24
What’s Up
Edisi 852/ 8 - 14 Juni 2015
Hamparan Pasir Putih di Pulau tak Berpenghuni Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki beberapa gugusan pulau, salah satunya yakni Kodingareng Keke. Pulau tersebut merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang terletak di sebelah utara Pulau Kodingareng Lompo. Akses ke lokasi tersebut, dapat menggunakan perahu tradisional yang kerap disebut Katinting (Jolloro) dengan sistem carter dengan jarak tempuh sekitar 60 menit.
B
erbagai keindahan alam bahari pun disuguhkan pada destinasi tersebut diantaranya hamparan pasir putih yang mengelilingi pulau yang tergolong mini ini, puluhan pohon pinus, serta karang yang menyerupai batu-batu kecil. Wisatawan yang datang ke pulau ini pun dapat menikmati alam bawah laut sekitar pulau tersebut dengan melakukan kegiatan snorkling atau diving. Terumbu karang di pulau itu terjaga kelestariannya dan dilengkapi dengan berbagai
jenis hewan laut lainnya. Destinasi wisata ini tergolong pulau tidak berpenghuni. Tentu saja tak ada aktivitas masyarakat yang seperti halnya di pulau berpenghuni. Karena suasana ini, lokasinya pun sangat cocok bagi yang ingin membuat foto prewedding. Apabila air laut pasang surut, tampak hamparan lahan pasir putih
yang cukup luas. Eksotika destinasi ini pun ditunjang dengan kebersihan area pulau tersebut. Hal ini ditandai dengan adanya tempat pembuangan sampah permanen (kolam sampah) yang berjejer di sekitaran pulau tersebut serta dilengkapi dengan petunjuk area keindahan pulau dengan tandai arah panah. Desta Pinguin, salah seorang wisatawan menuturkan cukup dengan mencarter perahu Katinting (Jolloro), Rp 700.000 (PP)
dengan kapasitas 10 orang, ia dan teman-temannya dapat menikmati keindahan Pulau Kodingareng Keke. “Pulau ini merupakan surga bagi wisatawan yang gemar kegiatan alam bawah laut. Kami juga mengapresiasi pemerintah yang mendung kebersihan pulau tersebut dengan menyiapkan tong sampah,� ujar anggota UKM Pahala Unismuh Makassar ini. -Hasmiati Mus
2
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
DAri daPUr Redaksi
Pola Asuh Indonesia memperingati Hari Anak Nasional tiap tanggal 23 Juli sedangkan secara internasional, Hari Anak Sedunia diperingati tanggal 8 Juni. Membahas masalah anak tak akan pernah habisnya. Semua orang pernah melalui masa anak-anak. Pesatnya perkembangan teknologi membuat orangtua kadang “menyerah” dalam menghadapi anaknya. Pertanyaan yang sering muncul, mana lebih sulit mendidik anak zaman dulu apa zaman sekarang? Edy Wiyono, penulis buku ‘Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak’ ini mengatakan sebenarnya dulu dan sekarang sama-sama sulit. Namun bukan berarti orangtu harus menyerah. Masing-masing orangtua punya kiat atau strategi masing-masing. Anak zaman dulu tidak tahu bagaimana caranya melawan. Jadi sekalipun anak memiliki pandangan berbeda dari orangtua, umumnya anak diam saja dan nrimo. Tapi sekarang berbeda. Anak-anak memiliki ‘contoh’ untuk melawan. Mungkin mereka mencontohnya dari lingkungan atau dari tayangan televisi. Akibatnya orangtua merasa semakin kesulitan. Dulu hanya ada satu TV yaitu TVRI. Sekarang begitu banyak stasiun TV yang menyajikan banyak acara. Ada yang cocok untuk anakanak dan ada yang tidak cocok jika ditonton anak-anak, misalnya sinetron remaja dan dewasa, adegan kekerasan, iklan, dll. Dulu, kalau pandangan anak tidak cocok dengan pandangan orangtua, anak hanya diam. Kalau orangtua melototin, anak hanya menunduk. Tapi sekarang, kalau orangtua melotot, anak balas melotot atau bahkan kabur dari
rumah kalau dimarahi. Tayangantayangan televisi banyak yang mencontohkan bentuk-bentuk perlawanan terhadap orangtuanya. Itu menginspirasi anak. Hal lainnya adalah soal asupanasupan gizi pada makanan anak yang membuat anak-anak lebih aktif dan lebih berani. Asupan-asupan itu, kemungkinan telah merangsang fungsi otak sehingga fungsi otak menjadi lebih kuat, energinya lebih tinggi, dan itu menyebabkan dia berani melakukan perlawanan dan memiliki banyak akal. Orangtua tentu memegang peran penting dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Orangtualah yang dicontoh oleh anak. Perilaku anak seringkali menjadi cerminan bagaimana perilaku orangtua. Jika di kemudian hari anak bermasalah, orangtua juga perlu diajak berkomunikasi untuk mencari akar permasalahan.
Ekspresso Satu hal yang juga berkaitan dengan pendidikan anak adalah pengenalan dan pembentukan empati sejak dini. Pengenalan bisa diawali dengan memberi pemahaman tentang konsep atau nilai tentang apa itu sedih, gembira, nyaman, perasaan lainnya. Contoh sederhananya, jika anak menangis, berikan dia perhatian baik dengan cara memeluk atau pun mengelus. Ini membuat anak belajar bahwa dia diperhatikan. Berikutnya beri anak contoh. Dengan memeluk atau mengelus itu menandakan orangtua sayang kepada anak. Orangtua yang mau mengerti anak itu memerlukan tantangan karena ada kesan orangtua lebih mendominasi sehingga kurang bisa mengerti apa yang diinginkan anaknya. Di sisi lain, orangtua jika ingin mengajarkan anaknya tentang empati harus siap juga untuk memberi contoh yang baik. Pola asuh menjadi kata kunci dalam pembentukan empati ini. Kalau orangtua tidak mau berubah dan hanya menyuruh anak saja yang berubah, pola pembentukan empati tidak akan berjalan baik. Ungkapan yang harus diingat adalah kalau ingin mengubah orang lain, ubahlah dirimu terlebih dahulu.
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
KEREN
Apa beda: bagus, hebat, cakep, wah dan berbagai sanjungan lain dengan “keren”? Pertanyaan itu Amat sodorkan dalam ramah-tamah di Putu Wijaya tempat salah seorang warga. Jawabannya macam-macam. Bahkan ada yang bertolak-belakang. “Ada yang mengatakan tidak ada bedanya,” kata Amat mencertakan itu kepada Ami, “dia bilang semuanya itu adalah pujian kekaguman. Tapi ada yang mengatakan keren itu lebih dari puji-pujian yang lain. Tapi tidak berarti lebih tinggi, hanya keren itu pas dalam segala unsurnya.” “Maksudnya?” “Ya, misalnya bagus. Bagus itu mungkin saat itu, tapi lain waktu, lain tempat, lain suasana, bisa kurang bagus. Kalau keren berarti untuk segala tempat, waktu dan suasana, tetap keren.” Ami tersenyum. “Menurut bapak sendiri bagaimana!” Amat tertegun. “Lho bapak ini yang bertanya, kok malah ditanya?” “Habis nada pertanyaan Bapak kedengarannya bukan seperti orang yang tidak tahu, tapi orang yang mau tahu. Pertanyaan Bapak seperti pancingan agar orang mengembalikan pertanyaan itu kepada Bapak. Lalu Bapak akan mengajari mereka. Itu kan kebiasaan guru dan penguasa! Betul, tidak?” Amat terdiam. Jengkel karena anaknya tidak menikmat tujuannya. Bahwa sebuah pertanyaan sederhana, jawabannya beda-beda bahkan bisa bertentangan. Jadi kebenaran memang hakekatnya saling tumpang-tindih. Membuat gampang terjadi konflik yuang kini terkenal dengan istilah “gesekan”. Namun diam-diam rahasia hati Amat seperti disingkap. Buru-buru ia menukar pembicaraan. “Bagaimana liburan kamu ke Gili Trawangan kemaren? Bapak dengar dari ibu kamu, kabarnya. Bagus? Betul?” Ami tersenyum. “Menyenangkan?” Ami terus tersenyum. “Biasa saja atau hebat?” Ami mengangguk. “Betul-betul wah seperti iklannya?l” “Keren!” Amat terpaku. Tak lama kemudian dia pulang. Ketika Bu Amat menanyakan keadaan cucunya, Amat malah curhat. “Masak waktu bapak ceritakan jawaban para tetangga yang bertentangan tentang arti keren, dia bilang itu sebenarnya hanya pancinganku untuk dapat kesempatan menggurui mereka, seperti kebiasaan guru dan penguasa. Aneh kan?!” Bu Amat senyum. “Kok senyum?” “Jawaban Ami itu keren!”
Mengharap Adanya Variasi
Ayamnya Kelupaan Menjadi staf di bagian penjualan membuat saya lebih banyak berada di luar kantor. Aktivitas ini pun membuat saya lebih sering makan di luar kantor ketimbang menikmati menu makan siang di kantor. Urusan makan, saya punya cerita konyol. Suatu hari, saya dan seorang teman ditugaskan untuk melakukan pengecekan ke outlet-outlet yang berada di luar kota. Setelah tugas selesai dan hari sudah siang, kami pun berencana makan siang. Sebuah warung makan menjadi pilihan kami untuk mengisi perut. Menu yang disajikan bermacam-macam. Kami memilih menu sambil ngobrol. Tak lama kemudian, makanan datang. Nasi putih, tempe dan tahu goreng, dan sayur. Kami mulai ma-
GORO-GORO
kan sambil menunggu ayam goreng. Nasi dicuil-cuil, tempe dan tahu digado, bahkan krupuk pun kami makan. Kami mulai bertanya-tanya, kok ayam goreng tidak muncul-muncul. Berbagai alasan pun kami buat, mungkin masih ngejar, mungkin masih motong. Karena sibuk ngobrol sambil nunggu ayam, tak terasa nasi kami habis. Kami panggil pelayan dengan maksud untuk protes. Mengapa ayam
goreng tidak muncul sampai nasi habis. Ternyata pelayan tidak mencatat pesanan ayam goreng. Oh my God... pesanan kami diabaikan. Pelayan itu minta maaf dan menawarkan untuk segera dibuatkan. Karena sudah kecewa, kami menolak dan memilih pergi dari warung itu. Tapi, kami tetap membayar apa yang sudah kami makan. Nasib ya nasib. Rozy, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Saya termasuk salah seorang yang setia membaca Tokoh, karena sejak kelahirannya (1998) hingga kini tidak pernah melewatkan berita/tulisan yang ada di Tokoh. Usul saya yang mungkin bisa dinilai konstruktif, menyangkut adanya sedikit modifikasi/variasi dalam pengemasan tulisan yang dimuat, terutama yang menyangkut rubrik “Sudut Pandang,” “Woman on Top,” dan “Kisah Sukses.”. Di sam ping tulisan dalam bentuk narasi, ada baiknya jika dilengkapi atau dicantumkan tentang profil ringkas seseorang yang dijadikan objek tulisan tersebut dan disajikan dalam bentuk atau menyerupai kotak (box). Contoh, pada edisi 30 Agustus–5 September 1999, dimuat tentang perjalanan karier seorang “Dewi Yull Terharu ...” Di sela-sela uraian atau paparan tentang dirinya, terselip juga ringkasan profil yang berisi data mengenai: Nama ...., Kelahiran ...., Suami ...., Anak ..., Karier ..., Hobby ..., dan Album yang dihasilkan .... Semoga saja usulan saya ini mendapat perhatian dari staf peng asuh di Tokoh, dan tentu saja maaf jika hal ini kurang berkenan sehingga mengganggu kebijakan yang sudah digariskan oleh para pengelola. Bravo Tokoh, yang kini kerap mengilhami perjalanan para tokoh di Bali, utamanya tokoh perempuan. Romi Sudhita Jln. Srikandi, Singaraja
Mozaik
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Dewi Anggreani Widjiastuti
Tak pernah Mengeluh
Menjadi seorang General Manager (GM) memerlukan kemampuan yang lengkap. Tanggung jawab yang besar diperlukan untuk menangani pekerjaan. Dewi Anggreani Widjiastuti, yang biasa dipanggil Dewi adalah GM dari Colors Group yang kini menjalani kariernya sebagai GM. Juni 2014 ia menjadi Operational Manager selama 4 bulan, selanjutnya meningkat jabatannya jadi GM.
B
anyak pekerjaan sudah ia lewati. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Dewi, merangkak dari jabatan paling rendah. Yakni, marketing,
kemudian meningkat menjadi operational manager, hingga akhirnya menjabat general manager. Ibu tiga anak ini tidak pernah mengeluh akan pekerjaannya yang menyita banyak waktu karena
Dewi Anggreani Widjiastuti
pulang yang larut malam. “Saya datang ke kantor agak siang. Jadi, masih bisa bertemu dan mengu-
rus anak maupun suami,” kata wanita 37 tahun itu. Kebiasaan sehari-hari yang dilakukan adalah memasak dan memetik gitar maupun menabuh drum. Namun, wanita cantik ini mengaku tidak mendalami musik tersebut. Padahal ia pernah ikut bergabung dengan kelompok band dan bernyanyi di cafe. Dewi menceritakan, saat awal bekerja di Colors Pub menjadi relation officer. Sambil bekerja, dia kuliah mengambil jurusan pariwisata di Universitas Airlangga (Unair). Ia mendapat tugas/job training bekerja sebagai waiters dan bartender. Setelah keluar dari Colors Group , Dewi, kemudian bekerja ke Vina Golf. Tetapi, di
Vina Golf pun tidak begitu lama. Ia kemudian hijrah di Bank Danamon, dilanjutkan pindah kerja lagi sebagai sales. Singkat cerita, wanita berkulit kuning langsat itu kembali lagi bekerja di Vina Golf. Setelah 12 tahun kemudian baru kembali ke Colors Group dengan jabatan GM. Dewi menjabat sebagai GM di tiga tempat, yakni, d’kampoeng, the cushy, dan Street of Singapore. Jam kerja dimulai pukul 10.00 hingga pukul 24.00. Bahkan, jika weekend hingga dini hari pukul 02.00. Ia mengaku bekerja bukan hanya sebagai atasan yang leha-leha saja. Tetapi, ikut turun tangan bekerja bersama timnya. Pada 21-25 Mei yang lalu diadakan ulang tahun d’kampoeng ke- 5 tahun. “Ulang tahun d’kampoeng, tahun ini saya ingin memberi tema Indonesian Food,” ungkapnya. Acara syukuran dilengkapi dengan penyanyi, keroncong, tari-tarian tradisional, dan pemain gamelan untuk meramaikan suasana agar lebih hidup nuansa Indonesianya. -Diana Ayu
Manisnya Kue Mendut Kue-kue tradisional memang selalu saja ada penggemarnya. Rasa kue tradisional memang ngangeni. Seperti kue Mendut ini. Salah satu kue tradisional yang dibungkus dengan daun pisang dan memiliki warna dan rasa yang nikmat. Sajian kue basah tradisional dengan khas isian parutan kelapa dan siraman saus santan yang kental ini dikenal dengan nama kue Mendut. Banyak sekali variasi dan sebutan akan nama kue ini karena kue yang bercita rasa enak ini sangat digemari di seluruh wilayah Indonesia dengan beragam kreasinya. Kue Mendut ini merupakan satu diantara jajanan tradisional yang ada di Kabupaten Ponorogo. Kue ini memiliki berbagai macam bentuk sesuai dengan yang diinginkan. Ada yang ber-
bentuk persegi panjang ada yang berbentuk kerucut dan banyak lagi bentuknya sesuai dengan keinginan si pembuat kue khas ini. “Kue ini dibungkus dengan daun pisang dan memiliki rasa yang manis karena di dalamnya mengandung campuran gula merah dan kelapa yang sudah disangrai,” tutur Mbok Sutiyah, salah satu pengrajin kue Mendut yang tinggal di Dukuh Kepek’an, Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Ponorogo. “Kue Mendut ini terbuat dari tepung ketan yang sudah dihaluskan, gula pasir, kelapa parut yang sudah disangrai dan gula merah yang sudah dihaluskan serta dibungkus menggunakan daun pisang dan proses pemasakannya dengan cara dikukus. Proses pembuatan kue ini memakan waktu lumayan lama,” papar Mbok Sutiyah.
Adapun proses pembuatan kue Mendut ini sebagai berikut, proses awal yang dilakukan yaitu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. “Hal pertama yang dilakukan yaitu membuat isian dari kue ini, isian dari kue mendut ini adalah kelapa parut yang dicampur dengan gula merah.,” tambahnya. Setelah warna kelapa parut berubah menjadi kuning keemasan dan merata di semua bagian, kelapa parut akan mengeluarkan aroma yang wangi dan menggugah selera. Setelah itu didinginkan baru dicampur dengan gula merah yang sudah dihaluskan. “Setelah proses pembuatan isian dari kue mendut selesai dibuat, kemudian proses pembuatan kue ini berlanjut pada tahap pembuatan adonan kue, pembuatan adonan kue ini menggunakan tepung ketan dan air putih yang berfungsi sebagai pelarut dari adonan,” terangnya. Biasanya untuk menambah cantik warna adonan, bisa ditambahkan pewarna makanan yang sesuai dengan keinginan agar adonan tampak lebih cantik dan berwarna. Setelah adonan dan
Kue Mendut Made In Desa Kauman layak dipromosikan sebagai makanan unggulan Ponorogo
isian kue selesai dibuat, tibalah saatnya proses pembentukan kue Mendut. “Adonan kue mendut dibentuk sesuai selera, baik dalam bentuk persegi panjang maupun dalam bentuk kerucut. Sebelum kue dibentuk sesuai keinginan kue terlebih dahulu dibuat dalam bentuk bola-bola, setelah dibentuk bolabola kemudian tengah-tengah kue ini dibuat bolongan yang
Terima kasih atas kesetiaan Bapak Romi Sudhita membaca Tokoh. Terima kasih juga atas usul dan saran yang sifatnya konstruktif yang menjadi masukan luar biasa bagi kami demi memberikan sesuatu yang luar biasa juga bagi pembaca dan masyarakat. Salam Redaksi
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
23
Mbok Sutiyah, salah satu pengrajin Kue Mendut asal Desa Kauman, Kec. Kauman, Kabupaten Ponorogo tampak menekuni usaha rumahan tersebut
bertujuan untuk mengisi isian,” tambahnya. Setelah semua kue selesai dibentuk sesuai selera, kue lalu dimasak dengan cara dikukus. Setelah pengukusan selesai jadilah kue mendut yang memiliki rasa yang manis dan legit. “Bila dimakan dalam keadaan yang masih hangat kue ini akan terasa lebih nikmat dengan rasa manis yang timbul dari isian kue yang berupa campuran dari kelapa parut dan gula merah yang memiliki rasa manis yang harum dan nikmat,” pungkasnya. -Dinar P Perdana
“Kue ini dibungkus dengan daun pisang dan memiliki rasa yang manis karena di dalamnya mengandung campuran gula merah dan kelapa yang sudah disangrai,”
22
Sosialita
Edisi 852/ 8 - 14 Juni 2015
Ijazah Palsu Petaka Dunia Pendidikan Menganggap segala sesuatu bisa dibeli, termasuk pendidikan. Tak perlu se kolah, tak perlu kuliah, tidak melewati proses belajar, jrengggg....ijazah ada ditangan. Mau ijazah apa, SMA, Sarjana S1, S2, bahkan S3, bisa dibeli. Asalkan punya uang yang banyak, Anda lang sung mendapat gelar sarjana. Tidak perlu ‘terbungkuk-bungkuk’ belajar atau melek semalaman untuk memper siapkan ujian.
C
ara-cara instan mendapat ijazah ini benar-benar menjadi petaka bagi dunia pendidikan Indonesia. Selain merusak dunia pendidikan, juga menyangkut harga diri bangsa. Salah satu imbasnya, negara lain akan memandang sebelah mata sarjana-sarjana Indonesia. Namun begitu praktik jual-beli ijazah ini, tetap saja marak bahkan tumbuh subur di negeri ini sejak dahulu.
Sebelumnya, sudah banyak kasus yang terungkap, namun pemberitaannya di media massa ‘timbul-tenggelam’ tertutup oleh isu-isu lain yang dianggap lebih ‘sexy’. Walhasil kelanjutan penanganannya pun menjadi tidak jelas pula. Entah bagaimana jalannya pengawasan dari pihak Kementerian Pendidikan. Buktinya kasus semacam ini terus saja terjadi. Baru kali ini, agaknya, kasus ini menjadi ‘panas’ lantaran disebut-
sebut adanya sejumlah tokoh yang diduga terkait dengan ijazah bermasalah itu. Salah satu yang sempat menghebohkan adalah kasus seorang anggota DPR yang dilaporkan mantan stafnya lantaran gelar doktornya adalah palsu. Menteri Ristek dan Perguruan Tinggi, Muhammad Nasir mengatakan, praktik jual-beli ijazah ini sudah sangat keterlaluan. Lebih keterlaluan lagi karena ternyata ada perguruan tinggi resmi yang juga melakukan praktek jual-beli ijazah. Setidaknya ada 18 perguruan tinggi yang diduga melakukan pelanggaran, yang bakal dibekukan izinnya. Perguruan tinggi itu berada di Jabodetabek, Medan hingga Kupang, Nusa Tenggara Timur. Salah satu yang paling heboh adalah kasus Berkeley University di Jakarta, yang konon sejumlah tokoh mendapat ijazahnya di sana. Seiring merembaknya pemberitaan jual-beli ijazah oleh perguruan tinggi tertentu, muncul kabar mengejutkan lainnya yakni terbongkarnya kasus jual-beli ijazah palsu di Jl Salemba, Jakarta
Guru dan Ijazah Palsu Tentang ijazal ‘abal-abal’ yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi, polisi masih terus mendalami kasus tersebut. Nantinya bukan hanya pelaku pembuat ijazah abal-abal itu saja yang ditangkap, tapi pengguna atau pembeli ijazah tersebut pun bakal kena hukuman. Menurut seorang guru yang ditemui Tokoh, sebelum kasus ijazah bodong ini meledak, di sekolahnya tengah ramai dengan jual-beli ijazah. “Itu (ijazah) ditawarkan kepada para guru. Harganya bervariasi tergantung ijazah yang akan dibeli,” ungkap guru yang mengajar di sekolah negeri di bilangan Jakarta Barat itu. Entah itu bisa dibilang ijazah bodong atau tidak, namun pembeli ijazah yang tidak pernah kuliah itu, tetap harus maju sidang, meski itu hanya formalitas. “Jadi misalnya dia bayar untuk S1, maka skripsinya disiapkan kemudian dia pun maju sidang, tapi hanya formalitas saja. Harga ijazah S1 Rp 20 juta sedang S2 Rp 30 juta-an,” ungkap guru yang menolak disebut
namanya itu. Kejengkelannya memang amat sangat beralasan. Dia merasa untuk mendapatkan ijazah S1 dan S2-nya, dia harus menjalani semua proses yang umumnya ditempuh para mahasiswa. “Saya kuliah siang malam, mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk dapat selembar ijazah. Mengejar-ngejar dosen untuk revisi paper, dll, semua proses saya jalani. Waktu S2 apalagi, itu terasa berat karena saya harus bekerja sambil kuliah. Sekarang ada jual-beli ijasah, S1 dan S2. Padahal saya waktu S2 harus keluar uang sekitar Rp 80 juta lebih. Nah yang ditawarkan sekarang hanya Rp 3040 juta-an, kok murah banget. Dengan Rp 20-30 juta, tinggal duduk manis lalu dapat ijazah. Sidangnya hanya formalitas. Apa yang mau ditanyakan kalau oknum yang bersangkutan
tidak paham skripsi yang dibuat orang lain,” tambahnya. Namun sejak kejadian itu (kasus meledak), penawaran jual-beli ijazah sarjana di sekolahnya langsung terhenti. Apalagi berbagai
pihak (pejabat terkait) turun tangan menyelidiki kasus ini. Kalau sebelumnya penawaran dilakukan secara terbuka, maka kini tidak ada yang berani menyinggung masalah itu. “Sekarang semua orang diam. Padahal sebelumnya ramai ngomongin ini. Itu pejabat yang menawar-nawarkan ijazah kabarnya sudah dimutasi, entah kemana,” lanjutnya.
Yuddy Chrisnandy
Muhammad Nasir
Pusat.Tempat praktik Alex memang tak kentara, yakni tempat jasa pengetikan skripsi. Hanya orang-orang tertentu saja yang tahu kalau di situ sudah setahun terakhir juga digunakan untuk mencetak ijazah palsu. Apes bagi Alex, kejahatannya terungkap dan dia pun dibekuk polisi. Namun kata polisi, dalam kasus Alex, pihak perguruan tidak terlibat. Sekalipun nama perguruan tinggi dicatut untuk ijazah bodong itu. Alex, begitu
nama penjual ijazah bodong itu, mengaku, bisnis yang digelutinya meski berbahaya namun sangat mengiurkan. Ada banyak permintaan ijazah produk Alex, umumnya adalah untuk kepentingan melamar pekerjaan. “Untuk kasus ini (Alex), tidak ada keterlibatan pihak universitas, meski yang dipalsukan adalah ijazah universitas-universitas terkenal,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti.—Diana Runtu
“Kami memang tidak bisa begitu saja memecat. Karena untuk menjadi pengawai negeri tentu mereka sudah melewati berbagai tahapan dan proses, kami juga memperhitungkan masa pengabdian mereka. Tapi yang pasti sanksinya adalah penurunan pangkat”
Dijelaskannya, memang ijazah bagi pegawai negeri itu sangat penting. Tanpa ijazah yang tinggi (minimal S1), sekalipun pintar dan berprestasi, karier tidak bakal berkembang. Tapi kalau punya ijazah, sekalipun tidak pintar, tidak memiliki prestasi, asalkan bersikap baik pada atasan, peluang naik jabatan terbuka lebar . Itu sebabnya, karena ‘nilai ijazah’ begitu tinggi, maka banyak yang mencoba mencari jalan pintas. Yang tidak mau bersusah payah, yang tak mau menjalani proses belajar di kampus, berupaya mencari celah agar bisa men dapat ijazah dengan cara membeli.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandy mengatakan, pihaknya akan menelisik ijazah para pegawai negeri. Jika nanti terbukti menyodorkan ijazah palsu atau aspal, akan ditindak tegas berupa penurunan pangkat. “Kami memang tidak bisa begitu saja memecat. Karena untuk menjadi pengawai negeri tentu mereka sudah melewati berbagai tahapan dan proses, kami juga memperhitungkan masa pengabdian mereka. Tapi yang pasti sanksinya adalah penurunan pangkat,” tegas Menteri Yuddy.—Diana Runtu
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
3
BPR Kanti Makin Dekat di Hati Nama PT BPR Sukawati Pancakanti atau yang disingkat dengan BPR Kanti, tentu tak asing lagi di tengah masyarakat Bali. BPR yang berkedudukan di Jalan Batuyang, Terminal Batubulan,Sukawati, Gianyar ini tiap tahun makin menunjukkan “taringnya” dengan meluncurkan produk dan pelayanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Apalagi, sejak Direktur Utama dijabat Made Arya Amitaba, S.E.,M.M. tahun 1999 hingga sekarang. tor Pusat BPR Kanti di Batubulan Gianyar. Pembukaan Kantor Kas ini dikatakan Arya Amitaba untuk mempermudah menjalin kedekatan dengan nasabah untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam MEA. “Karena itu, kami terus memperkuat jaringan komunikasi dan sinergitas dengan para nasabah agar persaingan dari luar tidak bisa masuk,”ujar ayah dua anak, Putu Krisdandyka Suryanatha dan Made Prajna Paramitha Dewi ini. Hal senada diungkapkan pakar hukum adat Bali, Prof. Wayan Windia. Ia menyampaikan pentingnya kearifan lokal dalam memperkuat daya saing dalam mengahadapi MEA, seperti langkah yang diambil BPR Kanti. Dalam waktu dekat, suami dari Kadek Ary Pramayanty, S.H. seorang Advokat, Pengacara yang aktif di Ladies Lawyer Bali (LLB) dan Kepala Panitera Dewan Kehormatan Kode Etik Pengacara Peradi Bali ini, juga mengatakan akan membuka Kantor Kas di Kuta Selatan di bawah Kantor Cabang BPR Kanti Mengwi Tani
D
engan segudang pengalaman di dunia perbankan dan organisasi, antara lain sebagai karyawan PT Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1998; Komisaris PT BPR Sukawati Pancakanti tahun 1998; Ketua DPD Perbarindo Bali tahun 2006-2010, Ketua Umum Ikatan Alumni Mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas University) Denpasar 2006-2010, 2010- 2014; Bendahara Umum Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) Ugracena Denpasar Bali 20072011, 2013-2017, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (Ketua DPP) Ikatan Alumni Mahasiswa KMHD Indonesia 2010-2013, Wakil Ketua Umum DPP Perbarindo 2010-2014, dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Bankir Profesional Bank Perkreditan Rakyat ( Ketua Umun DPN IPro BPR) 2014 -2019, BPR Kanti makin dekat dengan sahabat, sesuai dengan kata “Kanti” dalam bahasa Bali yang berarti sahabat sejati. Berpegang pada visi BPRKanti “Menjadi Bank pilihan keluarga Anda, para sahabat, yang terpercaya dalam mengelola keuangan”, dengan misi : Meningkatkan pelayanan dan memperhatikan kebutuhan customer untuk memberikan kepuasan bersama; Meningkatkan hubungan para sahabat menjadi keluarga BPR Kanti untuk bersama-sama mengelola usaha agar menjadi bermanfaat, tumbuh, berkembang dan mampu bersaing;Meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan usaha dengan menanamkan kejujuran agar tetap dipercaya, Arya Amitaba mengawal BPR yang kini sudah berusia seperempat abad (25 tahun) tersebut.
Badung. Juga, berkeinginan membuka kantor cabang di kabupaten lain yang belum bisa dilayanani seperti Klungkung dan Bangli melalui strategi menggunakan kearifan lokal sebagai kunci utama dengan potensi dan SDM yang bersifat lokal. Atas langkah cepat dan cerdas yang dilakukan tersebut, BPR Kanti berhasil menerima Penghargaan The Best Admired Banking & Satisfaction to Customer of The Year 2015, The Most 2rd LEADERSHIP CEO 2014 dari Perbanas Institute, Anugerah BPR Award Indonesia 2013. yakni dalam kategori Corporate Social Responsibility dan Peringkat 3 Marketing. Hal ini menjadi bukti keseriusan dan prestasi yang berhasil diraih BPR Kanti dalam meningkatkan kinerja perusahaan hingga mampu bersaing dan mampu menjadi tiga besar ter-
baik dalam ajang bergengsi tingkat nasional tersebut. BPR, ditegaskannya sudah semestinya menjadi pilar ekonomi UKM di daerah dengan mengendepankan kearifan lokal dalam perusahaan dan membangun kerjasama dengan masyarakat lokal sehingga bisa mengatasi persaingan global. Karena itu pula, di samping memberikan kredit, BPR Kanti juga menggerakan perekonomian dengan menyiapkan infrastruktur berupa kartu ATM yang tidak hanya berfungsi untuk penarikan dana, namun juga menjadi tabungan nasional agar bisa melakukan penarikan di bank umum dimana saja dan memberikan hadiah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus brand image di masyarakat. –ten
Dalam merayakan HUT Perak belum lama ini, BPR Kanti meresmikan Kantor Kas BPR Kanti Kerobokan, Kuta Utara Badung. Dengan begitu, hingga saat ini BPR kanti sudah memiliki dua Kantor Cabang di Mengwi Tani Badung dan di Teuku Umar Denpasar yang sebentar lagi akan di relokasi ke Jalan Diponogoro Denpasar. Kantor Kas BPR Kanti juga telah hadir di Sukawati, Ubud dan Gianyar, serta yang baru buka Kantor Kas BPR Kanti Kerobokan. Sehingga totalnya ada tujuh Kantor Kas termasuk Kan-
Produk dan layanan BPR Kanti
Beberapa produk dan layanan BPR Kanti yang ada hingga saat ini disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Tabungan ArisanKU misalnya. Seiring dengan berkembangnya Tabungan ArisanKu yang sudah mulai dikenal dan diterima masyarakat Bali, kini BPR Kanti mengeluarkan produk Arisan Rp 1.000.000 berhadiah langsung hand phone, bonus hingga Rp 20 juta, dengan doorprize. Dikeluarkannya program ini tak lain untuk mengakomodir keinginan para nasabah yang sudah pernah mengikuti Tabungan ArisanKU dan berkeinginan untuk mengikuti program tabungan ArisanKU dengan nominal yang lebih tinggi. Produk lainnya; Tabungan Bisnis adalah tabungan dalam mata uang rupiah dengan memberikan tingkat bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa. Deposito Berani (berhadiah uang tunai di depan) yang nominalnya disesuaikan dengan tabel, jangka waktu deposito 1, 2, dan 3 tahun. Keinginan para nasabah BPR Kanti juga sangat dipahami serta dimengerti, karena itu dihadirkan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) Kanti yang pros-
esnya sangat mudah dan cepat. Membeli rumah melalui KPR ini dikatakan Arya Amitaba, bisa jadi cara untuk memiliki rumah impian dengan dana terjangkau dan dalam waktu yang tepat. “Tidak ada penghargaan tertinggi selain kepercayaan. Kepercayan Anda adalah kekuatan utama kami untuk terus menjadi yang terdepan,” ujarnya. Selain itu, ada juga Kredit Multiguna yang
diperuntukkan sebagai tambahan pembelian sepeda motor, mobil, tanah, biaya sekolah, renovasi rumah, modal usaha dengan proses cepat, bunga bersaing. Untuk mewujudkan semua impian dan cita-cita masa depan anak-anak tercinta, BPR Kanti menghadirkan Kredit Beasiswa Pelajar. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat memberikan layanan 24 jam kepada nasabah, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meluncurkan m-banking BPRKanti. Produk ini bisa dimanfaatkan untuk mengetahui informasi saldo, melakukan pembayaran rekening listrik dan telepon, pembelian pulsa HP, mengetahui transaksi terakhir serta melakukan transfer. Peluncuran m-banking BPRKanti juga dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah dalam merealisasikan program Bank Indonesia, menciptakan “less cash society” agar terwujudnya masyarakat yang mengurangi transaksi keuangan dengan penggunaan uang kas/tunai,” tandas Arya Amitaba. –ten
4
Inspirasi
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Widi Widiana Luncurkan “Nasi Goreng Spesial” Setelah vakum selama 7 tahun, penyanyi pop Bali Widi Widiana akhir nya meluncurkan album rekaman baru. Ia menyapa penggemarnya dengan album berjudul “Nasi Goreng Spesial” yang diliris dalam format audio CD. Rekaman ini bukan hanya spesial dalam judulnya, namun juga memiliki sejumlah hal spesial, mulai dari proses hingga keputusan untuk meluncurkannya di awal Juni 2015 ini.
“U
ntuk penggarapan memakan waktu sekitar satu tahun karena dikerjakan secara bertahap. Selain itu, sambil mengumpulkan lagu yang benarbenar pas dan cocok saya bawakan,” ujar Widi saat beramahtamah dengan awak media di Seminyak Kuta, Rabu (3/6). Ada 8 lagu yang terangkum di album terbaru penyanyi bernama asli Ketut Widiana ini. Deretan pencipta lagi yang digandengnya dalam album ini tentu tak asing lagi bagi penggemar lagu pop Bali. Sebut saja nama Komang Raka, yang terbilang banyak menciptakan hits Widi Widiana di awal tahun 2000an, Mayura, Yan Mus, Dek Artha, Putu 703, dan Widi Widiana sendiri. Delapan lagu yang disodorkan dalam album
ini adalah “Nasi Goreng Spesial”, “Luh Baju Barak”, “Kapah Jumah”, “Pada-pada Ngelah Hobi”, “Kidang Sengap”, “Cinta Materi”, “Sing Kenken”, dan “Formalin Sik Luh”. Semua lagunya ini dijelaskannya bisa masuk ke kalangan usia anak muda hingga orangtua. Nuansa Mandarin yang melekat pada Widi, masih tetap ada pada tiga lagu dalam album ini yakni “Nasi Goreng Spesial”, “Kidang Sengap”, dan “Formalin Sik Luh”. “Menyanyi dan penggemar adalah napas bagi saya,” ucapnya. Mengenai lagu unggulan, Widi menjelaskan semuanya diunggulkan. “Bagi saya, semua lagu dalam album ini pilihan. Semoga bisa menjadi hits semua. Lagu ‘Nasi Goreng Spesial’ saya nilai agak unik, karena itu saya pilih menjadi judul album sekaligus
sebagai single hits pertama,” jelas Widi. Widi yang disebut-sebut sebagai pionir lagu pop Bali modern sekitar akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an ini mengungkapkan, yang benar-benar spesial dalam album “Nasi Goreng Spesial” ini sekaligus mengenang almarhum ayahandanya yang sudah meninggal 10 tahun silam. “Jadi momen album ini beredar bertepatan dengan 10 tahun berpulangnya ayah saya. Karena itu pula saya nyanyikan kembali lagu ‘Luh Baju Barak’ ciptaan almarhum, dengan aransemen musik baru,” ucapnya. Lagu “Luh Baju Barak” pertamakali direkam tahun 1993, dan menjadi hits pertama Widi Widiana saat masih berada di bawah panji Maharani Record. Penyanyi asal Legian, Kuta ini memang
melejit kariernya saat bergabung di Maharani Record awal tahun 1990-an dengan merilis rekaman bersama adik kandungnya, Sri Dianawati. Hijrah ke Aneka Record, Widi makin melejit dengan album “Kasmaran: dan benar-benar booming dengan “Sesapi Putih” di tahun 1996. Bersama Aneka Record pula, Widi merilis 10 album termasuk “Yen Saja Sayang”, “Metulak Singkal”, “Tresna Kaping Siki”, “Tekor Bubuh”, “Layonsari”, “Tepen Unduk”, hingga “Dasa Menit”, “Nganten Muda”, dan “Boya Guyu-guyu”. Ia juga sempat merilis album di bawah label sendiri, Diana Record dengan judul “Takut-takut Bani” yang menghasilkan hits “Janji Bulan November”. Menginjak tahun 2000-an, nama Widi Widiana masih berkibar di puncak tangga lagu pop Bali, meskipun banyak penyanyi generasi baru bermunculan. Widi masih Berjaya dengan sejumlah hits-nya seperti “Sampik Eng Tay”, “Kupu-kupu Nakal”, “Suksma Hyang Widhi”, “Sayang”, “Kesiab-kesiab”, “Dokar Tresna”, dan “Gek Cantik”. Ketika disinggung terkait kemungkinan besar CDnya ini akan dibajak, dengan tegas Widi men-
Mandalika
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
“ Tr i b u t e t o I m t i h a n Ta u f a n ”
Apresiasi Seniman Mataram kepada Almarhum
Widi Widiana
gatakan “Jangan mengaku cinta lagu Bali atau nge-fans dengan saya kalau masih suka main download atau beli CD bajakan”. Untuk masalah ini, Widi sangat berharap pihak berwajib terus memberikan edukasi hal tersebut. Jika dilihat tampilan kemasan CD album Widi Widiana yang terkesan sederhana ini, ia mengatakan itu sebagai bentuk peduli lingkungan dengan meminimalkan limbah plastik. Audio CD “Nasi Goreng Spesial” ini dijual dengan harga Rp 35 ribu per keping dan sudah tersedia di beberapa toko musik. –Inten Indrawati
Music performance berjudul Nikolo Hilang, karya Pantjoro Sumarsa, mengalun syahdu pada malam bertajuk “Tribute to Imtihan Taufan”, di galeri Taman Budaya NTB beberapa waktu lalu. Gitar yang dipetik Ipang, sapaan akrab musisi Pantjoro Sumarsa dan suling yang ditiupkan oleh Hilman, malam itu mengirim sinyal haru sebagai tanda kehilangan para seniman dan sastrawan Mataram yang hadir mengenang 40 hari meninggalnya sastrawan dan seniman Imtihan Taufan. Instrumental Nikolo Hilang membuat seluruh penonton seolah mengheningkan cipta bagi sahabat mereka itu.
S
ebuah video yang dibuat oleh Komunitas Pasir Putih tentang Imtihan Taufan, menampilkan saat-saat penting dan berkesan dari istri dan sahabat-sahabatnya, seperti Arief Firmansyah yang menjadi ilustrator antologi Interior Nikolo dan Kisi, musisi yang pernah membuat album berjudul Anatomi Duka Lara ini. Tiga dari delapan lagu dalam album grup band Jalan Harmoni tersebut adalah karya Imtihan Taufan, yakni lagu berjudul Ampenan, Bunga Teratai, Menuju
nanti. Sejauh ini, hanya Opan yang mampu membaca dan menerjemahkan dengan baik apa yang saya butuhkan,” kata sutradara kawakan ini. Imtihan Taufan bukan hanya seorang sastrawan, semasa hidupnya. Lelaki berambut gondrong yang taat beribadah ini adalah juga teaterawan. Ia seorang penata artistik dalam berbagai karya pertunjukan teater di Mataram, juga seorang penulis naskah-naskah teater dan sesekali ia menjadi aktor dan sutradara serta desainer yang terbilang serius dalam
bekas dan lainnya. Performance musik teaterikal yang ditampilkan Kisi dan rekan-rekannya diambil dari cerpen Bermain Sandiwara. Ary Juliant, musisi lainnya, mencoba lepas membiarkan dirinya tanpa “ikatan” seting pertunjukan baku. Ia beserta dua rekannya, Iching dan Dewa memainkan musik dan lagu yang dikolaborasikan dengan menggambarkan cerpen berjudul Oragada. Koreografer Suryadi Mulawarman, menampilkan koreografi yang “bermain” dalam bahasa tubuh dua penari Indra
Kekuatan dan Keindahan dalam 100 Kebaya
Kebaya adalah salah satu busana nasional. Sebagai busana wanita, kebaya mengalami berbagai perkembangan yang menjadi simbol wanita Indonesia di dunia. Kebaya juga menjadi bagian penting yang dikenakan perempuan Bali dalam kesehariannya terutama dalam busana adat dan acara formal tertentu. Untuk pelestarian dan pe ngembangan serta eksistensi busana nasional ini, Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Bali yang terbentuk pada tahun 2004 ini, bersama Insitut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengambil langkah dengan menyuguhkan “Pagelaran 100 Kebaya” di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar, beberapa waktu lalu. Menurut Ketua Panitia Pagelaran 100 Kebaya, Weda Gita
Pradana, dalam acara tersebut para perancang atau mereka yang berkarya di bidang kebaya selain turut bersama-sama melestarikan juga dapat melakukan promosi karya dan tren kebayanya sekaligus sebagai ajang eksistensi mereka. Tak kurang dari 100 kebaya berhasil dipersembahkan bagi masyarakat Bali pecinta kebaya dan mode umumnya. Tujuan pagelaran juga untuk memperkenalkan perjalanan panjang mode kebaya di Indonesia dan di Bali khususnya. Karenanya, kebaya–kebaya yang dihadirkan di atas cat walk ketika itu, terdiri dari 3 (tiga) konsep yaitu kebaya tradisional, modern kontemporer hingga futuristik. Dikatakan oleh Weda Gita, para perancang ketika itu, bukan
hanya menyuguhkan fashion show tapi juga memberikan edukasi. Dengan begitu masyarakat selain mengetahui sejarah kebaya juga paham kapan dan di mana mengenakan kebaya dengan model tertentu. Khusus untuk masyarakat di Bali, harapannya agar perkembangan mode kebaya tidak dianggap merusak tradisi atau menyimpang dari norma kesopanan jika pemakainnya modelnya dilakukan dengan tepat. Dwi Iskandar, selaku ketua APPMI Bali mengungkapkan rasa gembiranya menjalin kerjasama dengan ISI Denpasar, khususnya Program Studi Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain. Sebab, pada Pagelaran 100 Kebaya tersebut, APPMI selaku praktisi dapat berbagi ilmu dan pengetahuan mereka dengan para mahasiswa Program Studi Desain Mode, sebagai generasi penerus dunia mode di Bali dan Indonesia. Dengan langkah awal yang baik dan penuh semangat itu pula, Dwi berharap kedepannya kerjasama antara APPMI Bali
dan ISI Denpasar berlanjut. Sehingga, para mahasiswa juga dapat terus meningkatkan ilmu dan kreativitas mereka. Dikatakannya juga bahwa Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika juga tak ketinggalan memberikan dukungannya untuk Pagelaran 100 Kebaya itu. Sementara, Rektor ISI Denpasar Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum., yang membuka secara resmi Puncak Pagelaran 100 Kebaya, dengan pemukulan gong, menyambut baik diselengarakannya Pagelaran 100 Kebaya, yang juga dirangkaian dengan saresehan, workshop, pameran dan seni instalasi . Para praktisi seperti para anggota APPMI diperlukan untuk turut mendukung proses belajar para mahasiswa. BUSANA SIAP PAKAI Masih serangkaian Pagelaran 100 Kebaya, pada acara seminar yang diisi dua orang pakar yakni Ali Charisma dan Dina Midiani dari Indonesia Trend Forecast
21
menggeber secara terbuka tentang proses dan tips untuk memasarkan busana ready to wear atau siap pakai, di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar. Pada acara yang dihadiri mahasiswa sekolah mode dan kalangan pecinta serta mereka yang bergerak di dunia bisnis kebaya ini, Ali Kharisma cukup banyak memberikan ilmunya dengan mengupas mulai dari soal pemotretan, pembuatan dan perlunya katalog. Juga dibicarakan mengenai pameran, bussiness card, website, hingga urusan pemanfaatan sosial media. Ia juga membahas dari sisi komunikasi, baik yang langsung dengan face to face, maupun komunikasi tidak langsung melalui e-mail. Tak ketinggalan soal pengiriman, lengkap dengan beberapa jasa pengiriman yang biasa digunakan baik darat maupun udara termasuk kelebihan dan kekurangannya. Begitu juga dengan informasi perihal dimana bisa melakukan pembuatan dokumen dengan gamblang disampaikannya nama perusahaan yang mengkhususkan untuk mengurus dokumen–dokumen yang dibutuhkan pada saat pengiriman. Terutama jika menggunakan kargo, ada beberapa form yang harus disertakan. “Biasanya perusahaan meminjam ‘bendera’ atas nama perusahaan jasa tersebut,” ujar Ali Kharisma. – Sri Ardhini
Para seniman Mataram yang mengisi pertunjukan pada malam Tribute to Imtihan Taufan
ke Awan dan Mimpi Semusim. John Geger Prahara dan R. Eko Wahono, dua seniman lain tak mampu menahan tangis kala mengisahkan kenangan-kenangan almarhum semasa hidup. “Saya takjub sekaligus kagum dengan kemampuan musikalitas Kak Opan (panggilan akrab Imtihan Taufan). Orang yang saya kenal tidak pernah menggeluti dunia musik namun menggilai musik itu, hadir tibatiba mengubah hidup saya menjadi seperti hari ini. Kak Opan adalah orang yang paling berjasa buat saya,” kata Kisi yang mengidentifikasi sosok Imtihan Taufan sebagai seorang yang misterius namun selalu menghadirkan karya-karya yang mengejutkan. Arief bahkan menyebutnya sebagai guru, karena dari almarhumlah ia menyadari potensinya sebagai seorang desainer. Begitu pula dengan Kongso Sukoco, pimpinan Bengkel Aktor Mataram yang kehilangan penata artistiknya. “Saya tidak tahu, setelah Opan tiada, siapa lagi yang akan menjadi penata artistik jika saya menggarap teater suatu saat
berkesenian. Karena dedikasinya pada dunia kesenian dan sastra di Mataramlah yang mendorong para seniman Mataram menghadirkan karyakaryanya itu sebagai inspirasi bagi lahirnya karya yang ditampilkan para seniman di malam mengenang 40 hari kepergiannya itu. Selain Ipang dan Hilman, puluhan seniman lainnya turut menyumbang pertunjukan yang lahir dari karya yang berangkat dari keseluruhan mengenai Imtihan Taufan khususnya karya terakhirnya Antologi Cerpen berjudul Interior Nikolo. Sebelas (11) cerpen yang ada dalam antologi tersebutlah yang menjadi inspirasi bagi para seniman ini dalam menggarap pertunjukan yang dipentaskan malam itu. Tidak hanya musik yang ditampilkan oleh Ipang dan Hilman yang berangkat dari cerpen Nikolo Hilang, musisi Kisi dan rekan-rekannya membuat sebuah pertunjukan yang khidmat. Ia tampilkan bunyi-bunyi bukan dari alat musik melainkan bunyi alam dengan media sapu lidi, botol
dan Putu. Karya yang cukup memukau ini diambil dari kalimat Sang Sastrawan pada cover belakang antologi cerpen tersebut. “Ia cuma butuh semacam tempat yang indah. Bukan di bumi juga bukan di mana-mana”. Sebuah kalimat yang akhirnya disadari oleh para seniman ini sebagai isyarat kepergian penata artistik pagelaran-pagelaran teater di
Ipang dan Hilman dalam Instrumental music performance berjudul Nikolo Hilang
Mataram ini. Tanpa ilustrasi, tanpa bunyi-bunyi, dua seniman tari ini mampu memberi warna lain dalam pertunjukan malam itu. Ruangan galeri hening, penonton menanti hentakan-hentakan gerak sang penari yang mengantarnya pada kalimat tersebut. Biru, seorang pembaca puisi cilik juga turut menyumbang dramatisasi kalimat di cover belakang tersebut dengan gaya khasnya. Seorang teaterawan muda, Syamsul Fajri yang berkolaborasi dengan komunitas Pasir Putih, menampilkan sebuah pertunjukan teater yang diangkat dari dari cerpen Nikolo Menulis Surat kepada Istrinya. Tampil serius, Syamsul dan rekan-rekannya memperlihatkan kualitas garapan yang mumpuni. Winsa Prayitno, seniman lainnya dengan gayanya yang khas, menampilkan monolog yang diambil dari Catatan Terakhir dalam antologi tersebut yang ditulis Naniek istri dari Imtihan Taufan. Saepulloh Sapturi, seniman teater dan Kiki Sulistyo, sastrawan, ikut tampil membacakan dua cerpen dalam antologi tersebut. Ahmad, SH., meski ia bukan seniman ia turut tampil menyeimbangkan suasana dengan stand up comedy yang membuat penonton terpingkal-pingkal. Materi stand up comedy yang ditampilkan Ahmad yang menjadi kawan bagi seniman Mataram ini, banyak
merupakan kisah-kisah jenaka yang dialaminya bersama Imtihan Taufan semasa hidupnya. Begitu pula dengan Cukup Wibowo sahabat lainnya. “Apa yang ditampilkan rekanrekan seniman malam ini, adalah wujud penghargaan untuk sahabat sekaligus saudara kami Imtihan Taufan (alm),” ungkap Dr. Salman Al Farizi, Ketua Panitia Tribute To Imtihan Taufan. Kekompakan seniman Mataram dalam kegiatan ini, bagi Kongso Sukoco, seniman kawakan yang terbilang senior di dunia kesenian Mataram yang juga Ketua Dewan Kesenian Mataram, merupakan solidaritas bagi seniman Imtihan Taufan yang selama ini mendedikasikan dirinya bagi dunia seni dan sastra di Mataram. Rosiyadi Sayuti, Kepala Dinas Dikpora yang turut hadir malam itu, menyampaikan kabar bahwa karya-karya sastrawan di NTB mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan adanya Peraturan Gubernur NTB tentang kewajiban membaca sastra bagi anak-anak sekolah di daerah ini. “Antologi cerpen Interior Nikolo karya Imtihan Taufan, akan menjadi salah satu buku sastra yang wajib dibaca siswa di NTB. Demikian pula dengan buku-buku sastra karya sastrawan NTB lainnya,” ungkapnya saat memberi sambutan dalam acara tersebut.
Rosiyadi Sayuti, Kepala Dinas Dikpora NTB turt hadir membawa kabar wajib baca sastra bagi siswa NTB
20
Nine
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Sastrawan tidak akan pernah Mati “Orang yang sedang jatuh cinta tak boleh terlalu mendengar banyak larangan”.
K
alimat ini membuka lembaran pertama buku antologi cerpen berjudul Interior Nikolo karya Imtihan Taufan, sastrawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Antologi cerpen ini mengundang perhatian seorang perempuan untuk mengungkapkan telaahan sastranya yang kemudian mendapat sambutan hangat dari para sastrawan di Mataram. Hj. Erika Zainul Majdi, mendapat applaus dari para peserta bedah buku usai menjadi keynote speaker dalam acara bertajuk Imtihan Taufan: Interior Nikolo dan Pemikiran Besar Seniman yang digelar di Museum Negeri beberapa waktu lalu. Meski bukan seorang sastrawan, Erika menunjukkan kapasitas intelektualnya dalam makalah yang dibawakannya berjudul Nikolo (Tidak Pernah) Hilang. Judul ini seperti mematahkan salah satu judul cerpen dalam antologi tersebut berjudul Nikolo Hilang. Cerpen
Dr. Nuryadi dengan makalah berjudul Gejala Absurditas dan Naturalisme Mengkerangkai Nikolo. Keduanya adalah dosen sastra dari Universitas Mataram. Lihatlah kajian Erika berikut ini. “Bagaimana kita menyikapi kematian seorang seniman dan sastrawan seperti Imtihan Taufan? Mungkin sebagian besar orang akan menyatakan ungkapan klise, ‘Kita telah kehilangan seorang sastrawan’. Ungkapan itu bagi saya terdengar agak aneh. Karena bagi saya, seorang sastrawan itu ‘tidak bisa mati’. Meski raga sang sastrawan tidak bisa melawan hukum kefanaan, namun Chairil Anwar tidak pernah mati. Hamka tidak pernah mati. Pun begitu dengan W.S Rendra. Mereka adalah makhluk-makhluk abadi,” ujarnya. Erika mengatakan bahwa sastrawan itu adalah pemikir intelektual. Eksistensi mereka yang tidak bisa dibantah karena menjadi satu-satunya
Hj. Erica ZM menyerahkan buku karya Imtihan Taufan kepada seniman kawakan Mustakim Biawan, sebagai tanda peluncuran karya sastra tersebut
ini merupakan cerpen terakhir yang ditulis oleh Imtihan Taufan sebelum ia berpulang menghadap Sang Khalik, 9 April 2015. Terbilang sangat jarang, seorang perempuan khususnya di NTB bicara tentang sastra dalam kapasitas sebagai pembicara kunci. Namun, Erika mengerti benar bagaimana menyambung suasana bersama para seniman dan sastrawan yang hadir kala itu. Peluncuran dan bedah buku ini selain dihadiri para seniman dan sastrawan serta mahasiswa, juga dihadiri oleh Ketua Ombustman Adhar Hakim, Asisten II Setda. Provinsi NTB, Drs. HL. Gita Aryadi dan Kepala Dinas Budpar NTB, Drs. HL. Faozal juga Kepala Museum Negeri NTB serta Kepala Taman Budaya NTB. Erika bicara sastra bersama dengan dua pembicara lainnya, yakni Prof. Mahyuni yang juga menyampaikan makalah dan
kebenaran yang ada di dunia ini, adalah ‘aktifitas berpikir’. Dan produk pemikiran itu, baik logis maupun estetis, lantas mereka tuliskan sebagai karya intelektual maupun karya kebudayaan. “Itulah ‘strategi pengabadi-an diri’ mereka ketika jasad meniada,” ungkapnya. Erika menjadi perhatian kala itu, karena kajiannya yang mendalam. Kongso Sukoco, Ketua Dewan Kesenian NTB yang menjadi moderator dalam diskusi tersebut, mengungkapkan kekaguman pada kajian yang dilakukannya, lebih-lebih perhatian Erika pada seniman dan sastrawan sehingga meluangkan waktu secara khusus untuk menjadi keynote speaker di acara tersebut. “Ini langka istri seorang gubernur hadir dalam porsi yang besar pada acara sastra semacam ini, bukan seremonial belaka melainkan menjadi pembicara kunci pula,” kata Kongso.
Prof. Mahyuni (kiri) dan DR. Nuryadi (kanan) sebagai pembicara serta moderator Kongso Sukoco (tengah) dalam acara bedah buku Interior Nikolo1
Tidak kurang Mustakim Biawan, seniman kawakan mantan Kepala Taman Budaya NTB yang juga penulis puisi, mengaku bangga akan kedatangan Erika yang tidak hadir semata-mata sebagai istri Gubernur NTB, melainkan hadir atas kapasitasnya untuk bicara sastra. “Dua kali saya mendengar ia bicara dan berpidato, dua kali pula saya mengaguminya. Pidato dan pembicaraannya sangat berisi,” katanya. Erika tampaknya bukan perempuan biasa melainkan ia memiliki banyak hal yang belum tentu dimiliki orang lain. Erika punya konsep dan ia bisa “berdiri sendiri” sebagai dirinya dengan atau tanpa embel-embel jabatan suami. Beginilah salah satu hal yang dibahas Erika dalam kaitan seorang sastrawan dengan karyanya. “Dalam perspektif seperti itulah (karya yang dilahirkan akan tetap hidup) saya kira, kita melihat ‘kepergian’ sastrawan besar NTB, Imtihan Taufan. Beliau tidak pergi tanpa warisan karya apapun sebagai wujud abadinya. Dia mewarisi kepada keturunannya, rekan sastrawannya dan NTB yang hadir jauh setelah masa hadirnya di dunia karya-karya sastra yang salah satunya adalah kumpulan cerpen-cerpennya dalam diskusi ‘Interior Nikolo
dan Pemikiran Besar Seniman’ saat ini. Imtihan Taufan hanya meninggalkan jasadnya, namun rohnya tetap hadir di tengahtengah kita, sekarang dan di masa-masa jauh ke depan. Jika karya sastra merupakan wujud keabadian roh Imtihan Taufan, ada baiknya kita menelaah sejenak ‘sosok’ roh Imtihan yang akan terus berdialog dengan kita menggantikan jasadnya,” katanya. Menelaah nama Nikolo yang menjadi nama tokoh utama di semua cerpen Imtihan Taufan, Erika mengatakan bahwa dalam cerpen-cerpennya, Imtihan Taufan tampaknya bertumpu pada sosok “Nikolo” yang hadir dalam beragam manifestasinya. “Benar, bahwa Nikolo adalah sosok imajiner ciptaan Imtihan Taufan, namun pada kenyataannya, relasi antara Imtihan Taufan dan Nikolo bukanlah relasi antara pencipta dan ciptaannya. Jikalau demikian kondisinya, maka sosok Imtihan Taufan tidaklah bisa lagi disebut sebagai sebuah entitas yang terpisah dengan sosok Nikolo. Sosok imajiner itu sudah menjadi bagian yang menyatu dengan Imtihan. Dalam proses kreatifnya, Imtihan mengalami proses yang dikenal dalam dunia tasawuf Islam seba-
Mahasiswa peserta peluncuran dan bedah buku Interior Nikolo
gai Wihdatul Wujud (penyatuan eksistensi psikis) antara ‘Pencipta’ dan ‘Ciptaannya’. Mirip seperti Syekh Siti Jenar atau Al Hallaj, tokoh sufi yang menyatakan ‘Aku adalah Allah’ dan ‘Allah adalah Aku’, dalam proses ekstase kreasi cerita-ceritanya, Imtihan secara tidak langsung menyatakan, ‘Aku adalah Nikolo’ dan ‘Nikolo adalah Aku,” ujarnya disambut tepuk tangan atas pernyataannya ini. Erika menutup makalah yang disampaikannya di depan para seniman dan sastrawan NTB itu dengan mengungkap bahwa Nikolo (tidak pernah) Hilang. Nikolo yang akhirnya diidentikkan dengan sang pengarang, Imtihan Taufan. “Imtihan memang telah meninggalkan kita semua. Namun yang meninggalkan kita hanyalah wujud fisiknya semata. Imtihan akan terus abadi lewat karyakaryanya yang terus dibaca dan dikaji oleh anak-cicit dan para penerusnya di dunia sastra. Sastrawan tidak akan pernah mati. Mengadaptasi karya terakhir Imtihan Taufan, ‘Nikolo Hilang’ yang menurut Imtihan merupakan cerpennya terakhir yang melibatkan Nikolo, saya ingin meyakinkan kepada kita semua bahwa ‘Nikolo (Tidak Pernah) Hilang’. Dia akan terus hidup dalam hati dan pikiran semua kita yang masih mau membaca karya-karya Sang Sastrawan, Imtihan Taufan,” katanya mengakhiri kajian sastranya. Bedah buku yang dipandu Kongso Sukoco ini meninggalkan sebuah kalimat berkesan dari Erika, yakni Nikolo (tidak pernah) Hilang. Kehadiran Erika yang datang tidak duduk sebagai tamu kehormatan melainkan sebagai pembicara kunci ini, sempat menjadi perbincangan di kalangan seniman dan sastrawan Mataram, yang rata-rata mengakui keunggulannya bicara sastra meski ia bukan seorang sastrawan.
Inspirasi
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
5
De Ama Pilih “Mesakapan”
Sebagai penyanyi tentu saja ada impian untuk menghasilkan album solo. Berbagai hambatan dan tantangan harus dilalui untuk mewujudkan impian ini. Proses ini dialami Made Sudarma yang akrab disapa De Ama Dhyastha. Setelah berkutat selama beberapa tahun akhirnya ia meluncurkan album solo perdana yang diberi judul “Mesakapan”
“S
ebenarnya ini bukan rekaman pertama bagi saya karena sebelumnya saya sudah beberapa kali ikut rekaman di album kompilasi penyanyi lain. Sekarang giliran saya yang berkarya dibantu Mang Raka, Dwi Negari, De Madut, dan Dewa Mayura untuk penciptaan lagu, Dek Artha sebagai penata rekaman, Yasa Sega sebagai video director dan Gek Riris yang bernyanyi bersama saya di lagu Jegeg Bagus,” ujarnya saat jumpa wartawan di Krisna Gallery & Kuliner, Denpasar De Ama mengawali kiprahnya di dunia tarik suara tahun 1998 dengan mengikuti berbagai ajang menyanyi. Ia bahkan pernah meraih juara Bintang Radio dan Televisi tingkat Nasional yang diselenggarakan RRI untuk kategori lagu keroncong. Walaupun berprestasi di keroncong, pria asal Bengkala, Kubutambahan, Buleleng ini memilih jalur pop untuk tetap eksis. Ia merilis single “Takut-takut Bani”, “Gusti Ayu”, “I Luh”, “Saling Sayang”, dan “Apang Gondong”. Kini di album “Mesakapan”, De Ama menyanyikan 12 lagu, 11 diantaranya lagu Bali berjudul “Badung Jembrana”, “Matan Ai di Hati”, “Katak Kambang di Telagane”, “Tusing Buat Beli”, “Lalah”, “Eliminasi”, “Jegeg Bagus”, “Jelek-jelek Gelah Pedidi”,
De Ama
De Ama saat memberi penjelasan tentang album Mesakapan
“Idaman Hati”, “Takut-takut Bani”, dan “Mesakapan”, serta satu lagu berbahasa Indonesia “Until My Last Breath”. “Ada dua hal yang membedakan album ini dengan album-album lain. Pertama karakter suara saya lembut. Kedua, jumlah lagu banyak. Biasanya satu album isi 8 sampai 10 lagu. Saya memberikan 12 lagu. Ini merupakan strategi khusus juga,” ujar pria yang juga PNS ini. Mengenai pemilihan judul album yang diluncurkan 2 Juni 2015 ini, De Ama sempat bingung. Ia ingin sesuatu yang belum pernah dipakai namun sudah dikenal masyarakat. Setelah melalui beberapa pertimbangan, ia akhirnya memilih “Mesakapan”. Alasannya semua orang mengenal istilah “mesakapan” yang artinya pernikahan. Ini juga judul yang unik dan sederhana. “Saya berharap dimana ada pernikahan, lagu “Mesakapan” diputar,” ujarnya sembari tersenyum. Album yang diproduksi Harta Pro ini dicetak 1000 keping dan siap untuk ditambah lagi. De Ama menargetkan bisa menjual hingga 5000 keping. Sementara itu, Mang Raka sebagai
pencipta lagu mengaku vocal De Ama yang lembut tetap harus diarahkan agar lagunya sesuai. Beberapa lagu memang ada yang keluar dari pakem De Ama, yang cenderung ngepop dan modern. “Kami banyak diskusi tentang materi lagu. Dia menuturkan pengalaman hidupnya lalu saya sarikan poin-poinnya untuk menjadi lagu,” ujarnya. Dek Artha menambahkan karakter suara De Ama yang cocok untuk festival membuatnya harus piawai mengatur rekaman.
Namun, ia salut dengan ketekunan De Ama yang mau belajar dan bisa menjajal berbagai aliran musik tanpa meninggalkan aroma Bali. Di sisi lain Yasa Sega mengatakan ide pembuatan album sudah dibicarakan tiga tahun silam. Namun, karena berbagai kesibukan De Ama, akhirnya baru tahun ini bisa terealisasi. De Ama membenarkan apa yang disampaikan Yasa Sega. “Album ini sempat digadang-gadang untuk edar akhir tahun 2014 tetapi
karena masih perlu penyempurnaan materi rekaman, baru bisa direalisasikan pertengahan 2015 ini,” ujar De Ama seraya mengatakan materi album sudah dicicil sejak lama. Bagi De Ama, langkah pelan tapi pasti ini menjadi strategi baginya. Ia tidak ingin terburuburu untuk mengeluarkan single maupun album. Intinya, ia ingin konsisten dalam menjalankan hobi dan fokus mewujudkan impian dalam berkarya. –Ngurah Budi
6
Women on Top
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
Anak Agung Ayu Ketut Agung
Hanya 2 Jam Profesi penata rias bukanlah profesi main-main yang bisa ditempuh dalam waktu yang singkat. Benar memang, jam terbang tinggilah yang akan semakin mengasah keterampilan dan kepiawaian seseorang dalam bidang tertentu. Dan tak berlebihan pula jika pernyataan tersebut melekat pada diri seorang Anak Agung Ayu Ketut Agung, pemilik Salon Kecantikan Agung, LKP Agung, dan PKBM Agung.
S
udah berpuluh-puluh tahun ia bergelut dengan make up, tata rias rambut dan busana daerah Bali. Tak mengherankan pula jika banyak orang yang mempercayakan tata rias dan busana untuk momenmomen istimewa ditangani oleh Bu Agung-sapaan akrabnya. Tata rias sudah menjadi bagian hidup Bu Agung. Bahkan, saking sudah mendarah dagingnya, memasang bunga untuk hiasan kepala pengantin saja bisa diselesaikannya dalam waktu 5 menit. Demikian halnya ketika merias 16 orang penabuh wanita dari berbagai etnik (sebagaiannya berkewarganegaraan Jepang) disatukannya dengan busana tengkulu lelunakan. Para penabuh ini adalah grup The Ari Suta Centre Gamelan Philharmonic pimpinan Oti Ary Suta
yang tampil menghibur dalam pembukaan Rakernas Dekranasda (Dekranas) yang digelar Rabu (3/6) di Gedung Smesco, Jakarta. Ini untuk kesekian kalinya Bu Agung diundang khusus merias mereka di gedung tersebut. Keenam belas penabuh yang tersebut dirias Bu Agung dan perias cilik Sagung D iva Wa s tuningtyas hanya dalam waktu 2 jam. Sagung Diva memasang make
Bahaya Nyeri Dada dr. Putu Daivi Prakriti
Tubuh kita memiliki ‘bahasa’ tersendiri untuk berkomunikasi dengan kita. Namun, ‘bahasa tubuh’ ini seringkali tidak kita indahkan, bahkan kita remehkan. Padahal, di zaman modern ini berbagai informasi, terutama mengenai kesehatan bisa kita dapatkan dengan instan. Kita hanya perlu membuka mata, telinga dan pikiran untuk mendapatkannya.
S
alah satu ‘bahasa tubuh’ yang sering kita remehkan adalah nyeri dada. Nyeri dada bisa bermacam-macam, tergantung jenis masalah yang ingin dikomunikasikan oleh tubuh. Masalah tersebut bervariasi dari masalah otot, refluks makanan atau cairan dari lambung, infeksi atau radang pada paru-paru dan jaring an sekitarnya, kebocoran udara dari jaringan paru, sumbatan pada pembuluh darah paru hingga serangan jantung. Menurut sebuah penelitian dari CDC di Amerika Serikat, pada tahun 2008 saja, 9% dari seluruh pasien yang datang mencari bantuan medis ke Unit Gawat Darurat mengeluhkan nyeri dada. Pada tahun yang sama, 25.8% pasien yang memanggil ambulans juga dikatakan mengeluhkan nyeri dada. Penelitian lain di Inggris menyatakan bahwa pada populasi umum, 20-40% dari populasi akan mengalami nyeri dada dalam hidupnya. Jumlah yang cukup tinggi, namun, apakah semua nyeri dada perlu diwaspadai? Nyeri dada seperti apakah yang perlu kita waspadai? Tipe nyeri dada secara umum dapat dibagi menjadi 2 berdasarkan sumber nyerinya, yaitu cardiac dan non cardiac,
atau bahasa mudahnya, jantung dan bukan jantung. Pertanyaan yang umum ditanya kan dokter pada pasien yang datang dengan nyeri dada misalnya : sejak kapan? Seperti apa nyerinya? Apa yang memicu munculnya nyeri tersebut? Bila nyeri dada timbul mendadak, atau kurang dari 24 jam sebelum kunjungan ke dokter dilakukan, pada umumnya pasien menganggap nyeri tersebut cukup berat sehingga pasien tersebut menghentikan kegiatannya untuk mencari bantuan medis. Pemicu nyeri dada juga penting untuk diperhatikan. Apakah nyeri dada muncul setelah mengalami cedera atau pukulan pada bagian dada, atau setelah beraktivitas atau mengalami stress yang berat? Nyeri dada yang dipicu oleh cedera pada bagian tersebut dapat dikarenakan oleh masalah ringan seperti cedera otot, atau yang lebih berat seperti patah tulang
Bu Agung dan Sagung Diva bersama keenambelas penabuh The Ari Suta Centre Gamelan Philharmonic
up, Bu Agung memasang tengkuluk lelunakan dan bunga. Biasanya jumlah penabuh yang dirias mencapai 40 orang, yang juga ditanganinya hanya dalam waktu 2 jam, namun dengan tambahan tim perias. “Kalau merias sampai 300 orang saat potong gigi missal, jumlah oeriasnya d i t a m bah lagi, dan semua kelar dalam 2 jam,” ujarnya.
iga hingga kebocoran paru-paru atau ‘pneumothorax’, dan kebocoran jantung atau ‘cardiac tamponade’. Nyeri dada akibat cedera berat seperti yang telah disebutkan umumnya disertai dengan kesulitan bernapas, bahkan hilang ke sadaran. Nyeri dada yang timbul setelah beraktivitas berat ataupun akibat stres bisa jadi disebabkan oleh masalah jantung, misalnya serangan jantung. Kasus-kasus yang demikian membutuhkan penanganan medis yang cepat dan tepat. Bila sampai terlambat, fatal akibatnya. Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah lokasi nyeri dada. Masalah jantung yang serius seringkali dirasakan di bagian tengah atau kiri dada. Terkadang, nyeri dada dapat berpindah atau menjalar. Hal ini patut disebutkan pada dokter yang menangani anda, karena gejala masalah jantung yang khas seringkali berupa penjalaran ke arah lengan atau tangan kiri, rahang, ataupun leher. Penjalaran nyeri tersebut dikarenakan oleh perjalanan saraf nyeri yang melewati bagian-bagian tubuh yang bersangkutan. Tak jarang pula nyeri tersebut disertai rasa seperti kesemutan. Persepsi seseorang terhadap kualitas nyeri pun berbeda-beda. Misalnya, terasa seperti ditekan, berat, atau hanya rasa tidak nyaman, nyeri tajam, rasa seperti terbakar atau perih, bahkan mual. Asal nyeri juga dapat dibedakan berdasarkan nyeri somatis (misalnya: kulit atau otot) atau viseral (organ dalam, misalnya jantung). Nyeri somatis umumnya mudah disebutkan posisinya, dapat berkurang atau bertambah dengan pergerakan tertentu dan seringkali dirasakan sebagai nyeri tajam, sedangkan nyeri viseral lebih sulit digambarkan baik dalam hal kualitas maupun lokasinya secara tepat. Pada umumnya, gejala nyeri viseral seperti yang disebutkan di atas patut diwaspadai. Dokter pada umumnya akan mengambil foto rontgen dada dan rekaman listrik jantung atau elektrokardiogram. Foto rontgen dada dapat mengungkapkan adanya masalah pada paru-paru, pembesaran jantung, dan struktur lain di
Pelan tapi pasti, tengkuluk lelunakan makin populer digunakan dalam acara-acara besar maupun kecil, untuk penyambut tamu, MC, dan lainnya, sehingga tak lagi menggunakan tata rias pengantin yang disakralkan, seperti payas agung. Bu Agung memang kerap berpartisipasi busana dan tata rias untuk beberapa event. Salah satunya merias penari pendet lansia Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara dalam Hari Lansia di Gedung Sewaka Dharma, Denpasar belum lama ini. Bu Agung juga menponsori merias 13 orang pembawa papan nama kabupaten untuk pembukaan Porsenijar Provinsi Bali, Kamis (5/6), juga menggunakan busana tengkuluk lelunakan. Ketigabelas orang ini juga ditanganinya hanya 2 jam bersama anak kejar paket B, Ni Komang Widiasih asal kintamani. Komang adalah anak didik Bu Agung dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agung. Anak-anak PKBM ini, oleh Bu Agung, selain mendapatkan pendidikan formal juga dibekali keterampilan tata rias untuk
kemandiriannya kelak.
DISKON 50% KURSUS TATA RIAS Untuk mengisi liburan sekolah serta untuk lebih menyosialisasikan dan membangkitkan minat masyarakat dalam tata rias dan busana adat Bali, LKP Agung memberikan diskon 50% kursus regular. Materi yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, payas madya, payas agung, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. –kasih
Nyeri dada seperti apa yang perlu diwaspadai? Sumber: www.healthscopemag.com
dalam dada. Pengambilan sampel darah juga diperlukan untuk mengetahui kondisi dan fungsi darah secara umum, serta berbagai organ penting dalam tubuh. Pemeriksaan darah terutama diperlukan untuk mengetahui adanya cedera pada otot jantung yang mungkin disebabkan oleh sumbatan pada salah satu pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah menuju otot jantung itu sendiri. Sumbatan tersebut mengakibatkan kurangnya asup an darah yang menghidupi otot jantung, sehingga otot tersebut akan melemah kemudian mati. Inilah yang disebut sebagai serangan jantung, atau istilah medisnya ‘myocardial infarction’. Bayangkan saja, bila otot jantung yang memiliki fungsi krusial untuk memompa darah ke seluruh tubuh kita, terganggu fungsinya. Apa yang akan terjadi pada tubuh kita? Bila kita tidak awas mengenali gejala awalnya dan bantuan medis tidak didapatkan tepat pada waktunya, kematian otot jantung akan meluas dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, tidak mampu beraktivitas seperti biasanya, hilangnya kesadaran, bahkan kematian. Kematian dapat terjadi lebih cepat bila sumbatan terjadi pada satu atau lebih pembuluh darah utama yang menyuplai
bagian jantung yang luas. Siapa saja yang perlu waspada me ngenai gejala nyeri dada ini? Jawabannya adalah semua orang yang mampu bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan orang lain di sekitarnya. Nyeri dada dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan pada siapa saja. Bila kita menyadari bahwa nyeri tersebut merupakan hal yang perlu diwaspadai, kita dapat mencari bantuan medis secepatnya, atau membantu orang lain yang mengalaminya untuk mencari bantuan medis. Kesimpulannya, kita harus lebih tanggap terhadap ‘bahasa’ tubuh kita. Nyeri dada merupakan salah satu dari ‘bahasa’ tubuh yang perlu kita waspadai, karena dapat menjadi pertanda adanya gejala penyakit yang serius, misalnya serangan jantung, kebocoran paru, dan lain sebagainya. Dengan mengenali gejala nyeri dada yang patut diwaspadai, seperti nyeri dada yang sulit ditentukan lokasinya, kualitasnya, atau disertai dengan sesak nafas dan disebabkan oleh cedera pada dada, kita akan tahu kapan kita perlu mencari bantuan medis secepat nya sehingga kemungkinan yang fatal dapat dicegah. Semoga artikel ini dapat membantu.
Banyak orangtua me ngeluh bahwa mendidik anak zaman sekarang lebih sulit dibanding anak jaman dulu. Anak sekarang dinilai lebih berani dalam men debat atau berargumentasi dengan orangtuanya. Mereka juga berani mengungkapkan ketidaksetujuannya tentang sesuatu hal, yang kadang dengan cara-cara yang kasar. Lalu, apa yang membuat anak-anak sekarang lebih berani pada orangtua diban ding anak zaman dulu? Apa yang membuat anak zaman sekarang suka ‘melawan’ atau memberontak pada orangtuanya?
M
enurut praktisi pendidikan anak, Edy Wiyono atau populer dengan sapaan Ayah Edy, ada banyak faktor yang melatarbelakangi hal tersebut. Tapi, sebenarnya mendidik anak, baik zaman dulu ataupun zaman sekarang, adalah sulit atau tidak mudah. Penulis buku ‘Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak’ ini mengatakan anak zaman dulu tidak tahu bagaimana caranya melawan. Jadi sekalipun kita memiliki pandangan berbeda dari orangtua, umumnya kita diam saja. Tapi sekarang berbeda. Anak-anak memiliki ‘contoh’ untuk melawan. Mungkin mencontohnya dari tayangan sine tron. Akibatnya orangtua merasa semakin kesulitan. “Kalau dulu ketika kita kecil, hanya ada satu TV yaitu TVRI. Kalau sekarang begitu banyak stasiun TV yang menyajikan banyak acara yang kurang baik jika ditonton anak-anak, mulai dari sinetron, kekerasan, iklan, dll. Dulu, kalau kita tidak cocok (pandangan) dengan orangtua, kita hanya diam. Kalau orangtua melototin, kita hanya menunduk. Tapi sekarang, kalau orangtua melotot, anak balas melotot atau bahkan kabur dari rumah kalau dimarahi. Tayangantayangan televisi banyak yang mencontohkan bentuk-bentuk perlawanan terhadap orangtuanya. Itu menginspirasi anak. Jadi itu adalah salah satu faktornya,” papar praktisi multiple intelligence dan holistic learning ini. Hal lainnya adalah soal asupanasupan gizi pada makanan anak yang membuat anak-anak lebih aktif dan lebih berani. Asupan-asupan itu, kemungkinan telah merangsang fungsi otak sehingga fungsi otak menjadi lebih kuat, energinya lebih tinggi, dan itu menyebabkan dia berani melakukan perlawanan dan memiliki banyak akal. Soal banyaknya tayangan televisi yang berpengaruh buruk pada anak mendapat sorotan yang cukup serius dari Ayah Edy. Bayangkan saja, bukan hanya sinetron-sinetron yang memberi pengaruh buruk bagi anak tapi juga iklan-iklannya. Karena itu, kata bapak dua anak ini, anak-anaknya dilarang nonton acara-acara televisi. “Di rumah kami ‘tidak ada’ televisi. Dulu ketika ada televisi mereka lebih banyak menghabiskan waktu non-
19
Dulu Diam Sekarang Banyak “Contoh” ton televisi. Akhirnya diputuskan untuk tidak nonton siaran televisi. Awalnya mereka protes tapi lama kelamaan mereka terbiasa. Apalagi kami sebagai orangtua mengisi waktu luang mereka dengan berbagai macam kegiatan bermanfaat ,” jelas Edy yang telah 14 tahun menekuni dunia pendidikan anak. Ketika orangtua melarang sesuatu tentu ada yang dikompensasikan. Seperti misalnya, ketika anak dilarang nonton televisi maka orangtua menggantinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi waktu anak. Misalnya, kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan hobi anak, dll. Kalau kita perhatikan acaraacara televisi dari pagi sampai malam, lanjut Ayah Edy, banyak sekali acara-acara yang sifatnya kurang baik (ditonton) anak-anak. “Bahkan pada tayangan iklan saja, anak masih kecil-kecil sudah diajarkan pacaran segala, acara bersifat kekerasan, dll,” tambahnya. Ini, bukan ‘mengkambinghitamkan’ acaraacara televisi tapi faktanya memang demikian. Bahwa, tayangan televisi ikut andil dalam mempengaruhi prilaku buruk anak. MENDIDIK ANAK, MENDIDIK ORANGTUA Ayah Edy menambahkan sekolah yang didirikannya ‘Maha Karya Gangga’ yang berada di Buleleng Bali, bukan hanya lembaga tempat mendidik anak-anak tapi juga para
Edy Wiyono
orangtua. Sekolah yang memiliki konsep berbeda dengan sekolah umum lainnya ini, membuka pendidikan untuk anak-anak TK, SD, SMP dan SMA. “Sekolah ini berbeda dari sekolah pada umumnya. Pendidikan prilaku anak salah satu yang utama disini, khususnya untuk anak TK dan SD. Di sekolah ini bukan hanya anak-anak yang dididik tapi juga orangtua,” ungkapnya. Menurut Ayah Edy untuk mencetak generasi penerus, anak-anak yang sukses dimasa depan maka yang pertama kali harus dibenahi adalah prilakunya. Ini khususnya pada anak-anak TK hingga SD. Karena itu, pada tiga bulan pertama mereka bersekolah, tidak ada pelajaran lain selain yang berkaitan
dengan attitude. “Tidak belajar apaapa selain memperbaiki attitude. Target pertamanya adalah pada TK dan SD. Jika TK dan SD sudah benar, maka selanjutnya (SMP dan SMA) prilakunya akan benar. Tentu saja itu semua harus terus dipelihara dan dimonitor,” jelasnya. Karena biasanya, prilaku pemberontakan pada anak mulai terjadi saat TK ke SD. Setelah itu akan muncul lagi pada masa SMP. “Coba perhatikan dan ingat-ingat masa susahnya dalam mendidik anak. Jadi kalau pada masa TK ke SD-nya ‘cair’ maka selanjutnya pada masa SMP tidak ada lagi pemberontakan. Yang memberontak itu karena saat TK dan SD-nya ’ tidak cair’. Jadi kebanyakan kalau SMP dan SMAnya nakal, itu karena saat TK ke SD penanganannya tidak tuntas,” papar Ayah Edy yang telah melahirkan banyak buku parenting. Yang menarik, bimbingan bukan hanya untuk para murid tapi juga para orangtua murid. Misalnya saja, jika seorang anak memiliki attitude bermasalah, dan setelah diselidiki ternyata sumbernya adalah dari rumah, maka pihak orangtua akan dipanggil. “Kita akan jelaskan kalau attitude yang bermasalah ini muncul karena pola asuh ibu/bapak. Itu bakal kelihatan kok dari mana sumbernya. Kita kan sudah terbiasa berhadapan dengan masalah seperti ini, terbiasa mengait-kaitnya. Jadi anak tersebut tidak bakal berubah kalau ibu/bapak tidak berubah. Jika
itu dilakukan (perubahan), saya yakin dalam tiga bulan prilaku anak akan berubah,” tegasnya. Sepanjang orangtua menginginkan anak berubah, bimbingan kepada orangtua akan dilakukan. “Kami mengajak orangtua berubah supaya anak juga bisa berubah. Karena kalau orangtua tidak berubah, anak pun tidak akan berubah. Jadi misalnya orangtua suka berkatakata kasar, kami akan membimbing agar kata-kata kasar dalam berbicara kepada anak tidak diucapkan lagi. Yah kalimatnya diubahlah. Juga kalau sering marah, maka hal itu harus dikurangi. Jadi kami memberi konseling kepada para orangtua,” jelasnya. Menurutnya, anak nakal tidak dilahirkan secara alami tapi dibentuk oleh lingkungan. Semua dimulai dari lingkungan paling kecil yakni keluarga. “Jadi kalau di lingkungan keluarga si anak mendapat perhatian yang tepat dan orangtua tahu cara mendidik anak dengan benar maka diyakini anak tidak akan keluar jalur,” kata Ayah Edy, memopulerkan slogan ‘Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga ‘. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengasuh anak secara baik. Salah satu di antaranya adalah menjadi teladan yang baik bagi anak, menyalurkan energi aktif anak ke olah raga dan kegiatankegiatan kreatif lainnya, memetakan dan mendukung potensi unggul anak sejak dini, dll.—Diana Runtu
Rajin Belajar demi Cita-cita Kalau aku besar nanti, aku mau jadi ilmuwan. Demikian jawaban yang dilontarkan Putu Bintang Fedora, siswa kelas IV SD Percontohan (SDP) Negeri Tulang ampiang, Denpasar ini, saat ditanya cita-citanya kelak. Sulung dari tiga bersaudara ini, mengatakan, ketertarikannya itu, karena menilai seorang ilmuwan orang yang hebat. “Ilmuwan bisa menciptakan se suatu yang baru, yang bisa berguna bagi umat manusia,” tuturnya. Untuk menunjang impiannya itu, bocah usia 10 tahun ini, me ngaku rajin belajar. “Biasanya pulang sekolah langsung buat PR,” kata Bintang. Walau, kadang, ia mengaku, suka main sepeda dulu, sebelum mengerjakan PR. Bintang mengatakan, belajar dilakukan tiap hari, setiap sore setelah mandi. Ia juga, rutin membantu mengerjakan pekerjaan rumahtangga seperti membuang sampah. Bintang selalu tertarik hal-hal yang baru. Karena menurutnya, ilmuwan itu harus bisa menciptakan sesuatu yang baru. Saat ini, ia masih tertarik mengamati perkemba ngan tumbuh-tumbuhan. Ia mulai melakukan beberapa percobaan, mulai dari menanam biji kacang tanah dan kacang hijau. Setiap hari, ia cek bibit tersebut, apakah
dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, ia juga rajin belajar membuat komik. Ia menuturkan, saat melihat satu permainan di komputer, ia pasti tertarik untuk mencurahkan ke dalam kertas gambar. Menurutnya, gambar yang ia buat, lebih mengarah ke animasi. Selain suka dengan permainan animasi, ia juga memilih permainan edukasi di komputer seperti memasang puzzle, membuat rumah, memasak makanan, teka-teki dll. “Saya pernah bereksperimen membuat puding bersama adik. Kemudian dicetak dengan cetakan lucu-lucu atau dibentuk sendiri sesuai kreasi,” tutur bocah yang suka sekali main sepakbola ini. Saat ini, Bintang belum tahu mau jadi ilmuwan di bidang apa. Tapi, ia mengatakan, sangat suka pelajaran IPA, Bahasa Inggris, dan agama. Saat hari libur, ia selalu meminta orangtuanya mengantar ke toko buku. Setelah berkeliling, pasti ada saja buku yang ia beli. “Saya suka sekali membaca,” tutur kakak dari Made Oriont Fedora ini. Kesukaannya pada komputer juga melatih imajinasinya untuk belajar membuat animasi. Hal ini didukung orangtuanya yang menekuni dunia software. Lain lagi penuturan Nyoman Damma Aryastika Dhananjaya, siswa kelas 2 SD 8 Dauh Puri Denpasar
Putu Bintang Fedora
Nyoman Damma Aryastika Dhananjaya
ini. Bocah usia 8 tahun yang suka pelajaran matematika dan Bahasa Indonesia ini mempunyai cita-cita ingin jadi dokter. Ia melihat sang kakek dan pamannya seorang dokter membuatnya ingin juga menjadi dokter. Dalam benaknya terlintas, dokter adalah orang baik yang suka menolong orang lain. “Kalau Damma jadi dokter bisa mengobati orangtua kalau sakit,” tuturnya. Untuk menujang cita-citanya itu, Damma rajin belajar. Biasanya, jika menemukan kesulitan dalam bela-
jar, ia bertanya pada ibu dan sang kakak. Untuk pelajaran matematika dan bahasa Inggris, ia tanyakan ke kakaknya Wik De yang sekolah di SMAN 4 Denpasar. Sementara, pelajaran tematik, bahasa Bali, ia tanyakan ke ibunya, yang lebih sering menemaninya belajar. Untuk pelajaran menggambar dan keterampilan, Damma suka bertanya kepada Sanji, kakak perempuannya. “Damma sudah berjanji kepada bapak dan ibu, akan rajin belajar agar cita-cita menjadi dokter tercapai,” tutur Damma. –Wirati Astiti
18
Kreasi
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
Sumringah Seni Tari Dari Kampus Sekolah Seni
P
greget inovatif. Bahkan tidak sedikit yang bebas terbang lega bereksperimentasi dalam raungan
tari kontemporer. Semuanya diberi ruang, sepanjang siap mempertanggungjawabkan. Sementara itu, bingkai-bingkai tema yang disodorkan juga bebas dilontarkan. Tampak tema kepahlawan, kedamaian, dan cinta banyak menjadi pilihan. Demikian pula pesan yang dituturkan masing-masing garapan semuanya ingin mengetuk kesadaran budi dan adab. Seni tari--kesenian pada umumnya, adalah nilai budaya yang memiliki arti penting dalam kehidupan manusia. Melalui ungkapan gerak estetis yang terpola, seni tari telah mengisi ruang dan waktu peradaban berbagai bangsa di dunia. Keindahan yang terungkap dalam seni tari merupakan cermin kebudayaan masyarakatnya. Kini di era modern di tengah arus globalisasi ini, seni tari juga berkembang dan mereposisi diri memperjuangkan eksistensi dirinya di tengah dinamika zaman. Tari Bali yang sudah menguak pada zaman prasejarah juga tak luput dari perkembangan dan perubahannnya. Tari yang berfungsi sakral keagamaan pun bertransformasi. Le bih-lebih pada lingkup seni tari sekuler dalam konteks wahana ekspresi estetik,
perkembangan dan perubahan itu nyata terlihat, seperti telah terlihat beberapa tahun belakangan dari kampus ISI Denpasar. Dunia tari adalah helaan nafas dan denyut nadi masyarakat Bali. Hampir dalam setiap ritual keagamaan selalu disertai dengan sajian seni tari. Selain ungkapan seni tari sebagai persembahan, sejak awal abad ke-20--sebelum era kemerdekaan--di Bali sudah mulai menguak cipta tari sebagai seni tontonan. Ekspresi estetik dengan bahasa gerak ini dipelopori oleh I Ketut Marya yang menciptakan tari Kebyar Duduk pada tahun 1925, I Nyoman Kaler menelorkan tari Panji Semirang dan tari Mergapati serta I Nyoman Ridet bersama I Wayan Likes melahirkan tari Tenun, semuanya pada tahun 1942. Pasca kemerdekaan, muncul nama I Gde Manik dengan tari Tarunajaya-nya pada tahun 1950 dan juga I Wayan Beratha dengan tari Tani pada tahun 1957. Sebelum munculnya Kokar dan ASTI (STSI-ISI)--era pendidikan formal seni pertunjukan di Bali-para kreator seni tari lahir secara alamiah dalam tempaan perjalanan hidup dan kultur
Story
Wajah Kratia (39) ge lisah. Sudah beberapa lama, ia terlihat duduk diam hanya termenung di depan komputer meja kantornya. Matanya sembab, tanda ia baru saja menangis. Sesekali ia menghela nafas panjang. Rekan-rekan satu kantor nya mencoba memahami diamnya Kratia, meski ada juga yang mencibir musibah yang dialaminya itu. Waktu itu, sudah seminggu Kratia bercerai dengan suaminya, Sahnap (40), seorang kar yawan dengan jabatan yang tergolong tinggi.
Jagat seni tari di Bali sedang menggeliat sumringah. Tengoklah pagelaran 29 karya cipta seni tari pada tanggal 27-31 Mei lalu di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Cipta tari besutan para koreografer muda itu menunjukkan totalitasnya masing-masing dalam rangka menuntaskan tugas akhirnya di lembaga pendidikan tinggi seni itu. Warna-warni karya cipta tari yang ditampilkan mencerminkan sikap dan visi berkesenian yang berkebhinekaan namun dalam satu asa untuk melahirkan cipta tari yang menggugah. Penonton yang setiap malam datang berdesakan, menyimak puspa ragam karya tari tersebut dengan sarat perhatian.
agelaran ujian tingk at sarja n a ( S1) bidang penciptaan ISI Denpasar memang banyak menyedot perhatian masyarakat pecinta seni pertunjukan, sejak lembaga ini masih bernama ASTI-STSI. Selain menggelar ujian karya seni pedalangan dan seni karawitan, pentas ujian seni tari telah menghadirkan beragam karya cipta yang pantas disimak dan diapresiasi. Para mahasiswa tingkat akhir dengan konsentrasi penuh berproses kreatif serta bereksplorasi menggali berbagai kemungkinan estetik. Dalam pentas ujian tersebut, mereka--para seniman muda yang disemai secara akademis itu--sering melibatkan penari atau penabuh dari lingkungan komunitasnya masing-masing. Aneka pengejawantahan estetik, tema, pesan moral dan kultural dapat disimak penonton dari pagelaran ujian seni tari selama lima malam itu. Ada yang berkarya berpegang pada pakem seni tradisi. Ada yang berolah cipta, berkreasi deng a n
Life
D
lingkungan zamannya masing-masing. Mereka berkesenian sematasemata didorong oleh getaran hati tanpa berpretensi untuk mencipta dalam pengertian sekarang. I Marya misalnya yang secara internasional lebih popular dikenal dengan nama I Mario, melahirkan tari Kebyar Duduk atau tari Terompong secara tidak terencana, yang, secara spontanitas merespon gamelan kebyar yang baru pertama kali di dengarnya. Sebutan koreografer dalam arti pencipta atau penata tari belum begitu dikenal di Bali pada era Marya, Kaler, Ridet dan Manik. Kendati demikian, karya cipta seniman alam itu masih kukuh monumental di tengah masyarakat masa kini. Pencipta tari masa kini yang kebanyakan mendapat asupan teori seni di bangku formal, justru karya-karyanya tak banyak dikenal masyarakat. Ratusan karya cipta seni tari lahir dari buah pemikiran para seniman plus sarjana itu berseliweran gamang seakan tak kuasa menambat hati masyarakat kekinian. Bahkan hampir sebagian besar karya seni tari yang ditampilkan dalam pagelaran ujian ISI Denpasar hanya mengalaman pentas perdana saja. Sangat disayangkan, sesudah dinilai oleh tim penguji, langsung tenggelam b a k disapu
tsunami. Padahal bila dicermati, karya cipta tari seniman sekolahan itu banyak yang berbobot. Tengoklah misalnya karya tari yang dikembangkan dari pakem legong olahan Ni Nyoman Ayu Kunti Aryani bertajuk “Legong Rebab”. Melalui titik pijak inspirasi instrumen berdawai rebab, dieksplorasi secara kreatif pola koreografi tari legong dalam formulasi tari yang apik menawan, berona klasik menggigit dilantuni gamelan slonding nan bening. Simak pula tari kreasi “Stri Wiroda” karya Made Ayu Desiari yang mengisahkan penghinaan lahir-batin yang diterima Dewi Drupadi, saat Pandawa kalah berjudi dicurangi Korawa. Tataan koreografi dan visualisasi dramatik dari tari ini sungguh menggetarkan relung moralitas penonton. Kadek Suartaya
i kampungnya di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kratia lahir sebagai anak tunggal dari keluarga berada. Hidup senang sejak kecil membuatnya tidak kekurangan apa-apa. Hanya saja, menurutnya (kini), dominasi ibunya terhadap ayahnya, rupanya membentuk cara berpikirnya bahwa itu sesuatu yang lumrah dan biasa. Situasi itu, secara otomatis menjadi didikan dalam keluarga kecil Kratia. “Sejak kecil, Kratia melihat ibunya selalu mendominasi ayahnya, semena-mena, kasar dan semaunya pada ayah Kratia,” ungkap Sundari, sahabat Kratia yang menjadi tempat curhatnya Kratia selama ini. Ini akhirnya terbawa sampai Kratia berumah tangga. Suami Kratia yang sabar dan nrimo, kerap mendapatkan perlakuan kasar dari Kratia. “Kratia bahkan tidak segan-segan memaki dan membentak suaminya di depan umum. Itu terjadi terus menerus bahkan sampai mere
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
7
Janji Ubah Perilaku di Pernikahan Kedua ka memiliki tiga orang anak,” kata Sundari. Kekasaran Kratia juga tidak pandang tempat dan situasi suaminya yang lumayan memiliki jabatan yang baik di kantornya. Mungkin inilah yang kemudian membuat Sahnap tidak sanggup lagi mempertahankan rumah tangganya. Sahnap lalu jatuh hati pada seorang perempuan yang tampak memiliki sopan santun dan sangat hormat pada dirinya. “Ini yang tidak didapatkan Sahnap pada Kratia selama hidup berumah tangga bertahun-tahun lamanya,” ujar Sundari yang sesungguhnya juga kesal dengan sikap Kratia. Sundari sudah berkali-kali mengingatkan Kratia untuk memperbaiki sikapnya. Namun, mungkin karena Kratia merasa suaminya bisa terus menerimanya, maka nasihat sahabatnya ini sama sekali tidak ia pedulikan. Mengetahui suaminya berpacaran dengan perempuan lain, Kratia naik pitam. Seperti biasa, ia mencaci maki suaminya itu dan kekasaran demi kekasaran terus ia tunjukkan. Situasi ini bukannya membuat Sahnap takut, melainkan semakin menjauh darinya. “Kratia sebenarnya sudah mulai takut kehilangan Sahnap waktu itu,” ujar Sundari. Namun Kratia tidak bisa memperbaiki sikapnya sedangkan kekasih Sahnap makin membuat Sahnap te nang dan bahagia. “Puncaknya Sahnap akhir nya menikahi kekasihnya dan
“Kratia sampai me mohon-mohon agar suami nya tidak pergi bersama kekasihnya itu. Ia bah kan bersujud mencium kaki suaminya di depan orang-orang agar tidak menceraikannya”
menceraikan Kratia, meninggalkan Kratia dan tiga anaknya,” ujar Sundari. Di sanalah rupanya Kratia baru benar-benar sadar. Ia terpukul luar biasa mendapati suaminya pergi meninggalkannya begitu saja. “Kratia sampai memohon-mohon agar suaminya tidak pergi bersama kekasihnya itu. Ia bahkan bersujud mencium kaki suaminya di depan orang-orang agar tidak menceraikannya,” kata Sundari. Tapi kala itu, lanjut Sundari, Sahnap seperti sudah tertutup pintu hatinya. Ia sama sekali tidak mempedulikan Kratia. Inilah yang membuat kekasih Sahnap mau dinikahi Sahnap. “Karena dia tahu kalau pintu hati Sahnap sudah tertutup untuk Kratia dan Sahnap sudah siap untuk menceraikan Kratia,” ujar Sun-
dari. Bujukan dan rayuan dari mertua Sahnap (orang tua Kratia) agar Sahnap mengurungkan niatnya menceraikan Kratia tak mampu meluluhkan hati Sahnap untuk kembali pada Kratia. “Sahnap sampai mengatakan bahwa ia lebih baik mati dari pada kembali lagi pada Kratia,” kata Sundari. Sahnap lalu hidup bahagia dengan istrinya yang seorang janda itu. Istri yang lemah lembut dan memiliki sikap sopan santun serta sangat menghargai Sahnap. Meski mereka hanya menikah siri Sahnap sungguh membuatnya menjadi seorang
suami yang dihormati. DUKUN BERTINDAK Lelaki mana yang tidak terbuai dengan perempuan seperti itu. Karena selama ini, Kratia hanya menyodorkan “neraka” dalam rumah tangganya. Kirakira seperti itulah tanggapan kawan-kawan Kratia dan orangorang yang mengenalnya. Ba nyak orang mencibir dan men cemooh dengan kata kapok! ketika Kratia ditinggal suaminya. Itu buah dari prilakunya yang semena-mena. Saat Kratia benar-benar merasa hidupnya jatuh akibat ulahnya sendiri itu, jabatan suaminya makin tinggi. “Saat pelantikan naik jabatan, Sahnap bahagia didampingi istri sirinya,” kata Sundari. Sahnap dan Kratia yang sudah resmi bercerai, membuat hancur hati Kratia. Usaha untuk “mengembalikan” suami nya terus dilaku-
kan. Bujukan dan rayuan agar Sahnap kembali hingga ancaman dan teror pada istri siri Sahnap mulai terjadi. Hingga konon, kata Sundari, dukun bertindak. Entah apa yang terjadi, setahun berlalu, bujukan dan rayuan yang konon dibumbui dengan “jampi-jampi dukun” membuat Sahnap mulai perhatian pada Kratia. Sementara istri Sahnap
mulai merasa tidak nyaman hidup bersama Sahnap karena banyaknya semacam teror dan ancaman yang dirasakannya. Hubungan mereka yang harmonis terganggu dengan kekacauan yang diduga dibuat Kratia. “Sampai istri siri Sahnap minta diceraikan saja karena tidak ingin menanggung hidup penuh gangguan,” kata Sundari. Mereka resmi bercerai. Sedikit demi sedikit Kratia mulai mendapatkan perhatian Sahnap, sampai akhirnya dengan segala cara ia mendapatkan kembali suaminya itu. Anak menjadi alasan utama buat Sahnap untuk kembali pada Kratia. “Anak-anaknya sakit-sakitan, ada juga yang menjadi pendiam tidak ingin bergaul. Sepertinya inilah yang membuat Sahnap berbalik pada Kratia,” lanjut Sundari. Saat mereka berdamai, Sahnap mulai membuat aturan bahwa Kratia tidak lagi boleh semena-mena pada dirinya. Perjanjian ini dilakukan di depan seluruh keluarga besar Kratia dan Sahnap. Akhirnya atas janji Kratia untuk menghormati dan memperlakukan Sahnap layaknya seorang suami, mereka pun akhirnya mengucapkan ijab Kabul pada akad nikah di pernikahannya yang kedua ini. Ijab Kabul ini menyatukan kembali Kratia dan Sahnap. Kratia berjanji akan me ngubah prilakunya. “Sepertinya janji itu dipatuhi Kratia. Saya melihat ia tidak lagi kasar dan semena-mena pada Sahnap. Terlihat pula ia takut sebagai tanda hormat pada suaminya,” ungkap Sundari yang ikut bahagia melihat sahabatnya itu menemukan kembali kebahagiaan, bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan juga untuk Sahnap dan keluarganya. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Bentuk Empati sejak Dini
Griya
17
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Nana yang biasanya suka ngambek kalau tidak dibelikan barang yang diinginkan mulai berubah. Makanan yang selalu disisakan, mulai dihabiskan. Semua perubahan terjadi setelah ia diajak mamanya pergi ke panti asuhan.
Dewa Anom
“D
ari dulu saya ingin ngajak Nana ke panti asuhan. Waktu kantor ulang tahun, kami ada agenda ke panti asuhan. Saya ajak Nana ikut, ternyata dia mau. Dia heran melihat anak-anak panti asuhan hidupnya sederhana, makan sederhana. Mainan mereka juga mainan bekas,” ungkap Bu Ari, mama Nana. Pulang dari panti asuhan, Nana banyak bertanya kepada mamanya tentang kehidupan anak-anak panti. Dari melihat langsung dan mendengar penjelasan mamanya, Nana pun berubah. Ia pun jarang ngambek. Bahkan saat ulangtahunnya nanti, Nana ingin memberi sumbangan untuk anak-anak panti asuhan. Dari sudut pandang psikologi, apa yang terjadi pada Nana dapat dikategorikan empati. Empati merupakan kemampuan seseorang untuk mengerti perasaan orang lain, baik itu rasa suka maupun duka. “Empati itu bukan hanya ranah orang dewasa. Anakanak dalam masa partumbuhan juga mengenal empati. Sangat bagus sekali kalau empati ini dibentuk sejak dini, apalagi di usia emas 0-6 tahun karena saat masa ini anak mampu menyerap hingga 80%,” jelas Dewa Putu Anom Putra, S.Psi, M.Si. Psikolog yang juga pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Bali bidang Pengabdian
Masyarakat ini menambahkan ada tiga hal yang dilakukan untuk membentuk empati. Pertama kognitif, bagaimana memberikan pengajaran tentang empati. Kedua afektif, bagaimana perasaan atau emosi tatkala merasakan empati. Ketiga, stimulus, bagaimana perilaku yang ada bisa menjadi pemicu anak bisa berempati. Pengajaran tentang empati bisa diawali dengan member pemahaman tentang konsep atau nilai tentang apa itu sedih, gembira, nyaman, perasaan lainnya. Contoh sederhananya, jika anak menangis, berikan dia perhatian baik dengan cara memeluk atau pun mengelus. Ini membuat anak belajar bahwa dia diperhatikan. Berikutnya beri anak contoh. Dengan memeluk atau mengelus itu menandakan orangtua sayang kepada anak. Orangtua yang mau mengerti anak itu memerlukan tantangan karena ada kesan orangtua lebih mendominasi sehingga kurang bisa mengerti apa yang diinginkan anaknya. Apa yang dilakukan Bu Ari dengan mengajak Nana ke panti asuhan merupakan contoh bagus. Anak pun bisa belajar langsung dari apa yang dilihat. Di sisi lain, orangtua jika ingin mengajarkan anaknya tentang empati harus siap juga untuk memberi contoh yang baik. Pola asuh menjadi kata kunci dalam pembentukan empati ini. Kalau orangtua tidak mau berubah dan hanya menyuruh anak saja yang berubah, pola pembentukan empati tidak akan berjalan baik. Ungkapan yang harus diingat adalah kalau ingin mengubah orang lain, ubahlah dirimu terlebih dahulu. KOMPONEN POKOK PRO SOSIAL Setelah memberikan konsep dan memberikan contoh, harus ada stimulus yang membuat anak menjadi lebih paham lagi tentang empati. Peran orangtua sangat diperlukan karena anak di usia emas juga berada dalam fase imitasi. Apa yang dilakukan orangtua dan lingkungan, akan terekam di memori anak dan tidak tertutup kemungkinan ini akan menjadi
Barang-barang berusia tua umumnya tak bisa dipakai lagi. Besi tua misalnya, paling banter dijual kiloan. Namun di tangan Suherman, owner Marina Collection, besi-besi yang tak berguna itu disulap menjadi barang berguna dan bernilai jual tinggi. Berkunjung ke panti asuhan sebagai salah satu cara membangun empati
karakter anak. Karena itu komunikasikan apa yang anak dan orangtua harus lakukan agar tidak menimbulkan mispersepsi. “Anak zaman sekarang sangat cerdas. Ini merupakan sisi baik yang perlu mendapat pendampingan. Jangan biarkan anak melesat sendirian sedangkan orangtua atau orang di lingkungannya tertinggal. Ini sekaligus juga tantangan apakah orangtua bisa memperlakukan anak dengan adil. Kalau orangtua salah ya harus minta maaf. Jangan selalu merasa superior. Kadang maksud orangtua baik tetapi cara penyampaiannya salah,” ujar pria yang juga Direktur Sehita Indonesia ini. Orangtua juga harus mampu menyeimbangan kuantitas dan
kualitas dalam memberikan perhatian kepada anak. Hal ini juga disesuaikan dengan usia perkembangan anak. Lingkungan tempat anak tumbuh juga member kontribusi bagi pembentuk empati anak. Kalau lingkungannya baik, ia akan tumbuh menjadi anak baik. Sebaliknya, kalau lingkungan buruk, si anak pun akan tumbuh dengan mencontoh apa yang buruk di sekitarnya. Dewa Anom juga memaparkan empati tidak hanya untuk sesama manusia. Empati juga dapat ditunjukkan kepada mahluk hidup lain, seperti hewan dan tanaman. Dengan memelihara hewan atau tanaman, anak-anak sudah diajarkan membangun sempati sejak dini. Empati itu
juga harus tulus dan tidak berpaura-pura. Ia menyebutkan faktor internal dari dalam diri anak serta faktor eksternal dalam hal ini orangtua dan lingkungan bisa membantu pembentukan empati. Dari pengalaman yang pernah dilihat atau dialami, akan memperkuat empati yang sudah ada dalam diri. Empati yang tinggi ini akan menghasilkan perilaku moral yang tinggi, mudah bersosialisasi, dan menjadi lebih bertanggung jawab. “Empati ini komponen pokok pro sosial,” tegas pria kelahiran Bangli, 21 Oktober 1977 yang menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi di Malang dan S2 Sains di Surabaya ini. –Ngurah Budi
A
Lampu capung
Mendongeng Lima Menit
wal buka tahun 2009, pria asal Jakarta ini mengolah kayu-kayu pantai menjadi barang-barang pajangan, seperti pigura cermin. Sekitar tahun 2014, ia beralih ke besi-besi rongsok yang hanya sebagai barang pajangan. Karena peminatnya kurang, ia pun memutar otak untuk memberikan nilai fungsi pada besi rongsok ini. “Akhirnya saya jadikan lampu unik. Kebetulan permintaan pasar lebih banyak untuk membuat
interior lampu. Konsumen saya sebagaian besar warga Itali,” ungkapnya. Jika melewati showroomnya di Jalan Mertanadi Kerobokan, Kuta-Bali, di depan terlihat puluhan lampu minyak yang digantung berjejer. Di bagian dalam ruangan yang sekaligus sebagai workshop, tergantung beberapa stang sepeda dan motor tua, helm tentara zaman dulu, pipa besi, juga toples kerupuk zaman dulu, yang dikreasikan dan difungsikan sebagai lampu
sorot, lampu duduk, maupun lampu gantung. Produkproduk daur ulang limbah besi ini diberi nama sederhana sesuai dengan jenis produknya. Seperti, lampu helm, lampu stang, lampu pipa, dan lampu minyak. Menurut Suherman, kendala me-recicle ada pada bahan bakunya. Lampu model capung yang baru rampung dibuatnya itu saja berasal dari rongsokan knalpot, kaca helm, kaki banner, dan jaring-jaring bagian dalam komputer. -Inten Indrawati
bawang dan air mata
Bawang adalah putri tunggal dari sepasang suamiistri. Ia sangat dimanjakan. Segala permintaannya harus terpenuhi. Kalau tidak, ia menangis sejadi-jadinya. Ia meraung-raung kalau orang-tuanya Made Taro terlambat menyiapkan makanan. Ia mengamuk dan mencucurkan air mata, apabila kalah bermain dengan kawankawannya. Pada suatu hari boneka mainannya hilang. Ia menangis berguling-guling di depan orangtuanya. Ia minta untuk dibelikan boneka baru di kota. Sebelum boneka itu berdiri di depan matanya, si Bawang, anak manja itu, tak henti-hentinya mencucurkan air mata. Orangtuanya pusing memikirkan tingkah laku anaknya yang makin aneh dan makin menjengkelkan itu. Tiba-tiba pada suatu tengah malam, anak itu terbangun dan menangis. “Bapak! Ibu! Antarkan aku ke dalam hutan!” “Ngapain malam-malam ke dalam hutan? Di sana banyak raksasa,” jawab orangtuanya. Si Bawang bukannya takut. Ia malah menangis bertambah keras. Ketika orangtuanya lengah, ia keluar sendiri meninggalkan rumah dan langsung menyusup ke dalam hutan. Di dalam hutan itu ia sepuas-puasnya menangis dan mencucurkan air mata. “Jangan menangis, Bawang!” Tiba-tiba di depannya berdiri seorang Dewi Kayangan. “Tangis
dan air matamu sangat mengganggu ketenangan dewa-dewi di kahyangan.” “Siapa kau?” teriak si Bawang. “Sebelum permintaanku dipenuhi, aku akan menangis terus.” “Apa permintaanmu?” “Aku ingin Bapak dan Ibuku mengantarku ke dalam hutan.” “Kau gila, Bawang! Hutan ini sangat menyeramkan apalagi di malam hari. Berhentilah menangis! Kalau tidak, kau akan kuhukum!” ancam Dewi Kayangan. Anak yang bernama Bawang itu sungguhsungguh berhati sekeras batu. Ia memperkeras tangisnya sehingga air matanya membanjir. Dewi Kayangan amat marah, lalu katanya, “Hai, Bawang! Jadilah kau benda bulat yang menangis terus, namun tangismu tidak kedengaran dan air matamu tidak bercucuran.” Setelah ucapan itu, Dewi Kayangan menghilang. Keesokan harinya, pagi-pagi benar si Bawang berhenti menangis dan tidak mencucurkan air mata lagi. Ia terkejut ketika mendapati dirinya berbentuk bulat kecil seperti bola. Ia menangis, tetapi tangisnya tak terdengar. Ia berontak sehingga tubuhnya menggelinding dan akhirnya tiba di depan rumahnya. Pagi itu orangtuanya mencari-cari si Bawang yang menghilang. Ketika menginjakkan kaki di depan pintu, Ibu Bawang terheran-heran melihat sebuah benda bulat kecil. Ia mencium benda itu. Hmm…! Sedap benar! Ia mengambil pisau lalu mengiris benda itu. Di dalamnya terdapat banyak air. Aroma air itu menyusup ke matanya sehingga terasa perih. Ibu Bawang pun mencucurkan air mata. Konon air mata itu adalah tangis si Bawang yang dikutuk oleh Dewi Kayangan.
Beberapa lampu minyak tua yang siap “disulap” menjadi lampu unik
Lampu kaleng krupuk
Proses pembuatan lampu unik dari besi rongsok
Lampu minyak
Suherman
16
Dara
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
Kembangkan Pasar Desa Pohgading
H
al tersebut pula kembali ditekankan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, usai melakukan Peletakan Batu Pertama, untuk Revitalisasi Pasar Desa Pekraman Pohgading, di Pasar Pohgading Desa Pekraman Pohgading Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Rabu (3/6). Pada acara yang juga dihadiri Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, pimpinan SKPD di Lingkungan Kota Denpasar serta masyarakat Desa Pekramana Pohgading tersebut, Rai D. Mantra juga menyatakan revitalisasi pasar tradisional berarti mensinergikan sumberdaya potensial yang dimiliki dengan mempertimbangkan seluruh aspek secara komprehensif, terintegrasi dan holistik. Sehingga, mampu meningkatkan daya saing dengan tetap mempertahankan kekhasan maupun keunggulan yang dimiliki sebuah pasar tradisional tersebut. Tak dipungkiri jika keberadaan pasar tradisional dengan manajemen modern sudah menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup yang berkembang di masyarakat kita. Perbaikan infrastruktur pasar merupakan suatu keniscayaan untuk memperlancar arus distribusi dan mengurangi high cost economy dalam sebuah proses transaksi. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Denpasar, Wayan Gatra mengatakan tujuan revitalisasi Pasar Desa Pekraman Pohgading Desa Ubung Kaja tersebut adalah mewujudkan kondisi pasar tradisional dengan pelayanan yang semi modern. Baik dari segi bangunan fisik dengan sarana dan prasarana yang modern maupun peningkatan kualitas pengelola dan pedagang. Hal ini, katanya agar dapat memberikan pelayanan yang baik. Selan-
jutnya tercipta pasar yang aman, bersih dan nyaman serta mampu bersaing serta representatif bagi semua pihak. Dengan demikian Pasar Pohgading dapat menjadi pasar yang segar, ramah dan sehat. Disamping
Menari sambil Melestarikan Permainan Tradisional
berarti pula mampu meningkatkan kapasitas ekonomi kerakyatan. Disampaikannya bahwa jumlah dana yang dipergunakan dalam kegiatan pengembangan Pasar Desa Pekraman Pohgading menjadi pasar
semi modern senilai Rp 5 miliar, dengan luas tanah keseluruhan sekitar 7.230 M2, kategori pasar sederhana dan tidak bertingkat melalui dana tugas pembantuan tahun 2015 dari Kementerian Perdagangan RI. –ard
Mandiri dan Mampu Bersaing
dorong dan membangun kesadaran masyarakat juga pedagang akan pentingnya atribut mutu dan keamanan produk. Selanjutnya Bendesa Adat Pohgading, Nyoman Sudana. S.E. mengatakan, Pasar Desa Pekraman Pohgading berada di atas tanah seluas 40 are, dengan 185 pedagang yang terdiri dari 46 kios, 101 los, dan 38 pedagang pelataran. Pasar ini awalnya dibangun sejak tahun 1999, menggunakan dana inpres dan swadaya masyarakat. Perkembangan laba pasar pun terus mengalami peningkatan, dari tahun ke tahun rata-rata sebesar 4%, sehingga perlu dilakukan revitalisasi. Dijelaskannya pula, untuk laba tahun 2014 telah mencapai Rp 203.508.074, namun kondisi
Kaceritayang alit-alite ring Banjar Ole sampun sumuyup Ritatkala padi sampun menguning ipun pacang ke carike Sami pada egar ia mecanda Saling paduwegin, saling paduwegin alit-alite meplayanan megandu-ganduan
S
itu, berfungsi memperluas penyerapan pedagang tradisional yang ada di desa serta meningkatkan arus perputaran barang dan jasa yang berujung pada peningkatan pendapatan para pedagang, masyarakat desa. Ini
Pasar tradisional menyimpan peran penting bagi masyarakat luas yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh pasar-pasar modern, terutama di Bali. Pasar tradisional juga hadir dengan 3 karakteristiknya yang khas. Pertama, ada suasana proses tawar-menawar harga yang dapat menjalin kedekatan antara penjual dan pembeli. Di sini juga ada rasa trust di antara pembeli dan penjual yang terjalin dengan baik. Kedua, umumnya pedagang di pasar tradisional sudah tahu keinginan pelanggannya. Ketiga, pasar tradisional menawarkan produk yang diperlukan warganya dengan harga menarik untuk produk khusus yang tidak ada di pasar modern. Untuk ini pula, Pemerintah Kota Denpasar melakukan pembenahan pasar tradisional di wilayahnya. Meski sebenarnya, hal ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat, pengelola pasar dan para pedagang tradisional untuk bersinergi menghapus kesan negatif sehingga pasar tradisional terus bertahan dan mampu bersaing. Apalagi, kata Kepala Pasar Pohgading I Ketut Suparta, pembenahan pasar tradisional ini mengedepankan kepentingan para pedagang dan konsumen di wilayah desanya sekaligus mendorong kesadaran pedagang dalam melakukan sanitasi lingkungan, kesehatan serta menjual produk yang higienis. Selanjutnya dapat men-
9
Tari Megandu
Pemerintah Kota Denpasar
Fungsi dan peran pasar tradisional sangat strategis dalam peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja di desa. Karenanya revitalisasi adalah salah satu program yang dikembangkan, dalam upaya meningkatkan daya saing pasar tradisional dengan merubah “wajah” pasar tradisional agar lebih higienis, lebih nyaman dan lebih teratur dan tetap eksis di tengah persaingan yang semakin ketat.
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
bangunan pasar saat ini menurutnya kurang representatif, topografinya tidak rata, pedagang belum tertata begitu juga keadaan fasilitas masih kurang. Mengingat pula pasar tradisional sebagai salah satu sumber pendapatan dan wahana lapangan kerja masyarakat desa, maka sehubungan dengan itu juga diusulkan adanya perbaikan pasar desa melalui dana revitalisasi pasar. Usulan itu pun mendapat respons dari Wali Kota Denpasar, dengan terealisasinya bantuan dana perencanaan pada tahun 2013 berupa pembuatan DED sebesar Rp180 juta, kemudian berdasarkan DED tersebut diusulkan untuk mendapat pembangunan revitalisasi pasar sebesar Rp15 miliar sesuai dokumen perencanaan. Maka pada tahun 2015 ini terealisasi senilai Rp 5 miliar, sehingga diadakan perubahan prioritas pembangunan, yakni membangun los dan tempat penampungan sampah sementara. Disamping itu, revitalisasi juga untuk memperluas penyerapan pedagang tradisional yang ada di desa dan meningkatkan arus perputaran barang dan jasa yang berujung pada peningkatan pendapatan para pedagang, masyarakat desa serta dapat meningkatkan kapasitas ekonomi kerakyatan. Selanjutnya akan dilaksankan pengelolaan yang intensif guna mendorong masyarakat desa tersebut agar mampu memproduksi, mengolah hasilnya dan memasarkannya secara mandiri. - ard
ekelumit tembang (nyanyian) itu tak han ya terdengar manis, tetapi juga memberi kan spirit yang kuat terhadap gerak tari itu. Iringannya yang riang, gembira dan diwarnai aksen-aksen yang kuat mampu mempertegas rangkaian gerakannya. Kesan lucu, guyu dan sifat kekanak-kanakan masih tampak jelas. Bahkan semua itu ditata secara apik, sehingga menjadi sajian seni tari tradisional yang bercita rasa baru. Itulah gambaran Tari Megandu yang disajikan Sekaa Gong Anakanak Pucil Makembang Banjar Ole pada Pesta Kesenian Bali (PKB)
Kabupaten Tabanan Ke-37 yang berlangsung di Gedung Kesenian Ketut Mario, Jumat (5/6). Tari kreasi baru berdurasi 10 menit itu dibawakan oleh delapan orang penari yang masih belia. Tari ini diciptakan oleh Ni Luh Nyoman Sri Suryati dan I Wayan Muder sebagai penggarap tabuhnya. Meski pendukungnya tergolong masih anak-anak, namun mereka memiliki olah tubuh yang sempurna, sehingga mampu menampilkan gerak tari yang baik. Ide tarinya juga tergolong unik yaitu terlahir dari sebuah permainan tradisional Megandu yang ada di Banjar Ole, sebuah desa di Tabanan. Megandu
sudah tergilas zaman, namun kini diangkat ke dalam tari, sehingga bisa dimainkan anak-anak masa kini. Permainan tradisional Megan du dimainkan setelah panen, di sela anak-anak mengembala sapi, menyabit rumput, mencari capung, dan memancing belut atau ikan. Sebelum permainan dimulai, anakanak membuat bola mirip telur elang dari bahan jerami. Masingmasing anak wajib menyetor satu bola, selanjutnya menentukan si pencari. Si pencari sudah ditentukan, maka permainan bisa dimulai. Si pencari menancapkan sebatang kayu yang dihiasai jerami me
World Environment Day Menyadari pentingnya kelestarian lingkungan sebagai pen dukung kegiatan pariwisata yang berkelanjutan, Manajemen Grand Inna melakukan kegiatan penanaman pohon ketapang di pesisir Pantai Kuta yang bertepatan dengan peringatan World Environment Day Jumat, (5/6). Kegiatan yang melibatkan karyawan ini juga di awali dengan kegiatan membersihkan area hotel dan areal pantai. Marketing Communications Manager Grand Inna Kuta, Ira Agustini, mengatakan, penanaman pohon di areal pantai diharapkan dapat membantu pencegahan erosi pantai dan menambah area teduh di tepi pantai sehingga menunjang kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kuta. Ira menambahkan, dengan terlaksana nya kegiatan ini, Grand Inna Kuta dapat berperan mendukung pelestarian lingkungan hidup sekaligus menyediakan sarana pari wisata yang nyaman. -Wirati Astiti nyerupai lelakut (orang-orangan sawah). Di ujung atas diikatkan tali kupas (tali dari pelepah pisang). Anak-anak lain menaruh bola di tengah-tengahnya, selanjutnya tali dikencangkan oleh si pencari untuk bisa melilit anak-anak lain. Sementara anak-anak lain beru saha mengambil bola, namun tak boleh kena tali. Anak yang terkena tali, kemudian digandu (dilempari bola). Tari ini lebih banyak menya jikan gerakan khas anak-anak, namun yang pasti bukan gerakan keseharian. Si penggarap memadu kan gerak tari tradisional dengan gerak-gerak permainan modern, seperti hula-hoop sehingga men jadi lebih atraktif dan dinamis. Ada juga gerak tari India dan tari Nusantara yang diolah menjadi rasa tradisional. Meski demikian, secara ke seluruhan gerakan tari ini tetap berpatokan pada tari tradisi. Pola-pola tari tradisi juga tam pak jelas, seperti unsur pepeson, pengawak, pengecet, dan pekaad. Bola yang berfungsi sebagai prop erti juga menjadi bagian dari gerak tari itu. Maka ada gerakangerakan bola, seperti melempar, menangkap dan memutar yang membutuhkan kecekatan. Uniknya lagi, properti bola itu juga mengin spirasi, sehingga ada gerak penari yang melengkung seperti bola, memutar dan tengadah (seperti kayang). Penekanan dari pada se tiap gerak adalah olah tubuh yang sangat lentur. Meski demikian, kesan tradisi masih sangat kuat karena masih ada gerak tari tradisi seperti ngangget, ngotag, tanjek buwung, neregseg, ngegol, mungkah lawang serta gerak tari Bali lainnya. Namun, semua gerak itu dikemas dalam sebuah pengembangan bahkan dikreasikan sesuai dengan tuntu tan tema. “Saya harus kembali ke dunia anak-anak yang penuh ceria, tak ada beban dan selalu bersuka cita,” kata Mang Srik yang men ciptakan tari ini namun mengaku belum pernah melihat langsung permainan megandu. Mang Srik mengaku, dirinya
hanya mendapat informasi dari salah satu tokoh masyarakat Banjar Ole yang konon sebagai pelaku permainan tersebut. Ia berusaha kembali ke dunia anak-anak yang penuh ceria, tak ada beban dan selalu bersuka cita. “Saya mencoba mengolah apa yang dialami kakek itu, termasuk bagaimana permain an yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Ole itu,” imbuhnya. Tari ini tampak sangat serasi dengan iringan musiknya. Bahkan keduanya saling mengisi sehingga terkesan satu. Meski menggunakan gamelan gong kebyar yang bernada pelog, tetapi Wayan Muder tampak piawai mengolah nada menjadi selendro sehingga terkesan polos seperti jiwa kanak-kanak. Per mainan nada itu juga memberikan kesan asri, sejuk dan damai seperti alam persawahan yang nyata. Iringan musiknya juga didukung dengan nyanyian-nyanyian alam yang dibawakan oleh tiga orang gerong, sehingga dapat memperkuat suasana. “Di samping menampilkan permainan nada gamelan, saya ingin juga menciptakan suasana alam persawahan lewat nyanyian. Lagu ini dapat mempertegas karakter gerak penari, juga mempercepat penonton memahami pesan yang disampaikan Tari Megandu ini,” ujar Muder. Penabuh merupakan anak-anak setingkat SD tak hanya konsen terhadap teknik memukul gamelan, tetapi juga kreatif memadukan dengan olah vokal serta gerak tari. Memang, geraknya sederhana, tetapi mampu memberi warna sehingga menjadi sajian seni yang atraktif. Pesan yang disampaikan juga tampak lebih jelas yang bisa dinikamati oleh penonton secara umum. Meski teknik bermain gamelan mereka tak merata, namun dengan mengusung sekaa sebunan mereka bisa tampil kompak. Rasa dan jiwa mereka seakan menyatu, seperti kebiasaannya yang memang selalu bersama-sama. Semua itu mendu kung pementasan tari kreasi yang sengaja digarap untuk ajang PKB 2015 sebagai duta Kabupaten Ta banan. -Darsana
10
Bugar
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
SINUSITIS PARANASALIS DAN DIAGNOSIS MENGGUNAKAN CT SCAN
Sinusitis adalah proses inflamasi/ ke ra d a n ga n p a d a mukosa sinus. Sinusitis biasanya dimulai oleh adanya triger penyebab inflamasi seperti flu, serangan alergi atau bahan iritan. Flu, reaksi alergi ataupun bahan iritan tersebut akan membuat lapisan mukosa sinus menebal. Akibat penebalan mukosa sinus tersebut maka akan menimbulkan gejaladr. Lorentia Harisusanti, Sp. Rad gejala antara lain sakit Sinus paranasalis merupakan kelom- kepala bagian depan atau diantara kedua pok ruang berongga yang berpasangan mata, gigi atas terasa nyeri, wajah terasa yang terletak di sekitar rongga hidung penuh, hidung tersumbat, pilek dengan (sinus maxilaris), di atas mata (sinus sekret/cairan bisa berwarna kuning, hijau frontalis), di antara kedua mata (sinus atau bening. Bila sekret berwarna kuning ethmoidalis), dan di belakang sinus eth- atau hijau ini menandakan adanya infeksi moidalis (sinus sphenoidalis). Beberapa bakteri. Gejala lain bisa meliputi badan fungsi dari sinus paanasalis ini adalah : terasa lemah, penurunan sensasi pembauan - Menurunkan berat relatif dari bagian dan atau rasa, batuk, sakit tenggorokan. depan tulang tengkorak terutama Gejala-gejala ini yang biasanya mendorong pasien untuk menemui dokter. tulang-tulang wajah. Dikatakan sinusitis akut bila gejala- Meningkatkan resonansi suara - Memberikan buffer terhadap trauma gejala sinusitis seperti gejala mirip flu, hidung tersumbat, nyeri pada wajah terjadi wajah - Merupakan struktur yang sensitif un- mendadak dan tetap ada setelah 10-14 tuk mengisolasi perubahan temperatur hari, biasanya dalam 4 minggu tau kurang. Sinusitis subakut bila gejala-gejala terseyang fluktuatif dalam rongga hidung - Melembabkan dan menghangatkan but berlangsung dalam 4 sampai 8 minggu. udara yang dihirup - Meregulasi tekanan gas di serum dan dalam rongga hidung - Pertahanan imunologis Infeksi pada sinus Sinus paranasalis ini berhubungan dengan rongga hidung melalui lubang kecil yang disebut ostia. Saluran atau lubang ini dapat tersumbat oleh inflamasi karena alergi atau iritasi karena bahan iritant seperti bahan kimia atau penggunaan nasal spray. Penyebab inflamasi lain pada sinus yaitu mikroorganisme patogen seperti virus, bakteri atau jamur tumbuh didalam sinus dan menyebabkan penyumbatan pada ostium sinus. Oleh karena penyumbatan tersebut akan menyebabkan hambatan drainase mukus di dalam sinus
dr. Lorentia Harisusanti, Sp. Rad Penulis adalah spesialis radiology di Siloam Hospitals Bali Sinusitis kronis bila kondisi tersebut berlangsung dalam 8 minggu atau lebih. Ada pula yang disebut sinusitis rekuren atau berulang, yaitu terjadi serangan sinusitis terjadi beberapa kali dalam setahun. Bila sinus terjadi inflamasi yang menetap, mukosa sinus akan menebal dan bengkak, dan pembengkakan tersebut dapat mneyerupai mass/tumor yang disebut polyp. Polyp ini bisa menyebabkan penyumbatan pada rongga hidung.
Pencegahan sinusitis: Tidak ada cara yang tepat untuk menghindari baik itu sinusitis akut ataupun kronis. Tetapi ada beberapa hal yang dapat membantu, antara lain : - Menghindari lingkungan/ruangan yang sangat kering - Menghindari exposur terhadap bahan iritan, seperti rokok atau bau bahan kimia yang kuat.
Style
Gaya Primitif Modern
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Neo Primitive menjadi pilihan tema koleksi karya Galih Prakarsa kali ini. Dengan label namanya Galih Prakarsa, ia setia pada garis rancangan cocktail dress ataupun evening gown .Selanjutnya siluet feminin dengan kesan flowing serta fit dan flare miliknya dilengkapi aksi peplum, cut – out atau trasparan yang dipadukan high- slit di sisi depan gaun.
D
esainer lulusan LPTB Susan Budihardjo ini, menyuguhkan ide yang diangkat dari kehidupan manusia primitif, yang tidak mengenal gender dalam berpakaian. Sedangkan unsur ‘neo’ dihadirkan untuk menjunjung kebaruan bentuk dan garis desainnya.
Gaya primitif, misalnya, ditegaskan Galih melalui belahan tinggi rok yang dipadukan dengan blus berpotongan halter yang terkesan modern dan baru. Citra masa kini dikuatkan pula dengan permainan bebatuan dan mutiara yang disusun mengikuti garis potong busana. Permainan primitif-modern milik Galih, juga tergambar dari warna yang
dipilih. Seperti merah marun dan gading untuk primitif. Sementara pink salem muncul mewakili warna modern. Demikian juga pada percampuran bahan untuk membiaskan batasan gender, seperti penggunaan sifon, gabardin, brokat dan french lace secara bersamaan dalam satu tampilan. – Sri Ardhini
pemeriksaan fisik, untuk menegakkan diagnosis adanya sinusitis antara lain juga dengan pemeriksaan radiologi, bisa dengan rontgen, CT scan ataupun MRI. CT scan merupakan salah satu alat diagnostik yang lebik dalam visualisasi anatominya dan Diagnosis sinusitis : Diagnosis sinusitis disamping ber- lebih baik pula dalam penentuan sinusitis dasarkan gejala-gejala yang ada serta hasil dan perluasannya, demikian pula dalam visualisasi adanya sumbatan pada ostium/pasase sinus. Waktu yang diperlukan untuk pemeriksaan juga lebih cepat dibandingkan MRI. Adanya varian anatomi yang bisa menjadi faktor yang berpengaruh untuk terjadinya inflamasi sinus antara lain deviasi sekat hidung, dan atau varian reses sinus frontoethmoid CT scan : opasifikasi pada sinus maxilaris kanan yang merupakan CT scan : sinusitis maxilaris kanan dan kiri, dimana sisi kiri juga bisa terdesinusitis maxilaris kanan. Terlihat pula adanya deviasi sekat hidung lebih berat daripada kanan. Terlihat pula adanya deviasi sekat teksi pada peme ke kanan, dan penebalan mukosa rongga hidung kiri hidung ke kiri riksaan ini.
Foto-foto : ARSELAN GANIN
15
14
Jelita
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
S
ementara ketombe bagi sebagian orang menjadi masalah yang sangat mengganggu. Sebab, ketombe sangat mudah dikenali dengan munculnya sepihan putih. Selain menyebabkan gatal di kepala, ketombe juga membuat seseorang jadi merasa kurang percaya diri, terlebih jika harus memakai pakaian berwarna gelap. Serpihanserpihan halus yang terlihat melekat pada baju membuat orang merasa tidak nyaman. Menurut dr. I. G.N Darma Putra, Sp.KK, pemilik Klinik Spesialis Kulit, D & I Skincare, Denpasar, ketombe yang dalam istilah medisnya dikenal dengan nama pityriasis sicca, merupakan bentuk ringan dari dermatitis seboroik. Yaitu, suatu penyakit peradangan kulit kepala yang bersifat kambuhkambuhan dan disertai rasa gatal. Dikatakannya, peradangan ini menyebabkan pengelupasan pada kulit kepala sehingga terlihat kering dan bersisik. Sisik tersebut mudah terlepas dan kadang melekat di pakaian. Secara umum ketombe dipicu oleh produksi berlebih dari minyak pada kulit kepala atau sebum yang menyebabkan terjadinya pengelupasan kulit mati berlebihan di kulit kepala. Ketombe, lanjut dokter Darma bisa mengenai siapa saja tanpa memandang umur, ras, maupun jenis kelamin. Bahkan karena penyakit berketombe ini tergolong penyakit yang kambuh-kambuhan selama
dermatitis seboroik merupakan peradangan permukaan kulit termasuk kulit kepala yang berupa bercak kemerahan disertai sisik dan sering terjadi di area kulit berambut yang banyak mengandung kelenjar minyak, seperti kulit kepala, wajah, dada dan punggung. Sedangkan ketombe merupakan suatu bentuk ringan dari dermatitis seboroik yang mengenai area kulit kepala. “Karena tergolong ringan, peradangan dikulit kepala tidak disertai kemerahan sehingga yang tampak hanya berupa sisik halus,” terang dokter Darma.
dr. I. G.N Darma Putra, Sp.KK.
ada pencetusnya, terkadang dapat diderita sepanjang hidup. “Namun, ketombe tergolong penyakit yang tidak menular, hanya sering dikaitkan dengan faktor keturunan,” katanya. Walaupun bukan masalah gawat dan mengancam nyawa, dokter Darma menyatakan ketombe selain sangat mengganggu juga bisa menjadikan yang mengalaminya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengatasinya. Karena itulah, sangat diperlukan pengetahuan untuk mencegah terjadinya kekambuhan. Lebih lanjut dikatakannya
“Ketombe dapat mengenai baik laki-laki maupun perempuan. Tidak terdapat perbedaan gejala maupun cara penanganan ketombe antara laki dan perempuan. Namun, ketombe sangat jarang terjadi pada anak balita”
Jaga Kondisi Tubuh Kembali ditekankan oleh dokter Darma kalau ketombe tergolong kelainan kulit yang bersifat kambuh-kambuhan, selama ada pencetusnya. Sementara penyebab pasti dari ketombe ini belum diketahui sampai saat ini. Ketombe umumnya dikaitkan dengan peningkatan produksi minyak pada kulit, faktor imunitas tubuh serta peranan jamur. Ketombe, katanya sering
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
11
Pemakaian Sabun Pembersih Vagina, Amankah?
Percaya Diri dengan Rambut tanpa Ketombe Bagi perempuan, rambut adalah salah satu penunjang penampilan yang penting. Jika kulit kepala sehat, maka mahkota perempuan inipun pasti terlihat indah. Dengan rambut yang indah dan bebas ketombe, dapat menjadikan kehidupan sosial seseorang lebih positif.
Mitos
B
diperparah oleh buruknya higienitas kulit kepala. Misalnya pada orang yang malas mencuci rambut dengan sampo. Faktor stres dan kelelahan diduga juga berkaitan dengan ketombe, dimana saat kondisi stres ketombe umumnya akan lebih parah. “Ketombe dapat mengenai baik laki-laki maupun perempuan. Tidak terdapat perbedaan gejala maupun cara penanganan ketombe antara laki dan perempuan. Namun, ketombe sangat jarang terjadi pada anak balita. Kondisi gangguan kulit kepala ini biasanya sering terjadi saat anak menginjak usia pubertas dan umumnya berkurang kembali saat mereka menginjak usia dewasa. Untuk penanganan ketombe oleh dokter Darma lebih ditekankan pada usaha untuk mengatasi kekambuhannya. “Sedapat mungkin dengan mengamati hal-hal apa yang kemungkinan memicu kambuhan ketombe ini,” ujarnya. Jika kita sudah berhasil mengenali pemicunya, diupayakan untuk mencegah paparan faktor pemicu. “Namun, umumnya sulit untuk mengenali pemicu timbulnya kekambuhan. Hal ini ajar, mengingat beragamnya faktor pemicu. “Kalaupun faktor pemicunya dapat dikenali, tidak jarang penderita sulit menghindarinya, terutama jika faktor-faktor pemicu tersebut
merupakan bagian dari kehidupan seharihari, misalnya stres, persoalan iklim dan sejenisnya,” paparnya. Hal-hal yang umumnya bisa dilakukan untuk pencegahan datnagnya ketombe adalah keramas secara teratur. Keramas dapat membantu mengurangi tumpukan minyak dikulit kepala serta mencegah menumpuknya sel-sel kulit mati. Diingatkannya pula untuk memilih jenis sampo yang tepat. Sebab, pemilihan shmpo dan hair tonik yang salah, seperti yang mengandung alkohol malah dapat menimbulkan iritasi pada kulit kepala sehingga sisik menjadi tambah parah. Umumnya sampo yang dipilih sampo yang mengandung asam salisilat, sulfur, selenium sulfida 2%, zinc pirition 1-2 % atau ketokonazol yang bersifat mengangkat sel kulit mati serta mengatasi jamur yang berperan sebagai salah satu pencetus. Sampo juga biasanya sering digunakan saat terjadi kekambuhan ketombe. Ketika ketombe bertambah parah serta disertai kemerahan atau peradangan pada kulit kepala, menurutnya sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis kulit. “Umumnya akan diberikan lotion kortikosteroid atau obat minum kortikosteroid untuk menekan peradangan,” ucapnya. Dokter Darma juga tak lupa mengingatkan untuk melakukan olahraga rutin dan menjaga daya tahan tubuh. Sebab, kondisi fisik dan daya tahan tubuh yang menurun dapat mencetuskan ketombe kambuh. – Sri Ardhini
anyak cara yang ditempuh kaum hawa untuk menjaga kebersihan organ kewanitaannya. Salah satunya dengan menggunakan sabun pembersih wanita. Penampilan merupakan salah satu hal penting dalam gaya hidup wanita modern, khsusunya wanita muda, yang secara tidak langsung meningkatkan pemakaian sabun (pembersih) Mrs. V. Sabun yang dapat memberikan kesegaran dan aroma wangi ini sangat mudah didapatkan di pasaran. Apakah perilaku ini cukup aman atau justru berisiko? Berikut penjelasan I Nengah Sujaya, Ph.D., Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Unud; Staf UPT Lab Biosain dan Bioteknologi Ynud; Vice-President of Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria.
Mitos: Sabun pembersih vagina cukup aman dipakai asalkan tidak rutin Fakta : Organ kewanitaan merupakan bagian penting dan mempunyai fungsi istimewa. Studi ilmiah yang dipublikasikan menunjukkan bahwa 1 miliar wanita di dunia mengalami keluhan dengan infeksi saluran kencing yang bukan disebabkan oleh infeksi penyakit menular seksual. Tingginya infeksi saluran kencing termasuk organ kewanitaan dapat disebabkan oleh mikroba patogen seperti Escherichia coli, Candida, Clamydia serta virus. Infeksi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman serta timbulnya bau yang tidak sedap yang dapat mempengaruhi dan bahkan mengurangi rasa percaya diri para wanita muda. Untuk menanggulangi hal ini, secara umum dapat dilakukan melalui penggunaan zat antibiotika untuk membunuh kuman patogen atau melalui perawatan melalui makanan, serta mejaga kebersihan dengan mempergunakan sabun sehingga dapat mempertahankan kesehatan organ wanita. Namun, penggunaan sabun yang terlalu berlebihan justru dapat berakibat tidak baik karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri menguntungkan pada vagina. Secara alamiah, vagina dihuni oleh sekelompok bakteri baik yang umumnya adalah dari golongan bakteri asam laktat seperti Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus crispatus, Lactobacillus ines, Lactobacillus gasseri, Lactobacillus delbrueckii serta bakteri lainnya. Kumpulan bakteri ini menghasilkan asam laktat sehingga pH organ wanita menjadi asam (sekitar pH 3,5), dan manakala pH berubah menjadi alkali (basa) yang dapat disebabkan oleh penggunaan sabun/pembersih vagina maka akan disertai pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli yang berasal dari saluran pencernaan melalui anus, yang selanjutnya bakteri ini menyebabkan infeksi. “Dengan demikian penggunaan sabun pembersih vagina dianjurkan tidak terlalu sering digunakan dan tidak berlebihan,” ujar Sujaya yang pernah melakukan penelitian Pengembangan Probiotik untuk kesehatan fungsi saluran cerna, metabolisme lemak/kolesterol darah, dan Probitik guna pencegahan infeksi saluran kencing karena uropathogenic Escherichia coli, ini.
Mitos :Cukup gunakan sabun pembersih vagina saat usai melakukan hubungan intim Fakta: Pembersih vagina yang aman dengan komposisi yang tepat (yang dapat menjaga pH vagina) penting untuk membersihkan sisa sperma setelah melakukan hubungan intim. Sisa sperma yang bersifat basa dapat meningkatkan pH vagina sehingga menciptakan kondisi pertumbuhan optimum bagi mikroba patogen. Di samping itu, sisa sperma juga dapat menjadi makanan (substrat) bagi bakteri patogen. Sabun pembersih vagina juga dapat membunuh sel sperma sehingga menyebabkan infertil. Di samping penggunaan sabun pembersih vagina yang baik, dianjurkan juga membersihkan vagina dengan air sehingga sisa sperma tercuci dengan baik. Apa yang seharusnya menjadi pertimbangan dalam memilih sabun pembersih vagina? Penggunaan sabun pembersih vagina seyogianya tidak hanya ditujukan untuk memelihara kebersihan tetapi yang lebih penting adalah memelihara kesehatan vagina sehingga terhindar dari infeksi bakteri patogen. Sehingga, pertimbangan utama memilih sabun pembersih vagina adalah sedapat mungkin tidak mengganggu keseimbangan komposisi bakteri (Lactobacillus) pada vagina. Tips memilih Sabun Pembersih Vagina Dianjurkan untuk memilih sabun pembersih vagina yang direkomendasikan oleh dokter serta telah lolos uji BPOM. Di samping itu pertimbangan lain adalah komposisi yang tepat (mempergunakan bahan alami/herbal/bahan aktif alami) dengan seminimal mungkin bahan kimia sintetis yang berbahaya), tidak bersifat terlalu basa (umumya ditandai adanya asam laktat) yang dapat menjaga pH vagina tetap asam, dan beberapa produk mengandung bakteri probiotik seperti Lactobacillus dan atau Bifidobacterium. Semua informasi ini dengan mudah dapat dilihat pada label. Sujaya mengatakan, penggunaan sabun pembersih vagina semakin diminati oleh kaum hawa, khususnya wanita muda, demi
Kondom Perempuan Kondom perempuan disebut dengan femidom. Ada juga yang menyebutnya femindom. Fungsinya sama saja dengan kondom pada laki-laki, tetapi tentu bentuknya berbeda karena disesuaikan dengan bentuk atau anatomi organ kelamin perempuan karena memang mesti dipasangkan di vagina. Femidom juga memiliki fungsi ganda, yaitu mencegah kehamilan dan memproteksi dari penularan infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV. Ukuran femidom lebih besar dibandingkan dengan kondom.
F
emidom berbentuk silinder dengan panjang 17 cm dan diameter sekitar 7 cm. Pada kedua ujungnya terdapat cincin yang terbuat dari polyuretan yang berguna untuk menghalangi cairan sperma masuk ke dalam rahim. Selain terbuat dari polyuretan, femidom juga ada yang berbahan lateks.
mendapatkan kesan bersih, kesat, dan wangi. Namun diingatkannya bahwa, penyalahgunaan justru dapat berbahaya dan menyebabkan infeksi vagina. Infeksi vagina di luar karena penyakit menular seksual, umumnya disebabkan oleh bakteri patogen Escherichia coli (UPEC, Uropathgenic Escherichia Coli) melalui pelekatan pada saluran kencing yang dimediasi oleh protein yang ada pada fili E coli. Karena itu, ia menegaskan bahwa mempertahankan kumpulan Lactobacillus pada vagina sangatlah penting guna menghambat pelekatan UPEC. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa melalui konsumsi bahan makanan seperti jus buah-buahan (khususnya cranberry) yang banyak mengandung pro-antocyanin dapat mencegah pelekatan E coli. Konsumsi pangan mengandung provitamin A serta konsumsi Vitamin A tablet juga secara ilmiah terbukti dapat menjaga kesehatan vagina. Hasil penelitian ilmiah terkini di Kanada menunjukkan bahwa kesehatan vagina dan saluran kencing dapat ditingkatkan dengan mengkonsumsi susu fermentasi mengandung probiotik Lactobacillus. –Inten Indrawati
Sebenarnya femidom bukanlah hal baru. Dalam kepentingan sebagai alat kontrasepsi, femidom sudah pernah digunakan secara luas juga sebagai salah satu pilihan alat kontrasepsi yang ada. Tetapi karena sempat dianggap kurang praktis dibandingkan pilihan yang lain pada perempuan seperti pil KB, susuk KB, suntik KB dan spiral, akhirnya tidak
diproduksi dalam jumlah besar lagi. Tetapi memang beberapa tahun belakangan, dalam konteks pencegahan HIV, terutama di Indonesia, femidom kembali diproduksi dan seolah menjadi sebuah hal yang baru, sehingga disosialisasikan cukup gencar, sekalian juga dipromosikan dan didistribusikan sebagai pilihan alat kontrasepsi lagi. Serupa dengan kondom, femidom juga berfungsi untuk mencegah IMS, termasuk HIV dan AIDS, karena fungsinya mencegah kontak cairan kelamin dan darah saat berhubungan seksual. Selama ini salah satu kendala dari kampanye HIV dan AIDS adalah tidak optimalnya pencegahan karena masih lemah dan timpangnya pengambilan keputusan dalam penggunaan kondom. Sebagian laki-laki masih enggan untuk menggunakan kondom dengan berbagai alasan. Ini tentu sangat menghambat upaya pencegahan atau penekanan laju pertambahan kasus HIV. Karena itu sudah selayaknya femidom disosialisasikan lagi sebagai salah satu pilihan lain dan ini artinya sudah saatnya juga perempuan juga bisa berdaya, dan ikut berperan dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS lewat
femidom ini. Perempuan bisa aktif ikut dalam pencegahan, sekaligus melindungi dirinya juga dari HIV. Penggunaan femidom juga untuk “memindahkan” keputusan penggunaan kondom kepada perempuan, karena umumnya laki-laki masih banyak yang malas menggunakan kondom. Ada persepsi dan pertanyaan juga sering muncul seperti ini: Bukannya femidom itu kurang praktis? Bahkan dulu sebagian perempuan juga bilang takut kalau femidom nya “tertelan”. Lalu keunggulannya di mana? Berbagai alat bantu yang digunakan pada tubuh kita tentunya memiliki teknik sendiri dalam penggunaannya. Apa pun itu pasti ada baik buruknya. Termasuk kenyamanan dalam pemakaian dan penggunaan. Tetapi femidom sudah dirancang sangat elastis dan mampu mengikuti kontur dari vagina, sehingga bila sudah terbiasa memakai maka perempuan tidak akan kesulitan lagi. Dan femidom telah dirancang dengan 2 ring di kedua ujungnya, sehingga aman digunakan. Sebagian kalangan yang masih ragu-ragu sering menganggap pemakaian femidom memang lebih rumit dibandingkan dengan
kondom laki-laki. Untuk pemakaiannya, salah satu cincin bagian dalam dimasukkan ke dalam vagina dan ditempelkan ke mulut rahim, sementara sisi lainnya menahan posisi kondom di mulut vagina. Keberadaannya yang masih jarang dan juga harganya yang lebih mahal dibandingkan kondom laki-laki juga membuat femidom menjadi tidak terlalu dilirik. Tetapi seharusnya itu semua bisa diatasi, karena bila sudah terbiasa, maka semuanya bukan masalah lagi. Dan ada nilai plusnya, berbeda dengan kondom pria yang disebutkan katanya bisa mengurangi kenikmatan seksual, femidom justru bisa meningkatkan kenikmatan seksual kedua pasangan pada saat melakukan hubungan seksual, karena ada busa tipis di ring sebelah dalam yang bisa menimbulkan sensasi seksual yang berbeda. Kelebihan femidom lainnya adalah dapat dipasang selama lebih dari 8 jam sebelum melakukan hubungan seks. Dengan demikian sejak fase foreplay hingga penetrasi tak akan terjadi interupsi ‘memasang kondom’ yang akan membuat hubungan seksual sedikit terganggu. Jadi, kenapa tidak mencoba femidom sekarang juga?
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
12
Kuliner
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Cemceman Khas Sudamala Bangli
Pura Tirta Sudamala, Bangli, merupakan satu tempat suci untuk melakukan pembersihan diri (penglukatan). Pura ini biasanya ramai didatangi umat Hindu pada saat Hari Purnama. Merupakan satu kebahagiaan bagi Tokoh, bisa datang melukat pada saat Purnama pekan lalu.
U
sai melukat, tak lupa Tokoh mencicipi aneka kuliner khas Bangli, yang dijual beberapa warung di depan pura. Salah satunya, Warung Nengah Adnyani yang menjual tipat kables. Satu porsi tipat kables dijual Rp 3.000. Isinya, ketupat dan aneka sayuran yang disiram kuah kables. Bumbu dari kuah kables terdiri dari cabai merah, cabai rawit, terasi, garam, tomat, gula merah, kemiri, dan kacang tanah. Menurut perempuan asal Br. Sedit, Ds. Bebalang, Bangli ini, cara membuat bumbu kables, semua bahan dicampur menjadi satu. Kemudian ditumis, dan diberi sedikit air. Masukkan kelapa parut yang sudah disangrai. Aduk rata. Setelah matang, disisihkan, dan siap digunakan sebagai bumbu sayuran. Ada bayam, kangkung, dan
toge yang direbus. Kemudian disiram bumbu kables tadi. Siap dipadukan dengan ketupat. Selain tipat kables, Adnyani juga menjual minuman khas Bangli, cemceman. Minuman ini diracik sendiri oleh Adnyani. Bahan utamanya daun cemceman yang dita-
Minuman cemceman
mbahkan dengan daun kayumanis. Kedua daun tersebut dicampur
Jukut kables
dan dihancurkan dengan tangan ditambahkan air sedikit demi sedikit. Kemudian, ditambahkan garam, air jeruk nipis, sedikit asam, dan gula merah. Minuman cemceman ini sangat enak diminum ketika sedang dahaga. Rasa haus kerongkongan langsung hilang. Apalagi setelah menaiki anak tangga yang cukup terjal dari tempat melukat. “Minuman ini enak sekali untuk melepaskan dahaga. Bagus juga untuk pencernaan,” tutur Sari, seorang remaja yang datang melukat bersama teman-temannya.
Menurut Adnyani, karena tanpa bahan pengawet minuman cemceman tak tahan lama. Setiap hari, ia hanya membuat 25 botol dan biasanya habis dalam satu hari. “Apalagi saat hari Purnama, banyak pemedek yang datang, siang hari malah sudah habis,” tuturnya. Satu botol cemceman ia jual Rp 5.000. Selain diminum di tempat, cemceman juga sering dijadikan oleh-oleh pulang bagi pemedek. Seperti Sari yang juga membeli cemceman untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh keluarganya. Menurut Adnyani, minuman ini sering disebut sebagai loloh, karena berkhasiat untuk mendinginkan perut. Selain dua menu khas tersebut, Adnyani juga menjual pisang goreng dan nangka goreng. “Kedua makanan ini yang dijadikan oleh-oleh dan bekal dalam perjalanan pulang bagi pemedek,” tambahnya. -Wirati Astiti
Nikmati Bebek Betutu di Warung Jumpung Beberapakali ke Klungkung, akhirnya, Tokoh menemukan satu warung makan yang cocok untuk direkomendasikan kepada pembaca, sebagai tempat makan yang reprenstatif. Namanya, Warung Jumpung, di daerah Jumpung Banjar Lebah, Jalan Rama, Klungkung.
pada aliran sungai. Jika Anda datang bersama anak-anak, ada kolam yang penuh dengan ikan gurami dan nila yang bisa mengundang perhatian. Selain sajian spesial gurami bakar, goreng, nyatnyat, ada juga aneka olahan ikan nila. Ada juga cumi dan udang asam manis. Menu yang paling gres, ayam dan bebek betutu special. Mengapa disebut special? “Cara memasaknya berbeda. Awalnya ayam atau bebek direbus, kemudian dipanggang, kemudian direbus lagi. Jadi rasanya lebih mantap,” tutur Gung Karat, si pemilik warung Jumpung ini. Lelaki yang juga penggemar motor besar dan pelatih anjing ini menambahkan, sebagai pelengkap menu, ia padukan dengan sayur urap ala Klungkung dan sambal matah yang diracik spesial. “Ada irisan daun lemo dan tambahan kacang merah goreng di sambal matahnya. Saya buat kreasi sendiri,” tutur lelaki yang sudah biasa belajar memasak sejak kecil ini.
Laklak
Tak jauh dari warung Adnyani, ada juga warung Wayan Latri yang menjual jaja laklak. Satu porsi jaja laklak ia jual Rp 3.000. Menurut Latri yang juga masih sepupu dari Adnyani ini, bahan utama jaja laklak ia gunakan tepung beras. Agar kue laklaknya lebih lembut, ia gunakan tepung yang dibuat sendiri. “Tiang nebuk bas anggo tepung,” kata Latri dalam bahasa Bali.
Nangka goreng
Tiap hari, Latri hanya menghabiskan 5 kilogram tepung beras. Ia tak berani membuat terlalu banyak, takut tidak terjual. Ia menuturkan, selalu menunggu jaja laklaknya habis terjual, baru menutup warung. Ia mengatakan, kadang
Wayan Latri
–Wirati Astiti
13
Bebek betutu Dengan 13 orang karyawan, warung Jumpung buka mulai pukul 10.00 sampai 22.00. Dengan luas lahan, 16,5 are dan 12 gazebo, warung Jumpung bisa dipakai segala macam acara, baik itu ulangtahun, arisan, meeting, atau sekadar kongkow-kongkow. Menurut Gung Karat, selama ini sebagian besar para komunitas penggemar motor besar dan pecinta anjing rutin melakukan pertemuan di warung Jumpung. “Dari mereka saya bisa promosi. Prinsip saya, setelah dicoba, baru bisa komentar,” kata lelaki asal Puri Satria Klungkung ini.
Khusus di gazebo besar bisa menampung 35 orang, yang sering digunakan sebagai tempat meeting dan arisan. Jika ada yang memerlukan sound system, kursi, tenda, ia juga menyewakannya. Menurut Gung Karat, walau baru buka lima bulan lalu, Warung Jumpung sudah mulai dilirik konsumen. “Banyak konsumen yang datang dari luar Klungkung. Kami menawarkan makanan ikan yang fresh, karena langsung diambil dari kolam ikan. Ayam dan bebek betutu juga dimasak spesial. Itu kelebihan warung Jumpung,” imbuh Gung Karat. -Wirati Astiti
Sayur urap Awalnya, Tokoh diundang menghadiri seminar kesehatan yang digelar satu rumah sakit luar negeri di Warung Jumpung. Ternyata tak sulit mendapatkan warung makan Jumpung, karena masyarakat Klungkung begitu mengenal warung dengan ciri khas gurami tersebut. Saat masuk, langsung surprise melihat tempatnya yang begitu asri dan
indah. Pondok atau gazebo berada di antara kebun yang rindang. Satu sawah buatan menjadi fokus perhatian yang berada di antara gazebo. Yang paling unik, pengunjung bisa langsung melihat sungai Kaliunda yang mengalir deras di samping warung Jumpung. Rasanya benar-benar damai, sembari menanti makanan siap disaji, mata tertuju ke-
Suasana Warung Jumpung
Jaja Laklak ala Wayan Latri pemedek juga bisa datang malam hari. “Karena sudah disiapkan penerangan di pura, pemedek banyak juga yang melukat pada malam hari,” tutur Latri. Warung Latri mulai buka pukul 09.00, walaupun umat sudah datang subuh untuk melukat. Sedangkan, warung tutup paling lambat pukul 19.00. “Biasanya, jam 7 malam jaja laklak tiang sudah habis,” ucapnya. Sebagai tambahan, selain laklak, tipat cantok juga menjadi menu di warung Latri. Cuma, biasanya, tipat cantok buatannya sudah habis siang hari. Pembelinya bukan hanya dari pemedek, namun juga warga yang tinggal di sekitar pura menjadi pembelinya.
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Sarwan
Nengah Adnyani
Bola-bola Udang Tempe
Bahan: 350 gr : tempe kukus, haluskan 100 gr : udang, cincang halus 2 sdm : bawang putih goreng, haluskan 2 batang : daun bawang, iris tipis 3 sdm : kecap manis 2 sdm : maizena 1 bungkus : penyedap rasa Minyak goreng secukupnya Lada bubuk secukupnya
Cara Membuat: - Campur semua bahan menjadi satu, lalu bentuklah menjadi bolabola. - Panaskan minyak goreng hingga panas. - Goreng bola-bola dengan api sedang hingga kecokelatan. - Bola-bola udang tempe siap dihidangkan dengan sambal yang siap saji.
Bahan: 150 gr 50 gr 50 gr 10 gr 300 ml 2 butir 60 gr
: : : : : : :
tepung terigu gula halus susu bubuk baking powder susu cair telur mentega, cairkan
Bahan isi: 50 gr : wortel, bersihkan, potong dadu 50 gr : baby buncis, potong kecil 75 gr : ayam, cincang kasar 200 ml : atau air secukupnya 50 gr : saos sambal
Es Agar-agar Sirup
Bahan: 2 buah : Jeruk manis, belah jadi dua, buang bijinya, ambil isinya 200 ml : Jus jeruk Es batu secukupnya Sirup coco pandan secukupnya
Crepes Sayur
-
Bahan agar-agar: 1 bungkus : agar-agar 100 gr : gula pasir 300 ml : susu segar
-
Cara membuat: - Campur semua bahan agar-gar menjadi satu dan masak, sesekali
-
-
-
diaduk hingga mendidih, angkat dan biarkan uap panas hilang. Cetak dalam kotak persegi empat yang telah dibasahi dengan air, biarkan dingin atau mengeras. Keluarkan agar-agar dari cetakan, potong dadu, sisihkan. Campur es jeruk dengan irisan jeruk serta es batu, juga agar-agar. Siapkan gelas saji, masukkan 2 sdm sirup ke dalam gelas, tambahkan es batu. Masukkan campuran jeruk ke.dalam gelas saji. Siap dihidangkan.
Bahan Bumbu: ½ biji : bawang bombai, cincang halus 25 gr : bawang prei, cincang halus
1 sdm : margarin untuk menumis Garam, gula dan merica secukupnya 1 sdm : saos tiram Cara membuat: - Crepes: campur semua bahan, aduk hingga rata, panaskan pan dadar, lalu buat dadar tipis, angkat dan sisihkan. - Isi: panaskan margarin, tumis bawang bombai dan bawang prei sampai harum, masukkan ayam cincang, masak sampai setengah matang, lalu masukkan semua sayuran, tambahkan sedikit air, lalu tambahkan garam, gula dan merica secukupnya. - Ambil selembar crepes, susun selada, lalu tambahkan isi, tata sesuai selera.
12
Kuliner
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Cemceman Khas Sudamala Bangli
Pura Tirta Sudamala, Bangli, merupakan satu tempat suci untuk melakukan pembersihan diri (penglukatan). Pura ini biasanya ramai didatangi umat Hindu pada saat Hari Purnama. Merupakan satu kebahagiaan bagi Tokoh, bisa datang melukat pada saat Purnama pekan lalu.
U
sai melukat, tak lupa Tokoh mencicipi aneka kuliner khas Bangli, yang dijual beberapa warung di depan pura. Salah satunya, Warung Nengah Adnyani yang menjual tipat kables. Satu porsi tipat kables dijual Rp 3.000. Isinya, ketupat dan aneka sayuran yang disiram kuah kables. Bumbu dari kuah kables terdiri dari cabai merah, cabai rawit, terasi, garam, tomat, gula merah, kemiri, dan kacang tanah. Menurut perempuan asal Br. Sedit, Ds. Bebalang, Bangli ini, cara membuat bumbu kables, semua bahan dicampur menjadi satu. Kemudian ditumis, dan diberi sedikit air. Masukkan kelapa parut yang sudah disangrai. Aduk rata. Setelah matang, disisihkan, dan siap digunakan sebagai bumbu sayuran. Ada bayam, kangkung, dan
toge yang direbus. Kemudian disiram bumbu kables tadi. Siap dipadukan dengan ketupat. Selain tipat kables, Adnyani juga menjual minuman khas Bangli, cemceman. Minuman ini diracik sendiri oleh Adnyani. Bahan utamanya daun cemceman yang dita-
Minuman cemceman
mbahkan dengan daun kayumanis. Kedua daun tersebut dicampur
Jukut kables
dan dihancurkan dengan tangan ditambahkan air sedikit demi sedikit. Kemudian, ditambahkan garam, air jeruk nipis, sedikit asam, dan gula merah. Minuman cemceman ini sangat enak diminum ketika sedang dahaga. Rasa haus kerongkongan langsung hilang. Apalagi setelah menaiki anak tangga yang cukup terjal dari tempat melukat. “Minuman ini enak sekali untuk melepaskan dahaga. Bagus juga untuk pencernaan,” tutur Sari, seorang remaja yang datang melukat bersama teman-temannya.
Menurut Adnyani, karena tanpa bahan pengawet minuman cemceman tak tahan lama. Setiap hari, ia hanya membuat 25 botol dan biasanya habis dalam satu hari. “Apalagi saat hari Purnama, banyak pemedek yang datang, siang hari malah sudah habis,” tuturnya. Satu botol cemceman ia jual Rp 5.000. Selain diminum di tempat, cemceman juga sering dijadikan oleh-oleh pulang bagi pemedek. Seperti Sari yang juga membeli cemceman untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh keluarganya. Menurut Adnyani, minuman ini sering disebut sebagai loloh, karena berkhasiat untuk mendinginkan perut. Selain dua menu khas tersebut, Adnyani juga menjual pisang goreng dan nangka goreng. “Kedua makanan ini yang dijadikan oleh-oleh dan bekal dalam perjalanan pulang bagi pemedek,” tambahnya. -Wirati Astiti
Nikmati Bebek Betutu di Warung Jumpung Beberapakali ke Klungkung, akhirnya, Tokoh menemukan satu warung makan yang cocok untuk direkomendasikan kepada pembaca, sebagai tempat makan yang reprenstatif. Namanya, Warung Jumpung, di daerah Jumpung Banjar Lebah, Jalan Rama, Klungkung.
pada aliran sungai. Jika Anda datang bersama anak-anak, ada kolam yang penuh dengan ikan gurami dan nila yang bisa mengundang perhatian. Selain sajian spesial gurami bakar, goreng, nyatnyat, ada juga aneka olahan ikan nila. Ada juga cumi dan udang asam manis. Menu yang paling gres, ayam dan bebek betutu special. Mengapa disebut special? “Cara memasaknya berbeda. Awalnya ayam atau bebek direbus, kemudian dipanggang, kemudian direbus lagi. Jadi rasanya lebih mantap,” tutur Gung Karat, si pemilik warung Jumpung ini. Lelaki yang juga penggemar motor besar dan pelatih anjing ini menambahkan, sebagai pelengkap menu, ia padukan dengan sayur urap ala Klungkung dan sambal matah yang diracik spesial. “Ada irisan daun lemo dan tambahan kacang merah goreng di sambal matahnya. Saya buat kreasi sendiri,” tutur lelaki yang sudah biasa belajar memasak sejak kecil ini.
Laklak
Tak jauh dari warung Adnyani, ada juga warung Wayan Latri yang menjual jaja laklak. Satu porsi jaja laklak ia jual Rp 3.000. Menurut Latri yang juga masih sepupu dari Adnyani ini, bahan utama jaja laklak ia gunakan tepung beras. Agar kue laklaknya lebih lembut, ia gunakan tepung yang dibuat sendiri. “Tiang nebuk bas anggo tepung,” kata Latri dalam bahasa Bali.
Nangka goreng
Tiap hari, Latri hanya menghabiskan 5 kilogram tepung beras. Ia tak berani membuat terlalu banyak, takut tidak terjual. Ia menuturkan, selalu menunggu jaja laklaknya habis terjual, baru menutup warung. Ia mengatakan, kadang
Wayan Latri
–Wirati Astiti
13
Bebek betutu Dengan 13 orang karyawan, warung Jumpung buka mulai pukul 10.00 sampai 22.00. Dengan luas lahan, 16,5 are dan 12 gazebo, warung Jumpung bisa dipakai segala macam acara, baik itu ulangtahun, arisan, meeting, atau sekadar kongkow-kongkow. Menurut Gung Karat, selama ini sebagian besar para komunitas penggemar motor besar dan pecinta anjing rutin melakukan pertemuan di warung Jumpung. “Dari mereka saya bisa promosi. Prinsip saya, setelah dicoba, baru bisa komentar,” kata lelaki asal Puri Satria Klungkung ini.
Khusus di gazebo besar bisa menampung 35 orang, yang sering digunakan sebagai tempat meeting dan arisan. Jika ada yang memerlukan sound system, kursi, tenda, ia juga menyewakannya. Menurut Gung Karat, walau baru buka lima bulan lalu, Warung Jumpung sudah mulai dilirik konsumen. “Banyak konsumen yang datang dari luar Klungkung. Kami menawarkan makanan ikan yang fresh, karena langsung diambil dari kolam ikan. Ayam dan bebek betutu juga dimasak spesial. Itu kelebihan warung Jumpung,” imbuh Gung Karat. -Wirati Astiti
Sayur urap Awalnya, Tokoh diundang menghadiri seminar kesehatan yang digelar satu rumah sakit luar negeri di Warung Jumpung. Ternyata tak sulit mendapatkan warung makan Jumpung, karena masyarakat Klungkung begitu mengenal warung dengan ciri khas gurami tersebut. Saat masuk, langsung surprise melihat tempatnya yang begitu asri dan
indah. Pondok atau gazebo berada di antara kebun yang rindang. Satu sawah buatan menjadi fokus perhatian yang berada di antara gazebo. Yang paling unik, pengunjung bisa langsung melihat sungai Kaliunda yang mengalir deras di samping warung Jumpung. Rasanya benar-benar damai, sembari menanti makanan siap disaji, mata tertuju ke-
Suasana Warung Jumpung
Jaja Laklak ala Wayan Latri pemedek juga bisa datang malam hari. “Karena sudah disiapkan penerangan di pura, pemedek banyak juga yang melukat pada malam hari,” tutur Latri. Warung Latri mulai buka pukul 09.00, walaupun umat sudah datang subuh untuk melukat. Sedangkan, warung tutup paling lambat pukul 19.00. “Biasanya, jam 7 malam jaja laklak tiang sudah habis,” ucapnya. Sebagai tambahan, selain laklak, tipat cantok juga menjadi menu di warung Latri. Cuma, biasanya, tipat cantok buatannya sudah habis siang hari. Pembelinya bukan hanya dari pemedek, namun juga warga yang tinggal di sekitar pura menjadi pembelinya.
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Sarwan
Nengah Adnyani
Bola-bola Udang Tempe
Bahan: 350 gr : tempe kukus, haluskan 100 gr : udang, cincang halus 2 sdm : bawang putih goreng, haluskan 2 batang : daun bawang, iris tipis 3 sdm : kecap manis 2 sdm : maizena 1 bungkus : penyedap rasa Minyak goreng secukupnya Lada bubuk secukupnya
Cara Membuat: - Campur semua bahan menjadi satu, lalu bentuklah menjadi bolabola. - Panaskan minyak goreng hingga panas. - Goreng bola-bola dengan api sedang hingga kecokelatan. - Bola-bola udang tempe siap dihidangkan dengan sambal yang siap saji.
Bahan: 150 gr 50 gr 50 gr 10 gr 300 ml 2 butir 60 gr
: : : : : : :
tepung terigu gula halus susu bubuk baking powder susu cair telur mentega, cairkan
Bahan isi: 50 gr : wortel, bersihkan, potong dadu 50 gr : baby buncis, potong kecil 75 gr : ayam, cincang kasar 200 ml : atau air secukupnya 50 gr : saos sambal
Es Agar-agar Sirup
Bahan: 2 buah : Jeruk manis, belah jadi dua, buang bijinya, ambil isinya 200 ml : Jus jeruk Es batu secukupnya Sirup coco pandan secukupnya
Crepes Sayur
-
Bahan agar-agar: 1 bungkus : agar-agar 100 gr : gula pasir 300 ml : susu segar
-
Cara membuat: - Campur semua bahan agar-gar menjadi satu dan masak, sesekali
-
-
-
diaduk hingga mendidih, angkat dan biarkan uap panas hilang. Cetak dalam kotak persegi empat yang telah dibasahi dengan air, biarkan dingin atau mengeras. Keluarkan agar-agar dari cetakan, potong dadu, sisihkan. Campur es jeruk dengan irisan jeruk serta es batu, juga agar-agar. Siapkan gelas saji, masukkan 2 sdm sirup ke dalam gelas, tambahkan es batu. Masukkan campuran jeruk ke.dalam gelas saji. Siap dihidangkan.
Bahan Bumbu: ½ biji : bawang bombai, cincang halus 25 gr : bawang prei, cincang halus
1 sdm : margarin untuk menumis Garam, gula dan merica secukupnya 1 sdm : saos tiram Cara membuat: - Crepes: campur semua bahan, aduk hingga rata, panaskan pan dadar, lalu buat dadar tipis, angkat dan sisihkan. - Isi: panaskan margarin, tumis bawang bombai dan bawang prei sampai harum, masukkan ayam cincang, masak sampai setengah matang, lalu masukkan semua sayuran, tambahkan sedikit air, lalu tambahkan garam, gula dan merica secukupnya. - Ambil selembar crepes, susun selada, lalu tambahkan isi, tata sesuai selera.
14
Jelita
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
S
ementara ketombe bagi sebagian orang menjadi masalah yang sangat mengganggu. Sebab, ketombe sangat mudah dikenali dengan munculnya sepihan putih. Selain menyebabkan gatal di kepala, ketombe juga membuat seseorang jadi merasa kurang percaya diri, terlebih jika harus memakai pakaian berwarna gelap. Serpihanserpihan halus yang terlihat melekat pada baju membuat orang merasa tidak nyaman. Menurut dr. I. G.N Darma Putra, Sp.KK, pemilik Klinik Spesialis Kulit, D & I Skincare, Denpasar, ketombe yang dalam istilah medisnya dikenal dengan nama pityriasis sicca, merupakan bentuk ringan dari dermatitis seboroik. Yaitu, suatu penyakit peradangan kulit kepala yang bersifat kambuhkambuhan dan disertai rasa gatal. Dikatakannya, peradangan ini menyebabkan pengelupasan pada kulit kepala sehingga terlihat kering dan bersisik. Sisik tersebut mudah terlepas dan kadang melekat di pakaian. Secara umum ketombe dipicu oleh produksi berlebih dari minyak pada kulit kepala atau sebum yang menyebabkan terjadinya pengelupasan kulit mati berlebihan di kulit kepala. Ketombe, lanjut dokter Darma bisa mengenai siapa saja tanpa memandang umur, ras, maupun jenis kelamin. Bahkan karena penyakit berketombe ini tergolong penyakit yang kambuh-kambuhan selama
dermatitis seboroik merupakan peradangan permukaan kulit termasuk kulit kepala yang berupa bercak kemerahan disertai sisik dan sering terjadi di area kulit berambut yang banyak mengandung kelenjar minyak, seperti kulit kepala, wajah, dada dan punggung. Sedangkan ketombe merupakan suatu bentuk ringan dari dermatitis seboroik yang mengenai area kulit kepala. “Karena tergolong ringan, peradangan dikulit kepala tidak disertai kemerahan sehingga yang tampak hanya berupa sisik halus,” terang dokter Darma.
dr. I. G.N Darma Putra, Sp.KK.
ada pencetusnya, terkadang dapat diderita sepanjang hidup. “Namun, ketombe tergolong penyakit yang tidak menular, hanya sering dikaitkan dengan faktor keturunan,” katanya. Walaupun bukan masalah gawat dan mengancam nyawa, dokter Darma menyatakan ketombe selain sangat mengganggu juga bisa menjadikan yang mengalaminya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengatasinya. Karena itulah, sangat diperlukan pengetahuan untuk mencegah terjadinya kekambuhan. Lebih lanjut dikatakannya
“Ketombe dapat mengenai baik laki-laki maupun perempuan. Tidak terdapat perbedaan gejala maupun cara penanganan ketombe antara laki dan perempuan. Namun, ketombe sangat jarang terjadi pada anak balita”
Jaga Kondisi Tubuh Kembali ditekankan oleh dokter Darma kalau ketombe tergolong kelainan kulit yang bersifat kambuh-kambuhan, selama ada pencetusnya. Sementara penyebab pasti dari ketombe ini belum diketahui sampai saat ini. Ketombe umumnya dikaitkan dengan peningkatan produksi minyak pada kulit, faktor imunitas tubuh serta peranan jamur. Ketombe, katanya sering
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
11
Pemakaian Sabun Pembersih Vagina, Amankah?
Percaya Diri dengan Rambut tanpa Ketombe Bagi perempuan, rambut adalah salah satu penunjang penampilan yang penting. Jika kulit kepala sehat, maka mahkota perempuan inipun pasti terlihat indah. Dengan rambut yang indah dan bebas ketombe, dapat menjadikan kehidupan sosial seseorang lebih positif.
Mitos
B
diperparah oleh buruknya higienitas kulit kepala. Misalnya pada orang yang malas mencuci rambut dengan sampo. Faktor stres dan kelelahan diduga juga berkaitan dengan ketombe, dimana saat kondisi stres ketombe umumnya akan lebih parah. “Ketombe dapat mengenai baik laki-laki maupun perempuan. Tidak terdapat perbedaan gejala maupun cara penanganan ketombe antara laki dan perempuan. Namun, ketombe sangat jarang terjadi pada anak balita. Kondisi gangguan kulit kepala ini biasanya sering terjadi saat anak menginjak usia pubertas dan umumnya berkurang kembali saat mereka menginjak usia dewasa. Untuk penanganan ketombe oleh dokter Darma lebih ditekankan pada usaha untuk mengatasi kekambuhannya. “Sedapat mungkin dengan mengamati hal-hal apa yang kemungkinan memicu kambuhan ketombe ini,” ujarnya. Jika kita sudah berhasil mengenali pemicunya, diupayakan untuk mencegah paparan faktor pemicu. “Namun, umumnya sulit untuk mengenali pemicu timbulnya kekambuhan. Hal ini ajar, mengingat beragamnya faktor pemicu. “Kalaupun faktor pemicunya dapat dikenali, tidak jarang penderita sulit menghindarinya, terutama jika faktor-faktor pemicu tersebut
merupakan bagian dari kehidupan seharihari, misalnya stres, persoalan iklim dan sejenisnya,” paparnya. Hal-hal yang umumnya bisa dilakukan untuk pencegahan datnagnya ketombe adalah keramas secara teratur. Keramas dapat membantu mengurangi tumpukan minyak dikulit kepala serta mencegah menumpuknya sel-sel kulit mati. Diingatkannya pula untuk memilih jenis sampo yang tepat. Sebab, pemilihan shmpo dan hair tonik yang salah, seperti yang mengandung alkohol malah dapat menimbulkan iritasi pada kulit kepala sehingga sisik menjadi tambah parah. Umumnya sampo yang dipilih sampo yang mengandung asam salisilat, sulfur, selenium sulfida 2%, zinc pirition 1-2 % atau ketokonazol yang bersifat mengangkat sel kulit mati serta mengatasi jamur yang berperan sebagai salah satu pencetus. Sampo juga biasanya sering digunakan saat terjadi kekambuhan ketombe. Ketika ketombe bertambah parah serta disertai kemerahan atau peradangan pada kulit kepala, menurutnya sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis kulit. “Umumnya akan diberikan lotion kortikosteroid atau obat minum kortikosteroid untuk menekan peradangan,” ucapnya. Dokter Darma juga tak lupa mengingatkan untuk melakukan olahraga rutin dan menjaga daya tahan tubuh. Sebab, kondisi fisik dan daya tahan tubuh yang menurun dapat mencetuskan ketombe kambuh. – Sri Ardhini
anyak cara yang ditempuh kaum hawa untuk menjaga kebersihan organ kewanitaannya. Salah satunya dengan menggunakan sabun pembersih wanita. Penampilan merupakan salah satu hal penting dalam gaya hidup wanita modern, khsusunya wanita muda, yang secara tidak langsung meningkatkan pemakaian sabun (pembersih) Mrs. V. Sabun yang dapat memberikan kesegaran dan aroma wangi ini sangat mudah didapatkan di pasaran. Apakah perilaku ini cukup aman atau justru berisiko? Berikut penjelasan I Nengah Sujaya, Ph.D., Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Unud; Staf UPT Lab Biosain dan Bioteknologi Ynud; Vice-President of Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria.
Mitos: Sabun pembersih vagina cukup aman dipakai asalkan tidak rutin Fakta : Organ kewanitaan merupakan bagian penting dan mempunyai fungsi istimewa. Studi ilmiah yang dipublikasikan menunjukkan bahwa 1 miliar wanita di dunia mengalami keluhan dengan infeksi saluran kencing yang bukan disebabkan oleh infeksi penyakit menular seksual. Tingginya infeksi saluran kencing termasuk organ kewanitaan dapat disebabkan oleh mikroba patogen seperti Escherichia coli, Candida, Clamydia serta virus. Infeksi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman serta timbulnya bau yang tidak sedap yang dapat mempengaruhi dan bahkan mengurangi rasa percaya diri para wanita muda. Untuk menanggulangi hal ini, secara umum dapat dilakukan melalui penggunaan zat antibiotika untuk membunuh kuman patogen atau melalui perawatan melalui makanan, serta mejaga kebersihan dengan mempergunakan sabun sehingga dapat mempertahankan kesehatan organ wanita. Namun, penggunaan sabun yang terlalu berlebihan justru dapat berakibat tidak baik karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri menguntungkan pada vagina. Secara alamiah, vagina dihuni oleh sekelompok bakteri baik yang umumnya adalah dari golongan bakteri asam laktat seperti Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus crispatus, Lactobacillus ines, Lactobacillus gasseri, Lactobacillus delbrueckii serta bakteri lainnya. Kumpulan bakteri ini menghasilkan asam laktat sehingga pH organ wanita menjadi asam (sekitar pH 3,5), dan manakala pH berubah menjadi alkali (basa) yang dapat disebabkan oleh penggunaan sabun/pembersih vagina maka akan disertai pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli yang berasal dari saluran pencernaan melalui anus, yang selanjutnya bakteri ini menyebabkan infeksi. “Dengan demikian penggunaan sabun pembersih vagina dianjurkan tidak terlalu sering digunakan dan tidak berlebihan,” ujar Sujaya yang pernah melakukan penelitian Pengembangan Probiotik untuk kesehatan fungsi saluran cerna, metabolisme lemak/kolesterol darah, dan Probitik guna pencegahan infeksi saluran kencing karena uropathogenic Escherichia coli, ini.
Mitos :Cukup gunakan sabun pembersih vagina saat usai melakukan hubungan intim Fakta: Pembersih vagina yang aman dengan komposisi yang tepat (yang dapat menjaga pH vagina) penting untuk membersihkan sisa sperma setelah melakukan hubungan intim. Sisa sperma yang bersifat basa dapat meningkatkan pH vagina sehingga menciptakan kondisi pertumbuhan optimum bagi mikroba patogen. Di samping itu, sisa sperma juga dapat menjadi makanan (substrat) bagi bakteri patogen. Sabun pembersih vagina juga dapat membunuh sel sperma sehingga menyebabkan infertil. Di samping penggunaan sabun pembersih vagina yang baik, dianjurkan juga membersihkan vagina dengan air sehingga sisa sperma tercuci dengan baik. Apa yang seharusnya menjadi pertimbangan dalam memilih sabun pembersih vagina? Penggunaan sabun pembersih vagina seyogianya tidak hanya ditujukan untuk memelihara kebersihan tetapi yang lebih penting adalah memelihara kesehatan vagina sehingga terhindar dari infeksi bakteri patogen. Sehingga, pertimbangan utama memilih sabun pembersih vagina adalah sedapat mungkin tidak mengganggu keseimbangan komposisi bakteri (Lactobacillus) pada vagina. Tips memilih Sabun Pembersih Vagina Dianjurkan untuk memilih sabun pembersih vagina yang direkomendasikan oleh dokter serta telah lolos uji BPOM. Di samping itu pertimbangan lain adalah komposisi yang tepat (mempergunakan bahan alami/herbal/bahan aktif alami) dengan seminimal mungkin bahan kimia sintetis yang berbahaya), tidak bersifat terlalu basa (umumya ditandai adanya asam laktat) yang dapat menjaga pH vagina tetap asam, dan beberapa produk mengandung bakteri probiotik seperti Lactobacillus dan atau Bifidobacterium. Semua informasi ini dengan mudah dapat dilihat pada label. Sujaya mengatakan, penggunaan sabun pembersih vagina semakin diminati oleh kaum hawa, khususnya wanita muda, demi
Kondom Perempuan Kondom perempuan disebut dengan femidom. Ada juga yang menyebutnya femindom. Fungsinya sama saja dengan kondom pada laki-laki, tetapi tentu bentuknya berbeda karena disesuaikan dengan bentuk atau anatomi organ kelamin perempuan karena memang mesti dipasangkan di vagina. Femidom juga memiliki fungsi ganda, yaitu mencegah kehamilan dan memproteksi dari penularan infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV. Ukuran femidom lebih besar dibandingkan dengan kondom.
F
emidom berbentuk silinder dengan panjang 17 cm dan diameter sekitar 7 cm. Pada kedua ujungnya terdapat cincin yang terbuat dari polyuretan yang berguna untuk menghalangi cairan sperma masuk ke dalam rahim. Selain terbuat dari polyuretan, femidom juga ada yang berbahan lateks.
mendapatkan kesan bersih, kesat, dan wangi. Namun diingatkannya bahwa, penyalahgunaan justru dapat berbahaya dan menyebabkan infeksi vagina. Infeksi vagina di luar karena penyakit menular seksual, umumnya disebabkan oleh bakteri patogen Escherichia coli (UPEC, Uropathgenic Escherichia Coli) melalui pelekatan pada saluran kencing yang dimediasi oleh protein yang ada pada fili E coli. Karena itu, ia menegaskan bahwa mempertahankan kumpulan Lactobacillus pada vagina sangatlah penting guna menghambat pelekatan UPEC. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa melalui konsumsi bahan makanan seperti jus buah-buahan (khususnya cranberry) yang banyak mengandung pro-antocyanin dapat mencegah pelekatan E coli. Konsumsi pangan mengandung provitamin A serta konsumsi Vitamin A tablet juga secara ilmiah terbukti dapat menjaga kesehatan vagina. Hasil penelitian ilmiah terkini di Kanada menunjukkan bahwa kesehatan vagina dan saluran kencing dapat ditingkatkan dengan mengkonsumsi susu fermentasi mengandung probiotik Lactobacillus. –Inten Indrawati
Sebenarnya femidom bukanlah hal baru. Dalam kepentingan sebagai alat kontrasepsi, femidom sudah pernah digunakan secara luas juga sebagai salah satu pilihan alat kontrasepsi yang ada. Tetapi karena sempat dianggap kurang praktis dibandingkan pilihan yang lain pada perempuan seperti pil KB, susuk KB, suntik KB dan spiral, akhirnya tidak
diproduksi dalam jumlah besar lagi. Tetapi memang beberapa tahun belakangan, dalam konteks pencegahan HIV, terutama di Indonesia, femidom kembali diproduksi dan seolah menjadi sebuah hal yang baru, sehingga disosialisasikan cukup gencar, sekalian juga dipromosikan dan didistribusikan sebagai pilihan alat kontrasepsi lagi. Serupa dengan kondom, femidom juga berfungsi untuk mencegah IMS, termasuk HIV dan AIDS, karena fungsinya mencegah kontak cairan kelamin dan darah saat berhubungan seksual. Selama ini salah satu kendala dari kampanye HIV dan AIDS adalah tidak optimalnya pencegahan karena masih lemah dan timpangnya pengambilan keputusan dalam penggunaan kondom. Sebagian laki-laki masih enggan untuk menggunakan kondom dengan berbagai alasan. Ini tentu sangat menghambat upaya pencegahan atau penekanan laju pertambahan kasus HIV. Karena itu sudah selayaknya femidom disosialisasikan lagi sebagai salah satu pilihan lain dan ini artinya sudah saatnya juga perempuan juga bisa berdaya, dan ikut berperan dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS lewat
femidom ini. Perempuan bisa aktif ikut dalam pencegahan, sekaligus melindungi dirinya juga dari HIV. Penggunaan femidom juga untuk “memindahkan” keputusan penggunaan kondom kepada perempuan, karena umumnya laki-laki masih banyak yang malas menggunakan kondom. Ada persepsi dan pertanyaan juga sering muncul seperti ini: Bukannya femidom itu kurang praktis? Bahkan dulu sebagian perempuan juga bilang takut kalau femidom nya “tertelan”. Lalu keunggulannya di mana? Berbagai alat bantu yang digunakan pada tubuh kita tentunya memiliki teknik sendiri dalam penggunaannya. Apa pun itu pasti ada baik buruknya. Termasuk kenyamanan dalam pemakaian dan penggunaan. Tetapi femidom sudah dirancang sangat elastis dan mampu mengikuti kontur dari vagina, sehingga bila sudah terbiasa memakai maka perempuan tidak akan kesulitan lagi. Dan femidom telah dirancang dengan 2 ring di kedua ujungnya, sehingga aman digunakan. Sebagian kalangan yang masih ragu-ragu sering menganggap pemakaian femidom memang lebih rumit dibandingkan dengan
kondom laki-laki. Untuk pemakaiannya, salah satu cincin bagian dalam dimasukkan ke dalam vagina dan ditempelkan ke mulut rahim, sementara sisi lainnya menahan posisi kondom di mulut vagina. Keberadaannya yang masih jarang dan juga harganya yang lebih mahal dibandingkan kondom laki-laki juga membuat femidom menjadi tidak terlalu dilirik. Tetapi seharusnya itu semua bisa diatasi, karena bila sudah terbiasa, maka semuanya bukan masalah lagi. Dan ada nilai plusnya, berbeda dengan kondom pria yang disebutkan katanya bisa mengurangi kenikmatan seksual, femidom justru bisa meningkatkan kenikmatan seksual kedua pasangan pada saat melakukan hubungan seksual, karena ada busa tipis di ring sebelah dalam yang bisa menimbulkan sensasi seksual yang berbeda. Kelebihan femidom lainnya adalah dapat dipasang selama lebih dari 8 jam sebelum melakukan hubungan seks. Dengan demikian sejak fase foreplay hingga penetrasi tak akan terjadi interupsi ‘memasang kondom’ yang akan membuat hubungan seksual sedikit terganggu. Jadi, kenapa tidak mencoba femidom sekarang juga?
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
10
Bugar
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
SINUSITIS PARANASALIS DAN DIAGNOSIS MENGGUNAKAN CT SCAN
Sinusitis adalah proses inflamasi/ ke ra d a n ga n p a d a mukosa sinus. Sinusitis biasanya dimulai oleh adanya triger penyebab inflamasi seperti flu, serangan alergi atau bahan iritan. Flu, reaksi alergi ataupun bahan iritan tersebut akan membuat lapisan mukosa sinus menebal. Akibat penebalan mukosa sinus tersebut maka akan menimbulkan gejaladr. Lorentia Harisusanti, Sp. Rad gejala antara lain sakit Sinus paranasalis merupakan kelom- kepala bagian depan atau diantara kedua pok ruang berongga yang berpasangan mata, gigi atas terasa nyeri, wajah terasa yang terletak di sekitar rongga hidung penuh, hidung tersumbat, pilek dengan (sinus maxilaris), di atas mata (sinus sekret/cairan bisa berwarna kuning, hijau frontalis), di antara kedua mata (sinus atau bening. Bila sekret berwarna kuning ethmoidalis), dan di belakang sinus eth- atau hijau ini menandakan adanya infeksi moidalis (sinus sphenoidalis). Beberapa bakteri. Gejala lain bisa meliputi badan fungsi dari sinus paanasalis ini adalah : terasa lemah, penurunan sensasi pembauan - Menurunkan berat relatif dari bagian dan atau rasa, batuk, sakit tenggorokan. depan tulang tengkorak terutama Gejala-gejala ini yang biasanya mendorong pasien untuk menemui dokter. tulang-tulang wajah. Dikatakan sinusitis akut bila gejala- Meningkatkan resonansi suara - Memberikan buffer terhadap trauma gejala sinusitis seperti gejala mirip flu, hidung tersumbat, nyeri pada wajah terjadi wajah - Merupakan struktur yang sensitif un- mendadak dan tetap ada setelah 10-14 tuk mengisolasi perubahan temperatur hari, biasanya dalam 4 minggu tau kurang. Sinusitis subakut bila gejala-gejala terseyang fluktuatif dalam rongga hidung - Melembabkan dan menghangatkan but berlangsung dalam 4 sampai 8 minggu. udara yang dihirup - Meregulasi tekanan gas di serum dan dalam rongga hidung - Pertahanan imunologis Infeksi pada sinus Sinus paranasalis ini berhubungan dengan rongga hidung melalui lubang kecil yang disebut ostia. Saluran atau lubang ini dapat tersumbat oleh inflamasi karena alergi atau iritasi karena bahan iritant seperti bahan kimia atau penggunaan nasal spray. Penyebab inflamasi lain pada sinus yaitu mikroorganisme patogen seperti virus, bakteri atau jamur tumbuh didalam sinus dan menyebabkan penyumbatan pada ostium sinus. Oleh karena penyumbatan tersebut akan menyebabkan hambatan drainase mukus di dalam sinus
dr. Lorentia Harisusanti, Sp. Rad Penulis adalah spesialis radiology di Siloam Hospitals Bali Sinusitis kronis bila kondisi tersebut berlangsung dalam 8 minggu atau lebih. Ada pula yang disebut sinusitis rekuren atau berulang, yaitu terjadi serangan sinusitis terjadi beberapa kali dalam setahun. Bila sinus terjadi inflamasi yang menetap, mukosa sinus akan menebal dan bengkak, dan pembengkakan tersebut dapat mneyerupai mass/tumor yang disebut polyp. Polyp ini bisa menyebabkan penyumbatan pada rongga hidung.
Pencegahan sinusitis: Tidak ada cara yang tepat untuk menghindari baik itu sinusitis akut ataupun kronis. Tetapi ada beberapa hal yang dapat membantu, antara lain : - Menghindari lingkungan/ruangan yang sangat kering - Menghindari exposur terhadap bahan iritan, seperti rokok atau bau bahan kimia yang kuat.
Style
Gaya Primitif Modern
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Neo Primitive menjadi pilihan tema koleksi karya Galih Prakarsa kali ini. Dengan label namanya Galih Prakarsa, ia setia pada garis rancangan cocktail dress ataupun evening gown .Selanjutnya siluet feminin dengan kesan flowing serta fit dan flare miliknya dilengkapi aksi peplum, cut – out atau trasparan yang dipadukan high- slit di sisi depan gaun.
D
esainer lulusan LPTB Susan Budihardjo ini, menyuguhkan ide yang diangkat dari kehidupan manusia primitif, yang tidak mengenal gender dalam berpakaian. Sedangkan unsur ‘neo’ dihadirkan untuk menjunjung kebaruan bentuk dan garis desainnya.
Gaya primitif, misalnya, ditegaskan Galih melalui belahan tinggi rok yang dipadukan dengan blus berpotongan halter yang terkesan modern dan baru. Citra masa kini dikuatkan pula dengan permainan bebatuan dan mutiara yang disusun mengikuti garis potong busana. Permainan primitif-modern milik Galih, juga tergambar dari warna yang
dipilih. Seperti merah marun dan gading untuk primitif. Sementara pink salem muncul mewakili warna modern. Demikian juga pada percampuran bahan untuk membiaskan batasan gender, seperti penggunaan sifon, gabardin, brokat dan french lace secara bersamaan dalam satu tampilan. – Sri Ardhini
pemeriksaan fisik, untuk menegakkan diagnosis adanya sinusitis antara lain juga dengan pemeriksaan radiologi, bisa dengan rontgen, CT scan ataupun MRI. CT scan merupakan salah satu alat diagnostik yang lebik dalam visualisasi anatominya dan Diagnosis sinusitis : Diagnosis sinusitis disamping ber- lebih baik pula dalam penentuan sinusitis dasarkan gejala-gejala yang ada serta hasil dan perluasannya, demikian pula dalam visualisasi adanya sumbatan pada ostium/pasase sinus. Waktu yang diperlukan untuk pemeriksaan juga lebih cepat dibandingkan MRI. Adanya varian anatomi yang bisa menjadi faktor yang berpengaruh untuk terjadinya inflamasi sinus antara lain deviasi sekat hidung, dan atau varian reses sinus frontoethmoid CT scan : opasifikasi pada sinus maxilaris kanan yang merupakan CT scan : sinusitis maxilaris kanan dan kiri, dimana sisi kiri juga bisa terdesinusitis maxilaris kanan. Terlihat pula adanya deviasi sekat hidung lebih berat daripada kanan. Terlihat pula adanya deviasi sekat teksi pada peme ke kanan, dan penebalan mukosa rongga hidung kiri hidung ke kiri riksaan ini.
Foto-foto : ARSELAN GANIN
15
16
Dara
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
Kembangkan Pasar Desa Pohgading
H
al tersebut pula kembali ditekankan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, usai melakukan Peletakan Batu Pertama, untuk Revitalisasi Pasar Desa Pekraman Pohgading, di Pasar Pohgading Desa Pekraman Pohgading Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Rabu (3/6). Pada acara yang juga dihadiri Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, pimpinan SKPD di Lingkungan Kota Denpasar serta masyarakat Desa Pekramana Pohgading tersebut, Rai D. Mantra juga menyatakan revitalisasi pasar tradisional berarti mensinergikan sumberdaya potensial yang dimiliki dengan mempertimbangkan seluruh aspek secara komprehensif, terintegrasi dan holistik. Sehingga, mampu meningkatkan daya saing dengan tetap mempertahankan kekhasan maupun keunggulan yang dimiliki sebuah pasar tradisional tersebut. Tak dipungkiri jika keberadaan pasar tradisional dengan manajemen modern sudah menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup yang berkembang di masyarakat kita. Perbaikan infrastruktur pasar merupakan suatu keniscayaan untuk memperlancar arus distribusi dan mengurangi high cost economy dalam sebuah proses transaksi. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Denpasar, Wayan Gatra mengatakan tujuan revitalisasi Pasar Desa Pekraman Pohgading Desa Ubung Kaja tersebut adalah mewujudkan kondisi pasar tradisional dengan pelayanan yang semi modern. Baik dari segi bangunan fisik dengan sarana dan prasarana yang modern maupun peningkatan kualitas pengelola dan pedagang. Hal ini, katanya agar dapat memberikan pelayanan yang baik. Selan-
jutnya tercipta pasar yang aman, bersih dan nyaman serta mampu bersaing serta representatif bagi semua pihak. Dengan demikian Pasar Pohgading dapat menjadi pasar yang segar, ramah dan sehat. Disamping
Menari sambil Melestarikan Permainan Tradisional
berarti pula mampu meningkatkan kapasitas ekonomi kerakyatan. Disampaikannya bahwa jumlah dana yang dipergunakan dalam kegiatan pengembangan Pasar Desa Pekraman Pohgading menjadi pasar
semi modern senilai Rp 5 miliar, dengan luas tanah keseluruhan sekitar 7.230 M2, kategori pasar sederhana dan tidak bertingkat melalui dana tugas pembantuan tahun 2015 dari Kementerian Perdagangan RI. –ard
Mandiri dan Mampu Bersaing
dorong dan membangun kesadaran masyarakat juga pedagang akan pentingnya atribut mutu dan keamanan produk. Selanjutnya Bendesa Adat Pohgading, Nyoman Sudana. S.E. mengatakan, Pasar Desa Pekraman Pohgading berada di atas tanah seluas 40 are, dengan 185 pedagang yang terdiri dari 46 kios, 101 los, dan 38 pedagang pelataran. Pasar ini awalnya dibangun sejak tahun 1999, menggunakan dana inpres dan swadaya masyarakat. Perkembangan laba pasar pun terus mengalami peningkatan, dari tahun ke tahun rata-rata sebesar 4%, sehingga perlu dilakukan revitalisasi. Dijelaskannya pula, untuk laba tahun 2014 telah mencapai Rp 203.508.074, namun kondisi
Kaceritayang alit-alite ring Banjar Ole sampun sumuyup Ritatkala padi sampun menguning ipun pacang ke carike Sami pada egar ia mecanda Saling paduwegin, saling paduwegin alit-alite meplayanan megandu-ganduan
S
itu, berfungsi memperluas penyerapan pedagang tradisional yang ada di desa serta meningkatkan arus perputaran barang dan jasa yang berujung pada peningkatan pendapatan para pedagang, masyarakat desa. Ini
Pasar tradisional menyimpan peran penting bagi masyarakat luas yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh pasar-pasar modern, terutama di Bali. Pasar tradisional juga hadir dengan 3 karakteristiknya yang khas. Pertama, ada suasana proses tawar-menawar harga yang dapat menjalin kedekatan antara penjual dan pembeli. Di sini juga ada rasa trust di antara pembeli dan penjual yang terjalin dengan baik. Kedua, umumnya pedagang di pasar tradisional sudah tahu keinginan pelanggannya. Ketiga, pasar tradisional menawarkan produk yang diperlukan warganya dengan harga menarik untuk produk khusus yang tidak ada di pasar modern. Untuk ini pula, Pemerintah Kota Denpasar melakukan pembenahan pasar tradisional di wilayahnya. Meski sebenarnya, hal ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat, pengelola pasar dan para pedagang tradisional untuk bersinergi menghapus kesan negatif sehingga pasar tradisional terus bertahan dan mampu bersaing. Apalagi, kata Kepala Pasar Pohgading I Ketut Suparta, pembenahan pasar tradisional ini mengedepankan kepentingan para pedagang dan konsumen di wilayah desanya sekaligus mendorong kesadaran pedagang dalam melakukan sanitasi lingkungan, kesehatan serta menjual produk yang higienis. Selanjutnya dapat men-
9
Tari Megandu
Pemerintah Kota Denpasar
Fungsi dan peran pasar tradisional sangat strategis dalam peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja di desa. Karenanya revitalisasi adalah salah satu program yang dikembangkan, dalam upaya meningkatkan daya saing pasar tradisional dengan merubah “wajah” pasar tradisional agar lebih higienis, lebih nyaman dan lebih teratur dan tetap eksis di tengah persaingan yang semakin ketat.
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
bangunan pasar saat ini menurutnya kurang representatif, topografinya tidak rata, pedagang belum tertata begitu juga keadaan fasilitas masih kurang. Mengingat pula pasar tradisional sebagai salah satu sumber pendapatan dan wahana lapangan kerja masyarakat desa, maka sehubungan dengan itu juga diusulkan adanya perbaikan pasar desa melalui dana revitalisasi pasar. Usulan itu pun mendapat respons dari Wali Kota Denpasar, dengan terealisasinya bantuan dana perencanaan pada tahun 2013 berupa pembuatan DED sebesar Rp180 juta, kemudian berdasarkan DED tersebut diusulkan untuk mendapat pembangunan revitalisasi pasar sebesar Rp15 miliar sesuai dokumen perencanaan. Maka pada tahun 2015 ini terealisasi senilai Rp 5 miliar, sehingga diadakan perubahan prioritas pembangunan, yakni membangun los dan tempat penampungan sampah sementara. Disamping itu, revitalisasi juga untuk memperluas penyerapan pedagang tradisional yang ada di desa dan meningkatkan arus perputaran barang dan jasa yang berujung pada peningkatan pendapatan para pedagang, masyarakat desa serta dapat meningkatkan kapasitas ekonomi kerakyatan. Selanjutnya akan dilaksankan pengelolaan yang intensif guna mendorong masyarakat desa tersebut agar mampu memproduksi, mengolah hasilnya dan memasarkannya secara mandiri. - ard
ekelumit tembang (nyanyian) itu tak han ya terdengar manis, tetapi juga memberi kan spirit yang kuat terhadap gerak tari itu. Iringannya yang riang, gembira dan diwarnai aksen-aksen yang kuat mampu mempertegas rangkaian gerakannya. Kesan lucu, guyu dan sifat kekanak-kanakan masih tampak jelas. Bahkan semua itu ditata secara apik, sehingga menjadi sajian seni tari tradisional yang bercita rasa baru. Itulah gambaran Tari Megandu yang disajikan Sekaa Gong Anakanak Pucil Makembang Banjar Ole pada Pesta Kesenian Bali (PKB)
Kabupaten Tabanan Ke-37 yang berlangsung di Gedung Kesenian Ketut Mario, Jumat (5/6). Tari kreasi baru berdurasi 10 menit itu dibawakan oleh delapan orang penari yang masih belia. Tari ini diciptakan oleh Ni Luh Nyoman Sri Suryati dan I Wayan Muder sebagai penggarap tabuhnya. Meski pendukungnya tergolong masih anak-anak, namun mereka memiliki olah tubuh yang sempurna, sehingga mampu menampilkan gerak tari yang baik. Ide tarinya juga tergolong unik yaitu terlahir dari sebuah permainan tradisional Megandu yang ada di Banjar Ole, sebuah desa di Tabanan. Megandu
sudah tergilas zaman, namun kini diangkat ke dalam tari, sehingga bisa dimainkan anak-anak masa kini. Permainan tradisional Megan du dimainkan setelah panen, di sela anak-anak mengembala sapi, menyabit rumput, mencari capung, dan memancing belut atau ikan. Sebelum permainan dimulai, anakanak membuat bola mirip telur elang dari bahan jerami. Masingmasing anak wajib menyetor satu bola, selanjutnya menentukan si pencari. Si pencari sudah ditentukan, maka permainan bisa dimulai. Si pencari menancapkan sebatang kayu yang dihiasai jerami me
World Environment Day Menyadari pentingnya kelestarian lingkungan sebagai pen dukung kegiatan pariwisata yang berkelanjutan, Manajemen Grand Inna melakukan kegiatan penanaman pohon ketapang di pesisir Pantai Kuta yang bertepatan dengan peringatan World Environment Day Jumat, (5/6). Kegiatan yang melibatkan karyawan ini juga di awali dengan kegiatan membersihkan area hotel dan areal pantai. Marketing Communications Manager Grand Inna Kuta, Ira Agustini, mengatakan, penanaman pohon di areal pantai diharapkan dapat membantu pencegahan erosi pantai dan menambah area teduh di tepi pantai sehingga menunjang kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kuta. Ira menambahkan, dengan terlaksana nya kegiatan ini, Grand Inna Kuta dapat berperan mendukung pelestarian lingkungan hidup sekaligus menyediakan sarana pari wisata yang nyaman. -Wirati Astiti nyerupai lelakut (orang-orangan sawah). Di ujung atas diikatkan tali kupas (tali dari pelepah pisang). Anak-anak lain menaruh bola di tengah-tengahnya, selanjutnya tali dikencangkan oleh si pencari untuk bisa melilit anak-anak lain. Sementara anak-anak lain beru saha mengambil bola, namun tak boleh kena tali. Anak yang terkena tali, kemudian digandu (dilempari bola). Tari ini lebih banyak menya jikan gerakan khas anak-anak, namun yang pasti bukan gerakan keseharian. Si penggarap memadu kan gerak tari tradisional dengan gerak-gerak permainan modern, seperti hula-hoop sehingga men jadi lebih atraktif dan dinamis. Ada juga gerak tari India dan tari Nusantara yang diolah menjadi rasa tradisional. Meski demikian, secara ke seluruhan gerakan tari ini tetap berpatokan pada tari tradisi. Pola-pola tari tradisi juga tam pak jelas, seperti unsur pepeson, pengawak, pengecet, dan pekaad. Bola yang berfungsi sebagai prop erti juga menjadi bagian dari gerak tari itu. Maka ada gerakangerakan bola, seperti melempar, menangkap dan memutar yang membutuhkan kecekatan. Uniknya lagi, properti bola itu juga mengin spirasi, sehingga ada gerak penari yang melengkung seperti bola, memutar dan tengadah (seperti kayang). Penekanan dari pada se tiap gerak adalah olah tubuh yang sangat lentur. Meski demikian, kesan tradisi masih sangat kuat karena masih ada gerak tari tradisi seperti ngangget, ngotag, tanjek buwung, neregseg, ngegol, mungkah lawang serta gerak tari Bali lainnya. Namun, semua gerak itu dikemas dalam sebuah pengembangan bahkan dikreasikan sesuai dengan tuntu tan tema. “Saya harus kembali ke dunia anak-anak yang penuh ceria, tak ada beban dan selalu bersuka cita,” kata Mang Srik yang men ciptakan tari ini namun mengaku belum pernah melihat langsung permainan megandu. Mang Srik mengaku, dirinya
hanya mendapat informasi dari salah satu tokoh masyarakat Banjar Ole yang konon sebagai pelaku permainan tersebut. Ia berusaha kembali ke dunia anak-anak yang penuh ceria, tak ada beban dan selalu bersuka cita. “Saya mencoba mengolah apa yang dialami kakek itu, termasuk bagaimana permain an yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Ole itu,” imbuhnya. Tari ini tampak sangat serasi dengan iringan musiknya. Bahkan keduanya saling mengisi sehingga terkesan satu. Meski menggunakan gamelan gong kebyar yang bernada pelog, tetapi Wayan Muder tampak piawai mengolah nada menjadi selendro sehingga terkesan polos seperti jiwa kanak-kanak. Per mainan nada itu juga memberikan kesan asri, sejuk dan damai seperti alam persawahan yang nyata. Iringan musiknya juga didukung dengan nyanyian-nyanyian alam yang dibawakan oleh tiga orang gerong, sehingga dapat memperkuat suasana. “Di samping menampilkan permainan nada gamelan, saya ingin juga menciptakan suasana alam persawahan lewat nyanyian. Lagu ini dapat mempertegas karakter gerak penari, juga mempercepat penonton memahami pesan yang disampaikan Tari Megandu ini,” ujar Muder. Penabuh merupakan anak-anak setingkat SD tak hanya konsen terhadap teknik memukul gamelan, tetapi juga kreatif memadukan dengan olah vokal serta gerak tari. Memang, geraknya sederhana, tetapi mampu memberi warna sehingga menjadi sajian seni yang atraktif. Pesan yang disampaikan juga tampak lebih jelas yang bisa dinikamati oleh penonton secara umum. Meski teknik bermain gamelan mereka tak merata, namun dengan mengusung sekaa sebunan mereka bisa tampil kompak. Rasa dan jiwa mereka seakan menyatu, seperti kebiasaannya yang memang selalu bersama-sama. Semua itu mendu kung pementasan tari kreasi yang sengaja digarap untuk ajang PKB 2015 sebagai duta Kabupaten Ta banan. -Darsana
8
Bunda & Ananda
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Bentuk Empati sejak Dini
Griya
17
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Nana yang biasanya suka ngambek kalau tidak dibelikan barang yang diinginkan mulai berubah. Makanan yang selalu disisakan, mulai dihabiskan. Semua perubahan terjadi setelah ia diajak mamanya pergi ke panti asuhan.
Dewa Anom
“D
ari dulu saya ingin ngajak Nana ke panti asuhan. Waktu kantor ulang tahun, kami ada agenda ke panti asuhan. Saya ajak Nana ikut, ternyata dia mau. Dia heran melihat anak-anak panti asuhan hidupnya sederhana, makan sederhana. Mainan mereka juga mainan bekas,” ungkap Bu Ari, mama Nana. Pulang dari panti asuhan, Nana banyak bertanya kepada mamanya tentang kehidupan anak-anak panti. Dari melihat langsung dan mendengar penjelasan mamanya, Nana pun berubah. Ia pun jarang ngambek. Bahkan saat ulangtahunnya nanti, Nana ingin memberi sumbangan untuk anak-anak panti asuhan. Dari sudut pandang psikologi, apa yang terjadi pada Nana dapat dikategorikan empati. Empati merupakan kemampuan seseorang untuk mengerti perasaan orang lain, baik itu rasa suka maupun duka. “Empati itu bukan hanya ranah orang dewasa. Anakanak dalam masa partumbuhan juga mengenal empati. Sangat bagus sekali kalau empati ini dibentuk sejak dini, apalagi di usia emas 0-6 tahun karena saat masa ini anak mampu menyerap hingga 80%,” jelas Dewa Putu Anom Putra, S.Psi, M.Si. Psikolog yang juga pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Bali bidang Pengabdian
Masyarakat ini menambahkan ada tiga hal yang dilakukan untuk membentuk empati. Pertama kognitif, bagaimana memberikan pengajaran tentang empati. Kedua afektif, bagaimana perasaan atau emosi tatkala merasakan empati. Ketiga, stimulus, bagaimana perilaku yang ada bisa menjadi pemicu anak bisa berempati. Pengajaran tentang empati bisa diawali dengan member pemahaman tentang konsep atau nilai tentang apa itu sedih, gembira, nyaman, perasaan lainnya. Contoh sederhananya, jika anak menangis, berikan dia perhatian baik dengan cara memeluk atau pun mengelus. Ini membuat anak belajar bahwa dia diperhatikan. Berikutnya beri anak contoh. Dengan memeluk atau mengelus itu menandakan orangtua sayang kepada anak. Orangtua yang mau mengerti anak itu memerlukan tantangan karena ada kesan orangtua lebih mendominasi sehingga kurang bisa mengerti apa yang diinginkan anaknya. Apa yang dilakukan Bu Ari dengan mengajak Nana ke panti asuhan merupakan contoh bagus. Anak pun bisa belajar langsung dari apa yang dilihat. Di sisi lain, orangtua jika ingin mengajarkan anaknya tentang empati harus siap juga untuk memberi contoh yang baik. Pola asuh menjadi kata kunci dalam pembentukan empati ini. Kalau orangtua tidak mau berubah dan hanya menyuruh anak saja yang berubah, pola pembentukan empati tidak akan berjalan baik. Ungkapan yang harus diingat adalah kalau ingin mengubah orang lain, ubahlah dirimu terlebih dahulu. KOMPONEN POKOK PRO SOSIAL Setelah memberikan konsep dan memberikan contoh, harus ada stimulus yang membuat anak menjadi lebih paham lagi tentang empati. Peran orangtua sangat diperlukan karena anak di usia emas juga berada dalam fase imitasi. Apa yang dilakukan orangtua dan lingkungan, akan terekam di memori anak dan tidak tertutup kemungkinan ini akan menjadi
Barang-barang berusia tua umumnya tak bisa dipakai lagi. Besi tua misalnya, paling banter dijual kiloan. Namun di tangan Suherman, owner Marina Collection, besi-besi yang tak berguna itu disulap menjadi barang berguna dan bernilai jual tinggi. Berkunjung ke panti asuhan sebagai salah satu cara membangun empati
karakter anak. Karena itu komunikasikan apa yang anak dan orangtua harus lakukan agar tidak menimbulkan mispersepsi. “Anak zaman sekarang sangat cerdas. Ini merupakan sisi baik yang perlu mendapat pendampingan. Jangan biarkan anak melesat sendirian sedangkan orangtua atau orang di lingkungannya tertinggal. Ini sekaligus juga tantangan apakah orangtua bisa memperlakukan anak dengan adil. Kalau orangtua salah ya harus minta maaf. Jangan selalu merasa superior. Kadang maksud orangtua baik tetapi cara penyampaiannya salah,” ujar pria yang juga Direktur Sehita Indonesia ini. Orangtua juga harus mampu menyeimbangan kuantitas dan
kualitas dalam memberikan perhatian kepada anak. Hal ini juga disesuaikan dengan usia perkembangan anak. Lingkungan tempat anak tumbuh juga member kontribusi bagi pembentuk empati anak. Kalau lingkungannya baik, ia akan tumbuh menjadi anak baik. Sebaliknya, kalau lingkungan buruk, si anak pun akan tumbuh dengan mencontoh apa yang buruk di sekitarnya. Dewa Anom juga memaparkan empati tidak hanya untuk sesama manusia. Empati juga dapat ditunjukkan kepada mahluk hidup lain, seperti hewan dan tanaman. Dengan memelihara hewan atau tanaman, anak-anak sudah diajarkan membangun sempati sejak dini. Empati itu
juga harus tulus dan tidak berpaura-pura. Ia menyebutkan faktor internal dari dalam diri anak serta faktor eksternal dalam hal ini orangtua dan lingkungan bisa membantu pembentukan empati. Dari pengalaman yang pernah dilihat atau dialami, akan memperkuat empati yang sudah ada dalam diri. Empati yang tinggi ini akan menghasilkan perilaku moral yang tinggi, mudah bersosialisasi, dan menjadi lebih bertanggung jawab. “Empati ini komponen pokok pro sosial,” tegas pria kelahiran Bangli, 21 Oktober 1977 yang menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi di Malang dan S2 Sains di Surabaya ini. –Ngurah Budi
A
Lampu capung
Mendongeng Lima Menit
wal buka tahun 2009, pria asal Jakarta ini mengolah kayu-kayu pantai menjadi barang-barang pajangan, seperti pigura cermin. Sekitar tahun 2014, ia beralih ke besi-besi rongsok yang hanya sebagai barang pajangan. Karena peminatnya kurang, ia pun memutar otak untuk memberikan nilai fungsi pada besi rongsok ini. “Akhirnya saya jadikan lampu unik. Kebetulan permintaan pasar lebih banyak untuk membuat
interior lampu. Konsumen saya sebagaian besar warga Itali,” ungkapnya. Jika melewati showroomnya di Jalan Mertanadi Kerobokan, Kuta-Bali, di depan terlihat puluhan lampu minyak yang digantung berjejer. Di bagian dalam ruangan yang sekaligus sebagai workshop, tergantung beberapa stang sepeda dan motor tua, helm tentara zaman dulu, pipa besi, juga toples kerupuk zaman dulu, yang dikreasikan dan difungsikan sebagai lampu
sorot, lampu duduk, maupun lampu gantung. Produkproduk daur ulang limbah besi ini diberi nama sederhana sesuai dengan jenis produknya. Seperti, lampu helm, lampu stang, lampu pipa, dan lampu minyak. Menurut Suherman, kendala me-recicle ada pada bahan bakunya. Lampu model capung yang baru rampung dibuatnya itu saja berasal dari rongsokan knalpot, kaca helm, kaki banner, dan jaring-jaring bagian dalam komputer. -Inten Indrawati
bawang dan air mata
Bawang adalah putri tunggal dari sepasang suamiistri. Ia sangat dimanjakan. Segala permintaannya harus terpenuhi. Kalau tidak, ia menangis sejadi-jadinya. Ia meraung-raung kalau orang-tuanya Made Taro terlambat menyiapkan makanan. Ia mengamuk dan mencucurkan air mata, apabila kalah bermain dengan kawankawannya. Pada suatu hari boneka mainannya hilang. Ia menangis berguling-guling di depan orangtuanya. Ia minta untuk dibelikan boneka baru di kota. Sebelum boneka itu berdiri di depan matanya, si Bawang, anak manja itu, tak henti-hentinya mencucurkan air mata. Orangtuanya pusing memikirkan tingkah laku anaknya yang makin aneh dan makin menjengkelkan itu. Tiba-tiba pada suatu tengah malam, anak itu terbangun dan menangis. “Bapak! Ibu! Antarkan aku ke dalam hutan!” “Ngapain malam-malam ke dalam hutan? Di sana banyak raksasa,” jawab orangtuanya. Si Bawang bukannya takut. Ia malah menangis bertambah keras. Ketika orangtuanya lengah, ia keluar sendiri meninggalkan rumah dan langsung menyusup ke dalam hutan. Di dalam hutan itu ia sepuas-puasnya menangis dan mencucurkan air mata. “Jangan menangis, Bawang!” Tiba-tiba di depannya berdiri seorang Dewi Kayangan. “Tangis
dan air matamu sangat mengganggu ketenangan dewa-dewi di kahyangan.” “Siapa kau?” teriak si Bawang. “Sebelum permintaanku dipenuhi, aku akan menangis terus.” “Apa permintaanmu?” “Aku ingin Bapak dan Ibuku mengantarku ke dalam hutan.” “Kau gila, Bawang! Hutan ini sangat menyeramkan apalagi di malam hari. Berhentilah menangis! Kalau tidak, kau akan kuhukum!” ancam Dewi Kayangan. Anak yang bernama Bawang itu sungguhsungguh berhati sekeras batu. Ia memperkeras tangisnya sehingga air matanya membanjir. Dewi Kayangan amat marah, lalu katanya, “Hai, Bawang! Jadilah kau benda bulat yang menangis terus, namun tangismu tidak kedengaran dan air matamu tidak bercucuran.” Setelah ucapan itu, Dewi Kayangan menghilang. Keesokan harinya, pagi-pagi benar si Bawang berhenti menangis dan tidak mencucurkan air mata lagi. Ia terkejut ketika mendapati dirinya berbentuk bulat kecil seperti bola. Ia menangis, tetapi tangisnya tak terdengar. Ia berontak sehingga tubuhnya menggelinding dan akhirnya tiba di depan rumahnya. Pagi itu orangtuanya mencari-cari si Bawang yang menghilang. Ketika menginjakkan kaki di depan pintu, Ibu Bawang terheran-heran melihat sebuah benda bulat kecil. Ia mencium benda itu. Hmm…! Sedap benar! Ia mengambil pisau lalu mengiris benda itu. Di dalamnya terdapat banyak air. Aroma air itu menyusup ke matanya sehingga terasa perih. Ibu Bawang pun mencucurkan air mata. Konon air mata itu adalah tangis si Bawang yang dikutuk oleh Dewi Kayangan.
Beberapa lampu minyak tua yang siap “disulap” menjadi lampu unik
Lampu kaleng krupuk
Proses pembuatan lampu unik dari besi rongsok
Lampu minyak
Suherman
18
Kreasi
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
Sumringah Seni Tari Dari Kampus Sekolah Seni
P
greget inovatif. Bahkan tidak sedikit yang bebas terbang lega bereksperimentasi dalam raungan
tari kontemporer. Semuanya diberi ruang, sepanjang siap mempertanggungjawabkan. Sementara itu, bingkai-bingkai tema yang disodorkan juga bebas dilontarkan. Tampak tema kepahlawan, kedamaian, dan cinta banyak menjadi pilihan. Demikian pula pesan yang dituturkan masing-masing garapan semuanya ingin mengetuk kesadaran budi dan adab. Seni tari--kesenian pada umumnya, adalah nilai budaya yang memiliki arti penting dalam kehidupan manusia. Melalui ungkapan gerak estetis yang terpola, seni tari telah mengisi ruang dan waktu peradaban berbagai bangsa di dunia. Keindahan yang terungkap dalam seni tari merupakan cermin kebudayaan masyarakatnya. Kini di era modern di tengah arus globalisasi ini, seni tari juga berkembang dan mereposisi diri memperjuangkan eksistensi dirinya di tengah dinamika zaman. Tari Bali yang sudah menguak pada zaman prasejarah juga tak luput dari perkembangan dan perubahannnya. Tari yang berfungsi sakral keagamaan pun bertransformasi. Le bih-lebih pada lingkup seni tari sekuler dalam konteks wahana ekspresi estetik,
perkembangan dan perubahan itu nyata terlihat, seperti telah terlihat beberapa tahun belakangan dari kampus ISI Denpasar. Dunia tari adalah helaan nafas dan denyut nadi masyarakat Bali. Hampir dalam setiap ritual keagamaan selalu disertai dengan sajian seni tari. Selain ungkapan seni tari sebagai persembahan, sejak awal abad ke-20--sebelum era kemerdekaan--di Bali sudah mulai menguak cipta tari sebagai seni tontonan. Ekspresi estetik dengan bahasa gerak ini dipelopori oleh I Ketut Marya yang menciptakan tari Kebyar Duduk pada tahun 1925, I Nyoman Kaler menelorkan tari Panji Semirang dan tari Mergapati serta I Nyoman Ridet bersama I Wayan Likes melahirkan tari Tenun, semuanya pada tahun 1942. Pasca kemerdekaan, muncul nama I Gde Manik dengan tari Tarunajaya-nya pada tahun 1950 dan juga I Wayan Beratha dengan tari Tani pada tahun 1957. Sebelum munculnya Kokar dan ASTI (STSI-ISI)--era pendidikan formal seni pertunjukan di Bali-para kreator seni tari lahir secara alamiah dalam tempaan perjalanan hidup dan kultur
Story
Wajah Kratia (39) ge lisah. Sudah beberapa lama, ia terlihat duduk diam hanya termenung di depan komputer meja kantornya. Matanya sembab, tanda ia baru saja menangis. Sesekali ia menghela nafas panjang. Rekan-rekan satu kantor nya mencoba memahami diamnya Kratia, meski ada juga yang mencibir musibah yang dialaminya itu. Waktu itu, sudah seminggu Kratia bercerai dengan suaminya, Sahnap (40), seorang kar yawan dengan jabatan yang tergolong tinggi.
Jagat seni tari di Bali sedang menggeliat sumringah. Tengoklah pagelaran 29 karya cipta seni tari pada tanggal 27-31 Mei lalu di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Cipta tari besutan para koreografer muda itu menunjukkan totalitasnya masing-masing dalam rangka menuntaskan tugas akhirnya di lembaga pendidikan tinggi seni itu. Warna-warni karya cipta tari yang ditampilkan mencerminkan sikap dan visi berkesenian yang berkebhinekaan namun dalam satu asa untuk melahirkan cipta tari yang menggugah. Penonton yang setiap malam datang berdesakan, menyimak puspa ragam karya tari tersebut dengan sarat perhatian.
agelaran ujian tingk at sarja n a ( S1) bidang penciptaan ISI Denpasar memang banyak menyedot perhatian masyarakat pecinta seni pertunjukan, sejak lembaga ini masih bernama ASTI-STSI. Selain menggelar ujian karya seni pedalangan dan seni karawitan, pentas ujian seni tari telah menghadirkan beragam karya cipta yang pantas disimak dan diapresiasi. Para mahasiswa tingkat akhir dengan konsentrasi penuh berproses kreatif serta bereksplorasi menggali berbagai kemungkinan estetik. Dalam pentas ujian tersebut, mereka--para seniman muda yang disemai secara akademis itu--sering melibatkan penari atau penabuh dari lingkungan komunitasnya masing-masing. Aneka pengejawantahan estetik, tema, pesan moral dan kultural dapat disimak penonton dari pagelaran ujian seni tari selama lima malam itu. Ada yang berkarya berpegang pada pakem seni tradisi. Ada yang berolah cipta, berkreasi deng a n
Life
D
lingkungan zamannya masing-masing. Mereka berkesenian sematasemata didorong oleh getaran hati tanpa berpretensi untuk mencipta dalam pengertian sekarang. I Marya misalnya yang secara internasional lebih popular dikenal dengan nama I Mario, melahirkan tari Kebyar Duduk atau tari Terompong secara tidak terencana, yang, secara spontanitas merespon gamelan kebyar yang baru pertama kali di dengarnya. Sebutan koreografer dalam arti pencipta atau penata tari belum begitu dikenal di Bali pada era Marya, Kaler, Ridet dan Manik. Kendati demikian, karya cipta seniman alam itu masih kukuh monumental di tengah masyarakat masa kini. Pencipta tari masa kini yang kebanyakan mendapat asupan teori seni di bangku formal, justru karya-karyanya tak banyak dikenal masyarakat. Ratusan karya cipta seni tari lahir dari buah pemikiran para seniman plus sarjana itu berseliweran gamang seakan tak kuasa menambat hati masyarakat kekinian. Bahkan hampir sebagian besar karya seni tari yang ditampilkan dalam pagelaran ujian ISI Denpasar hanya mengalaman pentas perdana saja. Sangat disayangkan, sesudah dinilai oleh tim penguji, langsung tenggelam b a k disapu
tsunami. Padahal bila dicermati, karya cipta tari seniman sekolahan itu banyak yang berbobot. Tengoklah misalnya karya tari yang dikembangkan dari pakem legong olahan Ni Nyoman Ayu Kunti Aryani bertajuk “Legong Rebab”. Melalui titik pijak inspirasi instrumen berdawai rebab, dieksplorasi secara kreatif pola koreografi tari legong dalam formulasi tari yang apik menawan, berona klasik menggigit dilantuni gamelan slonding nan bening. Simak pula tari kreasi “Stri Wiroda” karya Made Ayu Desiari yang mengisahkan penghinaan lahir-batin yang diterima Dewi Drupadi, saat Pandawa kalah berjudi dicurangi Korawa. Tataan koreografi dan visualisasi dramatik dari tari ini sungguh menggetarkan relung moralitas penonton. Kadek Suartaya
i kampungnya di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kratia lahir sebagai anak tunggal dari keluarga berada. Hidup senang sejak kecil membuatnya tidak kekurangan apa-apa. Hanya saja, menurutnya (kini), dominasi ibunya terhadap ayahnya, rupanya membentuk cara berpikirnya bahwa itu sesuatu yang lumrah dan biasa. Situasi itu, secara otomatis menjadi didikan dalam keluarga kecil Kratia. “Sejak kecil, Kratia melihat ibunya selalu mendominasi ayahnya, semena-mena, kasar dan semaunya pada ayah Kratia,” ungkap Sundari, sahabat Kratia yang menjadi tempat curhatnya Kratia selama ini. Ini akhirnya terbawa sampai Kratia berumah tangga. Suami Kratia yang sabar dan nrimo, kerap mendapatkan perlakuan kasar dari Kratia. “Kratia bahkan tidak segan-segan memaki dan membentak suaminya di depan umum. Itu terjadi terus menerus bahkan sampai mere
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
7
Janji Ubah Perilaku di Pernikahan Kedua ka memiliki tiga orang anak,” kata Sundari. Kekasaran Kratia juga tidak pandang tempat dan situasi suaminya yang lumayan memiliki jabatan yang baik di kantornya. Mungkin inilah yang kemudian membuat Sahnap tidak sanggup lagi mempertahankan rumah tangganya. Sahnap lalu jatuh hati pada seorang perempuan yang tampak memiliki sopan santun dan sangat hormat pada dirinya. “Ini yang tidak didapatkan Sahnap pada Kratia selama hidup berumah tangga bertahun-tahun lamanya,” ujar Sundari yang sesungguhnya juga kesal dengan sikap Kratia. Sundari sudah berkali-kali mengingatkan Kratia untuk memperbaiki sikapnya. Namun, mungkin karena Kratia merasa suaminya bisa terus menerimanya, maka nasihat sahabatnya ini sama sekali tidak ia pedulikan. Mengetahui suaminya berpacaran dengan perempuan lain, Kratia naik pitam. Seperti biasa, ia mencaci maki suaminya itu dan kekasaran demi kekasaran terus ia tunjukkan. Situasi ini bukannya membuat Sahnap takut, melainkan semakin menjauh darinya. “Kratia sebenarnya sudah mulai takut kehilangan Sahnap waktu itu,” ujar Sundari. Namun Kratia tidak bisa memperbaiki sikapnya sedangkan kekasih Sahnap makin membuat Sahnap te nang dan bahagia. “Puncaknya Sahnap akhir nya menikahi kekasihnya dan
“Kratia sampai me mohon-mohon agar suami nya tidak pergi bersama kekasihnya itu. Ia bah kan bersujud mencium kaki suaminya di depan orang-orang agar tidak menceraikannya”
menceraikan Kratia, meninggalkan Kratia dan tiga anaknya,” ujar Sundari. Di sanalah rupanya Kratia baru benar-benar sadar. Ia terpukul luar biasa mendapati suaminya pergi meninggalkannya begitu saja. “Kratia sampai memohon-mohon agar suaminya tidak pergi bersama kekasihnya itu. Ia bahkan bersujud mencium kaki suaminya di depan orang-orang agar tidak menceraikannya,” kata Sundari. Tapi kala itu, lanjut Sundari, Sahnap seperti sudah tertutup pintu hatinya. Ia sama sekali tidak mempedulikan Kratia. Inilah yang membuat kekasih Sahnap mau dinikahi Sahnap. “Karena dia tahu kalau pintu hati Sahnap sudah tertutup untuk Kratia dan Sahnap sudah siap untuk menceraikan Kratia,” ujar Sun-
dari. Bujukan dan rayuan dari mertua Sahnap (orang tua Kratia) agar Sahnap mengurungkan niatnya menceraikan Kratia tak mampu meluluhkan hati Sahnap untuk kembali pada Kratia. “Sahnap sampai mengatakan bahwa ia lebih baik mati dari pada kembali lagi pada Kratia,” kata Sundari. Sahnap lalu hidup bahagia dengan istrinya yang seorang janda itu. Istri yang lemah lembut dan memiliki sikap sopan santun serta sangat menghargai Sahnap. Meski mereka hanya menikah siri Sahnap sungguh membuatnya menjadi seorang
suami yang dihormati. DUKUN BERTINDAK Lelaki mana yang tidak terbuai dengan perempuan seperti itu. Karena selama ini, Kratia hanya menyodorkan “neraka” dalam rumah tangganya. Kirakira seperti itulah tanggapan kawan-kawan Kratia dan orangorang yang mengenalnya. Ba nyak orang mencibir dan men cemooh dengan kata kapok! ketika Kratia ditinggal suaminya. Itu buah dari prilakunya yang semena-mena. Saat Kratia benar-benar merasa hidupnya jatuh akibat ulahnya sendiri itu, jabatan suaminya makin tinggi. “Saat pelantikan naik jabatan, Sahnap bahagia didampingi istri sirinya,” kata Sundari. Sahnap dan Kratia yang sudah resmi bercerai, membuat hancur hati Kratia. Usaha untuk “mengembalikan” suami nya terus dilaku-
kan. Bujukan dan rayuan agar Sahnap kembali hingga ancaman dan teror pada istri siri Sahnap mulai terjadi. Hingga konon, kata Sundari, dukun bertindak. Entah apa yang terjadi, setahun berlalu, bujukan dan rayuan yang konon dibumbui dengan “jampi-jampi dukun” membuat Sahnap mulai perhatian pada Kratia. Sementara istri Sahnap
mulai merasa tidak nyaman hidup bersama Sahnap karena banyaknya semacam teror dan ancaman yang dirasakannya. Hubungan mereka yang harmonis terganggu dengan kekacauan yang diduga dibuat Kratia. “Sampai istri siri Sahnap minta diceraikan saja karena tidak ingin menanggung hidup penuh gangguan,” kata Sundari. Mereka resmi bercerai. Sedikit demi sedikit Kratia mulai mendapatkan perhatian Sahnap, sampai akhirnya dengan segala cara ia mendapatkan kembali suaminya itu. Anak menjadi alasan utama buat Sahnap untuk kembali pada Kratia. “Anak-anaknya sakit-sakitan, ada juga yang menjadi pendiam tidak ingin bergaul. Sepertinya inilah yang membuat Sahnap berbalik pada Kratia,” lanjut Sundari. Saat mereka berdamai, Sahnap mulai membuat aturan bahwa Kratia tidak lagi boleh semena-mena pada dirinya. Perjanjian ini dilakukan di depan seluruh keluarga besar Kratia dan Sahnap. Akhirnya atas janji Kratia untuk menghormati dan memperlakukan Sahnap layaknya seorang suami, mereka pun akhirnya mengucapkan ijab Kabul pada akad nikah di pernikahannya yang kedua ini. Ijab Kabul ini menyatukan kembali Kratia dan Sahnap. Kratia berjanji akan me ngubah prilakunya. “Sepertinya janji itu dipatuhi Kratia. Saya melihat ia tidak lagi kasar dan semena-mena pada Sahnap. Terlihat pula ia takut sebagai tanda hormat pada suaminya,” ungkap Sundari yang ikut bahagia melihat sahabatnya itu menemukan kembali kebahagiaan, bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan juga untuk Sahnap dan keluarganya. -Naniek I. Taufan
6
Women on Top
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
Anak Agung Ayu Ketut Agung
Hanya 2 Jam Profesi penata rias bukanlah profesi main-main yang bisa ditempuh dalam waktu yang singkat. Benar memang, jam terbang tinggilah yang akan semakin mengasah keterampilan dan kepiawaian seseorang dalam bidang tertentu. Dan tak berlebihan pula jika pernyataan tersebut melekat pada diri seorang Anak Agung Ayu Ketut Agung, pemilik Salon Kecantikan Agung, LKP Agung, dan PKBM Agung.
S
udah berpuluh-puluh tahun ia bergelut dengan make up, tata rias rambut dan busana daerah Bali. Tak mengherankan pula jika banyak orang yang mempercayakan tata rias dan busana untuk momenmomen istimewa ditangani oleh Bu Agung-sapaan akrabnya. Tata rias sudah menjadi bagian hidup Bu Agung. Bahkan, saking sudah mendarah dagingnya, memasang bunga untuk hiasan kepala pengantin saja bisa diselesaikannya dalam waktu 5 menit. Demikian halnya ketika merias 16 orang penabuh wanita dari berbagai etnik (sebagaiannya berkewarganegaraan Jepang) disatukannya dengan busana tengkulu lelunakan. Para penabuh ini adalah grup The Ari Suta Centre Gamelan Philharmonic pimpinan Oti Ary Suta
yang tampil menghibur dalam pembukaan Rakernas Dekranasda (Dekranas) yang digelar Rabu (3/6) di Gedung Smesco, Jakarta. Ini untuk kesekian kalinya Bu Agung diundang khusus merias mereka di gedung tersebut. Keenam belas penabuh yang tersebut dirias Bu Agung dan perias cilik Sagung D iva Wa s tuningtyas hanya dalam waktu 2 jam. Sagung Diva memasang make
Bahaya Nyeri Dada dr. Putu Daivi Prakriti
Tubuh kita memiliki ‘bahasa’ tersendiri untuk berkomunikasi dengan kita. Namun, ‘bahasa tubuh’ ini seringkali tidak kita indahkan, bahkan kita remehkan. Padahal, di zaman modern ini berbagai informasi, terutama mengenai kesehatan bisa kita dapatkan dengan instan. Kita hanya perlu membuka mata, telinga dan pikiran untuk mendapatkannya.
S
alah satu ‘bahasa tubuh’ yang sering kita remehkan adalah nyeri dada. Nyeri dada bisa bermacam-macam, tergantung jenis masalah yang ingin dikomunikasikan oleh tubuh. Masalah tersebut bervariasi dari masalah otot, refluks makanan atau cairan dari lambung, infeksi atau radang pada paru-paru dan jaring an sekitarnya, kebocoran udara dari jaringan paru, sumbatan pada pembuluh darah paru hingga serangan jantung. Menurut sebuah penelitian dari CDC di Amerika Serikat, pada tahun 2008 saja, 9% dari seluruh pasien yang datang mencari bantuan medis ke Unit Gawat Darurat mengeluhkan nyeri dada. Pada tahun yang sama, 25.8% pasien yang memanggil ambulans juga dikatakan mengeluhkan nyeri dada. Penelitian lain di Inggris menyatakan bahwa pada populasi umum, 20-40% dari populasi akan mengalami nyeri dada dalam hidupnya. Jumlah yang cukup tinggi, namun, apakah semua nyeri dada perlu diwaspadai? Nyeri dada seperti apakah yang perlu kita waspadai? Tipe nyeri dada secara umum dapat dibagi menjadi 2 berdasarkan sumber nyerinya, yaitu cardiac dan non cardiac,
atau bahasa mudahnya, jantung dan bukan jantung. Pertanyaan yang umum ditanya kan dokter pada pasien yang datang dengan nyeri dada misalnya : sejak kapan? Seperti apa nyerinya? Apa yang memicu munculnya nyeri tersebut? Bila nyeri dada timbul mendadak, atau kurang dari 24 jam sebelum kunjungan ke dokter dilakukan, pada umumnya pasien menganggap nyeri tersebut cukup berat sehingga pasien tersebut menghentikan kegiatannya untuk mencari bantuan medis. Pemicu nyeri dada juga penting untuk diperhatikan. Apakah nyeri dada muncul setelah mengalami cedera atau pukulan pada bagian dada, atau setelah beraktivitas atau mengalami stress yang berat? Nyeri dada yang dipicu oleh cedera pada bagian tersebut dapat dikarenakan oleh masalah ringan seperti cedera otot, atau yang lebih berat seperti patah tulang
Bu Agung dan Sagung Diva bersama keenambelas penabuh The Ari Suta Centre Gamelan Philharmonic
up, Bu Agung memasang tengkuluk lelunakan dan bunga. Biasanya jumlah penabuh yang dirias mencapai 40 orang, yang juga ditanganinya hanya dalam waktu 2 jam, namun dengan tambahan tim perias. “Kalau merias sampai 300 orang saat potong gigi missal, jumlah oeriasnya d i t a m bah lagi, dan semua kelar dalam 2 jam,” ujarnya.
iga hingga kebocoran paru-paru atau ‘pneumothorax’, dan kebocoran jantung atau ‘cardiac tamponade’. Nyeri dada akibat cedera berat seperti yang telah disebutkan umumnya disertai dengan kesulitan bernapas, bahkan hilang ke sadaran. Nyeri dada yang timbul setelah beraktivitas berat ataupun akibat stres bisa jadi disebabkan oleh masalah jantung, misalnya serangan jantung. Kasus-kasus yang demikian membutuhkan penanganan medis yang cepat dan tepat. Bila sampai terlambat, fatal akibatnya. Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah lokasi nyeri dada. Masalah jantung yang serius seringkali dirasakan di bagian tengah atau kiri dada. Terkadang, nyeri dada dapat berpindah atau menjalar. Hal ini patut disebutkan pada dokter yang menangani anda, karena gejala masalah jantung yang khas seringkali berupa penjalaran ke arah lengan atau tangan kiri, rahang, ataupun leher. Penjalaran nyeri tersebut dikarenakan oleh perjalanan saraf nyeri yang melewati bagian-bagian tubuh yang bersangkutan. Tak jarang pula nyeri tersebut disertai rasa seperti kesemutan. Persepsi seseorang terhadap kualitas nyeri pun berbeda-beda. Misalnya, terasa seperti ditekan, berat, atau hanya rasa tidak nyaman, nyeri tajam, rasa seperti terbakar atau perih, bahkan mual. Asal nyeri juga dapat dibedakan berdasarkan nyeri somatis (misalnya: kulit atau otot) atau viseral (organ dalam, misalnya jantung). Nyeri somatis umumnya mudah disebutkan posisinya, dapat berkurang atau bertambah dengan pergerakan tertentu dan seringkali dirasakan sebagai nyeri tajam, sedangkan nyeri viseral lebih sulit digambarkan baik dalam hal kualitas maupun lokasinya secara tepat. Pada umumnya, gejala nyeri viseral seperti yang disebutkan di atas patut diwaspadai. Dokter pada umumnya akan mengambil foto rontgen dada dan rekaman listrik jantung atau elektrokardiogram. Foto rontgen dada dapat mengungkapkan adanya masalah pada paru-paru, pembesaran jantung, dan struktur lain di
Pelan tapi pasti, tengkuluk lelunakan makin populer digunakan dalam acara-acara besar maupun kecil, untuk penyambut tamu, MC, dan lainnya, sehingga tak lagi menggunakan tata rias pengantin yang disakralkan, seperti payas agung. Bu Agung memang kerap berpartisipasi busana dan tata rias untuk beberapa event. Salah satunya merias penari pendet lansia Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara dalam Hari Lansia di Gedung Sewaka Dharma, Denpasar belum lama ini. Bu Agung juga menponsori merias 13 orang pembawa papan nama kabupaten untuk pembukaan Porsenijar Provinsi Bali, Kamis (5/6), juga menggunakan busana tengkuluk lelunakan. Ketigabelas orang ini juga ditanganinya hanya 2 jam bersama anak kejar paket B, Ni Komang Widiasih asal kintamani. Komang adalah anak didik Bu Agung dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agung. Anak-anak PKBM ini, oleh Bu Agung, selain mendapatkan pendidikan formal juga dibekali keterampilan tata rias untuk
kemandiriannya kelak.
DISKON 50% KURSUS TATA RIAS Untuk mengisi liburan sekolah serta untuk lebih menyosialisasikan dan membangkitkan minat masyarakat dalam tata rias dan busana adat Bali, LKP Agung memberikan diskon 50% kursus regular. Materi yang diajarkan mencakup 3 paket yakni Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas nista, payas madya, payas agung, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). Disediakan juga beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Syarat dan ketentuan berlaku. Silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com. –kasih
Nyeri dada seperti apa yang perlu diwaspadai? Sumber: www.healthscopemag.com
dalam dada. Pengambilan sampel darah juga diperlukan untuk mengetahui kondisi dan fungsi darah secara umum, serta berbagai organ penting dalam tubuh. Pemeriksaan darah terutama diperlukan untuk mengetahui adanya cedera pada otot jantung yang mungkin disebabkan oleh sumbatan pada salah satu pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah menuju otot jantung itu sendiri. Sumbatan tersebut mengakibatkan kurangnya asup an darah yang menghidupi otot jantung, sehingga otot tersebut akan melemah kemudian mati. Inilah yang disebut sebagai serangan jantung, atau istilah medisnya ‘myocardial infarction’. Bayangkan saja, bila otot jantung yang memiliki fungsi krusial untuk memompa darah ke seluruh tubuh kita, terganggu fungsinya. Apa yang akan terjadi pada tubuh kita? Bila kita tidak awas mengenali gejala awalnya dan bantuan medis tidak didapatkan tepat pada waktunya, kematian otot jantung akan meluas dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, tidak mampu beraktivitas seperti biasanya, hilangnya kesadaran, bahkan kematian. Kematian dapat terjadi lebih cepat bila sumbatan terjadi pada satu atau lebih pembuluh darah utama yang menyuplai
bagian jantung yang luas. Siapa saja yang perlu waspada me ngenai gejala nyeri dada ini? Jawabannya adalah semua orang yang mampu bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan orang lain di sekitarnya. Nyeri dada dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan pada siapa saja. Bila kita menyadari bahwa nyeri tersebut merupakan hal yang perlu diwaspadai, kita dapat mencari bantuan medis secepatnya, atau membantu orang lain yang mengalaminya untuk mencari bantuan medis. Kesimpulannya, kita harus lebih tanggap terhadap ‘bahasa’ tubuh kita. Nyeri dada merupakan salah satu dari ‘bahasa’ tubuh yang perlu kita waspadai, karena dapat menjadi pertanda adanya gejala penyakit yang serius, misalnya serangan jantung, kebocoran paru, dan lain sebagainya. Dengan mengenali gejala nyeri dada yang patut diwaspadai, seperti nyeri dada yang sulit ditentukan lokasinya, kualitasnya, atau disertai dengan sesak nafas dan disebabkan oleh cedera pada dada, kita akan tahu kapan kita perlu mencari bantuan medis secepat nya sehingga kemungkinan yang fatal dapat dicegah. Semoga artikel ini dapat membantu.
Banyak orangtua me ngeluh bahwa mendidik anak zaman sekarang lebih sulit dibanding anak jaman dulu. Anak sekarang dinilai lebih berani dalam men debat atau berargumentasi dengan orangtuanya. Mereka juga berani mengungkapkan ketidaksetujuannya tentang sesuatu hal, yang kadang dengan cara-cara yang kasar. Lalu, apa yang membuat anak-anak sekarang lebih berani pada orangtua diban ding anak zaman dulu? Apa yang membuat anak zaman sekarang suka ‘melawan’ atau memberontak pada orangtuanya?
M
enurut praktisi pendidikan anak, Edy Wiyono atau populer dengan sapaan Ayah Edy, ada banyak faktor yang melatarbelakangi hal tersebut. Tapi, sebenarnya mendidik anak, baik zaman dulu ataupun zaman sekarang, adalah sulit atau tidak mudah. Penulis buku ‘Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak’ ini mengatakan anak zaman dulu tidak tahu bagaimana caranya melawan. Jadi sekalipun kita memiliki pandangan berbeda dari orangtua, umumnya kita diam saja. Tapi sekarang berbeda. Anak-anak memiliki ‘contoh’ untuk melawan. Mungkin mencontohnya dari tayangan sine tron. Akibatnya orangtua merasa semakin kesulitan. “Kalau dulu ketika kita kecil, hanya ada satu TV yaitu TVRI. Kalau sekarang begitu banyak stasiun TV yang menyajikan banyak acara yang kurang baik jika ditonton anak-anak, mulai dari sinetron, kekerasan, iklan, dll. Dulu, kalau kita tidak cocok (pandangan) dengan orangtua, kita hanya diam. Kalau orangtua melototin, kita hanya menunduk. Tapi sekarang, kalau orangtua melotot, anak balas melotot atau bahkan kabur dari rumah kalau dimarahi. Tayangantayangan televisi banyak yang mencontohkan bentuk-bentuk perlawanan terhadap orangtuanya. Itu menginspirasi anak. Jadi itu adalah salah satu faktornya,” papar praktisi multiple intelligence dan holistic learning ini. Hal lainnya adalah soal asupanasupan gizi pada makanan anak yang membuat anak-anak lebih aktif dan lebih berani. Asupan-asupan itu, kemungkinan telah merangsang fungsi otak sehingga fungsi otak menjadi lebih kuat, energinya lebih tinggi, dan itu menyebabkan dia berani melakukan perlawanan dan memiliki banyak akal. Soal banyaknya tayangan televisi yang berpengaruh buruk pada anak mendapat sorotan yang cukup serius dari Ayah Edy. Bayangkan saja, bukan hanya sinetron-sinetron yang memberi pengaruh buruk bagi anak tapi juga iklan-iklannya. Karena itu, kata bapak dua anak ini, anak-anaknya dilarang nonton acara-acara televisi. “Di rumah kami ‘tidak ada’ televisi. Dulu ketika ada televisi mereka lebih banyak menghabiskan waktu non-
19
Dulu Diam Sekarang Banyak “Contoh” ton televisi. Akhirnya diputuskan untuk tidak nonton siaran televisi. Awalnya mereka protes tapi lama kelamaan mereka terbiasa. Apalagi kami sebagai orangtua mengisi waktu luang mereka dengan berbagai macam kegiatan bermanfaat ,” jelas Edy yang telah 14 tahun menekuni dunia pendidikan anak. Ketika orangtua melarang sesuatu tentu ada yang dikompensasikan. Seperti misalnya, ketika anak dilarang nonton televisi maka orangtua menggantinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi waktu anak. Misalnya, kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan hobi anak, dll. Kalau kita perhatikan acaraacara televisi dari pagi sampai malam, lanjut Ayah Edy, banyak sekali acara-acara yang sifatnya kurang baik (ditonton) anak-anak. “Bahkan pada tayangan iklan saja, anak masih kecil-kecil sudah diajarkan pacaran segala, acara bersifat kekerasan, dll,” tambahnya. Ini, bukan ‘mengkambinghitamkan’ acaraacara televisi tapi faktanya memang demikian. Bahwa, tayangan televisi ikut andil dalam mempengaruhi prilaku buruk anak. MENDIDIK ANAK, MENDIDIK ORANGTUA Ayah Edy menambahkan sekolah yang didirikannya ‘Maha Karya Gangga’ yang berada di Buleleng Bali, bukan hanya lembaga tempat mendidik anak-anak tapi juga para
Edy Wiyono
orangtua. Sekolah yang memiliki konsep berbeda dengan sekolah umum lainnya ini, membuka pendidikan untuk anak-anak TK, SD, SMP dan SMA. “Sekolah ini berbeda dari sekolah pada umumnya. Pendidikan prilaku anak salah satu yang utama disini, khususnya untuk anak TK dan SD. Di sekolah ini bukan hanya anak-anak yang dididik tapi juga orangtua,” ungkapnya. Menurut Ayah Edy untuk mencetak generasi penerus, anak-anak yang sukses dimasa depan maka yang pertama kali harus dibenahi adalah prilakunya. Ini khususnya pada anak-anak TK hingga SD. Karena itu, pada tiga bulan pertama mereka bersekolah, tidak ada pelajaran lain selain yang berkaitan
dengan attitude. “Tidak belajar apaapa selain memperbaiki attitude. Target pertamanya adalah pada TK dan SD. Jika TK dan SD sudah benar, maka selanjutnya (SMP dan SMA) prilakunya akan benar. Tentu saja itu semua harus terus dipelihara dan dimonitor,” jelasnya. Karena biasanya, prilaku pemberontakan pada anak mulai terjadi saat TK ke SD. Setelah itu akan muncul lagi pada masa SMP. “Coba perhatikan dan ingat-ingat masa susahnya dalam mendidik anak. Jadi kalau pada masa TK ke SD-nya ‘cair’ maka selanjutnya pada masa SMP tidak ada lagi pemberontakan. Yang memberontak itu karena saat TK dan SD-nya ’ tidak cair’. Jadi kebanyakan kalau SMP dan SMAnya nakal, itu karena saat TK ke SD penanganannya tidak tuntas,” papar Ayah Edy yang telah melahirkan banyak buku parenting. Yang menarik, bimbingan bukan hanya untuk para murid tapi juga para orangtua murid. Misalnya saja, jika seorang anak memiliki attitude bermasalah, dan setelah diselidiki ternyata sumbernya adalah dari rumah, maka pihak orangtua akan dipanggil. “Kita akan jelaskan kalau attitude yang bermasalah ini muncul karena pola asuh ibu/bapak. Itu bakal kelihatan kok dari mana sumbernya. Kita kan sudah terbiasa berhadapan dengan masalah seperti ini, terbiasa mengait-kaitnya. Jadi anak tersebut tidak bakal berubah kalau ibu/bapak tidak berubah. Jika
itu dilakukan (perubahan), saya yakin dalam tiga bulan prilaku anak akan berubah,” tegasnya. Sepanjang orangtua menginginkan anak berubah, bimbingan kepada orangtua akan dilakukan. “Kami mengajak orangtua berubah supaya anak juga bisa berubah. Karena kalau orangtua tidak berubah, anak pun tidak akan berubah. Jadi misalnya orangtua suka berkatakata kasar, kami akan membimbing agar kata-kata kasar dalam berbicara kepada anak tidak diucapkan lagi. Yah kalimatnya diubahlah. Juga kalau sering marah, maka hal itu harus dikurangi. Jadi kami memberi konseling kepada para orangtua,” jelasnya. Menurutnya, anak nakal tidak dilahirkan secara alami tapi dibentuk oleh lingkungan. Semua dimulai dari lingkungan paling kecil yakni keluarga. “Jadi kalau di lingkungan keluarga si anak mendapat perhatian yang tepat dan orangtua tahu cara mendidik anak dengan benar maka diyakini anak tidak akan keluar jalur,” kata Ayah Edy, memopulerkan slogan ‘Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga ‘. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengasuh anak secara baik. Salah satu di antaranya adalah menjadi teladan yang baik bagi anak, menyalurkan energi aktif anak ke olah raga dan kegiatankegiatan kreatif lainnya, memetakan dan mendukung potensi unggul anak sejak dini, dll.—Diana Runtu
Rajin Belajar demi Cita-cita Kalau aku besar nanti, aku mau jadi ilmuwan. Demikian jawaban yang dilontarkan Putu Bintang Fedora, siswa kelas IV SD Percontohan (SDP) Negeri Tulang ampiang, Denpasar ini, saat ditanya cita-citanya kelak. Sulung dari tiga bersaudara ini, mengatakan, ketertarikannya itu, karena menilai seorang ilmuwan orang yang hebat. “Ilmuwan bisa menciptakan se suatu yang baru, yang bisa berguna bagi umat manusia,” tuturnya. Untuk menunjang impiannya itu, bocah usia 10 tahun ini, me ngaku rajin belajar. “Biasanya pulang sekolah langsung buat PR,” kata Bintang. Walau, kadang, ia mengaku, suka main sepeda dulu, sebelum mengerjakan PR. Bintang mengatakan, belajar dilakukan tiap hari, setiap sore setelah mandi. Ia juga, rutin membantu mengerjakan pekerjaan rumahtangga seperti membuang sampah. Bintang selalu tertarik hal-hal yang baru. Karena menurutnya, ilmuwan itu harus bisa menciptakan sesuatu yang baru. Saat ini, ia masih tertarik mengamati perkemba ngan tumbuh-tumbuhan. Ia mulai melakukan beberapa percobaan, mulai dari menanam biji kacang tanah dan kacang hijau. Setiap hari, ia cek bibit tersebut, apakah
dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, ia juga rajin belajar membuat komik. Ia menuturkan, saat melihat satu permainan di komputer, ia pasti tertarik untuk mencurahkan ke dalam kertas gambar. Menurutnya, gambar yang ia buat, lebih mengarah ke animasi. Selain suka dengan permainan animasi, ia juga memilih permainan edukasi di komputer seperti memasang puzzle, membuat rumah, memasak makanan, teka-teki dll. “Saya pernah bereksperimen membuat puding bersama adik. Kemudian dicetak dengan cetakan lucu-lucu atau dibentuk sendiri sesuai kreasi,” tutur bocah yang suka sekali main sepakbola ini. Saat ini, Bintang belum tahu mau jadi ilmuwan di bidang apa. Tapi, ia mengatakan, sangat suka pelajaran IPA, Bahasa Inggris, dan agama. Saat hari libur, ia selalu meminta orangtuanya mengantar ke toko buku. Setelah berkeliling, pasti ada saja buku yang ia beli. “Saya suka sekali membaca,” tutur kakak dari Made Oriont Fedora ini. Kesukaannya pada komputer juga melatih imajinasinya untuk belajar membuat animasi. Hal ini didukung orangtuanya yang menekuni dunia software. Lain lagi penuturan Nyoman Damma Aryastika Dhananjaya, siswa kelas 2 SD 8 Dauh Puri Denpasar
Putu Bintang Fedora
Nyoman Damma Aryastika Dhananjaya
ini. Bocah usia 8 tahun yang suka pelajaran matematika dan Bahasa Indonesia ini mempunyai cita-cita ingin jadi dokter. Ia melihat sang kakek dan pamannya seorang dokter membuatnya ingin juga menjadi dokter. Dalam benaknya terlintas, dokter adalah orang baik yang suka menolong orang lain. “Kalau Damma jadi dokter bisa mengobati orangtua kalau sakit,” tuturnya. Untuk menujang cita-citanya itu, Damma rajin belajar. Biasanya, jika menemukan kesulitan dalam bela-
jar, ia bertanya pada ibu dan sang kakak. Untuk pelajaran matematika dan bahasa Inggris, ia tanyakan ke kakaknya Wik De yang sekolah di SMAN 4 Denpasar. Sementara, pelajaran tematik, bahasa Bali, ia tanyakan ke ibunya, yang lebih sering menemaninya belajar. Untuk pelajaran menggambar dan keterampilan, Damma suka bertanya kepada Sanji, kakak perempuannya. “Damma sudah berjanji kepada bapak dan ibu, akan rajin belajar agar cita-cita menjadi dokter tercapai,” tutur Damma. –Wirati Astiti
20
Nine
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Sastrawan tidak akan pernah Mati “Orang yang sedang jatuh cinta tak boleh terlalu mendengar banyak larangan”.
K
alimat ini membuka lembaran pertama buku antologi cerpen berjudul Interior Nikolo karya Imtihan Taufan, sastrawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Antologi cerpen ini mengundang perhatian seorang perempuan untuk mengungkapkan telaahan sastranya yang kemudian mendapat sambutan hangat dari para sastrawan di Mataram. Hj. Erika Zainul Majdi, mendapat applaus dari para peserta bedah buku usai menjadi keynote speaker dalam acara bertajuk Imtihan Taufan: Interior Nikolo dan Pemikiran Besar Seniman yang digelar di Museum Negeri beberapa waktu lalu. Meski bukan seorang sastrawan, Erika menunjukkan kapasitas intelektualnya dalam makalah yang dibawakannya berjudul Nikolo (Tidak Pernah) Hilang. Judul ini seperti mematahkan salah satu judul cerpen dalam antologi tersebut berjudul Nikolo Hilang. Cerpen
Dr. Nuryadi dengan makalah berjudul Gejala Absurditas dan Naturalisme Mengkerangkai Nikolo. Keduanya adalah dosen sastra dari Universitas Mataram. Lihatlah kajian Erika berikut ini. “Bagaimana kita menyikapi kematian seorang seniman dan sastrawan seperti Imtihan Taufan? Mungkin sebagian besar orang akan menyatakan ungkapan klise, ‘Kita telah kehilangan seorang sastrawan’. Ungkapan itu bagi saya terdengar agak aneh. Karena bagi saya, seorang sastrawan itu ‘tidak bisa mati’. Meski raga sang sastrawan tidak bisa melawan hukum kefanaan, namun Chairil Anwar tidak pernah mati. Hamka tidak pernah mati. Pun begitu dengan W.S Rendra. Mereka adalah makhluk-makhluk abadi,” ujarnya. Erika mengatakan bahwa sastrawan itu adalah pemikir intelektual. Eksistensi mereka yang tidak bisa dibantah karena menjadi satu-satunya
Hj. Erica ZM menyerahkan buku karya Imtihan Taufan kepada seniman kawakan Mustakim Biawan, sebagai tanda peluncuran karya sastra tersebut
ini merupakan cerpen terakhir yang ditulis oleh Imtihan Taufan sebelum ia berpulang menghadap Sang Khalik, 9 April 2015. Terbilang sangat jarang, seorang perempuan khususnya di NTB bicara tentang sastra dalam kapasitas sebagai pembicara kunci. Namun, Erika mengerti benar bagaimana menyambung suasana bersama para seniman dan sastrawan yang hadir kala itu. Peluncuran dan bedah buku ini selain dihadiri para seniman dan sastrawan serta mahasiswa, juga dihadiri oleh Ketua Ombustman Adhar Hakim, Asisten II Setda. Provinsi NTB, Drs. HL. Gita Aryadi dan Kepala Dinas Budpar NTB, Drs. HL. Faozal juga Kepala Museum Negeri NTB serta Kepala Taman Budaya NTB. Erika bicara sastra bersama dengan dua pembicara lainnya, yakni Prof. Mahyuni yang juga menyampaikan makalah dan
kebenaran yang ada di dunia ini, adalah ‘aktifitas berpikir’. Dan produk pemikiran itu, baik logis maupun estetis, lantas mereka tuliskan sebagai karya intelektual maupun karya kebudayaan. “Itulah ‘strategi pengabadi-an diri’ mereka ketika jasad meniada,” ungkapnya. Erika menjadi perhatian kala itu, karena kajiannya yang mendalam. Kongso Sukoco, Ketua Dewan Kesenian NTB yang menjadi moderator dalam diskusi tersebut, mengungkapkan kekaguman pada kajian yang dilakukannya, lebih-lebih perhatian Erika pada seniman dan sastrawan sehingga meluangkan waktu secara khusus untuk menjadi keynote speaker di acara tersebut. “Ini langka istri seorang gubernur hadir dalam porsi yang besar pada acara sastra semacam ini, bukan seremonial belaka melainkan menjadi pembicara kunci pula,” kata Kongso.
Prof. Mahyuni (kiri) dan DR. Nuryadi (kanan) sebagai pembicara serta moderator Kongso Sukoco (tengah) dalam acara bedah buku Interior Nikolo1
Tidak kurang Mustakim Biawan, seniman kawakan mantan Kepala Taman Budaya NTB yang juga penulis puisi, mengaku bangga akan kedatangan Erika yang tidak hadir semata-mata sebagai istri Gubernur NTB, melainkan hadir atas kapasitasnya untuk bicara sastra. “Dua kali saya mendengar ia bicara dan berpidato, dua kali pula saya mengaguminya. Pidato dan pembicaraannya sangat berisi,” katanya. Erika tampaknya bukan perempuan biasa melainkan ia memiliki banyak hal yang belum tentu dimiliki orang lain. Erika punya konsep dan ia bisa “berdiri sendiri” sebagai dirinya dengan atau tanpa embel-embel jabatan suami. Beginilah salah satu hal yang dibahas Erika dalam kaitan seorang sastrawan dengan karyanya. “Dalam perspektif seperti itulah (karya yang dilahirkan akan tetap hidup) saya kira, kita melihat ‘kepergian’ sastrawan besar NTB, Imtihan Taufan. Beliau tidak pergi tanpa warisan karya apapun sebagai wujud abadinya. Dia mewarisi kepada keturunannya, rekan sastrawannya dan NTB yang hadir jauh setelah masa hadirnya di dunia karya-karya sastra yang salah satunya adalah kumpulan cerpen-cerpennya dalam diskusi ‘Interior Nikolo
dan Pemikiran Besar Seniman’ saat ini. Imtihan Taufan hanya meninggalkan jasadnya, namun rohnya tetap hadir di tengahtengah kita, sekarang dan di masa-masa jauh ke depan. Jika karya sastra merupakan wujud keabadian roh Imtihan Taufan, ada baiknya kita menelaah sejenak ‘sosok’ roh Imtihan yang akan terus berdialog dengan kita menggantikan jasadnya,” katanya. Menelaah nama Nikolo yang menjadi nama tokoh utama di semua cerpen Imtihan Taufan, Erika mengatakan bahwa dalam cerpen-cerpennya, Imtihan Taufan tampaknya bertumpu pada sosok “Nikolo” yang hadir dalam beragam manifestasinya. “Benar, bahwa Nikolo adalah sosok imajiner ciptaan Imtihan Taufan, namun pada kenyataannya, relasi antara Imtihan Taufan dan Nikolo bukanlah relasi antara pencipta dan ciptaannya. Jikalau demikian kondisinya, maka sosok Imtihan Taufan tidaklah bisa lagi disebut sebagai sebuah entitas yang terpisah dengan sosok Nikolo. Sosok imajiner itu sudah menjadi bagian yang menyatu dengan Imtihan. Dalam proses kreatifnya, Imtihan mengalami proses yang dikenal dalam dunia tasawuf Islam seba-
Mahasiswa peserta peluncuran dan bedah buku Interior Nikolo
gai Wihdatul Wujud (penyatuan eksistensi psikis) antara ‘Pencipta’ dan ‘Ciptaannya’. Mirip seperti Syekh Siti Jenar atau Al Hallaj, tokoh sufi yang menyatakan ‘Aku adalah Allah’ dan ‘Allah adalah Aku’, dalam proses ekstase kreasi cerita-ceritanya, Imtihan secara tidak langsung menyatakan, ‘Aku adalah Nikolo’ dan ‘Nikolo adalah Aku,” ujarnya disambut tepuk tangan atas pernyataannya ini. Erika menutup makalah yang disampaikannya di depan para seniman dan sastrawan NTB itu dengan mengungkap bahwa Nikolo (tidak pernah) Hilang. Nikolo yang akhirnya diidentikkan dengan sang pengarang, Imtihan Taufan. “Imtihan memang telah meninggalkan kita semua. Namun yang meninggalkan kita hanyalah wujud fisiknya semata. Imtihan akan terus abadi lewat karyakaryanya yang terus dibaca dan dikaji oleh anak-cicit dan para penerusnya di dunia sastra. Sastrawan tidak akan pernah mati. Mengadaptasi karya terakhir Imtihan Taufan, ‘Nikolo Hilang’ yang menurut Imtihan merupakan cerpennya terakhir yang melibatkan Nikolo, saya ingin meyakinkan kepada kita semua bahwa ‘Nikolo (Tidak Pernah) Hilang’. Dia akan terus hidup dalam hati dan pikiran semua kita yang masih mau membaca karya-karya Sang Sastrawan, Imtihan Taufan,” katanya mengakhiri kajian sastranya. Bedah buku yang dipandu Kongso Sukoco ini meninggalkan sebuah kalimat berkesan dari Erika, yakni Nikolo (tidak pernah) Hilang. Kehadiran Erika yang datang tidak duduk sebagai tamu kehormatan melainkan sebagai pembicara kunci ini, sempat menjadi perbincangan di kalangan seniman dan sastrawan Mataram, yang rata-rata mengakui keunggulannya bicara sastra meski ia bukan seorang sastrawan.
Inspirasi
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
5
De Ama Pilih “Mesakapan”
Sebagai penyanyi tentu saja ada impian untuk menghasilkan album solo. Berbagai hambatan dan tantangan harus dilalui untuk mewujudkan impian ini. Proses ini dialami Made Sudarma yang akrab disapa De Ama Dhyastha. Setelah berkutat selama beberapa tahun akhirnya ia meluncurkan album solo perdana yang diberi judul “Mesakapan”
“S
ebenarnya ini bukan rekaman pertama bagi saya karena sebelumnya saya sudah beberapa kali ikut rekaman di album kompilasi penyanyi lain. Sekarang giliran saya yang berkarya dibantu Mang Raka, Dwi Negari, De Madut, dan Dewa Mayura untuk penciptaan lagu, Dek Artha sebagai penata rekaman, Yasa Sega sebagai video director dan Gek Riris yang bernyanyi bersama saya di lagu Jegeg Bagus,” ujarnya saat jumpa wartawan di Krisna Gallery & Kuliner, Denpasar De Ama mengawali kiprahnya di dunia tarik suara tahun 1998 dengan mengikuti berbagai ajang menyanyi. Ia bahkan pernah meraih juara Bintang Radio dan Televisi tingkat Nasional yang diselenggarakan RRI untuk kategori lagu keroncong. Walaupun berprestasi di keroncong, pria asal Bengkala, Kubutambahan, Buleleng ini memilih jalur pop untuk tetap eksis. Ia merilis single “Takut-takut Bani”, “Gusti Ayu”, “I Luh”, “Saling Sayang”, dan “Apang Gondong”. Kini di album “Mesakapan”, De Ama menyanyikan 12 lagu, 11 diantaranya lagu Bali berjudul “Badung Jembrana”, “Matan Ai di Hati”, “Katak Kambang di Telagane”, “Tusing Buat Beli”, “Lalah”, “Eliminasi”, “Jegeg Bagus”, “Jelek-jelek Gelah Pedidi”,
De Ama
De Ama saat memberi penjelasan tentang album Mesakapan
“Idaman Hati”, “Takut-takut Bani”, dan “Mesakapan”, serta satu lagu berbahasa Indonesia “Until My Last Breath”. “Ada dua hal yang membedakan album ini dengan album-album lain. Pertama karakter suara saya lembut. Kedua, jumlah lagu banyak. Biasanya satu album isi 8 sampai 10 lagu. Saya memberikan 12 lagu. Ini merupakan strategi khusus juga,” ujar pria yang juga PNS ini. Mengenai pemilihan judul album yang diluncurkan 2 Juni 2015 ini, De Ama sempat bingung. Ia ingin sesuatu yang belum pernah dipakai namun sudah dikenal masyarakat. Setelah melalui beberapa pertimbangan, ia akhirnya memilih “Mesakapan”. Alasannya semua orang mengenal istilah “mesakapan” yang artinya pernikahan. Ini juga judul yang unik dan sederhana. “Saya berharap dimana ada pernikahan, lagu “Mesakapan” diputar,” ujarnya sembari tersenyum. Album yang diproduksi Harta Pro ini dicetak 1000 keping dan siap untuk ditambah lagi. De Ama menargetkan bisa menjual hingga 5000 keping. Sementara itu, Mang Raka sebagai
pencipta lagu mengaku vocal De Ama yang lembut tetap harus diarahkan agar lagunya sesuai. Beberapa lagu memang ada yang keluar dari pakem De Ama, yang cenderung ngepop dan modern. “Kami banyak diskusi tentang materi lagu. Dia menuturkan pengalaman hidupnya lalu saya sarikan poin-poinnya untuk menjadi lagu,” ujarnya. Dek Artha menambahkan karakter suara De Ama yang cocok untuk festival membuatnya harus piawai mengatur rekaman.
Namun, ia salut dengan ketekunan De Ama yang mau belajar dan bisa menjajal berbagai aliran musik tanpa meninggalkan aroma Bali. Di sisi lain Yasa Sega mengatakan ide pembuatan album sudah dibicarakan tiga tahun silam. Namun, karena berbagai kesibukan De Ama, akhirnya baru tahun ini bisa terealisasi. De Ama membenarkan apa yang disampaikan Yasa Sega. “Album ini sempat digadang-gadang untuk edar akhir tahun 2014 tetapi
karena masih perlu penyempurnaan materi rekaman, baru bisa direalisasikan pertengahan 2015 ini,” ujar De Ama seraya mengatakan materi album sudah dicicil sejak lama. Bagi De Ama, langkah pelan tapi pasti ini menjadi strategi baginya. Ia tidak ingin terburuburu untuk mengeluarkan single maupun album. Intinya, ia ingin konsisten dalam menjalankan hobi dan fokus mewujudkan impian dalam berkarya. –Ngurah Budi
4
Inspirasi
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Widi Widiana Luncurkan “Nasi Goreng Spesial” Setelah vakum selama 7 tahun, penyanyi pop Bali Widi Widiana akhir nya meluncurkan album rekaman baru. Ia menyapa penggemarnya dengan album berjudul “Nasi Goreng Spesial” yang diliris dalam format audio CD. Rekaman ini bukan hanya spesial dalam judulnya, namun juga memiliki sejumlah hal spesial, mulai dari proses hingga keputusan untuk meluncurkannya di awal Juni 2015 ini.
“U
ntuk penggarapan memakan waktu sekitar satu tahun karena dikerjakan secara bertahap. Selain itu, sambil mengumpulkan lagu yang benarbenar pas dan cocok saya bawakan,” ujar Widi saat beramahtamah dengan awak media di Seminyak Kuta, Rabu (3/6). Ada 8 lagu yang terangkum di album terbaru penyanyi bernama asli Ketut Widiana ini. Deretan pencipta lagi yang digandengnya dalam album ini tentu tak asing lagi bagi penggemar lagu pop Bali. Sebut saja nama Komang Raka, yang terbilang banyak menciptakan hits Widi Widiana di awal tahun 2000an, Mayura, Yan Mus, Dek Artha, Putu 703, dan Widi Widiana sendiri. Delapan lagu yang disodorkan dalam album
ini adalah “Nasi Goreng Spesial”, “Luh Baju Barak”, “Kapah Jumah”, “Pada-pada Ngelah Hobi”, “Kidang Sengap”, “Cinta Materi”, “Sing Kenken”, dan “Formalin Sik Luh”. Semua lagunya ini dijelaskannya bisa masuk ke kalangan usia anak muda hingga orangtua. Nuansa Mandarin yang melekat pada Widi, masih tetap ada pada tiga lagu dalam album ini yakni “Nasi Goreng Spesial”, “Kidang Sengap”, dan “Formalin Sik Luh”. “Menyanyi dan penggemar adalah napas bagi saya,” ucapnya. Mengenai lagu unggulan, Widi menjelaskan semuanya diunggulkan. “Bagi saya, semua lagu dalam album ini pilihan. Semoga bisa menjadi hits semua. Lagu ‘Nasi Goreng Spesial’ saya nilai agak unik, karena itu saya pilih menjadi judul album sekaligus
sebagai single hits pertama,” jelas Widi. Widi yang disebut-sebut sebagai pionir lagu pop Bali modern sekitar akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an ini mengungkapkan, yang benar-benar spesial dalam album “Nasi Goreng Spesial” ini sekaligus mengenang almarhum ayahandanya yang sudah meninggal 10 tahun silam. “Jadi momen album ini beredar bertepatan dengan 10 tahun berpulangnya ayah saya. Karena itu pula saya nyanyikan kembali lagu ‘Luh Baju Barak’ ciptaan almarhum, dengan aransemen musik baru,” ucapnya. Lagu “Luh Baju Barak” pertamakali direkam tahun 1993, dan menjadi hits pertama Widi Widiana saat masih berada di bawah panji Maharani Record. Penyanyi asal Legian, Kuta ini memang
melejit kariernya saat bergabung di Maharani Record awal tahun 1990-an dengan merilis rekaman bersama adik kandungnya, Sri Dianawati. Hijrah ke Aneka Record, Widi makin melejit dengan album “Kasmaran: dan benar-benar booming dengan “Sesapi Putih” di tahun 1996. Bersama Aneka Record pula, Widi merilis 10 album termasuk “Yen Saja Sayang”, “Metulak Singkal”, “Tresna Kaping Siki”, “Tekor Bubuh”, “Layonsari”, “Tepen Unduk”, hingga “Dasa Menit”, “Nganten Muda”, dan “Boya Guyu-guyu”. Ia juga sempat merilis album di bawah label sendiri, Diana Record dengan judul “Takut-takut Bani” yang menghasilkan hits “Janji Bulan November”. Menginjak tahun 2000-an, nama Widi Widiana masih berkibar di puncak tangga lagu pop Bali, meskipun banyak penyanyi generasi baru bermunculan. Widi masih Berjaya dengan sejumlah hits-nya seperti “Sampik Eng Tay”, “Kupu-kupu Nakal”, “Suksma Hyang Widhi”, “Sayang”, “Kesiab-kesiab”, “Dokar Tresna”, dan “Gek Cantik”. Ketika disinggung terkait kemungkinan besar CDnya ini akan dibajak, dengan tegas Widi men-
Mandalika
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
“ Tr i b u t e t o I m t i h a n Ta u f a n ”
Apresiasi Seniman Mataram kepada Almarhum
Widi Widiana
gatakan “Jangan mengaku cinta lagu Bali atau nge-fans dengan saya kalau masih suka main download atau beli CD bajakan”. Untuk masalah ini, Widi sangat berharap pihak berwajib terus memberikan edukasi hal tersebut. Jika dilihat tampilan kemasan CD album Widi Widiana yang terkesan sederhana ini, ia mengatakan itu sebagai bentuk peduli lingkungan dengan meminimalkan limbah plastik. Audio CD “Nasi Goreng Spesial” ini dijual dengan harga Rp 35 ribu per keping dan sudah tersedia di beberapa toko musik. –Inten Indrawati
Music performance berjudul Nikolo Hilang, karya Pantjoro Sumarsa, mengalun syahdu pada malam bertajuk “Tribute to Imtihan Taufan”, di galeri Taman Budaya NTB beberapa waktu lalu. Gitar yang dipetik Ipang, sapaan akrab musisi Pantjoro Sumarsa dan suling yang ditiupkan oleh Hilman, malam itu mengirim sinyal haru sebagai tanda kehilangan para seniman dan sastrawan Mataram yang hadir mengenang 40 hari meninggalnya sastrawan dan seniman Imtihan Taufan. Instrumental Nikolo Hilang membuat seluruh penonton seolah mengheningkan cipta bagi sahabat mereka itu.
S
ebuah video yang dibuat oleh Komunitas Pasir Putih tentang Imtihan Taufan, menampilkan saat-saat penting dan berkesan dari istri dan sahabat-sahabatnya, seperti Arief Firmansyah yang menjadi ilustrator antologi Interior Nikolo dan Kisi, musisi yang pernah membuat album berjudul Anatomi Duka Lara ini. Tiga dari delapan lagu dalam album grup band Jalan Harmoni tersebut adalah karya Imtihan Taufan, yakni lagu berjudul Ampenan, Bunga Teratai, Menuju
nanti. Sejauh ini, hanya Opan yang mampu membaca dan menerjemahkan dengan baik apa yang saya butuhkan,” kata sutradara kawakan ini. Imtihan Taufan bukan hanya seorang sastrawan, semasa hidupnya. Lelaki berambut gondrong yang taat beribadah ini adalah juga teaterawan. Ia seorang penata artistik dalam berbagai karya pertunjukan teater di Mataram, juga seorang penulis naskah-naskah teater dan sesekali ia menjadi aktor dan sutradara serta desainer yang terbilang serius dalam
bekas dan lainnya. Performance musik teaterikal yang ditampilkan Kisi dan rekan-rekannya diambil dari cerpen Bermain Sandiwara. Ary Juliant, musisi lainnya, mencoba lepas membiarkan dirinya tanpa “ikatan” seting pertunjukan baku. Ia beserta dua rekannya, Iching dan Dewa memainkan musik dan lagu yang dikolaborasikan dengan menggambarkan cerpen berjudul Oragada. Koreografer Suryadi Mulawarman, menampilkan koreografi yang “bermain” dalam bahasa tubuh dua penari Indra
Kekuatan dan Keindahan dalam 100 Kebaya
Kebaya adalah salah satu busana nasional. Sebagai busana wanita, kebaya mengalami berbagai perkembangan yang menjadi simbol wanita Indonesia di dunia. Kebaya juga menjadi bagian penting yang dikenakan perempuan Bali dalam kesehariannya terutama dalam busana adat dan acara formal tertentu. Untuk pelestarian dan pe ngembangan serta eksistensi busana nasional ini, Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Bali yang terbentuk pada tahun 2004 ini, bersama Insitut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengambil langkah dengan menyuguhkan “Pagelaran 100 Kebaya” di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar, beberapa waktu lalu. Menurut Ketua Panitia Pagelaran 100 Kebaya, Weda Gita
Pradana, dalam acara tersebut para perancang atau mereka yang berkarya di bidang kebaya selain turut bersama-sama melestarikan juga dapat melakukan promosi karya dan tren kebayanya sekaligus sebagai ajang eksistensi mereka. Tak kurang dari 100 kebaya berhasil dipersembahkan bagi masyarakat Bali pecinta kebaya dan mode umumnya. Tujuan pagelaran juga untuk memperkenalkan perjalanan panjang mode kebaya di Indonesia dan di Bali khususnya. Karenanya, kebaya–kebaya yang dihadirkan di atas cat walk ketika itu, terdiri dari 3 (tiga) konsep yaitu kebaya tradisional, modern kontemporer hingga futuristik. Dikatakan oleh Weda Gita, para perancang ketika itu, bukan
hanya menyuguhkan fashion show tapi juga memberikan edukasi. Dengan begitu masyarakat selain mengetahui sejarah kebaya juga paham kapan dan di mana mengenakan kebaya dengan model tertentu. Khusus untuk masyarakat di Bali, harapannya agar perkembangan mode kebaya tidak dianggap merusak tradisi atau menyimpang dari norma kesopanan jika pemakainnya modelnya dilakukan dengan tepat. Dwi Iskandar, selaku ketua APPMI Bali mengungkapkan rasa gembiranya menjalin kerjasama dengan ISI Denpasar, khususnya Program Studi Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain. Sebab, pada Pagelaran 100 Kebaya tersebut, APPMI selaku praktisi dapat berbagi ilmu dan pengetahuan mereka dengan para mahasiswa Program Studi Desain Mode, sebagai generasi penerus dunia mode di Bali dan Indonesia. Dengan langkah awal yang baik dan penuh semangat itu pula, Dwi berharap kedepannya kerjasama antara APPMI Bali
dan ISI Denpasar berlanjut. Sehingga, para mahasiswa juga dapat terus meningkatkan ilmu dan kreativitas mereka. Dikatakannya juga bahwa Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika juga tak ketinggalan memberikan dukungannya untuk Pagelaran 100 Kebaya itu. Sementara, Rektor ISI Denpasar Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum., yang membuka secara resmi Puncak Pagelaran 100 Kebaya, dengan pemukulan gong, menyambut baik diselengarakannya Pagelaran 100 Kebaya, yang juga dirangkaian dengan saresehan, workshop, pameran dan seni instalasi . Para praktisi seperti para anggota APPMI diperlukan untuk turut mendukung proses belajar para mahasiswa. BUSANA SIAP PAKAI Masih serangkaian Pagelaran 100 Kebaya, pada acara seminar yang diisi dua orang pakar yakni Ali Charisma dan Dina Midiani dari Indonesia Trend Forecast
21
menggeber secara terbuka tentang proses dan tips untuk memasarkan busana ready to wear atau siap pakai, di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar. Pada acara yang dihadiri mahasiswa sekolah mode dan kalangan pecinta serta mereka yang bergerak di dunia bisnis kebaya ini, Ali Kharisma cukup banyak memberikan ilmunya dengan mengupas mulai dari soal pemotretan, pembuatan dan perlunya katalog. Juga dibicarakan mengenai pameran, bussiness card, website, hingga urusan pemanfaatan sosial media. Ia juga membahas dari sisi komunikasi, baik yang langsung dengan face to face, maupun komunikasi tidak langsung melalui e-mail. Tak ketinggalan soal pengiriman, lengkap dengan beberapa jasa pengiriman yang biasa digunakan baik darat maupun udara termasuk kelebihan dan kekurangannya. Begitu juga dengan informasi perihal dimana bisa melakukan pembuatan dokumen dengan gamblang disampaikannya nama perusahaan yang mengkhususkan untuk mengurus dokumen–dokumen yang dibutuhkan pada saat pengiriman. Terutama jika menggunakan kargo, ada beberapa form yang harus disertakan. “Biasanya perusahaan meminjam ‘bendera’ atas nama perusahaan jasa tersebut,” ujar Ali Kharisma. – Sri Ardhini
Para seniman Mataram yang mengisi pertunjukan pada malam Tribute to Imtihan Taufan
ke Awan dan Mimpi Semusim. John Geger Prahara dan R. Eko Wahono, dua seniman lain tak mampu menahan tangis kala mengisahkan kenangan-kenangan almarhum semasa hidup. “Saya takjub sekaligus kagum dengan kemampuan musikalitas Kak Opan (panggilan akrab Imtihan Taufan). Orang yang saya kenal tidak pernah menggeluti dunia musik namun menggilai musik itu, hadir tibatiba mengubah hidup saya menjadi seperti hari ini. Kak Opan adalah orang yang paling berjasa buat saya,” kata Kisi yang mengidentifikasi sosok Imtihan Taufan sebagai seorang yang misterius namun selalu menghadirkan karya-karya yang mengejutkan. Arief bahkan menyebutnya sebagai guru, karena dari almarhumlah ia menyadari potensinya sebagai seorang desainer. Begitu pula dengan Kongso Sukoco, pimpinan Bengkel Aktor Mataram yang kehilangan penata artistiknya. “Saya tidak tahu, setelah Opan tiada, siapa lagi yang akan menjadi penata artistik jika saya menggarap teater suatu saat
berkesenian. Karena dedikasinya pada dunia kesenian dan sastra di Mataramlah yang mendorong para seniman Mataram menghadirkan karyakaryanya itu sebagai inspirasi bagi lahirnya karya yang ditampilkan para seniman di malam mengenang 40 hari kepergiannya itu. Selain Ipang dan Hilman, puluhan seniman lainnya turut menyumbang pertunjukan yang lahir dari karya yang berangkat dari keseluruhan mengenai Imtihan Taufan khususnya karya terakhirnya Antologi Cerpen berjudul Interior Nikolo. Sebelas (11) cerpen yang ada dalam antologi tersebutlah yang menjadi inspirasi bagi para seniman ini dalam menggarap pertunjukan yang dipentaskan malam itu. Tidak hanya musik yang ditampilkan oleh Ipang dan Hilman yang berangkat dari cerpen Nikolo Hilang, musisi Kisi dan rekan-rekannya membuat sebuah pertunjukan yang khidmat. Ia tampilkan bunyi-bunyi bukan dari alat musik melainkan bunyi alam dengan media sapu lidi, botol
dan Putu. Karya yang cukup memukau ini diambil dari kalimat Sang Sastrawan pada cover belakang antologi cerpen tersebut. “Ia cuma butuh semacam tempat yang indah. Bukan di bumi juga bukan di mana-mana”. Sebuah kalimat yang akhirnya disadari oleh para seniman ini sebagai isyarat kepergian penata artistik pagelaran-pagelaran teater di
Ipang dan Hilman dalam Instrumental music performance berjudul Nikolo Hilang
Mataram ini. Tanpa ilustrasi, tanpa bunyi-bunyi, dua seniman tari ini mampu memberi warna lain dalam pertunjukan malam itu. Ruangan galeri hening, penonton menanti hentakan-hentakan gerak sang penari yang mengantarnya pada kalimat tersebut. Biru, seorang pembaca puisi cilik juga turut menyumbang dramatisasi kalimat di cover belakang tersebut dengan gaya khasnya. Seorang teaterawan muda, Syamsul Fajri yang berkolaborasi dengan komunitas Pasir Putih, menampilkan sebuah pertunjukan teater yang diangkat dari dari cerpen Nikolo Menulis Surat kepada Istrinya. Tampil serius, Syamsul dan rekan-rekannya memperlihatkan kualitas garapan yang mumpuni. Winsa Prayitno, seniman lainnya dengan gayanya yang khas, menampilkan monolog yang diambil dari Catatan Terakhir dalam antologi tersebut yang ditulis Naniek istri dari Imtihan Taufan. Saepulloh Sapturi, seniman teater dan Kiki Sulistyo, sastrawan, ikut tampil membacakan dua cerpen dalam antologi tersebut. Ahmad, SH., meski ia bukan seniman ia turut tampil menyeimbangkan suasana dengan stand up comedy yang membuat penonton terpingkal-pingkal. Materi stand up comedy yang ditampilkan Ahmad yang menjadi kawan bagi seniman Mataram ini, banyak
merupakan kisah-kisah jenaka yang dialaminya bersama Imtihan Taufan semasa hidupnya. Begitu pula dengan Cukup Wibowo sahabat lainnya. “Apa yang ditampilkan rekanrekan seniman malam ini, adalah wujud penghargaan untuk sahabat sekaligus saudara kami Imtihan Taufan (alm),” ungkap Dr. Salman Al Farizi, Ketua Panitia Tribute To Imtihan Taufan. Kekompakan seniman Mataram dalam kegiatan ini, bagi Kongso Sukoco, seniman kawakan yang terbilang senior di dunia kesenian Mataram yang juga Ketua Dewan Kesenian Mataram, merupakan solidaritas bagi seniman Imtihan Taufan yang selama ini mendedikasikan dirinya bagi dunia seni dan sastra di Mataram. Rosiyadi Sayuti, Kepala Dinas Dikpora yang turut hadir malam itu, menyampaikan kabar bahwa karya-karya sastrawan di NTB mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan adanya Peraturan Gubernur NTB tentang kewajiban membaca sastra bagi anak-anak sekolah di daerah ini. “Antologi cerpen Interior Nikolo karya Imtihan Taufan, akan menjadi salah satu buku sastra yang wajib dibaca siswa di NTB. Demikian pula dengan buku-buku sastra karya sastrawan NTB lainnya,” ungkapnya saat memberi sambutan dalam acara tersebut.
Rosiyadi Sayuti, Kepala Dinas Dikpora NTB turt hadir membawa kabar wajib baca sastra bagi siswa NTB
22
Sosialita
Edisi 852/ 8 - 14 Juni 2015
Ijazah Palsu Petaka Dunia Pendidikan Menganggap segala sesuatu bisa dibeli, termasuk pendidikan. Tak perlu se kolah, tak perlu kuliah, tidak melewati proses belajar, jrengggg....ijazah ada ditangan. Mau ijazah apa, SMA, Sarjana S1, S2, bahkan S3, bisa dibeli. Asalkan punya uang yang banyak, Anda lang sung mendapat gelar sarjana. Tidak perlu ‘terbungkuk-bungkuk’ belajar atau melek semalaman untuk memper siapkan ujian.
C
ara-cara instan mendapat ijazah ini benar-benar menjadi petaka bagi dunia pendidikan Indonesia. Selain merusak dunia pendidikan, juga menyangkut harga diri bangsa. Salah satu imbasnya, negara lain akan memandang sebelah mata sarjana-sarjana Indonesia. Namun begitu praktik jual-beli ijazah ini, tetap saja marak bahkan tumbuh subur di negeri ini sejak dahulu.
Sebelumnya, sudah banyak kasus yang terungkap, namun pemberitaannya di media massa ‘timbul-tenggelam’ tertutup oleh isu-isu lain yang dianggap lebih ‘sexy’. Walhasil kelanjutan penanganannya pun menjadi tidak jelas pula. Entah bagaimana jalannya pengawasan dari pihak Kementerian Pendidikan. Buktinya kasus semacam ini terus saja terjadi. Baru kali ini, agaknya, kasus ini menjadi ‘panas’ lantaran disebut-
sebut adanya sejumlah tokoh yang diduga terkait dengan ijazah bermasalah itu. Salah satu yang sempat menghebohkan adalah kasus seorang anggota DPR yang dilaporkan mantan stafnya lantaran gelar doktornya adalah palsu. Menteri Ristek dan Perguruan Tinggi, Muhammad Nasir mengatakan, praktik jual-beli ijazah ini sudah sangat keterlaluan. Lebih keterlaluan lagi karena ternyata ada perguruan tinggi resmi yang juga melakukan praktek jual-beli ijazah. Setidaknya ada 18 perguruan tinggi yang diduga melakukan pelanggaran, yang bakal dibekukan izinnya. Perguruan tinggi itu berada di Jabodetabek, Medan hingga Kupang, Nusa Tenggara Timur. Salah satu yang paling heboh adalah kasus Berkeley University di Jakarta, yang konon sejumlah tokoh mendapat ijazahnya di sana. Seiring merembaknya pemberitaan jual-beli ijazah oleh perguruan tinggi tertentu, muncul kabar mengejutkan lainnya yakni terbongkarnya kasus jual-beli ijazah palsu di Jl Salemba, Jakarta
Guru dan Ijazah Palsu Tentang ijazal ‘abal-abal’ yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi, polisi masih terus mendalami kasus tersebut. Nantinya bukan hanya pelaku pembuat ijazah abal-abal itu saja yang ditangkap, tapi pengguna atau pembeli ijazah tersebut pun bakal kena hukuman. Menurut seorang guru yang ditemui Tokoh, sebelum kasus ijazah bodong ini meledak, di sekolahnya tengah ramai dengan jual-beli ijazah. “Itu (ijazah) ditawarkan kepada para guru. Harganya bervariasi tergantung ijazah yang akan dibeli,” ungkap guru yang mengajar di sekolah negeri di bilangan Jakarta Barat itu. Entah itu bisa dibilang ijazah bodong atau tidak, namun pembeli ijazah yang tidak pernah kuliah itu, tetap harus maju sidang, meski itu hanya formalitas. “Jadi misalnya dia bayar untuk S1, maka skripsinya disiapkan kemudian dia pun maju sidang, tapi hanya formalitas saja. Harga ijazah S1 Rp 20 juta sedang S2 Rp 30 juta-an,” ungkap guru yang menolak disebut
namanya itu. Kejengkelannya memang amat sangat beralasan. Dia merasa untuk mendapatkan ijazah S1 dan S2-nya, dia harus menjalani semua proses yang umumnya ditempuh para mahasiswa. “Saya kuliah siang malam, mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk dapat selembar ijazah. Mengejar-ngejar dosen untuk revisi paper, dll, semua proses saya jalani. Waktu S2 apalagi, itu terasa berat karena saya harus bekerja sambil kuliah. Sekarang ada jual-beli ijasah, S1 dan S2. Padahal saya waktu S2 harus keluar uang sekitar Rp 80 juta lebih. Nah yang ditawarkan sekarang hanya Rp 3040 juta-an, kok murah banget. Dengan Rp 20-30 juta, tinggal duduk manis lalu dapat ijazah. Sidangnya hanya formalitas. Apa yang mau ditanyakan kalau oknum yang bersangkutan
tidak paham skripsi yang dibuat orang lain,” tambahnya. Namun sejak kejadian itu (kasus meledak), penawaran jual-beli ijazah sarjana di sekolahnya langsung terhenti. Apalagi berbagai
pihak (pejabat terkait) turun tangan menyelidiki kasus ini. Kalau sebelumnya penawaran dilakukan secara terbuka, maka kini tidak ada yang berani menyinggung masalah itu. “Sekarang semua orang diam. Padahal sebelumnya ramai ngomongin ini. Itu pejabat yang menawar-nawarkan ijazah kabarnya sudah dimutasi, entah kemana,” lanjutnya.
Yuddy Chrisnandy
Muhammad Nasir
Pusat.Tempat praktik Alex memang tak kentara, yakni tempat jasa pengetikan skripsi. Hanya orang-orang tertentu saja yang tahu kalau di situ sudah setahun terakhir juga digunakan untuk mencetak ijazah palsu. Apes bagi Alex, kejahatannya terungkap dan dia pun dibekuk polisi. Namun kata polisi, dalam kasus Alex, pihak perguruan tidak terlibat. Sekalipun nama perguruan tinggi dicatut untuk ijazah bodong itu. Alex, begitu
nama penjual ijazah bodong itu, mengaku, bisnis yang digelutinya meski berbahaya namun sangat mengiurkan. Ada banyak permintaan ijazah produk Alex, umumnya adalah untuk kepentingan melamar pekerjaan. “Untuk kasus ini (Alex), tidak ada keterlibatan pihak universitas, meski yang dipalsukan adalah ijazah universitas-universitas terkenal,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti.—Diana Runtu
“Kami memang tidak bisa begitu saja memecat. Karena untuk menjadi pengawai negeri tentu mereka sudah melewati berbagai tahapan dan proses, kami juga memperhitungkan masa pengabdian mereka. Tapi yang pasti sanksinya adalah penurunan pangkat”
Dijelaskannya, memang ijazah bagi pegawai negeri itu sangat penting. Tanpa ijazah yang tinggi (minimal S1), sekalipun pintar dan berprestasi, karier tidak bakal berkembang. Tapi kalau punya ijazah, sekalipun tidak pintar, tidak memiliki prestasi, asalkan bersikap baik pada atasan, peluang naik jabatan terbuka lebar . Itu sebabnya, karena ‘nilai ijazah’ begitu tinggi, maka banyak yang mencoba mencari jalan pintas. Yang tidak mau bersusah payah, yang tak mau menjalani proses belajar di kampus, berupaya mencari celah agar bisa men dapat ijazah dengan cara membeli.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandy mengatakan, pihaknya akan menelisik ijazah para pegawai negeri. Jika nanti terbukti menyodorkan ijazah palsu atau aspal, akan ditindak tegas berupa penurunan pangkat. “Kami memang tidak bisa begitu saja memecat. Karena untuk menjadi pengawai negeri tentu mereka sudah melewati berbagai tahapan dan proses, kami juga memperhitungkan masa pengabdian mereka. Tapi yang pasti sanksinya adalah penurunan pangkat,” tegas Menteri Yuddy.—Diana Runtu
Edisi 852/ 8 - 14 juni 2015
3
BPR Kanti Makin Dekat di Hati Nama PT BPR Sukawati Pancakanti atau yang disingkat dengan BPR Kanti, tentu tak asing lagi di tengah masyarakat Bali. BPR yang berkedudukan di Jalan Batuyang, Terminal Batubulan,Sukawati, Gianyar ini tiap tahun makin menunjukkan “taringnya” dengan meluncurkan produk dan pelayanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Apalagi, sejak Direktur Utama dijabat Made Arya Amitaba, S.E.,M.M. tahun 1999 hingga sekarang. tor Pusat BPR Kanti di Batubulan Gianyar. Pembukaan Kantor Kas ini dikatakan Arya Amitaba untuk mempermudah menjalin kedekatan dengan nasabah untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam MEA. “Karena itu, kami terus memperkuat jaringan komunikasi dan sinergitas dengan para nasabah agar persaingan dari luar tidak bisa masuk,”ujar ayah dua anak, Putu Krisdandyka Suryanatha dan Made Prajna Paramitha Dewi ini. Hal senada diungkapkan pakar hukum adat Bali, Prof. Wayan Windia. Ia menyampaikan pentingnya kearifan lokal dalam memperkuat daya saing dalam mengahadapi MEA, seperti langkah yang diambil BPR Kanti. Dalam waktu dekat, suami dari Kadek Ary Pramayanty, S.H. seorang Advokat, Pengacara yang aktif di Ladies Lawyer Bali (LLB) dan Kepala Panitera Dewan Kehormatan Kode Etik Pengacara Peradi Bali ini, juga mengatakan akan membuka Kantor Kas di Kuta Selatan di bawah Kantor Cabang BPR Kanti Mengwi Tani
D
engan segudang pengalaman di dunia perbankan dan organisasi, antara lain sebagai karyawan PT Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1998; Komisaris PT BPR Sukawati Pancakanti tahun 1998; Ketua DPD Perbarindo Bali tahun 2006-2010, Ketua Umum Ikatan Alumni Mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas University) Denpasar 2006-2010, 2010- 2014; Bendahara Umum Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) Ugracena Denpasar Bali 20072011, 2013-2017, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (Ketua DPP) Ikatan Alumni Mahasiswa KMHD Indonesia 2010-2013, Wakil Ketua Umum DPP Perbarindo 2010-2014, dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Bankir Profesional Bank Perkreditan Rakyat ( Ketua Umun DPN IPro BPR) 2014 -2019, BPR Kanti makin dekat dengan sahabat, sesuai dengan kata “Kanti” dalam bahasa Bali yang berarti sahabat sejati. Berpegang pada visi BPRKanti “Menjadi Bank pilihan keluarga Anda, para sahabat, yang terpercaya dalam mengelola keuangan”, dengan misi : Meningkatkan pelayanan dan memperhatikan kebutuhan customer untuk memberikan kepuasan bersama; Meningkatkan hubungan para sahabat menjadi keluarga BPR Kanti untuk bersama-sama mengelola usaha agar menjadi bermanfaat, tumbuh, berkembang dan mampu bersaing;Meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan usaha dengan menanamkan kejujuran agar tetap dipercaya, Arya Amitaba mengawal BPR yang kini sudah berusia seperempat abad (25 tahun) tersebut.
Badung. Juga, berkeinginan membuka kantor cabang di kabupaten lain yang belum bisa dilayanani seperti Klungkung dan Bangli melalui strategi menggunakan kearifan lokal sebagai kunci utama dengan potensi dan SDM yang bersifat lokal. Atas langkah cepat dan cerdas yang dilakukan tersebut, BPR Kanti berhasil menerima Penghargaan The Best Admired Banking & Satisfaction to Customer of The Year 2015, The Most 2rd LEADERSHIP CEO 2014 dari Perbanas Institute, Anugerah BPR Award Indonesia 2013. yakni dalam kategori Corporate Social Responsibility dan Peringkat 3 Marketing. Hal ini menjadi bukti keseriusan dan prestasi yang berhasil diraih BPR Kanti dalam meningkatkan kinerja perusahaan hingga mampu bersaing dan mampu menjadi tiga besar ter-
baik dalam ajang bergengsi tingkat nasional tersebut. BPR, ditegaskannya sudah semestinya menjadi pilar ekonomi UKM di daerah dengan mengendepankan kearifan lokal dalam perusahaan dan membangun kerjasama dengan masyarakat lokal sehingga bisa mengatasi persaingan global. Karena itu pula, di samping memberikan kredit, BPR Kanti juga menggerakan perekonomian dengan menyiapkan infrastruktur berupa kartu ATM yang tidak hanya berfungsi untuk penarikan dana, namun juga menjadi tabungan nasional agar bisa melakukan penarikan di bank umum dimana saja dan memberikan hadiah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus brand image di masyarakat. –ten
Dalam merayakan HUT Perak belum lama ini, BPR Kanti meresmikan Kantor Kas BPR Kanti Kerobokan, Kuta Utara Badung. Dengan begitu, hingga saat ini BPR kanti sudah memiliki dua Kantor Cabang di Mengwi Tani Badung dan di Teuku Umar Denpasar yang sebentar lagi akan di relokasi ke Jalan Diponogoro Denpasar. Kantor Kas BPR Kanti juga telah hadir di Sukawati, Ubud dan Gianyar, serta yang baru buka Kantor Kas BPR Kanti Kerobokan. Sehingga totalnya ada tujuh Kantor Kas termasuk Kan-
Produk dan layanan BPR Kanti
Beberapa produk dan layanan BPR Kanti yang ada hingga saat ini disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Tabungan ArisanKU misalnya. Seiring dengan berkembangnya Tabungan ArisanKu yang sudah mulai dikenal dan diterima masyarakat Bali, kini BPR Kanti mengeluarkan produk Arisan Rp 1.000.000 berhadiah langsung hand phone, bonus hingga Rp 20 juta, dengan doorprize. Dikeluarkannya program ini tak lain untuk mengakomodir keinginan para nasabah yang sudah pernah mengikuti Tabungan ArisanKU dan berkeinginan untuk mengikuti program tabungan ArisanKU dengan nominal yang lebih tinggi. Produk lainnya; Tabungan Bisnis adalah tabungan dalam mata uang rupiah dengan memberikan tingkat bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa. Deposito Berani (berhadiah uang tunai di depan) yang nominalnya disesuaikan dengan tabel, jangka waktu deposito 1, 2, dan 3 tahun. Keinginan para nasabah BPR Kanti juga sangat dipahami serta dimengerti, karena itu dihadirkan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) Kanti yang pros-
esnya sangat mudah dan cepat. Membeli rumah melalui KPR ini dikatakan Arya Amitaba, bisa jadi cara untuk memiliki rumah impian dengan dana terjangkau dan dalam waktu yang tepat. “Tidak ada penghargaan tertinggi selain kepercayaan. Kepercayan Anda adalah kekuatan utama kami untuk terus menjadi yang terdepan,” ujarnya. Selain itu, ada juga Kredit Multiguna yang
diperuntukkan sebagai tambahan pembelian sepeda motor, mobil, tanah, biaya sekolah, renovasi rumah, modal usaha dengan proses cepat, bunga bersaing. Untuk mewujudkan semua impian dan cita-cita masa depan anak-anak tercinta, BPR Kanti menghadirkan Kredit Beasiswa Pelajar. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat memberikan layanan 24 jam kepada nasabah, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meluncurkan m-banking BPRKanti. Produk ini bisa dimanfaatkan untuk mengetahui informasi saldo, melakukan pembayaran rekening listrik dan telepon, pembelian pulsa HP, mengetahui transaksi terakhir serta melakukan transfer. Peluncuran m-banking BPRKanti juga dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah dalam merealisasikan program Bank Indonesia, menciptakan “less cash society” agar terwujudnya masyarakat yang mengurangi transaksi keuangan dengan penggunaan uang kas/tunai,” tandas Arya Amitaba. –ten
2
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
DAri daPUr Redaksi
Pola Asuh Indonesia memperingati Hari Anak Nasional tiap tanggal 23 Juli sedangkan secara internasional, Hari Anak Sedunia diperingati tanggal 8 Juni. Membahas masalah anak tak akan pernah habisnya. Semua orang pernah melalui masa anak-anak. Pesatnya perkembangan teknologi membuat orangtua kadang “menyerah” dalam menghadapi anaknya. Pertanyaan yang sering muncul, mana lebih sulit mendidik anak zaman dulu apa zaman sekarang? Edy Wiyono, penulis buku ‘Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak’ ini mengatakan sebenarnya dulu dan sekarang sama-sama sulit. Namun bukan berarti orangtu harus menyerah. Masing-masing orangtua punya kiat atau strategi masing-masing. Anak zaman dulu tidak tahu bagaimana caranya melawan. Jadi sekalipun anak memiliki pandangan berbeda dari orangtua, umumnya anak diam saja dan nrimo. Tapi sekarang berbeda. Anak-anak memiliki ‘contoh’ untuk melawan. Mungkin mereka mencontohnya dari lingkungan atau dari tayangan televisi. Akibatnya orangtua merasa semakin kesulitan. Dulu hanya ada satu TV yaitu TVRI. Sekarang begitu banyak stasiun TV yang menyajikan banyak acara. Ada yang cocok untuk anakanak dan ada yang tidak cocok jika ditonton anak-anak, misalnya sinetron remaja dan dewasa, adegan kekerasan, iklan, dll. Dulu, kalau pandangan anak tidak cocok dengan pandangan orangtua, anak hanya diam. Kalau orangtua melototin, anak hanya menunduk. Tapi sekarang, kalau orangtua melotot, anak balas melotot atau bahkan kabur dari
rumah kalau dimarahi. Tayangantayangan televisi banyak yang mencontohkan bentuk-bentuk perlawanan terhadap orangtuanya. Itu menginspirasi anak. Hal lainnya adalah soal asupanasupan gizi pada makanan anak yang membuat anak-anak lebih aktif dan lebih berani. Asupan-asupan itu, kemungkinan telah merangsang fungsi otak sehingga fungsi otak menjadi lebih kuat, energinya lebih tinggi, dan itu menyebabkan dia berani melakukan perlawanan dan memiliki banyak akal. Orangtua tentu memegang peran penting dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Orangtualah yang dicontoh oleh anak. Perilaku anak seringkali menjadi cerminan bagaimana perilaku orangtua. Jika di kemudian hari anak bermasalah, orangtua juga perlu diajak berkomunikasi untuk mencari akar permasalahan.
Ekspresso Satu hal yang juga berkaitan dengan pendidikan anak adalah pengenalan dan pembentukan empati sejak dini. Pengenalan bisa diawali dengan memberi pemahaman tentang konsep atau nilai tentang apa itu sedih, gembira, nyaman, perasaan lainnya. Contoh sederhananya, jika anak menangis, berikan dia perhatian baik dengan cara memeluk atau pun mengelus. Ini membuat anak belajar bahwa dia diperhatikan. Berikutnya beri anak contoh. Dengan memeluk atau mengelus itu menandakan orangtua sayang kepada anak. Orangtua yang mau mengerti anak itu memerlukan tantangan karena ada kesan orangtua lebih mendominasi sehingga kurang bisa mengerti apa yang diinginkan anaknya. Di sisi lain, orangtua jika ingin mengajarkan anaknya tentang empati harus siap juga untuk memberi contoh yang baik. Pola asuh menjadi kata kunci dalam pembentukan empati ini. Kalau orangtua tidak mau berubah dan hanya menyuruh anak saja yang berubah, pola pembentukan empati tidak akan berjalan baik. Ungkapan yang harus diingat adalah kalau ingin mengubah orang lain, ubahlah dirimu terlebih dahulu.
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
KEREN
Apa beda: bagus, hebat, cakep, wah dan berbagai sanjungan lain dengan “keren”? Pertanyaan itu Amat sodorkan dalam ramah-tamah di Putu Wijaya tempat salah seorang warga. Jawabannya macam-macam. Bahkan ada yang bertolak-belakang. “Ada yang mengatakan tidak ada bedanya,” kata Amat mencertakan itu kepada Ami, “dia bilang semuanya itu adalah pujian kekaguman. Tapi ada yang mengatakan keren itu lebih dari puji-pujian yang lain. Tapi tidak berarti lebih tinggi, hanya keren itu pas dalam segala unsurnya.” “Maksudnya?” “Ya, misalnya bagus. Bagus itu mungkin saat itu, tapi lain waktu, lain tempat, lain suasana, bisa kurang bagus. Kalau keren berarti untuk segala tempat, waktu dan suasana, tetap keren.” Ami tersenyum. “Menurut bapak sendiri bagaimana!” Amat tertegun. “Lho bapak ini yang bertanya, kok malah ditanya?” “Habis nada pertanyaan Bapak kedengarannya bukan seperti orang yang tidak tahu, tapi orang yang mau tahu. Pertanyaan Bapak seperti pancingan agar orang mengembalikan pertanyaan itu kepada Bapak. Lalu Bapak akan mengajari mereka. Itu kan kebiasaan guru dan penguasa! Betul, tidak?” Amat terdiam. Jengkel karena anaknya tidak menikmat tujuannya. Bahwa sebuah pertanyaan sederhana, jawabannya beda-beda bahkan bisa bertentangan. Jadi kebenaran memang hakekatnya saling tumpang-tindih. Membuat gampang terjadi konflik yuang kini terkenal dengan istilah “gesekan”. Namun diam-diam rahasia hati Amat seperti disingkap. Buru-buru ia menukar pembicaraan. “Bagaimana liburan kamu ke Gili Trawangan kemaren? Bapak dengar dari ibu kamu, kabarnya. Bagus? Betul?” Ami tersenyum. “Menyenangkan?” Ami terus tersenyum. “Biasa saja atau hebat?” Ami mengangguk. “Betul-betul wah seperti iklannya?l” “Keren!” Amat terpaku. Tak lama kemudian dia pulang. Ketika Bu Amat menanyakan keadaan cucunya, Amat malah curhat. “Masak waktu bapak ceritakan jawaban para tetangga yang bertentangan tentang arti keren, dia bilang itu sebenarnya hanya pancinganku untuk dapat kesempatan menggurui mereka, seperti kebiasaan guru dan penguasa. Aneh kan?!” Bu Amat senyum. “Kok senyum?” “Jawaban Ami itu keren!”
Mengharap Adanya Variasi
Ayamnya Kelupaan Menjadi staf di bagian penjualan membuat saya lebih banyak berada di luar kantor. Aktivitas ini pun membuat saya lebih sering makan di luar kantor ketimbang menikmati menu makan siang di kantor. Urusan makan, saya punya cerita konyol. Suatu hari, saya dan seorang teman ditugaskan untuk melakukan pengecekan ke outlet-outlet yang berada di luar kota. Setelah tugas selesai dan hari sudah siang, kami pun berencana makan siang. Sebuah warung makan menjadi pilihan kami untuk mengisi perut. Menu yang disajikan bermacam-macam. Kami memilih menu sambil ngobrol. Tak lama kemudian, makanan datang. Nasi putih, tempe dan tahu goreng, dan sayur. Kami mulai ma-
GORO-GORO
kan sambil menunggu ayam goreng. Nasi dicuil-cuil, tempe dan tahu digado, bahkan krupuk pun kami makan. Kami mulai bertanya-tanya, kok ayam goreng tidak muncul-muncul. Berbagai alasan pun kami buat, mungkin masih ngejar, mungkin masih motong. Karena sibuk ngobrol sambil nunggu ayam, tak terasa nasi kami habis. Kami panggil pelayan dengan maksud untuk protes. Mengapa ayam
goreng tidak muncul sampai nasi habis. Ternyata pelayan tidak mencatat pesanan ayam goreng. Oh my God... pesanan kami diabaikan. Pelayan itu minta maaf dan menawarkan untuk segera dibuatkan. Karena sudah kecewa, kami menolak dan memilih pergi dari warung itu. Tapi, kami tetap membayar apa yang sudah kami makan. Nasib ya nasib. Rozy, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Saya termasuk salah seorang yang setia membaca Tokoh, karena sejak kelahirannya (1998) hingga kini tidak pernah melewatkan berita/tulisan yang ada di Tokoh. Usul saya yang mungkin bisa dinilai konstruktif, menyangkut adanya sedikit modifikasi/variasi dalam pengemasan tulisan yang dimuat, terutama yang menyangkut rubrik “Sudut Pandang,” “Woman on Top,” dan “Kisah Sukses.”. Di sam ping tulisan dalam bentuk narasi, ada baiknya jika dilengkapi atau dicantumkan tentang profil ringkas seseorang yang dijadikan objek tulisan tersebut dan disajikan dalam bentuk atau menyerupai kotak (box). Contoh, pada edisi 30 Agustus–5 September 1999, dimuat tentang perjalanan karier seorang “Dewi Yull Terharu ...” Di sela-sela uraian atau paparan tentang dirinya, terselip juga ringkasan profil yang berisi data mengenai: Nama ...., Kelahiran ...., Suami ...., Anak ..., Karier ..., Hobby ..., dan Album yang dihasilkan .... Semoga saja usulan saya ini mendapat perhatian dari staf peng asuh di Tokoh, dan tentu saja maaf jika hal ini kurang berkenan sehingga mengganggu kebijakan yang sudah digariskan oleh para pengelola. Bravo Tokoh, yang kini kerap mengilhami perjalanan para tokoh di Bali, utamanya tokoh perempuan. Romi Sudhita Jln. Srikandi, Singaraja
Mozaik
Edisi 852/ 8 - 14 JUNI 2015
Dewi Anggreani Widjiastuti
Tak pernah Mengeluh
Menjadi seorang General Manager (GM) memerlukan kemampuan yang lengkap. Tanggung jawab yang besar diperlukan untuk menangani pekerjaan. Dewi Anggreani Widjiastuti, yang biasa dipanggil Dewi adalah GM dari Colors Group yang kini menjalani kariernya sebagai GM. Juni 2014 ia menjadi Operational Manager selama 4 bulan, selanjutnya meningkat jabatannya jadi GM.
B
anyak pekerjaan sudah ia lewati. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Dewi, merangkak dari jabatan paling rendah. Yakni, marketing,
kemudian meningkat menjadi operational manager, hingga akhirnya menjabat general manager. Ibu tiga anak ini tidak pernah mengeluh akan pekerjaannya yang menyita banyak waktu karena
Dewi Anggreani Widjiastuti
pulang yang larut malam. “Saya datang ke kantor agak siang. Jadi, masih bisa bertemu dan mengu-
rus anak maupun suami,” kata wanita 37 tahun itu. Kebiasaan sehari-hari yang dilakukan adalah memasak dan memetik gitar maupun menabuh drum. Namun, wanita cantik ini mengaku tidak mendalami musik tersebut. Padahal ia pernah ikut bergabung dengan kelompok band dan bernyanyi di cafe. Dewi menceritakan, saat awal bekerja di Colors Pub menjadi relation officer. Sambil bekerja, dia kuliah mengambil jurusan pariwisata di Universitas Airlangga (Unair). Ia mendapat tugas/job training bekerja sebagai waiters dan bartender. Setelah keluar dari Colors Group , Dewi, kemudian bekerja ke Vina Golf. Tetapi, di
Vina Golf pun tidak begitu lama. Ia kemudian hijrah di Bank Danamon, dilanjutkan pindah kerja lagi sebagai sales. Singkat cerita, wanita berkulit kuning langsat itu kembali lagi bekerja di Vina Golf. Setelah 12 tahun kemudian baru kembali ke Colors Group dengan jabatan GM. Dewi menjabat sebagai GM di tiga tempat, yakni, d’kampoeng, the cushy, dan Street of Singapore. Jam kerja dimulai pukul 10.00 hingga pukul 24.00. Bahkan, jika weekend hingga dini hari pukul 02.00. Ia mengaku bekerja bukan hanya sebagai atasan yang leha-leha saja. Tetapi, ikut turun tangan bekerja bersama timnya. Pada 21-25 Mei yang lalu diadakan ulang tahun d’kampoeng ke- 5 tahun. “Ulang tahun d’kampoeng, tahun ini saya ingin memberi tema Indonesian Food,” ungkapnya. Acara syukuran dilengkapi dengan penyanyi, keroncong, tari-tarian tradisional, dan pemain gamelan untuk meramaikan suasana agar lebih hidup nuansa Indonesianya. -Diana Ayu
Manisnya Kue Mendut Kue-kue tradisional memang selalu saja ada penggemarnya. Rasa kue tradisional memang ngangeni. Seperti kue Mendut ini. Salah satu kue tradisional yang dibungkus dengan daun pisang dan memiliki warna dan rasa yang nikmat. Sajian kue basah tradisional dengan khas isian parutan kelapa dan siraman saus santan yang kental ini dikenal dengan nama kue Mendut. Banyak sekali variasi dan sebutan akan nama kue ini karena kue yang bercita rasa enak ini sangat digemari di seluruh wilayah Indonesia dengan beragam kreasinya. Kue Mendut ini merupakan satu diantara jajanan tradisional yang ada di Kabupaten Ponorogo. Kue ini memiliki berbagai macam bentuk sesuai dengan yang diinginkan. Ada yang ber-
bentuk persegi panjang ada yang berbentuk kerucut dan banyak lagi bentuknya sesuai dengan keinginan si pembuat kue khas ini. “Kue ini dibungkus dengan daun pisang dan memiliki rasa yang manis karena di dalamnya mengandung campuran gula merah dan kelapa yang sudah disangrai,” tutur Mbok Sutiyah, salah satu pengrajin kue Mendut yang tinggal di Dukuh Kepek’an, Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Ponorogo. “Kue Mendut ini terbuat dari tepung ketan yang sudah dihaluskan, gula pasir, kelapa parut yang sudah disangrai dan gula merah yang sudah dihaluskan serta dibungkus menggunakan daun pisang dan proses pemasakannya dengan cara dikukus. Proses pembuatan kue ini memakan waktu lumayan lama,” papar Mbok Sutiyah.
Adapun proses pembuatan kue Mendut ini sebagai berikut, proses awal yang dilakukan yaitu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. “Hal pertama yang dilakukan yaitu membuat isian dari kue ini, isian dari kue mendut ini adalah kelapa parut yang dicampur dengan gula merah.,” tambahnya. Setelah warna kelapa parut berubah menjadi kuning keemasan dan merata di semua bagian, kelapa parut akan mengeluarkan aroma yang wangi dan menggugah selera. Setelah itu didinginkan baru dicampur dengan gula merah yang sudah dihaluskan. “Setelah proses pembuatan isian dari kue mendut selesai dibuat, kemudian proses pembuatan kue ini berlanjut pada tahap pembuatan adonan kue, pembuatan adonan kue ini menggunakan tepung ketan dan air putih yang berfungsi sebagai pelarut dari adonan,” terangnya. Biasanya untuk menambah cantik warna adonan, bisa ditambahkan pewarna makanan yang sesuai dengan keinginan agar adonan tampak lebih cantik dan berwarna. Setelah adonan dan
Kue Mendut Made In Desa Kauman layak dipromosikan sebagai makanan unggulan Ponorogo
isian kue selesai dibuat, tibalah saatnya proses pembentukan kue Mendut. “Adonan kue mendut dibentuk sesuai selera, baik dalam bentuk persegi panjang maupun dalam bentuk kerucut. Sebelum kue dibentuk sesuai keinginan kue terlebih dahulu dibuat dalam bentuk bola-bola, setelah dibentuk bolabola kemudian tengah-tengah kue ini dibuat bolongan yang
Terima kasih atas kesetiaan Bapak Romi Sudhita membaca Tokoh. Terima kasih juga atas usul dan saran yang sifatnya konstruktif yang menjadi masukan luar biasa bagi kami demi memberikan sesuatu yang luar biasa juga bagi pembaca dan masyarakat. Salam Redaksi
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
23
Mbok Sutiyah, salah satu pengrajin Kue Mendut asal Desa Kauman, Kec. Kauman, Kabupaten Ponorogo tampak menekuni usaha rumahan tersebut
bertujuan untuk mengisi isian,” tambahnya. Setelah semua kue selesai dibentuk sesuai selera, kue lalu dimasak dengan cara dikukus. Setelah pengukusan selesai jadilah kue mendut yang memiliki rasa yang manis dan legit. “Bila dimakan dalam keadaan yang masih hangat kue ini akan terasa lebih nikmat dengan rasa manis yang timbul dari isian kue yang berupa campuran dari kelapa parut dan gula merah yang memiliki rasa manis yang harum dan nikmat,” pungkasnya. -Dinar P Perdana
“Kue ini dibungkus dengan daun pisang dan memiliki rasa yang manis karena di dalamnya mengandung campuran gula merah dan kelapa yang sudah disangrai,”
24
What’s Up
Edisi 852/ 8 - 14 Juni 2015
Hamparan Pasir Putih di Pulau tak Berpenghuni Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki beberapa gugusan pulau, salah satunya yakni Kodingareng Keke. Pulau tersebut merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang terletak di sebelah utara Pulau Kodingareng Lompo. Akses ke lokasi tersebut, dapat menggunakan perahu tradisional yang kerap disebut Katinting (Jolloro) dengan sistem carter dengan jarak tempuh sekitar 60 menit.
B
erbagai keindahan alam bahari pun disuguhkan pada destinasi tersebut diantaranya hamparan pasir putih yang mengelilingi pulau yang tergolong mini ini, puluhan pohon pinus, serta karang yang menyerupai batu-batu kecil. Wisatawan yang datang ke pulau ini pun dapat menikmati alam bawah laut sekitar pulau tersebut dengan melakukan kegiatan snorkling atau diving. Terumbu karang di pulau itu terjaga kelestariannya dan dilengkapi dengan berbagai
jenis hewan laut lainnya. Destinasi wisata ini tergolong pulau tidak berpenghuni. Tentu saja tak ada aktivitas masyarakat yang seperti halnya di pulau berpenghuni. Karena suasana ini, lokasinya pun sangat cocok bagi yang ingin membuat foto prewedding. Apabila air laut pasang surut, tampak hamparan lahan pasir putih
yang cukup luas. Eksotika destinasi ini pun ditunjang dengan kebersihan area pulau tersebut. Hal ini ditandai dengan adanya tempat pembuangan sampah permanen (kolam sampah) yang berjejer di sekitaran pulau tersebut serta dilengkapi dengan petunjuk area keindahan pulau dengan tandai arah panah. Desta Pinguin, salah seorang wisatawan menuturkan cukup dengan mencarter perahu Katinting (Jolloro), Rp 700.000 (PP)
dengan kapasitas 10 orang, ia dan teman-temannya dapat menikmati keindahan Pulau Kodingareng Keke. “Pulau ini merupakan surga bagi wisatawan yang gemar kegiatan alam bawah laut. Kami juga mengapresiasi pemerintah yang mendung kebersihan pulau tersebut dengan menyiapkan tong sampah,� ujar anggota UKM Pahala Unismuh Makassar ini. -Hasmiati Mus