24
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
GORO-GORO Jutaan mata tak berkedip menatap layar kaca pada 14 Januari 2016 lalu. Teror Putu Wijaya bom bunuh diri di kawasan gedung perbelanjaan Sarinah, di jalan Thamrin, Jakarta menjadi gong ketegangan isu bom menjelang Natal dan Tahun Baru 2016. “Jumlan pengantin sampai 46 orang yang disinyalir hendak memoles akhir tahun lalu dengan darah, kini berkurang sedikit. Tapi sisanya, jadi semakin menakutkan,” kata Amat. “Kenapa begitu, Pak?” Bagai seorang analis terorisme, Amat lalu membentangkan teorinya: “Bapak yakin, teror bom di Sarinah itu, bukan kegagalan perhitungan mereka, seperti kata para pengulas kejadian tersebut di tv, tapi?” “Tapi apa?” “Tapi keberhasilan. Sebab tujuan mereka memang hanya menunjukkn gigi bahwa mereka sudah ada di ibukota kita dan siap bertindak setiap saat, meskipun rancangan mereka memberdarahkan Desember 2015 gagal. Itu menunjukkan?” Amat berharap istrinya akan bertanya lagi, sebab teorinya masih panjang. Ternyata Bu Amat melempar percakapan ke sudut lain. “Sidang pengadilan terhadap mantan menteri ESDM Pak Jero Wacik dengan saksi meringankan Pak JK hasilnya bagaimana, ya?” Amat kecewa. Ia sedang amat
TEROR MENTAL
bernafsu menelaah teror Sarinah. Lehernya rasa tercekik, sebab teorinya belum semua dimuntahkan. Lalu Amat ngeloyor ke tetangga. “Pak Made, menurut Bapak kita kecolongan atau tidak?” Pak Made terkejut. “Lho, ada pencurian apa lagi, Pak Amat? Kan satpamnya sudah ditambah. Gajinya juga sudah dinaikkan. Kalau masih ada pencurian lagi, saya kok jadi curiga, ini hanya taktik untuk menekan kita untuk sepenuhnya mengikuti tuntutan mereka. Tapi yang kita berikan kan sudah di atas upah rata-rata minimum! Coba tak usut sekarang sebelum merembet jadi kebiasaan!” Pak Made langsung pergi ke pos satpam. Tapi kemudian berbelok, pergi ke kantornya, sehingga Amat sia-sia menanti. Amat tidak putus asa. Ia berdiri depan rumah menunggu Pak Alit ke kantorn yang biasanya lewat rumah. Tapi satu rumah sebelum rumah Amat, Pak Alit berhenti, lalu memeriksa tasnya. Rupanya ketinggalan sesuatu, lalu balik kembali ke rumahnya. Amat penasaran. Ia coba menunggu dengan sabar. Tahu-tahu pak Alit melesat lewat dibonceng motor oleh anaknya. Ia hanya melambai ketika Amat mencoba menyetop. Dengan sangat kecewa, Amat lantas ke rumah Ami. Anak itulah yang selalu sabar mendengarkan tuturan Amat. Tapi begitu sampai di rumah AmI, jangankan bisa membentangkan teori teror, menyapa pun Amat tak sempat. Ami langsung curhat: “Nah, ini kebetulan Bapak datang! Bagaimana, Pak?” “Teror Sarinah?” “Bukan! Ada riset yang
mengatakan ada 5 pekerjaan yang akan hilang di Indonesia, karena perkembangan internet. Wartawan media cetak, petani yang akan diganti traktor, pegawai kantor pos, kasir dan pegawai perpustakaan!” “Masak?” “Ya! Ini riset, Pak! Ilmiah, bukan ramalan, bukan prediksi, bukan provokasi! Berdasarkan data dan fakta! Coba bayangkan berapa puluh ribu bahkan mungkin jutaan orang akan menganggur. Ambil contoh, kalau wartawan media cetak kehilangan pekerjaan, berarti produk cetak seperti koran, majalah, buku, brosur, plakat dan sebagainya juga hilang. Lalu karyawannya di PHK! Mereka harus kerja apa untuk menghidupi keluarga? Yang muda-muda mungkin masih bisa banting stir, tapi yang sudah tua?? Itu bencana nasional, Pak, Kalau mereka merasa terancam lalu demo menuntut keadilan, bisa jadi huru-hara! Dan itu pasti bukan hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia! Dunia terancam bahaya oleh kemajuan teknologi manusia sendiri, Pak!!” Amat terhenyak. Seluruh teori terornya tertelan ke perut dihajar ancaman bencana kerusuhan pengangguran sedunia. Amat terteror, langsung pulang. Di rumah teror Ami terus mengacau-balau, mengharu-biru otaknya. “Kenapa, Pak, sakit?” tanya Bu Amat, “Coba lanjutkan teori Bapak tentang teror bom bunuh diri di Sarinah. Itu menunjukkan ... apa?” Amat tak menjawab. Bu Amat lalu berbisik. “Yang Bapak pikirkan dan katakan itu, rasanya termasuk bagian kekacauan pikiran yang direncanakan teror Sarinah.”
Mengepel dengan Miras Membersihkan rumah memang menjadi kegiatan rutin setiap orang. Menyapu dan mengepel lantai memang wajib dilakukan agar rumah terlihat lebih bersih dan rapi. Saya mempunyai pengalaman unik tentang bersih-rumah. Hal ini saya alami beberapa bulan yang lalu. Untuk mengisi hari libur, membersihkan rumah memang menjadi kegiatan rutin yang tak pernah saya lewatkan. Kegiatan itu saya awali dengan mencuci pakaian kotor agar saya punya waktu lebih banyak untuk menjemur pakaian, dilanjutkan dengan merapikan kamar, dan menyapu lantai. Setelah semua beres, saya beristirahat sejenak untuk melepas lelah. Saat saya duduk di lantai, ter lihat lantai kamar saya cukup kotor dan harus dipel. Saya pun bergegas mengambil alat pel yang kemudian saya basahi dengan air. “Pel kering saja cukup rasanya”, pikir saya dalam hati. Alat pel yang sudah dibasahi kemudian saya pakai untuk mengepel lantai. Setelah beberapa saat alat
pel itu pun mulai mengering. Saya bermaksud untuk membasahinya kembali. Saat saya ingin membasahi kembali alat pel tersebut, saya melihat botol air mineral yang isinya masih cukup banyak. Karena tak mau jauhjauh mengambil air, saya pun dengan cepat mengambil botor air mineral tersebut dan menuangkannya sedikit demi sedikit ke lantai. Setelah itu saya lanjutkan mengepel. Tak ada keanehan awalnya, namun setelah beberapa saat saya mulai mencium bau yang tak biasa. Kembali saya basahi alat pel tersebut dengan cairan yang ada di botol tadi dan melanjutkan mengepel. Namun, bau itu semakin keras. Saya pun curiga dengan cairan
yang ada di botol air mineral itu. Dengan rasa penasaran, saya men coba mencium bau cairan itu. Ternyata itu bukan air mineral, tetapi minuman keras, arak !! Saya tambah bingung kenapa bisa ada arak di sini. Botol itu pun saya perlihatkan ke ibu saya dan mena nyakan kenapa bisa ada arak di dekat kamar saya. Kemudian ibu saya menjelaskan, “Arak itu memang sengaja ibu beli untuk mengobati kaki ibu yang sakit. Ibu lupa mindahin tadi.” Oh my God... ternyata saya mengepel lantai dengan miras. Karena baunya yang kian menyengat, saya pun harus mengepel ulang lantai kamar agar baunya hilang. Niat mengepel cepat malah jadi repot. Arman, Badung
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Ekspresso bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Sudut Pandang
Tiga Cangkir lebih Aman Kopi merupakan minuman yang dikenal ba nyak orang. Penikmat kopi juga banyak. Kopi enak diminum saat pagi hari, atau saat cuaca dingin. Walaupun nikmat, kopi juga disebut kurang baik bagi kesehatan. Apa kandungan di dalam kopi?
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Sekretariat Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– Faksimile (031) 5675240 Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id Website www.tokoh.co.id Bank BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
dr. I Wayan Sutadarma, M.Gizi
M
e n u r u t d r. I Wa y a n S u t a darma, M.Gizi, kopi adalah bahan untuk minuman yang kompleks dan mengandung banyak senyawa, diantaranya, kafein (stimulan kuat), diterpen alkohol
(meningkatkan kadar kolesterol), dan asam klorogenik (antioksidan dan anti radang). Dosen FK Unud ini mengatakan, manfaat minum kopi tergantung dari campuran kopi. Kopi hitam tanpa campuran gula dan susu atau krim, memiliki efek lebih baik. Kafein dalam jumlah tertentu memiliki efek yang baik. Kandungan kafein dalam kopi berbeda-beda, namun rata-rata kandungan kafein dalam 1 cangkir kopi setara 100 mg. Jenis kopi ada yang mengandung kafein
Ngupi Juluk Dalam masyarakat Lombok, tradisi minum kopi menjadi bagian keseharian yang selalu hadir dalam interaksi sosial. Karena itulah untuk menunjukkan keakraban, masyarakat di Lombok selalu menyapa dengan kalimat, Ngupi Juluk, yang artinya ayo minum kopi dulu. Ngupi juluk bukan sekadar ajakan minum kopi biasa melainkan ada nilai ungkapan keakraban yang terkandung di dalamnya. Kopi di Lombok menjadi bagian komunikasi khususnya bagi masyarakat tradisional di Lombok. “Ngopi di Lombok bukan hanya sekAdar suguhan melainkan ada nilai keramah-tamahan dan keakraban di dalamnya. Ngopi bahkan menjadi media komunikasi yang menyertakan empati. Bagi orang Lombok, kopi merupakan ungkapan perasaaan senang, akrab dan lainnya,” kata Kongso Sukoco, mantan Ketua Dewan Kesenian Nusa Tenggara Barat yang telah 36 tahun menetap di Lombok. Ngupi juluk ini bahkan kini kian trend menjadi sapaan penghangat tidak hanya bagi kalangan pengopi melainkan juga di kalangan anak muda. Tidak heran akhirnya ngupi juluk kini familiar ditemukan juga pada disain-disain kaos khas Lombok. Begitu pula dengan Agus Wintarno, seniman yang sudah lebih dari 20 tahun menetap di Lombok, yang memandang tradisi minum kopi di Lombok ditemukannya sangat kuat. Ngopi tidak hanya dinikmati di warungwarung kopi atau kafe-kafe saja melainkan juga di tiap rumah masyarakat Lombok khususnya di lingkungan pedesaan selalu ada kopi. Tawaran dan suguhan pertamanya selalu kopi. Bahkan orang Lombok, begitu
melihat tamu datang, hal pertama yang dilakukannya adalah menyiapkan kopi. Minum kopi di Lombok dilakukan hampir di semua waktu, pagi siang, sore maupun malam. Jika berkunjung dari rumah ke rumah, maka yang ditawarkan dan disiapkan umumnya adalah kopi, bukan minuman lain. “Jika berkunjung ke lima rumah dalam waktu berdekatan sekalipun, maka lima kali itu pula kita disuguhi kopi,” ungkap Agus tentang pengalamannya tentang ngopi di Lombok. Pengalaman lainnya tentang kopi di Lombok, ketika ia ber-
dan ada juga yang dihilangkan kandungan kafeinnya (decaffeinated coffee). Ia menyatakan, minum dua sampai empat cangkir kopi per hari (rata-rata 3 cangkir) lebih aman bagi kesehatan, dibandingkan minum satu cangkir atau lebih dari lima cangkir per hari. “Gambaran ini mirip dengan bentuk U, dimana jumlah terlalu sedikit atau terlalu banyak memiliki efek tidak aman bagi kesehatan,” kata dr. Sutadarma. Kopi yang langsung diseduh
dengan air panas atau yang setelah diseduh lalu disaring lagi memiliki efek yang berbeda. Kandungan diterfen (cafestol dan kahweol) pada kopi lebih tinggi, bila kopi langsung diseduh dengan air panas. Diterfen memiliki efek meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Pengaruh positif kopi dalam jangka pendek, meningkatkan tekanan darah sesaat, mengurangi rasa cemas, meningkatkan penampilan saat olahraga intensitas tinggi, meningkatkan efek panas makanan (thermic effect of food) dan pemecahan lemak. Untuk jangka panjang, kopi menurunkan risiko demensia, memperbaiki gejala asma (efek kafein), menurunkan risiko kegemukan, hipertensi, gangguan jantung, dan memperbaiki sensitivitas insulin. Pengaruh negatif jika minum kopi berlebihan dalam jangka
23
pendek, gangguan tidur, rasa cemas, berdebar-debar, sakit kepala, dan meningkatkan jumlah air kencing. Dalam jangka panjang, dapat meningkatkan kejadian penyakit jantung, meningkatkan kehilangan kalsium dan magnesium melalui kencing, dan meningkatkan kehilangan massa tulang. Mengapa ada orang ketagihan minum kopi? Menurut dr. Sutadarma, penyebab ketagihan kopi disebabkan kandungan kafein yang memiliki efek stimulan yang sangat kuat. “Kafein berperan sebagai stimulan sistem saraf pusat dan penggunaan yang rutin dengan dosis berlebih dapat menyebabkan ketergantungan fisik walaupun masih tingkat menengah,” jelasnya. Gejala yang timbul meliputi, gejala kehilangan tiba-tiba seperti sakit kepala, lelah, gangguan mood, kecemasan, dan sulit berkonsentrasi. Namun, ia menyatakan, efek ketergantungan kopi ini dapat dengan mudah dihilangkan jika dibandingkan dengan ketergantungan obat-obatan. -Wirati Astiti
sama kelompoknya mendatangi sebuah desa untuk menggelar pementasan seni bahkan pada kegiatan pentas kecil sekalipun, yang pertama keluar dari rumah yang mereka singgahi adalah kopi. Itulah bentuk ungkapan perasaan senang dan terbuka masyarakat Lombok dalam menerima tamu. Bahkan jika ngopi di desa-desa di Lombok, bisa dipastikan rasa manisnya melebihi takaran. “Manisnya kopi yang di atas rata-rata -khususnya bagi tamu yang biasa menikmati kopi dengan gula yang pas- yang disuguhkan itu, sesungguhnya itulah bentuk ramah dan rasa senangnya orang Lombok dalam menjamu dan menghormati tamunya,” kata Kongso. -Naniek I. Taufan
Modalnya Cinta Kopi
Hagi
Minum kopi bisa dilakukan dimana saja. Tetapi, bagi kalangan muda minum kopi di kafe sudah menjadi gaya hidup. Kafe pun bertebaran dimana-mana. Sajian spesial dari barista bisa menjadi magnet untuk menarik pengunjung. Bahkan ada kafe yang member kesempatan kepada pengunjung untuk menjadi “barista”. Barista adalah suatu pekerjaan yang pekerjaannya membuat dan menyajikan kopi yang berbasis espresso kepada pelanggan. Kata barista merupakan bahasa dari Italia yang berarti “pelayan bar”, dan barista adalah posisi yang terhormat. Untuk menjadi barista tentu harus memiliki pengetahun dan memahami karakter kopi. Salah satu barista berprestasi adalah Hageng Pribadi. Barista Anomali Coffee yang akrab disapa Hagi ini juara 1 Cup Taster yang diadakan Speciality Coffee Association of Indonesia (SCAI) di ajang Indonesia Cup Taster Championship (ICTC) 2015. Ia juga pemegang sertifikat Q-Grader yang menjadi salah satu instruktur Indonesian Coffee Academy milik Anomali. “Menjadi barista itu modalnya cinta kopi. Pelajari proses kopi mulai dari penanaman hingga proses panen. Mulai dari biji basah
sampai kopi yang sudah digiling. Pelajari juga karakter kopi karena masing-masing jenis dari berbagai wilayah memiliki karakter berbeda,” ujar Hagi yang didampingi Ryo Limijaya, Marketing & Sales Head Anomali Coffee saat ditemui di Anomali Coffee Ubud. Untuk mendorong lahirnya para barista, Indonesian Coffee Academy membuka kelas barista. Materi yang diajarkan mulai dari basic espresso, latte art, manual breweing, cupping, hingga espresso advance. “Tiap Kamis after lunch, kami mengadakan tes cupping (uji citarasa kopi) di Anomali. Kami mempersilakan konsumen untuk menjajal kemampuan mengetes kopi. Gratis,” tegas Hagi. Ia pun berbagi tips bagi yang ingin membuat kopi secara sederhana atau yang biasa dikenal dengan kopi tubruk. Perbandingannya 1 gr kopi menggunakan 15 ml air dengan suhu 94-96º C. Biarkan air dan kopi berekstrasi selama 4 menit. Selanjutnya silakan dinikmati. Jika ingin kopi diaduk, tuangkan air ditengah-tengah gelas atau cangkir. Tetapi, jika tidak ingin diaduk, tuangkan air secara berputar agar kopi terekstrasi dengan sendirinya. Tambahan gula, susu, atau krim sesuai dengan selera masing-masing. –Ngurah Budi
22
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
Tut De
Indonesia Siaga Satu
Rayakan 10 Tahun Berkarya
Orang Hilang Marak
Akhirnya ‘konser’ itu ter jadi juga di Jakarta. ‘Kon ser’ begitu sandi teroris atas rencana serangan terhadap Jakarta pada Natal dan Tahun Baru. Namun langkah mereka sudah tercium BIN dan pihak keamanan lainnya, bahkan in telijen Australia juga memberi peringatan yang sama, menyu sul sejumlah penangkapan dilakukan terhadap para ter duga teroris di sejumlah kota di Jawa.
Tak terhitung sudah wajah yang dipolesnya. Mulai dari remaja kuliahan, kalangan sosialita, artis lokal maupun ibu kota, nasional hingga ibu-ibu pejabat. Baik untuk acara wisuda, berbgai acara formal lainnya hingga pernikahan. Karena kemampuannya juga, ia sering diminta menjadi narasumber lomba tingkat nasional di Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia.
S
emuanya menjadi pantas, karena jam terbang yang mumpuni dari pemilik Tut De Wedding di Jalan Nusa Kambangan No. 134, Den-
Bibit Samad
D
ensus 88 pun melakukan sejumlah penangkapan terhadap para terduga teroris, termasuk penangkapan di Bekasi, Jawa Barat, 23 Desember 2015. Penjagaan tetap diperketat. Jakarta tetap Siaga I, sekalipun Operasi Lilin Natal-Tahun Baru telah berakhir 2 Januari 2016 lalu. Meski rencana aksinya telah tercium dan aparat keamanan dalam kondisi siaga, tapi sepertinya ‘pasukan’ teroris ini sungguh nekat. Rencana menyerang Jakarta tetap diteruskan. Sasarannya tak tanggung-tanggung, kawasan Sarinah Jl Thamrin, Jakarta, yang letaknya tak jauh dari ‘kawasan Ring Satu’ yakni, Istana Negara dan kantor-kantor penting negara. Tak jauh dari sana juga ada Kedutaan Amerika. Aksi para teroris yang diduga didalangi ISIS ini cukup banyak menelan korban. Tujuh orang tewas, lima di antaranya adalah para pelaku (dua tewas bom bunuh diri dan tiga karena ditembak petugas). Sementara warga sipil yang tewas dua orang, salah satunya adalah seorang warga negara Kanada yang tewas ditembak teroris. Sementara yang luka-luka total berjumlah 24 orang, lima di antaranya petugas kepolisian. Pascateror bom itu, kini polisi memberlakukan ‘Siaga Satu’ untuk
semua wilayah di Indonesia. GAFATAR DITOLAK DIMANA-MANA Jika merunut ke belakang. Sebenarnya saat-saat ini (sebelum peristiwa bom) masyarakat tengah ramai memberitakan tentang organisasi Gafatar menyusul maraknya laporan orang hilang. Salah satu yang menghebohkan dan akhirnya menarik perhatian masyarakat adalah hilangnya dokter Rica berserta bayinya. Diduga menghilangnya dokter Rica yang akhirnya ditemukan di Pangkalan Bun, Kalimantan, terkait dengan organisasi Gafatar. Organisasi berlambang matahari bersinar ini, dituding ada dibalik sejumlah kasus yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan. Beberapa waktu lalu kasus serupa juga muncul. Meski ketika itu tidak diketahui jelas organisasi mana yang menculik mereka, namun muncul dugaan orang-orang hilang itu direkrut oleh sebuah organisasi terlarang. Istilah cuci otak pun mencuat, karena mereka diajak meninggalkan keluarga bukan diculik dalam arti sebenarnya. Melainkan mereka mengikuti pengajaknya dalam keadaan sadar. Kini, kasus serupa mencuat lagi. Mereka yang hilang kebanyakan berusia muda dengan rentang usia 20 s/d 40
tahunan. Akan halnya Gafatar, organisasi yang belakangan jadi buah bibir, awalnya berpusat di Jakarta, di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Namun sejak beberapa bulan lalu, kantor pusat mereka di Cipete ditinggakan dan pindah entah kemana, lantaran muncul banyak penolakan di tengah masyarakat. Apalagi pendirinya, Ahmad Musadeq, kemudian ditangkap dan dipenjara karena kasus penistaan agama. Masyarakat pun ramai-ramai menolak aksi Gafatar. Setelah itu tak terdengar lagi kiprah Gafatar di Jakarta. Agustus lalu, karena banyaknya penolakan dari
Para pengurus dan warga Gafatar DKI Jakarta usai memanen tanaman kacang panjang
masyarakat, Gafatar Jakarta pun membubarkan diri. Penolakan masyarakat ternyata tidak hanya di Jakarta, tapi juga di sejumlah daerah, khususnya di Pulau Jawa dan Bali. Gafatar atau Gerakan Fajar Nusantara, lewat websitenya, gafatar. org dan gafatar.or.id yang sekarang sudah tidak bisa lagi diakses, mengklaim memiliki cabang di 34 daerah di Indonesia. Di daerah rupanya Gafatar berkembang cukup subur dan berhasil masuk ke kampus-kampus. Tapi menghilangnya dokter Rica beserta bayinya membuat
publik tersentak. Dari sana kemudian satu demi satu kasus orang hilang terungkap. Berdasarkan data kepolisian Yogyakarta, tercatat ada 33 orang hilang (12 di antaranya dilaporkan hilang pada Januari 2016) di Yogyakarta. Jumlah tersebut bisa jadi lebih banyak, namun belum melapor ke kepolisian. Sekarang semua orang, tak terkecuali para pejabat negara berbicara tentang Gafatar. Dokter Rica dan bayinya dibawa oleh dua saudaranya ke Pangkalan Bun. Terkuak kabar, dua saudara dokter Rica itu adalah anggota Gafatar, dan Rica pun dulunya saat masih mahasiswa sempat menjadi anggota Gafatar.
Demo tolak Gafatar
3
GUNAKAN AKSI SOSIAL KEMASYARAKATAN Berdasarkan info yang dikumpulkan, Gafatar diduga berkedok organisasi sosial kemasyarakat dan banyak melakukan aksi sosial guna menjaring anggota. Setelah orang-orang ini tertarik masuk
Gafatar mereka secara perlahan mulai diindoktrinasi. Gafatar sempat mendaftarkan diri sebagai ormas ke Kesbangpol Kemendagri pada 2011 namun ditolak. Lalu mengajukan lagi sebanyak dua kali, namun tetap ditolak. Yang menarik adalah, ternyata organisasi ini tidak hanya menyasar pada perekrutan orang muda muslim, namun pada orang muda yang beragama berbeda. Itulah sebabnya mereka menggunakan aksi sosial kemasyarakatan karena dengan aksi ini lebih mudah menjaring anggota. Tidak hanya orang muda, bahkan tokoh-tokoh masyarakat pun pernah didekati. Salah satu yang sempat masuk Gafatar adalah Bibit Samad, mantan Wakil Ketua KPK. Bibit tertarik dengan organisasi berlambang matahari bersinar itu karena melihat aksi mereka yang banyak membantu masyarakat. Bibit bahkan tidak hanya sebagai anggota biasa, tapi dia mendapat jabatan di Dewan Pembina. Namun Bibit akhirnya pun curiga karena apa yang dia kira tak sesuai kenyataannya. Ada banyak keanehan yang ditemui Bibit selama terlibat dalam organisasi ini. Dia pun bahkan sempat mengingatkan Gafatar akan aksi mereka, Akhirnya Bibit pun mundur dari organisasi ini. Di Jakarta, Gafatar sempat terdaftar di Kesbangpol DKI Jakarta pada 2012. “Gafatar pernah terdaftar pada 2011. Namun tahun ini tidak memperpanjang lagi, “ ujar Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Ratiyono. Gafatar sendiri dideklarasikan di Kemayoran, Jakarta Pusat pada 2012. Ketum Gafatar dijabat oleh Mahful Tumanurung. Mendagri Tjahjo Kumolo dalam keterangannya kepada wartawan menyebutkan, ada PNS yang juga menghilang dan sampai sekarang masih dilacak keberadaannya. Namun Tjahjo belum bisa merinci lebih jauh kasus ini. “Ini masih dilacak,” ucapnya. Dia menyebut, penjagaan bukan hanya menjadi tugas polisi, BIN, maupun Kesbangpol saja, namun juga oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa sejak 5 April dan 30 November 2012 pihak Dirjen Kesbangpol Kemendagri telah memerintahkan agar Kesbangpol Daerah tidak mengeluarkan izin untuk Gafatar. –Diana Runtu
pasar ini. Setelah puluhan tahun lebih berkecimpung di dunia tata rias atau make up, pemilik nama lengkap I Ketut Suarna ingin berbagi kebahagiaan dengan para penata rias
lainnya, terutama yang ada di Bali. Sembari merayakan 10 tahun keberadaan Tut De Wedding, ia juga menyelenggarakan lomba bagi semua penata rias dengan talenta-talenta terbaik. Tujuannya, ia ingin lebih lagi menggelorakan semangatnya sendiri sekaligus mengajak para perias lainnya yang ada di Bali untuk menunjukkan dan terus meningkatkan kebisaannya hingga mampu berprestasi. Tut De mengatakan, lomba “Make Up Bali Modifikasi” yang dilaksanakan oleh Tut De Wedding pada 28 Feb-
Semalam 3 Tropi Digenggam Sebagai salah satu penata rias papan atas Bali, Tut De juga berhasil menorehkan beberapa momen membanggakan di tingkat nasional. Betapa tidak, setiap kali mengikuti kompetisi make up atau tata rias di tingkat nasional ia selalu berhasil memukau dewan juri hingga berhak memboyong piala kemenangan. Dari begitu banyak kemenangan yang diraihnya, menurut Tut De ada dua momen yang paling berkesan baginya. Yang pertama ketika ia berlaga dalam Lomba Tata Rias Tingkat Nasional di Jakarta beberapa waktu silam. Tut De mengikuti tiga kategori tata rias, yakni Tata Rias Modifikasi Tradisional, Tata Rias Gaun Panjang dan Tata Rias Gaun Pesta. Tak dinyana untuk ketiga kate gori tersebut Tut De muncul sebagai pemenang dan tak tanggung-tanggung semuanya juara pertama. Bukan hanya itu kenangan manis lainnya adalah saat ia mengikuti LombaTata Rias Tingkat Nasional di Yogyakarta. Di sini lombanya khas
yakni “Riasan Jogya Jangan Menir dan berhasil juga menjadi pemenang pertama, menyisihkan para perias dari berbagai daerah di Indonesia. Secara pribadi ia bersyukur karena sebagai perias Bali kemampuannya merias Jawa pun diakui para pakar tata rias nasional. Selain itu ia juga bangga selama ini bisa membawa nama Bali di kancah nasional. Namun, dalam hatinya Tut De masih menyimpan sebuah mimpi, ia ingin suatu saat menjadi juara dunia. Disinggung aktivitasnya saat ini, adalah bekerja, belajar dan mengajar. Bagi seorang Tut De, di berbagai kesempatan baik saat merias di tempatnya maupun ketika mengikuti even lomba, ia juga selalu menyempatkan diri menimba ilmu. Sementara untuk urusan bekerja, ia mengaku selalu menerapkan profesionalisme. Sebab profesional juga berarti menjaga kepercayaan para pelanggannya de ngan memberikan karya yang memuaskan. Beberapa hasil polesannya dapat dilihat di Instagram @tutdewedding.
Ketika bicara adanya persaingan yang sangat tinggi di dunia tata rias, baginya justru menjadi pemacu untuk lebih baik dan lebih baik lagi dalam berkarya, terutama memoles wajah seseorang. Kalaupun selama ini Tut De lebih dikenal banyak menangani tata rias Bali Modifikasi, katanya itu dilakukan demi kemajuan dunia tata rias di Bali, tanpa harus mengenyampingkan basic dari riasan Bali yang ada, “Acuan kami, saat merias pengantin misalnya sudah pasti dari pakem yang ada,” tandasnya. Saat ini, lanjutnya Tut De Wedding bukan hanya melayani paket rias pengantin Bali. “Selain menerima pe ngantin Bali, baik Payas Agung maupun modifikasi juga melayani pengantin gaun panjang dan pengantin daerah lainnya seperti Betawi Solo putri, Sunda, Padang, yang di Bali masih langka yang menanganinya, menerima juga termasuk pengantin yang berhijab,” terang pria kelahiran 25 Desember 1973 ini. – ard
ruari mendatang, dipastikan sangat fair karena menghadirkan juri dari Surabaya dan Jakarta. “Murid-murid kami yang ujian juga pada saat itu tidak ikut di lomba ini. Pada lomba ini penekanan pada make up yang memegang peran yakni 80 %, sisanya yang 20 % barulah keserasian secara menyeluruh,” ujarnya. Dikatakannya bahwa sebagai se-
orang penata rias , tidak baik merasa cepat puas. “Selain itu berani bersaing dengan orang lain melalui lomba ini, sebagai salah satu langkah menguji mental dan kemampuan,” ujar Tut De yang mengaku belajar tata rias di Bali dan di Jakarta ini sembari menambahkan sebagaimana dunia seni umumnya tata rias pun mengalami perkembangan, dan kita yang bergelut di dalamnya mesti kreatif menyikapi perkembangn ini. Kreatif untuk tata rias atau make up, jenis aksesorisnya, busana maupun tatanan rambutnya. Selain lomba, kata Tut De, di arena yang sama juga bakal ditampilkan demo make up dari Jacky Timurtius, seorang yang sudah sangat kawak an untuk urusan make up. Juga bakal hadir di panggung parade pengantin modifikasi teranyar dari Tut De Wedding. “Segeralah mendaftar, karena tempat terbatas,” cetusnya. –ard
4
Mandalika
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Cok Istri Mirah, S.E.
Bisnis di Ode-nant Penghasilan Tinggi Minim Risiko Untuk ketiga kalinya, Ode-nant Textile menggelar “Semarak Odenant 2016”, Minggu (10/1) di Hotel Nikki Denpasar. Tak kurang dari 500 undangan memadati ruangan tersebut. “Odenant, toko yang berbeda, benar-benar beda,” ungkap owner Ode-nant Cok Istri Mirah, S.E.
B
Sebagian Koordinator Ode-nant
edanya ini ada pada sistem penjualannya. Biasanya toko tekstil jualannya melalui eceran atau grosir. “Kami juga menjual eceran, tapi penjualan grosir kami melalui member dan koordinator. Untuk saat ini di Bali hanya Ode-nant yang memakai sistem seperti ini, mungkin juga di seluruh Indonesia,” ujar Cok Mirah, perempuan energik yang sudah 19 tahun malang melintang di dunia pertekstilan.
GEBYAR PROMO Saat ini, Cok Mirah mengatakan Ode-nant sudah memiliki 7 Koordinator Gold, 10 Koordinator Silver , 11 Koordinator Bronze, 4 Koordinator Metal, dengan total jumlah koordinator 32 orang. Untuk member, ada member biasa dan member prioritas. Dalam jangka waktu 3 tahun sejak berdiri 22 Agustus 2013 sampai dengan Desember 2015, Ode-nant memiliki 3.126 member biasa dan 44 member prioritas.
tasnya benar-benar diseleksi,” tegas istri dari Cokorda Gde Agung, S.H. Ada juga produk pendamping/tambahan, seperti, bordiran, brokat, aksesoris, tas, sandal, dan aneka tekstil lainnya. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan reproduksi wanita, sejak Oktober 2015 Odenant bekerjasama dengan produk pembalut AVAIL. Pada Oktober 2015 itu juga dibentuk “Komunitas Yes”. Member prioritas sudah otomatis menjadi Komunitas Yes. Yang belum bergabung atau yang belum menjadi member prioritas, bisa bergabung dengan syarat
Fashion show produk Ode-nant oleh Koordinator
Ia mengatakan, jika di toko lain, keuntungan dinikmati sendiri. Tetapi di Ode-nant, setengah dari keuntungannya itu diberikan kepada member dan koordinator dalam bentuk diskon dan komisi. Misi Ode-nant, menjadi suatu perusahaan yang bisa memberikan peluang kepada member atau koordinator yang bergabung untuk memperoleh penghasilan yang setinggitingginya, dengan risiko yang sangat minimal, dengan selalu mengindahkan etika bisnis. Untuk mencapai misi tersebut, putri dari Tjokorda Arnawa Pemayun, S.H., dan Indrawati ini mengatakan Ode-nant memiliki visi, melakukan inovasi dalam hal sistem, produk, dan SDM.
Produk yang dijual di Odenant; produk unggulan yakni batik (dari bahan sutra, katun, dobi ATBM, piscos) dan endek (dari bahan sutra, katun,CSM). “Produk unggulan ini kuali-
Suasana “Semarak Ode-nant 2016”
Nyalama’ Dilau’
Tradisi Menjaga Keseimbangan Alam Pagi hari di waktu puncak pelaksanaan tradisi masyarakat pesisir, pantai di Desa Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang dan Desa Poto Tano Kecamatan Poto Tano di Sumbawa Barat serta Tanjung Luar, Kecamatan Keruak Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dipenuhi warga yang ikut menyaksikan dan melaksanakan ritual larung kepala kerbau dalam tradisi Nyalama’ Dilau’ atau selamatan laut.
Cok Mirah bersama kedua orangtunya yang sekaligus Penasihat Ode-nant
diskusi dengan BRI, dan mini gathering with AVAIL. Untuk para member dan koordinator yang memenuhi target, tahun ini rencananya “Goes to Hongkong”. Namun dalam acar yang juga dihibur, artis Pop Bali Widi Widiana, Sri Dianawati dan Ayu MAenah tersebut, Cok Mirah memberikan
The Younger of Ode-nant bersma Cok Mirah
membayar Rp 10 ribu tiap bulan. Keuntungannya, tiap bulan punya kesempatan untuk mendapatkan produk yang harganya benar-benar murah. “Jadi tidak percuma buang duit Rp 10 ribu tiap bulan karena keuntungannya banyak,” ucapnya ibu dari Cokorda Istri Eka Pratiwi dan Cokorda Gde Ananta Wijaya ini bercanda. Di tahun 2015 Ode-nant sudah memberangkatkan 28 orang “Go to Thailand”, dan pada perayaan ulang tahun 2015, diadakan di cruises. Juga digelar Asembly yang diisi dengan mini gathering untuk seluruh member, dialog kesehatan,
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
penawaran khusus. “Khusus peserta ‘Semarak Ode-nant 2016’ yang berkeinginan ikut “Goes to Hongkong” diberikan kesempatan dengan syarat hanya dengan menjual 100 endek KW 1, 65 baron prada asli, 15 endek super,” ucapnya yang disambut riuh para undangan. Dalam acara tersebut juga digelar Promo Produk Baru yang sudah ready, seperti endek prada ML, endek katana, endek keong, endek super tangkai HB, endek super cipika, endek 0116B, eendek 0116B garis, endek grasi domino, mastuli super new, endek sangkar, endek
sangkal setelan, baron prada danar mas, batik kombinasi tulis melisa. Ada juga Promo produk yang sudah dijual, seperti atasan rangrang gliter, semi perancis luna, sf kabel Mtf 2, semi bella vista 1, semi bella vista 2, semi bella dani, brokat tyle FB, brokat tyle bayank FB, brokat tyle motif 1, brokat perancis larissa, brokat tyle kaca TT, brokat nowela, endek putih permata, tenun sulam 1 (PK), endek gerimis, endek SP 4 Cempaka, mastuli super, kemeja endek KW 1, kemeja endek super, songket bima, batik nawi, saput udeng endek, selendang obi satin, selendang obi beludru, selendang songket rangrang, kimono sulam, endek sulam R2 NNK, endek polos pasung (PK), saput udeng flocking. Ditawarkan juga Paket semarak, yakni endek bunga daun+endek jumput, endek bali kepang+endek dobol, brokat semi GB+brokat demi soltis, endek bunga daun+ endek Bali kepang. “Dan khusus untuk Komunitas Yes, mendapatkan endek gurita, endek SP ceplok,” ujarnya. Cok Mirah menambahkan, tahun ini Ode-nant juga meluncurkan Program Member Get Member. Mereka yang sudah menjadi member, jika mengajak e temannya bergabung akan mendapatkan 1 pcs kamen baron mawar ceplok. “Ode-nant promo besar-besaran samai 21 Januari 2016 khusus member,” tandasnya. –ten
Pelantikan Koordinator Silver
N
yalama’ Dilau’ merupakan wujud rasa syukur masyarakat nelayan kepada Sang Pencipta yang telah memberikan kelimpahan nikmat rezeki berupa hasil laut sekaligus untuk memohon limpahan rezeki laut di tahun berikutnya. Karenanya seluruh masyarakat yang ada di pesisir desa-desa ini, baik laki-laki atau perempuan, tua dan muda serta anak-anak, yang kaya maupun miskin berbondong-bondong memeriahkan hajatan kampung tersebut. Semua merasa bertanggung jawab dan terlibat dalam mengungkapkan rasa syukur kepada pencipta akan kekayaan bahari yang menjadi sumber nafkah kehidupan para nelayan. Pesta rakyat pun akan digelar memeriahkan tradisi ini. Penentuan puncak Nyalama’ Dilau’ dihitung secara tradisional oleh para tokoh adat dan tokoh masyarakat yang memiliki kompetensi dalam bidang ini. “Di Tanjung Luar, Nyalama’ Dilau’ menggunakan perhitungan saat munculnya Bintang Sembilan,” kata Fuang Abbas, Sandro Nyalama’ Dilau’ di Tanjung Luar. Sementara itu di Poto Tano dilakukan dengan cara membaca tanda-tanda alam yang telah diwariskan secara turun temurun, yakni ketika pohon asam mulai berbunga. Inilah saat yang dianggap paling tepat untuk bersiap turun melaut, karena hasil tangkapan pada musim asam berbunga, yang bertepatan dengan musim barat, akan melimpah ruah. Tanda alam ini juga bertepatan dengan musim hujan yang mulai turun dalam tahun Masehi, yakni sekitar bulan Desember atau Januari. Sedangkan di Labuan Lalar dilakukan sekitar bulan Maret atau April. Penjagaan daya hidup akan kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Nyalama’ Dilau’ inilah yang membuat masyarakat pesisir di NTB tidak pernah meninggalkan warisan leluhur mereka ini. Dalam tradisi bersyukur ala nelayan ini, dibumbui dengan ritual-ritual khas tradisional, masyarakat pesisir sesungguhnya tengah mengajarkan akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Dimana Sang Pencipta telah menyediakan segala keperluan bagi hidup manusia berupa alam yang kaya, manusia hanya butuh mengelolanya dengan
laksanakan. Itu artinya masyarakat sudah bersiap untuk bergotong royong,” kata Fuang Abbas.
Fuang Abbas
baik agar alam dapat memberikan hasil berupa rezeki yang baik pula bagi kehidupannya. “Jika manusia mampu mengelola dan memanfaatkan alam dengan baik, maka limpahan keberuntungan yang membawa rezeki pun akan menjadi baik. Tradisi Nyalama’ Dilau’ merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kami akan hasil laut yang telah menjadi mata pencaharian bagi masyarakat di sini,” ungkap M. Jafar, salah seorang tokoh penyelenggara Nyalama’ Dilau’ di Labuan Lalar. Di tiga desa ini, penduduknya 90% bekerja sebagai nelayan yang menggantungkan kehidupannya pada laut. Meski kini Nyalama’ Dilau’ telah menjadi salah satu event pariwisata di Nusa Tenggara Barat, namun masyarakat tradisinya tidak pernah meninggalkan hal-hal prinsip yang terkandung dalam tiap prosesi dan ritual tradisi ini. Beginilah cara masyarakat pesisir menghormati alam dan lingkungannya dalam kebijaksanaan. D i Ta n j u n g L u a r, k e t i k a musyawarah para tokoh mencapai kata sepakat penentuan waktu pelaksanaan selamatan laut ini, empat bendera berwarna kuning, merah, putih dan hitam akan dipancang di empat penjuru Tanjung Luar. Empat bendera ini mewakili suku yang ada di Tanjung Luar (merah mewakili suku Makassar, hitam Bugis, kuning Mandar dan putih Bajo) “Jika empat bendera itu sudah terpancang, maka masyarakat Tanjung Luar sudah mengetahui bahwa dalam waktu dekat selamatan laut segera di-
KEPALA KERBAU DIJAGA KHUSUS Sejak itulah warga akan bergotong royong melaksanakan Sarapu’, yakni menyambungkan rumah-rumah panggung yang telah disepakati sebagai pusat kegiatan (bergantian tiap tahun tergantung kesepakatan musyawarah) menggunakan papan agar lebih luas untuk menerima tamu dan lainnya. Rumah ini akan dipergunakan selama kegiatan selamatan laut berlangsung, khususnya tiga hari terakhir hingga puncaknya melarung kepala kerbau. Tiga hari sebelum puncak melarung, kerbau yang kepalanya akan dilarung diarak keliling kampung dikawal oleh tujuh orang gadis (suci/ tidak dalam keadaan haid) dan orang perjaka yang terpilih serta diikuti oleh masyarakat umum dan selama tiga hari berturut-turut. Malam harinya kerbau dipotong dan kepalanya dijaga secara khusus oleh Sandro. Jika di Tanjung Luar arak-arakan dilakukan selama tiga hari maka di Labuan Lalar dan Poto Tano, mengarak kerbau dilakukan sehari sebelum acara puncak melarung. Iring-iringan ini terdiri dari barisan paling depan didahului oleh kerbau dan diantar oleh perwakilan lima suku yang hidup dan mendiami Labuhan Lalar, yakni dari Suku Samawa, Sumba, Flores, Bajo dan Ende, dengan pakaian tradisional masing-masing. “Arakarakan ini sebagai bentuk sosialisasi kegiatan tersebut pada masyarakat,” ujar Jafar yang juga Kepala BPD Desa Labuan Lalar. Dalam prosesi arak-arakan ini, tali kerbau tidak boleh sembarang dipegang orang melainkan pemangku adat atau sesepuh yang memang secara turun temurun telah melakukan hal tersebut. Berdasarkan kisah secara turun temurun masyarakat Labuan Lalar, orang inilah yang dahulunya memberikan sumbangan tetap berupa kerbau untuk dilarung kepalanya di laut dalam tradisi selamatan laut ini. Usai diarak pada sore hari ini, kerbau tersebut dipotong. Kepalanya disimpan untuk dilarung esok hari. Selama semalaman kepala kerbau “dijaga” secara khusus oleh orang khusus pula yang dikenal sebagai sandro. Jika di Labuan Lalar dan Poto Tano Sandro adalah orang yang secara khusus menerima
21
Masyarakat turut serta melarung kepala kerbau pada puncak tradisi Nyalama’ Dilau’
tongkat secara turun temurun maka di Tanjung Luar sandro adalah orang yang dipilih masyarakat dalam musyawarah, tentunya yang memiliki kelebihan secara khusus. Mereka inilah yang bertugas “berdialog” dengan benda keramat yang akan menyertai prosesi Nyalama’ Dilau’, seperti halnya benda-benda keramat yang disebut Bilanreh di Tanjung Luar. Pada hari pelaksanaan selamatan laut, dengan perahu yang sudah dihias, pemangku adat, tokoh masyarakat dan masyarakat umum beramai-ramai turun ke laut untuk mengantar kepala kerbau guna dilarung menggunakan sampan-sampan yang telah dihias sedemikian rupa sebagai wujud kegembiraan masyarakat menyambut tradisi ini. Di Labuan Lalar dan Poto Tano. selama dalam perjalanan melarung kepala kerbau ini, dari arah perahu nelayan yang jumlahnya sangat banyak, ada tradisi saling lempar ketupat. Tampaknya kebiasaan ini, dulunya memang dilakukan untuk saling berbagi makanan di antara sesama pengantar kepala kerbau selama prosesi ini berlangsung. Dahulu, sampan-sampan nelayan tradisional tidak menggunakan mesin melainkan dayung sehingga prosesi ini memakan waktu yang cukup lama. Maka, saat itulah ketika lapar datang, masyarakat membagi makanannya dengan cara melempar dari satu perahu ke perahu lainnya. Kepala kerbau dilarung di suatu tempat tertentu yang sejak turun temurun telah dijadikan tempat melepas kepala kerbau dalam tradisi ini. Tempat khusus tersebut adalah di sekitar sebuah gili (pulau kecil) yang ada Labuhan Lalar (dari Labuhan Lalar gili ini tampak dengan jelas). Sebelum melarung kepala kerbau, rombongan perahuperahu pengantar kepala kerbau ini akan mengelilingi gili tersebut selama tujuh kali sebagaimana kebiasaan selama ini. Setelah itulah kepala kerbau dilarung. SALING SIRAM AIR LAUT Di Poto Tano, kepala kerbau dilarung pada tempat yang sama tiap tahunnya yakni sekitar 500 meter dari daratan Poto Tano. Tempat ini adalah tempat khusus yang oleh masyarakat diketahui memiliki arus yang berputar. Gong genang, musik tradisional Sumbawa, menyertai pelepasan kepala kerbau. Sedangkan di Tanjung Luar, tempat melarung kepala kerbau dilakukan sekitar 100 meter dari pesisir pantai, di lokasi sebuah batu yang tidak tampak oleh mata. Konon, jika ada nelayan yang dapat melihat kemunculan batu tersebut, maka ia akan mendapatkan hasil tangkapan yang melimpah saat itu. Melarung kepala kerbau inilah inti dari selamatan laut ini. Saat tradisi ini diselenggarakan,
pesisir pantai di tempat ini akan ramai oleh pesta rakyat. Hiruk pikuk di pesisir Poto Tano dapat disaksikan, karena seluruh warga masyarakat terlibat saling siram air laut satu sama lain sebagai ungkapan kegembiraan. Acara saling siram air laut ini tidak hanya berlangsung di bibir pantai, melainkan juga berlangsung di tengah perkampungan nelayan. Tak ayal, saling kejar pun mewarnai keriuhan pesta rakyat ini. “Tidak ada warga yang boleh marah atau tersinggung ketika tiba-tiba basah kuyub kena guyuran air laut yang disiramkan warga lainnya. Ini adalah bentuk ungkapan rasa syukur dengan menikmati kegembiraan secara bersama-sama,” ungkap Umar Ibrahim, salah seorang tokoh di Poto Tano yang juga mantan kepala desa tersebut. Usai acara inti Nyalama’ di Lau’ dan pesta rakyat di Poto Tano, masyarakat kembali berkumpul di suatu tempat biasanya di halaman rumah pemangku adat. Saat inilah pemangku adat yang juga tokoh agama akan meminta warga untuk berdoa memohon agar hujan segera tiba sehingga ikan-ikan akan melimpah ruah. Selain memohon kelimpahan rezeki, doa juga dipanjatkan atas keselamatan para nelayan di saat melaut, dijauhkan dari segala bencana baik kecil maupun besar yang selalu mengancam di laut. Di sini pula diumumkan bahwa nelayan dilarang melaut terutama untuk menangkap ikan selama waktu tujuh hari tujuh malam. “Selama itu pula, terutama pada malam hari, warga dilarang membuat suara gaduh atau ribut. Tidak boleh ada bunyi-bunyian yang ditimbulkan secara sengaja. Inilah saat-saat di mana nelayan di pesisir Sumbawa Barat ini, menikmati liburannya,” kata Umar. Jika di Poto Tano dan Labuan Lalar, dilarang melaut selama tujuh hari tujuh malam, maka di Tanjung Luar nelayan dilarang melaut selama tiga hari tiga malam. “Jika ada yang melanggar, sanksi adat menantinya,” imbuh Fuang Abbas. Di sinilah letak kearifan lokal dari tradisi ini, yakni menjaga keseimbangan alam dengan tidak serakah mengeruk isinya. Selama tujuh hari tujuh malam, laut benarbenar dibiarkan tenang, ikan-ikan dibiarkan berkembang biak dengan leluasa tanpa harus diganggu sementara. Dan ketika tujuh hari berlalu, masyarakat nelayan pun akan kembali bersemangat setelah beristirahat melaut, untuk menangkap ikan-ikan. Tujuh hari laut dibiarkan tenang, tentu saja akan memberikan hasil tangkapan yang lebih banyak lagi. Tradisi Nyalama’ Dilau’ ini turut serta memperkaya khasanah budaya masyarakat bahari Nusa Tenggara Barat yang terus menjaga daya hidup kearifan lokal untuk kehidupan yang seimbang. -Naniek I. Taufan
20
Nine
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Ghea Putri Mulya
Melihat ke Bawah lebih Penting
Tertarik dengan dunia modeling sejak berusia lima tahun, telah membawa Ghea Putri Mulya (20) kini tampil sebagai salah seorang perempuan Nusa Tenggara Barat yang akan dipercaya sebagai duta daerah ini di kancah nasional. Setelah terpilih sebagai Putri Indonesia NTB 2015 dalam event pemilihan Putri Indonesia wilayah NTB yang diselenggarakan oleh Ayoe Butik Batik Lombok pada pertengahan Desember 2015 lalu, ia akan mewakili Bumi Gora dalam ajang bergengsi pemilihan Putri Indonesia 2016 di Jakarta pada Februari 2016 mendatang.
T
erpilihnya Ghea sebagai Putri Indonesia NTB 2015, bukan kerja biasa melainkan dengan penilaian yang ketat dari para juri yang seluruhnya berasal dari Yayasan Putri Indonesia. Kapasitas dan kompetensi Ghea telah teruji untuk dapat mewakili NTB di tingkat nasional. Di bawah bimbingan Ayu Setiawati dari Ayoe Butik Batik Lombok, Ghea kini tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan untuk membekali diri menjelang karantina Putri Indonesia di Jakarta mulai 12 Februari 2016 mendatang. Tampaknya G h e a
memahami benar arti menjadi seorang putri. Ia tidak larut dalam eforia memelihara kecantikan semata apalagi melulu dengan sesi pemotretan, fitting-fitting baju atau hal-hal yang cenderung bersifat fisik melainkan ia lebih sibuk dengan berbagai aktivitas sosial dengan turun ke lapangan, mendekat dan menyapa lingkungan sosial dan kehidupan yang tidak beruntung. Ia melihat langsung dan ikut merasakan membuat pindang bersama para perempuan pembuat pindang di pesisir Pantai Ampenan. Ia juga rela berpanas-panas di bawah terik matahari saat harus ikut dalam kegiatan bersih pantai di wilayah Senggigi. Ghea juga turun dan menyapa anak-anak SD Filial Semokan Roak Sukadana Lombok Utara, membawa berbagai bantuan ke tempattempat yang membutuhkan h i n g g a b e rbagai aktivitas sosial lainnya serta melihat langsung aktivitas para penenun Lombok. Ditemani Ayoe Butik Batik Lombok, ia juga melakukan perjalanan mengunjungi pihak yang telah mensponsorinya, sebagai bentuk ungkapan terima kasihnya atas dukungan yang telah diberikan padanya. Dengan berbagai aktivitas sosialnya ini, Ghea membawa angin baru bagi dunia keputrian di Nusa Te n g g a r a B a r a t .
Ayoe Butik Batik Lombok yang kini intensif mendampingi dan mengarahkannya dalam berbagai kegiatan sosial, tengah mengasah kepekaan sosial Ghea sebagai modal prinsip untuk menjadi seorang putri. Untuk itu, Ghea menghabiskan banyak waktunya sebelum karantina dimulai dengan berbagai kegiatan positif. Ia sangat bangga sekaligus bahagia. Banyak hal yang selama ini tidak diketahuinya kini menjadi sumber inspirasi baginya. Banyak orang yang hidup dalam keterbatasan, ketidaklayakan namun sanggup bertahan dan berjuang tetapi mereka tetap tertawa. Ini yang membuatnya menjadi lebih bersemangat menghadapi hidupnya. “Saya jadi mengenal banyak hal yang selama ini hampir luput dari perhatian saya,” ungkap gadis kelahiran Mataram, 11 Oktober 1995 ini. Apa yang dilihat dan dirasakannya selama melakukan kegiatan sosial membuatnya bersyukur akan kehidupannya hari ini. Ia makin sadar bahwa melihat ke bawah lebih penting dari melihat ke atas. “Saya ingin memiliki arti bagi sesama untuk dapat mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik dengan apa yang saya miliki,” ungkapnya. Jika kelak ia menjadi Putri Indonesia maka itulah salah satu cita-cita yang ingin diwujudkannya. Ia tidak ingin menjadi generasi muda yang hanya bisa melihat dan berkomentar serta mengkritik saja melainkan ia ingin mendedikasikan dirinya dalam pembangunan baik di daerah maupun di tingkat nasional. Untuk mengikuti event Putri Indonesia, ia tidak hanya menonjolkan penghargaan dan prestasi panggung semata, melainkan serius menyiapkan diri baik fisik maupun mental serta
wawasan. Ghea akan tampil mempromosikan NTB ke tingkat nasional salah satunya dengan berbagai atribut kedaerahan NTB seperti busana-busana yang akan dikenakan. “Salah satu dari 15 busana yang akan ditampilkan Ghea pada sesi Best Tradisional Costum dalam event Putri Indonesia 2016 mendatang adalah Jong Bayan yakni busana tradisional dari Bayan Lombok Utara,” kata Ayu Setiawati.
tahun 2012, tiga besar dalam ajang Top Model Indonesia 2012 di Jakarta, Harapan I dalam ajang Miss Sophie Paris tahun 2014, Juara I Putri NTB tahun 2015 dan Juara I Putri Indonesia NTB tahun 2015. Ghea terbilang mandiri. Orangtuanya mendukungnya dengan membiarkannya memilih dunia modeling dan keputrian sesuai dengan bakat dan keinginannya. “Dari dulu, jika saya ingin ikut dalam event pemilihan putri apapun, saya selalu mendaftar sendiri dan mengurus sendiri semua kebutuhan saya,” kata mahasiswa Fakultas Ekonomi jurusan Perpajakan Universitas Mataram yang kini duduk di semester tiga ini. Dari sanalah Ghea kemudian mampu memanajemen diri dan kegiatannya. Meski ia kerap menjadi juara dalam lomba keputrian di NTB, Ghea tidak pernah meninggalkan sekolah dan kuliahnya. Ia membagi waktunya dengan penuh tanggung jawab untuk menyukseskan kedua hal penting dalam hidupnya tersebut. Apa yang dilakukan Ghea hari ini dengan menjadikan dirinya tidak hanya mengandalkan kecantikan fisik semata, melainkan juga memiliki kepekaan sosial merupakan bentuk tanggung jawab sebagai seorang putri.
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
5
Serba-serbi “Semarak Ode-nant 2016”
Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam acara “Semarak Ode-nant 2016”, selain diisi dengan Pelantikan Top Member, juga diisi dengan pelantikan Top Sales Koordinator. Penghargaan diberikan kepada 3 Top Koordinator Ode-nant yakni Ni Luh Swastiasih, I Gusti Ayu Puspariani, dan Cok Istri Prima Mas. Kualifikasinya mulai 21 Januari s.d. 21 Desember 2015. “Saya bangga memiliki mereka. Mereka ini sebenarnya Top Koordinator tahun lalu dan mereka masih bisa bertahan, hanya saja posisinya yang berbeda.
“K
Top Koordinator Ode-nant 2015 bersama Cok Mirah
ebetulan tahun kemarin penjualan saya lesu. Saya kagum dengan Swasti yang perkembangannnya luar biasa. Dia berawal dari member saya, jadi member prioritas. Kemudian beranjak jadi Koordinator Gold, Top Koordinator 3, dan sekarang di posisi number one. Ini membuktikan loyalitas totalitas pada perusahaan menjadi inti utama kesuksesan kita,” ucap Cok Istri Mas yang kini herus berpuas diri di posisi 3 Top Koordinator. Gung Pusparini, ibu RT yang juga bekerja di puskesmas ini berhasil meraih posisi 2 Top Koodinator. Dengan mata berkaca-kaca dan suara tersendat-sendat karena menahan haru ia mengatakan motivasinya ikut bergabung di Ode-nant untuk menambah penghasilan. “Saya ingin bantu Anda semua untuk menopang perekonomian keluarga. Ini adalah bisnis yang paling cocok karena tanpa modal. Teman-teman yang tahu saya dari awal pasti sudah tahu perjuangan saya. Ayo kita berjuang terus dalam hidup ini. Momen menjelang Galungan, Kuningan, dan Nyepi ini sangat bagus,
ayo kita belanja ke Ode-nant,” ajaknya bersemangat. Sementara Swastiasih yang sebelumnya tak punya pengalaman dalam bisnis seperti ini, berhasil mencapai posisi the best Top Koordinator. “Sebenarnya saya tidak menyangka bisa seperti ini. Sekarang kami bertiga yang berkesempatan, mungkin berikutnya kesempatan teman-teman lain. Awalnya saya adalah membernya Ibu Cok Mas, kemudian di promo-out menjadi Koordinator Gold, dan kini kami sekarang disini,” ujarnya haru. “Mari koordinator yang lain, kita sudah diberikan kesempatan disini. Ode-nant…Ode-nant sukses bersama kami, Odenant..Ode-nant sukses bersama kita…,” ujarnya seraya menembangkan jingle kebanggaan Ode-nant. –ten
Ode-nant Textile Jln. Kenyeri No. 154 Denpasar Bali, tlp. 0361-229126 Jln. Mawar No.125 Grogak, Tabanan HP: 081 934 377 080, 082 146 168 475 Pin BB: 59799145, FB: Ode Nant Textile
-Naniek I. Taufan
MANAJEMEN DIRI Dengan tinggi badan 175 cm, putri pasangan Mulyadi Amin dan Baiq Gita Nurfahmi ini, siap tampil untuk mengharumkan nama Nusa Tenggara Barat. Ghea berharap dengan berbagai gelar keputrian yang pernah disandangnya, kelak dapat mendorongnya untuk dapat lebih percaya diri pada pemilihan Putri Indonesia 2016. Berbagai prestasi telah diraih Ghea seperti terpilih sebagai Putri berbakat dan ajang Putri Mandalika tahun 2011, Juara I Dedare Expresi
Penghargaan untuk koordinator paling rajin atas nama: Dewa Ayu Pradnya Sari Dewi
Pelantikan koordinator Ode-nant oleh Cok Mirah
Promo produk Ode-nant
Penghargaan untuk koordinator paling modis
Cok Mirah bernyanyi bersama Widi Widiana dan Sri Dianawati
Ralat: Terdapat kesalahan nama pada edisi 883 lalu. Tertulis Putri Indonesia NTB 2015 adalah Baiq Amalia Putri Ghaesani, yang benar adalah Ghea Putri Mulya. Baiq Amalia Putri Ghaesani adalah Putri Pariwisata NTB yang mewakili NTB dalam ajang pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2015. Atas kesalahan ini, kami mohon maaf.
Fashion Show koordinator Ode-nant
Cok Mirah bersama karyawati Ode-nant
6
Woman on Top
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
Dra. Endang Widowati, Apt.
Cerdas Memilih Pangan Olahan
Kasus kematian Mirna yang disinyalir disebabkan karena me negak kopi yang mengandung sianida, cukup menjadi sorotan publik. Kenapa dalam kopi tersebut bisa terpapar sianida, padahal dalam kopi sendiri tidak ada kandungan tersebut? Itu berarti dalam penyajiannya, ada campuran-campuran tertentu. “Dalam hal ini, kopi tersebut sudah merupakan produk pangan siap saji. Kewenangan kami ada pada produk pangan olahan,” ungkap Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Provinsi Bali di Denpasar, Dra. Endang Widowati, Apt.
D
alam PP No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan Mutu dan Gizi Pangan disebutkan bahwa rantai pangan itu adalah from farm to table, mulai dari ditanam atau hewan itu dibudidayakan sampai dengan makanan siap di atas meja. Banyak instansi terkait untuk mengawal keamanan pangan tersebut. Untuk itu pangan digolongkan menjadi 3 besar, yakni pangan segar, pangan siap saji, dan pangan olahan. Pangan segar dicontohkan Endang seperti, wortel, biji kopi, atau produk pertanian yang langsung dipetik dari pohonnya. Demikian halnya dengan ternak, seperti daging, atau ikan. Pangan siap saji adalah pangan yang disiapkan oleh penjaja yang langsung dinikmati oleh pembeli, seperti kue-kue, kopi dalam
bentuk kemasan. Sementara kopi atau mi instan yang dijual dalam bentuk sudah diseduh, ini sudah termasuk dalam pangan olahan. “Karena pada saat menyeduh mi atau kopi, banyak kaitannya, yakni menggunakan alat, air, proses pemanasannya, dsb. Seandainya terjadi sesuatu/kasus, kita tak bisa menyebut bahwa ini karena mi atau kopinya. Karena rangkaiannya banyak, yang menjadikan mi atau kopi ini siap dimakan/minum,” jelasnya. Endang menyampaikan, untuk pangan segar, jika produknya pertanian itu kewenangannya ada di Kementerian Pertanian, perikanan di Kementerian Perikanan, dan seterusnya. Kemudian untuk pangan siap saji, kewenangannya ada di Pemda. Pangan olahan yang dikemas dan diberi label ini dibedakan lagi menjadi dua. Pertama, pangan olahan yang diproduksi
Dra. Endang Widowati, Apt.
oleh industri rumah tangga, yang pengolahannya bersatu dengan rumah tangga. Yang mengeluarkan izin edar adalah Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Kewenangan BPOM adalah pangan olahan tertentu yang dikemas, seperti air mineral. Izin edarnya MD (makanan dalam negeri) atau ML (makanan luar negeri). Namun jika ditinjau dari kewenangan, Endang menegaskan dalam PP tersebut disebutkan bahwa BPOM boleh melakukan hal pengawasan pada seluruh rantai pangan. “Kami boleh
mengampil sampel pada produk IRTP, produk pertanian, untuk diuji di lab, dan hasilnya nanti kami sampaikan ke masing-masing terkait. Tapi kalau produk dengan izin edar MD/ML, jika ada masalah, kami bisa langsung memberikan sanksi pada pelakunya karena kewenangan ada di BPOM,” ucapnya. Kenapa ada dua perizinan berbeda, industri RT oleh Depkes dan izin BPOM? Hal ini dijelaskan Endang karena pemerintah sesungguhnya mau mengangkat industri RT pangan/UMKM dilegalkan. Tapi dengan catatan ikut penyuluhan, dan sarananya ditinjau oleh Dinas Kesehatan. “Jika memenuhi syarat, dikeluarkan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) nya. Dalam hal ini belum diwajibkan untuk diuji. Tapi jika dinas merasa perlu, itu boleh saja,” ujarnya. Untuk MD produknya harus diuji dan GMPnya harus memenuhi syarat. Untuk pangan, tidak boleh semua industri RT. Hanya pangan yang risikonya ringan yang boleh di IRT. Contohnya kripik, roti kering, dan kopi. Tapi untuk yang berisiko tinggi tidak boleh, seperti susu dan hasil olahannya. Pangan yang wajib SNI contohnya, AMDK, garam, cokelat bubuk, daging dan hasil olahannya yang disimpan dingin. “Kalau abon masih boleh di IRT karena kering. Tapi kalau sosis atau ikan yang disimpan dingin, tidak boleh,” jelasnya. Terkait keamanan pangan,
Endang menyebut ada 3 hal yang tidak boleh ada dalam pangan, yakni cemaran fisika, cemaran kimia, dan cemaran biologi. Sianida ini termasuk cemaran kimia. Ia mengatakan, ada memang zat-zat yang sudah terkandung dalam pangan tersebut, seperti singkong karet yang ada kandungan sianidanya. Kopi tidak ada kandungan sianida. Makanya dalam kasus kematian Mirna ini, disinyalir kemungkinan memang ditambahkan sianida. Ia menegaskan, BPOM sebenarnya sudah ada 4 kuadran kesepakatan dengan Polri. “Jika produk dan sarananya legal, penanganannya ada di kami. Jika separuh-separuh (sarana legal/ ilegal) kami kerjasama dengan polisi untuk mem-back up kami. Tapi jika sudah sarana ilegal dan produknya ilegal, itu sudah kewenangan sepenuhnya di kepolisian,” jelas Endang. Lalu bagaimana dengan keberadaan angkringan-angkringan yang menjual produk kopi olahan? Endang tak menampik jika pengawasannya susah. “Produk yang sudah dikemas dan lulus uji saat didaftarkan saja, dalam perjalanannya si produsen bisa memasukkan sesuatu lagi. Seperti produk jamu diisi obat kuat. Apalagi pengawasan terhadap kopi-kopi di angkringan yang termasuk pangan siap saji, yang dijual entah dengan campuran apa. Dalam proses pengolahannya yang terkait dengan alat, air, gula, dsb., serta pengolahanya seperti apa,” ucapnya.–Inten Indrawati
Kena Tilang Kena Serpihan Bom Sempat dikira penipuan, Sri Mulyani, ibu Anggun Kartika Sari, korban bom Sarinah, yang berada di Kendal, Jawa Tengah, membiarkan saja telepon yang berderingdering. Ia mengira telepon di siang itu berasal dari penipu yang marak terjadi beberapa waktu terakhir ini. Akhirnya karena telepon terus berdering, saudara si ibu meng angkat telepon itu. Ternyata itu berasal dari RSPAD Gatot Subroto yang mengabarkan Anggun Kartika Sari kecelakaan korban bom Sarinah, Jakarta. Berita itu sontak menggegerkan keluarga yang langsung mengontak ke keluarganya di Jakarta. Nama Anggun sendiri sejak kasus bom Sarinah ramai diperbincangkan di medson. Ini lantaran fotonya beredar di dunia maya ketika sedang ditolong oleh seorang pengemudi Gojek, setelah terkena serpihan bom pada kakinya. Kabar yang dihimpun, Anggun lantas dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. Gadis asal Kendal, Jawa Tengah, ini telah sebulan beberapa hari berada di Jakarta dalam rangka mencari pekerjaan. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Kamis (14/1) itu gadis kelahiran Februari 1991 ini ditemani sepupunya, Riko, berangkat ke kawasan Sarinah untuk mengantar surat lamaran dengan
Pospol itulah bom meledak. Anggun selamat karena menunggu di luar pos. Riko langsung meninggal di tempat,” ungkap paman Anggun, Suparno. Sementara Anggun sendiri baru saja menjalani operasi pada kakinya yang tertancap ser pihan bom yang di antaranya adalah paku menancap di tulang.
Anggun Kartika Sari
berkendaraan sepeda motor. Namun, motor Riko melanggar lalu lintas dan ditilang polisi. Karena pelanggaran itu Riko dibawa polisi ke Pospol, sementara Anggun menunggu agak jauh dari pos. Saat itulah terjadi kasus memilukan itu. Bom meledak di pospol, Riko pun tewas di tempat dan Anggun menderita patah kaki dan terkena serpihan bom. Riko merupakan satu dari tujuh yang tewas saat kejadian. Info identitas Riko ini baru diperoleh kepastiannya Jumat (15/1). Anggun sendiri yang menderita patah tulang kaki langsung ditolong oleh pengemudi Gojek, yang belakangan diketahui bernama Syaiful Anwar. “Saat kejadian, Riko mengantar Anggun ke kawasan Sarinah untuk mengantar lamaran kerja. Mereka naik motor. Tapi melanggar lalu lintas dan ditilang. Saat Riko di
KAWASAN KULINER TETAP AKTIF Pasca bom suasana berangsur normal meski masih banyak petugas di kawasan Sarinah. Bahkan kawasan itu, khususnya di seputar terjadinya ledakan bom di depan pusat perbelanjaan Sarinah dan Gedung Skyline (Jakarta Theater), menjadi lebih ramai dari biasanya. Hingga malam larut masyarakat masih berkumpul di sana. Trauma dan sensitif terhadap ledakan pun masih sangat terasa. Sampai-sampai ketika ada suara ledakan keras pada tengah malam menjadi sangat menghebohkan. Polisi langsung menutup jalan dan tidak membiarkan masyarakat mendekat. Ternyata ledakan tersebut berasal dari ban truk yang meledak. Mungkin karena waktu sudah larut malam maka suara ban meledak itu terdengar sangat kuat.
Yang menarik, Jl Sabang yang terletak di belakang gedung Jakarta Theater, yang biasanya menjadi lokasi wisata kuliner dan selalu macet, tidak lantas menjadi sepi. Hanya sebagian toko yang langsung tutup sejak kejadian itu, khususnya yang dekat lampu merah dekat Sarinah sebagian lagi tetap buka. Begitu pun para pedagang makanan yang biasa mangkal di sana tetap membuka lapaknya seperti biasanya. Para pedagang sate, misalnya, tetap mengipas satenya dengan asyik, dan pengunjung pun berdatangan makan sambil cerita-cerita. Meski ceritanya, sudah pasti seputar peris-
Anggun yang ditolong pengemudi Gojek
tiwa bom yang baru saja terjadi. “Tidak takut, saya pasrah saja, tetap berjualan meski tadi ada kejadian. Abis mau bagaimana lagi, bahan-bahan jualan sudah disiapkan sejak pagi. Kalau tidak digunakan bakal rusak. Jadi saya tetap jualan di sini,” kata Amin yang berdagang bersama sepupu nya. Ia mengaku jualan kali ini tergolong sepi pembeli. Tapi dia mengaku maklum. “Ia sepi kalau dibanding hari-hari sebelumnya. Tapi saya bersyukur saja, tetap ada uang yang masuk, tetap ada yang beli,” ucapnya penjual sate ayam ini. Amin sendiri baru bisa masuk kawasan Sabang untuk membuka lapak sekitar pukul 18.30 WIB, setelah kawasan itu dibuka kembali. Sebelumnya Sabang termasuk yang disterilisasi oleh pihak kepolisian dalam rangka pengamanan. Kalau hari biasa, para pedagang K5 yang biasa beroperasi malam, sudah mulai siap-siap berdagang menjelang sore. Sekitar pukul 17.30 biasanya mereka sudah standby menunggu pembeli. Tapi Kamis malam lalu, mereka baru diizinkan buka lapak jam 18.30. Mulai Jumat (15/1), kondisi Jl Sabang dan sekitarnya telah normal kembali. –Diana Runtu
Mozaik
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
M. Cahyadi
Belajar dari Buku
nan harus ada. Dari buku-buku yang ia baca tentang militer inilah menjadikannya memiliki mental yang kuat. Cahyadi menerapkan pada timnya di Smartfren, bagaimana caranya mengasah mental untuk timnya supaya memiliki mental yang kuat.
“Karena selama ini, mental generasi sekarang kurang. Keberanian mereka dalam bersikap, mengambil tidakan dan bertanggung jawab atas tindakan tersebut masih kurang. Kebanyakan generasi sekarang hanya mampu menguasai materi teknis saja, namun untuk mentalnya belum bisa dikatakan menguasai,” ungkapnya. Dalam teori mereka bisa menjawab semua yang ada. Namun, pada saat praktik, mer-
19
eka mengalami kesusahan dalam menjawab studi kasus yang dihadapkan pada permasalahan nyata. -Diyah Khoirunnisa
Tidak banyak orang yang suka membaca, apalagi membaca buku-buku bersejarah. Paling mereka hanya membaca buku novel atau komik. Namun, M. Cahyadi (45) sejak kecil menyukai buku-buku sejarah. Semua berawal dari kakaknya yang suka membaca komik.
“D
ulu saya baca buku p u n y a kakak. Komik miliknya berceceran. Ada sekitar 50-70 buku, ketika saya baca ternyata menarik. Saya jadi suka, buku berseri. Koping-ho banyak unsur cerita silat. Silat, kearifan. Dari situ, saya mulai suka baca buku,” ujar Head of East Java Bali dan Nusra PT Smartfren ini. Ternyata ayahnya juga suka baca, bukunya tentang sejarah. Jadi Cahyadi ikut terpengaruh untuk membacanya. Sejarah itu penting baginya. Bagaimana terjadinya perang, bagaimana berjuang, tentang konflik dan semuanya kita bisa pelajari. Namun, tidak hanya buku
sejarah yang ia pelajari. Beberapa buku lainnya juga ia suka seperti novel, komik dan bacaan lainnya seperti otobiografi. Bahkan, ketika buku tersebut menarik maka akan dibaca sampai habis. “Dalam 4 hari bisa habis saya baca 300-400 halaman,” ujar lelaki kelahiran Jakarta ini. Beberapa buku yang sempat ia baca tentang Soekarno, Soeharto, A.H. Nasution, A.Yani, Prabowo Subianto, Habibie, Wiranto, dan Sintong Panjaitan. Mereka adalah tokoh-tokoh militer. Dampak positif dari buku tersebut juga berguna bagi Cahyadi di pekerjaan. Di militer itu harus berani mengampil keputusan, bertanggung jawab, dan jiwa kepemimpi-
Pesta Wirausaha
Dari kiri ke kanan Mustofa Romdloni, Witjaksono, Putu Prita, dan Rawi Wahyudiono
Pesta Wirausaha Bali 2016 kembali digelar oleh komunitas Tangan di Atas (TDA), Minggu (10/1) di Gedung Agrokomplek, kampus Universitas Udayana, Jln. Sudirman, Denpasar. Acara ini bekerjasama dengan Inkubator Bisnis Universitas Udayana. Presiden TDA Mustofa Romdloni mengatakan pelaksanaan acara ini merupakan bagian dari tujuan utama dari keberadaan komunitas bisnis TDA. Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai dengan pembentukan TDA, yakni wirausaha bisa belajar dari anggota yang lain tentang wirausaha (lesson), wirausaha bisa melakukan tindakan setelah belajar dan berbagi dengan anggota yang lain (action), dan wirausaha bisa memperoleh pengakuan terkait usahanya (recognition). Narasumber yang dihadirkan antara lain, Sayu Sutrisna Dewi (FE Unud), Witjaksono (CEO & Founder Pandawa Group), Rawi Wahyudiono (CEO Pendekar Digital, Direktur Pesta Wirausaha Nasional), Dominic Brian (pemegang rekor dunia untuk daya ingat sekaligus konsultan karakter), Yayak E. Cahyanto (Ketua komunitas Tangan Diatas (TDA) Bali, pemilik usaha Sambel Bususan), Agusdin (pengusaha properti dan coach bisnis) dan Hendra W Saputro, (CEO BOC Indonesia dan Internet Marketer.) Acara ini juga didukung http://indonetwork.co.id/(Indonetwork.co.id) dan juga e-commerce market place Mataharibiz.com yang sebentar lagi akan meramaikan industri e-commerce Indonesia. -Ngurah Budi
tkh/donna
M. Cahyadi saat membaca buku
Seimbangkan Teknis dan Nonteknis Generasi sekarang ini bisa dikatakan generasi instan. Mere ka menggunakan gadget untuk permaiman yang tidak mengasah kemampuan. Padahal teknologi yang makin berkembang ini juga mendorong generasi untuk lebih cepat dan pandai menguasai informasi dan pengetahuan mereka terhadap sesuatu hal, namun ketika mental tidak dibarengi dengan peningkatan, maka mereka hanya cenderung pandai dalam hal teknis saja. “Tidak ada keberanian dalam menghadapi sebuah permasalahan, bahkan mereka pun kadang juga kurang berani dalam mengambil keputusan, selanjut nya mereka takut menerima risiko yang mereka putuskan tersebut,” ujar M. Cahyadi, Head of East Java Bali dan Nusra PT Smartfren. Bagi Cahyadi, latihan mental penting supaya mereka berani bertanggung jawab, berani mengambil keputusan. “Bagaimana cara bekerja tim dan menjalin hubungan baik de ngan tim. Yang saya latih adalah mentalnya, karena untuk teknis saya kira mereka sudah pandaipandai. Tidak tahu, buka Google sudah menjadi tahu. Jadi harus melatih mental masing-masing individu,” tegasnya. Tidak hanya teknis yang harus dimiliki tetapi juga nonteknis. Semua itu ia pelajari dengan membaca. “Saya lebih mementingkan mental daripada nice looking atau tidak dan berani bergerak dengan cepat,” ungkap Cahyadi. Tentunya dia tidak akan berani mengambil pilihan dan risiko yang akan dia hadapi pada pilihannya kalau mentalnya kecil dan tidak kuat. Bisanya cuma
teori, nah kalau begitu susah. Jadi menurutnya tim harus memiliki mental yang kuat supaya bisa bersaing dan berkembang. Selanjutnya, dalam mendidik anak juga melatih mental mereka supaya kuat dan berani. “Saya mendidik anak aneh mungkin. Contohnya, anak kedua saya ketika minta beli gadget baru. Saya tidak langsung membelikannya meskipun sebenarnya bisa. Namun, saya berikan bekas milik saya,” ujarnya. Hal tersebut ia lakukan, supaya anaknya tidak berpikir keinginannya mudah didapat. Jika ada keinginan harus ada usaha. Akhirnya, saat Lebar an, anaknya tersebut berusaha menyisihkan uang lebarannya untuk ganti gadget. Disinilah ada
upaya untuk berusaha dengan pilihan menyisihkan uangnya de ngan risiko yang dihadapi bahwa uangnya tidak bisa untuk jajan namun ia mendapatkan gadget. “Saya juga memberikan pelajaran bahwa, sesuatu ada proses untuk mendapatkannya,” katan bapak empat anak ini. Tidak pernah memberikan target mulukmuluk pada anak saya. Nilai pun tidak saya target harus bagus dan harus tinggi. Angka jelek bukan suatu kondisi yang kiamat, karena yang terpenting adalah berani mengambil risiko. Selama kita memperbaiki kesalahan, itu tidak masalah. “Karena tolak ukur mental bukan nilai tapi keberanian,” pungkasnya. -Diyah Khoirunnisa
18
Kreasi
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
7
Hageng Pribadi
Sensasi After Taste Menjadi barista dan menekuni dunia kopi tidak pernah dibayang kan Hageng Pribadi. Pria yang akrab disapa Hagi ini awalnya bekerja sebagai bartender. Namun, komplain dari sang ibu karena Hagi sering pulang pagi, membuat ia banting stir menjadi barista. Ternyata ia me nemukan passion di dunia kopi. Prestasinya pun lumayan. Ia menjadi juara 1 Cup Taster yang diadakan Speciality Coffee Association of Indonesia (SCAI) di ajang Indonesia “Cup Taster Championship” (ICTC) 2015. Sebagai juara 1, Hagi berhak mewakili Indonesia di World Cup Tasters Championship 2016 di Shanghai, Tiongkok. termasuk internet ia baca untuk menambah pengetahuannya. “Tiap Selasa dan Jumat pagi ada tes cupping (uji citarasa). Para calon barista dites untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka. Pernah suatu ketika, saya diajak teman pergi sampai malam padahal besok paginya tes. Saat tes, saya degdegan karena takut salah. Kami disuruh mengetes single origin. Tidak boleh salah. Dua jam yang sangat menyiksa. Saya pun mulai mengubah mindset dan mendalami kopi. Ada karakter spesial yang saya temukan dalam kopi,” kenangnya. Tahun 2012, Hagi liburan ke Bali. Ia punya Hageng Pribadi saudara yang tinggal di Bali. Makin lama uangnya makin menipis. Ia aya lulus ku- pun melamar di Anomali Coffee, liah di Akade- Seminyak. Kemampuannya sebami Pariwisata gai barista menjadi modal untuk Patria Wisata, melamar di Anomali. Hagi pun Jakarta tahun 2004. Setelah lulus, diterima. Mulailah ja berkarier kerja jadi bartender. Biasanya sebagai barista di kafe yang punya kerja sore, pulang pagi. Ibu saya tagline Kopi Asli Indonesia ini. Pengetahuannya tentang kopi komplin, kok kerjanya kayak gini. Pulang-pulang bau alkohol. Saya terus meningkat. Suami Asni pun mikir, apa ya pekerjaan yang Yuniati dan ayah dari Gabriel cocok. Akhirnya mencoba jadi Jaden Pribadi ini makin paham barista,” ungkap pria kelahiran tiap single origin memiliki karakter yang berbeda. Indonesia memiliki Jakarta, 8 Juni 1983 ini. Perubahan dari bartender ke banyak potensi. Di Bali sendiri barista ternyata tidak semudah ada kopi Kintamani yang memiliki membalikkan telapak tangan. kualitas paling bagus. Kecintaan Hagi yang biasa pulang pagi dan Hagi kepada kopi membuattidur sampai siang, sering ter- nya mendapat kesempatan ikut lambat masuk ke tempat kerja di Q-Grader class yang diadakan Caswells, Jakarta. Dari tiga calon Specialty Coffee Association of barista, ia paling sering terlambat. America (SCAA) di Jakarta tahun Hukumannya, disuruh mencoba 2014. Ia pun memiliki sertifikat espresso. Minum espresso berka- Q-Grader. Sertifikat ini diberikan li-kali membuat putra pasangan kepada barista yang sudah lulus uji Dampit Wijaya-Lusy Widyastuti citarasa kopi arabika. “Saat merasakan kopi, ada ini jatuh cinta kepada kopi. Pria yang hobi main musik ini kolaborasi antara hidung sebagai mulai menemukan hasrat pada indra penciuman dan lidah sebagai kopi. Dulu ia minum kopi campur indra pengecap. Kolaborasi inilah susu dan tahunya hanya minum yang saya gunakan ketika menilai saja. Tetapi, sejak kena hukuman citarasa kopi. Selain itu, harus itu, Hagi mulai mencari refe konsentrasi. Jangan sampai pikiran rensi apa saja kandungan dalam mempengaruhi rasa,” ujarnya. Kemampuan Hagi untuk me kopi. Artikel dari berbagai media
nguji citarasa kopi ini dites di ajang Indonesia Cup Taster Championship (ICTC) 2015yang diselenggarakan ISCA. Di tingkat Provinsi Bali, kejuaraan dilaksanakan Mei 2015 di Nusa Dua. Hagi menjadi juara 2. Peserta yang dikirim ke Jakarta adalah juara 1 dan 2.. Untuk kategori cup taster, peserta disiapkan 8 set kopi yang terdiri dari masing-masing berisi 3 cup. Dari 3 cup ini, ada 1 yang berbeda. Peserta harus bisa menentukan mana kopi yang beda. Tiap set diberi waktu maksimal 8 menit. Hagi sebagai peserta
Penampilan Hagi di ajang Indonesia “Cup Taster Championship” (ICTC) 2015
yang paling banyak benar dan mendapat nilai tertinggi. Ia pun berhak mewakili Indonesia di ajang tingkat dunia yang akan digelar di Shanghai, Tiongkok, Maret 2016. CINTAILAH KOPI INDONESIA “Saat ini saya sedang mempersiapkan diri. Saya menjaga kondisi agar tetap fit, terus berlatih bersama tim, dan tidak lupa berdoa. Semoga bisa memberkikan prestasj maksimal untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” tegas pria yang sehari bisa minum kopi sampai tiga kali dan menjadikan kopi sebagai teman akrab. Minum kopi baginya sangat spesial. Sensasi after taste yang ia rasakan paling mengesankan. Setelah selesai minum kopi, ada rasa yang tertinggal di mulut, bisa berupa rasa senang ataupun rasa sedih. Karena itulah ja paham
bahwa kebiasaan minum kopi bukan hanya sekadar lifestyle atau ikut-ikutan tetapi harus dinikmati. Ia pun mengaku tiap pagi biasa membuat kopi sendiri. “Kalau bangun kesiangan, tangan rasanya lemas. Istri saya pasti tahu, karena saya belum ngopi. Saya buat kopi tubruk, sederhana saja, cukup secangkir, setelah itu rasanya lebih enak,” ujarnya. Bagi yang ingin mengenal kopi lebih dalam, Hagi dan tim Anomali Kafe memberi kesempatan tiap Kamis setelah waktu makan siang untuk tes cupping. Tes cupping ini gratis untuk menguji kemampuan indra penciuman dan indra pengecap merasakan kopi. Ia juga berpesan kepada gene rasi muda yang ingin menjadi barista, kenali dan cintai kopi-kopi Indonesia. “Dengan mencintai kopi asli Indonesia, kita bisa ikut membantu petani kopi,” tegasnya. –Ngurah Budi
atta labeji villas masterplan
Hagi dan tim Anomali
atta labeji villas deluxeroom interior
Pertahankan Tanah Bali dengan Jadi Investor Atta Labeji Villas
“Mulai Rp 12 Juta Bisa Punya Unit Atta Labeji Villas” Setelah sebelumnya proyek Villa Mesari telah sukses mengantarkan masyarakat lokal Bali mensejajarkan diri dengan investor asing, kini Made Robert kembali menghadirkan proyek villatel kedua, yakni Atta Labeji Villas yang berlokasi di kawasan eksotik Bali, di Kenderan, Ubud.
K
“S
atta Labeji villas pool villa exterior couple
ehadiran Atta Labeji Villas ini, boleh dikatakan menjadi sebuah usaha Made Robert, pendiri sekaligus konseptor Mesari Land dengan proyek villatel Villa Mesari dan Bos Land dengan proyek Atta Labeji Villas ini untuk membangun nasionalisme orang Bali untuk mencintai tanah kelahirannya, sekaligus menjadikannya sebagai peluang usaha dengan berinvestasi.
Made Robert & Made Ayu Dewi
“Selain mendapatkan keuntungan, kita juga ikut menyelamatkan Bali dengan menjadi tuan rumah di tanah Bali. Mari kita menjadi tuan rumah di tanah sendiri. Jangan hanya jadi penonton. Orang Bali juga bisa jadi investor, bisa jadi owner villa,” ujarnya. Ini dikarenakan konsep
mepatung yang merupakan konsep warisan leluhur masyarakat Bali, yang ditawarkannya. Dengan konsep “berbagi” ini, hanya dengan Rp 12 juta, masyarakat Bali sudah bisa memiliki atau
menjadi owner villa. Marketing & Communication of Atta Labeji Villas, Made Ayu Dewi Saraswati mengatakan selama ini orang luar Bali bahkan orang luar negeri berlomba-
lomba berinvestasi di Bali. “Kenapa kita orang Bali hanya menonton saja. Kini saatnya orang Bali turut ambil bagian menikmati kue pariwisata ini,” imbuhnya. –ten
Menjadi investor, saat ini bukan hal yang tak mungkin lagi bagi masyarakat Bali, bahkan mahasiswa pun bisa. Karena hanya dengan Rp 12 juta sudah bisa menjadi pemilik villa. “Masyarakat Bali bisa belajar dari investasi yang kecil dulu, mulai Rp 12 juta,” ujar Made Ayu yang juga Komisaris Utama BOS Land ini.
Dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas, selain aman investor pun mendapatkan berbagai keuntungan, di antaranya: uang pembelian lot dikembalikan 100 persen dalam beberapa tahun, mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. “Klausa ini dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor bahkan telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris,” jelasnya. Beberapa investor yang memutuskan bergabung di Atta Labeji
Villas tentunya sudah mempertimbangkan banyak hal, salah satunya karenaInvestasi cerdas di Atta Labeji Villas ini pun mendapatkan apresiasi besar saat dipresentasikan di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya beberapa waktu lalu. Bahkan beberapa dari investor mengungkapkan sangat memungkinkan jika proyek semacam ini dengan konsep mepatung, juga bisa dilakukan di luar Bali, karena hal ini akan sangat menguntungkan bagi masyarakat setempat. Investasi yang berbasis kerakyatan ini sangat menguntungkan dan aman dari segi legalitasnya. Sehingga, siapa pun, khususnya orang Bali, sangat mungkin untuk bisa menjadi investor maupun pemilik. Untuk itu, Made Ayu mengajak masyarakat Bali yang belum bergabung, untuk bersamasama sukses di investasi villatel ini, bersama-sama mempertahankan tanah Bali dengan menjadi investor (owner) Atta Labeji Villas. Untuk lebih jelasnya, silakan datang langsung ke kantor Bos Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. –ten
Semua Orang bisa jadi Investor
8
Bunda & Ananda
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Orangtua boleh Masuk Tamu hanya di Foyer
Miris hati dan meringis akal pikiran kita, menalar ledakan bom bunuh diri dan aksi tembakmenembak di Sarinah, Kamis (14/1). Kejadian ini pun dibahas dalam family discussion time SD dan SMP Cendekia Harapan, Jimbaran.
B
erbagai peringatan diberikan bagi tempat-tempat publik di Jakarta dan Bali, yang banyak dihuni “orang bule” yang relatif empuk menjadi sasaran kelaknatan suatu tujuan. Tentu hal ini membuat hati menjadi was-was tidak hanya bagi WNA yang berada di Jakarta dan Bali, para wisatawan tetapi juga WNI di kedua kota tersebut, karena tak jarang turut menjadi korban sampingan dari target sasaran, seperti yang terjadi pada Bom Bali 2012. Berbagai tempat publik pun menyiasati pening katan keamanan bagi para pengunjung dengan berbagai pengecekan. “Suatu tempat publik yang mungkin tak banyak dipikirkan akan menjadi sasaran tetapi sepatutnya bersiap diri dengan optimal adalah sekolah. Tayangantayangan luar negeri tak jarang menceritakan ancaman bom di suatu sekolah yang kemudian menyebabkan siswa diliburkan, dan kebanyakan berakhir dengan diketahui bahwa itu adalah sekadar hoax,”ungkap Dr. Lidia Sandra, M.Comp.Eng.Sc, pengelola SD dan SMP Cendikia Harapan. Ia mengamati di Indonesia dalam lima tahun terakhir ini, setidaknya ratusan sms diterima oleh orangtua murid di berbagai kota, khususnya kota-kota besar. Modusnya menginfokan bahwa anak orangtua A misalnya mengalami kecelakaan di sekolah, dan meminta orangtua untuk mentransfer sejumlah uang untuk biaya pengobatan di rumah sakit. Yang sangat mengerikan kebanyakan penelepon menelepon rumah dan mengatakan dengan detail kejadian di mana dari bagian sekolah di mana kecelakaan terjadi (semisal di bawah tangga). Ini menunjukkan seolah-oleh sang penelepon yang penipu mengetahui persis keadaan sekolah, nama lengkap anak, orangtua dan guru. “Setidaknya lima kali hal itu ter-
jadi tahun lalu di 2015. Jika sebuah sekolah kecil yang bersiswakan sekitar 250 siswa mengalami itu, bagaimana dengan sekolah yang ribuan jumlah muridnya. Tampak penelepon sang penipu itu tahu betul letak geografis segala benda di sekolah,” ujarnya tentang pengalaman sekolah yang berlokasi di Puri Gading, Jimbaran ini. Sebagai langkah penanganan, pencegahan dan peningkatan antisipasi kejadian serupa atau lebih buruk, Sekolah Cendekia Harapan mengimplementasikan fingeprint secure access di titik-titik masuk sekolah. Hanya anak dan orangtua yang dapat memasuki area sekolah, sedangkan tamu hanya dapat berada di area tamu (foyer) sehingga dapat dipastikan jika bukan orangtua siswa, pasti tidak mengetahui berbagai letak peralatan atau ruangan di dalam sekolah. Orangtua dan siswa bebas masuk kapan pun. Di parent’s lounge pun tersedia CCTV untuk bagian dalam sekolah sehingga merasa bahwa sekolah ini adalah rumah kedua mereka. Tiap saat orangtua dapat masuk ke kelas anak, dipersilakan mengamati proses pembelajaran bahkan turut serta berpartisipasi menjadi guru. GUNAKAN NOMOR TELEPON SEKOLAH Melangkah lebih jauh lagi dengan menggunakan teknologi fingerprint yang terkoneksi dengan modem dan handphone sekolah, notifikasi terkirim otomatis kepada orangtua saat anak masuk dan keluar dari area sekolah sehingga orangtua betul-betul merasa aman dan nyaman dan tidak mungkin dapat percaya pada telepon atau sms penipu. Sekolah juga menerapkan regulasi, pertolongan pertama setiap kali ada kecelakaan, semua guru dan karyawan tersertifikasi First Aid Professional Treatment dan langsung menelepon orangtua,
“Suatu tempat publik yang mungkin tak banyak dipikirkan akan menjadi sasaran tetapi sepatutnya bersiap diri dengan optimal adalah sekolah. Tayangan-tayangan luar negeri tak jarang menceritakan ancaman bom di suatu sekolah yang kemudian menyebabkan siswa diliburkan, dan kebanyakan berakhir dengan diketahui bahwa itu adalah sekadar hoax,”
Lidia Sandra
sehingga nomor telepon selain nomor telepon sekolah tidak mungkin akan menghubungi orangtua jika anak yang mengalami kecelakaan. Lingkungan yang aman tidak hanya mengenal ancaman dari luar tetapi area-area tajam misalnya di daerah preschool patut dihindarkan. Baik dari lingkungan yang kita sebut sebagai prepared
environment yaitu bahwa semua peralatan di sekeliling anak-anak patutlah aman dan sesuai dengan usia mereka baik ketinggian, kegunaan maupun kekompleksan penggunaan peralatan. “Selain itu faktor sangat besar lainnya yang mendukung keamanan dan kenyamanan anak dan orangtua di sekolah adalah jalur komunikasi yang sangat
intensif lewat whatsapp maupun sms mengenai apapun keadaan yang terjadi pada anak dari pihak sekolah,” ujar Lidia. Sebagai rumah kedua bagi anak-anak didik, adalah kewajiban semua sekolah untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan anak-anak didik tersebut. Berbagai peralatan teknologi hanyalah sarana pendukung bagi prepared environment, guru dan karyawan yang betul-betul menjadi orangtua kedua untuk menjamin keamanan dan kenyamanan anak. Kolaborasi orangtua dan guru hanya optimal saat tercipta saling kepercayaan baik dari segi keamanan, kenyamanan dan kerja sama yang aktif. Pelatihan berkala terhadap bencana alam seperti banjir, gempa dan kebakaran pun dilakukan secara berkala setiap tahunnya baik untuk anak 1,5 tahun- 14 tahun di lingkungan Cendekia Harapan untuk menjamin anak-anak dan semua warga sekolah siap dengan keadaan darurat apapun. “Di dunia yang makin serba tidak pasti ini, keamanan dan kenyamanan tak ternilai. Nyawa menjadi taruhan, uang dapat hilang dalam sekejap. Raga manusia berharga setara dengan jiwanya, tak dapat dibayar dengan asuransi atau security fund apapun,” tegas Lidia yang juga pengajar matematika dan psikologi ini. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit Kokok ayam jantan
Pada zaman dahulu bumi dilanda musim kering berkepanjangan. Banyak pohon dan hewan mati karena kehausan. Manusia yang banyak akal bergotong-royong menggali sumur, sehingga mereka luput dari malapetaka. Made Taro Para hewan ingin meniru usaha manusia itu. Di bawah pimpinan Anjing, mereka bergotong-royong menggali sumur di tanah datar. Hewan-hewan yang bekerja itu bukan saja hewan berkaki empat, tetapi juga ikut keluarga unggas. Di antara keluarga unggas, hanya ayam jantan yang tidak mau bekerja. Setiap hari ayam itu mengejek, “Kukuruyuuuk…! Hai, hewan-hewan! Untuk apa buang tenaga? Sampai ke dasar bumi pun engkau tidak akan mendapatkan air!” Kelinci, musang, kucing dan hewan-hewan lainnya ingin mengeroyok ayam jantan pemalas itu, tetapi si Anjing menahannya. “Biarkan saja ia mengomel! Akan tiba waktunya ia malu sendiri!” Suatu siang ketika panas terik menggigit, hewanhewan yang sedang bergotong-royong itu bersoraksorai. “Horeee…! Air! Air!” Mereka lalu beramairamai meneguk air sambil tertawa. Si Ayam Jantan yang sedang bertengger di atap
rumah, mendengar teriakan riang-gembira itu. Ia tak kuasa menahan haus berhari-hari. Tanpa malu-malu ayam yang suka mengejek itu mendekati kerumunan hewan-hewan itu. “Kawan-kawan, bolehkah aku minta air seteguk saja?” Mendengar permintaan Ayam Jantan yang tak punya malu itu, hewan-hewan itu marah. Mereka mengejar ayam itu lalu memukulinya. Untunglah, si Anjing, pemimpin mereka cepat-cepat melerainya. “Kawan-kawan, biarkan ia hidup! Kita dengarkan apa maunya unggas pemalas itu!” “Maafkan aku, Kawan!” rengek ayam jantan itu. “Berilah aku seteguk air saja, agar aku tidak mati. Aku menyadari kesalahanku. Hukumlah sikapku yang jelek itu!” “Hai, Ayam Jantan!” kata Anjing. “Dosamu terlalu besar. Kami akan memberimu seteguk air, asalkan kau berjanji sanggup menjalankan tugas untuk kepentingan bersama.” “Ya, aku berjanji menjalankan tugas itu. Tugas apakah itu?” tanya Ayam Jantan. “Menjelang matahari terbit, kamu harus berkukuruyuk berkali-kali, sampai semua hewan terbangun. Dengan demikian kita semua terbiasa bangun pagi untuk bekerja.” “Kukuruyuuuk…!” Itulah pekerjaan pokok si Ayam Jantan. Pagi-pagi ia harus membangunkan semua hewan, dan juga manusia. Setelah tugasnya selesai, ia pun tak malu-malu minum air berteguk-teguk.
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
17
DWP Provinsi Bali bersama Bunda Arsaningsih Dukung Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental Gerakan “Revolusi Mental” yang dicanangkan Presiden Jokowi, telah pula dideklarasikan oleh Gubernur Bali Mangku Pastika, pada awal Januari 2015. Sesuai dengan apa yang tertuang dalam pembukaan Anggaran Dasar Dharma Wanita Persatuan, DWP Provinsi Bali menyadari sepenuhnya sebagai istri aparatur sipil negara, berkewajiban untuk turut menyukseskan tujuan nasional yakni mewujudkan masyarakat adil dan makmur secara merata serta berkesinambungan antara material dan spiritual.
K
ewajiban tersebut dikatakan Ketua DWP Provinsi Bali Ny. Cokorda Istri Agung Pemayun, akan berhasil jika para istri aparatur sipil Negara yang terhimpun dalam wadah Dharma Wanita Persatuan mau dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki dengan mendukung sepenuhnya Gerakan Nasional Revolusi Mental. Delapan belas karakter yang harus dibersihkan dalam mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental ini adalah: selalu berpikir negatif, suka menunda pekerjaan, tidak fokus, kurang percaya diri, selalu pesimis, malas, mas bodoh, mudah menyerah, serakah, egois/mementingkan diri sendiri, boros, tidak jujur, anti perubahan, menghindari tanggung jawab, tidak memiliki komitmen, meremehkan mutu, feodal, dan munafik. Ny. CIA Pemayun menegaskan sudah saatnya kita melakukan tindakan korektif, tetapi tidak dengan menghentikan proses reformasi yang sudah berjalan. “Tetapi, dengan mencanangkan Revolusi Mental, menciptakan paradigma baru, budaya politik yang sesuai dengan budaya Nusantara,” ujar istri Sekda Provinsi Bali ini.
Dalam Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental, DWP Bunda Arsaningsih bersama Ketua DWP Provinsi Bali, Ny. CIA Pemayun, Provinsi Bali beserta jajarannya beserta Ketua DWP Kabupaten/Kota se-Bali, pada acara Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental. yang diikuti oleh seluruh ketua dharma wanita persatuan kabu- Tuhan untuk membersihkan akan meluas dan merubah dengan SOUL untuk program paten kota se-Bali, ketua unsur semua rekaman dan trauma bangsa Indonesia menjadi MOS secara berkelanjutan di pelaksana DWP Provinsi Bali, negatif dengan proses SOUL Re- bangsa yang besar,” ujar Bunda sekolah-sekolah. Sekolah yang secara reguler telah bekerja organisasi wanita se-bali dan flection. “Dengan ditanamkan- Arsaningsih. Bunda Arsaningsih sebagai sama dengan SOUL yaitu PAUD seluruh anggota DWP Provinsi nya nilai-nilai positif pada diri, Bali mengundang pakar SOUL saya yakin jika ini betul-betul pendiri Yayasan Cahaya Cinta Taman Agustus Tabanan, SD Kasih dengan metode Negeri 1 Kerobokan, SMP PGRI Reflection Bunda SOUL Spirit Of Univer- 3 Denpasar, SMAN 3 Amlapura, Arsaningsih yang sal Life, memiliki tu- SMK Giri Pandawa Karangasem, kompeten dibijuan untuk member- Akademi Keperawatan Kesdam dangrevolusi menikan pemahaman ke Udayana. tal, dilaksanakan Sejalan dengan program banyak orang tentang pada hari Jumat bagaimana mengenali pemerintah dalam rangka rev(15/1) di Gedung dirinya dan melakukan olusi mental Bunda bersama Ksirarnawa, Art revolusi mental yang Soul juga telah memberikan hal Center. mengarah pada pem- serupa di Kantor Pemerintah Acara dimulai bentukan kualitas diri yang lainnya, yaitu BKN (Badan dengan pemayang lebih baik. Proses Kepegawaian Negara) Regional haman tentang pembentukan karak- X Bali Nusra, Kantor Bina Marga proses cara berter yang lebih baik te- dan Pengairan Kab. Badung, pikir dalam diri lah diberikan kepada Kantor Pajak Wilayah Denpasar, seseorang meribuan ibu hamil yang PLN Distribusi Bali, Pemkab nentukan kualitas merupakan proses awal Karangasem, BKD Kab Gianyar, hidup yang dicapembentukan karakter Revolusi mental juga dilakukan pai. Orang yang manusia. Proses ini juga di perusahaan-perusahaan selalu berpikiran dilakukan di beberapa swasta untuk menumbuhkan negatif tentunya Bunda Arsaningsih menyerahkan Buku Soul Reflection kepada Ketua DWP Provinsi Bali, Ny. CIA Pemayun sekolah mulai dari PAUD, integritas, loyalitas, kreativitas, akan sulit berinteraksi dengan banyak orang, dilaksanakan, perjalanan kita SD, SMP SMA maupun Tingkat produktivitas dalam bekerja karena selalu dipenuhi dengan dalam keluarga, bermasyarakat, Universitas. Dan hasil dari pros- menjadi tim yang solid dalam kecurigaan, kecemasan, ke- berbangsa dan bernegara akan es ini mampu mengubah kesa- perusahaan, sehingga Soul marahan dan penolakan. Untuk dapat menemui apa yang men- daran anak-anak untuk mem- menjadi program Quality Buildmerubah kualitas negatif di jadi harapan bersama.Gerakan punyai budi pekerti yang lebih ing untuk meningkatkan kinerja dalam diri diperlukan proses Nasional Revolusi Mental ini baik, bertoleransi dan penuh perusahaan. untuk mengenali diri sendiri harus dimulai dari hal terkecil cinta. Sehingga banyak sekoAkhir dari acara sosialisasi dan menggunakan kekuatan yaitu diri sendiri dan akhirnya lah yang menjalin kerja sama ditutup dengan pembagian buku Soul Reflection, buku yang ditulis Bunda Arsaningsih. Buku yang menjadi best seller di seluruh kota di Indonesia, telah terbukti membantu banyak orang dalam menghadapi permasalahan hidup. Kiranya buku tersebut dapat menjadi bekal yang berguna bagi para Ibu Dharma Wanita Provinsi Bali, hingga menjadi pejuang revolusi mental yang tangguh. Jayalah Indonesia, Salam Cinta Penuh Kedamaian.Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kantor SOUL Spirit of Universal Life (0361) 419347 atau 085101463858. Jln. Gunung Sanghyang 118 D, Bunda Arsaningsih menuntun sesi pemurnian batin yang diikuti anggota DWP Kabupaten/Kota se-Bali, pada acara Sosialisasi Gerakan Revolusi Mental DWP Prov. Bali. Lt.2, Denpasar - Bali.- ten
16
Edukasi
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
Pedofil di Sekitar Kita
Kenali, Cegah, Tangkap Pelaku, dan Rehabilitasi Korban Kasus pedofil kembali terjadi di Bali. Awal tahun 2016 ini, seorang pelaku berkewarganegaraan asing ditangkap. Apa itu pedofil, bagaimana mana ia melakukan aksinya, dan apa langkah antisipasi dari orangtua? Berikut penjelasan dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.KJ.
P
edofil menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah seseorang yang mempunyai selera seksual terhadap anak kecil. Pedofil adalah salah satu bentuk gangguan paraphilia yaitu ketertarikan seksual abnormal terhadap anakanak. Paraphilia artinya gangguan yang dicirikan oleh dorongan seksual yang intens berulang serta fantasi seksual dengan anak-anak sebelum masa pubertas. Selama ini masyarakat lebih sering mendengar atau membaca tentang penjahat seksual/pedofil adalah laki-laki dengan korbannya anak laki-laki. Padahal ada pedofil laki-laki yang tertarik korban anak laki-laki dan perempuan. Ada pula pedofil yang hidup normal, menikah, dan punya anak. Itu hanyalah simbul bawah mereka “normal”, sehingga aktivitas kejahatannya tertutupi. “Di Indonesia, khususnya di daerah tujuan pariwisata seperti
Bali, beberapa daerah penyangga objek wisata termasuk daerah miskin dalam peta MDG’S (geografis pegunungan kering, sosial ekonomi dan pendidikan rata-rata rendah). Daerah-daerah terpencil jauh dari keramaianlah biasanya tempat yang aman buat kaum pedofil menebarkan racun kejahatan pada calon korban dan keluarganya. Namun, bukan berarti anak-anak dari keluarga mampu dari sosial ekonomi terhindar dari bahaya kekerasan seksual,” ujar dr. Yuni. Psikiater yang juga Ketua Yayasan LAB ini mengingatkan masyarakat untuk memahami karakteristik kaum pedofil antara lain: orang laki-laki atau perempuan dewasa yang menyenangi anak-anak (laki maupun perempuan) sejak bayi sampai usia 14 tahun (sebelum masa pubertas). Pertama-tama mengenal calon korban dengan berperilaku sebagai penolong, orang murah hati/baik hati, orang punya kuasa pada calon
dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.KJ.
korban, lebih mampu dari social ekonomi/kaya, membantu anakanak (guru sekolah, les, sopir, pengasuh anak, pelatih olah raga, kesenian, guru agama, dll). Selalu memberi hadiah dari makanan hingga mainan yang mahal seperti sepeda, bahkan sampai membangun rumah, memperbaiki rumah, membuatkan WC,dll. Setelah mendapat kepercayaan dari orangtua anak-anak dan masyarakat sekitar barulah mereka menjalankan aksinya. Tanpa disadari orangtua sudah membiarkan anak-anaknya diajak berekreasi, ke pantai, mall, supermarket, bahkan sampai menginap atau diajak ke luar negeri. Keadaan tersebut akan berlangsung bertahun-tahun tanpa disadari anak-anak “korban”. Selama ini kekerasan seksual
Hal yang perlu Diperhatikan Orangtua: lAjarkan anak kita untuk berhati-hati, dengan cara yang sesuai dengan usia mereka, dari usia tiga tahun ke atas, dan setiap tahun mengajarkan mereka detail baru sesuai dengan umurnya. Bermain role-play dengan skenario berbeda adalah alat yang sangat efektif. Cobalah untuk mencegah anak Anda untuk belajar waspada dengan cara yang menakutkan mereka. l Waspadalah dan berkomunikasi terbuka dengan pertanyaan yang tenang dan menunjukkan perhatian, jika seorang anak menunjukkan ia merasa tidak nyaman dan tidak bersikap seperti biasanya, atau menunjukkan sikap negatif terhadap pria dewasa atau anak remaja tertentu–meskipun orang itu adalah tetangga, teman dekat keluarga, keluarga, atau tokoh masyarakat yang dihormati. Dengan tenang dan jelas, ajari anak tentang keamanan diri, sesuai usianya. lWaspadalah dan bicarakan secara terbuka dengan pertanyaan tenang dan penuh perhatian dengan seorang anak, jika siapapun -termasuk guru, pelatih, konselor, pemimpin regu, dokter atau pengasuh, juga keluarga, pernah mengajak bertemu secara privat di ruang tertutup dengan anak tersebut untuk alasan apapun, atau pergi sendirian dengan mereka ke tempat manapun dimana mereka hanya sendirian. lJika seorang anak menyatakan bahwa ia telah menjadi korban kekerasan seksual, jangan pernah menyalahkan anak atas tindakannya atau karena tidak memberitahukan Anda sejak awal. Korban kekerasan seksual membutuhkan dukungan. l Jika seorang anak menyatakan bahwa ia telah menjadi korban kekerasan seksual, jangan bergantung pada orang lain untuk memenuhi
kewajiban Anda. Segera laporkan pihak yang berwajib, jangan pernah mencoba mengatasi kasus ini sendirian. lIngat bahwa para pelaku pelaku kekerasanan seksual dapat berbohong pada Anda dengan mudahnya. Mereka adalah ahlinya menipu orang lain. Serahkan penyelidikan kepada para ahli forensik. lAnak harus diberi pendidikan atau diajari oleh si ibu mengenai bagaimana lingkungan memperlakukan fisik anak dengan sebagaimana mestinya. Anak harus diberitahu bahwa tubuh merupakan hal yang privat dan harus jauh dari sentuhan orang lain, terutama orang yang tidak dikenal. l Sebagian besar pedofil memang tidak melukai korbannya secara fisik. Beberapa di antaranya sengaja menakut-nakuti si anak dengan caranya sendiri. Misalnya, membunuh hewan peliharaan anak dan mengancam akan lebih menyakitinya jika melapor kepada orangtuanya. Selain itu, pedofil senang membelai si anak, memainkan alat kelamin si anak, mendorong anak memainkan anak kelaminnya, dan mencoba memasukkan alat kelamin si anak. lKekerasan seksual dapat berlangsung selama beberapa minggu, bulan, atau tahun jika tidak diketahui oleh orang dewasa lain atau si anak tidak melapor kepada orangtuanya. Jika si anak mendapat perlakuan tersebut, anak akan tumbuh menjadi lebih matang secara fisik dari umurnya, saat sudah dewasa akan menyukai aktivitas yang sama untuk mendapat kepuasaan seksualnya dan dapat mengalami gangguan mental berat.
pada anak hanya perkosaan yang dikenal masyarakat (diculik kemudian diperkosa) namun kekerasan seksual dari kaum pedofil bukan memperkosa. Pelaku mendapat kepuasaan dengan melihat gambar anakanak yang tanpa berpakaian, memandikan, meraba-raba tubuh anak, menyuruh anak meraba-raba tubuh dan alat kelamin pelaku. Pelaku pun dapat melakukan sebaliknya saat korban tertidur. “Melakukan penangkapan terhadap pelaku pedofil ini sangat sulit karena orangtua sudah sangat yakin pelaku sudah menebarkan kebaikan yang dimasukkan secara halus, sehingga tidak disadari oleh keluarga korban. Saat pelaku sudah tertangkap pun orangtua tetap menolak mengatakan pelaku adalah pedofil,” ujar dr. Yuni. Bagaimana mungkin pelaku kejahatan seksual berinteraksi dengan anak setiap hari? Agar lebih waspada, ada baiknya mengenali karakter pelaku yang juga disebut child molester ini. Bracha Goetz, penulis buku anak-anak The Invisible Books mengungkapkan hal-hal yang perlu diketahui tentang pelaku kekerasan seksual pada anak. Seorang pelaku kekerasan seksual pada anak, dapat melakukan kejahatannya sebanyak 200-400 kali sebelum akhirnya tertangkap. Sebagian besar pelaku tidak tertangkap dan tidak memiliki catatan kriminal. Menurut FBI, hanya satu dari sepuluh kasus kekerasan seksual pada anak dilaporkan pada penegak hukum. Kasus semacam ini seperti gunung es, dimana sebagian besar kejadian sebenarnya ditutupi dan tidak terlaporkan. Ada beberapa hal mengenai pelaku kekerasan seksual pada anak yang sangat perlu diketahui, yaitu���������������������������� perilaku dimulai sejak remaja, terlihat luwes dan ramah, pembohong dan manipulatif, dan membuat anak-anak terpikat, semua anak rentan menjadi korban, sabar membina hubungan dengan calon korban Sangatlah sulit untuk melawan pelaku jika seorang anak tidak diajari sejak awal untuk membela diri. Para pelaku kerap kali menguji korban mereka untuk melihat reaksi, seperti menjadi terlalu dekat secara fisik untuk membuat mereka nyaman, memberikan
komentar sugestif atau agak “menjurus”, atau dengan bermain roughhousing seperti “bermain gulat” atau pukul-pukulan dengan calon korban. Mereka membuat pernyataan yang membingungkan seperti terkadang teman atau keluarga akan saling membantu dan saling menyentuh. Para predator biasanya mulai menyentuh bagian pribadi dari tubuh korban dengan mengayunkan tangan mereka “secara tidak sengaja”. Jika mereka ditanya, para pelaku sudah siap dengan alasan seperti “saya hanya bercanda” atau “maaf tidak sengaja.” Saat korban tidak menghentikan tindakan pelaku lebih jauh, ini dianggap oleh pelaku sebagai sinyal untuk melanjutkan tindakan mereka. Seorang pelaku akan memberikan tekanan pada korban jika ia melihat ada potensi untuk menganiaya, dengan mengatakan hal-hal seperti “Kau menyakiti hatiku dengan mengatakan tidak.” Saat anak itu dianiaya, mereka ditinggalkan dalam keadaan sangat merasa bersalah. Bagi korban, meskipun apa yang terjadi pada mereka bukanlah kesalahan mereka, tetap saja mereka berpikir bahwa mereka yang salah. Saat pelaku kekerasanan berlanjut dalam waktu yang cukup panjang, anak biasanya melakukan mekanisme pertahanan diri dengan membedakan pelaku menjadi dua orang yang berbeda saat berhadapan dengannya, misalnya menjadi “paman dan monster”, “kakak dan pemerkosa”, atau “pemimpin regu dan predator”. Saat korban melihat pelaku kekerasan itu ada di sekitarnya, ia merasa terhormat dan menghampirinya kembali. Jika para predator dipergoki oleh orang dewasa yang tidak paham modus operandi pelaku, para pelaku biasanya langsung mengklaim baik anak tersebut yang menggodanya, atau itu adalah pertama kali mereka melakukan hal seperti itu, dan membuat alasan pembenaran kenapa hal itu terjadi untuk pertama kalinya. Ini adalah hal standar yang dilakukan pelaku untuk mendapatkan belas kasihan, membuat orang yakin bahwa mereka merasa buruk atas apa yang mereka lakukan, dan tentu saja, mereka berjanji untuk “tidak melakukannya lagi”. –Ngurah Budi
Dara
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
9
Cochlear Implant Ubah Hidup Serin Ia tumbuh menjadi remaja yang cantik, ramah dan pintar. Jika kita mengajaknya berkomunikasi tak sedikitpun terbayang bahwa ia anak tunarungu. Apa yang dilakukan oranngtuanya hingga berhasil menjadikannya anak normal? Berikut kisahnya.
S
Serin dan Keluarga
etelah menikah tahun 2000, layaknya pasangan muda, dr. Ketut Widyani Putri dan I Made Yuniartha ingin cepat punya momongan. Tahun 2001, pasutri ini dikarunia seorang putri yang cantik yang diberi nama Putu Ayu Sekarini. Waktu pun berjalan tak terasa 6 bulan sudah usia putri sulung mereka, yang dipanggil Serin. Dokter Putri mengakui saat itu seperti ada sesuatu yang mengganggu pikiran. Sebagai seorang dokter, awalnya ia tidak terlalu memikirkan. Saat hujan lebat disertai petir ternyata Serin samasekali tidak merespon. “Ya.. Tuhan…pasti kecurigaan saya salah…pasti salah. Tapi, kenyataan terbalik dari pengharapan. Serin tidak terkejut atau menunjukkan gerakan refleks seperti anak yang kaget! Seketika itu juga saya … sekali lagi saya mohon pada Tuhan sambil menjerit dalam hati, tidak mungkin,” tutur ibu dari Serin dan Naya ini. Bergulir waktu selanjutnya, dr. Putri berusaha melupakan kejadian tersebut. Namun, dengan bertambahnya usia Serin, justru makin terlihat kejanggalannya. Serin tidak merespons jika dipanggil, tidak mengerti perintah dan tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya. Dokter Putri mulai gelisah, takut menerima kenyataan, apakah Serin tuli ? Sang suami juga sempat marah atas pikirannya. Ketika Serin berusia 1.5 tahun, dr. Putri sudah tidak tahan, setelah berdebat, dengan sang suami, mereka putuskan membawa Serin ke dokter THT. Setelah melakukan pemeriksaan standar, dokter THT itu pun dengan santai mengatakan “putri ibu tuli”. Saat itu dokter Putri kaget. Ia hanya bisa duduk dan airmata mengalir deras tanpa bisa dicegah. Tak sepatah kata pun bisa keluar dari mulutnya. Ia mendengar suaminya bicara dengan dokter THT itu tentang solusi. Dokter itu menjawab, “Ya tunggu kalau usianya sudah gedean sekolahkan di SLB. Program lagi punya anak.”. Mendengar itu, perasaan dr. Putri
campur aduk tidak karuan. Setelah membereskan administrasi.Mereka bertiga duduk di trotoar di depan praktek dokter tersebut tanpa tahu apa yang akan dilakukan. JUAL RUMAH Hari-hari berikutnya, di rumah pasutri ini bersitegang terus, karena memiliki pendapat berbeda. “Kami sempat pula mencoba berbagai terapi alternatif, mandi di mata air yang di keramatkan, mengganti nama anak berulang kali dengan berbagai ritual. Berharap terjadi keajaiban, Serin bisa mendengar, namun semuanya nihil,” ujar dr. Putri. Selanjutnya ia memutuskan melakukan pemeriksaan pendengaran di Jakarta untuk memastikannya. Ternyata lagi-lagi ia mendapati kenyataan, bahwa Serin memang mengalami gangguan pendengaran yang sangat berat dan disarankan menggu-
dr. Putri bersama Serin, dan Naya
nakan alat bantu dengar serta harus menjalani terapi. Di Bali, saat itu tidak ada terapi untuk mendengar, yang ada hanya terapi wicara dengan membaca gerakan bibir. Sudah pula dicoba itu tapi tidak membuahkan hasil sesuai harapan untuk bisa bicara seperti anak normal . “Saat itu, saya tidak membayangkan bagaimana caranya seorang anak tuli bisa mendengar dan dan berbicara normal. Saya juga tak pernah berhenti berdoa, memohon pada Tuhan, saya mau Serin bisa mendengar dan berbicara seperti anak normal,” harapnya. Pada suatu kesempatan, kakak perempuan dr. Putri menelepon dan memintanya melihat di TV, ada anak pakai alat bisa ngomong. Sejak menyaksikan tayangan tersebut, energinya terkumpul kembali. Ia merasa Tuhan mendengar doanya dan membukakan jalan. Ternyata Serin harus diimplant (operasi). Bagi anak yang mengalami gangguan pendengaran berat, disarankan untuk cochlear implant yaitu operasi penanaman alat di dalam telinga. Mendengar kata operasi, ia berpikir apa tidak berbahaya, belum lagi soal biaya. Orangtua si anak yang muncul di TV tersebut, mengatakan biayanya sekitar Rp 125 juta. Saat itu, 11 tahun yang lalu, biaya itu sangatlah besar. “Kami dihadapkan pada kondisi sangat sulit. Apa yang kami harus putuskan. Kami diskusi sama keluarga dan mereka menentang, kami dikatakan emosi dan tidak tahu mau berbuat apa,” kenangnya. Pada saat Serin berusia 2.5 tahun. Setelah terombang ambing tanpa ujung yang jelas, dr. Putri harus realistis. Serin harus menggunakan cochlear implant. Pertanyaan yang muncul adalah darimana biayanya? Keluarga tidak mendukung sedangk an tabungan jauh dari cukup. Beberapa hari ia dan suaminya berdiskusi sambil membuat tabel-tabel. Alternatif pertama pakai alat bantu dengar (ABD), Serin harus masuk ke SLB. Alternatif kedua, operasi cochlear implant hasilnya bisa mendengar dan berbicara. Bisa sekolah normal, namun biayanya sangat besar. “Akhirnya kami putuskan berdua, Serin harus cochlear implant. Sejak saat itu yang ada dalam pikiran kami hanyalah kemana bisa pinjam uang? Uang belum terkumpul, harga yang semula Rp 125 juta, naik menjadi Rp 235 juta,” ujarnya. Ia pun tak henti berdoa. Berkomunikasi dengan Tuhan tentang semua yang dilakukan dan apa hasilnya. Setelah setahun, Tuhan kembali menjawab doa mereka. “Selama ini kami menabung namun belum cukup. Kami juga berusaha menjual rumah kami, namun belum laku. Akhirnya seseorang dikirim Tuhan dan memberikan kami pinjaman, yang kami tidak sangka sebelumnya,” ungkap dr. Putri. Serin pun akhirnya melakukan operasi cochlear implant di Jakarta. Operasi berjalan lancar dan Serin mengikuti terapi mendengar atau auditory
Serin dan adiknya Naya
verbal therapy (AVT). Selama di Jakarta mereka menumpang di rumah sahabat sang suami. Selanjutnya ia dan suami mulai menerapkan terapi itu di rumah. Dokter Putri sadar bahwa mengajar anak tunarungu tidak seperti membalikkan telapak tangan. Serin, sering menolak belajar. Setelah 1 bulan di Jakarta, mereka memutuskan untuk pulang ke Bali, karena kehabisan biaya. Namun, berita baiknya, Serin sudah menunjukkan hasil mampu bicara kurang lebih 60 kata, meski masih cadel. Berikutnya, enam bulan sejak operasi cochlear implant, atas upaya dan kesabarannya pula Serin menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Ia mampu mengucapkan kalimat 3-4 kata, menjawab pertanyaan, dan mengambilkan sesuatu. “Kami tidak henti- hentinya kami mengucap syukur kepada Tuhan. Rumah pun akhirnya terjual dan kami mengembalikan pinjaman pada seseorang tersebut,” kenangnya. Serin mampu beradaptasi di TK, tetapi masih dalam pengawasan kami. Tidak mudah bagi anak yang memakai alat implan untuk terbiasa di lingkungan ramai atau bising. Dokter Putri dibantu sang suami terus melatih Serin dengan bertanya dan melatih ucapannya. Kini, Serin berusia 14 tahun dan sekolah di SMP National Plus. Sekolah ini dipilih bukan untuk menyombongkan diri, namun prinsipnya, Serin harus masuk di sekolah yang murid-muridnya punya sikap dan mental berani untuk mengemukakan pendapat. Serin perlu dilatih memiliki mental yang kuat. Serin sering juga menerima ejekan dan tatapan sinis dan menyampaikannya pada orangtuanya, Inilah kenyataannya. Ia menguatkan Serin untuk membuktikan pada mereka bahwa seorang Serin layak untuk diperhitungkan. Serin berhasil membuktikan pada semester pertama di kelas 2 SMP, Serin berhasil meraih rang king 3. Bahkan nilai rapor Bahasa Inggris untuk semua mata pelajaran mendapat nilai A . “Kami sebagai orangtua tak hentihentinya bersyukur kepada Tuhan karena berani mengambil keputusan di saat yang tepat. Terima kasih Tuhan, Engkau jawab doa kami. Serin bisa mendengar dan berbicara seperti layaknya anak normal,” kata dr. Putri sembari berharap bisa memberi manfaat kepada orangtua yang saat ini mengalami hal yang sama. – Sri Ardhini
10
Sudut Pandang
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Tak Lengkap tanpa Minum Kopi
Budaya minum kopi sudah lama dikenal di Indonesia. Dulunya minum kopi menjadi kebiasaan para orang tua. Namun, dengan berkembangnya zaman, budaya minum kopi bukan hanya milik para orang tua tapi juga telah merasuki berbagai kalangan, bahkan kalangan remaja yang kini gemar nongkrong di cafe bersama teman-temannya. Minum kopi kini memang telah menjadi tren dan gaya hidup bagi sebagian orang. Bersamaan dengan itu kopi pun makin berkembang dengan cita rasa yang makin beragam.
Iis Dahlia
“K
alau dibilang penggemar kopi berat, kayaknya enggak ya. Bagi aku, penggemar kopi berat adalah mereka yang gemar mengonsumsi kopi hitam. Aku hanya mengonsumsi kopi
campur susu. Aku suka kopi latte atau cappuccino, kan ada campuran susunya. Jadi kopinya juga tak terlalu keras,” ujar Iis Dahlia. Meski tidak mau disebut penggemar kopi berat, namun penyanyi dangdut yang kariernya tetap eksis hingga sekarang, mengaku setiap hari mengonsumsi kopi. Rasanya harinya terasa kurang lengkap tanpa secangkir kopi. “Setiap hari aku pasti ngopi, secangkir kopi entah itu kopi latte atau cappuccino. Pokoknya ratarata ya secangkir sehari. Tapi kalau sedang kumpul dengan teman, ya bisa lebih juga,” ungkap pelantun tembang hit ‘Seroja’ ini. Terkait ramainya pemberitaan seorang wanita yang tewas setelah minum kopi, menurut Iis, adanya kasus itu tidak membuatnya khawatir minum kopi bareng teman-temannya. “Kasus itu kan terjadi bukan karena kopinya tapi karena ada sesuatu di luar kopi
yang ikut dikonsumsi korban,” kata Iis yang juga mengikuti pemberitaan kasus tersebut. Lagi pula, kata wanita kelahiran 29 Mei 1972 ini, dia sendiri punya ‘rambu-rambu’ tertentu jika makan atau minum-minum bareng teman-temannya. ‘Ramburambu’ itu, kata Iis, bukan karena adanya kejadian tersebut tapi itu sudah sejak lama. “Ya ini kan demi keamanan dan kenyamanan aku sendiri. Misalnya saja, aku paling pantang meninggalkan makanan atau minuman yang sedang aku konsumsi untuk suatu keperluan, kemudian mengonsumsi kembali. Jadi kalau mau pergi, ya aku habiskan dulu makanan atau minuman itu. Kalaupun terpaksa pergi, harus ada orang yang aku percaya menjaga makanan dan minuman itu,” tegasnya “Kalaupun tidak, ya aku nggak akan makan atau minum makanan yang sudah aku tinggalkan. Satu lagi, aku tidak mau dipesankan
Kedai Kopi Kultur
Ngopi yang Berbudaya
Kopi adalah komoditas penting dunia yang dikenal secara meluas disemua lapisan masyarakat. Meskipun Indonesia salah satu penghasil kopi penting dunia dan telah menanam kopi semenjak 1896, namun secara ekonomi, legenda kopi Indonesia belum memberikan perimbangan nilai ekonomi yang signifikan dan memadai bagi penggarap maupun pelakunya. Begitu diungkapkan Arief Budiman pemilik Kedai Kopi Kultur di kawasan Jalan Danau Poso, Sanur. Menjamurnya waralaba kedai kopi internasional di Indonesia mampu diapresiasi dengan baik. Demikian pula industri produk olahan kopi masal berwujud instant coffee menjadi bisnis yang menggiurkan. Namun, kedua pola bisnis tersebut tidak sepenuhnya dijalankan secara transparan dan adil apalagi jika dikaitkan dengan hak masyarakat memperoleh pangan sehat dan pendidikan pengetahuan pangan sangatlah sulit untuk dipertanggungjawabkan. Indonesia, kata lelaki yang biasa disapa Ayip ini, sangat kaya dengan varietas dan jenis kopi yang terbentang di kepulauan Nusantara. Masing-masing kopi memiliki kekhasan dan citarasa unggul termasuk budaya pengolahan dan cara penyajiannya. “Beberapa daerah
bahkan telah mendapatkan geographic indicator sebagai single origin coffee,”katanya. Menurutnya itulah lansekap yang menginspirasi betapa masih besarnya peluang memberikan tawaran kopi olahan lokal yang mampu diapresiasi dengan baik melalui sebuah pola, mekanisme atau formula. Maka sejak 3 tahun lalu Ia pun menghadirkan Kedai Kopi Kultur ini. “Kopi Kultur adalah kedai kopi (coffee shop) ,dengan orientasi menjadi merek terpercaya (trusted brand). Kedai ini mengoperasikan bisnisnya berdasarkan kesungguhan tentang pemahaman dan pemanfaatan kopi Indonesia bukan hanya sebagai komoditas semata,” ujarnya. Kopi Kultur menciptakan the right coffee, demi dapat memaknai rangkaian proses yang dilakukan dengan benar, terutama dalam mengolah kopi sehingga selain memiliki citarasa tinggi juga berkhasiat bagi kesehatan. Di Bali, ia menjalin bekerjasama dengan Komang Sukarsana pemilik Bali Arabica, yang sudah melakukan proses dengan benar. Kopi Kultur, lanjutnya hadir menggabungkan proses menyediakan kopi dari tangan petani dengan proses mengolah dan menyajikan menjadi sebuah proses terintegrasi yang penting. “Membangun kemitraan dengan petani dan komunitas dalam
Ayip
mengembangkan kopi adalah sebuah peluang membangun bisnis berkelanjutan, berlandaskan ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan. Tujuannya adalah membangun citra positif dan meningkatkan nilai ekonomi kopi Indonesia,” tegas Ayip. Melalui visi dan misinya, Kedai Kopi Kultur memiliki tugas lain dari sekadar sebuah kedai kopi, yakni menjadi jembatan dan media komunikasi untuk mensinergikan peran para pihak dalam mencapai tujuan. Juga melakukan dorongan praktik
Andien
orang makanan atau minuman sebelum aku sampai di suatu tempat ngumpul. Aku lebih suka makanan atau minuman untuk aku dipesan saat aku ada,” jelas penyanyi dangdut yang juga pemain sinetron dan film ini. Sikapnya ini, kata Iis, bisa dibilang sebagai salah satu bentuk kehati-hatian dirinya. “Kita nggak tahu, siapa tahu saja ada teman yang ngisengin kita, menaruh garam misalnya. Dulu zaman aku muda ada aja teman suka ngisengin teman lainnya. Minumannya dikasi garam...hehehe. Nggak ada maksud lain, sekadar becanda saja. Makanya aku hatihati jangan sampai diisengin. Nah kewirausahaan sosial, pembangunan komunitas serta inovasi sosial melalui kolaborasi & kemitraan yang berkeadilan. “Kami berbisnis dengan tetap meletakkan sendi-sendi sosial. di dalamnya sehingga bisnis ini menguntungkan banyak pihak. Sebab di iklim Indonesia masih banyak maslah sosial yang ahrus kita ikiut pecahkan,” tegasnya. MEDIA KOMUNIKASI Ayip juga bicara tentang set up new level of kedai kopi (coffee shop). Pengertian new level katanya adalah menginjeksi standar nilai-nilai pada bisnis kedai kopi sehingga mampu memformulasikan dan menawarkan produk dan servis yang berbeda dari kedai kopi pada umumnya. Jika pemahaman kedai di Indonesia adalah sebuah warung yang demokratis dan hangat, maka prinsip ini adalah prinsip utama yang diselaraskan dengan standar kualitas produk, penyajian dan pengoperasian bisnis modern. Hal tersebut, lanjutnya dibangun melalui pemahaman atau knowledge tentang kopi . Kemudian, mengintegrasikan dengan gerakan sosial yang memberdayakan masyarakat dan komoditas Indonesia. Juga, mengaktivasi dan mengoptimalkan komponen supply chain serta memosisikan kedai kopi sebagai media komunikasi dan ekspresi. Yang mencirikan visi tersebut adalah dengan menyajikan kopi terbaik Indonesia dengan memformulasikan dan mengupayakan diantaranmya urusan mata rantai proses budidaya kopi yang benar, melekatkan dan membagi penge-
sikap hati-hati itu akhirnya terbawa sampai sekarang,” kata Iis yang sedang terburu-buru untuk pemotretan. Lain Iis, lain pula Andien. Penyanyi jazz ini justru sangat mencintai kopi hitam. Tak tanggungtanggung, Andien yang bernama lengkap Andini Aisyah Haryadi, ini, sangat gemar minum kopi hitam tanpa gula. Seperti Iis, Andien pun mengaku harinya terasa ‘tak lengkap’ jika tanpa meminum kopi. Satu kebiasaan unik Andien saat mengonsumsi kopi di pagi hari. Kalau sebagian orang biasanya minum air putih dulu sebangun tidur atau setelah minum air putih dan sarapan, lalu minum kopi. Andien berbeda. Dirinya minum kopi sebangun tidur pagi saat belum mengonsumsi apa pun, termasuk air putih. “Bangun tidur pagi aku minum kopi sebelum minum (air putih) ataupun makan,” kata penyanyi lagu ‘Bisikan Hati’ ini. Meski mengaku penggemar berat kopi hitam, dia tetap membatasi asupan kopinya. Maksimal hanya tiga gelas per-hari. “Aku suka kopi tapi tidak mau berlebihan. Minimal segelas atau maksimal tiga gelas tidak lebih,” kata pelantun tembang ‘Kirana’ yang mengaku paling suka minum kopi asli Indonesia. Ada banyak kopi, tapi tambahnya, kopi Indonesia dirasakannya lebih nikmat, khususnya kopi Sidikalang asal Sumatera Utara. –Diana Runtu tahuan kopi. Memproduksi sesuai dengan sifat kopi dan standar kualitas dan mengkomunikasikannya secara proporsional sebagai upaya perlawanan cerdas terhadap industri kopi jalur utama (mainstream) dan dalam konteks besar adalah bagian penting upaya mendorong berdaulatnya legenda kopi Indonesia. “Sesungguhnya di dalam kopi ada 1.300 anti oksidan yang bagus untuk tubuh. Jika proses pengolahannya benar maka fungsi antioksidannya bisa diperoleh. Sementara kopi industri tidak memerlukan kopi yang berkualitas, kalau soal rasa mereka bisa membuat hal ini menjadi pendidikan yang buruk untuk petani. Kami ingin mengimbangi mainstream ini,” ujarnya. Soal manfaat kopi, ada beberapa pengalammnya dengan customer yang datang ke kedainya. Mereka yang semula dilarang dokter untuk tidak lagi mengonsumsi kopi, ternyata setelah diedukasi dan mengonsumi kopi dengan olahan yang benar menjadi tidak masalah, bahkan menjadi ketagihan mengonsumsinya. “Apalagi sesungguhnya kopi sudah mengandung glukosa.Jadi kalau penangannya salah glukosanya hilang. Makanya ada istilah sweet after taste,” kata Ayip. Kopi Kultur adalah kesejatiannya dengan konsep menyajikan kopi yang benar (right coffee) dengan memberikan informasi yang benar (right information) sebagai knowledge penting perihal kopi ditambah dengan tata cara saji (theatre of coffee) akan berujung pada pengalaman kualitas rasa. – Sri Ardhini
Style
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Pesona Colorful Gaya Bali Berangkat dari keindahan budaya Bali, khususnya busana adat Bali dengan corak dan keragamannya. Seperti pilihan Tokoh pekan ini. Ada kain songket dengan aneka motif dipadukan kain prada yang sengaja dirancang begitu menawan.
U
ntuk busana Bali pria, diantaranya terdiri dari, destar (ikat kepala), kain wastra (kamen), saput, kemeja dan jas. Begitu juga busana untuk perempuannya, yang dimulai dari gelung (sanggul), kain wastra, kebaya yang menonjolkan keaggunan perempuan Bali, obi dan dilengkapi
beragam ornamen perhiasan yang cantik dan keren. Gaya ini cocok juga untuk kepentingan acara pemotretan atau acara pagelaran fashion berpasangan. Untuk keseluruhan penampilan Jegeg Bagus Bali Tahun 2015 ini, tim fashion dari Tut De Wedding sengaja memilihkan rancangan yang colorful, untuk menunjang keindah-
annya, tanpa menghilangkan unsur dari busana adat tradisional Bali dengan cita rasa budayanya. Penampilan keseluruhan pun semakin memesona dengan tata rias yang dioleskan oleh Tut De. – Sri Ardhini Fotografer: Gung De Penata Rias: Tut De Wedding Penata Busana: Tut De Wedding
15
14
Jelita
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
Samarkan Kerutan dengan Setrika Wajah Kerutan pada wajah sering menjadi masalah yang diidentikkan dengan penuaan. Memang, kerutan umumnya muncul pada usia yang sudah lanjut, sehingga wajar jika perempuan muda wajahnya mulai dihiasi kerutan , akan merasa dirinya tidak muda lagi.
Ida Rohidsa
K
ulit wajah, seharus senantiasa dirawat dan dijaga kekencangannya. Pasalnya, begitu banyak hal atau pengaruh buruk lingkungan yang terjadi di keseharian kita. Mulai dari paparan sinar matahari, asap kendaraan dan rokok yang mudah menyumbat pori-pori juga memicu timbulnya kerutan lebih awal. Belum lagi pola makan dan istirahat yang tidak teratur serta banyak sel kulit mati yang berada di permukaan kulit. Hal ini, akan mengakibatkan sel kulit tidak dapat menyerap nutrisi dari apapun krim yang dioleskan di wajah. Begitu disampaikan Ida Rohidsa Pemilik Syafira Salon & Spa Mataram, yang sempat ditemui di Sanur, pekan lalu. Selama ini, kata Ida, perawat an kulit biasanya dilakukan dengan krim, lotion, dan serum yang mudah diserap oleh kulit, sehingga diharapkan dapat memberikan asupan nutrisi juga menjadikan regenerasi kulit. Selanjutnya,
untuk menyempurnakan proses penyerapannya juga menghilang kan sel kulit mati salah satu perawatan yang sekarang banyak dipilih adalah setrika wajah. Setrika wajah atau perawatan yang memanfaatkan gelombang radio frequency (RF) ini digunakan untuk meningkatkan kolagen di lapisan dermis kulit atau lapisan kulit yang kedua. “Tak perlu merasa takut mendengar istilahnya, karena tentu radio frequency treatment tidak menggunakan jenis setrika yang biasa digunakan sehari-hari. Hanya saja, teknologi RF pun bersifat menghantarkan panas atau thermal heat dari gelombang radio yang disalurkan ke lapisan kulit bagian atas alias dermis,” kata Ida yang sudah belasan tahun berkecimpung di dunia perawatan dsan kecantikan ini. Dikatakannya, dalam prosesnya wajah akan mengalami pemanasan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi kolagen dan membuang racunracun melalui sistem limfatik. Alhasil, perawatan wajah ini akan membuat kulit wajah dan leher menjadi lebih kenyal, kencang dan terangkat. Setrika wajah juga sebagai langkah lebih cepat dan mudah untuk membuka pori-pori sehingga kotoran dan sel-sel kulit mati di wajah dapat dibersihkan dengan mudah. Untuk mendapatkan manfaat
“Tak perlu merasa takut men dengar istilahnya, karena tentu radio frequency treatment tidak menggunakan jenis setrika yang biasa digunakan sehari-hari. Hanya saja, teknologi RF pun bersifat menghantarkan panas atau thermal heat dari gelombang radio yang disalurkan ke lapisan kulit bagian atas alias dermis,”
yang optimal dari setrika wajah, Ida menyarankan agar perawatan tersebut sebaiknya dikombinasikan dengan perawatan wajah lainnya seperti peeling dan facial. Selain itu uga dianjurkan untuk tidak lupa mengonsumsi suplemen antioksidan. “Masih banyak lagi sebenarnya manfaat seseorang yang melakukan perawatan setrika wajah, seperti untuk mencegah penua an. Setrika wajah juga cukup efektif mengurangi kerutan di wajah. Selain itu, berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke wajah dan membantu pembuangan toksin atau racun melalui sistem limfatik, yang berakibat daerah yang di setrika bisa memperoleh nutrisi yang lebih banyak dan sehat,” lanjutnya . Hasilnya selam ini, area yang disetrika menjadi lebih sehat sebab memperoleh nutrisi yang lebih banyak. Karena itulah juga , jangan lupa perawatan ini perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas asupan gizi. Selain manfaat utamanya, RF pun memberikan
Bugar
solusi juga untuk menyamarkan lingkar hitam di sekeliling mata, menghilangkan kerutan pada leher, hingga yang paling marak diperbincangkan, membuat wajah lebih tirus. “Yang pasti dengan teknologi tinggi mikroelektronik, setrika wajah memasukkan nutrisi pada lapisan basal, sehingga meningkatkan energi sel, mempercepat, gerakan dan metabolisme sel, akhirnya kulit akan terlihat lebih segar, putih dan lembut,” katanya
sambil mengatakan apalagi jika ditambah dengan pemakaian produk perawatan wajah yang sesuai maka hasilnya akan jauh lebih baik. Meskipun dikatakan perawatan setrika wajah bisa dilakukan pada siapa saja, tetapi ada beberpa orang yang menderita atau mengidap beberapa penyakit tidak dianjurkan melakukan setrika wajah termasuk tidak pas dilakukan oleh para ibu hamil dan menyusui. - Sri Ardhini
11
Jangan Remehkan Sembelit
Sembelit merupakan salah satu masalah pencernaan yang paling sering dialami. Seringkali sembelit dianggap hal biasa, dan tidak berbahaya jika kondisi ter sebut terus berlangsung. Sembelit da lam bahasa kedokteran disebut dengan istilah konstipasi.
M
tkh/net
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
enurut dr. Ketut Mariadi, Sp.PD, sembelit merupakan keluhan daripada suatu penyakit. “Secara definisi konstipasi itu adalah kondisi dimana terjadi gangguan dalam pengeluaran isi usus atau kotoran,” jelasnya. Ia mengingatkan, perlu diwaspadai, gangguan frekuensi buang air besar (BAB) kurang dari tiga kali dalam seminggu, mengejan yang keras, kotoran yang keras, rasa seperti ada sumbatan di anus, atau lubang dubur, dan ada rasa tidak lega saat buang air besar. Pasien konstipasi kadang tidak ada keluhan atau bisa mengeluh perut kembung, nyeri saat BAB, perdarahan per anus, nyeri pinggang dan perasaan tidak lampias saat BAB. Kejadian konstipasi lebih sering pada wanita dibandingkan pria. Wanita tiga kali lebih sering
daripada pria, anak-anak lebih sering daripada dewasa, dan usia tua (di atas 65 tahun) lebih sering dibandingkan dewasa muda. Penyebab konstipasi secara umum dibagi dua, primer dan sekunder. Primer sering juga disebut idiopathic yang artinya tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Bentuk yang paling sering adalah pasien dengan waktu transit yang normal, dimana tidak terjadi gangguan pada frekuensi BAB tetapi mereka biasanya mengeluh perut kembung dan kadang nyeri, BAB tidak tuntas, lebih ke arah persepsi kesulitan untuk BAB dan kotoran yang keras. GEJALA AWAL KANKER USUS BESAR Penyebab sekunder, banyak faktor, bisa efek obat, kelainan hormonal, kelainan saraf, gangguan psikologis, kelainan struktur usus seperti tumor, penyem-
dr. Ketut Mariadi, Sp.PD.
pitan dll. Gaya hidup kurang sehat juga memegang peranan, kurang makan makanan berserat dan kurang minum, dan kurang aktivitas, serta sering mengabaikan atau menunda keing inan BAB. “Dampak dari konstipasi yang pasti akan mengganggu kualitas hidup orang yang mengal aminya. Dampak lanjutan tergantung dari penyakit apa yang mendasari nya terutama yang s e k u n d e r, m i s a l n y a konstipasi ini bisa se bagai gejala awal kanker
usus besar, terutama pada usia tua,” ucap dosen FK Unud ini. Ia menegaskan, jika dibiarkan berlanjut tanpa diketahui kalau yang mendasari kanker, maka akan terjadi perkembangan dari kanker dan bisa menyebar ke organ yang lain. Untuk pengobatan konstipasi tergantung dari jenisnya dan adanya penyakit yang mendasari. “Secara umum, kita mencari penyakit tahu faktor lain yang menimbulkan konstipasi. Kalau ada, maka hal tersebut harus ditangani terlebih dahulu.Terutama bila konstipasi disertai tanda alarm seperti, penurunan berat badan, BAB isi darah, anemia,” kata dr. Mariadi. Ia mengatakan, perlu pemeriksaan untuk memastikan
tidak ada kelainan usus seperti tumor atau keganasan sebagai penyebabnya. Jika setelah dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh, ternyata tidak ditemukan adanya faktor sebagai penyebab, maka kita kelompokkan sebagai konstipasi primer. Untuk itu, ia mengajak, untuk mulai dengan perbaikan pola hidup, dengan makan banyak serat, minum air putih yang cukup, minimal dua liter per hari dan disertai aktivitas olah raga yang cukup. Konsumsi makanan yang dapat menimbulkan konstipasi seperti produk susu, teh, kopi, dan alkohol perlu diatur dan jangan berlebihan. Jika tidak berhasil, maka baru ke langkah berikutnya, dengan pemakaian obat-obat pencahar. Golongan pencahar ada beberapa macam, tentunya obat-obatan ini harus digunakan dengan tepat sesuai indikasi, untuk mencegah efek yang tidak diinginkan. Misalnya golongan pencahar stimulan tidak boleh diberikan jangka panjang karena dapat menimbulkan efek ketergantungan dan merusak hati, sehingga sebaiknya melakukan konsultasi ke tkh/net dokter. –Wirati Astiti
Kelahiran Kembar Identik dari Program Bayi Tabung RS Prima Medika
Mendapatkan karunia Tuhan di Tahun Baru, itulah yang dirasakan pasutri I Gusti Bagus Suryawan dengan AA Ayu Rani Setianingsih. Setelah tiga tahun belum mendapatkan momo ngan, tepat di tahun keempat pernikahan, Tuhan mengabulkan doa mereka untuk men dapatkan anak. Dengan memilih program bayi tabung di RS Prima Medika, lahirlah dua bayi kembar identik berjenis laki-laki. Nama pun sudah disiapkan jauh-jauh hari menyambut kelahiran dua bayi lucu tersebut, dengan pang gilan Gus Endra dan Gus Andra. Menurut AA Ayu Rani Setianingsih, walau pun sempat ada hambatan, ada masalah saat penanaman embrio, ketakutannya akan ketidakberhasilan sirna. “Saya sempat takut karena ada masalah saat penanaman embrio. Tapi suami terus membesarkan hati saya, dan meminta terus berjuang dan berdoa,” tutur Rani, perempuan usia 29 tahun ini. Sementara, I Gusti Bagus Suryawan menam bahkan, mendengar dari beberapa kesuksesan bayi tabung di RS Prima Medika, ia yakin, usahanya pasti membuahkan hasil. Apalagi, sebelumnya, ia sudah sempat mencari informasi bayi tabung ke beberapa rumah sakit termasuk ke Surabaya. Ia pun meminta istrinya, agar tenang dan terus berdoa, sembari menuruti semua saran dokter. Ketua Klinik Bayi tabung RS Prima Medika dr. ILyas Angsar, Sp.OG. (K), mengatakan, sejak dibukanya Klinik Bayi Tabung Rumah Sakit Prima Medika tahun 2012, sampai sekarang telah lahir 38 bayi tunggal, 15 bayi kembar dua, dan empat bayi kembar tiga. Bayi kembar dua dan tiga yang telah lahir di Rumah Sakit Prima Medika bukan kembar identik. Tang gal 9 Januari, sesuatu yang istimewa, karena baru pertamakali kasus ini terjadi, telah lahir bayi kembar identik dari program bayi tabung
Pasutri I Gusti Bagus Suryawan dengan AA Ayu Rani Setianingsih
Rumah Sakit Prima Medika dari pasangan pasutri I Gusti Bagus Suryawan dengan AA Ayu Rani Setianingsih. Apalagi, penanaman embrio hanya satu. Pada program bayi tabung, embrio ditanamkan pada rahim ibu maksimum empat, dengan harapan ada satu embrio yang tertanam. Sementara, pada kasus kali ini, pe nanaman embrio hanya satu. Dokter ILyas Angsar menyebutkan, ada dua jenis kembar yakni kembar identik yang berasal
dari satu telur yang dibuahi satu sel sperma, dan kembar nonidentik yang berasal dari dua sel telur yang dibuahi dua sel sperma.
Kembar identik, berkembang dari satu sel telur dibuahi satu sel sperma kemudian terpisah menjadi dua. Bila pemisahan berlang sung lebih dari 12 hari setelah pembuahan, maka akan terjadi kembar siam (dempet). Sedangkan, kembar nonidentik, dua sel telur dibuahi dua sel sperma. Kembar identik DNAnya identik, sementara kembar nonidentik seperti saudara kandung lainnya. Pada kembar identik, jenis kelamin dan golongan darahnya selalu sama, sedangkan nonidentik biasanya berbeda. Dari segi penampilan, kembar identik sangat mirip, meskipun persis sama karena faktor lingkungan. Sedangkan nonidentik, semirip dengan saudara kandungnya. Untuk sidik jari, kembar identik maupun nonidentik berbeda. Sidik jari ditentukan interaksi gen individu dan lingkungan dalam rahim. Hal ini karena perbedaan kadar hormon, gizi, aliran darah, posisi di rahim dan tingkat pertumbuh an jari pada akhir trimester pertama. Sampai saat ini, penyebab kembar identik tidak diketa hui. Sementara penyebab kembar nonidentik, karena faktor keturunan, obat kesuburan tertentu, dan bayi tabung. Kemungkinan kembar identik di seluruh dunia sama sekitar tiga dari 1.000 kelahiran. Hanya sepertiga dari semua kembar di dunia adalah identik. Sementara, kembar noniden tik, bervariasi menurut geografi setiap negara, sekitar 6-20 per 1.000 kelahiran. Dua pertiga dari semua kembar di dunia adalah nonidentik. –ast
Informasi lebih jelas tentang Program Bayi Tabung RS Prima Medika, bisa menghubungi kontak klinik bayi tabung: Tlp. (0361) 257 446, Ext. 107 HP. 089 709 52400
12
Kuliner
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Teknologi Aging Empukkan Daging
Saat ini, daging sapi wagyu disebut mempunyai kualitas nomor satu jika dibandingkan dengan daging sapi lainnya. Harganya sekilo Rp 5 juta. Mungkin Anda akan kaget setelah mendengar harganya yang melangit. Lantas, apa yang membuat daging ini terasa spesial?
M
Steak
enurut pakar kuliner Dedie Soekartin, wagyu berasal dari kata wa (Jepang) dan gyu (sapi). Jadi makna wagyu adalah sapi jepang. Mengapa daging wagyu menjadi begitu istimewa? Sebab cita rasa dan kelembutan dagingnya sungguh tidak ada duanya. Bahkan sesudah selesai makan pun, kelezatan daging wagyu masih tertinggal di lidah. “Hal itu didapatkan karena sapi-sapi wagyu mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa. Selain diberikan makanan khusus, sapi-sapi jepang tersebut mendapatkan asupan berbagai macam vitamin,” ujarnya. Untuk membuatnya bersih dari binatang yang hidup di kulit sapi seperti lalat dan kutu, wagyu dimandikan dengan sake, minuman khas Jepang. Untuk membuat daging wagyu empuk, peternak biasanya memijat sapi dengan teratur untuk relaksasi. “Daging wagyu sangat istimewa, selain dari rasa, juga mengandung omega 3 dan omega 6. Itulah mengapa harganya juga luar biasa mahal,” kata lelaki kelahiran Bandung, 19 September 1948 ini. Padahal, selain wagyu, ada ras sapi unggul yang dimiliki Bali. Namun, kualitas daging sapi lokal yang ada di Indonesia memang masih belum memenuhi standardisasi. Hal ini diakibatkan karena makanan ternak berbeda-beda. Kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan daging sapi impor. Namun, kini, ada satu sistem yang disebut technology aging system yang bisa mengempukkan daging lokal tak kalah dengan daging impor. “Teknologi ini saya perkenalkan ke beberapa hotel dan restoran di Bali,” ujar De-
wan Penasihat Indonesian Chef Association ( ICA) Pusat dan ICA Jawa Barat ini. Dalam proses ini, daging disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu yang sudah diatur dari minus lima sampai plus lima. Proses berlangsung sekitar 7-21 hari. Dalam daging akan ditumbuhi spora benus thamnidium yang menghasilkan enzim collagenolylic, sehingga daging bisa seempuk tahu. Berbagai olahan dapat dibuat dari daging sapi yang empuk ini, terutama untuk makanan western yakni steak. Keunggulan aging system ini, selain daging lebih empuk, tekstur daging juga tidak berubah, aroma cita rasa spesial, kualitas impor, dan yang unik, daging steak bisa dipotong dengan pisau plastik. Masak Rendang Satu Jam Selain makanan western, teknologi aging system ini, juga bisa diterapkan pada daging sapi bahan utama rendang. Ada satu eksperimen yang telah dilakukan
Dedie Soekartin bersama salah seorang pengusaha restoran minang di Bandung. Mereka berdua bersama-sama membuat rendang dengan bumbu sama, hanya jenis daging yang berbeda. Dedie Soekartin memakai daging yang sudah diolah dengan teknologi aging, sementara, si pengusaha restoran, memakai daging sapi biasa. Menurut pengusaha tersebut, tak mungkin bisa memasak rendang dalam waktu satu jam. Apalagi, kata dia, untuk mendapatkan warna hitamnya saja memerlukan waktu 6 jam. Belum lagi, untuk membuat daging sapi menjadi empuk. Namun, setelah dicoba, memang hasil yang didapat luar biasa. Rendang hasil masakan Dedie Soekartin sudah siap saji dalam waktu satu jam dengan hasil yang sama yang didapat
Dedie Soekartin
Lebih empuk dengan teknologi aging
ini diperkenalkan pengusaha restoran sate meranggi Purwakarta ini, sebagai alternatif untuk efisiensi waktu dan hemat bahan bakar. Selain pada daging sapi, teknologi aging ini bisa dilakukan pada daging kambing dan daging bebek. Anda tak lagi meringis saat menggigit daging sate kambing yang alot. “Selain dapat menggempukkan daging kambing, teknologi aging ini juga membuat rasa amis pada daging kambing berkurang. Jadi teknologi aging ini punya banyak kelebihan,” kata Asesor Sertifikasi Kompetensi Kafe dan Restoran ini. Begitu juga, pada olahan daging bebek. Dengan teknologi aging ini, daging bebek menjadi empuk. Selain memasaknya sangat cepat, rasa yang didapat juga lembut. Sate Meranggi Purwakarta Sate Maranggi merupakan kuliner khas Indonesia yang
Sate maranggi
dengan memasak 8 jam. Namun, kata Dedie, kembali lagi kepada falsafah orang Padang, bahwa mengaduk berkalikali rendang merupakan satu tradisi mereka yang disebut “merandang”, karena proses itulah makanan tersebut disebut rendang. Namun, teknologi
berasal dari Purwakarta-Jawa Barat. Bahan utama dari sate maranggi Purwakarta adalah daging kambing dan daging sapi.
Di setiap sudut Kota Purwakarta, sebagian besar menjajakan sate Maranggi ini. Ada yang menjual sate maranggi dengan cara berkeliling, ada juga di warung-warung sudut kota Purwakarta. Tampilannya tidak jauh berbeda dengan sate-sate pada umumnya. Perbedaannya, akan terasa saat Anda mencicipi sate Maranggi ini pada gigitan pertama. Rasa daging yang khas seperti memakan daging dendeng beserta aroma rempahrempah yang khas. Satu porsi, 10 tusuk sate disajikan dengan sambal tomat pedas. Selain bumbunya yang berbeda dengan bumbu sate pada umumnya, sate maranggi ini biasanya dihidangkan dengan ketan bakar, sambal oncom atau dengan nasi timbel. Namun, ada beberapa permintaan konsumen, agar bumbu sate juga dicampurkan dengan bumbu kecap atau bumbu kacang seperti sate umumnya. Jadi, konsumen bisa memilih mau bumbu yang asli atau sudah dicampur kecap atau kacang. Kini, sate maranggi hadir di Denpasar. Dedie Soekartin mencoba mengenalkan makanan Nusantara ini di satu warung di Jalan Arjuna, Denpasar. Awalnya, ia hanya ingin mengenalkan teknologi aging ke masyarakat. Namun, belakangan, ia bertemu dengan rekan kerja, yang mengajaknya untuk membuat satu rumah makan yang menyajikan aneka olahan daging empuk tersebut. Bagi yang tertarik mencicipi daging empuk ini, bisa mencobanya. –Wirati Astiti
Chinesse Food
ati Nikm Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai
Dapatkan Diskon
10%
setiap pembelanjaan
minimal 100.000
Es Campur Santai
Murah Meriah & Bersih Rendang
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Nasi Goreng Bali
Berlaku mulai 28 Desember 2015 s.d. 31 Januari 2016
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Chef Asia Pertama di Australia U sia boleh senja, tapi semangat untuk berkarya harus selalu ada. Itulah prinsip Dedie Soekartin, mantan general manager (GM) beberapa hotel berbintang ini. Memulai karier di kapal pesiar Holland American Cruise Lines, lelaki asal Bandung ini sudah melalang buana ke 52 negara. Tahun 1970, ia termasuk salah seorang dari 800 orang yang direkrut kapal pesiar Holland American Cruise Lines. “Kapal pesiar tersebut baru pertamakali menerima tenaga kerja dari Indonesia. Ada 400 orang yang diterima sebagai angkatan pertama,” kata Dedie.
Setelah bekerja dua tahun, Dedie mendapatkan beasiswa bersama tujuh orang untuk disekolahkan di bidang manajemen hotel. Tujuannya, agar suatu hari nanti bisa menjadi trainer perekrutan tenaga kerja dari Indonesia. Setelah dari kapal pesiar, Dedie mendapat tugas untuk membangun satu restoran di Australia. Jadilah Dedie Soekartin, executive chef Asia pertama di Australia tahun 1978. Ketika di Indonesia, belum ada executive chef orang Indonesia, Dedie malah sudah berjaya di negeri orang. Tahun 1980, Dedie pulang ke Indonesia membantu hotel-hotel
Dedie bersama istri
di Bandung. Saat itu, hanya ada enam orang yang menjadi general manager hotel, salah satunya Dedie, sisanya masih ekspatriat. Bagi Dedie, tak ada waktu yang harus disia-siakan. Pagi sampai sore ia menjadi GM, sore sampai malam, dengan mobil ia berjualan keliling sate maranggi. Pilihannya jatuh ke sate karena saat ia melalang buana di luar negeri, Indonesia terkenal karena makanan khasnya sate. Alasan kedua, ibunya sangat suka sate maranggi. Namun, ada kendala, karena ibunya sudah tua, giginya tak mampu lagi mengunyah dag-
ing yang alot. Akhirnya, Dedie menciptakan satu teknologi baru yang bernama technology aging system untuk mengempukkan daging yang alot. Tahun 2000, ia memulai bereksperimen. Teknologi ini mengadopsi cara kerja nenek moyang dulu yang melakukan pemeraman pada buah yang belum matang. Dari teknik ini ia belajar, di samping beberapa ilmu ia padukan ketika dulu masih menempuh pendidikan di New York, AS. Walaupun pernah menjadi GM, Dedie tak malu melakukan pekerjaan sebagai tukang sate.
13
Tips Sehat Usia Dedie kini sudah 67 tahun. Namun, Dedie tetap bersemangat. Ada beberapa kiat sehat yang sudah diterapkan sejak ia muda. Mulai dari tidak pernah begadang, dan selalu tidur pukul 9 malam, dan tak boleh terlambat makan. Ada jadwal makan Dedie yang selalu ia patuhi. Pukul 8.00 sarapan, pukul 10.00 coffee time, pukul 12.00 makan siang, pukul 15.00 tea time, dan pukul 19.00 makan malam. Kebiasannya ini tetap diterapkan suami Cucu Supartika ini sampai sekarang. Selain kiat sehatnya itu, ada kiat yang paling penting, selalu enjoy dan tidak pernah mengatakan tidak bisa, dan keinginan belajarnya selalu ada. Setelah puluhan tahun menduduki jabatan tinggi, Dedie bangga menyebut dirinya menjadi tukang sate. Walaupun sebenarnya, ia adalah pengusaha beberapa restoran sate meranggi di Bandung. Cita-cita Dedie hanya satu, ia ingin daging sapi Indonesia bisa sejajar dengan daging sapi impor lainnya seperti daging sapi Australia. “Orang tak lagi menyebut daging sapi lokal, tapi daging sapi Indonesia,” kata Dedie Soekartin. --Wirati Astiti
Salad Panggang
Salad Padang
Sarwan Bahan: 200 gr : kentang kupas, potong dadu, goreng, tiriskan 2 buah : mentimun, kupas, buang bijinya, potong dadu 10 lembar : daun selada, cuci bersih, potong kasar 4 butir : telur, rebus, ambil putihnya, potong dadu Saus: 200 gr : kacang tanah, sangrai, buang kulit arinya, haluskan ½ sdt : lada bubuk 1 sdm : gula pasir 10 ml : air panas 25 gr : margarine, lelehkan 1 buah : jeruk nipis, ambil airnya Kaldu bubuk dan garam secukup nya
Taburan: 3 butir : kuning telur rebus 1 sdm : bawang putih goreng emping blinjo secukupnya
Cara Membuat: - Campur kentang, mentimun, daun selada, putih telur, sim-
pan dalam lemari pendingin, lalu campur saus kacang dan bahan-bahan lainya jadi satu. Aduk hingga tercampur merata menjadi saus hingga siap disajikan bersama bahan campuran kentang yang sudah dingin dan tambahkan taburannya.
Bahan: 1 buah : bawang bombay 200 gr : lobak, iris tipis-tipis, rebus sampai layu, tiriskan 100 gr : mentimun jepang, iris tipis 200 gr : brokoli hijau, potong kuntumnya, belah jadi dua, rebus sebentar, tiriskan 150 gr : wortel manis, potong tipis, rebus sampai layu, tiriskan 1 buah : jeruk nipis, ambil airnya 2 sdm : margarin, lelehkan Gula, garam, kaldu bubuk, lada bubuk secukupnya Taburan: 2 sdm : margarin cair 7 buah : biskuit cracker asin,
50 gr
hancurkan : keju chedar parut
Cara Membuat: - Campur irisan bawang Bombay, lobak, mentimun, brokoli dan wortel, aduk merata, lalu masukkan air jeruk nipis dan margarin cair, kaldu bubuk, lada bubuk, garam dan gula, aduk merata. - Masukkan campuran sayur dalam pinggan tahan panas, ratakan. - Taburi dengan biskuit dan parutan keju. - Panggang selada sampai matang, angkat, biarkan sampai dingin, simpan dalam lemari pendingin. - Sajikan selagi dingin bersama mayones dan saus sambal.
12
Kuliner
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Teknologi Aging Empukkan Daging
Saat ini, daging sapi wagyu disebut mempunyai kualitas nomor satu jika dibandingkan dengan daging sapi lainnya. Harganya sekilo Rp 5 juta. Mungkin Anda akan kaget setelah mendengar harganya yang melangit. Lantas, apa yang membuat daging ini terasa spesial?
M
Steak
enurut pakar kuliner Dedie Soekartin, wagyu berasal dari kata wa (Jepang) dan gyu (sapi). Jadi makna wagyu adalah sapi jepang. Mengapa daging wagyu menjadi begitu istimewa? Sebab cita rasa dan kelembutan dagingnya sungguh tidak ada duanya. Bahkan sesudah selesai makan pun, kelezatan daging wagyu masih tertinggal di lidah. “Hal itu didapatkan karena sapi-sapi wagyu mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa. Selain diberikan makanan khusus, sapi-sapi jepang tersebut mendapatkan asupan berbagai macam vitamin,” ujarnya. Untuk membuatnya bersih dari binatang yang hidup di kulit sapi seperti lalat dan kutu, wagyu dimandikan dengan sake, minuman khas Jepang. Untuk membuat daging wagyu empuk, peternak biasanya memijat sapi dengan teratur untuk relaksasi. “Daging wagyu sangat istimewa, selain dari rasa, juga mengandung omega 3 dan omega 6. Itulah mengapa harganya juga luar biasa mahal,” kata lelaki kelahiran Bandung, 19 September 1948 ini. Padahal, selain wagyu, ada ras sapi unggul yang dimiliki Bali. Namun, kualitas daging sapi lokal yang ada di Indonesia memang masih belum memenuhi standardisasi. Hal ini diakibatkan karena makanan ternak berbeda-beda. Kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan daging sapi impor. Namun, kini, ada satu sistem yang disebut technology aging system yang bisa mengempukkan daging lokal tak kalah dengan daging impor. “Teknologi ini saya perkenalkan ke beberapa hotel dan restoran di Bali,” ujar De-
wan Penasihat Indonesian Chef Association ( ICA) Pusat dan ICA Jawa Barat ini. Dalam proses ini, daging disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu yang sudah diatur dari minus lima sampai plus lima. Proses berlangsung sekitar 7-21 hari. Dalam daging akan ditumbuhi spora benus thamnidium yang menghasilkan enzim collagenolylic, sehingga daging bisa seempuk tahu. Berbagai olahan dapat dibuat dari daging sapi yang empuk ini, terutama untuk makanan western yakni steak. Keunggulan aging system ini, selain daging lebih empuk, tekstur daging juga tidak berubah, aroma cita rasa spesial, kualitas impor, dan yang unik, daging steak bisa dipotong dengan pisau plastik. Masak Rendang Satu Jam Selain makanan western, teknologi aging system ini, juga bisa diterapkan pada daging sapi bahan utama rendang. Ada satu eksperimen yang telah dilakukan
Dedie Soekartin bersama salah seorang pengusaha restoran minang di Bandung. Mereka berdua bersama-sama membuat rendang dengan bumbu sama, hanya jenis daging yang berbeda. Dedie Soekartin memakai daging yang sudah diolah dengan teknologi aging, sementara, si pengusaha restoran, memakai daging sapi biasa. Menurut pengusaha tersebut, tak mungkin bisa memasak rendang dalam waktu satu jam. Apalagi, kata dia, untuk mendapatkan warna hitamnya saja memerlukan waktu 6 jam. Belum lagi, untuk membuat daging sapi menjadi empuk. Namun, setelah dicoba, memang hasil yang didapat luar biasa. Rendang hasil masakan Dedie Soekartin sudah siap saji dalam waktu satu jam dengan hasil yang sama yang didapat
Dedie Soekartin
Lebih empuk dengan teknologi aging
ini diperkenalkan pengusaha restoran sate meranggi Purwakarta ini, sebagai alternatif untuk efisiensi waktu dan hemat bahan bakar. Selain pada daging sapi, teknologi aging ini bisa dilakukan pada daging kambing dan daging bebek. Anda tak lagi meringis saat menggigit daging sate kambing yang alot. “Selain dapat menggempukkan daging kambing, teknologi aging ini juga membuat rasa amis pada daging kambing berkurang. Jadi teknologi aging ini punya banyak kelebihan,” kata Asesor Sertifikasi Kompetensi Kafe dan Restoran ini. Begitu juga, pada olahan daging bebek. Dengan teknologi aging ini, daging bebek menjadi empuk. Selain memasaknya sangat cepat, rasa yang didapat juga lembut. Sate Meranggi Purwakarta Sate Maranggi merupakan kuliner khas Indonesia yang
Sate maranggi
dengan memasak 8 jam. Namun, kata Dedie, kembali lagi kepada falsafah orang Padang, bahwa mengaduk berkalikali rendang merupakan satu tradisi mereka yang disebut “merandang”, karena proses itulah makanan tersebut disebut rendang. Namun, teknologi
berasal dari Purwakarta-Jawa Barat. Bahan utama dari sate maranggi Purwakarta adalah daging kambing dan daging sapi.
Di setiap sudut Kota Purwakarta, sebagian besar menjajakan sate Maranggi ini. Ada yang menjual sate maranggi dengan cara berkeliling, ada juga di warung-warung sudut kota Purwakarta. Tampilannya tidak jauh berbeda dengan sate-sate pada umumnya. Perbedaannya, akan terasa saat Anda mencicipi sate Maranggi ini pada gigitan pertama. Rasa daging yang khas seperti memakan daging dendeng beserta aroma rempahrempah yang khas. Satu porsi, 10 tusuk sate disajikan dengan sambal tomat pedas. Selain bumbunya yang berbeda dengan bumbu sate pada umumnya, sate maranggi ini biasanya dihidangkan dengan ketan bakar, sambal oncom atau dengan nasi timbel. Namun, ada beberapa permintaan konsumen, agar bumbu sate juga dicampurkan dengan bumbu kecap atau bumbu kacang seperti sate umumnya. Jadi, konsumen bisa memilih mau bumbu yang asli atau sudah dicampur kecap atau kacang. Kini, sate maranggi hadir di Denpasar. Dedie Soekartin mencoba mengenalkan makanan Nusantara ini di satu warung di Jalan Arjuna, Denpasar. Awalnya, ia hanya ingin mengenalkan teknologi aging ke masyarakat. Namun, belakangan, ia bertemu dengan rekan kerja, yang mengajaknya untuk membuat satu rumah makan yang menyajikan aneka olahan daging empuk tersebut. Bagi yang tertarik mencicipi daging empuk ini, bisa mencobanya. –Wirati Astiti
Chinesse Food
ati Nikm Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai
Dapatkan Diskon
10%
setiap pembelanjaan
minimal 100.000
Es Campur Santai
Murah Meriah & Bersih Rendang
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Nasi Goreng Bali
Berlaku mulai 28 Desember 2015 s.d. 31 Januari 2016
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Chef Asia Pertama di Australia U sia boleh senja, tapi semangat untuk berkarya harus selalu ada. Itulah prinsip Dedie Soekartin, mantan general manager (GM) beberapa hotel berbintang ini. Memulai karier di kapal pesiar Holland American Cruise Lines, lelaki asal Bandung ini sudah melalang buana ke 52 negara. Tahun 1970, ia termasuk salah seorang dari 800 orang yang direkrut kapal pesiar Holland American Cruise Lines. “Kapal pesiar tersebut baru pertamakali menerima tenaga kerja dari Indonesia. Ada 400 orang yang diterima sebagai angkatan pertama,” kata Dedie.
Setelah bekerja dua tahun, Dedie mendapatkan beasiswa bersama tujuh orang untuk disekolahkan di bidang manajemen hotel. Tujuannya, agar suatu hari nanti bisa menjadi trainer perekrutan tenaga kerja dari Indonesia. Setelah dari kapal pesiar, Dedie mendapat tugas untuk membangun satu restoran di Australia. Jadilah Dedie Soekartin, executive chef Asia pertama di Australia tahun 1978. Ketika di Indonesia, belum ada executive chef orang Indonesia, Dedie malah sudah berjaya di negeri orang. Tahun 1980, Dedie pulang ke Indonesia membantu hotel-hotel
Dedie bersama istri
di Bandung. Saat itu, hanya ada enam orang yang menjadi general manager hotel, salah satunya Dedie, sisanya masih ekspatriat. Bagi Dedie, tak ada waktu yang harus disia-siakan. Pagi sampai sore ia menjadi GM, sore sampai malam, dengan mobil ia berjualan keliling sate maranggi. Pilihannya jatuh ke sate karena saat ia melalang buana di luar negeri, Indonesia terkenal karena makanan khasnya sate. Alasan kedua, ibunya sangat suka sate maranggi. Namun, ada kendala, karena ibunya sudah tua, giginya tak mampu lagi mengunyah dag-
ing yang alot. Akhirnya, Dedie menciptakan satu teknologi baru yang bernama technology aging system untuk mengempukkan daging yang alot. Tahun 2000, ia memulai bereksperimen. Teknologi ini mengadopsi cara kerja nenek moyang dulu yang melakukan pemeraman pada buah yang belum matang. Dari teknik ini ia belajar, di samping beberapa ilmu ia padukan ketika dulu masih menempuh pendidikan di New York, AS. Walaupun pernah menjadi GM, Dedie tak malu melakukan pekerjaan sebagai tukang sate.
13
Tips Sehat Usia Dedie kini sudah 67 tahun. Namun, Dedie tetap bersemangat. Ada beberapa kiat sehat yang sudah diterapkan sejak ia muda. Mulai dari tidak pernah begadang, dan selalu tidur pukul 9 malam, dan tak boleh terlambat makan. Ada jadwal makan Dedie yang selalu ia patuhi. Pukul 8.00 sarapan, pukul 10.00 coffee time, pukul 12.00 makan siang, pukul 15.00 tea time, dan pukul 19.00 makan malam. Kebiasannya ini tetap diterapkan suami Cucu Supartika ini sampai sekarang. Selain kiat sehatnya itu, ada kiat yang paling penting, selalu enjoy dan tidak pernah mengatakan tidak bisa, dan keinginan belajarnya selalu ada. Setelah puluhan tahun menduduki jabatan tinggi, Dedie bangga menyebut dirinya menjadi tukang sate. Walaupun sebenarnya, ia adalah pengusaha beberapa restoran sate meranggi di Bandung. Cita-cita Dedie hanya satu, ia ingin daging sapi Indonesia bisa sejajar dengan daging sapi impor lainnya seperti daging sapi Australia. “Orang tak lagi menyebut daging sapi lokal, tapi daging sapi Indonesia,” kata Dedie Soekartin. --Wirati Astiti
Salad Panggang
Salad Padang
Sarwan Bahan: 200 gr : kentang kupas, potong dadu, goreng, tiriskan 2 buah : mentimun, kupas, buang bijinya, potong dadu 10 lembar : daun selada, cuci bersih, potong kasar 4 butir : telur, rebus, ambil putihnya, potong dadu Saus: 200 gr : kacang tanah, sangrai, buang kulit arinya, haluskan ½ sdt : lada bubuk 1 sdm : gula pasir 10 ml : air panas 25 gr : margarine, lelehkan 1 buah : jeruk nipis, ambil airnya Kaldu bubuk dan garam secukup nya
Taburan: 3 butir : kuning telur rebus 1 sdm : bawang putih goreng emping blinjo secukupnya
Cara Membuat: - Campur kentang, mentimun, daun selada, putih telur, sim-
pan dalam lemari pendingin, lalu campur saus kacang dan bahan-bahan lainya jadi satu. Aduk hingga tercampur merata menjadi saus hingga siap disajikan bersama bahan campuran kentang yang sudah dingin dan tambahkan taburannya.
Bahan: 1 buah : bawang bombay 200 gr : lobak, iris tipis-tipis, rebus sampai layu, tiriskan 100 gr : mentimun jepang, iris tipis 200 gr : brokoli hijau, potong kuntumnya, belah jadi dua, rebus sebentar, tiriskan 150 gr : wortel manis, potong tipis, rebus sampai layu, tiriskan 1 buah : jeruk nipis, ambil airnya 2 sdm : margarin, lelehkan Gula, garam, kaldu bubuk, lada bubuk secukupnya Taburan: 2 sdm : margarin cair 7 buah : biskuit cracker asin,
50 gr
hancurkan : keju chedar parut
Cara Membuat: - Campur irisan bawang Bombay, lobak, mentimun, brokoli dan wortel, aduk merata, lalu masukkan air jeruk nipis dan margarin cair, kaldu bubuk, lada bubuk, garam dan gula, aduk merata. - Masukkan campuran sayur dalam pinggan tahan panas, ratakan. - Taburi dengan biskuit dan parutan keju. - Panggang selada sampai matang, angkat, biarkan sampai dingin, simpan dalam lemari pendingin. - Sajikan selagi dingin bersama mayones dan saus sambal.
14
Jelita
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
Samarkan Kerutan dengan Setrika Wajah Kerutan pada wajah sering menjadi masalah yang diidentikkan dengan penuaan. Memang, kerutan umumnya muncul pada usia yang sudah lanjut, sehingga wajar jika perempuan muda wajahnya mulai dihiasi kerutan , akan merasa dirinya tidak muda lagi.
Ida Rohidsa
K
ulit wajah, seharus senantiasa dirawat dan dijaga kekencangannya. Pasalnya, begitu banyak hal atau pengaruh buruk lingkungan yang terjadi di keseharian kita. Mulai dari paparan sinar matahari, asap kendaraan dan rokok yang mudah menyumbat pori-pori juga memicu timbulnya kerutan lebih awal. Belum lagi pola makan dan istirahat yang tidak teratur serta banyak sel kulit mati yang berada di permukaan kulit. Hal ini, akan mengakibatkan sel kulit tidak dapat menyerap nutrisi dari apapun krim yang dioleskan di wajah. Begitu disampaikan Ida Rohidsa Pemilik Syafira Salon & Spa Mataram, yang sempat ditemui di Sanur, pekan lalu. Selama ini, kata Ida, perawat an kulit biasanya dilakukan dengan krim, lotion, dan serum yang mudah diserap oleh kulit, sehingga diharapkan dapat memberikan asupan nutrisi juga menjadikan regenerasi kulit. Selanjutnya,
untuk menyempurnakan proses penyerapannya juga menghilang kan sel kulit mati salah satu perawatan yang sekarang banyak dipilih adalah setrika wajah. Setrika wajah atau perawatan yang memanfaatkan gelombang radio frequency (RF) ini digunakan untuk meningkatkan kolagen di lapisan dermis kulit atau lapisan kulit yang kedua. “Tak perlu merasa takut mendengar istilahnya, karena tentu radio frequency treatment tidak menggunakan jenis setrika yang biasa digunakan sehari-hari. Hanya saja, teknologi RF pun bersifat menghantarkan panas atau thermal heat dari gelombang radio yang disalurkan ke lapisan kulit bagian atas alias dermis,” kata Ida yang sudah belasan tahun berkecimpung di dunia perawatan dsan kecantikan ini. Dikatakannya, dalam prosesnya wajah akan mengalami pemanasan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi kolagen dan membuang racunracun melalui sistem limfatik. Alhasil, perawatan wajah ini akan membuat kulit wajah dan leher menjadi lebih kenyal, kencang dan terangkat. Setrika wajah juga sebagai langkah lebih cepat dan mudah untuk membuka pori-pori sehingga kotoran dan sel-sel kulit mati di wajah dapat dibersihkan dengan mudah. Untuk mendapatkan manfaat
“Tak perlu merasa takut men dengar istilahnya, karena tentu radio frequency treatment tidak menggunakan jenis setrika yang biasa digunakan sehari-hari. Hanya saja, teknologi RF pun bersifat menghantarkan panas atau thermal heat dari gelombang radio yang disalurkan ke lapisan kulit bagian atas alias dermis,”
yang optimal dari setrika wajah, Ida menyarankan agar perawatan tersebut sebaiknya dikombinasikan dengan perawatan wajah lainnya seperti peeling dan facial. Selain itu uga dianjurkan untuk tidak lupa mengonsumsi suplemen antioksidan. “Masih banyak lagi sebenarnya manfaat seseorang yang melakukan perawatan setrika wajah, seperti untuk mencegah penua an. Setrika wajah juga cukup efektif mengurangi kerutan di wajah. Selain itu, berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke wajah dan membantu pembuangan toksin atau racun melalui sistem limfatik, yang berakibat daerah yang di setrika bisa memperoleh nutrisi yang lebih banyak dan sehat,” lanjutnya . Hasilnya selam ini, area yang disetrika menjadi lebih sehat sebab memperoleh nutrisi yang lebih banyak. Karena itulah juga , jangan lupa perawatan ini perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas asupan gizi. Selain manfaat utamanya, RF pun memberikan
Bugar
solusi juga untuk menyamarkan lingkar hitam di sekeliling mata, menghilangkan kerutan pada leher, hingga yang paling marak diperbincangkan, membuat wajah lebih tirus. “Yang pasti dengan teknologi tinggi mikroelektronik, setrika wajah memasukkan nutrisi pada lapisan basal, sehingga meningkatkan energi sel, mempercepat, gerakan dan metabolisme sel, akhirnya kulit akan terlihat lebih segar, putih dan lembut,” katanya
sambil mengatakan apalagi jika ditambah dengan pemakaian produk perawatan wajah yang sesuai maka hasilnya akan jauh lebih baik. Meskipun dikatakan perawatan setrika wajah bisa dilakukan pada siapa saja, tetapi ada beberpa orang yang menderita atau mengidap beberapa penyakit tidak dianjurkan melakukan setrika wajah termasuk tidak pas dilakukan oleh para ibu hamil dan menyusui. - Sri Ardhini
11
Jangan Remehkan Sembelit
Sembelit merupakan salah satu masalah pencernaan yang paling sering dialami. Seringkali sembelit dianggap hal biasa, dan tidak berbahaya jika kondisi ter sebut terus berlangsung. Sembelit da lam bahasa kedokteran disebut dengan istilah konstipasi.
M
tkh/net
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
enurut dr. Ketut Mariadi, Sp.PD, sembelit merupakan keluhan daripada suatu penyakit. “Secara definisi konstipasi itu adalah kondisi dimana terjadi gangguan dalam pengeluaran isi usus atau kotoran,” jelasnya. Ia mengingatkan, perlu diwaspadai, gangguan frekuensi buang air besar (BAB) kurang dari tiga kali dalam seminggu, mengejan yang keras, kotoran yang keras, rasa seperti ada sumbatan di anus, atau lubang dubur, dan ada rasa tidak lega saat buang air besar. Pasien konstipasi kadang tidak ada keluhan atau bisa mengeluh perut kembung, nyeri saat BAB, perdarahan per anus, nyeri pinggang dan perasaan tidak lampias saat BAB. Kejadian konstipasi lebih sering pada wanita dibandingkan pria. Wanita tiga kali lebih sering
daripada pria, anak-anak lebih sering daripada dewasa, dan usia tua (di atas 65 tahun) lebih sering dibandingkan dewasa muda. Penyebab konstipasi secara umum dibagi dua, primer dan sekunder. Primer sering juga disebut idiopathic yang artinya tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Bentuk yang paling sering adalah pasien dengan waktu transit yang normal, dimana tidak terjadi gangguan pada frekuensi BAB tetapi mereka biasanya mengeluh perut kembung dan kadang nyeri, BAB tidak tuntas, lebih ke arah persepsi kesulitan untuk BAB dan kotoran yang keras. GEJALA AWAL KANKER USUS BESAR Penyebab sekunder, banyak faktor, bisa efek obat, kelainan hormonal, kelainan saraf, gangguan psikologis, kelainan struktur usus seperti tumor, penyem-
dr. Ketut Mariadi, Sp.PD.
pitan dll. Gaya hidup kurang sehat juga memegang peranan, kurang makan makanan berserat dan kurang minum, dan kurang aktivitas, serta sering mengabaikan atau menunda keing inan BAB. “Dampak dari konstipasi yang pasti akan mengganggu kualitas hidup orang yang mengal aminya. Dampak lanjutan tergantung dari penyakit apa yang mendasari nya terutama yang s e k u n d e r, m i s a l n y a konstipasi ini bisa se bagai gejala awal kanker
usus besar, terutama pada usia tua,” ucap dosen FK Unud ini. Ia menegaskan, jika dibiarkan berlanjut tanpa diketahui kalau yang mendasari kanker, maka akan terjadi perkembangan dari kanker dan bisa menyebar ke organ yang lain. Untuk pengobatan konstipasi tergantung dari jenisnya dan adanya penyakit yang mendasari. “Secara umum, kita mencari penyakit tahu faktor lain yang menimbulkan konstipasi. Kalau ada, maka hal tersebut harus ditangani terlebih dahulu.Terutama bila konstipasi disertai tanda alarm seperti, penurunan berat badan, BAB isi darah, anemia,” kata dr. Mariadi. Ia mengatakan, perlu pemeriksaan untuk memastikan
tidak ada kelainan usus seperti tumor atau keganasan sebagai penyebabnya. Jika setelah dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh, ternyata tidak ditemukan adanya faktor sebagai penyebab, maka kita kelompokkan sebagai konstipasi primer. Untuk itu, ia mengajak, untuk mulai dengan perbaikan pola hidup, dengan makan banyak serat, minum air putih yang cukup, minimal dua liter per hari dan disertai aktivitas olah raga yang cukup. Konsumsi makanan yang dapat menimbulkan konstipasi seperti produk susu, teh, kopi, dan alkohol perlu diatur dan jangan berlebihan. Jika tidak berhasil, maka baru ke langkah berikutnya, dengan pemakaian obat-obat pencahar. Golongan pencahar ada beberapa macam, tentunya obat-obatan ini harus digunakan dengan tepat sesuai indikasi, untuk mencegah efek yang tidak diinginkan. Misalnya golongan pencahar stimulan tidak boleh diberikan jangka panjang karena dapat menimbulkan efek ketergantungan dan merusak hati, sehingga sebaiknya melakukan konsultasi ke tkh/net dokter. –Wirati Astiti
Kelahiran Kembar Identik dari Program Bayi Tabung RS Prima Medika
Mendapatkan karunia Tuhan di Tahun Baru, itulah yang dirasakan pasutri I Gusti Bagus Suryawan dengan AA Ayu Rani Setianingsih. Setelah tiga tahun belum mendapatkan momo ngan, tepat di tahun keempat pernikahan, Tuhan mengabulkan doa mereka untuk men dapatkan anak. Dengan memilih program bayi tabung di RS Prima Medika, lahirlah dua bayi kembar identik berjenis laki-laki. Nama pun sudah disiapkan jauh-jauh hari menyambut kelahiran dua bayi lucu tersebut, dengan pang gilan Gus Endra dan Gus Andra. Menurut AA Ayu Rani Setianingsih, walau pun sempat ada hambatan, ada masalah saat penanaman embrio, ketakutannya akan ketidakberhasilan sirna. “Saya sempat takut karena ada masalah saat penanaman embrio. Tapi suami terus membesarkan hati saya, dan meminta terus berjuang dan berdoa,” tutur Rani, perempuan usia 29 tahun ini. Sementara, I Gusti Bagus Suryawan menam bahkan, mendengar dari beberapa kesuksesan bayi tabung di RS Prima Medika, ia yakin, usahanya pasti membuahkan hasil. Apalagi, sebelumnya, ia sudah sempat mencari informasi bayi tabung ke beberapa rumah sakit termasuk ke Surabaya. Ia pun meminta istrinya, agar tenang dan terus berdoa, sembari menuruti semua saran dokter. Ketua Klinik Bayi tabung RS Prima Medika dr. ILyas Angsar, Sp.OG. (K), mengatakan, sejak dibukanya Klinik Bayi Tabung Rumah Sakit Prima Medika tahun 2012, sampai sekarang telah lahir 38 bayi tunggal, 15 bayi kembar dua, dan empat bayi kembar tiga. Bayi kembar dua dan tiga yang telah lahir di Rumah Sakit Prima Medika bukan kembar identik. Tang gal 9 Januari, sesuatu yang istimewa, karena baru pertamakali kasus ini terjadi, telah lahir bayi kembar identik dari program bayi tabung
Pasutri I Gusti Bagus Suryawan dengan AA Ayu Rani Setianingsih
Rumah Sakit Prima Medika dari pasangan pasutri I Gusti Bagus Suryawan dengan AA Ayu Rani Setianingsih. Apalagi, penanaman embrio hanya satu. Pada program bayi tabung, embrio ditanamkan pada rahim ibu maksimum empat, dengan harapan ada satu embrio yang tertanam. Sementara, pada kasus kali ini, pe nanaman embrio hanya satu. Dokter ILyas Angsar menyebutkan, ada dua jenis kembar yakni kembar identik yang berasal
dari satu telur yang dibuahi satu sel sperma, dan kembar nonidentik yang berasal dari dua sel telur yang dibuahi dua sel sperma.
Kembar identik, berkembang dari satu sel telur dibuahi satu sel sperma kemudian terpisah menjadi dua. Bila pemisahan berlang sung lebih dari 12 hari setelah pembuahan, maka akan terjadi kembar siam (dempet). Sedangkan, kembar nonidentik, dua sel telur dibuahi dua sel sperma. Kembar identik DNAnya identik, sementara kembar nonidentik seperti saudara kandung lainnya. Pada kembar identik, jenis kelamin dan golongan darahnya selalu sama, sedangkan nonidentik biasanya berbeda. Dari segi penampilan, kembar identik sangat mirip, meskipun persis sama karena faktor lingkungan. Sedangkan nonidentik, semirip dengan saudara kandungnya. Untuk sidik jari, kembar identik maupun nonidentik berbeda. Sidik jari ditentukan interaksi gen individu dan lingkungan dalam rahim. Hal ini karena perbedaan kadar hormon, gizi, aliran darah, posisi di rahim dan tingkat pertumbuh an jari pada akhir trimester pertama. Sampai saat ini, penyebab kembar identik tidak diketa hui. Sementara penyebab kembar nonidentik, karena faktor keturunan, obat kesuburan tertentu, dan bayi tabung. Kemungkinan kembar identik di seluruh dunia sama sekitar tiga dari 1.000 kelahiran. Hanya sepertiga dari semua kembar di dunia adalah identik. Sementara, kembar noniden tik, bervariasi menurut geografi setiap negara, sekitar 6-20 per 1.000 kelahiran. Dua pertiga dari semua kembar di dunia adalah nonidentik. –ast
Informasi lebih jelas tentang Program Bayi Tabung RS Prima Medika, bisa menghubungi kontak klinik bayi tabung: Tlp. (0361) 257 446, Ext. 107 HP. 089 709 52400
10
Sudut Pandang
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Tak Lengkap tanpa Minum Kopi
Budaya minum kopi sudah lama dikenal di Indonesia. Dulunya minum kopi menjadi kebiasaan para orang tua. Namun, dengan berkembangnya zaman, budaya minum kopi bukan hanya milik para orang tua tapi juga telah merasuki berbagai kalangan, bahkan kalangan remaja yang kini gemar nongkrong di cafe bersama teman-temannya. Minum kopi kini memang telah menjadi tren dan gaya hidup bagi sebagian orang. Bersamaan dengan itu kopi pun makin berkembang dengan cita rasa yang makin beragam.
Iis Dahlia
“K
alau dibilang penggemar kopi berat, kayaknya enggak ya. Bagi aku, penggemar kopi berat adalah mereka yang gemar mengonsumsi kopi hitam. Aku hanya mengonsumsi kopi
campur susu. Aku suka kopi latte atau cappuccino, kan ada campuran susunya. Jadi kopinya juga tak terlalu keras,” ujar Iis Dahlia. Meski tidak mau disebut penggemar kopi berat, namun penyanyi dangdut yang kariernya tetap eksis hingga sekarang, mengaku setiap hari mengonsumsi kopi. Rasanya harinya terasa kurang lengkap tanpa secangkir kopi. “Setiap hari aku pasti ngopi, secangkir kopi entah itu kopi latte atau cappuccino. Pokoknya ratarata ya secangkir sehari. Tapi kalau sedang kumpul dengan teman, ya bisa lebih juga,” ungkap pelantun tembang hit ‘Seroja’ ini. Terkait ramainya pemberitaan seorang wanita yang tewas setelah minum kopi, menurut Iis, adanya kasus itu tidak membuatnya khawatir minum kopi bareng teman-temannya. “Kasus itu kan terjadi bukan karena kopinya tapi karena ada sesuatu di luar kopi
yang ikut dikonsumsi korban,” kata Iis yang juga mengikuti pemberitaan kasus tersebut. Lagi pula, kata wanita kelahiran 29 Mei 1972 ini, dia sendiri punya ‘rambu-rambu’ tertentu jika makan atau minum-minum bareng teman-temannya. ‘Ramburambu’ itu, kata Iis, bukan karena adanya kejadian tersebut tapi itu sudah sejak lama. “Ya ini kan demi keamanan dan kenyamanan aku sendiri. Misalnya saja, aku paling pantang meninggalkan makanan atau minuman yang sedang aku konsumsi untuk suatu keperluan, kemudian mengonsumsi kembali. Jadi kalau mau pergi, ya aku habiskan dulu makanan atau minuman itu. Kalaupun terpaksa pergi, harus ada orang yang aku percaya menjaga makanan dan minuman itu,” tegasnya “Kalaupun tidak, ya aku nggak akan makan atau minum makanan yang sudah aku tinggalkan. Satu lagi, aku tidak mau dipesankan
Kedai Kopi Kultur
Ngopi yang Berbudaya
Kopi adalah komoditas penting dunia yang dikenal secara meluas disemua lapisan masyarakat. Meskipun Indonesia salah satu penghasil kopi penting dunia dan telah menanam kopi semenjak 1896, namun secara ekonomi, legenda kopi Indonesia belum memberikan perimbangan nilai ekonomi yang signifikan dan memadai bagi penggarap maupun pelakunya. Begitu diungkapkan Arief Budiman pemilik Kedai Kopi Kultur di kawasan Jalan Danau Poso, Sanur. Menjamurnya waralaba kedai kopi internasional di Indonesia mampu diapresiasi dengan baik. Demikian pula industri produk olahan kopi masal berwujud instant coffee menjadi bisnis yang menggiurkan. Namun, kedua pola bisnis tersebut tidak sepenuhnya dijalankan secara transparan dan adil apalagi jika dikaitkan dengan hak masyarakat memperoleh pangan sehat dan pendidikan pengetahuan pangan sangatlah sulit untuk dipertanggungjawabkan. Indonesia, kata lelaki yang biasa disapa Ayip ini, sangat kaya dengan varietas dan jenis kopi yang terbentang di kepulauan Nusantara. Masing-masing kopi memiliki kekhasan dan citarasa unggul termasuk budaya pengolahan dan cara penyajiannya. “Beberapa daerah
bahkan telah mendapatkan geographic indicator sebagai single origin coffee,”katanya. Menurutnya itulah lansekap yang menginspirasi betapa masih besarnya peluang memberikan tawaran kopi olahan lokal yang mampu diapresiasi dengan baik melalui sebuah pola, mekanisme atau formula. Maka sejak 3 tahun lalu Ia pun menghadirkan Kedai Kopi Kultur ini. “Kopi Kultur adalah kedai kopi (coffee shop) ,dengan orientasi menjadi merek terpercaya (trusted brand). Kedai ini mengoperasikan bisnisnya berdasarkan kesungguhan tentang pemahaman dan pemanfaatan kopi Indonesia bukan hanya sebagai komoditas semata,” ujarnya. Kopi Kultur menciptakan the right coffee, demi dapat memaknai rangkaian proses yang dilakukan dengan benar, terutama dalam mengolah kopi sehingga selain memiliki citarasa tinggi juga berkhasiat bagi kesehatan. Di Bali, ia menjalin bekerjasama dengan Komang Sukarsana pemilik Bali Arabica, yang sudah melakukan proses dengan benar. Kopi Kultur, lanjutnya hadir menggabungkan proses menyediakan kopi dari tangan petani dengan proses mengolah dan menyajikan menjadi sebuah proses terintegrasi yang penting. “Membangun kemitraan dengan petani dan komunitas dalam
Ayip
mengembangkan kopi adalah sebuah peluang membangun bisnis berkelanjutan, berlandaskan ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan. Tujuannya adalah membangun citra positif dan meningkatkan nilai ekonomi kopi Indonesia,” tegas Ayip. Melalui visi dan misinya, Kedai Kopi Kultur memiliki tugas lain dari sekadar sebuah kedai kopi, yakni menjadi jembatan dan media komunikasi untuk mensinergikan peran para pihak dalam mencapai tujuan. Juga melakukan dorongan praktik
Andien
orang makanan atau minuman sebelum aku sampai di suatu tempat ngumpul. Aku lebih suka makanan atau minuman untuk aku dipesan saat aku ada,” jelas penyanyi dangdut yang juga pemain sinetron dan film ini. Sikapnya ini, kata Iis, bisa dibilang sebagai salah satu bentuk kehati-hatian dirinya. “Kita nggak tahu, siapa tahu saja ada teman yang ngisengin kita, menaruh garam misalnya. Dulu zaman aku muda ada aja teman suka ngisengin teman lainnya. Minumannya dikasi garam...hehehe. Nggak ada maksud lain, sekadar becanda saja. Makanya aku hatihati jangan sampai diisengin. Nah kewirausahaan sosial, pembangunan komunitas serta inovasi sosial melalui kolaborasi & kemitraan yang berkeadilan. “Kami berbisnis dengan tetap meletakkan sendi-sendi sosial. di dalamnya sehingga bisnis ini menguntungkan banyak pihak. Sebab di iklim Indonesia masih banyak maslah sosial yang ahrus kita ikiut pecahkan,” tegasnya. MEDIA KOMUNIKASI Ayip juga bicara tentang set up new level of kedai kopi (coffee shop). Pengertian new level katanya adalah menginjeksi standar nilai-nilai pada bisnis kedai kopi sehingga mampu memformulasikan dan menawarkan produk dan servis yang berbeda dari kedai kopi pada umumnya. Jika pemahaman kedai di Indonesia adalah sebuah warung yang demokratis dan hangat, maka prinsip ini adalah prinsip utama yang diselaraskan dengan standar kualitas produk, penyajian dan pengoperasian bisnis modern. Hal tersebut, lanjutnya dibangun melalui pemahaman atau knowledge tentang kopi . Kemudian, mengintegrasikan dengan gerakan sosial yang memberdayakan masyarakat dan komoditas Indonesia. Juga, mengaktivasi dan mengoptimalkan komponen supply chain serta memosisikan kedai kopi sebagai media komunikasi dan ekspresi. Yang mencirikan visi tersebut adalah dengan menyajikan kopi terbaik Indonesia dengan memformulasikan dan mengupayakan diantaranmya urusan mata rantai proses budidaya kopi yang benar, melekatkan dan membagi penge-
sikap hati-hati itu akhirnya terbawa sampai sekarang,” kata Iis yang sedang terburu-buru untuk pemotretan. Lain Iis, lain pula Andien. Penyanyi jazz ini justru sangat mencintai kopi hitam. Tak tanggungtanggung, Andien yang bernama lengkap Andini Aisyah Haryadi, ini, sangat gemar minum kopi hitam tanpa gula. Seperti Iis, Andien pun mengaku harinya terasa ‘tak lengkap’ jika tanpa meminum kopi. Satu kebiasaan unik Andien saat mengonsumsi kopi di pagi hari. Kalau sebagian orang biasanya minum air putih dulu sebangun tidur atau setelah minum air putih dan sarapan, lalu minum kopi. Andien berbeda. Dirinya minum kopi sebangun tidur pagi saat belum mengonsumsi apa pun, termasuk air putih. “Bangun tidur pagi aku minum kopi sebelum minum (air putih) ataupun makan,” kata penyanyi lagu ‘Bisikan Hati’ ini. Meski mengaku penggemar berat kopi hitam, dia tetap membatasi asupan kopinya. Maksimal hanya tiga gelas per-hari. “Aku suka kopi tapi tidak mau berlebihan. Minimal segelas atau maksimal tiga gelas tidak lebih,” kata pelantun tembang ‘Kirana’ yang mengaku paling suka minum kopi asli Indonesia. Ada banyak kopi, tapi tambahnya, kopi Indonesia dirasakannya lebih nikmat, khususnya kopi Sidikalang asal Sumatera Utara. –Diana Runtu tahuan kopi. Memproduksi sesuai dengan sifat kopi dan standar kualitas dan mengkomunikasikannya secara proporsional sebagai upaya perlawanan cerdas terhadap industri kopi jalur utama (mainstream) dan dalam konteks besar adalah bagian penting upaya mendorong berdaulatnya legenda kopi Indonesia. “Sesungguhnya di dalam kopi ada 1.300 anti oksidan yang bagus untuk tubuh. Jika proses pengolahannya benar maka fungsi antioksidannya bisa diperoleh. Sementara kopi industri tidak memerlukan kopi yang berkualitas, kalau soal rasa mereka bisa membuat hal ini menjadi pendidikan yang buruk untuk petani. Kami ingin mengimbangi mainstream ini,” ujarnya. Soal manfaat kopi, ada beberapa pengalammnya dengan customer yang datang ke kedainya. Mereka yang semula dilarang dokter untuk tidak lagi mengonsumsi kopi, ternyata setelah diedukasi dan mengonsumi kopi dengan olahan yang benar menjadi tidak masalah, bahkan menjadi ketagihan mengonsumsinya. “Apalagi sesungguhnya kopi sudah mengandung glukosa.Jadi kalau penangannya salah glukosanya hilang. Makanya ada istilah sweet after taste,” kata Ayip. Kopi Kultur adalah kesejatiannya dengan konsep menyajikan kopi yang benar (right coffee) dengan memberikan informasi yang benar (right information) sebagai knowledge penting perihal kopi ditambah dengan tata cara saji (theatre of coffee) akan berujung pada pengalaman kualitas rasa. – Sri Ardhini
Style
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Pesona Colorful Gaya Bali Berangkat dari keindahan budaya Bali, khususnya busana adat Bali dengan corak dan keragamannya. Seperti pilihan Tokoh pekan ini. Ada kain songket dengan aneka motif dipadukan kain prada yang sengaja dirancang begitu menawan.
U
ntuk busana Bali pria, diantaranya terdiri dari, destar (ikat kepala), kain wastra (kamen), saput, kemeja dan jas. Begitu juga busana untuk perempuannya, yang dimulai dari gelung (sanggul), kain wastra, kebaya yang menonjolkan keaggunan perempuan Bali, obi dan dilengkapi
beragam ornamen perhiasan yang cantik dan keren. Gaya ini cocok juga untuk kepentingan acara pemotretan atau acara pagelaran fashion berpasangan. Untuk keseluruhan penampilan Jegeg Bagus Bali Tahun 2015 ini, tim fashion dari Tut De Wedding sengaja memilihkan rancangan yang colorful, untuk menunjang keindah-
annya, tanpa menghilangkan unsur dari busana adat tradisional Bali dengan cita rasa budayanya. Penampilan keseluruhan pun semakin memesona dengan tata rias yang dioleskan oleh Tut De. – Sri Ardhini Fotografer: Gung De Penata Rias: Tut De Wedding Penata Busana: Tut De Wedding
15
16
Edukasi
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
Pedofil di Sekitar Kita
Kenali, Cegah, Tangkap Pelaku, dan Rehabilitasi Korban Kasus pedofil kembali terjadi di Bali. Awal tahun 2016 ini, seorang pelaku berkewarganegaraan asing ditangkap. Apa itu pedofil, bagaimana mana ia melakukan aksinya, dan apa langkah antisipasi dari orangtua? Berikut penjelasan dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.KJ.
P
edofil menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah seseorang yang mempunyai selera seksual terhadap anak kecil. Pedofil adalah salah satu bentuk gangguan paraphilia yaitu ketertarikan seksual abnormal terhadap anakanak. Paraphilia artinya gangguan yang dicirikan oleh dorongan seksual yang intens berulang serta fantasi seksual dengan anak-anak sebelum masa pubertas. Selama ini masyarakat lebih sering mendengar atau membaca tentang penjahat seksual/pedofil adalah laki-laki dengan korbannya anak laki-laki. Padahal ada pedofil laki-laki yang tertarik korban anak laki-laki dan perempuan. Ada pula pedofil yang hidup normal, menikah, dan punya anak. Itu hanyalah simbul bawah mereka “normal”, sehingga aktivitas kejahatannya tertutupi. “Di Indonesia, khususnya di daerah tujuan pariwisata seperti
Bali, beberapa daerah penyangga objek wisata termasuk daerah miskin dalam peta MDG’S (geografis pegunungan kering, sosial ekonomi dan pendidikan rata-rata rendah). Daerah-daerah terpencil jauh dari keramaianlah biasanya tempat yang aman buat kaum pedofil menebarkan racun kejahatan pada calon korban dan keluarganya. Namun, bukan berarti anak-anak dari keluarga mampu dari sosial ekonomi terhindar dari bahaya kekerasan seksual,” ujar dr. Yuni. Psikiater yang juga Ketua Yayasan LAB ini mengingatkan masyarakat untuk memahami karakteristik kaum pedofil antara lain: orang laki-laki atau perempuan dewasa yang menyenangi anak-anak (laki maupun perempuan) sejak bayi sampai usia 14 tahun (sebelum masa pubertas). Pertama-tama mengenal calon korban dengan berperilaku sebagai penolong, orang murah hati/baik hati, orang punya kuasa pada calon
dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.KJ.
korban, lebih mampu dari social ekonomi/kaya, membantu anakanak (guru sekolah, les, sopir, pengasuh anak, pelatih olah raga, kesenian, guru agama, dll). Selalu memberi hadiah dari makanan hingga mainan yang mahal seperti sepeda, bahkan sampai membangun rumah, memperbaiki rumah, membuatkan WC,dll. Setelah mendapat kepercayaan dari orangtua anak-anak dan masyarakat sekitar barulah mereka menjalankan aksinya. Tanpa disadari orangtua sudah membiarkan anak-anaknya diajak berekreasi, ke pantai, mall, supermarket, bahkan sampai menginap atau diajak ke luar negeri. Keadaan tersebut akan berlangsung bertahun-tahun tanpa disadari anak-anak “korban”. Selama ini kekerasan seksual
Hal yang perlu Diperhatikan Orangtua: lAjarkan anak kita untuk berhati-hati, dengan cara yang sesuai dengan usia mereka, dari usia tiga tahun ke atas, dan setiap tahun mengajarkan mereka detail baru sesuai dengan umurnya. Bermain role-play dengan skenario berbeda adalah alat yang sangat efektif. Cobalah untuk mencegah anak Anda untuk belajar waspada dengan cara yang menakutkan mereka. l Waspadalah dan berkomunikasi terbuka dengan pertanyaan yang tenang dan menunjukkan perhatian, jika seorang anak menunjukkan ia merasa tidak nyaman dan tidak bersikap seperti biasanya, atau menunjukkan sikap negatif terhadap pria dewasa atau anak remaja tertentu–meskipun orang itu adalah tetangga, teman dekat keluarga, keluarga, atau tokoh masyarakat yang dihormati. Dengan tenang dan jelas, ajari anak tentang keamanan diri, sesuai usianya. lWaspadalah dan bicarakan secara terbuka dengan pertanyaan tenang dan penuh perhatian dengan seorang anak, jika siapapun -termasuk guru, pelatih, konselor, pemimpin regu, dokter atau pengasuh, juga keluarga, pernah mengajak bertemu secara privat di ruang tertutup dengan anak tersebut untuk alasan apapun, atau pergi sendirian dengan mereka ke tempat manapun dimana mereka hanya sendirian. lJika seorang anak menyatakan bahwa ia telah menjadi korban kekerasan seksual, jangan pernah menyalahkan anak atas tindakannya atau karena tidak memberitahukan Anda sejak awal. Korban kekerasan seksual membutuhkan dukungan. l Jika seorang anak menyatakan bahwa ia telah menjadi korban kekerasan seksual, jangan bergantung pada orang lain untuk memenuhi
kewajiban Anda. Segera laporkan pihak yang berwajib, jangan pernah mencoba mengatasi kasus ini sendirian. lIngat bahwa para pelaku pelaku kekerasanan seksual dapat berbohong pada Anda dengan mudahnya. Mereka adalah ahlinya menipu orang lain. Serahkan penyelidikan kepada para ahli forensik. lAnak harus diberi pendidikan atau diajari oleh si ibu mengenai bagaimana lingkungan memperlakukan fisik anak dengan sebagaimana mestinya. Anak harus diberitahu bahwa tubuh merupakan hal yang privat dan harus jauh dari sentuhan orang lain, terutama orang yang tidak dikenal. l Sebagian besar pedofil memang tidak melukai korbannya secara fisik. Beberapa di antaranya sengaja menakut-nakuti si anak dengan caranya sendiri. Misalnya, membunuh hewan peliharaan anak dan mengancam akan lebih menyakitinya jika melapor kepada orangtuanya. Selain itu, pedofil senang membelai si anak, memainkan alat kelamin si anak, mendorong anak memainkan anak kelaminnya, dan mencoba memasukkan alat kelamin si anak. lKekerasan seksual dapat berlangsung selama beberapa minggu, bulan, atau tahun jika tidak diketahui oleh orang dewasa lain atau si anak tidak melapor kepada orangtuanya. Jika si anak mendapat perlakuan tersebut, anak akan tumbuh menjadi lebih matang secara fisik dari umurnya, saat sudah dewasa akan menyukai aktivitas yang sama untuk mendapat kepuasaan seksualnya dan dapat mengalami gangguan mental berat.
pada anak hanya perkosaan yang dikenal masyarakat (diculik kemudian diperkosa) namun kekerasan seksual dari kaum pedofil bukan memperkosa. Pelaku mendapat kepuasaan dengan melihat gambar anakanak yang tanpa berpakaian, memandikan, meraba-raba tubuh anak, menyuruh anak meraba-raba tubuh dan alat kelamin pelaku. Pelaku pun dapat melakukan sebaliknya saat korban tertidur. “Melakukan penangkapan terhadap pelaku pedofil ini sangat sulit karena orangtua sudah sangat yakin pelaku sudah menebarkan kebaikan yang dimasukkan secara halus, sehingga tidak disadari oleh keluarga korban. Saat pelaku sudah tertangkap pun orangtua tetap menolak mengatakan pelaku adalah pedofil,” ujar dr. Yuni. Bagaimana mungkin pelaku kejahatan seksual berinteraksi dengan anak setiap hari? Agar lebih waspada, ada baiknya mengenali karakter pelaku yang juga disebut child molester ini. Bracha Goetz, penulis buku anak-anak The Invisible Books mengungkapkan hal-hal yang perlu diketahui tentang pelaku kekerasan seksual pada anak. Seorang pelaku kekerasan seksual pada anak, dapat melakukan kejahatannya sebanyak 200-400 kali sebelum akhirnya tertangkap. Sebagian besar pelaku tidak tertangkap dan tidak memiliki catatan kriminal. Menurut FBI, hanya satu dari sepuluh kasus kekerasan seksual pada anak dilaporkan pada penegak hukum. Kasus semacam ini seperti gunung es, dimana sebagian besar kejadian sebenarnya ditutupi dan tidak terlaporkan. Ada beberapa hal mengenai pelaku kekerasan seksual pada anak yang sangat perlu diketahui, yaitu���������������������������� perilaku dimulai sejak remaja, terlihat luwes dan ramah, pembohong dan manipulatif, dan membuat anak-anak terpikat, semua anak rentan menjadi korban, sabar membina hubungan dengan calon korban Sangatlah sulit untuk melawan pelaku jika seorang anak tidak diajari sejak awal untuk membela diri. Para pelaku kerap kali menguji korban mereka untuk melihat reaksi, seperti menjadi terlalu dekat secara fisik untuk membuat mereka nyaman, memberikan
komentar sugestif atau agak “menjurus”, atau dengan bermain roughhousing seperti “bermain gulat” atau pukul-pukulan dengan calon korban. Mereka membuat pernyataan yang membingungkan seperti terkadang teman atau keluarga akan saling membantu dan saling menyentuh. Para predator biasanya mulai menyentuh bagian pribadi dari tubuh korban dengan mengayunkan tangan mereka “secara tidak sengaja”. Jika mereka ditanya, para pelaku sudah siap dengan alasan seperti “saya hanya bercanda” atau “maaf tidak sengaja.” Saat korban tidak menghentikan tindakan pelaku lebih jauh, ini dianggap oleh pelaku sebagai sinyal untuk melanjutkan tindakan mereka. Seorang pelaku akan memberikan tekanan pada korban jika ia melihat ada potensi untuk menganiaya, dengan mengatakan hal-hal seperti “Kau menyakiti hatiku dengan mengatakan tidak.” Saat anak itu dianiaya, mereka ditinggalkan dalam keadaan sangat merasa bersalah. Bagi korban, meskipun apa yang terjadi pada mereka bukanlah kesalahan mereka, tetap saja mereka berpikir bahwa mereka yang salah. Saat pelaku kekerasanan berlanjut dalam waktu yang cukup panjang, anak biasanya melakukan mekanisme pertahanan diri dengan membedakan pelaku menjadi dua orang yang berbeda saat berhadapan dengannya, misalnya menjadi “paman dan monster”, “kakak dan pemerkosa”, atau “pemimpin regu dan predator”. Saat korban melihat pelaku kekerasan itu ada di sekitarnya, ia merasa terhormat dan menghampirinya kembali. Jika para predator dipergoki oleh orang dewasa yang tidak paham modus operandi pelaku, para pelaku biasanya langsung mengklaim baik anak tersebut yang menggodanya, atau itu adalah pertama kali mereka melakukan hal seperti itu, dan membuat alasan pembenaran kenapa hal itu terjadi untuk pertama kalinya. Ini adalah hal standar yang dilakukan pelaku untuk mendapatkan belas kasihan, membuat orang yakin bahwa mereka merasa buruk atas apa yang mereka lakukan, dan tentu saja, mereka berjanji untuk “tidak melakukannya lagi”. –Ngurah Budi
Dara
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
9
Cochlear Implant Ubah Hidup Serin Ia tumbuh menjadi remaja yang cantik, ramah dan pintar. Jika kita mengajaknya berkomunikasi tak sedikitpun terbayang bahwa ia anak tunarungu. Apa yang dilakukan oranngtuanya hingga berhasil menjadikannya anak normal? Berikut kisahnya.
S
Serin dan Keluarga
etelah menikah tahun 2000, layaknya pasangan muda, dr. Ketut Widyani Putri dan I Made Yuniartha ingin cepat punya momongan. Tahun 2001, pasutri ini dikarunia seorang putri yang cantik yang diberi nama Putu Ayu Sekarini. Waktu pun berjalan tak terasa 6 bulan sudah usia putri sulung mereka, yang dipanggil Serin. Dokter Putri mengakui saat itu seperti ada sesuatu yang mengganggu pikiran. Sebagai seorang dokter, awalnya ia tidak terlalu memikirkan. Saat hujan lebat disertai petir ternyata Serin samasekali tidak merespon. “Ya.. Tuhan…pasti kecurigaan saya salah…pasti salah. Tapi, kenyataan terbalik dari pengharapan. Serin tidak terkejut atau menunjukkan gerakan refleks seperti anak yang kaget! Seketika itu juga saya … sekali lagi saya mohon pada Tuhan sambil menjerit dalam hati, tidak mungkin,” tutur ibu dari Serin dan Naya ini. Bergulir waktu selanjutnya, dr. Putri berusaha melupakan kejadian tersebut. Namun, dengan bertambahnya usia Serin, justru makin terlihat kejanggalannya. Serin tidak merespons jika dipanggil, tidak mengerti perintah dan tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya. Dokter Putri mulai gelisah, takut menerima kenyataan, apakah Serin tuli ? Sang suami juga sempat marah atas pikirannya. Ketika Serin berusia 1.5 tahun, dr. Putri sudah tidak tahan, setelah berdebat, dengan sang suami, mereka putuskan membawa Serin ke dokter THT. Setelah melakukan pemeriksaan standar, dokter THT itu pun dengan santai mengatakan “putri ibu tuli”. Saat itu dokter Putri kaget. Ia hanya bisa duduk dan airmata mengalir deras tanpa bisa dicegah. Tak sepatah kata pun bisa keluar dari mulutnya. Ia mendengar suaminya bicara dengan dokter THT itu tentang solusi. Dokter itu menjawab, “Ya tunggu kalau usianya sudah gedean sekolahkan di SLB. Program lagi punya anak.”. Mendengar itu, perasaan dr. Putri
campur aduk tidak karuan. Setelah membereskan administrasi.Mereka bertiga duduk di trotoar di depan praktek dokter tersebut tanpa tahu apa yang akan dilakukan. JUAL RUMAH Hari-hari berikutnya, di rumah pasutri ini bersitegang terus, karena memiliki pendapat berbeda. “Kami sempat pula mencoba berbagai terapi alternatif, mandi di mata air yang di keramatkan, mengganti nama anak berulang kali dengan berbagai ritual. Berharap terjadi keajaiban, Serin bisa mendengar, namun semuanya nihil,” ujar dr. Putri. Selanjutnya ia memutuskan melakukan pemeriksaan pendengaran di Jakarta untuk memastikannya. Ternyata lagi-lagi ia mendapati kenyataan, bahwa Serin memang mengalami gangguan pendengaran yang sangat berat dan disarankan menggu-
dr. Putri bersama Serin, dan Naya
nakan alat bantu dengar serta harus menjalani terapi. Di Bali, saat itu tidak ada terapi untuk mendengar, yang ada hanya terapi wicara dengan membaca gerakan bibir. Sudah pula dicoba itu tapi tidak membuahkan hasil sesuai harapan untuk bisa bicara seperti anak normal . “Saat itu, saya tidak membayangkan bagaimana caranya seorang anak tuli bisa mendengar dan dan berbicara normal. Saya juga tak pernah berhenti berdoa, memohon pada Tuhan, saya mau Serin bisa mendengar dan berbicara seperti anak normal,” harapnya. Pada suatu kesempatan, kakak perempuan dr. Putri menelepon dan memintanya melihat di TV, ada anak pakai alat bisa ngomong. Sejak menyaksikan tayangan tersebut, energinya terkumpul kembali. Ia merasa Tuhan mendengar doanya dan membukakan jalan. Ternyata Serin harus diimplant (operasi). Bagi anak yang mengalami gangguan pendengaran berat, disarankan untuk cochlear implant yaitu operasi penanaman alat di dalam telinga. Mendengar kata operasi, ia berpikir apa tidak berbahaya, belum lagi soal biaya. Orangtua si anak yang muncul di TV tersebut, mengatakan biayanya sekitar Rp 125 juta. Saat itu, 11 tahun yang lalu, biaya itu sangatlah besar. “Kami dihadapkan pada kondisi sangat sulit. Apa yang kami harus putuskan. Kami diskusi sama keluarga dan mereka menentang, kami dikatakan emosi dan tidak tahu mau berbuat apa,” kenangnya. Pada saat Serin berusia 2.5 tahun. Setelah terombang ambing tanpa ujung yang jelas, dr. Putri harus realistis. Serin harus menggunakan cochlear implant. Pertanyaan yang muncul adalah darimana biayanya? Keluarga tidak mendukung sedangk an tabungan jauh dari cukup. Beberapa hari ia dan suaminya berdiskusi sambil membuat tabel-tabel. Alternatif pertama pakai alat bantu dengar (ABD), Serin harus masuk ke SLB. Alternatif kedua, operasi cochlear implant hasilnya bisa mendengar dan berbicara. Bisa sekolah normal, namun biayanya sangat besar. “Akhirnya kami putuskan berdua, Serin harus cochlear implant. Sejak saat itu yang ada dalam pikiran kami hanyalah kemana bisa pinjam uang? Uang belum terkumpul, harga yang semula Rp 125 juta, naik menjadi Rp 235 juta,” ujarnya. Ia pun tak henti berdoa. Berkomunikasi dengan Tuhan tentang semua yang dilakukan dan apa hasilnya. Setelah setahun, Tuhan kembali menjawab doa mereka. “Selama ini kami menabung namun belum cukup. Kami juga berusaha menjual rumah kami, namun belum laku. Akhirnya seseorang dikirim Tuhan dan memberikan kami pinjaman, yang kami tidak sangka sebelumnya,” ungkap dr. Putri. Serin pun akhirnya melakukan operasi cochlear implant di Jakarta. Operasi berjalan lancar dan Serin mengikuti terapi mendengar atau auditory
Serin dan adiknya Naya
verbal therapy (AVT). Selama di Jakarta mereka menumpang di rumah sahabat sang suami. Selanjutnya ia dan suami mulai menerapkan terapi itu di rumah. Dokter Putri sadar bahwa mengajar anak tunarungu tidak seperti membalikkan telapak tangan. Serin, sering menolak belajar. Setelah 1 bulan di Jakarta, mereka memutuskan untuk pulang ke Bali, karena kehabisan biaya. Namun, berita baiknya, Serin sudah menunjukkan hasil mampu bicara kurang lebih 60 kata, meski masih cadel. Berikutnya, enam bulan sejak operasi cochlear implant, atas upaya dan kesabarannya pula Serin menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Ia mampu mengucapkan kalimat 3-4 kata, menjawab pertanyaan, dan mengambilkan sesuatu. “Kami tidak henti- hentinya kami mengucap syukur kepada Tuhan. Rumah pun akhirnya terjual dan kami mengembalikan pinjaman pada seseorang tersebut,” kenangnya. Serin mampu beradaptasi di TK, tetapi masih dalam pengawasan kami. Tidak mudah bagi anak yang memakai alat implan untuk terbiasa di lingkungan ramai atau bising. Dokter Putri dibantu sang suami terus melatih Serin dengan bertanya dan melatih ucapannya. Kini, Serin berusia 14 tahun dan sekolah di SMP National Plus. Sekolah ini dipilih bukan untuk menyombongkan diri, namun prinsipnya, Serin harus masuk di sekolah yang murid-muridnya punya sikap dan mental berani untuk mengemukakan pendapat. Serin perlu dilatih memiliki mental yang kuat. Serin sering juga menerima ejekan dan tatapan sinis dan menyampaikannya pada orangtuanya, Inilah kenyataannya. Ia menguatkan Serin untuk membuktikan pada mereka bahwa seorang Serin layak untuk diperhitungkan. Serin berhasil membuktikan pada semester pertama di kelas 2 SMP, Serin berhasil meraih rang king 3. Bahkan nilai rapor Bahasa Inggris untuk semua mata pelajaran mendapat nilai A . “Kami sebagai orangtua tak hentihentinya bersyukur kepada Tuhan karena berani mengambil keputusan di saat yang tepat. Terima kasih Tuhan, Engkau jawab doa kami. Serin bisa mendengar dan berbicara seperti layaknya anak normal,” kata dr. Putri sembari berharap bisa memberi manfaat kepada orangtua yang saat ini mengalami hal yang sama. – Sri Ardhini
8
Bunda & Ananda
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Orangtua boleh Masuk Tamu hanya di Foyer
Miris hati dan meringis akal pikiran kita, menalar ledakan bom bunuh diri dan aksi tembakmenembak di Sarinah, Kamis (14/1). Kejadian ini pun dibahas dalam family discussion time SD dan SMP Cendekia Harapan, Jimbaran.
B
erbagai peringatan diberikan bagi tempat-tempat publik di Jakarta dan Bali, yang banyak dihuni “orang bule” yang relatif empuk menjadi sasaran kelaknatan suatu tujuan. Tentu hal ini membuat hati menjadi was-was tidak hanya bagi WNA yang berada di Jakarta dan Bali, para wisatawan tetapi juga WNI di kedua kota tersebut, karena tak jarang turut menjadi korban sampingan dari target sasaran, seperti yang terjadi pada Bom Bali 2012. Berbagai tempat publik pun menyiasati pening katan keamanan bagi para pengunjung dengan berbagai pengecekan. “Suatu tempat publik yang mungkin tak banyak dipikirkan akan menjadi sasaran tetapi sepatutnya bersiap diri dengan optimal adalah sekolah. Tayangantayangan luar negeri tak jarang menceritakan ancaman bom di suatu sekolah yang kemudian menyebabkan siswa diliburkan, dan kebanyakan berakhir dengan diketahui bahwa itu adalah sekadar hoax,”ungkap Dr. Lidia Sandra, M.Comp.Eng.Sc, pengelola SD dan SMP Cendikia Harapan. Ia mengamati di Indonesia dalam lima tahun terakhir ini, setidaknya ratusan sms diterima oleh orangtua murid di berbagai kota, khususnya kota-kota besar. Modusnya menginfokan bahwa anak orangtua A misalnya mengalami kecelakaan di sekolah, dan meminta orangtua untuk mentransfer sejumlah uang untuk biaya pengobatan di rumah sakit. Yang sangat mengerikan kebanyakan penelepon menelepon rumah dan mengatakan dengan detail kejadian di mana dari bagian sekolah di mana kecelakaan terjadi (semisal di bawah tangga). Ini menunjukkan seolah-oleh sang penelepon yang penipu mengetahui persis keadaan sekolah, nama lengkap anak, orangtua dan guru. “Setidaknya lima kali hal itu ter-
jadi tahun lalu di 2015. Jika sebuah sekolah kecil yang bersiswakan sekitar 250 siswa mengalami itu, bagaimana dengan sekolah yang ribuan jumlah muridnya. Tampak penelepon sang penipu itu tahu betul letak geografis segala benda di sekolah,” ujarnya tentang pengalaman sekolah yang berlokasi di Puri Gading, Jimbaran ini. Sebagai langkah penanganan, pencegahan dan peningkatan antisipasi kejadian serupa atau lebih buruk, Sekolah Cendekia Harapan mengimplementasikan fingeprint secure access di titik-titik masuk sekolah. Hanya anak dan orangtua yang dapat memasuki area sekolah, sedangkan tamu hanya dapat berada di area tamu (foyer) sehingga dapat dipastikan jika bukan orangtua siswa, pasti tidak mengetahui berbagai letak peralatan atau ruangan di dalam sekolah. Orangtua dan siswa bebas masuk kapan pun. Di parent’s lounge pun tersedia CCTV untuk bagian dalam sekolah sehingga merasa bahwa sekolah ini adalah rumah kedua mereka. Tiap saat orangtua dapat masuk ke kelas anak, dipersilakan mengamati proses pembelajaran bahkan turut serta berpartisipasi menjadi guru. GUNAKAN NOMOR TELEPON SEKOLAH Melangkah lebih jauh lagi dengan menggunakan teknologi fingerprint yang terkoneksi dengan modem dan handphone sekolah, notifikasi terkirim otomatis kepada orangtua saat anak masuk dan keluar dari area sekolah sehingga orangtua betul-betul merasa aman dan nyaman dan tidak mungkin dapat percaya pada telepon atau sms penipu. Sekolah juga menerapkan regulasi, pertolongan pertama setiap kali ada kecelakaan, semua guru dan karyawan tersertifikasi First Aid Professional Treatment dan langsung menelepon orangtua,
“Suatu tempat publik yang mungkin tak banyak dipikirkan akan menjadi sasaran tetapi sepatutnya bersiap diri dengan optimal adalah sekolah. Tayangan-tayangan luar negeri tak jarang menceritakan ancaman bom di suatu sekolah yang kemudian menyebabkan siswa diliburkan, dan kebanyakan berakhir dengan diketahui bahwa itu adalah sekadar hoax,”
Lidia Sandra
sehingga nomor telepon selain nomor telepon sekolah tidak mungkin akan menghubungi orangtua jika anak yang mengalami kecelakaan. Lingkungan yang aman tidak hanya mengenal ancaman dari luar tetapi area-area tajam misalnya di daerah preschool patut dihindarkan. Baik dari lingkungan yang kita sebut sebagai prepared
environment yaitu bahwa semua peralatan di sekeliling anak-anak patutlah aman dan sesuai dengan usia mereka baik ketinggian, kegunaan maupun kekompleksan penggunaan peralatan. “Selain itu faktor sangat besar lainnya yang mendukung keamanan dan kenyamanan anak dan orangtua di sekolah adalah jalur komunikasi yang sangat
intensif lewat whatsapp maupun sms mengenai apapun keadaan yang terjadi pada anak dari pihak sekolah,” ujar Lidia. Sebagai rumah kedua bagi anak-anak didik, adalah kewajiban semua sekolah untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan anak-anak didik tersebut. Berbagai peralatan teknologi hanyalah sarana pendukung bagi prepared environment, guru dan karyawan yang betul-betul menjadi orangtua kedua untuk menjamin keamanan dan kenyamanan anak. Kolaborasi orangtua dan guru hanya optimal saat tercipta saling kepercayaan baik dari segi keamanan, kenyamanan dan kerja sama yang aktif. Pelatihan berkala terhadap bencana alam seperti banjir, gempa dan kebakaran pun dilakukan secara berkala setiap tahunnya baik untuk anak 1,5 tahun- 14 tahun di lingkungan Cendekia Harapan untuk menjamin anak-anak dan semua warga sekolah siap dengan keadaan darurat apapun. “Di dunia yang makin serba tidak pasti ini, keamanan dan kenyamanan tak ternilai. Nyawa menjadi taruhan, uang dapat hilang dalam sekejap. Raga manusia berharga setara dengan jiwanya, tak dapat dibayar dengan asuransi atau security fund apapun,” tegas Lidia yang juga pengajar matematika dan psikologi ini. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit Kokok ayam jantan
Pada zaman dahulu bumi dilanda musim kering berkepanjangan. Banyak pohon dan hewan mati karena kehausan. Manusia yang banyak akal bergotong-royong menggali sumur, sehingga mereka luput dari malapetaka. Made Taro Para hewan ingin meniru usaha manusia itu. Di bawah pimpinan Anjing, mereka bergotong-royong menggali sumur di tanah datar. Hewan-hewan yang bekerja itu bukan saja hewan berkaki empat, tetapi juga ikut keluarga unggas. Di antara keluarga unggas, hanya ayam jantan yang tidak mau bekerja. Setiap hari ayam itu mengejek, “Kukuruyuuuk…! Hai, hewan-hewan! Untuk apa buang tenaga? Sampai ke dasar bumi pun engkau tidak akan mendapatkan air!” Kelinci, musang, kucing dan hewan-hewan lainnya ingin mengeroyok ayam jantan pemalas itu, tetapi si Anjing menahannya. “Biarkan saja ia mengomel! Akan tiba waktunya ia malu sendiri!” Suatu siang ketika panas terik menggigit, hewanhewan yang sedang bergotong-royong itu bersoraksorai. “Horeee…! Air! Air!” Mereka lalu beramairamai meneguk air sambil tertawa. Si Ayam Jantan yang sedang bertengger di atap
rumah, mendengar teriakan riang-gembira itu. Ia tak kuasa menahan haus berhari-hari. Tanpa malu-malu ayam yang suka mengejek itu mendekati kerumunan hewan-hewan itu. “Kawan-kawan, bolehkah aku minta air seteguk saja?” Mendengar permintaan Ayam Jantan yang tak punya malu itu, hewan-hewan itu marah. Mereka mengejar ayam itu lalu memukulinya. Untunglah, si Anjing, pemimpin mereka cepat-cepat melerainya. “Kawan-kawan, biarkan ia hidup! Kita dengarkan apa maunya unggas pemalas itu!” “Maafkan aku, Kawan!” rengek ayam jantan itu. “Berilah aku seteguk air saja, agar aku tidak mati. Aku menyadari kesalahanku. Hukumlah sikapku yang jelek itu!” “Hai, Ayam Jantan!” kata Anjing. “Dosamu terlalu besar. Kami akan memberimu seteguk air, asalkan kau berjanji sanggup menjalankan tugas untuk kepentingan bersama.” “Ya, aku berjanji menjalankan tugas itu. Tugas apakah itu?” tanya Ayam Jantan. “Menjelang matahari terbit, kamu harus berkukuruyuk berkali-kali, sampai semua hewan terbangun. Dengan demikian kita semua terbiasa bangun pagi untuk bekerja.” “Kukuruyuuuk…!” Itulah pekerjaan pokok si Ayam Jantan. Pagi-pagi ia harus membangunkan semua hewan, dan juga manusia. Setelah tugasnya selesai, ia pun tak malu-malu minum air berteguk-teguk.
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
17
DWP Provinsi Bali bersama Bunda Arsaningsih Dukung Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental Gerakan “Revolusi Mental” yang dicanangkan Presiden Jokowi, telah pula dideklarasikan oleh Gubernur Bali Mangku Pastika, pada awal Januari 2015. Sesuai dengan apa yang tertuang dalam pembukaan Anggaran Dasar Dharma Wanita Persatuan, DWP Provinsi Bali menyadari sepenuhnya sebagai istri aparatur sipil negara, berkewajiban untuk turut menyukseskan tujuan nasional yakni mewujudkan masyarakat adil dan makmur secara merata serta berkesinambungan antara material dan spiritual.
K
ewajiban tersebut dikatakan Ketua DWP Provinsi Bali Ny. Cokorda Istri Agung Pemayun, akan berhasil jika para istri aparatur sipil Negara yang terhimpun dalam wadah Dharma Wanita Persatuan mau dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki dengan mendukung sepenuhnya Gerakan Nasional Revolusi Mental. Delapan belas karakter yang harus dibersihkan dalam mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental ini adalah: selalu berpikir negatif, suka menunda pekerjaan, tidak fokus, kurang percaya diri, selalu pesimis, malas, mas bodoh, mudah menyerah, serakah, egois/mementingkan diri sendiri, boros, tidak jujur, anti perubahan, menghindari tanggung jawab, tidak memiliki komitmen, meremehkan mutu, feodal, dan munafik. Ny. CIA Pemayun menegaskan sudah saatnya kita melakukan tindakan korektif, tetapi tidak dengan menghentikan proses reformasi yang sudah berjalan. “Tetapi, dengan mencanangkan Revolusi Mental, menciptakan paradigma baru, budaya politik yang sesuai dengan budaya Nusantara,” ujar istri Sekda Provinsi Bali ini.
Dalam Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental, DWP Bunda Arsaningsih bersama Ketua DWP Provinsi Bali, Ny. CIA Pemayun, Provinsi Bali beserta jajarannya beserta Ketua DWP Kabupaten/Kota se-Bali, pada acara Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental. yang diikuti oleh seluruh ketua dharma wanita persatuan kabu- Tuhan untuk membersihkan akan meluas dan merubah dengan SOUL untuk program paten kota se-Bali, ketua unsur semua rekaman dan trauma bangsa Indonesia menjadi MOS secara berkelanjutan di pelaksana DWP Provinsi Bali, negatif dengan proses SOUL Re- bangsa yang besar,” ujar Bunda sekolah-sekolah. Sekolah yang secara reguler telah bekerja organisasi wanita se-bali dan flection. “Dengan ditanamkan- Arsaningsih. Bunda Arsaningsih sebagai sama dengan SOUL yaitu PAUD seluruh anggota DWP Provinsi nya nilai-nilai positif pada diri, Bali mengundang pakar SOUL saya yakin jika ini betul-betul pendiri Yayasan Cahaya Cinta Taman Agustus Tabanan, SD Kasih dengan metode Negeri 1 Kerobokan, SMP PGRI Reflection Bunda SOUL Spirit Of Univer- 3 Denpasar, SMAN 3 Amlapura, Arsaningsih yang sal Life, memiliki tu- SMK Giri Pandawa Karangasem, kompeten dibijuan untuk member- Akademi Keperawatan Kesdam dangrevolusi menikan pemahaman ke Udayana. tal, dilaksanakan Sejalan dengan program banyak orang tentang pada hari Jumat bagaimana mengenali pemerintah dalam rangka rev(15/1) di Gedung dirinya dan melakukan olusi mental Bunda bersama Ksirarnawa, Art revolusi mental yang Soul juga telah memberikan hal Center. mengarah pada pem- serupa di Kantor Pemerintah Acara dimulai bentukan kualitas diri yang lainnya, yaitu BKN (Badan dengan pemayang lebih baik. Proses Kepegawaian Negara) Regional haman tentang pembentukan karak- X Bali Nusra, Kantor Bina Marga proses cara berter yang lebih baik te- dan Pengairan Kab. Badung, pikir dalam diri lah diberikan kepada Kantor Pajak Wilayah Denpasar, seseorang meribuan ibu hamil yang PLN Distribusi Bali, Pemkab nentukan kualitas merupakan proses awal Karangasem, BKD Kab Gianyar, hidup yang dicapembentukan karakter Revolusi mental juga dilakukan pai. Orang yang manusia. Proses ini juga di perusahaan-perusahaan selalu berpikiran dilakukan di beberapa swasta untuk menumbuhkan negatif tentunya Bunda Arsaningsih menyerahkan Buku Soul Reflection kepada Ketua DWP Provinsi Bali, Ny. CIA Pemayun sekolah mulai dari PAUD, integritas, loyalitas, kreativitas, akan sulit berinteraksi dengan banyak orang, dilaksanakan, perjalanan kita SD, SMP SMA maupun Tingkat produktivitas dalam bekerja karena selalu dipenuhi dengan dalam keluarga, bermasyarakat, Universitas. Dan hasil dari pros- menjadi tim yang solid dalam kecurigaan, kecemasan, ke- berbangsa dan bernegara akan es ini mampu mengubah kesa- perusahaan, sehingga Soul marahan dan penolakan. Untuk dapat menemui apa yang men- daran anak-anak untuk mem- menjadi program Quality Buildmerubah kualitas negatif di jadi harapan bersama.Gerakan punyai budi pekerti yang lebih ing untuk meningkatkan kinerja dalam diri diperlukan proses Nasional Revolusi Mental ini baik, bertoleransi dan penuh perusahaan. untuk mengenali diri sendiri harus dimulai dari hal terkecil cinta. Sehingga banyak sekoAkhir dari acara sosialisasi dan menggunakan kekuatan yaitu diri sendiri dan akhirnya lah yang menjalin kerja sama ditutup dengan pembagian buku Soul Reflection, buku yang ditulis Bunda Arsaningsih. Buku yang menjadi best seller di seluruh kota di Indonesia, telah terbukti membantu banyak orang dalam menghadapi permasalahan hidup. Kiranya buku tersebut dapat menjadi bekal yang berguna bagi para Ibu Dharma Wanita Provinsi Bali, hingga menjadi pejuang revolusi mental yang tangguh. Jayalah Indonesia, Salam Cinta Penuh Kedamaian.Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kantor SOUL Spirit of Universal Life (0361) 419347 atau 085101463858. Jln. Gunung Sanghyang 118 D, Bunda Arsaningsih menuntun sesi pemurnian batin yang diikuti anggota DWP Kabupaten/Kota se-Bali, pada acara Sosialisasi Gerakan Revolusi Mental DWP Prov. Bali. Lt.2, Denpasar - Bali.- ten
18
Kreasi
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
7
Hageng Pribadi
Sensasi After Taste Menjadi barista dan menekuni dunia kopi tidak pernah dibayang kan Hageng Pribadi. Pria yang akrab disapa Hagi ini awalnya bekerja sebagai bartender. Namun, komplain dari sang ibu karena Hagi sering pulang pagi, membuat ia banting stir menjadi barista. Ternyata ia me nemukan passion di dunia kopi. Prestasinya pun lumayan. Ia menjadi juara 1 Cup Taster yang diadakan Speciality Coffee Association of Indonesia (SCAI) di ajang Indonesia “Cup Taster Championship” (ICTC) 2015. Sebagai juara 1, Hagi berhak mewakili Indonesia di World Cup Tasters Championship 2016 di Shanghai, Tiongkok. termasuk internet ia baca untuk menambah pengetahuannya. “Tiap Selasa dan Jumat pagi ada tes cupping (uji citarasa). Para calon barista dites untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka. Pernah suatu ketika, saya diajak teman pergi sampai malam padahal besok paginya tes. Saat tes, saya degdegan karena takut salah. Kami disuruh mengetes single origin. Tidak boleh salah. Dua jam yang sangat menyiksa. Saya pun mulai mengubah mindset dan mendalami kopi. Ada karakter spesial yang saya temukan dalam kopi,” kenangnya. Tahun 2012, Hagi liburan ke Bali. Ia punya Hageng Pribadi saudara yang tinggal di Bali. Makin lama uangnya makin menipis. Ia aya lulus ku- pun melamar di Anomali Coffee, liah di Akade- Seminyak. Kemampuannya sebami Pariwisata gai barista menjadi modal untuk Patria Wisata, melamar di Anomali. Hagi pun Jakarta tahun 2004. Setelah lulus, diterima. Mulailah ja berkarier kerja jadi bartender. Biasanya sebagai barista di kafe yang punya kerja sore, pulang pagi. Ibu saya tagline Kopi Asli Indonesia ini. Pengetahuannya tentang kopi komplin, kok kerjanya kayak gini. Pulang-pulang bau alkohol. Saya terus meningkat. Suami Asni pun mikir, apa ya pekerjaan yang Yuniati dan ayah dari Gabriel cocok. Akhirnya mencoba jadi Jaden Pribadi ini makin paham barista,” ungkap pria kelahiran tiap single origin memiliki karakter yang berbeda. Indonesia memiliki Jakarta, 8 Juni 1983 ini. Perubahan dari bartender ke banyak potensi. Di Bali sendiri barista ternyata tidak semudah ada kopi Kintamani yang memiliki membalikkan telapak tangan. kualitas paling bagus. Kecintaan Hagi yang biasa pulang pagi dan Hagi kepada kopi membuattidur sampai siang, sering ter- nya mendapat kesempatan ikut lambat masuk ke tempat kerja di Q-Grader class yang diadakan Caswells, Jakarta. Dari tiga calon Specialty Coffee Association of barista, ia paling sering terlambat. America (SCAA) di Jakarta tahun Hukumannya, disuruh mencoba 2014. Ia pun memiliki sertifikat espresso. Minum espresso berka- Q-Grader. Sertifikat ini diberikan li-kali membuat putra pasangan kepada barista yang sudah lulus uji Dampit Wijaya-Lusy Widyastuti citarasa kopi arabika. “Saat merasakan kopi, ada ini jatuh cinta kepada kopi. Pria yang hobi main musik ini kolaborasi antara hidung sebagai mulai menemukan hasrat pada indra penciuman dan lidah sebagai kopi. Dulu ia minum kopi campur indra pengecap. Kolaborasi inilah susu dan tahunya hanya minum yang saya gunakan ketika menilai saja. Tetapi, sejak kena hukuman citarasa kopi. Selain itu, harus itu, Hagi mulai mencari refe konsentrasi. Jangan sampai pikiran rensi apa saja kandungan dalam mempengaruhi rasa,” ujarnya. Kemampuan Hagi untuk me kopi. Artikel dari berbagai media
nguji citarasa kopi ini dites di ajang Indonesia Cup Taster Championship (ICTC) 2015yang diselenggarakan ISCA. Di tingkat Provinsi Bali, kejuaraan dilaksanakan Mei 2015 di Nusa Dua. Hagi menjadi juara 2. Peserta yang dikirim ke Jakarta adalah juara 1 dan 2.. Untuk kategori cup taster, peserta disiapkan 8 set kopi yang terdiri dari masing-masing berisi 3 cup. Dari 3 cup ini, ada 1 yang berbeda. Peserta harus bisa menentukan mana kopi yang beda. Tiap set diberi waktu maksimal 8 menit. Hagi sebagai peserta
Penampilan Hagi di ajang Indonesia “Cup Taster Championship” (ICTC) 2015
yang paling banyak benar dan mendapat nilai tertinggi. Ia pun berhak mewakili Indonesia di ajang tingkat dunia yang akan digelar di Shanghai, Tiongkok, Maret 2016. CINTAILAH KOPI INDONESIA “Saat ini saya sedang mempersiapkan diri. Saya menjaga kondisi agar tetap fit, terus berlatih bersama tim, dan tidak lupa berdoa. Semoga bisa memberkikan prestasj maksimal untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” tegas pria yang sehari bisa minum kopi sampai tiga kali dan menjadikan kopi sebagai teman akrab. Minum kopi baginya sangat spesial. Sensasi after taste yang ia rasakan paling mengesankan. Setelah selesai minum kopi, ada rasa yang tertinggal di mulut, bisa berupa rasa senang ataupun rasa sedih. Karena itulah ja paham
bahwa kebiasaan minum kopi bukan hanya sekadar lifestyle atau ikut-ikutan tetapi harus dinikmati. Ia pun mengaku tiap pagi biasa membuat kopi sendiri. “Kalau bangun kesiangan, tangan rasanya lemas. Istri saya pasti tahu, karena saya belum ngopi. Saya buat kopi tubruk, sederhana saja, cukup secangkir, setelah itu rasanya lebih enak,” ujarnya. Bagi yang ingin mengenal kopi lebih dalam, Hagi dan tim Anomali Kafe memberi kesempatan tiap Kamis setelah waktu makan siang untuk tes cupping. Tes cupping ini gratis untuk menguji kemampuan indra penciuman dan indra pengecap merasakan kopi. Ia juga berpesan kepada gene rasi muda yang ingin menjadi barista, kenali dan cintai kopi-kopi Indonesia. “Dengan mencintai kopi asli Indonesia, kita bisa ikut membantu petani kopi,” tegasnya. –Ngurah Budi
atta labeji villas masterplan
Hagi dan tim Anomali
atta labeji villas deluxeroom interior
Pertahankan Tanah Bali dengan Jadi Investor Atta Labeji Villas
“Mulai Rp 12 Juta Bisa Punya Unit Atta Labeji Villas” Setelah sebelumnya proyek Villa Mesari telah sukses mengantarkan masyarakat lokal Bali mensejajarkan diri dengan investor asing, kini Made Robert kembali menghadirkan proyek villatel kedua, yakni Atta Labeji Villas yang berlokasi di kawasan eksotik Bali, di Kenderan, Ubud.
K
“S
atta Labeji villas pool villa exterior couple
ehadiran Atta Labeji Villas ini, boleh dikatakan menjadi sebuah usaha Made Robert, pendiri sekaligus konseptor Mesari Land dengan proyek villatel Villa Mesari dan Bos Land dengan proyek Atta Labeji Villas ini untuk membangun nasionalisme orang Bali untuk mencintai tanah kelahirannya, sekaligus menjadikannya sebagai peluang usaha dengan berinvestasi.
Made Robert & Made Ayu Dewi
“Selain mendapatkan keuntungan, kita juga ikut menyelamatkan Bali dengan menjadi tuan rumah di tanah Bali. Mari kita menjadi tuan rumah di tanah sendiri. Jangan hanya jadi penonton. Orang Bali juga bisa jadi investor, bisa jadi owner villa,” ujarnya. Ini dikarenakan konsep
mepatung yang merupakan konsep warisan leluhur masyarakat Bali, yang ditawarkannya. Dengan konsep “berbagi” ini, hanya dengan Rp 12 juta, masyarakat Bali sudah bisa memiliki atau
menjadi owner villa. Marketing & Communication of Atta Labeji Villas, Made Ayu Dewi Saraswati mengatakan selama ini orang luar Bali bahkan orang luar negeri berlomba-
lomba berinvestasi di Bali. “Kenapa kita orang Bali hanya menonton saja. Kini saatnya orang Bali turut ambil bagian menikmati kue pariwisata ini,” imbuhnya. –ten
Menjadi investor, saat ini bukan hal yang tak mungkin lagi bagi masyarakat Bali, bahkan mahasiswa pun bisa. Karena hanya dengan Rp 12 juta sudah bisa menjadi pemilik villa. “Masyarakat Bali bisa belajar dari investasi yang kecil dulu, mulai Rp 12 juta,” ujar Made Ayu yang juga Komisaris Utama BOS Land ini.
Dengan berinvestasi di Atta Labeji Villas, selain aman investor pun mendapatkan berbagai keuntungan, di antaranya: uang pembelian lot dikembalikan 100 persen dalam beberapa tahun, mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta, penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. “Klausa ini dituangkan dalam perjanjian notaris. Beberapa investor bahkan telah melakukan penandatanganan kontrak kepemilikan unit Atta Labeji Villas di notaris,” jelasnya. Beberapa investor yang memutuskan bergabung di Atta Labeji
Villas tentunya sudah mempertimbangkan banyak hal, salah satunya karenaInvestasi cerdas di Atta Labeji Villas ini pun mendapatkan apresiasi besar saat dipresentasikan di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya beberapa waktu lalu. Bahkan beberapa dari investor mengungkapkan sangat memungkinkan jika proyek semacam ini dengan konsep mepatung, juga bisa dilakukan di luar Bali, karena hal ini akan sangat menguntungkan bagi masyarakat setempat. Investasi yang berbasis kerakyatan ini sangat menguntungkan dan aman dari segi legalitasnya. Sehingga, siapa pun, khususnya orang Bali, sangat mungkin untuk bisa menjadi investor maupun pemilik. Untuk itu, Made Ayu mengajak masyarakat Bali yang belum bergabung, untuk bersamasama sukses di investasi villatel ini, bersama-sama mempertahankan tanah Bali dengan menjadi investor (owner) Atta Labeji Villas. Untuk lebih jelasnya, silakan datang langsung ke kantor Bos Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. –ten
Semua Orang bisa jadi Investor
6
Woman on Top
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
Dra. Endang Widowati, Apt.
Cerdas Memilih Pangan Olahan
Kasus kematian Mirna yang disinyalir disebabkan karena me negak kopi yang mengandung sianida, cukup menjadi sorotan publik. Kenapa dalam kopi tersebut bisa terpapar sianida, padahal dalam kopi sendiri tidak ada kandungan tersebut? Itu berarti dalam penyajiannya, ada campuran-campuran tertentu. “Dalam hal ini, kopi tersebut sudah merupakan produk pangan siap saji. Kewenangan kami ada pada produk pangan olahan,” ungkap Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Provinsi Bali di Denpasar, Dra. Endang Widowati, Apt.
D
alam PP No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan Mutu dan Gizi Pangan disebutkan bahwa rantai pangan itu adalah from farm to table, mulai dari ditanam atau hewan itu dibudidayakan sampai dengan makanan siap di atas meja. Banyak instansi terkait untuk mengawal keamanan pangan tersebut. Untuk itu pangan digolongkan menjadi 3 besar, yakni pangan segar, pangan siap saji, dan pangan olahan. Pangan segar dicontohkan Endang seperti, wortel, biji kopi, atau produk pertanian yang langsung dipetik dari pohonnya. Demikian halnya dengan ternak, seperti daging, atau ikan. Pangan siap saji adalah pangan yang disiapkan oleh penjaja yang langsung dinikmati oleh pembeli, seperti kue-kue, kopi dalam
bentuk kemasan. Sementara kopi atau mi instan yang dijual dalam bentuk sudah diseduh, ini sudah termasuk dalam pangan olahan. “Karena pada saat menyeduh mi atau kopi, banyak kaitannya, yakni menggunakan alat, air, proses pemanasannya, dsb. Seandainya terjadi sesuatu/kasus, kita tak bisa menyebut bahwa ini karena mi atau kopinya. Karena rangkaiannya banyak, yang menjadikan mi atau kopi ini siap dimakan/minum,” jelasnya. Endang menyampaikan, untuk pangan segar, jika produknya pertanian itu kewenangannya ada di Kementerian Pertanian, perikanan di Kementerian Perikanan, dan seterusnya. Kemudian untuk pangan siap saji, kewenangannya ada di Pemda. Pangan olahan yang dikemas dan diberi label ini dibedakan lagi menjadi dua. Pertama, pangan olahan yang diproduksi
Dra. Endang Widowati, Apt.
oleh industri rumah tangga, yang pengolahannya bersatu dengan rumah tangga. Yang mengeluarkan izin edar adalah Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Kewenangan BPOM adalah pangan olahan tertentu yang dikemas, seperti air mineral. Izin edarnya MD (makanan dalam negeri) atau ML (makanan luar negeri). Namun jika ditinjau dari kewenangan, Endang menegaskan dalam PP tersebut disebutkan bahwa BPOM boleh melakukan hal pengawasan pada seluruh rantai pangan. “Kami boleh
mengampil sampel pada produk IRTP, produk pertanian, untuk diuji di lab, dan hasilnya nanti kami sampaikan ke masing-masing terkait. Tapi kalau produk dengan izin edar MD/ML, jika ada masalah, kami bisa langsung memberikan sanksi pada pelakunya karena kewenangan ada di BPOM,” ucapnya. Kenapa ada dua perizinan berbeda, industri RT oleh Depkes dan izin BPOM? Hal ini dijelaskan Endang karena pemerintah sesungguhnya mau mengangkat industri RT pangan/UMKM dilegalkan. Tapi dengan catatan ikut penyuluhan, dan sarananya ditinjau oleh Dinas Kesehatan. “Jika memenuhi syarat, dikeluarkan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) nya. Dalam hal ini belum diwajibkan untuk diuji. Tapi jika dinas merasa perlu, itu boleh saja,” ujarnya. Untuk MD produknya harus diuji dan GMPnya harus memenuhi syarat. Untuk pangan, tidak boleh semua industri RT. Hanya pangan yang risikonya ringan yang boleh di IRT. Contohnya kripik, roti kering, dan kopi. Tapi untuk yang berisiko tinggi tidak boleh, seperti susu dan hasil olahannya. Pangan yang wajib SNI contohnya, AMDK, garam, cokelat bubuk, daging dan hasil olahannya yang disimpan dingin. “Kalau abon masih boleh di IRT karena kering. Tapi kalau sosis atau ikan yang disimpan dingin, tidak boleh,” jelasnya. Terkait keamanan pangan,
Endang menyebut ada 3 hal yang tidak boleh ada dalam pangan, yakni cemaran fisika, cemaran kimia, dan cemaran biologi. Sianida ini termasuk cemaran kimia. Ia mengatakan, ada memang zat-zat yang sudah terkandung dalam pangan tersebut, seperti singkong karet yang ada kandungan sianidanya. Kopi tidak ada kandungan sianida. Makanya dalam kasus kematian Mirna ini, disinyalir kemungkinan memang ditambahkan sianida. Ia menegaskan, BPOM sebenarnya sudah ada 4 kuadran kesepakatan dengan Polri. “Jika produk dan sarananya legal, penanganannya ada di kami. Jika separuh-separuh (sarana legal/ ilegal) kami kerjasama dengan polisi untuk mem-back up kami. Tapi jika sudah sarana ilegal dan produknya ilegal, itu sudah kewenangan sepenuhnya di kepolisian,” jelas Endang. Lalu bagaimana dengan keberadaan angkringan-angkringan yang menjual produk kopi olahan? Endang tak menampik jika pengawasannya susah. “Produk yang sudah dikemas dan lulus uji saat didaftarkan saja, dalam perjalanannya si produsen bisa memasukkan sesuatu lagi. Seperti produk jamu diisi obat kuat. Apalagi pengawasan terhadap kopi-kopi di angkringan yang termasuk pangan siap saji, yang dijual entah dengan campuran apa. Dalam proses pengolahannya yang terkait dengan alat, air, gula, dsb., serta pengolahanya seperti apa,” ucapnya.–Inten Indrawati
Kena Tilang Kena Serpihan Bom Sempat dikira penipuan, Sri Mulyani, ibu Anggun Kartika Sari, korban bom Sarinah, yang berada di Kendal, Jawa Tengah, membiarkan saja telepon yang berderingdering. Ia mengira telepon di siang itu berasal dari penipu yang marak terjadi beberapa waktu terakhir ini. Akhirnya karena telepon terus berdering, saudara si ibu meng angkat telepon itu. Ternyata itu berasal dari RSPAD Gatot Subroto yang mengabarkan Anggun Kartika Sari kecelakaan korban bom Sarinah, Jakarta. Berita itu sontak menggegerkan keluarga yang langsung mengontak ke keluarganya di Jakarta. Nama Anggun sendiri sejak kasus bom Sarinah ramai diperbincangkan di medson. Ini lantaran fotonya beredar di dunia maya ketika sedang ditolong oleh seorang pengemudi Gojek, setelah terkena serpihan bom pada kakinya. Kabar yang dihimpun, Anggun lantas dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. Gadis asal Kendal, Jawa Tengah, ini telah sebulan beberapa hari berada di Jakarta dalam rangka mencari pekerjaan. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Kamis (14/1) itu gadis kelahiran Februari 1991 ini ditemani sepupunya, Riko, berangkat ke kawasan Sarinah untuk mengantar surat lamaran dengan
Pospol itulah bom meledak. Anggun selamat karena menunggu di luar pos. Riko langsung meninggal di tempat,” ungkap paman Anggun, Suparno. Sementara Anggun sendiri baru saja menjalani operasi pada kakinya yang tertancap ser pihan bom yang di antaranya adalah paku menancap di tulang.
Anggun Kartika Sari
berkendaraan sepeda motor. Namun, motor Riko melanggar lalu lintas dan ditilang polisi. Karena pelanggaran itu Riko dibawa polisi ke Pospol, sementara Anggun menunggu agak jauh dari pos. Saat itulah terjadi kasus memilukan itu. Bom meledak di pospol, Riko pun tewas di tempat dan Anggun menderita patah kaki dan terkena serpihan bom. Riko merupakan satu dari tujuh yang tewas saat kejadian. Info identitas Riko ini baru diperoleh kepastiannya Jumat (15/1). Anggun sendiri yang menderita patah tulang kaki langsung ditolong oleh pengemudi Gojek, yang belakangan diketahui bernama Syaiful Anwar. “Saat kejadian, Riko mengantar Anggun ke kawasan Sarinah untuk mengantar lamaran kerja. Mereka naik motor. Tapi melanggar lalu lintas dan ditilang. Saat Riko di
KAWASAN KULINER TETAP AKTIF Pasca bom suasana berangsur normal meski masih banyak petugas di kawasan Sarinah. Bahkan kawasan itu, khususnya di seputar terjadinya ledakan bom di depan pusat perbelanjaan Sarinah dan Gedung Skyline (Jakarta Theater), menjadi lebih ramai dari biasanya. Hingga malam larut masyarakat masih berkumpul di sana. Trauma dan sensitif terhadap ledakan pun masih sangat terasa. Sampai-sampai ketika ada suara ledakan keras pada tengah malam menjadi sangat menghebohkan. Polisi langsung menutup jalan dan tidak membiarkan masyarakat mendekat. Ternyata ledakan tersebut berasal dari ban truk yang meledak. Mungkin karena waktu sudah larut malam maka suara ban meledak itu terdengar sangat kuat.
Yang menarik, Jl Sabang yang terletak di belakang gedung Jakarta Theater, yang biasanya menjadi lokasi wisata kuliner dan selalu macet, tidak lantas menjadi sepi. Hanya sebagian toko yang langsung tutup sejak kejadian itu, khususnya yang dekat lampu merah dekat Sarinah sebagian lagi tetap buka. Begitu pun para pedagang makanan yang biasa mangkal di sana tetap membuka lapaknya seperti biasanya. Para pedagang sate, misalnya, tetap mengipas satenya dengan asyik, dan pengunjung pun berdatangan makan sambil cerita-cerita. Meski ceritanya, sudah pasti seputar peris-
Anggun yang ditolong pengemudi Gojek
tiwa bom yang baru saja terjadi. “Tidak takut, saya pasrah saja, tetap berjualan meski tadi ada kejadian. Abis mau bagaimana lagi, bahan-bahan jualan sudah disiapkan sejak pagi. Kalau tidak digunakan bakal rusak. Jadi saya tetap jualan di sini,” kata Amin yang berdagang bersama sepupu nya. Ia mengaku jualan kali ini tergolong sepi pembeli. Tapi dia mengaku maklum. “Ia sepi kalau dibanding hari-hari sebelumnya. Tapi saya bersyukur saja, tetap ada uang yang masuk, tetap ada yang beli,” ucapnya penjual sate ayam ini. Amin sendiri baru bisa masuk kawasan Sabang untuk membuka lapak sekitar pukul 18.30 WIB, setelah kawasan itu dibuka kembali. Sebelumnya Sabang termasuk yang disterilisasi oleh pihak kepolisian dalam rangka pengamanan. Kalau hari biasa, para pedagang K5 yang biasa beroperasi malam, sudah mulai siap-siap berdagang menjelang sore. Sekitar pukul 17.30 biasanya mereka sudah standby menunggu pembeli. Tapi Kamis malam lalu, mereka baru diizinkan buka lapak jam 18.30. Mulai Jumat (15/1), kondisi Jl Sabang dan sekitarnya telah normal kembali. –Diana Runtu
Mozaik
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
M. Cahyadi
Belajar dari Buku
nan harus ada. Dari buku-buku yang ia baca tentang militer inilah menjadikannya memiliki mental yang kuat. Cahyadi menerapkan pada timnya di Smartfren, bagaimana caranya mengasah mental untuk timnya supaya memiliki mental yang kuat.
“Karena selama ini, mental generasi sekarang kurang. Keberanian mereka dalam bersikap, mengambil tidakan dan bertanggung jawab atas tindakan tersebut masih kurang. Kebanyakan generasi sekarang hanya mampu menguasai materi teknis saja, namun untuk mentalnya belum bisa dikatakan menguasai,” ungkapnya. Dalam teori mereka bisa menjawab semua yang ada. Namun, pada saat praktik, mer-
19
eka mengalami kesusahan dalam menjawab studi kasus yang dihadapkan pada permasalahan nyata. -Diyah Khoirunnisa
Tidak banyak orang yang suka membaca, apalagi membaca buku-buku bersejarah. Paling mereka hanya membaca buku novel atau komik. Namun, M. Cahyadi (45) sejak kecil menyukai buku-buku sejarah. Semua berawal dari kakaknya yang suka membaca komik.
“D
ulu saya baca buku p u n y a kakak. Komik miliknya berceceran. Ada sekitar 50-70 buku, ketika saya baca ternyata menarik. Saya jadi suka, buku berseri. Koping-ho banyak unsur cerita silat. Silat, kearifan. Dari situ, saya mulai suka baca buku,” ujar Head of East Java Bali dan Nusra PT Smartfren ini. Ternyata ayahnya juga suka baca, bukunya tentang sejarah. Jadi Cahyadi ikut terpengaruh untuk membacanya. Sejarah itu penting baginya. Bagaimana terjadinya perang, bagaimana berjuang, tentang konflik dan semuanya kita bisa pelajari. Namun, tidak hanya buku
sejarah yang ia pelajari. Beberapa buku lainnya juga ia suka seperti novel, komik dan bacaan lainnya seperti otobiografi. Bahkan, ketika buku tersebut menarik maka akan dibaca sampai habis. “Dalam 4 hari bisa habis saya baca 300-400 halaman,” ujar lelaki kelahiran Jakarta ini. Beberapa buku yang sempat ia baca tentang Soekarno, Soeharto, A.H. Nasution, A.Yani, Prabowo Subianto, Habibie, Wiranto, dan Sintong Panjaitan. Mereka adalah tokoh-tokoh militer. Dampak positif dari buku tersebut juga berguna bagi Cahyadi di pekerjaan. Di militer itu harus berani mengampil keputusan, bertanggung jawab, dan jiwa kepemimpi-
Pesta Wirausaha
Dari kiri ke kanan Mustofa Romdloni, Witjaksono, Putu Prita, dan Rawi Wahyudiono
Pesta Wirausaha Bali 2016 kembali digelar oleh komunitas Tangan di Atas (TDA), Minggu (10/1) di Gedung Agrokomplek, kampus Universitas Udayana, Jln. Sudirman, Denpasar. Acara ini bekerjasama dengan Inkubator Bisnis Universitas Udayana. Presiden TDA Mustofa Romdloni mengatakan pelaksanaan acara ini merupakan bagian dari tujuan utama dari keberadaan komunitas bisnis TDA. Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai dengan pembentukan TDA, yakni wirausaha bisa belajar dari anggota yang lain tentang wirausaha (lesson), wirausaha bisa melakukan tindakan setelah belajar dan berbagi dengan anggota yang lain (action), dan wirausaha bisa memperoleh pengakuan terkait usahanya (recognition). Narasumber yang dihadirkan antara lain, Sayu Sutrisna Dewi (FE Unud), Witjaksono (CEO & Founder Pandawa Group), Rawi Wahyudiono (CEO Pendekar Digital, Direktur Pesta Wirausaha Nasional), Dominic Brian (pemegang rekor dunia untuk daya ingat sekaligus konsultan karakter), Yayak E. Cahyanto (Ketua komunitas Tangan Diatas (TDA) Bali, pemilik usaha Sambel Bususan), Agusdin (pengusaha properti dan coach bisnis) dan Hendra W Saputro, (CEO BOC Indonesia dan Internet Marketer.) Acara ini juga didukung http://indonetwork.co.id/(Indonetwork.co.id) dan juga e-commerce market place Mataharibiz.com yang sebentar lagi akan meramaikan industri e-commerce Indonesia. -Ngurah Budi
tkh/donna
M. Cahyadi saat membaca buku
Seimbangkan Teknis dan Nonteknis Generasi sekarang ini bisa dikatakan generasi instan. Mere ka menggunakan gadget untuk permaiman yang tidak mengasah kemampuan. Padahal teknologi yang makin berkembang ini juga mendorong generasi untuk lebih cepat dan pandai menguasai informasi dan pengetahuan mereka terhadap sesuatu hal, namun ketika mental tidak dibarengi dengan peningkatan, maka mereka hanya cenderung pandai dalam hal teknis saja. “Tidak ada keberanian dalam menghadapi sebuah permasalahan, bahkan mereka pun kadang juga kurang berani dalam mengambil keputusan, selanjut nya mereka takut menerima risiko yang mereka putuskan tersebut,” ujar M. Cahyadi, Head of East Java Bali dan Nusra PT Smartfren. Bagi Cahyadi, latihan mental penting supaya mereka berani bertanggung jawab, berani mengambil keputusan. “Bagaimana cara bekerja tim dan menjalin hubungan baik de ngan tim. Yang saya latih adalah mentalnya, karena untuk teknis saya kira mereka sudah pandaipandai. Tidak tahu, buka Google sudah menjadi tahu. Jadi harus melatih mental masing-masing individu,” tegasnya. Tidak hanya teknis yang harus dimiliki tetapi juga nonteknis. Semua itu ia pelajari dengan membaca. “Saya lebih mementingkan mental daripada nice looking atau tidak dan berani bergerak dengan cepat,” ungkap Cahyadi. Tentunya dia tidak akan berani mengambil pilihan dan risiko yang akan dia hadapi pada pilihannya kalau mentalnya kecil dan tidak kuat. Bisanya cuma
teori, nah kalau begitu susah. Jadi menurutnya tim harus memiliki mental yang kuat supaya bisa bersaing dan berkembang. Selanjutnya, dalam mendidik anak juga melatih mental mereka supaya kuat dan berani. “Saya mendidik anak aneh mungkin. Contohnya, anak kedua saya ketika minta beli gadget baru. Saya tidak langsung membelikannya meskipun sebenarnya bisa. Namun, saya berikan bekas milik saya,” ujarnya. Hal tersebut ia lakukan, supaya anaknya tidak berpikir keinginannya mudah didapat. Jika ada keinginan harus ada usaha. Akhirnya, saat Lebar an, anaknya tersebut berusaha menyisihkan uang lebarannya untuk ganti gadget. Disinilah ada
upaya untuk berusaha dengan pilihan menyisihkan uangnya de ngan risiko yang dihadapi bahwa uangnya tidak bisa untuk jajan namun ia mendapatkan gadget. “Saya juga memberikan pelajaran bahwa, sesuatu ada proses untuk mendapatkannya,” katan bapak empat anak ini. Tidak pernah memberikan target mulukmuluk pada anak saya. Nilai pun tidak saya target harus bagus dan harus tinggi. Angka jelek bukan suatu kondisi yang kiamat, karena yang terpenting adalah berani mengambil risiko. Selama kita memperbaiki kesalahan, itu tidak masalah. “Karena tolak ukur mental bukan nilai tapi keberanian,” pungkasnya. -Diyah Khoirunnisa
20
Nine
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Ghea Putri Mulya
Melihat ke Bawah lebih Penting
Tertarik dengan dunia modeling sejak berusia lima tahun, telah membawa Ghea Putri Mulya (20) kini tampil sebagai salah seorang perempuan Nusa Tenggara Barat yang akan dipercaya sebagai duta daerah ini di kancah nasional. Setelah terpilih sebagai Putri Indonesia NTB 2015 dalam event pemilihan Putri Indonesia wilayah NTB yang diselenggarakan oleh Ayoe Butik Batik Lombok pada pertengahan Desember 2015 lalu, ia akan mewakili Bumi Gora dalam ajang bergengsi pemilihan Putri Indonesia 2016 di Jakarta pada Februari 2016 mendatang.
T
erpilihnya Ghea sebagai Putri Indonesia NTB 2015, bukan kerja biasa melainkan dengan penilaian yang ketat dari para juri yang seluruhnya berasal dari Yayasan Putri Indonesia. Kapasitas dan kompetensi Ghea telah teruji untuk dapat mewakili NTB di tingkat nasional. Di bawah bimbingan Ayu Setiawati dari Ayoe Butik Batik Lombok, Ghea kini tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan untuk membekali diri menjelang karantina Putri Indonesia di Jakarta mulai 12 Februari 2016 mendatang. Tampaknya G h e a
memahami benar arti menjadi seorang putri. Ia tidak larut dalam eforia memelihara kecantikan semata apalagi melulu dengan sesi pemotretan, fitting-fitting baju atau hal-hal yang cenderung bersifat fisik melainkan ia lebih sibuk dengan berbagai aktivitas sosial dengan turun ke lapangan, mendekat dan menyapa lingkungan sosial dan kehidupan yang tidak beruntung. Ia melihat langsung dan ikut merasakan membuat pindang bersama para perempuan pembuat pindang di pesisir Pantai Ampenan. Ia juga rela berpanas-panas di bawah terik matahari saat harus ikut dalam kegiatan bersih pantai di wilayah Senggigi. Ghea juga turun dan menyapa anak-anak SD Filial Semokan Roak Sukadana Lombok Utara, membawa berbagai bantuan ke tempattempat yang membutuhkan h i n g g a b e rbagai aktivitas sosial lainnya serta melihat langsung aktivitas para penenun Lombok. Ditemani Ayoe Butik Batik Lombok, ia juga melakukan perjalanan mengunjungi pihak yang telah mensponsorinya, sebagai bentuk ungkapan terima kasihnya atas dukungan yang telah diberikan padanya. Dengan berbagai aktivitas sosialnya ini, Ghea membawa angin baru bagi dunia keputrian di Nusa Te n g g a r a B a r a t .
Ayoe Butik Batik Lombok yang kini intensif mendampingi dan mengarahkannya dalam berbagai kegiatan sosial, tengah mengasah kepekaan sosial Ghea sebagai modal prinsip untuk menjadi seorang putri. Untuk itu, Ghea menghabiskan banyak waktunya sebelum karantina dimulai dengan berbagai kegiatan positif. Ia sangat bangga sekaligus bahagia. Banyak hal yang selama ini tidak diketahuinya kini menjadi sumber inspirasi baginya. Banyak orang yang hidup dalam keterbatasan, ketidaklayakan namun sanggup bertahan dan berjuang tetapi mereka tetap tertawa. Ini yang membuatnya menjadi lebih bersemangat menghadapi hidupnya. “Saya jadi mengenal banyak hal yang selama ini hampir luput dari perhatian saya,” ungkap gadis kelahiran Mataram, 11 Oktober 1995 ini. Apa yang dilihat dan dirasakannya selama melakukan kegiatan sosial membuatnya bersyukur akan kehidupannya hari ini. Ia makin sadar bahwa melihat ke bawah lebih penting dari melihat ke atas. “Saya ingin memiliki arti bagi sesama untuk dapat mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik dengan apa yang saya miliki,” ungkapnya. Jika kelak ia menjadi Putri Indonesia maka itulah salah satu cita-cita yang ingin diwujudkannya. Ia tidak ingin menjadi generasi muda yang hanya bisa melihat dan berkomentar serta mengkritik saja melainkan ia ingin mendedikasikan dirinya dalam pembangunan baik di daerah maupun di tingkat nasional. Untuk mengikuti event Putri Indonesia, ia tidak hanya menonjolkan penghargaan dan prestasi panggung semata, melainkan serius menyiapkan diri baik fisik maupun mental serta
wawasan. Ghea akan tampil mempromosikan NTB ke tingkat nasional salah satunya dengan berbagai atribut kedaerahan NTB seperti busana-busana yang akan dikenakan. “Salah satu dari 15 busana yang akan ditampilkan Ghea pada sesi Best Tradisional Costum dalam event Putri Indonesia 2016 mendatang adalah Jong Bayan yakni busana tradisional dari Bayan Lombok Utara,” kata Ayu Setiawati.
tahun 2012, tiga besar dalam ajang Top Model Indonesia 2012 di Jakarta, Harapan I dalam ajang Miss Sophie Paris tahun 2014, Juara I Putri NTB tahun 2015 dan Juara I Putri Indonesia NTB tahun 2015. Ghea terbilang mandiri. Orangtuanya mendukungnya dengan membiarkannya memilih dunia modeling dan keputrian sesuai dengan bakat dan keinginannya. “Dari dulu, jika saya ingin ikut dalam event pemilihan putri apapun, saya selalu mendaftar sendiri dan mengurus sendiri semua kebutuhan saya,” kata mahasiswa Fakultas Ekonomi jurusan Perpajakan Universitas Mataram yang kini duduk di semester tiga ini. Dari sanalah Ghea kemudian mampu memanajemen diri dan kegiatannya. Meski ia kerap menjadi juara dalam lomba keputrian di NTB, Ghea tidak pernah meninggalkan sekolah dan kuliahnya. Ia membagi waktunya dengan penuh tanggung jawab untuk menyukseskan kedua hal penting dalam hidupnya tersebut. Apa yang dilakukan Ghea hari ini dengan menjadikan dirinya tidak hanya mengandalkan kecantikan fisik semata, melainkan juga memiliki kepekaan sosial merupakan bentuk tanggung jawab sebagai seorang putri.
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
5
Serba-serbi “Semarak Ode-nant 2016”
Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam acara “Semarak Ode-nant 2016”, selain diisi dengan Pelantikan Top Member, juga diisi dengan pelantikan Top Sales Koordinator. Penghargaan diberikan kepada 3 Top Koordinator Ode-nant yakni Ni Luh Swastiasih, I Gusti Ayu Puspariani, dan Cok Istri Prima Mas. Kualifikasinya mulai 21 Januari s.d. 21 Desember 2015. “Saya bangga memiliki mereka. Mereka ini sebenarnya Top Koordinator tahun lalu dan mereka masih bisa bertahan, hanya saja posisinya yang berbeda.
“K
Top Koordinator Ode-nant 2015 bersama Cok Mirah
ebetulan tahun kemarin penjualan saya lesu. Saya kagum dengan Swasti yang perkembangannnya luar biasa. Dia berawal dari member saya, jadi member prioritas. Kemudian beranjak jadi Koordinator Gold, Top Koordinator 3, dan sekarang di posisi number one. Ini membuktikan loyalitas totalitas pada perusahaan menjadi inti utama kesuksesan kita,” ucap Cok Istri Mas yang kini herus berpuas diri di posisi 3 Top Koordinator. Gung Pusparini, ibu RT yang juga bekerja di puskesmas ini berhasil meraih posisi 2 Top Koodinator. Dengan mata berkaca-kaca dan suara tersendat-sendat karena menahan haru ia mengatakan motivasinya ikut bergabung di Ode-nant untuk menambah penghasilan. “Saya ingin bantu Anda semua untuk menopang perekonomian keluarga. Ini adalah bisnis yang paling cocok karena tanpa modal. Teman-teman yang tahu saya dari awal pasti sudah tahu perjuangan saya. Ayo kita berjuang terus dalam hidup ini. Momen menjelang Galungan, Kuningan, dan Nyepi ini sangat bagus,
ayo kita belanja ke Ode-nant,” ajaknya bersemangat. Sementara Swastiasih yang sebelumnya tak punya pengalaman dalam bisnis seperti ini, berhasil mencapai posisi the best Top Koordinator. “Sebenarnya saya tidak menyangka bisa seperti ini. Sekarang kami bertiga yang berkesempatan, mungkin berikutnya kesempatan teman-teman lain. Awalnya saya adalah membernya Ibu Cok Mas, kemudian di promo-out menjadi Koordinator Gold, dan kini kami sekarang disini,” ujarnya haru. “Mari koordinator yang lain, kita sudah diberikan kesempatan disini. Ode-nant…Ode-nant sukses bersama kami, Odenant..Ode-nant sukses bersama kita…,” ujarnya seraya menembangkan jingle kebanggaan Ode-nant. –ten
Ode-nant Textile Jln. Kenyeri No. 154 Denpasar Bali, tlp. 0361-229126 Jln. Mawar No.125 Grogak, Tabanan HP: 081 934 377 080, 082 146 168 475 Pin BB: 59799145, FB: Ode Nant Textile
-Naniek I. Taufan
MANAJEMEN DIRI Dengan tinggi badan 175 cm, putri pasangan Mulyadi Amin dan Baiq Gita Nurfahmi ini, siap tampil untuk mengharumkan nama Nusa Tenggara Barat. Ghea berharap dengan berbagai gelar keputrian yang pernah disandangnya, kelak dapat mendorongnya untuk dapat lebih percaya diri pada pemilihan Putri Indonesia 2016. Berbagai prestasi telah diraih Ghea seperti terpilih sebagai Putri berbakat dan ajang Putri Mandalika tahun 2011, Juara I Dedare Expresi
Penghargaan untuk koordinator paling rajin atas nama: Dewa Ayu Pradnya Sari Dewi
Pelantikan koordinator Ode-nant oleh Cok Mirah
Promo produk Ode-nant
Penghargaan untuk koordinator paling modis
Cok Mirah bernyanyi bersama Widi Widiana dan Sri Dianawati
Ralat: Terdapat kesalahan nama pada edisi 883 lalu. Tertulis Putri Indonesia NTB 2015 adalah Baiq Amalia Putri Ghaesani, yang benar adalah Ghea Putri Mulya. Baiq Amalia Putri Ghaesani adalah Putri Pariwisata NTB yang mewakili NTB dalam ajang pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2015. Atas kesalahan ini, kami mohon maaf.
Fashion Show koordinator Ode-nant
Cok Mirah bersama karyawati Ode-nant
4
Mandalika
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
Cok Istri Mirah, S.E.
Bisnis di Ode-nant Penghasilan Tinggi Minim Risiko Untuk ketiga kalinya, Ode-nant Textile menggelar “Semarak Odenant 2016”, Minggu (10/1) di Hotel Nikki Denpasar. Tak kurang dari 500 undangan memadati ruangan tersebut. “Odenant, toko yang berbeda, benar-benar beda,” ungkap owner Ode-nant Cok Istri Mirah, S.E.
B
Sebagian Koordinator Ode-nant
edanya ini ada pada sistem penjualannya. Biasanya toko tekstil jualannya melalui eceran atau grosir. “Kami juga menjual eceran, tapi penjualan grosir kami melalui member dan koordinator. Untuk saat ini di Bali hanya Ode-nant yang memakai sistem seperti ini, mungkin juga di seluruh Indonesia,” ujar Cok Mirah, perempuan energik yang sudah 19 tahun malang melintang di dunia pertekstilan.
GEBYAR PROMO Saat ini, Cok Mirah mengatakan Ode-nant sudah memiliki 7 Koordinator Gold, 10 Koordinator Silver , 11 Koordinator Bronze, 4 Koordinator Metal, dengan total jumlah koordinator 32 orang. Untuk member, ada member biasa dan member prioritas. Dalam jangka waktu 3 tahun sejak berdiri 22 Agustus 2013 sampai dengan Desember 2015, Ode-nant memiliki 3.126 member biasa dan 44 member prioritas.
tasnya benar-benar diseleksi,” tegas istri dari Cokorda Gde Agung, S.H. Ada juga produk pendamping/tambahan, seperti, bordiran, brokat, aksesoris, tas, sandal, dan aneka tekstil lainnya. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan reproduksi wanita, sejak Oktober 2015 Odenant bekerjasama dengan produk pembalut AVAIL. Pada Oktober 2015 itu juga dibentuk “Komunitas Yes”. Member prioritas sudah otomatis menjadi Komunitas Yes. Yang belum bergabung atau yang belum menjadi member prioritas, bisa bergabung dengan syarat
Fashion show produk Ode-nant oleh Koordinator
Ia mengatakan, jika di toko lain, keuntungan dinikmati sendiri. Tetapi di Ode-nant, setengah dari keuntungannya itu diberikan kepada member dan koordinator dalam bentuk diskon dan komisi. Misi Ode-nant, menjadi suatu perusahaan yang bisa memberikan peluang kepada member atau koordinator yang bergabung untuk memperoleh penghasilan yang setinggitingginya, dengan risiko yang sangat minimal, dengan selalu mengindahkan etika bisnis. Untuk mencapai misi tersebut, putri dari Tjokorda Arnawa Pemayun, S.H., dan Indrawati ini mengatakan Ode-nant memiliki visi, melakukan inovasi dalam hal sistem, produk, dan SDM.
Produk yang dijual di Odenant; produk unggulan yakni batik (dari bahan sutra, katun, dobi ATBM, piscos) dan endek (dari bahan sutra, katun,CSM). “Produk unggulan ini kuali-
Suasana “Semarak Ode-nant 2016”
Nyalama’ Dilau’
Tradisi Menjaga Keseimbangan Alam Pagi hari di waktu puncak pelaksanaan tradisi masyarakat pesisir, pantai di Desa Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang dan Desa Poto Tano Kecamatan Poto Tano di Sumbawa Barat serta Tanjung Luar, Kecamatan Keruak Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dipenuhi warga yang ikut menyaksikan dan melaksanakan ritual larung kepala kerbau dalam tradisi Nyalama’ Dilau’ atau selamatan laut.
Cok Mirah bersama kedua orangtunya yang sekaligus Penasihat Ode-nant
diskusi dengan BRI, dan mini gathering with AVAIL. Untuk para member dan koordinator yang memenuhi target, tahun ini rencananya “Goes to Hongkong”. Namun dalam acar yang juga dihibur, artis Pop Bali Widi Widiana, Sri Dianawati dan Ayu MAenah tersebut, Cok Mirah memberikan
The Younger of Ode-nant bersma Cok Mirah
membayar Rp 10 ribu tiap bulan. Keuntungannya, tiap bulan punya kesempatan untuk mendapatkan produk yang harganya benar-benar murah. “Jadi tidak percuma buang duit Rp 10 ribu tiap bulan karena keuntungannya banyak,” ucapnya ibu dari Cokorda Istri Eka Pratiwi dan Cokorda Gde Ananta Wijaya ini bercanda. Di tahun 2015 Ode-nant sudah memberangkatkan 28 orang “Go to Thailand”, dan pada perayaan ulang tahun 2015, diadakan di cruises. Juga digelar Asembly yang diisi dengan mini gathering untuk seluruh member, dialog kesehatan,
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
penawaran khusus. “Khusus peserta ‘Semarak Ode-nant 2016’ yang berkeinginan ikut “Goes to Hongkong” diberikan kesempatan dengan syarat hanya dengan menjual 100 endek KW 1, 65 baron prada asli, 15 endek super,” ucapnya yang disambut riuh para undangan. Dalam acara tersebut juga digelar Promo Produk Baru yang sudah ready, seperti endek prada ML, endek katana, endek keong, endek super tangkai HB, endek super cipika, endek 0116B, eendek 0116B garis, endek grasi domino, mastuli super new, endek sangkar, endek
sangkal setelan, baron prada danar mas, batik kombinasi tulis melisa. Ada juga Promo produk yang sudah dijual, seperti atasan rangrang gliter, semi perancis luna, sf kabel Mtf 2, semi bella vista 1, semi bella vista 2, semi bella dani, brokat tyle FB, brokat tyle bayank FB, brokat tyle motif 1, brokat perancis larissa, brokat tyle kaca TT, brokat nowela, endek putih permata, tenun sulam 1 (PK), endek gerimis, endek SP 4 Cempaka, mastuli super, kemeja endek KW 1, kemeja endek super, songket bima, batik nawi, saput udeng endek, selendang obi satin, selendang obi beludru, selendang songket rangrang, kimono sulam, endek sulam R2 NNK, endek polos pasung (PK), saput udeng flocking. Ditawarkan juga Paket semarak, yakni endek bunga daun+endek jumput, endek bali kepang+endek dobol, brokat semi GB+brokat demi soltis, endek bunga daun+ endek Bali kepang. “Dan khusus untuk Komunitas Yes, mendapatkan endek gurita, endek SP ceplok,” ujarnya. Cok Mirah menambahkan, tahun ini Ode-nant juga meluncurkan Program Member Get Member. Mereka yang sudah menjadi member, jika mengajak e temannya bergabung akan mendapatkan 1 pcs kamen baron mawar ceplok. “Ode-nant promo besar-besaran samai 21 Januari 2016 khusus member,” tandasnya. –ten
Pelantikan Koordinator Silver
N
yalama’ Dilau’ merupakan wujud rasa syukur masyarakat nelayan kepada Sang Pencipta yang telah memberikan kelimpahan nikmat rezeki berupa hasil laut sekaligus untuk memohon limpahan rezeki laut di tahun berikutnya. Karenanya seluruh masyarakat yang ada di pesisir desa-desa ini, baik laki-laki atau perempuan, tua dan muda serta anak-anak, yang kaya maupun miskin berbondong-bondong memeriahkan hajatan kampung tersebut. Semua merasa bertanggung jawab dan terlibat dalam mengungkapkan rasa syukur kepada pencipta akan kekayaan bahari yang menjadi sumber nafkah kehidupan para nelayan. Pesta rakyat pun akan digelar memeriahkan tradisi ini. Penentuan puncak Nyalama’ Dilau’ dihitung secara tradisional oleh para tokoh adat dan tokoh masyarakat yang memiliki kompetensi dalam bidang ini. “Di Tanjung Luar, Nyalama’ Dilau’ menggunakan perhitungan saat munculnya Bintang Sembilan,” kata Fuang Abbas, Sandro Nyalama’ Dilau’ di Tanjung Luar. Sementara itu di Poto Tano dilakukan dengan cara membaca tanda-tanda alam yang telah diwariskan secara turun temurun, yakni ketika pohon asam mulai berbunga. Inilah saat yang dianggap paling tepat untuk bersiap turun melaut, karena hasil tangkapan pada musim asam berbunga, yang bertepatan dengan musim barat, akan melimpah ruah. Tanda alam ini juga bertepatan dengan musim hujan yang mulai turun dalam tahun Masehi, yakni sekitar bulan Desember atau Januari. Sedangkan di Labuan Lalar dilakukan sekitar bulan Maret atau April. Penjagaan daya hidup akan kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Nyalama’ Dilau’ inilah yang membuat masyarakat pesisir di NTB tidak pernah meninggalkan warisan leluhur mereka ini. Dalam tradisi bersyukur ala nelayan ini, dibumbui dengan ritual-ritual khas tradisional, masyarakat pesisir sesungguhnya tengah mengajarkan akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Dimana Sang Pencipta telah menyediakan segala keperluan bagi hidup manusia berupa alam yang kaya, manusia hanya butuh mengelolanya dengan
laksanakan. Itu artinya masyarakat sudah bersiap untuk bergotong royong,” kata Fuang Abbas.
Fuang Abbas
baik agar alam dapat memberikan hasil berupa rezeki yang baik pula bagi kehidupannya. “Jika manusia mampu mengelola dan memanfaatkan alam dengan baik, maka limpahan keberuntungan yang membawa rezeki pun akan menjadi baik. Tradisi Nyalama’ Dilau’ merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kami akan hasil laut yang telah menjadi mata pencaharian bagi masyarakat di sini,” ungkap M. Jafar, salah seorang tokoh penyelenggara Nyalama’ Dilau’ di Labuan Lalar. Di tiga desa ini, penduduknya 90% bekerja sebagai nelayan yang menggantungkan kehidupannya pada laut. Meski kini Nyalama’ Dilau’ telah menjadi salah satu event pariwisata di Nusa Tenggara Barat, namun masyarakat tradisinya tidak pernah meninggalkan hal-hal prinsip yang terkandung dalam tiap prosesi dan ritual tradisi ini. Beginilah cara masyarakat pesisir menghormati alam dan lingkungannya dalam kebijaksanaan. D i Ta n j u n g L u a r, k e t i k a musyawarah para tokoh mencapai kata sepakat penentuan waktu pelaksanaan selamatan laut ini, empat bendera berwarna kuning, merah, putih dan hitam akan dipancang di empat penjuru Tanjung Luar. Empat bendera ini mewakili suku yang ada di Tanjung Luar (merah mewakili suku Makassar, hitam Bugis, kuning Mandar dan putih Bajo) “Jika empat bendera itu sudah terpancang, maka masyarakat Tanjung Luar sudah mengetahui bahwa dalam waktu dekat selamatan laut segera di-
KEPALA KERBAU DIJAGA KHUSUS Sejak itulah warga akan bergotong royong melaksanakan Sarapu’, yakni menyambungkan rumah-rumah panggung yang telah disepakati sebagai pusat kegiatan (bergantian tiap tahun tergantung kesepakatan musyawarah) menggunakan papan agar lebih luas untuk menerima tamu dan lainnya. Rumah ini akan dipergunakan selama kegiatan selamatan laut berlangsung, khususnya tiga hari terakhir hingga puncaknya melarung kepala kerbau. Tiga hari sebelum puncak melarung, kerbau yang kepalanya akan dilarung diarak keliling kampung dikawal oleh tujuh orang gadis (suci/ tidak dalam keadaan haid) dan orang perjaka yang terpilih serta diikuti oleh masyarakat umum dan selama tiga hari berturut-turut. Malam harinya kerbau dipotong dan kepalanya dijaga secara khusus oleh Sandro. Jika di Tanjung Luar arak-arakan dilakukan selama tiga hari maka di Labuan Lalar dan Poto Tano, mengarak kerbau dilakukan sehari sebelum acara puncak melarung. Iring-iringan ini terdiri dari barisan paling depan didahului oleh kerbau dan diantar oleh perwakilan lima suku yang hidup dan mendiami Labuhan Lalar, yakni dari Suku Samawa, Sumba, Flores, Bajo dan Ende, dengan pakaian tradisional masing-masing. “Arakarakan ini sebagai bentuk sosialisasi kegiatan tersebut pada masyarakat,” ujar Jafar yang juga Kepala BPD Desa Labuan Lalar. Dalam prosesi arak-arakan ini, tali kerbau tidak boleh sembarang dipegang orang melainkan pemangku adat atau sesepuh yang memang secara turun temurun telah melakukan hal tersebut. Berdasarkan kisah secara turun temurun masyarakat Labuan Lalar, orang inilah yang dahulunya memberikan sumbangan tetap berupa kerbau untuk dilarung kepalanya di laut dalam tradisi selamatan laut ini. Usai diarak pada sore hari ini, kerbau tersebut dipotong. Kepalanya disimpan untuk dilarung esok hari. Selama semalaman kepala kerbau “dijaga” secara khusus oleh orang khusus pula yang dikenal sebagai sandro. Jika di Labuan Lalar dan Poto Tano Sandro adalah orang yang secara khusus menerima
21
Masyarakat turut serta melarung kepala kerbau pada puncak tradisi Nyalama’ Dilau’
tongkat secara turun temurun maka di Tanjung Luar sandro adalah orang yang dipilih masyarakat dalam musyawarah, tentunya yang memiliki kelebihan secara khusus. Mereka inilah yang bertugas “berdialog” dengan benda keramat yang akan menyertai prosesi Nyalama’ Dilau’, seperti halnya benda-benda keramat yang disebut Bilanreh di Tanjung Luar. Pada hari pelaksanaan selamatan laut, dengan perahu yang sudah dihias, pemangku adat, tokoh masyarakat dan masyarakat umum beramai-ramai turun ke laut untuk mengantar kepala kerbau guna dilarung menggunakan sampan-sampan yang telah dihias sedemikian rupa sebagai wujud kegembiraan masyarakat menyambut tradisi ini. Di Labuan Lalar dan Poto Tano. selama dalam perjalanan melarung kepala kerbau ini, dari arah perahu nelayan yang jumlahnya sangat banyak, ada tradisi saling lempar ketupat. Tampaknya kebiasaan ini, dulunya memang dilakukan untuk saling berbagi makanan di antara sesama pengantar kepala kerbau selama prosesi ini berlangsung. Dahulu, sampan-sampan nelayan tradisional tidak menggunakan mesin melainkan dayung sehingga prosesi ini memakan waktu yang cukup lama. Maka, saat itulah ketika lapar datang, masyarakat membagi makanannya dengan cara melempar dari satu perahu ke perahu lainnya. Kepala kerbau dilarung di suatu tempat tertentu yang sejak turun temurun telah dijadikan tempat melepas kepala kerbau dalam tradisi ini. Tempat khusus tersebut adalah di sekitar sebuah gili (pulau kecil) yang ada Labuhan Lalar (dari Labuhan Lalar gili ini tampak dengan jelas). Sebelum melarung kepala kerbau, rombongan perahuperahu pengantar kepala kerbau ini akan mengelilingi gili tersebut selama tujuh kali sebagaimana kebiasaan selama ini. Setelah itulah kepala kerbau dilarung. SALING SIRAM AIR LAUT Di Poto Tano, kepala kerbau dilarung pada tempat yang sama tiap tahunnya yakni sekitar 500 meter dari daratan Poto Tano. Tempat ini adalah tempat khusus yang oleh masyarakat diketahui memiliki arus yang berputar. Gong genang, musik tradisional Sumbawa, menyertai pelepasan kepala kerbau. Sedangkan di Tanjung Luar, tempat melarung kepala kerbau dilakukan sekitar 100 meter dari pesisir pantai, di lokasi sebuah batu yang tidak tampak oleh mata. Konon, jika ada nelayan yang dapat melihat kemunculan batu tersebut, maka ia akan mendapatkan hasil tangkapan yang melimpah saat itu. Melarung kepala kerbau inilah inti dari selamatan laut ini. Saat tradisi ini diselenggarakan,
pesisir pantai di tempat ini akan ramai oleh pesta rakyat. Hiruk pikuk di pesisir Poto Tano dapat disaksikan, karena seluruh warga masyarakat terlibat saling siram air laut satu sama lain sebagai ungkapan kegembiraan. Acara saling siram air laut ini tidak hanya berlangsung di bibir pantai, melainkan juga berlangsung di tengah perkampungan nelayan. Tak ayal, saling kejar pun mewarnai keriuhan pesta rakyat ini. “Tidak ada warga yang boleh marah atau tersinggung ketika tiba-tiba basah kuyub kena guyuran air laut yang disiramkan warga lainnya. Ini adalah bentuk ungkapan rasa syukur dengan menikmati kegembiraan secara bersama-sama,” ungkap Umar Ibrahim, salah seorang tokoh di Poto Tano yang juga mantan kepala desa tersebut. Usai acara inti Nyalama’ di Lau’ dan pesta rakyat di Poto Tano, masyarakat kembali berkumpul di suatu tempat biasanya di halaman rumah pemangku adat. Saat inilah pemangku adat yang juga tokoh agama akan meminta warga untuk berdoa memohon agar hujan segera tiba sehingga ikan-ikan akan melimpah ruah. Selain memohon kelimpahan rezeki, doa juga dipanjatkan atas keselamatan para nelayan di saat melaut, dijauhkan dari segala bencana baik kecil maupun besar yang selalu mengancam di laut. Di sini pula diumumkan bahwa nelayan dilarang melaut terutama untuk menangkap ikan selama waktu tujuh hari tujuh malam. “Selama itu pula, terutama pada malam hari, warga dilarang membuat suara gaduh atau ribut. Tidak boleh ada bunyi-bunyian yang ditimbulkan secara sengaja. Inilah saat-saat di mana nelayan di pesisir Sumbawa Barat ini, menikmati liburannya,” kata Umar. Jika di Poto Tano dan Labuan Lalar, dilarang melaut selama tujuh hari tujuh malam, maka di Tanjung Luar nelayan dilarang melaut selama tiga hari tiga malam. “Jika ada yang melanggar, sanksi adat menantinya,” imbuh Fuang Abbas. Di sinilah letak kearifan lokal dari tradisi ini, yakni menjaga keseimbangan alam dengan tidak serakah mengeruk isinya. Selama tujuh hari tujuh malam, laut benarbenar dibiarkan tenang, ikan-ikan dibiarkan berkembang biak dengan leluasa tanpa harus diganggu sementara. Dan ketika tujuh hari berlalu, masyarakat nelayan pun akan kembali bersemangat setelah beristirahat melaut, untuk menangkap ikan-ikan. Tujuh hari laut dibiarkan tenang, tentu saja akan memberikan hasil tangkapan yang lebih banyak lagi. Tradisi Nyalama’ Dilau’ ini turut serta memperkaya khasanah budaya masyarakat bahari Nusa Tenggara Barat yang terus menjaga daya hidup kearifan lokal untuk kehidupan yang seimbang. -Naniek I. Taufan
22
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
Edisi 884/ 18 - 24 januari 2016
Tut De
Indonesia Siaga Satu
Rayakan 10 Tahun Berkarya
Orang Hilang Marak
Akhirnya ‘konser’ itu ter jadi juga di Jakarta. ‘Kon ser’ begitu sandi teroris atas rencana serangan terhadap Jakarta pada Natal dan Tahun Baru. Namun langkah mereka sudah tercium BIN dan pihak keamanan lainnya, bahkan in telijen Australia juga memberi peringatan yang sama, menyu sul sejumlah penangkapan dilakukan terhadap para ter duga teroris di sejumlah kota di Jawa.
Tak terhitung sudah wajah yang dipolesnya. Mulai dari remaja kuliahan, kalangan sosialita, artis lokal maupun ibu kota, nasional hingga ibu-ibu pejabat. Baik untuk acara wisuda, berbgai acara formal lainnya hingga pernikahan. Karena kemampuannya juga, ia sering diminta menjadi narasumber lomba tingkat nasional di Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia.
S
emuanya menjadi pantas, karena jam terbang yang mumpuni dari pemilik Tut De Wedding di Jalan Nusa Kambangan No. 134, Den-
Bibit Samad
D
ensus 88 pun melakukan sejumlah penangkapan terhadap para terduga teroris, termasuk penangkapan di Bekasi, Jawa Barat, 23 Desember 2015. Penjagaan tetap diperketat. Jakarta tetap Siaga I, sekalipun Operasi Lilin Natal-Tahun Baru telah berakhir 2 Januari 2016 lalu. Meski rencana aksinya telah tercium dan aparat keamanan dalam kondisi siaga, tapi sepertinya ‘pasukan’ teroris ini sungguh nekat. Rencana menyerang Jakarta tetap diteruskan. Sasarannya tak tanggung-tanggung, kawasan Sarinah Jl Thamrin, Jakarta, yang letaknya tak jauh dari ‘kawasan Ring Satu’ yakni, Istana Negara dan kantor-kantor penting negara. Tak jauh dari sana juga ada Kedutaan Amerika. Aksi para teroris yang diduga didalangi ISIS ini cukup banyak menelan korban. Tujuh orang tewas, lima di antaranya adalah para pelaku (dua tewas bom bunuh diri dan tiga karena ditembak petugas). Sementara warga sipil yang tewas dua orang, salah satunya adalah seorang warga negara Kanada yang tewas ditembak teroris. Sementara yang luka-luka total berjumlah 24 orang, lima di antaranya petugas kepolisian. Pascateror bom itu, kini polisi memberlakukan ‘Siaga Satu’ untuk
semua wilayah di Indonesia. GAFATAR DITOLAK DIMANA-MANA Jika merunut ke belakang. Sebenarnya saat-saat ini (sebelum peristiwa bom) masyarakat tengah ramai memberitakan tentang organisasi Gafatar menyusul maraknya laporan orang hilang. Salah satu yang menghebohkan dan akhirnya menarik perhatian masyarakat adalah hilangnya dokter Rica berserta bayinya. Diduga menghilangnya dokter Rica yang akhirnya ditemukan di Pangkalan Bun, Kalimantan, terkait dengan organisasi Gafatar. Organisasi berlambang matahari bersinar ini, dituding ada dibalik sejumlah kasus yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan. Beberapa waktu lalu kasus serupa juga muncul. Meski ketika itu tidak diketahui jelas organisasi mana yang menculik mereka, namun muncul dugaan orang-orang hilang itu direkrut oleh sebuah organisasi terlarang. Istilah cuci otak pun mencuat, karena mereka diajak meninggalkan keluarga bukan diculik dalam arti sebenarnya. Melainkan mereka mengikuti pengajaknya dalam keadaan sadar. Kini, kasus serupa mencuat lagi. Mereka yang hilang kebanyakan berusia muda dengan rentang usia 20 s/d 40
tahunan. Akan halnya Gafatar, organisasi yang belakangan jadi buah bibir, awalnya berpusat di Jakarta, di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Namun sejak beberapa bulan lalu, kantor pusat mereka di Cipete ditinggakan dan pindah entah kemana, lantaran muncul banyak penolakan di tengah masyarakat. Apalagi pendirinya, Ahmad Musadeq, kemudian ditangkap dan dipenjara karena kasus penistaan agama. Masyarakat pun ramai-ramai menolak aksi Gafatar. Setelah itu tak terdengar lagi kiprah Gafatar di Jakarta. Agustus lalu, karena banyaknya penolakan dari
Para pengurus dan warga Gafatar DKI Jakarta usai memanen tanaman kacang panjang
masyarakat, Gafatar Jakarta pun membubarkan diri. Penolakan masyarakat ternyata tidak hanya di Jakarta, tapi juga di sejumlah daerah, khususnya di Pulau Jawa dan Bali. Gafatar atau Gerakan Fajar Nusantara, lewat websitenya, gafatar. org dan gafatar.or.id yang sekarang sudah tidak bisa lagi diakses, mengklaim memiliki cabang di 34 daerah di Indonesia. Di daerah rupanya Gafatar berkembang cukup subur dan berhasil masuk ke kampus-kampus. Tapi menghilangnya dokter Rica beserta bayinya membuat
publik tersentak. Dari sana kemudian satu demi satu kasus orang hilang terungkap. Berdasarkan data kepolisian Yogyakarta, tercatat ada 33 orang hilang (12 di antaranya dilaporkan hilang pada Januari 2016) di Yogyakarta. Jumlah tersebut bisa jadi lebih banyak, namun belum melapor ke kepolisian. Sekarang semua orang, tak terkecuali para pejabat negara berbicara tentang Gafatar. Dokter Rica dan bayinya dibawa oleh dua saudaranya ke Pangkalan Bun. Terkuak kabar, dua saudara dokter Rica itu adalah anggota Gafatar, dan Rica pun dulunya saat masih mahasiswa sempat menjadi anggota Gafatar.
Demo tolak Gafatar
3
GUNAKAN AKSI SOSIAL KEMASYARAKATAN Berdasarkan info yang dikumpulkan, Gafatar diduga berkedok organisasi sosial kemasyarakat dan banyak melakukan aksi sosial guna menjaring anggota. Setelah orang-orang ini tertarik masuk
Gafatar mereka secara perlahan mulai diindoktrinasi. Gafatar sempat mendaftarkan diri sebagai ormas ke Kesbangpol Kemendagri pada 2011 namun ditolak. Lalu mengajukan lagi sebanyak dua kali, namun tetap ditolak. Yang menarik adalah, ternyata organisasi ini tidak hanya menyasar pada perekrutan orang muda muslim, namun pada orang muda yang beragama berbeda. Itulah sebabnya mereka menggunakan aksi sosial kemasyarakatan karena dengan aksi ini lebih mudah menjaring anggota. Tidak hanya orang muda, bahkan tokoh-tokoh masyarakat pun pernah didekati. Salah satu yang sempat masuk Gafatar adalah Bibit Samad, mantan Wakil Ketua KPK. Bibit tertarik dengan organisasi berlambang matahari bersinar itu karena melihat aksi mereka yang banyak membantu masyarakat. Bibit bahkan tidak hanya sebagai anggota biasa, tapi dia mendapat jabatan di Dewan Pembina. Namun Bibit akhirnya pun curiga karena apa yang dia kira tak sesuai kenyataannya. Ada banyak keanehan yang ditemui Bibit selama terlibat dalam organisasi ini. Dia pun bahkan sempat mengingatkan Gafatar akan aksi mereka, Akhirnya Bibit pun mundur dari organisasi ini. Di Jakarta, Gafatar sempat terdaftar di Kesbangpol DKI Jakarta pada 2012. “Gafatar pernah terdaftar pada 2011. Namun tahun ini tidak memperpanjang lagi, “ ujar Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Ratiyono. Gafatar sendiri dideklarasikan di Kemayoran, Jakarta Pusat pada 2012. Ketum Gafatar dijabat oleh Mahful Tumanurung. Mendagri Tjahjo Kumolo dalam keterangannya kepada wartawan menyebutkan, ada PNS yang juga menghilang dan sampai sekarang masih dilacak keberadaannya. Namun Tjahjo belum bisa merinci lebih jauh kasus ini. “Ini masih dilacak,” ucapnya. Dia menyebut, penjagaan bukan hanya menjadi tugas polisi, BIN, maupun Kesbangpol saja, namun juga oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa sejak 5 April dan 30 November 2012 pihak Dirjen Kesbangpol Kemendagri telah memerintahkan agar Kesbangpol Daerah tidak mengeluarkan izin untuk Gafatar. –Diana Runtu
pasar ini. Setelah puluhan tahun lebih berkecimpung di dunia tata rias atau make up, pemilik nama lengkap I Ketut Suarna ingin berbagi kebahagiaan dengan para penata rias
lainnya, terutama yang ada di Bali. Sembari merayakan 10 tahun keberadaan Tut De Wedding, ia juga menyelenggarakan lomba bagi semua penata rias dengan talenta-talenta terbaik. Tujuannya, ia ingin lebih lagi menggelorakan semangatnya sendiri sekaligus mengajak para perias lainnya yang ada di Bali untuk menunjukkan dan terus meningkatkan kebisaannya hingga mampu berprestasi. Tut De mengatakan, lomba “Make Up Bali Modifikasi” yang dilaksanakan oleh Tut De Wedding pada 28 Feb-
Semalam 3 Tropi Digenggam Sebagai salah satu penata rias papan atas Bali, Tut De juga berhasil menorehkan beberapa momen membanggakan di tingkat nasional. Betapa tidak, setiap kali mengikuti kompetisi make up atau tata rias di tingkat nasional ia selalu berhasil memukau dewan juri hingga berhak memboyong piala kemenangan. Dari begitu banyak kemenangan yang diraihnya, menurut Tut De ada dua momen yang paling berkesan baginya. Yang pertama ketika ia berlaga dalam Lomba Tata Rias Tingkat Nasional di Jakarta beberapa waktu silam. Tut De mengikuti tiga kategori tata rias, yakni Tata Rias Modifikasi Tradisional, Tata Rias Gaun Panjang dan Tata Rias Gaun Pesta. Tak dinyana untuk ketiga kate gori tersebut Tut De muncul sebagai pemenang dan tak tanggung-tanggung semuanya juara pertama. Bukan hanya itu kenangan manis lainnya adalah saat ia mengikuti LombaTata Rias Tingkat Nasional di Yogyakarta. Di sini lombanya khas
yakni “Riasan Jogya Jangan Menir dan berhasil juga menjadi pemenang pertama, menyisihkan para perias dari berbagai daerah di Indonesia. Secara pribadi ia bersyukur karena sebagai perias Bali kemampuannya merias Jawa pun diakui para pakar tata rias nasional. Selain itu ia juga bangga selama ini bisa membawa nama Bali di kancah nasional. Namun, dalam hatinya Tut De masih menyimpan sebuah mimpi, ia ingin suatu saat menjadi juara dunia. Disinggung aktivitasnya saat ini, adalah bekerja, belajar dan mengajar. Bagi seorang Tut De, di berbagai kesempatan baik saat merias di tempatnya maupun ketika mengikuti even lomba, ia juga selalu menyempatkan diri menimba ilmu. Sementara untuk urusan bekerja, ia mengaku selalu menerapkan profesionalisme. Sebab profesional juga berarti menjaga kepercayaan para pelanggannya de ngan memberikan karya yang memuaskan. Beberapa hasil polesannya dapat dilihat di Instagram @tutdewedding.
Ketika bicara adanya persaingan yang sangat tinggi di dunia tata rias, baginya justru menjadi pemacu untuk lebih baik dan lebih baik lagi dalam berkarya, terutama memoles wajah seseorang. Kalaupun selama ini Tut De lebih dikenal banyak menangani tata rias Bali Modifikasi, katanya itu dilakukan demi kemajuan dunia tata rias di Bali, tanpa harus mengenyampingkan basic dari riasan Bali yang ada, “Acuan kami, saat merias pengantin misalnya sudah pasti dari pakem yang ada,” tandasnya. Saat ini, lanjutnya Tut De Wedding bukan hanya melayani paket rias pengantin Bali. “Selain menerima pe ngantin Bali, baik Payas Agung maupun modifikasi juga melayani pengantin gaun panjang dan pengantin daerah lainnya seperti Betawi Solo putri, Sunda, Padang, yang di Bali masih langka yang menanganinya, menerima juga termasuk pengantin yang berhijab,” terang pria kelahiran 25 Desember 1973 ini. – ard
ruari mendatang, dipastikan sangat fair karena menghadirkan juri dari Surabaya dan Jakarta. “Murid-murid kami yang ujian juga pada saat itu tidak ikut di lomba ini. Pada lomba ini penekanan pada make up yang memegang peran yakni 80 %, sisanya yang 20 % barulah keserasian secara menyeluruh,” ujarnya. Dikatakannya bahwa sebagai se-
orang penata rias , tidak baik merasa cepat puas. “Selain itu berani bersaing dengan orang lain melalui lomba ini, sebagai salah satu langkah menguji mental dan kemampuan,” ujar Tut De yang mengaku belajar tata rias di Bali dan di Jakarta ini sembari menambahkan sebagaimana dunia seni umumnya tata rias pun mengalami perkembangan, dan kita yang bergelut di dalamnya mesti kreatif menyikapi perkembangn ini. Kreatif untuk tata rias atau make up, jenis aksesorisnya, busana maupun tatanan rambutnya. Selain lomba, kata Tut De, di arena yang sama juga bakal ditampilkan demo make up dari Jacky Timurtius, seorang yang sudah sangat kawak an untuk urusan make up. Juga bakal hadir di panggung parade pengantin modifikasi teranyar dari Tut De Wedding. “Segeralah mendaftar, karena tempat terbatas,” cetusnya. –ard
2
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
GORO-GORO Jutaan mata tak berkedip menatap layar kaca pada 14 Januari 2016 lalu. Teror Putu Wijaya bom bunuh diri di kawasan gedung perbelanjaan Sarinah, di jalan Thamrin, Jakarta menjadi gong ketegangan isu bom menjelang Natal dan Tahun Baru 2016. “Jumlan pengantin sampai 46 orang yang disinyalir hendak memoles akhir tahun lalu dengan darah, kini berkurang sedikit. Tapi sisanya, jadi semakin menakutkan,” kata Amat. “Kenapa begitu, Pak?” Bagai seorang analis terorisme, Amat lalu membentangkan teorinya: “Bapak yakin, teror bom di Sarinah itu, bukan kegagalan perhitungan mereka, seperti kata para pengulas kejadian tersebut di tv, tapi?” “Tapi apa?” “Tapi keberhasilan. Sebab tujuan mereka memang hanya menunjukkn gigi bahwa mereka sudah ada di ibukota kita dan siap bertindak setiap saat, meskipun rancangan mereka memberdarahkan Desember 2015 gagal. Itu menunjukkan?” Amat berharap istrinya akan bertanya lagi, sebab teorinya masih panjang. Ternyata Bu Amat melempar percakapan ke sudut lain. “Sidang pengadilan terhadap mantan menteri ESDM Pak Jero Wacik dengan saksi meringankan Pak JK hasilnya bagaimana, ya?” Amat kecewa. Ia sedang amat
TEROR MENTAL
bernafsu menelaah teror Sarinah. Lehernya rasa tercekik, sebab teorinya belum semua dimuntahkan. Lalu Amat ngeloyor ke tetangga. “Pak Made, menurut Bapak kita kecolongan atau tidak?” Pak Made terkejut. “Lho, ada pencurian apa lagi, Pak Amat? Kan satpamnya sudah ditambah. Gajinya juga sudah dinaikkan. Kalau masih ada pencurian lagi, saya kok jadi curiga, ini hanya taktik untuk menekan kita untuk sepenuhnya mengikuti tuntutan mereka. Tapi yang kita berikan kan sudah di atas upah rata-rata minimum! Coba tak usut sekarang sebelum merembet jadi kebiasaan!” Pak Made langsung pergi ke pos satpam. Tapi kemudian berbelok, pergi ke kantornya, sehingga Amat sia-sia menanti. Amat tidak putus asa. Ia berdiri depan rumah menunggu Pak Alit ke kantorn yang biasanya lewat rumah. Tapi satu rumah sebelum rumah Amat, Pak Alit berhenti, lalu memeriksa tasnya. Rupanya ketinggalan sesuatu, lalu balik kembali ke rumahnya. Amat penasaran. Ia coba menunggu dengan sabar. Tahu-tahu pak Alit melesat lewat dibonceng motor oleh anaknya. Ia hanya melambai ketika Amat mencoba menyetop. Dengan sangat kecewa, Amat lantas ke rumah Ami. Anak itulah yang selalu sabar mendengarkan tuturan Amat. Tapi begitu sampai di rumah AmI, jangankan bisa membentangkan teori teror, menyapa pun Amat tak sempat. Ami langsung curhat: “Nah, ini kebetulan Bapak datang! Bagaimana, Pak?” “Teror Sarinah?” “Bukan! Ada riset yang
mengatakan ada 5 pekerjaan yang akan hilang di Indonesia, karena perkembangan internet. Wartawan media cetak, petani yang akan diganti traktor, pegawai kantor pos, kasir dan pegawai perpustakaan!” “Masak?” “Ya! Ini riset, Pak! Ilmiah, bukan ramalan, bukan prediksi, bukan provokasi! Berdasarkan data dan fakta! Coba bayangkan berapa puluh ribu bahkan mungkin jutaan orang akan menganggur. Ambil contoh, kalau wartawan media cetak kehilangan pekerjaan, berarti produk cetak seperti koran, majalah, buku, brosur, plakat dan sebagainya juga hilang. Lalu karyawannya di PHK! Mereka harus kerja apa untuk menghidupi keluarga? Yang muda-muda mungkin masih bisa banting stir, tapi yang sudah tua?? Itu bencana nasional, Pak, Kalau mereka merasa terancam lalu demo menuntut keadilan, bisa jadi huru-hara! Dan itu pasti bukan hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia! Dunia terancam bahaya oleh kemajuan teknologi manusia sendiri, Pak!!” Amat terhenyak. Seluruh teori terornya tertelan ke perut dihajar ancaman bencana kerusuhan pengangguran sedunia. Amat terteror, langsung pulang. Di rumah teror Ami terus mengacau-balau, mengharu-biru otaknya. “Kenapa, Pak, sakit?” tanya Bu Amat, “Coba lanjutkan teori Bapak tentang teror bom bunuh diri di Sarinah. Itu menunjukkan ... apa?” Amat tak menjawab. Bu Amat lalu berbisik. “Yang Bapak pikirkan dan katakan itu, rasanya termasuk bagian kekacauan pikiran yang direncanakan teror Sarinah.”
Mengepel dengan Miras Membersihkan rumah memang menjadi kegiatan rutin setiap orang. Menyapu dan mengepel lantai memang wajib dilakukan agar rumah terlihat lebih bersih dan rapi. Saya mempunyai pengalaman unik tentang bersih-rumah. Hal ini saya alami beberapa bulan yang lalu. Untuk mengisi hari libur, membersihkan rumah memang menjadi kegiatan rutin yang tak pernah saya lewatkan. Kegiatan itu saya awali dengan mencuci pakaian kotor agar saya punya waktu lebih banyak untuk menjemur pakaian, dilanjutkan dengan merapikan kamar, dan menyapu lantai. Setelah semua beres, saya beristirahat sejenak untuk melepas lelah. Saat saya duduk di lantai, ter lihat lantai kamar saya cukup kotor dan harus dipel. Saya pun bergegas mengambil alat pel yang kemudian saya basahi dengan air. “Pel kering saja cukup rasanya”, pikir saya dalam hati. Alat pel yang sudah dibasahi kemudian saya pakai untuk mengepel lantai. Setelah beberapa saat alat
pel itu pun mulai mengering. Saya bermaksud untuk membasahinya kembali. Saat saya ingin membasahi kembali alat pel tersebut, saya melihat botol air mineral yang isinya masih cukup banyak. Karena tak mau jauhjauh mengambil air, saya pun dengan cepat mengambil botor air mineral tersebut dan menuangkannya sedikit demi sedikit ke lantai. Setelah itu saya lanjutkan mengepel. Tak ada keanehan awalnya, namun setelah beberapa saat saya mulai mencium bau yang tak biasa. Kembali saya basahi alat pel tersebut dengan cairan yang ada di botol tadi dan melanjutkan mengepel. Namun, bau itu semakin keras. Saya pun curiga dengan cairan
yang ada di botol air mineral itu. Dengan rasa penasaran, saya men coba mencium bau cairan itu. Ternyata itu bukan air mineral, tetapi minuman keras, arak !! Saya tambah bingung kenapa bisa ada arak di sini. Botol itu pun saya perlihatkan ke ibu saya dan mena nyakan kenapa bisa ada arak di dekat kamar saya. Kemudian ibu saya menjelaskan, “Arak itu memang sengaja ibu beli untuk mengobati kaki ibu yang sakit. Ibu lupa mindahin tadi.” Oh my God... ternyata saya mengepel lantai dengan miras. Karena baunya yang kian menyengat, saya pun harus mengepel ulang lantai kamar agar baunya hilang. Niat mengepel cepat malah jadi repot. Arman, Badung
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Ekspresso bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Sudut Pandang
Tiga Cangkir lebih Aman Kopi merupakan minuman yang dikenal ba nyak orang. Penikmat kopi juga banyak. Kopi enak diminum saat pagi hari, atau saat cuaca dingin. Walaupun nikmat, kopi juga disebut kurang baik bagi kesehatan. Apa kandungan di dalam kopi?
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Sekretariat Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– Faksimile (031) 5675240 Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id Website www.tokoh.co.id Bank BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
dr. I Wayan Sutadarma, M.Gizi
M
e n u r u t d r. I Wa y a n S u t a darma, M.Gizi, kopi adalah bahan untuk minuman yang kompleks dan mengandung banyak senyawa, diantaranya, kafein (stimulan kuat), diterpen alkohol
(meningkatkan kadar kolesterol), dan asam klorogenik (antioksidan dan anti radang). Dosen FK Unud ini mengatakan, manfaat minum kopi tergantung dari campuran kopi. Kopi hitam tanpa campuran gula dan susu atau krim, memiliki efek lebih baik. Kafein dalam jumlah tertentu memiliki efek yang baik. Kandungan kafein dalam kopi berbeda-beda, namun rata-rata kandungan kafein dalam 1 cangkir kopi setara 100 mg. Jenis kopi ada yang mengandung kafein
Ngupi Juluk Dalam masyarakat Lombok, tradisi minum kopi menjadi bagian keseharian yang selalu hadir dalam interaksi sosial. Karena itulah untuk menunjukkan keakraban, masyarakat di Lombok selalu menyapa dengan kalimat, Ngupi Juluk, yang artinya ayo minum kopi dulu. Ngupi juluk bukan sekadar ajakan minum kopi biasa melainkan ada nilai ungkapan keakraban yang terkandung di dalamnya. Kopi di Lombok menjadi bagian komunikasi khususnya bagi masyarakat tradisional di Lombok. “Ngopi di Lombok bukan hanya sekAdar suguhan melainkan ada nilai keramah-tamahan dan keakraban di dalamnya. Ngopi bahkan menjadi media komunikasi yang menyertakan empati. Bagi orang Lombok, kopi merupakan ungkapan perasaaan senang, akrab dan lainnya,” kata Kongso Sukoco, mantan Ketua Dewan Kesenian Nusa Tenggara Barat yang telah 36 tahun menetap di Lombok. Ngupi juluk ini bahkan kini kian trend menjadi sapaan penghangat tidak hanya bagi kalangan pengopi melainkan juga di kalangan anak muda. Tidak heran akhirnya ngupi juluk kini familiar ditemukan juga pada disain-disain kaos khas Lombok. Begitu pula dengan Agus Wintarno, seniman yang sudah lebih dari 20 tahun menetap di Lombok, yang memandang tradisi minum kopi di Lombok ditemukannya sangat kuat. Ngopi tidak hanya dinikmati di warungwarung kopi atau kafe-kafe saja melainkan juga di tiap rumah masyarakat Lombok khususnya di lingkungan pedesaan selalu ada kopi. Tawaran dan suguhan pertamanya selalu kopi. Bahkan orang Lombok, begitu
melihat tamu datang, hal pertama yang dilakukannya adalah menyiapkan kopi. Minum kopi di Lombok dilakukan hampir di semua waktu, pagi siang, sore maupun malam. Jika berkunjung dari rumah ke rumah, maka yang ditawarkan dan disiapkan umumnya adalah kopi, bukan minuman lain. “Jika berkunjung ke lima rumah dalam waktu berdekatan sekalipun, maka lima kali itu pula kita disuguhi kopi,” ungkap Agus tentang pengalamannya tentang ngopi di Lombok. Pengalaman lainnya tentang kopi di Lombok, ketika ia ber-
dan ada juga yang dihilangkan kandungan kafeinnya (decaffeinated coffee). Ia menyatakan, minum dua sampai empat cangkir kopi per hari (rata-rata 3 cangkir) lebih aman bagi kesehatan, dibandingkan minum satu cangkir atau lebih dari lima cangkir per hari. “Gambaran ini mirip dengan bentuk U, dimana jumlah terlalu sedikit atau terlalu banyak memiliki efek tidak aman bagi kesehatan,” kata dr. Sutadarma. Kopi yang langsung diseduh
dengan air panas atau yang setelah diseduh lalu disaring lagi memiliki efek yang berbeda. Kandungan diterfen (cafestol dan kahweol) pada kopi lebih tinggi, bila kopi langsung diseduh dengan air panas. Diterfen memiliki efek meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Pengaruh positif kopi dalam jangka pendek, meningkatkan tekanan darah sesaat, mengurangi rasa cemas, meningkatkan penampilan saat olahraga intensitas tinggi, meningkatkan efek panas makanan (thermic effect of food) dan pemecahan lemak. Untuk jangka panjang, kopi menurunkan risiko demensia, memperbaiki gejala asma (efek kafein), menurunkan risiko kegemukan, hipertensi, gangguan jantung, dan memperbaiki sensitivitas insulin. Pengaruh negatif jika minum kopi berlebihan dalam jangka
23
pendek, gangguan tidur, rasa cemas, berdebar-debar, sakit kepala, dan meningkatkan jumlah air kencing. Dalam jangka panjang, dapat meningkatkan kejadian penyakit jantung, meningkatkan kehilangan kalsium dan magnesium melalui kencing, dan meningkatkan kehilangan massa tulang. Mengapa ada orang ketagihan minum kopi? Menurut dr. Sutadarma, penyebab ketagihan kopi disebabkan kandungan kafein yang memiliki efek stimulan yang sangat kuat. “Kafein berperan sebagai stimulan sistem saraf pusat dan penggunaan yang rutin dengan dosis berlebih dapat menyebabkan ketergantungan fisik walaupun masih tingkat menengah,” jelasnya. Gejala yang timbul meliputi, gejala kehilangan tiba-tiba seperti sakit kepala, lelah, gangguan mood, kecemasan, dan sulit berkonsentrasi. Namun, ia menyatakan, efek ketergantungan kopi ini dapat dengan mudah dihilangkan jika dibandingkan dengan ketergantungan obat-obatan. -Wirati Astiti
sama kelompoknya mendatangi sebuah desa untuk menggelar pementasan seni bahkan pada kegiatan pentas kecil sekalipun, yang pertama keluar dari rumah yang mereka singgahi adalah kopi. Itulah bentuk ungkapan perasaan senang dan terbuka masyarakat Lombok dalam menerima tamu. Bahkan jika ngopi di desa-desa di Lombok, bisa dipastikan rasa manisnya melebihi takaran. “Manisnya kopi yang di atas rata-rata -khususnya bagi tamu yang biasa menikmati kopi dengan gula yang pas- yang disuguhkan itu, sesungguhnya itulah bentuk ramah dan rasa senangnya orang Lombok dalam menjamu dan menghormati tamunya,” kata Kongso. -Naniek I. Taufan
Modalnya Cinta Kopi
Hagi
Minum kopi bisa dilakukan dimana saja. Tetapi, bagi kalangan muda minum kopi di kafe sudah menjadi gaya hidup. Kafe pun bertebaran dimana-mana. Sajian spesial dari barista bisa menjadi magnet untuk menarik pengunjung. Bahkan ada kafe yang member kesempatan kepada pengunjung untuk menjadi “barista”. Barista adalah suatu pekerjaan yang pekerjaannya membuat dan menyajikan kopi yang berbasis espresso kepada pelanggan. Kata barista merupakan bahasa dari Italia yang berarti “pelayan bar”, dan barista adalah posisi yang terhormat. Untuk menjadi barista tentu harus memiliki pengetahun dan memahami karakter kopi. Salah satu barista berprestasi adalah Hageng Pribadi. Barista Anomali Coffee yang akrab disapa Hagi ini juara 1 Cup Taster yang diadakan Speciality Coffee Association of Indonesia (SCAI) di ajang Indonesia Cup Taster Championship (ICTC) 2015. Ia juga pemegang sertifikat Q-Grader yang menjadi salah satu instruktur Indonesian Coffee Academy milik Anomali. “Menjadi barista itu modalnya cinta kopi. Pelajari proses kopi mulai dari penanaman hingga proses panen. Mulai dari biji basah
sampai kopi yang sudah digiling. Pelajari juga karakter kopi karena masing-masing jenis dari berbagai wilayah memiliki karakter berbeda,” ujar Hagi yang didampingi Ryo Limijaya, Marketing & Sales Head Anomali Coffee saat ditemui di Anomali Coffee Ubud. Untuk mendorong lahirnya para barista, Indonesian Coffee Academy membuka kelas barista. Materi yang diajarkan mulai dari basic espresso, latte art, manual breweing, cupping, hingga espresso advance. “Tiap Kamis after lunch, kami mengadakan tes cupping (uji citarasa kopi) di Anomali. Kami mempersilakan konsumen untuk menjajal kemampuan mengetes kopi. Gratis,” tegas Hagi. Ia pun berbagi tips bagi yang ingin membuat kopi secara sederhana atau yang biasa dikenal dengan kopi tubruk. Perbandingannya 1 gr kopi menggunakan 15 ml air dengan suhu 94-96º C. Biarkan air dan kopi berekstrasi selama 4 menit. Selanjutnya silakan dinikmati. Jika ingin kopi diaduk, tuangkan air ditengah-tengah gelas atau cangkir. Tetapi, jika tidak ingin diaduk, tuangkan air secara berputar agar kopi terekstrasi dengan sendirinya. Tambahan gula, susu, atau krim sesuai dengan selera masing-masing. –Ngurah Budi
24
Edisi 884/ 18 - 24 Januari 2016
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id