24
What’s Up
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 Januari 2016
“Jalan Sehat Coolant Star Fruit Sejuk dan Puaskan Haus”
Kolaborasi 3G Angels dan Sengap
Stan Drop The Girl Coolant Star Fruit
Stan buku penerbit Bali Post
Pengundian kuis “Stay Cool be a Star with Coolant Star Fruit”.
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id
2
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 Januari 2016
GORO-GORO Profesor Cobina dari New York, tamu Sugi, ingin menginap di rumah Amat. Ia sudah 2 bulan di Bali. Ia sedang meneliti bagaimana praktik kearifan lokal dalam kehidu pan sehari-hari. “Saya telah kenalkan beliau dengan Putu Wijaya para profesor kita, para pakar adat, serta para pejabat yang terkait,” kata Sugi,”musium, perpustakaan juga situs-situs budaya su dah dikunjungi semua. Tapi nampaknya belum puas.” “Lalu kenapa malah mau nginap di rumah Bapak?” “Katanya mau refreshing. Selama ini beliau tinggal di hotel. Mungkin bosan. Mungkin sudah rindu suasana keluarga.” “Tapi dia kan orang bule. Bukan macam kita yang mangan ora mangan asal kumpul!” Sugi tertawa. “Itu kesalahan persepsi, Pak. Kita selalu menyangka orang Barat itu individualistis. Tapi pada praktiknya, hubungan kekeluargaan mereka tetap kuat. Apalagi men jelang Natal seperti sekarang. Mereka juga punya tradisi mudik, ingin merayakan Natal bersama keluarganya.” “O, begitu? Tapi kita kan tidak merayakan Natal?” “Paling tidak dia ingin menikmati suasana keluarga. Untuk satu dua hari saja. Tapi kalau Bapak keberatan, nanti saya..” “O, tidak, tidak, silakan saja, asal diamau seadanya. Tapi dia bisa makan nasi tidak?” Prof. Cobina ketawa mendengar pertanyaan Amat.“Saya suka makan nasi pakai sambal matah dan pelecing Pak Amat,” kata Cobina den gan bahasa Indonesia yang luwes sekali, bahkan beraksen Bali. Cobina kemudian masuk rumah Amat, pagi menjelang Natal. Ia dijamu sarapan nasi goreng dengan sambal matah serta pelecing yang dilahapnya sambil bercucuran keringat. Selanjutnya, Amat, atas permint aan Cobina sendiri, blasak-blusuk keliling kenalan dengan para tetangga. Semua senyum dan tertawa menyambut. Terhibur melihat Cobina pakai kain batik dan kebaya kampung. Ada yang memberi pisang, jeruk, salak. Ada yang maksa supaya ikut makan siang. Semua berlomba mengajari bagaimana makan pakai tangan. Ada pe nari tua, mengajarkan gerak tari dasar di halaman. Badan Cobina yang tinggi besar dan kaku jadi tertawaan. Tapi Cobina tidak marah malah tertawa geli. Akhirnya terbungkuk-bungkuk karena pinggangnya kesakitan. Sore baru Cobina kembali ke
NATAL
rumah Amat. Seorang tetangga sudah menunggu. Ia me nyapa dalam bahasa Inggris. Rupanya mau membanggakan kemampuannya. Tapi Cobina terus menjawab dengan bahasa Indonesia. Akhirnya. ia berbisik ke Amat, “Apa Professor ini ngerti bahasa Inggris?” Malam hari, Bu Amat meunjukkan dirinya sebagai chef kelas satu. Ia menghidangkan betutu dan sambal bongkot yang membuat perut Cobina seperti mau meletus. “Wah kalau saya sebulan lagi tinggal di sini, kembali ke New York saya tidak bisa masuk pintu apartemen saya!” katanya memuji, membuat Bu Amat berbunga-bunga. Padahal menurut Amat, sebetulnya betutunya gagal. Selanjutnya Cobina nongkrong di depan TV menemani Bu Amat nonton sinetron. Berkali-kali dipersilakan masuk kamar, ia tetap duduk menikmati apa saja yang ditonton Bu Amat.. Tengah malam, Cobina terbangun. Ia masih di kursi di depan TV bersama Bu Amat. Tubuhnya diselimuti. Di layar kaca ada koor menyanyikan “Silent Night”. Ia terpukau. Tiba-tiba di jendela yang rupanya lupa ditutup, ada kerlipan cahaya warna-warni Cobina mengangkat selimut dan me nyelimuti tubuh Bu Amat. Lalu ke jendela mau menutup. Tetapi di depan jendela, ia kaget. Pohon kamboja di halaman sudah dihiasi lampu-lampu kecil, seakan-akan pohon Natal. “Selamat Hari Natal Prof,” sapa Ami, Sugi, Amat dan Bu Amat di belakangnya. Prof. Cobina tak sanggup menahan air mata harunya. Lalu menyambut uluran tangan semuanya. “Bukan cuma itu,” tulis Cobina kemudian pada Corin, suaminya di New York, “Besoknya ada arisan yang sen gaja dipercepat hari itu, semuanya mengucapkan selamat Natal. Wow, 2 bulan aku memang sudah dapat informasi banyak, tapi 2 hari di rumah Pak Amat aku dapat semua yang kucari!”
Kelompok Media Bali Post mengadakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 21-22 Desember 2015. Tercatat 60 orang dari berbagai jenjang mengikuti UKW ini.
Ekspresso
Sudut Pandang
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
“Jalan Sehat Coolant Star Fruit Sejuk dan Puaskan Haus”
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Sekretariat Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373
Tetap Semangat walau Gerimis
Minggu (20/12) pagi, lapangan Barat Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon sudah dipadati 7500 peserta “Jalan Sehat Coolant Star Fruit Sejuk dan Puaskan Haus”. Cuaca mendung dan sesekali gerimis tak mengurangi semangat me reka untuk berolahraga di pagi itu. Para pe serta berasal dari masyarakat umum dan kelu arga besar TNI. Acara yang digarap Tokoh ini memang bekerja sama dengan TNI AD dalam rangkaian Hari Juang Kartika tahun 2015 dan didukung Coolant Star Fruit.
P
ukul 06.30 bendera start dikibaskan Kasdam IX/Udaya na Brigjen TNI Hadi Kusnan didampingi Danrem 163/ Wirasatya Kolonel Inf. Nyo man Cantiasa, Dandim 1611/Ba dung Letkol Inf. Teddy A., Syarif Tjateng, HOM PT Sinar Mayuri (Coolant), Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha dan Penanggungjawab Tokoh Gde Palgunadi. Prosesi diawali minum Coolant bersama dan pelepasan balon. Rute yang dilalui peserta ini mulai Jln. Kusumaatmaja-Jln.
Raya Puputan Renon-Jln. Letda Tantular-Jln. Cok Agung TresnaJln. Kusumaatmaja. Dalam kesempatan tersebut Hadi Kusnan berpesan kepada masyarakat agar selalu men jaga Bali tetap aman dan damai. “Apabila ada masalah, selesaikan dengan musyawarah. Selesaikan dengan dengan kepala dingin, bukan dengan emosional,” te gasnya. Usai jalan sehat, peserta jalan sehat mengikuti senam bersama yang dipimpin instruktur dari Lala Studio. Acara yang dipandu Sonny
Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Hadi Kusnan mengibaskan bendera start “Jalan Sehat Coolant Star Fruit Sejuk dan Puaskan Haus” rangkaian Hari Juang Kartika tahun 2015 dan HUT ke-17 Tokoh
dan Yupi ini makin semarak kar ena aneka hiburan yang disajikan di panggung. Di sisi lain lapangan, ada permainan Drop The Girl yang juga diminati peserta. Tendatenda yang disediakan panitia menjadi tempat berteduh peserta sembari menunggu pengundian hadiah utama. Peserta juga dihibur artis Bali seperti, The Glitterzs, Dewa Sugama and Friends, Sengap, dan 3G Angels. Sengap bahkan berkolaborasi dengan 3G An gels sebelum pengundian hadiah utama. Banyolan-banyolan Sen
Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– Faksimile (031) 5675240
Musim hujan membuat beberapa wilayah tergenang Saya pun mundur beberapa langkah untuk mendapatkan banjir. Ada yang selutut, ada yang sepinggang. Aktivitas foto terbaik. Tiba-tiba…byur…Oh my God…saya nyemplung warga di daerah banjir pun menjadi terbatas. Halaman, ke got. Kedalaman got sepinggang. Untungnya kamera bisa jalan, dan lapangan menjadi satu digenangi air. saya pegang dengan tangan terangkat. Orang-orang yang melihat saya nyemplung tertawa. Momen banjir pun menjadi bidikan para fotografer, termasuk saya. Mendapatkan foto yang memiliki nilai Tak lama kemudian, seorang fotografer juga kena human interest menjadi tantangan. Daerah Perumnas musibah sama seperti saya. Ia juga nyemplung di tempat Monang-maning merupakan salah satu wilayah yang ke saya jatuh. Kami berdua pun jadi bahan ledekan. “Untung banjiran. Saya bersama teman fotografer lain pun menuju kamera selamat. Tetapi dompet dan ponsel basah,” ujar ke lokasi. saya kepada teman kantor. Akhirnya setelah menyetor foto, saya langsung pulang. Urusan foto beres, tetapi ponsel yang Persiapan sebelum masuk kawasan banjir harus rusak membuat saya tak bisa terima pesan dan telepon. diperhitungkan. Kamera dan peralatan harus dikemas dan Solusinya, saya cabut kartu dan pakai ponsel jadul. Nasib… dibungkus sedemikian rupa untuk menghindari air. Celana ya nasib. (Eka, Dalung) pun sudah digulung agar memudahkan pergerakan. Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau meng Beberapa foto pun saya dapatkan. asyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Namun, rasanya ada yang kurang pas. Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Saya mencoba mencari foto lain. Tak Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. lama kemudian, ada anak-anak sedang Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan bermain air. Menurut saya ini foto yang Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh menarik. Saya pun mendekati mereka. (0361) 425373 Angle pemotretan sudah tepat.
gap mampu membuat penonton terpingkal-pingkal. Lapangan yang becek pun tak luput dari sentilannya. “Ini baru acara yang bernuasana tanah air Indonesia. Tanah dan air menyatu di lapan gan sehingga menjadi lumpur. Tetapi, semua tetap semangat,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta. Sengap juga mengomentari bandara Ngurah Rai sebagai sum ber banjir karena banyak air. Air yang ia maksud adalah Air Asia, Lion Air, dan beberapa penerban gan yang menggunakan kata Air. Penonton pun kembali tertawa. Hiburan yang tak kalah seru ke tika Danrem dan Dandim didaulat naik panggung untuk bernyanyi. Mereka didampingi Dewa Sugama
dan “Ahmad Dhani” (pemain keyboard 3G Angels yang mirip Ahmad Dhani). Lagu “Munajat Cinta” pun dilantunkan kedua perwira TNI ini. Acara juga dirangkaikan de ngan pengundian kuis “Stay Cool be a Star with Coolant Star Fruit”. Ini merupakan kuis yang ditayang kan tiap hari Minggu di Bali TV dalam acara Tembang Bali. Hadiah pemenang mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 10 juta. Dari hasil undian, hadiah sepe da motor Honda Revo diraih Hariyono sedangkan morbil Suzu ki Karimun Wagon diraih Kapten (CPM) I Ketut Maharja Putra. Hadiah diserahkan Kolonel Can tiyasa didampingi Satria Naradha dan Letkol Teddy. –Ngurah Budi
Susah Tidur
NTB
Danrem 163/Wirasatya dan Dandim 1611/Badung berduet Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Hadi Kusnan didampingi Danrem menyanyikan lagu Munajat Cinta diiringi gitar Dewa Sugama 163/Wirasatya Kolonel Inf. Nyoman Cantiasa, Dandim 1611/ Badung Letkol Inf. Teddy A., HOM PT Sinar Mayuri (Coolant) Syarif Tjateng, Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha dan Penanggungjawab Tokoh Gde Palgunadi minum Coolant bersama
Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
Nyemplung ke Got
23
Website www.tokoh.co.id Bank BRI Cabang G ajah Mada Denpasar.
Malam hari sebelum kegia tan jalan sehat, Kapten (CPM) I Ketut Maharja Putra tak bisa tidur. “Tumben saya susah tidur,” ujar suami Kapten Ni Ketut Adi ini. Ia tak punya firasat akan mendapatkan hadiah utama satu unit mobil Suzuki Karimun Wagon. “Niat untuk beli mobil baru ada, tetapi uang belum cukup. Ternyata dapat hadiah. Kami bersyukur,” ungkap pria yang bertugas di Kesatuan Denpom IX/3 Denpasar ini dengan wajah sumringah setelah penyerahan hadiah.
Sebelumnya, Danrem 163/ Wirasatya Kolonel Inf. Nyoman Cantiasa mengatakan kalau mau dapat hadiah harus yakin dapat had iah. Ternyata apa yang dikatakan ini dialami Ni Ketut Adi yang bertugas di Bekangdam Udayana. “Saat panitia memajang mobil hadiah, banyak teman-teman yang memegang mobil itu den gan harapan bisa menang. Saya tidak mau megang, tetapi saya ingin memiliki mobil itu. Doa saya terkabul. Kalau sudah yakin memang bisa jadi kenyataan,” ujar mantan Danramil Denpasar Timur ini. –Ngurah Budi
Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar
Ribuan peserta “Jalan Sehat Coolant Star Fruit Sejuk dan Puaskan Haus”
Kapten (CPM) I Ketut Maharja Putra (dua dari kanan)
22
Sosialita
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Suka Cita Natal dalam Suasana “Siaga I” Sekalipun Jakarta saat ini ‘Siaga I’ namun sukacita Natal dan menyambut Tahun Baru 2016 tetap bergema. Ibadahibadah perayaan Natal pun tetap berlangsung hikmat meski dengan penjagaan terasa lebih ketat dari biasanya.
Yopie dan penggemar di christmas dinner party
S
uasana tahun ini memang agak berbeda dari sebelumnya. Begitu juga tingkat pengamanan. Alasannya, belum lama ini pihak Densus 88 menangkap sejumlah orang yang diduga akan menyebar aksi teror di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Diduga mereka akan menargetkan, antara lain kantor polisi, tempat-tempat ibadah, pejabat pemerintah, warga asing, dll. Tak heran kalau Polri kemudian menetapkan ‘Siaga I’ sejak 7 Desember lalu.‘Siaga I’ merujuk pada tingginya tingkat ancaman sehingga memerlukan kesiapan pasukan. Dalam ‘Siaga I’, ancaman nyata dapat terjadi sewaktuwaktu, bisa dari dalam maupun luar negeri. Karenanya pengamanan akan melibatkan seluruh personel untuk mengamankan dari potensi ancaman. Apalagi sebelumnya telah terjadi beberapa kejadian seperti isu bom, dll. Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan menyebut, status ‘Siaga I’ bukan hanya berlaku untuk Jakarta tapi secara nasional. Kapolri juga mengungkapkan bahwa bulan lalu pihaknya mendapat informasi terkait rencana terorisme di Jakarta dan Jawa Tengah pada Desember ini. Informasi tersebut juga diperkuat dengan info dari Australian Federal Police dan intelijen Singapura. Karenanya pengamanan ekstra, khususnya pada area-area publik yang menjadi objek vital, lebih ditingkatkan. “Siaga I. Semua BIN di daerah kami siagakan sepenuhnya. Kembali lagi, kuncinya kepada masyarakat. Kalau ada yang aneh dan tidak lazim, harus cepat lapor kepada kami,” tegas Kepala Badan Intelijen Nasional, Sutiyoso. Namun, bukan karena kondisi keamanan yang mengkhawatirkan yang membuat jumlah pengunjung ke mal-mal agak menurun. Ini sematamata karena memang situasi ekonomi nasional yang tengah lesu dan daya beli masyarakat menurun. Situasi ini bukan baru terjadi namun sejak beberapa bulan lalu sudah terasa. Meski situasi sedang lesu, namun menyambut Natal dan Tahun Baru 2016, hampir semua mal di Jakarta, khususnya mal-mal besar dan sedang, tetap berdandan cantik. Aneka ornamen Natal dan dekorasi menawan disajikan kepada pengunjung. Tak ketinggalan, seperti tahun sebelumnya, berbagai diskon menarik ditawarkan bahkan hingga 70%. Tapi sepertinya ‘jor-joran’ diskon belum sanggup mendongkrak kenaikan jumlah kunjungan.
KEBANJIRAN JOB NATAL DAN TAHUN BARU Tidak semua merasakan tahun ini ‘pedih’. Sebagian orang mendapat rezeki yang lumayan meski dalam mendapatkannya ia harus bekerja lebih keras dari sebelumnya. Yopie Latul misalnya. Penyanyi terkenal era 1980-an ini mengaku memang kebanjiran order sepanjang Desember hingga Tahun Baru mendatang. Penyanyi yang melejit namanya lewat tembang ‘Ayun Langkah Mu’ tahun 1986, untuk menjalaninya ia harus ‘terbang’ dari satu daerah ke daerah yang lain. “Kalau order manggung banyak sekali. Sepanjang Desember hingga Tahun baru jadwal saya sudah padat sekali. Mulai dari acara-acara biasa sampai nyanyi di acara-acara Natal gereja maupun perkumpulan. Malam Tahun Baru hingga awal Tahun Baru pun saya masih ada kerjaan,” ungkap Yopie Latul yang ditemui seusai tampil di acara Christmas Dinner PartyGPIB Eirene. “Malam ini saya tampil di sini ya (Jakarta), padahal kemarin saya berada di Ambon, nyanyi juga. Malah tampil di Maluku dalam bulan ini sudah beberapa kali, tapi acaranya beda-beda. Sebelumnya juga begitu,” ungkap penyanyi jazz-rock yang memopulerkan lagu ‘Poco-Poco’, ini. “Thanks Lord atas rejeki yang diberikan di tahun ini, sungguh melimpah. Lewat talenta yang saya miliki saya mendapat banyak, saya tak putus-putusnya bersyukur karena itu,” kata penyanyi yang sudah berusia 60 tahun ini. Diakuinya ‘kerja marathon’ ini cukup membuatnya lelah. Tak heran kalau dirinya terkena flu. “Ini suara saya agak serak ya, soalnya saya kena flu. Mungkin karena kelelahan ya,” tambah penyanyi yang memiliki suara unik ini. Meski demikian, dia merasa sangat bahagia karena di usianya yang seperti ini, orang tetap tidak melupakannya dan dia masih berkesempatan berkiprah di industri musik. “Bagi seniman seperti saya, ini adalah hal yang membahagiakan,” tambahnya. Karena jadwal padat, lanjutnya, ia berusaha menjaga kondisi fisik sebaikbaiknya, misalnya menjaga makanan, seperti menghindari makan-makanan gorengan. Ia juga mengonsumsi suplemen untuk menjaga kesehatan. “Tapi sudah begitu dijaga pun tetap saja kena flu..hahaha,” kata Yopie sembari tertawa. Artis yang juga kebanjiran order
menyanyi di Desember ini adalah Krisdayanti dan Titi DJ. Kedua Diva ini mengaku secara rutin mengisi acara pergantian tahun. Malam pergantian tahun, kata Krisdayanti, dirinya akan tampil di Hotel Borobudur, Jakarta, dalam acara ‘Circus Fantasi’. Tampil di acara pergantian tahun, ucapnya, boleh dibilang cukup rutin. Tahun lalu dia tampil di Ancol. Meski bekerja di malam pergantian tahun, KD mengaku tidak kehilangan momen kebersamaan keluarga menyambut tahun baru. Ia membawa keluarganya. Jadi sehabis menghibur pengunjung, dia bisa bercengkerama dengan keluarga. Hal senada juga berlaku pada Titi DJ. “Alhamdulilah, sudah tiga tahun terakhir ini saya selalu menyanyi (kerja) pada malam pergantian tahun. Jadi ini rutin ya,” katanya. Diakui Titi, sebenarnya malam pergantian tahun adalah momen yang pas untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, kumpulkumpul dan melakukan aktivitas bersama. Namun, anak-anaknya yang sudah besar ternyata sudah memiliki acara sendiri-sendiri. Walhasil, dia pun sendiri. “Ya,...gimana ya. Terus terang tahun baru itu kan momen kumpul dengan keluarga. Tapi anak-anak sudah besar dan punya acara sendiri. Aku bilang ke anak-anak, ‘Eh mama, malam tahun baru mau nyanyi di Ancol, lho. Maksudnya, siapa tahu anak-anak ada yang mau ikut. Tapi kata mereka, aduhhh...
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
3
Sri Sumahardani
Berbagi itu Indah Setelah lama tidak muncul di dunia entertaintment dan tenggelam dengan kesibukannya di dunia perbankan, ternyata kini ia hadir dengan label baru. Saat ini ia tercatat sebagai salah seorang motivator dan public speaker andal yang paling banyak dicari baik di lokal Bali maupun di luar Bali. Sosoknya dipercaya mampu memberikan motivasi dan berbicara tentang sales & marketing, leadership, team building serta character building di banyak perusahaan.
Sri Sumahardani saat memberi pelatihan
Leadership”, “Budaya Kerja untuk Peningkatan Kinerja”, “Love Trust and Care”, “Perfomance” dan , “Love and Harmony’’. Komunikatif , smart, powerfull dan fun adalah gaya dari public speaker kelahiran Singaraja, 4 September 1969 ini sehingga berhasil menjadikan seminar dan pelatihan yang dipimpinnya selalu berkesan penuh energi tapi juga sersan (santai tapi serius). Begitu juga
dengan materi yang dibawakannya detil dan sistematis sehingga begitu menyentuh, peserta pun mudah dimengerti serta dapat langsung mengaplikasikannya. Di berbagai kesempatan sebagai seorang pembicara, Sri bahkan tidak segan-segan bernyanyi, untuk menghibur peserta atau mengajak mereka bernyanyi bersama demi suasana yang lebih rileks. Untuk yang satu ini sudah
pasti Sri memang ahlinya, apalagi untuk urusan olah vokal, sejak kecil ia sudah berkali kali tampil menjuarai lomba. Diantaranya mengukir prestasi sebagai juara lomba pidato, baca puisi hingga juara I Bintang Radio dan Televisi Bali untuk lagi hiburan maupun keroncong , dan sempat diundang ke Malaysia untuk menghibur peserta kongres Perbankan Asia. -ard
Tulus Membagikan Pengalaman maaf ya ma, aku sudah janjian sama teman-teman aku untuk pergi bareng,” ungkap Titi. Sebagai orangtua, ia bisa memahami hal itu. “Tapi aku nggak kesepian kok.
Kan aku punya tim manajemen, punya orang-orang yang selalu mendukung aku. Mereka itu kan keluarga aku juga,” kata Titi sembari tersenyum. —Diana Runtu
R
upanya perjalanan awal kariernya sebagai seorang penyanyi, MC, juri dan komentator BRTV di Bali TV serta tercatat sebagai karyawati perbankan selama kurang lebih 27 tahun, menjadikan langkah pemilik nama lengkap Ni Ketut Sri Sumahardani GP yang akrab dipanggil Sri ini menjadi sosok motivator dan public speaker terbuka lebar untuk digelutinya. Berbekal segudang pengalamannya, kini Sri yang sedang menempuh pendidikan S2 di STIE Tri Atma Mulya Jaya ini, tercatat sebagai sosok yang selalu ditunggu-tunggu kedatangannya
untuk menjadi pembicara di berbagai seminar, work shop ataupun kegiatan in house training suatu instasi atau perusahaan untuk meningkatkan kemampuan dan potensi SDM mereka. Dengan makin banyak pengalaman dan prestasi yang sempat diukir Sri, tidak heran kalau banyak hal yang bisa di-sharing sebagai bahan atau materi dalam seminar maupun workshop yang dipandunya. Ia dengan mudah berbicara tentang ” Good Communication for Good Perfomance”, “Only the Duck Can Fly” (selling skill ), “Smart Teller & Smart Customer Service”, “Service Exellent”, “Grooming &
Menjawab pertanyaan apa yang menjadikan seorang Sri Sumahardani terjun sebagai motivator atau public speaker, bidang yang memerlukan skill tersendiri untuk melakoninya ini, menurut ibu dari Putu Windania Trisna Dewi dan Made Benny Wijatika Dwiputra ini, selain karena modal bakat dan kemampuan bicara yang dimilikinya juga karena keinginan yang begitu besar untuk bisa membagi ilmu dari pengalamanpengalamannya untuk orang banyak. Selanjutnya menjawab kenapa sebagai seorang motivator, Sri selalu kelihatan berenergi, penuh semangat, selalu tersenyum, dan mampu membuat suasana menjadi fun. Sri mengatakan hal ini bukanlah rahasia. Ia memetik ilmu dari berbagai buku yang dibacanya. Ada tiga keuntungan yang bisa didapat jika kita melakukan apa yang kita suka. Pertama, kita akan mempunyai energi yang tinggi. Kedua, melakukannya dengan fun, seperti bermain. Ketiga, orang lain akan ikut merasakan atusiasme dan gairah yang kita tularkan. Rupanya kalimat yang menyatakan bahwa “ Orang sukses harus pandai berkomunikasi untuk menularkan kesuksesannya, dan orang yang pintar berkomunikasi dialah orang yang sukses,” tepat disematkan untuk sosok perempuan putri dari Putu Geria Sudira dan Luh Putu Mersi ini. Sebagai pembicara senior, di berbagai kesempatan Sri selalu menyatakan dirinya tidaklah untuk menggurui. Katanya, kecerdasan dan skill yang mumpuni bukanlah segalanya dalam proses pencapaian kesuksesan seseorang. Di luar dua hal tersebut, masih ada satu rahasia kunci lainnya yang mesti dimiliki oleh mereka yang ingin sukses, yaitu
“kemampuan menjual diri”. Tanpa memiliki kemampuan menjual diri yang baik, sehebat apapun seseorang, hanya akan terpinggirkan, digilas keadaan, dan akhirnya keinginan untuk berdiri di puncak karier yang sudah ditekuni tinggal impian. Hal ini, katanya sangat sederhana, namun lebih lanjut akan sangat bermanfaat untuk diterapkan bagi mereka yang ingin tidak hanya sekadar menjadi seorang pegawai, pengusaha maupun mahasiswa. “Namun, lebih dari itu yakni memiliki “personal value” yang nantinya dapat dikembangkan pada usaha yang dimiliki atau menunjang karier dari pribadi tersebut hingga ujungnya nanti akan memberikan dampak pada “corporate value,” ujar Asisten Manager Pemasaran Dana BRI Cabang Denpasar Gatot Subroto ini. Begitulah ibu dua anak yang dalam beraktivitas menyakini adanya hukum kekekalan energi yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, yakni jika kamu berbuat baik itu berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.
Jika kamu berbuat jahat maka kerugian kejahatan itu pun untuk dirimu sendiri. “ Saya yakin “value of life” bakal diperoleh ketika kita dapat memberi manfaat kepada orang lain. Apalagi jika dalam setiap proses melakukannya disertai dengan ketulusan,” kata peraih predikat penyanyi pendatang baru wanita terbaik di “Gita Denpost Award 2005” ini . Karena itu pula, dari testimoni peserta di beberapa kali seminar, Sri memperolah feed back yang sangat positif. Hampir semua peserta menuliskan kesan bahwa totalitas performance ,baik untuk materi maupun dalam gaya penyampaian yang diberikannya berhasil membuat suasana seminar menjadi luar biasa. “Saya akan merasa sangat bersyukur jika dari semua hal yang sudah saya lakukannya dapat menginspirasi dan memotivasi banyak orang pada banyak kesempatan yang berbeda,” ujar motivator perempuan yang selalu siap untuk mendorong orang lain melakukan action dan bertindak menggapai sukses ini. -ard
4
Inspirasi
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Achmad Satria Abdullah
Gitaris Cilik W
Satria dan Direktur Leprid usai menerima penghargaan
dia sudah bisa memainkan lagu. Kemampuan dan daya tanggapnya melebihi kedua kakaknya yang juga bermusik sejak kecil,” tutur Amin, mantan pembalap yang pindah profesi menjadi guru musik. Tapi dulu, katanya, minat pertama Satria pada musik adalah pada drum. Ketika itu usianya masih 2 tahun. “Kami dulu punya studio musik. Kalau saya ajak ke studio, dia sangat senang sekali. Dia seperti menikmati orang-orang yang tengah berlatih band. Kalau ada kesempatan, biasanya dia suka mencoba-coba menggebuk drum. Tidak ada yang mengajar, dia sendiri yang melakukan. Anehnya, pada usia semuda itu, dia sudah bisa mengikuti ritme lagu. Sebagai ayah saya sangat bangga dan mulai mengarahkannya,” kata lelaki asal Makassar itu. Pe n a m p i l a n S a tria menggebuk drum mengiringi para vokalis dalam berbagai event, membuat bocah ‘ajaib’ ini terkenal di Makassar, Sulawesi Selatan. Betapa tidak, Satria ketika itu masih usia 3 tahun namun sudah manggung di sebuah event yang digelar di mall. “Mungkin orang merasa takjub ya, anak kecil umur 3 tahun sudah bisa mengiringi lagu di panggung. Waktu itu dia membawakan dua lagu,” tambah Amin. Gara-gara itu Satria pun menjadi buruan pers di Makassar. Itu juga yang akhirnya membawa bocah cilik ini mendapat undangan ke Jakarta untuk tampil di sebuah acara televisi nasional. Menariknya, kemampuan yang didapat Satria ini, boleh dibilang murni otodidak. Dia bukan produk dari sekolah musik. “Di Makassar dia tidak pernah mengecap sekolah musik. Saya saja yang mengarahkan dia, kebetulan saya kan pemegang bass yang juga menggerti drum,” katanya. Banyak teman, tutur Amin, mendorongnya agar pindah ke Jakarta agar talenta yang dimiliki Satria bisa dikembangkan. Usulan teman-teman saya itu masuk diakal karena Jakarta bukan hanya barometer musik nasional tapi juga segala pakar hebat ada di kota tersebut. Jadi memang, jika ingin mengembangkan kemampuan dan karir musik Satria, salah satu jalannya
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
21
Kiprah Perempuan NTB dalam Birokrasi
Kiprah perempuan Nusa Tenggara Barat terlihat di berbagai bidang. Tidak hanya legislator perempuan yang terpilih pada Pemilu 2014 lalu, para perempuan juga tampil di birokrasi daerah ini. Tidak itu saja, perempuan NTB juga dipercaya untuk menjadi pemimpin daerah. Dra. Putu Selly Andayani, M.Si., dilantik sebagai Penjabat Walikota Mataram pada tanggal 10 Agustus 2015 dan akan mengakhiri tugasnya pada saat pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Mataram terpilih, mendatang. Saat dilantik, Selly merupakan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi NTB sejak Januari 2015. Selain itu, Indah Damayanti Puteri, baru-baru ini berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga survei, memenangkannya sebagai Calon Bupati Bima terpilih.
Mungkin Indonesia memiliki banyak gitaris cilik, namun gitaris cilik yang memiliki kemampuan di atas rata-rata masih hitungan jari. Menurut data ‘gitarplus’ hanya lima anak yang tercatat memiliki kemampuan ‘ajaib’ dalam bergitar, satu di antaranya adalah Achmad Satria Abdullah, bocah kelahiran 2003, yang kini bersekolah di SDN Pondok Jaya I Bintaro, Tangerang.
