24
What’s Up
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Pemkot Denpasar
Siap Pelayanan dan Penyuluhan
Inovasi Penuhi Hak Anak Pemkot Denpasar Raih Penghargaan KLA Pemerintah Kota Denpasar tak pernah berhenti berinovasi berbagai program pemenuhan hak-hak anak. Ada lima kluster hak anak yang mesti dipenuhi, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan perlindungan khusus kepada anak. Demikian disampaikan Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kota Denpasar Ir. I Gst A. Laksmi Dharmayanti, M.Si. Dikatakannya, penghargaan tidak datang begitu saja, tapi melalui upaya serta program-program yang senantiasa fokus pada kepentingan anak. Dengan dipenuhinya hak-hak anak oleh Pemkot Denpasar, mereka terlindungi serta da-
pat tumbuh dan berkembang lebih maksimal. Ini juga merupakan implementasi dari pelaksanaan “Convention on the Rights of the Child” (CRC) dan “World Fit for Children” (WFC) yang berisikan perlindungan terhadap hak-hak anak. Hingga di tahun 2013, Denpasar meraih Penghargaan Menuju Kota Layak Anak (KLA) katagori Nindya serta penghargaan atas Kebijakan Pemberian Akta Kelahiran Secara Gratis. Selain itu, lanjut Laksmi Dharmayanti, Pemkot Denpasar tidak hanya memperhatikan hak dan fasilitas anak-anak normal, juga sangat peduli terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Terbukti dengan berdirinya sekolah untuk mereka dan merupakan satu-satunya di Indonesia yang dibiayai melalui APBD. -ard
Super Camp
Bangun Karakter Remaja Denpasar
Dalam rangka mencegah dan menanggulagi kenakalan remaja , Pemkot Denpasar cukup jeli, dengan terobosan program mengisi hari libur anak sekolah. Salah satunya kegiatan super camp bagi siswa SMP dan SMA se-Kota Denpasar. Aktivitasnya sangat menarik mulai dari kegiatan seni budaya hingga peningkatan mental-spiritual. Menurut Ir. I Gst A Laksmi Dharmayanti, M.Si, Kepala Badan KBPP Kota Denpasar, didampingi Dra. I Gst Agung Wetrawati, Kabid PP dan PA, kegiatan ini sangat positif sebagai upa ya pembangkitan kekuatan karakter dan mental dengan penggunaan inner laten power dan harmonisasi body, mind & soul. Dalam super camp peserta dia-
jak melakukan permainan membangun kerjasama kelompok, berbagi pengalaman dan perasaan dan diajak mengenal lingkungan alam. Selain itu peserta pun memperoleh pelatihan public speaking dan keterampilan lain yang berguna untuk membangun mental dan kecerdasan. Menariknya, sudah beberapa sekolah SMA dan SMK di Denpasar yang melaksanakan super camp secara mandiri. Program super camp sejalan dengan salah satu pemenuhan hak anak, sesuai dengan konvensi Hal Anak dari PBB yang merupakan kesepakatan global serta sudah diratifikasi melalui UU Perlindungan Anak No. 35 tahun 2014. Selain itu sudah pula dilangsungkan MoU antara P2TP2 Kota Denpasar dengan Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) Kota Denpasar, dalam rangka pencegahan dan menanggulangi permasalahan anak dan kenakalan remaja di Kota Denpasar. - ard
Bidang Penggerakan Masyarakat (PM) pada Badan KB & PP Kota Denpasar selama ini telah menjalankan berbagai bentuk pelayanan dan penyuluhan kepada masyarakat di Kota Denpasar. Program yang dilaksankan berupa : (1) Penyuluhan KB Pria (2) Penyuluhan Kespro Remaja dan HIV/AIDS. (3) Pelayanan/ Penyuluhan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) Program KB (4) Penyuluhan Peningkatan Perlindungan Hak Reproduksi/ Papsmear. (5) Penyuluhan Kelangsungan Hidup Bayi dan Anak (6) Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya. Mengenai pelatihan pendidik dan konselor sebaya, Kabid PM, Tresna Yasa, S.Pt., M.Pd., Badan KB & PP Kota Denpasar me ngatakan tujuannya untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan serta wawasan guru, dosen, pegawai selaku penanggung jawab Pusat Informasi Konseling (PIK)-R/M dan siswa/mahasiswa selaku pengelola di sekolah atau di Perguruan Tinggi. “Saat ini sudah ada yang membentuk PIK di beberapa sekolah dan Perguruan Tinggi di Denpasar,” ucap Tresna. Keberhasilan bidang PM juga terlihat dari prestasi yang diraih baik di Tingkat Provinsi maupun Nasional. Untuk tahun 2015 ini misalnya, ada Kelompok BKL Br. Tegal Sari, Desa Tegal Harum berhasil meraih peringkat I Tingkat Provinsi Bali, dan Duta Mahasiswa Putra Peringkat I Tingkat Provinsi Bali dan akan bertarung di Tingkat Nasional dari PIK-M Yowana Bhakti Poltekes Kota Denpasar. -ard
Sukseskan Pengarusutamaan Gender Keberhasilan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam pemberdayaan perempuan dan anak, juga terlihat melalui aturan atau perda yang telah dipersiapkan. Termasuk tidak adanya diskriminasi terhadap perempuan pun terbukti, dengan banyaknya pejabat perempuan di lingkungan Pemkot Denpasar. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan KB PP Kota Denpasar, Ir. Gst A. Laksmi Dharmayanti. Begitu juga beragam program berperspektif gender yang digulirkan secara berkesinambungan mampu memberi ruang kreativitas dan fasilitas kepada pemberdayaan perempuan dan anak. Program riil lainnya juga telah dilakukan Pemkot dengan dibentuknya advokasi perlindungan terhadap perempuan bekerjasama dengan LSM. Selanjutnya, keberhasilan Pemkot Denpasar atas pengarusutamaan gender, tersebut kembali meraih penghargaan dari pemerintah pusat melalui Menteri PP dan PA Yohana Yembise berupa Anugrah Parahita Ekapraya (APE) Katagori Utama Tingkat Nasional, akhir tahun 2014. Terjadi peningkatan, sebab sebelumnya yakni tahun 2013 meraih penghargaan Katagori Madya. Komitmen Pemkot Denpasar terhadap pengarusutamaan gender yang sangat tinggi juga diyakinkan dengan Perda No.4 tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak terhadap korban kekerasan. “Semua ini bisa berjalan dengan baik,juga karena adanya peran serta masyarakat dan dunia usaha,” kata Laksmi. -ard
Badan KB & PP Bina Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
Untuk meningkatkan kualitas SDM diperlukan peran orangtua dan keluarga dalam membina tumbuh kembang anak. Juga, peningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku positif masyarakat terhadap pola pengasuhan dan pembinaan balita, anak, remaja, serta lansia. menuju keluarga berkualitas, sehat dan sejahtera. Untuk hal tersebut, pemerintah membentuk Tribina Paripurna, yakni BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja) dan BKL (Bina Keluarga Lansia) yang berdampingan dengan UPPKS. Demikian disampaikan Kabid KB/KS, Ayu Wahyuni, S.E., M.Si., pekan lalu. Balita misalnya, dengan masa keemasan (golden age period) yang dimilikinya, terutama saat usia 0-2 tahun, ketika otaknya butuh perhatian, bimbingan dan binaan yang optimal, diperlukan peran program “Bina Keluarga Balita” (BKB). Kegiatannya menitikberatkan pada tumbuh kembang anak sesuai usianya.
Selanjutnya, pola asuh orangtua, diidentifikasi sebagai pengaruh yang sangat penting dalam pembentukan karakter remaja termasuk yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Di sini, kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) yang berperan membantu memahami remaja, dan cara berkomunikasi dengan mereka. Sedangkan berbicara keluarga berencana (KB) untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, dilaksanakan melalui pembinaan dan pelayanan kontrasepsi. Dikatakan oleh Ayu Wahyuni, penggunaan kontrasepsi untuk jangka panjang secara langsung berdampak pada menurunnya angka kelahiran. -ard
2
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Ekspresso
GORO-GORO
DAri daPUr Redaksi
Bangkit
jangan
untuk
Mandiri 20 Mei 1908, perkumpulan Budi Utomo didirikan di Jakarta oleh Sutomo dkk. Perkumpulan pemuda terpelajar ini menjadi cikal bakal bangkitnya kesadaran kesatuan kebangsaan. Sejak itu, bermunculanlah berbagai organisasi yang bergerak demi kepentingan nasional. Tanggal 20 Mei pun dicanangkan sebagai Hari Kebangkitan Seiring perjalanan waktu, bangsa Indonesia bangkit dan menjadi bangsa yang disegani bahkan sempat mendapat julukan “Macan Asia”. Tetapi, perjalanan roda mengalami perputaran. Kadang di atas, kadang di bawah. Indonesia pun mengalami keterpurukan mulai tahun 1997 akibat krisis multidimensi. Krisis tak hanya menimpa Indonesia tetapi banyak negara lain. Berkaca dari pengalaman itu, Indonesia menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional untuk benar-benar bangkit. Usaha yang melibatkan seluruh komponen
bangsa menjadikan Indonesia bangkit. Kini seiring perkembangan zaman, tak hanya semangat kebangkitan saja yang diperlukan. Perlu ada aksi nyata untuk menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sudah bangkit. Semangat kebangkitan mulai dari diri sendiri hingga ke kelompok yang lebih luas, dalam hal ini masyarakat. Kebangkitan merupakan awal dari sebuah perubahan. Kebangkitan adalah usaha untuk bangun atau lepas dari sebuah keterpurukan serta melepaskan diri dari keputusasaan. Kebangkitan yang dilakukan seseorang tidak hanya bersifat individu tetapi kebangkitan tersebut juga akan berpengaruh secara luas bahkan bisa bersifat nasional. Kebangkitan nasional bisa dilihat dari berbagai sudut. Ada generasi muda yang memandang kebangkitan nasional adalah momen ketika generasi muda bisa mandiri tanpa bergantung kepada orangtua. Untuk bisa mandiri tentu perlu proses kreatif agar bisa menghasilkan sesuatu yang
Mama Lemon Saya selalu tertawa, jika ingat tentang kejadian ini. Terutama saat sedang di dapur. Ko Andrew adalah tunangan saya. Kira-kira satu minggu yang lalu Ko Andrew baru saja keluar dari rumah sakit dengan status calon DB (demam berdarah). Setelah kondisi kesehatannya membaik, dan setelah cuti selama satu minggu dari kantor, bosnya meminta ia untuk datang rapat bersama pak bos dan klien kantornya di Nusa Dua. Kebetulan hari itu adalah hari Sabtu. Ko Andrew sebenarnya sedikit bete, karena biasanya Ko Andrew menghabiskan seharian wakuncar (waktu kunjung pacar) di rumah saya, tapi tiba-tiba ada kerjaan kantor. Lalu, Ko Andrew pun punya ide, ia meminta saya juga ikut agar sekalian jalan-jalan. Lumayan tempat meeting ada di suatu Villa di Nusa Dua. Tapi, papa saya sedang sakit, sehingga Ko Andrew meminta saya untuk tetap diam di rumah mejaga papa.
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Setelah acara meeting selesai, Ko Andrew langsung mengabari saya, bahwa ia akan datang ke rumah untuk melihat kondisi papa sekalian malam mingguan. Lalu kami mengobrol lewat Line : ko Andrew bertanya: “Papa mau dibawain Badeng gak Yuk?” Saya pun menjawab : “Gak usah ko..” karna saat itu hujan deras dan saya tidak bisa keluar rumah, maka saya pun meminta tolong kepada Ko Andrew : “Koko, bisa minta tolong gak? Sebelum ke rumah, ke Indomaret dulu sebentar ya, titip beliin mama lemon.. hehehee… makasiii ya ko,. Di rumah hujan soalnya”. Kira-kira lima belas
Putu Wijaya
bermanfaat. Di sisi lain, ada yang mengatakan kebangkitan nasional merupakan sebuah langkah nyata untuk memberantas penyakit masyarakat. Penyakit masyarakat yang akhir-akhir ini muncul kepermukaan, menimbulkan berbagai kekhawatiran terhadap meningkatnya angka korban dampak penyakit menular seksual (PMS) seperti HIV/AIDS. Serta peredaran narkoba yang makin marak dengan berbagai modus. Terlebih lagi akhir-akhir ini yang sedang menjadi perbincangan adalah adanya praktek prostitusi online. Jika hal ini dibiarkan maka akan dapat merusak para generasi muda yang merupakan penerus bangsa. Kebangkitan nasional adalah bagaimana kita bisa memberantas penyakit masyarakat yang sangat meresahkan dan tentunya sangat merugikan berbagai pihak. Dengan melakukan hal-hal yang positif serta dapat berguna bagi orang banyak terutama berguna bagi bangsa dan negara. Jika hal ini dapat diwujudkan maka inilah yang dikatakan sebagai kebangkitan nasional yang sesungguhnya. Salam
menit kemudian Ko Andrew membalas line : “Siippp… beliin mama lemon kan?” Anjing saya menggonggong, itu tanda ada orang datang. Benar saja, Ko Andrew sudah di depan gerbang, saya pun membawakan payung, karna hujan. Lalu sampai di ruang tamu, Ko Andrew pun mengeluarkan plastik. “Ini yuk.. Koko dapet lemonnya di Clandys., makanya agak lama karna muter-muter nyarinya.. hehehe..” Saya pun kaget saat melihat isi plastik yang diserahkan Ko Andrew. Oh my God… Ternyata Ko Andrew mengira saya nitip beliin mama “lemon”, padahal yang saya maksud adalah mama lemon sabun cuci pembersih piring. Huhuhu…. Ayu Untari, Gianyar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 2.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
“Apa yang Bu Amat doakan supaya jangan terjadi?” tanya Bu Made. Bu Amat tersenyum. Berpikir, tapi kemudian
menggeleng. “Saya tidak berani mencampuri apa yang direncanakan oleh Yang Di Atas Itu. Saya hanya berani berdoa apa yang saya mohonkan agar jadi kenyataan.” Bu Made ketawa. “Ah, itu kan sama saja Bu Amat!” “Masak?” “Sama! Coba, apa yang Bu Amat doakan supaya jadi kenyataan?” “ Saya doakan supaya kita selalu bisa hidup damai berdampingan dalam segala perbedaan.” “Terus?” “ Ya, itu.” “Itu saja? Kok cuma satu?” “Ya, namanya juga orang berdoa, mohon-mohon, satu saja, cukup, tidak boleh serakah.” “Artinya Bu Amat minta, supaya jangan ada ribut-ribut, gara-gara ada perbedaan? Ya, kan?!” Bu Amat mengangguk. Tapi dalam hatinya tak setuju. Di rumah, ia coba mencocokkan perasaannya dengan Amat. Apakah memohon supaya terjadi dan minta jangan terjadi itu, sama? “Tujuannya akhirnya memang sama. Tapi cara menyampaikannya beda. Minta supaya jangan terjadi, hakekatnya memerintah. Mohon agar terjadi itu, berharap.” Esoknya, Bu Amat menyampaikan pendapat suaminya pada Bu Made. “Semalam saya juga konsultasi pada suami saya,” kata Bu Made. “Dia bilang, bagaimana pun cara menyampaikannya, kalau tujuannya sama, berarti sama.” Karena menganut prinsip hidup damai dalam perbedaan, Bu Amat tak menyanggah. Bu Made jadi penasaran. “Bagaimana, Bu Amat? Setuju, tidak?” “Iya, deh!” “Jangan ya deh, ya deh saja. Setuju, tidak?” “Iya-lah.” “Nah, begitu dong Bu Amat. Jadi jelas. Jangan ya..ya.., tapi sebenarnya, tidak ya.” Malamnya, rapat tahunan warga, digelar. Ketika hendak dimulai, pimpinan rapat mengajak semua berdoa. “Silakan, mohon Pak Made memimpin berdoa, mewakili kita semua yang berbeda-beda keyakinan, namun sama-sama beriman berdasarkan keyakinan masing-masing.. Silakan, Pak Made.” Pak Made batuk-batuk lalu mulai. “Mari kita berdoa, silakan melakukan berdasarkan kepercayaan masing-masing. Mulai. Tuhan sekalian alam, kami berkumpul malam ini, untuk merundingkan apa yang akan kami lakukan tahun ini yang bermanfaat bagi semua orang dan negara. Kami bersujud di kakiMu dan memohon, lindungilah kami. Berikan kami kekuatan, tunjukkan kami jalan yang benar. Tegurlah kami kalau salah. Jangan biarkan kami sesat ke jalan yang salah. Bimbinglah kami ke arahMu. Berikan kami kesehatan, kerukunan, jangan sampai ada bencana alam, lindungi kami dari segala kejahatan. Jangan biarkan kami hancur. Jaukanlah kami dari perbuatan maksiat, jangan biarkan anak-anak kami terjerumus narkoba, jangan biarkan warga kami gontok-gontokan, ingatkan mereka, supaya selalu menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika. Jangan biarkan kami tergoda setan, jangan biarkan kami alpa, murahkan rezeki kami, ya Tuhan. Kaulah tempat satu-satunya yang akan selalu kami ingat jadikan kami warga yang santun, jauhkan kami dari perbuatan maksiat, hanya Engkaulah pelindung kami, jangan biarkan kami sesat, jangan tinggalkan kami yang selalu memujaMu. Jangan biarkan kami menderita, jangan tidak pedulikan kami, jangan ..,,.” Bu Made, menyengol siku suaminya sambil berbisik, “Sudah! Jangan, jangan-jangan terus! Mau berdoa atau memerintah?!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Pandhe Besi makin Langka
23
Keberadaan pengrajin besi (pandhe besi) yang sudah puluhan tahun di kawasan pasar loak Kelurahan Bangunsari, Kota Ponorogo, terancam. Dari tahun ke tahun jumlahnya terus berkurang. Tidak adanya generasi penerus yang ingin bekerja sebagai pandhe besi menjadi penyebabnya.
“P
ermasalahannya tidak ada generasi muda yang mau meneruskan usaha bapaknya sebagai pandhe besi. Jadi yang ada sekarang pun usianya sudah tua-tua, kebanyakan di atas 40 tahun,” tutur Syahri, salah satu pandhe besi asal Desa Gupolo Babadan yang aktivitas sehariharinya di pasar loak ini. Pandhe adalah profesi yang kian langka di masyarakat. Banyaknya peralatan dapur produksi pabrik, berkurangnya lahan pertanian menjadi penyebab banyak pandai besi yang tutup tidak lagi beraktivitas. “Saat ini
hanya sekitar kurang dari 10 orang yang masih menekuni kerajinan besi di tempat ini,” imbuhnya Di tengah fenomena tersebut, siapa sangka profesi pandhe besi masih ditekuni sebagian warga, tidak di desa namun di pusat kota Ponorogo. Tidak adanya penerus ini yang membuat dia khawatir lama-kelamaan usaha kerajinan besi di Sewulan tidak akan ada lagi. Padahal, potensi penjualan dari produk yang dihasilkan kerajinan besi sangat besar. Produkproduk itu kebanyakan alat-alat pertanian seperti cangkul dan sabit.
“Sekarang permintaan produk-produk itu makin banyak, tetapi karena terbatasnya pandhe besi, tidak semua permintaan bisa dipenuhi,” tambahnya. Setiap hari para pandhe besi ini beraktivitas dari pagi hingga selepas sholat Dzuhur. “Orang kerja umumnya kan libur Minggu, kalau kami liburnya hari Jum’at sebab biar bisa tenang beribadah,” ungkapnya. Aktivitasnya para penempa besi dan baja ini biasanya dilakukan minimal dua orang, satu orang pandai besi dibantu satu orang yang bertugas menjaga nyala api dengan alat tradisional yang disebut ubub. Selain itu “asisten” pandhe besi juga membantu tugas lain seperti menempa dan mengikir alat yang sudah jadi. Disamping membuat peralatan seperti sabit atau pisau, para pandhe besi juga melayani jasa perbaikan alat-alat pertanian tradisional seperti sabit atau cangkul. “Rata rata yang datang adalah petani yang membawa alat
pertanian seperti cangkul, gancu, atau sabit. Alat tersebut disepuh dan ditajamkan,ongkos antara Rp 20-25 ribu,” jelasnya. Slamet, salah satu orang yang membutuhkan jasa pandhe besi memiliki alasan tersendiri kenapa masih memilih peralatan dari hasil tangan pandhe besi. Karena harganya yang murah, barangnya bisa utuh kembali mirip baru, dan lebih tajam dari barang pabrikan.
Selain itu Slamet masih membeli cangkul baru pabrikan di lokasi pasar loak ini. “Meski kadang saya beli yang baru namun tetap membutuhkan pandhe besi untuk disepuh dengan bara api lalu dipertebal dengan baja agar kuat dan tajam, karena barang pabrikan masih terlalu tebal dan besinya masih mentah sehingga mudah patah,” ujarnya. –Dinar Putra
Generasi Masa Depan Perlu Dukungan Berbagai Pihak Dalam rangka mewujudkan Kota Denpasar Layak Anak di Tahun 2020, Pemkot Denpasar melalui Badan KB PP Kota Denpasar tidak berhenti melakukan berbagai program pendukung yang inovatif. Seperti , dilakukannya Deklarasi Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Denpasar, di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang beberapa waktu lalu. Acara tersebut dihadiri Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang sekaligus menandatangani komitmen perusahaan anggota APSAI terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kota Denpasar. Menurut Kepala Badan KB PP Kota Denpasar, Ir. I Gst. A Laksmi Dharmayanti didampingi seluruh Kabid di lingkungannya, atas berbagai inovasi program yang telah dilaksanakan Pemkot Denpasar, termasuk sejak mendeklarasikan Kota Layak Anak di tahun 2011, berbagai penghargaan pun diterima. Begitu pula Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementrian PP dan PA RI, Ny. Lenny Nurhayati Rosalinda, sangat mengapresiasi Pemkot Denpasar yang berhasil meraih
penghargaan Kota Layak Anak katagori Nindya sebanyak dua kali. Sementara Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra menyatakan bahwa permasalahan anak sangat penting mendapat perhatian, terlebih masalah hak-hak mereka.Terutama hak asuh, kesehatan, pendidikan dan kreasi serta hak terlindungi dari kekerasan. Tentu saja hal tersebut sudah seharusnya mendapat dukungan berbagai pihak. Salah satunya dari perusahaan yang peduli dengan hak-hak anak. Juga diharapkan dari tahun ke tahun lebih banyak lagi orang yang bisa memahami tentang masalah anak dan mau membantu membuat anak-anak ke depannya jauh lebih hebat dari generasi sekarang. -ard
22
Sosialita
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Edisi 848/ 18 - 24 mei 2015
Cantik,Sehat, & Bugar ala BBC
Jakarta Fashion and Food Festival
Pesta Kuliner dan Fashion Show tiap Hari
Jakarta meriah lagi. Mal-mal mulai berdandan untuk menyambut HUT Jakarta yang ke-488. Meski memang HUT Jakarta baru akan jatuh pada 22 Juni mendatang, namun serangkaian acara menyambut HUT sudah mulai digelar. Setidaknya ‘geliat’ menyambut HUT sudah terasa di kawasan Kelapa Gading Mal yang sejak 13 Mei – 7 Juni menggelar Jakarta Fashion and Food Festival.
K
ebetulan juga acara ini digelar menjelang long weekend, sehingga bisa dibayangkan betapa ramai dan sesaknya mal yang berada di kawasan Jakarta Utara itu. Khususnya, di areal kuliner. Kuliner memang menjadi salah satu daya tarik dari JFFF yang telah 12 kali digelar ini. Di acara ini para pemburu kuliner akan dipuaskan dengan beragam makanan, baik yang kerap ditemui hingga yang jarang dijumpai. Berbagai makanan nusantara hingga makanan kreatif ikut meramaikan acara yang telah 12 kali digelar ini. Dan tak ketinggalan, di acara ini kita juga bisa menyaksikan keunikan ‘Kampoeng Tempo Doeloe’. Untuk tahun ini, Kampoeng Tempo Doeloe didekorasi seperti ‘Pelabuhan Sunda Kelapa’ lengkap dengan menu-menu yang menjadi ikon kuliner nusantara. Dihadirkan-
nya tema ‘Pelabuhan Sunda Kelapa’ sekaligus untuk mengingatkan bahwa Jakarta memiliki sebuah ikon yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan masih terpelihara hingga kini, yakni Pelabuhan Sunda Kelapa yang dimasa lalu merupakan pusat perdagangan di Asia. Jumlah peserta event yang dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Kamis (14/5) ini, lebih banyak dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu sekitar 100 gerai makanan dengan 175 jenis makanan, maka tahun 2015 ini, jumlah stan mencapai 117 dengan 200 jenis makanan. Selain pesta makanan, para penggemar fashion juga dapat menikmati acara fashion show yang digelar setiap harinya. Sejumlah desainer top ikut meramaikan acara seperti Adjie Notonegoro, Marga Alam, Tuty Cholid, Oscar Lawalata,
Jln. Dewi Sri No. 9 A-D Kuta, Abian Base-Kuta Bali Phone : 0361-763 940, 763 837, Mobile : 081 3310 83080 balibeautyclinic@gmail.com/ www.balibeautyclinic.com
Didi Budiardjo, dll, yang semuanya menampilkan rancangan-rancangan terbarunya. Selain desainer senior, para desainer independen pun diberi kesempatan untuk memamerkan karyanya. Akan banyak acara menarik yang bakal digelar hampir sebulan lamanya, di antaranya adalah, show `Kain Negeri` oleh IPMI, Cita Tenun Indonesia, Yayasan Batik Indonesia juga Dekranasda. Tak ketinggalan, koleksi ready to wear yang digelar di area fashion village yang terletak di lantai dasar Mal Kelapa Gading. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat berharap, acara semacam ini terus dikem-
bangkan sehingga suatu saat Jakarta bisa menjadi rujukan pusat mode di Asia. “Yang ditampilkan di sini adalah karya-karya terbaik. Jika hal ini bisa terus dipertahankan, tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi rujukan pusat mode juga kuliner di Asia karena kita memiliki kekayaan yang luar biasa,” ungkap Djarot seraya berharap yang datang ke acara JFFF bukan hanya masyarakat Jakarta tapi juga dari daerah lain dan dari luar negeri. Selain fashion dan kuliner, tambah Djarot lagi, JFFF juga menggelar acara meriah lainnya yakni, ‘ Gading Nite Carnival’ yang dikembangkan seperti Jember Fashion Festival. –Diana Runtu
Midnight Shopping di 16 Pusat Belanja JFFF merupakan event penanda dimulainya rangkaian acara HUT Jakarta ke-488. Dimulai pada pertengahan Mei hingga minggu pertama Juli 2015, berbagai acara akan digelar seperti event-event budaya, kuliner hingga pesta diskon yang diikuti oleh semua mal yang ada di Jakarta. Di akhir Mei ini, atau persisnya 29 Mei hingga 5 Juli, Jakarta Fair digelar di Kemayoran, Jakarta Pusat. Bukan hanya Jakarta Fair, namun untuk masyarakat juga disediakan acara yang tak kalah meriahnya yakni Pesta Rakyat yang bakal digelar di Parkir Timur Senayan pada 30 Mei-5 Juni. Berbagai acara akan digelar di acara Pesta Rakyat ini, mulai dari hiburan yang menampilkan artis-artis Ibukota, juga bazar kuliner, pentas budaya, dll. Nah, acara yang paling ditunggu-tunggu para penggila belanja adalah Jakarta Great Sale yang tahun ini akan digelar pada 6 Juni hingga 12 Juli mendatang. Sekitar 78 mal dan 10 pasar tradisional yang ada di Jakarta bakal ikut berpartisipasi. Seperti tahun sebelumnya, Jakarta Great Sale akan mampu menyedot banyak pengunjung
karena diskon belanja yang diberikan tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai 70%. Pesona FJGS memang terus meningkat tiap tahunnya, bukan hanya karena diskon yang diberikan cukup besar tapi barang-barang yang didiskon termasuk produk merek kenamaan. JGS sendiri telah digelar sejak 1982, namun kala itu namanya adalah Festival Pertokoan. Kemudian tahun 90-an berganti nama menjadi Pesta Diskon. Event ini terus berkembang, Pemda DKI Jakarta kemudian menggandeng APRINDO (Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia) dan nama pun berganti menjadi Festival Jakarta Great Sale. “Jakarta Great Sale bukan hanya menggelar diskon dan promo-promo menarik tapi barang-barang ditampilkan pun yang up to date,” ungkap Ellen Hidayat, Ketua Pelaksana FJGS 2015. Selain itu, kata Ellen, tahun ini JGS juga dimeriahkan oleh 10 pasar tradisional yang memberi diskon sembako. “Jangan lewatkan, karena FJGS juga akan dimeriahkan dengan acara midnight shopping yang digelar serentak di 16 pusat belanja dari 19-20 Juni dan 26-27 Juni,” ucapnya. –Diana Runtu
3
D
itunjang tim dokter yang berpengalaman dan berkualitas, peralatan treatment dengan teknologi terbaru (FDA approved), serta produk perawatan yang sudah lulus uji BPOM sehingga sangat aman dan berkualitas, pasien
akan dimanjakan dengan pelayanan dan suasana yang homey, serasa di rumah sendiri. “Visi misi kami, menjadi Aesthetic Clinic terbaik dan terlengkap di Bali khususnya, dengan mengedepankan kualitas dan pelayanan, serta meningkatkan kualitas hidup dan kepercayaan diri ke tahap
Tampil cantik, sehat dan bugar, tentu menjadi impian tiap orang. Untuk menyempurnakan penampilan Anda hanya ada satu tempat yang tepat, BALI BEAUTY CLINIC Aesthetic, Dental, and Spa. Kenapa? Karena di klinik yang berlokasi di Jln. Dewi Sri No. 9 A-D Kuta, dengan konsep “One Stop Aesthetic Clinic” ini, siap melayani perawatan estetika untuk kulit wajah, tubuh, dan rambut, perawatan gigi, serta dilengkapi wellness spa untuk kecantikan dan kebugaran.
yang lebih tinggi,” ujar Marketing & Public Relations Manager Bali Beauty Clinic (BBC), Dharma Susatya. Di klinik yang berdiri megah bergaya kolonial, namun dengan suasana rumahan ini, terdiri atas dua lantai. Di lantai pertama terdapat pelayanan Dental Aesthetic yang ditangani drg. AAA Agung Pratita. Dentist cantik ini siap melayani pasien mulai dari masalah kesehatan gusi, gigi, dan mulut sampai tindakan estetika pada gigi. Seperti, SCALLING-perawatan dengan cara membersihkan plak dan karang gigi, yang juga dapat menyehatkan gusi. Ada juga BLEACHING, cara yang cepat dan sangat efektif untuk mendapatkan warna gigi yang lebih putih dan dibantu dengan sinar laser. Pilihan lainnya, TOPICAL FLUOR. Perawatan ini berupa pengolesan langsung ion fluor pada lapisan paling luar dari mahkota gigi atau email. Tujuan dari fluor ini yakni untuk melindungi gigi dari karies atau lubang gigi. Untuk urusan tambal-menambal gigi, BBC memiliki pelayanan yang ia sebut TAMBALAN ESTETIK. Bahan yang digunakan untuk tambalan estetik mempunyai warna yang sama dengan gigi asli. Ada juga pelayanan VENEER yang saat ini sedang tren. Veneer adalah lapisan tipis pengganti lapisan email gigi. Lapisan ini dilekatkan pada permukaan mahkota gigi yang menghadap ke luar, sehingga dapat menutupi kelainan bentuk gigi, kerusakan gigi, serta warna yang tidak merata pada gigi. Veneer juga dapat memperbaiki dan meratakan
Beragam Pilihan Perawatan
Untuk pasien yang membutuhkan layanan perawatan dan pengobatan jerawat dan bekas jerawat, hiperpigmentasi, jaringan parut, bekas luka, peremajaan dan pencerahan kulit, dan lain-lain, akan diarahkan ke lantai dua (Dermatology Kosmetik) yang ditangani dr. AAA Laksmi Dewi Budiani, Sp. KK. Di sini, pasien bisa memilih beberapa perawatan sesuai kebutuhan, di antaranya ULTHERAPHYtindakan peremajaan wajah dan leher yang menggunakan gelombang ultrasound untuk mengencangkan dan mengangkat kulit serta jaringan yang kendur tanpa operasi. Tanpa rasa sakit dan pengerjaan yang singkat, tidak memerlukan waktu pemulihan. NON-ABLATIVE RADIO FREQUENCY-metode pengencangan kulit dengan menggunakan radio frekuensi yang aman dan cepat. Tindakan ini bermanfaat untuk mengurangi lemak (misalnya pada perut, lengan, dan paha), mengencangkan wajah, payudara dan bokong, mengurangi selulit, dan strech mark. “Pada luka pascaoperasi, radio frekuensi juga bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka, mengurangi nyeri, dan hematoma,” jelas dr. Amy-sapaan akrabnya. FRACTIONAL RADIO FREQUENCY-perawatan radiofrekuensi yang telah dikombinasikan dengan teknologi fractional sehingga energi radiofrekuensi yang dihantarkan lebih merata. Manfaat dari perawatan ini, pengencangan kulit dengan mengaktifkan produksi kolagen, memperbaiki scar atau bekas jerawat dan mengurangi kerutan halus.
posisi gigi. Bahan yang digunakan adalah porselen atau keramik karena kedua bahan ini memiliki warna dan tekstur yang menyerupai gigi asli. Perawatan selanjutnya, CROWN & BRIDGE. Jacket crown adalah tindakan pembungkusan gigi yang telah rusak karena proses karies atau gigi berlubang. Ada juga perawatan ENDODONTIK, yang merupakan perawatan saraf dan saluran akar gigi untuk mempertahankan gigi yang mengalami kerusakan ruang saraf gigi akibat gigi berlubang besar, gigi patah, dan bagian permukaan kunyah gigi yang aus, sehingga mencapai ruang saraf gigi. “Dengan demikian gigi dapat dipertahankan, bebas infeksi, dapat melakukan pengunyahan secara normal, dan mengembalikan estetik gigi,” jelas drg. Pratita.
CHEMICAL PEELING-perawatan kulit rutin menggunakan cairan khusus pada wajah yang berfungsi untuk mengangkat atau pengelupasan bagian kulit terluar. Kegunaan perawatan ini adalah mencerahkan kulit wajah, mengangkat sel kulit mati, mengurangi tampilan flek, mengurangi kerutan halus, melembabkan dan mengencangkan kulit wajah. Untuk jenis peeling tertentu dapat mengontrol produksi minyak sebum wajah dan mengurangi jerawat. MIKRODERMABRASI by OXYGENEO-Kegunaan perawatan ini merangsang pertumbuhan sel kulit baru, menjadikan kulit lebih halus dan tidak kusam, mengurangi tampilan flek di wajah, mengurangi minyak sebum, komedo dan jerawat, mengurangi tampilan kerutan halus, scar atau bekas jerawat. BOTOX INJECTION-Manfaat dari perawatan ini untuk menghilangkan kerutan-kerutan pada wajah, meniruskan bentuk rahang, dan mengurangi produksi kelenjar keringat berlebih. FILLER-prosedur penyuntikan yang bertujuan untuk mengisi lapisan kulit dengan bahan tertentu untuk mengisi volume kulit yang berkurang. LASER- Laser akan mengangkat jaringan kulit yang tidak diinginkan seperti flek/noda hitam, kerutan, tattoo dan menghambat pertumbuhan rambut, tanpa harus merusak jaringan kulit lainnya. Hasilnya, kulit lebih halus, kerutan hilang, lebih kencang dan cerah. WHITENING INJECTION-merupakan perawatan kulit menyeluruh dengan menyuntikkan vitamin C dan antioksian,
Ia juga memaparkan tentang DENTAL IMPLANT yang merupakan salah satu perawatan dalam bedah mulut yang berfungsi menggantikan gigi yang hilang. Gigi tiruan ini diletakkan ke dalam tulang rahang atas atau bawah melalui proses pembedahan; ORTHODONTIC-metode terbaik untuk mendapatkan susunan gigi yang rapi dan ideal, serta fungsi gigi yang baik. Dengan demikian akan diperoleh bentuk wajah yang proporsional; INVISALIGN-teknik terbaru untuk merapikan gigi tanpa harus memakai kawat. Bentuknya yang transparan karena terbuat dari plastik akan tetap menjaga keutuhan senyum kita. Invisalign pun bisa dilepas sewaktu-waktu dengan mudah. “Jadi, jika ingin gigi Anda sehat dan cantik,” datang saja ke BBC,” ucap drg. Pratita. –ten
yang akan menangkal efek buruk radikal bebas, sehingga kulit akan terlihat lebih cerah dan stamina terjaga. CAUTER-perawatan menggunakan energi listrik yang akan menghilangkan kelainan-kelainan kulit yang tidak diinginkan seperti milia, skintag dan keratosis. PLATELET RICH PLASMA (PRP)- dapat memperbaiki kerutan halus pada wajah, meregenerasi sel kulit, memperbaiki bekas luka atau scar bekas jerawat, merangsang pertumbuhan folikel rambut dan mengurangi lingkar hitam di sekitar mata. “Dan, ada HOME SKIN CARE PRODUCT. Segala produk perawatan kulit dan rambut di klinik kami, disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan kulit Anda berdasarkan konsultasi dan pemeriksaan dokter,” tegas Dermato Venereologist BBC, dr. Amy. Tersedia pula beberapa jenis facial: acne facial, brightening facial, anti aging facial, serta premium facial: phyto stem cells facial dan hyaluron hydrating facial. Sementara untuk WELLNESS & BEAUTY SPA, ditawarkan beberapa pilihan: aromatherapy massage, hot stone massage, body scrub, ratus spa, Balinese massage, anti cellulite massage, reflexology, manicure & pedicure, dan ear dandle. “Jadi, jika Anda ingin one stop aesthetic treatment, cukup datang ke satu tempat, BBC,” pungkas Dharma Susatya. –ten
4
Inspirasi
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Suciatun
“Kecanduan” Buku
T
Suciatun dan Nursyda Syam
idak seperti anak lain yang mengisi masa remajanya dengan sekolah dan bermain dengan teman-teman, Suciatun justru pada usia belia harus terbang ke Saudi Arabia sebagai buruh migran. “Usia saya ketika itu masih 12 tahun. Saya dan kedua orangtua bekerja di sana sebagai buruh migran. Saya tidak bisa sekolah karena sekolah untuk anak Indonesia hanya sampai kelas 6 SD. Jika ingin lebih, harus memenuhi persyaratan, salah satunya adalah lahir di negeri itu. Tentu saja persyaratan itu tidak bisa dipenuhi. Maka akhirnya saya pun bekerja di perusahaan event organizer,” tambah ibu dua anak ini. Tapi, ucap Suciatun, dia termasuk orang yang beruntung dibanding tenaga kerja Indonesia lainnya. Pasalnya, majikan Suciatun yang juga mempekerjakan kedua orangtuanya, adalah orang yang baik. “Majikan kami adalah pengusaha sukses, mereka keluarga yang baik. Ayah saya bekerja sebagai petugas keamanan, sedang ibu, bekerja sebagai pengasuh anak sekaligus juru masak keluarga itu. Sedang saya, awalnya
hanya menjadi teman anak majikan, namun kemudian diberi pekerjaan di perusahaan event organizermilik majikan saya,” papar wanita kelahiran Desember 1980 ini. Beberapa tahun bekerja di Arab, Suciatun pun kembali ke Indonesia karena kedua orangtuanya pun kembali ke Tanah Air. “Saya menikah di usia muda, namun pernikahan kami tidak langgeng, akhir bercerai. Anak ikut saya,” ucapnya. Di sinilah babak baru kehidupan Suciatun yang penuh derita dimulai. Sebagai janda muda yang memiliki anak, tentu hal itu tidak mudah. Dia tidak memiliki skill tertentu, pendidikan pun tidak tamat SMP, apa yang harus dilakukan? Mencari pekerjaan di daerahnya, Lombok Utara, tidak mudah. “Ini sungguh menyulitkan. Sebenarnya saya sempat kembali menjadi buruh migran, namun hanya bertahan dua tahun, kemudian kembali ke Indonesia. Tapi di Indonesia saya tak tahu harus melakukan apa,” tutur Suciatun yang akrab disapa Ka Tuan Uci. Menjadi single parent dengan dua anak,sungguh berat. Ditambah lagi, pandangan negatif sebagian orang karena status sebagai janda, juga,
KERJA KERAS, KETEKUNAN DAN BERPIKIR POSITIF Tentu saja, kata Uci lagi, membaca buku saja tidak cukup untuk sebuah kesuksesan. Kerja keras, ketekunan dan selalu berpikir positif,
Jejak Kerajaan
21
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Sanggar
Suciatun tak pernah mengira kalau kehidupannya menjadi berubah total setelah dia rajin membaca buku. Berkat buku, mantan buruh migran yang dulu kehidupan ekonominya terseok-seok ini, kini menjadi salah satu pengusaha kuliner sukses di Lombok Utara. “Mungkin banyak orang tidak percaya. Tapi saya mengalaminya. Buku bukan hanya mengubah cara berpikir saya tentang kehidupan, tapi juga memberi inspirasi dalam membuka bisnis. Dan, alhamdulilah, dari manfaat yang saya dapat itu, saya juga berkesempatan membaginya kepada yang lain,” ungkap Suciatun yang kini menjadi Duta Baca ‘Klub Baca Perempuan’ di Lombok Utara.
masalah ekonomi yang menghimpit, memberi tekanan yang cukup berat pada Suciatun. Mereka yang tak kuat iman bisa jadi akan mengambil jalan pintas dengan melakukan hal-hal tidak benar. “Desakan ekonomi, sementara jalan untuk mendapatkan pekerjaan seolah tertutup, mereka yang tidak kuat iman mungkin berpikir mengambil jalan pintas, jual diri. Saya melihat banyak kasus seperti itu,” ucapnya. Tapi tentu saja, hal itu tidak dilakukan wanita ini. Bahkan terlintas dalam pikiran pun, tidak. Meski masalah ekonomi membelitnya dengan keras, ia tetap berusaha dengan cara halal dan sesuai kemampuan. “Saya tidak ingin membebani orang lain. Dengan modal seadanya, saya bekerja menjual gorengan, kue-kue. Meski hasilnya tentu tidak seberapa, tidak mengapa,” tuturnya. Di masa sulit itulah, Suciatun berkenalan dengan Nursyida Syam, pendiri Klub Baca Perempuan. Dari Ida---sapaan akrab Nursyda Syam--lah ia ‘berkenalan’ dengan buku. “Sebenarnya saya bukan orang yang suka membaca buku. Saya ini apalah, pendidikan pun tidak tinggi. Dulu, mana sempat membaca buku, karena harus bekerja. Tapi berkat bu Ida, saya jadi suka membaca. Dimulai dari buku-buku yang terkait dengan minat atau hobi saya,” tambahnya. Awalnya, lanjut Uci, ia membaca buku-buku resep untuk mengembangkan usahanya. Kemudian dia mengembangkan resep-resep tersebut menjadi makanan ciptaannya yang ternyata digemari orang. Dari hanya membaca buku-buku resep, dia pun merambah ke buku-buku lain, seperti buku bertema motivasi, bisnis, dll. Tak disangka, dia pun menjadi ‘kecanduan’ buku. Berbagai buku yang menjadi koleksi ‘Klub Baca Perempuan’, dilahapnya. “Tapi yang saya paling suka adalah buku-buku tentang bisnis, kisah-kisah sukses pengusaha, juga buku motivasi diri. Saya merasakan sungguh luar biasa. Sejak saya rajin membaca buku, cakrawala berpikir saya menjadi berbeda. Banyak inspirasi yang saya dapat, dan lebih dari itu, saya semakin termotivasi untuk mencapai kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Mandalika
bagi Uci itu adalah kuncinya. “Jangan pernah malu untuk bertanya jika tidak tahu. Jangan pula malu ketika kita melakukan usaha (kerja) yang halal. Sebagai perempuan, apalagi single parent seperti saya, jika ingin dihargai, kita harus memiliki keunggulan. Untuk bisa memiliki keunggulan, kita harus bekerja keras. Itulah yang saya lakukan. Ketika perempuan berhasil, tidak ada yang akan memandang rendah atau meremehkan kita,” tutur Uci yang juga menjadi tenaga pengajar di sekolah alam ‘Anak Negeri’. Pahit, getir kehidupan, lanjut Uci, telah dijalaninya. Yang paling terasa, tuturnya, saat diawal memulai usaha. “Saya melakukannya secara door to door. Tidak malu. Saya tawarkan dagangan saya, keluar masuk toko, bawa sample. Banyak pengalaman menyakitkan ketika itu, tapi saya tidak putus asa. Ibaratnya, meski ‘hujanbadai’ saya terjang demi mendapatkan kehidupan lebih baik. Saya percaya, jika kita bekerja keras, tekun dan jujur, pasti Tuhan akan mendengar permohonan kita. Dan terbukti, saya telah bekerja keras dan kini hasilnya saya nikmati,”
kata Uci yang juga melibatkan sejumlah mantan buruh migran untuk membantunya menjalankan perusahaannya, ‘Ninadaya’. Usaha yang awalnya hanya bermodal Rp500.000 kini telah berkembang pesat, dengan omzet puluhan juta per-bulannya. Tidak hanya untuk diri sendiri, Uci juga membagikan kemampuannya ini kepada para ibu agar bisa mandiri secara ekonomi. Untuk itu, lewat ‘Klub Baca Perempuan’, Uci memberi pelatihan-pelatihan memasak, juga mengajarkan bagaimana cara memulai berbisnis makanan. Tapi yang pertama sebelum memulai semua, kata Uci, dirinya mengajak para ibu untuk gemar membaca. “Saya memulainya dari membaca. Maka itu juga saya tularkan kepada para ibu. Mengajak para ibu membaca terasa menjadi lebih mudah, karena saya adalah ‘contoh hidup’. Saya ungkapkan kepada mereka pengalaman hidup saya, betapa buku telah mengubah hidup saya, bagaimana buku menginspirasi saya dalam berusaha, dll. Setelah itu saya mulai membagikan pengetahuan memasak saya. Saya bersyukur, pengalaman hidup saya banyak menginspirasi para ibu sehingga mereka menjadi giat membaca. Kini banyak dari mereka yang sudah berbisnis, mereka bisa mandiri secara ekonomi,” kata Uci senang. -Diana Runtu
Kecamatan Sanggar adalah salah satu dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Bima, yakni Kecamatan Monta, Bolo, Woha, Belo, Sape, Wera, Donggo, Sanggar, Ambalawi, Langgudu, Lambu, Madapangga, Tambora, Soromandi, Parado, Lambitu dan Palibelo. Berada di lereng Gunung Tambora, Kecamatan Sanggar memiliki enam desa, yaitu Desa Taloko, Desa Sandue, Desa Kore, Desa Boro, Desa Piong dan Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar memiliki luas 720 kilometer persegi dengan 13.741 penduduk (2015).
M
enuju Sanggar, dengan perjalanan darat bisa ditempuh selama lebih kurang tiga jam dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Meski dulu memiliki nama besar, sebagai sebuah kerajaan, posisi Sanggar rupanya tidak mudah bisa ditemukan dalam peta tanah air. Berada di bagian barat sebelah utara dari Kabupaten Bima, Sanggar kalah terkenal seperti Pekat dan Tambora yang melegenda akibat terkubur saat letusan Gunung Tambora. Namun, jangan salah, di sinilah sejarah peradaban yang hampir saja punah akibat letusan Gunung Tambora, sisa-sisanya masih bisa ditemukan. Mendengar kata Sanggar, apalagi diucapkan oleh para ahli geologi maupun arkeologi, tentu ingatan kita akan kembali ke tahun 1815, dimana Gunung Tambora meletus
dengan begitu dahsyatnya. Sanggar– di masa itu, sebelum Gunung Tambora meletus--adalah sebuah wilayah penting dalam peta Pemerintahan Kolonial Belanda, karena merupakan satu dari enam kerajaan penting yang ada di pulau Sumbawa, yaitu Kerajaan Bima, Kerajaan Sumbawa, Kerajaan Dompu, Kerajaan Sanggar, Kerajaan Pekat dan Kerajaan Tambora. Namun, dua ratus tahun yang lalu, akibat letusan itu, Kerajaan Sanggar luluh lantak nyaris terkubur oleh material yang ditumpahkan Gunung Tambora. Seperti halnya Kerajaan Tambora dan Kerajaan Pekat. Lokasinya berada sangat dekat dengan Gunung Tambora, namun Kerajaan Sanggar luput dari kuburan material yang luar biasa banyaknya yang disemburkan gunung dengan ketinggian 4.300 mdpl., itu. Meski luput, jangan membayangkan bahwa Kerajaan
Sanggar selamat begitu saja, melainkan porak poranda dan hancur lebur. “Melihat Sanggar hari ini, secara kasat mata, kerajaan Sanggar memang tidak terkubur seluruhnya seperti halnya Kerajaan Pekat dan Kerajaan Tambora. Tetapi akibat letusan itu, Sanggar porak poranda dan rusak parah sehingga membuat masyarakat mengungsi keluar Sanggar selama beberapa waktu. Namun pengungsian ini tidak terlalu lama, sehingga Sanggar kembali memiliki penduduk sekitar 35 tahun kemudian setelah Gunung Tambora meletus,” ungkap As’ad, pemerhati budaya Sanggar yang menelusuri sedikit demi sedikit kebudayaan dan peradaban Sanggar dari sisa-sisa peninggalannya di wilayah ini. “Kebesaran” Kerajaan Sanggar tempo dulu, kini dapat dilihat dari berbagai situs dan penemuan bendabenda bersejarah peninggalan salah satu kerajaan di pulau Sumbawa ini. Dan jejak-jejak peradaban tersebut, kini masih bisa dilihat di Kecamatan Sanggar. Inilah yang membuat Sanggar, menjadi salah satu wilayah penting yang menjadi bagian dari lingkar Tambora, yang menarik untuk ditelusuri. Banyaknya penduduk Sanggar yang mati dan terjadinya eksodus besar-besaran dari Sanggar akibat letusan itu, membuat wilayah ini sempat kosong cukup lama. Itulah sebabnya, jejak peradaban yang ada di sini, bahkan hampir putus dengan generasinya. Menurut As’ad yang kini mengajak para pemuda Sanggar untuk peduli pada kebudayaan Sanggar pas-
caledakan Gunung Tambora, banyak penduduk Sanggar yang mati dan nyaris seluruh penduduknya mengungsi keluar dari Kerajaan Sanggar. Sanggar seketika senyap. Tiada kehidupan di sana. Tiada pula detak jantung kota pentingnya seperti Kore, Boro dan lainnya. Bahkan hiruk-pikuk Pelabuhan Sanggar yang sebelumnya ramai menjadi pelabuhan persinggahan lalu lintas perdagangan di pulau Sumbawa, menjadi sunyi. Kerajaan Sanggar yang porak-poranda, menjadi “kota mati”. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi setelah itu, kecuali akhirnya laporan-laporan para ahli yang kemudian sedikit demi sedikit mengungkap peradaban masa lalu di Sanggar, meskipun berbentuk artefak dan tulang-tulang manusia
yang terkubur material letusan gunung yang berdiri bak pasak bagi pulau Sumbawa itu. Tidak gampang memang untuk mengungkapkan hal ini. Mengingat masyarakat Sanggar yang ada saat ini seperti telah terpenggal dari sejarah dan akar budaya mereka akibat kehidupan di Sanggar sempat kosong. Hingga akhirnya, pada tahun 2004, vulkanolog dari Universitas Rhode Island, Amerika Serikat, Haraldur Sirgurdsson dan para ahli lainnya, mulai mengungkap jejak peradaban tersebut, –meski masih sangat sedikit mengingat wilayah yang terdampak sangat luas-- setelah para ahli melakukan penelitian dan penggalian di beberapa lokasi di Sanggar untuk menemukan bukti peradaban Sanggar yang terkubur di balik tanah. -Naniek I. Taufan
Sisa-sisa benteng pertahanan laut Kerajaan Sanggar
tkh/ist
Wisata Sejarah, Budaya, dan Alam di Sanggar
As’ad (dua dari kanan) pemerhati budaya Sanggar yang mengajak anak muda Sanggar untuk menelusuri peradaban Sanggar
Suciatun
Kompleks makam kuno di Sanggar
“Banyak bukti sejarah yang masih bisa dilihat dan ditelusuri tentang kerajaan Sanggar,” kata Umar BA., Camat Sanggar. Satu dari
banyak bukti yang menggambarkan kejayaan Kerajaan Sanggar tempo dulu, ada di bagian utara Sanggar, di wilayah Boro. Terdapat sebuah
benteng pertahanan laut yang dikenal masyarakat Sanggar bernama Benteng La Mata Gara, yang berada persis di depan Pelabuhan Boro (Sanggar). Benteng ini berada di ketinggian di perbukitan paling utara wilayah Sanggar berbatasan langsung dengan Teluk Sanggar (dalam peta berada di bagian barat sebelah utara Bima). Dari atas perbukitan yang menyimpan sisa-sisa benteng pertahanan laut Kerajaan Sanggar ini dapat terlihat dengan jelas dan leluasa Pelabuhan Boro (Sanggar). Benteng berbentuk “U” ini dulu berfungsi sebagai lokasi pertahanan sekaligus tempat pengintai ketika kapal-kapal perang berlabuh di pelabuhan tersebut. Ada dua meriam dulunya di lokasi ini, namun sekarang meriam tersebut sudah tidak tampak lagi. Hanya menyisakan dua buah lubang berukuran
40cm x 40cm dan 30cm x 30cm. “Dua lubang tersebut dulu merupakan tempat untuk meletakkan meriam yang mengarah ke barat tepatnya di Pelabuhan Boro, di mana kapal-kapal perang kerap berlabuh di sana,” katanya. Selain benteng ini, berbagai peninggalan bersejarah lain yang ada di Sanggar dan masih bisa dilihat, seperti makam-makam kuno, sisa benteng istana dan lainnya, memperlihatkan bahwa Sanggar memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Bima, khususnya wisata sejarah dan budaya. Tidak hanya itu, keindahan alam Sanggar juga menjadi objek wisata yang menarik. Apalagi, kini Sanggar telah berbenah, anak-anak mudanya memberikan perhatian terhadap kekayaan budaya dan alamnya tersebut.
Beberapa lokasi wisata sejarah dan budaya serta alam di Sanggar yang dapat dikunjungi dengan lengkap selama sekitar enam jam. Mulai dari objek wisata berupa situs-situs, seperti kompleks makam Raja Sanggar dan keluarga, makam kuno, benteng istana (benteng darat) dan benteng pertahanan laut, Wadu Kopa, Wadu Nocu dan Punti Moro. Sedangkan berbagai objek wisata alam juga cukup banyak yang bisa dikunjungi, seperti Tampuro, mata air Kanci Do, Pantai Pasir Putih Kaniki, Goa La Hami, Goa Kelelawar, Goa Uba Rasi, Goa Labu Bili, lokasi pelepasan ternak dan tiga air terjun Oi Marai. Kecamatan Sanggar, hari ini merupakan pelengkap sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari Gunung Tambora. -Naniek I. Taufan
20
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Ilniah Penambal Ban Mengerjakan pekerjaan laki laki bagi Ilniah (28) awalnya bisa jadi pekerjaan sulit. Apalagi yang dikerjakannya tak lazim dilakukan perempuan kebanyakan, menjadi tukang tambal ban. Tapi karena motivasi untuk mencari nafkah, dia mendobrak anggapan bahwa perempuan hanya bisa berpangku tangan menunggu nafkah dari suami.
D
i salah satu sudut Kota Mataram, NTB, tampak seorang perempuan tengah asyik mempersiapkan peralatan menambal ban. Ia terlihat cekatan memainkan berbagai peralatan tersebut sambil menyalakan api dalam wadah besi yang menjadi salah satu bagian penting dari peralatan tambal ban.
Sebuah motor tua berwarna merah, terparkir tegak di depannya. Pengendaranya tampak terengah-engah bercucuran keringat usai menggeret sepeda motor yang bannya pecah tersebut dalam jarak yang lumayan jauh. Si pengendara tidak bisa membayangkan betapa lelahnya ia jika saja tidak menemukan tukang tambal ban di situ.
Tak Ada Pilihan Ia mulai menikmati menjadi tukang tambal ban karena memang tidak ada pilihan. Sebelumnya, suaminya yang mengerjakan itu. Tapi karena sang suami sering keluar untuk kerja serabutan lainnya, Ilniah menggantikannya. Keinginan Ilniah “mengambil alih” pekerjaan yang biasa dilakukan suaminya ini, sesungguhnya tidak semata-mata karena ingin mendapatkan tambahan penghasilan, namun lebih dari itu. Ia kerap merasa tidak tega melihat pengendara yang membutuhkan bantuan tambal ban, sementara suaminya yang akan menambal ban itu kerap tidak ada di tempat karena mengambil pekerjaan lain. Mau tidak mau situasi ini membuat pengendara harus menunggu suaminya kembali, sementara ia memahami bahwa pengendara tersebut jelas membutuhkan kendaraannya untuk melanjutkan perjalanan. Ilniah kasihan pada pengendara sepeda motor khususnya, kalau harus menunggu suaminya, karena sebagian besar mereka pasti sudah letih menggeret sepeda motor sebelum tiba di tempat ini. Akhirnya karena melihat situasi itu, ia pun berusaha belajar melakukan hal sama yang dilakukan suaminya. Motivasi yang tinggi untuk belajar, membuatnya nekad bahkan menjadikan motor pengendara sebagai tempat mengasah kemampuannya. “Akhirnya saya mahir tambal ban. Bahkan lebih cepat dari suami saya,” tuturnya. Mengerjakan pekerjaan ini, di bawah terik matahari, apalagi harus melepas anak dari gendongan, menjadi perhatian banyak orang yang melintas. Tak jarang pengendara menghardiknya. “Kenapa ibu yang kerja, mana suaminya?,” pertanyaan yang hampir saban hari didengarnya, tidak hanya dari pasien tapi dari pengendara. Pengemudi mobil terkadang menurunkan kaca dan menanyakan hal sama. Tapi semua itu dijawabnya lugas, bahwa ia memang sedang serius mencari nafkah. “Bagi saya tidak ada masalah. Yang penting kerja halal. Uangnya halal. Seberapa pun saya dapat, saya selalu mensyukuri,” ungkapnya. Dengan tekadnya yang keras, Ilniah tentu tidak ingin nasibnya hanya sampai menjadi tukang tambal ban. Harapan besarnya, sebagaimana cita-cita suami, ingin membuat kios dan bengkel, untuk bisa menunjang kesejahteraan hidup mereka terutama anak-anaknya, menjadi lebih baik. Ilniah adalah satu dari banyak perempuan yang mau bekerja keras seperti ini. Bekerja bahkan merambah “wilayah” yang biasanya menjadi domain laki-laki. Mendapatkan rejeki yang halal dan berupaya keras memenuhi kebutuhan hidup, menjadi prinsip utamanya. Tidak ada rasa malu atau pun rendah diri dalam menjalankan pekerjaannya sebagai tukang tambal ban. -Haris M/Naniek I. Taufan
Ilniah sedang menambal ban
Dan perempuan penambal ban inilah, yang kemudian menjadi penyelamatnya hari itu sehingga ia bisa segera melanjutkan perjalanannya. Apalagi, kata Al Kindi, si pemilik sepeda motor tua yang berprofesi sebagai wartawan ini, hari itu harus segera turun untuk melakukan liputan. Membantu pengendara yang berada dalam kesulitan karena pecah ban, menjadi salah satu alasan, mengapa Ilniah, perempuan penambal ban ini, memilih pekerjaan sebagai penambal ban. Mengerjakan pekerjaan laki laki bagi Ilniah (28) awalnya bisa jadi pekerjaan sulit. Apalagi yang dikerjakannya tak lazim dilakukan perem-
puan kebanyakan, menjadi tukang press ban. Tapi karena motivasi untuk mencari nafkah, dia mendobrak anggapan bahwa perempuan hanya bisa berpangku tangan menunggu nafkah dari suami. Sejak tiga tahun lalu, Ilniah menjalani hari-hari menjadi tukang press ban di Jalan Catur Warga, Kota Mataram. Di sebuah sudut simpang jalan, gerobaknya parkir bersama kompresor. Sekitar dua meter dari gerobak, terdapat keranjang penampung botol bensin. Sejak subuh, Ilniah sudah ada di tempat tersebut, memulai aktivitasnya membantu suami mencari nafkah. Jam kerjanya
Nine tak menentu, dan tidak jarang ia harus pulang larut malam. “Saya biasanya keluar setelah sholat subuh, menyapu dulu di TK Khalifah, baru buka gerobak press ban,” kata Ilniah. Di sudut sempit pinggir jalan itu, dapur dan kehidupannya digantungkan. Bersama anaknya yang masih berusia dua tahun, ia harus rela duduk berjam-jam menunggu “pasien” yang ban motornya pecah. Selain mendapat penghasilan dari press ban, tambahan pundi dapurnya diperoleh dari jual bensin di tempat yang sama. Demi membantu ekonomi keluarga, Ilniah bekerja keras mempelajari pekerjaan menambal ban dari sang suami. Ilniah mengaku bekerja menjadi tukang tambal ban adalah pilihan, manakala tidak bisa berharap banyak dari gaji suaminya, Bambang hanya Rp 500.000 per bulan. Gaji ini didapat dari menjadi penjaga malam di sebuah Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) tidak jauh dari lokasi lapaknya. “Gaji ini cuma cukup untuk bayar kos. Kalau makan sehari-hari, dari tambal ban, kalau ada sisa buat nambah modal,” terangnya. Karena itulah, ia rela bekerja dari pagi bahkan hingga malam hari. Setiap hari penghasilannya tidak menentu. Jika ramai bisa sampai Rp 100.000. Bahkan paling kecil hanya mendapat Rp 30.000. Penghasilan ia dan suaminya inilah yang dipakai untuk biaya hidup sehari-hari. Termasuk membayar kos yang mencapai Rp 450.000 sebulan. -Haris M/Naniek I. Taufan
Inspirasi
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
5
Kadek Bintang Pradnya Suari
Dari Tari ke Lagu Lahir dari keluarga seniman membuat Kadek Bintang Pradnya Suari memiliki darah seni. Sejak kecil ia sudah terbiasa dengan aktivitas kesenian, khususnya tarian. Kini, dara kelahiran 8 Maret 2003 ini merambah dunia tarik suara.
S
Kadek Bintang Pradnya Suari
aat tabuh yang mengiringi tari Sekar Jepun mulai mengalun, Bintang dan beberapa saudaranya mulai menarikan tari maskot Kabupaten Badung. Apalagi mereka menari di depan Ny. Ratna Gde Agung, istri Bupati Badung. Gerakan penaripenari dari Sanggar Guntur M a d u , D e s a Pa n g s a n , Ke camatan Petang ini mampu menghibur undangan. Aplaus pun diberikan usai mereka menari. “Saya mau jadi seniman,” ujar siswa kelas 6 SDN 1 Pangsan ini ketika ditanya citacitanya. Ia pun menceritakan rutinitasnya berlatih menari.
Pulang sekolah ia istirahat lalu belajar menari di sanggar yang dikelola orangtuanya I Nyoman Putra Saptana-Ni Nyoman Rastini. Selain Bintang, sang kakak, I Gede Guntur Pradnyan Jaya juga memiliki bakat seni. Guntur yang bersekolah di SMKN 5 Denpasar menjadi anggota sekaligus pelatih tabuh di sanggar. Kini, Bintang mulai merambah ke dunia tarik suara. Ia memiliki grup bernama Trio Jeepers yang beranggotakan Bintang, Joti, dan Gita. Mereka sedang mempersiapkan album baru yang digarap Ary Kencana. –Ngurah Budi
Bintang duet bersama ibunya
TKW Buka Sekolah Rias di Hongkong Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ponorogo yang bekerja di luar negeri ternyata sudah berpikir jauh kedepan. Mereka berupaya membekali diri dengan berbagai ketrampilan sebagai bekal ketika pulang ke kampung halaman. Kemauan keras dengan berlatih, dua orang tenaga kerja wanita (TKW) asal bumi reog ini mendirikan sekolah rias. Hebatnya lagi, sekolah rias ini sudah meluluskan anak didiknya yang rata-rata juga TKW. Sekolah rias yang bernama Griya Paes Florista dan Lia ini digagas Florista asal Desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo dan Lia asal Kecamatan Ngrayun, Ponorogo. Setelah menyelenggarakan kursus tata tias pengantin, beberapa waktu lalu mewisuda dua puluh lima buruh migran di negara Hongkong yang menyelesaikan pendidikan dan ketrampilan tata rias. TKW yang diwisuda ratarata telah menjalankan aktivitas belajar mengajar selama tiga setengah bulan. Mata pelajaran yang diberikan meliputi tata rias pengantin solo, pengantin muslim, paes ageng, bridal dan
Florista dan Lia lain sebagainya. Sesuai namanya, Griya Paes Florista dan Lia, didirikan oleh Florista dan Lia, anak asuh Bunda Jeny, TKW Hongkong yang sudah lebih dulu berkarier dan kemudian pulang ke Indonesia. Setelah semua ketrampilan diberikan, Florista berharap agar anak didiknya bisa memanfaatkan ketrampilan ini
sebagai bekal setelah pulang kampung nantinya. Yakni bisa saja mereka membuka rias manten. “Harapan saya mereka bisa sukses di kampung halaman masing-masing dengan membuka usaha tata rias tanpa terkecuali,” harap Florista. Ia menjelaskan, wisuda ini adalah angkatan pertama yang dilakukan Griya Paes Florista dan Lia. TKW yang sudah tiga tahun menekuni tata rias ini juga berharap agar Griya Paes Florista dan Lia bisa diterima keberadaannya di tengah-tengah TKW sebagai tempat menimba ilmu. Pihaknya siap memberikan pelatihan bagi TKW yang belum memiliki kegiatan di hari libur. Nurjanah salah satu lulusan terbaik mengaku bangga bisa belajar rias di Griya Paes Florista dan Lia. “Alhamdulillah saya senang dan bangga bisa menjadi murid Griya Paes Florista dan Lia. saya berharap selepas pulang tidak menjadi TKI, tidak perlu bingung mencari pekerjaan di tanah air karena akan membuka tata rias,” pungkas TKW asal Pekalongan Jawa Tengah ini. -Dinar Putra
“Inspiring of Endek” Harian DenPost (Kelompok Media Bali Post) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Denpasar menggelar lomba fashion show endek bertajuk “Inspiring of Endek”. Lomba diadakan Sabtu (9/5) di panggung Gelar Teknologi SMK Kota Denpasar. Tiga juri dalam lomba ini adalah Eva Yunny, Gus Purwa, dan Frengky dengan tiga kategori peserta. Kategori A (usia 2-7 tahun), kategori B (8-12 tahun), dan kategori C (13-19 tahun). Ketua Panitia Acara Putra Sasmitha mengatakan acara ini bertujuan lebih mengenalkan endek di kalangan remaja. Endek kini bukan hanya sebagai busana adat tetapi bisa dimodifikasi untuk acara pesta maupun acara formal. Kriteria pemenang lomba ditentukan oleh penampilan dan keserasian make up, penampilan saat berjalan, dan desain endek. Lomba yang memperebutkan piala Hardiknas, piala Disdikpora, dan uang pembinaan ini juga diharapkan mendorong pengrajin endek terus melakukan inovasi dan kreasi. –kmb
Pagelaran 100 Kebaya Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Bali bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, menggagas Pagelaran 100 Kebaya yang dilaksanakan Sabtu (16/5) di Gedung Natya Mandala, ISI Denpasar. Menurut Ketua Panitia Dewa Gita, acara ini sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenal tren serta perkembangan kebaya. Selain itu, menjadi wadah bagi lembaga pemerintah di bidang industri dan ekonomi kreatif dan praktisi seni khususnya fashion dalam meningkatkan industri perekonomian Bali. Secara khusus, acara ini juga dihelat dalam rangka memperingati Hari Kartini. Selanjutnya melalui acara ini diharapkan Bali dapat menjadi daerah acuan tren kebaya yang berlandaskan kearifan lokal namun bercita rasa global. Acara diikuti seluruh desainer, pengusaha kebaya, dan pecinta kebaya yang ada di Bali. Pagelaran 100 Kebaya menunjukkan sebuah kekuatan yang besar, bukan menunjuk jumlah kebaya yang ditampilkan. Program ini sejalan dengan visi ISI Denpasar menjadi pusat unggulan (center of excellent) seni budaya berbasis kearifan lokal dan berwawasan universal. -ard
Vonny Agustina Susanta
6
Edisi 849/ 18 -24 mei 2015
Women on Top
Mengajar dengan Hati Karena kecintaannya pada dunia anak, perempuan kelahiran Sura baya, 23 Agustus 1969 ini setiap minggu mengajar di sekolah minggu. Ini dilakukannya sejak SMA. Ia memendam keinginan, suatu saat nanti memiliki semacam tempat penitipan anak atau play group. “Saat itu belum seperti sekarang, banyak lembaga pendidikan anak usia dini,” ungkap Vonny Agustina Susanta, S.Pd., M.Ed., M.Pd.K, Development Coordinator Sekolah Tunas Daud.
M
eski keinginannya terse but mendapat dukun gan penuh dari suami, Edwardus Eddy Wijaya, S.Pd., Aud., namun tak lantas dapat direalisasi kan karena status Vonny saat itu adalah staf di salah satu perusahaan penerbangan asing. Orangtuanya, Abraham Agus Adi Susanto (alm.) dan Henny Lisanawati, juga tidak pernah memaksa Vonny untuk berkecimpung di dunia pendidikan. Namun, didikan orangtuanya yang selalu diingatnya, “apabila mengerjakan suatu pekerjaan, dikerjakan dengan kesungguhan
hati”. Itu pula yang kemudian mengeraskan niatnya untuk “nyemplung” di dunia pen didikan. Di pertengahan tahun 1998, Pdt. Dr. ArifinTedjasukmana, M.Th, pendeta di GBI Lembah Pujian Denpasar mengutarakan akan membuka sekolah. Vonny pun bergabung dengan Yayasan yang didirikan pendeta tersebut, dan yayasan inilah yang merupakan cikal bakal Sekolah Tunas Daud. “Saat itu, saya menjadi guru play group (kelompok bermain). Kemudian saat sekolah berkembang memiliki TK dan SD, saya menjadi Kepala Sekolah TK
kurang lebih selama 8 tahun, dan kemudian menjadi Development Coordinator di Sekolah Tunas Daud sampai saat ini,” tutur ibu tiga anak, Immanuel David Wijaya, Eunice Joy Wijaya, Nathan Enoch Terry Wijaya, ini. Sejak tahun 2011, lulusan Magister of Ed ucation, Southland Collage Sydney Australia ini memiliki tanggung jawab lain. Ia dipercaya menjadi Kepala PAUD Tunas Harapan (PAUD gratis) dan juga sebagai koordinator PAUD Tunas Harapan se-Bali, sampai saat ini. Bagi Vonny, menjadi seorang pendidik adalah sebuah kesempatan untuk dapat men transformasi kehidupan orang lain. Melihat perubahan yang baik dan keberhasilan anak didik menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Menurutnya, pendidikan di Indonesia masih memiliki banyak PR. Berbicara pendidikan, tentu saja tidak mungkin lepas dari faktor pendidik atau guru. “Guru itu ibaratnya front line soldier yang bertempur di garis depan. Kualitas guru juga masih harus ditingkatkan. Guru harus mengajar dengan hati, pintar saja tidak cukup. Karena saat ini nyatanya sekolah tidak hanya menyelesaikan masalah akademik saja namun sekolah juga harus menangani masalah-masalah lainnya yang berhubungan dengan pembentukan karakter siswa. Pen didikan sekarang masih memberikan ruang lebih besar kepada perkembangan kognitif
“Tolong Panggilkan Teman PMR” Palang Merah Remaja (PMR) merupakan wadah pembinaan dan pengemba ngan anggota remaja PMI. Kegiatan-kegiatan kemanusiaan di bidang kesehat an dan siaga bencana ini, menjadi program dari PMR di sekolah-sekolah. PMR sebagai salah satu ekskul sebagaian besar diikuti remaja putri. “Dulu sempat ada anggota laki-laki empat orang. Hanya sebulan saja ikut, setelah itu ke luar. Alasannya terbentur dengan jadwal ekskul lain,” ungkap Ketua PMR Sisma (SMAN 7) Denpasar, Luh Ayu Desy Cahyani Wulandari.
H
al ini juga diakui Made Yadnya, Pembina Eks kul PMR Sisma. “Saya tidak tahu kenapa, tapi di beberapa sekolah memang ang gotanya perempuan semua. Walau ada juga sekolah yang memiliki anggota PMR laki-laki, namun itu pun hanya beberapa orang. Perempuan lebih mendominasi,” ujarnya. Meski demikian, Ayu Desy tak mempermasalahkannya. Sejak ber gabung dalam ekskul PMR di SMP dulu, siswi kelas XI MIA2 ini mengaku lang sung “jatuh cinta”. Di PMR ia banyak belajar tentang penanganan/ pertolongan pertama, seperti menangani orang pingsan, sesak napas, atau luka ringan. Ayu Desy merasa asyik dengan “kebisaannya” tersebut, sehingga saat memasuki sekolah menengah atas ia pun memutuskan untuk melanjutkannya. Ada kebanggaan tersendiri menjadi anggota PMR. Secara tak langsung, mereka menjadi “sandaran”
teman-teman sekolah khususnya, dalam bidang kesehatan. “Misalnya ketika keluar rame-rame sama teman, mereka tidak khawatir jika ada teman yang muntah. Jugaan sudah ngajak PMR katanya,”ucap Ayu Desy mengutip komentar temannya. Hal senada juga disampaikan Pute ri Litha, anggota PMR lainnya. “Ibu percaya sama kamu. Kamu pasti bisa menanganinya.” Demikian suara ibunya dari seberang sana ketika Puteri Litha mengabarkan kepada sang ibu bahwa adiknya digigit anjing. Memang setelah
ikut PMR, ia mengaku menjadi bisa me nangani kecelakaan-kecelakaan ringan seperti itu. “Luka gigitannya sudah saya cuci dengan air sabun di air mengalir selama 15 menit. Setelah itu, saya langsung mengantarkan adik ke rumah sakit untuk mendapatkan vaksin ARV. Kalau dulu sebelum ikut PMR, saya pasti panik,” tutur Puteri Litha. “Di rumah saya banyak anak-anak kecil. Dulu, kalau ada anak yang jatuh, paling saya panggilin ibunya, bilang kalau anaknya jatuh. Tapi sekarang jika ada yang jatuh, saya langsung bisa
dibandingan ke afektif. Penghargaan bagi anak yang berprestasi di bidang akademik sangat jelas, namun sekolah kadang tidak tahu dan ke bingungan, mau memberikan penghargaan apa kepada anak yang berprestasi dalam kejujuran atau kesopansantunan,” paparnya. Guru sebaiknya membangun relasi den gan anak didiknya, tidak hanya mentransferkan ilmu pengetahuan. Guru memberikan ketela danan akan lebih berpengaruh dari pada pen gajarannya dan perkataannya. Contohnya, saat mengajarkan kepada anak tentang kedisplinan datang ke sekolah tepat waktu, maka guru juga mendisplinkan diri sendiri untuk selalu tepat waktu dan tidak terlambat, bahkan akan lebih baik lagi jika datang selalu lebih awal. TERAPKAN 4K-PARENTING Bagi putra-putrinya, pasutri ini menerap kan pola asuh 4K-parenting, yakni komitmen, konsisten, konsekuen, dan komunikasi. Pada saat anak-anaknya masih kecil, Vonny mengi sahkan, rumahnya dipenuhi dengan kertas dan poster. Poster yang dibuatnya bersama anak-anak tentang kesepakatan bersama yang mengacu kepada visi keluarga dan sesuai dengan 4K-parenting. Contohnya, ada tabel makan buah dan sayur di dapur. Ini adalah tabel yang dibuat agar anak-anak terbiasa makan sayur dan nolongin, membersihkan luka dan mengobatinya,” timpal Ida Ayu Candra, yang juga tergabung dalam PMR Sisma. Ekskul PMR di SMAN 7 Denpasar dilaksanakan tiap Selasa, dibina oleh PMI dan guru sekolah, Made Adnyana. Saat ini anggotanya ada 35 orang, yang keseluruhannya rema ja perempuan. Materi yang diajarkan beragam, mulai dari sejarah PMI dan PMR untuk remaja, pertolongan pertama seperti, kecelakaan di masyarakat, pendarahan, patah tulang; pertolongan keluarga, seperti demam, pingsan, luka, diare. “Materi yang diajarkan itu lang sung dipraktikkan dengan anggota PMR dulu. Ketika terjun di lapangan, hampir sama seperti itu,” ujarAyu Desy. Di sekolah, anggota PMR ini ber tugas menjadi tenaga kesehatan tiap upacara bendera tiap Senin pagi. Yang paling banyak mereka tan gani adalah orang pinsan, gang guan sesak napas, dan kejangkejang. “Untuk tindakan medis dasar, masih bisa kami tangani. Namun kalau lebih parah, kami rujuk ke puskesmas atau ke rumah sakit,” imbuhnya. Tak hanya di internal seko lah, PMR Sisma juga pernah melakukan bakti sosial ke SLBC Denpasar, yakni menyosialisasi kan kesehatan, seperti cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar. Cara-cara seder hana dan ringan yang sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Juga, donor darah
buah. Tabel ini disertai dengan reward/peng hargaan bila mereka berhasil mencapainya. “Tabel sederhana ini banyak pelajarannya ada konsistensi, konsekuensi, komitmen dan komunikasi juga,” jelasnya. Untuk membiasakan belajar, karena Vonny juga sibuk kuliah maka ia mengajak anak-anak belajar bersama. Anak-anak belajar pelajaran sekolah mereka, Vonny mengerjakan tugas kuliah. “Melihat saya hampir tiap malam di depan komputer mengerjakan tugas kuliah memotivasi anak-anak saya untuk belajar dan mereka melakukan dengan mandiri. Inilah yang mak sud keteladanan lebih berbicara daripada perkataan,” ucapnya. Belum lama ini, Eno, putra bungsunya sempat menjadi Junior Chef Indonesia, walau belum berhasil masuk Top 10. Vonny menegaskan kepada Eno bahwa itu bukan akhir dari segalanya, justru awal untuk memulai yang lebih baik lagi. Demikian pula dengan kakaknya, David, yang juga sempat mengikuti Lomba Kuliner di Auckland New Zealand dan mendapatkan predikat Merrit. Mereka dijarkan bahwa kesempatan selalu terbuka bagi setiap orang yang tidak takut menghadapi tantangan. Harapan Vonny pada anak-anaknya sederhana saja. Mereka menjadi diri mereka sendiri, menemukan destiny hidup mereka. Apa yang Tuhan sudah rancangkan dalam kehidupan mereka dan dengan talenta yang mereka miliki, mereka bisa membangun untuk kesejahteraan banyak orang. Untuk itu, sesibuk apapun Vonny dan suaminya, pasutri ini selalu meluangkan waktu bagi anak-anaknya. Entah itu makan bareng, jalan-jalan bareng bahkan kadang nonton bareng. Bagi penghobi masak dan fotografi ini, keluarga adalah prioritas utama. “Saya bekerja berkarier untuk keluarga, un tuk bermasyarakat/kehidupan sosial. Anakanak sangat mengerti tentang yang satu ini, karena mereka sering terlibat dan dilibatkan dalam kehidupan sosial saya. Seperti, anak kedua saya, bersama teman-temannya memberikan waktu hampir setiap Sabtu, untuk mengajar Bahasa Inggris di PAUD gratis dimana saya melakukan bakti sosial saya. Dia bekerja sebagai tenaga sukarela wan,” tandasnya. –Inten Indrawati
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Kebangkitan Identik dengan Kemajuan Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati tiap 20 Mei. Kebangkit an tak hanya dimaknai sebagai bangkitnya bangsa Indonesia dari masa penjajahan tetapi sudah menjiwai seluruh dimensi kehidupan masyarakat. Beragam cara dilakukan untuk memaknai kebangkitan, mulai dari dari sendiri hingga ke kelompok masyarakat.
“M
enurut saya kebangkitan nasional itu pengertian nya sangat luas. Kebangkitan meru pakan awal dari sebuah perubahan. Kebangkitan adalah usaha untuk bangun atau lepas dari sebuah ket erpurukan serta melepaskan diri dari keputusasaan. Kebangkitan yang dilakukan seseorang tidak hanya bersifat individu tetapi kebangkitan tersebut juga akan berpengaruh secara luas bahkan bisa bersifat na sional,” ungkap Ni Kadek Martina. Kebangkitan nasional, menurut guru SMK 3 Sukawati ini, merupakan
sebuah hal yang menjadi pembicar aan khalayak umum. Kebangkitan nasional diidentikkan kadang dengan rasa nasionalisme atau jiwa patrio tisme. “Kebangkitan nasional tidak hanya bersifat pembaruan di bidang pendidikan, pembangunan, pemer intahan, ekonomi serta pengentasan angka kemiskinan pada suatu negara. Kebangkitan nasional adalah awal mula dari kebangkitan pada diri in dividu itu sendiri. Artinya perubahan pada SDM yang perlu ditingkatkan. Karena kebangkitan nasional identik dengan kemajuan pada suatu negara. Jadi dengan peningkatan SDM yang lebih baik maka kebangkitan nasional
Ni Kadek Martina
itu dapat diwujudkan,” paparnya. Ia juga mengatakan kebangkitan nasional dapat dilakukan dengan ber bagai cara, seperti dengan melaku kan hal-hal yang positif terutama pada generasi muda. “Contohnya dalam bidang ekonomi kita akan mengh adapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), untuk mempersiapkan hal tersebut maka kita perlu mengasah kemampuan untuk melakukan inova si-inovasi baru dalam pengembangan dunia perekonomian yang meliputi ekonomi kreatif tentunya hal terse
tentunya harus menjadi pemikiran bersama dari berbagai pihak. Jika hal ini bisa terlaksana dan menghasilkan generasi-generasi penerus bangsa yang kreatif, inovatif, disiplin serta ulet maka bangsa ini akan menjadi maju, ” ujar lulusan S2 IHDN ini. Selain itu menurutnya, kebang kitan nasional merupakan sebuah langkah nyata untuk memberan tas penyakit masyarakat. Penyakit masyarakat yang akhir-akhir ini muncul kepermukaan, menimbulkan berbagai kekhawatiran terhadap meningkatnya angka korban dampak penyakit menu lar seksual (PMS) seperti HIV/AIDS. Serta peredaran narkoba yang makin marak dengan berbagai modus. Ter lebih lagi akhir-akhir ini yang sedang menjadi perbincangan adalah adanya praktek prostitusi on line. Jika hal ini dibiarkan maka akan dapat merusak para generasi muda yang merupakan penerus bangsa. “Jadi yang merupakan kebangkitan nasional adalah bagaima na kita bisa memberantas penyakit masyarakat yang sangat meresahkan dan tentunya sangat merugikan ber bagai pihak. Dengan melakukan hal-hal yang positif serta dapat berguna bagi orang banyak terutama berguna bagi bangsa dan negara. Jika hal ini dapat diwujudkan maka inilah yg dikatakan sebagai kebangkitan nasional yang sesungguhnya, “ tandas guru muda ini. –Sri Ardhini
S h a f a Ta s y a K a m i l a
Ekspresikan Cinta Indonesia Hari Kebangkitan Nasional tidak semeriah Hari Kemerdekaan atau Hari Kartini. Jarang ada acara-acara meriah untuk mem peringati hari penting ini. Kalaupun ada, biasanya dalam bentuk acara seremonial ataupun diskusi-diskusi, yang ‘gemanya’ kurang terasa hingga ke seluruh lapisan masyarakat. Shafa Tasya Kamila, artis muda yang juga aktivis lingkungan hidup, juga merasakan hal serupa. “Ya, mungkin karena itu sebagian orang su dah mulai melupakan Hari Kebangkitan Nasional. Mungkin, kalau kita tanya, kapan Hari Kebangkitan Nasional, belum tentu semua bisa jawab. Beda kalau kita tanya, kapan Hari Kemerdekaan atau kapan Hari Kartini, pasti semua bisa dengan cepat menjawabnya. Padahal kalau mau dikilas-balik, lahirnya kebangkitan nasional ini sangat penting bagi bangsa Indonesia. Menyatukan semangat nasionalisme orang Indonesia, menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Itu semua harus tetap kita pelihara dan adanya Harkitnas menjadi pengingat bagi kita semua,” ung kap pemeran film ‘Mall Klender’ itu.
Perubahan Mulai Diri Sendiri yang belum lama ini dilaksanakan di sekolah. Dalam ekskul PMR yang meru pakan binaan PMI ini, mereka juga dilatih PRS (Pendidikan Remaja Sebaya). Kegiatan ini digelar selama seminggu oleh PMI. Salah seorang anggota PMR Sisma yang ikut saat itu adalah Dita Prameswari. “Di sana kami diberikan banyak informasi tentang HIV/AIDS, dll. Kami membuat kelompok dan saling mempresentasikan materi yang sudah didapat. Secara otomatis juga kami bisa belajar berkomunikasi lisan. Tiap hari narasumber yang dihadirkan berbeda-beda,” kisahnya. Yang jelas, dalam ekskul PMR, para remaja putri ini mendapat tempat khusus di lingkungan sekolah dan ling kungan rumah. Ketika ada teman yang sakit di sekolah, guru cukup berkata: “Coba panggilkan teman PMR”. –Inten Indrawati
but harus di barengi dengan pening katan SDM serta pembaharuan dalam dunia pendidikan sehingga mampu melahirkan generasi yang memiliki skill serta mampu bersaing di dunia kerja. Jika hal tersebut dapat diwu judkan maka saya yakin kebangkitan nasional yang di dengung-dengungkan akan bisa terwujud sehingga bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang maju dan mampu bersaing di dunia internasional,” lanjutnya. Selain itu, kata Kadek kebangkitan nasional juga bisa diartikan dengan se makin banyaknya generasi muda yang mampu menciptakan lapangan peker jaan sendiri tanpa harus terus bergan tung pada orang lain. Dengan mampu menciptakan lapangan pekerjaan send iri maka akan mengurangi angka pen gangguran serta dapat meningkatkan kesejahtraan. “Hal ini tentunya harus dibarengi dengan peningkatan dunia pendidikan yang banyak membekali generasi muda pengetahuan bisnis atau kewirausahaan,” cetusnya Dengan berwirausaha kita akan memiliki pekerjaan sendiri tanpa harus bergantung dengan dengan orang lain dan terikat oleh waktu. Selain itu jika para generasi muda mau membuat sebuah terobosan baru atau inovasi-inovasi yang kreatif maka mereka bisa menjadi wirausaha yang sukses serta mampu menye diakan lapangan pekerjaan. “Hal ini
19
Menurut anggota DPRD Provinsi Bali Utami Dwi Suryadi, kebangkitan nasional dimaknai dengan bangkit yang mencakup seluruh aspek kehidupan baik dari sisi pendidikan, ekonomi, mental, sosial dan budaya. Kebangkitan ini, juga berlaku bagi perempuan dan laki-laki, tua, dan muda. “Mari kita renungkan, apa yang sudah kita lakukan untuk Indonesia. Jangan hanya menuntut kepada pemerin tah, tapi kita melihat diri sendiri, apakah kita sudah berbuat. Jika belum, mari kita memulainya dari sekarang,” ucap politisi dari Partai Demokrat ini. Ia menilai, saat ini permasalah an bangsa Indonesia makin kompleks. Begitu juga, masalah perempuan. Seperti kasus pros titusi yang lagi marak. Menurut nya, dengan kemajuan teknologi, kita bisa menjawab tantangan di zaman yang serba canggih, namun, bisa juga menyaring dari kemajuan teknologi tersebut.
Dampak buruk media sosial bisa kita minimalisir. “Tanggal 20 s.d. 21 Mei, kebetulan saya diundang ke Senayan dalam acara kongres perempuan. Saya berharap, ada banyak masukan dan resolusi yang bisa dihasilkan dari acara tersebut demi memperjuangkan kaum perempuan untuk bangkit lebih baik, yang bisa saya implementa sikan di daerah,” kata Utami. Ia menambahkan, doron gan untuk bangkit dibentuk dari rasa cinta. Ia mengajak, seluruh masyarakat untuk memandang keadaan Indonesia sebagai kesem patan untuk membagikan cinta kepada saudara yang memerlukan. “Tunjukkan kita peduli mulai seka rang,” ajak Utami. Sementara menurut Tjok Istri Agung Wahyu Thrisna atau yang biasa disapa Cok Na, bicara ke bangkitan nasioanl harus dimulai dari diri sendiri. Dengan bercermin pada sejarah kita bisa membuat keputusan yang lebih bijak sebab
kita belajar dari pendahulunya kita. Belajar dari sejarah Hari Kebangkitan Nasional, sebuah perubahan besar dimulai dari satu orang. Kebangkitan nasional dimulai dari inisiatif satu orang dr. Wahidin Sudirohusodo, yang merasa tergerak dari penderitaan bangsa. Ini menunjukkan, jangan menunggu orang lain bergerak lebih dahulu, mulailah dari diri kita sendiri. “Satu orang akan menentukan perubahan bangsa Indonesia,” kata Cok Na. Ia menilai, bangkit diartikan sebagai kalimat motivasi agar kita bisa bangun dari keterpurukan. “Kita harus punya visi yang jelas agar kita bisa bangkit ke arah yang lebih baik,” katanya. Bangkit diartikan sebagai afirmasi positif. Artinya, ketika terjadi tantangan dalam hidup, kita tetap bisa bangkit. Misalnya, keterpurukan dalam usaha, tapi kita tidak me nyerah, tetap survive bahkan bisa bangkit lagi.
Seratus tujuh tahun lalu, atau persisnya 20 Mei 1908, perkumpul an Budi Utomo didirikan di Jakarta oleh Sutomo dkk. Perkumpulan pemuda terpelajar ini menjadi cikal bakal bangkitnya kesadaran kesatuan kebangsaan, hal ini ditandai dengan bermunculannya berbagai organisasi yang bergerak demi kepentingan nasional. “Kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh melupakan itu,” ucap mantan artis cilik yang populer dengan lagu ‘Liburan Telah Tiba’. Saat ini, kata gadis kelahiran 22 Nov 1992 ini, media sosial sedang booming. Kita sangat dekat dengan medsos dalam aktivitas keseharian. Jadi, tak ada salahnya, kalau menyambut Hari Kebang kitan Nasional (Harkitnas) ini juga kita meriahkan lewat medsos. “Lewat medsos, orang biasanya komentar berbagai hal, membuat hal-hal kreatif, dan itu langsung menyebar dan dilihat semua orang. Lalu, kenapa itu tidak kita lakukan juga dalam menyambut Hari Kebangkitan Nasional ini. Misalnya saja, kita mem-posting harapanharapan kita tentang Indonesia atau hal-hal yang membuat kita mencintai Indonesia. Apapun itu, misalnya, kita mengangkat soal alamnya, budayanya, kulinernya, dll. Pokoknya, sesuatu yang mem buat kita bersyukur menjadi bangsa Indonesia,” kata Tasya yang rencananya pada Hari Kebangkitan Nasional akan mem-posting keragaman kuliner asli Indonesia. –Diana Runtu
Menurutnya, Indonesia me merlukan pemimpin yang punya visi yang jelas sehingga tidak tebang arah tiap lima tahun. “Pemerintah harus mampu men jadi motivator bagi rakyat,” katanya. Kebijakan pemerintah ke mana, apakah Indonesia akan
Utami Dwi Suryadi
menjadi bangsa konsumtif yang hanya menjadi pasar negara lain, atau Indonesia yang akan menciptakan pasar. Karena itu, Indonesia perlu pemimpin yang visioner, yang dapat membaca ke depan, yang mampu mem bawa Indonesia ke arah yang lebih baik. –Wirati Astiti
Tjok Istri Agung Wahyu Thrisna
18
Kreasi
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Ketika Dewa Siwa “Turun” di Gianyar Dewa Siwa melanglang jagat semesta dan “turun” di Bumi Seni Gianyar, pertengahan April lalu. Sore itu, di tengah ribuan penonton yang mengepung panggung terbuka Balai Budaya Gianyar, Hyang Siwa dalam wujudnya sebagai Dewa Tertinggi Seni, Siwanataraja, men ciptakan puspa ragam kesenian, dari legong keraton yang melenggang indah gemulai hingga aneka tari barong dengan hembusan aura magis. Kisah mitologis yang dipersembahkan dalam kemasan seni pentas ko losal oleh para seniman muda Desa Sukawati itu menjadi puncak nan menggugah dari gelaran seni budaya HUT ke-244 Kota Gianyar.
S
ejak awal, penonton terhentak menyimak penampilan garapan seni bertajuk “Siwa Murti Wisesa Sakti” itu. Simaklah, dari tiga kori agung panggung atas, menyembul barisan umbulumbul yang menjuntai, pajengpajeng mengembang, bandrangan, tombak, ogoh-ogoh kendaraan dewa-dewa yang disertai peed gadis-gadis cantik dengan busana berbinar-binar. Semuanya tampak spektakuler. Segenap penonton terpana. Dibawakan tak kurang dari 250 pemain (penari, penabuh, dalang, dan paduan suara), garapan berdurasi sekitar 15 menit ini menyodorkan sebuah tawaran kreativitas seni yang banyak diperbincangkan penonton seusai pementasan. Pesona yang berhasil dipancarkan karya seni pentas itu mengundang sejumlah pertanyaan yang mengerucut kepada rasa penasaran sekitar proses berkeseniannya. Berkesenian bagi masyarakat Bali pada umumnya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan religius-kultural masyarakatnya. Berkesenian dalam sanggaan budaya ngayah masih menggeliat. Namun, di tengah kehidupan modern sekarang ini, berkesenian dengan orientasi profit kian menggejala, termasuk di Desa Sukawati yang terkenal dengan pasar seninya. Dalam
konteks pasar, idealisme berkesenian digeser ke pinggir. Ketika uang menjadi incaran, individualisme berkesenian menjadi sah-sah saja, justru proses penggarapan dan menguaknya karya seni “Siwa Murti Wisesa Sakti” bertolak belakang dari semua itu. Penggarapan karya seni ini beranjak dari perayaan HUT ke244 Kota Gianyar. Berkesenian dalam konteks ini menggetarkan emosi ngayah kepada pemerintah. Bersama tujuh duta kecamatan yang ada di Kabupaten Gianyar, Desa Sukawati didaulat menyuguhkan sebuah seni pentas dalam sebuah parade. Kewajiban untuk menampilkan seni pentas dalam momentum itu mengobarkan gereget jengah. Para tokoh seni dan ratusan generasi muda dari 13 banjar yang ada di desa Sukawati merapat dan bertekad menampilkan karya seni yang berarti. Merebak gelora nindihin Sukawati yang dikenal sebagai lumbung seni. Desa Sukawati sendiri, sejatinya memang lekat dengan jagat seni. Menurut tuturan babad desa setempat, nama Sukawati yang sebelumnya bernama Timbul berasal dari sebutan suka ati yang lama kelamaan menjadi sukawati. Dikisahkan pada akhir abad ke-18, Kerajaan Timbul menggapai puncak kejayaannya dimana aneka ragam kesenian
yang menstimulasi rasa suka hati penduduknya serta menjadi daya tarik orang luar untuk datang mengaguminya. Kini, identitas Sukawati sebagai desa seni belum pupus. Legong keraton, tari Bali nan indah itu, berakar dan membiak dari desa ini. Wayang kulit, teater tua adiluhung yang sarat nilai estetik-kultural, hingga kini masih segar bugar di Sukawati dan dianggap benteng wayang kulit klasik Bali. Lakon seni pentas “Siwa Murti Wisesa Sakti” terpilih, adalah tentu karena alasan kelekatan
Life
Story
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Anak Hilang tetapi Cucu harus Pulang Sukawati dengan jagat seni. Dikisahkan Dewa Siwa (Siwanataraja) menciptakan jagat raya dengan segala kehidupannya. Tetapi kehidupan di bumi kacau balau oleh ulah garang para raksasa. Dewa Siwa bersama para dewa lainnya (Dewata Nawa Sanga) mencoba menanggulanginya namun tidak berhasil. Untuk mengembalikan keharmonisan jagat, Dewa Siwa dalam wujud Siwanataraja menciptakan puspa ragam kesenian yang disambut suka cita dan suka hati oleh umat manusia. Keindahan legong keraton dan tutur bijak sajian wayang kulit membuat kaum raksasa terpesona dan dengan tenang kembali ke alamnya. Kehidupan di bumi kembali harmonis, sejahtera, dan damai. Kita masih percaya, seni itu mendamaikan. Kandungan pesan inilah yang ingin diaktualisasikan dalam garapan seni pentas Sukawati tersebut. Ternyata, kedamaian berkesenian itu tak hanya untuk dikomunikasikan kepada penonton namun juga melingkupi proses kreatif yang berlangsung lebih dari dua bulan. Selama itu, mengalir dinamika kreatif dalam bidang seni karawitan, seni tari, seni pedalangan, dan paduan suara. Keempat bidang seni yang menjadi formula garapan ini juga berkompromi menggalang berbagai kemungkinan olah kreativitas dan inovasi dalam arah satu tujuan yaitu mewujudkan sebuah ekspresi artistik, sebuah ungkapan seni pentas yang menggugah mata dan mampu menyapa rohani.
Penonton tampak tergugah menyaksikan pagelaran “Siwa Murti Wisesa Sakti”. Gugahan dari garapan ini sudah berlangsung jauh-jauh sebelum pementasan di Balai Budaya Gianyar. Itu terjadi saat latihan-latihan di halaman luar Pura Dalem Gede Sukawati. Masyarakat setempat berduyun, tua dan muda, menunggui dengan antusias setiap latihan berlangsung. Semua itu dapat dijadikan pertanda bahwa rasa tenteram dan damai yang mampu membinarkan hati sanubari, merambat dan terpicu oleh kegiatan berkesenian yang melibatkan insan-insan muda Sukawati. Peristiwa dua kali kerauhan para penari saat latihan sedang berlangsung pun dapat dimaknai secara positif tentang adanya “apresiasi” terhadap garapan seni pentas ini dari alam niskala. Luasnya gaung penggarapan karya seni “Siwa Murti Wisesa Sakti” tak bisa dilepaskan dari penyeluruhnya keterlibatan para seniman dari berbagai bidang seni serta banyaknya insan-insan muda yang terlibat di dalamnya. Garapan yang kepanitiannya ditangani secara kedesaan adat dan dinas itu melibatkan tokoh-tokoh seni pertunjukan (tari, karawitan, dan pedalangan), seni rupa dari beragam spesialisasi, serta paduan suara. Ratusan dari mereka yang terlibat sebagai pelaku adalah pelajar dan mahasiswa. Perhatian masyarakat Sukawati terhadap proses berkesenian ini menjadi mendapatkan tempat khusus. -Kadek Suartaya
Citra (50), tidak habis pikir ketika menemukan anak semata wayangnya, Dandy (28), anak yang pendiam dan penurut itu akhirnya berubah melawan dan berani menentangnya. Bahkan Dandy sampai berani memukul ayahnya ketika terlibat percekcok an sengit. “Semua itu gara-gara janda empat anak yang meracuni pikiran Dandy,” ungkap Citra sedih.
C
itra memang pantas kecewa dengan Dandy. Anak yang diasuhnya dengan penuh kasih sayang apalagi ia anak semata wayang. Seluruh kasih sayang ia curahkan hanya untuk Dandy. Namun, balasan yang diterimanya, sungguh membuatnya sedih. Ini terjadi dalam dua tahun terakhir, tepatnya saat Dandy mulai berpacaran dengan Tika (25), janda beranak empat yang sudah dua kali bercerai. Entah apa yang ada dalam pikiran Dandy, sampai ia harus jatuh hati pada Tika. Menurut Citra, Tika bukanlah perempuan baik, setidaknya di matanya. Selain karena riwayat dua kali perceraiannya yang ditinggalkan begitu saja oleh suami-suaminya, juga karena di mata Citra, Tika tidak memiliki sopan santun. “Kalau perempuan sampai dua kali ditinggalkan begitu saja oleh suaminya, pasti ada yang tidak beres dalam kelakuannya. Apalagi saya melihat dia (Tika) senang dengan kehidupan malam, pakaiannya sangat minim dan tidak punya sopan santun. Kalau sudah merokok, kakinya diangkat ke sana-kemari,” ujar Citra kesal. Karena itulah, Citra dan suaminya dari awal tidak menyetujui hubungan Dandy. Mereka sesungguhnya telah mengingatkan Dandy dengan cara baik-baik soal ini. Sampai akhirnya mereka berdua tidak punya cara lain untuk meminta Dandy meninggalkan perempuan itu, kecuali dengan cara yang keras.
Hal inilah yang membuat ia dan suaminya kerap bertengkar dengan Dandy, selalu gara-gara Tika. Tika sendiri tampak seperti orang yang tidak tahu diri. Merasa selalu dibela oleh Dandy, ia bahkan ikut-ikutan melawan pada calon mertuanya itu. “Belum kawin saja ia sudah melawan dan sangat tidak menghargai kami, bisa dibayangkan kalau ia menikah dengan Dandy,” kata Citra. Kadang, tidak segansegan Tika bertengkar dengan Citra lewat SMS atau pun saat bertemu tidak sengaja di suatu tempat. Melihat hal ini, ibu mana yang mau anaknya jatuh dalam lubang kesengsaraan pernikahan. Ini yang dirasakan oleh Citra yang semakin lama semakin tidak mampu mengendalikan hasrat anaknya pada Tika. Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi antara Dandy dan orangtuanya akhirnya membuat rumah mereka yang dulu nyaman berubah menjadi penuh dengan teriakan-teriakan. Dandy memilih pergi meninggalkan rumahnya tinggal bersama Tika di rumah kontrakan. Sejak itulah, menurut Citra, sampai hari ini Dandy tidak pernah pulang. Dalam pengaruh Tika, Dandy bahkan berpindah keyakinan. Ini yang membuat Citra dan suaminya semakin tidak menerima pilihan yang diambil Dandy. Sejak itulah ia tidak pernah ketemu Dandy. Kecuali beberapa lama setelah Dandy pergi dengan Tika, barang-barang dan perabotan di rumahnya nyaris
habis ”dicuri” Dandy dan Tika. Itu terjadi ketika ia dan suaminya pergi bekerja di pagi hingga sore hari. Saat Dandy dan Tika mengangkut barang-barang tersebut, para tetangga hanya berpikir bahwa apa yang dilakukan Dandy itu atas sepengetahuan Citra dan suaminya. Sebuah mobil milik mereka juga ternyata sudah digadaikan atau bahkan sudah dijual oleh Dandy, mereka tidak tahu sampai sekarang di mana mobil itu berada. Karena yang mereka tahu Dandy kini hanya memiliki sepeda motor. Itu pun sepeda motor yang mereka punya. Sungguh, kisah ini memilukan hati
7
tkh/net
Citra. Anak satu-satunya yang mereka kasihi kini tengah terbuai rayuan janda berduri. Duri yang menusuk hati dan jantung Citra. Dandy bahkan tidak lagi bisa dilihatnya. Mereka juga tidak tahu apakah Dandy dan Tika sudah menikah atau hanya tinggal serumah begitu saja. “Yang saya tahu mereka sudah memiliki seorang anak,” kata Citra dengan wajah yang tampak galau. Dari mulut ke mulut, Citra mendapatkan cerita bahwa Dandy dan Tika telah pergi ke Pualu Jawa. Mereka bekerja di sebuah rumah makan dan tinggal menumpang di rumah pemilik rumah makan itu. Dari cerita itu, Citra juga mendapatkan informasi bahwa Tika bermasalah dengan pemilik rumah makan, sampai-sampai mereka diusir dari rumah tersebut. Kelakuan Tika yang tidak memiliki sopan santunlah yang menjadi pemicunya. Sedih hati Citra memikirkan anak semata wayangnya kini hidup entah di mana. “Saya tidak pernah
keberatan Dandy menikah dengan janda, asalkan bukan Tika,” kata Citra yang terlihat benar keinginannya bertemu dengan cucunya. Citra memahami mungkin Dandy malu dan takut ingin pulang kepada mereka, setelah semua yang dialaminya. “Kata kawannya, Dandy mulai menyesal dengan kehidupan nya bersama Tika, namun ia malu untuk pulang,” ujarnya. Dandy sendiri seperti ingin menghilang dengan selalu berganti nomor HP. Kini Citra terus mencari dan menemukan tempat di mana Dandy dan cucunya itu berada. Citra ingin sekali mengambil cucunya itu meski ia harus kehilangan Dandy jika Dandy tidak mau pulang. “Kalau Dandy tidak mau pulang, setidaknya saya ingin membesarkan cucu saya,” katanya. Ia ingin cucunya itu tumbuh besar dalam lingkungan dan didikan yang baik, tidak dalam pengasuhan Tika yang menurutnya hidup de ngan kekacauan. Dalam upayanya menemukan Dandy, Citra kini menanti saat-saat indah bertemu dengan cucunya. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Latih Rasa Percaya Diri Anak Memiliki anak yang kurang percaya diri tentu membuat orangtua harus ekstra kerja keras. Bahkan ada orangtua yang harus ikut “bersekolah” untuk menjaga kenyamanan si anak. Anak yang kurang percaya diri atau minder ini bisa diatasi. Bagaimana caranya? “Anak saya ketika seminggu pertama masuk sekolah sangat pemalu. Ia tidak mau bergaul dengan temantemannya. Saya sampai ikut masuk kelas. Untung gurunya memberi toleransi sehingga saya boleh ikut menemani di sekolah,” kenang Bu Yayuk ketika Dedek, anaknya pertama kali masuk SD. Ia menuturkan, Dedek memang agak pemalu. Salah satu penyebab adalah ukuran tubuhnya yang lebih kecil dibanding teman-teman seusianya. Walaupun sudah diberi pemahaman bahawa ukuran tubuh
akan terus mengalami pertumbuhan, Dedek tetap saja pemalu. Ia khawatir menjadi bahan ejekan temantemannya. “Minder atau kurang percaya diri yaitu keadaan dalam diri manusia sebagai akibat dari perasaan-perasaan yang tertekan berupa rendah diri, kurang pergaulan, perasaan takut, pesimis yang berlebihan, mudah menyerah, merasa tidak puas terhadap diri sendiri, cenderung bersikap egosentris, dan memposisikan diri sebagai korban,” ungkap C. Prammu Hartadi, S.Psi., Psi.
Koordinator Sie Humas dan Dana Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Bali ini menambahkan minder termasuk gangguan. Tiap manusia lahir di dunia hanya membawa dua rasa takut alami, yaitu takut ketinggian dan suara keras. Minder karena malu, grogi, takut bukan secara genetis/keturunan namun pengaruh dari lingkungan sekitar. Penyebab minder ada beberapa faktor, antara lain sering diremehkan atau dikucilkan oleh teman atau lingkungan sekitarnya, orang tua selalu memarahi kesalahan anak, tapi tidak pernah memberi penghargaan apabila anak melakukan hal yang positif, kurang kasih sayang orang tua atau pujian dari keluarga. “Kadang anak mencontoh atau meniru (role model) dari orang dewasa dan orang tua yang minder. Bisa juga trauma pernah dipermalukan, dihina di depan umum. Merasa diri tidak berharga lagi karena pernah dilecehkan secara “seksual”, merasa bentuk fisiknya tidak sempurna, dan merasa ada kesenjangan karena kondisi status sosial ekonomi keluarganya,” ujar Prammu. Jika minder ini dibiarkan, lama kelamaan akan berdampak bagi si anak. Dampaknya antara lain anak kesulitan bergaul (suka menarik diri, withdrawl, menyendiri), malu mengungkapkan pendapat atau ide dengan anak umur sebaya atau dengan lingkungannya, takut berbicara di depan umum atau demam pang-
Prammu
gung. Bila masuk lingkungan baru, anak cepat merasa cemas, khawatir akan ditolak atau ada perasaan orang lain tidak menyukainya. Anak bisa tegang, kaku, grogi bertemu orang baru (kurang bisa beradaptasi), kurang semangat dalam menjalani aktivitas dan mudah menyerah lakukan sesuatu, suka melamun serta merasa diri kurang berharga Solusi untuk mengatasi anak yang mengalami minder adalah dengan mengajaknya berpikir positif, tumbuhkan rasa percaya diri dan tidak perlu takut, grogi, cemas. “Anak harus dilatih bergaul, berbicara, berinteraksi khususnya dengan umur yang sebaya (sosialisasi). Beri pujian atau penghargaan apabila melakukan hal positif dan diberi hukuman bila lakukan kesalahan misal tidak jujur dengan beri penjelasan yang logis dan mudah dipahami anak. Ajari hal-hal yang benar dan ikuti kaidah norma sosial, diselingi pendekatan secara spiritual misal ber-
buat baik dan dosa. Hal terpenting adalah melatih rasa percaya dirinya dan lebih bersemangat dalam hidup untuk jangan mudah menyerah,” ungkap psikolog yang tugas seharihari bertugas di HRM PT Agung Podomoro Land, Tbk untuk area Bali ini. Prammu mengingatkan hal-hal yang harus dilakukan orang tua, apabila kurang berhasil menumbuhkan agar anak tidak minder, bisa berkonsultasi kepada pakar perilaku misalnya psikolog, pemerhati anak, guru BP/BK di sekolah. Bagi anak-anak yang merasa minder, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Orangtua harus mendampingi anak menghadapi rasa takut untuk menambah rasa percaya diri. Beri kesempatan anak untuk lakukan sesuatu, agar lebih bisa menghargai diri sendiri. Kembangkan semangat anak untuk berkompetisi, bersaing secara sehat plus dalam beradaptasi di lingkungan. Ingatkan anak guna menghindari kesalahan yang sama, jangan terperangkap masa lalu saja. Ajak anak belajar konsentrasi dan fokus, hindari melamun sendiri, jangan malu bertanya dan berlatih terus berlatih untuk selalu berkembang. Belajar menghargai sesuatu dengan tidak boleh bersikap sombong atau merasa diri “paling”. “Wawasan pola asuh orangtua dalam mendidik atau mendeteksi perkembangan anak sebagai aset keluarga agar bisa tampil makin percaya diri harus terus ditingkatkan. Perhatikan kemampuan dan talenta yang dimiliki anak dan terus asah serta lakukan pendampingan dengan baik. Kurangi over protective dalam mengasuh anak,” tandas Prammu.
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Seminar Nasional Fakultas Hukum Undiknas
Anak yang Berhadapan dengan Hukum Meningkat Penjara bukan tempat yang tepat untuk anak, karena akan mematikan harapan masa depannya. Ia adalah pribadi otonom yang sedang tumbuh, yang dibutuhkan adalah bantuan dan bimbingan. Dan ,UU No. 11 tahun 2012, Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, diharapkan menjadi sebuah kemajuan besar di bidang hukum yang akan memberikan perhatian kepada anak Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa ini.
H
al tersebut terungkap dalam Seminar Nasional dengan tema “Paradigma Penanganan ABDH, Kewajiban Diversi dan Restorative Justice” yang diselenggarakan Fakultas Hukum Undiknas, yang dihadiri oleh Ketua Perdiknas, Dekan FH Undknas, dosen dan mahasiswa Undiknas serta undangan lainnya, Rabu (13/5) di Ruang Auditorium Undiknas, Denpasar. Pada kesempatan itu, Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komisi Nasonal hadir untuk men-
Dari kanan: Ngurah Suwarnatha, Juwita Arsawati, dan Merdeka Sirait
gupas tentang “Paradigma Baru Penyelesaian ABDH di Indonesia” dengan diberlakukannya UU No. 11 tahun 2012, Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Dengan gayanya yang selalu penuh semangat, ia mengatakan banyak hal-hal baru diatur dalam UU SPPA dengan maksud memberi perlindungan tidak saja kepada anak sebagai pelaku, tetapi juga mengutamakan perlindungan anak korban dan anak saksi. Misalnya, pemberian bantuan hukum dan pendampingan dengan tujuan agar dapat ter-
–Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit Tiga Langkah Si Cebol
Tersebutlah seorang raja bijaksana bernama Maharaja Bali. Di bawah pemerintahannya seluruh rakyat hidup sejahtera, aman dan damai. Namun, lama-kelamaan raja yang sangat disegani itu menjadi takabur. Ia mengaku, semua Made Taro raja takluk kepadanya dan seluruh wilayah bumi adalah miliknya. Bahkan ia merasa memiliki kedudukan sama dengan dewa. Siapa yang menentang kekuasaannya, dihukum mati. Walaupun takabur, Maharaja Bali masih memiliki sifat baik, yakni bermurah hati dan tidak ingkar janji. Ia selalu memenuhi permintaan rakyat yang menghadap kepadanya. “Apa kebutuhanmu?” katanya. Waktu itu juga Maharaja memerintahkan kepada menterinya untuk memberikan tanah bagi petani, warung bagi pedagang, busana dan perhiasan bagi penari. “Bukankah segalanya menjadi milik dan kekuasaanku?” katanya. Tibalah pada suatu hari, seseorang yang aneh datang menghadap. Tubuhnya bulat kecil, berkaki dan bertangan pendek. Di kalangan rakyat ia biasa dipanggil si Cebol. “Maaf Paduka, tolonglah hamba yang hina ini,” katanya sambil menyembah. “Kau minta apa, Cebol?” tanya Maharaja. “Kalau Paduka berkenan, hamba mohon sebidang tanah.” “Berapa tanah yang kau butuhkan?”
“Tiga langkah saja, Paduka.” “Tiga langkah?” Paduka Maharaja tertawa menanggapi permintaan yang aneh itu. “Ya, tiga langkah saja, Paduka! Di tanah itu hamba akan membangun sebuah rumah, sebuah kebun dan sebuah taman.” “Ha, ha, ha…, jangan berolok-olok, Cebol! Mintalah tanah yang luas. Semua tanah di bawah langit ini milikku.” “Tidak, Paduka! Hamba hanya minta tiga langkah saja.” Maharaja Bali tidak mau bersilat lidah lagi. Ia menganggap orang aneh itu gila. Meskipun demikian ia ingin juga melihat apa yang akan dilakukan Si Cebol. “Baiklah, permintaanmu kupenuhi. Melangkahlah tiga kali!” Si Cebol berancang-ancang. Langkah pertama, sebelah kakinya berpijak di luar tembok istana. Maharaja terheran-heran. Langkah kedua, si Cebol menghilang. Dari kejauhan terdengar bunyi berdebum, disertai bumi bergoyang dan halilintar bergemuruh. Maharaja Bali mulai takut. Ia merasa sedang berhadapan dengan kekuatan besar. Kekuatan itu adalah Yang Mahakuasa. Ia menyadari bahwa di atas kekuasaannya masih ada kekuatan yang jauh lebih besar. “Ampunilah hamba, Yang Mahakuasa!” katanya menyembah. “Hamba berjanji tidak takabur dan hamba akan memerintah kerajaan ini dengan bijaksana. Hamba mohon, janganlah melanjutkan langkah ketiga. Kembalilah ke tempat semula.” “Permintaanmu sudah kupenuhi, Maharaja!” Maharaja Bali meraba-raba kepalanya yang terasa berat. Di atas kepala itu duduk Yang Mahakuasa yang sedang menyamar menjadi si Cebol.
17
Peserta seminar
FH Undiknas, Ketua Pusat Kajian Konstitusi Undiknas pada kesempatan tersebut menyampaikan “Diversi Sebagai Alternatif Sanksi Pidana Penjara Terhadap Juvenile Delinquent”. Ia mengatakan bahwa hak anak adalah persoalan yang serius. Namun, faktanya anak yang bermasalah dengan hukum masih diperlakukan seperti orang dewasa. Peradilan yang tepat untuk pelaku delinkuensi anak adalah model keadilan restoratif yang bersifat memperbaiki dan memulihkan hubungan pelaku dan korban sehingga harmoni kehidupan tetap terjaga. Kepala Pusat Peneltian Undiknas ini juga mengatakan tempat pembinaan anak bukan di penjara. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang SPPA, hakim dapat memerintah untuk, di antaranya pengembalian kepada orangtua/wali, perawatan di RS Jiwa, dan kewajiban mengikuti pendidikan formal atau pelatihan yang diadakan oleh pemerintah atau badan swasta. -ard
wujudnya peradilan yang benarbenar menjamin perlindungan dan kepentingan terbaik bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABDH). “Secara umum, ada perubahan paradigma yang digunakan dalam Undang-Undang ini yaitu ‘restorative justice’ dan ‘diversi’. Restorative justice membawa pesan bahwa kita harus tetap melakukan upaya penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil . Dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan. Sementara, diversi yang dimaksud adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar pengadilan,” katanya. “Undang-undang ini memegang prin-
sip untuk kepentingan terbaik anak, memberikan perlindungan dan penghargaan kepada anak, kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak, dan penghindaran pembalasan. Sehingga diharapkan nantinya tidak ada lagi anak-anak yang mengalami pemenjaraan di lembaga pemasyarakatan tetapi dilakukan pembinaan secara mental spiritual di panti-panti sosial untuk mendekatkan pembinaan kepada keluarga,” katanya tetap dengan semangat saat menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta seminar. Merdeka Sirait menekankan kalau ‘diversi’ harus dilakukan pada setiap tingkatan dan ujung tombaknya adalah polisi. Sedangkan pemerintah di sini penting menyiapkan polisi anak, hakim dan jaksa anak, termasuk menyiapkan rumah perlindungan sosial anak, yang menurutnya hingga kini belum dilakukan pemerintah. Ini berarti negara gagal melaksanakan UU No. 11 Tahun 2012, Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Sementara I Nyoman Ngurah Suwarnatha, S.H., LL.M., Dosen
Arsawati, S.H., M. Hum., ini juga terungkap jika hukum positif yang digunakan untuk mengadili anak sudah jelas bertentangan dengan hak asasi manusia, bertentangan dengan konstitusi dasar, dan sangat membahayakan masa depan anak. Maka, tidak ada pilihan lain kita harus merombak sistem peradilan dilinkuensi anak di Indonesia. Ia bukan sekadar merevisi UndangUndang Pengadilan Anak, tidak cukup dengan mengubah aturanaturan pelaksanaan para aparat penegak hukum di lapangan, tetapi juga paradigma peradilan anak harus diubah. Salah seorang peserta seminar, I Nyoman Yoga Ariadnya yang juga mahasiswa FH Undiknas, mengaku FH Undiknas tepat memilih tema. Sebab, UU No. 11 tahun 2012 Tentang SPPA ini masih perlu terus disosialsasikan. Ia juga sepaham bahwa paradigma lama tentang peradilan anak di Indonesia tidak bisa dipertahankan lagi karena yang terjadi adalah sebuah proses kriminalisasi anak. Maka, sudah saatnya mengembangkan paradigma baru, dengan pendekatan restorative juctice. “Kita memang harus berani berkata segera men-
gakhiri paradigma kriminalisasi anak yang sangat jelas sebagai tindakan pembunuhan masa depan anak yang berhadapan dengan hukum, jangan biarkan kasus anak bertambah lagi di Bali,” katanya. Sementara Dekan FH Undiknas Dr. AA Ayu Sri Rahayu Gorda, S.H.,M.H., menyatakan puas melihat antusiasme mahasiswanya yang melontarkan pertanyaan cukup berbobot, sadar akan isu-isu anak, dan tentunya mereka juga memperoleh tambahan wawasan dari dua pem- Dekan FH Undiknas dan Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak bicara yang berkompeten. “Tahun ini kami juga sudah mem- nas dapat melahirkan calon-calon buka Pendidikan Khusus Profesi advokat yang cerdas, jujur dan Advokat (PKPA). Semoga dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keberadaan PKPA ini, FH Undik- kebenaran dan keadilan,” ujarnya.
Salah seorang peserta tengah mengajukan pertanyaan
Lakukan Pendekatan Restorative Juctice Di Bali tahun 2014 tercatat 40 kasus anak. Untuk tahun ini kasus yang melibatkan anak mencapai 108. Sebuah peningkatan yang cukup tajam. Begitu data yang disampaikan salah seorang peserta seminar dari Polda Bali, Tina pada sesi tanya-jawab dalam seminar Nasional yang diadakan FH Undikas tersebut. “Padahal tahun belum berakhir, kita baru sampai di bulan Mei, tapi
kenaikannya cepat sekali,” ujar Merdeka Sirait. Ia juga mengatakan, Bali saat ini tergolong darurat kejahatan seksual, dimana 16 % dilakukan oleh anak-anak di bawah usa 12 tahun. Dan, setiap tahunnya ada 6000-7000 anak mendekam di penjara. Mereka harus bergabung dengan orang dewasa. Dalam acara yang dipandu moderator, salah seorang dosen FH Undiknas, Nyoman Juwita
FH Undiknas Buka Pendidikan Khusus Profesi Advokat
- FH Undiknas sudah mengantongi izin kerjasama dengan PERADI untuk melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). - Pendaftaran dibuka mulai bulan Mei hingga Juli 2015. - Kuliah perdana akan dimulai pada 3 Agustus 2015.
16
Edukasi
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
STPBI dan SPB Siap Hadapi MEA Kita tak perlu takut menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) dan Sekolah Perhotelan Bali (SPB) optimis bisa menjadi pelaku bukan sekadar men jadi pasar. STPBI dan SPB sudah sejak awal melakukan berbagai per siapan dalam menyambut MEA. Bahkan, kami optimis, SPB dan STPBI yang paling siap menghadapi MEA. Demikian disampaikan Ketua STPBI dan Direktur SPB, I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA.
I
a mengatakan, STPBI dan SPB mendidik para generasi muda secara profesional untuk menjadi tenaga yang terampil di bidangnya. Pendidikan baik secara teori dan praktik sesuai kebutuhan industri. “Kami bekerja sama dengan International Training Network m engirim para mahasiswa training ke AS. Kami memiliki lisensi agar bisa mengirim mahasiswa ke AS. Tak mudah mendapatkan lisensi ini. Tentu ada persyarat an yang harus kami penuhi,” kata Sudjana. Ia menambahkan, harus diakui, tenaga kerja dari Bali mendapatkan pujian dari pada pelaku industri di AS, terutama kapal pesiar. Etos kerja yang tinggi, disiplin, jujur, loyalitas, merupakan ciri khas tenaga kerja dari Bali. Ada dua negara asal tenaga kerja yang disukai pelaku kapal pesiar, yakni Filipina dan Indonesia. “Tenaga kerja Indonesia m erupakan pilihan pertama. Kalau tidak ada, baru pilihan jatuh ke tenaga kerja Filipina,” ucapnya. Bahkan, kata Sudjana, sudah ada general manager asal Bali yang bekerja di salah satu hotel Laos. Tentu ini merupakan prestasi bagi dunia pariwisata. Ia menilai, kalau ada pernyataan penyerapan SDM pariwisata terkesan jenuh, itu tidak benar. Karena, Indonesia pasarnya dunia. Tenaga kerja Indonesia bisa bekerja di negara mana saja. Berdasarkan penelitian lembaga pariwisata dunia WTO, justru tenaga kerja pariwisata cenderung meningkat ke depan, karena kebutuh an akan fasilitas pariwisata juga meningkat. Kuncinya adalah menghasilkan SDM yang bisa go international dan memenangkan persaingan global. “Kalau sudah memiliki SDM berkualitas, kitalah yang menguasai dunia. Jadi, kita tak perlu takut dengan pemberlakukan MEA. Karena SPB dan STPBI sudah siap akan hal itu,” tegas Sudjana. STPBI dan SPB meluluskan sekitar 700 orang tiap tahunnya. Setelah merayakan Dies Natalis STPBI ke-7 tahun, dan SPB ke-15 tahun, pekan lalu, sekolah yang berlokasi di Jalan Tari Kecak ini terus meningkatkan kualitas diri. Dengan moto “Quality is Our Prime Concern”, STPBI berencana membuka program S-2, tahun depan. Berbagai persiapan telah
dilakukan, termasuk menyiapkan SDM dosen berstrata S-3. “Saat ini kami sudah memiliki 4 doktor. Tahun depan sudah ada lagi dosen yang akan tamat doktor. Ini untuk melengkapi persyaratan membuka S-2,” imbuh Sudjana. Prestasi yang paling bergengsi baru saja diraih kampus yang mendapatkan Juara 2 Quality Assurance Award dari Kopertis Wilayah VIII ini. Tiga bulan lalu, STPBI dan SPB sudah menjadi anggota Asia Pasific Council on Hotel, Restaurant, and Institutional Education (APCHRIE), yakni asosiasi para dosen dan peneliti di bidang pariwisata dunia. Rencananya, tahun 2017, STPBI dan SPB akan diberi kesempatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan bertemunya para peneliti pariwisata sedunia ini. “Ini tentu prestasi yang luar biasa. Sekitar 400 peneliti pariwsata dunia berkumpul di kampus kami,” kata Sudjana. Keunggulan lain, STPBI dan SPB bekerja sama dengan kampus di Swiss dan Australia. “Bagi mahasiswa yang sudah kuliah satu atau dua tahun di STPBI dan SPB, bisa meneruskan di Australia sembari bekerja. Tentu ini sangat membantu sekali meningkatkan lulusan STPBI dan SPB,” ucapnya. Ke depan, ia mempunyai target, STPBI dan SPB mendapatkan akreditasi sebagai lembaga pendidikan pariwisata yang berkualitas dari badan pariwisata dunia (WTO). Dengan akreditasi ini, Bali siap menjadi pusat pendidikan pariwisata yang berkualitas dunia. “Saat ini sudah mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di sini, dari Jerman dan Timor Leste,” tambah Sudjana. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun, D rs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., m engatakan, STPBI dan SPB mengusung konsep one stop learning. Artinya, pertama, mulai dari pendidikan sudah disiapkan. Fasilitas para pengajar dan kurikulum semuanya ber kualitas. “Yayasan selalu ber upaya menambah dan melengkapi fasilitas pendidikan agar dapat memberikan pendidikan dan menjadi pelatihan berkualitas,” kata Astina. Kedua, Yayasan menugaskan satu unit usaha sebagai perusahaan penggerak tenaga kerja Indonesia swasta yang bernama PT Bali Duta Mandiri. Tugasnya, mencari tempat
t raining khususnya ke luar negeri. “Kami satu-satunya yang bisa mengirim training ke AS. Setelah training mereka juga dicarikan pekerjaan baik itu di darat maupun di kapal pesiar. Jadi tidak dilepas begitu saja,” kata Astina. Ketiga, sekolah telah memiliki lembaga sertifikasi profesi sehingga memudahkan lulusan mencari kerja.
Program STPBI
Dara
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Tjokorda Raka Gekko Dananjaya
Tak hanya Jadi Penyembuh Dokter Mesti Jadi Tokoh Pembaharuan I Nyoman Gede Astina
I Made Sudjana
Keempat, membantu embiayaan melalui koperasi. p “Ketika mahasiswa memerlukan dana untuk berangkat ke luar negeri, bisa meminjam di koperasi,” imbuhnya. Intinya, STPBI dan SPB m encoba menawarkan satu konsep yang lengkap dan menyeluruh, mulai dari mendidik, melatih, mencarikan
tempat training, sertifikasi, mencarikan pekerjaan, dan membantu pembiayaan. Ia menegaskan, Yayasan selalu berkomitmen untuk selalu memenuhi kebutuhan mahasiswa sesuai kemampuan. “Komitmen kami, SPB dan STPBI harus menjadi institusi pendidikan terlengkap dan terbaik di Bali dan Indonesia,” ucap Astina.
Program ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang ahli di bidang pariwisata dan perhotelan. Untuk itu, program ini difokuskan untuk melatih calon-calon manajer dan eksekutif muda di bidang pariwisata dan perhotelan yang tentunya memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris secara fasih. D-IV Manajemen Perhotelan Lulusan D-IV Manajemen Perhotelan dipersiapkan untuk menjadi Front Office Manager, Executive Housekeeper, Executive Chef atau F&B Director yang profesional. D-IV Manajemen Pariwisata Lulusan D-IV Manajemen Pariwisata dipersiapkan mampu menguasai dasar-dasar keilmuan dan keterampilan dalam bidang perencanaan destinasi pariwisata, manajemen usaha kawasan wisata, manajemen atraksi wisata, manajemen usaha perjalanan wisata, manajemen pemasaran pariwisata, manajemen bisnis pariwisata dan memandu (guiding).
D-III Manajemen Perhotelan Lulusan D-III Perhotelan dipersiapkan untuk menjadi Front Office Supervisor, Laundry Manager, Demi Chef, atau F&B Outlet Manager yang profesional.
Program SPB lProgram
kapal pesiar 1 tahun. kapal pesiar 2 tahun (Waiter, Bartending, Cook, Hotel Steward). lProgram regular 1 tahun ( F&B Service, Food Production, Housekeeping) lProgram regular 2 tahun ( F&B Service, Food Production, Room Division). l SPB Maritime Training Center dengan program Basic Safety Training ( BST), Crowd & Crisis Management ( CCM), Medical Emergency First Aid ( MEFA). l SPB Airline Training Center merupakan pendidikan dan pelatihan bidang pramugari/a dan ground staff. lSPB Spa Training Center untuk menghasilkan spa therapist yang kompoten dalam bidang perawatan spa yang berstandar internasional. l Program
Keunggulan SPB dan STPBI
1.
58 terbaik sistem penjaminan mutu internal seluruh Indonesia oleh Kemendiknas tahun 2010. 2. Terakreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan ISO 9001-2008. 3. Juara 2 Quality Assurance Award tahun 2013 oleh Kopertis Wilayah VII Bali Nusra 4. Ditunjuk sebagai tempat uji kompetensi (TUK) oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesional (BNSP). 5. Meraih predikat Emerald Akreditasi Tri Hita Karana Tahun 2013. 6. Memiliki lembaga sertifikasi profesi pihak 1. 7. Memiliki saran prasarana praktik dengan standar hotel bintang 5. 8. Kesempatan training di AS dan Spanyol serta bekerja di kapal pesiar. 9. Memiliki PPTKIS resmi untuk menyalurkan lulusan. 10. Kerja sama dual degree dengan IMI Switzerland dan master degree dengan Vatel Los Angeles, AS. 11. Kerja sama dengan hotel berbintang lima di Bali, Indonesia, AS, dan Spanyol. 12. Memiliki fasilitas basic safety training ( BST). 13. Instruktur dan dosen yang berasal dari praktisi dan akademisi pariwisata dan perhotelan (General Manager, Department Head kapal pesiar).
SEKOLAH PERHOTELAN BALI (SPB) SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BALI INTERNASIONAL (STPBI) Jalan Tari Kecak No. 12 Gatot Subroto Timur, Denpasar. Telepon 0361-426699, 426700 Faksmile: 0361-427800 www.spb-bali.com; www.stpbali-int.ac.id
USIANYA yang tergolong muda yakni 27 tahun, namun pengalaman melanglang buana untuk membuka wawasan dirinya dalam ilmu kedokteran sudah direngkuhnya. Tjokorda Raka Gekko Dananjaya, dokter yang baru lulus dan disumpah pada Februari 2015 lalu ini, juga menjadi tercatat sebagai mahasiswa terbaik dan meraih peringkat cumlaude dengan IPK 3,64 di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Dengan segudang pengalamannya hingga masuk program ‘’Sit In’’ di Harvard University ini, dia ingin mengabdikan dirinya tak hanya sebangai penyembuh, namun juga agen pembaharuan. Karena menurutnya, ilmu kedokteran sebenarnya erat hubungannya dengan kesehatan masyarakat dan sehatnya sebuah bangsa.
D
okter Tjokorda Raka G e k k o D a n a n j aya , S.Ked., yang akrab dipanggil Cokde Dananjaya ini, mendapatkan pemahaman itu, ketika terpilih sebagai wakil Indoneesia dalam ajang Harvard National Model United Nations (HNMUN) di BostonnMassachusetts-USA, pada bulan Februari 2015. Di ajang bergengsi dari seluruh dunia, karena hanya diikuti 70 negara dan sebagian kecil dari mahasiswa ini, Cokde Dananjaya jugaditerima oleh Harvard untuk mengikuti program “sit in” di Harvard Medical School Department of Global Health and Social Sciences dan di Massachusetts General Hospital – Boston. Di sanalah, putra pertama pasangan Tjokorda Alit Suparta dan Listyawati, S.E., dari Jero Kundan Jalan Banteng Denpasar ini, mulai memahami masalah kesehatan global masyarakat yang erat hubungannya dengan
Wales Government- Australia (2009) yang digunakan untuk Language Course di Central of English Teaching (CET) The University of Sydney-Australia (2010). Kemudian menyusul mendapat rekomendasi untuk program visiting student selama 6 minggu di Department of Anatomy, Histology, and Forensic Osteology, Faculty of Medicine – The University of Sydney, Australia tahun 2010. Sukses di Australia, catatan tersebut membawanya sebagai penerima beasiswa International Course Scholar ship untuk menghadiri “2012 Course of Global Health Challenges” The University of Copenhagen-Denmark dengan KBRI sebagai sponsor parsial. Serangkaian dengan kegiatan tersebut, Cokde Dananjaya, juga mengikuti visiting ke Erasmus Medical Centre – Rotterdam, Belanda, Ghenk Hospital-Belgia dan Lanaken Hospital- Belgia ‘’Pengalaman sebagai mahasiswa yang telah diikutkan dalam berbagai program internasional ini, menambah
9
wawasan dan pemikiran saya. Kesehatan adalah hal yang terpenting di bangun. Majunya sebuah negara, merupakan cermin capaian kesehatan masyarakatnya,’’ ungkap Cokde. Merengkuh banyak pengalaman dan berkomunikasi dengan mahasiswa dan dokter-dokter di luar negeri, memberikan kesempatan bagi Cokde untuk berbagi. Salah satunya, ketika diundang Fakultas Hukum Universitas Udayana untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa. Cokde pun hadir sebagai salah satu pembicara yang dilaksanakan di RSJ Provinsi Bali di Bangli. Dalam kesempatan itu, Cokde ingin mahasiswa termotivasi untuk membuka wawasan. Jika ada kemauan dan tekad kuat, buka situs web universitas yang memberikan beasiswa bagi mahasiswa kedokteran. ‘’Beasiswa terbuka sangat banyak, asalkan ada kemauan dan tekad kuat, pasti ada jalan. Saatnya, kembangkan diri secara maksimal, sehingga dapat membantu bangsa ini juga dengan optimal,’’ pungkas Cokde Dananjaya. (kom)
Saat di Harvard
keberadaan negara. Mulailah muncul keinginannya untuk menjadi seorang konsultan kesehatan di WHO dalam wadah Perserikatan Bangsa-Bangsa. ‘’Dalam kegiatan studi magang itu, saya dapat pengalaman baru. Walau saya masih muda, namun semua saling menghargai pendapat. Saya bersama mantan Ketua Komisi IX DPR RI, Ibu Dr. Nova Rianti Yusuf, Sp.KJ yang mengetahui permasalahan kesehatan di Indonesia. Banyak memberikan inspirasi, terlebih acara tersebut didukung oleh WHO,’’ papar laki-laki kelahiran Denpasar, 29 September 1988 ini. Dari diskusi-diskusi dengan pakarpakar dunia itu, membuka wawasannya bahwa kedokteran berhubungan erat dengan pembangunan sebuah bangsa. Kesehatan salah satu yang utama. Dengan peran para dokter muda di seluruh dunia, diharapkan bahu-membahu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga bangsa menjadi kuat. Sumber
daya manusia berkembang dengan maksimal. ‘’Saatnya, para mahasiswa kedokteran di Indonesia meningkatkan sumber daya diri. Banyak universitas di negara maju, ingin kita maju bersama untuk kedokteran. Berbagi ilmu dalam berbagai beasiswa, asal kita serius dan tekun. Untuk itu saya siap berbagi,’’ ujar alumni SMA Negeri 1 Denpasar ini. Selain mendapatkan kehormatan ikut program HNMUN, di Amerika, Cokde juga diikutkan dalam program “sit in” di Boston University School of Public Health yang langsung masuk melihat bagaimana rumah sakit tersebut menangani pasiennya dengan standar optimal. Pengalaman Cokde Dananjaya di Harvard Universty, juga tak lepas dari deretan pengalaman program yang lainnya. Dari semester 4, mantan ketua Jurnal Mahasiswa Kedokteran Oculus dan Vice President for External Fair, Public Health Department FK UWKS ini, sudah menjadi penerima insentif dana dari New South
Cokde saat melanglang buana ke luar negeri
Pulau Samalona
Sulsel memang terkenal kaya akan destinasi wisata baharinya, salah satunya adalah Pulau Samalona. Jarak wisata ini pun tergolong strategis karena tidak terlalu jauh dari pusat Kota Makassar, hanya berkisar tujuh kilometer.
Destinasi Wisata Bahari yang Memukau
U
ntuk menuju pulau tersebut, wisatawan dapat menyeberang dengan berperahu dari dermaga kayu Bangkoa dan Benteng. Tarif transportasi cukup terjangkau, mulai Rp 300 ribu hingga Rp 750 ribu untuk satu perahu nelayan, tergantung jumlah rom bongan. Selain perahu nelayan, wisatawan juga dapat menyewa perahu dari dive club, di mana harga sewanya juga tergolong murah. Apalagi, dengan me nyewa perahu dari dive club, wisatawan khususnya pecinta
selam, bisa mendapat informasi akurat terkait dive spot hingga fishing spot. Setibanya di Pulau Samalona, wisatawan akan disambut ham paran pasir putih yang memenuhi setiap ruas pulau. Keindahan tampak lebih sempurna lantaran
bibir pantai dihiasi perairan jernih dan surga alam bawah laut yang memukau. Selain keindahan lanskap alam, dengan menyelam pengunjung dapat menyaksikan bukti pening galan bersejarah seperti bekas kapal perang penjajah yang karam
di kedalaman 30 me ter bawah laut. Kapal peninggalan perang dunia kedua tersebut su dah dijadi kan habitat berbagai he wan laut. P u l a u ini juga me nawarkan berbagai fasii tas seperti penginapan yang dikelola penduduk se tempat, de ngan harga sewa
Rp 200 ribu per malam. Selain itu, ada juga balaibalai sederhana untuk istirahat yang disewakan Rp 30 ribu. Destinasi wisata bahari ini merupa kan pulau berpenghuni, sehingga kondisi pulau tergolong asri dengan pepoho nannya yang rindang dan sejuk bagi wisatawan yang berkunjung. -Hasmiati Mus
10
Frozen Shoulder
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Bugar
dr. I Made Wijaya, Sp.Rad
Penulis adalah Spesialis Radiology di Siloam Hospitals Bali
dr. I Made Wijaya, Sp.Rad
Bahu kaku atau frozen shoulder juga disebut capsulitis adhesif, menyebabkan rasa sakit dan kekakuan pada bahu. Seiring waktu, bahu menjadi sangat sulit untuk bergerak. Frozen shoulder terjadi di sekitar 3-5% dari populasi umum. Paling se ring mempengaruhi orang, usia antara 40 sampai 60 tahun dan terjadi pada wanita lebih sering daripada laki-laki. Insiden pada pasien dengan diabetes dilaporkan 2 sampai 4 kali lebih tinggi dari populasi umum, untuk alasan yang tidak diketahui. Bahu adalah merupakan suatu bola dan mangkok sendi yang terdiri dari tiga tulang yaitu: tulang lengan atas (Hume rus), tulang belikat (Scapula) dan tulang selangka (Clavicula). Jaringan ikat yang kuat yang disebut sebagai kapsul sendi, mengelilingi sendi bahu tersebut. Untuk membantu bahu bergerak lebih mudah,
terdapat cairan sendi (sinovial) yang melumasi kapsul bahu dan sendi. Pada frozen shoulder, jaringan halus kapsul bahu menebal, meradang dan menjadi kaku atau ketat. Jaringan yang kaku tersebut adalah jaringan yang mengalami adhesif. Dalam banyak kasus, terdapat sedikit cairan sendi atau sinovial pada sendi bahu. Penyebab frozen shoulder tidak se penuhnya dipahami. Tidak ada hubung an yang jelas dari dominasi penggunaan lengan atau dengan pekerjaan. Beberapa masalah medis yang terkait dengan frozen shoulder termasuk diabetes, hipotiroidisme, hipertiroidisme, penyakit Parkinson dan penyakit jantung. Frozen shoulder dapat berkembang dari sendi bahu yang tidak bergerak (immobilisasi) untuk jangka waktu yang cukup lama karena operasi, patah tulang atau cedera lainnya. Pasien yang menggerakkan bahu mereka segera setelah cedera atau pembedahan merupakan salah satu cara untuk mencegah frozen shoulder. Rasa sakit pada frozen shoulder biasanya rasa pegal atau nyeri. Hal ini biasanya lebih buruk di awal perjalanan penyakit dan ketika menggerakkan le ngan. Rasa sakit biasanya terletak di atas daerah bahu luar dan kadang-kadang lengan atas. Gejala biasanya memiliki tiga tahap yaitu: Tahap pertama ‘beku’ (“freezing”), fase yang menyakitkan. Ini biasanya berlangsung 2-9 bulan. Gejala pertama biasanya nyeri. Kekakuan dan keterbatasan dalam gerakan yang secara bertahap bertambah. Rasa sakit biasanya lebih buruk di malam hari dan ketika berbaring pada sisi yang terkena. Tahap kedua ‘beku’ (“frozen”), kaku (atau lekat) fase. Ini biasanya
berlangsung 4-12 bulan. Nyeri secara bertahap mereda, tapi kekakuan dan keterbatasan dalam gerakan menjadi menetap serta dapat bertambah buruk. Semua gerakan pada sendi bahu akan terpengaruh. Namun, gerakan yang paling parah terkena dampaknya adalah rotasi lengan ke arah luar. Otot-otot sekitar bahu dapat sedikit mengecil karena mereka tidak digunakan. Tahap ketiga ‘pencairan’ (“thawing”), fase pemulihan. Ini biasanya berlangsung antara satu dan tiga tahun. Rasa sakit dan kekakuan secara bertahap menghilang dan gerakan secara bertahap kembali normal, atau mendekati normal. Tes atau pemeriksaan yang dapat membantu mencari penyebab dari kekakuan dan nyeri pada sendi bahu meliputi: - Sinar-X. Dimana radiasi berenergi tinggi digunakan untuk menyinari kelainan tulang. X-ray akan membantu untuk menyingkirkan penyebab lain dari kekakuan di bahu, seperti mi salnya arthritis. - Magneticresonance imaging (MRI) dan USG. - Pada MRI, dimana medan magnet dan gelombang radio yang kuat yang digunakan untuk menghasilkan gambar rinci dari dalam tubuh terutama adalah jaringan lunak. Pemeriksaan pencitraan ini dapat menghasilkan gambar yang lebih baik pada jaring an lunak. MRI tidak menggunakan sinar-x sehingga bebas dari radiasi sinar-x. Dalam banyak kasus MRI memberikan informasi tentang struktur dalam tubuh yang tidak dapat dilihat dengan X-ray, USG, atau CT-scan. Magnetic resonance (MR) adalah pencitraan secara luas telah digunakan untuk menilai nyeri bahu.
X-ray sendi bahu kiri yang mengalami arthritis
Pencitraan MRI pada sendi bahu
Hasil pencitraan MRI sendi bahu pada pasien dengan frozen shoulder yang menunjukkan adanya penebalan pada jaringan lunak ligamen yaitu pada CHL (coracohumeral ligament)
Foto yang diambil melalui arthroscope (alat yang berisi kamera yang dimasukkan ke dalam persendian) menunjukkan bahu normal (kiri) dan lapisan sendi yang meradang dan rusak pada frozen shoulder.
Pengobatan untuk frozen shoulder adalah termasuk kompres hangat atau kompres dingin dapat membantu meringankan rasa sakit, melatih gerak sendi bahu untuk meningkatkan pergerakan sendi atau dengan fisio terapi serta terkadang diperlukan obat kortikosteroid dan obat penghilang rasa nyeri yang disuntikkan ke dalam kapsul sendi. Dalam beberapa kasus yang tidak berhasil dengan pengobatan tersebut di atas, operasi arthroscopic diindikasikan untuk melonggarkan kapsul sendi bahu sehingga dapat bergerak lebih bebas. Gerakan yang lembut, latihan yang cukup progresif dan teratur pada sendi bahu serta peregangan bahu lebih dapat membantu mencegah frozen shoulder setelah operasi atau setelah mengalami cedera. Orang yang dengan diabetes akan kecil kecenderungannya untuk mendapatkan frozen shoulder jika dapat menjaga kondisinya di bawah kontrol yang baik.
Style
Aksesoris
Etnik Nan Gaya
Saat ini, aksesoris berbahan perak dan gold plated semakin digemari. Selain memiliki pesona tersendiri desainnya pun semakin beragam Seperti koleksi Bara Silver, berupa karya seni kombinasi perak dengan material lainnya.
B
etapa imajinasi Putu Adnyani sang pemilik memang selalu berpendar indah. Kreasinya mulai dari cincin, anting, kalung, gelang, hingga bros. Dan, beberapa yang terpilih untuk halaman mode Tokoh pekan ini. Ada kalung - kalung etnik modern bersusun istimewa yang diberi titel matahari bersinar terang. Kemudian rangkaian bebatuan, turkis, koral dan onik dilengkapi untaian bunga cempaka, yang disebut baliku cempaka semerbak. Ada juga kulit domba yang dikepang menjadi kalung dan diberi nama domba wangi. Juga beragam pernik-pernik untuk
telinga dengan detil-detilnya yang sangat unik dan menarik termasuk kombinasi tulang sapi yang berhasil dibuat menjadi cantik. Dikatakan oleh Putu Adnyani, aksesori termasuk andalan membuat penampilan seseorang menjadi lebih spesial atau stylish. Apalagi aksesori perak yang tergolong fleksibel, dapat melengkapi aktivitas keseharian yang kasual maupun penampilan ke pesta. Semuanya tinggal disesuaikan dengan pilihan busananya saja. Dengan statement aksesori yang tepat, penampilan seseorang yang semula biasa bisa menjadi gaya dan fashionable. - Sri Ardhini
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
15
14
Jelita
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Sebelum Make up
Perhatikan Kebersihan Wajah Wajah yang cantik sudah pasti menjadi dambakan setiap perempuan. Apalagi bagi mereka yang berkarier di luar rumah. Sebab,wajahlah yang menjadi pandangan pertama diberbagai kesempatan. Wajah pula yang dapat menimbulkan kesan khusus bagi orang yang melihatnya.
S
alah satu upaya untuk menjaga kesegaran wajah adalah dengan bantuan make up Selain keserasian dan tidak berlebihan, diperlukan juga make up yang awet atau tahan lama. Namun, masih banyak diantara mereka yang mengeluhkan kalau make up-nya tidak tahan , cepat luntur dan memudar. Menurut seorang make up artis Heny Agustina , fungsi make up pada dasarnya sebagai penegas garis-garis yang membentuk wajah. Sedangkan untuk make up yang segar dan awet, adalah tergantung pada perlakuan terhadap make up itu sendiri. “ Setelah ber make up, sebaiknya hindari mengusap keringat, sebab dapat dipastikan make up akan terhapus. Tisu atau spons bedak juga bisa dipakai menyerap minyak atau keringat di wajah. Caranya cukup tempelkan dan biarkan spons yang menyerapnya,” papar Heny ditengah-tengah kesibukan memoles make up untuk seorang model yang siap-siap melakukan pemotretan.. Lantas, bagaimana caranya mengaplikasikan agar make up yang benar agar tetap bertahan ditengah padatnya aktivitas, agar tidak menyita waktu untuk menggunakan make up berulang kali dalam sehari. Berikut beberapa tips dari Heny , seorang make up artis, agar make up tetap terjaga dan rapi. Kebersihan wajah adalah pesan utama yang ditekankannya, Setelah bersih barulah dioleskan pelembab, dan biarkan sejenak supaya meresap maksimal serta tidak mudah luntur. Setelahnya yang tidak kalah penting adalah foundation atau alas bedak, yang juga menjadi penentu tahan lama atau tidaknya make up seseorang. Karenanya pilih alas bedak yang mengandung formulasi khusus dan tahan lama. Untuk warna gunakan yang sedikit lebih cerah dari warna kulit.
Berikutnya , agar perbedaan warna kulit wajah dan tubuh tidak terlalu kontras atau mencolok, pakailah bedak tabur yang warnanya lebih gelap. Bedak tabur juga bermanfaat menjaga wajah tidak terlihat belang ketika make up sedikit luntur. Jangan lupa mengoleskan sedikit concealer dengan ujung jari, ratakan dengan lembut pada area gelap di bawah mata. Kemudian dilapisi bedak tabur agar membaur dan terlihat alami. Untuk memperoleh riasan mata yang indah dan natural, gunakan eye make up sebagai dasar agar kelopak mata halus dan rata. Kemudian pilih eye shadow dengan formula, tekstur halus dan lembut, yang mudah menyatu dengan kelopak mata. Dapat pula dilengkapi dengan maskara waterproof agar bulu mata terlihat lentik dan tebal tanpa mesti touch up berkali-kali. Penggunaan eye shadow dengan warna hangat seperti oranye atau cokelat pada kulit yang agak gelap dapat membuatnya terlihat lebih cerah alami. Sebaliknya bagi mereka yang memiliki kulit ebih terang, warna-warna sejuk atau warna cerah yang ringan seperti biru lembut atau pink dapat menjadi pilihan untuk menghias kelopak mata. Berikutnya melengkapi make up mata dengan eyeliner untuk garis mata yang terjaga, dan berkesan tegas tapi juga tidak luntur. Pilih eyeliner cair yang lebih tahan lama dari pada eyeliner dari pensil. Agar memperoleh pipi yang merona alami, setelah memakai alas bedak, sebelum memakai bedak tabur, diaplikasikan blush on krim serta shading agar tahan lama, dan juga melekat natural pada alas bedak. Setelahnya, gunakan bedak tabur serta perlahan menyapukan sedikit blush on bubuk demi memperoleh kesegaran wajah
yang tidak berlebihan. Dalam pemakaian blush on, umumnya untuk pemakaian sehari-hari dianjurkan cukup mengaplikasikan dua pilihan warna. “Blush on warna oranye cocok untuk kulit gelap. Sedangkan bagi kulit yang lebih cerah sebaiknya memakai merah muda, pengolesannya jangan terlalu banyak agar kesannya tidak mencolok,” lanjut Heny. Lipstik adalah salah satu produk make up yang paling sensitif, sebab paling mudah hilang atau pudar. Apalagi setelah mengonsumsi makanan berminyak. Agar warna lipstik tetap terjaga kerapiannya, sebelum menggunakan lipstik, terlebih dahulu oleskan tipis-tipis foundation menggunakan ujung jari pada permukaan bibir lalu bubuhkan sedikit bedak tabur. Setelahnya bentuk dan isi bibir dengan pensil bibir berwarna netral. Oleskan dengan lipstick matte karena lebih tahan lama dibandingkan yang lipstick glossy. Make -up untuk Kulit Berminyak Make up bisa meleleh diwajah bukan akibat panas dan keringat, juga karena kulit yang berminyak. Apalagi ketik musim panas kulit memproduksi lebih banyak minyak. Dikatakan oleh Heny khusus untuk kulit yang berminyak, ada beberapa catatan kecil yang perlu mendapat perhatian. Seperti menggunakan foundation seperlunya, terutama saat musim panas pemakaian dianjurkan tidak berlebihan tapi tetap dapat melindungi kulit. Ketika berada di cahaya yang terang, make up tipislah yang terbaik. Pilih pelembab berwarna dan pakaialah concealer jika diperlukan. “Bubuhkan bedak tembus cahaya. Polesan krim dan eye shadow padat adalah yang terbaik karena tidak mudah luntur. Selanjutnya untuk membuat maskara tahan lama , adalah dengan membubuhkan bedak tembus cahaya di bulu mata, setelahnya aplikasikan maskara. Bedak membantu melekatkan maskara lebih kuat. Untuk maskara, yang water-resistant lebih baik dari pada maskara water-proof karena teksturnya kurang keras. Ketika memoleskan lipstik, katanya tidak berbeda dengan cara-cara umumnya. Agar lebihb tahan dengan mengaplikasikan foundation terlebih dahulu ke bibir, karena bisa membentuk dasar dan membuatnya tahan lama. “Jangan lupa membawa kertas penyerap minyak dan spons make-up , sehinggA bisa digunakan kapan saja untuk kembali merapikan dandanan,”katanya. – Sri Ardhini
Mitos
Edisi 848/ 18 - 24 mei 2015
Demam Chikungunya, Berbahayakah? Musim pancaroba seperti di Indonesia sekarang ini, dimana cuacanya sering berganti-ganti alias tidak tentu, menyebabkan kondisi kesehatan kita terganggu. Berbagai penyakit muncul. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah chikungunya. Apakah chikungunya ini berbahaya? Apakah chikungunya selalu diawali dengan demam? Berikut penjelasan dr. Nyoman Sri Trisnawati M. Kes., Kepala Puskesmas III Denpasar Selatan. Mitos: Chikungunya selalu diawali dengan demam kemudian nyeri pada persendian Fakta:Bisa jadi iya, tetapi tidak selalu. Penyakit chikungunya ini pada umumnya diawali dengan gejala demam yang mendadak tinggi selama 2-3 hari. Selanjutnya terjadi penurunan suhu tubuh 1-2 hari kemudian naik lagi membentuk “kurva sadle back fever”. Bisa disertai dengan menggigil dan muka kemerahan (flushed face), kemudian disertai nyeri pada persendian. Tetapi nyeri pada persendian ini sering merupakan keluhan yang pertama muncul sebelum timbul demam . Mitos: Demam chikungunya tidak berbahaya Fakta: Demam chikungunya termasuk salah satu penyakit yang berpotensi KLB (kejadian luar biasa) dengan penyebaran penyakit yang cepat. Sehingga,
dapat menimbulkan keresahan di masyarakat dan menyebabkan menurunnya produktivitas pada orang yang terjangkit. Namun, belum pernah dilaporkan adanya kematian karena penyakit ini. Penyakit chikungunya bersifat self limiting disease yaitu sembuh sendiri. Berbeda dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dapat menyebabkan kematian. Tang menjadi kepanikan masyarakat, karena gejala yang muncul adanya nyeri sendi yang hebat sampai terjadi kelumpuhan yang bersifat sementara. Chikungunya adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus chikungunya genus alphavirus (Group A Arthropod-borne viruses) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Nyamuk ini juga sebagai penular Demam Berdarah
B
Digigit
Malah Menikmati
Heny sedang merias
Dengue (DBD). Nyamuk lain mungkin bisa berperan sebagai vector, namun perlu penelitian lebih lanjut. Penyakit ini ditandai dengan gejala demam mendadak yang diikuti oleh beberapa gejala seperti nyeri sendi dari yang ringan (arthralgia) sampai berat menyerupai arthritis rheumathoid terutama pada sendi-sendi pergelangan kaki dan dapat juga pada sendi di tangan, siku, jari, lutut dan pinggul. Nyeri sendi ini merupakan gejala yang paling dominan, pada kasus yang berat terdapat tanda-tanda radang sendi yaitu kemerahan, kaku dan bengkak. Arthritis ini dapat bertahan sampai beberapa minggu, bulan bahkan ada sampai beberapa tahun. Gejala yang lain berupa nyeri otot, nyeri kepala, timbul ruam (rash), nyeri menelan, mual, muntah dan foto fobia (takut pada sinar), kejang dan penurunan kesadaran.
“Dok, sudah dua tahun saya menikah, selama itu juga saya dan suami sudah berhubungan seksual dengan berbagai variasi demi menghilangkan kebosanan yang ituitu saja. Tapi ada yang aneh saya rasakan, suami saya beberapa kali belakangan saat mencumbu saya suka sekali menggigiti payudara, bibir dan kelamin saya. Sakit rasanya, tapi saya malah menikmati. Ini bagaimana?” (Rina, 25 thn)
dr. Nyoman Sri Trisnawati, M.Kes.
Bagaimana terjadinya penu laran demam chikungunya? Terdapat tiga faktor yang memegang peranan dalam penularan penyakit chikungunya, yakni manusia, virus dan vektor perantara .Virus chikungunya ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus . Nyamuk Aedes tersebut dapat mengandung virus chikungunya pada saat menggigit manusia yang sedang mengalami viremia yaitu 2 hari sebelum demam sampai 5 hari setelah demam timbul. Kemudian virus yang berada di kelenjar liur berkembang biak dalam waktu 8-10 hari sebelum dapat ditularkan kembali kepada manusia pada saat gigitan berikutnya. Di tubuh manusia, virus memerlukan waktu 4-7 hari sebelum menimbulkan penyakit. Bagaimana penanganan bila terkena demam chikungunya? Sampai saat ini penyakit ini belum ada obat atau vaksinnya. Pengobatannya hanya bersifat simptomatis dan supportif yaitu
agi kebanyakan orang, digigit pastinya akan menimbulkan rasa nyeri, atau rasa sakit yang membawa rasa tidak nyaman. Bisa jadi hampir semua pasangan memi liki pengalaman dengan rasa sakit atau nyeri saat berhubungan seksual. Logikanya rasa sakit atau rasa tidak menyenangkan tentu saja akan mengganggu hubungan seksual. Tetapi, tidak cuma karena gigit an, sebenarnya rasa sakit atau nyeri saat hubungan seksual bisa disebabkan karena tidak siap dalam melakukan hubungan seksual, hilangnya minat atau dorongan seksual, pengalaman seksual sebelumnya yang tidak menyenangkan atau bisa juga dikarena kan hal lain seperti sedang sakit atau ada infeksi di alat kelamin. Tetapi, pada kenyataannya justru cu kup banyak juga orang yang justru di saat nyeri itu muncul malah merasakan kenikmatan yang lebih dari biasanya, atau dianggap sebagai sebuah pengalaman seksual baru yang berbeda dan bisa dinikmati. Tentu saja akhirnya ini akan berbatas tipis dengan pelaku Sadomasokisme (Sadism and Masochism). Di mana yang satu sangat bergairah secara sek sual dengan menyakiti, satunya lagi malah senang dengan disakiti. Pada Sadomasokisme, kenikmatan seksual didapatkan dari interaksi dominan, dengan merasa menguasai pasangan sekaligus penyerahan diri dengan menikmati nyeri tanpa ada hubungan seksual yang penetratif. Jadi, tanpa hubungan seksual sesungguhnya, itu Sadomasokisme. Hubungan antara rasa sakit dan kesenangan dalam seksualitas manusia adalah sangat kompleks. Tidak bisa dipungkiri banyak pasangan saat melaku kan hubungan seks bisa dikejutan oleh kenikmatan mendalam yang menyatu dengan rasa sakit. Rasa sakit yang kerap muncul malah bisa ditunggu-tunggu kehadirannya untuk dinikmati. Cinta, seks, rasa sakit dan aktivitas kekerasan fisik
11
diberikan obat penurun panas dan penghilang rasa nyeri, minum yang cukup dan cegah kejang. Terapi suportif yaitu tirah baring dan vitamin. Bila nyeri sendi lama, bisa dilakukan fisioterapi. Beberapa faktor penyebab timbulnya KLB demam chikungunya di antaranya, perpindahan penduduk dari daerah terinfeksi; Sistem pengelolaan limbah dengan penyediaan air bersih yang tidak memadai; Berkembangnya penyebaran dan kepadatan nyamuk akibat dari sanitasi lingkungan yang buruk. Strategi utama dalam pengendalian demam chikungunya adalah : Penggerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi demam chikungunya; Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas; Meningkatkan sistem surveilans epidemiologi demam chikungunya; Meningkatkan sumberdaya dalam upaya pengendalian demam chikungunya. Mengingat belum ada vaksin dan obat terhadap penyakit ini, maka upaya pencegahan dititikberatkan pada PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Pengendalian vektor yang paling efektif dan efisien adalah dengan memutus rantai penularan melalui pemberantasan jentik dengan gerakan 3M Plus ( Menguras, Menutup, Mengubur dan Plus : Menabur larvasida:Abate, memasang kawat kasa, memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk/repelen, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk, seperti lavender, liligundi, sereh, sodiak). –Inten Indrawati
maupun psikis dapat merangsang pelepasan bahan kimia dan hormon yang sama dalam otak dan tubuh manusia. Endorfin yang menjadi biang rasa senang dan nikmat yang dirasakan tubuh, sesungguhnya dapat dilepaskan dalam pengalaman yang menya kitkan sekaligus rasa menyenangkan. Stres dan sakit juga dapat merangsang produksi serotonin serta melatonin di otak yang mengubah pengalaman me nyakitkan menjadi rasa menyenangkan. Pelepasan epinefrin secara mendadak juga dapat menyebab kan kemunculan tiba-tiba rasa menyenangkan saat bersamaan merasakan sensasi nyeri. Di saat seseorang sedang menuju orgasmenya, di saat tersebut akan mengalami peningkatan toler ansi terhadap rasa nyeri. Artinya, akan cenderung tidak mudah merasakan sakit. Setiap orang sejalan dengan pengalaman seksualnya akan memiliki ke mampuan untuk mengontrol ereksi, orgasme dan ejakulasinya selama dia sanggup menyingkirkan pengaruh stres psikis dan dalam keadaan sehat fisik. Itu artinya, dia juga akan mampu menarik ulur kontrol rasa nyeri ini, apakah akan diterima seba gai rasa nyeri yang menyakitkan dan akan menjadi pengalaman buruknya dalam hubungan seksual, atau malah sebaliknya menikmati rasa nyeri itu sebagai sensasi yang menyenangkan. Sesungguhnya ini bisa menjadi pilihan dan bisa dikondisikan atau dilatih. Jadi, dalam kasus seperti di atas sesungguhnya, bukanlah sebuah abnormalitas, karena salah satu inti dari menikmati seks adalah dengan mengeksplorasi ekspresi dan variasi seksual. Jangan takut untuk bereksplorasi dan mengontrol diri untuk menikmati rasa nyeri sekalipun, asal tidak melibatkan bahanbahan dan alat-alat yang berbahaya. Tetapi ingat, bila rasa nyeri itu memunculkan rasa tidak nyaman dan malah menyakitkan, beri tahu pasangan untuk menghentikannya segera.
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Kuliner
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
12
Jus Sehat Edamame
Keripik Jamur Si Pendatang Baru
Jamur tiram putih kini mulai diminati sebagai olahan makanan. Sebagai pendatang baru, pelan tapi pasti jamur tiram mulai naik daun, menjadi menu istimewa. Tak hanya sebagai pelengkap sayuran, jamur juga dapat diolah menjadi aneka macam camilan. Aneka olahan jamur ini dipamerkan satu stan kuliner dalam ajang pameran keris yang digelar di depan Museum Bali, 11 s.d. 13 Mei, lalu.
Putu Indah
S
alah satu penggiat jamur, pasangan suami istri Putu Indah dan Kadek Dwi. Mereka berdua saling berinovasi untuk menciptakan aneka olahan jamur yang enak dan gurih. “Saya mulai berkreasi dengan jamur ini sekitar dua tahun lalu. Awalnya, memang
hanya budidaya jamur di Tabanan,” tutur ibu satu anak ini. Ia mengatakan, terkadang pelanggannya sering libur, sehingga banyak jamur yang belum terjual. “Melihat situasi ini, saya mulai berpikir, bagaimana memanfaatkan jamur yang tidak terjual itu,” tutur Indah tentang awal mulanya membuat olahan jamur. “Saya iseng coba-coba membuat keripik stik, kerupuk, dan nugget. Resep pun mulai saya kreasikan dari berbagai percobaan sampai beberapakali agar mendapatkan hasil yang memuaskan,” imbuhnya. Untuk keripik stik jamur, kata Indah, selain bahan utama jamur, ia tambahkan juga dengan tepung terigu agar menghasilkan keripik yang renyah. Cara membuatnya, jamur dicuci terlebih dahulu, kemudian dislip ke pabrik agar menjadi hancur. Kemudian disaring. Setelah itu dicampur dengan tepung terigu. Ditambahkan garam dan merica. Kemudian dicetak agar menjadi stik memanjang. Adonan jamur siap digoreng kering dan renyah.
Agar lebih menarik, Indah menambahkan bumbu balado ke dalam keripik stik jamurnya, setelah digoreng. Selain balado, ada juga bumbu base genep (khas Bali) untuk campuran keripik stik jamurnya. Menurut Indah, dua bumbu pelengkap tersebut masing-masing mempunyai ciri khas. Balado karena ada perpaduan rasa gurih dan pedas, bumbu khas Bali atau base genep terasa lebih gurih. “Tergantung konsumen mau pilih yang mana. Masing-masing konsumen punya selera tersendiri. Yang jelas keripik stik jamur dengan dua bumbu tersebut, sama-sama enak,” ujarnya berpromosi. Sementara, kata Indah, untuk kerupuk jamur teksturnya agak lebih tebal. Cara membuatnya, setelah jamur dikukus kemudian ditambahkan telur bebek dan tepung kanji. Agar lebih gurih ditambahkan garam, dan merica. Adonan ini diuleni sehingga menjadi satu adonan yang dapat diirisiris. “Teknik pembuatan adonan kerupuk jamur sama seperti
Jamur Krispi
membuat adonan jaja begina untuk upacara adat. Setelah diirisiris, kemudian dijemur sebelum digoreng,” kata Indah. Menurut Indah, kerupuk jamurnya memang terlihat agak tebal karena mengembangnya hanya sebatas itu. “Tapi dari rasa, tak kalah enak,” tutur Indah. Untuk membuat nugget, Indah mencampur jamur dengan sedikit tepung, kemudian dibentuk bulat dan diberi tepung roti sebagai pembungkus sekelilingnya. Tepung roti diberi warna kuning agar lebih menarik. Nugget ini lebih enak dimakan setelah digoreng. Dicocol dengan saus tomat, maknyus,” tutur Ibu Dewi, seorang pembeli yang sedang membeli nugget di stan Indah. Indah menuturkan, sudah tiga kali mengikuti pameran kuliner. Dari ketiga pameran tersebut,
ia menilai sambutan konsumen lumayan bagus. Apalagi, produk olahan jamurnya dijual dengan harga yang sangat standar. Satu bungkus keripik stik hanya Rp 5.000. Satu porsi nugget dengan isi tiga buah Rp 7.000. Selain itu, saat pameran, Indah juga menjual jamur krispi, yakni potongan jamur dimasukkan ke dalam tepung terigu dan digoreng kering. Kemudian diberi saus tomat dan mayonaise. Satu porsi jamur krispi ini dijual Rp 5000. Menurut Bu Dewi, jamur krispi disukai semua lapisan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Apalagi, dengan tambahan saus tomat dan mayonaise, camilan ini cocok sekali sebagai peneman jalan-jalan. Anak saya suka banget,” tuturnya sembari memilih-milih keripik yang diborongnya. –Wirati Astiti
Edamame mengandung berbagai zat berkhasiat untuk kesehatan. Satu-satunya sayuran yang mengandung semua dari 9 jenis amino esensial yang dapat menstabilkan kadar gula darah, meningkatkan metabolisme dan kadar energi, dan membantu otot dan sel-sel sistem imun. Selain itu edamame juga mengandung isoflavon, beta karoten, dan serat. Desak, salah seorang yang serius menekuni usaha minuman sehat edamame. Ia menjual jus edamame di ajang pameran keris di Museum Bali, minggu lalu. Usaha ini digeluti Desak sejak Juli 2012. Cara membuat jus ini sangat sederhana. Awalnya, ia mencoba dengan alat rumah tangga biasa seperti blender. Edamame diblender kemudian direbus diberi tambahan duan pandan, dan gula pasir. Kemudian disaring dan didinginkan. Jus ini sangat enak jika diminum dalam kondisi dingin. Selain jus, ia juga membuat es dawet edamame. Cara membuatnya, edamame diblender kemudian direbus bersama sedikit tepung beras, daun pandan, daun
Sarwan
Nugget Jamur
Desak
suji. Dimasak sampai mengental kemudian dicetak dengan cetakan dawet. Cara menyajikan, dawet ini ditambahkan jus edamame, es batu, dan sirup gula merah. Saat ini ia sudah memasarkan jus edamame di wilayah Denpasar,
budidaya jamur yang saya kembangkan, menurut yang saya tahu saja,” kata Kadek Dwi. Awalnya berbudidaya jamur karena diajak oleh saudara ipar. “Sebenarnya budidaya jamur tidak terlalu sulit. Tapi kita harus menguasai caranya agar tidak gagal,” tutur Kadek Dwi. Saat ini hasil jamurnya dijual di Pasar Badung dan Kediri Tabanan. –Wirati Astiti
Badung, Tabanan, dan Ubud. Sebulan, ia menghabiskan bahan baku edamame sampai 1 ton. Untuk membuat jus, ia lakukan mulai pagi hari. Kemudian sore hari, ia mulai mendrop ke beberapa toko yang menjadi penjualnya. Jika order sampai 100 botol, ia berikan satu freezer sebagai tempat penyimpanannya. Desak, adalah seorang perawat di RS Angkatan Darat. Usaha ini ditekuni karena ia sadar betul betapa mahal harga sebuah kesehatan, karena tiap hari bergelut sebagai praktisi kesehatan. Karena itu, ia tertarik mengembangkan usaha jus sehat ini. “Suami saya awalnya kerja di bank. Karena mau dipindahkan keluar kota, akhirnya berpikir lebih baik berbisnis saja. Setelah melihat-lihat peluang usaha, jus edamame paling cocok. Setelah mengundurkan diri dari bank, suami fokus mengembangkan usaha jus sehat ini,” tutur istri IGN Alit Wardana ini. Selain dijual ke beberapa toko, produk jus sehat edamame ini banyak dijual di berbagai kantin rumah sakit di Denpasar. Menurut Desak,
Lele Bakar Sambal Terasi Bledeq
Bahan: 700 gr : lele, bersihkan, sayat dagingnya, lumuri dengan air jeruk nipis 3 ruas : jari kunyit, haluskan 2 ruas : jari jahe, haluskan 1 sdm : ketumbar, haluskan Garam, kaldu bubuk secukupnya Bahan Sambal halus: buah : cabai merah besar 15 biji : cabai kecil ½ sdm : terasi yang telah dibakar 2 sdm : gula merah Garam, kaldu bubuk secukupnya
Keripik Stik Jamur
13
Ada tentu mengenal kedelai? Sekarang ini ada juga edamame yakni sejenis kedelai segar yang banyak dihidangkan di restoran Jepang sebagai camilan sambil menunggu hidangan utama disajikan. Saat ini edamame termasuk sayuran paling top. Walaupun, banyak orang yang masih mengira, edamame termasuk jenis kacang-kacangan.
Kembangkan Olahan Jamur Jadi Oleh-Oleh Khas Bali Ada olahan jamur yang lain sudah dicoba Indah, abon dan pepes. Namun, hasil abon belum memuaskan, sementara, pepes jamur kurang diminati. Akhirnya, Indah memutuskan membuat produk jamur yang memang disukai konsumen. Saat ini kata Indah, jamur krispi, keripik stik, kerupuk, dan nugget yang paling disukai konsumen. Rencana ke depan, Indah ingin mengembangkan produk olahan jamur ini menjadi oleholeh khas Bali. Menurut Indah, Bali memiliki banyak potensi pertanian yang bisa dikembangkan menjadi oleh-oleh khas Bali, salah satunya jamur. “Pelan tapi pasti jamur sudah mendapatkan tempat di hati konsumen,” kata Indah optimis. Saat ini, Indah berkonsentrasi mengurus olahan jamurnya. Sementara, suaminya, Kadek Dwi mengolah 47 ribu bibit jamur. Menurut Kadek Dwi, tantangan budidaya jamur berhubungan dengan cuaca. Kalau cuaca yang tak menentu juga menjadi penyebab gagalnya budidaya jamur ini. Menurut Kadek, selama ini ia berbudi daya hanya mengandalkan pengalaman dari teman. “Saya belum pernah mendapatkan pembinaan budidaya jamur dari instansi pemerintah. Teknik
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Cara membuat: - Campur jadi satu bahan dasar bumbu, masukkan ikan lele, aduk merata, diamkan 5-10 menit, biarkan hingga bumbu meresap, lalu bakar lele hingga matang, tiriskan. - Panaskan minyak, tumis bumbu sambal hingga matang dan harum, sambal siap disajikan. - Tata lele bakar di atas cobek atau piring saji, siram dengan sambal, penyet-penyet. - Sajikan lalapan sesuai selera.
Jus edamame
selain masyarakat awam, para petugas medis sangat menyukai jus sehat ini. “Biasanya pagi-pagi sudah laris. Apalagi, bagi yang suka olahraga, jus ini enak sebagai pelepas dahaga,” tutur Desak. Dibantu tiga orang karyawan di rumahnya di daerah Gatot Subroto, Desak menyiapkan 600 botol tiap hari. Kalau ada pemesanan, ia bisa membuat sampai 1.000 botol. Ia menuturkan, awalnya banyak trial and error yang ia lakukan untuk mendapatkan hasil minuman yang memuaskan. Bahkan, ia pernah membuang berliter-liter jus karena basi. Dari pengalaman itu, ia belajar bagaimana cara penyimpanan yang benar. Untuk saat ini, penyimpanan terbaik dilakukan di freezer. Karena tak memakai bahan pengawet, minuman
ini tahan sampai 3 hari di freezer. Setelah keluar dari freezer, bisa tahan 6 jam di udara luar. Satu botol jus edamame dijual Rp 5.000. –Wirati Astiti
Es dawet
Bandeng Bakar Sambal Petis
Bahan: 500 gr : ikan bandeng, bersihkan, sayat-sayat 3 ruas : jari kunyit, haluskan 2 ruas : jari jahe, haluskan 3 siung : bawang putih, haluskan 75 ml : kecap manis Garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya
Bahan sambal: 5 butir : bawang merah, iris-iris 2 siung : bawang putih, iris-iris 13 biji : cabai rawit 3 sdm : petis matang 50 ml : kecap manis Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya
Cara membuat: - Lumuri bandeng dengan air jeruk nipis, diamkan. - Campur bumbu dasar menjadi satu, masukkan bandeng, biarkan sampai bumbu meresap, lalu bakar bandeng sampai matang, sisihkan. - Siapkan cobek, haluskan bumbu sambal, tambahkan kecap manis dan petis hingga tercampur merata. - Penyet bandeng bakar di atas sambal, taburi dengan bawang putih goreng. - Sajikan dengan lalapan menurut selera.
Kuliner
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
12
Jus Sehat Edamame
Keripik Jamur Si Pendatang Baru
Jamur tiram putih kini mulai diminati sebagai olahan makanan. Sebagai pendatang baru, pelan tapi pasti jamur tiram mulai naik daun, menjadi menu istimewa. Tak hanya sebagai pelengkap sayuran, jamur juga dapat diolah menjadi aneka macam camilan. Aneka olahan jamur ini dipamerkan satu stan kuliner dalam ajang pameran keris yang digelar di depan Museum Bali, 11 s.d. 13 Mei, lalu.
Putu Indah
S
alah satu penggiat jamur, pasangan suami istri Putu Indah dan Kadek Dwi. Mereka berdua saling berinovasi untuk menciptakan aneka olahan jamur yang enak dan gurih. “Saya mulai berkreasi dengan jamur ini sekitar dua tahun lalu. Awalnya, memang
hanya budidaya jamur di Tabanan,” tutur ibu satu anak ini. Ia mengatakan, terkadang pelanggannya sering libur, sehingga banyak jamur yang belum terjual. “Melihat situasi ini, saya mulai berpikir, bagaimana memanfaatkan jamur yang tidak terjual itu,” tutur Indah tentang awal mulanya membuat olahan jamur. “Saya iseng coba-coba membuat keripik stik, kerupuk, dan nugget. Resep pun mulai saya kreasikan dari berbagai percobaan sampai beberapakali agar mendapatkan hasil yang memuaskan,” imbuhnya. Untuk keripik stik jamur, kata Indah, selain bahan utama jamur, ia tambahkan juga dengan tepung terigu agar menghasilkan keripik yang renyah. Cara membuatnya, jamur dicuci terlebih dahulu, kemudian dislip ke pabrik agar menjadi hancur. Kemudian disaring. Setelah itu dicampur dengan tepung terigu. Ditambahkan garam dan merica. Kemudian dicetak agar menjadi stik memanjang. Adonan jamur siap digoreng kering dan renyah.
Agar lebih menarik, Indah menambahkan bumbu balado ke dalam keripik stik jamurnya, setelah digoreng. Selain balado, ada juga bumbu base genep (khas Bali) untuk campuran keripik stik jamurnya. Menurut Indah, dua bumbu pelengkap tersebut masing-masing mempunyai ciri khas. Balado karena ada perpaduan rasa gurih dan pedas, bumbu khas Bali atau base genep terasa lebih gurih. “Tergantung konsumen mau pilih yang mana. Masing-masing konsumen punya selera tersendiri. Yang jelas keripik stik jamur dengan dua bumbu tersebut, sama-sama enak,” ujarnya berpromosi. Sementara, kata Indah, untuk kerupuk jamur teksturnya agak lebih tebal. Cara membuatnya, setelah jamur dikukus kemudian ditambahkan telur bebek dan tepung kanji. Agar lebih gurih ditambahkan garam, dan merica. Adonan ini diuleni sehingga menjadi satu adonan yang dapat diirisiris. “Teknik pembuatan adonan kerupuk jamur sama seperti
Jamur Krispi
membuat adonan jaja begina untuk upacara adat. Setelah diirisiris, kemudian dijemur sebelum digoreng,” kata Indah. Menurut Indah, kerupuk jamurnya memang terlihat agak tebal karena mengembangnya hanya sebatas itu. “Tapi dari rasa, tak kalah enak,” tutur Indah. Untuk membuat nugget, Indah mencampur jamur dengan sedikit tepung, kemudian dibentuk bulat dan diberi tepung roti sebagai pembungkus sekelilingnya. Tepung roti diberi warna kuning agar lebih menarik. Nugget ini lebih enak dimakan setelah digoreng. Dicocol dengan saus tomat, maknyus,” tutur Ibu Dewi, seorang pembeli yang sedang membeli nugget di stan Indah. Indah menuturkan, sudah tiga kali mengikuti pameran kuliner. Dari ketiga pameran tersebut,
ia menilai sambutan konsumen lumayan bagus. Apalagi, produk olahan jamurnya dijual dengan harga yang sangat standar. Satu bungkus keripik stik hanya Rp 5.000. Satu porsi nugget dengan isi tiga buah Rp 7.000. Selain itu, saat pameran, Indah juga menjual jamur krispi, yakni potongan jamur dimasukkan ke dalam tepung terigu dan digoreng kering. Kemudian diberi saus tomat dan mayonaise. Satu porsi jamur krispi ini dijual Rp 5000. Menurut Bu Dewi, jamur krispi disukai semua lapisan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Apalagi, dengan tambahan saus tomat dan mayonaise, camilan ini cocok sekali sebagai peneman jalan-jalan. Anak saya suka banget,” tuturnya sembari memilih-milih keripik yang diborongnya. –Wirati Astiti
Edamame mengandung berbagai zat berkhasiat untuk kesehatan. Satu-satunya sayuran yang mengandung semua dari 9 jenis amino esensial yang dapat menstabilkan kadar gula darah, meningkatkan metabolisme dan kadar energi, dan membantu otot dan sel-sel sistem imun. Selain itu edamame juga mengandung isoflavon, beta karoten, dan serat. Desak, salah seorang yang serius menekuni usaha minuman sehat edamame. Ia menjual jus edamame di ajang pameran keris di Museum Bali, minggu lalu. Usaha ini digeluti Desak sejak Juli 2012. Cara membuat jus ini sangat sederhana. Awalnya, ia mencoba dengan alat rumah tangga biasa seperti blender. Edamame diblender kemudian direbus diberi tambahan duan pandan, dan gula pasir. Kemudian disaring dan didinginkan. Jus ini sangat enak jika diminum dalam kondisi dingin. Selain jus, ia juga membuat es dawet edamame. Cara membuatnya, edamame diblender kemudian direbus bersama sedikit tepung beras, daun pandan, daun
Sarwan
Nugget Jamur
Desak
suji. Dimasak sampai mengental kemudian dicetak dengan cetakan dawet. Cara menyajikan, dawet ini ditambahkan jus edamame, es batu, dan sirup gula merah. Saat ini ia sudah memasarkan jus edamame di wilayah Denpasar,
budidaya jamur yang saya kembangkan, menurut yang saya tahu saja,” kata Kadek Dwi. Awalnya berbudidaya jamur karena diajak oleh saudara ipar. “Sebenarnya budidaya jamur tidak terlalu sulit. Tapi kita harus menguasai caranya agar tidak gagal,” tutur Kadek Dwi. Saat ini hasil jamurnya dijual di Pasar Badung dan Kediri Tabanan. –Wirati Astiti
Badung, Tabanan, dan Ubud. Sebulan, ia menghabiskan bahan baku edamame sampai 1 ton. Untuk membuat jus, ia lakukan mulai pagi hari. Kemudian sore hari, ia mulai mendrop ke beberapa toko yang menjadi penjualnya. Jika order sampai 100 botol, ia berikan satu freezer sebagai tempat penyimpanannya. Desak, adalah seorang perawat di RS Angkatan Darat. Usaha ini ditekuni karena ia sadar betul betapa mahal harga sebuah kesehatan, karena tiap hari bergelut sebagai praktisi kesehatan. Karena itu, ia tertarik mengembangkan usaha jus sehat ini. “Suami saya awalnya kerja di bank. Karena mau dipindahkan keluar kota, akhirnya berpikir lebih baik berbisnis saja. Setelah melihat-lihat peluang usaha, jus edamame paling cocok. Setelah mengundurkan diri dari bank, suami fokus mengembangkan usaha jus sehat ini,” tutur istri IGN Alit Wardana ini. Selain dijual ke beberapa toko, produk jus sehat edamame ini banyak dijual di berbagai kantin rumah sakit di Denpasar. Menurut Desak,
Lele Bakar Sambal Terasi Bledeq
Bahan: 700 gr : lele, bersihkan, sayat dagingnya, lumuri dengan air jeruk nipis 3 ruas : jari kunyit, haluskan 2 ruas : jari jahe, haluskan 1 sdm : ketumbar, haluskan Garam, kaldu bubuk secukupnya Bahan Sambal halus: buah : cabai merah besar 15 biji : cabai kecil ½ sdm : terasi yang telah dibakar 2 sdm : gula merah Garam, kaldu bubuk secukupnya
Keripik Stik Jamur
13
Ada tentu mengenal kedelai? Sekarang ini ada juga edamame yakni sejenis kedelai segar yang banyak dihidangkan di restoran Jepang sebagai camilan sambil menunggu hidangan utama disajikan. Saat ini edamame termasuk sayuran paling top. Walaupun, banyak orang yang masih mengira, edamame termasuk jenis kacang-kacangan.
Kembangkan Olahan Jamur Jadi Oleh-Oleh Khas Bali Ada olahan jamur yang lain sudah dicoba Indah, abon dan pepes. Namun, hasil abon belum memuaskan, sementara, pepes jamur kurang diminati. Akhirnya, Indah memutuskan membuat produk jamur yang memang disukai konsumen. Saat ini kata Indah, jamur krispi, keripik stik, kerupuk, dan nugget yang paling disukai konsumen. Rencana ke depan, Indah ingin mengembangkan produk olahan jamur ini menjadi oleholeh khas Bali. Menurut Indah, Bali memiliki banyak potensi pertanian yang bisa dikembangkan menjadi oleh-oleh khas Bali, salah satunya jamur. “Pelan tapi pasti jamur sudah mendapatkan tempat di hati konsumen,” kata Indah optimis. Saat ini, Indah berkonsentrasi mengurus olahan jamurnya. Sementara, suaminya, Kadek Dwi mengolah 47 ribu bibit jamur. Menurut Kadek Dwi, tantangan budidaya jamur berhubungan dengan cuaca. Kalau cuaca yang tak menentu juga menjadi penyebab gagalnya budidaya jamur ini. Menurut Kadek, selama ini ia berbudi daya hanya mengandalkan pengalaman dari teman. “Saya belum pernah mendapatkan pembinaan budidaya jamur dari instansi pemerintah. Teknik
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Cara membuat: - Campur jadi satu bahan dasar bumbu, masukkan ikan lele, aduk merata, diamkan 5-10 menit, biarkan hingga bumbu meresap, lalu bakar lele hingga matang, tiriskan. - Panaskan minyak, tumis bumbu sambal hingga matang dan harum, sambal siap disajikan. - Tata lele bakar di atas cobek atau piring saji, siram dengan sambal, penyet-penyet. - Sajikan lalapan sesuai selera.
Jus edamame
selain masyarakat awam, para petugas medis sangat menyukai jus sehat ini. “Biasanya pagi-pagi sudah laris. Apalagi, bagi yang suka olahraga, jus ini enak sebagai pelepas dahaga,” tutur Desak. Dibantu tiga orang karyawan di rumahnya di daerah Gatot Subroto, Desak menyiapkan 600 botol tiap hari. Kalau ada pemesanan, ia bisa membuat sampai 1.000 botol. Ia menuturkan, awalnya banyak trial and error yang ia lakukan untuk mendapatkan hasil minuman yang memuaskan. Bahkan, ia pernah membuang berliter-liter jus karena basi. Dari pengalaman itu, ia belajar bagaimana cara penyimpanan yang benar. Untuk saat ini, penyimpanan terbaik dilakukan di freezer. Karena tak memakai bahan pengawet, minuman
ini tahan sampai 3 hari di freezer. Setelah keluar dari freezer, bisa tahan 6 jam di udara luar. Satu botol jus edamame dijual Rp 5.000. –Wirati Astiti
Es dawet
Bandeng Bakar Sambal Petis
Bahan: 500 gr : ikan bandeng, bersihkan, sayat-sayat 3 ruas : jari kunyit, haluskan 2 ruas : jari jahe, haluskan 3 siung : bawang putih, haluskan 75 ml : kecap manis Garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya
Bahan sambal: 5 butir : bawang merah, iris-iris 2 siung : bawang putih, iris-iris 13 biji : cabai rawit 3 sdm : petis matang 50 ml : kecap manis Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya
Cara membuat: - Lumuri bandeng dengan air jeruk nipis, diamkan. - Campur bumbu dasar menjadi satu, masukkan bandeng, biarkan sampai bumbu meresap, lalu bakar bandeng sampai matang, sisihkan. - Siapkan cobek, haluskan bumbu sambal, tambahkan kecap manis dan petis hingga tercampur merata. - Penyet bandeng bakar di atas sambal, taburi dengan bawang putih goreng. - Sajikan dengan lalapan menurut selera.
14
Jelita
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Sebelum Make up
Perhatikan Kebersihan Wajah Wajah yang cantik sudah pasti menjadi dambakan setiap perempuan. Apalagi bagi mereka yang berkarier di luar rumah. Sebab,wajahlah yang menjadi pandangan pertama diberbagai kesempatan. Wajah pula yang dapat menimbulkan kesan khusus bagi orang yang melihatnya.
S
alah satu upaya untuk menjaga kesegaran wajah adalah dengan bantuan make up Selain keserasian dan tidak berlebihan, diperlukan juga make up yang awet atau tahan lama. Namun, masih banyak diantara mereka yang mengeluhkan kalau make up-nya tidak tahan , cepat luntur dan memudar. Menurut seorang make up artis Heny Agustina , fungsi make up pada dasarnya sebagai penegas garis-garis yang membentuk wajah. Sedangkan untuk make up yang segar dan awet, adalah tergantung pada perlakuan terhadap make up itu sendiri. “ Setelah ber make up, sebaiknya hindari mengusap keringat, sebab dapat dipastikan make up akan terhapus. Tisu atau spons bedak juga bisa dipakai menyerap minyak atau keringat di wajah. Caranya cukup tempelkan dan biarkan spons yang menyerapnya,” papar Heny ditengah-tengah kesibukan memoles make up untuk seorang model yang siap-siap melakukan pemotretan.. Lantas, bagaimana caranya mengaplikasikan agar make up yang benar agar tetap bertahan ditengah padatnya aktivitas, agar tidak menyita waktu untuk menggunakan make up berulang kali dalam sehari. Berikut beberapa tips dari Heny , seorang make up artis, agar make up tetap terjaga dan rapi. Kebersihan wajah adalah pesan utama yang ditekankannya, Setelah bersih barulah dioleskan pelembab, dan biarkan sejenak supaya meresap maksimal serta tidak mudah luntur. Setelahnya yang tidak kalah penting adalah foundation atau alas bedak, yang juga menjadi penentu tahan lama atau tidaknya make up seseorang. Karenanya pilih alas bedak yang mengandung formulasi khusus dan tahan lama. Untuk warna gunakan yang sedikit lebih cerah dari warna kulit.
Berikutnya , agar perbedaan warna kulit wajah dan tubuh tidak terlalu kontras atau mencolok, pakailah bedak tabur yang warnanya lebih gelap. Bedak tabur juga bermanfaat menjaga wajah tidak terlihat belang ketika make up sedikit luntur. Jangan lupa mengoleskan sedikit concealer dengan ujung jari, ratakan dengan lembut pada area gelap di bawah mata. Kemudian dilapisi bedak tabur agar membaur dan terlihat alami. Untuk memperoleh riasan mata yang indah dan natural, gunakan eye make up sebagai dasar agar kelopak mata halus dan rata. Kemudian pilih eye shadow dengan formula, tekstur halus dan lembut, yang mudah menyatu dengan kelopak mata. Dapat pula dilengkapi dengan maskara waterproof agar bulu mata terlihat lentik dan tebal tanpa mesti touch up berkali-kali. Penggunaan eye shadow dengan warna hangat seperti oranye atau cokelat pada kulit yang agak gelap dapat membuatnya terlihat lebih cerah alami. Sebaliknya bagi mereka yang memiliki kulit ebih terang, warna-warna sejuk atau warna cerah yang ringan seperti biru lembut atau pink dapat menjadi pilihan untuk menghias kelopak mata. Berikutnya melengkapi make up mata dengan eyeliner untuk garis mata yang terjaga, dan berkesan tegas tapi juga tidak luntur. Pilih eyeliner cair yang lebih tahan lama dari pada eyeliner dari pensil. Agar memperoleh pipi yang merona alami, setelah memakai alas bedak, sebelum memakai bedak tabur, diaplikasikan blush on krim serta shading agar tahan lama, dan juga melekat natural pada alas bedak. Setelahnya, gunakan bedak tabur serta perlahan menyapukan sedikit blush on bubuk demi memperoleh kesegaran wajah
yang tidak berlebihan. Dalam pemakaian blush on, umumnya untuk pemakaian sehari-hari dianjurkan cukup mengaplikasikan dua pilihan warna. “Blush on warna oranye cocok untuk kulit gelap. Sedangkan bagi kulit yang lebih cerah sebaiknya memakai merah muda, pengolesannya jangan terlalu banyak agar kesannya tidak mencolok,” lanjut Heny. Lipstik adalah salah satu produk make up yang paling sensitif, sebab paling mudah hilang atau pudar. Apalagi setelah mengonsumsi makanan berminyak. Agar warna lipstik tetap terjaga kerapiannya, sebelum menggunakan lipstik, terlebih dahulu oleskan tipis-tipis foundation menggunakan ujung jari pada permukaan bibir lalu bubuhkan sedikit bedak tabur. Setelahnya bentuk dan isi bibir dengan pensil bibir berwarna netral. Oleskan dengan lipstick matte karena lebih tahan lama dibandingkan yang lipstick glossy. Make -up untuk Kulit Berminyak Make up bisa meleleh diwajah bukan akibat panas dan keringat, juga karena kulit yang berminyak. Apalagi ketik musim panas kulit memproduksi lebih banyak minyak. Dikatakan oleh Heny khusus untuk kulit yang berminyak, ada beberapa catatan kecil yang perlu mendapat perhatian. Seperti menggunakan foundation seperlunya, terutama saat musim panas pemakaian dianjurkan tidak berlebihan tapi tetap dapat melindungi kulit. Ketika berada di cahaya yang terang, make up tipislah yang terbaik. Pilih pelembab berwarna dan pakaialah concealer jika diperlukan. “Bubuhkan bedak tembus cahaya. Polesan krim dan eye shadow padat adalah yang terbaik karena tidak mudah luntur. Selanjutnya untuk membuat maskara tahan lama , adalah dengan membubuhkan bedak tembus cahaya di bulu mata, setelahnya aplikasikan maskara. Bedak membantu melekatkan maskara lebih kuat. Untuk maskara, yang water-resistant lebih baik dari pada maskara water-proof karena teksturnya kurang keras. Ketika memoleskan lipstik, katanya tidak berbeda dengan cara-cara umumnya. Agar lebihb tahan dengan mengaplikasikan foundation terlebih dahulu ke bibir, karena bisa membentuk dasar dan membuatnya tahan lama. “Jangan lupa membawa kertas penyerap minyak dan spons make-up , sehinggA bisa digunakan kapan saja untuk kembali merapikan dandanan,”katanya. – Sri Ardhini
Mitos
Edisi 848/ 18 - 24 mei 2015
Demam Chikungunya, Berbahayakah? Musim pancaroba seperti di Indonesia sekarang ini, dimana cuacanya sering berganti-ganti alias tidak tentu, menyebabkan kondisi kesehatan kita terganggu. Berbagai penyakit muncul. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah chikungunya. Apakah chikungunya ini berbahaya? Apakah chikungunya selalu diawali dengan demam? Berikut penjelasan dr. Nyoman Sri Trisnawati M. Kes., Kepala Puskesmas III Denpasar Selatan. Mitos: Chikungunya selalu diawali dengan demam kemudian nyeri pada persendian Fakta:Bisa jadi iya, tetapi tidak selalu. Penyakit chikungunya ini pada umumnya diawali dengan gejala demam yang mendadak tinggi selama 2-3 hari. Selanjutnya terjadi penurunan suhu tubuh 1-2 hari kemudian naik lagi membentuk “kurva sadle back fever”. Bisa disertai dengan menggigil dan muka kemerahan (flushed face), kemudian disertai nyeri pada persendian. Tetapi nyeri pada persendian ini sering merupakan keluhan yang pertama muncul sebelum timbul demam . Mitos: Demam chikungunya tidak berbahaya Fakta: Demam chikungunya termasuk salah satu penyakit yang berpotensi KLB (kejadian luar biasa) dengan penyebaran penyakit yang cepat. Sehingga,
dapat menimbulkan keresahan di masyarakat dan menyebabkan menurunnya produktivitas pada orang yang terjangkit. Namun, belum pernah dilaporkan adanya kematian karena penyakit ini. Penyakit chikungunya bersifat self limiting disease yaitu sembuh sendiri. Berbeda dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dapat menyebabkan kematian. Tang menjadi kepanikan masyarakat, karena gejala yang muncul adanya nyeri sendi yang hebat sampai terjadi kelumpuhan yang bersifat sementara. Chikungunya adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus chikungunya genus alphavirus (Group A Arthropod-borne viruses) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Nyamuk ini juga sebagai penular Demam Berdarah
B
Digigit
Malah Menikmati
Heny sedang merias
Dengue (DBD). Nyamuk lain mungkin bisa berperan sebagai vector, namun perlu penelitian lebih lanjut. Penyakit ini ditandai dengan gejala demam mendadak yang diikuti oleh beberapa gejala seperti nyeri sendi dari yang ringan (arthralgia) sampai berat menyerupai arthritis rheumathoid terutama pada sendi-sendi pergelangan kaki dan dapat juga pada sendi di tangan, siku, jari, lutut dan pinggul. Nyeri sendi ini merupakan gejala yang paling dominan, pada kasus yang berat terdapat tanda-tanda radang sendi yaitu kemerahan, kaku dan bengkak. Arthritis ini dapat bertahan sampai beberapa minggu, bulan bahkan ada sampai beberapa tahun. Gejala yang lain berupa nyeri otot, nyeri kepala, timbul ruam (rash), nyeri menelan, mual, muntah dan foto fobia (takut pada sinar), kejang dan penurunan kesadaran.
“Dok, sudah dua tahun saya menikah, selama itu juga saya dan suami sudah berhubungan seksual dengan berbagai variasi demi menghilangkan kebosanan yang ituitu saja. Tapi ada yang aneh saya rasakan, suami saya beberapa kali belakangan saat mencumbu saya suka sekali menggigiti payudara, bibir dan kelamin saya. Sakit rasanya, tapi saya malah menikmati. Ini bagaimana?” (Rina, 25 thn)
dr. Nyoman Sri Trisnawati, M.Kes.
Bagaimana terjadinya penu laran demam chikungunya? Terdapat tiga faktor yang memegang peranan dalam penularan penyakit chikungunya, yakni manusia, virus dan vektor perantara .Virus chikungunya ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus . Nyamuk Aedes tersebut dapat mengandung virus chikungunya pada saat menggigit manusia yang sedang mengalami viremia yaitu 2 hari sebelum demam sampai 5 hari setelah demam timbul. Kemudian virus yang berada di kelenjar liur berkembang biak dalam waktu 8-10 hari sebelum dapat ditularkan kembali kepada manusia pada saat gigitan berikutnya. Di tubuh manusia, virus memerlukan waktu 4-7 hari sebelum menimbulkan penyakit. Bagaimana penanganan bila terkena demam chikungunya? Sampai saat ini penyakit ini belum ada obat atau vaksinnya. Pengobatannya hanya bersifat simptomatis dan supportif yaitu
agi kebanyakan orang, digigit pastinya akan menimbulkan rasa nyeri, atau rasa sakit yang membawa rasa tidak nyaman. Bisa jadi hampir semua pasangan memi liki pengalaman dengan rasa sakit atau nyeri saat berhubungan seksual. Logikanya rasa sakit atau rasa tidak menyenangkan tentu saja akan mengganggu hubungan seksual. Tetapi, tidak cuma karena gigit an, sebenarnya rasa sakit atau nyeri saat hubungan seksual bisa disebabkan karena tidak siap dalam melakukan hubungan seksual, hilangnya minat atau dorongan seksual, pengalaman seksual sebelumnya yang tidak menyenangkan atau bisa juga dikarena kan hal lain seperti sedang sakit atau ada infeksi di alat kelamin. Tetapi, pada kenyataannya justru cu kup banyak juga orang yang justru di saat nyeri itu muncul malah merasakan kenikmatan yang lebih dari biasanya, atau dianggap sebagai sebuah pengalaman seksual baru yang berbeda dan bisa dinikmati. Tentu saja akhirnya ini akan berbatas tipis dengan pelaku Sadomasokisme (Sadism and Masochism). Di mana yang satu sangat bergairah secara sek sual dengan menyakiti, satunya lagi malah senang dengan disakiti. Pada Sadomasokisme, kenikmatan seksual didapatkan dari interaksi dominan, dengan merasa menguasai pasangan sekaligus penyerahan diri dengan menikmati nyeri tanpa ada hubungan seksual yang penetratif. Jadi, tanpa hubungan seksual sesungguhnya, itu Sadomasokisme. Hubungan antara rasa sakit dan kesenangan dalam seksualitas manusia adalah sangat kompleks. Tidak bisa dipungkiri banyak pasangan saat melaku kan hubungan seks bisa dikejutan oleh kenikmatan mendalam yang menyatu dengan rasa sakit. Rasa sakit yang kerap muncul malah bisa ditunggu-tunggu kehadirannya untuk dinikmati. Cinta, seks, rasa sakit dan aktivitas kekerasan fisik
11
diberikan obat penurun panas dan penghilang rasa nyeri, minum yang cukup dan cegah kejang. Terapi suportif yaitu tirah baring dan vitamin. Bila nyeri sendi lama, bisa dilakukan fisioterapi. Beberapa faktor penyebab timbulnya KLB demam chikungunya di antaranya, perpindahan penduduk dari daerah terinfeksi; Sistem pengelolaan limbah dengan penyediaan air bersih yang tidak memadai; Berkembangnya penyebaran dan kepadatan nyamuk akibat dari sanitasi lingkungan yang buruk. Strategi utama dalam pengendalian demam chikungunya adalah : Penggerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi demam chikungunya; Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas; Meningkatkan sistem surveilans epidemiologi demam chikungunya; Meningkatkan sumberdaya dalam upaya pengendalian demam chikungunya. Mengingat belum ada vaksin dan obat terhadap penyakit ini, maka upaya pencegahan dititikberatkan pada PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Pengendalian vektor yang paling efektif dan efisien adalah dengan memutus rantai penularan melalui pemberantasan jentik dengan gerakan 3M Plus ( Menguras, Menutup, Mengubur dan Plus : Menabur larvasida:Abate, memasang kawat kasa, memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk/repelen, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk, seperti lavender, liligundi, sereh, sodiak). –Inten Indrawati
maupun psikis dapat merangsang pelepasan bahan kimia dan hormon yang sama dalam otak dan tubuh manusia. Endorfin yang menjadi biang rasa senang dan nikmat yang dirasakan tubuh, sesungguhnya dapat dilepaskan dalam pengalaman yang menya kitkan sekaligus rasa menyenangkan. Stres dan sakit juga dapat merangsang produksi serotonin serta melatonin di otak yang mengubah pengalaman me nyakitkan menjadi rasa menyenangkan. Pelepasan epinefrin secara mendadak juga dapat menyebab kan kemunculan tiba-tiba rasa menyenangkan saat bersamaan merasakan sensasi nyeri. Di saat seseorang sedang menuju orgasmenya, di saat tersebut akan mengalami peningkatan toler ansi terhadap rasa nyeri. Artinya, akan cenderung tidak mudah merasakan sakit. Setiap orang sejalan dengan pengalaman seksualnya akan memiliki ke mampuan untuk mengontrol ereksi, orgasme dan ejakulasinya selama dia sanggup menyingkirkan pengaruh stres psikis dan dalam keadaan sehat fisik. Itu artinya, dia juga akan mampu menarik ulur kontrol rasa nyeri ini, apakah akan diterima seba gai rasa nyeri yang menyakitkan dan akan menjadi pengalaman buruknya dalam hubungan seksual, atau malah sebaliknya menikmati rasa nyeri itu sebagai sensasi yang menyenangkan. Sesungguhnya ini bisa menjadi pilihan dan bisa dikondisikan atau dilatih. Jadi, dalam kasus seperti di atas sesungguhnya, bukanlah sebuah abnormalitas, karena salah satu inti dari menikmati seks adalah dengan mengeksplorasi ekspresi dan variasi seksual. Jangan takut untuk bereksplorasi dan mengontrol diri untuk menikmati rasa nyeri sekalipun, asal tidak melibatkan bahanbahan dan alat-alat yang berbahaya. Tetapi ingat, bila rasa nyeri itu memunculkan rasa tidak nyaman dan malah menyakitkan, beri tahu pasangan untuk menghentikannya segera.
Kirim surat Anda ke Redaksi T okoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
10
Frozen Shoulder
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Bugar
dr. I Made Wijaya, Sp.Rad
Penulis adalah Spesialis Radiology di Siloam Hospitals Bali
dr. I Made Wijaya, Sp.Rad
Bahu kaku atau frozen shoulder juga disebut capsulitis adhesif, menyebabkan rasa sakit dan kekakuan pada bahu. Seiring waktu, bahu menjadi sangat sulit untuk bergerak. Frozen shoulder terjadi di sekitar 3-5% dari populasi umum. Paling se ring mempengaruhi orang, usia antara 40 sampai 60 tahun dan terjadi pada wanita lebih sering daripada laki-laki. Insiden pada pasien dengan diabetes dilaporkan 2 sampai 4 kali lebih tinggi dari populasi umum, untuk alasan yang tidak diketahui. Bahu adalah merupakan suatu bola dan mangkok sendi yang terdiri dari tiga tulang yaitu: tulang lengan atas (Hume rus), tulang belikat (Scapula) dan tulang selangka (Clavicula). Jaringan ikat yang kuat yang disebut sebagai kapsul sendi, mengelilingi sendi bahu tersebut. Untuk membantu bahu bergerak lebih mudah,
terdapat cairan sendi (sinovial) yang melumasi kapsul bahu dan sendi. Pada frozen shoulder, jaringan halus kapsul bahu menebal, meradang dan menjadi kaku atau ketat. Jaringan yang kaku tersebut adalah jaringan yang mengalami adhesif. Dalam banyak kasus, terdapat sedikit cairan sendi atau sinovial pada sendi bahu. Penyebab frozen shoulder tidak se penuhnya dipahami. Tidak ada hubung an yang jelas dari dominasi penggunaan lengan atau dengan pekerjaan. Beberapa masalah medis yang terkait dengan frozen shoulder termasuk diabetes, hipotiroidisme, hipertiroidisme, penyakit Parkinson dan penyakit jantung. Frozen shoulder dapat berkembang dari sendi bahu yang tidak bergerak (immobilisasi) untuk jangka waktu yang cukup lama karena operasi, patah tulang atau cedera lainnya. Pasien yang menggerakkan bahu mereka segera setelah cedera atau pembedahan merupakan salah satu cara untuk mencegah frozen shoulder. Rasa sakit pada frozen shoulder biasanya rasa pegal atau nyeri. Hal ini biasanya lebih buruk di awal perjalanan penyakit dan ketika menggerakkan le ngan. Rasa sakit biasanya terletak di atas daerah bahu luar dan kadang-kadang lengan atas. Gejala biasanya memiliki tiga tahap yaitu: Tahap pertama ‘beku’ (“freezing”), fase yang menyakitkan. Ini biasanya berlangsung 2-9 bulan. Gejala pertama biasanya nyeri. Kekakuan dan keterbatasan dalam gerakan yang secara bertahap bertambah. Rasa sakit biasanya lebih buruk di malam hari dan ketika berbaring pada sisi yang terkena. Tahap kedua ‘beku’ (“frozen”), kaku (atau lekat) fase. Ini biasanya
berlangsung 4-12 bulan. Nyeri secara bertahap mereda, tapi kekakuan dan keterbatasan dalam gerakan menjadi menetap serta dapat bertambah buruk. Semua gerakan pada sendi bahu akan terpengaruh. Namun, gerakan yang paling parah terkena dampaknya adalah rotasi lengan ke arah luar. Otot-otot sekitar bahu dapat sedikit mengecil karena mereka tidak digunakan. Tahap ketiga ‘pencairan’ (“thawing”), fase pemulihan. Ini biasanya berlangsung antara satu dan tiga tahun. Rasa sakit dan kekakuan secara bertahap menghilang dan gerakan secara bertahap kembali normal, atau mendekati normal. Tes atau pemeriksaan yang dapat membantu mencari penyebab dari kekakuan dan nyeri pada sendi bahu meliputi: - Sinar-X. Dimana radiasi berenergi tinggi digunakan untuk menyinari kelainan tulang. X-ray akan membantu untuk menyingkirkan penyebab lain dari kekakuan di bahu, seperti mi salnya arthritis. - Magneticresonance imaging (MRI) dan USG. - Pada MRI, dimana medan magnet dan gelombang radio yang kuat yang digunakan untuk menghasilkan gambar rinci dari dalam tubuh terutama adalah jaringan lunak. Pemeriksaan pencitraan ini dapat menghasilkan gambar yang lebih baik pada jaring an lunak. MRI tidak menggunakan sinar-x sehingga bebas dari radiasi sinar-x. Dalam banyak kasus MRI memberikan informasi tentang struktur dalam tubuh yang tidak dapat dilihat dengan X-ray, USG, atau CT-scan. Magnetic resonance (MR) adalah pencitraan secara luas telah digunakan untuk menilai nyeri bahu.
X-ray sendi bahu kiri yang mengalami arthritis
Pencitraan MRI pada sendi bahu
Hasil pencitraan MRI sendi bahu pada pasien dengan frozen shoulder yang menunjukkan adanya penebalan pada jaringan lunak ligamen yaitu pada CHL (coracohumeral ligament)
Foto yang diambil melalui arthroscope (alat yang berisi kamera yang dimasukkan ke dalam persendian) menunjukkan bahu normal (kiri) dan lapisan sendi yang meradang dan rusak pada frozen shoulder.
Pengobatan untuk frozen shoulder adalah termasuk kompres hangat atau kompres dingin dapat membantu meringankan rasa sakit, melatih gerak sendi bahu untuk meningkatkan pergerakan sendi atau dengan fisio terapi serta terkadang diperlukan obat kortikosteroid dan obat penghilang rasa nyeri yang disuntikkan ke dalam kapsul sendi. Dalam beberapa kasus yang tidak berhasil dengan pengobatan tersebut di atas, operasi arthroscopic diindikasikan untuk melonggarkan kapsul sendi bahu sehingga dapat bergerak lebih bebas. Gerakan yang lembut, latihan yang cukup progresif dan teratur pada sendi bahu serta peregangan bahu lebih dapat membantu mencegah frozen shoulder setelah operasi atau setelah mengalami cedera. Orang yang dengan diabetes akan kecil kecenderungannya untuk mendapatkan frozen shoulder jika dapat menjaga kondisinya di bawah kontrol yang baik.
Style
Aksesoris
Etnik Nan Gaya
Saat ini, aksesoris berbahan perak dan gold plated semakin digemari. Selain memiliki pesona tersendiri desainnya pun semakin beragam Seperti koleksi Bara Silver, berupa karya seni kombinasi perak dengan material lainnya.
B
etapa imajinasi Putu Adnyani sang pemilik memang selalu berpendar indah. Kreasinya mulai dari cincin, anting, kalung, gelang, hingga bros. Dan, beberapa yang terpilih untuk halaman mode Tokoh pekan ini. Ada kalung - kalung etnik modern bersusun istimewa yang diberi titel matahari bersinar terang. Kemudian rangkaian bebatuan, turkis, koral dan onik dilengkapi untaian bunga cempaka, yang disebut baliku cempaka semerbak. Ada juga kulit domba yang dikepang menjadi kalung dan diberi nama domba wangi. Juga beragam pernik-pernik untuk
telinga dengan detil-detilnya yang sangat unik dan menarik termasuk kombinasi tulang sapi yang berhasil dibuat menjadi cantik. Dikatakan oleh Putu Adnyani, aksesori termasuk andalan membuat penampilan seseorang menjadi lebih spesial atau stylish. Apalagi aksesori perak yang tergolong fleksibel, dapat melengkapi aktivitas keseharian yang kasual maupun penampilan ke pesta. Semuanya tinggal disesuaikan dengan pilihan busananya saja. Dengan statement aksesori yang tepat, penampilan seseorang yang semula biasa bisa menjadi gaya dan fashionable. - Sri Ardhini
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
15
16
Edukasi
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
STPBI dan SPB Siap Hadapi MEA Kita tak perlu takut menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) dan Sekolah Perhotelan Bali (SPB) optimis bisa menjadi pelaku bukan sekadar men jadi pasar. STPBI dan SPB sudah sejak awal melakukan berbagai per siapan dalam menyambut MEA. Bahkan, kami optimis, SPB dan STPBI yang paling siap menghadapi MEA. Demikian disampaikan Ketua STPBI dan Direktur SPB, I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA.
I
a mengatakan, STPBI dan SPB mendidik para generasi muda secara profesional untuk menjadi tenaga yang terampil di bidangnya. Pendidikan baik secara teori dan praktik sesuai kebutuhan industri. “Kami bekerja sama dengan International Training Network m engirim para mahasiswa training ke AS. Kami memiliki lisensi agar bisa mengirim mahasiswa ke AS. Tak mudah mendapatkan lisensi ini. Tentu ada persyarat an yang harus kami penuhi,” kata Sudjana. Ia menambahkan, harus diakui, tenaga kerja dari Bali mendapatkan pujian dari pada pelaku industri di AS, terutama kapal pesiar. Etos kerja yang tinggi, disiplin, jujur, loyalitas, merupakan ciri khas tenaga kerja dari Bali. Ada dua negara asal tenaga kerja yang disukai pelaku kapal pesiar, yakni Filipina dan Indonesia. “Tenaga kerja Indonesia m erupakan pilihan pertama. Kalau tidak ada, baru pilihan jatuh ke tenaga kerja Filipina,” ucapnya. Bahkan, kata Sudjana, sudah ada general manager asal Bali yang bekerja di salah satu hotel Laos. Tentu ini merupakan prestasi bagi dunia pariwisata. Ia menilai, kalau ada pernyataan penyerapan SDM pariwisata terkesan jenuh, itu tidak benar. Karena, Indonesia pasarnya dunia. Tenaga kerja Indonesia bisa bekerja di negara mana saja. Berdasarkan penelitian lembaga pariwisata dunia WTO, justru tenaga kerja pariwisata cenderung meningkat ke depan, karena kebutuh an akan fasilitas pariwisata juga meningkat. Kuncinya adalah menghasilkan SDM yang bisa go international dan memenangkan persaingan global. “Kalau sudah memiliki SDM berkualitas, kitalah yang menguasai dunia. Jadi, kita tak perlu takut dengan pemberlakukan MEA. Karena SPB dan STPBI sudah siap akan hal itu,” tegas Sudjana. STPBI dan SPB meluluskan sekitar 700 orang tiap tahunnya. Setelah merayakan Dies Natalis STPBI ke-7 tahun, dan SPB ke-15 tahun, pekan lalu, sekolah yang berlokasi di Jalan Tari Kecak ini terus meningkatkan kualitas diri. Dengan moto “Quality is Our Prime Concern”, STPBI berencana membuka program S-2, tahun depan. Berbagai persiapan telah
dilakukan, termasuk menyiapkan SDM dosen berstrata S-3. “Saat ini kami sudah memiliki 4 doktor. Tahun depan sudah ada lagi dosen yang akan tamat doktor. Ini untuk melengkapi persyaratan membuka S-2,” imbuh Sudjana. Prestasi yang paling bergengsi baru saja diraih kampus yang mendapatkan Juara 2 Quality Assurance Award dari Kopertis Wilayah VIII ini. Tiga bulan lalu, STPBI dan SPB sudah menjadi anggota Asia Pasific Council on Hotel, Restaurant, and Institutional Education (APCHRIE), yakni asosiasi para dosen dan peneliti di bidang pariwisata dunia. Rencananya, tahun 2017, STPBI dan SPB akan diberi kesempatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan bertemunya para peneliti pariwisata sedunia ini. “Ini tentu prestasi yang luar biasa. Sekitar 400 peneliti pariwsata dunia berkumpul di kampus kami,” kata Sudjana. Keunggulan lain, STPBI dan SPB bekerja sama dengan kampus di Swiss dan Australia. “Bagi mahasiswa yang sudah kuliah satu atau dua tahun di STPBI dan SPB, bisa meneruskan di Australia sembari bekerja. Tentu ini sangat membantu sekali meningkatkan lulusan STPBI dan SPB,” ucapnya. Ke depan, ia mempunyai target, STPBI dan SPB mendapatkan akreditasi sebagai lembaga pendidikan pariwisata yang berkualitas dari badan pariwisata dunia (WTO). Dengan akreditasi ini, Bali siap menjadi pusat pendidikan pariwisata yang berkualitas dunia. “Saat ini sudah mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di sini, dari Jerman dan Timor Leste,” tambah Sudjana. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun, D rs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., m engatakan, STPBI dan SPB mengusung konsep one stop learning. Artinya, pertama, mulai dari pendidikan sudah disiapkan. Fasilitas para pengajar dan kurikulum semuanya ber kualitas. “Yayasan selalu ber upaya menambah dan melengkapi fasilitas pendidikan agar dapat memberikan pendidikan dan menjadi pelatihan berkualitas,” kata Astina. Kedua, Yayasan menugaskan satu unit usaha sebagai perusahaan penggerak tenaga kerja Indonesia swasta yang bernama PT Bali Duta Mandiri. Tugasnya, mencari tempat
t raining khususnya ke luar negeri. “Kami satu-satunya yang bisa mengirim training ke AS. Setelah training mereka juga dicarikan pekerjaan baik itu di darat maupun di kapal pesiar. Jadi tidak dilepas begitu saja,” kata Astina. Ketiga, sekolah telah memiliki lembaga sertifikasi profesi sehingga memudahkan lulusan mencari kerja.
Program STPBI
Dara
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Tjokorda Raka Gekko Dananjaya
Tak hanya Jadi Penyembuh Dokter Mesti Jadi Tokoh Pembaharuan I Nyoman Gede Astina
I Made Sudjana
Keempat, membantu embiayaan melalui koperasi. p “Ketika mahasiswa memerlukan dana untuk berangkat ke luar negeri, bisa meminjam di koperasi,” imbuhnya. Intinya, STPBI dan SPB m encoba menawarkan satu konsep yang lengkap dan menyeluruh, mulai dari mendidik, melatih, mencarikan
tempat training, sertifikasi, mencarikan pekerjaan, dan membantu pembiayaan. Ia menegaskan, Yayasan selalu berkomitmen untuk selalu memenuhi kebutuhan mahasiswa sesuai kemampuan. “Komitmen kami, SPB dan STPBI harus menjadi institusi pendidikan terlengkap dan terbaik di Bali dan Indonesia,” ucap Astina.
Program ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang ahli di bidang pariwisata dan perhotelan. Untuk itu, program ini difokuskan untuk melatih calon-calon manajer dan eksekutif muda di bidang pariwisata dan perhotelan yang tentunya memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris secara fasih. D-IV Manajemen Perhotelan Lulusan D-IV Manajemen Perhotelan dipersiapkan untuk menjadi Front Office Manager, Executive Housekeeper, Executive Chef atau F&B Director yang profesional. D-IV Manajemen Pariwisata Lulusan D-IV Manajemen Pariwisata dipersiapkan mampu menguasai dasar-dasar keilmuan dan keterampilan dalam bidang perencanaan destinasi pariwisata, manajemen usaha kawasan wisata, manajemen atraksi wisata, manajemen usaha perjalanan wisata, manajemen pemasaran pariwisata, manajemen bisnis pariwisata dan memandu (guiding).
D-III Manajemen Perhotelan Lulusan D-III Perhotelan dipersiapkan untuk menjadi Front Office Supervisor, Laundry Manager, Demi Chef, atau F&B Outlet Manager yang profesional.
Program SPB lProgram
kapal pesiar 1 tahun. kapal pesiar 2 tahun (Waiter, Bartending, Cook, Hotel Steward). lProgram regular 1 tahun ( F&B Service, Food Production, Housekeeping) lProgram regular 2 tahun ( F&B Service, Food Production, Room Division). l SPB Maritime Training Center dengan program Basic Safety Training ( BST), Crowd & Crisis Management ( CCM), Medical Emergency First Aid ( MEFA). l SPB Airline Training Center merupakan pendidikan dan pelatihan bidang pramugari/a dan ground staff. lSPB Spa Training Center untuk menghasilkan spa therapist yang kompoten dalam bidang perawatan spa yang berstandar internasional. l Program
Keunggulan SPB dan STPBI
1.
58 terbaik sistem penjaminan mutu internal seluruh Indonesia oleh Kemendiknas tahun 2010. 2. Terakreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan ISO 9001-2008. 3. Juara 2 Quality Assurance Award tahun 2013 oleh Kopertis Wilayah VII Bali Nusra 4. Ditunjuk sebagai tempat uji kompetensi (TUK) oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesional (BNSP). 5. Meraih predikat Emerald Akreditasi Tri Hita Karana Tahun 2013. 6. Memiliki lembaga sertifikasi profesi pihak 1. 7. Memiliki saran prasarana praktik dengan standar hotel bintang 5. 8. Kesempatan training di AS dan Spanyol serta bekerja di kapal pesiar. 9. Memiliki PPTKIS resmi untuk menyalurkan lulusan. 10. Kerja sama dual degree dengan IMI Switzerland dan master degree dengan Vatel Los Angeles, AS. 11. Kerja sama dengan hotel berbintang lima di Bali, Indonesia, AS, dan Spanyol. 12. Memiliki fasilitas basic safety training ( BST). 13. Instruktur dan dosen yang berasal dari praktisi dan akademisi pariwisata dan perhotelan (General Manager, Department Head kapal pesiar).
SEKOLAH PERHOTELAN BALI (SPB) SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BALI INTERNASIONAL (STPBI) Jalan Tari Kecak No. 12 Gatot Subroto Timur, Denpasar. Telepon 0361-426699, 426700 Faksmile: 0361-427800 www.spb-bali.com; www.stpbali-int.ac.id
USIANYA yang tergolong muda yakni 27 tahun, namun pengalaman melanglang buana untuk membuka wawasan dirinya dalam ilmu kedokteran sudah direngkuhnya. Tjokorda Raka Gekko Dananjaya, dokter yang baru lulus dan disumpah pada Februari 2015 lalu ini, juga menjadi tercatat sebagai mahasiswa terbaik dan meraih peringkat cumlaude dengan IPK 3,64 di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Dengan segudang pengalamannya hingga masuk program ‘’Sit In’’ di Harvard University ini, dia ingin mengabdikan dirinya tak hanya sebangai penyembuh, namun juga agen pembaharuan. Karena menurutnya, ilmu kedokteran sebenarnya erat hubungannya dengan kesehatan masyarakat dan sehatnya sebuah bangsa.
D
okter Tjokorda Raka G e k k o D a n a n j aya , S.Ked., yang akrab dipanggil Cokde Dananjaya ini, mendapatkan pemahaman itu, ketika terpilih sebagai wakil Indoneesia dalam ajang Harvard National Model United Nations (HNMUN) di BostonnMassachusetts-USA, pada bulan Februari 2015. Di ajang bergengsi dari seluruh dunia, karena hanya diikuti 70 negara dan sebagian kecil dari mahasiswa ini, Cokde Dananjaya jugaditerima oleh Harvard untuk mengikuti program “sit in” di Harvard Medical School Department of Global Health and Social Sciences dan di Massachusetts General Hospital – Boston. Di sanalah, putra pertama pasangan Tjokorda Alit Suparta dan Listyawati, S.E., dari Jero Kundan Jalan Banteng Denpasar ini, mulai memahami masalah kesehatan global masyarakat yang erat hubungannya dengan
Wales Government- Australia (2009) yang digunakan untuk Language Course di Central of English Teaching (CET) The University of Sydney-Australia (2010). Kemudian menyusul mendapat rekomendasi untuk program visiting student selama 6 minggu di Department of Anatomy, Histology, and Forensic Osteology, Faculty of Medicine – The University of Sydney, Australia tahun 2010. Sukses di Australia, catatan tersebut membawanya sebagai penerima beasiswa International Course Scholar ship untuk menghadiri “2012 Course of Global Health Challenges” The University of Copenhagen-Denmark dengan KBRI sebagai sponsor parsial. Serangkaian dengan kegiatan tersebut, Cokde Dananjaya, juga mengikuti visiting ke Erasmus Medical Centre – Rotterdam, Belanda, Ghenk Hospital-Belgia dan Lanaken Hospital- Belgia ‘’Pengalaman sebagai mahasiswa yang telah diikutkan dalam berbagai program internasional ini, menambah
9
wawasan dan pemikiran saya. Kesehatan adalah hal yang terpenting di bangun. Majunya sebuah negara, merupakan cermin capaian kesehatan masyarakatnya,’’ ungkap Cokde. Merengkuh banyak pengalaman dan berkomunikasi dengan mahasiswa dan dokter-dokter di luar negeri, memberikan kesempatan bagi Cokde untuk berbagi. Salah satunya, ketika diundang Fakultas Hukum Universitas Udayana untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa. Cokde pun hadir sebagai salah satu pembicara yang dilaksanakan di RSJ Provinsi Bali di Bangli. Dalam kesempatan itu, Cokde ingin mahasiswa termotivasi untuk membuka wawasan. Jika ada kemauan dan tekad kuat, buka situs web universitas yang memberikan beasiswa bagi mahasiswa kedokteran. ‘’Beasiswa terbuka sangat banyak, asalkan ada kemauan dan tekad kuat, pasti ada jalan. Saatnya, kembangkan diri secara maksimal, sehingga dapat membantu bangsa ini juga dengan optimal,’’ pungkas Cokde Dananjaya. (kom)
Saat di Harvard
keberadaan negara. Mulailah muncul keinginannya untuk menjadi seorang konsultan kesehatan di WHO dalam wadah Perserikatan Bangsa-Bangsa. ‘’Dalam kegiatan studi magang itu, saya dapat pengalaman baru. Walau saya masih muda, namun semua saling menghargai pendapat. Saya bersama mantan Ketua Komisi IX DPR RI, Ibu Dr. Nova Rianti Yusuf, Sp.KJ yang mengetahui permasalahan kesehatan di Indonesia. Banyak memberikan inspirasi, terlebih acara tersebut didukung oleh WHO,’’ papar laki-laki kelahiran Denpasar, 29 September 1988 ini. Dari diskusi-diskusi dengan pakarpakar dunia itu, membuka wawasannya bahwa kedokteran berhubungan erat dengan pembangunan sebuah bangsa. Kesehatan salah satu yang utama. Dengan peran para dokter muda di seluruh dunia, diharapkan bahu-membahu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga bangsa menjadi kuat. Sumber
daya manusia berkembang dengan maksimal. ‘’Saatnya, para mahasiswa kedokteran di Indonesia meningkatkan sumber daya diri. Banyak universitas di negara maju, ingin kita maju bersama untuk kedokteran. Berbagi ilmu dalam berbagai beasiswa, asal kita serius dan tekun. Untuk itu saya siap berbagi,’’ ujar alumni SMA Negeri 1 Denpasar ini. Selain mendapatkan kehormatan ikut program HNMUN, di Amerika, Cokde juga diikutkan dalam program “sit in” di Boston University School of Public Health yang langsung masuk melihat bagaimana rumah sakit tersebut menangani pasiennya dengan standar optimal. Pengalaman Cokde Dananjaya di Harvard Universty, juga tak lepas dari deretan pengalaman program yang lainnya. Dari semester 4, mantan ketua Jurnal Mahasiswa Kedokteran Oculus dan Vice President for External Fair, Public Health Department FK UWKS ini, sudah menjadi penerima insentif dana dari New South
Cokde saat melanglang buana ke luar negeri
Pulau Samalona
Sulsel memang terkenal kaya akan destinasi wisata baharinya, salah satunya adalah Pulau Samalona. Jarak wisata ini pun tergolong strategis karena tidak terlalu jauh dari pusat Kota Makassar, hanya berkisar tujuh kilometer.
Destinasi Wisata Bahari yang Memukau
U
ntuk menuju pulau tersebut, wisatawan dapat menyeberang dengan berperahu dari dermaga kayu Bangkoa dan Benteng. Tarif transportasi cukup terjangkau, mulai Rp 300 ribu hingga Rp 750 ribu untuk satu perahu nelayan, tergantung jumlah rom bongan. Selain perahu nelayan, wisatawan juga dapat menyewa perahu dari dive club, di mana harga sewanya juga tergolong murah. Apalagi, dengan me nyewa perahu dari dive club, wisatawan khususnya pecinta
selam, bisa mendapat informasi akurat terkait dive spot hingga fishing spot. Setibanya di Pulau Samalona, wisatawan akan disambut ham paran pasir putih yang memenuhi setiap ruas pulau. Keindahan tampak lebih sempurna lantaran
bibir pantai dihiasi perairan jernih dan surga alam bawah laut yang memukau. Selain keindahan lanskap alam, dengan menyelam pengunjung dapat menyaksikan bukti pening galan bersejarah seperti bekas kapal perang penjajah yang karam
di kedalaman 30 me ter bawah laut. Kapal peninggalan perang dunia kedua tersebut su dah dijadi kan habitat berbagai he wan laut. P u l a u ini juga me nawarkan berbagai fasii tas seperti penginapan yang dikelola penduduk se tempat, de ngan harga sewa
Rp 200 ribu per malam. Selain itu, ada juga balaibalai sederhana untuk istirahat yang disewakan Rp 30 ribu. Destinasi wisata bahari ini merupa kan pulau berpenghuni, sehingga kondisi pulau tergolong asri dengan pepoho nannya yang rindang dan sejuk bagi wisatawan yang berkunjung. -Hasmiati Mus
8
Bunda & Ananda
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Latih Rasa Percaya Diri Anak Memiliki anak yang kurang percaya diri tentu membuat orangtua harus ekstra kerja keras. Bahkan ada orangtua yang harus ikut “bersekolah” untuk menjaga kenyamanan si anak. Anak yang kurang percaya diri atau minder ini bisa diatasi. Bagaimana caranya? “Anak saya ketika seminggu pertama masuk sekolah sangat pemalu. Ia tidak mau bergaul dengan temantemannya. Saya sampai ikut masuk kelas. Untung gurunya memberi toleransi sehingga saya boleh ikut menemani di sekolah,” kenang Bu Yayuk ketika Dedek, anaknya pertama kali masuk SD. Ia menuturkan, Dedek memang agak pemalu. Salah satu penyebab adalah ukuran tubuhnya yang lebih kecil dibanding teman-teman seusianya. Walaupun sudah diberi pemahaman bahawa ukuran tubuh
akan terus mengalami pertumbuhan, Dedek tetap saja pemalu. Ia khawatir menjadi bahan ejekan temantemannya. “Minder atau kurang percaya diri yaitu keadaan dalam diri manusia sebagai akibat dari perasaan-perasaan yang tertekan berupa rendah diri, kurang pergaulan, perasaan takut, pesimis yang berlebihan, mudah menyerah, merasa tidak puas terhadap diri sendiri, cenderung bersikap egosentris, dan memposisikan diri sebagai korban,” ungkap C. Prammu Hartadi, S.Psi., Psi.
Koordinator Sie Humas dan Dana Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Bali ini menambahkan minder termasuk gangguan. Tiap manusia lahir di dunia hanya membawa dua rasa takut alami, yaitu takut ketinggian dan suara keras. Minder karena malu, grogi, takut bukan secara genetis/keturunan namun pengaruh dari lingkungan sekitar. Penyebab minder ada beberapa faktor, antara lain sering diremehkan atau dikucilkan oleh teman atau lingkungan sekitarnya, orang tua selalu memarahi kesalahan anak, tapi tidak pernah memberi penghargaan apabila anak melakukan hal yang positif, kurang kasih sayang orang tua atau pujian dari keluarga. “Kadang anak mencontoh atau meniru (role model) dari orang dewasa dan orang tua yang minder. Bisa juga trauma pernah dipermalukan, dihina di depan umum. Merasa diri tidak berharga lagi karena pernah dilecehkan secara “seksual”, merasa bentuk fisiknya tidak sempurna, dan merasa ada kesenjangan karena kondisi status sosial ekonomi keluarganya,” ujar Prammu. Jika minder ini dibiarkan, lama kelamaan akan berdampak bagi si anak. Dampaknya antara lain anak kesulitan bergaul (suka menarik diri, withdrawl, menyendiri), malu mengungkapkan pendapat atau ide dengan anak umur sebaya atau dengan lingkungannya, takut berbicara di depan umum atau demam pang-
Prammu
gung. Bila masuk lingkungan baru, anak cepat merasa cemas, khawatir akan ditolak atau ada perasaan orang lain tidak menyukainya. Anak bisa tegang, kaku, grogi bertemu orang baru (kurang bisa beradaptasi), kurang semangat dalam menjalani aktivitas dan mudah menyerah lakukan sesuatu, suka melamun serta merasa diri kurang berharga Solusi untuk mengatasi anak yang mengalami minder adalah dengan mengajaknya berpikir positif, tumbuhkan rasa percaya diri dan tidak perlu takut, grogi, cemas. “Anak harus dilatih bergaul, berbicara, berinteraksi khususnya dengan umur yang sebaya (sosialisasi). Beri pujian atau penghargaan apabila melakukan hal positif dan diberi hukuman bila lakukan kesalahan misal tidak jujur dengan beri penjelasan yang logis dan mudah dipahami anak. Ajari hal-hal yang benar dan ikuti kaidah norma sosial, diselingi pendekatan secara spiritual misal ber-
buat baik dan dosa. Hal terpenting adalah melatih rasa percaya dirinya dan lebih bersemangat dalam hidup untuk jangan mudah menyerah,” ungkap psikolog yang tugas seharihari bertugas di HRM PT Agung Podomoro Land, Tbk untuk area Bali ini. Prammu mengingatkan hal-hal yang harus dilakukan orang tua, apabila kurang berhasil menumbuhkan agar anak tidak minder, bisa berkonsultasi kepada pakar perilaku misalnya psikolog, pemerhati anak, guru BP/BK di sekolah. Bagi anak-anak yang merasa minder, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Orangtua harus mendampingi anak menghadapi rasa takut untuk menambah rasa percaya diri. Beri kesempatan anak untuk lakukan sesuatu, agar lebih bisa menghargai diri sendiri. Kembangkan semangat anak untuk berkompetisi, bersaing secara sehat plus dalam beradaptasi di lingkungan. Ingatkan anak guna menghindari kesalahan yang sama, jangan terperangkap masa lalu saja. Ajak anak belajar konsentrasi dan fokus, hindari melamun sendiri, jangan malu bertanya dan berlatih terus berlatih untuk selalu berkembang. Belajar menghargai sesuatu dengan tidak boleh bersikap sombong atau merasa diri “paling”. “Wawasan pola asuh orangtua dalam mendidik atau mendeteksi perkembangan anak sebagai aset keluarga agar bisa tampil makin percaya diri harus terus ditingkatkan. Perhatikan kemampuan dan talenta yang dimiliki anak dan terus asah serta lakukan pendampingan dengan baik. Kurangi over protective dalam mengasuh anak,” tandas Prammu.
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Seminar Nasional Fakultas Hukum Undiknas
Anak yang Berhadapan dengan Hukum Meningkat Penjara bukan tempat yang tepat untuk anak, karena akan mematikan harapan masa depannya. Ia adalah pribadi otonom yang sedang tumbuh, yang dibutuhkan adalah bantuan dan bimbingan. Dan ,UU No. 11 tahun 2012, Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, diharapkan menjadi sebuah kemajuan besar di bidang hukum yang akan memberikan perhatian kepada anak Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa ini.
H
al tersebut terungkap dalam Seminar Nasional dengan tema “Paradigma Penanganan ABDH, Kewajiban Diversi dan Restorative Justice” yang diselenggarakan Fakultas Hukum Undiknas, yang dihadiri oleh Ketua Perdiknas, Dekan FH Undknas, dosen dan mahasiswa Undiknas serta undangan lainnya, Rabu (13/5) di Ruang Auditorium Undiknas, Denpasar. Pada kesempatan itu, Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komisi Nasonal hadir untuk men-
Dari kanan: Ngurah Suwarnatha, Juwita Arsawati, dan Merdeka Sirait
gupas tentang “Paradigma Baru Penyelesaian ABDH di Indonesia” dengan diberlakukannya UU No. 11 tahun 2012, Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Dengan gayanya yang selalu penuh semangat, ia mengatakan banyak hal-hal baru diatur dalam UU SPPA dengan maksud memberi perlindungan tidak saja kepada anak sebagai pelaku, tetapi juga mengutamakan perlindungan anak korban dan anak saksi. Misalnya, pemberian bantuan hukum dan pendampingan dengan tujuan agar dapat ter-
–Ngurah Budi
Mendongeng Lima Menit Tiga Langkah Si Cebol
Tersebutlah seorang raja bijaksana bernama Maharaja Bali. Di bawah pemerintahannya seluruh rakyat hidup sejahtera, aman dan damai. Namun, lama-kelamaan raja yang sangat disegani itu menjadi takabur. Ia mengaku, semua Made Taro raja takluk kepadanya dan seluruh wilayah bumi adalah miliknya. Bahkan ia merasa memiliki kedudukan sama dengan dewa. Siapa yang menentang kekuasaannya, dihukum mati. Walaupun takabur, Maharaja Bali masih memiliki sifat baik, yakni bermurah hati dan tidak ingkar janji. Ia selalu memenuhi permintaan rakyat yang menghadap kepadanya. “Apa kebutuhanmu?” katanya. Waktu itu juga Maharaja memerintahkan kepada menterinya untuk memberikan tanah bagi petani, warung bagi pedagang, busana dan perhiasan bagi penari. “Bukankah segalanya menjadi milik dan kekuasaanku?” katanya. Tibalah pada suatu hari, seseorang yang aneh datang menghadap. Tubuhnya bulat kecil, berkaki dan bertangan pendek. Di kalangan rakyat ia biasa dipanggil si Cebol. “Maaf Paduka, tolonglah hamba yang hina ini,” katanya sambil menyembah. “Kau minta apa, Cebol?” tanya Maharaja. “Kalau Paduka berkenan, hamba mohon sebidang tanah.” “Berapa tanah yang kau butuhkan?”
“Tiga langkah saja, Paduka.” “Tiga langkah?” Paduka Maharaja tertawa menanggapi permintaan yang aneh itu. “Ya, tiga langkah saja, Paduka! Di tanah itu hamba akan membangun sebuah rumah, sebuah kebun dan sebuah taman.” “Ha, ha, ha…, jangan berolok-olok, Cebol! Mintalah tanah yang luas. Semua tanah di bawah langit ini milikku.” “Tidak, Paduka! Hamba hanya minta tiga langkah saja.” Maharaja Bali tidak mau bersilat lidah lagi. Ia menganggap orang aneh itu gila. Meskipun demikian ia ingin juga melihat apa yang akan dilakukan Si Cebol. “Baiklah, permintaanmu kupenuhi. Melangkahlah tiga kali!” Si Cebol berancang-ancang. Langkah pertama, sebelah kakinya berpijak di luar tembok istana. Maharaja terheran-heran. Langkah kedua, si Cebol menghilang. Dari kejauhan terdengar bunyi berdebum, disertai bumi bergoyang dan halilintar bergemuruh. Maharaja Bali mulai takut. Ia merasa sedang berhadapan dengan kekuatan besar. Kekuatan itu adalah Yang Mahakuasa. Ia menyadari bahwa di atas kekuasaannya masih ada kekuatan yang jauh lebih besar. “Ampunilah hamba, Yang Mahakuasa!” katanya menyembah. “Hamba berjanji tidak takabur dan hamba akan memerintah kerajaan ini dengan bijaksana. Hamba mohon, janganlah melanjutkan langkah ketiga. Kembalilah ke tempat semula.” “Permintaanmu sudah kupenuhi, Maharaja!” Maharaja Bali meraba-raba kepalanya yang terasa berat. Di atas kepala itu duduk Yang Mahakuasa yang sedang menyamar menjadi si Cebol.
17
Peserta seminar
FH Undiknas, Ketua Pusat Kajian Konstitusi Undiknas pada kesempatan tersebut menyampaikan “Diversi Sebagai Alternatif Sanksi Pidana Penjara Terhadap Juvenile Delinquent”. Ia mengatakan bahwa hak anak adalah persoalan yang serius. Namun, faktanya anak yang bermasalah dengan hukum masih diperlakukan seperti orang dewasa. Peradilan yang tepat untuk pelaku delinkuensi anak adalah model keadilan restoratif yang bersifat memperbaiki dan memulihkan hubungan pelaku dan korban sehingga harmoni kehidupan tetap terjaga. Kepala Pusat Peneltian Undiknas ini juga mengatakan tempat pembinaan anak bukan di penjara. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang SPPA, hakim dapat memerintah untuk, di antaranya pengembalian kepada orangtua/wali, perawatan di RS Jiwa, dan kewajiban mengikuti pendidikan formal atau pelatihan yang diadakan oleh pemerintah atau badan swasta. -ard
wujudnya peradilan yang benarbenar menjamin perlindungan dan kepentingan terbaik bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABDH). “Secara umum, ada perubahan paradigma yang digunakan dalam Undang-Undang ini yaitu ‘restorative justice’ dan ‘diversi’. Restorative justice membawa pesan bahwa kita harus tetap melakukan upaya penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil . Dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan. Sementara, diversi yang dimaksud adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar pengadilan,” katanya. “Undang-undang ini memegang prin-
sip untuk kepentingan terbaik anak, memberikan perlindungan dan penghargaan kepada anak, kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak, dan penghindaran pembalasan. Sehingga diharapkan nantinya tidak ada lagi anak-anak yang mengalami pemenjaraan di lembaga pemasyarakatan tetapi dilakukan pembinaan secara mental spiritual di panti-panti sosial untuk mendekatkan pembinaan kepada keluarga,” katanya tetap dengan semangat saat menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta seminar. Merdeka Sirait menekankan kalau ‘diversi’ harus dilakukan pada setiap tingkatan dan ujung tombaknya adalah polisi. Sedangkan pemerintah di sini penting menyiapkan polisi anak, hakim dan jaksa anak, termasuk menyiapkan rumah perlindungan sosial anak, yang menurutnya hingga kini belum dilakukan pemerintah. Ini berarti negara gagal melaksanakan UU No. 11 Tahun 2012, Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Sementara I Nyoman Ngurah Suwarnatha, S.H., LL.M., Dosen
Arsawati, S.H., M. Hum., ini juga terungkap jika hukum positif yang digunakan untuk mengadili anak sudah jelas bertentangan dengan hak asasi manusia, bertentangan dengan konstitusi dasar, dan sangat membahayakan masa depan anak. Maka, tidak ada pilihan lain kita harus merombak sistem peradilan dilinkuensi anak di Indonesia. Ia bukan sekadar merevisi UndangUndang Pengadilan Anak, tidak cukup dengan mengubah aturanaturan pelaksanaan para aparat penegak hukum di lapangan, tetapi juga paradigma peradilan anak harus diubah. Salah seorang peserta seminar, I Nyoman Yoga Ariadnya yang juga mahasiswa FH Undiknas, mengaku FH Undiknas tepat memilih tema. Sebab, UU No. 11 tahun 2012 Tentang SPPA ini masih perlu terus disosialsasikan. Ia juga sepaham bahwa paradigma lama tentang peradilan anak di Indonesia tidak bisa dipertahankan lagi karena yang terjadi adalah sebuah proses kriminalisasi anak. Maka, sudah saatnya mengembangkan paradigma baru, dengan pendekatan restorative juctice. “Kita memang harus berani berkata segera men-
gakhiri paradigma kriminalisasi anak yang sangat jelas sebagai tindakan pembunuhan masa depan anak yang berhadapan dengan hukum, jangan biarkan kasus anak bertambah lagi di Bali,” katanya. Sementara Dekan FH Undiknas Dr. AA Ayu Sri Rahayu Gorda, S.H.,M.H., menyatakan puas melihat antusiasme mahasiswanya yang melontarkan pertanyaan cukup berbobot, sadar akan isu-isu anak, dan tentunya mereka juga memperoleh tambahan wawasan dari dua pem- Dekan FH Undiknas dan Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak bicara yang berkompeten. “Tahun ini kami juga sudah mem- nas dapat melahirkan calon-calon buka Pendidikan Khusus Profesi advokat yang cerdas, jujur dan Advokat (PKPA). Semoga dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keberadaan PKPA ini, FH Undik- kebenaran dan keadilan,” ujarnya.
Salah seorang peserta tengah mengajukan pertanyaan
Lakukan Pendekatan Restorative Juctice Di Bali tahun 2014 tercatat 40 kasus anak. Untuk tahun ini kasus yang melibatkan anak mencapai 108. Sebuah peningkatan yang cukup tajam. Begitu data yang disampaikan salah seorang peserta seminar dari Polda Bali, Tina pada sesi tanya-jawab dalam seminar Nasional yang diadakan FH Undikas tersebut. “Padahal tahun belum berakhir, kita baru sampai di bulan Mei, tapi
kenaikannya cepat sekali,” ujar Merdeka Sirait. Ia juga mengatakan, Bali saat ini tergolong darurat kejahatan seksual, dimana 16 % dilakukan oleh anak-anak di bawah usa 12 tahun. Dan, setiap tahunnya ada 6000-7000 anak mendekam di penjara. Mereka harus bergabung dengan orang dewasa. Dalam acara yang dipandu moderator, salah seorang dosen FH Undiknas, Nyoman Juwita
FH Undiknas Buka Pendidikan Khusus Profesi Advokat
- FH Undiknas sudah mengantongi izin kerjasama dengan PERADI untuk melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). - Pendaftaran dibuka mulai bulan Mei hingga Juli 2015. - Kuliah perdana akan dimulai pada 3 Agustus 2015.
18
Kreasi
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Ketika Dewa Siwa “Turun” di Gianyar Dewa Siwa melanglang jagat semesta dan “turun” di Bumi Seni Gianyar, pertengahan April lalu. Sore itu, di tengah ribuan penonton yang mengepung panggung terbuka Balai Budaya Gianyar, Hyang Siwa dalam wujudnya sebagai Dewa Tertinggi Seni, Siwanataraja, men ciptakan puspa ragam kesenian, dari legong keraton yang melenggang indah gemulai hingga aneka tari barong dengan hembusan aura magis. Kisah mitologis yang dipersembahkan dalam kemasan seni pentas ko losal oleh para seniman muda Desa Sukawati itu menjadi puncak nan menggugah dari gelaran seni budaya HUT ke-244 Kota Gianyar.
S
ejak awal, penonton terhentak menyimak penampilan garapan seni bertajuk “Siwa Murti Wisesa Sakti” itu. Simaklah, dari tiga kori agung panggung atas, menyembul barisan umbulumbul yang menjuntai, pajengpajeng mengembang, bandrangan, tombak, ogoh-ogoh kendaraan dewa-dewa yang disertai peed gadis-gadis cantik dengan busana berbinar-binar. Semuanya tampak spektakuler. Segenap penonton terpana. Dibawakan tak kurang dari 250 pemain (penari, penabuh, dalang, dan paduan suara), garapan berdurasi sekitar 15 menit ini menyodorkan sebuah tawaran kreativitas seni yang banyak diperbincangkan penonton seusai pementasan. Pesona yang berhasil dipancarkan karya seni pentas itu mengundang sejumlah pertanyaan yang mengerucut kepada rasa penasaran sekitar proses berkeseniannya. Berkesenian bagi masyarakat Bali pada umumnya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan religius-kultural masyarakatnya. Berkesenian dalam sanggaan budaya ngayah masih menggeliat. Namun, di tengah kehidupan modern sekarang ini, berkesenian dengan orientasi profit kian menggejala, termasuk di Desa Sukawati yang terkenal dengan pasar seninya. Dalam
konteks pasar, idealisme berkesenian digeser ke pinggir. Ketika uang menjadi incaran, individualisme berkesenian menjadi sah-sah saja, justru proses penggarapan dan menguaknya karya seni “Siwa Murti Wisesa Sakti” bertolak belakang dari semua itu. Penggarapan karya seni ini beranjak dari perayaan HUT ke244 Kota Gianyar. Berkesenian dalam konteks ini menggetarkan emosi ngayah kepada pemerintah. Bersama tujuh duta kecamatan yang ada di Kabupaten Gianyar, Desa Sukawati didaulat menyuguhkan sebuah seni pentas dalam sebuah parade. Kewajiban untuk menampilkan seni pentas dalam momentum itu mengobarkan gereget jengah. Para tokoh seni dan ratusan generasi muda dari 13 banjar yang ada di desa Sukawati merapat dan bertekad menampilkan karya seni yang berarti. Merebak gelora nindihin Sukawati yang dikenal sebagai lumbung seni. Desa Sukawati sendiri, sejatinya memang lekat dengan jagat seni. Menurut tuturan babad desa setempat, nama Sukawati yang sebelumnya bernama Timbul berasal dari sebutan suka ati yang lama kelamaan menjadi sukawati. Dikisahkan pada akhir abad ke-18, Kerajaan Timbul menggapai puncak kejayaannya dimana aneka ragam kesenian
yang menstimulasi rasa suka hati penduduknya serta menjadi daya tarik orang luar untuk datang mengaguminya. Kini, identitas Sukawati sebagai desa seni belum pupus. Legong keraton, tari Bali nan indah itu, berakar dan membiak dari desa ini. Wayang kulit, teater tua adiluhung yang sarat nilai estetik-kultural, hingga kini masih segar bugar di Sukawati dan dianggap benteng wayang kulit klasik Bali. Lakon seni pentas “Siwa Murti Wisesa Sakti” terpilih, adalah tentu karena alasan kelekatan
Life
Story
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Anak Hilang tetapi Cucu harus Pulang Sukawati dengan jagat seni. Dikisahkan Dewa Siwa (Siwanataraja) menciptakan jagat raya dengan segala kehidupannya. Tetapi kehidupan di bumi kacau balau oleh ulah garang para raksasa. Dewa Siwa bersama para dewa lainnya (Dewata Nawa Sanga) mencoba menanggulanginya namun tidak berhasil. Untuk mengembalikan keharmonisan jagat, Dewa Siwa dalam wujud Siwanataraja menciptakan puspa ragam kesenian yang disambut suka cita dan suka hati oleh umat manusia. Keindahan legong keraton dan tutur bijak sajian wayang kulit membuat kaum raksasa terpesona dan dengan tenang kembali ke alamnya. Kehidupan di bumi kembali harmonis, sejahtera, dan damai. Kita masih percaya, seni itu mendamaikan. Kandungan pesan inilah yang ingin diaktualisasikan dalam garapan seni pentas Sukawati tersebut. Ternyata, kedamaian berkesenian itu tak hanya untuk dikomunikasikan kepada penonton namun juga melingkupi proses kreatif yang berlangsung lebih dari dua bulan. Selama itu, mengalir dinamika kreatif dalam bidang seni karawitan, seni tari, seni pedalangan, dan paduan suara. Keempat bidang seni yang menjadi formula garapan ini juga berkompromi menggalang berbagai kemungkinan olah kreativitas dan inovasi dalam arah satu tujuan yaitu mewujudkan sebuah ekspresi artistik, sebuah ungkapan seni pentas yang menggugah mata dan mampu menyapa rohani.
Penonton tampak tergugah menyaksikan pagelaran “Siwa Murti Wisesa Sakti”. Gugahan dari garapan ini sudah berlangsung jauh-jauh sebelum pementasan di Balai Budaya Gianyar. Itu terjadi saat latihan-latihan di halaman luar Pura Dalem Gede Sukawati. Masyarakat setempat berduyun, tua dan muda, menunggui dengan antusias setiap latihan berlangsung. Semua itu dapat dijadikan pertanda bahwa rasa tenteram dan damai yang mampu membinarkan hati sanubari, merambat dan terpicu oleh kegiatan berkesenian yang melibatkan insan-insan muda Sukawati. Peristiwa dua kali kerauhan para penari saat latihan sedang berlangsung pun dapat dimaknai secara positif tentang adanya “apresiasi” terhadap garapan seni pentas ini dari alam niskala. Luasnya gaung penggarapan karya seni “Siwa Murti Wisesa Sakti” tak bisa dilepaskan dari penyeluruhnya keterlibatan para seniman dari berbagai bidang seni serta banyaknya insan-insan muda yang terlibat di dalamnya. Garapan yang kepanitiannya ditangani secara kedesaan adat dan dinas itu melibatkan tokoh-tokoh seni pertunjukan (tari, karawitan, dan pedalangan), seni rupa dari beragam spesialisasi, serta paduan suara. Ratusan dari mereka yang terlibat sebagai pelaku adalah pelajar dan mahasiswa. Perhatian masyarakat Sukawati terhadap proses berkesenian ini menjadi mendapatkan tempat khusus. -Kadek Suartaya
Citra (50), tidak habis pikir ketika menemukan anak semata wayangnya, Dandy (28), anak yang pendiam dan penurut itu akhirnya berubah melawan dan berani menentangnya. Bahkan Dandy sampai berani memukul ayahnya ketika terlibat percekcok an sengit. “Semua itu gara-gara janda empat anak yang meracuni pikiran Dandy,” ungkap Citra sedih.
C
itra memang pantas kecewa dengan Dandy. Anak yang diasuhnya dengan penuh kasih sayang apalagi ia anak semata wayang. Seluruh kasih sayang ia curahkan hanya untuk Dandy. Namun, balasan yang diterimanya, sungguh membuatnya sedih. Ini terjadi dalam dua tahun terakhir, tepatnya saat Dandy mulai berpacaran dengan Tika (25), janda beranak empat yang sudah dua kali bercerai. Entah apa yang ada dalam pikiran Dandy, sampai ia harus jatuh hati pada Tika. Menurut Citra, Tika bukanlah perempuan baik, setidaknya di matanya. Selain karena riwayat dua kali perceraiannya yang ditinggalkan begitu saja oleh suami-suaminya, juga karena di mata Citra, Tika tidak memiliki sopan santun. “Kalau perempuan sampai dua kali ditinggalkan begitu saja oleh suaminya, pasti ada yang tidak beres dalam kelakuannya. Apalagi saya melihat dia (Tika) senang dengan kehidupan malam, pakaiannya sangat minim dan tidak punya sopan santun. Kalau sudah merokok, kakinya diangkat ke sana-kemari,” ujar Citra kesal. Karena itulah, Citra dan suaminya dari awal tidak menyetujui hubungan Dandy. Mereka sesungguhnya telah mengingatkan Dandy dengan cara baik-baik soal ini. Sampai akhirnya mereka berdua tidak punya cara lain untuk meminta Dandy meninggalkan perempuan itu, kecuali dengan cara yang keras.
Hal inilah yang membuat ia dan suaminya kerap bertengkar dengan Dandy, selalu gara-gara Tika. Tika sendiri tampak seperti orang yang tidak tahu diri. Merasa selalu dibela oleh Dandy, ia bahkan ikut-ikutan melawan pada calon mertuanya itu. “Belum kawin saja ia sudah melawan dan sangat tidak menghargai kami, bisa dibayangkan kalau ia menikah dengan Dandy,” kata Citra. Kadang, tidak segansegan Tika bertengkar dengan Citra lewat SMS atau pun saat bertemu tidak sengaja di suatu tempat. Melihat hal ini, ibu mana yang mau anaknya jatuh dalam lubang kesengsaraan pernikahan. Ini yang dirasakan oleh Citra yang semakin lama semakin tidak mampu mengendalikan hasrat anaknya pada Tika. Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi antara Dandy dan orangtuanya akhirnya membuat rumah mereka yang dulu nyaman berubah menjadi penuh dengan teriakan-teriakan. Dandy memilih pergi meninggalkan rumahnya tinggal bersama Tika di rumah kontrakan. Sejak itulah, menurut Citra, sampai hari ini Dandy tidak pernah pulang. Dalam pengaruh Tika, Dandy bahkan berpindah keyakinan. Ini yang membuat Citra dan suaminya semakin tidak menerima pilihan yang diambil Dandy. Sejak itulah ia tidak pernah ketemu Dandy. Kecuali beberapa lama setelah Dandy pergi dengan Tika, barang-barang dan perabotan di rumahnya nyaris
habis ”dicuri” Dandy dan Tika. Itu terjadi ketika ia dan suaminya pergi bekerja di pagi hingga sore hari. Saat Dandy dan Tika mengangkut barang-barang tersebut, para tetangga hanya berpikir bahwa apa yang dilakukan Dandy itu atas sepengetahuan Citra dan suaminya. Sebuah mobil milik mereka juga ternyata sudah digadaikan atau bahkan sudah dijual oleh Dandy, mereka tidak tahu sampai sekarang di mana mobil itu berada. Karena yang mereka tahu Dandy kini hanya memiliki sepeda motor. Itu pun sepeda motor yang mereka punya. Sungguh, kisah ini memilukan hati
7
tkh/net
Citra. Anak satu-satunya yang mereka kasihi kini tengah terbuai rayuan janda berduri. Duri yang menusuk hati dan jantung Citra. Dandy bahkan tidak lagi bisa dilihatnya. Mereka juga tidak tahu apakah Dandy dan Tika sudah menikah atau hanya tinggal serumah begitu saja. “Yang saya tahu mereka sudah memiliki seorang anak,” kata Citra dengan wajah yang tampak galau. Dari mulut ke mulut, Citra mendapatkan cerita bahwa Dandy dan Tika telah pergi ke Pualu Jawa. Mereka bekerja di sebuah rumah makan dan tinggal menumpang di rumah pemilik rumah makan itu. Dari cerita itu, Citra juga mendapatkan informasi bahwa Tika bermasalah dengan pemilik rumah makan, sampai-sampai mereka diusir dari rumah tersebut. Kelakuan Tika yang tidak memiliki sopan santunlah yang menjadi pemicunya. Sedih hati Citra memikirkan anak semata wayangnya kini hidup entah di mana. “Saya tidak pernah
keberatan Dandy menikah dengan janda, asalkan bukan Tika,” kata Citra yang terlihat benar keinginannya bertemu dengan cucunya. Citra memahami mungkin Dandy malu dan takut ingin pulang kepada mereka, setelah semua yang dialaminya. “Kata kawannya, Dandy mulai menyesal dengan kehidupan nya bersama Tika, namun ia malu untuk pulang,” ujarnya. Dandy sendiri seperti ingin menghilang dengan selalu berganti nomor HP. Kini Citra terus mencari dan menemukan tempat di mana Dandy dan cucunya itu berada. Citra ingin sekali mengambil cucunya itu meski ia harus kehilangan Dandy jika Dandy tidak mau pulang. “Kalau Dandy tidak mau pulang, setidaknya saya ingin membesarkan cucu saya,” katanya. Ia ingin cucunya itu tumbuh besar dalam lingkungan dan didikan yang baik, tidak dalam pengasuhan Tika yang menurutnya hidup de ngan kekacauan. Dalam upayanya menemukan Dandy, Citra kini menanti saat-saat indah bertemu dengan cucunya. -Naniek I. Taufan
Vonny Agustina Susanta
6
Edisi 849/ 18 -24 mei 2015
Women on Top
Mengajar dengan Hati Karena kecintaannya pada dunia anak, perempuan kelahiran Sura baya, 23 Agustus 1969 ini setiap minggu mengajar di sekolah minggu. Ini dilakukannya sejak SMA. Ia memendam keinginan, suatu saat nanti memiliki semacam tempat penitipan anak atau play group. “Saat itu belum seperti sekarang, banyak lembaga pendidikan anak usia dini,” ungkap Vonny Agustina Susanta, S.Pd., M.Ed., M.Pd.K, Development Coordinator Sekolah Tunas Daud.
M
eski keinginannya terse but mendapat dukun gan penuh dari suami, Edwardus Eddy Wijaya, S.Pd., Aud., namun tak lantas dapat direalisasi kan karena status Vonny saat itu adalah staf di salah satu perusahaan penerbangan asing. Orangtuanya, Abraham Agus Adi Susanto (alm.) dan Henny Lisanawati, juga tidak pernah memaksa Vonny untuk berkecimpung di dunia pendidikan. Namun, didikan orangtuanya yang selalu diingatnya, “apabila mengerjakan suatu pekerjaan, dikerjakan dengan kesungguhan
hati”. Itu pula yang kemudian mengeraskan niatnya untuk “nyemplung” di dunia pen didikan. Di pertengahan tahun 1998, Pdt. Dr. ArifinTedjasukmana, M.Th, pendeta di GBI Lembah Pujian Denpasar mengutarakan akan membuka sekolah. Vonny pun bergabung dengan Yayasan yang didirikan pendeta tersebut, dan yayasan inilah yang merupakan cikal bakal Sekolah Tunas Daud. “Saat itu, saya menjadi guru play group (kelompok bermain). Kemudian saat sekolah berkembang memiliki TK dan SD, saya menjadi Kepala Sekolah TK
kurang lebih selama 8 tahun, dan kemudian menjadi Development Coordinator di Sekolah Tunas Daud sampai saat ini,” tutur ibu tiga anak, Immanuel David Wijaya, Eunice Joy Wijaya, Nathan Enoch Terry Wijaya, ini. Sejak tahun 2011, lulusan Magister of Ed ucation, Southland Collage Sydney Australia ini memiliki tanggung jawab lain. Ia dipercaya menjadi Kepala PAUD Tunas Harapan (PAUD gratis) dan juga sebagai koordinator PAUD Tunas Harapan se-Bali, sampai saat ini. Bagi Vonny, menjadi seorang pendidik adalah sebuah kesempatan untuk dapat men transformasi kehidupan orang lain. Melihat perubahan yang baik dan keberhasilan anak didik menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Menurutnya, pendidikan di Indonesia masih memiliki banyak PR. Berbicara pendidikan, tentu saja tidak mungkin lepas dari faktor pendidik atau guru. “Guru itu ibaratnya front line soldier yang bertempur di garis depan. Kualitas guru juga masih harus ditingkatkan. Guru harus mengajar dengan hati, pintar saja tidak cukup. Karena saat ini nyatanya sekolah tidak hanya menyelesaikan masalah akademik saja namun sekolah juga harus menangani masalah-masalah lainnya yang berhubungan dengan pembentukan karakter siswa. Pen didikan sekarang masih memberikan ruang lebih besar kepada perkembangan kognitif
“Tolong Panggilkan Teman PMR” Palang Merah Remaja (PMR) merupakan wadah pembinaan dan pengemba ngan anggota remaja PMI. Kegiatan-kegiatan kemanusiaan di bidang kesehat an dan siaga bencana ini, menjadi program dari PMR di sekolah-sekolah. PMR sebagai salah satu ekskul sebagaian besar diikuti remaja putri. “Dulu sempat ada anggota laki-laki empat orang. Hanya sebulan saja ikut, setelah itu ke luar. Alasannya terbentur dengan jadwal ekskul lain,” ungkap Ketua PMR Sisma (SMAN 7) Denpasar, Luh Ayu Desy Cahyani Wulandari.
H
al ini juga diakui Made Yadnya, Pembina Eks kul PMR Sisma. “Saya tidak tahu kenapa, tapi di beberapa sekolah memang ang gotanya perempuan semua. Walau ada juga sekolah yang memiliki anggota PMR laki-laki, namun itu pun hanya beberapa orang. Perempuan lebih mendominasi,” ujarnya. Meski demikian, Ayu Desy tak mempermasalahkannya. Sejak ber gabung dalam ekskul PMR di SMP dulu, siswi kelas XI MIA2 ini mengaku lang sung “jatuh cinta”. Di PMR ia banyak belajar tentang penanganan/ pertolongan pertama, seperti menangani orang pingsan, sesak napas, atau luka ringan. Ayu Desy merasa asyik dengan “kebisaannya” tersebut, sehingga saat memasuki sekolah menengah atas ia pun memutuskan untuk melanjutkannya. Ada kebanggaan tersendiri menjadi anggota PMR. Secara tak langsung, mereka menjadi “sandaran”
teman-teman sekolah khususnya, dalam bidang kesehatan. “Misalnya ketika keluar rame-rame sama teman, mereka tidak khawatir jika ada teman yang muntah. Jugaan sudah ngajak PMR katanya,”ucap Ayu Desy mengutip komentar temannya. Hal senada juga disampaikan Pute ri Litha, anggota PMR lainnya. “Ibu percaya sama kamu. Kamu pasti bisa menanganinya.” Demikian suara ibunya dari seberang sana ketika Puteri Litha mengabarkan kepada sang ibu bahwa adiknya digigit anjing. Memang setelah
ikut PMR, ia mengaku menjadi bisa me nangani kecelakaan-kecelakaan ringan seperti itu. “Luka gigitannya sudah saya cuci dengan air sabun di air mengalir selama 15 menit. Setelah itu, saya langsung mengantarkan adik ke rumah sakit untuk mendapatkan vaksin ARV. Kalau dulu sebelum ikut PMR, saya pasti panik,” tutur Puteri Litha. “Di rumah saya banyak anak-anak kecil. Dulu, kalau ada anak yang jatuh, paling saya panggilin ibunya, bilang kalau anaknya jatuh. Tapi sekarang jika ada yang jatuh, saya langsung bisa
dibandingan ke afektif. Penghargaan bagi anak yang berprestasi di bidang akademik sangat jelas, namun sekolah kadang tidak tahu dan ke bingungan, mau memberikan penghargaan apa kepada anak yang berprestasi dalam kejujuran atau kesopansantunan,” paparnya. Guru sebaiknya membangun relasi den gan anak didiknya, tidak hanya mentransferkan ilmu pengetahuan. Guru memberikan ketela danan akan lebih berpengaruh dari pada pen gajarannya dan perkataannya. Contohnya, saat mengajarkan kepada anak tentang kedisplinan datang ke sekolah tepat waktu, maka guru juga mendisplinkan diri sendiri untuk selalu tepat waktu dan tidak terlambat, bahkan akan lebih baik lagi jika datang selalu lebih awal. TERAPKAN 4K-PARENTING Bagi putra-putrinya, pasutri ini menerap kan pola asuh 4K-parenting, yakni komitmen, konsisten, konsekuen, dan komunikasi. Pada saat anak-anaknya masih kecil, Vonny mengi sahkan, rumahnya dipenuhi dengan kertas dan poster. Poster yang dibuatnya bersama anak-anak tentang kesepakatan bersama yang mengacu kepada visi keluarga dan sesuai dengan 4K-parenting. Contohnya, ada tabel makan buah dan sayur di dapur. Ini adalah tabel yang dibuat agar anak-anak terbiasa makan sayur dan nolongin, membersihkan luka dan mengobatinya,” timpal Ida Ayu Candra, yang juga tergabung dalam PMR Sisma. Ekskul PMR di SMAN 7 Denpasar dilaksanakan tiap Selasa, dibina oleh PMI dan guru sekolah, Made Adnyana. Saat ini anggotanya ada 35 orang, yang keseluruhannya rema ja perempuan. Materi yang diajarkan beragam, mulai dari sejarah PMI dan PMR untuk remaja, pertolongan pertama seperti, kecelakaan di masyarakat, pendarahan, patah tulang; pertolongan keluarga, seperti demam, pingsan, luka, diare. “Materi yang diajarkan itu lang sung dipraktikkan dengan anggota PMR dulu. Ketika terjun di lapangan, hampir sama seperti itu,” ujarAyu Desy. Di sekolah, anggota PMR ini ber tugas menjadi tenaga kesehatan tiap upacara bendera tiap Senin pagi. Yang paling banyak mereka tan gani adalah orang pinsan, gang guan sesak napas, dan kejangkejang. “Untuk tindakan medis dasar, masih bisa kami tangani. Namun kalau lebih parah, kami rujuk ke puskesmas atau ke rumah sakit,” imbuhnya. Tak hanya di internal seko lah, PMR Sisma juga pernah melakukan bakti sosial ke SLBC Denpasar, yakni menyosialisasi kan kesehatan, seperti cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar. Cara-cara seder hana dan ringan yang sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Juga, donor darah
buah. Tabel ini disertai dengan reward/peng hargaan bila mereka berhasil mencapainya. “Tabel sederhana ini banyak pelajarannya ada konsistensi, konsekuensi, komitmen dan komunikasi juga,” jelasnya. Untuk membiasakan belajar, karena Vonny juga sibuk kuliah maka ia mengajak anak-anak belajar bersama. Anak-anak belajar pelajaran sekolah mereka, Vonny mengerjakan tugas kuliah. “Melihat saya hampir tiap malam di depan komputer mengerjakan tugas kuliah memotivasi anak-anak saya untuk belajar dan mereka melakukan dengan mandiri. Inilah yang mak sud keteladanan lebih berbicara daripada perkataan,” ucapnya. Belum lama ini, Eno, putra bungsunya sempat menjadi Junior Chef Indonesia, walau belum berhasil masuk Top 10. Vonny menegaskan kepada Eno bahwa itu bukan akhir dari segalanya, justru awal untuk memulai yang lebih baik lagi. Demikian pula dengan kakaknya, David, yang juga sempat mengikuti Lomba Kuliner di Auckland New Zealand dan mendapatkan predikat Merrit. Mereka dijarkan bahwa kesempatan selalu terbuka bagi setiap orang yang tidak takut menghadapi tantangan. Harapan Vonny pada anak-anaknya sederhana saja. Mereka menjadi diri mereka sendiri, menemukan destiny hidup mereka. Apa yang Tuhan sudah rancangkan dalam kehidupan mereka dan dengan talenta yang mereka miliki, mereka bisa membangun untuk kesejahteraan banyak orang. Untuk itu, sesibuk apapun Vonny dan suaminya, pasutri ini selalu meluangkan waktu bagi anak-anaknya. Entah itu makan bareng, jalan-jalan bareng bahkan kadang nonton bareng. Bagi penghobi masak dan fotografi ini, keluarga adalah prioritas utama. “Saya bekerja berkarier untuk keluarga, un tuk bermasyarakat/kehidupan sosial. Anakanak sangat mengerti tentang yang satu ini, karena mereka sering terlibat dan dilibatkan dalam kehidupan sosial saya. Seperti, anak kedua saya, bersama teman-temannya memberikan waktu hampir setiap Sabtu, untuk mengajar Bahasa Inggris di PAUD gratis dimana saya melakukan bakti sosial saya. Dia bekerja sebagai tenaga sukarela wan,” tandasnya. –Inten Indrawati
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Kebangkitan Identik dengan Kemajuan Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati tiap 20 Mei. Kebangkit an tak hanya dimaknai sebagai bangkitnya bangsa Indonesia dari masa penjajahan tetapi sudah menjiwai seluruh dimensi kehidupan masyarakat. Beragam cara dilakukan untuk memaknai kebangkitan, mulai dari dari sendiri hingga ke kelompok masyarakat.
“M
enurut saya kebangkitan nasional itu pengertian nya sangat luas. Kebangkitan meru pakan awal dari sebuah perubahan. Kebangkitan adalah usaha untuk bangun atau lepas dari sebuah ket erpurukan serta melepaskan diri dari keputusasaan. Kebangkitan yang dilakukan seseorang tidak hanya bersifat individu tetapi kebangkitan tersebut juga akan berpengaruh secara luas bahkan bisa bersifat na sional,” ungkap Ni Kadek Martina. Kebangkitan nasional, menurut guru SMK 3 Sukawati ini, merupakan
sebuah hal yang menjadi pembicar aan khalayak umum. Kebangkitan nasional diidentikkan kadang dengan rasa nasionalisme atau jiwa patrio tisme. “Kebangkitan nasional tidak hanya bersifat pembaruan di bidang pendidikan, pembangunan, pemer intahan, ekonomi serta pengentasan angka kemiskinan pada suatu negara. Kebangkitan nasional adalah awal mula dari kebangkitan pada diri in dividu itu sendiri. Artinya perubahan pada SDM yang perlu ditingkatkan. Karena kebangkitan nasional identik dengan kemajuan pada suatu negara. Jadi dengan peningkatan SDM yang lebih baik maka kebangkitan nasional
Ni Kadek Martina
itu dapat diwujudkan,” paparnya. Ia juga mengatakan kebangkitan nasional dapat dilakukan dengan ber bagai cara, seperti dengan melaku kan hal-hal yang positif terutama pada generasi muda. “Contohnya dalam bidang ekonomi kita akan mengh adapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), untuk mempersiapkan hal tersebut maka kita perlu mengasah kemampuan untuk melakukan inova si-inovasi baru dalam pengembangan dunia perekonomian yang meliputi ekonomi kreatif tentunya hal terse
tentunya harus menjadi pemikiran bersama dari berbagai pihak. Jika hal ini bisa terlaksana dan menghasilkan generasi-generasi penerus bangsa yang kreatif, inovatif, disiplin serta ulet maka bangsa ini akan menjadi maju, ” ujar lulusan S2 IHDN ini. Selain itu menurutnya, kebang kitan nasional merupakan sebuah langkah nyata untuk memberan tas penyakit masyarakat. Penyakit masyarakat yang akhir-akhir ini muncul kepermukaan, menimbulkan berbagai kekhawatiran terhadap meningkatnya angka korban dampak penyakit menu lar seksual (PMS) seperti HIV/AIDS. Serta peredaran narkoba yang makin marak dengan berbagai modus. Ter lebih lagi akhir-akhir ini yang sedang menjadi perbincangan adalah adanya praktek prostitusi on line. Jika hal ini dibiarkan maka akan dapat merusak para generasi muda yang merupakan penerus bangsa. “Jadi yang merupakan kebangkitan nasional adalah bagaima na kita bisa memberantas penyakit masyarakat yang sangat meresahkan dan tentunya sangat merugikan ber bagai pihak. Dengan melakukan hal-hal yang positif serta dapat berguna bagi orang banyak terutama berguna bagi bangsa dan negara. Jika hal ini dapat diwujudkan maka inilah yg dikatakan sebagai kebangkitan nasional yang sesungguhnya, “ tandas guru muda ini. –Sri Ardhini
S h a f a Ta s y a K a m i l a
Ekspresikan Cinta Indonesia Hari Kebangkitan Nasional tidak semeriah Hari Kemerdekaan atau Hari Kartini. Jarang ada acara-acara meriah untuk mem peringati hari penting ini. Kalaupun ada, biasanya dalam bentuk acara seremonial ataupun diskusi-diskusi, yang ‘gemanya’ kurang terasa hingga ke seluruh lapisan masyarakat. Shafa Tasya Kamila, artis muda yang juga aktivis lingkungan hidup, juga merasakan hal serupa. “Ya, mungkin karena itu sebagian orang su dah mulai melupakan Hari Kebangkitan Nasional. Mungkin, kalau kita tanya, kapan Hari Kebangkitan Nasional, belum tentu semua bisa jawab. Beda kalau kita tanya, kapan Hari Kemerdekaan atau kapan Hari Kartini, pasti semua bisa dengan cepat menjawabnya. Padahal kalau mau dikilas-balik, lahirnya kebangkitan nasional ini sangat penting bagi bangsa Indonesia. Menyatukan semangat nasionalisme orang Indonesia, menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Itu semua harus tetap kita pelihara dan adanya Harkitnas menjadi pengingat bagi kita semua,” ung kap pemeran film ‘Mall Klender’ itu.
Perubahan Mulai Diri Sendiri yang belum lama ini dilaksanakan di sekolah. Dalam ekskul PMR yang meru pakan binaan PMI ini, mereka juga dilatih PRS (Pendidikan Remaja Sebaya). Kegiatan ini digelar selama seminggu oleh PMI. Salah seorang anggota PMR Sisma yang ikut saat itu adalah Dita Prameswari. “Di sana kami diberikan banyak informasi tentang HIV/AIDS, dll. Kami membuat kelompok dan saling mempresentasikan materi yang sudah didapat. Secara otomatis juga kami bisa belajar berkomunikasi lisan. Tiap hari narasumber yang dihadirkan berbeda-beda,” kisahnya. Yang jelas, dalam ekskul PMR, para remaja putri ini mendapat tempat khusus di lingkungan sekolah dan ling kungan rumah. Ketika ada teman yang sakit di sekolah, guru cukup berkata: “Coba panggilkan teman PMR”. –Inten Indrawati
but harus di barengi dengan pening katan SDM serta pembaharuan dalam dunia pendidikan sehingga mampu melahirkan generasi yang memiliki skill serta mampu bersaing di dunia kerja. Jika hal tersebut dapat diwu judkan maka saya yakin kebangkitan nasional yang di dengung-dengungkan akan bisa terwujud sehingga bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang maju dan mampu bersaing di dunia internasional,” lanjutnya. Selain itu, kata Kadek kebangkitan nasional juga bisa diartikan dengan se makin banyaknya generasi muda yang mampu menciptakan lapangan peker jaan sendiri tanpa harus terus bergan tung pada orang lain. Dengan mampu menciptakan lapangan pekerjaan send iri maka akan mengurangi angka pen gangguran serta dapat meningkatkan kesejahtraan. “Hal ini tentunya harus dibarengi dengan peningkatan dunia pendidikan yang banyak membekali generasi muda pengetahuan bisnis atau kewirausahaan,” cetusnya Dengan berwirausaha kita akan memiliki pekerjaan sendiri tanpa harus bergantung dengan dengan orang lain dan terikat oleh waktu. Selain itu jika para generasi muda mau membuat sebuah terobosan baru atau inovasi-inovasi yang kreatif maka mereka bisa menjadi wirausaha yang sukses serta mampu menye diakan lapangan pekerjaan. “Hal ini
19
Menurut anggota DPRD Provinsi Bali Utami Dwi Suryadi, kebangkitan nasional dimaknai dengan bangkit yang mencakup seluruh aspek kehidupan baik dari sisi pendidikan, ekonomi, mental, sosial dan budaya. Kebangkitan ini, juga berlaku bagi perempuan dan laki-laki, tua, dan muda. “Mari kita renungkan, apa yang sudah kita lakukan untuk Indonesia. Jangan hanya menuntut kepada pemerin tah, tapi kita melihat diri sendiri, apakah kita sudah berbuat. Jika belum, mari kita memulainya dari sekarang,” ucap politisi dari Partai Demokrat ini. Ia menilai, saat ini permasalah an bangsa Indonesia makin kompleks. Begitu juga, masalah perempuan. Seperti kasus pros titusi yang lagi marak. Menurut nya, dengan kemajuan teknologi, kita bisa menjawab tantangan di zaman yang serba canggih, namun, bisa juga menyaring dari kemajuan teknologi tersebut.
Dampak buruk media sosial bisa kita minimalisir. “Tanggal 20 s.d. 21 Mei, kebetulan saya diundang ke Senayan dalam acara kongres perempuan. Saya berharap, ada banyak masukan dan resolusi yang bisa dihasilkan dari acara tersebut demi memperjuangkan kaum perempuan untuk bangkit lebih baik, yang bisa saya implementa sikan di daerah,” kata Utami. Ia menambahkan, doron gan untuk bangkit dibentuk dari rasa cinta. Ia mengajak, seluruh masyarakat untuk memandang keadaan Indonesia sebagai kesem patan untuk membagikan cinta kepada saudara yang memerlukan. “Tunjukkan kita peduli mulai seka rang,” ajak Utami. Sementara menurut Tjok Istri Agung Wahyu Thrisna atau yang biasa disapa Cok Na, bicara ke bangkitan nasioanl harus dimulai dari diri sendiri. Dengan bercermin pada sejarah kita bisa membuat keputusan yang lebih bijak sebab
kita belajar dari pendahulunya kita. Belajar dari sejarah Hari Kebangkitan Nasional, sebuah perubahan besar dimulai dari satu orang. Kebangkitan nasional dimulai dari inisiatif satu orang dr. Wahidin Sudirohusodo, yang merasa tergerak dari penderitaan bangsa. Ini menunjukkan, jangan menunggu orang lain bergerak lebih dahulu, mulailah dari diri kita sendiri. “Satu orang akan menentukan perubahan bangsa Indonesia,” kata Cok Na. Ia menilai, bangkit diartikan sebagai kalimat motivasi agar kita bisa bangun dari keterpurukan. “Kita harus punya visi yang jelas agar kita bisa bangkit ke arah yang lebih baik,” katanya. Bangkit diartikan sebagai afirmasi positif. Artinya, ketika terjadi tantangan dalam hidup, kita tetap bisa bangkit. Misalnya, keterpurukan dalam usaha, tapi kita tidak me nyerah, tetap survive bahkan bisa bangkit lagi.
Seratus tujuh tahun lalu, atau persisnya 20 Mei 1908, perkumpul an Budi Utomo didirikan di Jakarta oleh Sutomo dkk. Perkumpulan pemuda terpelajar ini menjadi cikal bakal bangkitnya kesadaran kesatuan kebangsaan, hal ini ditandai dengan bermunculannya berbagai organisasi yang bergerak demi kepentingan nasional. “Kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh melupakan itu,” ucap mantan artis cilik yang populer dengan lagu ‘Liburan Telah Tiba’. Saat ini, kata gadis kelahiran 22 Nov 1992 ini, media sosial sedang booming. Kita sangat dekat dengan medsos dalam aktivitas keseharian. Jadi, tak ada salahnya, kalau menyambut Hari Kebang kitan Nasional (Harkitnas) ini juga kita meriahkan lewat medsos. “Lewat medsos, orang biasanya komentar berbagai hal, membuat hal-hal kreatif, dan itu langsung menyebar dan dilihat semua orang. Lalu, kenapa itu tidak kita lakukan juga dalam menyambut Hari Kebangkitan Nasional ini. Misalnya saja, kita mem-posting harapanharapan kita tentang Indonesia atau hal-hal yang membuat kita mencintai Indonesia. Apapun itu, misalnya, kita mengangkat soal alamnya, budayanya, kulinernya, dll. Pokoknya, sesuatu yang mem buat kita bersyukur menjadi bangsa Indonesia,” kata Tasya yang rencananya pada Hari Kebangkitan Nasional akan mem-posting keragaman kuliner asli Indonesia. –Diana Runtu
Menurutnya, Indonesia me merlukan pemimpin yang punya visi yang jelas sehingga tidak tebang arah tiap lima tahun. “Pemerintah harus mampu men jadi motivator bagi rakyat,” katanya. Kebijakan pemerintah ke mana, apakah Indonesia akan
Utami Dwi Suryadi
menjadi bangsa konsumtif yang hanya menjadi pasar negara lain, atau Indonesia yang akan menciptakan pasar. Karena itu, Indonesia perlu pemimpin yang visioner, yang dapat membaca ke depan, yang mampu mem bawa Indonesia ke arah yang lebih baik. –Wirati Astiti
Tjok Istri Agung Wahyu Thrisna
20
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Ilniah Penambal Ban Mengerjakan pekerjaan laki laki bagi Ilniah (28) awalnya bisa jadi pekerjaan sulit. Apalagi yang dikerjakannya tak lazim dilakukan perempuan kebanyakan, menjadi tukang tambal ban. Tapi karena motivasi untuk mencari nafkah, dia mendobrak anggapan bahwa perempuan hanya bisa berpangku tangan menunggu nafkah dari suami.
D
i salah satu sudut Kota Mataram, NTB, tampak seorang perempuan tengah asyik mempersiapkan peralatan menambal ban. Ia terlihat cekatan memainkan berbagai peralatan tersebut sambil menyalakan api dalam wadah besi yang menjadi salah satu bagian penting dari peralatan tambal ban.
Sebuah motor tua berwarna merah, terparkir tegak di depannya. Pengendaranya tampak terengah-engah bercucuran keringat usai menggeret sepeda motor yang bannya pecah tersebut dalam jarak yang lumayan jauh. Si pengendara tidak bisa membayangkan betapa lelahnya ia jika saja tidak menemukan tukang tambal ban di situ.
Tak Ada Pilihan Ia mulai menikmati menjadi tukang tambal ban karena memang tidak ada pilihan. Sebelumnya, suaminya yang mengerjakan itu. Tapi karena sang suami sering keluar untuk kerja serabutan lainnya, Ilniah menggantikannya. Keinginan Ilniah “mengambil alih” pekerjaan yang biasa dilakukan suaminya ini, sesungguhnya tidak semata-mata karena ingin mendapatkan tambahan penghasilan, namun lebih dari itu. Ia kerap merasa tidak tega melihat pengendara yang membutuhkan bantuan tambal ban, sementara suaminya yang akan menambal ban itu kerap tidak ada di tempat karena mengambil pekerjaan lain. Mau tidak mau situasi ini membuat pengendara harus menunggu suaminya kembali, sementara ia memahami bahwa pengendara tersebut jelas membutuhkan kendaraannya untuk melanjutkan perjalanan. Ilniah kasihan pada pengendara sepeda motor khususnya, kalau harus menunggu suaminya, karena sebagian besar mereka pasti sudah letih menggeret sepeda motor sebelum tiba di tempat ini. Akhirnya karena melihat situasi itu, ia pun berusaha belajar melakukan hal sama yang dilakukan suaminya. Motivasi yang tinggi untuk belajar, membuatnya nekad bahkan menjadikan motor pengendara sebagai tempat mengasah kemampuannya. “Akhirnya saya mahir tambal ban. Bahkan lebih cepat dari suami saya,” tuturnya. Mengerjakan pekerjaan ini, di bawah terik matahari, apalagi harus melepas anak dari gendongan, menjadi perhatian banyak orang yang melintas. Tak jarang pengendara menghardiknya. “Kenapa ibu yang kerja, mana suaminya?,” pertanyaan yang hampir saban hari didengarnya, tidak hanya dari pasien tapi dari pengendara. Pengemudi mobil terkadang menurunkan kaca dan menanyakan hal sama. Tapi semua itu dijawabnya lugas, bahwa ia memang sedang serius mencari nafkah. “Bagi saya tidak ada masalah. Yang penting kerja halal. Uangnya halal. Seberapa pun saya dapat, saya selalu mensyukuri,” ungkapnya. Dengan tekadnya yang keras, Ilniah tentu tidak ingin nasibnya hanya sampai menjadi tukang tambal ban. Harapan besarnya, sebagaimana cita-cita suami, ingin membuat kios dan bengkel, untuk bisa menunjang kesejahteraan hidup mereka terutama anak-anaknya, menjadi lebih baik. Ilniah adalah satu dari banyak perempuan yang mau bekerja keras seperti ini. Bekerja bahkan merambah “wilayah” yang biasanya menjadi domain laki-laki. Mendapatkan rejeki yang halal dan berupaya keras memenuhi kebutuhan hidup, menjadi prinsip utamanya. Tidak ada rasa malu atau pun rendah diri dalam menjalankan pekerjaannya sebagai tukang tambal ban. -Haris M/Naniek I. Taufan
Ilniah sedang menambal ban
Dan perempuan penambal ban inilah, yang kemudian menjadi penyelamatnya hari itu sehingga ia bisa segera melanjutkan perjalanannya. Apalagi, kata Al Kindi, si pemilik sepeda motor tua yang berprofesi sebagai wartawan ini, hari itu harus segera turun untuk melakukan liputan. Membantu pengendara yang berada dalam kesulitan karena pecah ban, menjadi salah satu alasan, mengapa Ilniah, perempuan penambal ban ini, memilih pekerjaan sebagai penambal ban. Mengerjakan pekerjaan laki laki bagi Ilniah (28) awalnya bisa jadi pekerjaan sulit. Apalagi yang dikerjakannya tak lazim dilakukan perem-
puan kebanyakan, menjadi tukang press ban. Tapi karena motivasi untuk mencari nafkah, dia mendobrak anggapan bahwa perempuan hanya bisa berpangku tangan menunggu nafkah dari suami. Sejak tiga tahun lalu, Ilniah menjalani hari-hari menjadi tukang press ban di Jalan Catur Warga, Kota Mataram. Di sebuah sudut simpang jalan, gerobaknya parkir bersama kompresor. Sekitar dua meter dari gerobak, terdapat keranjang penampung botol bensin. Sejak subuh, Ilniah sudah ada di tempat tersebut, memulai aktivitasnya membantu suami mencari nafkah. Jam kerjanya
Nine tak menentu, dan tidak jarang ia harus pulang larut malam. “Saya biasanya keluar setelah sholat subuh, menyapu dulu di TK Khalifah, baru buka gerobak press ban,” kata Ilniah. Di sudut sempit pinggir jalan itu, dapur dan kehidupannya digantungkan. Bersama anaknya yang masih berusia dua tahun, ia harus rela duduk berjam-jam menunggu “pasien” yang ban motornya pecah. Selain mendapat penghasilan dari press ban, tambahan pundi dapurnya diperoleh dari jual bensin di tempat yang sama. Demi membantu ekonomi keluarga, Ilniah bekerja keras mempelajari pekerjaan menambal ban dari sang suami. Ilniah mengaku bekerja menjadi tukang tambal ban adalah pilihan, manakala tidak bisa berharap banyak dari gaji suaminya, Bambang hanya Rp 500.000 per bulan. Gaji ini didapat dari menjadi penjaga malam di sebuah Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) tidak jauh dari lokasi lapaknya. “Gaji ini cuma cukup untuk bayar kos. Kalau makan sehari-hari, dari tambal ban, kalau ada sisa buat nambah modal,” terangnya. Karena itulah, ia rela bekerja dari pagi bahkan hingga malam hari. Setiap hari penghasilannya tidak menentu. Jika ramai bisa sampai Rp 100.000. Bahkan paling kecil hanya mendapat Rp 30.000. Penghasilan ia dan suaminya inilah yang dipakai untuk biaya hidup sehari-hari. Termasuk membayar kos yang mencapai Rp 450.000 sebulan. -Haris M/Naniek I. Taufan
Inspirasi
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
5
Kadek Bintang Pradnya Suari
Dari Tari ke Lagu Lahir dari keluarga seniman membuat Kadek Bintang Pradnya Suari memiliki darah seni. Sejak kecil ia sudah terbiasa dengan aktivitas kesenian, khususnya tarian. Kini, dara kelahiran 8 Maret 2003 ini merambah dunia tarik suara.
S
Kadek Bintang Pradnya Suari
aat tabuh yang mengiringi tari Sekar Jepun mulai mengalun, Bintang dan beberapa saudaranya mulai menarikan tari maskot Kabupaten Badung. Apalagi mereka menari di depan Ny. Ratna Gde Agung, istri Bupati Badung. Gerakan penaripenari dari Sanggar Guntur M a d u , D e s a Pa n g s a n , Ke camatan Petang ini mampu menghibur undangan. Aplaus pun diberikan usai mereka menari. “Saya mau jadi seniman,” ujar siswa kelas 6 SDN 1 Pangsan ini ketika ditanya citacitanya. Ia pun menceritakan rutinitasnya berlatih menari.
Pulang sekolah ia istirahat lalu belajar menari di sanggar yang dikelola orangtuanya I Nyoman Putra Saptana-Ni Nyoman Rastini. Selain Bintang, sang kakak, I Gede Guntur Pradnyan Jaya juga memiliki bakat seni. Guntur yang bersekolah di SMKN 5 Denpasar menjadi anggota sekaligus pelatih tabuh di sanggar. Kini, Bintang mulai merambah ke dunia tarik suara. Ia memiliki grup bernama Trio Jeepers yang beranggotakan Bintang, Joti, dan Gita. Mereka sedang mempersiapkan album baru yang digarap Ary Kencana. –Ngurah Budi
Bintang duet bersama ibunya
TKW Buka Sekolah Rias di Hongkong Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ponorogo yang bekerja di luar negeri ternyata sudah berpikir jauh kedepan. Mereka berupaya membekali diri dengan berbagai ketrampilan sebagai bekal ketika pulang ke kampung halaman. Kemauan keras dengan berlatih, dua orang tenaga kerja wanita (TKW) asal bumi reog ini mendirikan sekolah rias. Hebatnya lagi, sekolah rias ini sudah meluluskan anak didiknya yang rata-rata juga TKW. Sekolah rias yang bernama Griya Paes Florista dan Lia ini digagas Florista asal Desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo dan Lia asal Kecamatan Ngrayun, Ponorogo. Setelah menyelenggarakan kursus tata tias pengantin, beberapa waktu lalu mewisuda dua puluh lima buruh migran di negara Hongkong yang menyelesaikan pendidikan dan ketrampilan tata rias. TKW yang diwisuda ratarata telah menjalankan aktivitas belajar mengajar selama tiga setengah bulan. Mata pelajaran yang diberikan meliputi tata rias pengantin solo, pengantin muslim, paes ageng, bridal dan
Florista dan Lia lain sebagainya. Sesuai namanya, Griya Paes Florista dan Lia, didirikan oleh Florista dan Lia, anak asuh Bunda Jeny, TKW Hongkong yang sudah lebih dulu berkarier dan kemudian pulang ke Indonesia. Setelah semua ketrampilan diberikan, Florista berharap agar anak didiknya bisa memanfaatkan ketrampilan ini
sebagai bekal setelah pulang kampung nantinya. Yakni bisa saja mereka membuka rias manten. “Harapan saya mereka bisa sukses di kampung halaman masing-masing dengan membuka usaha tata rias tanpa terkecuali,” harap Florista. Ia menjelaskan, wisuda ini adalah angkatan pertama yang dilakukan Griya Paes Florista dan Lia. TKW yang sudah tiga tahun menekuni tata rias ini juga berharap agar Griya Paes Florista dan Lia bisa diterima keberadaannya di tengah-tengah TKW sebagai tempat menimba ilmu. Pihaknya siap memberikan pelatihan bagi TKW yang belum memiliki kegiatan di hari libur. Nurjanah salah satu lulusan terbaik mengaku bangga bisa belajar rias di Griya Paes Florista dan Lia. “Alhamdulillah saya senang dan bangga bisa menjadi murid Griya Paes Florista dan Lia. saya berharap selepas pulang tidak menjadi TKI, tidak perlu bingung mencari pekerjaan di tanah air karena akan membuka tata rias,” pungkas TKW asal Pekalongan Jawa Tengah ini. -Dinar Putra
“Inspiring of Endek” Harian DenPost (Kelompok Media Bali Post) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Denpasar menggelar lomba fashion show endek bertajuk “Inspiring of Endek”. Lomba diadakan Sabtu (9/5) di panggung Gelar Teknologi SMK Kota Denpasar. Tiga juri dalam lomba ini adalah Eva Yunny, Gus Purwa, dan Frengky dengan tiga kategori peserta. Kategori A (usia 2-7 tahun), kategori B (8-12 tahun), dan kategori C (13-19 tahun). Ketua Panitia Acara Putra Sasmitha mengatakan acara ini bertujuan lebih mengenalkan endek di kalangan remaja. Endek kini bukan hanya sebagai busana adat tetapi bisa dimodifikasi untuk acara pesta maupun acara formal. Kriteria pemenang lomba ditentukan oleh penampilan dan keserasian make up, penampilan saat berjalan, dan desain endek. Lomba yang memperebutkan piala Hardiknas, piala Disdikpora, dan uang pembinaan ini juga diharapkan mendorong pengrajin endek terus melakukan inovasi dan kreasi. –kmb
Pagelaran 100 Kebaya Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Bali bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, menggagas Pagelaran 100 Kebaya yang dilaksanakan Sabtu (16/5) di Gedung Natya Mandala, ISI Denpasar. Menurut Ketua Panitia Dewa Gita, acara ini sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenal tren serta perkembangan kebaya. Selain itu, menjadi wadah bagi lembaga pemerintah di bidang industri dan ekonomi kreatif dan praktisi seni khususnya fashion dalam meningkatkan industri perekonomian Bali. Secara khusus, acara ini juga dihelat dalam rangka memperingati Hari Kartini. Selanjutnya melalui acara ini diharapkan Bali dapat menjadi daerah acuan tren kebaya yang berlandaskan kearifan lokal namun bercita rasa global. Acara diikuti seluruh desainer, pengusaha kebaya, dan pecinta kebaya yang ada di Bali. Pagelaran 100 Kebaya menunjukkan sebuah kekuatan yang besar, bukan menunjuk jumlah kebaya yang ditampilkan. Program ini sejalan dengan visi ISI Denpasar menjadi pusat unggulan (center of excellent) seni budaya berbasis kearifan lokal dan berwawasan universal. -ard
4
Inspirasi
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Suciatun
“Kecanduan” Buku
T
Suciatun dan Nursyda Syam
idak seperti anak lain yang mengisi masa remajanya dengan sekolah dan bermain dengan teman-teman, Suciatun justru pada usia belia harus terbang ke Saudi Arabia sebagai buruh migran. “Usia saya ketika itu masih 12 tahun. Saya dan kedua orangtua bekerja di sana sebagai buruh migran. Saya tidak bisa sekolah karena sekolah untuk anak Indonesia hanya sampai kelas 6 SD. Jika ingin lebih, harus memenuhi persyaratan, salah satunya adalah lahir di negeri itu. Tentu saja persyaratan itu tidak bisa dipenuhi. Maka akhirnya saya pun bekerja di perusahaan event organizer,” tambah ibu dua anak ini. Tapi, ucap Suciatun, dia termasuk orang yang beruntung dibanding tenaga kerja Indonesia lainnya. Pasalnya, majikan Suciatun yang juga mempekerjakan kedua orangtuanya, adalah orang yang baik. “Majikan kami adalah pengusaha sukses, mereka keluarga yang baik. Ayah saya bekerja sebagai petugas keamanan, sedang ibu, bekerja sebagai pengasuh anak sekaligus juru masak keluarga itu. Sedang saya, awalnya
hanya menjadi teman anak majikan, namun kemudian diberi pekerjaan di perusahaan event organizermilik majikan saya,” papar wanita kelahiran Desember 1980 ini. Beberapa tahun bekerja di Arab, Suciatun pun kembali ke Indonesia karena kedua orangtuanya pun kembali ke Tanah Air. “Saya menikah di usia muda, namun pernikahan kami tidak langgeng, akhir bercerai. Anak ikut saya,” ucapnya. Di sinilah babak baru kehidupan Suciatun yang penuh derita dimulai. Sebagai janda muda yang memiliki anak, tentu hal itu tidak mudah. Dia tidak memiliki skill tertentu, pendidikan pun tidak tamat SMP, apa yang harus dilakukan? Mencari pekerjaan di daerahnya, Lombok Utara, tidak mudah. “Ini sungguh menyulitkan. Sebenarnya saya sempat kembali menjadi buruh migran, namun hanya bertahan dua tahun, kemudian kembali ke Indonesia. Tapi di Indonesia saya tak tahu harus melakukan apa,” tutur Suciatun yang akrab disapa Ka Tuan Uci. Menjadi single parent dengan dua anak,sungguh berat. Ditambah lagi, pandangan negatif sebagian orang karena status sebagai janda, juga,
KERJA KERAS, KETEKUNAN DAN BERPIKIR POSITIF Tentu saja, kata Uci lagi, membaca buku saja tidak cukup untuk sebuah kesuksesan. Kerja keras, ketekunan dan selalu berpikir positif,
Jejak Kerajaan
21
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Sanggar
Suciatun tak pernah mengira kalau kehidupannya menjadi berubah total setelah dia rajin membaca buku. Berkat buku, mantan buruh migran yang dulu kehidupan ekonominya terseok-seok ini, kini menjadi salah satu pengusaha kuliner sukses di Lombok Utara. “Mungkin banyak orang tidak percaya. Tapi saya mengalaminya. Buku bukan hanya mengubah cara berpikir saya tentang kehidupan, tapi juga memberi inspirasi dalam membuka bisnis. Dan, alhamdulilah, dari manfaat yang saya dapat itu, saya juga berkesempatan membaginya kepada yang lain,” ungkap Suciatun yang kini menjadi Duta Baca ‘Klub Baca Perempuan’ di Lombok Utara.
masalah ekonomi yang menghimpit, memberi tekanan yang cukup berat pada Suciatun. Mereka yang tak kuat iman bisa jadi akan mengambil jalan pintas dengan melakukan hal-hal tidak benar. “Desakan ekonomi, sementara jalan untuk mendapatkan pekerjaan seolah tertutup, mereka yang tidak kuat iman mungkin berpikir mengambil jalan pintas, jual diri. Saya melihat banyak kasus seperti itu,” ucapnya. Tapi tentu saja, hal itu tidak dilakukan wanita ini. Bahkan terlintas dalam pikiran pun, tidak. Meski masalah ekonomi membelitnya dengan keras, ia tetap berusaha dengan cara halal dan sesuai kemampuan. “Saya tidak ingin membebani orang lain. Dengan modal seadanya, saya bekerja menjual gorengan, kue-kue. Meski hasilnya tentu tidak seberapa, tidak mengapa,” tuturnya. Di masa sulit itulah, Suciatun berkenalan dengan Nursyida Syam, pendiri Klub Baca Perempuan. Dari Ida---sapaan akrab Nursyda Syam--lah ia ‘berkenalan’ dengan buku. “Sebenarnya saya bukan orang yang suka membaca buku. Saya ini apalah, pendidikan pun tidak tinggi. Dulu, mana sempat membaca buku, karena harus bekerja. Tapi berkat bu Ida, saya jadi suka membaca. Dimulai dari buku-buku yang terkait dengan minat atau hobi saya,” tambahnya. Awalnya, lanjut Uci, ia membaca buku-buku resep untuk mengembangkan usahanya. Kemudian dia mengembangkan resep-resep tersebut menjadi makanan ciptaannya yang ternyata digemari orang. Dari hanya membaca buku-buku resep, dia pun merambah ke buku-buku lain, seperti buku bertema motivasi, bisnis, dll. Tak disangka, dia pun menjadi ‘kecanduan’ buku. Berbagai buku yang menjadi koleksi ‘Klub Baca Perempuan’, dilahapnya. “Tapi yang saya paling suka adalah buku-buku tentang bisnis, kisah-kisah sukses pengusaha, juga buku motivasi diri. Saya merasakan sungguh luar biasa. Sejak saya rajin membaca buku, cakrawala berpikir saya menjadi berbeda. Banyak inspirasi yang saya dapat, dan lebih dari itu, saya semakin termotivasi untuk mencapai kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Mandalika
bagi Uci itu adalah kuncinya. “Jangan pernah malu untuk bertanya jika tidak tahu. Jangan pula malu ketika kita melakukan usaha (kerja) yang halal. Sebagai perempuan, apalagi single parent seperti saya, jika ingin dihargai, kita harus memiliki keunggulan. Untuk bisa memiliki keunggulan, kita harus bekerja keras. Itulah yang saya lakukan. Ketika perempuan berhasil, tidak ada yang akan memandang rendah atau meremehkan kita,” tutur Uci yang juga menjadi tenaga pengajar di sekolah alam ‘Anak Negeri’. Pahit, getir kehidupan, lanjut Uci, telah dijalaninya. Yang paling terasa, tuturnya, saat diawal memulai usaha. “Saya melakukannya secara door to door. Tidak malu. Saya tawarkan dagangan saya, keluar masuk toko, bawa sample. Banyak pengalaman menyakitkan ketika itu, tapi saya tidak putus asa. Ibaratnya, meski ‘hujanbadai’ saya terjang demi mendapatkan kehidupan lebih baik. Saya percaya, jika kita bekerja keras, tekun dan jujur, pasti Tuhan akan mendengar permohonan kita. Dan terbukti, saya telah bekerja keras dan kini hasilnya saya nikmati,”
kata Uci yang juga melibatkan sejumlah mantan buruh migran untuk membantunya menjalankan perusahaannya, ‘Ninadaya’. Usaha yang awalnya hanya bermodal Rp500.000 kini telah berkembang pesat, dengan omzet puluhan juta per-bulannya. Tidak hanya untuk diri sendiri, Uci juga membagikan kemampuannya ini kepada para ibu agar bisa mandiri secara ekonomi. Untuk itu, lewat ‘Klub Baca Perempuan’, Uci memberi pelatihan-pelatihan memasak, juga mengajarkan bagaimana cara memulai berbisnis makanan. Tapi yang pertama sebelum memulai semua, kata Uci, dirinya mengajak para ibu untuk gemar membaca. “Saya memulainya dari membaca. Maka itu juga saya tularkan kepada para ibu. Mengajak para ibu membaca terasa menjadi lebih mudah, karena saya adalah ‘contoh hidup’. Saya ungkapkan kepada mereka pengalaman hidup saya, betapa buku telah mengubah hidup saya, bagaimana buku menginspirasi saya dalam berusaha, dll. Setelah itu saya mulai membagikan pengetahuan memasak saya. Saya bersyukur, pengalaman hidup saya banyak menginspirasi para ibu sehingga mereka menjadi giat membaca. Kini banyak dari mereka yang sudah berbisnis, mereka bisa mandiri secara ekonomi,” kata Uci senang. -Diana Runtu
Kecamatan Sanggar adalah salah satu dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Bima, yakni Kecamatan Monta, Bolo, Woha, Belo, Sape, Wera, Donggo, Sanggar, Ambalawi, Langgudu, Lambu, Madapangga, Tambora, Soromandi, Parado, Lambitu dan Palibelo. Berada di lereng Gunung Tambora, Kecamatan Sanggar memiliki enam desa, yaitu Desa Taloko, Desa Sandue, Desa Kore, Desa Boro, Desa Piong dan Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar memiliki luas 720 kilometer persegi dengan 13.741 penduduk (2015).
M
enuju Sanggar, dengan perjalanan darat bisa ditempuh selama lebih kurang tiga jam dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Meski dulu memiliki nama besar, sebagai sebuah kerajaan, posisi Sanggar rupanya tidak mudah bisa ditemukan dalam peta tanah air. Berada di bagian barat sebelah utara dari Kabupaten Bima, Sanggar kalah terkenal seperti Pekat dan Tambora yang melegenda akibat terkubur saat letusan Gunung Tambora. Namun, jangan salah, di sinilah sejarah peradaban yang hampir saja punah akibat letusan Gunung Tambora, sisa-sisanya masih bisa ditemukan. Mendengar kata Sanggar, apalagi diucapkan oleh para ahli geologi maupun arkeologi, tentu ingatan kita akan kembali ke tahun 1815, dimana Gunung Tambora meletus
dengan begitu dahsyatnya. Sanggar– di masa itu, sebelum Gunung Tambora meletus--adalah sebuah wilayah penting dalam peta Pemerintahan Kolonial Belanda, karena merupakan satu dari enam kerajaan penting yang ada di pulau Sumbawa, yaitu Kerajaan Bima, Kerajaan Sumbawa, Kerajaan Dompu, Kerajaan Sanggar, Kerajaan Pekat dan Kerajaan Tambora. Namun, dua ratus tahun yang lalu, akibat letusan itu, Kerajaan Sanggar luluh lantak nyaris terkubur oleh material yang ditumpahkan Gunung Tambora. Seperti halnya Kerajaan Tambora dan Kerajaan Pekat. Lokasinya berada sangat dekat dengan Gunung Tambora, namun Kerajaan Sanggar luput dari kuburan material yang luar biasa banyaknya yang disemburkan gunung dengan ketinggian 4.300 mdpl., itu. Meski luput, jangan membayangkan bahwa Kerajaan
Sanggar selamat begitu saja, melainkan porak poranda dan hancur lebur. “Melihat Sanggar hari ini, secara kasat mata, kerajaan Sanggar memang tidak terkubur seluruhnya seperti halnya Kerajaan Pekat dan Kerajaan Tambora. Tetapi akibat letusan itu, Sanggar porak poranda dan rusak parah sehingga membuat masyarakat mengungsi keluar Sanggar selama beberapa waktu. Namun pengungsian ini tidak terlalu lama, sehingga Sanggar kembali memiliki penduduk sekitar 35 tahun kemudian setelah Gunung Tambora meletus,” ungkap As’ad, pemerhati budaya Sanggar yang menelusuri sedikit demi sedikit kebudayaan dan peradaban Sanggar dari sisa-sisa peninggalannya di wilayah ini. “Kebesaran” Kerajaan Sanggar tempo dulu, kini dapat dilihat dari berbagai situs dan penemuan bendabenda bersejarah peninggalan salah satu kerajaan di pulau Sumbawa ini. Dan jejak-jejak peradaban tersebut, kini masih bisa dilihat di Kecamatan Sanggar. Inilah yang membuat Sanggar, menjadi salah satu wilayah penting yang menjadi bagian dari lingkar Tambora, yang menarik untuk ditelusuri. Banyaknya penduduk Sanggar yang mati dan terjadinya eksodus besar-besaran dari Sanggar akibat letusan itu, membuat wilayah ini sempat kosong cukup lama. Itulah sebabnya, jejak peradaban yang ada di sini, bahkan hampir putus dengan generasinya. Menurut As’ad yang kini mengajak para pemuda Sanggar untuk peduli pada kebudayaan Sanggar pas-
caledakan Gunung Tambora, banyak penduduk Sanggar yang mati dan nyaris seluruh penduduknya mengungsi keluar dari Kerajaan Sanggar. Sanggar seketika senyap. Tiada kehidupan di sana. Tiada pula detak jantung kota pentingnya seperti Kore, Boro dan lainnya. Bahkan hiruk-pikuk Pelabuhan Sanggar yang sebelumnya ramai menjadi pelabuhan persinggahan lalu lintas perdagangan di pulau Sumbawa, menjadi sunyi. Kerajaan Sanggar yang porak-poranda, menjadi “kota mati”. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi setelah itu, kecuali akhirnya laporan-laporan para ahli yang kemudian sedikit demi sedikit mengungkap peradaban masa lalu di Sanggar, meskipun berbentuk artefak dan tulang-tulang manusia
yang terkubur material letusan gunung yang berdiri bak pasak bagi pulau Sumbawa itu. Tidak gampang memang untuk mengungkapkan hal ini. Mengingat masyarakat Sanggar yang ada saat ini seperti telah terpenggal dari sejarah dan akar budaya mereka akibat kehidupan di Sanggar sempat kosong. Hingga akhirnya, pada tahun 2004, vulkanolog dari Universitas Rhode Island, Amerika Serikat, Haraldur Sirgurdsson dan para ahli lainnya, mulai mengungkap jejak peradaban tersebut, –meski masih sangat sedikit mengingat wilayah yang terdampak sangat luas-- setelah para ahli melakukan penelitian dan penggalian di beberapa lokasi di Sanggar untuk menemukan bukti peradaban Sanggar yang terkubur di balik tanah. -Naniek I. Taufan
Sisa-sisa benteng pertahanan laut Kerajaan Sanggar
tkh/ist
Wisata Sejarah, Budaya, dan Alam di Sanggar
As’ad (dua dari kanan) pemerhati budaya Sanggar yang mengajak anak muda Sanggar untuk menelusuri peradaban Sanggar
Suciatun
Kompleks makam kuno di Sanggar
“Banyak bukti sejarah yang masih bisa dilihat dan ditelusuri tentang kerajaan Sanggar,” kata Umar BA., Camat Sanggar. Satu dari
banyak bukti yang menggambarkan kejayaan Kerajaan Sanggar tempo dulu, ada di bagian utara Sanggar, di wilayah Boro. Terdapat sebuah
benteng pertahanan laut yang dikenal masyarakat Sanggar bernama Benteng La Mata Gara, yang berada persis di depan Pelabuhan Boro (Sanggar). Benteng ini berada di ketinggian di perbukitan paling utara wilayah Sanggar berbatasan langsung dengan Teluk Sanggar (dalam peta berada di bagian barat sebelah utara Bima). Dari atas perbukitan yang menyimpan sisa-sisa benteng pertahanan laut Kerajaan Sanggar ini dapat terlihat dengan jelas dan leluasa Pelabuhan Boro (Sanggar). Benteng berbentuk “U” ini dulu berfungsi sebagai lokasi pertahanan sekaligus tempat pengintai ketika kapal-kapal perang berlabuh di pelabuhan tersebut. Ada dua meriam dulunya di lokasi ini, namun sekarang meriam tersebut sudah tidak tampak lagi. Hanya menyisakan dua buah lubang berukuran
40cm x 40cm dan 30cm x 30cm. “Dua lubang tersebut dulu merupakan tempat untuk meletakkan meriam yang mengarah ke barat tepatnya di Pelabuhan Boro, di mana kapal-kapal perang kerap berlabuh di sana,” katanya. Selain benteng ini, berbagai peninggalan bersejarah lain yang ada di Sanggar dan masih bisa dilihat, seperti makam-makam kuno, sisa benteng istana dan lainnya, memperlihatkan bahwa Sanggar memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Bima, khususnya wisata sejarah dan budaya. Tidak hanya itu, keindahan alam Sanggar juga menjadi objek wisata yang menarik. Apalagi, kini Sanggar telah berbenah, anak-anak mudanya memberikan perhatian terhadap kekayaan budaya dan alamnya tersebut.
Beberapa lokasi wisata sejarah dan budaya serta alam di Sanggar yang dapat dikunjungi dengan lengkap selama sekitar enam jam. Mulai dari objek wisata berupa situs-situs, seperti kompleks makam Raja Sanggar dan keluarga, makam kuno, benteng istana (benteng darat) dan benteng pertahanan laut, Wadu Kopa, Wadu Nocu dan Punti Moro. Sedangkan berbagai objek wisata alam juga cukup banyak yang bisa dikunjungi, seperti Tampuro, mata air Kanci Do, Pantai Pasir Putih Kaniki, Goa La Hami, Goa Kelelawar, Goa Uba Rasi, Goa Labu Bili, lokasi pelepasan ternak dan tiga air terjun Oi Marai. Kecamatan Sanggar, hari ini merupakan pelengkap sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari Gunung Tambora. -Naniek I. Taufan
22
Sosialita
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Edisi 848/ 18 - 24 mei 2015
Cantik,Sehat, & Bugar ala BBC
Jakarta Fashion and Food Festival
Pesta Kuliner dan Fashion Show tiap Hari
Jakarta meriah lagi. Mal-mal mulai berdandan untuk menyambut HUT Jakarta yang ke-488. Meski memang HUT Jakarta baru akan jatuh pada 22 Juni mendatang, namun serangkaian acara menyambut HUT sudah mulai digelar. Setidaknya ‘geliat’ menyambut HUT sudah terasa di kawasan Kelapa Gading Mal yang sejak 13 Mei – 7 Juni menggelar Jakarta Fashion and Food Festival.
K
ebetulan juga acara ini digelar menjelang long weekend, sehingga bisa dibayangkan betapa ramai dan sesaknya mal yang berada di kawasan Jakarta Utara itu. Khususnya, di areal kuliner. Kuliner memang menjadi salah satu daya tarik dari JFFF yang telah 12 kali digelar ini. Di acara ini para pemburu kuliner akan dipuaskan dengan beragam makanan, baik yang kerap ditemui hingga yang jarang dijumpai. Berbagai makanan nusantara hingga makanan kreatif ikut meramaikan acara yang telah 12 kali digelar ini. Dan tak ketinggalan, di acara ini kita juga bisa menyaksikan keunikan ‘Kampoeng Tempo Doeloe’. Untuk tahun ini, Kampoeng Tempo Doeloe didekorasi seperti ‘Pelabuhan Sunda Kelapa’ lengkap dengan menu-menu yang menjadi ikon kuliner nusantara. Dihadirkan-
nya tema ‘Pelabuhan Sunda Kelapa’ sekaligus untuk mengingatkan bahwa Jakarta memiliki sebuah ikon yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan masih terpelihara hingga kini, yakni Pelabuhan Sunda Kelapa yang dimasa lalu merupakan pusat perdagangan di Asia. Jumlah peserta event yang dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Kamis (14/5) ini, lebih banyak dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu sekitar 100 gerai makanan dengan 175 jenis makanan, maka tahun 2015 ini, jumlah stan mencapai 117 dengan 200 jenis makanan. Selain pesta makanan, para penggemar fashion juga dapat menikmati acara fashion show yang digelar setiap harinya. Sejumlah desainer top ikut meramaikan acara seperti Adjie Notonegoro, Marga Alam, Tuty Cholid, Oscar Lawalata,
Jln. Dewi Sri No. 9 A-D Kuta, Abian Base-Kuta Bali Phone : 0361-763 940, 763 837, Mobile : 081 3310 83080 balibeautyclinic@gmail.com/ www.balibeautyclinic.com
Didi Budiardjo, dll, yang semuanya menampilkan rancangan-rancangan terbarunya. Selain desainer senior, para desainer independen pun diberi kesempatan untuk memamerkan karyanya. Akan banyak acara menarik yang bakal digelar hampir sebulan lamanya, di antaranya adalah, show `Kain Negeri` oleh IPMI, Cita Tenun Indonesia, Yayasan Batik Indonesia juga Dekranasda. Tak ketinggalan, koleksi ready to wear yang digelar di area fashion village yang terletak di lantai dasar Mal Kelapa Gading. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat berharap, acara semacam ini terus dikem-
bangkan sehingga suatu saat Jakarta bisa menjadi rujukan pusat mode di Asia. “Yang ditampilkan di sini adalah karya-karya terbaik. Jika hal ini bisa terus dipertahankan, tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi rujukan pusat mode juga kuliner di Asia karena kita memiliki kekayaan yang luar biasa,” ungkap Djarot seraya berharap yang datang ke acara JFFF bukan hanya masyarakat Jakarta tapi juga dari daerah lain dan dari luar negeri. Selain fashion dan kuliner, tambah Djarot lagi, JFFF juga menggelar acara meriah lainnya yakni, ‘ Gading Nite Carnival’ yang dikembangkan seperti Jember Fashion Festival. –Diana Runtu
Midnight Shopping di 16 Pusat Belanja JFFF merupakan event penanda dimulainya rangkaian acara HUT Jakarta ke-488. Dimulai pada pertengahan Mei hingga minggu pertama Juli 2015, berbagai acara akan digelar seperti event-event budaya, kuliner hingga pesta diskon yang diikuti oleh semua mal yang ada di Jakarta. Di akhir Mei ini, atau persisnya 29 Mei hingga 5 Juli, Jakarta Fair digelar di Kemayoran, Jakarta Pusat. Bukan hanya Jakarta Fair, namun untuk masyarakat juga disediakan acara yang tak kalah meriahnya yakni Pesta Rakyat yang bakal digelar di Parkir Timur Senayan pada 30 Mei-5 Juni. Berbagai acara akan digelar di acara Pesta Rakyat ini, mulai dari hiburan yang menampilkan artis-artis Ibukota, juga bazar kuliner, pentas budaya, dll. Nah, acara yang paling ditunggu-tunggu para penggila belanja adalah Jakarta Great Sale yang tahun ini akan digelar pada 6 Juni hingga 12 Juli mendatang. Sekitar 78 mal dan 10 pasar tradisional yang ada di Jakarta bakal ikut berpartisipasi. Seperti tahun sebelumnya, Jakarta Great Sale akan mampu menyedot banyak pengunjung
karena diskon belanja yang diberikan tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai 70%. Pesona FJGS memang terus meningkat tiap tahunnya, bukan hanya karena diskon yang diberikan cukup besar tapi barang-barang yang didiskon termasuk produk merek kenamaan. JGS sendiri telah digelar sejak 1982, namun kala itu namanya adalah Festival Pertokoan. Kemudian tahun 90-an berganti nama menjadi Pesta Diskon. Event ini terus berkembang, Pemda DKI Jakarta kemudian menggandeng APRINDO (Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia) dan nama pun berganti menjadi Festival Jakarta Great Sale. “Jakarta Great Sale bukan hanya menggelar diskon dan promo-promo menarik tapi barang-barang ditampilkan pun yang up to date,” ungkap Ellen Hidayat, Ketua Pelaksana FJGS 2015. Selain itu, kata Ellen, tahun ini JGS juga dimeriahkan oleh 10 pasar tradisional yang memberi diskon sembako. “Jangan lewatkan, karena FJGS juga akan dimeriahkan dengan acara midnight shopping yang digelar serentak di 16 pusat belanja dari 19-20 Juni dan 26-27 Juni,” ucapnya. –Diana Runtu
3
D
itunjang tim dokter yang berpengalaman dan berkualitas, peralatan treatment dengan teknologi terbaru (FDA approved), serta produk perawatan yang sudah lulus uji BPOM sehingga sangat aman dan berkualitas, pasien
akan dimanjakan dengan pelayanan dan suasana yang homey, serasa di rumah sendiri. “Visi misi kami, menjadi Aesthetic Clinic terbaik dan terlengkap di Bali khususnya, dengan mengedepankan kualitas dan pelayanan, serta meningkatkan kualitas hidup dan kepercayaan diri ke tahap
Tampil cantik, sehat dan bugar, tentu menjadi impian tiap orang. Untuk menyempurnakan penampilan Anda hanya ada satu tempat yang tepat, BALI BEAUTY CLINIC Aesthetic, Dental, and Spa. Kenapa? Karena di klinik yang berlokasi di Jln. Dewi Sri No. 9 A-D Kuta, dengan konsep “One Stop Aesthetic Clinic” ini, siap melayani perawatan estetika untuk kulit wajah, tubuh, dan rambut, perawatan gigi, serta dilengkapi wellness spa untuk kecantikan dan kebugaran.
yang lebih tinggi,” ujar Marketing & Public Relations Manager Bali Beauty Clinic (BBC), Dharma Susatya. Di klinik yang berdiri megah bergaya kolonial, namun dengan suasana rumahan ini, terdiri atas dua lantai. Di lantai pertama terdapat pelayanan Dental Aesthetic yang ditangani drg. AAA Agung Pratita. Dentist cantik ini siap melayani pasien mulai dari masalah kesehatan gusi, gigi, dan mulut sampai tindakan estetika pada gigi. Seperti, SCALLING-perawatan dengan cara membersihkan plak dan karang gigi, yang juga dapat menyehatkan gusi. Ada juga BLEACHING, cara yang cepat dan sangat efektif untuk mendapatkan warna gigi yang lebih putih dan dibantu dengan sinar laser. Pilihan lainnya, TOPICAL FLUOR. Perawatan ini berupa pengolesan langsung ion fluor pada lapisan paling luar dari mahkota gigi atau email. Tujuan dari fluor ini yakni untuk melindungi gigi dari karies atau lubang gigi. Untuk urusan tambal-menambal gigi, BBC memiliki pelayanan yang ia sebut TAMBALAN ESTETIK. Bahan yang digunakan untuk tambalan estetik mempunyai warna yang sama dengan gigi asli. Ada juga pelayanan VENEER yang saat ini sedang tren. Veneer adalah lapisan tipis pengganti lapisan email gigi. Lapisan ini dilekatkan pada permukaan mahkota gigi yang menghadap ke luar, sehingga dapat menutupi kelainan bentuk gigi, kerusakan gigi, serta warna yang tidak merata pada gigi. Veneer juga dapat memperbaiki dan meratakan
Beragam Pilihan Perawatan
Untuk pasien yang membutuhkan layanan perawatan dan pengobatan jerawat dan bekas jerawat, hiperpigmentasi, jaringan parut, bekas luka, peremajaan dan pencerahan kulit, dan lain-lain, akan diarahkan ke lantai dua (Dermatology Kosmetik) yang ditangani dr. AAA Laksmi Dewi Budiani, Sp. KK. Di sini, pasien bisa memilih beberapa perawatan sesuai kebutuhan, di antaranya ULTHERAPHYtindakan peremajaan wajah dan leher yang menggunakan gelombang ultrasound untuk mengencangkan dan mengangkat kulit serta jaringan yang kendur tanpa operasi. Tanpa rasa sakit dan pengerjaan yang singkat, tidak memerlukan waktu pemulihan. NON-ABLATIVE RADIO FREQUENCY-metode pengencangan kulit dengan menggunakan radio frekuensi yang aman dan cepat. Tindakan ini bermanfaat untuk mengurangi lemak (misalnya pada perut, lengan, dan paha), mengencangkan wajah, payudara dan bokong, mengurangi selulit, dan strech mark. “Pada luka pascaoperasi, radio frekuensi juga bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka, mengurangi nyeri, dan hematoma,” jelas dr. Amy-sapaan akrabnya. FRACTIONAL RADIO FREQUENCY-perawatan radiofrekuensi yang telah dikombinasikan dengan teknologi fractional sehingga energi radiofrekuensi yang dihantarkan lebih merata. Manfaat dari perawatan ini, pengencangan kulit dengan mengaktifkan produksi kolagen, memperbaiki scar atau bekas jerawat dan mengurangi kerutan halus.
posisi gigi. Bahan yang digunakan adalah porselen atau keramik karena kedua bahan ini memiliki warna dan tekstur yang menyerupai gigi asli. Perawatan selanjutnya, CROWN & BRIDGE. Jacket crown adalah tindakan pembungkusan gigi yang telah rusak karena proses karies atau gigi berlubang. Ada juga perawatan ENDODONTIK, yang merupakan perawatan saraf dan saluran akar gigi untuk mempertahankan gigi yang mengalami kerusakan ruang saraf gigi akibat gigi berlubang besar, gigi patah, dan bagian permukaan kunyah gigi yang aus, sehingga mencapai ruang saraf gigi. “Dengan demikian gigi dapat dipertahankan, bebas infeksi, dapat melakukan pengunyahan secara normal, dan mengembalikan estetik gigi,” jelas drg. Pratita.
CHEMICAL PEELING-perawatan kulit rutin menggunakan cairan khusus pada wajah yang berfungsi untuk mengangkat atau pengelupasan bagian kulit terluar. Kegunaan perawatan ini adalah mencerahkan kulit wajah, mengangkat sel kulit mati, mengurangi tampilan flek, mengurangi kerutan halus, melembabkan dan mengencangkan kulit wajah. Untuk jenis peeling tertentu dapat mengontrol produksi minyak sebum wajah dan mengurangi jerawat. MIKRODERMABRASI by OXYGENEO-Kegunaan perawatan ini merangsang pertumbuhan sel kulit baru, menjadikan kulit lebih halus dan tidak kusam, mengurangi tampilan flek di wajah, mengurangi minyak sebum, komedo dan jerawat, mengurangi tampilan kerutan halus, scar atau bekas jerawat. BOTOX INJECTION-Manfaat dari perawatan ini untuk menghilangkan kerutan-kerutan pada wajah, meniruskan bentuk rahang, dan mengurangi produksi kelenjar keringat berlebih. FILLER-prosedur penyuntikan yang bertujuan untuk mengisi lapisan kulit dengan bahan tertentu untuk mengisi volume kulit yang berkurang. LASER- Laser akan mengangkat jaringan kulit yang tidak diinginkan seperti flek/noda hitam, kerutan, tattoo dan menghambat pertumbuhan rambut, tanpa harus merusak jaringan kulit lainnya. Hasilnya, kulit lebih halus, kerutan hilang, lebih kencang dan cerah. WHITENING INJECTION-merupakan perawatan kulit menyeluruh dengan menyuntikkan vitamin C dan antioksian,
Ia juga memaparkan tentang DENTAL IMPLANT yang merupakan salah satu perawatan dalam bedah mulut yang berfungsi menggantikan gigi yang hilang. Gigi tiruan ini diletakkan ke dalam tulang rahang atas atau bawah melalui proses pembedahan; ORTHODONTIC-metode terbaik untuk mendapatkan susunan gigi yang rapi dan ideal, serta fungsi gigi yang baik. Dengan demikian akan diperoleh bentuk wajah yang proporsional; INVISALIGN-teknik terbaru untuk merapikan gigi tanpa harus memakai kawat. Bentuknya yang transparan karena terbuat dari plastik akan tetap menjaga keutuhan senyum kita. Invisalign pun bisa dilepas sewaktu-waktu dengan mudah. “Jadi, jika ingin gigi Anda sehat dan cantik,” datang saja ke BBC,” ucap drg. Pratita. –ten
yang akan menangkal efek buruk radikal bebas, sehingga kulit akan terlihat lebih cerah dan stamina terjaga. CAUTER-perawatan menggunakan energi listrik yang akan menghilangkan kelainan-kelainan kulit yang tidak diinginkan seperti milia, skintag dan keratosis. PLATELET RICH PLASMA (PRP)- dapat memperbaiki kerutan halus pada wajah, meregenerasi sel kulit, memperbaiki bekas luka atau scar bekas jerawat, merangsang pertumbuhan folikel rambut dan mengurangi lingkar hitam di sekitar mata. “Dan, ada HOME SKIN CARE PRODUCT. Segala produk perawatan kulit dan rambut di klinik kami, disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan kulit Anda berdasarkan konsultasi dan pemeriksaan dokter,” tegas Dermato Venereologist BBC, dr. Amy. Tersedia pula beberapa jenis facial: acne facial, brightening facial, anti aging facial, serta premium facial: phyto stem cells facial dan hyaluron hydrating facial. Sementara untuk WELLNESS & BEAUTY SPA, ditawarkan beberapa pilihan: aromatherapy massage, hot stone massage, body scrub, ratus spa, Balinese massage, anti cellulite massage, reflexology, manicure & pedicure, dan ear dandle. “Jadi, jika Anda ingin one stop aesthetic treatment, cukup datang ke satu tempat, BBC,” pungkas Dharma Susatya. –ten
2
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Ekspresso
GORO-GORO
DAri daPUr Redaksi
Bangkit
jangan
untuk
Mandiri 20 Mei 1908, perkumpulan Budi Utomo didirikan di Jakarta oleh Sutomo dkk. Perkumpulan pemuda terpelajar ini menjadi cikal bakal bangkitnya kesadaran kesatuan kebangsaan. Sejak itu, bermunculanlah berbagai organisasi yang bergerak demi kepentingan nasional. Tanggal 20 Mei pun dicanangkan sebagai Hari Kebangkitan Seiring perjalanan waktu, bangsa Indonesia bangkit dan menjadi bangsa yang disegani bahkan sempat mendapat julukan “Macan Asia”. Tetapi, perjalanan roda mengalami perputaran. Kadang di atas, kadang di bawah. Indonesia pun mengalami keterpurukan mulai tahun 1997 akibat krisis multidimensi. Krisis tak hanya menimpa Indonesia tetapi banyak negara lain. Berkaca dari pengalaman itu, Indonesia menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional untuk benar-benar bangkit. Usaha yang melibatkan seluruh komponen
bangsa menjadikan Indonesia bangkit. Kini seiring perkembangan zaman, tak hanya semangat kebangkitan saja yang diperlukan. Perlu ada aksi nyata untuk menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sudah bangkit. Semangat kebangkitan mulai dari diri sendiri hingga ke kelompok yang lebih luas, dalam hal ini masyarakat. Kebangkitan merupakan awal dari sebuah perubahan. Kebangkitan adalah usaha untuk bangun atau lepas dari sebuah keterpurukan serta melepaskan diri dari keputusasaan. Kebangkitan yang dilakukan seseorang tidak hanya bersifat individu tetapi kebangkitan tersebut juga akan berpengaruh secara luas bahkan bisa bersifat nasional. Kebangkitan nasional bisa dilihat dari berbagai sudut. Ada generasi muda yang memandang kebangkitan nasional adalah momen ketika generasi muda bisa mandiri tanpa bergantung kepada orangtua. Untuk bisa mandiri tentu perlu proses kreatif agar bisa menghasilkan sesuatu yang
Mama Lemon Saya selalu tertawa, jika ingat tentang kejadian ini. Terutama saat sedang di dapur. Ko Andrew adalah tunangan saya. Kira-kira satu minggu yang lalu Ko Andrew baru saja keluar dari rumah sakit dengan status calon DB (demam berdarah). Setelah kondisi kesehatannya membaik, dan setelah cuti selama satu minggu dari kantor, bosnya meminta ia untuk datang rapat bersama pak bos dan klien kantornya di Nusa Dua. Kebetulan hari itu adalah hari Sabtu. Ko Andrew sebenarnya sedikit bete, karena biasanya Ko Andrew menghabiskan seharian wakuncar (waktu kunjung pacar) di rumah saya, tapi tiba-tiba ada kerjaan kantor. Lalu, Ko Andrew pun punya ide, ia meminta saya juga ikut agar sekalian jalan-jalan. Lumayan tempat meeting ada di suatu Villa di Nusa Dua. Tapi, papa saya sedang sakit, sehingga Ko Andrew meminta saya untuk tetap diam di rumah mejaga papa.
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Setelah acara meeting selesai, Ko Andrew langsung mengabari saya, bahwa ia akan datang ke rumah untuk melihat kondisi papa sekalian malam mingguan. Lalu kami mengobrol lewat Line : ko Andrew bertanya: “Papa mau dibawain Badeng gak Yuk?” Saya pun menjawab : “Gak usah ko..” karna saat itu hujan deras dan saya tidak bisa keluar rumah, maka saya pun meminta tolong kepada Ko Andrew : “Koko, bisa minta tolong gak? Sebelum ke rumah, ke Indomaret dulu sebentar ya, titip beliin mama lemon.. hehehee… makasiii ya ko,. Di rumah hujan soalnya”. Kira-kira lima belas
Putu Wijaya
bermanfaat. Di sisi lain, ada yang mengatakan kebangkitan nasional merupakan sebuah langkah nyata untuk memberantas penyakit masyarakat. Penyakit masyarakat yang akhir-akhir ini muncul kepermukaan, menimbulkan berbagai kekhawatiran terhadap meningkatnya angka korban dampak penyakit menular seksual (PMS) seperti HIV/AIDS. Serta peredaran narkoba yang makin marak dengan berbagai modus. Terlebih lagi akhir-akhir ini yang sedang menjadi perbincangan adalah adanya praktek prostitusi online. Jika hal ini dibiarkan maka akan dapat merusak para generasi muda yang merupakan penerus bangsa. Kebangkitan nasional adalah bagaimana kita bisa memberantas penyakit masyarakat yang sangat meresahkan dan tentunya sangat merugikan berbagai pihak. Dengan melakukan hal-hal yang positif serta dapat berguna bagi orang banyak terutama berguna bagi bangsa dan negara. Jika hal ini dapat diwujudkan maka inilah yang dikatakan sebagai kebangkitan nasional yang sesungguhnya. Salam
menit kemudian Ko Andrew membalas line : “Siippp… beliin mama lemon kan?” Anjing saya menggonggong, itu tanda ada orang datang. Benar saja, Ko Andrew sudah di depan gerbang, saya pun membawakan payung, karna hujan. Lalu sampai di ruang tamu, Ko Andrew pun mengeluarkan plastik. “Ini yuk.. Koko dapet lemonnya di Clandys., makanya agak lama karna muter-muter nyarinya.. hehehe..” Saya pun kaget saat melihat isi plastik yang diserahkan Ko Andrew. Oh my God… Ternyata Ko Andrew mengira saya nitip beliin mama “lemon”, padahal yang saya maksud adalah mama lemon sabun cuci pembersih piring. Huhuhu…. Ayu Untari, Gianyar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 2.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
“Apa yang Bu Amat doakan supaya jangan terjadi?” tanya Bu Made. Bu Amat tersenyum. Berpikir, tapi kemudian
menggeleng. “Saya tidak berani mencampuri apa yang direncanakan oleh Yang Di Atas Itu. Saya hanya berani berdoa apa yang saya mohonkan agar jadi kenyataan.” Bu Made ketawa. “Ah, itu kan sama saja Bu Amat!” “Masak?” “Sama! Coba, apa yang Bu Amat doakan supaya jadi kenyataan?” “ Saya doakan supaya kita selalu bisa hidup damai berdampingan dalam segala perbedaan.” “Terus?” “ Ya, itu.” “Itu saja? Kok cuma satu?” “Ya, namanya juga orang berdoa, mohon-mohon, satu saja, cukup, tidak boleh serakah.” “Artinya Bu Amat minta, supaya jangan ada ribut-ribut, gara-gara ada perbedaan? Ya, kan?!” Bu Amat mengangguk. Tapi dalam hatinya tak setuju. Di rumah, ia coba mencocokkan perasaannya dengan Amat. Apakah memohon supaya terjadi dan minta jangan terjadi itu, sama? “Tujuannya akhirnya memang sama. Tapi cara menyampaikannya beda. Minta supaya jangan terjadi, hakekatnya memerintah. Mohon agar terjadi itu, berharap.” Esoknya, Bu Amat menyampaikan pendapat suaminya pada Bu Made. “Semalam saya juga konsultasi pada suami saya,” kata Bu Made. “Dia bilang, bagaimana pun cara menyampaikannya, kalau tujuannya sama, berarti sama.” Karena menganut prinsip hidup damai dalam perbedaan, Bu Amat tak menyanggah. Bu Made jadi penasaran. “Bagaimana, Bu Amat? Setuju, tidak?” “Iya, deh!” “Jangan ya deh, ya deh saja. Setuju, tidak?” “Iya-lah.” “Nah, begitu dong Bu Amat. Jadi jelas. Jangan ya..ya.., tapi sebenarnya, tidak ya.” Malamnya, rapat tahunan warga, digelar. Ketika hendak dimulai, pimpinan rapat mengajak semua berdoa. “Silakan, mohon Pak Made memimpin berdoa, mewakili kita semua yang berbeda-beda keyakinan, namun sama-sama beriman berdasarkan keyakinan masing-masing.. Silakan, Pak Made.” Pak Made batuk-batuk lalu mulai. “Mari kita berdoa, silakan melakukan berdasarkan kepercayaan masing-masing. Mulai. Tuhan sekalian alam, kami berkumpul malam ini, untuk merundingkan apa yang akan kami lakukan tahun ini yang bermanfaat bagi semua orang dan negara. Kami bersujud di kakiMu dan memohon, lindungilah kami. Berikan kami kekuatan, tunjukkan kami jalan yang benar. Tegurlah kami kalau salah. Jangan biarkan kami sesat ke jalan yang salah. Bimbinglah kami ke arahMu. Berikan kami kesehatan, kerukunan, jangan sampai ada bencana alam, lindungi kami dari segala kejahatan. Jangan biarkan kami hancur. Jaukanlah kami dari perbuatan maksiat, jangan biarkan anak-anak kami terjerumus narkoba, jangan biarkan warga kami gontok-gontokan, ingatkan mereka, supaya selalu menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika. Jangan biarkan kami tergoda setan, jangan biarkan kami alpa, murahkan rezeki kami, ya Tuhan. Kaulah tempat satu-satunya yang akan selalu kami ingat jadikan kami warga yang santun, jauhkan kami dari perbuatan maksiat, hanya Engkaulah pelindung kami, jangan biarkan kami sesat, jangan tinggalkan kami yang selalu memujaMu. Jangan biarkan kami menderita, jangan tidak pedulikan kami, jangan ..,,.” Bu Made, menyengol siku suaminya sambil berbisik, “Sudah! Jangan, jangan-jangan terus! Mau berdoa atau memerintah?!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
Edisi 849/ 18 - 24 Mei 2015
Pandhe Besi makin Langka
23
Keberadaan pengrajin besi (pandhe besi) yang sudah puluhan tahun di kawasan pasar loak Kelurahan Bangunsari, Kota Ponorogo, terancam. Dari tahun ke tahun jumlahnya terus berkurang. Tidak adanya generasi penerus yang ingin bekerja sebagai pandhe besi menjadi penyebabnya.
“P
ermasalahannya tidak ada generasi muda yang mau meneruskan usaha bapaknya sebagai pandhe besi. Jadi yang ada sekarang pun usianya sudah tua-tua, kebanyakan di atas 40 tahun,” tutur Syahri, salah satu pandhe besi asal Desa Gupolo Babadan yang aktivitas sehariharinya di pasar loak ini. Pandhe adalah profesi yang kian langka di masyarakat. Banyaknya peralatan dapur produksi pabrik, berkurangnya lahan pertanian menjadi penyebab banyak pandai besi yang tutup tidak lagi beraktivitas. “Saat ini
hanya sekitar kurang dari 10 orang yang masih menekuni kerajinan besi di tempat ini,” imbuhnya Di tengah fenomena tersebut, siapa sangka profesi pandhe besi masih ditekuni sebagian warga, tidak di desa namun di pusat kota Ponorogo. Tidak adanya penerus ini yang membuat dia khawatir lama-kelamaan usaha kerajinan besi di Sewulan tidak akan ada lagi. Padahal, potensi penjualan dari produk yang dihasilkan kerajinan besi sangat besar. Produkproduk itu kebanyakan alat-alat pertanian seperti cangkul dan sabit.
“Sekarang permintaan produk-produk itu makin banyak, tetapi karena terbatasnya pandhe besi, tidak semua permintaan bisa dipenuhi,” tambahnya. Setiap hari para pandhe besi ini beraktivitas dari pagi hingga selepas sholat Dzuhur. “Orang kerja umumnya kan libur Minggu, kalau kami liburnya hari Jum’at sebab biar bisa tenang beribadah,” ungkapnya. Aktivitasnya para penempa besi dan baja ini biasanya dilakukan minimal dua orang, satu orang pandai besi dibantu satu orang yang bertugas menjaga nyala api dengan alat tradisional yang disebut ubub. Selain itu “asisten” pandhe besi juga membantu tugas lain seperti menempa dan mengikir alat yang sudah jadi. Disamping membuat peralatan seperti sabit atau pisau, para pandhe besi juga melayani jasa perbaikan alat-alat pertanian tradisional seperti sabit atau cangkul. “Rata rata yang datang adalah petani yang membawa alat
pertanian seperti cangkul, gancu, atau sabit. Alat tersebut disepuh dan ditajamkan,ongkos antara Rp 20-25 ribu,” jelasnya. Slamet, salah satu orang yang membutuhkan jasa pandhe besi memiliki alasan tersendiri kenapa masih memilih peralatan dari hasil tangan pandhe besi. Karena harganya yang murah, barangnya bisa utuh kembali mirip baru, dan lebih tajam dari barang pabrikan.
Selain itu Slamet masih membeli cangkul baru pabrikan di lokasi pasar loak ini. “Meski kadang saya beli yang baru namun tetap membutuhkan pandhe besi untuk disepuh dengan bara api lalu dipertebal dengan baja agar kuat dan tajam, karena barang pabrikan masih terlalu tebal dan besinya masih mentah sehingga mudah patah,” ujarnya. –Dinar Putra
Generasi Masa Depan Perlu Dukungan Berbagai Pihak Dalam rangka mewujudkan Kota Denpasar Layak Anak di Tahun 2020, Pemkot Denpasar melalui Badan KB PP Kota Denpasar tidak berhenti melakukan berbagai program pendukung yang inovatif. Seperti , dilakukannya Deklarasi Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Denpasar, di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang beberapa waktu lalu. Acara tersebut dihadiri Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang sekaligus menandatangani komitmen perusahaan anggota APSAI terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kota Denpasar. Menurut Kepala Badan KB PP Kota Denpasar, Ir. I Gst. A Laksmi Dharmayanti didampingi seluruh Kabid di lingkungannya, atas berbagai inovasi program yang telah dilaksanakan Pemkot Denpasar, termasuk sejak mendeklarasikan Kota Layak Anak di tahun 2011, berbagai penghargaan pun diterima. Begitu pula Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementrian PP dan PA RI, Ny. Lenny Nurhayati Rosalinda, sangat mengapresiasi Pemkot Denpasar yang berhasil meraih
penghargaan Kota Layak Anak katagori Nindya sebanyak dua kali. Sementara Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra menyatakan bahwa permasalahan anak sangat penting mendapat perhatian, terlebih masalah hak-hak mereka.Terutama hak asuh, kesehatan, pendidikan dan kreasi serta hak terlindungi dari kekerasan. Tentu saja hal tersebut sudah seharusnya mendapat dukungan berbagai pihak. Salah satunya dari perusahaan yang peduli dengan hak-hak anak. Juga diharapkan dari tahun ke tahun lebih banyak lagi orang yang bisa memahami tentang masalah anak dan mau membantu membuat anak-anak ke depannya jauh lebih hebat dari generasi sekarang. -ard
24
What’s Up
Edisi 849/ 18 - 24 mei 2015
Pemkot Denpasar
Siap Pelayanan dan Penyuluhan
Inovasi Penuhi Hak Anak Pemkot Denpasar Raih Penghargaan KLA Pemerintah Kota Denpasar tak pernah berhenti berinovasi berbagai program pemenuhan hak-hak anak. Ada lima kluster hak anak yang mesti dipenuhi, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan perlindungan khusus kepada anak. Demikian disampaikan Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kota Denpasar Ir. I Gst A. Laksmi Dharmayanti, M.Si. Dikatakannya, penghargaan tidak datang begitu saja, tapi melalui upaya serta program-program yang senantiasa fokus pada kepentingan anak. Dengan dipenuhinya hak-hak anak oleh Pemkot Denpasar, mereka terlindungi serta da-
pat tumbuh dan berkembang lebih maksimal. Ini juga merupakan implementasi dari pelaksanaan “Convention on the Rights of the Child” (CRC) dan “World Fit for Children” (WFC) yang berisikan perlindungan terhadap hak-hak anak. Hingga di tahun 2013, Denpasar meraih Penghargaan Menuju Kota Layak Anak (KLA) katagori Nindya serta penghargaan atas Kebijakan Pemberian Akta Kelahiran Secara Gratis. Selain itu, lanjut Laksmi Dharmayanti, Pemkot Denpasar tidak hanya memperhatikan hak dan fasilitas anak-anak normal, juga sangat peduli terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Terbukti dengan berdirinya sekolah untuk mereka dan merupakan satu-satunya di Indonesia yang dibiayai melalui APBD. -ard
Super Camp
Bangun Karakter Remaja Denpasar
Dalam rangka mencegah dan menanggulagi kenakalan remaja , Pemkot Denpasar cukup jeli, dengan terobosan program mengisi hari libur anak sekolah. Salah satunya kegiatan super camp bagi siswa SMP dan SMA se-Kota Denpasar. Aktivitasnya sangat menarik mulai dari kegiatan seni budaya hingga peningkatan mental-spiritual. Menurut Ir. I Gst A Laksmi Dharmayanti, M.Si, Kepala Badan KBPP Kota Denpasar, didampingi Dra. I Gst Agung Wetrawati, Kabid PP dan PA, kegiatan ini sangat positif sebagai upa ya pembangkitan kekuatan karakter dan mental dengan penggunaan inner laten power dan harmonisasi body, mind & soul. Dalam super camp peserta dia-
jak melakukan permainan membangun kerjasama kelompok, berbagi pengalaman dan perasaan dan diajak mengenal lingkungan alam. Selain itu peserta pun memperoleh pelatihan public speaking dan keterampilan lain yang berguna untuk membangun mental dan kecerdasan. Menariknya, sudah beberapa sekolah SMA dan SMK di Denpasar yang melaksanakan super camp secara mandiri. Program super camp sejalan dengan salah satu pemenuhan hak anak, sesuai dengan konvensi Hal Anak dari PBB yang merupakan kesepakatan global serta sudah diratifikasi melalui UU Perlindungan Anak No. 35 tahun 2014. Selain itu sudah pula dilangsungkan MoU antara P2TP2 Kota Denpasar dengan Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) Kota Denpasar, dalam rangka pencegahan dan menanggulangi permasalahan anak dan kenakalan remaja di Kota Denpasar. - ard
Bidang Penggerakan Masyarakat (PM) pada Badan KB & PP Kota Denpasar selama ini telah menjalankan berbagai bentuk pelayanan dan penyuluhan kepada masyarakat di Kota Denpasar. Program yang dilaksankan berupa : (1) Penyuluhan KB Pria (2) Penyuluhan Kespro Remaja dan HIV/AIDS. (3) Pelayanan/ Penyuluhan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) Program KB (4) Penyuluhan Peningkatan Perlindungan Hak Reproduksi/ Papsmear. (5) Penyuluhan Kelangsungan Hidup Bayi dan Anak (6) Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya. Mengenai pelatihan pendidik dan konselor sebaya, Kabid PM, Tresna Yasa, S.Pt., M.Pd., Badan KB & PP Kota Denpasar me ngatakan tujuannya untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan serta wawasan guru, dosen, pegawai selaku penanggung jawab Pusat Informasi Konseling (PIK)-R/M dan siswa/mahasiswa selaku pengelola di sekolah atau di Perguruan Tinggi. “Saat ini sudah ada yang membentuk PIK di beberapa sekolah dan Perguruan Tinggi di Denpasar,” ucap Tresna. Keberhasilan bidang PM juga terlihat dari prestasi yang diraih baik di Tingkat Provinsi maupun Nasional. Untuk tahun 2015 ini misalnya, ada Kelompok BKL Br. Tegal Sari, Desa Tegal Harum berhasil meraih peringkat I Tingkat Provinsi Bali, dan Duta Mahasiswa Putra Peringkat I Tingkat Provinsi Bali dan akan bertarung di Tingkat Nasional dari PIK-M Yowana Bhakti Poltekes Kota Denpasar. -ard
Sukseskan Pengarusutamaan Gender Keberhasilan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam pemberdayaan perempuan dan anak, juga terlihat melalui aturan atau perda yang telah dipersiapkan. Termasuk tidak adanya diskriminasi terhadap perempuan pun terbukti, dengan banyaknya pejabat perempuan di lingkungan Pemkot Denpasar. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan KB PP Kota Denpasar, Ir. Gst A. Laksmi Dharmayanti. Begitu juga beragam program berperspektif gender yang digulirkan secara berkesinambungan mampu memberi ruang kreativitas dan fasilitas kepada pemberdayaan perempuan dan anak. Program riil lainnya juga telah dilakukan Pemkot dengan dibentuknya advokasi perlindungan terhadap perempuan bekerjasama dengan LSM. Selanjutnya, keberhasilan Pemkot Denpasar atas pengarusutamaan gender, tersebut kembali meraih penghargaan dari pemerintah pusat melalui Menteri PP dan PA Yohana Yembise berupa Anugrah Parahita Ekapraya (APE) Katagori Utama Tingkat Nasional, akhir tahun 2014. Terjadi peningkatan, sebab sebelumnya yakni tahun 2013 meraih penghargaan Katagori Madya. Komitmen Pemkot Denpasar terhadap pengarusutamaan gender yang sangat tinggi juga diyakinkan dengan Perda No.4 tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak terhadap korban kekerasan. “Semua ini bisa berjalan dengan baik,juga karena adanya peran serta masyarakat dan dunia usaha,” kata Laksmi. -ard
Badan KB & PP Bina Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
Untuk meningkatkan kualitas SDM diperlukan peran orangtua dan keluarga dalam membina tumbuh kembang anak. Juga, peningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku positif masyarakat terhadap pola pengasuhan dan pembinaan balita, anak, remaja, serta lansia. menuju keluarga berkualitas, sehat dan sejahtera. Untuk hal tersebut, pemerintah membentuk Tribina Paripurna, yakni BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja) dan BKL (Bina Keluarga Lansia) yang berdampingan dengan UPPKS. Demikian disampaikan Kabid KB/KS, Ayu Wahyuni, S.E., M.Si., pekan lalu. Balita misalnya, dengan masa keemasan (golden age period) yang dimilikinya, terutama saat usia 0-2 tahun, ketika otaknya butuh perhatian, bimbingan dan binaan yang optimal, diperlukan peran program “Bina Keluarga Balita” (BKB). Kegiatannya menitikberatkan pada tumbuh kembang anak sesuai usianya.
Selanjutnya, pola asuh orangtua, diidentifikasi sebagai pengaruh yang sangat penting dalam pembentukan karakter remaja termasuk yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Di sini, kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) yang berperan membantu memahami remaja, dan cara berkomunikasi dengan mereka. Sedangkan berbicara keluarga berencana (KB) untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, dilaksanakan melalui pembinaan dan pelayanan kontrasepsi. Dikatakan oleh Ayu Wahyuni, penggunaan kontrasepsi untuk jangka panjang secara langsung berdampak pada menurunnya angka kelahiran. -ard