlah aplikasi atau carilah informasi yang sekiranya dapat menunjang performa peran Anda dalam keluarga dan karir. Saat waktu luang, agar tidak terlalu lekat dengan gadget, libatkan diri dalam aktivitas sosial secara langsung. Misalnya bertemu dengan saudara dan tetangga. Berusahalah agar tidak menciptakan fungsi gadget mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Syahnaz Sadiqah

“C

an’t wait for valentine, gimana kalo romantic dinner lagi”. Begitu postingan Titi Kamal di twitternya sembari memasang foto keduanya yang sedang menikmati romantic dinner. Sementara di akun instagramnya Titi menulis, ”Pengen romantic dinner lagi deh. Tapi kali ini gimana kalo 14 Februari nanti kita masak bareng trus dinner di halaman belakang rumah”. ‘Curhatan’ Titi pun lantas mendatang tanggapan positif dari para fansnya.

Kata Hati

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

eka akhirnya bubaran. Meski kecewa namun ia berupaya menyikapinya dengan bijak. Kadang ada juga rasa iri di hati jika melihat pasangan yang rukun dan mesra. “Tapi dinikmati aja (kesendirian), nggak apa-apa kok. Lagi pula aku juga sibuk kerja setiap hari, jadi nggak kepikiran banget,” kata pemeran tokoh Putri Sumedang Rindu, ini. Bicara soal sibuk syuting, Chika memang tergolong cuk u p

Cut Meyriska

Titi Kamal bersama Christian Sugiono

tinggi. Dalam sehari ia kadang harus syuting stripping untuk dua sinetron. Itu sebabnya ketika ada tawaran main film, terpaksa ditolaknya. Bukan karena tidak ingin bermain film, namun karena tidak memiliki waktu lagi. Masalah waktu juga bisa jadi menjadi kendalanya untuk kongkow dengan temannya pada hari Valentine. “Aku belum tahu bisa atau tidak. Teman-teman sudah nelpon untuk kumpul-kumpul makan bareng pakai baju pink ..hehhhe....di hari Valentine. Aku belum bisa mastikan, jadi lihat nanti saja. Kalau nggak sibuk syuting, aku pasti ikutan,” katanya sembari tertawa. Menurutnya, tanpa kekasih pun Valentine Day bisa berjalan dengan asyik. “Valentine Day kan bukan untuk yang punya pasangan saja.Hari Kasih Sayang dirayakan semua orang, bukan hanya mereka yang punya pasangan. Menurut aku, Hari Kasih Sayang setiap hari bukan hanya pas Valentine doang.

Dan itu bukan identik dengan pasangan, malah menurut aku justru yang terpenting adalah kasih sayang kepada orangtua, keluarga dan itu dirayakan setiap hari,” ucap Chika yang mengaku tahu lalu melewati Valentine Day dengan tukar kado antar keluarga. Lain lagi dengan Syahnaz Sadiqah. Adik Raffi Ahmad ini mengaku nyaris tidak pernah merayakan Valentine Day. “Mau punya pasangan atau jomblo, aku jarang merayakan hari itu. Bagi aku Valentine Day sama saja dengan hari lainnya, biasa aja sih,” ungkap pemeran Karina dalam ‘7 Manusia Harimau’ ini. Karena itu, dia tidak punya rencana apa pun berkaitan dengan perayaan hari kasih sayang. Termasuk saat sekarang ketika ia memiliki kekasih. Kebetulan juga, Juan Christian, pacarnya, memiliki pandangan yang sama tentang Valentine Day. “Jadi kita menjalaninya biasa-biasa aja sih,” ucap pemeran film ‘Olga & Billy Lost in Singapore’ ini. –Diana Runtu

Ada Seni Memberi Cinta dan Kasih Sayang

Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi. Mahasiswa Magister Psikologi Profesi Bidang Klinis, Universitas Gadjah Mada.

Mulai Februari 2016, Tokoh memiliki rubrik khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com.

Bagaimana dengan Cut Meyriska, dan Syahnaz Sadiqah? Dua bintang sinetron ‘7 Manusia Harimau’ ini menyikapi berbeda perayaan Valentine Day. Chika, begitu panggilan akrab Cut Meyriska, kerap merayakannya bersama keluarga ataupun teman-temannya. “Sebenarnya nggak terlalu istimewa juga, biasanya aku hanya tukar kado dengan keluarga— mama, papa, adik--- juga dengan teman-teman. Kadang kalau nggak lagi ada kegiatan, ya ngumpul sama teman-teman. Nggak ada acara istimewa, paling saling tukar cerita aja sih,” ucap gadis kelahiran Medan 26 Mei 1993 ini, di Senayan. Tahun ini, Chika terpaksa harus melalui hari kasih sayang ini sebagai jomblo. Akhir tahun lalu dia putus dengan Fathir, padahal hubungan keduanya ini tergolong cukup lama 3,5 tahun. Bahkan keduanya hampir bertunangan, namun entah kenapa akhirnya hubungan yang sudah dibina bertahun-tahun ini akhirnya bubar. Chika sendiri tak banyak mengungkap apa penyebab sebenarnya sehingga mer-

foto: kapanlagi.com

2

Herry Erika

Kalau ditanya tentang budaya Valentine, perempuan muda yang cerdas, cantik dan energik, Erika Sedana tidak berpikir panjang untuk mengganguk setuju. Menurutnya, kalau bisa makna kasih sayang di hari Valentine ini diterapkan setiap saat. Boleh saja perayaan cinta dan kasih sayang dilakukan satu tahun sekali setiap 14 Februari,

namun kepada orang-orang yang ia sayangi, Erika lebih memilih untuk menerapkan setiap saat. Lantas bagaimana ia menerapkannya? Ada panggilan kasih sayang yang selalu ia sebut untuk suami tercinta, Putu Ari Sedana, S.T., M.M., yaitu honey. Untuk anakanak, ia memanggil dengan kata baby. Tampak sederhana, namun menurutnya sebutan ini memberi arti yang luar biasa bagi suami dan ketiga putranya. Ibu dari Gede Tristan Desirata Rama, Made Dyfan Genesia Nataraja dan Komang Atalanta Ramanavami Daiva ini selalu memberi kehangatan di rumah dengan pelukan dan ciuman kecil sehari-hari. Ia berpendapat bahwa mentalitas dan perilaku, sangat kuat, dibentuk dengan kasih sayang dan cinta yang diterima oleh anak-anak dari orangtua mereka. Pemilik nama lenkap Made Herry Erika Sedana, A.Md., S.E.,

ini bahkan berpendapat bahwa kebahagiaan dan kesuksesan orangtua sesungguhnya sangat kuat juga dipengaruhi oleh cinta dan kasih sayang yang diperoleh dari putra-putri mereka. Jadi, hari Valentine di dalam keluarga sesungguhnya merupakan perayaan bagi semua anggota keluarga. Di hari Valentine, anak-anak boleh saja memberi hadiah untuk mengungkapkan kasih sayang mereka kepada orangtua dan kakak-adiknya. Bisa berupa setangkai bunga, sebuah coklat kecil yang unik, boneka beruang, hingga jepit rambut mungil yang dihadiahkan kepada mama tercinta. Ada hal yang menarik yang sangat sering diucapkan anak-anak Erika yaitu kalimat manis mereka “thank you mama & i love you, mama”. Mengapa kalimat ini sering terdengar dari anak-anaknya? Barangkali terdengar sangat sederhana. Namun, menurut Erika, sangat

penting untuk membekali mereka dengan konsep kerendahan hati untuk bisa menghargai orangtua dan menghargai orang lain. Sehari-hari Erika begitu fokus bergelut dengan proses shipping, export dan import yang biasanya adalah dunia dan industri laki-laki. Apakah ia masih bisa meluangkan waktu untuk merayakan Valentine? Bagaimana Erika sendiri memahami makna Valentine ini? Perempuan yang sudah lebih dari 12 tahun di industri logistics & supply chain ini dengan senyum yakin menjawab bahwa semua hal positif yang ia peroleh, ia kembalikan kepada orang-orang yang ia sayangi. Menurut Erika, ada seni tersendiri dalam memberi cinta dan kasih sayang kepada suami dan ketiga putranya. Hari Valentine ini meski bukan merupakan libur nasional tetapi dirayakan di seluruh dunia. Dalam ruang lingkup yang luas, hari

Valentine ini juga dirayakan dengan teman-teman dan sahabat. Hampir semua usia merayakannya. Bahkan saat ini, perempuan dan eksekutif muda yang aktif dalam organisasi pengembangan diri justru merayakan Valentine dengan kegiatan sosial. Luar biasa makna cinta dan kasih sayang ini dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan apapun. Mantan penyiar berita berbahasa Inggris Balivision TVRI Bali ini mengatakan dengan lugas bahwa yang terpenting adalah mereka benar-benar dapat menyadari dan merasakan cinta dan kasih sayang yang diberikan oleh orang-orang terdekat. Ketika ditanya apa ada hadiah khusus di hari Valentine nanti untuk suami tercinta? Dengan suara berbisik Erika menjawab iya, sebuah free & easy trip ke Kyoto. Dengan singkat ia menekankan lagi bahwa so that he knows that he is loved. – Sri Ardhini


24

Edisi 888/ 15 - 21 Februari 2016

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook