Skip to main content

Tokoh Edisi 873 | Tokoh

Page 1

24

What’s UP

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Ruth Permatasari alias TJ

Tato untuk Tutupi Bekas Luka ‘Cuek abizzz’ itulah tampilan Ruth Permatasari atau akrab disapa ‘TJ’. Melihat tampilan mantan personil Sinden Gosip ‘Extravaganza’ yang kocak ini, memang bikin geleng kepala. Mulai dari tubuhnya yang ditato beragam makhluk laut sampai dengan gaya rambutnya yang super nyentrik. Kesan feminim seolah jauh dari tampilan TJ yang tomboy. Namun bukan berarti dia tidak bisa berpakaian feminim. Dalam suatu kesempatan TJ bahkan pernah tampil cantik berkebaya. Ia juga piawai memasak.

T

api TJ yang serba bisa--mulai dari melawak hingga menyinden, menyanyi, dll--- paling diingat orang karena tato yang dimilikinya. Ada keunikan tersendiri dari tato-tato tersebut, yakni hampir semuanya bergambar makhluk air, mulai dari gurita, hiu, cumi-cumi, ikan koi, teratai, dll. “Aku ingin menggambarkan bahwa kehidupan aku seperti air yang mengalir,”

ujar TJ beralasan. Menurut penyiar radio Gen FM Jakarta ini, tato yang tergambar di tubuhnya, tidak sekadar gambar tapi memiliki filosofi tersendiri. Misalnya saja gambar gurita yang melambangkan hewan yang pintar dan misterius, atau ombak yang filosofinya maju terus tak pernah berhenti. “Filosofinya maju terus tidak berhenti, artinya dalam kehidupan ini kita tidak boleh menyerah dalam mengadapi

apapun di dunia ini,” kata pemeran film “Aku atau Dia” ini. TJ yang selalu tampil ekspresif ini bertutur sejak kecil ia sebenarnya sudah ingin ditato. Namun sang mama melarangnya. Alasan menato itu, bukan untuk ‘gaya-gayaan’ tapi untuk menutupi bekas luka pada lengannya. “Waktu kecil aku pernah tersiram air panas dan itu meninggalkan bekas. Aku menjadi sangat terganggu. Ketika ABG,

kapanlagi.com

aku bilang ke mama mau menato bekas luka itu, tapi dilarang. Barulah setelah bekerja di kapal pesiar Hong Kong niatan menato terwujud,” ungkap TJ . Setidaknya ada empat bagian tubuhnya yang tato, yakni, lengan, betis, pung-

gung dan dada. Tato-tato itu kebanyak­ an dibuat di luar negeri saat ia bekerja di kapal pesiar. “Tapi yang di betis kanan dibuat di Bandung,” tambahnya wanita kelahiran 1980 ini sembari tertawa lebar.—Diana Runtu

Tato Temporer lebih Aman

Fenny sedang membuat tato temporer

Hobi menggambar yang ditekuni Ayu Putu Fenny Abrina Putri memberi berkah bagi dirinya. Setelah menyelesaikan pendidikan di ISI Denpasar, perempuan kelahiran 5 Oktober 1992 ini, ia menjadi guru les privat dan membuka usaha “Dyzny_art “bersama kekasihnya, Adi Sutrisna di Ubud. Salah satu kegiatan yang banyak diminati adalah lukis tato temporer. “Saya mulai menekuni tato temporer sejak 5 tahun silam. Waktu itu ada event yang salah satu acaranya face painting untuk anak-anak. Bahan yang dipakai aman untuk kulit. Sejak saat itu, saya mulai ketagihan melukis di media kulit,” ujar pelukis yang akrab disapa Fenny ini.

Contoh tato temporer

Selain face painting, Fenny juga pernah ikut kontes body painting. Dari semua media lukis, ia mengaku menyenangi semuanya. “Sekarang ini tato temporer yang sedang digandrungi. Anak-anak pun banyak yang minta dibuatkan tato. Kami menggunakan bahan yang aman untuk kulit. Asal tidak kena air, tato bisa bertahan dua hari,” ungkapnya. Gambar yang dipilih anak-anak biasanya gambar kartun, zodiak, bunga, tribal, bahkan nama. Hanya dengan biaya Rp 5 ribu, anak-anak sudah bisa mendapat satu tato temporer. “Kalau tato permanen saya belum pernah,” ujar pelukis yang sudah banyak meraih prestasi ini. –Ngurah Budi

Email: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

Website: www.tokoh.co.id


2

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

GORO-GORO Ami membawa tamu istimewa. “Pak, ini dokter John Manangsang, yang dulu Ami sering Putu Wijaya ceritakan pada Bapak. Beliau baru saja mendapat penghargaan. Karena kegigihan, keuletan dan keberanian serta pandangannya yang segar, berani selama menjalankan profesinya sebagai dokter, dalam segala keterbatasan daerah, yang hampir tak masuk akal, di Papua.” Dengan segala hormat, Amat menyambut tangan John yang sudah lebih dahului terjulur . “Antara lain,” lanjut Ami memperkenalkan tamunya, “dokter John sudah melakukan operasi dengan silet untuk menolong seorang ibu yang melahirkan sungsang.” Amat bergidik. Ia menatap dokter yang bertubuh sedang dan berwajah rendah hati itu dengan takjub. “Hanya dengan silet biasa, Dok?” “Silet biasa, Pak. Karena tak ada alat lain. Semua perangkat operasi lain pun diolah dari apa yang ada. Saya mondarmandir mengumpulkan perlengkapan itu, berkejaran dengan waktu.” “Dan akhirnya?” “Akhirnya operasi berhasil dilaksanakan. Tapi bayi itu tak bisa menunggu kami yang agak lama mencari perlengkapan. Bayi itu sudah tak bernyawa.

JOHN

Namun kami berhasil menyelamatkan ibunya.” Amat berdecak lalu melirik istrinya. Bu Amat kelihatan pucat, seakan kejadian itu berlangsung di depan matanya. “Tanggapan masyarakat bagaimana dokter, setelah anak sungsang itu tidak bisa diselamatkan? Ngamuk?” “Sama sekali tidak. Mereka bersyukur, sebab ibunya dapat diselamatkan.” “Itu hanya salah satu contoh. Banyak kasus lain yang sudah dilakukan dokter John di Papua sehingga beliau ini mereka anggap sebagai pahlawan,” sambung Ami. John cepat membantah,”Tidak, sama sekali tidak. Saya bukan pahlawan. Saya hanya berusaha tidak hanya mengurus dan melawan penyakit, seperti umumnya yang dilakukan oleh rekan-rekan seprofesi saya. Saya hanya berusaha mengajak, mengingatkan bahwa dalam menjalankan profesi sebagai dokter, jangan hanya penyakit yang diurus, tapi pasien sebagai manusia harus diprioritaskan.” Amat kontan manggut-manggut. “Dokter John sudah membuat terobosan, Pak. Setelah seluruh profesi sekarang semuanya berlomba menjadi sangat komersial, sudut kemanusiaannya makin lama makin luntur. Pendidikan mahal, biaya sakit tak terjangkau, jabatan bukan lagi pengabdian, tapi sejatinya tempat rebutan cari rezeki.” “Kalau begitu dokter John sudah pantas sekali menerima penghargaan!” “Betul, Bu. Sangat pantas. Tapi sebaliknya dari

penghargaan. dulu ia sempat jadi bahan gunjingan. Dianggap sudah melanggar kode etik kedokteran, malapraktek yang bisa mengakibatkan dia dilarang melakukan kegiatan profesinya. Untung sekarang ia dibukakan cahaya terang. Ia lakukan semua itu bukan untuk membuat sensasi, tapi melawan keterbatasan dan memenangkan kemanusiaan.” Amat berdiri, lalu menghampiri John. Mengulurkan tangan, mengguncang tangan John bahkan kemudian memeluknya. “Dokter John Manangsang, dokter telah menulis sejarah. Dokter berhasil menyulap kekalahan menjadi kemenangan. Bukan untuk diri sendiri, tapi pasien. Dokter mengaku bukan pahlawan, tetapi pahlawan itu memang bukan orangnya tapi perbuatannya. Kepahlawanan tak bisa dillakukan oleh orang yang tak berjiwa pahlawan. Dokter John berhasil tak hanya mengurus penyakit tapi utamanya manusia. Darimana dokter John belajar mengoperasi caecar memakai silet dan alat seadanya, kalau bukan dari nurani yang tak diajarkan oleh fakultas kedokteran di mana pun di seluruh dunia.. Itulah catatan emas dokter John yang ajaib. Dokter tidak hanya belajar ilmu kedokteran di kampus, tapi memuliakan manusia. Dan itu tidak hanya dokter tekadkan dan bicarakan, tapi dipraktekkan.mengagumkan. Hebat!” “Kok tadi Bapak mendadak berpidato?” kecam Bu Amat, setelah tamu pulang. Amat senyum. “Habis, tadi Bapak lirik, tamu yang satu menyorot dengan kamera!” “Hhhh! Over acting!”

Ekspresso

Ketika sebuah produsen otomotif mengadakan test drive mobil baru, saya dan beberapa teman mendapat undangan. Kami mulai test drive dari salah satu kantor menuju ke Kintamani. Perjalanan ternyata tidak langsung ke Kintamani, tetapi show of force dulu di beberapa ruas jalan di kota Denpasar. Setelah keliling Denpasar, rombongan masuk ke jalan tol dari arah bandara Ngurah Rai. Disinilah peng­ alaman yang menggelikan dialami teman saya. Ia menjadi penumpang di mobil yang berada di depan (di belakang voorijder). Ketika masuk tol, teman saya turun untuk menghitung berapa jumlah mobil yang ikut dalam rombongan. Ia pun bertugas untuk meng­ hitung dan nantinya membayar ke petugas tol. Karena jalan tol cukup ramai, kendaraan tidak bisa berhenti lama. Begitu masuk pintu tol, bayar, langsung tancap gas. Mobil yang ditumpangi teman saya pun melakukan hal yang sama. Begitu masuk pintu tol dan masuk hitung­ an rombongan, mobil langsung tancap gas. Oh my God…. teman saya ka­r ena sibuk menghitung, tidak

sadar ia ditinggalkan mobilnya. Mobil terakhir yang dihitung pun sudah melesat. Untungnya ponsel tidak ditinggal di mobil. Ia pun menelepon temannya yang diajak di mobil tadi. Mobil pertama pun berbalik arah kembali ke pintu tol bandara Ngurah Rai untuk menjemput te-

man saya. Ternyata tidak banyak yang ngeh dengan kejadian itu. Saat rombongan menikmati makan siang di tepian Danau Batur, Kintamani barulah cerita terkuak. Kami yang mendengar ikut tertawa. Tetapi yang terpenting adalah semua rombongan kembali selamat tiba di Denpasar setelah test drive. Diyah

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budi­artha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Se­kretariat Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­Faksi­mile (031) 5675240 redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

Tato sebagai Ekspresi Diri

Di balik tajamnya jarum tato dan perihnya alkohol saat pembuatan tato, perempuan satu ini punya keberanian yang besar. Ia berani mengambil keputusan untuk menggambar sesuatu di bagian tubuhnya. Kini gambar itu melekat selamanya bahkan sudah menjadi bagian identitas dirinya.

B

egitulah perempuan satu ini, ia berani menahan sakit perihnya jarum tato dan siap dengan risikonya. “Setiap orang punya cara tersendiri mengekspresikan dirinya,” ujar Sinta Devi Wirya Ward, perempuan yang penuh hiasan tato di tubuhnya, ditemui di rumahnya di Kawasan Jalan Rumah Sakit Unud, Jimbaran. Namun, Sinta mengakui hingga kini masih ada orang beranggapan miring terhadap perempuan bertato. Padahal, katanya di balik tato tersebut tersimpan sebuah makna yang sangat personal, seperti kenangan atau momen istimewa dengan seseorang maupun alasan lainnya lengkap dengan pertimbangan estetik bagi si empunya tato. Bagi Sinta, kalaupun ada tatapan heran, penasaran kagum, ataupun aneh sudah biasa baginya. “Malah sering juga setelah puas menatap berlanjut dengan bisik-bisik . Cowok bertato saja masih sering dianggap negatif sama masyarakat awam, apalagi cewek. Masih banyak omongan negatif yang berseliweran, dan ini sudah biasa. Saya menyikapinya biasa saja, tidak berlebihan. Hanya senyuman yang saya berikan pada

Website Bank BRI Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar

Mohon info nomor kontak Dokter Oka (rubrik Sexedu) Sugiarto Santosa

Mohon info tentang pembuat Minyak VCO yang dimuat Tokoh pada edisi 872 halaman 5. Budiarta, Denpasar Bapak bisa menghubungi Ni Wayan Nik Suriasih. Hp: 081337814942

Sinta Devi

mereka,” papar Sinta yang juga memiliki keahlian menato ini. Selanjutnya Sinta pun bercerita kalau dirinya sudah kenal tato sejak lama. Sebab salah seorang sepupunya ahli tato. Hanya saja ia mulai tertarik untuk menato anggota tubuhnya saat usianya 14 tahun dan ia duduk di bangku SMP. “ Masa sekolah menangah ini memang penuh dengan rasa penasaran dan ingin mencoba ini – itu, termasuk soal tato. Ini pertamakalinya saya membuat tato di jari tengah saya . Tatonya terdiri dari huruf “De”, penggalan dari nama tengah saya,” tutur Sinta . Ketika itu, untuk mengelabui

orangtuanya Sinta pun menutup tatonya tersebut dengan cincin. Kemudian, menyusul tato kedua di pergelaangan tangan kanannya, masih berupa hurtuf yang merupakan sambungan tato pertama. “Kali ini “Vi” jika disambung jadi Devi . Sampai dengan tato kedua ini, orangtua masih belum tahu,” katanya. Menurut Sinta, akhirnya saat dirinya masuk kelas 2 SMA, orangtuanya sempat curiga kalau ia bertato. Dikatakannya saat ia tidur, sang ibu sempat melihat di punggungnya ada tato. Namun saat itu Sinta masih berkilah, dan mengatakan itu tato temporer dan mudah hilang. Namun , di tahun 2007 saat kuliah, ia tak bisa lagi mengelak. Kecurigaaan ibu bertambah karena sehari-hari ia selalu mengenakan blus lengan panjang , sekalipun cuaca sangat panas. “SELAMAT TINGGAL” Akhirnya pada saat Sinta mengaku memang ia memakai tato, sang ibu sempat menangis karena sangat kecewa terhadapnya. Sementara sang ayah bersikap lebih tenang dengan menanyakan apa tujuan ia bertato. Ketika itu, kata Sinta ia menyampikan pada kedua orangtuanya bahwa dirinya memiliki ketertarikan pada dunia

seni. “Salah satunya seni tato,” ujar Sinta yang demi orangtunya sudah pula menyelesaikan S1nya dan kini kembali kuliah di ISI mengambil jurusan fotografi. Setelah orangtuanya memahami langkahnya dengan semua tato ditubuhnya, sekarang Sinta tidak lagi mempermasalahkan orang lain mau mengatakan apapun tentang dirinya. “Selama ini keluarga, orang terdekat dan komunitas saya sangat paham siapa saya. Saya pun tenang melangkah, terlebih saya tidak mengganggu orang lain, saya berkarya sesuai dengan kebisaan saya dan tidak berperilaku aneh termasuk dalam berbusana, ya sudah selesai,” katanya tersenyum. Selanjutnya bersama berjalannya waktu, diakui Sinta kegilaaanya pada tato juga berkembang. Begitulah, setelah tato ke tiga, berlanjut dengan tato keempat dan seterusnya. Ia menjadi nyandu tato, malah menurutnya lebih hebat dibanding nyandu rokok. “Hanya ada dua area yang tidak akan pernah saya isi tato, yakni wajah dan leher saja, ” cetus istri dari Marcus John Ward ini. Ketika ditanya soal rasa sakit saat di tato, Sinta mengatakan, namanya juga di tusuk jarum pasti sakit. “Meski sakit tetap akan saya jabanin , sebab setelah selesai dan melihat hasilnya sesuai dengan yang diangankan ada rasa puas dan bahagia yang luar biasa. Seperti apa puasnya, susah diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya Sinta yang ditubuhnya kini terdapat 50

Waspadai Alergi

www.tokoh.co.id

Hp Dokter Oka: 08123979397

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Sinta Devi Wirya Ward

Surat Elektronik

Ketinggalan di Loket Tol

Sudut Pandang

dr. Darma Putra

Tato adalah suatu bentuk modifikasi tubuh, yang dibuat dengan memasukkan tinta khusus yang bersifat permanen ke dalam lapisan kulit dermis untuk mengubah pigmen. Tato telah ada selama berabad-abad yang lalu dan dalam banyak kebudayaan, menyebar ke seluruh dunia. Apakah tato berbahaya bagi kulit? Menurut dokter spesialis kulit dr. IGN Darma Putra, Sp.KK., secara umum tato tidak menimbulkan efek samping pada kulit. Namun, kata pemilik DI Klinik ini, bagi orang yang memiliki alergi pada bahan warna yang digunakan untuk tato, bisa menimbulkan masalah. “Reaksi alergi biasanya muncul setelah dua minggu setelah dilakukan tato. Apabila tato lebih dari satu warna, tidak selalu semua warna menimbul-

kan alergi. Pada warna yang menimbulkan alergi kulit akan tampak menebal, merah, dan gatal,” ujar dosen FK Unud ini. Ia menyarankan, sebelum melakukan tato adalah memastikan jarum yang digunakan adalah jarum steril. Sebab jarum tato seringkali sebagai jalan penularan penyakit termasuk HIV. Bagi yang ingin menghilangkan tato, kini sudah ada teknologi laser dengan tanpa bekas. Namun, ia mengingatkan, yang perlu dipertimbangkan pengerjaan laser untuk tato tidak bisa dilakukan sekali, jadi perlu beberapa kali. Selain itu, dari segi biaya, harganya relatif mahal. “Jadi sebelum memilih bertato perlu dipertimbangkan baik-baik resikonya dan jika ingin menghapusnya lagi,” kata dr. Darma Putra.

23

Sinta Devi lebih tato kecil dan sekitar 7 tato yang beberapa di antaranya hasil goresan seniman tato andal yang dimiliki Bali seperti Danang, Eponk, dan dua artis tato paling legend di Bali Ibud dan Roy Parsua, . Bahkan sebulan lalu ia menato memori dengan sang suami dan satunya lagi di bahu kiri memori dengan sang nenek dan kakeknya. Sinta mengatakan sangat dekat dengan kedua almarhum dimasa kecilnya. Neneknya bernama “Selamat” dan kakeknya bernama “Tinggal” yang jika dipadukan menjadi “Selamat Tinggal” “Saya ingat salah satu pesan kedua almarhum berdua, “apapun masalahmu inget berdoa kepada Yang Diatas, Ida Sang Hyang Widhi dan tersenyumlah, maka semua akan baik-baik aja,” kenang penghobi masak ini. – Sri Ardhini

Menurutnya, tato yang sudah dihilangkan tidak akan menimbulkan efek samping. Apalagi, dengan sistem laser yang memberikan hasil tanpa bekas. Melihat efek dari tato, kini mulai digandrungi tattoo temporary atau tato sementara, yang bisa dengan mudah dihilangkan. “Untuk menghilangkan tato sementara tidak perlu menggunakan alat canggih atau teknik khusus,” ujarnya. Namun, tato jenis ini cenderung lebih sering menimbulkan alergi dari bahan warna yang digunakan. Bagian yang ditato akan menjadi kemerahan, menebal, dan gatal. “Apabila tidak ditangani dengan benar, reaksi alergi akan meluas tidak terbatas pada bagian yang ditato saja,” katanya mengingatkan. Ia menyarankan, apabila timbul reaksi alergi harus segera diperiksakan ke dokter, sebab penanganan yang salah dapat menimbulkan bekas yang kadang susah dihilangkan. –Wirati Astiti


22

Sosialita

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

3

Jakarta Fashion Week 2016

Artis Peragakan Desain Sendiri

Seperti yang sudah-sudah, Jakarta Fashion Week 2016 bukan hanya dimeriahkan oleh para desain kenamaan tapi juga artis-artis top tanah air. Uniknya lagi, kini artis-artis itu bukan hanya sekadar menjadi penonton atau lenggang-lenggok di catwalk membawakan rancangan para desainer papan atas, namun mereka terjun langsung sebagai desainer.

S

ebut saja, Zaskia Mecca, Zaskia Sungkar, Luna Maya, Ivan Gunawan, dll, yang kali ini meramaikan panggung JFW 2016 tidak dengan memperagakan busana orang lain melainkan justru menampilkan rancangannya sendiri. Zaskia Mecca misalnya. Artis yang terjun ke dunia fashion sejak 2012 lalu, mengaku baru pertama kali tampil di ajang Jakarta Fashion Week. Tadinya, Zaskia sama sekali tak terpikir untuk ikut fashion show. Namun dengan berjalannya waktu, dia semakin mendalami dunia fashion, ditambah lagi sang kakak, Ta s y a y a n g terus menerus member-

inya dorongan, akhirnya bintang film ‘Ayat Ayat Cinta’ ini menyadari betapa pentingnya keikutsertaan seorang desainer di event-event fashion show seperti JFW. “Iya, tadinya saya enggak terpikir ya untuk ikut fashion show, kan niatnya cuma bisnis. Tapi kakak saya selalu mendorong dan memberi motivasi tentang betapa pentingnya fashion show itu. Akhirnya saya bersama kakak memutuskan untuk ikut Jakarta Fashion Week kali ini.” “Kebetulan juga sudah dua tahun kami meluncurkan label Meccanism, menurut saya inilah saatnya ‘Meccanism’ mempunyai statement. Jadi saya dan kakak memutuskan ikut ajang ini karena harus jelas siapa diri kita,” ungkap Zaskia yang namanya melejit lewat penampilannya dalam sinetron ‘Kiamat Sudah Dekat’. Dalam ajang JFW yang berlangsung dari 24-30 Oktobre ini, Zaskia Mecca dan Tasya, menampilan 12 rancangan dengan tema ‘The Luminosity of Fire’. Busana muslim rancangan Zaskia menggunakan kain sutra ikat Makassar yang dikombinasikan dengan tenun polos berwarna merah,

Atta Beji Deluxeroom Interior Atta Beji Masterplan

Atta Beji Pool Villa Exterior Couple

BERINVESTASI AMAN & MENGUNTUNGKAN DI VILLATEL ATTA LABEJI VILLAS diodi London, Inggris. “Ini untuk kedua kalinya aku ikut JKW,” kata Zaskia yang menampilkan busana muslim bergaya Betawi. Kebetulan, ucap Zaskia, event Oxford Fashion Studiodan Jakarta Fashion Week berdekatan. Karena itu dirinya kembali menampilkan karya yang September lalu dia pamerkan di London. “Evennya berdekatan, jadi sayang, maka diteruskan di sini. Ini sebagian baju-baju dok panitia JFW 2016 yang kemarin di Oxford,” ujar perempuan Karya Anthony Bachtiar cantik ini. pada Jakarta Fashion Week 2016 Di panggung berbeda, Luna kuning,oranye, biru dan hitam terkesan mewah. “Saya menyukai unsur api dalam arti positif. Api melambangkan semangat dalam mewujudkan ide. Warna merah mewakili mereka yang ingin terlihat cantik tanpa harus menggunakan aksesoris berlebihan,” ungkap wanita yang tengah hamil lima bulan itu. Selain Zaskia Mecca, artis sinetron yang belakangan ini juga terjun ke industri mode adalah Zaskia Sungkar. Istri aktor Irwansyah foto bintang ini bahkan sudah melalangbuana memamerkan busana Maya tak mau ketingmuslim karyanya. galan. Artis kelahiran DenDi antaranya di ajang Oxford pasar 1983 ini, menampilFashion Stu- kan rancangan terbaru yang terinspirasi gaya berpakaian kalangan muda Negeri Sakura. Untuk lebih afdol maka ia pun memboyong personil JKT48 dan Ayu Dewi. Sebagaimana diketahui JKT48 merupakan ‘sister group’ dari AKB48 , girlband terkenal di Jepang. “Saya mengajak JKT48 karena di sana (Jepang) kan yang lagi ngetren girlband. Salah satunya ada AKB48. Kebetulan di Indonesia ada saudaranya JKT48 maka aku ajak tampil di sini,” ujar pemilik brand ‘Luna Habits’ itu. Ta p i d a l a m panggung ‘Razia Glitz

and Glam’ persembahan majalah Grazia Indonesia ini, Luna tak sendiri. Ada lima selebriti lain yang juga ikut meramaikan tema ‘Urbanasia’, yakni, Ivan Gunawan, Tarra Budiman, Rangga Moela, Dena Rahman dan Tities Saputra. Artis-artis lain yang juga memeriahkan JFW 2016 antara lainTrio Cecepi yakni Julia Perez-Ayu Tinting dan Zaskia Gotic, Atiqah Hasiholan, Sandra Dewi, Bunga Cinta Lestari, dll. Hanya saja berbeda dengan Luna dkk, para artis cantik ini tidak tampil sebagai desainer melainkan berlengganglenggok di catwalk. Jupe dkk misalnya, dipercaya Anna Avantie membawakan rancangannya. Jupe yang ditemui disela-sela acara mengaku tertantang membawakan gaun rancangan Anna Avantie. “Aku kan tomboi. Sedang busana kebaya Bunda Anne kan elegan dan anggun. Nah aku harus membawakannya secara tepat. Ini suatu tanpangan bagi aku,” ungkap Jupe yang tampil cantik dan anggun dalam balutan kebaya merah. “Saya senang sekali dan merasa ini suatu kehormatan dipercaya membawakan karya Bunda,” ungkap Jupe yang mengaku sebagai penggemar karya-karya Avantie. –Diana Runtu Trio Cecepi dari kiri: Jupe, Zakia Gotik, dan Ayu Tingting

Pasutri Renon Lasbe Parluhutan Aritonang-Ni Wayan Sudiani ini memang kompak dalam segala hal. Mulai dari menjalani bisnis cargo di bawah bendera Dian Bali Pertiwi yang dikelolanya bareng, hingga kompak berinvestasi di properti villatel, Atta Labeji Villas. Bahkan, masing-masing dari mereka telah menandatangani kontrak kepemilikan villatel tersebut.

K

eputusan pasutri ini untuk turut menjadi investor di Atta Labeji Villas, sudah sangat penuh pertimbangan. “Saya punya bisnis properti di Yogya selama 20 tahun. Saya juga sekolah di bidang itu dan

manajemen, bahkan sempat mengajar di Yogya. Jadi, sebelum memutuskan bergabung jadi investor, saya lihat betul kerjanya Pak Robert ini,” tutur Renon. Ia mengaku belum lama mengenal “Sang Konseptor” Pak Robert. Namun

sejak diluncurkannya Villa Mesari tahun 2013, rupanya Renon sering “mengintip” seperti apa sistemnya, serta menginvestigasi background Pak Robert. “Saya pelajari dulu sistemnya, edukasi/ pengajarannya. Dia juga punya sekolah untuk mengajarkan sistem yang unik dalam berbisnis,” ungkapnya. Dari pengamatannya tersebut, Renon yang diamininya istrinya Dian, mengatakan bahwa sesungguhnya investasi seperti inilah yang dibutuhkan pada zaman ini. Di Indonesia, seperti diakui Renon, belum ada yang seperti

Antusias masyarakat Jogjakarta sangat luar biasa, para investor akan berkunjung ke lokasi Atta Labeji di Ubud Bali pada awal Desember 2015. Kunjungan ke lokasi ini akan dihadiri para investor dari Jakarta, Jogja, dan Surabaya

Presentasi di Hotel Amaris Surabaya, 29 Oktober 2015

Pak Robert. “Mungkin ada yang serupa tapi tak sama. Nilai share dengan waktu, keuntungan yang didapat, tidak sama. Terakhir sempat ramai berbisnis tanpa modal, itu sebenarnya hampir sama dengan konsep Pak Robert, tapi berbeda. Yang saya lihat di bisnis villatel Pak Robert ini yaitu Atta Labeji Villas, waktu, keuntungan, dan harganya terjangkau,” jelasnya. Renon pun sebelumnya sempat juga ditawari perusahaan lain yang menjanjikan pembagian hasil/keuntungan setelah beberapa bulan join. Dari hitung-hitungan bisnis, ini dikatakannya malah tidak logis, walaupun mungkin itu merupakan ada sistem subsidi di perusahannya. “Kalau konsep Pak Robert, memang berdasarkan apa yang didapat itu yang dishare (dibagikan) bersamasama dan sangat logis. Yang saya lihat, inilah fightingnya Pak Robert yang sudah dibuktikan di villatel sebelumnya yaitu Villa Mesari,” imbuhnya. Karena pertimbangan itulah, Renon

dan istrinya tak ragu-ragu lagi menjadi bagian dari investor Atta Labeji Villas. Malahan ia berharap bisnis properti dengan konsep ini bisa dibuat di luar Bali, seperti di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Karena di Bali dengan harga tanah termahal di Indonesia saja, Pak Robert bisa melakukannya, apalagi diluar Bali yang harga tanahnya lebih rendah. “Gebrakan buka pintu Pak Robert ini nekat. Dan ini memang dituntut harus kerja keras, kejujuran dan konsekuensi. Sebagai orang bisnis, saya tahu keuntungan yang diambilnya itu berapa, dia baru mengambil untung 25 tahun ke depan untuk dirinya. Orang lain sudah senang dapat di awal, baru dia dapat belakangan. Saya bisa bilang Pak Robert itu, sinterklasnya properti. Orang seperti ini punya jiwa sosial yang tinggi. Jika di dunia bisnis, ini namanya orang nekat,” ujarRenon yang masih terheran-heran dengan gebrakan Pak Robert. -ten

Mulai Rp 12 Juta Bisa Punya Unit

Atta Labeji Villas di Kenderan Ubud Konsep unik yang ditawarkan Pak Robert dalam bisnis villatel Atta Labeji Villas ini, rupanya tak hanya disambut baik masyarakat Bali. Di beberapa kesempatan presentasi di luar Bali, seperti di Jakarta, Yogya, dan Surabaya belum lama

Luna Maya mengusung brand Luna Habits

ini, antusiasme audiens juga cukup luar biasa. Ini dibuktikan dengan hampir 50 persen dari peserta yang hadir turut bergabung sebagai investor. Karena, hanya mulai Rp 12 juta masyarakat sudah bisa menjadi investor dan owner villa den-

gan berbagai macam keuntungan. Di antaranya, uang pembelian lot dikembalikan 100 persen dalam beberapa tahun, mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta,

Serah terima salinan akta perjanjian notaris dan surat kepemilikan lot di Atta Labeji Villas

penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. Dan, klausa ini pun akan dituangkan dalam perjanjian notaris. Bagi masyarakat yang belum bergabung menjadi investor, silahkan hadiri PRESENTASI GRA-

TIS, Sabtu 7 November 2015, pukul 16.30 wita di Ibis Style Hotel, Jalan Teuku Umar No. 184 Denpasar. Saksikan juga DIALOG INTERAKTIF-nya di BaliTV, Kamis 5 November, pukul 20.00 wita. Untuk informasi lanjut, bisa datang langsung ke kantor Bos Land, Jalan Tukad Pakerisan 79 Panjer Denpasar. Untuk reservasi, telepon sekarang di nomor 0361- 4723260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. –ten


4

Inspirasi

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Sembuhkan

dengan Menulis

Tahukah Anda bahwa trauma psikis, luka hati, dapat disembuhkan dengan menulis? Cobalah! Itu sudah dibuktikan oleh banyak orang yang menggunakan terapi menulis untuk menyembuhkan luka hati ataupun trauma psikis yang dideritanya. Penyebar hypnowriting ini adalah Rindu Ade, seorang aktivis sosial yang banyak bergerak di daerah-daerah bencana.

dulu. Ach, ternyata dulu aku ‘cemen’ banget ya,” ujarnya.

GAGAL MENIKAH Penemuan hypnowriting ini, tutur Ade, berawal dari pengalaman pribadinya yang menderita patah hati lantaran gagal menikah.“Dunia aku terasa runtuh,” tuturnya mengenang kisah pahit itu. Untuk menenangkan diri ia pun menyepi ke sebuah pesantren. Dalam suasana sepi dan tentram di pesantren itu lah Ade yang memang gemar menulis, mencurahkan seluruh isi hatinya lewat menulis. Semua hal yang dirasakannya ditulisnya dalam diary, termasuk juga keinginankeinginannya. “Marah, benci, semuanya dicurahkan lewat tulisan. Itu aku lakukan terus menerus, setiap hari,” katanya. Tanpa disadari mulai terjadi perubahan-perubahan dalam dirinya. Perasaannya menjadi se-

SEMANGAT BERBAGI ILMU ‘Kesembuhan’ yang didapat itu menginspirasi Ade untuk membagikan ‘ilmu’ itu kepada orang lain. Dia berkeyakinan, jika upaya itu bisa berhasil pada dirinya, tentu orang lain pun bisa melakukannya. Tentu, tambahnya, dengan syarat, orang tersebut harus benar-benar ingin berubah, orang tersebut harus memiliki tekad yang kuat. “Karena tanpa keinginan berubah, tanpa tekad kuat, upaya ini tidak akan membawa hasil apapun,” ucap pendiri komunitas ‘Wanita Pencari Tuhan’, ini. Saat ini selain melakukan trauma healing di daerah-daerah bencana, Ade juga membuka workshop-workshop untuk terapi menulis. Kegiatan tersebut bu-

S

jika kita menulis menggunakan media gadget ataupun laptop. “Yang saya maksud menulis dapat menyembuhkan luka adalah jika kita menulis dengan tangan, bukan dengan media lain seperti gadget, laptop, komputer, dll. Jika kita menulis dengan media-media itu, itu tidak membuat energi negatif didalam diri kita keluar. Berbeda jika menulis dengan tangan. Lewat tangan itulah emosi negatif keluar. “ “Setiap orang memiliki energi positif dan negatif. Dalam ilmu hipnoterapi, kita ingin mengeluarkan energi negatif dalam diri kita. Apa yang kamu rasakan, kepedihan, luka hati, dan hal-hal negatif lainnya, kamu tuliskan dalam kertas atau buku yang tanpa garis. Itu dilakukan terus menerus. Nanti kamu akan merasakan sesuatu yang berbeda. Itu karena energi-energi negatif akan keluar berbarengan dengan kita menulis,” paparnya. Syaratnya, tegas Ade lagi, selain menulis dengan tangan, kertas ataupun buku yang digunakan harus lah tanpa garis alias polos. “Saya mempelajari, ternyata jika kita menulis pada kertas bergaris, ada sesuatu dalam diri kita yang membuat kita tidak bisa menulis atau mengungkapkan perasaan secara bebas. Berbeda dengan menggunakan kertas polos tanpa garis, kita akan bisa mengungkapkan apapun yang kita rasa dengan bebas. Baik dengan tulisan yang acak-acakan, ataupun dengan corat-coret, ataupun dengan gambar. Kita bebas mengekspresikannya,” kata Ade yang menjadi satu dari delapan wanita inspiratif pilihan Grab Taxi.

Rindu Ade

tkh/lisdiana sari

makin ringan. Dia tidak lagi terlalu dikuasai oleh emosi negatif. Dari sana Ade merasa bahwa menulis mendatangkan sesuatu yang positif bagi dirinya. Maka dia pun semakin mempersering kegiatan menulisnya. Karena keinginannya begitu kuat untuk memulihkan diri, dia pun mengikuti kelas hipnoterapi. Maksudnya adalah ingin menghipno diri sendiri. Dari sana kemudian muncul inspirasi untuk mengkombinasikan dengan kegemarannya menulis. Dan ternyata berhasil. Dia merasa jiwanya pulih. “Setelahnya aku jadi bisa menertawakan diri aku sendiri atas apa yang aku perbuat ketika masalah itu menimpa. Aduh, aku jadi ketawa sendiri waktu baca kembali tulisan-tulisan aku yang

21

Kegiatan Mencuci Tangan Pakai Sabun Masuk Rekor MURI

Trauma Psikis

ebagaimana diketahui, di daerah bencana ada banyak kegiatan sosial yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk menolong masyarakat yang tertimpa musibah. Salah satu di antaranya adalah kegiatan pemulihan kondisi psikologis masyarakat. Di ‘area’ inilah Rindu Ade bergerak melalui hypnowriting atau terapi menulis. “Aku banyak melakukan perjalanan ke berbagai daerah bencana untuk melakukan hypnohealing. Salah satunya adalah di daerah Banjarnegara dimana masyarakatnya tertimpa bencana longsor pada Desember tahun lalu. Aku mengumpulkan anak-anak juga para remaja untuk melakukan kegiatan menulis dan menggambar. Mereka yang terkena bencana, khususnya anak-anak, para remaja, biasanya tak mampu mengungkapkan apa yang dirasakannya lewat kata-kata. Tapi dengan menulis ataupun menggambar—biasanya untuk anak-anak--- mereka bisa mengungkapkannya. Lewat menulis ataupun menggambar mereka dapat melepaskan energi-energi negatif di dalam dirinya, yang kemudian akan berganti dengan energi positif setelahnya,” ungkap Rindu Ade. Mungkin, kata wanita kelahiran 1985 ini, tidak banyak yang tahu bahwa menulis itu memiliki manfaat yang luar biasa. Bukan hanya dalam hal penciptaan kreativitas,tapi lebih dari itu. Menulis dapat menyembuhkan trauma psikis ataupun luka hati dalam diri seseorang. Tentu saja, ucap Ade lagi, hal yang dimaksud ini (terapi menulis) tidak termasuk

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Diikuti Lebih dari 100 Ribu Orang

Rindu Ade

Rindu Ade berhasil meraih total donasi Rp 79.920.000 sebagai satu dari delapan Wanita Inspiratif versi salah satu layanan pemesanan taksi

Mandalika

kan hanya untuk mereka yang sehat secara phisik, tapi Ade juga menyasar kepada mereka yang mengalami penyakit berat. Salah satunya adalah pada anak-anak penderita kanker. “Ketika aku terlibat dalam kegiatan Yayasan Kanker Indonesia, salah satu kegiatannya adalah memberi terapi menulis kepada anak-anak penderita kanker. Mereka ini tidak ada teman curhat, atau sulit mengungkapkan perasaannya. Jadi kami mendekati mereka lewat belajar menulis ataupun menggambar. Biasanya ditahap awal yang muncul adalah tulisantulisan negatif, berantakan ataupun gambar-gambar buram. Seorang anak penderita kanker menggambar sebuah piala. Ketika ditanya

arti piala yang digambarnya. Dia menyebutnya sebagai ‘piala bergilir kematian’. Itu karena dia merasa dia sudah kehilangan harapan hidup, kematian akan menjadi piala bergilir. Dia bilang,’kemarin yang meninggal teman aku, mungkin besok aku’. Ada juga kasus remaja pemain futsal yang salah satu kakinya terpaksa diamputasi karena terkena kanker tulang. Biasa dibayangkan dong bagaimana perasaan dia. Saat diminta menggambar, dia malah menggambar jarum suntik. Menurut dia itu artinya adalah kematian. Bayangkan, anak-anak usia seperti itu bisa dengan ekspresif berbicara tentang kematiannya. Dan itu semua tertuang dalam gambar. Tapi lewat gambar atau tulisan jugalah kami berusaha menyembuhkan trauma psikis mereka,” papar Ade yang sampai saat ini masih terlibat menangani para pengungsi Rohingya. Di luar kegiatan trauma healing itu, Ade juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Dia bukan saja aktif di organisasi kemanusiaan ‘ACT’ (Aksi Cepat Tanggap), tapi juga terlibat dalam kegiatan sosial di sejumlah lembaga lain. Nyaris hari-harinya hanya disibukkan dengan kegiatan sosial, seolah tidak ada waktu untuk diri sendiri. “Saya telah ‘mewakafkan’ diri saya untuk kegiatan sosial. Saya merasa hidup saya jauh lebih bahagia dari yang dulu,” ungkap Ade. Sosok Ade memang seolah berubah total. Kejadian pahit itu akhirnya bukan hanya mengubah seluruh kehidupan dan cara pandangnya tentang kehidupan, tapi juga pada membuatnya meninggalkan pekerjaan. “Aku berhenti kerja dan sepenuhnya mendedikasikan kehidupan aku untuk kegiatan sosial. Keputusan ini sungguh mengejutkan semua orang, termasuk temanteman dekat aku. Mereka bilang aku gila, meninggalkan pekerjaan dan jabatan yang tinggi hanya untuk kegiatan sosial. Mereka bilang, ‘aduh elu gila ya, lulusan luar negeri cuma jadi seperti itu’”. Tapi Ade mengaku tidak peduli dengan segala macam ejekan ataupun keberatan orang tentang jalan hidup yang dipilihnya. “Aku merasa inilah jalan hidup aku. Jalan yang aku ambil ini membuat aku jauh lebih bahagia, dibanding dulu. Aku sukar melukiskan bagaimana perasaan aku, tapi di sinilah aku,” katanya. -Diana Runtu

Puluhan ribu bahkan mencapai 100 ribu anak memadati Lapangan Bumi Gora di sepanjang Jalan Udayana Mataram, pada Kamis (29/10). Anakanak ini mewakili seluruh sekolah yang ada di Kota Mataram. Sejak pagi mereka berkumpul untuk memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ke-8. Penyelenggaraan kegiatan ini dimaksudkan guna menyosialisasikan program cuci tangan pakai sabun, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mencuci tangan pakai sabun. Dengan begitu, diharapkan akan berdampak pada menurunnya angka sakit yang dialami warga di provinsi NTB, khususnya penyakit yang diakibatkan oleh kuman pada tangan.

Ketua TP PKK NTB Hj. Erica Zainul Majdi membawa serta putrinya bernama Azza

K

egiatan yang difasilitasi oleh Tim Penggerak PKK Kota Mataram ini dianggap penting untuk mengampanyekan hidup bersih yang dimulai dari mencuci tangan pakai sabun. Karena mencuci tangan menggunakan sabun dapat mencegah berbagai penyakit. Seperti yang disampaikan

oleh Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, yang membawa serta putrinya yang masih balita dalam kegiatan ini, bahwa penyakit yang menyebabkan kematian terbesar pada balita dan anak-anak adalah diare. Inilah yang membuat ia berpesan kepada anak-anak yang hadir di acara tersebut untuk selalu hidup bersih dan se-

hat. “Penyakit yang mematikan dapat kita cegah dengan mulai melakukan dari hal yang sangat sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun,” ujarnya. Atas kegiatan yang diselenggarakan dengan sangat serius oleh Pemerintah Kota Mataram hingga menghadirkan 100 ribu anak dan masyarakat serta 500 keran air untuk mencuci tangan ini, adalah prestasi yang kemudian dianggap pantas untuk mendapatkan Rekor MURI atas prestasi tersebut. Keberhasilan menyelenggarakan kegiatan mencuci tangan pakai sabun yang diikuti oleh 100 ribu lebih siswa dan masyarakat ini membuat Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatatnya sebagai rekor baru. Pada waktu yang sama, dalam sambutannya, Walikota Mataram Dra. Putu Selly Andayani, M.Si. berharap melalui kegiatan yang paling sederhana seperti cuci tangan pakai sabun ini bisa terus dilakukan oleh masyarakat di lingkungannya masing-masing

Walikota Mataram, Dra. Putu Selly Andayani, M.Si, (dua dari kiri) bersama Hj. Erica Zainul Majdi (tengah) juga Bunda Dewan Anak Mataram Nyayu Ernawati (paling kanan), usai menerima REKOR MURI

Walikota Mataram Dra. Putu Selly Andayani, M.Si. dalam kegiatan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ke-8 di Mataram

untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Mari bersama-sama kita wujudkan masyarakat yang sehat agar

menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi,” katanya. -Naniek I. Taufan

Dukungan Moral bagi Sang Hafidz Beberapa hari lalu Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi melakukan kunjungan untuk menjenguk Irwan Yuliadi, salah satu lulusan pondok pesantren yang menimba ilmu di KairoMesir yang tengah sakit parah. Ia

adalah seorang Hafidz (penghafal Al-Quran) sejak kecil dan sebelum berangkat menjadi mahasiswa, dia merupakan Ustadz yang mengabdikan dirinya mengajar anak-anak kecil untuk menjadi hafidz (penghafal Al-Quran). Selain menjenguk

Hj. Erica zainul Majdi berbincang dengan Irwan Yuliadi, salah satu lulusan pondok pesantren yang menimba ilmu di Kairo-Mesir

Hj. Erica Zainul Majdi menyapa salah seorang anak di Ponpes. Al Furqon yang sedang belajar menghafal Al-Quran

Irwan, Hj. Erica juga memberi bantuan (santunan) dan memasilitasi pengobatan lebih lanjut (kini sudah dirujuk ke RSUD Provinsi dan akan dikirim juga ke Surabaya).

Kegiatan kemanusiaan se­ macam ini tentulah penting karena dapat juga memberikan dukungan moral bagi sang hafidz sehingga diharapkan mempermudah dalam

proses kesembuhannya sehingga dia dapat sehat kembali. Lebih daripada itu, kunjungan ini merupakan penghargaan atas berkontribusinya sang hafidz kepada pembangunan mental spiritual anak-anak NTB selama ini. “Saya merasa ini juga menjadi tanggung jawab kita semua untuk memberi perhatian kepada para hafidz/hafidzoh. Keberadaan para hafidz/hafidzoh ini juga merupakan indikator keberhasilan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dalam melayani Alloh. Semakin banyak jumlah hafidz/hafidzoh di propinsi kita, Insya Alloh, propinsi kita Insya Alloh akan mendapat Ridho Alloh SWT,” ungkap Hj. Erica, yang sekaligus melakukan kunjungan Pondok pesantren Al-Furqon Batu Kute Narmada, Lombok Barat. –Naniek I. Taufan


20

Nine

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Rela Kehilangan Pekerjaan

Dari halaman sebuah rumah di kawasan Kamasan Mataram, celoteh seorang anak bernama Danny Aswin Bramantya (2), yang tengah bercanda dengan ibundanya terdengar sangat menggemaskan. Sebuah bak mandi yang sengaja ditempatkan oleh Sang Bunda di halaman itu telah dipenuhi air. Danny riang menikmati waktu mandi pagi dan sorenya sambil bermain air ditemani ibundanya. Sesekali mereka tertawa, sesekali pula terdengar ibunya spontan mengingatkan ia berhati-hati. Nanik terlihat sangat bahagia kala mengurus dan merawat anak yang telah dinantinya selama delapan tahun itu. Anak yang akhirnya ia dapatkan setelah melewati masa-masa sulit dalam hidupnya ketika menjalani program bayi tabung. Dan Danny adalah penyempurna ia sebagai seorang perempuan dan ibu.

Nanik dan Made Adi saat acara enam bulan usia Danny

M

enjadi ibu dari seorang anak yang dikandung dalam rahimnya sendiri, adalah penyempurna bagi seorang perempuan. Melihat celoteh anak-anak, tidak jarang menimbulkan rasa sedih bagi seorang perempuan yang sangat

menginginkan memiliki anak dari rahimnya sendiri, namun karena keadaan tidak bisa memilikinya. Hal inilah yang sempat dirasakan oleh Sri Ani Kusumawati (42) ketika di usia pernikahannya menginjak tujuh tahun, ia dan suaminya Made Adi Gunadnya (44), belum juga dikaruniai seorang anak.

Sebenarnya, mengingat usia ia dan suaminya saat menikah yang sudah berkepala tiga, yakni Nanik 33 tahun dan suaminya 35 tahun, sejak awal menikah mereka telah rajin memeriksakan diri ke dokter demi bisa segera memiliki momongan. Ketika waktu terus berjalan, Nanik belum juga menemukan tanda-tanda kehamilan, ia pun berupaya datang ke dokter ahli kandungan yang lain. Berganti-ganti hingga tidak kurang dari empat dokter kandungan. Nanik bahkan rela mengantri panggilan dokter hingga lewat tengah malam, padahal esoknya ia harus berangkat ke kantor sekitar pukul tujuh pagi. Dan itu seperti rutin ia lakukan. Usaha medis itu tak jua berhasil sehingga ia mendatangi ahli pijat, sin she dan semua nasihat orang mengenai hal ini diikutinya. “Pokoknya apapun informasi yang diberikan orang agar saya bisa hamil, saya lakukan semua,” ungkap Nanik, sapaan akrab Sri Ani Kusumawati. Akan tetapi tak satu pun usaha

Danny Aswin Bramantya lahir sebagai pelengkap kebahagiaan pasangan Nanik dan Made Adi

itu berhasil hingga lima tahun ia lakukan. Sampai-sampai ia pasrah sehingga dua tahun berikutnya, ia tak lagi berusaha. Namun, dalam kepasrahannya itu, Nanik terus dihinggapi rasa gelisah terutama tiap kali menghadapi pertanyaan dari keluarga dan banyak kawannya, kapan punya anak? Apalagi kemudian ia sadar bahwa usianya terus bertambah, saat itu ia telah berusia 38 tahun. Selain itu, ia selalu “diganggu” oleh perasaan tak sempurna jika tak memiliki anak. “Belum lagi mendengar cemoohan orang karena sebagai perempuan saya tak bisa memiliki anak. Tuduhan mandul dan sebagainya. Hampir tiap hari saya ditanya soal kapan punya anak,” kata Nanik mengenang. Menurutnya, hal inilah yang membuatnya sempat stres berat. Meskipun suaminya tidak pernah mempermasalahkan soal itu, karena mereka telah lama berusaha, tapi Nanik bertekad harus menyempurnakan keperempuannya dengan memiliki anak dari rahimnya sendiri. Tekad itu makin kuat ketika mereka mengetahui bahwa

Antara Hidup atau Mati Meski usianya telah 38 tahun, Nanik merasa siap menghadapi program ini, dengan segala risiko yang harus ia terima sebagai konsekuensinya. Apalagi inilah usaha terakhir yang ia lakukan demi mendapatkan seorang bayi yang akan lebih menceriakan dan membahagiakan kehidupan rumah tangganya bersama suami. Dan risiko itu tidak main-main, karena dalam masa menjalani program ini, Nanik merasa begitu luar biasa beratnya. “Bisa dibilang apa yang ia rasakan waktu itu antara hidup dan mati,” katanya. Mulailah mereka berkonsultasi. Dan dari dokter ia mengkonsumsi banyak obat. Dalam masa mengkonsumsi obat-obatan inilah Nanik mengaku bahwa berat badannya sampai naik hingga 80 kg dari berat normalnya 48 kg. Tapi Nanik rela menjalani semua

itu hingga ia sampai di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya untuk menjalani program bayi tabung. Pada bulan Mei tahun 2012 ia dan suaminya pertama kali datang ke Surabaya untuk berkonsultasi dengan dokter, termasuk bertanya soal biaya sekaligus mereka mengecek lokasi rumah sakit dengan hotel terdekat dan berbagai hal menyangkut kesiapan selama Nanik menjalani program ini. Meski dokter di sana mengatakan tingkat keberhasilan bayi tabung mereka hanya 40%, sesuai kondisi medis mereka yang telah di cek oleh dokter secara lengkap, mereka tidak menyerah. Berbagai prosedur dan tahapan dijalaninya hingga akhirnya Nanik berhasil hamil. Alangkah bahagianya ia mengetahui ada tiga bayi kembar yang berhasil ditempatkan dan terus tumbuh

Nanik bersama buah hati yang telah dinantinya selama delapan tahun

dalam rahimnya. Ia merasakan benar kelengkapan hidupnya menjadi seorang perempuan dan calon ibu. Selama masa kehamilan ini, Nanik menjalaninya dengan sangat berat. Tidak ada makanan yang bisa masuk dan ia mengalami stres berat akibat sulitnya menjalani situasi kehamilan itu. “Luar biasa berat ditambah lagi tidak ada makanan yang bisa masuk. Saya sampai kurus

sekali,” katanya. Seribu nasihat meminta ia untuk makan demi pertumbuhan janinnya, seribu kali ia makan karena mengingat anak dalam kandungannya yang harus tercukupi gizinya, seribu kali pula makanan itu akan keluar kembali alias termuntahkan dengan sendirinya. “Saya sampai-sampai hampir menyerah menjalaninya,” katanya. Namun tekad untuk memiliki anak itu terus menguat

dari empat dokter kandungan yang memeriksanya, ia dan suaminya dinyatakan sehat dan normal. Artinya seharusnya mereka bisa memiliki anak. Hanya saja secara pasti kendala untuk bisa mengandung itu tidak diketahui. Inilah yang membuat Nanik dan suaminya yang rajin mencari informasi di internet menemukan solusi mencoba program bayi tabung. Mereka pun beriskusi tentang program ini termasuk pengambilan keputusan kemungkinan Nanik akan mengundurkan diri dari karirnya yang telah 20 tahun dibangunnya sebagai karyawan sebuah bank swasta di Lombok itu, demi mendapatkan seorang anak yang sangat mereka inginkan. Keputusan Nanik telah mantap. Ia mengikuti program bayi tabung demi menjadi perempuan yang sempurna. Bahkan demi itu pula, ia rela kelak kehilangan pekerjaannya. “Saya sudah pikirkan dengan matang, jika program bayi tabung ini berhasil, maka saya akan mengajukan pengunduran diri sebagai karyawan,” ujarnya tersenyum. –Naniek I. Taufan

di tengah kondisinya yang sangat lemah. Hingga akhirnya dua bayi tidak dapat dipertahankan dan meninggalkan satu bayi yang kuat hingga lahir. Dan pada pukul empat sore bayi itu lahir di usia kehamilannya delapan bulan, pada tanggal 20 Juli 2013 dengan berat badan yang sangat minim, 1,7 kg dan panjang 40 cm. Kondisi inilah yang membuat bayinya harus dirawat di inkubator selama sebulan lamanya, sejak saat dilahirkan. Kebetulan saat itu di klinik tempatnya bersalin, ruang NICU penuh sehingga harus dirawat di rumah sakit lain. Dalam kondisi setelah operasi cesar yang seharusnya membuat ia tidak boleh banyak bergerak, Nanik bersikeras ingin melihat bayinya. Dengan menahan rasa sakit yang luar biasa, pukul 12 malam, 7 jam setelah operasi Nanik datang melihat bayinya. Di sanalah pertama kalinya ia merasa menjadi seorang ibu, ketika bertatapan mata dengan bayi mungilnya. Kini, Dany menjadi matahari bagi kebahagiaan ia, suaminya dan keluarga mereka. -Naniek I. Taufan

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

5

Finalis Teruna Teruni Bali 2015

Kunjungane Indivara Aesthetic

M

enjelang Grand Final Pemilihan Teruna Teruni Bali 2015, yang terdiri dari para pemuda tampan dan gadis-gadis cantik ini melaksanakan berbagai kegiatan. Salah satunya kunjungan ke Indivara Aesthetic yang berlokasi di Jalan Tukad Barito No. 29, Denpasar pada Sabtu (24/10). Pemilik Indivara Aesthetic, dr. Kadek Trisnadewi, M., Biomed (AAM), dan tim menyambut mereka dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Menurut dokter Kadek

Trisnadewi, sesungguhnya Indivara Aesthetic telah menjadi official partner dari Teruna Teruni Bali sejak tahun lalu. Bahkan seorang pemenang Teruna Teruni Bali terpilih menjadi sa l a h sa t u m ode l Indivara Aesthetic. “Kami bangga Indivara Asthetic diberikan kepercayaan oleh panitia untuk menjadi salah satu tujuan kunjungan para Finalis Teruna Teruni Bali sebelum mereka unjuk diri dalam malam grand final,” ujarnya. Dokter Kadek Trisnadewi selaku owner dan konsultan medis mengatakan setelah berkenalan, ia bersa-

dr. Kadek Trisnadewi bersama Finalis Teruna Teruni Bali 2015

ma seluruh tim pun dengan senang hati berbagi informasi dan pengetahuan perihal berbagai hal yang perlu diketahui oleh para Finalis Teruna Teruni Bali 2015 ini, utamanya tentang pentingnya perawatan kulit, baik wajah maupun badan yang sehat dan benar. “Pengetahuan ini, lanjutnya akan sangat berguna sebagai bekal bagi para Finalis Teruna Teruni Bali dalam rangka merawat , menjaga kebersihan, kecantikan, serta kesehatan kulit mereka,” ujar dokter Kadek Trisnadewi usai berdiskusi dengan para Finalis Teruna Teruni Bali 2015. Dokter Kadek juga mengaku bahagia melihat antusiasme

Finalis Teruna Teruni Bali mendengarkan informasi pengetahuan yang diberikannya. Apalagi, pada saat diskusi dengan mereka , cukup banyak pertanyaan yang dilontarkan dan kualitas pertanyaan mereka juga sangat bagus. Menurut dokter Kadek Trisnadewi, hal ini juga menandakan jika para remaja sekarang sangat peduli dan memperhatikan kesehatan kulit mereka. “Semoga semua info pengetahuan yang kami berikan bermanfaat bagi seluruh finalis Teruna Teruni Bali, baik untuk diri mereka sendiri maupun orang-orang di sekitar mereka, baik itu teman-temannya maupun masyarakat. Semoga

kunjungan dan kerjasama yang indah ini akan berlanjut di masa-masa yang akan datang,” harapnya sembari mengatakan kalau pada kesempatan tersebut seluruh finalis Teruna Teruni Bali mendapatkan gift cantik beserta voucher perawatan dari Indivara Aesthetic. Kunjungan Finalis Teruna Teruni bali ke Indivara Aesthetic ini, lanjut dokter Kadek Trisnadewi, sesuai pula dengan tema dan tujuan pemilihan Teruna Teruni Bali, di mana nantinya pemenang akan menjadi salah satu ikon pariwisata Bali. “Sudah sepatutnya, selain hadir sebagai sosok Teruna Teruni Bali yang cerdas dan santun juga didukung dengan kesehatan kulit yang terjaga,” ujarnya. - ard

dr. Kadek Trisnadewi

Berbagai Solusi Kesehatan & Kecantikan Bicara jenis pelayanan yang disediakan oleh Indivara Aesthetic, dokter Kadek Trisnadewi di antaranya menyebut ada Facial Natural, Facial Normal, Facial Mecano & Electroterapi, Facial Detox, Chemical Peeeling, Oxypeel Therapy, Microdermabrasi, Mesotherapy, Silhouuette Soft Thereadlift, Co2 Laser, Fractional Co2 Laser, Photodinamic Therapy, IPL (Intense Pulsed Light), PRP (Platelet Rich Plasma) dan Filller. “Selanjutnya ada juga Injeksi Botox, Injeksi Acne, Ijeksi Anti Oksidan, Injeksi Kelloid, Dermalorre, dan RadioFrequency,” katanya. Dikatakannya, salah satu yang istimewa di Indivara Aesthetic, selain tersedianya berbagai pelayan dengan peralatan canggih, bagi mereka yang takut perawatan menggunakan bahan chemical, bisa mencoba facial natural. “Di sini customer bisa memanjakan diri dengan teknik facial yang menggunakan bahan-bahan natural disesuaikan dengan jenis dan masalah kulit. Facial natural ini cocok banget buat kulit remaja,” jelasnya. Masih untuk menunjang kecantikan perempuan, kini Indivara Aesthetic juga siap mem-

bantu memperindah bentuk wajah melalui program sulam Alis, mulai dari teknik 2Dimensi, 3Dimensdi, 4Dimensi, hingga 6Dimensi. “Selain sulam alis, kami juga melayani sulam eyeliner dan sulam bibir juga bisa dikerjakan di Indivara Aesthetic. Teknik yang digunakan lebih simpel, steril dan tidak sakit,” ucapnya. “Bentuk alis, katanya sangat menentukan tampilan kecantikan wajah seorang perempuan. Bentuk alis yang sesuai dengan karakter wajah akan menambah kecantikannya. Namun, mem-

bentuk alis tidaklah mudah, dan seringkali membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Di sini, sulam alis mampu mengatasi kekurangan alis yang ada, baik dalam hal bentuk, maupun tebal dan tipisnya alis. Selain itu sulam alis juga sangat bermanfaat bagi perempuan ang tidak ingin menghabiskan waktu untuk memakai pensil alis setiap harinya,” lanjut dokter Kadek Trisnadewi. B a g i p e r e m p u a n ya n g merasa memiliki bentuk wajah yang tidak ramping, tidak perlu menyesali diri karena Indivara

Aesthetic kali ini menghadirkan solusi terbaru untuk mendapatkan wajah yang lebih tirus, yaitu dengan perawatan e-lift wajah. Sementara untuk perempuan yang memiliki masalah dengan kerutan halus di wajah, atau mungkin flek dan jerawat, menurutnya saatnya mencoba perawatan Photodynamic Therapy dari Indivara Aesthetic Clinic. Perawatan kulit wajah ini menggunakan teknologi penyinaran modern, terdiri dari 5 macam sinar yang efektif mengatasi kemerahan pada kulit, meremajakan kulit, mengatasi kerutan halus di wajah, flek, acne, dan masalah lainnya. Selanjutnya melihat cuaca di seputaran Denpasar beberapa hari ini lumayan terik. menjalankan aktivitas di bawah sinar matahari sih boleh-boleh saja, tapi tetap jaga kulit cantikmu.

Ada tips spesial dari Indivara Aesthetic Clinic hari ini untuk semua pembaca Tokoh. - Jangan lupa menggunakan sunscreen dengan SPF 30 setiap hari - Gunakan sunscreen 30 menit sebelum bepergian - Ketika berenang gunakan sunscreen dengan label “water resistant” - Jika menghabiskan waktu pada aktivitas outdoor gunakan sunscreen 2 jam sekali - Gunakan kacamata UV blocking dan topi - Hindari permukaan yang memantulkan sinar matahari - Lindungi bibir dengan lipgloss yang mengandung SPF Untuk bisa memberikan pelayanan maksimal, Indivara Aesthetic membuka jam berkunjung atau pelayanan untuk customer dimulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 18.00 sore. -ard

Indivara Aesthetic

Jalan Tukad Barito No. 29 Denpasar- Bali Telepon: 0361 – 8959800/ 0819 167 300 86 E-mail : info@indivaraclinic.com Website: www.indivaraclinic.com, Indivaraaesthetic.com Pin BB: 2A3CFCF1 FB: Indivara Aesthetic IG: @indivaraaesthetic


6

Woman on Top

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

Aria Indrawati

Perpustakaan Online untuk Tunanetra

Akses informasi untuk para penyandang tunanetra di Indonesia masih sangat terbatas. Padahal mereka, sebagaimana orang normal lainnya, juga sangat membutuhkan informasi. Sayangnya pemerintah, baik di tingkat pusat dan kota, kurang tanggap tentang hal ini. Sedikitnya kabupaten/ kota yang menyediakan perpustakaan untuk kalangan tunanetra menjadi ­parameter. Dari 500 lebih kabupaten/kota di Indonesia, perpustakaan untuk tunanetra hanya ada di 44 kota.

“K

ondisi ini memang sunggung memprihatinkan. Jumlah kabupaten/kota di Indonesia ada 500 lebih, namun perpustakaan publik untuk tunanetra hanya ada di 44 kota, bisa dibayangkan seperti apa. Jika dipersentase ya kurang dari 10%, jadi masih jauh sekali dari jumlah yang dibutuhkan,” ungkap Aria Indrawati, Humas Mitra Netra yang juga Ketua Umum Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia). Penyandang tunanetra itu sama seperti masyarakat pada umumnya yang juga menginginkan adanya akses informasi, menginginkan adanya bukubuku yang bisa mereka baca. Namun, ada banyak kendala yang harus dihadapi untuk mendapatkan itu. Jadi, bisa jadi rendahnya minat baca disebabkan kondisi yang ada. “Mereka tidak tahu dimana harus mendapatkan buku-buku yang dibutuhkan,” ujar wanita kelahir­ an Surabaya tahun 1965 ini. Jumlah penyandang tunanetra di Indonesia sekitar 3,6 juta jiwa. Aria

beruntung bahwa dirinya berkesempatan mendapat akses informasi yang cukup. Tapi bagaimana dengan penyandang tunanetra yang lain? Itu sebabnya, Aria sangat berharap adanya perhatian pemerintah tentang hal ini. Saat ini Aria selain sebagai Ketua Umum Pertuni, ia juga aktif di berbagai kegiatan, salah satunya adalah di Yayasan Mitra Netra dimana dia menjabat sebagai Kabag Humas. Mitra Netra adalah sebuah yayasan yang menjadi sumber penyediaan berbagai fasilitas khusus untuk tunanetra, khususnya di bidang pendidikan dan pekerjaan. Terkait dengan pengadaan buku untuk tunanetra, Aria menjelaskan bahwa sejak lama Mitra Netra telah memiliki perpustakaan untuk para tunanetra. “Kami menyediakan buku sebanyak-banyaknya untuk tunanetra. Dengan begitu suatu saat kalau tuna­netra membutuh­k an buku, buku itu ada. Jadi cara berpikir kami bukan melihat seberapa

Aria Indrawati

tinggi minat baca di kalangan tunanetra. Tapi yang utama adalah menyediakan buku sebanyak-banyaknya, sembari mengampanyekan membaca buku. Sebab selama ini, bisa jadi minat baca buku rendah, karena mereka tidak tahu harus ke mana mencari buku untuk mereka,” paparnya. Untuk kebutuhan itu, Mitra Netra membangun sistem produksi dan distribusi buku. Awalnya, ungkap mantan dosen Universitas 17 Agustus ini, untuk kebutuhan tunanetra dibuatkan dalam dua bentuk yakni; buku braile dan audio. Dengan semakin berkembangnya teknologi perekaman, kemudian dibuatlah buku dalam bentuk audio. “Awalnya kami gunakan kaset. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi digital, sejak 2005 kami membuat dalam bentuk VCD. Nah sekarang perkembangan semakin luar biasa, maka rencananya kami akan membuat buku audio dalam bentuk e-tub,” jelasnya. Semua buku-buku yang diproduksi oleh Mitra Netra, didistribusikan ke seluruh Indonesia. Semakin berkembangnya internet di Indonesia, menjadi suatu keuntungan bagi Mitra Netra karena dengan begitu distribusi buku keseluruh Indonesia bisa dilakukan secara online. Karena itu sejak 2004, katanya, pihaknya membangun Perpustakaan Braile Online. “Jadi semua buku braile yang kami produksi, sebelum dicetak menjadi buku braile, sebelum­nya kami kompilasi filenya ke perpustakaan online. Dengan begitu bagi mereka yang membutuhkan tinggal mendownload dan melakukan printing

sendiri,” katanya. Dikatakan Aria, adanya internet memang sangat membatu sekali khususnya untuk pendistribusian. Indonesia adalah negara yang besar dan sangat luas, dengan adanya internet pendistribusian bisa menjadi lebih efektif. “Buku braille itu tebal-tebal, kalau semuanya harus dikirim dari Jakarta dan disebarkan ke seluruh Indonesia, tentu bisa dibayangkan betapa tingginya ongkos pengiriman. Tapi dengan adanya internet, selain bisa lebih cepat, pendistribusian menjadi lebih efektif,” katanya. Buku lainnya yang kini tengah dalam proses adalah pembuatan buku elektronik dalam format e-tub. Diharapkan buku ini dapat diluncurkan dalam waktu dekat. Nantinya pendistribusian buku ini juga melalui Perpustakaan Online. Anggota Perpustakaan Online ini adalah semua penyandang tunanetra. “Jadi ini berbeda dengan Perpustakaan Braille Online, ya. Kalau Braille Online anggotanya produser buku braille, sedang Perpustakaan Online ini anggotanya umum, yakni para penyandang tunanetra. Dan ini pun gratis, siapapun bisa mengaksesnya,” tutur Aria. Menurutnya untuk pembangunan perpustakaan, baik itu perpustakaan yang telah ada sekarang maupun Perpustakaan Online yang tengah dibangun, banyak melibatkan para sukarelawan. Mereka ini membantu antara lain lewat tenaganya, yakni, melakukan retyping buku yang akan diproses menjadi buku braille dalam rangkaian Gerakan 1000 Buku. “Kami tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan semua masyarakat. Itu membutuhkan biaya besar, dan harusnya kan itu menggunakan uang negara. Selama ini masih rendah kesadaran mereka tentang itu. Pemda kan memiliki perpustakaan publik, alangkah baiknya kalau mereka juga menyediakan tempat di sudut ruangan perpustakaan publik itu untuk tuna­netra,” ujarnya. –Diana Runtu

Pulling The String

Mengawali tulisan kali ini saya ingin berbagi satu quote yang tampaknya sederhana namun memberi impact yang begitu kuat; “Very little is needed to make a happy life. It is all within yourself, in your way of thinking” - Marcus Aurelius. Bahagia, tergantung dari cara berpikir seseorang. PULLING THE STRING IN FAMILY BUSINESS Minggu lalu saya mengikuti sebuah Family Business Forum Dinner di Semi­ nyak. Luar biasa melihat bagaimana forum ini peduli terhadap kelangsungan dan pengembangan bisnis keluarga (family business). Mereka sangat percaya bahwa bisnis keluarga begitu kuat menopang ekonomi makro. Family Business dalam skala besar sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara. American auditing firm, Price Waterhouse Cooper (PwC) yang melakukan survey di Indonesia mengatakan 95% bisnis di Indonesia merupakan bisnis keluarga. Namun jika dilihat dengan populasi Indonesia, pelaku family business ini baru mencapai angka 0.2%. Lantas bagaimana aplikasi leadership dalam family business? Family business

justru dikatakan lebih siap dan memiliki gambaran lebih jelas terhadap leadership successor plan. Leader dalam family business yang memiliki tujuan dan visi yang jelas serta memiliki seni dalam people approach mampu membawa family business ini pada brand yang kuat hingga IPO (Initial Public Offering). Di Indonesia, kita ambil contoh PT Samudera Indonesia Tbk yang sudah berdiri sejak tahun 1964. Family business ini bergerak di industri ocean shipping dan breakbulk freight yang menghubungkan perdagangan di line Indonesia dan benua lain. Bukan main family business ini, sejak pertama berdiri dengan nama perusahaan Ocean Power Eka MV and MV Sinar Pantjaran, hingga saat ini memiliki sepuluh business unit besar; Ocean Logistics, Ocean Shipyard, Ocean Agencies, Stevedoring Ocean, Samudera Shipping, Ocean Terminal, Ocean Salvage, Ocean Property, Ocean Energy, dan Join Ventures. Luar biasa ! Contoh lain, Jamu Sido Muncul yang meraih penghargaan First Choice Ernst & Young Indonesia A Family Business Awards Of Excellence 2014. Perusahaan ini telah menginjak usia 63 tahun sejak didirikan pertama kali oleh Rahkmat Sulistio di tahun 1951.

SELF GOVERNANCE Pulling the string atau biasa dikenal dengan leading dalam sebuah hubungan bisnis dan personal sangat tergantung dengan cara berpikir seseorang. Mengapa mereka memilih untuk memegang kendali dalam suatu hubungan? Mereka memiliki dorongan dan keinginan kuat untuk membawa hubungan ini ke arah yang jelas. Mereka memiliki tujuan yang jelas. Sulit bagi mereka untuk mengikuti orang lain yang tidak mereka yakini akan memberi feedback yang positif dan tujuan yang tidak dapat mereka difinisikan dengan jelas (unclear expectation). Lantas apa yang menjadi keyakinan bagi mereka agar benar-benar dapat memegang kendali dengan baik? Rupanya mereka dalam zona ini menyadari betapa pentingnya self governance. Saya setuju bahwa self governance merupakan elemen fundamental bagi seseorang yang memegang kendali. Ada dua hal yang menjadi dorongan kuat (strong drive) bagi mereka. Memegang kendali dalam hubungan bisnis menuntut mereka untuk memiliki strong business driven. Fokus yang mereka lakukan dalam self governance berputar pada siklus; 1. Business performance, bagaimana membuat pertumbuhan dalam bisnis dan membuat keuntungan perusahaan (profitability analysis). 2. Fokus dalam people management, bagaimana menempatkan teamwork dan membuat rencana pengembangan team itu sendiri. 3. Fokus pada accelerating change & transition, yang lebih memberi pemahaman terhadap kemungkinan perubahan kebijakan perusahaan dan memberi solusi pilihan bagaimana mereka merespons perubahan itu dengan baik sehingga tidak menggeser tujuan semula. 4. Fokus terhadap business future plan, me­

rangkum tujuan bisnis dalam jangka waktu yang lebih panjang, lima sampai lima belas tahun ke depan. Apa yang menjadi strong drive bagi mereka dalam hubungan personal? Mereka yang memiliki self governance yang kuat, akan sangat jelas memperlihatkan value driven approach. Pendekatan yang dilakukan dengan nilai hubungan personal. Mereka lebih fokus dalam stuktur pemikiran yang lebih menghargai keterbukaan komunikasi, tujuan hubungan yang lebih baik, seni untuk memberi apresiasi, dan cara-cara tertentu untuk menerjemahkan dengan nyata arti happiness dalam hubungan itu sehingga menimbulkan kebanggaan yang kuat yang kembali dapat digunakan sebagai aset dalam mangelola self governance. Berbicara lebih jauh mengenai value driven, ada satu quote dari President ke16 Amerika Serikat yang dikenal memiliki karakter role model yang kuat, Abraham Lincoln; “I like to see a man proud of the place in which he lives. I like to see a man live in it so that his place will be proud of him” Memang benar, kita senang melihat seseorang yang bangga akan tempat tinggal dan orang-orang sekitar yang ia miliki, namun yang lebih memberi value adalah bagaimana orang itu berinteraksi sehingga tempat tinggal dan orang-orang di sekitar bangga memilikinya” Melalui komunikasi pesan singkat de­ngan coach saya yang sedang berada di China saat itu, saya melempar satu permintaan untuk memberi satu porsi penting bagi pembaca dalam memegang kendali. Dengan kalimat sederhana yang tidak saya argue, coach saya menulis; You may pull the string or take the lead in a relationship or business, but you have to know where to go!

Mozaik

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

19

Pekerja menyelesaikan proses pembakaran batu bata merah

Petani Beralih Produksi Bata Merah Kemarau panjang membuat sejumlah buruh tani di ­Kabupaten Magetan beralih profesi. Sebagian dari mereka membuat batu bata merah. Mareka tergiur karena harga batu merah saat ini, terus mengalami peningkatan. Permintaan tidak hanya dari dalam kota, tapi juga dari luar Kabupaten Magetan.

“S

ejak kemarau panjang ini, permin­ taan batu bata

merah terus meningkat. Bersamaan itu, juga banyak orang yang biasa bekerja di sawah ikut membuat batu merah. Ya itu,

karena tergiur harganya yang ikut naik,” kata Suparlan (45), seorang pengrajin batu bata merah asal Desa Waduk, Kecamatan

Janggelan Ngrayun Berjuang Tembus Pasar Nasional

Warnanya hitam-hitam. Me­ ngapung dalam gelas atau mangkuk. Kadang dipotong kotakkotak besar atau kecil-kecil sesuai selera. Ada pula yang lebih berselera dengan diserut panjang-panjang menyerupai ikan teri. Chao, cincau, atau apalah nama sebutan lainnya sebenar­ nya adalah proses siap saji dari janggel­a n. Asalnya dari tana­ m a n j a n g g e l a n . Tu m b u h n y a menyerupai rerumputan yang batangnya menjulur memanjang. Tak banyak orang tahu tentang tanaman janggelan. Tapi bagi orang desa yang tinggal di pegunungan, tanaman janggelan pasti sangat akrab. Mungkin juga menjadi komoditas sehari-hari

yang diupayakan dengan ditanam, dipetik, dikeringkan, kemudian dijual kering. Tidak ingin seperti pepatah ayam mati di lumbung padi, Lusia Widiarini, (43) warga Dukuh Puthuk, RT 1 RW 5 Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo pun bergerak melakukan serangkaian pemberdayaan untuk warga setempat. “Menurut banyak studi, kan­ dungan serat yang terdapat di janggelan dari Ngrayun adalah terbaik nomor dua di dunia dan memiliki kualifikasi ekspor ke mancanegara,” ujar Lusia. Bekerjasama dengan para petani janggelan, kelompok ini pun kemudian memproduksi minuman janggelan. Meski masih

dalam taraf uji coba, minuman janggelan ini mendapat sambut­ an luas saat diundang pameran produk UMKM di Bali. Seperti termotivasi, kelompok yang sudah dihimpunnya yang beranggotakan 15 orang tersebut memutuskan untuk berproduksi secara profesional. Berikutnya berbagai pelatihan pun diikuti. Mulai dari mengolah, packaging, pemasaran hingga manajemen. Produksi awal tahun 2012 dan hingga kini masih bertahan dengan keterbatasan. “Secara produk, janggelan ini sudah bagus. Pasar juga sudah mampu menyerap dalam jumlah cukup. Beberapa kota besar juga sudah melakukan order tanpa henti. Sayangnya kita terkendala teknologi. Yang kita gunakan saat ini masih semimanual. Padahal dengan potensi seperti ini kita butuh mesin otomatis yang kapasitasnya mampu berproduksi 3.000 cup satu jam. Kita juga membutuhkan mesin pasturisasi dalam kapasitas cukup,” ungkapnya. Lusi berharap ada bantuan soal teknologi juga modal murah untuk membeli mesin. Sebab janggelan ini tentu tidak hanya bisa diproses menjadi minuman segar tetapi juga berbagai bentuk turunan produknya. Bisa menjadi teh, jel, atau bentuk lainnya. Le­ bih penting dari semua itu adalah packaging produk dan memiliki standar nasional. -Dinar Perdana

Takeran, Magetan. Menjamurnya pengrajin batu bata merah, secara tidak langsung akan mempermudah pelayanan bagi konsumen. Jika suatu waktu, pelanggan tetapnya memberi order pesanan lebih dari 20 ribu batu bata merah. Maka, ia akan melakukan kerjasama agar hasil produksi pengrajin lain bisa digabung untuk dikirim keluar Kabupaten Magetan. “Jika order gabungan bersama pengrajin batu bata merah, maka ongkos kirim luar kota akan ditanggung bersama. Namun harga­ nya tetap sesuai pasaran. Hanya saja jika pembelian ke sesama pengrajin batu bata merah, harganya sedikit miring,” paparnya. Ia menambahkan, harga batu bata merah saat ini mencapai Rp 550 ribu per 1000-nya. Sebelum musim kemarau hanya Rp 400 ribu per 1000-nya. “Kalau kita beli sesama pengrajin batu bata merah sekadar untuk memenuhui permintaan pesanan, harganya didiskon sedikit. Harga itu, hanya pembelian di tempat produksi batu bata merah,” jelas Suparlan.

Hal itu juga diungkapkan Bandi (50) pengrajin batu bata merah asal Desa Kincang, Kecamatan Jiwan, Madiun. “Ba­ nyak pemilik sawah atau ladang bersama buruh tani yang ada di desa ini, beralih membuat batu bata merah. Karena mereka tidak bisa tanam maupun buruh tani di sawah ataupun di ladang,” tandasnya. Untuk memaksakan diri tetap bertanam misalkan padi atau palawija, selain banyak yang takut gagal panen juga hasilnya kelak tidak sesuai biaya perawatan. Makanya, melihat pasar pemintaan batu bata merah terus meningkat, mere­ ka banyak yang tergiur. “Di daerah lain ada juga harganya diatas harga pasaran Rp 550 ribu per 1000 batu bata merah. Ada juga pengrajin yang menjual Rp 700-Rp 750 ribu per 1000 batu bata merah. Harga itu, belum termasuk ongkos kirim kendaraan truk. Ongkos kirim disesuaikan dengan jarak jauh dekat, lalu dinego antara pengrajin dan pembelinya. -Ajun Ally


18

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

Selamatkan Hutanku Lestarikan Negeriku Antusiasme peserta lomba menggambar Art & Graphic 2015 bertema “Selamatkan Hutanku Lestarikan Negeri” di Kampus ISI Denpasar, Minggu (25/10) sangat besar. Lebih dari 200 peserta dari kalang­ an SMP,SMA, mahasiswa, dan umum saling beradu kreativitas dalam menggambar. “Mereka dibagi menjadi 2 kate­gori, SMPSMA dan Mahasiswa-Umum,” ujar Ucky Ayuningtyas, Sales SPV PT Faber-Castell Interna­ sional Indonesia area Bali.

Kreasi

Life

Story

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

Satu Nafas Terakhir Kepergian Suami

Sekitar dua bulan sebelum berpulang menghadap Sang Pencipta, H.M. Djalaluddin, pernah berkata pada istrinya Hj. Wahyuni Sofiatun bahwa waktunya akan segera tiba. “Bu, sepertinya Bapak mau cepat pergi. Rasanya sebentar lagi Bapak akan dipanggil,” ungkap Sofiatun mengingat kalimat yang pernah diucapkan suaminya itu.

Suasana lomba menggambar Art & Graphic 2015 bertema “Selamatkan Hutanku Lestarikan Negeri” di Kampus ISI Denpasar, Minggu (25/10)

W

aktu itu, Sofiatun membantah suaminya dan memintanya untuk tidak berkata yang “aneh-aneh”. Waktu berlalu semua berjalan seperti apa adanya. Beginilah cara Allah SWT menyembunyikan rahasia akan sebuah kematian. Sehingga Sofiatun tidak pernah mengingat lagi kata-kata suaminya itu sampai akhir kepergiannya barulah ia sadar bahwa itu adalah tanda dimana suaminya tampaknya telah mengetahui bahwa dirinya akan segera menghadap Illahi Rabbi. Kerinduan Sofiatun terhadap sosok suami yang mengisi hari-harinya dalam beribadah bersama selama delapan tahun terakhir ini, tergambar jelas ketika dengan senyumnya yang ikhlas, perempuan ini mengisahkan hari-hari terakhir bersama suami tercinta, H.M. Djalaluddin (alm). Kedisiplinan yang luar biasa dari sosok suaminya yang telah berpulang pada hari Senin, 19 Oktober 2015 lalu itu, kini menjadi kenangan yang tidak akan pernah ia lupakan hingga akhir hayatnya kelak. Bagaimana tidak, rutinitas dalam semua aspek kehidupan suaminya itu, telah ia hafal di luar kepala. Ibadah salat lima waktu yang sangat tepat waktu bahkan dilakukan di awal waktu salat, membaca Surah Yasin yang dilakukan tiap hari usai salat Subuh dan tidak pernah ketinggalan sekali pun dan aktivitas keseharian almarhum yang konsisten dilakukan juga tepat waktu. “Tiap kali tiba waktu salat, Bapak melakukannya di awal waktu. Tiap usai Salat Subuh beliau selalu membaca Surat Yasin dan tiap sore tiba beliau selalu menutup pintu, jendela dan gorden di seluruh rumah ini,” kata Sofiatun tersenyum. Kekaguman Sofiatun pada suaminya itu lebih karena kedisipilinan dan konsistensinya. Meski dalam usian-

ya yang sudah sangat sepuh (88 tahun saat wafat), sikap dan prilaku disiplin dan konsisten dari suaminya itu tidak berubah sedikit pun. Itu telah menjadi bagian dari kehidupan Sofiatun. Namun, kini rutinitas itu tidak lagi ditemukan, karena suaminya itu telah berpulang menghadap Sang Khalik. SURAT SATU KERANJANG Selain disiplin dan konsisten, Sofiatun mengenang suaminya itu sebagai sosok yang sangat gigih ketika “berjuang” mendapatkan kata iya darinya saat datang melamar dirinya. Setelah tiga tahun menanti, akhirnya ia luluh ketika Djalaluddin melamarnya dengan maksud ingin menghabiskan masa tua untuk beribadah bersama. Didampingi adik iparnya, Hj. Kurnia, tahun 2004, itulah pertama kalinya mantan birokrat dan tokoh pendidikan di NTB ini datang menemui Sofiatun di rumahnya dengan pakaian rapi dan licin. Begitu melihat Sofiatun dengan senyum yang selalu terkembang di bibirnya ini, Djalaluddin yang telah ditinggal wafat oleh istrinya bernama Abida lima tahun sebelumnya itu langsung jatuh hati padanya. “Saya butuh teman untuk beribadah, untuk mengisi hari-hari di masa tua bersamamu,” kata Sofiatun mengutip surat-surat cinta yang dikirim dengan “disiplin yang tinggi”, karena datangnya tiap minggu. Oleh Sofiatun, surat ini kadang dibalas namun lebih banyak tidak dibalas, karena Sofiatun juga masih terus beristikharah memohon petunjuk Allah SWT, sebelum memutuskan menerima atau tidak pinangan tersebut. Namun begitu, balas tidak dibalas suratnya oleh Sofiatun, Djalaluddin tidak peduli, ia tetap rajin bersurat. Romantisme Djalaluddin terlihat dari ketekunannya bersurat ketika itu. Tidak kurang dari tiga tahun, surat itu seperti rutin seminggu sekali ia tuliskan.

Atun sempat mengumpulkan suratsurat yang isinya lebih kurang sama itu. “Saking banyaknya, surat-surat Bapak terkumpul satu keranjang plastik,” kenang Atun tersenyum. Akhirnya di tahun 2007, Sofiatun menikah dengan mantan dosen yang memberinya nilai A pada ujian Hukum Pidana, puluhan tahun lalu itu, dalam helat yang sangat sederhana. Sejak itulah ia setia mendampingi suaminya untuk beribadah bersama hingga maut memisahkan mereka dengan cara yang begitu indah. Harihari terakhir bersama suaminya itu adalah hari penuh kenangan yang masih sangat lekat dalam benaknya. Seminggu terakhir sebelum wafat, suaminya itu dirasakannya lebih manja dan sama sekali tidak ingin jauh dari dirinya. “Ke mana-mana saya pergi, Bapak selalu minta ikut, bahkan di dalam rumah sekali pun. Minta disuap dan harus selalu dekat dengan saya,” kata Sofiatun. Bahkan tiga hari sebelum kepergiannya, Sofiatun membujuknya untuk tidak usah ikut ketika ia harus keluar membeli keperluan dapur dan lainnya. Memang agak lama Sofiatun meninggalkannya karena banyak yang harus dibeli. “Begitu saya pulang, Bapak sudah menanti saya di depan pintu dan berulang-ulang bertanya kenapa saya lama sekali kembali,” katanya. Hari itu waktu Salat Dhuhur telah lewat beberapa saat. Rupanya selain tidak ingin ditinggal, Djalaluddin gelisah karena istrinya itu tidak Salat Dhuhur bersama. Karena begitu masuk waktu dhuhur, seperti biasa ia langsung salat tepat waktu. “Karena itu, baru saja tiba di pintu rumah, Bapak langsung menyuruh saya untuk segera salat,” ujarnya. Dalam kebersamaan yang semakin dekat itu, Sofiatun mengisahkan bahwa suaminya itu banyak mengajaknya ngobrol dan beberapa kali suaminya itu meminta maaf sambil menggenggam tangannya. “Kita bersyukur ya Bu, karena salat kita tidak pernah telat,” ungkap Djalaluddin pada istrinya. Bagi Sofiatun kalimat itu bukan kalimat biasa melainkan kalimat yang mengingatkannya untuk selalu tepat waktu

Para pemenang lomba menggambar Art & Graphic 2015 bertema “Selamatkan Hutanku Lestarikan Negeri”

H

asil karya para peserta dinilai Dewan Juri yang terdiri dari I Made Posen Sudika (Faber-Castell), I Wayan Gunawan (dosen ISI), dan I Made Ruta (dosen ISI). Ada tiga kriteria penilaian dalam lomba ini. Pertama, ide dan kreativitas. Kedua, ekspresi dan teknik menggambar. Ketiga, kesinambungan dengan tema. Dari hasil penilaian, kategori SMP-SMA, juara I I Komang Fergi Setiawan (SMKN 1 Sukawati), juara 2 Putu Dwira Bagaskara (SMPK 1 Harapan), dan juara 3 Wayan Sukarata (SMKN 1 Sukawati). Kategori mahasiswa-umum, juara 1 Komang Edy, juara 2 Pande Putu Darmayana, dan juara 3 Kadek Yuda Agustia. Sesuai temanya, lomba yang bekerjasama dengan WWF Indonesia ini akan menampung segala hal yang berhubungan dengan hutan dan kelestarian Indonesia. Public Relations PT. Faber-Castell International Indonesia Andri Kurniawan mengatakan perlombaan berlangsung di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Medan, Samarinda, Makassar, Pekanbaru, dan Palembang.

Kenangan Hj. Sofiatun Wahyuni bersama suaminya HM. Djalaluddin. Mereka mengisi masa tua dengan beribadah bersama.

dalam beribadah. Di hari berpulangnya sang suami, Sofiatun menyaksikan kepergiannya yang begitu indah. Hari itu, Senin 19 Oktober 2015, seperti biasa, pukul setengah lima subuh, suaminya telah bangun untuk mandi dan bersiap melaksanakan Salat Subuh. Rutinitas hari itu tidak beda dengan hari lainnya. Namun ada sedikit yang berbeda dimana setelah membaca Surat Yasin, ada bacaan lain yang dilantunkan oleh suaminya sepanjang beraktivitas apa saja di dalam rumah mereka di Jalan WR Supratman No 2 Mataram. “Ke sana kemari Bapak membaca doadoa dan bacaan lainnya yang saya tidak tahu bacaan doa apa itu,” kata Sofiatun yang tumben mendengar doa-doa yang dilafalkan oleh suaminya beberapa hari sebelum berpulang, termasuk di hari terakhirnya. Ketika sore tiba di hari terakhir hidupnya, kebiasaan masuk kamar pukul lima untuk bersiap melaksanakan Salat Magrib, suaminya itu masih betah duduk di ruang tengah. “Sampai pukul setengah enam sore saya yang mengajak Bapak masuk kamar untuk bersiap Salat Magrib,” ujar Sofiatun yang sempat heran karena itu bukan kebiasaan suaminya. Lalu mereka berdua masuk kamar dan sembari bersiap-siap sambil menunggu waktu salat, mereka mengobrol hal-hal yang ringan. Dan 20 menit sebelum adzan magrib tiba, mereka berdua sudah duduk siap menghadap kiblat menanti adzan. Sudah beberapa waktu Sofiatun juga melaksanakan salat sambil duduk karena baru menjalani operasi pada bagian perutnya. Sehingga mereka duduk bersebelahan untuk melaksanakan salat magrib. “Sudah Adzan, Bu?” tanya Djalaluddin beberapa kali ketika sudah siap

7

melaksanakan salat di kursi tempatnya duduk. Dalam waktu sekitar 20 menit sebelum adzan itu, sesekali mereka berdua mengobrol. Namun sekitar 10 menit sebelum adzan, Djalaluddin menundukkan kepala sambil memejamkan matanya. Karena duduk sambil menunduk merupakan salah satu kebiasaan suaminya itu, Sofiatun menganggap hal itu biasa saja. Hingga akhirnya ia mendapati tubuh suaminya lemas dan oleng lalu melorot dari kursi tempatnya duduk. Sofiatun mencoba meraih tubuh suaminya hingga ia memangku tubuh suaminya itu sambil membangunkannya. Djalaluddin telah terdiam. “Saya menyaksikan Bapak menarik nafas satu kali tapi saya tidak berpikir itulah tarikan nafas terakhirnya,” kata Sofiatun dengan mata berkaca. Sampai akhirnya dokter datang dan menyatakan bahwa suaminya itu telah berpulang, lima menit sebelum adzan magrib tiba atau sekitar pukul 18.05 wita. Diiringi derai air mata, Sofiatun melepas kepergian suaminya yang juga ayah dari DR. TGH. M. Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat itu, dengan begitu ikhlas. Atas kebahagiaan dan pelajaran yang agung yang didapatkannya dari sang suami, bersama doa-doa, ia mengiring perjalanan suaminya itu untuk menghadap Sang Khalik. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Kepedulian terhadap Alam Modal Kecerdasan Natural

Bencana kebakaran hutan yang melanda beberapa wilayah Indonesia menjadi pelajaran bagi banyak pihak. Salah satunya untuk anakanak. Bagi anak-anak yang berada di daerah bencana, mereka menjadi korban karena ha­ rus ikut menghirup asap. Bagi anak-anak yang jauh dari kawasan bencana, perlu diingatkan lagi tentang pentingnya menjaga alam.

“K

asus kebakaran hutan yang mengakibatkan timbulnya asap termasuk polusi udara. Hal ini yang sekarang melanda beberapa wilayah Indonesia. Jika ditelusuri lagi, ini berkaitan dengan hubungan manusia dengan alam,” ujar Miranti Ayuningtyas, S.Psi, anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali. Perempuan yang akrab disapa Anti ini menuturkan hubungan manusia dengan alam dapat dijelaskan karena manusia memiliki kecerdasan natural. “Kecerdasan natural ini adalah kecerdasan yang dimiliki manusia berkaitan dengan alam. Kecerdasan ini bisa ditanamkan sejak kecil kepada anakanak. Dengan peduli terhadap alam, ini merupakan modal untuk

menumbukan kecerdasan natural,” ungkapnya. Ia mencontohkan anak-anak yang sedari kecil sudah dibiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya, menyayangi hewan dan tumbuhan sudah termasuk dalam upaya menstimulus kecerdasan natural. Alam merupakan sumber dasar utama yang berada di sekitar manusia. Jika manusia bisa menyelaraskan hubungan dengan alam, harmonisasi akan terjadi. Hal ini sudah diaplikasikan masyarakat Bali melalui Tri Hita Karana yang dijabarkan dalam hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Mengajarkan anak sejak dini (usia emas) untuk peduli alam sangat penting dilakukan. Hal yang sederhana adalah mengajarkan

Peringati Sumpah Pemuda dengan Pesta Rakyat Desa Pakraman Tanjung Bungkak, Denpasar, menyelenggarakan “Pesta Rakyat” serangkaian memperingati HUT Ke-87 Sumpah Pemuda, di Art Centre Denpasar, Kamis ( 29/10). Pesta rakyat digelar dengan berbagai pementasan seni tradisional, termasuk sajian aneka kuliner khas Kota Denpasar. “Peringatan Sumpah Pemuda sebagai momentum menyatukan semangat pemuda dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. Pada Dr. Ir Frans Bambang Siswanto M.M. tanggal 28 Oktober 1928 adalah bersama istri Prof. Sulistyawati tonggak para pemuda bergerak menyatukan semangat jiwa agar bersatu berjuang melawan penjajah,” kata Bendesa (Ketua) Adat Tanjung Bungkak, Ketut Suweden. Ia mengatakan pada peringatan Sumpah Pemuda kali ini pihaknya bekerja sama dengan Seka Teruna-teruni dan didukung tokoh masyarakat setempat yang kebetulan berulang tahun bertempatan dengan Hari Sumpah Pemuda, yakni Dr. Ir Frans Bambang Siswanto M.M. Suweden lebih lanjut mengatakan dengan semangat gotong-gotong dan persatuan, khususnya Desa Pakraman Tanjung Bungkak, pihaknya bisa menggelar pesta rakyat karena dukungan tokoh masyarakat yang sukses. “Kebetulan bersamaan dengan ulang tahun Pak Frans yang ke70, karena itu kami sebagai generasi muda berinisiatif menyelenggarakan pesta rakyat dan sekaligus memperingati ulang tahun Pak Frans yang sangat berjasa dalam bidang kegiatan pembangunan di desa kami,” ujarnya. Sementara, Frans Bambang Siswanto mengaku sangat gembira ulang tahunnya ke-70 tahun dirayakan oleh masyarakat desa pakraman. Menurut dia, ini adalah anugerah Tuhan bisa merayakan ulangtahun bersama dengan warga desa. “Saya berterima kasih kepada warga Tanjung Bungkak bisa bersama-sama merayakan ulang tahun saya. Mudah-mudahan kebersamaan ini terus terjalin dalam memperkuat persatuan dan mempererat rasa manyamabraya,” ucap Dewan Pembina INTI Bali ini. –Wirati Astiti

Anti untuk membuang sampah pada tempatnya, menyiram tanaman, memberi makan hewan peliharaan, dan mengajak jalan-jalan ke kebun. Hal tersebut akan menumbuhkan kecintaan anak terhadap alam. Ibu tiga anak, Rangga, Raiya, dan Rama ini menambahkan, setelah usia emas, stimulus t entang kecintaan terhadap alam untuk menumbuhkan kecerdasan natural dapat diberikan di sekolah. Ada tiga komponen yang perlu dilaksanakan. Kognitif dengan memberikan pengetahuan tentang alam. Dalam hal ini teori-teori yang ada di alam. Afektif berupa pengenalan untuk menumbuhkan perasaan senang. Misalnya dengan memberikan gambar tentang tumbuhan dan hewan sehingga siswa menjadi senang.

Psikomotor dengan melibatkan anak memancing. langsung siswa dalam praktikum. “Anak sulung saya senang kalau Misalnya, memberi makan kelinci diajak mancing. Ia sabar menunggu atau melihat langsung tanaman ikan kena kail. Tetapi, kalau kalau bunga. Hal ini dapat dilakukan saat ikan sudah kena, ia malah kasihan kunjungan ke luar sekolah atau ser- dan minta ikan dilepas. Dari sini ing disebut dengan sekolah alam. muncul empatinya terhadap hewan. “Pentingnya pengenalan lang- Saya pun mengenalkan konsep ransung dengan alam ini menjadikan tai makanan sebagai bagian dari sikanak-anak mengerti tentang peran lus alam,” ujar perempuan kelahiran tumbuhan dalam menghasilkan Madiun, 3 Januari 1984 ini. oksigen, bagaimana akar pohon Bagi Anti, peran orangtua hanya menahan air sehingga tidak terjadi untuk mengarahkan. Pembiasaan banjir saat musim hujan. Anak yang yang dilakukan di rumah akan punya kecerdasan natural sangat menjadi stimulus untuk anak apa menyukai pelajaran di alam dan bisa yang nanti dilakukan. “Kasus benmemilih karier sebagai ahli biologi cana asap ini sangat tepat dijadikan atau ahli lingkungan,” ujar istri I pelajaran untuk anak-anak. Kalau Nyoman Tribayu,S.H., M.Kn. ini. kita tidak menjaga lingkungan, Hal lain yang bisa didapatkan dampaknya ya terhadap kita. Kalau dari kecerdasan natural adalah kita menjaga alam maka yang akan anak-anak akan memiliki em- menikmati hasilnya ya kita juga,” pati terhadap sesama manusia dan tandasnya. –Ngurah Budi mahluk ciptaan Tuhan. Stimulus dari sekolah maupun dari keluarga sangat penting untuk lebih meningkatkan kepedulian ini. Alumnus Jurusan Psikologi Universitas Surabaya yang kini bekerja di Subbag Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan Humas RS Sanglah Denpasar ini menambahkan hal sederhana bisa dimulai dari rumah. Dari membuang sampah pada tempatnya atau memilah sampah organik dan anorganik. Contoh lain adalah mengenalkan anak kepada lingkungan, salah Menyiram tanaman merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap alam satunya mengajak

Griya

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Kerajinan Kayu Suar Kayu trembesi atau di Bali yang lebih dikenal dengan kayu suar, telah lama dilirik sebagai bahan baku kerajinan pengganti kayu jati. Walau harganya di bawah kayu jati, namun serat kayu suar juga tak kalah cantiknya.

I Nyoman Mendra

Di tengah lesunya perekonomian, ditambah minimnya ketersediaan bahan baku, membuat harga kayu naik. Beberapa tempat produksi kerajin kayu di

daerah Sesetan, Denpasar harus gulung tikar. “Di Sesetan hanya saya yang masih jalan. Ini karena harga kayu tinggi. Kanggo ngambil untung sedikit, yang penting bisa jalan, dan masih bisa mempekerjakan pengerajin-pengerajin kayu agar tak sampai mengganggur,” ujar I Nyoman Mendra (55), pemilik UD Indra Karya yang bergerak di bidang perkayuan. Ayah dua putra ini sudah 15 tahun lebih melakoni aktivitas ini. Dengan menyewa beberapa are tanah sebagai gudang tempat produksi menyulap bahan baku kayu menjadi kerajinan patung, bale Bali, dan ukir-ukiran. “Dulu saya masih memakai kayu sabo dan eben, tapi sekarang itu tidak zaman lagi. Sekarang saya dominan memkai kayu suar, karena karakternya kuat, bagus seperti jati, jarang busuk dan dimakan rayap,” jelasnya. Kayu suar ini dikatakannya dipasok dari daerah Jawa. Sebenarnya di Bali ada kayu suar, namun lebih banyak dipakai sebagai tanaman peneduh dan dilestarikan.Hanya ketika tanaman itu mengganggu saja baru ditebang, itu pun jika dibeli harganya tergolong tinggi.

17

Di gudangnya yang berlokasi di Sidakarya Denpasar Selatan ini, beberapa pengerajin sibuk dengan alat pahatnya masingmasing. Patung-patung kayu ini ada yang merupakan pesanan, ada juga yang memang dibuat saja. Dan menurut Mendra, patung-patung buatannya ini tak pernah lama menghuni gudang. Bahkan, baru selesai dibuat, sudah langsung diambil konsumen. Terkadang ia juga membawa patung-patung kayu ini ke arshop-arshop. Ada saja model-model baru yang diproduksinya. Ada model perempuan mepayas, perempuan menjunjung jun, petani, Dewi Kwam In, Yesus, dll. Sementara, untuk ukiran dan bale bali, dikatakannya pesanan konsumen cukup konstan. Bahkan konsumennya tak hanya di seputar Denpasar, namun juga hingga ke Buleleng dan Nusa Penida. “Semuanya masih jalan walau dengan untung sedikit,” ujar Mendra yang mengaku belum sampai memasarkan produk kerajinan kayunya ini hingga ke luar negeri karena terbentur biaya. –Inten Indrawati

Mendongeng Lima Menit Penyadap tuak

Seorang penyadap tuak yang sedang memukulmukul tangkai bunga pohon aren, berharap mendapatkan banyak tuak hari itu. “Tok, tok, tok …!” “Kalau hari ini Made Taro kuhasilkan 10 botol tuak, maka akan kuperoleh uang 75.000 rupiah. Uang itu kubelikan sepasang ayam jantan dan betina. Ayam itu bertelur 10 butir,” katanya dalam hati. “Tok, tok, tok …!” Air bunga aren itu menetes tambah deras. Penyadap tuak itu yakin klukuh yang ketiga itu akan penuh tuak. “Aku tidak mau menjual telur-telur itu,” khayalnya lagi. “Telur itu kupelihara untuk melahirkan telur-telur dan telur-telur itu menghasilkan telur-telur lagi. Cobalah hitung! Berapa uang yang kudapatkan?” “Tok, tok, tok …! Dari uang yang banyak itu kubangun sebuah warung. Kuangkat dua orang pelayan untuk melayani pembeli. Warung itu khusus menjual telur dan daging ayam. Para pembeli makin ramai. Aku terpaksa berhenti menyadap tuak untuk mengurus warung itu dan membayar gaji pelayan-pelayan.” “Kring, kring, kring …!” Telepon penyadap tuak yang dipasang di warung itu tak henti-hentinya berdering. Penyadap tuak yang kini menjadi bos warung itu sangat sibuk meladeni pemesan telur. Ia memperluas dan merubah warungnya menjadi toko besar dan mengangkat 10 orang pelayan toko

dan 10 orang pembantu kebun yang mengurus telur-telurnya. “Kring, kring, kring, …!” Pemesan bukan saja berasal dari kota-kota kecil terdekat, tetapi juga dari kota-kota besar yang jauh. Kesibukan itu memaksa dia untuk mengangkat pegawai-pegawai tamatan perguruan tinggi untuk mengurus pembukuan, keuangan, produksi, pemasaran dan lain-lainnya. Dia kemudian membangun rumah mewah pribadi, dan perumahan untuk karyawan-karyawannya. Ia juga membeli mobil pribadi dan mobil-mobil barang untuk mengangkut telur-telur ke kota-kota besar. “Kring, kring, kring …!” Ketika sedang menyetir mobil, seseorang meneleponnya melalui telepon genggam. “Tolong siapkan 10 truk telur untuk menyambut hari raya bulan ini,” demikian suara dalam telepon genggam itu. Penyadap tuak itu memutar arah mobilnya di tengah jalan. Ia harus segera pulang untuk memberitahu karyawannya mengenai pesanan yang mendadak itu. Ketika melewati garis pertengahan jalan, tiba-tiba sebuah truk melintas cepat, lalu menabrak mobil yang disetirnya. Mobilnya terpental dan pedagang tuak itu pingsan. “Apa yang terjadi?” katanya setelah siuman dalam perjalanan ke rumah sakit. “Syukurlah kau masih hidup,” kata temannya yang juga penyadap tuak. “Aku heran melihat kau duduk di tangkai bunga aren, sambil memutar-mutar tangan seperti menyetir sebuah mobil. Kau jatuh. Tenanglah! Kau hanya patah kaki.” klukuh = tempat tuak dibuat dari pelepah pinang

Kerajinan patung kayu

Ukiran dan Bale Bali


16

Edukasi

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

Pilih Wajah Fotogenik Favorit Anda

Workshop Audit Internal Mutu Perguruan Tinggi (AIM-PT)

IKIP PGRI Bali Kejar Budaya Mutu Audit internal mutu sepertinya menjadi keharusan bagi setiap pelaksana pendidikan tinggi. “Audit internal mutu ini dasarnya Permendikbud No. 50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPMPT). SPMPT ini bertujuan menjamin pemenuhan standar perguruan tinggi secara sistemik dan berkelanjutan sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu. SPMPT ini berfungsi mengendalikan penyelengaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi untuk memujudkan pendidikan tinggi yang brmutu,” jelas Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum.

S

PMPT ini terdiri atas S i s t e m Pe n j a m i n a n Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SMPE). SPMI direncanakan, dilaksanakan, dikendalikan, dan dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan. Sementara SPME, direncanakan, dilaksanakan, dikendalikan, dan dikembangkan oleh BAN PT atau Lembaga Akreditasi Mutu (LAM). Perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pengembangan SPMI maupun SPME mengacu pada standar pendidikan tinggi (SPT). Dalam kaitan itu, IKIP PGRI Bali memiliki tugas dan tanggungjawab terkait penjaminan mutu. “Karena itu, dilaksanakan workshop ini yang diikuti pimpinan perguruan tinggi, pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris jurusan, LP2M, BPM, kepala biro, dan seluruh kepala bagian di lingkungan IKIP PGRI Bali. Pesertanya 75 orang,” jelasnya. Untuk itu, dihadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Dr. Sugiharto, M. Kes.,

Kepala Satuan Penjaminan Mutu Universitas Negeri Malang (UM), dan Dr. Sunu Priyawan,M.S.Ak. dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag). Workshop yang berlangsung dua hari, Jumat (30/10) s.d. Sabtu (31/10) di Ruang Paseban IKIP PGRI Bali, diisi berbagai materi. Di hari pertama,

Dr. Sugiharto memaparkan tentang “Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi” dan “Kode Etik Auditor ”. Sementara Dr. Sunu mengulas tentang “Audit Internal Mutu Perguruan Tinggi (AIM-PT)”. Di hari terakhir, diisi dengan materi Penyusunan Dokumen Audit Internal oleh tim narasumber. Dilanjutkan “Menyusun Laporan Ketidaksesuaian” yang dipandu Dr. Sugiharto, dan Dr. Sunu mengawal peserta dengan menyusun “Instrumen Audit Internal Mutu Akademik Program Studi” dan “Instrumen Audit Internal Mutu Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”. Pada prinsipnya, Dr. Sugiharto menegaskan bahwa mutu suatu institusi tergantung pada mutu orang-orang yang bekerja di dalamnya. “Tantangan dan hambatan pasti selalu ada, yang penting kita komitmen melaksanakannya. Karena

Finalis Kategori A (Usia s.d. 3 tahun)

Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum.

Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.Pd.

penjaminan mutu itu kata kuncinya komitmen, mudah diucapkan sulit dilakukan,” ujarnya. Penjaminan mutu ini dikatakannya merupakan proses perencanaan, pemenuhan, pengendalian, dan pengembangan standar penyelenggaraan pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan sehingga stakeholder internal (mahasiswa,

dosen dan karyawan) dan eksternal (masyarakat, dunia usaha, asosiasi profesi, pemerintah) dari perguruan tinggi memperoleh kepuasan. Dan, perguruan tinggi dikatakan bermut apabila perguruan tinggi tersebut; menetapkan dan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misinya, menjabarkan visinya ke dalam sejumlah standar dan standar turunan, serta memenuhi, mengendalikan dan mengembangkan sejumlah standar dalam butir tersebut untuk memenuhi kebutuhan stakeholders. Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs.IGB Arthanegara, S.H., M.Pd. mengimbuhkan dalam rangka akreditasi institusi memang harus ada audit internal, sebelum nanti diperiksa asessor dari luar. “Bagi kami akreditasi tak bisa ditawar-tawar, karena akreditasi ini menentukan hidup matinya sebuah perguruan tinggi. Syukurnya sekarang semua sudah terakreditasi B,” ucapnya. Sejak awal pihak yayasan dan rektorat memang terus memberikan motivasi untuk peningkatan mutu ini. “Akreditasi harus sukses. Karena itulah kami menyelenggarakan workshop dengan mendatangkan pakarpakarnya dari luar,” tandasnya.-ten

Untuk meningkatkan budaya mutu, IKIP PGRI Bali menggelar Workshop Audit Internal Mutu Perguruan Tinggi (AIM-PT)

Gunung Nokogiri Dihiasi Ribuan Patung Buddha KETIKA berkesempatan jalan-jalan ke Jepang, kita tidak cukup hanya berkeliling di Tokyo. Kota metropolitan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Selain kotanya yang bersih, kondisi lalu lintasnya juga tidak separah kota Jakarta, yang selalu dijejali dengan kemacetan. Namun, Tokyo yang bersih terasa begitu nyaman melaju di atas kendaraan, karena kondisi jalanan yang mulus dan tanpa ada kemacetan. Lalu, apa lagi yang harus kita lihat ketika berwisata ke negeri matahari terbit ini? Jepang sebuah negara maju, ternyata mampu menjaga budaya serta kelestar-

ian alamnya. Buktinya, sejumlah objek wisata alam yang ada di negeri ini semua terjaga dan terawat dengan baik. Salah satunya, yang sempat kami kunjungi, yakni Gunung Nokogiri. Letaknya di Kanaya, provinsi Chiba. Gunung ini merupakan salah satu dari beberapa gunung yang ada di Jepang yang dikunjungi cukup banyak wisatawan. Untuk bisa mendaki ke puncak gunung ini, tidak lah terlalu sulit. Karena fasilitas jalan setapak yang tertata dengan baik, tersedia dari tempat parkir sampai puncak gunung. Menariknya, di sepanjang jalan itu, juga ada ribuan patung-patung Buddha yang dipajang.

Keindahan panorama yang mempesona terlihat dari puncak Gunung Nokogiri, tampak suasana Desa Kanaya .

Bahkan, di salah satu tempat peristirahatan, terdapat patung Buddha ukuran besar, yang tingginya mencapai 31 meter. Patung Buddha ini terpahat di sebuah tebing gunung ini. Jalan untuk menuju puncak bukan saja melalui jalan setapak saja. Bagi kaum lansia atau anak-anak yang tidak kuat untuk mendaki dengan menaiki sejumlah tangga dan jalan setapak, bisa menggunakan kereta gantung (gondola) yang bisa mengantarkan wisatawan sampai di puncak dalam waktu singkat. Untuk bisa naik kereta gantung ini, wisatawan bisa naik dari pos yang ada di sebalah kuil di Desa Kanaya. Ongkosnya tidak terlalu mahal. Cukup dengan 250 yen per orang sekali naik. Bila menggunakan gondola ini naik dan juga saat turun, maka kita cukup merogoh kocek sebesar 500 yen saja. Bila menggunakan jalan darat, sepanjang perjalan akan kita bisa nikmati keindahan alam di sekitar gunung itu. Belum lagi, di beberapa titik terdapat patung Buddha dan juga beberapa relief yang menghiasi dinding tebing di gunung itu. Juga terdapat beberapa goa yang di dalamnya diisi dengan patung Buddha juga. Puncak gunung ini sering disebut dengan Jigoku Nozoki (tempat mengintai neraka). Dari puncak itu kita bisa melihat keindahan alam di bawahnya. Laut serta suasana desa Kanaya terlihat

9

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

Arsyakayla

Bagus

Bintang

Dominic

Sarita

Shakila

Finalis Kategori B (Usia 4 s.d. 6 tahun)

Anindya

Agung Istri

Mahendra

Miska

Kaiyca

Rizky

Mayvil

Ninda

Widiari

Wulan

Marcelina

Nadja

Natha

Widdi

Finalis Kategori C (Usia 7 s.d. 12 tahun)

Eka

Kharisma

Finalis Kategori D (Usia 13 s.d. 18 tahun)

Ayu Putri

Cynthia

Finalis diharapkan hadir di acara festival keluarga minggu, 8 november 2015. pukul 11.00 wita %

Syarat: Patung Buddha yang cukup tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang mendaki ke Gunung Nokogiri.

dengan jelas. Bibir pantai Teluk Tokyo juga menjadi daya trik tersendiri bila kita sedang berada di puncak gunung ini. Sebelum sampai di puncak, pengunjung bisa menikmati sebuah tempat yang sangat sejuk, bahkan terkesan lembab, karena berada di lereng tebing yang terpahat. Namanya Hyakushaku

Kannonsama. Hyakushaku Kannondama, berada di celah gunung yang lembab dan dingin, menimbulkan kesan mistis. Di tempat ini terdapat sebuah patung Kannon dipahat di lereng yang puncaknya adalah tempat mengintip neraka tadi. Besar sekali, sesuai namanya setinggi hyakushaku. -Asmara Putera

l l l

l l

1 kupon hanya untuk 1 pilihan favorit Kupon boleh difotokopi Pengumpulan kupon paling lambat Minggu, 8 November pukul 11.00 wita di stand panitia festival keluarga 2015 Gedung Pers Bali k. Nadha Pemenang favorit berhak ikut undiaN berhadiah dukungan bisa juga diberikan melalui facebook mingguan tokoh mulai senin, 2 november 2015 dengan me-like foto finalis

Pilihan Favorit Kategori: Nama: Nama: No HP: Alamat:


10

Mitos

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Tetap Cantik walaupun

Kanker Payudara

Bulan Oktober diperingati sebagai bulan kesadaran kanker payudara. Banyak acara yang diadakan untuk mengingatkan tentang pentingnya mendeteksi lebih dini kanker payudara. Kampanye periksa payudara sendiri (Sadari) terus dikumandangkan.

D

Peserta workshop Oktobreast

alam sebuah talkshow Oktobreast yang diadakan Astra Medika bekerja sama dengan Love Pink dihadirkan dua penderita kanker payudara. Mereka adalah Sari dan Tuti. Sari menuturkan ia didiagnosa kanker payudara tahun 2012. “Sebelumnya saya tidak punya keluhan dan tidak merasa apa-apa. Setelah periksa ternyata stadium 2A. Kok ada benjol. Saya periksa ke dokter, lalu diminta mamografi. Saya dibiopsi. Ada benjolan 4 cm,” ungkapnya. Sari lalu bertemu teman yang

memberinya info tentang kanker payudara.dan semangat untuk tetap hidup. Ia juga melakukan masektomi. “Walaupun menderita kanker payudara tetapi tetap bisa tampil cantik. Kalau bulu mata rontok, pakai saja bulu mata palsu. Yang penting semangat hidup,” ujar perempuan yang melakukan kemoterapi 16 kali ini. Pengalaman Tuti tak jauh beda. Ia terdiagnosa tahun 2000 saat usia 30 tahun. “Awalnya sakit di payudara. Baru lakukan Sadari, ada yang aneh. Ada benjolan kecil. Saya lalu ke dokter untuk periksa setelah itu

Kirim surat Anda ke Redaksi T ­ okoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

dr.Oka Negara, FIAS

Lutut Kopong dan Pantat Tepos, Apa Tanda sudah tidak Perjaka?

“Dok, apa sih tandanya seorang cowok sudah nggak perjaka lagi? Katanya lututnya kopong, pantatnya tepos, terus kalau dilihat kelaminnya sudah menghitam dan spermanya encer. Apa benar ya dok?” Risma, 23 thn Hari gini mempertanyakan keperawanan pada perempuan dan virginitas? Banyak yang bereaksi bukan keperjakaan pada laki-laki. seperti itu ketika diajak diskusi Lalu apakah yang membahas tentang keperawanan. Tetapi tentang bagaimana membuktikan ternyata masih banyak juga yang keperjakaan laki-laki sudah ada? menanyakannya lagi. Dan selama Jawabannya, memang sudah ada. ini yang dibahas justru sebagian Tapi berhati-hatilah kepada mitos besar adalah tentang mengetahui atau informasi yang tidak benar,

mamografi dan masektomi. Setelah melewati semuanya, gaya hidup saya berubah. Dulu saya tidak pernah perhatikan makanan. Apa aja dikonsumsi. Jangan kira hanya orangtua yang kena kanker, anak muda juga bias. Kiatnya adalah hidup sehat dan jauhi stress,” tegasnya. Dr. Doddy Permadi dari Astra Medika menjelaskan kanker payudara termasuk “Top 5 Kanker di Indonesia” bersama kanker leher rahim, kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker nasofaring. “Kanker payudara menempati urutan pertama di Indonesia (32% dari total kasus kanker). 30% penderita kanker payudara berusia dibawah 40 tahun, jumlah angka kejadian 26/100.000 atau prevalensi 1,4 dari 1.000 penduduk Indonesia. Jumlah angka kematian sampai dengan 40% dari kasus,” paparnya. Ia juga menyebutkan beberapa faktor risiko penyebab kanker payudara, antara lain tidak memiliki anak atau hamil pertama di usia tua (di atas 35 tahun), menggunakan terapi hormon setelah menapouse, tidak menyusui anak, dan alkoholik. –Ngurah Budi

karena terkadang memang menyesatkan. Sebagian besar malah berani menilai bahwa keperjakaan bisa dinilai dari segi perubahan bentuk fisik atau bentuk luar semata. Beberapa pendapat yang beredar tentang keperjakaan adalah, seorang laki-laki disebutkan masih perjaka bila saat pertama kali berhubungan seksual ejakulasi atau pengeluaran cairan spermanya cepat terjadi pada awal penetrasi. Juga ada yang bilang seperti yang ditanyakan di atas, bahwa laki-laki yang sudah kehilangan keperjakaan maka lututnya akan kopong dan runcing, pantatnya menipis, rambutnya beruban dan kulit lebih keriput. Sebagian lagi dengan menebak bahwa laki-laki yang masih perjaka maka kepala penisnya akan berwarna kemerahmerahan sedangkan pada laki-laki sudah tidak perjaka akan berwarna gelap, kadang terdapat goresangoresan bekas lecet, karena gesekan. Lalu, pada laki-laki yang tidak perjaka juga disebutkan sangat mudah mengeluarkan cairan ke-

Partisipasi Women at Accor Generation

dalam “Bali Pink Ribbon Walk & Run 2015”

Women at Accor Generation (WAAG) adalah sebuah komunitas yang terbentuk dalam manajemen Accor yang memiliki tujuan mencapai kesetaraan gender antara wanita dan pria. Sabtu, 24 Oktober 2015, anggota WAAG area Bali Lombok yang diwakili lebih kurang 20 orang turut berpartisipasi dalam acara “Bali Pink Ribbon Walk & Run 2015”. Menurut Ketua WAAG Tantiarini Hidayati yang juga General Manager Ibis Styles Bali Kuta Legian, hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan salah satu komitmen WAAG didalam program corporate social responsibility (CSR), yang salah satunya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan kanker payudara sejak dini. Acara berlangsung pukul 14.00 (registrasi), dan dilanjutkan oleh kegiatan berjalan dan lari pada pukul 16.00 sampai dengan selesai. Selain jalan dan lari, dalam event ini partisipan juga dapat melakukan screening payudara untuk pendeteksian dini kanker payudara, dan juga check pap smear. Event tahunan Bali Pink Ribbon Walk & Run 2015 yang bertempat di Indonesia Tourism Development Center (ITDC) Nusa Dua ini, memasuki tahun ke tujuh dalam pelaksanaanya. Ia berharap, dengan partisipasinya WAAG tahun ini, masyarakat dapat terus meningkatkan awareness terhadap kanker payudara sejak dini. Selain itu, WAAG agar terus dapat menjalankan programnya untuk menyetarakan gender antara wanita dan pria dalam berbagai bidang. –Wirati Astiti

Perwakilan dari Women at Accor Generation

lamin berwarna bening ketika saat terangsang, yang bukan sperma. Apa itu semua benar? Tentu saja itu semua keliru. Semuanya bisa dipastikan tidak benar. Tentang ejakulasi yang terlalu cepat terjadi saat pertama kali berhubungan seksual memang bisa terjadi, tetapi tidak menjamin itu terjadi pada hubungan seksual pertama kali. Bisa juga pada hubungan seksual yang kesekian kali hingga bertahun-tahun lamanya hubungan seksual baru bisa terjadi. Atau sebaliknya, mereka yang baru pertama kali berhubungan seksual, hubungan seksual bisa terjadi lancarlancar saja tanpa kejadian ejakulasi yang terlalu cepat. Demikian juga dengan perubahan fisik, pada lakilaki yang sudah berhubungan seksual tidak serta merta langsung terjadi perubahan. Setelah berhubungan seksual sama sekali tidak memunculkan perubahan apa-apa yang bisa dilihat. Tidak juga berubah cara berjalan. Tidak juga merubah bentuk lutut dan bokong. Dan tidak ada yang berubah dengan bentuk, anatomi dan fisiologi dari kelamin.

Jadi, jangan pernah mudah dan gampang termakan oleh mitos yang jelas tidak benar seperti ini. Lalu bagaimana cara mengetahui laki-laki yang masih perjaka dan yang sudah tidak perjaka? Tidak ada jalan lain, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah hanya dengan ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan, walau ini juga sering kali tidak mudah, karena bagi banyak orang masalah keperjakaan atau keperawanan merupakan rahasia yang ingin disimpan baik-baik. “Lakilaki yang benar-benar mempunyai perasaan cinta yang tulus, tidak akan membohongi anda”. Tetapi tentu harus siap dengan berbagai konsekuensi dari jawabannya dan apakah hal ini benar-benar penting untuk ditanyakan. Jadi, silakan berpikir bijak untuk permasalahan keperawanan dan keperjakaan ini, karena justru yang terbaik adalah melupakan hal yang dianggap buruk di masa lalu, serta berpikir positif untuk hubungan Anda saat ini dengan tanggung jawab dan komitmen dan yang disepakati bersama.

Style

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Warna-warni Elegan Desainer sat ini berhasil menangkap rahasia keindahan yang luar biasa disuguhkan alam pada suatu tempat. Kemudian diolah dengan sentuhan cita rasa dan seni serta dituangkan menjadi busana yang tidak hanya nyaman dikenakan tapi juga indah dipandang.

A

ngeliqa Wu, salah seorang anggota APPMI Bali ini juga, sangat memperhatikan hal –hal kecil dilingkungannya yang menjadikan desainnya begitu khas. Model yang elegan

dan feminin pun terlihat jelas pada koleksi yang ditampilkannya di acara “Bali Fashion Tendance “ di TS Suites, Seminyak beberapa waktu lalu. Rancangan perpaduan ke­ ah­lian, pemahaman keindahan

sebuah desain dan inspirasinyan yang diwujudkan dengan material berupa lace, tulle, sateen, chiffone,organza, dan chantung silk ini oleh Angelica Wu ini disebut “My Hidden Place” Sementara pemilihan warna, seperti beige ataukrem, mint, aqua blue, dan, tosca, juga menjadi bagian penting yang memberikan keutuhan dan pada seluruh rancangannya. Pilihan warnanya kali ini menorehkan makna, diantaranya aroma perdamaian, nuansa nyaman dan melankolis, stabilitas, kedalaman rasa hingga profesionalisme. – Sri Ardhini

15


14

Jelita

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

Tetap Cantik Meski Berkeringat

Penghobi olahraga , baik yang indoor maupun berbagai aktivi­ tas outdoor, sangat baik untuk menjaga kebugaran tubuh. Ketika melakukannya di kedua lokasi , maka tak terhindarkan yang di indoor bisa bersimbah keringat dan yang di luar bahkan lebih lagi selain bermandikan keringat juga menerima akibat paparan sinar matahari yang apat memunculkan beragam masalah.

N

amun, sesungguh­ nya para perem­ puan masa kini tidak perlu kha­ watir, karena sekarang semua dapat diatasi dengan berbagai produk dan trik. Begitu disampi­ kan oleh Kompyang Pariadnyani yang lebih dikenal dengan Jero Melati, yang baru saja kembali dari ibukota dari meng-up date ilmunya tentang tren perawatan tubuh dan kecantikan ini. Dikatakannya untuk mereka yang menyukai kegiatan olahraga di air, seperti renang, sebelum mengenakan pakaian renang dan terjun ke air, diingatkan untuk menggunakan atau mengoles­ kan tabir surya. Sebab, sebelum dan setelah berenang seringkali kita kulit tak terhindarkan dari tusukan panasnya sinar matahari. “Termasuk juga setelah usai berenang dan badan juga su­ dah dibersihkan, demi menjaga kelembaban kulit jangan lupa mengoleskan hand body lotion se­ cara merata,” kata pemilik Adibi Salon & Spa ini. Begitu juga bagi mereka yang memiliki mata sensitif, jangan pernah lupa meneteskan obat mata sebelumnya agar terhindar dari iritasi. Sedangkan soal rambut juga mesti diperhatikan. Begitu selesai berenang rambut perlu dicuci dengan sampo yang sesuai

jenis rambut dan membilasnya sampai bersih. Setelahnya , laku­ kan perawatan dengan mengoles­ kan serum, agar rambut tetap halus dan tidak kering. Untuk saat ini pilihan olahraga lainnya yang semakin digemari perempuan dan keluarga dian­ taranya yoga, pilates dan fitnes yang kegiatannya cukup banyak dilakukan indoor. Semua melaku­ kannya dengan penuh semangat , demi memperoleh tubuh yang sehat sekaligus indah tentunya. Di sini sangat memungkinkan ada gerakan yang terkadang menim­ bulkan keringat cukup banyak, dan mungkin saja bisa meniupkan aroma yang agak menyengat. “Untuk mencegah hal tersebut sehingga bisa tetap percaya diri, upayakan tidak lupa menggunakan roll on anti pespirant yang dapat memberi­ kan perlindungan dan membantu aroma tu­ buh tetap segar,” ucap Jero Melati. Jero Melati juga mengatakan jika keg­ iatan olahraga yang dilakukan di ruangan ber AC, ini dapat me­ nyebabkan kulit kering. Maka, perlu mendapat perhatian dalam memi­ lih lotion, bukan yang hanyang bisa melem­

babkan tapi juga mengencankan demi hasil yang lebih baik. “Untuk tubuh bisa bertahan wangi dapat menggunakan deodorant beraro­ ma citrus yang dianggap mampu ikut meningkatkan energi. Yang perlu juga mendapat per­ hatian adalah tumit, karena dari berbagia gerakan bisa terkelupas karena benturan-yang terjadi saat berolahraga, segera rawat dengan mengoleskan lotion den­ gan rutin. Pilihan kegioatan olahraga selanjutnya adalah mereka yang

Kompyang Pariadnyani

sangat menyukai kegiatan di luar ruangan atau outdoor. Mulai dari bersepeda hingga lari. Aktivitas ini sudah pasti tak terhindarkan dari panasnya sinar matahari. Jika memungkinkan gunakan ka­ camata yang memang memiliki resisten dengan benturan serta nyaman dipakai. Akan lebih baik lagi jika setiap satu jam wajah

“Untuk mencegah hal tersebut sehingga bisa tetap percaya diri, upayakan tidak lupa mengguna­ kan roll on anti pespirant yang dapat memberikan perlindung­ an dan membantu aroma tubuh tetap segar,”

disegarkan kembali dengan face spray. Jika mungkin pilih yang selain menyegarkan juga dapat meluruhkan kotoran tapi tetap aman untuk kulit. “Lengkapi juga dnegan mengonsumsi air putih yang banyak, jika perlu di bawa dengan botol yang bersih dan ringan,”cetusnya. Untuk tabir surya, Jero Melati menyatakan pilih yang memang diperuntukkan untuk kegiatan outdoor. Gunakan yang men­ gandung vitamin D, unsur nutrisi dan mudah meresap. Tidak lupa juga dengan deodorant spray sebagai penjaga aroma tubuh, agar tidak lengkat melainkan bertahan segar . Gunakan yang dapat memproteksi selama 24 jam dan jika mungkin yang bebas alkohol , karena lebih aman terutama bagi kulit yang sensitif. Menurut Jero Melati ketika berolahraga, wajah juga tetap dijaga kesegarannya dengan memoleskan lipgloss warna pink yang kaya vitamin Rona pink-nya dapat membantu memberikan rona lebih berseri pada wajah. Jangan lupa pula memproteksi kulit wajah dari sinar matahari serta menjaga kelembabanya .Untuk krim wajah dan kulit bagian lainnya, akan lebih baik jika dibedakan karena kulit wajah lebih sensitif. “Jika kegitan outdoor sudah usai, sebelum mandi, gosok tubuh dengn body scrub supaya kulit kembali bersih dan segar. Jika ada waktu lakukan perawatan spa yang lebih leng­ kap,” tuntasnya - Sri Ardhini

Bugar

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

11

KEJANG DEMAM DAN PENANGANAN AWAL OLEH ORANG TUA DI RUMAH dr. I Gusti Ngurah Twi Adnyana, SpA DEPARTMENT OF PEDIATRIC SILOAM HOSPITALS BALI Kejang Demam (atau sering diistilahkan dengan Step) merupakan salah satu masalah kesehatan pada anak yang sangat sering menjadi alasan orang tua datang ke unit pelayanan kesehatan. Kejang Demam sering dianggap sebagai fenomena gawat darurat yang menakutkan dan membuat panik. Tampilan klinik kejang yaitu mata mendelik, badan kaku, dan lidah tergigit sudah pasti membuat suasana gawat darurat. Dua hal yang menjadi prinsip utama dalam penanganan kejang demam adalah menghentikan kejang secepat mungkin jika sudah sampai pada fase kejang, dan menu­ runkan demam secepat mungkin. Terkait dengan tujuan dan prinsip tersebut maka direkomendasikan beberapa langkah awal yang bisa dilakukan oleh para orang tua secara mandiri di rumah. Langkah awal ini meliputi penanganan demam untuk men­ cegah terjadinya fase kejang dan penanganan awal serangan kejang pada anak. Berikut sedikit uraian yang sering men­ jadi pertanyaan dari para orang tua tentang kejang demam Apakah sebenarnya kejang demam itu? Secara garis besar batasan dari kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh 38 derajat celsius atau lebih yang disebabkan suatu proses di luar otak. Kejang demam paling banyak terjadi pada rentang usia 6 bulan sampai 5 tahun. Ciri khas kejang demam : Kejang yang didahului demam, pada saat kejang anak masih demam, dan setelah kejang anak langsung sadar kembali. Mengapa Demam bisa menyebabkan Kejang? Belum ada pemahaman secara pasti me­ngapa demam bisa menyebabkan kejang pada satu anak dan bisa juga tidak pada anak yang lain. Ada dugaan peranan fak­ tor genetik dalam hal ini. Beberapa Ahli mendapatkan keterkaitan factor genetik dan resiko kejang demam. Adanya riwayat kejang pada keluarga meningkatkan resiko 7,5 %, sedangkan adanya riwayat kejang demam pada salah satu orang tua akan meningkatkan resiko sebesar 5%, sementara riwayat ke­ jang demam pada salah satu saudara kandung maka resiko meningkat 2 – 3 kali.

Apa yang terjadi bila anak kejang? Tampilan klinis anak dengan kejang de­ mam sebagian besar adalah kejang umum (kejang seluruh tubuh). Bentuk kejang umum yang sering adalah mata mendelik atau terkadang berkedip-kedip, kedua tangan dan kaki kaku, kadang disertai gerakan ritmik menyentak (kelojotan), dan saat kejang anak tidak memberi respon apabila dipanggil atau diperintah. Setelah kejang anak sadar kembali. Umumnya kejang demam akan berhenti sendiri dalam waktu kurang dari 5 menit dan tidak berulang lebih dari satu kali dalam 24 jam. Obat obatan apa yang perlu dipersiapkan di rumah untuk antisipasi serangan kejang demam ? Pada saat ini telah dikembangkan sediaan obat yang pemberiannya bisa dilakukan se­ cara mandiri oleh para orang tua di rumah untuk penanganan serangan kejang demam lebih dini. Saat ini seorang dokter biasanya akan membekali orangtua dengan obat de­ mam dan obat kejang yang keduanya bisa diberikan melalui dubur. Pemberian lewat obat dari dubur ini sangat direkomendasikan karena kerjanya cepat untuk menurunkan demam dan menghentikan kejang, disamping itu tidak mungkin memberikan obat minum pada anak pada saat serangan kejang. Pada suhu tubuh berapa yang perlu diwaspadai akan terjadi serangan kejang ? Setiap anak juga memiliki suhu ambang untuk terjadinya kejang yang berbeda. Ada anak yang sudah mengalami serangan ke­ jang pada suhu tubuh 38ºC, ada juga yang baru mengalami kejang pada suhu 40ºC. Beberapa penelitian tentang kisaran suhu tubuh dimana serangan kejang perlu diwas­ padai mendapatkan bahwa serangan kejang terjadi 75% pada anak dengan suhu tubuh lebih dari atau sama dengan 39ºC dan 25% pada suhu tubuh lebih dari 40ºC Apa yang harus dilakukan orang tua pada saat anak kejang? Bila melihat anak kejang, usahakan untuk tetap tenang dan lakukan hal-hal berikut: 1.Letakkan anak pada alas yang datar dan tempat yang aman serta jauh dari benda-

dr. I Gusti Ngurah Twi Adnyana, SpA

benda berbahaya. 2.Baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhindar dari bahaya tersedak. 3.Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut. Terkadang orang tua secara spontan memasukkan sendok atau jarinya kedalam mulut anak dengan tujuan mence­ gah lidah tergigit. Hal ini tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan gigi patah dan melukai tangan orang tua sendiri. 4.Jangan berusaha memberi minum anak yang sedang kejang, berisiko menyebabkan sumbatan jalan napas, dan masuknya cairan ke dalam paru (tersedak) 5.Kendorkan pakaian yang ketat ter­ utama disekitar le­her, untuk menghindari terjadinya jeratan kerah baju pada saat kejang. 6.Jangan menahan gerakan anak atau mencoba menghentikan kejang secara paksa dengan menahan alat geraknya, karena dapat menyebabkan patah tulang. 7.Ukur suhu tubuh, observasi dan catat lamanya kejang berlangsung serta bentuk ke­jang yang terjadi. Bagaimana cara mencegah kejang demam? Satu hal prinsip dalam pencegahan ter­ jadinya kejang demam adalah menurunkan suhu tubuh apabila anak demam. Hal ini

dapat dilakukan dengan memberikan obat penurun panas, misalnya parasetamol atau ibuprofen. Disamping itu pemberian kompres air hangat (bukan dingin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku juga dapat membantu. Sangat dianjurkan untuk orang tua memiliki alat pengukur suhu tubuh (ther­ mometer) di rumah dan melakukan peng­ ukuran suhu anak saat sedang demam. Pengukuran suhu tubuh penting untuk menentukan apakah anak memang benar mengalami demam dan memperkirakan ambang suhu tubuh berapa akan timbul serangan kejang demam. Apakah kejang demam membuat anak menjadi bodoh atau menderita epilepsi di kemudian hari? Tidak pernah ada laporan Kejadian kecacatan saraf sebagai penyulit dari kejang demam. Perkembangan fungus saraf, mental dan dan kecerdasan pada umumnya tetap. Beberapa penelitian hanya melaporkan adanya kelainan saraf pada sebagian kecil kasus, dan biasanya terjadi pada kasus dengan kejang lama dan berulang. Biasanya kejang demam menghilang dengan sendirinya setelah anak berusia 5-6 tahun. Sebagian besar anak yang pernah mengalami kejang demam akan tumbuh dan berkembang secara normal tanpa adanya kelainan. Hal apa yang perlu diwaspadai Satu hal penting yang perlu diwaspadai pada anak dengan riwayat adalah kejang berulang. Beberapa Faktor risiko beru­ langnya kejang demam yaitu : 1) adanya riwayat kejang demam dalam keluarga; 2) Usia kurang dari 12 bulan pada saat serangan kejang demam yang pertama; 3. Suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi pada saat serangan kejang (ambang ke­ jang rendah) ; 4) Cepatnya onset kejang setelah demam. Beberapa hal lain yang perlu diwaspadai yaitu terjadinya kejang disertai demam di luar rentang usia 6 bulan sampai 5 tahun ada kemungkinan penyebab lain dari ke­ jang seperti epilepsi atau radang otak. Jika sesudah kejang anak tidak segera sadar kembali, lebih banyak tidur, atau tidak dapat mengadakan kontak dan komu­ nikasi dengan baik maka perlu dilakukan pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab kejang lain terutama radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (ensefalitis).


12

Kuliner

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Yuk, Membuat

Jaje Bali

Membuat kue tradisional Bali atau jaje Bali tidak sesulit yang kita bayangkan. Selain bahannya murah, cara membuatnya sangat mudah. Para junior chef, mahasiswa sekolah pariwisata beradu kreasi dalam membuat jaje Bali ini, dalam ajang Nusa Dua Fiesta 2015 lalu.

P

utu Juliada, seorang tim juri dari Indonesian Chef Association (ICA) Bali mengatakan sebagian besar hotel maupun restoran di

Bali sudah menyajikan menu kue tradisional untuk disuguhkan kepada wisatawan. Bahkan sambutan dari wisatawan, menunya cukup bagus. “Sebenarnya bahan baku jaje Bali

Ongol-ongol

sangat mudah didapat, dan harganya juga terjangkau. Dengan penyajian yang cukup menarik akan menarik selera dan menaikkan gengsi,” ujarnya. Berikut resepnya. Selamat mencoba.

Laklak Bahan: 250 ml 500 ml 2 sdm 200 gr 1 sdm 2 sdt 100 gr

: : : : : : :

air panas santan panas air daun suji tepung beras garam baking powder kelapa parut yang sudah dicampur dengan garam

Saus gula merah: 100 gr : gula pasir 100 gr : gula merah 1 lembar : daun pandan disimpulkan 250 ml : air

Cara membuat: - Campur tepung beras dan baking powder di dalam wadah. Tuang air panas pelanpelan ke dalam tepung beras agar adonan tercampur rata. Tambahkan santan panas sedikit demi sedikit sehingga menjadi adonan yang licin. Tambahkan air daun suji, dan garam, aduk rata hingga adonan tercampur rata. - Siapkan cetakan laklak. Panaskan, kemudian tuangkan adonan ½ sendok sayur, tutup cetakan. Setelah matang, angkat kue. - Saus gula merah: gula merah, gula pasir, dan air direbus. Tambahkan daun pandan. Aduk sampai mengental. Siap digunakan sebagai saus kue laklak.

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Kreasi Ubi Klepet Ubi Ungu Bahan: 300 gr : ubi atau ketela ungu 100 gr : tepung tapioka 50 ml : santan masak matang 100 gr : kelapa parut 100 gr : gula pasir 50 gr : jagung manis Garam secukupnya Nangka secukupnya Wijen hitam secukupnya

Lempog

Bahan: 125 gr : tepung sagu 120 ml : air untuk campuran sagu 180 gr : gula merah sisir 100 gr : kelapa parut kukus Garam Daun pandan

Bahan: ½ kg : ubi kayu/singkong 50 gr : gula pasir 150 gr : gula bali ½ sdt : garam

Cara membuat: - Rebus gula merah bersama daun pandan. Setelah mendidih angkat. Sisihkan. - Larutkan tepung sagu dengan air, aduk rata. Masak sampai adonan mengental. Kemudian tuang ke dalam cetakan. Setelah dingin dan mengeras, potong-potong sesuai selera. - Sajikan bersama kelapa parut dan saus gula merah.

Cara membuat: - Rebus singkong sampai matang. - Singkong ditumbuk, campurkan dengan gula pasir, irisan gula - merah, dan garam. - Cetak sesuai selera. Beri hiasan kelapa parut.

Bahan: Ketan putih, daun pisang, garam, biting, gula merah cair dan kelapa parut.

Sarwan

Pisang Rai

Chinesse Food

Bahan: 2 buah : pisang, dikupas Bahan kulit: 120 gr : tepung beras 1/2 sdt : garam 110 ml : air Air pandan secukupnya Saus gula merah Kelapa setengah tua parut yang sudah dikukus beri sedikit garam Cara membuat: Ambil 2 sendok makan kulit pipihkan, ratakan di atas selembar plastik. Beri pisang. Kemudian tutup, masukkan ke dalam air mendidih. Setelah mengambang, angkat. Pisang rai dipotong-potong, kemudian sajikan bersama kelapa parut. -Wirati Astiti

sedikit garam, kemudian ku­ isi di dalamnya. kus. - Bungkus kue dengan daun - Kupas ubi ungu, kemudian ku­ pisang bentuk segitiga. Kukus kus. Setelah matang, ditumbuk 15 menit. kemudian diuleni dengan te­ - Setelah matang buka bungkus pung sambil tambahkan santan kue, beri sedikit santan di sedikit demi sedikit. Uleni atas ubi unggu dan beri wijen sam­pai tidak lengket di tangan. hitam. Hias dengan nangka di Bentuk bulat, beri satu sendok pinggirnya.

Jaja Uli Bahan: ½ kg 100 gr ½ kg 1 sdt 200 ml

: : : : :

ketan beras kelapa parut garam sirup gula merah

Cara membuat: - Kukus dan aru ketan bersama beras. Setelah matang, tambahkan kelapa parut dan gula

merah cair. Tumbuk sampai tercampur rata.

- Masukkan jaja uli ke dalam cetakan. Siap sajikan. -Wirati Astiti

Udang Soto Tangkar Sambal Lemon

Kukis

Cara membuat: Ketan dicuci bersih. Bungkus ketan dengan daun pisang dibentuk segitiga, sematkan biting agar daun tak lepas. Kukus adonan tadi sampai matang. Setelah matang buka kulitnya, sajikan bersama gula merah cair dan kelapa parut.

Cara membuat: - Buat isi: Bersihkan kelapa lalu parut memanjang. Jagung manis dikupas iris tipis. - Campur parutan kelapa dengan irisan jagung manis, gula pasir,

13

ati Nikm Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Nasi Goreng Bali

Dapatkan free ximilu setiap pembelanjaan Rp 50.000 ke atas

iah Murah Mer & Bersih Ximilu

Es Campur Mutiara

Berlaku mulai 1 s.d. 30 November 2015

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

Bahan: ½ butir 750 gr 300 gr

: kelapa parut : tulang iga sapi : daging sapi, potong dadu

2 lbr : daun salam 1 batang : serai, memarkan 6 buah : blimbing wuluh, belah dua 1500 ml : air Gula merah, garam, kaldu bubuk sapi secukupnya

Bumbu yang dihaluskan: 10 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 5 buah : cabe merah besar 1 sdt : tumbar ½ sdt : jinten 2 ruas : jari kunyit bakar 3 ruas : jari jahe. 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 5 butir : kemiri sangrai

Cara membuat: - Sangrai kelapa, parut hingga berwarna kecokelatan, angkat, haluskan. - Rebus tulang iga dan daging sapi hingga empuk dan matang. - Tumis bumbu halus bersama daun salam dan daun jeruk hingga harum, lalu masukkan kedalam rebusan tulang iga.Tambahkan kelapa sangrai, air asam dan blimbing wuluh, lalu masak dengan api kecil hingga kuah agak mengental, angkat dan sajikan.

Bahan: 750 gr : udang ukuran sedang, kupas, sayat punggungya, biarkan ekornya 4 ruas : jari jahe parut 2 sdm : saus tiram 4 siung : bawang putih cincang halus 1 sdm : tepung maizena 7 sdm : saus sambal 4 sdm : saus tomat Gula, garam, kaldu bubuk dan minyak secukupnya.

Cara Membuat: - Campur udang dengan jahe, bawang putih, saus tiram dan tepung maizena, diamkan sampai bumbu meresap. - Panaskan minyak, tumis udang sampai matang, lalu tambahkan saus sambal dan saus tomat, aduk merata. Beri air jeruk lemon, adukaduk sampai matang, angkat, siap untuk disajikan.


12

Kuliner

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Yuk, Membuat

Jaje Bali

Membuat kue tradisional Bali atau jaje Bali tidak sesulit yang kita bayangkan. Selain bahannya murah, cara membuatnya sangat mudah. Para junior chef, mahasiswa sekolah pariwisata beradu kreasi dalam membuat jaje Bali ini, dalam ajang Nusa Dua Fiesta 2015 lalu.

P

utu Juliada, seorang tim juri dari Indonesian Chef Association (ICA) Bali mengatakan sebagian besar hotel maupun restoran di

Bali sudah menyajikan menu kue tradisional untuk disuguhkan kepada wisatawan. Bahkan sambutan dari wisatawan, menunya cukup bagus. “Sebenarnya bahan baku jaje Bali

Ongol-ongol

sangat mudah didapat, dan harganya juga terjangkau. Dengan penyajian yang cukup menarik akan menarik selera dan menaikkan gengsi,” ujarnya. Berikut resepnya. Selamat mencoba.

Laklak Bahan: 250 ml 500 ml 2 sdm 200 gr 1 sdm 2 sdt 100 gr

: : : : : : :

air panas santan panas air daun suji tepung beras garam baking powder kelapa parut yang sudah dicampur dengan garam

Saus gula merah: 100 gr : gula pasir 100 gr : gula merah 1 lembar : daun pandan disimpulkan 250 ml : air

Cara membuat: - Campur tepung beras dan baking powder di dalam wadah. Tuang air panas pelanpelan ke dalam tepung beras agar adonan tercampur rata. Tambahkan santan panas sedikit demi sedikit sehingga menjadi adonan yang licin. Tambahkan air daun suji, dan garam, aduk rata hingga adonan tercampur rata. - Siapkan cetakan laklak. Panaskan, kemudian tuangkan adonan ½ sendok sayur, tutup cetakan. Setelah matang, angkat kue. - Saus gula merah: gula merah, gula pasir, dan air direbus. Tambahkan daun pandan. Aduk sampai mengental. Siap digunakan sebagai saus kue laklak.

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Kreasi Ubi Klepet Ubi Ungu Bahan: 300 gr : ubi atau ketela ungu 100 gr : tepung tapioka 50 ml : santan masak matang 100 gr : kelapa parut 100 gr : gula pasir 50 gr : jagung manis Garam secukupnya Nangka secukupnya Wijen hitam secukupnya

Lempog

Bahan: 125 gr : tepung sagu 120 ml : air untuk campuran sagu 180 gr : gula merah sisir 100 gr : kelapa parut kukus Garam Daun pandan

Bahan: ½ kg : ubi kayu/singkong 50 gr : gula pasir 150 gr : gula bali ½ sdt : garam

Cara membuat: - Rebus gula merah bersama daun pandan. Setelah mendidih angkat. Sisihkan. - Larutkan tepung sagu dengan air, aduk rata. Masak sampai adonan mengental. Kemudian tuang ke dalam cetakan. Setelah dingin dan mengeras, potong-potong sesuai selera. - Sajikan bersama kelapa parut dan saus gula merah.

Cara membuat: - Rebus singkong sampai matang. - Singkong ditumbuk, campurkan dengan gula pasir, irisan gula - merah, dan garam. - Cetak sesuai selera. Beri hiasan kelapa parut.

Bahan: Ketan putih, daun pisang, garam, biting, gula merah cair dan kelapa parut.

Sarwan

Pisang Rai

Chinesse Food

Bahan: 2 buah : pisang, dikupas Bahan kulit: 120 gr : tepung beras 1/2 sdt : garam 110 ml : air Air pandan secukupnya Saus gula merah Kelapa setengah tua parut yang sudah dikukus beri sedikit garam Cara membuat: Ambil 2 sendok makan kulit pipihkan, ratakan di atas selembar plastik. Beri pisang. Kemudian tutup, masukkan ke dalam air mendidih. Setelah mengambang, angkat. Pisang rai dipotong-potong, kemudian sajikan bersama kelapa parut. -Wirati Astiti

sedikit garam, kemudian ku­ isi di dalamnya. kus. - Bungkus kue dengan daun - Kupas ubi ungu, kemudian ku­ pisang bentuk segitiga. Kukus kus. Setelah matang, ditumbuk 15 menit. kemudian diuleni dengan te­ - Setelah matang buka bungkus pung sambil tambahkan santan kue, beri sedikit santan di sedikit demi sedikit. Uleni atas ubi unggu dan beri wijen sam­pai tidak lengket di tangan. hitam. Hias dengan nangka di Bentuk bulat, beri satu sendok pinggirnya.

Jaja Uli Bahan: ½ kg 100 gr ½ kg 1 sdt 200 ml

: : : : :

ketan beras kelapa parut garam sirup gula merah

Cara membuat: - Kukus dan aru ketan bersama beras. Setelah matang, tambahkan kelapa parut dan gula

merah cair. Tumbuk sampai tercampur rata.

- Masukkan jaja uli ke dalam cetakan. Siap sajikan. -Wirati Astiti

Udang Soto Tangkar Sambal Lemon

Kukis

Cara membuat: Ketan dicuci bersih. Bungkus ketan dengan daun pisang dibentuk segitiga, sematkan biting agar daun tak lepas. Kukus adonan tadi sampai matang. Setelah matang buka kulitnya, sajikan bersama gula merah cair dan kelapa parut.

Cara membuat: - Buat isi: Bersihkan kelapa lalu parut memanjang. Jagung manis dikupas iris tipis. - Campur parutan kelapa dengan irisan jagung manis, gula pasir,

13

ati Nikm Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Nasi Goreng Bali

Dapatkan free ximilu setiap pembelanjaan Rp 50.000 ke atas

iah Murah Mer & Bersih Ximilu

Es Campur Mutiara

Berlaku mulai 1 s.d. 30 November 2015

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

Bahan: ½ butir 750 gr 300 gr

: kelapa parut : tulang iga sapi : daging sapi, potong dadu

2 lbr : daun salam 1 batang : serai, memarkan 6 buah : blimbing wuluh, belah dua 1500 ml : air Gula merah, garam, kaldu bubuk sapi secukupnya

Bumbu yang dihaluskan: 10 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 5 buah : cabe merah besar 1 sdt : tumbar ½ sdt : jinten 2 ruas : jari kunyit bakar 3 ruas : jari jahe. 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 5 butir : kemiri sangrai

Cara membuat: - Sangrai kelapa, parut hingga berwarna kecokelatan, angkat, haluskan. - Rebus tulang iga dan daging sapi hingga empuk dan matang. - Tumis bumbu halus bersama daun salam dan daun jeruk hingga harum, lalu masukkan kedalam rebusan tulang iga.Tambahkan kelapa sangrai, air asam dan blimbing wuluh, lalu masak dengan api kecil hingga kuah agak mengental, angkat dan sajikan.

Bahan: 750 gr : udang ukuran sedang, kupas, sayat punggungya, biarkan ekornya 4 ruas : jari jahe parut 2 sdm : saus tiram 4 siung : bawang putih cincang halus 1 sdm : tepung maizena 7 sdm : saus sambal 4 sdm : saus tomat Gula, garam, kaldu bubuk dan minyak secukupnya.

Cara Membuat: - Campur udang dengan jahe, bawang putih, saus tiram dan tepung maizena, diamkan sampai bumbu meresap. - Panaskan minyak, tumis udang sampai matang, lalu tambahkan saus sambal dan saus tomat, aduk merata. Beri air jeruk lemon, adukaduk sampai matang, angkat, siap untuk disajikan.


14

Jelita

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

Tetap Cantik Meski Berkeringat

Penghobi olahraga , baik yang indoor maupun berbagai aktivi­ tas outdoor, sangat baik untuk menjaga kebugaran tubuh. Ketika melakukannya di kedua lokasi , maka tak terhindarkan yang di indoor bisa bersimbah keringat dan yang di luar bahkan lebih lagi selain bermandikan keringat juga menerima akibat paparan sinar matahari yang apat memunculkan beragam masalah.

N

amun, sesungguh­ nya para perem­ puan masa kini tidak perlu kha­ watir, karena sekarang semua dapat diatasi dengan berbagai produk dan trik. Begitu disampi­ kan oleh Kompyang Pariadnyani yang lebih dikenal dengan Jero Melati, yang baru saja kembali dari ibukota dari meng-up date ilmunya tentang tren perawatan tubuh dan kecantikan ini. Dikatakannya untuk mereka yang menyukai kegiatan olahraga di air, seperti renang, sebelum mengenakan pakaian renang dan terjun ke air, diingatkan untuk menggunakan atau mengoles­ kan tabir surya. Sebab, sebelum dan setelah berenang seringkali kita kulit tak terhindarkan dari tusukan panasnya sinar matahari. “Termasuk juga setelah usai berenang dan badan juga su­ dah dibersihkan, demi menjaga kelembaban kulit jangan lupa mengoleskan hand body lotion se­ cara merata,” kata pemilik Adibi Salon & Spa ini. Begitu juga bagi mereka yang memiliki mata sensitif, jangan pernah lupa meneteskan obat mata sebelumnya agar terhindar dari iritasi. Sedangkan soal rambut juga mesti diperhatikan. Begitu selesai berenang rambut perlu dicuci dengan sampo yang sesuai

jenis rambut dan membilasnya sampai bersih. Setelahnya , laku­ kan perawatan dengan mengoles­ kan serum, agar rambut tetap halus dan tidak kering. Untuk saat ini pilihan olahraga lainnya yang semakin digemari perempuan dan keluarga dian­ taranya yoga, pilates dan fitnes yang kegiatannya cukup banyak dilakukan indoor. Semua melaku­ kannya dengan penuh semangat , demi memperoleh tubuh yang sehat sekaligus indah tentunya. Di sini sangat memungkinkan ada gerakan yang terkadang menim­ bulkan keringat cukup banyak, dan mungkin saja bisa meniupkan aroma yang agak menyengat. “Untuk mencegah hal tersebut sehingga bisa tetap percaya diri, upayakan tidak lupa menggunakan roll on anti pespirant yang dapat memberi­ kan perlindungan dan membantu aroma tu­ buh tetap segar,” ucap Jero Melati. Jero Melati juga mengatakan jika keg­ iatan olahraga yang dilakukan di ruangan ber AC, ini dapat me­ nyebabkan kulit kering. Maka, perlu mendapat perhatian dalam memi­ lih lotion, bukan yang hanyang bisa melem­

babkan tapi juga mengencankan demi hasil yang lebih baik. “Untuk tubuh bisa bertahan wangi dapat menggunakan deodorant beraro­ ma citrus yang dianggap mampu ikut meningkatkan energi. Yang perlu juga mendapat per­ hatian adalah tumit, karena dari berbagia gerakan bisa terkelupas karena benturan-yang terjadi saat berolahraga, segera rawat dengan mengoleskan lotion den­ gan rutin. Pilihan kegioatan olahraga selanjutnya adalah mereka yang

Kompyang Pariadnyani

sangat menyukai kegiatan di luar ruangan atau outdoor. Mulai dari bersepeda hingga lari. Aktivitas ini sudah pasti tak terhindarkan dari panasnya sinar matahari. Jika memungkinkan gunakan ka­ camata yang memang memiliki resisten dengan benturan serta nyaman dipakai. Akan lebih baik lagi jika setiap satu jam wajah

“Untuk mencegah hal tersebut sehingga bisa tetap percaya diri, upayakan tidak lupa mengguna­ kan roll on anti pespirant yang dapat memberikan perlindung­ an dan membantu aroma tubuh tetap segar,”

disegarkan kembali dengan face spray. Jika mungkin pilih yang selain menyegarkan juga dapat meluruhkan kotoran tapi tetap aman untuk kulit. “Lengkapi juga dnegan mengonsumsi air putih yang banyak, jika perlu di bawa dengan botol yang bersih dan ringan,”cetusnya. Untuk tabir surya, Jero Melati menyatakan pilih yang memang diperuntukkan untuk kegiatan outdoor. Gunakan yang men­ gandung vitamin D, unsur nutrisi dan mudah meresap. Tidak lupa juga dengan deodorant spray sebagai penjaga aroma tubuh, agar tidak lengkat melainkan bertahan segar . Gunakan yang dapat memproteksi selama 24 jam dan jika mungkin yang bebas alkohol , karena lebih aman terutama bagi kulit yang sensitif. Menurut Jero Melati ketika berolahraga, wajah juga tetap dijaga kesegarannya dengan memoleskan lipgloss warna pink yang kaya vitamin Rona pink-nya dapat membantu memberikan rona lebih berseri pada wajah. Jangan lupa pula memproteksi kulit wajah dari sinar matahari serta menjaga kelembabanya .Untuk krim wajah dan kulit bagian lainnya, akan lebih baik jika dibedakan karena kulit wajah lebih sensitif. “Jika kegitan outdoor sudah usai, sebelum mandi, gosok tubuh dengn body scrub supaya kulit kembali bersih dan segar. Jika ada waktu lakukan perawatan spa yang lebih leng­ kap,” tuntasnya - Sri Ardhini

Bugar

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

11

KEJANG DEMAM DAN PENANGANAN AWAL OLEH ORANG TUA DI RUMAH dr. I Gusti Ngurah Twi Adnyana, SpA DEPARTMENT OF PEDIATRIC SILOAM HOSPITALS BALI Kejang Demam (atau sering diistilahkan dengan Step) merupakan salah satu masalah kesehatan pada anak yang sangat sering menjadi alasan orang tua datang ke unit pelayanan kesehatan. Kejang Demam sering dianggap sebagai fenomena gawat darurat yang menakutkan dan membuat panik. Tampilan klinik kejang yaitu mata mendelik, badan kaku, dan lidah tergigit sudah pasti membuat suasana gawat darurat. Dua hal yang menjadi prinsip utama dalam penanganan kejang demam adalah menghentikan kejang secepat mungkin jika sudah sampai pada fase kejang, dan menu­ runkan demam secepat mungkin. Terkait dengan tujuan dan prinsip tersebut maka direkomendasikan beberapa langkah awal yang bisa dilakukan oleh para orang tua secara mandiri di rumah. Langkah awal ini meliputi penanganan demam untuk men­ cegah terjadinya fase kejang dan penanganan awal serangan kejang pada anak. Berikut sedikit uraian yang sering men­ jadi pertanyaan dari para orang tua tentang kejang demam Apakah sebenarnya kejang demam itu? Secara garis besar batasan dari kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh 38 derajat celsius atau lebih yang disebabkan suatu proses di luar otak. Kejang demam paling banyak terjadi pada rentang usia 6 bulan sampai 5 tahun. Ciri khas kejang demam : Kejang yang didahului demam, pada saat kejang anak masih demam, dan setelah kejang anak langsung sadar kembali. Mengapa Demam bisa menyebabkan Kejang? Belum ada pemahaman secara pasti me­ngapa demam bisa menyebabkan kejang pada satu anak dan bisa juga tidak pada anak yang lain. Ada dugaan peranan fak­ tor genetik dalam hal ini. Beberapa Ahli mendapatkan keterkaitan factor genetik dan resiko kejang demam. Adanya riwayat kejang pada keluarga meningkatkan resiko 7,5 %, sedangkan adanya riwayat kejang demam pada salah satu orang tua akan meningkatkan resiko sebesar 5%, sementara riwayat ke­ jang demam pada salah satu saudara kandung maka resiko meningkat 2 – 3 kali.

Apa yang terjadi bila anak kejang? Tampilan klinis anak dengan kejang de­ mam sebagian besar adalah kejang umum (kejang seluruh tubuh). Bentuk kejang umum yang sering adalah mata mendelik atau terkadang berkedip-kedip, kedua tangan dan kaki kaku, kadang disertai gerakan ritmik menyentak (kelojotan), dan saat kejang anak tidak memberi respon apabila dipanggil atau diperintah. Setelah kejang anak sadar kembali. Umumnya kejang demam akan berhenti sendiri dalam waktu kurang dari 5 menit dan tidak berulang lebih dari satu kali dalam 24 jam. Obat obatan apa yang perlu dipersiapkan di rumah untuk antisipasi serangan kejang demam ? Pada saat ini telah dikembangkan sediaan obat yang pemberiannya bisa dilakukan se­ cara mandiri oleh para orang tua di rumah untuk penanganan serangan kejang demam lebih dini. Saat ini seorang dokter biasanya akan membekali orangtua dengan obat de­ mam dan obat kejang yang keduanya bisa diberikan melalui dubur. Pemberian lewat obat dari dubur ini sangat direkomendasikan karena kerjanya cepat untuk menurunkan demam dan menghentikan kejang, disamping itu tidak mungkin memberikan obat minum pada anak pada saat serangan kejang. Pada suhu tubuh berapa yang perlu diwaspadai akan terjadi serangan kejang ? Setiap anak juga memiliki suhu ambang untuk terjadinya kejang yang berbeda. Ada anak yang sudah mengalami serangan ke­ jang pada suhu tubuh 38ºC, ada juga yang baru mengalami kejang pada suhu 40ºC. Beberapa penelitian tentang kisaran suhu tubuh dimana serangan kejang perlu diwas­ padai mendapatkan bahwa serangan kejang terjadi 75% pada anak dengan suhu tubuh lebih dari atau sama dengan 39ºC dan 25% pada suhu tubuh lebih dari 40ºC Apa yang harus dilakukan orang tua pada saat anak kejang? Bila melihat anak kejang, usahakan untuk tetap tenang dan lakukan hal-hal berikut: 1.Letakkan anak pada alas yang datar dan tempat yang aman serta jauh dari benda-

dr. I Gusti Ngurah Twi Adnyana, SpA

benda berbahaya. 2.Baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhindar dari bahaya tersedak. 3.Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut. Terkadang orang tua secara spontan memasukkan sendok atau jarinya kedalam mulut anak dengan tujuan mence­ gah lidah tergigit. Hal ini tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan gigi patah dan melukai tangan orang tua sendiri. 4.Jangan berusaha memberi minum anak yang sedang kejang, berisiko menyebabkan sumbatan jalan napas, dan masuknya cairan ke dalam paru (tersedak) 5.Kendorkan pakaian yang ketat ter­ utama disekitar le­her, untuk menghindari terjadinya jeratan kerah baju pada saat kejang. 6.Jangan menahan gerakan anak atau mencoba menghentikan kejang secara paksa dengan menahan alat geraknya, karena dapat menyebabkan patah tulang. 7.Ukur suhu tubuh, observasi dan catat lamanya kejang berlangsung serta bentuk ke­jang yang terjadi. Bagaimana cara mencegah kejang demam? Satu hal prinsip dalam pencegahan ter­ jadinya kejang demam adalah menurunkan suhu tubuh apabila anak demam. Hal ini

dapat dilakukan dengan memberikan obat penurun panas, misalnya parasetamol atau ibuprofen. Disamping itu pemberian kompres air hangat (bukan dingin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku juga dapat membantu. Sangat dianjurkan untuk orang tua memiliki alat pengukur suhu tubuh (ther­ mometer) di rumah dan melakukan peng­ ukuran suhu anak saat sedang demam. Pengukuran suhu tubuh penting untuk menentukan apakah anak memang benar mengalami demam dan memperkirakan ambang suhu tubuh berapa akan timbul serangan kejang demam. Apakah kejang demam membuat anak menjadi bodoh atau menderita epilepsi di kemudian hari? Tidak pernah ada laporan Kejadian kecacatan saraf sebagai penyulit dari kejang demam. Perkembangan fungus saraf, mental dan dan kecerdasan pada umumnya tetap. Beberapa penelitian hanya melaporkan adanya kelainan saraf pada sebagian kecil kasus, dan biasanya terjadi pada kasus dengan kejang lama dan berulang. Biasanya kejang demam menghilang dengan sendirinya setelah anak berusia 5-6 tahun. Sebagian besar anak yang pernah mengalami kejang demam akan tumbuh dan berkembang secara normal tanpa adanya kelainan. Hal apa yang perlu diwaspadai Satu hal penting yang perlu diwaspadai pada anak dengan riwayat adalah kejang berulang. Beberapa Faktor risiko beru­ langnya kejang demam yaitu : 1) adanya riwayat kejang demam dalam keluarga; 2) Usia kurang dari 12 bulan pada saat serangan kejang demam yang pertama; 3. Suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi pada saat serangan kejang (ambang ke­ jang rendah) ; 4) Cepatnya onset kejang setelah demam. Beberapa hal lain yang perlu diwaspadai yaitu terjadinya kejang disertai demam di luar rentang usia 6 bulan sampai 5 tahun ada kemungkinan penyebab lain dari ke­ jang seperti epilepsi atau radang otak. Jika sesudah kejang anak tidak segera sadar kembali, lebih banyak tidur, atau tidak dapat mengadakan kontak dan komu­ nikasi dengan baik maka perlu dilakukan pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab kejang lain terutama radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (ensefalitis).


10

Mitos

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Tetap Cantik walaupun

Kanker Payudara

Bulan Oktober diperingati sebagai bulan kesadaran kanker payudara. Banyak acara yang diadakan untuk mengingatkan tentang pentingnya mendeteksi lebih dini kanker payudara. Kampanye periksa payudara sendiri (Sadari) terus dikumandangkan.

D

Peserta workshop Oktobreast

alam sebuah talkshow Oktobreast yang diadakan Astra Medika bekerja sama dengan Love Pink dihadirkan dua penderita kanker payudara. Mereka adalah Sari dan Tuti. Sari menuturkan ia didiagnosa kanker payudara tahun 2012. “Sebelumnya saya tidak punya keluhan dan tidak merasa apa-apa. Setelah periksa ternyata stadium 2A. Kok ada benjol. Saya periksa ke dokter, lalu diminta mamografi. Saya dibiopsi. Ada benjolan 4 cm,” ungkapnya. Sari lalu bertemu teman yang

memberinya info tentang kanker payudara.dan semangat untuk tetap hidup. Ia juga melakukan masektomi. “Walaupun menderita kanker payudara tetapi tetap bisa tampil cantik. Kalau bulu mata rontok, pakai saja bulu mata palsu. Yang penting semangat hidup,” ujar perempuan yang melakukan kemoterapi 16 kali ini. Pengalaman Tuti tak jauh beda. Ia terdiagnosa tahun 2000 saat usia 30 tahun. “Awalnya sakit di payudara. Baru lakukan Sadari, ada yang aneh. Ada benjolan kecil. Saya lalu ke dokter untuk periksa setelah itu

Kirim surat Anda ke Redaksi T ­ okoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

dr.Oka Negara, FIAS

Lutut Kopong dan Pantat Tepos, Apa Tanda sudah tidak Perjaka?

“Dok, apa sih tandanya seorang cowok sudah nggak perjaka lagi? Katanya lututnya kopong, pantatnya tepos, terus kalau dilihat kelaminnya sudah menghitam dan spermanya encer. Apa benar ya dok?” Risma, 23 thn Hari gini mempertanyakan keperawanan pada perempuan dan virginitas? Banyak yang bereaksi bukan keperjakaan pada laki-laki. seperti itu ketika diajak diskusi Lalu apakah yang membahas tentang keperawanan. Tetapi tentang bagaimana membuktikan ternyata masih banyak juga yang keperjakaan laki-laki sudah ada? menanyakannya lagi. Dan selama Jawabannya, memang sudah ada. ini yang dibahas justru sebagian Tapi berhati-hatilah kepada mitos besar adalah tentang mengetahui atau informasi yang tidak benar,

mamografi dan masektomi. Setelah melewati semuanya, gaya hidup saya berubah. Dulu saya tidak pernah perhatikan makanan. Apa aja dikonsumsi. Jangan kira hanya orangtua yang kena kanker, anak muda juga bias. Kiatnya adalah hidup sehat dan jauhi stress,” tegasnya. Dr. Doddy Permadi dari Astra Medika menjelaskan kanker payudara termasuk “Top 5 Kanker di Indonesia” bersama kanker leher rahim, kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker nasofaring. “Kanker payudara menempati urutan pertama di Indonesia (32% dari total kasus kanker). 30% penderita kanker payudara berusia dibawah 40 tahun, jumlah angka kejadian 26/100.000 atau prevalensi 1,4 dari 1.000 penduduk Indonesia. Jumlah angka kematian sampai dengan 40% dari kasus,” paparnya. Ia juga menyebutkan beberapa faktor risiko penyebab kanker payudara, antara lain tidak memiliki anak atau hamil pertama di usia tua (di atas 35 tahun), menggunakan terapi hormon setelah menapouse, tidak menyusui anak, dan alkoholik. –Ngurah Budi

karena terkadang memang menyesatkan. Sebagian besar malah berani menilai bahwa keperjakaan bisa dinilai dari segi perubahan bentuk fisik atau bentuk luar semata. Beberapa pendapat yang beredar tentang keperjakaan adalah, seorang laki-laki disebutkan masih perjaka bila saat pertama kali berhubungan seksual ejakulasi atau pengeluaran cairan spermanya cepat terjadi pada awal penetrasi. Juga ada yang bilang seperti yang ditanyakan di atas, bahwa laki-laki yang sudah kehilangan keperjakaan maka lututnya akan kopong dan runcing, pantatnya menipis, rambutnya beruban dan kulit lebih keriput. Sebagian lagi dengan menebak bahwa laki-laki yang masih perjaka maka kepala penisnya akan berwarna kemerahmerahan sedangkan pada laki-laki sudah tidak perjaka akan berwarna gelap, kadang terdapat goresangoresan bekas lecet, karena gesekan. Lalu, pada laki-laki yang tidak perjaka juga disebutkan sangat mudah mengeluarkan cairan ke-

Partisipasi Women at Accor Generation

dalam “Bali Pink Ribbon Walk & Run 2015”

Women at Accor Generation (WAAG) adalah sebuah komunitas yang terbentuk dalam manajemen Accor yang memiliki tujuan mencapai kesetaraan gender antara wanita dan pria. Sabtu, 24 Oktober 2015, anggota WAAG area Bali Lombok yang diwakili lebih kurang 20 orang turut berpartisipasi dalam acara “Bali Pink Ribbon Walk & Run 2015”. Menurut Ketua WAAG Tantiarini Hidayati yang juga General Manager Ibis Styles Bali Kuta Legian, hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan salah satu komitmen WAAG didalam program corporate social responsibility (CSR), yang salah satunya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan kanker payudara sejak dini. Acara berlangsung pukul 14.00 (registrasi), dan dilanjutkan oleh kegiatan berjalan dan lari pada pukul 16.00 sampai dengan selesai. Selain jalan dan lari, dalam event ini partisipan juga dapat melakukan screening payudara untuk pendeteksian dini kanker payudara, dan juga check pap smear. Event tahunan Bali Pink Ribbon Walk & Run 2015 yang bertempat di Indonesia Tourism Development Center (ITDC) Nusa Dua ini, memasuki tahun ke tujuh dalam pelaksanaanya. Ia berharap, dengan partisipasinya WAAG tahun ini, masyarakat dapat terus meningkatkan awareness terhadap kanker payudara sejak dini. Selain itu, WAAG agar terus dapat menjalankan programnya untuk menyetarakan gender antara wanita dan pria dalam berbagai bidang. –Wirati Astiti

Perwakilan dari Women at Accor Generation

lamin berwarna bening ketika saat terangsang, yang bukan sperma. Apa itu semua benar? Tentu saja itu semua keliru. Semuanya bisa dipastikan tidak benar. Tentang ejakulasi yang terlalu cepat terjadi saat pertama kali berhubungan seksual memang bisa terjadi, tetapi tidak menjamin itu terjadi pada hubungan seksual pertama kali. Bisa juga pada hubungan seksual yang kesekian kali hingga bertahun-tahun lamanya hubungan seksual baru bisa terjadi. Atau sebaliknya, mereka yang baru pertama kali berhubungan seksual, hubungan seksual bisa terjadi lancarlancar saja tanpa kejadian ejakulasi yang terlalu cepat. Demikian juga dengan perubahan fisik, pada lakilaki yang sudah berhubungan seksual tidak serta merta langsung terjadi perubahan. Setelah berhubungan seksual sama sekali tidak memunculkan perubahan apa-apa yang bisa dilihat. Tidak juga berubah cara berjalan. Tidak juga merubah bentuk lutut dan bokong. Dan tidak ada yang berubah dengan bentuk, anatomi dan fisiologi dari kelamin.

Jadi, jangan pernah mudah dan gampang termakan oleh mitos yang jelas tidak benar seperti ini. Lalu bagaimana cara mengetahui laki-laki yang masih perjaka dan yang sudah tidak perjaka? Tidak ada jalan lain, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah hanya dengan ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan, walau ini juga sering kali tidak mudah, karena bagi banyak orang masalah keperjakaan atau keperawanan merupakan rahasia yang ingin disimpan baik-baik. “Lakilaki yang benar-benar mempunyai perasaan cinta yang tulus, tidak akan membohongi anda”. Tetapi tentu harus siap dengan berbagai konsekuensi dari jawabannya dan apakah hal ini benar-benar penting untuk ditanyakan. Jadi, silakan berpikir bijak untuk permasalahan keperawanan dan keperjakaan ini, karena justru yang terbaik adalah melupakan hal yang dianggap buruk di masa lalu, serta berpikir positif untuk hubungan Anda saat ini dengan tanggung jawab dan komitmen dan yang disepakati bersama.

Style

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Warna-warni Elegan Desainer sat ini berhasil menangkap rahasia keindahan yang luar biasa disuguhkan alam pada suatu tempat. Kemudian diolah dengan sentuhan cita rasa dan seni serta dituangkan menjadi busana yang tidak hanya nyaman dikenakan tapi juga indah dipandang.

A

ngeliqa Wu, salah seorang anggota APPMI Bali ini juga, sangat memperhatikan hal –hal kecil dilingkungannya yang menjadikan desainnya begitu khas. Model yang elegan

dan feminin pun terlihat jelas pada koleksi yang ditampilkannya di acara “Bali Fashion Tendance “ di TS Suites, Seminyak beberapa waktu lalu. Rancangan perpaduan ke­ ah­lian, pemahaman keindahan

sebuah desain dan inspirasinyan yang diwujudkan dengan material berupa lace, tulle, sateen, chiffone,organza, dan chantung silk ini oleh Angelica Wu ini disebut “My Hidden Place” Sementara pemilihan warna, seperti beige ataukrem, mint, aqua blue, dan, tosca, juga menjadi bagian penting yang memberikan keutuhan dan pada seluruh rancangannya. Pilihan warnanya kali ini menorehkan makna, diantaranya aroma perdamaian, nuansa nyaman dan melankolis, stabilitas, kedalaman rasa hingga profesionalisme. – Sri Ardhini

15


16

Edukasi

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

Pilih Wajah Fotogenik Favorit Anda

Workshop Audit Internal Mutu Perguruan Tinggi (AIM-PT)

IKIP PGRI Bali Kejar Budaya Mutu Audit internal mutu sepertinya menjadi keharusan bagi setiap pelaksana pendidikan tinggi. “Audit internal mutu ini dasarnya Permendikbud No. 50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPMPT). SPMPT ini bertujuan menjamin pemenuhan standar perguruan tinggi secara sistemik dan berkelanjutan sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu. SPMPT ini berfungsi mengendalikan penyelengaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi untuk memujudkan pendidikan tinggi yang brmutu,” jelas Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum.

S

PMPT ini terdiri atas S i s t e m Pe n j a m i n a n Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SMPE). SPMI direncanakan, dilaksanakan, dikendalikan, dan dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan. Sementara SPME, direncanakan, dilaksanakan, dikendalikan, dan dikembangkan oleh BAN PT atau Lembaga Akreditasi Mutu (LAM). Perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pengembangan SPMI maupun SPME mengacu pada standar pendidikan tinggi (SPT). Dalam kaitan itu, IKIP PGRI Bali memiliki tugas dan tanggungjawab terkait penjaminan mutu. “Karena itu, dilaksanakan workshop ini yang diikuti pimpinan perguruan tinggi, pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris jurusan, LP2M, BPM, kepala biro, dan seluruh kepala bagian di lingkungan IKIP PGRI Bali. Pesertanya 75 orang,” jelasnya. Untuk itu, dihadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Dr. Sugiharto, M. Kes.,

Kepala Satuan Penjaminan Mutu Universitas Negeri Malang (UM), dan Dr. Sunu Priyawan,M.S.Ak. dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag). Workshop yang berlangsung dua hari, Jumat (30/10) s.d. Sabtu (31/10) di Ruang Paseban IKIP PGRI Bali, diisi berbagai materi. Di hari pertama,

Dr. Sugiharto memaparkan tentang “Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi” dan “Kode Etik Auditor ”. Sementara Dr. Sunu mengulas tentang “Audit Internal Mutu Perguruan Tinggi (AIM-PT)”. Di hari terakhir, diisi dengan materi Penyusunan Dokumen Audit Internal oleh tim narasumber. Dilanjutkan “Menyusun Laporan Ketidaksesuaian” yang dipandu Dr. Sugiharto, dan Dr. Sunu mengawal peserta dengan menyusun “Instrumen Audit Internal Mutu Akademik Program Studi” dan “Instrumen Audit Internal Mutu Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”. Pada prinsipnya, Dr. Sugiharto menegaskan bahwa mutu suatu institusi tergantung pada mutu orang-orang yang bekerja di dalamnya. “Tantangan dan hambatan pasti selalu ada, yang penting kita komitmen melaksanakannya. Karena

Finalis Kategori A (Usia s.d. 3 tahun)

Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum.

Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.Pd.

penjaminan mutu itu kata kuncinya komitmen, mudah diucapkan sulit dilakukan,” ujarnya. Penjaminan mutu ini dikatakannya merupakan proses perencanaan, pemenuhan, pengendalian, dan pengembangan standar penyelenggaraan pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan sehingga stakeholder internal (mahasiswa,

dosen dan karyawan) dan eksternal (masyarakat, dunia usaha, asosiasi profesi, pemerintah) dari perguruan tinggi memperoleh kepuasan. Dan, perguruan tinggi dikatakan bermut apabila perguruan tinggi tersebut; menetapkan dan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misinya, menjabarkan visinya ke dalam sejumlah standar dan standar turunan, serta memenuhi, mengendalikan dan mengembangkan sejumlah standar dalam butir tersebut untuk memenuhi kebutuhan stakeholders. Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs.IGB Arthanegara, S.H., M.Pd. mengimbuhkan dalam rangka akreditasi institusi memang harus ada audit internal, sebelum nanti diperiksa asessor dari luar. “Bagi kami akreditasi tak bisa ditawar-tawar, karena akreditasi ini menentukan hidup matinya sebuah perguruan tinggi. Syukurnya sekarang semua sudah terakreditasi B,” ucapnya. Sejak awal pihak yayasan dan rektorat memang terus memberikan motivasi untuk peningkatan mutu ini. “Akreditasi harus sukses. Karena itulah kami menyelenggarakan workshop dengan mendatangkan pakarpakarnya dari luar,” tandasnya.-ten

Untuk meningkatkan budaya mutu, IKIP PGRI Bali menggelar Workshop Audit Internal Mutu Perguruan Tinggi (AIM-PT)

Gunung Nokogiri Dihiasi Ribuan Patung Buddha KETIKA berkesempatan jalan-jalan ke Jepang, kita tidak cukup hanya berkeliling di Tokyo. Kota metropolitan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Selain kotanya yang bersih, kondisi lalu lintasnya juga tidak separah kota Jakarta, yang selalu dijejali dengan kemacetan. Namun, Tokyo yang bersih terasa begitu nyaman melaju di atas kendaraan, karena kondisi jalanan yang mulus dan tanpa ada kemacetan. Lalu, apa lagi yang harus kita lihat ketika berwisata ke negeri matahari terbit ini? Jepang sebuah negara maju, ternyata mampu menjaga budaya serta kelestar-

ian alamnya. Buktinya, sejumlah objek wisata alam yang ada di negeri ini semua terjaga dan terawat dengan baik. Salah satunya, yang sempat kami kunjungi, yakni Gunung Nokogiri. Letaknya di Kanaya, provinsi Chiba. Gunung ini merupakan salah satu dari beberapa gunung yang ada di Jepang yang dikunjungi cukup banyak wisatawan. Untuk bisa mendaki ke puncak gunung ini, tidak lah terlalu sulit. Karena fasilitas jalan setapak yang tertata dengan baik, tersedia dari tempat parkir sampai puncak gunung. Menariknya, di sepanjang jalan itu, juga ada ribuan patung-patung Buddha yang dipajang.

Keindahan panorama yang mempesona terlihat dari puncak Gunung Nokogiri, tampak suasana Desa Kanaya .