ajar kalau Satria, begitu bocah ini akrab disapa, masuk dalam kategori ‘anak ajaib’ dalam bergitar. Pasalnya, bocah kelas VI SD ini, telah menoreh banyak prestasi yang mencengangkan di panggung musik tingkat nasional maupun berskala internasional. Sebut saja, ia pernah tampil sebagai gitaris termuda dalam event Java Jazz (Jakarta International Java Jazz Festival). Semua tahu bahwa event Java Jazz yang pertama kali digelar 2005 merupakan event besar bagi para musisi bergendre jazz. Event berskala initernasional ini telah menghadirkan musisi-musisi kelas dunia, sebut saja James Brown, Bubi Chen, Lee Retenour, Al Jarreau, Gerge Duke, Barry White, dll. Tak heran ketika Satria pertama kali muncul di sini, 2015 lalu, publik pun tercengang sembari memberi aplaus sekencang-kencangnya kepada bocah yang memainkan gitarnya dengan piawai. Satria sendiri tak terlihat grogi atau demam panggung lantaran dia sejak masih bocah cilik telah sering manggung di berbagai event. “Sejak usia 2 tahun dia sudah saya ajak manggung. Dia saya ajak ‘nge-jam’ bareng saya di panggung. Jadi dia sudah terbiasa menghadapi orang banyak,” ujar sang ayah, Amin Raihan, kepada Tokoh, dengan nada bangga. Amin Raihan mengaku dulu sempat terkejut dengan kemampuan Satria dalam bermusik.”Dia itu cepat tanggap, saya sampaisampai sangat heran. Hanya sekali melihat dan mendengar,
Mandalika
Penampilan Satria (kiri) saat manggung di Jak Jazz
adalah Amin dan keluarganya harus pindah ke Jakarta. “Awalnya saya ragu, ngapain kami ke Jakarta, apa yang harus dilakukan di sana. Jakarta memang ‘menjanjikan’ sesuatu bagi Satria, tapi saya ‘ngeri’ , persaingan di
Achmad Satria Abdullah
sana sungguh ketat. Saya pikir masak iya sih hanya gara-gara anak kecil kami harus pindah ke Jakarta? Itu semua jadi ‘buah’ pikiran saya. Sampai akhirnya saya jumpa personil grup Band Gigi, Gusti Hendy (drummer) yang setelah melihat kemampuan Satria, juga ikut mendorong saya pindah ke Jakarta,” papar Amin yang akhirnya memutuskan pindah ke Jakarta pada 2008 demi kemajuan karier anaknya di dunia musik. JADI ICON SEKOLAH MUSIK Keputusan Amin sungguh tepat, karena bersamaan dengan itu, Gilang Ramadhan, drummer papan atas, tengah mencari ‘icon’ untuk sekolah musik yang baru didirikannya. “Hendy pun mengenalkan Satria pada Gilang. Melihat aksi Satria, Gilang senang sekali. Dia bilang, ‘Kebetulan sekali karena saya sedang mencari anak kecil untuk menjadi icon sekolah musiknya’. Maka jadilah Satria mendapat bea siswa di sekolah musik itu. Itulah pertama kali anak saya menjajal sekolah musik. Dia ditangani langsung oleh Gilang dan diajak ‘tur’ musik ke mana-mana,” ucap Amin. Talenta yang dimiliki Satria plus dipoles seorang guru drum handal sekelas Gilang Ramadhan, mem-
buat kemampuan bocah ini makin berkembang pesat. Apalagi dia punya banyak kesempatan untuk berkolaborasi dengan grup-grup band papan atas seperti ‘Kotak’ ‘D’Masiv’, ‘God Bless’, dll. Tapi, entah bagaimana tiba-tiba Satria yang sempat mendapat penghargaan drummer cilik, menjadi kurang tertarik dengan drum. Tiba-tiba dia ingin belajar gitar, lantaran melihat kakaknya bermain gitar. “Itu terjadi tahun 2012, dia tertarik lihat kakaknya main gitar. Tapi saya tegur. Tapi tahun 2013 dia serius sekali dengan gitar, akhirnya ya sudah. Saya tidak sangka kemajuannya dalam bergitar cepat sekali. Gara-gara itu akhirnya formasi grup band mereka berubah, dia tidak lagi main drum tapi main gitar,”jelas Amin. Selama ini, selain Satria tampil solo, dia juga kerap bersama grup band The Monster, grup band itu terdiri dari dirinya dan dua kakaknya, Iwan dan Dimas. Tak membutuhkan waktu lama untuk membuat Satria terkenal sebagai gitaris cilik. Selain tampil di televisi, ia juga rajin manggung di berbagai event besar, di antaranya Java Jazz pada Maret 2015 lalu dan Jak Jazz 2014. Gara-gara itu juga dia pun ‘diganjar’ Lembaga Prestasi Indonesia (Leprid) dengan penghargaan sebagai Gitaris Termuda yang tampil di Jak Jazz. Ada peristiwa menarik yang sempat membuat Amin kecewa. Pasalnya, dalam beberapa kali audisi band se-Indonesia, Satria sempat lolos untuk tampil di event musik berskala nasional dan inter-
nasional. Namun akhirnya batal tampil setelah diketahui dia masih di bawah umur sementara event tersebut disponsori oleh perusahaan rokok. “Dulu itu sempat bermasalah. Pasalnya, untuk tampil di eventevent besar itu, kan, harus melalui audisi tingkat nasional. Nah, Satria berhasil lolos audisi. Tapi ternyata event tersebut disponsori oleh perusahaan rokok, akhirnya Satria tidak bisa tampil karena regulasinya begitu. Anak di bawah umur dilarang tampil dalam event yang disponsori produsen rokok. Saya sempat kecewa sekali. Karena perjuangan Satria untuk bisa tampil lewat seleksi, bukan hal mudah. Tapi penampilannya terganjal karena regulasi. Padahal apa sih hubungannya antara rokok dan musik. Yang merokok ya silahkan merokok, anak saya kan tidak merokok. Dia bermusik. Ini kan kesempatan anak berprestasi bisa maju,” kata Amin kesal. Tapi ‘batu-batu krikil’ dalam perjalanan karier bermusik Satria, tidak lah menjadi halangan bagi anak ini untuk terus melangkah maju. Apalagi kedua orangtuanya sangat mensupport anaknya untuk terus berkarier di musik. Belum lama ini dia juga ikut dalam project garapan musisi Erwin Gutawa, ‘Di Atas Rata-rata’. Ini merupakan project yang mengetengahkan anak-anak yang memiliki kemampuan menakjubkan. Tahun depan, Satria juga akan mendapat bea siswa dari sekolah musik milik gitaris papan atas Agam Hamzah. “Tahun baru nanti, Satria juga sudah dikontrak untuk sejumlah acara, di antaranya tampil bersama Gugun Blues Shelter di Sulawesi Tengah,” tambah Amin. -Diana Runtu
Ir. Hj. Budi Septiani
Dalam pemerintahan Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, kuota perempuan yang diberikan kepercayaan menduduki jabatan penting dalam birokrasi daerah ini membuktikan bahwa kemampuan dan kapasitas perempuan NTB layak diapresiasi. Inilah sosok-sosok perempuan NTB yang memimpin birokrasi bidang masing-masing di Nusa Tenggara Barat. Sejak tanggal 21 Agustus 2013, Ir. Hj. Budi Septiani, dilantik sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakwan) Provinsi NTB hingga saat ini. Di bawah kepemimpinannya, Disnakwan NTB saat ini sedang merancang Pusat Agroeduwisata dan Tekno Park di Banyumulek Lombok
Barat yang ditargetkan pembangunannya sejak tahun 2014 hingga 2019. Tempat ini akan dijadikan sebagai etalase peternakan yang di dalamnya akan memperlihatkan sistem pembangunan peternakan di NTB dan juga sebagai pusat pembelajaran dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. “Masyarakat dan pihak-pihak lain yang ingin belajar tentang usaha peternakan dan melihat secara langsung pemanfaatan dari limbah kotoran ternak yang dijadikan sebagai sumber energi dan pupuk organik serta pemanfaatan hasil sampingan dari peternakan bisa dilihat di sini. Dan secara khusus disiapkan tempat sebagai penerapan hasil-hasil penelitian terkait dengan komoditi peterna-
kan,” ungkapnya. Sementara itu, target yang hendak dicapai Disnakwan tahun 2016 adalah meningkatkan produksi dan produktivitas semua komoditi peternakan baik ternak besar dan Husnanidiaty Nurdin bersama Menteri Kelautan dan ternak kecil. Akan Ir.Perikanan, ketika menerima penghargaan di Jakarta tetapi yang menjadi fokus utamanya adalah sapi dan kesehatan hewan. kerbau. Selain itu juga melakuAda pula Ir. Husnanidiaty Nurkan peningkatan produksi dan din yang dua kali dipercaya untuk produktivitas melalui perbaikan memimpin dua instansi di Provinsi manajemen secara keseluruhan NTB, yakni sebagai Kepala BKP yaitu mulai dari manajemen pe- sejak tahun 2008 hingga 2014. meliharaan, pakan, kesehatan, Dan pada 7 Februari 2015, ia usaha hingga pendampingan dan diberikan kepercayaan untuk permodalan. Seluruhnya yang menjadi komandan di Bakorluh terkait dengan peternakan dan NTB. –Naniek I. Taufan
Siapkan Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Petani Target yang tengah dipersiapkannya di tahun 2016 adalah peningkatan kapasitas penyuluh dan petani. Selain itu, melakukan peningkatan kelas kelompok tani dan penguatan kelembagaan di kecamatan-kecamatan. Atas usaha dan kerja kerasnya ini, instansi yang dipimpinnya akhirnya mendapatkan penghargaan tertinggi sebagai Juara I sebagai SKPD yang mendukung penyuluhan perikanan terbaik tahun 2015. “Saya setengah tdak percaya bisa mendapatkan penghargaan ini, bahkan kami diundang ke Istana untuk bertemu dengan Presiden RI,” katanya. Ir. Hartina, M.M. yang dilantik sebagai Kepala BKP menggantikan Husnanidiyati Nurdin pada Februari 2014 hingga kini, melakukan berbagai upaya untuk mengawal bidang ketahanan pangan daerah ini. Sebanyak tiga kali ia dipercaya memegang jabatan puncak pada tiga instansi di NTB. Sebelum mengawal BKP, ia dipercaya memegang kepemimpinan sebagai Kepala Dinas Kehutanan sejak Oktober 2008 sampai Mei 2012. Setelah itu, ia juga diangkat sebagai Kepala Dinas Perkebunan Provinsi NTB pada bulan Mei 2012 sampai Februari 2014. Kini ia telah menetapkan target ketahanan pangan di Provinsi NTB yang ingin dicapainya di tahun 2016 mendatang. “Memastikan ketersediaan pangan sampai tingkat rumah tangga dan meningkatkan nilai pola pangan harapan melalui percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dengan meningkatkan konsumsi buah, sayur segar dan protein hewani serta kacang-
T. Wismaninsih
Ir. Baiq Rahmayati M.Si
kacangan,” katanya. Selain itu juga ia menargetkan secara bertahap agar masyarakat dapat mengurangi konsumsi karbohidrat dari beras dengan menggantinya dengan karbohidrat dari umbi-umbian seperti, jagung, pisang dan lainnya. Dalam bidang perempuan dan anak, Dra. T. Wismaningsih masih sebagai Kepala BP3AKB Provinsi NTB yang mengawal peningkatan pembangunan bidang perempuan dan anak. Dokter Elly Rosila Wijaya, Sp.Kj., hingga hari ini melaksanakan tugas sebagai Direktur Rumah Sakit Jiwa Mataram. Dalam bidang permuseuman, Ir. Baiq Rahmayati, M.Si., yang dilantik pada bulan Maret tahun 2015 sebagai Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, telah menyemarakkan berbagai kegiatan di Museum Negeri NTB guna mengajak masyarakat untuk cinta terhadap museum,
tahun ini menargetkan beberapa hal. “Potret kegiatan Museum Negeri NTB tahun 2016 adalah mengacu pada empat pilar, yakni, prasarana museum yang harus ditata dengan lebih baik lagi. Selain itu museum ini akan melakukan penambahan koleksi karena sudah cukup lama tidak pernah ada penambahan koleksi. Juga meningkatkan jumlah kunjungan serta terus meningkatkan manajemen pengelolaan,” katanya. Perempuan NTB yang kini menjalankan tugas sebagai legislator baik di DPD RI maupun di DPRD Provinsi NTB juga DPRD kabupaten dan kota se-NTB. Sebagai legislator, dua perempuan yang mewakili Nusa Tenggara Barat sebagai Anggota DPD RI yakni, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi dan Hj. Robiatul Adawiyah, S., masih menjalankan tugas-tugas sebagai wakil dari daerah ini.
Demikian juga dengan para legislator perempuan lainnya. Empat perempuan menjadi aggota DPRD Kota Mataram yaitu, Hj. Kartini Irwani dari PBB, Baiq Ika Febrianti dari Partai Golkar, Hj. Baiq Mirdiati dari Gerindra dan Dian Rahmawati dari Partai Demokrat. Tujuh perempuan lainnya dilantik sebagai anggota DPRD Lombok Barat. Mereka ini adalah Hj. Sumiatun dari Partai Golkar, Hj. Muslihan dari Hanura, Hj. Nurhidayah, SE., Hj. Rapiah Musa, S.Ag., dan Tunik Haryani dari Gerindra, Fuadduzakiyah dari PBB dan Nurul Adha dari PKS. Dua Anggota DPRD perempuan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dra. Wayan Sri Pradianti dan Galuh Nurdiyah -keduanya dari Demokrat. Enam perempuan, juga mewakili masyarakat sebagai anggota DPRD Provinsi NTB, yakni; Hj. Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H., dari Partai Golkar, Dra. Hj. Wartiah,
M.Pd. dari PPP, Hj. Rahmah HM. dari Hanura, Hj. Nurlaela Chairunnisa, S.E. dari PKB, Hj. Suryahartin SP.M. AP dari Partai Nasdem dan Misfalah dari Partai Demokrat. Tiga legislator perempuan yang duduk di DPRD Kota Bima, yaitu Selfi Novia Rahmayani dari Demokrat, Hj. Anggraini dari PKB dan Mutmainah dari Nasdem. Empat lainnya yaitu, Hj. Rustinah (Nasdem), Indah Damayanti Puteri (Golkar), Ramlah H. A. Wahab (PPP, Murni Suciyanti (PAN), sebagai anggota DPRD Kabupaten Bima. Dua perempuan duduk sebagai wakil masyarakat di DPRD Lombok Timur yaitu, Marianah dan Baiq Nurhasanah, keduanya dari PDI Perjuangan. Dan tiga perempuan lainnya yang menjadi anggota DPRD Dompu, yakni Nadirah, S.E. dari PBB, Nadiran dari PDI Perjuangan dan Dina Imayani dari PKB. -Naniek I. Taufan
Ir. Hartina, M.M.
20
Nine
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Inspirasi
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
5
Bandi & Bandini
Nenek dan Ibu yang Luar Biasa Tiap kali memperingati Hari Ibu di tanggal 22 Desember, berbagai aktivitas menyenangkan ibu dilakukan oleh anak-anak terhadap ibu-ibu mereka. Ada yang memberi kado, ada yang memberi ucapan, ada yang memberi kejutan ada pula yang memberi bunga dan puisi-puisi serta lain hal yang membahagiakan ibu di hari itu. Tidak hanya itu, ada pula momen-momen yang diberikan sebagai ucapan terima kasih dan membahagiakan ibu dengan momen yang unik seperti yang dilakukan Bandini Jazz Cafe. Owner kafe ini, Nuniks Indah Gayatri (37), menulis di media sosialnya di hari ibu ada diskon khusus bagi pengunjung yang membawa ibu-ibu mereka menikmati malam di kafe keluarga ini.
S
Bandini di depan logo Bandini kafe
ebagai owner kafe ini, Nuniks dan Imam (39), memang sengaja memberi diskon khusus bukan sematamata karena nilai potongannya melainkan karena penghargaan bagi para ibu. Rupanya, ide ini tidak datang begitu saja karena dalam menjalankan bisnis coffee shop ini, pasangan suami istri tersebut terinspirasi dari para ibu yang ada dalam keluarga besar mereka. Dan inspirasi itu mereka tuangkan lewat pemilihan nama kafe mereka yaitu Bandini. Nama dengan diksi yang renyah dan tegas. Nama Bandini dipilih karena kekaguman mereka pada sosok nenek dan ibu dari keduanya yang pada nama mereka rupanya memiliki suku kata yang sama. Lebih kebetulan lagi, keduanya sama-sama pencinta kopi. “Nenek saya bernama Bandi dan ibu mertua saya bernama Sri Subandini,” ungkap Imam yang duduk berdampingan dengan Nuniks malam itu. Kekaguman pada dua sosok inilah yang menginspirasi mereka untuk mendedikasikan nama tersebut dalam usaha mereka. Hasilnya, menurut keduanya, usaha terse-
dengan baik di tangannya,” kata Imam. Ini juga terjadi dalam keluarga besarnya. Meskipun Bandi bukan anak sulung dalam keluarga, ia menjadi yang paling ditunggu dalam mengambil keputusan-keputusan dalam keluarganya. Di mata Imam, sosok Bandi adalah nenek yang tidak pernah tergantung pada orang lain. Ia selalu bekerja keras dalam hidupnya. Fisik nenek yang memiliki 29 cucu dan 26 cicit ini sangatlah kuat. “Sejak dulu nenek mengurus sawah dan kebun, dilakukannya sendiri meskipun ada orang lain yang membantu mengurusnya,” ujar Imam yang merupakan cucu pertama bagi Bandi ini. Ia memang sejak dulu mengurus sendiri sawah dan kebun miliknya di Dompu, sedangkan suaminya lebih banyak mengurus kuda-kuda milik mereka. Selain itu, ia juga sangat lihai dalam memanajemen. “Nenek luar biasa kalau memanajemen sesuatu,” kata Imam. Inilah yang rupanya membuat sembilan anak Bandi menjadi anak-anak yang ‘jadi’ semua. Demikian pula dengan Sri Subandini (73), ibunda dari Nuniks. Sosok Bandini menjadi
Bandi dan Bandini (kanan) dua sosok ibu yang menginspirasi nama Bandini
inspirasi yang tiada habisnya bagi anaknya ini. Perempuan asal Bogor yang kini menetap di Sumatera Selatan ini, adalah ibu rumah tangga yang disebut ‘asli’ oleh anaknya. Asli seluruh waktunya dihabiskan untuk mengurus keluarga dan anakanaknya. Fokusnya hanya satu, keluarga. “Semua urusan rumah tangga, memasak, mencuci, mendampingi suami dengan setia dan mengikuti ke mana pun Bapak saya bertugas,” kata Nuniks. Kesetiaan ibundanya terhadap ayahandanya ini menjadi salah satu yang paling dikagumi Nuniks dari sosok ibu lima anak ini. Bahkan kini, Bandini mendampingi suaminya tinggal menghabiskan masa pensiun dengan mengurus kebun di tempat yang jauh dari hingar bingar kota, alias tinggal di dusun kecil. Pencinta musik jazz ini dengan setia mendampingi suaminya tinggal di dusun itu dengan segala keterbatasan, jauh dari kehidupan yang selama ini di Jakarta yang serba ada dengan akses yang seluruhnya mudah. “Semua demi cinta dan kesetiannya,” ujar Nuniks yang merupakan anak kelima dari Bandini. Semasa sekolah, Nuniks merasakan benar didikan ibundanya. Prestasi anak-anaknya selalu dicapai juga atas bantuan darinya. Nuniks dan saudarasaudaranya sampai-sampai tidak boleh mengerjakan pekerjaan rumah karena harus mengutamakan belajar, terutama saat ujian. Bandini juga kerap ikut begadang bersama anakanaknya menemani mereka
but berjalan dengan sangat baik dan lancar. “Kami merasakan doa-doa beliaulah yang membuat semua ini berjalan dengan baik,” kata Nuniks. Baik Bandi yang kini berusia 79 tahun maupun Bandini yang berusia 73 tahun merasa sangat bahagia dan bangga nama mereka diabadikan seperti ini. “Tiap kali telepon, asal kami bilang sedang berada di Bandini Kafe, keduanya pasti terharu dan terdengar menangis bahagia di ujung telepon,” kata Imam. Sosok keduanya memang pantas dikagumi oleh Imam dan Nuniks. Bagaimana tidak, sebagai seorang ibu bagi sembilan anaknya (termasuk ibunda dari Imam sebagai anak kelima), Bandi adalah sosok yang kuat, tegas dan pekerja keras. Perempuan asli Dompu Nusa Tenggara Barat ini, adalah magnet pemersatu dalam keluarga besar mereka. Semua urusan akan selesai di tangannya. “Nenek Bandi itu magnet pemersatu dalam keluarga kami, jika Suasana Bandini Kafe yang terinspirasi dari sosok dua perempuan bernama sama. ada masalah selalu selesai
belajar. “Pekerjaan rumah lebih banyak ditangani sendiri oleh ibu,” kata Nuniks. Bahkan ketika ujian sekolah, Bandini kerap membangunkan Nuniks tengah malam. “Ibu selalu membacakan buku pelajaran yang akan diujikan esok hari. Ibu tidak peduli saya mau dengar atau tidak, setengah tertidur atau malah tertidur, yang penting beliau bacakan pelajaran-pelajaran tersebut,” ungkap Nuniks tentang pengorbanan ibundanya ini. Hal inilah yang membuat Nuniks merasa dengan setengah bercanda menyebutnya sebagai ibu yang tampaknya tidak ‘diproduksi’ lagi. Dari Bandinilah Nuniks banyak belajar meskipun ia mengakui bahwa belum sepenuhnya bisa seperti dirinya. Dari Bandini ia belajar bahwa seorang istri harus menurut pada suami. Bahwa dalam berumah tangga harus pandai memanajemen dalam kehidupan yang sederhana. “Dengan penghasilan Bapak yang biasa-biasa saja, ibu sangat jago memanajemennya. Sangat detil kalau mengurus terutama soal keuangan. Kami diberi uang jajan secukupnya dan tidak ada perayaan HUT, paling-paling kalau kami ulang tahun beli kacang makan bersama,” kata Nuniks. Bandini juga tidak pernah meminta banyak dari suaminya. Ia hanya mengurus dan mengatur seberapa pun yang diberikan oleh suaminya itu. Hal inilah yang sempat membuat Nuniks yang kuliah di Bandung hanya bisa pulang setahun sekali ke Jakarta tempat mereka tinggal, padahal jarak Bandung dan Jakarta sangatlah dekat. “Tapi begitulah ibu, semua dipikirkan terutama soal biaya yang tidak boleh seenak-enaknya dipakai untuk mencukupi yang lainnya,” ujar Nuniks. Bandini dan suaminya Mukri (79), hidup bahagia hingga usianya sepuh kini. Keromantisan mereka tampak hingga kini. “Sejak dulu Bapak tidak mau makan jika bukan masakan ibu,” kata Nuniks. Kekaguman dan kebanggaan Imam dan Nuniks terhadap sosok Bandi dan Bandinilah inilah yang membuat mereka mendedikasikan dan mengabadikan nama kafe mereka dengan Bandini. Karena bagi mereka, dari nama ini akan terus mengalir doa-doa seorang ibu. -Naniek I. Taufan
Bu Agung bersama suami dan putrinya berfoto bersama promotor Prof. Dr. IB Yudha Triguna, M.S., Ny. Bintang Puspayoga (istri Menteri UMKM), dan dewan penguji lainnya, usai dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor di Universitas Hindu Indonesia
A A Ay u K e t u t A g u n g
Kado Terindah di Hari Ibu
Disertasi berjudul “Transformasi Nilai-Nilai Tata Rias dan Busana Adat Bali dalam Upacara Perkawinan di Kota Denpasar dari Tahun 2001-2014”, akhirnya mengantarkan Anak Agung Ayu Ketut Agung meraih gelar Doktor dengan predikat cummlaude dalam Program Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar.
Koperasi dan UMKM RI Ny. Bintang Puspayoga yang juga Ketua WHDI Provinsi Bali, Calon Bupati Karangasem terpilih Mas Sumantri, Ida Ayu Selly D. Mantra, Ny. Satria Naradha, Ny. Antari Jayanegara, Nyoman Nilawati, Shinta Sutami, Kepala Kantor UPT Dentim Disdikpora Denpasar, BPKB Provinsi Bali, Lurah Bu Agung (empat dari kiri) bersama Ny. Bintang Puspayoga, Mas Sumantri, Ida Ayu Selly D. Kreneng, teman-teman guru Mantra, Ny. Satria Naradha, Ny. Antari Jayanegara, Nyoman Nilawati, Shinta Sutami dan kasek, serta kalangan i hadapan Rapat Senat M.Pd., Dr. Ida Bagus Dharmika, MA., perias/salon, bahkan ada yang datang Terbuka yang diketuai Dr. Ni Putu Suwardani, M.Pd., Dr.Ir. dari Lombok dan Jakarta khusus untuk Prof. Dr. I Putu Gelgel, Euis Dewi Yuliana, M.Si., Bu Agung menghadiri acara ini. Menyusul kedaS.H., M.Hum., Sekre- berhasil mempertahankan penelitian- tangan Kepala Dnas Pendidikan Kota taris Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si., nya, setelah sebelumnya pada Selasa Bandung Dr. Elih Sudiapermana, Sabtu (26/12) bersama 29 orang jajarannya dengan promotor Prof. Dr. Ida Bagus (27/11) mengikuti ujian tertutup. Gde Yudha Triguna, M.S., ko-prokotor Ujian terbuka promosi doktor ke- untuk meyampaikan ucapan selamat Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si., ang- 26 yang dilaksanakan Rabu (23/12) itu secara langsung. Apresiasi mereka cukup besar gota Prof. Dr. I Wayan Rai, S.MA. menjadi kado Hari Ibu terindah bagi Bu (eksternal), Prof. Dr. I Ketut Suda, Agung. Selain didampingi suami, putri, terhadap sosok Pengawas SD di M.Si., Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, dan keluarga besarnya, hari istimewa UPT Dikpora Dentim yang acapkali M.Si., Prof. Dr. Ida Ayu Yadnyawati, tersebut menjadi lebih istimewa lagi “bergerilya” menyosialisasikan tata M.Pd., Dr. Wayan Paramartha, S.H., karena dihadiri juga oleh istri Menteri rias dan busana adat Bali ini hingga
D
ke pelosok desa di Bali dan beberapa daerah di luar Bali. Nyonya Bintang Puspayoga pun memberikan apresiasi dan mengaku bangga dengan Bu Agung, yang sebagai salah satu perempuan Bali, selaku praktisi, bisa mengikuti promosi doktor. “Saya Penyerahan sertifikat kelulusan oleh Promotor Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S. kepada Dr. Anak sendiri tidak menyangAgung Ayu Ketut Agung, M.M. sikan Bu agung, karena sebelum menjadi doktor, apa yang puan-perempuan Bali untuk mengditulis dalam disertasinya ini memang enyam pendidikan setingi-tingginya. sudah dilakukannya. Dan ini akan san- Karena bagaimana pun juga ketika gat bermanfaat sekali untuk mempro- berbicara masalah perkembangan teksi Bali khususnya dalam tata rias. perempuan dalam meningkatkan daya Mudah-mudahan hasil disertasinya saing, pendidikan, baik formal maupun ini akan dikembangkan lagi dan diso- nonformal, dikatakannya akan dapat sialisasikan, sehingga masyarakat Bali berkembang secara maksimal. Hal senada disampaikan calon betul-betul memahami terkait dengan etika berbusana adat bali khususnya Bupati Karangasem terpilih Mas Sumantri. Ia menyampaikan kini saatnya dalam perkawinan,” ujarnya. Ny. Bintang Puspayoga menam- perempuan mengenal jati diri mereka bahkan bahwa kita (Bali) tidak bisa yang sesungguhnya. Perempuan harus menutup diri terhadap perkembangan menunjukkan dirinya cantik luar dadan masuknya budaya-budaya baru. lam, salah satunya mengisi diri dengan “Tapi dalam artian kita harus bisa pendidikan atau keterampilan serta memilih dan memilah mana yang harus memiliki hati yang indah. “Di zaman kita adopsi, pakem Bali tidak diting- modernisasi ini, tidak menutup kegalkan,” tegasnya. Pada kesempatan mungkinan budaya luar juga masuk. itu yang masih dalam suasa Hari Ibu, Tetapi, ini kita pilah, saring, sehingga Ny. Bintang Puspayoga berharap, hal kita mendapatkan yang terbaik untuk ini menjadi motivasi juga bagi perem- Bali,” ucapnya. --inten
Bu Agung Sabet Penghargaan Nasional “She Can! Award 2015” Dalam kesempatan berbeda, Bu Agung juga mendapatkan apresiasi dalam penghargaan tingkat nasional. Atas dedikasi dan komitmen melestarikan budaya sekaligus pemberdayaan sosial yang dilakukannya, Pendiri Lembaga Kursus dan Pendidikan (LKP) Agung ini menerima penghargaan “She Can! Award 2015” Jumat (4/12) bertempat di Grand Ballroom Hotel Pullman Central Park, Jakarta. Bu Agung adalah satu di antara 58 wanita inspiratif yang telah sukses mewujudkan perubahan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Mereka dinilai berdasarkan filosofi 3E: Enlighten, Educate dan Empower. “Ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan bagi saya untuk selalu konsisten berbuat untuk Bali,” ujar Bu Agung. Menurutnya, perempuan Bali sebenarnya sangat tangguh dan
Bu Agung saat menerima penghargaan“She Can! Award 2015” di Jakarta
hebat. Di tengah runitas dan tanggungjawab sehari-hari di keluarga, banyak hal yang bisa dilakukan. Bahkan,
melebihi kemampuan laki-laki pada umumnya. Namun, sayang sistem patriarki yang kental di Bali masih me-
mandang posisi perempuan sebelah mata. Dengan pemberdayaan sosial yang dilakukan olehnya di bidang tata rias untuk ikut melestarikan budaya Bali, diharapkan para perempuan tidak berkecil hati. Asalkan dilakukan secara sungguh-sungguh dan totalitas. “Kuncinya ada pada semangat dan pengabdian tanpa pamrih, meskipun saat ini mustahil. Inilah yang kami lakukan di LKP Agung selama ini. Kami berjuang dan bergerak memberdayakan perempuan dan anak-anak terlantar melalui pembelajaran,” jelas perempuan peraih Doktor Honorist Cousa (Doctor Of Humanities) di ajang American Global University Florida ini. Ia juga berpesan kepada perempuan khususnya di Bali, sekecil apa pun pengabdian di lingkungan, jika dilakukan secara terus menerus akan berdampak pada lingkungan. Untuk diketahui, Anak Agung Ayu sebagai pendiri LKP Agung selama ini mendukung program gerakan “Ayo
Kursus” dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ia telah menamatkan 10.000 lebih perias yang tersebar di seluruh Nusantara sejak tahun 1983. Ia juga memiliki komitmen besar dalam pelestarian budaya Bali. Khususnya tata rias tradisional Bali yang saat ini terus tergerus oleh kepungan tata rias modifikasi. “She Can! Award 2015” merupakan lanjutan dari sebuah program TV Trans7 dari Tupperware yang merupakan perusahaan yang berpusat di Orlando, Amerika Serikat. Penghargaan semacam ini diberikan setiap 2 tahun sekali kepada perempuan inspiratif di seluruh Indonesia. Untuk merangsang para perempuan inspiratif tersebut, mereka diberikan donasi berupa dana tunai dengan harapan agar terus menjalankan misi sosial sehingga dapat membawa perubahan baik bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. –inten
6
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Ada Perempuan di KPK KIPRAH wanita semakin menonjol dari waktu ke waktu. Banyak hal yang bisa dilakukan kaum wanita. Tokoh merangkum beberapa catatan tentang kiprah wanita di tahun 2015 ini, baik yang terjadi di Bali maupun Jakarta.
P
ada 21 Mei 2015, Presiden Joko Widodo, memilih sembilan wanita untuk menjadi Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sembilan ‘srikandi’ itu adalah Destry Damayanti (ahli ekonomi, keuangan dan moneter), Enny Nurbaningsih (ahli
hukum tata negara), Harkristuti Haskrisnowo (pakar hukum pidana dan HAM). Betti S Alisjabana (ahli IT dan manajemen), Yenti Garnasih (pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang), Supra Wimbarti (ahli psikologi SDM dan pendidikan), Natalia Subagyo (ahli tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi), Diani Sadia-
wati (ahli hukum), Meuthia Ganie Rochman (ahli sosiologi korupsi dan modal sosial). Masih terkait KPK, Pansel KPK menyerahkan delapan nama Capim KPK kepada Presiden Jokowi, 1 September 2015. Dari delapan nama yang diajukan Pansel, Inspektur Jenderal (Pol) Basaria Panjaitan menjadi satusatunya wanita yang terpilih sebagai Capim. Wanita kelahiran 20 Desember 1957 ini bukan hanya satu-satunya wanita yang lolos seleksi tapi dia juga menjadi satu-satunya wakil dari Kepolisian yang berhasil lolos hingga seleksi tahap akhir. Sebelumnya, Basaria yang merupakan Polwan pertama
Maria juara tiga Miss World 2015
Woman on Top Dalam bidang politik, pilkada serentak di Bali pada 9 Desember 2015 diwarnai dengan adanya empat perempuan yang maju sebagai calon. Mereka adalah Ni Putu Eka Wiryastuti (Tabanan), IGA Mas Sumatri dan Ni Made Sumiati (Karangasem), dan A.A. Rai Sunasri (Denpasar). Hasil sementara, Eka Wiryastuti dan Mas Sumatri berpeluang menjadi Bupati.
Basaria Panjaitan
yang berhasil meraih bintang dua di Polri, Staf Ahli Sospol Kapolri. Saat fit and proper test yang dilakukan Komisi III DPR RI, Basaria pun berhasil lolos tes, dan akhirnya 21 Desember 2015, ia bersama empat komisioner lainnya dilantik Presiden Jokowi sebagai Pimpinan KPK periode 2015-2019, di Istana Negara, Jakarta. Kiprah para wanita juga dinilai Tokoh melalui penganugerahan “Perempuan Inspiratif Tokoh 2015”. Mereka adalah perempuan yang menjadi inspirasi bagi masyarakat dan sukses menyeimbangan antara karier dan keluarga. Kelima perempuan ini adalah Dra. A.A.A. Ketut Agung, M.M., Dr. A.A. Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., Bintang Mira Afriningrum, Helga Riftiana, S.E., dan dr. I.A. Ratih Wulansari Manuaba, Sp.PD-KR, M.Kes. Penyerahan anugerah ini bertepatan dengan HUT Tokoh ke -17. Senin 9 November 2015.
JUARA TIGA MISS WORLD 2015 Dari ajang Miss World. Maria Harfanti yang merupakan Miss Indonesia dalam malam grand final Miss World 2015 yang berlangsung di Beauty Crown Grand Theater, Sanya, Cina, 19 Desember 2015, berhasil menyabet posisi ketiga. Maria adalah wakil dari Yogyakarta saat memenangkan gelar Miss Indonesia 2015. Ia kini menempuh pendidikan magister bidang management di Universitas Indonesia. Keberhasilan Maria ini sempat mengejutkan publik Indonesia, karena dari pengalaman yang sudah-sudah, para wakil Indonesia jarang lolos dari 15 besar kontes kecantikan bergengsi. Selain berhasil menempati posisi ketiga, Mahar—begitu namanya akrab disapa---juga meraih ‘Winner Beauty with a Purpose, Top 7 Interview, Top 13 Talent, Top 15 Multimedia, Top 10 World’s Fashion Designer Award, dan Top 25 People’s Choice. –Diana Runtu/Ngurah Budi
From Disengaged To Purposeful
Menyambut Tahun Baru 2016, banyak kawan kita meyakini sebagai momentum yang tepat untuk berbicara tentang tujuan dan fokus yang baru. Momentum yang juga kuat untuk kembali ke tujuan semula. Ada sebuah quote yang seketika dapat membuat para pengambil keputusan untuk mengalihkan kembali pikiran mereka ke track tujuan pada saat mereka tanpa sadar masuk ke dalam zona disengaged atau kehilangan fokus; “If you want to build a ship, don’t drum up the men to go to the forest to gather wood, saw it, and nail the planks together. Instead, teach them the desire for the sea.” – Antoine de Saint-Exupery. Dalam terjemahan bebas dapat kita artikan; jika kita ingin membuat sebuah kapal laut, jangan memerintahkan pekerja untuk pergi ke hutan mencari kayu, menggergaji kayu itu dan memaku papan kayu. Tetapi arahkan mereka dengan sebuah tujuan atau mimpi yang kuat tentang keindahan laut. Simply what to do, not how to do. THE UNPLANNED INTERUPTIONS Berbicara dengan beberapa wanita pengusaha dan profesional muda beberapa waktu lalu, kami mengambil satu topik diskusi ringan. Dalam kepadatan aktivitas sehari-hari, bagaimana mereka belajar untuk memberi ruang kepada orang lain, bawahan atau subordinate untuk mulai belajar mengambil keputusan dan memegang tahapan kendali. Alasannya sederhana; tanpa
disadari, waktu mereka banyak terisi dengan the unplanned interruptions. Hal-hal yang mengambil banyak waktu dan yang justru selesai dikerjakan adalah hal-hal non-core. Bukan yang utama dalam daftar aktivitas untuk tujuan jangka panjang. Interupsi yang tidak terencana bahkan bisa menjadi interupsi yang tidak terkendali yang berpotensi memberi peluang terjadinya disengagement. Saat melempar sebuah pertanyaan berapa persen daftar kegiatan utama yang akhirnya selesai dilakukan setiap harinya? Diskusi ini memberi jawaban rata-rata 40% sampai 50%. Sisanya adalah unplanned interruptions yang masih menjadi agenda utama dalam prinsip perubahan from disengaged to purposeful. Salah seorang kawan menekankan pentingnya untuk mengingatkan kembali sebuah elemen fundamental dalam tahapan people development yaitu taking ownership atau menumbuhkan rasa memiliki. Prinsip dasar seperti ini memang tidak mudah dikembangkan pada masing-masing individu dalam sebuah tim kerja. Barangkali dalam lingkup SME (Small Medium Enterprise) kita hanya menemukan rasio 1:6. Dalam rasio ini pun, mereka harus benar-benar memberi pemahaman mendalam tentang konsep produktivitas; It’s not the time you spend, but the result you produce. THE SMART-TALK TRAP Beberapa kali mengamati pembicaraan dan
diskusi mereka, saya menyadari kemampuan berbicara para pengambil keputusan ini luar biasa. Kemampuan berpikir cepat, memberi mereka peluang lebih besar untuk mengatur bahasa sarat makna sehingga mereka mendapatkan feedback yang benar-benar mereka inginkan dari lawan bicara. Prinsip dasar yang mereka aplikasikan adalah memberi pertanyaan terbuka – asking circumstances questions. Mereka bahkan sangat memahami formula seni bertanya sehingga membuat lawan bicara justru semakin senang memberi penjelasan yang semakin lama semakin detil. Konsep sederhana yang ada dalam benak mereka adalah ask one question and let them talk. The smart-talk trap diaplikasikan oleh pengambil keputusan dalam jenjang apa pun untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman lawan bicara, seberapa jauh penyelesaian pekerjaan dan seberapa jauh rencana kerja yang sudah dicetak. Knowing where they are now & where they want to go. Hasil analisa lain menunjukkan bahwa pada dasarnya tim kerja mengetahui arah yang jelas dan bagaimana mencapai tujuan itu namun ada jarak yang terlalu jauh dalam proses atau langkah yang diambil; knowing-doing gap. Dari perspektif pengambil keputusan, the smarttalk trap ini dapat membuka usaha-usaha kecil dari delaying strategy yang terjadi di luar kontrol. Dalam kondisi kritikal, pengambil keputusan yang peka, cenderung menggunakan the smarttalk trap ini untuk dapat kembali menumbuhkan inovasi dan kreatifitas dari kondisi disengaged menuju posisi purposeful. It helps to uncover what really motivates them. HUSBANDING THE ENERGY Pada setiap tahapan pengembangan, para pengambil keputusan bermain cantik dengan fokus dan energi. Mereka menyebutnya sebagai konsep husbanding the energy. Mereka memiliki
rumus masing-masing untuk bisa berbaur dan menguatkan energi yang mereka miliki dan menyatukan dengan fokus yang mereka inginkan sehingga memberi peluang dan potensi besar untuk memberi hasil dengan efektivitas yang tinggi. Mereka sangat berhati-hati menggunakan energi luar biasa ini dan benar-benar menggunakan dengan nilai (value) yang mereka yakini. Mereka juga meyakini bahwa prinsip husbanding the energy, menggiring mereka ke posisi exerting influence without authority – mereka dapat memberi pengaruh terhadap orang lain untuk melakukan tahapan pekerjaan untuk mencapai tujuan tanpa menggunakan otoritas sama sekali. Dalam diskusi yang sama, kawan-kawan saya berpendapat bahwa think time perlu masuk dalam agenda sehari-hari. Waktu yang mereka butuhkan untuk memanfaatkan energi untuk me-review kembali dan merefleksikan hal-hal yang paling penting untuk dikerjakan, parameter penyelesaiannya serta pengukuran hasil yang dicapai. Barangkali, ini saat yang tepat bagi mereka untuk memposisikan diri sebagai strategic thinker agar mereka dapat melihat dan menganalisa situasi dan rencana ke depan yang lebih jelas dari berbagai lensa. Bahkan mereka juga mengoptimalkan think time ini untuk menterjemahkan tujuan besar ke poin-poin penting yang lebih sederhana dan mudah diaplikasikan – break down big goal into bite-size pieces. Di penghujung tahun, think time dalam implementasi husbanding the energy sebagai salah satu elemen essential dalam struktur perubahan dari disengaged menuju purposeful ini, memberi mereka kemampuan untuk melihat when to focus in & when to pull back – The applicable strategic decision for the years ahead. Selamat Tahun Baru 2016 !
Mozaik
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
19
Dari Petani Jadi Pengusaha Nata De Coco Memulai dunia bisnis memang terkadang bisa datang tiba-tiba, seperti halnya Sriyono. Ia awalnya cuma menjadi petani tadah hujan di pelosok kota Ponorogo. Namun, setelah bersentuhan dengan dunia internet, hidupnya pun berubah. Sriyono tak lagi mengandalkan lahan kritis yang dimilikinya tetapi menjadi produsen nata de coco.
B
isnis yang dijalani warga Dukuh Gading RT 02 RW 03, Desa Sraten, Kecamatan Jenangan ini bisa mencapai 1,3 ton per minggu. Semuanya masuk pabrik dalam bentuk nata de coco tawar. Pabrikan kemudian memprosesnya lebih lanjut untuk dilempar ke pasaran dalam bentuk siap konsumsi. Merknya pun bukan lagi Sriyono atau SSW yang biasa dia digunakan, melainkan sudah made in pabrikan tersebut. Peluang besar tersebut, hingga sejauh ini, adalah satu-satunya yang diketahuinya. Diserap pabrik memang menguntungkan, namun margin yang dia dapatkan menjadi kecil. Untuk 1,3 ton setoran nata de coco ke pabrik, uang y a n g dihasilkan per minggu Rp 2,2 juta. “Ini peng-
hasilan kotor. Belum termasuk biaya produksi, gaji 2 karyawan, ongkos angkut ke pabrik,” ujar Sriyono. Sriyono menghitung, biaya produksi per minggu tak kurang dari Rp 1,2 juta. Di luar itu masih menanggung biaya lain-lain. Jadi keuntungan bersih per minggu hanya dikisaran Rp 500 - 700 ribu. Kecilnya penghasilan ini membuat Sriyono mulai mencoba melirik pasar di luar setoran ke pabrik. Ia menciptakan merk SSW nata de coco dalam bentuk siap konsumsi dan ditawarkan ke pasar-pasar. Hasilnya lumayan. Bisa menopang keuntungan. Sriyono juga menyediakan diri untuk pesanan hajatan warga sekitarnya. “Kendala saya cukup banyak, salah satunya modal. Semua produksi juga masih kami lakukan dengan manual. Dengan cara tradisonal. Jadi, volume juga terbatas. Permintaan pabrik sebenarnya berapa pun masuk, tapi kendala peralatan jadi masalah,” imbuhnya.
Sriyono
Untuk yang produksi bukan untuk setoran pabrik, lanjut Sriyono, sebenarnya mendapat respons bagus di pasaran. Terutama yang rasa buah leci atau coco pandan. Volumenya selalu bertambah. Namun, packaging menjadi masalah karena kurang menarik, sehingga tidak mampu menyedot pelangan yang signifikan. Kompetitor di pasaran sudah kelas pabrikan. “Jadi, andaikan ada bantuan, saya membutuhkan pelatihan untuk urusan packaging ini,” ungkapnya. Usaha nata de coco yang kini digeluti Sriyono bermula dari tahun 2010. Mendapatkan info dari internet, lantas dia mencobanya. Beberapa kali mencoba tidak berhasil, lantas dia ikut bekerja di usaha nata de coco milik seorang teman. Setelah merasa bisa, tahun 2011 ia membuka sendiri usahanya. Tahun 2011 itu produksi hanya sedikit, tapi sudah bisa masuk pasar lokal. Sambil jalan, Sriyono mencari pemasaran sendiri hingga berhasil menembus pabrikan di Solo dan Magetan. Selain giat mencari peluang pasar, Sriyono juga sedang mencoba membuat es nata de coco dengan ramuan gula jawa. Nata de coco dicampur dengan kelapa muda dan dijual de ngan rombong-rombong es yang bisa dibawa keliling. Dia menyerahkan ke istrinya untuk menangani calon bisnis baru tersebut. “Membuat nata de coco ini sebenar nya pekerjaan yang susah. Harus punya ketelatenan dan ribet. Harus tahan bau asam yang menyengat. Nata de coco baru bisa dipanen setelah tujuh hari proses. Agar bisa setiap hari panen, proses produksi juga harus dilakukan setiap hari,” jelasnnya. -Dinar Perdana
“Jelajah Jagad”
Lebih dari 250 lukisan karya Jansen Jasien dipamerkan dalam sebuah pameran tunggal bertajuk “Jelajah Jagad” di Sekolah Selamat Pagi Indonesia, Desa Pandan Rejo, kecamatan Bumiaji, kota Batu Malang, Minggu (20/12). Ada tiga tema besar yang diusung oleh Jansen dalam pameran tunggalnya, bocah, budaya, dan religi. Tema bocah tentang rekaman ingatan dan imajinasinya tentang dunia anak anak.
“Tidak cukup bingkai kanvas untuk mengurai semua kisah. Terlalu luas dan lengkap kisah para bocah. Mereka tumbuh bersama lingkungannya dalam dunia yang lucu, seru, dan alami,” tutur Jansen. Tema budaya menyajikan pergumulan batin sang pelukis memaknai untaian gerak seni tradisi dalam bingkai lukisan. Dalam tema ini Jansen berupaya menarik benang, betapa kebudayaan itu berkait erat dengan hidup dan kehidupan sehari hari masyarakat. Tema religi merupakan area kontemplasinya pada sang pencipta. Di mata Jansen, enam agama yang ada di Indonesia mempunyai daya tarik yang berbeda untuk dikisahkan dalam sebuah lukisan yang terbatas oleh frame. –Dona
Pameran Tunggal “Star Power” Dalam beberapa kesempatan Artotel Serabaya telah menampilkan pameran gabungan. Kali ini Artotel Surabaya mempersembahkan Pameran Tunggal “Star Power” oleh Petek Sutrisno dalam format seni realis dan imajinasi figur kartun, dengan menjadikan acrylic sebagai medianya. Pameran ini akan berlangsung selama tiga bulan mulai tanggal 18 Desember 2015 sampai 17 Februari 2016 di Rotation Art Apace, lobi hotel Artotel Surabaya. Petek Sutrisno adalah seniman kelahiran Yogyakarta, 25 April 1988, yang bergerak di dunia seni realis dan imajinasi figur kartun. Minatnya yang beras terhadap senirupa, membuat Petek memutuskan mengambil kuliah jurusan
seni rupa di ISI Yogjakarta. Pada pameran tunggal ini Petek mengangkat tema Star Power sebagai
judul pameran. Karya Petek banyak terpengaruh film, musik, ilustrasi, komik, dan youth culture.
18
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Dalam rangka menyukseskan kegiatan Denpasar Festival (Denfest) ke-8 Tahun 2015 yang dilaksanakan 28-31 Desember 2015, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar mengadakan kegiatan pameran dan lomba selama even berlangsung.
Denfest 2015
K
Great Sale Seluruh kegiatan pameran berlangsung mulai 28 hingga 31 Desember 2015 dari pukul 10.00 – 22.00 Wita. Diinformasikan bagi masyarakat Bali dan Kota Denpasar khususnya selama acara berjalan juga dilaksanakan program yang sangat menarik, berupa persembahan harga spesial melalui “Great Sale” dari para peserta pameran. “Silakan manfaatkan kesempatan baik ini ya,” ujar Laxmy Sementara pada Panggung Utama Catur Muka, hari Selasa, 29 Desember akan dimeriahkan dengan pelaksanaan “Lomba Seragam Endek Pengelola Pasar Rakyat Indonesia” pada pukul17.00 Wita-selesai. “Lomba ini diikuti oleh para Pengelola Pasar Rakyat Indonesia se-Kota Denpasar. Lomba busana kerja berbahan endek ini, kata Dayu Citra sesungguhnya telah terlaksana beberapa kali. Tahun-tahun sebelumnya sudah digelar Lomba Seragam Endek Karyawankaryawati Perbankan, Hotel, Rumah Sakit hingga LPD se-Kota Denpasar dan Tahun 2015 keunikan tersendiri dengan mempersembahkan Lomba
Fakultas Hukum Undiknas
Disperindag Gelar Great Sale dan Lomba Seragam Endek Pengelola Pasar
Seragam Endek Pengelola Pasar Rakyat Indonesia. Selain pengembangan dan pelestarian kain endek, pakaian seragam endek bagi pengelola pasar merupakan salah satu cerminan service excellent yang wajib ditunjukkan oleh Pasar Rakyat dengan tagline mereka “Pasar yang Ramah, Segar dan Terpercaya”. Kegiatan lomba ini merupakan ajang inovasi dari Pemerintah Kota Denpasar melalui Disperindag Kota Denpasar untuk semakin meluaskan penggunaan kain endek sebagai pakaian atau busana sehari-hari. Sesuai pula dengan tagline yang selama ini selalu digaungkan “Endek Kita Punya, Kita Pakai dan Kita Bangga”. Selanjutnya, ada fashion show oleh Duta Endek Kota Denpasar. Hal ini juga menunjang inovasi Pemkot Denpasar dengan melibatkan kaum generasi muda untuk memahami, melestarikan, bangga dan menggunakan kain endek sebagai gaya hidup. Fashion show menampilkan hasil karya Rhea Cempaka melalui Cempaka Boutique dan Taksu dengan Taksu Desain. Masih urusan
lenggak-lenggok, juga ada persembahan fashion show anak-anak oleh Franky Agency, ikut memeriahkan Panggung Utama Fashion Endek Kota Denpasar. Masih di ajang Denfest ini juga akan dilangsungkan pemberian penghargaan kepada para pemenag “Lomba Karya Cipta Kreatif 2015” bertempat di Panggung Utama Kawasan Catur Muka Denpasar Tanggal 29 Desember 2015.
ami akan mempersembahkan great sale, lomba fashion show serta pameran fashion dan tekstil dengan mengusung tema “Inspire and Harmony of Wastra”. Pada pameran fashion dan textile di arena Denfest, melibatkan pengrajin binaan Disperindag Kota Denpasar dan Dekranasda Kota Denpasar. Demikian disampaikan oleh Kadisperindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si.,didampingi Kabid Perdagangan IA Dewi Citrawati, S.E., M.Si., dan Kasi Bina Usaha Perdagangan I Gst Ayu Laxmy Saraswati, S.S., M.Hum. Wayan Gatra mengatakan para pengrajin bakal menampilkan produkproduk terbaiknya termasuk wastra “endek” sebagai salah satu hasil budaya
7
lokal yang juga potensi unggulan Kota Denpasar. Endek bukan hanya dipajang dalam bentuk lembaran kain juga berupa produk busana ready to wear dan dilengkapi berbagai aksesoris seperti sandal, sepatu serta inovasi lainnya berbahan endek. Lokasi pameran lanjutnya, dapat ditemui di kawasan Jalan Veteran Denpasar. “Pengrajin yang akan memajang produknya berjumlah 61 orang. Ini berarti masyarakat bisa memilih lebih banyak lagi koleksi-koleksi terbaru dan menarik dari berbagai kebutuhan fashion. Yang menarik juga kata Wayan Gatra pada salah satu stan, di sana pengunjung dapat melihat display keunikan dan keindahan berbagai hasil karya Lomba Cipta Karya Kreatif Tahun 2015. –ard
DENPASAR CRAFT AND FOOD FIESTA Untuk kegiatan pameran produksi craft and food fiesta, yang mengambil tema “Bangga Menggunakan Produk Unggulan Indonesia” lokasinya berada di kawasan Jagatnatha dan Museum Bali. Di sini tersaji produk kerajinan (hand made) oleh para pengrajin di Kota Denpasar dengan inovasi terbarunya. Produk mereka berupa sepatu atau sandal kulit, bunga spon, spa, pande besi, perak, serta produk merchandise. Pameran ini juga menampilkan produk pastry bakery yang dihasilkan oleh pengusaha kecil Kota Denpasar. Dan, anggota Pasar Rakyat Indonesia dengan ajakan “Ayo Berbelanja Ke Pasar Rakyat” juga turut menampilkan jajanan pasar, sarana upacara dan produk pasar rakyat. -ard
Gelar Law Competition Fakultas Hukum (FH) Undiknas semakin berkibar. Dengan melakukan proses pendidikan sesui visi dan misinya, Program Studi Ilmu Hukum Undiknas yang berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi No.027/BAN-PT/ Ak-X/S1/XI/2007 tanggal 16 November 2007 ”Terakreditasi” B (Baik) ini, berhasil melahirkan lulusan FH yang cerdas, memiliki semangat juang yang tinggi, yang selimuti pemikiran kritis, kreatif, mandiri dan inovatif
S
Surya Cendana dan Ita Utari
elama ini, di berbagai kesempatan FH Undiknas telah berhasil unjuk kemampuan dan meraih berbagai prestasi. Namun sesuai dengan perkembangan zaman, mereka menyadari harus terus memacu diri termasuk meningkatkan segala bentuk kemampuan keterampilan yang dimiliki. Apalagi yang namanya persaingan merupakan hal yang pasti dan tak dapat dihindari di era global ini. Menyadari hal tersebut, FH Undiknas melalui kegiatan BEM, membuka ruang untuk mewadahi bakat-bakat atau talenta yang dimiliki para siswa. Tersedianya penyaluran ini diharapkan dapat memberi warna positif di masyarakat dan berkembang menjadi salah satu alat untuk bersaing di dunia
global ini. Begitu disampaikan Gubernur Kabinet Bersinergi (Berprestasi dan Bergerak Inspiratif) Periode 2015/2016, Gede Agung Surya Cendana Tangkas didampingi Wakil Gubernur Ida Ayu Ita Utari. Dikatakan Surya Cendana, generasi muda di zaman sekarang sudah seharusnya melakukan hal-hal yang bersifat positif demi meningkatkan mutu dan kualitas diri hingga mampu bersaing di berbagai bidang. Baik itu dalam bidang akademik, bidang olahraga, bidang seni maupun bidang non-akademik lainnya. Terlebih mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya bidang pengabdian kepada masyarakat, dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan positif. Di sini mahasiswa harus mampu
bersosialisasi dengan masyarakat dan mampu berkontribusi nyata. Salah satunya dengan membuka suatu wadah untuk masyarakat melalui kompetisi. Mengingat pula bahwa setiap orang yang memiliki kelebihan atau bakat dalam bidangnya itu sudah selayaknya diberikan kesempatan dan penghargaan atas prestasi yang diraihnya. Kesempatan agar bakat yang dimilikinya terus berkembang ke depannya dan penghargaan untuk motivasi yang lebih lagi menjaga prestasinya. Untuk itu, kata Ita Utari, FH Undiknas, Denpasar menggelar kompetisi bertajuk “Law Competition #1”. Lomba dibuka untuk seluruh Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) se-Bali. “Kegiatan ini bertujuan menggali bakat-bakat baru anak-anak muda, menumbuhkembangkan potensi-potensi yang ada dan untuk menguji kemampuan demi meningkatkan prestasinya. Melalui kegiatan ini BEM-FH UNDIKNAS Denpasar membuat suatu perlombaan dalam bidang 3 on 3 Basket yang dilaksanakan di Kampus Undiknas Denpasar pada tanggal 15-17 Desember 2015 dengan memanfaantakan sarana dan prasarana yang sudah ada serta perlombaan modern dance yang dilaksanakan di GOR Ngurah Rai pada tanggal 19 Desember 2015. Untuk Lomba 3 On 3 Basket diikuti oleh 9 tim yang berasal dari SMAN 1 Denpasar, SMAN 2 Tabanan, SMAK Harapan, SMAN 1 Semarapura, SMAN 7 Denpasar, SMK TI Bali Global, SMAN 1 Kuta Selatan, serta peserta lomba Modern Dance berasal dari SMAK Santo Yoseph, SMAN 1 Denpasar, SMAN 4 Denpasar, SMAN 7 Denpasar dan SMAN 1 Kuta Selatan. Perolehan juara dalam lomba 3 On 3 Basket adalah: Juara 1, 2, dan 3, masing-masing diraih oleh SMAN 1 Denpasar, SMAN 2 Tabanan, SMAN 1 Kuta Selatan. Untuk Lomba Modern Dance dimenangkan oleh SMAN 4 Denpasar sebagai Juara1, SMAN 1 Denpasar (Juara 2), SMAK Santo Yoseph (Juara 3), dan Juara Favorit diraih SMAN 4 Denpasar. Selain mencari siswa yang berbakat dalam bidangnya, kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang pengenalan Fakultas Hukum UNDIKNAS Denpasar kepada masyarakat umum dan siswa SMA/SMK agar semakin percaya kepada Fakultas Hukum UNDIKNAS Denpasar dan
menjadi fakultas pilihan utama untuk melanjutkan pendidikan di jenjang Perguruan Tinggi. Menurut Dekan FH Undiknas Dr. AA Ayu Sri Rahayu Gorda, S.H., M.H., fakultas selalu mendukung kegiatan dan kreativitas dari BEM FH. Terlebih BEM FH semakin aktif, dan kompak dengan jalinan kekeluargaan yang tinggi. Kegiatan FH di antaranya, company visit yang bertujuan menjalin kerjasama dengan universitas-universitas di luar Bali seperti Ubaya, Universitas Brawijaya, LP Anak baik yang di Bali maupun Jawa Tengah. Kegiatan mahasiswa lainnya,
seperti rutin mengikuti debat hukum tujuannya bukan hanya untuk juara tapi melatih keberanian, juga mengikuti debat bahasa Inggris. Ia menambahkan, tren mahasiswa memilih FH cenderung meningkat dari tahun ke tahun. FH Undiknas sudah melaksanakan PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat) angkatan 1 dengan rasio kelulusan sertifikasinya mencapai 98%. Dimana 2 orang bukan tidak lulus tapi tidak mengikuti ujian karena sudah diterima di Kantor Kemenkum HAM dan 1 orang menyelesaikan notaris. –ard
Pelindung: Ketua :Dr. Anak Agung Ayu Ngurah Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., M.H. (Dekan Fakultas Hukum Universitas Pendidikan Nasional Denpasar) Anggota :Ni Nyoman Juwita Arsawati, S.H., M.Hum. (Ketua Program Studi Ilmu Hukum) Struktur Kepengurusan BEM-FH UNDIKNAS Denpasar:
Kabinet Bersinergi (Berprestasi dan Bergerak Inspiratif) Periode 2015/2016 Gubernur Wakil Gubernur Sekretaris I Sekretaris II Bendahara I Bendahara II
Selain pameran juga diselenggarakan hiburan rakyat dan lomba-lomba fashion show oleh Pelangi Production seperti Lomba Busana Casual Bebas dan Casual Endek, Lomba Busana Casual Merah Putih, Lomba Calistung dan Fotogenic. Lomba dimulai pukul 13.15 Wita. Untuk pendaftaran di Pelangi Production, hubungi: 081558003022. Tempat lomba di Panggung Kawasan Museum Bali dan Jagatnatha.
:Gede Agung Surya Cendana Tangkas :Ida Ayu Ita Utari :Anak Agung Ayu Andira Swari :Ni Komang Mas Pradnya Putri :Made Sri Dewi Utami :I Gede Wahyu Putra Kartawa
Divisi I (Pengembangan Sumber Daya Manusia) Ketua : Alexander Maha Putra Oemanas Anggota :I Kadek Ariasa
Pengurus BEM
Dibuka Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) untuk angkatan ke-2. Program S2 FH Undiknas siap melaksanakan matrikulasi mulai tanggal 4 Januari 2016, dan kuliah perdana tanggal 14 Januari 2016. FH Undiknas Jalan Bedugul No. 39 Sidakarya – Denpasar, telepon 0361 – 723868, 723077.
Divisi II (Harmonisasi dan Hubungan) Ketua :Putu Gede Permana Siwi Anggota :Wahyu Ema Aditya Divisi III (Kebudayaan, Kebijakan Publik, dan Pemberdayaan Masyarakat) Ketua :Putu Andre Kresna Pradana Anggota :I Nyoman Agus Suka Purwata
8
Bunda & Ananda
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Mencari Pengakuan dari Unggahan Foto Bagi penggemar media sosial (medsos), pasti sering melihat foto anak-anak dari si pemilik akun medsos. Foto yang ditampilkan gayanya bermacam-macam. Bahkan ada yang menjadikan medsos sebagai ajang promosi barang dagangan, khususnya pakaian anak atau perlengkapan anak. Apa plus minus memajang foto anak di dunia maya?
P
ilihan medsos kini cukup banyak. Orang tidak hanya membuat status saja. Fitur di medos juga menyediakan tempat memajang foto. Foto plus status pun menjadi kombinasi yang menarik. Hanya dengan memasang foto dan menulis status, orang lain akan tahu apa yang diker jakan dan dimana posisi di pemilik akun. Andri, salah seorang pemilik akun med sos menuturkan akun yang ia miliki sangat efektif untuk menyampaikan pesan kepada para kolega ketika putrinya lahir. “Saya pasang foto disertai ucapan terima kasih atas kelahiran putrid kami. Sekalian mohon doa restu agar putri kami menjadi anak yang
berguna bagi keluarga, masyarakat, dan negara,” ujar pekerja di sebuah perusahaan alat tulis ini. Apa yang dilakukan Andri ternyata menuai respons dari koleganya terutama yang berada jauh dari tempat Andri. Ia mendapat banyak ucapan dan doa. Ada juga yang memuji kecantikan putrinya yang baru lahir itu. Dari pandangan Hari Imam Wahyudi, S.Psi, Psikolog, medsos merupakan media atau tempat untuk curhat dan eksis. Hal-hal yang berhubungan dengan anak pun kerap dimunculkan di medsos, baik dalam ben tuk foto maupun status. “Ada kebanggaan bagi orangtua yang punya anak kemudian
(credit: Gede Lila Kantiana)
Hari Imam Wahyudi
memasang foto anaknya. Setelah foto di unggah, ada komentar dari orang lain. Ini menjadi semacam pengakuan dari orang lain,” ujarnya. Psikolog dari Biro Psikologi Dian Selaras ini menambahkan sisi positif dari penampi lan foto anak di media sosial bisa memacu orang lain untuk meniru. Dalam hal ini, tentu yang ditiru adalah prestasi. Ia sering melihat orang memasang foto anak disertai dengan prestasi yang diraih. Prestasi ini harus dijadikan acuan agar bisa melakukan hal serupa bahkan bisa lebih baik lagi. De mikian juga ketika ada yang memasang foto anaknya dengan pakaian yang sesuai dan indah dipandang. Pakaian ini bisa menjadi model yang ditiru orang lain. “Sisi negatifnya juga ada. Kalau me masang foto anak dengan pakaian seksi, itu malah memancing pelaku pedofil karena hasrat mereka tergugah. Pelaku bisa berada
di lingkungan keluarga atau di masyarakat. Jadi kenakan pakaian yang sopan agar tidak memancing permasalahan,” ujar psikolog yang juga pemain FTV ini. Dampak negatif lainnya, anak bisa menjadi incaran pelaku penculikan. Karena itu, Hari mengingatkan orangtua yang ingin memajang foto anak, jangan terlalu detail dalam menuliskan keterangan alamat ru mah atau sekolah. Selain itu, jangan terlalu menyombongkan diri agar tidak membuat orang lain emosi. “Gunakan kalimat yang bisa member motivasi agar orang lain bisa berprestasi. Atau, kalimatnya berupa pujian karena si anak melakukan hal-hal terpuji. Jangan ter lalu berlebihan dalam memberi komentar,” tegas Hari. Gede Lila Kantiana, seorang fotografer mengatakan dari sisi fotografi ada dampak positif mengugah foto anak ke medsos. “Tampilan foto anak di medsos memu dahkan menginformasikan secara cepat perkembangan anak ke sahabat, kerabat atau masyarakat luas. Anak-anak lebih cepat terkenal dan memungkinkan mendatangkan masukan secara materi dan nonmateri, misal ada iklan yang tertarik terhadap foto tersebut. Ada kebanggaan tersendiri jika foto-foto anak mendapat pujian tersendiri dari orang lain,” ujarnya. Namun, seperti halnya yang disampai kan Hari, ia melihat ada sisi negatifnya. Foto-foto tersebut dimanfaatkan untuk sarana kejahatan, misal kasus jual beli anak dan penipuan lainnya berkedok sumbangan yang mengatasnamakan anak. Lila pun memberi tips untuk memotret anak. “Berdasarkan pengalaman, bayi sebaiknya difoto sebelum berusia 14 hari, karena dia masih lentur dan sering mengeluarkan ek spresi-ekspresi yang lucu. Sebelum motret, beri dia ASI dan dalam konsisi ruangan yang hangat. Jangan menggunakan cahaya yang keras. Satu lagi, gunakan properti yang luculucu,” jelasnya. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit TAK MAU DISUAP
(credit: Gede Lila Kantiana)
Seorang tokoh di daerah itu terkenal jujur. Ia terpilih men jadi pejabat penting karena sumpahnya yang meyakinkan. Katanya, “Kalau tan ganku menerima Made Taro uang suap, biarlah ia terbakar.” Suatu tengah malam, seorang pemborong bertamu ke rumahnya. Pemborong itu membawa oleh-oleh yang terbungkus dalam dus. “Tidak, Kawan! Itu bukan oleh-oleh tetapi suap. Bawa pulanglah kembali!” demikian kata pejabat itu. Sebulan kemudian, tengah malam juga, pem borong itu kembali bertamu. Ia tidak membawa dus, tetapi sebuah arloji emas. Pemborong itu baru saja kembali dari luar negeri. “Tidak, Kawan! Itu bukan oleh-oleh tetapi suap. Bawa pulanglah kembali!” Sebulan kemudian, tengah malam juga, pem borong itu kembali bertamu. Ia tidak membawa dus, tidak membawa arloji emas, tetapi selembar amplop berisi uang. Ketika pemborong itu me nyodorkan amplop tersebut, sang pejabat segera berkata,
“Tidak, Kawan! Amplop berisi uang itu na manya suap. Bukankah aku telah bersumpah, kalau kusentuh uang suap itu, maka tanganku akan terbakar. Tangan yang terbakar tidak dapat disembuhkan, dan aku segera mati.” Pemborong itu kecewa, namun tidak mau berputus asa. Sebelum pamit ia berkata kepada pejabat itu, “Saya menghargai kejujuran Tuan, namun saya lebih menghargai kejujuran yang disertai akal budi.” “Maksudmu?” kata pejabat itu penuh tanya. “Tuan tak perlu menyentuh amplop berisi uang itu, karena akibatnya sangat berbahaya. Biarlah saya yang memasukkan amplop itu ke kantung baju Tuan. Kantung yang terbakar tinggal mem perbaikinya ke tukang jarit.” Pemborong yang cerdas itu lalu memasukkan amplop berisi uang itu ke kantung pejabat yang jujur itu. Setelah pamitan, ia melangkah cepat. Pejabat itu tak henti-hentinya berpikir. Per lahan-lahan ia membuka bajunya, memasang di hanger lalu menggantungnya di tembok. Sebelum tidur, ia melirik bajunya yang tergantung itu. Keesokan harinya, pagi-pagi benar ia me meriksa baju yang tergantung itu. Didapatinya kantung bajunya hangus terbakar. Demikian pula uang dalam amplop.
Griya
Dari Motif Tradisi Sampai Minimalis
17
Edisi 881/ 28Desember 2015 - 3 januari 2016
Persyaratan arsitektur bangunan gedung di Bali adalah menampilkan identitas Bali. Alternatif yang banyak diambil para pelaku properti di Bali adalah dengan aplikasi ukiran Bali. “Hampir semua bisnis properti menggunakan ukiran Bali, karena sepertinya itu akan mempermudah perizinan mereka,” ungkap Made Subanda yang sudah 20 tahun berge lut dengan ukiran batu paras.
P
emilik Bintang Bali Carving Stone ini menyebut, salah satu jenis material yang banyak dipakai adalah batu paras putih Yogya atau lebih dike nal dengan paras Yogya. Selain karena warnanya yang cantik, jenis material yang cocok diterap kan ke segala jenis bangunan, baik rumah, kantor, atau tempat usaha seperti hotel, vila, dan lain sebagainya ini juga memberikan nuansa alami dan kedekatan dengan alam. Khususnya di Bali, paras Yogya banyak digunakan sebagai pa nil atau relief, loster. Motifnya pun bermacam-macam, mulai dari flora seperti pohon bambu, pisang-pisangan, lotus; motif tradisi, dan motif tribal yang kerap disebut motif minimalis. “Sekarang ini motif minimalis yang
paling banyak diminati,” ujar pria asal Blahbatuh Gianyar ini. Satu bidang ukiran panil ini berukuran 1x0,5 meter dengan ketebalan 50 cm. Ukiran panil berukuran 1,5x1 meter rata-rata
diselesaikan 3 hari oleh seorang pengerajin. “Itu untuk motif flora. Kalau untuk motif tradisi lebih lama lagi karena ukirannya lebih rumit. Bidang seluas 1x1meter dikerjakan bisa sampai 10 hari,” imbuhnya. Tentunya ini juga ber pengaruh pada harga jual ukiran panil tersebut. Motif flora ukuran 1x1 meter atau 100 meter persegi ditawarkan Rp 1,2 juta, sementara motif tradisi bisa mencapai Rp 2,5 juta dengan ukuran bidang yang sama. Sekarang ini, saat usaha pro perti lesu, Subanda pun mengaku kena imbasnya, karena sebagian besar pelanggannya adalah kon traktor. Namun demikian, ada ataupun tidak ada pesanan, ra mai maupun sepi, ia tetap ber produksi. Lima tahun lalu, kerajinan par as Yogya ini sempat booming. Banyak tamu ke warganegaraan Australia, Malaysia dan Taiwan men jadi pelanggan nya. “Dulu, untuk pengiriman ke luar negeri hitung an kontener, tapi sekarang paling hanya beberapa biji dan itu pun pa nil yang berukuran
Beberapa motif panil paras Yogya
kecil 1 x 0,5 meter,” ungkap S ubanda. Sekarang ini paling banter pesanan dari para ekspa triat yang menetap di Sanur dan Kuta, Bali. Sementara, kiriman ke luar kota didominasi ke daerah Malang, Surabaya, dan Jakarta. “Mereka suka motif flora, orang Bali suka motif tradisi, dan orang property lebih memilih motif minimalis,” ujarnya. Proses pengerjaan kerajinan panil dari paras Yogya ini di jelaskan Subanda diawali dengan membasahi batu paras agak tidak keras saat dipahat. Selain itu juga agar debunya tidak terlalu keras. Setelah digambar, paras pun dipahat/diukir, dan diakhiri dengan proses pengamplasan. Panil siap dipasang. Pada proses pemasangan, diperlukan serbuk paras dicampur semen untuk menutupi lubang dan garis-garis
Made Subanda
pembatas bidang.Tahap akhir, baru panil tersebut dicoating agar tetap awet, serta tidak ditumbuhi lumut dan jamur. –Inten Indrawati
16
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Denfest 2015
Denfest ke-8
Festival Jalanan Terindah Akhir Tahun
Dibuka dengan Topeng Tantri
Sudah menjadi tradisi Kota Denpasar untuk mengakhiri tahun dengan dengan perayaan dalam bentuk festival, di acara bertajuk Denpasar Festival (Denfest). Acara ini menampilkan keragaman budaya dan kekayaan ekspresi serta kreativitas masyarakat dari berbagai komunitas di Kota Denpasar. Denfest ke-8 tahun 2015 ini akan berlangsung mulai 28- 31 Desember 2015.
materiil dan spiritual masyarakat. Cikal bakal Denfest bermula dari sebuah festival tutup tahun yang dicanangkan oleh IB Rai Dharmawijaya Mantra melalui Gajah Mada Town Festival di tahun 2008. Acara yang diagendakan sebagai festival tahunan ini kemudian bertranformasi menjadi Denpasar Festival (Denfest) sejak tahun 2009. Denfest kini sudah berlangsung untuk yang ke- 8 kalinya. Untuk tahun ini tema yang diusung adalah “Demi Denpasar”. Denfest dengan tema “Demi Denpasar” merupakan momentum tepat bagi segenap insan dan pemangku kepentingan di Denpasar untuk lanjut melangkah menapaki koridor masa depan. “Demi Denpasar” menegaskan era penuh sumbangsih untuk kepentingan Denpasar dan
peran timbal balik antara masyarakat dan pemerintah yang berkelanjutan. Untuk menghilangkan kesan monoton, Denfest setiap tahunnya selalu menampilkan ragam seni budaya, ragam kuliner, ragam fashion dan tekstil, ragam florikultura, dan keragaman produk handycraft hasil kerajinan seniman Kota Denpasar serta ragam kreatifitas komunitas dan ragam potensi unggulan masyarakat Kota Denpasar. Selama empat hari digelar, Denfest tidak pernah berhenti menghadirkan beragam kegiatan yang dapat dinikmati oleh masyarakat Bali. Mulai dari tarian, peragaan busana, penobatan duta endek dan aneka pameran lainnya. Begitu juga hiburannya baik yang tradisional maupun modern dapat disaksikan di arena Denfest. -ard
Pemkot Denpasar kembali bersinergi de ngan komponen masyarakat menggelar Den pasar Festival (Denfest). Perhelatan yang memasuki tahun ke-8 ini merupakan bingkai puncak ekspresi kreativitas dan budaya ung gulan yang mengacu pada potensi lokal dan kegiatan edukasi bagi masyarakat.
Air Mancur Catur Muka saat denfest
Sebagai reprentasi pusaran mandala kreativitas Denpasar yang menyelaraskan keagungan masa lalu dengan masa sekarang serta cita-cita masa depan. Parade topeng ini adalah wujud penciptaan, persembahan dan penikmatan keindahan sebagai unsur kebahagiaan puncak dan
Suasana Denfes di siang hari
D
enfest sebagai perhelatan puncak akhir tahun di Kota Denpasar merupakan sebuah strategi pemanggungan dan pengem-
bangan pilar-pilar industri kreatif di Bali yang telah terbukti memberi manfaat sangat besar bagi masyarakat. Denfest melahirkan bentuk-bentuk karya kreatif dan inovatif yang memiliki kualitas tinggi
dan menjadi modal utama pengembangan ekonomi kreatif di Kota Denpasar. Tidak saja menjadikan kreativitas hidup dan berkembang dengan jiwa baru, tetapi juga memberikan kesejahteraan
D
Semua Ada di Sini
Dari Jajanan Bali Sampai Musik Jazz
Suasana di stan jajanan
Semua yang hadir di arena Denfest, baik yang ada di kawasaa Jalan Veteran, Jalan Gajah Mada, sekitar Lapangan Gst Ngr Made Agung maupun yang di areal depan Pura Jaganatha dan Museum Bali, diisi dengan aneka suguhan yang tentunya sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Denfest kali ini juga menampilkan hal yang berbeda untuk tempat makanan yang dijual oleh para pedagang kuliner. Made Saryawan yang juga Kabag. Perekonomian Pemkot Denpasar mengatakan penataan kuliner tahun ini dibuat lebih profesional dan mudah untuk dibersihkan dan lebih praktis bagi pembeli dapat menimatinya di mana saja. “Pedagang kami sarankan untuk menggunakan tempat dari bahan kertas, sebagaimana yang dilakukan pada saat Sanur Village Festival,” katanya. Mengingat para pedagang yang
hadir di arena Denfest tidak dikenakan biaya, baik untuk tempat dan fasilitas lainnya, maka harapan masyarakat adalah mereka para pedagang tidak akan menaikkan harga.
Bukan hanya itu, yang berbeda pada Denfest kali ini ada lagi yang istimewa, panitia juga akan mengakomodir seni modern dengan menggelar Festival Music Jazz. “Pada Denfest kali ini, kami akan menggelar festival jazz bekerjasama dengan Balawan, untuk mengakomodir komunitas dan penggemar musik jazz di Denpasar,” ujar Saryawan. Seperti tahun-tahun sebelumnya agenda tahunan atau persembahan akhir tahun Pemerintah Kota Denpasar ini selalu disambut antusias masyarakat Kota Denpasar dan Bali umumnya. Persembahan seni pada saat pembukaan Denfest yang dipusatkan di kawasan Patung Catur Muka juga menjadi bagian yang ditunggutunggu. Begitu juga suguhan di akhir acara untuk menyambut matahari 2016. -ard
9
Stand live painting
Acara Denfest 2015 Senin, 28 Desember 09.00 – 22.00 Pameran Denpasar Festival 16.30 – Selesai Parade 1.000 Topeng & Pembukaan di Area Catur Muka Parade Permanian Tradisional 20.00 – 22.30 Hiburan Musik
enfest kali ini mempersembahkan tema “Demi Denpasar”, merupakan momentum tepat bagi segenap insan dan seluruh pemangku kepentingan di Kota Denpasar untuk lanjut melangkah, menapaki koridor masa depannya. “Demi Denpasar” menegaskan era penuh sumbangsih untuk kepentingan Kota Denpasar. Menggambarkan peran timbalbalik antara masyarakat dan pemerintah yang berkelanjutan demi kecemerlangan dan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar yang multidimensi. Tidak terbatas pada indeks pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita, namun juga termasuk indeks kebahagiaan (index of happiness) dan juga indeks keberlanjutan (idex of sustainability). Menurut Kepala Bagian Humas Kota Denpasar IB Rahoela didampingi Kasubag Pemberitaan Dewa Gede Rai, Denfest kali ini merupakan pergerakan imajiner
koridor kreatif Kota Denpasar dengan perwujudan timbal balik antara Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat kreatif mengusung tema “Demi Denpasar”. Selain penekanan pada kualitas juga mengandung nilai ekonomi kreatif terbaik. Dikatakan pula bahwa tema “Demi Denpasar” berdasarkan empat hal, yakni “mengenali, memahami, melakukan dan memasyarakatkan”. Tema tersebut merupakan kesatuan tema yang melingkupi arti penting kreativitas, seni (seni budaya sebagai pencerahan, persembahan dan sumber mata pencaharian) dalam mart (berbagai pasar). Semuanya dikelola secara smart (cerdas, efisien dan efektif) sebagai potensi unggulan pilar-pilar kreatif Kota Denpasar. Pada pembukaan Denfest ke-8 akan dipentaskan karnaval pagelaran parade Topeng Taksu di Balik Topeng Tetantrian. Parade topeng kali ini merupakan ikon teatrikal dari inagurasi Denfest yang melanjutkan tradisi dan Spirit Tapak Dara Maha Somya.
Selasa 29 Desember 18.30 – 20.00 Fashion Show di Panggung Utama 20.00 – 22.30 Hiburan Musik di Panggung Utama dan Panggung Gajah Mada 19.00 – 20.00 Operet di Lapangan Gst Ngr Made Agung Rabu, 30 Desember 19.45– 22.30 Hiburan Musik di Panggung Utama 18.30 – 19.30 Pentas Teater di Panggung Gajah Mada Kamis, 31 Desember 17.00 – selesai Pawai Melepas Matahari di Areal Lapangan Gst Ngrh Made Agung Hiburan Tari dan Seni Pertunjukan Daerah Bali
Padatnya penonton acara lomba busana
murni. Tantri sebagai kumpulan fable (cerita-cerita bertokoh satwa) merupakan sebuah epos terkenal dan membumi di kehidupan masyarakat Bali. Kisah tersebut bersumber dari “Panca Tantra” yang sarat dengan pesan moral kebajikan dan etika budi pekerti secara lisan turun temurun.
Hal tersebut dikemas secara kreatif dan inovasi dengan memberikan para peserta kebebasan menciptakan topeng-topeng satwa ikonik dan diberi ruang untuk mengemas pertunjukan dramatis singkat dalam melakonkan cerita bersumber dari kisah-kisah Tantri. –ard
Suguhkan Keindahan Tradisi Berbicara mengenai festival tentu saja tidak akan lepas dari yang namanya budaya. Sebab budaya itu merupakan adat yang dimiliki atau tradisi yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi. Jika kita membicarakan budaya dan tradisi yang ada di Bali tentu tidak akan ada henti-hentinya. Bali yang terkenal dengan pariwisatanya ini masyarakatnya memang selalu memiliki bakat dan ide-ide kreatif. Sehingga diadakanlah ajang Denfest ini. Segala bentuk puncak-puncak kebudayaan disuguhkan. Sebelum Pembukaan Denfest, Pemerintah Kota juga telah melaksanakan Pra Denfest. Salah satunya berupa Professional Chef Competition, yang untuk ketiga kalinya dilaksana-
kan Pemerintah Kota Denpasar serangkaian Pra Event Denpasar Festival (Denfest) Ke-8 tahun2015 dengan tema “Balinese Rijstaffel”. Kompetisi yang diikuti peserta dari kalangan mahasiswa Sekolah Perhotelan serta dari kalangan chef hotel maupun restoran, diharapkan perkembangan industri kreatif dengan subsektor kuliner menjadi langkah memajukan kuliner khas Bali melalui ICA yang bekerjasama dengan Pemkot Denpasar. Saat ini kita tidak saja membicarakan masalah wisata budaya, namun harus juga mampu mengembangkan masalah wisata kuliner di Kota Denpasar. Melalui Professional Chef Competition ini diharapkan dapat menin-
gkatkan kecintaan kita pada kuliner khas Bali.Selanjutnya hotel maupun restoran dapat semakin luas memperkenalkan masakan khas Bali kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Diharapkan perkembangan masakan khas Bali dapat diperkenalkan ke dalam menu hotel yang disajikan kepada para wisatawan. Dengan dilaksanakannya kompetisi yang melibatkan hotel dan mahasiswa, diharapkan menu tradisional Bali dapat masuk ke dalam menu hotel berbintang. Selain itu, juga untuk meningkatkan peran serta masyarakat Kota Denpasar dalam mengembangkan masakan tradisional serta menjalin kerjasama antar chef hotel di Kota Denpasar. - ard
10
Mitos
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Kompres dengan Air Dingin
atau Air Hangat?
Demam pada anak merupakan hal yang paling sering terjadi dan membuat kecemasan bagi para orangtua. Sebenarnya demam merupakan suatu respons fisiologis atau reaksi alamiah tubuh untuk melawan adanya infeksi virus, bakteri atau parasit. Sebagian besar anak-anak mengalami demam sebagai respons terhadap infeksi virus yang bersifat self limited yang tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Namun, sebagian kecil demam tersebut merupakan tanda infeksi yang serius dan mengancam jiwa.
Y
ang paling penting adalah mencari tahu penyebab demam dan memahami kapan orangtua merawat anaknya di rumah atau harus membawa anaknya ke dokter. Demikian diungkapkan dr. I Wayan Dediyana. “Kita katakan demam pada anak apabila terjadi peningkatan suhu tubuh di atas 37,5 Celcius,� tegasnya. Untuk mengukur suhu tubuh anak, sebaiknya menggunakan termometer dan tidak dianjurkan melakukan pengukuran berdasarkan perabaan tangan. Ada beberapa sediaan termometer yang bisa dipilih untuk mengukur suhu tubuh anak, antara lain termometer raksa (kaca merkuri), termometer digital, dan termometer telinga (tympanic termometer). Termometer kaca merkuri dianjurkan untuk tidak lagi digunakan karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan bila termometer tersebut pecah. Saat ini termometer yang aman dan akurat adalah termometer digital. Pilihan lainnya adalah termometer telinga (tympanic termometer) yang dapat mengukur temperatur di dalam liang telinga. Namun, termometer ini tidak dianjurkan untuk bayi berumur kurang dari 3 bulan. Staf dokter fungsional di Puskesmas 1 Densel ini menjelaskan, suhu tubuh anak bisa diukur melalui empat bagian tubuh yaitu ketiak (aksila), mulut, rectal/dubur, dan telinga. Penentuan demam tentunya bervariasi antara tempat pengukuran satu dengan lainnya. Dikatakan demam bila setelah melakukan pengukuran pada rektal/dubur didapatkan suhu rektal di atas 38 derajat celcius, sublingual/mulut di atas 37,6 derajat celcius, aksila/ketiak di atas 37,5 derajat celcius, dan di atas 37,6 derajat celcius dengan pengukuran membrane timpani. Berdasarkan lamanya demam dan tingkat suhu, demam dapat dibedakan menjadi: Demam kontinyu yaitu ditandai dengan peningkatan suhu tubuh yang menetap dengan fluktuasi maksimal 0,4 derajat celcius selama periode 24 jam, semisal, demam tifoid; Demam remiten yaitu ditandai dengan demam yang berulang secara berkala, misalnya,
dr. I Wayan Dediyana sebagian besar penyakit oleh karena infeksi virus dan bakteri; Demam intermiten, ketika suhu tubuh naik dan turun ke tingkat normal kembali dalam 1-3 hari, seperti malaria; Hiperpireksia, bila suhu tubuh mencapai atau melebihi 41,1 celcius. Kasus tersebut dianggap darurat dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Pada dasarnya tata laksana demam pada anak dapat dilakukan secara fisik, obat-obatan dan keduanya. Demam bukan merupakan penyakit melainkan gejala dari sebuah gangguan kesehatan atau infeksi, maka yang perlu dipikirkan adalah penyebab terjadinya demam. Demam pada anak hampir sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus. Demam bisa juga terjadi setelah mendapatkan imunisasi atau suntikan vaksin. Dokter Dedi mengimbau kepada para orangtua agar jangan panik apabila si kecil menderita demam. Ada beberapa usaha yang bisa dilakukan para orangtua di rumah untuk menurunkan demam si anak, di antaranya: Secara fisik, anak demam ditempatkan dalam ruangan bersuhu normal dengan ventilasi baik. Beri cairan lebih sering dengan perbanyak minum air putih sehingga anak tidak mengalami kekurangan cairan. Hindari makanan berlemak dan sulit dicerna. Pakaian anak diusahakan
tidak tebal. Kompres dengan air hangat. Anda dapat memberikan obat penurun demam khusus anak sesuai dengan berat badan anak dan diperlukan sendok khusus yang bisa didapatkan dari apotek saat membeli obat tersebut, salah satunya adalah dengan memberikan parasetamol. Parasetamol merupakan obat antipiretik pilihan pertama dalam menurunkan demam karena dianggap memiliki efek samping yang ringan. Apabila setelah minum obat keluhan demam tetap muncul, jalan yang terbaik adalah mencari bantuan dokter untuk mengenali penyebab demam secara benar. Beberapa kondisi demam pada anak yang mengganggu fungsi tubuh normal sebaiknya mencari bantuan dokter segera, misalnya dalam kasus-kasus sebagai berikut: sakit kepala yang hebat; muntah-muntah secara terus menerus; anak tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi; iritabel atau menangis terus menerus dan tidak dapat ditenangkan; tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan; leher terasa kaku dan sakit saat menunduk; kesulitan bernapas dan sakit dada; kejang-kejang; jika pasien/ anak merasa gelisah atau bingung tanpa alasan; ruam yang muncul dan menyebar dengan cepat; buang air besar berdarah; sakit saat buang air kecil; sakit perut; gerakan otot dan panca indera melemah. Ada beberapa mitos serta fakta tentang demam berkembang di masyarakat yang perlu diketahui dan dipahami oleh Anda sebagai orangtua. Karena dengan memiliki pemahaman tersebut, Anda dapat terbantu dalam memberikan penanganan demam yang baik pada anak Anda. Mitos : Penanganan demam pada anak cukup dikompres dengan air es atau alkohol Fakta : Penanganan demam pada anak yang baik adalah bagaimana membuat anak tersebut merasa nyaman. Peningkatan suhu tubuh pada anak, membuat anak gelisah dan timbul rasa tidak nyaman. Mengompres dengan air dingin atau alkohol tidak direkomendasikan karena akan mengakibatkan badan
Style
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Pesona Gaya Androgini Androgini adalah gaya yang dipresentasikannya dalam panggung “Bali Fashion Tendance� beberpa waktu lalu di TS Suites, Seminyak. Dengan energi yang penuh Weda Githa menampilkan sederetan karyanya untuk para fashionista lokal Bali maupun nasional.
anak justru menjadi menggigil sehingga terjadi kenaikan suhu tubuh. Kompres dingin juga mengakibatkan pembuluh darah mengecil (vasokontriksi), yang meningkatkan suhu tubuh. Di samping itu, kompres dingin mengakibatkan anak merasa tidak nyaman. Penggunaanan kompres dengan alkohol juga sudah tidak dianjurkan lagi karena memiliki banyak efek samping yaitu mengakibatkan kerusakan kulit, dehidrasi berat, dan hilangnya mekanisme pendinginan tubuh oleh kulit. Menghirup uap alkohol juga bisa mengiritasi saluran napas anak. Gunakan air hangat untuk mengompres. Selain itu, bisa menggunakan plester kompres demam dengan salah satunya dengan teknologi hydrogel untuk memberikan efek dingin cepat pada kepala anak, serta memberikan rasa nyaman saat demam. Mitos : Jika anak menggigil karena demam, selimuti dengan jaket/ selimut tebal Fakta : Pada anak demam, menggigil merupakan salah satu respons tubuh normal yang berguna untuk mengurangi panas tubuh. Penggunaan pakaian yang tebal membuat anak tambah menderita dan demamnya makin buruk. Kalau demam membuatnya menggigil, lebih baik diselimuti dengan selimut katun yang tipis. Kenakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat pada anak supaya panas tubuh dapat menguap. Mitos : Obat cacing ampuh turunkan demam Fakta : Peningkatan suhu dalam tubuh dapat terjadi ketika suhu set poin hipotalamus meningkat misalnya saat infeksi yang merupakan penyebab utama demam. Sampai saat ini obat yang mampu menurunkan set poin hipotalamus adalah obat golongan analgetik dan antipiretik melalui pencegahan pembentukan prostaglandin dengan jalan menghambat enzim cyclooxygenase. Obat yang menjadi pilihan pertama untuk menurunkan demam adalah parasetamol, karena relatif murah juga memiliki efek samping yang ringan bagi anak Mitos : Dahi panas berarti demam Fakta : Sering kita jumpai para orangtua menentukan demam pada si kecil dengan menempelkan telapak tangan ke dahi anak untuk mengecek apakah anak demam atau tidak. Cara tersebut adalah cara yang salah. Tangan kita kemungkinan dingin, sehingga dahi anak terasa lebih hangat saat diraba. Untuk mendapatkan hasil lebih akurat, gunakan termometer suhu badan Mitos : Antibiotik bisa atasi demam Fakta : Saat ini banyak orangtua yang beranggapan kalau tidak diberikan antibiotik maka tidak akan sembuh atau sembuhnya lama.
Seperti kita ketahui bahwa kebanyakan demam pada anak disebabkan karena infeksi virus. Jadi tidak semua demam efektif diatasi dengan pemberian antibiotik. Antibiotik efektif untuk mengatasi infeksi bakteri, namun tidak mampu menyembuhkan demam yang umumnya akibat infeksi virus. Untuk pemberian antibiotik sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter, biarkan dokter yang memutuskan apakah demam anak akibat virus atau bakteri. Mitos : Demam tinggi sebabkan epilepsi Fakta : Pada anak-anak terutama anak balita pusat pengatur suhu tubuh dan daya tahan tubuh belum begitu bagus. Demam tinggi pada anak sering menjadi pencetus kejang-kejang (bukan epilepsi) apabila demam tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu orangtua harus membawa anaknya ke dokter jika anak mengalami demam tinggi. Dokter akan merekomendasikan tes khusus jika anak diduga punya bakat epilepsi. Mitos : Anak yang demam harus dilaparkan Fakta : Anak yang demam tubuhnya berusaha melawan infeksi, dan kehilangan banyak kalori maupun cairan akibat suhu badan yang naik. Karenanya, anak butuh lebih banyak bukan lebih sedikit kalori. Tetap beri makan sebisa mungkin, hindari makanan berlemak dan sulit dicerna dan memberi banyak minum. Mitos : Bila anak demam kompres dengan air hangat Fakta : Benar. Bila anak demam dapat diberikan obat penurun panas dan pemberian terapi fisik (non farmakologi) seperti istirahat baring, kompres hangat serta banyak minum. Penggunaan kompres air hangat di lipat ketiak dan lipat selangkangan selama 10–15 menit akan membantu menurunkan panas dengan cara panas keluar lewat pori-pori kulit melalui proses penguapan. Mitos : Mengoles bawang putih atau minyak kelapa, dapat digunakan sebagai terapi demam Fakta : penggunaaan obat tradisional dengan produk herbal belum terbukti secara ilmiah dapat menurunkan demam, tapi hanya berdasarkan pengalaman semata sehingga perlu dikaji lebih lanjut Mitos : Beri minuman dingin pada anak untuk membantu menurunkan demam Fakta : Tidak ada hubungan suhu makanan dengan tubuh si kecil, sehingga minum air es saat demam tidak memberikan manfaat dalam menurunkan suhu tubuh anak. Saat demam, beri makanan yang biasanya dikonsumsi si kecil terutama perbanyak cairan seperti sup, jus buah dan minuman. –Inten Indrawati
K
onsep rancangan berupa perpaduan sifat feminin dan maskulin yang diusung desainer pada
Angelica Wu Fashion Design Course Bali ini, dikenal sangat identik dengan dirinya . Busana ready tyo wear dari Weda Githa yang khas kontemporer edgy
dan bergaya androgini ini memang terkesan lebih fleksibel untuk dikenakan oleh berbagai usia untuk kesan lebih bergaya muda.
15
Pilihan desainer Bali asal Singaraja ini,memang selalu menarik, style-nya pun menjadi pavorit penggemar mode. Apalagi cutting didukung dengan bahan-bahan yang nyaman. Penampilan yang fashionable, tampil beda namun tetap dinamis dan modern sudah pasti bagi pemakainya. – Sri Ardhini
Weda Githa
14
Jelita
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Tren Tata Rambut 2016 Sejalan pergantian tahun, dunia fashion juga dunia kecantikan pun turut bergulir. Salah satunya adalah urusan kecantikan rambut. Pasalnya gaya rambut sudah menjadi style tersendiri. Lantas model rambut apa yang bakal menjadi tren di tahun 2016?
B
icara tren tata rambut setiap tahunnya pergeserannya tidak terlalu jauh. Tahun 2016 rambut untuk perempuan yang akan banyak dipilih adalah model rambut seperti mid length cuts, shaggy, dan mermaid waves dan model bob. Begitu disampaikan Kompyang Pariadnyani yang biasa di sapa bu Jero pemilik Adibi Salon & Spa di kawasan Jalan Letda Tantular, Renon Mermaid waves katanya , adalah model dan gaya rambut sebahu dengan layer rambut yang terkesan acak-acakan. Potongan rambut ini cocok bagi pemilik bentuk wajah oval dan panjang dan ingin cepat menata rambut. Sebab, model dan gaya rambut wanita ini akan memberikan kesan agak berantakan tapi tetap keren dan feminin. Mid-length cuts adalah model potongan rambut sebahu dilengkapi poni tipis yang menawan. Tampilan model ini sangatpas bagi seseorang dengan wajah persegi. Potongan atau (cutting) mid-length cuts menghadirkan kesan anggun, modis tapi juga santai. Sedangkan jenis model rambut shaggy lebih tepat digunakan untuk mereka yang memiliki bentuk wajah segitiga.. Model rambut ini biasanya sebahu, atau lebih pendek. Dengan variasi layer yang nggak sama, model rambut shaggy bakal memunculkan kesan beraninya. Â Model rambut bob, juga
masih banyak menjadi dipilihan. Jenis potongan rambut ini memang tidak akan termakan oleh waktu dan masa. Buktinya model rambut bob sudah ada sejak dulu dan masih eksis sampai saat ini. Gaya rambut bob cocok untuk berbagai jenis bentuk wajah. Berikutnya Nah, model rambut yang terakhir adalah model rambut panjang dan lurus alami. Tren pun ini masih banyak disukai. Namun, tidak semua rambut bagus dengan gaya ini. Sebab, jika rambut tidak sehat dan terlalu tipis, terlihatnya pun tidak akan bagus. Sementara model wave (gelombang), tetap menjadi salah satu pilihan karena wave mampu memberikan kesan mewah, elegan dan feminin. Mengenai model mave (gelombang) yang banyak menjadi pilihan ibu-ibu muda, menurut Pariadnyani masih menjadi salah satu pilihan kalangan perempuan pengusaha dan sosialita di kotakota besar. Apalagi saat ini ada alat yang bisa membantu hingga gelombangnya terkesan alami. Dikatakannya terdapat tiga jenis model wave (gelombang). Pertama, model gelombang rambut yang lurus dari akarnya, dan dibentuk dengan gelombang besar-besar menyerupai huruf S dibagian bawahnya.
Model rambut bob, juga masih banyak menjadi dipilihan. Jenis potongan rambut ini memang tidak akan termakan oleh waktu dan masa menghadirkan kesan glamor sensual pada perempua dewasa.
Kompyang Pariadnyani
Model gelombang ini memberikan kesan sweet feminine yang dapat dikenakan untuk segala usia. Ada juga model gelombang yang cocok bagi kalangan perempuan usia 20 s.d 30 tahun yang ingin tampil cute innocent, dengan rambut lurus dari akar ke bawah namun pada ujungnya dibentuk masuk, sehingga tekstur layernya terlihat lebih tegas. Selanjutnya, teknik wave (gelombang) yang menonjolkan tekstur gelombang rambutnya. Pada teknik ini, gelombang rambut dibuat lebih kuat sehingga terlihat lebih tebal dan bervolume. Teknik gelombang ini
COLORING Diingatkan pula oleh Pariadnyani, meskipun kita ingin mendapatkan tampilan rambut baru yang up date sesuai tren, namun ada baiknya model rambut yang dipilih disesuaikan atau dipadukan dengan bentuk wajah dan karakter sehingga diperoleh hasil yang masksimal Selain itu untuk urusan tata rambut entah itu pendek, sedang maupun panjang, selalu tak lepas dari urusan teknik cutting (potongan), forming (pembentukan), termasuk coloring (pewarnaan). Seluruhnya merupakan satu kesatuan dalam model rambut. Jika salah satu di antaranya hanya sekadar hasilnya juga tidak akan maksimal. Sedangkan untuk tren perwarnaan (coloring) rambut 2016, katanya lebih mengarah pada
warna –wartna rambut yang menyerupai rambut babylights hairstyle atau hair color style. Babylights, lanjutnya adalah warna rambut dengan dimensi yang lebih halus dan warna yang beragam, tanpa terlihat seperti highlight atau tidak jauh dari dari warna asli rambut. Biasanya bewarna satu atau dua warna lebih muda dari warna rambut alami. Atau ingin tampil mengenakan gaya lainnya, bisa juga dengan mengintip panggung mode atau yang terjadi di street fashion dunia, apa yang menjadi pilihan dan digemari mereka. Untuk kita di Indonesai, katanya jika memang ingin tampil kontras, warna tembaga bisa menjadi pilihan yang baik. Namun, tetap bagi Partiadnyani kesan apa yang yang ingin ditampilkan melalui perubahan warna rambut, itu kembali pada pribadi masing-masing. –Sri Ardhini
Bugar
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
11
DAPATKAN SENYUM INDAH DAN WAJAH CANTIK DENGAN PERAWATAN ORTODONTIK drg. Komang Sri Mahayeni, Sp.Ort Dokter Gigi Spesialis Orthodonti Senyum indah dengan deretan lengkung gigi yang rapi dan gusi yang sehat adalah dambaan setiap orang dan tidak dipungkiri bahwa hal ini dapat menambah rasa percaya diri. Tujuan perawatan ortodontik adalah untuk mendapatkan kesehatan gigi dan mulut, estetika wajah dan gigi-geligi, fungsi yang baik serta stabilitas hasil perawatan. yang mengakibatkan sering mengalami sariawan. Pada umumnya penyebab gigi berjejal adalah faktor genetis dan pola makan yang kurang berserat sehingga menyebabkan lengkung gigi kurang berkembang maksimal, selain itu ada juga penyebab lain kebiasaan buruk seperti thumb sucking/mengisap jempol, bernapas lewat mulut dan tongue thrusting. Kondisi maloklusi seperti gigi renggang-renggang, gigi depan atas dan bawah maju dan gigitan terbalik/crossbite pada umumnya selain mempengaruhi fungsi pengunyahan, estetika wajah juga mengganggu proses pembersihan sehari-hari.
drg. Komang Sri Mahayeni, Sp.Ort
Maloklusi dapat didefinisikan sebagai kesalahan oklusi/gigitan gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah seperti gigi berjejal, gigi renggang-renggang, gigi-gigi depan atas dan bawah yang maju/protrusif, dan gigitan terbalik/crossbite. Terdapat tiga klasifikasi dari maloklusi gigi, yaitu maloklusi kelas I ditandai dengan tonjol bukal gigi geraham pertama atas beroklusi dengan cekungan bukal gigi geraham pertama bawah ; maloklusi kelas II ditandai gigi geraham pertama atas berada lebih di depan dari gigi geraham pertama bawah ; dan maloklusi kelas III ditandai dengan gigi geraham pertama atas berada dibelakang gigi geraham pertama bawah. Kondisi maloklusi gigi seperti gigi berjejal selain kurang baik untuk estetika wajah juga mempersulit proses pembersihan gigi sehari-hari karena bagianbagian tertentu susah dicapai saat menyikat gigi, hal ini menyebabkan cepatnya terbentuk karang gigi. Selain itu susunan gigi yang berjejal dapat menyebabkan sering terjadi trauma pada mukosa pipi atau bibir
Perawatan untuk merapikan, memundurkan, menata gigi-gigi atas dan bawah ke dalam susunan lengkung yang baik untuk mendapatkan profil wajah yang lebih baik dapat dilakukan dengan pemakaian kawat gigi cekat. Bagian-bagian kawat gigi cekat adalah (1). bracket yaitu komponen kecil yang dilekatkan pada gigi dan merupakan bagian untuk melekatkan kawat/wire, (2) kawat/wire yang melintang adalah komponen yang menggerakkan gigi, kawat ini
dilekatkan pada bracket dengan karet elastik atau ligature wire. Terdapat beberapa macam kawat gigi cekat berdasarkan tipe bracket dan bahan yang digunakan untuk membuat bracket. Berdasarkan tipe bracket secara umum terdapat bracket konvensional dimana pengikat antara kawat gigi dan bracketnya adalah dari karet elastik atau ligature wire. Karet elastik tersedia dalam beberapa warna dan umumnya harus diganti dalam masa 3-4 minggu karena elastisitasnya akan berkurang. Selain itu ada juga tipe kawat gigi cekat yang alat pengikat antara kawat gigi dan bracketnya berupa klip/pintu kecil, sehingga kondisi kawat / wire lebih longgar di dalam slot braket hal ini dapat meringankan rasa kurang nyaman selama perawatan merapikan gigi dengan bracket. Kawat gigi cekat tipe dengan klip ini sangat dianjurkan pada perawatan kasus gigi sangat berjejal. Tipe bracket berdasarkan bahannya terdiri dari dengan bahan dasar aloy logam dan berbahan dasar non-logam seperti komposit, ceramik yang sering disebut dengan istilah braket estetik karena memiliki warna sewarna dengan gigi. Dalam perawatan ortodontik dengan tujuan untuk memundurkan/retraksi gigi ataupun merapikan gigi yang berjejal maka akan diperlukan ruangan untuk memundurkan dan menata gigi-gigi dalam lengkung yang baik. Maka diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang dan pemeriksaan dasar untuk perhitungan kebutuhan ruang dalam tiap-tiap kasus yang akan dirawat seperti foto rontgen panoramic, cephalometry, cetakan awal gigi dan foto profil pasien. Kriteria kebutuhan ruang dalam tiap-tiap kasus dibedakan menjadi ringan, sedang dan berat. Pemenuhan kebutuhan ruang ini bisa didapatkan dari pelebaran/ekspansi lengkung gigi, memajukan/ protraksi gigi, interproksimal grinding/ pengurangan lapisan email gigi dalam batas tertentu dan pencabutan gigi premolar/ geraham kecil pertama permanen yang letaknya di belakang gigi taring. Pemilihan cara untuk pemenuhan kebutuhan ruangan ini tergantung ringan, sedang atau beratnya kasus. Pelebaran lengkung gigi, memajukan/protraksi gigi, interproksimal grinding biasanya dilakukan pada kasus dengan kebutuhan ruangan yang ringan dan tidak memerlukan koreksi pada profil wajah. Khusus untuk interproksimal grinding/pengurangan lapisan email dalam batas tertentu kurang disarankan pada pasien dengan kebiasan menjaga kebersihan gigi yang kurang baik, karena akan menyebabkan gigi mudah karies. Pada kasus yang memerlukan ruangan banyak untuk memundurkan gigi dan menata letak gigi-gigi maka harus dilakukan pencabutan gigi geraham kecil pertama/premolar rahang atas dan bawah regio sisi kanan dan kiri secara simetris, hasil dari perawatan memundurkan gigi dengan maksimal pada umumnya akan dapat mengkoreksi profil wajah dengan baik.
12
Kuliner
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Dinda Paramaningtyas Sudibya
Promosikan Kuliner Bali lewat Medsos Kecintaannya terhadap kuliner Bali sudah dimulai dari sebelum ia menempuh pendidikan dokter. Bahkan, menurut mahasiswi semester tiga Fakultas Kedokteran Unud ini, tidak menutup kemungkinan di kemudian hari, penggabungan antara dua bidang yang berbeda itu dapat memberikan efek positif kepada masyarakat. “Saya bisa menelaah lebih dalam nutrisi yang terkandung di dalam masakan khas Bali, mempromosikan dan membuka peluang lebih lebar bagi usaha kreatif dari segi kesehatan, sehingga garis pandang masyarakat dapat dikupas lebih dalam,” tutur dara manis usia 19 tahun ini.
K
ecintaannya pada menulis, ia tuangkan melalui akun instagram @deliciousbali. Sesuai dengan hobinya, mengeksplorasi hal baru, yang dituangkan dalam bentuk tulisan, menggambar, dan membaca baik fiktif dan non fiktif, alumnus SMAN 1 Denpasar ini, membuat akun instagram pada tahun 2013. Sebagai salah satu generasi yang telah menikmati perkembangan pesat dari pengembangan IT dan pengaruhnya pada masyarakat, ia mulai berpikir untuk memediasi Kuliner Bali. Ia ingin tidak hanya masyarakat Bali yang mampu mengetahui informasi terkini mengenai Kuliner Bali, namun mencakup wilayah nasional hingga internasional. “Medsos ini saya kemas dengan bahasa sederhana. Terkadang saya tuliskan dalam narasi berbahasa Inggris, dan kedepannya ingin saya kembangkan, tentunya juga menggunakan Bahasa Bali,” ucap putri pasangan Komang Pradnyana Sudibya dan TIA Kusuma Wardhani ini. Isi postingannya, terfokus pada makanan, kegiatan kuliner di Bali, usaha kreatif mengenai kuliner Bali, baik kuliner tradisional hingga internasional. Namun, sekarang ia sisipkan tokoh-tokoh inspiratif yang khususnya kebanyakan orang-orang yang memasuki usia senja. “Saya harapkan dapat menginspirasi masyarakat dengan keteguhan hati sosok-sosok tersebut yang masih berupaya untuk mencari nafkah dengan halal,” ujar perempuan yang
akrab disapa Dinda ini. Untuk foto-foto yang diupload, ia mengatakan, belajar secara otodidak. “Saya belum pernah mengikuti kursus fotografi dari awal membentuk delicious bali,” ujarnya. Berkat ketekunannya dalam mempromosikan kuliner Bali, Dinda dihubungi pihak kementerian pariwisata dan diminta sebagai narasumber dari buku mengenai Kuliner Bali yang akan dirilis tahun 2016. Dinda diminta menjelaskan bagaimana kuliner
Bali, usaha kreatif masyarakat yang mempengaruhi kuliner di Bali, dan pengaruh Delicious Bali terhadap kancah Bali di bidang kuliner, yang tentunya mempengaruhi bidang pariwisata, dan perekonomian. Ketika diwawancarai oleh pihak kementrian, Dinda disebutkan sebagai narasumber termuda dalam buku tersebut. Perempuan yang pernah menjadi wakil tim merah putih tahun 2007, dalam olimpiade sains internasional ini mengatakan, terkadang ia sendiri pun memerlukan wawasan yang luas mengenai Kuliner Bali. Hal itu banyak juga ia pelajari dari orangtuanya. Bahkan, kedua orangtuanya sangat mengapresiasi apa yang telah ia lakukan, Begitu juga dengan peralatan dan sarana fotografi. Ketika Delicious Bali masih awal terbentuk, kedua orangtuanya sangat mendukung, membuatnya semakin semangat untuk berkarya dan menulis. Ia merasakan, orangtuanya sangat berperan dalam memberikan wadah bagi kreativitas dan gagasangagasan yang ingin ia realisasikan. Ke depan, ia ingin pengembangan kuliner di Bali semakin ditilik dan dimediasi. Interaksi yang aktif dan kepedulian masyarakat dan pemerintah terhadap pelestarian kuliner Bali khususnya kuliner tradisional perlu ditingkatkan, dengan pengembangan teknologi. “Kreativitas yang dimiliki baik oleh pengendali usaha kecil dan usaha besar perlu mendapat
Menikmati Makanan Balom sambil Berbagi di Café Inspirasi
T
ak tahu mau kemana merayakan malam tahun baru? Yuk, datang ke Café Inspirasi di Jalan By
perhatian dari pemerintah. Ka rena sejujurnya, apresiasi sangat diperlukan dalam pengembangan kreativitas yang riil, sehingga gagasan-gagasan kreatif tersebut mendapatkan tempat,” tegasnya. Dinda ingin kuliner tradisional dilestarikan secara kreatif, dan Bali tetap memerlukan penggabungan
antara kuliner tradisional dan modern bekerja secara sinergis di bidangnya masing-masing. “Kedua aspek tersebut memerlukan mediasi yang memiliki tujuan untuk membawa pengembangan positif di bidang ekonomi, pariwisata, dan budaya yang ada di Bali,” kata Dinda. –Wirati Astiti
Sarwan Bahan: 1 ekor : 2 buah : 700 ml : 1 sdt : 4 ruas : 3 batang :
ayam kampung, potong menurut selera jeruk, ambil airnya air untuk merebus Air asam Jawa jari jahe, memarkan daun pre, cincang halus
Pass Sanur. Cafe Inspirasi merupakan sebuah warung makan sederhana. Dengan mengusung konsep Balom, atau makanan
khas Bali dan Lombok, perayaan malam tahun baru Anda pasti berkesan. Dengan harga yang sangat terjangkau dan kualitas makanan yang tak kalah menarik baik dari tampilan, warna, dan rasa, selera Anda pasti dimanjakan. Cafe Inspirasi memiliki kapasitas 40 kursi, yang rencananya akan dikembangkan bulan Januari, menjadi indoor dan outdoor yang lebih nyaman. Indoor-nya full AC, sehingga pengunjung yang memilih di dalam ruangan bisa menikmati suasana Cafe Inspirasi. Menurut Chef I Wayan Perean, yang mengelola Café Inspirasi, konsep ini tercetus karena satu harapan baru untuk mewujudkan
makanan perdesaan ala Bali dan Lombok tersaji ke seluruh dunia, tanpa lupa menomorsatukan kualitas makanan. “Harapan kita untuk mengangkat kuliner khas Bali bisa merajai dunia kuliner di seluruh dunia bisa kita wujudkan,” tuturnya. Ia menilai, selama ini kecenderungan makanan berkiblat ke masakan Perancis, Italia, dan Eropa. Namun, kini saatnya, kita mencoba membuat mata dunia terbuka di Bali memiliki masakan atau menu-menu yang luar biasa nikmat. Hal yang menarik di Cafe Inspirasi, tidak hanya berpikir keuntungan semata, tetapi ada hari untuk memikirkan orang
13
lain yang tidak mampu melalui kotak amal sosial. “Setiap hari kliwon para pengunjung hanya membayar melalui kotak amal yang tersedia, dan nominalnya sukarela. Itulah cara kami berbagi untuk orang yang kurang mampu. Dengan datang ke Café Inspirasi, para pembaca juga ikut berbagi dengan sesama yang tidak mampu,” ujar Perean. –Wirati Astiti
Ayam Budu-Budu Makasar Ayam Samarinda 1 sdt : lada bubuk Gula, garam secukupnya
Cara Membuat: - Campur potongam ayam bersama dengan air jeruk, aduk merata, diamkan selama 15 menit, lalu cuci hingga bersih.
- Rebus ayam bersama air asam Jawa, jahe, lada bubuk, garam, gula, kaldu bubuk dengan api kecil. Masak sampai empuk dan bumbu meresap lalu masukkan irisan daun pre, aduk-aduk sebentar, lalu angkat, sajikan lagi masih panas.
Bahan: 1 ekor : 2 sdm : 1 sdt : 4 lembar : 3 batang : 3 ruas : 2 ruas : 600 ml :
ayam, potong jadi 4 bagian air jeruk nipis garam daun salam serai, memarkan jari lengkuas, memarkan jari jahe, memarkan santan
Bumbu yang dihaluskan: 5 siung : bawang putih 9 buah : bawang merah 13 buah : cabe merah kriting ½ sdt : terasi bakar 2 sdm : gula merah Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya
Chinesse Food
ati Nikm Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai
Dapatkan Diskon
10%
Tampin Spesial
Murah Meriah & Bersih Es Teler
Dinda Paramaningtyas Sudibya
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
setiap pembelanjaan
minimal 100.000 Berlaku mulai 28 Desember 2015 s.d. 31 Januari 2016
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Cara Membuat: - Potong ayam menjadi 4 bagian, sisihkan, bersihkan. - Tumis bumbu halus bersama daun salam, serai, lengkuas dan jahe hingga matang lalu masukkan potongam ayam, aduk-aduk hingga berubah warna, tuang santan, masak sampai bumbu meresap dan santan berkurang angkat, dan sisihkan. - Bakar ayam sambil sesekali diolesi dengan sisa bumbu, bolak-balik hingga matang kecokelatan, angkat dan sajikan.
12
Kuliner
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Dinda Paramaningtyas Sudibya
Promosikan Kuliner Bali lewat Medsos Kecintaannya terhadap kuliner Bali sudah dimulai dari sebelum ia menempuh pendidikan dokter. Bahkan, menurut mahasiswi semester tiga Fakultas Kedokteran Unud ini, tidak menutup kemungkinan di kemudian hari, penggabungan antara dua bidang yang berbeda itu dapat memberikan efek positif kepada masyarakat. “Saya bisa menelaah lebih dalam nutrisi yang terkandung di dalam masakan khas Bali, mempromosikan dan membuka peluang lebih lebar bagi usaha kreatif dari segi kesehatan, sehingga garis pandang masyarakat dapat dikupas lebih dalam,” tutur dara manis usia 19 tahun ini.
K
ecintaannya pada menulis, ia tuangkan melalui akun instagram @deliciousbali. Sesuai dengan hobinya, mengeksplorasi hal baru, yang dituangkan dalam bentuk tulisan, menggambar, dan membaca baik fiktif dan non fiktif, alumnus SMAN 1 Denpasar ini, membuat akun instagram pada tahun 2013. Sebagai salah satu generasi yang telah menikmati perkembangan pesat dari pengembangan IT dan pengaruhnya pada masyarakat, ia mulai berpikir untuk memediasi Kuliner Bali. Ia ingin tidak hanya masyarakat Bali yang mampu mengetahui informasi terkini mengenai Kuliner Bali, namun mencakup wilayah nasional hingga internasional. “Medsos ini saya kemas dengan bahasa sederhana. Terkadang saya tuliskan dalam narasi berbahasa Inggris, dan kedepannya ingin saya kembangkan, tentunya juga menggunakan Bahasa Bali,” ucap putri pasangan Komang Pradnyana Sudibya dan TIA Kusuma Wardhani ini. Isi postingannya, terfokus pada makanan, kegiatan kuliner di Bali, usaha kreatif mengenai kuliner Bali, baik kuliner tradisional hingga internasional. Namun, sekarang ia sisipkan tokoh-tokoh inspiratif yang khususnya kebanyakan orang-orang yang memasuki usia senja. “Saya harapkan dapat menginspirasi masyarakat dengan keteguhan hati sosok-sosok tersebut yang masih berupaya untuk mencari nafkah dengan halal,” ujar perempuan yang
akrab disapa Dinda ini. Untuk foto-foto yang diupload, ia mengatakan, belajar secara otodidak. “Saya belum pernah mengikuti kursus fotografi dari awal membentuk delicious bali,” ujarnya. Berkat ketekunannya dalam mempromosikan kuliner Bali, Dinda dihubungi pihak kementerian pariwisata dan diminta sebagai narasumber dari buku mengenai Kuliner Bali yang akan dirilis tahun 2016. Dinda diminta menjelaskan bagaimana kuliner
Bali, usaha kreatif masyarakat yang mempengaruhi kuliner di Bali, dan pengaruh Delicious Bali terhadap kancah Bali di bidang kuliner, yang tentunya mempengaruhi bidang pariwisata, dan perekonomian. Ketika diwawancarai oleh pihak kementrian, Dinda disebutkan sebagai narasumber termuda dalam buku tersebut. Perempuan yang pernah menjadi wakil tim merah putih tahun 2007, dalam olimpiade sains internasional ini mengatakan, terkadang ia sendiri pun memerlukan wawasan yang luas mengenai Kuliner Bali. Hal itu banyak juga ia pelajari dari orangtuanya. Bahkan, kedua orangtuanya sangat mengapresiasi apa yang telah ia lakukan, Begitu juga dengan peralatan dan sarana fotografi. Ketika Delicious Bali masih awal terbentuk, kedua orangtuanya sangat mendukung, membuatnya semakin semangat untuk berkarya dan menulis. Ia merasakan, orangtuanya sangat berperan dalam memberikan wadah bagi kreativitas dan gagasangagasan yang ingin ia realisasikan. Ke depan, ia ingin pengembangan kuliner di Bali semakin ditilik dan dimediasi. Interaksi yang aktif dan kepedulian masyarakat dan pemerintah terhadap pelestarian kuliner Bali khususnya kuliner tradisional perlu ditingkatkan, dengan pengembangan teknologi. “Kreativitas yang dimiliki baik oleh pengendali usaha kecil dan usaha besar perlu mendapat
Menikmati Makanan Balom sambil Berbagi di Café Inspirasi
T
ak tahu mau kemana merayakan malam tahun baru? Yuk, datang ke Café Inspirasi di Jalan By
perhatian dari pemerintah. Ka rena sejujurnya, apresiasi sangat diperlukan dalam pengembangan kreativitas yang riil, sehingga gagasan-gagasan kreatif tersebut mendapatkan tempat,” tegasnya. Dinda ingin kuliner tradisional dilestarikan secara kreatif, dan Bali tetap memerlukan penggabungan
antara kuliner tradisional dan modern bekerja secara sinergis di bidangnya masing-masing. “Kedua aspek tersebut memerlukan mediasi yang memiliki tujuan untuk membawa pengembangan positif di bidang ekonomi, pariwisata, dan budaya yang ada di Bali,” kata Dinda. –Wirati Astiti
Sarwan Bahan: 1 ekor : 2 buah : 700 ml : 1 sdt : 4 ruas : 3 batang :
ayam kampung, potong menurut selera jeruk, ambil airnya air untuk merebus Air asam Jawa jari jahe, memarkan daun pre, cincang halus
Pass Sanur. Cafe Inspirasi merupakan sebuah warung makan sederhana. Dengan mengusung konsep Balom, atau makanan
khas Bali dan Lombok, perayaan malam tahun baru Anda pasti berkesan. Dengan harga yang sangat terjangkau dan kualitas makanan yang tak kalah menarik baik dari tampilan, warna, dan rasa, selera Anda pasti dimanjakan. Cafe Inspirasi memiliki kapasitas 40 kursi, yang rencananya akan dikembangkan bulan Januari, menjadi indoor dan outdoor yang lebih nyaman. Indoor-nya full AC, sehingga pengunjung yang memilih di dalam ruangan bisa menikmati suasana Cafe Inspirasi. Menurut Chef I Wayan Perean, yang mengelola Café Inspirasi, konsep ini tercetus karena satu harapan baru untuk mewujudkan
makanan perdesaan ala Bali dan Lombok tersaji ke seluruh dunia, tanpa lupa menomorsatukan kualitas makanan. “Harapan kita untuk mengangkat kuliner khas Bali bisa merajai dunia kuliner di seluruh dunia bisa kita wujudkan,” tuturnya. Ia menilai, selama ini kecenderungan makanan berkiblat ke masakan Perancis, Italia, dan Eropa. Namun, kini saatnya, kita mencoba membuat mata dunia terbuka di Bali memiliki masakan atau menu-menu yang luar biasa nikmat. Hal yang menarik di Cafe Inspirasi, tidak hanya berpikir keuntungan semata, tetapi ada hari untuk memikirkan orang
13
lain yang tidak mampu melalui kotak amal sosial. “Setiap hari kliwon para pengunjung hanya membayar melalui kotak amal yang tersedia, dan nominalnya sukarela. Itulah cara kami berbagi untuk orang yang kurang mampu. Dengan datang ke Café Inspirasi, para pembaca juga ikut berbagi dengan sesama yang tidak mampu,” ujar Perean. –Wirati Astiti
Ayam Budu-Budu Makasar Ayam Samarinda 1 sdt : lada bubuk Gula, garam secukupnya
Cara Membuat: - Campur potongam ayam bersama dengan air jeruk, aduk merata, diamkan selama 15 menit, lalu cuci hingga bersih.
- Rebus ayam bersama air asam Jawa, jahe, lada bubuk, garam, gula, kaldu bubuk dengan api kecil. Masak sampai empuk dan bumbu meresap lalu masukkan irisan daun pre, aduk-aduk sebentar, lalu angkat, sajikan lagi masih panas.
Bahan: 1 ekor : 2 sdm : 1 sdt : 4 lembar : 3 batang : 3 ruas : 2 ruas : 600 ml :
ayam, potong jadi 4 bagian air jeruk nipis garam daun salam serai, memarkan jari lengkuas, memarkan jari jahe, memarkan santan
Bumbu yang dihaluskan: 5 siung : bawang putih 9 buah : bawang merah 13 buah : cabe merah kriting ½ sdt : terasi bakar 2 sdm : gula merah Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya
Chinesse Food
ati Nikm Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai
Dapatkan Diskon
10%
Tampin Spesial
Murah Meriah & Bersih Es Teler
Dinda Paramaningtyas Sudibya
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
setiap pembelanjaan
minimal 100.000 Berlaku mulai 28 Desember 2015 s.d. 31 Januari 2016
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Cara Membuat: - Potong ayam menjadi 4 bagian, sisihkan, bersihkan. - Tumis bumbu halus bersama daun salam, serai, lengkuas dan jahe hingga matang lalu masukkan potongam ayam, aduk-aduk hingga berubah warna, tuang santan, masak sampai bumbu meresap dan santan berkurang angkat, dan sisihkan. - Bakar ayam sambil sesekali diolesi dengan sisa bumbu, bolak-balik hingga matang kecokelatan, angkat dan sajikan.
14
Jelita
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Tren Tata Rambut 2016 Sejalan pergantian tahun, dunia fashion juga dunia kecantikan pun turut bergulir. Salah satunya adalah urusan kecantikan rambut. Pasalnya gaya rambut sudah menjadi style tersendiri. Lantas model rambut apa yang bakal menjadi tren di tahun 2016?
B
icara tren tata rambut setiap tahunnya pergeserannya tidak terlalu jauh. Tahun 2016 rambut untuk perempuan yang akan banyak dipilih adalah model rambut seperti mid length cuts, shaggy, dan mermaid waves dan model bob. Begitu disampaikan Kompyang Pariadnyani yang biasa di sapa bu Jero pemilik Adibi Salon & Spa di kawasan Jalan Letda Tantular, Renon Mermaid waves katanya , adalah model dan gaya rambut sebahu dengan layer rambut yang terkesan acak-acakan. Potongan rambut ini cocok bagi pemilik bentuk wajah oval dan panjang dan ingin cepat menata rambut. Sebab, model dan gaya rambut wanita ini akan memberikan kesan agak berantakan tapi tetap keren dan feminin. Mid-length cuts adalah model potongan rambut sebahu dilengkapi poni tipis yang menawan. Tampilan model ini sangatpas bagi seseorang dengan wajah persegi. Potongan atau (cutting) mid-length cuts menghadirkan kesan anggun, modis tapi juga santai. Sedangkan jenis model rambut shaggy lebih tepat digunakan untuk mereka yang memiliki bentuk wajah segitiga.. Model rambut ini biasanya sebahu, atau lebih pendek. Dengan variasi layer yang nggak sama, model rambut shaggy bakal memunculkan kesan beraninya. Â Model rambut bob, juga
masih banyak menjadi dipilihan. Jenis potongan rambut ini memang tidak akan termakan oleh waktu dan masa. Buktinya model rambut bob sudah ada sejak dulu dan masih eksis sampai saat ini. Gaya rambut bob cocok untuk berbagai jenis bentuk wajah. Berikutnya Nah, model rambut yang terakhir adalah model rambut panjang dan lurus alami. Tren pun ini masih banyak disukai. Namun, tidak semua rambut bagus dengan gaya ini. Sebab, jika rambut tidak sehat dan terlalu tipis, terlihatnya pun tidak akan bagus. Sementara model wave (gelombang), tetap menjadi salah satu pilihan karena wave mampu memberikan kesan mewah, elegan dan feminin. Mengenai model mave (gelombang) yang banyak menjadi pilihan ibu-ibu muda, menurut Pariadnyani masih menjadi salah satu pilihan kalangan perempuan pengusaha dan sosialita di kotakota besar. Apalagi saat ini ada alat yang bisa membantu hingga gelombangnya terkesan alami. Dikatakannya terdapat tiga jenis model wave (gelombang). Pertama, model gelombang rambut yang lurus dari akarnya, dan dibentuk dengan gelombang besar-besar menyerupai huruf S dibagian bawahnya.
Model rambut bob, juga masih banyak menjadi dipilihan. Jenis potongan rambut ini memang tidak akan termakan oleh waktu dan masa menghadirkan kesan glamor sensual pada perempua dewasa.
Kompyang Pariadnyani
Model gelombang ini memberikan kesan sweet feminine yang dapat dikenakan untuk segala usia. Ada juga model gelombang yang cocok bagi kalangan perempuan usia 20 s.d 30 tahun yang ingin tampil cute innocent, dengan rambut lurus dari akar ke bawah namun pada ujungnya dibentuk masuk, sehingga tekstur layernya terlihat lebih tegas. Selanjutnya, teknik wave (gelombang) yang menonjolkan tekstur gelombang rambutnya. Pada teknik ini, gelombang rambut dibuat lebih kuat sehingga terlihat lebih tebal dan bervolume. Teknik gelombang ini
COLORING Diingatkan pula oleh Pariadnyani, meskipun kita ingin mendapatkan tampilan rambut baru yang up date sesuai tren, namun ada baiknya model rambut yang dipilih disesuaikan atau dipadukan dengan bentuk wajah dan karakter sehingga diperoleh hasil yang masksimal Selain itu untuk urusan tata rambut entah itu pendek, sedang maupun panjang, selalu tak lepas dari urusan teknik cutting (potongan), forming (pembentukan), termasuk coloring (pewarnaan). Seluruhnya merupakan satu kesatuan dalam model rambut. Jika salah satu di antaranya hanya sekadar hasilnya juga tidak akan maksimal. Sedangkan untuk tren perwarnaan (coloring) rambut 2016, katanya lebih mengarah pada
warna –wartna rambut yang menyerupai rambut babylights hairstyle atau hair color style. Babylights, lanjutnya adalah warna rambut dengan dimensi yang lebih halus dan warna yang beragam, tanpa terlihat seperti highlight atau tidak jauh dari dari warna asli rambut. Biasanya bewarna satu atau dua warna lebih muda dari warna rambut alami. Atau ingin tampil mengenakan gaya lainnya, bisa juga dengan mengintip panggung mode atau yang terjadi di street fashion dunia, apa yang menjadi pilihan dan digemari mereka. Untuk kita di Indonesai, katanya jika memang ingin tampil kontras, warna tembaga bisa menjadi pilihan yang baik. Namun, tetap bagi Partiadnyani kesan apa yang yang ingin ditampilkan melalui perubahan warna rambut, itu kembali pada pribadi masing-masing. –Sri Ardhini
Bugar
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
11
DAPATKAN SENYUM INDAH DAN WAJAH CANTIK DENGAN PERAWATAN ORTODONTIK drg. Komang Sri Mahayeni, Sp.Ort Dokter Gigi Spesialis Orthodonti Senyum indah dengan deretan lengkung gigi yang rapi dan gusi yang sehat adalah dambaan setiap orang dan tidak dipungkiri bahwa hal ini dapat menambah rasa percaya diri. Tujuan perawatan ortodontik adalah untuk mendapatkan kesehatan gigi dan mulut, estetika wajah dan gigi-geligi, fungsi yang baik serta stabilitas hasil perawatan. yang mengakibatkan sering mengalami sariawan. Pada umumnya penyebab gigi berjejal adalah faktor genetis dan pola makan yang kurang berserat sehingga menyebabkan lengkung gigi kurang berkembang maksimal, selain itu ada juga penyebab lain kebiasaan buruk seperti thumb sucking/mengisap jempol, bernapas lewat mulut dan tongue thrusting. Kondisi maloklusi seperti gigi renggang-renggang, gigi depan atas dan bawah maju dan gigitan terbalik/crossbite pada umumnya selain mempengaruhi fungsi pengunyahan, estetika wajah juga mengganggu proses pembersihan sehari-hari.
drg. Komang Sri Mahayeni, Sp.Ort
Maloklusi dapat didefinisikan sebagai kesalahan oklusi/gigitan gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah seperti gigi berjejal, gigi renggang-renggang, gigi-gigi depan atas dan bawah yang maju/protrusif, dan gigitan terbalik/crossbite. Terdapat tiga klasifikasi dari maloklusi gigi, yaitu maloklusi kelas I ditandai dengan tonjol bukal gigi geraham pertama atas beroklusi dengan cekungan bukal gigi geraham pertama bawah ; maloklusi kelas II ditandai gigi geraham pertama atas berada lebih di depan dari gigi geraham pertama bawah ; dan maloklusi kelas III ditandai dengan gigi geraham pertama atas berada dibelakang gigi geraham pertama bawah. Kondisi maloklusi gigi seperti gigi berjejal selain kurang baik untuk estetika wajah juga mempersulit proses pembersihan gigi sehari-hari karena bagianbagian tertentu susah dicapai saat menyikat gigi, hal ini menyebabkan cepatnya terbentuk karang gigi. Selain itu susunan gigi yang berjejal dapat menyebabkan sering terjadi trauma pada mukosa pipi atau bibir
Perawatan untuk merapikan, memundurkan, menata gigi-gigi atas dan bawah ke dalam susunan lengkung yang baik untuk mendapatkan profil wajah yang lebih baik dapat dilakukan dengan pemakaian kawat gigi cekat. Bagian-bagian kawat gigi cekat adalah (1). bracket yaitu komponen kecil yang dilekatkan pada gigi dan merupakan bagian untuk melekatkan kawat/wire, (2) kawat/wire yang melintang adalah komponen yang menggerakkan gigi, kawat ini
dilekatkan pada bracket dengan karet elastik atau ligature wire. Terdapat beberapa macam kawat gigi cekat berdasarkan tipe bracket dan bahan yang digunakan untuk membuat bracket. Berdasarkan tipe bracket secara umum terdapat bracket konvensional dimana pengikat antara kawat gigi dan bracketnya adalah dari karet elastik atau ligature wire. Karet elastik tersedia dalam beberapa warna dan umumnya harus diganti dalam masa 3-4 minggu karena elastisitasnya akan berkurang. Selain itu ada juga tipe kawat gigi cekat yang alat pengikat antara kawat gigi dan bracketnya berupa klip/pintu kecil, sehingga kondisi kawat / wire lebih longgar di dalam slot braket hal ini dapat meringankan rasa kurang nyaman selama perawatan merapikan gigi dengan bracket. Kawat gigi cekat tipe dengan klip ini sangat dianjurkan pada perawatan kasus gigi sangat berjejal. Tipe bracket berdasarkan bahannya terdiri dari dengan bahan dasar aloy logam dan berbahan dasar non-logam seperti komposit, ceramik yang sering disebut dengan istilah braket estetik karena memiliki warna sewarna dengan gigi. Dalam perawatan ortodontik dengan tujuan untuk memundurkan/retraksi gigi ataupun merapikan gigi yang berjejal maka akan diperlukan ruangan untuk memundurkan dan menata gigi-gigi dalam lengkung yang baik. Maka diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang dan pemeriksaan dasar untuk perhitungan kebutuhan ruang dalam tiap-tiap kasus yang akan dirawat seperti foto rontgen panoramic, cephalometry, cetakan awal gigi dan foto profil pasien. Kriteria kebutuhan ruang dalam tiap-tiap kasus dibedakan menjadi ringan, sedang dan berat. Pemenuhan kebutuhan ruang ini bisa didapatkan dari pelebaran/ekspansi lengkung gigi, memajukan/ protraksi gigi, interproksimal grinding/ pengurangan lapisan email gigi dalam batas tertentu dan pencabutan gigi premolar/ geraham kecil pertama permanen yang letaknya di belakang gigi taring. Pemilihan cara untuk pemenuhan kebutuhan ruangan ini tergantung ringan, sedang atau beratnya kasus. Pelebaran lengkung gigi, memajukan/protraksi gigi, interproksimal grinding biasanya dilakukan pada kasus dengan kebutuhan ruangan yang ringan dan tidak memerlukan koreksi pada profil wajah. Khusus untuk interproksimal grinding/pengurangan lapisan email dalam batas tertentu kurang disarankan pada pasien dengan kebiasan menjaga kebersihan gigi yang kurang baik, karena akan menyebabkan gigi mudah karies. Pada kasus yang memerlukan ruangan banyak untuk memundurkan gigi dan menata letak gigi-gigi maka harus dilakukan pencabutan gigi geraham kecil pertama/premolar rahang atas dan bawah regio sisi kanan dan kiri secara simetris, hasil dari perawatan memundurkan gigi dengan maksimal pada umumnya akan dapat mengkoreksi profil wajah dengan baik.
10
Mitos
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Kompres dengan Air Dingin
atau Air Hangat?
Demam pada anak merupakan hal yang paling sering terjadi dan membuat kecemasan bagi para orangtua. Sebenarnya demam merupakan suatu respons fisiologis atau reaksi alamiah tubuh untuk melawan adanya infeksi virus, bakteri atau parasit. Sebagian besar anak-anak mengalami demam sebagai respons terhadap infeksi virus yang bersifat self limited yang tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Namun, sebagian kecil demam tersebut merupakan tanda infeksi yang serius dan mengancam jiwa.
Y
ang paling penting adalah mencari tahu penyebab demam dan memahami kapan orangtua merawat anaknya di rumah atau harus membawa anaknya ke dokter. Demikian diungkapkan dr. I Wayan Dediyana. “Kita katakan demam pada anak apabila terjadi peningkatan suhu tubuh di atas 37,5 Celcius,� tegasnya. Untuk mengukur suhu tubuh anak, sebaiknya menggunakan termometer dan tidak dianjurkan melakukan pengukuran berdasarkan perabaan tangan. Ada beberapa sediaan termometer yang bisa dipilih untuk mengukur suhu tubuh anak, antara lain termometer raksa (kaca merkuri), termometer digital, dan termometer telinga (tympanic termometer). Termometer kaca merkuri dianjurkan untuk tidak lagi digunakan karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan bila termometer tersebut pecah. Saat ini termometer yang aman dan akurat adalah termometer digital. Pilihan lainnya adalah termometer telinga (tympanic termometer) yang dapat mengukur temperatur di dalam liang telinga. Namun, termometer ini tidak dianjurkan untuk bayi berumur kurang dari 3 bulan. Staf dokter fungsional di Puskesmas 1 Densel ini menjelaskan, suhu tubuh anak bisa diukur melalui empat bagian tubuh yaitu ketiak (aksila), mulut, rectal/dubur, dan telinga. Penentuan demam tentunya bervariasi antara tempat pengukuran satu dengan lainnya. Dikatakan demam bila setelah melakukan pengukuran pada rektal/dubur didapatkan suhu rektal di atas 38 derajat celcius, sublingual/mulut di atas 37,6 derajat celcius, aksila/ketiak di atas 37,5 derajat celcius, dan di atas 37,6 derajat celcius dengan pengukuran membrane timpani. Berdasarkan lamanya demam dan tingkat suhu, demam dapat dibedakan menjadi: Demam kontinyu yaitu ditandai dengan peningkatan suhu tubuh yang menetap dengan fluktuasi maksimal 0,4 derajat celcius selama periode 24 jam, semisal, demam tifoid; Demam remiten yaitu ditandai dengan demam yang berulang secara berkala, misalnya,
dr. I Wayan Dediyana sebagian besar penyakit oleh karena infeksi virus dan bakteri; Demam intermiten, ketika suhu tubuh naik dan turun ke tingkat normal kembali dalam 1-3 hari, seperti malaria; Hiperpireksia, bila suhu tubuh mencapai atau melebihi 41,1 celcius. Kasus tersebut dianggap darurat dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Pada dasarnya tata laksana demam pada anak dapat dilakukan secara fisik, obat-obatan dan keduanya. Demam bukan merupakan penyakit melainkan gejala dari sebuah gangguan kesehatan atau infeksi, maka yang perlu dipikirkan adalah penyebab terjadinya demam. Demam pada anak hampir sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus. Demam bisa juga terjadi setelah mendapatkan imunisasi atau suntikan vaksin. Dokter Dedi mengimbau kepada para orangtua agar jangan panik apabila si kecil menderita demam. Ada beberapa usaha yang bisa dilakukan para orangtua di rumah untuk menurunkan demam si anak, di antaranya: Secara fisik, anak demam ditempatkan dalam ruangan bersuhu normal dengan ventilasi baik. Beri cairan lebih sering dengan perbanyak minum air putih sehingga anak tidak mengalami kekurangan cairan. Hindari makanan berlemak dan sulit dicerna. Pakaian anak diusahakan
tidak tebal. Kompres dengan air hangat. Anda dapat memberikan obat penurun demam khusus anak sesuai dengan berat badan anak dan diperlukan sendok khusus yang bisa didapatkan dari apotek saat membeli obat tersebut, salah satunya adalah dengan memberikan parasetamol. Parasetamol merupakan obat antipiretik pilihan pertama dalam menurunkan demam karena dianggap memiliki efek samping yang ringan. Apabila setelah minum obat keluhan demam tetap muncul, jalan yang terbaik adalah mencari bantuan dokter untuk mengenali penyebab demam secara benar. Beberapa kondisi demam pada anak yang mengganggu fungsi tubuh normal sebaiknya mencari bantuan dokter segera, misalnya dalam kasus-kasus sebagai berikut: sakit kepala yang hebat; muntah-muntah secara terus menerus; anak tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi; iritabel atau menangis terus menerus dan tidak dapat ditenangkan; tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan; leher terasa kaku dan sakit saat menunduk; kesulitan bernapas dan sakit dada; kejang-kejang; jika pasien/ anak merasa gelisah atau bingung tanpa alasan; ruam yang muncul dan menyebar dengan cepat; buang air besar berdarah; sakit saat buang air kecil; sakit perut; gerakan otot dan panca indera melemah. Ada beberapa mitos serta fakta tentang demam berkembang di masyarakat yang perlu diketahui dan dipahami oleh Anda sebagai orangtua. Karena dengan memiliki pemahaman tersebut, Anda dapat terbantu dalam memberikan penanganan demam yang baik pada anak Anda. Mitos : Penanganan demam pada anak cukup dikompres dengan air es atau alkohol Fakta : Penanganan demam pada anak yang baik adalah bagaimana membuat anak tersebut merasa nyaman. Peningkatan suhu tubuh pada anak, membuat anak gelisah dan timbul rasa tidak nyaman. Mengompres dengan air dingin atau alkohol tidak direkomendasikan karena akan mengakibatkan badan
Style
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Pesona Gaya Androgini Androgini adalah gaya yang dipresentasikannya dalam panggung “Bali Fashion Tendance� beberpa waktu lalu di TS Suites, Seminyak. Dengan energi yang penuh Weda Githa menampilkan sederetan karyanya untuk para fashionista lokal Bali maupun nasional.
anak justru menjadi menggigil sehingga terjadi kenaikan suhu tubuh. Kompres dingin juga mengakibatkan pembuluh darah mengecil (vasokontriksi), yang meningkatkan suhu tubuh. Di samping itu, kompres dingin mengakibatkan anak merasa tidak nyaman. Penggunaanan kompres dengan alkohol juga sudah tidak dianjurkan lagi karena memiliki banyak efek samping yaitu mengakibatkan kerusakan kulit, dehidrasi berat, dan hilangnya mekanisme pendinginan tubuh oleh kulit. Menghirup uap alkohol juga bisa mengiritasi saluran napas anak. Gunakan air hangat untuk mengompres. Selain itu, bisa menggunakan plester kompres demam dengan salah satunya dengan teknologi hydrogel untuk memberikan efek dingin cepat pada kepala anak, serta memberikan rasa nyaman saat demam. Mitos : Jika anak menggigil karena demam, selimuti dengan jaket/ selimut tebal Fakta : Pada anak demam, menggigil merupakan salah satu respons tubuh normal yang berguna untuk mengurangi panas tubuh. Penggunaan pakaian yang tebal membuat anak tambah menderita dan demamnya makin buruk. Kalau demam membuatnya menggigil, lebih baik diselimuti dengan selimut katun yang tipis. Kenakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat pada anak supaya panas tubuh dapat menguap. Mitos : Obat cacing ampuh turunkan demam Fakta : Peningkatan suhu dalam tubuh dapat terjadi ketika suhu set poin hipotalamus meningkat misalnya saat infeksi yang merupakan penyebab utama demam. Sampai saat ini obat yang mampu menurunkan set poin hipotalamus adalah obat golongan analgetik dan antipiretik melalui pencegahan pembentukan prostaglandin dengan jalan menghambat enzim cyclooxygenase. Obat yang menjadi pilihan pertama untuk menurunkan demam adalah parasetamol, karena relatif murah juga memiliki efek samping yang ringan bagi anak Mitos : Dahi panas berarti demam Fakta : Sering kita jumpai para orangtua menentukan demam pada si kecil dengan menempelkan telapak tangan ke dahi anak untuk mengecek apakah anak demam atau tidak. Cara tersebut adalah cara yang salah. Tangan kita kemungkinan dingin, sehingga dahi anak terasa lebih hangat saat diraba. Untuk mendapatkan hasil lebih akurat, gunakan termometer suhu badan Mitos : Antibiotik bisa atasi demam Fakta : Saat ini banyak orangtua yang beranggapan kalau tidak diberikan antibiotik maka tidak akan sembuh atau sembuhnya lama.
Seperti kita ketahui bahwa kebanyakan demam pada anak disebabkan karena infeksi virus. Jadi tidak semua demam efektif diatasi dengan pemberian antibiotik. Antibiotik efektif untuk mengatasi infeksi bakteri, namun tidak mampu menyembuhkan demam yang umumnya akibat infeksi virus. Untuk pemberian antibiotik sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter, biarkan dokter yang memutuskan apakah demam anak akibat virus atau bakteri. Mitos : Demam tinggi sebabkan epilepsi Fakta : Pada anak-anak terutama anak balita pusat pengatur suhu tubuh dan daya tahan tubuh belum begitu bagus. Demam tinggi pada anak sering menjadi pencetus kejang-kejang (bukan epilepsi) apabila demam tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu orangtua harus membawa anaknya ke dokter jika anak mengalami demam tinggi. Dokter akan merekomendasikan tes khusus jika anak diduga punya bakat epilepsi. Mitos : Anak yang demam harus dilaparkan Fakta : Anak yang demam tubuhnya berusaha melawan infeksi, dan kehilangan banyak kalori maupun cairan akibat suhu badan yang naik. Karenanya, anak butuh lebih banyak bukan lebih sedikit kalori. Tetap beri makan sebisa mungkin, hindari makanan berlemak dan sulit dicerna dan memberi banyak minum. Mitos : Bila anak demam kompres dengan air hangat Fakta : Benar. Bila anak demam dapat diberikan obat penurun panas dan pemberian terapi fisik (non farmakologi) seperti istirahat baring, kompres hangat serta banyak minum. Penggunaan kompres air hangat di lipat ketiak dan lipat selangkangan selama 10–15 menit akan membantu menurunkan panas dengan cara panas keluar lewat pori-pori kulit melalui proses penguapan. Mitos : Mengoles bawang putih atau minyak kelapa, dapat digunakan sebagai terapi demam Fakta : penggunaaan obat tradisional dengan produk herbal belum terbukti secara ilmiah dapat menurunkan demam, tapi hanya berdasarkan pengalaman semata sehingga perlu dikaji lebih lanjut Mitos : Beri minuman dingin pada anak untuk membantu menurunkan demam Fakta : Tidak ada hubungan suhu makanan dengan tubuh si kecil, sehingga minum air es saat demam tidak memberikan manfaat dalam menurunkan suhu tubuh anak. Saat demam, beri makanan yang biasanya dikonsumsi si kecil terutama perbanyak cairan seperti sup, jus buah dan minuman. –Inten Indrawati
K
onsep rancangan berupa perpaduan sifat feminin dan maskulin yang diusung desainer pada
Angelica Wu Fashion Design Course Bali ini, dikenal sangat identik dengan dirinya . Busana ready tyo wear dari Weda Githa yang khas kontemporer edgy
dan bergaya androgini ini memang terkesan lebih fleksibel untuk dikenakan oleh berbagai usia untuk kesan lebih bergaya muda.
15
Pilihan desainer Bali asal Singaraja ini,memang selalu menarik, style-nya pun menjadi pavorit penggemar mode. Apalagi cutting didukung dengan bahan-bahan yang nyaman. Penampilan yang fashionable, tampil beda namun tetap dinamis dan modern sudah pasti bagi pemakainya. – Sri Ardhini
Weda Githa
16
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Denfest 2015
Denfest ke-8
Festival Jalanan Terindah Akhir Tahun
Dibuka dengan Topeng Tantri
Sudah menjadi tradisi Kota Denpasar untuk mengakhiri tahun dengan dengan perayaan dalam bentuk festival, di acara bertajuk Denpasar Festival (Denfest). Acara ini menampilkan keragaman budaya dan kekayaan ekspresi serta kreativitas masyarakat dari berbagai komunitas di Kota Denpasar. Denfest ke-8 tahun 2015 ini akan berlangsung mulai 28- 31 Desember 2015.
materiil dan spiritual masyarakat. Cikal bakal Denfest bermula dari sebuah festival tutup tahun yang dicanangkan oleh IB Rai Dharmawijaya Mantra melalui Gajah Mada Town Festival di tahun 2008. Acara yang diagendakan sebagai festival tahunan ini kemudian bertranformasi menjadi Denpasar Festival (Denfest) sejak tahun 2009. Denfest kini sudah berlangsung untuk yang ke- 8 kalinya. Untuk tahun ini tema yang diusung adalah “Demi Denpasar”. Denfest dengan tema “Demi Denpasar” merupakan momentum tepat bagi segenap insan dan pemangku kepentingan di Denpasar untuk lanjut melangkah menapaki koridor masa depan. “Demi Denpasar” menegaskan era penuh sumbangsih untuk kepentingan Denpasar dan
peran timbal balik antara masyarakat dan pemerintah yang berkelanjutan. Untuk menghilangkan kesan monoton, Denfest setiap tahunnya selalu menampilkan ragam seni budaya, ragam kuliner, ragam fashion dan tekstil, ragam florikultura, dan keragaman produk handycraft hasil kerajinan seniman Kota Denpasar serta ragam kreatifitas komunitas dan ragam potensi unggulan masyarakat Kota Denpasar. Selama empat hari digelar, Denfest tidak pernah berhenti menghadirkan beragam kegiatan yang dapat dinikmati oleh masyarakat Bali. Mulai dari tarian, peragaan busana, penobatan duta endek dan aneka pameran lainnya. Begitu juga hiburannya baik yang tradisional maupun modern dapat disaksikan di arena Denfest. -ard
Pemkot Denpasar kembali bersinergi de ngan komponen masyarakat menggelar Den pasar Festival (Denfest). Perhelatan yang memasuki tahun ke-8 ini merupakan bingkai puncak ekspresi kreativitas dan budaya ung gulan yang mengacu pada potensi lokal dan kegiatan edukasi bagi masyarakat.
Air Mancur Catur Muka saat denfest
Sebagai reprentasi pusaran mandala kreativitas Denpasar yang menyelaraskan keagungan masa lalu dengan masa sekarang serta cita-cita masa depan. Parade topeng ini adalah wujud penciptaan, persembahan dan penikmatan keindahan sebagai unsur kebahagiaan puncak dan
Suasana Denfes di siang hari
D
enfest sebagai perhelatan puncak akhir tahun di Kota Denpasar merupakan sebuah strategi pemanggungan dan pengem-
bangan pilar-pilar industri kreatif di Bali yang telah terbukti memberi manfaat sangat besar bagi masyarakat. Denfest melahirkan bentuk-bentuk karya kreatif dan inovatif yang memiliki kualitas tinggi
dan menjadi modal utama pengembangan ekonomi kreatif di Kota Denpasar. Tidak saja menjadikan kreativitas hidup dan berkembang dengan jiwa baru, tetapi juga memberikan kesejahteraan
D
Semua Ada di Sini
Dari Jajanan Bali Sampai Musik Jazz
Suasana di stan jajanan
Semua yang hadir di arena Denfest, baik yang ada di kawasaa Jalan Veteran, Jalan Gajah Mada, sekitar Lapangan Gst Ngr Made Agung maupun yang di areal depan Pura Jaganatha dan Museum Bali, diisi dengan aneka suguhan yang tentunya sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Denfest kali ini juga menampilkan hal yang berbeda untuk tempat makanan yang dijual oleh para pedagang kuliner. Made Saryawan yang juga Kabag. Perekonomian Pemkot Denpasar mengatakan penataan kuliner tahun ini dibuat lebih profesional dan mudah untuk dibersihkan dan lebih praktis bagi pembeli dapat menimatinya di mana saja. “Pedagang kami sarankan untuk menggunakan tempat dari bahan kertas, sebagaimana yang dilakukan pada saat Sanur Village Festival,” katanya. Mengingat para pedagang yang
hadir di arena Denfest tidak dikenakan biaya, baik untuk tempat dan fasilitas lainnya, maka harapan masyarakat adalah mereka para pedagang tidak akan menaikkan harga.
Bukan hanya itu, yang berbeda pada Denfest kali ini ada lagi yang istimewa, panitia juga akan mengakomodir seni modern dengan menggelar Festival Music Jazz. “Pada Denfest kali ini, kami akan menggelar festival jazz bekerjasama dengan Balawan, untuk mengakomodir komunitas dan penggemar musik jazz di Denpasar,” ujar Saryawan. Seperti tahun-tahun sebelumnya agenda tahunan atau persembahan akhir tahun Pemerintah Kota Denpasar ini selalu disambut antusias masyarakat Kota Denpasar dan Bali umumnya. Persembahan seni pada saat pembukaan Denfest yang dipusatkan di kawasan Patung Catur Muka juga menjadi bagian yang ditunggutunggu. Begitu juga suguhan di akhir acara untuk menyambut matahari 2016. -ard
9
Stand live painting
Acara Denfest 2015 Senin, 28 Desember 09.00 – 22.00 Pameran Denpasar Festival 16.30 – Selesai Parade 1.000 Topeng & Pembukaan di Area Catur Muka Parade Permanian Tradisional 20.00 – 22.30 Hiburan Musik
enfest kali ini mempersembahkan tema “Demi Denpasar”, merupakan momentum tepat bagi segenap insan dan seluruh pemangku kepentingan di Kota Denpasar untuk lanjut melangkah, menapaki koridor masa depannya. “Demi Denpasar” menegaskan era penuh sumbangsih untuk kepentingan Kota Denpasar. Menggambarkan peran timbalbalik antara masyarakat dan pemerintah yang berkelanjutan demi kecemerlangan dan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar yang multidimensi. Tidak terbatas pada indeks pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita, namun juga termasuk indeks kebahagiaan (index of happiness) dan juga indeks keberlanjutan (idex of sustainability). Menurut Kepala Bagian Humas Kota Denpasar IB Rahoela didampingi Kasubag Pemberitaan Dewa Gede Rai, Denfest kali ini merupakan pergerakan imajiner
koridor kreatif Kota Denpasar dengan perwujudan timbal balik antara Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat kreatif mengusung tema “Demi Denpasar”. Selain penekanan pada kualitas juga mengandung nilai ekonomi kreatif terbaik. Dikatakan pula bahwa tema “Demi Denpasar” berdasarkan empat hal, yakni “mengenali, memahami, melakukan dan memasyarakatkan”. Tema tersebut merupakan kesatuan tema yang melingkupi arti penting kreativitas, seni (seni budaya sebagai pencerahan, persembahan dan sumber mata pencaharian) dalam mart (berbagai pasar). Semuanya dikelola secara smart (cerdas, efisien dan efektif) sebagai potensi unggulan pilar-pilar kreatif Kota Denpasar. Pada pembukaan Denfest ke-8 akan dipentaskan karnaval pagelaran parade Topeng Taksu di Balik Topeng Tetantrian. Parade topeng kali ini merupakan ikon teatrikal dari inagurasi Denfest yang melanjutkan tradisi dan Spirit Tapak Dara Maha Somya.
Selasa 29 Desember 18.30 – 20.00 Fashion Show di Panggung Utama 20.00 – 22.30 Hiburan Musik di Panggung Utama dan Panggung Gajah Mada 19.00 – 20.00 Operet di Lapangan Gst Ngr Made Agung Rabu, 30 Desember 19.45– 22.30 Hiburan Musik di Panggung Utama 18.30 – 19.30 Pentas Teater di Panggung Gajah Mada Kamis, 31 Desember 17.00 – selesai Pawai Melepas Matahari di Areal Lapangan Gst Ngrh Made Agung Hiburan Tari dan Seni Pertunjukan Daerah Bali
Padatnya penonton acara lomba busana
murni. Tantri sebagai kumpulan fable (cerita-cerita bertokoh satwa) merupakan sebuah epos terkenal dan membumi di kehidupan masyarakat Bali. Kisah tersebut bersumber dari “Panca Tantra” yang sarat dengan pesan moral kebajikan dan etika budi pekerti secara lisan turun temurun.
Hal tersebut dikemas secara kreatif dan inovasi dengan memberikan para peserta kebebasan menciptakan topeng-topeng satwa ikonik dan diberi ruang untuk mengemas pertunjukan dramatis singkat dalam melakonkan cerita bersumber dari kisah-kisah Tantri. –ard
Suguhkan Keindahan Tradisi Berbicara mengenai festival tentu saja tidak akan lepas dari yang namanya budaya. Sebab budaya itu merupakan adat yang dimiliki atau tradisi yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi. Jika kita membicarakan budaya dan tradisi yang ada di Bali tentu tidak akan ada henti-hentinya. Bali yang terkenal dengan pariwisatanya ini masyarakatnya memang selalu memiliki bakat dan ide-ide kreatif. Sehingga diadakanlah ajang Denfest ini. Segala bentuk puncak-puncak kebudayaan disuguhkan. Sebelum Pembukaan Denfest, Pemerintah Kota juga telah melaksanakan Pra Denfest. Salah satunya berupa Professional Chef Competition, yang untuk ketiga kalinya dilaksana-
kan Pemerintah Kota Denpasar serangkaian Pra Event Denpasar Festival (Denfest) Ke-8 tahun2015 dengan tema “Balinese Rijstaffel”. Kompetisi yang diikuti peserta dari kalangan mahasiswa Sekolah Perhotelan serta dari kalangan chef hotel maupun restoran, diharapkan perkembangan industri kreatif dengan subsektor kuliner menjadi langkah memajukan kuliner khas Bali melalui ICA yang bekerjasama dengan Pemkot Denpasar. Saat ini kita tidak saja membicarakan masalah wisata budaya, namun harus juga mampu mengembangkan masalah wisata kuliner di Kota Denpasar. Melalui Professional Chef Competition ini diharapkan dapat menin-
gkatkan kecintaan kita pada kuliner khas Bali.Selanjutnya hotel maupun restoran dapat semakin luas memperkenalkan masakan khas Bali kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Diharapkan perkembangan masakan khas Bali dapat diperkenalkan ke dalam menu hotel yang disajikan kepada para wisatawan. Dengan dilaksanakannya kompetisi yang melibatkan hotel dan mahasiswa, diharapkan menu tradisional Bali dapat masuk ke dalam menu hotel berbintang. Selain itu, juga untuk meningkatkan peran serta masyarakat Kota Denpasar dalam mengembangkan masakan tradisional serta menjalin kerjasama antar chef hotel di Kota Denpasar. - ard
8
Bunda & Ananda
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Mencari Pengakuan dari Unggahan Foto Bagi penggemar media sosial (medsos), pasti sering melihat foto anak-anak dari si pemilik akun medsos. Foto yang ditampilkan gayanya bermacam-macam. Bahkan ada yang menjadikan medsos sebagai ajang promosi barang dagangan, khususnya pakaian anak atau perlengkapan anak. Apa plus minus memajang foto anak di dunia maya?
P
ilihan medsos kini cukup banyak. Orang tidak hanya membuat status saja. Fitur di medos juga menyediakan tempat memajang foto. Foto plus status pun menjadi kombinasi yang menarik. Hanya dengan memasang foto dan menulis status, orang lain akan tahu apa yang diker jakan dan dimana posisi di pemilik akun. Andri, salah seorang pemilik akun med sos menuturkan akun yang ia miliki sangat efektif untuk menyampaikan pesan kepada para kolega ketika putrinya lahir. “Saya pasang foto disertai ucapan terima kasih atas kelahiran putrid kami. Sekalian mohon doa restu agar putri kami menjadi anak yang
berguna bagi keluarga, masyarakat, dan negara,” ujar pekerja di sebuah perusahaan alat tulis ini. Apa yang dilakukan Andri ternyata menuai respons dari koleganya terutama yang berada jauh dari tempat Andri. Ia mendapat banyak ucapan dan doa. Ada juga yang memuji kecantikan putrinya yang baru lahir itu. Dari pandangan Hari Imam Wahyudi, S.Psi, Psikolog, medsos merupakan media atau tempat untuk curhat dan eksis. Hal-hal yang berhubungan dengan anak pun kerap dimunculkan di medsos, baik dalam ben tuk foto maupun status. “Ada kebanggaan bagi orangtua yang punya anak kemudian
(credit: Gede Lila Kantiana)
Hari Imam Wahyudi
memasang foto anaknya. Setelah foto di unggah, ada komentar dari orang lain. Ini menjadi semacam pengakuan dari orang lain,” ujarnya. Psikolog dari Biro Psikologi Dian Selaras ini menambahkan sisi positif dari penampi lan foto anak di media sosial bisa memacu orang lain untuk meniru. Dalam hal ini, tentu yang ditiru adalah prestasi. Ia sering melihat orang memasang foto anak disertai dengan prestasi yang diraih. Prestasi ini harus dijadikan acuan agar bisa melakukan hal serupa bahkan bisa lebih baik lagi. De mikian juga ketika ada yang memasang foto anaknya dengan pakaian yang sesuai dan indah dipandang. Pakaian ini bisa menjadi model yang ditiru orang lain. “Sisi negatifnya juga ada. Kalau me masang foto anak dengan pakaian seksi, itu malah memancing pelaku pedofil karena hasrat mereka tergugah. Pelaku bisa berada
di lingkungan keluarga atau di masyarakat. Jadi kenakan pakaian yang sopan agar tidak memancing permasalahan,” ujar psikolog yang juga pemain FTV ini. Dampak negatif lainnya, anak bisa menjadi incaran pelaku penculikan. Karena itu, Hari mengingatkan orangtua yang ingin memajang foto anak, jangan terlalu detail dalam menuliskan keterangan alamat ru mah atau sekolah. Selain itu, jangan terlalu menyombongkan diri agar tidak membuat orang lain emosi. “Gunakan kalimat yang bisa member motivasi agar orang lain bisa berprestasi. Atau, kalimatnya berupa pujian karena si anak melakukan hal-hal terpuji. Jangan ter lalu berlebihan dalam memberi komentar,” tegas Hari. Gede Lila Kantiana, seorang fotografer mengatakan dari sisi fotografi ada dampak positif mengugah foto anak ke medsos. “Tampilan foto anak di medsos memu dahkan menginformasikan secara cepat perkembangan anak ke sahabat, kerabat atau masyarakat luas. Anak-anak lebih cepat terkenal dan memungkinkan mendatangkan masukan secara materi dan nonmateri, misal ada iklan yang tertarik terhadap foto tersebut. Ada kebanggaan tersendiri jika foto-foto anak mendapat pujian tersendiri dari orang lain,” ujarnya. Namun, seperti halnya yang disampai kan Hari, ia melihat ada sisi negatifnya. Foto-foto tersebut dimanfaatkan untuk sarana kejahatan, misal kasus jual beli anak dan penipuan lainnya berkedok sumbangan yang mengatasnamakan anak. Lila pun memberi tips untuk memotret anak. “Berdasarkan pengalaman, bayi sebaiknya difoto sebelum berusia 14 hari, karena dia masih lentur dan sering mengeluarkan ek spresi-ekspresi yang lucu. Sebelum motret, beri dia ASI dan dalam konsisi ruangan yang hangat. Jangan menggunakan cahaya yang keras. Satu lagi, gunakan properti yang luculucu,” jelasnya. –Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit TAK MAU DISUAP
(credit: Gede Lila Kantiana)
Seorang tokoh di daerah itu terkenal jujur. Ia terpilih men jadi pejabat penting karena sumpahnya yang meyakinkan. Katanya, “Kalau tan ganku menerima Made Taro uang suap, biarlah ia terbakar.” Suatu tengah malam, seorang pemborong bertamu ke rumahnya. Pemborong itu membawa oleh-oleh yang terbungkus dalam dus. “Tidak, Kawan! Itu bukan oleh-oleh tetapi suap. Bawa pulanglah kembali!” demikian kata pejabat itu. Sebulan kemudian, tengah malam juga, pem borong itu kembali bertamu. Ia tidak membawa dus, tetapi sebuah arloji emas. Pemborong itu baru saja kembali dari luar negeri. “Tidak, Kawan! Itu bukan oleh-oleh tetapi suap. Bawa pulanglah kembali!” Sebulan kemudian, tengah malam juga, pem borong itu kembali bertamu. Ia tidak membawa dus, tidak membawa arloji emas, tetapi selembar amplop berisi uang. Ketika pemborong itu me nyodorkan amplop tersebut, sang pejabat segera berkata,
“Tidak, Kawan! Amplop berisi uang itu na manya suap. Bukankah aku telah bersumpah, kalau kusentuh uang suap itu, maka tanganku akan terbakar. Tangan yang terbakar tidak dapat disembuhkan, dan aku segera mati.” Pemborong itu kecewa, namun tidak mau berputus asa. Sebelum pamit ia berkata kepada pejabat itu, “Saya menghargai kejujuran Tuan, namun saya lebih menghargai kejujuran yang disertai akal budi.” “Maksudmu?” kata pejabat itu penuh tanya. “Tuan tak perlu menyentuh amplop berisi uang itu, karena akibatnya sangat berbahaya. Biarlah saya yang memasukkan amplop itu ke kantung baju Tuan. Kantung yang terbakar tinggal mem perbaikinya ke tukang jarit.” Pemborong yang cerdas itu lalu memasukkan amplop berisi uang itu ke kantung pejabat yang jujur itu. Setelah pamitan, ia melangkah cepat. Pejabat itu tak henti-hentinya berpikir. Per lahan-lahan ia membuka bajunya, memasang di hanger lalu menggantungnya di tembok. Sebelum tidur, ia melirik bajunya yang tergantung itu. Keesokan harinya, pagi-pagi benar ia me meriksa baju yang tergantung itu. Didapatinya kantung bajunya hangus terbakar. Demikian pula uang dalam amplop.
Griya
Dari Motif Tradisi Sampai Minimalis
17
Edisi 881/ 28Desember 2015 - 3 januari 2016
Persyaratan arsitektur bangunan gedung di Bali adalah menampilkan identitas Bali. Alternatif yang banyak diambil para pelaku properti di Bali adalah dengan aplikasi ukiran Bali. “Hampir semua bisnis properti menggunakan ukiran Bali, karena sepertinya itu akan mempermudah perizinan mereka,” ungkap Made Subanda yang sudah 20 tahun berge lut dengan ukiran batu paras.
P
emilik Bintang Bali Carving Stone ini menyebut, salah satu jenis material yang banyak dipakai adalah batu paras putih Yogya atau lebih dike nal dengan paras Yogya. Selain karena warnanya yang cantik, jenis material yang cocok diterap kan ke segala jenis bangunan, baik rumah, kantor, atau tempat usaha seperti hotel, vila, dan lain sebagainya ini juga memberikan nuansa alami dan kedekatan dengan alam. Khususnya di Bali, paras Yogya banyak digunakan sebagai pa nil atau relief, loster. Motifnya pun bermacam-macam, mulai dari flora seperti pohon bambu, pisang-pisangan, lotus; motif tradisi, dan motif tribal yang kerap disebut motif minimalis. “Sekarang ini motif minimalis yang
paling banyak diminati,” ujar pria asal Blahbatuh Gianyar ini. Satu bidang ukiran panil ini berukuran 1x0,5 meter dengan ketebalan 50 cm. Ukiran panil berukuran 1,5x1 meter rata-rata
diselesaikan 3 hari oleh seorang pengerajin. “Itu untuk motif flora. Kalau untuk motif tradisi lebih lama lagi karena ukirannya lebih rumit. Bidang seluas 1x1meter dikerjakan bisa sampai 10 hari,” imbuhnya. Tentunya ini juga ber pengaruh pada harga jual ukiran panil tersebut. Motif flora ukuran 1x1 meter atau 100 meter persegi ditawarkan Rp 1,2 juta, sementara motif tradisi bisa mencapai Rp 2,5 juta dengan ukuran bidang yang sama. Sekarang ini, saat usaha pro perti lesu, Subanda pun mengaku kena imbasnya, karena sebagian besar pelanggannya adalah kon traktor. Namun demikian, ada ataupun tidak ada pesanan, ra mai maupun sepi, ia tetap ber produksi. Lima tahun lalu, kerajinan par as Yogya ini sempat booming. Banyak tamu ke warganegaraan Australia, Malaysia dan Taiwan men jadi pelanggan nya. “Dulu, untuk pengiriman ke luar negeri hitung an kontener, tapi sekarang paling hanya beberapa biji dan itu pun pa nil yang berukuran
Beberapa motif panil paras Yogya
kecil 1 x 0,5 meter,” ungkap S ubanda. Sekarang ini paling banter pesanan dari para ekspa triat yang menetap di Sanur dan Kuta, Bali. Sementara, kiriman ke luar kota didominasi ke daerah Malang, Surabaya, dan Jakarta. “Mereka suka motif flora, orang Bali suka motif tradisi, dan orang property lebih memilih motif minimalis,” ujarnya. Proses pengerjaan kerajinan panil dari paras Yogya ini di jelaskan Subanda diawali dengan membasahi batu paras agak tidak keras saat dipahat. Selain itu juga agar debunya tidak terlalu keras. Setelah digambar, paras pun dipahat/diukir, dan diakhiri dengan proses pengamplasan. Panil siap dipasang. Pada proses pemasangan, diperlukan serbuk paras dicampur semen untuk menutupi lubang dan garis-garis
Made Subanda
pembatas bidang.Tahap akhir, baru panil tersebut dicoating agar tetap awet, serta tidak ditumbuhi lumut dan jamur. –Inten Indrawati
18
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Dalam rangka menyukseskan kegiatan Denpasar Festival (Denfest) ke-8 Tahun 2015 yang dilaksanakan 28-31 Desember 2015, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar mengadakan kegiatan pameran dan lomba selama even berlangsung.
Denfest 2015
K
Great Sale Seluruh kegiatan pameran berlangsung mulai 28 hingga 31 Desember 2015 dari pukul 10.00 – 22.00 Wita. Diinformasikan bagi masyarakat Bali dan Kota Denpasar khususnya selama acara berjalan juga dilaksanakan program yang sangat menarik, berupa persembahan harga spesial melalui “Great Sale” dari para peserta pameran. “Silakan manfaatkan kesempatan baik ini ya,” ujar Laxmy Sementara pada Panggung Utama Catur Muka, hari Selasa, 29 Desember akan dimeriahkan dengan pelaksanaan “Lomba Seragam Endek Pengelola Pasar Rakyat Indonesia” pada pukul17.00 Wita-selesai. “Lomba ini diikuti oleh para Pengelola Pasar Rakyat Indonesia se-Kota Denpasar. Lomba busana kerja berbahan endek ini, kata Dayu Citra sesungguhnya telah terlaksana beberapa kali. Tahun-tahun sebelumnya sudah digelar Lomba Seragam Endek Karyawankaryawati Perbankan, Hotel, Rumah Sakit hingga LPD se-Kota Denpasar dan Tahun 2015 keunikan tersendiri dengan mempersembahkan Lomba
Fakultas Hukum Undiknas
Disperindag Gelar Great Sale dan Lomba Seragam Endek Pengelola Pasar
Seragam Endek Pengelola Pasar Rakyat Indonesia. Selain pengembangan dan pelestarian kain endek, pakaian seragam endek bagi pengelola pasar merupakan salah satu cerminan service excellent yang wajib ditunjukkan oleh Pasar Rakyat dengan tagline mereka “Pasar yang Ramah, Segar dan Terpercaya”. Kegiatan lomba ini merupakan ajang inovasi dari Pemerintah Kota Denpasar melalui Disperindag Kota Denpasar untuk semakin meluaskan penggunaan kain endek sebagai pakaian atau busana sehari-hari. Sesuai pula dengan tagline yang selama ini selalu digaungkan “Endek Kita Punya, Kita Pakai dan Kita Bangga”. Selanjutnya, ada fashion show oleh Duta Endek Kota Denpasar. Hal ini juga menunjang inovasi Pemkot Denpasar dengan melibatkan kaum generasi muda untuk memahami, melestarikan, bangga dan menggunakan kain endek sebagai gaya hidup. Fashion show menampilkan hasil karya Rhea Cempaka melalui Cempaka Boutique dan Taksu dengan Taksu Desain. Masih urusan
lenggak-lenggok, juga ada persembahan fashion show anak-anak oleh Franky Agency, ikut memeriahkan Panggung Utama Fashion Endek Kota Denpasar. Masih di ajang Denfest ini juga akan dilangsungkan pemberian penghargaan kepada para pemenag “Lomba Karya Cipta Kreatif 2015” bertempat di Panggung Utama Kawasan Catur Muka Denpasar Tanggal 29 Desember 2015.
ami akan mempersembahkan great sale, lomba fashion show serta pameran fashion dan tekstil dengan mengusung tema “Inspire and Harmony of Wastra”. Pada pameran fashion dan textile di arena Denfest, melibatkan pengrajin binaan Disperindag Kota Denpasar dan Dekranasda Kota Denpasar. Demikian disampaikan oleh Kadisperindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si.,didampingi Kabid Perdagangan IA Dewi Citrawati, S.E., M.Si., dan Kasi Bina Usaha Perdagangan I Gst Ayu Laxmy Saraswati, S.S., M.Hum. Wayan Gatra mengatakan para pengrajin bakal menampilkan produkproduk terbaiknya termasuk wastra “endek” sebagai salah satu hasil budaya
7
lokal yang juga potensi unggulan Kota Denpasar. Endek bukan hanya dipajang dalam bentuk lembaran kain juga berupa produk busana ready to wear dan dilengkapi berbagai aksesoris seperti sandal, sepatu serta inovasi lainnya berbahan endek. Lokasi pameran lanjutnya, dapat ditemui di kawasan Jalan Veteran Denpasar. “Pengrajin yang akan memajang produknya berjumlah 61 orang. Ini berarti masyarakat bisa memilih lebih banyak lagi koleksi-koleksi terbaru dan menarik dari berbagai kebutuhan fashion. Yang menarik juga kata Wayan Gatra pada salah satu stan, di sana pengunjung dapat melihat display keunikan dan keindahan berbagai hasil karya Lomba Cipta Karya Kreatif Tahun 2015. –ard
DENPASAR CRAFT AND FOOD FIESTA Untuk kegiatan pameran produksi craft and food fiesta, yang mengambil tema “Bangga Menggunakan Produk Unggulan Indonesia” lokasinya berada di kawasan Jagatnatha dan Museum Bali. Di sini tersaji produk kerajinan (hand made) oleh para pengrajin di Kota Denpasar dengan inovasi terbarunya. Produk mereka berupa sepatu atau sandal kulit, bunga spon, spa, pande besi, perak, serta produk merchandise. Pameran ini juga menampilkan produk pastry bakery yang dihasilkan oleh pengusaha kecil Kota Denpasar. Dan, anggota Pasar Rakyat Indonesia dengan ajakan “Ayo Berbelanja Ke Pasar Rakyat” juga turut menampilkan jajanan pasar, sarana upacara dan produk pasar rakyat. -ard
Gelar Law Competition Fakultas Hukum (FH) Undiknas semakin berkibar. Dengan melakukan proses pendidikan sesui visi dan misinya, Program Studi Ilmu Hukum Undiknas yang berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi No.027/BAN-PT/ Ak-X/S1/XI/2007 tanggal 16 November 2007 ”Terakreditasi” B (Baik) ini, berhasil melahirkan lulusan FH yang cerdas, memiliki semangat juang yang tinggi, yang selimuti pemikiran kritis, kreatif, mandiri dan inovatif
S
Surya Cendana dan Ita Utari
elama ini, di berbagai kesempatan FH Undiknas telah berhasil unjuk kemampuan dan meraih berbagai prestasi. Namun sesuai dengan perkembangan zaman, mereka menyadari harus terus memacu diri termasuk meningkatkan segala bentuk kemampuan keterampilan yang dimiliki. Apalagi yang namanya persaingan merupakan hal yang pasti dan tak dapat dihindari di era global ini. Menyadari hal tersebut, FH Undiknas melalui kegiatan BEM, membuka ruang untuk mewadahi bakat-bakat atau talenta yang dimiliki para siswa. Tersedianya penyaluran ini diharapkan dapat memberi warna positif di masyarakat dan berkembang menjadi salah satu alat untuk bersaing di dunia
global ini. Begitu disampaikan Gubernur Kabinet Bersinergi (Berprestasi dan Bergerak Inspiratif) Periode 2015/2016, Gede Agung Surya Cendana Tangkas didampingi Wakil Gubernur Ida Ayu Ita Utari. Dikatakan Surya Cendana, generasi muda di zaman sekarang sudah seharusnya melakukan hal-hal yang bersifat positif demi meningkatkan mutu dan kualitas diri hingga mampu bersaing di berbagai bidang. Baik itu dalam bidang akademik, bidang olahraga, bidang seni maupun bidang non-akademik lainnya. Terlebih mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya bidang pengabdian kepada masyarakat, dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan positif. Di sini mahasiswa harus mampu
bersosialisasi dengan masyarakat dan mampu berkontribusi nyata. Salah satunya dengan membuka suatu wadah untuk masyarakat melalui kompetisi. Mengingat pula bahwa setiap orang yang memiliki kelebihan atau bakat dalam bidangnya itu sudah selayaknya diberikan kesempatan dan penghargaan atas prestasi yang diraihnya. Kesempatan agar bakat yang dimilikinya terus berkembang ke depannya dan penghargaan untuk motivasi yang lebih lagi menjaga prestasinya. Untuk itu, kata Ita Utari, FH Undiknas, Denpasar menggelar kompetisi bertajuk “Law Competition #1”. Lomba dibuka untuk seluruh Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) se-Bali. “Kegiatan ini bertujuan menggali bakat-bakat baru anak-anak muda, menumbuhkembangkan potensi-potensi yang ada dan untuk menguji kemampuan demi meningkatkan prestasinya. Melalui kegiatan ini BEM-FH UNDIKNAS Denpasar membuat suatu perlombaan dalam bidang 3 on 3 Basket yang dilaksanakan di Kampus Undiknas Denpasar pada tanggal 15-17 Desember 2015 dengan memanfaantakan sarana dan prasarana yang sudah ada serta perlombaan modern dance yang dilaksanakan di GOR Ngurah Rai pada tanggal 19 Desember 2015. Untuk Lomba 3 On 3 Basket diikuti oleh 9 tim yang berasal dari SMAN 1 Denpasar, SMAN 2 Tabanan, SMAK Harapan, SMAN 1 Semarapura, SMAN 7 Denpasar, SMK TI Bali Global, SMAN 1 Kuta Selatan, serta peserta lomba Modern Dance berasal dari SMAK Santo Yoseph, SMAN 1 Denpasar, SMAN 4 Denpasar, SMAN 7 Denpasar dan SMAN 1 Kuta Selatan. Perolehan juara dalam lomba 3 On 3 Basket adalah: Juara 1, 2, dan 3, masing-masing diraih oleh SMAN 1 Denpasar, SMAN 2 Tabanan, SMAN 1 Kuta Selatan. Untuk Lomba Modern Dance dimenangkan oleh SMAN 4 Denpasar sebagai Juara1, SMAN 1 Denpasar (Juara 2), SMAK Santo Yoseph (Juara 3), dan Juara Favorit diraih SMAN 4 Denpasar. Selain mencari siswa yang berbakat dalam bidangnya, kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang pengenalan Fakultas Hukum UNDIKNAS Denpasar kepada masyarakat umum dan siswa SMA/SMK agar semakin percaya kepada Fakultas Hukum UNDIKNAS Denpasar dan
menjadi fakultas pilihan utama untuk melanjutkan pendidikan di jenjang Perguruan Tinggi. Menurut Dekan FH Undiknas Dr. AA Ayu Sri Rahayu Gorda, S.H., M.H., fakultas selalu mendukung kegiatan dan kreativitas dari BEM FH. Terlebih BEM FH semakin aktif, dan kompak dengan jalinan kekeluargaan yang tinggi. Kegiatan FH di antaranya, company visit yang bertujuan menjalin kerjasama dengan universitas-universitas di luar Bali seperti Ubaya, Universitas Brawijaya, LP Anak baik yang di Bali maupun Jawa Tengah. Kegiatan mahasiswa lainnya,
seperti rutin mengikuti debat hukum tujuannya bukan hanya untuk juara tapi melatih keberanian, juga mengikuti debat bahasa Inggris. Ia menambahkan, tren mahasiswa memilih FH cenderung meningkat dari tahun ke tahun. FH Undiknas sudah melaksanakan PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat) angkatan 1 dengan rasio kelulusan sertifikasinya mencapai 98%. Dimana 2 orang bukan tidak lulus tapi tidak mengikuti ujian karena sudah diterima di Kantor Kemenkum HAM dan 1 orang menyelesaikan notaris. –ard
Pelindung: Ketua :Dr. Anak Agung Ayu Ngurah Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., M.H. (Dekan Fakultas Hukum Universitas Pendidikan Nasional Denpasar) Anggota :Ni Nyoman Juwita Arsawati, S.H., M.Hum. (Ketua Program Studi Ilmu Hukum) Struktur Kepengurusan BEM-FH UNDIKNAS Denpasar:
Kabinet Bersinergi (Berprestasi dan Bergerak Inspiratif) Periode 2015/2016 Gubernur Wakil Gubernur Sekretaris I Sekretaris II Bendahara I Bendahara II
Selain pameran juga diselenggarakan hiburan rakyat dan lomba-lomba fashion show oleh Pelangi Production seperti Lomba Busana Casual Bebas dan Casual Endek, Lomba Busana Casual Merah Putih, Lomba Calistung dan Fotogenic. Lomba dimulai pukul 13.15 Wita. Untuk pendaftaran di Pelangi Production, hubungi: 081558003022. Tempat lomba di Panggung Kawasan Museum Bali dan Jagatnatha.
:Gede Agung Surya Cendana Tangkas :Ida Ayu Ita Utari :Anak Agung Ayu Andira Swari :Ni Komang Mas Pradnya Putri :Made Sri Dewi Utami :I Gede Wahyu Putra Kartawa
Divisi I (Pengembangan Sumber Daya Manusia) Ketua : Alexander Maha Putra Oemanas Anggota :I Kadek Ariasa
Pengurus BEM
Dibuka Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) untuk angkatan ke-2. Program S2 FH Undiknas siap melaksanakan matrikulasi mulai tanggal 4 Januari 2016, dan kuliah perdana tanggal 14 Januari 2016. FH Undiknas Jalan Bedugul No. 39 Sidakarya – Denpasar, telepon 0361 – 723868, 723077.
Divisi II (Harmonisasi dan Hubungan) Ketua :Putu Gede Permana Siwi Anggota :Wahyu Ema Aditya Divisi III (Kebudayaan, Kebijakan Publik, dan Pemberdayaan Masyarakat) Ketua :Putu Andre Kresna Pradana Anggota :I Nyoman Agus Suka Purwata
6
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Ada Perempuan di KPK KIPRAH wanita semakin menonjol dari waktu ke waktu. Banyak hal yang bisa dilakukan kaum wanita. Tokoh merangkum beberapa catatan tentang kiprah wanita di tahun 2015 ini, baik yang terjadi di Bali maupun Jakarta.
P
ada 21 Mei 2015, Presiden Joko Widodo, memilih sembilan wanita untuk menjadi Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sembilan ‘srikandi’ itu adalah Destry Damayanti (ahli ekonomi, keuangan dan moneter), Enny Nurbaningsih (ahli
hukum tata negara), Harkristuti Haskrisnowo (pakar hukum pidana dan HAM). Betti S Alisjabana (ahli IT dan manajemen), Yenti Garnasih (pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang), Supra Wimbarti (ahli psikologi SDM dan pendidikan), Natalia Subagyo (ahli tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi), Diani Sadia-
wati (ahli hukum), Meuthia Ganie Rochman (ahli sosiologi korupsi dan modal sosial). Masih terkait KPK, Pansel KPK menyerahkan delapan nama Capim KPK kepada Presiden Jokowi, 1 September 2015. Dari delapan nama yang diajukan Pansel, Inspektur Jenderal (Pol) Basaria Panjaitan menjadi satusatunya wanita yang terpilih sebagai Capim. Wanita kelahiran 20 Desember 1957 ini bukan hanya satu-satunya wanita yang lolos seleksi tapi dia juga menjadi satu-satunya wakil dari Kepolisian yang berhasil lolos hingga seleksi tahap akhir. Sebelumnya, Basaria yang merupakan Polwan pertama
Maria juara tiga Miss World 2015
Woman on Top Dalam bidang politik, pilkada serentak di Bali pada 9 Desember 2015 diwarnai dengan adanya empat perempuan yang maju sebagai calon. Mereka adalah Ni Putu Eka Wiryastuti (Tabanan), IGA Mas Sumatri dan Ni Made Sumiati (Karangasem), dan A.A. Rai Sunasri (Denpasar). Hasil sementara, Eka Wiryastuti dan Mas Sumatri berpeluang menjadi Bupati.
Basaria Panjaitan
yang berhasil meraih bintang dua di Polri, Staf Ahli Sospol Kapolri. Saat fit and proper test yang dilakukan Komisi III DPR RI, Basaria pun berhasil lolos tes, dan akhirnya 21 Desember 2015, ia bersama empat komisioner lainnya dilantik Presiden Jokowi sebagai Pimpinan KPK periode 2015-2019, di Istana Negara, Jakarta. Kiprah para wanita juga dinilai Tokoh melalui penganugerahan “Perempuan Inspiratif Tokoh 2015”. Mereka adalah perempuan yang menjadi inspirasi bagi masyarakat dan sukses menyeimbangan antara karier dan keluarga. Kelima perempuan ini adalah Dra. A.A.A. Ketut Agung, M.M., Dr. A.A. Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., Bintang Mira Afriningrum, Helga Riftiana, S.E., dan dr. I.A. Ratih Wulansari Manuaba, Sp.PD-KR, M.Kes. Penyerahan anugerah ini bertepatan dengan HUT Tokoh ke -17. Senin 9 November 2015.
JUARA TIGA MISS WORLD 2015 Dari ajang Miss World. Maria Harfanti yang merupakan Miss Indonesia dalam malam grand final Miss World 2015 yang berlangsung di Beauty Crown Grand Theater, Sanya, Cina, 19 Desember 2015, berhasil menyabet posisi ketiga. Maria adalah wakil dari Yogyakarta saat memenangkan gelar Miss Indonesia 2015. Ia kini menempuh pendidikan magister bidang management di Universitas Indonesia. Keberhasilan Maria ini sempat mengejutkan publik Indonesia, karena dari pengalaman yang sudah-sudah, para wakil Indonesia jarang lolos dari 15 besar kontes kecantikan bergengsi. Selain berhasil menempati posisi ketiga, Mahar—begitu namanya akrab disapa---juga meraih ‘Winner Beauty with a Purpose, Top 7 Interview, Top 13 Talent, Top 15 Multimedia, Top 10 World’s Fashion Designer Award, dan Top 25 People’s Choice. –Diana Runtu/Ngurah Budi
From Disengaged To Purposeful
Menyambut Tahun Baru 2016, banyak kawan kita meyakini sebagai momentum yang tepat untuk berbicara tentang tujuan dan fokus yang baru. Momentum yang juga kuat untuk kembali ke tujuan semula. Ada sebuah quote yang seketika dapat membuat para pengambil keputusan untuk mengalihkan kembali pikiran mereka ke track tujuan pada saat mereka tanpa sadar masuk ke dalam zona disengaged atau kehilangan fokus; “If you want to build a ship, don’t drum up the men to go to the forest to gather wood, saw it, and nail the planks together. Instead, teach them the desire for the sea.” – Antoine de Saint-Exupery. Dalam terjemahan bebas dapat kita artikan; jika kita ingin membuat sebuah kapal laut, jangan memerintahkan pekerja untuk pergi ke hutan mencari kayu, menggergaji kayu itu dan memaku papan kayu. Tetapi arahkan mereka dengan sebuah tujuan atau mimpi yang kuat tentang keindahan laut. Simply what to do, not how to do. THE UNPLANNED INTERUPTIONS Berbicara dengan beberapa wanita pengusaha dan profesional muda beberapa waktu lalu, kami mengambil satu topik diskusi ringan. Dalam kepadatan aktivitas sehari-hari, bagaimana mereka belajar untuk memberi ruang kepada orang lain, bawahan atau subordinate untuk mulai belajar mengambil keputusan dan memegang tahapan kendali. Alasannya sederhana; tanpa
disadari, waktu mereka banyak terisi dengan the unplanned interruptions. Hal-hal yang mengambil banyak waktu dan yang justru selesai dikerjakan adalah hal-hal non-core. Bukan yang utama dalam daftar aktivitas untuk tujuan jangka panjang. Interupsi yang tidak terencana bahkan bisa menjadi interupsi yang tidak terkendali yang berpotensi memberi peluang terjadinya disengagement. Saat melempar sebuah pertanyaan berapa persen daftar kegiatan utama yang akhirnya selesai dilakukan setiap harinya? Diskusi ini memberi jawaban rata-rata 40% sampai 50%. Sisanya adalah unplanned interruptions yang masih menjadi agenda utama dalam prinsip perubahan from disengaged to purposeful. Salah seorang kawan menekankan pentingnya untuk mengingatkan kembali sebuah elemen fundamental dalam tahapan people development yaitu taking ownership atau menumbuhkan rasa memiliki. Prinsip dasar seperti ini memang tidak mudah dikembangkan pada masing-masing individu dalam sebuah tim kerja. Barangkali dalam lingkup SME (Small Medium Enterprise) kita hanya menemukan rasio 1:6. Dalam rasio ini pun, mereka harus benar-benar memberi pemahaman mendalam tentang konsep produktivitas; It’s not the time you spend, but the result you produce. THE SMART-TALK TRAP Beberapa kali mengamati pembicaraan dan
diskusi mereka, saya menyadari kemampuan berbicara para pengambil keputusan ini luar biasa. Kemampuan berpikir cepat, memberi mereka peluang lebih besar untuk mengatur bahasa sarat makna sehingga mereka mendapatkan feedback yang benar-benar mereka inginkan dari lawan bicara. Prinsip dasar yang mereka aplikasikan adalah memberi pertanyaan terbuka – asking circumstances questions. Mereka bahkan sangat memahami formula seni bertanya sehingga membuat lawan bicara justru semakin senang memberi penjelasan yang semakin lama semakin detil. Konsep sederhana yang ada dalam benak mereka adalah ask one question and let them talk. The smart-talk trap diaplikasikan oleh pengambil keputusan dalam jenjang apa pun untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman lawan bicara, seberapa jauh penyelesaian pekerjaan dan seberapa jauh rencana kerja yang sudah dicetak. Knowing where they are now & where they want to go. Hasil analisa lain menunjukkan bahwa pada dasarnya tim kerja mengetahui arah yang jelas dan bagaimana mencapai tujuan itu namun ada jarak yang terlalu jauh dalam proses atau langkah yang diambil; knowing-doing gap. Dari perspektif pengambil keputusan, the smarttalk trap ini dapat membuka usaha-usaha kecil dari delaying strategy yang terjadi di luar kontrol. Dalam kondisi kritikal, pengambil keputusan yang peka, cenderung menggunakan the smarttalk trap ini untuk dapat kembali menumbuhkan inovasi dan kreatifitas dari kondisi disengaged menuju posisi purposeful. It helps to uncover what really motivates them. HUSBANDING THE ENERGY Pada setiap tahapan pengembangan, para pengambil keputusan bermain cantik dengan fokus dan energi. Mereka menyebutnya sebagai konsep husbanding the energy. Mereka memiliki
rumus masing-masing untuk bisa berbaur dan menguatkan energi yang mereka miliki dan menyatukan dengan fokus yang mereka inginkan sehingga memberi peluang dan potensi besar untuk memberi hasil dengan efektivitas yang tinggi. Mereka sangat berhati-hati menggunakan energi luar biasa ini dan benar-benar menggunakan dengan nilai (value) yang mereka yakini. Mereka juga meyakini bahwa prinsip husbanding the energy, menggiring mereka ke posisi exerting influence without authority – mereka dapat memberi pengaruh terhadap orang lain untuk melakukan tahapan pekerjaan untuk mencapai tujuan tanpa menggunakan otoritas sama sekali. Dalam diskusi yang sama, kawan-kawan saya berpendapat bahwa think time perlu masuk dalam agenda sehari-hari. Waktu yang mereka butuhkan untuk memanfaatkan energi untuk me-review kembali dan merefleksikan hal-hal yang paling penting untuk dikerjakan, parameter penyelesaiannya serta pengukuran hasil yang dicapai. Barangkali, ini saat yang tepat bagi mereka untuk memposisikan diri sebagai strategic thinker agar mereka dapat melihat dan menganalisa situasi dan rencana ke depan yang lebih jelas dari berbagai lensa. Bahkan mereka juga mengoptimalkan think time ini untuk menterjemahkan tujuan besar ke poin-poin penting yang lebih sederhana dan mudah diaplikasikan – break down big goal into bite-size pieces. Di penghujung tahun, think time dalam implementasi husbanding the energy sebagai salah satu elemen essential dalam struktur perubahan dari disengaged menuju purposeful ini, memberi mereka kemampuan untuk melihat when to focus in & when to pull back – The applicable strategic decision for the years ahead. Selamat Tahun Baru 2016 !
Mozaik
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
19
Dari Petani Jadi Pengusaha Nata De Coco Memulai dunia bisnis memang terkadang bisa datang tiba-tiba, seperti halnya Sriyono. Ia awalnya cuma menjadi petani tadah hujan di pelosok kota Ponorogo. Namun, setelah bersentuhan dengan dunia internet, hidupnya pun berubah. Sriyono tak lagi mengandalkan lahan kritis yang dimilikinya tetapi menjadi produsen nata de coco.
B
isnis yang dijalani warga Dukuh Gading RT 02 RW 03, Desa Sraten, Kecamatan Jenangan ini bisa mencapai 1,3 ton per minggu. Semuanya masuk pabrik dalam bentuk nata de coco tawar. Pabrikan kemudian memprosesnya lebih lanjut untuk dilempar ke pasaran dalam bentuk siap konsumsi. Merknya pun bukan lagi Sriyono atau SSW yang biasa dia digunakan, melainkan sudah made in pabrikan tersebut. Peluang besar tersebut, hingga sejauh ini, adalah satu-satunya yang diketahuinya. Diserap pabrik memang menguntungkan, namun margin yang dia dapatkan menjadi kecil. Untuk 1,3 ton setoran nata de coco ke pabrik, uang y a n g dihasilkan per minggu Rp 2,2 juta. “Ini peng-
hasilan kotor. Belum termasuk biaya produksi, gaji 2 karyawan, ongkos angkut ke pabrik,” ujar Sriyono. Sriyono menghitung, biaya produksi per minggu tak kurang dari Rp 1,2 juta. Di luar itu masih menanggung biaya lain-lain. Jadi keuntungan bersih per minggu hanya dikisaran Rp 500 - 700 ribu. Kecilnya penghasilan ini membuat Sriyono mulai mencoba melirik pasar di luar setoran ke pabrik. Ia menciptakan merk SSW nata de coco dalam bentuk siap konsumsi dan ditawarkan ke pasar-pasar. Hasilnya lumayan. Bisa menopang keuntungan. Sriyono juga menyediakan diri untuk pesanan hajatan warga sekitarnya. “Kendala saya cukup banyak, salah satunya modal. Semua produksi juga masih kami lakukan dengan manual. Dengan cara tradisonal. Jadi, volume juga terbatas. Permintaan pabrik sebenarnya berapa pun masuk, tapi kendala peralatan jadi masalah,” imbuhnya.
Sriyono
Untuk yang produksi bukan untuk setoran pabrik, lanjut Sriyono, sebenarnya mendapat respons bagus di pasaran. Terutama yang rasa buah leci atau coco pandan. Volumenya selalu bertambah. Namun, packaging menjadi masalah karena kurang menarik, sehingga tidak mampu menyedot pelangan yang signifikan. Kompetitor di pasaran sudah kelas pabrikan. “Jadi, andaikan ada bantuan, saya membutuhkan pelatihan untuk urusan packaging ini,” ungkapnya. Usaha nata de coco yang kini digeluti Sriyono bermula dari tahun 2010. Mendapatkan info dari internet, lantas dia mencobanya. Beberapa kali mencoba tidak berhasil, lantas dia ikut bekerja di usaha nata de coco milik seorang teman. Setelah merasa bisa, tahun 2011 ia membuka sendiri usahanya. Tahun 2011 itu produksi hanya sedikit, tapi sudah bisa masuk pasar lokal. Sambil jalan, Sriyono mencari pemasaran sendiri hingga berhasil menembus pabrikan di Solo dan Magetan. Selain giat mencari peluang pasar, Sriyono juga sedang mencoba membuat es nata de coco dengan ramuan gula jawa. Nata de coco dicampur dengan kelapa muda dan dijual de ngan rombong-rombong es yang bisa dibawa keliling. Dia menyerahkan ke istrinya untuk menangani calon bisnis baru tersebut. “Membuat nata de coco ini sebenar nya pekerjaan yang susah. Harus punya ketelatenan dan ribet. Harus tahan bau asam yang menyengat. Nata de coco baru bisa dipanen setelah tujuh hari proses. Agar bisa setiap hari panen, proses produksi juga harus dilakukan setiap hari,” jelasnnya. -Dinar Perdana
“Jelajah Jagad”
Lebih dari 250 lukisan karya Jansen Jasien dipamerkan dalam sebuah pameran tunggal bertajuk “Jelajah Jagad” di Sekolah Selamat Pagi Indonesia, Desa Pandan Rejo, kecamatan Bumiaji, kota Batu Malang, Minggu (20/12). Ada tiga tema besar yang diusung oleh Jansen dalam pameran tunggalnya, bocah, budaya, dan religi. Tema bocah tentang rekaman ingatan dan imajinasinya tentang dunia anak anak.
“Tidak cukup bingkai kanvas untuk mengurai semua kisah. Terlalu luas dan lengkap kisah para bocah. Mereka tumbuh bersama lingkungannya dalam dunia yang lucu, seru, dan alami,” tutur Jansen. Tema budaya menyajikan pergumulan batin sang pelukis memaknai untaian gerak seni tradisi dalam bingkai lukisan. Dalam tema ini Jansen berupaya menarik benang, betapa kebudayaan itu berkait erat dengan hidup dan kehidupan sehari hari masyarakat. Tema religi merupakan area kontemplasinya pada sang pencipta. Di mata Jansen, enam agama yang ada di Indonesia mempunyai daya tarik yang berbeda untuk dikisahkan dalam sebuah lukisan yang terbatas oleh frame. –Dona
Pameran Tunggal “Star Power” Dalam beberapa kesempatan Artotel Serabaya telah menampilkan pameran gabungan. Kali ini Artotel Surabaya mempersembahkan Pameran Tunggal “Star Power” oleh Petek Sutrisno dalam format seni realis dan imajinasi figur kartun, dengan menjadikan acrylic sebagai medianya. Pameran ini akan berlangsung selama tiga bulan mulai tanggal 18 Desember 2015 sampai 17 Februari 2016 di Rotation Art Apace, lobi hotel Artotel Surabaya. Petek Sutrisno adalah seniman kelahiran Yogyakarta, 25 April 1988, yang bergerak di dunia seni realis dan imajinasi figur kartun. Minatnya yang beras terhadap senirupa, membuat Petek memutuskan mengambil kuliah jurusan
seni rupa di ISI Yogjakarta. Pada pameran tunggal ini Petek mengangkat tema Star Power sebagai
judul pameran. Karya Petek banyak terpengaruh film, musik, ilustrasi, komik, dan youth culture.
20
Nine
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Inspirasi
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
5
Bandi & Bandini
Nenek dan Ibu yang Luar Biasa Tiap kali memperingati Hari Ibu di tanggal 22 Desember, berbagai aktivitas menyenangkan ibu dilakukan oleh anak-anak terhadap ibu-ibu mereka. Ada yang memberi kado, ada yang memberi ucapan, ada yang memberi kejutan ada pula yang memberi bunga dan puisi-puisi serta lain hal yang membahagiakan ibu di hari itu. Tidak hanya itu, ada pula momen-momen yang diberikan sebagai ucapan terima kasih dan membahagiakan ibu dengan momen yang unik seperti yang dilakukan Bandini Jazz Cafe. Owner kafe ini, Nuniks Indah Gayatri (37), menulis di media sosialnya di hari ibu ada diskon khusus bagi pengunjung yang membawa ibu-ibu mereka menikmati malam di kafe keluarga ini.
S
Bandini di depan logo Bandini kafe
ebagai owner kafe ini, Nuniks dan Imam (39), memang sengaja memberi diskon khusus bukan sematamata karena nilai potongannya melainkan karena penghargaan bagi para ibu. Rupanya, ide ini tidak datang begitu saja karena dalam menjalankan bisnis coffee shop ini, pasangan suami istri tersebut terinspirasi dari para ibu yang ada dalam keluarga besar mereka. Dan inspirasi itu mereka tuangkan lewat pemilihan nama kafe mereka yaitu Bandini. Nama dengan diksi yang renyah dan tegas. Nama Bandini dipilih karena kekaguman mereka pada sosok nenek dan ibu dari keduanya yang pada nama mereka rupanya memiliki suku kata yang sama. Lebih kebetulan lagi, keduanya sama-sama pencinta kopi. “Nenek saya bernama Bandi dan ibu mertua saya bernama Sri Subandini,” ungkap Imam yang duduk berdampingan dengan Nuniks malam itu. Kekaguman pada dua sosok inilah yang menginspirasi mereka untuk mendedikasikan nama tersebut dalam usaha mereka. Hasilnya, menurut keduanya, usaha terse-
dengan baik di tangannya,” kata Imam. Ini juga terjadi dalam keluarga besarnya. Meskipun Bandi bukan anak sulung dalam keluarga, ia menjadi yang paling ditunggu dalam mengambil keputusan-keputusan dalam keluarganya. Di mata Imam, sosok Bandi adalah nenek yang tidak pernah tergantung pada orang lain. Ia selalu bekerja keras dalam hidupnya. Fisik nenek yang memiliki 29 cucu dan 26 cicit ini sangatlah kuat. “Sejak dulu nenek mengurus sawah dan kebun, dilakukannya sendiri meskipun ada orang lain yang membantu mengurusnya,” ujar Imam yang merupakan cucu pertama bagi Bandi ini. Ia memang sejak dulu mengurus sendiri sawah dan kebun miliknya di Dompu, sedangkan suaminya lebih banyak mengurus kuda-kuda milik mereka. Selain itu, ia juga sangat lihai dalam memanajemen. “Nenek luar biasa kalau memanajemen sesuatu,” kata Imam. Inilah yang rupanya membuat sembilan anak Bandi menjadi anak-anak yang ‘jadi’ semua. Demikian pula dengan Sri Subandini (73), ibunda dari Nuniks. Sosok Bandini menjadi
Bandi dan Bandini (kanan) dua sosok ibu yang menginspirasi nama Bandini
inspirasi yang tiada habisnya bagi anaknya ini. Perempuan asal Bogor yang kini menetap di Sumatera Selatan ini, adalah ibu rumah tangga yang disebut ‘asli’ oleh anaknya. Asli seluruh waktunya dihabiskan untuk mengurus keluarga dan anakanaknya. Fokusnya hanya satu, keluarga. “Semua urusan rumah tangga, memasak, mencuci, mendampingi suami dengan setia dan mengikuti ke mana pun Bapak saya bertugas,” kata Nuniks. Kesetiaan ibundanya terhadap ayahandanya ini menjadi salah satu yang paling dikagumi Nuniks dari sosok ibu lima anak ini. Bahkan kini, Bandini mendampingi suaminya tinggal menghabiskan masa pensiun dengan mengurus kebun di tempat yang jauh dari hingar bingar kota, alias tinggal di dusun kecil. Pencinta musik jazz ini dengan setia mendampingi suaminya tinggal di dusun itu dengan segala keterbatasan, jauh dari kehidupan yang selama ini di Jakarta yang serba ada dengan akses yang seluruhnya mudah. “Semua demi cinta dan kesetiannya,” ujar Nuniks yang merupakan anak kelima dari Bandini. Semasa sekolah, Nuniks merasakan benar didikan ibundanya. Prestasi anak-anaknya selalu dicapai juga atas bantuan darinya. Nuniks dan saudarasaudaranya sampai-sampai tidak boleh mengerjakan pekerjaan rumah karena harus mengutamakan belajar, terutama saat ujian. Bandini juga kerap ikut begadang bersama anakanaknya menemani mereka
but berjalan dengan sangat baik dan lancar. “Kami merasakan doa-doa beliaulah yang membuat semua ini berjalan dengan baik,” kata Nuniks. Baik Bandi yang kini berusia 79 tahun maupun Bandini yang berusia 73 tahun merasa sangat bahagia dan bangga nama mereka diabadikan seperti ini. “Tiap kali telepon, asal kami bilang sedang berada di Bandini Kafe, keduanya pasti terharu dan terdengar menangis bahagia di ujung telepon,” kata Imam. Sosok keduanya memang pantas dikagumi oleh Imam dan Nuniks. Bagaimana tidak, sebagai seorang ibu bagi sembilan anaknya (termasuk ibunda dari Imam sebagai anak kelima), Bandi adalah sosok yang kuat, tegas dan pekerja keras. Perempuan asli Dompu Nusa Tenggara Barat ini, adalah magnet pemersatu dalam keluarga besar mereka. Semua urusan akan selesai di tangannya. “Nenek Bandi itu magnet pemersatu dalam keluarga kami, jika Suasana Bandini Kafe yang terinspirasi dari sosok dua perempuan bernama sama. ada masalah selalu selesai
belajar. “Pekerjaan rumah lebih banyak ditangani sendiri oleh ibu,” kata Nuniks. Bahkan ketika ujian sekolah, Bandini kerap membangunkan Nuniks tengah malam. “Ibu selalu membacakan buku pelajaran yang akan diujikan esok hari. Ibu tidak peduli saya mau dengar atau tidak, setengah tertidur atau malah tertidur, yang penting beliau bacakan pelajaran-pelajaran tersebut,” ungkap Nuniks tentang pengorbanan ibundanya ini. Hal inilah yang membuat Nuniks merasa dengan setengah bercanda menyebutnya sebagai ibu yang tampaknya tidak ‘diproduksi’ lagi. Dari Bandinilah Nuniks banyak belajar meskipun ia mengakui bahwa belum sepenuhnya bisa seperti dirinya. Dari Bandini ia belajar bahwa seorang istri harus menurut pada suami. Bahwa dalam berumah tangga harus pandai memanajemen dalam kehidupan yang sederhana. “Dengan penghasilan Bapak yang biasa-biasa saja, ibu sangat jago memanajemennya. Sangat detil kalau mengurus terutama soal keuangan. Kami diberi uang jajan secukupnya dan tidak ada perayaan HUT, paling-paling kalau kami ulang tahun beli kacang makan bersama,” kata Nuniks. Bandini juga tidak pernah meminta banyak dari suaminya. Ia hanya mengurus dan mengatur seberapa pun yang diberikan oleh suaminya itu. Hal inilah yang sempat membuat Nuniks yang kuliah di Bandung hanya bisa pulang setahun sekali ke Jakarta tempat mereka tinggal, padahal jarak Bandung dan Jakarta sangatlah dekat. “Tapi begitulah ibu, semua dipikirkan terutama soal biaya yang tidak boleh seenak-enaknya dipakai untuk mencukupi yang lainnya,” ujar Nuniks. Bandini dan suaminya Mukri (79), hidup bahagia hingga usianya sepuh kini. Keromantisan mereka tampak hingga kini. “Sejak dulu Bapak tidak mau makan jika bukan masakan ibu,” kata Nuniks. Kekaguman dan kebanggaan Imam dan Nuniks terhadap sosok Bandi dan Bandinilah inilah yang membuat mereka mendedikasikan dan mengabadikan nama kafe mereka dengan Bandini. Karena bagi mereka, dari nama ini akan terus mengalir doa-doa seorang ibu. -Naniek I. Taufan
Bu Agung bersama suami dan putrinya berfoto bersama promotor Prof. Dr. IB Yudha Triguna, M.S., Ny. Bintang Puspayoga (istri Menteri UMKM), dan dewan penguji lainnya, usai dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor di Universitas Hindu Indonesia
A A Ay u K e t u t A g u n g
Kado Terindah di Hari Ibu
Disertasi berjudul “Transformasi Nilai-Nilai Tata Rias dan Busana Adat Bali dalam Upacara Perkawinan di Kota Denpasar dari Tahun 2001-2014”, akhirnya mengantarkan Anak Agung Ayu Ketut Agung meraih gelar Doktor dengan predikat cummlaude dalam Program Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar.
Koperasi dan UMKM RI Ny. Bintang Puspayoga yang juga Ketua WHDI Provinsi Bali, Calon Bupati Karangasem terpilih Mas Sumantri, Ida Ayu Selly D. Mantra, Ny. Satria Naradha, Ny. Antari Jayanegara, Nyoman Nilawati, Shinta Sutami, Kepala Kantor UPT Dentim Disdikpora Denpasar, BPKB Provinsi Bali, Lurah Bu Agung (empat dari kiri) bersama Ny. Bintang Puspayoga, Mas Sumantri, Ida Ayu Selly D. Kreneng, teman-teman guru Mantra, Ny. Satria Naradha, Ny. Antari Jayanegara, Nyoman Nilawati, Shinta Sutami dan kasek, serta kalangan i hadapan Rapat Senat M.Pd., Dr. Ida Bagus Dharmika, MA., perias/salon, bahkan ada yang datang Terbuka yang diketuai Dr. Ni Putu Suwardani, M.Pd., Dr.Ir. dari Lombok dan Jakarta khusus untuk Prof. Dr. I Putu Gelgel, Euis Dewi Yuliana, M.Si., Bu Agung menghadiri acara ini. Menyusul kedaS.H., M.Hum., Sekre- berhasil mempertahankan penelitian- tangan Kepala Dnas Pendidikan Kota taris Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si., nya, setelah sebelumnya pada Selasa Bandung Dr. Elih Sudiapermana, Sabtu (26/12) bersama 29 orang jajarannya dengan promotor Prof. Dr. Ida Bagus (27/11) mengikuti ujian tertutup. Gde Yudha Triguna, M.S., ko-prokotor Ujian terbuka promosi doktor ke- untuk meyampaikan ucapan selamat Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si., ang- 26 yang dilaksanakan Rabu (23/12) itu secara langsung. Apresiasi mereka cukup besar gota Prof. Dr. I Wayan Rai, S.MA. menjadi kado Hari Ibu terindah bagi Bu (eksternal), Prof. Dr. I Ketut Suda, Agung. Selain didampingi suami, putri, terhadap sosok Pengawas SD di M.Si., Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, dan keluarga besarnya, hari istimewa UPT Dikpora Dentim yang acapkali M.Si., Prof. Dr. Ida Ayu Yadnyawati, tersebut menjadi lebih istimewa lagi “bergerilya” menyosialisasikan tata M.Pd., Dr. Wayan Paramartha, S.H., karena dihadiri juga oleh istri Menteri rias dan busana adat Bali ini hingga
D
ke pelosok desa di Bali dan beberapa daerah di luar Bali. Nyonya Bintang Puspayoga pun memberikan apresiasi dan mengaku bangga dengan Bu Agung, yang sebagai salah satu perempuan Bali, selaku praktisi, bisa mengikuti promosi doktor. “Saya Penyerahan sertifikat kelulusan oleh Promotor Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S. kepada Dr. Anak sendiri tidak menyangAgung Ayu Ketut Agung, M.M. sikan Bu agung, karena sebelum menjadi doktor, apa yang puan-perempuan Bali untuk mengditulis dalam disertasinya ini memang enyam pendidikan setingi-tingginya. sudah dilakukannya. Dan ini akan san- Karena bagaimana pun juga ketika gat bermanfaat sekali untuk mempro- berbicara masalah perkembangan teksi Bali khususnya dalam tata rias. perempuan dalam meningkatkan daya Mudah-mudahan hasil disertasinya saing, pendidikan, baik formal maupun ini akan dikembangkan lagi dan diso- nonformal, dikatakannya akan dapat sialisasikan, sehingga masyarakat Bali berkembang secara maksimal. Hal senada disampaikan calon betul-betul memahami terkait dengan etika berbusana adat bali khususnya Bupati Karangasem terpilih Mas Sumantri. Ia menyampaikan kini saatnya dalam perkawinan,” ujarnya. Ny. Bintang Puspayoga menam- perempuan mengenal jati diri mereka bahkan bahwa kita (Bali) tidak bisa yang sesungguhnya. Perempuan harus menutup diri terhadap perkembangan menunjukkan dirinya cantik luar dadan masuknya budaya-budaya baru. lam, salah satunya mengisi diri dengan “Tapi dalam artian kita harus bisa pendidikan atau keterampilan serta memilih dan memilah mana yang harus memiliki hati yang indah. “Di zaman kita adopsi, pakem Bali tidak diting- modernisasi ini, tidak menutup kegalkan,” tegasnya. Pada kesempatan mungkinan budaya luar juga masuk. itu yang masih dalam suasa Hari Ibu, Tetapi, ini kita pilah, saring, sehingga Ny. Bintang Puspayoga berharap, hal kita mendapatkan yang terbaik untuk ini menjadi motivasi juga bagi perem- Bali,” ucapnya. --inten
Bu Agung Sabet Penghargaan Nasional “She Can! Award 2015” Dalam kesempatan berbeda, Bu Agung juga mendapatkan apresiasi dalam penghargaan tingkat nasional. Atas dedikasi dan komitmen melestarikan budaya sekaligus pemberdayaan sosial yang dilakukannya, Pendiri Lembaga Kursus dan Pendidikan (LKP) Agung ini menerima penghargaan “She Can! Award 2015” Jumat (4/12) bertempat di Grand Ballroom Hotel Pullman Central Park, Jakarta. Bu Agung adalah satu di antara 58 wanita inspiratif yang telah sukses mewujudkan perubahan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Mereka dinilai berdasarkan filosofi 3E: Enlighten, Educate dan Empower. “Ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan bagi saya untuk selalu konsisten berbuat untuk Bali,” ujar Bu Agung. Menurutnya, perempuan Bali sebenarnya sangat tangguh dan
Bu Agung saat menerima penghargaan“She Can! Award 2015” di Jakarta
hebat. Di tengah runitas dan tanggungjawab sehari-hari di keluarga, banyak hal yang bisa dilakukan. Bahkan,
melebihi kemampuan laki-laki pada umumnya. Namun, sayang sistem patriarki yang kental di Bali masih me-
mandang posisi perempuan sebelah mata. Dengan pemberdayaan sosial yang dilakukan olehnya di bidang tata rias untuk ikut melestarikan budaya Bali, diharapkan para perempuan tidak berkecil hati. Asalkan dilakukan secara sungguh-sungguh dan totalitas. “Kuncinya ada pada semangat dan pengabdian tanpa pamrih, meskipun saat ini mustahil. Inilah yang kami lakukan di LKP Agung selama ini. Kami berjuang dan bergerak memberdayakan perempuan dan anak-anak terlantar melalui pembelajaran,” jelas perempuan peraih Doktor Honorist Cousa (Doctor Of Humanities) di ajang American Global University Florida ini. Ia juga berpesan kepada perempuan khususnya di Bali, sekecil apa pun pengabdian di lingkungan, jika dilakukan secara terus menerus akan berdampak pada lingkungan. Untuk diketahui, Anak Agung Ayu sebagai pendiri LKP Agung selama ini mendukung program gerakan “Ayo
Kursus” dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ia telah menamatkan 10.000 lebih perias yang tersebar di seluruh Nusantara sejak tahun 1983. Ia juga memiliki komitmen besar dalam pelestarian budaya Bali. Khususnya tata rias tradisional Bali yang saat ini terus tergerus oleh kepungan tata rias modifikasi. “She Can! Award 2015” merupakan lanjutan dari sebuah program TV Trans7 dari Tupperware yang merupakan perusahaan yang berpusat di Orlando, Amerika Serikat. Penghargaan semacam ini diberikan setiap 2 tahun sekali kepada perempuan inspiratif di seluruh Indonesia. Untuk merangsang para perempuan inspiratif tersebut, mereka diberikan donasi berupa dana tunai dengan harapan agar terus menjalankan misi sosial sehingga dapat membawa perubahan baik bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. –inten
4
Inspirasi
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Achmad Satria Abdullah
Gitaris Cilik W
Satria dan Direktur Leprid usai menerima penghargaan
dia sudah bisa memainkan lagu. Kemampuan dan daya tanggapnya melebihi kedua kakaknya yang juga bermusik sejak kecil,” tutur Amin, mantan pembalap yang pindah profesi menjadi guru musik. Tapi dulu, katanya, minat pertama Satria pada musik adalah pada drum. Ketika itu usianya masih 2 tahun. “Kami dulu punya studio musik. Kalau saya ajak ke studio, dia sangat senang sekali. Dia seperti menikmati orang-orang yang tengah berlatih band. Kalau ada kesempatan, biasanya dia suka mencoba-coba menggebuk drum. Tidak ada yang mengajar, dia sendiri yang melakukan. Anehnya, pada usia semuda itu, dia sudah bisa mengikuti ritme lagu. Sebagai ayah saya sangat bangga dan mulai mengarahkannya,” kata lelaki asal Makassar itu. Pe n a m p i l a n S a tria menggebuk drum mengiringi para vokalis dalam berbagai event, membuat bocah ‘ajaib’ ini terkenal di Makassar, Sulawesi Selatan. Betapa tidak, Satria ketika itu masih usia 3 tahun namun sudah manggung di sebuah event yang digelar di mall. “Mungkin orang merasa takjub ya, anak kecil umur 3 tahun sudah bisa mengiringi lagu di panggung. Waktu itu dia membawakan dua lagu,” tambah Amin. Gara-gara itu Satria pun menjadi buruan pers di Makassar. Itu juga yang akhirnya membawa bocah cilik ini mendapat undangan ke Jakarta untuk tampil di sebuah acara televisi nasional. Menariknya, kemampuan yang didapat Satria ini, boleh dibilang murni otodidak. Dia bukan produk dari sekolah musik. “Di Makassar dia tidak pernah mengecap sekolah musik. Saya saja yang mengarahkan dia, kebetulan saya kan pemegang bass yang juga menggerti drum,” katanya. Banyak teman, tutur Amin, mendorongnya agar pindah ke Jakarta agar talenta yang dimiliki Satria bisa dikembangkan. Usulan teman-teman saya itu masuk diakal karena Jakarta bukan hanya barometer musik nasional tapi juga segala pakar hebat ada di kota tersebut. Jadi memang, jika ingin mengembangkan kemampuan dan karir musik Satria, salah satu jalannya
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
21
Kiprah Perempuan NTB dalam Birokrasi
Kiprah perempuan Nusa Tenggara Barat terlihat di berbagai bidang. Tidak hanya legislator perempuan yang terpilih pada Pemilu 2014 lalu, para perempuan juga tampil di birokrasi daerah ini. Tidak itu saja, perempuan NTB juga dipercaya untuk menjadi pemimpin daerah. Dra. Putu Selly Andayani, M.Si., dilantik sebagai Penjabat Walikota Mataram pada tanggal 10 Agustus 2015 dan akan mengakhiri tugasnya pada saat pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Mataram terpilih, mendatang. Saat dilantik, Selly merupakan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi NTB sejak Januari 2015. Selain itu, Indah Damayanti Puteri, baru-baru ini berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga survei, memenangkannya sebagai Calon Bupati Bima terpilih.
Mungkin Indonesia memiliki banyak gitaris cilik, namun gitaris cilik yang memiliki kemampuan di atas rata-rata masih hitungan jari. Menurut data ‘gitarplus’ hanya lima anak yang tercatat memiliki kemampuan ‘ajaib’ dalam bergitar, satu di antaranya adalah Achmad Satria Abdullah, bocah kelahiran 2003, yang kini bersekolah di SDN Pondok Jaya I Bintaro, Tangerang.
ajar kalau Satria, begitu bocah ini akrab disapa, masuk dalam kategori ‘anak ajaib’ dalam bergitar. Pasalnya, bocah kelas VI SD ini, telah menoreh banyak prestasi yang mencengangkan di panggung musik tingkat nasional maupun berskala internasional. Sebut saja, ia pernah tampil sebagai gitaris termuda dalam event Java Jazz (Jakarta International Java Jazz Festival). Semua tahu bahwa event Java Jazz yang pertama kali digelar 2005 merupakan event besar bagi para musisi bergendre jazz. Event berskala initernasional ini telah menghadirkan musisi-musisi kelas dunia, sebut saja James Brown, Bubi Chen, Lee Retenour, Al Jarreau, Gerge Duke, Barry White, dll. Tak heran ketika Satria pertama kali muncul di sini, 2015 lalu, publik pun tercengang sembari memberi aplaus sekencang-kencangnya kepada bocah yang memainkan gitarnya dengan piawai. Satria sendiri tak terlihat grogi atau demam panggung lantaran dia sejak masih bocah cilik telah sering manggung di berbagai event. “Sejak usia 2 tahun dia sudah saya ajak manggung. Dia saya ajak ‘nge-jam’ bareng saya di panggung. Jadi dia sudah terbiasa menghadapi orang banyak,” ujar sang ayah, Amin Raihan, kepada Tokoh, dengan nada bangga. Amin Raihan mengaku dulu sempat terkejut dengan kemampuan Satria dalam bermusik.”Dia itu cepat tanggap, saya sampaisampai sangat heran. Hanya sekali melihat dan mendengar,
Mandalika
Penampilan Satria (kiri) saat manggung di Jak Jazz
adalah Amin dan keluarganya harus pindah ke Jakarta. “Awalnya saya ragu, ngapain kami ke Jakarta, apa yang harus dilakukan di sana. Jakarta memang ‘menjanjikan’ sesuatu bagi Satria, tapi saya ‘ngeri’ , persaingan di
Achmad Satria Abdullah
sana sungguh ketat. Saya pikir masak iya sih hanya gara-gara anak kecil kami harus pindah ke Jakarta? Itu semua jadi ‘buah’ pikiran saya. Sampai akhirnya saya jumpa personil grup Band Gigi, Gusti Hendy (drummer) yang setelah melihat kemampuan Satria, juga ikut mendorong saya pindah ke Jakarta,” papar Amin yang akhirnya memutuskan pindah ke Jakarta pada 2008 demi kemajuan karier anaknya di dunia musik. JADI ICON SEKOLAH MUSIK Keputusan Amin sungguh tepat, karena bersamaan dengan itu, Gilang Ramadhan, drummer papan atas, tengah mencari ‘icon’ untuk sekolah musik yang baru didirikannya. “Hendy pun mengenalkan Satria pada Gilang. Melihat aksi Satria, Gilang senang sekali. Dia bilang, ‘Kebetulan sekali karena saya sedang mencari anak kecil untuk menjadi icon sekolah musiknya’. Maka jadilah Satria mendapat bea siswa di sekolah musik itu. Itulah pertama kali anak saya menjajal sekolah musik. Dia ditangani langsung oleh Gilang dan diajak ‘tur’ musik ke mana-mana,” ucap Amin. Talenta yang dimiliki Satria plus dipoles seorang guru drum handal sekelas Gilang Ramadhan, mem-
buat kemampuan bocah ini makin berkembang pesat. Apalagi dia punya banyak kesempatan untuk berkolaborasi dengan grup-grup band papan atas seperti ‘Kotak’ ‘D’Masiv’, ‘God Bless’, dll. Tapi, entah bagaimana tiba-tiba Satria yang sempat mendapat penghargaan drummer cilik, menjadi kurang tertarik dengan drum. Tiba-tiba dia ingin belajar gitar, lantaran melihat kakaknya bermain gitar. “Itu terjadi tahun 2012, dia tertarik lihat kakaknya main gitar. Tapi saya tegur. Tapi tahun 2013 dia serius sekali dengan gitar, akhirnya ya sudah. Saya tidak sangka kemajuannya dalam bergitar cepat sekali. Gara-gara itu akhirnya formasi grup band mereka berubah, dia tidak lagi main drum tapi main gitar,”jelas Amin. Selama ini, selain Satria tampil solo, dia juga kerap bersama grup band The Monster, grup band itu terdiri dari dirinya dan dua kakaknya, Iwan dan Dimas. Tak membutuhkan waktu lama untuk membuat Satria terkenal sebagai gitaris cilik. Selain tampil di televisi, ia juga rajin manggung di berbagai event besar, di antaranya Java Jazz pada Maret 2015 lalu dan Jak Jazz 2014. Gara-gara itu juga dia pun ‘diganjar’ Lembaga Prestasi Indonesia (Leprid) dengan penghargaan sebagai Gitaris Termuda yang tampil di Jak Jazz. Ada peristiwa menarik yang sempat membuat Amin kecewa. Pasalnya, dalam beberapa kali audisi band se-Indonesia, Satria sempat lolos untuk tampil di event musik berskala nasional dan inter-
nasional. Namun akhirnya batal tampil setelah diketahui dia masih di bawah umur sementara event tersebut disponsori oleh perusahaan rokok. “Dulu itu sempat bermasalah. Pasalnya, untuk tampil di eventevent besar itu, kan, harus melalui audisi tingkat nasional. Nah, Satria berhasil lolos audisi. Tapi ternyata event tersebut disponsori oleh perusahaan rokok, akhirnya Satria tidak bisa tampil karena regulasinya begitu. Anak di bawah umur dilarang tampil dalam event yang disponsori produsen rokok. Saya sempat kecewa sekali. Karena perjuangan Satria untuk bisa tampil lewat seleksi, bukan hal mudah. Tapi penampilannya terganjal karena regulasi. Padahal apa sih hubungannya antara rokok dan musik. Yang merokok ya silahkan merokok, anak saya kan tidak merokok. Dia bermusik. Ini kan kesempatan anak berprestasi bisa maju,” kata Amin kesal. Tapi ‘batu-batu krikil’ dalam perjalanan karier bermusik Satria, tidak lah menjadi halangan bagi anak ini untuk terus melangkah maju. Apalagi kedua orangtuanya sangat mensupport anaknya untuk terus berkarier di musik. Belum lama ini dia juga ikut dalam project garapan musisi Erwin Gutawa, ‘Di Atas Rata-rata’. Ini merupakan project yang mengetengahkan anak-anak yang memiliki kemampuan menakjubkan. Tahun depan, Satria juga akan mendapat bea siswa dari sekolah musik milik gitaris papan atas Agam Hamzah. “Tahun baru nanti, Satria juga sudah dikontrak untuk sejumlah acara, di antaranya tampil bersama Gugun Blues Shelter di Sulawesi Tengah,” tambah Amin. -Diana Runtu
Ir. Hj. Budi Septiani
Dalam pemerintahan Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, kuota perempuan yang diberikan kepercayaan menduduki jabatan penting dalam birokrasi daerah ini membuktikan bahwa kemampuan dan kapasitas perempuan NTB layak diapresiasi. Inilah sosok-sosok perempuan NTB yang memimpin birokrasi bidang masing-masing di Nusa Tenggara Barat. Sejak tanggal 21 Agustus 2013, Ir. Hj. Budi Septiani, dilantik sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakwan) Provinsi NTB hingga saat ini. Di bawah kepemimpinannya, Disnakwan NTB saat ini sedang merancang Pusat Agroeduwisata dan Tekno Park di Banyumulek Lombok
Barat yang ditargetkan pembangunannya sejak tahun 2014 hingga 2019. Tempat ini akan dijadikan sebagai etalase peternakan yang di dalamnya akan memperlihatkan sistem pembangunan peternakan di NTB dan juga sebagai pusat pembelajaran dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. “Masyarakat dan pihak-pihak lain yang ingin belajar tentang usaha peternakan dan melihat secara langsung pemanfaatan dari limbah kotoran ternak yang dijadikan sebagai sumber energi dan pupuk organik serta pemanfaatan hasil sampingan dari peternakan bisa dilihat di sini. Dan secara khusus disiapkan tempat sebagai penerapan hasil-hasil penelitian terkait dengan komoditi peterna-
kan,” ungkapnya. Sementara itu, target yang hendak dicapai Disnakwan tahun 2016 adalah meningkatkan produksi dan produktivitas semua komoditi peternakan baik ternak besar dan Husnanidiaty Nurdin bersama Menteri Kelautan dan ternak kecil. Akan Ir.Perikanan, ketika menerima penghargaan di Jakarta tetapi yang menjadi fokus utamanya adalah sapi dan kesehatan hewan. kerbau. Selain itu juga melakuAda pula Ir. Husnanidiaty Nurkan peningkatan produksi dan din yang dua kali dipercaya untuk produktivitas melalui perbaikan memimpin dua instansi di Provinsi manajemen secara keseluruhan NTB, yakni sebagai Kepala BKP yaitu mulai dari manajemen pe- sejak tahun 2008 hingga 2014. meliharaan, pakan, kesehatan, Dan pada 7 Februari 2015, ia usaha hingga pendampingan dan diberikan kepercayaan untuk permodalan. Seluruhnya yang menjadi komandan di Bakorluh terkait dengan peternakan dan NTB. –Naniek I. Taufan
Siapkan Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Petani Target yang tengah dipersiapkannya di tahun 2016 adalah peningkatan kapasitas penyuluh dan petani. Selain itu, melakukan peningkatan kelas kelompok tani dan penguatan kelembagaan di kecamatan-kecamatan. Atas usaha dan kerja kerasnya ini, instansi yang dipimpinnya akhirnya mendapatkan penghargaan tertinggi sebagai Juara I sebagai SKPD yang mendukung penyuluhan perikanan terbaik tahun 2015. “Saya setengah tdak percaya bisa mendapatkan penghargaan ini, bahkan kami diundang ke Istana untuk bertemu dengan Presiden RI,” katanya. Ir. Hartina, M.M. yang dilantik sebagai Kepala BKP menggantikan Husnanidiyati Nurdin pada Februari 2014 hingga kini, melakukan berbagai upaya untuk mengawal bidang ketahanan pangan daerah ini. Sebanyak tiga kali ia dipercaya memegang jabatan puncak pada tiga instansi di NTB. Sebelum mengawal BKP, ia dipercaya memegang kepemimpinan sebagai Kepala Dinas Kehutanan sejak Oktober 2008 sampai Mei 2012. Setelah itu, ia juga diangkat sebagai Kepala Dinas Perkebunan Provinsi NTB pada bulan Mei 2012 sampai Februari 2014. Kini ia telah menetapkan target ketahanan pangan di Provinsi NTB yang ingin dicapainya di tahun 2016 mendatang. “Memastikan ketersediaan pangan sampai tingkat rumah tangga dan meningkatkan nilai pola pangan harapan melalui percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dengan meningkatkan konsumsi buah, sayur segar dan protein hewani serta kacang-
T. Wismaninsih
Ir. Baiq Rahmayati M.Si
kacangan,” katanya. Selain itu juga ia menargetkan secara bertahap agar masyarakat dapat mengurangi konsumsi karbohidrat dari beras dengan menggantinya dengan karbohidrat dari umbi-umbian seperti, jagung, pisang dan lainnya. Dalam bidang perempuan dan anak, Dra. T. Wismaningsih masih sebagai Kepala BP3AKB Provinsi NTB yang mengawal peningkatan pembangunan bidang perempuan dan anak. Dokter Elly Rosila Wijaya, Sp.Kj., hingga hari ini melaksanakan tugas sebagai Direktur Rumah Sakit Jiwa Mataram. Dalam bidang permuseuman, Ir. Baiq Rahmayati, M.Si., yang dilantik pada bulan Maret tahun 2015 sebagai Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, telah menyemarakkan berbagai kegiatan di Museum Negeri NTB guna mengajak masyarakat untuk cinta terhadap museum,
tahun ini menargetkan beberapa hal. “Potret kegiatan Museum Negeri NTB tahun 2016 adalah mengacu pada empat pilar, yakni, prasarana museum yang harus ditata dengan lebih baik lagi. Selain itu museum ini akan melakukan penambahan koleksi karena sudah cukup lama tidak pernah ada penambahan koleksi. Juga meningkatkan jumlah kunjungan serta terus meningkatkan manajemen pengelolaan,” katanya. Perempuan NTB yang kini menjalankan tugas sebagai legislator baik di DPD RI maupun di DPRD Provinsi NTB juga DPRD kabupaten dan kota se-NTB. Sebagai legislator, dua perempuan yang mewakili Nusa Tenggara Barat sebagai Anggota DPD RI yakni, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi dan Hj. Robiatul Adawiyah, S., masih menjalankan tugas-tugas sebagai wakil dari daerah ini.
Demikian juga dengan para legislator perempuan lainnya. Empat perempuan menjadi aggota DPRD Kota Mataram yaitu, Hj. Kartini Irwani dari PBB, Baiq Ika Febrianti dari Partai Golkar, Hj. Baiq Mirdiati dari Gerindra dan Dian Rahmawati dari Partai Demokrat. Tujuh perempuan lainnya dilantik sebagai anggota DPRD Lombok Barat. Mereka ini adalah Hj. Sumiatun dari Partai Golkar, Hj. Muslihan dari Hanura, Hj. Nurhidayah, SE., Hj. Rapiah Musa, S.Ag., dan Tunik Haryani dari Gerindra, Fuadduzakiyah dari PBB dan Nurul Adha dari PKS. Dua Anggota DPRD perempuan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dra. Wayan Sri Pradianti dan Galuh Nurdiyah -keduanya dari Demokrat. Enam perempuan, juga mewakili masyarakat sebagai anggota DPRD Provinsi NTB, yakni; Hj. Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H., dari Partai Golkar, Dra. Hj. Wartiah,
M.Pd. dari PPP, Hj. Rahmah HM. dari Hanura, Hj. Nurlaela Chairunnisa, S.E. dari PKB, Hj. Suryahartin SP.M. AP dari Partai Nasdem dan Misfalah dari Partai Demokrat. Tiga legislator perempuan yang duduk di DPRD Kota Bima, yaitu Selfi Novia Rahmayani dari Demokrat, Hj. Anggraini dari PKB dan Mutmainah dari Nasdem. Empat lainnya yaitu, Hj. Rustinah (Nasdem), Indah Damayanti Puteri (Golkar), Ramlah H. A. Wahab (PPP, Murni Suciyanti (PAN), sebagai anggota DPRD Kabupaten Bima. Dua perempuan duduk sebagai wakil masyarakat di DPRD Lombok Timur yaitu, Marianah dan Baiq Nurhasanah, keduanya dari PDI Perjuangan. Dan tiga perempuan lainnya yang menjadi anggota DPRD Dompu, yakni Nadirah, S.E. dari PBB, Nadiran dari PDI Perjuangan dan Dina Imayani dari PKB. -Naniek I. Taufan
Ir. Hartina, M.M.
22
Sosialita
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
Suka Cita Natal dalam Suasana “Siaga I” Sekalipun Jakarta saat ini ‘Siaga I’ namun sukacita Natal dan menyambut Tahun Baru 2016 tetap bergema. Ibadahibadah perayaan Natal pun tetap berlangsung hikmat meski dengan penjagaan terasa lebih ketat dari biasanya.
Yopie dan penggemar di christmas dinner party
S
uasana tahun ini memang agak berbeda dari sebelumnya. Begitu juga tingkat pengamanan. Alasannya, belum lama ini pihak Densus 88 menangkap sejumlah orang yang diduga akan menyebar aksi teror di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Diduga mereka akan menargetkan, antara lain kantor polisi, tempat-tempat ibadah, pejabat pemerintah, warga asing, dll. Tak heran kalau Polri kemudian menetapkan ‘Siaga I’ sejak 7 Desember lalu.‘Siaga I’ merujuk pada tingginya tingkat ancaman sehingga memerlukan kesiapan pasukan. Dalam ‘Siaga I’, ancaman nyata dapat terjadi sewaktuwaktu, bisa dari dalam maupun luar negeri. Karenanya pengamanan akan melibatkan seluruh personel untuk mengamankan dari potensi ancaman. Apalagi sebelumnya telah terjadi beberapa kejadian seperti isu bom, dll. Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan menyebut, status ‘Siaga I’ bukan hanya berlaku untuk Jakarta tapi secara nasional. Kapolri juga mengungkapkan bahwa bulan lalu pihaknya mendapat informasi terkait rencana terorisme di Jakarta dan Jawa Tengah pada Desember ini. Informasi tersebut juga diperkuat dengan info dari Australian Federal Police dan intelijen Singapura. Karenanya pengamanan ekstra, khususnya pada area-area publik yang menjadi objek vital, lebih ditingkatkan. “Siaga I. Semua BIN di daerah kami siagakan sepenuhnya. Kembali lagi, kuncinya kepada masyarakat. Kalau ada yang aneh dan tidak lazim, harus cepat lapor kepada kami,” tegas Kepala Badan Intelijen Nasional, Sutiyoso. Namun, bukan karena kondisi keamanan yang mengkhawatirkan yang membuat jumlah pengunjung ke mal-mal agak menurun. Ini sematamata karena memang situasi ekonomi nasional yang tengah lesu dan daya beli masyarakat menurun. Situasi ini bukan baru terjadi namun sejak beberapa bulan lalu sudah terasa. Meski situasi sedang lesu, namun menyambut Natal dan Tahun Baru 2016, hampir semua mal di Jakarta, khususnya mal-mal besar dan sedang, tetap berdandan cantik. Aneka ornamen Natal dan dekorasi menawan disajikan kepada pengunjung. Tak ketinggalan, seperti tahun sebelumnya, berbagai diskon menarik ditawarkan bahkan hingga 70%. Tapi sepertinya ‘jor-joran’ diskon belum sanggup mendongkrak kenaikan jumlah kunjungan.
KEBANJIRAN JOB NATAL DAN TAHUN BARU Tidak semua merasakan tahun ini ‘pedih’. Sebagian orang mendapat rezeki yang lumayan meski dalam mendapatkannya ia harus bekerja lebih keras dari sebelumnya. Yopie Latul misalnya. Penyanyi terkenal era 1980-an ini mengaku memang kebanjiran order sepanjang Desember hingga Tahun Baru mendatang. Penyanyi yang melejit namanya lewat tembang ‘Ayun Langkah Mu’ tahun 1986, untuk menjalaninya ia harus ‘terbang’ dari satu daerah ke daerah yang lain. “Kalau order manggung banyak sekali. Sepanjang Desember hingga Tahun baru jadwal saya sudah padat sekali. Mulai dari acara-acara biasa sampai nyanyi di acara-acara Natal gereja maupun perkumpulan. Malam Tahun Baru hingga awal Tahun Baru pun saya masih ada kerjaan,” ungkap Yopie Latul yang ditemui seusai tampil di acara Christmas Dinner PartyGPIB Eirene. “Malam ini saya tampil di sini ya (Jakarta), padahal kemarin saya berada di Ambon, nyanyi juga. Malah tampil di Maluku dalam bulan ini sudah beberapa kali, tapi acaranya beda-beda. Sebelumnya juga begitu,” ungkap penyanyi jazz-rock yang memopulerkan lagu ‘Poco-Poco’, ini. “Thanks Lord atas rejeki yang diberikan di tahun ini, sungguh melimpah. Lewat talenta yang saya miliki saya mendapat banyak, saya tak putus-putusnya bersyukur karena itu,” kata penyanyi yang sudah berusia 60 tahun ini. Diakuinya ‘kerja marathon’ ini cukup membuatnya lelah. Tak heran kalau dirinya terkena flu. “Ini suara saya agak serak ya, soalnya saya kena flu. Mungkin karena kelelahan ya,” tambah penyanyi yang memiliki suara unik ini. Meski demikian, dia merasa sangat bahagia karena di usianya yang seperti ini, orang tetap tidak melupakannya dan dia masih berkesempatan berkiprah di industri musik. “Bagi seniman seperti saya, ini adalah hal yang membahagiakan,” tambahnya. Karena jadwal padat, lanjutnya, ia berusaha menjaga kondisi fisik sebaikbaiknya, misalnya menjaga makanan, seperti menghindari makan-makanan gorengan. Ia juga mengonsumsi suplemen untuk menjaga kesehatan. “Tapi sudah begitu dijaga pun tetap saja kena flu..hahaha,” kata Yopie sembari tertawa. Artis yang juga kebanjiran order
menyanyi di Desember ini adalah Krisdayanti dan Titi DJ. Kedua Diva ini mengaku secara rutin mengisi acara pergantian tahun. Malam pergantian tahun, kata Krisdayanti, dirinya akan tampil di Hotel Borobudur, Jakarta, dalam acara ‘Circus Fantasi’. Tampil di acara pergantian tahun, ucapnya, boleh dibilang cukup rutin. Tahun lalu dia tampil di Ancol. Meski bekerja di malam pergantian tahun, KD mengaku tidak kehilangan momen kebersamaan keluarga menyambut tahun baru. Ia membawa keluarganya. Jadi sehabis menghibur pengunjung, dia bisa bercengkerama dengan keluarga. Hal senada juga berlaku pada Titi DJ. “Alhamdulilah, sudah tiga tahun terakhir ini saya selalu menyanyi (kerja) pada malam pergantian tahun. Jadi ini rutin ya,” katanya. Diakui Titi, sebenarnya malam pergantian tahun adalah momen yang pas untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, kumpulkumpul dan melakukan aktivitas bersama. Namun, anak-anaknya yang sudah besar ternyata sudah memiliki acara sendiri-sendiri. Walhasil, dia pun sendiri. “Ya,...gimana ya. Terus terang tahun baru itu kan momen kumpul dengan keluarga. Tapi anak-anak sudah besar dan punya acara sendiri. Aku bilang ke anak-anak, ‘Eh mama, malam tahun baru mau nyanyi di Ancol, lho. Maksudnya, siapa tahu anak-anak ada yang mau ikut. Tapi kata mereka, aduhhh...
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
3
Sri Sumahardani
Berbagi itu Indah Setelah lama tidak muncul di dunia entertaintment dan tenggelam dengan kesibukannya di dunia perbankan, ternyata kini ia hadir dengan label baru. Saat ini ia tercatat sebagai salah seorang motivator dan public speaker andal yang paling banyak dicari baik di lokal Bali maupun di luar Bali. Sosoknya dipercaya mampu memberikan motivasi dan berbicara tentang sales & marketing, leadership, team building serta character building di banyak perusahaan.
Sri Sumahardani saat memberi pelatihan
Leadership”, “Budaya Kerja untuk Peningkatan Kinerja”, “Love Trust and Care”, “Perfomance” dan , “Love and Harmony’’. Komunikatif , smart, powerfull dan fun adalah gaya dari public speaker kelahiran Singaraja, 4 September 1969 ini sehingga berhasil menjadikan seminar dan pelatihan yang dipimpinnya selalu berkesan penuh energi tapi juga sersan (santai tapi serius). Begitu juga
dengan materi yang dibawakannya detil dan sistematis sehingga begitu menyentuh, peserta pun mudah dimengerti serta dapat langsung mengaplikasikannya. Di berbagai kesempatan sebagai seorang pembicara, Sri bahkan tidak segan-segan bernyanyi, untuk menghibur peserta atau mengajak mereka bernyanyi bersama demi suasana yang lebih rileks. Untuk yang satu ini sudah
pasti Sri memang ahlinya, apalagi untuk urusan olah vokal, sejak kecil ia sudah berkali kali tampil menjuarai lomba. Diantaranya mengukir prestasi sebagai juara lomba pidato, baca puisi hingga juara I Bintang Radio dan Televisi Bali untuk lagi hiburan maupun keroncong , dan sempat diundang ke Malaysia untuk menghibur peserta kongres Perbankan Asia. -ard
Tulus Membagikan Pengalaman maaf ya ma, aku sudah janjian sama teman-teman aku untuk pergi bareng,” ungkap Titi. Sebagai orangtua, ia bisa memahami hal itu. “Tapi aku nggak kesepian kok.
Kan aku punya tim manajemen, punya orang-orang yang selalu mendukung aku. Mereka itu kan keluarga aku juga,” kata Titi sembari tersenyum. —Diana Runtu
R
upanya perjalanan awal kariernya sebagai seorang penyanyi, MC, juri dan komentator BRTV di Bali TV serta tercatat sebagai karyawati perbankan selama kurang lebih 27 tahun, menjadikan langkah pemilik nama lengkap Ni Ketut Sri Sumahardani GP yang akrab dipanggil Sri ini menjadi sosok motivator dan public speaker terbuka lebar untuk digelutinya. Berbekal segudang pengalamannya, kini Sri yang sedang menempuh pendidikan S2 di STIE Tri Atma Mulya Jaya ini, tercatat sebagai sosok yang selalu ditunggu-tunggu kedatangannya
untuk menjadi pembicara di berbagai seminar, work shop ataupun kegiatan in house training suatu instasi atau perusahaan untuk meningkatkan kemampuan dan potensi SDM mereka. Dengan makin banyak pengalaman dan prestasi yang sempat diukir Sri, tidak heran kalau banyak hal yang bisa di-sharing sebagai bahan atau materi dalam seminar maupun workshop yang dipandunya. Ia dengan mudah berbicara tentang ” Good Communication for Good Perfomance”, “Only the Duck Can Fly” (selling skill ), “Smart Teller & Smart Customer Service”, “Service Exellent”, “Grooming &
Menjawab pertanyaan apa yang menjadikan seorang Sri Sumahardani terjun sebagai motivator atau public speaker, bidang yang memerlukan skill tersendiri untuk melakoninya ini, menurut ibu dari Putu Windania Trisna Dewi dan Made Benny Wijatika Dwiputra ini, selain karena modal bakat dan kemampuan bicara yang dimilikinya juga karena keinginan yang begitu besar untuk bisa membagi ilmu dari pengalamanpengalamannya untuk orang banyak. Selanjutnya menjawab kenapa sebagai seorang motivator, Sri selalu kelihatan berenergi, penuh semangat, selalu tersenyum, dan mampu membuat suasana menjadi fun. Sri mengatakan hal ini bukanlah rahasia. Ia memetik ilmu dari berbagai buku yang dibacanya. Ada tiga keuntungan yang bisa didapat jika kita melakukan apa yang kita suka. Pertama, kita akan mempunyai energi yang tinggi. Kedua, melakukannya dengan fun, seperti bermain. Ketiga, orang lain akan ikut merasakan atusiasme dan gairah yang kita tularkan. Rupanya kalimat yang menyatakan bahwa “ Orang sukses harus pandai berkomunikasi untuk menularkan kesuksesannya, dan orang yang pintar berkomunikasi dialah orang yang sukses,” tepat disematkan untuk sosok perempuan putri dari Putu Geria Sudira dan Luh Putu Mersi ini. Sebagai pembicara senior, di berbagai kesempatan Sri selalu menyatakan dirinya tidaklah untuk menggurui. Katanya, kecerdasan dan skill yang mumpuni bukanlah segalanya dalam proses pencapaian kesuksesan seseorang. Di luar dua hal tersebut, masih ada satu rahasia kunci lainnya yang mesti dimiliki oleh mereka yang ingin sukses, yaitu
“kemampuan menjual diri”. Tanpa memiliki kemampuan menjual diri yang baik, sehebat apapun seseorang, hanya akan terpinggirkan, digilas keadaan, dan akhirnya keinginan untuk berdiri di puncak karier yang sudah ditekuni tinggal impian. Hal ini, katanya sangat sederhana, namun lebih lanjut akan sangat bermanfaat untuk diterapkan bagi mereka yang ingin tidak hanya sekadar menjadi seorang pegawai, pengusaha maupun mahasiswa. “Namun, lebih dari itu yakni memiliki “personal value” yang nantinya dapat dikembangkan pada usaha yang dimiliki atau menunjang karier dari pribadi tersebut hingga ujungnya nanti akan memberikan dampak pada “corporate value,” ujar Asisten Manager Pemasaran Dana BRI Cabang Denpasar Gatot Subroto ini. Begitulah ibu dua anak yang dalam beraktivitas menyakini adanya hukum kekekalan energi yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, yakni jika kamu berbuat baik itu berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.
Jika kamu berbuat jahat maka kerugian kejahatan itu pun untuk dirimu sendiri. “ Saya yakin “value of life” bakal diperoleh ketika kita dapat memberi manfaat kepada orang lain. Apalagi jika dalam setiap proses melakukannya disertai dengan ketulusan,” kata peraih predikat penyanyi pendatang baru wanita terbaik di “Gita Denpost Award 2005” ini . Karena itu pula, dari testimoni peserta di beberapa kali seminar, Sri memperolah feed back yang sangat positif. Hampir semua peserta menuliskan kesan bahwa totalitas performance ,baik untuk materi maupun dalam gaya penyampaian yang diberikannya berhasil membuat suasana seminar menjadi luar biasa. “Saya akan merasa sangat bersyukur jika dari semua hal yang sudah saya lakukannya dapat menginspirasi dan memotivasi banyak orang pada banyak kesempatan yang berbeda,” ujar motivator perempuan yang selalu siap untuk mendorong orang lain melakukan action dan bertindak menggapai sukses ini. -ard
2
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 Januari 2016
GORO-GORO Profesor Cobina dari New York, tamu Sugi, ingin menginap di rumah Amat. Ia sudah 2 bulan di Bali. Ia sedang meneliti bagaimana praktik kearifan lokal dalam kehidu pan sehari-hari. “Saya telah kenalkan beliau dengan Putu Wijaya para profesor kita, para pakar adat, serta para pejabat yang terkait,” kata Sugi,”musium, perpustakaan juga situs-situs budaya su dah dikunjungi semua. Tapi nampaknya belum puas.” “Lalu kenapa malah mau nginap di rumah Bapak?” “Katanya mau refreshing. Selama ini beliau tinggal di hotel. Mungkin bosan. Mungkin sudah rindu suasana keluarga.” “Tapi dia kan orang bule. Bukan macam kita yang mangan ora mangan asal kumpul!” Sugi tertawa. “Itu kesalahan persepsi, Pak. Kita selalu menyangka orang Barat itu individualistis. Tapi pada praktiknya, hubungan kekeluargaan mereka tetap kuat. Apalagi men jelang Natal seperti sekarang. Mereka juga punya tradisi mudik, ingin merayakan Natal bersama keluarganya.” “O, begitu? Tapi kita kan tidak merayakan Natal?” “Paling tidak dia ingin menikmati suasana keluarga. Untuk satu dua hari saja. Tapi kalau Bapak keberatan, nanti saya..” “O, tidak, tidak, silakan saja, asal diamau seadanya. Tapi dia bisa makan nasi tidak?” Prof. Cobina ketawa mendengar pertanyaan Amat.“Saya suka makan nasi pakai sambal matah dan pelecing Pak Amat,” kata Cobina den gan bahasa Indonesia yang luwes sekali, bahkan beraksen Bali. Cobina kemudian masuk rumah Amat, pagi menjelang Natal. Ia dijamu sarapan nasi goreng dengan sambal matah serta pelecing yang dilahapnya sambil bercucuran keringat. Selanjutnya, Amat, atas permint aan Cobina sendiri, blasak-blusuk keliling kenalan dengan para tetangga. Semua senyum dan tertawa menyambut. Terhibur melihat Cobina pakai kain batik dan kebaya kampung. Ada yang memberi pisang, jeruk, salak. Ada yang maksa supaya ikut makan siang. Semua berlomba mengajari bagaimana makan pakai tangan. Ada pe nari tua, mengajarkan gerak tari dasar di halaman. Badan Cobina yang tinggi besar dan kaku jadi tertawaan. Tapi Cobina tidak marah malah tertawa geli. Akhirnya terbungkuk-bungkuk karena pinggangnya kesakitan. Sore baru Cobina kembali ke
NATAL
rumah Amat. Seorang tetangga sudah menunggu. Ia me nyapa dalam bahasa Inggris. Rupanya mau membanggakan kemampuannya. Tapi Cobina terus menjawab dengan bahasa Indonesia. Akhirnya. ia berbisik ke Amat, “Apa Professor ini ngerti bahasa Inggris?” Malam hari, Bu Amat meunjukkan dirinya sebagai chef kelas satu. Ia menghidangkan betutu dan sambal bongkot yang membuat perut Cobina seperti mau meletus. “Wah kalau saya sebulan lagi tinggal di sini, kembali ke New York saya tidak bisa masuk pintu apartemen saya!” katanya memuji, membuat Bu Amat berbunga-bunga. Padahal menurut Amat, sebetulnya betutunya gagal. Selanjutnya Cobina nongkrong di depan TV menemani Bu Amat nonton sinetron. Berkali-kali dipersilakan masuk kamar, ia tetap duduk menikmati apa saja yang ditonton Bu Amat.. Tengah malam, Cobina terbangun. Ia masih di kursi di depan TV bersama Bu Amat. Tubuhnya diselimuti. Di layar kaca ada koor menyanyikan “Silent Night”. Ia terpukau. Tiba-tiba di jendela yang rupanya lupa ditutup, ada kerlipan cahaya warna-warni Cobina mengangkat selimut dan me nyelimuti tubuh Bu Amat. Lalu ke jendela mau menutup. Tetapi di depan jendela, ia kaget. Pohon kamboja di halaman sudah dihiasi lampu-lampu kecil, seakan-akan pohon Natal. “Selamat Hari Natal Prof,” sapa Ami, Sugi, Amat dan Bu Amat di belakangnya. Prof. Cobina tak sanggup menahan air mata harunya. Lalu menyambut uluran tangan semuanya. “Bukan cuma itu,” tulis Cobina kemudian pada Corin, suaminya di New York, “Besoknya ada arisan yang sen gaja dipercepat hari itu, semuanya mengucapkan selamat Natal. Wow, 2 bulan aku memang sudah dapat informasi banyak, tapi 2 hari di rumah Pak Amat aku dapat semua yang kucari!”
Kelompok Media Bali Post mengadakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 21-22 Desember 2015. Tercatat 60 orang dari berbagai jenjang mengikuti UKW ini.
Ekspresso
Sudut Pandang
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 januari 2016
“Jalan Sehat Coolant Star Fruit Sejuk dan Puaskan Haus”
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Sekretariat Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373
Tetap Semangat walau Gerimis
Minggu (20/12) pagi, lapangan Barat Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon sudah dipadati 7500 peserta “Jalan Sehat Coolant Star Fruit Sejuk dan Puaskan Haus”. Cuaca mendung dan sesekali gerimis tak mengurangi semangat me reka untuk berolahraga di pagi itu. Para pe serta berasal dari masyarakat umum dan kelu arga besar TNI. Acara yang digarap Tokoh ini memang bekerja sama dengan TNI AD dalam rangkaian Hari Juang Kartika tahun 2015 dan didukung Coolant Star Fruit.
P
ukul 06.30 bendera start dikibaskan Kasdam IX/Udaya na Brigjen TNI Hadi Kusnan didampingi Danrem 163/ Wirasatya Kolonel Inf. Nyo man Cantiasa, Dandim 1611/Ba dung Letkol Inf. Teddy A., Syarif Tjateng, HOM PT Sinar Mayuri (Coolant), Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha dan Penanggungjawab Tokoh Gde Palgunadi. Prosesi diawali minum Coolant bersama dan pelepasan balon. Rute yang dilalui peserta ini mulai Jln. Kusumaatmaja-Jln.
Raya Puputan Renon-Jln. Letda Tantular-Jln. Cok Agung TresnaJln. Kusumaatmaja. Dalam kesempatan tersebut Hadi Kusnan berpesan kepada masyarakat agar selalu men jaga Bali tetap aman dan damai. “Apabila ada masalah, selesaikan dengan musyawarah. Selesaikan dengan dengan kepala dingin, bukan dengan emosional,” te gasnya. Usai jalan sehat, peserta jalan sehat mengikuti senam bersama yang dipimpin instruktur dari Lala Studio. Acara yang dipandu Sonny
Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Hadi Kusnan mengibaskan bendera start “Jalan Sehat Coolant Star Fruit Sejuk dan Puaskan Haus” rangkaian Hari Juang Kartika tahun 2015 dan HUT ke-17 Tokoh
dan Yupi ini makin semarak kar ena aneka hiburan yang disajikan di panggung. Di sisi lain lapangan, ada permainan Drop The Girl yang juga diminati peserta. Tendatenda yang disediakan panitia menjadi tempat berteduh peserta sembari menunggu pengundian hadiah utama. Peserta juga dihibur artis Bali seperti, The Glitterzs, Dewa Sugama and Friends, Sengap, dan 3G Angels. Sengap bahkan berkolaborasi dengan 3G An gels sebelum pengundian hadiah utama. Banyolan-banyolan Sen
Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram– Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– Faksimile (031) 5675240
Musim hujan membuat beberapa wilayah tergenang Saya pun mundur beberapa langkah untuk mendapatkan banjir. Ada yang selutut, ada yang sepinggang. Aktivitas foto terbaik. Tiba-tiba…byur…Oh my God…saya nyemplung warga di daerah banjir pun menjadi terbatas. Halaman, ke got. Kedalaman got sepinggang. Untungnya kamera bisa jalan, dan lapangan menjadi satu digenangi air. saya pegang dengan tangan terangkat. Orang-orang yang melihat saya nyemplung tertawa. Momen banjir pun menjadi bidikan para fotografer, termasuk saya. Mendapatkan foto yang memiliki nilai Tak lama kemudian, seorang fotografer juga kena human interest menjadi tantangan. Daerah Perumnas musibah sama seperti saya. Ia juga nyemplung di tempat Monang-maning merupakan salah satu wilayah yang ke saya jatuh. Kami berdua pun jadi bahan ledekan. “Untung banjiran. Saya bersama teman fotografer lain pun menuju kamera selamat. Tetapi dompet dan ponsel basah,” ujar ke lokasi. saya kepada teman kantor. Akhirnya setelah menyetor foto, saya langsung pulang. Urusan foto beres, tetapi ponsel yang Persiapan sebelum masuk kawasan banjir harus rusak membuat saya tak bisa terima pesan dan telepon. diperhitungkan. Kamera dan peralatan harus dikemas dan Solusinya, saya cabut kartu dan pakai ponsel jadul. Nasib… dibungkus sedemikian rupa untuk menghindari air. Celana ya nasib. (Eka, Dalung) pun sudah digulung agar memudahkan pergerakan. Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau meng Beberapa foto pun saya dapatkan. asyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Namun, rasanya ada yang kurang pas. Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Saya mencoba mencari foto lain. Tak Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. lama kemudian, ada anak-anak sedang Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan bermain air. Menurut saya ini foto yang Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh menarik. Saya pun mendekati mereka. (0361) 425373 Angle pemotretan sudah tepat.
gap mampu membuat penonton terpingkal-pingkal. Lapangan yang becek pun tak luput dari sentilannya. “Ini baru acara yang bernuasana tanah air Indonesia. Tanah dan air menyatu di lapan gan sehingga menjadi lumpur. Tetapi, semua tetap semangat,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta. Sengap juga mengomentari bandara Ngurah Rai sebagai sum ber banjir karena banyak air. Air yang ia maksud adalah Air Asia, Lion Air, dan beberapa penerban gan yang menggunakan kata Air. Penonton pun kembali tertawa. Hiburan yang tak kalah seru ke tika Danrem dan Dandim didaulat naik panggung untuk bernyanyi. Mereka didampingi Dewa Sugama
dan “Ahmad Dhani” (pemain keyboard 3G Angels yang mirip Ahmad Dhani). Lagu “Munajat Cinta” pun dilantunkan kedua perwira TNI ini. Acara juga dirangkaikan de ngan pengundian kuis “Stay Cool be a Star with Coolant Star Fruit”. Ini merupakan kuis yang ditayang kan tiap hari Minggu di Bali TV dalam acara Tembang Bali. Hadiah pemenang mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 10 juta. Dari hasil undian, hadiah sepe da motor Honda Revo diraih Hariyono sedangkan morbil Suzu ki Karimun Wagon diraih Kapten (CPM) I Ketut Maharja Putra. Hadiah diserahkan Kolonel Can tiyasa didampingi Satria Naradha dan Letkol Teddy. –Ngurah Budi
Susah Tidur
NTB
Danrem 163/Wirasatya dan Dandim 1611/Badung berduet Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Hadi Kusnan didampingi Danrem menyanyikan lagu Munajat Cinta diiringi gitar Dewa Sugama 163/Wirasatya Kolonel Inf. Nyoman Cantiasa, Dandim 1611/ Badung Letkol Inf. Teddy A., HOM PT Sinar Mayuri (Coolant) Syarif Tjateng, Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha dan Penanggungjawab Tokoh Gde Palgunadi minum Coolant bersama
Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
Nyemplung ke Got
23
Website www.tokoh.co.id Bank BRI Cabang G ajah Mada Denpasar.
Malam hari sebelum kegia tan jalan sehat, Kapten (CPM) I Ketut Maharja Putra tak bisa tidur. “Tumben saya susah tidur,” ujar suami Kapten Ni Ketut Adi ini. Ia tak punya firasat akan mendapatkan hadiah utama satu unit mobil Suzuki Karimun Wagon. “Niat untuk beli mobil baru ada, tetapi uang belum cukup. Ternyata dapat hadiah. Kami bersyukur,” ungkap pria yang bertugas di Kesatuan Denpom IX/3 Denpasar ini dengan wajah sumringah setelah penyerahan hadiah.
Sebelumnya, Danrem 163/ Wirasatya Kolonel Inf. Nyoman Cantiasa mengatakan kalau mau dapat hadiah harus yakin dapat had iah. Ternyata apa yang dikatakan ini dialami Ni Ketut Adi yang bertugas di Bekangdam Udayana. “Saat panitia memajang mobil hadiah, banyak teman-teman yang memegang mobil itu den gan harapan bisa menang. Saya tidak mau megang, tetapi saya ingin memiliki mobil itu. Doa saya terkabul. Kalau sudah yakin memang bisa jadi kenyataan,” ujar mantan Danramil Denpasar Timur ini. –Ngurah Budi
Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar
Ribuan peserta “Jalan Sehat Coolant Star Fruit Sejuk dan Puaskan Haus”
Kapten (CPM) I Ketut Maharja Putra (dua dari kanan)
24
What’s Up
Edisi 881/ 28 Desember 2015 - 3 Januari 2016
“Jalan Sehat Coolant Star Fruit Sejuk dan Puaskan Haus”
Kolaborasi 3G Angels dan Sengap
Stan Drop The Girl Coolant Star Fruit
Stan buku penerbit Bali Post
Pengundian kuis “Stay Cool be a Star with Coolant Star Fruit”.
redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id
mingguantokoh
@mingguantokoh
mingguantokoh
www.tokoh.co.id