Skip to main content

Tokoh Edisi 871 | Tokoh

Page 1

24

What’s Up

Edisi 871/ 19 - 25 Oktober 2015

Pengurus DPD dan DPC FPPI Provinsi Bali Dilantik Ketua Umum DPP Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Hj. Dewie Yasin Limpo, S.E. mengatakan, lembaga ini bisa menjadi wadah bagi perempuan untuk berkarier tak terkecuali di pentas politik. “FPPI harus dijadikan wadah bagi perempuan untuk tampil di segala lini pembangunan bangsa ini. Perempuan jangan sekadar jadi pelengkap saja,” ujarnya saat melantik pengurus DPD dan DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Bali masa bakti 2014-2019 di Wiswa Sabha, Kamis (15/10). Pengurus DPD dan DPC FPPI Bali foto bersama Ketua DPP Pusat FPPI, Kadis Sosial Bali dan Senator RI

Dewie Yasin Limpo

P

Eka Susilawati

ada acara pelantikan yang dihadiri oleh Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Sosial Bali, Senator RI Dr. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Sekretaris Jendral DPP, Anny Murniyat, Ketua BKOW Bali dan Organisasi Wanita di Bali itu, Dewie Yasin Limpo juga mengatakan ini adalah awal kemajuan perempuan di Bali. “Tampillah menjadi perempuan hebat dan tangguh, hingga pemilihan mendatang kuota 30% bisa dipenuhi oleh kader-kader FPPI,” ucapnya. FPPI ingin mewujudkan kesejahteraan, keseteraan dan keadilan gender dengan prinsip kepada nilai anti diskriminasi, anti subordinasi, anti marjinalisasi dan anti pelebe-

lan negatif. “Perempuan juga warga negara yang wajib diberikan kesempatan mengembangkan diri, mencalonkan diri. Berhak punya kesempatan dipilih dan dipilih,” ucap legislator DPR RI ini. Selanjutnya Gubernur melalui Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, mengapresiasi terbentuknya DPD Forum Permberdayaan Perempuan Indonesai (FPPI) Bali dan DPC FPPI kabupaten/kota. Dengan dilantiknya FPPI Bali ini diharapkan dapat meningkatkan pengabdiannya dalam pembangunan bangsa dan negara khususnya di Bali. Apalagi perempuan sangat strategis dalam hubungan budaya dan membentuk kerangka bangsa. Perempuan orang pertama dan utama dalam mendidik anak. Perempuan adalah utama penyangga keluarga. Pemberdayaan perempuan yang dilakukan pemerintah pada dasarnya bertujuan untuk kemandirian dan meningkatkan rasa percaya diri sehingga mampu berpartisipasi membangun kehidupan dan kesejahteraan, sebab fakta menunjukkan banyak perempuan hidup di bawah garis kemiskinan. Juga masih rendahnya peran perempuan terutama di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan hukum. Masih dalam sambutan yang dibacakan Kadis Sosial Bali, Gubernur mengatakan dengan semangat RA Kartini perempuan Indonesia harus bangkit dan bersama– berjuang untuk kesejahteraan. FPPI harus menjadi garda terdepan dalam melakukan aktivitas dan kegiatan demi pengembangan organisasinya sehingga dapat memotivasi perempuan Bali mengembangjkan potensi mereka. Membantu masyarakat dengan tulus iklhas. Jika permepuan maju maka bangsa ini juga akan maju. Dengan dilantiknya para pengurus ini juga dapat melakukan konsolidasi internal dan eksternal dengan instansi terkait yang menjadi mitra kerjanya. Hingga dapat mewujudkan perempuan Indonesia yang sehat, cerdas, mandiri, berprestasi dan bermartabat. Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (DPD- FPPI) Bali, Ni Luh Putu Eka Susilawati dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa hingga saat pelantikan semua dilalui dengan perjuangan yang luar biasa. Selanjutnya, dalam gerak langkah FPPI wilayah Bali,

melalui program kerja yang akan dirancang ke depan senantiasa berkoordinasi baik dengan DPD FPPI Pusat maupun pihak-pihak terkait di wilayah pemerintahan Bali. Dikatakannya, FPPI merupakan organisasi massa yang hidup di tengah kaum perempuan, untuk kaum perempuan, oleh kaum perempuan, milik kaum perempuan. FPPI bertujuan mewujudkan perempuan Indonesia yang cerdas, mandiri dan berprestasi. Meski diakuinya, bahwa hingga saat ini persoalan mendasar mereka adalah belum adanya tempat untuk beraktivitas dan berkarya.-ard

Pengurus Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesaia Provinsi Bali

Masa Bakti 2014 – 2019 I. Dewan Pertimbangan Daerah : Agung Kusuma Dewi Susanti, S.H. II. Dewan Pakar: 1.Loni Rihi, S.E.,S.H. 2. Komang Lestari Kusuma Dewi, S.H.,M.H. 3. Ni nyoman Nuryani, S.Sos. III. Ketua: Ni Luh Putu Eka Susilawati IV. Ketua I: Ida Ayu Alit Maharani, S.Psi., M.Si. Ketua II: Anggariasih, S.Miss. Ketua III: Kadek Indrawati, S.E. Ketua : Ida Ayu Eka Pertiwisari Ketua V: Ir. Ni Made Trigunasih, MP Ketua VI: I Gusti Agung Ayu Kartika, S.H. V. Sekretaris: Titiek Herawati Irijani, S.E. VI. Sekretaris I : Ester Feregina Sekretaris II: Ni Wayan Sri Sutari, S.P., MP VII. Bendahara:Riscayulita Candra VIII. Bendahara I: Retno Dwimayanti Pengurus DPC Kota Denpasar Ketua : Yoseva Listyati, S.E. Sekretaris : Ni Putu Somawati Bendahara : Ni Wayan Ria Mariani Pengurus DPC Badung Ketua: Ni Nyoman Serini , S.H. Sekretaris : Yanti Widiastuti, S.E., M.Pd. Bendahara : Sujinah Pengurusa DPC Gianyar Ketua: Ni Luh Putu Nilawati, S.H., M.H. Sekretaris : Desak Gede Sri Widiari, S.E. Bendahara: Desak Gede Putri Siswati, S.E. Pengurus DPC Bangli Ketua: Ariati Ama Sekretaris : Luh Riastini Bendaharta : Rohana, S.P. Pengurus DPC Klungkung Ketua: Ni Putu Apriani Sekretaris : Made Diyasmini Bendahara: Luh Gede Sri Fatma Utami

Email: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

Website: www.tokoh.co.id


2

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

GORO-GORO Seorang pemimpin partai baru, terbang ke Bali menemui Amat. Lelaki kayaraya itu baru saja didedari partai yang Putu Wijaya pak didirikan, dibiayai, dan dipimpinnya. Stress, panik seperti orang gila, ia menumpahkan selangit kegalauannya pada Amat. Rumah Amat seperti mau meledak oleh kemarahan, sakit hati, kecewa, berbagai umpatan dan sumpah serapahnya. Peristiwa itu jelas sudah merobohkan kepercayaan dan akal sehatnya. Ia berteriak, mencak-mencak, membanting HP dan mengacung-acungkan pistol pribadinya, seperti mau membunuh mereka yang sudah, menurut istilahnya, menjebak, menjerumuskan, memeras dan mengkhianatinya. Tetapi ujung-ujungnya ia menjerit karena keki, malu dan merasa terhina. “Mat!! Kau betul! Betul sekali! Mereka semua itu bandit! Semua! Yang mengaku saudara, yang mengaku sahabat, murid, guru spiritual, backing, fans, relawan, semua, semua bajingan tengik, semua! Laki-perempuan, tua-muda, podo ae cap cay! Aku tak habis pikir, tak masuk di nalar, unbelievable! Masak dedengkot sudah lulus cum laude melalap pahit-getir perjuangan yang dapat gelar doktor honoris causa dari California ini, kok bisa kebobolan 10-0, bisa dikadalin, dikibulin sampai skak mat triliunan?! Sial! Sial! Aku sudah dihipnotis hiena, burung-burung kondor pemakan bangkai itu! Tapi kenapa aku? Apa dosaku? Partisipasiku kepada masyarakat, kan banyak? Aku pembayar pajak yang jujur dan setia! Kenapa, Mat? Apa negeri ini sudah menyembah iblis?!” Amat menanggapi dengan tenang. “Kamu jangan tenang-tenang begitu! Bego! Ini pelecehan moral, ketidakadilan yang dilegalkan! Kejahatan sekarang sudah naik kelas jadi kiat! ini tragedi budaya! Bencana nasional, tanda semua orang sudah kropos akhlaknya, diplintir virus duit! Peta kehidupan bergeser, semua berkiblat pada duit. Politik bukan lagi perangkat negara yang memuliakan bangsa dan negara, tapi duit. Kekuasaan jadi duit. Keadilan, kebenaran untuk duit, hukum demi duit, ilmu duit, pendidikan duit bahkan, agama pun tak malu-malu lagi dijadikan duit. Di

sobat

ujungnya duit jadi berhala kontemporer! Oh my God! Bohong besar itu dalih demi menegakkan kebenaran-keadilan. Itu iklan murahan! Persetan itu atas nama kepentingan rakyat! Bull shit! Itu interest pribadi! Rakyat hanya umpan pancing! Itu kriminalitas yang sudah diputihkan dengan politik! Memang kita mau bangkrut massal? Kalian pikir rakyat jelata tidak tahu itu rekayasa dengan kepala dingin! Kepala dingin! Pembunuhan berencana dengan kepala dingin itu hukumnya: mati!!” Amat tetap sabar. “Ah lu sialan juga, Mat. Tidak ada manusia normal bisa sabar, kalau ditipu dengan cara yang menghina kecerdasan, kecuali elu! Bangsat-bangsat itu lihai sekali, aku dirayu, dipuji, dipuja, tapi pelan-pelan dijebloskan mendirikan partai dengan dalih idealisme memenangkan rakyat. Padahal tujuan utamanya merampok duit gua! Kampret! Ini bukan duit kecil, Mat!” Mereka sedot darah segar yang jatuhbangun babak-belur aku kumpulkan puluhan tahun, mulai dengan ngojek! Tiba-tiba bablas ewes-ewes! Gila, Mat!!” Amat setuju. Tapi ia tetap mengajak sahabatnya yang galau itu untuk menarik nafas panjang dan merenung. “Apa? Menarik nafas panjang, setelah triliunan duitku dikuras paksa keluar dari tenggorokanku? Kamu edan! Itu sama dengan menarik nyawaku keluar. Itu pembunuhan karakter! Duit adalah nyawaku, Mat, ngerti?! Dasar seniman, pensiunan guru, pengangguran kere lu! Kamu tidak pernah bisa mengapresiasi realita abad 21 ini. Kamu masih berpikir ala inlader alias bangsa jajahan. Asal sandang-pangan, cukup, beres! Ini era kemerdekaan Bung! Sandang, pangan, papan bahkan jaminan pensiun saja tidak cukup! Orang merdeka di Jamrud Khatulistiwa ini harus hidup mewah! Maksimal, tahu! Makanya harus ambisius! Dulu formula itu disebut serakah, tapi sekarang itu aba-aba standar melangkah ke depan bagi orang merdeka! Tahu? Menyembah duit itu pahit, tapi tidak berarti kau bisa menafikan arti duit. Boleh kau kutuk karena duit sudah jadi berhala! Tapi kau sumpahi pun dia tetap segala-galanya, tahu ? Sekarang tinggal pilih, mau hidup riil atau berhalunisasi? Ini bukan jutaan lagi, tapi triliunan! Lebih banyak dari semua bulu di tubuh kamu, itu! Mat! Mengerti?!” Amat mengerti. Tapi sekali lagi dia mengajak sahabatnya merenung dan bersyukur. “Oh bull shit! Merenung, sesudah nyawaku dirampok? Tidak! Sorry my old idiot friend! Aku bukan rohaniwan. Kalau pun gua rohaniwan gua rohaniwan yang progresif,

moderat, revolisioner, garang! Yang ngerti arti duit! Jangankan triliunan, seperak pun akan aku usut tuntas, seperti cerita orang tentang Oom Liem, Bro!” “Karena itu bersyukurlah! Bersyukur! Setelah digorok begitu, kamu masih bisa mencak-mencak!” “Bangsat kamu, Mat! Ini bukan mencakmencak! Ini protes keras, tahu. Sumpah mati aku tidak terima! Manusia juJur seperti aku kok ditipu hidup-hidup!” “Untung masih hidup! Kalau tidak?” “Eeeee ente kok jadi ikut latah nyalahin ogut!? Sialan! Kau kan sahabatku, saudaraku, tempat aku mengadu! Kenapa jadi tidak bisa membantu? Kalau pistol Aku bukan orang Jawa! Aku tidak bisa bilang untung, untung, untung padahal aku sudah buntung dipentung! Aku ke mari bukan minta tolong, bukan minta disokong bukan minta nasehat omong kosong! Aku mau cari pegangan dari berpikir positifmu. Ternyata dunia sudah berubah, sahabat berbalik jadi lawan. Terimakasih banyak. Aku tidak jadi nginap di rumahmu. Aku nginap di Nusa Dua saja! Nih ongkos taksi tadi, kembaliannya kamu simpan saja! Ternyata aku bukan saja kahilangan duit, partai tapi juga sahabat! Aku kecewa! Kalau pistiol ini ada isinya, sudah dari tadi kau aku tembak! Dor! Orang kaya yang stres itu menembakkan pistolnya. Dor! Ternyata ada pelurunya. Amat jatuh karena kaget. Cepat pemimpin partai yang terdepak itu panggil taksi lalu kabur. Amat bangkit, tapi tidak berusaha untuk menahannya. “Terus-terang, kalau pendapat saya diminta,” kata Bu Amat kemudian, “Bapak tadi berlebihan.” “Maksudnya?” “Tidak sopan memberikan nasehat seperti itu pada sahabat yang lagi galau. Setidak-tidaknya tunggu dulu sampai ia lebih tenang.” “Jadi baiknya bagaimana?” “Telepon dia, atau langsung kujungi ke hotelnya. Minta maaf dan dengarkan dulu dengan sabar semua curhatnya. Kita yang harus sabar, bukan dia yang sedang stres itu.” Amat termenung. Karena dipaksa istri, akhirnya ia berangkat ke Nusa Dua. Tengah malam, Amat balik ke rumah. “Bagaimana, Pak, ketemu?” “Tidak. Dia sudah kembali ke Jakarta.” Amat mengulurkan nota dari hotel, berisi pesan ketua partai yang terdepak itu: “Aku kembali ke Jakarta. Cara terbaik untuk membalikkan kekalahan jadi kemenangan, bukan lari, tapi langsung menghadapi, bahkan menikmatinya. Kau betul Mat, sahabat sejatiku!”

Salah Masuk Kelas

Saya teringat kejadian waktu masih kuliah, kebetulan saya kuliah siang. Dari rumah kira-kira 30 menit dan saya selalu mendahului datang karena takut terlambat. Suatu hari dosen memajukan jam kuliah dari pukul 12.30 menjadi 10.30 wita. Karena perjalanan saya ke kampus 30 menit dan saya yakin tidak akan terlambat saya berangkat pukul 09.50 wita. Seperti biasa saya memacu kendaran dengan santai karena saya memang tidak berani ngebut. Ketika sampai di Batubulan tempat biasa saya motong jalan, ternyata ada perbaikan dan harus lewat jalan lain dengan jarak yang lumayan jauh dan memutar. Dari sana saya sudah mulai bingung. Berkali-kali saya liat jam di tangan.

Jalanan di kota yang macet makin membuat saya pusing. Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 10.20 dan saya masih di Tohpati. Pikiran makin kacau dan saya memberanikan diri saya pacu kecepatan motor dan sampai di parkiran kampus pukul 11.50. Saya berlari ke lantai 2 dan masuk kelas. Sampai di tengah ruang­ an saya berteriak Oh my God, ternyata saya masuk ruangan yang

salah dan suasana hening kelas jadi pecah gara-gara saya. Saking kerasnya teriakan saya, juga didengar oleh temanteman di kelas saya yang berada tepat di depan kelas. Saya masuk kelas dengan raut wajah malu dan menunduk. Teman-teman tertawa terbahak-bahak melihat saya. Pengalaman yang tidak bisa saya lupakan. Novi, Gianyar

Ekspresso bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

PETIK DAN NIKMATI BUAH BERSPIRITUAL BERSAMA GURU MANGKU HIPNO

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budi­artha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Se­kretariat Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­Faksi­mile (031) 5675240 Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id Website www.tokoh.co.id Bank BRI Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar

Mohon informasi nomor kontak Gede Ngurah Surya Hadinata, pria yang mengoleksi perangko yang dimuat Tokoh di rubrik Sudut Pandang edisi 870. Terima kasih. Wayan Mudita, 08123814xxx; Pak Merta, 081338042xxx Nomor kontak Gede Ngurah Surya Hadinata: 0817554032.

23

“B

Guru Mangku Hipno

anyak orang bertanya, apa yang telah aku dapatkan setalah lama berspiritual, jalur energi telah dibuka, jalur pernapasan telah dibuka, jalur intuisi telah dibuka, jalur prana telah dibuka, jalur kundalini katanya telah diaktifkan, namun faktanya hal terpenting di zaman ini yaitu jalur rezeki masih saja selalu tertutup. Hidup rasanya selalu dalam kesedihan, kemiskinan, tekanan bertubi tubi, bahkan akhir akhir ini bukan hanya bermasalah tentang uang, hati juga rasanya makin kering kasih sayang. Rasanya selalu tegang dan ingin marah, sampai sampai tidak lagi konsen saat bermeditasi, tidur sangat susah, semua jadi buyar. Sehat tidak, sukses tidak, berkelimpahan juga menjauh apalagi yang namanya hidup bahagia, rasanya mustahil,” begitulah keluhan yang sering dilontarkan seseorang yang berniat memasuki dunia spiritual. SPIRITUAL ADALAH JALAN PEMBEBASAN AWIDYA Spiritual adalah jalan menuju kecerdasan. Berspiritual adalah arah menuju pencerahan (diptir), bahkan banyak yang menjadikan jalan spiritual sebagai salah satu cara mendekatkan diri kepada sang pemilik kebenaran yang absolut yaitu Tuhan. Berawal dari menanam, bertumbuh, berbuah lalu kita akan memetik hasilnya begitulah seharusnya proses yang kita jalani. Bahkan banyak yang meyakini berspiritual bagaikan menapaki anak tangga dan ditangga paling ataslah kita akan memiliki

kemampuan berkontemplasi denganNya. Saat mampu berkontemplasilah kita akan mendapatkan inspirasi dan pemahaman mendalam tentang arti sebuah kehidupan. Namun, banyak yang menanam tetapi lupa merawat tanamannya, mereka lebih terpokus pada hasil akhir dan bukan menjalani prosesnya dengan sabar, sadar dan benar. Dalam Bhagavadgita (VII.16-17) dijumpai penjelasan tentang empat macam orang yang berusaha mendekatkan diri, berbakti padaNya, mereka itu adalah orang yang sengsara, orang yang mengejar kekayaan, orang yang mengejar ilmu pengetahuan, dan orang yang berbudi luhur. Dari keempat macam tersebut hanya mereka yang berbudi luhurlah yang paling mulia, karena mampu berproses dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan atau disebut Prapatti. Sesungguhnya berspiritual

mulai menapaki jalan berspiritual, baik dengan jalan Karma kanda maupun ketika seseorang berjalan dengan Jnana kanda. Janji Agung ini, akan dipaparkan secara gamlang dan dibahas secara tuntas oleh Guru Mangku Hipno, sehingga mempermudah para peserta workshop menapaki jalan spiritual dan sampai pada tingkat keberhasilan yang diharapkan baik secara rasa dan rasio. Para peserta juga akan diberikan lembaran Janji Agung yang sudah dipasupati. Janji Agung berisikan sepuluh karakter diri yang memunculkan sikap baik (attitude), dan menurut matematika kehidupan, dinyatakan bahwa sikap baik (attitude) memiliki nilai sukses 100 %, diatas kerja keras 98%, Pengetahuan 96%, Cinta 54%, Keberuntungan 47%, Uang 72% sebagai penentu sebuah raihan kesuksesan dalam kehidupan. Adapun kesepuluh modal awal atau karakter penentu suksesnya kita berspiritual yang disebut “Janji Agung” adalah pantang kekerasan (Ahimsa), jujur (Satya), tidak mengumbar nafsu seks (Brahmacari), pantang mencuri (Astya), tidak malas atau pantang menerima suap ( Aparigraha) ( YS.II : 35-39). Inilah yang disebut sebagai tangga pertama,

Ratusan peserta terhipnotis mendengar tutur kejernihan Guru Mangku Hipno

menjanjikan keberhasilan yang luar biasa, baik dalam hal kesehatan, kesuksesan maupun keberlimpahan sehingga bahagia bukanlah hal yang mustahil. Ini dikarenakan berspiritual sangat membangun sifat dan sikap positif dalam diri, karena dalam berspiritual yang terkonsep baik, sebelum kita memulainya tentu harus dan wajib mengucapkan “Janji Agung” kepada guru spiritual kita ataupun kepada Tuhan sebagai Gurutah. Janji agung ini adalah tangga pertama dan kedua saat kita

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373 Pengembangan potensi diri ratusan peserta workshop

lalu dikukuhkan dengan berperilaku bersih dan suci (Sauca), mengendalikan diri agar tetap tenang, penuh rasa syukur dan dapat menerima kenyataan apa adanya (Samtosa), tahan uji atau berusaha keras (Tapa), mandiri (Swadyaya), berbhakti kepada Tuhan (Iswaraparnidhana) (YS. II:40-45). Sangatlah diyakini jika kita mampu melaksanakan Janji Agung tersebut kita akan terbebaskan dari penderitaan (duhka), terutama duhka akibat kita tidak mampu mengendalikan citta (pikiran). Biasanya bagi mereka yang tidak mampu mengendalikan pikirannya bukan hanya mengalami kegagalan, penderitaan, namun juga mengalami sakit psikosomatis ataupun gangguan mental (adhyatmika duhka), efek dari gangguan mental tersebut dapat menyebabkan gangguan fisik atau somatho (adhibautika duhka), dan di sisi lain dapat juga mengakibatkan gangguan supranatural (adhidaiwika duhka). Patanjali menyimpulkan hasil renungannya bahwa sumber utama dari semua masalah hidup adalah awidya “kebodohan spiritual”

Ratusan peserta workshop memasuki moment bahagianya

wujud kongkrit dari kebodohan itu adalah asmita atau rasa ego.

APAKAH YANG DIBAWA PULANG PESERTA WORKSHOP? Guru Mangku Hipno yang memiliki nama asli GMH KG Suatmayasa S.H., CHt., MNNLP adalah putra Bali asli yang lahir di Desa Pelapuan, Busungbiu, Buleleng. Setelah menamatkan sekolahnya di SMP Negeri Kekeran lalu SMA Negeri I Singaraja dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum di Undiknas dengan mendapat penghargaan sebagai lulusan terbaik. Saat ini Guru Mangku Hipno sedang melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana IHDN Denpasar. Suami dari AA SG Inten S.E., CHt., MNNLP yang juga merupakan seorang pakar Hypno Beauty ini sangat yakin bahwa seluruh peserta workshop akan mengalami transformasi diri dan berubah karakternya secara langsung setelah mendapatkan motivasi spirirtual, solusi masalah, pencerahan batin, pemurnian diri, pembangkitan energi sukses, pemurnian 9 cakra, revolusi mental/karakter, penguatan pikiran, dan akan diakhiri dengan penyembuhan massal untuk segala keluhan penyakit dengan metode psykotherapi dan hypnotherapi. Para peserta juga akan dituntun untuk mengadakan pemulihan mental dengan metode membangkitkan rasa senang di pikiran, membangkitkan rasa tenang di perasaan, dan membangkitklan rasa nyaman di tubuh melalui gerakan-gerakan yang mengandung simbol–simbol pengaktifan simpul energi. “Terpenting kami berharap setiap peserta

membawa oleh-oleh berupa perubahan signifikan dalam pola pikirnya, pola rasanya dan pola tindaknya, agar hambatan, kegagalan, penderitaan, kesakitan, pikiran negatif, traumatik psikologi, secara langsung ternetralisir saat itu juga,” kata Guru Mangku Hipno yang merupakan seorang pakar metafisika & hypnotherapi, profesional healer dan Guru Besar Brahmakunta Supranatural dan Spiritual Modern Center. Guru Mangku Hipno juga telah berkeliling Indonesia diundang untuk memberikan pencerahan spiritual, workshop revolusi mental, penyembuhan massal, pembelajar hipnosis, prana, pembentukan karakter sukses bagi pekerja, dan mengajar meditasi. Guru Mangku Hipno juga membuka praktek pelatihan, pembelajaran dan penyembuhan dengan metode Hypnotherapi, Psykotherapi, Somatho Therapi, untuk segala penyakit yang selama ini belum mampu tersembuhkan tuntas baik secara medis maupun nonmedis. Buka setiap Senin sampai Sabtu, mulai pukul 10.00 sd 17.00 Wita. Alamat Brahmakunta Center/GMH Institute : Perumahan Gunung Sari Indah, Jl. Tukad Buana 1/61 Kebo Iwa Utara Denpasar, no telp Center 03618442823/ 085103112404, FB : Guru Mangku Hipno. Pin BB : 7FB63D85. Email: suatmayasash79@gmail.com. Guru Mangku Hipno juga menyampaikan saran agar bagi mereka yang menderita sakit jika mencari penyembuhan agar melihat izin prakteknya, agar tidak terjadi hal hal yang tidak diharapkan. “Kami berpraktik legal, dengan izin dari Dinkes Nomor : 448.3/28. PT.XII.14/DIKES,” ujarnya.

“WORKSHOP PETIK DAN NIKMATI BUAH BERSPIRITUAL”, AKAN DILAKSANAKAN MINGGU, 25 OKTOBER 2015 DI GEDUNG PWI BALI, JL GATOT SUBROTO TENGAH, LUMINTANG. MULAI PUKUL 15.00 SD 17.00 WITA. HARGA TIKET 350 RIBU PER ORANG. TIKET SUDAH DAPAT DIPESAN ANTAR MULAI HARI INI.

UNTUK PESAN ANTAR TIKET HUBUNGI : 1. CENTER BRAHMAKUNTA : 03618442823/085103112404 2. JERO PUTU ANTA ARDANA, MS.h : 08563800133 3. JERO ABUCK, MS.h : 085337996318 4. JERO AYUK, MS.h : 08123988724 5. JERO SWANDRA, MS.h : 085738818906 6. JERO MUSNA, MS.h : 08124681851 7. JERO GUS KOMANG KIKO, MS.h : 081999205505


22

Sosialita

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

BPR Kanti Kedepankan “Rase” dalam Tiap Aktivitasnya Tepat 27 September 2015, BPR Sukawati Pancakati berusia 26 tahun. Di usianya yang lebih dari seperempat abad tersebut, BPR yang dinakhodai Made Arya Amitaba, S.E.,M.M. sebagai Direktur Utama, I Ketut Tantra,S.E.,M.M. sebagai Direktur Operasional, Ni Wayan Tantri, S.E., se­ bagai Direktur Bisnis dengan Ni Made Sumartini, S.E. sebagai Komisaris Utama dan I Ketut Sutarsa, S.E. sebagai Komisaris ini, keberadaannya makin dekat dengan masyarakat.

“Pencuri” Desain Berkeliaran

Pengrajin Siasati dengan Katalog Undang-Undang Hak Cipta sudah lama ada, namun penjiplakan, plagiat, dll, terus saja merajalela. Bukan hanya pelaku industri rekaman yang menjerit, tapi para pelaku industri kreatif seperti kerajin­an dan seni, sangat terpukul dengan kondisi itu. Sebagian berusaha menyiasatinya dengan ‘menyembunyikan’ produk-produk barunya dan hanya menampilkannya dalam katalog. Alasannya, ­karena khawatir ditiru.

H

3

Mimik Sriningsih

al itu memang tidak meng­herankan karena banyak dari mereka yang pernah mengalami produk yang diciptakannya susah payah dijiplak oleh orang lain dalam sekejap. Modusnya beragam, mulai dari berkeliaran dari pameran ke pameran mencari produk-produk unik, kemudian memontretnya. Atau berpurapura dengan membeli beberapa sampel produk terbaru. “Mereka nyuri kreativi­ tas orang lain. Mereka itu bukan hanya datang ke pameran-pameran tapi juga ke show room-show room pura-pura sebagai pembeli. Dengan mengeluarkan

sedikit uang, mereka membeli satudua produk, alasannya untuk sampel. Kemudian juga memotret-motret beberapa karya orang. Dari sana mereka langsung menjiplak.Tak berapa lama kemudian, langsung memasarkan tanpa rasa malu atau rasa bersalah,” ungkap Mimik Sriningsih, pengusaha kerajinan tembaga, kuningan dan aluminium. Bagi Mimik yang telah 17 tahun berkecimpung di bidang kerajinan, penjiplakan dan pencurian karya orang lain, dengan modus seperti itu bukan hal yang asing lagi. Dia sendiri pun beberapa kali pernah menjadi korban. “Awalnya saya mengira kalau sudah

mematenkan produk, tidak lagi mengalami penjiplakan atau pencurian desain produk, ternyata tidak juga. Kejadian itu tetap saja terjadi. Para pencuri itu sepertinya tidak takut melakukannya,” ujar Mimik. Pernah suatu ketika, lanjut Mimik, dia tengah berjalan-jalan di sebuah pameran, ternyata dia mendapati produk yang mirip dengan produk yang baru diluncurkannya beberapa bulan lalu. Selidik punya selidik, ternyata produk itu milik pelanggannya. “Saya sempat menegur. Jadi seperti itulah, kadang pelanggan pun melakukannya. Kasus lainnya adalah ‘pencurian’ yang dilakukan oleh pekerja sendiri. Memang susah, yo wis aku biar ke, terserah,” katanya pasrah. Lemahnya penegakan hukum terhadap pencurian karya cipta, membuat Mamik akhirnya malas mengurus hak paten bagi karya-karyanya yang lain. Ia mengaku sekarang pasrah saja kalau kerajinan karya perusahaannya ditiru orang lain. “Mau bagaimana ‘disembunyikan’ dengan cara hanya memuat foto di katalog pun mereka bisa mendapatkannya. Dulu saya pernah mematenkan produk, tapi piye? Ndak berguna. Jadi sekarang, kalau ada yang ingin menjiplak, ya monggo. Saya ndak mau pusing memikirkan itu, biarkan saja. Saya berpikir positif saja, yang penting terus berkarya dan menjaga kualitas produk,” tuturnya. Mimik mengaku bergelut dalam bisnis kerajinan tembaga dan kuning­ an sejak kecil. Maklum, keluarganya di Boyolali turun temurun bergelut di bidang ini. “Saya adalah generasi ketiga yang ikut terjun ke bidang ini,” ucapnya. Sebagai orang yang sejak lama ‘bermain’ di bidang ini, ia menjadi tahu persis seluk beluk kerajinan tembaga dan kuningan. “Sekarang ini saya tidak

terjun langsung dalam mendesain. Paling hanya sesekali saja. Kami sudah memiliki desainer sendiri. Saya lebih fokus pada urusan bisnis dan pengembangannya,” katanya. BEDA SELERA ASIA DAN AMERIKA Awalnya, Mimik memulai dengan produk-produk perlengkapan rumah tangga tradisional. Namun, sejalan dengan perkembangan, kerajinan tembaga dan kuningan, juga digunakan untuk pembuatan aksesoris rumah tangga, juga untuk perlengkapan interior dan eksterior. Boyolali adalah salah satu daerah yang dikenal sebagai sentra kerajinan tembaga dan kuning­ an. Kepopuleran Boyolali itu sudah menyebar ke mancanegara, maka tak heran kalau pembeli asing banyak yang datang ke daerah yang terletak tak jauh dari Gunung Merapi itu untuk berburu kerajinan tembaga dan kuningan. “Banyak pembeli saya dari luar negeri datang langsung ke tempat kami, baik dari Eropa, Amerika maupun beberapa negara di Asia. Kalau pem-

beli dari Eropa dan Amerika, me­ reka umumnya suka kerajinan tembaga seperti lampu gantung, bathtub, wastafel, dll. Mereka hampir tidak pernah memesan kerajinan kuningan. Sedang dari Asia, termasuk konsumen dalam negeri, selain suka kerajinan tembaga, mereka juga suka kerajinan dari kuningan. Malaysia misalnya, sangat suka kerajinan kuningan,” tuturnya. Kerajinan lampu gantung, menjadi salah satu unggulan perusahaannya. Yang menyukai, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri. Karena itu, ia termasuk sering melakukan ekspor untuk lampu gantung dari tembaga. “Kami membuat berbagai desain menarik, kadang mengkombinasikannya dengan material lain seperti bahan fiber, dll. Itu disukai konsumen,” kata Mimik yang pernah mendapat proyek menggarap interior Bandara SoekarnoHatta ini. Namun, seiring dengan ekonomi

yang melemah, ikut mempengaruhi penjualan produknya. Pelemahan ekonomi bukan hanya terjadi di dalam negeri tapi juga luar negeri. Hal ini sedikit banyak ikut berpengaruh pada penjualan produknya. Di sisi lain harga bahan baku tembaga impor terus meningkat. “Kami memakai tembaga impor, harganya terus naik, ini sungguh menyulitkan. Dalam kondisi ekonomi lemah, kami jadi kebingungan tidak berani menaikkan harga. Wong dalam keadaan tidak naik harga saja, orang sudah merasa mahal, apalagi kalau kami menaikkan harga. Jadi harganya tetap. Daripada pelanggan kabur, lebih baik keuntungan dikurangi sekitar 10%,” jelasnya. Ia juga memberi diskon-diskon karena produksi jalan terus, jadi harus ada penyiasatan. Mau tidak mau memangkas sebagian keuntungan. Mimik juga memasok aneka produknya ke sejumlah toko di Bali. Kelesuan penjualan, telah terasa sejak enam bulan lalu. Untuk itu, dirinya juga melakukan penyiasatan yakni mengembangkan kerajinan aluminium. “Ternyata peminatnya juga banyak, khususnya dari dalam negeri. Aluminium memang berbeda dari tembaga dan kuningan. Aluminium memang lebih mudah dibentuk karena lebih lunak, namun untuk produk-produk tertentu sulit dilakukan. Kalaupun dipaksakan hasilnya tidak bagus. Untuk kerajinan aluminium, selain desain juga kreatif dalam permainan warna. Ini banyak yang suka, apalagi harganya sekitar 40% lebih murah dibanding tembaga,” katanya. Untuk menyiasati harga material tembaga yang terus meningkat, Mimik mengurangi ketebalan tembaga. Misalnya, kalau biasanya menggunakan tembaga 0.6 mm, kini menjadi 0.5 mm. Tapi itupun, harus diberitahukan kepada konsumen agar mereka tahu. Kualitas memang agak berkurang namun hal itu wajib disampaikan agar konsumen tahu. “Kepada konsumen, kami memberi mereka pilihan agar harganya menjadi lebih terjangkau. Tapi kadang untuk produkproduk tertentu, kami tidak bisa mengurangi ketebalan tembaga. Misalnya, harus 0.6 mm, ya harus pakai itu dan harganya seperti itu. Kalau tidak mau, ya sudah,” ucapnya. Saat ini, persaingan bisnis kerajinan tembaga tergolong makin ketat. Untuk itu, kiat yang dijalankan selama ini adalah tetap mempertahankan kualitas serta meningkatkan kreativitas. “Terbukti kiat itu manjur. Jadi meski persaingan ketat, usaha saya ini bisa tetap bertahan,” katanya. –Diana Runtu

CSR BPR Kanti Monumen 50 Tahun SMPN 1 Sukawati

H

al ini dibuktikan dengan hadirnya BPR Kanti di tengah-tengah masyarakat, dengan 8 ( delapan) Kantor yang terdiri dari Kantor Pusat, 2 (dua) Kantor Cabang dan 5 (lima) kantor Kas. Bahkan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir BPR

Kanti telah meresmikan empat kantor, yakni Kantor Cabang Mengwi pada November 2014, Kantor Kas Krobokan (April 2015), relokasi Kantor Cabang Diponegoro (Juli 2015), dan Kantor Kas Kuta yang akan dipelaspas sekaligus rencananya diresmikan pada Purnama Kalima, 27 Oktober 2015. Dengan pembukaan Kantor Kas baru ini (kantor kedelapan), BPR Kanti menargetkan bisa mencapai pertumbuhan aset hingga Rp 300 miliar di tahun 2016, melalui jangkauan pelayanan yang makin diperluas. Tahun ini BPR Kanti juga sudah menembus tabungan sekitar Rp 32 miliar dengan kredit mencapai Rp 209 miliar dan Deposito Rp 58 miliar. Keberhasilan BPR Kanti dalam menjalankan Visi untuk “Menjadi Bank pilihan keluarga Anda, para sahabat, yang terpercaya dalam mengelola keuangan”, ini dikatakan Arya Amitaba, tak terlepas dari peran para pemegang saham, pengurus BPR Kanti yang terdiri dari Dewan Direksi dan Dewan Komisaris, beserta para staf/ karyawan yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan rasa tanggungjawab dalam suasana kekeluargaan-dengan mendedikasikan seluruh yang dilakukan untuk sebuah karya, tidak hanya bekerja saja. “BPR Kanti mengedepankan ‘rase’ dalam tiap berbagai aktivitas kesehariannya,” tegas mantan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perbarindo Indonesia ini. “Rase” yang dimaksud adalah dalam menjalankan

Perayaan HUT ke-26 bersama OJK dan Perbarindo Bali

berbagai aktivitas kesehariannya mengedepankan pelayanan dengan sentuhan hati, lebih mengedepankan pelayanan dengan konsep “personal approach” sehingga berbagai aktivitas dapat dilakukan secara optimal, hubungan antara BPR Kanti dengan karyawan maupun nasabah, mengedepankan rasa kekeluargaan. Dalam tiap tindakan yang diambil, selalu berpulang pada “tat twam asi” (kamu adalah aku, aku adalah kamu. Jika terjadi masalah, yang dicari bukan benar-salah, namun bagaimana ber-

Persembahyangan ke Pura Dalem Ped

Kantor Kuta

Peresmian Kantor Mengwi

tanggung jawab terhadap keputusan yang sudah diambil. Selain itu, “rase” ini juga diterapkan dalam hubungan horizontal (ke masyarakat luas) melalui CSR, dan hubungan vertikal (kepada Tuhan) sebagai bentuk rasa syukur. Dengan sistem kerja kekeluargaan yang mengedapankan “rase” itulah, BPR Kanti menjadi besar dan semakin besar. Sehingga, sangat wajar jika BPR Kanti yang berkantor pusat di Jalan Batuyang No. 67 Batubulan, Sukawati, Gianyar ini berkeinginan

membuka kantor cabang di kabupaten lain yang belum bisa dilayanani seperti Klungkung dan Bangli melalui strategi menggunakan kearifan lokal sebagai kunci utama dengan potensi dan SDM yang bersifat lokal. Dengan begitu, jaringan komunikasi dan sinergitas dengan para nasabah akan makin kuat untuk bisa menghadapi persaingan yang semakin ketat. Atas langkah cepat dan cerdas yang dilakukan tersebut, BPR Kanti berhasil menerima Anugerah BPR Award Indonesia 2013 dalam kategori Corporate Social Responsibility dan Peringkat 3 Marketing; The Most 2rd LEADERSHIP CEO 2014 dari Perbanas Institute; Penghargaan The Best Admired Banking & Satisfaction to Customer of The Year 2015; Golden InfoBank Award 2015 dalam kategori Sangat Sehat (selama lima kali berturut-turut). Dan, 28 Oktober 2015, BPR Kanti pun diundang ke Jakarta untuk kembali menerima BPR Award. Tentu saja prestasi ini menjadi bukti keseriusan dan keberhasilan BPR Kanti dalam meningkatkan kinerja perusahaan hingga mampu bersaing dan mampu menjadi yang terbaik dalam ajang bergengsi hingga tingkat nasional. –ten

Pendidikan dan pelatihan

Peresmian Kantor Kerobokan

Peresmian Kantor Cabang Diponegoro Denpasar


4

Inspirasi

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Michiel Eduard

Pembuktian Cinta

Michiel saat tampil dalam acara “Satu Jam Bersama” di Bali TV

“O

rangtua saya pindah ke Belanda tahun 1956. Ayah saya asli Jawa tetapi lama tinggal di Medan. Kalau ke Indonesia saya mampir ke Medan karena masih ada keluarga di sana. Bali juga menjadi tempat yang wajib saya kunjungi,” ujar putra pasangan Edu-Corine ini. Michiel menuturkan dirinya bekerja sebagai sales sebuah perusahaan AS. Selain itu, ia punya usa-

ha rumah makan yang diberi nama “Toraja House”. Usaha ini bekerja sama dengan temannya. Chef-nya bernama Fina, dari Toraja. Nasi rames menjadi menu favorit di rumah makan ini. Beberapa artis Indonesia yang datang ke Belanda biasanya menyempatkan mampir ke rumah makan ini. Satu lagi kegiatan pria kelahiran 22 Juli 1981 ini adalah bernyanyi. “Saya sudah punya 4 single. “Laki-laki paling Gila” yang saya

Michiel di depan Toraja House

Warjack bukan Warung Kopi Biasa Tiap Selasa malam, dari sebuah warung yang terletak di pojok bagian timur Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, tempat yang sesungguhnya terbilang “terpencil” selalu meriah dengan berbagai aktivitas kesenian. Warung kopi di pojokan kantor ini, (meski kecil dan biasa-biasa saja), bukan sembarang warung kopi biasa. Karena, di warung pojokan sederhana semi permanen inilah, seni mampu menjaga daya hidupnya dalam beragam rupa.

Memiliki darah Indonesia membuat Michiel Eduard banyak kesempatan untuk berkunjung ke Indonesia. Pria yang menetap di Belanda ini bisa mengunjungi keluarga yang masih ada di Indonesia. Bahkan, ia bisa sekalian menunjukkan potensi dirinya.

buat tahun 2010 bersama Abdee Slank, “Jalan Setapak” yang saya buat tahun 2013, “Kuingin Kau” tahun 2014, dan “Buktikanlah” tahun 2015 yang berkolaborasi dengan Hengky Supit,” ungkapnya. Lagu-lagu ini bisa diunduh di i-Tune Store. Semua lagu ciptaan Michiel bernuansa pop rock. Ia mengaku menyukai lagu-lagu Indonesia sejak era Nike Ardilla dan Deddy Dores. Kini salah satu impiannya adalah berkolaborasi dengan Deddy Dores. “Ia seorang musisi legendaries Indonesia. Saya sangat ingin duet. Petikan gitarnya luar biasa,” ujarnya sembari berharap bisa mewujudkan impiannya itu. Semua single yang diciptakan Michiel bertema cinta. Ia menjadikan cinta sebagai inspirasi dalam mengungkapkan karya seni. Salah satu contohnya lagu “Buktikanlah”. Lagu ini menggambarkan begitu mudah orang mengatakan cinta, I love u, aku cinta kamu. Tetapi, untuk membuktikan seberapa besar cinta itu tidaklah mudah. Belajar dari pengalamannya, pria yang fasih berbahasa Indonesia ini ingin mengingatkan orang untuk membuktikan seberapa besar cinta yang diungkapkan itu. Boleh saja orang mengatakan cinta tetapi jangan sampai cinta itu menjadi beban. Cinta itu harus diresapi dan dimaknai secara mendalam. “Hidup penuh cinta itu indah,

Mandalika

W

Michiel Eduard

tanpa cinta tidak asyik, yang penting buktikanlah,” tegas Michiel. Lahirnya lagu ini tak lepas dari pertemuannya dengan Hengky Supit. Penyanyi Indonesia tahun 1980-an ini sering berkunjung ke “Toraja House”. Dari obrolan mereka, muncullah ide untuk membuat lagu. Setelah lagu yang diiringi petikan gitar Hengky, mereka juga membuat video klip. “Saya merangkap produser untuk semua lagu-lagu saya. Karena itu, perlu waktu lama untuk merealisasikannya. Kalau nanti sudah banyak, mungkin akan dijadikan album,” ujar pria yang juga mengidolakan Snap Dog ini. Ia juga mengaku lagu-lagunya bisa diunduh gratis. Baginya yang terpenting adalah pesan dari lagu

bisa diterima masyarakat. Ini juga menjadi pembuktikan Michiel terhadap kecintaannya terhadap musik. Ia ingin memberi sesuatu untuk masyarakat Indonesia melalui lagu-lagunya. Saat berada di Bali, Michiel mendapat kesempatan untuk syuting di Bali TV dalam program “Satu Jam Bersama”. Kesempatan ini digunakan untuk memperkenalkan lagu yang sudah ia buat. Ke depan, ia ingin tampil di konser musik outdoor. “Saya senang bisa mampir di Bali. Ini akan menjadi dokumentasi sejarah saya untuk diketahui anak cucu saya di masa depan. Saya berharap generasi muda produktif di berbagai bidang. Kembangkanlah potensi diri,” tegasnya. –Ngurah Budi

Michiel saat syuting program “Satu Jam Bersama” di Bali TV

arung ini tidak hanya menjadi tempat nongkrong sembari ngopi, namun ia hadir menjawab kegelisahan para seniman di Nusa Tenggara Barat, khususnya yang tinggal di Mataram Lombok. Oleh para seniman, warung ini diberi nama Warung Jack atau biasa disingkat Warjack (baca; Warjek). Penamaan ini diambil dari nama pemilik warung yakni Lalu Zakaria dan biasa disapa Mas Jek, yang merupakan salah seorang pegawai Taman Budaya NTB. Bersama istrinya Ayuni, Zakaria mengelola warung ini dengan unik. WARUNG KEJUJURAN Zakaria memang bukanlah seniman yang tampil dengan karya-karya panggung atau pertunjukan, melainkan akibat terlalu lama–bahkan tiap hari- bergaul

Winsa Prayitno salah seorang seniman yang aktif dalam menggairahkan Pentas Selasa di Warjek

dengan seniman, diam-diam ia meresapi kesenimanan dalam dirinya lalu terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menyikapi warung yang nyaris tiap hari menjadi tempat berkumpul bagi para seniman di

Mataram ini. Zakaria dan Ayuni, mengelola warungnya cenderung bergaya seniman. Ia tidak pernah pusing bertanya soal siapa yang makan dan minum di warungnya dan siapa yang sudah membayar atau be-

21

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Di warung kopi sederhana yang dikenal dengan nama Warjek inilah seni mampu menjaga daya hidupnya dalam beragam rupa

lum, semua diserahkan sepenuhnya pada pelanggannya. Antara Zakaria dan pelanggannya tercipta suasana harmonis yang saling percaya satu sama lain. Para pelanggan yang kebanyakan seniman dari berbagai latar belakang seni, bahkan kerap melayani dirinya sendiri alias swalayan. “Yang mau buat kopi, teh, minuman lainnya dan makan serta lainnya bisa juga ambil dan buat sendiri. Saat membayar biasanya menghitung sendiri,” ungkap Winsa Prayitno, salah seorang seniman kawakan yang nyaris tiap hari selalu menyempatkan diri minum kopi di Warjack. Tampaknya dalam operasional warung ini tidak hanya bergaya seniman melainkan juga dapat disebut sebagai warung kejujuran. Hal inilah yang membuat semakin hari pengunjung Warjack tidak hanya berasal dari kalangan seniman dan budayawan melainkan juga masyarakat biasa khususnya yang memiliki kecenderungan menyukai seni. Tidak kurang dari

rata-rata Rp 300 ribu/hari omzet dari warung yang buka pukul 07.00 s.d. 22.00 wita atau bahkan bisa buka sampai tengah malam ini. “Kalau sedang ramai, khususnya hari Selasa, bisa mencapai Rp 500 ribu,” ungkap Ayuni. Ngopi dan nongkrong di tempat ini, sesungguhnya bukan aktivitas utamanya, karena sembari ngopi, para seniman kerapkali terlibat diskusi berbagai hal khususnya menyangkut karya-karya seni, proses kreatif, produktivitas dan isu-isu seni budaya. Diskusinya tidak pernah resmi apalagi sampai ngotot bicara tentang kesenian dan kebudayaan, melainkan berjalan dalam suasana santai dan biasa saja serta apa adanya. Bahkan topik atau tema diskusi mampu mengalir begitu saja, silih berganti dan terus terisi. Mereka yang ada di warung ini, boleh hanya duduk mendengarkan saja, boleh juga ikut nimbrung komentar atau bahkan boleh meninggalkan tempat kapan saja. -Naniek I. Taufan

Warjack, Laboratorium Seni Budaya Tempat ini menawarkan kebebasan ruang dan waktu bagi siapa saja. Karena di Warjack semua orang bebas berekspresi. Tempat ini membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa saja, baik tua maupun muda bahkan anak kecil, untuk dapat berekspresi dan menujukkan karyanya. Hal inilah yang membuat Warjack lebih mirip sebagai “sekolah” atau laboratorium seni budaya yang hidup dan mengalir mengikuti kebutuhan artistik baik bagi seniman maupun penikmat seni. “Siapa saja boleh menampilkan karya apa saja di Warjack. Karena ini ruang untuk kita bersama,” ungkap Winsa yang kerap disebut sebagai Kepala Sekolah Warjack. Uniknya, Warjack sebagai tempat bagi seniman untuk “menumpahkan” karya-karya seninya ini, berada tidak jauh dari Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB dengan fasilitas yang terbilang lengkap. Aktivitas seni di Warjack tampak hidup meski dengan keterbatasan. Keterbatasan yang “dipilih” sebagai alternatif oleh para seniman untuk menguji karya-karya yang lahir. Warung ini yang ada sejak 10 tahun lalu (sebelumnya berlokasi di halaman parkir Taman Budaya NTB), menjadi luar biasa karena mampu menghadirkan karya-karya seni berkualitas dari para musisi, perupa, teaterawan,

sastrawan, koreografer dan lainnya, khususnya pada pentas hari Selasa malam. Sejak setahun terakhir, kegiatan Pentas Selasa ini berjalan secara rutin. Bahkan para seniman yang menampilkan karya di warung ini, tidak hanya berasal dari Lombok, melainkan banyak juga yang berasal dari luar daerah. Sebaiknya jangan membayangkan panggung Warjack sebagai sebuah panggung dengan tata cahaya, sound sistem maupun tata artistik yang lengkap, karena semua itu tidak ditemukan di sana. Yang ada hanyalah semua hal berbau sederhana, apa adanya yang berangkat dari apa yang ada di sekitar. Bahkan untuk berbagai kebutuhan pentas, tidak jarang para seniman melakukan urunan, atau dengan sukarela, tentu saja tidak dalam jumlah yang besar melainkan secukupnya. Hal yang secukupnya itulah yang justru menjadikan pergelaran di Warjack menjadi sarat makna. Bahkan tanpa biaya sedikit pun, kegiatan kesenian di warung ini tetap berjalan. “Kemampuan para seniman Mataram dalam menjaga detak jantung kesenian di Mataram -dengan caranya- ini, patutlah diapresiasi oleh semua pihak,” ungkap Kongso Sukoco, Ketua Dewan Kesenian NTB.

Pertunjukan-pertunjukan yang digelar di Warjek dalam Pentas Selasa

Kongso Sukoco, menilai kegiatan kesenian di Warjack mampu memberi citra kehidupan kesenian yang sehat dan lugas. “Warjack adalah bagian dari ruang publik yang ada di areal institusi kebudayaan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat, khususnya komunitas seni untuk mengekpresikan karya-karyanya,” kata Kongso. Menurutnya, aktivitas seni semacam ini menjadi penting diapresiasi karena berada di luar program yang sudah dilakukan pemerintah dalam hal ini Taman Budaya NTB. Kelebihan menggelar pertunjukan di Warjack adalah bebas dari persoalan birokrasi. Tak perlu ijin yang berbelit-belit melainkan

hanya menyampaikan ide gagasan tersebut dalam diskusi-diskusi di Warjack, maka siapa pun boleh tampil. “Warjack menawarkan kebebasan berekspresi dalam kerangka etika dan nilai. Dan ia menjadi bagian dari hiburan masyarakat yang gratis,” ujarnya. Kongso juga mengapresiasi para seniman Mataram yang mengisi Pentas Selasa malam, khususnya lagi kepada seniman yang datang dari luar NTB, yang mau tampil gratis tanpa bayaran untuk menghibur masyarakat sebagai penontonya yang juga datang menonton secara gratis. Tidak ada panitia khusus untuk mensukseskan pergelaran-pergelaran di Warjack, melainkan yang ada

adalah kerja bersama dalam suka dan duka. “Saya salut pada kawan-kawan (seniman) yang bekerja penuh dedikasi dan menunjukkan kesetiaannya pada kesenian dengan menggelar dan memfasilitasi pergelaranpergelaran pada Pentas Selasa, menyumbangkan tenaganya untuk kerja-kerja seni seperti ini,” ujarnya. Para seniman seperti, Winsa Prayitno, Ary Juliant, Zaeni Muhammad dan lainnya, menunjukkan dedikasi berkesenian dengan menjadikan Warjack sebagai ruang publik yang dapat diakses oleh masyarakat. “Aktivitas seni di Warjack telah menunjukkan kerakyatan berkesenian,” lanjut Kongso. Mereka yang pernah tampil di Warjack antara lain, Sakti Sheila on 7, Ary Juliant and Folk, Ipank Dewadaru, Tri Pitaka, Komunitas Akar Pohon, Lintang, Lentera Biru, Wing Sentot Irawan, Kiki Sulistyo, Zaeni Muhammad, Novi Nhavan, 4 Peniti Bandung, Timur Budi Raja, Sastrawan Madura, Pages “Koes Plus” Lombok Band, Tomstone Band, Komunitas Blues Lombok, Teater Embrio Lombok, Komunitas Jazz Lombok, Pelita Harapan Junior, Gitar Hollic Lombok, Komunitas Keroncong Mataram, SMKN 7 Mataram, IAIN Mataram, IKIP Mataram dan banyak lagi yang lainnya. -Naniek I. Taufan


20

Nine

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Jamu Herbal dari Seledri

Inspirasi

T

sebagai bahan jamu. Tanaman-tanaman ini ditanam Sumiati, tidak hanya untuk kebutuhan keluarganya melainkan hingga menjadi bisnis rumah tangga yang murni dilakukan dari rumahnya tersebut dengan penghasilan yang terbilang besar untuk membayar ketekunan dan ketelatenannya. Hanya bermodal tekun dan telaten serta sabar, Sumiati mampu menemukan aktivitas yang akhirnya mampu menjadi fun rising bagi keluar-

ganya. Dari usaha tanpa modal ini, tidak kurang dari Rp 5 juta perbulan mampu ia hasilkan dari tanaman yang dirawat dan dipelihara di halaman rumahnya ini. “Tanaman-tanaman ini jadi fun rising bagi keluarga,” ujar Sumiati tersenyum. Apa yang dihasilkan Sumiati hari ini, tidak serta merta bisa dinikmatinya melainkan lebih dari sepuluh tahun ia tekuni aktivitasnya ini di rumahnya. Kegiatan ini mulai ditekuni ibu dua anak, Nathea Citra Suri

Seledri di halaman rumah Sumiati

(22) dan Garis Merah Mahardika (17), ketika beberapa tahun lalu sempat tinggal di lokasi yang berdekatan dengan pabrik tahu dan tempe yang kerapkali menyajikan aroma tidak sedap yang langsung masuk ke dalam rumah tinggalnya. Dari sanalah, dengan kondisi yang sama sekali tak memiliki lahan kosong di halaman rumahnya karena langsung berbatasan dengan jalan, Sumiati

yang memang sangat hobi menanam sayuran ini mulai menanam seledri menggunakan media beberapa paralon yang digantung dan disusun meninggi. Awalnya seledri-seledri ini diharapkan dapat mengurangi aroma tidak sedap dari sisa pembuatan tahu dan tempe. Rupanya memang cukup berhasil mengurangi bau dan bisa sedikit memberikan kenyamanan. –Naniek I. Taufan

Makin Sering Diambil makin Baik Lama kelamaan, seledri-seledri ini terus tumbuh dan berkembang dengan sangat baik karena Sumiati sendiri rajin merawat dan memeliharanya. Hingga akhirnya ia pindah tahun 1997 ke BTN Kopajali yang sekarang ditempatinya. “Seledri saya mati semua mungkin karena sulit beradaptasi dengan cuaca yang terlalu panas saat itu,” ungkapnya. Karena hobinya ini tidak bisa dibendung, Sumiati mulai merawat satu seledri yang diberikan oleh kawannya. Tangan dinginnya akhirnya mampu mengembangkan seledri-seledri ini beranak pinak dengan suburnya dengan sistem bibit langsung diambil dari anak pohon seledri. Suburnya seledri karena ia tidak membiarkan lebih dari tiga induk seledri berada dalam satu pot. “Kalau sudah lebih dari tiga induknya, maka anak-anak seledri yang lainnya saya pindahkan ke potpot baru,” ujarnya. Karena harus menangani sangat banyak pot seledri, ia melakukan bertahap

Sumiati

secara berkeliling agar semua seledri terpantau dan tertangani. Karena jika pun dibiarkan banyak induk dalam satu pot, seledrinya akan kerdil. Inilah yang membuat ia tak pernah sekali pun membeli bibit seledri. Uniknya, Sumiati yang dibantu suaminya, M. Saleh (48), merasa kebahagiaan mereka terletak saat melihat tanaman yang dirawat-

Tiap pagi Sumiati telah menyiapkan seledri yang akan diambil oleh pelanggannya

nya tumbuh subur dan semakin mereka berbahagia ketika banyak orang ikut meniru cara mereka ini. Sumiati bahkan membuat video bagaimana cara merawat dan memelihara seledri agar tumbuh baik dan subur sehingga bisa menjadi bisnis rumah tangga. Dan video itu ia bagikan gratis. Bahkan bagi mereka yang datang membeli seledri ke rumahnya dan berniat untuk mengembangkannya sebagai usaha, maka tak segan-segan Sumiati berbagi ilmu mengajarinya untuk menanam dan merawat serta memelihara seledri agar tumbuh dengan baik, mulai dari memilih bibit, menanam hingga proses panennya yang benar. Bahkan tips dan cara-cara memetik seledri agar tidak merusak anak seledri yang bisa dijadikan bibit berikutnya pun siap ia bagikan. “Saya kasih videonya dan sekaligus saya bagi pengalaman saya dengan pembeli yang ingin menjadikan seledri sebagai usaha,” ungkap aktivis LSM ini. Beberap tips yang biasa dibagikannya adalah semakin sering diambil seledrinya semakin baik pertumbuhannya. Lalu ia mengingatkan untuk tidak mengambil seledri dengan cara digunting atau pun dipotong menggunakan pisau karena bisa jadi hanya akan dapat sekali panen saja setelah itu bisa mati atau anak seledri yang baru muncul akan ikut terpotong. “Sebaiknya mengambil pelepah seledri paling luar menggunakan tangan agar seledri bisa beranak terus,” ujarnya. Kepandaiannya dalam memperlakukan seledri ini membuat ia hanya membutuhkan waktu dua hari untuk pembibitan guna

Rumah Sumiati yang penuh dengan seledri dan tanaman tumpang sari lainnya

mengganti sekitar 100 pot seledri yang terbeli. Dan tips lainnya agar bibit-bibit ini tumbuh subur adalah pada tiga hari pertama pembibitan, tidak boleh kena sinar matahari. Lalu tanah yang dipakai adalah tanah gembur dan disiram satu kali sehari. Jika mulai terlihat akar seledri maka segera ditutup kembali menggunakan tanah dan pupuk. Dan setelah tiga hari pembibitan, sebaiknya seledri ditempatkan pada tempat yang banyak mendapat sinar matahari. “Semakin banyak kena sinar matahari, seledri akan semakin subur,” ujarnya. Dengan begini, niscaya seledri akan tumbuh subur. Dari proses pembibitan hingga panen perdananya bisa dilakukan sebulan kemudian dan setelah itu akan terus menerus dapat dipanen. Sumiati tidak menggunakan pupuk kimia dalam merawat seluruh tanaman yang ada di rumahnya karena khususnya seledri ia harus siap panen tiap hari. “Setiap hari langganan selalu datang untuk mengambil seledri. Jika memakai pupuk kimia maka sebelum panen harus menunggu

tiga hari setelah pemupukan,” katanya. Selain itu, ia sangat menjaga kesehatan konsumen yang mengkonsumsi seledri darinya. Hal ini menjadi perhatian serius dari Sumiati karena keseharian Sumiati, selain berbisnis seledri dan tanaman sayuran lainnya, ia juga peracik jamu herbal yang telah banyak menyembuhkan penyakit pasiennya. Berdasarkan catatan Sumiati, hingga awal Oktober di tahun 2015 ini, tidak kurang dari 310 pasien yang telah memanfaatkan jamu herbal racikannya dengan berbagai penyakit berat, seperti kanker rahim, kanker payudara, kencing manis, darah tinggi, kolestrol, lever dan lainnya. Sebagian besar racikan jamu herbalnya dibuat dari seledri dan tanaman obat lainnya yang ditanam di halaman rumahnya. Keahlian meracik jamu herbal ini telah dilakukan Sumiati sejak tahun 2000, bermula dari racikan jamu herbalnya yang menyembuhkan suami tercinta dari penyakit lever, penyempitan pembuluh darah di otak hingga kolestrol. -Naniek I. Taufan

Cinta Laura

Membaca Buku sebagai Budaya dengan rajin membaca buku pelajaran. “Waktu itu, tugas-tugas sekolah selalu menumpuk. Jadi kebanyakan aku membaca buku pelajaran sekolah,” ucapnya. Begitu juga saat kuliah. Baru setelah tamat S1, saat waktunya lebih longgar, ia mulai membaca buku lainnya, seperti novel-novel, dll. “Aku nggak punya kegemaran khusus, maksudnya membaca buku-buku tertentu. Tidak ada yang spesifik. Yang penting buku itu menarik. Biasanya buku-buku best seller,” kata Cinta yang sempat tertidur di perpustakaan lantaran kecapean dan ngantuk sehabis belajar untuk

Pemandangan hijau yang sejuk tampak ketika tiba di rumah Sumiati (47), yang terletak di BTN Kopajali Mapak, Ampenan. Ribuan tanaman seledri dan berbagai sayuran serta tanaman kebutuhan rumah tangga lainnya, seperti sawi, tomat,lombok, bayam merah, kencur, laos, jahe, jahe merah, kunyit, bawang pre, bawang putih dan berbagai jenis lainnya, berjejer rapi bahkan ada yang digantung mulai dari pinggiran pagar rumahnya hingga ke depan teras dan menyebar sekitar rumahnya. Memiliki lahan yang terbilang secukupnya di halaman kecil rumahnya, Sumiati sukses memanfaatkannya. idak lebih dari 7m x 1.5m, sisa lahan di depan teras rumahnya yang dimanfaatkan secara maksimal untuk ribuan tanaman ini. Ditambah dengan sedikit tempat di atas saluran air di sekeliling rumah yang dipakainya untuk meletakkan pot-pot seledri. Juga ada sedikit lahan kosong yang tersisa persis di depan rumahnya untuk menyimpan pot seledri dan dimanfaatkan untuk menanam beberapa jenis tanaman obat-obatan

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

I

Cinta Laura

s Indonesia a “Land Without Readers?”. Itu merupakan judul artikel yang ditulis Dennis Abrams yang dipublikasi di publishingperspectives.com, belum lama ini. Tulisan itu menyinggung tentang tingginya tingkat melek huruf (93%) masyarakat Indonesia namun minat baca buku masyarakatnya yang berjumlah 250 juta sangatlah rendah. Bagi Dennis Abrams, penulis terkenal asal Amerika itu, ini merupakan situasi yang luar biasa. Cinta Laura, artis multitalenta yang kini berkiprah di Amerika, sempat kaget ketika ditanya tanggapannya tentang adanya julukan itu. “Menurut aku, julukan Indonesia sebagai ‘A Country Without Readers’ cukup memalukan. Karena, jika kita ingin menjadi atau disebut sebagai negara maju, masyarakatnya haruslah sudah menjadikan membaca buku sebagai budaya,” ucap Cinta Laura kepada Tokoh. Untuk menciptakan budaya membaca, katanya, itu harusnya dimulai sejak kecil dalam lingkungan keluarga (rumah). Orangtualah yang berperan mendorong anak-anaknya untuk rajin membaca. “Biasanya, jika orangtua senang membaca buku, maka anak-anaknya juga akan mengikuti kebiasaan itu,” kata dara blasteran Jerman-Indonesia, ini. Rajin membaca buku, menurut Cinta, sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Jika suatu bangsa mau maju maka masyarakatnya, khususnya para generasi muda, pun harus rajin membaca buku. Karenanya, ia ingin mengimbau kepada masyarakat, khususnya generasi muda untuk rajin membaca. “Ayo baca buku yang baik sebanyak-banyaknya karena buku adalah sumber ilmu dan jendela dunia,” katanya. Tentang orangtua menjadi teladan anak terkait kebiasaan membaca buku, hal tersebut sesuai dengan pengalamannya. Dimana orangtuanya, khususnya sang ayah, Michael Kiehl, sangat gemar membaca buku. Kebiasaan sang ayah itulah yang kemudian ditiru Cinta. Apalagi, katanya, ayahnya bukan hanya memberi contoh tapi juga mendorongnya untuk rajin membaca. “Di keluarga kami, papilah yang paling hobi membaca. Koleksi bukunya banyak. Papi juga selalu suruh aku untuk rajin membaca buku,” tambahnya. Cinta mengaku mulai tertarik membaca buku saat masuk SMP, meski ketika itu ia memulainya

ujian sekolah. Meski gemar membaca, katanya, dia tidak membangun perpustakaan mini di rumahnya. “Ketika masih sekolah aku terlalu sibuk belajar, ditambah lagi aku juga sibuk bekerja di dunia entertainment,” tambahnya lagi. Namun begitu, katanya, dia dan mamanya, Herdiana Kiehl, selalu membangun perpustakaan di sekolah-sekolah yang mereka bangun. Sebagaimana diketahui, Cinta Laura tergabung dalam Yayasan Soekaseno, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan. Yayasan ini milik ke-

luarga besar sang ibu, Herdiana Soekaseno-Kiehl. Kegiatan yayasan ini, selain melakukan renovasi terhadap sekolah-sekolah yang rusak, juga membangun sekolah. Saat ini yayasan ini bersama para donatur telah membangun belasan sekolah gratis. Berbicara tentang kegiatannya saat ini, Cinta yang saat dihubungi tengah berada di negeri Paman Sam, untuk sementara tidak melanjutkan kuliahnya. Saat ini ia tengah konsentrasi mengembangkan kariernya di dunia hiburan di Hollywood. “Aku saat ini masih sibuk sekolah akting dan ikut banyak casting di Hollywood. Doakan agar aku berhasil,” katanya. Tahun lalu, 2014, ia telah menamatkan kuliahnya di Columbia University, New York. Tak tanggung-tanggung, hanya dalam tempo

5

tiga tahun, Cinta berhasil meraih dua gelar sarjana di universitas tersebut, yakni, Sarjana Psikologi dan Sarjana Sastra Jerman. Lebih menganggumkan lagi, bukan hanya menyelesaikan kuliah dalam tempo cepat, tapi Cinta juga berhasil menyabet predikat ‘Cum Laude’. Saat itu, dia menjadi satu-satunya wisudawan yang lulus ‘Cum Laude’ dalam tempo 3 tahun. Atas prestasinya itu, ia mendapat undangan untuk mengajukan beasiswa Marshall and Rhodes di Oxford University, Inggris. Tawaran menarik itu, tentunya disambut dengan baik oleh Cinta, namun untuk sementara dia ingin fokus di kariernya dulu. “Kalau tidak berhasil, maka rencana aku tahun 2017 nanti akan mengambil Master di Oxford University,” ucapnya menutup pembicaraan. – Diana Runtu


6

Belum Tamat sudah Ditawar

Saat ini banyak bermunculan komunitas ataupun orang yang peduli anak-anak jalanan. Salah satunya, Ari Santi Dwi Lestari. Kepeduliannya terhadap anak-anak jalanan mengantarkan Santi, sapaan akrabnya, masuk dalam komunitas Lentera Harapan (LH). Bersama teman-temannya, ia mengelola komunitas yang bergerak dalam bidang pembinaan anak-anak dan orangtua yang berlatarbelakang kurang mampu ini.

“S

Suasana perkuliahan mahasiswa D3 Perpustakaan Unud

pendidikan D3, Ratih ingin melanjutkan ke jenjang S1 bahkan S2. Dekan FISIP Unud Dr. Drs. I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa,

Dayu dan Ratih

M.Si mengakui peluang kerja lulusan D3 Perpustakaan Unud sangat terbuka. “Keperluan pustakawan sangat tinggi. Lulusan pertama kami angkatan 2011 semua sudah bekerja. Ini membuktikan pustakawan sangat diperlukan,” tegasnya. Saat wisuda ke-114 Unud, 25 September 2015, ada 12 lulusan D3 Perpustakaan yang diwisuda. Mereka menempuh studi selama 6 semester dengan predikat dengan pujian 6 orang dan sangat memuaskan 6 orang. Suka Arjawa menambahkan minat calon mahasiswa untuk masuk jurusan ini termasuk konstan. Per angkatan antara 15-20 mahasiswa per angkatan. Namun, jurusan ini bagi para calon mahasiswa memang dianggap kurang

popular. Hal ini karena banyak yang belum tahu apa saja yang diberikan di jurusan ini. “Masyarakat masih menganggap pustakawan sebagai penjaga buku. Paradigma ini yang harus diubah. Pustakawan bukan hanya penjaga buku, tetapi mereka memiliki peran penting dalam urusan database. Hampir semua perusahaan memerlukan peran pustakawan untuk mengelola database. Rumah sakit, kantor polisi, kampus, bahkan rumah tangga pun memerlukan pustakawan. Bahkan di beberapa tempat, ada pustakawan yang membuka biro penitipan arsip. Ini seperti safety box yang ada di bank,” jelas Suka Arjawa. Ada juga pustakawan yang mengembangkan dirinya di dunia industri kreatif dengan membuka biro iklan. Hal ini bisa dilakukan

karena dia tahu tentang informasi dan memanfaatkan ilmunya tentang pengelolaan database. Kuliah di D3 Perpustakaan tentu memiliki kelebihan karena langsung mendapatkan keterampilan bagaimana mengelola arsip. Beda dengan kuliah S1 yang lebih banyak mempelajari teori. Karena itulah, memilih kuliah D3 Perpustakaan bisa menjadi salah satu peluang bagi calon mahasiswa yang ingin cepat bekerja setelah lulus. Untuk lebih memperkenalkan keberadaan jurusan ini, Suka Arjawa bersama tim FISIP Unud sudah melakukan sosialisasi di Denpasar, Badung, Tabanan, dan Bangli. “Daerah lain juga akan kami sasar untuk diberikan pemahaman tentang pentingnya pustawakan dan untuk menjadi pustakawan ada sekolahnya,” tegasnya.

THE CHALLENGE WE ALL FACE Berbicara tentang challenge dalam skala besar tentu saja menuntut pemahaman luar biasa tentang hal-hal yang masuk dalam daftar yang dapat kita rubah, circle of influence dan hal-hal yang ada di luar kontrol kita, circle of concerns. Sering kali kita terjebak dalam pembahasan yang sesungguhnya tidak dapat kita ubah dan hanya menjadi informasi untuk kita ketahui. Dalam diskusi sebuah kelas eksekutif beberapa waktu lalu, kami menemukan 85% masalah yang mereka hadapi ternyata masuk dalam daftar yang tidak berhubungan langsung dengan mereka sendiri–yang sama sekali tidak ada pen-

garuh terhadap rencana kerja–namun telah mengambil banyak waktu berpikir mereka. Sisanya, 15% yang sesungguhnya menjadi daftar fundamental yang harus mereka pikirkan, analisa dan putuskan untuk melanjutkan development plan yang mereka buat. Nampak sangat sederhana dan sering kita dengar dalam pembahasan kelas eksekutif atau diskusi antar superior dan subordinate. Namun dalam menjalankan sisi bisnis dan pribadi sehari-hari, seberapa sering performers ini melakukan evaluasi untuk memberi batasan terhadap diri mereka akan hal-hal yang harus dan pantas mereka pikirkan dan yang harus mereka parkir untuk dapat benar-benar memberi fokus penuh pada apa yang harus mereka putuskan. Rupanya mereka mempunyai pemikiran yang lebih ter-struktur (structured thinking) sehingga mereka terbiasa untuk melihat challenge yang dihadapi dan menarik 15% daftar fokus dalam circle of influence dan menemukan nilai untuk membuat keputusan yang mereka yakini. VALUE-DRIVEN Perusahaan internasional telah lama menerapkan value-driven approach. Nilai

(value) sangat dominan menggerakan keputusan bisnis, tujuan perusahaan, dan bahkan visi perusahaan hingga 5 sampai 10 tahun ke depan. Bahkan dalam individual performance appraisal, perusahaan ini menaruh datfar value dalam urutan atas. Ternyata bukan lagi penilaian terhadap business performance yang menjadi kunci utama tetapi lebih kepada individual value yang mampu membentuk karakter mereka sehingga mereka memahami tujuan perusahaan dan ikut berlari untuk mencapai tujuan itu. Luar biasa mengetahui bagaimana value-driven approach ini mereka implementasikan pada standar komunikasi 360 derajat (360 degrees communication structure) di dalam perusahaan. Struktur ini memberi standar yang sangat jelas terhadap nilai dalam komunikasi. Nilai dalam komunikasi dengan atasan, komunikasi dengan rekan sejawat (peers) dan komunikasi dengan bawahan (subordinate). Nilai dalam struktur komunikasi ini memberi guidelines yang jelas tentang bagaimana memperlakukan semua orang sama; dalam keterbukaan yang sama, dalam respect yang sama, dalam accuracy (informasi akurat) yang sama dan dalam komitmen yang sama. Mari kita parkir ulasan di sisi bisnis dan perusahaan. Bagaimana implementasi standar komunikasi 360 derajat seharihari? Untuk menguji apakah nilai ini ada, barangkali kita boleh mengambil satu konsep pertanyaan penting dari sebuah organisasi sosial dunia, Rotary International. Organisasi ini memiliki The Four Way Test – of the things we think, say or do; 1. Is it the TRUTH? 2. Is it FAIR to all concerned? 3. Will it build GOODWILL & BETTER FRIENDSHIP? 4. Will it be BENEFICIAL to all con-

M

ahasiswi angkatan 2011 Universitas Airlangga (Unair) ini, mulai bergabung menjadi bagian LH sejak semester satu. Awalnya kegiatan LH mengajar ngaji anak-anak TPA setiap sore di kawasan Gubeng Masjid. Karena diajak teman dan tertarik, akhirnya ia mau mengikuti kegiatan di komunitas tersebut. LH sendiri dibangun pada

tahun 2007. Awalnya, komunitas ini didirikan oleh empat anak. Jadi, sudah hampir sembilan tahun komunitas tersebut berjalan. Dalam struktur kepengurusan LH, gadis kelahiran Bondowoso ini menjadi generasi ketiga yang menjabat sebagai ketua umum. Saat menjalankan amanahnya, ia dibantu tiga rekannya yang juga sesama ak-

–Ngurah Budi

You Always Could

Beberapa waktu lalu coach saya datang dalam kunjungan bisnis dan melempar sebuah petanyaan “What really separate performers from everybody else?” - apa yang sesungguhnya membedakan mereka yang sukses dengan orang lain? Pertanyaan ini membawa pikiran kita untuk menggali lebih dalam tentang apa sesungguhnya yang mereka lakukan sehingga mereka mendapat apa yang mereka inginkan.

stari e L i w D i t n a S i r A

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

19

Mengajar Diawasi Preman

Dayu dan Ratih keluar dari ruang kelas. Mereka baru saja selesai mengikuti perkuliahan. Keduanya mahasiswi D3 Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana angkatan 2014. aya memilih kuliah di Jurusan Perpustakaan karena mendapat informasi peluang kerja pustakawan sangat terbuka lebar. Belum tamat pun sudah ditawar. Ini pengalaman kakak kelas. Saya pun tertarik dan memutuskan kuliah di jurusan ini,” ujar alumnus SMKN 3 Denpasar yang bernama lengkap Ida Ayu Aprapti ini. Hal yang sama diungkapkan Ratih. “Saya tahu dari orangtua yang menjadi dosen. Merekalah yang menginformasikan kalau peluang kerja pustakawan itu sangat banyak,” ujar mahasiswi yang nama lengkapnya Ni Putu Ratih Adnyana Putri ini. Setelah menyelesaikan

Mozaik

Edukasi

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

cerned? Nilai yang selalu mereka gunakan ini benar-benar dapat menjadi reminder (pengingat), bahwa kegiatan apapun yang dilakukan harus memiliki landasan nilai yang kuat bagi komunitas sekitar.

ENGAGE IN FOCUSED THINKING Pada saat saya menghadiri sebuah undangan untuk hadir dalam pertemuan dengan global CEO, saya mengamati beberapa partanyaan yang muncul dari undangan yang hadir. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian saya “What makes you can achieve what you want to achieve?” – Apa yang membuat Anda mampu mencapai apa yang Anda targetkan? Diskusi yang dibuat santai namun padat pengetahuan itu kembali menarik fokus saat mendengar pertanyaan CEO “Pernah mendengar tentang focus bugs?” Bersama seorang teman facilitator dari India, saya membahas lebih dalam tentang bugs – serangga penggangu. Focus bugs adalah hal-hal yang sesungguhnya tidak diperlukan tetapi datang memberi interupsi pada fokus mereka. Serangga adalah serangga (yang dapat menggangu fokus). Ada challenge yang muncul dalam aktivitas rutin, kemudian ada value-driven approach yang diyakini dapat membantu mereka mengambil keputusan. Lantas apa yang berpotensi memperlambat realisasi atas keputusan yang diambil? Barangkali tanpa disadari focus bugs yang terjadi sehari-hari berpotensi menggeser mereka dari posisi dimana mereka bisa berpikir fokus. Mereka yang lebih cepat menyadari hal ini, rupanya dengan sangat cepat merubah pikiran mereka dan menarik kembali nilai yang mereka yakini – engage in focused thinking. Dengan optimis teman saya berbisik; Yes, you always could!

tivis. Murni sebagai sekretaris serta Aini dan Fatma di bagian pembinaan. Mere­ka bekerjasama untuk menunaikan visi mulia yang tak banyak dilakukan pemuda zaman sekarang. Komunitas yang bergerak di bidang pendidikan sosial masyarakat ini memiliki beberapa program kerja. Diantaranya, pembinaan anak-anak dan orangtua, penyaluran bantuan, dan aksi-aksi kepedulian. Dari ketiga program tersebut, pembinaan anakanak menjadi program rutinan yang dilakukan seminggu sekali. Bentuk kegiatan pembinaan ini berupa aktivitas mengajar dengan menyasar anak-anak jalanan dan anak kurang mampu yang minim pendidikan. Sampai saat ini, ada tiga lokasi untuk sarana ajar mengajar. Lokasi pertama berada di kampus Unair bernama SSC. Setelah itu mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang berada di kawasan Putat 2. Terakhir ada di kawasan Jagir Wonokromo. Relawan LH tidak hanya dari mahasiswa Unair, tetapi banyak juga dari umum. Beberapa mahasiswa ITS, UIN dan Unesa juga turut andil di dalamnya. Untuk jam mengajar, para aktivis LH membagi dua waktu mulai pukul 08.00-10.00 di TBM dan pukul 11.00-13.00 di kawasan makam Simo. Perempuan lincah ini menceritakan banyak pengalamannya selama berhubungan dengan masyarakat umum terutama dengan anakanak binaan LH. Di Jagir misal­ nya, karena tempat mengajar anak-anak binaan dekat dengan Dolly (pusat prostitusi Surabaya),

Daur Ulang Sampah Jadi Sumber Penghasilan

Daur ulang sampah

Sampah merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Selama manusia masih ada, sampah pasti ada. Tidak bisa dimungkiri manusia adalah produsen sampah terbesar. Mulai dari popok bayi, kantong plastik, kemasan makanan hingga barangbarang elektronika. Melihat kondisi itu, Wardi ter­ gerak untuk memecahkan masalah terbesar lingkungan yang semestinya menjadi tanggung jawab bersama tersebut. Ini bermula dari permasalahan demam berdarah pada tahun 2012 di Kelurahan Keniten yang merupakan tempat tinggalnya. Ia mencari penyebab demam

berdarah yang menjangkiti warga desanya. Ia berpendapat bahwa penyebab nyamuk pembawa penyakit itu dikarenakan banyaknya genangan air di sampah. Genangan ter­sebut menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk. “Saya kumpulkan beberapa ibu rumah tangga untuk memungut kaleng dan plastik yang dapat tergenang air,” jelasnya. Banyaknya sampah yang telah terkumpul membuat dirinya berinisiatif untuk meningkatkan nilai dari barang yang tidak berguna tersebut. Maka dibukalah bank sampah. Dirintis oleh 8 orang, bank sampah ini merupakan salah satu bank sampah terbesar di kota Ponorogo.

Anggotanya adalah ibu-ibu rumah tangga. Sistem dari bank sampah ini berupa tabungan. “Jadi sampah yang terkumpul akan dijual kepada pengepul dan hasil dari penjualan masuk dalam pembukuan kas bank sampah,” terangnya. Tidak hanya menjual ke pengepul barang bekas, ia mulai meningkatkan nilai sampah tersebut dengan ‘menyulapnya’ menjadi kerajinan tangan. Ia melatih sendiri anggotanya untuk membuat kerajinan tangan. Hasil dari sampah tersebut berupa bunga dari botol bekas, tas dari sak semen dan bungkus minuman kemasan dan keset perca kaos. Semua pelatihan diberikan secara cuma-cuma dan barang yang berhasil dijual dapat diambil uangnya di kas bank. “Dari sampah-sampah tersebut pada akhirnya bisa didaur ulang menjadi barang-barang yang bernilai ekonomis, dan bisa menambah penghasilan bagi keluarga yang menjadi anggota,” jelasnya. Kini bank sampah telah memiliki sekitar 50 anggota lebih yang tersebar di wilayah Ponorogo. Hasil dari kas bank sampah ini digunakan untuk melebarkan program-program andalan untuk masyarakat. Hasil dari penjualan produk olahan ini juga digunakan untuk mendukung Posyandu yang terdapat di kelurah­an tersebut.

-Samudera Ghozuwan

Ari Santi Dwi Lestari

perasa­an tidak enak diawasi para preman di sana seringkali ia alami. “Awalnya takut juga lihat premanpreman yang badannya besar-besar dan mukanya nyeremin gitu. Mungkin dikiranya kita mau ngapa-ngapain. Tapi setelah mereka tahu ya biasa aja.” papar gadis periang ini. Selain kerja sama dengan para mahasiswa di beberapa universitas, LH juga dibantu sama

beberapa komunitas lain yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Diantaranya, komunitas ibu-ibu broker, yakni kumpulan ibu-ibu sosialita yang juga peduli de­ ngan kegiatan yang berbau sosial ini. Keaktifan Santi dalam bersosialisasi dengan para ibu broker ini akhirnya mengantarkan lima anak binaanya ke bangku sekolah secara gratis. Bahkan jika butuh dana apapun untuk kegiatan sosial, komunitas unik tersebut siap membantu. Dalam membina anakanak ada beberapa kesulitan yang harus dihadapi Santi dan teman-temannya. Selain sebagian anak-anaknya susah diatur, juga kesulitan mengarahkan adik-adik yang sudah besar untuk men­ dapat pendidikan yang lebih lanjut. Kekurangan yang lain ialah minimnya tenaga ajar sedang­kan banyak tempat yang belum terjamah. Santi berharap untuk terus dapat melanjutkan komunitas sosial ini. Selain itu,ia juga berharap banyak pihak yang mau membantu dan mendukung setiap kegiatan LH serta dapat membuat program baru untuk masa depan adikadik binaan mereka. -Anik Pujianti


18

Edisi 871/ 19 - 25 Oktober 2015

Kreasi

Story

Life

Edisi 871/ 19 - 25 Oktober 2015

semua dilakukan secara alami, tanpa pembiusan.

Bali Fashion Tendance 2016 Runway To The World Pagelaran Bali Fashion Tendance (BFT) 2016 di TS Suites , Seminyak sebagai perhelatan mode terbesar dan bergengsi di Bali yang digelar 9-11 Oktober 2015 sangat meriah. Keragaman rancangan desainer yang ditampilkan menunjukkan kreativitas yang terpernah habis hingga berhasil memukau para pengunjung.

S

etiap harinya panggung diisi dengan beragam koleksi rancangan para desainer anggota Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Bali dan desainer manca negara. Selain itu panggung fashion juga diramaikan oleh karya siswa dari sekolah mode Angelica Wu Fashion Design Course dan lembaga Pendidikan Tata Busana Susan Budihardjao. Dalam perhelatan mengintip tren mode tahun depan ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli didampingi Poppy Dharsono yang hadir di hari pertama sempat menyampikan harapannya Bali Fashion Tendance dapat terselenggara setia tahun dan mampu menjadi magnet bagi industri fashion di Indonesia. Dalam Bali Fashion Tendance tahun ini, tidak hanya desainer tanah air yang tampil, tetapi juga beberapa desainer mancanegara yang hiongga saat ini berdiam di Bali. Mereka adalah Espen Salsberg (Norwegia), Renato Vianna (Brasil), Milo Migliavacca (Italia), Dominique Tan Jepang), dan Anys. Acara yang dihadiri pula oleh para desainer papan atas lokal maupun ibukota, para fashionistha Bali maupun luar Bali, juga para iswa sekolah mode ini, Neli Gunawan, selaku Ketua Panitia Penyelenggara Bali Fashion Tendance 2016 mengatakan, pagelaran fashion show yang dilengkapi pop up market lengkap dengan item pelengkap fashion seperti aksesoris cukup dibanjiri pengunjung. Bali punya banyak hal termasuk para desainer yang bagus dan berkualitas. Jadi, rangkaian kegiatan ini bukan semata memajukan para desainer saja, tapi dunia mode secara keseluruhan. Dalam perhelatan yang mengusung tema “Run Way to The World” tersebut dipersembahkan beragam kategori busana mulai dari urban wear , etnic contemporerr, cocktail hingga evening wear. Yang menarik lainnya dari perhelatan Bali Fashion Tendance (BFT) 2016 kali ini, sebuah kepedulian yang cukup tinggi pada model lokal, de­ ngan diadakannya kompetisi model serta seluruh model yang terlibat adalah model lokal. Panitia ingin menunjukkan bahwa model lokal juga tidak kalah bersaing dalam urus­ an skill. –Sri Ardhini

Kebahagiaan Nanik dan Made Adi beberapa waktu setelah buah hati mereka lahir

Menahan Sakit demi Dapatkan Buah Hati Dalam sebuah rekaman video, tampak bayi bernama Dany Aswin Bramantya tengah dirawat di sebuah inkubator. Bayi mungil itu menatap ibundanya Sri Ani Kusninawati. Gerak mata dan tubuhnya yang perlahan seolah mengerti akan kebahagiaan sekaligus kesedihan ibundanya melihat begitu mungilnya dirinya sehari setelah dilahirkan.

T

ak henti-hentinya Nanik, panggilan akrabnya, mengajak bayi yang telah delapan tahun dinantikannya itu, berbicara. sambil menatap mata anaknya ia mengajaknya bicara sembari air matanya jatuh. Nanik tak kuasa menahan tangis melihat kondisi anaknya dalam perawatan inkubator. Hati ibu mana yang tidak sedih melihat bayi yang dikandungnya dengan penuh perjuangan karena kondisi kehamilan yang berat itu, terbaring dalam perawatan sejak dilahirkan. Kisah Nanik dan suaminya untuk memperoleh buah hati ini menunjukkan betapa kekuasaan Tuhan akan tiba pada orang-orang yang berdoa, berusaha keras dengan penuh kepasrahan. Dalam beratnya situasi menjalani program bayi tabung, Nanik bahkan rela menghadapi rasa sakit dan ngidam yang begitu berat selama masa menjalani program ini di Surabaya khususnya sejak proses pengambilan sel telur hingga ia dinyatakan positif hamil. Setelah tujuh tahun menikah, Sri Ani Kusninawati (42) dan Made Adi Gunadnya (44) merasa telah cukup banyak melakukan usaha demi memperoleh buah hati. Tidak kurang dari empat dokter kandungan baik yang ada di Lombok maupun di Bali mereka datangi untuk memeriksakan kondisi mereka secara medis. Tidak itu saja, mereka juga memeriksakan diri pada spesialis laki-laki. “Semua dokter bilang saya dan suami baik-baik saja,” ujar Nanik. Dari dokter-dokter inilah mereka diberi berbagai obat sebagai sebuah bentuk usaha, meski selama sekitar lima tahun tiada memberikan tanda-tanda keberhasilan. Bolak-balik ke dokter kandungan dengan frekuensi yang terbilang sering, cukup menguras emosi pasangan ini karena semakin hari usaha itu hanya memberikan harapanharapan yang belum juga terwujud. Apalagi mereka telah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk itu. Namun, keduanya tidak pernah menyerah. Berdoa dan terus berusaha keras senantiasa mereka lakukan. Tidak hanya usaha secara medis yang mereka lakukan melainkan usaha nonmedis pun mereka lalui demi mendapatkan seorang anak. “Kami bahkan pergi ke dukun, shinshe, pijat dan lainnya,” ujar Nanik. Segala daya upaya mereka lakukan hingga ke pengobatan-pengobatan alternatif. Mereka rajin menjalani nyaris

7

semua saran dan informasi yang mereka terima baik dari keluarga, sahabat bahkan orang-orang yang peduli pada mereka. Keduanya juga rajin membuka internet untuk beroleh informasi tentang hal ini. “Pokoknya semua saran orang atau di mana kami bisa menemukan dukun dan lainnya, kami jalani,” katanya. Setelah lima tahun berusaha mereka tampak berada dalam situasi nyaris tak sanggup lagi menahan beban psikologi akibat usaha keras itu hanya membuahkan harapan-harapan semu saja. Karenanya mereka memasrahkan semua pada Tuhan dengan menghentikan pengobatan dan usaha-usaha

at acara de Adi sa

n Ma

Nanik da

seperti yang sudah mereka jalani lima tahun sebelumnya. “Saya pasrah dan tak lagi berobat,” katanya. Dua tahun menjalani kepasrahan itu, Nanik tidak bisa membohongi dirinya bahwa ia sangat menginginkan seorang anak yang lahir dari rahimnya untuk menyempurnakan ia sebagai seorang perempuan. Sementara usianya terus bertambah. Inilah yang membuat ia kembali memupuk harapan untuk bisa memperoleh momongan. Ia dan suaminya telah banyak membaca kisah sukses bayi tabung. Bahkan ada seorang kawan mereka juga berhasil mendapatkan anak lewat bayi tabung. Dari sanalah Nanik mengambil keputusan untuk program bayi tabung. Gayung bersambut, suaminya pun setuju. Pada bulan November 2012, Nanik mulai menjalankan program bayi tabung. Dari Surabaya Nanik dibekali obat-obatan dan suntikan yang harus diminum dan dilakukannya sendiri selama satu bulan. “Saya harus suntik sendiri obat yang diberikan oleh dokter selama satu bulan,” katanya. Satu bulan kemudian ia kembali ke Surabaya untuk melanjutkan tahapan program ini. Ia akan berada di Surabaya selama program tersebut. Karena suaminya bekerja di perusahaan tambang di Sumbawa Barat dan tidak dapat sering meninggalkan tugas, Nanik banyak menghabiskan waktu sendiri

lan usia

enam bu

Danny

selama berada di Surabaya menjalani program ini. Sempat pula ia ditemani oleh mertuanya. Saat tiba saat untuk tahap merawat dan memilih telur dalam rahimnya, ia harus menjalani program ini dengan sangat ketat dan harus istirahat total serta gerakan-gerakan tubuhnya harus pelan dan benar-benar dijaga. “Pagi saya disuntik, kata dokter diberi obat untuk membesarkan sel telur agar tidak mudah pecah dan sore harinya saya menjalani USG. Ini dilakukan selama dua bulan dalam masa subur,” ujarnya. Lalu pada bulan Desember 2012, suaminya menyusul untuk melanjutkan tahapan program ini. Semua berjalan lancar hingga akhirnya ada tujuh embrio jadi yang sempurna. Namun maksimal tiga embrio yang bisa ditempatkan di rahim Nanik. Empat embrio lainnya disimpan jika Nanik menginginkan untuk memiliki anak lagi. “Proses ini cukup sakit dan sempat membuat saya stress. Namun karena keinginan yang besar untuk mendapatkan bayi, saya optimis mampu melewatinya,” ujarnya. Bagaimana tidak, pada proses ini ia diharuskan minum air putih dua liter namun tidak diperbolehkan kencing dari pukul setengah delapan pagi hingga pukul tiga sore. Belum lagi proses memasukan embrio itu Nanik harus menahan rasa sakit karena

SATU BULAN DI NICU Pukul 07.30 saat embrio dimasukan, inilah menit-menit yang membahagiakan sekaligus mengharukan bagi Nanik dan suaminya. Pada layar monitor, tiga titik yang sangat kecil terlihat bergerak menuju dinding rahimnya. “Menyaksikan embrio yang tampak seperti tiga titik sangat kecil itu berjalan berderet membuat saya menangis karena bahagia,” ungkapnya. Tiga embrio itu tampak mencari tempat yang sempurna untuk menempel. Ketiganya sempat beberapa kali mengubah posisinya hingga akhirnya menempel sempurna. Setelah sukses embrio menempel di rahimnya, untuk memastikan embrio tidak luruh maka kaki Nanik harus berada dalam posisi lebih tinggi (seperti digantung) hingga pukul 15.00. Setelah itu ia harus kontrol tiap hari untuk mengeceknya. Masih menunggu beberapa hari untuk mengetahui positif atau tidaknya ia hamil. Pada hari ketiga setelah itu, ia dinyatakan positif hamil dengan bayi kembar tiga. Dua bulan Nanik menjalankan kehamilan yang berat di Surabaya. Beratnya masa mengidam membuat ia tak bisa makan dengan normal dan kondisinya kurang baik. Ini yang menyebabkan satu janin kemudian tidak jadi. Dengan bayi kembar dua Nanik kemudian memilih pulang ke Lombok untuk menjalani kehamilan selanjutnya. Masih berat kehamilannya membuat satu janin kembali hilang dan satu lainnya dalam posisi yang kuat. Hingga akhirnya anaknya lahir dengan selamat pada tanggal 20 Juli 2013, dengan berat badan 1,7 kg dan panjang 40 cm. proses kelahiran ini juga tidak mudah, karena ia harus menjalani proses bersalin lebih cepat pada usia kehamilan delapan bulan. Bayinya keracunan protein +3, sehingga membuat berat badan bayi yang tadinya 2,8 kg menjadi 1,7 kg. Inilah yang membuat bayinya sempat dirawat selama satu bulan di NICU. Namun dengan tekad dan kebahagiaan yang juga diliputi keharuan, Nanik dan suaminya mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan ini. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Kenalkan Animasi sejak Dini

Pulang sekolah Rama bercerita kepada mamanya, ia diajarkan cara membuat gambar bergerak oleh guru komputernya. Ternyata pelajaran ini menarik. Sampai di rumah, Rama minta dicarikan aplikasi animasi tersebut. “Bu guru juga bilang ada lomba animasi. Makanya murid-murid diajarkan tentang animasi. Nanti yang berminat bisa ikut lomba,” ujar siswa kelas III SD Cipta Dharma ini.

A

nimasi sebenarnya bukan hal yang baru bagi Rama, Ia sering bermain game animasi di laptop orangtuanya. Namun, untuk membuat animasi sendiri, ia masih penasaran. Ia pun berusaha untuk mencari informasi bagaimana membuat animasi yang sederhana. Banyaknya anak-anak yang tertarik dengan dunia teknologi merupakan peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai pencipta animasi, bukan hanya sekadar pengguna. Di Denpasar sendiri, untuk mendukung upaya ini akan digelar Kids Animation Festival 2015. “Denpasar sudah dicanangkan sebagai Kota Animasi disamping kota Kreatif Berwawasan Budaya. Maka tentu saja diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar visi tersebut dapat terwujud,” ujar Putu Sudiarta, Ketua Asosiasi Perusahaan Animasi dan Konten (Ainaki) Bali. Ia menambahkan animasi adalah perpaduan antara ide, seni dan teknologi. Perpaduan ini sangat memerlukan pengembangan ekosistem pendukung baik dari pemerintah, akademisi maupun dunia usaha. Kementerian Perindustrian RI juga sudah menyediakan sarana pendukung yang lengkap di BCIC dan BDI Denpasar terkait pengembangan SDM dan industri animasi secara nasional. “Untuk mempercepat kesadaran publik kota Denpasar

terkait hal ini, penting kiranya memperkenalkan dunia animasi sejak usia dini (setidaknya SD dan SMP). Tentunya dengan menggunakan tools/software yang tepat untuk usia tersebut,” ujar pria yang juga Direktur Bamboomedia ini. Tujuan kegiatan ini selain mewujudkan Denpasar Kota Animasi juga untuk menyosialisasikan animasi di tingkat SD secara sistematis, mengajak orangtua siswa melihat potensi anak dalam bidang animasi, dan mengembangkan wawasan warga kota terkait animasi. Peserta Kids Animation Festival 2015 adalah siswa SD kelas 1–6, tiap peserta yang mengikuti lomba Kids Animation Festival wajib melakukan pendaftaran dengan membayar biaya pendaftaran Rp. 50.000, Tema karya bebas, minimal 15 detik animasi. Pendaftaran sekaligus pengumpulan hasil karya tanggal 26 Okt – 7 Nov 2015 di kantor Bamboomedia. Tools yang digunakan saat pembuatan karya adalah Pivot Animator. Hasil karya dikumpulkan dalam bentuk CD (berupa 3 file : .gif, .avi, .piv) bersama form pendaftaran. Kegiatan Kids Animation Festival 2015 dilakukan di BCIC Tohpati (Bali Creative Industry Center). “100 karya terbaik akan mengikuti eksebisi dan akan dipilih 10 terbaik (finalis) untuk melakukan presentasi pada acara puncak Kids Animation Festival 2015. Kriteria penilaian lomba

Putu Sudiarta

Griya

Tempat Sampah Unik

Tempat sampah umumnya hanya menjadi tempat sampah. Namun, di tangan Kadek Sunetri (48) tempat sampah menjadi bagian dari keindahan. Ini dikarenakan tempat sampah dari drum-drum bekas tersebut dicat dan digambar dengan warna-warna cerah, seperti merah, kuning, hijau, dan biru.

I

Pelatihan untuk guru TIK Denpasar terkait Kids Animation Festival 2015

originalitas (10%), kreativitas (50%), timing (20%), kesesuaian pose animasi (20%),” jelas Sudiarta. Untuk mendukung upaya ini, sudah dilakukan pelatihan singkat kepada 170 guru TIK di Denpasar. Kegiatan ini tjuga didukung Disdikpora Denpasar, Kementerian Perindustrian RI (BCIC-Tohpati), serta Bali Post dan Bali TV sebagai media partner. “Apabila kegiatan yang dimulai tahun 2015 ini dapat berjalan baik dan sukses, maka kiranya bisa dijajaki untuk menjadi kegiatan tahunan Festival Animasi

Anak kota Denpasar,” harap Sudiarta. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat melalui kegiatan ini mendukung visi Denpasar Kota Animasi, sebagai pilihan memasuki era ekonomi

kreatif berbasis budaya. Menjadikan Bali khususnya Denpasar yang memiliki 3T (Talenta, Teknologi, dan Toleransi) untuk menjadi kota kreatif khusunya bidang animasi. –Ngurah Budi

“Untuk mempercepat kesadaran publik kota Denpasar terkait hal ini, penting kiranya memperkenalkan dunia animasi sejak usia dini (setidaknya SD dan SMP). Tentunya ­dengan menggunakan tools/software yang tepat untuk usia tersebut”

Mendongeng Lima Menit minta sosis saja

Siapa pun akan kasihan melihat nasib keluarga miskin itu. Sepanjang hari suamiistri itu bekerja keras, tetapi tetap miskin. Berbeda benar dengan tetangganya. Mereka tidak perlu bekerja membanting tulang, Made Taro namun hidup mewah dan makan enak. “Istriku!” seru sang suami pada suatu pagi. “Kapan kita makan sosis seperti tetangga itu?” “Carilah kayu bakar lebih banyak!” jawab istrinya. “Siapa tahu, harganya melambung tinggi. Sisa uang itu kita belikan sosis.” Keesokan harinya, pagi-pagi benar sang suami berangkat ke hutan menebang kayu bakar. Atas dorongan sang istri, semangatnya tumbuh kembali untuk mengumpulkan kayu bakar lebih banyak. Sebelum menebang, ia duduk termenung di bawah pohon yang rindang. Mulutnya komat-kamit berdoa agar nasibnya berubah lebih baik. Tiba-tiba angin bertiup kencang, awan berarak dan guntur bergemuruh. Dari langit terdengar suara gaib. “Pulanglah, temui isterimu! Ajukanlah tiga permintaan! Nasibmu akan berubah.” Mula-mula penebang kayu itu tidak percaya akan suara gaib itu. Namun karena suara itu terdengar berkali-kali, maka ia segera pulang. “Istriku!” katanya bergembira. “Doa kita terpenuhi. Cepat ajukan tiga permintaan! Kita akan menjadi orang kaya seperti tetangga itu.”

Isterinya tidak menjawab. Ia bingung memikirkan tiga permintaan yang tepat. Banyak uang, rumah mewah atau makanan berlimpah-limpah? Sang suami tidak sabar melihat istrinya yang bingung itu. Ia mendesak berkali-kali untuk secepatnya mengajukan tiga permintaan. Namun istrinya tetap bingung. “Cepat istriku!” desak suaminya. “Perutku sangat lapar. Minta sosis saja!” Apa itu? Ajaib! Di atas meja berserakan sosis-sosis. Jumlahnya bertambah banyak. Sosis itu berjatuhan ke lantai, dan jumlahnya bertambah banyak saja. Dan apa itu? Sosis-sosis itu bergantungan dan menggelayutgelayut di langit-langit dapur. Sang istri marah. Ia mencampakkan sosis-sosis itu. Ia menuduh suaminya tidak berpikir panjang, dan ia menuduh suaminya bodoh. Sang suami pun balik marah. Ia menuduh istrinya tidak menghargai hadiah yang berlimpah-limpah itu. Sang istri tambah marah dan mengumpat-umpat suaminya. Kemarahan sang suami memuncak lalu berteriak, “Hai, istriku yang kurang ajar! Biar sosis-sosis itu tumbuh di hidungmu!” Sial benar keluarga miskin itu! Hadiah yang berlimpah-limpah itu membuat petaka. Sang istri sekarang kelihatan seperti monster. Di hidungnya bergantungan sosis-sosis. Suami-istri itu bengong dan menyesali perbuatannya. “Istriku!” kata sang suami dengan suara lemah. “Kita masih punya satu permintaan lagi. Wahai, Yang Kuasa! Hamba mohon kembalikanlah istriku kepada keadaannya semula.” Sosis-sosis yang bergantungan di hidung sang istri lenyap seketika. Suami-istri itu berpelukan. “Hidup rukun lebih indah dari pada sosis yang berlimpahlimpah,” kata sang suami.

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

a menuturkan, awalnya terjun ke pengolahan drum bekas ini karena tak punya pekerjaan. “Dulu saya kerja di bank kecil, tapi lama-lama bosan kerja kantoran. Saya resain dan mencoba membuka toko menjual kerajinan rotan di Krobokan,” tuturnya. Di tokonya itu juga menjual tempat sampah hasil olahan drum bekas. Tempat-tempat sampah ini ia pinjam dari ibunya Made Remen yang sudah 30 tahunan lebih merintis daur ulang drum bekas menjadi produk berguna. Rupanya peminatnya saat itu cukup tinggi, dalam setahun Sunetri sampai membuka dua toko lagi yakni di Kapal dan di

Cokroaminoto. “Ada sekitar 3 tahun saya meminjam barang/ produk Ibu, setelah itu saya kemudian belajar produksi sendiri. Toko di Krobokan berpindah ke Gatsu Barat,” ucap Sunetri yang sudah 15 tahun menggeluti bisnis daur ulang drum bekas dengan bendera UD Ragam Daur ini. Ia menuturkan, khusus untuk tempat sampah, drum yang dipakai adalah drum bekas tempat saus. Bahan bakunya kebih banyak dipasok dari Banyuwangi dan Lombok. Karena jika ada banyak orderan, mengandalkan bahan baku lokal saja tidak cukup. Konsumen yang banyak membeli produknya ini sebagian besar sekolah, kantor, dan yang

diperuntukkan di tempat-temat umum/publik. Ada beragam ukuran dan pilihan, mulai model satu, gantung kotak dua, gantung tiga, dll. sesuai selera konsumen. Drum berwarna hijau biasanya bertuliskan “tempat sampah organik”, kuning-“tempat sampah anorganik”, sementara warna merah-ada yang menulis “sampah plastic/ kertas/metal/B3/bahan berbahaya”, dll. disesuaikan dengan pesanan konsumen. Tempat sampah unik ini ditawarkan mulai harga Rp 60 tibu hingga Rp 275 ribu. Meski saat ini pasaran sepi ditambah lagi harga bahan baku dan ongkos tukang yang tinggi sehingga harga poko dan harga jual sangat tipis, Sunetri mengaku tetap bertahan. “Jika saya buat desain/motif yang lebih bagus lagi otomatis akan menambah tinggi harganya. Naik Rp 20 ribu saja terkadang pembeli tidak mau. Mungkin daya beli konsumen khususnya untuk tempat sampah, masih rendah. Toh, hanya untuk tempat sampah,” ujar Sunetri mengira-ngira. –Inten Indrawati

17


16

Sudut Pandang

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

Beri Kode untuk Memudahkan Pencarian Kegemaran Ida Ayu Sri Widnyani pada buku sudah melekat sejak kecil. Ia terinspirasi dari ayahnya yang seorang guru agama, yang juga seorang dalang. Kebiasaan membaca buku, juga, kini ditularkan ketiga putra-putrinya. Namun, sayang karena dia sempat pindah rumah, beberapa bukunya, ada yang tidak terselamatkan. Namun, masih banyak arsip buku yang ia punya.

Parade Pengantin Meriahkan Nusa Dua Fiesta 2015 Untuk kesekian kalinya tata rias pengantin Bali diparadekan dalam ajang internasional Nusa Dua Fiesta. Hasil uji kompetensi tata rias pengantin Bali (tradisional) dan modifikasi yang diikuti 120 peserta ini, kemudian menjadi tontonan menarik bagi pengunjung domestik maupun mancanegara yang menjejali tempat berlangsungnya acara di Peninsula Island, Nusa Dua, Minggu (11/10).

U

ji kompetensi yang merupakan kerjasama antara Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali, dan Harian Bisnis Bali (Kelompok Media Bali Post) ini dibuka Ketua WHDI Bali Ny. Bintang Puspayoga. Ia mengatakan, di era modern ini para pelaku tata rias pengantin Bali boleh saja berkreativitas, namun jangan sampai keluar dari adat dan budaya Bali. Berkreativitas bukan berarti tak mengajegkan Bali, fashion tidak statis, sebab unsur dinamis bergerak sesuai perkembangan zaman dan

tren pasar. “Ibu-ibu yang ikut uji kompetensi boleh berkreativitas, tapi jangan sampai keluar dari pakem adat dan budaya Bali. Kami (WHDI) sudah menyosialisasikan ini hingga ke desa-desa dan kelurahan. Jangan sampai cacat fashion karena salah peruntukannya,” ingatnya. Dalam ajang Nusa Dua Fiesta yang juga banyak memamerkan produk UMKM, istri Menteri Koperasi & UMKM RI ini menyampaikan apresiasinya kepada pakar tata rias yang juga pemilik TUK/LKP/Salon Agung, Anak Agung Ayu Ketut Agung. “Bu Agung selalu komitmen melestarikan adat dan budaya Bali,” ucapnya. Bu Agung menjelaskan bahwa tata rias pengantin Bali ini ada standar kompetensinya, karena itu diujikan. Uji kompetensi dari LSP dan LSK ini selanjutnya menjadi bekal sekaligus pembuktian bahwa dirinya sudah berkompeten dalam bidang tata rias pengantin. Acara tersebut dihadiri perwakilan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemendikbud Dr. Abdullah, Ketua Katalia Koen Mulyono, 13 Penguji LSP dan LSK, owner Viva Cosmetics Theresia I. Kuntjoro, serta

Pantai Yeh Leh

Rest Area yang Nyaman Bagi Pengendara Pantai Yeh Leh atau Pantai Pengeragoan merupakan salah satu pantai yang ada di Kabupaten Jembrana. Keindahan pesisir ini begitu lengkap dengan hadirnya panorama laut lepas yang bisa dilihat dari pinggir jalan raya dengan tekstur berkarang , berbatu, dan berpasir hitam. Tidak cuma dinikmati oleh penduduk lokal setempat, pengunjung pantai ini juga tidak luput dari perhatian pengendara yang lewat sebagai rest area. Siapapun yang melihatnya akan tergoda untuk menapakkan kaki disini. Terlebih bagi mereka sedang melakukan perjalanan jauh dari Bali maupun luar Bali. Pantai yang berbatasan langsung dengan sungai Pengeragoan ini tidak begitu menonjolkan sebagai tempat wisata pada umumnya. Kenyamanan pengunjung hanya bisa nampak lewat aktifitas mereka duduk diatas kendaraan, memanfaatkan fasilitas yang ada serta bermain air di

kala sedang surut. Adapun fasilitas yang tersedia disini, berupa bale- bale yang memiliki sudut pandang ke arah laut lepas, serta wantilan kecil tepat di tengah areal parkir. Sebuah patung yang menggambarkan kegiatan Makepung dijadikan pengunjung untuk berfoto. Ikon ini sekaligus sebagai penanda selamat datang yang terlihat setelah melewati Jembatan jika datang dari arah Denpasar yang kokoh berdiri selatan jalan raya. Kebanyakan pengunjung merupakan datang dari para pengguna jalan raya. Mereka bebas memilih berhenti sambil meluangkan waktu berkunjung dengan mandi di sungai tersebut. Deretan kios yang menyediakan aneka makanan juga memberi warna dalam menyapa pengunjung di dalam area parkir. Saban sore akan menjadi waktu yang tepat untuk berkunjung. Kegiatan memancing, menjala ikan dan mencari kerang ataupun rumput laut dilakukan

penduduk terdekat. Pemandangan ini terlihat menjelang sang surya kembali ke peraduannya. Para penghobi mancing kerap melakukan aktivitas ini mulai dari siang hari. Tak peduli terik maupun panas demi menyalurkan hobi mereka. Berapa pun ikan yang mereka tangkap dari hasil memancing, sangat berarti untuk kebutuhan konsumsi di rumah. “ Kalau sudah dapat hasil tangkapan, satu ekorpun, bila dinikmati bersama keluarga terasa puas sekali. Disinilah nikmatnya berbagi dari hasil tangkapan sendiri, “ ujar Pan Edy, seorang pemancing. Selain bisa menikmati pantai dengan alunan ombak yang dibawa oleh angin, pengunjung pun dibuat penasaran oleh sejumlah orang yang serius memperhatikan celah demi celah bagian karang. Mereka umumnya mencari kerang dengan membawa kantong plastik juga mencari rumput laut yang biasa ditumis.

Otie Arisuta yang turut pula mempromosikan busana adat Bali di Jakarta melalui kegiatan-kegiatannya yang berbau budaya Bali. DISKON 50% KURSUS TATA RIAS Sebagai bentuk apresiasi yang besar terhadap pelestarian budaya Bali serta untuk lebih menyosialisasikan dan membangkitkan minat masyarakat dalam tata rias dan busana adat Bali, LKP Agung memberikan diskon 50% kursus regular. Materi yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, payas madya, payas agung, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benarbenar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602 (Bu Agung), faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@ yahoo.com. website: www.salonagung.com. –inten

Tiap, Purnama dan Tilem pun sering digunakan untuk kegiatan Melukat oleh penduduk setempat. Jika dilihat dari teksturnya, pantai ini memiliki tiga kontur bibir pantai. Mengingat jaraknya yang dekat dengan hilir sungai akan terlihat bebatuan dari beberapa meter. Kemudian bergeser ke barat sudah mulai terbentuk teksur karang yang landai, sebelah baratnya lagi sudah mulai berpasir yang terhampar jauh membentang sepanjang pesisir. Pantai Yeh Leh pun memiliki panorama perkebunan yang terhampar disebalah utara. Mirip yang ada pada konsep “ Nyegara Gunung”, hanya saja gunung disini terbentuk oleh perkebunan milik petani setempat. Pantai Yeh Leh juga digunakan oleh sejumlah Desa Adat sebagai pusat kegiatan Melasti yang

dilakukan setiap datangnya Hari Raya Nyepi. Hal ini dapat dilihat dari adanya lahan kosong yang terletak disisi selatan area parkir yang ditumbuhi nyiur sebagai peneduh. Pantai Yeh Leh mudah dijangkau dari Denpasar maupun dari arah Gilimanuk. Jika anda berkendara membutuhkan tempat transit yang ideal, bersiaplah dahulu untuk menempuh jarak sekitar 35 kilometer dari Gilimanuk maupun 80 kilometer dari arah Denpasar. Pulihkan sejenak keadaan fisik Anda yang lelah disini. Nikmati udara pantai hingga kondisi kembali normal untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Anda bisa menikmati kolam- kolam kecil terbentuk dari bebatuan sembari menyaksikan aneka jenis biota laut yang terperangkap. – Eka Juni Artawan

D

Dayu Widnyani

osen Ilmu Administrasi Universitas Ngurah Rai ini, tiap bulan selalu punya waktu untuk sekadar hang out ke toko buku bersama keluarganya. Bahkan, walaupun tak punya ren-

cana beli buku, jadwal ke toko buku bisa maju lantaran tertarik ada diskon buku. Selain buku penunjang kuliah, perempuan yang piawai menulis di daun lontar ini, sangat menyukai buku motivasi. Penutur kejernihan Gede Prama,

Kunjungan Meningkat saat Tahun Ajaran Baru Hingga saat ini, kunjungan ke Perpustakaan Daerah Nusa Tenggara Barat mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Hal ini disebabkan aktivitas pengerjaan tugas dari para mahasiswa dan pelajar yang banyak membutuhkan referensi yang biasanya dicari di perpustakaan. “Kunjungan mahasiswa dan pelajar mencapai 60% dan umum 40%,” ujar H. Lalu Anwar, M.Si, Kepala Bidang Layanan dan Otomasi BPAP NTB. Kunjungan perpustakaan akan meningkat siginifikan ketika masuk tahun ajaran baru, khususnya pada saat orientasi mahasiswa ataupun pelajar. Pada masa ospek mahasiswa maupun pelajar inilah, menurut Anwar, perpustakaan ramai pengunjung. Hal ini tidak lepas dari aktifnya Perpustakaan Daerah NTB melakukan sosialisasi tentang perpustakaan yang menyimpan banyak referensi yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan pelajar dalam mendukung tugas-tugas sekolah maupun kampusnya. Di Perpustakaan Daerah NTB terdapat beberapa jenis dan kelompok koleksi buku, antara lain yakni, Ilmu Pengetahuan Umum, Filsafat, Agama, Sosial, Bahasa, Ilmu Pasti atau Ilmu alam, Ilmu Terapan termasuk di dalamnya, teknologi, kesehatan, manajemen dan lainnya, kesenian dan olahraga serta sejarah dan geografi. “Dari koleksi tersebut ada tiga yang paling diminati, yakni koleksi Ilmu Terapan, Agama dan Ilmu Sosial,” ujar Anwar yang melihat kurangnya minat pembaca di NTB terhadap filsafat yang menjadi koleksi Perpustakaan Daerah NTB. Hal yang sama juga terjadi pada bukubuku sastra yang terbilang sangat kurang digemari. “Dari data buku yang terpinjam di Perpustakaan Daerah NTB, buku-buku filsafat dan kesusatraan sangat kurang diminati. Keduanya sudah mulai ditinggalkan pembaca,” ujar Anwar. Menurut Anwar, kemungkinan kurangnya minat terhadap buku filsafat dan sastra koleksi Perpustakaan Daerah NTB adalah terkait dengan kurikulum di sekolah atau kampus yang tidak banyak menyentuh ke arah tersebut dan tren penurunan membaca sastra ini terlihat sejak era reformasi. -Naniek I. Taufan

9

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

Mario Teguh, bahkan Kahlil Gibran juga ia suka. Buku-buku spiritual tentang agama Hindu juga menarik minatnya, termasuk filsafat yang menjadi kesukaannya. Buku tentang perempuan juga membuatnya terpikat seperti emansipasi perempuan dan bagaimana kepemimpinan di tangan perempuan. Untuk menata bukunya, ia memang tak punya ruangan khusus. Walaupun ia sangat berharap, suatu saat ia punya satu ruangan khusus yang luas untuk koleksi bukunya yang sudah mencapai 500-an. Saat ini, bukunya ia simpan dalam tiga tempat, ada di ruang keluarga, ruang kosong dekat tangga, dan

ruang kerjanya. Semua buku ia beri kode agar memudahkan untuk mencarinya. Mulai dari pemenggalan judul buku, nomor buku, daftar pustaka, dan jumlah halaman. Untuk tempat, ia kelompokkan sesuai materinya. Ada buku kebijakan publik, buku filsafat, buku spritual, buku motivasi, buku perempuan, novel, majalah, dll. Menurut perempuan yang akrab disapa Dayu Widnyani ini, saking sibuknya, memang ia tak selalu bisa membersihkan buku-bukunya. “Kadang, saya sengaja menyempatkan diri dua minggu sekali untuk mengelap debu yang bertengger

di rak buku,” ujarnya. Setiap hari, ia selalu sempatkan untuk membaca koleksi bukunya. “Minimal 1 jam ada waktu unutk membaca. Biasanya di sela-sela istirahat siang, dan saat sepi, saya pasti membaca buku,” katanya. Terkadang, beberapa buku yang baru dibeli, belum sempat ia baca. “Saat mengantar anak bermain ke taman, saya pasti membawa buku. Rasanya lebih nyaman membaca di taman. Saking asyik membaca waktu sudah habis dan harus pulang,” katanya. Menurut Sekretaris Prodi Ilmu Administrasi Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai ini, selain menambah wawasan, membaca buku bisa membentuk kepribadian dan budi pekerti. Salah satunya, ia menyukai buku komik Mahabrata dan Ramayana yang sudah dikoleksinya sejak remaja. Kini, ketiga buah hatinya, juga menyukai buku bacaan tentang Mahabrata. “Anak kedua saya, paling suka beli buku,” kata Dayu. Dengan perkembangan teknologi, Dayu Widnyani juga mengikutinya. Beberapa e-book juga menjadi koleksinya. Bahkan e-book milik Dayu, sudah mencapai 500-an. “Ebook yang saya koleksi lebih banyak buku penunjang untuk mengajar,” ucapnya. –Wirati Astiti

Perpustakaan Pendukung Literasi Informasi Ketika seseorang memerlukan referensi saat akan memulai penelitian bahkan untuk memulai sebuah usaha, perpustakaan menjadi rujukan. Pelajar yang masih bingung mau melanjutkan studi kemana, penulis yang mau buat buku tapi kurang literatur, hingga ibu-ibu yang mencari tempat belajar dan bermain yang hemat tapi bermanfaat bagi anaknya. Masih banyak sekali persolan lain yang kita hadapi sehari-hari. Melihat ini semua tentu kita paham betapa pentingnya ’literasi informasi’ atau sering disebut dengan istilah ‘melek informasi’ agar persoalan tersebut dapat terselesaikan dengan baik. Lantas, bagaimana informasi itu bisa kita peroleh secara cepat dan tepat? Akseslah perpustakaan, sebagai salah satu alternatif sarana yang mendukung ‘literasi informasi’. Di sinilah terlihat bahwa perpustakaan penunjang utama kegiatan pendidikan baik formal maupun informal. Ini, sesuai pula dengan misi perpustakaan yakni mewujudkan layanan prima perpustakaan dan pelestarian bahan pustaka. Demikian disampaikan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali, Luh Putu Haryani, S.E.,M.M., didampingi Kabid Layanan dan Pelestarian Perpustakaan Ir. AA Istri Iriani, M.Si. Meski peringatan hari kunjung perpustakaan yang dicanang­kan sejak 14 September 2003 belum sepopuler peringatan hari besar lainnya, namun keberadaan perpustakaan mampu menarik daya kunjung masyarakat. Kunjungan setiap tahunnya selalu meningkat. Apalagi sejak tahun 2014 , terlihat jelas semakin banyak rombongan anak

AA Istri Iriani

sekolah yang berkunjung. Bahkan cukup ramai pula rombongan yang terdiri dari murid PAUD dan TK selain murid SMP dan SMA. “Yang menarik di sini adalah semakin banyaknya sekolah menjadikan perpustakaan sebagai ikon penting dan menjadi salah satu tujuan kunjungan mereka . Ini juga membuktikan para pendidik semakin melek informasi. Anggota rombongan yang datang pun tidak tanggung-tanggung jumlahnya ratusan orang,” lanjut Iriani. Selain pelajar para lansia pun tak ketinggalan berkunjung ke perpustakaan, biasanya mereka datang usai melakukan olahraga pagi . “Kebanyakan dari mereka memilih membaca koran sambil santai di sofa. Ini artinya belajar di perpustakaan bisa sepanjang hayat, sebab tak pernah ada batasan usia,” terang Nanik sambil menyampaikan kalau saat ini kunjungan harian ke perpustakaan masih didominasi mahasiswa,

Nanik

disusul masyarakat umum dan berikutnya pelajar SMA dan SMP. “Begitu juga mau makan, mau mandi di sini juga bisa. Selain itu kami juga menyediakan ruangan seminar, ruangan kedap suara dan semuanya bisa digunakan. Tujuannya sudah pasti kami ingin terus mendukung anak-anak kami, anak bangsa ini agar biasa senang membaca untuk menjadi sukses,” paparnya Selanjutnya, dengan perkembangan yang membaik dan semua pelayanan yang telah dicanangkan oleh UNESCO, bahwa pendidikan untuk semua (education for all), dapat lebih berhasil jika dilengkapi oleh perpustakaan. Selanjutnya sejalan dengan tujuan yang ada dalam alenia keempat Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa salah satu tujuan pembangunan nasional ialah “Ikut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. – Sri Ardhini


10

Mitos

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Seledri dapat Turunkan Hipertensi?

Penyakit hipertensi sebagai salah satu jenis penyakit tidak menular (PTM) sudah begitu banyak diidap masyarakat. Berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat untuk mendapatkan pengobatan. Kurangnya pengetahuan masyarakat menyebabkan begitu banyak pula mitos yang berkembang dan bahkan ada yang sampai menyesatkan. Berikut penjelasan, dr. A.A. Ngr. Gd. Dharmayuda, M.Kes. MITOS : Daging merah, seafood,makanan tinggi lemak, daging ayam berkulit, daging babi, serta kuning telur menyebabkan hipertensi (tekanan darah tinggi) FAKTA : Pada penderita hipertensi sebaiknya harus menghindari berbagai jenis makanan yang mengandung lemak jenuh cukup tinggi. Makanan yang mengandung lemak jenuh seperti pada daging merah, seafood, daging ayam berkulit, daging babi serta kuning telur akan memperburuk kontrol dari tekanan darah penderita hipertensi. Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi akan menyebabkan lemak jenuh dapat menyebabkan dislipidemia. Dislipidemia merupakan salah satu faktor utama risiko aterosklerosis. Aterosklerosis ini akan meningkatkan resistensi dinding pembuluh darah yang dapat memicu jantung untuk meningkatkan denyutnya. Denyut jantung yang meningkat dapat meningkatkan volume aliran darah yang berefek terhadap peningkatan tekanan darah. MITOS : Seledri dapat menurunkan darah tinggi FAKTA : Seledri (Apiumgraveolens L) merupakan jenis tanaman yang cukup sering dipergunakan oleh masyarakat untuk menurunkan tekanan darah. Seledri mengandung senyawa kimia yang kurang dikenal, seperti phthalides, kumarin, dan apigenin yang memang cenderung memfasilitasi menurunkan tekanan darah. Kandungan senyawa 3-nbutil-phthalide yang berguna untuk merenggangkan atau melebarkan otot-otot dinding arteri hingga memungkinkan darah mengalir lebih lancar. Pthalides juga bisa mengurangi hormone stres yang dapat mengakibatkan pembuluh darah mengkerut. Oleh karena itu, menggabungkan seledri ke dalam bagian diet biasa, sebagai bagian dari sumber nutrisi yang seimbang, memang dapat membantu menurunkan tekanan darah bagi individu yang menderita hipertensi. Penelitian efek infusa daun seledri 20% dan 40% pada tikus putih dosis 8 ml/ekor, memberikan efek diuretik

berupa peningkatan volume kencing dari tikus. Pada pengobatan hipertensi, daun seledri bukanlah pilihan utama. Banyak masyarakat yang keliru dalam pemahamannya. Apabila sudah didiagnosa hipertensi maka pengobatan utamanya adalah dengan obat yang diberikan oleh dokter. Upaya lain dengan mengonsumsi daun seledri merupakan upaya pelengkap/tambahan secaraalami. MITOS : Brokoli dan bayam dapat menurunkan darah tinggi FAKTA: Sayuran brokoli mengandung potassium dan krom, yang terkenal ampuh menurunkan tekanan darah tinggi. Bayam tinggi dengan magnesium dan potasium, yang tidak hanya menawarkan perlindungan terhadap jantung, tetapi juga dapat mengurangi tekanan darah. Selain itu, folat dalam bayam dapat melindungi tubuh dari homosistein. Penelitian telah menunjukkan bahwa kelebihan homosistein dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Mengonsumsi sayuran terutama yang kaya serat akan sangat membantu dalam pengontrolan tekanan darah. Namun tetap agar segala bentuk pengobatan hipertensi harus melalui konsultasi dengan dokter. MITOS : Ekstrak kemangi dapat menurunkan tekanan darah FAKTA : Ekstrak Ocimumamericanum Linn mengandung senyawa kimia golongan alkaloid, senyawa fenol, tanin, lignin, amilum, saponin, flavonoid, fitosterol, minyakatsiri, antrakuinon dan terpenoid. Serat kasar Ocimumamericanum Linn dilaporkan dapat menurunkan kadar kolesterol dan kadar gula darah serta menurunkan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular. MITOS : Terong dapat menurunkan tekanan darah FAKTA : Penelitian menggunakan ekstrak kulit terong ungu (Solanummelongena L) berpengaruh terhadap penurunan kadar LDL pada tikus. Ini

Kirim surat Anda ke Redaksi T ­ okoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

dr.Oka Negara, FIAS

Rambut Kelamin

“Dok, saya mau tanya tentang rambut-rambut di kelamin saya. Suami saya sebenarnya lebih senang dan lebih bergairah kalau rambut kelamin saya banyak, tapi dok kalau dibiarkan terlalu banyak, saya menjadi risih. Lalu banyak teman yang menyaran­kan saya mencabut rambut pubis atau menghabiskannya dengan cara di”waxing”. Menurut dokter, itu bagaimana? Terima kasih” (Diah, 23 thn) Vagina harus dijaga kebersihannya. Selalu menjaga kebersihan vagina tidak hanya akan menguntungkan

perempuan, tetapi juga pasangannya. Pada kenyataannya, banyak perempuan yang kurang memperhatikan

menunjukkan bahwa ada hubungan dengan penurunan tekanan darah. Namun memang diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hal ini. Jenis makanan tersebut merupakan pelengkap nutrisi dalam pengobatan hipertensi dan bukan berdiri sendiri sebagai obat. MITOS : Mentimun, tomat, blewah, jeruk, bery, mengkudu dapat menurunkan tekanan darah FAKTA : Tomat merupakan sumber yang sangat baik dari kalium yang dikenal efektif untuk mengurangi tekanan darah tinggi. Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, cranberry, jambu biji, anggur, dan stroberi merupakan sumber vitamin C. Menurut banyak penelitian, takaran vitamin C yang tepat bisa mengurangi kemungkinan tekanan darah tinggi. Berbagai jenis makanan tersebut merupakan pelengkap nutrisi pasien hipertensi. Dalam bidang pengobatan Yankestradkomyaitu pelayanan kesehatan tradisional dan komplementer di bawah Kementerian Kesehatan, pengobatan menggunakan ramuan (self-care ramuan) merupakan salah satu pelengkap dalam pengobatan. Upaya tersebut lebih cenderung untuk pencegahan. Artinya apabila sudah menderita hipertensi maka konsumsi obat hipertensi dari dokter adalah wajib. Masyarakat sering terkecoh dengan berbagai informasi yang menyebutkan bahwa ramuan sebagai pengobatan utama dengan menghentikan obat dari dokter. Hal ini adalah salah, pengobatan dokter tetap harus dilanjutkan dan apabila ingin dikombinasi dengan herbal/ ramuan sebaiknya diberikan selisih jarak dalam mengonsumsinya.

dr. A.A. Ngr. Gd. Dharmayuda, M.Kes.

kesehatan dan keselamatan pasien itu sendiri. Mengatasi keadaan tersebut, maka pengobatan sangat diperlukan walaupun penderita tidak ada keluhan untuk mengontrol tekanan darahnya sehingga komplikasi lanjutan seperti stroke, serangan jantung maupun kegagalan ginjal, dapat dicegah. MITOS : Jika penderita hipertensi minum obat dan tekanan darahnya terkontrol dengan baik, obat tersebut tidak perlu diminum lagi FAKTA : Pada kasus hipertensi tidak ada kata sembuh, namun yang ada adalah penderita hipertensi dengan tekanan darah terkontrol. Banyak informasi beredar di masyarakat yang menyatakan bahwa hipertensinya telah sembuh sehingga obat tidak perlu diteruskan. Informasi yang demikian adalah salah dan sangat menyesatkan. Karena hipertensi tidak bisa sembuh, sehingga obat harus dikonsumsi terus-menerus disertai dengan control ketat terhadap semua faktor risiko dari hipertensi tersebut. Apabila obat tidak dikonsumsi secara teratur sudah dipastikan tekanan darahnya juga tidak akan mencapai optimal.

sistolik dan kurang dari atau 80mmHg tekanan diastolik. Seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg. Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala, meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dar ihidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan. Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut yaitu sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak napas, gelisah, pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung, dan ginjal. Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan di otak. BAGAIMANA PENCEGAHANNYA? Pencegahan paling penting dalam penyakit hipertensi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Pertama, mengatur pola makan dengan menghindari makanan yang bisa meningkatkan tekanan darah seperti makanan berlemak, hindari alkohol, cafein dan yang paling penting adalah makanan yang mengandung kadar garam cukup tinggi termasuk juga mengurangi kebiasaan merokok. Kedua, melakukan aktivitas fisik secara rutin dan kontinyu setiap 2-3 hari sekali dengan durasi 20-25 menit. Ketiga, melakukan istirahat yang cukup. Keempat, mengontrol faktor psikologis baik itu emosi maupun stres. Hal ini memang paling sulit dilakukan namun sangat membantu dalam pengontrolan tekanan darah untuk mencapai optimal.

MITOS : Kalau tidak ada keluhan hipertensi tidak perlu diobati FAKTA : Penderita hipertensi sebagaian besar tidak ada keluhan. Penderita hipertensi masih bisa melakukan aktivitas rutinnya dengan baik, walaupun saat tersebut tekanan darahya cukup tinggi. Kondisi seperti inilah yang harus diwaspadai karena bisa menjadi ancaman bagi

APA GEJALA HIPERTENSI? Hipertensi adalah keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg, dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Menurut WHO (2011), batas normal tekanan darah adalah kurang dari atau 120 mmHg tekanan

BAGAIMANA PENANGANANNYA? Penanganan kasus hipertensi, selain dengan melakukan perubahan gaya hidup melalui penerapan pola hidup sehat penanganan dengan medika mentosa (obat) harus dilakukan pula. Pengobatan hipertensi menggunakan beberapa jenis golongan obat yang disesuaikan dengan dengan faktor risiko. Penanganan juga sudah mengacu kepada prosedur tetap tentang penanganan hipertensi. Oleh karena itu, diharapkan kepada semua penderita hipertensi untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. –Inten Indrawati

kebersihan vagina dan sekitarnya dan ini dapat memicu risiko kesehatan yang cukup serius. Termasuk salah satunya adalah tidak memperhatikan bagaimana merawat rambut kelamin. Ketika sudah mulai puber atau menuju dewasa, setiap orang akan mengalami perubahan pada fisiknya, salah satunya adalah tumbuhnya rambut-rambut, termasuk rambut di kelamin, yang disebut dengan rambut pubis. Apa yang dilakukan sebenarnya sudah cukup tepat, karena walaupun ternyata rambut pubis bisa menjadi daya tarik seksual juga bagi sebagian laki-laki, tetapi sudah seharusnya memang rambut pubis jangan dibiarkan tidak teratur dan terlalu lebat, karena jika terlalu lebat akan juga membuat area vagina dan sekitarnya menjadi lebih lembab sehingga mempermudah tumbuhnya jamur. Keringat dan rambut pubis dapat menyatu sehingga menimbulkan bau tak sedap, seperti halnya bau menyengat pada ketiak. Jadi memang harus dibersihkan sesering mungkin untuk mencegah akumulasi keringat, terutama karena bagian tersebut hampir selalu tertutup oleh pakaian. Area antara vagina dan anus pun harus selalu bersih dan bebas

dari bau berlebih. Tentang mencabut rambut pubis, sebenarnya tidak akan menimbulkan akibat buruk apapun, selama dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggunakan alat bantu yang kotor, misalnya menggunakan pinset yang kotor tentu saja bisa mengakibatkan iritasi atau bahkan infeksi. Demikian juga bila ingin mencabut keseluruhan rambut dengan menggunakan pencabutan menggunakan perekat khusus dengan cara “waxing”, selama alat dan bahan yang digunakan tidaklah kotor, akan sedikit akibat buruknya. Tetapi tentu saja proses pencabutan seperti ini akan menimbulkan rasa sakit. Yang kemudian perlu diingat adalah, jika seluruh atau sebagian besar rambut pubis dihilangkan sampai bersih, atau terlihat gundul, walau memang akan lebih mudah dibersihkan tetapi ada kemungkinan risiko lebih mudah mengalami perlecetan saat mengalami gesekan, baik itu saat berhubungan seksual atau gesekan dengan pakaian dalam. Dalam keadaan ini, rambut kelamin sesungguhnya bermanfaat untuk mencegah gesekan tersebut sekaligus menjaga kelembaban area sekitar vagina.

Akan lebih baik pilihan bisa dilakukan dengan menggunting atau mencukur rapi saja rambut pubis, dengan menyisakan sebagian rambut, jadi tidak dihabiskan semua. Dengan dicukur atau digunting rapi, tentu saja tidak akan terasa sakit, lebih praktis dan rambut pubis bisa menjalankan fungsinya untuk melindungi gesekan termasuk menjaga kelembaban seputar vagina. Dengan dipotong pendek dan rapi sekaligus juga bisa mencegah kejadian rambut pubis yang panjang yang bisa tertarik masuk saat berhubungan seksual, yang bisa memunculkan rasa nyeri juga saat itu. Satu lagi, jangan lupa buat selalu menjaga kebersihan pakaian dalam. Seringlah mengganti pakaian dalam, minimal sehari dua kali setelah mandi, untuk menghindari jamur dan bakteri yang berasal dari pakaian dalam melekat juga pada rambut pubis atau langsung pada vagina jika rambut pubis dihabiskan. Sesungguhnya, upaya-upaya ini semua masuk ke dalam konsep merawat dan membersihkan kelamin yang perlu dilakukan dalam kaitan dengan hubungan seksual dan kebersihan organ seksual.

Style

Gaya Bebas ala Hippe

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Style hippie adalah gaya yang menjadi acuan salah satu desainer papan atas Bali, Bintang Mira. Hal ini jelas terlihat pada rancangan yang ditampilkannya dalam perhelatan “Bali Fashion Tendance “ (BFT) 2016 yang bertajuk “Runway to the World” di TS Suites, Seminyak pekan lalu.

D

esainer yang menetap di Gianyar ini lebih banyak menggambarkan gaya hippie dengan rok lebar sebagai bawahan. Kalaupun, koleksinya kali ini di-

dominasi warna merah, sebab ia ingin menghadirkan inspirasi dari spirit keluarga Pande. Dalam style yang banyak menjadi acuan para style setter untuk terlihat lebih stylish dan unik ini Bintang Mira memilih ba­han sutra dan kain voli yang dikombinasikan de­ngan motif

pa­t ra mesir dari batik bali. Meski menghadirkan kebebasan ala hippie , namun koleksi anggota APPMi Bali ini,tetap dalam bungkusan busana siap pakai yang terkesan simpel, rileks, namun tetap menarik dan elegan. Selanjutnya pemilik BaliBatiku ini mengatakan” keep on reading to get your hippie on” - Sri Ardhini

Bint ang Mira

15


14

Jelita

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

Bulu Mata Palsu Lengkapi Penampilan Bicara penampilan, secara umum tak bisa dipisahkan dengan perempuan. Urusan yang satu ini bisa menjadi kegatan diuratan pertama atau nomer satu. Ketika mempercantik diri, maka pasti pula dimulai dari wajah, agar selalu menarik di berbagai kesempatan.

T

erkait wajah, satu hal yang semakin digemari saat ini adalah melengkapi riasan mata dengan bulu mata palsu. Ini. khususnya bagi mereka yang tidak dikarunia bulu mata panjang dan lentik. Kini, tidak perlu khawatir, dengan bulu mata palsu masalah keindahan mata tetap bisa ditonjolkan. Apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi kecantikan, bertambah banyak pula pilihan bulu mata palsu. Begitu juga dengan penggunanya. Tidak hanya perempuan dewasa, namun para remaja juga mulai banyak menggunakan bulu mata palsu untuk melengkapi penampilannya. Menurut Tatik salah seorang peùata rias di Kota Denpasar, dengan memperhatikan riasan di area mata, dapat menjadikan wajah seseorang terlihat segar dan hidup. Dengan, menambahkan atau memasang bulu mata palsu yang tepat, mata perempuan

akan terlihat lebih indah dan bersinar. Untuk pemakaian bulu mata palsu juga, kata Tatik tergantung kebiasaan seseorang . “Ada yang merekatkannya sebelum mengaplikasikan eyeliner, dan yang lainnya menjadikan bulu mata sentuhan terakhir sesudah memoleskan semua alat make up, “terang ibu dua anak in. Sekarang, lanjutnya bulu mata palsu bukan hanya melengkapi dandanan perempuan untuk ke acara khusus atau pesta saja. Namun, banyak pula yang mengenakannya untuk kegiatan sehari-hari. Karena, bulu mata palsu yang ada, bisa dipilih, baik untuk ukuran panjang atau pendeknya, tebal dan tipisnya serta bentuk yang sesuai dengan mata pemakai.

�Apalagi sekarang, udah banyak bulu mata palsu yang berkualitas. Dibuat dari rambut sehingga aman dan nyaman serta berkesan natural jika ingin digunakan sehari-hari,� cetus Tatik. Dikatakannya, bagi perempun dengan mata sipit, untuk ke pesta, dapat menggunakan bulu mata palsu yang tidak terlalu panjang. Aplikasikan hanya di bagian luar mata. Bagi mata yang kecil dan tidak berkelopak, pilih bulu mata palsu yang helainya tipis untuk sehar-hari dan agak tebal untuk ke pesta. Sedangkan pemilik mata cembung , dapat menggunakan bulu mata palsu yang tebal dan panjang agar mata terlihat lebih dalam.

Tatik

Selanjutnya, pemilik mata yang turun, untuk memberi kesan mata naik, aplikasikan bulu mata palsu dengan helaian panjang di sudut luar. Mata yang dalam, dapat mengenakan bulu mata palsu dengan ketebalan alami,

untuk mempertegas bentuknya..Sementara, mereka yang matanya besar dengan bulu mata yang lebat, cukup dilengkapi dengan mengoleskan mascara. Dengan bulu mata palsu, katanya maka kekurungan yang dimilki, khusus seputar area mata karena bentuknya akan terbantu hingga terlihat lentik dan ekspresif. Seedangkan penggunaan mascara dapat ditambahkan jika ingin menghadirkan kesan dramatasi. Namun, tetap diingatkannya oleh Tatik agar tidak ada efek bula mata asli cepat rontok, saat mengenakan, pastikan bula mata palsu sudah menempel dengan sempurna. Begitu juga ketika membuka hendaknya dilakukan dengan hati-hati. Gunakan lem bulu mata berkualitas, agar tidak iritasi. – Sri Ardhini

Bugar

AKUT ABDOMEN dr. Ade Chandra Sp.B

Akut abdomen berasal dari bahasa latin, akut artinya segera, dan abdomen artinya perut , adalah suatu kelainan pada perut yang memerlukan tindakan medis secara cepat dan sering memerlukan tindakan operasi segera. Gejala dari akut abdomen yang utama adalah nyeri perut yang sangat berat bisa seperti menusuk-nusuk, melilit atau terus menerus, muncul mendadak, disertai kembung, mual dan muntah, gangguan dalam BAB, buang angin dan bahkan pada fase lanjut bisa terjadi penurunan kesadaran, dan bila terlambat bisa mengancam nyawa. Tidak semua nyeri pada perut adalah akut abdomen,sehingga para medis maupun pasien perlu mengetahui mana yang harus memerlukan penanganan segera atau tidak.

Lokasi nyeri dapat memperkirakan sumber nyeri Beberapa penyakit yang paling sering menimbulkan terjadinya akut abdomen adlah: 1 usus buntu/ appendisitis akut 2. hernia (yang terjepit) 3. infeksi dari kantong empedu 4. tumor usus yang menyumbat saluran usus 5. trauma/benturan pada perut yang menyebabkan terjadinya pendarahan atau robekan organ dalam perut 6. infeksi perut yang lain seperti: infeksi pada organ reproduksi, infeksi pada saluran kencing, kebocoran lambung, infeksi/abses hati A. Usus Buntu Usus buntu normal ada pada setiap manusia, ukurannya kecil seperti cacing, dan memiliki fungsi yang belum jelas tapi diduga untuk pertahanan tubuh Pada kasus peradangan usus buntu/appendicitis, ukuran semakin membesar, meradang sampai bernanah. Jika pecah nanah dapat menyebar kse seluruh rongga perut dan menimbulkan nyeri yang sangat hebat. Gejala usus buntu adalah demam, awalnya nyeri di ulu hati, disertai mual dan muntah, kemudian mulai bergeser ke perut kanan bawah. Jika usus buntu yang sudah pecah, maka gejalanya bertambah berat dan nyerinya menjadi ke seluruh perut, dan

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015 kondisi pasien semakin menurun Pemeriksaan lain yang dibutuhkan pada usus buntu adalah pemeriksaan darah, dimana sel darah putih yang semakin meningkat, pemeriksaan USG, dan pemeriksaan urin Pengobatan pada usus buntu yang terifeksi yang rasional adalah operasi pengangkatan usus buntu, semakin cepat dikerjakan semakin baik Perawatan di rumah sakit sekitar 3 hari B. HERNIA Hernia merupakan kelainan yang lasim didapatkan di masyarakat terutama sebagian besar para pria, hernia sebenarnya adalah penonjolan yang tidak normal dari jaringan atau organ di dalam perut bisa sebagian atau keseluruhan melalui lubang abnormal dari dinding perut. Hernia paling sering terjadi di pelipatan paha, tapi sebenarnya bisa juga terjadi di tempat lain, seperti di diafragma (perbatasan perut dengan dada), bisa juga di pusar (biasanya terjadi pada bayi/anak), bahkan bisa terjadi juga pada bekas luka operasi. 2. Penyebab hernia: Secara umum ada 2 penyebab hernia: a. bawaan/congenital artinya dibawa sejak lahir b. didapat/acquired faktor bawaan paling sering terjadi pada bayi atau anak karena karena belum menutupnya saluran pada saat bayi lahir, paling sering terutama pada bayi-bayi yang premature/lahir belum cukup bulan. Pada orang dewasa hernia sering disebabkan karena factor yang didapat, seperti karena kelemahan dinding otot dasar panggul akibat usia, pekerjaan yang memerlukan tenaga untuk mengangkat berat, perubahan fisik misalnya dari gemuk menjadi kurus, tekanan dalam perut yang meningkat seperti pada orang yang suka batukbatuk terus menerus, pasien sakit gangguan kencing (prostat) yang harus mengedan saat akan kencing, pasien dengan gangguan buang air besar jangka panjang/sembelit, , pasien dengan kelainan di dalam perut seperti tumor, kehamilan, dan kurang gisi. Gejala hernia Gejala hernia yang paling sering adalah benjolan di lipatan paha bisa sampai ke kantong buah zakar (pada laki-laki) yang awalnya hilang timbul, timbul bila penderita berdiri atau mengejan dan dapat masuk kembali/mengecil kembali bila penderita berbaring (ini disebabkan karena efek gravitasi).karena keluhan ini tidak terlalu berat maka sering diabaikan oleh penderita hernia. Hernia akan menimbulkan keluhan yang berat jika hernia tersebut tidak mampu kembali lagi ke dalam perut atau dengan kata lain hernia tidak bisa mengecil lagi, artinya isi perut atau usus sudah terjepit ke dalam cincin hernia, pasien biasanya sangat kesakitan, tidak bisa kentut maupun buang air besar lagi, dan perutnya menjadi kembung, dan hal ini sangat membahayakan sehingga perlu penanganan operasi sesegera mungkin, karena bisa membuat usus yang terjepit tersebut menjadi mati dan bisa mengancam nyawa penderita. 4. bahaya hernia Hernia akan sangat berbahaya jika hernia sudah terjepit, jepitan ini membuat usus atau organ lain menjadi mati. Yang menjadi masalah adalah kita tidak akan tahu kapan hernia tersebut akan terjepit. 5. Pengobatan Hernia: Pengobatan yang pertama dan utama adalah operasi (menutup kantong hernia dan memperbaiki

11

kelemahan otot). Pengobatan lain tanpa operasi tidak dianjurkan dan tidak memberikan hasil yang baik, terkecuali jika pasien kontraindikasi dilakukan tindakan operasi seperti pada pasien dengan kelainan jantung yang berat. Tapi jika hernia sudah terjepit , maka operasi mutlak harus dilakukan dan sifatnya emergency. 6. Operasi sebaiknya dilakukan pada pasien hernia yang belum terkomplikasi (mengalami jepitan) sehingga persiapan sebelum operasi bisa lebih baik dan hasil yang diperoleh juga jauh lebih bagus. Pada pasien hernia yang sudah terjepit, operasi merupakan indikasi mutlak dan sifatnya emergency, karena untuk menyelamatkan usus atau organ lain yang terjepit. Sebaiknya para penderita hernia tidak menunggu hernia nya terjepit dulu baru menyetujui operasi. 7. Celana hernia sudah dipakai sejak sebelum masehi oleh nenek moyang kita, celana hernia tidak memecahkan masalah secara tuntas. Pemakaian celana hernia sering menimbulkan rasa tidak nyaman, dan harus dipakai seumur hidup. Selain itu pemakaiannya sering menimbulkan komplikasi seperti kerusakan pada kulit dan otot yang ditekan, dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah pada buah zakar yang berakibat pada kemandulan. Sehingga celana hernia tidak dianjurkan untuk dipakai pada pengobatan hernia kecuali pada pasien yang kondisi fisiknya memang sangat-sangat tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi seperti pada penderita hernia dengan penyakit jantung yang berat. 8. Kapan operasi dikerjakan?? Sesegara mungkin setelah diagnosis hernia ditegakkan dan pasien sudah dilakukan pemeriksaan lengkap sebelumnya. Pada kasus di mana hernia sudah menimbulkan komplikasi berupa usus terjepit maka operasi harus dilakukan sesegera mungkin karena untuk menyelamatkan usus dan nyawa. Sebaiknya operasi dikerjakan pada hernia yang belum menimbulkan terjadinya komplikasi (terjepit), jangan menunggu terjadinya komplikasi baru setuju dilakukan operasi. Usia tua bukan halangan untuk dilakukan tindakan operasi. Berapa lawa pasien dirawat setelah operasi? Penyembuhan pasca operasi cepat, Jika tidak ada masalah , beberapa jam setelah operasi pasien boleh pulang ke rumah, tetapi harus kontrol kembali Pantangan –pantangan setelah operasi Yang harus diperhatikan adalah sekitar 3 bulan pasca operasi pasien harus menghidari mengangkat beban berat. Yang perlu diingat oleh hardrockers sekalian bahwa Hernia seringkali merupakan komplikasi dari penyakit lain seperti prostat, sakit batu k- batuk lama, sehingga masalah tersebut juga harus diatasi untuk mencegah terjadinya kekambuhan hernia. C. INFEKSI SALURAN EMPEDU Kantong empedu maupun salurannya sering mengalami infeksi, terutama pada wanita, dengan umur di atas 40. Gejala yang terjadi jika ada infeksi di kandung empedu adalah: nyeri di perut kanan atas bisa menjalar sampai ke belakang punggung, disertai mual, demam dan kadang kuning di mata. Nyeri yang terjadi bisa bersifat hilang timbul, tp pada keadaan yang lebih berat, nyeri menjadi menetap dan bahkan bisa menyebar ke seluruh perut. Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan sel darah putih yang meningkat, kadang bilirubin yang meningkat, pemeriksaan USG menunjukkan adanya infeksi, atau batu. Pengobatan yang terbaik pada batu empedu yang sudah menimbulkan keluhan terus menerus adalah operasi, apalagi jika batu di dalam kantong empedu berjumlah banyak dan ukurannya lebih dari 2 cm. Pasca operasi pasien dianjurkan untuk diet rendah lemak


12

Kuliner

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Wisata Kuliner Nusa Penida Nikmati Tipat Kuah dan Renjang

Panca Warna Indonesian Fusion Panca warna merupakan lima warna yang sering dipakai dalam upacara keagamaan umat Hindu. Konsep panca warna ini juga dipakai para koki atau chef yang tergabung dalam Indonesian Chef Association ( ICA) Bali dalam menyajikan makanan dalam menyambut tamu VVIP dalam pembukaan Nusa Dua Fiesta, Jumat (9/10).

M

Para chef yang sedang mempersiapkan makanan

enurut salah satu chef yang ikut berkreasi dalam memasak, chef Hendra mengatakan, beberapa makanan yang disajikan saat makan malam terbuat dari bumbu khas Bali. “ Pe r p a d u a n m a k a n a n y a n g dibuat lebih ke Indonesian fusion. Walaupun menggunakan bumbu khas Bali, tapi penyajiannya seperti makanan Western sehingga terlihat sangat mewah,” kata executive chef dari Bali National Golf Nusa Dua ini. Untuk menu pembuka ada lawar, jukut gonda, dan hidan-

Menu utama

gan dari ketela rambat. Sebagai makanan utama, disajikan satu menu yang sangat menarik. Ada udang goreng yang telah dibumbui dengan tom yang pasta. Udang ini dipadukan dengan daging bebek, dan kerang. Daging bebek disajikan bersama saus gaya Western. Kemudian, dipermanis dengan beberapa sayuran seperti kacang panjang dan jamur. Sebagai pengganti nasi disajikan ketela kuning mashed (dipanggang dan dihancurkan). Sebagai hiasan ada dua potong tomat ceri.

Menu penutup, kue manis yang terbuat dari ketan putih kukus seperti jaja uli, yang didalamnya dilapisi cokelat putih, kemudian disiram dengan saus stroberi. Hidangan ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para tamu. Dari penyajian terlihat seperti makanan Barat, namun, setelah dimakan, rasa khas Indonesia tetap terasa. Menu ini dapat dijadikan inspirasi bagi Anda yang ingin terus berkreasi dalam bidang kuliner.

Jika berkunjung ke Nusa Penida, tak seru kalau tak mencoba aneka makanan masyarakat setempat. Dalam satu kesempatan melakukan tirtayatra, Tokoh berkesempatan mencicipi dua kuliner yang sangat menarik perhatian. Pertama, sajian tipat kuah. Makanan ini dapat ditemui di warung Bu Lita, dekat pelabuhan Banjar Nyuh II, Desa Nyuh Kukuh, Desa Ped, Nusa Penida. Saat tiba dengan speedboat dari Sanur, kita langsung mendarat di pelabuhan ini, dan bisa langsung melihat warung Bu Lita. Jam buka warung mulai pukul 06.00 sampai 15.00. Tipat kuah ini sangat istimewa. Satu porsi tipat kuah terdiri dari dua belah tipat atau ketupat, ikan pindang tongkol yang sudah berisi sambal, sayur kuah kubis, dan satu ikan kecil yang sangat enak, namanya renjang. Ikan ini digoreng kering sehingga saat memakannya tak perlu khawatir ada tulangnya. Rasanya lumayan gurih. Sambal

Tipat kuah

untuk ikan pindang tongkol juga enak sekali. Menurut Bu Lita, bahan untuk sambal, cabai rawit, lombok besar, terasi, garam, bawang merah, dan sedikit tomat. Agar lebih sedap diberi sedikit gula merah. Untuk sayur kuah kubis, bumbunya basa genep. Harga satu porsi tipat kuah Rp 7000. Cukup untuk mengenyangkan perut sebagai sarapan

4 butir : kemiri sangrai

Sarwan Bahan: 300 gr : pepaya muda, iris korek api 150 gr : kacang panjang, potong 3 cm 3 lbr : daun salam 70 gr : udang, kupas kulitnya 3 lbr : daun jeruk, buang tangkainya 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 batang : serai, memarkan 750 ml : santan encer 350 ml : santal kental 1 sdt : lada bubuk 2 sdm : gula merah 2 blok : kaldu ayam Garam, gula, minyak secukupnya

i kmat

Chinesse Food

Ni Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Beli 10 Mangkok Es

Gratis

1 Mangkok Es Kasih Sayang

iah Murah Mer & Bersih

Roti Bakar Coklat

Berlaku mulai 1 s.d. 31 Oktober 2015

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

ataupun makan siang. Sebagian besar umat Hindu yang menikmati tipat kuah adalah umat yang sudah selesai melakukan persembahyangan ke Pura Dalem Ped dan kembali menuju ke Sanur. Sambil menunggu speedboat, sebagian mengisi perut dengan mencoba tipat kuah ala Bu Lita. –Wirati Astiti

13

Nasi Campur Sambal Pedas Selain tipat kuah, ada juga nasi campur ala Bu Made. Perempuan yang membuka warung makan di Banjar Sampalan ini, menjual nasi campur ayam. Satu porsi nasi campur terdiri dari nasi putih, ayam betutu, ayam kuah, telur rebus, sate dan ikan laut, sayur urap, kacang saur. Yang sangat menarik, adalah sambal yang disajikan. Sambal ini terlihat masih sangat kasar, karena hanya diulek seadanya. Rasanya sangat pedas. Menurut Bu Made, bahan sambal terdiri dari cabai rawit, lombok hijau besar, terasi, dan garam. Bahan-bahan sambal ditumis sebentar, dan kemudian diulek seadanya dan sengaja dibuat kasar. Agar rasa sambal lebih enak, ditumis memakai minyak kelapa tandusan atau kelapa yang dibuat sendiri. Untuk sayur urap, terdiri dari sayuran kacang panjang dan tauge. Bumbunya, sama dengan sayur urap khas Bali. Bumbunya, basa genep yang kemudian ditumis dan diberi sedikit santan. Untuk pepes ikan, tanpa menggunakan kelapa sehingga rasanya lebih gurih, karena hanya terdiri dari campuran ikan laut dan bumbu basa genep.

Nasi campur

Warung Bu Made, sangat representatif. Selain para umat Hindu yang dari luar Nusa Penida bersembahyang ke Pura Goa Giri Putri, sebagian besar, turis asing juga makan di warung klasik ini. Menurut Bu Made, sejak Nusa Penida mulai diminati para turis asing, warung nasinya juga mulai ramai pembeli. “Selain umat Hindu yang sembahyang, bule juga banyak datang,” kata Bu Made. Walaupun tak bisa bahasa Inggris, biasanya untuk sayur urap yang disajikan ke turis asing, tidak terlalu pedas, termasuk sambal sebagai penemannya. “Sambal biasanya saya isi sedikit saja di pinggir piring. Kebanyakan tamu tidak terlalu cerewet, dan yang mampir makan sudah tahu itu namanya sambal,” ucapnya. –Wirati Astiti

Ketupat Sayur

–Wirati Astiti

Masak Betutu Cara Tradisional Panggang dengan Api Sekam Masakan betutu sangat terkenal di manca negara. Bahan utamanya bisa daging ayam atau bebek. Menurut harfiahnya, betutu berasal dari kata “be” artinya bara, “ tu” artinya ditunu atau dipanggang, “tutu” artinya unggas berkaki dua. Jadi artinya, unggas berkaki dua yang dipanggang di atas bara api. Memasak betutu memerlukan waktu yang sangat lama. Banyak orang memasak menggunakan alat modern seperti presto agar mempercepat proses pematangannya. Dalam ajang Nusa Dua Fiesta 2015, Indonesian Chef Association (ICA) Bali mencoba berbagi ilmu kepada penonton dengan mendemokan memasak betutu dengan cara yang tradisional yakni memanggang dengan bara api yang terbuat dari sekam. Demo dilakukan chef Gde Juastra, dan chef Wayan Karmana yang dipandu ketua ICA Bali, chef Komang Adi Arsana. Untuk bahan utama dipilih bebek. Sedangkan, bumbu betutu menggunakan basa genep yakni campuran semua bumbu khas Bali seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, kunir, laos, jahe, kencur, pala, kemiri, ketumbar, merica, terasi, bumbu wangen, daun salam, sereh, dan lemo, Proses pembuatannya, awalnya bumbu dicincang kecuali lemo, dan kemudian ditumbuk. Setelah bebek dibersihkan, balurkan bumbu ini disekujur tubuh unggas. Termasuk isi bagian perut unggas dengan basa genep ini. Untuk lebih enak, bisa juga menambahkan sayur singkong ke dalam perut unggas. Sebelumnya sayur singkong direbus terlebih dahulu kemudian dicampur dengan basa genep dan dimasukkan ke dalam perut unggas. Untuk mengikatnya gunakan tali dari bambu agar isi perut tidak lepas. Betutu tadi dimasukkan ke dalam gerabah, yang sudah dialasi daun pisang. Kemudian di atas gerabah ditutup dengan kertas aluminium foil. Kemudian masukkan gerabah ke dalam bara api sekam tadi. Untuk memasaknya memerlukan waktu 3-4 jam. Salah seorang tamu dari Jakarta, Linda mengatakan, sangat tertarik melihat demo memasak betutu. Ia sendiri sangat menggemari menu betutu tersebut, dan sangat suka tingkat kepedasannya. Ia merasa kaget, ternyata, memasaknya sangat lama. Ia bertanya kepada para chef, apakah bisa dimasak dengan presto saja agar lebih cepat. Menurut chef Juastra, dengan kemajuan teknologi, panci presto bisa saja untuk memasak betutu. Namun, demo masak yang disajikan saat itu, ingin menunjukkan kepada penonton, bagaimana betutu dimasak dengan cara tradisional. Tentu saja, memasak dengan cara tradisional memberikan rasa dan aroma yang lebih sedap. –Wirati Astiti

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Bumbu Halus: 5 buah : cabe besar merah 10 buah : cabe rawit 10 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 2 ruas : jari kunyit bakar 3 ruas : jari jahe 1 sdm : terasi

Bahan pelengkap : 7 buah : ketupat siap pakai 100 gr : krupuk 3 sdm : bawang putih goreng 5 buah : tahu bacem 5 buah : tempe bacem 6 buah : telur rebus Cara Membuat: - Tumis bumbu halus, daun salam, daun jeruk, serai dan lengkuas hingga harum.

- Masukkan irisan pepaya dan irisan kacang panjang lalu masukkan santan encer , tutup panci dan biarkan hingga mendidih - Masukkam kacang dan pepaya matang, lalu masukkan santan kental, aduk-aduk hingga santan mendidih dan tidak pecah, lalu masukkan garam, gula, dan kaldu blok ayam, aduk hingga bumbu meresap dan siap disajikan bersama bahan pelengkap.

Botok Ayam Bahan: 5 pasang : ampela dan hati rebus potong dadu 250 gr : daging ayam, potong dadu kecil 7 buah : bawang merah, cincang halus 4 siung : bawang putih, cincang halus 2 batang : daun bawang, cincang halus 5 buah : cabe hijau, cincang kasar 1 buah : cabe besar merah, cincang kasar 1 butir : telur kecok lepas 100 ml : santan kental ½ sdt : gula 2 sdm : minyak goreng

8 lbr buah

: daun salam : cabe rawit utuh, boleh lebih Garam, kaldu bubuk secukupnya Daun pisang secukupnya. Cara membuat: - Campur semua bahan jadi satu, lalu aduk hingga tercampur. Ambil daun pisang, masukkan 2 sdm adonan botok, beri 1atau 2 cabe rawit utuh diatasnya, lalu bungkus, bentuk tum atau menurut selera, sematkan lidi, lakukan hingga bahan habis. - Kukus botok sampai matang atau selama 30 menit, angkat, siap disajikan.


12

Kuliner

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Wisata Kuliner Nusa Penida Nikmati Tipat Kuah dan Renjang

Panca Warna Indonesian Fusion Panca warna merupakan lima warna yang sering dipakai dalam upacara keagamaan umat Hindu. Konsep panca warna ini juga dipakai para koki atau chef yang tergabung dalam Indonesian Chef Association ( ICA) Bali dalam menyajikan makanan dalam menyambut tamu VVIP dalam pembukaan Nusa Dua Fiesta, Jumat (9/10).

M

Para chef yang sedang mempersiapkan makanan

enurut salah satu chef yang ikut berkreasi dalam memasak, chef Hendra mengatakan, beberapa makanan yang disajikan saat makan malam terbuat dari bumbu khas Bali. “ Pe r p a d u a n m a k a n a n y a n g dibuat lebih ke Indonesian fusion. Walaupun menggunakan bumbu khas Bali, tapi penyajiannya seperti makanan Western sehingga terlihat sangat mewah,” kata executive chef dari Bali National Golf Nusa Dua ini. Untuk menu pembuka ada lawar, jukut gonda, dan hidan-

Menu utama

gan dari ketela rambat. Sebagai makanan utama, disajikan satu menu yang sangat menarik. Ada udang goreng yang telah dibumbui dengan tom yang pasta. Udang ini dipadukan dengan daging bebek, dan kerang. Daging bebek disajikan bersama saus gaya Western. Kemudian, dipermanis dengan beberapa sayuran seperti kacang panjang dan jamur. Sebagai pengganti nasi disajikan ketela kuning mashed (dipanggang dan dihancurkan). Sebagai hiasan ada dua potong tomat ceri.

Menu penutup, kue manis yang terbuat dari ketan putih kukus seperti jaja uli, yang didalamnya dilapisi cokelat putih, kemudian disiram dengan saus stroberi. Hidangan ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para tamu. Dari penyajian terlihat seperti makanan Barat, namun, setelah dimakan, rasa khas Indonesia tetap terasa. Menu ini dapat dijadikan inspirasi bagi Anda yang ingin terus berkreasi dalam bidang kuliner.

Jika berkunjung ke Nusa Penida, tak seru kalau tak mencoba aneka makanan masyarakat setempat. Dalam satu kesempatan melakukan tirtayatra, Tokoh berkesempatan mencicipi dua kuliner yang sangat menarik perhatian. Pertama, sajian tipat kuah. Makanan ini dapat ditemui di warung Bu Lita, dekat pelabuhan Banjar Nyuh II, Desa Nyuh Kukuh, Desa Ped, Nusa Penida. Saat tiba dengan speedboat dari Sanur, kita langsung mendarat di pelabuhan ini, dan bisa langsung melihat warung Bu Lita. Jam buka warung mulai pukul 06.00 sampai 15.00. Tipat kuah ini sangat istimewa. Satu porsi tipat kuah terdiri dari dua belah tipat atau ketupat, ikan pindang tongkol yang sudah berisi sambal, sayur kuah kubis, dan satu ikan kecil yang sangat enak, namanya renjang. Ikan ini digoreng kering sehingga saat memakannya tak perlu khawatir ada tulangnya. Rasanya lumayan gurih. Sambal

Tipat kuah

untuk ikan pindang tongkol juga enak sekali. Menurut Bu Lita, bahan untuk sambal, cabai rawit, lombok besar, terasi, garam, bawang merah, dan sedikit tomat. Agar lebih sedap diberi sedikit gula merah. Untuk sayur kuah kubis, bumbunya basa genep. Harga satu porsi tipat kuah Rp 7000. Cukup untuk mengenyangkan perut sebagai sarapan

4 butir : kemiri sangrai

Sarwan Bahan: 300 gr : pepaya muda, iris korek api 150 gr : kacang panjang, potong 3 cm 3 lbr : daun salam 70 gr : udang, kupas kulitnya 3 lbr : daun jeruk, buang tangkainya 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 batang : serai, memarkan 750 ml : santan encer 350 ml : santal kental 1 sdt : lada bubuk 2 sdm : gula merah 2 blok : kaldu ayam Garam, gula, minyak secukupnya

i kmat

Chinesse Food

Ni Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Beli 10 Mangkok Es

Gratis

1 Mangkok Es Kasih Sayang

iah Murah Mer & Bersih

Roti Bakar Coklat

Berlaku mulai 1 s.d. 31 Oktober 2015

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678

ataupun makan siang. Sebagian besar umat Hindu yang menikmati tipat kuah adalah umat yang sudah selesai melakukan persembahyangan ke Pura Dalem Ped dan kembali menuju ke Sanur. Sambil menunggu speedboat, sebagian mengisi perut dengan mencoba tipat kuah ala Bu Lita. –Wirati Astiti

13

Nasi Campur Sambal Pedas Selain tipat kuah, ada juga nasi campur ala Bu Made. Perempuan yang membuka warung makan di Banjar Sampalan ini, menjual nasi campur ayam. Satu porsi nasi campur terdiri dari nasi putih, ayam betutu, ayam kuah, telur rebus, sate dan ikan laut, sayur urap, kacang saur. Yang sangat menarik, adalah sambal yang disajikan. Sambal ini terlihat masih sangat kasar, karena hanya diulek seadanya. Rasanya sangat pedas. Menurut Bu Made, bahan sambal terdiri dari cabai rawit, lombok hijau besar, terasi, dan garam. Bahan-bahan sambal ditumis sebentar, dan kemudian diulek seadanya dan sengaja dibuat kasar. Agar rasa sambal lebih enak, ditumis memakai minyak kelapa tandusan atau kelapa yang dibuat sendiri. Untuk sayur urap, terdiri dari sayuran kacang panjang dan tauge. Bumbunya, sama dengan sayur urap khas Bali. Bumbunya, basa genep yang kemudian ditumis dan diberi sedikit santan. Untuk pepes ikan, tanpa menggunakan kelapa sehingga rasanya lebih gurih, karena hanya terdiri dari campuran ikan laut dan bumbu basa genep.

Nasi campur

Warung Bu Made, sangat representatif. Selain para umat Hindu yang dari luar Nusa Penida bersembahyang ke Pura Goa Giri Putri, sebagian besar, turis asing juga makan di warung klasik ini. Menurut Bu Made, sejak Nusa Penida mulai diminati para turis asing, warung nasinya juga mulai ramai pembeli. “Selain umat Hindu yang sembahyang, bule juga banyak datang,” kata Bu Made. Walaupun tak bisa bahasa Inggris, biasanya untuk sayur urap yang disajikan ke turis asing, tidak terlalu pedas, termasuk sambal sebagai penemannya. “Sambal biasanya saya isi sedikit saja di pinggir piring. Kebanyakan tamu tidak terlalu cerewet, dan yang mampir makan sudah tahu itu namanya sambal,” ucapnya. –Wirati Astiti

Ketupat Sayur

–Wirati Astiti

Masak Betutu Cara Tradisional Panggang dengan Api Sekam Masakan betutu sangat terkenal di manca negara. Bahan utamanya bisa daging ayam atau bebek. Menurut harfiahnya, betutu berasal dari kata “be” artinya bara, “ tu” artinya ditunu atau dipanggang, “tutu” artinya unggas berkaki dua. Jadi artinya, unggas berkaki dua yang dipanggang di atas bara api. Memasak betutu memerlukan waktu yang sangat lama. Banyak orang memasak menggunakan alat modern seperti presto agar mempercepat proses pematangannya. Dalam ajang Nusa Dua Fiesta 2015, Indonesian Chef Association (ICA) Bali mencoba berbagi ilmu kepada penonton dengan mendemokan memasak betutu dengan cara yang tradisional yakni memanggang dengan bara api yang terbuat dari sekam. Demo dilakukan chef Gde Juastra, dan chef Wayan Karmana yang dipandu ketua ICA Bali, chef Komang Adi Arsana. Untuk bahan utama dipilih bebek. Sedangkan, bumbu betutu menggunakan basa genep yakni campuran semua bumbu khas Bali seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, kunir, laos, jahe, kencur, pala, kemiri, ketumbar, merica, terasi, bumbu wangen, daun salam, sereh, dan lemo, Proses pembuatannya, awalnya bumbu dicincang kecuali lemo, dan kemudian ditumbuk. Setelah bebek dibersihkan, balurkan bumbu ini disekujur tubuh unggas. Termasuk isi bagian perut unggas dengan basa genep ini. Untuk lebih enak, bisa juga menambahkan sayur singkong ke dalam perut unggas. Sebelumnya sayur singkong direbus terlebih dahulu kemudian dicampur dengan basa genep dan dimasukkan ke dalam perut unggas. Untuk mengikatnya gunakan tali dari bambu agar isi perut tidak lepas. Betutu tadi dimasukkan ke dalam gerabah, yang sudah dialasi daun pisang. Kemudian di atas gerabah ditutup dengan kertas aluminium foil. Kemudian masukkan gerabah ke dalam bara api sekam tadi. Untuk memasaknya memerlukan waktu 3-4 jam. Salah seorang tamu dari Jakarta, Linda mengatakan, sangat tertarik melihat demo memasak betutu. Ia sendiri sangat menggemari menu betutu tersebut, dan sangat suka tingkat kepedasannya. Ia merasa kaget, ternyata, memasaknya sangat lama. Ia bertanya kepada para chef, apakah bisa dimasak dengan presto saja agar lebih cepat. Menurut chef Juastra, dengan kemajuan teknologi, panci presto bisa saja untuk memasak betutu. Namun, demo masak yang disajikan saat itu, ingin menunjukkan kepada penonton, bagaimana betutu dimasak dengan cara tradisional. Tentu saja, memasak dengan cara tradisional memberikan rasa dan aroma yang lebih sedap. –Wirati Astiti

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Bumbu Halus: 5 buah : cabe besar merah 10 buah : cabe rawit 10 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 2 ruas : jari kunyit bakar 3 ruas : jari jahe 1 sdm : terasi

Bahan pelengkap : 7 buah : ketupat siap pakai 100 gr : krupuk 3 sdm : bawang putih goreng 5 buah : tahu bacem 5 buah : tempe bacem 6 buah : telur rebus Cara Membuat: - Tumis bumbu halus, daun salam, daun jeruk, serai dan lengkuas hingga harum.

- Masukkan irisan pepaya dan irisan kacang panjang lalu masukkan santan encer , tutup panci dan biarkan hingga mendidih - Masukkam kacang dan pepaya matang, lalu masukkan santan kental, aduk-aduk hingga santan mendidih dan tidak pecah, lalu masukkan garam, gula, dan kaldu blok ayam, aduk hingga bumbu meresap dan siap disajikan bersama bahan pelengkap.

Botok Ayam Bahan: 5 pasang : ampela dan hati rebus potong dadu 250 gr : daging ayam, potong dadu kecil 7 buah : bawang merah, cincang halus 4 siung : bawang putih, cincang halus 2 batang : daun bawang, cincang halus 5 buah : cabe hijau, cincang kasar 1 buah : cabe besar merah, cincang kasar 1 butir : telur kecok lepas 100 ml : santan kental ½ sdt : gula 2 sdm : minyak goreng

8 lbr buah

: daun salam : cabe rawit utuh, boleh lebih Garam, kaldu bubuk secukupnya Daun pisang secukupnya. Cara membuat: - Campur semua bahan jadi satu, lalu aduk hingga tercampur. Ambil daun pisang, masukkan 2 sdm adonan botok, beri 1atau 2 cabe rawit utuh diatasnya, lalu bungkus, bentuk tum atau menurut selera, sematkan lidi, lakukan hingga bahan habis. - Kukus botok sampai matang atau selama 30 menit, angkat, siap disajikan.


14

Jelita

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

Bulu Mata Palsu Lengkapi Penampilan Bicara penampilan, secara umum tak bisa dipisahkan dengan perempuan. Urusan yang satu ini bisa menjadi kegatan diuratan pertama atau nomer satu. Ketika mempercantik diri, maka pasti pula dimulai dari wajah, agar selalu menarik di berbagai kesempatan.

T

erkait wajah, satu hal yang semakin digemari saat ini adalah melengkapi riasan mata dengan bulu mata palsu. Ini. khususnya bagi mereka yang tidak dikarunia bulu mata panjang dan lentik. Kini, tidak perlu khawatir, dengan bulu mata palsu masalah keindahan mata tetap bisa ditonjolkan. Apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi kecantikan, bertambah banyak pula pilihan bulu mata palsu. Begitu juga dengan penggunanya. Tidak hanya perempuan dewasa, namun para remaja juga mulai banyak menggunakan bulu mata palsu untuk melengkapi penampilannya. Menurut Tatik salah seorang peùata rias di Kota Denpasar, dengan memperhatikan riasan di area mata, dapat menjadikan wajah seseorang terlihat segar dan hidup. Dengan, menambahkan atau memasang bulu mata palsu yang tepat, mata perempuan

akan terlihat lebih indah dan bersinar. Untuk pemakaian bulu mata palsu juga, kata Tatik tergantung kebiasaan seseorang . “Ada yang merekatkannya sebelum mengaplikasikan eyeliner, dan yang lainnya menjadikan bulu mata sentuhan terakhir sesudah memoleskan semua alat make up, “terang ibu dua anak in. Sekarang, lanjutnya bulu mata palsu bukan hanya melengkapi dandanan perempuan untuk ke acara khusus atau pesta saja. Namun, banyak pula yang mengenakannya untuk kegiatan sehari-hari. Karena, bulu mata palsu yang ada, bisa dipilih, baik untuk ukuran panjang atau pendeknya, tebal dan tipisnya serta bentuk yang sesuai dengan mata pemakai.

�Apalagi sekarang, udah banyak bulu mata palsu yang berkualitas. Dibuat dari rambut sehingga aman dan nyaman serta berkesan natural jika ingin digunakan sehari-hari,� cetus Tatik. Dikatakannya, bagi perempun dengan mata sipit, untuk ke pesta, dapat menggunakan bulu mata palsu yang tidak terlalu panjang. Aplikasikan hanya di bagian luar mata. Bagi mata yang kecil dan tidak berkelopak, pilih bulu mata palsu yang helainya tipis untuk sehar-hari dan agak tebal untuk ke pesta. Sedangkan pemilik mata cembung , dapat menggunakan bulu mata palsu yang tebal dan panjang agar mata terlihat lebih dalam.

Tatik

Selanjutnya, pemilik mata yang turun, untuk memberi kesan mata naik, aplikasikan bulu mata palsu dengan helaian panjang di sudut luar. Mata yang dalam, dapat mengenakan bulu mata palsu dengan ketebalan alami,

untuk mempertegas bentuknya..Sementara, mereka yang matanya besar dengan bulu mata yang lebat, cukup dilengkapi dengan mengoleskan mascara. Dengan bulu mata palsu, katanya maka kekurungan yang dimilki, khusus seputar area mata karena bentuknya akan terbantu hingga terlihat lentik dan ekspresif. Seedangkan penggunaan mascara dapat ditambahkan jika ingin menghadirkan kesan dramatasi. Namun, tetap diingatkannya oleh Tatik agar tidak ada efek bula mata asli cepat rontok, saat mengenakan, pastikan bula mata palsu sudah menempel dengan sempurna. Begitu juga ketika membuka hendaknya dilakukan dengan hati-hati. Gunakan lem bulu mata berkualitas, agar tidak iritasi. – Sri Ardhini

Bugar

AKUT ABDOMEN dr. Ade Chandra Sp.B

Akut abdomen berasal dari bahasa latin, akut artinya segera, dan abdomen artinya perut , adalah suatu kelainan pada perut yang memerlukan tindakan medis secara cepat dan sering memerlukan tindakan operasi segera. Gejala dari akut abdomen yang utama adalah nyeri perut yang sangat berat bisa seperti menusuk-nusuk, melilit atau terus menerus, muncul mendadak, disertai kembung, mual dan muntah, gangguan dalam BAB, buang angin dan bahkan pada fase lanjut bisa terjadi penurunan kesadaran, dan bila terlambat bisa mengancam nyawa. Tidak semua nyeri pada perut adalah akut abdomen,sehingga para medis maupun pasien perlu mengetahui mana yang harus memerlukan penanganan segera atau tidak.

Lokasi nyeri dapat memperkirakan sumber nyeri Beberapa penyakit yang paling sering menimbulkan terjadinya akut abdomen adlah: 1 usus buntu/ appendisitis akut 2. hernia (yang terjepit) 3. infeksi dari kantong empedu 4. tumor usus yang menyumbat saluran usus 5. trauma/benturan pada perut yang menyebabkan terjadinya pendarahan atau robekan organ dalam perut 6. infeksi perut yang lain seperti: infeksi pada organ reproduksi, infeksi pada saluran kencing, kebocoran lambung, infeksi/abses hati A. Usus Buntu Usus buntu normal ada pada setiap manusia, ukurannya kecil seperti cacing, dan memiliki fungsi yang belum jelas tapi diduga untuk pertahanan tubuh Pada kasus peradangan usus buntu/appendicitis, ukuran semakin membesar, meradang sampai bernanah. Jika pecah nanah dapat menyebar kse seluruh rongga perut dan menimbulkan nyeri yang sangat hebat. Gejala usus buntu adalah demam, awalnya nyeri di ulu hati, disertai mual dan muntah, kemudian mulai bergeser ke perut kanan bawah. Jika usus buntu yang sudah pecah, maka gejalanya bertambah berat dan nyerinya menjadi ke seluruh perut, dan

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015 kondisi pasien semakin menurun Pemeriksaan lain yang dibutuhkan pada usus buntu adalah pemeriksaan darah, dimana sel darah putih yang semakin meningkat, pemeriksaan USG, dan pemeriksaan urin Pengobatan pada usus buntu yang terifeksi yang rasional adalah operasi pengangkatan usus buntu, semakin cepat dikerjakan semakin baik Perawatan di rumah sakit sekitar 3 hari B. HERNIA Hernia merupakan kelainan yang lasim didapatkan di masyarakat terutama sebagian besar para pria, hernia sebenarnya adalah penonjolan yang tidak normal dari jaringan atau organ di dalam perut bisa sebagian atau keseluruhan melalui lubang abnormal dari dinding perut. Hernia paling sering terjadi di pelipatan paha, tapi sebenarnya bisa juga terjadi di tempat lain, seperti di diafragma (perbatasan perut dengan dada), bisa juga di pusar (biasanya terjadi pada bayi/anak), bahkan bisa terjadi juga pada bekas luka operasi. 2. Penyebab hernia: Secara umum ada 2 penyebab hernia: a. bawaan/congenital artinya dibawa sejak lahir b. didapat/acquired faktor bawaan paling sering terjadi pada bayi atau anak karena karena belum menutupnya saluran pada saat bayi lahir, paling sering terutama pada bayi-bayi yang premature/lahir belum cukup bulan. Pada orang dewasa hernia sering disebabkan karena factor yang didapat, seperti karena kelemahan dinding otot dasar panggul akibat usia, pekerjaan yang memerlukan tenaga untuk mengangkat berat, perubahan fisik misalnya dari gemuk menjadi kurus, tekanan dalam perut yang meningkat seperti pada orang yang suka batukbatuk terus menerus, pasien sakit gangguan kencing (prostat) yang harus mengedan saat akan kencing, pasien dengan gangguan buang air besar jangka panjang/sembelit, , pasien dengan kelainan di dalam perut seperti tumor, kehamilan, dan kurang gisi. Gejala hernia Gejala hernia yang paling sering adalah benjolan di lipatan paha bisa sampai ke kantong buah zakar (pada laki-laki) yang awalnya hilang timbul, timbul bila penderita berdiri atau mengejan dan dapat masuk kembali/mengecil kembali bila penderita berbaring (ini disebabkan karena efek gravitasi).karena keluhan ini tidak terlalu berat maka sering diabaikan oleh penderita hernia. Hernia akan menimbulkan keluhan yang berat jika hernia tersebut tidak mampu kembali lagi ke dalam perut atau dengan kata lain hernia tidak bisa mengecil lagi, artinya isi perut atau usus sudah terjepit ke dalam cincin hernia, pasien biasanya sangat kesakitan, tidak bisa kentut maupun buang air besar lagi, dan perutnya menjadi kembung, dan hal ini sangat membahayakan sehingga perlu penanganan operasi sesegera mungkin, karena bisa membuat usus yang terjepit tersebut menjadi mati dan bisa mengancam nyawa penderita. 4. bahaya hernia Hernia akan sangat berbahaya jika hernia sudah terjepit, jepitan ini membuat usus atau organ lain menjadi mati. Yang menjadi masalah adalah kita tidak akan tahu kapan hernia tersebut akan terjepit. 5. Pengobatan Hernia: Pengobatan yang pertama dan utama adalah operasi (menutup kantong hernia dan memperbaiki

11

kelemahan otot). Pengobatan lain tanpa operasi tidak dianjurkan dan tidak memberikan hasil yang baik, terkecuali jika pasien kontraindikasi dilakukan tindakan operasi seperti pada pasien dengan kelainan jantung yang berat. Tapi jika hernia sudah terjepit , maka operasi mutlak harus dilakukan dan sifatnya emergency. 6. Operasi sebaiknya dilakukan pada pasien hernia yang belum terkomplikasi (mengalami jepitan) sehingga persiapan sebelum operasi bisa lebih baik dan hasil yang diperoleh juga jauh lebih bagus. Pada pasien hernia yang sudah terjepit, operasi merupakan indikasi mutlak dan sifatnya emergency, karena untuk menyelamatkan usus atau organ lain yang terjepit. Sebaiknya para penderita hernia tidak menunggu hernia nya terjepit dulu baru menyetujui operasi. 7. Celana hernia sudah dipakai sejak sebelum masehi oleh nenek moyang kita, celana hernia tidak memecahkan masalah secara tuntas. Pemakaian celana hernia sering menimbulkan rasa tidak nyaman, dan harus dipakai seumur hidup. Selain itu pemakaiannya sering menimbulkan komplikasi seperti kerusakan pada kulit dan otot yang ditekan, dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah pada buah zakar yang berakibat pada kemandulan. Sehingga celana hernia tidak dianjurkan untuk dipakai pada pengobatan hernia kecuali pada pasien yang kondisi fisiknya memang sangat-sangat tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi seperti pada penderita hernia dengan penyakit jantung yang berat. 8. Kapan operasi dikerjakan?? Sesegara mungkin setelah diagnosis hernia ditegakkan dan pasien sudah dilakukan pemeriksaan lengkap sebelumnya. Pada kasus di mana hernia sudah menimbulkan komplikasi berupa usus terjepit maka operasi harus dilakukan sesegera mungkin karena untuk menyelamatkan usus dan nyawa. Sebaiknya operasi dikerjakan pada hernia yang belum menimbulkan terjadinya komplikasi (terjepit), jangan menunggu terjadinya komplikasi baru setuju dilakukan operasi. Usia tua bukan halangan untuk dilakukan tindakan operasi. Berapa lawa pasien dirawat setelah operasi? Penyembuhan pasca operasi cepat, Jika tidak ada masalah , beberapa jam setelah operasi pasien boleh pulang ke rumah, tetapi harus kontrol kembali Pantangan –pantangan setelah operasi Yang harus diperhatikan adalah sekitar 3 bulan pasca operasi pasien harus menghidari mengangkat beban berat. Yang perlu diingat oleh hardrockers sekalian bahwa Hernia seringkali merupakan komplikasi dari penyakit lain seperti prostat, sakit batu k- batuk lama, sehingga masalah tersebut juga harus diatasi untuk mencegah terjadinya kekambuhan hernia. C. INFEKSI SALURAN EMPEDU Kantong empedu maupun salurannya sering mengalami infeksi, terutama pada wanita, dengan umur di atas 40. Gejala yang terjadi jika ada infeksi di kandung empedu adalah: nyeri di perut kanan atas bisa menjalar sampai ke belakang punggung, disertai mual, demam dan kadang kuning di mata. Nyeri yang terjadi bisa bersifat hilang timbul, tp pada keadaan yang lebih berat, nyeri menjadi menetap dan bahkan bisa menyebar ke seluruh perut. Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan sel darah putih yang meningkat, kadang bilirubin yang meningkat, pemeriksaan USG menunjukkan adanya infeksi, atau batu. Pengobatan yang terbaik pada batu empedu yang sudah menimbulkan keluhan terus menerus adalah operasi, apalagi jika batu di dalam kantong empedu berjumlah banyak dan ukurannya lebih dari 2 cm. Pasca operasi pasien dianjurkan untuk diet rendah lemak


10

Mitos

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Seledri dapat Turunkan Hipertensi?

Penyakit hipertensi sebagai salah satu jenis penyakit tidak menular (PTM) sudah begitu banyak diidap masyarakat. Berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat untuk mendapatkan pengobatan. Kurangnya pengetahuan masyarakat menyebabkan begitu banyak pula mitos yang berkembang dan bahkan ada yang sampai menyesatkan. Berikut penjelasan, dr. A.A. Ngr. Gd. Dharmayuda, M.Kes. MITOS : Daging merah, seafood,makanan tinggi lemak, daging ayam berkulit, daging babi, serta kuning telur menyebabkan hipertensi (tekanan darah tinggi) FAKTA : Pada penderita hipertensi sebaiknya harus menghindari berbagai jenis makanan yang mengandung lemak jenuh cukup tinggi. Makanan yang mengandung lemak jenuh seperti pada daging merah, seafood, daging ayam berkulit, daging babi serta kuning telur akan memperburuk kontrol dari tekanan darah penderita hipertensi. Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi akan menyebabkan lemak jenuh dapat menyebabkan dislipidemia. Dislipidemia merupakan salah satu faktor utama risiko aterosklerosis. Aterosklerosis ini akan meningkatkan resistensi dinding pembuluh darah yang dapat memicu jantung untuk meningkatkan denyutnya. Denyut jantung yang meningkat dapat meningkatkan volume aliran darah yang berefek terhadap peningkatan tekanan darah. MITOS : Seledri dapat menurunkan darah tinggi FAKTA : Seledri (Apiumgraveolens L) merupakan jenis tanaman yang cukup sering dipergunakan oleh masyarakat untuk menurunkan tekanan darah. Seledri mengandung senyawa kimia yang kurang dikenal, seperti phthalides, kumarin, dan apigenin yang memang cenderung memfasilitasi menurunkan tekanan darah. Kandungan senyawa 3-nbutil-phthalide yang berguna untuk merenggangkan atau melebarkan otot-otot dinding arteri hingga memungkinkan darah mengalir lebih lancar. Pthalides juga bisa mengurangi hormone stres yang dapat mengakibatkan pembuluh darah mengkerut. Oleh karena itu, menggabungkan seledri ke dalam bagian diet biasa, sebagai bagian dari sumber nutrisi yang seimbang, memang dapat membantu menurunkan tekanan darah bagi individu yang menderita hipertensi. Penelitian efek infusa daun seledri 20% dan 40% pada tikus putih dosis 8 ml/ekor, memberikan efek diuretik

berupa peningkatan volume kencing dari tikus. Pada pengobatan hipertensi, daun seledri bukanlah pilihan utama. Banyak masyarakat yang keliru dalam pemahamannya. Apabila sudah didiagnosa hipertensi maka pengobatan utamanya adalah dengan obat yang diberikan oleh dokter. Upaya lain dengan mengonsumsi daun seledri merupakan upaya pelengkap/tambahan secaraalami. MITOS : Brokoli dan bayam dapat menurunkan darah tinggi FAKTA: Sayuran brokoli mengandung potassium dan krom, yang terkenal ampuh menurunkan tekanan darah tinggi. Bayam tinggi dengan magnesium dan potasium, yang tidak hanya menawarkan perlindungan terhadap jantung, tetapi juga dapat mengurangi tekanan darah. Selain itu, folat dalam bayam dapat melindungi tubuh dari homosistein. Penelitian telah menunjukkan bahwa kelebihan homosistein dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Mengonsumsi sayuran terutama yang kaya serat akan sangat membantu dalam pengontrolan tekanan darah. Namun tetap agar segala bentuk pengobatan hipertensi harus melalui konsultasi dengan dokter. MITOS : Ekstrak kemangi dapat menurunkan tekanan darah FAKTA : Ekstrak Ocimumamericanum Linn mengandung senyawa kimia golongan alkaloid, senyawa fenol, tanin, lignin, amilum, saponin, flavonoid, fitosterol, minyakatsiri, antrakuinon dan terpenoid. Serat kasar Ocimumamericanum Linn dilaporkan dapat menurunkan kadar kolesterol dan kadar gula darah serta menurunkan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular. MITOS : Terong dapat menurunkan tekanan darah FAKTA : Penelitian menggunakan ekstrak kulit terong ungu (Solanummelongena L) berpengaruh terhadap penurunan kadar LDL pada tikus. Ini

Kirim surat Anda ke Redaksi T ­ okoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

dr.Oka Negara, FIAS

Rambut Kelamin

“Dok, saya mau tanya tentang rambut-rambut di kelamin saya. Suami saya sebenarnya lebih senang dan lebih bergairah kalau rambut kelamin saya banyak, tapi dok kalau dibiarkan terlalu banyak, saya menjadi risih. Lalu banyak teman yang menyaran­kan saya mencabut rambut pubis atau menghabiskannya dengan cara di”waxing”. Menurut dokter, itu bagaimana? Terima kasih” (Diah, 23 thn) Vagina harus dijaga kebersihannya. Selalu menjaga kebersihan vagina tidak hanya akan menguntungkan

perempuan, tetapi juga pasangannya. Pada kenyataannya, banyak perempuan yang kurang memperhatikan

menunjukkan bahwa ada hubungan dengan penurunan tekanan darah. Namun memang diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hal ini. Jenis makanan tersebut merupakan pelengkap nutrisi dalam pengobatan hipertensi dan bukan berdiri sendiri sebagai obat. MITOS : Mentimun, tomat, blewah, jeruk, bery, mengkudu dapat menurunkan tekanan darah FAKTA : Tomat merupakan sumber yang sangat baik dari kalium yang dikenal efektif untuk mengurangi tekanan darah tinggi. Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, cranberry, jambu biji, anggur, dan stroberi merupakan sumber vitamin C. Menurut banyak penelitian, takaran vitamin C yang tepat bisa mengurangi kemungkinan tekanan darah tinggi. Berbagai jenis makanan tersebut merupakan pelengkap nutrisi pasien hipertensi. Dalam bidang pengobatan Yankestradkomyaitu pelayanan kesehatan tradisional dan komplementer di bawah Kementerian Kesehatan, pengobatan menggunakan ramuan (self-care ramuan) merupakan salah satu pelengkap dalam pengobatan. Upaya tersebut lebih cenderung untuk pencegahan. Artinya apabila sudah menderita hipertensi maka konsumsi obat hipertensi dari dokter adalah wajib. Masyarakat sering terkecoh dengan berbagai informasi yang menyebutkan bahwa ramuan sebagai pengobatan utama dengan menghentikan obat dari dokter. Hal ini adalah salah, pengobatan dokter tetap harus dilanjutkan dan apabila ingin dikombinasi dengan herbal/ ramuan sebaiknya diberikan selisih jarak dalam mengonsumsinya.

dr. A.A. Ngr. Gd. Dharmayuda, M.Kes.

kesehatan dan keselamatan pasien itu sendiri. Mengatasi keadaan tersebut, maka pengobatan sangat diperlukan walaupun penderita tidak ada keluhan untuk mengontrol tekanan darahnya sehingga komplikasi lanjutan seperti stroke, serangan jantung maupun kegagalan ginjal, dapat dicegah. MITOS : Jika penderita hipertensi minum obat dan tekanan darahnya terkontrol dengan baik, obat tersebut tidak perlu diminum lagi FAKTA : Pada kasus hipertensi tidak ada kata sembuh, namun yang ada adalah penderita hipertensi dengan tekanan darah terkontrol. Banyak informasi beredar di masyarakat yang menyatakan bahwa hipertensinya telah sembuh sehingga obat tidak perlu diteruskan. Informasi yang demikian adalah salah dan sangat menyesatkan. Karena hipertensi tidak bisa sembuh, sehingga obat harus dikonsumsi terus-menerus disertai dengan control ketat terhadap semua faktor risiko dari hipertensi tersebut. Apabila obat tidak dikonsumsi secara teratur sudah dipastikan tekanan darahnya juga tidak akan mencapai optimal.

sistolik dan kurang dari atau 80mmHg tekanan diastolik. Seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg. Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala, meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dar ihidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan. Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut yaitu sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak napas, gelisah, pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung, dan ginjal. Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan di otak. BAGAIMANA PENCEGAHANNYA? Pencegahan paling penting dalam penyakit hipertensi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Pertama, mengatur pola makan dengan menghindari makanan yang bisa meningkatkan tekanan darah seperti makanan berlemak, hindari alkohol, cafein dan yang paling penting adalah makanan yang mengandung kadar garam cukup tinggi termasuk juga mengurangi kebiasaan merokok. Kedua, melakukan aktivitas fisik secara rutin dan kontinyu setiap 2-3 hari sekali dengan durasi 20-25 menit. Ketiga, melakukan istirahat yang cukup. Keempat, mengontrol faktor psikologis baik itu emosi maupun stres. Hal ini memang paling sulit dilakukan namun sangat membantu dalam pengontrolan tekanan darah untuk mencapai optimal.

MITOS : Kalau tidak ada keluhan hipertensi tidak perlu diobati FAKTA : Penderita hipertensi sebagaian besar tidak ada keluhan. Penderita hipertensi masih bisa melakukan aktivitas rutinnya dengan baik, walaupun saat tersebut tekanan darahya cukup tinggi. Kondisi seperti inilah yang harus diwaspadai karena bisa menjadi ancaman bagi

APA GEJALA HIPERTENSI? Hipertensi adalah keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg, dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Menurut WHO (2011), batas normal tekanan darah adalah kurang dari atau 120 mmHg tekanan

BAGAIMANA PENANGANANNYA? Penanganan kasus hipertensi, selain dengan melakukan perubahan gaya hidup melalui penerapan pola hidup sehat penanganan dengan medika mentosa (obat) harus dilakukan pula. Pengobatan hipertensi menggunakan beberapa jenis golongan obat yang disesuaikan dengan dengan faktor risiko. Penanganan juga sudah mengacu kepada prosedur tetap tentang penanganan hipertensi. Oleh karena itu, diharapkan kepada semua penderita hipertensi untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. –Inten Indrawati

kebersihan vagina dan sekitarnya dan ini dapat memicu risiko kesehatan yang cukup serius. Termasuk salah satunya adalah tidak memperhatikan bagaimana merawat rambut kelamin. Ketika sudah mulai puber atau menuju dewasa, setiap orang akan mengalami perubahan pada fisiknya, salah satunya adalah tumbuhnya rambut-rambut, termasuk rambut di kelamin, yang disebut dengan rambut pubis. Apa yang dilakukan sebenarnya sudah cukup tepat, karena walaupun ternyata rambut pubis bisa menjadi daya tarik seksual juga bagi sebagian laki-laki, tetapi sudah seharusnya memang rambut pubis jangan dibiarkan tidak teratur dan terlalu lebat, karena jika terlalu lebat akan juga membuat area vagina dan sekitarnya menjadi lebih lembab sehingga mempermudah tumbuhnya jamur. Keringat dan rambut pubis dapat menyatu sehingga menimbulkan bau tak sedap, seperti halnya bau menyengat pada ketiak. Jadi memang harus dibersihkan sesering mungkin untuk mencegah akumulasi keringat, terutama karena bagian tersebut hampir selalu tertutup oleh pakaian. Area antara vagina dan anus pun harus selalu bersih dan bebas

dari bau berlebih. Tentang mencabut rambut pubis, sebenarnya tidak akan menimbulkan akibat buruk apapun, selama dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggunakan alat bantu yang kotor, misalnya menggunakan pinset yang kotor tentu saja bisa mengakibatkan iritasi atau bahkan infeksi. Demikian juga bila ingin mencabut keseluruhan rambut dengan menggunakan pencabutan menggunakan perekat khusus dengan cara “waxing”, selama alat dan bahan yang digunakan tidaklah kotor, akan sedikit akibat buruknya. Tetapi tentu saja proses pencabutan seperti ini akan menimbulkan rasa sakit. Yang kemudian perlu diingat adalah, jika seluruh atau sebagian besar rambut pubis dihilangkan sampai bersih, atau terlihat gundul, walau memang akan lebih mudah dibersihkan tetapi ada kemungkinan risiko lebih mudah mengalami perlecetan saat mengalami gesekan, baik itu saat berhubungan seksual atau gesekan dengan pakaian dalam. Dalam keadaan ini, rambut kelamin sesungguhnya bermanfaat untuk mencegah gesekan tersebut sekaligus menjaga kelembaban area sekitar vagina.

Akan lebih baik pilihan bisa dilakukan dengan menggunting atau mencukur rapi saja rambut pubis, dengan menyisakan sebagian rambut, jadi tidak dihabiskan semua. Dengan dicukur atau digunting rapi, tentu saja tidak akan terasa sakit, lebih praktis dan rambut pubis bisa menjalankan fungsinya untuk melindungi gesekan termasuk menjaga kelembaban seputar vagina. Dengan dipotong pendek dan rapi sekaligus juga bisa mencegah kejadian rambut pubis yang panjang yang bisa tertarik masuk saat berhubungan seksual, yang bisa memunculkan rasa nyeri juga saat itu. Satu lagi, jangan lupa buat selalu menjaga kebersihan pakaian dalam. Seringlah mengganti pakaian dalam, minimal sehari dua kali setelah mandi, untuk menghindari jamur dan bakteri yang berasal dari pakaian dalam melekat juga pada rambut pubis atau langsung pada vagina jika rambut pubis dihabiskan. Sesungguhnya, upaya-upaya ini semua masuk ke dalam konsep merawat dan membersihkan kelamin yang perlu dilakukan dalam kaitan dengan hubungan seksual dan kebersihan organ seksual.

Style

Gaya Bebas ala Hippe

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Style hippie adalah gaya yang menjadi acuan salah satu desainer papan atas Bali, Bintang Mira. Hal ini jelas terlihat pada rancangan yang ditampilkannya dalam perhelatan “Bali Fashion Tendance “ (BFT) 2016 yang bertajuk “Runway to the World” di TS Suites, Seminyak pekan lalu.

D

esainer yang menetap di Gianyar ini lebih banyak menggambarkan gaya hippie dengan rok lebar sebagai bawahan. Kalaupun, koleksinya kali ini di-

dominasi warna merah, sebab ia ingin menghadirkan inspirasi dari spirit keluarga Pande. Dalam style yang banyak menjadi acuan para style setter untuk terlihat lebih stylish dan unik ini Bintang Mira memilih ba­han sutra dan kain voli yang dikombinasikan de­ngan motif

pa­t ra mesir dari batik bali. Meski menghadirkan kebebasan ala hippie , namun koleksi anggota APPMi Bali ini,tetap dalam bungkusan busana siap pakai yang terkesan simpel, rileks, namun tetap menarik dan elegan. Selanjutnya pemilik BaliBatiku ini mengatakan” keep on reading to get your hippie on” - Sri Ardhini

Bint ang Mira

15


16

Sudut Pandang

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

Beri Kode untuk Memudahkan Pencarian Kegemaran Ida Ayu Sri Widnyani pada buku sudah melekat sejak kecil. Ia terinspirasi dari ayahnya yang seorang guru agama, yang juga seorang dalang. Kebiasaan membaca buku, juga, kini ditularkan ketiga putra-putrinya. Namun, sayang karena dia sempat pindah rumah, beberapa bukunya, ada yang tidak terselamatkan. Namun, masih banyak arsip buku yang ia punya.

Parade Pengantin Meriahkan Nusa Dua Fiesta 2015 Untuk kesekian kalinya tata rias pengantin Bali diparadekan dalam ajang internasional Nusa Dua Fiesta. Hasil uji kompetensi tata rias pengantin Bali (tradisional) dan modifikasi yang diikuti 120 peserta ini, kemudian menjadi tontonan menarik bagi pengunjung domestik maupun mancanegara yang menjejali tempat berlangsungnya acara di Peninsula Island, Nusa Dua, Minggu (11/10).

U

ji kompetensi yang merupakan kerjasama antara Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali, dan Harian Bisnis Bali (Kelompok Media Bali Post) ini dibuka Ketua WHDI Bali Ny. Bintang Puspayoga. Ia mengatakan, di era modern ini para pelaku tata rias pengantin Bali boleh saja berkreativitas, namun jangan sampai keluar dari adat dan budaya Bali. Berkreativitas bukan berarti tak mengajegkan Bali, fashion tidak statis, sebab unsur dinamis bergerak sesuai perkembangan zaman dan

tren pasar. “Ibu-ibu yang ikut uji kompetensi boleh berkreativitas, tapi jangan sampai keluar dari pakem adat dan budaya Bali. Kami (WHDI) sudah menyosialisasikan ini hingga ke desa-desa dan kelurahan. Jangan sampai cacat fashion karena salah peruntukannya,” ingatnya. Dalam ajang Nusa Dua Fiesta yang juga banyak memamerkan produk UMKM, istri Menteri Koperasi & UMKM RI ini menyampaikan apresiasinya kepada pakar tata rias yang juga pemilik TUK/LKP/Salon Agung, Anak Agung Ayu Ketut Agung. “Bu Agung selalu komitmen melestarikan adat dan budaya Bali,” ucapnya. Bu Agung menjelaskan bahwa tata rias pengantin Bali ini ada standar kompetensinya, karena itu diujikan. Uji kompetensi dari LSP dan LSK ini selanjutnya menjadi bekal sekaligus pembuktian bahwa dirinya sudah berkompeten dalam bidang tata rias pengantin. Acara tersebut dihadiri perwakilan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemendikbud Dr. Abdullah, Ketua Katalia Koen Mulyono, 13 Penguji LSP dan LSK, owner Viva Cosmetics Theresia I. Kuntjoro, serta

Pantai Yeh Leh

Rest Area yang Nyaman Bagi Pengendara Pantai Yeh Leh atau Pantai Pengeragoan merupakan salah satu pantai yang ada di Kabupaten Jembrana. Keindahan pesisir ini begitu lengkap dengan hadirnya panorama laut lepas yang bisa dilihat dari pinggir jalan raya dengan tekstur berkarang , berbatu, dan berpasir hitam. Tidak cuma dinikmati oleh penduduk lokal setempat, pengunjung pantai ini juga tidak luput dari perhatian pengendara yang lewat sebagai rest area. Siapapun yang melihatnya akan tergoda untuk menapakkan kaki disini. Terlebih bagi mereka sedang melakukan perjalanan jauh dari Bali maupun luar Bali. Pantai yang berbatasan langsung dengan sungai Pengeragoan ini tidak begitu menonjolkan sebagai tempat wisata pada umumnya. Kenyamanan pengunjung hanya bisa nampak lewat aktifitas mereka duduk diatas kendaraan, memanfaatkan fasilitas yang ada serta bermain air di

kala sedang surut. Adapun fasilitas yang tersedia disini, berupa bale- bale yang memiliki sudut pandang ke arah laut lepas, serta wantilan kecil tepat di tengah areal parkir. Sebuah patung yang menggambarkan kegiatan Makepung dijadikan pengunjung untuk berfoto. Ikon ini sekaligus sebagai penanda selamat datang yang terlihat setelah melewati Jembatan jika datang dari arah Denpasar yang kokoh berdiri selatan jalan raya. Kebanyakan pengunjung merupakan datang dari para pengguna jalan raya. Mereka bebas memilih berhenti sambil meluangkan waktu berkunjung dengan mandi di sungai tersebut. Deretan kios yang menyediakan aneka makanan juga memberi warna dalam menyapa pengunjung di dalam area parkir. Saban sore akan menjadi waktu yang tepat untuk berkunjung. Kegiatan memancing, menjala ikan dan mencari kerang ataupun rumput laut dilakukan

penduduk terdekat. Pemandangan ini terlihat menjelang sang surya kembali ke peraduannya. Para penghobi mancing kerap melakukan aktivitas ini mulai dari siang hari. Tak peduli terik maupun panas demi menyalurkan hobi mereka. Berapa pun ikan yang mereka tangkap dari hasil memancing, sangat berarti untuk kebutuhan konsumsi di rumah. “ Kalau sudah dapat hasil tangkapan, satu ekorpun, bila dinikmati bersama keluarga terasa puas sekali. Disinilah nikmatnya berbagi dari hasil tangkapan sendiri, “ ujar Pan Edy, seorang pemancing. Selain bisa menikmati pantai dengan alunan ombak yang dibawa oleh angin, pengunjung pun dibuat penasaran oleh sejumlah orang yang serius memperhatikan celah demi celah bagian karang. Mereka umumnya mencari kerang dengan membawa kantong plastik juga mencari rumput laut yang biasa ditumis.

Otie Arisuta yang turut pula mempromosikan busana adat Bali di Jakarta melalui kegiatan-kegiatannya yang berbau budaya Bali. DISKON 50% KURSUS TATA RIAS Sebagai bentuk apresiasi yang besar terhadap pelestarian budaya Bali serta untuk lebih menyosialisasikan dan membangkitkan minat masyarakat dalam tata rias dan busana adat Bali, LKP Agung memberikan diskon 50% kursus regular. Materi yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, payas madya, payas agung, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benarbenar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602 (Bu Agung), faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@ yahoo.com. website: www.salonagung.com. –inten

Tiap, Purnama dan Tilem pun sering digunakan untuk kegiatan Melukat oleh penduduk setempat. Jika dilihat dari teksturnya, pantai ini memiliki tiga kontur bibir pantai. Mengingat jaraknya yang dekat dengan hilir sungai akan terlihat bebatuan dari beberapa meter. Kemudian bergeser ke barat sudah mulai terbentuk teksur karang yang landai, sebelah baratnya lagi sudah mulai berpasir yang terhampar jauh membentang sepanjang pesisir. Pantai Yeh Leh pun memiliki panorama perkebunan yang terhampar disebalah utara. Mirip yang ada pada konsep “ Nyegara Gunung”, hanya saja gunung disini terbentuk oleh perkebunan milik petani setempat. Pantai Yeh Leh juga digunakan oleh sejumlah Desa Adat sebagai pusat kegiatan Melasti yang

dilakukan setiap datangnya Hari Raya Nyepi. Hal ini dapat dilihat dari adanya lahan kosong yang terletak disisi selatan area parkir yang ditumbuhi nyiur sebagai peneduh. Pantai Yeh Leh mudah dijangkau dari Denpasar maupun dari arah Gilimanuk. Jika anda berkendara membutuhkan tempat transit yang ideal, bersiaplah dahulu untuk menempuh jarak sekitar 35 kilometer dari Gilimanuk maupun 80 kilometer dari arah Denpasar. Pulihkan sejenak keadaan fisik Anda yang lelah disini. Nikmati udara pantai hingga kondisi kembali normal untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Anda bisa menikmati kolam- kolam kecil terbentuk dari bebatuan sembari menyaksikan aneka jenis biota laut yang terperangkap. – Eka Juni Artawan

D

Dayu Widnyani

osen Ilmu Administrasi Universitas Ngurah Rai ini, tiap bulan selalu punya waktu untuk sekadar hang out ke toko buku bersama keluarganya. Bahkan, walaupun tak punya ren-

cana beli buku, jadwal ke toko buku bisa maju lantaran tertarik ada diskon buku. Selain buku penunjang kuliah, perempuan yang piawai menulis di daun lontar ini, sangat menyukai buku motivasi. Penutur kejernihan Gede Prama,

Kunjungan Meningkat saat Tahun Ajaran Baru Hingga saat ini, kunjungan ke Perpustakaan Daerah Nusa Tenggara Barat mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Hal ini disebabkan aktivitas pengerjaan tugas dari para mahasiswa dan pelajar yang banyak membutuhkan referensi yang biasanya dicari di perpustakaan. “Kunjungan mahasiswa dan pelajar mencapai 60% dan umum 40%,” ujar H. Lalu Anwar, M.Si, Kepala Bidang Layanan dan Otomasi BPAP NTB. Kunjungan perpustakaan akan meningkat siginifikan ketika masuk tahun ajaran baru, khususnya pada saat orientasi mahasiswa ataupun pelajar. Pada masa ospek mahasiswa maupun pelajar inilah, menurut Anwar, perpustakaan ramai pengunjung. Hal ini tidak lepas dari aktifnya Perpustakaan Daerah NTB melakukan sosialisasi tentang perpustakaan yang menyimpan banyak referensi yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan pelajar dalam mendukung tugas-tugas sekolah maupun kampusnya. Di Perpustakaan Daerah NTB terdapat beberapa jenis dan kelompok koleksi buku, antara lain yakni, Ilmu Pengetahuan Umum, Filsafat, Agama, Sosial, Bahasa, Ilmu Pasti atau Ilmu alam, Ilmu Terapan termasuk di dalamnya, teknologi, kesehatan, manajemen dan lainnya, kesenian dan olahraga serta sejarah dan geografi. “Dari koleksi tersebut ada tiga yang paling diminati, yakni koleksi Ilmu Terapan, Agama dan Ilmu Sosial,” ujar Anwar yang melihat kurangnya minat pembaca di NTB terhadap filsafat yang menjadi koleksi Perpustakaan Daerah NTB. Hal yang sama juga terjadi pada bukubuku sastra yang terbilang sangat kurang digemari. “Dari data buku yang terpinjam di Perpustakaan Daerah NTB, buku-buku filsafat dan kesusatraan sangat kurang diminati. Keduanya sudah mulai ditinggalkan pembaca,” ujar Anwar. Menurut Anwar, kemungkinan kurangnya minat terhadap buku filsafat dan sastra koleksi Perpustakaan Daerah NTB adalah terkait dengan kurikulum di sekolah atau kampus yang tidak banyak menyentuh ke arah tersebut dan tren penurunan membaca sastra ini terlihat sejak era reformasi. -Naniek I. Taufan

9

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

Mario Teguh, bahkan Kahlil Gibran juga ia suka. Buku-buku spiritual tentang agama Hindu juga menarik minatnya, termasuk filsafat yang menjadi kesukaannya. Buku tentang perempuan juga membuatnya terpikat seperti emansipasi perempuan dan bagaimana kepemimpinan di tangan perempuan. Untuk menata bukunya, ia memang tak punya ruangan khusus. Walaupun ia sangat berharap, suatu saat ia punya satu ruangan khusus yang luas untuk koleksi bukunya yang sudah mencapai 500-an. Saat ini, bukunya ia simpan dalam tiga tempat, ada di ruang keluarga, ruang kosong dekat tangga, dan

ruang kerjanya. Semua buku ia beri kode agar memudahkan untuk mencarinya. Mulai dari pemenggalan judul buku, nomor buku, daftar pustaka, dan jumlah halaman. Untuk tempat, ia kelompokkan sesuai materinya. Ada buku kebijakan publik, buku filsafat, buku spritual, buku motivasi, buku perempuan, novel, majalah, dll. Menurut perempuan yang akrab disapa Dayu Widnyani ini, saking sibuknya, memang ia tak selalu bisa membersihkan buku-bukunya. “Kadang, saya sengaja menyempatkan diri dua minggu sekali untuk mengelap debu yang bertengger

di rak buku,” ujarnya. Setiap hari, ia selalu sempatkan untuk membaca koleksi bukunya. “Minimal 1 jam ada waktu unutk membaca. Biasanya di sela-sela istirahat siang, dan saat sepi, saya pasti membaca buku,” katanya. Terkadang, beberapa buku yang baru dibeli, belum sempat ia baca. “Saat mengantar anak bermain ke taman, saya pasti membawa buku. Rasanya lebih nyaman membaca di taman. Saking asyik membaca waktu sudah habis dan harus pulang,” katanya. Menurut Sekretaris Prodi Ilmu Administrasi Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai ini, selain menambah wawasan, membaca buku bisa membentuk kepribadian dan budi pekerti. Salah satunya, ia menyukai buku komik Mahabrata dan Ramayana yang sudah dikoleksinya sejak remaja. Kini, ketiga buah hatinya, juga menyukai buku bacaan tentang Mahabrata. “Anak kedua saya, paling suka beli buku,” kata Dayu. Dengan perkembangan teknologi, Dayu Widnyani juga mengikutinya. Beberapa e-book juga menjadi koleksinya. Bahkan e-book milik Dayu, sudah mencapai 500-an. “Ebook yang saya koleksi lebih banyak buku penunjang untuk mengajar,” ucapnya. –Wirati Astiti

Perpustakaan Pendukung Literasi Informasi Ketika seseorang memerlukan referensi saat akan memulai penelitian bahkan untuk memulai sebuah usaha, perpustakaan menjadi rujukan. Pelajar yang masih bingung mau melanjutkan studi kemana, penulis yang mau buat buku tapi kurang literatur, hingga ibu-ibu yang mencari tempat belajar dan bermain yang hemat tapi bermanfaat bagi anaknya. Masih banyak sekali persolan lain yang kita hadapi sehari-hari. Melihat ini semua tentu kita paham betapa pentingnya ’literasi informasi’ atau sering disebut dengan istilah ‘melek informasi’ agar persoalan tersebut dapat terselesaikan dengan baik. Lantas, bagaimana informasi itu bisa kita peroleh secara cepat dan tepat? Akseslah perpustakaan, sebagai salah satu alternatif sarana yang mendukung ‘literasi informasi’. Di sinilah terlihat bahwa perpustakaan penunjang utama kegiatan pendidikan baik formal maupun informal. Ini, sesuai pula dengan misi perpustakaan yakni mewujudkan layanan prima perpustakaan dan pelestarian bahan pustaka. Demikian disampaikan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali, Luh Putu Haryani, S.E.,M.M., didampingi Kabid Layanan dan Pelestarian Perpustakaan Ir. AA Istri Iriani, M.Si. Meski peringatan hari kunjung perpustakaan yang dicanang­kan sejak 14 September 2003 belum sepopuler peringatan hari besar lainnya, namun keberadaan perpustakaan mampu menarik daya kunjung masyarakat. Kunjungan setiap tahunnya selalu meningkat. Apalagi sejak tahun 2014 , terlihat jelas semakin banyak rombongan anak

AA Istri Iriani

sekolah yang berkunjung. Bahkan cukup ramai pula rombongan yang terdiri dari murid PAUD dan TK selain murid SMP dan SMA. “Yang menarik di sini adalah semakin banyaknya sekolah menjadikan perpustakaan sebagai ikon penting dan menjadi salah satu tujuan kunjungan mereka . Ini juga membuktikan para pendidik semakin melek informasi. Anggota rombongan yang datang pun tidak tanggung-tanggung jumlahnya ratusan orang,” lanjut Iriani. Selain pelajar para lansia pun tak ketinggalan berkunjung ke perpustakaan, biasanya mereka datang usai melakukan olahraga pagi . “Kebanyakan dari mereka memilih membaca koran sambil santai di sofa. Ini artinya belajar di perpustakaan bisa sepanjang hayat, sebab tak pernah ada batasan usia,” terang Nanik sambil menyampaikan kalau saat ini kunjungan harian ke perpustakaan masih didominasi mahasiswa,

Nanik

disusul masyarakat umum dan berikutnya pelajar SMA dan SMP. “Begitu juga mau makan, mau mandi di sini juga bisa. Selain itu kami juga menyediakan ruangan seminar, ruangan kedap suara dan semuanya bisa digunakan. Tujuannya sudah pasti kami ingin terus mendukung anak-anak kami, anak bangsa ini agar biasa senang membaca untuk menjadi sukses,” paparnya Selanjutnya, dengan perkembangan yang membaik dan semua pelayanan yang telah dicanangkan oleh UNESCO, bahwa pendidikan untuk semua (education for all), dapat lebih berhasil jika dilengkapi oleh perpustakaan. Selanjutnya sejalan dengan tujuan yang ada dalam alenia keempat Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa salah satu tujuan pembangunan nasional ialah “Ikut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. – Sri Ardhini


8

Bunda & Ananda

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Kenalkan Animasi sejak Dini

Pulang sekolah Rama bercerita kepada mamanya, ia diajarkan cara membuat gambar bergerak oleh guru komputernya. Ternyata pelajaran ini menarik. Sampai di rumah, Rama minta dicarikan aplikasi animasi tersebut. “Bu guru juga bilang ada lomba animasi. Makanya murid-murid diajarkan tentang animasi. Nanti yang berminat bisa ikut lomba,” ujar siswa kelas III SD Cipta Dharma ini.

A

nimasi sebenarnya bukan hal yang baru bagi Rama, Ia sering bermain game animasi di laptop orangtuanya. Namun, untuk membuat animasi sendiri, ia masih penasaran. Ia pun berusaha untuk mencari informasi bagaimana membuat animasi yang sederhana. Banyaknya anak-anak yang tertarik dengan dunia teknologi merupakan peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai pencipta animasi, bukan hanya sekadar pengguna. Di Denpasar sendiri, untuk mendukung upaya ini akan digelar Kids Animation Festival 2015. “Denpasar sudah dicanangkan sebagai Kota Animasi disamping kota Kreatif Berwawasan Budaya. Maka tentu saja diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar visi tersebut dapat terwujud,” ujar Putu Sudiarta, Ketua Asosiasi Perusahaan Animasi dan Konten (Ainaki) Bali. Ia menambahkan animasi adalah perpaduan antara ide, seni dan teknologi. Perpaduan ini sangat memerlukan pengembangan ekosistem pendukung baik dari pemerintah, akademisi maupun dunia usaha. Kementerian Perindustrian RI juga sudah menyediakan sarana pendukung yang lengkap di BCIC dan BDI Denpasar terkait pengembangan SDM dan industri animasi secara nasional. “Untuk mempercepat kesadaran publik kota Denpasar

terkait hal ini, penting kiranya memperkenalkan dunia animasi sejak usia dini (setidaknya SD dan SMP). Tentunya dengan menggunakan tools/software yang tepat untuk usia tersebut,” ujar pria yang juga Direktur Bamboomedia ini. Tujuan kegiatan ini selain mewujudkan Denpasar Kota Animasi juga untuk menyosialisasikan animasi di tingkat SD secara sistematis, mengajak orangtua siswa melihat potensi anak dalam bidang animasi, dan mengembangkan wawasan warga kota terkait animasi. Peserta Kids Animation Festival 2015 adalah siswa SD kelas 1–6, tiap peserta yang mengikuti lomba Kids Animation Festival wajib melakukan pendaftaran dengan membayar biaya pendaftaran Rp. 50.000, Tema karya bebas, minimal 15 detik animasi. Pendaftaran sekaligus pengumpulan hasil karya tanggal 26 Okt – 7 Nov 2015 di kantor Bamboomedia. Tools yang digunakan saat pembuatan karya adalah Pivot Animator. Hasil karya dikumpulkan dalam bentuk CD (berupa 3 file : .gif, .avi, .piv) bersama form pendaftaran. Kegiatan Kids Animation Festival 2015 dilakukan di BCIC Tohpati (Bali Creative Industry Center). “100 karya terbaik akan mengikuti eksebisi dan akan dipilih 10 terbaik (finalis) untuk melakukan presentasi pada acara puncak Kids Animation Festival 2015. Kriteria penilaian lomba

Putu Sudiarta

Griya

Tempat Sampah Unik

Tempat sampah umumnya hanya menjadi tempat sampah. Namun, di tangan Kadek Sunetri (48) tempat sampah menjadi bagian dari keindahan. Ini dikarenakan tempat sampah dari drum-drum bekas tersebut dicat dan digambar dengan warna-warna cerah, seperti merah, kuning, hijau, dan biru.

I

Pelatihan untuk guru TIK Denpasar terkait Kids Animation Festival 2015

originalitas (10%), kreativitas (50%), timing (20%), kesesuaian pose animasi (20%),” jelas Sudiarta. Untuk mendukung upaya ini, sudah dilakukan pelatihan singkat kepada 170 guru TIK di Denpasar. Kegiatan ini tjuga didukung Disdikpora Denpasar, Kementerian Perindustrian RI (BCIC-Tohpati), serta Bali Post dan Bali TV sebagai media partner. “Apabila kegiatan yang dimulai tahun 2015 ini dapat berjalan baik dan sukses, maka kiranya bisa dijajaki untuk menjadi kegiatan tahunan Festival Animasi

Anak kota Denpasar,” harap Sudiarta. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat melalui kegiatan ini mendukung visi Denpasar Kota Animasi, sebagai pilihan memasuki era ekonomi

kreatif berbasis budaya. Menjadikan Bali khususnya Denpasar yang memiliki 3T (Talenta, Teknologi, dan Toleransi) untuk menjadi kota kreatif khusunya bidang animasi. –Ngurah Budi

“Untuk mempercepat kesadaran publik kota Denpasar terkait hal ini, penting kiranya memperkenalkan dunia animasi sejak usia dini (setidaknya SD dan SMP). Tentunya ­dengan menggunakan tools/software yang tepat untuk usia tersebut”

Mendongeng Lima Menit minta sosis saja

Siapa pun akan kasihan melihat nasib keluarga miskin itu. Sepanjang hari suamiistri itu bekerja keras, tetapi tetap miskin. Berbeda benar dengan tetangganya. Mereka tidak perlu bekerja membanting tulang, Made Taro namun hidup mewah dan makan enak. “Istriku!” seru sang suami pada suatu pagi. “Kapan kita makan sosis seperti tetangga itu?” “Carilah kayu bakar lebih banyak!” jawab istrinya. “Siapa tahu, harganya melambung tinggi. Sisa uang itu kita belikan sosis.” Keesokan harinya, pagi-pagi benar sang suami berangkat ke hutan menebang kayu bakar. Atas dorongan sang istri, semangatnya tumbuh kembali untuk mengumpulkan kayu bakar lebih banyak. Sebelum menebang, ia duduk termenung di bawah pohon yang rindang. Mulutnya komat-kamit berdoa agar nasibnya berubah lebih baik. Tiba-tiba angin bertiup kencang, awan berarak dan guntur bergemuruh. Dari langit terdengar suara gaib. “Pulanglah, temui isterimu! Ajukanlah tiga permintaan! Nasibmu akan berubah.” Mula-mula penebang kayu itu tidak percaya akan suara gaib itu. Namun karena suara itu terdengar berkali-kali, maka ia segera pulang. “Istriku!” katanya bergembira. “Doa kita terpenuhi. Cepat ajukan tiga permintaan! Kita akan menjadi orang kaya seperti tetangga itu.”

Isterinya tidak menjawab. Ia bingung memikirkan tiga permintaan yang tepat. Banyak uang, rumah mewah atau makanan berlimpah-limpah? Sang suami tidak sabar melihat istrinya yang bingung itu. Ia mendesak berkali-kali untuk secepatnya mengajukan tiga permintaan. Namun istrinya tetap bingung. “Cepat istriku!” desak suaminya. “Perutku sangat lapar. Minta sosis saja!” Apa itu? Ajaib! Di atas meja berserakan sosis-sosis. Jumlahnya bertambah banyak. Sosis itu berjatuhan ke lantai, dan jumlahnya bertambah banyak saja. Dan apa itu? Sosis-sosis itu bergantungan dan menggelayutgelayut di langit-langit dapur. Sang istri marah. Ia mencampakkan sosis-sosis itu. Ia menuduh suaminya tidak berpikir panjang, dan ia menuduh suaminya bodoh. Sang suami pun balik marah. Ia menuduh istrinya tidak menghargai hadiah yang berlimpah-limpah itu. Sang istri tambah marah dan mengumpat-umpat suaminya. Kemarahan sang suami memuncak lalu berteriak, “Hai, istriku yang kurang ajar! Biar sosis-sosis itu tumbuh di hidungmu!” Sial benar keluarga miskin itu! Hadiah yang berlimpah-limpah itu membuat petaka. Sang istri sekarang kelihatan seperti monster. Di hidungnya bergantungan sosis-sosis. Suami-istri itu bengong dan menyesali perbuatannya. “Istriku!” kata sang suami dengan suara lemah. “Kita masih punya satu permintaan lagi. Wahai, Yang Kuasa! Hamba mohon kembalikanlah istriku kepada keadaannya semula.” Sosis-sosis yang bergantungan di hidung sang istri lenyap seketika. Suami-istri itu berpelukan. “Hidup rukun lebih indah dari pada sosis yang berlimpahlimpah,” kata sang suami.

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

a menuturkan, awalnya terjun ke pengolahan drum bekas ini karena tak punya pekerjaan. “Dulu saya kerja di bank kecil, tapi lama-lama bosan kerja kantoran. Saya resain dan mencoba membuka toko menjual kerajinan rotan di Krobokan,” tuturnya. Di tokonya itu juga menjual tempat sampah hasil olahan drum bekas. Tempat-tempat sampah ini ia pinjam dari ibunya Made Remen yang sudah 30 tahunan lebih merintis daur ulang drum bekas menjadi produk berguna. Rupanya peminatnya saat itu cukup tinggi, dalam setahun Sunetri sampai membuka dua toko lagi yakni di Kapal dan di

Cokroaminoto. “Ada sekitar 3 tahun saya meminjam barang/ produk Ibu, setelah itu saya kemudian belajar produksi sendiri. Toko di Krobokan berpindah ke Gatsu Barat,” ucap Sunetri yang sudah 15 tahun menggeluti bisnis daur ulang drum bekas dengan bendera UD Ragam Daur ini. Ia menuturkan, khusus untuk tempat sampah, drum yang dipakai adalah drum bekas tempat saus. Bahan bakunya kebih banyak dipasok dari Banyuwangi dan Lombok. Karena jika ada banyak orderan, mengandalkan bahan baku lokal saja tidak cukup. Konsumen yang banyak membeli produknya ini sebagian besar sekolah, kantor, dan yang

diperuntukkan di tempat-temat umum/publik. Ada beragam ukuran dan pilihan, mulai model satu, gantung kotak dua, gantung tiga, dll. sesuai selera konsumen. Drum berwarna hijau biasanya bertuliskan “tempat sampah organik”, kuning-“tempat sampah anorganik”, sementara warna merah-ada yang menulis “sampah plastic/ kertas/metal/B3/bahan berbahaya”, dll. disesuaikan dengan pesanan konsumen. Tempat sampah unik ini ditawarkan mulai harga Rp 60 tibu hingga Rp 275 ribu. Meski saat ini pasaran sepi ditambah lagi harga bahan baku dan ongkos tukang yang tinggi sehingga harga poko dan harga jual sangat tipis, Sunetri mengaku tetap bertahan. “Jika saya buat desain/motif yang lebih bagus lagi otomatis akan menambah tinggi harganya. Naik Rp 20 ribu saja terkadang pembeli tidak mau. Mungkin daya beli konsumen khususnya untuk tempat sampah, masih rendah. Toh, hanya untuk tempat sampah,” ujar Sunetri mengira-ngira. –Inten Indrawati

17


18

Edisi 871/ 19 - 25 Oktober 2015

Kreasi

Story

Life

Edisi 871/ 19 - 25 Oktober 2015

semua dilakukan secara alami, tanpa pembiusan.

Bali Fashion Tendance 2016 Runway To The World Pagelaran Bali Fashion Tendance (BFT) 2016 di TS Suites , Seminyak sebagai perhelatan mode terbesar dan bergengsi di Bali yang digelar 9-11 Oktober 2015 sangat meriah. Keragaman rancangan desainer yang ditampilkan menunjukkan kreativitas yang terpernah habis hingga berhasil memukau para pengunjung.

S

etiap harinya panggung diisi dengan beragam koleksi rancangan para desainer anggota Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Bali dan desainer manca negara. Selain itu panggung fashion juga diramaikan oleh karya siswa dari sekolah mode Angelica Wu Fashion Design Course dan lembaga Pendidikan Tata Busana Susan Budihardjao. Dalam perhelatan mengintip tren mode tahun depan ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli didampingi Poppy Dharsono yang hadir di hari pertama sempat menyampikan harapannya Bali Fashion Tendance dapat terselenggara setia tahun dan mampu menjadi magnet bagi industri fashion di Indonesia. Dalam Bali Fashion Tendance tahun ini, tidak hanya desainer tanah air yang tampil, tetapi juga beberapa desainer mancanegara yang hiongga saat ini berdiam di Bali. Mereka adalah Espen Salsberg (Norwegia), Renato Vianna (Brasil), Milo Migliavacca (Italia), Dominique Tan Jepang), dan Anys. Acara yang dihadiri pula oleh para desainer papan atas lokal maupun ibukota, para fashionistha Bali maupun luar Bali, juga para iswa sekolah mode ini, Neli Gunawan, selaku Ketua Panitia Penyelenggara Bali Fashion Tendance 2016 mengatakan, pagelaran fashion show yang dilengkapi pop up market lengkap dengan item pelengkap fashion seperti aksesoris cukup dibanjiri pengunjung. Bali punya banyak hal termasuk para desainer yang bagus dan berkualitas. Jadi, rangkaian kegiatan ini bukan semata memajukan para desainer saja, tapi dunia mode secara keseluruhan. Dalam perhelatan yang mengusung tema “Run Way to The World” tersebut dipersembahkan beragam kategori busana mulai dari urban wear , etnic contemporerr, cocktail hingga evening wear. Yang menarik lainnya dari perhelatan Bali Fashion Tendance (BFT) 2016 kali ini, sebuah kepedulian yang cukup tinggi pada model lokal, de­ ngan diadakannya kompetisi model serta seluruh model yang terlibat adalah model lokal. Panitia ingin menunjukkan bahwa model lokal juga tidak kalah bersaing dalam urus­ an skill. –Sri Ardhini

Kebahagiaan Nanik dan Made Adi beberapa waktu setelah buah hati mereka lahir

Menahan Sakit demi Dapatkan Buah Hati Dalam sebuah rekaman video, tampak bayi bernama Dany Aswin Bramantya tengah dirawat di sebuah inkubator. Bayi mungil itu menatap ibundanya Sri Ani Kusninawati. Gerak mata dan tubuhnya yang perlahan seolah mengerti akan kebahagiaan sekaligus kesedihan ibundanya melihat begitu mungilnya dirinya sehari setelah dilahirkan.

T

ak henti-hentinya Nanik, panggilan akrabnya, mengajak bayi yang telah delapan tahun dinantikannya itu, berbicara. sambil menatap mata anaknya ia mengajaknya bicara sembari air matanya jatuh. Nanik tak kuasa menahan tangis melihat kondisi anaknya dalam perawatan inkubator. Hati ibu mana yang tidak sedih melihat bayi yang dikandungnya dengan penuh perjuangan karena kondisi kehamilan yang berat itu, terbaring dalam perawatan sejak dilahirkan. Kisah Nanik dan suaminya untuk memperoleh buah hati ini menunjukkan betapa kekuasaan Tuhan akan tiba pada orang-orang yang berdoa, berusaha keras dengan penuh kepasrahan. Dalam beratnya situasi menjalani program bayi tabung, Nanik bahkan rela menghadapi rasa sakit dan ngidam yang begitu berat selama masa menjalani program ini di Surabaya khususnya sejak proses pengambilan sel telur hingga ia dinyatakan positif hamil. Setelah tujuh tahun menikah, Sri Ani Kusninawati (42) dan Made Adi Gunadnya (44) merasa telah cukup banyak melakukan usaha demi memperoleh buah hati. Tidak kurang dari empat dokter kandungan baik yang ada di Lombok maupun di Bali mereka datangi untuk memeriksakan kondisi mereka secara medis. Tidak itu saja, mereka juga memeriksakan diri pada spesialis laki-laki. “Semua dokter bilang saya dan suami baik-baik saja,” ujar Nanik. Dari dokter-dokter inilah mereka diberi berbagai obat sebagai sebuah bentuk usaha, meski selama sekitar lima tahun tiada memberikan tanda-tanda keberhasilan. Bolak-balik ke dokter kandungan dengan frekuensi yang terbilang sering, cukup menguras emosi pasangan ini karena semakin hari usaha itu hanya memberikan harapanharapan yang belum juga terwujud. Apalagi mereka telah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk itu. Namun, keduanya tidak pernah menyerah. Berdoa dan terus berusaha keras senantiasa mereka lakukan. Tidak hanya usaha secara medis yang mereka lakukan melainkan usaha nonmedis pun mereka lalui demi mendapatkan seorang anak. “Kami bahkan pergi ke dukun, shinshe, pijat dan lainnya,” ujar Nanik. Segala daya upaya mereka lakukan hingga ke pengobatan-pengobatan alternatif. Mereka rajin menjalani nyaris

7

semua saran dan informasi yang mereka terima baik dari keluarga, sahabat bahkan orang-orang yang peduli pada mereka. Keduanya juga rajin membuka internet untuk beroleh informasi tentang hal ini. “Pokoknya semua saran orang atau di mana kami bisa menemukan dukun dan lainnya, kami jalani,” katanya. Setelah lima tahun berusaha mereka tampak berada dalam situasi nyaris tak sanggup lagi menahan beban psikologi akibat usaha keras itu hanya membuahkan harapan-harapan semu saja. Karenanya mereka memasrahkan semua pada Tuhan dengan menghentikan pengobatan dan usaha-usaha

at acara de Adi sa

n Ma

Nanik da

seperti yang sudah mereka jalani lima tahun sebelumnya. “Saya pasrah dan tak lagi berobat,” katanya. Dua tahun menjalani kepasrahan itu, Nanik tidak bisa membohongi dirinya bahwa ia sangat menginginkan seorang anak yang lahir dari rahimnya untuk menyempurnakan ia sebagai seorang perempuan. Sementara usianya terus bertambah. Inilah yang membuat ia kembali memupuk harapan untuk bisa memperoleh momongan. Ia dan suaminya telah banyak membaca kisah sukses bayi tabung. Bahkan ada seorang kawan mereka juga berhasil mendapatkan anak lewat bayi tabung. Dari sanalah Nanik mengambil keputusan untuk program bayi tabung. Gayung bersambut, suaminya pun setuju. Pada bulan November 2012, Nanik mulai menjalankan program bayi tabung. Dari Surabaya Nanik dibekali obat-obatan dan suntikan yang harus diminum dan dilakukannya sendiri selama satu bulan. “Saya harus suntik sendiri obat yang diberikan oleh dokter selama satu bulan,” katanya. Satu bulan kemudian ia kembali ke Surabaya untuk melanjutkan tahapan program ini. Ia akan berada di Surabaya selama program tersebut. Karena suaminya bekerja di perusahaan tambang di Sumbawa Barat dan tidak dapat sering meninggalkan tugas, Nanik banyak menghabiskan waktu sendiri

lan usia

enam bu

Danny

selama berada di Surabaya menjalani program ini. Sempat pula ia ditemani oleh mertuanya. Saat tiba saat untuk tahap merawat dan memilih telur dalam rahimnya, ia harus menjalani program ini dengan sangat ketat dan harus istirahat total serta gerakan-gerakan tubuhnya harus pelan dan benar-benar dijaga. “Pagi saya disuntik, kata dokter diberi obat untuk membesarkan sel telur agar tidak mudah pecah dan sore harinya saya menjalani USG. Ini dilakukan selama dua bulan dalam masa subur,” ujarnya. Lalu pada bulan Desember 2012, suaminya menyusul untuk melanjutkan tahapan program ini. Semua berjalan lancar hingga akhirnya ada tujuh embrio jadi yang sempurna. Namun maksimal tiga embrio yang bisa ditempatkan di rahim Nanik. Empat embrio lainnya disimpan jika Nanik menginginkan untuk memiliki anak lagi. “Proses ini cukup sakit dan sempat membuat saya stress. Namun karena keinginan yang besar untuk mendapatkan bayi, saya optimis mampu melewatinya,” ujarnya. Bagaimana tidak, pada proses ini ia diharuskan minum air putih dua liter namun tidak diperbolehkan kencing dari pukul setengah delapan pagi hingga pukul tiga sore. Belum lagi proses memasukan embrio itu Nanik harus menahan rasa sakit karena

SATU BULAN DI NICU Pukul 07.30 saat embrio dimasukan, inilah menit-menit yang membahagiakan sekaligus mengharukan bagi Nanik dan suaminya. Pada layar monitor, tiga titik yang sangat kecil terlihat bergerak menuju dinding rahimnya. “Menyaksikan embrio yang tampak seperti tiga titik sangat kecil itu berjalan berderet membuat saya menangis karena bahagia,” ungkapnya. Tiga embrio itu tampak mencari tempat yang sempurna untuk menempel. Ketiganya sempat beberapa kali mengubah posisinya hingga akhirnya menempel sempurna. Setelah sukses embrio menempel di rahimnya, untuk memastikan embrio tidak luruh maka kaki Nanik harus berada dalam posisi lebih tinggi (seperti digantung) hingga pukul 15.00. Setelah itu ia harus kontrol tiap hari untuk mengeceknya. Masih menunggu beberapa hari untuk mengetahui positif atau tidaknya ia hamil. Pada hari ketiga setelah itu, ia dinyatakan positif hamil dengan bayi kembar tiga. Dua bulan Nanik menjalankan kehamilan yang berat di Surabaya. Beratnya masa mengidam membuat ia tak bisa makan dengan normal dan kondisinya kurang baik. Ini yang menyebabkan satu janin kemudian tidak jadi. Dengan bayi kembar dua Nanik kemudian memilih pulang ke Lombok untuk menjalani kehamilan selanjutnya. Masih berat kehamilannya membuat satu janin kembali hilang dan satu lainnya dalam posisi yang kuat. Hingga akhirnya anaknya lahir dengan selamat pada tanggal 20 Juli 2013, dengan berat badan 1,7 kg dan panjang 40 cm. proses kelahiran ini juga tidak mudah, karena ia harus menjalani proses bersalin lebih cepat pada usia kehamilan delapan bulan. Bayinya keracunan protein +3, sehingga membuat berat badan bayi yang tadinya 2,8 kg menjadi 1,7 kg. Inilah yang membuat bayinya sempat dirawat selama satu bulan di NICU. Namun dengan tekad dan kebahagiaan yang juga diliputi keharuan, Nanik dan suaminya mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan ini. -Naniek I. Taufan


6

Belum Tamat sudah Ditawar

Saat ini banyak bermunculan komunitas ataupun orang yang peduli anak-anak jalanan. Salah satunya, Ari Santi Dwi Lestari. Kepeduliannya terhadap anak-anak jalanan mengantarkan Santi, sapaan akrabnya, masuk dalam komunitas Lentera Harapan (LH). Bersama teman-temannya, ia mengelola komunitas yang bergerak dalam bidang pembinaan anak-anak dan orangtua yang berlatarbelakang kurang mampu ini.

“S

Suasana perkuliahan mahasiswa D3 Perpustakaan Unud

pendidikan D3, Ratih ingin melanjutkan ke jenjang S1 bahkan S2. Dekan FISIP Unud Dr. Drs. I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa,

Dayu dan Ratih

M.Si mengakui peluang kerja lulusan D3 Perpustakaan Unud sangat terbuka. “Keperluan pustakawan sangat tinggi. Lulusan pertama kami angkatan 2011 semua sudah bekerja. Ini membuktikan pustakawan sangat diperlukan,” tegasnya. Saat wisuda ke-114 Unud, 25 September 2015, ada 12 lulusan D3 Perpustakaan yang diwisuda. Mereka menempuh studi selama 6 semester dengan predikat dengan pujian 6 orang dan sangat memuaskan 6 orang. Suka Arjawa menambahkan minat calon mahasiswa untuk masuk jurusan ini termasuk konstan. Per angkatan antara 15-20 mahasiswa per angkatan. Namun, jurusan ini bagi para calon mahasiswa memang dianggap kurang

popular. Hal ini karena banyak yang belum tahu apa saja yang diberikan di jurusan ini. “Masyarakat masih menganggap pustakawan sebagai penjaga buku. Paradigma ini yang harus diubah. Pustakawan bukan hanya penjaga buku, tetapi mereka memiliki peran penting dalam urusan database. Hampir semua perusahaan memerlukan peran pustakawan untuk mengelola database. Rumah sakit, kantor polisi, kampus, bahkan rumah tangga pun memerlukan pustakawan. Bahkan di beberapa tempat, ada pustakawan yang membuka biro penitipan arsip. Ini seperti safety box yang ada di bank,” jelas Suka Arjawa. Ada juga pustakawan yang mengembangkan dirinya di dunia industri kreatif dengan membuka biro iklan. Hal ini bisa dilakukan

karena dia tahu tentang informasi dan memanfaatkan ilmunya tentang pengelolaan database. Kuliah di D3 Perpustakaan tentu memiliki kelebihan karena langsung mendapatkan keterampilan bagaimana mengelola arsip. Beda dengan kuliah S1 yang lebih banyak mempelajari teori. Karena itulah, memilih kuliah D3 Perpustakaan bisa menjadi salah satu peluang bagi calon mahasiswa yang ingin cepat bekerja setelah lulus. Untuk lebih memperkenalkan keberadaan jurusan ini, Suka Arjawa bersama tim FISIP Unud sudah melakukan sosialisasi di Denpasar, Badung, Tabanan, dan Bangli. “Daerah lain juga akan kami sasar untuk diberikan pemahaman tentang pentingnya pustawakan dan untuk menjadi pustakawan ada sekolahnya,” tegasnya.

THE CHALLENGE WE ALL FACE Berbicara tentang challenge dalam skala besar tentu saja menuntut pemahaman luar biasa tentang hal-hal yang masuk dalam daftar yang dapat kita rubah, circle of influence dan hal-hal yang ada di luar kontrol kita, circle of concerns. Sering kali kita terjebak dalam pembahasan yang sesungguhnya tidak dapat kita ubah dan hanya menjadi informasi untuk kita ketahui. Dalam diskusi sebuah kelas eksekutif beberapa waktu lalu, kami menemukan 85% masalah yang mereka hadapi ternyata masuk dalam daftar yang tidak berhubungan langsung dengan mereka sendiri–yang sama sekali tidak ada pen-

garuh terhadap rencana kerja–namun telah mengambil banyak waktu berpikir mereka. Sisanya, 15% yang sesungguhnya menjadi daftar fundamental yang harus mereka pikirkan, analisa dan putuskan untuk melanjutkan development plan yang mereka buat. Nampak sangat sederhana dan sering kita dengar dalam pembahasan kelas eksekutif atau diskusi antar superior dan subordinate. Namun dalam menjalankan sisi bisnis dan pribadi sehari-hari, seberapa sering performers ini melakukan evaluasi untuk memberi batasan terhadap diri mereka akan hal-hal yang harus dan pantas mereka pikirkan dan yang harus mereka parkir untuk dapat benar-benar memberi fokus penuh pada apa yang harus mereka putuskan. Rupanya mereka mempunyai pemikiran yang lebih ter-struktur (structured thinking) sehingga mereka terbiasa untuk melihat challenge yang dihadapi dan menarik 15% daftar fokus dalam circle of influence dan menemukan nilai untuk membuat keputusan yang mereka yakini. VALUE-DRIVEN Perusahaan internasional telah lama menerapkan value-driven approach. Nilai

(value) sangat dominan menggerakan keputusan bisnis, tujuan perusahaan, dan bahkan visi perusahaan hingga 5 sampai 10 tahun ke depan. Bahkan dalam individual performance appraisal, perusahaan ini menaruh datfar value dalam urutan atas. Ternyata bukan lagi penilaian terhadap business performance yang menjadi kunci utama tetapi lebih kepada individual value yang mampu membentuk karakter mereka sehingga mereka memahami tujuan perusahaan dan ikut berlari untuk mencapai tujuan itu. Luar biasa mengetahui bagaimana value-driven approach ini mereka implementasikan pada standar komunikasi 360 derajat (360 degrees communication structure) di dalam perusahaan. Struktur ini memberi standar yang sangat jelas terhadap nilai dalam komunikasi. Nilai dalam komunikasi dengan atasan, komunikasi dengan rekan sejawat (peers) dan komunikasi dengan bawahan (subordinate). Nilai dalam struktur komunikasi ini memberi guidelines yang jelas tentang bagaimana memperlakukan semua orang sama; dalam keterbukaan yang sama, dalam respect yang sama, dalam accuracy (informasi akurat) yang sama dan dalam komitmen yang sama. Mari kita parkir ulasan di sisi bisnis dan perusahaan. Bagaimana implementasi standar komunikasi 360 derajat seharihari? Untuk menguji apakah nilai ini ada, barangkali kita boleh mengambil satu konsep pertanyaan penting dari sebuah organisasi sosial dunia, Rotary International. Organisasi ini memiliki The Four Way Test – of the things we think, say or do; 1. Is it the TRUTH? 2. Is it FAIR to all concerned? 3. Will it build GOODWILL & BETTER FRIENDSHIP? 4. Will it be BENEFICIAL to all con-

M

ahasiswi angkatan 2011 Universitas Airlangga (Unair) ini, mulai bergabung menjadi bagian LH sejak semester satu. Awalnya kegiatan LH mengajar ngaji anak-anak TPA setiap sore di kawasan Gubeng Masjid. Karena diajak teman dan tertarik, akhirnya ia mau mengikuti kegiatan di komunitas tersebut. LH sendiri dibangun pada

tahun 2007. Awalnya, komunitas ini didirikan oleh empat anak. Jadi, sudah hampir sembilan tahun komunitas tersebut berjalan. Dalam struktur kepengurusan LH, gadis kelahiran Bondowoso ini menjadi generasi ketiga yang menjabat sebagai ketua umum. Saat menjalankan amanahnya, ia dibantu tiga rekannya yang juga sesama ak-

–Ngurah Budi

You Always Could

Beberapa waktu lalu coach saya datang dalam kunjungan bisnis dan melempar sebuah petanyaan “What really separate performers from everybody else?” - apa yang sesungguhnya membedakan mereka yang sukses dengan orang lain? Pertanyaan ini membawa pikiran kita untuk menggali lebih dalam tentang apa sesungguhnya yang mereka lakukan sehingga mereka mendapat apa yang mereka inginkan.

stari e L i w D i t n a S i r A

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

19

Mengajar Diawasi Preman

Dayu dan Ratih keluar dari ruang kelas. Mereka baru saja selesai mengikuti perkuliahan. Keduanya mahasiswi D3 Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana angkatan 2014. aya memilih kuliah di Jurusan Perpustakaan karena mendapat informasi peluang kerja pustakawan sangat terbuka lebar. Belum tamat pun sudah ditawar. Ini pengalaman kakak kelas. Saya pun tertarik dan memutuskan kuliah di jurusan ini,” ujar alumnus SMKN 3 Denpasar yang bernama lengkap Ida Ayu Aprapti ini. Hal yang sama diungkapkan Ratih. “Saya tahu dari orangtua yang menjadi dosen. Merekalah yang menginformasikan kalau peluang kerja pustakawan itu sangat banyak,” ujar mahasiswi yang nama lengkapnya Ni Putu Ratih Adnyana Putri ini. Setelah menyelesaikan

Mozaik

Edukasi

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

cerned? Nilai yang selalu mereka gunakan ini benar-benar dapat menjadi reminder (pengingat), bahwa kegiatan apapun yang dilakukan harus memiliki landasan nilai yang kuat bagi komunitas sekitar.

ENGAGE IN FOCUSED THINKING Pada saat saya menghadiri sebuah undangan untuk hadir dalam pertemuan dengan global CEO, saya mengamati beberapa partanyaan yang muncul dari undangan yang hadir. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian saya “What makes you can achieve what you want to achieve?” – Apa yang membuat Anda mampu mencapai apa yang Anda targetkan? Diskusi yang dibuat santai namun padat pengetahuan itu kembali menarik fokus saat mendengar pertanyaan CEO “Pernah mendengar tentang focus bugs?” Bersama seorang teman facilitator dari India, saya membahas lebih dalam tentang bugs – serangga penggangu. Focus bugs adalah hal-hal yang sesungguhnya tidak diperlukan tetapi datang memberi interupsi pada fokus mereka. Serangga adalah serangga (yang dapat menggangu fokus). Ada challenge yang muncul dalam aktivitas rutin, kemudian ada value-driven approach yang diyakini dapat membantu mereka mengambil keputusan. Lantas apa yang berpotensi memperlambat realisasi atas keputusan yang diambil? Barangkali tanpa disadari focus bugs yang terjadi sehari-hari berpotensi menggeser mereka dari posisi dimana mereka bisa berpikir fokus. Mereka yang lebih cepat menyadari hal ini, rupanya dengan sangat cepat merubah pikiran mereka dan menarik kembali nilai yang mereka yakini – engage in focused thinking. Dengan optimis teman saya berbisik; Yes, you always could!

tivis. Murni sebagai sekretaris serta Aini dan Fatma di bagian pembinaan. Mere­ka bekerjasama untuk menunaikan visi mulia yang tak banyak dilakukan pemuda zaman sekarang. Komunitas yang bergerak di bidang pendidikan sosial masyarakat ini memiliki beberapa program kerja. Diantaranya, pembinaan anak-anak dan orangtua, penyaluran bantuan, dan aksi-aksi kepedulian. Dari ketiga program tersebut, pembinaan anakanak menjadi program rutinan yang dilakukan seminggu sekali. Bentuk kegiatan pembinaan ini berupa aktivitas mengajar dengan menyasar anak-anak jalanan dan anak kurang mampu yang minim pendidikan. Sampai saat ini, ada tiga lokasi untuk sarana ajar mengajar. Lokasi pertama berada di kampus Unair bernama SSC. Setelah itu mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang berada di kawasan Putat 2. Terakhir ada di kawasan Jagir Wonokromo. Relawan LH tidak hanya dari mahasiswa Unair, tetapi banyak juga dari umum. Beberapa mahasiswa ITS, UIN dan Unesa juga turut andil di dalamnya. Untuk jam mengajar, para aktivis LH membagi dua waktu mulai pukul 08.00-10.00 di TBM dan pukul 11.00-13.00 di kawasan makam Simo. Perempuan lincah ini menceritakan banyak pengalamannya selama berhubungan dengan masyarakat umum terutama dengan anakanak binaan LH. Di Jagir misal­ nya, karena tempat mengajar anak-anak binaan dekat dengan Dolly (pusat prostitusi Surabaya),

Daur Ulang Sampah Jadi Sumber Penghasilan

Daur ulang sampah

Sampah merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Selama manusia masih ada, sampah pasti ada. Tidak bisa dimungkiri manusia adalah produsen sampah terbesar. Mulai dari popok bayi, kantong plastik, kemasan makanan hingga barangbarang elektronika. Melihat kondisi itu, Wardi ter­ gerak untuk memecahkan masalah terbesar lingkungan yang semestinya menjadi tanggung jawab bersama tersebut. Ini bermula dari permasalahan demam berdarah pada tahun 2012 di Kelurahan Keniten yang merupakan tempat tinggalnya. Ia mencari penyebab demam

berdarah yang menjangkiti warga desanya. Ia berpendapat bahwa penyebab nyamuk pembawa penyakit itu dikarenakan banyaknya genangan air di sampah. Genangan ter­sebut menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk. “Saya kumpulkan beberapa ibu rumah tangga untuk memungut kaleng dan plastik yang dapat tergenang air,” jelasnya. Banyaknya sampah yang telah terkumpul membuat dirinya berinisiatif untuk meningkatkan nilai dari barang yang tidak berguna tersebut. Maka dibukalah bank sampah. Dirintis oleh 8 orang, bank sampah ini merupakan salah satu bank sampah terbesar di kota Ponorogo.

Anggotanya adalah ibu-ibu rumah tangga. Sistem dari bank sampah ini berupa tabungan. “Jadi sampah yang terkumpul akan dijual kepada pengepul dan hasil dari penjualan masuk dalam pembukuan kas bank sampah,” terangnya. Tidak hanya menjual ke pengepul barang bekas, ia mulai meningkatkan nilai sampah tersebut dengan ‘menyulapnya’ menjadi kerajinan tangan. Ia melatih sendiri anggotanya untuk membuat kerajinan tangan. Hasil dari sampah tersebut berupa bunga dari botol bekas, tas dari sak semen dan bungkus minuman kemasan dan keset perca kaos. Semua pelatihan diberikan secara cuma-cuma dan barang yang berhasil dijual dapat diambil uangnya di kas bank. “Dari sampah-sampah tersebut pada akhirnya bisa didaur ulang menjadi barang-barang yang bernilai ekonomis, dan bisa menambah penghasilan bagi keluarga yang menjadi anggota,” jelasnya. Kini bank sampah telah memiliki sekitar 50 anggota lebih yang tersebar di wilayah Ponorogo. Hasil dari kas bank sampah ini digunakan untuk melebarkan program-program andalan untuk masyarakat. Hasil dari penjualan produk olahan ini juga digunakan untuk mendukung Posyandu yang terdapat di kelurah­an tersebut.

-Samudera Ghozuwan

Ari Santi Dwi Lestari

perasa­an tidak enak diawasi para preman di sana seringkali ia alami. “Awalnya takut juga lihat premanpreman yang badannya besar-besar dan mukanya nyeremin gitu. Mungkin dikiranya kita mau ngapa-ngapain. Tapi setelah mereka tahu ya biasa aja.” papar gadis periang ini. Selain kerja sama dengan para mahasiswa di beberapa universitas, LH juga dibantu sama

beberapa komunitas lain yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Diantaranya, komunitas ibu-ibu broker, yakni kumpulan ibu-ibu sosialita yang juga peduli de­ ngan kegiatan yang berbau sosial ini. Keaktifan Santi dalam bersosialisasi dengan para ibu broker ini akhirnya mengantarkan lima anak binaanya ke bangku sekolah secara gratis. Bahkan jika butuh dana apapun untuk kegiatan sosial, komunitas unik tersebut siap membantu. Dalam membina anakanak ada beberapa kesulitan yang harus dihadapi Santi dan teman-temannya. Selain sebagian anak-anaknya susah diatur, juga kesulitan mengarahkan adik-adik yang sudah besar untuk men­ dapat pendidikan yang lebih lanjut. Kekurangan yang lain ialah minimnya tenaga ajar sedang­kan banyak tempat yang belum terjamah. Santi berharap untuk terus dapat melanjutkan komunitas sosial ini. Selain itu,ia juga berharap banyak pihak yang mau membantu dan mendukung setiap kegiatan LH serta dapat membuat program baru untuk masa depan adikadik binaan mereka. -Anik Pujianti


20

Nine

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Jamu Herbal dari Seledri

Inspirasi

T

sebagai bahan jamu. Tanaman-tanaman ini ditanam Sumiati, tidak hanya untuk kebutuhan keluarganya melainkan hingga menjadi bisnis rumah tangga yang murni dilakukan dari rumahnya tersebut dengan penghasilan yang terbilang besar untuk membayar ketekunan dan ketelatenannya. Hanya bermodal tekun dan telaten serta sabar, Sumiati mampu menemukan aktivitas yang akhirnya mampu menjadi fun rising bagi keluar-

ganya. Dari usaha tanpa modal ini, tidak kurang dari Rp 5 juta perbulan mampu ia hasilkan dari tanaman yang dirawat dan dipelihara di halaman rumahnya ini. “Tanaman-tanaman ini jadi fun rising bagi keluarga,” ujar Sumiati tersenyum. Apa yang dihasilkan Sumiati hari ini, tidak serta merta bisa dinikmatinya melainkan lebih dari sepuluh tahun ia tekuni aktivitasnya ini di rumahnya. Kegiatan ini mulai ditekuni ibu dua anak, Nathea Citra Suri

Seledri di halaman rumah Sumiati

(22) dan Garis Merah Mahardika (17), ketika beberapa tahun lalu sempat tinggal di lokasi yang berdekatan dengan pabrik tahu dan tempe yang kerapkali menyajikan aroma tidak sedap yang langsung masuk ke dalam rumah tinggalnya. Dari sanalah, dengan kondisi yang sama sekali tak memiliki lahan kosong di halaman rumahnya karena langsung berbatasan dengan jalan, Sumiati

yang memang sangat hobi menanam sayuran ini mulai menanam seledri menggunakan media beberapa paralon yang digantung dan disusun meninggi. Awalnya seledri-seledri ini diharapkan dapat mengurangi aroma tidak sedap dari sisa pembuatan tahu dan tempe. Rupanya memang cukup berhasil mengurangi bau dan bisa sedikit memberikan kenyamanan. –Naniek I. Taufan

Makin Sering Diambil makin Baik Lama kelamaan, seledri-seledri ini terus tumbuh dan berkembang dengan sangat baik karena Sumiati sendiri rajin merawat dan memeliharanya. Hingga akhirnya ia pindah tahun 1997 ke BTN Kopajali yang sekarang ditempatinya. “Seledri saya mati semua mungkin karena sulit beradaptasi dengan cuaca yang terlalu panas saat itu,” ungkapnya. Karena hobinya ini tidak bisa dibendung, Sumiati mulai merawat satu seledri yang diberikan oleh kawannya. Tangan dinginnya akhirnya mampu mengembangkan seledri-seledri ini beranak pinak dengan suburnya dengan sistem bibit langsung diambil dari anak pohon seledri. Suburnya seledri karena ia tidak membiarkan lebih dari tiga induk seledri berada dalam satu pot. “Kalau sudah lebih dari tiga induknya, maka anak-anak seledri yang lainnya saya pindahkan ke potpot baru,” ujarnya. Karena harus menangani sangat banyak pot seledri, ia melakukan bertahap

Sumiati

secara berkeliling agar semua seledri terpantau dan tertangani. Karena jika pun dibiarkan banyak induk dalam satu pot, seledrinya akan kerdil. Inilah yang membuat ia tak pernah sekali pun membeli bibit seledri. Uniknya, Sumiati yang dibantu suaminya, M. Saleh (48), merasa kebahagiaan mereka terletak saat melihat tanaman yang dirawat-

Tiap pagi Sumiati telah menyiapkan seledri yang akan diambil oleh pelanggannya

nya tumbuh subur dan semakin mereka berbahagia ketika banyak orang ikut meniru cara mereka ini. Sumiati bahkan membuat video bagaimana cara merawat dan memelihara seledri agar tumbuh baik dan subur sehingga bisa menjadi bisnis rumah tangga. Dan video itu ia bagikan gratis. Bahkan bagi mereka yang datang membeli seledri ke rumahnya dan berniat untuk mengembangkannya sebagai usaha, maka tak segan-segan Sumiati berbagi ilmu mengajarinya untuk menanam dan merawat serta memelihara seledri agar tumbuh dengan baik, mulai dari memilih bibit, menanam hingga proses panennya yang benar. Bahkan tips dan cara-cara memetik seledri agar tidak merusak anak seledri yang bisa dijadikan bibit berikutnya pun siap ia bagikan. “Saya kasih videonya dan sekaligus saya bagi pengalaman saya dengan pembeli yang ingin menjadikan seledri sebagai usaha,” ungkap aktivis LSM ini. Beberap tips yang biasa dibagikannya adalah semakin sering diambil seledrinya semakin baik pertumbuhannya. Lalu ia mengingatkan untuk tidak mengambil seledri dengan cara digunting atau pun dipotong menggunakan pisau karena bisa jadi hanya akan dapat sekali panen saja setelah itu bisa mati atau anak seledri yang baru muncul akan ikut terpotong. “Sebaiknya mengambil pelepah seledri paling luar menggunakan tangan agar seledri bisa beranak terus,” ujarnya. Kepandaiannya dalam memperlakukan seledri ini membuat ia hanya membutuhkan waktu dua hari untuk pembibitan guna

Rumah Sumiati yang penuh dengan seledri dan tanaman tumpang sari lainnya

mengganti sekitar 100 pot seledri yang terbeli. Dan tips lainnya agar bibit-bibit ini tumbuh subur adalah pada tiga hari pertama pembibitan, tidak boleh kena sinar matahari. Lalu tanah yang dipakai adalah tanah gembur dan disiram satu kali sehari. Jika mulai terlihat akar seledri maka segera ditutup kembali menggunakan tanah dan pupuk. Dan setelah tiga hari pembibitan, sebaiknya seledri ditempatkan pada tempat yang banyak mendapat sinar matahari. “Semakin banyak kena sinar matahari, seledri akan semakin subur,” ujarnya. Dengan begini, niscaya seledri akan tumbuh subur. Dari proses pembibitan hingga panen perdananya bisa dilakukan sebulan kemudian dan setelah itu akan terus menerus dapat dipanen. Sumiati tidak menggunakan pupuk kimia dalam merawat seluruh tanaman yang ada di rumahnya karena khususnya seledri ia harus siap panen tiap hari. “Setiap hari langganan selalu datang untuk mengambil seledri. Jika memakai pupuk kimia maka sebelum panen harus menunggu

tiga hari setelah pemupukan,” katanya. Selain itu, ia sangat menjaga kesehatan konsumen yang mengkonsumsi seledri darinya. Hal ini menjadi perhatian serius dari Sumiati karena keseharian Sumiati, selain berbisnis seledri dan tanaman sayuran lainnya, ia juga peracik jamu herbal yang telah banyak menyembuhkan penyakit pasiennya. Berdasarkan catatan Sumiati, hingga awal Oktober di tahun 2015 ini, tidak kurang dari 310 pasien yang telah memanfaatkan jamu herbal racikannya dengan berbagai penyakit berat, seperti kanker rahim, kanker payudara, kencing manis, darah tinggi, kolestrol, lever dan lainnya. Sebagian besar racikan jamu herbalnya dibuat dari seledri dan tanaman obat lainnya yang ditanam di halaman rumahnya. Keahlian meracik jamu herbal ini telah dilakukan Sumiati sejak tahun 2000, bermula dari racikan jamu herbalnya yang menyembuhkan suami tercinta dari penyakit lever, penyempitan pembuluh darah di otak hingga kolestrol. -Naniek I. Taufan

Cinta Laura

Membaca Buku sebagai Budaya dengan rajin membaca buku pelajaran. “Waktu itu, tugas-tugas sekolah selalu menumpuk. Jadi kebanyakan aku membaca buku pelajaran sekolah,” ucapnya. Begitu juga saat kuliah. Baru setelah tamat S1, saat waktunya lebih longgar, ia mulai membaca buku lainnya, seperti novel-novel, dll. “Aku nggak punya kegemaran khusus, maksudnya membaca buku-buku tertentu. Tidak ada yang spesifik. Yang penting buku itu menarik. Biasanya buku-buku best seller,” kata Cinta yang sempat tertidur di perpustakaan lantaran kecapean dan ngantuk sehabis belajar untuk

Pemandangan hijau yang sejuk tampak ketika tiba di rumah Sumiati (47), yang terletak di BTN Kopajali Mapak, Ampenan. Ribuan tanaman seledri dan berbagai sayuran serta tanaman kebutuhan rumah tangga lainnya, seperti sawi, tomat,lombok, bayam merah, kencur, laos, jahe, jahe merah, kunyit, bawang pre, bawang putih dan berbagai jenis lainnya, berjejer rapi bahkan ada yang digantung mulai dari pinggiran pagar rumahnya hingga ke depan teras dan menyebar sekitar rumahnya. Memiliki lahan yang terbilang secukupnya di halaman kecil rumahnya, Sumiati sukses memanfaatkannya. idak lebih dari 7m x 1.5m, sisa lahan di depan teras rumahnya yang dimanfaatkan secara maksimal untuk ribuan tanaman ini. Ditambah dengan sedikit tempat di atas saluran air di sekeliling rumah yang dipakainya untuk meletakkan pot-pot seledri. Juga ada sedikit lahan kosong yang tersisa persis di depan rumahnya untuk menyimpan pot seledri dan dimanfaatkan untuk menanam beberapa jenis tanaman obat-obatan

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

I

Cinta Laura

s Indonesia a “Land Without Readers?”. Itu merupakan judul artikel yang ditulis Dennis Abrams yang dipublikasi di publishingperspectives.com, belum lama ini. Tulisan itu menyinggung tentang tingginya tingkat melek huruf (93%) masyarakat Indonesia namun minat baca buku masyarakatnya yang berjumlah 250 juta sangatlah rendah. Bagi Dennis Abrams, penulis terkenal asal Amerika itu, ini merupakan situasi yang luar biasa. Cinta Laura, artis multitalenta yang kini berkiprah di Amerika, sempat kaget ketika ditanya tanggapannya tentang adanya julukan itu. “Menurut aku, julukan Indonesia sebagai ‘A Country Without Readers’ cukup memalukan. Karena, jika kita ingin menjadi atau disebut sebagai negara maju, masyarakatnya haruslah sudah menjadikan membaca buku sebagai budaya,” ucap Cinta Laura kepada Tokoh. Untuk menciptakan budaya membaca, katanya, itu harusnya dimulai sejak kecil dalam lingkungan keluarga (rumah). Orangtualah yang berperan mendorong anak-anaknya untuk rajin membaca. “Biasanya, jika orangtua senang membaca buku, maka anak-anaknya juga akan mengikuti kebiasaan itu,” kata dara blasteran Jerman-Indonesia, ini. Rajin membaca buku, menurut Cinta, sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Jika suatu bangsa mau maju maka masyarakatnya, khususnya para generasi muda, pun harus rajin membaca buku. Karenanya, ia ingin mengimbau kepada masyarakat, khususnya generasi muda untuk rajin membaca. “Ayo baca buku yang baik sebanyak-banyaknya karena buku adalah sumber ilmu dan jendela dunia,” katanya. Tentang orangtua menjadi teladan anak terkait kebiasaan membaca buku, hal tersebut sesuai dengan pengalamannya. Dimana orangtuanya, khususnya sang ayah, Michael Kiehl, sangat gemar membaca buku. Kebiasaan sang ayah itulah yang kemudian ditiru Cinta. Apalagi, katanya, ayahnya bukan hanya memberi contoh tapi juga mendorongnya untuk rajin membaca. “Di keluarga kami, papilah yang paling hobi membaca. Koleksi bukunya banyak. Papi juga selalu suruh aku untuk rajin membaca buku,” tambahnya. Cinta mengaku mulai tertarik membaca buku saat masuk SMP, meski ketika itu ia memulainya

ujian sekolah. Meski gemar membaca, katanya, dia tidak membangun perpustakaan mini di rumahnya. “Ketika masih sekolah aku terlalu sibuk belajar, ditambah lagi aku juga sibuk bekerja di dunia entertainment,” tambahnya lagi. Namun begitu, katanya, dia dan mamanya, Herdiana Kiehl, selalu membangun perpustakaan di sekolah-sekolah yang mereka bangun. Sebagaimana diketahui, Cinta Laura tergabung dalam Yayasan Soekaseno, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan. Yayasan ini milik ke-

luarga besar sang ibu, Herdiana Soekaseno-Kiehl. Kegiatan yayasan ini, selain melakukan renovasi terhadap sekolah-sekolah yang rusak, juga membangun sekolah. Saat ini yayasan ini bersama para donatur telah membangun belasan sekolah gratis. Berbicara tentang kegiatannya saat ini, Cinta yang saat dihubungi tengah berada di negeri Paman Sam, untuk sementara tidak melanjutkan kuliahnya. Saat ini ia tengah konsentrasi mengembangkan kariernya di dunia hiburan di Hollywood. “Aku saat ini masih sibuk sekolah akting dan ikut banyak casting di Hollywood. Doakan agar aku berhasil,” katanya. Tahun lalu, 2014, ia telah menamatkan kuliahnya di Columbia University, New York. Tak tanggung-tanggung, hanya dalam tempo

5

tiga tahun, Cinta berhasil meraih dua gelar sarjana di universitas tersebut, yakni, Sarjana Psikologi dan Sarjana Sastra Jerman. Lebih menganggumkan lagi, bukan hanya menyelesaikan kuliah dalam tempo cepat, tapi Cinta juga berhasil menyabet predikat ‘Cum Laude’. Saat itu, dia menjadi satu-satunya wisudawan yang lulus ‘Cum Laude’ dalam tempo 3 tahun. Atas prestasinya itu, ia mendapat undangan untuk mengajukan beasiswa Marshall and Rhodes di Oxford University, Inggris. Tawaran menarik itu, tentunya disambut dengan baik oleh Cinta, namun untuk sementara dia ingin fokus di kariernya dulu. “Kalau tidak berhasil, maka rencana aku tahun 2017 nanti akan mengambil Master di Oxford University,” ucapnya menutup pembicaraan. – Diana Runtu


4

Inspirasi

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Michiel Eduard

Pembuktian Cinta

Michiel saat tampil dalam acara “Satu Jam Bersama” di Bali TV

“O

rangtua saya pindah ke Belanda tahun 1956. Ayah saya asli Jawa tetapi lama tinggal di Medan. Kalau ke Indonesia saya mampir ke Medan karena masih ada keluarga di sana. Bali juga menjadi tempat yang wajib saya kunjungi,” ujar putra pasangan Edu-Corine ini. Michiel menuturkan dirinya bekerja sebagai sales sebuah perusahaan AS. Selain itu, ia punya usa-

ha rumah makan yang diberi nama “Toraja House”. Usaha ini bekerja sama dengan temannya. Chef-nya bernama Fina, dari Toraja. Nasi rames menjadi menu favorit di rumah makan ini. Beberapa artis Indonesia yang datang ke Belanda biasanya menyempatkan mampir ke rumah makan ini. Satu lagi kegiatan pria kelahiran 22 Juli 1981 ini adalah bernyanyi. “Saya sudah punya 4 single. “Laki-laki paling Gila” yang saya

Michiel di depan Toraja House

Warjack bukan Warung Kopi Biasa Tiap Selasa malam, dari sebuah warung yang terletak di pojok bagian timur Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, tempat yang sesungguhnya terbilang “terpencil” selalu meriah dengan berbagai aktivitas kesenian. Warung kopi di pojokan kantor ini, (meski kecil dan biasa-biasa saja), bukan sembarang warung kopi biasa. Karena, di warung pojokan sederhana semi permanen inilah, seni mampu menjaga daya hidupnya dalam beragam rupa.

Memiliki darah Indonesia membuat Michiel Eduard banyak kesempatan untuk berkunjung ke Indonesia. Pria yang menetap di Belanda ini bisa mengunjungi keluarga yang masih ada di Indonesia. Bahkan, ia bisa sekalian menunjukkan potensi dirinya.

buat tahun 2010 bersama Abdee Slank, “Jalan Setapak” yang saya buat tahun 2013, “Kuingin Kau” tahun 2014, dan “Buktikanlah” tahun 2015 yang berkolaborasi dengan Hengky Supit,” ungkapnya. Lagu-lagu ini bisa diunduh di i-Tune Store. Semua lagu ciptaan Michiel bernuansa pop rock. Ia mengaku menyukai lagu-lagu Indonesia sejak era Nike Ardilla dan Deddy Dores. Kini salah satu impiannya adalah berkolaborasi dengan Deddy Dores. “Ia seorang musisi legendaries Indonesia. Saya sangat ingin duet. Petikan gitarnya luar biasa,” ujarnya sembari berharap bisa mewujudkan impiannya itu. Semua single yang diciptakan Michiel bertema cinta. Ia menjadikan cinta sebagai inspirasi dalam mengungkapkan karya seni. Salah satu contohnya lagu “Buktikanlah”. Lagu ini menggambarkan begitu mudah orang mengatakan cinta, I love u, aku cinta kamu. Tetapi, untuk membuktikan seberapa besar cinta itu tidaklah mudah. Belajar dari pengalamannya, pria yang fasih berbahasa Indonesia ini ingin mengingatkan orang untuk membuktikan seberapa besar cinta yang diungkapkan itu. Boleh saja orang mengatakan cinta tetapi jangan sampai cinta itu menjadi beban. Cinta itu harus diresapi dan dimaknai secara mendalam. “Hidup penuh cinta itu indah,

Mandalika

W

Michiel Eduard

tanpa cinta tidak asyik, yang penting buktikanlah,” tegas Michiel. Lahirnya lagu ini tak lepas dari pertemuannya dengan Hengky Supit. Penyanyi Indonesia tahun 1980-an ini sering berkunjung ke “Toraja House”. Dari obrolan mereka, muncullah ide untuk membuat lagu. Setelah lagu yang diiringi petikan gitar Hengky, mereka juga membuat video klip. “Saya merangkap produser untuk semua lagu-lagu saya. Karena itu, perlu waktu lama untuk merealisasikannya. Kalau nanti sudah banyak, mungkin akan dijadikan album,” ujar pria yang juga mengidolakan Snap Dog ini. Ia juga mengaku lagu-lagunya bisa diunduh gratis. Baginya yang terpenting adalah pesan dari lagu

bisa diterima masyarakat. Ini juga menjadi pembuktikan Michiel terhadap kecintaannya terhadap musik. Ia ingin memberi sesuatu untuk masyarakat Indonesia melalui lagu-lagunya. Saat berada di Bali, Michiel mendapat kesempatan untuk syuting di Bali TV dalam program “Satu Jam Bersama”. Kesempatan ini digunakan untuk memperkenalkan lagu yang sudah ia buat. Ke depan, ia ingin tampil di konser musik outdoor. “Saya senang bisa mampir di Bali. Ini akan menjadi dokumentasi sejarah saya untuk diketahui anak cucu saya di masa depan. Saya berharap generasi muda produktif di berbagai bidang. Kembangkanlah potensi diri,” tegasnya. –Ngurah Budi

Michiel saat syuting program “Satu Jam Bersama” di Bali TV

arung ini tidak hanya menjadi tempat nongkrong sembari ngopi, namun ia hadir menjawab kegelisahan para seniman di Nusa Tenggara Barat, khususnya yang tinggal di Mataram Lombok. Oleh para seniman, warung ini diberi nama Warung Jack atau biasa disingkat Warjack (baca; Warjek). Penamaan ini diambil dari nama pemilik warung yakni Lalu Zakaria dan biasa disapa Mas Jek, yang merupakan salah seorang pegawai Taman Budaya NTB. Bersama istrinya Ayuni, Zakaria mengelola warung ini dengan unik. WARUNG KEJUJURAN Zakaria memang bukanlah seniman yang tampil dengan karya-karya panggung atau pertunjukan, melainkan akibat terlalu lama–bahkan tiap hari- bergaul

Winsa Prayitno salah seorang seniman yang aktif dalam menggairahkan Pentas Selasa di Warjek

dengan seniman, diam-diam ia meresapi kesenimanan dalam dirinya lalu terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menyikapi warung yang nyaris tiap hari menjadi tempat berkumpul bagi para seniman di

Mataram ini. Zakaria dan Ayuni, mengelola warungnya cenderung bergaya seniman. Ia tidak pernah pusing bertanya soal siapa yang makan dan minum di warungnya dan siapa yang sudah membayar atau be-

21

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

Di warung kopi sederhana yang dikenal dengan nama Warjek inilah seni mampu menjaga daya hidupnya dalam beragam rupa

lum, semua diserahkan sepenuhnya pada pelanggannya. Antara Zakaria dan pelanggannya tercipta suasana harmonis yang saling percaya satu sama lain. Para pelanggan yang kebanyakan seniman dari berbagai latar belakang seni, bahkan kerap melayani dirinya sendiri alias swalayan. “Yang mau buat kopi, teh, minuman lainnya dan makan serta lainnya bisa juga ambil dan buat sendiri. Saat membayar biasanya menghitung sendiri,” ungkap Winsa Prayitno, salah seorang seniman kawakan yang nyaris tiap hari selalu menyempatkan diri minum kopi di Warjack. Tampaknya dalam operasional warung ini tidak hanya bergaya seniman melainkan juga dapat disebut sebagai warung kejujuran. Hal inilah yang membuat semakin hari pengunjung Warjack tidak hanya berasal dari kalangan seniman dan budayawan melainkan juga masyarakat biasa khususnya yang memiliki kecenderungan menyukai seni. Tidak kurang dari

rata-rata Rp 300 ribu/hari omzet dari warung yang buka pukul 07.00 s.d. 22.00 wita atau bahkan bisa buka sampai tengah malam ini. “Kalau sedang ramai, khususnya hari Selasa, bisa mencapai Rp 500 ribu,” ungkap Ayuni. Ngopi dan nongkrong di tempat ini, sesungguhnya bukan aktivitas utamanya, karena sembari ngopi, para seniman kerapkali terlibat diskusi berbagai hal khususnya menyangkut karya-karya seni, proses kreatif, produktivitas dan isu-isu seni budaya. Diskusinya tidak pernah resmi apalagi sampai ngotot bicara tentang kesenian dan kebudayaan, melainkan berjalan dalam suasana santai dan biasa saja serta apa adanya. Bahkan topik atau tema diskusi mampu mengalir begitu saja, silih berganti dan terus terisi. Mereka yang ada di warung ini, boleh hanya duduk mendengarkan saja, boleh juga ikut nimbrung komentar atau bahkan boleh meninggalkan tempat kapan saja. -Naniek I. Taufan

Warjack, Laboratorium Seni Budaya Tempat ini menawarkan kebebasan ruang dan waktu bagi siapa saja. Karena di Warjack semua orang bebas berekspresi. Tempat ini membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa saja, baik tua maupun muda bahkan anak kecil, untuk dapat berekspresi dan menujukkan karyanya. Hal inilah yang membuat Warjack lebih mirip sebagai “sekolah” atau laboratorium seni budaya yang hidup dan mengalir mengikuti kebutuhan artistik baik bagi seniman maupun penikmat seni. “Siapa saja boleh menampilkan karya apa saja di Warjack. Karena ini ruang untuk kita bersama,” ungkap Winsa yang kerap disebut sebagai Kepala Sekolah Warjack. Uniknya, Warjack sebagai tempat bagi seniman untuk “menumpahkan” karya-karya seninya ini, berada tidak jauh dari Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB dengan fasilitas yang terbilang lengkap. Aktivitas seni di Warjack tampak hidup meski dengan keterbatasan. Keterbatasan yang “dipilih” sebagai alternatif oleh para seniman untuk menguji karya-karya yang lahir. Warung ini yang ada sejak 10 tahun lalu (sebelumnya berlokasi di halaman parkir Taman Budaya NTB), menjadi luar biasa karena mampu menghadirkan karya-karya seni berkualitas dari para musisi, perupa, teaterawan,

sastrawan, koreografer dan lainnya, khususnya pada pentas hari Selasa malam. Sejak setahun terakhir, kegiatan Pentas Selasa ini berjalan secara rutin. Bahkan para seniman yang menampilkan karya di warung ini, tidak hanya berasal dari Lombok, melainkan banyak juga yang berasal dari luar daerah. Sebaiknya jangan membayangkan panggung Warjack sebagai sebuah panggung dengan tata cahaya, sound sistem maupun tata artistik yang lengkap, karena semua itu tidak ditemukan di sana. Yang ada hanyalah semua hal berbau sederhana, apa adanya yang berangkat dari apa yang ada di sekitar. Bahkan untuk berbagai kebutuhan pentas, tidak jarang para seniman melakukan urunan, atau dengan sukarela, tentu saja tidak dalam jumlah yang besar melainkan secukupnya. Hal yang secukupnya itulah yang justru menjadikan pergelaran di Warjack menjadi sarat makna. Bahkan tanpa biaya sedikit pun, kegiatan kesenian di warung ini tetap berjalan. “Kemampuan para seniman Mataram dalam menjaga detak jantung kesenian di Mataram -dengan caranya- ini, patutlah diapresiasi oleh semua pihak,” ungkap Kongso Sukoco, Ketua Dewan Kesenian NTB.

Pertunjukan-pertunjukan yang digelar di Warjek dalam Pentas Selasa

Kongso Sukoco, menilai kegiatan kesenian di Warjack mampu memberi citra kehidupan kesenian yang sehat dan lugas. “Warjack adalah bagian dari ruang publik yang ada di areal institusi kebudayaan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat, khususnya komunitas seni untuk mengekpresikan karya-karyanya,” kata Kongso. Menurutnya, aktivitas seni semacam ini menjadi penting diapresiasi karena berada di luar program yang sudah dilakukan pemerintah dalam hal ini Taman Budaya NTB. Kelebihan menggelar pertunjukan di Warjack adalah bebas dari persoalan birokrasi. Tak perlu ijin yang berbelit-belit melainkan

hanya menyampaikan ide gagasan tersebut dalam diskusi-diskusi di Warjack, maka siapa pun boleh tampil. “Warjack menawarkan kebebasan berekspresi dalam kerangka etika dan nilai. Dan ia menjadi bagian dari hiburan masyarakat yang gratis,” ujarnya. Kongso juga mengapresiasi para seniman Mataram yang mengisi Pentas Selasa malam, khususnya lagi kepada seniman yang datang dari luar NTB, yang mau tampil gratis tanpa bayaran untuk menghibur masyarakat sebagai penontonya yang juga datang menonton secara gratis. Tidak ada panitia khusus untuk mensukseskan pergelaran-pergelaran di Warjack, melainkan yang ada

adalah kerja bersama dalam suka dan duka. “Saya salut pada kawan-kawan (seniman) yang bekerja penuh dedikasi dan menunjukkan kesetiaannya pada kesenian dengan menggelar dan memfasilitasi pergelaranpergelaran pada Pentas Selasa, menyumbangkan tenaganya untuk kerja-kerja seni seperti ini,” ujarnya. Para seniman seperti, Winsa Prayitno, Ary Juliant, Zaeni Muhammad dan lainnya, menunjukkan dedikasi berkesenian dengan menjadikan Warjack sebagai ruang publik yang dapat diakses oleh masyarakat. “Aktivitas seni di Warjack telah menunjukkan kerakyatan berkesenian,” lanjut Kongso. Mereka yang pernah tampil di Warjack antara lain, Sakti Sheila on 7, Ary Juliant and Folk, Ipank Dewadaru, Tri Pitaka, Komunitas Akar Pohon, Lintang, Lentera Biru, Wing Sentot Irawan, Kiki Sulistyo, Zaeni Muhammad, Novi Nhavan, 4 Peniti Bandung, Timur Budi Raja, Sastrawan Madura, Pages “Koes Plus” Lombok Band, Tomstone Band, Komunitas Blues Lombok, Teater Embrio Lombok, Komunitas Jazz Lombok, Pelita Harapan Junior, Gitar Hollic Lombok, Komunitas Keroncong Mataram, SMKN 7 Mataram, IAIN Mataram, IKIP Mataram dan banyak lagi yang lainnya. -Naniek I. Taufan


22

Sosialita

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

Edisi 871/ 19 - 25 oktober 2015

BPR Kanti Kedepankan “Rase” dalam Tiap Aktivitasnya Tepat 27 September 2015, BPR Sukawati Pancakati berusia 26 tahun. Di usianya yang lebih dari seperempat abad tersebut, BPR yang dinakhodai Made Arya Amitaba, S.E.,M.M. sebagai Direktur Utama, I Ketut Tantra,S.E.,M.M. sebagai Direktur Operasional, Ni Wayan Tantri, S.E., se­ bagai Direktur Bisnis dengan Ni Made Sumartini, S.E. sebagai Komisaris Utama dan I Ketut Sutarsa, S.E. sebagai Komisaris ini, keberadaannya makin dekat dengan masyarakat.

“Pencuri” Desain Berkeliaran

Pengrajin Siasati dengan Katalog Undang-Undang Hak Cipta sudah lama ada, namun penjiplakan, plagiat, dll, terus saja merajalela. Bukan hanya pelaku industri rekaman yang menjerit, tapi para pelaku industri kreatif seperti kerajin­an dan seni, sangat terpukul dengan kondisi itu. Sebagian berusaha menyiasatinya dengan ‘menyembunyikan’ produk-produk barunya dan hanya menampilkannya dalam katalog. Alasannya, ­karena khawatir ditiru.

H

3

Mimik Sriningsih

al itu memang tidak meng­herankan karena banyak dari mereka yang pernah mengalami produk yang diciptakannya susah payah dijiplak oleh orang lain dalam sekejap. Modusnya beragam, mulai dari berkeliaran dari pameran ke pameran mencari produk-produk unik, kemudian memontretnya. Atau berpurapura dengan membeli beberapa sampel produk terbaru. “Mereka nyuri kreativi­ tas orang lain. Mereka itu bukan hanya datang ke pameran-pameran tapi juga ke show room-show room pura-pura sebagai pembeli. Dengan mengeluarkan

sedikit uang, mereka membeli satudua produk, alasannya untuk sampel. Kemudian juga memotret-motret beberapa karya orang. Dari sana mereka langsung menjiplak.Tak berapa lama kemudian, langsung memasarkan tanpa rasa malu atau rasa bersalah,” ungkap Mimik Sriningsih, pengusaha kerajinan tembaga, kuningan dan aluminium. Bagi Mimik yang telah 17 tahun berkecimpung di bidang kerajinan, penjiplakan dan pencurian karya orang lain, dengan modus seperti itu bukan hal yang asing lagi. Dia sendiri pun beberapa kali pernah menjadi korban. “Awalnya saya mengira kalau sudah

mematenkan produk, tidak lagi mengalami penjiplakan atau pencurian desain produk, ternyata tidak juga. Kejadian itu tetap saja terjadi. Para pencuri itu sepertinya tidak takut melakukannya,” ujar Mimik. Pernah suatu ketika, lanjut Mimik, dia tengah berjalan-jalan di sebuah pameran, ternyata dia mendapati produk yang mirip dengan produk yang baru diluncurkannya beberapa bulan lalu. Selidik punya selidik, ternyata produk itu milik pelanggannya. “Saya sempat menegur. Jadi seperti itulah, kadang pelanggan pun melakukannya. Kasus lainnya adalah ‘pencurian’ yang dilakukan oleh pekerja sendiri. Memang susah, yo wis aku biar ke, terserah,” katanya pasrah. Lemahnya penegakan hukum terhadap pencurian karya cipta, membuat Mamik akhirnya malas mengurus hak paten bagi karya-karyanya yang lain. Ia mengaku sekarang pasrah saja kalau kerajinan karya perusahaannya ditiru orang lain. “Mau bagaimana ‘disembunyikan’ dengan cara hanya memuat foto di katalog pun mereka bisa mendapatkannya. Dulu saya pernah mematenkan produk, tapi piye? Ndak berguna. Jadi sekarang, kalau ada yang ingin menjiplak, ya monggo. Saya ndak mau pusing memikirkan itu, biarkan saja. Saya berpikir positif saja, yang penting terus berkarya dan menjaga kualitas produk,” tuturnya. Mimik mengaku bergelut dalam bisnis kerajinan tembaga dan kuning­ an sejak kecil. Maklum, keluarganya di Boyolali turun temurun bergelut di bidang ini. “Saya adalah generasi ketiga yang ikut terjun ke bidang ini,” ucapnya. Sebagai orang yang sejak lama ‘bermain’ di bidang ini, ia menjadi tahu persis seluk beluk kerajinan tembaga dan kuningan. “Sekarang ini saya tidak

terjun langsung dalam mendesain. Paling hanya sesekali saja. Kami sudah memiliki desainer sendiri. Saya lebih fokus pada urusan bisnis dan pengembangannya,” katanya. BEDA SELERA ASIA DAN AMERIKA Awalnya, Mimik memulai dengan produk-produk perlengkapan rumah tangga tradisional. Namun, sejalan dengan perkembangan, kerajinan tembaga dan kuningan, juga digunakan untuk pembuatan aksesoris rumah tangga, juga untuk perlengkapan interior dan eksterior. Boyolali adalah salah satu daerah yang dikenal sebagai sentra kerajinan tembaga dan kuning­ an. Kepopuleran Boyolali itu sudah menyebar ke mancanegara, maka tak heran kalau pembeli asing banyak yang datang ke daerah yang terletak tak jauh dari Gunung Merapi itu untuk berburu kerajinan tembaga dan kuningan. “Banyak pembeli saya dari luar negeri datang langsung ke tempat kami, baik dari Eropa, Amerika maupun beberapa negara di Asia. Kalau pem-

beli dari Eropa dan Amerika, me­ reka umumnya suka kerajinan tembaga seperti lampu gantung, bathtub, wastafel, dll. Mereka hampir tidak pernah memesan kerajinan kuningan. Sedang dari Asia, termasuk konsumen dalam negeri, selain suka kerajinan tembaga, mereka juga suka kerajinan dari kuningan. Malaysia misalnya, sangat suka kerajinan kuningan,” tuturnya. Kerajinan lampu gantung, menjadi salah satu unggulan perusahaannya. Yang menyukai, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri. Karena itu, ia termasuk sering melakukan ekspor untuk lampu gantung dari tembaga. “Kami membuat berbagai desain menarik, kadang mengkombinasikannya dengan material lain seperti bahan fiber, dll. Itu disukai konsumen,” kata Mimik yang pernah mendapat proyek menggarap interior Bandara SoekarnoHatta ini. Namun, seiring dengan ekonomi

yang melemah, ikut mempengaruhi penjualan produknya. Pelemahan ekonomi bukan hanya terjadi di dalam negeri tapi juga luar negeri. Hal ini sedikit banyak ikut berpengaruh pada penjualan produknya. Di sisi lain harga bahan baku tembaga impor terus meningkat. “Kami memakai tembaga impor, harganya terus naik, ini sungguh menyulitkan. Dalam kondisi ekonomi lemah, kami jadi kebingungan tidak berani menaikkan harga. Wong dalam keadaan tidak naik harga saja, orang sudah merasa mahal, apalagi kalau kami menaikkan harga. Jadi harganya tetap. Daripada pelanggan kabur, lebih baik keuntungan dikurangi sekitar 10%,” jelasnya. Ia juga memberi diskon-diskon karena produksi jalan terus, jadi harus ada penyiasatan. Mau tidak mau memangkas sebagian keuntungan. Mimik juga memasok aneka produknya ke sejumlah toko di Bali. Kelesuan penjualan, telah terasa sejak enam bulan lalu. Untuk itu, dirinya juga melakukan penyiasatan yakni mengembangkan kerajinan aluminium. “Ternyata peminatnya juga banyak, khususnya dari dalam negeri. Aluminium memang berbeda dari tembaga dan kuningan. Aluminium memang lebih mudah dibentuk karena lebih lunak, namun untuk produk-produk tertentu sulit dilakukan. Kalaupun dipaksakan hasilnya tidak bagus. Untuk kerajinan aluminium, selain desain juga kreatif dalam permainan warna. Ini banyak yang suka, apalagi harganya sekitar 40% lebih murah dibanding tembaga,” katanya. Untuk menyiasati harga material tembaga yang terus meningkat, Mimik mengurangi ketebalan tembaga. Misalnya, kalau biasanya menggunakan tembaga 0.6 mm, kini menjadi 0.5 mm. Tapi itupun, harus diberitahukan kepada konsumen agar mereka tahu. Kualitas memang agak berkurang namun hal itu wajib disampaikan agar konsumen tahu. “Kepada konsumen, kami memberi mereka pilihan agar harganya menjadi lebih terjangkau. Tapi kadang untuk produkproduk tertentu, kami tidak bisa mengurangi ketebalan tembaga. Misalnya, harus 0.6 mm, ya harus pakai itu dan harganya seperti itu. Kalau tidak mau, ya sudah,” ucapnya. Saat ini, persaingan bisnis kerajinan tembaga tergolong makin ketat. Untuk itu, kiat yang dijalankan selama ini adalah tetap mempertahankan kualitas serta meningkatkan kreativitas. “Terbukti kiat itu manjur. Jadi meski persaingan ketat, usaha saya ini bisa tetap bertahan,” katanya. –Diana Runtu

CSR BPR Kanti Monumen 50 Tahun SMPN 1 Sukawati

H

al ini dibuktikan dengan hadirnya BPR Kanti di tengah-tengah masyarakat, dengan 8 ( delapan) Kantor yang terdiri dari Kantor Pusat, 2 (dua) Kantor Cabang dan 5 (lima) kantor Kas. Bahkan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir BPR

Kanti telah meresmikan empat kantor, yakni Kantor Cabang Mengwi pada November 2014, Kantor Kas Krobokan (April 2015), relokasi Kantor Cabang Diponegoro (Juli 2015), dan Kantor Kas Kuta yang akan dipelaspas sekaligus rencananya diresmikan pada Purnama Kalima, 27 Oktober 2015. Dengan pembukaan Kantor Kas baru ini (kantor kedelapan), BPR Kanti menargetkan bisa mencapai pertumbuhan aset hingga Rp 300 miliar di tahun 2016, melalui jangkauan pelayanan yang makin diperluas. Tahun ini BPR Kanti juga sudah menembus tabungan sekitar Rp 32 miliar dengan kredit mencapai Rp 209 miliar dan Deposito Rp 58 miliar. Keberhasilan BPR Kanti dalam menjalankan Visi untuk “Menjadi Bank pilihan keluarga Anda, para sahabat, yang terpercaya dalam mengelola keuangan”, ini dikatakan Arya Amitaba, tak terlepas dari peran para pemegang saham, pengurus BPR Kanti yang terdiri dari Dewan Direksi dan Dewan Komisaris, beserta para staf/ karyawan yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan rasa tanggungjawab dalam suasana kekeluargaan-dengan mendedikasikan seluruh yang dilakukan untuk sebuah karya, tidak hanya bekerja saja. “BPR Kanti mengedepankan ‘rase’ dalam tiap berbagai aktivitas kesehariannya,” tegas mantan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perbarindo Indonesia ini. “Rase” yang dimaksud adalah dalam menjalankan

Perayaan HUT ke-26 bersama OJK dan Perbarindo Bali

berbagai aktivitas kesehariannya mengedepankan pelayanan dengan sentuhan hati, lebih mengedepankan pelayanan dengan konsep “personal approach” sehingga berbagai aktivitas dapat dilakukan secara optimal, hubungan antara BPR Kanti dengan karyawan maupun nasabah, mengedepankan rasa kekeluargaan. Dalam tiap tindakan yang diambil, selalu berpulang pada “tat twam asi” (kamu adalah aku, aku adalah kamu. Jika terjadi masalah, yang dicari bukan benar-salah, namun bagaimana ber-

Persembahyangan ke Pura Dalem Ped

Kantor Kuta

Peresmian Kantor Mengwi

tanggung jawab terhadap keputusan yang sudah diambil. Selain itu, “rase” ini juga diterapkan dalam hubungan horizontal (ke masyarakat luas) melalui CSR, dan hubungan vertikal (kepada Tuhan) sebagai bentuk rasa syukur. Dengan sistem kerja kekeluargaan yang mengedapankan “rase” itulah, BPR Kanti menjadi besar dan semakin besar. Sehingga, sangat wajar jika BPR Kanti yang berkantor pusat di Jalan Batuyang No. 67 Batubulan, Sukawati, Gianyar ini berkeinginan

membuka kantor cabang di kabupaten lain yang belum bisa dilayanani seperti Klungkung dan Bangli melalui strategi menggunakan kearifan lokal sebagai kunci utama dengan potensi dan SDM yang bersifat lokal. Dengan begitu, jaringan komunikasi dan sinergitas dengan para nasabah akan makin kuat untuk bisa menghadapi persaingan yang semakin ketat. Atas langkah cepat dan cerdas yang dilakukan tersebut, BPR Kanti berhasil menerima Anugerah BPR Award Indonesia 2013 dalam kategori Corporate Social Responsibility dan Peringkat 3 Marketing; The Most 2rd LEADERSHIP CEO 2014 dari Perbanas Institute; Penghargaan The Best Admired Banking & Satisfaction to Customer of The Year 2015; Golden InfoBank Award 2015 dalam kategori Sangat Sehat (selama lima kali berturut-turut). Dan, 28 Oktober 2015, BPR Kanti pun diundang ke Jakarta untuk kembali menerima BPR Award. Tentu saja prestasi ini menjadi bukti keseriusan dan keberhasilan BPR Kanti dalam meningkatkan kinerja perusahaan hingga mampu bersaing dan mampu menjadi yang terbaik dalam ajang bergengsi hingga tingkat nasional. –ten

Pendidikan dan pelatihan

Peresmian Kantor Kerobokan

Peresmian Kantor Cabang Diponegoro Denpasar


2

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

GORO-GORO Seorang pemimpin partai baru, terbang ke Bali menemui Amat. Lelaki kayaraya itu baru saja didedari partai yang Putu Wijaya pak didirikan, dibiayai, dan dipimpinnya. Stress, panik seperti orang gila, ia menumpahkan selangit kegalauannya pada Amat. Rumah Amat seperti mau meledak oleh kemarahan, sakit hati, kecewa, berbagai umpatan dan sumpah serapahnya. Peristiwa itu jelas sudah merobohkan kepercayaan dan akal sehatnya. Ia berteriak, mencak-mencak, membanting HP dan mengacung-acungkan pistol pribadinya, seperti mau membunuh mereka yang sudah, menurut istilahnya, menjebak, menjerumuskan, memeras dan mengkhianatinya. Tetapi ujung-ujungnya ia menjerit karena keki, malu dan merasa terhina. “Mat!! Kau betul! Betul sekali! Mereka semua itu bandit! Semua! Yang mengaku saudara, yang mengaku sahabat, murid, guru spiritual, backing, fans, relawan, semua, semua bajingan tengik, semua! Laki-perempuan, tua-muda, podo ae cap cay! Aku tak habis pikir, tak masuk di nalar, unbelievable! Masak dedengkot sudah lulus cum laude melalap pahit-getir perjuangan yang dapat gelar doktor honoris causa dari California ini, kok bisa kebobolan 10-0, bisa dikadalin, dikibulin sampai skak mat triliunan?! Sial! Sial! Aku sudah dihipnotis hiena, burung-burung kondor pemakan bangkai itu! Tapi kenapa aku? Apa dosaku? Partisipasiku kepada masyarakat, kan banyak? Aku pembayar pajak yang jujur dan setia! Kenapa, Mat? Apa negeri ini sudah menyembah iblis?!” Amat menanggapi dengan tenang. “Kamu jangan tenang-tenang begitu! Bego! Ini pelecehan moral, ketidakadilan yang dilegalkan! Kejahatan sekarang sudah naik kelas jadi kiat! ini tragedi budaya! Bencana nasional, tanda semua orang sudah kropos akhlaknya, diplintir virus duit! Peta kehidupan bergeser, semua berkiblat pada duit. Politik bukan lagi perangkat negara yang memuliakan bangsa dan negara, tapi duit. Kekuasaan jadi duit. Keadilan, kebenaran untuk duit, hukum demi duit, ilmu duit, pendidikan duit bahkan, agama pun tak malu-malu lagi dijadikan duit. Di

sobat

ujungnya duit jadi berhala kontemporer! Oh my God! Bohong besar itu dalih demi menegakkan kebenaran-keadilan. Itu iklan murahan! Persetan itu atas nama kepentingan rakyat! Bull shit! Itu interest pribadi! Rakyat hanya umpan pancing! Itu kriminalitas yang sudah diputihkan dengan politik! Memang kita mau bangkrut massal? Kalian pikir rakyat jelata tidak tahu itu rekayasa dengan kepala dingin! Kepala dingin! Pembunuhan berencana dengan kepala dingin itu hukumnya: mati!!” Amat tetap sabar. “Ah lu sialan juga, Mat. Tidak ada manusia normal bisa sabar, kalau ditipu dengan cara yang menghina kecerdasan, kecuali elu! Bangsat-bangsat itu lihai sekali, aku dirayu, dipuji, dipuja, tapi pelan-pelan dijebloskan mendirikan partai dengan dalih idealisme memenangkan rakyat. Padahal tujuan utamanya merampok duit gua! Kampret! Ini bukan duit kecil, Mat!” Mereka sedot darah segar yang jatuhbangun babak-belur aku kumpulkan puluhan tahun, mulai dengan ngojek! Tiba-tiba bablas ewes-ewes! Gila, Mat!!” Amat setuju. Tapi ia tetap mengajak sahabatnya yang galau itu untuk menarik nafas panjang dan merenung. “Apa? Menarik nafas panjang, setelah triliunan duitku dikuras paksa keluar dari tenggorokanku? Kamu edan! Itu sama dengan menarik nyawaku keluar. Itu pembunuhan karakter! Duit adalah nyawaku, Mat, ngerti?! Dasar seniman, pensiunan guru, pengangguran kere lu! Kamu tidak pernah bisa mengapresiasi realita abad 21 ini. Kamu masih berpikir ala inlader alias bangsa jajahan. Asal sandang-pangan, cukup, beres! Ini era kemerdekaan Bung! Sandang, pangan, papan bahkan jaminan pensiun saja tidak cukup! Orang merdeka di Jamrud Khatulistiwa ini harus hidup mewah! Maksimal, tahu! Makanya harus ambisius! Dulu formula itu disebut serakah, tapi sekarang itu aba-aba standar melangkah ke depan bagi orang merdeka! Tahu? Menyembah duit itu pahit, tapi tidak berarti kau bisa menafikan arti duit. Boleh kau kutuk karena duit sudah jadi berhala! Tapi kau sumpahi pun dia tetap segala-galanya, tahu ? Sekarang tinggal pilih, mau hidup riil atau berhalunisasi? Ini bukan jutaan lagi, tapi triliunan! Lebih banyak dari semua bulu di tubuh kamu, itu! Mat! Mengerti?!” Amat mengerti. Tapi sekali lagi dia mengajak sahabatnya merenung dan bersyukur. “Oh bull shit! Merenung, sesudah nyawaku dirampok? Tidak! Sorry my old idiot friend! Aku bukan rohaniwan. Kalau pun gua rohaniwan gua rohaniwan yang progresif,

moderat, revolisioner, garang! Yang ngerti arti duit! Jangankan triliunan, seperak pun akan aku usut tuntas, seperti cerita orang tentang Oom Liem, Bro!” “Karena itu bersyukurlah! Bersyukur! Setelah digorok begitu, kamu masih bisa mencak-mencak!” “Bangsat kamu, Mat! Ini bukan mencakmencak! Ini protes keras, tahu. Sumpah mati aku tidak terima! Manusia juJur seperti aku kok ditipu hidup-hidup!” “Untung masih hidup! Kalau tidak?” “Eeeee ente kok jadi ikut latah nyalahin ogut!? Sialan! Kau kan sahabatku, saudaraku, tempat aku mengadu! Kenapa jadi tidak bisa membantu? Kalau pistol Aku bukan orang Jawa! Aku tidak bisa bilang untung, untung, untung padahal aku sudah buntung dipentung! Aku ke mari bukan minta tolong, bukan minta disokong bukan minta nasehat omong kosong! Aku mau cari pegangan dari berpikir positifmu. Ternyata dunia sudah berubah, sahabat berbalik jadi lawan. Terimakasih banyak. Aku tidak jadi nginap di rumahmu. Aku nginap di Nusa Dua saja! Nih ongkos taksi tadi, kembaliannya kamu simpan saja! Ternyata aku bukan saja kahilangan duit, partai tapi juga sahabat! Aku kecewa! Kalau pistiol ini ada isinya, sudah dari tadi kau aku tembak! Dor! Orang kaya yang stres itu menembakkan pistolnya. Dor! Ternyata ada pelurunya. Amat jatuh karena kaget. Cepat pemimpin partai yang terdepak itu panggil taksi lalu kabur. Amat bangkit, tapi tidak berusaha untuk menahannya. “Terus-terang, kalau pendapat saya diminta,” kata Bu Amat kemudian, “Bapak tadi berlebihan.” “Maksudnya?” “Tidak sopan memberikan nasehat seperti itu pada sahabat yang lagi galau. Setidak-tidaknya tunggu dulu sampai ia lebih tenang.” “Jadi baiknya bagaimana?” “Telepon dia, atau langsung kujungi ke hotelnya. Minta maaf dan dengarkan dulu dengan sabar semua curhatnya. Kita yang harus sabar, bukan dia yang sedang stres itu.” Amat termenung. Karena dipaksa istri, akhirnya ia berangkat ke Nusa Dua. Tengah malam, Amat balik ke rumah. “Bagaimana, Pak, ketemu?” “Tidak. Dia sudah kembali ke Jakarta.” Amat mengulurkan nota dari hotel, berisi pesan ketua partai yang terdepak itu: “Aku kembali ke Jakarta. Cara terbaik untuk membalikkan kekalahan jadi kemenangan, bukan lari, tapi langsung menghadapi, bahkan menikmatinya. Kau betul Mat, sahabat sejatiku!”

Salah Masuk Kelas

Saya teringat kejadian waktu masih kuliah, kebetulan saya kuliah siang. Dari rumah kira-kira 30 menit dan saya selalu mendahului datang karena takut terlambat. Suatu hari dosen memajukan jam kuliah dari pukul 12.30 menjadi 10.30 wita. Karena perjalanan saya ke kampus 30 menit dan saya yakin tidak akan terlambat saya berangkat pukul 09.50 wita. Seperti biasa saya memacu kendaran dengan santai karena saya memang tidak berani ngebut. Ketika sampai di Batubulan tempat biasa saya motong jalan, ternyata ada perbaikan dan harus lewat jalan lain dengan jarak yang lumayan jauh dan memutar. Dari sana saya sudah mulai bingung. Berkali-kali saya liat jam di tangan.

Jalanan di kota yang macet makin membuat saya pusing. Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 10.20 dan saya masih di Tohpati. Pikiran makin kacau dan saya memberanikan diri saya pacu kecepatan motor dan sampai di parkiran kampus pukul 11.50. Saya berlari ke lantai 2 dan masuk kelas. Sampai di tengah ruang­ an saya berteriak Oh my God, ternyata saya masuk ruangan yang

salah dan suasana hening kelas jadi pecah gara-gara saya. Saking kerasnya teriakan saya, juga didengar oleh temanteman di kelas saya yang berada tepat di depan kelas. Saya masuk kelas dengan raut wajah malu dan menunduk. Teman-teman tertawa terbahak-bahak melihat saya. Pengalaman yang tidak bisa saya lupakan. Novi, Gianyar

Ekspresso bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Edisi 871/ 19 - 25 OKTOBER 2015

PETIK DAN NIKMATI BUAH BERSPIRITUAL BERSAMA GURU MANGKU HIPNO

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab Gde Palgunadi Redaktur Pelaksana Ngurah Budi Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten Jakarta Diana Runtu NTB Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis IDN Alit Budi­artha, I Made Ary Supratman Sirkulasi Kadek Sepi Purnama Se­kretariat Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono Alamat Redaksi/Iklan Denpasar Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603-Faksimile (021) 5357605 NTB Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­Faksi­mile (031) 5675240 Surat Elektronik redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id Website www.tokoh.co.id Bank BRI Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6 Percetakan BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar

Mohon informasi nomor kontak Gede Ngurah Surya Hadinata, pria yang mengoleksi perangko yang dimuat Tokoh di rubrik Sudut Pandang edisi 870. Terima kasih. Wayan Mudita, 08123814xxx; Pak Merta, 081338042xxx Nomor kontak Gede Ngurah Surya Hadinata: 0817554032.

23

“B

Guru Mangku Hipno

anyak orang bertanya, apa yang telah aku dapatkan setalah lama berspiritual, jalur energi telah dibuka, jalur pernapasan telah dibuka, jalur intuisi telah dibuka, jalur prana telah dibuka, jalur kundalini katanya telah diaktifkan, namun faktanya hal terpenting di zaman ini yaitu jalur rezeki masih saja selalu tertutup. Hidup rasanya selalu dalam kesedihan, kemiskinan, tekanan bertubi tubi, bahkan akhir akhir ini bukan hanya bermasalah tentang uang, hati juga rasanya makin kering kasih sayang. Rasanya selalu tegang dan ingin marah, sampai sampai tidak lagi konsen saat bermeditasi, tidur sangat susah, semua jadi buyar. Sehat tidak, sukses tidak, berkelimpahan juga menjauh apalagi yang namanya hidup bahagia, rasanya mustahil,” begitulah keluhan yang sering dilontarkan seseorang yang berniat memasuki dunia spiritual. SPIRITUAL ADALAH JALAN PEMBEBASAN AWIDYA Spiritual adalah jalan menuju kecerdasan. Berspiritual adalah arah menuju pencerahan (diptir), bahkan banyak yang menjadikan jalan spiritual sebagai salah satu cara mendekatkan diri kepada sang pemilik kebenaran yang absolut yaitu Tuhan. Berawal dari menanam, bertumbuh, berbuah lalu kita akan memetik hasilnya begitulah seharusnya proses yang kita jalani. Bahkan banyak yang meyakini berspiritual bagaikan menapaki anak tangga dan ditangga paling ataslah kita akan memiliki

kemampuan berkontemplasi denganNya. Saat mampu berkontemplasilah kita akan mendapatkan inspirasi dan pemahaman mendalam tentang arti sebuah kehidupan. Namun, banyak yang menanam tetapi lupa merawat tanamannya, mereka lebih terpokus pada hasil akhir dan bukan menjalani prosesnya dengan sabar, sadar dan benar. Dalam Bhagavadgita (VII.16-17) dijumpai penjelasan tentang empat macam orang yang berusaha mendekatkan diri, berbakti padaNya, mereka itu adalah orang yang sengsara, orang yang mengejar kekayaan, orang yang mengejar ilmu pengetahuan, dan orang yang berbudi luhur. Dari keempat macam tersebut hanya mereka yang berbudi luhurlah yang paling mulia, karena mampu berproses dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan atau disebut Prapatti. Sesungguhnya berspiritual

mulai menapaki jalan berspiritual, baik dengan jalan Karma kanda maupun ketika seseorang berjalan dengan Jnana kanda. Janji Agung ini, akan dipaparkan secara gamlang dan dibahas secara tuntas oleh Guru Mangku Hipno, sehingga mempermudah para peserta workshop menapaki jalan spiritual dan sampai pada tingkat keberhasilan yang diharapkan baik secara rasa dan rasio. Para peserta juga akan diberikan lembaran Janji Agung yang sudah dipasupati. Janji Agung berisikan sepuluh karakter diri yang memunculkan sikap baik (attitude), dan menurut matematika kehidupan, dinyatakan bahwa sikap baik (attitude) memiliki nilai sukses 100 %, diatas kerja keras 98%, Pengetahuan 96%, Cinta 54%, Keberuntungan 47%, Uang 72% sebagai penentu sebuah raihan kesuksesan dalam kehidupan. Adapun kesepuluh modal awal atau karakter penentu suksesnya kita berspiritual yang disebut “Janji Agung” adalah pantang kekerasan (Ahimsa), jujur (Satya), tidak mengumbar nafsu seks (Brahmacari), pantang mencuri (Astya), tidak malas atau pantang menerima suap ( Aparigraha) ( YS.II : 35-39). Inilah yang disebut sebagai tangga pertama,

Ratusan peserta terhipnotis mendengar tutur kejernihan Guru Mangku Hipno

menjanjikan keberhasilan yang luar biasa, baik dalam hal kesehatan, kesuksesan maupun keberlimpahan sehingga bahagia bukanlah hal yang mustahil. Ini dikarenakan berspiritual sangat membangun sifat dan sikap positif dalam diri, karena dalam berspiritual yang terkonsep baik, sebelum kita memulainya tentu harus dan wajib mengucapkan “Janji Agung” kepada guru spiritual kita ataupun kepada Tuhan sebagai Gurutah. Janji agung ini adalah tangga pertama dan kedua saat kita

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373 Pengembangan potensi diri ratusan peserta workshop

lalu dikukuhkan dengan berperilaku bersih dan suci (Sauca), mengendalikan diri agar tetap tenang, penuh rasa syukur dan dapat menerima kenyataan apa adanya (Samtosa), tahan uji atau berusaha keras (Tapa), mandiri (Swadyaya), berbhakti kepada Tuhan (Iswaraparnidhana) (YS. II:40-45). Sangatlah diyakini jika kita mampu melaksanakan Janji Agung tersebut kita akan terbebaskan dari penderitaan (duhka), terutama duhka akibat kita tidak mampu mengendalikan citta (pikiran). Biasanya bagi mereka yang tidak mampu mengendalikan pikirannya bukan hanya mengalami kegagalan, penderitaan, namun juga mengalami sakit psikosomatis ataupun gangguan mental (adhyatmika duhka), efek dari gangguan mental tersebut dapat menyebabkan gangguan fisik atau somatho (adhibautika duhka), dan di sisi lain dapat juga mengakibatkan gangguan supranatural (adhidaiwika duhka). Patanjali menyimpulkan hasil renungannya bahwa sumber utama dari semua masalah hidup adalah awidya “kebodohan spiritual”

Ratusan peserta workshop memasuki moment bahagianya

wujud kongkrit dari kebodohan itu adalah asmita atau rasa ego.

APAKAH YANG DIBAWA PULANG PESERTA WORKSHOP? Guru Mangku Hipno yang memiliki nama asli GMH KG Suatmayasa S.H., CHt., MNNLP adalah putra Bali asli yang lahir di Desa Pelapuan, Busungbiu, Buleleng. Setelah menamatkan sekolahnya di SMP Negeri Kekeran lalu SMA Negeri I Singaraja dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum di Undiknas dengan mendapat penghargaan sebagai lulusan terbaik. Saat ini Guru Mangku Hipno sedang melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana IHDN Denpasar. Suami dari AA SG Inten S.E., CHt., MNNLP yang juga merupakan seorang pakar Hypno Beauty ini sangat yakin bahwa seluruh peserta workshop akan mengalami transformasi diri dan berubah karakternya secara langsung setelah mendapatkan motivasi spirirtual, solusi masalah, pencerahan batin, pemurnian diri, pembangkitan energi sukses, pemurnian 9 cakra, revolusi mental/karakter, penguatan pikiran, dan akan diakhiri dengan penyembuhan massal untuk segala keluhan penyakit dengan metode psykotherapi dan hypnotherapi. Para peserta juga akan dituntun untuk mengadakan pemulihan mental dengan metode membangkitkan rasa senang di pikiran, membangkitkan rasa tenang di perasaan, dan membangkitklan rasa nyaman di tubuh melalui gerakan-gerakan yang mengandung simbol–simbol pengaktifan simpul energi. “Terpenting kami berharap setiap peserta

membawa oleh-oleh berupa perubahan signifikan dalam pola pikirnya, pola rasanya dan pola tindaknya, agar hambatan, kegagalan, penderitaan, kesakitan, pikiran negatif, traumatik psikologi, secara langsung ternetralisir saat itu juga,” kata Guru Mangku Hipno yang merupakan seorang pakar metafisika & hypnotherapi, profesional healer dan Guru Besar Brahmakunta Supranatural dan Spiritual Modern Center. Guru Mangku Hipno juga telah berkeliling Indonesia diundang untuk memberikan pencerahan spiritual, workshop revolusi mental, penyembuhan massal, pembelajar hipnosis, prana, pembentukan karakter sukses bagi pekerja, dan mengajar meditasi. Guru Mangku Hipno juga membuka praktek pelatihan, pembelajaran dan penyembuhan dengan metode Hypnotherapi, Psykotherapi, Somatho Therapi, untuk segala penyakit yang selama ini belum mampu tersembuhkan tuntas baik secara medis maupun nonmedis. Buka setiap Senin sampai Sabtu, mulai pukul 10.00 sd 17.00 Wita. Alamat Brahmakunta Center/GMH Institute : Perumahan Gunung Sari Indah, Jl. Tukad Buana 1/61 Kebo Iwa Utara Denpasar, no telp Center 03618442823/ 085103112404, FB : Guru Mangku Hipno. Pin BB : 7FB63D85. Email: suatmayasash79@gmail.com. Guru Mangku Hipno juga menyampaikan saran agar bagi mereka yang menderita sakit jika mencari penyembuhan agar melihat izin prakteknya, agar tidak terjadi hal hal yang tidak diharapkan. “Kami berpraktik legal, dengan izin dari Dinkes Nomor : 448.3/28. PT.XII.14/DIKES,” ujarnya.

“WORKSHOP PETIK DAN NIKMATI BUAH BERSPIRITUAL”, AKAN DILAKSANAKAN MINGGU, 25 OKTOBER 2015 DI GEDUNG PWI BALI, JL GATOT SUBROTO TENGAH, LUMINTANG. MULAI PUKUL 15.00 SD 17.00 WITA. HARGA TIKET 350 RIBU PER ORANG. TIKET SUDAH DAPAT DIPESAN ANTAR MULAI HARI INI.

UNTUK PESAN ANTAR TIKET HUBUNGI : 1. CENTER BRAHMAKUNTA : 03618442823/085103112404 2. JERO PUTU ANTA ARDANA, MS.h : 08563800133 3. JERO ABUCK, MS.h : 085337996318 4. JERO AYUK, MS.h : 08123988724 5. JERO SWANDRA, MS.h : 085738818906 6. JERO MUSNA, MS.h : 08124681851 7. JERO GUS KOMANG KIKO, MS.h : 081999205505


24

What’s Up

Edisi 871/ 19 - 25 Oktober 2015

Pengurus DPD dan DPC FPPI Provinsi Bali Dilantik Ketua Umum DPP Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Hj. Dewie Yasin Limpo, S.E. mengatakan, lembaga ini bisa menjadi wadah bagi perempuan untuk berkarier tak terkecuali di pentas politik. “FPPI harus dijadikan wadah bagi perempuan untuk tampil di segala lini pembangunan bangsa ini. Perempuan jangan sekadar jadi pelengkap saja,” ujarnya saat melantik pengurus DPD dan DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Bali masa bakti 2014-2019 di Wiswa Sabha, Kamis (15/10). Pengurus DPD dan DPC FPPI Bali foto bersama Ketua DPP Pusat FPPI, Kadis Sosial Bali dan Senator RI

Dewie Yasin Limpo

P

Eka Susilawati

ada acara pelantikan yang dihadiri oleh Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Sosial Bali, Senator RI Dr. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Sekretaris Jendral DPP, Anny Murniyat, Ketua BKOW Bali dan Organisasi Wanita di Bali itu, Dewie Yasin Limpo juga mengatakan ini adalah awal kemajuan perempuan di Bali. “Tampillah menjadi perempuan hebat dan tangguh, hingga pemilihan mendatang kuota 30% bisa dipenuhi oleh kader-kader FPPI,” ucapnya. FPPI ingin mewujudkan kesejahteraan, keseteraan dan keadilan gender dengan prinsip kepada nilai anti diskriminasi, anti subordinasi, anti marjinalisasi dan anti pelebe-

lan negatif. “Perempuan juga warga negara yang wajib diberikan kesempatan mengembangkan diri, mencalonkan diri. Berhak punya kesempatan dipilih dan dipilih,” ucap legislator DPR RI ini. Selanjutnya Gubernur melalui Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, mengapresiasi terbentuknya DPD Forum Permberdayaan Perempuan Indonesai (FPPI) Bali dan DPC FPPI kabupaten/kota. Dengan dilantiknya FPPI Bali ini diharapkan dapat meningkatkan pengabdiannya dalam pembangunan bangsa dan negara khususnya di Bali. Apalagi perempuan sangat strategis dalam hubungan budaya dan membentuk kerangka bangsa. Perempuan orang pertama dan utama dalam mendidik anak. Perempuan adalah utama penyangga keluarga. Pemberdayaan perempuan yang dilakukan pemerintah pada dasarnya bertujuan untuk kemandirian dan meningkatkan rasa percaya diri sehingga mampu berpartisipasi membangun kehidupan dan kesejahteraan, sebab fakta menunjukkan banyak perempuan hidup di bawah garis kemiskinan. Juga masih rendahnya peran perempuan terutama di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan hukum. Masih dalam sambutan yang dibacakan Kadis Sosial Bali, Gubernur mengatakan dengan semangat RA Kartini perempuan Indonesia harus bangkit dan bersama– berjuang untuk kesejahteraan. FPPI harus menjadi garda terdepan dalam melakukan aktivitas dan kegiatan demi pengembangan organisasinya sehingga dapat memotivasi perempuan Bali mengembangjkan potensi mereka. Membantu masyarakat dengan tulus iklhas. Jika permepuan maju maka bangsa ini juga akan maju. Dengan dilantiknya para pengurus ini juga dapat melakukan konsolidasi internal dan eksternal dengan instansi terkait yang menjadi mitra kerjanya. Hingga dapat mewujudkan perempuan Indonesia yang sehat, cerdas, mandiri, berprestasi dan bermartabat. Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (DPD- FPPI) Bali, Ni Luh Putu Eka Susilawati dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa hingga saat pelantikan semua dilalui dengan perjuangan yang luar biasa. Selanjutnya, dalam gerak langkah FPPI wilayah Bali,

melalui program kerja yang akan dirancang ke depan senantiasa berkoordinasi baik dengan DPD FPPI Pusat maupun pihak-pihak terkait di wilayah pemerintahan Bali. Dikatakannya, FPPI merupakan organisasi massa yang hidup di tengah kaum perempuan, untuk kaum perempuan, oleh kaum perempuan, milik kaum perempuan. FPPI bertujuan mewujudkan perempuan Indonesia yang cerdas, mandiri dan berprestasi. Meski diakuinya, bahwa hingga saat ini persoalan mendasar mereka adalah belum adanya tempat untuk beraktivitas dan berkarya.-ard

Pengurus Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesaia Provinsi Bali

Masa Bakti 2014 – 2019 I. Dewan Pertimbangan Daerah : Agung Kusuma Dewi Susanti, S.H. II. Dewan Pakar: 1.Loni Rihi, S.E.,S.H. 2. Komang Lestari Kusuma Dewi, S.H.,M.H. 3. Ni nyoman Nuryani, S.Sos. III. Ketua: Ni Luh Putu Eka Susilawati IV. Ketua I: Ida Ayu Alit Maharani, S.Psi., M.Si. Ketua II: Anggariasih, S.Miss. Ketua III: Kadek Indrawati, S.E. Ketua : Ida Ayu Eka Pertiwisari Ketua V: Ir. Ni Made Trigunasih, MP Ketua VI: I Gusti Agung Ayu Kartika, S.H. V. Sekretaris: Titiek Herawati Irijani, S.E. VI. Sekretaris I : Ester Feregina Sekretaris II: Ni Wayan Sri Sutari, S.P., MP VII. Bendahara:Riscayulita Candra VIII. Bendahara I: Retno Dwimayanti Pengurus DPC Kota Denpasar Ketua : Yoseva Listyati, S.E. Sekretaris : Ni Putu Somawati Bendahara : Ni Wayan Ria Mariani Pengurus DPC Badung Ketua: Ni Nyoman Serini , S.H. Sekretaris : Yanti Widiastuti, S.E., M.Pd. Bendahara : Sujinah Pengurusa DPC Gianyar Ketua: Ni Luh Putu Nilawati, S.H., M.H. Sekretaris : Desak Gede Sri Widiari, S.E. Bendahara: Desak Gede Putri Siswati, S.E. Pengurus DPC Bangli Ketua: Ariati Ama Sekretaris : Luh Riastini Bendaharta : Rohana, S.P. Pengurus DPC Klungkung Ketua: Ni Putu Apriani Sekretaris : Made Diyasmini Bendahara: Luh Gede Sri Fatma Utami

Email: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

Website: www.tokoh.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook