Skip to main content

Tokoh Edisi 853 | Tokoh

Page 1

24

What’s Up

Edisi 853/ 15 - 21 Juni 2015

kan penampilan yang ayu, anggun dan kesan glamor. Di sini, pesta tidak mes­ ti identik dengan baju/dress mewah, kebaya pun tetap menarik dan keren. Apalagi dengan perkembangan mode, kebaya kini prinsipnya hampir sama seperti blus biasa, bisa dipadukan dengan bahan apa saja. Bawahannya juga tidak harus selalu kain tapi bisa juga dipakai dengan celana atau rok. Tak ketinggalan Direktris CV Surya Tirta Buana ini, dalam setiap kegiatan dengan berbagai kalangan baik di lingkungan sosialitanya , ataupun di organisasi wanita yang diikutinya, ia selalu tidak lupa men­ gajak teman, sahabat dan koleganya untuk peduli pada budaya lokal, menyenangi sekaligus melestarikan kebaya. “ Pokoknya, kebaya itu me­ nyenangkan dipakai di mana saja,” cetus Eva. - ard

Eva Listyati

Pesta dan Cinta Budaya

Beberapa perempuan cantik tampak asyik menikmati welcome drink dan sepotong kue sambil sesekali bertukar cerita yang disertai gelak tawa. Sementara beberapa perempuan lainnya sibuk berpose dengan seru di depan kamera di area wall of fame yang disediakan sang empunya acara.

K

ebahagiaan dan ke­ bersamaan itu pun se­ makin lengkap dengan goyangan line dance di pinggir kolam bersama sebelum acara tiup lilin. Begitulah gambaran suasana suka cita yang ada di rumah seorang pengusaha wanita bernama Yoseva Listyati S.E., di kawasan Jalan Badak Agung, Renon, Denpasar. Ya, hari itu Eva begitu sapaan akrabnya tengah merayakan HUT ke 45. Lan­ tas apa yang menarik dari momen tersebut? Ternyata ketika dicermati, terlihat nuansa khusus yang khas dan unik. Betapa semua perempuan yang hadir dan bersama di sana mengenakan kebaya. Rupanya, menjadi cantik dan anggun sambil cinta budaya Indone­ sia dengan mengenakan kebaya di

acara yang kekeluargaan ini adalah salah satu keinginan ibu kelahiran 9 Juni 1970 ini. Menurut istri dari Ir. Putu Agus Wisnu yang dikenal ramah ini, dirinya mencantumkan dress code kebaya kali ini, sebab momen HUT yang ke 45, menandakan dirinya sebagai seorang perempuan dewasa leng­ kap dengan keluarga yang hangat dan kompak dan ingin tampil dalam suasana yang berbeda. Ia ingin meng­ galakkan dan menggugah memilih mengenakan kebaya ke pesta atau pun acara lainnya. Sebab pikirnya, hampir semua perempuan Indonesia pasti memiliki koleksi kebaya, apalagi di Bali. Dikatakannya pula ketika kebaya dipadankan dengan kain, rok, kulot ataupun dress, juga mampu menguat­

“Persembahan Untuk Sahabat” Selanjutnya, Eva mengungkapkan kalau momen ba­ hagia ini sengaja dirayakannya di rumah, sebab ia ingin mengajak teman dan sahabatnya berbaur dalam suasana kekeluargaan dan penuh keakraban. Apalagi Eva selalu menganggap para sahabatnya itu adalah saudara. Karena itu pula perayaan itu bertemakan “Persembahan Untuk Sahabat”. “Prinsip saya keluarga adalah utama namun teman adalah bagian terpenting dalam hidup,” ucap ibu dari Putu Jelita Cahya Kemuning, Kadek Sinta Prameswari dan Komang Agus Surya Brahmanta ini. Ia juga meyakini teman itu adalah rezeki yang Tuhan berikan dalam wujud lain, maka ia merasa wajib menjaga dan mensyukurinya. Ia pun berharap sebagai individu dan teman dapat saling mensupport, menghargai dan saling menghormati. Selain itu, bisa memberikan manfaat bagi orang banyak serta memberi contoh yang baik. Ia juga berharap pertemanan yang terjalin selama ini akan langgeng, sebab datangnya dari hati yang tulus. Jika pertemanan dilihat atau dinilai dari “sesuatu” ia menganggap itu sangat riskan untuk perempuan dan mudah menimbulkan masalah. Kembali bicara soal dress code pilihannya, Eva me­ nyatakan orang luar saja kagum dengan Indonesia yang memiliki budaya unik. “Menurutnya, jika budaya luar dapat masuk ke Indonesia, bukan tidak mungkin kebaya sebagai salah satu bagian dari budaya Nusantara kita juga bisa mendunia. Di samping itu di tengah gempuran budaya pop yang luar biasa ini, kita bisa terus mengak­ tualisasikan budaya indonesia lewat kebaya,” tutur Eva yang pada perayaan HUT-nya itu juga memilih hidangan tradisional yang lezat dan bergizi. - ard.


2

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Ekspresso

GORO-GORO

DAri daPUr Redaksi

Online... Online... Penemuan jenazah Angeline, seorang bocah usia 8 tahun di Denpasar, di halaman belakang rumah orangtua angkatnya membuat masyarakat heboh. Berita penemuan ini mengakhiri polemik dimanakah selama ini Angelina berada. Bagaimana hilangnya Angeline bisa menjadi berita nasional? Awalnya karena jejaring media sosial. Hilangnya Angeline dijadikan status di facebook. Lalu informasi ini menyebar dilengkapi dengan foto bocah ini. Bagi pengguna akun media sosial yang aktif, mereka langsung ikut menyebarkannya. Begitu cepatnya penyebaran, media massa nasional hingga menteri pun ikut “sibuk”. Begitu dahsyatnya peran teknologi online ini. Setelah Angeline ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, beritanya pun menyebar dengan cepat. Semua menjadi cepat dengan teknologi online. Saykoji yang mempopulerkan lagu “Online” pun sudah mengungkapkan dalam syair lagunya. Dari bangun hingga menjelang tidur, pemilik gadget yang bisa mengakses internet selalu berhubungan dunia maya ini. Bahkan untuk mengunduh lagu 1 album album, tak sampai 30

Salah Kirim Hadiah Saya punya pengalaman unik yang selalu saya ingat. Ini berkaitan dengan hadiah. Untungnya “keteledoran” saya cepat saya ketahui, sehingga tidak menimbulkan “kekacauan” ha.. ha..ha.. Cerita begini, sebelum pimpin­an saya pindah kantor, ia memberikan saya tugas untuk membagi beberapa hadiah untuk koleganya. Saya pun langsung memulai aksi pembagian hadiah sesuai dengan pesan pimpinan. Satu hadiah terakhir yang tersisa milik Pak Sur. Saya pun dengan percaya diri mendatangi kantor Pak Sur untuk mengantarkan hadiah itu. Ternyata orang yang saya cari tidak ada. Saya pun menitipkan hadiah itu kepada stafnya. Selanjutnya saya lapor ke pimpinan bahwa hadiah saya titipkan karena tidak

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

bertemu Pak Sur. Pimpinan saya heran, bagaimana mungkin tidak ketemu Pak Sur karena tadi pimpinan saya bersama Pak Sur. Saya pun bersikeras mengatakan Pak Sur tidak ada. Pimpinan saya lalu menyebutkan nama lengkap Pak Sur. Oh my God…ternyata Pak Sur yang dimaksud pimpinan saya bukan Pak Sur yang saya beri hadiah. Saya baru sadar ada dua Pak Sur di kantor kami. Saya pun buru-buru minta maaf karena keteledoran mengirim hadiah. Saya langsung balik ke kantor

digunakan saat ini, ibarat orang punya toko yang banyak. Pembelinya bisa dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri. Kalau buka toko offline pembelinya tidak seluas online. Pesatnya bisnis online ini memberi ekses bagi bisnis jasa kurir. Makin banyak pesanan, makin lancar pemasukan. Kecepatan dalam proses pengiriman juga menjadi faktor yang menentukan lancarnya bisnis online. Dari sisi pembeli, perlu cek dan ricek tentang barang yang ingin dibeli dan eksistensi toko online. Jangan sampai kena tipu. Carilah referensi tentang toko yang dimaksud. Bila perlu, tanya teman yang sudah pernah bertransaksi, apakah pelayanannya baik atau tidak. Seperti kata pepatah, teliti sebelum membeli. Salam.

Pak Sur dan mencari staf yang saya titipi hadiah. Untungnya Pak Sur ini belum datang, jadi hadiah saya tarik kembali. Saya pun mencari Pak Sur yang satunya yang seharusnya menerima hadiah. Saya bisa menemukannya dan menyerahkan hadiah dari pimpinan saya. Lega rasanya karena tidak terjadi “kekacauan” akibat salah memberi hadiah. Sejak saat itu, saya selalu berhati­hati jika disuruh memberikan sesuatu kepada orang lain. Saya selalu minta nama lengkap dan nomor kontak orang yang dimaksud. Apapun yang terjadi, selalu ada hikmahnya. Rudi, Denpasar

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

DIDI

Pelaku Emon, banci dalam film Catatan si Boy itu, telah tiada. Ia dipanggil Sang Pencipta pada hari Jumat, setelah sholat subuh, pada 15 Mei lalu. Banyak orang merasa kehilangan. Juga Bu Amat yang sangat terpukau oleh Didi ketika memerankan si Kabayan. “Orangnya lugu sekali, sayang orang seperti itu terlalu cepat pergi. Dia tahu masih banyak yang bisa dia kerjakan,” kata Bu Amat. “Misalnya?” “Pokoknya banyak!” “Misalnya!” “Mana saya. tahu! Bapak yang lebih tahu. Saya kan kurang tahu!” “Kalau tidak tahu, tak usah ngomong tahu begitu!” “Tapi pak Didi itu tidak seperti banci-banci kaleng yang berserakan jadi pembawa acara hampir di semua tv! Pak Didi lain! Dia hanya banci di film, Dalam kenyatannya kata media beliau seorang suami dan ayah yang normal, dan bertanggung jawab, ya, tidak!?” “Nggak tahu!” “Beliau juga seorang dosen pengajar teater di IKJ. Pemimpin kelompok pantomim “Seno-Didi Mime” yang sudah pernah main di Jerman!” “Juga pernah memimpin sebuah Rumah Produksi untuk sinetron dan sutradara opera Lutung Kasarung yang sukses main di Teater Jakarta TIM. Betul tidak, Pak?”” Amat bengong. “Tahu begitu, kok ngaku tidak tahu?” “Memang tidak tahu!” “Lho tidak tahu bagaimana?” “Kenapa beliau meninggal?” “Itu kan urusan Beliau yang Di Atas Sana. Kalau Beliau menghendaki segalanya bisa terjadi!” “Tapi bagaiman terjadinya kejadian itu? Kejadian meninggal Pak Didi. Orang baru pulang. Dari luar negeri terus shooting dan besoknya tidak ada! Media bilang ada sebabnya, tapi apa? Kenapa sampai sekarang belum terungkap. Pasti mereka tahu tapi pura-pura tidak tahu. Mengaku tahu tapi nyatanya tidak tahu, seperti Bapak!”

Putu Wijaya

menit sudah rampung. Peran teknologi online tak hanya untuk itu. Bagi yang jeli, dunia online bisa menjadi peluang bisnis. Banyak celah bisnis yang bisa dimanfaatkan. Ada yang mengatakan bisnis online tak perlu modal, ada juga yang mengatakan perlu modal. Modal yang paling penting katanya modal non materiil, yakni memiliki keinginan kuat untuk terus berusaha, konsisten, kreatif dan selalu up to date dan pastinya pantang menyerah. Modal materiilnya ya punya koneksi internet, minimal untuk beli pulsa. Walaupun nilainya tak terlalu besar, ini tetap harus diperhitungkan sebagai modal yang dikeluarkan termasuk untuk produksi. Banyaknya sosial media yang bisa

Mozaik Sambel Pecel Mbok Suyati Blitar

Tanya : Saya seorang pencinta mode di Bali. Saya minta info dimana alamat APPMI Bali (Damayanti, Denpasar) Jawab : Sekretariat BPD APPMI Bali: Kompleks Ruko Puri Gading Blok B-01/No. 1A-1B Jimbaran Bali. Mobile: 08924998789. Email: appmibali@yahoo.com Tanya : Saya tertarik dengan tulisan lampu antik yang ditulis Tokoh edisi minggu lalu. Mohon informasi alamat dan nomor teleponnya. (Herry, Gianyar) Jawab : Marine Collection, Jln. Mertanadi No. 84 Kerobokan, Kuta-Bali. Cp. Suherman (Tatat), HP 081 999020287, 081 338228377

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

23

Warung Langganan SBY dan Boediono Tiap kunjungan kerja ke Blitar, Jawa Timur, mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan wakilnya Boediono, tidak pernah lupa mampir ke warung makan nasi pecel Mbok Suyati. ­Warung ini berada di Jalan Raya Cemara 114, Kelurahan Karangsari, Kota Blitar. Warung yang didirikan Mbok Suyati sejak 1955 ini, terlihat sederhana. Bahkan, jauh dari kata profesional. Namun warung ini, tidak pernah sepi pembeli.

U

niknya, warung pecel Mbok Suyati ini berada dalam rumah lawas. Bahkan tempat duduk dan mejanya pun masih kuno. Berbahan kayu jati yang dibuat memanjang. “Kalau mau lesehan juga ada. Tapi tempatnya agak di belakang.” kata Mbak Suyati, pekan lalu. Untuk memudahkan pembeli, Mbok Suyati sengaja memasang spanduk di bagian depan warungnya. Spanduk itu ditulis dengan jelas “Sedia Sambal Pecel Hj. Suyati Karangsari-Blitar”. Selain itu, ada 2 foto Mbok Suyati berukuran besar dipajang di dinding dekat pintu masuk.

Menurutnya, spanduk dan foto yang ditempel itu merupakan sarana promosi yang efektif dan efesien. Karena setiap pengguna jalan dapat melihat dengan jelas. Selain untuk menghindari pajak, sarana yang dilakukan itu, awet. “Jangankan iklan di koran, pakai selebaran saja tidak pernah. Wong gini saja, pelanggannya sudah banyak.” kata perempuan yang bicaranya masih terdengar jelas ini. Ketika disinggung nama Boediono. Istri mantan veteran ini langsung nyambung dan penuh semangat. Seperti ada kenangan tersendiri dengan mantan RI-2 ini. “Oh, ya kenapa pak Boediono. Yang wakil presiden itu, to. Dia

itu dulu pelanggan saya, lho Mas. Bahkan sampai sekarang kalau pulang, pak Boediono itu masih sering mampir ke sini.” jelas Mbok Suyati bangga. Dari ingatan Mbok Suyati, masa kecil Boediono itu, hampir dua hari sekali pasti makan di warungnya. Kadang sendiri, kadang juga bersama temannya. Setiap kali datang, menu yang disuka sambal pecel selera pedas. Selain itu, mantan wakil presiden ini selalu minta tambah peyek teri. Namun, dia tidak meyukai kemangi. Lucunya, kata Mbok Suyati, Boedino kecil ini tempat duduknya selalu tetap. Tidak mau duduk di bangku lain,

Bisnis Warkop di Ponorogo

Satu Warung Habiskan Rp 60 Juta Kalangan menengah ke bawah mempunyai kebiasaan mencari tempat yang cocok dengan uang bawaannya. Jadi apabila mereka ingin menikmati secangkir kopi panas, tentu warung kopi sederhana lah yang dicarinya. Membuka usaha warung kopi seperti menyambut datangnya keuntungan. Saat ini di Ponorogo menjamur warung kopi, mulai dari warung kopi sederhana sampai banyaknya bermunculan kafe atau kedai kopi modern. Tentunya dengan target konsumen mereka yang berbeda. Harga secangkir kopi yang ditawarkan pun tidak sama. Kedai kopi modern biasanya menjual secangkir antara Rp 10 sampai 20 ribu. Sedangkan warung kopi sederhana menjual secangkir kopi antara Rp 1.500 rupiah sampai 2 ribu Peluang bisnis warung kopi ini akhirnya dilirik Ari Bilowo karena potensi keuntungan dari hobi orang Ponorogo menikmati kopi sambil bercengkrama. Jengah menjadi kontraktor, dia memutuskan banting setir mengelola bisnis sendiri. Bisnis yang ditekuninya lumayan cepat berkembang. Ada tiga warung atau kedai miliknya yang ada di wilayah kota Ponorogo yaitu warung kopi Oposisi di Jl. Pramuka dan warung kopi Partikelir yang ada di Jl. Parang Menang. Kopi yang dijual sebenarnya kopi tumbuk biasa, namun konsep warung kopinya ternyata menarik orang untuk berlama-lama berada diwarungnya. “Saya sengaja mendesain warung seperti layaknya berada di

meskipun tempat duduk itu kosong. Kalau ada pembeli lain, pria ini pilih menunggu sampai pelanggan itu selesai makan. Lelaki kelahiran Kepanjen Lor, Blitar ini baru mau duduk. “Duduk ya di kursi paling pojok itu. Katanya sih enak santai, begitu.” ingat Mbok Suyati. Sejak kapan Boediono menjadi pelanggan? Mbok Suyati tidak ingat persis. Yang jelas sejak remaja hingga menginjak SMA, itu paling sering. Datangnya pun tidak ada jadwal khusus. Kadang untuk sarapan kadang untuk makan siang. Bahkan, masih minta dibungkuskan untuk pesediaan makan malam. “ Rumahnya sih nggak jauh dari sini. Paling perjalanan 5 menit saja sudah sampai. Cuman katanya daripada nanti balik lagi, mending bungkus sekalian.” kata Mbok Suyati bangga karena pelanggannya menjadi pemimpin bangsa. Tidak hanya itu, bahkan warung pecel Mbok Suyati ini juga menjadi kesukaan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Seperti yang diketahui bahwa ibu kandung SBY Sitti Habibah adalah asli keturunan Blitar. Na-

mun, mereka tinggal di Kabupetan Pacitan. Bahkan, tempat tinggal mereka pun berpindah-pindah. Karena mengikuti jejak sang suami, R. Soekotjo, yang saat itu sebagai anggota TNI. Darah asli Blitar yang mengalir pada Sitti Habibah inilah, yang kemudian terbawa pada menu makanan kesukaan SBY. Pecel selera pedas lengkap dengan trancamnya. “Mereka sih tidak pernah ke sini langsung. Karena dulu itu Ibu Sitti Habibah dari keluarga pondok, yang disuruh beli ke sini ini ya santrinya.” jelas Mbok Suyati yang masih memiliki ingatan bagus ini. Menurut Mbok Suyati, bahkan ketika mereka pindah-pindah tempat tinggal karena tugas, pesanan sambal pecel itu masih kerap datang. Mereka minta dikirim dalam bentuk kemasan. Terus sekarang bagaimana, apa masih minta dikirim sambal pecel? Wanita tua ini menggeleng. “Tidak. Sekarang sudah tidak pernah lagi. Mungkin karena jauh dan sibuk. Tapi kalau ada kunjungan ke Blitar, panitia biasanya juga pesan sambal pecel.” terangnya. -Khoirul Abadi

sebuah rumah joglo (rumah khas Jawa-red) ditambah dengan fasilitas wifi serta tv kabel. Mengingat orang datang tidak hanya untuk minum kopi namun juga untuk keperluan lain, jadi saya buat konsep seperti ini,” ujarnya. Dia tidak malu mengaku meniru gaya warkop konvensional. Namun tetap ingin memasukkan unsur modern dalam bisnis kedai kopi miliknya. Untuk menarik perhatian anak muda, warung kopi miliknya dibikin modern dan nyaman untuk kongkow. “Kalau kita konsepnya kopikopi nusantara, ada menu warkopnya juga seperti, gorengan. Tetapi agar beda, gorengannya seperti risoles dibuat jadi modern, jadi lebih menarik,” imbuhnya Untuk membangun bisnis warung kopi, dia mengaku menghabiskan modal Rp 60 juta. “Memang lumayan besar modal yang saya keluarkan, karena untuk luas tanah yang saya butuhkan sangat besar, agar bisa menampung pelanggan banyak, belum lagi untuk membeli bagunan joglo harganya relatif mahal karena termasuk barang antik,” ungkapnya. Untuk keuntungan Ari mengaku tidak

menargetkan mendapat hasil yang besar, yang penting walau kecil tapi kalau dikalkulasi menjadi banyak. “Tiap hari sekitar Rp 200 sampai 300 ribu, kalau dikalikan 30 hari bisa mencapai jutaan, mengalir sajalah, yang penting bisa berjalan dan lancar tidak gulung tikar,” ucapnya. Dengan menjamurnya warung kopi yang ada di kota Ponorogo membuat Ari Bilowo ingin membuka cabang lagi namun dengan konsep yang modern. “Ingin buka lagi, tapi konsepnya berbeda, lebih modern, sehingga mereka yang kelas atas juga bisa menikmati kopi diwarung kopi sesuai dengan gaya hidup mereka,” terangnya. –Dinar Perdana


22

Sosialita

Edisi 853/15 - 21 Juni 2015

Tahun 2050 Jakarta Diprediksi Bakal Dihuni 40 Juta Jiwa MENATA Jakarta yang sudah telanjur ­semrawut memang bukan pekerjaan mudah. Jumlah penduduk yang terus ber­tambah, berada di urutan ke tujuh kota terpadat di ­dunia, tata kota yang buruk, merupakan ­sebagian permasalahan pelik Jakarta.

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

3

Byang Mangku Hipno

Berkah di Jalan Spiritual Sesungguhnya semua kehidupan adalah bersaudara, berasal dari satu Bapak dan Ibu yang sama yaitu Tuhan dalam wujud Sagunabrahman yang dikenal dengan sebutan Swayambhumanu. Kenapa ­harus memperbesar perbedaaan jika sesungguhnya kita memiliki begitu banyak persamaan. Semua kehidupan bisa menjadi harmonis dan berhak atas bahagia dalam ruang kedamaian, jika saja semua kehidupan mengerti untuk apa reinkarnasi berulang kali melewati perputaran waktu dan diciptakan kembali ke dunia ini. Mengertilah bahwa proses perputaran itu dapat dihentikan saat kita berbahagia dengan jalan memiliki kesadaran spiritual dan selalu menjadikan diri lebih baik dari hari hari se­ belumnya”. Demikian Byang Mangku Hipno mengawali percakapannya.

Guru Mangku Hipno memberi motivasi dan revolusi mental ratusan karyawan prudential

Gubernur Ahok saat membuka acara New Cities Summit 2015

M

ajalah TIME pernah menyebut, Jakarta sebagai salah satu kota terpenting di Asia Tenggara dengan problem kemacet­an yang sangat parah. “Jakarta adalah kota metropolitan yang dipenuhi pendatang dari berbagai pulau di Indonesia. Namun, tata kota dan pembangunan yang buruk menyebabkan kota ini kerap digenangi banjir besar,” tulis TIME. Berbagai Gubernur silih berganti namun persoalan Jakarta tetap saja mendera. Orang menyebut untuk menata Jakarta diperlukan seorang pemimpin yang bukan hanya berani dan tegas tapi juga harus ‘setengah gila’. Yang dimaksud ‘setengah gila’ ini, mungkin, adalah keberanian untuk melawan tekanan. Maklum Jakarta adalah Ibukota dimana berbagai kepentingan ada di sini. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyebut untuk membangun Jakarta tidak perlu otak yang terlalupintar melainkan otot yang kuat. Alasannya, semua permasalahan Ibu Kota sudah diketahui sejak dulu. Otot yang kuat, katanya, bukanlah untuk adu jotos tetapi untuk berani menindak tegas. “Jakarta nggak butuh otak terlalu pintar yang penting otot yang kuat. Anda berani action nggak? Karena di Jakarta banyak kepentingan dari oknum melarat sampai konglomerat dan lain-lain,” ujar Ahok dalam konferensi pers acara New Cities Summit 2015 di Ciputra Artwork, Jakarta, (9/6). Menurut Ahok, salah satu tantangan

Jakarta adalah masyarakat Jakarta sendiri. Bagaimana menyamakan persepsi dan mengatur prilaku warga Jakarta bukanlah hal yang mudah dilakukan. Namun begitu, ia memberanikan diri ‘mengobok-obok’ Jakarta dengan berbagai pembangunan infrastruktur, meski dalam prosesnya ‘hujan kritik’ menimpanya. Kemacetan lalu lintas tidak akan terurai selama pemerintah tidak membangun transportasi masal berbasis rel. Saat ini Jakarta tengah membangun banyak infrastruktur di antaranya adalah MRT yang dalam prosesnya memang menimbulkan kemacetan. “Kalau kamu lakukan (kerjakan proyek infrastuktur) sekarang, lima tahun orang

S

Pemenang Jakarta Urban Challenge Semringah

akan maki-maki kamu, tapi orang juga sudah sering maki-maki saya ‘kerja apa jadi Gubernur, tambah macet saja’, lah saya sudah bangun MRT kok,” ujar Ahok di tempat terpisah, Balaikota, (9/6). Karena takut dicaci-maki maka banyak kepala daerah tidak berani melakukan pembangunan tersebut. “Banyak kepala daerah mikir, ‘Ngapain bangun (transportasi masal) bikin macet, yang

penting saya selamat kepilih dua kali’. Tapi buat saya tidak peduli sama caci-maki karena sesudah itu kamu akan bilang ‘Untung Jakarta ada Gubernur ‘gila’ yang berani,” katanya. Ahok menyambut gembira digelarnya New Cities Summit 2015 di Jakarta. Dia berharap diskusi ini akan menghasilkan solusi efektif untuk segera dieksekusi dan menciptakan perubahan besar untuk kota-kota, terutama Jakarta. Acara New Cities Summit yang kali ini mengambil tema ‘‘Meraih Momen Perkotaan: Kota-kota di Jantung Pertumbuhan dan Pembangunan’ merupakan acara forum diskusi internasional yang diselenggarakan oleh New Cities Foundation yang membahas tentang

Tarian Betawi membuka acara New Cities Summit 2015

masa depan perkotaan. Hadir dalam konferensi ini sebanyak 800 delegasi yang berasal dari 45 negara. Ini merupakan gelaran New Cities Summit ke-4 yang berlangsung sejak 9 Juni-11 Juni, setelah sebelumnya di Dallas (2014), Sao Paolo (2013), dan Paris (2012), dan merupakan pertama kalinya digelar di Asia. Jakarta terpilih karena dinilai sebagai salah satu kota metropolitan yang perkembangannya menonjol di Asia dengan populasi yang diprediksi bakal tumbuh lebih dari 40 juta jiwa pada 2050. Dihadapan peserta New Cities Summit, Ahok yang membuka acara tersebut mengungkapkan sejumlah permasalahan yang dihadapi. “Mengelola kota besar dan memiliki pemasalahan kompleks seperti Jakarta merupakan tantangan yang tidak ada bandingannya. Seperti kemacetan, banjir, pemukiman warga juga kesejahteraan. Kita telah melihat kasus banjir tahunan yang terjadi hampir di setiap bagian kota ini. Kami juga memiliki penghuni liar yang tinggal di bantaran sungai, bahkan beberapa membangun rumah di atas sungai. Kami juga menghadapi tantangan yang berkaitan dengan birokrasi dan korupsi,” kata Ahok. Karena itu, lanjutnya, sangat penting untuk tidak hanya membicarakan permasalahan, tetapi juga menciptakan solusi yang efektif. Selanjutnya, kami pun berharap agar solusi-solusi itu segera direalisasikan atau dengan kata lain, langsung dieksekusi, sehingga masalah cepat selesai,” ujar Ahok. JAKARTA URBAN CHALLENGE Selain acara forum diskusi New Cities Summit juga digelar lomba ‘Jakarta Urban Challenge’ yakni lomba memberi solusi efektif untuk permasalahan lalu lintas Jakarta. Dari 226 peserta, terpilih tiga pemenang atas ide inovatif atas mobilitas dan transportasi di Jakarta. Pemenang pertama adalah Squee Mobile App. Ide kelompok ini adalah

sebuah aplikasi pemberi saran rute perjalanan yang lebih singkat dan bebas kendaraan bermotor bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Nantinya, kendaraan-kendaraan bermotor ini juga bisa diarahkan melewati kampungkampung perkotaan Jakarta. “Dengan pendekatan kota Jakarta, Squee menggabungkan kampung-kampung perkotaan dengan sistem transportasi. Kami percaya, rute jalan tikus kami lebih singkat dan bebas kendaraan bermotor lewat kampung-kampung,” kata salah satu anggota Squee, Arlene Nathania kepada wartawan. Pemenenang kedua ditempati oleh kelompok Jalan Aman (Safe Passage) yang mengeluarkan aplikasi mobile berfokus pada keamanan dari komuter wanita di Ibu Kota.Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk saling berbagi lokasi mereka, melaporkan kejadian pelecehan/kejahatan, dan mengakses informasi mengenai pilihan transportasi yang lebih aman kepada pengguna lain. Aplikasi ini sangat berguna terutama bagi para komuter di kota-kota besar yang memiliki mobilitas tinggi. Pemenang ketiga adalah Cyclist Urban System. Kelompok ini meluncurkan aplikasi bagi pengendara sepeda di Jakarta yang terdeteksi, di mana mereka dapat memarkir sepedanya, berganti pakaian, membeli minuman, memperbaiki sepeda, informasi rute, menyewa sepeda, mendapatkan pertolongan pertama dan lain-lain. “Mereka dipilih karena proyeknya mampu memenuhi kriteria Jakarta Urban Challenge yang memanggil para inovator muda Indonesia untuk memberikan solusi yang baru dan inovatif untuk memperbaiki kepadatan lalu lintas, mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi air atau memperbaiki keamanan transportasi dan aksesibilitas dalam kota,” ungkap panitia seraya menambahkan, para pemenang mendapat hadiah total 20.000 US Dolar. –Diana Runtu

wayambhumanu adalah manusia pertama yang muncul di bumi yang dikenal dengan sebutan manusia kosmik. Swayambhumanu adalah gambaran Tuhan yang Sagunabrahman. Dalam hubungannya dengan hikayat manusia, pertama-tama manu menciptakan manusia laki-laki dan perempuan dengan membelah tubuh dan jiwaNya. Belahan tubuh kanan menjadi laki-laki dan belahan tubuh kiri menjadi perempuan dan setelah itulah Manu menciptakan mahluk lainnya hingga berjumlah 8.400.000. dengan demikian semua manusia dan mahluk hidup sesungguhnya memiliki asal usul yang sama, pada hakekatnya semua mahluk adalah bersaudara dimana Tuhan sebagai Ayah sekaligus sebagai Ibu semua mahluk. Tetapi sesuai dengan perjalanan waktu, manusia tersebar ke seluruh muka bumi, dan mereka mulai melupakan asal mulanya yang sama. Dalam teologi universal, manusia adalah makhluk yang didalamnya terdapat kesadaran Tuhan, yang diciptakan di atas panggung dunia, untuk tujuan mementaskan permainan atau sandiwara yang didalamnya terdapat suka duka atau senang susah itu secara sempurna. Setelah itu ia akan kembali ke pangkuan Tuhan. ”Bagi mereka yang memahami kebenaran sejati, bagi mereka yang menempatkan Tuhan diatas segalanya, sangat sadar bahwa setiap penderitaan

Guru Mangku Hipno bersama master terapi

yang disebarkan baik kepada sesama manusia ataupun kepada alam semesta, bagaikan menanam sebatang pohon, dosanya terus bertumbuh maka dapat dipastikan siapapun yang menanam maka dialah yang akan memetik hasilnya. Siapa menabur angin maka bersiaplah menuai badai. Begitu pula bagi mereka yang telah bahagia dan menanam pohon kebaikan dikelahirannya saat ini maka bersiaplah menyongsong bahagia sampai akhir kehidupannya nanti,” ujar Byang Mangku Hipno yang bernama lengkap A.A. Sagung Inten, S.E., CH., CHt., MNNLP.

BERTUMBUH DALAM PELAYANAN Selain sebagai pengusaha di bidang pembuatan boneka kain, Byang Mangku Hipno juga merupakan pakar hypnotherapi dan metafisika. Ketertarikannya mendalami hypnotherapi dan metafisika berawal dari seringnya menemani sang suami GMH KG Suatma Yasa, S.H., CH., CHt., MNNLP atau yang akrab dipanggil Guru Mangku Hipno keliling Indonesia diundang sebagai motivator perubahan, pencapaian, dan motivator spiritual universal. Guru Mangku Hipno adalah putra Bali yang merupakan pengajar energi prana dan quantum, profesional healer, pakar hypnotherapi dan supranatural yang secara khusus menciptakan metode hypnosis, hypnotherapi, psiko-

Byang Mangku Hipno me-reinstal memori pikiran mengubah kebiasaan buruk

therapi, somathotherapi ala Bali. “Kami juga sering diundang untuk pelayanan umat penyembuhan massal dan mengajarkan konsep kesadaran spiritual dan dharma wacana, baik di wilayah Bali, NTB, Jakarta, Jawa dan Sumatera,” imbuh Byang Mangku Hipno. Untuk memberikan pelayanan maksimal kepada sesama, mereka membentuk Brahmakunta Supranatural dan Spiritual Modern Center yang khusus bergerak dalam bidang penyembuhan segala penyakit dan pengajaran keilmuan spiritual, supranatural, metafisika, prana, sihir Bali dan 108 jenis keilmuan lainnya. “Kami juga telah mendirikan GMH Institute yang bergerak di bidang pencapaian sukses melalui aktivasi empat kecerdasan (Kecerdasan Intelegensia/IQ, Kecerdasan Emosional/EQ, Kecerdasan Spiritual/ SQ dan Kecerdasan Cosmic/CQ) dimana dengan memiliki empat kecerdasan ini, kita menjadi cerdas menyikapi setiap peristiwa dalam kehidupan ini dengan kebersaran hati, mental yang kokoh dan mampu memandang setiap peristiwa yang terjadi sebagai Guru Suci yang mengajarkan kita menjadi manusia yang selalu lebih baik dan selalu bangkit disaat mengalami sakit dan kegagalan. Semua peristiwa harus diterima dengan rasa penuh syukur dan introspeksi diri. Pemikiran seperti inilah yang akan menghindarkan diri Anda dari segala masalah dan membuka pintu sehat, sukses, keberlimpahan dan bahagia akan terbuka lebar,” kata Guru Mangku Hipno. Kapan Anda harus bertemu Guru Mangku Hipno dan Byang Mangku Hipno? Jawabannya saat permasalahan mulai berlarut larut tanpa ada ujung pangkalnya; ketika permasalahan sudah tidak lagi dapat ditangani; ketika semua upaya mengalami jalan buntu; ketika akibat permasalah tersebut fungsi sosial Anda terganggu bahkan terhenti total; ketika sugesti diri dan usaha diri tidak mampu lagi menyelesaikan permasalahan; ketika para pengobat lain dan para profesional lain tak lagi mempunyai jurus ampuh menangani permasalahan yang Anda hadapi; dan ketika Anda menyadari dan mendapat rujukan bahwa masalah Anda adalah masalah salah mengelola pikiran, peras-

aan, tindakan dan mental sehingga memerlukan seorang pakar ilmu pikiran bawah sadar dan metafisika. Byang Mangku Hipno menambahkan Brahmakunta Center dan GMH Institute sudah memiliki izin praktik dari Dinkes : 448.3/28.PT.XII.14/ DIKES. “Kami satu-satunya di dunia, di Bali dan di Indonesia sebagai pusat pembelajaran dan penyembuhan segala penyakit pikiran, perasaan, dan tubuh yang menggunakan metode BYSAID dengan analisa supranatural, spiritual, dan metafisika (sekala nisaka),” ujarnya seraya menyebutkan lokasi Brahmakuna Center di Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana 1/61 Kebo Iwa Utara Denpasar, Bali. Telepon 03618442823 / 085103112404. PIN BB 7FB63D85.

APAKAH PENYAKIT ANDA? Ada dua jenis penyebab penyakit yang saat ini dominan di masyarakat yaitu sakit karena faktor fisik (organis) dan sakit karena faktor psikis (psikosomatis). Penyakit organis secara medis dapat dideteksi dengan mudah sehingga dengan cepat ketahuan dan dicarikan pengobatannya. Namun, sakit psikosomatis tidak bisa terdeteksi oleh alat tercanggih apapun karena sakitnya berada di wilayah abstrak pikiran, sikap dan perasaan. Karena tak terdeteksi sering membuat orang-orang berpikir bahwa dirinya kena guna-guna, bebai, black magic bahkan sampai mengobrak-abrik tetangga, pekarangan, bahkan yang paling ekstrm sampai berani menyalahkan leluhurnya. Menurut The American College of Family Physicians, 90% penyakit karena faktor psikis. Anda bisa bayangkan efeknya jika seseorang datang berobat ke tempat yang tak memahami cara kerja pikiran dan perasaan, tak memahami hukum pikiran dan perasaan, sifat pikiran dan perasaan, khususnya pikiran bawah sadar, pengaruh emosi terhadap tubuh fisik, teknik terapi yang tak sesuai. Jika salah penanganan bukannya membaik malah bisa mengacaukan hidup dan masa depannya dengan ciri-ciri hilangnya kesenangan pikiran, ketenangan perasaan dan kenyamanan tubuh, seperti cemas, takut, gelisah, menutup diri, curigaan,

hilang fokus, lemes, bingung dan susah tidur, suhu badan tak stabil dll. Sebagai mahluk multidimensi manusia sangat gampang mengalami sakit pada pikiran dan perasaan seperti tidak tenang, stres, tertekan, diiringi munculnya emosi negatif seperti: marah, kecewa, dendam, benci, perasaan bersalah, malu, takut, sedih, dan terluka. Jika tak tertangani dengan baik maka sakit psikis ini akhirnya akan menyerang fisik seseorang (somatho) menjadikan Anda terancam menderita penyakit jantung, hypertensi, insomnia, alergi karena menurunnya daya imunitas, ginjal, maag/lambung, vertigo, stroke, bahkan kelumpuhan. Sesungguhnya ada suatu cara untuk menghindari, menyembuhkan dan mengubah diri bagi mereka yang masih gagal menjadi manusia yang sehat, sukses, keberlimpahan serta berbahagia. Bagi mereka yang masih sakit maka akan berubah menjadi sehat, bagi mereka yang telah sehat mereka akan mendapatkan kesuksesan, bagi yang telah sehat dan sukses mereka akan mendapatkan Keberlimpahan dan bagi mereka yang telah sehat, sukses, berkelimpahan akan menemukan jalan bahagianya yaitu melalui berkah di jalan spiritual. Jalan spiritual berisikan perenungan, penyadaran, pemurnian, pembangkitan, perubahan, penemuan diri sejati. Guru Mangku Hipno dan Byang Mangku Hipno akan berkolaborasi untuk membantu Anda menemukan jalan keluar dan solusi jitu untuk segala masalah Anda, baik masalah penyakit dan metode penyembuhannya, masalah kegagalan dan menemukan jalan keberhasilannya, masalah kehidupan, perubahan diri, menghilangkan kebiasaan buruk dan masalah lainnya yang telah mengakar dalam hidup Anda, melalui Workshop “Berkah di Jalan Spiritual”. Workshop ini akan membawa setiap pesertanya menyadari bahwa kesembuhan dan keberhasilan hidup telah ada di dalam dirinya, hanya perlu dibangkitkan dan disadarkan, maka dalam hitungan menit Anda tahu rahasia hidup sehat, sukses, keberlimpahan dan berbahagia yang sesungguhnya dan menit berikutnya tanpa Anda sadari telah berada di pintu perubahan ke arah lebih baik.

Workshop “Berkah di Jalan Spiritual”

Hari/Tgl: Minggu 21 Juni 2015 Tempat: Gedung PWI Bali, Jln. Gatsu Tengah, Lumintang, Denpasar Pukul: 15.00 s.d. 17.00 Harga Tiket: Rp 350 Ribu Tempat terbatas hanya untuk 50 orang

Pesan antar tiket, hubungi : 1. 0361-8442823, 085103112404 (Brahmakunta Center) 2. 085738818906 ( Jro Wayan Suwandra, MS.h) 3. 085238640217 ( Jro Wayan Medang Setiawan, MS.h ) 4. 08563800133 ( Jro Putu Anta Ardana, MS.h ) 5. 0361-9133725 ( Jro Wayan Putu, MS.h) 6. 08124681851 ( Jro Wayan Musna, MS.h) 7. 085935051555 ( Jro Made Mulyawan, MS.h )


4

Inspirasi

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

AA Mirah Aryani

“S

u a tu k e t i k a kami sedang berbelanja di Pasar Badung. Kami tidak dihiraukan pada saat film Jodha Akbar tayang di televisi. Serempak mereka menyalakan televisi dan menyaksikan film India itu. Kami tidak dihiraukan. Dari sana muncul keinginan untuk membuat masakan India,” ujarnya. Mirah Aryani ternyata tidak sendiri. Bersama seorang konselor, Sentot Widhiarto yang karib di­sapa Sentot, ia memulai bisnis

Guntur Corner Bermula dari “Jodha Akbar” Demam teknologi menjadi momok utama perkembangan gaya hidup. Terlebih makin mudahnya pertukaran informasi dari ­berbagai tempat. Makin cepat informasi berkembang, makin ­pesat pula ­pertumbuhan ekonomi masyarakat. Keadaan ini nampak ­dimanfaatkan dengan baik oleh AA Mirah Aryani, S.H. (47), ­pemilik Guntur Corner. Diakuinya bahwa Guntur Corner bermula dari fenomena “Jodha Akbar” yang kerap menghiasi layar televisi.

Gunt u r C o r n e r. Mereka belajar membuat ma­­sakan melalui you tube, dimodifikasi sesuai lingkun- Belgian Waffle withh ICe Cream Strawberry gan penjualan yang notabene orang Bali gemar pedas. daftar di MUI dengan no. regisSelain itu mereka juga suka trasi : 08100006901213. Ini pula berburu makanan, kalau ada ma- yang membuatnya semakin pede mengembangkan pro­d uk pia kanan enak langsung dicoba. Dari pengalaman tersebut ini. Terbukti banyak tamu-tamu dan dengan tekad belajar mandiri domestik yang sengaja datang ke counter Pia Pendet melalui teknologi, akhirnya mendi Restoran Bebek Tepi datangkan berkah. Perempuan Sawah Ubud atau Tuban, pengusaha kelahiran Jakarta 18 Restoran Bebek Bengil Mei 1968 ini patut ditiru seUbud dan cabang-cabang mangatnya. Istri dari AA Alit restoran Betutu Gilimanuk Md Wiartha ini tak kenal lelah baik di Renon, Tuban belajar dari pengalaman. maupun di Airport. Sebelumnya usaha ku“Ini dikarenakan liner seperti Betutu kita juga telah Gilimanuk, Nasi bekerjasama de­ Campur Bali, dan ngan JNE dengan Pia Pendet sudah ikut serta dalam digelutinya. ‘PESONA’, pesanan olehPIA PENDET oleh nusantara. HALAL Semacam jejak Mirah Aryani kuliner nusantara,” mengisahkan, Pia tuturnya. Pendet berdiri 2 tahun lalu. Waktu Belajar pertama kali muncul. dari You Tube Pia pendet memiliki 5 Kini, Mirah varian rasa, ubi ungu, Aryani melebarkan kacang hijau, cokelat, usaha­nya yang lebih keju, stroberi dan mix menyasar anak muda. yang terdiri dari kombiDiakui bahwa saat ini nasi rasa-rasa tersebut. tengah marak temSeiring berjalannya waktu, pat tongkrong­a n anak ternyata hanya rasa cokelat muda. Dari sana timbul dan keju saja yang diminati keinginan membuat sampai sekarang kami tempat tongkronhanya membuat rasa gan dengan harga itu saja, kecuali ada kaki lima kualitas pesanan,” ucapnya. bintang lima. Ditegaskannya, Milk Shake Vanila “Kami melihat Pia Pendet telah ter-

sasar­an konsumen. Harga harus mengolah menu Bebek Goreng Guntur Corner mulai soft pas dengan kantong mereka, Sambel Kriyi. Tentu cabe kriyi opening pada 23 Mei 2015. tapi kualitas makan­an juga tidak digunakan untuk menambah Cukup baru dan segar untuk bisa sembarang. Walaupun hanya karakteristik masakan Bali. dirambah. Bagi pecinta ma“Kami menggunakan cabe sakan Itali sampai India dapat belajar dari you tube, kami yakin dengan citarasa masakan kami. kriyi juga untuk membantu me­n gunjungi Guntur Corner Terlebih Roti Canai Curry seba- petani Bali, agar masih bisa yang cocok untuk anak muda gai andalan kami. Menu ini kami produktif. Kami juga banyak ataupun eksekutif muda. Penpelajari dari internet kemudian belajar dari Gusti Alit Oka gunjung juga dapat menikmati y a n g Acara live music setiap hari dimodifikasi sesuai lidah orang S u c i ( A t u B i g ) Bali, terutama anak muda. merupaKamis s.d. Minggu. Guntur Harga­nya hanya sepuluh ribu k a n Corner mempunyai makna rupiah. Sangat terjangkau,” ungtersendiri di benak Mirah kap Sentot. Aryani. Bagi­nya Guntur Harga yang berkisar dari Corner adalah kasih Rp 8.000 sampai Rp sayang berupa keper25.000, menjadikan cayaan dari suami untempat ini layak tuk mengemban usaha. dikunjungi Selain itu, Guntur Corpecinta ner merupakan pembukkuliner tian bahwa wanita juga dapat muda. berusaha dalam bidang kuliner. Guntur “Saya ingin menunjukan pada m a n - anak saya, pada masyarakat Corner t a n k e t - semua, bahwa selama kita Pa t i s s e r i e & Mumbai Burger ua Parfi Bali mempunyai keyakinan, pantang Lounge yang tery a n g m e r u p a - menyerah, selalu mencoba dan letak di Jalan Buluh kan pencetus Ayam yang penting terus belajar, kita Indah 51 X tersebut juga Betutu Gilimanuk. Dari pasti mampu mencapai tujuan cukup strategis. Dapat dijangkau dari arah Kuta maupun Gatot sana pengalaman tentang bis- kita,” pungkasnya. – Wulan Subroto. Pecinta kuliner juga nis kuliner, cita rasa dapat mencoba minuman Green masak­a n Bali perlaSquash dan Red Borneo yang han menjadi pelajaran yang sangat memiliki filosofi. Red Borneo mewakili ke­ bermanfaat,” kata g e r s a n g a n l i n g k u n g a n s a a t w a n i t a yang hobi ini, kemudian Green Squash sepak bola itu. Guntur Corner yang terbuat dari mentimun itu melambangkan reboisasi juga berupaya untuk lingkungan. Ada pula Lon - membuka peluang tong Mumbay yang merupakan bagi anak-anak SMK modifikasi dari rempah-rempah yang mempunyai ketIndia. Disajikan di atas hot erampilan di bidang plate­, lontong berlumurkan kuliner untuk bersaus Mumbay tersebut menyatu gabung. “Kami mengbersama potongan ayam pang- gunakan fresh gradugang. Balino Bruscheta dan ated dari SMK, merBalino Sushi juga patut dicoba. eka dapat bekerja di Semua itu adalah upaya Mirah Guntur Corner semAryani dalam memadupadankan bari mengaplikasikan rasa otentik daerah asal masa- ilmu mereka. Tidak kan tersebut de­ngan lidah pe- jarang kami berkalcinta kuliner di Bali. Ibu dari AA aborasi untuk memSagung Manik Pranacitra, AA buat menu baru,” Ngr. Bagus Wiarthajaya, dan AA imbuh Sentot suami Ngr Setyawan Wiarthananya dari Pasek Irayani, AA Mirah Aryani (kanan) bersama anaknya AA Sagung Manik Pranacitra ini, sebelumnya juga berhasil S.H. ini.

Mandalika

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

21

Wisata Nurani untuk Revolusi Mental

“Saya tepat waktu, saya tepat waktu, saya tepat waktu......!”. Janji yang diucapkan sekitar 600 guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Dompu, menggema memenuhi gedung Sama Kai Dompu beberapa waktu lalu. Janji ini sengaja diselipkan oleh Kapolda Nusa Tenggara Barat, Brigadir Jenderal Polisi Sriyono, untuk mengingatkan para guru agar memberikan teladan yang baik bagi para siswa.

B

upati Dompu, H. Bambang adalah generasi muda penerus cita-cita Yasin, ikut bertepuk tangan bangsa ini,” kata Sriyono. dengan rasa bangga menyakMenurut Kapolda NTB yang baru bebersikan janji para guru dalam apa hari lalu digantikan oleh Brigadir Jendral kegiatan silaturahmi wisata nurani yang Polisi Umar Septono ini, pendidikan di negeri dipandu Kapolda Nusa Tenggara Barat, ini terlalu fokus pada angka juga pencitraan Brigadir Jenderal Polisi Sriyono. dan meninggalkan nilai-nilai moral untuk Tidak seperti acara-acara wisata mencapai hasil akhirnya. “Betapa mahalnya nurani lainnya yang pernah diselenggara- kejujuran di negeri ini,” lanjutnya. kan di berbagai daerah di Nusa Tenggara Fakta-fakta yang negatif dalam memBarat, wisata nurani yang diikuti oleh bangun karakter generasi muda yang terjadi para guru dan kepala sekolah ini, mem- selama ini dan sebenarnya diketahui oleh berikan harapan baru akan perubahan semua orang dibuka secara terang-terangan. karakter dunia pendidikan, khususnya Dari sanalah Sriyono berpijak, untuk mengadi wilayah Dompu, dalam satu gerakan jak para guru di Dompu ini menuju langkah perubahan yang dikemas dalam konteks baru, yakni langkah perubahan. Perubahan wisata nurani ini. ke arah yang lebih baik. Menuju revolusi Wajah muram pendidikan kita, menjadi mental (khususnya dalam dunia pendidikan) pembuka dalam modul yang dibawakan yang tengah digaungkan oleh Pemerintah Master Trainer NAC Polri ini. Berbagai RI saat ini. kecurangan dalam dunia pendidikan khususMembangun kesadaran bersama untuk nya dalam pelaksanaan Ujian Nasional, menuju perubahan, memang tidak gamdi mana sekolah berperan aktif dalam pang. Namun, sebagai seorang motivator, kecurangan tersebut seperti salah satunya Sriyono terlihat sangat serius dalam hal ini. pemberian kunci jawaban kepada siswa Tidak kurang satu setengah hari, ia berdiri peserta UN, menjadi ironi dalam dunia di depan para pejabat daerah Dompu dan pendidikan. “Anak-anak kita, diajarkan un- anggota DPRD Dompu pada hari pertama tuk curang bahkan dimulai dari sekolah,” yang dimulai dari pukul 08.00 wita hingga ungkap Sriyono. Ia lalu memutar sebuah pukul 21.30 wita. Dan dilanjutkan keesovideo berkaitan dengan hal tersebut. Video kan harinya di hadapan sekitar 600 guru yang menampilkan cuplikan tayangan Kick Andy yang menghadirkan seorang guru yang berjuang menolak segala bentuk keikutsertaan guru dalam kecurangan UN dengan menjadi “Tim sukses” UN. Tim ini terdiri dari guru-guru yang diminta untuk mengerjakan soalsoal UN dan hasilnya akan dberikan kepada para siswa. “Sadarkah kita semua, bahwa hal itu adalah proses membangun karakter buruk Kapolda NTB, Brigjen. Pol. Sriyono (kanan), Bupati Dompu, H. Bambang bagi siswa yang notabene Yasin (tengah) dan Dirbinmas Polda NTB, Kombes. Pol. Suwarto

Peran Guru Cegah Konflik Sebagai daerah yang kerap terjadi konflik horizontal, Sriyono mengingatkan bahwa lewat pendidikan anak-anak negeri ini khususnya di Dompu, bisa dicegah dengan peran serta para guru untuk saling mengingatkan. “Peran guru bisa sangat berarti dalam mendidik anak-anak negeri untuk menjadi generasi berkarakter sehingga mereka tidak mudah terprovokasi untuk tawuran antar kampung,” katanya. Dompu termasuk salah satu daerah yang memiliki respons yang sangat baik terhadap kegiatan wisata nurani sebagai wujud upaya dalam melaksanakan revolusi mental, yang dimulai dari diri sendiri, dimulai dari yang kecil-kecil dan dari sekarang. Adalah Bupati Dompu, H. Bambang Yasin, yang mengikuti kegiatan ini beberapa kali dari awal hingga akhir tanpa sedikit pun beranjak dari ruangan kegiatan. Bambang mengaku sangat tertarik

dengan kegiatan semacam ini sekaligus memberikan dukungannya terhadap Polda NTB dengan mengerahkan seluruh pejabat daerahnya hingga guru dan kepala sekolah se-Dompu. “Perubahan karakter dan revolusi mental adalah salah satu program saya sejak dulu. Hanya saja, selama ini saya belum menemukan caranya. Maka dengan adanya wisata nurani ini, saya sangat senang akhirnya bisa bekerjasama dengan Pak Kapolda, dalam upaya menuju perubahan ini,” ujar Bupati yang betah berada di tengah para pejabat dan guru-guru selama kegiatan berlangsung. Karena keseriusan dukungannya inilah, menurut Sriyono, Dompu direncanakan sebagai salah satu wilayah yang akan menjadi role model wisata nurani ke depan. Sembari berpamitan, Sriyono berharap agar semakin banyak sosok yang bisa menjadi teladan bagi anak-anak Indonesia. -Naniek I. Taufan

Kegiatan wisata nurani di Kabupaten Dompu

dan Kepala Sekolah se-Kabupaten Dompu, mulai dari pukul 09.00 wita hingga pukul 13.00 wita. Ia memberi contoh yang merupakan fakta lapangan yang ditemukan dalam ujian penerimaan brigadir di Polda NTB. Berdasarkan syarat administrasi NEM peserta minimal 5,6. “Anak-anak kita bahkan banyak yang memiliki NEM rata-rata 6 dan 7, sedangkan yang memiliki NEM rata-rata 8, lebih banyak lagi bahkan banyak pula yang NEM rata-rata 9,” katanya. Tapi apa yang terjadi, lanjutnya, saat tes akademik yang soalnya diambil persis seperti soal yang diujikan Kemendiknas, nilai-nilai tes ternyata jauh di bawah dugaan dengan melihat cemerlangnya NEM para peserta. “Yang mendapat nilai rata-rata 5 cuma segelintir peserta. Dengan begitu kami turunkan standarnya menjadi rata-rata 4, masih sama, hanya sedikit yang bisa memenuhinya.

Berikutnya diturunkan lagi menjadi 3,9. Itupun dari 650 polisi yang dibutuhkan hanya bisa tercapai 400 orang. Sisanya untuk memenuhi kebutuhan 250 terpaksa diambil dari Jawa dan Bali,” katanya. Kenyataan-kenyataan seperti inilah yang diupayakan untuk disadari dan diubah demi melahirkan anak-anak yang berkarakter. “Dan itu harus dimulai dari Bapak dan Ibu guru semua,” ujarnya. Untuk lebih menumbuhkan semangat perubahan, Sriyono lalu memutar lagu Ibu Pertiwi dan Indonesia Pusaka, guna menyentuh hati para pendidik. Para pendidik ini menyanyikan bersama lagu tersebut dengan semangat. Sebuah lagu yang disertai gambar-gambar mengenai kemiskinan di negeri ini, ditayangkan dengan cukup menyentuh dalam lagu Suara Kemiskinan, Franky Sahilatua. Beberapa guru terlihat menyeka air matanya menyaksikan kenyataan bangsanya.

PELITA BANGSA MENUNTUN MASA DEPAN GEMILANG

Sabtu (13/6), bertempat di Hotel Aston Gatsu Denpasar, seluruh siswa-siswi yang telah menyelesaikan pendidikan dari jenjang PAUD, SD dan SMP Sekolah Pelita Bangsa melaksanakan ceremoni pelepasan yang mengusung tema “Achieve a Better Future”. Dra. Maria Suprindah Santi selaku ketua panitia dalam laporannya mengWisudawan/wisudawati TK, SD, dan SMP harapkan melalui pendidikan yang telah diperoleh selama belajar oleh Leilani Nathania. Perwakilan kepala sekolah, Luh Made di sekolah Pelita Bangsa hingga berhasil lulus dan menerima ijazah, merupakan Rus Preti Dewi, S.S. menyampaikan ucahal yang nantinya dapat menjadi semangat pan terima kasih kepada seluruh orangtua untuk selalu belajar, pantang menyerah siswa atas dukungan dan perhatian mereka sampai ke jenjang pendidikan yang paling kepada putra-putrinya, sehingga anak-anak tinggi sesuai dengan keinginan, harapan dan mampu berkembang sesuai minat dan bakat. Yang secara tidak langsung pula turut cita-cita mereka. Adapun tujuan dari diadakannya acara ini mengharumkan nama sekolah Pelita Bangsa adalah sebagai penghargaan kepada siswa- yang tercinta hingga ke tingkat Provinsi siswi yang telah lulus menempuh jenjang pen- dalam bidang Olahraga yang mampu diraih didikan sehingga menjadi kenangan terindah oleh Leilani Nathania sebagai Juara II 100 m gaya dada dan 200 m gaya dada pada dan mencintai almamater sekolahnya. Acara pelepasan di jenjang PAUD Kejuaraan Porprov Bali. Pada kesempatan merupakan angkatan IX, SD angkatan V, ini pula, disampaikan rasa terima kasih dan jenjang SMP merupakan angkatan sebesar-besarnya untuk jajaran pendidik VII. Sebagai siswa berprestasi pada tahun dari jenjang PAUD hingga SMP karena pelajaran ini berhasil diraih oleh Keiko cinta dan bimbingannya selama ini hingga Sophie Koswara dari tingkat TK, dan I mampu menuntun anak-anak untuk meraih Putu Ngurah Anom Pudja Sedana Suputra masa depan gemilang sesuai dengan tema untuk tingkat SD. Sedangkan SMP diraih malam tersebut. –ten


20

Nine

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Di ruang tamu rumahnya, Triana Wulanndari (32), sibuk membolak-balik, memeriksa, dan memperbaiki sembari mengisi ulang kolom-kolom yang salah pada tumpukan kertas data yang begitu banyak. Ia adalah salah seorang Petugas Lapangan Keluarga Berencana di UPT BPPKB (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana), Kecamatan Bolo, Bima. Ia terlihat detil memperbaiki data yang sebelumnya telah diisi enam kader pendata dan satu orang supervisor di Desa Kananga, desa yang menjadi wilayah kerjanya sejak lima tahun terakhir ini.

I

a sengaja membawa pulang pekerjaan kantornya untuk dikerjakan di rumah, demi menjaga akurasi dan kebenaran pengisian data dalam form-form resmi yang dikeluarkan oleh BKKBN Pusat itu.

PLKB Sukseskan Pendataan Keluarga Untuk tetap menjaga kestabilan jumlah pertambahan penduduk atau agar tidak terjadi ledakan jumlah penduduk yang berlebihan sehingga tidak terkendali, membuat pemerintah khususnya yang menangani bidang Keluarga Berencana, terus gencar mengampanyekan program KB. Kader-kader KB hingga di desa-desa bahkan door to door mendatangi ibu-ibu untuk menyosialisasikan KB secara aktif. Selain bersosialisasi tentang KB, pelayanan pemasangan alat kontrasepsi secara gratis dilakukan dengan berbagai cara seperti, pelayanan keliling ke Posyandu, atau bertepatan dengan momentummomentum seperti HKG-PKK (Hari Kesatuan Gerak PKK), BBGRM (Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat) dan lainlain. PLKB/PKB dan kader-kader inilah yang menjadi kunci sukses pendataan keluarga ini. PLKB (Petugas Lapangan Ke-

Ibu Supiartha in Memoriam

Sosok Perempuan Pendidik Itu Telah Berpulang Berita duka atas berpulangnya Dra. Ni Luh Suwarni diketahui Tokoh lewat harian Bali Post, Minggu (31/5). Almarhumah yang lebih karib kami sapa Ibu Supiartha ini, meninggalkan kesan mendalam bagi Tokoh. Ia sempat terlibat dalam penjurian Pemilihan Ibu Teladan Bali 2005 dan 2008 yang dihelat Tokoh bekerjasama dengan beberapa instansi dan organisasi wanita di Bali, salah sat u nya TP PKK Provinsi Bali.

Ibu Supiartha

Kala itu, Ibu Supiartha merupakan perwakilan dari PKK Provinsi. “Beliau itu sangat bersemangat sekali. Di antara juri-juri lain, beliau yang paling pertamakali hadir kumpul di kantor,” ucap Ketua Panitia Ibu Teladan dari tim Tokoh. Ketokohan Ibu Supiartha juga dirasakan warga Desa Celuk Banjar Celuk, Gianyar, tempat ia tinggal. Salah seorang warga Celuk, Putu Adnyani yang akrab disapa Bu Bara menuturkan Ibu Supiartha adalah sosok perempuan pendidik yang memiliki loyalitas dan jiwa sosial yang tinggi. Semasa hidupnya, almarhumah aktif sebagai pembina PKK. “Masih ada satu impian beliau yang belum terwujud, dan itu sempat disampaikan kepada saya. Beliau ingin membuat sebuah komunitas yang bersifat sosial,”kisahnya. Kamis (4/6) sejak pagi rumah duka sudah dipenuhi warga. Jasad Ibu Supiartha baru pulang dari RS pukul 06.00, dilanjutkan dengan prosesi nyiramin pukul 13.00, dan ke setra (kuburan) pukul 14.30. Ratusan orang turut menghantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya. Hal ini menunjukkan betapa Ibu Supiartha sangat dicintai masyarakat Celuk.

5

Sebulan Mengasah Ilmu yang Hilang

Tidak Boleh Salah

Triana Wulanndari

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, MOH

Triana Wulanndari

Triana sadar benar, bahwa seluruh data yang akan menjadi laporannya tersebut, tidak boleh salah. “Kalau kami salah mengisi data, maka tentu akan berakibat kesalahan beruntun, misalnya dalam hal penghitungan jumlah penduduk,” ujarnya. Jika salah maka tidak akan terbaca oleh aplikasi pendataan yang sudah ada. Kelihatannya pekerjaan yang dilakukan para petugas seperti Triana ini sepele, padahal ini adalah salah satu pekerjaan yang langsung berkontribusi terhadap data penduduk secara nasional. Karena itulah setiap petugas seperti mereka harus teliti dalam bekerja. Bersama dengan rekan-rekannya di UPT (Unit Pelaksana Tugas) BPPKB Kecamatan Bolo, Bima, Triana mengawal para kader KB dalam melakukan pendataan keluarga yang terdiri dari antara lain, masalah KB, pasangan usia subur, keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera, klasifikasi usia mulai dari balita, remaja, lansia dan lainnya.

Inspirasi

Di Setra Banjar Celuk ini kemudian jasadnya dikubur. Menurut keterangan suami almarhumah, Made Supiartha (74) yang masih memerlukan bantuan di kursi roda, adat istiadat di Banjar Celuk untuk upacara ngaben adalah dilakukan secara massal tiap 3 tahun. “Kebetulan jadwal ngaben massalnya Agustus-September ini,” jelasnya. Upacara ngaben massal ini dilaksanakan oleh Banjar Celuk. Pendanaannya didapat dari iuran

Pelayanan KB gratis di PUSKESMAS dalam rangka BBGRM

luarga Berencana)/PKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana), dibantu kader di lapangan yang diambil dari orang yang mau menjadi sukarelawan. UPT inilah yang membina dan mengontrol para kader. Mereka yang bergerak di bidang ini kebanyakan adalah perempuan. PLKB/PKB bertugas menggerakkan untuk mengarahkan masyarakat agar mau ber-KB. Para PLKB/PKB inilah yang aktif mengontrol dan mendata peserta KB dari kegiatan yang dilakukan kader di desa-desa. Hal inilah yang membuat tingkat keberhasilan KB di Kecamatan Bolo, terbilang tinggi. Ini terlihat misalnya pada salah satu desa yakni Desa Kananga yang dipegang oleh PKB bernama Triana Wulanndari. Anna, panggilan akrabnya, yang sudah menjadi PKB selama enam tahun terakhir mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam mengajak masyarakat untuk ber-KB. “Kesadaran masyarakat khususnya Desa Kananga yang menjadi wilayah kerja saya, cukup tinggi. Karenanya dari seluruh pasangan

usia subur di desa ini, 85% sudah berhasil ber-KB,” kata Anna. Sisanya15% yang belum/tidak ber-KB lebih karena alasan ingin memiliki anak segera dan sedang hamil,” ujarnya. Mereka yang menjadi sasaran pendataan dari petugas KB ini adalah seluruh pasangan usia subur. Pendataan keluarga yang dilakukan BKKBN serentak di seluruh Indonesia, dari tanggal 1 Mei31 Mei 2015. “Yang membedakan pendataan tahun ini dari pada tahun-tahun sebelumnya adalah, lebih simple dan spesifik sehingga mempermudah pendata dan yang didata, pertanyaan lebih mudah dimengerti,” ujar Anna. Tidak adanya hambatan yang berarti selama ia menjalankan tugas di desa ini, lebih karena terjalinnya kerjasama yang baik dengan mitra kerja, seperti, bidang desa, Kepala Desa (sebagai Pembantu Pelaksana KB desa), para kepala dusun sebagai Sub PPKBD, tokoh masyarakat, tokoh agama, babinsa, terutama kader KB. “Para mitra ini sangat sangat membantu dalam menyukseskan program KB ini,” katanya. - Naniek I. Taufan

wajib yang dikumpulkan warga. Jumlahnya memang tidak banyak, hanya Rp 10 ribu per KK, setiap bulan. Karena memang tujuannya adalah untuk rasa kebersamaan dan saling membantu di antara warga Banjar Celuk. Namun, di luar itu, banyak juga warga yang memiliki perekonomian lebih, memberikan dana sukarela. Almarhumah adalah Pensiunan PNS Gianyar yang menamatkan pendidikan S1-nya di Wira Bakti jurusan Administrasi Negara. Ia aktif dalam organisasi PPTI (Perkumpulan Pemberantas Tuburkolosis Indonesia), PKK Bali dan Kabupaten Gianyar, dan bahkan pernah menjadi Anggota Dewan di Kabupaten Gianyar tahun 1978-1982 ini. - tim tokoh Made Supiartha menerima ucapan duka cita

Dirikan PAUD Kumara Jaya Celuk

Sosok Supiartha memang sangat energik dan tak bisa diam, meski usianya sudah kepala tujuh. Made Supiartha menuturkan, sebulan sebelum kepergiaannya, ia bersama almarhumah mengunjungi keluarga di Singaraja sembari membawa lauk pauk yang dimasaknya sendiri untuk dibagi-bagikan. Sekembalinya dari sana, kondisinya tidak sehat dengan gejala mual dan muntah-muntah. Rabu (6/5), Ibu Supiartha dilarikan ke RS Ganesha untuk mendapat perawatan sementara. Karena kondisinya terus merosot, kemudian dirujuk ke RS Sanglah dengan diagnosa serangan jantung penyempitan 3 titik pembuluh darah. Ibu Supiartha menjalankan pemasangan ring perawatan 6 hari di RS ini, selanjutnya diperbolehkan pulang berkumpul kembali dengan keluarga.

Kamis, (28/5) sakit Ibu Supiartha kembali kambuh. Keluhan sakitnya pada dada, yang kemudian dilarikan lagi ke UGD Jantung RS Sanglah. Sekitar pukul 01.00, dokter mengecek kondisi kesadaran Ibu Supiartha. Kondisinya terus menurun, sampai akhirnya Tuhan berkehendak lain. Jumat (29/5) pukul 13.00, Ibu Supiartha dipanggil Sang Pencipta. Berpulangnya Ibu Supiartha ke peristirahatan terakhirnya ini meninggalkan seorang suami (drs. Made Supiartha), empat orang anak (dr. Putu Wira Putra, Made Wira Widiana, Nyoma Ayu Wiratini, S.Sos., Ketut Catra Wiguna), empat menantu (dr. Ni Ketut Putri Ariani, Sp.KJ., Ni Ketut Yasmini, IGN Aribawa, S.Sos, Sang Ayu Senawati), dan 12 cucu. “Sebelum meninggal, Ibu sempat menciptakan lagu untuk PAUD Kumara Jaya Celuk

yang didirikannya 5 tahun lalu, yang dinyanyikan oleh cucunya Gst Ayu Pitri Lukita Sari,” ungkap Made Supiartha. Di mata salah seorang menantunya, sosok Ibu Supiartha sangat konsen terhadap pendidikan anak. “Beliau masih dalam keadaan sakit pun, masih memikirkan anak-anak PAUDnya. Ketika di RS disajikan puding, beliau langsung menanyakan dimana beli puding. Katanya, makanan itu cocok untukdiberikan kepada anak-anak PAUD,” kisahnya. Ketika sudah beristirahat di rumah pun, menurut keterangan menantunya itu, Ibu Supiartha masih sempat mengurus PAUD, meskipun dikerjakan dari rumah. Dan, ia pun sudah mendelegasikan tugas-tugasnya di PAUD. Selamat jalan Ibu Supiartha, semangatmu tetap berkibar di jiwa kami. – tim tokoh

Dokter urusannya bidang kesehatan. Kalau ada hobi lain di luar bidang itu, tentu hal biasa. Kalau punya prestasi, luar biasa. Ini yang dilakoni Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, MOH yang punya banyak prestasi di bidang sastra Bali. Adiputra lahir di Banjar Selat Peken, Desa Selat, Kecamatan Susut, Bangli. Desa tempat tinggalnya ini pada masa lalu termasuk desa terisolair karena dikelilingi tukad dan pangkung. Keluarga Adiputra termasuk keluarga terpandang karena ayah dan kakeknya pemimpin desa yang dijuluki Jro Mekel. “Kakek saya Jro Mekel Lingsir seorang rohaniawan, sastrawan, dan balian. Beliau tinggalnya di Gedong. Tidak semua orang boleh masuk ke gedong. Dalam gedong juga tersimpan pratima,” kenang pria kelahiran 11 Desember 1947 ini. Dari kecil Adiputra sudah dekat dengan kakeknya. Ia belajar kesusastraan. Walaupun belum lancar membaca tetapi ia sudah hapal Sekar Alit. “Waktu kelas 2 SD saya dipanggil kakek, disuruh buat rerajahan. Ternyata saya bisa, lalu diperciki titra. Sejak itu, saya menjadi asisten kakek dan sering diajak pergi ke luar desa,” ujarnya. Sang kakek sering bercerita dan memberi nasihat kepada Adiputra tentang berbagai hal. Perjalanan jauh melintasi pinggiran sungai pun tak terasa karena mereka asyik bercerita. Selain piawai seni sastra dan

Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, MOH

seni tabuh, Adiputra juga jago mengukir. Ia bisa mengukir wayang stil Kamasan dan membuat patung Merdah dari tanah liat. Saat SD, Adiputra juga berhasil membuat candi bentar sekolah dengan bahan bambu. Dari semua bidang kesenian itu, kekawin menjadi spesialisasinya. Tamat SD, Adiputra melanjutkan ke SMP Negeri Bangli. Perjalanan ke sekolah ia tempuh 1 jam dan melewati 5 tukad. Kalau hujan, perjuangan menuju seko-

lah menjadi lebih berat. Namun, semua dilalui Adiputra dengan senang hati. Prestasinya saat SMP cukup unik. Setelah setengah semester di kelas I, Adiputra dibebaskan dari pelajaran Bahasa Bali. Alasannya, ia mendapat nilai terbaik menulis aksara Bali, menjadi contoh dalam mencongak aksara Bali dengan benar, mendapat pujian dalam mengarang kebersihankesehatan menggunakan Bahasa Bali, menguasai semua tembang Sekar Alit, dapat membawakan Sekar Madya (kidung Tantri), dan dapat membawakan Sekar Agung. Prestasinya di masa SMA di SMAN Denpasar juga tak jauh dari kesenian. Adiputra mampu membuat ukiran wayang kulit anoman dan gambar wayang gaya Kamasan. INGIN JADI TENTARA Tamat SMA, putra pasangan I Wayan Sampan-Ni Ketut Darma ini ingin masuk Akademi Militer Nasional (AMN). “Saya maunya masuk AMN karena ingin membebaskan orangtua dari biaya pendidikan. Dari hasil tes, saya termasuk 7 orang yang lolos. Surat panggilan waktu itu dikirim ke kantor Bupati Bangli. Ternyata orangtua saya tidak merestui saya jadi tentara. Mereka menyuruh saya sekolah kedokteran. Kakek saya juga juga punya obsesi yang sama, mungkin biar ada penerusnya di dunia kesehatan,” kenang Adiputra. Akhirnya Adiputra pun masuk Kedokteran Universitas Udayana tahun 1966 dan tamat 1975. Selama kuliah, ia mengabdi di Jero Gelogor dan sangat disayangi keluarga Jero Gelogor. Ia menjadi mahasiswa teladan pertama Universitas Udayana. Ia punya kenangan unik juga karena tamatnya

Prof. Adiputra saat ngayah sebagai pragina

mundur dua bulan untuk mendapatkan gelar mahasiswa teladan yang diberikan Dekan FK Unud ketika itu, Prof. Dr. I.B. Oka tepat pada tanggal 17 Agustus 1975. Dua hari kemudian, ia disumpah sebagai dokter. Adiputra yang awalnya ingin kembali ke Bangli diminta untuk menjadi dosen di almamaternya. Perjalanan karier Adiputra pun dimulai dari menjadi staf pengajar. Pendidikan pascasarjana diikutinya di Fakultas Kedokteran Hongkong (1978-1979), pendidikan Master di Institute of Public Health University of The Philippine (1982-1983). Pendidikan doctoral diselesaikan di Universitas Airlangga, Surabaya tahun 1992 dan sejak tahun 1993 diangkat sebagai guru besar tetap FK Unud. Ia juga banyak meneliti bidang fisiologi olahraga, ergonomis, pengobatan tradisional Bali, dan pembangunan berkelanjutan. Pada suatu ketika, setelah 10 tahun menjadi dokter, ada pesantian. Adiputra yang diketahui

punya latar belakang seni sastra diminta untuk menyumbangkan suara. Ternyata, Adiputra merasa kemampuannya mekekawin sudah berkurang. Ia pun menghadap PD II Fakultas Sastra untuk diperbolehkan ikut kuliah karena ingin “mengembalikan” bahasa Balinya. Ternyata Adiputra tidak diizinkan. “Saya lalu mendatangkan salah satu paman untuk mengajar. Hasil latihan saya rekam, lalu saya beli buku-buku kekawin. Dalam satu bulan saya bisa lagi. Kemampuan saya mekekawin sudah kembali. Begitu ada tawaran, rarisan Pak Dokter, saya langsung tampil,” ujarnya sambil tersenyum. Ia juga sering ikut megambel jika ada kegiatan upacara di kampung halamannya. Tak hanya piawai mekekawin, Adiputra juga sudah membuat beberapa kekawin, diantaranya kekawin Universitas (Udayana Maha Widya) tahun 1993, Bali Dwipa (1996), Bali Sabha Lango (1997), Raja Patni Mokta (1998), Sanghyang Kala-Kali (1996), Calonarang (2001), Sura Asura Ranangga (2013), dan Bali Weragyotama (2014). Tahun 2015, ia sudah berencana membuat kekawin Chandra Bherawa. Keaktifan ayah tiga anak, dr. I Putu Anda Tusta Adiputra, Sp.B.O.(K), Dr. Luh Made Indah Sri Handari Adiputra, S.Psi,M. Erg, dan I Nyoman Arik Atmawia, SST., Par ini dalam bidang sastra Bali mendapat perhatian pemerintah. Tahun 2006 Adiputra mendapat penghargaan Sastra Nugraha dalam karya sastra Bali klasik dari Dinas Kebudayaan Bali. –Ngurah Budi


6

Nicke Widyawati

Belajar dari Tantangan Baru Beberapa pucuk pimpinan dari sejumlah pemangku kepentingan terkait berkumpul bersama di Kantor PLN Divisi Bali selama dua hari, 7-8 Juni, dalam acara “Forum Pemimpin Ketenagalistrikan II: Mencari Solusi Permasalahan Pengadaan Lahan dan Perizinan untuk Program Pembangunan ­Ketenaglistrikan 25.000 MW”. Salah satu pucuk pimpinan yang datang, adalah Nicke Widyawati, Direktur PLN. Perempuan kelahir­an Tasikmalaya, 25 Desember 1967 ini, merupakan satu-sa­tunya perempuan dalam direksi PLN. Seperti apa kiatnya yang diharapkan dapat memberi sentuhan segar di perusaha­an maskulin tersebut?

S

Women on Top

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

ebelumnya, Nicke merupakan Direktur Utama PT Mega Eltra, sebuah perusahaan kontraktor listrik di lingkungan holding PT. Pupuk Sriwijaya. Alumnus SMAN 1 Tasikmalaya dan Fakultas Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung itu pun pernah menjabat Direktur Bisnis di PT Rekayasa Industri, dan Vice President Corporate Strategi Unit (CSU) di perusahaan yang sama. “Kuliah di Teknik Industri ITB adalah pilihan saya, yang didukung juga oleh orangtua. Saya tertarik mengambil jurusan Teknik Industri karena memberikan wawasan yang

menyeluruh tentang pengembangan dan pengelolaan industri, sehingga dapat memberikan solusi yang terintegrasi untuk permasalahan-permasalahan industri,” kata Nicke. Sebelum masuk sebagai jabatan Direksi di PLN, Nicke mempunyai pengalaman bekerja di perbankan, di perusahaan Engineering, Procurement, Construction (EPC) untuk pembangunan pabrik-pabrik industri, serta di perusahaan trading. “Semua pengalaman-pengalam­ an tersebut telah melengkapi wawasan saya dari sisi corporate management, operational management, financial management, human

capital management, serta business management, yang dapat diterapkan di PLN,” kata Nicke. Menurutnya, pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya menjadi tantangan yang menyenangkan, karena ia sangat menyukai tantangan baru dan pembelajaran baru. Bagi Nicke, PLN adalah perusaha­an besar dengan tantangan ke depan yang luar biasa. Banyak hal yang masih perlu ia pelajari untuk menjawab tantangan kerja di PLN. ”Beruntunglah saya memiliki rekan-rekan direksi yang sangat cooperative, open mind, capable, dan saling percaya,” ucapnya. Ia menilai, seluruh jajaran di organisasi PLN adalah orang-orang yang capable di bidangnya masingmasing, dimana tugas direksi adalah mengoptimalkan, membuka, dan mengarahkan resources yang ada untuk mencapai target-target perusahaan. Sebagai direktur perempuan pertama dan satu-satunya di PLN, Nicke harus bekerja keras agar dapat membuktikan kepada semua pihak bahwa seorang perempuan layak duduk di posisi ini. “Pengalam­an saya bekerja 23 tahun di PT. Rekayasa Industri yang karyawannya didominasi oleh lakilaki, membuat saya dapat mudah beradaptasi di PLN,” ujar Nicke tentang kiat suksesnya. Kepada rekan-rekan perempuan, ia selalu mengingatkan agar lebih percaya diri dalam mengejar mimpi. Menurut Nicke, kesem­ patan bagi perempuan untuk berkarier sampai posisi puncak sangatlah terbuka, tergantung dari profesionalitas dan keberanian dari kaum perempuan itu sendiri. Target sebagai direksi PLN

salah satunya adalah menyukseskan program 35.000 MW dalam 5 tahun ke depan. Menurutnya, itu bukan target yang mudah, tapi sangat menantang dan harus dapat direalisasikan. “Negara kita perlu tambahan suplai listrik 35.000 MW ini untuk menggerakkan roda perekonomian yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Direksi PLN sudah memetakan beberapa titik sumbatan (bottleneck) yang selama ini menghambat pembangunan pembangkit listrik dan transmisi. Dukungan pemerin­ tah untuk mengurai bottleneck tersebut sangat luar biasa. Dalam 5 bulan ini beberapa regulasi sudah bergulir, yang telah menyederhanakan proses pengadaan untuk Independent Power Producer (IPP), serta proses perizinan dan pembebasan lahan yang diperlukan oleh PLN. Peningkatan kinerja pembangkitpembangkit yang ada serta efisiensi energi primer menjadi fokus utama di operasi perkuatan neraca keuang­ an, serta peningkatan kapasitas

dan kompetensi SDM, menjadi fokus utama di infrastruktur perusahaan. Ia menilai, debt to equity ratio di atas 250% menyulitkan PLN dalam mencari dana untuk investasi, se­hingga perlu dilakukan restrukturisasi hutang dan permodalan. Peningkat­an kapasitas dan kompetensi SDM juga menjadi krusial, karena dalam 5 tahun ke depan 10.000 karyawan akan pensiun, dan di sisi lain dengan tambahan 35.000 MW perlu tambahan karyawan. “Pada intinya, direksi merupakan board dengan tanggung jawab collegial, sehingga setiap direksi dalam mengambil keputusan sektoral perlu mengkaji dari seluruh aspek perusahaan, sehingga akan didapat keputus­ an terbaik bagi perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya. –Wirati Astiti

19

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

Memiliki bisnis sendiri sudah menjadi impian kedua perempuan muda, Nana dan Ogek. Bisnis online inilah yang dipilih keduanya sebagai solusi untuk memulai sebuah usaha. Menurut keduanya bisnis online inilah peluang usaha yang bisa dijalankan dimana saja dan kapan saja, apalagi sosial media yang digunakan juga cukup banyak.

Ogek

J

Nana

ika ada orang yang mengatakan bisnis online memberikan penghasilan besar dengan cepat dan mudah, kedua remaja ini menyatakan tidak sepenuhnya benar. “Untuk berhasil dalam berbisnis online tidak semudah dan sesantai yang dibayangkang orang. Seperti pesan para pakar , kami bukan hanya siap sukses tapi juga siap menghadapi kegagalan. Selain itu usaha ini juga tetap memerlukan modal baik materill maupun yang non materiil,” ujar Nana. Pemilik nama lengkap Trisnawati Witono ini mengatakan awalnya ia hanya coba-coba membantu membuatkan desain untuk tantenya yang memiliki usaha garmen. Dari sinilah kemudian terbersit keinginannya untuk memiliki merek untuk usaha sendiri. Nana yang sudah mulai usaha online tahun 2013 ini, mengaku baru di tahun 2014 ia menggunakan sosial media. “Repotnya di bisnis online produk pakaian ini susahnya kalau misalnya kain yang diperlukan sedang habis, jadi harus menunggu untuk bisa produksi. Terus agak sedih juga ketika ketemu calon pembeli dan yakin pesan, tapi akhirnya tidak jadi beli,” kata pemilik merek “dhouvu_apparel” ini. Meski demikian karena hobinya mendesain, ia merasa santai setiap kali ada ide, kemudian mulai mencari bahan hingga sibuk memotong pola sendiri.”Usaha online yang bisa diakses selam 24 jam ini sangat membantu mempercepat memasarkan karya-karya saya,” ucap Nana sambil mengatakan ingin membuka booth tanpa meninggalkan usaha online-nya. Begitu juga dengan Ogek yang mulai bisnis sepatu online tahun 2009 ini, sependapat dengan Nana kalau bisnis online pun perlu modal.

Siapa Cepat Dia Dapat

Modal yang paling penting katanya modal non materiil, yakni memiliki keinginan kuat untuk terus berusaha, konsisten , kreatif dan selalu up to date dan pastinya pantang menyerah. Ia juga harus sabar untuk menjawab pertanyaan calon pembeli yang setiap saat bisa minta info soal produk sepatunya. Begitu juga yang namanya modal materiil, lanjut Ogek harus punya. Sebab, bisnis online bisa dijalankan kalau punya koneksi internet, dan ini pasti butuh modal, walaupun nilainya tak terlalu besar, ini tetap harus diperhitungkan sebagai modal yang dikeluarkan termasuk unutuk produksi. “Tapi dengan banyaknya sosial media yang bisa digunakan saat ini, kita seperti orang punya toko yang banyak. Pembelinya bisa dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri. Kalau buka toko kan pembelinya tidak seluas bisnis online, disamping saya memang belum punya modal besar,” katanya tersenyum. Selanjutnya Ogek juga mengatakan bisnis online sepatu dengan merek “MOV” yang dijalaninya juga menghadapi pasang-surut. Sebab, menurutnya saat ini saingan bisnis online yang sejenis sangat banyak. Kadang juga, ada pembeli yang hit & run, sudah nanya macam-macam sampai pesan tapi akhirnya batal. Untuk mengantisipasi hal ini, Ogek menjalankan bisnisnya dengan konsep siapa cepat dia dapat dan tidak bisa booking tanpa DP. “Sesekali saya juga ikut mencoba pameran, di event-event tertentu yang cocok dengan produk saya,” kata Ogek yang sepatunya khas hanya warna hitam, putih, dan coklat ini. – Sri Ardhini

Cek dan Ricek sebelum Belanja Sesuai dengan perkembangan zaman, pemanfaatan IT sudah dimanfaatkan de­ ngan baik dalam berbagai bidang, misal­ nya, memudahkan berbelanja, belajar, dan mengelola perusahaan. Pemerintah juga sudah mengantisipasi terjadinya kejahatan di bidang online dengan UU ITE. Dalam bisnis online, banyak sekali perusahaan maupun perorangan yang menawarkan produknya. Namun, belum diketahui apakah toko online tersebut resmi atau tidak, kecuali ada kejadian pembeli yang tertipu, baru bisa ditindak­ lanjuti. Selama belum ada laporan, tidak diketahui apakah itu toko online legal atau ilegal. Menurut pengamat IT dan ekonomi, Dr. Dadang Hermawan, untuk mengantisipasi terjadinya hal yang merugikan dalam berbelanja online, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, harus melihat website yang menawarkan barang. Dalam website harus dicantumkan alamat lengkap termasuk nomor telepon yang bisa dihubungi. Kedua, lakukan checking bisa melalui Google, atau mencoba menghubungi contact person yang dicantumkan. “Karena walaupun bertransaksi online, tetap kita harus tahu alamatnnya. Cek dan ricek, kalau terjadi sesuatu, bisa kita telusuri,” kata dosen Pascasarjana Unud ini. Ketiga, berbelanja di toko online yang sudah mendapatkan referensi dari teman, keluarga, atau kolega. “Artinya, sudah ada orang yang

Online

berbelanja sebelumnya dan transaksi berhasil. Ada beberapa toko online yang sudah resmi, misalnya, OLX, tokopedia, bisa dipertanggungawabkan,” ucap Ketua STIKOM Bali ini. Dalam pembayaran, ia juga menyaran­ kan, lebih aman menggunakan kartu kredit dibandingkan kartu debet. “Biasanya, pembayaran dengan kartu kredit, ada konfirmasi dari bank yang mengeluarkan kartu kredit begitu transaksi dilakukan. Kalau Anda tidak bertransaksi, bisa hubungi nomor berikut. Artinya, disamping pengamanan dari penjual, ada juga pengamanan dari bank yang mengeluarkan kartu kredit. Jadi lebih aman kartu kredit karena ada beberapa prosedur yang harus dilewati,” kata Dadang. Namun, ia menegaskan, masalah penipuan tidak hanya muncul di bisnis online. Dalam bisnis offline juga bisa, ini tergantung moral kita. Masalah moral itu sangat penting. Karena itu, di STIKOM Bali, berkali-kali diberikan mata kuliah yang menyangkut urusan moral, seperti Agama, Pancasila, PPKN, Etika Profesi, dan pembekalan motivasi. “Tujuannya, lewat pendekatan agama membawa mereka ke moral yang baik. Berbahaya sekali orang yang me­ nguasai IT dan hacker tapi moralnya kurang baik, bisa repot,” kata Dadang. –Wirati Astiti

Prospek Menggiurkan Bisnis Kurir Perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia melesat pesat dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data Brand&Marketing Institute (BMI) Research total nilai transaksi belanja online di tahun 2014 mencapai Rp 21 triliun. Melihat perkembangan yang luar biasa ini, diperkirakan total nilai transaksi tahun ini akan mengalami peningkatan dua kali lipat dari sebelumnya. Moncernya e-commerce tentu tak lepas dari meningkatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia. Berdasarkan riset APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) yang bekerja sama dengan PusKakom Universitas Indonesia, hingga tahun 2014 pengguna internet telah mencapai 88,1 juta atau 34,9% dari total jumlah penduduk Indonesia. Sementara BMI Research memperkirakan, persentase mereka yang melakukan belanja online sekitar

24% dari total jumlah pengguna internet. Pesatnya pertumbuhan ecommerce ini juga ikut mendongkrak bisnis lainnya. Salah satunya yang ikut berjaya adalah bisnis di bidang logistik atau pengantaran barang. Bisnis e-commerce sangat tergantung pada logistik atau pengantaran barang. Dengan tumbuhnya e-commerce, bisnis jasa kurir pun ikut berkibar. Bukan hanya perusahaan-perusahaan besar yang menikmati ‘kue logistik’ tapi juga perusahaan kecil, bahkan para pemula yang baru mencoba terjun ke bisnis ini. Tak heran kalau saat ini bermunculan pemain-pemain baru di bidang bisnis kurir. Perusahaanperusahaan yang tadinya tidak memiliki unit kurir pun akhirnya membuka unit kurir demi untuk

ikut menikmati kinclongnya bisnis e-commerce. Menurut Nofrisel, Direktur Teknik dan Pengembangan PT

Bhanda Ghara Reksa, dalam lima tahun terakhir ini bisnis online mengalami perkembangan pesat dan hal ini memberi kontribusi besar bagi pendapat bisnis kurir. Saat ini sekitar

30-40% pendapatan perusahaan pengiriman didapat dari bisnis online. “Sekitar 30 sampai 40 persen kontribusi pendapatan (perusahaan pengiriman) dari bisnis online. Itulah mengapa bisnis kurir memandang penting media sosial terutama bisnis online shop,” ujarnya. Pesatnya perkembangan bisnis online ini, katanya, tak akan mampu ditangani oleh satu atau dua perusahaan besar saja. Dalam perkiraannya, perusahaan pengiriman besar hanya menguasai tidak lebih dari 20% dari pasar secara keseluruhan. Ini artinya peluang bisnis ini masih terbuka lebar bagi mereka yang berminat terjun di bidang jasa pengiriman barang. “Pertumbuhan online shop mencapai 150 sampai 200 persen per tahun sehingga tidak mampu ditangani satu perusahaan besar,”

ungkap Nofrisel. Dalam bisnis ini, tambahnya, tidak ada yang mendominasi, tidak ada market leader. “Perusahaan dengan nama besar saya kira hanya menguasai 15-17% pasar,” kata Nofrisel saat peluncuran unit usaha BGR Ekspress, baru-baru ini. Tentang meningkatnya pertumbuhan bisnis kurir karena e-commerce juga diungkap oleh Zaldy Ilham Masita, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI). Menurutnya, kontribusi e-commerce di sektor logistik sangat besar. Dalam lima tahun terakhir, sektor jasa kurir logistik mengalami pertumbuhan rata-rata 35% per tahun. Pertumbuhan terbesar berada di wilayah Jabodetabek dan Jawa. “Sektor kurir sempat mengalami masa suram karena banyak yang beralih dari pos atau surat ke surat elektronik. Tapi dalam lima tahun terakhir, sektor ini kembali maju pesat karena ecommerce,” jelasnya. –Diana Runtu


18

Life

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

Duta Endek Denpasar

Dan Semarak Pesona Busana Endek

Pemenang Kategori Sekolah Berpasangan: Juara 1: SMAN 7 Denpasar Pasangan Nanda Priantara & Trisha Yunita Juara 2: SMAN 8 Denpasar Pasangan Restu Wiguna Aridita & Gusti Ayu Agung Diah Astuti Juara 3: SMAN 2 Denpasar Pasangan Putu Riyon Sumardhika & Ni Made Pramiswari Sunya D.P Kategori Umum Putri Juara 1: Luh Putu Dewi Pradnyanitya Pastini Juara 2: Ni Luh Putu Lilyk Rahmawati Juara 3: Vivi Kategori Umum Putra Juara 1: I Gusti Agung Malishy Juara 2: I Gusti Bagus Teguh Pramana Juara 3: A.A.Ngurah Bagus Semara Juara Favorit Berpasangan SMA 3 Denpasar Bambang Gde Yuna Artha & Made Aida Pradnyadevi

K

endek itu bakal diajak langsung ke lokasi pertenunan endek milik desainer tekstil I Gusti made Arsawan di Bale Timbang, Penatih, Denpasar agar lebih mengenal bagaimana pro­ ses pembuatan endek.”Dari kegiat­an lomba ini saya harap dapat menjaring generasi muda yang dapat meneruskan tugas dan tanggung jawab dalam upaya pelestarian endek,” katanya. Selanjutnya, Ketua Umum Duta Endek Kota Denpasar AA Bagus Magha Sambhara menambahkan jika dalam lomba fashion show yang pertama kali dilaksanakan oleh Duta Endek Denpasar ini, peserta juga belajar memilih endek yang benar dan pintar memodifikasinya. Lomba fashion endek ini juga, kata Agung Sambhara akan menjadi agenda tahunan mereka. Sebab, mereka ingin menunjukkan bahwa kegiatan para Duta Endek, bukan hanya sebatas fashion show saja, tapi juga belajar untuk menjadi seorang entre­ preneur. -ard

Dengan penuh penyesalan, Titian (47), bersimpuh di kaki ibundanya yang kelihatan sudah sangat sepuh. Ibu yang menangis tiap hari untuknya selama hampir seperempat abad. Menangisinya ketika ia lebih memilih laki-laki yang akhirnya menjadi suaminya dengan memutuskan mengubah keyakinan­ nya untuk mengikuti keyakinan suaminya. “Atas pilihan Kak ­Titian, yang paling terpukul waktu itu adalah ibu kami,” ­ungkap Parlinah, salah seorang adik kandung Titian. tkh/net

S

Inovasi dan Kreativitas Meningkat etua Panitia Lomba Fashion Casual Endek Modifikasi, I Putu Parta Guna Raditya didampingi Sekretaris Panitia I Kadek Yogi Wisnu Saputra, mengatakan motivasi diadakannya lomba fashion tersebut yakni untuk semakin meningkat­kan kecintaan dan kepeduli­an generasi muda terhadap endek, sekaligus pula turut melestarikan produk budaya lokal tersebut. Selain itu kata Parta, mereka ingin mencari bibit-bibit Duta Endek yang berpotensi di bidang modeling serta menggali kreativitas kalangan anak muda dalam merancang busana endek yang benar-benar kasual dan siap pakai untuk kegiatan seharihari, sebagai­m an tag line yang mereka genggam selama ini yakni “ Endek Kita Punya, Kita Pakai dan Kita Bangga”. Dikatakannya pula kalau tiga pemenang dalam lomba fashion show

7

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

Kembali ke Pelukan Ibu setelah Kanker Payudara

Pemenang Lomba Fashion Show Casual Endek

“Inspire and Harmony of Wastra” adalah tema yang diusung Duta Endek Kota Denpasar pada pagelaran Lomba Fashion Show Busana Casual Endek Modifikasi, Minggu (7/6) di Gedung Sewaka Dharma, Denpasar. Lomba busana untuk remaja putra dan putri ini, dibuka secara langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Denpasar, IA Selly D. Mantra, yang ditandai dengan pemukulan gong.

Story

Dalam Lomba Fashion Busana Casual Endek pekan lalu tersebut, penilaian terhadap 47 peserta dalam 3 kategori. Yaitu, Kategori A. Berpasangan untuk Siswa SMA/SMK , Kategori B. Umum Putri, dan Kategori C. Umum Putra ini dilakukan oleh tiga orang juri. Mereka adalah Tjok Abi (desainer Bali ), Feronica Cory (­model), dan Tude Togog (desainer). Tjok Abi, salah seorang juri menyoroti mengenai busana berbahan endek yang dikenakan peserta. Untuk kategori berpasangan tingkat SMA/SMK, katanya rata-rata desainnya sudah sesuai dengan kriteria busana endek kasual bebas. Namun untuk yang kategori umum, baik untuk putra maupun putri, masih banyak di antara mereka yang mengenakan desain busana cenderung ke arah semiformal, bukan murni kasual bebas. Namun, dikatakannya soal penyelenggaraan lomba, melihat jumlah peminat dan antusiasme keikutsertaan mereka,Tjok Abi menyatakan acara yang digelar oleh Duta Endek Kota Denpasar tersebut berjalan sukses . Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Denpasar IA Selly D.Mantra didampingi Kabid Per­ dagangan Dinas Perdagangan Kota Denpasar, IA Dewi Citrawati, S.E., M.Si., mengatakan sangat meng­apresiasi kegiatan yang dilakukan Duta Endek Kota Denpasar. “Acaranya berlangsung

sukses. Para peserta berhasil menghadirkan desaindesain yang penuh inovasi dan memang cocok dikenakan anak-anak muda. Ini berarti, endek semakin mendapat respons yang luar biasa dari masyarakat luas,” tuturnya. Namun, lanjut istri Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra yang juga penggagas acara pemilihan “Duta Endek Kota Denpasar ini”, mereka tidak boleh puas begitu saja. Perkembangan dan semakin meningkatnya minat generasi muda terhadap endek ini perlu terus dijaga bahkan terus dikembangkan, salah satunya, dengan menggelar lomba itu. Selly D. Mantra juga menyatakan kebanggaannya atas berbagai upaya dan kegiatan yang sudah dijalankan Duta Endek Kota Denpasar selama ini. Termasuk dengan diselenggarakannya lomba busana endek tersebut, diyakininya perkembangan busana endek yang berbasis budaya tidak akan mandeg melainkan terus melaju. Meski gerakan agar anak-anak muda semakin mencintai produk lokal cukup ber­ hasil, ia tetap menekankan kepada para Duta Endek untuk tidak mudah berpuas diri melainkan terus melakukan terobosan-terobosan lainnya . - ard

elepas menyelesaikan kuliahnya di salah satu universitas negeri di Pulau Jawa, Titian pulang memperkenalkan kekasihnya pada orangtuanya dan lima saudaranya. Kedatangan mereka sekaligus merupakan awal perkenalan kekasih Titian pada keluarga besar Titian. Juga sekaligus sebagai momen lamaran secara pribadi yang disampaikan oleh kekasih Titian, sebelum lamaran resmi yang rencananya akan dilakukan keluarga kekasihnya itu beberapa bulan ke depan. Niat ini awalnya disambut baik dan diterima baik oleh keluarga besar Titian. Namun ketika tahu bahwa kekasih Titian menganut keyakinan (agama) yang berbeda dengan Titian, keluarga besar Titian menolak rencana pernikahan itu. Titian memang kecewa. Sampai setahun kemudian, upaya untuk meminta restu orangtua dan keluarga besarnya gagal, Titian yang sudah menjadi seorang pengajar itu, memilih mengabaikan keluarganya dan pergi bersama kekasihnya. “Kak Titian memohon-mohon agar Ibu memberi restu, namun ibu tetap tidak memberi restu karena selain ingin menikah Kak Titian juga akan berpindah keyakinan mengikuti keyakinan suaminya,” ujar Parlinah. Betapa hancur hati ibunya kala itu, melepas Titian yang akhirnya meninggalkan rumah, meninggalkan ibu dan ayah-

nya, meninggalkan saudara-saudaranya sekaligus meninggalkan agamanya. Ia pergi lalu menikah tanpa restu ibu dan keluarganya. Sejak itu, Titian tidak lagi pulang ke rumahnya. Karena ia tahu benar, keluarganya sudah tidak lagi menerimanya kambali. Ini memang berat bagi Titian. Parlinah bisa merasakan kegelisahan kakaknya itu. Namun apa lacur, ia telah menentukan pilihan dan ia harus menerima konsekuensi dari keputusannya itu. Titian mulai menjalani kehidupannya dengan agama/keyakinan baru. Ia rajin dan taat menjalankan agama, setaat ia pada suaminya. Sementara itu kehidupannya makin jauh dr keluarga besarnya. Titian tak dapat menyembunyikan sedihnya tatkala ia tahu tiap malam ibunya menangisi keputusannya itu. Sampai akhirnya ia memiliki anak dan memberanikan diri pulang bersama bayinya. Meski ibundanya tidak memperlihatkan marah yang ekspresif, Titian tahu ibunya sudah tertutup hatinya untuk bisa menerimanya kembali. Namun, atas keberaniannya untuk pulang, kecemasan Titian pudar manakala ibunya dengan sukarela menggendong bayinya dan tampak mau menerimanya. Sejak itu Titian bisa pulang ke rumahnya walau ia tahu ibundanya hanya menerimanya secara fisik, bukan dirinya yang telah berpindah agama. Itu terus berlangsung. Titian berada dalam

dilema, atas restu bunda yang tidak pernah bisa diperolehnya. Sampai akhirnya ia menyadari bahwa apa yang dialaminya kini karena ia membangkang pada ibunya. Suami yang dulu membuatnya banyak berkorban, kini mulai banyak menyusahkannya. Suka minum, suka main perempuan hingga senang berjudi. Lengkap sudah penderitaan Titian dengan kejatuhan ekonomi rumah tangganya. Kanker payudara juga menderanya. Ibaratnya ia sudah jatuh tertimpa tangga. “Ini terjadi setelah 15 tahun kemudian,” kata Parlinah. Suami Titian juga akhirnya pergi begitu saja setelah payudara Titian diangkat akibat kanker. Kanker itu ternyata tidak dapat diangkat hingga tuntas. “Kakak kembali terkena kanker pada payudaranya yang satu lagi. Di saat terpuruk seperti ini, yang merawat Titian adalah ibu dan saudara-saudaranya. Dari sanalah ia memahami arti cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya. Cinta dan kasih sayang seorang ibu, sejati baginya. Ia memilih menceraikan suaminya dan membawa ketiga anaknya. Menurut Parlinah, kembalinya Titian pada keyakinan yang dianutnya sejak lahir, membuat ibunya merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Apalagi kini Titian telah berhijab. “Ibu bangga sekali pada Kakak, tiap hari, meski telah sepuh, ibu sendiri yang merawat Kak Titian,” kata Parlinah. Titian

sendiri kini merasa hidupnya lebih tenang bersama anak-anaknya, bersama ibundanya dalam dalam

naungan cinta serta kasih sayang keluarga besarnya. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Mau Liburan Sendiri

atau

D

engan bersamasama merencanakan sebuah acara liburan, kita bisa belajar mengeluarkan pendapat secara positif, bisa belajar mendengarkan pendapat anggota keluarga lain, serta bisa belajar bertoleransi terhadap pilihan tujuan berlibur anggota keluarga yang lain. “Cara seperti ini bisa diterapkan untuk keluarga yang anak-anaknya sudah berumur di atas 5 tahun. Biasanya mereka sudah bisa memilih dan sudah tahu yang mana membuat mereka merasa nyaman atau senang. Untuk memutuskan kita berlibur kemana bisa dengan suara terbanyak atau mungkin dengan kesepakatan bersama. Misalnya saja, apabila tahun ini tujuan berlibur adalah pilihan si kakak, berarti tahun depan tujuan berlibur adalah pilihan si adik. Itu mengajarkan anak menghormati pendapat orang lain dan belajar menerima keputusan bersama,” ujar Made Nanda Setia Lestari, S. Psi. Staf Psikologi di Sub Bag Psikologi Instalasi Rehab Medik RS Sanglah ini menambahkan tujuan berlibur juga harus diperhatikan dan disesuaikan dgn kondisi keluarga pada saat akan berlibur. Selain harus memperhatikan cuaca dan iklim tempat berlibur juga ada beberapa hal lain. Misalnya dari umur anak, kondisi finansial, lamanya berlibur dan situasi tempat berlibur. Misalnya anak-anak dibawah umur 3 tahun tidak diajak berlibur ke tempattempat yang terlalu ramai dan harus dilihat dari segi kenyamanan juga. “Kondisi finansial juga harus menjadi perhatian utama. Berlibur pasti membutuhkan biaya. Lamanya berlibur pun disesuaikan dengan waktu bekerja orangtua. Jangan sampai pada waktu berlibur orangtua masih sibuk memikirkan pekerjaan sehingga waktu berlibur dengan anak menjadi tidak berkualitas,” ujar perempuan yang akrab disapa Ade Nanda ini. Situasi tempat berlibur, misalnya bisa dilihat kapan waktu untuk berlibur ke tempat itu. Bisa dicari waktu agar di tujuan kita berlibur tidak terlalu ramai, sehingga anak-anak dapat berlibur dengan nyaman. Selain itu mungkin bisa dipertimbangkan dari kondisi kesehatan. Misalnya kalau anak alergi dengan udara dingin mungkin lebih baik berlibur ke

daerah panas sepertt pantai. Kalau anak-anak senang dengan suasana alam seperti suasana pertanian atau perkebunan bisa diajak berlibur ke daerah perdesaan atau agrowisata. Bagi orangtua yang sudah memiliki anak-anak beranjak remaja mungkin sudah bisa melepas anak-anak untuk berlibur sendiri. Yang perlu dipertimbangkan adalah dari kemandirian dan kesiapan si anak dan tujuan berlibur si anak. Untuk berlibur sendiri ini mungkin bisa dibatasi tujuannya. Misalnya ke rumah kakek-nenek atau kerabat yang berada di lain kota. Untuk anak-anak yang sudah dewasa, berikan kepercayaan untuk berlibur ke tempat yang lebih jauh. Bisa dengan mencarikan biro perjalanan yang terpercaya dan disesuaikan dengan kesiapan dan kemandirian si anak. Anak juga bisa diajak merencanakan liburan mereka sendirian atau mengenal lokasi tujuan mereka berlibur melalui internet, misalnya peta daerah tersebut ataupun lokasilokasi yang akan mereka kunjungi. “Anak-anak yang sudah beranjak remaja sudah bisa dilepas untuk berlibur dengan teman-temannya asalkan mereka sudah bisa mandiri dan bertanggungjawab terhadap diri sendiri serta bisa mengurus keperluannya selama berlibur,” kata anggota Himpunan Psikologi (Himpsi) Bali ini. MANFAATKAN GADGET Anak-anak yang berlibur sendiri nilai lebihnya mereka bisa belajar mandiri, yaitu belajar mengurus diri sendiri, belajar bertanggung jawab terhadap barang bawaannya, bisa belajar mengatur keuangannya sendiri, serta bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Selain itu anak bisa belajar membantu teman apabila temannya mendapat kesulitan. Dan, bisa belajar bersosialisasi di lingkungan yang lebih luas. Anak juga bisa diajarkan mengenali tujuan mereka berlibur. Misalnya melalui peta atau map yang sekarang bisa dilihat di gadget yang mereka punya. Minusnya, apabila anak-anak menemukan masalah atau sesuatu hal yang tidak bisa mereka selesaikan, tidak ada orangtua yang bisa dimintai pendapat atau saran. Apabila terjadi peristiwa kehilangan benda atau perlengkapan pribadi (seperti

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Minimalis Bernuansa Tradisional

R

umah minimalis masih menjadi tren bererapa tahun terakhir. Dengan bentuk simpel, konsep ini kemudian disesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia. Untuk memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami, hadir aplikasi bukaan-bukaan besar pada jendela dan pintu. Di Bali khususnya,

Liburan Bersama? Liburan adalah hal yang paling ditunggu oleh semua orang. Karena pada saat liburan kita dapat melepaskan semua kepenatan dan stres kita selama bekerja atau sekolah. Untuk menyusun sebuah liburan, ada yang dari jauh-jauh hari sebelumnya atau mungkin tanpa rencana. Apabila kita ingin berlibur bersama keluarga lebih baik apabila direncanakan terlebih dahulu. Karena bisa saja pilihan liburan masingmasing anggota keluarga bisa berbeda.

Griya

17

beberapa arsitek memberikan sentuhan tradisional yang diaplikasikan pada pilar-pilar besar yang memakai batu bata merah gosok. Rumah minimalis milik pasutri dr. Wayan Sudirtha Yasa, Sp.OG. dan Nyoman Parmithi ini didominasi unsur kayu pada lantai yang juga dikolaborasikan dengan batu-batu alam pada struktur lainnya. –Inten Indrawati

Liburan

dompet, HP, paspor, dsb) tidak ada orangtua atau orang dewasa yang bisa dimintai bantuan. Ajari anak kemana dia harus minta pertolongan. “Liburan dengan keluarga adalah hal yang sangat menyenangkan bagi semua anggota keluarga. Apalagi jika ayah dan ibu sehari-hari sibuk dgn pekerjaan di kantor dan anakanak sibuk dengan tugas sekolah. Ini nilai plusnya bisa lebih mempererat hubungan antar anggota keluarga. Terutama untuk ayah dan ibu yang jarang berkumpul dengan anakanaknya. Bisa meningkatkan keharmonisan dalam keluarga,” ujar Ade lagi. Hal yang perlu diperhatikan adalah anak-anak yang rentan penyakit. Perlu disiapkan obat-obatan yang lengkap. Apalagi kalau berlibur ke tempat yang agak terpencil. BAWA BUKU TELEPON Plus minus liburan tanpa didampingi orangtua hampir mirip dengan liburan sendiri. Keuntungannya, anak-anak bisa lebih mandiri dalam mengurus segala kebutuhannya selama liburan baik itu masalah finansial atupun apa yang diperlukan selama liburan tersebut. Anak bisa belajar mengambil keputusan sendiri dengan segala risiko yang akan dia tanggung sendiri. Minusnya, perlu diwaspadai apabila

terjadi kecelakaan, ataupun kehilangan barang pribadi anak. Selalu berikan informasi kepada anak, kemana harus meminta bantuan apalagi itu terjadi pada mereka. Beritahukan anak untuk membawa buku kecil berisi nomor telepon penting yang bisa mereka hubungi. Hal ini sangat berguna apabila HP yang mereka bawa misalnya hilang. Liburan sendiri adalah suatu hal yang bermanfaat untuk semua orang. Karena dengan berlibur orang bisa membuat pikirannya lebih rileks dan lebih santai. Sehingga diharapkan setelah berlibur dapat beraktivitas dengan lebih baik. “Berlibur tidak harus ke tempat yang jauh ataupun yang mahal. Cukup berpergian ke pantai atau pegunungan dekat rumah sudah termasuk berlibur. Ataupun, sekadar berkumpul di rumah sambil mengerjakan hal-hal yang kita senangi dan bisa dikerjakan bersamasama dengan anggota keluarga juga bisa dikatakan berlibur,” jelas Ade. Untuk berlibur ke tempat yang agak jauh mungkin bisa dirancanakan terlebih dahulu, dan bisa diambil keputusan melalui suara terbanyak ataupun kesepakatan bersama. Disini semua anggota keluarga bisa belajar untuk bermusyawarah. Yang perlu diperhatikan dalam berlibur

Sentuhan tradisi Bali diaplikasikan dengan pemakaian batu bata merah gosok pada pilar-pilar rumah. Nuansa tradisional diperkuat lagi dengan menghadirkan pintu kayu Bali.

Ade Nanda

adalah: masalah financial, tujuan tempat berlibur, berapa lama akan berlibur, jumlah anggota keluarga atau teman-teman yang akan diajak berlibur, cuaca pada saat berlibur di tempat tujuan, usia anak-anak pada saat berlibur, kondisi kesehatan anak pada saat berlibur (mungkin perlu disiapkan obat-obatan yang biasa diberikan pada anak-anak). Apabila itu semua sudah kita perhatikan, diharapkan perjalanan liburan tersebut akan membuat semua orang senang dan rileks. - Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit DEWA YANG ADIL

Seorang petani tak henti-hentinya memikirkan nasibnya yang miskin. Ia bekerja membanting tulang untuk menghidupi seorang istri dan sebelas anaknya. Hampir tiap hari keluarga itu kekurangan maMade Taro kanan. Sang petani selalu mengalah. Makanan bagiannya dibagikan kepada istri dan anak-anaknya. Entah setan apa yang menggodanya. Suatu malam petani itu mencuri seekor ayam panggang di sebuah warung makan. Malam itu juga ia meninggalkan rumahnya, naik ke lereng bukit bersama ayam panggang curiannya. “Aku ingin menikmati ayam itu sendirian. Dengan siapa pun aku tak mau berbagi!” demikian katanya sambil mencari tempat yang aman. Di tempat itu ia mulai merobek-robek paha dan dada ayam yang gurih itu. Tiba-tiba ia melihat seseorang mendaki bukit. Orang itu mendekatinya. “Gurih benar daging ayammu!” kata orang asing itu. “Sudilah kau berbagi sedikit. Aku sangat lapar.” “Tidak! Aku juga sangat lapar. Aku berjanji untuk tidak berbagi dengan siapa pun, karena aku

Taman belakang de­ ngan pool menjadi point of interest rumah seluas 4,5 are ini. Ruang tidur utama, ruang keluarga, dan ruang makan, semua view nya mengarah ke sini.

belum pernah menikmati makanan sendirian.” Orang asing itu masih juga merajuk. “Tolonglah, aku sangat lapar,” katanya. “Perkenalkan, aku adalah Dewa Pencipta.” “Huh! Aku tak perduli, siapa pun kau! Apalagi Dewa Pencipta, dewa yang tidak adil. Masak Dewa Pencipta sampai hati memberikan kehidupan yang miskin bagi orang yang bekerja keras. Lihat itu, orang yang ongkang-ongkang mendapat kesempatan menjadi kaya!” Orang asing yang mengaku Dewa Pencipta itu terpaksa menahan laparnya, lalu melanjutkan perjalanan mendaki bukit. Petani itu meneruskan merobek-robek ayam panggangnya, lalu melahapnya dengan sangat bernafsu. Tiba-tiba ia melihat lagi seseorang mendekatinya. Orang itu juga mengaku lapar lalu merajuk petani yang keenakan itu. “Sungguh, aku sangat lapar,” kata orang asing itu. “Aku adalah Dewa Kematian. Sejak pagi belum makan.” “Dewa Kematian?” seru petani itu, lalu menyerahkan sebagian ayam panggangnya kepada dewa itu. “Terimakasih! Sungguh baik hatimu!” kata orang asing yang mengaku Dewa Kematian itu. “Dalam keadaan susah pun kamu mau berbagi.” “Tentu, Dewa!” jawab petani itu. “Dewa Kematian adalah dewa yang adil. Ia tidak membedakan yang miskin dan yang kaya. Kalau sudah waktunya mati, ya matilah.

Masing-masing kamar ini memiliki view yang bagus, tentu saja tetap dengan bukaan-bukaan lebar pada jendela dan pintu.

Ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan di­letakkan berdekatan. ­Bukaan-bukaan besar dan kaca bening­ ­diaplikasikan untuk ­mendapatkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami.


16

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

Sekolah Pilot & Pramugari

Edukasi

M

asyarakat Bali khususnya dan Indonesia umumnya begitu antusias untuk mengikuti program kami. Sebab, dengan biaya yang sama bahkan lebih rendah dari biaya program yang sama di Indonesia, para siswa akan memperoleh Lisensi Pilot lengkap PPL, CPL, IR, MEIR dari F.A.A., berlaku seumur hidup. Dengan perbandingan satu

siswa akan mendapat fasilitas satu instruktur dan satu pesawat latih, maka bisa dipastikan siswa bisa tamat on time dalam 10 bulan. Tanpa perlu tes penerimaan. Namun, harus dipastikan calon siswa tidak menderita buta warna dan bisa berbahasa Inggris. Biaya yang akan dibayarkan sudah meliputi keseluruhan biaya, kecuali tiket pesawat dan akomodasi. Yang paling menarik adalah

pelatihan intensif Bahasa Inggris, Simulator sampai mahir dan Basic Aviation Knowledge di Bali sebelum berlatih ke San Diego – Amerika membuat para siswa lebih mantap dan percaya diri untuk melanjutkan training lanjutannya di Amerika. Akomodasi setara fasilitas hotel berbintang dengan free transport ke airport dari akomodasi memudahkan mobilitas siswa. Cuaca yang hampir 80 % bersahabat di

California dengan kepadatan lalu lintas udara akan membuat siswa berlatih tanpa hambatan namun penuh tantangan keterampilan, yang akan membuat siswa semakin lebih handal dibanding berlatih di lokasi yang selalu bermasalah dengan cuaca. Para orangtua tidak perlu khawatir bila putra-putrinya melanjutkan di Amerika. Sebab, bagaimana pun juga nantinya seorang pilot tetap akan menjelajah ke seluruh belahan negara di dunia. Di Amerika, ada ribuan siswa internasional termasuk yang

berasal dari Indonesia. Begitu juga ada begitu banyak toko yang menjual bahan masakan Indonesia, jadi tidak perlu khawatir mengenai selera makan. Di San Diego California juga ada banyak obyek wisata terkenal seperti Holly­wood, Disneyland, dan Las Vegas, jadi para siswa sekaligus dapat jalan-jalan sambil belajar. Ada begitu banyak kemudahan di kami. Jadi...Ayo ramai-ramai jadi Pilot. Sebab, saat ini kebutuhan pilot di seluruh dunia sedang tinggi permintaannya. Kami juga memiliki diskon hampir Rp 50 juta bagi pendaftar sebelum tanggal 19 Juni 2015. Pendaftaran cukup dengan USD 1000 dengan membawa KTP/Kartu Pelajar. Hubungi kami di layanan sms/ mobile 24 hours di nomor 081 239 395 751 atau email untuk info di ahaaviasiconsultant@gmail.com Pelajari kami di Web kami www. ahaindonesia.com atau www. ahavindo.com. Student counselor kami akan dengan senang hati untuk membantu memberikan informasi selengkapnya.

Head Office dan Training Center: A.H.A. Aviasi Indonesia Sudirman Agung Blok B-17 Jln. P.B. Sudirman – Denpasar Bali Mobile 24Hours : 081 239 395 761

Sindroma Metabolik: Bom Waktu Era Modern Dr. Putu Daivi Prakriti Era modern ini tidak hanya membawa hal positif bagi manusia. Banyak hal negatif yang dapat mempengaruhi kualitas hidup kita. Salah satu hal negatif yang paling umum adalah masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah seperti serangan jantung, diabetes dan stroke. Masalah-masalah kesehatan tersebut seringkali ditemukan pada seorang individu dan kemudian dikelompokkan sebagai Sindroma Metabolik. Sindroma metabolik ini merupakan suatu kumpulan faktor risiko yang bersumber dari re­sistensi insulin disertai dengan kelainan penyimpanan dan penggunaan jaringan lemak.

W

orld Health Association (WHO) mengelompokkan diabetes secara langsung sebagai bagian utama dari sindroma metabolik. Sedangkan menurut situs resmi American Heart Association, seseorang dapat dikatakan menderita sindroma metabolik apabila ia memiliki 3 atau lebih dari masalah kesehatan berikut ini: 1.Obesitas abdominal atau kegemukan yang berpusat di wilayah perut, yang diukur dari lingkar pinggang (lebih dari 102 cm untuk laki-laki dan lebih dari 88 cm untuk perempuan). 2.Level Trigliserida dalam darah sebesar 150 miligram per desiliter atau lebih. 3.Tingkat kolesterol HDL yang kurang dari 40 miligram per desiliter pada laki-laki dan 50 miligram per desiliter pada perempuan. 4.Tekanan darah sistolik yang mencapai 130/85 milimeter air raksa atau lebih. 5.Gula darah puasa yang mencapai 100 miligram per desiliter atau lebih. Mengapa seseorang bisa terkena sindroma metabolik? Munculnya sindroma

metabolik merupakan akibat dari kebiasaan hidup sedenter atau kurang aktivitas bergerak, dan pola makan yang tidak sehat. Penyakit ini memiliki angka kejadian yang cukup tinggi. Di Eropa, seperempat populasi dewasanya menderita sindroma metabolik. Sindroma metabolik dan penyakit kardiovaskuler yang menyertainya juga dapat diturunkan kepada anak dan cucu kita. Jadi, bila anda memiliki hubungan keluarga secar langsung dengan penderita sindroma ini, waspadalah karena anda pun berisiko menderita sindroma metabolik. Mengingat tingginya angka kejadian sindroma ini di masyarakat, mungkin saja di masa depan semua orang akan terbebani dengan sindroma metabolik ini sebagai riwayat keluarga atau bahkan penderitanya. Studi yang dilakukan oleh Gami et al. di Amerika Serikat menemukan adanya peningkatan risiko terkena penyakit jantung koroner hingga dua kali lipat pada penderita sindroma metabolik. Pada penderita sindroma metabolik, terjadi peningkatan risiko penggumpalan darah sehingga timbul gangguan fungsi pada lapisan dalam pembuluh

darah. Selain itu, kekakuan pembuluh darah arteri dan stress oksidatif juga turut meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner pada penderita sindroma metabolik. Perubahan gaya hidup atau lifestyle dan pengurangan berat badan merupakan langkah awal yang paling penting dalam penanganan sindroma metabolik. Perubahan gaya hidup yang dimaksud meliputi perubahan pola makan dan peningkatan aktivitas olahraga. Intervensi farmakologis dengan obatobatan juga dapat membantu dalam penanganan sindroma metabolik. Pola makan a la Barat dikatakan berhubungan dengan peningkatan risiko berkambangnya sindroma metabolik. Sebaliknya, pola makan yang mengandung susu, telur, ikan, dan biji-bijian seperti gandum dalam jumlah tertentu dapat menurunkan risiko terkena sindroma metabolik. Selain itu, pola tidur yang sehat juga diperlukan untuk pencegahan sindroma metabolik tersebut. Olahraga yang dilakukan secara rutin juga merupakan hal yang tidak boleh dilupakan, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan sindroma metabolik atau penderita sindroma metabolik itu sendiri. Sebuah studi yang dilakukan oleh Bateman et al. menemukan bahwa jenis olahraga yang paling baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan metabolisme adalah aerobik. Olahraga sebaiknya dilakukan dalam intensitas sedang, berkelanjutan selama 30 menit, 5-7 hari dalam seminggu. Tentunya hal ini perlu dibiasakan dan tidak boleh putus begitu saja. Bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan sindroma metabolik, sebaiknya dilakukan pengecekan tekanan darah

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

9

Aksi Seka Gong Anak-anak Pucil Makembang

Cara Kilat hanya 10 Bulan untuk bisa Menjadi Pilot Profesional Biaya Terjangkau & Berkualitas

Biarkan putra-putri Anda berada di tangan yang tepat untuk mewujudkan cita- cita menjadi seorang Pilot. Kami akan membuat proses pendidikan mereka menjadi sangat nyaman sehingga putra-putri Anda tidak akan merasa tertekan oleh tes-tes maupun penyerapan materi pendidikan yang padat, sebab sekolah kami ditangani oleh para profesional di bidang pendidikan sekolah Pilot.

Dara

dan gula darah secara rutin ke dokter. Sedangkan bagi yang sudah memiliki satu atau lebih gejala sindroma metabolik, selain pemeriksaan rutin ke dokter, Anda yang dinyatakan harus minum obat tertentu setiap hari juga harus ingat agar jangan sampai putus obat. Jangan serta merta menyimpulkan diri Anda telah sembuh begitu tekanan darah atau gula darah anda mencapai normal. Perlu diingat bahwa normalnya nilai-nilai tersebut adalah disebabkan oleh perubahan gaya hidup dan pola makan yang telah anda lakukan dan juga obat yang diberikan dokter. Penghentian konsumsi obat tanpa anjuran dokter dan perubahan gaya hidup kembali ke arah tidak sehat akan membuat diri Anda kembali rentan terhadap sindroma metabolik, bahkan dapat menimbulkan gejala penyakit yang lebih parah seperti gagal jantung, serangan jantung, stroke dan lain sebagainya. Dengan kata lain, sindroma metabolik ini mirip seperti bom waktu yang hanya ditunggu meledak saja. Sebagai kesimpulan, sindroma metabolik merupakan kumpulan gejala yang meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Gejala tersebut meliputi kegemukan yang berpusat di perut, kelainan konsentrasi lemak darah, tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi. Pola hidup dan makan yang sehat berperan penting dalam pencegahan dan penanganan sindroma metabolik. Apabila seseorang mulai memerlukan pengobatan, maka jangan sampai putus obat dan jangan berhenti melakukan pemeriksaan rutin ke dokter hanya karena merasa sudah sehat kembali, karena hal tersebut dapat berakibat lebih buruk lagi.

Dari Kebiasaan Ngayah Melaju ke PKB Super Race Bali Kecil-kecil cabe rawit. Meski usia mungil, tetapi kemampuannya pasti menggigit. Itulah aksi penabuh anak-anak yang tergabung dalam Seka Gong Anak-anak Pucil Makembang Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Marga Tabanan. Dalam memainkan gamelan gong kebyar, anak-anak yang umurnya rata-rata setingkat SD itu tergolong piawai. Mereka tak hanya tangkas dalam memukul bilah gamelan, tetapi juga tampil manis dalam bergaya. Baik dalam suasana ngayah ataupun tampil dalam acara resmi.

S

eka gong dari desa perjuangan ini memang tergolong masih belia seperti usia pendukungnya yang umurnya antara 8- 3 tahun. Seka ini berdiri sejak Agustus 2014 yang idenya untuk memberikan kegiatan positif pada anak-anak. Di samping ingin membentuk generasi yang akan melestarikan budaya Bali, juga untuk memberikan pendidikan budi pekerti lewat seni. “Kami ingin memberikan pendidikan seni pada anak-anak. Sama sekali bukan menciptakan seniman, tetapi murni memberikan keterampilan yang berharap melahirkan jiwa seni sehingga bisa halus dalam berperilku,” kata Wayan Suendra koordinator pelatih tabuh Pucil Makembang. Hal itu sangat mungkin, sebab anak-anak sebagai pendukungnya berasal dari satu banjar yang memiliki latar belakang tak sama. Ada anak yang memang sudah bisa megender

wayang, rindik, kendang dan ada anak yang sama sekali tak memiliki dasar megambel. Walau demikian, mereka tetap kompak dan tumbuh menjadi satu seka gong kuat serta kreatif. Memang dari segi penguasaan teknik, anak-anak ini belum sempurna, namun dengan modal semangat mereka berhasil menguasai gending-gending yang tergolong rumit. Selama tiga bulan berlatih, mereka sudah menguasai tabuh (iringan tari) Gopala, Panyembrahma, Rejang, Baris Gede hingga iringan Tari Sekar Sandat Serasi yang menjadi maskot Kabupaten Tabanan. “Harusnya memberi dasar dan teknik yang bagus dulu, tetapi agar mereka tak bosan dan merasa lebih senang serta bersemangat maka kami berikan tabuh-tabuh iringan tari. Dengan begitu mereka lebih berpeluang dapat pentas, baik untuk ngayah ataupun untuk kegiatan lainnya,” ujar Suendra. Pada acara peresmian patung

pejuang I Gusti Ngurah Rai bersama empat tokoh pejuang lainya yang berlokasi di Pura Basa Desa Pekraman Ole, seka anak-anak ini juga berperan. Mereka berkolaborasi dengan seka gong remaja mengiringi Tari Bleganjur Panca Bhakti dan Tari Janger. Kedua tari ini mengisahkan Pasukan Ciung Wenara pimpinan I Gusti Ngurah Rai saat menyusun siasat perang melawan penjajah Nica. Acara tersebut tak hanya disaksikan oleh para mantan pejuang, tetapi juga pejabat di tingkat Kabupaten Tabanan dan Provinsi Bali. Ajang itu menjadi aksi perdana bagi Seka Gong Anak-anak Pucil Makembang tampil dalam acara resmi. Meski terkesan mendadak, tetapi penampilannya bagai sebuah iklan “kesan pertama begitu menggoda”. Karena bocah-bocah itu tak hanya menghibur, tetapi juga mampu menggugah para pemegang kebijakan, sehingga seka gong anak-anak ini dipercaya sebagai

Perayaan ulang tahun pertama Super Race Bali (SRB) dilaksanakan Minggu (7/6) di Desa Budaya Kertalangu. Kegiatan dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng, ramah tamah, donor darah, dan penyerahan sumbangan untuk 100 anak yatim dari beberapa panti asuhan. Ketua SRB Yudha Dwipayana mengatakan SRB merupakan komunitas pemilik motor besar diatas 650cc yang ada di Bali. Awalnya komunitas ini hanya beranggotakan beberapa orang, namun kini sudah menjadi 40 orang. Yudha yang didampingi Iqbal Maricar, salah satu pengurus SRB mengatakan untuk menjadi anggota SRB, selain memiliki motor diatas 650cc juga harus mendapat rekomendasi dari anggota lainnya. Dalam kegiatan ulang tahun yang bertema “Together, We Share”, SRB memberi kesempatan kepada anak-anak panti asuhan untuk ikut naik motor gede. Kesempatan ini dimanfaatkan anak-anak untuk menikmati sensasi naik motor besar. Yudha dan Iqbal juga mengucapkan terima kasih kepada sponsor diantaranya Kawasaki Duta Intika, Cellular World dan komunitas motor lain yang turut memeriahkan acara. -wah duta Kecamatan Marga untuk tampil dalam acara Hari Ulang Tahun Kota Tabanan ke- 521. Atas prestasi itu, penabuh anakanak ini kembali dituntut menyajikan karya seni baru yang sudah tentu sesuai dengan tema besar. Tentu saja, hal ini membuat mereka kembali memeras keringat untuk berlatih keras, sehingga bisa menyajikan pragmentari dengan iringan tabuh bleganjur. Saat itu, masing-masing duta diwajibkan mengangkat potensi daerahnya sebagai tema garapan. Karena Marga yang merupakan daerah pejuang dan memiliki objek Alas Kedaton serta tanaman hias terletak di Desa Petiga, maka penonjolan dari garapan serta prosesi pawai mengacu pada potensi tersebut. Hanya bermodal semangat, anakanak yang memiliki darah pejuang itu pun berhasil menyajikan garapan seni yang atraktif. Walau ekpresinya masih terkesan polos, sederhana dan masih kental dengan jiwa anak-anak, namun aksi mereka cukup menggugah. Sambutan penonton bagai spirit untuk melanjutkan aktivitas berkesenian di usia dini. Bahkan, Bupati Tabanan serta para undangan juga memberikan acungan jempol. Hal itu karena pendukungnya yang rata-rata masih belia, namun mampu menyajikan karya seni besar dan mendekati kolosal. TAMPIL DALAM PKB Atas prestasi itu, Pucil Mekemang kembali diuji. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tabanan memberi kepercayaan untuk menjadi duta kabupaten Tabanan yang tampil dalam Parade Gong Kebyar Anak-anak pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXVII. Dengan bangga, kepercayaan itu langsung diterima dengan senang hati. Hal itu diputuskan, setelah mendapat dukungan penuh dari orangtua mereka, serta aparat Desa Pekraman Ole. Gendrang perjuangan kembali ditabuh. Apalagi didapuk tampil dalam PKB sebuah ajang bergengsi milik masyarakat Bali. Anak-anak ini menjadi lebih bersemangat mengikuti

latihan megambel. Pembinanya juga melibatkan orang lain yang merupakan para pakar dalam menata tabuh ataupun tari. Anak-anak yang mendukungnya menjadi lebih disiplin, bahkan sering hadir lebih awal dari jadwal yang diberikan. Anak yang malas menjadi lebih rajin, anak yang kurang mahir memulai dengan belajar sendiri dan anak yang merasa memiliki kemampuan lebih menularkan kepada anak yang kurang. Rasa kebersamaan tumbuh sehingga Pucil Makembang menjadi subur, sehingga siap menjadi buah yang unggul. Kini, Pucil Makembang sudah mengusai seluruh materi sebagai syarat untuk bisa tampil dalam parade gong kebyar anak-anak. Materi itu adalah Tabuh Kreasi Kosalya Arini ciptaan Alm. Berata, tabuh Pat Lelambatan Sidang Rapuh karya I Wayan Wiryadi (Qiung), Tari Megandu karya I Wayan Muder (tabuh) dan Mang Srik (tari) serta Dolanan karya Made Petruk (tabuh) dan IB Wisesa serta IB Purwa (penggarap tari dan lagu). Bahkan dua dari empat materi itu sudah ditampilkan pada PKB tingkat Kabupaten Tabanan di Gedung Mario, Jumat (5/6). Dalam penyajiannya itu Pucil Makembang tak sendiri, melainkan tampil mebarung (pents bersama) Seka Gong Dewasa Manik Kunti Gangga Desa Perean Kauh Kecamatan Baturiti, Seka Gong Wanita Putri Kencana Desa Beraban dan Seka Semara Pegulingan Banjar Teten Kecamatan Kediri. Tampil bersama penabuh senior, anak-anak ini memang sedikit tegang. Bagaimana tidak mereka dihadapkan pada penabuh yang berpenglaman dan memiliki jam terbang tinggi. Walau demikian, sajian mereka tetap memukau yang selalu mengundang rasa penasaran. “Mudahmudahan kami bisa tampil lebih baik di ajang PKB yang akan pentas pada 20 juni 2015 yang pentas bersama dengan duta Singaraja,” harap I Wayan Amrita salah satu penabuh itu. -Darsana


10

Bugar

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Mengenal Lebih Jauh Hemodialisa atau Cuci Darah dr. Benny Arthawibawa, Sp.PD

Penulis adalah Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals Bali tubuh dan merangsang pembentuk sel darah merah. Jika ginjal ini rusak maka bisa dibayangkan bahayanya bagi tubuh kita bahkan bisa menyebabkan kematian akibat menumpuknya cairan dan zat berbahaya dalam tubuh, karena itulah hemodialisa harus dilakukan untuk meng­ gantikan fungsi ginjal tersebut.

dr. Benny Arthawibawa, Sp.PD

Mungkin Anda sudah pernah mende­ ngar tentang hemodialisa atau yang lebih dikenal awam dengan cuci darah. Tapi apa sebenarnya hemodialisa itu? Bagaimana proses hemodialisa sebenarnya? Amankah untuk dilakukan terus menerus? Apa itu hemodialisa? Hemodialisa adalah metode pencucian darah dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui alat dialysis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak.

Kapan saya harus melakukan hemodialisa? Hemodialisa dilakukan bila ginjal Anda sudah tidak mampu melaksanakan fungsinya atau biasa disebut dengan ga­ gal ginjal. Gagal ginjal dapat dibagi dua yaitu gagal ginjal akut dimana fungsi ginjal terganggu untuk sementara waktu sehingga hemodialisa dilakukan hanya hingga fungsi ginjal membaik dan gagal ginjal kronis dimana fungsi ginjal rusak secara permanen akibatnya hemodialisa harus dilakukan seumur hidupnya.

Mengapa hemodialisa ini penting? Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi membersihkan darah kita dari cairan berlebih, zat-zat sisa yang berbahaya dan elektrolit berlebih. Ginjal juga berfungsi menghasilkan hormone yang penting dalam proses metabolisme

Bagaimana hemodialisa bekerja? Pertama kita harus mempersiapkan pembuluh darah sebagai akses masuknya selang dari alat dialysis. Pembuluh darah yang digunakan ada dua yaitu arteri sebagai akses keluarnya darah kotor ke dalam mesin dan vena sebagai jalan masuknya darah bersih dari mesin ke dalam tubuh. Melalui jarum maka selang dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Biasanya Anda akan diberikan bius lokal untuk mengurangi nyerinya. Pembuluh darah yang digunakan biasanya yang berukur­ an besar misalnya di daerah pangkal paha, daerah lengan dll. Pembuluh darah ini akan digunakan secara bergantian untuk mencegah mengerasnya pembuluh darah yang akhirnya nanti tidak bisa digunakan kembali. Tentu Anda akan bertanya, bagaimana dengan orang yang harus melakukan hemodi­ alisa seumur hidupnya, apakah tidak ada cara yang lebih praktis?. Anda tidak perlu khawatir, karena ada cara baru untuk membuat akses yang permanen bagi pembuluh darah yaitu dengan membuat anatomosis antara arteri dan vena yang biasa disebut dengan CiminoBreschia fistula atau dengan menghubungkan arteri dengan vena lewat pembuluh darah tambahan (graft). Daerah yang dipilih biasanya pembuluh darah di lengan bawah. Dengan cimino, Anda hanya perlu menggunakan satu akses setiap kali melakukan hemodialisa hanya saja Anda perlu menunggu 2-6 minggu hingga luka operasi sembuh dan cimino bisa digunakan. Cimino ini bisa bertahan selama 3 tahun untuk kemudian harus dicari pembuluh darah yang lain. Setelah akses didapatkan, maka proses hemodialisa akan dilakukan. Hemodialisa dilakukan dengan alat yang disebut dia­ lyzer. Mesin akan memompa darah kita keluar dari tubuh secara sedikit demi sedikit untuk kemudian dicuci dalam dia­ lyzer ini. Dialyzer merupakan alat seperti filter dengan ribuan serat halus yang akan

menyaring semua zat berbahaya, cairan dan elektrolit berlebih. Di dalam dialyzer terdapat cairan khusus yang disebut di­ alysate yang mengandung cairan dan formula khusus yang berfungsi menyerap zat yang tidak perlu dan menambahkan zat atau mineral atau elektrolit yang kurang. Komposisi dialysate dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan cairan dan darah anda saat melakukan hemodialisa. Karena itulah setiap kali akan melakukan hemo­ dialisa Anda akan melalui pemeriksaan darah terlebih dahulu dulu untuk melihat komposisi elektrolit dan berbagai kom­ ponen kimia darah dalam tubuh saat itu. Setelah selesai disaring, maka darah yang sudah bersih akan dipompa kembali ke dalam tubuh. Proses ini akan diulang berkalikali hingga seluruh darah berhasil disaring. Berapa lama proses hemodialisa berlangsung? Rata-rata tiap orang memerlukan waktu 9 – 12 jam dalam seminggu untuk mencuci seluruh darah yang ada, tetapi karena ini waktu yang cukup panjang, maka biasanya akan dibagi menjadi tiga kali pertemuan dalam seminggu selama 3-5 jam setiap kali hemodialisa. Tentu saja ini tidak sama untuk tiap orang, lamanya waktu yang dibutuhkan dan berapa kali dalam seminggu harus dilaku­ kan hemodialisa sangat tergantung pada

derajat kerusakan ginjal, diet sehari-hari, penyakit lain yang menyertai, ukuran tubuh dll. Karena itu penting untuk konsultasi secara teratur pada dokter yang menangani Anda mengenai jadwal hemodialisa Anda. - - - -

Apa komplikasi yang dapat muncul selama hemodialisa? Hipotensi : ini paling sering pada pasien gagal ginjal dengan diabetes mellitus atau kencing manis tapi seiring dengan kemajuan teknologi, risiko ini makin berkurang. Kram otot. Dulu hal ini sering terjadi tetapi dengan mesin dialysis sekarang angka kejadiannya berkurang. Reaksi anafilaktik atau alergi terhadap cairan dialysate. Biasanya ini terjadi pada hemodialisa pertama kalinya tapi akan berkurang seirirng seringnya he­ modialisa dilakukan. Selain itu Anda dapat merasa mual, me­ ngantuk, lelah, pusing, dan dingin selama proses hemodialisa dilakukan. Beritahu­ kanlah pada staf yang bertugas agar mereka dapat membantu Anda merasa lebih baik.

Style

Aksi Warna

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Monokrom

Andreas Wen, desainer lulusan LPTB Susan Budihardjo, pekan ini menghadirkan kreasi dengan “Awterpace”. Koleksi yang mentransformasikan bentuk-bentuk fiktif luar angkasa seperti ufo, alien, galaksi, venus, jupiter di atas beragam bahan seperti kaos, kulit, dan net

J

udul “AWterpace”, kata pemilik AW Wardrobe ini, diambilnya dari penggalan kata outer space yang digabungkan dengan label miliknya. Andreas pun menyuguhkannya melalui bermacam teknik, baik itu cetak, sablon, foiling dan flocking. Flocking dikatakannya dikenal sebagai teknik mencipta motif timbul seperti emboss pada bahan beludru. Sedangkan, foiling menggunakan teknik khusus untuk merekatkan warna metalik di atas permukaan kain dengan suhu panas.

Segala bentuk teknik printing tersebut dicampuradukkan Andreas hingga terlihat seperti sebuah tekstur baru dalam satu busana. Koleksi “Awterspace” persembahan untuk konsep ready-to-wear baik untuk wanita maupun pria. Karyanya mulai dari jaket, sweater, shirt panjang, celana pendek, hingga terusan dalam pilihan warna monokromatis putih, hitam, abu-abu dan perak . Semuanya dapat dipadupadankan secara bebas sesuka hati pemakainya. –Sri Ardhini

Apakah saya harus melakukan hemodialisa seumur hidup saya? Bila Anda belum bisa melakukan transplantasi ginjal untuk menggantikan ginjal Anda yang rusak maka Anda harus melakukan hemodialisa seumur hidup. Jadi apakah hemodialisa ini aman? Selama dilakukan oleh tenaga terlatih dan di tempat dengan fasilitas sesuai maka hemodialisa ini aman untuk Anda.

Foto-foto: ARSELAN GANIN

15


14

Jelita

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

Blush on sering­kali menjadi jalan keluar untuk me­ngubah penampilan wajah menjadi lebih segar dan cantik. Apalagi sekarang bentuk blush on dan penerapannya pun semakin bervariasi. Sebuah ria­san tanpa menggunakan blush on sepertinya kurang sempurna, apalagi untuk pemilik wajah yang pucat.

B

egitu pula de­ ngan bentuk wa­ jah pada perem­ puan yang bebedabeda. Ada wanita yang mempunyai wajah ber­ bentuk bulat, bentuk hati, kotak, atau oval. Pemakaian blush on yang tepat dan sesuai bentuk wajah akan membuat penampilan seseorang tampak lebih menarik. Menurut Dewi Kader, pemilik Dadari Salon & Rias Pengan­ tin di kawasan Jalan Sandat, Denpasar, fungsi blush on adalah untuk memberi semu

Pilih Blush on sesuai Warna Kulit dan rona segar pada wajah juga sebagai shading (bayangan), se­ hingga wajah terlihat memiliki bentuk sempurna dan pastinya mempercantik dan menonjol­ kan keindahan kulit. Sedangkan jika dilihat dari arah tarikan blush on sebagai shading, untuk yang mendatar dapat memberikan kesan luas pada wajah. Tarikan yang ke atas dapat menjadikan wajah berkesan lebih panjang dan tarikan ke bawah kesannya menjadi tajam. Jika memilih warna blush on, kata Dewi sebaiknya dise­ suaikan dengan warna kulit. Bagi pemilik kulit putih , bisa memilih warna pink pucat dicampur warna beige. Untuk yang kulitnya kuning langsat, pilihlah warna kecoklatan dan plum.

“Namun untuk acara ke pesta, kita bisa menam­ bahkan sapuan bronzer. Ini akan memberi efek kilap di wajah,sehingga penampilan terkesan lebih mewah. Jika blush on dipoleskan untuk menambah warna segar pada pipi, bronzer yang biasanya berwarna cokelat dengan par­ tikel pemantul cahayanya ini akan menambah kesan seksi yang bersinar,” paparnya. Kalau blush on dipulaskan hanya di pipi, yang namanya bronzer ini dapat dipakai di hidung, dagu, tulang pipi sam­ pai dahi. Jika keduanya dikom­ binasikan bisa menghasilkan tampilan wajah yang segar, bersinar dan alami.”Pastikan juga warna blush on dan bronzer sudah sesuai tone kulit,”lanjutnya. Secara umum Dewi Kader memebrikan tips singkat untuk memulas­ kan blush on atau men­ gaplikasikannya dengan tepat , yakni dimulai dengan memonyongkan bibir dahulu, untuk mu­ dah menentukan tulang pipi. Kemudian baru pulaskan blush on dari arah kuping ke sudut bibir dengan tranparan dan lembut. Tertakhir untuk menjadikan pipi bersemu merah, usapkan blush on dari arah hidung horizontal ke arah kuping sambil tersenyum. – Sri Ardhini

Sesuaikan Jenis Kulit dan Bentuk Wajah Pemilihan blush on juga bisa disesuaikan dengan keadaan. Untuk penampilan sehari-hari, Dewi Kader mengatakan cukup memilih blush on dengan warna yang natural, seperti pink, peach atau cokelat muda. Selain itu, lebih baik lagi memeprhatikan warna kulit untuk menjadi pedoman memilih warna blush on. Bagi mereka yang kulitnya terang, hampir semua warna blush on cocok. Tapi, bagi pemilik kulit lebih gelap, se­ baiknya gunakan blush on dengan warna-warna tanah yang natural. Dikatakannya kita juga bisa memilih bentuk blush on sesuai dengan jenis kulit. Seperti kulit yang kering lebih bagus jika memakai blush on berbentuk krim se­ bab dapat membantu melembabkan dan mengimbangi tekstur kulit, sehingga kesannya lebih natuiral. Untuk memoleskannya dapat menggunakan jari. Sedangkan untuk kulit cenderung berminyak, kata Dewi blush on pakailah berbentuk bubuk atau powder. Aplikasikan dengan menggunakan kuas yang disapukan pada tulang pipi dan akan membuat wajah lebih segar dan cantik. Selain jenis blush on yang bubuk dan krim, juga ada blush on cair yang bisa lebih cepat menyatu dengan bedak. Biasanya blush on jenis ini sering diaplikasilan

bersama dengan foundation, untuk memberikan kesan lebih segar pada wajah. Ada juga blush on ini berbentuk gel, yang dapat memberi kesan kemilau pada wajah. Blush on ini sangat cocok digunakak untuk kulit berminyak dan normal. Digunakannya cukup dengan jari tangan. Masih bicara penggunaan blush on, Dewi kader juga menyebutkan kalau bentuk wajah pun perlu mendapat perhatian. Untuk wajah oval, misalnya gu­ nakan warna berani, hindari warna gelap. Hanya saja mengaplikasikannya cukup tipis-tipis. Sapukan blush on dari arah pipi tengah ke arah belakang perlahan tepat pada garis tulang pipi. Agar tidak berlebihan, cobalah tersenyum saat mengaplikasikan blush on se­ hingga kita lebih mudah menemukan garis tulang pipi Sedangkan perempuan yang memiliki wajah bulat sebaiknya menggunakan blush on matte bukan warna terang. Pilih warna make up lebih gelap satu tone dari warna kulit. Jika mempunyai wajah bentuk hati, fokuskan pada puncak tulang pipi. Berikutnya untuk wajah dengan tipe kotak dengan rahang menonjol, pakailah blush on di puncak tulang pipi kemudian sapukan ke arah belakang. –Sri Ardhini

Dibalik Aksi Corat-Coret Siswa Sadar atau tidak, setiap hari kita disuguhi bah­ kan terpenjara oleh berbagai macam informasi dan pemberitaan yang sifatnya negatif. Karena begitu dominannya model pemberitaan dan arus informasi sejenis itu, mau tak mau persepsi dan pemikiran kita terpengaruh pula sehingga menjadi ikut negatif. Aki­ batnya, bisa saja kita terbawa kepada pilihan-pilihan sikap dan perilaku negatif pula.

P

adahal, perspektif negatif sangat sulit diandalkan un­ tuk menyelesaikan masalah dengan baik karena memang sifatnya yang selalu “mengkritisi” atau bahkan menyabotase optimisme. Perilaku coratcoret baju saat pelulusan adalah salah satu contoh yang terjadi di masyarakat di era zaman modern ini. Hal tersebut muncul karena eforia siswa menngetahui bahwa mereka telah dinyatakan lulus. Hal tersebut diungkapkan Agus Binti Khoiriyah, Psi, CHt, CI, M.NLP. Pemilik Madania Center yang akrab disapa Bunda Agus ini mencoba mengupas “tradisi corat-coret” tersebut dengan men­ gutip dari beberapa teori dan sumber lain. Dikutip dari Kaskus, salah seorang dengan akun Uthe18 menceri­ takan bahwa awalnya aksi coret-coret dilakukan setelah pengumu­ man kelulusan, kemudian sekitar tahun 1996-1997 pengumuman dikirimkan ke rumah, tapi malah anak-anak banyak yang nekat ke sekolah dan melakukan aksi coret-coret seragam tanpa tahu lulus atau tidak. Jadilah tradisi coret-coret sebelum pengumum kelulusan. Tahun 1973, pada masanya belum ada perayaan konvoi maupun coret-coret seragam. Aksi ini ditengarai bermula pada awal 1990-an sejak diberlakukannya Ebtanas, sebagai perayaan atas terlewatinya satu step ujian yang dirasa sangat menjadi beban. Dan untuk itu, mereka mengekspresikan kegembiraannya dengan melakukan sesuatu yang negatif, seperti mencorat-coret

baju, tembok sekolah dan lainnya. Juga, nge­ but di jalan raya ramai-ramai dengan sengaja mengeraskan suara knalpot, dan berteriak-teri­ ak. Mereka konvoi keliling kota, berboncengan lebih dari tiga orang, tidak memakai helm, dan melanggar setiap rambu-rambu lalu lintas. Ada apa sebenarnya dengan mereka? Hal tersebut dilakukan karena mereka adalah remaja yang mengalami transisi perubahan psikis dan jasmani. Usia yang relatif mudah, cara berpikir yang be­ lum matang, serta lingkungan yang rentan dari hal-hal negatif menjadikan mereka tak sadar bahwa mereka bisa terjerumus ke hal-hal negatif. Remaja yang labil biasa menuntut pengakuan dari masyarakat atau lingkungan sekitarnya. Pengakuan dari masyarakat atau lingkungan akan menunjukan eksistensi mereka. Untuk tujuan tersebut mereka terkadang melakukan segala cara, yang bisa jadi tidak lazim atau tak biasa. Dan perilaku yang dilakukan tersebut adalah sebagai ungkapan kegembiraan mereka yang secara spontan setelah mengetahui hasil UN. Kegembiraan yang meluap-luap membuat mereka lupa dengan nilai etika, sosial, juga agama. Luapan kegembiraan tak mampu mengendalikan emosi sehingga melakukan hal-hal yang tak perlu dan berbahaya, serta melang­ gar norma sosial, hukum juga agama. Pada tahapan perkembangan remaja ini, Bunda Agus mengutip pernyataan Erik Homburger Erikson. Bahwa, identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya dalam masyarakat, apakah ia seorang anak atau orang dewasa, apakah ia mampu percaya diri, sekalipun latar belakang ras, agama maupun nasionalnya. Pencarian identitas ini mempengaruhi perilaku remaja, dan salah satu cara untuk menguatkan identitasnya ini, biasanya menggunakan simbol status dalam bentuk motor, mobil, pakaian, dan pemilihan barang-barang lain yang mudah terlihat, dengan kata lain untuk menarik perhatian. Dan rupanya pengumuman kelulusan dijadikan momentum untuk mencari identitas diri. Seakan mereka telah menemukan jati dirinya saat menyaksikan keberhaslian lulus UN.

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

11

Seni Mengapresiasi Keberhasilan Sedangkan menurut teori behaviorisme, contoh perubahan tingkah laku yang dialami remaja sebagai akibat dari adanya inter­ aksi antara stimulus dan respons. Dengan kata lain, siswa belajar dari kebiasaan yang dilihat dan direkam dari kakak tingkatnya dan tayangan-tayangan yang diberitakan sehingga mengalami bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respons. “Menurut teori ini yang terpenting adalah masukan atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respons,” ujarnya. Karena itu, Bunda Agus menjelaskan untuk mengubah perilaku tersebut diperlukan pengembangan karakter dan mindset yang lebih fokus pada kemajuan dan perbaikan dengan rasa syukur, pikiran jernih, apresiasi atau penghargaan, serta optimisme sangatlah penting. Sebab, untuk menghadapi deraan pengaruh negatif dari berbagai penjuru di atas, yang harus dibangkitkan saat ini adalah rasa optimisme di segala bidang. “Seni mengapresiasi keberhasilan, walau itu kecil, akan lebih efektif untuk mendorong perbaikan di semua bidang, daripada kritikan. Karena, kebanyakan orang kalau dikritik akan mencari kambing hitam dan mereka kian apatis,” ucap Bunda Agus memberikan contoh penyikapan berdampak positif dan solutif. Lalu, bagaimana cara mengubah perilaku siswa-siswi SMP dan SMA saat ini���������������������������������������������� ��������������������������������������������� tentang memaknai kelulusan ? Pertama, semes­ tinya ada sosialisasi bahwa UN telah berubah, peran UN telah tereduksi. UN tak seperti dulu lagi. Mendiknas (2015) merilis UN hanya untuk 1) pemetaan mutu program dan/atau satuan pen­ didikan 2) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya dan 3)pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tidak lebih dari itu. Tidak seram lagi seperti dulu. Sosialisasi dilakukan ke seluruh lapisan masyarakat, pemahaman masyarakat tentang peran dan fungsi UN yang telah berubah diharapkan menjadi pencegah tindakan tidak pantas siswa-siswi. Kedua, perlu ketegasan sekolah. Sekolah sebagai lembaga yang selama ini mendidik para siswa tentunya mempunyai pengaruh yang besar bagi perilaku siswa-siswinya dalam menyambut kelu­ lusan. Sekolah mempunyai otoritas penuh untuk melarang praktik corat-coret atau lainnya yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan. Jika di detik-detik akhir masa aktif ini, sekolah tidak mampu mendidik mereka, maka hal ini akan menjadi sebuah pembelajaran akhir yang buruk. Sekolah harus tegas melakukan treatment dan sanksi bagi siswanya yang masih melakukan aksi corat-coret dan konvoi. Sanksi bisa berupa pemanggilan orang­ tua wali, penangguhan ijazah bagi siswa yang bersangkutan atau lainnya. Ketiga, siwa-siswi bisa dilatih dengan cara menguasai dan mendayagunakan pikiran sendiri. Baik “pikiran sadar” maupun “pikiran bawah sadar”. Betapa sering kita seperti berpikir. Padahal, sesungguhnya kita hanya bereaksi atas bujukan atau provokasi pihak lain terhadap kita. Melakukan penyadaran akan nilai negatif dalam tradisi corat-coret, konvoi, dan lainnya. Keempat, mengganti dengan tradisi atau kegiatan yang positif. Ini menjadi tugas kita semua, baik kalangan pendidik, orangtua, masyarakat luas untuk mendorong dan memberi motivasi agar mengganti tradisi corat-coret, konvoi di jalan raya dengan keg­ iatan positif seperti menggelar bakti sosial, seperti donor darah, memberi santunan ke anak yatim, atau memberi pakaian layak pakai kepada yang membutuhkan. Bisa juga dengan mengadakan syukuran dengan makan-makan di sekolah. “Saya ingat saat di SD dulu, setiap akhir tahun waktu bagi rapot siswa-siswi diminta membawa tumpeng lengkap dengan lauk pauknya. Tumpeng itu dipotong oleh guru kelas, setelah itu makan bersama. Indah rasanya bila mengingatnya,” kisah Bunda Agus. Kelima, yakinlah bahwa mereka bisa berubah menjadi lebih baik jika diarahkan dengan cara yang tepat, benar dan baik. Sudah menjadi tanggung jawab semua pihak untuk membimbing dan menumbuhkan karakter anak-anak kita, generasi muda. “Gantilah tradisi-tradisi buruk yang biasa dilakukan dengan tradisi yang lebih baik, lebih berkarakter dan lebih bermanfaat di saat ini sampai di akhir zaman. Selamat dan terus semangat generasi penerus bangsaku ukirlah masa depan emasmu,” pungkasnya. –Inten Indrawati


Kuliner Sarapan

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

12

Basa Genep Khas Renon S

Karini

Renon,” ujarnya. Ia menuturkan, kadang bumbunya tidak terjual habis, masih

tersisa satu atau dua bungkus. “Biasanya saya proses kembali agar bisa dijual keesokan harinya,” kata Karini. Karini berkisah, awalnya ia berjualan bumbu, karena hobinya memasak. “Sejak kecil saya sudah diajarkan ibu saya membuat bumbu. Ibu saya dulu menjual nasi lawar. Namanya dikenal sebagai Bu Madia,” ucapnya. Mulai dari membantu ibunya berjualan nasi, akhirnya, Karini mahir meracik bumbu. Keterampilan ini, kini ia kembangkan dengan khusus berbisnis bumbu. Ibu dua anak ini mengaku, dari berjualan nasi, justru ibunya dulu bisa menyekolahkannya

Kreasi Ratu Pecel

Aneka makanan kreasi Ratu Pecel

Pecel merupakan makanan khas dari Jawa timur, Makanan ini sangat mirip dengan satu menu khas Bali, tipat cantok. Namun, pecel dimakan bersama nasi dan aneka lauk-pauk. Salah satu ibu rumahtangga yang sedang mencoba mengais rezeki dari makanan ini, Shinta Dyan Kurniawati. Perempuan yang memulai usahanya ini karena hobi memasak, awalnya adalah seorang PNS di Mojokerto. Ia mengundurkan diri karena harus mengikuti suami yang bekerja di Bali. Daripada nganggur di rumah, Shinta mencoba menyalurkan bakatnya memasak. Ia mencoba memasarkan kateringnya lewat website. Justru, keberuntungannya mulai bersinar. Ia banyak mendapatkan order katering. Ia menerima berbagai pesanan menu makanan, mulai dari makanan Bali, Indonesia, termasuk Western. Uniknya, walau bukan orang Bali, ia sangat mahir memasak betutu, dan sate. Itu ia pela-

jari hanya lewat internet. “Saya mencari-cari resep di internet, kemudian saya coba. Saya minta orang lain untuk mencicipi. Mereka bilang enak, akhirnya saya coba pasarkan untuk katering,” kata Shinta. Namun, di tengah kesibukannya melayani katering, terbersit keinginan mempunyai satu warung makan. Shinta memulainya dengan sederhana, yakni berjualan menggunakan mobil di areal Renon tiap hari Minggu. “Awalnya hanya mencoba ak­

hirnya keterusan. Lumayan pembelinya. Saya berjualan mulai pukul 6 sampai 10 pagi,” tutur perempuan yang ikut dalam ajang wirausaha muda kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dan BaliTV ini. Dengan dibantu 6 orang karyawan, katering dan pecel milik Shinta laris manis. Ia mengaku, sampai akhirnya memilih berjualan pecel, lantaran ia dan suaminya sangat suka makan pecel. Setelah mencoba beberapa warung makan, ia merasa seleranya kurang pas, sehingga Shinta mencoba sendiri untuk berkreasi. Akhirnya, ia menemukan resep sendiri dan menghasilkan bumbu pecel yang enak. Namun, kata dia, ia tak menjual bumbu pecel. Ia hanya menjual pecel yang sudah siap santap. Shinta tak mau pelanggannya kecewa karena bumbunya tidak pakai pengawet. “Kalau tidak habis, bumbu pecel besoknya bisa basi. Jadi, lebih baik saya menjual pecel yang sudah jadi saja,” kata Shinta -Wirati Astiti

Basa genep

bersama dua saudaranya yang lain. Karena itu, ia yakin, bumbu basa genep racikannya, bakal ramai dibeli pembeli. “Sampai saat ini, peminat dari pedagang lumayan bagus. Tapi sistem jualannya baru nitip. Kalau laku, baru dibayar. Kalau tidak dikembalikan,” kata perempuan usia 40 tahun ini. Menurut Karini, keistimewaan basa genep-nya dari aromanya yang sangat harum ketika digoreng. Dari basa genep ini cocok untuk semua masakan, termasuk lawar, be guling, dan betutu,” katanya. Sejak setahun lalu, ia sudah memiliki mesin untuk menggiling bumbu. “Sebelum punya mesin, saya memakai lesung untuk menghaluskan bumbu. Lumayan berat, tapi sekarang sudah terbantu dengan adanya mesin,” kata Karini.

Tiap hari ia mulai membuat bumbu sejak pukul 5 pagi. Sore hari, setelah bumbu dingin, ia mulai membungkus. Pukul 9 pagi keesokan harinya, ia bawa ke pasar. Begitu seterusnya rutinitas yang dilakukan Karini. Saat ini ia dibantu ibu dan bapaknya dalam membuat bumbu. Ia belum berani mencari tambahan karyawan, karena pesanan masih sedikit. Namun, ia sangat yakin, dalam perjalanan waktu ke depan, basa genep-nya pasti dicari pembeli. Terbukti, saat hari raya Galungan, kadang ia sampai membuat 25 kilogram bumbu. Karena itu, ia tertarik mengikuti ajang wirausaha muda yang digelar Kementerian UKM dan Koperasi, dan BaliTV belum lama ini. Tujuannya, ia ingin mengembangkan usahanya.

Sebelum melakukan aktivitas pagi, sebaiknya jangan lupakan sarapan. Aktivitas yang telah ditunjang nutrisi sarapan akan membuat kegiatan berjalan baik dengan penuh semangat. Walaupun tidak menginap di Harris Cokroaminoto, boleh juga sekali-kali Anda mencicipi breakfast ala hotel yang berlokasi di Jalan Cokroaminoto Denpasar tersebut.

S

Chef Juastra

–Wirati Astiti

ajian sarapan terbilang unik, karena menyajikan aneka makanan mulai dari menu Asia termasuk Indonesia dan Bali, ada juga menu Western. Selain rangkaian menu tersebut, ada tiga menu yang paling ekslusif yakni ada stan live cooking, jamu sehat, dan vegetarian. Ketiga sajian spesial ini menjadi pelengkap sajian breakfast di hotel yang baru buka awal tahun ini. Menurut Executive Chef Harris Cokroaminoto, Gde Juastra, menu breakfast dibuat dengan berbagai aneka pilihan makanan yang sehat, sesuai konsep Harris yakni healty life, healty food,

seperti tanpa MSG, tidak terlalu banyak gula, tidak terlalu banyak garam. Ada beberapa pilihan menu yang diatur sedemikian rupa dan diganti tiap hari. Untuk penyajian menu di stan Asia sangat unik karena memakai gerabah tanah liat (kle) dengan Indonesian style. Disamping ada pemanasnya sehingga makanan yang tersaji tetap hangat. Untuk pilihan nasi, kadang disajikan nasi merah, nasi kuning, atau nasi goreng. Untuk sayur, kadang sayur kuah gerang asem, atau sayur kari. Ada juga sajian daging seperti daging ayam sere lemo, atau sapi lada hitam. Untuk menu bubur Indonesia, kadang disajikan bubur injin, bubur kacang hijau, atau kolak. Untuk menu sup, kadang disajikan sup sayuran, bubur ayam,

Menu breakfast

soto ayam, soto daging, atau sup jagung. Untuk stan Western, dimulai dari sajian salad. Ada 5 jenis salad segar, seperti daun selada, mentimun, wortel, jagung, dan kacang merah dengan dua saus. Dilengkapi, telur rebus, irisan lemon, dan black olive. Sajian buah lokal, pepaya, nenas, melon, dan semangka, termasuk tomat ceri dan dua jenis yogurt. Menu makanan utama, ada nasi putih atau nasi goreng. Menu sayuran, kadang disajikan cah sayur atau bokcoi, buncis tumis, mi goreng, bihun goreng, atau kwietiau. Menu daging, kadang disajikan ayam kecap atau ayam mentega, kari ayam atau menu ikan sebagai penganti. Untuk menu sosis tetap ada yakni sosis ayam, sapi, dan bacon sapi. Sebagai pelengkap kadang disajikan kerupuk beras, kerupuk udang, atau melinjo. Sambal selalu ada, sambal ulek,

sambal hijau, sambal bawang merah, sambal kecap, dan sambal botolan. Aneka roti yang selalu ada, banana bread, pudding bread, toast roti putih dan cokelat, maffin, croissant, dengan tiga selai buatan sendiri, stroberi, pepaya, dan nenas. Tak ketinggalan jajanan Bali, kadang disajikan pisang rai, wajik, mangkuk, atau klepon atau jajan campur. Sebagai minuman selain air putih, teh, dan kopi, ada jus jeruk, jambu, pepaya, dan semangka. Tiga sajian menarik, ada live cooking menyajikan omelet, bakso atau mi, pancake, dan waffle. Stan jamu sehat menyajikan jamu kunir, beras kencur, dan jamu asam jawa. Stan vegetarian menyajikan aneka sayuran termasuk tahu dan tempe. Untuk sajian breakfast dibuka mulai pukul 06.30 sampai 10.30. Bagaimana Anda tertarik? Selamat mencoba. -Wirati Astiti

Tomyam Seafood Pedas Sambal Goreng Kentang Petai Sarwan Bahan: 500 gr : 7 buah : 3 lembar : 3 ruas : 1 sdt : 200 ml :

Bu Madia

kentang, potong kotak, goreng petai, iris panjang, goreng daun salam jari lengkuas, memarkan air asam santan

2 sdm : minyak untuk menumis Garam, gula dan kaldu bubuk secukupnya Bumbu halus: 7 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 7 biji : cabai besar 6 butir : kemiri, disangrai 1 ruas : jari kunyit, bakar ½ sdt : terasi, bakar Cara membuat: - Pa n a s k a n m i n y a k , t u m i s

Sate Bumbu Kuning

Bahan: gr : ayam fillet iris dadu Tusuk sate secukupnya 100 ml : kecap manis 3 sdm : kecap asin

Berlaku 15 s.d. 29 Juni 2015

Shinta bersama suami

13

Cokroaminoto

Bumbu khas Bali atau biasa dikenal dengan nama basa genep, tentu sudah tak asing lagi. Dari satu bumbu ini dapat diolah menjadi aneka makanan dengan berbagai ragam bahan utama, baik itu daging, ikan atau sayuran. alah seorang yang melihat peluang usaha bumbu Bali ini, Nyoman Karini. Perempuan asal Br. Pande, Kelurahan Renon ini, baru memulai berbisnis basa genep sejak dua tahun lalu. Ia memulai dari menjual bumbu dalam bungkusan plastik dengan porsi kecil. Satu bungkus bumbu ia jual Rp 5000. Tiap hari, Karini menghabiskan 12 kilogram aneka bumbu, mulai dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, kunyit, kencur, terasi, kemiri, pala, dll. “Untuk satu kilogram campuran bumbu dapat menghasilkan 13 bungkus. Saat ini, baru saya pasarkan di pasar

di Harris

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Bumbu halus: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangrai 2 buah : cabe merah 5 buah : cabe kecil 2 ruas : jari kunyit bakar Garam, gula secukupnya Cara membuat: - Campur kecap manis dan asin.

- Tusuk-tusuk sate lalu rendam dengan bumbu kecap, diamkan selama kurang lebih 5 menit, lalu bakar dan bolak-balik sate dengan olesan bumbu kecap, bakar hingga matang, sisihkan. - Panaskan minyak, lalu masukkan bumbu halus, aduk merata hinga bumbu harum dan matang. Tambahkan air 75 ml, biarkan air sampai mendidih dan siapkan sate di piring saji.

bumbu halus, lengkuas juga daun salam sampai harum, masukkan petai, aduk sampai rata. - Masukkan kentang, aduk rata, tambahkan santan, masak sampai mendidih. - Tambahkan garam, gula pasir, juga kaldu bubuk serta air asam, masak sampai matang dan mengental. - Masakan siap dihidangkan, taburi dengan bawang putih goreng. - Siram sate yang telah ditata dengan bumbu. - Siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.

Bahan: 100 gr : udang, bersihkan, sisakan ekornya, belah punggungya 10 gr : cumi, bersihkan tintanya, iris bulat 100 gr : ikan kakap, fille, iris dadu 50 gr : jamur merang, belah menjadi 2 50 gr : jamur kancing belah menjadi 2 2 batang : serai, ambil putihya, iris kasar 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 3 lembar : daun jeruk, buang tangkainya 2 sdm : kecap ikan 6 buah : cabe rawit merah, iris bulat 3 buah : belimbing wuluh, potong-potong kecil 2 buah : jeruk nipis, ambil airnya 1 liter : air Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bahan Bumbu Halus: 6 buah : cabe merah besar 5 siung : bawang putih 5 buah : cabe rawit 4 butir : kemiri sangria 1 sdt : terasi bakar

Cara membuat: - Panaskan minyak atau margarin, masukkan bumbu halus, serei dan lengkuwas, aduk dan tumis hingga harum. - Masukkan udang, cumi dan kakap. Lalu masukkan air daun jeruk, irisan cabe, masak hingga mendidih, lalu masukan irisan belimbing wuluh, cabe rawit, garam, gula dan kaldu bubuk, aduk merata. - Masukkan air jeruk dan tambahkan kecap ikan, masak hingga mendidih, tiriskan. - Siap untuk disajikan, taburi bawang putih goreng dan seledri.


Kuliner Sarapan

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

12

Basa Genep Khas Renon S

Karini

Renon,” ujarnya. Ia menuturkan, kadang bumbunya tidak terjual habis, masih

tersisa satu atau dua bungkus. “Biasanya saya proses kembali agar bisa dijual keesokan harinya,” kata Karini. Karini berkisah, awalnya ia berjualan bumbu, karena hobinya memasak. “Sejak kecil saya sudah diajarkan ibu saya membuat bumbu. Ibu saya dulu menjual nasi lawar. Namanya dikenal sebagai Bu Madia,” ucapnya. Mulai dari membantu ibunya berjualan nasi, akhirnya, Karini mahir meracik bumbu. Keterampilan ini, kini ia kembangkan dengan khusus berbisnis bumbu. Ibu dua anak ini mengaku, dari berjualan nasi, justru ibunya dulu bisa menyekolahkannya

Kreasi Ratu Pecel

Aneka makanan kreasi Ratu Pecel

Pecel merupakan makanan khas dari Jawa timur, Makanan ini sangat mirip dengan satu menu khas Bali, tipat cantok. Namun, pecel dimakan bersama nasi dan aneka lauk-pauk. Salah satu ibu rumahtangga yang sedang mencoba mengais rezeki dari makanan ini, Shinta Dyan Kurniawati. Perempuan yang memulai usahanya ini karena hobi memasak, awalnya adalah seorang PNS di Mojokerto. Ia mengundurkan diri karena harus mengikuti suami yang bekerja di Bali. Daripada nganggur di rumah, Shinta mencoba menyalurkan bakatnya memasak. Ia mencoba memasarkan kateringnya lewat website. Justru, keberuntungannya mulai bersinar. Ia banyak mendapatkan order katering. Ia menerima berbagai pesanan menu makanan, mulai dari makanan Bali, Indonesia, termasuk Western. Uniknya, walau bukan orang Bali, ia sangat mahir memasak betutu, dan sate. Itu ia pela-

jari hanya lewat internet. “Saya mencari-cari resep di internet, kemudian saya coba. Saya minta orang lain untuk mencicipi. Mereka bilang enak, akhirnya saya coba pasarkan untuk katering,” kata Shinta. Namun, di tengah kesibukannya melayani katering, terbersit keinginan mempunyai satu warung makan. Shinta memulainya dengan sederhana, yakni berjualan menggunakan mobil di areal Renon tiap hari Minggu. “Awalnya hanya mencoba ak­

hirnya keterusan. Lumayan pembelinya. Saya berjualan mulai pukul 6 sampai 10 pagi,” tutur perempuan yang ikut dalam ajang wirausaha muda kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dan BaliTV ini. Dengan dibantu 6 orang karyawan, katering dan pecel milik Shinta laris manis. Ia mengaku, sampai akhirnya memilih berjualan pecel, lantaran ia dan suaminya sangat suka makan pecel. Setelah mencoba beberapa warung makan, ia merasa seleranya kurang pas, sehingga Shinta mencoba sendiri untuk berkreasi. Akhirnya, ia menemukan resep sendiri dan menghasilkan bumbu pecel yang enak. Namun, kata dia, ia tak menjual bumbu pecel. Ia hanya menjual pecel yang sudah siap santap. Shinta tak mau pelanggannya kecewa karena bumbunya tidak pakai pengawet. “Kalau tidak habis, bumbu pecel besoknya bisa basi. Jadi, lebih baik saya menjual pecel yang sudah jadi saja,” kata Shinta -Wirati Astiti

Basa genep

bersama dua saudaranya yang lain. Karena itu, ia yakin, bumbu basa genep racikannya, bakal ramai dibeli pembeli. “Sampai saat ini, peminat dari pedagang lumayan bagus. Tapi sistem jualannya baru nitip. Kalau laku, baru dibayar. Kalau tidak dikembalikan,” kata perempuan usia 40 tahun ini. Menurut Karini, keistimewaan basa genep-nya dari aromanya yang sangat harum ketika digoreng. Dari basa genep ini cocok untuk semua masakan, termasuk lawar, be guling, dan betutu,” katanya. Sejak setahun lalu, ia sudah memiliki mesin untuk menggiling bumbu. “Sebelum punya mesin, saya memakai lesung untuk menghaluskan bumbu. Lumayan berat, tapi sekarang sudah terbantu dengan adanya mesin,” kata Karini.

Tiap hari ia mulai membuat bumbu sejak pukul 5 pagi. Sore hari, setelah bumbu dingin, ia mulai membungkus. Pukul 9 pagi keesokan harinya, ia bawa ke pasar. Begitu seterusnya rutinitas yang dilakukan Karini. Saat ini ia dibantu ibu dan bapaknya dalam membuat bumbu. Ia belum berani mencari tambahan karyawan, karena pesanan masih sedikit. Namun, ia sangat yakin, dalam perjalanan waktu ke depan, basa genep-nya pasti dicari pembeli. Terbukti, saat hari raya Galungan, kadang ia sampai membuat 25 kilogram bumbu. Karena itu, ia tertarik mengikuti ajang wirausaha muda yang digelar Kementerian UKM dan Koperasi, dan BaliTV belum lama ini. Tujuannya, ia ingin mengembangkan usahanya.

Sebelum melakukan aktivitas pagi, sebaiknya jangan lupakan sarapan. Aktivitas yang telah ditunjang nutrisi sarapan akan membuat kegiatan berjalan baik dengan penuh semangat. Walaupun tidak menginap di Harris Cokroaminoto, boleh juga sekali-kali Anda mencicipi breakfast ala hotel yang berlokasi di Jalan Cokroaminoto Denpasar tersebut.

S

Chef Juastra

–Wirati Astiti

ajian sarapan terbilang unik, karena menyajikan aneka makanan mulai dari menu Asia termasuk Indonesia dan Bali, ada juga menu Western. Selain rangkaian menu tersebut, ada tiga menu yang paling ekslusif yakni ada stan live cooking, jamu sehat, dan vegetarian. Ketiga sajian spesial ini menjadi pelengkap sajian breakfast di hotel yang baru buka awal tahun ini. Menurut Executive Chef Harris Cokroaminoto, Gde Juastra, menu breakfast dibuat dengan berbagai aneka pilihan makanan yang sehat, sesuai konsep Harris yakni healty life, healty food,

seperti tanpa MSG, tidak terlalu banyak gula, tidak terlalu banyak garam. Ada beberapa pilihan menu yang diatur sedemikian rupa dan diganti tiap hari. Untuk penyajian menu di stan Asia sangat unik karena memakai gerabah tanah liat (kle) dengan Indonesian style. Disamping ada pemanasnya sehingga makanan yang tersaji tetap hangat. Untuk pilihan nasi, kadang disajikan nasi merah, nasi kuning, atau nasi goreng. Untuk sayur, kadang sayur kuah gerang asem, atau sayur kari. Ada juga sajian daging seperti daging ayam sere lemo, atau sapi lada hitam. Untuk menu bubur Indonesia, kadang disajikan bubur injin, bubur kacang hijau, atau kolak. Untuk menu sup, kadang disajikan sup sayuran, bubur ayam,

Menu breakfast

soto ayam, soto daging, atau sup jagung. Untuk stan Western, dimulai dari sajian salad. Ada 5 jenis salad segar, seperti daun selada, mentimun, wortel, jagung, dan kacang merah dengan dua saus. Dilengkapi, telur rebus, irisan lemon, dan black olive. Sajian buah lokal, pepaya, nenas, melon, dan semangka, termasuk tomat ceri dan dua jenis yogurt. Menu makanan utama, ada nasi putih atau nasi goreng. Menu sayuran, kadang disajikan cah sayur atau bokcoi, buncis tumis, mi goreng, bihun goreng, atau kwietiau. Menu daging, kadang disajikan ayam kecap atau ayam mentega, kari ayam atau menu ikan sebagai penganti. Untuk menu sosis tetap ada yakni sosis ayam, sapi, dan bacon sapi. Sebagai pelengkap kadang disajikan kerupuk beras, kerupuk udang, atau melinjo. Sambal selalu ada, sambal ulek,

sambal hijau, sambal bawang merah, sambal kecap, dan sambal botolan. Aneka roti yang selalu ada, banana bread, pudding bread, toast roti putih dan cokelat, maffin, croissant, dengan tiga selai buatan sendiri, stroberi, pepaya, dan nenas. Tak ketinggalan jajanan Bali, kadang disajikan pisang rai, wajik, mangkuk, atau klepon atau jajan campur. Sebagai minuman selain air putih, teh, dan kopi, ada jus jeruk, jambu, pepaya, dan semangka. Tiga sajian menarik, ada live cooking menyajikan omelet, bakso atau mi, pancake, dan waffle. Stan jamu sehat menyajikan jamu kunir, beras kencur, dan jamu asam jawa. Stan vegetarian menyajikan aneka sayuran termasuk tahu dan tempe. Untuk sajian breakfast dibuka mulai pukul 06.30 sampai 10.30. Bagaimana Anda tertarik? Selamat mencoba. -Wirati Astiti

Tomyam Seafood Pedas Sambal Goreng Kentang Petai Sarwan Bahan: 500 gr : 7 buah : 3 lembar : 3 ruas : 1 sdt : 200 ml :

Bu Madia

kentang, potong kotak, goreng petai, iris panjang, goreng daun salam jari lengkuas, memarkan air asam santan

2 sdm : minyak untuk menumis Garam, gula dan kaldu bubuk secukupnya Bumbu halus: 7 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 7 biji : cabai besar 6 butir : kemiri, disangrai 1 ruas : jari kunyit, bakar ½ sdt : terasi, bakar Cara membuat: - Pa n a s k a n m i n y a k , t u m i s

Sate Bumbu Kuning

Bahan: gr : ayam fillet iris dadu Tusuk sate secukupnya 100 ml : kecap manis 3 sdm : kecap asin

Berlaku 15 s.d. 29 Juni 2015

Shinta bersama suami

13

Cokroaminoto

Bumbu khas Bali atau biasa dikenal dengan nama basa genep, tentu sudah tak asing lagi. Dari satu bumbu ini dapat diolah menjadi aneka makanan dengan berbagai ragam bahan utama, baik itu daging, ikan atau sayuran. alah seorang yang melihat peluang usaha bumbu Bali ini, Nyoman Karini. Perempuan asal Br. Pande, Kelurahan Renon ini, baru memulai berbisnis basa genep sejak dua tahun lalu. Ia memulai dari menjual bumbu dalam bungkusan plastik dengan porsi kecil. Satu bungkus bumbu ia jual Rp 5000. Tiap hari, Karini menghabiskan 12 kilogram aneka bumbu, mulai dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, kunyit, kencur, terasi, kemiri, pala, dll. “Untuk satu kilogram campuran bumbu dapat menghasilkan 13 bungkus. Saat ini, baru saya pasarkan di pasar

di Harris

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Bumbu halus: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangrai 2 buah : cabe merah 5 buah : cabe kecil 2 ruas : jari kunyit bakar Garam, gula secukupnya Cara membuat: - Campur kecap manis dan asin.

- Tusuk-tusuk sate lalu rendam dengan bumbu kecap, diamkan selama kurang lebih 5 menit, lalu bakar dan bolak-balik sate dengan olesan bumbu kecap, bakar hingga matang, sisihkan. - Panaskan minyak, lalu masukkan bumbu halus, aduk merata hinga bumbu harum dan matang. Tambahkan air 75 ml, biarkan air sampai mendidih dan siapkan sate di piring saji.

bumbu halus, lengkuas juga daun salam sampai harum, masukkan petai, aduk sampai rata. - Masukkan kentang, aduk rata, tambahkan santan, masak sampai mendidih. - Tambahkan garam, gula pasir, juga kaldu bubuk serta air asam, masak sampai matang dan mengental. - Masakan siap dihidangkan, taburi dengan bawang putih goreng. - Siram sate yang telah ditata dengan bumbu. - Siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.

Bahan: 100 gr : udang, bersihkan, sisakan ekornya, belah punggungya 10 gr : cumi, bersihkan tintanya, iris bulat 100 gr : ikan kakap, fille, iris dadu 50 gr : jamur merang, belah menjadi 2 50 gr : jamur kancing belah menjadi 2 2 batang : serai, ambil putihya, iris kasar 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 3 lembar : daun jeruk, buang tangkainya 2 sdm : kecap ikan 6 buah : cabe rawit merah, iris bulat 3 buah : belimbing wuluh, potong-potong kecil 2 buah : jeruk nipis, ambil airnya 1 liter : air Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bahan Bumbu Halus: 6 buah : cabe merah besar 5 siung : bawang putih 5 buah : cabe rawit 4 butir : kemiri sangria 1 sdt : terasi bakar

Cara membuat: - Panaskan minyak atau margarin, masukkan bumbu halus, serei dan lengkuwas, aduk dan tumis hingga harum. - Masukkan udang, cumi dan kakap. Lalu masukkan air daun jeruk, irisan cabe, masak hingga mendidih, lalu masukan irisan belimbing wuluh, cabe rawit, garam, gula dan kaldu bubuk, aduk merata. - Masukkan air jeruk dan tambahkan kecap ikan, masak hingga mendidih, tiriskan. - Siap untuk disajikan, taburi bawang putih goreng dan seledri.


14

Jelita

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

Blush on sering­kali menjadi jalan keluar untuk me­ngubah penampilan wajah menjadi lebih segar dan cantik. Apalagi sekarang bentuk blush on dan penerapannya pun semakin bervariasi. Sebuah ria­san tanpa menggunakan blush on sepertinya kurang sempurna, apalagi untuk pemilik wajah yang pucat.

B

egitu pula de­ ngan bentuk wa­ jah pada perem­ puan yang bebedabeda. Ada wanita yang mempunyai wajah ber­ bentuk bulat, bentuk hati, kotak, atau oval. Pemakaian blush on yang tepat dan sesuai bentuk wajah akan membuat penampilan seseorang tampak lebih menarik. Menurut Dewi Kader, pemilik Dadari Salon & Rias Pengan­ tin di kawasan Jalan Sandat, Denpasar, fungsi blush on adalah untuk memberi semu

Pilih Blush on sesuai Warna Kulit dan rona segar pada wajah juga sebagai shading (bayangan), se­ hingga wajah terlihat memiliki bentuk sempurna dan pastinya mempercantik dan menonjol­ kan keindahan kulit. Sedangkan jika dilihat dari arah tarikan blush on sebagai shading, untuk yang mendatar dapat memberikan kesan luas pada wajah. Tarikan yang ke atas dapat menjadikan wajah berkesan lebih panjang dan tarikan ke bawah kesannya menjadi tajam. Jika memilih warna blush on, kata Dewi sebaiknya dise­ suaikan dengan warna kulit. Bagi pemilik kulit putih , bisa memilih warna pink pucat dicampur warna beige. Untuk yang kulitnya kuning langsat, pilihlah warna kecoklatan dan plum.

“Namun untuk acara ke pesta, kita bisa menam­ bahkan sapuan bronzer. Ini akan memberi efek kilap di wajah,sehingga penampilan terkesan lebih mewah. Jika blush on dipoleskan untuk menambah warna segar pada pipi, bronzer yang biasanya berwarna cokelat dengan par­ tikel pemantul cahayanya ini akan menambah kesan seksi yang bersinar,” paparnya. Kalau blush on dipulaskan hanya di pipi, yang namanya bronzer ini dapat dipakai di hidung, dagu, tulang pipi sam­ pai dahi. Jika keduanya dikom­ binasikan bisa menghasilkan tampilan wajah yang segar, bersinar dan alami.”Pastikan juga warna blush on dan bronzer sudah sesuai tone kulit,”lanjutnya. Secara umum Dewi Kader memebrikan tips singkat untuk memulas­ kan blush on atau men­ gaplikasikannya dengan tepat , yakni dimulai dengan memonyongkan bibir dahulu, untuk mu­ dah menentukan tulang pipi. Kemudian baru pulaskan blush on dari arah kuping ke sudut bibir dengan tranparan dan lembut. Tertakhir untuk menjadikan pipi bersemu merah, usapkan blush on dari arah hidung horizontal ke arah kuping sambil tersenyum. – Sri Ardhini

Sesuaikan Jenis Kulit dan Bentuk Wajah Pemilihan blush on juga bisa disesuaikan dengan keadaan. Untuk penampilan sehari-hari, Dewi Kader mengatakan cukup memilih blush on dengan warna yang natural, seperti pink, peach atau cokelat muda. Selain itu, lebih baik lagi memeprhatikan warna kulit untuk menjadi pedoman memilih warna blush on. Bagi mereka yang kulitnya terang, hampir semua warna blush on cocok. Tapi, bagi pemilik kulit lebih gelap, se­ baiknya gunakan blush on dengan warna-warna tanah yang natural. Dikatakannya kita juga bisa memilih bentuk blush on sesuai dengan jenis kulit. Seperti kulit yang kering lebih bagus jika memakai blush on berbentuk krim se­ bab dapat membantu melembabkan dan mengimbangi tekstur kulit, sehingga kesannya lebih natuiral. Untuk memoleskannya dapat menggunakan jari. Sedangkan untuk kulit cenderung berminyak, kata Dewi blush on pakailah berbentuk bubuk atau powder. Aplikasikan dengan menggunakan kuas yang disapukan pada tulang pipi dan akan membuat wajah lebih segar dan cantik. Selain jenis blush on yang bubuk dan krim, juga ada blush on cair yang bisa lebih cepat menyatu dengan bedak. Biasanya blush on jenis ini sering diaplikasilan

bersama dengan foundation, untuk memberikan kesan lebih segar pada wajah. Ada juga blush on ini berbentuk gel, yang dapat memberi kesan kemilau pada wajah. Blush on ini sangat cocok digunakak untuk kulit berminyak dan normal. Digunakannya cukup dengan jari tangan. Masih bicara penggunaan blush on, Dewi kader juga menyebutkan kalau bentuk wajah pun perlu mendapat perhatian. Untuk wajah oval, misalnya gu­ nakan warna berani, hindari warna gelap. Hanya saja mengaplikasikannya cukup tipis-tipis. Sapukan blush on dari arah pipi tengah ke arah belakang perlahan tepat pada garis tulang pipi. Agar tidak berlebihan, cobalah tersenyum saat mengaplikasikan blush on se­ hingga kita lebih mudah menemukan garis tulang pipi Sedangkan perempuan yang memiliki wajah bulat sebaiknya menggunakan blush on matte bukan warna terang. Pilih warna make up lebih gelap satu tone dari warna kulit. Jika mempunyai wajah bentuk hati, fokuskan pada puncak tulang pipi. Berikutnya untuk wajah dengan tipe kotak dengan rahang menonjol, pakailah blush on di puncak tulang pipi kemudian sapukan ke arah belakang. –Sri Ardhini

Dibalik Aksi Corat-Coret Siswa Sadar atau tidak, setiap hari kita disuguhi bah­ kan terpenjara oleh berbagai macam informasi dan pemberitaan yang sifatnya negatif. Karena begitu dominannya model pemberitaan dan arus informasi sejenis itu, mau tak mau persepsi dan pemikiran kita terpengaruh pula sehingga menjadi ikut negatif. Aki­ batnya, bisa saja kita terbawa kepada pilihan-pilihan sikap dan perilaku negatif pula.

P

adahal, perspektif negatif sangat sulit diandalkan un­ tuk menyelesaikan masalah dengan baik karena memang sifatnya yang selalu “mengkritisi” atau bahkan menyabotase optimisme. Perilaku coratcoret baju saat pelulusan adalah salah satu contoh yang terjadi di masyarakat di era zaman modern ini. Hal tersebut muncul karena eforia siswa menngetahui bahwa mereka telah dinyatakan lulus. Hal tersebut diungkapkan Agus Binti Khoiriyah, Psi, CHt, CI, M.NLP. Pemilik Madania Center yang akrab disapa Bunda Agus ini mencoba mengupas “tradisi corat-coret” tersebut dengan men­ gutip dari beberapa teori dan sumber lain. Dikutip dari Kaskus, salah seorang dengan akun Uthe18 menceri­ takan bahwa awalnya aksi coret-coret dilakukan setelah pengumu­ man kelulusan, kemudian sekitar tahun 1996-1997 pengumuman dikirimkan ke rumah, tapi malah anak-anak banyak yang nekat ke sekolah dan melakukan aksi coret-coret seragam tanpa tahu lulus atau tidak. Jadilah tradisi coret-coret sebelum pengumum kelulusan. Tahun 1973, pada masanya belum ada perayaan konvoi maupun coret-coret seragam. Aksi ini ditengarai bermula pada awal 1990-an sejak diberlakukannya Ebtanas, sebagai perayaan atas terlewatinya satu step ujian yang dirasa sangat menjadi beban. Dan untuk itu, mereka mengekspresikan kegembiraannya dengan melakukan sesuatu yang negatif, seperti mencorat-coret

baju, tembok sekolah dan lainnya. Juga, nge­ but di jalan raya ramai-ramai dengan sengaja mengeraskan suara knalpot, dan berteriak-teri­ ak. Mereka konvoi keliling kota, berboncengan lebih dari tiga orang, tidak memakai helm, dan melanggar setiap rambu-rambu lalu lintas. Ada apa sebenarnya dengan mereka? Hal tersebut dilakukan karena mereka adalah remaja yang mengalami transisi perubahan psikis dan jasmani. Usia yang relatif mudah, cara berpikir yang be­ lum matang, serta lingkungan yang rentan dari hal-hal negatif menjadikan mereka tak sadar bahwa mereka bisa terjerumus ke hal-hal negatif. Remaja yang labil biasa menuntut pengakuan dari masyarakat atau lingkungan sekitarnya. Pengakuan dari masyarakat atau lingkungan akan menunjukan eksistensi mereka. Untuk tujuan tersebut mereka terkadang melakukan segala cara, yang bisa jadi tidak lazim atau tak biasa. Dan perilaku yang dilakukan tersebut adalah sebagai ungkapan kegembiraan mereka yang secara spontan setelah mengetahui hasil UN. Kegembiraan yang meluap-luap membuat mereka lupa dengan nilai etika, sosial, juga agama. Luapan kegembiraan tak mampu mengendalikan emosi sehingga melakukan hal-hal yang tak perlu dan berbahaya, serta melang­ gar norma sosial, hukum juga agama. Pada tahapan perkembangan remaja ini, Bunda Agus mengutip pernyataan Erik Homburger Erikson. Bahwa, identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya dalam masyarakat, apakah ia seorang anak atau orang dewasa, apakah ia mampu percaya diri, sekalipun latar belakang ras, agama maupun nasionalnya. Pencarian identitas ini mempengaruhi perilaku remaja, dan salah satu cara untuk menguatkan identitasnya ini, biasanya menggunakan simbol status dalam bentuk motor, mobil, pakaian, dan pemilihan barang-barang lain yang mudah terlihat, dengan kata lain untuk menarik perhatian. Dan rupanya pengumuman kelulusan dijadikan momentum untuk mencari identitas diri. Seakan mereka telah menemukan jati dirinya saat menyaksikan keberhaslian lulus UN.

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

11

Seni Mengapresiasi Keberhasilan Sedangkan menurut teori behaviorisme, contoh perubahan tingkah laku yang dialami remaja sebagai akibat dari adanya inter­ aksi antara stimulus dan respons. Dengan kata lain, siswa belajar dari kebiasaan yang dilihat dan direkam dari kakak tingkatnya dan tayangan-tayangan yang diberitakan sehingga mengalami bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respons. “Menurut teori ini yang terpenting adalah masukan atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respons,” ujarnya. Karena itu, Bunda Agus menjelaskan untuk mengubah perilaku tersebut diperlukan pengembangan karakter dan mindset yang lebih fokus pada kemajuan dan perbaikan dengan rasa syukur, pikiran jernih, apresiasi atau penghargaan, serta optimisme sangatlah penting. Sebab, untuk menghadapi deraan pengaruh negatif dari berbagai penjuru di atas, yang harus dibangkitkan saat ini adalah rasa optimisme di segala bidang. “Seni mengapresiasi keberhasilan, walau itu kecil, akan lebih efektif untuk mendorong perbaikan di semua bidang, daripada kritikan. Karena, kebanyakan orang kalau dikritik akan mencari kambing hitam dan mereka kian apatis,” ucap Bunda Agus memberikan contoh penyikapan berdampak positif dan solutif. Lalu, bagaimana cara mengubah perilaku siswa-siswi SMP dan SMA saat ini���������������������������������������������� ��������������������������������������������� tentang memaknai kelulusan ? Pertama, semes­ tinya ada sosialisasi bahwa UN telah berubah, peran UN telah tereduksi. UN tak seperti dulu lagi. Mendiknas (2015) merilis UN hanya untuk 1) pemetaan mutu program dan/atau satuan pen­ didikan 2) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya dan 3)pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tidak lebih dari itu. Tidak seram lagi seperti dulu. Sosialisasi dilakukan ke seluruh lapisan masyarakat, pemahaman masyarakat tentang peran dan fungsi UN yang telah berubah diharapkan menjadi pencegah tindakan tidak pantas siswa-siswi. Kedua, perlu ketegasan sekolah. Sekolah sebagai lembaga yang selama ini mendidik para siswa tentunya mempunyai pengaruh yang besar bagi perilaku siswa-siswinya dalam menyambut kelu­ lusan. Sekolah mempunyai otoritas penuh untuk melarang praktik corat-coret atau lainnya yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan. Jika di detik-detik akhir masa aktif ini, sekolah tidak mampu mendidik mereka, maka hal ini akan menjadi sebuah pembelajaran akhir yang buruk. Sekolah harus tegas melakukan treatment dan sanksi bagi siswanya yang masih melakukan aksi corat-coret dan konvoi. Sanksi bisa berupa pemanggilan orang­ tua wali, penangguhan ijazah bagi siswa yang bersangkutan atau lainnya. Ketiga, siwa-siswi bisa dilatih dengan cara menguasai dan mendayagunakan pikiran sendiri. Baik “pikiran sadar” maupun “pikiran bawah sadar”. Betapa sering kita seperti berpikir. Padahal, sesungguhnya kita hanya bereaksi atas bujukan atau provokasi pihak lain terhadap kita. Melakukan penyadaran akan nilai negatif dalam tradisi corat-coret, konvoi, dan lainnya. Keempat, mengganti dengan tradisi atau kegiatan yang positif. Ini menjadi tugas kita semua, baik kalangan pendidik, orangtua, masyarakat luas untuk mendorong dan memberi motivasi agar mengganti tradisi corat-coret, konvoi di jalan raya dengan keg­ iatan positif seperti menggelar bakti sosial, seperti donor darah, memberi santunan ke anak yatim, atau memberi pakaian layak pakai kepada yang membutuhkan. Bisa juga dengan mengadakan syukuran dengan makan-makan di sekolah. “Saya ingat saat di SD dulu, setiap akhir tahun waktu bagi rapot siswa-siswi diminta membawa tumpeng lengkap dengan lauk pauknya. Tumpeng itu dipotong oleh guru kelas, setelah itu makan bersama. Indah rasanya bila mengingatnya,” kisah Bunda Agus. Kelima, yakinlah bahwa mereka bisa berubah menjadi lebih baik jika diarahkan dengan cara yang tepat, benar dan baik. Sudah menjadi tanggung jawab semua pihak untuk membimbing dan menumbuhkan karakter anak-anak kita, generasi muda. “Gantilah tradisi-tradisi buruk yang biasa dilakukan dengan tradisi yang lebih baik, lebih berkarakter dan lebih bermanfaat di saat ini sampai di akhir zaman. Selamat dan terus semangat generasi penerus bangsaku ukirlah masa depan emasmu,” pungkasnya. –Inten Indrawati


10

Bugar

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Mengenal Lebih Jauh Hemodialisa atau Cuci Darah dr. Benny Arthawibawa, Sp.PD

Penulis adalah Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals Bali tubuh dan merangsang pembentuk sel darah merah. Jika ginjal ini rusak maka bisa dibayangkan bahayanya bagi tubuh kita bahkan bisa menyebabkan kematian akibat menumpuknya cairan dan zat berbahaya dalam tubuh, karena itulah hemodialisa harus dilakukan untuk meng­ gantikan fungsi ginjal tersebut.

dr. Benny Arthawibawa, Sp.PD

Mungkin Anda sudah pernah mende­ ngar tentang hemodialisa atau yang lebih dikenal awam dengan cuci darah. Tapi apa sebenarnya hemodialisa itu? Bagaimana proses hemodialisa sebenarnya? Amankah untuk dilakukan terus menerus? Apa itu hemodialisa? Hemodialisa adalah metode pencucian darah dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui alat dialysis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak.

Kapan saya harus melakukan hemodialisa? Hemodialisa dilakukan bila ginjal Anda sudah tidak mampu melaksanakan fungsinya atau biasa disebut dengan ga­ gal ginjal. Gagal ginjal dapat dibagi dua yaitu gagal ginjal akut dimana fungsi ginjal terganggu untuk sementara waktu sehingga hemodialisa dilakukan hanya hingga fungsi ginjal membaik dan gagal ginjal kronis dimana fungsi ginjal rusak secara permanen akibatnya hemodialisa harus dilakukan seumur hidupnya.

Mengapa hemodialisa ini penting? Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi membersihkan darah kita dari cairan berlebih, zat-zat sisa yang berbahaya dan elektrolit berlebih. Ginjal juga berfungsi menghasilkan hormone yang penting dalam proses metabolisme

Bagaimana hemodialisa bekerja? Pertama kita harus mempersiapkan pembuluh darah sebagai akses masuknya selang dari alat dialysis. Pembuluh darah yang digunakan ada dua yaitu arteri sebagai akses keluarnya darah kotor ke dalam mesin dan vena sebagai jalan masuknya darah bersih dari mesin ke dalam tubuh. Melalui jarum maka selang dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Biasanya Anda akan diberikan bius lokal untuk mengurangi nyerinya. Pembuluh darah yang digunakan biasanya yang berukur­ an besar misalnya di daerah pangkal paha, daerah lengan dll. Pembuluh darah ini akan digunakan secara bergantian untuk mencegah mengerasnya pembuluh darah yang akhirnya nanti tidak bisa digunakan kembali. Tentu Anda akan bertanya, bagaimana dengan orang yang harus melakukan hemodi­ alisa seumur hidupnya, apakah tidak ada cara yang lebih praktis?. Anda tidak perlu khawatir, karena ada cara baru untuk membuat akses yang permanen bagi pembuluh darah yaitu dengan membuat anatomosis antara arteri dan vena yang biasa disebut dengan CiminoBreschia fistula atau dengan menghubungkan arteri dengan vena lewat pembuluh darah tambahan (graft). Daerah yang dipilih biasanya pembuluh darah di lengan bawah. Dengan cimino, Anda hanya perlu menggunakan satu akses setiap kali melakukan hemodialisa hanya saja Anda perlu menunggu 2-6 minggu hingga luka operasi sembuh dan cimino bisa digunakan. Cimino ini bisa bertahan selama 3 tahun untuk kemudian harus dicari pembuluh darah yang lain. Setelah akses didapatkan, maka proses hemodialisa akan dilakukan. Hemodialisa dilakukan dengan alat yang disebut dia­ lyzer. Mesin akan memompa darah kita keluar dari tubuh secara sedikit demi sedikit untuk kemudian dicuci dalam dia­ lyzer ini. Dialyzer merupakan alat seperti filter dengan ribuan serat halus yang akan

menyaring semua zat berbahaya, cairan dan elektrolit berlebih. Di dalam dialyzer terdapat cairan khusus yang disebut di­ alysate yang mengandung cairan dan formula khusus yang berfungsi menyerap zat yang tidak perlu dan menambahkan zat atau mineral atau elektrolit yang kurang. Komposisi dialysate dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan cairan dan darah anda saat melakukan hemodialisa. Karena itulah setiap kali akan melakukan hemo­ dialisa Anda akan melalui pemeriksaan darah terlebih dahulu dulu untuk melihat komposisi elektrolit dan berbagai kom­ ponen kimia darah dalam tubuh saat itu. Setelah selesai disaring, maka darah yang sudah bersih akan dipompa kembali ke dalam tubuh. Proses ini akan diulang berkalikali hingga seluruh darah berhasil disaring. Berapa lama proses hemodialisa berlangsung? Rata-rata tiap orang memerlukan waktu 9 – 12 jam dalam seminggu untuk mencuci seluruh darah yang ada, tetapi karena ini waktu yang cukup panjang, maka biasanya akan dibagi menjadi tiga kali pertemuan dalam seminggu selama 3-5 jam setiap kali hemodialisa. Tentu saja ini tidak sama untuk tiap orang, lamanya waktu yang dibutuhkan dan berapa kali dalam seminggu harus dilaku­ kan hemodialisa sangat tergantung pada

derajat kerusakan ginjal, diet sehari-hari, penyakit lain yang menyertai, ukuran tubuh dll. Karena itu penting untuk konsultasi secara teratur pada dokter yang menangani Anda mengenai jadwal hemodialisa Anda. - - - -

Apa komplikasi yang dapat muncul selama hemodialisa? Hipotensi : ini paling sering pada pasien gagal ginjal dengan diabetes mellitus atau kencing manis tapi seiring dengan kemajuan teknologi, risiko ini makin berkurang. Kram otot. Dulu hal ini sering terjadi tetapi dengan mesin dialysis sekarang angka kejadiannya berkurang. Reaksi anafilaktik atau alergi terhadap cairan dialysate. Biasanya ini terjadi pada hemodialisa pertama kalinya tapi akan berkurang seirirng seringnya he­ modialisa dilakukan. Selain itu Anda dapat merasa mual, me­ ngantuk, lelah, pusing, dan dingin selama proses hemodialisa dilakukan. Beritahu­ kanlah pada staf yang bertugas agar mereka dapat membantu Anda merasa lebih baik.

Style

Aksi Warna

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Monokrom

Andreas Wen, desainer lulusan LPTB Susan Budihardjo, pekan ini menghadirkan kreasi dengan “Awterpace”. Koleksi yang mentransformasikan bentuk-bentuk fiktif luar angkasa seperti ufo, alien, galaksi, venus, jupiter di atas beragam bahan seperti kaos, kulit, dan net

J

udul “AWterpace”, kata pemilik AW Wardrobe ini, diambilnya dari penggalan kata outer space yang digabungkan dengan label miliknya. Andreas pun menyuguhkannya melalui bermacam teknik, baik itu cetak, sablon, foiling dan flocking. Flocking dikatakannya dikenal sebagai teknik mencipta motif timbul seperti emboss pada bahan beludru. Sedangkan, foiling menggunakan teknik khusus untuk merekatkan warna metalik di atas permukaan kain dengan suhu panas.

Segala bentuk teknik printing tersebut dicampuradukkan Andreas hingga terlihat seperti sebuah tekstur baru dalam satu busana. Koleksi “Awterspace” persembahan untuk konsep ready-to-wear baik untuk wanita maupun pria. Karyanya mulai dari jaket, sweater, shirt panjang, celana pendek, hingga terusan dalam pilihan warna monokromatis putih, hitam, abu-abu dan perak . Semuanya dapat dipadupadankan secara bebas sesuka hati pemakainya. –Sri Ardhini

Apakah saya harus melakukan hemodialisa seumur hidup saya? Bila Anda belum bisa melakukan transplantasi ginjal untuk menggantikan ginjal Anda yang rusak maka Anda harus melakukan hemodialisa seumur hidup. Jadi apakah hemodialisa ini aman? Selama dilakukan oleh tenaga terlatih dan di tempat dengan fasilitas sesuai maka hemodialisa ini aman untuk Anda.

Foto-foto: ARSELAN GANIN

15


16

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

Sekolah Pilot & Pramugari

Edukasi

M

asyarakat Bali khususnya dan Indonesia umumnya begitu antusias untuk mengikuti program kami. Sebab, dengan biaya yang sama bahkan lebih rendah dari biaya program yang sama di Indonesia, para siswa akan memperoleh Lisensi Pilot lengkap PPL, CPL, IR, MEIR dari F.A.A., berlaku seumur hidup. Dengan perbandingan satu

siswa akan mendapat fasilitas satu instruktur dan satu pesawat latih, maka bisa dipastikan siswa bisa tamat on time dalam 10 bulan. Tanpa perlu tes penerimaan. Namun, harus dipastikan calon siswa tidak menderita buta warna dan bisa berbahasa Inggris. Biaya yang akan dibayarkan sudah meliputi keseluruhan biaya, kecuali tiket pesawat dan akomodasi. Yang paling menarik adalah

pelatihan intensif Bahasa Inggris, Simulator sampai mahir dan Basic Aviation Knowledge di Bali sebelum berlatih ke San Diego – Amerika membuat para siswa lebih mantap dan percaya diri untuk melanjutkan training lanjutannya di Amerika. Akomodasi setara fasilitas hotel berbintang dengan free transport ke airport dari akomodasi memudahkan mobilitas siswa. Cuaca yang hampir 80 % bersahabat di

California dengan kepadatan lalu lintas udara akan membuat siswa berlatih tanpa hambatan namun penuh tantangan keterampilan, yang akan membuat siswa semakin lebih handal dibanding berlatih di lokasi yang selalu bermasalah dengan cuaca. Para orangtua tidak perlu khawatir bila putra-putrinya melanjutkan di Amerika. Sebab, bagaimana pun juga nantinya seorang pilot tetap akan menjelajah ke seluruh belahan negara di dunia. Di Amerika, ada ribuan siswa internasional termasuk yang

berasal dari Indonesia. Begitu juga ada begitu banyak toko yang menjual bahan masakan Indonesia, jadi tidak perlu khawatir mengenai selera makan. Di San Diego California juga ada banyak obyek wisata terkenal seperti Holly­wood, Disneyland, dan Las Vegas, jadi para siswa sekaligus dapat jalan-jalan sambil belajar. Ada begitu banyak kemudahan di kami. Jadi...Ayo ramai-ramai jadi Pilot. Sebab, saat ini kebutuhan pilot di seluruh dunia sedang tinggi permintaannya. Kami juga memiliki diskon hampir Rp 50 juta bagi pendaftar sebelum tanggal 19 Juni 2015. Pendaftaran cukup dengan USD 1000 dengan membawa KTP/Kartu Pelajar. Hubungi kami di layanan sms/ mobile 24 hours di nomor 081 239 395 751 atau email untuk info di ahaaviasiconsultant@gmail.com Pelajari kami di Web kami www. ahaindonesia.com atau www. ahavindo.com. Student counselor kami akan dengan senang hati untuk membantu memberikan informasi selengkapnya.

Head Office dan Training Center: A.H.A. Aviasi Indonesia Sudirman Agung Blok B-17 Jln. P.B. Sudirman – Denpasar Bali Mobile 24Hours : 081 239 395 761

Sindroma Metabolik: Bom Waktu Era Modern Dr. Putu Daivi Prakriti Era modern ini tidak hanya membawa hal positif bagi manusia. Banyak hal negatif yang dapat mempengaruhi kualitas hidup kita. Salah satu hal negatif yang paling umum adalah masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah seperti serangan jantung, diabetes dan stroke. Masalah-masalah kesehatan tersebut seringkali ditemukan pada seorang individu dan kemudian dikelompokkan sebagai Sindroma Metabolik. Sindroma metabolik ini merupakan suatu kumpulan faktor risiko yang bersumber dari re­sistensi insulin disertai dengan kelainan penyimpanan dan penggunaan jaringan lemak.

W

orld Health Association (WHO) mengelompokkan diabetes secara langsung sebagai bagian utama dari sindroma metabolik. Sedangkan menurut situs resmi American Heart Association, seseorang dapat dikatakan menderita sindroma metabolik apabila ia memiliki 3 atau lebih dari masalah kesehatan berikut ini: 1.Obesitas abdominal atau kegemukan yang berpusat di wilayah perut, yang diukur dari lingkar pinggang (lebih dari 102 cm untuk laki-laki dan lebih dari 88 cm untuk perempuan). 2.Level Trigliserida dalam darah sebesar 150 miligram per desiliter atau lebih. 3.Tingkat kolesterol HDL yang kurang dari 40 miligram per desiliter pada laki-laki dan 50 miligram per desiliter pada perempuan. 4.Tekanan darah sistolik yang mencapai 130/85 milimeter air raksa atau lebih. 5.Gula darah puasa yang mencapai 100 miligram per desiliter atau lebih. Mengapa seseorang bisa terkena sindroma metabolik? Munculnya sindroma

metabolik merupakan akibat dari kebiasaan hidup sedenter atau kurang aktivitas bergerak, dan pola makan yang tidak sehat. Penyakit ini memiliki angka kejadian yang cukup tinggi. Di Eropa, seperempat populasi dewasanya menderita sindroma metabolik. Sindroma metabolik dan penyakit kardiovaskuler yang menyertainya juga dapat diturunkan kepada anak dan cucu kita. Jadi, bila anda memiliki hubungan keluarga secar langsung dengan penderita sindroma ini, waspadalah karena anda pun berisiko menderita sindroma metabolik. Mengingat tingginya angka kejadian sindroma ini di masyarakat, mungkin saja di masa depan semua orang akan terbebani dengan sindroma metabolik ini sebagai riwayat keluarga atau bahkan penderitanya. Studi yang dilakukan oleh Gami et al. di Amerika Serikat menemukan adanya peningkatan risiko terkena penyakit jantung koroner hingga dua kali lipat pada penderita sindroma metabolik. Pada penderita sindroma metabolik, terjadi peningkatan risiko penggumpalan darah sehingga timbul gangguan fungsi pada lapisan dalam pembuluh

darah. Selain itu, kekakuan pembuluh darah arteri dan stress oksidatif juga turut meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner pada penderita sindroma metabolik. Perubahan gaya hidup atau lifestyle dan pengurangan berat badan merupakan langkah awal yang paling penting dalam penanganan sindroma metabolik. Perubahan gaya hidup yang dimaksud meliputi perubahan pola makan dan peningkatan aktivitas olahraga. Intervensi farmakologis dengan obatobatan juga dapat membantu dalam penanganan sindroma metabolik. Pola makan a la Barat dikatakan berhubungan dengan peningkatan risiko berkambangnya sindroma metabolik. Sebaliknya, pola makan yang mengandung susu, telur, ikan, dan biji-bijian seperti gandum dalam jumlah tertentu dapat menurunkan risiko terkena sindroma metabolik. Selain itu, pola tidur yang sehat juga diperlukan untuk pencegahan sindroma metabolik tersebut. Olahraga yang dilakukan secara rutin juga merupakan hal yang tidak boleh dilupakan, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan sindroma metabolik atau penderita sindroma metabolik itu sendiri. Sebuah studi yang dilakukan oleh Bateman et al. menemukan bahwa jenis olahraga yang paling baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan metabolisme adalah aerobik. Olahraga sebaiknya dilakukan dalam intensitas sedang, berkelanjutan selama 30 menit, 5-7 hari dalam seminggu. Tentunya hal ini perlu dibiasakan dan tidak boleh putus begitu saja. Bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan sindroma metabolik, sebaiknya dilakukan pengecekan tekanan darah

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

9

Aksi Seka Gong Anak-anak Pucil Makembang

Cara Kilat hanya 10 Bulan untuk bisa Menjadi Pilot Profesional Biaya Terjangkau & Berkualitas

Biarkan putra-putri Anda berada di tangan yang tepat untuk mewujudkan cita- cita menjadi seorang Pilot. Kami akan membuat proses pendidikan mereka menjadi sangat nyaman sehingga putra-putri Anda tidak akan merasa tertekan oleh tes-tes maupun penyerapan materi pendidikan yang padat, sebab sekolah kami ditangani oleh para profesional di bidang pendidikan sekolah Pilot.

Dara

dan gula darah secara rutin ke dokter. Sedangkan bagi yang sudah memiliki satu atau lebih gejala sindroma metabolik, selain pemeriksaan rutin ke dokter, Anda yang dinyatakan harus minum obat tertentu setiap hari juga harus ingat agar jangan sampai putus obat. Jangan serta merta menyimpulkan diri Anda telah sembuh begitu tekanan darah atau gula darah anda mencapai normal. Perlu diingat bahwa normalnya nilai-nilai tersebut adalah disebabkan oleh perubahan gaya hidup dan pola makan yang telah anda lakukan dan juga obat yang diberikan dokter. Penghentian konsumsi obat tanpa anjuran dokter dan perubahan gaya hidup kembali ke arah tidak sehat akan membuat diri Anda kembali rentan terhadap sindroma metabolik, bahkan dapat menimbulkan gejala penyakit yang lebih parah seperti gagal jantung, serangan jantung, stroke dan lain sebagainya. Dengan kata lain, sindroma metabolik ini mirip seperti bom waktu yang hanya ditunggu meledak saja. Sebagai kesimpulan, sindroma metabolik merupakan kumpulan gejala yang meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Gejala tersebut meliputi kegemukan yang berpusat di perut, kelainan konsentrasi lemak darah, tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi. Pola hidup dan makan yang sehat berperan penting dalam pencegahan dan penanganan sindroma metabolik. Apabila seseorang mulai memerlukan pengobatan, maka jangan sampai putus obat dan jangan berhenti melakukan pemeriksaan rutin ke dokter hanya karena merasa sudah sehat kembali, karena hal tersebut dapat berakibat lebih buruk lagi.

Dari Kebiasaan Ngayah Melaju ke PKB Super Race Bali Kecil-kecil cabe rawit. Meski usia mungil, tetapi kemampuannya pasti menggigit. Itulah aksi penabuh anak-anak yang tergabung dalam Seka Gong Anak-anak Pucil Makembang Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Marga Tabanan. Dalam memainkan gamelan gong kebyar, anak-anak yang umurnya rata-rata setingkat SD itu tergolong piawai. Mereka tak hanya tangkas dalam memukul bilah gamelan, tetapi juga tampil manis dalam bergaya. Baik dalam suasana ngayah ataupun tampil dalam acara resmi.

S

eka gong dari desa perjuangan ini memang tergolong masih belia seperti usia pendukungnya yang umurnya antara 8- 3 tahun. Seka ini berdiri sejak Agustus 2014 yang idenya untuk memberikan kegiatan positif pada anak-anak. Di samping ingin membentuk generasi yang akan melestarikan budaya Bali, juga untuk memberikan pendidikan budi pekerti lewat seni. “Kami ingin memberikan pendidikan seni pada anak-anak. Sama sekali bukan menciptakan seniman, tetapi murni memberikan keterampilan yang berharap melahirkan jiwa seni sehingga bisa halus dalam berperilku,” kata Wayan Suendra koordinator pelatih tabuh Pucil Makembang. Hal itu sangat mungkin, sebab anak-anak sebagai pendukungnya berasal dari satu banjar yang memiliki latar belakang tak sama. Ada anak yang memang sudah bisa megender

wayang, rindik, kendang dan ada anak yang sama sekali tak memiliki dasar megambel. Walau demikian, mereka tetap kompak dan tumbuh menjadi satu seka gong kuat serta kreatif. Memang dari segi penguasaan teknik, anak-anak ini belum sempurna, namun dengan modal semangat mereka berhasil menguasai gending-gending yang tergolong rumit. Selama tiga bulan berlatih, mereka sudah menguasai tabuh (iringan tari) Gopala, Panyembrahma, Rejang, Baris Gede hingga iringan Tari Sekar Sandat Serasi yang menjadi maskot Kabupaten Tabanan. “Harusnya memberi dasar dan teknik yang bagus dulu, tetapi agar mereka tak bosan dan merasa lebih senang serta bersemangat maka kami berikan tabuh-tabuh iringan tari. Dengan begitu mereka lebih berpeluang dapat pentas, baik untuk ngayah ataupun untuk kegiatan lainnya,” ujar Suendra. Pada acara peresmian patung

pejuang I Gusti Ngurah Rai bersama empat tokoh pejuang lainya yang berlokasi di Pura Basa Desa Pekraman Ole, seka anak-anak ini juga berperan. Mereka berkolaborasi dengan seka gong remaja mengiringi Tari Bleganjur Panca Bhakti dan Tari Janger. Kedua tari ini mengisahkan Pasukan Ciung Wenara pimpinan I Gusti Ngurah Rai saat menyusun siasat perang melawan penjajah Nica. Acara tersebut tak hanya disaksikan oleh para mantan pejuang, tetapi juga pejabat di tingkat Kabupaten Tabanan dan Provinsi Bali. Ajang itu menjadi aksi perdana bagi Seka Gong Anak-anak Pucil Makembang tampil dalam acara resmi. Meski terkesan mendadak, tetapi penampilannya bagai sebuah iklan “kesan pertama begitu menggoda”. Karena bocah-bocah itu tak hanya menghibur, tetapi juga mampu menggugah para pemegang kebijakan, sehingga seka gong anak-anak ini dipercaya sebagai

Perayaan ulang tahun pertama Super Race Bali (SRB) dilaksanakan Minggu (7/6) di Desa Budaya Kertalangu. Kegiatan dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng, ramah tamah, donor darah, dan penyerahan sumbangan untuk 100 anak yatim dari beberapa panti asuhan. Ketua SRB Yudha Dwipayana mengatakan SRB merupakan komunitas pemilik motor besar diatas 650cc yang ada di Bali. Awalnya komunitas ini hanya beranggotakan beberapa orang, namun kini sudah menjadi 40 orang. Yudha yang didampingi Iqbal Maricar, salah satu pengurus SRB mengatakan untuk menjadi anggota SRB, selain memiliki motor diatas 650cc juga harus mendapat rekomendasi dari anggota lainnya. Dalam kegiatan ulang tahun yang bertema “Together, We Share”, SRB memberi kesempatan kepada anak-anak panti asuhan untuk ikut naik motor gede. Kesempatan ini dimanfaatkan anak-anak untuk menikmati sensasi naik motor besar. Yudha dan Iqbal juga mengucapkan terima kasih kepada sponsor diantaranya Kawasaki Duta Intika, Cellular World dan komunitas motor lain yang turut memeriahkan acara. -wah duta Kecamatan Marga untuk tampil dalam acara Hari Ulang Tahun Kota Tabanan ke- 521. Atas prestasi itu, penabuh anakanak ini kembali dituntut menyajikan karya seni baru yang sudah tentu sesuai dengan tema besar. Tentu saja, hal ini membuat mereka kembali memeras keringat untuk berlatih keras, sehingga bisa menyajikan pragmentari dengan iringan tabuh bleganjur. Saat itu, masing-masing duta diwajibkan mengangkat potensi daerahnya sebagai tema garapan. Karena Marga yang merupakan daerah pejuang dan memiliki objek Alas Kedaton serta tanaman hias terletak di Desa Petiga, maka penonjolan dari garapan serta prosesi pawai mengacu pada potensi tersebut. Hanya bermodal semangat, anakanak yang memiliki darah pejuang itu pun berhasil menyajikan garapan seni yang atraktif. Walau ekpresinya masih terkesan polos, sederhana dan masih kental dengan jiwa anak-anak, namun aksi mereka cukup menggugah. Sambutan penonton bagai spirit untuk melanjutkan aktivitas berkesenian di usia dini. Bahkan, Bupati Tabanan serta para undangan juga memberikan acungan jempol. Hal itu karena pendukungnya yang rata-rata masih belia, namun mampu menyajikan karya seni besar dan mendekati kolosal. TAMPIL DALAM PKB Atas prestasi itu, Pucil Mekemang kembali diuji. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tabanan memberi kepercayaan untuk menjadi duta kabupaten Tabanan yang tampil dalam Parade Gong Kebyar Anak-anak pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXVII. Dengan bangga, kepercayaan itu langsung diterima dengan senang hati. Hal itu diputuskan, setelah mendapat dukungan penuh dari orangtua mereka, serta aparat Desa Pekraman Ole. Gendrang perjuangan kembali ditabuh. Apalagi didapuk tampil dalam PKB sebuah ajang bergengsi milik masyarakat Bali. Anak-anak ini menjadi lebih bersemangat mengikuti

latihan megambel. Pembinanya juga melibatkan orang lain yang merupakan para pakar dalam menata tabuh ataupun tari. Anak-anak yang mendukungnya menjadi lebih disiplin, bahkan sering hadir lebih awal dari jadwal yang diberikan. Anak yang malas menjadi lebih rajin, anak yang kurang mahir memulai dengan belajar sendiri dan anak yang merasa memiliki kemampuan lebih menularkan kepada anak yang kurang. Rasa kebersamaan tumbuh sehingga Pucil Makembang menjadi subur, sehingga siap menjadi buah yang unggul. Kini, Pucil Makembang sudah mengusai seluruh materi sebagai syarat untuk bisa tampil dalam parade gong kebyar anak-anak. Materi itu adalah Tabuh Kreasi Kosalya Arini ciptaan Alm. Berata, tabuh Pat Lelambatan Sidang Rapuh karya I Wayan Wiryadi (Qiung), Tari Megandu karya I Wayan Muder (tabuh) dan Mang Srik (tari) serta Dolanan karya Made Petruk (tabuh) dan IB Wisesa serta IB Purwa (penggarap tari dan lagu). Bahkan dua dari empat materi itu sudah ditampilkan pada PKB tingkat Kabupaten Tabanan di Gedung Mario, Jumat (5/6). Dalam penyajiannya itu Pucil Makembang tak sendiri, melainkan tampil mebarung (pents bersama) Seka Gong Dewasa Manik Kunti Gangga Desa Perean Kauh Kecamatan Baturiti, Seka Gong Wanita Putri Kencana Desa Beraban dan Seka Semara Pegulingan Banjar Teten Kecamatan Kediri. Tampil bersama penabuh senior, anak-anak ini memang sedikit tegang. Bagaimana tidak mereka dihadapkan pada penabuh yang berpenglaman dan memiliki jam terbang tinggi. Walau demikian, sajian mereka tetap memukau yang selalu mengundang rasa penasaran. “Mudahmudahan kami bisa tampil lebih baik di ajang PKB yang akan pentas pada 20 juni 2015 yang pentas bersama dengan duta Singaraja,” harap I Wayan Amrita salah satu penabuh itu. -Darsana


8

Bunda & Ananda

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Mau Liburan Sendiri

atau

D

engan bersamasama merencanakan sebuah acara liburan, kita bisa belajar mengeluarkan pendapat secara positif, bisa belajar mendengarkan pendapat anggota keluarga lain, serta bisa belajar bertoleransi terhadap pilihan tujuan berlibur anggota keluarga yang lain. “Cara seperti ini bisa diterapkan untuk keluarga yang anak-anaknya sudah berumur di atas 5 tahun. Biasanya mereka sudah bisa memilih dan sudah tahu yang mana membuat mereka merasa nyaman atau senang. Untuk memutuskan kita berlibur kemana bisa dengan suara terbanyak atau mungkin dengan kesepakatan bersama. Misalnya saja, apabila tahun ini tujuan berlibur adalah pilihan si kakak, berarti tahun depan tujuan berlibur adalah pilihan si adik. Itu mengajarkan anak menghormati pendapat orang lain dan belajar menerima keputusan bersama,” ujar Made Nanda Setia Lestari, S. Psi. Staf Psikologi di Sub Bag Psikologi Instalasi Rehab Medik RS Sanglah ini menambahkan tujuan berlibur juga harus diperhatikan dan disesuaikan dgn kondisi keluarga pada saat akan berlibur. Selain harus memperhatikan cuaca dan iklim tempat berlibur juga ada beberapa hal lain. Misalnya dari umur anak, kondisi finansial, lamanya berlibur dan situasi tempat berlibur. Misalnya anak-anak dibawah umur 3 tahun tidak diajak berlibur ke tempattempat yang terlalu ramai dan harus dilihat dari segi kenyamanan juga. “Kondisi finansial juga harus menjadi perhatian utama. Berlibur pasti membutuhkan biaya. Lamanya berlibur pun disesuaikan dengan waktu bekerja orangtua. Jangan sampai pada waktu berlibur orangtua masih sibuk memikirkan pekerjaan sehingga waktu berlibur dengan anak menjadi tidak berkualitas,” ujar perempuan yang akrab disapa Ade Nanda ini. Situasi tempat berlibur, misalnya bisa dilihat kapan waktu untuk berlibur ke tempat itu. Bisa dicari waktu agar di tujuan kita berlibur tidak terlalu ramai, sehingga anak-anak dapat berlibur dengan nyaman. Selain itu mungkin bisa dipertimbangkan dari kondisi kesehatan. Misalnya kalau anak alergi dengan udara dingin mungkin lebih baik berlibur ke

daerah panas sepertt pantai. Kalau anak-anak senang dengan suasana alam seperti suasana pertanian atau perkebunan bisa diajak berlibur ke daerah perdesaan atau agrowisata. Bagi orangtua yang sudah memiliki anak-anak beranjak remaja mungkin sudah bisa melepas anak-anak untuk berlibur sendiri. Yang perlu dipertimbangkan adalah dari kemandirian dan kesiapan si anak dan tujuan berlibur si anak. Untuk berlibur sendiri ini mungkin bisa dibatasi tujuannya. Misalnya ke rumah kakek-nenek atau kerabat yang berada di lain kota. Untuk anak-anak yang sudah dewasa, berikan kepercayaan untuk berlibur ke tempat yang lebih jauh. Bisa dengan mencarikan biro perjalanan yang terpercaya dan disesuaikan dengan kesiapan dan kemandirian si anak. Anak juga bisa diajak merencanakan liburan mereka sendirian atau mengenal lokasi tujuan mereka berlibur melalui internet, misalnya peta daerah tersebut ataupun lokasilokasi yang akan mereka kunjungi. “Anak-anak yang sudah beranjak remaja sudah bisa dilepas untuk berlibur dengan teman-temannya asalkan mereka sudah bisa mandiri dan bertanggungjawab terhadap diri sendiri serta bisa mengurus keperluannya selama berlibur,” kata anggota Himpunan Psikologi (Himpsi) Bali ini. MANFAATKAN GADGET Anak-anak yang berlibur sendiri nilai lebihnya mereka bisa belajar mandiri, yaitu belajar mengurus diri sendiri, belajar bertanggung jawab terhadap barang bawaannya, bisa belajar mengatur keuangannya sendiri, serta bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Selain itu anak bisa belajar membantu teman apabila temannya mendapat kesulitan. Dan, bisa belajar bersosialisasi di lingkungan yang lebih luas. Anak juga bisa diajarkan mengenali tujuan mereka berlibur. Misalnya melalui peta atau map yang sekarang bisa dilihat di gadget yang mereka punya. Minusnya, apabila anak-anak menemukan masalah atau sesuatu hal yang tidak bisa mereka selesaikan, tidak ada orangtua yang bisa dimintai pendapat atau saran. Apabila terjadi peristiwa kehilangan benda atau perlengkapan pribadi (seperti

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Minimalis Bernuansa Tradisional

R

umah minimalis masih menjadi tren bererapa tahun terakhir. Dengan bentuk simpel, konsep ini kemudian disesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia. Untuk memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami, hadir aplikasi bukaan-bukaan besar pada jendela dan pintu. Di Bali khususnya,

Liburan Bersama? Liburan adalah hal yang paling ditunggu oleh semua orang. Karena pada saat liburan kita dapat melepaskan semua kepenatan dan stres kita selama bekerja atau sekolah. Untuk menyusun sebuah liburan, ada yang dari jauh-jauh hari sebelumnya atau mungkin tanpa rencana. Apabila kita ingin berlibur bersama keluarga lebih baik apabila direncanakan terlebih dahulu. Karena bisa saja pilihan liburan masingmasing anggota keluarga bisa berbeda.

Griya

17

beberapa arsitek memberikan sentuhan tradisional yang diaplikasikan pada pilar-pilar besar yang memakai batu bata merah gosok. Rumah minimalis milik pasutri dr. Wayan Sudirtha Yasa, Sp.OG. dan Nyoman Parmithi ini didominasi unsur kayu pada lantai yang juga dikolaborasikan dengan batu-batu alam pada struktur lainnya. –Inten Indrawati

Liburan

dompet, HP, paspor, dsb) tidak ada orangtua atau orang dewasa yang bisa dimintai bantuan. Ajari anak kemana dia harus minta pertolongan. “Liburan dengan keluarga adalah hal yang sangat menyenangkan bagi semua anggota keluarga. Apalagi jika ayah dan ibu sehari-hari sibuk dgn pekerjaan di kantor dan anakanak sibuk dengan tugas sekolah. Ini nilai plusnya bisa lebih mempererat hubungan antar anggota keluarga. Terutama untuk ayah dan ibu yang jarang berkumpul dengan anakanaknya. Bisa meningkatkan keharmonisan dalam keluarga,” ujar Ade lagi. Hal yang perlu diperhatikan adalah anak-anak yang rentan penyakit. Perlu disiapkan obat-obatan yang lengkap. Apalagi kalau berlibur ke tempat yang agak terpencil. BAWA BUKU TELEPON Plus minus liburan tanpa didampingi orangtua hampir mirip dengan liburan sendiri. Keuntungannya, anak-anak bisa lebih mandiri dalam mengurus segala kebutuhannya selama liburan baik itu masalah finansial atupun apa yang diperlukan selama liburan tersebut. Anak bisa belajar mengambil keputusan sendiri dengan segala risiko yang akan dia tanggung sendiri. Minusnya, perlu diwaspadai apabila

terjadi kecelakaan, ataupun kehilangan barang pribadi anak. Selalu berikan informasi kepada anak, kemana harus meminta bantuan apalagi itu terjadi pada mereka. Beritahukan anak untuk membawa buku kecil berisi nomor telepon penting yang bisa mereka hubungi. Hal ini sangat berguna apabila HP yang mereka bawa misalnya hilang. Liburan sendiri adalah suatu hal yang bermanfaat untuk semua orang. Karena dengan berlibur orang bisa membuat pikirannya lebih rileks dan lebih santai. Sehingga diharapkan setelah berlibur dapat beraktivitas dengan lebih baik. “Berlibur tidak harus ke tempat yang jauh ataupun yang mahal. Cukup berpergian ke pantai atau pegunungan dekat rumah sudah termasuk berlibur. Ataupun, sekadar berkumpul di rumah sambil mengerjakan hal-hal yang kita senangi dan bisa dikerjakan bersamasama dengan anggota keluarga juga bisa dikatakan berlibur,” jelas Ade. Untuk berlibur ke tempat yang agak jauh mungkin bisa dirancanakan terlebih dahulu, dan bisa diambil keputusan melalui suara terbanyak ataupun kesepakatan bersama. Disini semua anggota keluarga bisa belajar untuk bermusyawarah. Yang perlu diperhatikan dalam berlibur

Sentuhan tradisi Bali diaplikasikan dengan pemakaian batu bata merah gosok pada pilar-pilar rumah. Nuansa tradisional diperkuat lagi dengan menghadirkan pintu kayu Bali.

Ade Nanda

adalah: masalah financial, tujuan tempat berlibur, berapa lama akan berlibur, jumlah anggota keluarga atau teman-teman yang akan diajak berlibur, cuaca pada saat berlibur di tempat tujuan, usia anak-anak pada saat berlibur, kondisi kesehatan anak pada saat berlibur (mungkin perlu disiapkan obat-obatan yang biasa diberikan pada anak-anak). Apabila itu semua sudah kita perhatikan, diharapkan perjalanan liburan tersebut akan membuat semua orang senang dan rileks. - Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit DEWA YANG ADIL

Seorang petani tak henti-hentinya memikirkan nasibnya yang miskin. Ia bekerja membanting tulang untuk menghidupi seorang istri dan sebelas anaknya. Hampir tiap hari keluarga itu kekurangan maMade Taro kanan. Sang petani selalu mengalah. Makanan bagiannya dibagikan kepada istri dan anak-anaknya. Entah setan apa yang menggodanya. Suatu malam petani itu mencuri seekor ayam panggang di sebuah warung makan. Malam itu juga ia meninggalkan rumahnya, naik ke lereng bukit bersama ayam panggang curiannya. “Aku ingin menikmati ayam itu sendirian. Dengan siapa pun aku tak mau berbagi!” demikian katanya sambil mencari tempat yang aman. Di tempat itu ia mulai merobek-robek paha dan dada ayam yang gurih itu. Tiba-tiba ia melihat seseorang mendaki bukit. Orang itu mendekatinya. “Gurih benar daging ayammu!” kata orang asing itu. “Sudilah kau berbagi sedikit. Aku sangat lapar.” “Tidak! Aku juga sangat lapar. Aku berjanji untuk tidak berbagi dengan siapa pun, karena aku

Taman belakang de­ ngan pool menjadi point of interest rumah seluas 4,5 are ini. Ruang tidur utama, ruang keluarga, dan ruang makan, semua view nya mengarah ke sini.

belum pernah menikmati makanan sendirian.” Orang asing itu masih juga merajuk. “Tolonglah, aku sangat lapar,” katanya. “Perkenalkan, aku adalah Dewa Pencipta.” “Huh! Aku tak perduli, siapa pun kau! Apalagi Dewa Pencipta, dewa yang tidak adil. Masak Dewa Pencipta sampai hati memberikan kehidupan yang miskin bagi orang yang bekerja keras. Lihat itu, orang yang ongkang-ongkang mendapat kesempatan menjadi kaya!” Orang asing yang mengaku Dewa Pencipta itu terpaksa menahan laparnya, lalu melanjutkan perjalanan mendaki bukit. Petani itu meneruskan merobek-robek ayam panggangnya, lalu melahapnya dengan sangat bernafsu. Tiba-tiba ia melihat lagi seseorang mendekatinya. Orang itu juga mengaku lapar lalu merajuk petani yang keenakan itu. “Sungguh, aku sangat lapar,” kata orang asing itu. “Aku adalah Dewa Kematian. Sejak pagi belum makan.” “Dewa Kematian?” seru petani itu, lalu menyerahkan sebagian ayam panggangnya kepada dewa itu. “Terimakasih! Sungguh baik hatimu!” kata orang asing yang mengaku Dewa Kematian itu. “Dalam keadaan susah pun kamu mau berbagi.” “Tentu, Dewa!” jawab petani itu. “Dewa Kematian adalah dewa yang adil. Ia tidak membedakan yang miskin dan yang kaya. Kalau sudah waktunya mati, ya matilah.

Masing-masing kamar ini memiliki view yang bagus, tentu saja tetap dengan bukaan-bukaan lebar pada jendela dan pintu.

Ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan di­letakkan berdekatan. ­Bukaan-bukaan besar dan kaca bening­ ­diaplikasikan untuk ­mendapatkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami.


18

Life

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

Duta Endek Denpasar

Dan Semarak Pesona Busana Endek

Pemenang Kategori Sekolah Berpasangan: Juara 1: SMAN 7 Denpasar Pasangan Nanda Priantara & Trisha Yunita Juara 2: SMAN 8 Denpasar Pasangan Restu Wiguna Aridita & Gusti Ayu Agung Diah Astuti Juara 3: SMAN 2 Denpasar Pasangan Putu Riyon Sumardhika & Ni Made Pramiswari Sunya D.P Kategori Umum Putri Juara 1: Luh Putu Dewi Pradnyanitya Pastini Juara 2: Ni Luh Putu Lilyk Rahmawati Juara 3: Vivi Kategori Umum Putra Juara 1: I Gusti Agung Malishy Juara 2: I Gusti Bagus Teguh Pramana Juara 3: A.A.Ngurah Bagus Semara Juara Favorit Berpasangan SMA 3 Denpasar Bambang Gde Yuna Artha & Made Aida Pradnyadevi

K

endek itu bakal diajak langsung ke lokasi pertenunan endek milik desainer tekstil I Gusti made Arsawan di Bale Timbang, Penatih, Denpasar agar lebih mengenal bagaimana pro­ ses pembuatan endek.”Dari kegiat­an lomba ini saya harap dapat menjaring generasi muda yang dapat meneruskan tugas dan tanggung jawab dalam upaya pelestarian endek,” katanya. Selanjutnya, Ketua Umum Duta Endek Kota Denpasar AA Bagus Magha Sambhara menambahkan jika dalam lomba fashion show yang pertama kali dilaksanakan oleh Duta Endek Denpasar ini, peserta juga belajar memilih endek yang benar dan pintar memodifikasinya. Lomba fashion endek ini juga, kata Agung Sambhara akan menjadi agenda tahunan mereka. Sebab, mereka ingin menunjukkan bahwa kegiatan para Duta Endek, bukan hanya sebatas fashion show saja, tapi juga belajar untuk menjadi seorang entre­ preneur. -ard

Dengan penuh penyesalan, Titian (47), bersimpuh di kaki ibundanya yang kelihatan sudah sangat sepuh. Ibu yang menangis tiap hari untuknya selama hampir seperempat abad. Menangisinya ketika ia lebih memilih laki-laki yang akhirnya menjadi suaminya dengan memutuskan mengubah keyakinan­ nya untuk mengikuti keyakinan suaminya. “Atas pilihan Kak ­Titian, yang paling terpukul waktu itu adalah ibu kami,” ­ungkap Parlinah, salah seorang adik kandung Titian. tkh/net

S

Inovasi dan Kreativitas Meningkat etua Panitia Lomba Fashion Casual Endek Modifikasi, I Putu Parta Guna Raditya didampingi Sekretaris Panitia I Kadek Yogi Wisnu Saputra, mengatakan motivasi diadakannya lomba fashion tersebut yakni untuk semakin meningkat­kan kecintaan dan kepeduli­an generasi muda terhadap endek, sekaligus pula turut melestarikan produk budaya lokal tersebut. Selain itu kata Parta, mereka ingin mencari bibit-bibit Duta Endek yang berpotensi di bidang modeling serta menggali kreativitas kalangan anak muda dalam merancang busana endek yang benar-benar kasual dan siap pakai untuk kegiatan seharihari, sebagai­m an tag line yang mereka genggam selama ini yakni “ Endek Kita Punya, Kita Pakai dan Kita Bangga”. Dikatakannya pula kalau tiga pemenang dalam lomba fashion show

7

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

Kembali ke Pelukan Ibu setelah Kanker Payudara

Pemenang Lomba Fashion Show Casual Endek

“Inspire and Harmony of Wastra” adalah tema yang diusung Duta Endek Kota Denpasar pada pagelaran Lomba Fashion Show Busana Casual Endek Modifikasi, Minggu (7/6) di Gedung Sewaka Dharma, Denpasar. Lomba busana untuk remaja putra dan putri ini, dibuka secara langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Denpasar, IA Selly D. Mantra, yang ditandai dengan pemukulan gong.

Story

Dalam Lomba Fashion Busana Casual Endek pekan lalu tersebut, penilaian terhadap 47 peserta dalam 3 kategori. Yaitu, Kategori A. Berpasangan untuk Siswa SMA/SMK , Kategori B. Umum Putri, dan Kategori C. Umum Putra ini dilakukan oleh tiga orang juri. Mereka adalah Tjok Abi (desainer Bali ), Feronica Cory (­model), dan Tude Togog (desainer). Tjok Abi, salah seorang juri menyoroti mengenai busana berbahan endek yang dikenakan peserta. Untuk kategori berpasangan tingkat SMA/SMK, katanya rata-rata desainnya sudah sesuai dengan kriteria busana endek kasual bebas. Namun untuk yang kategori umum, baik untuk putra maupun putri, masih banyak di antara mereka yang mengenakan desain busana cenderung ke arah semiformal, bukan murni kasual bebas. Namun, dikatakannya soal penyelenggaraan lomba, melihat jumlah peminat dan antusiasme keikutsertaan mereka,Tjok Abi menyatakan acara yang digelar oleh Duta Endek Kota Denpasar tersebut berjalan sukses . Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Denpasar IA Selly D.Mantra didampingi Kabid Per­ dagangan Dinas Perdagangan Kota Denpasar, IA Dewi Citrawati, S.E., M.Si., mengatakan sangat meng­apresiasi kegiatan yang dilakukan Duta Endek Kota Denpasar. “Acaranya berlangsung

sukses. Para peserta berhasil menghadirkan desaindesain yang penuh inovasi dan memang cocok dikenakan anak-anak muda. Ini berarti, endek semakin mendapat respons yang luar biasa dari masyarakat luas,” tuturnya. Namun, lanjut istri Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra yang juga penggagas acara pemilihan “Duta Endek Kota Denpasar ini”, mereka tidak boleh puas begitu saja. Perkembangan dan semakin meningkatnya minat generasi muda terhadap endek ini perlu terus dijaga bahkan terus dikembangkan, salah satunya, dengan menggelar lomba itu. Selly D. Mantra juga menyatakan kebanggaannya atas berbagai upaya dan kegiatan yang sudah dijalankan Duta Endek Kota Denpasar selama ini. Termasuk dengan diselenggarakannya lomba busana endek tersebut, diyakininya perkembangan busana endek yang berbasis budaya tidak akan mandeg melainkan terus melaju. Meski gerakan agar anak-anak muda semakin mencintai produk lokal cukup ber­ hasil, ia tetap menekankan kepada para Duta Endek untuk tidak mudah berpuas diri melainkan terus melakukan terobosan-terobosan lainnya . - ard

elepas menyelesaikan kuliahnya di salah satu universitas negeri di Pulau Jawa, Titian pulang memperkenalkan kekasihnya pada orangtuanya dan lima saudaranya. Kedatangan mereka sekaligus merupakan awal perkenalan kekasih Titian pada keluarga besar Titian. Juga sekaligus sebagai momen lamaran secara pribadi yang disampaikan oleh kekasih Titian, sebelum lamaran resmi yang rencananya akan dilakukan keluarga kekasihnya itu beberapa bulan ke depan. Niat ini awalnya disambut baik dan diterima baik oleh keluarga besar Titian. Namun ketika tahu bahwa kekasih Titian menganut keyakinan (agama) yang berbeda dengan Titian, keluarga besar Titian menolak rencana pernikahan itu. Titian memang kecewa. Sampai setahun kemudian, upaya untuk meminta restu orangtua dan keluarga besarnya gagal, Titian yang sudah menjadi seorang pengajar itu, memilih mengabaikan keluarganya dan pergi bersama kekasihnya. “Kak Titian memohon-mohon agar Ibu memberi restu, namun ibu tetap tidak memberi restu karena selain ingin menikah Kak Titian juga akan berpindah keyakinan mengikuti keyakinan suaminya,” ujar Parlinah. Betapa hancur hati ibunya kala itu, melepas Titian yang akhirnya meninggalkan rumah, meninggalkan ibu dan ayah-

nya, meninggalkan saudara-saudaranya sekaligus meninggalkan agamanya. Ia pergi lalu menikah tanpa restu ibu dan keluarganya. Sejak itu, Titian tidak lagi pulang ke rumahnya. Karena ia tahu benar, keluarganya sudah tidak lagi menerimanya kambali. Ini memang berat bagi Titian. Parlinah bisa merasakan kegelisahan kakaknya itu. Namun apa lacur, ia telah menentukan pilihan dan ia harus menerima konsekuensi dari keputusannya itu. Titian mulai menjalani kehidupannya dengan agama/keyakinan baru. Ia rajin dan taat menjalankan agama, setaat ia pada suaminya. Sementara itu kehidupannya makin jauh dr keluarga besarnya. Titian tak dapat menyembunyikan sedihnya tatkala ia tahu tiap malam ibunya menangisi keputusannya itu. Sampai akhirnya ia memiliki anak dan memberanikan diri pulang bersama bayinya. Meski ibundanya tidak memperlihatkan marah yang ekspresif, Titian tahu ibunya sudah tertutup hatinya untuk bisa menerimanya kembali. Namun, atas keberaniannya untuk pulang, kecemasan Titian pudar manakala ibunya dengan sukarela menggendong bayinya dan tampak mau menerimanya. Sejak itu Titian bisa pulang ke rumahnya walau ia tahu ibundanya hanya menerimanya secara fisik, bukan dirinya yang telah berpindah agama. Itu terus berlangsung. Titian berada dalam

dilema, atas restu bunda yang tidak pernah bisa diperolehnya. Sampai akhirnya ia menyadari bahwa apa yang dialaminya kini karena ia membangkang pada ibunya. Suami yang dulu membuatnya banyak berkorban, kini mulai banyak menyusahkannya. Suka minum, suka main perempuan hingga senang berjudi. Lengkap sudah penderitaan Titian dengan kejatuhan ekonomi rumah tangganya. Kanker payudara juga menderanya. Ibaratnya ia sudah jatuh tertimpa tangga. “Ini terjadi setelah 15 tahun kemudian,” kata Parlinah. Suami Titian juga akhirnya pergi begitu saja setelah payudara Titian diangkat akibat kanker. Kanker itu ternyata tidak dapat diangkat hingga tuntas. “Kakak kembali terkena kanker pada payudaranya yang satu lagi. Di saat terpuruk seperti ini, yang merawat Titian adalah ibu dan saudara-saudaranya. Dari sanalah ia memahami arti cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya. Cinta dan kasih sayang seorang ibu, sejati baginya. Ia memilih menceraikan suaminya dan membawa ketiga anaknya. Menurut Parlinah, kembalinya Titian pada keyakinan yang dianutnya sejak lahir, membuat ibunya merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Apalagi kini Titian telah berhijab. “Ibu bangga sekali pada Kakak, tiap hari, meski telah sepuh, ibu sendiri yang merawat Kak Titian,” kata Parlinah. Titian

sendiri kini merasa hidupnya lebih tenang bersama anak-anaknya, bersama ibundanya dalam dalam

naungan cinta serta kasih sayang keluarga besarnya. -Naniek I. Taufan


6

Nicke Widyawati

Belajar dari Tantangan Baru Beberapa pucuk pimpinan dari sejumlah pemangku kepentingan terkait berkumpul bersama di Kantor PLN Divisi Bali selama dua hari, 7-8 Juni, dalam acara “Forum Pemimpin Ketenagalistrikan II: Mencari Solusi Permasalahan Pengadaan Lahan dan Perizinan untuk Program Pembangunan ­Ketenaglistrikan 25.000 MW”. Salah satu pucuk pimpinan yang datang, adalah Nicke Widyawati, Direktur PLN. Perempuan kelahir­an Tasikmalaya, 25 Desember 1967 ini, merupakan satu-sa­tunya perempuan dalam direksi PLN. Seperti apa kiatnya yang diharapkan dapat memberi sentuhan segar di perusaha­an maskulin tersebut?

S

Women on Top

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

ebelumnya, Nicke merupakan Direktur Utama PT Mega Eltra, sebuah perusahaan kontraktor listrik di lingkungan holding PT. Pupuk Sriwijaya. Alumnus SMAN 1 Tasikmalaya dan Fakultas Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung itu pun pernah menjabat Direktur Bisnis di PT Rekayasa Industri, dan Vice President Corporate Strategi Unit (CSU) di perusahaan yang sama. “Kuliah di Teknik Industri ITB adalah pilihan saya, yang didukung juga oleh orangtua. Saya tertarik mengambil jurusan Teknik Industri karena memberikan wawasan yang

menyeluruh tentang pengembangan dan pengelolaan industri, sehingga dapat memberikan solusi yang terintegrasi untuk permasalahan-permasalahan industri,” kata Nicke. Sebelum masuk sebagai jabatan Direksi di PLN, Nicke mempunyai pengalaman bekerja di perbankan, di perusahaan Engineering, Procurement, Construction (EPC) untuk pembangunan pabrik-pabrik industri, serta di perusahaan trading. “Semua pengalaman-pengalam­ an tersebut telah melengkapi wawasan saya dari sisi corporate management, operational management, financial management, human

capital management, serta business management, yang dapat diterapkan di PLN,” kata Nicke. Menurutnya, pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya menjadi tantangan yang menyenangkan, karena ia sangat menyukai tantangan baru dan pembelajaran baru. Bagi Nicke, PLN adalah perusaha­an besar dengan tantangan ke depan yang luar biasa. Banyak hal yang masih perlu ia pelajari untuk menjawab tantangan kerja di PLN. ”Beruntunglah saya memiliki rekan-rekan direksi yang sangat cooperative, open mind, capable, dan saling percaya,” ucapnya. Ia menilai, seluruh jajaran di organisasi PLN adalah orang-orang yang capable di bidangnya masingmasing, dimana tugas direksi adalah mengoptimalkan, membuka, dan mengarahkan resources yang ada untuk mencapai target-target perusahaan. Sebagai direktur perempuan pertama dan satu-satunya di PLN, Nicke harus bekerja keras agar dapat membuktikan kepada semua pihak bahwa seorang perempuan layak duduk di posisi ini. “Pengalam­an saya bekerja 23 tahun di PT. Rekayasa Industri yang karyawannya didominasi oleh lakilaki, membuat saya dapat mudah beradaptasi di PLN,” ujar Nicke tentang kiat suksesnya. Kepada rekan-rekan perempuan, ia selalu mengingatkan agar lebih percaya diri dalam mengejar mimpi. Menurut Nicke, kesem­ patan bagi perempuan untuk berkarier sampai posisi puncak sangatlah terbuka, tergantung dari profesionalitas dan keberanian dari kaum perempuan itu sendiri. Target sebagai direksi PLN

salah satunya adalah menyukseskan program 35.000 MW dalam 5 tahun ke depan. Menurutnya, itu bukan target yang mudah, tapi sangat menantang dan harus dapat direalisasikan. “Negara kita perlu tambahan suplai listrik 35.000 MW ini untuk menggerakkan roda perekonomian yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Direksi PLN sudah memetakan beberapa titik sumbatan (bottleneck) yang selama ini menghambat pembangunan pembangkit listrik dan transmisi. Dukungan pemerin­ tah untuk mengurai bottleneck tersebut sangat luar biasa. Dalam 5 bulan ini beberapa regulasi sudah bergulir, yang telah menyederhanakan proses pengadaan untuk Independent Power Producer (IPP), serta proses perizinan dan pembebasan lahan yang diperlukan oleh PLN. Peningkatan kinerja pembangkitpembangkit yang ada serta efisiensi energi primer menjadi fokus utama di operasi perkuatan neraca keuang­ an, serta peningkatan kapasitas

dan kompetensi SDM, menjadi fokus utama di infrastruktur perusahaan. Ia menilai, debt to equity ratio di atas 250% menyulitkan PLN dalam mencari dana untuk investasi, se­hingga perlu dilakukan restrukturisasi hutang dan permodalan. Peningkat­an kapasitas dan kompetensi SDM juga menjadi krusial, karena dalam 5 tahun ke depan 10.000 karyawan akan pensiun, dan di sisi lain dengan tambahan 35.000 MW perlu tambahan karyawan. “Pada intinya, direksi merupakan board dengan tanggung jawab collegial, sehingga setiap direksi dalam mengambil keputusan sektoral perlu mengkaji dari seluruh aspek perusahaan, sehingga akan didapat keputus­ an terbaik bagi perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya. –Wirati Astiti

19

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

Memiliki bisnis sendiri sudah menjadi impian kedua perempuan muda, Nana dan Ogek. Bisnis online inilah yang dipilih keduanya sebagai solusi untuk memulai sebuah usaha. Menurut keduanya bisnis online inilah peluang usaha yang bisa dijalankan dimana saja dan kapan saja, apalagi sosial media yang digunakan juga cukup banyak.

Ogek

J

Nana

ika ada orang yang mengatakan bisnis online memberikan penghasilan besar dengan cepat dan mudah, kedua remaja ini menyatakan tidak sepenuhnya benar. “Untuk berhasil dalam berbisnis online tidak semudah dan sesantai yang dibayangkang orang. Seperti pesan para pakar , kami bukan hanya siap sukses tapi juga siap menghadapi kegagalan. Selain itu usaha ini juga tetap memerlukan modal baik materill maupun yang non materiil,” ujar Nana. Pemilik nama lengkap Trisnawati Witono ini mengatakan awalnya ia hanya coba-coba membantu membuatkan desain untuk tantenya yang memiliki usaha garmen. Dari sinilah kemudian terbersit keinginannya untuk memiliki merek untuk usaha sendiri. Nana yang sudah mulai usaha online tahun 2013 ini, mengaku baru di tahun 2014 ia menggunakan sosial media. “Repotnya di bisnis online produk pakaian ini susahnya kalau misalnya kain yang diperlukan sedang habis, jadi harus menunggu untuk bisa produksi. Terus agak sedih juga ketika ketemu calon pembeli dan yakin pesan, tapi akhirnya tidak jadi beli,” kata pemilik merek “dhouvu_apparel” ini. Meski demikian karena hobinya mendesain, ia merasa santai setiap kali ada ide, kemudian mulai mencari bahan hingga sibuk memotong pola sendiri.”Usaha online yang bisa diakses selam 24 jam ini sangat membantu mempercepat memasarkan karya-karya saya,” ucap Nana sambil mengatakan ingin membuka booth tanpa meninggalkan usaha online-nya. Begitu juga dengan Ogek yang mulai bisnis sepatu online tahun 2009 ini, sependapat dengan Nana kalau bisnis online pun perlu modal.

Siapa Cepat Dia Dapat

Modal yang paling penting katanya modal non materiil, yakni memiliki keinginan kuat untuk terus berusaha, konsisten , kreatif dan selalu up to date dan pastinya pantang menyerah. Ia juga harus sabar untuk menjawab pertanyaan calon pembeli yang setiap saat bisa minta info soal produk sepatunya. Begitu juga yang namanya modal materiil, lanjut Ogek harus punya. Sebab, bisnis online bisa dijalankan kalau punya koneksi internet, dan ini pasti butuh modal, walaupun nilainya tak terlalu besar, ini tetap harus diperhitungkan sebagai modal yang dikeluarkan termasuk unutuk produksi. “Tapi dengan banyaknya sosial media yang bisa digunakan saat ini, kita seperti orang punya toko yang banyak. Pembelinya bisa dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri. Kalau buka toko kan pembelinya tidak seluas bisnis online, disamping saya memang belum punya modal besar,” katanya tersenyum. Selanjutnya Ogek juga mengatakan bisnis online sepatu dengan merek “MOV” yang dijalaninya juga menghadapi pasang-surut. Sebab, menurutnya saat ini saingan bisnis online yang sejenis sangat banyak. Kadang juga, ada pembeli yang hit & run, sudah nanya macam-macam sampai pesan tapi akhirnya batal. Untuk mengantisipasi hal ini, Ogek menjalankan bisnisnya dengan konsep siapa cepat dia dapat dan tidak bisa booking tanpa DP. “Sesekali saya juga ikut mencoba pameran, di event-event tertentu yang cocok dengan produk saya,” kata Ogek yang sepatunya khas hanya warna hitam, putih, dan coklat ini. – Sri Ardhini

Cek dan Ricek sebelum Belanja Sesuai dengan perkembangan zaman, pemanfaatan IT sudah dimanfaatkan de­ ngan baik dalam berbagai bidang, misal­ nya, memudahkan berbelanja, belajar, dan mengelola perusahaan. Pemerintah juga sudah mengantisipasi terjadinya kejahatan di bidang online dengan UU ITE. Dalam bisnis online, banyak sekali perusahaan maupun perorangan yang menawarkan produknya. Namun, belum diketahui apakah toko online tersebut resmi atau tidak, kecuali ada kejadian pembeli yang tertipu, baru bisa ditindak­ lanjuti. Selama belum ada laporan, tidak diketahui apakah itu toko online legal atau ilegal. Menurut pengamat IT dan ekonomi, Dr. Dadang Hermawan, untuk mengantisipasi terjadinya hal yang merugikan dalam berbelanja online, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, harus melihat website yang menawarkan barang. Dalam website harus dicantumkan alamat lengkap termasuk nomor telepon yang bisa dihubungi. Kedua, lakukan checking bisa melalui Google, atau mencoba menghubungi contact person yang dicantumkan. “Karena walaupun bertransaksi online, tetap kita harus tahu alamatnnya. Cek dan ricek, kalau terjadi sesuatu, bisa kita telusuri,” kata dosen Pascasarjana Unud ini. Ketiga, berbelanja di toko online yang sudah mendapatkan referensi dari teman, keluarga, atau kolega. “Artinya, sudah ada orang yang

Online

berbelanja sebelumnya dan transaksi berhasil. Ada beberapa toko online yang sudah resmi, misalnya, OLX, tokopedia, bisa dipertanggungawabkan,” ucap Ketua STIKOM Bali ini. Dalam pembayaran, ia juga menyaran­ kan, lebih aman menggunakan kartu kredit dibandingkan kartu debet. “Biasanya, pembayaran dengan kartu kredit, ada konfirmasi dari bank yang mengeluarkan kartu kredit begitu transaksi dilakukan. Kalau Anda tidak bertransaksi, bisa hubungi nomor berikut. Artinya, disamping pengamanan dari penjual, ada juga pengamanan dari bank yang mengeluarkan kartu kredit. Jadi lebih aman kartu kredit karena ada beberapa prosedur yang harus dilewati,” kata Dadang. Namun, ia menegaskan, masalah penipuan tidak hanya muncul di bisnis online. Dalam bisnis offline juga bisa, ini tergantung moral kita. Masalah moral itu sangat penting. Karena itu, di STIKOM Bali, berkali-kali diberikan mata kuliah yang menyangkut urusan moral, seperti Agama, Pancasila, PPKN, Etika Profesi, dan pembekalan motivasi. “Tujuannya, lewat pendekatan agama membawa mereka ke moral yang baik. Berbahaya sekali orang yang me­ nguasai IT dan hacker tapi moralnya kurang baik, bisa repot,” kata Dadang. –Wirati Astiti

Prospek Menggiurkan Bisnis Kurir Perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia melesat pesat dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data Brand&Marketing Institute (BMI) Research total nilai transaksi belanja online di tahun 2014 mencapai Rp 21 triliun. Melihat perkembangan yang luar biasa ini, diperkirakan total nilai transaksi tahun ini akan mengalami peningkatan dua kali lipat dari sebelumnya. Moncernya e-commerce tentu tak lepas dari meningkatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia. Berdasarkan riset APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) yang bekerja sama dengan PusKakom Universitas Indonesia, hingga tahun 2014 pengguna internet telah mencapai 88,1 juta atau 34,9% dari total jumlah penduduk Indonesia. Sementara BMI Research memperkirakan, persentase mereka yang melakukan belanja online sekitar

24% dari total jumlah pengguna internet. Pesatnya pertumbuhan ecommerce ini juga ikut mendongkrak bisnis lainnya. Salah satunya yang ikut berjaya adalah bisnis di bidang logistik atau pengantaran barang. Bisnis e-commerce sangat tergantung pada logistik atau pengantaran barang. Dengan tumbuhnya e-commerce, bisnis jasa kurir pun ikut berkibar. Bukan hanya perusahaan-perusahaan besar yang menikmati ‘kue logistik’ tapi juga perusahaan kecil, bahkan para pemula yang baru mencoba terjun ke bisnis ini. Tak heran kalau saat ini bermunculan pemain-pemain baru di bidang bisnis kurir. Perusahaanperusahaan yang tadinya tidak memiliki unit kurir pun akhirnya membuka unit kurir demi untuk

ikut menikmati kinclongnya bisnis e-commerce. Menurut Nofrisel, Direktur Teknik dan Pengembangan PT

Bhanda Ghara Reksa, dalam lima tahun terakhir ini bisnis online mengalami perkembangan pesat dan hal ini memberi kontribusi besar bagi pendapat bisnis kurir. Saat ini sekitar

30-40% pendapatan perusahaan pengiriman didapat dari bisnis online. “Sekitar 30 sampai 40 persen kontribusi pendapatan (perusahaan pengiriman) dari bisnis online. Itulah mengapa bisnis kurir memandang penting media sosial terutama bisnis online shop,” ujarnya. Pesatnya perkembangan bisnis online ini, katanya, tak akan mampu ditangani oleh satu atau dua perusahaan besar saja. Dalam perkiraannya, perusahaan pengiriman besar hanya menguasai tidak lebih dari 20% dari pasar secara keseluruhan. Ini artinya peluang bisnis ini masih terbuka lebar bagi mereka yang berminat terjun di bidang jasa pengiriman barang. “Pertumbuhan online shop mencapai 150 sampai 200 persen per tahun sehingga tidak mampu ditangani satu perusahaan besar,”

ungkap Nofrisel. Dalam bisnis ini, tambahnya, tidak ada yang mendominasi, tidak ada market leader. “Perusahaan dengan nama besar saya kira hanya menguasai 15-17% pasar,” kata Nofrisel saat peluncuran unit usaha BGR Ekspress, baru-baru ini. Tentang meningkatnya pertumbuhan bisnis kurir karena e-commerce juga diungkap oleh Zaldy Ilham Masita, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI). Menurutnya, kontribusi e-commerce di sektor logistik sangat besar. Dalam lima tahun terakhir, sektor jasa kurir logistik mengalami pertumbuhan rata-rata 35% per tahun. Pertumbuhan terbesar berada di wilayah Jabodetabek dan Jawa. “Sektor kurir sempat mengalami masa suram karena banyak yang beralih dari pos atau surat ke surat elektronik. Tapi dalam lima tahun terakhir, sektor ini kembali maju pesat karena ecommerce,” jelasnya. –Diana Runtu


20

Nine

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Di ruang tamu rumahnya, Triana Wulanndari (32), sibuk membolak-balik, memeriksa, dan memperbaiki sembari mengisi ulang kolom-kolom yang salah pada tumpukan kertas data yang begitu banyak. Ia adalah salah seorang Petugas Lapangan Keluarga Berencana di UPT BPPKB (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana), Kecamatan Bolo, Bima. Ia terlihat detil memperbaiki data yang sebelumnya telah diisi enam kader pendata dan satu orang supervisor di Desa Kananga, desa yang menjadi wilayah kerjanya sejak lima tahun terakhir ini.

I

a sengaja membawa pulang pekerjaan kantornya untuk dikerjakan di rumah, demi menjaga akurasi dan kebenaran pengisian data dalam form-form resmi yang dikeluarkan oleh BKKBN Pusat itu.

PLKB Sukseskan Pendataan Keluarga Untuk tetap menjaga kestabilan jumlah pertambahan penduduk atau agar tidak terjadi ledakan jumlah penduduk yang berlebihan sehingga tidak terkendali, membuat pemerintah khususnya yang menangani bidang Keluarga Berencana, terus gencar mengampanyekan program KB. Kader-kader KB hingga di desa-desa bahkan door to door mendatangi ibu-ibu untuk menyosialisasikan KB secara aktif. Selain bersosialisasi tentang KB, pelayanan pemasangan alat kontrasepsi secara gratis dilakukan dengan berbagai cara seperti, pelayanan keliling ke Posyandu, atau bertepatan dengan momentummomentum seperti HKG-PKK (Hari Kesatuan Gerak PKK), BBGRM (Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat) dan lainlain. PLKB/PKB dan kader-kader inilah yang menjadi kunci sukses pendataan keluarga ini. PLKB (Petugas Lapangan Ke-

Ibu Supiartha in Memoriam

Sosok Perempuan Pendidik Itu Telah Berpulang Berita duka atas berpulangnya Dra. Ni Luh Suwarni diketahui Tokoh lewat harian Bali Post, Minggu (31/5). Almarhumah yang lebih karib kami sapa Ibu Supiartha ini, meninggalkan kesan mendalam bagi Tokoh. Ia sempat terlibat dalam penjurian Pemilihan Ibu Teladan Bali 2005 dan 2008 yang dihelat Tokoh bekerjasama dengan beberapa instansi dan organisasi wanita di Bali, salah sat u nya TP PKK Provinsi Bali.

Ibu Supiartha

Kala itu, Ibu Supiartha merupakan perwakilan dari PKK Provinsi. “Beliau itu sangat bersemangat sekali. Di antara juri-juri lain, beliau yang paling pertamakali hadir kumpul di kantor,” ucap Ketua Panitia Ibu Teladan dari tim Tokoh. Ketokohan Ibu Supiartha juga dirasakan warga Desa Celuk Banjar Celuk, Gianyar, tempat ia tinggal. Salah seorang warga Celuk, Putu Adnyani yang akrab disapa Bu Bara menuturkan Ibu Supiartha adalah sosok perempuan pendidik yang memiliki loyalitas dan jiwa sosial yang tinggi. Semasa hidupnya, almarhumah aktif sebagai pembina PKK. “Masih ada satu impian beliau yang belum terwujud, dan itu sempat disampaikan kepada saya. Beliau ingin membuat sebuah komunitas yang bersifat sosial,”kisahnya. Kamis (4/6) sejak pagi rumah duka sudah dipenuhi warga. Jasad Ibu Supiartha baru pulang dari RS pukul 06.00, dilanjutkan dengan prosesi nyiramin pukul 13.00, dan ke setra (kuburan) pukul 14.30. Ratusan orang turut menghantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya. Hal ini menunjukkan betapa Ibu Supiartha sangat dicintai masyarakat Celuk.

5

Sebulan Mengasah Ilmu yang Hilang

Tidak Boleh Salah

Triana Wulanndari

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, MOH

Triana Wulanndari

Triana sadar benar, bahwa seluruh data yang akan menjadi laporannya tersebut, tidak boleh salah. “Kalau kami salah mengisi data, maka tentu akan berakibat kesalahan beruntun, misalnya dalam hal penghitungan jumlah penduduk,” ujarnya. Jika salah maka tidak akan terbaca oleh aplikasi pendataan yang sudah ada. Kelihatannya pekerjaan yang dilakukan para petugas seperti Triana ini sepele, padahal ini adalah salah satu pekerjaan yang langsung berkontribusi terhadap data penduduk secara nasional. Karena itulah setiap petugas seperti mereka harus teliti dalam bekerja. Bersama dengan rekan-rekannya di UPT (Unit Pelaksana Tugas) BPPKB Kecamatan Bolo, Bima, Triana mengawal para kader KB dalam melakukan pendataan keluarga yang terdiri dari antara lain, masalah KB, pasangan usia subur, keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera, klasifikasi usia mulai dari balita, remaja, lansia dan lainnya.

Inspirasi

Di Setra Banjar Celuk ini kemudian jasadnya dikubur. Menurut keterangan suami almarhumah, Made Supiartha (74) yang masih memerlukan bantuan di kursi roda, adat istiadat di Banjar Celuk untuk upacara ngaben adalah dilakukan secara massal tiap 3 tahun. “Kebetulan jadwal ngaben massalnya Agustus-September ini,” jelasnya. Upacara ngaben massal ini dilaksanakan oleh Banjar Celuk. Pendanaannya didapat dari iuran

Pelayanan KB gratis di PUSKESMAS dalam rangka BBGRM

luarga Berencana)/PKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana), dibantu kader di lapangan yang diambil dari orang yang mau menjadi sukarelawan. UPT inilah yang membina dan mengontrol para kader. Mereka yang bergerak di bidang ini kebanyakan adalah perempuan. PLKB/PKB bertugas menggerakkan untuk mengarahkan masyarakat agar mau ber-KB. Para PLKB/PKB inilah yang aktif mengontrol dan mendata peserta KB dari kegiatan yang dilakukan kader di desa-desa. Hal inilah yang membuat tingkat keberhasilan KB di Kecamatan Bolo, terbilang tinggi. Ini terlihat misalnya pada salah satu desa yakni Desa Kananga yang dipegang oleh PKB bernama Triana Wulanndari. Anna, panggilan akrabnya, yang sudah menjadi PKB selama enam tahun terakhir mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam mengajak masyarakat untuk ber-KB. “Kesadaran masyarakat khususnya Desa Kananga yang menjadi wilayah kerja saya, cukup tinggi. Karenanya dari seluruh pasangan

usia subur di desa ini, 85% sudah berhasil ber-KB,” kata Anna. Sisanya15% yang belum/tidak ber-KB lebih karena alasan ingin memiliki anak segera dan sedang hamil,” ujarnya. Mereka yang menjadi sasaran pendataan dari petugas KB ini adalah seluruh pasangan usia subur. Pendataan keluarga yang dilakukan BKKBN serentak di seluruh Indonesia, dari tanggal 1 Mei31 Mei 2015. “Yang membedakan pendataan tahun ini dari pada tahun-tahun sebelumnya adalah, lebih simple dan spesifik sehingga mempermudah pendata dan yang didata, pertanyaan lebih mudah dimengerti,” ujar Anna. Tidak adanya hambatan yang berarti selama ia menjalankan tugas di desa ini, lebih karena terjalinnya kerjasama yang baik dengan mitra kerja, seperti, bidang desa, Kepala Desa (sebagai Pembantu Pelaksana KB desa), para kepala dusun sebagai Sub PPKBD, tokoh masyarakat, tokoh agama, babinsa, terutama kader KB. “Para mitra ini sangat sangat membantu dalam menyukseskan program KB ini,” katanya. - Naniek I. Taufan

wajib yang dikumpulkan warga. Jumlahnya memang tidak banyak, hanya Rp 10 ribu per KK, setiap bulan. Karena memang tujuannya adalah untuk rasa kebersamaan dan saling membantu di antara warga Banjar Celuk. Namun, di luar itu, banyak juga warga yang memiliki perekonomian lebih, memberikan dana sukarela. Almarhumah adalah Pensiunan PNS Gianyar yang menamatkan pendidikan S1-nya di Wira Bakti jurusan Administrasi Negara. Ia aktif dalam organisasi PPTI (Perkumpulan Pemberantas Tuburkolosis Indonesia), PKK Bali dan Kabupaten Gianyar, dan bahkan pernah menjadi Anggota Dewan di Kabupaten Gianyar tahun 1978-1982 ini. - tim tokoh Made Supiartha menerima ucapan duka cita

Dirikan PAUD Kumara Jaya Celuk

Sosok Supiartha memang sangat energik dan tak bisa diam, meski usianya sudah kepala tujuh. Made Supiartha menuturkan, sebulan sebelum kepergiaannya, ia bersama almarhumah mengunjungi keluarga di Singaraja sembari membawa lauk pauk yang dimasaknya sendiri untuk dibagi-bagikan. Sekembalinya dari sana, kondisinya tidak sehat dengan gejala mual dan muntah-muntah. Rabu (6/5), Ibu Supiartha dilarikan ke RS Ganesha untuk mendapat perawatan sementara. Karena kondisinya terus merosot, kemudian dirujuk ke RS Sanglah dengan diagnosa serangan jantung penyempitan 3 titik pembuluh darah. Ibu Supiartha menjalankan pemasangan ring perawatan 6 hari di RS ini, selanjutnya diperbolehkan pulang berkumpul kembali dengan keluarga.

Kamis, (28/5) sakit Ibu Supiartha kembali kambuh. Keluhan sakitnya pada dada, yang kemudian dilarikan lagi ke UGD Jantung RS Sanglah. Sekitar pukul 01.00, dokter mengecek kondisi kesadaran Ibu Supiartha. Kondisinya terus menurun, sampai akhirnya Tuhan berkehendak lain. Jumat (29/5) pukul 13.00, Ibu Supiartha dipanggil Sang Pencipta. Berpulangnya Ibu Supiartha ke peristirahatan terakhirnya ini meninggalkan seorang suami (drs. Made Supiartha), empat orang anak (dr. Putu Wira Putra, Made Wira Widiana, Nyoma Ayu Wiratini, S.Sos., Ketut Catra Wiguna), empat menantu (dr. Ni Ketut Putri Ariani, Sp.KJ., Ni Ketut Yasmini, IGN Aribawa, S.Sos, Sang Ayu Senawati), dan 12 cucu. “Sebelum meninggal, Ibu sempat menciptakan lagu untuk PAUD Kumara Jaya Celuk

yang didirikannya 5 tahun lalu, yang dinyanyikan oleh cucunya Gst Ayu Pitri Lukita Sari,” ungkap Made Supiartha. Di mata salah seorang menantunya, sosok Ibu Supiartha sangat konsen terhadap pendidikan anak. “Beliau masih dalam keadaan sakit pun, masih memikirkan anak-anak PAUDnya. Ketika di RS disajikan puding, beliau langsung menanyakan dimana beli puding. Katanya, makanan itu cocok untukdiberikan kepada anak-anak PAUD,” kisahnya. Ketika sudah beristirahat di rumah pun, menurut keterangan menantunya itu, Ibu Supiartha masih sempat mengurus PAUD, meskipun dikerjakan dari rumah. Dan, ia pun sudah mendelegasikan tugas-tugasnya di PAUD. Selamat jalan Ibu Supiartha, semangatmu tetap berkibar di jiwa kami. – tim tokoh

Dokter urusannya bidang kesehatan. Kalau ada hobi lain di luar bidang itu, tentu hal biasa. Kalau punya prestasi, luar biasa. Ini yang dilakoni Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, MOH yang punya banyak prestasi di bidang sastra Bali. Adiputra lahir di Banjar Selat Peken, Desa Selat, Kecamatan Susut, Bangli. Desa tempat tinggalnya ini pada masa lalu termasuk desa terisolair karena dikelilingi tukad dan pangkung. Keluarga Adiputra termasuk keluarga terpandang karena ayah dan kakeknya pemimpin desa yang dijuluki Jro Mekel. “Kakek saya Jro Mekel Lingsir seorang rohaniawan, sastrawan, dan balian. Beliau tinggalnya di Gedong. Tidak semua orang boleh masuk ke gedong. Dalam gedong juga tersimpan pratima,” kenang pria kelahiran 11 Desember 1947 ini. Dari kecil Adiputra sudah dekat dengan kakeknya. Ia belajar kesusastraan. Walaupun belum lancar membaca tetapi ia sudah hapal Sekar Alit. “Waktu kelas 2 SD saya dipanggil kakek, disuruh buat rerajahan. Ternyata saya bisa, lalu diperciki titra. Sejak itu, saya menjadi asisten kakek dan sering diajak pergi ke luar desa,” ujarnya. Sang kakek sering bercerita dan memberi nasihat kepada Adiputra tentang berbagai hal. Perjalanan jauh melintasi pinggiran sungai pun tak terasa karena mereka asyik bercerita. Selain piawai seni sastra dan

Prof. Dr. dr. Nyoman Adiputra, MOH

seni tabuh, Adiputra juga jago mengukir. Ia bisa mengukir wayang stil Kamasan dan membuat patung Merdah dari tanah liat. Saat SD, Adiputra juga berhasil membuat candi bentar sekolah dengan bahan bambu. Dari semua bidang kesenian itu, kekawin menjadi spesialisasinya. Tamat SD, Adiputra melanjutkan ke SMP Negeri Bangli. Perjalanan ke sekolah ia tempuh 1 jam dan melewati 5 tukad. Kalau hujan, perjuangan menuju seko-

lah menjadi lebih berat. Namun, semua dilalui Adiputra dengan senang hati. Prestasinya saat SMP cukup unik. Setelah setengah semester di kelas I, Adiputra dibebaskan dari pelajaran Bahasa Bali. Alasannya, ia mendapat nilai terbaik menulis aksara Bali, menjadi contoh dalam mencongak aksara Bali dengan benar, mendapat pujian dalam mengarang kebersihankesehatan menggunakan Bahasa Bali, menguasai semua tembang Sekar Alit, dapat membawakan Sekar Madya (kidung Tantri), dan dapat membawakan Sekar Agung. Prestasinya di masa SMA di SMAN Denpasar juga tak jauh dari kesenian. Adiputra mampu membuat ukiran wayang kulit anoman dan gambar wayang gaya Kamasan. INGIN JADI TENTARA Tamat SMA, putra pasangan I Wayan Sampan-Ni Ketut Darma ini ingin masuk Akademi Militer Nasional (AMN). “Saya maunya masuk AMN karena ingin membebaskan orangtua dari biaya pendidikan. Dari hasil tes, saya termasuk 7 orang yang lolos. Surat panggilan waktu itu dikirim ke kantor Bupati Bangli. Ternyata orangtua saya tidak merestui saya jadi tentara. Mereka menyuruh saya sekolah kedokteran. Kakek saya juga juga punya obsesi yang sama, mungkin biar ada penerusnya di dunia kesehatan,” kenang Adiputra. Akhirnya Adiputra pun masuk Kedokteran Universitas Udayana tahun 1966 dan tamat 1975. Selama kuliah, ia mengabdi di Jero Gelogor dan sangat disayangi keluarga Jero Gelogor. Ia menjadi mahasiswa teladan pertama Universitas Udayana. Ia punya kenangan unik juga karena tamatnya

Prof. Adiputra saat ngayah sebagai pragina

mundur dua bulan untuk mendapatkan gelar mahasiswa teladan yang diberikan Dekan FK Unud ketika itu, Prof. Dr. I.B. Oka tepat pada tanggal 17 Agustus 1975. Dua hari kemudian, ia disumpah sebagai dokter. Adiputra yang awalnya ingin kembali ke Bangli diminta untuk menjadi dosen di almamaternya. Perjalanan karier Adiputra pun dimulai dari menjadi staf pengajar. Pendidikan pascasarjana diikutinya di Fakultas Kedokteran Hongkong (1978-1979), pendidikan Master di Institute of Public Health University of The Philippine (1982-1983). Pendidikan doctoral diselesaikan di Universitas Airlangga, Surabaya tahun 1992 dan sejak tahun 1993 diangkat sebagai guru besar tetap FK Unud. Ia juga banyak meneliti bidang fisiologi olahraga, ergonomis, pengobatan tradisional Bali, dan pembangunan berkelanjutan. Pada suatu ketika, setelah 10 tahun menjadi dokter, ada pesantian. Adiputra yang diketahui

punya latar belakang seni sastra diminta untuk menyumbangkan suara. Ternyata, Adiputra merasa kemampuannya mekekawin sudah berkurang. Ia pun menghadap PD II Fakultas Sastra untuk diperbolehkan ikut kuliah karena ingin “mengembalikan” bahasa Balinya. Ternyata Adiputra tidak diizinkan. “Saya lalu mendatangkan salah satu paman untuk mengajar. Hasil latihan saya rekam, lalu saya beli buku-buku kekawin. Dalam satu bulan saya bisa lagi. Kemampuan saya mekekawin sudah kembali. Begitu ada tawaran, rarisan Pak Dokter, saya langsung tampil,” ujarnya sambil tersenyum. Ia juga sering ikut megambel jika ada kegiatan upacara di kampung halamannya. Tak hanya piawai mekekawin, Adiputra juga sudah membuat beberapa kekawin, diantaranya kekawin Universitas (Udayana Maha Widya) tahun 1993, Bali Dwipa (1996), Bali Sabha Lango (1997), Raja Patni Mokta (1998), Sanghyang Kala-Kali (1996), Calonarang (2001), Sura Asura Ranangga (2013), dan Bali Weragyotama (2014). Tahun 2015, ia sudah berencana membuat kekawin Chandra Bherawa. Keaktifan ayah tiga anak, dr. I Putu Anda Tusta Adiputra, Sp.B.O.(K), Dr. Luh Made Indah Sri Handari Adiputra, S.Psi,M. Erg, dan I Nyoman Arik Atmawia, SST., Par ini dalam bidang sastra Bali mendapat perhatian pemerintah. Tahun 2006 Adiputra mendapat penghargaan Sastra Nugraha dalam karya sastra Bali klasik dari Dinas Kebudayaan Bali. –Ngurah Budi


4

Inspirasi

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

AA Mirah Aryani

“S

u a tu k e t i k a kami sedang berbelanja di Pasar Badung. Kami tidak dihiraukan pada saat film Jodha Akbar tayang di televisi. Serempak mereka menyalakan televisi dan menyaksikan film India itu. Kami tidak dihiraukan. Dari sana muncul keinginan untuk membuat masakan India,” ujarnya. Mirah Aryani ternyata tidak sendiri. Bersama seorang konselor, Sentot Widhiarto yang karib di­sapa Sentot, ia memulai bisnis

Guntur Corner Bermula dari “Jodha Akbar” Demam teknologi menjadi momok utama perkembangan gaya hidup. Terlebih makin mudahnya pertukaran informasi dari ­berbagai tempat. Makin cepat informasi berkembang, makin ­pesat pula ­pertumbuhan ekonomi masyarakat. Keadaan ini nampak ­dimanfaatkan dengan baik oleh AA Mirah Aryani, S.H. (47), ­pemilik Guntur Corner. Diakuinya bahwa Guntur Corner bermula dari fenomena “Jodha Akbar” yang kerap menghiasi layar televisi.

Gunt u r C o r n e r. Mereka belajar membuat ma­­sakan melalui you tube, dimodifikasi sesuai lingkun- Belgian Waffle withh ICe Cream Strawberry gan penjualan yang notabene orang Bali gemar pedas. daftar di MUI dengan no. regisSelain itu mereka juga suka trasi : 08100006901213. Ini pula berburu makanan, kalau ada ma- yang membuatnya semakin pede mengembangkan pro­d uk pia kanan enak langsung dicoba. Dari pengalaman tersebut ini. Terbukti banyak tamu-tamu dan dengan tekad belajar mandiri domestik yang sengaja datang ke counter Pia Pendet melalui teknologi, akhirnya mendi Restoran Bebek Tepi datangkan berkah. Perempuan Sawah Ubud atau Tuban, pengusaha kelahiran Jakarta 18 Restoran Bebek Bengil Mei 1968 ini patut ditiru seUbud dan cabang-cabang mangatnya. Istri dari AA Alit restoran Betutu Gilimanuk Md Wiartha ini tak kenal lelah baik di Renon, Tuban belajar dari pengalaman. maupun di Airport. Sebelumnya usaha ku“Ini dikarenakan liner seperti Betutu kita juga telah Gilimanuk, Nasi bekerjasama de­ Campur Bali, dan ngan JNE dengan Pia Pendet sudah ikut serta dalam digelutinya. ‘PESONA’, pesanan olehPIA PENDET oleh nusantara. HALAL Semacam jejak Mirah Aryani kuliner nusantara,” mengisahkan, Pia tuturnya. Pendet berdiri 2 tahun lalu. Waktu Belajar pertama kali muncul. dari You Tube Pia pendet memiliki 5 Kini, Mirah varian rasa, ubi ungu, Aryani melebarkan kacang hijau, cokelat, usaha­nya yang lebih keju, stroberi dan mix menyasar anak muda. yang terdiri dari kombiDiakui bahwa saat ini nasi rasa-rasa tersebut. tengah marak temSeiring berjalannya waktu, pat tongkrong­a n anak ternyata hanya rasa cokelat muda. Dari sana timbul dan keju saja yang diminati keinginan membuat sampai sekarang kami tempat tongkronhanya membuat rasa gan dengan harga itu saja, kecuali ada kaki lima kualitas pesanan,” ucapnya. bintang lima. Ditegaskannya, Milk Shake Vanila “Kami melihat Pia Pendet telah ter-

sasar­an konsumen. Harga harus mengolah menu Bebek Goreng Guntur Corner mulai soft pas dengan kantong mereka, Sambel Kriyi. Tentu cabe kriyi opening pada 23 Mei 2015. tapi kualitas makan­an juga tidak digunakan untuk menambah Cukup baru dan segar untuk bisa sembarang. Walaupun hanya karakteristik masakan Bali. dirambah. Bagi pecinta ma“Kami menggunakan cabe sakan Itali sampai India dapat belajar dari you tube, kami yakin dengan citarasa masakan kami. kriyi juga untuk membantu me­n gunjungi Guntur Corner Terlebih Roti Canai Curry seba- petani Bali, agar masih bisa yang cocok untuk anak muda gai andalan kami. Menu ini kami produktif. Kami juga banyak ataupun eksekutif muda. Penpelajari dari internet kemudian belajar dari Gusti Alit Oka gunjung juga dapat menikmati y a n g Acara live music setiap hari dimodifikasi sesuai lidah orang S u c i ( A t u B i g ) Bali, terutama anak muda. merupaKamis s.d. Minggu. Guntur Harga­nya hanya sepuluh ribu k a n Corner mempunyai makna rupiah. Sangat terjangkau,” ungtersendiri di benak Mirah kap Sentot. Aryani. Bagi­nya Guntur Harga yang berkisar dari Corner adalah kasih Rp 8.000 sampai Rp sayang berupa keper25.000, menjadikan cayaan dari suami untempat ini layak tuk mengemban usaha. dikunjungi Selain itu, Guntur Corpecinta ner merupakan pembukkuliner tian bahwa wanita juga dapat muda. berusaha dalam bidang kuliner. Guntur “Saya ingin menunjukan pada m a n - anak saya, pada masyarakat Corner t a n k e t - semua, bahwa selama kita Pa t i s s e r i e & Mumbai Burger ua Parfi Bali mempunyai keyakinan, pantang Lounge yang tery a n g m e r u p a - menyerah, selalu mencoba dan letak di Jalan Buluh kan pencetus Ayam yang penting terus belajar, kita Indah 51 X tersebut juga Betutu Gilimanuk. Dari pasti mampu mencapai tujuan cukup strategis. Dapat dijangkau dari arah Kuta maupun Gatot sana pengalaman tentang bis- kita,” pungkasnya. – Wulan Subroto. Pecinta kuliner juga nis kuliner, cita rasa dapat mencoba minuman Green masak­a n Bali perlaSquash dan Red Borneo yang han menjadi pelajaran yang sangat memiliki filosofi. Red Borneo mewakili ke­ bermanfaat,” kata g e r s a n g a n l i n g k u n g a n s a a t w a n i t a yang hobi ini, kemudian Green Squash sepak bola itu. Guntur Corner yang terbuat dari mentimun itu melambangkan reboisasi juga berupaya untuk lingkungan. Ada pula Lon - membuka peluang tong Mumbay yang merupakan bagi anak-anak SMK modifikasi dari rempah-rempah yang mempunyai ketIndia. Disajikan di atas hot erampilan di bidang plate­, lontong berlumurkan kuliner untuk bersaus Mumbay tersebut menyatu gabung. “Kami mengbersama potongan ayam pang- gunakan fresh gradugang. Balino Bruscheta dan ated dari SMK, merBalino Sushi juga patut dicoba. eka dapat bekerja di Semua itu adalah upaya Mirah Guntur Corner semAryani dalam memadupadankan bari mengaplikasikan rasa otentik daerah asal masa- ilmu mereka. Tidak kan tersebut de­ngan lidah pe- jarang kami berkalcinta kuliner di Bali. Ibu dari AA aborasi untuk memSagung Manik Pranacitra, AA buat menu baru,” Ngr. Bagus Wiarthajaya, dan AA imbuh Sentot suami Ngr Setyawan Wiarthananya dari Pasek Irayani, AA Mirah Aryani (kanan) bersama anaknya AA Sagung Manik Pranacitra ini, sebelumnya juga berhasil S.H. ini.

Mandalika

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

21

Wisata Nurani untuk Revolusi Mental

“Saya tepat waktu, saya tepat waktu, saya tepat waktu......!”. Janji yang diucapkan sekitar 600 guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Dompu, menggema memenuhi gedung Sama Kai Dompu beberapa waktu lalu. Janji ini sengaja diselipkan oleh Kapolda Nusa Tenggara Barat, Brigadir Jenderal Polisi Sriyono, untuk mengingatkan para guru agar memberikan teladan yang baik bagi para siswa.

B

upati Dompu, H. Bambang adalah generasi muda penerus cita-cita Yasin, ikut bertepuk tangan bangsa ini,” kata Sriyono. dengan rasa bangga menyakMenurut Kapolda NTB yang baru bebersikan janji para guru dalam apa hari lalu digantikan oleh Brigadir Jendral kegiatan silaturahmi wisata nurani yang Polisi Umar Septono ini, pendidikan di negeri dipandu Kapolda Nusa Tenggara Barat, ini terlalu fokus pada angka juga pencitraan Brigadir Jenderal Polisi Sriyono. dan meninggalkan nilai-nilai moral untuk Tidak seperti acara-acara wisata mencapai hasil akhirnya. “Betapa mahalnya nurani lainnya yang pernah diselenggara- kejujuran di negeri ini,” lanjutnya. kan di berbagai daerah di Nusa Tenggara Fakta-fakta yang negatif dalam memBarat, wisata nurani yang diikuti oleh bangun karakter generasi muda yang terjadi para guru dan kepala sekolah ini, mem- selama ini dan sebenarnya diketahui oleh berikan harapan baru akan perubahan semua orang dibuka secara terang-terangan. karakter dunia pendidikan, khususnya Dari sanalah Sriyono berpijak, untuk mengadi wilayah Dompu, dalam satu gerakan jak para guru di Dompu ini menuju langkah perubahan yang dikemas dalam konteks baru, yakni langkah perubahan. Perubahan wisata nurani ini. ke arah yang lebih baik. Menuju revolusi Wajah muram pendidikan kita, menjadi mental (khususnya dalam dunia pendidikan) pembuka dalam modul yang dibawakan yang tengah digaungkan oleh Pemerintah Master Trainer NAC Polri ini. Berbagai RI saat ini. kecurangan dalam dunia pendidikan khususMembangun kesadaran bersama untuk nya dalam pelaksanaan Ujian Nasional, menuju perubahan, memang tidak gamdi mana sekolah berperan aktif dalam pang. Namun, sebagai seorang motivator, kecurangan tersebut seperti salah satunya Sriyono terlihat sangat serius dalam hal ini. pemberian kunci jawaban kepada siswa Tidak kurang satu setengah hari, ia berdiri peserta UN, menjadi ironi dalam dunia di depan para pejabat daerah Dompu dan pendidikan. “Anak-anak kita, diajarkan un- anggota DPRD Dompu pada hari pertama tuk curang bahkan dimulai dari sekolah,” yang dimulai dari pukul 08.00 wita hingga ungkap Sriyono. Ia lalu memutar sebuah pukul 21.30 wita. Dan dilanjutkan keesovideo berkaitan dengan hal tersebut. Video kan harinya di hadapan sekitar 600 guru yang menampilkan cuplikan tayangan Kick Andy yang menghadirkan seorang guru yang berjuang menolak segala bentuk keikutsertaan guru dalam kecurangan UN dengan menjadi “Tim sukses” UN. Tim ini terdiri dari guru-guru yang diminta untuk mengerjakan soalsoal UN dan hasilnya akan dberikan kepada para siswa. “Sadarkah kita semua, bahwa hal itu adalah proses membangun karakter buruk Kapolda NTB, Brigjen. Pol. Sriyono (kanan), Bupati Dompu, H. Bambang bagi siswa yang notabene Yasin (tengah) dan Dirbinmas Polda NTB, Kombes. Pol. Suwarto

Peran Guru Cegah Konflik Sebagai daerah yang kerap terjadi konflik horizontal, Sriyono mengingatkan bahwa lewat pendidikan anak-anak negeri ini khususnya di Dompu, bisa dicegah dengan peran serta para guru untuk saling mengingatkan. “Peran guru bisa sangat berarti dalam mendidik anak-anak negeri untuk menjadi generasi berkarakter sehingga mereka tidak mudah terprovokasi untuk tawuran antar kampung,” katanya. Dompu termasuk salah satu daerah yang memiliki respons yang sangat baik terhadap kegiatan wisata nurani sebagai wujud upaya dalam melaksanakan revolusi mental, yang dimulai dari diri sendiri, dimulai dari yang kecil-kecil dan dari sekarang. Adalah Bupati Dompu, H. Bambang Yasin, yang mengikuti kegiatan ini beberapa kali dari awal hingga akhir tanpa sedikit pun beranjak dari ruangan kegiatan. Bambang mengaku sangat tertarik

dengan kegiatan semacam ini sekaligus memberikan dukungannya terhadap Polda NTB dengan mengerahkan seluruh pejabat daerahnya hingga guru dan kepala sekolah se-Dompu. “Perubahan karakter dan revolusi mental adalah salah satu program saya sejak dulu. Hanya saja, selama ini saya belum menemukan caranya. Maka dengan adanya wisata nurani ini, saya sangat senang akhirnya bisa bekerjasama dengan Pak Kapolda, dalam upaya menuju perubahan ini,” ujar Bupati yang betah berada di tengah para pejabat dan guru-guru selama kegiatan berlangsung. Karena keseriusan dukungannya inilah, menurut Sriyono, Dompu direncanakan sebagai salah satu wilayah yang akan menjadi role model wisata nurani ke depan. Sembari berpamitan, Sriyono berharap agar semakin banyak sosok yang bisa menjadi teladan bagi anak-anak Indonesia. -Naniek I. Taufan

Kegiatan wisata nurani di Kabupaten Dompu

dan Kepala Sekolah se-Kabupaten Dompu, mulai dari pukul 09.00 wita hingga pukul 13.00 wita. Ia memberi contoh yang merupakan fakta lapangan yang ditemukan dalam ujian penerimaan brigadir di Polda NTB. Berdasarkan syarat administrasi NEM peserta minimal 5,6. “Anak-anak kita bahkan banyak yang memiliki NEM rata-rata 6 dan 7, sedangkan yang memiliki NEM rata-rata 8, lebih banyak lagi bahkan banyak pula yang NEM rata-rata 9,” katanya. Tapi apa yang terjadi, lanjutnya, saat tes akademik yang soalnya diambil persis seperti soal yang diujikan Kemendiknas, nilai-nilai tes ternyata jauh di bawah dugaan dengan melihat cemerlangnya NEM para peserta. “Yang mendapat nilai rata-rata 5 cuma segelintir peserta. Dengan begitu kami turunkan standarnya menjadi rata-rata 4, masih sama, hanya sedikit yang bisa memenuhinya.

Berikutnya diturunkan lagi menjadi 3,9. Itupun dari 650 polisi yang dibutuhkan hanya bisa tercapai 400 orang. Sisanya untuk memenuhi kebutuhan 250 terpaksa diambil dari Jawa dan Bali,” katanya. Kenyataan-kenyataan seperti inilah yang diupayakan untuk disadari dan diubah demi melahirkan anak-anak yang berkarakter. “Dan itu harus dimulai dari Bapak dan Ibu guru semua,” ujarnya. Untuk lebih menumbuhkan semangat perubahan, Sriyono lalu memutar lagu Ibu Pertiwi dan Indonesia Pusaka, guna menyentuh hati para pendidik. Para pendidik ini menyanyikan bersama lagu tersebut dengan semangat. Sebuah lagu yang disertai gambar-gambar mengenai kemiskinan di negeri ini, ditayangkan dengan cukup menyentuh dalam lagu Suara Kemiskinan, Franky Sahilatua. Beberapa guru terlihat menyeka air matanya menyaksikan kenyataan bangsanya.

PELITA BANGSA MENUNTUN MASA DEPAN GEMILANG

Sabtu (13/6), bertempat di Hotel Aston Gatsu Denpasar, seluruh siswa-siswi yang telah menyelesaikan pendidikan dari jenjang PAUD, SD dan SMP Sekolah Pelita Bangsa melaksanakan ceremoni pelepasan yang mengusung tema “Achieve a Better Future”. Dra. Maria Suprindah Santi selaku ketua panitia dalam laporannya mengWisudawan/wisudawati TK, SD, dan SMP harapkan melalui pendidikan yang telah diperoleh selama belajar oleh Leilani Nathania. Perwakilan kepala sekolah, Luh Made di sekolah Pelita Bangsa hingga berhasil lulus dan menerima ijazah, merupakan Rus Preti Dewi, S.S. menyampaikan ucahal yang nantinya dapat menjadi semangat pan terima kasih kepada seluruh orangtua untuk selalu belajar, pantang menyerah siswa atas dukungan dan perhatian mereka sampai ke jenjang pendidikan yang paling kepada putra-putrinya, sehingga anak-anak tinggi sesuai dengan keinginan, harapan dan mampu berkembang sesuai minat dan bakat. Yang secara tidak langsung pula turut cita-cita mereka. Adapun tujuan dari diadakannya acara ini mengharumkan nama sekolah Pelita Bangsa adalah sebagai penghargaan kepada siswa- yang tercinta hingga ke tingkat Provinsi siswi yang telah lulus menempuh jenjang pen- dalam bidang Olahraga yang mampu diraih didikan sehingga menjadi kenangan terindah oleh Leilani Nathania sebagai Juara II 100 m gaya dada dan 200 m gaya dada pada dan mencintai almamater sekolahnya. Acara pelepasan di jenjang PAUD Kejuaraan Porprov Bali. Pada kesempatan merupakan angkatan IX, SD angkatan V, ini pula, disampaikan rasa terima kasih dan jenjang SMP merupakan angkatan sebesar-besarnya untuk jajaran pendidik VII. Sebagai siswa berprestasi pada tahun dari jenjang PAUD hingga SMP karena pelajaran ini berhasil diraih oleh Keiko cinta dan bimbingannya selama ini hingga Sophie Koswara dari tingkat TK, dan I mampu menuntun anak-anak untuk meraih Putu Ngurah Anom Pudja Sedana Suputra masa depan gemilang sesuai dengan tema untuk tingkat SD. Sedangkan SMP diraih malam tersebut. –ten


22

Sosialita

Edisi 853/15 - 21 Juni 2015

Tahun 2050 Jakarta Diprediksi Bakal Dihuni 40 Juta Jiwa MENATA Jakarta yang sudah telanjur ­semrawut memang bukan pekerjaan mudah. Jumlah penduduk yang terus ber­tambah, berada di urutan ke tujuh kota terpadat di ­dunia, tata kota yang buruk, merupakan ­sebagian permasalahan pelik Jakarta.

Edisi 853/ 15 - 21 juni 2015

3

Byang Mangku Hipno

Berkah di Jalan Spiritual Sesungguhnya semua kehidupan adalah bersaudara, berasal dari satu Bapak dan Ibu yang sama yaitu Tuhan dalam wujud Sagunabrahman yang dikenal dengan sebutan Swayambhumanu. Kenapa ­harus memperbesar perbedaaan jika sesungguhnya kita memiliki begitu banyak persamaan. Semua kehidupan bisa menjadi harmonis dan berhak atas bahagia dalam ruang kedamaian, jika saja semua kehidupan mengerti untuk apa reinkarnasi berulang kali melewati perputaran waktu dan diciptakan kembali ke dunia ini. Mengertilah bahwa proses perputaran itu dapat dihentikan saat kita berbahagia dengan jalan memiliki kesadaran spiritual dan selalu menjadikan diri lebih baik dari hari hari se­ belumnya”. Demikian Byang Mangku Hipno mengawali percakapannya.

Guru Mangku Hipno memberi motivasi dan revolusi mental ratusan karyawan prudential

Gubernur Ahok saat membuka acara New Cities Summit 2015

M

ajalah TIME pernah menyebut, Jakarta sebagai salah satu kota terpenting di Asia Tenggara dengan problem kemacet­an yang sangat parah. “Jakarta adalah kota metropolitan yang dipenuhi pendatang dari berbagai pulau di Indonesia. Namun, tata kota dan pembangunan yang buruk menyebabkan kota ini kerap digenangi banjir besar,” tulis TIME. Berbagai Gubernur silih berganti namun persoalan Jakarta tetap saja mendera. Orang menyebut untuk menata Jakarta diperlukan seorang pemimpin yang bukan hanya berani dan tegas tapi juga harus ‘setengah gila’. Yang dimaksud ‘setengah gila’ ini, mungkin, adalah keberanian untuk melawan tekanan. Maklum Jakarta adalah Ibukota dimana berbagai kepentingan ada di sini. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyebut untuk membangun Jakarta tidak perlu otak yang terlalupintar melainkan otot yang kuat. Alasannya, semua permasalahan Ibu Kota sudah diketahui sejak dulu. Otot yang kuat, katanya, bukanlah untuk adu jotos tetapi untuk berani menindak tegas. “Jakarta nggak butuh otak terlalu pintar yang penting otot yang kuat. Anda berani action nggak? Karena di Jakarta banyak kepentingan dari oknum melarat sampai konglomerat dan lain-lain,” ujar Ahok dalam konferensi pers acara New Cities Summit 2015 di Ciputra Artwork, Jakarta, (9/6). Menurut Ahok, salah satu tantangan

Jakarta adalah masyarakat Jakarta sendiri. Bagaimana menyamakan persepsi dan mengatur prilaku warga Jakarta bukanlah hal yang mudah dilakukan. Namun begitu, ia memberanikan diri ‘mengobok-obok’ Jakarta dengan berbagai pembangunan infrastruktur, meski dalam prosesnya ‘hujan kritik’ menimpanya. Kemacetan lalu lintas tidak akan terurai selama pemerintah tidak membangun transportasi masal berbasis rel. Saat ini Jakarta tengah membangun banyak infrastruktur di antaranya adalah MRT yang dalam prosesnya memang menimbulkan kemacetan. “Kalau kamu lakukan (kerjakan proyek infrastuktur) sekarang, lima tahun orang

S

Pemenang Jakarta Urban Challenge Semringah

akan maki-maki kamu, tapi orang juga sudah sering maki-maki saya ‘kerja apa jadi Gubernur, tambah macet saja’, lah saya sudah bangun MRT kok,” ujar Ahok di tempat terpisah, Balaikota, (9/6). Karena takut dicaci-maki maka banyak kepala daerah tidak berani melakukan pembangunan tersebut. “Banyak kepala daerah mikir, ‘Ngapain bangun (transportasi masal) bikin macet, yang

penting saya selamat kepilih dua kali’. Tapi buat saya tidak peduli sama caci-maki karena sesudah itu kamu akan bilang ‘Untung Jakarta ada Gubernur ‘gila’ yang berani,” katanya. Ahok menyambut gembira digelarnya New Cities Summit 2015 di Jakarta. Dia berharap diskusi ini akan menghasilkan solusi efektif untuk segera dieksekusi dan menciptakan perubahan besar untuk kota-kota, terutama Jakarta. Acara New Cities Summit yang kali ini mengambil tema ‘‘Meraih Momen Perkotaan: Kota-kota di Jantung Pertumbuhan dan Pembangunan’ merupakan acara forum diskusi internasional yang diselenggarakan oleh New Cities Foundation yang membahas tentang

Tarian Betawi membuka acara New Cities Summit 2015

masa depan perkotaan. Hadir dalam konferensi ini sebanyak 800 delegasi yang berasal dari 45 negara. Ini merupakan gelaran New Cities Summit ke-4 yang berlangsung sejak 9 Juni-11 Juni, setelah sebelumnya di Dallas (2014), Sao Paolo (2013), dan Paris (2012), dan merupakan pertama kalinya digelar di Asia. Jakarta terpilih karena dinilai sebagai salah satu kota metropolitan yang perkembangannya menonjol di Asia dengan populasi yang diprediksi bakal tumbuh lebih dari 40 juta jiwa pada 2050. Dihadapan peserta New Cities Summit, Ahok yang membuka acara tersebut mengungkapkan sejumlah permasalahan yang dihadapi. “Mengelola kota besar dan memiliki pemasalahan kompleks seperti Jakarta merupakan tantangan yang tidak ada bandingannya. Seperti kemacetan, banjir, pemukiman warga juga kesejahteraan. Kita telah melihat kasus banjir tahunan yang terjadi hampir di setiap bagian kota ini. Kami juga memiliki penghuni liar yang tinggal di bantaran sungai, bahkan beberapa membangun rumah di atas sungai. Kami juga menghadapi tantangan yang berkaitan dengan birokrasi dan korupsi,” kata Ahok. Karena itu, lanjutnya, sangat penting untuk tidak hanya membicarakan permasalahan, tetapi juga menciptakan solusi yang efektif. Selanjutnya, kami pun berharap agar solusi-solusi itu segera direalisasikan atau dengan kata lain, langsung dieksekusi, sehingga masalah cepat selesai,” ujar Ahok. JAKARTA URBAN CHALLENGE Selain acara forum diskusi New Cities Summit juga digelar lomba ‘Jakarta Urban Challenge’ yakni lomba memberi solusi efektif untuk permasalahan lalu lintas Jakarta. Dari 226 peserta, terpilih tiga pemenang atas ide inovatif atas mobilitas dan transportasi di Jakarta. Pemenang pertama adalah Squee Mobile App. Ide kelompok ini adalah

sebuah aplikasi pemberi saran rute perjalanan yang lebih singkat dan bebas kendaraan bermotor bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Nantinya, kendaraan-kendaraan bermotor ini juga bisa diarahkan melewati kampungkampung perkotaan Jakarta. “Dengan pendekatan kota Jakarta, Squee menggabungkan kampung-kampung perkotaan dengan sistem transportasi. Kami percaya, rute jalan tikus kami lebih singkat dan bebas kendaraan bermotor lewat kampung-kampung,” kata salah satu anggota Squee, Arlene Nathania kepada wartawan. Pemenenang kedua ditempati oleh kelompok Jalan Aman (Safe Passage) yang mengeluarkan aplikasi mobile berfokus pada keamanan dari komuter wanita di Ibu Kota.Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk saling berbagi lokasi mereka, melaporkan kejadian pelecehan/kejahatan, dan mengakses informasi mengenai pilihan transportasi yang lebih aman kepada pengguna lain. Aplikasi ini sangat berguna terutama bagi para komuter di kota-kota besar yang memiliki mobilitas tinggi. Pemenang ketiga adalah Cyclist Urban System. Kelompok ini meluncurkan aplikasi bagi pengendara sepeda di Jakarta yang terdeteksi, di mana mereka dapat memarkir sepedanya, berganti pakaian, membeli minuman, memperbaiki sepeda, informasi rute, menyewa sepeda, mendapatkan pertolongan pertama dan lain-lain. “Mereka dipilih karena proyeknya mampu memenuhi kriteria Jakarta Urban Challenge yang memanggil para inovator muda Indonesia untuk memberikan solusi yang baru dan inovatif untuk memperbaiki kepadatan lalu lintas, mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi air atau memperbaiki keamanan transportasi dan aksesibilitas dalam kota,” ungkap panitia seraya menambahkan, para pemenang mendapat hadiah total 20.000 US Dolar. –Diana Runtu

wayambhumanu adalah manusia pertama yang muncul di bumi yang dikenal dengan sebutan manusia kosmik. Swayambhumanu adalah gambaran Tuhan yang Sagunabrahman. Dalam hubungannya dengan hikayat manusia, pertama-tama manu menciptakan manusia laki-laki dan perempuan dengan membelah tubuh dan jiwaNya. Belahan tubuh kanan menjadi laki-laki dan belahan tubuh kiri menjadi perempuan dan setelah itulah Manu menciptakan mahluk lainnya hingga berjumlah 8.400.000. dengan demikian semua manusia dan mahluk hidup sesungguhnya memiliki asal usul yang sama, pada hakekatnya semua mahluk adalah bersaudara dimana Tuhan sebagai Ayah sekaligus sebagai Ibu semua mahluk. Tetapi sesuai dengan perjalanan waktu, manusia tersebar ke seluruh muka bumi, dan mereka mulai melupakan asal mulanya yang sama. Dalam teologi universal, manusia adalah makhluk yang didalamnya terdapat kesadaran Tuhan, yang diciptakan di atas panggung dunia, untuk tujuan mementaskan permainan atau sandiwara yang didalamnya terdapat suka duka atau senang susah itu secara sempurna. Setelah itu ia akan kembali ke pangkuan Tuhan. ”Bagi mereka yang memahami kebenaran sejati, bagi mereka yang menempatkan Tuhan diatas segalanya, sangat sadar bahwa setiap penderitaan

Guru Mangku Hipno bersama master terapi

yang disebarkan baik kepada sesama manusia ataupun kepada alam semesta, bagaikan menanam sebatang pohon, dosanya terus bertumbuh maka dapat dipastikan siapapun yang menanam maka dialah yang akan memetik hasilnya. Siapa menabur angin maka bersiaplah menuai badai. Begitu pula bagi mereka yang telah bahagia dan menanam pohon kebaikan dikelahirannya saat ini maka bersiaplah menyongsong bahagia sampai akhir kehidupannya nanti,” ujar Byang Mangku Hipno yang bernama lengkap A.A. Sagung Inten, S.E., CH., CHt., MNNLP.

BERTUMBUH DALAM PELAYANAN Selain sebagai pengusaha di bidang pembuatan boneka kain, Byang Mangku Hipno juga merupakan pakar hypnotherapi dan metafisika. Ketertarikannya mendalami hypnotherapi dan metafisika berawal dari seringnya menemani sang suami GMH KG Suatma Yasa, S.H., CH., CHt., MNNLP atau yang akrab dipanggil Guru Mangku Hipno keliling Indonesia diundang sebagai motivator perubahan, pencapaian, dan motivator spiritual universal. Guru Mangku Hipno adalah putra Bali yang merupakan pengajar energi prana dan quantum, profesional healer, pakar hypnotherapi dan supranatural yang secara khusus menciptakan metode hypnosis, hypnotherapi, psiko-

Byang Mangku Hipno me-reinstal memori pikiran mengubah kebiasaan buruk

therapi, somathotherapi ala Bali. “Kami juga sering diundang untuk pelayanan umat penyembuhan massal dan mengajarkan konsep kesadaran spiritual dan dharma wacana, baik di wilayah Bali, NTB, Jakarta, Jawa dan Sumatera,” imbuh Byang Mangku Hipno. Untuk memberikan pelayanan maksimal kepada sesama, mereka membentuk Brahmakunta Supranatural dan Spiritual Modern Center yang khusus bergerak dalam bidang penyembuhan segala penyakit dan pengajaran keilmuan spiritual, supranatural, metafisika, prana, sihir Bali dan 108 jenis keilmuan lainnya. “Kami juga telah mendirikan GMH Institute yang bergerak di bidang pencapaian sukses melalui aktivasi empat kecerdasan (Kecerdasan Intelegensia/IQ, Kecerdasan Emosional/EQ, Kecerdasan Spiritual/ SQ dan Kecerdasan Cosmic/CQ) dimana dengan memiliki empat kecerdasan ini, kita menjadi cerdas menyikapi setiap peristiwa dalam kehidupan ini dengan kebersaran hati, mental yang kokoh dan mampu memandang setiap peristiwa yang terjadi sebagai Guru Suci yang mengajarkan kita menjadi manusia yang selalu lebih baik dan selalu bangkit disaat mengalami sakit dan kegagalan. Semua peristiwa harus diterima dengan rasa penuh syukur dan introspeksi diri. Pemikiran seperti inilah yang akan menghindarkan diri Anda dari segala masalah dan membuka pintu sehat, sukses, keberlimpahan dan bahagia akan terbuka lebar,” kata Guru Mangku Hipno. Kapan Anda harus bertemu Guru Mangku Hipno dan Byang Mangku Hipno? Jawabannya saat permasalahan mulai berlarut larut tanpa ada ujung pangkalnya; ketika permasalahan sudah tidak lagi dapat ditangani; ketika semua upaya mengalami jalan buntu; ketika akibat permasalah tersebut fungsi sosial Anda terganggu bahkan terhenti total; ketika sugesti diri dan usaha diri tidak mampu lagi menyelesaikan permasalahan; ketika para pengobat lain dan para profesional lain tak lagi mempunyai jurus ampuh menangani permasalahan yang Anda hadapi; dan ketika Anda menyadari dan mendapat rujukan bahwa masalah Anda adalah masalah salah mengelola pikiran, peras-

aan, tindakan dan mental sehingga memerlukan seorang pakar ilmu pikiran bawah sadar dan metafisika. Byang Mangku Hipno menambahkan Brahmakunta Center dan GMH Institute sudah memiliki izin praktik dari Dinkes : 448.3/28.PT.XII.14/ DIKES. “Kami satu-satunya di dunia, di Bali dan di Indonesia sebagai pusat pembelajaran dan penyembuhan segala penyakit pikiran, perasaan, dan tubuh yang menggunakan metode BYSAID dengan analisa supranatural, spiritual, dan metafisika (sekala nisaka),” ujarnya seraya menyebutkan lokasi Brahmakuna Center di Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana 1/61 Kebo Iwa Utara Denpasar, Bali. Telepon 03618442823 / 085103112404. PIN BB 7FB63D85.

APAKAH PENYAKIT ANDA? Ada dua jenis penyebab penyakit yang saat ini dominan di masyarakat yaitu sakit karena faktor fisik (organis) dan sakit karena faktor psikis (psikosomatis). Penyakit organis secara medis dapat dideteksi dengan mudah sehingga dengan cepat ketahuan dan dicarikan pengobatannya. Namun, sakit psikosomatis tidak bisa terdeteksi oleh alat tercanggih apapun karena sakitnya berada di wilayah abstrak pikiran, sikap dan perasaan. Karena tak terdeteksi sering membuat orang-orang berpikir bahwa dirinya kena guna-guna, bebai, black magic bahkan sampai mengobrak-abrik tetangga, pekarangan, bahkan yang paling ekstrm sampai berani menyalahkan leluhurnya. Menurut The American College of Family Physicians, 90% penyakit karena faktor psikis. Anda bisa bayangkan efeknya jika seseorang datang berobat ke tempat yang tak memahami cara kerja pikiran dan perasaan, tak memahami hukum pikiran dan perasaan, sifat pikiran dan perasaan, khususnya pikiran bawah sadar, pengaruh emosi terhadap tubuh fisik, teknik terapi yang tak sesuai. Jika salah penanganan bukannya membaik malah bisa mengacaukan hidup dan masa depannya dengan ciri-ciri hilangnya kesenangan pikiran, ketenangan perasaan dan kenyamanan tubuh, seperti cemas, takut, gelisah, menutup diri, curigaan,

hilang fokus, lemes, bingung dan susah tidur, suhu badan tak stabil dll. Sebagai mahluk multidimensi manusia sangat gampang mengalami sakit pada pikiran dan perasaan seperti tidak tenang, stres, tertekan, diiringi munculnya emosi negatif seperti: marah, kecewa, dendam, benci, perasaan bersalah, malu, takut, sedih, dan terluka. Jika tak tertangani dengan baik maka sakit psikis ini akhirnya akan menyerang fisik seseorang (somatho) menjadikan Anda terancam menderita penyakit jantung, hypertensi, insomnia, alergi karena menurunnya daya imunitas, ginjal, maag/lambung, vertigo, stroke, bahkan kelumpuhan. Sesungguhnya ada suatu cara untuk menghindari, menyembuhkan dan mengubah diri bagi mereka yang masih gagal menjadi manusia yang sehat, sukses, keberlimpahan serta berbahagia. Bagi mereka yang masih sakit maka akan berubah menjadi sehat, bagi mereka yang telah sehat mereka akan mendapatkan kesuksesan, bagi yang telah sehat dan sukses mereka akan mendapatkan Keberlimpahan dan bagi mereka yang telah sehat, sukses, berkelimpahan akan menemukan jalan bahagianya yaitu melalui berkah di jalan spiritual. Jalan spiritual berisikan perenungan, penyadaran, pemurnian, pembangkitan, perubahan, penemuan diri sejati. Guru Mangku Hipno dan Byang Mangku Hipno akan berkolaborasi untuk membantu Anda menemukan jalan keluar dan solusi jitu untuk segala masalah Anda, baik masalah penyakit dan metode penyembuhannya, masalah kegagalan dan menemukan jalan keberhasilannya, masalah kehidupan, perubahan diri, menghilangkan kebiasaan buruk dan masalah lainnya yang telah mengakar dalam hidup Anda, melalui Workshop “Berkah di Jalan Spiritual”. Workshop ini akan membawa setiap pesertanya menyadari bahwa kesembuhan dan keberhasilan hidup telah ada di dalam dirinya, hanya perlu dibangkitkan dan disadarkan, maka dalam hitungan menit Anda tahu rahasia hidup sehat, sukses, keberlimpahan dan berbahagia yang sesungguhnya dan menit berikutnya tanpa Anda sadari telah berada di pintu perubahan ke arah lebih baik.

Workshop “Berkah di Jalan Spiritual”

Hari/Tgl: Minggu 21 Juni 2015 Tempat: Gedung PWI Bali, Jln. Gatsu Tengah, Lumintang, Denpasar Pukul: 15.00 s.d. 17.00 Harga Tiket: Rp 350 Ribu Tempat terbatas hanya untuk 50 orang

Pesan antar tiket, hubungi : 1. 0361-8442823, 085103112404 (Brahmakunta Center) 2. 085738818906 ( Jro Wayan Suwandra, MS.h) 3. 085238640217 ( Jro Wayan Medang Setiawan, MS.h ) 4. 08563800133 ( Jro Putu Anta Ardana, MS.h ) 5. 0361-9133725 ( Jro Wayan Putu, MS.h) 6. 08124681851 ( Jro Wayan Musna, MS.h) 7. 085935051555 ( Jro Made Mulyawan, MS.h )


2

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

Ekspresso

GORO-GORO

DAri daPUr Redaksi

Online... Online... Penemuan jenazah Angeline, seorang bocah usia 8 tahun di Denpasar, di halaman belakang rumah orangtua angkatnya membuat masyarakat heboh. Berita penemuan ini mengakhiri polemik dimanakah selama ini Angelina berada. Bagaimana hilangnya Angeline bisa menjadi berita nasional? Awalnya karena jejaring media sosial. Hilangnya Angeline dijadikan status di facebook. Lalu informasi ini menyebar dilengkapi dengan foto bocah ini. Bagi pengguna akun media sosial yang aktif, mereka langsung ikut menyebarkannya. Begitu cepatnya penyebaran, media massa nasional hingga menteri pun ikut “sibuk”. Begitu dahsyatnya peran teknologi online ini. Setelah Angeline ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, beritanya pun menyebar dengan cepat. Semua menjadi cepat dengan teknologi online. Saykoji yang mempopulerkan lagu “Online” pun sudah mengungkapkan dalam syair lagunya. Dari bangun hingga menjelang tidur, pemilik gadget yang bisa mengakses internet selalu berhubungan dunia maya ini. Bahkan untuk mengunduh lagu 1 album album, tak sampai 30

Salah Kirim Hadiah Saya punya pengalaman unik yang selalu saya ingat. Ini berkaitan dengan hadiah. Untungnya “keteledoran” saya cepat saya ketahui, sehingga tidak menimbulkan “kekacauan” ha.. ha..ha.. Cerita begini, sebelum pimpin­an saya pindah kantor, ia memberikan saya tugas untuk membagi beberapa hadiah untuk koleganya. Saya pun langsung memulai aksi pembagian hadiah sesuai dengan pesan pimpinan. Satu hadiah terakhir yang tersisa milik Pak Sur. Saya pun dengan percaya diri mendatangi kantor Pak Sur untuk mengantarkan hadiah itu. Ternyata orang yang saya cari tidak ada. Saya pun menitipkan hadiah itu kepada stafnya. Selanjutnya saya lapor ke pimpinan bahwa hadiah saya titipkan karena tidak

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

bertemu Pak Sur. Pimpinan saya heran, bagaimana mungkin tidak ketemu Pak Sur karena tadi pimpinan saya bersama Pak Sur. Saya pun bersikeras mengatakan Pak Sur tidak ada. Pimpinan saya lalu menyebutkan nama lengkap Pak Sur. Oh my God…ternyata Pak Sur yang dimaksud pimpinan saya bukan Pak Sur yang saya beri hadiah. Saya baru sadar ada dua Pak Sur di kantor kami. Saya pun buru-buru minta maaf karena keteledoran mengirim hadiah. Saya langsung balik ke kantor

digunakan saat ini, ibarat orang punya toko yang banyak. Pembelinya bisa dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri. Kalau buka toko offline pembelinya tidak seluas online. Pesatnya bisnis online ini memberi ekses bagi bisnis jasa kurir. Makin banyak pesanan, makin lancar pemasukan. Kecepatan dalam proses pengiriman juga menjadi faktor yang menentukan lancarnya bisnis online. Dari sisi pembeli, perlu cek dan ricek tentang barang yang ingin dibeli dan eksistensi toko online. Jangan sampai kena tipu. Carilah referensi tentang toko yang dimaksud. Bila perlu, tanya teman yang sudah pernah bertransaksi, apakah pelayanannya baik atau tidak. Seperti kata pepatah, teliti sebelum membeli. Salam.

Pak Sur dan mencari staf yang saya titipi hadiah. Untungnya Pak Sur ini belum datang, jadi hadiah saya tarik kembali. Saya pun mencari Pak Sur yang satunya yang seharusnya menerima hadiah. Saya bisa menemukannya dan menyerahkan hadiah dari pimpinan saya. Lega rasanya karena tidak terjadi “kekacauan” akibat salah memberi hadiah. Sejak saat itu, saya selalu berhati­hati jika disuruh memberikan sesuatu kepada orang lain. Saya selalu minta nama lengkap dan nomor kontak orang yang dimaksud. Apapun yang terjadi, selalu ada hikmahnya. Rudi, Denpasar

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

DIDI

Pelaku Emon, banci dalam film Catatan si Boy itu, telah tiada. Ia dipanggil Sang Pencipta pada hari Jumat, setelah sholat subuh, pada 15 Mei lalu. Banyak orang merasa kehilangan. Juga Bu Amat yang sangat terpukau oleh Didi ketika memerankan si Kabayan. “Orangnya lugu sekali, sayang orang seperti itu terlalu cepat pergi. Dia tahu masih banyak yang bisa dia kerjakan,” kata Bu Amat. “Misalnya?” “Pokoknya banyak!” “Misalnya!” “Mana saya. tahu! Bapak yang lebih tahu. Saya kan kurang tahu!” “Kalau tidak tahu, tak usah ngomong tahu begitu!” “Tapi pak Didi itu tidak seperti banci-banci kaleng yang berserakan jadi pembawa acara hampir di semua tv! Pak Didi lain! Dia hanya banci di film, Dalam kenyatannya kata media beliau seorang suami dan ayah yang normal, dan bertanggung jawab, ya, tidak!?” “Nggak tahu!” “Beliau juga seorang dosen pengajar teater di IKJ. Pemimpin kelompok pantomim “Seno-Didi Mime” yang sudah pernah main di Jerman!” “Juga pernah memimpin sebuah Rumah Produksi untuk sinetron dan sutradara opera Lutung Kasarung yang sukses main di Teater Jakarta TIM. Betul tidak, Pak?”” Amat bengong. “Tahu begitu, kok ngaku tidak tahu?” “Memang tidak tahu!” “Lho tidak tahu bagaimana?” “Kenapa beliau meninggal?” “Itu kan urusan Beliau yang Di Atas Sana. Kalau Beliau menghendaki segalanya bisa terjadi!” “Tapi bagaiman terjadinya kejadian itu? Kejadian meninggal Pak Didi. Orang baru pulang. Dari luar negeri terus shooting dan besoknya tidak ada! Media bilang ada sebabnya, tapi apa? Kenapa sampai sekarang belum terungkap. Pasti mereka tahu tapi pura-pura tidak tahu. Mengaku tahu tapi nyatanya tidak tahu, seperti Bapak!”

Putu Wijaya

menit sudah rampung. Peran teknologi online tak hanya untuk itu. Bagi yang jeli, dunia online bisa menjadi peluang bisnis. Banyak celah bisnis yang bisa dimanfaatkan. Ada yang mengatakan bisnis online tak perlu modal, ada juga yang mengatakan perlu modal. Modal yang paling penting katanya modal non materiil, yakni memiliki keinginan kuat untuk terus berusaha, konsisten, kreatif dan selalu up to date dan pastinya pantang menyerah. Modal materiilnya ya punya koneksi internet, minimal untuk beli pulsa. Walaupun nilainya tak terlalu besar, ini tetap harus diperhitungkan sebagai modal yang dikeluarkan termasuk untuk produksi. Banyaknya sosial media yang bisa

Mozaik Sambel Pecel Mbok Suyati Blitar

Tanya : Saya seorang pencinta mode di Bali. Saya minta info dimana alamat APPMI Bali (Damayanti, Denpasar) Jawab : Sekretariat BPD APPMI Bali: Kompleks Ruko Puri Gading Blok B-01/No. 1A-1B Jimbaran Bali. Mobile: 08924998789. Email: appmibali@yahoo.com Tanya : Saya tertarik dengan tulisan lampu antik yang ditulis Tokoh edisi minggu lalu. Mohon informasi alamat dan nomor teleponnya. (Herry, Gianyar) Jawab : Marine Collection, Jln. Mertanadi No. 84 Kerobokan, Kuta-Bali. Cp. Suherman (Tatat), HP 081 999020287, 081 338228377

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 853/ 15 - 21 JUNI 2015

23

Warung Langganan SBY dan Boediono Tiap kunjungan kerja ke Blitar, Jawa Timur, mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan wakilnya Boediono, tidak pernah lupa mampir ke warung makan nasi pecel Mbok Suyati. ­Warung ini berada di Jalan Raya Cemara 114, Kelurahan Karangsari, Kota Blitar. Warung yang didirikan Mbok Suyati sejak 1955 ini, terlihat sederhana. Bahkan, jauh dari kata profesional. Namun warung ini, tidak pernah sepi pembeli.

U

niknya, warung pecel Mbok Suyati ini berada dalam rumah lawas. Bahkan tempat duduk dan mejanya pun masih kuno. Berbahan kayu jati yang dibuat memanjang. “Kalau mau lesehan juga ada. Tapi tempatnya agak di belakang.” kata Mbak Suyati, pekan lalu. Untuk memudahkan pembeli, Mbok Suyati sengaja memasang spanduk di bagian depan warungnya. Spanduk itu ditulis dengan jelas “Sedia Sambal Pecel Hj. Suyati Karangsari-Blitar”. Selain itu, ada 2 foto Mbok Suyati berukuran besar dipajang di dinding dekat pintu masuk.

Menurutnya, spanduk dan foto yang ditempel itu merupakan sarana promosi yang efektif dan efesien. Karena setiap pengguna jalan dapat melihat dengan jelas. Selain untuk menghindari pajak, sarana yang dilakukan itu, awet. “Jangankan iklan di koran, pakai selebaran saja tidak pernah. Wong gini saja, pelanggannya sudah banyak.” kata perempuan yang bicaranya masih terdengar jelas ini. Ketika disinggung nama Boediono. Istri mantan veteran ini langsung nyambung dan penuh semangat. Seperti ada kenangan tersendiri dengan mantan RI-2 ini. “Oh, ya kenapa pak Boediono. Yang wakil presiden itu, to. Dia

itu dulu pelanggan saya, lho Mas. Bahkan sampai sekarang kalau pulang, pak Boediono itu masih sering mampir ke sini.” jelas Mbok Suyati bangga. Dari ingatan Mbok Suyati, masa kecil Boediono itu, hampir dua hari sekali pasti makan di warungnya. Kadang sendiri, kadang juga bersama temannya. Setiap kali datang, menu yang disuka sambal pecel selera pedas. Selain itu, mantan wakil presiden ini selalu minta tambah peyek teri. Namun, dia tidak meyukai kemangi. Lucunya, kata Mbok Suyati, Boedino kecil ini tempat duduknya selalu tetap. Tidak mau duduk di bangku lain,

Bisnis Warkop di Ponorogo

Satu Warung Habiskan Rp 60 Juta Kalangan menengah ke bawah mempunyai kebiasaan mencari tempat yang cocok dengan uang bawaannya. Jadi apabila mereka ingin menikmati secangkir kopi panas, tentu warung kopi sederhana lah yang dicarinya. Membuka usaha warung kopi seperti menyambut datangnya keuntungan. Saat ini di Ponorogo menjamur warung kopi, mulai dari warung kopi sederhana sampai banyaknya bermunculan kafe atau kedai kopi modern. Tentunya dengan target konsumen mereka yang berbeda. Harga secangkir kopi yang ditawarkan pun tidak sama. Kedai kopi modern biasanya menjual secangkir antara Rp 10 sampai 20 ribu. Sedangkan warung kopi sederhana menjual secangkir kopi antara Rp 1.500 rupiah sampai 2 ribu Peluang bisnis warung kopi ini akhirnya dilirik Ari Bilowo karena potensi keuntungan dari hobi orang Ponorogo menikmati kopi sambil bercengkrama. Jengah menjadi kontraktor, dia memutuskan banting setir mengelola bisnis sendiri. Bisnis yang ditekuninya lumayan cepat berkembang. Ada tiga warung atau kedai miliknya yang ada di wilayah kota Ponorogo yaitu warung kopi Oposisi di Jl. Pramuka dan warung kopi Partikelir yang ada di Jl. Parang Menang. Kopi yang dijual sebenarnya kopi tumbuk biasa, namun konsep warung kopinya ternyata menarik orang untuk berlama-lama berada diwarungnya. “Saya sengaja mendesain warung seperti layaknya berada di

meskipun tempat duduk itu kosong. Kalau ada pembeli lain, pria ini pilih menunggu sampai pelanggan itu selesai makan. Lelaki kelahiran Kepanjen Lor, Blitar ini baru mau duduk. “Duduk ya di kursi paling pojok itu. Katanya sih enak santai, begitu.” ingat Mbok Suyati. Sejak kapan Boediono menjadi pelanggan? Mbok Suyati tidak ingat persis. Yang jelas sejak remaja hingga menginjak SMA, itu paling sering. Datangnya pun tidak ada jadwal khusus. Kadang untuk sarapan kadang untuk makan siang. Bahkan, masih minta dibungkuskan untuk pesediaan makan malam. “ Rumahnya sih nggak jauh dari sini. Paling perjalanan 5 menit saja sudah sampai. Cuman katanya daripada nanti balik lagi, mending bungkus sekalian.” kata Mbok Suyati bangga karena pelanggannya menjadi pemimpin bangsa. Tidak hanya itu, bahkan warung pecel Mbok Suyati ini juga menjadi kesukaan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Seperti yang diketahui bahwa ibu kandung SBY Sitti Habibah adalah asli keturunan Blitar. Na-

mun, mereka tinggal di Kabupetan Pacitan. Bahkan, tempat tinggal mereka pun berpindah-pindah. Karena mengikuti jejak sang suami, R. Soekotjo, yang saat itu sebagai anggota TNI. Darah asli Blitar yang mengalir pada Sitti Habibah inilah, yang kemudian terbawa pada menu makanan kesukaan SBY. Pecel selera pedas lengkap dengan trancamnya. “Mereka sih tidak pernah ke sini langsung. Karena dulu itu Ibu Sitti Habibah dari keluarga pondok, yang disuruh beli ke sini ini ya santrinya.” jelas Mbok Suyati yang masih memiliki ingatan bagus ini. Menurut Mbok Suyati, bahkan ketika mereka pindah-pindah tempat tinggal karena tugas, pesanan sambal pecel itu masih kerap datang. Mereka minta dikirim dalam bentuk kemasan. Terus sekarang bagaimana, apa masih minta dikirim sambal pecel? Wanita tua ini menggeleng. “Tidak. Sekarang sudah tidak pernah lagi. Mungkin karena jauh dan sibuk. Tapi kalau ada kunjungan ke Blitar, panitia biasanya juga pesan sambal pecel.” terangnya. -Khoirul Abadi

sebuah rumah joglo (rumah khas Jawa-red) ditambah dengan fasilitas wifi serta tv kabel. Mengingat orang datang tidak hanya untuk minum kopi namun juga untuk keperluan lain, jadi saya buat konsep seperti ini,” ujarnya. Dia tidak malu mengaku meniru gaya warkop konvensional. Namun tetap ingin memasukkan unsur modern dalam bisnis kedai kopi miliknya. Untuk menarik perhatian anak muda, warung kopi miliknya dibikin modern dan nyaman untuk kongkow. “Kalau kita konsepnya kopikopi nusantara, ada menu warkopnya juga seperti, gorengan. Tetapi agar beda, gorengannya seperti risoles dibuat jadi modern, jadi lebih menarik,” imbuhnya Untuk membangun bisnis warung kopi, dia mengaku menghabiskan modal Rp 60 juta. “Memang lumayan besar modal yang saya keluarkan, karena untuk luas tanah yang saya butuhkan sangat besar, agar bisa menampung pelanggan banyak, belum lagi untuk membeli bagunan joglo harganya relatif mahal karena termasuk barang antik,” ungkapnya. Untuk keuntungan Ari mengaku tidak

menargetkan mendapat hasil yang besar, yang penting walau kecil tapi kalau dikalkulasi menjadi banyak. “Tiap hari sekitar Rp 200 sampai 300 ribu, kalau dikalikan 30 hari bisa mencapai jutaan, mengalir sajalah, yang penting bisa berjalan dan lancar tidak gulung tikar,” ucapnya. Dengan menjamurnya warung kopi yang ada di kota Ponorogo membuat Ari Bilowo ingin membuka cabang lagi namun dengan konsep yang modern. “Ingin buka lagi, tapi konsepnya berbeda, lebih modern, sehingga mereka yang kelas atas juga bisa menikmati kopi diwarung kopi sesuai dengan gaya hidup mereka,” terangnya. –Dinar Perdana


24

What’s Up

Edisi 853/ 15 - 21 Juni 2015

kan penampilan yang ayu, anggun dan kesan glamor. Di sini, pesta tidak mes­ ti identik dengan baju/dress mewah, kebaya pun tetap menarik dan keren. Apalagi dengan perkembangan mode, kebaya kini prinsipnya hampir sama seperti blus biasa, bisa dipadukan dengan bahan apa saja. Bawahannya juga tidak harus selalu kain tapi bisa juga dipakai dengan celana atau rok. Tak ketinggalan Direktris CV Surya Tirta Buana ini, dalam setiap kegiatan dengan berbagai kalangan baik di lingkungan sosialitanya , ataupun di organisasi wanita yang diikutinya, ia selalu tidak lupa men­ gajak teman, sahabat dan koleganya untuk peduli pada budaya lokal, menyenangi sekaligus melestarikan kebaya. “ Pokoknya, kebaya itu me­ nyenangkan dipakai di mana saja,” cetus Eva. - ard

Eva Listyati

Pesta dan Cinta Budaya

Beberapa perempuan cantik tampak asyik menikmati welcome drink dan sepotong kue sambil sesekali bertukar cerita yang disertai gelak tawa. Sementara beberapa perempuan lainnya sibuk berpose dengan seru di depan kamera di area wall of fame yang disediakan sang empunya acara.

K

ebahagiaan dan ke­ bersamaan itu pun se­ makin lengkap dengan goyangan line dance di pinggir kolam bersama sebelum acara tiup lilin. Begitulah gambaran suasana suka cita yang ada di rumah seorang pengusaha wanita bernama Yoseva Listyati S.E., di kawasan Jalan Badak Agung, Renon, Denpasar. Ya, hari itu Eva begitu sapaan akrabnya tengah merayakan HUT ke 45. Lan­ tas apa yang menarik dari momen tersebut? Ternyata ketika dicermati, terlihat nuansa khusus yang khas dan unik. Betapa semua perempuan yang hadir dan bersama di sana mengenakan kebaya. Rupanya, menjadi cantik dan anggun sambil cinta budaya Indone­ sia dengan mengenakan kebaya di

acara yang kekeluargaan ini adalah salah satu keinginan ibu kelahiran 9 Juni 1970 ini. Menurut istri dari Ir. Putu Agus Wisnu yang dikenal ramah ini, dirinya mencantumkan dress code kebaya kali ini, sebab momen HUT yang ke 45, menandakan dirinya sebagai seorang perempuan dewasa leng­ kap dengan keluarga yang hangat dan kompak dan ingin tampil dalam suasana yang berbeda. Ia ingin meng­ galakkan dan menggugah memilih mengenakan kebaya ke pesta atau pun acara lainnya. Sebab pikirnya, hampir semua perempuan Indonesia pasti memiliki koleksi kebaya, apalagi di Bali. Dikatakannya pula ketika kebaya dipadankan dengan kain, rok, kulot ataupun dress, juga mampu menguat­

“Persembahan Untuk Sahabat” Selanjutnya, Eva mengungkapkan kalau momen ba­ hagia ini sengaja dirayakannya di rumah, sebab ia ingin mengajak teman dan sahabatnya berbaur dalam suasana kekeluargaan dan penuh keakraban. Apalagi Eva selalu menganggap para sahabatnya itu adalah saudara. Karena itu pula perayaan itu bertemakan “Persembahan Untuk Sahabat”. “Prinsip saya keluarga adalah utama namun teman adalah bagian terpenting dalam hidup,” ucap ibu dari Putu Jelita Cahya Kemuning, Kadek Sinta Prameswari dan Komang Agus Surya Brahmanta ini. Ia juga meyakini teman itu adalah rezeki yang Tuhan berikan dalam wujud lain, maka ia merasa wajib menjaga dan mensyukurinya. Ia pun berharap sebagai individu dan teman dapat saling mensupport, menghargai dan saling menghormati. Selain itu, bisa memberikan manfaat bagi orang banyak serta memberi contoh yang baik. Ia juga berharap pertemanan yang terjalin selama ini akan langgeng, sebab datangnya dari hati yang tulus. Jika pertemanan dilihat atau dinilai dari “sesuatu” ia menganggap itu sangat riskan untuk perempuan dan mudah menimbulkan masalah. Kembali bicara soal dress code pilihannya, Eva me­ nyatakan orang luar saja kagum dengan Indonesia yang memiliki budaya unik. “Menurutnya, jika budaya luar dapat masuk ke Indonesia, bukan tidak mungkin kebaya sebagai salah satu bagian dari budaya Nusantara kita juga bisa mendunia. Di samping itu di tengah gempuran budaya pop yang luar biasa ini, kita bisa terus mengak­ tualisasikan budaya indonesia lewat kebaya,” tutur Eva yang pada perayaan HUT-nya itu juga memilih hidangan tradisional yang lezat dan bergizi. - ard.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook