24
What’s Up
Edisi 865/ 7 - 13 September 2015
Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali Bali, dalam tugasnya sebagai tiang penyangga yadnya , terus meningkatkan pelaksa naan sradha dan bhakti. Salah satunya diwujudkan dalam bentuk aktivitas ngayah di karya-karya yadnya yang dilaksanakan umat Hindu di Bali mau pun di luar Bali.
K
etua WHDI Bali Ny. Bin tang Puspayoga, didam pingi Humas WHDI Bali, AA Sri Utari mengatakan sebagai lem baga bernapas keagamaan, kegiatan sosial keagamaan merupakan salah satu program kerja WHDI yang beranggo takan wanita Hindu yang sudah dewasa dan sudah menikah ini. Di samping kegiatan-kegiatan sosial lainnya, seperti membantu korban bencana, keluarga miskin dan lainnya. Pekan lalu Bintang Puspayoga be serta puluhan pengurus dan anggota WHDI Bali berkesempatan melak sanakan ngayah bersama, serangkaian Karya Piodalan di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Gunung Salak Sabtu , (29/8) Istri Menteri Koperasi AA Ngurah Puspayoga ini mengatakan pelaksa naan kegiatan ini merupakan bentuk perwujudan sradha dan bhakti WHDI kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan dukungan kepada masyarakat pengempon pura dalam rangka pelak sanaan piodalan. Selain menjalankan kegiatan ngayah, WHDI Bali juga melaksanakan bersem bahyangan bersama dan penyerahan punia yang diwakili oleh bendahara WHDI Bali, Tjok Istri Muter Kusuma Wardhani kepada Ketua Panitia Karya Piodalan, Putu Alit Sudarsana. – Sri Ardhini
Foto bersama sebelum melakukan persembahyangan
WHDI Bali Ngayah di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta
Ngayah membuat kuangen
Majejahitan membuat lamak
Suasana piodalan di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta
Penyerahan punia kepada panitia piodalan
Foto bersama sebelum ngayah
2
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Ekspresso
DAri daPUr Redaksi
Mari Maju Bersama
Pelanggan adalah raja, itu ungkapan yang sering kita dengar untuk menunjukkan kepedulian kepada pelanggan. Memberikan pelayanan yang terbaik dan siap menerima komplin juga bagian dari usaha menjadi pelanggan. Kepedulian terhadap pelanggan dibuatkan hari spesial tiap tanggal 4 September. Momen ini banyak dijadikan ajang untuk memberi apresiasi bagi pelanggan. Melalui momen Hari Pelanggan Nasional ini, Tokoh mengucapkan terima kasih kepada semua pelanggan dan masyarakat yang setia membaca Tokoh. Masukan dan saran dari pelanggan juga kami terima untuk mewujudkan Tokoh yang lebih baik. Salah satu kritikan dari pelanggan yang selalu kami ingat ketika kami memuat dua kali cerita yang sama di kolom Mendongeng Lima Menit. Kami sangat bangga dengan kritikan itu karena itu menunjukkan sajian kami dibaca. Wajar saja ketika ada komplin karena cerita yang sama persis diulang lagi. Ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih cermat dalam proses pracetak hingga cetak sehingga pelanggan bisa puas.
Redaktur Pelaksana Tokoh Ngurah Budi bersama Wakil Kepala Cabang Natasha Renon Esti Oktaria
Tokoh sebagai media dengan segmen wanita dan keluarga selalu membuka peluang bagi siapapun baik pribadi maupun perusahaan yang ingin maju dan berkembang. Disela-sela kegiatan jurnalistik, aktivitas yang kami lakukan adalah mengadakan kunjungan ke Natasha Skin Care, Renon, Denpasar. Ini merupakan kunjungan balasan karena sebelumnya tim Natasha berkunjung ke kantor Tokoh. Agenda ini menjadi momentum untuk memperkuat tali silaturahmi. Banyak hal yang bisa dikerjasamakan tentunya dengan tujuan mendapatkan manfaat bersama (win-win solution). Salam.
Terpaksa Beli Sepatu
Lamaran yang kumasukkan ke sebuah bank membuahkan hasil. Aku diterima bekerja. Posisiku di bagian kredit. Tetapi, untuk tahap awal aku harus ikut orientasi. Hari pertama bekerja takkan kulupakan. Penampilan necis dengan celana katun dan kemeja polos warna abu-abu. Sepatu sudah kusemir hingga mirip sepatu baru, kinclong. Sampai di kantor, aku langsung menghadap pimpinan untuk melaporkan diri sekaligus mohon arahan. Aku pun diminta untuk belajar tentang semua hal sebelum khusus menangani kredit. Petaka mulai muncul ketika kaki terantuk dan sepatu “ter-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
luka”. Bagian depan sepatu menganga ibarat minta makan. Aku pun mulai susah bergerak. Aku diam di meja sambil pura-pura baca dokumen. Saat jam istirahat, aku pulang dengan alasan makan siang. Padahal pulang untuk mengelem sepatu he.. he.... Setelah urusan makan siang dan mengelem sepatu beres, aku balik kantor. Sepatuku baru, baru dilem.
Ternyata lem yang kupakai tak cukup kuat. Baru lima langkah dari pintu depan kantor, sepatuku menganga lagi. Oh my God.... Untungnya di sebelah kantorku ada toko sepatu. Aku langsung pergi ke toko itu dan terpaksa membeli sepatu baru. Baru hari pertama aku sudah harus mengeluarkan uang untuk membeli sepatu. Semoga sepatu ini bisa memberi rezeki yang banyak untukku. Endra, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
IBU
“Siapa pun nanti yang ditemukan sebagai pembunuh Engeline,” kata Amat, “Berapa pun hukumannya; apa pun pendapat publik, media dan semua yang tersangkut daPutu Wijaya lam tragedi itu; yang jelas Engeline tak bisa dihidupkan kembali”. “Tapi ia akan terus hidup di hati kita semua” kata Ami,”Ia akan terkenal, ia akan menjadi sejarah yang tak habis-habisnya dikaji, dijadikan contoh kasus. Baik tentang pembunuhan mau pun sebagai kasus penelantaran anak!” “Tapi tetap saja bocah kecil yang cantik dan periang itu, tidak dapat menikmati keharumannya.” “Tak apa. Ia akan bahagia telah berhasil mengingatkan kita untuk mencintai anak. Bukan saja anak kita, juga anak siapa saja. Karena mereka tak berdaya.” Bu Amat memanggil Ami. “Ibu jadi merasa bersalah, sering keras pada kamu, Ami.” “Tapi Ibu kan tidak pernah memukul Ami, kan?” “Pernah.” “Tapi kan tidak keras.” “Keras.” “Tapi kan Ami tidak apa-apa!” “Apa-apa! Coba periksa, di punggungmu masih ada bekasnya!” “Tapi itu kan Ibu lakukan karena cinta.” “Bukan! Karena marah. Bapakmu hampir mau memadukan Ibu dengan janda penipu yang pintar bersandiwara sebagai wanita lembut yang penuh kasih sayang itu!” “Tapi kan ibu kan juga lembut, semua itu untuk kebaikan Ami?!” “Tidak!” “Masak? Jadi untuk apa?” “Hanya untuk melampiaskan kemarahan ibu, sebab bapak kamu itu suka pecicilan kalau lihat orang cantik! Kamu jadi sasaran!” “Itu tidak apa!” “Kenapa tidak? Kamu yang jadi sasaran Ibu, jadi lebih dekat dengan bapakmu! Daripada Ibumu ini. Padahal ibu yang menggendongmu 9 bulan ke mana-mana! Kepada ibu kamu selalu menentang, tapi kepada bapakmu kamu hormat sekali” “Lho itu baik, kan?” “Tidak! Apanya yang baik? Kamu jadi seperti tidak membutuhkan ibu!” “Lho itu kan meringankan ibu yang sudah begitu banyak tugas. Tidak perlu lagi mengurus Ami, karena bapak yang mengurus Ami yang kata ibu dulu nakal sekali!” “Tidak! Tidak ada ibu yang merasa berat mengurus anak, meski pun anaknya nakal sekali! Ibu justru bahagia dirongrong, direweli anak sendiri! Seorang ibu akan merasa kehilangan kalau tidak kecapaian mengurus anaknya. Tanyakan kepada ibu siapa pun, apakah mereka marah dirongrong anaknya? Tidak ada! Nanti kalau anakmu sudah besar, kamu baru akan merasakan, bagaimana bukannya sedih, bukan putus asa, dirongrong anak. Tetapi justru puas, bangga, kalau anaknya nakal, kalau anaknya tidak peduli. Karena itu membuktikan, ia punya anak!” “Betul?” Tiba-tiba Bu Amat menangis. Ami mengusap lalu memeluk ibunya sambil berbisik, “Bukankah Ami sudah melakukan semua itu, karena Ami ingin ibu bahagia?!”
Heboh Masuk Tokoh Edisi Tokoh minggu lalu, tiba tiba ada cerita yang aneh. Karlinda, temanku membuat cerita tentang diriku, Tasyapon. Panggilanku sekarang memanglah si Pipi Klepon, sebenarnya aku juga pecinta kuliner klepon. Sedikit cerita tentangku saat pertama kali mencicipi klepon, aku mengigit perlahan sehingga gulanya muncrat ke wajahku. Saat Karlinda memasukkan cerita itu ke Tokoh, satu sekolahan sampai guruguruku pun mengetahuinya. Oh my God.. biarpun sangat malu akan hal itu tetapi aku senang karena dengan julukan si Pipi Klepon itu membuatku terkenal. Sampai-sampai ibuku tertawa terbahak-bahak membaca cerita itu. Satu rumah maupun tetanggaku memanggilku dengan sebut an si Pipi Klepon jadinya. Karena aku terkenal dengan nama tersebut, maka pada saat ulang tahunku aku ingin mengundang teman temanku untuk lomba makan klepon. Tasyapon, 08776233xxxx
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
23
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Berbisnis harus
Selalu Gembira
Menjadi pengusaha membuahkan banyak keuntungan. Hal inilah yang membuat Hadi, sapaan akrabnya, memutuskan menjadi pengusaha jual beli souvenir. JSM Souvenir, nama tokonya, terletak di Jalan Kenjeran 300-A28 dan Klampis Anom F/ 95 A, Surabaya. Laki-laki kelahiran Denpasar ini sedang menunggu reseller dari Makassar yang ingin meminta contoh souvenir.
H
adi, mengaku mendapatkan souvenir dari pengrajin di seluruh Indonesia. Ia tidak mengharuskan pengrajin memroduksi barang tertentu. Apapun yang diproduksi pengrajin akan diambil. Misalnya, pengrajin membuat 100 macam souvenir, itulah yang akan diambil. Untuk pesanan souvenir ke produsen selanjutnya didasarkan pada penjualan, mana yang laku dan mana yang tidak. Selain Indonesia, souvenir juga diimpor dari negara tetangga. Harga souvenir paling murah Rp 3.500 dan yang termahal, souvenir impor Rp 125.000. Hadi, tidak membatasi harga dan jenis souvenir. Kalau ada
Hadi
pesanan dari konsumen, ia akan mencarikannya. Konsumen cukup memberikan gambar souvenirnya. Kipas, kerajianan tanah liat, tempat tisu, souvenir yang paling laris diboyong konsumen dengan minimum order 100 buah. Konsumen dapat memesan saat H-1. Hanya saja diarahkan untuk membeli souvenir yang sudah tersedia. Pesanan souvenir datang dari seluruh Indonesia. Pasar ekspor juga dilahapnya. Salah satunya, Abu Dhabi. Sayangnya, jumlahnya sedikit, hanya 200 buah. Pesanan souvenir biasanya berdasarkan profesi konsumen. Misalnya, dokter atau perawat, akan memesan souvenir termometer atau boneka dokter.
Macam-macam suvenir
Pesanan akan ramai menjelang besar (bulan pada kalender penanggalan Jawa-red). Ia sempat mengalami masa-masa sepi saat puasa. Usaha yang dijalankan juga bergerak di bidang online yang sudah dirintis sejak 2009. Bisnis online inilah yang menjadi basis penjualan laki-laki humoris ini. Online dipilih karena lebih menguntungkan. “Orang bisa pindah toko ke mana saja. Toko mengikuti ke mana saya,” tukas laki-laki bermata sipit ini. Kendala yang dihadapi dalam bisnis souvenir tidak banyak. Hanya kemauan orang macam-macam. “Yang paling sulit sebenarnya harga. Orang minta harga Rp 1000 tapi yang besar. Itu yang sampai sekarang belum ketemu,” ujarnya sembari tertawa lebar.
Baru-baru ini, dia membuka cabang di Jakarta. Sayangnya cabang di Jakarta baru bisa berjalan awal September karena mitra kerjanya sedang sibuk sehingga tidak bisa menerima pesanan secara maksimal. Ia juga membuka peluang bagi agen dan reseller yang ingin berjualan souvenir. “Cukup Rp 300.000, Rp 1 juta, Rp 8 juta, sudah bisa menjadi reseller,” sambung pria 35 tahun ini. Hadi meyakini, dalam menjalankan bisnis agar terus berkembang, harus happy dan jujur. “Dalam berbisnis harus selalu gembira. Jadi pengusaha pun harus jujur. Terampil di bidangnya, disiplin, rajin, tekun, ulet. Sama seperti nasihat orangtua masing-masing. Juga jangan lupa menolong orang dan beramal.” -Nofianita Wahyuni
Utamakan Seni dalam Berkarya Zaman serba canggih, sangat sulit mencari lapangan pekerjaan. Manusia dituntut kreatif dan inovatif. Salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan sendiri. Eva Mariana, perempuan kreatif yang pandai membaca peluang usaha. Kecintaannya terhadap dunia berkebun memunculkan inisiatif untuk membuka usaha florist. Bisnis yang telah ditekuni selama hampir 25 tahun ini menuai kesuksesan. Berawal dari hobi berkebun akhirnya berkembang
menjadi usaha besar di daerah Kayoon, Surabaya. Selain menjual bunga potong, perempuan yang akrab disapa Eva, ini juga menjual bunga artifisial. Untuk bunga potong, Eva, mematok harga paling rendah Rp 50.000. Sedangkan untuk bunga artifisial mencapai Rp 300.000. Bahkan ada yang sampai Rp 2 juta, sesuai pesanan konsumen. Omzet yang didapat dalam satu bulan antara Rp 15 juta-Rp 20 juta. Angka yang fantastis dan
menggiurkan untuk dilirik. Perempuan kelahiran Singaraja ini, memaparkan, paling sedikit ada tiga pengunjung yang datang dalam sehari. Toko yang diberi nama Pal Mal buka setiap pukul 07.00-21.00. Biasanya, konsumen datang langsung atau memesan melalui telepon. Pesanan kebanyakan datang dari perusahaan. Ada yang berupa ucapan atau bunga meja sesuai keinginan pemesan. Bisnis yang dirintis sejak 1990an tersebut terdiri dari beberapa divisi seperti, pernikahan, dekorasi, showroom, dan florist. Masing-masing divisi dipegang 20 karyawan. Selain karyawan, ibu dua anak ini dibantu putranya, Michael, di bagian dekorasi. Sebelum terjun ke bisnis florist, nenek cantik bercucu empat ini, sempat mengikuti kursus kecantikan. Awal usaha bertempat di Kebun Darmo Permai,
Bisnis yang telah ditekuni selama hampir 25 tahun ini menuai kesuksesan. Berawal dari hobi berkebun akhirnya berkembang menjadi usaha besar di daerah Kayoon, Surabaya
Surabaya Barat selama 10 tahun. Setelah itu pindah ke pusat jual beli bunga di kawasan Kayoon selama 15 tahun. Tiga tahun terakhir, toko yang awalnya hanya satu kavling berkembang menjadi dua kavling. Bagi yang ingin merintis usaha sejenis, ibu kelahiran 1958 ini berpesan untuk mengutamakan seni dalam berkarya. Seni tidak boleh ditinggalkan karena senilah yang dijual, bukan sekadar asal merangkai bunga demi mendapatkan uang. Ia juga menuturkan ada suka duka dalam merintis usaha. “Sukanya jika banyak pelanggan yang datang ke toko. Dukanya ya jika pesanan ramai tapi persediaan bunga terbatas,” tegasnya. -Anik Pujianti
Bunga Artifisial
Eva Mariana
22
Sosialita
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Ekonomi Lesu
Bisnis Kuliner tak Ada Matinya Perekonomian Indonesia memang sedang lemah saat ini, menyusul melemahnya rupiah atas dolar AS. Pelaku usaha sep erti pelaku usaha kecil/menengah mulai menjerit-jerit. Pasalnya harga bahan baku merangkak naik sementara pembeli justru merosot. Sudah bisa dibayangkan jika keadaan ini terus ber larut maka akan banyak usaha kecil gulung tikar. Kondisi yang sama juga dialami oleh bisnis besar yang malah sudah mulai melakukan PHK karyawan.
L
alu bisnis apakah yang terlihat masih eksis di saat ‘lesu’ seperti ini. Ternyata bisnis kuliner. Bisnis kuliner disebut ‘bisnis tahan banting’ karena tetap bisa eksis meski perekonomian sedang lesu. Tak heran kalau penjual makanan pinggir jalan atau disebut food street masih terlihat tenang-tenang saja sekalipun bahanbahan baku merangkak naik. “Dari dulu bisnis kuliner memang tidak ada matinya. Ketika krismon tahun 1997-1998, banyak usaha bangkrut tapi bisnis kuliner tetap bertahan. Bahkan banyak korban PHK akhirnya terjun ke bisnis ini. Mereka dagang kecil-kecil. Makanya dulu itu
sempat marak warung-warung tenda dadakan di Jakarta,” ujar A Fu, pemilik tempat makan tenda Chinese Food di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Bisnis makanan laut ini sudah puluhan tahun ditekuni keluarga A Fu. Dia sendiri mulai mengambil alih bisnis ini dari sang ayah setelah kris mon. Kenapa bisnis makanan bisa tetap eksis meski ekonomi sedang melemah, menurut A Fu , itu karena semua orang butuh makan. Tren masa kini, orang berekreasi melepaskan kepenatan kerja dengan berburu kuliner. Itu sebabnya, meski kondisi sedang susah, mereka tetap berburu makanan. Dari pengalaman A Fu, di zaman
ekonomi susah, makanan pinggir jalan justru makin banyak dicari. Menariknya, jumlah penjualnya tidak berkurang tapi justru bertambah lantaran banyak pekerja yang di-PHK mencoba mencari peruntungan lewat bisnis kuliner. “Tahun 1998 kondisi ekonomi Indonesia lebih parah dari sekarang, karena itu saya kira –mu dah-mudahan--- seperti dulu bisnis kuliner tetap bertahan,” harapnya. Bicara soal harga makanan, menu rut A Fu, tidak dapat dipungkiri, sudah pasti ada kenaikan karena harga-harga bahan makanan pun mengalami kenai kan. “Namun saya hanya menaikkan sedikit saja, tidak berani naik banyak, takut pelanggan kabur. Untuk me nyiasatinya, mungkin porsinya agak dikurangi. Tapi saya tetap menjaga rasa, karena itu yang penting. Porsi berkurang, harga agak sedikit naik, tapi rasa tidak boleh berubah. Arti nya pemakaian bumbu tidak boleh berkurang sehingga mempengaruhi rasa. Rasa dan kualitas harus tetap terjaga, itu kuncinya agar tidak dit inggal pelanggan,” ungkap A Fu yang membuka warung tendanya mulai dari pukul 17.00 hingga 03.00. “Ka
Radio tetap Eksis Meski digempur dengan beragam media baru yang canggih, namun radio tetap mendapat tempat tersendiri di masyarakat. Salah satu keunggulan radio adalah jangkauannya luas dan dapat dibawa kemana saja dan didengar pada saat apapun. “Contohnya saja para petani sambil bekerja dia bisa mendengarkan radio, kan tidak mungkin dia nonton tv,” kata pengamat radio Eddy Koko. Karenanya, mantan Pemred Radio Trijaya FM ini meyakini bahwa meski digempur dengan banyaknya media baru, namun radio tetap akan eksis. Mungkin di kota-kota besar jumlah pendengarnya sudah jauh berkurang tapi di daerah dan pedesaan radio masih tetap eksis. “Di Amerika Serikat saja, di mana masyarakat sudah melek internet, radio tetap mendapat tempat. Lihat saja hasil survey American Press InstitutepadaMaret 2014. Dilaporkan, masyarakat mengikuti berita melalui televisi sebanyak 87%, laptop/komputer 69%, radio 65% dan koran cetak atau majalah 61%. Artinya pendengar radio di Amerika cukup tinggi. Sementara jajak pendapat Kompas, radio hanya mendapat 1,8% dibawah media sosial, jauh di bawah televisi yang mendapat 41,9%, dan koran 26,6% dan situs berita 25,9%. Tapi perlu diketahui bahwa hasil survey Kompas itu dilakukan di perkotaan sementara banyak pendengar radio berada di perdesaan,” papar mantan wartawan media cetak Ibukota ini. Menurutnya merosotnya pamor radio saat, khususnya di perkotaan, ini salah satunya adalah karena kurang kreatifnya pengelola radio dalam membuat program yang mengena pada pendengarnya. “Setiap radio itu memiliki pendengar fanatik yang seharusnya sudah
lau malam minggu bisa sampai pukul 04.00,” tambahnya. Apa yang diungkap A Fu memang tidak mengada-ngada. Sebagai pelaku usaha kuliner dia telah mengalami masa krismon 1998 dan kini peristiwa pele mahan ekonomi kembali terjadi. Jika kita berkunjung ke mal-mal saat-saat sekarang, maka kita akan melihat malmal di Jakarta menjadi makin lenggang saja. Para pramuniaga terlihat banyak yang bengong, atau berdiri di luar toko menunggu pengunjung, sebagian tam pak ngobrol dengan rekannya. Toko-toko terlihat sepi pen gunjung. Tapi coba datang ke areal food court, pasti kondisinya relatif lebih ramai. Orang datang ke mal untuk kongkow-kongkow sekaligus menikmati makanan.Kondisi sepinya mal-mal ini juga diucap Murni, pra muniaga salah satu tenant di pusat perpelanjaan di kawasan Jl Thamrin, Jakarta Pusat. Menurut penelitian, ada sejumlah bisnis yang tergolong kebal terhadap krisis, kalaupun terkena pengaruhnya tidak banyak, di antaranya adalah
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
3
Launching Atta Labeji Villas di Sanur Paradise Plaza Hotel, disambut antusias masyarakat
bisnis kuliner dan bisnis kesehatan. Kedua bisnis ini bisa bertahan kar ena merupakan kebutuhan primer masyarakat dan harus segera dipenuhi. Tak peduli kondisi ekonomi sedang lesu ataupun krisis, masyarakat akan berusaha mendapatkannya. Berbeda dengan pakaianan. Ketika perekonomian sedang lesu maka bis nis ini termasuk salah satu yang ikut terpengaruh. Orang akan menunda membeli pakaian dalam kondisi sep erti ini. “Iya, sudah beberapa pekan terakhir pengunjung makin menurun. Orang datang kebanyakan hanya lihatlihat. Bahkan ketika digelar program diskon besar-besaran pun pengun jungnya tidak banyak, tidak seperti biasanya,” keluh Murni yang belum setahun bekerja di sana. Sempat terbesit kekhawatirannya jika kondisi terus memburuk, ia bakal kehilangan pekerjaannya. “Saya masih orang baru di sini. Belum karyawan tetap, takut juga kalau sampai kena PHK,” katanya seraya berharap kon disi perekonomian Indonesia segera pulih. –Diana Runtu
diketahui karakternya. Nah dalam membuat program yang kreatif harusnya juga disesuaikan dengan karakter pendengarnya. Disinilah dituntut kepandaian pengelola. Mereka yang tak mampu melakukan itu, biasanya akan mati. Mereka gagal meraih pendengar dan iklan. Kalau tidak ada iklan yang masuk, maka matilah radio itu ,” jelasnya. Di Jakarta, tambahnya, persaingan antar-radio begitu ketat. Banyak pengelola radio yang seolah kebingungan membuat program menarik akhirnya menjadi ‘latah’ mengikuti program radio lain. Walhasil, karena ketidakmampuan pengelola, juga karena karakter pendengar yang berbeda, akhirnya program ikutan itu pun mati. Salah satu program terobosan yang pernah dibidani Eddy Koko ketika masih mengomandoi Trijaya FM adalah program lalu lintas mudik. Trijaya FM, katanya, ketika itu (2003) menjadi pelopor adanya program mudik. “Dasar pemikirannya adalah melihat mudik begitu macet, alangkah baiknya jika radio ikut membantu memandu para pemudik. Akhirnya kami membuat program mudik. Program ini mendapat sambutan hangat dari pendengar khususnya mereka yang mudik. Mereka merasa sangat terbantu dengan informasi-informasi yang diberikan,” tutur Koko yang juga membidani program talkshow ‘Polemik’ yang sempat dikenal luas oleh pendengar di Jakarta. Trijaya FM, jelasnya, ketika itu tahun 2003 memiliki jaringan dari Jakarta sampai ke Surabaya, sementara untuk program mudik tidak cukup hanya sampai Surabaya, maka pihaknya pun menggandeng radio-radio lokal lainnya untuk siaran bersama. “Program mudik kami bahkan sampai ke Bali dengan menggandeng radio setempat. Jadi radio-radio mitra itu kami berikan radio satelit untuk ikut menjalankan program ini. Program ini sukses besar, kami berhasil meraup iklan hingga Rp 1,3 miliar pada masa itu,” katanya. Setelah itu, program mudik pun diikuti oleh radio-radio lain bahkan televisi pun menggelarnya. –Diana Runtu
Launching Atta Labeji Villas yang berlang sung Sabtu (22/8) di Sanur Paradise Plaza Hotel, disam but antusias masyarakat. Terbukti, kehadiran pe serta membludak hingga melebihi target. “Ini arti nya masayarakat Bali sudah melek finansial un tuk memiliki passive income,” ujar Direktur BOS Land Wayan Dila.
T
ak cukup sampai di situ, antusias pe serta berlanjut ketika diberikan kesempa tan mendaftar dan membeli lot. Ham pir 50% peserta mengambil bagian un tuk menjadi investor. Tak ayal, ratu san lot pun terjual, melampaui target
yang diharapkan. Setelah sukses mengan tarkan masyar akat lokal untuk mensejajarkan diri dengan inves tor asing dan mengembalikan peran orang Bali untuk menja di “tuan” di tanahnya send iri de ngan proyek Villa Mesari, kini pebis
Antusiasme masyarakat mendaftar dan membeli lot untuk menjadi investor Atta Labeji Villas
Wayan Dila
Investasi di Atta Labeji Villas Menguntungkan & Aman
“Mulai 12 Juta Bisa Punya Unit Atta Labeji Villas di kenderan ubud bali” nis sukses, motivator, owner, pendi ri sekaligus konseptor PT Mesa ri Land, Made Robert kembali membuk tikan kecintaannya pada masyarakat dan tanah Bali dengan menghadir kan proyek villatel, yang diberi nama ATTA LABEJI VILLAS, berloka si di Kenderan, Ubud, Bali. Melalui BOS Land a Subsidiary of MESARI Land, Direktur Utama BOS Land Made Robert ini masih me ngusung konsep mepatung, yang dalam istilah yang lebih men dunia diseb ut C-BOS (Capitalism Based On Society) atau kapital is berbasis kerakyatan. “Hanya de ngan Rp 12 juta, masyarakat Bali su dah bisa jadi owner vila, dengan ber bagai keuntun gan dan aman,” im buh Komisaris Utama BOS Land Made Ayu Dewi Saraswati.
Di proyek villatel kedua ini, han y a d e n g a n i n v e s t a s i s e b e s a r Rp 12 juta, sudah bisa menjadi own er villa dengan mendapatkan ber bagai macam keuntungan. Di antara nya: 1) Modal dikembalikan 100% di tahun ke-10 (2026); 2) Penghasilan pasif 10% pertahun selama 2 tahun (20172019) dan di tahun 2019-2041 ses uai tingkat hunian; 3) Voucher mengi nap senilai Rp 12 juta; 4) Men dapatkan 1 surat lot Atta La Beji Villas, yang saat ini senilai Rp 12 juta dan sei ring waktu harganya pasti naik; 5) Komi si 10% setiap rekomendasi (komi si atau potongan 10% setiap men gajak tamu menginap di Atta Labe ji Villas); 6) Kartu nama kepemi likan 25 tahun (Kartu nama jaba tan owner Atta Labeji Villas); 7) Ter gabung dalam komunitas Atta Labeji
Investor Club yang berpeluang memi liki networking bisnis di seluruh Indone sia; 8) Mendapatkan kupon undian un tuk memenangkan grand prize 1 hek tare hutan jabon dengan hasil mil yaran, perhiasan emas, tirta yatra/ umroh, sepeda motor, dan ipad. M a d e A y u m e n g i m b a u , b a gi masyar akat yang berhalangan hadir saat launching, bisa datang ke ac ara PRESENTASI yang akan dige lar Sabtu, 12 September 2015, pu kul 16.30 wita di IBIS Style Ho tel, Jalan Teuku Umar 184 Den pasar. Atau bisa datang langsung ke Kan tor BOS Land di Jalan Tukad Pakeri san No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 03614723 260, 082 247 365 888, atau ketik Daftar / nama, kirim ke 087 861 999 658. undangan terbatas untuk 50 orang dan Gratis. –ten
Konsep dan Sistem ATTA LABEJI VILLAS Masuk Logika Wayan Dirgan tara : “Prinsip Kegotong royongan dan Saling Menolong dalam Bentuk Investasi yang Aman dan Menguntungkan” Kehadiran villatel berna ma ATTA LABEJI VILLAS yang dim otori “putra daerah” ini, bela kangan cukup mencuri per hatian masyarakat Bali. Pelu ang menjadi investor yang menawarkan konsep mepatung berbasiskan kerakya tan ini, ditangkap I Wayan Dir gantara Suija (36). Berikut, tes timoni Ketua KSP Sila Muk ti di Desa Besakih, asal Br. Di nas Batusesa,Rendang, Karan gasem ini: Pertama, saya sangat interested dengan konsep yang diusung oleh konseptor Atta Labeji Vil las Bapak Made Robert yaitu CBOS (Capitalism Based On Society) yaitu kapitalis berbasis kemasyarakatan, yang mana kon sep tersebut sangat sejalan dengan latar belakang peker jaan yang saya geluti yaitu ko
perasi. Di koperasi, saya menge nal prinsip kegotongroyongan dan saling menolong, dimana kon sep seperti ini merupakan waris an tetua kita di Bali yang men jadi lokal genius yang kita ke nal dengan konsep mepatung. Se hingga, hanya dengan modal yang tidak terlalu besar kita su dah bisa bergabung untuk men jadi bagian dari investor, sehing ga kita pun layak disebut inves tor. Hal yang tidak kalah pen ting yang mendasari saya un tuk berinvestasi adalah keper cayaan dilandasi logika, kenya manan, dan benefit. Ini terbukti bahwa Atta Labeji Villas ada lah proyek kedua setelah proyek pertamanya yaitu Villa Me sari, karena yang kita beli bu kan hanya sebuah teori dan re torika tetapi sebuah implemen tasi konsep yang melahirkan kenyataan berupa “Benda berwu jud dan Nyata” yaitu Villa include management, perizinan, imbal ha sil dengan ikatan notaris, dll. San gat jauh berbeda dengan bis nis yang hanya ngebooming ses aat dengan berbagai tawaran ha sil di luar logikadan akal sehat, se
I Wayan Dirgantara
hingga pada akhirnya merugi kan masyarakat yang belakangan ber gabung layaknya skema ponzi. Kedua, jika melihat pros pek kedepan di Atta Labeji Vil las, sayaberpendapat bisnis apa pun tentu ada konsekuensi lo gis dimana di dalamnya ada risiko un tung dan risiko rugi. Namun, saya yakin dan percaya di bisnis ini Ba pak Made Robert sudah meng
kalkulasi dan antisipasi ter hadap risiko yang paling buruk sekali pun, begitu pula dalam pen gelolaannya nanti tentu sudah dimanajemeni oleh operator yang sudah berpengalaman. Di lihat dari tingkat kunjungan wis dom ataupun wisman berbanding dengan tingkat hunian dan ket ersedian akomodasi yang berkual itas, saya optimis bisnis ini pas
ti berkembang. Begitu juga di lihat dari lokasi villa yang be rada di tempat yang sangat rep resentatif, baik dilihat dari desti nasi maupun dari cultural tourism yang menjadi ikon Ubud. Te r a k h i r, y a n g m e m buat saya membeli Atta Labeji Vil las, karenahanya dengan investasi sebe sar Rp 12 juta, sudah bisa men jadi owner villa dengan mendapat kan berbagai macam keuntungan. Di antaranya, modal dikembali kan 100% di tahun ke-9 khusus untuk saya sebagai pembeli per tama (dan peserta lain yang mem beli saat launching), mendapat kan penghasilan pasif sebesar 10 % di tahun ke-1 dan ke-2, di ta hun ke-3 sampai ke-25 men dapatkan penghasilan fluk tuatif (menurut tingkat hunian kamar), mendapatkan surat lot Atta Labeji Villas, voucher meng inap senilai Rp 12 juta, kar tu nama hak kepemilikan 25 ta hun, komisi 10% setiap me ngajak tamu ke Atta Labe ji Villas, tergabung dalam ko mumitas “Atta Labeji Investor Club”, mendapatkan kesempat an untuk memenangkan grand price.–ten
4
Inspirasi
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
L u h K a d e Pe b r i a
Dulu Pelukis Kertas Kini Pelukis Wajah Luh Kade Pebria Satyani demikian namanya. Gadis kelahiran Tabanan, 20 Pebruari 1993 ini menonjol dalam dunia seni. Ketika anak-anak, ia dikenal sebagai pelukis cilik berbakat. Ide dan hasil goresannya seringkali keluar sebagai pemenang, baik ditingkat kabupaten, provinsi ataupun tingkat nasional. Karya terbaiknya juga pernah dipamerkan, sehingga banyak piagam penghargaan dan piala telah dikoleksinya.
K
ini, kebiasaan menggores sangat jarang ia lakukan. Bajang jegeg yang akrab disapa Pebria itu lebih banyak menumpahkan ekspresi seninya lewat gerak tari. Ia berkali-kali terpilih sebagai penari kreasi duta Kabupaten Tabanan dalam ajang Pesta Kesenian Tabanan (PKB). Ia juga dipercaya sebagai penari Sekar Sandat, Maskot Kabupaten Tabanani. “ Walau sibuk menari dan melatih tari, tetapi saya masih melukis kok,” bantahnya ketika dikatakan meninggalkan profesi masa kecilnya itu. Hanya saja, lanjut alumnus Sarjana���������������� Hukum���������� (S1) Universitas Udayana ini dirinya lebih banyak melukis wajah orang, alias sebagai juru rias.
Baik melukis wajah penari, pengantin ataupun ibu-ibu PKK yang akan meleladan. Ia juga menjadi juru rias penaripenari Tabanan yang akan tampil di ajang PKB ataupun dalam event penting lainnya. “Semua itu saya lakukan karena hobi dan tidak ada ikut kursus. Saya mencoba-coba sendiri sejak kelas III SMP,” aku wanita cantik yang hobi menari, melukis, modeling dan akting ini polos. Menurut Pebria melukis pada kertas dengan melukis di wajah itu sama-sama memerlukan ide dan memiliki tingkat kerumitan. Bedanya hanya pada media, alat dan perlengkapan yang digunakan.
Kalau melukis pada kertas bidangnya datar yang beda dengan melukis wajah dimana dasar untuk lukisnya berdimensi. Menuangkan ide di dalam kertas juga akan lebih bisa dari pada wajah orang. Demikian pula dalam mewujudkan karakter yang ada dalam pikiran, entah itu karakter cantik, jelek ataupun abstrak. “Intinya, melukis dalam kertas
Pebria
itu bisa full dari pikiran kita. Terserah mau menuangkan imajinasi seperti apa dan dalam bentuk bagaimana,” imbuh peserta kontes body painting dan Juara I Lomba Poster Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional 2009 ini kalem. Pebria merasa lebih tertantang merias wajah orang,
terlebih untuk pengantin. Karena harus mampu membuat wajah orang lebih sempurna. Kepiawaian menutupi kekurangan orang itu sangat diperlukan, sehingga mampu menonjolkan kelebihannya. Dengan begitu akan terpancar aura cantik untuk wanita dan sejuk untuk pria. “Kalau untuk make up bertemakan horror, kita harus membuat wajah biar berubah menjadi seram,” ucapnya.-Darsana
“Intinya, melukis dalam kertas itu bisa full dari pikiran kita. Terserah mau menuangkan imajinasi seperti apa dan dalam bentuk bagaimana”
Mandalika
21
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Peringatan Hari Anak Nasional 2015
Sebanyak 1.500 anak usia sekolah dari Kota Mataram dan beberapa kabupaten kota di Pulau Lombok hadir dalam kegiatan peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2015. Seorang anak yang mendapat kesempatan berbicara langsung dengan gubernur pada puncak peringatan Hari Anak Nasional tersebut, menyampaikan harapannya untuk bisa mendapatkan jaminan kepastian pendidikan dari pemerintah daerah, serta jaminan perlindungan hukum bagi anak, baik dalam statusnya sebagai pelaku, saksi maupun korban.
Gubernur NTB saat berdialog dengan anak-anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasional di Mataram
S
uara anak-anak ini merespons keinginan dan harapan untuk memastikan mereka mendapatkan hak-haknya sebagai anak Indonesia. Gayung bersambut, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi meyakinkan bahwa pemerintah akan berbuat yang terbaik bagi anak-anak NTB. “Untuk bidang pendidikan misalnya, telah tersedia program pemerintah, seperti program yang diperuntukkan bagi pelajar yang kurang mampu. Dan untuk kasus hukum yang menimpa anakanak, tentu saja pemerintah akan mengambil langkah pada kesempatan pertama untuk memasilitasinya. Apalagi sekarang sudah ada Lembaga Perlindungan Anak,” ujarnya. Suasana perayaan Hari Anak Nasional yang berlangsung Selasa, (1/9) di Gelanggang Pemuda, Mataram, yang juga dihadiri oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak
(Komnas PA), Arist Merdeka Sirait ini tampak akrab. Pada sesi tanya jawab, Gubernur NTB yang didampingi istrinya, Hj. Erica Zainul Majdi, turun untuk duduk bersila di lantai bersama anak-anak dan menyapa serta mendengarkan langsung keinginan
dan harapan mereka yang disampaikan kepadanya. Suara anak yang dibacakan oleh putra-putri perwakilan Forum Anak NTB, yang salah satu isinya menyuarakan perlindungan anak dari bahaya narkotika, dan eksploitasi seksual, mendapat perhatian Gubernur. Ia berharap, dengan dukungan dan pengawasan orang tua, lembaga pendidikan serta lingkungan, jangan sampai ada anak NTB yang menggunakan narkoba. Salah seorang anak Taman Kanak-kanak, tampil menyampaikan keinginannya untuk sukses dengan cita-cita mulia menjadi guru. Semangat pun dilontarkan Majdi dengan pesan agar ia terus belajar dengan giat untuk meraih cita-citanya tersebut. “Menjadi guru adalah tugas yang mulia, karena guru, kita bisa mendapat ilmu, maka perjuangkanlah cita-citamu itu, Nak,” katanya.
Hari Anak Nasional di Mataram
Pelepasan balon para perayaan Hari Anak Nasional di Mataram, oleh Bunda PAUD NTB, Hj. Erica Zainul Majdi
Dialog berlangsung hangat ketika Hj. Erica turut menyemangati anak-anak NTB. Ia berpesan agar anak-anak tekun belajar dan giat berdoa untuk mencapai cita-citanya. “Anak-anak itu berbeda dengan orang dewasa, karena bisa menjadi apa saja seperti yang dicita-citakan, yakinlah dengan kemampuan diri sendiri dan jangan terpengaruh dengan omongan orang lain yang meragukan kemampuan kita untuk mencapai cita-cita,” pesan Erica yang juga merupakan Bunda Paud NTB ini. Pada kesempatan ini Gubernur menyerahkan paket bantuan dan penghargaan berupa bantuan sosial anak (paket kelengkapan sekolah) kepada anak yatim piatu
dan terlantar di wilayah Mataram, bantuan asistensi sosial tabungan anak jalanan kepada 150 anak, berupa buku tabungan yang diserahkan secara simbolis kepada dua orang anak serta penghargaan kepada pemenang berbagai lomba. Bunda PAUD NTB juga turut menyerahkan tabungan pendidikan dari Bank NTB, khusus bagi anak-anak yang aktif dalam dialog. Sebelum gelar puncak peringatan Hari Anak Nasional ini, telah digelar beberapa rangkaian acara, seperti gebyar PAUD, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga tingkat provinsi, pentas seni, lomba pidato dan gerak jalan massal yang melibatkan perwakilan pelajar SD, SMP, SMA di kota Mataram. –Naniek I. Taufan
Lukisan Tangan Pecahkan Rekor MURI
Pebria saat tampil menari di suatu acara
Peringatan Hari Anak Nasional di NTB kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dua hari sebelum puncak peringatan ini, yaitu pada tanggal 30 Agustus 2015, anak-anak Mataram yang tergabung dalam Dewan Anak Kota Mataram yang bekerja sama dengan berbagai pihak dapat memecahkan rekor MURI dengan melukis 16.616 jari sebagai bentuk kampanye STOP KEKERASAN TERHADAP ANAK. Jumlah lukisan tangan tersebut rupanya jauh melampaui target yang ditetapkan sebelumnya dengan hanya 10 ribu cap tangan saja. “Target awal hanya 10 ribu cap
tangan, namun hasilnya jauh melampaui dari perkiraan kami,” ujar Nyayu Ernawati, perempuan yang selalu dipanggil Bunda oleh anak-anak yang tergabung dalam Dewan Anak Kota Mataram yang menjadi koordinator kegiatan ini. Lukisan cap tangan menggunakan cat ini dilakukan oleh siswa-siswa SMA/MAN dan SMK se-Kota Mataram juga masyarakat umum. “Lukisan cap tangan untuk siswa dilakukan di sekolah-sekolah beberapa hari sebelum puncak pemecahan rekor ini. Ditambah lagi dengan lukisan cap tangan masyarakat umum yang dilakukan di atas kain
Anak-anak sekolah membubuhkan lukisan cap tangan pada kain putih. Tampak Penjabat Walikota Mataram turut dalam pengumpulan lukisan tangan ke sekolah-sekolah
putih di depan Kantor Walikota Mataram, pada 30 Agustus lalu,” ungkap Nyayu.
Keprihatinan atas banyaknya kasus-kasus kekerasan yang menimpa anak-anak Indonesia khusus-
nya di Mataram, membuat Nyayu bersama anak-anak Dewan Anak Kota Mataram menggagas kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menghentikan kekerasan pada anak. “Selain untuk memeriahkan Hari Anak Nasional tahun ini, ini juga sebagai hadiah HUT ke-22 Kota Mataram tanggal 31 Agustus 2015,” kata Nyayu. Kebanggaan atas rekor Muri yang telah dicatat ini bukan hanya kebanggaan tanpa arti, melainkan ini menjadi cambuk bagi Dewan Anak Kota Mataram untuk lebih giat lagi mengampanyekan anti kekerasan terhadap anak. -Naniek I. Taufan
Nine
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Nyayu Ernawati
Kembalikan Anak Putus Sekolah ke Bangku Sekolah
Nyayu Ernawati
Rasa cintanya pada anak-anak membuat mata Nyayu Ernawati kerap berkaca-kaca karena terharu melihat kesungguhan anak-anak yang tergabung dalam Dewan Anak Kota Mataram membantu sesamanya. Program mengembalikan anak (yang putus sekolah) ke bangku sekolah banyak dilakukan oleh anak-anak di dewan ini. Mereka turun lapangan untuk mendata dan menemukan rekan-rekannya yang putus sekolah dengan berbagai alasan, salah satunya karena tidak mampu, untuk kembali bersekolah. Di bawah bimbingan Nyayu, mereka bekerja dengan ikhlas dan mengerti bagaimana seharusnya anak-anak mendapatkan hak-haknya dengan maksimal. Nyayu menggerakkan mereka untuk mau berbagi dan ‘menyelamatkan’ pendidikan anak-anak di Kota Mataram yang kurang beruntung (putus sekolah) dengan berbagai alasan.
H
al inilah yang membuat hampir tiap hari (terutama jika tengah mempersiapkan kegiatan) Nyayu bercengkrama dengan anak-anak di sekretariat Dewan Anak Kota Mataram yang berada di lingkungan Kantor Wali Kota Mataram. Ungkapan dan sapaan ‘sayang’ selalu keluar dari bibir ibu satu anak ini. Keihklasannya menerima seluruh hal tentang anak-anak, membuat ia menjadi Bunda yang juga disayang oleh anak-anak ini. Ketika ia ada di antara anak-anak, maka panggilan Bunda terus terdengar dari berbagai pojok ruangan. Anak-anak yang bertanya maupun yang meminta pendapatnya tentang suatu hal. Kedekatannya dengan anak, membuatnya mampu memberikan rasa nyaman bagi anak-anak.
Sikap Nyayu yang selalu ceria dan bersemangat, optimis serta murah senyum, menjadi gambaran seorang ibu bagi anak-anak ini. Dengan pendekatannya yang keibuanlah yang membuanya bisa
dengan mudah memberi motivasi bagi anak-anak untuk berprestasi. Dengan begitu ia berharap anakanak mau bercerita tentang apa saja, terutama kesulitan-kesulitan mereka padanya. –Naniek I. Taufan
datang padanya yang sedang sibuk di Dewan Anak Kota Mataram. Sebagai anak usia 10 tahun (kelas V SD) rupanya terbersit rasa cemburu di hati Ayu melihat Bundanya ini dekat dengan semua anak. Semua anak yang ada memanggilnya Bunda, semua anak manja pada Bundanya dan anak-anak ini mendapatkan pelukan dari Bundanya. “Ia memang sempat ‘cemburu’ melihat hal itu,” kata Nyayu. Hari itu Ayu yang ngambek lalu minta pulang lebih awal diantar supir. Ia duduk di kursi belakang. Seorang anak berkebutuhan khusus ikut dalam mobil tersebut menumpang pulang juga. Ia duduk di belakang tanpa menyadari kalau Ayu ada di belakangnya. Anak berkebutuhan khusus ini lalu bercerita pada supir tentang perasaannya yang senang dan bahagia mengenal Nyayu. Dari diri Nyayulah ia mendapatkan kebahagiaan yang tidak ia dapatkan di tempat lain. “Saya baru merasakan kasih sayang seorang ibu saat dipeluk Bunda,” kata anak ini. Curahan hati anak berkebutuhan khusus ini membuat Ayu menangis. “Bunda boleh aktif dan sayang pada semua anak,” kata Ayu yang akhirnya ikhlas berbagi Bundanya dengan anak-anak lain. Betapa bahagia Nyayu mendapati Allah SWT, membalik hati putrinya
itu yang akhirnya mau berbagi Bunda dengan anak-anak lain. Karena kecemburuan putrinya itu bisa menjadi kendala utama dalam kesehariannya yang dekat dengan anak. Namun Allah SWT menunjukkan jalan keluar yang tidak diduganya. “Allah memberi jalan dengan cara yang tidak disangka-sangka. Memperlihatkan pada Ayu dengan cara yang sangat menyentuh,” katanya. Kerapnya Nyayu mengikutsertakan Ayu sejak kecil dalam kegiatankegiatan sosialnya selama ini merupakan caranya melatih kepekaan sosial anaknya. “Peka itu tidak cukup dengan melihat saja, melainkan harus
terlibat dalam persoalan-persoalan sosial tersebut,” kata Sekretaris IWAPI Kota Mataram ini. Itulah yang dilakukan Nyayu selama ini. Hal ini ia lakukan, agar putri tidak sering bertanya, mengapa bunda lainnya lebih banyak di rumah, sementara bundanya sendiri lebih senang turun ke lapangan. “Biar anak saya melihat langsung, bahwa masih banyak orang yang tak seberuntung dirinya. Sehingga ia bisa melatih kepekaan terhadap sekitarnya sejak dini,” kata Nyayu. Nyayu pernah merasakan bagaimana hadirnya sosok ibu dalam dirinya terutama ketika ayahan-
danya berpulang, saat itu ia masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar. Sebagai satu-satunya anak perempuan dalam keluarganya, tidak membuat Nyayu manja dan dimanjakan. Praktis sosok ibu yang mandiri mengajarkan ia menjadi perempuan tangguh, mandiri dan optimis mengadapi masa depan. Darinyalah Nyayu belajar tentang ketabahan, tentang kasih sayang dan tentang ketegaran. Ibundanya berjuang sendiri membesarkan enam anak, membimbing dan menyekolahkan anakanaknya tanpa suami. Dalam keadaan sulit seperti apapun, perempuan tabah ini tidak pernah mengeluh sekali pun. ”Bunda saya itu perempuan yang amat luar biasa,” ujar Nyayu terharu dengan mata berkaca-kaca. Lama ia terdiam, kemudian menyeka air matanya. Nalurinya yang peka telah mengantarkannya kembali ke masa kecilnya, masa-masa perjuangan ibundanya membesarkan ia dan saudara-saudaranya. Meski tak berayah sejak usia SD, Nyayu tidak pernah merasa kehilangan sosok ayah. Karena dalam diri ibunya, ia menemukan sosok ibu sekaligus ayah. Dari sinilah ia menyadari pentingnya peran menjadi ibu. Ibu bagi Ayu Nindi dan ibu bagi anak-anak Kota Mataram khususnya. -Naniek I. Taufan
Edisi 865/ 7 - 13
5
Menguak Karya Desak Nyoman Suarti
Desak Nyoman Suarti. Nama seniman perhiasan Bali ini mungkin tidak seberapa dikenal di dalam negeri. Namun di luar negeri, nama Suarti begitu harum. Maklum, ia memang lama bermukim di luar negeri, di antaranya Singapura dan Amerika. Di sana juga berkiprah dari seniman tari kemudian menjadi desainer perhiasan yang mumpuni dan akhirnya menjadi salah satu pengusaha perhiasan perak yang desain-desainnya mendunia.
B
“Bundanya” Anak-anak Mataram Perempuan kelahiran 24 September 1973 ini adalah sosok perempuan yang peduli pada anak. Bungsu dari enam bersaudara ini mengaku sangat senang dengan anak-anak dan tidak bisa melihat anak-anak mengalami ketidakadilan. “Mengurus anak-anak itulah kebahagiaan bagi saya,” kata mantan Anggota DPRD Kota Mataram periode 1999-2014 ini. Banyaknya kasus kekerasan pada anak membuatnya prihatin. “Apalagi kasus kekerasan pada anak banyak pelakunya adalah orang dekat/orang di sekitar,” ungkap Staf Ahli Fraksi di DPRD Kota Mataram ini. Karena itulah, ia bersama anak-anak Dewan Anak Kota Mataram, antusias sekali kala menyiapkan aksi kampanye stop kekerasan yang akhirnya sukses mencatat rekor MURI dengan 16.616 lukisan cap tangan di atas kain putih dengan panjang sekitar satu kilometer, dalam kampanye STOP KEKERASAN TERHADAP ANAK pada akhir Agustus lalu. Dan kepedulian serta kedekatannya pada anak-anak ini melahirkan sebuah peristiwa menyentuh sempat membuatnya terharu. Dan itu terjadi pada anak semata wayangnya, Ayu Nindi yang kini duduk di bangku kelas 2 SMU. Suatu hari saat ia masih menjadi Anggota DPRD, Ayu Nindi yang masih kecil, saat pulang sekolah
Inspirasi J e r o H a p p y S a l m a Wa n a s a r i
agaimana perjuangan Desak Nyoman Suarti berkiprah di negeri orang, bagaimana Suarti yang meski hidup di negeri orang tapi tidak melupakan akar budayanya Bali, dan mencoba melestrarikan lewat karya-karyanya, dan bagaimana Suarti akhirnya bertransformasi menjadi pengusaha sukses, itulah yang coba ditulis Jro Happy Salma Wanasari lewat buku ‘The Warrior Daughter’ yang baru-baru ini diluncurkan di Galery Indonesia Kaya, Jakarta. “Saya ingin masyarakat, khususnya generasi muda mengenal Suarti lebih jauh. Bagaimana lika-liku hidupnya, kiprahnya sebagai seniman juga pengusaha sukses. Suarti adalah sosok inspiratif. Di luar negeri dia sangat dihormati. Karyakaryanya luar biasa. Generasi muda harus tahu ini. Lebih dari ini, generasi muda juga harus tahu ini lho ragam motif perhiasan Nusantara. Maka itu saya menulis buku ini (The Warrior Daughter) untuk menjadi sumber inspirasi bagi kita semua,” ungkap Happy Salma kepada Tokoh. Saat diwawancarai, istri Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthayasaini bersama anaknya, Cokorda Sry Kinandari Kerthayasa ( 5 bulan) tengah berada di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menunggu pesawat untuk membawa mereka pulang ke Bali. Dia beberapa hari berada di Jakarta untuk menggelar hajatan peluncuran bukunya sekaligus mengurus berbagai keperluan. Buku ini, lanjut Happy digarap hampir empat tahun. Waktu yang cukup lama untuk penggarapan sebuah buku. Hal yang tersulit, ujarnya, adalah dalam hal pengumpulan data, ini membutuhkan riset tersendiri. Ada banyak data yang dibutuhkan karena Desak Nyoman Suarti memiliki banyak karya dari beragam profesi. Belum lagi masalah mengumpulkan data tentang motif-motif perhiasan Nusantara yang ternyata jumlahnya sungguh amat banyak. “Memilah-milah foto serta mencari keterangan tentang perhiasan itu, mulai dari namanya, bahan pembuatannya, kapan dipergunakan, dll. Untuk pengumpulan data ini cukup memakan waktu lama. Karena ada ribuan yang harus kami sortir. Tim peneliti kami juga memiliki kurator yakni Dewi Sri Luce Rusna, yang juga anak dari Suarti ,” jelasnya.Menyatukan berbagai sisi kehidupan Suarti, katanya, sempat membuatnya kesulitan karena begitu banyak hal menarik yang ingin diungkap tapi tempat terbatas. “Harusnya ini bisa menjadi sekurang-kurangnya lima buku. Tapi mungkin sebagai permulaan, ini bisa menjadi sketsa tentang Suarti. Sehingga semua tahu siapa dia, apa saja kiprahnya. Ini (buku) adalah pengenalan,” tambah Happy yang mengaku banyak hikmah yang didapatnya dengan menulis buku ini. “Saya mendapat banyak pelajaran, juga inspirasi,” ucap peraih penghargaan Festival Film Bandung 2008. Tapi, katanya, pengumpulan data bukan satu-satunya faktor yang membuat penyelesa-
ian buku ini jadi terkesan lama. Sebenarnya ada beberapa hal lainnya, salah satunya adalah karena aktivitasnya. “Jadi sempat berhentiberhenti karena ada beberapa kegiatan, seperti pementasan wayang orang, kemudian pembuatan film. Lalu saya juga sempat berhenti ketika hamil. Saya ingin menikmati kehamilan saya dan sepenuhnya bersama keluarga. Setelah lahiran saya melanjutkan lagi,” kata wanita kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 1980, ini. 20 TAHUN TERSIMPAN DALAM DUS Dalam kesempatan itu, Happy pun bercerita tentang kunjungannya ke rumah Suarti yang sempat membuatnya terkejut dan tercengang. Sebagaimana diketahui, setelah mengurangi banyak kegiatannya di panggung hiburan, khususnya sesaat setelah menikah, Happy terjun ke bisnis perhiasan sepenuhnyaDia berpartner dengan Dewi Sri Luce Rusna, anak dari Desak Nyoman Suarti, mengangkat brand ‘Tulola’dikenal di mancanegara. “Ketika saya ke rumah Suarti, saya sungguh terkejut juga kagum, ternyata disana banyak sekali karya-karya menakjubkan dari Suarti yang pastinya jarang dilihat orang. Rasanyasayanggakpernahngelihatkarya-karyasedahsyatitu, luarbiasa. Saya sungguh-sunggh takjub. Tapi, tahukah kamu, karya-karya luar biasa itu hanya disimpan Suarti di dalam dus. Itu disimpan di dalam dus sudah 20 tahun, baru dikeluarin. Bayangkan! Bahkan dia (Suarti) sendiri sampai lupa. Jadi karyanya itu kemudian kita foto-foto. Sayangeliatsemuaitu, yaampun, generasigenerasimudasekarangharuslihatini.Inicantiknyaluarbiasa.Inidikerjakandenganpenuhdedikasi,” ungkap Happy. Jadi, lanjut Happy, selama ini kita mengenal Suarti sebagai seorang yang banyak menghabiskan waktunya untuk desain-desain yang komersial atau diminati pasar, namun di balik itu ia adalah seniman yang juga mengerjakan karya-karya idealis. “Semuanya luar biasa. Saya sangat terinspirasi. Jadi saya ingin sekali menyiarkan ini. Saya ingin semua tahu dan semua terinspirasi,” ungkap Happy .“Tapi Suarti sendiri punya keinginan suatu saat membuat museum perhiasan karyanya,” ucapnya menambahkan. MENIKMATI MENJADI IBU Di luar masalah buku, Happy juga bercerita tentang kesehariannya setelah menikah. Menurutnya, sejak menikah, dia banyak mengurangi aktivitasnya di panggung hiburan. Aktivitas panggung yang masih sesekali dilakukannya adalah pentas keseniaan dan pertunjukan-pertunjukkan yang tidak terlalu menyita waktunya. “Sejak menikah saya sudah bertekad untuk mengutamakan keluarga. Jadi kalaupun beraktivitas di panggung, saya memilihnya sangat selektif dengan berbagai pertimbangan. Apalagi sekarang sudah punya anak, saya makin selektif
saja. Kalau ada pekerjaan, lebih banyak saya lakukan di rumah atau di studio. Termasuk saat mengkonsep perhiasan,” tutur alumni Universitas Trisakti ini. Anaknya, Kinan, tengah lucu-lucunya, ungkap Happy bahagia. Beratnya sekarang sudah 10 kg dengan panjang 70 cm. “Dia besar, padahal saya cuma kasih ASI saja. Dia sudah bisa tengkurap.. haha...haa,” kata Happy sembari tertawa. Yang menarik, katanya, anaknya ketika dibawa ke pertunjukkan seolah mengerti. “Dia tenang dan tidak rewel,” tambahnya. Dalam setiap kegiatan, lanjutnya, Kinan selalu dibawanya. Pasalnya, sang anak yang masih menerima ASI ekslusif, menolak ASI botol. “Saya sudah coba berkali-kali, tapi dia menolak. Kalau dikasih ASI botol, itu hanya digigit-gigit saja. Jadi ya dia ikut saya terus. Tapi saya juga senang, kan berarti dia lebih senang dengan saya dari pada dengan botol. Bayangkan kalau dia malah lebih senang ASI botol, saya pasti sedih...hehhe,” ujarnya. Setelah menyelesaikan buku The Warrior Daughter , Happy sudah ditunggu sejumlah kegiatan. Di antaranya mempersiapkan pameran perhiasan ‘Tulola’ di Galery Indonesia Kaya, Jakarta, Oktober mendatang. Tema pameran ini cukup unik yakni, ‘Wanita-wanita
Happy Salma
Foto: kapanlagi.com
20
dari Bumi Manusia’. “Inspirasinya datang dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, ‘Bumi Manusia’. “Jadi tokoh-tokoh wanita di dalam novel itu dijelmakan dalam bentuk perhiasan,” ungkap Happy. Selain pameran perhiasan, Happy juga mempersiapkan sebuah pementasan yang nantinya akan digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Pementasan ini, katanya, bukan dadakan tapi sudah diwacanakan sejak setahun lalu. Bahkan dirinya sudah memegang naskahnya sejak 7 bulan lalu. Pementasan bertema korupsi ini akan disutradarai oleh sutradara kondang, Rangga Riantiarno. “Selain aku, Olga Lydia dan Inaya Wahid juga terlibat,” ucapnya. -Diana Runtu
SEHITA INDONESIA BERSAMA KOMUNITAS 99 GLOBAL
MEMBEDAH RAHASIA JIWA WIRAUSAHA SEJATI MELALUI SEMINAR “SPIRIT ENTREPRENEURSHIP”
Setiap orang memiliki potensi hebat dalam berbagai hal termasuk didalamnya potensi menjadi entrepreneur. Membangkitkan keyakinan dan kesadaran atas potensi dan keuntungan dari penerapan nilai-nilai luhur dari seorang entrepreneur serta mengarahkan keyakinan tersebut dalam tindakan nyata perlu bimbingan dan pelatihan yang komprehensif, diperlukan stimulus-stimulus yang dapat mendorong seseorang untuk menemukan jati diri sejati, motivasi kuat bertindak, menciptakan peluang dan membangun usahanya sendiri. Manyadari hal tersebut lembaga SEHITA INDONESIA, menurut Direkturnya Dewa Putu Anom Putra, S.Psi., M.Si. terus melaksanakan program-program pelatihan sebagai realisasi kurikulum pendidikan terintegrasi antara kebutuhan kompetensi dengan nilai-nilai luhur. Sebagai lembaga yang juga dipercaya oleh LEMHANNAS RI, SEHITA INDONESIA bersama komunitas para pengusaha K 99 Global yang diketuai Dewa Made Budayasa, bersemangat mendorong tiap usaha dan kegiatan positif untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Salah satu usaha tersebut diwujudkan dalam bentuk seminar sehari dengan tema “Bangkitkan Jiwa Kewirausahaan dalam Diri untuk Membangun Bangsa” dengan tajuk SPIRIT ENTREPRENEURSHIP. Seminar ini dilaksanakan Sabtu (5/9) di Hotel Neo, Denpasar dihadiri lebih kurang 200 orang dari berbagai kalangan seperti pengusaha, birokrat, praktisi, akademisi, pegawai negeri/karyawan, pensiunan, mahasiswa, siswa SMU, ibu rumah tangga dan masyarakat umum. Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia. Pembicara seminar adalah seorang pengusaha muda dan sukses, yang pernah jatuh bangun membangun
usaha, mengalami keterpurukan ekonomi maupun mental serta dikucilkan keluarga dan lingkungannya, namun berkat kegigihannya di jalan spiritual mampu bangkit dan membangun kesuksesan-kesuksesan baru dalam dunia usaha. Ia adalah Made Sukarma. Menurut Sukarma dalam seminarnya, Spirit Entrepreneurship bukan hanya tentang bagaimana menjadi pengusaha sukses, Made Sukarma bagaimana memulai bisnis Anda sendiri, tetapi sebuah pola pikir kreatif dan pola tindak yang menghasilkan inovasi untuk senantiasa memberikan nilai tambah terbaik dari setiap sumber daya yang kita miliki betapapun kecilnya itu (modal, aset, teknologi, network, ketrampilan, keahlian, bakat, hobi, dll). Spirit Entrepreneurship adalah semangat, kecintaan pada apa yang ditekuni dan kepedulian kepada orang lain, kemampuan menghadapi tantangan/sikap positif, melihat visi kedepan, memiliki karakter yang kokoh, rendah hati, tenang, cerdas, penuh syukur selalu dalam kedamaian dan kebahagiaan. Spirit entrepeneurship adalah langkah nyata, berani memulai untuk mewujudkan mimpi kita menjadi sukses bahagia yang menjadi hak setiap orang. Spirit entrepreneurship adalah tentang integritas, berbagi, membuat perbedaan yang positif dalam kehidupan orang lain, menikmati proses kehidupan dan mengingat apapun keberhasilan yang kita miliki adalah lewat kemurahan-Nya dan kita sekadar alat yang melaksanakan kehendakNya. Made Sukarma yang juga merupakan pendiri dan pembina Komunitas 99 Global ini memberikan hukum-hukum kesuksesan, rumus sederhana serta strategi untuk sehat, bahagia dan kaya berkelimpahan. Seminar berikutnya akan diselenggarakan kembali pada 6 Desember 2015. Info dan pendaftaran di web SEHITA INDONESIA: sehita-in.com atau email info@sehita-in.com atau hubungi teman-teman Anda di Komunitas 99 Global dan di jejaring FB: Sehita In dan grup Suasana seminar SPIRIT ENTREPRENEURSHIP Alumnus Sehita Indonesia
6
Woman on Top
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
mahtangga. Pukul 5-7 pagi siaran di TV mengenai siraman rohani. Saat itu para ibu sedang sibuk di dapur. Pukul 8-10 pagi, acara gosip. Pada jam ini para ibu sudah santai dan duduk nonton tv. Coba kita lihat laki-laki. Mereka diharapkan menjadi Robinhood. Ketika kehilangan kepahlawanan nya mereka merasa terhina. Laki-laki kok menangis. Memang mengapa kalau laki-laki menangis. Akhirnya terus terjadi ketimpangan yang kemudian dikuatkan lagi oleh sistem adat. Menurut Wiana, agama Hinmengurus anak. Negara mereka du menempatkan perempuan sangat peduli dengan perempuan pada posisi yang sangat terdan anak. Sementara, di Indone- hormat seperti dalam Manawa sia, kepedulian itu masih kurang. Dharmasastra, “Perempuan “Saya mengusulkan agar dibentuk harus dihormati dan disayanpendidikan pranikah. Karena ini gi oleh ayahnya, saudaranya, sangat perlu sekali bagi pasangan suaminya dan juga iparnya, yang akan menikah agar mereka bila menginginkan ksejahteraan mengerti apa tanggungjawabnya dan kebahagiaannya. Dimana setelah menjadi orangtua,” kata perempuan dihormati, disanalah para dewa merasa senang, Wiana. Sementara, menurut Nahe’i tetapi dimana perempuan tidak d a r i K o m n a s Pe r e m p u a n , dihormati, tidak ada upacara ketidakadilan yang terjadi saat suci apapun yang akan berpaini merupakan peninggalaan hala, dengan demikian tidak kerajaan masa lalu. Diskriminasi ada sebuah alasan apapun yang terhadap perempuan bukan dis- dapat membenarkan terjadinya engaja tapi proteksi yang ber- kekerasan terhadap perempuan. lebihan. Kasus KDRT tidak saja Dalam buku “Memecah Kebidialami orang miskin, orang kaya suan” ini, mengupas pandangan juga bisa saja mengalami. Ada Hindu terhadap kedudukan satu fenomena unik dilontarkan perempuan, kendala dan tanNahe’i. Mari lihat apa yang di- tangan implementasi kesetaraan tonton di TV oleh para ibu ru- gender, memaknai kekerasan terhadap perempuan yang juga diserta beberapa contoh kasus KDRT. Mengimplementasikan kesetaraan gender sesuai ajaraan Hindu. Wakil Ketua Komnas Perempuan Budi Wahyuni mengatakan, ada 300 perda yang diskriminatif terhadap perempuan. Buku ini langkah awal, melakukan pencegahan kekerasan terhadap perempuan bekerja sama de ngan ormas-ormas agama. Buku ini memuat bagaimana respons Hindu, mendengarkan suara perempuan korban kekerasan demi keadilan. –Wirati Astiti
Perempuan Bali Bangga Jadi Wanita Karier Dibandingkan Ibu RT Ada satu kalimat mengelitik yang dilontarkan Ketut Wiana dari PHDI Pusat. “Perempuan Bali lebih bangga jadi wanita karier dibandingkan Ibu RT,” ungkapnya dalam bedah buku “Memecah Kebisuan”, kerja sama LBH Apik Bali, Komnas Perempuan, dan PHDI Pusat. Tentu saja ungkapan itu menuai beberapa kritik dari sebagian besar perempuan yang hadir di tempat diskusi tersebut. Salah seorang peserta Eka Santhi dari LSM Bali Sruti, ungkapan itu tidak tepat. Lantaran banyak suami tidak bisa menghidupi keluarganya dengan baik sehingga istri perlu turut serta mengambil bagian mencari nafkah. Ironisnya, ketika istri sibuk berkarier di luar rumah, para suami belum ikhlas mau mengerjakan pekerjaan RT. Bagaimana yang disebut kesetaraan, sementara, tidak adanya keadilan peran di sini,” tutur perempuan yang akrab disapa Iin ini.
M
endengar reaksi para peserta, Ketut Wiana, mencoba membagi pengalaman. “Saya melihat, para perempuan yang hanya sebagai ibu rumahtangga, pasti minder
ketika ditanya, apa pekerjaannya. Ia merasa tak punya penghasilan yang bisa membanggakan,” kata Wiana. Tahun 1968, perceraian hanya terjadi satu pasang pasutri. Sekarang ini di PN Denpasar mencatat, 34 kasus perceraian
tiap bulan. Ini masalahnya apa? Wiana melihat berdasarkan pengalaman. Ia memberi contoh, Di Belanda dan beberapa negara di Eropa, sebelum anaknya berusia 17 tahun, hanya satu orangtua yang boleh bekerja, yang lainnya
Dari kiri: Nahe’i, Masruchah (moderator), Ketut Wiana, Nengah Budawati
Alfela Fokus Pendampingan Hukum Perempuan dan Anak Sejak Timor Leste merdeka tahun 2002, isu gender mulai digaungkan di daerah bekas jajahan Portugis tersebut. Hal ini diungkapkan Marcelina Amaral, dari LSM pendampingan hukum terhadap perempuan dan anak, Alfela (Asistensia Legal ba Feto Labarit). Marcelina datang ke Bali bersama 4 orang pengacara, melakukan studi banding ke beberapa LSM yang peduli perempuan dan anak untuk bertukar ilmu.
T
ahun 2005 ada satu badan terbentuk yang bernama Judicial System Monitoring Programme (JSMP).Tugasnya hanya memonitoring kejadian dan membuat laporan. Dari hasil itu, banyak sekali korban anak-anak dan perempuan yang tidak mendapatkan perlindungan hukum. Akhirnya, ia mengambil kesimpulan untuk mendirikan satu organisasi yang bisa melakukan pendampingan
hukum untuk korban perempuan dan anak. Tahun 2011 ia melakukan studi banding ke LBH Apik dan LBH Jakarta. Tahun 2012 terbentuklah Alfela yang terpisah dari JSMP. Nama Alfela dibuat dengan bahasa Teto, yakni bahasa sehari-hari masyarakat Timor Leste, agar memudahkan mereka berkomunikasi dengan masyarakat setempat. Dalam sistem perkawinan masyarakat Timor Leste menganut tiga sistem, yakni patrilineal, matrilenial, dan paren-
tal. Sebagian besar masyarakat Timor Leste, menganut system patrilineal dimana hak dan kekuasaan ada di pihak lakilaki sementara, perempuan tidak punya hak. Setelah isu gender berkembang, tak mudah memberi pemahaman kepada tokoh adat agar sensitif gender. Begitu juga, penegak hukum seperti hakim dan jaksa, masih belum bisa memahami isu gender. Timor Lester terdiri dari 13 kabupaten, tapi hanya memiliki 4 pengadilan. Marcelina menyebutkan, kasus yang banyak terjadi di Timor Leste, kasus KDRT, pelecehan seksual terhadap anak, dan inses (ayah perkosa anak sendiri). Dalam KHUP tidak ada pasal-pasal yang mengatur inses. Pasal yang dipakai hanya pasal perkosaan biasa. Parahnya, untuk kasus
inses, agak susah karena anak sulit menceritakan kasus yang dialami. Untuk itu, ia berharap, bisa membuat rekomendasi agar UU bisa diamandemen, agar korban mendapatkan keadilan. Untuk draftnya sedang ia buat. Menurut Marcelina, di Timor Leste ada lembaga pemberdayaan perempuan yang masuk dalam struktur Kementerian Sosial, namun, implementasinya di lapangan masih kurang. Isu sensitif gender belum menjadi prioritas utama. Kehidupan masyarakat Timor Leste sebagian besar adalah petani dan miskin. Mereka tidak mendapatkan kesempatan akses ke pengadilan. Mereka harus bayar pengacara dan uang transport ke pengadilan. “Disinlah tugas kami untuk membantu mereka agar mendapatkan
Marcelina Amaral
akses hukum. Tugas kami, selain advokasi, juga edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Selain korban perempuan dan anak, kami juga memberi pendampingan kepada pelaku yang awalnya korban, “ kata Marcelina. –Wirati Astiti
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
19
Keberpihakan terhadap Budaya Lokal Saat ini di Bali ada 57 lembaga penyiaran radio yang sudah mengantongi izin penyelenggaraan penyiaran (IPP). Dari 57 tersebut, 50 lembaga penyiaran swasta, 3 lembaga penyiaran radio komunitas, 2 lembaga penyiaran publik lokal dan 2 lagi lembaga penyiaran publik.
M
enurut Ni Putu Suaryani, S.T., anggota Bidang Pengawasan Isi Siaran Komisioner KPID Bali, yang sedang menjadi perhatian serius KPID dari siaran radio adalah maraknya iklan pengobatan alternatif. Tujuannya, jangan sampai ada siaran pengobatan alternatif menyesatkan masyarakat. “Persepsi masyarakat, apa yang sudah disiarkan di media adalah benar. Mereka tidak berpikir untuk memilahmilah. Parahnya, masyarakat yang sudah menjadi korban, tidak mau berbagi kisah pengalaman buruk, agar orang lain tidak ikut menjadi korban,” kata perempuan yang akrab disapa Ani ini. Peraturan KPI memandatkan bawah lembaga penyiaran hanya boleh bekerjasama dengan lembaga pengobatan yang mengantongi izin dari pihak yang berwenang. “Khusus untuk pengobatan alter natif perlu kita sikapi bersama karena menyangkut risiko hukum, pelanggaran kaidah bahasa dan sosial dan kesehatan masyarakat. Lembaga penyiaran radio harus berhati-hati dalam memproduksi dan menyajikannya,” ucap Ani. Istri penyanyi Bali Agung Wirasutha ini menegaskan, frekuensi adalah milik publik, jadi sudah seharusnya para pemilik lembaga penyiaran mengikuti aturan-aturan standar program siaran. Selain isi
Ni Putu Suaryani, S.T.
konten radio, para penyiar radio juga diharapkan memahami tugasnya sebagai penyiar. Walaupun sudah jam malam bersiaran, bukan berarti bisa seenaknya menggunakan bahasa yang kurang sopan, yang terkesan agak jorok. Begitu juga, konten radio, untuk hiburan lagu-lagu Bali. Banyak juga keluhan masyarakat terkait maraknya iklan komersial dan lagu-lagu daerah yang mengesankan hubungan lain jenis dan pornografi. Hal ini bisa mengandung unsur pelanggaran terutama menyangkut persentase penggolongan dan jam siaran. Siaran dewasa harusnya memerhatikan hak-hak dan perlindungan terhadap anak. “Kami meminta agar lembaga penyiaran selektif memilih lagu-lagu Bali yang akan disiarkan. Jangan sampai me-
nyiarkan lagu Bali yang liriknya ada kesan jorok,” kata Ani. Secara keseluruhan konten radio tersebut, hanya diberikan space iklan 20 persen. Dari 20 persen itu, beberapa persennya harus me nyiarkan iklan layanan masyarakat. Sisanya edukasi dan informasi selain hiburan yang mendidik. Ia menilai, format siaran yang harus ditambah adalah terkait dengan kedalaman dan keberpihakan terhadap nilai budaya lokal dan pesan layanan masyarakat. Konten lokal seperti seni budaya dan tradisi kehidupan masyarakat Bali. Namun, ia menyadari, ada keluhan dari pemilik lembaga penyiaran, kalau format tersebut agak sulit mendapatkan iklan. Namun, kembali lagi harus diingat, frekuensi adalah milik publik, sehingga apapun konten yang disiarkan harus demi kepentingan publik, jangan hanya kepentingan pemilik lembaga siaran semata. Ketentuan untuk format kearifan lokal juga hanya 10 persen, seharusnya lembaga penyiaran tak sulit untuk memenuhi aturan itu. Selama ini, memang ia mengakui, ada beberapa lembaga penyiaran yang masih melakukan pelanggaran. Beberapa pelanggaran ini menjadi catatan untuk pengajuan izin berikutnya. Untuk radio perpanjangan izin tiap lima tahun. Semua lembaga penyiaran radio seharusnya konsisten dengan fungsinya sesuai dengan peraturan bidang penyiaran. Visi dan misi lembaga penyiaran dituangkan dalam format siaran seperti yang pernah menjadi landasan perizinan melalui KPID Bali. Lembaga penyia ran tidak boleh memperjualkan izin dan wajib memiliki keberpihakan terhadap perlindungan dan penghormatan budaya lokal. -Wirati Astiti
Segmentasi harus Tepat
Radio siaran, ibarat kekasih lama yang susah dilupakan. Karena radio siaran tidak hanya media komunikasi tetapi juga media informasi dan hiburan yang sangat fleksibel mengikuti perkembangan. Meski perkembangan media di era digital ini tak terbendung, tetapi radio tetap ada kan? Bahkan orang-orang berlomba-lomba membuat radio. Apapun perkembangan media yang lain, radio ada dimana-mana, ditinggal sejenak tetapi dicari lagi. Begitu disampaikan Station Manager Pinguin FM, Made Anie Supatni Samba Anie Supatni melihat perkembangan radio sedemikian berlari, karena regulasi yang membuka seluas-luasnya kanal frekuensi, sehingga radio seperti jamur di musim hujan. “Di sini kita tidak
bisa lagi terlena dengan pola kerja lama. Radio saat ini adalah industri yang jika kita tidak mampu mengikuti tuntutan perkembangannya, maka bersiaplah tinggal nama,” ujar perempuan yang tercatat sebagai Wakil Ketua III/Bidang Humas PRSSNI Bali ini. Berangkat dari kesadaran untuk tetap bisa didengar layak, bermanfaat, dan dinantikan oleh pendengar, maka tidak bisa tidak, harus menata kembali kemana arah yang ingin dituju. “Yang pertama dilakukan adalah menentukan kembali positioning, kemudian menajamkannya. Ini penting karena saat ini dengan banyaknya pilihan, audiens akan mencari informasi, hiburan sesuai dengan kebutuhannya,” tuturnya. Dikatakannya pengiklan tidak lagi berpatokan pada jumlah pen-
dengar terbanyak di satu stasiun radio dengan segmen yang sangat luas, tetapi radio dengan segmentasi paling tepat atau segmen dari produk yang ingin dikenalkan kepada audiens. Bicara mengenai bagaimana ia menanjamkan segmen, Ani mengatakan dimulai dari program yang disesuaikan dengan segmen yang ingin dituju. Pinguin, katanya bermain di 17–35 dengan 65% female. Audiens di segmen ini adalah pendengar yang usia produktif, ibu muda dengan anak-anak yang masih membutuhkan perhatian lebih, haus informasi, edukasi dan hiburan, praktis, jika perlu dalam genggaman. Program kesehatan, kecantikan, info seputar pengelolaan keuangan , manajemen rumah tangga, karier, relationship adalah program yang ditunggu-
Ari Widya saat siaran
Demi Siaran, Tunda Liburan Salah satu penyiar radio, I Gusti Ayu Kade Ari Widya Ratni menuturkan menjadi penyiar radio itu keren. “Orang pasti penasaran bahkan pengen jadi penyiar radio. Suara penyiar bisa didengerin banyak orang, nama juga bisa dikenal,” ungkap perempuan yang akrab disapa Ari Widya ini. Bagi alumnus Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dwijendra Denpasar ini, yang p aling membuatnya tertarik jadi pen yiar radio adalah, ia bisa menyampaikan informasi baik penting maupun ringan yang mungkin awalnya tidak diketahui pendengar. “Mereka jadi tahu karena mendengarkan saya. Itu yang paling membuat saya bermanfaat menjadi penyiar radio,” ujar penyiar radio Pinguin FM dan presenter acara Tembang Bali di BaliTV bersama Gus Sonny ini. Suka –duka jadi penyiar juga diungkapkan Ari Widya. Ia bisa memiliki banyak kenalan, wawasan tambah luas,
Anie Supatni
tunggu. “Setiap bulan program on air kami bawa ke darat alias off air dengan menghadirkan narasumber sesuai dengan tema bulanan yang kami susun selama setahun,” ucapnya. Soal teknologi, katanya sudah menjadi keharusan. Apalagi saat ini radio sudah tidak “berwujud”.
apa-apa pasti tahu duluan dan kerjanya happy. Selain itu, bisa mendengarkan musik kesukaan selama siaran, Selama siaran mood pasti aman karena lagu yang ia putarkan selalu bisa menghibur suasana hati. Dukanya, lebih sering masalah waktu. Biasanya demi tetap bisa siaran, ia harus menunda rencana liburan. Tapi sampai saat ini semua masih berjalan baik-baik saja. Perempuan kelahiran Pandak Gede, 14 Agustus 1994 ini menuturkan pengalaman serunya selama menjadi penyiar. “Waktu itu lagi siaran pagi, harusnya siarannya SeninJumat aja. Tapi karena akhirnya kebiasaan bangun pukul 4 pagi, sempat di hari Sabtu akhirnya bangun juga dan lupa hari. Udah siap-siap dan udah sampai di radio, eh baru ngeh kalau itu hari Sabtu. Udah jauh-jauh dari Tabanan, ngantuk, malah salah hari,” ujar scriptwriter dan MC freelance ini sembari tersenyum. –Ngurah Budi Radio sudah bisa didengar melalui benda yang paling penting di setiap saku manusia, ponsel. “Kita sudah masuk era new media, hampir berbagai hal sudah masuk ranah digital, tidak terkecuali radio,” ujarnya. Selanjutnya mengingat radio adalah dunia entertaintment, jika SDM –nya tidak di upgrade terus menerus, maka host bukannya menjadi seorang penyampai pesan yang ditunggu pendengar, malah menjadi “pengganggu” lagu-lagu bagus yang sedang diputar. “Mereka mendapat pembekalan yang cukup karena menjadi ujung tombak pesan yang ingin disampaikan. Untuk in house training bahkan,tidak tanggung-tanggung, menghadirkan trainer, pelatih atau pakar di bidangnya untuk pembekalan, bahkan komisioner KPI rutin kami undang untuk host-host baru khusus pembekalan,” pungkasnya. – Sri Ardhini
18
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Life
Kreasi
Mengguncang Dunia
P
entas seni budaya mancanegara ini adalah puncak dari peringatan hari jadi Purwakarta ke-184. Pementasan dipusatkan dalam sebuah panggung megah yang disebut Maya Datar, terletak di depan pendopo pemerintah Kabupaten Purwakarta. Ribuan penonton merangsek mengepung areal pementasan, namun tak semuanya bisa masuk. Penonton yang tak mendapat bagian di dalam, tak pantang menyerah dan dengan semangat menyaksikan dari luar pagar
besi. Festival yang bernama resmi “Cultural World Festival” ini, menjadi peristiwa budaya bersejarah yang menghebohkan masyarakat Jawa Barat. Dipandu oleh presenter nasional, Indra Herlambang dan Ersa Mayori, festival seni budaya dunia ini menjadi pesta keberagaman budaya dalam berbagai ungkapan seni, dari seni bela diri kung fu, hingga tarian sufi Mesir, tarian Baghara dari India hingga seni Folk dari Italia. Masing-masing duta seni tampil memukau penonton sekitar tujuh
hingga 10 menit, kecuali Indonesia (Sukawati) yang menggebrak di puncak festival selama setengah jam. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bersama para undangan perwakilan kedutaan negera-negara yang duta seninya tampil dalam festival, menyimak antusias pertunjukan di atas panggung. Histeria penonton bergemuruh menyambut penampilan Sukawati. Berkekuatan 100 orang (penari, penabuh, koor, dan dalang/narator), sajian para seniman Sukawati rupanya memang ditunggu-tunggu penonton. Kang Dedi, panggilan akrab Dedi Mulyadi, dalam siaran persnya beberapa hari sebelumnya, memang telah berkali-kali menginformasikan persembahan seni Desa Sukawati jangan sampai dilewatkan untuk diapresiasi. Pernyataan orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta ini, bisa jadi mengacu kepada kesannya sendiri ketika menyaksikan garapan seni seniman Desa Sukawati berjudul “Siwa Murti Wisesa Sakti” di Balai Budaya Gianyar, 19 April 2015 lalu. Ditunjuknya para insan seni Desa Sukawati untuk tampil di forum seni budaya dunia itu berawal dari Balai Budaya Gianyar. Penampilan garapan seni pentas kolosal Sukawati menggugah hati Kang Dedi sebagai salah satu undangan kehormatan. Seusai menyaksikan seni pentas tersebut, Kang Dedi melontarkan apresiasi yang tinggi kepada tim penggarap. Antusiasismenya diungkapkan dengan undangan langsung agar Sukawati tampil pada festival seni budaya dunia di Purwakarta. “Saya yakin saat festival nanti, ribuan penonton akan membludak, menyimak penampilan tim kesenian utusan 15 negara, termasuk sajian Desa Sukawati duta Gianyar, Bali, yang menjadi wakil Indonesia,” ujarnya bersemangat. Ketika perayaan HUT ke-244 Kota Gianyar itu, Sukawati menyajikan garapan seni pertunjukan dengan lakon yang bertema dunia seni. Dikisahkan Dewa Siwa (Siwanataraja) menciptakan jagat raya dengan segala kehidupannya. Tetapi, kehidupan di bumi kacau balau oleh ulah garang para raksasa. Dewa Siwa bersama para dewa lainnya mencoba menanggulanginya namun tidak berhasil. Untuk mengembalikan keharmonisan jagat, Dewa Siwa dalam wujud Siwanataraja menciptakan puspa ragam kesenian yang
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Pisah karena Obsesif
“Matahari Nusantara” Sebuah perhelatan seni budaya internasional digelar di Purwakarta, Jawa Barat, 29 Agustus 2015. Kendati hanya berlangsung semalam, dari pukul 19.00-24.00, namun festival ini sungguh-sungguh berkelas dunia. Ada 14 negara mengirim duta-duta seninya, yakni Italia, Meksiko, Turki, Mesir, Afrika Selatan, Korea, India, Tiongkok, Filipina, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Kamboja. Tuan rumah Indonesia diwakili oleh insan-insan seni dari Desa Sukawati, Gianyar, Bali. Desa Sukawati tampil sebagai pamungkas festival dengan garapan bertajuk “Matahari Nusantara”.
Story
Temu Kangen Alumni SMAN Denpasar Acara temu kangen alumni SMAN Denpasar lintas angkatan (1960 hingga 1969) dilaksanakan 16 Agustus 2015 di Umanyar Resto-Sibang Gede, Badung. Reuni kali ini digagas alumni angkatan 1962 yang tamat 1965 karena bertepatan dengan 50 tahun mereka meninggalkan bangku almamater. Alumni yang hadir sekitar 140 orang dan acara temu kangen tersebut dipandu Tomy Mada. Mereka menyanyikan lagu “Jumpa Lagi” kemudian menyaksikan Kupukupu Kuning di atas floating stage sebagai sebuah persembahan tari ciptaan Agung Kusuma Arini, mantan dosen ISI Denpasar. Selanjutnya mereka menundukkan kepala sejenak untuk berdoa. Ketua Panitia Reuni Cokorda Istri Sri Ramaswati mengharapkan agar teman-teman alumni menyambung silaturahmi dan bernostalgia mengenang masa–masa indah saat duduk dibangku sekolah yang kala itu adalah satusatunya SMA yang ada di Denpasar. Di samping itu temu kangen kali ini tidak terbatas pada alumnus SMAN Denpasar saja namun sampai beberapa angkatan di bawahnya hingga menyebut Reuni Lintas Angkatan dengan tema “Love, Peace and Harmony”. Tidak lupa ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada tiga orang guru yang pernah mengajar dan berkenan hadir yakni Putu Sedana, Wayan Dana dan Alit Witari. -rls disambut suka cita dan suka hati oleh umat manusia. Kehidupan di bumi kembali harmonis, sejahtera, dan damai. Pesan damai dari indahnya seni itu, dalam penampilan Sukawati di festival budaya dunia di Purwakarta kembali digaungkan. Lakon “Matahari Nusantara” pesan intinya adalah hidup berkeadaban dengan damainya seni. Alkisah, pada abad ke-6 Masehi, bangsa Galuh di belahan barat Jawa Dwipa telah menggapai peradaban tinggi. Bangsa inilah yang mengawali lahirnya sistem pemerintahan kerajaan pertama di dunia. Sebuah ajaran welas asih, berhasil menuntun kerajaan Galuh merengkuh era kejayaannya.
Ajaran yang mengandung cara hidup manusia yang beradab itu, dihormati takzim dengan sebutan Sundayana. Sunda bermakna matahari dan yana adalah ajaran hidup. Sembilan abad kemudian, Prabu Siliwangi, raja Pajajaran nan masyur keturunan bangsa Galuh, menaruh hormat pada ajaran Sundayana warisan leluhurnya. Untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian, Prabu Siliwangi dengan penuh welas asih arif bijak sana, mengayomi jagat seni dan menggalang fajar kehidupan yang berbudaya. “Matahari Nusantara” persembahan Sukawati mengundang decak penonton. Unsur-unsur seni Jawa Barat dan Nusantara yang diramu dalam tari, gamelan, dan olah vokal menggugah rasa cinta budaya daerah dan kebhinekaan Nusantara. Ketika pada bagian akhir garapan mengepak figur Garuda yang diiringi lagu rakyat Jawa Barat, Manuk Dadali, ditingkahi gerak tari nan rampak, segenap penonton berdiri, termasuk Kang Dedi, ikut bernyanyi riang. Di akhir pementasan, secara spontan Ki Dalang Sujiwo Tejo didampingi Kang Dedi masuk panggung, menembang dan berpuisi. Garapan seni “Matahari Nusantara” Sukawati berbinar gemilang, penonton terpana. -Kadek Suartaya
“Jangan terlalu banyak berharap dari hubungan kita selama ini. Kita tampaknya tidak berjodoh,” ungkap Riana (40) kepada kekasihnya Roni (43) suatu hari di tahun 2000 lalu. Ungkapan Riana itu dianggap angin lalu saja oleh Roni waktu itu. Bagaimana tidak, Roni merasa hubungan mereka berjalan sangat baik karena m ereka saling mencintai.
C
ukup lama mereka menjalin hubungan yang sangat serius ketika keduanya sama-sama kuliah di salah satu universitas di Yogyakarta. Sungguh istimewa Riana di hati Roni. Riana juga mencintai Roni dengan sungguh-sungguh. Roni adalah sosok lelaki yang taat beragama, cerdas, mengalah, rendah hati dan hampir semua sifat baik dimilikinya. Tujuh tahun mereka menjalin hubungan membuat kawan-kawan kuliahnya menjuluki mereka pasangan yang istimewa dan awet. “Hampir semua kawan dan sahabat kami menginginkan akhir yang indah dari hubungan itu bahwa suatu hari kami menikah,” kata Riana, tersenyum. Dengan kebaikan Roni yang sangat menyanjung Riana, menyebabkan saat putus-
nya hubungan mereka membuat Riana kebagian cercaan atau cibiran dari kawan dan sahabat mereka. “Kurang apa Roni padanya,” kata Riana menirukan salah satu cibiran ketika ia memutuskan meninggalkan Roni dengan begitu dramatis. Riana sangat memahami perasaan kawan-kawannya itu meski ia harus menelan pil pahit kehilangan sahabatsahabatnya. Baginya tidaklah penting ia harus menceritakan pada semua orang mengapa ia memilih memutuskan hubungannya dengn Roni. Cukup mereka berdua yang tahu. Riana rupanya punya alasan sendiri mengapa ia meninggalkan Roni dan menghilang begitu saja. Alasan yang tidak seorang pun tahu kecuali dirinya. “Mungkin Roni sendiri
“Saya bahkan menasehatinya untuk tidak meng-SMS dan menelepon saya karena kami sudah memiliki keluarga masingmasing. Saya juga ingatkan dia bahwa saya sangat mencintai suami dan anak saya. Saya tegaskan bahwa saya tidak akan pernah berselingkuh,”
tidak bisa menerima alasan sàya itu,” kata Riana. Namun. kebahagiaan yang terlihat oleh kawan-kawan mereka itu tidak berbanding lurus dengan apa yang sesungguhnya dirasakan Riana. Cinta Roni yang besar rupanya tidak membuat Riana bahagia. Ia mengaku malah tersiksa. Baginya Roni terlalu obsesif padanya sehingga sehingga membawanya menjadi laki-laki yang sangat pencemburu. LEBIH BANYAK TEMAN LAKI “Roni memang tidak kurang sutu apapun, namun sifat pencemburunya itu yang membuat saya tidak nyaman. Bahkan
marahnya mendatangi kawan lelaki Riana dan pertengkaran terjadi dengan hebatnya. Bahkan nyaris Roni bertindak kasar. Roni menuduh Riana berselingkuh. Riana menarik nafas panjang. Seminggu ia berpikir mau dibawa ke mana hubungan mereka. Sampai akhirnya ia meninggalkan Roni. “Dia berlutut memohon agar saya tidak meninggalkannya,” ujar Riana sedih mengenang perpisahan mereka yang dramatis itu. Sesungguhnya ia masih sangat mencintai kekasihnya itu saat memutuskan meninggalkannya. Riana lalu menghilang. Waktu berjalan, Roni menikah dan memiliki keluarga. Tiga
saya sering takut menghadapi nya jika ada kawan lelaki yang mendekati saya,” kata Riana yang ditemui di tempat kerjanya di Mataram. Riana pantas was-was. Sejak dulu ia lebih banyak bergaul dengan kawan dan sahabatnya yang lelaki ketimbang perempuan. Ini yang membuat ia tak mau ambil risiko untuk menikah dengannya. Kejadian demi kejadian membuat kekhawatiran Riana memuncak, hingga pada suatu hari, seminggu sebelum Riana meninggalkannya, Roni dengan
tahun kemudian Riana juga akhirnya menikah dengan laki-laki yang di mata Riana memiliki sifat serupa dengan Roni. “Tapi suami saya sangat percaya pada saya dan ia pandai mengelola cemburunya dengan cerdas,” ungkap Riana berbinar. Itu sebabnya ia sangat mencintai suaminya itu dengan istimewa. Setelah cukup lama ber pisah, tiba-tiba Riana mendapat telepon dan pesan pendek dari Roni. Hati Riana berdegup ketika Roni dirasaknnya masih menyimpan rasa cin-
7
tanya yang besar itu. Riana pun santai menanggapinya. Ia tidak menghindari Roni namun meladeninya. Buatnya inilah kesempatan untuk menyadarkan Roni bahwa ia harus mengakhiri obsesinya pada diri Riana. “Saya bahkan menasehatinya untuk tidak meng-SMS dan menelepon saya karena kami sudah memiliki keluarga masing-masing. Saya juga ingatkan dia bahwa saya sangat mencintai suami dan anak saya. Saya tegaskan bahwa saya tidak akan pernah berselingkuh,” kata Riana. Keteguhan hati Riana rupanya membuat Roni semakin tergila-gila padanya. Ia memohon untuk bisa bertemu dengan Riana. Namun, Riana tetap menolak. Roni makin obsesif. Ia bahkan sampai pernah mengikuti ke mana pun Riana pergi. Ini membuat Riana semakin tidak nyaman. Riana kini takut dengan fitnah. Ia kembali menasehati Roni agar tidak mengikutinya terus. “Saya tahu dia sangat mencintai saya, tapi dia juga mesti tahu bahwa cintanya yang besar itu belum tentu membuat orang yang dicintainya itu nyaman dan bahagia,” kata Riana. Riana kini harus berpikir panjang untuk menghadapi Roni. Rasa sayangnya pada laki-laki itu membuatnya merasa harus membantunya keluar dari masalah itu dengan bijaksana. Ia merasa sedih memikirkan Roni yang sudah 15 tahun berlalu namun masih menyimpan rasa cintanya yang besar. Ia ingin membantunya namun tidak dengan cara harus bertemu dengannya apalagi lebih dari itu. Riana tetap mau berkomunikasi dengannya sepanjang tidak bertemu langsung. Ia hanya mau berkomunikasi melalui telepon. Sikap Riana yang setia mencintai suaminya itu, membuktikan pada Roni bahwa apa yang dituduhkannya pada Riana 15 tahun yang lalu ternyata salah. Tampaknya kesetiaan Riana pada suaminya itu membuat cinta Roni makin menjadi-jadi. Riana hanya berharap semua berakhir baik. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Kolektif vs
Individual
Sekelompok anak-anak berolahraga di lapangan Renon. Salah satu aktivitas mereka adalah bermain “Kucing dan Tikus”. Ini adalah permainan tradisional anak-anak dengan dua tokoh utama, kucing dan tikus. Anak yang berperan sebagai kucing berupaya mengejar anak yang berperan sebagai tikus sedangkan anak-anak lain berusaha menghalangi pengejaran itu.
Made Taro
P
ermainan tradisional lain yang kerap dimainkan anak-anak adalah gobak sodor, sembunyi-sembunyian, dan dengkleng. Semua permainan itu dimainkan lebih dari dua anak. Makin banyak yang diajak, makin ramai suasana. Tetapi, kini beberapa permainan tradisional mulai ditinggalkan karena anak-anak lebih memilih bermain sendirian dengan gadget yang canggih. Permainan yang ditawarkan dari berbagai aplikasi ini membuat anak-anak bisa betah bermain sendirian. “Saya dan adik berencana membuat hari bebas gadget. Hari itu tidak boleh ada yang bermain gadget. Kami ingin mengurangi kecanduan anak terhadap permainan di gadget,” ujar Desi, seorang ibu yang memiliki tiga putra ini. Sebagai gantinya, ia mengajak anak-anak untuk berkunjung ke rumah neneknya. Di sana anak-anaknya bisa bermain dengan para sepupu. Menurut Made Taro, pendongeng sekaligus pelestari permainan tradisional, ada beberapa perbedaan antara permainan tradisional dengan permainan modern yang disajikan di gadget. “Permainan tradisional itu sifatnya kolektif. Banyak orang lebih mengasyikkan. Bentuk permainan luwes dan fleksibel. Aturan pun disesuaikan dengan kesepakatan para pemain. Bentuk permainan sederhana dan tidak memerlukan banyak peralatan. Pemain menjadi produktif. Satu lagi, ada proses mulai dari anak-anak berkumpul,
berkomunikasi, berdiskusi untuk memilih permainan yang akan dimainkan, sampai mereka semua bermain,” ujar pendiri Sanggar Kukuruyuk ini. Sebaliknya, permainan modern merupakan permainan individual yang sudah baku sesuai dengan buatan si pencipta. Kalau gadget rusak, pemain tidak bisa melakukan improvisasi kecuali membeli yang baru. Ini pun membuat pemain menjadi konsumtif. Namun, Taro mengatakan ada kesamaan antara permainan tradisional dan modern yakni sama-sama sebagai sarana hiburan dan penyaluran kreativitas. “Permainan modern itu dampak dari kemajuan teknologi dan globalisasi. Kita tidak bisa menentang globalisasi. Yang bisa dilakukan adalah memilah dan memilih mana yang dianggap sesuai. Jangan sampai permainan tradisional hilang karena itulah kita harus melestarikannya,” ujar pensiunan guru antropologi SMA 2 Denpasar ini. Kendala yang dihadapi pelestari permainan tradisional adalah dukungan dan waktu. Dukungan ini berkaitan dengan adanya pandangan yang meremehkan permainan tradisional dan menganggapnya kalah gengsi. Ia pun mencontohkan ada orangtua yang semangat agar anaknya ikut sanggar tetapi si anak tidak tertarik. Ada yang anaknya tertarik, tetapi orangtuanya tidak memberi dukungan karena terlalu sibuk sehingga tidak bisa mengantar. Kendala lainnya soal waktu. Banyaknya les yang diikuti membuat orangtua dan anak harus memilih mana yang menjadi prioritas. Kadang anaknya bisa, orangtuanya tidak bisa. “Dari pengamatan saya, ada pergeseran anak yang menjadi anggota sanggar. Dulu, lebih banyak anak dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Belakangan ini malah lebih banyak anak dari kalangan menengah ke atas. Ada yang terang-terangan menitipkan anak di sanggar untuk menghindari anaknya main gadget. Awalnya mereka tertekan, tetapi lama-kelamaan menjadi suka,” ujar pria yang sudah melanglang buana berkat kepiawaiannya mendongeng dan melestarikan permainan tradisional ini.
RANGKING 1 SAMPAI 10 Ada anak yang awalnya pemalu, pendiam, dan tidak gaul. Tetapi setelah ikut sanggar dan menemukan keasyikan bermain, malah menjadi anak yang luwes
dan tidak bisa diam. Ada juga yang awalnya dipaksa orangtua, sampaisampai harus ditunggu ketika latihan. Secara perlahan, orangtuanya menjauh hingga anak itu menjadi mandiri. Agar tidak mengganggu waktu belajar anak, sanggar yang dipimpin Made Taro ini hanya menerima siswa kelas 3 sampai kelas 5. Kelas 6 sudah tidak diperbolehkan karena mereka harus fokus untuk belajar dan ujian. Taro menuturkan penelitian yang dilakukan Sita Resmi, mahasiswi S2 jurusan Psikologi dari UI terhadap anak-anak sanggar Kukuruyuk. Mereka diteliti mulai dari kegiatan di sekolah, di rumah, dan di sanggar. Dari hasil penelitian itu, ditemukan bahwa prestasi anak-anak sanggar berada di peringkat 1 hingga 10 di kelasnya. “Saya sampai saat ini punya dua pandangan terhadap anak-anak sanggar. Pertama, dongeng dan permainan tradisional mampu menjadikan anak cerdas karena menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri. Kedua, anak cerdaslah yang memilih untuk mendongeng dan melakukan permainan tradisional,” ujar pria berusia 76
tahun ini. Salah satu contoh dalam permainan “Kucing dan Tikus”, anakanak yang menjadi pemain figuran berteriak lebih keras disbanding pemain utama. Bisa jadi teriakan ini melepaskan semua uneg-uneg atau ganjalan yang ada dalam hatinya sehingga anak-anak menjadi segar dan gembira. Ini pun termasuk dalam pembersihan jiwa. Karena itu, tak terlihat anak yang cemberut saat diajak bermain. Mengenai permainan tradisional, Taro yang kreatif menciptakan permainan, termasuk yang terbaru “Nuut Titi” mengatakan perubahan zaman harus diikuti tanpa kehilangan makna permainan itu. Ia menggunakan teori antropologi mengenai perubahan. Ada tiga hal yang diperhatikan, ide, perilaku, dan fisik. Ide tidak akan pernah hilang, perilaku bisa menyesuaikan sedangkan fisik bisa berubah bahkan bisa hilang. Dalam permainan tradisional, ide selalu ada, perilaku atau aturan bisa disesuaikan, sedangkan bentuk alat bisa bisa berubah dan disesuaikan dengan situasi terkini.
Griya
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Permanis Ruang dengan Gorden
17
Keberadaan gorden dalam interior memiliki multifungsi. Selain sebagai penutup jendela atau sebagai penghalang sinar matahari, gorden juga menjadi bagian dari estetika yang dapat mempermanis ruangan. Karena itu tentu saja pemilihan model dan bahannya harus disesuaikan dengan kebutuhan, dan budget.
T
eja, owner Bali Indah Gordyn (BIG) mengatakan ada banyak macam model gorden yang bisa dipilih. Seperti model kre (horizontal), minimalis yang umumnya memakai model ring (smorkling), kupu-kupu (yang gordennya menempel di daun jendela), dan model klasik yang biasanya ada rempelannya. “Lima tahun lalu, model klasik cukup mendominasi. Namun dua tahun terakhir, masyarakat Denpasar khususnya lebih senang dengan model minimalis, walaupun masih ada orang-orang tertentu yang suka model klasi,” jelas Teja. Lagipula, ia menyebutkan untuk pemasangan gorden model klasik memerlukan space kusen jendela yang luas,
–Ngurah Budi
sementara perkembangan perumahan di Denpasar sekarang jendelanya kecil-kecil. “Sekarang ini masyarakat Denpasar menengah ke atas banyak memakai model smorkling dengan bahan blackout,” imbuhnya. Sementara, untuk hotel dan bungalow lebih memilih model kre baik dari bahan kayu maupun aluminium. Teja mengungkapkan, sejatinya model gorden dulu dan sekarang sama saja. Hanya saja sekarang ini lebih banyak pilihan bahan, rel, tassel, dan pelengkap lainnya dengan berbagai macam warna. “Masyarakat yang budgetnya minim alias murah meriah, biasanya memilih kain satin dan lebih bermain di motif,” ucapnya. –Inten Indrawati
Teja
Anak-anak bersiap melakukan permainan
Mendongeng Lima Menit
tiga ahli naik jukung
Mula-mula orangorang desa itu sangat percaya akan keahlian tiga pemuda yang menamakan dirinya Tiga Serangkai. Mereka mengaku berilmu tinggi sehingga bisa mengatasi segala bencana, seperti menghentikan hujan, menyembuhkan penyakit, dan membatalkan Made Taro pasang-surut. Lamakelamaan orang-orang desa itu berpikir kritis. Banyak omongan ketiga ahli itu tidak terbukti. Namun mereka masih juga membual. Oleh orang desa ketiga pemuda itu diberi julukan si Bual Satu, si Bual Dua dan si Bual Tiga. Suatu hari terbetik berita, sebuah kapal turis kandas di pelabuhan. Pelabuhan itu terletak jauh di seberang teluk. Orang-orang di desa itu berduyun-duyun melihat kapal besar itu dengan naik angkot. Sebetulnya letak pelabuhan itu dekat, tetapi untuk mencapainya harus keliling teluk. Tentu mengambil waktu cukup lama dan ongkos angkotnya mahal. “Kita nyeberang pakai jukung saja!” kata pembual itu yang juga ingin melihat kapal besar. “Sepuluh menit sampai, apalagi angin kencang itu kita manfaatkan sebagai pendorong.” Disewanya sebuah jukung tanpa awak. Mereka sepakat mendayung bergantian. Dalam pelayaran yang lancar itu, mereka tak henti-hentinya membicarakan orang-orang desa yang tidak bisa menghargai waktu dan uang. “Yang mereka
takutkan, pastilah air laut yang dalam, gelombang yang besar dan angin yang kencang, ha, ha, ha…!” ledeknya. Di tengah laut, mereka berhadapan dengan ombak besar. Namun mereka tenang-tenang saja. Ombak itu makin lama makin ganas dibarengi dengan angin kencang berputarputar. Ketika menghempas jukung, ombak besar itu pecah, sehingga banyak air laut masuk ke dalam jukung. “Kita buang air laut itu pakai ember!” kata si Bual Satu, setelah melihat air laut itu makin tinggi. “Percuma, Kawan! Kita harus berbuat cepat, yakni membalikkan jukung ini, sehingga air laut tumpah semua,” kata si Bual Dua. “Ah, tidak, Kawan!” kata si Bual Tiga. “Usaha itu memerlukan tenaga besar. Kita pakai saja teori Ilmu Alam.” “Maaf, aku lupa, bagaimana terori itu?” tanya Si Bual Satu dan Si Bual Dua. “Menurut Ilmu Alam, air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Jadi kita cukup membuat sebuah lubang, sehingga air dalam jukung ini mengalir turun ke laut.” Tiga serangkai itu tertawa, menertawai dirinya sendiri. Mengapa harus lupa kepada ilmu yang mereka kuasai? Si Bual Tiga segera mengambil pahat dan palu, lalu melubangi bagian yang paling rendah dari badan jukung itu. Apa yang terjadi? Dengan sangat derasnya air laut itu mengalir naik ke dalam jukung. Jukung itu tenggelam. Tak lama kemudian, tiga ahli itu mendapati dirinya tergeletak di pinggir pantai. Di sebelahnya berdiri seorang nelayan. Nelayan itulah yang menyelamatkannya. Namun di hadapan nelayan ketiga ahli itu masih sempat membual, “Aneh, Ilmu Alam yang kita kuasai tidak berlaku dalam jukung itu.”
Model minimalis dengan rel smorkling
Tips Memilih Gorden Sebelum memutuskan membeli gorden, Teja mengimbau agar konsumen mengetahui jenis bahan gorden yang akan dibeli, apakah mengkerut atau tidak, bahkan kemungkinan luntur. Kemudian, ketahui juga tempat pemasangan gorden, apakah kusennya terkena sinar matahari atau tidak. “Jika kusen terkena sinar matahari, pilih gorden yang tahan sinar. Dulu biasanya memakai double pouring, sekarang sudah ada bahan khusus yaitu
blackout itu,” jelasnya. Ada 4 hal yang menjadi perhatian dalam memilih gorden. Pertama, fungsi gorden. Apakah difungsikan untuk penghalang sinar ataukah sekadar pembatas ruang? Kedua, model, motif, dan warna untuk mendapatkan suasana tertentu. Ketiga, bahan gorden. “Salah satu cara paling mudah memilih gorden adalah cari warna gorden yang sesuai dengan warna dinding dan
furnitur yang ada di sekitarnya. Anda juga dapat menyesuaikan model gorden dengan desain rumah. “Misalnya, jika rumah bergaya minimalis, Anda dapat memilih gorden dengan satu warna polos dengan smorkling yang berkesan simpel,” tandasnya. Pemilihan gorden yang tepat akan menyempurnakan tampilan keseluruhan ruangan dan dapat membuat Anda merasa nyaman. –Inten Indrawati
16
Edukasi
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Getah Bintaro Sembuhkan Penyakit Cantengan
Tanaman Bintaro
P
aronychia ini dise babkan oleh bakteri streptokokus, bi asanya akut, tetapi kasus kronis bisa terjadi. Pada paronychia akut, bakteri (biasanya Staphylococcus aureus atau strep tococci) masuk melalui robekan pada kulit diakibatkan dari trauma pada lapisan kuku (lapisan pada kulit keras yang tumpang tindih di sisi kuku), hilangnya kutikula, atau iritasi kronis (seperti dari air
Penyakit cantengan yang dalam bahasa kedokteran dinamakan Paronychia (baca: paronikia), sering dialami seseorang dan sudah sejak lama pula dialami oleh seseorang. Penderita cantengan akan mengalami sakit cukup menyiksa dan terasa nyut-nyutan pada bagian organ yang terinfeksi. Paronychia atau cantengan merupakan infeksi yang terjadi pada kulit di sekitar kuku jari tangan atau kuku jari kaki. Lipatan kuku, paling sering mengalami penyakit cantengan adalah kulit lipatan kuku jari jempol kaki yang ditandai dengan pembengkakan lipatan kuku.
dan detergent yang mengalami penggumpalan bersama kotoran yang masuk melalui lipatan kuku). Gumpalan ini dapat mendesak lapisan kutikula pada lipatan kuku sehingga menyebabkan pembekak an dan terasa sakit, yang di Bali sering dibilang penyakit “embinta nah” (Bahasa Bali), karena banyak mengandung gumpalan tanah yang berbau kurang sedap. Gejala awal paronikia dapat berupa kemerahan dan pembeng
kakan di sekitar kuku, yang disebut cellulitis. Pada keadaan ini kuku sangat sakit bila disentuh dan, ke mudian berlanjut kuku dan/atau ku lit menjadi berwarna kuning-hijau, yang menunjukkan bahwa terjadi pengumpulan nanah di bawah kuku dan kulit yang disebut abses, yang berbau tidak sedap. Bila seseorang pada jari jempol kaki menderita Paronychia akan terasa amat sakit bila memakai sepatu. Jika sudah de mikian, tentunya akan mengganggu
Drs. I Wayan Suanda, S.P., M.Si
aktivitas kerja. Hal inilah yang membuat Drs. I Wayan Suanda, S.P., M.Si. melaku kan beberapa percobaan terhadap beberapa penderita paronychia. Dosen FPMIPA IKIP PGRI Bali ini mencoba memanfaatkan getah yang dikeluarkan oleh bagian tanaman bintaro bila dipetik. Getah bin taro ini diteteskan 2-3 tetes pada lipatan kuku yang mengalami sakit paronychia. “Biarkan ge tah bintaro itu masuk ke bagian lipatan kuku yang mengalami infeksi dalam kurun waktu 1sampai 2 hari, maka rasa sakit pada lipatan kuku menjadi hi lang,” ujar Ketua Badan Penjamin Mutu (BPM) IKIP PGRI Bali ini. Dijelaskannya, bintaro
(Cerberaodollam Gaertn.) sinonim Cerberamanghas L. merupakan pohon yang bertekstur rindang, sehingga banyak ditanam sebagai peneduh atau penghijauan di pinggir jalan termasuk di Kota Denpasar. Bintaro dikenal juga dengan nama Pong-Pong Tree atau Indian suicide Tree, kayu susu, kenyen putih, koy andan, manggaprabu, manggalaut dan tanaman “bentoro” (di Bali) termasuk tumbuhan bergetah. Tanaman bintaro tumbuh hing ga ketinggian 3 m-12 m, bentuk daunnya memanjang simetris dan menumpul pada bagian ujung den gan ukuran bervariasi dan memiliki buah berwarna hijau saat muda yang berangsur-angsur menjadi cokelat kehitaman bila sudah me nua. Tanaman bintaro ini memiliki kemampuan sebagai anti bakteri, pestisida nabati, bahan baku lilin, buahnya efektif untuk mengusir tikus, bio-insektisida, obat luka, deodorant, dan bijinya berpotensi sebagai biodiesel. –Inten Indrawati
Melukat di Pura Tirta Sudamala Sering saya mendengar tentang mujizat air suci di Pura Tirta Sudamala. Pura Tirta Sudamala memiliki 11 buah pancuran; 9 pancuran keberadaanya lebih tinggi dan 2 lainnya lebih rendah. Pancuran ini diya kini warga sebagai tempat melukat, menyucikan diri secara jasmani dan rohani, menghilangkan penga ruh-pengaruh buruk seperti ilmu hitam, sehingga bisa melebur leteh (kotoran).
B
anyak orang yang melakukan pem bersihan diri di pura yang berlokasi di Desa Sedit, Kec. Bebalang, Bangli ini dan merasa lebih baik setelah itu, terutama bagi yang sering sakit kepala atau sulit ti dur. Akhirnya, saya mendapatkan kesempatan juga untuk datang melukat ke pura Tirta Sudamala. Untuk mencari lokasi pura saya berangkat dari Denpasar menuju arah Gianyar. Kemudian, menuju Kota Bangli (di Jalan Merdeka). Sebelum memasuki pertigaan Jalan Ngurah Rai be
lok kiri. Di dekat area itu, akan ban yak ada nama Jalan Tirta, seperti Jalan Tirta Campuhan, dll. Carilah Jalan Tirta Sudamala. Dari areal parkir menuju Pura jarak nya sekitar 100 meter, namun, jalannya sedikit menurun tajam. Di sepanjang jalan juga banyak warung kecil yang menyediakan canang, makanan, dan minuman ringan. Di areal melukat terdapat loker tempat menyimpan barang/ pakaian dengan tarif sewa R p 5000/unit. Pura Tirta Sudamala me nyuguhkan nuansa spiritual yang kental, terkesan begitu damai, air
Sakit Kepala pun Hilang
pancuran mengalir begitu jernih, tidak pernah kering walaupun saat musim kemarau. Tebing-tebing terlihat begitu indah, seolah memagari tempat ini menjauh kan kita dari pengaruh-pengaruh buruk. Air pancuran mengalir dari mata air alam di sekitar pohon bunut besar yang sudah berumur ratusan tahun. Air mengalir cukup deras dari pancuran, apalagi pancuran yang lebih tinggi. Saat air pancuran me ngenai kepala dan badan, rasanya seperti pijat refleksi alami. Awal nya, terasa sangat sakit, namun, lama-kelamaan, terasa nyaman, dan akhirnya, terasa sangat plong. Jika Anda sering sakit kepala atau sulit tidur, cobalah melukat di air suci Tirta Sudamala. Tata cara melukat dari pancuran ujung Selatan ke Utara. Setelah selesai melaku kan pembersihan diri, dilanjutkan dengan sembahyang di Pura Tirta Sudamala.-Wirati Astiti
Dara
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Rolingstun
Pendidikan Alat Mendewasakan Diri
judul tersebut karena ia melihat puri-puri yang ada di Bali sudah mulai kehilangan kharismanya, dan respek masyarakat mulai berkurang terhadap puri, karena pengaruh globalisasi. Akan tetapi Puri Saren tetap dapat memper tahankan kharismanya, dengan tetap menjaga hubungan dengan masyarakat, dan membuka diri untuk umum serta digunakannya puri sebagai tempat pelestarian seni dan budaya sehingga mampu mengembangkan pariwisata di Ubud. “Faktor pariwisata, sosi al, ekonomi, dan budaya adalah kunci tetap eksisnya Puri Saren
Ubud,“ ucap Dewa Roling yang masih bermimpi untuk menjadi seorang pendidik (guru) ini. Dalam sudut pandangnya, pendidikan di Bali dan di Indone sia dinilainya sudah cukup baik. Kesadaran masyarakat sudah sangat tinggi akan pentingnya pendidikan. Hanya saja yang perlu digaris bawahi, bahwa pen didikan bukanlah untuk mencari pekerjaan semata, tetapi pen didikan adalah suatu alat untuk mendewasakan diri agar mampu menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan.
Perasaan senang sekaligus terkejut menyelimuti hati Dewa Bagus Putu Rolingstun ketika namanya disebut sebagai lulusan terbaik dalam Wisuda XXXV IKIP PGRI Bali belum lama ini. “Saya tidak pernah membayangkan akan menjadi lulusan terbaik. Saya sangat bersyukur karena perjuangan saya tidak sia-sia, dan merasa bangga dapat memberikan yang terbaik bagi keluarga,” ujar peraih IPK 3,85 yang akrab disapa Dewa Roling ini.
L
ayaknya mahasiswa lain, pria kelahiran Gianyar, 10 Juni 1985 ini mengaku tak memiliki kiat-kiat khusus dalam belajar. “Hanya saja karena bek erja, jadi saya belajar pada waktu subuh. Saya berusaha melakukan segala sesuatunya dengan maksi mal, sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Tugas-tugas, ujianujian , dan skripsi saya kerjakan dengan total dan sebaik mungkin,” jelas putra dari Dewa Bagus Nyo man Sudana dan Ni Made Sujarni ini bersemangat. Terlebih, selain saat ini ber status sebagai pekerja di Karya
Tangan Indah (KTI) Mambal, Dewa Roling juga harus pintar mengatur waktunya antara kerja, kuliah, keluarga juga bermasyarakat. “Di zaman sekarang ini, lebih-lebih di Bali, setiap orang pasti berhadapan dengan masalah-masalah tersebut. Menghadapi semua itu saya jalani apa adanya, karena masing-masing sudah ada porsinya, dan kese muanya itu saling mendukung dan berhubungan satu sama lain,“ ujar suami Ni Komang Suartini ini. Dalam tugas akhirnya, Dewa Roling menulis tesis “Eksistensi Puri Saren Ubud Kelurahan Ubud Kecamatan Ubud (Perspektif Sosi al-Budaya)“. Alasannya mengambil
Kartu Bertuliskan “Rolling Stones“ Pada hari istimewa tersebut, Dewa Roling bak menjadi “bintang” di antara 478 wisudawan lainnya. Selain menjadi lulusan terbaik, nama “Rolingstun” terdengar cukup unik, yang mengingatkan kita pada grup musik legendaris Rolling Stones yang salah seorang pen tolannya adalah Mick Jagger. Tak ayal tiap namanya disebut, gemuruh suara peserta yang hadir tak bisa diredam. Puncaknya, saat Dewa Roling disebut diumum kan sebagai wisudawan lululusan terbaik yang sekaligus menjadi perwakilan wisudawan untuk menyampaikan pesan dan kesan. “Setelah wisuda, tugas kita bukan lagi sekadar mencari kerja, tetapi menciptakan kerja,” ujar Dewa Roling yang disambut tepuk tangan meriah rekan-rekannya sesama wisudawan. Lulusan Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) IKIP PGRI Bali ini mengisahkan asal muasal nama “Rolingstun“ yang melekat pada dirinya itu. “Ayah saya dulu bekerja sebagai security di salah satu hotel di Sanur. Saat itu ayah sedang risau memikirkan biaya persalinan saya yang masih di dalam kandungan. Saat dalam kebingungan itu, ayah menemukan sebuah dompet di jalan, yang bertepatan pada saat itu pula adalah hari kelahiran saya. Di dompet tersebut terdapat sejumlah uang dan sebuah kartu bertulis kan Rolling Stones. Dompet itu kemudian dikembalikan kepada tamu dan tamu itu yang akhirnya membiayai persalinan. Karena tertarik akan tulisan tersebut, juga atas saran tamu tersebut, serta merasa itu adalah suatu keberuntungan, maka saya diberi nama Rolingstun, setelah penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia,“ papar ayah dari Dewa Bagus Putu Radhika Putra Sura ini. Adiknya pun lantas diberikan nama yang unik pula agar tak terlalu berbeda jau dengan sang kakak. Desak Silvia Loren menjadi nama pilihan yang mengadopsi nama aktris dunia Sophia Loren. Meski memiliki nama kebarat-baratan, Dewa Roling tetap bersyukur dan bangga dengan nama pemberian orangtuanya itu. Orang mungkin tersenyum ketika mendengar namanya. Tapi baginya hal itu tak jadi masalah, buktinya ia mampu menunjukkan dirinya menjadi yang terbaik. –Inten Indrawati
9
Dewa Rolingstun berfoto bersama Rektor Made Suarta dan Ketua Yayasan Arthanegara, usai menerima penghargaan sebagai wisudawan lulusan terbaik
–Inten Indrawati
10
Bugar
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Mengenal Gegar Otak Oleh: dr. Putu Gde Budi Setiawan, Sp.BS Penulis merupakan Spesialis Bedah Syaraf
dr. Putu Gde Budi Setiawan, Sp.BS
Gegar otak adalah penger tian bagi gejala klinis pada se seorang yang mengalami cedera di otak, atau dalam bidang ke dokteran, yang dikenal dengan brain injury atau cerebral con cussion. Istilah tersebut dipo pulerkan oleh Prof. Kramer S.P. yang melakukan penelitian dan mempublikasikan karya ilmiah tentang cedera otak di Jurnal Annal of Surgery pada tahun 1896. Gegar otak sesungguhnya bagian dari gradasi cedera otak ringan, tetapi sering disalah artikan sebagai seluruh gejala akibat cedera otak. Itulah se babnya istilah gegar otak dalam aspek medis telah ditinggalkan. Untuk memudahkan penilaian derajat berat ringannya cedera otak, dibuatlah klasifikasi yang sederhana, yakni cedera otak ringan, sedang, dan berat. Pem bagian ini berdasarkan derajat kesadaran yang dikenal sebagai
Glasgow Coma Score (GCS) yang pertama kali diperkenalkan dan dipublikasikan oleh ilmuwan Prof. Graham Teasdale dan Prof. Bryan Jennet dari Insti tute of Neurological Sciences Glasgow di Jurnal The Lancet tahun 1974. Perhatikan bahwa ketika terjadi benturan di kepala, maka akan timbul gejala ri ngan, seperti sakit pada lokasi benturan, yang disertai dengan kehilangan kesadaran sesaat, atau gangguan memori sesaat (amnesia) dan sulit berkon sentrasi sesudahnya. Namun bila benturan terjadi cukup keras, akan terjadi kerusakan yang lebih berat juga, mulai dari terluka di kulit hingga patah tulang kepala, serta gangguan struktur anatomi otak. Kerusakan jaringan otak pun dapat terjadi mulai dari yang
ringan hingga berat, antara lain dipakai biasanya CT scan memar otak, perdarahan di luar (computerized tomography selaput otak atau hematoma scan). Dengan pemeriksaan CT epidural, perdarahan di bawah scan, dapat dievaluasi secara selaput otak atau hematoma detail dan cepat dalam diagno sub dural, robekan jaringan sis adanya kelainan di dalam otak atau laserasi otak, hingga otak secara radiologis, supaya pendarahan di dalam jaringan pengambilan tindakan bisa otak atau hematoma intra se dilakukan lebih dini. rebral. Akibat kerusakan struk Apabila tidak terdapat tur anatomi otak yang memi kerusakan jaringan otak, pen liki banyak berkas (ikatan) derita dapat dilakukan ra saraf penting, maka akan ter wat jalan dengan pengawasan, jadi gangguan kesadaran dalam atau rawat tinggal di rumah waktu yang lama, kelumpuhan sakit. Penderita dengan rawat anggota gerak, gangguan bicara, jalan di rumah pun menda kejang, hingga kematian. Untuk patkan pengawasan oleh ke mencegah proses cedera otak luarga di rumah sekitar 2 x 24 yang berakibat fatal tersebut, jam sejak kecelakaan terjadi. diperlukan penanganan segera Pengawasan yang dapat di sejak di tempat kejadian hingga lakukan berupa pengawasan ke rumah sakit terdekat. Pena penurunan tingkat kesadaran nganan cepat ini telah terbukti (jika penderita mengalami dapat menurunkan angka kecacatan dan kematian pada penderita cedera otak. Tindakan per tama pada setiap penderita cedera otak adalah harus melakukan life sup port, salah satunya tindakan membe baskan jalan napas. Bila disertai cedera di tempat lain atau multi-trauma, perlu dilakukan tindakan khusus. Namun, apabila penderita telah ditetapkan mengalami ce dera otak, diperlu kan pemeriksaan diagnostik penun jang berupa peme riksaan radiologis untuk mengeta hui secara detail ada atau tidaknya kerusakan struktur Ilustrasi gegar otak otak. Alat yang
fase mengantuk dan sulit untuk dibangunkan), segera pasien dibawa ke rumah sakit dengan fasilitas bedah saraf yang memadai. Bila dari hasil pemeriksaan penunjang (CT Scan) ditemukan kerusakan jaringan otak atau perdarahan pada otak, maka segera dilakukan tindakan bedah untuk menghentikan proses pendarahan akibat robekan pembuluh darah otak, serta melakukan evakuasi pem bekuan darah. Pascabedah, setiap pen derita cedera otak tunggal atau multi-trauma harus dilaku kan perawatan intensif untuk mendukung proses pemulihan secara optimal. Makin dini penanganan, diharapkan pemu lihan makin optimal
Style
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Warna-warni
Batik Madura Ia memilih desain busana bergaya simple. Seluruh koleksinya tampil tanpa banyak pernik namun tetap elegan. Itulah persembahan Yati Law, yang selama ini dikenal berarier sebagai perancang yang mengkhususkan diri melayani pelanggan dari kalangan orang asing.
D
engan label “Lombang Batik”, anggota Iwapi Pusat ini memilih mengolah pesona produk lokal Nusantara yakni batik Pamekasan, Madura. Menurutnya Batik Madura sangat menarik. Selain motif batik tulisnya sangat beragam juga terlihat unik dan berani atau color full. Berbahan batik tulis baik katun maupun sutera ,Yati Law pun merancang busanabusana siap pakai (ready to wear). Untuk menambah aksen cantik desainnya, ia mengombinasikan Batik Madura dengan brokat dan bordir. Berbagai acara fashion show di dalam maupun di luar negeri sudah dijajalnya. Selama ini, kata Yati Law, penggemar karyanya memang kebanyakan berasal dari kedutaan, pegawai beberapa perusahaan asing juga dari lingkungan temantemannya yang beristrikan orang asing. Bagaimana dengan Anda? Apakah desainnya, kali ini bisa jadi inspirasi? -Sri Ardhini
Yati Law
15
14
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Cantik dan Sehat Satu Paket
Hampir sebagian besar perempuan memimpikan memiliki wajah yang cantik. Apalagi disertai tubuh yang sehat dan segar, tentu semakin menjadikan penampilan indah dipandang. Lantas, bagaimana agar sehat dan cantik selalu datang dalam satu paket?
M
enurut I G A N Dian Martika, salah seorang instruktur yoga di Pasraman Rsi Markandeya di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, untuk mendapatkan kecantikan, plus kesehatan dan kesegaran sekaligus salah satunya dapat diperoleh dengan melakukan gerakan-gerakan yoga. Kegiatan yoga yang telah dikenal sejak ribuan tahun ini, katanya kini semakin diminati oleh masyarakat luas, termasuk di kota Denpasar. Bahkan beberapa sekolah sudah pula menjadwalkan yoga sebagai salah satu kegiatan ekskul mereka. Begitu juga para selebriti, dalam maupun luar negeri juga semakin banyak
yang memilih melakukan yoga. Dikatakannya yoga tidak sekadar membuat tubuh kita tetap sehat, tapi juga membantu meningkatkan penampilan, kecantikan serta pikiran yang tenang. “Banyak perempuan peserta yoga di sini merasakan perubahan penampilannya setelah mengikuti yoga hanya dalam beberapa minggu,” ujar perempuan yang biasa disapa Bunda Dian ini. “Gerakan yoga yang diiringi pengaturan nafas ini sangat berguna untuk membuat pikiran tenang. Perasaan yang tenang dengan pikiran yang terkontrol akan memancarkan inner beauty , hingga bisa menampilkan citra perempuan yang anggun . Selain tiu wajah pun terlihat semakin awet muda, ” lanjutnya. Selanjutnya Bunda Dian menekankan untuk itu semua, diperlukan teknik yang benar serta melakukannya dengan rutin. Sebab nantinya kita semua akan mendapatkan banyak manfaat. Tidak hanya sebatas urusan cantik , namun dengan kondisi semua otot rileks, peredaran darah lancer juga metabolisme dan fungsi organ tubuh pun lebih baik. Hal ini juga akan menjadikan kulit dan bagian tubuh
lainnya tampak lebih segar, bersih, kencang, dan pastinya sehat. Kencangkan dan Langsingkan Tubuh Bunda Dian juga mengatakan yoga pada dasarnya mengajarkan tiga aspek disiplin diri kepada kita yakni disiplin tubuh (asana), disiplin napas (pranayama), disiplin mental atau meditasi (dhyana). Dikatakannya, yoga, ang mengombinasikan gerakan tubuh yang memerlukan konsentrasi, ketenangan, serta kondisi rileks atau santai saat melakukannya. Menariknya, yoga bagus dilakukan oleh semua umur dan semua jenis kelamin. Sebagaimana manfaat lain yang dapat diperoleh ketika kita melakukan olahraga, yoga juga demikian, dapat bermanfaat bagi daya tahan dan imunitas tubuh. Gerakan yoga memiliki hasil yang sama malah lebih dari gerakan olahraga. Karenanya, yoga pun dapat meningkatkan daya tahan dan imunitas tubuh, sehingga kita bisa terhindar dari berbagai macam penyakit yang menyerang daya tahan atau imunitas tubuh. Menurut Bunda Dian, sejalan dengan meningkatnya daya tahan tubuh dan imunitas, serta terjaganya kebugaran tubuh, maka otomatis stamina tubuh kita pun akan bertambah. Gerakan pernapasan dan gerakan tubuh yang dilakukan secara rutin pada yoga iliah yang akan membuat stamina bertambah baik. Bunda Dian juga mengtakan , bagi siapa saja yang ingin memperindah bentuk tubuhnya, juga bisa dengan yoga. Gerakan pada yoga akan membantu kita dalam membentuk tubuh. Hal ini terjadi sebagai akibat dari terbakarnya lemak dan terbentuknya otot-otot tertentu yang mempercantik tubuh. .
Jelita Yoga juga, katanya bisa mengoptimalkan kerja jantung dan paru – paru, yang berujung pula pada fungsi pernapasan yang meningkat. Teknik pernapasan dan relaksasi pada yoga akan membantu kita mengoptimalkan kerja paru-paru, dan menjadikan fungsi pernapasan lebih baik lagi. Berikutnya Bunda Dian menyampaikan kalau beberapa standing asana seperti postur virabhadrasana (postur warrior) adalah salah satu gerakan yang membuat kulit lebih kencang. Latihan ini membantu menarik kulit dan bagian tubuh yang biasanya kendor seperti paha, lengan atas, samping pinggang, dan perut . Sementara postur restorative seperti viparita dandasana memiliki manfaat yang sama, yakni mengencangkan. “Ketika wajah melawan gaya gravitasi secara otomatis kulit wajah akan tertarik ke atas dengan alami,”ujarnya . Perlu juga diketahui, katanya bahwa yoga juga membantu memperlambat proses menopause, dan tidak terjadi kepanikan atau perubahan emosi. Kemudian bagi yang usianya diatas 30 tahun, yoga menjadi penting, agar tidak mudah mengalami pengeroposan tulang. “Dengan rajin melakukan yoga, secara otomatis kita bakal merasa lebih sehat dan bugar. Hal ini karena gerakan yoga juga menstimulus bagian tubuh untuk tetap bergerak secara aktif, sehingga kita merasakan lebih bugar dari sebelumnya,” ucap Bunda Dian. “Jika melakukan yoga di rumah, tidak perlu melakukan banyak gerakan untuk satu kali latihan . Fokuskan pada penguasaan satu gerakan dan lakukan secara rutin,” lanjutnya. Mengenai keringat yang dihasilkan dari yoga, dikatakannya bukan hanya hasil dari terbakarnya lemak di tubuh.” Beberapa ahli pun menyebutkan bahwa racun di dalam tubuh dapat terdetoksifikasi dan keluar melalui pori-pori kulit. Racun ini akan keluar bersamaan dengan keluarnya keringat yang merupakan hasil dari pembakaran lemak saat melakukan yoga,” paparnya. Racun yang berhasil di detoksifikasi melalu kulit tersebut juga mampu membuat kulit lebih sehat dan halus. Selain itu, kelenturan kulit kita pun akan terjaga. Ini, selain karena otot yang semakin mengencang, gerakan dari yoga juga menstimulasi kulit agar tetap lentur dan kencang. Selanjutnya , latihan asana yang dilakukan dengan pranayama membantu melancarkan sirkulasi darah dan oksigen ke seluruh tubuh malah sampai kelenjar dan hormon, sehingga kulit selain lebih kencang juga bersinar. Manfaat berikutnya diperolehn ketenangan dalam dan kenyamanan saat tidur.“Dengan beryoga secara rutin , kita sudah melakukan langkah pintar mendapatkan sekaligus menikmati hidup sehat dan cantik dengan murah,” tandasnya – Sri Ardhini
Mitos
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
11
Apa Pentingnya Sarapan? Di suatu arisan keluarga terdengar perbincangan antara dua ibu. Bu Dewi, memiliki seorang anak remaja. Anaknya ini bersekolah di salah satu SMP di Denpasar. Ia menuturkan apabila anaknya pagi-pagi berangkat ke sekolah, selalu terburu-buru sehingga tidak sempat sarapan. Kemudian anaknya diberi uang jajan agar bisa berbelanja di sekolah sesuai keinginan anaknya. Bu Fitri juga menuturkan pengalamannya dengan putrinya yang sedang duduk di bangku SMP. Ia berusaha menyiapkan sarapan untuk putrinya, apabila tidak sempat dimakan di rumah, makanan yang telah disiapkan tersebut dimasukkan kotak untuk dibawa ke sekolah.
Agusjaya Mataram
B
u Dewi tidak terlalu memaksakan anaknya untuk sarapan, karena apabila anaknya sarapan dikhawatirkan dapat menyebabkan tubuhnya gemuk. Dari perbincangan tersebut apakah sarapan pagi itu penting bagi seorang remaja? Berikut penjelasan Dr. Ir. Komang Agusjaya Mataram, M.Si, Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Bali yang juga dosen Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar. Pada masa remaja terjadi pertumbuhan yang cepat disertai perubahan fisilogis dan mental. Di samping faktor keluarga, lingkungan, teman sebaya dan aktivitas fisik, faktor makanan yang dikonsumsi sesuai menu seimbang sangat penting untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal. Masalah gizi yang dapat terjadi karena kurangnya makanan yang dimakan dibandingkan dengan yang dibutuhkan tubuh diantaranya anemia gizi besi dan kurang energi kronik. Obesitas dapat terjadi apabila makanan yang dimakan lebih banyak dibandingkan dengan yang dibutuhkan. U n t u k mengetahui seorang remaja menderita anemia dapat diukur kadar haemoblobin (Hb) darahnya. Cara untuk mengukurnya dapat di-
gunakan alat hemoque atau metode cyanmethaemoglobin. Pengukuran ini dapat dilakukan di puskesmas, rumah sakit, dokter praktek swasta atau laboratorium klinik. Remaja putri dinyatakan anemia apabila kadar Hb < 12 gr/dl. Untuk mengetahui seorang remaja apakah konsumsinya sudah
memenuhi kebutuhan zat gizinya dapat dilakukan dengan menimbang atau merecall (menanyakan kembali) makanan yang dikonsumsi dalam sehari. Kemudian dikonversi ke dalam zat gizi menggunakan daftar komposisi bahan makanan (DKBM). Zat-zat gizi yang dikonsumsi khususnya energi kemudian dibandingkan dengan angka kecukupan gizi yang dianjurkan. Konsumsi energi dikatakan cukup apabila ≥ 100% dan kurang < 100%. Obesitas dapat ditentukan dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT). Apabila IMT lebih besar dari 25 maka orang tersebut dikatakan obesitas. IMT diperoleh dengan membagi berat badan dalam kg dengan tinggi badan kuadrat dalam meter. Contoh: Ani umur 13 tahun memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 150 cm, maka IMT nya dapat dihitung sebagai berikut: 62 (kg) : (1,50)2 (m) = 27,5. Hasil perhitungan IMT
T
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di a mplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
dr.Oka Negara, FIAS
Gatal
Usai Hubungan Seksual “Dok, langsung saja. Belakangan ini setiap usai berhubungan seksual dengan istri, selalu saja alat kelamin saya menjadi gatal dan ada bintik-bintik merah. Istri saya juga mengalami hal yang sama yaitu rasa gatal di kelaminnya. Apa kira-kira penyebabnya ya dok?” (Mike, 40 thn)
Ani sebesar 27,5 maka Ani dinyatakan menderita obesitas. Remaja yang menderita anemia gizi besi akan merasa cepat lelah dan kelopak mata bagian dalam berwarna pucat. Apabila remaja kurang anergi kronik akan memiliki penampakan fisik kurus dan sebaliknya apabila obesitas penampakan secara fisik gemuk. Untuk memenuhi kebutuhan gizi seorang remaja dianjurkan untuk makan pagi, siang dan malam serta diselingi snack diantara waktu makan tersebut. Jumlah makanan yang dikonsumsi dapat diatur menurut waktu makan. Makan pagi atau sarapan dapat diatur yaitu sepertiga kebutuhan zat gizi tubuh. Kendalanya adalah seberapa makanan yang perlu dikonsumsi agar sepertiga kebutuhan zat gizi tersebut terpenuhi. Seorang laki-laki kelompok umur 13-15 tahun, memiliki berat badan 46 kg dan tinggi badan 150 cm, membutuhkan zat gizi per harinya sebagai berikut: energi 2400 kkal, protein 60 gram, vitamin A 600 RE, vitamin D 5 ug, vitamin E 15 mg, vitamin B1/tiamin 1,2 mg, vitamin B2/riboflavin 1,2 mg, niasin 14 mg, asam folat 400 ug, vitamin B12 2,4 ug, vitamin C 75 mg, kalsium 1000 mg, fosfor 1000 mg, besi 19 mg, yodium 150 ug,
entu saja rasa gatal seperti ini akan mengganggu dan bisa jadi jika tidak dituntaskan akan be rakibat juga dalam hubungan seksual berikutnya, yang secara fisik maupun psikis terdapat kemungkinan hambatan kenya manan dalam melakukan hubungan seksual. Jadi, memang sebaiknya dikonsultasikan dan ditangani segera. Rasa gatal setelah berhubungan seksual memang bukan hal yang diharapkan dan tidak semestinya terjadi, karena hubungan seksual yang tuntas dan yang biasa terjadi adalah yang tidak memunculkan keluhan gatal seperti ini. Jadi, yang perlu diketahui berikutnya adalah apakah yang memunculkan rasa gatal ini, apa lagi jika sebelumnya belum pernah terjadi. Beberapa kemungkinan yang mungkin ter jadi adalah reaksi iritasi atau adanya infeksi, mengingat rasa gatal dialami oleh kedua pihak, suami dan istri. Kalau hanya satu pihak saja yang mengalami, bisa jadi itu adalah reaksi alergi, tetapi itu kemungkinan kecil terjadi dalam kasus ini. Ada baiknya diperhatikan juga apakah selama mengalami rasa gatal, istri ada meng gunakan bahan kimia tertentu yang baru saja digunakan misalnya untuk kepentingan membasuh vagina. Jika ada, dan memang waktunya berhubungan dengan penggunaan
dan flour 2,3 mg. Seorang perempuan kelompok umur 13-15 tahun, memiliki berat badan 48 kg dan tinggi badan 153 cm, membutuhkan zat gizi per harinya sebagai berikut: energi 2350 kkal, protein 57 gram, vitamin A 600 RE, vitamin D 5 ug, vitamin E 15 mg, vitamin B1/tiamin 1,1 mg, vitamin B2/riboflavin 1 mg, niasin 13 mg, asam folat 400 ug, vitamin B12 2,4 ug, vitamin C 65 mg, kalsium 1000 mg, fosfor 1000 mg, besi 26 mg, yodium 150 ug, dan flour 2,4 mg. Untuk memenuhi kebutuhan gizi remaja sebaiknya dikonsumsi makanan sesuai dengan prinsip menu seimbang diantaranya membiasakan makan beraneka ragam makanan, mengatur porsi makanan dan menjaga keamanan makanan. Setiap kali makan sebaiknya makanan terdiri dari sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Sebagai contoh untuk memenuhi kecukupan energi 2500 kkal hidangan makanan satu piring yang akan dimakan terdiri dari nasi (200 gram), tempe (50 gram), daging (50 gram), sayur (100 gram), buah (100 gram), gula (10 gram) dan minyak (10 gram). Bahan-bahan makanan tersebut sebaiknya dalam keadaan segar dan dimasak sesuai dengan citarasa yang disukai oleh remaja, misalnya tempe dimasak menjadi tempe goreng, terik tempe, sambel tempe manis, perkedel tempe, dsb; daging dimasak menjadi opor, rendang, empal goreng, perkedel daging, dsb; sayur (kangkung, bayam, wortel, kacang panjang, sawi hijau, buncis, taoge) dapat dimasak sayur bening, tumis, sop, cah, urap, dsb; buah (pepaya, jeruk, mangga, apel, pisang, melon, semangka) dapat dimakan segar atau dibuat es buah, stup buah, dsb. Jadi pentingnya sarapan adalah untuk mengatur makanan yang dimakan secara proporsional untuk makan pagi, siang, dan malam. Apabila sarapan dilewatkan maka akan terjadi pembagian konsumsi makanan yang tidak seimbang.
bahan kimia dengan kejadian gatal, maka bisa diduga bahan kimia itu menimbulkan iritasi pada kedua pihak. Jadi, penggunaan nya tentu saja harus dihentikan dan silakan berkonsultasi dengan dokter untuk langkah selanjutnya. Juga, perlu diperhatikan, apakah se lama mengalami rasa gatal, istri mengalami keputihan yang tidak seperti biasanya. Jika ada, bisa jadi penyebabnya adalah keputihan yang tidak normal atau patologis ini sebagai penyebabnya. Penyebab dari keputihan yang patologis ini bisa berupa parasit, bakteri, dan jamur. Yang dapat ditulari juga ke suaminya. Pada pihak perempuan, rasa gatal akan dikeluhkan, apalagi jika penyebabnya adalah jamur. Sementara jika penularan terjadi ke pihak pasangan, pada laki-laki akan me ngalami keradangan, yang salah satunya bisa dilihat merah meradang di ujung penis juga, yang sering juga disertai dengan rasa gatal. Tetapi terlepas dari kemungkinan itu, un tuk membuat keluhan dan penyakit menjadi jelas dan mendapatkan pengobatan yang tun tas, yang perlu dilakukan adalah memastikan penyebabnya yang pasti, dengan melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter, agar jika ternyata ada infeksi, segera bisa disem buhkan dan bukan malah menjadi masalah di kemudian hari.
Kuliner
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
12
I Gusti Ketut Adhi
Beryadnya Ilmu Kuliner Indonesia terus mengalami perkembangan yang cukup baik. Dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, kuliner Indonesia juga makin dikenal di dunia. Para chef senior harus tetap mau belajar mengikuti perkembangan tekonologi yang ada, agar terus dapat meng-update ilmu. Pensiun hanya soal umur, tapi ide harus tetap kreatif. Demikian diungkapkan senior chef, I Gusti Ketut Adhi, di sela-sela acara Festival Interfood di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, Jumat (4/9).
L
elaki usia 65 tahun ini mengatakan, walaupun ia sudah lama menjadi chef, tapi ia tetap belajar. Apalagi dengan perkembangan teknologi, ilmu memasak juga terus berkembang. “Saya malah sering belajar dengan anak yang juga sekarang menjadi chef,” ujar chef orang Bali pertama di Hotel Nusa Dua Beach ini. Menurut Gusti Ketut Adhi yang sudah melanglang buana ke beberapa negara ini, makanan Indonesia sangat digemari di luar negeri. Asal
pengemasannya lebih ke fusion. Artinya, makanan Indonesia yang disajikan model gaya makanan Barat. Misalnya, gado-gado disajikan seperti salad, tahu dan tempenya ditusuk seperti sate, brown sauce dicampur dengan sambal ulek, rendang disajikan seperti steak. Namun, ia berpesan, garnish atau hiasan di makanan jangan terlalu ramai, karena orang Eropa suka yang simpel. “Bisa saja diberi hiasan pada makanan satu atau dua item yang nyambung dengan makanan yang disajikan,” saran-
nya. Selain itu, makanan yang disajikan tidak pedas. Penggunaan cabai rawit bisa diganti dengan cabai besar, seperti pada sambal matah. Bulung urab juga bisa disajikan sebagai salad. Saat ia berada di Jepang, ia banyak menemukan bulung, walaupun bentuknya tidak sama dengan di Bali. Tapi bisa diolah menjadi urab bulung. Makanan Bali seperti betutu, sate lilit, lawar kacang pernah ia sajikan saat bekerja di cruise lines. “Para tamu sangat menikmati saat digelar Indonesia Night, sajian budaya dan parade makanan Indonesia,” ungkapnya tentang pengalaman saat bekerja di kapal pesiar. I Gusti Ketut Adhi, sudah banyak menempa ilmu di beberapa tempat ia bekerja, baik Indonesia maupun di luar negeri. Setelah pensiun, ia tetap juga dipercaya
menjadi konsultan chef. Saat ini ia bekerja di Puri Bagus Lovina dan Bagus Agro Pelaga. Di usianya yang sudah lansia, Gusti Ketut Adhi masih terlihat enerjik. Resepnya adalah hidup sehat. Tiap hari ia selalu minum jus sehat, campuram wortel, bit, seledri, lemon, dan madu. Selain itu, ia juga mengonsumi teh rosela dan mahkota dewa. Olahraga tak pernah ia lupakan, walaupun sekadar aerobik tiap pagi. Jadwal kerjanya sangat padat, 4 hari di Lovina Singaraja, dua hari di Pelaga. Gusti Ketut Adhi sangat menikmati pekerjaannya. Ia sangat enjoy walaupun sudah tak muda
lagi. “Semua berpusat dari pikiran. Pikiran harus tenang dan makan sehat. Hidup dinikmati saja,” ucapnya sembari tertawa. Gusti Ketut Adhi sudah banyak melahirkan chef-chef profesional karena ia merupakan chef lokal Bali pertama atau pioneer chef di Hotel Nusa Beach Nusa Dua tahun 1982. Ia sangat kagum dengan muridmuridnya yang kini sudah banyak menjadi “orang”. Ia hanya berpesan, ilmu itu akan selalu berkembang, jadi jangan berhenti untuk terus belajar. Ia pun tetap bekerja sebagai yadnya untuk mengamalkan ilmunya. –Wirati Astiti
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Cicipi Masakan Rempah-rempah India Interfood Bali merupakan ajang festival makanan hotel dan restoran di Bali. Festival ini menyajikan aneka pameran kuliner, ajang kompetisi dan demo memasak para chef. Salah satu yang ramai dikunjungi adalah gerai makanan India.
Sementara, chef Midi membuat martabak khas india dan Roti Canai. Tidak saja di Indonesia, di India juga ada martabak. Bentuknya sama, hanya untuk isi martabak ada campuran bumbu khas India. Begitu juga, peneman martabak adalah saus kari yang merupakan campuran rempah-rempah. Rasanya hangat karena beraroma rempah-rempah. Selain martabak,
ada juga roti canai, roti tipis yang berbentuk bulat. Roti ini dapat dimakan pagi, siang, atau malam hari sebagai snack atau peneman teh. Roti disajikan bersama saus kari. –Wirati Astiti
N
asi Briyani merupakan makanan yang terdiri dari nasi dengan campuran daging ayam atau sayuran dengan bumbu rempah-rempah khas India. Hidangan ini terbuat dari beras khas India yang sebelumnya telah direbus terlebih da-
hulu dalam panci terpisah. Ketika beras sudah setengah matang, Langkah selanjutnya, ditambahkan aneka bahan lainnya. Masak sampai nasi matang. Nasi Briyani ini disajikan restoran Queen’s. Chef Narender Singh menyajikan nasi briyani dengan daging ayam dan nasi briyani dengan sayuran.
Roti Canai
Chef Narender Singh
Sup Kepiting Asparagus
Tumis Kerang Bumbu Merah
Menurut Octa, teknik kesulitan dalam membuat bunga, kadang susah menyamakan ketebalan dan ketipisan ukiran. Selain itu, buah mudah berair dan rapuh ketika diukir, jadi harus ekstra ketelitian dan hati-hati. Sementara untuk ukiran burung, harus dibuat dari badannya terlebih dahulu agar bentuknya proposional. Saat merangkai, harus ada sketsa agar memudahkan untuk mengaitkan dengan anggota badan yang lain. – Wirati Astiti
Sarwan
i kmat
Chinesse Food
Ni Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Dapatkan discount
Es Mie Ceria
riah Murah Meih & Bers Kreasi Octa, Aken, Ardita, Kusma, Odon, dan Kristo.
Chef Midi membuat martabak
Nasi Briyani
Mengukir Buah Mudah Rapuh dan Berair Sekolah Tinggi Pariwsata Nusa Dua (STPND) Bali juga turut berpartisipasi dalam ajang Interfood di Nusa Dua. Mereka mengirimkan pewakilan untuk sesi demo fruit carving. Dengan konsep taman, mahasiswa Tata Boga semester I dan III ini menampilkan kreasi dari buah semangka, pepaya, beetroot, lobak, labu, jahe, melon. Dengan ukiran bentuk bunga mawar, daun, burung, mereka menyajikan satu konsep taman.
13
10%
Es Campur Mutiara
Bagi yang merayakan ulang tahun di bulan September
Berlaku mulai 1 s.d. 30 September 2015
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Bahan: 500 gr : daging kerang, bersihkan 100 ml : air 3 lembar : daun jeruk 2 lembar : daun salam 1sdm : margarin. Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah 1 buah : tomat matang segar 2 ruas : jari jahe 6 buah : cabe besar merah
3 butir : kemiri sangrai Cara Membuat: - Lumuri daging kerang dengan air jeruk nipis, lalu cuci sampai bersih. - Tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan daun salam, tumis hingga harum. Masukkan kerang, aduk hingga bumbu tercampur merata, lalu masukkan air, gula, garam dan kaldu bubuk, diamkan sampai mendidih dan air meresap
-
serta kerang menjadi matang. Siap untuk disajikan de ngan taburan bawang putih goreng di atasnya.
Bahan: 5 ekor : kepiting besar 1000 ml : air kaldu ayam 1 buah : bawang bombai, cincang halus 3 siung : bawang putih, cincang halus 1 sdt : lada bubuk 2 sdm : tepung maizena, larutkan dengan air 50ml. 250 gr : asparagus kalengan, tiriskan 2 sdm : margarin 2 atau 1 butir: telur, kocok lepas
tumis sampai harum. Masukkan daging kepiting, garam, gula kaldu bubuk dan lada, lalu didihkan air kaldu ayam, masukkan tumisan daging kepiting, tamb ahkan maizena, aduk sampai kaldu mengental, lalu masukan asparagus dan kocokan telur, aduk sampai rata dan matang. - Siap disajikan.
Cara Membuat: - Rebus kepiting hingga merah matang, tiriskan, ambil dagingnya. - Panaskan margarin, masukkan irisan bawang bombay dan bawang putih,
Tumis Cumi Jagung Muda
Bahan: 500 gr 3 siung 1 buah 1 buah 100 gr
: cumi, bersihkan, buang tintanya, potong menurut selera : bawang putih cincang halus : bawang bombay, iris melintang : wortel, belah 2, iris serong tipis : jagung manis muda,
iris-iris 50 gr : jamur kuping, iris memanjang 50 gr : kacang kapri 2 sdm : saus tiram 7 buah : cabe rawit, cincang halus 1 sdt : lada bubuk 1 sdm : margarin Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya.
Cara membuat: - Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga layu dan harum. Masukkan irisan wortel, jagung manis, kacang kapri dan jamur kuping. Aduk-aduk hingga layu dan masukkan cumi, air, lalu masukkan saus tiram dan irisan cabe rawit, serta sisa-sisa bahan lainya. Aduk-aduk hingga bumbu meresap dan matang. - Siap disajikan.
Kuliner
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
12
I Gusti Ketut Adhi
Beryadnya Ilmu Kuliner Indonesia terus mengalami perkembangan yang cukup baik. Dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, kuliner Indonesia juga makin dikenal di dunia. Para chef senior harus tetap mau belajar mengikuti perkembangan tekonologi yang ada, agar terus dapat meng-update ilmu. Pensiun hanya soal umur, tapi ide harus tetap kreatif. Demikian diungkapkan senior chef, I Gusti Ketut Adhi, di sela-sela acara Festival Interfood di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, Jumat (4/9).
L
elaki usia 65 tahun ini mengatakan, walaupun ia sudah lama menjadi chef, tapi ia tetap belajar. Apalagi dengan perkembangan teknologi, ilmu memasak juga terus berkembang. “Saya malah sering belajar dengan anak yang juga sekarang menjadi chef,” ujar chef orang Bali pertama di Hotel Nusa Dua Beach ini. Menurut Gusti Ketut Adhi yang sudah melanglang buana ke beberapa negara ini, makanan Indonesia sangat digemari di luar negeri. Asal
pengemasannya lebih ke fusion. Artinya, makanan Indonesia yang disajikan model gaya makanan Barat. Misalnya, gado-gado disajikan seperti salad, tahu dan tempenya ditusuk seperti sate, brown sauce dicampur dengan sambal ulek, rendang disajikan seperti steak. Namun, ia berpesan, garnish atau hiasan di makanan jangan terlalu ramai, karena orang Eropa suka yang simpel. “Bisa saja diberi hiasan pada makanan satu atau dua item yang nyambung dengan makanan yang disajikan,” saran-
nya. Selain itu, makanan yang disajikan tidak pedas. Penggunaan cabai rawit bisa diganti dengan cabai besar, seperti pada sambal matah. Bulung urab juga bisa disajikan sebagai salad. Saat ia berada di Jepang, ia banyak menemukan bulung, walaupun bentuknya tidak sama dengan di Bali. Tapi bisa diolah menjadi urab bulung. Makanan Bali seperti betutu, sate lilit, lawar kacang pernah ia sajikan saat bekerja di cruise lines. “Para tamu sangat menikmati saat digelar Indonesia Night, sajian budaya dan parade makanan Indonesia,” ungkapnya tentang pengalaman saat bekerja di kapal pesiar. I Gusti Ketut Adhi, sudah banyak menempa ilmu di beberapa tempat ia bekerja, baik Indonesia maupun di luar negeri. Setelah pensiun, ia tetap juga dipercaya
menjadi konsultan chef. Saat ini ia bekerja di Puri Bagus Lovina dan Bagus Agro Pelaga. Di usianya yang sudah lansia, Gusti Ketut Adhi masih terlihat enerjik. Resepnya adalah hidup sehat. Tiap hari ia selalu minum jus sehat, campuram wortel, bit, seledri, lemon, dan madu. Selain itu, ia juga mengonsumi teh rosela dan mahkota dewa. Olahraga tak pernah ia lupakan, walaupun sekadar aerobik tiap pagi. Jadwal kerjanya sangat padat, 4 hari di Lovina Singaraja, dua hari di Pelaga. Gusti Ketut Adhi sangat menikmati pekerjaannya. Ia sangat enjoy walaupun sudah tak muda
lagi. “Semua berpusat dari pikiran. Pikiran harus tenang dan makan sehat. Hidup dinikmati saja,” ucapnya sembari tertawa. Gusti Ketut Adhi sudah banyak melahirkan chef-chef profesional karena ia merupakan chef lokal Bali pertama atau pioneer chef di Hotel Nusa Beach Nusa Dua tahun 1982. Ia sangat kagum dengan muridmuridnya yang kini sudah banyak menjadi “orang”. Ia hanya berpesan, ilmu itu akan selalu berkembang, jadi jangan berhenti untuk terus belajar. Ia pun tetap bekerja sebagai yadnya untuk mengamalkan ilmunya. –Wirati Astiti
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Cicipi Masakan Rempah-rempah India Interfood Bali merupakan ajang festival makanan hotel dan restoran di Bali. Festival ini menyajikan aneka pameran kuliner, ajang kompetisi dan demo memasak para chef. Salah satu yang ramai dikunjungi adalah gerai makanan India.
Sementara, chef Midi membuat martabak khas india dan Roti Canai. Tidak saja di Indonesia, di India juga ada martabak. Bentuknya sama, hanya untuk isi martabak ada campuran bumbu khas India. Begitu juga, peneman martabak adalah saus kari yang merupakan campuran rempah-rempah. Rasanya hangat karena beraroma rempah-rempah. Selain martabak,
ada juga roti canai, roti tipis yang berbentuk bulat. Roti ini dapat dimakan pagi, siang, atau malam hari sebagai snack atau peneman teh. Roti disajikan bersama saus kari. –Wirati Astiti
N
asi Briyani merupakan makanan yang terdiri dari nasi dengan campuran daging ayam atau sayuran dengan bumbu rempah-rempah khas India. Hidangan ini terbuat dari beras khas India yang sebelumnya telah direbus terlebih da-
hulu dalam panci terpisah. Ketika beras sudah setengah matang, Langkah selanjutnya, ditambahkan aneka bahan lainnya. Masak sampai nasi matang. Nasi Briyani ini disajikan restoran Queen’s. Chef Narender Singh menyajikan nasi briyani dengan daging ayam dan nasi briyani dengan sayuran.
Roti Canai
Chef Narender Singh
Sup Kepiting Asparagus
Tumis Kerang Bumbu Merah
Menurut Octa, teknik kesulitan dalam membuat bunga, kadang susah menyamakan ketebalan dan ketipisan ukiran. Selain itu, buah mudah berair dan rapuh ketika diukir, jadi harus ekstra ketelitian dan hati-hati. Sementara untuk ukiran burung, harus dibuat dari badannya terlebih dahulu agar bentuknya proposional. Saat merangkai, harus ada sketsa agar memudahkan untuk mengaitkan dengan anggota badan yang lain. – Wirati Astiti
Sarwan
i kmat
Chinesse Food
Ni Hanya di...
& Aneka Es Taiwan
Cafe Santai Dapatkan discount
Es Mie Ceria
riah Murah Meih & Bers Kreasi Octa, Aken, Ardita, Kusma, Odon, dan Kristo.
Chef Midi membuat martabak
Nasi Briyani
Mengukir Buah Mudah Rapuh dan Berair Sekolah Tinggi Pariwsata Nusa Dua (STPND) Bali juga turut berpartisipasi dalam ajang Interfood di Nusa Dua. Mereka mengirimkan pewakilan untuk sesi demo fruit carving. Dengan konsep taman, mahasiswa Tata Boga semester I dan III ini menampilkan kreasi dari buah semangka, pepaya, beetroot, lobak, labu, jahe, melon. Dengan ukiran bentuk bunga mawar, daun, burung, mereka menyajikan satu konsep taman.
13
10%
Es Campur Mutiara
Bagi yang merayakan ulang tahun di bulan September
Berlaku mulai 1 s.d. 30 September 2015
Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 7440658, 7427678
Bahan: 500 gr : daging kerang, bersihkan 100 ml : air 3 lembar : daun jeruk 2 lembar : daun salam 1sdm : margarin. Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah 1 buah : tomat matang segar 2 ruas : jari jahe 6 buah : cabe besar merah
3 butir : kemiri sangrai Cara Membuat: - Lumuri daging kerang dengan air jeruk nipis, lalu cuci sampai bersih. - Tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan daun salam, tumis hingga harum. Masukkan kerang, aduk hingga bumbu tercampur merata, lalu masukkan air, gula, garam dan kaldu bubuk, diamkan sampai mendidih dan air meresap
-
serta kerang menjadi matang. Siap untuk disajikan de ngan taburan bawang putih goreng di atasnya.
Bahan: 5 ekor : kepiting besar 1000 ml : air kaldu ayam 1 buah : bawang bombai, cincang halus 3 siung : bawang putih, cincang halus 1 sdt : lada bubuk 2 sdm : tepung maizena, larutkan dengan air 50ml. 250 gr : asparagus kalengan, tiriskan 2 sdm : margarin 2 atau 1 butir: telur, kocok lepas
tumis sampai harum. Masukkan daging kepiting, garam, gula kaldu bubuk dan lada, lalu didihkan air kaldu ayam, masukkan tumisan daging kepiting, tamb ahkan maizena, aduk sampai kaldu mengental, lalu masukan asparagus dan kocokan telur, aduk sampai rata dan matang. - Siap disajikan.
Cara Membuat: - Rebus kepiting hingga merah matang, tiriskan, ambil dagingnya. - Panaskan margarin, masukkan irisan bawang bombay dan bawang putih,
Tumis Cumi Jagung Muda
Bahan: 500 gr 3 siung 1 buah 1 buah 100 gr
: cumi, bersihkan, buang tintanya, potong menurut selera : bawang putih cincang halus : bawang bombay, iris melintang : wortel, belah 2, iris serong tipis : jagung manis muda,
iris-iris 50 gr : jamur kuping, iris memanjang 50 gr : kacang kapri 2 sdm : saus tiram 7 buah : cabe rawit, cincang halus 1 sdt : lada bubuk 1 sdm : margarin Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya.
Cara membuat: - Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga layu dan harum. Masukkan irisan wortel, jagung manis, kacang kapri dan jamur kuping. Aduk-aduk hingga layu dan masukkan cumi, air, lalu masukkan saus tiram dan irisan cabe rawit, serta sisa-sisa bahan lainya. Aduk-aduk hingga bumbu meresap dan matang. - Siap disajikan.
14
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Cantik dan Sehat Satu Paket
Hampir sebagian besar perempuan memimpikan memiliki wajah yang cantik. Apalagi disertai tubuh yang sehat dan segar, tentu semakin menjadikan penampilan indah dipandang. Lantas, bagaimana agar sehat dan cantik selalu datang dalam satu paket?
M
enurut I G A N Dian Martika, salah seorang instruktur yoga di Pasraman Rsi Markandeya di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, untuk mendapatkan kecantikan, plus kesehatan dan kesegaran sekaligus salah satunya dapat diperoleh dengan melakukan gerakan-gerakan yoga. Kegiatan yoga yang telah dikenal sejak ribuan tahun ini, katanya kini semakin diminati oleh masyarakat luas, termasuk di kota Denpasar. Bahkan beberapa sekolah sudah pula menjadwalkan yoga sebagai salah satu kegiatan ekskul mereka. Begitu juga para selebriti, dalam maupun luar negeri juga semakin banyak
yang memilih melakukan yoga. Dikatakannya yoga tidak sekadar membuat tubuh kita tetap sehat, tapi juga membantu meningkatkan penampilan, kecantikan serta pikiran yang tenang. “Banyak perempuan peserta yoga di sini merasakan perubahan penampilannya setelah mengikuti yoga hanya dalam beberapa minggu,” ujar perempuan yang biasa disapa Bunda Dian ini. “Gerakan yoga yang diiringi pengaturan nafas ini sangat berguna untuk membuat pikiran tenang. Perasaan yang tenang dengan pikiran yang terkontrol akan memancarkan inner beauty , hingga bisa menampilkan citra perempuan yang anggun . Selain tiu wajah pun terlihat semakin awet muda, ” lanjutnya. Selanjutnya Bunda Dian menekankan untuk itu semua, diperlukan teknik yang benar serta melakukannya dengan rutin. Sebab nantinya kita semua akan mendapatkan banyak manfaat. Tidak hanya sebatas urusan cantik , namun dengan kondisi semua otot rileks, peredaran darah lancer juga metabolisme dan fungsi organ tubuh pun lebih baik. Hal ini juga akan menjadikan kulit dan bagian tubuh
lainnya tampak lebih segar, bersih, kencang, dan pastinya sehat. Kencangkan dan Langsingkan Tubuh Bunda Dian juga mengatakan yoga pada dasarnya mengajarkan tiga aspek disiplin diri kepada kita yakni disiplin tubuh (asana), disiplin napas (pranayama), disiplin mental atau meditasi (dhyana). Dikatakannya, yoga, ang mengombinasikan gerakan tubuh yang memerlukan konsentrasi, ketenangan, serta kondisi rileks atau santai saat melakukannya. Menariknya, yoga bagus dilakukan oleh semua umur dan semua jenis kelamin. Sebagaimana manfaat lain yang dapat diperoleh ketika kita melakukan olahraga, yoga juga demikian, dapat bermanfaat bagi daya tahan dan imunitas tubuh. Gerakan yoga memiliki hasil yang sama malah lebih dari gerakan olahraga. Karenanya, yoga pun dapat meningkatkan daya tahan dan imunitas tubuh, sehingga kita bisa terhindar dari berbagai macam penyakit yang menyerang daya tahan atau imunitas tubuh. Menurut Bunda Dian, sejalan dengan meningkatnya daya tahan tubuh dan imunitas, serta terjaganya kebugaran tubuh, maka otomatis stamina tubuh kita pun akan bertambah. Gerakan pernapasan dan gerakan tubuh yang dilakukan secara rutin pada yoga iliah yang akan membuat stamina bertambah baik. Bunda Dian juga mengtakan , bagi siapa saja yang ingin memperindah bentuk tubuhnya, juga bisa dengan yoga. Gerakan pada yoga akan membantu kita dalam membentuk tubuh. Hal ini terjadi sebagai akibat dari terbakarnya lemak dan terbentuknya otot-otot tertentu yang mempercantik tubuh. .
Jelita Yoga juga, katanya bisa mengoptimalkan kerja jantung dan paru – paru, yang berujung pula pada fungsi pernapasan yang meningkat. Teknik pernapasan dan relaksasi pada yoga akan membantu kita mengoptimalkan kerja paru-paru, dan menjadikan fungsi pernapasan lebih baik lagi. Berikutnya Bunda Dian menyampaikan kalau beberapa standing asana seperti postur virabhadrasana (postur warrior) adalah salah satu gerakan yang membuat kulit lebih kencang. Latihan ini membantu menarik kulit dan bagian tubuh yang biasanya kendor seperti paha, lengan atas, samping pinggang, dan perut . Sementara postur restorative seperti viparita dandasana memiliki manfaat yang sama, yakni mengencangkan. “Ketika wajah melawan gaya gravitasi secara otomatis kulit wajah akan tertarik ke atas dengan alami,”ujarnya . Perlu juga diketahui, katanya bahwa yoga juga membantu memperlambat proses menopause, dan tidak terjadi kepanikan atau perubahan emosi. Kemudian bagi yang usianya diatas 30 tahun, yoga menjadi penting, agar tidak mudah mengalami pengeroposan tulang. “Dengan rajin melakukan yoga, secara otomatis kita bakal merasa lebih sehat dan bugar. Hal ini karena gerakan yoga juga menstimulus bagian tubuh untuk tetap bergerak secara aktif, sehingga kita merasakan lebih bugar dari sebelumnya,” ucap Bunda Dian. “Jika melakukan yoga di rumah, tidak perlu melakukan banyak gerakan untuk satu kali latihan . Fokuskan pada penguasaan satu gerakan dan lakukan secara rutin,” lanjutnya. Mengenai keringat yang dihasilkan dari yoga, dikatakannya bukan hanya hasil dari terbakarnya lemak di tubuh.” Beberapa ahli pun menyebutkan bahwa racun di dalam tubuh dapat terdetoksifikasi dan keluar melalui pori-pori kulit. Racun ini akan keluar bersamaan dengan keluarnya keringat yang merupakan hasil dari pembakaran lemak saat melakukan yoga,” paparnya. Racun yang berhasil di detoksifikasi melalu kulit tersebut juga mampu membuat kulit lebih sehat dan halus. Selain itu, kelenturan kulit kita pun akan terjaga. Ini, selain karena otot yang semakin mengencang, gerakan dari yoga juga menstimulasi kulit agar tetap lentur dan kencang. Selanjutnya , latihan asana yang dilakukan dengan pranayama membantu melancarkan sirkulasi darah dan oksigen ke seluruh tubuh malah sampai kelenjar dan hormon, sehingga kulit selain lebih kencang juga bersinar. Manfaat berikutnya diperolehn ketenangan dalam dan kenyamanan saat tidur.“Dengan beryoga secara rutin , kita sudah melakukan langkah pintar mendapatkan sekaligus menikmati hidup sehat dan cantik dengan murah,” tandasnya – Sri Ardhini
Mitos
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
11
Apa Pentingnya Sarapan? Di suatu arisan keluarga terdengar perbincangan antara dua ibu. Bu Dewi, memiliki seorang anak remaja. Anaknya ini bersekolah di salah satu SMP di Denpasar. Ia menuturkan apabila anaknya pagi-pagi berangkat ke sekolah, selalu terburu-buru sehingga tidak sempat sarapan. Kemudian anaknya diberi uang jajan agar bisa berbelanja di sekolah sesuai keinginan anaknya. Bu Fitri juga menuturkan pengalamannya dengan putrinya yang sedang duduk di bangku SMP. Ia berusaha menyiapkan sarapan untuk putrinya, apabila tidak sempat dimakan di rumah, makanan yang telah disiapkan tersebut dimasukkan kotak untuk dibawa ke sekolah.
Agusjaya Mataram
B
u Dewi tidak terlalu memaksakan anaknya untuk sarapan, karena apabila anaknya sarapan dikhawatirkan dapat menyebabkan tubuhnya gemuk. Dari perbincangan tersebut apakah sarapan pagi itu penting bagi seorang remaja? Berikut penjelasan Dr. Ir. Komang Agusjaya Mataram, M.Si, Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Bali yang juga dosen Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar. Pada masa remaja terjadi pertumbuhan yang cepat disertai perubahan fisilogis dan mental. Di samping faktor keluarga, lingkungan, teman sebaya dan aktivitas fisik, faktor makanan yang dikonsumsi sesuai menu seimbang sangat penting untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal. Masalah gizi yang dapat terjadi karena kurangnya makanan yang dimakan dibandingkan dengan yang dibutuhkan tubuh diantaranya anemia gizi besi dan kurang energi kronik. Obesitas dapat terjadi apabila makanan yang dimakan lebih banyak dibandingkan dengan yang dibutuhkan. U n t u k mengetahui seorang remaja menderita anemia dapat diukur kadar haemoblobin (Hb) darahnya. Cara untuk mengukurnya dapat di-
gunakan alat hemoque atau metode cyanmethaemoglobin. Pengukuran ini dapat dilakukan di puskesmas, rumah sakit, dokter praktek swasta atau laboratorium klinik. Remaja putri dinyatakan anemia apabila kadar Hb < 12 gr/dl. Untuk mengetahui seorang remaja apakah konsumsinya sudah
memenuhi kebutuhan zat gizinya dapat dilakukan dengan menimbang atau merecall (menanyakan kembali) makanan yang dikonsumsi dalam sehari. Kemudian dikonversi ke dalam zat gizi menggunakan daftar komposisi bahan makanan (DKBM). Zat-zat gizi yang dikonsumsi khususnya energi kemudian dibandingkan dengan angka kecukupan gizi yang dianjurkan. Konsumsi energi dikatakan cukup apabila ≥ 100% dan kurang < 100%. Obesitas dapat ditentukan dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT). Apabila IMT lebih besar dari 25 maka orang tersebut dikatakan obesitas. IMT diperoleh dengan membagi berat badan dalam kg dengan tinggi badan kuadrat dalam meter. Contoh: Ani umur 13 tahun memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 150 cm, maka IMT nya dapat dihitung sebagai berikut: 62 (kg) : (1,50)2 (m) = 27,5. Hasil perhitungan IMT
T
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di a mplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
dr.Oka Negara, FIAS
Gatal
Usai Hubungan Seksual “Dok, langsung saja. Belakangan ini setiap usai berhubungan seksual dengan istri, selalu saja alat kelamin saya menjadi gatal dan ada bintik-bintik merah. Istri saya juga mengalami hal yang sama yaitu rasa gatal di kelaminnya. Apa kira-kira penyebabnya ya dok?” (Mike, 40 thn)
Ani sebesar 27,5 maka Ani dinyatakan menderita obesitas. Remaja yang menderita anemia gizi besi akan merasa cepat lelah dan kelopak mata bagian dalam berwarna pucat. Apabila remaja kurang anergi kronik akan memiliki penampakan fisik kurus dan sebaliknya apabila obesitas penampakan secara fisik gemuk. Untuk memenuhi kebutuhan gizi seorang remaja dianjurkan untuk makan pagi, siang dan malam serta diselingi snack diantara waktu makan tersebut. Jumlah makanan yang dikonsumsi dapat diatur menurut waktu makan. Makan pagi atau sarapan dapat diatur yaitu sepertiga kebutuhan zat gizi tubuh. Kendalanya adalah seberapa makanan yang perlu dikonsumsi agar sepertiga kebutuhan zat gizi tersebut terpenuhi. Seorang laki-laki kelompok umur 13-15 tahun, memiliki berat badan 46 kg dan tinggi badan 150 cm, membutuhkan zat gizi per harinya sebagai berikut: energi 2400 kkal, protein 60 gram, vitamin A 600 RE, vitamin D 5 ug, vitamin E 15 mg, vitamin B1/tiamin 1,2 mg, vitamin B2/riboflavin 1,2 mg, niasin 14 mg, asam folat 400 ug, vitamin B12 2,4 ug, vitamin C 75 mg, kalsium 1000 mg, fosfor 1000 mg, besi 19 mg, yodium 150 ug,
entu saja rasa gatal seperti ini akan mengganggu dan bisa jadi jika tidak dituntaskan akan be rakibat juga dalam hubungan seksual berikutnya, yang secara fisik maupun psikis terdapat kemungkinan hambatan kenya manan dalam melakukan hubungan seksual. Jadi, memang sebaiknya dikonsultasikan dan ditangani segera. Rasa gatal setelah berhubungan seksual memang bukan hal yang diharapkan dan tidak semestinya terjadi, karena hubungan seksual yang tuntas dan yang biasa terjadi adalah yang tidak memunculkan keluhan gatal seperti ini. Jadi, yang perlu diketahui berikutnya adalah apakah yang memunculkan rasa gatal ini, apa lagi jika sebelumnya belum pernah terjadi. Beberapa kemungkinan yang mungkin ter jadi adalah reaksi iritasi atau adanya infeksi, mengingat rasa gatal dialami oleh kedua pihak, suami dan istri. Kalau hanya satu pihak saja yang mengalami, bisa jadi itu adalah reaksi alergi, tetapi itu kemungkinan kecil terjadi dalam kasus ini. Ada baiknya diperhatikan juga apakah selama mengalami rasa gatal, istri ada meng gunakan bahan kimia tertentu yang baru saja digunakan misalnya untuk kepentingan membasuh vagina. Jika ada, dan memang waktunya berhubungan dengan penggunaan
dan flour 2,3 mg. Seorang perempuan kelompok umur 13-15 tahun, memiliki berat badan 48 kg dan tinggi badan 153 cm, membutuhkan zat gizi per harinya sebagai berikut: energi 2350 kkal, protein 57 gram, vitamin A 600 RE, vitamin D 5 ug, vitamin E 15 mg, vitamin B1/tiamin 1,1 mg, vitamin B2/riboflavin 1 mg, niasin 13 mg, asam folat 400 ug, vitamin B12 2,4 ug, vitamin C 65 mg, kalsium 1000 mg, fosfor 1000 mg, besi 26 mg, yodium 150 ug, dan flour 2,4 mg. Untuk memenuhi kebutuhan gizi remaja sebaiknya dikonsumsi makanan sesuai dengan prinsip menu seimbang diantaranya membiasakan makan beraneka ragam makanan, mengatur porsi makanan dan menjaga keamanan makanan. Setiap kali makan sebaiknya makanan terdiri dari sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Sebagai contoh untuk memenuhi kecukupan energi 2500 kkal hidangan makanan satu piring yang akan dimakan terdiri dari nasi (200 gram), tempe (50 gram), daging (50 gram), sayur (100 gram), buah (100 gram), gula (10 gram) dan minyak (10 gram). Bahan-bahan makanan tersebut sebaiknya dalam keadaan segar dan dimasak sesuai dengan citarasa yang disukai oleh remaja, misalnya tempe dimasak menjadi tempe goreng, terik tempe, sambel tempe manis, perkedel tempe, dsb; daging dimasak menjadi opor, rendang, empal goreng, perkedel daging, dsb; sayur (kangkung, bayam, wortel, kacang panjang, sawi hijau, buncis, taoge) dapat dimasak sayur bening, tumis, sop, cah, urap, dsb; buah (pepaya, jeruk, mangga, apel, pisang, melon, semangka) dapat dimakan segar atau dibuat es buah, stup buah, dsb. Jadi pentingnya sarapan adalah untuk mengatur makanan yang dimakan secara proporsional untuk makan pagi, siang, dan malam. Apabila sarapan dilewatkan maka akan terjadi pembagian konsumsi makanan yang tidak seimbang.
bahan kimia dengan kejadian gatal, maka bisa diduga bahan kimia itu menimbulkan iritasi pada kedua pihak. Jadi, penggunaan nya tentu saja harus dihentikan dan silakan berkonsultasi dengan dokter untuk langkah selanjutnya. Juga, perlu diperhatikan, apakah se lama mengalami rasa gatal, istri mengalami keputihan yang tidak seperti biasanya. Jika ada, bisa jadi penyebabnya adalah keputihan yang tidak normal atau patologis ini sebagai penyebabnya. Penyebab dari keputihan yang patologis ini bisa berupa parasit, bakteri, dan jamur. Yang dapat ditulari juga ke suaminya. Pada pihak perempuan, rasa gatal akan dikeluhkan, apalagi jika penyebabnya adalah jamur. Sementara jika penularan terjadi ke pihak pasangan, pada laki-laki akan me ngalami keradangan, yang salah satunya bisa dilihat merah meradang di ujung penis juga, yang sering juga disertai dengan rasa gatal. Tetapi terlepas dari kemungkinan itu, un tuk membuat keluhan dan penyakit menjadi jelas dan mendapatkan pengobatan yang tun tas, yang perlu dilakukan adalah memastikan penyebabnya yang pasti, dengan melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter, agar jika ternyata ada infeksi, segera bisa disem buhkan dan bukan malah menjadi masalah di kemudian hari.
10
Bugar
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Mengenal Gegar Otak Oleh: dr. Putu Gde Budi Setiawan, Sp.BS Penulis merupakan Spesialis Bedah Syaraf
dr. Putu Gde Budi Setiawan, Sp.BS
Gegar otak adalah penger tian bagi gejala klinis pada se seorang yang mengalami cedera di otak, atau dalam bidang ke dokteran, yang dikenal dengan brain injury atau cerebral con cussion. Istilah tersebut dipo pulerkan oleh Prof. Kramer S.P. yang melakukan penelitian dan mempublikasikan karya ilmiah tentang cedera otak di Jurnal Annal of Surgery pada tahun 1896. Gegar otak sesungguhnya bagian dari gradasi cedera otak ringan, tetapi sering disalah artikan sebagai seluruh gejala akibat cedera otak. Itulah se babnya istilah gegar otak dalam aspek medis telah ditinggalkan. Untuk memudahkan penilaian derajat berat ringannya cedera otak, dibuatlah klasifikasi yang sederhana, yakni cedera otak ringan, sedang, dan berat. Pem bagian ini berdasarkan derajat kesadaran yang dikenal sebagai
Glasgow Coma Score (GCS) yang pertama kali diperkenalkan dan dipublikasikan oleh ilmuwan Prof. Graham Teasdale dan Prof. Bryan Jennet dari Insti tute of Neurological Sciences Glasgow di Jurnal The Lancet tahun 1974. Perhatikan bahwa ketika terjadi benturan di kepala, maka akan timbul gejala ri ngan, seperti sakit pada lokasi benturan, yang disertai dengan kehilangan kesadaran sesaat, atau gangguan memori sesaat (amnesia) dan sulit berkon sentrasi sesudahnya. Namun bila benturan terjadi cukup keras, akan terjadi kerusakan yang lebih berat juga, mulai dari terluka di kulit hingga patah tulang kepala, serta gangguan struktur anatomi otak. Kerusakan jaringan otak pun dapat terjadi mulai dari yang
ringan hingga berat, antara lain dipakai biasanya CT scan memar otak, perdarahan di luar (computerized tomography selaput otak atau hematoma scan). Dengan pemeriksaan CT epidural, perdarahan di bawah scan, dapat dievaluasi secara selaput otak atau hematoma detail dan cepat dalam diagno sub dural, robekan jaringan sis adanya kelainan di dalam otak atau laserasi otak, hingga otak secara radiologis, supaya pendarahan di dalam jaringan pengambilan tindakan bisa otak atau hematoma intra se dilakukan lebih dini. rebral. Akibat kerusakan struk Apabila tidak terdapat tur anatomi otak yang memi kerusakan jaringan otak, pen liki banyak berkas (ikatan) derita dapat dilakukan ra saraf penting, maka akan ter wat jalan dengan pengawasan, jadi gangguan kesadaran dalam atau rawat tinggal di rumah waktu yang lama, kelumpuhan sakit. Penderita dengan rawat anggota gerak, gangguan bicara, jalan di rumah pun menda kejang, hingga kematian. Untuk patkan pengawasan oleh ke mencegah proses cedera otak luarga di rumah sekitar 2 x 24 yang berakibat fatal tersebut, jam sejak kecelakaan terjadi. diperlukan penanganan segera Pengawasan yang dapat di sejak di tempat kejadian hingga lakukan berupa pengawasan ke rumah sakit terdekat. Pena penurunan tingkat kesadaran nganan cepat ini telah terbukti (jika penderita mengalami dapat menurunkan angka kecacatan dan kematian pada penderita cedera otak. Tindakan per tama pada setiap penderita cedera otak adalah harus melakukan life sup port, salah satunya tindakan membe baskan jalan napas. Bila disertai cedera di tempat lain atau multi-trauma, perlu dilakukan tindakan khusus. Namun, apabila penderita telah ditetapkan mengalami ce dera otak, diperlu kan pemeriksaan diagnostik penun jang berupa peme riksaan radiologis untuk mengeta hui secara detail ada atau tidaknya kerusakan struktur Ilustrasi gegar otak otak. Alat yang
fase mengantuk dan sulit untuk dibangunkan), segera pasien dibawa ke rumah sakit dengan fasilitas bedah saraf yang memadai. Bila dari hasil pemeriksaan penunjang (CT Scan) ditemukan kerusakan jaringan otak atau perdarahan pada otak, maka segera dilakukan tindakan bedah untuk menghentikan proses pendarahan akibat robekan pembuluh darah otak, serta melakukan evakuasi pem bekuan darah. Pascabedah, setiap pen derita cedera otak tunggal atau multi-trauma harus dilaku kan perawatan intensif untuk mendukung proses pemulihan secara optimal. Makin dini penanganan, diharapkan pemu lihan makin optimal
Style
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Warna-warni
Batik Madura Ia memilih desain busana bergaya simple. Seluruh koleksinya tampil tanpa banyak pernik namun tetap elegan. Itulah persembahan Yati Law, yang selama ini dikenal berarier sebagai perancang yang mengkhususkan diri melayani pelanggan dari kalangan orang asing.
D
engan label “Lombang Batik”, anggota Iwapi Pusat ini memilih mengolah pesona produk lokal Nusantara yakni batik Pamekasan, Madura. Menurutnya Batik Madura sangat menarik. Selain motif batik tulisnya sangat beragam juga terlihat unik dan berani atau color full. Berbahan batik tulis baik katun maupun sutera ,Yati Law pun merancang busanabusana siap pakai (ready to wear). Untuk menambah aksen cantik desainnya, ia mengombinasikan Batik Madura dengan brokat dan bordir. Berbagai acara fashion show di dalam maupun di luar negeri sudah dijajalnya. Selama ini, kata Yati Law, penggemar karyanya memang kebanyakan berasal dari kedutaan, pegawai beberapa perusahaan asing juga dari lingkungan temantemannya yang beristrikan orang asing. Bagaimana dengan Anda? Apakah desainnya, kali ini bisa jadi inspirasi? -Sri Ardhini
Yati Law
15
16
Edukasi
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Getah Bintaro Sembuhkan Penyakit Cantengan
Tanaman Bintaro
P
aronychia ini dise babkan oleh bakteri streptokokus, bi asanya akut, tetapi kasus kronis bisa terjadi. Pada paronychia akut, bakteri (biasanya Staphylococcus aureus atau strep tococci) masuk melalui robekan pada kulit diakibatkan dari trauma pada lapisan kuku (lapisan pada kulit keras yang tumpang tindih di sisi kuku), hilangnya kutikula, atau iritasi kronis (seperti dari air
Penyakit cantengan yang dalam bahasa kedokteran dinamakan Paronychia (baca: paronikia), sering dialami seseorang dan sudah sejak lama pula dialami oleh seseorang. Penderita cantengan akan mengalami sakit cukup menyiksa dan terasa nyut-nyutan pada bagian organ yang terinfeksi. Paronychia atau cantengan merupakan infeksi yang terjadi pada kulit di sekitar kuku jari tangan atau kuku jari kaki. Lipatan kuku, paling sering mengalami penyakit cantengan adalah kulit lipatan kuku jari jempol kaki yang ditandai dengan pembengkakan lipatan kuku.
dan detergent yang mengalami penggumpalan bersama kotoran yang masuk melalui lipatan kuku). Gumpalan ini dapat mendesak lapisan kutikula pada lipatan kuku sehingga menyebabkan pembekak an dan terasa sakit, yang di Bali sering dibilang penyakit “embinta nah” (Bahasa Bali), karena banyak mengandung gumpalan tanah yang berbau kurang sedap. Gejala awal paronikia dapat berupa kemerahan dan pembeng
kakan di sekitar kuku, yang disebut cellulitis. Pada keadaan ini kuku sangat sakit bila disentuh dan, ke mudian berlanjut kuku dan/atau ku lit menjadi berwarna kuning-hijau, yang menunjukkan bahwa terjadi pengumpulan nanah di bawah kuku dan kulit yang disebut abses, yang berbau tidak sedap. Bila seseorang pada jari jempol kaki menderita Paronychia akan terasa amat sakit bila memakai sepatu. Jika sudah de mikian, tentunya akan mengganggu
Drs. I Wayan Suanda, S.P., M.Si
aktivitas kerja. Hal inilah yang membuat Drs. I Wayan Suanda, S.P., M.Si. melaku kan beberapa percobaan terhadap beberapa penderita paronychia. Dosen FPMIPA IKIP PGRI Bali ini mencoba memanfaatkan getah yang dikeluarkan oleh bagian tanaman bintaro bila dipetik. Getah bin taro ini diteteskan 2-3 tetes pada lipatan kuku yang mengalami sakit paronychia. “Biarkan ge tah bintaro itu masuk ke bagian lipatan kuku yang mengalami infeksi dalam kurun waktu 1sampai 2 hari, maka rasa sakit pada lipatan kuku menjadi hi lang,” ujar Ketua Badan Penjamin Mutu (BPM) IKIP PGRI Bali ini. Dijelaskannya, bintaro
(Cerberaodollam Gaertn.) sinonim Cerberamanghas L. merupakan pohon yang bertekstur rindang, sehingga banyak ditanam sebagai peneduh atau penghijauan di pinggir jalan termasuk di Kota Denpasar. Bintaro dikenal juga dengan nama Pong-Pong Tree atau Indian suicide Tree, kayu susu, kenyen putih, koy andan, manggaprabu, manggalaut dan tanaman “bentoro” (di Bali) termasuk tumbuhan bergetah. Tanaman bintaro tumbuh hing ga ketinggian 3 m-12 m, bentuk daunnya memanjang simetris dan menumpul pada bagian ujung den gan ukuran bervariasi dan memiliki buah berwarna hijau saat muda yang berangsur-angsur menjadi cokelat kehitaman bila sudah me nua. Tanaman bintaro ini memiliki kemampuan sebagai anti bakteri, pestisida nabati, bahan baku lilin, buahnya efektif untuk mengusir tikus, bio-insektisida, obat luka, deodorant, dan bijinya berpotensi sebagai biodiesel. –Inten Indrawati
Melukat di Pura Tirta Sudamala Sering saya mendengar tentang mujizat air suci di Pura Tirta Sudamala. Pura Tirta Sudamala memiliki 11 buah pancuran; 9 pancuran keberadaanya lebih tinggi dan 2 lainnya lebih rendah. Pancuran ini diya kini warga sebagai tempat melukat, menyucikan diri secara jasmani dan rohani, menghilangkan penga ruh-pengaruh buruk seperti ilmu hitam, sehingga bisa melebur leteh (kotoran).
B
anyak orang yang melakukan pem bersihan diri di pura yang berlokasi di Desa Sedit, Kec. Bebalang, Bangli ini dan merasa lebih baik setelah itu, terutama bagi yang sering sakit kepala atau sulit ti dur. Akhirnya, saya mendapatkan kesempatan juga untuk datang melukat ke pura Tirta Sudamala. Untuk mencari lokasi pura saya berangkat dari Denpasar menuju arah Gianyar. Kemudian, menuju Kota Bangli (di Jalan Merdeka). Sebelum memasuki pertigaan Jalan Ngurah Rai be
lok kiri. Di dekat area itu, akan ban yak ada nama Jalan Tirta, seperti Jalan Tirta Campuhan, dll. Carilah Jalan Tirta Sudamala. Dari areal parkir menuju Pura jarak nya sekitar 100 meter, namun, jalannya sedikit menurun tajam. Di sepanjang jalan juga banyak warung kecil yang menyediakan canang, makanan, dan minuman ringan. Di areal melukat terdapat loker tempat menyimpan barang/ pakaian dengan tarif sewa R p 5000/unit. Pura Tirta Sudamala me nyuguhkan nuansa spiritual yang kental, terkesan begitu damai, air
Sakit Kepala pun Hilang
pancuran mengalir begitu jernih, tidak pernah kering walaupun saat musim kemarau. Tebing-tebing terlihat begitu indah, seolah memagari tempat ini menjauh kan kita dari pengaruh-pengaruh buruk. Air pancuran mengalir dari mata air alam di sekitar pohon bunut besar yang sudah berumur ratusan tahun. Air mengalir cukup deras dari pancuran, apalagi pancuran yang lebih tinggi. Saat air pancuran me ngenai kepala dan badan, rasanya seperti pijat refleksi alami. Awal nya, terasa sangat sakit, namun, lama-kelamaan, terasa nyaman, dan akhirnya, terasa sangat plong. Jika Anda sering sakit kepala atau sulit tidur, cobalah melukat di air suci Tirta Sudamala. Tata cara melukat dari pancuran ujung Selatan ke Utara. Setelah selesai melaku kan pembersihan diri, dilanjutkan dengan sembahyang di Pura Tirta Sudamala.-Wirati Astiti
Dara
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Rolingstun
Pendidikan Alat Mendewasakan Diri
judul tersebut karena ia melihat puri-puri yang ada di Bali sudah mulai kehilangan kharismanya, dan respek masyarakat mulai berkurang terhadap puri, karena pengaruh globalisasi. Akan tetapi Puri Saren tetap dapat memper tahankan kharismanya, dengan tetap menjaga hubungan dengan masyarakat, dan membuka diri untuk umum serta digunakannya puri sebagai tempat pelestarian seni dan budaya sehingga mampu mengembangkan pariwisata di Ubud. “Faktor pariwisata, sosi al, ekonomi, dan budaya adalah kunci tetap eksisnya Puri Saren
Ubud,“ ucap Dewa Roling yang masih bermimpi untuk menjadi seorang pendidik (guru) ini. Dalam sudut pandangnya, pendidikan di Bali dan di Indone sia dinilainya sudah cukup baik. Kesadaran masyarakat sudah sangat tinggi akan pentingnya pendidikan. Hanya saja yang perlu digaris bawahi, bahwa pen didikan bukanlah untuk mencari pekerjaan semata, tetapi pen didikan adalah suatu alat untuk mendewasakan diri agar mampu menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan.
Perasaan senang sekaligus terkejut menyelimuti hati Dewa Bagus Putu Rolingstun ketika namanya disebut sebagai lulusan terbaik dalam Wisuda XXXV IKIP PGRI Bali belum lama ini. “Saya tidak pernah membayangkan akan menjadi lulusan terbaik. Saya sangat bersyukur karena perjuangan saya tidak sia-sia, dan merasa bangga dapat memberikan yang terbaik bagi keluarga,” ujar peraih IPK 3,85 yang akrab disapa Dewa Roling ini.
L
ayaknya mahasiswa lain, pria kelahiran Gianyar, 10 Juni 1985 ini mengaku tak memiliki kiat-kiat khusus dalam belajar. “Hanya saja karena bek erja, jadi saya belajar pada waktu subuh. Saya berusaha melakukan segala sesuatunya dengan maksi mal, sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Tugas-tugas, ujianujian , dan skripsi saya kerjakan dengan total dan sebaik mungkin,” jelas putra dari Dewa Bagus Nyo man Sudana dan Ni Made Sujarni ini bersemangat. Terlebih, selain saat ini ber status sebagai pekerja di Karya
Tangan Indah (KTI) Mambal, Dewa Roling juga harus pintar mengatur waktunya antara kerja, kuliah, keluarga juga bermasyarakat. “Di zaman sekarang ini, lebih-lebih di Bali, setiap orang pasti berhadapan dengan masalah-masalah tersebut. Menghadapi semua itu saya jalani apa adanya, karena masing-masing sudah ada porsinya, dan kese muanya itu saling mendukung dan berhubungan satu sama lain,“ ujar suami Ni Komang Suartini ini. Dalam tugas akhirnya, Dewa Roling menulis tesis “Eksistensi Puri Saren Ubud Kelurahan Ubud Kecamatan Ubud (Perspektif Sosi al-Budaya)“. Alasannya mengambil
Kartu Bertuliskan “Rolling Stones“ Pada hari istimewa tersebut, Dewa Roling bak menjadi “bintang” di antara 478 wisudawan lainnya. Selain menjadi lulusan terbaik, nama “Rolingstun” terdengar cukup unik, yang mengingatkan kita pada grup musik legendaris Rolling Stones yang salah seorang pen tolannya adalah Mick Jagger. Tak ayal tiap namanya disebut, gemuruh suara peserta yang hadir tak bisa diredam. Puncaknya, saat Dewa Roling disebut diumum kan sebagai wisudawan lululusan terbaik yang sekaligus menjadi perwakilan wisudawan untuk menyampaikan pesan dan kesan. “Setelah wisuda, tugas kita bukan lagi sekadar mencari kerja, tetapi menciptakan kerja,” ujar Dewa Roling yang disambut tepuk tangan meriah rekan-rekannya sesama wisudawan. Lulusan Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) IKIP PGRI Bali ini mengisahkan asal muasal nama “Rolingstun“ yang melekat pada dirinya itu. “Ayah saya dulu bekerja sebagai security di salah satu hotel di Sanur. Saat itu ayah sedang risau memikirkan biaya persalinan saya yang masih di dalam kandungan. Saat dalam kebingungan itu, ayah menemukan sebuah dompet di jalan, yang bertepatan pada saat itu pula adalah hari kelahiran saya. Di dompet tersebut terdapat sejumlah uang dan sebuah kartu bertulis kan Rolling Stones. Dompet itu kemudian dikembalikan kepada tamu dan tamu itu yang akhirnya membiayai persalinan. Karena tertarik akan tulisan tersebut, juga atas saran tamu tersebut, serta merasa itu adalah suatu keberuntungan, maka saya diberi nama Rolingstun, setelah penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia,“ papar ayah dari Dewa Bagus Putu Radhika Putra Sura ini. Adiknya pun lantas diberikan nama yang unik pula agar tak terlalu berbeda jau dengan sang kakak. Desak Silvia Loren menjadi nama pilihan yang mengadopsi nama aktris dunia Sophia Loren. Meski memiliki nama kebarat-baratan, Dewa Roling tetap bersyukur dan bangga dengan nama pemberian orangtuanya itu. Orang mungkin tersenyum ketika mendengar namanya. Tapi baginya hal itu tak jadi masalah, buktinya ia mampu menunjukkan dirinya menjadi yang terbaik. –Inten Indrawati
9
Dewa Rolingstun berfoto bersama Rektor Made Suarta dan Ketua Yayasan Arthanegara, usai menerima penghargaan sebagai wisudawan lulusan terbaik
–Inten Indrawati
8
Bunda & Ananda
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Kolektif vs
Individual
Sekelompok anak-anak berolahraga di lapangan Renon. Salah satu aktivitas mereka adalah bermain “Kucing dan Tikus”. Ini adalah permainan tradisional anak-anak dengan dua tokoh utama, kucing dan tikus. Anak yang berperan sebagai kucing berupaya mengejar anak yang berperan sebagai tikus sedangkan anak-anak lain berusaha menghalangi pengejaran itu.
Made Taro
P
ermainan tradisional lain yang kerap dimainkan anak-anak adalah gobak sodor, sembunyi-sembunyian, dan dengkleng. Semua permainan itu dimainkan lebih dari dua anak. Makin banyak yang diajak, makin ramai suasana. Tetapi, kini beberapa permainan tradisional mulai ditinggalkan karena anak-anak lebih memilih bermain sendirian dengan gadget yang canggih. Permainan yang ditawarkan dari berbagai aplikasi ini membuat anak-anak bisa betah bermain sendirian. “Saya dan adik berencana membuat hari bebas gadget. Hari itu tidak boleh ada yang bermain gadget. Kami ingin mengurangi kecanduan anak terhadap permainan di gadget,” ujar Desi, seorang ibu yang memiliki tiga putra ini. Sebagai gantinya, ia mengajak anak-anak untuk berkunjung ke rumah neneknya. Di sana anak-anaknya bisa bermain dengan para sepupu. Menurut Made Taro, pendongeng sekaligus pelestari permainan tradisional, ada beberapa perbedaan antara permainan tradisional dengan permainan modern yang disajikan di gadget. “Permainan tradisional itu sifatnya kolektif. Banyak orang lebih mengasyikkan. Bentuk permainan luwes dan fleksibel. Aturan pun disesuaikan dengan kesepakatan para pemain. Bentuk permainan sederhana dan tidak memerlukan banyak peralatan. Pemain menjadi produktif. Satu lagi, ada proses mulai dari anak-anak berkumpul,
berkomunikasi, berdiskusi untuk memilih permainan yang akan dimainkan, sampai mereka semua bermain,” ujar pendiri Sanggar Kukuruyuk ini. Sebaliknya, permainan modern merupakan permainan individual yang sudah baku sesuai dengan buatan si pencipta. Kalau gadget rusak, pemain tidak bisa melakukan improvisasi kecuali membeli yang baru. Ini pun membuat pemain menjadi konsumtif. Namun, Taro mengatakan ada kesamaan antara permainan tradisional dan modern yakni sama-sama sebagai sarana hiburan dan penyaluran kreativitas. “Permainan modern itu dampak dari kemajuan teknologi dan globalisasi. Kita tidak bisa menentang globalisasi. Yang bisa dilakukan adalah memilah dan memilih mana yang dianggap sesuai. Jangan sampai permainan tradisional hilang karena itulah kita harus melestarikannya,” ujar pensiunan guru antropologi SMA 2 Denpasar ini. Kendala yang dihadapi pelestari permainan tradisional adalah dukungan dan waktu. Dukungan ini berkaitan dengan adanya pandangan yang meremehkan permainan tradisional dan menganggapnya kalah gengsi. Ia pun mencontohkan ada orangtua yang semangat agar anaknya ikut sanggar tetapi si anak tidak tertarik. Ada yang anaknya tertarik, tetapi orangtuanya tidak memberi dukungan karena terlalu sibuk sehingga tidak bisa mengantar. Kendala lainnya soal waktu. Banyaknya les yang diikuti membuat orangtua dan anak harus memilih mana yang menjadi prioritas. Kadang anaknya bisa, orangtuanya tidak bisa. “Dari pengamatan saya, ada pergeseran anak yang menjadi anggota sanggar. Dulu, lebih banyak anak dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Belakangan ini malah lebih banyak anak dari kalangan menengah ke atas. Ada yang terang-terangan menitipkan anak di sanggar untuk menghindari anaknya main gadget. Awalnya mereka tertekan, tetapi lama-kelamaan menjadi suka,” ujar pria yang sudah melanglang buana berkat kepiawaiannya mendongeng dan melestarikan permainan tradisional ini.
RANGKING 1 SAMPAI 10 Ada anak yang awalnya pemalu, pendiam, dan tidak gaul. Tetapi setelah ikut sanggar dan menemukan keasyikan bermain, malah menjadi anak yang luwes
dan tidak bisa diam. Ada juga yang awalnya dipaksa orangtua, sampaisampai harus ditunggu ketika latihan. Secara perlahan, orangtuanya menjauh hingga anak itu menjadi mandiri. Agar tidak mengganggu waktu belajar anak, sanggar yang dipimpin Made Taro ini hanya menerima siswa kelas 3 sampai kelas 5. Kelas 6 sudah tidak diperbolehkan karena mereka harus fokus untuk belajar dan ujian. Taro menuturkan penelitian yang dilakukan Sita Resmi, mahasiswi S2 jurusan Psikologi dari UI terhadap anak-anak sanggar Kukuruyuk. Mereka diteliti mulai dari kegiatan di sekolah, di rumah, dan di sanggar. Dari hasil penelitian itu, ditemukan bahwa prestasi anak-anak sanggar berada di peringkat 1 hingga 10 di kelasnya. “Saya sampai saat ini punya dua pandangan terhadap anak-anak sanggar. Pertama, dongeng dan permainan tradisional mampu menjadikan anak cerdas karena menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri. Kedua, anak cerdaslah yang memilih untuk mendongeng dan melakukan permainan tradisional,” ujar pria berusia 76
tahun ini. Salah satu contoh dalam permainan “Kucing dan Tikus”, anakanak yang menjadi pemain figuran berteriak lebih keras disbanding pemain utama. Bisa jadi teriakan ini melepaskan semua uneg-uneg atau ganjalan yang ada dalam hatinya sehingga anak-anak menjadi segar dan gembira. Ini pun termasuk dalam pembersihan jiwa. Karena itu, tak terlihat anak yang cemberut saat diajak bermain. Mengenai permainan tradisional, Taro yang kreatif menciptakan permainan, termasuk yang terbaru “Nuut Titi” mengatakan perubahan zaman harus diikuti tanpa kehilangan makna permainan itu. Ia menggunakan teori antropologi mengenai perubahan. Ada tiga hal yang diperhatikan, ide, perilaku, dan fisik. Ide tidak akan pernah hilang, perilaku bisa menyesuaikan sedangkan fisik bisa berubah bahkan bisa hilang. Dalam permainan tradisional, ide selalu ada, perilaku atau aturan bisa disesuaikan, sedangkan bentuk alat bisa bisa berubah dan disesuaikan dengan situasi terkini.
Griya
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Permanis Ruang dengan Gorden
17
Keberadaan gorden dalam interior memiliki multifungsi. Selain sebagai penutup jendela atau sebagai penghalang sinar matahari, gorden juga menjadi bagian dari estetika yang dapat mempermanis ruangan. Karena itu tentu saja pemilihan model dan bahannya harus disesuaikan dengan kebutuhan, dan budget.
T
eja, owner Bali Indah Gordyn (BIG) mengatakan ada banyak macam model gorden yang bisa dipilih. Seperti model kre (horizontal), minimalis yang umumnya memakai model ring (smorkling), kupu-kupu (yang gordennya menempel di daun jendela), dan model klasik yang biasanya ada rempelannya. “Lima tahun lalu, model klasik cukup mendominasi. Namun dua tahun terakhir, masyarakat Denpasar khususnya lebih senang dengan model minimalis, walaupun masih ada orang-orang tertentu yang suka model klasi,” jelas Teja. Lagipula, ia menyebutkan untuk pemasangan gorden model klasik memerlukan space kusen jendela yang luas,
–Ngurah Budi
sementara perkembangan perumahan di Denpasar sekarang jendelanya kecil-kecil. “Sekarang ini masyarakat Denpasar menengah ke atas banyak memakai model smorkling dengan bahan blackout,” imbuhnya. Sementara, untuk hotel dan bungalow lebih memilih model kre baik dari bahan kayu maupun aluminium. Teja mengungkapkan, sejatinya model gorden dulu dan sekarang sama saja. Hanya saja sekarang ini lebih banyak pilihan bahan, rel, tassel, dan pelengkap lainnya dengan berbagai macam warna. “Masyarakat yang budgetnya minim alias murah meriah, biasanya memilih kain satin dan lebih bermain di motif,” ucapnya. –Inten Indrawati
Teja
Anak-anak bersiap melakukan permainan
Mendongeng Lima Menit
tiga ahli naik jukung
Mula-mula orangorang desa itu sangat percaya akan keahlian tiga pemuda yang menamakan dirinya Tiga Serangkai. Mereka mengaku berilmu tinggi sehingga bisa mengatasi segala bencana, seperti menghentikan hujan, menyembuhkan penyakit, dan membatalkan Made Taro pasang-surut. Lamakelamaan orang-orang desa itu berpikir kritis. Banyak omongan ketiga ahli itu tidak terbukti. Namun mereka masih juga membual. Oleh orang desa ketiga pemuda itu diberi julukan si Bual Satu, si Bual Dua dan si Bual Tiga. Suatu hari terbetik berita, sebuah kapal turis kandas di pelabuhan. Pelabuhan itu terletak jauh di seberang teluk. Orang-orang di desa itu berduyun-duyun melihat kapal besar itu dengan naik angkot. Sebetulnya letak pelabuhan itu dekat, tetapi untuk mencapainya harus keliling teluk. Tentu mengambil waktu cukup lama dan ongkos angkotnya mahal. “Kita nyeberang pakai jukung saja!” kata pembual itu yang juga ingin melihat kapal besar. “Sepuluh menit sampai, apalagi angin kencang itu kita manfaatkan sebagai pendorong.” Disewanya sebuah jukung tanpa awak. Mereka sepakat mendayung bergantian. Dalam pelayaran yang lancar itu, mereka tak henti-hentinya membicarakan orang-orang desa yang tidak bisa menghargai waktu dan uang. “Yang mereka
takutkan, pastilah air laut yang dalam, gelombang yang besar dan angin yang kencang, ha, ha, ha…!” ledeknya. Di tengah laut, mereka berhadapan dengan ombak besar. Namun mereka tenang-tenang saja. Ombak itu makin lama makin ganas dibarengi dengan angin kencang berputarputar. Ketika menghempas jukung, ombak besar itu pecah, sehingga banyak air laut masuk ke dalam jukung. “Kita buang air laut itu pakai ember!” kata si Bual Satu, setelah melihat air laut itu makin tinggi. “Percuma, Kawan! Kita harus berbuat cepat, yakni membalikkan jukung ini, sehingga air laut tumpah semua,” kata si Bual Dua. “Ah, tidak, Kawan!” kata si Bual Tiga. “Usaha itu memerlukan tenaga besar. Kita pakai saja teori Ilmu Alam.” “Maaf, aku lupa, bagaimana terori itu?” tanya Si Bual Satu dan Si Bual Dua. “Menurut Ilmu Alam, air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Jadi kita cukup membuat sebuah lubang, sehingga air dalam jukung ini mengalir turun ke laut.” Tiga serangkai itu tertawa, menertawai dirinya sendiri. Mengapa harus lupa kepada ilmu yang mereka kuasai? Si Bual Tiga segera mengambil pahat dan palu, lalu melubangi bagian yang paling rendah dari badan jukung itu. Apa yang terjadi? Dengan sangat derasnya air laut itu mengalir naik ke dalam jukung. Jukung itu tenggelam. Tak lama kemudian, tiga ahli itu mendapati dirinya tergeletak di pinggir pantai. Di sebelahnya berdiri seorang nelayan. Nelayan itulah yang menyelamatkannya. Namun di hadapan nelayan ketiga ahli itu masih sempat membual, “Aneh, Ilmu Alam yang kita kuasai tidak berlaku dalam jukung itu.”
Model minimalis dengan rel smorkling
Tips Memilih Gorden Sebelum memutuskan membeli gorden, Teja mengimbau agar konsumen mengetahui jenis bahan gorden yang akan dibeli, apakah mengkerut atau tidak, bahkan kemungkinan luntur. Kemudian, ketahui juga tempat pemasangan gorden, apakah kusennya terkena sinar matahari atau tidak. “Jika kusen terkena sinar matahari, pilih gorden yang tahan sinar. Dulu biasanya memakai double pouring, sekarang sudah ada bahan khusus yaitu
blackout itu,” jelasnya. Ada 4 hal yang menjadi perhatian dalam memilih gorden. Pertama, fungsi gorden. Apakah difungsikan untuk penghalang sinar ataukah sekadar pembatas ruang? Kedua, model, motif, dan warna untuk mendapatkan suasana tertentu. Ketiga, bahan gorden. “Salah satu cara paling mudah memilih gorden adalah cari warna gorden yang sesuai dengan warna dinding dan
furnitur yang ada di sekitarnya. Anda juga dapat menyesuaikan model gorden dengan desain rumah. “Misalnya, jika rumah bergaya minimalis, Anda dapat memilih gorden dengan satu warna polos dengan smorkling yang berkesan simpel,” tandasnya. Pemilihan gorden yang tepat akan menyempurnakan tampilan keseluruhan ruangan dan dapat membuat Anda merasa nyaman. –Inten Indrawati
18
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Life
Kreasi
Mengguncang Dunia
P
entas seni budaya mancanegara ini adalah puncak dari peringatan hari jadi Purwakarta ke-184. Pementasan dipusatkan dalam sebuah panggung megah yang disebut Maya Datar, terletak di depan pendopo pemerintah Kabupaten Purwakarta. Ribuan penonton merangsek mengepung areal pementasan, namun tak semuanya bisa masuk. Penonton yang tak mendapat bagian di dalam, tak pantang menyerah dan dengan semangat menyaksikan dari luar pagar
besi. Festival yang bernama resmi “Cultural World Festival” ini, menjadi peristiwa budaya bersejarah yang menghebohkan masyarakat Jawa Barat. Dipandu oleh presenter nasional, Indra Herlambang dan Ersa Mayori, festival seni budaya dunia ini menjadi pesta keberagaman budaya dalam berbagai ungkapan seni, dari seni bela diri kung fu, hingga tarian sufi Mesir, tarian Baghara dari India hingga seni Folk dari Italia. Masing-masing duta seni tampil memukau penonton sekitar tujuh
hingga 10 menit, kecuali Indonesia (Sukawati) yang menggebrak di puncak festival selama setengah jam. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bersama para undangan perwakilan kedutaan negera-negara yang duta seninya tampil dalam festival, menyimak antusias pertunjukan di atas panggung. Histeria penonton bergemuruh menyambut penampilan Sukawati. Berkekuatan 100 orang (penari, penabuh, koor, dan dalang/narator), sajian para seniman Sukawati rupanya memang ditunggu-tunggu penonton. Kang Dedi, panggilan akrab Dedi Mulyadi, dalam siaran persnya beberapa hari sebelumnya, memang telah berkali-kali menginformasikan persembahan seni Desa Sukawati jangan sampai dilewatkan untuk diapresiasi. Pernyataan orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta ini, bisa jadi mengacu kepada kesannya sendiri ketika menyaksikan garapan seni seniman Desa Sukawati berjudul “Siwa Murti Wisesa Sakti” di Balai Budaya Gianyar, 19 April 2015 lalu. Ditunjuknya para insan seni Desa Sukawati untuk tampil di forum seni budaya dunia itu berawal dari Balai Budaya Gianyar. Penampilan garapan seni pentas kolosal Sukawati menggugah hati Kang Dedi sebagai salah satu undangan kehormatan. Seusai menyaksikan seni pentas tersebut, Kang Dedi melontarkan apresiasi yang tinggi kepada tim penggarap. Antusiasismenya diungkapkan dengan undangan langsung agar Sukawati tampil pada festival seni budaya dunia di Purwakarta. “Saya yakin saat festival nanti, ribuan penonton akan membludak, menyimak penampilan tim kesenian utusan 15 negara, termasuk sajian Desa Sukawati duta Gianyar, Bali, yang menjadi wakil Indonesia,” ujarnya bersemangat. Ketika perayaan HUT ke-244 Kota Gianyar itu, Sukawati menyajikan garapan seni pertunjukan dengan lakon yang bertema dunia seni. Dikisahkan Dewa Siwa (Siwanataraja) menciptakan jagat raya dengan segala kehidupannya. Tetapi, kehidupan di bumi kacau balau oleh ulah garang para raksasa. Dewa Siwa bersama para dewa lainnya mencoba menanggulanginya namun tidak berhasil. Untuk mengembalikan keharmonisan jagat, Dewa Siwa dalam wujud Siwanataraja menciptakan puspa ragam kesenian yang
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Pisah karena Obsesif
“Matahari Nusantara” Sebuah perhelatan seni budaya internasional digelar di Purwakarta, Jawa Barat, 29 Agustus 2015. Kendati hanya berlangsung semalam, dari pukul 19.00-24.00, namun festival ini sungguh-sungguh berkelas dunia. Ada 14 negara mengirim duta-duta seninya, yakni Italia, Meksiko, Turki, Mesir, Afrika Selatan, Korea, India, Tiongkok, Filipina, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Kamboja. Tuan rumah Indonesia diwakili oleh insan-insan seni dari Desa Sukawati, Gianyar, Bali. Desa Sukawati tampil sebagai pamungkas festival dengan garapan bertajuk “Matahari Nusantara”.
Story
Temu Kangen Alumni SMAN Denpasar Acara temu kangen alumni SMAN Denpasar lintas angkatan (1960 hingga 1969) dilaksanakan 16 Agustus 2015 di Umanyar Resto-Sibang Gede, Badung. Reuni kali ini digagas alumni angkatan 1962 yang tamat 1965 karena bertepatan dengan 50 tahun mereka meninggalkan bangku almamater. Alumni yang hadir sekitar 140 orang dan acara temu kangen tersebut dipandu Tomy Mada. Mereka menyanyikan lagu “Jumpa Lagi” kemudian menyaksikan Kupukupu Kuning di atas floating stage sebagai sebuah persembahan tari ciptaan Agung Kusuma Arini, mantan dosen ISI Denpasar. Selanjutnya mereka menundukkan kepala sejenak untuk berdoa. Ketua Panitia Reuni Cokorda Istri Sri Ramaswati mengharapkan agar teman-teman alumni menyambung silaturahmi dan bernostalgia mengenang masa–masa indah saat duduk dibangku sekolah yang kala itu adalah satusatunya SMA yang ada di Denpasar. Di samping itu temu kangen kali ini tidak terbatas pada alumnus SMAN Denpasar saja namun sampai beberapa angkatan di bawahnya hingga menyebut Reuni Lintas Angkatan dengan tema “Love, Peace and Harmony”. Tidak lupa ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada tiga orang guru yang pernah mengajar dan berkenan hadir yakni Putu Sedana, Wayan Dana dan Alit Witari. -rls disambut suka cita dan suka hati oleh umat manusia. Kehidupan di bumi kembali harmonis, sejahtera, dan damai. Pesan damai dari indahnya seni itu, dalam penampilan Sukawati di festival budaya dunia di Purwakarta kembali digaungkan. Lakon “Matahari Nusantara” pesan intinya adalah hidup berkeadaban dengan damainya seni. Alkisah, pada abad ke-6 Masehi, bangsa Galuh di belahan barat Jawa Dwipa telah menggapai peradaban tinggi. Bangsa inilah yang mengawali lahirnya sistem pemerintahan kerajaan pertama di dunia. Sebuah ajaran welas asih, berhasil menuntun kerajaan Galuh merengkuh era kejayaannya.
Ajaran yang mengandung cara hidup manusia yang beradab itu, dihormati takzim dengan sebutan Sundayana. Sunda bermakna matahari dan yana adalah ajaran hidup. Sembilan abad kemudian, Prabu Siliwangi, raja Pajajaran nan masyur keturunan bangsa Galuh, menaruh hormat pada ajaran Sundayana warisan leluhurnya. Untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian, Prabu Siliwangi dengan penuh welas asih arif bijak sana, mengayomi jagat seni dan menggalang fajar kehidupan yang berbudaya. “Matahari Nusantara” persembahan Sukawati mengundang decak penonton. Unsur-unsur seni Jawa Barat dan Nusantara yang diramu dalam tari, gamelan, dan olah vokal menggugah rasa cinta budaya daerah dan kebhinekaan Nusantara. Ketika pada bagian akhir garapan mengepak figur Garuda yang diiringi lagu rakyat Jawa Barat, Manuk Dadali, ditingkahi gerak tari nan rampak, segenap penonton berdiri, termasuk Kang Dedi, ikut bernyanyi riang. Di akhir pementasan, secara spontan Ki Dalang Sujiwo Tejo didampingi Kang Dedi masuk panggung, menembang dan berpuisi. Garapan seni “Matahari Nusantara” Sukawati berbinar gemilang, penonton terpana. -Kadek Suartaya
“Jangan terlalu banyak berharap dari hubungan kita selama ini. Kita tampaknya tidak berjodoh,” ungkap Riana (40) kepada kekasihnya Roni (43) suatu hari di tahun 2000 lalu. Ungkapan Riana itu dianggap angin lalu saja oleh Roni waktu itu. Bagaimana tidak, Roni merasa hubungan mereka berjalan sangat baik karena m ereka saling mencintai.
C
ukup lama mereka menjalin hubungan yang sangat serius ketika keduanya sama-sama kuliah di salah satu universitas di Yogyakarta. Sungguh istimewa Riana di hati Roni. Riana juga mencintai Roni dengan sungguh-sungguh. Roni adalah sosok lelaki yang taat beragama, cerdas, mengalah, rendah hati dan hampir semua sifat baik dimilikinya. Tujuh tahun mereka menjalin hubungan membuat kawan-kawan kuliahnya menjuluki mereka pasangan yang istimewa dan awet. “Hampir semua kawan dan sahabat kami menginginkan akhir yang indah dari hubungan itu bahwa suatu hari kami menikah,” kata Riana, tersenyum. Dengan kebaikan Roni yang sangat menyanjung Riana, menyebabkan saat putus-
nya hubungan mereka membuat Riana kebagian cercaan atau cibiran dari kawan dan sahabat mereka. “Kurang apa Roni padanya,” kata Riana menirukan salah satu cibiran ketika ia memutuskan meninggalkan Roni dengan begitu dramatis. Riana sangat memahami perasaan kawan-kawannya itu meski ia harus menelan pil pahit kehilangan sahabatsahabatnya. Baginya tidaklah penting ia harus menceritakan pada semua orang mengapa ia memilih memutuskan hubungannya dengn Roni. Cukup mereka berdua yang tahu. Riana rupanya punya alasan sendiri mengapa ia meninggalkan Roni dan menghilang begitu saja. Alasan yang tidak seorang pun tahu kecuali dirinya. “Mungkin Roni sendiri
“Saya bahkan menasehatinya untuk tidak meng-SMS dan menelepon saya karena kami sudah memiliki keluarga masingmasing. Saya juga ingatkan dia bahwa saya sangat mencintai suami dan anak saya. Saya tegaskan bahwa saya tidak akan pernah berselingkuh,”
tidak bisa menerima alasan sàya itu,” kata Riana. Namun. kebahagiaan yang terlihat oleh kawan-kawan mereka itu tidak berbanding lurus dengan apa yang sesungguhnya dirasakan Riana. Cinta Roni yang besar rupanya tidak membuat Riana bahagia. Ia mengaku malah tersiksa. Baginya Roni terlalu obsesif padanya sehingga sehingga membawanya menjadi laki-laki yang sangat pencemburu. LEBIH BANYAK TEMAN LAKI “Roni memang tidak kurang sutu apapun, namun sifat pencemburunya itu yang membuat saya tidak nyaman. Bahkan
marahnya mendatangi kawan lelaki Riana dan pertengkaran terjadi dengan hebatnya. Bahkan nyaris Roni bertindak kasar. Roni menuduh Riana berselingkuh. Riana menarik nafas panjang. Seminggu ia berpikir mau dibawa ke mana hubungan mereka. Sampai akhirnya ia meninggalkan Roni. “Dia berlutut memohon agar saya tidak meninggalkannya,” ujar Riana sedih mengenang perpisahan mereka yang dramatis itu. Sesungguhnya ia masih sangat mencintai kekasihnya itu saat memutuskan meninggalkannya. Riana lalu menghilang. Waktu berjalan, Roni menikah dan memiliki keluarga. Tiga
saya sering takut menghadapi nya jika ada kawan lelaki yang mendekati saya,” kata Riana yang ditemui di tempat kerjanya di Mataram. Riana pantas was-was. Sejak dulu ia lebih banyak bergaul dengan kawan dan sahabatnya yang lelaki ketimbang perempuan. Ini yang membuat ia tak mau ambil risiko untuk menikah dengannya. Kejadian demi kejadian membuat kekhawatiran Riana memuncak, hingga pada suatu hari, seminggu sebelum Riana meninggalkannya, Roni dengan
tahun kemudian Riana juga akhirnya menikah dengan laki-laki yang di mata Riana memiliki sifat serupa dengan Roni. “Tapi suami saya sangat percaya pada saya dan ia pandai mengelola cemburunya dengan cerdas,” ungkap Riana berbinar. Itu sebabnya ia sangat mencintai suaminya itu dengan istimewa. Setelah cukup lama ber pisah, tiba-tiba Riana mendapat telepon dan pesan pendek dari Roni. Hati Riana berdegup ketika Roni dirasaknnya masih menyimpan rasa cin-
7
tanya yang besar itu. Riana pun santai menanggapinya. Ia tidak menghindari Roni namun meladeninya. Buatnya inilah kesempatan untuk menyadarkan Roni bahwa ia harus mengakhiri obsesinya pada diri Riana. “Saya bahkan menasehatinya untuk tidak meng-SMS dan menelepon saya karena kami sudah memiliki keluarga masing-masing. Saya juga ingatkan dia bahwa saya sangat mencintai suami dan anak saya. Saya tegaskan bahwa saya tidak akan pernah berselingkuh,” kata Riana. Keteguhan hati Riana rupanya membuat Roni semakin tergila-gila padanya. Ia memohon untuk bisa bertemu dengan Riana. Namun, Riana tetap menolak. Roni makin obsesif. Ia bahkan sampai pernah mengikuti ke mana pun Riana pergi. Ini membuat Riana semakin tidak nyaman. Riana kini takut dengan fitnah. Ia kembali menasehati Roni agar tidak mengikutinya terus. “Saya tahu dia sangat mencintai saya, tapi dia juga mesti tahu bahwa cintanya yang besar itu belum tentu membuat orang yang dicintainya itu nyaman dan bahagia,” kata Riana. Riana kini harus berpikir panjang untuk menghadapi Roni. Rasa sayangnya pada laki-laki itu membuatnya merasa harus membantunya keluar dari masalah itu dengan bijaksana. Ia merasa sedih memikirkan Roni yang sudah 15 tahun berlalu namun masih menyimpan rasa cintanya yang besar. Ia ingin membantunya namun tidak dengan cara harus bertemu dengannya apalagi lebih dari itu. Riana tetap mau berkomunikasi dengannya sepanjang tidak bertemu langsung. Ia hanya mau berkomunikasi melalui telepon. Sikap Riana yang setia mencintai suaminya itu, membuktikan pada Roni bahwa apa yang dituduhkannya pada Riana 15 tahun yang lalu ternyata salah. Tampaknya kesetiaan Riana pada suaminya itu membuat cinta Roni makin menjadi-jadi. Riana hanya berharap semua berakhir baik. -Naniek I. Taufan
6
Woman on Top
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
mahtangga. Pukul 5-7 pagi siaran di TV mengenai siraman rohani. Saat itu para ibu sedang sibuk di dapur. Pukul 8-10 pagi, acara gosip. Pada jam ini para ibu sudah santai dan duduk nonton tv. Coba kita lihat laki-laki. Mereka diharapkan menjadi Robinhood. Ketika kehilangan kepahlawanan nya mereka merasa terhina. Laki-laki kok menangis. Memang mengapa kalau laki-laki menangis. Akhirnya terus terjadi ketimpangan yang kemudian dikuatkan lagi oleh sistem adat. Menurut Wiana, agama Hinmengurus anak. Negara mereka du menempatkan perempuan sangat peduli dengan perempuan pada posisi yang sangat terdan anak. Sementara, di Indone- hormat seperti dalam Manawa sia, kepedulian itu masih kurang. Dharmasastra, “Perempuan “Saya mengusulkan agar dibentuk harus dihormati dan disayanpendidikan pranikah. Karena ini gi oleh ayahnya, saudaranya, sangat perlu sekali bagi pasangan suaminya dan juga iparnya, yang akan menikah agar mereka bila menginginkan ksejahteraan mengerti apa tanggungjawabnya dan kebahagiaannya. Dimana setelah menjadi orangtua,” kata perempuan dihormati, disanalah para dewa merasa senang, Wiana. Sementara, menurut Nahe’i tetapi dimana perempuan tidak d a r i K o m n a s Pe r e m p u a n , dihormati, tidak ada upacara ketidakadilan yang terjadi saat suci apapun yang akan berpaini merupakan peninggalaan hala, dengan demikian tidak kerajaan masa lalu. Diskriminasi ada sebuah alasan apapun yang terhadap perempuan bukan dis- dapat membenarkan terjadinya engaja tapi proteksi yang ber- kekerasan terhadap perempuan. lebihan. Kasus KDRT tidak saja Dalam buku “Memecah Kebidialami orang miskin, orang kaya suan” ini, mengupas pandangan juga bisa saja mengalami. Ada Hindu terhadap kedudukan satu fenomena unik dilontarkan perempuan, kendala dan tanNahe’i. Mari lihat apa yang di- tangan implementasi kesetaraan tonton di TV oleh para ibu ru- gender, memaknai kekerasan terhadap perempuan yang juga diserta beberapa contoh kasus KDRT. Mengimplementasikan kesetaraan gender sesuai ajaraan Hindu. Wakil Ketua Komnas Perempuan Budi Wahyuni mengatakan, ada 300 perda yang diskriminatif terhadap perempuan. Buku ini langkah awal, melakukan pencegahan kekerasan terhadap perempuan bekerja sama de ngan ormas-ormas agama. Buku ini memuat bagaimana respons Hindu, mendengarkan suara perempuan korban kekerasan demi keadilan. –Wirati Astiti
Perempuan Bali Bangga Jadi Wanita Karier Dibandingkan Ibu RT Ada satu kalimat mengelitik yang dilontarkan Ketut Wiana dari PHDI Pusat. “Perempuan Bali lebih bangga jadi wanita karier dibandingkan Ibu RT,” ungkapnya dalam bedah buku “Memecah Kebisuan”, kerja sama LBH Apik Bali, Komnas Perempuan, dan PHDI Pusat. Tentu saja ungkapan itu menuai beberapa kritik dari sebagian besar perempuan yang hadir di tempat diskusi tersebut. Salah seorang peserta Eka Santhi dari LSM Bali Sruti, ungkapan itu tidak tepat. Lantaran banyak suami tidak bisa menghidupi keluarganya dengan baik sehingga istri perlu turut serta mengambil bagian mencari nafkah. Ironisnya, ketika istri sibuk berkarier di luar rumah, para suami belum ikhlas mau mengerjakan pekerjaan RT. Bagaimana yang disebut kesetaraan, sementara, tidak adanya keadilan peran di sini,” tutur perempuan yang akrab disapa Iin ini.
M
endengar reaksi para peserta, Ketut Wiana, mencoba membagi pengalaman. “Saya melihat, para perempuan yang hanya sebagai ibu rumahtangga, pasti minder
ketika ditanya, apa pekerjaannya. Ia merasa tak punya penghasilan yang bisa membanggakan,” kata Wiana. Tahun 1968, perceraian hanya terjadi satu pasang pasutri. Sekarang ini di PN Denpasar mencatat, 34 kasus perceraian
tiap bulan. Ini masalahnya apa? Wiana melihat berdasarkan pengalaman. Ia memberi contoh, Di Belanda dan beberapa negara di Eropa, sebelum anaknya berusia 17 tahun, hanya satu orangtua yang boleh bekerja, yang lainnya
Dari kiri: Nahe’i, Masruchah (moderator), Ketut Wiana, Nengah Budawati
Alfela Fokus Pendampingan Hukum Perempuan dan Anak Sejak Timor Leste merdeka tahun 2002, isu gender mulai digaungkan di daerah bekas jajahan Portugis tersebut. Hal ini diungkapkan Marcelina Amaral, dari LSM pendampingan hukum terhadap perempuan dan anak, Alfela (Asistensia Legal ba Feto Labarit). Marcelina datang ke Bali bersama 4 orang pengacara, melakukan studi banding ke beberapa LSM yang peduli perempuan dan anak untuk bertukar ilmu.
T
ahun 2005 ada satu badan terbentuk yang bernama Judicial System Monitoring Programme (JSMP).Tugasnya hanya memonitoring kejadian dan membuat laporan. Dari hasil itu, banyak sekali korban anak-anak dan perempuan yang tidak mendapatkan perlindungan hukum. Akhirnya, ia mengambil kesimpulan untuk mendirikan satu organisasi yang bisa melakukan pendampingan
hukum untuk korban perempuan dan anak. Tahun 2011 ia melakukan studi banding ke LBH Apik dan LBH Jakarta. Tahun 2012 terbentuklah Alfela yang terpisah dari JSMP. Nama Alfela dibuat dengan bahasa Teto, yakni bahasa sehari-hari masyarakat Timor Leste, agar memudahkan mereka berkomunikasi dengan masyarakat setempat. Dalam sistem perkawinan masyarakat Timor Leste menganut tiga sistem, yakni patrilineal, matrilenial, dan paren-
tal. Sebagian besar masyarakat Timor Leste, menganut system patrilineal dimana hak dan kekuasaan ada di pihak lakilaki sementara, perempuan tidak punya hak. Setelah isu gender berkembang, tak mudah memberi pemahaman kepada tokoh adat agar sensitif gender. Begitu juga, penegak hukum seperti hakim dan jaksa, masih belum bisa memahami isu gender. Timor Lester terdiri dari 13 kabupaten, tapi hanya memiliki 4 pengadilan. Marcelina menyebutkan, kasus yang banyak terjadi di Timor Leste, kasus KDRT, pelecehan seksual terhadap anak, dan inses (ayah perkosa anak sendiri). Dalam KHUP tidak ada pasal-pasal yang mengatur inses. Pasal yang dipakai hanya pasal perkosaan biasa. Parahnya, untuk kasus
inses, agak susah karena anak sulit menceritakan kasus yang dialami. Untuk itu, ia berharap, bisa membuat rekomendasi agar UU bisa diamandemen, agar korban mendapatkan keadilan. Untuk draftnya sedang ia buat. Menurut Marcelina, di Timor Leste ada lembaga pemberdayaan perempuan yang masuk dalam struktur Kementerian Sosial, namun, implementasinya di lapangan masih kurang. Isu sensitif gender belum menjadi prioritas utama. Kehidupan masyarakat Timor Leste sebagian besar adalah petani dan miskin. Mereka tidak mendapatkan kesempatan akses ke pengadilan. Mereka harus bayar pengacara dan uang transport ke pengadilan. “Disinlah tugas kami untuk membantu mereka agar mendapatkan
Marcelina Amaral
akses hukum. Tugas kami, selain advokasi, juga edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Selain korban perempuan dan anak, kami juga memberi pendampingan kepada pelaku yang awalnya korban, “ kata Marcelina. –Wirati Astiti
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
19
Keberpihakan terhadap Budaya Lokal Saat ini di Bali ada 57 lembaga penyiaran radio yang sudah mengantongi izin penyelenggaraan penyiaran (IPP). Dari 57 tersebut, 50 lembaga penyiaran swasta, 3 lembaga penyiaran radio komunitas, 2 lembaga penyiaran publik lokal dan 2 lagi lembaga penyiaran publik.
M
enurut Ni Putu Suaryani, S.T., anggota Bidang Pengawasan Isi Siaran Komisioner KPID Bali, yang sedang menjadi perhatian serius KPID dari siaran radio adalah maraknya iklan pengobatan alternatif. Tujuannya, jangan sampai ada siaran pengobatan alternatif menyesatkan masyarakat. “Persepsi masyarakat, apa yang sudah disiarkan di media adalah benar. Mereka tidak berpikir untuk memilahmilah. Parahnya, masyarakat yang sudah menjadi korban, tidak mau berbagi kisah pengalaman buruk, agar orang lain tidak ikut menjadi korban,” kata perempuan yang akrab disapa Ani ini. Peraturan KPI memandatkan bawah lembaga penyiaran hanya boleh bekerjasama dengan lembaga pengobatan yang mengantongi izin dari pihak yang berwenang. “Khusus untuk pengobatan alter natif perlu kita sikapi bersama karena menyangkut risiko hukum, pelanggaran kaidah bahasa dan sosial dan kesehatan masyarakat. Lembaga penyiaran radio harus berhati-hati dalam memproduksi dan menyajikannya,” ucap Ani. Istri penyanyi Bali Agung Wirasutha ini menegaskan, frekuensi adalah milik publik, jadi sudah seharusnya para pemilik lembaga penyiaran mengikuti aturan-aturan standar program siaran. Selain isi
Ni Putu Suaryani, S.T.
konten radio, para penyiar radio juga diharapkan memahami tugasnya sebagai penyiar. Walaupun sudah jam malam bersiaran, bukan berarti bisa seenaknya menggunakan bahasa yang kurang sopan, yang terkesan agak jorok. Begitu juga, konten radio, untuk hiburan lagu-lagu Bali. Banyak juga keluhan masyarakat terkait maraknya iklan komersial dan lagu-lagu daerah yang mengesankan hubungan lain jenis dan pornografi. Hal ini bisa mengandung unsur pelanggaran terutama menyangkut persentase penggolongan dan jam siaran. Siaran dewasa harusnya memerhatikan hak-hak dan perlindungan terhadap anak. “Kami meminta agar lembaga penyiaran selektif memilih lagu-lagu Bali yang akan disiarkan. Jangan sampai me-
nyiarkan lagu Bali yang liriknya ada kesan jorok,” kata Ani. Secara keseluruhan konten radio tersebut, hanya diberikan space iklan 20 persen. Dari 20 persen itu, beberapa persennya harus me nyiarkan iklan layanan masyarakat. Sisanya edukasi dan informasi selain hiburan yang mendidik. Ia menilai, format siaran yang harus ditambah adalah terkait dengan kedalaman dan keberpihakan terhadap nilai budaya lokal dan pesan layanan masyarakat. Konten lokal seperti seni budaya dan tradisi kehidupan masyarakat Bali. Namun, ia menyadari, ada keluhan dari pemilik lembaga penyiaran, kalau format tersebut agak sulit mendapatkan iklan. Namun, kembali lagi harus diingat, frekuensi adalah milik publik, sehingga apapun konten yang disiarkan harus demi kepentingan publik, jangan hanya kepentingan pemilik lembaga siaran semata. Ketentuan untuk format kearifan lokal juga hanya 10 persen, seharusnya lembaga penyiaran tak sulit untuk memenuhi aturan itu. Selama ini, memang ia mengakui, ada beberapa lembaga penyiaran yang masih melakukan pelanggaran. Beberapa pelanggaran ini menjadi catatan untuk pengajuan izin berikutnya. Untuk radio perpanjangan izin tiap lima tahun. Semua lembaga penyiaran radio seharusnya konsisten dengan fungsinya sesuai dengan peraturan bidang penyiaran. Visi dan misi lembaga penyiaran dituangkan dalam format siaran seperti yang pernah menjadi landasan perizinan melalui KPID Bali. Lembaga penyia ran tidak boleh memperjualkan izin dan wajib memiliki keberpihakan terhadap perlindungan dan penghormatan budaya lokal. -Wirati Astiti
Segmentasi harus Tepat
Radio siaran, ibarat kekasih lama yang susah dilupakan. Karena radio siaran tidak hanya media komunikasi tetapi juga media informasi dan hiburan yang sangat fleksibel mengikuti perkembangan. Meski perkembangan media di era digital ini tak terbendung, tetapi radio tetap ada kan? Bahkan orang-orang berlomba-lomba membuat radio. Apapun perkembangan media yang lain, radio ada dimana-mana, ditinggal sejenak tetapi dicari lagi. Begitu disampaikan Station Manager Pinguin FM, Made Anie Supatni Samba Anie Supatni melihat perkembangan radio sedemikian berlari, karena regulasi yang membuka seluas-luasnya kanal frekuensi, sehingga radio seperti jamur di musim hujan. “Di sini kita tidak
bisa lagi terlena dengan pola kerja lama. Radio saat ini adalah industri yang jika kita tidak mampu mengikuti tuntutan perkembangannya, maka bersiaplah tinggal nama,” ujar perempuan yang tercatat sebagai Wakil Ketua III/Bidang Humas PRSSNI Bali ini. Berangkat dari kesadaran untuk tetap bisa didengar layak, bermanfaat, dan dinantikan oleh pendengar, maka tidak bisa tidak, harus menata kembali kemana arah yang ingin dituju. “Yang pertama dilakukan adalah menentukan kembali positioning, kemudian menajamkannya. Ini penting karena saat ini dengan banyaknya pilihan, audiens akan mencari informasi, hiburan sesuai dengan kebutuhannya,” tuturnya. Dikatakannya pengiklan tidak lagi berpatokan pada jumlah pen-
dengar terbanyak di satu stasiun radio dengan segmen yang sangat luas, tetapi radio dengan segmentasi paling tepat atau segmen dari produk yang ingin dikenalkan kepada audiens. Bicara mengenai bagaimana ia menanjamkan segmen, Ani mengatakan dimulai dari program yang disesuaikan dengan segmen yang ingin dituju. Pinguin, katanya bermain di 17–35 dengan 65% female. Audiens di segmen ini adalah pendengar yang usia produktif, ibu muda dengan anak-anak yang masih membutuhkan perhatian lebih, haus informasi, edukasi dan hiburan, praktis, jika perlu dalam genggaman. Program kesehatan, kecantikan, info seputar pengelolaan keuangan , manajemen rumah tangga, karier, relationship adalah program yang ditunggu-
Ari Widya saat siaran
Demi Siaran, Tunda Liburan Salah satu penyiar radio, I Gusti Ayu Kade Ari Widya Ratni menuturkan menjadi penyiar radio itu keren. “Orang pasti penasaran bahkan pengen jadi penyiar radio. Suara penyiar bisa didengerin banyak orang, nama juga bisa dikenal,” ungkap perempuan yang akrab disapa Ari Widya ini. Bagi alumnus Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dwijendra Denpasar ini, yang p aling membuatnya tertarik jadi pen yiar radio adalah, ia bisa menyampaikan informasi baik penting maupun ringan yang mungkin awalnya tidak diketahui pendengar. “Mereka jadi tahu karena mendengarkan saya. Itu yang paling membuat saya bermanfaat menjadi penyiar radio,” ujar penyiar radio Pinguin FM dan presenter acara Tembang Bali di BaliTV bersama Gus Sonny ini. Suka –duka jadi penyiar juga diungkapkan Ari Widya. Ia bisa memiliki banyak kenalan, wawasan tambah luas,
Anie Supatni
tunggu. “Setiap bulan program on air kami bawa ke darat alias off air dengan menghadirkan narasumber sesuai dengan tema bulanan yang kami susun selama setahun,” ucapnya. Soal teknologi, katanya sudah menjadi keharusan. Apalagi saat ini radio sudah tidak “berwujud”.
apa-apa pasti tahu duluan dan kerjanya happy. Selain itu, bisa mendengarkan musik kesukaan selama siaran, Selama siaran mood pasti aman karena lagu yang ia putarkan selalu bisa menghibur suasana hati. Dukanya, lebih sering masalah waktu. Biasanya demi tetap bisa siaran, ia harus menunda rencana liburan. Tapi sampai saat ini semua masih berjalan baik-baik saja. Perempuan kelahiran Pandak Gede, 14 Agustus 1994 ini menuturkan pengalaman serunya selama menjadi penyiar. “Waktu itu lagi siaran pagi, harusnya siarannya SeninJumat aja. Tapi karena akhirnya kebiasaan bangun pukul 4 pagi, sempat di hari Sabtu akhirnya bangun juga dan lupa hari. Udah siap-siap dan udah sampai di radio, eh baru ngeh kalau itu hari Sabtu. Udah jauh-jauh dari Tabanan, ngantuk, malah salah hari,” ujar scriptwriter dan MC freelance ini sembari tersenyum. –Ngurah Budi Radio sudah bisa didengar melalui benda yang paling penting di setiap saku manusia, ponsel. “Kita sudah masuk era new media, hampir berbagai hal sudah masuk ranah digital, tidak terkecuali radio,” ujarnya. Selanjutnya mengingat radio adalah dunia entertaintment, jika SDM –nya tidak di upgrade terus menerus, maka host bukannya menjadi seorang penyampai pesan yang ditunggu pendengar, malah menjadi “pengganggu” lagu-lagu bagus yang sedang diputar. “Mereka mendapat pembekalan yang cukup karena menjadi ujung tombak pesan yang ingin disampaikan. Untuk in house training bahkan,tidak tanggung-tanggung, menghadirkan trainer, pelatih atau pakar di bidangnya untuk pembekalan, bahkan komisioner KPI rutin kami undang untuk host-host baru khusus pembekalan,” pungkasnya. – Sri Ardhini
Nine
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Nyayu Ernawati
Kembalikan Anak Putus Sekolah ke Bangku Sekolah
Nyayu Ernawati
Rasa cintanya pada anak-anak membuat mata Nyayu Ernawati kerap berkaca-kaca karena terharu melihat kesungguhan anak-anak yang tergabung dalam Dewan Anak Kota Mataram membantu sesamanya. Program mengembalikan anak (yang putus sekolah) ke bangku sekolah banyak dilakukan oleh anak-anak di dewan ini. Mereka turun lapangan untuk mendata dan menemukan rekan-rekannya yang putus sekolah dengan berbagai alasan, salah satunya karena tidak mampu, untuk kembali bersekolah. Di bawah bimbingan Nyayu, mereka bekerja dengan ikhlas dan mengerti bagaimana seharusnya anak-anak mendapatkan hak-haknya dengan maksimal. Nyayu menggerakkan mereka untuk mau berbagi dan ‘menyelamatkan’ pendidikan anak-anak di Kota Mataram yang kurang beruntung (putus sekolah) dengan berbagai alasan.
H
al inilah yang membuat hampir tiap hari (terutama jika tengah mempersiapkan kegiatan) Nyayu bercengkrama dengan anak-anak di sekretariat Dewan Anak Kota Mataram yang berada di lingkungan Kantor Wali Kota Mataram. Ungkapan dan sapaan ‘sayang’ selalu keluar dari bibir ibu satu anak ini. Keihklasannya menerima seluruh hal tentang anak-anak, membuat ia menjadi Bunda yang juga disayang oleh anak-anak ini. Ketika ia ada di antara anak-anak, maka panggilan Bunda terus terdengar dari berbagai pojok ruangan. Anak-anak yang bertanya maupun yang meminta pendapatnya tentang suatu hal. Kedekatannya dengan anak, membuatnya mampu memberikan rasa nyaman bagi anak-anak.
Sikap Nyayu yang selalu ceria dan bersemangat, optimis serta murah senyum, menjadi gambaran seorang ibu bagi anak-anak ini. Dengan pendekatannya yang keibuanlah yang membuanya bisa
dengan mudah memberi motivasi bagi anak-anak untuk berprestasi. Dengan begitu ia berharap anakanak mau bercerita tentang apa saja, terutama kesulitan-kesulitan mereka padanya. –Naniek I. Taufan
datang padanya yang sedang sibuk di Dewan Anak Kota Mataram. Sebagai anak usia 10 tahun (kelas V SD) rupanya terbersit rasa cemburu di hati Ayu melihat Bundanya ini dekat dengan semua anak. Semua anak yang ada memanggilnya Bunda, semua anak manja pada Bundanya dan anak-anak ini mendapatkan pelukan dari Bundanya. “Ia memang sempat ‘cemburu’ melihat hal itu,” kata Nyayu. Hari itu Ayu yang ngambek lalu minta pulang lebih awal diantar supir. Ia duduk di kursi belakang. Seorang anak berkebutuhan khusus ikut dalam mobil tersebut menumpang pulang juga. Ia duduk di belakang tanpa menyadari kalau Ayu ada di belakangnya. Anak berkebutuhan khusus ini lalu bercerita pada supir tentang perasaannya yang senang dan bahagia mengenal Nyayu. Dari diri Nyayulah ia mendapatkan kebahagiaan yang tidak ia dapatkan di tempat lain. “Saya baru merasakan kasih sayang seorang ibu saat dipeluk Bunda,” kata anak ini. Curahan hati anak berkebutuhan khusus ini membuat Ayu menangis. “Bunda boleh aktif dan sayang pada semua anak,” kata Ayu yang akhirnya ikhlas berbagi Bundanya dengan anak-anak lain. Betapa bahagia Nyayu mendapati Allah SWT, membalik hati putrinya
itu yang akhirnya mau berbagi Bunda dengan anak-anak lain. Karena kecemburuan putrinya itu bisa menjadi kendala utama dalam kesehariannya yang dekat dengan anak. Namun Allah SWT menunjukkan jalan keluar yang tidak diduganya. “Allah memberi jalan dengan cara yang tidak disangka-sangka. Memperlihatkan pada Ayu dengan cara yang sangat menyentuh,” katanya. Kerapnya Nyayu mengikutsertakan Ayu sejak kecil dalam kegiatankegiatan sosialnya selama ini merupakan caranya melatih kepekaan sosial anaknya. “Peka itu tidak cukup dengan melihat saja, melainkan harus
terlibat dalam persoalan-persoalan sosial tersebut,” kata Sekretaris IWAPI Kota Mataram ini. Itulah yang dilakukan Nyayu selama ini. Hal ini ia lakukan, agar putri tidak sering bertanya, mengapa bunda lainnya lebih banyak di rumah, sementara bundanya sendiri lebih senang turun ke lapangan. “Biar anak saya melihat langsung, bahwa masih banyak orang yang tak seberuntung dirinya. Sehingga ia bisa melatih kepekaan terhadap sekitarnya sejak dini,” kata Nyayu. Nyayu pernah merasakan bagaimana hadirnya sosok ibu dalam dirinya terutama ketika ayahan-
danya berpulang, saat itu ia masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar. Sebagai satu-satunya anak perempuan dalam keluarganya, tidak membuat Nyayu manja dan dimanjakan. Praktis sosok ibu yang mandiri mengajarkan ia menjadi perempuan tangguh, mandiri dan optimis mengadapi masa depan. Darinyalah Nyayu belajar tentang ketabahan, tentang kasih sayang dan tentang ketegaran. Ibundanya berjuang sendiri membesarkan enam anak, membimbing dan menyekolahkan anakanaknya tanpa suami. Dalam keadaan sulit seperti apapun, perempuan tabah ini tidak pernah mengeluh sekali pun. ”Bunda saya itu perempuan yang amat luar biasa,” ujar Nyayu terharu dengan mata berkaca-kaca. Lama ia terdiam, kemudian menyeka air matanya. Nalurinya yang peka telah mengantarkannya kembali ke masa kecilnya, masa-masa perjuangan ibundanya membesarkan ia dan saudara-saudaranya. Meski tak berayah sejak usia SD, Nyayu tidak pernah merasa kehilangan sosok ayah. Karena dalam diri ibunya, ia menemukan sosok ibu sekaligus ayah. Dari sinilah ia menyadari pentingnya peran menjadi ibu. Ibu bagi Ayu Nindi dan ibu bagi anak-anak Kota Mataram khususnya. -Naniek I. Taufan
Edisi 865/ 7 - 13
5
Menguak Karya Desak Nyoman Suarti
Desak Nyoman Suarti. Nama seniman perhiasan Bali ini mungkin tidak seberapa dikenal di dalam negeri. Namun di luar negeri, nama Suarti begitu harum. Maklum, ia memang lama bermukim di luar negeri, di antaranya Singapura dan Amerika. Di sana juga berkiprah dari seniman tari kemudian menjadi desainer perhiasan yang mumpuni dan akhirnya menjadi salah satu pengusaha perhiasan perak yang desain-desainnya mendunia.
B
“Bundanya” Anak-anak Mataram Perempuan kelahiran 24 September 1973 ini adalah sosok perempuan yang peduli pada anak. Bungsu dari enam bersaudara ini mengaku sangat senang dengan anak-anak dan tidak bisa melihat anak-anak mengalami ketidakadilan. “Mengurus anak-anak itulah kebahagiaan bagi saya,” kata mantan Anggota DPRD Kota Mataram periode 1999-2014 ini. Banyaknya kasus kekerasan pada anak membuatnya prihatin. “Apalagi kasus kekerasan pada anak banyak pelakunya adalah orang dekat/orang di sekitar,” ungkap Staf Ahli Fraksi di DPRD Kota Mataram ini. Karena itulah, ia bersama anak-anak Dewan Anak Kota Mataram, antusias sekali kala menyiapkan aksi kampanye stop kekerasan yang akhirnya sukses mencatat rekor MURI dengan 16.616 lukisan cap tangan di atas kain putih dengan panjang sekitar satu kilometer, dalam kampanye STOP KEKERASAN TERHADAP ANAK pada akhir Agustus lalu. Dan kepedulian serta kedekatannya pada anak-anak ini melahirkan sebuah peristiwa menyentuh sempat membuatnya terharu. Dan itu terjadi pada anak semata wayangnya, Ayu Nindi yang kini duduk di bangku kelas 2 SMU. Suatu hari saat ia masih menjadi Anggota DPRD, Ayu Nindi yang masih kecil, saat pulang sekolah
Inspirasi J e r o H a p p y S a l m a Wa n a s a r i
agaimana perjuangan Desak Nyoman Suarti berkiprah di negeri orang, bagaimana Suarti yang meski hidup di negeri orang tapi tidak melupakan akar budayanya Bali, dan mencoba melestrarikan lewat karya-karyanya, dan bagaimana Suarti akhirnya bertransformasi menjadi pengusaha sukses, itulah yang coba ditulis Jro Happy Salma Wanasari lewat buku ‘The Warrior Daughter’ yang baru-baru ini diluncurkan di Galery Indonesia Kaya, Jakarta. “Saya ingin masyarakat, khususnya generasi muda mengenal Suarti lebih jauh. Bagaimana lika-liku hidupnya, kiprahnya sebagai seniman juga pengusaha sukses. Suarti adalah sosok inspiratif. Di luar negeri dia sangat dihormati. Karyakaryanya luar biasa. Generasi muda harus tahu ini. Lebih dari ini, generasi muda juga harus tahu ini lho ragam motif perhiasan Nusantara. Maka itu saya menulis buku ini (The Warrior Daughter) untuk menjadi sumber inspirasi bagi kita semua,” ungkap Happy Salma kepada Tokoh. Saat diwawancarai, istri Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthayasaini bersama anaknya, Cokorda Sry Kinandari Kerthayasa ( 5 bulan) tengah berada di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menunggu pesawat untuk membawa mereka pulang ke Bali. Dia beberapa hari berada di Jakarta untuk menggelar hajatan peluncuran bukunya sekaligus mengurus berbagai keperluan. Buku ini, lanjut Happy digarap hampir empat tahun. Waktu yang cukup lama untuk penggarapan sebuah buku. Hal yang tersulit, ujarnya, adalah dalam hal pengumpulan data, ini membutuhkan riset tersendiri. Ada banyak data yang dibutuhkan karena Desak Nyoman Suarti memiliki banyak karya dari beragam profesi. Belum lagi masalah mengumpulkan data tentang motif-motif perhiasan Nusantara yang ternyata jumlahnya sungguh amat banyak. “Memilah-milah foto serta mencari keterangan tentang perhiasan itu, mulai dari namanya, bahan pembuatannya, kapan dipergunakan, dll. Untuk pengumpulan data ini cukup memakan waktu lama. Karena ada ribuan yang harus kami sortir. Tim peneliti kami juga memiliki kurator yakni Dewi Sri Luce Rusna, yang juga anak dari Suarti ,” jelasnya.Menyatukan berbagai sisi kehidupan Suarti, katanya, sempat membuatnya kesulitan karena begitu banyak hal menarik yang ingin diungkap tapi tempat terbatas. “Harusnya ini bisa menjadi sekurang-kurangnya lima buku. Tapi mungkin sebagai permulaan, ini bisa menjadi sketsa tentang Suarti. Sehingga semua tahu siapa dia, apa saja kiprahnya. Ini (buku) adalah pengenalan,” tambah Happy yang mengaku banyak hikmah yang didapatnya dengan menulis buku ini. “Saya mendapat banyak pelajaran, juga inspirasi,” ucap peraih penghargaan Festival Film Bandung 2008. Tapi, katanya, pengumpulan data bukan satu-satunya faktor yang membuat penyelesa-
ian buku ini jadi terkesan lama. Sebenarnya ada beberapa hal lainnya, salah satunya adalah karena aktivitasnya. “Jadi sempat berhentiberhenti karena ada beberapa kegiatan, seperti pementasan wayang orang, kemudian pembuatan film. Lalu saya juga sempat berhenti ketika hamil. Saya ingin menikmati kehamilan saya dan sepenuhnya bersama keluarga. Setelah lahiran saya melanjutkan lagi,” kata wanita kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 1980, ini. 20 TAHUN TERSIMPAN DALAM DUS Dalam kesempatan itu, Happy pun bercerita tentang kunjungannya ke rumah Suarti yang sempat membuatnya terkejut dan tercengang. Sebagaimana diketahui, setelah mengurangi banyak kegiatannya di panggung hiburan, khususnya sesaat setelah menikah, Happy terjun ke bisnis perhiasan sepenuhnyaDia berpartner dengan Dewi Sri Luce Rusna, anak dari Desak Nyoman Suarti, mengangkat brand ‘Tulola’dikenal di mancanegara. “Ketika saya ke rumah Suarti, saya sungguh terkejut juga kagum, ternyata disana banyak sekali karya-karya menakjubkan dari Suarti yang pastinya jarang dilihat orang. Rasanyasayanggakpernahngelihatkarya-karyasedahsyatitu, luarbiasa. Saya sungguh-sunggh takjub. Tapi, tahukah kamu, karya-karya luar biasa itu hanya disimpan Suarti di dalam dus. Itu disimpan di dalam dus sudah 20 tahun, baru dikeluarin. Bayangkan! Bahkan dia (Suarti) sendiri sampai lupa. Jadi karyanya itu kemudian kita foto-foto. Sayangeliatsemuaitu, yaampun, generasigenerasimudasekarangharuslihatini.Inicantiknyaluarbiasa.Inidikerjakandenganpenuhdedikasi,” ungkap Happy. Jadi, lanjut Happy, selama ini kita mengenal Suarti sebagai seorang yang banyak menghabiskan waktunya untuk desain-desain yang komersial atau diminati pasar, namun di balik itu ia adalah seniman yang juga mengerjakan karya-karya idealis. “Semuanya luar biasa. Saya sangat terinspirasi. Jadi saya ingin sekali menyiarkan ini. Saya ingin semua tahu dan semua terinspirasi,” ungkap Happy .“Tapi Suarti sendiri punya keinginan suatu saat membuat museum perhiasan karyanya,” ucapnya menambahkan. MENIKMATI MENJADI IBU Di luar masalah buku, Happy juga bercerita tentang kesehariannya setelah menikah. Menurutnya, sejak menikah, dia banyak mengurangi aktivitasnya di panggung hiburan. Aktivitas panggung yang masih sesekali dilakukannya adalah pentas keseniaan dan pertunjukan-pertunjukkan yang tidak terlalu menyita waktunya. “Sejak menikah saya sudah bertekad untuk mengutamakan keluarga. Jadi kalaupun beraktivitas di panggung, saya memilihnya sangat selektif dengan berbagai pertimbangan. Apalagi sekarang sudah punya anak, saya makin selektif
saja. Kalau ada pekerjaan, lebih banyak saya lakukan di rumah atau di studio. Termasuk saat mengkonsep perhiasan,” tutur alumni Universitas Trisakti ini. Anaknya, Kinan, tengah lucu-lucunya, ungkap Happy bahagia. Beratnya sekarang sudah 10 kg dengan panjang 70 cm. “Dia besar, padahal saya cuma kasih ASI saja. Dia sudah bisa tengkurap.. haha...haa,” kata Happy sembari tertawa. Yang menarik, katanya, anaknya ketika dibawa ke pertunjukkan seolah mengerti. “Dia tenang dan tidak rewel,” tambahnya. Dalam setiap kegiatan, lanjutnya, Kinan selalu dibawanya. Pasalnya, sang anak yang masih menerima ASI ekslusif, menolak ASI botol. “Saya sudah coba berkali-kali, tapi dia menolak. Kalau dikasih ASI botol, itu hanya digigit-gigit saja. Jadi ya dia ikut saya terus. Tapi saya juga senang, kan berarti dia lebih senang dengan saya dari pada dengan botol. Bayangkan kalau dia malah lebih senang ASI botol, saya pasti sedih...hehhe,” ujarnya. Setelah menyelesaikan buku The Warrior Daughter , Happy sudah ditunggu sejumlah kegiatan. Di antaranya mempersiapkan pameran perhiasan ‘Tulola’ di Galery Indonesia Kaya, Jakarta, Oktober mendatang. Tema pameran ini cukup unik yakni, ‘Wanita-wanita
Happy Salma
Foto: kapanlagi.com
20
dari Bumi Manusia’. “Inspirasinya datang dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, ‘Bumi Manusia’. “Jadi tokoh-tokoh wanita di dalam novel itu dijelmakan dalam bentuk perhiasan,” ungkap Happy. Selain pameran perhiasan, Happy juga mempersiapkan sebuah pementasan yang nantinya akan digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Pementasan ini, katanya, bukan dadakan tapi sudah diwacanakan sejak setahun lalu. Bahkan dirinya sudah memegang naskahnya sejak 7 bulan lalu. Pementasan bertema korupsi ini akan disutradarai oleh sutradara kondang, Rangga Riantiarno. “Selain aku, Olga Lydia dan Inaya Wahid juga terlibat,” ucapnya. -Diana Runtu
SEHITA INDONESIA BERSAMA KOMUNITAS 99 GLOBAL
MEMBEDAH RAHASIA JIWA WIRAUSAHA SEJATI MELALUI SEMINAR “SPIRIT ENTREPRENEURSHIP”
Setiap orang memiliki potensi hebat dalam berbagai hal termasuk didalamnya potensi menjadi entrepreneur. Membangkitkan keyakinan dan kesadaran atas potensi dan keuntungan dari penerapan nilai-nilai luhur dari seorang entrepreneur serta mengarahkan keyakinan tersebut dalam tindakan nyata perlu bimbingan dan pelatihan yang komprehensif, diperlukan stimulus-stimulus yang dapat mendorong seseorang untuk menemukan jati diri sejati, motivasi kuat bertindak, menciptakan peluang dan membangun usahanya sendiri. Manyadari hal tersebut lembaga SEHITA INDONESIA, menurut Direkturnya Dewa Putu Anom Putra, S.Psi., M.Si. terus melaksanakan program-program pelatihan sebagai realisasi kurikulum pendidikan terintegrasi antara kebutuhan kompetensi dengan nilai-nilai luhur. Sebagai lembaga yang juga dipercaya oleh LEMHANNAS RI, SEHITA INDONESIA bersama komunitas para pengusaha K 99 Global yang diketuai Dewa Made Budayasa, bersemangat mendorong tiap usaha dan kegiatan positif untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Salah satu usaha tersebut diwujudkan dalam bentuk seminar sehari dengan tema “Bangkitkan Jiwa Kewirausahaan dalam Diri untuk Membangun Bangsa” dengan tajuk SPIRIT ENTREPRENEURSHIP. Seminar ini dilaksanakan Sabtu (5/9) di Hotel Neo, Denpasar dihadiri lebih kurang 200 orang dari berbagai kalangan seperti pengusaha, birokrat, praktisi, akademisi, pegawai negeri/karyawan, pensiunan, mahasiswa, siswa SMU, ibu rumah tangga dan masyarakat umum. Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia. Pembicara seminar adalah seorang pengusaha muda dan sukses, yang pernah jatuh bangun membangun
usaha, mengalami keterpurukan ekonomi maupun mental serta dikucilkan keluarga dan lingkungannya, namun berkat kegigihannya di jalan spiritual mampu bangkit dan membangun kesuksesan-kesuksesan baru dalam dunia usaha. Ia adalah Made Sukarma. Menurut Sukarma dalam seminarnya, Spirit Entrepreneurship bukan hanya tentang bagaimana menjadi pengusaha sukses, Made Sukarma bagaimana memulai bisnis Anda sendiri, tetapi sebuah pola pikir kreatif dan pola tindak yang menghasilkan inovasi untuk senantiasa memberikan nilai tambah terbaik dari setiap sumber daya yang kita miliki betapapun kecilnya itu (modal, aset, teknologi, network, ketrampilan, keahlian, bakat, hobi, dll). Spirit Entrepreneurship adalah semangat, kecintaan pada apa yang ditekuni dan kepedulian kepada orang lain, kemampuan menghadapi tantangan/sikap positif, melihat visi kedepan, memiliki karakter yang kokoh, rendah hati, tenang, cerdas, penuh syukur selalu dalam kedamaian dan kebahagiaan. Spirit entrepeneurship adalah langkah nyata, berani memulai untuk mewujudkan mimpi kita menjadi sukses bahagia yang menjadi hak setiap orang. Spirit entrepreneurship adalah tentang integritas, berbagi, membuat perbedaan yang positif dalam kehidupan orang lain, menikmati proses kehidupan dan mengingat apapun keberhasilan yang kita miliki adalah lewat kemurahan-Nya dan kita sekadar alat yang melaksanakan kehendakNya. Made Sukarma yang juga merupakan pendiri dan pembina Komunitas 99 Global ini memberikan hukum-hukum kesuksesan, rumus sederhana serta strategi untuk sehat, bahagia dan kaya berkelimpahan. Seminar berikutnya akan diselenggarakan kembali pada 6 Desember 2015. Info dan pendaftaran di web SEHITA INDONESIA: sehita-in.com atau email info@sehita-in.com atau hubungi teman-teman Anda di Komunitas 99 Global dan di jejaring FB: Sehita In dan grup Suasana seminar SPIRIT ENTREPRENEURSHIP Alumnus Sehita Indonesia
4
Inspirasi
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
L u h K a d e Pe b r i a
Dulu Pelukis Kertas Kini Pelukis Wajah Luh Kade Pebria Satyani demikian namanya. Gadis kelahiran Tabanan, 20 Pebruari 1993 ini menonjol dalam dunia seni. Ketika anak-anak, ia dikenal sebagai pelukis cilik berbakat. Ide dan hasil goresannya seringkali keluar sebagai pemenang, baik ditingkat kabupaten, provinsi ataupun tingkat nasional. Karya terbaiknya juga pernah dipamerkan, sehingga banyak piagam penghargaan dan piala telah dikoleksinya.
K
ini, kebiasaan menggores sangat jarang ia lakukan. Bajang jegeg yang akrab disapa Pebria itu lebih banyak menumpahkan ekspresi seninya lewat gerak tari. Ia berkali-kali terpilih sebagai penari kreasi duta Kabupaten Tabanan dalam ajang Pesta Kesenian Tabanan (PKB). Ia juga dipercaya sebagai penari Sekar Sandat, Maskot Kabupaten Tabanani. “ Walau sibuk menari dan melatih tari, tetapi saya masih melukis kok,” bantahnya ketika dikatakan meninggalkan profesi masa kecilnya itu. Hanya saja, lanjut alumnus Sarjana���������������� Hukum���������� (S1) Universitas Udayana ini dirinya lebih banyak melukis wajah orang, alias sebagai juru rias.
Baik melukis wajah penari, pengantin ataupun ibu-ibu PKK yang akan meleladan. Ia juga menjadi juru rias penaripenari Tabanan yang akan tampil di ajang PKB ataupun dalam event penting lainnya. “Semua itu saya lakukan karena hobi dan tidak ada ikut kursus. Saya mencoba-coba sendiri sejak kelas III SMP,” aku wanita cantik yang hobi menari, melukis, modeling dan akting ini polos. Menurut Pebria melukis pada kertas dengan melukis di wajah itu sama-sama memerlukan ide dan memiliki tingkat kerumitan. Bedanya hanya pada media, alat dan perlengkapan yang digunakan.
Kalau melukis pada kertas bidangnya datar yang beda dengan melukis wajah dimana dasar untuk lukisnya berdimensi. Menuangkan ide di dalam kertas juga akan lebih bisa dari pada wajah orang. Demikian pula dalam mewujudkan karakter yang ada dalam pikiran, entah itu karakter cantik, jelek ataupun abstrak. “Intinya, melukis dalam kertas
Pebria
itu bisa full dari pikiran kita. Terserah mau menuangkan imajinasi seperti apa dan dalam bentuk bagaimana,” imbuh peserta kontes body painting dan Juara I Lomba Poster Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional 2009 ini kalem. Pebria merasa lebih tertantang merias wajah orang,
terlebih untuk pengantin. Karena harus mampu membuat wajah orang lebih sempurna. Kepiawaian menutupi kekurangan orang itu sangat diperlukan, sehingga mampu menonjolkan kelebihannya. Dengan begitu akan terpancar aura cantik untuk wanita dan sejuk untuk pria. “Kalau untuk make up bertemakan horror, kita harus membuat wajah biar berubah menjadi seram,” ucapnya.-Darsana
“Intinya, melukis dalam kertas itu bisa full dari pikiran kita. Terserah mau menuangkan imajinasi seperti apa dan dalam bentuk bagaimana”
Mandalika
21
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Peringatan Hari Anak Nasional 2015
Sebanyak 1.500 anak usia sekolah dari Kota Mataram dan beberapa kabupaten kota di Pulau Lombok hadir dalam kegiatan peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2015. Seorang anak yang mendapat kesempatan berbicara langsung dengan gubernur pada puncak peringatan Hari Anak Nasional tersebut, menyampaikan harapannya untuk bisa mendapatkan jaminan kepastian pendidikan dari pemerintah daerah, serta jaminan perlindungan hukum bagi anak, baik dalam statusnya sebagai pelaku, saksi maupun korban.
Gubernur NTB saat berdialog dengan anak-anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasional di Mataram
S
uara anak-anak ini merespons keinginan dan harapan untuk memastikan mereka mendapatkan hak-haknya sebagai anak Indonesia. Gayung bersambut, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi meyakinkan bahwa pemerintah akan berbuat yang terbaik bagi anak-anak NTB. “Untuk bidang pendidikan misalnya, telah tersedia program pemerintah, seperti program yang diperuntukkan bagi pelajar yang kurang mampu. Dan untuk kasus hukum yang menimpa anakanak, tentu saja pemerintah akan mengambil langkah pada kesempatan pertama untuk memasilitasinya. Apalagi sekarang sudah ada Lembaga Perlindungan Anak,” ujarnya. Suasana perayaan Hari Anak Nasional yang berlangsung Selasa, (1/9) di Gelanggang Pemuda, Mataram, yang juga dihadiri oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak
(Komnas PA), Arist Merdeka Sirait ini tampak akrab. Pada sesi tanya jawab, Gubernur NTB yang didampingi istrinya, Hj. Erica Zainul Majdi, turun untuk duduk bersila di lantai bersama anak-anak dan menyapa serta mendengarkan langsung keinginan
dan harapan mereka yang disampaikan kepadanya. Suara anak yang dibacakan oleh putra-putri perwakilan Forum Anak NTB, yang salah satu isinya menyuarakan perlindungan anak dari bahaya narkotika, dan eksploitasi seksual, mendapat perhatian Gubernur. Ia berharap, dengan dukungan dan pengawasan orang tua, lembaga pendidikan serta lingkungan, jangan sampai ada anak NTB yang menggunakan narkoba. Salah seorang anak Taman Kanak-kanak, tampil menyampaikan keinginannya untuk sukses dengan cita-cita mulia menjadi guru. Semangat pun dilontarkan Majdi dengan pesan agar ia terus belajar dengan giat untuk meraih cita-citanya tersebut. “Menjadi guru adalah tugas yang mulia, karena guru, kita bisa mendapat ilmu, maka perjuangkanlah cita-citamu itu, Nak,” katanya.
Hari Anak Nasional di Mataram
Pelepasan balon para perayaan Hari Anak Nasional di Mataram, oleh Bunda PAUD NTB, Hj. Erica Zainul Majdi
Dialog berlangsung hangat ketika Hj. Erica turut menyemangati anak-anak NTB. Ia berpesan agar anak-anak tekun belajar dan giat berdoa untuk mencapai cita-citanya. “Anak-anak itu berbeda dengan orang dewasa, karena bisa menjadi apa saja seperti yang dicita-citakan, yakinlah dengan kemampuan diri sendiri dan jangan terpengaruh dengan omongan orang lain yang meragukan kemampuan kita untuk mencapai cita-cita,” pesan Erica yang juga merupakan Bunda Paud NTB ini. Pada kesempatan ini Gubernur menyerahkan paket bantuan dan penghargaan berupa bantuan sosial anak (paket kelengkapan sekolah) kepada anak yatim piatu
dan terlantar di wilayah Mataram, bantuan asistensi sosial tabungan anak jalanan kepada 150 anak, berupa buku tabungan yang diserahkan secara simbolis kepada dua orang anak serta penghargaan kepada pemenang berbagai lomba. Bunda PAUD NTB juga turut menyerahkan tabungan pendidikan dari Bank NTB, khusus bagi anak-anak yang aktif dalam dialog. Sebelum gelar puncak peringatan Hari Anak Nasional ini, telah digelar beberapa rangkaian acara, seperti gebyar PAUD, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga tingkat provinsi, pentas seni, lomba pidato dan gerak jalan massal yang melibatkan perwakilan pelajar SD, SMP, SMA di kota Mataram. –Naniek I. Taufan
Lukisan Tangan Pecahkan Rekor MURI
Pebria saat tampil menari di suatu acara
Peringatan Hari Anak Nasional di NTB kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dua hari sebelum puncak peringatan ini, yaitu pada tanggal 30 Agustus 2015, anak-anak Mataram yang tergabung dalam Dewan Anak Kota Mataram yang bekerja sama dengan berbagai pihak dapat memecahkan rekor MURI dengan melukis 16.616 jari sebagai bentuk kampanye STOP KEKERASAN TERHADAP ANAK. Jumlah lukisan tangan tersebut rupanya jauh melampaui target yang ditetapkan sebelumnya dengan hanya 10 ribu cap tangan saja. “Target awal hanya 10 ribu cap
tangan, namun hasilnya jauh melampaui dari perkiraan kami,” ujar Nyayu Ernawati, perempuan yang selalu dipanggil Bunda oleh anak-anak yang tergabung dalam Dewan Anak Kota Mataram yang menjadi koordinator kegiatan ini. Lukisan cap tangan menggunakan cat ini dilakukan oleh siswa-siswa SMA/MAN dan SMK se-Kota Mataram juga masyarakat umum. “Lukisan cap tangan untuk siswa dilakukan di sekolah-sekolah beberapa hari sebelum puncak pemecahan rekor ini. Ditambah lagi dengan lukisan cap tangan masyarakat umum yang dilakukan di atas kain
Anak-anak sekolah membubuhkan lukisan cap tangan pada kain putih. Tampak Penjabat Walikota Mataram turut dalam pengumpulan lukisan tangan ke sekolah-sekolah
putih di depan Kantor Walikota Mataram, pada 30 Agustus lalu,” ungkap Nyayu.
Keprihatinan atas banyaknya kasus-kasus kekerasan yang menimpa anak-anak Indonesia khusus-
nya di Mataram, membuat Nyayu bersama anak-anak Dewan Anak Kota Mataram menggagas kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menghentikan kekerasan pada anak. “Selain untuk memeriahkan Hari Anak Nasional tahun ini, ini juga sebagai hadiah HUT ke-22 Kota Mataram tanggal 31 Agustus 2015,” kata Nyayu. Kebanggaan atas rekor Muri yang telah dicatat ini bukan hanya kebanggaan tanpa arti, melainkan ini menjadi cambuk bagi Dewan Anak Kota Mataram untuk lebih giat lagi mengampanyekan anti kekerasan terhadap anak. -Naniek I. Taufan
22
Sosialita
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Ekonomi Lesu
Bisnis Kuliner tak Ada Matinya Perekonomian Indonesia memang sedang lemah saat ini, menyusul melemahnya rupiah atas dolar AS. Pelaku usaha sep erti pelaku usaha kecil/menengah mulai menjerit-jerit. Pasalnya harga bahan baku merangkak naik sementara pembeli justru merosot. Sudah bisa dibayangkan jika keadaan ini terus ber larut maka akan banyak usaha kecil gulung tikar. Kondisi yang sama juga dialami oleh bisnis besar yang malah sudah mulai melakukan PHK karyawan.
L
alu bisnis apakah yang terlihat masih eksis di saat ‘lesu’ seperti ini. Ternyata bisnis kuliner. Bisnis kuliner disebut ‘bisnis tahan banting’ karena tetap bisa eksis meski perekonomian sedang lesu. Tak heran kalau penjual makanan pinggir jalan atau disebut food street masih terlihat tenang-tenang saja sekalipun bahanbahan baku merangkak naik. “Dari dulu bisnis kuliner memang tidak ada matinya. Ketika krismon tahun 1997-1998, banyak usaha bangkrut tapi bisnis kuliner tetap bertahan. Bahkan banyak korban PHK akhirnya terjun ke bisnis ini. Mereka dagang kecil-kecil. Makanya dulu itu
sempat marak warung-warung tenda dadakan di Jakarta,” ujar A Fu, pemilik tempat makan tenda Chinese Food di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Bisnis makanan laut ini sudah puluhan tahun ditekuni keluarga A Fu. Dia sendiri mulai mengambil alih bisnis ini dari sang ayah setelah kris mon. Kenapa bisnis makanan bisa tetap eksis meski ekonomi sedang melemah, menurut A Fu , itu karena semua orang butuh makan. Tren masa kini, orang berekreasi melepaskan kepenatan kerja dengan berburu kuliner. Itu sebabnya, meski kondisi sedang susah, mereka tetap berburu makanan. Dari pengalaman A Fu, di zaman
ekonomi susah, makanan pinggir jalan justru makin banyak dicari. Menariknya, jumlah penjualnya tidak berkurang tapi justru bertambah lantaran banyak pekerja yang di-PHK mencoba mencari peruntungan lewat bisnis kuliner. “Tahun 1998 kondisi ekonomi Indonesia lebih parah dari sekarang, karena itu saya kira –mu dah-mudahan--- seperti dulu bisnis kuliner tetap bertahan,” harapnya. Bicara soal harga makanan, menu rut A Fu, tidak dapat dipungkiri, sudah pasti ada kenaikan karena harga-harga bahan makanan pun mengalami kenai kan. “Namun saya hanya menaikkan sedikit saja, tidak berani naik banyak, takut pelanggan kabur. Untuk me nyiasatinya, mungkin porsinya agak dikurangi. Tapi saya tetap menjaga rasa, karena itu yang penting. Porsi berkurang, harga agak sedikit naik, tapi rasa tidak boleh berubah. Arti nya pemakaian bumbu tidak boleh berkurang sehingga mempengaruhi rasa. Rasa dan kualitas harus tetap terjaga, itu kuncinya agar tidak dit inggal pelanggan,” ungkap A Fu yang membuka warung tendanya mulai dari pukul 17.00 hingga 03.00. “Ka
Radio tetap Eksis Meski digempur dengan beragam media baru yang canggih, namun radio tetap mendapat tempat tersendiri di masyarakat. Salah satu keunggulan radio adalah jangkauannya luas dan dapat dibawa kemana saja dan didengar pada saat apapun. “Contohnya saja para petani sambil bekerja dia bisa mendengarkan radio, kan tidak mungkin dia nonton tv,” kata pengamat radio Eddy Koko. Karenanya, mantan Pemred Radio Trijaya FM ini meyakini bahwa meski digempur dengan banyaknya media baru, namun radio tetap akan eksis. Mungkin di kota-kota besar jumlah pendengarnya sudah jauh berkurang tapi di daerah dan pedesaan radio masih tetap eksis. “Di Amerika Serikat saja, di mana masyarakat sudah melek internet, radio tetap mendapat tempat. Lihat saja hasil survey American Press InstitutepadaMaret 2014. Dilaporkan, masyarakat mengikuti berita melalui televisi sebanyak 87%, laptop/komputer 69%, radio 65% dan koran cetak atau majalah 61%. Artinya pendengar radio di Amerika cukup tinggi. Sementara jajak pendapat Kompas, radio hanya mendapat 1,8% dibawah media sosial, jauh di bawah televisi yang mendapat 41,9%, dan koran 26,6% dan situs berita 25,9%. Tapi perlu diketahui bahwa hasil survey Kompas itu dilakukan di perkotaan sementara banyak pendengar radio berada di perdesaan,” papar mantan wartawan media cetak Ibukota ini. Menurutnya merosotnya pamor radio saat, khususnya di perkotaan, ini salah satunya adalah karena kurang kreatifnya pengelola radio dalam membuat program yang mengena pada pendengarnya. “Setiap radio itu memiliki pendengar fanatik yang seharusnya sudah
lau malam minggu bisa sampai pukul 04.00,” tambahnya. Apa yang diungkap A Fu memang tidak mengada-ngada. Sebagai pelaku usaha kuliner dia telah mengalami masa krismon 1998 dan kini peristiwa pele mahan ekonomi kembali terjadi. Jika kita berkunjung ke mal-mal saat-saat sekarang, maka kita akan melihat malmal di Jakarta menjadi makin lenggang saja. Para pramuniaga terlihat banyak yang bengong, atau berdiri di luar toko menunggu pengunjung, sebagian tam pak ngobrol dengan rekannya. Toko-toko terlihat sepi pen gunjung. Tapi coba datang ke areal food court, pasti kondisinya relatif lebih ramai. Orang datang ke mal untuk kongkow-kongkow sekaligus menikmati makanan.Kondisi sepinya mal-mal ini juga diucap Murni, pra muniaga salah satu tenant di pusat perpelanjaan di kawasan Jl Thamrin, Jakarta Pusat. Menurut penelitian, ada sejumlah bisnis yang tergolong kebal terhadap krisis, kalaupun terkena pengaruhnya tidak banyak, di antaranya adalah
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
3
Launching Atta Labeji Villas di Sanur Paradise Plaza Hotel, disambut antusias masyarakat
bisnis kuliner dan bisnis kesehatan. Kedua bisnis ini bisa bertahan kar ena merupakan kebutuhan primer masyarakat dan harus segera dipenuhi. Tak peduli kondisi ekonomi sedang lesu ataupun krisis, masyarakat akan berusaha mendapatkannya. Berbeda dengan pakaianan. Ketika perekonomian sedang lesu maka bis nis ini termasuk salah satu yang ikut terpengaruh. Orang akan menunda membeli pakaian dalam kondisi sep erti ini. “Iya, sudah beberapa pekan terakhir pengunjung makin menurun. Orang datang kebanyakan hanya lihatlihat. Bahkan ketika digelar program diskon besar-besaran pun pengun jungnya tidak banyak, tidak seperti biasanya,” keluh Murni yang belum setahun bekerja di sana. Sempat terbesit kekhawatirannya jika kondisi terus memburuk, ia bakal kehilangan pekerjaannya. “Saya masih orang baru di sini. Belum karyawan tetap, takut juga kalau sampai kena PHK,” katanya seraya berharap kon disi perekonomian Indonesia segera pulih. –Diana Runtu
diketahui karakternya. Nah dalam membuat program yang kreatif harusnya juga disesuaikan dengan karakter pendengarnya. Disinilah dituntut kepandaian pengelola. Mereka yang tak mampu melakukan itu, biasanya akan mati. Mereka gagal meraih pendengar dan iklan. Kalau tidak ada iklan yang masuk, maka matilah radio itu ,” jelasnya. Di Jakarta, tambahnya, persaingan antar-radio begitu ketat. Banyak pengelola radio yang seolah kebingungan membuat program menarik akhirnya menjadi ‘latah’ mengikuti program radio lain. Walhasil, karena ketidakmampuan pengelola, juga karena karakter pendengar yang berbeda, akhirnya program ikutan itu pun mati. Salah satu program terobosan yang pernah dibidani Eddy Koko ketika masih mengomandoi Trijaya FM adalah program lalu lintas mudik. Trijaya FM, katanya, ketika itu (2003) menjadi pelopor adanya program mudik. “Dasar pemikirannya adalah melihat mudik begitu macet, alangkah baiknya jika radio ikut membantu memandu para pemudik. Akhirnya kami membuat program mudik. Program ini mendapat sambutan hangat dari pendengar khususnya mereka yang mudik. Mereka merasa sangat terbantu dengan informasi-informasi yang diberikan,” tutur Koko yang juga membidani program talkshow ‘Polemik’ yang sempat dikenal luas oleh pendengar di Jakarta. Trijaya FM, jelasnya, ketika itu tahun 2003 memiliki jaringan dari Jakarta sampai ke Surabaya, sementara untuk program mudik tidak cukup hanya sampai Surabaya, maka pihaknya pun menggandeng radio-radio lokal lainnya untuk siaran bersama. “Program mudik kami bahkan sampai ke Bali dengan menggandeng radio setempat. Jadi radio-radio mitra itu kami berikan radio satelit untuk ikut menjalankan program ini. Program ini sukses besar, kami berhasil meraup iklan hingga Rp 1,3 miliar pada masa itu,” katanya. Setelah itu, program mudik pun diikuti oleh radio-radio lain bahkan televisi pun menggelarnya. –Diana Runtu
Launching Atta Labeji Villas yang berlang sung Sabtu (22/8) di Sanur Paradise Plaza Hotel, disam but antusias masyarakat. Terbukti, kehadiran pe serta membludak hingga melebihi target. “Ini arti nya masayarakat Bali sudah melek finansial un tuk memiliki passive income,” ujar Direktur BOS Land Wayan Dila.
T
ak cukup sampai di situ, antusias pe serta berlanjut ketika diberikan kesempa tan mendaftar dan membeli lot. Ham pir 50% peserta mengambil bagian un tuk menjadi investor. Tak ayal, ratu san lot pun terjual, melampaui target
yang diharapkan. Setelah sukses mengan tarkan masyar akat lokal untuk mensejajarkan diri dengan inves tor asing dan mengembalikan peran orang Bali untuk menja di “tuan” di tanahnya send iri de ngan proyek Villa Mesari, kini pebis
Antusiasme masyarakat mendaftar dan membeli lot untuk menjadi investor Atta Labeji Villas
Wayan Dila
Investasi di Atta Labeji Villas Menguntungkan & Aman
“Mulai 12 Juta Bisa Punya Unit Atta Labeji Villas di kenderan ubud bali” nis sukses, motivator, owner, pendi ri sekaligus konseptor PT Mesa ri Land, Made Robert kembali membuk tikan kecintaannya pada masyarakat dan tanah Bali dengan menghadir kan proyek villatel, yang diberi nama ATTA LABEJI VILLAS, berloka si di Kenderan, Ubud, Bali. Melalui BOS Land a Subsidiary of MESARI Land, Direktur Utama BOS Land Made Robert ini masih me ngusung konsep mepatung, yang dalam istilah yang lebih men dunia diseb ut C-BOS (Capitalism Based On Society) atau kapital is berbasis kerakyatan. “Hanya de ngan Rp 12 juta, masyarakat Bali su dah bisa jadi owner vila, dengan ber bagai keuntun gan dan aman,” im buh Komisaris Utama BOS Land Made Ayu Dewi Saraswati.
Di proyek villatel kedua ini, han y a d e n g a n i n v e s t a s i s e b e s a r Rp 12 juta, sudah bisa menjadi own er villa dengan mendapatkan ber bagai macam keuntungan. Di antara nya: 1) Modal dikembalikan 100% di tahun ke-10 (2026); 2) Penghasilan pasif 10% pertahun selama 2 tahun (20172019) dan di tahun 2019-2041 ses uai tingkat hunian; 3) Voucher mengi nap senilai Rp 12 juta; 4) Men dapatkan 1 surat lot Atta La Beji Villas, yang saat ini senilai Rp 12 juta dan sei ring waktu harganya pasti naik; 5) Komi si 10% setiap rekomendasi (komi si atau potongan 10% setiap men gajak tamu menginap di Atta Labe ji Villas); 6) Kartu nama kepemi likan 25 tahun (Kartu nama jaba tan owner Atta Labeji Villas); 7) Ter gabung dalam komunitas Atta Labeji
Investor Club yang berpeluang memi liki networking bisnis di seluruh Indone sia; 8) Mendapatkan kupon undian un tuk memenangkan grand prize 1 hek tare hutan jabon dengan hasil mil yaran, perhiasan emas, tirta yatra/ umroh, sepeda motor, dan ipad. M a d e A y u m e n g i m b a u , b a gi masyar akat yang berhalangan hadir saat launching, bisa datang ke ac ara PRESENTASI yang akan dige lar Sabtu, 12 September 2015, pu kul 16.30 wita di IBIS Style Ho tel, Jalan Teuku Umar 184 Den pasar. Atau bisa datang langsung ke Kan tor BOS Land di Jalan Tukad Pakeri san No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 03614723 260, 082 247 365 888, atau ketik Daftar / nama, kirim ke 087 861 999 658. undangan terbatas untuk 50 orang dan Gratis. –ten
Konsep dan Sistem ATTA LABEJI VILLAS Masuk Logika Wayan Dirgan tara : “Prinsip Kegotong royongan dan Saling Menolong dalam Bentuk Investasi yang Aman dan Menguntungkan” Kehadiran villatel berna ma ATTA LABEJI VILLAS yang dim otori “putra daerah” ini, bela kangan cukup mencuri per hatian masyarakat Bali. Pelu ang menjadi investor yang menawarkan konsep mepatung berbasiskan kerakya tan ini, ditangkap I Wayan Dir gantara Suija (36). Berikut, tes timoni Ketua KSP Sila Muk ti di Desa Besakih, asal Br. Di nas Batusesa,Rendang, Karan gasem ini: Pertama, saya sangat interested dengan konsep yang diusung oleh konseptor Atta Labeji Vil las Bapak Made Robert yaitu CBOS (Capitalism Based On Society) yaitu kapitalis berbasis kemasyarakatan, yang mana kon sep tersebut sangat sejalan dengan latar belakang peker jaan yang saya geluti yaitu ko
perasi. Di koperasi, saya menge nal prinsip kegotongroyongan dan saling menolong, dimana kon sep seperti ini merupakan waris an tetua kita di Bali yang men jadi lokal genius yang kita ke nal dengan konsep mepatung. Se hingga, hanya dengan modal yang tidak terlalu besar kita su dah bisa bergabung untuk men jadi bagian dari investor, sehing ga kita pun layak disebut inves tor. Hal yang tidak kalah pen ting yang mendasari saya un tuk berinvestasi adalah keper cayaan dilandasi logika, kenya manan, dan benefit. Ini terbukti bahwa Atta Labeji Villas ada lah proyek kedua setelah proyek pertamanya yaitu Villa Me sari, karena yang kita beli bu kan hanya sebuah teori dan re torika tetapi sebuah implemen tasi konsep yang melahirkan kenyataan berupa “Benda berwu jud dan Nyata” yaitu Villa include management, perizinan, imbal ha sil dengan ikatan notaris, dll. San gat jauh berbeda dengan bis nis yang hanya ngebooming ses aat dengan berbagai tawaran ha sil di luar logikadan akal sehat, se
I Wayan Dirgantara
hingga pada akhirnya merugi kan masyarakat yang belakangan ber gabung layaknya skema ponzi. Kedua, jika melihat pros pek kedepan di Atta Labeji Vil las, sayaberpendapat bisnis apa pun tentu ada konsekuensi lo gis dimana di dalamnya ada risiko un tung dan risiko rugi. Namun, saya yakin dan percaya di bisnis ini Ba pak Made Robert sudah meng
kalkulasi dan antisipasi ter hadap risiko yang paling buruk sekali pun, begitu pula dalam pen gelolaannya nanti tentu sudah dimanajemeni oleh operator yang sudah berpengalaman. Di lihat dari tingkat kunjungan wis dom ataupun wisman berbanding dengan tingkat hunian dan ket ersedian akomodasi yang berkual itas, saya optimis bisnis ini pas
ti berkembang. Begitu juga di lihat dari lokasi villa yang be rada di tempat yang sangat rep resentatif, baik dilihat dari desti nasi maupun dari cultural tourism yang menjadi ikon Ubud. Te r a k h i r, y a n g m e m buat saya membeli Atta Labeji Vil las, karenahanya dengan investasi sebe sar Rp 12 juta, sudah bisa men jadi owner villa dengan mendapat kan berbagai macam keuntungan. Di antaranya, modal dikembali kan 100% di tahun ke-9 khusus untuk saya sebagai pembeli per tama (dan peserta lain yang mem beli saat launching), mendapat kan penghasilan pasif sebesar 10 % di tahun ke-1 dan ke-2, di ta hun ke-3 sampai ke-25 men dapatkan penghasilan fluk tuatif (menurut tingkat hunian kamar), mendapatkan surat lot Atta Labeji Villas, voucher meng inap senilai Rp 12 juta, kar tu nama hak kepemilikan 25 ta hun, komisi 10% setiap me ngajak tamu ke Atta Labe ji Villas, tergabung dalam ko mumitas “Atta Labeji Investor Club”, mendapatkan kesempat an untuk memenangkan grand price.–ten
2
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Ekspresso
DAri daPUr Redaksi
Mari Maju Bersama
Pelanggan adalah raja, itu ungkapan yang sering kita dengar untuk menunjukkan kepedulian kepada pelanggan. Memberikan pelayanan yang terbaik dan siap menerima komplin juga bagian dari usaha menjadi pelanggan. Kepedulian terhadap pelanggan dibuatkan hari spesial tiap tanggal 4 September. Momen ini banyak dijadikan ajang untuk memberi apresiasi bagi pelanggan. Melalui momen Hari Pelanggan Nasional ini, Tokoh mengucapkan terima kasih kepada semua pelanggan dan masyarakat yang setia membaca Tokoh. Masukan dan saran dari pelanggan juga kami terima untuk mewujudkan Tokoh yang lebih baik. Salah satu kritikan dari pelanggan yang selalu kami ingat ketika kami memuat dua kali cerita yang sama di kolom Mendongeng Lima Menit. Kami sangat bangga dengan kritikan itu karena itu menunjukkan sajian kami dibaca. Wajar saja ketika ada komplin karena cerita yang sama persis diulang lagi. Ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih cermat dalam proses pracetak hingga cetak sehingga pelanggan bisa puas.
Redaktur Pelaksana Tokoh Ngurah Budi bersama Wakil Kepala Cabang Natasha Renon Esti Oktaria
Tokoh sebagai media dengan segmen wanita dan keluarga selalu membuka peluang bagi siapapun baik pribadi maupun perusahaan yang ingin maju dan berkembang. Disela-sela kegiatan jurnalistik, aktivitas yang kami lakukan adalah mengadakan kunjungan ke Natasha Skin Care, Renon, Denpasar. Ini merupakan kunjungan balasan karena sebelumnya tim Natasha berkunjung ke kantor Tokoh. Agenda ini menjadi momentum untuk memperkuat tali silaturahmi. Banyak hal yang bisa dikerjasamakan tentunya dengan tujuan mendapatkan manfaat bersama (win-win solution). Salam.
Terpaksa Beli Sepatu
Lamaran yang kumasukkan ke sebuah bank membuahkan hasil. Aku diterima bekerja. Posisiku di bagian kredit. Tetapi, untuk tahap awal aku harus ikut orientasi. Hari pertama bekerja takkan kulupakan. Penampilan necis dengan celana katun dan kemeja polos warna abu-abu. Sepatu sudah kusemir hingga mirip sepatu baru, kinclong. Sampai di kantor, aku langsung menghadap pimpinan untuk melaporkan diri sekaligus mohon arahan. Aku pun diminta untuk belajar tentang semua hal sebelum khusus menangani kredit. Petaka mulai muncul ketika kaki terantuk dan sepatu “ter-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
luka”. Bagian depan sepatu menganga ibarat minta makan. Aku pun mulai susah bergerak. Aku diam di meja sambil pura-pura baca dokumen. Saat jam istirahat, aku pulang dengan alasan makan siang. Padahal pulang untuk mengelem sepatu he.. he.... Setelah urusan makan siang dan mengelem sepatu beres, aku balik kantor. Sepatuku baru, baru dilem.
Ternyata lem yang kupakai tak cukup kuat. Baru lima langkah dari pintu depan kantor, sepatuku menganga lagi. Oh my God.... Untungnya di sebelah kantorku ada toko sepatu. Aku langsung pergi ke toko itu dan terpaksa membeli sepatu baru. Baru hari pertama aku sudah harus mengeluarkan uang untuk membeli sepatu. Semoga sepatu ini bisa memberi rezeki yang banyak untukku. Endra, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
IBU
“Siapa pun nanti yang ditemukan sebagai pembunuh Engeline,” kata Amat, “Berapa pun hukumannya; apa pun pendapat publik, media dan semua yang tersangkut daPutu Wijaya lam tragedi itu; yang jelas Engeline tak bisa dihidupkan kembali”. “Tapi ia akan terus hidup di hati kita semua” kata Ami,”Ia akan terkenal, ia akan menjadi sejarah yang tak habis-habisnya dikaji, dijadikan contoh kasus. Baik tentang pembunuhan mau pun sebagai kasus penelantaran anak!” “Tapi tetap saja bocah kecil yang cantik dan periang itu, tidak dapat menikmati keharumannya.” “Tak apa. Ia akan bahagia telah berhasil mengingatkan kita untuk mencintai anak. Bukan saja anak kita, juga anak siapa saja. Karena mereka tak berdaya.” Bu Amat memanggil Ami. “Ibu jadi merasa bersalah, sering keras pada kamu, Ami.” “Tapi Ibu kan tidak pernah memukul Ami, kan?” “Pernah.” “Tapi kan tidak keras.” “Keras.” “Tapi kan Ami tidak apa-apa!” “Apa-apa! Coba periksa, di punggungmu masih ada bekasnya!” “Tapi itu kan Ibu lakukan karena cinta.” “Bukan! Karena marah. Bapakmu hampir mau memadukan Ibu dengan janda penipu yang pintar bersandiwara sebagai wanita lembut yang penuh kasih sayang itu!” “Tapi kan ibu kan juga lembut, semua itu untuk kebaikan Ami?!” “Tidak!” “Masak? Jadi untuk apa?” “Hanya untuk melampiaskan kemarahan ibu, sebab bapak kamu itu suka pecicilan kalau lihat orang cantik! Kamu jadi sasaran!” “Itu tidak apa!” “Kenapa tidak? Kamu yang jadi sasaran Ibu, jadi lebih dekat dengan bapakmu! Daripada Ibumu ini. Padahal ibu yang menggendongmu 9 bulan ke mana-mana! Kepada ibu kamu selalu menentang, tapi kepada bapakmu kamu hormat sekali” “Lho itu baik, kan?” “Tidak! Apanya yang baik? Kamu jadi seperti tidak membutuhkan ibu!” “Lho itu kan meringankan ibu yang sudah begitu banyak tugas. Tidak perlu lagi mengurus Ami, karena bapak yang mengurus Ami yang kata ibu dulu nakal sekali!” “Tidak! Tidak ada ibu yang merasa berat mengurus anak, meski pun anaknya nakal sekali! Ibu justru bahagia dirongrong, direweli anak sendiri! Seorang ibu akan merasa kehilangan kalau tidak kecapaian mengurus anaknya. Tanyakan kepada ibu siapa pun, apakah mereka marah dirongrong anaknya? Tidak ada! Nanti kalau anakmu sudah besar, kamu baru akan merasakan, bagaimana bukannya sedih, bukan putus asa, dirongrong anak. Tetapi justru puas, bangga, kalau anaknya nakal, kalau anaknya tidak peduli. Karena itu membuktikan, ia punya anak!” “Betul?” Tiba-tiba Bu Amat menangis. Ami mengusap lalu memeluk ibunya sambil berbisik, “Bukankah Ami sudah melakukan semua itu, karena Ami ingin ibu bahagia?!”
Heboh Masuk Tokoh Edisi Tokoh minggu lalu, tiba tiba ada cerita yang aneh. Karlinda, temanku membuat cerita tentang diriku, Tasyapon. Panggilanku sekarang memanglah si Pipi Klepon, sebenarnya aku juga pecinta kuliner klepon. Sedikit cerita tentangku saat pertama kali mencicipi klepon, aku mengigit perlahan sehingga gulanya muncrat ke wajahku. Saat Karlinda memasukkan cerita itu ke Tokoh, satu sekolahan sampai guruguruku pun mengetahuinya. Oh my God.. biarpun sangat malu akan hal itu tetapi aku senang karena dengan julukan si Pipi Klepon itu membuatku terkenal. Sampai-sampai ibuku tertawa terbahak-bahak membaca cerita itu. Satu rumah maupun tetanggaku memanggilku dengan sebut an si Pipi Klepon jadinya. Karena aku terkenal dengan nama tersebut, maka pada saat ulang tahunku aku ingin mengundang teman temanku untuk lomba makan klepon. Tasyapon, 08776233xxxx
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
23
Edisi 865/ 7 - 13 september 2015
Berbisnis harus
Selalu Gembira
Menjadi pengusaha membuahkan banyak keuntungan. Hal inilah yang membuat Hadi, sapaan akrabnya, memutuskan menjadi pengusaha jual beli souvenir. JSM Souvenir, nama tokonya, terletak di Jalan Kenjeran 300-A28 dan Klampis Anom F/ 95 A, Surabaya. Laki-laki kelahiran Denpasar ini sedang menunggu reseller dari Makassar yang ingin meminta contoh souvenir.
H
adi, mengaku mendapatkan souvenir dari pengrajin di seluruh Indonesia. Ia tidak mengharuskan pengrajin memroduksi barang tertentu. Apapun yang diproduksi pengrajin akan diambil. Misalnya, pengrajin membuat 100 macam souvenir, itulah yang akan diambil. Untuk pesanan souvenir ke produsen selanjutnya didasarkan pada penjualan, mana yang laku dan mana yang tidak. Selain Indonesia, souvenir juga diimpor dari negara tetangga. Harga souvenir paling murah Rp 3.500 dan yang termahal, souvenir impor Rp 125.000. Hadi, tidak membatasi harga dan jenis souvenir. Kalau ada
Hadi
pesanan dari konsumen, ia akan mencarikannya. Konsumen cukup memberikan gambar souvenirnya. Kipas, kerajianan tanah liat, tempat tisu, souvenir yang paling laris diboyong konsumen dengan minimum order 100 buah. Konsumen dapat memesan saat H-1. Hanya saja diarahkan untuk membeli souvenir yang sudah tersedia. Pesanan souvenir datang dari seluruh Indonesia. Pasar ekspor juga dilahapnya. Salah satunya, Abu Dhabi. Sayangnya, jumlahnya sedikit, hanya 200 buah. Pesanan souvenir biasanya berdasarkan profesi konsumen. Misalnya, dokter atau perawat, akan memesan souvenir termometer atau boneka dokter.
Macam-macam suvenir
Pesanan akan ramai menjelang besar (bulan pada kalender penanggalan Jawa-red). Ia sempat mengalami masa-masa sepi saat puasa. Usaha yang dijalankan juga bergerak di bidang online yang sudah dirintis sejak 2009. Bisnis online inilah yang menjadi basis penjualan laki-laki humoris ini. Online dipilih karena lebih menguntungkan. “Orang bisa pindah toko ke mana saja. Toko mengikuti ke mana saya,” tukas laki-laki bermata sipit ini. Kendala yang dihadapi dalam bisnis souvenir tidak banyak. Hanya kemauan orang macam-macam. “Yang paling sulit sebenarnya harga. Orang minta harga Rp 1000 tapi yang besar. Itu yang sampai sekarang belum ketemu,” ujarnya sembari tertawa lebar.
Baru-baru ini, dia membuka cabang di Jakarta. Sayangnya cabang di Jakarta baru bisa berjalan awal September karena mitra kerjanya sedang sibuk sehingga tidak bisa menerima pesanan secara maksimal. Ia juga membuka peluang bagi agen dan reseller yang ingin berjualan souvenir. “Cukup Rp 300.000, Rp 1 juta, Rp 8 juta, sudah bisa menjadi reseller,” sambung pria 35 tahun ini. Hadi meyakini, dalam menjalankan bisnis agar terus berkembang, harus happy dan jujur. “Dalam berbisnis harus selalu gembira. Jadi pengusaha pun harus jujur. Terampil di bidangnya, disiplin, rajin, tekun, ulet. Sama seperti nasihat orangtua masing-masing. Juga jangan lupa menolong orang dan beramal.” -Nofianita Wahyuni
Utamakan Seni dalam Berkarya Zaman serba canggih, sangat sulit mencari lapangan pekerjaan. Manusia dituntut kreatif dan inovatif. Salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan sendiri. Eva Mariana, perempuan kreatif yang pandai membaca peluang usaha. Kecintaannya terhadap dunia berkebun memunculkan inisiatif untuk membuka usaha florist. Bisnis yang telah ditekuni selama hampir 25 tahun ini menuai kesuksesan. Berawal dari hobi berkebun akhirnya berkembang
menjadi usaha besar di daerah Kayoon, Surabaya. Selain menjual bunga potong, perempuan yang akrab disapa Eva, ini juga menjual bunga artifisial. Untuk bunga potong, Eva, mematok harga paling rendah Rp 50.000. Sedangkan untuk bunga artifisial mencapai Rp 300.000. Bahkan ada yang sampai Rp 2 juta, sesuai pesanan konsumen. Omzet yang didapat dalam satu bulan antara Rp 15 juta-Rp 20 juta. Angka yang fantastis dan
menggiurkan untuk dilirik. Perempuan kelahiran Singaraja ini, memaparkan, paling sedikit ada tiga pengunjung yang datang dalam sehari. Toko yang diberi nama Pal Mal buka setiap pukul 07.00-21.00. Biasanya, konsumen datang langsung atau memesan melalui telepon. Pesanan kebanyakan datang dari perusahaan. Ada yang berupa ucapan atau bunga meja sesuai keinginan pemesan. Bisnis yang dirintis sejak 1990an tersebut terdiri dari beberapa divisi seperti, pernikahan, dekorasi, showroom, dan florist. Masing-masing divisi dipegang 20 karyawan. Selain karyawan, ibu dua anak ini dibantu putranya, Michael, di bagian dekorasi. Sebelum terjun ke bisnis florist, nenek cantik bercucu empat ini, sempat mengikuti kursus kecantikan. Awal usaha bertempat di Kebun Darmo Permai,
Bisnis yang telah ditekuni selama hampir 25 tahun ini menuai kesuksesan. Berawal dari hobi berkebun akhirnya berkembang menjadi usaha besar di daerah Kayoon, Surabaya
Surabaya Barat selama 10 tahun. Setelah itu pindah ke pusat jual beli bunga di kawasan Kayoon selama 15 tahun. Tiga tahun terakhir, toko yang awalnya hanya satu kavling berkembang menjadi dua kavling. Bagi yang ingin merintis usaha sejenis, ibu kelahiran 1958 ini berpesan untuk mengutamakan seni dalam berkarya. Seni tidak boleh ditinggalkan karena senilah yang dijual, bukan sekadar asal merangkai bunga demi mendapatkan uang. Ia juga menuturkan ada suka duka dalam merintis usaha. “Sukanya jika banyak pelanggan yang datang ke toko. Dukanya ya jika pesanan ramai tapi persediaan bunga terbatas,” tegasnya. -Anik Pujianti
Bunga Artifisial
Eva Mariana
24
What’s Up
Edisi 865/ 7 - 13 September 2015
Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali Bali, dalam tugasnya sebagai tiang penyangga yadnya , terus meningkatkan pelaksa naan sradha dan bhakti. Salah satunya diwujudkan dalam bentuk aktivitas ngayah di karya-karya yadnya yang dilaksanakan umat Hindu di Bali mau pun di luar Bali.
K
etua WHDI Bali Ny. Bin tang Puspayoga, didam pingi Humas WHDI Bali, AA Sri Utari mengatakan sebagai lem baga bernapas keagamaan, kegiatan sosial keagamaan merupakan salah satu program kerja WHDI yang beranggo takan wanita Hindu yang sudah dewasa dan sudah menikah ini. Di samping kegiatan-kegiatan sosial lainnya, seperti membantu korban bencana, keluarga miskin dan lainnya. Pekan lalu Bintang Puspayoga be serta puluhan pengurus dan anggota WHDI Bali berkesempatan melak sanakan ngayah bersama, serangkaian Karya Piodalan di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Gunung Salak Sabtu , (29/8) Istri Menteri Koperasi AA Ngurah Puspayoga ini mengatakan pelaksa naan kegiatan ini merupakan bentuk perwujudan sradha dan bhakti WHDI kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan dukungan kepada masyarakat pengempon pura dalam rangka pelak sanaan piodalan. Selain menjalankan kegiatan ngayah, WHDI Bali juga melaksanakan bersem bahyangan bersama dan penyerahan punia yang diwakili oleh bendahara WHDI Bali, Tjok Istri Muter Kusuma Wardhani kepada Ketua Panitia Karya Piodalan, Putu Alit Sudarsana. – Sri Ardhini
Foto bersama sebelum melakukan persembahyangan
WHDI Bali Ngayah di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta
Ngayah membuat kuangen
Majejahitan membuat lamak
Suasana piodalan di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta
Penyerahan punia kepada panitia piodalan
Foto bersama sebelum ngayah