Bahkan, di salah satu tempat peristirahatan, terdapat patung Buddha ukuran besar, yang tingginya mencapai 31 meter. Patung Buddha ini terpahat di sebuah tebing gunung ini. Jalan untuk menuju puncak bukan saja melalui jalan setapak saja. Bagi kaum lansia atau anak-anak yang tidak kuat untuk mendaki dengan menaiki sejumlah tangga dan jalan setapak, bisa menggunakan kereta gantung (gondola) yang bisa mengantarkan wisatawan sampai di puncak dalam waktu singkat. Untuk bisa naik kereta gantung ini, wisatawan bisa naik dari pos yang ada di sebalah kuil di Desa Kanaya. Ongkosnya tidak terlalu mahal. Cukup dengan 250 yen per orang sekali naik. Bila menggunakan gondola ini naik dan juga saat turun, maka kita cukup merogoh kocek sebesar 500 yen saja. Bila menggunakan jalan darat, sepanjang perjalan akan kita bisa nikmati keindahan alam di sekitar gunung itu. Belum lagi, di beberapa titik terdapat patung Buddha dan juga beberapa relief yang menghiasi dinding tebing di gunung itu. Juga terdapat beberapa goa yang di dalamnya diisi dengan patung Buddha juga. Puncak gunung ini sering disebut dengan Jigoku Nozoki (tempat mengintai neraka). Dari puncak itu kita bisa melihat keindahan alam di bawahnya. Laut serta suasana desa Kanaya terlihat

9

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

Arsyakayla

Bagus

Bintang

Dominic

Sarita

Shakila

Finalis Kategori B (Usia 4 s.d. 6 tahun)

Anindya

Agung Istri

Mahendra

Miska

Kaiyca

Rizky

Mayvil

Ninda

Widiari

Wulan

Marcelina

Nadja

Natha

Widdi

Finalis Kategori C (Usia 7 s.d. 12 tahun)

Eka

Kharisma

Finalis Kategori D (Usia 13 s.d. 18 tahun)

Ayu Putri

Cynthia

Finalis diharapkan hadir di acara festival keluarga minggu, 8 november 2015. pukul 11.00 wita %

Syarat: Patung Buddha yang cukup tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang mendaki ke Gunung Nokogiri.

dengan jelas. Bibir pantai Teluk Tokyo juga menjadi daya trik tersendiri bila kita sedang berada di puncak gunung ini. Sebelum sampai di puncak, pengunjung bisa menikmati sebuah tempat yang sangat sejuk, bahkan terkesan lembab, karena berada di lereng tebing yang terpahat. Namanya Hyakushaku

Kannonsama. Hyakushaku Kannondama, berada di celah gunung yang lembab dan dingin, menimbulkan kesan mistis. Di tempat ini terdapat sebuah patung Kannon dipahat di lereng yang puncaknya adalah tempat mengintip neraka tadi. Besar sekali, sesuai namanya setinggi hyakushaku. -Asmara Putera

l l l

l l

1 kupon hanya untuk 1 pilihan favorit Kupon boleh difotokopi Pengumpulan kupon paling lambat Minggu, 8 November pukul 11.00 wita di stand panitia festival keluarga 2015 Gedung Pers Bali k. Nadha Pemenang favorit berhak ikut undiaN berhadiah dukungan bisa juga diberikan melalui facebook mingguan tokoh mulai senin, 2 november 2015 dengan me-like foto finalis

Pilihan Favorit Kategori: Nama: Nama: No HP: Alamat:


8

Bunda & Ananda

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Kepedulian terhadap Alam Modal Kecerdasan Natural

Bencana kebakaran hutan yang melanda beberapa wilayah Indonesia menjadi pelajaran bagi banyak pihak. Salah satunya untuk anakanak. Bagi anak-anak yang berada di daerah bencana, mereka menjadi korban karena ha­ rus ikut menghirup asap. Bagi anak-anak yang jauh dari kawasan bencana, perlu diingatkan lagi tentang pentingnya menjaga alam.

“K

asus kebakaran hutan yang mengakibatkan timbulnya asap termasuk polusi udara. Hal ini yang sekarang melanda beberapa wilayah Indonesia. Jika ditelusuri lagi, ini berkaitan dengan hubungan manusia dengan alam,” ujar Miranti Ayuningtyas, S.Psi, anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali. Perempuan yang akrab disapa Anti ini menuturkan hubungan manusia dengan alam dapat dijelaskan karena manusia memiliki kecerdasan natural. “Kecerdasan natural ini adalah kecerdasan yang dimiliki manusia berkaitan dengan alam. Kecerdasan ini bisa ditanamkan sejak kecil kepada anakanak. Dengan peduli terhadap alam, ini merupakan modal untuk

menumbukan kecerdasan natural,” ungkapnya. Ia mencontohkan anak-anak yang sedari kecil sudah dibiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya, menyayangi hewan dan tumbuhan sudah termasuk dalam upaya menstimulus kecerdasan natural. Alam merupakan sumber dasar utama yang berada di sekitar manusia. Jika manusia bisa menyelaraskan hubungan dengan alam, harmonisasi akan terjadi. Hal ini sudah diaplikasikan masyarakat Bali melalui Tri Hita Karana yang dijabarkan dalam hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Mengajarkan anak sejak dini (usia emas) untuk peduli alam sangat penting dilakukan. Hal yang sederhana adalah mengajarkan

Peringati Sumpah Pemuda dengan Pesta Rakyat Desa Pakraman Tanjung Bungkak, Denpasar, menyelenggarakan “Pesta Rakyat” serangkaian memperingati HUT Ke-87 Sumpah Pemuda, di Art Centre Denpasar, Kamis ( 29/10). Pesta rakyat digelar dengan berbagai pementasan seni tradisional, termasuk sajian aneka kuliner khas Kota Denpasar. “Peringatan Sumpah Pemuda sebagai momentum menyatukan semangat pemuda dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. Pada Dr. Ir Frans Bambang Siswanto M.M. tanggal 28 Oktober 1928 adalah bersama istri Prof. Sulistyawati tonggak para pemuda bergerak menyatukan semangat jiwa agar bersatu berjuang melawan penjajah,” kata Bendesa (Ketua) Adat Tanjung Bungkak, Ketut Suweden. Ia mengatakan pada peringatan Sumpah Pemuda kali ini pihaknya bekerja sama dengan Seka Teruna-teruni dan didukung tokoh masyarakat setempat yang kebetulan berulang tahun bertempatan dengan Hari Sumpah Pemuda, yakni Dr. Ir Frans Bambang Siswanto M.M. Suweden lebih lanjut mengatakan dengan semangat gotong-gotong dan persatuan, khususnya Desa Pakraman Tanjung Bungkak, pihaknya bisa menggelar pesta rakyat karena dukungan tokoh masyarakat yang sukses. “Kebetulan bersamaan dengan ulang tahun Pak Frans yang ke70, karena itu kami sebagai generasi muda berinisiatif menyelenggarakan pesta rakyat dan sekaligus memperingati ulang tahun Pak Frans yang sangat berjasa dalam bidang kegiatan pembangunan di desa kami,” ujarnya. Sementara, Frans Bambang Siswanto mengaku sangat gembira ulang tahunnya ke-70 tahun dirayakan oleh masyarakat desa pakraman. Menurut dia, ini adalah anugerah Tuhan bisa merayakan ulangtahun bersama dengan warga desa. “Saya berterima kasih kepada warga Tanjung Bungkak bisa bersama-sama merayakan ulang tahun saya. Mudah-mudahan kebersamaan ini terus terjalin dalam memperkuat persatuan dan mempererat rasa manyamabraya,” ucap Dewan Pembina INTI Bali ini. –Wirati Astiti

Anti untuk membuang sampah pada tempatnya, menyiram tanaman, memberi makan hewan peliharaan, dan mengajak jalan-jalan ke kebun. Hal tersebut akan menumbuhkan kecintaan anak terhadap alam. Ibu tiga anak, Rangga, Raiya, dan Rama ini menambahkan, setelah usia emas, stimulus t entang kecintaan terhadap alam untuk menumbuhkan kecerdasan natural dapat diberikan di sekolah. Ada tiga komponen yang perlu dilaksanakan. Kognitif dengan memberikan pengetahuan tentang alam. Dalam hal ini teori-teori yang ada di alam. Afektif berupa pengenalan untuk menumbuhkan perasaan senang. Misalnya dengan memberikan gambar tentang tumbuhan dan hewan sehingga siswa menjadi senang.

Psikomotor dengan melibatkan anak memancing. langsung siswa dalam praktikum. “Anak sulung saya senang kalau Misalnya, memberi makan kelinci diajak mancing. Ia sabar menunggu atau melihat langsung tanaman ikan kena kail. Tetapi, kalau kalau bunga. Hal ini dapat dilakukan saat ikan sudah kena, ia malah kasihan kunjungan ke luar sekolah atau ser- dan minta ikan dilepas. Dari sini ing disebut dengan sekolah alam. muncul empatinya terhadap hewan. “Pentingnya pengenalan lang- Saya pun mengenalkan konsep ransung dengan alam ini menjadikan tai makanan sebagai bagian dari sikanak-anak mengerti tentang peran lus alam,” ujar perempuan kelahiran tumbuhan dalam menghasilkan Madiun, 3 Januari 1984 ini. oksigen, bagaimana akar pohon Bagi Anti, peran orangtua hanya menahan air sehingga tidak terjadi untuk mengarahkan. Pembiasaan banjir saat musim hujan. Anak yang yang dilakukan di rumah akan punya kecerdasan natural sangat menjadi stimulus untuk anak apa menyukai pelajaran di alam dan bisa yang nanti dilakukan. “Kasus benmemilih karier sebagai ahli biologi cana asap ini sangat tepat dijadikan atau ahli lingkungan,” ujar istri I pelajaran untuk anak-anak. Kalau Nyoman Tribayu,S.H., M.Kn. ini. kita tidak menjaga lingkungan, Hal lain yang bisa didapatkan dampaknya ya terhadap kita. Kalau dari kecerdasan natural adalah kita menjaga alam maka yang akan anak-anak akan memiliki em- menikmati hasilnya ya kita juga,” pati terhadap sesama manusia dan tandasnya. –Ngurah Budi mahluk ciptaan Tuhan. Stimulus dari sekolah maupun dari keluarga sangat penting untuk lebih meningkatkan kepedulian ini. Alumnus Jurusan Psikologi Universitas Surabaya yang kini bekerja di Subbag Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan Humas RS Sanglah Denpasar ini menambahkan hal sederhana bisa dimulai dari rumah. Dari membuang sampah pada tempatnya atau memilah sampah organik dan anorganik. Contoh lain adalah mengenalkan anak kepada lingkungan, salah Menyiram tanaman merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap alam satunya mengajak

Griya

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Kerajinan Kayu Suar Kayu trembesi atau di Bali yang lebih dikenal dengan kayu suar, telah lama dilirik sebagai bahan baku kerajinan pengganti kayu jati. Walau harganya di bawah kayu jati, namun serat kayu suar juga tak kalah cantiknya.

I Nyoman Mendra

Di tengah lesunya perekonomian, ditambah minimnya ketersediaan bahan baku, membuat harga kayu naik. Beberapa tempat produksi kerajin kayu di

daerah Sesetan, Denpasar harus gulung tikar. “Di Sesetan hanya saya yang masih jalan. Ini karena harga kayu tinggi. Kanggo ngambil untung sedikit, yang penting bisa jalan, dan masih bisa mempekerjakan pengerajin-pengerajin kayu agar tak sampai mengganggur,” ujar I Nyoman Mendra (55), pemilik UD Indra Karya yang bergerak di bidang perkayuan. Ayah dua putra ini sudah 15 tahun lebih melakoni aktivitas ini. Dengan menyewa beberapa are tanah sebagai gudang tempat produksi menyulap bahan baku kayu menjadi kerajinan patung, bale Bali, dan ukir-ukiran. “Dulu saya masih memakai kayu sabo dan eben, tapi sekarang itu tidak zaman lagi. Sekarang saya dominan memkai kayu suar, karena karakternya kuat, bagus seperti jati, jarang busuk dan dimakan rayap,” jelasnya. Kayu suar ini dikatakannya dipasok dari daerah Jawa. Sebenarnya di Bali ada kayu suar, namun lebih banyak dipakai sebagai tanaman peneduh dan dilestarikan.Hanya ketika tanaman itu mengganggu saja baru ditebang, itu pun jika dibeli harganya tergolong tinggi.

17

Di gudangnya yang berlokasi di Sidakarya Denpasar Selatan ini, beberapa pengerajin sibuk dengan alat pahatnya masingmasing. Patung-patung kayu ini ada yang merupakan pesanan, ada juga yang memang dibuat saja. Dan menurut Mendra, patung-patung buatannya ini tak pernah lama menghuni gudang. Bahkan, baru selesai dibuat, sudah langsung diambil konsumen. Terkadang ia juga membawa patung-patung kayu ini ke arshop-arshop. Ada saja model-model baru yang diproduksinya. Ada model perempuan mepayas, perempuan menjunjung jun, petani, Dewi Kwam In, Yesus, dll. Sementara, untuk ukiran dan bale bali, dikatakannya pesanan konsumen cukup konstan. Bahkan konsumennya tak hanya di seputar Denpasar, namun juga hingga ke Buleleng dan Nusa Penida. “Semuanya masih jalan walau dengan untung sedikit,” ujar Mendra yang mengaku belum sampai memasarkan produk kerajinan kayunya ini hingga ke luar negeri karena terbentur biaya. –Inten Indrawati

Mendongeng Lima Menit Penyadap tuak

Seorang penyadap tuak yang sedang memukulmukul tangkai bunga pohon aren, berharap mendapatkan banyak tuak hari itu. “Tok, tok, tok …!” “Kalau hari ini Made Taro kuhasilkan 10 botol tuak, maka akan kuperoleh uang 75.000 rupiah. Uang itu kubelikan sepasang ayam jantan dan betina. Ayam itu bertelur 10 butir,” katanya dalam hati. “Tok, tok, tok …!” Air bunga aren itu menetes tambah deras. Penyadap tuak itu yakin klukuh yang ketiga itu akan penuh tuak. “Aku tidak mau menjual telur-telur itu,” khayalnya lagi. “Telur itu kupelihara untuk melahirkan telur-telur dan telur-telur itu menghasilkan telur-telur lagi. Cobalah hitung! Berapa uang yang kudapatkan?” “Tok, tok, tok …! Dari uang yang banyak itu kubangun sebuah warung. Kuangkat dua orang pelayan untuk melayani pembeli. Warung itu khusus menjual telur dan daging ayam. Para pembeli makin ramai. Aku terpaksa berhenti menyadap tuak untuk mengurus warung itu dan membayar gaji pelayan-pelayan.” “Kring, kring, kring …!” Telepon penyadap tuak yang dipasang di warung itu tak henti-hentinya berdering. Penyadap tuak yang kini menjadi bos warung itu sangat sibuk meladeni pemesan telur. Ia memperluas dan merubah warungnya menjadi toko besar dan mengangkat 10 orang pelayan toko

dan 10 orang pembantu kebun yang mengurus telur-telurnya. “Kring, kring, kring, …!” Pemesan bukan saja berasal dari kota-kota kecil terdekat, tetapi juga dari kota-kota besar yang jauh. Kesibukan itu memaksa dia untuk mengangkat pegawai-pegawai tamatan perguruan tinggi untuk mengurus pembukuan, keuangan, produksi, pemasaran dan lain-lainnya. Dia kemudian membangun rumah mewah pribadi, dan perumahan untuk karyawan-karyawannya. Ia juga membeli mobil pribadi dan mobil-mobil barang untuk mengangkut telur-telur ke kota-kota besar. “Kring, kring, kring …!” Ketika sedang menyetir mobil, seseorang meneleponnya melalui telepon genggam. “Tolong siapkan 10 truk telur untuk menyambut hari raya bulan ini,” demikian suara dalam telepon genggam itu. Penyadap tuak itu memutar arah mobilnya di tengah jalan. Ia harus segera pulang untuk memberitahu karyawannya mengenai pesanan yang mendadak itu. Ketika melewati garis pertengahan jalan, tiba-tiba sebuah truk melintas cepat, lalu menabrak mobil yang disetirnya. Mobilnya terpental dan pedagang tuak itu pingsan. “Apa yang terjadi?” katanya setelah siuman dalam perjalanan ke rumah sakit. “Syukurlah kau masih hidup,” kata temannya yang juga penyadap tuak. “Aku heran melihat kau duduk di tangkai bunga aren, sambil memutar-mutar tangan seperti menyetir sebuah mobil. Kau jatuh. Tenanglah! Kau hanya patah kaki.” klukuh = tempat tuak dibuat dari pelepah pinang

Kerajinan patung kayu

Ukiran dan Bale Bali


18

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

Selamatkan Hutanku Lestarikan Negeriku Antusiasme peserta lomba menggambar Art & Graphic 2015 bertema “Selamatkan Hutanku Lestarikan Negeri” di Kampus ISI Denpasar, Minggu (25/10) sangat besar. Lebih dari 200 peserta dari kalang­ an SMP,SMA, mahasiswa, dan umum saling beradu kreativitas dalam menggambar. “Mereka dibagi menjadi 2 kate­gori, SMPSMA dan Mahasiswa-Umum,” ujar Ucky Ayuningtyas, Sales SPV PT Faber-Castell Interna­ sional Indonesia area Bali.

Kreasi

Life

Story

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

Satu Nafas Terakhir Kepergian Suami

Sekitar dua bulan sebelum berpulang menghadap Sang Pencipta, H.M. Djalaluddin, pernah berkata pada istrinya Hj. Wahyuni Sofiatun bahwa waktunya akan segera tiba. “Bu, sepertinya Bapak mau cepat pergi. Rasanya sebentar lagi Bapak akan dipanggil,” ungkap Sofiatun mengingat kalimat yang pernah diucapkan suaminya itu.

Suasana lomba menggambar Art & Graphic 2015 bertema “Selamatkan Hutanku Lestarikan Negeri” di Kampus ISI Denpasar, Minggu (25/10)

W

aktu itu, Sofiatun membantah suaminya dan memintanya untuk tidak berkata yang “aneh-aneh”. Waktu berlalu semua berjalan seperti apa adanya. Beginilah cara Allah SWT menyembunyikan rahasia akan sebuah kematian. Sehingga Sofiatun tidak pernah mengingat lagi kata-kata suaminya itu sampai akhir kepergiannya barulah ia sadar bahwa itu adalah tanda dimana suaminya tampaknya telah mengetahui bahwa dirinya akan segera menghadap Illahi Rabbi. Kerinduan Sofiatun terhadap sosok suami yang mengisi hari-harinya dalam beribadah bersama selama delapan tahun terakhir ini, tergambar jelas ketika dengan senyumnya yang ikhlas, perempuan ini mengisahkan hari-hari terakhir bersama suami tercinta, H.M. Djalaluddin (alm). Kedisiplinan yang luar biasa dari sosok suaminya yang telah berpulang pada hari Senin, 19 Oktober 2015 lalu itu, kini menjadi kenangan yang tidak akan pernah ia lupakan hingga akhir hayatnya kelak. Bagaimana tidak, rutinitas dalam semua aspek kehidupan suaminya itu, telah ia hafal di luar kepala. Ibadah salat lima waktu yang sangat tepat waktu bahkan dilakukan di awal waktu salat, membaca Surah Yasin yang dilakukan tiap hari usai salat Subuh dan tidak pernah ketinggalan sekali pun dan aktivitas keseharian almarhum yang konsisten dilakukan juga tepat waktu. “Tiap kali tiba waktu salat, Bapak melakukannya di awal waktu. Tiap usai Salat Subuh beliau selalu membaca Surat Yasin dan tiap sore tiba beliau selalu menutup pintu, jendela dan gorden di seluruh rumah ini,” kata Sofiatun tersenyum. Kekaguman Sofiatun pada suaminya itu lebih karena kedisipilinan dan konsistensinya. Meski dalam usian-

ya yang sudah sangat sepuh (88 tahun saat wafat), sikap dan prilaku disiplin dan konsisten dari suaminya itu tidak berubah sedikit pun. Itu telah menjadi bagian dari kehidupan Sofiatun. Namun, kini rutinitas itu tidak lagi ditemukan, karena suaminya itu telah berpulang menghadap Sang Khalik. SURAT SATU KERANJANG Selain disiplin dan konsisten, Sofiatun mengenang suaminya itu sebagai sosok yang sangat gigih ketika “berjuang” mendapatkan kata iya darinya saat datang melamar dirinya. Setelah tiga tahun menanti, akhirnya ia luluh ketika Djalaluddin melamarnya dengan maksud ingin menghabiskan masa tua untuk beribadah bersama. Didampingi adik iparnya, Hj. Kurnia, tahun 2004, itulah pertama kalinya mantan birokrat dan tokoh pendidikan di NTB ini datang menemui Sofiatun di rumahnya dengan pakaian rapi dan licin. Begitu melihat Sofiatun dengan senyum yang selalu terkembang di bibirnya ini, Djalaluddin yang telah ditinggal wafat oleh istrinya bernama Abida lima tahun sebelumnya itu langsung jatuh hati padanya. “Saya butuh teman untuk beribadah, untuk mengisi hari-hari di masa tua bersamamu,” kata Sofiatun mengutip surat-surat cinta yang dikirim dengan “disiplin yang tinggi”, karena datangnya tiap minggu. Oleh Sofiatun, surat ini kadang dibalas namun lebih banyak tidak dibalas, karena Sofiatun juga masih terus beristikharah memohon petunjuk Allah SWT, sebelum memutuskan menerima atau tidak pinangan tersebut. Namun begitu, balas tidak dibalas suratnya oleh Sofiatun, Djalaluddin tidak peduli, ia tetap rajin bersurat. Romantisme Djalaluddin terlihat dari ketekunannya bersurat ketika itu. Tidak kurang dari tiga tahun, surat itu seperti rutin seminggu sekali ia tuliskan.

Atun sempat mengumpulkan suratsurat yang isinya lebih kurang sama itu. “Saking banyaknya, surat-surat Bapak terkumpul satu keranjang plastik,” kenang Atun tersenyum. Akhirnya di tahun 2007, Sofiatun menikah dengan mantan dosen yang memberinya nilai A pada ujian Hukum Pidana, puluhan tahun lalu itu, dalam helat yang sangat sederhana. Sejak itulah ia setia mendampingi suaminya untuk beribadah bersama hingga maut memisahkan mereka dengan cara yang begitu indah. Harihari terakhir bersama suaminya itu adalah hari penuh kenangan yang masih sangat lekat dalam benaknya. Seminggu terakhir sebelum wafat, suaminya itu dirasakannya lebih manja dan sama sekali tidak ingin jauh dari dirinya. “Ke mana-mana saya pergi, Bapak selalu minta ikut, bahkan di dalam rumah sekali pun. Minta disuap dan harus selalu dekat dengan saya,” kata Sofiatun. Bahkan tiga hari sebelum kepergiannya, Sofiatun membujuknya untuk tidak usah ikut ketika ia harus keluar membeli keperluan dapur dan lainnya. Memang agak lama Sofiatun meninggalkannya karena banyak yang harus dibeli. “Begitu saya pulang, Bapak sudah menanti saya di depan pintu dan berulang-ulang bertanya kenapa saya lama sekali kembali,” katanya. Hari itu waktu Salat Dhuhur telah lewat beberapa saat. Rupanya selain tidak ingin ditinggal, Djalaluddin gelisah karena istrinya itu tidak Salat Dhuhur bersama. Karena begitu masuk waktu dhuhur, seperti biasa ia langsung salat tepat waktu. “Karena itu, baru saja tiba di pintu rumah, Bapak langsung menyuruh saya untuk segera salat,” ujarnya. Dalam kebersamaan yang semakin dekat itu, Sofiatun mengisahkan bahwa suaminya itu banyak mengajaknya ngobrol dan beberapa kali suaminya itu meminta maaf sambil menggenggam tangannya. “Kita bersyukur ya Bu, karena salat kita tidak pernah telat,” ungkap Djalaluddin pada istrinya. Bagi Sofiatun kalimat itu bukan kalimat biasa melainkan kalimat yang mengingatkannya untuk selalu tepat waktu

Para pemenang lomba menggambar Art & Graphic 2015 bertema “Selamatkan Hutanku Lestarikan Negeri”

H

asil karya para peserta dinilai Dewan Juri yang terdiri dari I Made Posen Sudika (Faber-Castell), I Wayan Gunawan (dosen ISI), dan I Made Ruta (dosen ISI). Ada tiga kriteria penilaian dalam lomba ini. Pertama, ide dan kreativitas. Kedua, ekspresi dan teknik menggambar. Ketiga, kesinambungan dengan tema. Dari hasil penilaian, kategori SMP-SMA, juara I I Komang Fergi Setiawan (SMKN 1 Sukawati), juara 2 Putu Dwira Bagaskara (SMPK 1 Harapan), dan juara 3 Wayan Sukarata (SMKN 1 Sukawati). Kategori mahasiswa-umum, juara 1 Komang Edy, juara 2 Pande Putu Darmayana, dan juara 3 Kadek Yuda Agustia. Sesuai temanya, lomba yang bekerjasama dengan WWF Indonesia ini akan menampung segala hal yang berhubungan dengan hutan dan kelestarian Indonesia. Public Relations PT. Faber-Castell International Indonesia Andri Kurniawan mengatakan perlombaan berlangsung di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Medan, Samarinda, Makassar, Pekanbaru, dan Palembang.

Kenangan Hj. Sofiatun Wahyuni bersama suaminya HM. Djalaluddin. Mereka mengisi masa tua dengan beribadah bersama.

dalam beribadah. Di hari berpulangnya sang suami, Sofiatun menyaksikan kepergiannya yang begitu indah. Hari itu, Senin 19 Oktober 2015, seperti biasa, pukul setengah lima subuh, suaminya telah bangun untuk mandi dan bersiap melaksanakan Salat Subuh. Rutinitas hari itu tidak beda dengan hari lainnya. Namun ada sedikit yang berbeda dimana setelah membaca Surat Yasin, ada bacaan lain yang dilantunkan oleh suaminya sepanjang beraktivitas apa saja di dalam rumah mereka di Jalan WR Supratman No 2 Mataram. “Ke sana kemari Bapak membaca doadoa dan bacaan lainnya yang saya tidak tahu bacaan doa apa itu,” kata Sofiatun yang tumben mendengar doa-doa yang dilafalkan oleh suaminya beberapa hari sebelum berpulang, termasuk di hari terakhirnya. Ketika sore tiba di hari terakhir hidupnya, kebiasaan masuk kamar pukul lima untuk bersiap melaksanakan Salat Magrib, suaminya itu masih betah duduk di ruang tengah. “Sampai pukul setengah enam sore saya yang mengajak Bapak masuk kamar untuk bersiap Salat Magrib,” ujar Sofiatun yang sempat heran karena itu bukan kebiasaan suaminya. Lalu mereka berdua masuk kamar dan sembari bersiap-siap sambil menunggu waktu salat, mereka mengobrol hal-hal yang ringan. Dan 20 menit sebelum adzan magrib tiba, mereka berdua sudah duduk siap menghadap kiblat menanti adzan. Sudah beberapa waktu Sofiatun juga melaksanakan salat sambil duduk karena baru menjalani operasi pada bagian perutnya. Sehingga mereka duduk bersebelahan untuk melaksanakan salat magrib. “Sudah Adzan, Bu?” tanya Djalaluddin beberapa kali ketika sudah siap

7

melaksanakan salat di kursi tempatnya duduk. Dalam waktu sekitar 20 menit sebelum adzan itu, sesekali mereka berdua mengobrol. Namun sekitar 10 menit sebelum adzan, Djalaluddin menundukkan kepala sambil memejamkan matanya. Karena duduk sambil menunduk merupakan salah satu kebiasaan suaminya itu, Sofiatun menganggap hal itu biasa saja. Hingga akhirnya ia mendapati tubuh suaminya lemas dan oleng lalu melorot dari kursi tempatnya duduk. Sofiatun mencoba meraih tubuh suaminya hingga ia memangku tubuh suaminya itu sambil membangunkannya. Djalaluddin telah terdiam. “Saya menyaksikan Bapak menarik nafas satu kali tapi saya tidak berpikir itulah tarikan nafas terakhirnya,” kata Sofiatun dengan mata berkaca. Sampai akhirnya dokter datang dan menyatakan bahwa suaminya itu telah berpulang, lima menit sebelum adzan magrib tiba atau sekitar pukul 18.05 wita. Diiringi derai air mata, Sofiatun melepas kepergian suaminya yang juga ayah dari DR. TGH. M. Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat itu, dengan begitu ikhlas. Atas kebahagiaan dan pelajaran yang agung yang didapatkannya dari sang suami, bersama doa-doa, ia mengiring perjalanan suaminya itu untuk menghadap Sang Khalik. -Naniek I. Taufan


6

Woman on Top

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

Aria Indrawati

Perpustakaan Online untuk Tunanetra

Akses informasi untuk para penyandang tunanetra di Indonesia masih sangat terbatas. Padahal mereka, sebagaimana orang normal lainnya, juga sangat membutuhkan informasi. Sayangnya pemerintah, baik di tingkat pusat dan kota, kurang tanggap tentang hal ini. Sedikitnya kabupaten/ kota yang menyediakan perpustakaan untuk kalangan tunanetra menjadi ­parameter. Dari 500 lebih kabupaten/kota di Indonesia, perpustakaan untuk tunanetra hanya ada di 44 kota.

“K

ondisi ini memang sunggung memprihatinkan. Jumlah kabupaten/kota di Indonesia ada 500 lebih, namun perpustakaan publik untuk tunanetra hanya ada di 44 kota, bisa dibayangkan seperti apa. Jika dipersentase ya kurang dari 10%, jadi masih jauh sekali dari jumlah yang dibutuhkan,” ungkap Aria Indrawati, Humas Mitra Netra yang juga Ketua Umum Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia). Penyandang tunanetra itu sama seperti masyarakat pada umumnya yang juga menginginkan adanya akses informasi, menginginkan adanya bukubuku yang bisa mereka baca. Namun, ada banyak kendala yang harus dihadapi untuk mendapatkan itu. Jadi, bisa jadi rendahnya minat baca disebabkan kondisi yang ada. “Mereka tidak tahu dimana harus mendapatkan buku-buku yang dibutuhkan,” ujar wanita kelahir­ an Surabaya tahun 1965 ini. Jumlah penyandang tunanetra di Indonesia sekitar 3,6 juta jiwa. Aria

beruntung bahwa dirinya berkesempatan mendapat akses informasi yang cukup. Tapi bagaimana dengan penyandang tunanetra yang lain? Itu sebabnya, Aria sangat berharap adanya perhatian pemerintah tentang hal ini. Saat ini Aria selain sebagai Ketua Umum Pertuni, ia juga aktif di berbagai kegiatan, salah satunya adalah di Yayasan Mitra Netra dimana dia menjabat sebagai Kabag Humas. Mitra Netra adalah sebuah yayasan yang menjadi sumber penyediaan berbagai fasilitas khusus untuk tunanetra, khususnya di bidang pendidikan dan pekerjaan. Terkait dengan pengadaan buku untuk tunanetra, Aria menjelaskan bahwa sejak lama Mitra Netra telah memiliki perpustakaan untuk para tunanetra. “Kami menyediakan buku sebanyak-banyaknya untuk tunanetra. Dengan begitu suatu saat kalau tuna­netra membutuh­k an buku, buku itu ada. Jadi cara berpikir kami bukan melihat seberapa

Aria Indrawati

tinggi minat baca di kalangan tunanetra. Tapi yang utama adalah menyediakan buku sebanyak-banyaknya, sembari mengampanyekan membaca buku. Sebab selama ini, bisa jadi minat baca buku rendah, karena mereka tidak tahu harus ke mana mencari buku untuk mereka,” paparnya. Untuk kebutuhan itu, Mitra Netra membangun sistem produksi dan distribusi buku. Awalnya, ungkap mantan dosen Universitas 17 Agustus ini, untuk kebutuhan tunanetra dibuatkan dalam dua bentuk yakni; buku braile dan audio. Dengan semakin berkembangnya teknologi perekaman, kemudian dibuatlah buku dalam bentuk audio. “Awalnya kami gunakan kaset. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi digital, sejak 2005 kami membuat dalam bentuk VCD. Nah sekarang perkembangan semakin luar biasa, maka rencananya kami akan membuat buku audio dalam bentuk e-tub,” jelasnya. Semua buku-buku yang diproduksi oleh Mitra Netra, didistribusikan ke seluruh Indonesia. Semakin berkembangnya internet di Indonesia, menjadi suatu keuntungan bagi Mitra Netra karena dengan begitu distribusi buku keseluruh Indonesia bisa dilakukan secara online. Karena itu sejak 2004, katanya, pihaknya membangun Perpustakaan Braile Online. “Jadi semua buku braile yang kami produksi, sebelum dicetak menjadi buku braile, sebelum­nya kami kompilasi filenya ke perpustakaan online. Dengan begitu bagi mereka yang membutuhkan tinggal mendownload dan melakukan printing

sendiri,” katanya. Dikatakan Aria, adanya internet memang sangat membatu sekali khususnya untuk pendistribusian. Indonesia adalah negara yang besar dan sangat luas, dengan adanya internet pendistribusian bisa menjadi lebih efektif. “Buku braille itu tebal-tebal, kalau semuanya harus dikirim dari Jakarta dan disebarkan ke seluruh Indonesia, tentu bisa dibayangkan betapa tingginya ongkos pengiriman. Tapi dengan adanya internet, selain bisa lebih cepat, pendistribusian menjadi lebih efektif,” katanya. Buku lainnya yang kini tengah dalam proses adalah pembuatan buku elektronik dalam format e-tub. Diharapkan buku ini dapat diluncurkan dalam waktu dekat. Nantinya pendistribusian buku ini juga melalui Perpustakaan Online. Anggota Perpustakaan Online ini adalah semua penyandang tunanetra. “Jadi ini berbeda dengan Perpustakaan Braille Online, ya. Kalau Braille Online anggotanya produser buku braille, sedang Perpustakaan Online ini anggotanya umum, yakni para penyandang tunanetra. Dan ini pun gratis, siapapun bisa mengaksesnya,” tutur Aria. Menurutnya untuk pembangunan perpustakaan, baik itu perpustakaan yang telah ada sekarang maupun Perpustakaan Online yang tengah dibangun, banyak melibatkan para sukarelawan. Mereka ini membantu antara lain lewat tenaganya, yakni, melakukan retyping buku yang akan diproses menjadi buku braille dalam rangkaian Gerakan 1000 Buku. “Kami tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan semua masyarakat. Itu membutuhkan biaya besar, dan harusnya kan itu menggunakan uang negara. Selama ini masih rendah kesadaran mereka tentang itu. Pemda kan memiliki perpustakaan publik, alangkah baiknya kalau mereka juga menyediakan tempat di sudut ruangan perpustakaan publik itu untuk tuna­netra,” ujarnya. –Diana Runtu

Pulling The String

Mengawali tulisan kali ini saya ingin berbagi satu quote yang tampaknya sederhana namun memberi impact yang begitu kuat; “Very little is needed to make a happy life. It is all within yourself, in your way of thinking” - Marcus Aurelius. Bahagia, tergantung dari cara berpikir seseorang. PULLING THE STRING IN FAMILY BUSINESS Minggu lalu saya mengikuti sebuah Family Business Forum Dinner di Semi­ nyak. Luar biasa melihat bagaimana forum ini peduli terhadap kelangsungan dan pengembangan bisnis keluarga (family business). Mereka sangat percaya bahwa bisnis keluarga begitu kuat menopang ekonomi makro. Family Business dalam skala besar sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara. American auditing firm, Price Waterhouse Cooper (PwC) yang melakukan survey di Indonesia mengatakan 95% bisnis di Indonesia merupakan bisnis keluarga. Namun jika dilihat dengan populasi Indonesia, pelaku family business ini baru mencapai angka 0.2%. Lantas bagaimana aplikasi leadership dalam family business? Family business

justru dikatakan lebih siap dan memiliki gambaran lebih jelas terhadap leadership successor plan. Leader dalam family business yang memiliki tujuan dan visi yang jelas serta memiliki seni dalam people approach mampu membawa family business ini pada brand yang kuat hingga IPO (Initial Public Offering). Di Indonesia, kita ambil contoh PT Samudera Indonesia Tbk yang sudah berdiri sejak tahun 1964. Family business ini bergerak di industri ocean shipping dan breakbulk freight yang menghubungkan perdagangan di line Indonesia dan benua lain. Bukan main family business ini, sejak pertama berdiri dengan nama perusahaan Ocean Power Eka MV and MV Sinar Pantjaran, hingga saat ini memiliki sepuluh business unit besar; Ocean Logistics, Ocean Shipyard, Ocean Agencies, Stevedoring Ocean, Samudera Shipping, Ocean Terminal, Ocean Salvage, Ocean Property, Ocean Energy, dan Join Ventures. Luar biasa ! Contoh lain, Jamu Sido Muncul yang meraih penghargaan First Choice Ernst & Young Indonesia A Family Business Awards Of Excellence 2014. Perusahaan ini telah menginjak usia 63 tahun sejak didirikan pertama kali oleh Rahkmat Sulistio di tahun 1951.

SELF GOVERNANCE Pulling the string atau biasa dikenal dengan leading dalam sebuah hubungan bisnis dan personal sangat tergantung dengan cara berpikir seseorang. Mengapa mereka memilih untuk memegang kendali dalam suatu hubungan? Mereka memiliki dorongan dan keinginan kuat untuk membawa hubungan ini ke arah yang jelas. Mereka memiliki tujuan yang jelas. Sulit bagi mereka untuk mengikuti orang lain yang tidak mereka yakini akan memberi feedback yang positif dan tujuan yang tidak dapat mereka difinisikan dengan jelas (unclear expectation). Lantas apa yang menjadi keyakinan bagi mereka agar benar-benar dapat memegang kendali dengan baik? Rupanya mereka dalam zona ini menyadari betapa pentingnya self governance. Saya setuju bahwa self governance merupakan elemen fundamental bagi seseorang yang memegang kendali. Ada dua hal yang menjadi dorongan kuat (strong drive) bagi mereka. Memegang kendali dalam hubungan bisnis menuntut mereka untuk memiliki strong business driven. Fokus yang mereka lakukan dalam self governance berputar pada siklus; 1. Business performance, bagaimana membuat pertumbuhan dalam bisnis dan membuat keuntungan perusahaan (profitability analysis). 2. Fokus dalam people management, bagaimana menempatkan teamwork dan membuat rencana pengembangan team itu sendiri. 3. Fokus pada accelerating change & transition, yang lebih memberi pemahaman terhadap kemungkinan perubahan kebijakan perusahaan dan memberi solusi pilihan bagaimana mereka merespons perubahan itu dengan baik sehingga tidak menggeser tujuan semula. 4. Fokus terhadap business future plan, me­

rangkum tujuan bisnis dalam jangka waktu yang lebih panjang, lima sampai lima belas tahun ke depan. Apa yang menjadi strong drive bagi mereka dalam hubungan personal? Mereka yang memiliki self governance yang kuat, akan sangat jelas memperlihatkan value driven approach. Pendekatan yang dilakukan dengan nilai hubungan personal. Mereka lebih fokus dalam stuktur pemikiran yang lebih menghargai keterbukaan komunikasi, tujuan hubungan yang lebih baik, seni untuk memberi apresiasi, dan cara-cara tertentu untuk menerjemahkan dengan nyata arti happiness dalam hubungan itu sehingga menimbulkan kebanggaan yang kuat yang kembali dapat digunakan sebagai aset dalam mangelola self governance. Berbicara lebih jauh mengenai value driven, ada satu quote dari President ke16 Amerika Serikat yang dikenal memiliki karakter role model yang kuat, Abraham Lincoln; “I like to see a man proud of the place in which he lives. I like to see a man live in it so that his place will be proud of him” Memang benar, kita senang melihat seseorang yang bangga akan tempat tinggal dan orang-orang sekitar yang ia miliki, namun yang lebih memberi value adalah bagaimana orang itu berinteraksi sehingga tempat tinggal dan orang-orang di sekitar bangga memilikinya” Melalui komunikasi pesan singkat de­ngan coach saya yang sedang berada di China saat itu, saya melempar satu permintaan untuk memberi satu porsi penting bagi pembaca dalam memegang kendali. Dengan kalimat sederhana yang tidak saya argue, coach saya menulis; You may pull the string or take the lead in a relationship or business, but you have to know where to go!

Mozaik

Edisi 873/ 2 - 8 november 2015

19

Pekerja menyelesaikan proses pembakaran batu bata merah

Petani Beralih Produksi Bata Merah Kemarau panjang membuat sejumlah buruh tani di ­Kabupaten Magetan beralih profesi. Sebagian dari mereka membuat batu bata merah. Mareka tergiur karena harga batu merah saat ini, terus mengalami peningkatan. Permintaan tidak hanya dari dalam kota, tapi juga dari luar Kabupaten Magetan.

“S

ejak kemarau panjang ini, permin­ taan batu bata

merah terus meningkat. Bersamaan itu, juga banyak orang yang biasa bekerja di sawah ikut membuat batu merah. Ya itu,

karena tergiur harganya yang ikut naik,” kata Suparlan (45), seorang pengrajin batu bata merah asal Desa Waduk, Kecamatan

Janggelan Ngrayun Berjuang Tembus Pasar Nasional

Warnanya hitam-hitam. Me­ ngapung dalam gelas atau mangkuk. Kadang dipotong kotakkotak besar atau kecil-kecil sesuai selera. Ada pula yang lebih berselera dengan diserut panjang-panjang menyerupai ikan teri. Chao, cincau, atau apalah nama sebutan lainnya sebenar­ nya adalah proses siap saji dari janggel­a n. Asalnya dari tana­ m a n j a n g g e l a n . Tu m b u h n y a menyerupai rerumputan yang batangnya menjulur memanjang. Tak banyak orang tahu tentang tanaman janggelan. Tapi bagi orang desa yang tinggal di pegunungan, tanaman janggelan pasti sangat akrab. Mungkin juga menjadi komoditas sehari-hari

yang diupayakan dengan ditanam, dipetik, dikeringkan, kemudian dijual kering. Tidak ingin seperti pepatah ayam mati di lumbung padi, Lusia Widiarini, (43) warga Dukuh Puthuk, RT 1 RW 5 Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo pun bergerak melakukan serangkaian pemberdayaan untuk warga setempat. “Menurut banyak studi, kan­ dungan serat yang terdapat di janggelan dari Ngrayun adalah terbaik nomor dua di dunia dan memiliki kualifikasi ekspor ke mancanegara,” ujar Lusia. Bekerjasama dengan para petani janggelan, kelompok ini pun kemudian memproduksi minuman janggelan. Meski masih

dalam taraf uji coba, minuman janggelan ini mendapat sambut­ an luas saat diundang pameran produk UMKM di Bali. Seperti termotivasi, kelompok yang sudah dihimpunnya yang beranggotakan 15 orang tersebut memutuskan untuk berproduksi secara profesional. Berikutnya berbagai pelatihan pun diikuti. Mulai dari mengolah, packaging, pemasaran hingga manajemen. Produksi awal tahun 2012 dan hingga kini masih bertahan dengan keterbatasan. “Secara produk, janggelan ini sudah bagus. Pasar juga sudah mampu menyerap dalam jumlah cukup. Beberapa kota besar juga sudah melakukan order tanpa henti. Sayangnya kita terkendala teknologi. Yang kita gunakan saat ini masih semimanual. Padahal dengan potensi seperti ini kita butuh mesin otomatis yang kapasitasnya mampu berproduksi 3.000 cup satu jam. Kita juga membutuhkan mesin pasturisasi dalam kapasitas cukup,” ungkapnya. Lusi berharap ada bantuan soal teknologi juga modal murah untuk membeli mesin. Sebab janggelan ini tentu tidak hanya bisa diproses menjadi minuman segar tetapi juga berbagai bentuk turunan produknya. Bisa menjadi teh, jel, atau bentuk lainnya. Le­ bih penting dari semua itu adalah packaging produk dan memiliki standar nasional. -Dinar Perdana

Takeran, Magetan. Menjamurnya pengrajin batu bata merah, secara tidak langsung akan mempermudah pelayanan bagi konsumen. Jika suatu waktu, pelanggan tetapnya memberi order pesanan lebih dari 20 ribu batu bata merah. Maka, ia akan melakukan kerjasama agar hasil produksi pengrajin lain bisa digabung untuk dikirim keluar Kabupaten Magetan. “Jika order gabungan bersama pengrajin batu bata merah, maka ongkos kirim luar kota akan ditanggung bersama. Namun harga­ nya tetap sesuai pasaran. Hanya saja jika pembelian ke sesama pengrajin batu bata merah, harganya sedikit miring,” paparnya. Ia menambahkan, harga batu bata merah saat ini mencapai Rp 550 ribu per 1000-nya. Sebelum musim kemarau hanya Rp 400 ribu per 1000-nya. “Kalau kita beli sesama pengrajin batu bata merah sekadar untuk memenuhui permintaan pesanan, harganya didiskon sedikit. Harga itu, hanya pembelian di tempat produksi batu bata merah,” jelas Suparlan.

Hal itu juga diungkapkan Bandi (50) pengrajin batu bata merah asal Desa Kincang, Kecamatan Jiwan, Madiun. “Ba­ nyak pemilik sawah atau ladang bersama buruh tani yang ada di desa ini, beralih membuat batu bata merah. Karena mereka tidak bisa tanam maupun buruh tani di sawah ataupun di ladang,” tandasnya. Untuk memaksakan diri tetap bertanam misalkan padi atau palawija, selain banyak yang takut gagal panen juga hasilnya kelak tidak sesuai biaya perawatan. Makanya, melihat pasar pemintaan batu bata merah terus meningkat, mere­ ka banyak yang tergiur. “Di daerah lain ada juga harganya diatas harga pasaran Rp 550 ribu per 1000 batu bata merah. Ada juga pengrajin yang menjual Rp 700-Rp 750 ribu per 1000 batu bata merah. Harga itu, belum termasuk ongkos kirim kendaraan truk. Ongkos kirim disesuaikan dengan jarak jauh dekat, lalu dinego antara pengrajin dan pembelinya. -Ajun Ally


20

Nine

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Rela Kehilangan Pekerjaan

Dari halaman sebuah rumah di kawasan Kamasan Mataram, celoteh seorang anak bernama Danny Aswin Bramantya (2), yang tengah bercanda dengan ibundanya terdengar sangat menggemaskan. Sebuah bak mandi yang sengaja ditempatkan oleh Sang Bunda di halaman itu telah dipenuhi air. Danny riang menikmati waktu mandi pagi dan sorenya sambil bermain air ditemani ibundanya. Sesekali mereka tertawa, sesekali pula terdengar ibunya spontan mengingatkan ia berhati-hati. Nanik terlihat sangat bahagia kala mengurus dan merawat anak yang telah dinantinya selama delapan tahun itu. Anak yang akhirnya ia dapatkan setelah melewati masa-masa sulit dalam hidupnya ketika menjalani program bayi tabung. Dan Danny adalah penyempurna ia sebagai seorang perempuan dan ibu.

Nanik dan Made Adi saat acara enam bulan usia Danny

M

enjadi ibu dari seorang anak yang dikandung dalam rahimnya sendiri, adalah penyempurna bagi seorang perempuan. Melihat celoteh anak-anak, tidak jarang menimbulkan rasa sedih bagi seorang perempuan yang sangat

menginginkan memiliki anak dari rahimnya sendiri, namun karena keadaan tidak bisa memilikinya. Hal inilah yang sempat dirasakan oleh Sri Ani Kusumawati (42) ketika di usia pernikahannya menginjak tujuh tahun, ia dan suaminya Made Adi Gunadnya (44), belum juga dikaruniai seorang anak.

Sebenarnya, mengingat usia ia dan suaminya saat menikah yang sudah berkepala tiga, yakni Nanik 33 tahun dan suaminya 35 tahun, sejak awal menikah mereka telah rajin memeriksakan diri ke dokter demi bisa segera memiliki momongan. Ketika waktu terus berjalan, Nanik belum juga menemukan tanda-tanda kehamilan, ia pun berupaya datang ke dokter ahli kandungan yang lain. Berganti-ganti hingga tidak kurang dari empat dokter kandungan. Nanik bahkan rela mengantri panggilan dokter hingga lewat tengah malam, padahal esoknya ia harus berangkat ke kantor sekitar pukul tujuh pagi. Dan itu seperti rutin ia lakukan. Usaha medis itu tak jua berhasil sehingga ia mendatangi ahli pijat, sin she dan semua nasihat orang mengenai hal ini diikutinya. “Pokoknya apapun informasi yang diberikan orang agar saya bisa hamil, saya lakukan semua,” ungkap Nanik, sapaan akrab Sri Ani Kusumawati. Akan tetapi tak satu pun usaha

Danny Aswin Bramantya lahir sebagai pelengkap kebahagiaan pasangan Nanik dan Made Adi

itu berhasil hingga lima tahun ia lakukan. Sampai-sampai ia pasrah sehingga dua tahun berikutnya, ia tak lagi berusaha. Namun, dalam kepasrahannya itu, Nanik terus dihinggapi rasa gelisah terutama tiap kali menghadapi pertanyaan dari keluarga dan banyak kawannya, kapan punya anak? Apalagi kemudian ia sadar bahwa usianya terus bertambah, saat itu ia telah berusia 38 tahun. Selain itu, ia selalu “diganggu” oleh perasaan tak sempurna jika tak memiliki anak. “Belum lagi mendengar cemoohan orang karena sebagai perempuan saya tak bisa memiliki anak. Tuduhan mandul dan sebagainya. Hampir tiap hari saya ditanya soal kapan punya anak,” kata Nanik mengenang. Menurutnya, hal inilah yang membuatnya sempat stres berat. Meskipun suaminya tidak pernah mempermasalahkan soal itu, karena mereka telah lama berusaha, tapi Nanik bertekad harus menyempurnakan keperempuannya dengan memiliki anak dari rahimnya sendiri. Tekad itu makin kuat ketika mereka mengetahui bahwa

Antara Hidup atau Mati Meski usianya telah 38 tahun, Nanik merasa siap menghadapi program ini, dengan segala risiko yang harus ia terima sebagai konsekuensinya. Apalagi inilah usaha terakhir yang ia lakukan demi mendapatkan seorang bayi yang akan lebih menceriakan dan membahagiakan kehidupan rumah tangganya bersama suami. Dan risiko itu tidak main-main, karena dalam masa menjalani program ini, Nanik merasa begitu luar biasa beratnya. “Bisa dibilang apa yang ia rasakan waktu itu antara hidup dan mati,” katanya. Mulailah mereka berkonsultasi. Dan dari dokter ia mengkonsumsi banyak obat. Dalam masa mengkonsumsi obat-obatan inilah Nanik mengaku bahwa berat badannya sampai naik hingga 80 kg dari berat normalnya 48 kg. Tapi Nanik rela menjalani semua

itu hingga ia sampai di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya untuk menjalani program bayi tabung. Pada bulan Mei tahun 2012 ia dan suaminya pertama kali datang ke Surabaya untuk berkonsultasi dengan dokter, termasuk bertanya soal biaya sekaligus mereka mengecek lokasi rumah sakit dengan hotel terdekat dan berbagai hal menyangkut kesiapan selama Nanik menjalani program ini. Meski dokter di sana mengatakan tingkat keberhasilan bayi tabung mereka hanya 40%, sesuai kondisi medis mereka yang telah di cek oleh dokter secara lengkap, mereka tidak menyerah. Berbagai prosedur dan tahapan dijalaninya hingga akhirnya Nanik berhasil hamil. Alangkah bahagianya ia mengetahui ada tiga bayi kembar yang berhasil ditempatkan dan terus tumbuh

Nanik bersama buah hati yang telah dinantinya selama delapan tahun

dalam rahimnya. Ia merasakan benar kelengkapan hidupnya menjadi seorang perempuan dan calon ibu. Selama masa kehamilan ini, Nanik menjalaninya dengan sangat berat. Tidak ada makanan yang bisa masuk dan ia mengalami stres berat akibat sulitnya menjalani situasi kehamilan itu. “Luar biasa berat ditambah lagi tidak ada makanan yang bisa masuk. Saya sampai kurus

sekali,” katanya. Seribu nasihat meminta ia untuk makan demi pertumbuhan janinnya, seribu kali ia makan karena mengingat anak dalam kandungannya yang harus tercukupi gizinya, seribu kali pula makanan itu akan keluar kembali alias termuntahkan dengan sendirinya. “Saya sampai-sampai hampir menyerah menjalaninya,” katanya. Namun tekad untuk memiliki anak itu terus menguat

dari empat dokter kandungan yang memeriksanya, ia dan suaminya dinyatakan sehat dan normal. Artinya seharusnya mereka bisa memiliki anak. Hanya saja secara pasti kendala untuk bisa mengandung itu tidak diketahui. Inilah yang membuat Nanik dan suaminya yang rajin mencari informasi di internet menemukan solusi mencoba program bayi tabung. Mereka pun beriskusi tentang program ini termasuk pengambilan keputusan kemungkinan Nanik akan mengundurkan diri dari karirnya yang telah 20 tahun dibangunnya sebagai karyawan sebuah bank swasta di Lombok itu, demi mendapatkan seorang anak yang sangat mereka inginkan. Keputusan Nanik telah mantap. Ia mengikuti program bayi tabung demi menjadi perempuan yang sempurna. Bahkan demi itu pula, ia rela kelak kehilangan pekerjaannya. “Saya sudah pikirkan dengan matang, jika program bayi tabung ini berhasil, maka saya akan mengajukan pengunduran diri sebagai karyawan,” ujarnya tersenyum. –Naniek I. Taufan

di tengah kondisinya yang sangat lemah. Hingga akhirnya dua bayi tidak dapat dipertahankan dan meninggalkan satu bayi yang kuat hingga lahir. Dan pada pukul empat sore bayi itu lahir di usia kehamilannya delapan bulan, pada tanggal 20 Juli 2013 dengan berat badan yang sangat minim, 1,7 kg dan panjang 40 cm. Kondisi inilah yang membuat bayinya harus dirawat di inkubator selama sebulan lamanya, sejak saat dilahirkan. Kebetulan saat itu di klinik tempatnya bersalin, ruang NICU penuh sehingga harus dirawat di rumah sakit lain. Dalam kondisi setelah operasi cesar yang seharusnya membuat ia tidak boleh banyak bergerak, Nanik bersikeras ingin melihat bayinya. Dengan menahan rasa sakit yang luar biasa, pukul 12 malam, 7 jam setelah operasi Nanik datang melihat bayinya. Di sanalah pertama kalinya ia merasa menjadi seorang ibu, ketika bertatapan mata dengan bayi mungilnya. Kini, Dany menjadi matahari bagi kebahagiaan ia, suaminya dan keluarga mereka. -Naniek I. Taufan

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

5

Finalis Teruna Teruni Bali 2015

Kunjungane Indivara Aesthetic

M

enjelang Grand Final Pemilihan Teruna Teruni Bali 2015, yang terdiri dari para pemuda tampan dan gadis-gadis cantik ini melaksanakan berbagai kegiatan. Salah satunya kunjungan ke Indivara Aesthetic yang berlokasi di Jalan Tukad Barito No. 29, Denpasar pada Sabtu (24/10). Pemilik Indivara Aesthetic, dr. Kadek Trisnadewi, M., Biomed (AAM), dan tim menyambut mereka dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Menurut dokter Kadek

Trisnadewi, sesungguhnya Indivara Aesthetic telah menjadi official partner dari Teruna Teruni Bali sejak tahun lalu. Bahkan seorang pemenang Teruna Teruni Bali terpilih menjadi sa l a h sa t u m ode l Indivara Aesthetic. “Kami bangga Indivara Asthetic diberikan kepercayaan oleh panitia untuk menjadi salah satu tujuan kunjungan para Finalis Teruna Teruni Bali sebelum mereka unjuk diri dalam malam grand final,” ujarnya. Dokter Kadek Trisnadewi selaku owner dan konsultan medis mengatakan setelah berkenalan, ia bersa-

dr. Kadek Trisnadewi bersama Finalis Teruna Teruni Bali 2015

ma seluruh tim pun dengan senang hati berbagi informasi dan pengetahuan perihal berbagai hal yang perlu diketahui oleh para Finalis Teruna Teruni Bali 2015 ini, utamanya tentang pentingnya perawatan kulit, baik wajah maupun badan yang sehat dan benar. “Pengetahuan ini, lanjutnya akan sangat berguna sebagai bekal bagi para Finalis Teruna Teruni Bali dalam rangka merawat , menjaga kebersihan, kecantikan, serta kesehatan kulit mereka,” ujar dokter Kadek Trisnadewi usai berdiskusi dengan para Finalis Teruna Teruni Bali 2015. Dokter Kadek juga mengaku bahagia melihat antusiasme

Finalis Teruna Teruni Bali mendengarkan informasi pengetahuan yang diberikannya. Apalagi, pada saat diskusi dengan mereka , cukup banyak pertanyaan yang dilontarkan dan kualitas pertanyaan mereka juga sangat bagus. Menurut dokter Kadek Trisnadewi, hal ini juga menandakan jika para remaja sekarang sangat peduli dan memperhatikan kesehatan kulit mereka. “Semoga semua info pengetahuan yang kami berikan bermanfaat bagi seluruh finalis Teruna Teruni Bali, baik untuk diri mereka sendiri maupun orang-orang di sekitar mereka, baik itu teman-temannya maupun masyarakat. Semoga

kunjungan dan kerjasama yang indah ini akan berlanjut di masa-masa yang akan datang,” harapnya sembari mengatakan kalau pada kesempatan tersebut seluruh finalis Teruna Teruni Bali mendapatkan gift cantik beserta voucher perawatan dari Indivara Aesthetic. Kunjungan Finalis Teruna Teruni bali ke Indivara Aesthetic ini, lanjut dokter Kadek Trisnadewi, sesuai pula dengan tema dan tujuan pemilihan Teruna Teruni Bali, di mana nantinya pemenang akan menjadi salah satu ikon pariwisata Bali. “Sudah sepatutnya, selain hadir sebagai sosok Teruna Teruni Bali yang cerdas dan santun juga didukung dengan kesehatan kulit yang terjaga,” ujarnya. - ard

dr. Kadek Trisnadewi

Berbagai Solusi Kesehatan & Kecantikan Bicara jenis pelayanan yang disediakan oleh Indivara Aesthetic, dokter Kadek Trisnadewi di antaranya menyebut ada Facial Natural, Facial Normal, Facial Mecano & Electroterapi, Facial Detox, Chemical Peeeling, Oxypeel Therapy, Microdermabrasi, Mesotherapy, Silhouuette Soft Thereadlift, Co2 Laser, Fractional Co2 Laser, Photodinamic Therapy, IPL (Intense Pulsed Light), PRP (Platelet Rich Plasma) dan Filller. “Selanjutnya ada juga Injeksi Botox, Injeksi Acne, Ijeksi Anti Oksidan, Injeksi Kelloid, Dermalorre, dan RadioFrequency,” katanya. Dikatakannya, salah satu yang istimewa di Indivara Aesthetic, selain tersedianya berbagai pelayan dengan peralatan canggih, bagi mereka yang takut perawatan menggunakan bahan chemical, bisa mencoba facial natural. “Di sini customer bisa memanjakan diri dengan teknik facial yang menggunakan bahan-bahan natural disesuaikan dengan jenis dan masalah kulit. Facial natural ini cocok banget buat kulit remaja,” jelasnya. Masih untuk menunjang kecantikan perempuan, kini Indivara Aesthetic juga siap mem-

bantu memperindah bentuk wajah melalui program sulam Alis, mulai dari teknik 2Dimensi, 3Dimensdi, 4Dimensi, hingga 6Dimensi. “Selain sulam alis, kami juga melayani sulam eyeliner dan sulam bibir juga bisa dikerjakan di Indivara Aesthetic. Teknik yang digunakan lebih simpel, steril dan tidak sakit,” ucapnya. “Bentuk alis, katanya sangat menentukan tampilan kecantikan wajah seorang perempuan. Bentuk alis yang sesuai dengan karakter wajah akan menambah kecantikannya. Namun, mem-

bentuk alis tidaklah mudah, dan seringkali membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Di sini, sulam alis mampu mengatasi kekurangan alis yang ada, baik dalam hal bentuk, maupun tebal dan tipisnya alis. Selain itu sulam alis juga sangat bermanfaat bagi perempuan ang tidak ingin menghabiskan waktu untuk memakai pensil alis setiap harinya,” lanjut dokter Kadek Trisnadewi. B a g i p e r e m p u a n ya n g merasa memiliki bentuk wajah yang tidak ramping, tidak perlu menyesali diri karena Indivara

Aesthetic kali ini menghadirkan solusi terbaru untuk mendapatkan wajah yang lebih tirus, yaitu dengan perawatan e-lift wajah. Sementara untuk perempuan yang memiliki masalah dengan kerutan halus di wajah, atau mungkin flek dan jerawat, menurutnya saatnya mencoba perawatan Photodynamic Therapy dari Indivara Aesthetic Clinic. Perawatan kulit wajah ini menggunakan teknologi penyinaran modern, terdiri dari 5 macam sinar yang efektif mengatasi kemerahan pada kulit, meremajakan kulit, mengatasi kerutan halus di wajah, flek, acne, dan masalah lainnya. Selanjutnya melihat cuaca di seputaran Denpasar beberapa hari ini lumayan terik. menjalankan aktivitas di bawah sinar matahari sih boleh-boleh saja, tapi tetap jaga kulit cantikmu.

Ada tips spesial dari Indivara Aesthetic Clinic hari ini untuk semua pembaca Tokoh. - Jangan lupa menggunakan sunscreen dengan SPF 30 setiap hari - Gunakan sunscreen 30 menit sebelum bepergian - Ketika berenang gunakan sunscreen dengan label “water resistant” - Jika menghabiskan waktu pada aktivitas outdoor gunakan sunscreen 2 jam sekali - Gunakan kacamata UV blocking dan topi - Hindari permukaan yang memantulkan sinar matahari - Lindungi bibir dengan lipgloss yang mengandung SPF Untuk bisa memberikan pelayanan maksimal, Indivara Aesthetic membuka jam berkunjung atau pelayanan untuk customer dimulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 18.00 sore. -ard

Indivara Aesthetic

Jalan Tukad Barito No. 29 Denpasar- Bali Telepon: 0361 – 8959800/ 0819 167 300 86 E-mail : info@indivaraclinic.com Website: www.indivaraclinic.com, Indivaraaesthetic.com Pin BB: 2A3CFCF1 FB: Indivara Aesthetic IG: @indivaraaesthetic


4

Inspirasi

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Sembuhkan

dengan Menulis

Tahukah Anda bahwa trauma psikis, luka hati, dapat disembuhkan dengan menulis? Cobalah! Itu sudah dibuktikan oleh banyak orang yang menggunakan terapi menulis untuk menyembuhkan luka hati ataupun trauma psikis yang dideritanya. Penyebar hypnowriting ini adalah Rindu Ade, seorang aktivis sosial yang banyak bergerak di daerah-daerah bencana.

dulu. Ach, ternyata dulu aku ‘cemen’ banget ya,” ujarnya.

GAGAL MENIKAH Penemuan hypnowriting ini, tutur Ade, berawal dari pengalaman pribadinya yang menderita patah hati lantaran gagal menikah.“Dunia aku terasa runtuh,” tuturnya mengenang kisah pahit itu. Untuk menenangkan diri ia pun menyepi ke sebuah pesantren. Dalam suasana sepi dan tentram di pesantren itu lah Ade yang memang gemar menulis, mencurahkan seluruh isi hatinya lewat menulis. Semua hal yang dirasakannya ditulisnya dalam diary, termasuk juga keinginankeinginannya. “Marah, benci, semuanya dicurahkan lewat tulisan. Itu aku lakukan terus menerus, setiap hari,” katanya. Tanpa disadari mulai terjadi perubahan-perubahan dalam dirinya. Perasaannya menjadi se-

SEMANGAT BERBAGI ILMU ‘Kesembuhan’ yang didapat itu menginspirasi Ade untuk membagikan ‘ilmu’ itu kepada orang lain. Dia berkeyakinan, jika upaya itu bisa berhasil pada dirinya, tentu orang lain pun bisa melakukannya. Tentu, tambahnya, dengan syarat, orang tersebut harus benar-benar ingin berubah, orang tersebut harus memiliki tekad yang kuat. “Karena tanpa keinginan berubah, tanpa tekad kuat, upaya ini tidak akan membawa hasil apapun,” ucap pendiri komunitas ‘Wanita Pencari Tuhan’, ini. Saat ini selain melakukan trauma healing di daerah-daerah bencana, Ade juga membuka workshop-workshop untuk terapi menulis. Kegiatan tersebut bu-

S

jika kita menulis menggunakan media gadget ataupun laptop. “Yang saya maksud menulis dapat menyembuhkan luka adalah jika kita menulis dengan tangan, bukan dengan media lain seperti gadget, laptop, komputer, dll. Jika kita menulis dengan media-media itu, itu tidak membuat energi negatif didalam diri kita keluar. Berbeda jika menulis dengan tangan. Lewat tangan itulah emosi negatif keluar. “ “Setiap orang memiliki energi positif dan negatif. Dalam ilmu hipnoterapi, kita ingin mengeluarkan energi negatif dalam diri kita. Apa yang kamu rasakan, kepedihan, luka hati, dan hal-hal negatif lainnya, kamu tuliskan dalam kertas atau buku yang tanpa garis. Itu dilakukan terus menerus. Nanti kamu akan merasakan sesuatu yang berbeda. Itu karena energi-energi negatif akan keluar berbarengan dengan kita menulis,” paparnya. Syaratnya, tegas Ade lagi, selain menulis dengan tangan, kertas ataupun buku yang digunakan harus lah tanpa garis alias polos. “Saya mempelajari, ternyata jika kita menulis pada kertas bergaris, ada sesuatu dalam diri kita yang membuat kita tidak bisa menulis atau mengungkapkan perasaan secara bebas. Berbeda dengan menggunakan kertas polos tanpa garis, kita akan bisa mengungkapkan apapun yang kita rasa dengan bebas. Baik dengan tulisan yang acak-acakan, ataupun dengan corat-coret, ataupun dengan gambar. Kita bebas mengekspresikannya,” kata Ade yang menjadi satu dari delapan wanita inspiratif pilihan Grab Taxi.

Rindu Ade

tkh/lisdiana sari

makin ringan. Dia tidak lagi terlalu dikuasai oleh emosi negatif. Dari sana Ade merasa bahwa menulis mendatangkan sesuatu yang positif bagi dirinya. Maka dia pun semakin mempersering kegiatan menulisnya. Karena keinginannya begitu kuat untuk memulihkan diri, dia pun mengikuti kelas hipnoterapi. Maksudnya adalah ingin menghipno diri sendiri. Dari sana kemudian muncul inspirasi untuk mengkombinasikan dengan kegemarannya menulis. Dan ternyata berhasil. Dia merasa jiwanya pulih. “Setelahnya aku jadi bisa menertawakan diri aku sendiri atas apa yang aku perbuat ketika masalah itu menimpa. Aduh, aku jadi ketawa sendiri waktu baca kembali tulisan-tulisan aku yang

21

Kegiatan Mencuci Tangan Pakai Sabun Masuk Rekor MURI

Trauma Psikis

ebagaimana diketahui, di daerah bencana ada banyak kegiatan sosial yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk menolong masyarakat yang tertimpa musibah. Salah satu di antaranya adalah kegiatan pemulihan kondisi psikologis masyarakat. Di ‘area’ inilah Rindu Ade bergerak melalui hypnowriting atau terapi menulis. “Aku banyak melakukan perjalanan ke berbagai daerah bencana untuk melakukan hypnohealing. Salah satunya adalah di daerah Banjarnegara dimana masyarakatnya tertimpa bencana longsor pada Desember tahun lalu. Aku mengumpulkan anak-anak juga para remaja untuk melakukan kegiatan menulis dan menggambar. Mereka yang terkena bencana, khususnya anak-anak, para remaja, biasanya tak mampu mengungkapkan apa yang dirasakannya lewat kata-kata. Tapi dengan menulis ataupun menggambar—biasanya untuk anak-anak--- mereka bisa mengungkapkannya. Lewat menulis ataupun menggambar mereka dapat melepaskan energi-energi negatif di dalam dirinya, yang kemudian akan berganti dengan energi positif setelahnya,” ungkap Rindu Ade. Mungkin, kata wanita kelahiran 1985 ini, tidak banyak yang tahu bahwa menulis itu memiliki manfaat yang luar biasa. Bukan hanya dalam hal penciptaan kreativitas,tapi lebih dari itu. Menulis dapat menyembuhkan trauma psikis ataupun luka hati dalam diri seseorang. Tentu saja, ucap Ade lagi, hal yang dimaksud ini (terapi menulis) tidak termasuk

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Diikuti Lebih dari 100 Ribu Orang

Rindu Ade

Rindu Ade berhasil meraih total donasi Rp 79.920.000 sebagai satu dari delapan Wanita Inspiratif versi salah satu layanan pemesanan taksi

Mandalika

kan hanya untuk mereka yang sehat secara phisik, tapi Ade juga menyasar kepada mereka yang mengalami penyakit berat. Salah satunya adalah pada anak-anak penderita kanker. “Ketika aku terlibat dalam kegiatan Yayasan Kanker Indonesia, salah satu kegiatannya adalah memberi terapi menulis kepada anak-anak penderita kanker. Mereka ini tidak ada teman curhat, atau sulit mengungkapkan perasaannya. Jadi kami mendekati mereka lewat belajar menulis ataupun menggambar. Biasanya ditahap awal yang muncul adalah tulisantulisan negatif, berantakan ataupun gambar-gambar buram. Seorang anak penderita kanker menggambar sebuah piala. Ketika ditanya

arti piala yang digambarnya. Dia menyebutnya sebagai ‘piala bergilir kematian’. Itu karena dia merasa dia sudah kehilangan harapan hidup, kematian akan menjadi piala bergilir. Dia bilang,’kemarin yang meninggal teman aku, mungkin besok aku’. Ada juga kasus remaja pemain futsal yang salah satu kakinya terpaksa diamputasi karena terkena kanker tulang. Biasa dibayangkan dong bagaimana perasaan dia. Saat diminta menggambar, dia malah menggambar jarum suntik. Menurut dia itu artinya adalah kematian. Bayangkan, anak-anak usia seperti itu bisa dengan ekspresif berbicara tentang kematiannya. Dan itu semua tertuang dalam gambar. Tapi lewat gambar atau tulisan jugalah kami berusaha menyembuhkan trauma psikis mereka,” papar Ade yang sampai saat ini masih terlibat menangani para pengungsi Rohingya. Di luar kegiatan trauma healing itu, Ade juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Dia bukan saja aktif di organisasi kemanusiaan ‘ACT’ (Aksi Cepat Tanggap), tapi juga terlibat dalam kegiatan sosial di sejumlah lembaga lain. Nyaris hari-harinya hanya disibukkan dengan kegiatan sosial, seolah tidak ada waktu untuk diri sendiri. “Saya telah ‘mewakafkan’ diri saya untuk kegiatan sosial. Saya merasa hidup saya jauh lebih bahagia dari yang dulu,” ungkap Ade. Sosok Ade memang seolah berubah total. Kejadian pahit itu akhirnya bukan hanya mengubah seluruh kehidupan dan cara pandangnya tentang kehidupan, tapi juga pada membuatnya meninggalkan pekerjaan. “Aku berhenti kerja dan sepenuhnya mendedikasikan kehidupan aku untuk kegiatan sosial. Keputusan ini sungguh mengejutkan semua orang, termasuk temanteman dekat aku. Mereka bilang aku gila, meninggalkan pekerjaan dan jabatan yang tinggi hanya untuk kegiatan sosial. Mereka bilang, ‘aduh elu gila ya, lulusan luar negeri cuma jadi seperti itu’”. Tapi Ade mengaku tidak peduli dengan segala macam ejekan ataupun keberatan orang tentang jalan hidup yang dipilihnya. “Aku merasa inilah jalan hidup aku. Jalan yang aku ambil ini membuat aku jauh lebih bahagia, dibanding dulu. Aku sukar melukiskan bagaimana perasaan aku, tapi di sinilah aku,” katanya. -Diana Runtu

Puluhan ribu bahkan mencapai 100 ribu anak memadati Lapangan Bumi Gora di sepanjang Jalan Udayana Mataram, pada Kamis (29/10). Anakanak ini mewakili seluruh sekolah yang ada di Kota Mataram. Sejak pagi mereka berkumpul untuk memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ke-8. Penyelenggaraan kegiatan ini dimaksudkan guna menyosialisasikan program cuci tangan pakai sabun, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mencuci tangan pakai sabun. Dengan begitu, diharapkan akan berdampak pada menurunnya angka sakit yang dialami warga di provinsi NTB, khususnya penyakit yang diakibatkan oleh kuman pada tangan.

Ketua TP PKK NTB Hj. Erica Zainul Majdi membawa serta putrinya bernama Azza

K

egiatan yang difasilitasi oleh Tim Penggerak PKK Kota Mataram ini dianggap penting untuk mengampanyekan hidup bersih yang dimulai dari mencuci tangan pakai sabun. Karena mencuci tangan menggunakan sabun dapat mencegah berbagai penyakit. Seperti yang disampaikan

oleh Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, yang membawa serta putrinya yang masih balita dalam kegiatan ini, bahwa penyakit yang menyebabkan kematian terbesar pada balita dan anak-anak adalah diare. Inilah yang membuat ia berpesan kepada anak-anak yang hadir di acara tersebut untuk selalu hidup bersih dan se-

hat. “Penyakit yang mematikan dapat kita cegah dengan mulai melakukan dari hal yang sangat sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun,” ujarnya. Atas kegiatan yang diselenggarakan dengan sangat serius oleh Pemerintah Kota Mataram hingga menghadirkan 100 ribu anak dan masyarakat serta 500 keran air untuk mencuci tangan ini, adalah prestasi yang kemudian dianggap pantas untuk mendapatkan Rekor MURI atas prestasi tersebut. Keberhasilan menyelenggarakan kegiatan mencuci tangan pakai sabun yang diikuti oleh 100 ribu lebih siswa dan masyarakat ini membuat Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatatnya sebagai rekor baru. Pada waktu yang sama, dalam sambutannya, Walikota Mataram Dra. Putu Selly Andayani, M.Si. berharap melalui kegiatan yang paling sederhana seperti cuci tangan pakai sabun ini bisa terus dilakukan oleh masyarakat di lingkungannya masing-masing

Walikota Mataram, Dra. Putu Selly Andayani, M.Si, (dua dari kiri) bersama Hj. Erica Zainul Majdi (tengah) juga Bunda Dewan Anak Mataram Nyayu Ernawati (paling kanan), usai menerima REKOR MURI

Walikota Mataram Dra. Putu Selly Andayani, M.Si. dalam kegiatan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ke-8 di Mataram

untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Mari bersama-sama kita wujudkan masyarakat yang sehat agar

menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi,” katanya. -Naniek I. Taufan

Dukungan Moral bagi Sang Hafidz Beberapa hari lalu Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi melakukan kunjungan untuk menjenguk Irwan Yuliadi, salah satu lulusan pondok pesantren yang menimba ilmu di KairoMesir yang tengah sakit parah. Ia

adalah seorang Hafidz (penghafal Al-Quran) sejak kecil dan sebelum berangkat menjadi mahasiswa, dia merupakan Ustadz yang mengabdikan dirinya mengajar anak-anak kecil untuk menjadi hafidz (penghafal Al-Quran). Selain menjenguk

Hj. Erica zainul Majdi berbincang dengan Irwan Yuliadi, salah satu lulusan pondok pesantren yang menimba ilmu di Kairo-Mesir

Hj. Erica Zainul Majdi menyapa salah seorang anak di Ponpes. Al Furqon yang sedang belajar menghafal Al-Quran

Irwan, Hj. Erica juga memberi bantuan (santunan) dan memasilitasi pengobatan lebih lanjut (kini sudah dirujuk ke RSUD Provinsi dan akan dikirim juga ke Surabaya).

Kegiatan kemanusiaan se­ macam ini tentulah penting karena dapat juga memberikan dukungan moral bagi sang hafidz sehingga diharapkan mempermudah dalam

proses kesembuhannya sehingga dia dapat sehat kembali. Lebih daripada itu, kunjungan ini merupakan penghargaan atas berkontribusinya sang hafidz kepada pembangunan mental spiritual anak-anak NTB selama ini. “Saya merasa ini juga menjadi tanggung jawab kita semua untuk memberi perhatian kepada para hafidz/hafidzoh. Keberadaan para hafidz/hafidzoh ini juga merupakan indikator keberhasilan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dalam melayani Alloh. Semakin banyak jumlah hafidz/hafidzoh di propinsi kita, Insya Alloh, propinsi kita Insya Alloh akan mendapat Ridho Alloh SWT,” ungkap Hj. Erica, yang sekaligus melakukan kunjungan Pondok pesantren Al-Furqon Batu Kute Narmada, Lombok Barat. –Naniek I. Taufan


22

Sosialita

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

3

Jakarta Fashion Week 2016

Artis Peragakan Desain Sendiri

Seperti yang sudah-sudah, Jakarta Fashion Week 2016 bukan hanya dimeriahkan oleh para desain kenamaan tapi juga artis-artis top tanah air. Uniknya lagi, kini artis-artis itu bukan hanya sekadar menjadi penonton atau lenggang-lenggok di catwalk membawakan rancangan para desainer papan atas, namun mereka terjun langsung sebagai desainer.

S

ebut saja, Zaskia Mecca, Zaskia Sungkar, Luna Maya, Ivan Gunawan, dll, yang kali ini meramaikan panggung JFW 2016 tidak dengan memperagakan busana orang lain melainkan justru menampilkan rancangannya sendiri. Zaskia Mecca misalnya. Artis yang terjun ke dunia fashion sejak 2012 lalu, mengaku baru pertama kali tampil di ajang Jakarta Fashion Week. Tadinya, Zaskia sama sekali tak terpikir untuk ikut fashion show. Namun dengan berjalannya waktu, dia semakin mendalami dunia fashion, ditambah lagi sang kakak, Ta s y a y a n g terus menerus member-

inya dorongan, akhirnya bintang film ‘Ayat Ayat Cinta’ ini menyadari betapa pentingnya keikutsertaan seorang desainer di event-event fashion show seperti JFW. “Iya, tadinya saya enggak terpikir ya untuk ikut fashion show, kan niatnya cuma bisnis. Tapi kakak saya selalu mendorong dan memberi motivasi tentang betapa pentingnya fashion show itu. Akhirnya saya bersama kakak memutuskan untuk ikut Jakarta Fashion Week kali ini.” “Kebetulan juga sudah dua tahun kami meluncurkan label Meccanism, menurut saya inilah saatnya ‘Meccanism’ mempunyai statement. Jadi saya dan kakak memutuskan ikut ajang ini karena harus jelas siapa diri kita,” ungkap Zaskia yang namanya melejit lewat penampilannya dalam sinetron ‘Kiamat Sudah Dekat’. Dalam ajang JFW yang berlangsung dari 24-30 Oktobre ini, Zaskia Mecca dan Tasya, menampilan 12 rancangan dengan tema ‘The Luminosity of Fire’. Busana muslim rancangan Zaskia menggunakan kain sutra ikat Makassar yang dikombinasikan dengan tenun polos berwarna merah,

Atta Beji Deluxeroom Interior Atta Beji Masterplan

Atta Beji Pool Villa Exterior Couple

BERINVESTASI AMAN & MENGUNTUNGKAN DI VILLATEL ATTA LABEJI VILLAS diodi London, Inggris. “Ini untuk kedua kalinya aku ikut JKW,” kata Zaskia yang menampilkan busana muslim bergaya Betawi. Kebetulan, ucap Zaskia, event Oxford Fashion Studiodan Jakarta Fashion Week berdekatan. Karena itu dirinya kembali menampilkan karya yang September lalu dia pamerkan di London. “Evennya berdekatan, jadi sayang, maka diteruskan di sini. Ini sebagian baju-baju dok panitia JFW 2016 yang kemarin di Oxford,” ujar perempuan Karya Anthony Bachtiar cantik ini. pada Jakarta Fashion Week 2016 Di panggung berbeda, Luna kuning,oranye, biru dan hitam terkesan mewah. “Saya menyukai unsur api dalam arti positif. Api melambangkan semangat dalam mewujudkan ide. Warna merah mewakili mereka yang ingin terlihat cantik tanpa harus menggunakan aksesoris berlebihan,” ungkap wanita yang tengah hamil lima bulan itu. Selain Zaskia Mecca, artis sinetron yang belakangan ini juga terjun ke industri mode adalah Zaskia Sungkar. Istri aktor Irwansyah foto bintang ini bahkan sudah melalangbuana memamerkan busana Maya tak mau ketingmuslim karyanya. galan. Artis kelahiran DenDi antaranya di ajang Oxford pasar 1983 ini, menampilFashion Stu- kan rancangan terbaru yang terinspirasi gaya berpakaian kalangan muda Negeri Sakura. Untuk lebih afdol maka ia pun memboyong personil JKT48 dan Ayu Dewi. Sebagaimana diketahui JKT48 merupakan ‘sister group’ dari AKB48 , girlband terkenal di Jepang. “Saya mengajak JKT48 karena di sana (Jepang) kan yang lagi ngetren girlband. Salah satunya ada AKB48. Kebetulan di Indonesia ada saudaranya JKT48 maka aku ajak tampil di sini,” ujar pemilik brand ‘Luna Habits’ itu. Ta p i d a l a m panggung ‘Razia Glitz

and Glam’ persembahan majalah Grazia Indonesia ini, Luna tak sendiri. Ada lima selebriti lain yang juga ikut meramaikan tema ‘Urbanasia’, yakni, Ivan Gunawan, Tarra Budiman, Rangga Moela, Dena Rahman dan Tities Saputra. Artis-artis lain yang juga memeriahkan JFW 2016 antara lainTrio Cecepi yakni Julia Perez-Ayu Tinting dan Zaskia Gotic, Atiqah Hasiholan, Sandra Dewi, Bunga Cinta Lestari, dll. Hanya saja berbeda dengan Luna dkk, para artis cantik ini tidak tampil sebagai desainer melainkan berlengganglenggok di catwalk. Jupe dkk misalnya, dipercaya Anna Avantie membawakan rancangannya. Jupe yang ditemui disela-sela acara mengaku tertantang membawakan gaun rancangan Anna Avantie. “Aku kan tomboi. Sedang busana kebaya Bunda Anne kan elegan dan anggun. Nah aku harus membawakannya secara tepat. Ini suatu tanpangan bagi aku,” ungkap Jupe yang tampil cantik dan anggun dalam balutan kebaya merah. “Saya senang sekali dan merasa ini suatu kehormatan dipercaya membawakan karya Bunda,” ungkap Jupe yang mengaku sebagai penggemar karya-karya Avantie. –Diana Runtu Trio Cecepi dari kiri: Jupe, Zakia Gotik, dan Ayu Tingting

Pasutri Renon Lasbe Parluhutan Aritonang-Ni Wayan Sudiani ini memang kompak dalam segala hal. Mulai dari menjalani bisnis cargo di bawah bendera Dian Bali Pertiwi yang dikelolanya bareng, hingga kompak berinvestasi di properti villatel, Atta Labeji Villas. Bahkan, masing-masing dari mereka telah menandatangani kontrak kepemilikan villatel tersebut.

K

eputusan pasutri ini untuk turut menjadi investor di Atta Labeji Villas, sudah sangat penuh pertimbangan. “Saya punya bisnis properti di Yogya selama 20 tahun. Saya juga sekolah di bidang itu dan

manajemen, bahkan sempat mengajar di Yogya. Jadi, sebelum memutuskan bergabung jadi investor, saya lihat betul kerjanya Pak Robert ini,” tutur Renon. Ia mengaku belum lama mengenal “Sang Konseptor” Pak Robert. Namun

sejak diluncurkannya Villa Mesari tahun 2013, rupanya Renon sering “mengintip” seperti apa sistemnya, serta menginvestigasi background Pak Robert. “Saya pelajari dulu sistemnya, edukasi/ pengajarannya. Dia juga punya sekolah untuk mengajarkan sistem yang unik dalam berbisnis,” ungkapnya. Dari pengamatannya tersebut, Renon yang diamininya istrinya Dian, mengatakan bahwa sesungguhnya investasi seperti inilah yang dibutuhkan pada zaman ini. Di Indonesia, seperti diakui Renon, belum ada yang seperti

Antusias masyarakat Jogjakarta sangat luar biasa, para investor akan berkunjung ke lokasi Atta Labeji di Ubud Bali pada awal Desember 2015. Kunjungan ke lokasi ini akan dihadiri para investor dari Jakarta, Jogja, dan Surabaya

Presentasi di Hotel Amaris Surabaya, 29 Oktober 2015

Pak Robert. “Mungkin ada yang serupa tapi tak sama. Nilai share dengan waktu, keuntungan yang didapat, tidak sama. Terakhir sempat ramai berbisnis tanpa modal, itu sebenarnya hampir sama dengan konsep Pak Robert, tapi berbeda. Yang saya lihat di bisnis villatel Pak Robert ini yaitu Atta Labeji Villas, waktu, keuntungan, dan harganya terjangkau,” jelasnya. Renon pun sebelumnya sempat juga ditawari perusahaan lain yang menjanjikan pembagian hasil/keuntungan setelah beberapa bulan join. Dari hitung-hitungan bisnis, ini dikatakannya malah tidak logis, walaupun mungkin itu merupakan ada sistem subsidi di perusahannya. “Kalau konsep Pak Robert, memang berdasarkan apa yang didapat itu yang dishare (dibagikan) bersamasama dan sangat logis. Yang saya lihat, inilah fightingnya Pak Robert yang sudah dibuktikan di villatel sebelumnya yaitu Villa Mesari,” imbuhnya. Karena pertimbangan itulah, Renon

dan istrinya tak ragu-ragu lagi menjadi bagian dari investor Atta Labeji Villas. Malahan ia berharap bisnis properti dengan konsep ini bisa dibuat di luar Bali, seperti di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Karena di Bali dengan harga tanah termahal di Indonesia saja, Pak Robert bisa melakukannya, apalagi diluar Bali yang harga tanahnya lebih rendah. “Gebrakan buka pintu Pak Robert ini nekat. Dan ini memang dituntut harus kerja keras, kejujuran dan konsekuensi. Sebagai orang bisnis, saya tahu keuntungan yang diambilnya itu berapa, dia baru mengambil untung 25 tahun ke depan untuk dirinya. Orang lain sudah senang dapat di awal, baru dia dapat belakangan. Saya bisa bilang Pak Robert itu, sinterklasnya properti. Orang seperti ini punya jiwa sosial yang tinggi. Jika di dunia bisnis, ini namanya orang nekat,” ujarRenon yang masih terheran-heran dengan gebrakan Pak Robert. -ten

Mulai Rp 12 Juta Bisa Punya Unit

Atta Labeji Villas di Kenderan Ubud Konsep unik yang ditawarkan Pak Robert dalam bisnis villatel Atta Labeji Villas ini, rupanya tak hanya disambut baik masyarakat Bali. Di beberapa kesempatan presentasi di luar Bali, seperti di Jakarta, Yogya, dan Surabaya belum lama

Luna Maya mengusung brand Luna Habits

ini, antusiasme audiens juga cukup luar biasa. Ini dibuktikan dengan hampir 50 persen dari peserta yang hadir turut bergabung sebagai investor. Karena, hanya mulai Rp 12 juta masyarakat sudah bisa menjadi investor dan owner villa den-

gan berbagai macam keuntungan. Di antaranya, uang pembelian lot dikembalikan 100 persen dalam beberapa tahun, mendapatkan 1 surat lot yang saat ini nilainya Rp 12 juta dan seiring waktu harganya pasti naik, voucher menginap senilai Rp 12 juta,

Serah terima salinan akta perjanjian notaris dan surat kepemilikan lot di Atta Labeji Villas

penghasilan pasif 10% setiap tahun selama 2 tahun dan setiap 6 bulan selama 23 tahun, satu box kartu nama Atta Labeji Villas dengan jabatan owner, kupon undian untuk memenangkan grand prize 2 hektare hutan jabon dengan hasil milyaran rupiah, dan lain-lain. Dan, klausa ini pun akan dituangkan dalam perjanjian notaris. Bagi masyarakat yang belum bergabung menjadi investor, silahkan hadiri PRESENTASI GRA-

TIS, Sabtu 7 November 2015, pukul 16.30 wita di Ibis Style Hotel, Jalan Teuku Umar No. 184 Denpasar. Saksikan juga DIALOG INTERAKTIF-nya di BaliTV, Kamis 5 November, pukul 20.00 wita. Untuk informasi lanjut, bisa datang langsung ke kantor Bos Land, Jalan Tukad Pakerisan 79 Panjer Denpasar. Untuk reservasi, telepon sekarang di nomor 0361- 4723260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. –ten


2

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

GORO-GORO Ami membawa tamu istimewa. “Pak, ini dokter John Manangsang, yang dulu Ami sering Putu Wijaya ceritakan pada Bapak. Beliau baru saja mendapat penghargaan. Karena kegigihan, keuletan dan keberanian serta pandangannya yang segar, berani selama menjalankan profesinya sebagai dokter, dalam segala keterbatasan daerah, yang hampir tak masuk akal, di Papua.” Dengan segala hormat, Amat menyambut tangan John yang sudah lebih dahului terjulur . “Antara lain,” lanjut Ami memperkenalkan tamunya, “dokter John sudah melakukan operasi dengan silet untuk menolong seorang ibu yang melahirkan sungsang.” Amat bergidik. Ia menatap dokter yang bertubuh sedang dan berwajah rendah hati itu dengan takjub. “Hanya dengan silet biasa, Dok?” “Silet biasa, Pak. Karena tak ada alat lain. Semua perangkat operasi lain pun diolah dari apa yang ada. Saya mondarmandir mengumpulkan perlengkapan itu, berkejaran dengan waktu.” “Dan akhirnya?” “Akhirnya operasi berhasil dilaksanakan. Tapi bayi itu tak bisa menunggu kami yang agak lama mencari perlengkapan. Bayi itu sudah tak bernyawa.

JOHN

Namun kami berhasil menyelamatkan ibunya.” Amat berdecak lalu melirik istrinya. Bu Amat kelihatan pucat, seakan kejadian itu berlangsung di depan matanya. “Tanggapan masyarakat bagaimana dokter, setelah anak sungsang itu tidak bisa diselamatkan? Ngamuk?” “Sama sekali tidak. Mereka bersyukur, sebab ibunya dapat diselamatkan.” “Itu hanya salah satu contoh. Banyak kasus lain yang sudah dilakukan dokter John di Papua sehingga beliau ini mereka anggap sebagai pahlawan,” sambung Ami. John cepat membantah,”Tidak, sama sekali tidak. Saya bukan pahlawan. Saya hanya berusaha tidak hanya mengurus dan melawan penyakit, seperti umumnya yang dilakukan oleh rekan-rekan seprofesi saya. Saya hanya berusaha mengajak, mengingatkan bahwa dalam menjalankan profesi sebagai dokter, jangan hanya penyakit yang diurus, tapi pasien sebagai manusia harus diprioritaskan.” Amat kontan manggut-manggut. “Dokter John sudah membuat terobosan, Pak. Setelah seluruh profesi sekarang semuanya berlomba menjadi sangat komersial, sudut kemanusiaannya makin lama makin luntur. Pendidikan mahal, biaya sakit tak terjangkau, jabatan bukan lagi pengabdian, tapi sejatinya tempat rebutan cari rezeki.” “Kalau begitu dokter John sudah pantas sekali menerima penghargaan!” “Betul, Bu. Sangat pantas. Tapi sebaliknya dari

penghargaan. dulu ia sempat jadi bahan gunjingan. Dianggap sudah melanggar kode etik kedokteran, malapraktek yang bisa mengakibatkan dia dilarang melakukan kegiatan profesinya. Untung sekarang ia dibukakan cahaya terang. Ia lakukan semua itu bukan untuk membuat sensasi, tapi melawan keterbatasan dan memenangkan kemanusiaan.” Amat berdiri, lalu menghampiri John. Mengulurkan tangan, mengguncang tangan John bahkan kemudian memeluknya. “Dokter John Manangsang, dokter telah menulis sejarah. Dokter berhasil menyulap kekalahan menjadi kemenangan. Bukan untuk diri sendiri, tapi pasien. Dokter mengaku bukan pahlawan, tetapi pahlawan itu memang bukan orangnya tapi perbuatannya. Kepahlawanan tak bisa dillakukan oleh orang yang tak berjiwa pahlawan. Dokter John berhasil tak hanya mengurus penyakit tapi utamanya manusia. Darimana dokter John belajar mengoperasi caecar memakai silet dan alat seadanya, kalau bukan dari nurani yang tak diajarkan oleh fakultas kedokteran di mana pun di seluruh dunia.. Itulah catatan emas dokter John yang ajaib. Dokter tidak hanya belajar ilmu kedokteran di kampus, tapi memuliakan manusia. Dan itu tidak hanya dokter tekadkan dan bicarakan, tapi dipraktekkan.mengagumkan. Hebat!” “Kok tadi Bapak mendadak berpidato?” kecam Bu Amat, setelah tamu pulang. Amat senyum. “Habis, tadi Bapak lirik, tamu yang satu menyorot dengan kamera!” “Hhhh! Over acting!”

Ekspresso

Ketika sebuah produsen otomotif mengadakan test drive mobil baru, saya dan beberapa teman mendapat undangan. Kami mulai test drive dari salah satu kantor menuju ke Kintamani. Perjalanan ternyata tidak langsung ke Kintamani, tetapi show of force dulu di beberapa ruas jalan di kota Denpasar. Setelah keliling Denpasar, rombongan masuk ke jalan tol dari arah bandara Ngurah Rai. Disinilah peng­ alaman yang menggelikan dialami teman saya. Ia menjadi penumpang di mobil yang berada di depan (di belakang voorijder). Ketika masuk tol, teman saya turun untuk menghitung berapa jumlah mobil yang ikut dalam rombongan. Ia pun bertugas untuk meng­ hitung dan nantinya membayar ke petugas tol. Karena jalan tol cukup ramai, kendaraan tidak bisa berhenti lama. Begitu masuk pintu tol, bayar, langsung tancap gas. Mobil yang ditumpangi teman saya pun melakukan hal yang sama. Begitu masuk pintu tol dan masuk hitung­ an rombongan, mobil langsung tancap gas. Oh my God…. teman saya ka­r ena sibuk menghitung, tidak

sadar ia ditinggalkan mobilnya. Mobil terakhir yang dihitung pun sudah melesat. Untungnya ponsel tidak ditinggal di mobil. Ia pun menelepon temannya yang diajak di mobil tadi. Mobil pertama pun berbalik arah kembali ke pintu tol bandara Ngurah Rai untuk menjemput te-

man saya. Ternyata tidak banyak yang ngeh dengan kejadian itu. Saat rombongan menikmati makan siang di tepian Danau Batur, Kintamani barulah cerita terkuak. Kami yang mendengar ikut tertawa. Tetapi yang terpenting adalah semua rombongan kembali selamat tiba di Denpasar setelah test drive. Diyah

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budi­artha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Se­kretariat Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­Faksi­mile (031) 5675240 redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

Tato sebagai Ekspresi Diri

Di balik tajamnya jarum tato dan perihnya alkohol saat pembuatan tato, perempuan satu ini punya keberanian yang besar. Ia berani mengambil keputusan untuk menggambar sesuatu di bagian tubuhnya. Kini gambar itu melekat selamanya bahkan sudah menjadi bagian identitas dirinya.

B

egitulah perempuan satu ini, ia berani menahan sakit perihnya jarum tato dan siap dengan risikonya. “Setiap orang punya cara tersendiri mengekspresikan dirinya,” ujar Sinta Devi Wirya Ward, perempuan yang penuh hiasan tato di tubuhnya, ditemui di rumahnya di Kawasan Jalan Rumah Sakit Unud, Jimbaran. Namun, Sinta mengakui hingga kini masih ada orang beranggapan miring terhadap perempuan bertato. Padahal, katanya di balik tato tersebut tersimpan sebuah makna yang sangat personal, seperti kenangan atau momen istimewa dengan seseorang maupun alasan lainnya lengkap dengan pertimbangan estetik bagi si empunya tato. Bagi Sinta, kalaupun ada tatapan heran, penasaran kagum, ataupun aneh sudah biasa baginya. “Malah sering juga setelah puas menatap berlanjut dengan bisik-bisik . Cowok bertato saja masih sering dianggap negatif sama masyarakat awam, apalagi cewek. Masih banyak omongan negatif yang berseliweran, dan ini sudah biasa. Saya menyikapinya biasa saja, tidak berlebihan. Hanya senyuman yang saya berikan pada

Website Bank BRI Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar

Mohon info nomor kontak Dokter Oka (rubrik Sexedu) Sugiarto Santosa

Mohon info tentang pembuat Minyak VCO yang dimuat Tokoh pada edisi 872 halaman 5. Budiarta, Denpasar Bapak bisa menghubungi Ni Wayan Nik Suriasih. Hp: 081337814942

Sinta Devi

mereka,” papar Sinta yang juga memiliki keahlian menato ini. Selanjutnya Sinta pun bercerita kalau dirinya sudah kenal tato sejak lama. Sebab salah seorang sepupunya ahli tato. Hanya saja ia mulai tertarik untuk menato anggota tubuhnya saat usianya 14 tahun dan ia duduk di bangku SMP. “ Masa sekolah menangah ini memang penuh dengan rasa penasaran dan ingin mencoba ini – itu, termasuk soal tato. Ini pertamakalinya saya membuat tato di jari tengah saya . Tatonya terdiri dari huruf “De”, penggalan dari nama tengah saya,” tutur Sinta . Ketika itu, untuk mengelabui

orangtuanya Sinta pun menutup tatonya tersebut dengan cincin. Kemudian, menyusul tato kedua di pergelaangan tangan kanannya, masih berupa hurtuf yang merupakan sambungan tato pertama. “Kali ini “Vi” jika disambung jadi Devi . Sampai dengan tato kedua ini, orangtua masih belum tahu,” katanya. Menurut Sinta, akhirnya saat dirinya masuk kelas 2 SMA, orangtuanya sempat curiga kalau ia bertato. Dikatakannya saat ia tidur, sang ibu sempat melihat di punggungnya ada tato. Namun saat itu Sinta masih berkilah, dan mengatakan itu tato temporer dan mudah hilang. Namun , di tahun 2007 saat kuliah, ia tak bisa lagi mengelak. Kecurigaaan ibu bertambah karena sehari-hari ia selalu mengenakan blus lengan panjang , sekalipun cuaca sangat panas. “SELAMAT TINGGAL” Akhirnya pada saat Sinta mengaku memang ia memakai tato, sang ibu sempat menangis karena sangat kecewa terhadapnya. Sementara sang ayah bersikap lebih tenang dengan menanyakan apa tujuan ia bertato. Ketika itu, kata Sinta ia menyampikan pada kedua orangtuanya bahwa dirinya memiliki ketertarikan pada dunia

seni. “Salah satunya seni tato,” ujar Sinta yang demi orangtunya sudah pula menyelesaikan S1nya dan kini kembali kuliah di ISI mengambil jurusan fotografi. Setelah orangtuanya memahami langkahnya dengan semua tato ditubuhnya, sekarang Sinta tidak lagi mempermasalahkan orang lain mau mengatakan apapun tentang dirinya. “Selama ini keluarga, orang terdekat dan komunitas saya sangat paham siapa saya. Saya pun tenang melangkah, terlebih saya tidak mengganggu orang lain, saya berkarya sesuai dengan kebisaan saya dan tidak berperilaku aneh termasuk dalam berbusana, ya sudah selesai,” katanya tersenyum. Selanjutnya bersama berjalannya waktu, diakui Sinta kegilaaanya pada tato juga berkembang. Begitulah, setelah tato ke tiga, berlanjut dengan tato keempat dan seterusnya. Ia menjadi nyandu tato, malah menurutnya lebih hebat dibanding nyandu rokok. “Hanya ada dua area yang tidak akan pernah saya isi tato, yakni wajah dan leher saja, ” cetus istri dari Marcus John Ward ini. Ketika ditanya soal rasa sakit saat di tato, Sinta mengatakan, namanya juga di tusuk jarum pasti sakit. “Meski sakit tetap akan saya jabanin , sebab setelah selesai dan melihat hasilnya sesuai dengan yang diangankan ada rasa puas dan bahagia yang luar biasa. Seperti apa puasnya, susah diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya Sinta yang ditubuhnya kini terdapat 50

Waspadai Alergi

www.tokoh.co.id

Hp Dokter Oka: 08123979397

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Sinta Devi Wirya Ward

Surat Elektronik

Ketinggalan di Loket Tol

Sudut Pandang

dr. Darma Putra

Tato adalah suatu bentuk modifikasi tubuh, yang dibuat dengan memasukkan tinta khusus yang bersifat permanen ke dalam lapisan kulit dermis untuk mengubah pigmen. Tato telah ada selama berabad-abad yang lalu dan dalam banyak kebudayaan, menyebar ke seluruh dunia. Apakah tato berbahaya bagi kulit? Menurut dokter spesialis kulit dr. IGN Darma Putra, Sp.KK., secara umum tato tidak menimbulkan efek samping pada kulit. Namun, kata pemilik DI Klinik ini, bagi orang yang memiliki alergi pada bahan warna yang digunakan untuk tato, bisa menimbulkan masalah. “Reaksi alergi biasanya muncul setelah dua minggu setelah dilakukan tato. Apabila tato lebih dari satu warna, tidak selalu semua warna menimbul-

kan alergi. Pada warna yang menimbulkan alergi kulit akan tampak menebal, merah, dan gatal,” ujar dosen FK Unud ini. Ia menyarankan, sebelum melakukan tato adalah memastikan jarum yang digunakan adalah jarum steril. Sebab jarum tato seringkali sebagai jalan penularan penyakit termasuk HIV. Bagi yang ingin menghilangkan tato, kini sudah ada teknologi laser dengan tanpa bekas. Namun, ia mengingatkan, yang perlu dipertimbangkan pengerjaan laser untuk tato tidak bisa dilakukan sekali, jadi perlu beberapa kali. Selain itu, dari segi biaya, harganya relatif mahal. “Jadi sebelum memilih bertato perlu dipertimbangkan baik-baik resikonya dan jika ingin menghapusnya lagi,” kata dr. Darma Putra.

23

Sinta Devi lebih tato kecil dan sekitar 7 tato yang beberapa di antaranya hasil goresan seniman tato andal yang dimiliki Bali seperti Danang, Eponk, dan dua artis tato paling legend di Bali Ibud dan Roy Parsua, . Bahkan sebulan lalu ia menato memori dengan sang suami dan satunya lagi di bahu kiri memori dengan sang nenek dan kakeknya. Sinta mengatakan sangat dekat dengan kedua almarhum dimasa kecilnya. Neneknya bernama “Selamat” dan kakeknya bernama “Tinggal” yang jika dipadukan menjadi “Selamat Tinggal” “Saya ingat salah satu pesan kedua almarhum berdua, “apapun masalahmu inget berdoa kepada Yang Diatas, Ida Sang Hyang Widhi dan tersenyumlah, maka semua akan baik-baik aja,” kenang penghobi masak ini. – Sri Ardhini

Menurutnya, tato yang sudah dihilangkan tidak akan menimbulkan efek samping. Apalagi, dengan sistem laser yang memberikan hasil tanpa bekas. Melihat efek dari tato, kini mulai digandrungi tattoo temporary atau tato sementara, yang bisa dengan mudah dihilangkan. “Untuk menghilangkan tato sementara tidak perlu menggunakan alat canggih atau teknik khusus,” ujarnya. Namun, tato jenis ini cenderung lebih sering menimbulkan alergi dari bahan warna yang digunakan. Bagian yang ditato akan menjadi kemerahan, menebal, dan gatal. “Apabila tidak ditangani dengan benar, reaksi alergi akan meluas tidak terbatas pada bagian yang ditato saja,” katanya mengingatkan. Ia menyarankan, apabila timbul reaksi alergi harus segera diperiksakan ke dokter, sebab penanganan yang salah dapat menimbulkan bekas yang kadang susah dihilangkan. –Wirati Astiti


24

What’s UP

Edisi 873/ 2 - 8 November 2015

Ruth Permatasari alias TJ

Tato untuk Tutupi Bekas Luka ‘Cuek abizzz’ itulah tampilan Ruth Permatasari atau akrab disapa ‘TJ’. Melihat tampilan mantan personil Sinden Gosip ‘Extravaganza’ yang kocak ini, memang bikin geleng kepala. Mulai dari tubuhnya yang ditato beragam makhluk laut sampai dengan gaya rambutnya yang super nyentrik. Kesan feminim seolah jauh dari tampilan TJ yang tomboy. Namun bukan berarti dia tidak bisa berpakaian feminim. Dalam suatu kesempatan TJ bahkan pernah tampil cantik berkebaya. Ia juga piawai memasak.

T

api TJ yang serba bisa--mulai dari melawak hingga menyinden, menyanyi, dll--- paling diingat orang karena tato yang dimilikinya. Ada keunikan tersendiri dari tato-tato tersebut, yakni hampir semuanya bergambar makhluk air, mulai dari gurita, hiu, cumi-cumi, ikan koi, teratai, dll. “Aku ingin menggambarkan bahwa kehidupan aku seperti air yang mengalir,”

ujar TJ beralasan. Menurut penyiar radio Gen FM Jakarta ini, tato yang tergambar di tubuhnya, tidak sekadar gambar tapi memiliki filosofi tersendiri. Misalnya saja gambar gurita yang melambangkan hewan yang pintar dan misterius, atau ombak yang filosofinya maju terus tak pernah berhenti. “Filosofinya maju terus tidak berhenti, artinya dalam kehidupan ini kita tidak boleh menyerah dalam mengadapi

apapun di dunia ini,” kata pemeran film “Aku atau Dia” ini. TJ yang selalu tampil ekspresif ini bertutur sejak kecil ia sebenarnya sudah ingin ditato. Namun sang mama melarangnya. Alasan menato itu, bukan untuk ‘gaya-gayaan’ tapi untuk menutupi bekas luka pada lengannya. “Waktu kecil aku pernah tersiram air panas dan itu meninggalkan bekas. Aku menjadi sangat terganggu. Ketika ABG,

kapanlagi.com

aku bilang ke mama mau menato bekas luka itu, tapi dilarang. Barulah setelah bekerja di kapal pesiar Hong Kong niatan menato terwujud,” ungkap TJ . Setidaknya ada empat bagian tubuhnya yang tato, yakni, lengan, betis, pung-

gung dan dada. Tato-tato itu kebanyak­ an dibuat di luar negeri saat ia bekerja di kapal pesiar. “Tapi yang di betis kanan dibuat di Bandung,” tambahnya wanita kelahiran 1980 ini sembari tertawa lebar.—Diana Runtu

Tato Temporer lebih Aman

Fenny sedang membuat tato temporer

Hobi menggambar yang ditekuni Ayu Putu Fenny Abrina Putri memberi berkah bagi dirinya. Setelah menyelesaikan pendidikan di ISI Denpasar, perempuan kelahiran 5 Oktober 1992 ini, ia menjadi guru les privat dan membuka usaha “Dyzny_art “bersama kekasihnya, Adi Sutrisna di Ubud. Salah satu kegiatan yang banyak diminati adalah lukis tato temporer. “Saya mulai menekuni tato temporer sejak 5 tahun silam. Waktu itu ada event yang salah satu acaranya face painting untuk anak-anak. Bahan yang dipakai aman untuk kulit. Sejak saat itu, saya mulai ketagihan melukis di media kulit,” ujar pelukis yang akrab disapa Fenny ini.

Contoh tato temporer

Selain face painting, Fenny juga pernah ikut kontes body painting. Dari semua media lukis, ia mengaku menyenangi semuanya. “Sekarang ini tato temporer yang sedang digandrungi. Anak-anak pun banyak yang minta dibuatkan tato. Kami menggunakan bahan yang aman untuk kulit. Asal tidak kena air, tato bisa bertahan dua hari,” ungkapnya. Gambar yang dipilih anak-anak biasanya gambar kartun, zodiak, bunga, tribal, bahkan nama. Hanya dengan biaya Rp 5 ribu, anak-anak sudah bisa mendapat satu tato temporer. “Kalau tato permanen saya belum pernah,” ujar pelukis yang sudah banyak meraih prestasi ini. –Ngurah Budi

Email: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

Website: www.tokoh.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook