24
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
What’s Up
WORKSHOP “BANGKITKAN PRANA UNTUK PENYEMBUHAN DAN SOLUSI KEBAHAGIAAN SEJATI” BERSAMA GURU MANGKU HIPNO DAN KOMUNITAS BRAHMAKUNTA.
“Segala sakit dan CH., CHt., MNNLP yang biasa dipangil Guru deritamu, bukanlah Mangku Hipno mengajak seluruh kehidupan karena dia, dia, dia, menemukan kesenangan, ketenangan dan namun segala sakit kenyamanan dan bangkit dari keterpurukan. dan deritamu beDipersembahkan khusus kepada Anda yang rawal dari kesalahan ingin menemukan inspirasi, jalan keluar, dirimu sendiri mensolusi atas segala masalahnya selama ini, golah pikiran, menyang belum terpecahkan oleh siapa pun golah perasaan dan dengan cara apa pun dan dengan obat apa mengolah tubuhmu. pun. Bagi mereka yang belum menemuTiada satu orang pun kan cara terdahsyat meraih sehat, sukses, mampu menyakitimu keberlimpahan harta dan kasih sayang karena hanya dirimulalu menemukan bahagia sejati, sebuah lah yang mampu meworkshop tutur kejernihan, pencerahan, nyakiti diri sendiri. pemurnian, penyadaran, pembangkitan, Ketika dirimu mampu perubahan dengan tema “BANGKITKAN mengelola dan menPRANA UNTUK PENYEMBUHAN DAN gendalikan pikiran, SOLUSI KEBAHAGIAAN SEJATI”. perasaan dan tubuh Guru Mangku Hipno melakukan pemurnian diri kepada seluruh peserta workshop Guru Mangku Hipno dengan baik maka APA YANG DIDAPAT SAAT WORKSHOP? imunitas tubuhmu Workshop direncanakan berlangsung 3 jam. Mulai pukul 15.00 hari) dan akhirnya peserta akan melihat, mengalami, merasakan akan aktif, bahkan ditempat paling berpenyakit pun dirimu akan sd 18.00. Bertempat di Gedung PWI Bali, Jalan Gatot Subroto, Lukeajaiban kekuatan sihir Vedic. mampu tetap sehat,” kata Guru Mangku Hipno yang disambut gemintang Denpasar. Minggu, 22 Februari 2015. Harga tiket Rp350 Selesai workshop Guru Mangku Hipno juga membuka muruh tepuk tangan mengawali pencerahan spiritualnya di depan ribu/per orang. Tempat terbatas hanya untuk 50 orang. kesempatan kepada setiap peserta yang ingin memperdalam ratusan peserta seminar dari seluruh wilayah Indonesia di Hotel I. SESI I. keilmuan spiritual universal menjadi penyembuh, pembangGoodway, Jimbaran. 1. Diawali Guru Mangku Hipno akan menyampaikan tutur kekitan 9 Cakra, pembangkitan 7 Prana Satvik, pembangkitan Mulai saat ini hentikan tuduhan tuduhan keji, fitnah dan rasa jernihan, serangkaian tutur yang mengandung sugesti positif untuk AURA, belajar Hypnosis dan Hypnotherapi cepat (10 menit iri sebagai sesama ciptaan Tuhan. Ini tidak akan membuat sakitmu area bawah sadar seluruh peserta (gelombang theta) sehingga 100% garansi langsung bisa), Palmistri (meramal kehidutersembuhkan. Ini tidak akan memperbaiki kehidupanmu. Ini tanpa sadar proses berbaikan kualitas diri, identifikasi permasalapan), dan berbagai keilmuan yang dibutuhkan, diberikan hanyalah menambah beban hidupmu, dan tuduhan seperti itu tak han dan pemecahan masalah sudah dimulai sejak awal. dengan harga spesial, dari Rp 1 juta/ilmu menjadi hanya Rp mungkin bisa dibuktikan nyata dan hanya akan menjadikan diri 2. Pencerahan, setiap peserta akan diajak membuka pikiran dan 650 ribu/ilmu dengan cara mendaftar beberapa hari sebelkita semakin larut dalam derita, sakit berkepanjangan, bermusuhan hati, menggunakan energi Quantum dan kecerdasan cosmic berinumnya atau menghubungi panitia saat acara berlangsung. dengan saudara, tetangga, rekan kerja dan orang orang yang belum tikan “Sempurnakan Pekerjaanmu dengan Doa dan Sempurnakan “Sebagai informasi kami juga siap bekerja sama dengan berbagai tentu berdosa. Ini jelas sebuah kesalahan yang kalau dibiarkan dan Doamu dengan Bekerja”. pihak di seluruh wilayah Indonesia untuk dharma wacana, motivasi diikuti akan membuat kehidupan kita terusik, kehilangan arah, 3. Pemurnian, berisikan teknik mengikuti kata hati, memperbespiritual, kegiatan team building, revolusi mental dan pembanguperpecahan keluarga, hancurnya persahabatan, menghilangnya sar rasa syukur, karena rasa syukur tertinggi itu adalah bertindak. nan karakter sukses untuk siswa, mahasiswa, dan pekerja. Kami kedamaian. SebaSeluruh peserta akan juga membuka pelayanan umat, konsultasi, penyembuhan segala gai manusia yang diajak melepaskan penyakit, penyakit pikiran, penyakit perasaan (psikosomatis) dan hidup di zaman ikatan dosa dan kespenyakit tubuh lainnya. Kami melayani pembelajaran spiritual dan modern, sebagai alahan yang selama ini ilmu metafisika dan yang lainnya setiap hari Senin s/d Sabtu, mulai manusia yang mengendap di dalam pukul 09.00 sd 17.00. telah memiliki memori pikiran dan pengetahuan lebperasaan yang meruih baik, seharuspakan sumber segala nya bisa mengerti hambatan hidup dan Hubungi BRAHMAKUNTA CENTER/ bahwa di dunia penyakit yang memGMH INSTITUTE ini tiap kejadian buat malas dan terikat yang berhubunke masa lalu. IZIN & REKOMENDASI gan dengan diri 4. Penyadaran, DINKES NOMOR : 448.3/28.PT.XII.14/DIKES sendiri pastilah para peserta diingatIPATRI NOMOR : 139/DPC IPATRI DPS/2014. bisa dilogikakan. kan bahwa hanya aksi Misalnya, jika kita yang akan memunKEJAKSAAN NEGERI NOMOR : B-6076/P.1.10/Dsp.5/12.2014. sakit batuk, janculkan reaksi. Jadi KEMENAG NOMOR : Kd.18.09/III/BA.00/2662/2014) gan cepat cepat hindarkan kebiasaan menuduh orang berdiam diri ketika Peserta dibebaskan dari ikatan masa lalu yang membebani lain sebagai pesehat, ketika indera ALAMAT CENTER : PERUMAHAN GUNUNG SARI INDAH, JL nyebabnya, coba masih berfungsi baik TUKAD BUANA 1/61 KEBO IWA UTARA. PH 03618442823/ introspeksi diri, tanyakan kepada hati nurani, apakah yang kita . 085103112404, PIN BB 7FB63D85. makan atau minum secara berlebihan sehingga bisa sakit batuk?. 5. Pembangkitan, seluruh peserta akan dibangkitkan potensi diUNTUK PEMESANAN TIKET WORKSHOP “ PEMBANGKITAN Jika sakit ini kita kaitkan dengan pikiran tanpa logika, maka dengan rinya, melalui pembangkitan prana sehingga memunculkan pikiran PRANA UNTUK PENYEMBUHAN DAN SOLUSI BAHAGIA SEJATI” cepat kita bisa berpikir negatif dan mengatakan “saya kena sesuatu harmonis yang mampu membuka jalan menuju terbukanya pintu TGL 22 FEBRUARI 2015, yang ditaruh di makanan oleh seseorang”. keberuntungan, perasaan lebih baik, menghilangkan kemalasan KETIK SMS : WPP (Spasi) Nama (Spasi) Alamat Sebagai motivator spiritual, pakar metafisika, pakar hypnotherdan mampu bertindak cepat, menghidupkan intuisi, menguatkan api, NLP, prana dan professional healer, yang sudah biasa berkelilKirimke : kata-kata, mengaktifkan kekuatan pikiran (mind power) dan mening ke seluruh Indonesia memberikan pencerahan, penyadaran, jadi manusia yang lebih berkualitas. 1. 085103112404 (Center) pembangkitan, perubahan karakter, revolusi mental dan motivasi 2. 0812-4681-851 ( Jro Dukuh ) spiritual universal menuju sehat, sukses, keberlimpahan harta II. SESI II. 3. 0856-3800-133 ( Jro Tu Toriz ) dan kasih sayang lalu bahagia sejati, inilah fenomena yang sering 1. Pembuktian, seluruh peserta akan diajak secara langsung ditemukan. Pikiran-pikiran tertutup seperti inilah yang menutup merasakan efek ketika prana sudah diaktifkan. 4. 0812-3988-724 ( Jro Ayuk ) potensi hebat yang dianugrahkan Tuhan kepada setiap kelahiran 2. Perubahan, diakhir workshop seluruh peserta akan diberikan 5. 0857-3819-2585 ( Jro Made Chung ) manusia dan pikiran-pikiran tertutup seperti ini pula yang menjadi Psiko Hypnotherapi yaitu sebuah momen sangat penting bagi selu6. 0852-3864-0217 ( Jro Abuck ) penghambat kesembuhan, perbaikan diri, kebangkitan kehidupan ruh perserta, untuk rileksasi, mengubah pola pikir, meninggalkan menuju lebih baik. Mereka seolah lupa bahwa KELAHIRAN, HIDUPkebiasaan buruk, menetralisir emosi, nafsu, ambisi berlebihan, MATI, REZEKI JODOH ADALAH WILAYAH TUHAN, dan MENJADI membuang penyakit, mengaktivasi imunitas tubuh, penyembuhan ATAU Add BBM : 7FB63D85 lalu KETIK BBM : WPP (Spasi) SEHAT, SUKSES, KEBERLIMPAHAN DAN BERBAHAGIA ADALAH diri, menemukan inspirasi baru atas masa depan dan merasakan Nama (Spasi) Alamat WILAYAH DIRI SENDIRI SEBAGAI PENCIPTANYA. memasuki area Alfa dan Theta dalam waktu sekejap (dengan mediKetika kita sakit, hidup susah, kurang beruntung, menderita, tasi untuk mencapai tahap ini biasanya harus dilakukan berharimengalami hambatan dalam menjalani kehidupan ini lalu kita lupa mengoreksi diri, melupakan introspeksi diri, maka jangan berharap sakit, derita dan masalah itu dengan cepat tersembuhkan dan terselesaikan. Tiada satu pun obat di dunia ini mampu menyembuhkanmu, tiada satu pun saran baik di dunia ini mampu mengubahmu, karena fungsi obat dan saran hanyalah mengobati serta memberi solusi dan bukanlah menyembuhkan. Obat dan saran hanyalah sugesti, namun sugesti ini baru bisa berfungsi jika kita meyakininya dan kita mampu mengubah diri kita sendiri ke arah lebih baik, karena sesungguhnya penyembuh utama itu adalah diri sendiri dan atas Kuasa Tuhan, karena diri kita sendirilah yang paling tahu apakah sesungguhnya yang menjadi penyebab semuanya terjadi. Namun faktanya banyak pribadi yang lebih suka, menyalahkan orang lain, mengkambinghitamkan lingkungan dan hal hal tak jelas serta tak masuk akal lainnya sebagai sumber masalahnya. Lalu kapan sembuhnya? Kapan sempatnya dia menyelesaikan masalahnya jika dia lebih fokus mengharapkan orang lain yang berubah tanpa ingin mengubah diri terlebih dahulu. Pembangkitan jiwa yang harmonis dengan cosmic Untuk itu dengan berbangga hati, GMH KG SUATMAYASA SH.,
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Barongsai dan Shio Kambing Kamis 19 Februari 2014 adalah Tahun Baru Imlek 2566. Yang khas dari perayaan Tahun Baru Imlek adalah pertunjukkan barongsai dan pergantian shio. Adi Dharmaja Kusuma, Pembina Pusaka Tantra mengatakan banyak versi yang mengawali lahirnya barongsai. Satu diantaranya adalah barongsai muncul di Tiongkok Selatan pada masa pemerintahan dinasti Ming. Ketika itu terjadi bencana. Hasil pertanian masyarakat gagal total karena serangan hama. Berbagai upaya dilakukan untuk membersihkan hama. Para tetua lalu menganjurkan pembuatan “raksasa” seperti ogoh-ogoh di Bali. Binatang yang dipilih adalah singa dan naga. Pertunjukkan tariannya diiringi suara musik yang keras. Upaya ini ternyata berhasil sehingga hasil panen masyarakat Tiongkok Selatan berlimpah. Barongsai pun mengalami perkembangan sehingga menjadi budaya masyarakat setempat. Penambahan musik seperti tambur dan cengceng membuat pertunjukkan barongsai menjadi atraktif. Perkumpulan barongsai pun banyak berdiri. Selain itu, masyarakat juga ada yang membuat patung di sawah, seperti lelakut yang ada di Bali. Di Indonesia, barongsai masuk berbarengan dengan kedatangan warga Tionghoa. M e r e k a
Barongsai
pertama kali masuk melalui Semarang. Namun, karena situasi politik, tradisi barongsai sempat mengalami masa surut. Mereka tidak berani tampil di depan umum. Runtuhnya orde baru dan naiknya Gus Dur sebagai Presiden memberi angin bagi perkembangan barongsai. Sejak era Gus Dur, yang mengakui eksistensi warga Tionghoa, barongsai pun mulai bangkit kembali. Kelompok barongsai pun bermunculan dan pentas di berbagai lokasi. Tidak hanya untuk kepentingan ritual, tetapi ada yang dimainkan sebagai hiburan di pentas seni. Barongsai dipercaya menetralkan aura negatif dan mendatangkan kebahagiaan. Menjelang Imlek, kelompok barong-
sai Pusaka Tantra ini berkeliling di Kuta. Mereka melakukan ritual semacam nangluk merana (harmonisasi alam semesta). Barongsai bersama liong (naga) ini kerap menjadi tontonan masyarakat maupun wisatawan yang ada di Kuta. Mengenai shio, tahun ini adalah shio kambing. Tahun kambing dibaratkan seperti tingkah kambing yang tidak bisa diam dan dipegang. Artinya apa yang terlihat tidak bisa diartikan seperti yang terlihat alias tidak dapat ditebak. Kambing jangan dikira jinak, bisa-bisa ia menyeruduk tanpa komando. Banyak hal yang tidak bisa diprediksi. Karena itu, seluruh masyarakat agar bersamasama mempererat persahabatan demi kerukunan umat dan bangsa. Selamat Tahun Baru Imlek.
Ambil Pesanan Orang Minum sambil bersantai menjadi salah satu kegiatan yang tak boleh dilewatkan ketika jalanjalan di mal. Saya sering menjajal jika ada kafe baru di mal. Minuman favorit saya caramel macchiato. Minuman ini walau tanpa gula sudah terasa manis karena ada caramelnya. Awal Januari 2015, saya jalanjalan bersama keluarga. Karena kepala sudah pusing, saya ingin minum yang hangat-hangat. Karena hari libur, kafe yang saya masuki ramai pengunjung. Kami pun harus antri. Hampir 10 menit menunggu, barulah saya mendapat giliran untuk memesan. Satu caramel macchiato saya pesan berikut kue cinnamon rolls. Istri dan anak saya juga memesan minuman dan kue favorit mereka. Selanjutnya kami bergeser untuk menunggu pesanan datang.
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Tiba-tiba petugas kafe menyebut nama caramel macchiato. Saya pun mendekat dan berniat mengambil pesanan itu. Seorang ibu yang berdiri tak jauh dari saya juga mendekat. Gelas yang sudah saya pegang harus saya lepas lagi karena minuman itu pesanan si ibu. “Maaf pak, ini pesanan ibu. Pesanan bapak belum,” ujar petugas kafe. Saya pun menyampaikan permohonan maaf kepada ibu tadi dan menyerahkan minuman kepadanya. Saya malu sekali karena sudah mengambil pesanan orang. Dalam hati saya menggerutu, tumbentumbenan cepat dapat padahal
biasanya nunggu lama, ternyata punya orang lain. Istri dan anak saya tertawa melihat saya rebutan minuman dengan pelanggan lain. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanan caramel macchiato datang. Tetapi urusan belum beres karena kue favorit saya yang belum datang. Karena pembeli terlalu banyak, petugas kafe lupa menghangatkan kue. Kali ini dia yang minta maaf karena keterlambatan kue. Hari itu benar-benar hari yang tak bersahabat dengan saya. Kepala pusing jadi makin pusing. Rudi, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
MUNDUR
“Sebenarnya, apa artinya mundur,” tanya Pak Made di dalam pertemuan ramah-tamah Putu Wijaya warga. Tak ada yang menjawab. Semuanya hanya tersenyum, menganggap pertanyaan itu lelucon atau jebakan untuk ketawa. Selesai pertemuan, Amat nyamperin Pak Made. Menyapa, apa sebenarnya yang mau dikatakan tetangganya itu. “Anak kecil juga tahu, apa artinya mundur, Pak Made. Tapi pasti yang Pak Made maksudkan, bukan mundur dalam arti surut ke belakang, sebagai lawan dari maju. Ya, kan?” Pak Made nampak heran. “Lho, saya hanya mengisi pertemuan yang mendadak kehilangan bahan percakapan. Tadinya ramai, mendadak sepi, seperti ada setan lewat. Tidak ada maksud apa-apa, Pak Amat. Tidak ada hubungannya dengan anjuran rahasia di televisi, supaya calon Kapolri yang dianggap bermasalah oleh KPK, mundur saja meskipun sudah di-acc DPR , sehingga presiden akan lebih mudah menyelesaikan gesekan KPK dan Polri. Amat manggut-manggut. “Kok begitu, boleh saya menjawab sekarang?” Pak Made ketawa. “Terlambat, Pak Amat. Sekarang jawabannya tidak ada artinya. Kalau tadi di depan banyak orang, apa pun jawabannya, pasti memperkaya pandangan kita semua.” Amat kembali mengangguk-angguk. “Kok mengangguk-angguk terus? Tadi Bapak minum bir di situ, ya!?” tanya Bu Amat, melihat suaminya bengong terus pulang dari pertemuan. “Habis kaget.” “Kenapa?” “Tumben Pak Made, begitu cerdas.” “Kan memang S1, meskipun gelarnya dapat beli!” “Tapi malam ini, pertanyaannya mendalam.” “Apa yang dia tanyakan ?” “Apa artinya mundur?” Bu Amat tertegun. “Apa?” “Apa artinya mundur?”. “Jawabanya apa?” “Tidak ada yang menjawab.” “Bapak juga?” “O, Bapak bukan tidak tahu apa jawabannya. Hanya heran, apa sebenarnya maksud di balik pertanyaannya itu!” “Berarti, Bapak juga tidak menjawab!” “Sebetulnya menjawab! Hanya di dalam hati.” “Itu artinya tidak tahu! Hah! Masak mundur saja tidak tahu! Tapi memang mundur itu tergantung dari orangnya. Siapa yang mundur. Orang besar atau orang kuat kalau mundur, itu pasti siasat, Tergantung juga, di mana orang mundur? Di tepi jurang, artinya waras. Dan mengapa dia mundur. Mundur untuk menang, artinya pasti taktik, pasti siasat! Mundur karena takut atau kalah, itu istilahnya pecundang.” Amat kembali manggut-manggut. “Jadi seperti yang diharapkan banyak orang. Supaya calon Kapolri mengundurkan diri saja, untuk melepaskan presiden dari dilema dan mengakhiri gesekan KPK dengan Polri?” Bu Amat berbalik kesel. “Sebel ah!! Bapak sudah terpengaruh! Dasar lelaki! Semua dipolitisir!”
Mohon informasi alamat dan nomor kontak tentang kap lampu yang dimuat di rubrik Griya edisi 835. Adnyana, Denpasar Silakan menghubungi Bapak Tikno. Jalan By Pas Ngurah Rai No. 99xx, Kelan, Tuban, Bali. Telepon/Faks: (0361) 701723.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik Perempuan Kreatif Asal Dusun Grogol, Madiun
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Pertahankan Kue Manco Dusun Grogol termasuk daerah yang terpencil dari Kota Madiun ke arah selatan hingga perbatasan antara Kabupaten Madiun dengan Ponorogo, Jawa Timur. Wilayahnya berada di Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari. Dusun Grogol terkenal dengan kue manconya.
Lasmi menjemur segitiga bahan baku manco ketan siap goreng
H
ingga kini kue manco bisa ditemuka di Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi, Pacitan-Jawa Timur bahkan Wonogiri- Jawa Tengah. Pembuatnya pun sudah turun temurun, hingga ditemukan generasi penerus yang kesekian kalinya dari nenek moyang mereka masing-masing. Pembuat kue manco, kebanya-
kan dilakukan oleh kaum perempuan setengah baya hingga yang sudah berusia lanjut. Meski usia tidak muda lagi dan tenaga juga tak sekuat yang dulu, tapi mereka punya kreasi dan semangat untuk berkreatif demi mempertahankan kue khas Kabupaten Madiun yang satu itu dari kepunahan. Kue jadul (jaman dulu) yang satu ini, memang bentuknya sengaja
dibuat segitiga bahkan modelnya tidak sebagus kue-kue atau jajanan pasar sekarang. Tapi, kue manco asal Dusun Grogol ini, mampu bersaing bahkan tidak mudah tergeserkan oleh kuekue maupun jajanan modern. Lasmi (63), adalah salah satu perempuan kreatif pembuat kue manco. Saat ditemui, ia tengah menjemur adonan matang dari tepung ketan tawun. Ia tak henti-hentinya membolak-balikkan lebaran demi lembaran adonan bahan baku kue manco itu, baik yang masih basah maupun yang sudah berbentuk segi tiga setengah kering. Kedua tangannya terus memilah-memilih, mencari lembaran kecil adonan ketan berbentuk segi tiga yang sudah kering dan siap untuk digoreng. “Kue ini memang rupanya jelek, tapi mengoda lidah untuk selalu dijadikan makanan ringan sebagai camilan keluarga. Selain rasanya manis, renyah juga gurih dari butiran-butiran wijen maupun karau,” tutur pembuat kue manco yang mengaku sudah generasi ketiga dari keluarganya. Saat ini, menurut dia, pembuatan kue manco di Dusun Grogol tidak sebagai kerjaan sampingan lagi, tapi sudah pencaharian utama masyarakat setempat. Bahkan demi mempertahan kue manco khas
Kue manco rasa karau
Kabupaten Madiun, kalangan ibuibu di Dusun itu rela membentuk kelompok yakni Sentral Kue Manco sebagai produk unggulan dibawah pengawasan Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata (Diskoperindagpar) Kabupaten Madiun. Mereka mendapat bimbingan, pemasaran, penjualan, menjaga rasa hingga solusi permodalan melalui unit-unit simpan pinjam. “Untuk produksi setiap hari, saya maupun ibu-ibu yang lain menyediakan beras ketan tawun sebanyak 5 kg. Jika ada pesanan, produksinya berani lebih dari produksi biasanya. Tapi, jika tidak ada pesanan, apalagi sekarang musim penghujan produksinya turun menjadi 3 kg beras ketan. Karena jika hujan, adonan tepung yang dijemur rusak bahkan
23
njamur karena tidak cukup kering sesuai kebutuhan layak goreng,” jelasnya. Ia mengatakan untuk harga jual yakni per biji antara Rp 500 hingga Rp 700 tergantung besar kecilnya kue manco itu. Harga itu, sebenarnya tidak sesuai dengan proses pengerjaannya. Beberapa tahapan harus dikerjakan dengan telaten dan sabar. “Terutama menjaga kualitas rasa kue manco, biar tidak pudar keaslian dari Dusun Grogol. Makanya, kami selalu mendiskusikan dengan ibu-ibu khusunya pembuat kue manco baik dari rasa manis gurih wijen maupun rasa manis gurih karau,” jelas Lasmi. Untuk proses pembuatan yakni mulai dari beras ketan tawun, digiling hingga menjadi tepung halus. Agar mendapatkan adonan yang bagus dan kenyal, tepung itu terlebih dulu diayak agar tepung bagian yang kasar terpisah dari bagian tepung yang halus. Bahkan tepung yang kasar ditampung, dan bisa digiling lagi. Setelah tepung lembut dikumpulkan pada tempat yang bersih, lalu diadon dengan menggunakan air mentah hingga menjadi lembek. “Adonan tepung ketan yang sudah matang berbentuk lembaran itu setengah kering, baru digunting membentuk segi tiga. Segi tiga itu, lalu dijemur lagi hingga benarbenar kering. Setelah kering, baru dilakukan pengorengan. Hasil yang sudah digoreng, dibiarkan dingin dan minyak benar-benar kesat. Habis itu, guntingan bentuk segi tiga tersebut baru dimasukan pada cairan gula yang sudah panas,” tandasnya. -Ajun Ally
22
Sosialita
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Berburu Pernak-pernik Imlek di Petak Sembilan P
h mbut Imlek suda Semarak menya rbe ai a. Mal-mal mul as terasa di Jakart men-ornamen kh hias dengan orna eka ga penjualan an ju tu gi be k, le Im ebaran Imlek yang bert pernak-pernik . Tapi, pat perbelanjaan di berbagai tem adalah a paling terasa an as su , ja sa u karta tent Town Glodok Ja a in Ch an as w di ka ari 2015, rtengahan Janu Barat. Sejak pe ornaon dan berbagai tak penjualan lampi Pe na. Di kawasan men marak di sa jaan pusat perbelan i, ag al ap n, la bi . Sem ini begitu ramai
Sejarah Petak Sembilan Berbicara tentang Petak Sembilan, ternyata, nama itu memiliki sejarah tersendiri. Konon setelah terjadinya pembantaian warga Tionghoa di kawasan Kota (Sunda Kelapa) pada 1740, Belanda kemudian menempatkan warga Tionghoa di sejumlah tempat di luar kota. Sebagian ditempatkan di kawasan Glodok termasuk Petak Sembilan, sebagian lagi di Tangerang.
Nah, kenapa disebut Petak Sembilan, karena konon, penduduknya berawal dari sembilan rumah yang berbentuk petak-petak. Sebutan ini pun terus dipakai hingga kini. Padahal sebenarnya kalau melihat nama jalan, maka Petak Sembilan itu termasuk dalam Jalan Kemenangan, namun orang lebih suka menggunakan sebutan lama sebagai Petak Sembilan. Penduduk di sana yang hampir sebagian besar adalah etnis
etak Sembilan, sejak lama dikenal sebagai tempat berburu aneka pernak-pernik, entah itu pernak-pernik Imlek maupun Natal, tergantung perayaan
Tionghoa, umumnya beraktivitas sebagai pedagang. Ada satu cerita menarik terkait Petak Sembilan. Ketika kerusuhan Mei 1998, di mana etnis Tionghoa menjadi sasaran amuk massa, Petak Sembilan justru aman. Kejadian ini tentu sangat luar biasa, mengingat pada masa itu kawasan Glodok begitu mencekam, dimana penjarahan dan pembakaran bangunan terjadi di sana. Tapi Petak Sembilan selamat dari kerusakan karena dijaga oleh mereka yang sehari-hari mencari makan di kawasan itu. Mereka adalah para tukang ojek, tukang parkir maupun pedagang kaki lima. Menjelang Imlek, seperti kawasan Pecinan lainnya yang ‘berdandan’, Petak Sembilan pun tak kalah meriah hiasannya. Jalan hingga rumah-rumah warga yang sebagian dijadikan tempat berjualan, pun berhias lampion. Kawasan ini menjadi semakin ramai karena di sana terdapat salah satu klenteng tertua di Jakarta, yakni, Vihara Dharma Bakti. Sejumlah petugas klenteng telah mulai bersih-bersih dan merias diri. Pagar besi yang berwarna merah
apa yang akan segera dihadapi. Dari berbagai aksesoris Imlek, makanan, pakaian hingga perlengkapan sembahyang, semua ada. Pembelinya yang kebanyakan adalah warga keturunan Tiong hoa datang dari berbagai tempat, bukan hanya dari kawasan Jakarta, tapi juga luar Jakarta. Tempat belanja Petak Sembilan memang merupakan salah satu ikon tempat perbelanjaan di Jakarta Barat. Ini lantaran selain jenis barangnya lumayan lengkap, lebih dari itu harga yang ditawarkan pun lumayan murah. Ornamen-ornamen dan telah mulai buram, kembali dicat sehingga merah cemerlang. Begitu juga bagian-bagian bangunan yang perlu diperbaiki telah dirapikan. Kelenteng ini boleh tak pernah sepi pengunjung, apalagi menjelang Imlek. Banyak yang datang untuk bersembahyang maupun wisatawan yang ingin melihat-lihat. Menurut sejarahnya, klenteng yang kini bernama Vihara Dharma Bakti, dulunya bernama Guan Yin Ting (Kwan Im Teng) atau berarti kediaman Guan Yin. Klenteng ini dibangun tahun 1650 oleh seorang letnan Tionghoa bernama Kwee Hoen untuk menghormati Dewi Kwan Im. Saat tragedi ‘Pembantaian Angke’ pecah pada 1740, banyak masyarakat Tionghoa yang kehilangan nyawa akibat pembantaian. Tempat ibadah pun ikut dirusak, salah satunya adalah klenteng ini, yang bukan hanya dirusak tapi juga dibakar. Lima belas tahun kemudian, klenteng ini kembali dibangun, kemudian diberi nama Jin De Yuan yang berarti ‘Klenteng Kebajikan Emas’. Kelenteng ini merupakan
Imlek, misalnya, jauh lebih murah Anda membelinya di Petak Sembilan ketimbang di tempat belanja lainnya. Menurut pedagang, saat ini yang paling laris terjual selain ornamen Imlek adalah makanan. Salah satunya adalah kue keranjang. Ini adalah kue khas yang merupakan makanan ‘wajib’ pada saat perayaan Tahun Baru Imlek. Terbuat dari tepung ketan dan gula. Selain untuk disantap, kue ini juga menjadi sesaji pada saat sembahyang leluhur, yakni tujuh hari menjelang Imlek, dan puncaknya pada malam Tahun Baru. Sebagai sesaji kue ini biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh atau malam ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Kue ini selain ditujukan untuk menyenangkan dewa juga memberi makna agar keluarga yang merayakan Imlek terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun akan datang. Selain kue keranjang, yang juga laris manis adalah aneka manisan kering seperti buah plum, kulit jeruk yang dimaniskan, dll. Makan lain yang juga banyak dicari adalah ikan bandeng. Menurut kepercayaan, ikan merupakan pelambang rezeki. Dengan menyantap ikan maka diharapkan rejeki mereka di tahun baru pun akan melimpah.
–Diana Runtu
kelenteng umum, artinya tidak secara khusus memuja salah satu agama/aliran saja, tetapi memuja berbagai agama seperti Tao, Khonghucu dan Buddha. Selain klenteng utama, di areal seluas 3.000 M2 itu, juga berdiri tiga klenteng lainnya yang ukurannya lebih kecil, yakni, Hui Ze Miao (kelenteng untuk leluhur Hakka), Di Cang Wang Miao (dipersembahkan kepada Raja Neraka) dan Xuan Tan Gong, yang dipersembahkan kepada dewa pemberi kekayaan. Saat Imlek 19 Februari mendatang, suasana di sana akan menjadi sangat padat. Mulai malam (18/2), biasanya akan banyak umat dari berbagai tempat datang sembahyang. Demikian juga keesokan paginya. Suasana akan semakin sesak karena ratusan pengemis dari berbagai tempat, baik dari dalam maupun luar kota Jakarta, akan berdatangan menunggu rejeki Imlek yang biasanya dibagikan oleh umat yang datang bersembahyang. -Diana Runtu
Sehat dengan Yoga
Bunda Dian
Menjadi seorang instruktur atau guru yoga adalah sesuatu yang mengalir dalam hidupnya. Ini bisa juga dikatakan sebuah karier yang bermanfaat. Sebab aktivitas yang dilakukan IGAN Dian Martika merupakan layanan yang dapat membantu seseorang menggapai keseimbangan secara mental, emosional, spiritual, dan fisik.
T
ak heran jika kini Bunda Dian, begitu ia biasa dipanggil mempunyai jadwal mengajar yang termasuk tinggi. Selain mengajar di lokasi pelatih an Yoga Healing Bali, permintaan untuk mengajar secara privat juga tinggi karena sebagian orang mem butuhkan konsentrasi lebih untuk belajar yoga. Dikatakannya, semua berawal saat ia memahami apa yoga itu sesungguhnya, pintu seolah-olah semakin terbuka dihadapan
nya. Terlebih setelah dirinya juga mengambil program Yoga Teacher Training 200 jam serta Program Healing atau penyembuhan, arah tujuan dalam hidupnya men jadi sangat jelas. Itulah saatnya ia berpikir, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah meneruskan manfaat yoga untuk masyarakat Kota Denpasar khususnya dan Bali umumnya, seperti yang dilakukan nya di Pasraman Rsi Markandeya yang ada di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Renon, Denpasar. Bunda Dian mengatakan cikal
Menuju Keharmonisan dan Kedamaian
Sejak lima tahun lalu masyarakat Denpasar dan sekitarnya bisa belajar di Pasraman Rsi Markandeya yang berlokasdi di Jalann Hayam Wuruk, Renon, Denpasar. Respons masyarakat Denpasar khususnya pun diakuinya sangat bagus. “Kami di sini banyak pula dibantu oleh Kelompok Media Bali Post,” kata Bunda Dian yang setiap Jumat pagi mengajar yoga di halaman Bali TV ini. Lebih lanjut dikatakannya, jika sebagian besar yang datang mengikuti yoga ditempatnya memiliki masalah, baik fisik maupun non fisik. Apalagi bagi masyarakat perkotaan, tingkat stres dan tun tutan pekerjaan yang semakin tinggi menyebabkan meningkatnya kesadaran pentingnya menjaga kesehatan. “Mereka mulai menyadari, diperlukan sebuah bentuk olahraga yang tidak hanya menekankan pada aspek fisik saja tetapi juga yang menyentuh aspek psikologis dan mental,” tuturnya. Makanya, bagi mereka yang dengan rutin melakukan yoga sebagain besar pula sudah tertolong. Yoga yang diajarkan nya adalah juga ter golong yoga
bakalnya adalah sejak kecil ia sudah senang olahraga. “Ketika masih berusia 9 tahun, saya biasa dibangunkan pukul 3 pagi oleh Ajik untuk diajak lari pagi. Usai olah raga langsung ke pasar berbelanja,” ujar putri sulung dari 4 bersaudara ini. Orangtuanya adalah seniman Jembrana, yang pertama kali mem bawa paduan suara lagu Makepung ke PKB, I Gst Ngurah Putu Dindia (alm) dan AAA Tharuni ini. Hobi olahraganya sempat berkurang ketika dirinya tengah menyelesaikan sekolah perawat di Semarang. Setelah berkeluarga, ia pun aktif kembali. “Tahun 1987 saya sebenarnya sudah menyukai yoga , namun lebih bersifat exercise,” katanya. Pada masa itu, Bunda Dian masih belajar dengan melihat piringan hitamnya salah satunya milik Jane Fonda. “Persoalannya, saya sudah bergerak dan yoga. Bahkan sudah mengajar yoga tapi mudah terserang penyakit. Padahal, kalau orang yoga katanya sehat. Saya jadi berpikir apanya yang masih kurang,” kata istri Ida Bagus Sukarna ini. Meski demikian ia terus melakukannya. Malah setiap harinya bisa dua kali, pagi dan sore. Benar, karena bergerak ia berhasil membentuk badan, tetapi kenyataan nya masih kekurangan O2. Hingga, sampai pada suatu kesempatan , ia be lajar Yoga di Ubud pada Guru Made Sumantra. “Guru Made yang pertama
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
3
Bunda Dian dalam kegatan work shop di Bali TV
kali menyampaikan Yoga Healing Bali, ajarannya Rsi Markandeya, yakni seni penyembuhan berupa perpaduan teknik olah tubuh, olah rasa dan olah jiwa dengan titik konsentrasi pada kesadaran Prana,”terang ibu dari Ida Bagus Gde Agung Aditya Karna dan Ida Ayu Wulan Kania Diatmika Karna ini. Jika ditanya mengapa tertarik ke tempatnya Guru Made Suman tra untuk belajar yoga dan tidak tempat lainnya, ia sulit untuk menjelaskan . “Saya merasa telah
Bunda Dian ketika sedang dalam kelas Yoga
tiba di tempat yang tepat,” tandas mantan penyanyi festival di era 80-an ini. Di sana Bunda Dian cukup lama berlatih dan berguru hingga benar-benar merasakan dan mengenal yoga yang sebenarnya. “Ternyata yoga bukan sekadar olah tubuh, tetapi juga olah jiwa dan pikiran. (mine, body and soul). Kalau hanya olah tubuh, seseorang masih mudah marah meledak-ledak atau sebaliknya saat sedih akan sedih sekali. Diakuinya sejak awal mem pelajari Yoga Healing Bali, ia bukan hanya mengerti manfaat saja, tetapi ajaran pembentu kan watak yang jarang dijumpai di tempat lain. Betapa banyaknya orang yang ditransformasikan ke arah yang lebih baik setelah mempelajarinya. Beberapa hal yang dirasakan Bunda Dian diantaranya; kedamaian , cinta kasih, kebaikan, lebih toleran, mening katnya hasrat pelayanan spiritual, aura yang lebih cerah dan seimbang, jasmani yang lebih sehat dan tidak mudah stres. Namun, setelah paham proses yoga yang sebenarnya, kalaupun emosi atau sedih dengan mudah dikelolanya. Disamping ia tidak mudah sakit, seperti sebelumnya. Sebab yang dulu hanya bergerak saja tanpa memperhatikan kapan menarik nafasnya. “Makanya bagi penggiat yoga di Pasraman Rsi Markandeya, saat berlatih disara nkan menutup mata supaya dapat fokus bermeditasi pada nafas, badan dan pikiran. –Sri Ardhini
healing atau penyembuhan,melalui olah badan, olah nafas dan olah jiwa. Selain itu Bunda Dian juga sempat menyampaikan kalau bicara yoga masih banyak orang salah persepsi. Ia menegaskan kalau yoga bukan untuk mencari kelenturan tubuh, melainkan mencari keseimbangan. Begitu juga dengan meditasi pada badan, meditasi pada nafas dan metiasi pada pikiran sesung guhnya itulah yoga. Bahkan karena ketidak-cukupan informasi tentang yoga pula telah mengundang tak sedikit persepsi keliru di kalangan awam, aktivitas yoga dihubung-hubungkan dengan sesuatu yang berbau klenik yang mendekati takhyul. “Ini salah besar,” tegasnya. Kembali ditekankannya , yoga adalah jalan untuk mencapai keseimbangan, mempertah ankan kesehatan menyeluruh, fisik, mental dan spiritual. Menariknya lagi yoga juga tidak terhalang batasi usia, semua dapat berlatih yoga. Begitu juga tak ada masalah dengan status sosial, profesi maupun kedudukan seseorang. Di tempatnya mengajar pun, tidak ada perbedaan antara seseorang yang baru berlatih atau sudah lama. Mere ka semua berbaur. Karenanya, setiap ada kelas Bunda Dian akan menekankan pada semua peserta untuk melakukannya di ujung kemampuan. Bicara yoga kedepannya, Bunda Dian tegas mengucapkan mimpi yang masih ingin digapainya, yakni dapat mengajarkan para guru SD atau SMP di seluruh Bali. Tujuannya agar mereka lebih paham apa sebenarnya yoga, dan yoga yang bagaimana yang tepat diberikan untuk anak-anak, tunas bangsa dalam rangka membentuk kepribadian mereka. “Ini adalah kesempatannya untuk menyentuh hidup tunas-tunas bangsa ini dengan cara yang positif. Mengajar mereka untuk membangun kekuatan mereka, dan bagaimana untuk meningkatkan kehidupan mereka, melalui rasa kesatuan dengan semua kehidupan,” ucapnya. “Rasanya belum semua kabupaten murid-muridnya mendapatkan yoga. Kalau di Denpasar sudah berjalan. Bahkan SMP 3 Denpasar sudah memiliki yoga center. Wali Kota Denpasar juga sangat mendukung keg iatan ini, Wali Kota juga telah menyerukan agar ada yoga di seluruh sekolah. Semoga kabupaten lain juga bisa demikian,” harap Bunda Dian yang pada Minggu (15/2) ini berbagi kiat untuk membuka aura kecantikan perempuan di Wantilan Bali TV. – Sri Ardhini
4
Inspirasi
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Ade Pujiati
Pendiri SMP Gratis
Tidak semua anak terlahir beruntung, memiliki orangtua yang mampu menyekolahkan anak-anaknya. Di Jakarta, misalnya, ternyata masih banyak anak-anak yang tidak memperoleh keberuntungan dalam hal pendidikan. Sekolah gratis program pemerintah yang didengung-dengungkan, nyatanya belum mampu menjangkau semua anak dari keluarga tidak mampu.
I
tu juga yang menjadi keprihatinan sebagian warga Jakarta yang akhirnya dengan ‘kocek’ sendiri menyelenggarakan sekolah gratis. Mereka ini adalah orang-orang yang tak ingin hanya mengucap ‘kata prihatin’ tanpa melakukan tindakan apapun. Langkah nyata lebih penting daripada hanya sekadar berkata-kata atau berwacana. Di antara orang yang berhati mulia itu adalah Ade Pujiati. Warga Pancoran Timur, Jakarta Selatan ini, mendirikan SMP gratis bagi anak tak mampu di rumahnya. Berdiri sejak September 2007 dengan nama TKBM (Tempat Kegiatan Belajar Mandiri ) SMP Gratis ‘Ibu Pertiwi’, telah puluhan siswa berhasil lulus. Sebagian besar dari mereka berhasil melanjutkan ke SMA bahkan hingga ke universitas berkat beasiswa. Sekolah yang telah mendapat pengakuan dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Selatan, menginduk pada SMPN 67 Jakarta Selatan. Dengan begitu para siswa bukan hanya dapat mengikuti ujian nasional di sekolah tersebut, tapi ijazah kelulusan mereka pun dikeluarkan oleh SMPN 67. “Alhamdulilah sebagian besar lulusan kami berhasil melanjutkan ke SMA, ada dua anak yang masuk perguruan tinggi yakni di Sekolah Bisnis dan Manajemen STEKPI. Dua anak ini mendapat beasiswa dari STEKPI karena nilai tesnya tinggi. Mereka anak pemulung. Tapi satu anak, selain mendapat beasiswa dari STEKPI juga menerima beasiswa unggulan dari Kemendikbud. Anak ini bukan saja orangtuanya yang pemulung, tapi dia sendiri pun dulunya juga pemulung. Tapi kemauan belajarnya tinggi sekali,” papar Ade Pujiati dengan rasa syukur. Baginya adalah suatu kebanggaan apabila anak-anak asuhnya bisa menoreh prestasi dan berkelakuan baik. “Nilai akademik bagus tanpa akhlak bagus adalah kesia-siaan. Jadi keduanya harus sama bagusnya, itu yang dinamakan keberhasilan,” ucap peraih penghargaan Indi Woman Award 2013 ini. BERAWAL DARI KEKESALAN Awalnya, tutur Ade mengenang latar belakang berdirinya sekolah gratis miliknya, sekolah tersebut didirikan karena kekesalannya pada Pemprov DKI. Kala itu, kata Ade, Pemda DKI Jakarta mengatakan anak-anak dapat sekolah gratis tanpa pungutan. Tapi ternyata, tetap saja ada pungutan malah makin menjadi-jadi. “Awalnya karena saya kecewa dengan Pemprov DKI Jakarta yang menyatakan sekolah gratis, bebas pungutan. Tapi nyatanya pungutan tetap ada. Malah setelah dibebaskan SPP- nya pungutan makin banyak. Mulai dari uang buku, uang ini-itu. Anak-anak asuh saya menceritakan hal ini. Lalu, saya kritisi hal tersebut ke pihak sekolah. Mungkin pihak sekolah tidak senang. Akibatnya, anak-anak asuh saya seolah ditekan, dan mereka menjadi tidak nyaman. Saya kesal sekali. Itu terjadi sekitar tahun 2005. Lalu terpikir, lebih baik saya bikin sekolah sendiri jadi anak-anak asuh saya bisa bersekolah di sekolah saya sendiri. Saya akan bikin sekolah gratis, benar-benar gratis dari ujung kaki sampai ujung rambut. Itu tekad saya,” tuturnya. Berbekal tekad itu, ia pun mulai mencari berbagai informasi pendirian
sekolah, termasuk konsepnya. Dia juga menghubungi orang-orang terdekatnya untuk men-share ide tersebut. Kala itu ada yang mengira Ade tidak serius dengan rencananya. Karena mereka tahu mendirikan sekolah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi sekolah ini bakal gratis dari ‘ujung ke ujung’. Itu artinya Ade harus mengeluarkan duit besar dari kocek sendiri. Tapi melihat tekad dan keseriusan Ade, akhirnya mereka pun ikut mendukung bahkan membantu agar sekolah itu dapat terwujud. Tepatnya, September 2007 SMP Gratis ‘Ibu Pertiwi’ dilucurkan. Untuk mendapatkan murid, mantan guru piano ini mencarinya sendiri lewat pemasangan pamflet di tempat-tempat strategis. Dari ‘iklan’ tersebut, calon-calon siswa berdatangan. Namun Ade tidak menerimanya begitu saja. Ia pun melakukan verifikasi dengan mendatangi rumah-rumah calon siswa untuk mengetahui kebenaran kondisi siswanya. “Itu saya lakukan pada tahun pertama saja, setelah itu tahun kedua dan seterusnya hingga kini, saya tidak mencari lagi lewat ‘iklan pamflet’ karena para calon siswa datang dengan sendirinya. Mungkin karena informasi dari mulut ke mulut,” jelasnya. Tak dinyana promosi ‘getok tular’ ini membuat calon siswa membludak, sampai-sampai Ade terpaksa menolak beberapa di antaranya. Bisa jadi. mereka tertarik karena sekolah ini tidak seperti sekolah gratis pada umumnya. Di sekolah ‘Ibu Pertiwi’ ini, mereka bukan hanya gratis belajar, tapi segala perlengkapan sekolah hingga sepatu dan seragam, bahkan makan mereka ditanggung. “Pokoknya, semua ditanggung, istilahnya dari ujung kaki sampai ujung rambut, ditanggung oleh pihak sekolah. Mereka makan 3 kali sehari, plus dua kali minum susu dalam sesehari. Kebutuhan mereka untuk ketrampilan yang mendatangkan uang untuk diri mereka sendiri pun ditanggung. Jadi mereka tinggal ‘duduk manis’ belajar saja,” ungkap Ade tentang anak-anak duafa yang dibinanya. Dengan segala fasilitas yang diberikan pihak sekolah, tentu bisa dibayangkan berapa besar biaya yang harus ditanggung sekolah untuk semua itu. Tapi ‘Maha Besar Tuhan’. Niat mulia Ade dan para relawan guru selalu mendapat jalan dari Tuhan. Selama tujuh tahun mengoperasikan SMP gratis ini, segala biaya relative bisa tercover. ‘Tuhan selalu membuka jalan. Ada saja sumbangan datang. Bahkan para guru yang semuanya relawan tanpa digaji pun, ikut menjadi donatur. “Relawan-relawan kami ini sungguh luar biasa. Mereka bukan hanya mendedikasikan waktunya untuk mendidik
anak-anak tapi juga ikut menyumbang uang untuk membantu operasional sekolah,” jelasnya. Mungkin itu juga yang membuat banyak calon siswa berlatar-belakang keluarga tak mampu ingin bersekolah di sini. Apalagi lulus SMP ini pun mendapat ijazah SMP Negeri. “Tapi saya tidak bisa menerima semua calon siswa itu. Karena tempat sangat terbatas, maklum sekolah ini kan diselenggarakan di rumah saya yang juga menjadi hunian keluarga kami. Jadi siswa yang diterima tidak bisa terlalu banyak,” kata Ade yang sempat kena ‘semprot’ orangtua calon siswa yang ditolak masuk SMP Ibu Pertiwi. Selain segala fasilitas yang diberikan kepada para siswanya, pihak sekolah ‘Ibu Pertiwi’ juga memberi beasiswa masuk SMA pada siswa yang berprestasi secara akademik serta berkelakuan baik dan tidak pernah melanggar aturan sekolah. Salah satu yang mendapat beasiswa itu adalah seorang murid yang disekolahkan di sebuah SMA Islam Dian Didaktika, Cinere, Depok. Ini adalah salah satu sekolah terbaik berstandar internasional di kota Depok, Jawa Barat. Jadi sudah barang tentu biayanya cukup mahal.
Ade Pujiati “Nilai akdemik anak kami tinggi, jadi kami berpikir harus menyekolahkannya di sekolah terbaik, sekalipun mahal. Jadi saya dan para guru relawan patungan untuk menyekolahkan dia. Untuk uang pangkal, kami mengeluarkan biaya Rp26 juta, dan SPP nya Rp 1 juta lebih per bulan. Tapi tidak sia-sia, karena anak ini belajar rajin dan memperoleh ranking tinggi di sekolahnya. Sekarang dia diberangkatkan ke Olimpiade Sains untuk bidang biologi,” kata Ade yang telah memperoleh berbagai penghargaan atas kiprahnya di bidang pendidikan. Sayangnya, sekalipun anak tersebut pintar dan nilainya tinggi, sekolah itu tidak memberi beasiswa. Padahal anak ini adalah anak dari keluarga miskin. “Mungkin dia satu-satunya anak miskin di sekolah itu,” ucap Ade. MELANGGAR ATURAN DIDENDA UANG Dikatakannya, dari pengalamannya dalam membina anak-anak duafa, didapat kenyataan bahwa anak-anak duafa pun apabila diberi kesempatan seperti anak lainnya, akan mampu berprestasi. Dan itu sudah dibuktikannya lewat mendidik mereka selama tujuh tahun. “Tidak mudah lho mendidik anak-anak ini yang terbiasa hidup ‘keras’ , bebas tanpa aturan. Belum
lagi latar belakang keluarganya yang bukan hanya miskin secara financial tapi juga ‘kekacauan’ dalam kehidupan berkeluarga, seperti KDRT, dll. Nah, kami di sini bukan sekadar mengajar mereka secara akademik, tapi juga kerap terlibat dalam problematic kehidupan keluarga mereka. Untuk merecovery atau ‘merehabilitasi’ mereka bukan hal yang mudah. Apalagi kalau orangtuanya tidak mendukung. Ini sungguh berat,” kata Ade. Karena itu, ucapnya lagi, untuk membentuk anak-anak ini, pihak sekolah memberlakukan peraturan yang ketat. “Ini sekolah gratis, tapi bukan berarti anak bisa berlaku semaunya. Kami ajarkan soal kedisiplinan, nilai-nilai kehidupan, keagamaan, dll. Kami menginginkan anakanak bukan saja pandai dalam pelajaran formal tapi juga memiliki akhlak yang baik dan berdisiplin tinggi. Hasilnya, meski pada awalnya siswa yang mendaftar banyak, namun dalam perjalanannya satu persatu mundur atau menghilang karena tidak tahan dengan aturan ketat yang diberlakukan. “Yang terjadi adalah seleksi alam. Hanya mereka yang benar-benar mau berubah dan ingin belajar secara serius lah yang bertahan hingga lulus,” kata Ade sembari menambahkan, mereka yang melanggar aturan dikenakan denda berupa uang. Yang juga menarik dilihat adalah para siswa mendapat aneka pendidikan ektrakurikuler seperti; tata boga, menjahit, keseniaan, olah raga juga pendidikan kewirausahaan. Dengan begitu mereka bisa mandiri bahkan dari karyanya bisa menghasilkan uang. Hal yang membahagiakan Ade, karena anak-anak asuhnya meski masih sekolah tapi bisa membantu perekonomian keluarganya. “Penghasilan mereka dari berjualan jajanan, menjahit, dll, sebagian ditabung sebagian lagi untuk membantu orangtua. Itu sebabnya, para orangtua senang, karena selain anaknya mendapat pendidikan, juga bisa memiliki penghasilan yang dapat membantu perekonomian keluarga. Saya sungguh bahagia dengan capaian ini,” kata Ade yang berharap suatu saat bisa memiliki gedung sekolah sendiri. –Diana Runtu
Mandalika
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
21
Bergerak Bersama Menuju Perubahan
Hiruk pikuk panggung politik negeri ini, yang saat ini turut melibatkan institusi kepolisian dalam pusaran masalah bangsa, tidak membuat Polda Nusa Tenggara Barat larut dalam hal itu. Brigjen. Pol. Drs. Sriyono, M.Si, Kapolda NTB, malah turun lapangan untuk menyapa langsung dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat hingga ke desadesa dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
P
rogram yang dirancang dan sudah dilakukan sejak pertamakali ia bertugas di NTB ini merupakan program pendekatan masyarakat yang mengedepankan ajakan untuk bergerak bersama menuju perubahan. Dalam kegiatan bertajuk Generasi Muda Bicara ini, polisipolisi muda dibiasakan untuk bicara dan berkomunikasi dengan masyarakat secara langsung untuk mendekatkan hubungan silatur-
ahmi masyarakat dengan polisi. Gemuruh tepuk tangan terdengar menggema di lapangan Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima, ketika menyaksikan video kesuksesan dari perjuangan sekelompok pinguin, semut dan kepiting dalam menghadapi ancaman binatang besar yang ingin memangsanya. Keberhasilan itu dicapai karena binatang-binatang kecil ini menghadapi binatang pengganggu secara bersamasama.
Ratusan orang warga Tente Kecamatan Woha memenuhi lapangan tersebut, dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua duduk menonton layar tancap yang sengaja diputar oleh Direktorat Binmas Polda NTB yang bekerja sama dengan Polres Bima untuk menghibur masyarakat. Misinya bukan sekedar menghibur, melainkan mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan perubahan secara bersama-sama. -Naniek I. Taufan
Pendekatan Model Baru Polda NTB
Dirbinmas Polda NTB, Kombes. Pol. Suwarto saat berbagai doorprize untuk masyarakat Dompu yang hadir dalam kegiatan
Generasi Muda Bicara ini, tidak hanya diselenggarakan di Kabupaten Bima, melainkan juga di Kabupaten Dompu dan Kota Bima. Pada kegiatan yang diselenggakan di tengah masyarakat ini, selalu ramai oleh tepuk tangan sebagai respons yang diberikan masyarakat atas video, lagu hingga materi inspiratif yang disampaikan oleh para Polwan Polda NTB yang baru saja ditugaskan ke polsek-polsek seluruh NTB. Sebanyak 134 Polwan baru ini oleh Kapolda NTB, sengaja dititipi pesan untuk menyentuh masyarakat hingga lapisan terbawah di masing-masing wilayah hukum Polsek tempatnya bertugas. Keberanian para Polwan baru untuk bicara di depan umum, mendapat apresiasi dari masyarakat yang merespons ajakan perubahan yang disampaikannya. Setidaknya respons spontan itu terlihat saat masyarakat ikut serta menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, bergandeng tangan dan memeluk pundak kawannya, seperti yang dilakukan dua pemuda di salah satu pojok lapangan Tente Bima saat kegiatan ini berlangsung. Ini menjadi model baru pendekatan yang dilakukan oleh jajaran Polda NTB bersama seluruh Polres yang ada di NTB dalam melakukan pembinaan masyarakat. “Kami ingin melatih para Pol-
wan baru untuk berani tampil di depan umum dan belajar menguasai situasi di wilayah tugas masingmasing,” ungkap Kombes. Pol. Suwarto, Direktur Binmas Polda NTB yang selalu mendampingi Polwan selama kegiatan ini berlangsung dalam menyampaikan
ajakan perubahan. Para Polwan yang akan bertugas dalam menangani kasus-kasus perempuan dan anak di masing-masing tempatnya bertugas ini, telah terlebih dahulu dilatih untuk memiliki kepekaan terhadap sekitarnya. Anak-anak muda ini bicara di depan ratusan warga tentang pentingnya persatuan dan kesatuan juga menyadarkan masyarakat akan kekayaan dan potensi bangsa Indonesia yang harus dijaga dengan persatuan bukan dengan konflik yang akan mendatangkan kerugian bagi masyarakat sendiri. Hadirnya anak-anak muda bicara di tengah warga, khususnya lokasi kegiatan di Kabupaten Bima, yang berada di sekitar kampung yang pernah terjadi konflik horizontal, setidaknya memberikan arti bagi masyarakat untuk menyadari bahwa konflik itu tidak berguna dan malah hanya akan menimbulkan kerugian bagi
Kapolda NTB, Brigjen. Pol. Drs. Sriyono, M.Si., memberikan doorprize kepada para pemulung dan pengguna sepeda motor yang membawa SIM yang hadir menyaksikan layar tancap di Lapangan Merdeka Kota Bima
masyarakat sendiri. Hadir dalam tiap gelar Generasi Muda Bicara di tiga kabupaten di Pulau Sumbawa ini, tokoh-tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, DPRD, tokoh pemuda, ulama hingga masyarakat luas. “Kegiatan ini sengaja digelar untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat untuk bersama-sama berupaya melakukan perubahan, yang dimulai dari hal-hal kecil dari sekarang dan mulai dari diri sendiri, kata Brigjen. Pol. Sriyono, Kapolda NTB yang juga selalu hadir di tengah masyarakat dalam
kegiatan ini. Harapan besar dari digelarnya kegiatan-kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa peduli antar sesama warga dan rasa cinta pada bangsa sehingga konflik-konflik horizontal yang selama ini terjadi di masyarakat bisa dicegah. Juga harapan agar terjadinya perubahan pola pikir masyarakat sekaligus menyadarkan masyarakat bahwa akibat dari konflik yang kerap terjadi itu tidaklah ada gunanya, malah hanyalah mendatangkan kerugian bagi warga itu sendiri. -Naniek I. Taufan
20
Nine
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Meiyar Sang Motivator
Seorang ibu tiba-tiba memeluk erat Meiyar B.Sc, saat menggema lagu berjudul “Semua Karena Cinta”. Usai sang motivator menyampaikan materi Penghargaan dan Pujian dalam Wisata Nurani yang diselenggarakan di Gedung Sasana Dharma Polda Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, Ibu tersebut menangis sesegukan dipelukannya. larut dalam motivasi perubahan yang disampaikan. Itulah sebabnya, tak pelak, banyak peserta yang menangis karenanya. Pada kesempatan lain, Meiyar yang basic-nya seorang perawat ini kembali menjadi tempat curhat para peserta tentang berbagai trauma dan masalahnya. Dengan sabar, perempuan kelahiran Bandung, 31 Mei 1962 ini mengajak mereka bicara dari hati ke Meiyar bersama suami tercinta, Brigjen. Pol. Drs. Sriyono, M.Si. hati memberikan motivasi-motivasi uasana haru me- untuk perubahan dalam diri mernyelimuti kesedihan eka yang menyampaikan segala ibu tersebut diiringi curahan hatinya itu. Inilah salah lagu yang menggema satu aktivitas Ketua Bhayangkari mengisi ruang pelatihan. Sua- Daerah Nusa Tenggara Barat ini, sana seperti ini selalu terlihat tiap setidaknya sejak tahun 2005. kali Meiyar memberikan materi Ia banyak mengalami hal septersebut. Meiyar memang piawai erti ini, namun tetap tersenyum menyentuh hati para peserta, menghadapinya, sebanyak apapun
S
5
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
HUT ke-27 WHDI Provinsi Bali
Diramaikan Parade Gebogan
Puncak peringatan HUT ke-27 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali, diselenggarakan di Gedung Mendopo Kesari, Negara, Kamis (12/2) dengan tema “Membangun Budaya Bangsa Se suai Kearifan Lokal dan Bersama Membangun Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Anak Usia Dini”.
Ketua Bhayangkari NTB, Hj. Meiyar B.Sc (empat dari kiri) bersama Ketua PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi (tengah) dan istri-istri Mupida NTB
mereka yang curhat padanya, meski harus menghalangi waktu istirahatnya. Meiyar adalah seorang Bhayangkari yang memiliki spesifikasi yang berbeda yang mungkin tidak dimiliki orang lain, yakni sebagai seorang motivator. Hariharinya banyak dihabiskan untuk meggerakkan kesadaran perubahan di berbagai komunitas, termasuk di Bhayangkari NTB. Tiga puluh dua tahun mendampingi suami bertugas di berbagai daerah, membuat Meiyar memiliki banyak pengalaman suka dan duka terutama dalam hal perpindahan tugasnya sebagai PNS Polri. Meiyar memang memilih tetap bekerja atas persetujuan suaminya, namun tetap bisa menjadi Bhayangkari saat mendampingi suaminya. Sebagai seorang yang mencintai keluarga, dalam menjalankan tugas sebagai Ketua
Bhayangkari NTB kini, Meiyar kerap berpesan kepada ibu-ibu Bhayangkari agar mengutamakan keluarga demi terciptanya sebuah keluarga yang harmonis. “Sekali pun bekerja, keluarga harus diutamakan,” ujarnya. Meiyar tidak hanya bicara mengenai hal ini, namun ia telah melakukannya. Jika yang lain ada yang memilih meninggalkan pekerjaan untuk bisa mendampingi suami. Atau ada pula yang memilih tetap tinggal di tempatnya bekerja, sementara suaminya bertugas ke mana-mana. Namun tidak bagi Meiyar. Berkali-kali suaminya pindah tugas, ia tetap bertahan untuk bekerja sekali pun berkalikali pula ia harus ikhlas kerepotan mengurus perpindahan tugasnya sebagai pegawai. Sebuah prosedur yang tidak mudah mengingat perpindahan tugas itu lebih banyak terjadi dalam waktu yang tidak
terlalu panjang. Tetapi, ia memilih terus mendampingi suaminya ke mana pun suaminya bertugas sembari tetap juga bekerja demi kecintaannya pada keluarga. Kehadirannya yang selalu berada di samping suaminya adalah dukungan yang besar bagi Sriyono. Dan kesabarannya itu terbayar hingga akhirnya karir Sriyono mencapai puncaknya, sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat saat ini. Untuk dapat memimpin Bhayangkari Daerah NTB dengan sebaikbaiknya, Meiyar membagi waktunya dengan tugasnya sebagai Kasubid. Kespol Biddokes Polda NTB. Keputusan Meiyar untuk tetap bekerja, sesungguhnya telah didiskusikan secara serius bahkan sejak pertama kali ia menikah dengan Brigjen. Pol. Drs. Sriyono, M.Si, Kapolda NTB, 16 Mei 1985 silam. -Naniek I. Taufan
Temukan Solusi dengan Berdiskusi Meiyar dan Sriyono adalah dua sosok yang selalu menemukan solusi dengan cara berdiskusi, termasuk soal karir. Tentang siapa yang mau maju, apakah dirinya atau suaminya. Meiyar memilih suami yang karirnya harus maju, sementara dirinya sebagai pendukung utama dengan tetap berada pada wilayah kesadaran yang sewajarnya. Hal ini ia pilih, karena ia sadar sepenuhnya, sebagai seorang ibu dari tujuh anak yang dititipkan Allah SWT pada mereka, harus ia jaga dan rawat dengan sebaik-baiknya. Karena itu karirnya ia biarkan berjalan sewajarnya hingga hari ini ia menjadi PNS Polri. Kini setelah tujuh anak besar dan dewasa, Meiyar menikmati waktunya bekerja mengelola pelayanan kesehatan seluruh Personil Polda NTB, berupa pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemeriksaan kesehatan saat rekrutmen SDM Polda NTB dan lain-lainnya. Ritme bekerjanya sekarang lebih teratur dibandingkan ketika anak-anaknya masih kecil-kecil. “Kalau dulu pikiran saya, selain menjadi ibu Bhayangkari, juga sebagai PNS dan seorang ibu bagi anak-anak saya. Saya
Inspirasi
harus mengurus segala keperluan mereka. Kini, setelah anak-anak sudah besar, satu pekerjaan yang tidak lagi membutuhkan konsentrasi penuh saya bekurang, yakni mengurus anak,” katanya tersenyum. Hal inilah yang membuatnya begitu dekat dengan tiga anaknya yang kebetulan datang berlibur beberapa waktu lalu ke Mataram, Nusa Tenggara Barat. Uniknya, jika dahulu Meiyar mengurus tujuh orang anak, maka kini tidak seorang pun yang diurus langsung olehnya, karena anak-anaknya telah memiliki kehidupan sendiri-sendiri. Empat telah berkeluarga, dua orang kuliah dan seorang lagi tengah menempuh SMU di sebuah Boarding School di Jakarta. Ia kini tinggal berbeda kota dengan ke tujuh anak ini. Itulah sebabnya tiap kali bisa berkumpul bersama anak-anaknya, Meiyar menghabiskan waktunya untuk dekat dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Sebagai seorang perempuan, sejak kecil Meiyar yang anak seorang tentara ini, telah diajarkan disiplin yang ketat. Masa kecilnya banyak ia habiskan untuk bermain permainan anak laki-laki. “Saya dulu mainnya ketapel dan naik pohon,” ujarnya tertawa. Itulah sebabnya sosoknya terbentuk sebagai se-
orang perempuan yang kuat, tidak cengeng meski menghadapi situasi yang berat secara psikologi. Misalnya saat ia harus mengurus sendiri anak-anaknya, bekerja sebagai pegawai dan menyambi berdagang barang elektronik dan peralatan rumah tangga saat bertugas di Padang hingga menjadi ibu Bhayangkari, dilakoni Meiyar dengan penuh tanggung jawab. Ini menjadi bagian yang mewarnai lika-liku perjalanan hidupnya. Meskipun kini karir dan jabatan suaminya mencapai puncaknya, Meiyar tetap bersahaja. Begitu pula dengan Sriyono dan anak-anak mereka. Pasangan sederhana yang berasal dari keluarga biasa ini, memang selalu mengajarkan anak-anak mereka tentang arti kesederhanaan. Sejak anak-anaknya kecil, ia telah mengajarkan mereka untuk menabung terutama jika menginginkan sesuatu yang lebih dari budget uang belanja yang telah dijatahkan untuk tiap anak. Meski setelah kehidupan ekonomi yang bisa membuat mereka leluasa bergerak mengaturnya seiring meningkatnya perjalanan karir dan jabatan keduanya,
Meiyar dan Sriyono, tetap mengajarkan tentang hal itu. Tidak banyak yang diberikan Meiyar tentang konsep ini melainkan sebuah kalimat yang sederhana. “Kalau menjadi orang kaya, siapa saja bisa. Tidak perlu belajar untuk menjadi orang kaya. Namun, belajar untuk menghargai sebuah perjuangan dari proses itu, tidak semua orang bisa melakukannya,” ujarnya. Dengan menabung, menurutnya, dapat membentuk pribadi seseorang untuk memiliki daya juang yang akan membuatnya bisa menghargai hasil dari perjuangannya tersebut. Itulah yang ditanamkan pada anak-anaknya. Jika mereka sudah berupaya keras untuk menabung dan menginginkan sesuatu namun tabungannya tidak cukup, maka Meiyar cukup bangga untuk menambahnya agar apa yang diinginkan anakanaknya tercapai. “Meskipun nombok-nya lebih banyak, setidaknya saya menghargai usahanya untuk menabung, menyisihkan uang belanjanya untuk itu,” ujar Meiyar tertawa. Dengan begitu, mereka akan sangat menghargai barang miliknya karena ikut merasakan ‘pahitnya’ menabung. -Naniek I. Taufan
Ny. Rataya B Kentjanawathy
A
Ny. Bintang Puspayoga
cara yang dikemas sederhan namun berkesan tersebut di antaranya dihadiri Ketua Umum WHDI, Ketua WHDI Provinsi Bali, Ketua BKOW Provinsi Bali, Bupati dan Wakil Bupati serta jajaran pejabat di lingkungan Kabupaten Jembrana, Ketua PHDI Provinsi Bali, Ketua MUDP Provinsi Bali, Penasihat WHDI dan Ketua WHDI Kabupaten/Kota se-Bali.
Ani Kembang Hartawan
Selain pemotongan tumpeng, puncak perayaan HUT ke-27 WHDI Provinsi Bali juga diramaikan dengan stan pameran berbagai produk unggulan kerajinan binaan WHDI masing-masing Kabupaten/ Kota se-Bali. Sedangkan hiburan diisi oleh Jegog Widya Kusuma Ayu Jembrana, dan Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi yang beranggotakan pengurus dan anggota WHDI, mengiringi Tari Pendet ibu-ibu lansia Kabupaten
Jembrana, Tari Legong Tri Sakti, serta melantunkan Tabuh Gambang Suling. Pada kesempatan tersebut, Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Puspayoga yang juga istri Menteri Koperasi& UMKM ini, tampil membacakan sejarah singkat WHDI. Bahwa keinginan memiliki wadah organisasi wanita yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan keagamaan sudah ada menjelang dasawarsa 1980an. Selanjutnya, di beberapa daerah muncul kegairahan berkegiatan dan berorganisasi dalam berbagai skala dan lingkup kegiatan. Akhirnya, pada saat Mahasabha V PHDI di Bali tahun 1986, salah satu keputusannya mengimbau dibentuknya WHDI di seluruh Indonesia. Maka, pada 12 Pebruari 1988 terbentuklah WHDI dan tahun 1990 pengurus WHDI daerah Bali pun terbentuk, disusul pengurus di 9 Kabupaten/Kota di Bali. Catatan sejarah ini disampai-
Ketua WHDI Bali tengah melihat deretan gebogan peserta parade
kannya agar dapat menjadi acuan bagi organisasi dalam membina kehidupan organisasi mewujudkan peran sosialnya. Ketua Panitia, Ny. Ani Kembang Hartawan menyampaikan beberapa kegiatan sosial dan lainnya yang terselenggara dalam rangka HUT ke-27 WHDI. Salah satunya yang
turut meramaikan puncak acara adalah dilaksanakannya parade gebogan antar kabupaten/kota se-Bali, yang kemudian terpilih 3 terbaik dari seluruh peserta. Pada kesempatan tersebut, berdasarkan undian Bangli terpilih menjadi tempat acara HUT tahun depan. –Sri Ardhini
Bentuk PAUD Terintegrasi Hindu Sedangkan Ketua Umum WHDI, Ny. Rataya B Kentjanawathy Suwisma menyampaikan, perayaan HUT WHDI juga untuk memperbaharui komitmen dan semangat untuk bersatu menata gerak langkah ke depan dan kiprah perempuan Hindu mewujudkan peran sosial yang lebih baik dalm kehidupan kemasyarakatan, kenegaraan dan kebangsaan. Selanjutnya, WHDI diharapkan juga mampu meningkatkan peran dan kiprahnya sebagai garda terdepan dalam membina dan mendidik generasi muda bangsa dengan pendekatan kebudayaan, yang sangat tepat dalam mewujudkan karakter bangsa. Hal ini akan berhasil jika dimulai sejak dini. Ia juga mengajak semua anggota dan pengurus WHDI dari tingkat pusat hingga kelurahan/desa untuk segera membentuk lembaga PAUD terintegrasi agama Hindu di 31 Provinsi yang telah terbentuk kepengurusan WHDI. Demikian juga yang disampaikan Bupati Jembrana I Putu Arta pada kesempatan tersebut, WHDI sebagai salah satu organisasi sosial yang bercirikan Agama Hindu, diharapkan mampu meningkatkan peran melalui kiprahnya sebagai garda terdepan dalam mendidik generasi penerus bangsa, disertai semangat juang yang tinggi, ketabahan, kesabaran dan bijaksana. –Sri Ardhini
Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi
Pemotongan tumpeng HUT ke-27 WHDI Provinsi Bali
Ketua Umum dan Ketua WHDI Bali di salah satu stan pameran
Suasana HUT ke-27 WHDI Provinsi Bali
Jegog Widya Kusuma Ayu
Pemenang lomba gebogan
6
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
IA Istri Yanti Agustini
Kuncinya Kebersamaan Perempuan ini sangat bersemangat ketika berbicara dengan para petani asparagus di Pelaga, Petang, Ba dung. Saat ditemui, Tokoh, beberapa waktu lalu di Pelaga, ia mengatakan, asparagus sudah banyak mengubah kehidupan petani di Pelaga.
“P
engembangan produk unggulan daerah dengan pendekatan one village one product (OVOP) melalui koperasi ini, kami lakukan di Desa Pelaga. OVOP ini berbasis potensi lokal seperti pertanian asparagus yang dikembangkan di Desa Pelaga. Ini merupakan pilot project di Indonesia untuk program OVOP ini. Kini, para petani asparagus mulai merasakan keuntungan dan pelan-
pelan mulai dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Kepala Bidang Bina Usaha Koperasi dan UKM, Dinas Koperindag Kabupaten Badung, IA Istri Yanti Agustini. Dayu Yanti begitu ia akrab disapa, memang selalu sigap dalam menjalankan tugasnya turun ke masyarakat. Terkadang, Hari Sabtu dan Minggu, ia tetap menjalankan tugas. “Itu memang sudah tugas saya untuk memfasilitasi para petani,” tuturnya.
Woman on Top Selain melakukan pembinaan ke petani di Desa Pelaga, kini ia juga sedang konsen dengan tugasnya dalam memfasilitasi pelaku UKM di Badung. Bagi yang tertarik untuk belajar ekspor ada satu kemitraan yang sudah dibentuk. Bekerja sama dengan Bali Paviliun Group, kemitraan yang dibentuk ini, melakukan seleksi ke UKM yang memang layak untuk mengekpor produknya. “Syarat untuk ekspor itu tidak mudah, jadi pelaku UKM harus mempunyai satu standar yang sudah ditentukan,” ucapnya. Ada beberapa kerajinan UKM yang kini sedang
difasilitasi, yakni kerajinan besi, keramik, kayu, tedung pantai, dan furnitur dari kayu sampah pantai. Bahkan, UKM kayu sampah pantai yang bertempat di Abiansemal ini sudah mendapatkan order tiap tiga bulan. Dengan kesibukannya menjalankan tugas, tentu ia tak mampu bekerja sendiri. Ia dibantu tiga kepala seksi, dua diantaranya perempuan dan satu laki-laki. Namun, kata Dayu, bukan berarti karena dia perempuan, stafnya lebih banyak perempuan. “Saat saya menjabat, memang sudah begini. Keseluruhan staf di sini berjumlah 14 orang,” kata Dayu Yanti. Baginya, memaksimalkan staf yang sudah ada, adalah tipsnya dalam memimpin. Ia menerapkan sistem, tidak ada atasan atau bawahan. “Kalau punya ide, silakan tunjukkan. Saya tak pernah menutup pintu, siapa saja yang ingin melakukan koordinasi saya siap,” lanjutnya. Menjaga saling percaya juga tak pernah ia lepaskan. “Sudah ada aturan yang harus kami patuhi, jadi kita bekerja sesuai tugas masingmasing. Satu kegiatan bisa selesai dengan baik, karena kuncinya kebersamaan. Artinya, tidak ada yang bekerja sendirian, semua saling membantu. Itu yang saya tekankan,” kata Dayu Yanti. –Wirati Astiti
19
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Wajib Beri Angpao Sehari sebelum Imlek, Anda perlu menyapu rumah sebagai simbol membuang semua kesialan, sehingga tersedia cukup ruang untuk keberuntungan. Setelah itu, jauhkan semua peralataan sperti sapu dan sikat dari jangkauan. Jangan me nyapu rumah di hari pertama tahun baru, hal itu dipercaya akan ikut menyapu semua keberuntungan. Demikian dituturkan budayawan Tionghoa Wirya Su brata, tentang kebiasaan yang sangat diyakini, warga Tionghoa dalam menyam but Tahun Baru Imlek.
I
a menambahkan, banyak orang yang melakukan pengecatan rumahnya, agar terlihat baru dan semangat dalam menyambut tahun baru yang termasuk Tahun Kambing ini. Termasuk juga, pembersihan dan pengecatan dilakukan di klenteng-klenteng. Imlek adalah hari perayaan pergantian tahun, jadi bukan hari raya satu agama tertentu. “Semua orang dapat bergembira menyambut tahun baru yang disebut sebagai Tahun Kambing ini,” kata lelaki yang sangat piawai menulis huruf dan berbicara bahasa Mandarin ini. Bagi umat Tionghoa, Imlek disebut sebagai pesta besar karena waktunya berkumpul bersama dengan seluruh anggota keluarga, untuk saling bersilaturahmi dan saling mendoakan agar di tahun yang baru mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi, sehat, selamat, dan tambah
sukses. “Biasanya Malam Imlek atau disebut malam tahun baru, kami berdoa bersama. Para orangtua memberi doa kepada anak-anaknya, dan si anak mendoakan orangtua mereka. Kemudian kami makan bersama. Saat Imlek kami pergi ke klenteng berdoa kepada Tuhan dan juga leluhur. Sarana persembahyangan memakai buah nenas yang ada mahkotanya, untuk kehidupan yang lebih baik, apel untuk keselamatan, dan kue yang manis seperti kue mangkok, kue kura-kura atau kue ku, agar kehidupan di tahun baru menjadi lebih manis lagi dan lebih merekah, dan tentunya selalu panjang umur,” ucapnya. Tentu yang paling ditunggu, adalah pemberian angpao bagi mereka yang belum akil-balig. Pemberian angpao ini wajib hukumnya. Bukan dilihat dari isi angpao, tapi makna pemberian angpao ini. Bagi yang sudah menikah, wajib memberikan ang-
Kambing tidak bisa Ditebak Dalam setiap perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa mengenal Tahun Binatang atau biasa disebut Shio. Shio adalah simbol binatang Cina yang mewakili 12 siklus tahunan. Mereka mewakili konsep siklus waktu, tidak seperti konsep waktu Barat yang mewakili dengan bintangbintang. Setiap tahun atau saat perayaan tahun baru Imlek ditandai dengan Shio sesuai dengan siklus yang yang berputar dari Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi. Setiap dua belas tahun binatang atau Shio yang sama akan muncul. Masyarakat banyak melihat pengaruh Shio tiap tahun dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Menurut Adi Dharmaja keberadaan shio dalam kehidupan tidak begitu berpengaruh dalam menjalani kehidupan, karena setiap tahun harapan masyarakat itu sama. “Shio tidak begitu berpengaruh, karena tiap tahun masyarakat selalu mengharapkan kebahagian, kenyamanan, rejeki lancar dan hoki dalam tahun baru ini,” ujarnya. Menurut Hendra A. Wasita, tahun kambing dibaratkan seperti tingkah kambing yang tidak bisa diam dan dipegang. Artinya apa yang terlihat tidak bisa diartikan seperti yang terlihat alias tidak dapat ditebak. Kambing jangan dikira jinak, bisa-bisa ia menyeruduk tanpa komando. Banyak hal yang tidak bisa diprediksi. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Bali khususnya warga Tionghoa untuk bersama-sama mempererat persahabatan demi kerukunan umat dan bangsa. –Wirati Astiti/Jelantik
pao kepada keluarganya yang belum bekerja. Tujuannya, berbagi rezeki kepada sesama, dan menyambut suka-cita tahun yang baru. “Anakanak tentu sangat senang, karena mereka bisa mendapatkan banyak angpao dari beberapa sanak-saudaranya. Ada yang menabung uang angpao agar cukup dibelikan sesuatu barang atau dibelikan barang yang memang diinginkan,” kata lelaki yang hobi memelihara burung ini. Setelah 15 hari perayaan Imlek ada disebut perayaan Cap Go Meh. Biasanya disajikan satu makanan khusus yakni lontong cap go meh. Lontong biasanya dimakan dipotong-potong, diartikan saat itu setelah perayaan semua anggota keluarga akan kembali ke tempatnya
Wirya Subrata
Hendra Wasita
masing-masing. “Saat Imlek semua anggota keluarga berkumpul di rumah yang paling tua, setelah perayaan cap go meh, mereka kembali ke rumah masing-masing. Biasanya, ada juga pesta lampion. Ada kue dodol hitam yang dibungkus kulit tapis putih melambangkan persatuan yang erat,” kata Wirya. Ia menambahkan, perayaan Cap Go Meh yang unik ada di klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja. Hendra A. Wasita, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Bali, menambahkan perayaan Imlek tentu disambut dengan senang hati bagi semua warga Tionghoa di seluruh dunia. Di Bali, puncak perayaan Imlek direncanakan digelar 28 Februari di Hotel
Harris Sunset Road Kuta. Seluruh warga Tionghoa akan berkumpul bersama, merayakan tahun baru dengan suka cita. “Perayaan Imlek tahun ini tentu sangat istimewa, karena kami akan mengundang Konjen RRT untuk Bali, yang baru saja diresmikan. Berbagai kesenian dan budaya Tionghoa akan dipentaskan menghibur seluruh undangan. Perayaan Imlek tahun ini, bertema “Dengan Semangat Pengabdian Kita Eratkan Persahabatan”. Semoga tahun baru membawa keberuntungan bagi kita semua,” kata Hendra. Ia mengajak, seluruh masyarakat Bali, terutama warga Tionghoa menyikapi tahun baru yang memasuki tahun kambing ini lebih waspada dan berhati-hati. –Wirati Astiti
Akulturasi Budaya Tionghoa dan Hindu Setiap masyarakat mempunyai budayanya masing-masing dan tentunya dijaga supaya budaya tersebut tidak lenyap. Ketika kebudayaan luar masuk, masyarakat berusaha menjaga kebudayaan aslinya. Hasilnya, kebudayaan asli akan tetap terjaga dan tetap dilestarikan. Ada juga kebudayaan luar bisa diterima dan diolah ke dalam kebudayaan lokal. Akulturasi kebudayaan Tionghoa dan Hindu adalah salah satunya. Sebagai contoh dalam agama Hindu, pernak–pernik Tionghoa sudah ada lama di Bali seperti pis bolong, patra Cina dan Barongsai. Selain itu Agama Hindu juga mengenal istilah Siwa Budha dalam kebudayaan dan keagamaan sampai sekarang ini. Menurut Adi Dharmaja, kelian banjar Dharma Semadhi Kuta,
kebudayaan Tionghoa sudah lama melekat di Bali. “Kebudayaan Tionghoa sudah lama masuk di Bali ini, dalam cerita Kerajaan Jaya Pangus di Balingkang yang menikah dengan Kang Cing Wei putri dari kerajaan Tiongkok yang membawa kebudayaan Tionghoa dan melakukan perdagangan di Bali,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan budaya Tionghoa di Bali dibuktikan dengan keberadaan kuburan pada 1876 dan yang sekarang sudah menjadi Vihara yang megah. Keunikan Vihara Dharmayana (Leeng Gwan Bio) dalam akulturasi budaya yang lain yaitu dalam perkumpulan masyarakatnya. Banjar Dharma Semadhi Kuta, merupakan wadah perkumpulan warga Tionghoa yang bertempat di Vihara
Akulturasi budaya di Vihara Dharmayana (Leeng Gwan Bio) Kuta
Adi Darmaja
Dharmayana. Fungsinya hampir sama dengan banjar yang ada di Bali, tetapi Banjar Dharma Semadhi Kuta tidak terikat oleh adat istiadat yang ada di Bali, melainkan masuk ke dalam Dinas. Terdapat 147 KK yang merupakan anggota banjar Dharma Semadhi ini. Dalam perayaan Imlek di Vihara Dharmayana rangkaian acara sudah dilakukan pada awal bulan Desember 2014, dengan gotong royong membersihkan area dan bangunan Vihara, pemasangan lampion, mensucikan arca dewa-dewi dan persiapan lainya. Sehari sebelum Imlek, ada upacara tolak bala yang dimulai pukul 17.00 sampai selesai di pertigaan dan perempatan jalan raya dengan prosesi Liong atau Naga dan Barongsai. Naga dan Barongsai dipercaya sebagai kendaraan dewa-dewi dan juga menetralisir hal-hal negatif yang menimpa masyarakat. -Jelantik
18
Kreasi
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Lampion Simbol Energi Positif
Lampion tidak dapat dipisahkan dari tradisi perayaan Imlek. Lampion menjadi semacam atribut sebagai simbol perayaan Tahun Baru dalam penanggalan Tionghoa. Menurut sebuah sumber, tradisi memasang lampion diperkirakan sudah ada di daratan Cina sejak era Dinasti Xi Han, sekitar abad ke-3 masehi.
Jelang Imlek, Penjualan Lampion Naik 30%
M
Andi Wijaya
enurut Andi Wijaya, pemilik Toko Mutiara Bali yang sudah 13 tahun berjualan alat sembahyang SiwaBuda ini, pendar (cahaya) merah dari lampion memiliki makna filosofis yakni sebuah simbol pengharapan bahwa di tahun yang akan datang diwarnai dengan keberuntungan, rezeki, dan kebahagiaan. “Biasanya di lampion tersebut juga ada hiasan gambar bertuliskan ‘fuk’ yang berarti rezeki,” ujarnya. Legenda klasik juga menggambarkan lampion sebagai pengusir kekuatan jahat angkara murka
yang disimbolkan dengan raksasa bernama Nian. Dengan memasang lampion di tiap rumah juga dipercaya menghindarkan penghuninya dari ancaman kejahatan. Bahkan warga Tionghoa juga memasang beberapa ornamen, salah satunya tulisan “Chu ru phing aru” yang berarti masuk-keluar-yang diletakkan di atas pintu masuk, yang diyakini dapat mengundang masuk energi positif. Warna-warna dalam perayaan Imlek ini pun didominasi merah yang identik dengan hoki/ beruntung, serta warna emas yang bermakna kebijaksanaan. –Inten Indrawati
Lampion yang identik dengan perayaan Imlek bagi warga Tionghoa, kerap disebut lampion Cina. Bentuk lampion yang konvensional ini adalah bulat dengan rangka bambu berbahan kertas. Tetapi seiring perkembangan zaman, muncul pula bentuk lampion yang semakin bervariasi. Salah satunya keluaran terbaru saat ini adalah lampion berbahan plastik, dan lampion model teratai. “Lampion-lampion ini ada lampunya. Saya mengambilnya di Jakarta,” ungkap Andi Wijaya. Lambat laun, karena bentuknya yang cantik dengan pendar warnanya yang indah, lampion pun sudah menjadi konsumsi umum. Peluang ini dilirik pasutri Andrean dan Yulia yang memulai bisnis lampion sejak 2002. Waktu itu, mereka mengaku masih sedikit ada pengerajin lampion, namun peminatnya banyak. “Pangsa pasarnya waktu
Kreasi Lampion Cantik Lampion produksi “You Like Lamp” di Jalan Mertanadi, Kerobokan, Denpasar ini, memakai rangka rotan fitrit yang ringan dan lentur sehingga gampang dibentuk, berdiameter 3 mm. Untuk lampion kain, ia memakai jenis kain peles (parasut), rayon, puring, dan brokat. “Model terbaru memakai kain kasa yang transparan. Ini pesanan orang Eropa yang akan dijual di negaranya,” ucap Yulia sembari menunjuk satu di antara beberapa lampion yang menggelantung di tokonya tersebut. Proses pembuatan lampion kain; 1) menyiapkan cetakan dari besi sesuai dengan bentuk dan ukurannya, 2) Rotan fitrit dililitkan pada cetakan, 3) Melilitkan kawat pada lubang diameter atas dan bawang lampion sebagai penyangga, 4) Mengoleskan lem kayu pada rotan yang akan ditempeli kain, 5) Kain ditempelkan di rotan per bidang, 6) Potong sisisisi kain dengan cutter yang tajam, 7) Lakukan hal yang sama pada bidang-bidang berikutnya sampai habis tertutupi kain, 8) Pasang kawat melintang pada lubang atas untuk
tempat mengaitkan kabel lampu, 9) Rapikan sisi-sisi lubang diameter atas dan bawah. Sebagai bahan pertimbangan, untuk membuat lampion berdiameter 40 cm, diperlukan kain sepanjnag 60 cm. Proses pembuatan lampion kain dan kertas hampir sama. Hanya saja, untuk lampion kertas, bahan kertas yang dasarnya berwarna putih dengan ukuran per bidangnya 48 cm x 64 cm ini, terlebih dahulu harus dicat sesuai warna pesanan. Cat yang dipakai adalah cat pewarna tekstil dicampur dengan lem kayu. Setelah dicat, kain kapas yang saat pengecatan dirangkap dua agar lebih tebal tersebut, cukup dijemur 15 menit kalau panas mataharinya bagus atau sampai kering. Untuk lampion kertas, bahannya memakai kertas kapas yang langsung diimpor dari Cina. Andrean mengisahkan, awalnya ia sempat memakai kertas kapas made in Indonesia. Tetapi ketika dikuas dengan cat, robek. Karena itulah akhirnya ia dan teman-teman seprofesinya yang mengalami kejadian yang sama, menetapkan memakai kertas kapas
made in Cina, yang memang khusus untuk membuat lampion, makanya karakternya agak kuat. Sementara, untuk lampion benang acak, bahan yang dipakai adalah benang jahit. Proses pembuatannya pun berbeda dengan lampion kain dan lampion kertas. Lampion benang memakai cetakan dari bola karet. Prosesnya, benang dililitkan menyilang di bola, sampai penuh. Baru kemudian dililitkan rotan dan dilem memakai lem silikon. Setelah itu, cetakan dicabut dengan jalan mengempeskan bola tersebut. Lampion benang juga bisa dikombinasikan dengan kain di dalam-
itu kebanyakan tamu Eropa. Sekali order bisa sampai satu ontainer atau sekitar 16 ribu lampion. Kami dibantu 20 karyawan,” ujar Andrean yang mengaku mendapatkan keahlian membuat lampion ini dari pamannya. Selanjutnya, pasar lokal mulai melirik keindahan lampion ini untuk dipasang di restoran, hotel,
dan saat acara-acara tertentu yang biasa dikerjakan Event Organizer (EO). Namun, ditegaskan Andrean, lampion yang diproduksinya ini berbeda dengan lampion Cina yang biasanya merupakan produk asli Cina yang identik berwarna merah dan emas serta ada tulisan Cinanya. “Lampion kami banyak model dengan beragam bahan, dari kain, kertas, dan benang,” jelasnya. Menyambut Imlek, ia mengaku orderan lampion yang didominasi warna merah sudah masuk sejak dua bulan sebelumnya. Konsumennya kebanyakan pemilik restoran dan hotel. Andrean yang sebulan rata-rata bisa menerima orderan 500 lampion, mengaku menjelang Imlek orderannya meningkat 30%. –Inten Indrawati
Edisi 836/16 - 22 februari 2015
Naik Haji dengan Emas Pinjaman Menjalani kehidupan yang penuh dengan tanggung jawab dan kemandirian, telah pernah dilalui oleh Meiyar, BSc, Ketua Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat sejak di masa-masa awal kehidupannya bersama suami, Brigjen. Pol. Drs. Sriyono, M.Si, Kapolda NTB. Pernikahan yang diselenggarakan pada 16 Mei 1985, menjadi titik awal perjuangan mereka berdua mengarungi bahtera rumah tangga dengan segala beban yang mereka nikmati bersama sebagai anugerah dari Allah SWT, sehingga menjadikan keduanya memetik buah manis seperti hari ini.
Kebahagiaan Meiyar ada pada keluarga besarnya, suami anak-anak dan cucu-cucunya
nya. Untuk model kombinasi ini, lilitan benang tidak sepenuh model benang acak, agar warna kain di dalamnya bisa terlihat. Lampion-lampion ini umumnya dipasangi lampu di dalamnya. Beberapa model yang diproduksinya seperti, bentuk ufo, bulat, aladin, kapsul, kotak, silinder, aladin, siput,
Beberapa tahapan pembuatan lampion
dan model sangkar. Untuk lampion berdiameter 40 cm berbahan kain ditawarkan Rp 45 ribu, bahan kertas Rp 35 ribu, dan lampion benang dengan ukuran yang sama pula, dijual lebih mahal yakni Rp 70 ribu untuk model benang acak, dan Rp 80 ribu untuk model kombinasi benang dan kain. –Inten Indrawati
S
abar, tegar, dan pantang menyerah, tampaknya kata-kata ini pantas mewakili gigihnya Meiyar dalam menjalankan kehidupannya. Ia tidak pernah tergiur pada hal-hal yang berlebihan melainkan memaksimalkan apa yang mereka miliki. Kehidupan rumah tangga yang memegang teguh prinsip-prinsip, mereka abadikan dalam sebuah keluarga besar yang harmonis. Setelah memutuskan untuk menikah, Meiyar yang sudah bekerja sebagai seorang perawat, tetap mempertahankan pekerjaannya itu meski ia harus mendampingi suaminya yang seorang polisi, berpindah-pindah tugas ke daerah-daerah, hingga hari ini. Keputusan Meiyar untuk tetap bekerja adalah hasil diskusi dengan suaminya yang menyetujui ide baiknya itu. “Kalau saya tidak bekerja, mana mungkin kami bisa menabung untuk naik haji,” ungkap perempuan sederhana ibu dari tujuh orang anak ini, Nurrosyid, Nurul H., Nur Azizah H., Nurroyani, Mohammad NP., Siti Fatimah E., dan Taufik HS. Menyadari bahwa mereka berasal dari keluarga biasa, terutama dalam hal ekonomi dan tidak ingin tergantung pada orangtua, Meiyar dan Sriyono hidup mandiri sejak awal. Keduanya punya kesamaan cara berfikir yang visioner meski masih sama-sama berusia muda. Gaji adalah satu-satunya andalan bagi keduanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. “Saat masih berdua lalu
memiliki anak-anak yang masih kecil, gaji masih cukup untuk kami hidup sebulan,” kata Meiyar. Namun, ia telah menghitung dengan cermat, ketika usia anak-anak mereka nanti semakin dewasa, otomatis kebutuhannya juga memerlukan biaya yang lebih besar. Lalu bagaimana cara agar mereka bisa memenuhi kebutuhan tersebut kelak ketika anak-anak membutuhkannya? Selain itu, ada satu hal penting yang membuat Meiyar juga berfikir untuk bisa menabung, yakni menunaikan rukun Islam yang kelima, naik haji setidaknya bersama suami. Tentu semua itu tidak akan bisa dilakukan jika tidak menabung. “Saya memilih untuk menutup gaji saya, tidak boleh dipakai melainkan seluruhnya saya tabung,” kata Meiyar. Ini memang pilihan yang sulit. Mereka hidup dari gaji Sriyono. Bisa dibayangkan betapa sulitnya untuk memegang prinsip itu, namun Meiyar berhasil melewatinya dengan baik. Suksesnya ia merawat komitmen tersebut, membuatnya tidak pernah berutang di bank. “Sampai hari ini, saya tidak pernah berutang bank sekali pun, kalau saya ada kebutuhan mendadak di luar budget, maka saya ‘utang’ uang saya yang saya tabung itu,” ujarnya. Uang yang diambilnya dari tabungan itu untuk memenuhi kebutuhan mendadak itu, selalu digantinya, sehingga tabungannya tidak pernah berkurang melainkan terus bertambah. Tidak mudah untuk bisa disiplin seperti apa yang dilakukan Meiyar. Namun situ-
asi mereka yang pas-pasanlah yang membuat Meiyar pandai merawat rasa sabar dan kedisiplinannya itu. Bayangkan memiliki tujuh orang anak, membuat Meiyar harus pandai mengelola keuangan keluarga sedetil mungkin. Beruntungnya ia mendapatkan seorang suami yang juga sederhana dan tidak banyak menuntut serta mau melakukan apa pun demi saling membantu satu sama lainnya. “Sejak
kami menikah, suami saya bahkan membuat tempat tidur sendiri,” ungkapnya mengenang masa-masa awal pernikahan mereka. Demi memenuhi kebutuhan keluarga di kala anak-anak mereka telah beranjak besar, Meiyar dan Sriyono memelihara bebek dan ikan serta menanam sendiri sayuran di tanah-tanah sekitar rumah dinas mereka. Dari sana Meiyar bisa mengirit pengeluaran namun mereka dan anak-anaknya tetap mendapatkan gizi yang baik. MASAK SENDIRI Meiyar sangat memperhatikan gizi anak-anaknya meski ia juga sibuk bekerja. Saat anak-anak mereka masih usia SD, Meiyar memang lebih banyak mengurus anak-anak dibanding suaminya yang juga sibuk sebagai seorang polisi dengan tugas-tugas yang tidak main-main. Untuk mengatasi itu, Meiyar memilih sekolah anak-anaknya yang dekat dengan tempatnya bekerja. Saat berangkat ke kantor, ia mampir dulu mengantar anak-anaknya ke sekolah. Waktunya pulang dari sekolah, anak-anaknya ia jemput dan dibawa ke kantor menanti hingga jam kantornya tutup. Selama itu anak-anaknya biasa menghabiskan waktu menunggu di mushala kantornya. Ia mengurus sendiri anak-anaknya meski pun memiliki pembantu. “Pembantu hanya bertugas menjaga anak-anak saat saya tidak di rumah, selebihnya saya urus sendiri,” katanya. Ketika ia di rumah, pembantunya tidak boleh mengerjakan yang lain, misalnya memasak atau lainnya, melainkan hanya mengurus anak demi menjamin keselamatan anakanaknya (saat itu Meiyar memiliki empat anak dan tiga anak lainnya lahir di Jakarta). Kerepotan antara bekerja dan mengurus anak-anak, tidak membuat ia melupakan kesehatan dan gizi anak-anaknya. “Pagi saya sudah membekali diri dengan makanan yang saya masak sendiri untuk makan siang anak-anak di kantor setelah mereka pulang sekolah,” ujarnya. Untuk itu ia harus bangun sepagi mungkin untuk bisa mengurus rumah, mengurus
7
suami, mengurus makanan untuk anak-anak hingga mengurus pekerjaannya. Semua itu dilakoni Meiyar dengan keikhlasan. Dan keikhlasan itulah yang membuat ia tetap bisa tersenyum menghadapi seberat apa pun situasi di hadapannya. Dan tentunya, tidak semua orang mampu melakukan itu. Berbagai penyiasatan situasi menimbulkan kreativitas Meiyar dalam berpikir. Demi untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya, ia pernah berdagang berbagai alat elektronik hingga peralatan dapur. Di sela-sela kesibukan kantor dan mengurus rumah tangga, Meiyar masih bisa mengurus dagangannya yang ia kreditkan. Bisnis ini ia pilih karena tidak harus mengeluarkan modal yang banyak. Barangnya ia ambil dari toko famili atau kawannya dan pembayarannya belakangan/nanti setelah barangnya laku. Hebatnya, perempuan bertubuh mungil namun memiliki kegigihan yang luar biasa ini, tidak pernah merasa malu mengantar pesanan dagangannya ke sana ke mari. Semua usaha yang halal ia jalani demi penghasilan yang juga halal. “Pokoknya apa yang halal saya jalani,” ujarnya. Usaha berdagang saat bertugas di Padang, Sumatera Barat ini rupanya berjalan baik bahkan hingga tujuh tahun lamanya, dari tahun 1990-1997. Karena ia sangat tekun dalam hal ini, penghasilannya lumayan, bahkan menurutnya lebih besar dari gajinya. Usaha ini akhirnya ia tinggalkan saat mereka pindah ke Jakarta, tahun 1997. Saat yang bersamaan, kesibukan mereka berdua semakin meningkat, seiring meningkatkan karier masingmasing. Menjaga daya hidup sebuah komitmen dan prinsip, bukanlah hal yang mudah seperti yang dilakukan Meiyar. Hingga akhirnya, ia dan suaminya berhasil menunaikan ibadah Haji ke tanah suci tahun 1993 dengan uang tabungannya sendiri yang ia tabung sedikit demi sedikit dari hasil keringat dan perjuangan panjangnya mempertahankan prinsip dan komitmen itu. Awalnya tabungan itu hanya cukup untuk berangkat satu orang, Meiyar memilih suaminya yang berangkat. Namun oleh ibundanya, Meiyar dipinjamkan sejumlah emas agar ia dan suaminya bisa naik haji bersama-sama, dengan catatan emas tersebut untuk biaya sekolah adik bungsunya hingga sarjana. “Saya sanggupi menyekolahkan adik bungsu saya hingga, agar saya bisa naik haji bersama suami,” katanya. Pelajaran dari pengalaman dan perjalanan hidupnya ini membuat ia menyadari bahwa apa pun cita-cita yang diinginkan akan dapat terkabul asalkan dijalani dengan sabar dan ikhlas. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Anak Copy Paste Orangtua Anak-anak memiliki karakter yang berbeda dalam hal bersosialisasi. Ada yang mudah be radaptasi dengan lingkungan baru atau teman baru. Namun, ada juga yang kesulitan untuk melakukannya. Peran orangtua dan lingkun gan merupakan faktor yang mempengaruhi kemampuan anak dalam bersosialisasi.
P
ulang sekolah, Andi langsung mandi dan makan. Setelah itu, ia langsung pergi ke balai banjar. Hari itu ada jadwal latihan menabuh. Andi memang paling semangat kalau disuruh menabuh. “Latihan mulai pukul 19.00, tetapi Andi sudah ada di balai banjar pukul 18.00. Ia dan teman-temannya berlomba untuk sampai duluan,” ungkap Wina, ibu Andi. Wina menambahkan Andi seko lah dari siang hingga sore karena ruang kelas di sekolah terbatas. Siswa kelas III dan IV mendapat jad wal sekolah siang. Pagi hari biasanya dipakai siswa kelas IV ini belajar di rumah sedangkan sorenya ia latihan menabuh atau bermain bersama teman-temannya. “Dari kecil Andi sudah terbiasa untuk bermain bersama teman-temannya. Dari pertama kali masuk sekolah, ia su dah gaul dengan teman-temannya karena ada yang memang te man sepermainannya sejak kecil. Saya dan suami juga tidak pernah membatasi pergaulan Andi. Yang penting ia tidak jauh dari rumah,” imbuh Wina. Hal yang sama juga dilakukan WIna terhadap Dini, adik Andi. Bahkan kalau diantar ke seko lah, siswi kelas III ini tidak mau ditemani sampai masuk sekolah. “Turun dari depan sekolah, saya langsung disuruh pulang. Dini sudah mandiri sejak kecil. Selain kegiatan di sekolah, ia juga ikut les menari,” kata WIna yang
bekerja di sebuah perusahaan swasta ini. Pengalaman memasuki ling kungan baru seperti sekolah, kadang membuat anak-anak merasa bingung. Jika biasanya se lalu didampingi orangtua, mereka harus bisa lepas dari orangtua. Karena itu, di awal tahun ajaran sekolah, ada saja orangtua yang harus ikut masuk kelas untuk menemani buah hatinya ber adaptasi dengan lingkungan baru. Kadang pihak sekolah memberi toleransi beberapa hari agar si anak merasa nyaman dengan lingkungan barunya. “Karakter anak yang satu den gan yang lainnya berbeda. Ada yang mudah beradaptasi, tetapi ada yang memerlukan waktu untuk melakukan pengamatan. Orangtua jangan langsung mem vonis anak pemalu jika ia lambat untuk bersosialisasi. Bisa jadi, apa yang dilakukan adalah untuk mencari suasana nyaman, apakah dia akan ikut bergabung dengan teman-teman barunya atau hanya akan menjadi penonton,” jelas Evi Wirayanti, Psikolog, C.HtQHI.,C.T. Wanita yang akrab disapa Wira ini mengatakan peran orangtua dan lingkungan sangat mempengaruhi si anak dalam melakukan sosialisasi. Jika si anak berada di lingkungan yang banyak anak-anak, ia akan mudah beradaptasi di lingkungan baru yang juga banyak anak-anak, misalnya sekolah. Namun, jika
Evi Wirayanti, Psikolog
di lingkungan awalnya ia lebih banyak bersosialisasi dengan orang dewasa, ada kecenderun gan anak akan menunjukkan egonya ketika berada di tempat baru. Hal ini terjadi karena di lingkungan asalnya ia mendapat banyak perhatian, disayang, dan yang tua selalu mengalah. Ini kemudian terbawa ke lingkungan baru sehingga merasa semua harus tunduk kepadanya. Wira yang juga pengelola PAUD Vidya Karuna sudah ban yak melihat karakter anak saat masuk ke lingkungan baru. Dari cara si anak bersosialisasi, ia bisa mengetahui bagaimana latar belakang lingkungannya. Hal ini terjadi karena anak selalu meniru tanpa menyaring (copy paste) apa yang dilakukan orangtua atau orang-orang di sekelilingnya.
berada di lingkungan yang aman secara psikologis, ergonomis, dan pola interaksinya dengan teman sebaya. Hal ini diterapkan WIra bagi orangtua yang ingin bergabung di PAUD Vidya Kar una. “Kami memberikan waktu lima hari bagi orangtua dan anaknya untuk melakukan ori entasi. Jika merasa cocok dengan lingkungan baru ini, kami silakan untuk bergabung. Tetapi, kalau merasa tidak cocok, kami pun tidak memaksa,” ujar alumnus Universitas Kristen Maranatha, Bandung ini. Setelah memastikan si anak cocok dengan lingkungan ba runya, orangtua dan guru harus memiliki persepsi yang sama dalam pola pendidikan anak. Ada kesepakatan dan saling me nyesuaikan agar perkembangan si anak sesuai dengan yang di harapkan. Salah satunya adalah menggunakan bahasa pengantar
SAMAKAN PERSEPSI Jika ingin anak bisa survive di lingkungan baru, orangtua perlu menyiapkan beberapa strategi, diantaranya memastikan anak
bahasa Indonesia yang bisa dipa hami anak serta bertujuan mem beri kesempatan kepada si anak untuk mengutarakan maksudnya dan bisa dimengerti guru maupun orangtua. Kesamaan bahasa ini juga menjadi dasar bagi anak dalam bersosialisasi dengan temantemannya. Mereka menjadi saling mengerti apa yang dibicarakan. “Ada anak yang sangat percaya diri begitu berkumpul dengan teman-teman barunya karena dia merasa dihargai dan didengar. Selain itu ia merasa mampu untuk beradaptasi karena sejak kecil sudah dididik untuk percaya diri. Anak juga melihat orangtuanya. Kalau orangtuanya supel dalam pergaulan, anak pun cenderung seperti itu. Orangtua menjadi contoh bagi si anak karena copy paste itu,” kata psikolog yang juga anggota Himpunan Psikologi (Himpsi) Bali ini. –Ngurah Budi
Anak bersosialisasi dengan teman-temannya
Mendongeng Lima Menit
Layang-layang dan Burung Elang
Sebuah layang-layang terbang tinggi di angkasa. Ia menari dan menggoy ang pantatnya kiri-kanan. Sekali-sekali ia menengadah ke langit. “Sebentar lagi akan kutembus awan tebal itu,” katanya bangga. Ketika Made Taro menoleh ke bawah, ia me lihat seekor burung elang melayang-layang sedang mengintai mangsanya. “Hai, Elang!” seru layang-layang itu. “Konon kau adalah burung yang paling kuat terbang, sehingga bangsa burung takut kepadamu. Tetapi kenyataannya, aku lihat kamu sangat kecil dan kamu tidak berani terbang tinggi.” Burung bersayap lebar, berparuh kuat dan ber cakar tajam itu tidak menggubris ledekan si layanglayang. Ia tahu benar, apa dan siapa layang-layang itu. Layang-layang adalah burung palsu yang sangat tergantung kepada manusia. Ia terbang tinggi karena kemauan manusia. “Hai, Elang!” seru layang-layang itu lagi. “Jangan diam saja! Lebih baik tunjukkan kemampuanmu terbang tinggi. Ayo kita balapan menembus awan tebal itu!” Walaupun jengkel, elang itu tidak juga mau meladeni layang-layang sombong itu. Ia lapar
dan masih sibuk mengintai mangsanya. Ketika elang itu melihat seekor tikus di sekitar dangau, ia seketika menukik lalu menyambar tikus itu. Hup! Tikus itu sudah berada dalam cengkeraman burung elang. Layang-layang sombong itu tertawa. “Lucu kau, Elang pengecut! Tidak punya harga diri! Kau hanya berani kepada hewan kecil dan nista,” ejeknya. Elang yang cekatan itu masih saja tidak menggu bris ucapan si layang-layang. Ia berpikir sejenak, lalu katanya kepada tikus dalam cengkeramannya. “Hai, Tikus!” katanya. “Nasibmu berada di tan ganku. Kalau aku menginginkan kau mati, maka mati lah kau! Namun aku kasihan kepadamu. Aku ingin menjadikan kau hewan yang berguna. Sanggup?” Tikus itu mengangguk sambil menahan tubuhnya yang gemetar. “Putuskanlah tali layang-layang yang ditambatkan di tiang dangau itu. Setelah itu kau kubebaskan.” Elang melonggarkan cengkeramannya. Tikus itu berlari menuju dangau, lalu mengerat tali layanglayang itu. Layang-layang itu tertawa terbahak-bahak. Ia mengira tikus itu terlepas dari cengkeraman burung elang. Apa yang terjadi kemudian? Layang-layang besar itu terbang menjauh, bergoyang-goyang, makin lama makin lesu. Ia tak berhasil menembus awan, melainkan jatuh terjerembab di tengah danau.
Griya
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Percantik Meja dengan
Table Runner
Tiap rumah pasti memiliki meja. Bahkan tiap kamar berisi minimal satu meja. Meja dipakai sebagai tempat untuk menaruh sesuatu. Bentuk meja pun beraneka ragam, mulai dari bujur sangkar, persegi panjang, bulat, hing ga segitiga. Jangan biarkan meja tanpa alas. Berikan tambahan aksesoris agar meja terlihat cantik dan ruangan tambah menarik. Solusinya, memasang taplak meja atau yang keren dengan sebutan table runner.
T
able runner biasanya memiliki ukuran sepertiga dari lebar meja. Panjangnya diusahakan lebih panjang dari panjang meja agar ada yang meng gantung. Penempatannya pun membentang di tengah mengikuti garis panjang meja. Table runner kini hadir lebih bervariatif dengan beragam bahan dan corak. Pilihannya bisa dise suaikan dengan meja Anda. Pasti kan dulu ukuran meja sebelum Anda memilih table runner. Selain itu, corak table runner juga perlu menyesuaikan benda-benda yang akan ditempatkan diatasnya. “Saat ini table runner menjadi
Daniesh Musthafa
pilihan konsumen. Harga yang ter jangkau dengan aneka pilihan corak membuat orang tertarik. Apalagi, di show room, kami membuat sua sana seakan konsumen berada di rumah sendiri. Dengan mencoba, melihat, dan merasakan keindahan meja yang dipadukan table runner, konsumen lebih tertarik untuk membeli,” ujar Daniesh Musthafa, Managing Director Limesoda. Table runner dijual mulai harga Rp 165 ribu. Aneka motif dan warna bisa Anda pilih untuk di padukan dengan meja. Daniesh menambahkan show room-nya bekerja sama dengan pelaku UMKM yang memproduksi table runner. –Ngurah Budi
17
16
Edukasi
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Usia Minimal SD 6 Tahun Tahun ajaran baru masih beberapa bulan lagi. Namun, sibuknya para orangtua calon siswa mendaftarkan putraputri mereka ke sekolah pilihan, bukanlah pemandangan baru lagi. Kebijakan pemerintah terkait usia minimal anak masuk ke jenjang SD pun, bukan hal baru lagi. Tetapi kali ini, kebijakan yang sudah berlangsung beberapa tahun tersebut cukup “mengusik” para orangtua dan pihak sekolah.
“S
aat ini, penerimaan siswa baru di sekolah kami terhenti sementara, hanya masuk waiting list dulu. Kami belum bisa memberi kepastian bisa diterima atau tidaknya anak tersebut, masih menunggu kepastian dari pemerintah,” ujar seorang Kepala SD swasta yang enggan disebutkan namanya tersebut. Ia mengaku beberapa kepala sekolah lain pun mengeluhkan hal yang sama pada dirinya. Memang ada beberapa calon siswa yang tahun ajaran baru ini akan masuk SD, usianya belum genap 6 tahun. “Di SD negeri mungkin kebijakan ini tak terlalu berpengaruh, tetapi kami sekolah swasta khususnya yang satu atap, hal ini menjadi dilema,” keluhnya.
Kebijakan pemerintah ini dinilainnya kaku. Ia berpendapat tingkat kemampuan siswa di kota-kota besar seperti Jakarta dan Denpasar, tak bisa disamakan dengan anak sekolah di tempat terpencil. Apalagi anak-anak ini sudah mengenal pendidikan sejak usia dini. Sehingga menurutnya wajar jika anak-anak yang sudah mampu ini dapat terus melanjutkan tahapan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, walau usianya masih dini. Namun sekali lagi, hal itu terbentur dengan peraturan pemerintah. “Bagaimana dengan anak yang baru genap berusia 6 tahun saat Agustus nanti? Atau hanya kurang dua minggu? Masak harus menunggu satu tahun lagi untuk bisa masuk SD? Kami berharap pemerintah bisa mempertimbangkan hal ini,” ucapnya. Kadisdikpora Denpasar I Gst
Ngurah Eddy Mulya, S.E., M.Si. saat dikonfirmasikan tentang hal ini menegaskan bahwa ketetapan pemerintah itu sudah jelas tertulis dalam Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan tersebut. Dalam pasal 69 ayat (1) telah jelas menyebutkan bahwa “Peserta didik pada SD/MI atau
RAGAM ARTIS MENYAMBUT IMLEK Tahun Baru Imlek 2566 tinggalmenghitung hari. Sayangnya cuaca dalam beberapa hari terakhir, khususnya di Jakarta, kurang mendukung. Hujan turun hampir setiap hari, bahkan Jakarta sempat dilanda banjir besar pada 9 Februari lalu. Kondisi ini agak
mencemaskan sebagian orang karena khawatir tidak bisa menikmati sepenuhnya kecerian datangnya Tahun Kambing Kayu. Maklum seperti biasanya menyambut TahunBaru Imlek, ada banyak acara digelar baik indoor maupun outdoor. Tapi ada juga yang merasa tidak cemas karena hujan yang turun dimaknai sebagai limpahan rezeki yang akan turun sepanjang Tahun Kambing Kayu. Winda Viska Ria termasuk yang tidak cemas. Sebaliknya dia sangat antusias menanti datangnya Imlek pada19 Februari mendatang. Pasalnya, Winda dan suaminya, Mulyadi Tan, bersama bayinya, Willis Mulya Tan yang baru berusia 3 bulan, akan merayakan Imlek
di kampung halaman sang suami di Tanjung Pinang Riau. “Ini sudah menjadi ‘tradisi’ kami sejak masih pacaran, pulang kampung saat Imlek,” kata Winda. “Di sana (Tanjung Pinang), perayaan Imleknya berasa banget,” kata pemeran Opera Van Java ini. Menurut Winda, banyak hal menarik dijumpainya selama Imlek di Pangkal Pinang, yang tidak ditemuinya di Jakarta. Nuansa Imlek di sana, kata Winda, lebih kental ketimbang di Jakarta. Masyarakat begitu antusias menyambutnya.“Di sana kalau Imlek, meriahnya seperti Lebaran. Ada banyak acara, kembang api yang meriah, juga pawai. Ramai sekali. Sedangkan di Jakarta, paling hanya di mal,” ucap Winda yang sudah mempersiapkan angpao untuk dibagi-bagikan pada saudarasaudaranya. Ada beberapa hal yang biasanya dilakukan Winda dan suaminya, Mulyadi Tan, dalam menyambut Imlek. Di antaranya adalah, membersihkan rumah, merapikan perabotan danmenatanya kembali. Seminggu sebelum Imlek, biasanya sang suami menyebarkan jeruk. Jeruk adalahsimbol keberuntungan. Membagikan jeruk maksudnya berbagi rezeki. Hal lainnya, tentu saja adalah menyiapkan angpao. “Dulu, waktu masih pacaran, kami dapat
bentuk lain yang sederajat paling rendah berusia 6 (enam) tahun”. Ia menjelaskan, jika anak usia di kurang dari 6 tahun dipaksakan masuk SD, dikhawatirkan datanya tak bisa diinput. Karena semua proses penginputan data memakai on line system yang diprogram sesuai yang dimandatkan undang-undang. Semua ini nanti terkait dengan data pokok pendidikan dasar yang menerbitkan nomor induk siswa. “Jadi, bukan kami yang menolak, tetapi sistem,” tegasnya lagi. Jika dikaitkan dengan pertimbangan tingkat kemampuan calon siswa, Eddy Mulya menyebutkan hal ini juga telah
angpao. Sekarang setelah menikah harus membagi angpao,” ucap bintang ‘OB’ (Office Boy)ini. Hujan Boleh Banjir Jangan Lain lagi dengan Tina Toon
tertuang dalam ayat (5) yang menyebutkan “Penerimaan peserta didik kelas 1 (satu) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain. “Kami tidak berani mengatakan boleh dan tidak. Tetapi kami berjalan berdasarkan regulasi yang ada,” ujarnya. Intinya, sesuai dengan PP Nomor 17 tahun 2010, penerimaan siswa baru di tingkat SD adalah mereka yang berusia 7-12 tahun. “Jadi, usia penerimaan siswa di SD kelas I, usia 7 tahun wajib diterima dan usia 6 tahun boleh diterima sepanjang kuota sekolah bersangkutan mencukupi. -Inten Indrawati
yang menjelang Imlek ini kawasanrumahnya kembali terendam banjir.Maklum, rumah mantan penyanyi cilik di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara ini, pada kejadian banjir besar baru-baru ini, menjadi salah satu yang terparah kondisinya. Karena sudah biasa terkena banjir, Tina pun tidak terlalu khawatir lagi. “Tahun-tahun sebelumnya juga begitu, kena banjir juga.Rumah aku tinggi tapi jalan banjir sedengkul. Ya sudah biasalah. Banjir tidak mengurangi keceriaan Imlek,” kata Tina. Meski begitu, gadis kelahiran 20 Agustus 1993 ini, tetap berharap agar tidak ada banjir lagi saat Imlek mendatang. “Kalau hujan boleh, tapi jangan sampai banjir,” katanya sembari tertawa. Soal tradisi Imlek keluarganya, menurut Tina, setiap Imlek ada makanan khusus seperti mi panjang umur, kue keranjang, bagi-bagi angpao, dll. Tapi yang penting, tambahnya sambil tertawa, nanti pasti dia akan dapat angpao. Persiapan Imlek juga dilakukan oleh Wenda Tan, istri Ruben Onsu. Namun, kata Wenda, persiapan Imlek tahun ini tidak seperti sebelumnya karena kondisinya yang sedang hamil. “Tidak ada acara khusus. Paling aku beli baju baru. Aku kan sedang hamil, jadi bajunya khusus juga. Nanti pas Imlek berkunjung ke rumah orangtua,” kata Wenda.
–Diana Runtu
Dara
9
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Windi
Dibosanin Juri Tak banyak anak muda sekarang yang suka bahkan mendalami budaya warisan leluhurnya. Karena itu pula, pemerintah khususnya Denpasar dan Bali secara berkesinambungan menggelar beragam lomba yang mengusung budaya lokal, di antaranya lomba menari, mekidung, utsawa darmagita, membuat banten, dll.
D
ari segelintir remaja yang mendalami budaya tradisi itu, adalah Ni Made Wikandina Putri. Kemampuannya berolah vokal khususnya dalam lantunan lagu-lagu ketuhanan ini, tak perlu diragukan lagi. Beberapa gelar juara berhasil disabetnya. Di antaranya, Juara II Lomba Geguritan Putri Pengwacen 2013 yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Denpasar; Juara Harapan I Lomba Lagu Pop Bali Tingkat SMP se-Kota Denpasar 2014 (Porsenijar Kota Denpasar); Juara I Lomba Kekawin Remaja Putri 2014 se-Kecamatan Denpasar Selatan; Juara I Lomba Kekawin Remaja Putri 2014 (Dinas Kebudayaan Kota Denpasar); Juara II Lomba Pidarta Bahasa Bali 2014 (JTB 13 Gelatik Pedungan); Juara I Lomba Geguritan Putri Tingkat SMP se-Kota Denpasar 2014 (Dinas Kebudayaan Kota Denpasar); Juara I Juara I Utsawa Dharmagita 2014 (SMAN 5 Denpasar); Juara II Lomba Geguritan 2014 (SMAN 7 Denpasar); Juara I Lomba Mawirama Putri tingkat SMP seBali 2014 (SMAN 3 Denpasar); dan yang teranyar adalah kembali merebut Juara I Lomba Mawirama Putri Tingkat SMP se-Bali 2015 yang digelar SMAN 3 Denpasar, Januari 2015.
“Saking seringnya ikut lomna, sampai-sampai jurinya bosan melihat saya..hahaha,” candanya. Dari sekian prestasi yang berhasil ditorehnya itu, tentunya banyak sekolah yang melamarnya. “Saya paling berkesan saat lomba di SMAN 3 Denpasar tahun lalu. Waku itu saya berpasangan dengan kakak kelas, Sudiasih. Kami berhasil menjadi Juara I, dan langsung dilamar untuk sekolah di sana. Saya senang sekali, karena selama ini tidak pernah terpikir akan bisa bersekolah di sana. Sekolah itu kan bagus, disiplin, dan susah untuk masuk ke sana,” ucapnya girang. I m piannya tersebut sepertinya akan segera t e r wujud. Kini, Windisapaan akrab remaja yang masih duduk di kelas IX SMPN 6 Denpasar mengaku mulai mengurangi mengikuti lomba. “Sementara ini mau fokus dulu mempersiapkan diri untuk ujian,” ujarnya. Meski demikian, lantunan nada-nada indah tak pernah terhenti keluar dari bibir mungilnya. Entah itu saat ia bersantai di kamarnya, di kamar mandi, bahkan saat berboncengan sepeda motor.
Windi (dua dari kanan) bersama pasangannya Vinka Paramaditya diapit guru pembina SMPN 6 Denpasar
Belajar pada Ibu dan Kakek Windi, putri kedua dari I Ketut Wasta dan Ni Nyoman Sri Widyantari ini sudah menyukai tarik suara sejak SD. Ketertarikannya pada seni olah vokal khususnya kidung-kidung keagamaan ini makin besar, ketika ia sering mendengar sang kakak, Ni Putu Wigantika Putri belajar mekidung kepada ibu dan kakeknya. “Kakak sudah ikut-ikut lomba sejak SD dan belajarnya dengan ibu. Jadi, saya sering mendengar dan jadi suka. Akhirnya ibu mulai serius ngajarin saya,” papar kakak dari I Komang Wikananda Eka Putra ini. Dara kelahiran Denpasar 2 Oktober 2000 ini akhirnya untuk pertamakalinya ikut lomba mekidung saat kelas 4 SD. Dalam sebuah kesempatan, ia kembali mencoba kemampuannya dalam Lomba Macepat dalam Pekan Seni Remaja, berpasangan dengan Regina. Mereka berhasil mendapat Juara II. Darisana Windi mengaku makin termotivasi untuk mengasah kemam-
puannya dan mengikuti lomba-lomba serupa lainnya. Semua itu berlanjut hingga di tingkat SMP. Meski diakuinya tingkat kesulitannya makin tinggi, Windi tak putus asa, karena ada ibu dan kakek yang siap melatihnya kapan pun, juga dukungan ayah, keluarga dan sekolahnya. “Kalau mekidung, sekat alit dan sekar madya belajarnya sama ibu. Jika mekekawin sama kakek. Bisa kakek yang ke Denpasar ngajarin atau saya yang ke Gianyar belajar,” ucapnya. Sang kakek memang tinggal di Gianyar. Agar latihannya efektif dan efisien, Windi memiliki trik khusus yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. “Saya rekam suara kakek mekekawin di handphone, itu saya pelajari berulang-ulang sampai bisa. Kemudian, baru saya belajar lagi sama kakek. Di situ biasanya kakek ngebenerin,” paparnya.
Prestasi dan Ngayah Di tingkat SD, kategori yang dilombakan adalah sekar alit (macepat/megeguritan) dan sekar madya (mekidung). Di tingkat SMP, yang dilombakan adalah sekar agung (mekekawin/mewirama) yang tingkat kesulitan lebih tinggi. “Cengkoknya sama saja, cuma di sekar agung memakai aturan, dimana harus suara panjang, suara pendek, suara berat, dan suara ringan,” jelasnya. Dalam berolah vokal ini dikatakan Windi lebih ke pengaturan napas. Dalam tiap lomba, Windi mengaku tak terlalu khusus melakukan persiapan. Kecuali jika materinya baru (belum pernah dilagukannya), biasanya jauh hari atau sekitar tiga minggu sebelumnya sudah mulai dipelajarinya. Dengan kemampuannya ini, tak hanya prestasi yang didapatnya. Ada kepuasan lain juga dirasakannya ketika ia bisa ngayah mekidung di sekolah atau ngayah mekekawin di pura. Bahkan, tak jarang pula teman-
teman sekelasnya minta diajari pupuh alit untuk mencari nilai pada mata pelajaran tertentu. Yang jelas, Windi yang mengidolakan penyanyi pop Bali Dek Ulik dengan vokalnya yang bagus dan tinggi melengking, serta penyanyi pop Indonesia Agnes Monica dengan
suara dan koreonya yang bagus bahkan hingga go international, berkomitmen akan terus mengasah bakat dan kemampuannya ini, meski cita-citanya sebagai perawat ini nanti tercapai. “Mekidung,mekekawin, pokoknya nyanyi-nyanti tetap jalan,” pungkasnya. –Inten Indrawati
10
Bugar
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Memperbaiki Penampilan dengan Perawatan Teeth Whitening
In-office bleaching biasanya meng gunakan bahan hidrogen peroksida 35-40%, hidrogen peroksida berkon sentrasi tinggi ini jauh lebih efektif daripada karbamid peroksida yang digunakan di rumah (home bleaching) namun harus dilakukan oleh dokter gigi, karena ia berpotensi untuk menimbulkan iritasi pada jaringan lunak di sekitar gigi. Teknik In Office ini tergolong aman, efektif dan efisien karena menghasilkan perubahan warna yang fantastis. Waktu perawatan lebih singkat dan hasil perawatan dapat terlihat dalam waktu kurang lebih 1 jam.
drg. Eka Chitra
Penulis adalah dokter gigi di Rumah Sakit SILOAM Bali
Sebuah senyum yang menawan berawal dari gigi yang putih, sehat, dan terawat. Istilah tersebut seper tinya tak berlebihan, namun menjaga kesehatan gigi pun tak mudah dan sering kali diabaikan. Bila ditanya, kapan terakhir kali kita mengunjungi dokter gigi? Kesadaran masyarakat terhadap anjuran mendatangi dokter gigi selama enam bulan sekali se pertinya memang belum tumbuh di setiap individu, sehingga kesehatan gigi pun sering kali terabaikan. Seiring dengan pertambahan usia, gigi akan berubah warna menjadi lebih gelap. Gaya hidup masyarakat saat ini yang tidak lepas dari me ngonsumsi kopi, teh, minuman ber soda, minuman beralkohol dan me rokok akan mempercepat perubahan warna gigi di usia muda. Ibu hamil yang mengonsumsi beberapa jenis antibiotik tertentu dilaporkan juga dapat memberikan dampak per ubahan warna gigi pada bayi yang dilahirkan. Perubahan warna yang terjadi pada gigi depan seringkali menim bulkan masalah estetika yang sangat
mempengaruhi penampilan, ter utama bagi pria dan wanita dengan profesi yang menuntut penampilan prima. Warna gigi yang putih dan bersih sangat membantu seseorang untuk berani tampil dan berkomu nikasi. Perubahan warna gigi juga dapat mengakibatkan terjadinya kompleks psikologis dan menimbul kan rasa rendah diri. Tuntutan terhadap kesehatan dan keindahan gigi makin mening kat. Berbagai macam cara dilakukan untuk memperbagus gigi. Gigi yang susunannya tidak rata dirapikan dengan perawatan orthodontik. Gigi yang patah atau mati dirawat saluran akar lalu dibuatkan mahkota tiruan. Gigi yang hilang diganti dengan gigi tiruan. Gigi yang berubah warna dan ingin diperbaiki? Bisa, dengan prosedur dental bleaching atau pe mutihan gigi.
Apa itu Dental Bleaching ? Perawatan dental bleaching ada lah upaya untuk mendapatkan warna gigi geligi menjadi lebih cerah dari sebelumnya. Dental bleaching atau yang lebih dike nal dengan istilah ‘Teeth Whitening” menjadi sangat po pular beberapa ta hun terakhir. Teeth whitening sendiri merupakan suatu proses pemutihan gigi dengan suatu cairan berbahan dasar hydrogen peroksida (carbam ideperoksida) se hingga gigi terlihat beberapa tingkat lebih putih. Metode Perawatan Dental Bleaching Sebelum dilaku
- drg. Eka Chitra
kan prosedur teeth whitening, pasien akan terlebih dahulu diperiksa dan dilakukan perawatan pendahuluan seperti pembersihan karang gigi, pe nambalan, perawatan saraf gigi dan perawatan lain sesuai kebutuhan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan mengurangi dampak setelah prosedur bleaching seperti alergi dan rasa ngilu pada gigi. Cara kerja perawatan ini oksidator dari obat bleaching dapat melarutkan bahan organik yang tidak melekat erat pada gigi tanpa melarutkan matriks email sehingga warna gigi menjadi lebih putih. Bleaching hanya dapat dilakukan di klinik dokter gigi yang disebut “Bleaching In Office”. Proses bleaching didahului dengan persiapan isolasi jaringan lunak mulut dengan liquid dam dan setelah proses selesai dilakukan aplikasi bahan yang mengandung Sodium Fluoride, dengan demikian efek samping seperti rasa sakit terbakar pada gingiva dan rasa sensitif pada gigi dapat dihindari.
- - - -
-
Keadaan-keadaan di mana bleaching sebaiknya tidak dilakukan : Ruang pulpa yang berisi pembuluh darah dan syaraf masih sangat be sar, yaitu pada usia muda. Oleh ka rena itu bleaching tidak disarankan untuk anak-anak dan remaja. Kehilangan lapisan email yang berat, seperti pada keadaan fluo rosis yang berat atau pada kasus hipoplasia email (bercak-bercak putih pada gigi). Orang yang giginya banyak tam balan terutama pada daerah gigi depan Orang dengan riwayat alergi terh adap peroksida. Pada keadaan tersebut dokter gigi menjelaskan kepada pasien agar tidak kecewa dengan hasil perawatan, dan memberi alter natif perawatan lain. Oleh karena itu dokter gigi berperan penting dalam menentukan boleh atau tidaknya bleaching dilakukan. Hasil dari perawatan bleaching bersifat sementara. Gigi mungkin kembali kuning, meski lamanya ketahanan efek dari perawatan ini masih diperdebatkan. Pola makan dan minum serta penjagaan keber sihan mulut sangat mempengaruhi efek jangka panjang dari perawat an bleaching. Setelah beberapa lama, perawatan bleaching dapat kembali dilakukan.
Style
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Gaya Seru Cocktail Party Busana adalah satu dari sekian banyak penunjang penampilan seseorang. Busana yang dikenakan bukan hanya menggambarkan pemakainya tapi juga acara yang akan dihadiri.
Bintang Mira
S
eperti koleksi dari desainer papan atas Bali, Bintang Mira di halaman ini. Dengan bahan batik bali, brokat dan bahan polos lainnya menambah
elegan seorang perempuan saat menghadiri cocktail party, acara pesta kecil dengan sajian makanan dan minuman ringan yang umumnya diramaikan oleh teman-teman dan kerabat dekat sehingga semua bisa berbaur. Selama ini, warna hitam memang masih menjadi andalan untuk busana pesta. Namun kali ini hitam mendapatkan sentuhan warna oranye yang mampu memperkuat gaya personal se seorang.
Menurut Bintang Mira, beberapa busana buatannya yang semi formal dengan siluet I dan A ini, ditampilkan bagi kalangan perempuan berusia 25 hingga 45 tahun. Jadi tinggal dipilih sesuai karakter, mau yang tertutup atau sedikit terbuka. Bisa juga dipadukan dengan sepatu hitam dan tas kulit yang menjadikannya semakin gaya dan eye catching. – Sri Ardhini
15
14
Mitos
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
B
Setiap perempuan tentu ingin tampil cantik. Memiliki wajah yang menarik, kulit yang halus, serta warna kulit cerah juga impian para perempuan. Karenanya tidak heran jika banyak perempuan mencari berbagai cara untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Malah tidak sedikit yang rela merogoh koceknya demi penampilannya.
S
Menurut Dewi Kader pemilik Dadari Salon & Rias Pengantin di kawasan Jalan Sandat, Denpasar, make up natural adalah yang terbanyak diminati saat ini, sebab tidak membuat wajah perempuan seperti topeng. Make up yang natural pun mampu menutup segala kekurangan pada seseorang. Dengan pemilihan warna yang sesuai dengan warna kulit , make up natural akan menjadikan perempuan tampil lebih menawan. Dikatakannya kecenderung an ini bukan tanpa sebab, kulit ras Asia, pigmen warnanya lebih banyak daripada pigmen kulit orang-orang dari ras yang berwarna putih.P ada umumnya warna kulit perempuan Indonesia adalah kuning langsat, sawo matang. Dengan warna make up natural akan tampak lebih muda, lebih segar dan pancaran alaminya tidak hilang. “Pastinya juga tidak akan merusak tekstur kulit kita,” katanya Ber-make up natural dapat membuat kulit sehat. Mengapa,
karena jumlah kosmetik yang digunakan relatif sedikit. Hal ini kata Dewi mengurangi risiko kulit terkena penyakit, salah satunya jerawat. Disamping itu, dandanan natural dinilai cocok dengan cuaca Indonesia yang panas dan lembab Selain itu katanya berdandan natural sangatlah mudah dilakukan. Make up ini dapat dipilih sebagai riasan untuk sehari-hari ataupun untuk ke pesta. Tidak hanya itu, make up yang natural saat ini lebih disukai karena sangat simpel serta segar. Cocok bagi para perempuan yang mempunyai aktivitas cukup padat. Dewi menekankan agar kita lebih awal mengenal warna kulit. Sebab, tidak semua warna make up cocok untuk segala warna kulit. Selain itu, perhatikan pula jenis kulit. Ada berbagai macam jenis kulit, yakni normal, kering, dan berminyak. Setiap jenis kulit memerlukan make up yang berbeda. Jika kita tidak memperhatikan hal ini, jangan sembarangan memilih make up agar tidak malah merusak kulit. POLESKAN WARNA -WARNA MUDA Warna dalam make up natural bagi pemilik kulit kuning langsat,
erhubungan seks diyakini memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Bahkan di sebutkan, saat bercinta orang akan mengeluarkan 50-80 ribu kalori, setara dengan orang yang bermain tenis selama 6 menit. Bagaimana tanggapan pakar andrologi dan seksologi, Prof. Dr. dr. Jahja Alex Pangkahila, M.Sc., Sp.And.? berikut penjelasannya. Mitos: Seks sama dengan Olahraga Fakta : Memang benar sama-sama membakar kalori, tetapi seks dan olahraga memiliki fase-fase
sawo matang, dan gelap. Sedangkan untuk warna perona pipi, gunakan warna yang lebih muda seperti pink atau baby pink. Hal ini berlaku juga untuk warna lipstik. Gunakanlah warna pink atau cokelat. Dibandingkan warna kulit yang lain, warna kulit kuning langsat sangat beruntung karena bisa menggunakan semua warna natural. Untuk kulit sawo matang, pilihlah alas bedak yang warnanya sama dengan kulit. Jika menginginkan riasan dengan kesan kulit kuning langsat, campurkan alas bedak dengan warna yang lebih terang. Sedangkan untuk bedaknya, pilih warna setingkat lebih muda dari alas bedak untuk memperoleh kesan cerah. Make up natural bagi perempuan berkulit gelap juga tidak susah. Hampir sama dengan jenis kulit lainnya. Alas bedak disesuaikan dengan warna kulit. Sementara warna perona pipi, gunakan cokelat muda atau karamel. Untuk perona mata, pilih warna cokelat atau oranye. Terakhir,
11
Seks tak bisa Gantikan Olahraga
Kesegaran Warna Natural
angatlah umum pula, jika penampilan yang cantik menambah rasa percaya diri tertutama pada perempuan. Lingkungan sosial pun seolah lebih mudah berpihak pada mereka. Lantas bagaimana caranya untuk bisa tampil cantik dan mempesona. Dengan make up dapat membantu penampilan lebih menawan. Apalagi ketika make up yang dikenakan tampak segar dan natural.
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
untuk lipstik, warna yang pas adalah dengan memilih warna pink atau cokelat. Yang perlu diingat, hindari mencampurkan alas bedak dengan warna lebih terang karena akan membuat kulit terlihat kusam. Untuk perona mata, gunakan warna muda yang mengandung shimmer, misalnya biru muda atau abu-abu. Sedangkan perona pipinya poleskan warna yang sama untuk perona mata. Demi mendapatkan kesan make up yang natural, bagi yang berkulit gelap disarankan menggunakan lipglos atau lipstik yang berwarna jingga agar terkesan ringan. Sedangkan untuk urusan alis mata menggunakan pensil alis yang disesuaikan dengan kontur wajah. Sehingga tidak ada perbedaan mencolok, yang akan membuat penampilan menarik tapi tetap sangat natural. Mengenai bentuk alis mata , apakah itu tebal, dilengkungkan ke atas, tipis dan memanjang tinggal disesuaikan dengan wajah dan usia. – Sri Ardhini
yang berbeda. Dalam berhubung an seks, perhitungan pembakaran kalori sangat tergantung pada posisi atau cara melakukan seks, seberapa lama dan seberapa sering melakukannya. Dalam berhubungan seks lebih banyak melibatkan emosional daripada fisik. Saat orgasme, denyut nadi memang meningkat, tapi karena emosional, bukan karena olah fisik.
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
SEX AFTER LUNCH Dok, akhirnya saya beranikan diri buat nanya nih. Begini, aku dan pasanganku belakangan ini punya kebiasaan seksual baru. Karena kantor tempat kami bekerja berdekatan dan jam istirahat juga bersamaan, kami berdua sering curi-curi waktu buat “bobo-bobo siang” habis makan siang bareng. Kadang sih menyenangkan rasanya, tapi kadang juga karena kadung perut kepenuhan, jadinya malah tidak menikmati. Kok jadinya kesannya bandel dan seperti melakukan selingkuh sembunyi-sembunyi, padahal dengan pasangan sendiri. Memangnya ada akibat buruk nggak dok kalau having sex after lunch?
Seks siang hari pas jam makan siang atau pasca makan siang, atau sering juga dikenal dengan istilah “bobo-bobo siang (BBS)” atau juga sex after lunch memang sering diidentikkan dengan perselingkuhan, karena sebuah survei media terkemuka pernah menyebutkan sekitar 30 persen laki-laki eksekutif muda pernah melakukan sex after lunch, dengan sebagian besar adalah sebuah
affair, kebanyakan dengan mitra kerja atau teman selingkuh. Padahal, justru sesungguhnya sex after lunch dengan pasangan sah juga akan seru, menggebu-gebu bahkan dapat kembali menghangatkan hubungan yang mulai dingin. Sebenarnya, kapan pun saatnya hubungan seks dilakukan, tetap saja akan dirasakan nikmat dan menyenangkan. Tetapi yang memaksimalkan semuanya
Orang yang melakukan olahraga secara ilmiah, kehidupan seksnya pasti lebih baik daripada orang yang tidak pernah berolahraga. Olahraga yang dilakukan sesuai dengan kaedah ilmiah, yakni dimulai dengan tahap pemanasan 20-30 menit, olahraga inti lebih kurang 30 menit, dan pendinginan. Peralihan dari olahraga inti menuju pendinginan, tak boleh langsung duduk, harus berjalan dulu sampai mendekati denyut nadi istirahat (denyut nadi awal saat sebelum melakukan olahraga). Denyut nadi awal umumnya 60-80 per menit. Saat pemanasan dinaikkan sekitar 30 kali per menit, dan saat olahraga inti dinaikkan lagi yang disesuaikan dengan usia. Denyut nadi yang paling aman adalah antara 60%-80% x 220 – umur, untuk mecegah overtraining. Karena itu, olahraga tidak bisa digantikan dengan seks. Orang yang punya kesehatan dan ke-
bugaran fisik yang baik, umumnya cenderung memiliki kebugaran seks yang baik. Mitos: Bercinta sebelum bertanding olahraga dapat membuat pria lebih agresif Fakta : Memang betul saat bercinta orang akan mengeluarkan zat endorphin (zat penggembira), sama seperti ketika orang berolahraga. Namun, hal ini tak dianjurkan. Karena, usai bercinta umumnya justru menyisakan kelelahan fisik. Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa beberapa olahraga dapat meningkatkan gairah seksual. Olahraga yang tak cuma membakar kalori, tetapi juga mendongkrak gairah di ranjang. Olahraga yang dimaksud seperti, yoga, pilates, bikram yoga, dansa, latihan beban, lari/jogging, push-up, squats, bench press, kegel, strip aerobic atau cardio striptease, berenang, zumba, tari Bollywood, akrobatik di udara, dan hula hoop. Prof. Alex membenarkan bahwa beberapa gerakan dari olahraga tersebut ada yang berfungsi meningkatkan fleksibilitas tu-
buh dan mengatur emosional, meningkatkan aliran darah ke bagian genital perempuan, memproduksi hormon-hormon seks, meningkatkan daya tahan seksual, pembentukan wilayah pinggang hingga pinggul menjadi lebih seksi, melatih otot-otot tangan, dada, bahu, perut, paha, kaki, hingga bokong. Bahkan, senam kegel yang disebut-sebut sebagai senam seks, hanya mampu mengontrol otot-otot bagian atas vagina sehingga mendapatkan kepuasan seksual yang lebih besar, dan bagi pria dapat membantu mengontrol otot-otot yang berkontraksi selama ejakulasi yang efeknya bisa memperpanjang waktu ejakulasi. “Semua itu memang benar, hanya saja manfaatnya sepenggalsepenggal, tidak menyeluruh,” ucapnya. Untuk mendapatkan manfaat menyeluruh, disarankan mengikuti latihan terpadu. Karena berhubungan seks melibatkan seluruh organ tubuh, seperti jantung, paru-paru dan aliran darah yang mutlak harus bagus. Berenang dikatakannya olahraga paling praktis karena semua otot tubuh turut bergerak tanpa menunjang berat. Dan yang paling penting, semua itu diimbangi dengan pola hidup sehat, termasuk makan, tidur, dan kerja. Tidur cukup selama 7-8 jam sehari, dan tidak tidur lebih dari jam 22.00. –Inten Indrawati
adalah komunikasi seksual dan kenyamanan personal. Perbedaan berhubungan seksual di pagi, siang, atau malam hari lebih sering terletak pada suasana dan kondisi tubuh saat hubungan seksual dilakukan. Sebagian besar pasangan melakukannya di malam hari, setelah lepas dari berbagai kesibukan dan bisa langsung tidur nyenyak setelah berhubungan seksual. Tetapi bisa saja ada yang lebih menikmati di pagi hari, karena pasangan masih berada pada kondisi fisik yang bugar selepas istirahat malam. Tetapi karena keterbatan waktu, mesti mempersiapkan diri buat ke kantor, jadinya waktu terbatas, bisa dipilih quicike atau seks kilat buat di pagi hari. Bagaimana dengan siang hari? Hubungan seks di siang hari bisa dilakukan sewaktu istirahat siang pada mereka yang bekerja kantoran. Sebaiknya lakukan dengan pasangan Anda yang sah tentu saja, manfaatkan waktu luang ini jadi menarik dan memilih tempat yang sesuai. Atau pilihan lain, Anda bisa menuju rumah sebentar dan melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda di rumah, sebagai sebuah variasi dan kejutan. Terbatasnya waktu yang menjadi kendala karena mesti balik ke kantor lagi harus disikapi dengan cerdas. Kenapa tidak mencobanya dengan quickie atau seks kilat dan menggebu-gebu sekali-kali.
Untuk mendapatkan romantisme yang maksimal dan tidak terganggu, Anda bisa melakukan sex after lunch hari kala libur dari berbagai aktivitas pekerjaan. Jadi jangan jadikan variasi sex after lunch malah untuk bolos kerja, telat ke kantor dan bermalasmalasan bekerja. Ini malah tidak produktif dan tidak dianjurkan Tips! Jika ingin menikmati sex after lunch dengan maksimal, beberapa hal ini perlu diperhatikan.
suasana yang nyaman, pada ruangan yang nyaman pula. Gunakan ruangan yang mempunyai sirkulasi udara yang baik.
1.Makan siang secukupnya Sesungguhnya, hubungan seks yang baik adalah di saat lambung tidak penuh atau dua jam setelah makan. Jadi, untuk menghindari perasaan mual dan kembung, janganlah makan siang dalam jumlah berlebih dan sampai perut kenyang. Jadi, secukupnya saja. Jadikan acara makan siang justru sekedar apetizer atau pengantar buat hubungan seksual setelah lunch secukupnya. Jadikan momen makan siang untuk memuji dan memberi rangsangan awal untuk hubungan seksual yang bakal dinikmati bersama. 2. Disetujui bersama Semua perlu dikondisikan dan disetujui dulu, walau terkadang spontan pun akan bisa lebih menggairahkan. Atur waktu dan tempat dengan baik. Karena tidak semua tempat akan terjamin keamanannya. Jadi buatlah
3. Tidak mengganggu pekerjaan Jangan jadikan agenda sex after lunch Anda malah merusak karir Anda. Jadikan agenda ini sebuah kejutan yang bisa menjadi pelecut semangat dan bukan malah sebaliknya. Jangan membuat semua jadi malah menjadi susah. Kalau kepepet akan waktu, lakukan quickie yang berkesan. Ingat, kalau pekerjaan di kantor sedang menumpuk dan banyak masalah, lebih baik tidak usah melakukannya. 4. Hati-hati “obat kuat” Beberapa pelaku sex after lunch, sering kali menggunakan obat tambahan untuk potensi seksualnya. Hati-hati jika Anda sesungguhnya tidak memerlukannya. “Obat kuat” yang dijual sembarangan dan tidak jelas kandungannya apa malah bisa berbahaya bila Anda mengidap kelainan jantung atau mengonsumsi obat jantung tertentu. Banyak kejadian membuktikan penggunaan obat dengan kandungan sildenafil sitrat dengan dosis tidak tepat malah bisa membuat jantung henti jantung mendadak dan akhirnya dapat menimbulkan kematian.
12
Kuliner
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Bubur Sehat Khas Tabanan
Icip Si Mungil
Dim Sum
Sarapan dengan bubur, tentu menjadi favorit banyak orang. Termasuk keluarga Ni Nyoman Nilawati, Ibu Teladan Bali 2008 ini. “Awalnya saya membuat bubur untuk sarapan keluarga. Namun, kadang membuatnya terlalu banyak, akhirnya saya putuskan untuk menjual, ternyata laris manis,” ucap perempuan yang sibuk bergerak dalam organisasi sosial Rotary Club Bali Taman ini.
M
enurut perempuan asal Tabanan ini, kesehariannya memang ia sangat sibuk, namun tak melupakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. “Memasak memang sudah hobi saya sejak kecil. Ini semua berawal dari ketertarikan saya mencoba banyak hal. Kadang saya disebut tidak bisa diam, selalu ingin membantu apa dikerjakan ibu saya,” tutur Nilawati. Kesukaannya membantu ibu dan bibinya yang berjualan makanan, membuat Nilawati piawai memasak makanan dan membuat kue khas Tabanan.
Ni Nyoman Nilawati
Mulai dari bubur Bali, urapan, kue klepon, kue bendu, pisang goreng, pisang rai, dll. Perempuan usia 65 tahun yang selalu enerjik ini menuturkan, untuk membuat bubur ia terbiasa bangun setiap hari pukul 04.00. Ada tips yang dibaginya. Sebaiknya beras untuk bahan utama bubur sudah direndam beberapa jam semalam sehingga saat memasak bubur tidak memakan waktu yang lama. Sementara untuk bumbu, ia menggunakan bumbu genep Bali yakni semua campuran bumbu tradisional Bali. Setelah ia ulek, ditumis, dan disimpan di kulkas
Bubur Pelangi dengan 6 Isi
Bubur Pelangi
Sajian bubur plus bebek dan ayam panggang di resto yang buka 24 jam di Kuta ini memang sangat terkenal. Kesemuanya diracik gaya Hongkong dengan citarasa yang khas menggoyang lidah. Ada sekitar 16 macam bubur yang ditawarkan mulai dari bubur polos, bubur seafood, bubur ikan, bubur ayam, dan lain-lain. Saya tertarik mencoba bubur pelangi yang merupakan salah satu menu andalan Warung Laota. Selain itu, favorit teman saya, bebek panggang dan ayam panggang. Karena itu kami pun ikut memesan ½ porsi ayam panggang sebagai pelengkap menikmati bubur ala Hong Kong tersebut.
Kata teman saya porsi bubur memang cukup besar, sehingga bubur bisa dinikmati untuk 2-3 orang. Ternyata benar, bubur pelangi kami bagi bersama. Bubur disajikan dalam mangkok putih yang besar. Rupanya disebut ‘pelangi’ karena isinya ada 7 rupa : ikan kerapu, udang, cumi-cumi, daging sapi, daging kepiting, telur pitan, dan lettuce. Pendamping bubur, kecap asin yang diberi serutan jahe, daun bawang, dan irisan cabe rawit. Untuk seporsi bubur pelangi dihargai Rp 43.000. Lumayan mahal memang, tapi bisa kami makan bertiga. Apalagi, di makan di saat hujan, tentu sangat nikmat. Selamat mencoba. -Wirati Astiti
Bubur Pelangi
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Bubur Sehat agar awet. Ia sudah membuat masing-masing satu saset untuk dipakai tiap hari. Trik ini membuatnya lebih hemat waktu dalam bekerja. Ada yang istimewa dalam buburnya. Ia menggunakan sayuran yang ia tanam sendiri, daun singkong, dan sayur jepang. Selain itu, bumbunya, tanpa pakai penyedap. Karena itu, ia namakan buburnya bubur sehat khas Tabanan, karena bubur ini diajarkan oleh ibunya. “Waktu SD, saya sering membantu ibu berjualan bubur di depan sekolah,” tuturnya. Satu piring bubur sehat terdiri dari bubur beras, di atasnya ditaburi kelapa gonseng, kemudian sambal tabia. Di atasnya diberi sayur urap. Kemudian disiram dengan kuah ayam, diberi kacang merah goreng dan kerupuk tepung telur sarang burung. Untuk membuat kerupuk tepung telur sarang burung caranya sangat mudah. Telur bebek dikocok bersama tepung kanji, kemudian diberi bumbu dan daun jeruk, kemudian digoreng. Sementara untuk kuah ayam, ia menggunakan kaki ayam agar kaldu lebih sedap. Ia mengatakan, pembuatan buburnya ini sangat sederhana
karena hanya menggunakan satu bumbu yakni bumbu genep. “Untuk kuah ayam, sayur urap, kerupuk tepuk telur, kelapa gongseng semua diberi bumbu genep, jadi sangat efisien,” ujar Nilawati. Setiap hari bumbu sehatnya dijual di depan rumahnya di depan pementasan barong batubulan. Buka mulai pukul 06. sampai pukul 09.00. Penjualnya bernama Odah, perempuan yang sudah bekerja untuknya puluh an tahun. Untuk satu hari, ia hanya membuat satu panci bubur sekitar 3 kilogram beras. Walaupun banyak pembeli, ia hanya membuat sesuai target, tidak mau berlebihan. “Tujuan awal itu bubur untuk sarapan di rumah. Jadi dengan 3 kilogram beras dan berjualan pukul 6 sampai 9 pagi rasanya sudah cukup,” kata Nilawati. Nilawati hanya ingin berbagi dan memberi contoh, makanan sehat tak harus menggunakan bumbu penyedap. “Dari bahan daun jeruk, daun salam, dan daun sereh semuanya sudah termasuk bumbu penyedap,” imbuhnya. Yang lebih unik, kata Nilawati, sambal tabia-nya tidak memakai terasi. Jadi lebih sehat. -Wirati Astiti
Dim sum merupakan menu santapan khas warga Tiongkok. Umumnya, menu makanan ini disajikan dalam steamer (kukusan) yang terbuat dari bambu kecil atau dalam piring kecil. Pilihan dim sum bervariasi, ada yang digoreng dan dikukus. Dim sum secara umum diartikan sebagai makanan camilan ringan yang biasanya disajikan bersama teh.
A
walnya, dim sum bisa dihidangkan saat acara minum teh di Tiongkok sejak ribuan tahun lalu. Kebiasaan para pedagang dan petani yang berbisnis sering beristirahat di kedai teh sembari menikmati camilan dim sum. Sebagai camilan porsi dim sum kecil saja untuk sekali suap. Ada puluhan lebih jenis dim sum, namun ada beberapa yang popular di Indonesia khususnya di Bali. Siomay, tentu Anda sangat mengenalnya dengan baik. Siomay ini bisa terbuat dari bahan utama daging ayam, atau seafood. Biasa nya dibungkus dengan kulit yang
agak tebal, kemudian dibentuk bunga mawar. Hakao, adalah cacahan udang yang dimasukkan dalam kulit pangsit yang sangat tipis. Tepung
Dim Sum
penutup biasanya agak transparan, rasanya lembut dan kenyal. Bakpao, roti yang terbuat dari tepung terigu yang ditambah de ngan zat pengembang roti, kemudian diberi isian kacang hijau atau daging babi atau daging ayam. Phoenix claws atau dim sum kaki ayam. Menu ini biasanya sa ngat digemari karena rasanya yang sangat khas. Kaki ayam direndam dalam campuran bumbu khas makanan Tiongkok, kemudian
Aneka sambal
direbus, digulingkan di saus kental, kemudian dikukus kembali. Tekstur kaki ayam sangat empuk sehingga bisa dimakan sampai hanya tersisa tulang kecil saja, karena rasanya yang lezat dan gurih. Pangsit goreng, makanan ini juga sangat familiar. Daging ayam, babi, atau seafood ditambah bumbu dibungkus dengan kulit pangsit kemudian digoreng. Rasanya krispi karena kulitnya yang tipis dan renyah. Lumpia, dim sum ini berupa racikan sayuran seperti wortel, kol, jamur, yang diiris tipis dan dicampur dengan daging kemudian dibungkus dengan kulit lumpia yang tipis. Kulit lumpia biasanya dibuat dari tepung terigu. Kemudian lumpia digoreng. Rasanya gurih dan renyah, apalagi dimakan saat masih panas. Meskipun dim sum merupa kan hidangan tradisional Tiong kok, menu ini kini sudah berevolusi. Ragam jenis dim sum
13
mudah ditemui di beberapa hotel dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2566. Aneka kreasi dim sum bisa dibuat dari aneka olahan sayuran maupun dag ing. Seperti menu spesial Imlek yang disajikan Ibis Styles Bali Kuta Legian Hotel. Kreasi Chef Zefnath Huwae atau dikenal Chef Sony ini, menyajikan satu set dim sum dalam satu piring, dengan lima item. Ada siomay ayam, hakao udang, lumpia, bakpao ayam, dan tempura sayuran. Ada lima saus sebagai penemannya, dan yang paling favorit saus Bangkok. Sangat enak sekali dipadupadankan dengan aneka dim sum ini. Satu mangkok salad juga menjadi bonusnya. Menu ini bisa dipesan selama bulan Pebruari. Jangan lewatkan, menu spesial Imlek ini dengan harga yang sa ngat terjangkau. -Wirati Astiti
Chef Sony
Nasgor Bumbu Kuning
Nasgor Bumbu Kencur Sarwan Bahan: 500 gr : nasi siap pakai agak pera 2 sdm : bawang putih goring 1 butir : telur buat dadar lalu potong-potong korek api 150 gr : daging ayam potong dadu Gula, garam, lada bubuk, kaldu bubuk, margarin secukupnya Bumbu yang Dihaluskan : 6 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 ruas : jari kencur 10 buah : cabe rawit 3 butir : kemiri sangrai
Cara Membuat: - Tumis bumbu halus bersama margarin sampai harum, lalu masukkan daging ayam, adukaduk hingga matang. - Masukkan nasi, aduk-aduk terus sampai tercampur bumbu, lalu
Bahan: 50 gr : nasi siap pakai 2 butir : telur Gula, garam, kaldu bubuk, margarin secukupya. Bumbu yang Dihaluskan : 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 ruas : jari kunyit bakar 1 buah : cabe merah besar 11 buah : cabe rawit
Cara Membuat: - Tumis bumbu halus sampai harum, lalu kocok telur hingga putih dan kuning telur tercampur, masukkan ke dalam bumbu, aduk-aduk hinga telur matang. - Masukkan nasi, garam, gula, kaldu bubuk, aduk-aduk hingga tercampur dan diamkan sampai nasi matang, angkat. - Siap untuk disajikan, taburi dengan bawang putih goreng.
masukkan gula, garam, lada bubuk dan kaldu bubuk, aduk-aduk hingga nasi goreng matang. - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng. - Tambahkan irisan dadar telur di atasnya.
Nasgor Pedas Bledeg Bahan: 500 gr : nasi siap pakai 75 gr : udang kecil, bersihkan kulitnya 1 sdm : irisan daun pre 1 butir : telur dadar, iris korek api 1 sdm : minyak wijen Margarin, garam, kaldu bubuk secukupnya.
Bumbu yang Dihaluskan: 7 buah : bawang merah 1 sdt : lada butir 3 buah : cabe merah 3 siung : bawang putih 21 buah : cabe rawit 1 ruas : jahe Cara Membuat: - Tumis bumbu halus sam-
pai harum, masukkan udang, aduk-aduk hinga berubah warna kemerahan. - Masukkan nasi, garam dan kaldu bubuk, aduk merata hingga bumbu tercampur, masak dengan api sedang hingga matang dan siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan irisan telur di atasnya.
12
Kuliner
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Bubur Sehat Khas Tabanan
Icip Si Mungil
Dim Sum
Sarapan dengan bubur, tentu menjadi favorit banyak orang. Termasuk keluarga Ni Nyoman Nilawati, Ibu Teladan Bali 2008 ini. “Awalnya saya membuat bubur untuk sarapan keluarga. Namun, kadang membuatnya terlalu banyak, akhirnya saya putuskan untuk menjual, ternyata laris manis,” ucap perempuan yang sibuk bergerak dalam organisasi sosial Rotary Club Bali Taman ini.
M
enurut perempuan asal Tabanan ini, kesehariannya memang ia sangat sibuk, namun tak melupakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. “Memasak memang sudah hobi saya sejak kecil. Ini semua berawal dari ketertarikan saya mencoba banyak hal. Kadang saya disebut tidak bisa diam, selalu ingin membantu apa dikerjakan ibu saya,” tutur Nilawati. Kesukaannya membantu ibu dan bibinya yang berjualan makanan, membuat Nilawati piawai memasak makanan dan membuat kue khas Tabanan.
Ni Nyoman Nilawati
Mulai dari bubur Bali, urapan, kue klepon, kue bendu, pisang goreng, pisang rai, dll. Perempuan usia 65 tahun yang selalu enerjik ini menuturkan, untuk membuat bubur ia terbiasa bangun setiap hari pukul 04.00. Ada tips yang dibaginya. Sebaiknya beras untuk bahan utama bubur sudah direndam beberapa jam semalam sehingga saat memasak bubur tidak memakan waktu yang lama. Sementara untuk bumbu, ia menggunakan bumbu genep Bali yakni semua campuran bumbu tradisional Bali. Setelah ia ulek, ditumis, dan disimpan di kulkas
Bubur Pelangi dengan 6 Isi
Bubur Pelangi
Sajian bubur plus bebek dan ayam panggang di resto yang buka 24 jam di Kuta ini memang sangat terkenal. Kesemuanya diracik gaya Hongkong dengan citarasa yang khas menggoyang lidah. Ada sekitar 16 macam bubur yang ditawarkan mulai dari bubur polos, bubur seafood, bubur ikan, bubur ayam, dan lain-lain. Saya tertarik mencoba bubur pelangi yang merupakan salah satu menu andalan Warung Laota. Selain itu, favorit teman saya, bebek panggang dan ayam panggang. Karena itu kami pun ikut memesan ½ porsi ayam panggang sebagai pelengkap menikmati bubur ala Hong Kong tersebut.
Kata teman saya porsi bubur memang cukup besar, sehingga bubur bisa dinikmati untuk 2-3 orang. Ternyata benar, bubur pelangi kami bagi bersama. Bubur disajikan dalam mangkok putih yang besar. Rupanya disebut ‘pelangi’ karena isinya ada 7 rupa : ikan kerapu, udang, cumi-cumi, daging sapi, daging kepiting, telur pitan, dan lettuce. Pendamping bubur, kecap asin yang diberi serutan jahe, daun bawang, dan irisan cabe rawit. Untuk seporsi bubur pelangi dihargai Rp 43.000. Lumayan mahal memang, tapi bisa kami makan bertiga. Apalagi, di makan di saat hujan, tentu sangat nikmat. Selamat mencoba. -Wirati Astiti
Bubur Pelangi
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Bubur Sehat agar awet. Ia sudah membuat masing-masing satu saset untuk dipakai tiap hari. Trik ini membuatnya lebih hemat waktu dalam bekerja. Ada yang istimewa dalam buburnya. Ia menggunakan sayuran yang ia tanam sendiri, daun singkong, dan sayur jepang. Selain itu, bumbunya, tanpa pakai penyedap. Karena itu, ia namakan buburnya bubur sehat khas Tabanan, karena bubur ini diajarkan oleh ibunya. “Waktu SD, saya sering membantu ibu berjualan bubur di depan sekolah,” tuturnya. Satu piring bubur sehat terdiri dari bubur beras, di atasnya ditaburi kelapa gonseng, kemudian sambal tabia. Di atasnya diberi sayur urap. Kemudian disiram dengan kuah ayam, diberi kacang merah goreng dan kerupuk tepung telur sarang burung. Untuk membuat kerupuk tepung telur sarang burung caranya sangat mudah. Telur bebek dikocok bersama tepung kanji, kemudian diberi bumbu dan daun jeruk, kemudian digoreng. Sementara untuk kuah ayam, ia menggunakan kaki ayam agar kaldu lebih sedap. Ia mengatakan, pembuatan buburnya ini sangat sederhana
karena hanya menggunakan satu bumbu yakni bumbu genep. “Untuk kuah ayam, sayur urap, kerupuk tepuk telur, kelapa gongseng semua diberi bumbu genep, jadi sangat efisien,” ujar Nilawati. Setiap hari bumbu sehatnya dijual di depan rumahnya di depan pementasan barong batubulan. Buka mulai pukul 06. sampai pukul 09.00. Penjualnya bernama Odah, perempuan yang sudah bekerja untuknya puluh an tahun. Untuk satu hari, ia hanya membuat satu panci bubur sekitar 3 kilogram beras. Walaupun banyak pembeli, ia hanya membuat sesuai target, tidak mau berlebihan. “Tujuan awal itu bubur untuk sarapan di rumah. Jadi dengan 3 kilogram beras dan berjualan pukul 6 sampai 9 pagi rasanya sudah cukup,” kata Nilawati. Nilawati hanya ingin berbagi dan memberi contoh, makanan sehat tak harus menggunakan bumbu penyedap. “Dari bahan daun jeruk, daun salam, dan daun sereh semuanya sudah termasuk bumbu penyedap,” imbuhnya. Yang lebih unik, kata Nilawati, sambal tabia-nya tidak memakai terasi. Jadi lebih sehat. -Wirati Astiti
Dim sum merupakan menu santapan khas warga Tiongkok. Umumnya, menu makanan ini disajikan dalam steamer (kukusan) yang terbuat dari bambu kecil atau dalam piring kecil. Pilihan dim sum bervariasi, ada yang digoreng dan dikukus. Dim sum secara umum diartikan sebagai makanan camilan ringan yang biasanya disajikan bersama teh.
A
walnya, dim sum bisa dihidangkan saat acara minum teh di Tiongkok sejak ribuan tahun lalu. Kebiasaan para pedagang dan petani yang berbisnis sering beristirahat di kedai teh sembari menikmati camilan dim sum. Sebagai camilan porsi dim sum kecil saja untuk sekali suap. Ada puluhan lebih jenis dim sum, namun ada beberapa yang popular di Indonesia khususnya di Bali. Siomay, tentu Anda sangat mengenalnya dengan baik. Siomay ini bisa terbuat dari bahan utama daging ayam, atau seafood. Biasa nya dibungkus dengan kulit yang
agak tebal, kemudian dibentuk bunga mawar. Hakao, adalah cacahan udang yang dimasukkan dalam kulit pangsit yang sangat tipis. Tepung
Dim Sum
penutup biasanya agak transparan, rasanya lembut dan kenyal. Bakpao, roti yang terbuat dari tepung terigu yang ditambah de ngan zat pengembang roti, kemudian diberi isian kacang hijau atau daging babi atau daging ayam. Phoenix claws atau dim sum kaki ayam. Menu ini biasanya sa ngat digemari karena rasanya yang sangat khas. Kaki ayam direndam dalam campuran bumbu khas makanan Tiongkok, kemudian
Aneka sambal
direbus, digulingkan di saus kental, kemudian dikukus kembali. Tekstur kaki ayam sangat empuk sehingga bisa dimakan sampai hanya tersisa tulang kecil saja, karena rasanya yang lezat dan gurih. Pangsit goreng, makanan ini juga sangat familiar. Daging ayam, babi, atau seafood ditambah bumbu dibungkus dengan kulit pangsit kemudian digoreng. Rasanya krispi karena kulitnya yang tipis dan renyah. Lumpia, dim sum ini berupa racikan sayuran seperti wortel, kol, jamur, yang diiris tipis dan dicampur dengan daging kemudian dibungkus dengan kulit lumpia yang tipis. Kulit lumpia biasanya dibuat dari tepung terigu. Kemudian lumpia digoreng. Rasanya gurih dan renyah, apalagi dimakan saat masih panas. Meskipun dim sum merupa kan hidangan tradisional Tiong kok, menu ini kini sudah berevolusi. Ragam jenis dim sum
13
mudah ditemui di beberapa hotel dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2566. Aneka kreasi dim sum bisa dibuat dari aneka olahan sayuran maupun dag ing. Seperti menu spesial Imlek yang disajikan Ibis Styles Bali Kuta Legian Hotel. Kreasi Chef Zefnath Huwae atau dikenal Chef Sony ini, menyajikan satu set dim sum dalam satu piring, dengan lima item. Ada siomay ayam, hakao udang, lumpia, bakpao ayam, dan tempura sayuran. Ada lima saus sebagai penemannya, dan yang paling favorit saus Bangkok. Sangat enak sekali dipadupadankan dengan aneka dim sum ini. Satu mangkok salad juga menjadi bonusnya. Menu ini bisa dipesan selama bulan Pebruari. Jangan lewatkan, menu spesial Imlek ini dengan harga yang sa ngat terjangkau. -Wirati Astiti
Chef Sony
Nasgor Bumbu Kuning
Nasgor Bumbu Kencur Sarwan Bahan: 500 gr : nasi siap pakai agak pera 2 sdm : bawang putih goring 1 butir : telur buat dadar lalu potong-potong korek api 150 gr : daging ayam potong dadu Gula, garam, lada bubuk, kaldu bubuk, margarin secukupnya Bumbu yang Dihaluskan : 6 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 ruas : jari kencur 10 buah : cabe rawit 3 butir : kemiri sangrai
Cara Membuat: - Tumis bumbu halus bersama margarin sampai harum, lalu masukkan daging ayam, adukaduk hingga matang. - Masukkan nasi, aduk-aduk terus sampai tercampur bumbu, lalu
Bahan: 50 gr : nasi siap pakai 2 butir : telur Gula, garam, kaldu bubuk, margarin secukupya. Bumbu yang Dihaluskan : 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 ruas : jari kunyit bakar 1 buah : cabe merah besar 11 buah : cabe rawit
Cara Membuat: - Tumis bumbu halus sampai harum, lalu kocok telur hingga putih dan kuning telur tercampur, masukkan ke dalam bumbu, aduk-aduk hinga telur matang. - Masukkan nasi, garam, gula, kaldu bubuk, aduk-aduk hingga tercampur dan diamkan sampai nasi matang, angkat. - Siap untuk disajikan, taburi dengan bawang putih goreng.
masukkan gula, garam, lada bubuk dan kaldu bubuk, aduk-aduk hingga nasi goreng matang. - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng. - Tambahkan irisan dadar telur di atasnya.
Nasgor Pedas Bledeg Bahan: 500 gr : nasi siap pakai 75 gr : udang kecil, bersihkan kulitnya 1 sdm : irisan daun pre 1 butir : telur dadar, iris korek api 1 sdm : minyak wijen Margarin, garam, kaldu bubuk secukupnya.
Bumbu yang Dihaluskan: 7 buah : bawang merah 1 sdt : lada butir 3 buah : cabe merah 3 siung : bawang putih 21 buah : cabe rawit 1 ruas : jahe Cara Membuat: - Tumis bumbu halus sam-
pai harum, masukkan udang, aduk-aduk hinga berubah warna kemerahan. - Masukkan nasi, garam dan kaldu bubuk, aduk merata hingga bumbu tercampur, masak dengan api sedang hingga matang dan siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan irisan telur di atasnya.
14
Mitos
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
B
Setiap perempuan tentu ingin tampil cantik. Memiliki wajah yang menarik, kulit yang halus, serta warna kulit cerah juga impian para perempuan. Karenanya tidak heran jika banyak perempuan mencari berbagai cara untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Malah tidak sedikit yang rela merogoh koceknya demi penampilannya.
S
Menurut Dewi Kader pemilik Dadari Salon & Rias Pengantin di kawasan Jalan Sandat, Denpasar, make up natural adalah yang terbanyak diminati saat ini, sebab tidak membuat wajah perempuan seperti topeng. Make up yang natural pun mampu menutup segala kekurangan pada seseorang. Dengan pemilihan warna yang sesuai dengan warna kulit , make up natural akan menjadikan perempuan tampil lebih menawan. Dikatakannya kecenderung an ini bukan tanpa sebab, kulit ras Asia, pigmen warnanya lebih banyak daripada pigmen kulit orang-orang dari ras yang berwarna putih.P ada umumnya warna kulit perempuan Indonesia adalah kuning langsat, sawo matang. Dengan warna make up natural akan tampak lebih muda, lebih segar dan pancaran alaminya tidak hilang. “Pastinya juga tidak akan merusak tekstur kulit kita,” katanya Ber-make up natural dapat membuat kulit sehat. Mengapa,
karena jumlah kosmetik yang digunakan relatif sedikit. Hal ini kata Dewi mengurangi risiko kulit terkena penyakit, salah satunya jerawat. Disamping itu, dandanan natural dinilai cocok dengan cuaca Indonesia yang panas dan lembab Selain itu katanya berdandan natural sangatlah mudah dilakukan. Make up ini dapat dipilih sebagai riasan untuk sehari-hari ataupun untuk ke pesta. Tidak hanya itu, make up yang natural saat ini lebih disukai karena sangat simpel serta segar. Cocok bagi para perempuan yang mempunyai aktivitas cukup padat. Dewi menekankan agar kita lebih awal mengenal warna kulit. Sebab, tidak semua warna make up cocok untuk segala warna kulit. Selain itu, perhatikan pula jenis kulit. Ada berbagai macam jenis kulit, yakni normal, kering, dan berminyak. Setiap jenis kulit memerlukan make up yang berbeda. Jika kita tidak memperhatikan hal ini, jangan sembarangan memilih make up agar tidak malah merusak kulit. POLESKAN WARNA -WARNA MUDA Warna dalam make up natural bagi pemilik kulit kuning langsat,
erhubungan seks diyakini memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Bahkan di sebutkan, saat bercinta orang akan mengeluarkan 50-80 ribu kalori, setara dengan orang yang bermain tenis selama 6 menit. Bagaimana tanggapan pakar andrologi dan seksologi, Prof. Dr. dr. Jahja Alex Pangkahila, M.Sc., Sp.And.? berikut penjelasannya. Mitos: Seks sama dengan Olahraga Fakta : Memang benar sama-sama membakar kalori, tetapi seks dan olahraga memiliki fase-fase
sawo matang, dan gelap. Sedangkan untuk warna perona pipi, gunakan warna yang lebih muda seperti pink atau baby pink. Hal ini berlaku juga untuk warna lipstik. Gunakanlah warna pink atau cokelat. Dibandingkan warna kulit yang lain, warna kulit kuning langsat sangat beruntung karena bisa menggunakan semua warna natural. Untuk kulit sawo matang, pilihlah alas bedak yang warnanya sama dengan kulit. Jika menginginkan riasan dengan kesan kulit kuning langsat, campurkan alas bedak dengan warna yang lebih terang. Sedangkan untuk bedaknya, pilih warna setingkat lebih muda dari alas bedak untuk memperoleh kesan cerah. Make up natural bagi perempuan berkulit gelap juga tidak susah. Hampir sama dengan jenis kulit lainnya. Alas bedak disesuaikan dengan warna kulit. Sementara warna perona pipi, gunakan cokelat muda atau karamel. Untuk perona mata, pilih warna cokelat atau oranye. Terakhir,
11
Seks tak bisa Gantikan Olahraga
Kesegaran Warna Natural
angatlah umum pula, jika penampilan yang cantik menambah rasa percaya diri tertutama pada perempuan. Lingkungan sosial pun seolah lebih mudah berpihak pada mereka. Lantas bagaimana caranya untuk bisa tampil cantik dan mempesona. Dengan make up dapat membantu penampilan lebih menawan. Apalagi ketika make up yang dikenakan tampak segar dan natural.
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
untuk lipstik, warna yang pas adalah dengan memilih warna pink atau cokelat. Yang perlu diingat, hindari mencampurkan alas bedak dengan warna lebih terang karena akan membuat kulit terlihat kusam. Untuk perona mata, gunakan warna muda yang mengandung shimmer, misalnya biru muda atau abu-abu. Sedangkan perona pipinya poleskan warna yang sama untuk perona mata. Demi mendapatkan kesan make up yang natural, bagi yang berkulit gelap disarankan menggunakan lipglos atau lipstik yang berwarna jingga agar terkesan ringan. Sedangkan untuk urusan alis mata menggunakan pensil alis yang disesuaikan dengan kontur wajah. Sehingga tidak ada perbedaan mencolok, yang akan membuat penampilan menarik tapi tetap sangat natural. Mengenai bentuk alis mata , apakah itu tebal, dilengkungkan ke atas, tipis dan memanjang tinggal disesuaikan dengan wajah dan usia. – Sri Ardhini
yang berbeda. Dalam berhubung an seks, perhitungan pembakaran kalori sangat tergantung pada posisi atau cara melakukan seks, seberapa lama dan seberapa sering melakukannya. Dalam berhubungan seks lebih banyak melibatkan emosional daripada fisik. Saat orgasme, denyut nadi memang meningkat, tapi karena emosional, bukan karena olah fisik.
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
SEX AFTER LUNCH Dok, akhirnya saya beranikan diri buat nanya nih. Begini, aku dan pasanganku belakangan ini punya kebiasaan seksual baru. Karena kantor tempat kami bekerja berdekatan dan jam istirahat juga bersamaan, kami berdua sering curi-curi waktu buat “bobo-bobo siang” habis makan siang bareng. Kadang sih menyenangkan rasanya, tapi kadang juga karena kadung perut kepenuhan, jadinya malah tidak menikmati. Kok jadinya kesannya bandel dan seperti melakukan selingkuh sembunyi-sembunyi, padahal dengan pasangan sendiri. Memangnya ada akibat buruk nggak dok kalau having sex after lunch?
Seks siang hari pas jam makan siang atau pasca makan siang, atau sering juga dikenal dengan istilah “bobo-bobo siang (BBS)” atau juga sex after lunch memang sering diidentikkan dengan perselingkuhan, karena sebuah survei media terkemuka pernah menyebutkan sekitar 30 persen laki-laki eksekutif muda pernah melakukan sex after lunch, dengan sebagian besar adalah sebuah
affair, kebanyakan dengan mitra kerja atau teman selingkuh. Padahal, justru sesungguhnya sex after lunch dengan pasangan sah juga akan seru, menggebu-gebu bahkan dapat kembali menghangatkan hubungan yang mulai dingin. Sebenarnya, kapan pun saatnya hubungan seks dilakukan, tetap saja akan dirasakan nikmat dan menyenangkan. Tetapi yang memaksimalkan semuanya
Orang yang melakukan olahraga secara ilmiah, kehidupan seksnya pasti lebih baik daripada orang yang tidak pernah berolahraga. Olahraga yang dilakukan sesuai dengan kaedah ilmiah, yakni dimulai dengan tahap pemanasan 20-30 menit, olahraga inti lebih kurang 30 menit, dan pendinginan. Peralihan dari olahraga inti menuju pendinginan, tak boleh langsung duduk, harus berjalan dulu sampai mendekati denyut nadi istirahat (denyut nadi awal saat sebelum melakukan olahraga). Denyut nadi awal umumnya 60-80 per menit. Saat pemanasan dinaikkan sekitar 30 kali per menit, dan saat olahraga inti dinaikkan lagi yang disesuaikan dengan usia. Denyut nadi yang paling aman adalah antara 60%-80% x 220 – umur, untuk mecegah overtraining. Karena itu, olahraga tidak bisa digantikan dengan seks. Orang yang punya kesehatan dan ke-
bugaran fisik yang baik, umumnya cenderung memiliki kebugaran seks yang baik. Mitos: Bercinta sebelum bertanding olahraga dapat membuat pria lebih agresif Fakta : Memang betul saat bercinta orang akan mengeluarkan zat endorphin (zat penggembira), sama seperti ketika orang berolahraga. Namun, hal ini tak dianjurkan. Karena, usai bercinta umumnya justru menyisakan kelelahan fisik. Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa beberapa olahraga dapat meningkatkan gairah seksual. Olahraga yang tak cuma membakar kalori, tetapi juga mendongkrak gairah di ranjang. Olahraga yang dimaksud seperti, yoga, pilates, bikram yoga, dansa, latihan beban, lari/jogging, push-up, squats, bench press, kegel, strip aerobic atau cardio striptease, berenang, zumba, tari Bollywood, akrobatik di udara, dan hula hoop. Prof. Alex membenarkan bahwa beberapa gerakan dari olahraga tersebut ada yang berfungsi meningkatkan fleksibilitas tu-
buh dan mengatur emosional, meningkatkan aliran darah ke bagian genital perempuan, memproduksi hormon-hormon seks, meningkatkan daya tahan seksual, pembentukan wilayah pinggang hingga pinggul menjadi lebih seksi, melatih otot-otot tangan, dada, bahu, perut, paha, kaki, hingga bokong. Bahkan, senam kegel yang disebut-sebut sebagai senam seks, hanya mampu mengontrol otot-otot bagian atas vagina sehingga mendapatkan kepuasan seksual yang lebih besar, dan bagi pria dapat membantu mengontrol otot-otot yang berkontraksi selama ejakulasi yang efeknya bisa memperpanjang waktu ejakulasi. “Semua itu memang benar, hanya saja manfaatnya sepenggalsepenggal, tidak menyeluruh,” ucapnya. Untuk mendapatkan manfaat menyeluruh, disarankan mengikuti latihan terpadu. Karena berhubungan seks melibatkan seluruh organ tubuh, seperti jantung, paru-paru dan aliran darah yang mutlak harus bagus. Berenang dikatakannya olahraga paling praktis karena semua otot tubuh turut bergerak tanpa menunjang berat. Dan yang paling penting, semua itu diimbangi dengan pola hidup sehat, termasuk makan, tidur, dan kerja. Tidur cukup selama 7-8 jam sehari, dan tidak tidur lebih dari jam 22.00. –Inten Indrawati
adalah komunikasi seksual dan kenyamanan personal. Perbedaan berhubungan seksual di pagi, siang, atau malam hari lebih sering terletak pada suasana dan kondisi tubuh saat hubungan seksual dilakukan. Sebagian besar pasangan melakukannya di malam hari, setelah lepas dari berbagai kesibukan dan bisa langsung tidur nyenyak setelah berhubungan seksual. Tetapi bisa saja ada yang lebih menikmati di pagi hari, karena pasangan masih berada pada kondisi fisik yang bugar selepas istirahat malam. Tetapi karena keterbatan waktu, mesti mempersiapkan diri buat ke kantor, jadinya waktu terbatas, bisa dipilih quicike atau seks kilat buat di pagi hari. Bagaimana dengan siang hari? Hubungan seks di siang hari bisa dilakukan sewaktu istirahat siang pada mereka yang bekerja kantoran. Sebaiknya lakukan dengan pasangan Anda yang sah tentu saja, manfaatkan waktu luang ini jadi menarik dan memilih tempat yang sesuai. Atau pilihan lain, Anda bisa menuju rumah sebentar dan melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda di rumah, sebagai sebuah variasi dan kejutan. Terbatasnya waktu yang menjadi kendala karena mesti balik ke kantor lagi harus disikapi dengan cerdas. Kenapa tidak mencobanya dengan quickie atau seks kilat dan menggebu-gebu sekali-kali.
Untuk mendapatkan romantisme yang maksimal dan tidak terganggu, Anda bisa melakukan sex after lunch hari kala libur dari berbagai aktivitas pekerjaan. Jadi jangan jadikan variasi sex after lunch malah untuk bolos kerja, telat ke kantor dan bermalasmalasan bekerja. Ini malah tidak produktif dan tidak dianjurkan Tips! Jika ingin menikmati sex after lunch dengan maksimal, beberapa hal ini perlu diperhatikan.
suasana yang nyaman, pada ruangan yang nyaman pula. Gunakan ruangan yang mempunyai sirkulasi udara yang baik.
1.Makan siang secukupnya Sesungguhnya, hubungan seks yang baik adalah di saat lambung tidak penuh atau dua jam setelah makan. Jadi, untuk menghindari perasaan mual dan kembung, janganlah makan siang dalam jumlah berlebih dan sampai perut kenyang. Jadi, secukupnya saja. Jadikan acara makan siang justru sekedar apetizer atau pengantar buat hubungan seksual setelah lunch secukupnya. Jadikan momen makan siang untuk memuji dan memberi rangsangan awal untuk hubungan seksual yang bakal dinikmati bersama. 2. Disetujui bersama Semua perlu dikondisikan dan disetujui dulu, walau terkadang spontan pun akan bisa lebih menggairahkan. Atur waktu dan tempat dengan baik. Karena tidak semua tempat akan terjamin keamanannya. Jadi buatlah
3. Tidak mengganggu pekerjaan Jangan jadikan agenda sex after lunch Anda malah merusak karir Anda. Jadikan agenda ini sebuah kejutan yang bisa menjadi pelecut semangat dan bukan malah sebaliknya. Jangan membuat semua jadi malah menjadi susah. Kalau kepepet akan waktu, lakukan quickie yang berkesan. Ingat, kalau pekerjaan di kantor sedang menumpuk dan banyak masalah, lebih baik tidak usah melakukannya. 4. Hati-hati “obat kuat” Beberapa pelaku sex after lunch, sering kali menggunakan obat tambahan untuk potensi seksualnya. Hati-hati jika Anda sesungguhnya tidak memerlukannya. “Obat kuat” yang dijual sembarangan dan tidak jelas kandungannya apa malah bisa berbahaya bila Anda mengidap kelainan jantung atau mengonsumsi obat jantung tertentu. Banyak kejadian membuktikan penggunaan obat dengan kandungan sildenafil sitrat dengan dosis tidak tepat malah bisa membuat jantung henti jantung mendadak dan akhirnya dapat menimbulkan kematian.
10
Bugar
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Memperbaiki Penampilan dengan Perawatan Teeth Whitening
In-office bleaching biasanya meng gunakan bahan hidrogen peroksida 35-40%, hidrogen peroksida berkon sentrasi tinggi ini jauh lebih efektif daripada karbamid peroksida yang digunakan di rumah (home bleaching) namun harus dilakukan oleh dokter gigi, karena ia berpotensi untuk menimbulkan iritasi pada jaringan lunak di sekitar gigi. Teknik In Office ini tergolong aman, efektif dan efisien karena menghasilkan perubahan warna yang fantastis. Waktu perawatan lebih singkat dan hasil perawatan dapat terlihat dalam waktu kurang lebih 1 jam.
drg. Eka Chitra
Penulis adalah dokter gigi di Rumah Sakit SILOAM Bali
Sebuah senyum yang menawan berawal dari gigi yang putih, sehat, dan terawat. Istilah tersebut seper tinya tak berlebihan, namun menjaga kesehatan gigi pun tak mudah dan sering kali diabaikan. Bila ditanya, kapan terakhir kali kita mengunjungi dokter gigi? Kesadaran masyarakat terhadap anjuran mendatangi dokter gigi selama enam bulan sekali se pertinya memang belum tumbuh di setiap individu, sehingga kesehatan gigi pun sering kali terabaikan. Seiring dengan pertambahan usia, gigi akan berubah warna menjadi lebih gelap. Gaya hidup masyarakat saat ini yang tidak lepas dari me ngonsumsi kopi, teh, minuman ber soda, minuman beralkohol dan me rokok akan mempercepat perubahan warna gigi di usia muda. Ibu hamil yang mengonsumsi beberapa jenis antibiotik tertentu dilaporkan juga dapat memberikan dampak per ubahan warna gigi pada bayi yang dilahirkan. Perubahan warna yang terjadi pada gigi depan seringkali menim bulkan masalah estetika yang sangat
mempengaruhi penampilan, ter utama bagi pria dan wanita dengan profesi yang menuntut penampilan prima. Warna gigi yang putih dan bersih sangat membantu seseorang untuk berani tampil dan berkomu nikasi. Perubahan warna gigi juga dapat mengakibatkan terjadinya kompleks psikologis dan menimbul kan rasa rendah diri. Tuntutan terhadap kesehatan dan keindahan gigi makin mening kat. Berbagai macam cara dilakukan untuk memperbagus gigi. Gigi yang susunannya tidak rata dirapikan dengan perawatan orthodontik. Gigi yang patah atau mati dirawat saluran akar lalu dibuatkan mahkota tiruan. Gigi yang hilang diganti dengan gigi tiruan. Gigi yang berubah warna dan ingin diperbaiki? Bisa, dengan prosedur dental bleaching atau pe mutihan gigi.
Apa itu Dental Bleaching ? Perawatan dental bleaching ada lah upaya untuk mendapatkan warna gigi geligi menjadi lebih cerah dari sebelumnya. Dental bleaching atau yang lebih dike nal dengan istilah ‘Teeth Whitening” menjadi sangat po pular beberapa ta hun terakhir. Teeth whitening sendiri merupakan suatu proses pemutihan gigi dengan suatu cairan berbahan dasar hydrogen peroksida (carbam ideperoksida) se hingga gigi terlihat beberapa tingkat lebih putih. Metode Perawatan Dental Bleaching Sebelum dilaku
- drg. Eka Chitra
kan prosedur teeth whitening, pasien akan terlebih dahulu diperiksa dan dilakukan perawatan pendahuluan seperti pembersihan karang gigi, pe nambalan, perawatan saraf gigi dan perawatan lain sesuai kebutuhan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan mengurangi dampak setelah prosedur bleaching seperti alergi dan rasa ngilu pada gigi. Cara kerja perawatan ini oksidator dari obat bleaching dapat melarutkan bahan organik yang tidak melekat erat pada gigi tanpa melarutkan matriks email sehingga warna gigi menjadi lebih putih. Bleaching hanya dapat dilakukan di klinik dokter gigi yang disebut “Bleaching In Office”. Proses bleaching didahului dengan persiapan isolasi jaringan lunak mulut dengan liquid dam dan setelah proses selesai dilakukan aplikasi bahan yang mengandung Sodium Fluoride, dengan demikian efek samping seperti rasa sakit terbakar pada gingiva dan rasa sensitif pada gigi dapat dihindari.
- - - -
-
Keadaan-keadaan di mana bleaching sebaiknya tidak dilakukan : Ruang pulpa yang berisi pembuluh darah dan syaraf masih sangat be sar, yaitu pada usia muda. Oleh ka rena itu bleaching tidak disarankan untuk anak-anak dan remaja. Kehilangan lapisan email yang berat, seperti pada keadaan fluo rosis yang berat atau pada kasus hipoplasia email (bercak-bercak putih pada gigi). Orang yang giginya banyak tam balan terutama pada daerah gigi depan Orang dengan riwayat alergi terh adap peroksida. Pada keadaan tersebut dokter gigi menjelaskan kepada pasien agar tidak kecewa dengan hasil perawatan, dan memberi alter natif perawatan lain. Oleh karena itu dokter gigi berperan penting dalam menentukan boleh atau tidaknya bleaching dilakukan. Hasil dari perawatan bleaching bersifat sementara. Gigi mungkin kembali kuning, meski lamanya ketahanan efek dari perawatan ini masih diperdebatkan. Pola makan dan minum serta penjagaan keber sihan mulut sangat mempengaruhi efek jangka panjang dari perawat an bleaching. Setelah beberapa lama, perawatan bleaching dapat kembali dilakukan.
Style
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Gaya Seru Cocktail Party Busana adalah satu dari sekian banyak penunjang penampilan seseorang. Busana yang dikenakan bukan hanya menggambarkan pemakainya tapi juga acara yang akan dihadiri.
Bintang Mira
S
eperti koleksi dari desainer papan atas Bali, Bintang Mira di halaman ini. Dengan bahan batik bali, brokat dan bahan polos lainnya menambah
elegan seorang perempuan saat menghadiri cocktail party, acara pesta kecil dengan sajian makanan dan minuman ringan yang umumnya diramaikan oleh teman-teman dan kerabat dekat sehingga semua bisa berbaur. Selama ini, warna hitam memang masih menjadi andalan untuk busana pesta. Namun kali ini hitam mendapatkan sentuhan warna oranye yang mampu memperkuat gaya personal se seorang.
Menurut Bintang Mira, beberapa busana buatannya yang semi formal dengan siluet I dan A ini, ditampilkan bagi kalangan perempuan berusia 25 hingga 45 tahun. Jadi tinggal dipilih sesuai karakter, mau yang tertutup atau sedikit terbuka. Bisa juga dipadukan dengan sepatu hitam dan tas kulit yang menjadikannya semakin gaya dan eye catching. – Sri Ardhini
15
16
Edukasi
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Usia Minimal SD 6 Tahun Tahun ajaran baru masih beberapa bulan lagi. Namun, sibuknya para orangtua calon siswa mendaftarkan putraputri mereka ke sekolah pilihan, bukanlah pemandangan baru lagi. Kebijakan pemerintah terkait usia minimal anak masuk ke jenjang SD pun, bukan hal baru lagi. Tetapi kali ini, kebijakan yang sudah berlangsung beberapa tahun tersebut cukup “mengusik” para orangtua dan pihak sekolah.
“S
aat ini, penerimaan siswa baru di sekolah kami terhenti sementara, hanya masuk waiting list dulu. Kami belum bisa memberi kepastian bisa diterima atau tidaknya anak tersebut, masih menunggu kepastian dari pemerintah,” ujar seorang Kepala SD swasta yang enggan disebutkan namanya tersebut. Ia mengaku beberapa kepala sekolah lain pun mengeluhkan hal yang sama pada dirinya. Memang ada beberapa calon siswa yang tahun ajaran baru ini akan masuk SD, usianya belum genap 6 tahun. “Di SD negeri mungkin kebijakan ini tak terlalu berpengaruh, tetapi kami sekolah swasta khususnya yang satu atap, hal ini menjadi dilema,” keluhnya.
Kebijakan pemerintah ini dinilainnya kaku. Ia berpendapat tingkat kemampuan siswa di kota-kota besar seperti Jakarta dan Denpasar, tak bisa disamakan dengan anak sekolah di tempat terpencil. Apalagi anak-anak ini sudah mengenal pendidikan sejak usia dini. Sehingga menurutnya wajar jika anak-anak yang sudah mampu ini dapat terus melanjutkan tahapan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, walau usianya masih dini. Namun sekali lagi, hal itu terbentur dengan peraturan pemerintah. “Bagaimana dengan anak yang baru genap berusia 6 tahun saat Agustus nanti? Atau hanya kurang dua minggu? Masak harus menunggu satu tahun lagi untuk bisa masuk SD? Kami berharap pemerintah bisa mempertimbangkan hal ini,” ucapnya. Kadisdikpora Denpasar I Gst
Ngurah Eddy Mulya, S.E., M.Si. saat dikonfirmasikan tentang hal ini menegaskan bahwa ketetapan pemerintah itu sudah jelas tertulis dalam Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan tersebut. Dalam pasal 69 ayat (1) telah jelas menyebutkan bahwa “Peserta didik pada SD/MI atau
RAGAM ARTIS MENYAMBUT IMLEK Tahun Baru Imlek 2566 tinggalmenghitung hari. Sayangnya cuaca dalam beberapa hari terakhir, khususnya di Jakarta, kurang mendukung. Hujan turun hampir setiap hari, bahkan Jakarta sempat dilanda banjir besar pada 9 Februari lalu. Kondisi ini agak
mencemaskan sebagian orang karena khawatir tidak bisa menikmati sepenuhnya kecerian datangnya Tahun Kambing Kayu. Maklum seperti biasanya menyambut TahunBaru Imlek, ada banyak acara digelar baik indoor maupun outdoor. Tapi ada juga yang merasa tidak cemas karena hujan yang turun dimaknai sebagai limpahan rezeki yang akan turun sepanjang Tahun Kambing Kayu. Winda Viska Ria termasuk yang tidak cemas. Sebaliknya dia sangat antusias menanti datangnya Imlek pada19 Februari mendatang. Pasalnya, Winda dan suaminya, Mulyadi Tan, bersama bayinya, Willis Mulya Tan yang baru berusia 3 bulan, akan merayakan Imlek
di kampung halaman sang suami di Tanjung Pinang Riau. “Ini sudah menjadi ‘tradisi’ kami sejak masih pacaran, pulang kampung saat Imlek,” kata Winda. “Di sana (Tanjung Pinang), perayaan Imleknya berasa banget,” kata pemeran Opera Van Java ini. Menurut Winda, banyak hal menarik dijumpainya selama Imlek di Pangkal Pinang, yang tidak ditemuinya di Jakarta. Nuansa Imlek di sana, kata Winda, lebih kental ketimbang di Jakarta. Masyarakat begitu antusias menyambutnya.“Di sana kalau Imlek, meriahnya seperti Lebaran. Ada banyak acara, kembang api yang meriah, juga pawai. Ramai sekali. Sedangkan di Jakarta, paling hanya di mal,” ucap Winda yang sudah mempersiapkan angpao untuk dibagi-bagikan pada saudarasaudaranya. Ada beberapa hal yang biasanya dilakukan Winda dan suaminya, Mulyadi Tan, dalam menyambut Imlek. Di antaranya adalah, membersihkan rumah, merapikan perabotan danmenatanya kembali. Seminggu sebelum Imlek, biasanya sang suami menyebarkan jeruk. Jeruk adalahsimbol keberuntungan. Membagikan jeruk maksudnya berbagi rezeki. Hal lainnya, tentu saja adalah menyiapkan angpao. “Dulu, waktu masih pacaran, kami dapat
bentuk lain yang sederajat paling rendah berusia 6 (enam) tahun”. Ia menjelaskan, jika anak usia di kurang dari 6 tahun dipaksakan masuk SD, dikhawatirkan datanya tak bisa diinput. Karena semua proses penginputan data memakai on line system yang diprogram sesuai yang dimandatkan undang-undang. Semua ini nanti terkait dengan data pokok pendidikan dasar yang menerbitkan nomor induk siswa. “Jadi, bukan kami yang menolak, tetapi sistem,” tegasnya lagi. Jika dikaitkan dengan pertimbangan tingkat kemampuan calon siswa, Eddy Mulya menyebutkan hal ini juga telah
angpao. Sekarang setelah menikah harus membagi angpao,” ucap bintang ‘OB’ (Office Boy)ini. Hujan Boleh Banjir Jangan Lain lagi dengan Tina Toon
tertuang dalam ayat (5) yang menyebutkan “Penerimaan peserta didik kelas 1 (satu) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain. “Kami tidak berani mengatakan boleh dan tidak. Tetapi kami berjalan berdasarkan regulasi yang ada,” ujarnya. Intinya, sesuai dengan PP Nomor 17 tahun 2010, penerimaan siswa baru di tingkat SD adalah mereka yang berusia 7-12 tahun. “Jadi, usia penerimaan siswa di SD kelas I, usia 7 tahun wajib diterima dan usia 6 tahun boleh diterima sepanjang kuota sekolah bersangkutan mencukupi. -Inten Indrawati
yang menjelang Imlek ini kawasanrumahnya kembali terendam banjir.Maklum, rumah mantan penyanyi cilik di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara ini, pada kejadian banjir besar baru-baru ini, menjadi salah satu yang terparah kondisinya. Karena sudah biasa terkena banjir, Tina pun tidak terlalu khawatir lagi. “Tahun-tahun sebelumnya juga begitu, kena banjir juga.Rumah aku tinggi tapi jalan banjir sedengkul. Ya sudah biasalah. Banjir tidak mengurangi keceriaan Imlek,” kata Tina. Meski begitu, gadis kelahiran 20 Agustus 1993 ini, tetap berharap agar tidak ada banjir lagi saat Imlek mendatang. “Kalau hujan boleh, tapi jangan sampai banjir,” katanya sembari tertawa. Soal tradisi Imlek keluarganya, menurut Tina, setiap Imlek ada makanan khusus seperti mi panjang umur, kue keranjang, bagi-bagi angpao, dll. Tapi yang penting, tambahnya sambil tertawa, nanti pasti dia akan dapat angpao. Persiapan Imlek juga dilakukan oleh Wenda Tan, istri Ruben Onsu. Namun, kata Wenda, persiapan Imlek tahun ini tidak seperti sebelumnya karena kondisinya yang sedang hamil. “Tidak ada acara khusus. Paling aku beli baju baru. Aku kan sedang hamil, jadi bajunya khusus juga. Nanti pas Imlek berkunjung ke rumah orangtua,” kata Wenda.
–Diana Runtu
Dara
9
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Windi
Dibosanin Juri Tak banyak anak muda sekarang yang suka bahkan mendalami budaya warisan leluhurnya. Karena itu pula, pemerintah khususnya Denpasar dan Bali secara berkesinambungan menggelar beragam lomba yang mengusung budaya lokal, di antaranya lomba menari, mekidung, utsawa darmagita, membuat banten, dll.
D
ari segelintir remaja yang mendalami budaya tradisi itu, adalah Ni Made Wikandina Putri. Kemampuannya berolah vokal khususnya dalam lantunan lagu-lagu ketuhanan ini, tak perlu diragukan lagi. Beberapa gelar juara berhasil disabetnya. Di antaranya, Juara II Lomba Geguritan Putri Pengwacen 2013 yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Denpasar; Juara Harapan I Lomba Lagu Pop Bali Tingkat SMP se-Kota Denpasar 2014 (Porsenijar Kota Denpasar); Juara I Lomba Kekawin Remaja Putri 2014 se-Kecamatan Denpasar Selatan; Juara I Lomba Kekawin Remaja Putri 2014 (Dinas Kebudayaan Kota Denpasar); Juara II Lomba Pidarta Bahasa Bali 2014 (JTB 13 Gelatik Pedungan); Juara I Lomba Geguritan Putri Tingkat SMP se-Kota Denpasar 2014 (Dinas Kebudayaan Kota Denpasar); Juara I Juara I Utsawa Dharmagita 2014 (SMAN 5 Denpasar); Juara II Lomba Geguritan 2014 (SMAN 7 Denpasar); Juara I Lomba Mawirama Putri tingkat SMP seBali 2014 (SMAN 3 Denpasar); dan yang teranyar adalah kembali merebut Juara I Lomba Mawirama Putri Tingkat SMP se-Bali 2015 yang digelar SMAN 3 Denpasar, Januari 2015.
“Saking seringnya ikut lomna, sampai-sampai jurinya bosan melihat saya..hahaha,” candanya. Dari sekian prestasi yang berhasil ditorehnya itu, tentunya banyak sekolah yang melamarnya. “Saya paling berkesan saat lomba di SMAN 3 Denpasar tahun lalu. Waku itu saya berpasangan dengan kakak kelas, Sudiasih. Kami berhasil menjadi Juara I, dan langsung dilamar untuk sekolah di sana. Saya senang sekali, karena selama ini tidak pernah terpikir akan bisa bersekolah di sana. Sekolah itu kan bagus, disiplin, dan susah untuk masuk ke sana,” ucapnya girang. I m piannya tersebut sepertinya akan segera t e r wujud. Kini, Windisapaan akrab remaja yang masih duduk di kelas IX SMPN 6 Denpasar mengaku mulai mengurangi mengikuti lomba. “Sementara ini mau fokus dulu mempersiapkan diri untuk ujian,” ujarnya. Meski demikian, lantunan nada-nada indah tak pernah terhenti keluar dari bibir mungilnya. Entah itu saat ia bersantai di kamarnya, di kamar mandi, bahkan saat berboncengan sepeda motor.
Windi (dua dari kanan) bersama pasangannya Vinka Paramaditya diapit guru pembina SMPN 6 Denpasar
Belajar pada Ibu dan Kakek Windi, putri kedua dari I Ketut Wasta dan Ni Nyoman Sri Widyantari ini sudah menyukai tarik suara sejak SD. Ketertarikannya pada seni olah vokal khususnya kidung-kidung keagamaan ini makin besar, ketika ia sering mendengar sang kakak, Ni Putu Wigantika Putri belajar mekidung kepada ibu dan kakeknya. “Kakak sudah ikut-ikut lomba sejak SD dan belajarnya dengan ibu. Jadi, saya sering mendengar dan jadi suka. Akhirnya ibu mulai serius ngajarin saya,” papar kakak dari I Komang Wikananda Eka Putra ini. Dara kelahiran Denpasar 2 Oktober 2000 ini akhirnya untuk pertamakalinya ikut lomba mekidung saat kelas 4 SD. Dalam sebuah kesempatan, ia kembali mencoba kemampuannya dalam Lomba Macepat dalam Pekan Seni Remaja, berpasangan dengan Regina. Mereka berhasil mendapat Juara II. Darisana Windi mengaku makin termotivasi untuk mengasah kemam-
puannya dan mengikuti lomba-lomba serupa lainnya. Semua itu berlanjut hingga di tingkat SMP. Meski diakuinya tingkat kesulitannya makin tinggi, Windi tak putus asa, karena ada ibu dan kakek yang siap melatihnya kapan pun, juga dukungan ayah, keluarga dan sekolahnya. “Kalau mekidung, sekat alit dan sekar madya belajarnya sama ibu. Jika mekekawin sama kakek. Bisa kakek yang ke Denpasar ngajarin atau saya yang ke Gianyar belajar,” ucapnya. Sang kakek memang tinggal di Gianyar. Agar latihannya efektif dan efisien, Windi memiliki trik khusus yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. “Saya rekam suara kakek mekekawin di handphone, itu saya pelajari berulang-ulang sampai bisa. Kemudian, baru saya belajar lagi sama kakek. Di situ biasanya kakek ngebenerin,” paparnya.
Prestasi dan Ngayah Di tingkat SD, kategori yang dilombakan adalah sekar alit (macepat/megeguritan) dan sekar madya (mekidung). Di tingkat SMP, yang dilombakan adalah sekar agung (mekekawin/mewirama) yang tingkat kesulitan lebih tinggi. “Cengkoknya sama saja, cuma di sekar agung memakai aturan, dimana harus suara panjang, suara pendek, suara berat, dan suara ringan,” jelasnya. Dalam berolah vokal ini dikatakan Windi lebih ke pengaturan napas. Dalam tiap lomba, Windi mengaku tak terlalu khusus melakukan persiapan. Kecuali jika materinya baru (belum pernah dilagukannya), biasanya jauh hari atau sekitar tiga minggu sebelumnya sudah mulai dipelajarinya. Dengan kemampuannya ini, tak hanya prestasi yang didapatnya. Ada kepuasan lain juga dirasakannya ketika ia bisa ngayah mekidung di sekolah atau ngayah mekekawin di pura. Bahkan, tak jarang pula teman-
teman sekelasnya minta diajari pupuh alit untuk mencari nilai pada mata pelajaran tertentu. Yang jelas, Windi yang mengidolakan penyanyi pop Bali Dek Ulik dengan vokalnya yang bagus dan tinggi melengking, serta penyanyi pop Indonesia Agnes Monica dengan
suara dan koreonya yang bagus bahkan hingga go international, berkomitmen akan terus mengasah bakat dan kemampuannya ini, meski cita-citanya sebagai perawat ini nanti tercapai. “Mekidung,mekekawin, pokoknya nyanyi-nyanti tetap jalan,” pungkasnya. –Inten Indrawati
8
Bunda & Ananda
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Anak Copy Paste Orangtua Anak-anak memiliki karakter yang berbeda dalam hal bersosialisasi. Ada yang mudah be radaptasi dengan lingkungan baru atau teman baru. Namun, ada juga yang kesulitan untuk melakukannya. Peran orangtua dan lingkun gan merupakan faktor yang mempengaruhi kemampuan anak dalam bersosialisasi.
P
ulang sekolah, Andi langsung mandi dan makan. Setelah itu, ia langsung pergi ke balai banjar. Hari itu ada jadwal latihan menabuh. Andi memang paling semangat kalau disuruh menabuh. “Latihan mulai pukul 19.00, tetapi Andi sudah ada di balai banjar pukul 18.00. Ia dan teman-temannya berlomba untuk sampai duluan,” ungkap Wina, ibu Andi. Wina menambahkan Andi seko lah dari siang hingga sore karena ruang kelas di sekolah terbatas. Siswa kelas III dan IV mendapat jad wal sekolah siang. Pagi hari biasanya dipakai siswa kelas IV ini belajar di rumah sedangkan sorenya ia latihan menabuh atau bermain bersama teman-temannya. “Dari kecil Andi sudah terbiasa untuk bermain bersama teman-temannya. Dari pertama kali masuk sekolah, ia su dah gaul dengan teman-temannya karena ada yang memang te man sepermainannya sejak kecil. Saya dan suami juga tidak pernah membatasi pergaulan Andi. Yang penting ia tidak jauh dari rumah,” imbuh Wina. Hal yang sama juga dilakukan WIna terhadap Dini, adik Andi. Bahkan kalau diantar ke seko lah, siswi kelas III ini tidak mau ditemani sampai masuk sekolah. “Turun dari depan sekolah, saya langsung disuruh pulang. Dini sudah mandiri sejak kecil. Selain kegiatan di sekolah, ia juga ikut les menari,” kata WIna yang
bekerja di sebuah perusahaan swasta ini. Pengalaman memasuki ling kungan baru seperti sekolah, kadang membuat anak-anak merasa bingung. Jika biasanya se lalu didampingi orangtua, mereka harus bisa lepas dari orangtua. Karena itu, di awal tahun ajaran sekolah, ada saja orangtua yang harus ikut masuk kelas untuk menemani buah hatinya ber adaptasi dengan lingkungan baru. Kadang pihak sekolah memberi toleransi beberapa hari agar si anak merasa nyaman dengan lingkungan barunya. “Karakter anak yang satu den gan yang lainnya berbeda. Ada yang mudah beradaptasi, tetapi ada yang memerlukan waktu untuk melakukan pengamatan. Orangtua jangan langsung mem vonis anak pemalu jika ia lambat untuk bersosialisasi. Bisa jadi, apa yang dilakukan adalah untuk mencari suasana nyaman, apakah dia akan ikut bergabung dengan teman-teman barunya atau hanya akan menjadi penonton,” jelas Evi Wirayanti, Psikolog, C.HtQHI.,C.T. Wanita yang akrab disapa Wira ini mengatakan peran orangtua dan lingkungan sangat mempengaruhi si anak dalam melakukan sosialisasi. Jika si anak berada di lingkungan yang banyak anak-anak, ia akan mudah beradaptasi di lingkungan baru yang juga banyak anak-anak, misalnya sekolah. Namun, jika
Evi Wirayanti, Psikolog
di lingkungan awalnya ia lebih banyak bersosialisasi dengan orang dewasa, ada kecenderun gan anak akan menunjukkan egonya ketika berada di tempat baru. Hal ini terjadi karena di lingkungan asalnya ia mendapat banyak perhatian, disayang, dan yang tua selalu mengalah. Ini kemudian terbawa ke lingkungan baru sehingga merasa semua harus tunduk kepadanya. Wira yang juga pengelola PAUD Vidya Karuna sudah ban yak melihat karakter anak saat masuk ke lingkungan baru. Dari cara si anak bersosialisasi, ia bisa mengetahui bagaimana latar belakang lingkungannya. Hal ini terjadi karena anak selalu meniru tanpa menyaring (copy paste) apa yang dilakukan orangtua atau orang-orang di sekelilingnya.
berada di lingkungan yang aman secara psikologis, ergonomis, dan pola interaksinya dengan teman sebaya. Hal ini diterapkan WIra bagi orangtua yang ingin bergabung di PAUD Vidya Kar una. “Kami memberikan waktu lima hari bagi orangtua dan anaknya untuk melakukan ori entasi. Jika merasa cocok dengan lingkungan baru ini, kami silakan untuk bergabung. Tetapi, kalau merasa tidak cocok, kami pun tidak memaksa,” ujar alumnus Universitas Kristen Maranatha, Bandung ini. Setelah memastikan si anak cocok dengan lingkungan ba runya, orangtua dan guru harus memiliki persepsi yang sama dalam pola pendidikan anak. Ada kesepakatan dan saling me nyesuaikan agar perkembangan si anak sesuai dengan yang di harapkan. Salah satunya adalah menggunakan bahasa pengantar
SAMAKAN PERSEPSI Jika ingin anak bisa survive di lingkungan baru, orangtua perlu menyiapkan beberapa strategi, diantaranya memastikan anak
bahasa Indonesia yang bisa dipa hami anak serta bertujuan mem beri kesempatan kepada si anak untuk mengutarakan maksudnya dan bisa dimengerti guru maupun orangtua. Kesamaan bahasa ini juga menjadi dasar bagi anak dalam bersosialisasi dengan temantemannya. Mereka menjadi saling mengerti apa yang dibicarakan. “Ada anak yang sangat percaya diri begitu berkumpul dengan teman-teman barunya karena dia merasa dihargai dan didengar. Selain itu ia merasa mampu untuk beradaptasi karena sejak kecil sudah dididik untuk percaya diri. Anak juga melihat orangtuanya. Kalau orangtuanya supel dalam pergaulan, anak pun cenderung seperti itu. Orangtua menjadi contoh bagi si anak karena copy paste itu,” kata psikolog yang juga anggota Himpunan Psikologi (Himpsi) Bali ini. –Ngurah Budi
Anak bersosialisasi dengan teman-temannya
Mendongeng Lima Menit
Layang-layang dan Burung Elang
Sebuah layang-layang terbang tinggi di angkasa. Ia menari dan menggoy ang pantatnya kiri-kanan. Sekali-sekali ia menengadah ke langit. “Sebentar lagi akan kutembus awan tebal itu,” katanya bangga. Ketika Made Taro menoleh ke bawah, ia me lihat seekor burung elang melayang-layang sedang mengintai mangsanya. “Hai, Elang!” seru layang-layang itu. “Konon kau adalah burung yang paling kuat terbang, sehingga bangsa burung takut kepadamu. Tetapi kenyataannya, aku lihat kamu sangat kecil dan kamu tidak berani terbang tinggi.” Burung bersayap lebar, berparuh kuat dan ber cakar tajam itu tidak menggubris ledekan si layanglayang. Ia tahu benar, apa dan siapa layang-layang itu. Layang-layang adalah burung palsu yang sangat tergantung kepada manusia. Ia terbang tinggi karena kemauan manusia. “Hai, Elang!” seru layang-layang itu lagi. “Jangan diam saja! Lebih baik tunjukkan kemampuanmu terbang tinggi. Ayo kita balapan menembus awan tebal itu!” Walaupun jengkel, elang itu tidak juga mau meladeni layang-layang sombong itu. Ia lapar
dan masih sibuk mengintai mangsanya. Ketika elang itu melihat seekor tikus di sekitar dangau, ia seketika menukik lalu menyambar tikus itu. Hup! Tikus itu sudah berada dalam cengkeraman burung elang. Layang-layang sombong itu tertawa. “Lucu kau, Elang pengecut! Tidak punya harga diri! Kau hanya berani kepada hewan kecil dan nista,” ejeknya. Elang yang cekatan itu masih saja tidak menggu bris ucapan si layang-layang. Ia berpikir sejenak, lalu katanya kepada tikus dalam cengkeramannya. “Hai, Tikus!” katanya. “Nasibmu berada di tan ganku. Kalau aku menginginkan kau mati, maka mati lah kau! Namun aku kasihan kepadamu. Aku ingin menjadikan kau hewan yang berguna. Sanggup?” Tikus itu mengangguk sambil menahan tubuhnya yang gemetar. “Putuskanlah tali layang-layang yang ditambatkan di tiang dangau itu. Setelah itu kau kubebaskan.” Elang melonggarkan cengkeramannya. Tikus itu berlari menuju dangau, lalu mengerat tali layanglayang itu. Layang-layang itu tertawa terbahak-bahak. Ia mengira tikus itu terlepas dari cengkeraman burung elang. Apa yang terjadi kemudian? Layang-layang besar itu terbang menjauh, bergoyang-goyang, makin lama makin lesu. Ia tak berhasil menembus awan, melainkan jatuh terjerembab di tengah danau.
Griya
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Percantik Meja dengan
Table Runner
Tiap rumah pasti memiliki meja. Bahkan tiap kamar berisi minimal satu meja. Meja dipakai sebagai tempat untuk menaruh sesuatu. Bentuk meja pun beraneka ragam, mulai dari bujur sangkar, persegi panjang, bulat, hing ga segitiga. Jangan biarkan meja tanpa alas. Berikan tambahan aksesoris agar meja terlihat cantik dan ruangan tambah menarik. Solusinya, memasang taplak meja atau yang keren dengan sebutan table runner.
T
able runner biasanya memiliki ukuran sepertiga dari lebar meja. Panjangnya diusahakan lebih panjang dari panjang meja agar ada yang meng gantung. Penempatannya pun membentang di tengah mengikuti garis panjang meja. Table runner kini hadir lebih bervariatif dengan beragam bahan dan corak. Pilihannya bisa dise suaikan dengan meja Anda. Pasti kan dulu ukuran meja sebelum Anda memilih table runner. Selain itu, corak table runner juga perlu menyesuaikan benda-benda yang akan ditempatkan diatasnya. “Saat ini table runner menjadi
Daniesh Musthafa
pilihan konsumen. Harga yang ter jangkau dengan aneka pilihan corak membuat orang tertarik. Apalagi, di show room, kami membuat sua sana seakan konsumen berada di rumah sendiri. Dengan mencoba, melihat, dan merasakan keindahan meja yang dipadukan table runner, konsumen lebih tertarik untuk membeli,” ujar Daniesh Musthafa, Managing Director Limesoda. Table runner dijual mulai harga Rp 165 ribu. Aneka motif dan warna bisa Anda pilih untuk di padukan dengan meja. Daniesh menambahkan show room-nya bekerja sama dengan pelaku UMKM yang memproduksi table runner. –Ngurah Budi
17
18
Kreasi
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Lampion Simbol Energi Positif
Lampion tidak dapat dipisahkan dari tradisi perayaan Imlek. Lampion menjadi semacam atribut sebagai simbol perayaan Tahun Baru dalam penanggalan Tionghoa. Menurut sebuah sumber, tradisi memasang lampion diperkirakan sudah ada di daratan Cina sejak era Dinasti Xi Han, sekitar abad ke-3 masehi.
Jelang Imlek, Penjualan Lampion Naik 30%
M
Andi Wijaya
enurut Andi Wijaya, pemilik Toko Mutiara Bali yang sudah 13 tahun berjualan alat sembahyang SiwaBuda ini, pendar (cahaya) merah dari lampion memiliki makna filosofis yakni sebuah simbol pengharapan bahwa di tahun yang akan datang diwarnai dengan keberuntungan, rezeki, dan kebahagiaan. “Biasanya di lampion tersebut juga ada hiasan gambar bertuliskan ‘fuk’ yang berarti rezeki,” ujarnya. Legenda klasik juga menggambarkan lampion sebagai pengusir kekuatan jahat angkara murka
yang disimbolkan dengan raksasa bernama Nian. Dengan memasang lampion di tiap rumah juga dipercaya menghindarkan penghuninya dari ancaman kejahatan. Bahkan warga Tionghoa juga memasang beberapa ornamen, salah satunya tulisan “Chu ru phing aru” yang berarti masuk-keluar-yang diletakkan di atas pintu masuk, yang diyakini dapat mengundang masuk energi positif. Warna-warna dalam perayaan Imlek ini pun didominasi merah yang identik dengan hoki/ beruntung, serta warna emas yang bermakna kebijaksanaan. –Inten Indrawati
Lampion yang identik dengan perayaan Imlek bagi warga Tionghoa, kerap disebut lampion Cina. Bentuk lampion yang konvensional ini adalah bulat dengan rangka bambu berbahan kertas. Tetapi seiring perkembangan zaman, muncul pula bentuk lampion yang semakin bervariasi. Salah satunya keluaran terbaru saat ini adalah lampion berbahan plastik, dan lampion model teratai. “Lampion-lampion ini ada lampunya. Saya mengambilnya di Jakarta,” ungkap Andi Wijaya. Lambat laun, karena bentuknya yang cantik dengan pendar warnanya yang indah, lampion pun sudah menjadi konsumsi umum. Peluang ini dilirik pasutri Andrean dan Yulia yang memulai bisnis lampion sejak 2002. Waktu itu, mereka mengaku masih sedikit ada pengerajin lampion, namun peminatnya banyak. “Pangsa pasarnya waktu
Kreasi Lampion Cantik Lampion produksi “You Like Lamp” di Jalan Mertanadi, Kerobokan, Denpasar ini, memakai rangka rotan fitrit yang ringan dan lentur sehingga gampang dibentuk, berdiameter 3 mm. Untuk lampion kain, ia memakai jenis kain peles (parasut), rayon, puring, dan brokat. “Model terbaru memakai kain kasa yang transparan. Ini pesanan orang Eropa yang akan dijual di negaranya,” ucap Yulia sembari menunjuk satu di antara beberapa lampion yang menggelantung di tokonya tersebut. Proses pembuatan lampion kain; 1) menyiapkan cetakan dari besi sesuai dengan bentuk dan ukurannya, 2) Rotan fitrit dililitkan pada cetakan, 3) Melilitkan kawat pada lubang diameter atas dan bawang lampion sebagai penyangga, 4) Mengoleskan lem kayu pada rotan yang akan ditempeli kain, 5) Kain ditempelkan di rotan per bidang, 6) Potong sisisisi kain dengan cutter yang tajam, 7) Lakukan hal yang sama pada bidang-bidang berikutnya sampai habis tertutupi kain, 8) Pasang kawat melintang pada lubang atas untuk
tempat mengaitkan kabel lampu, 9) Rapikan sisi-sisi lubang diameter atas dan bawah. Sebagai bahan pertimbangan, untuk membuat lampion berdiameter 40 cm, diperlukan kain sepanjnag 60 cm. Proses pembuatan lampion kain dan kertas hampir sama. Hanya saja, untuk lampion kertas, bahan kertas yang dasarnya berwarna putih dengan ukuran per bidangnya 48 cm x 64 cm ini, terlebih dahulu harus dicat sesuai warna pesanan. Cat yang dipakai adalah cat pewarna tekstil dicampur dengan lem kayu. Setelah dicat, kain kapas yang saat pengecatan dirangkap dua agar lebih tebal tersebut, cukup dijemur 15 menit kalau panas mataharinya bagus atau sampai kering. Untuk lampion kertas, bahannya memakai kertas kapas yang langsung diimpor dari Cina. Andrean mengisahkan, awalnya ia sempat memakai kertas kapas made in Indonesia. Tetapi ketika dikuas dengan cat, robek. Karena itulah akhirnya ia dan teman-teman seprofesinya yang mengalami kejadian yang sama, menetapkan memakai kertas kapas
made in Cina, yang memang khusus untuk membuat lampion, makanya karakternya agak kuat. Sementara, untuk lampion benang acak, bahan yang dipakai adalah benang jahit. Proses pembuatannya pun berbeda dengan lampion kain dan lampion kertas. Lampion benang memakai cetakan dari bola karet. Prosesnya, benang dililitkan menyilang di bola, sampai penuh. Baru kemudian dililitkan rotan dan dilem memakai lem silikon. Setelah itu, cetakan dicabut dengan jalan mengempeskan bola tersebut. Lampion benang juga bisa dikombinasikan dengan kain di dalam-
itu kebanyakan tamu Eropa. Sekali order bisa sampai satu ontainer atau sekitar 16 ribu lampion. Kami dibantu 20 karyawan,” ujar Andrean yang mengaku mendapatkan keahlian membuat lampion ini dari pamannya. Selanjutnya, pasar lokal mulai melirik keindahan lampion ini untuk dipasang di restoran, hotel,
dan saat acara-acara tertentu yang biasa dikerjakan Event Organizer (EO). Namun, ditegaskan Andrean, lampion yang diproduksinya ini berbeda dengan lampion Cina yang biasanya merupakan produk asli Cina yang identik berwarna merah dan emas serta ada tulisan Cinanya. “Lampion kami banyak model dengan beragam bahan, dari kain, kertas, dan benang,” jelasnya. Menyambut Imlek, ia mengaku orderan lampion yang didominasi warna merah sudah masuk sejak dua bulan sebelumnya. Konsumennya kebanyakan pemilik restoran dan hotel. Andrean yang sebulan rata-rata bisa menerima orderan 500 lampion, mengaku menjelang Imlek orderannya meningkat 30%. –Inten Indrawati
Edisi 836/16 - 22 februari 2015
Naik Haji dengan Emas Pinjaman Menjalani kehidupan yang penuh dengan tanggung jawab dan kemandirian, telah pernah dilalui oleh Meiyar, BSc, Ketua Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat sejak di masa-masa awal kehidupannya bersama suami, Brigjen. Pol. Drs. Sriyono, M.Si, Kapolda NTB. Pernikahan yang diselenggarakan pada 16 Mei 1985, menjadi titik awal perjuangan mereka berdua mengarungi bahtera rumah tangga dengan segala beban yang mereka nikmati bersama sebagai anugerah dari Allah SWT, sehingga menjadikan keduanya memetik buah manis seperti hari ini.
Kebahagiaan Meiyar ada pada keluarga besarnya, suami anak-anak dan cucu-cucunya
nya. Untuk model kombinasi ini, lilitan benang tidak sepenuh model benang acak, agar warna kain di dalamnya bisa terlihat. Lampion-lampion ini umumnya dipasangi lampu di dalamnya. Beberapa model yang diproduksinya seperti, bentuk ufo, bulat, aladin, kapsul, kotak, silinder, aladin, siput,
Beberapa tahapan pembuatan lampion
dan model sangkar. Untuk lampion berdiameter 40 cm berbahan kain ditawarkan Rp 45 ribu, bahan kertas Rp 35 ribu, dan lampion benang dengan ukuran yang sama pula, dijual lebih mahal yakni Rp 70 ribu untuk model benang acak, dan Rp 80 ribu untuk model kombinasi benang dan kain. –Inten Indrawati
S
abar, tegar, dan pantang menyerah, tampaknya kata-kata ini pantas mewakili gigihnya Meiyar dalam menjalankan kehidupannya. Ia tidak pernah tergiur pada hal-hal yang berlebihan melainkan memaksimalkan apa yang mereka miliki. Kehidupan rumah tangga yang memegang teguh prinsip-prinsip, mereka abadikan dalam sebuah keluarga besar yang harmonis. Setelah memutuskan untuk menikah, Meiyar yang sudah bekerja sebagai seorang perawat, tetap mempertahankan pekerjaannya itu meski ia harus mendampingi suaminya yang seorang polisi, berpindah-pindah tugas ke daerah-daerah, hingga hari ini. Keputusan Meiyar untuk tetap bekerja adalah hasil diskusi dengan suaminya yang menyetujui ide baiknya itu. “Kalau saya tidak bekerja, mana mungkin kami bisa menabung untuk naik haji,” ungkap perempuan sederhana ibu dari tujuh orang anak ini, Nurrosyid, Nurul H., Nur Azizah H., Nurroyani, Mohammad NP., Siti Fatimah E., dan Taufik HS. Menyadari bahwa mereka berasal dari keluarga biasa, terutama dalam hal ekonomi dan tidak ingin tergantung pada orangtua, Meiyar dan Sriyono hidup mandiri sejak awal. Keduanya punya kesamaan cara berfikir yang visioner meski masih sama-sama berusia muda. Gaji adalah satu-satunya andalan bagi keduanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. “Saat masih berdua lalu
memiliki anak-anak yang masih kecil, gaji masih cukup untuk kami hidup sebulan,” kata Meiyar. Namun, ia telah menghitung dengan cermat, ketika usia anak-anak mereka nanti semakin dewasa, otomatis kebutuhannya juga memerlukan biaya yang lebih besar. Lalu bagaimana cara agar mereka bisa memenuhi kebutuhan tersebut kelak ketika anak-anak membutuhkannya? Selain itu, ada satu hal penting yang membuat Meiyar juga berfikir untuk bisa menabung, yakni menunaikan rukun Islam yang kelima, naik haji setidaknya bersama suami. Tentu semua itu tidak akan bisa dilakukan jika tidak menabung. “Saya memilih untuk menutup gaji saya, tidak boleh dipakai melainkan seluruhnya saya tabung,” kata Meiyar. Ini memang pilihan yang sulit. Mereka hidup dari gaji Sriyono. Bisa dibayangkan betapa sulitnya untuk memegang prinsip itu, namun Meiyar berhasil melewatinya dengan baik. Suksesnya ia merawat komitmen tersebut, membuatnya tidak pernah berutang di bank. “Sampai hari ini, saya tidak pernah berutang bank sekali pun, kalau saya ada kebutuhan mendadak di luar budget, maka saya ‘utang’ uang saya yang saya tabung itu,” ujarnya. Uang yang diambilnya dari tabungan itu untuk memenuhi kebutuhan mendadak itu, selalu digantinya, sehingga tabungannya tidak pernah berkurang melainkan terus bertambah. Tidak mudah untuk bisa disiplin seperti apa yang dilakukan Meiyar. Namun situ-
asi mereka yang pas-pasanlah yang membuat Meiyar pandai merawat rasa sabar dan kedisiplinannya itu. Bayangkan memiliki tujuh orang anak, membuat Meiyar harus pandai mengelola keuangan keluarga sedetil mungkin. Beruntungnya ia mendapatkan seorang suami yang juga sederhana dan tidak banyak menuntut serta mau melakukan apa pun demi saling membantu satu sama lainnya. “Sejak
kami menikah, suami saya bahkan membuat tempat tidur sendiri,” ungkapnya mengenang masa-masa awal pernikahan mereka. Demi memenuhi kebutuhan keluarga di kala anak-anak mereka telah beranjak besar, Meiyar dan Sriyono memelihara bebek dan ikan serta menanam sendiri sayuran di tanah-tanah sekitar rumah dinas mereka. Dari sana Meiyar bisa mengirit pengeluaran namun mereka dan anak-anaknya tetap mendapatkan gizi yang baik. MASAK SENDIRI Meiyar sangat memperhatikan gizi anak-anaknya meski ia juga sibuk bekerja. Saat anak-anak mereka masih usia SD, Meiyar memang lebih banyak mengurus anak-anak dibanding suaminya yang juga sibuk sebagai seorang polisi dengan tugas-tugas yang tidak main-main. Untuk mengatasi itu, Meiyar memilih sekolah anak-anaknya yang dekat dengan tempatnya bekerja. Saat berangkat ke kantor, ia mampir dulu mengantar anak-anaknya ke sekolah. Waktunya pulang dari sekolah, anak-anaknya ia jemput dan dibawa ke kantor menanti hingga jam kantornya tutup. Selama itu anak-anaknya biasa menghabiskan waktu menunggu di mushala kantornya. Ia mengurus sendiri anak-anaknya meski pun memiliki pembantu. “Pembantu hanya bertugas menjaga anak-anak saat saya tidak di rumah, selebihnya saya urus sendiri,” katanya. Ketika ia di rumah, pembantunya tidak boleh mengerjakan yang lain, misalnya memasak atau lainnya, melainkan hanya mengurus anak demi menjamin keselamatan anakanaknya (saat itu Meiyar memiliki empat anak dan tiga anak lainnya lahir di Jakarta). Kerepotan antara bekerja dan mengurus anak-anak, tidak membuat ia melupakan kesehatan dan gizi anak-anaknya. “Pagi saya sudah membekali diri dengan makanan yang saya masak sendiri untuk makan siang anak-anak di kantor setelah mereka pulang sekolah,” ujarnya. Untuk itu ia harus bangun sepagi mungkin untuk bisa mengurus rumah, mengurus
7
suami, mengurus makanan untuk anak-anak hingga mengurus pekerjaannya. Semua itu dilakoni Meiyar dengan keikhlasan. Dan keikhlasan itulah yang membuat ia tetap bisa tersenyum menghadapi seberat apa pun situasi di hadapannya. Dan tentunya, tidak semua orang mampu melakukan itu. Berbagai penyiasatan situasi menimbulkan kreativitas Meiyar dalam berpikir. Demi untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya, ia pernah berdagang berbagai alat elektronik hingga peralatan dapur. Di sela-sela kesibukan kantor dan mengurus rumah tangga, Meiyar masih bisa mengurus dagangannya yang ia kreditkan. Bisnis ini ia pilih karena tidak harus mengeluarkan modal yang banyak. Barangnya ia ambil dari toko famili atau kawannya dan pembayarannya belakangan/nanti setelah barangnya laku. Hebatnya, perempuan bertubuh mungil namun memiliki kegigihan yang luar biasa ini, tidak pernah merasa malu mengantar pesanan dagangannya ke sana ke mari. Semua usaha yang halal ia jalani demi penghasilan yang juga halal. “Pokoknya apa yang halal saya jalani,” ujarnya. Usaha berdagang saat bertugas di Padang, Sumatera Barat ini rupanya berjalan baik bahkan hingga tujuh tahun lamanya, dari tahun 1990-1997. Karena ia sangat tekun dalam hal ini, penghasilannya lumayan, bahkan menurutnya lebih besar dari gajinya. Usaha ini akhirnya ia tinggalkan saat mereka pindah ke Jakarta, tahun 1997. Saat yang bersamaan, kesibukan mereka berdua semakin meningkat, seiring meningkatkan karier masingmasing. Menjaga daya hidup sebuah komitmen dan prinsip, bukanlah hal yang mudah seperti yang dilakukan Meiyar. Hingga akhirnya, ia dan suaminya berhasil menunaikan ibadah Haji ke tanah suci tahun 1993 dengan uang tabungannya sendiri yang ia tabung sedikit demi sedikit dari hasil keringat dan perjuangan panjangnya mempertahankan prinsip dan komitmen itu. Awalnya tabungan itu hanya cukup untuk berangkat satu orang, Meiyar memilih suaminya yang berangkat. Namun oleh ibundanya, Meiyar dipinjamkan sejumlah emas agar ia dan suaminya bisa naik haji bersama-sama, dengan catatan emas tersebut untuk biaya sekolah adik bungsunya hingga sarjana. “Saya sanggupi menyekolahkan adik bungsu saya hingga, agar saya bisa naik haji bersama suami,” katanya. Pelajaran dari pengalaman dan perjalanan hidupnya ini membuat ia menyadari bahwa apa pun cita-cita yang diinginkan akan dapat terkabul asalkan dijalani dengan sabar dan ikhlas. -Naniek I. Taufan
6
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
IA Istri Yanti Agustini
Kuncinya Kebersamaan Perempuan ini sangat bersemangat ketika berbicara dengan para petani asparagus di Pelaga, Petang, Ba dung. Saat ditemui, Tokoh, beberapa waktu lalu di Pelaga, ia mengatakan, asparagus sudah banyak mengubah kehidupan petani di Pelaga.
“P
engembangan produk unggulan daerah dengan pendekatan one village one product (OVOP) melalui koperasi ini, kami lakukan di Desa Pelaga. OVOP ini berbasis potensi lokal seperti pertanian asparagus yang dikembangkan di Desa Pelaga. Ini merupakan pilot project di Indonesia untuk program OVOP ini. Kini, para petani asparagus mulai merasakan keuntungan dan pelan-
pelan mulai dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Kepala Bidang Bina Usaha Koperasi dan UKM, Dinas Koperindag Kabupaten Badung, IA Istri Yanti Agustini. Dayu Yanti begitu ia akrab disapa, memang selalu sigap dalam menjalankan tugasnya turun ke masyarakat. Terkadang, Hari Sabtu dan Minggu, ia tetap menjalankan tugas. “Itu memang sudah tugas saya untuk memfasilitasi para petani,” tuturnya.
Woman on Top Selain melakukan pembinaan ke petani di Desa Pelaga, kini ia juga sedang konsen dengan tugasnya dalam memfasilitasi pelaku UKM di Badung. Bagi yang tertarik untuk belajar ekspor ada satu kemitraan yang sudah dibentuk. Bekerja sama dengan Bali Paviliun Group, kemitraan yang dibentuk ini, melakukan seleksi ke UKM yang memang layak untuk mengekpor produknya. “Syarat untuk ekspor itu tidak mudah, jadi pelaku UKM harus mempunyai satu standar yang sudah ditentukan,” ucapnya. Ada beberapa kerajinan UKM yang kini sedang
difasilitasi, yakni kerajinan besi, keramik, kayu, tedung pantai, dan furnitur dari kayu sampah pantai. Bahkan, UKM kayu sampah pantai yang bertempat di Abiansemal ini sudah mendapatkan order tiap tiga bulan. Dengan kesibukannya menjalankan tugas, tentu ia tak mampu bekerja sendiri. Ia dibantu tiga kepala seksi, dua diantaranya perempuan dan satu laki-laki. Namun, kata Dayu, bukan berarti karena dia perempuan, stafnya lebih banyak perempuan. “Saat saya menjabat, memang sudah begini. Keseluruhan staf di sini berjumlah 14 orang,” kata Dayu Yanti. Baginya, memaksimalkan staf yang sudah ada, adalah tipsnya dalam memimpin. Ia menerapkan sistem, tidak ada atasan atau bawahan. “Kalau punya ide, silakan tunjukkan. Saya tak pernah menutup pintu, siapa saja yang ingin melakukan koordinasi saya siap,” lanjutnya. Menjaga saling percaya juga tak pernah ia lepaskan. “Sudah ada aturan yang harus kami patuhi, jadi kita bekerja sesuai tugas masingmasing. Satu kegiatan bisa selesai dengan baik, karena kuncinya kebersamaan. Artinya, tidak ada yang bekerja sendirian, semua saling membantu. Itu yang saya tekankan,” kata Dayu Yanti. –Wirati Astiti
19
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Wajib Beri Angpao Sehari sebelum Imlek, Anda perlu menyapu rumah sebagai simbol membuang semua kesialan, sehingga tersedia cukup ruang untuk keberuntungan. Setelah itu, jauhkan semua peralataan sperti sapu dan sikat dari jangkauan. Jangan me nyapu rumah di hari pertama tahun baru, hal itu dipercaya akan ikut menyapu semua keberuntungan. Demikian dituturkan budayawan Tionghoa Wirya Su brata, tentang kebiasaan yang sangat diyakini, warga Tionghoa dalam menyam but Tahun Baru Imlek.
I
a menambahkan, banyak orang yang melakukan pengecatan rumahnya, agar terlihat baru dan semangat dalam menyambut tahun baru yang termasuk Tahun Kambing ini. Termasuk juga, pembersihan dan pengecatan dilakukan di klenteng-klenteng. Imlek adalah hari perayaan pergantian tahun, jadi bukan hari raya satu agama tertentu. “Semua orang dapat bergembira menyambut tahun baru yang disebut sebagai Tahun Kambing ini,” kata lelaki yang sangat piawai menulis huruf dan berbicara bahasa Mandarin ini. Bagi umat Tionghoa, Imlek disebut sebagai pesta besar karena waktunya berkumpul bersama dengan seluruh anggota keluarga, untuk saling bersilaturahmi dan saling mendoakan agar di tahun yang baru mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi, sehat, selamat, dan tambah
sukses. “Biasanya Malam Imlek atau disebut malam tahun baru, kami berdoa bersama. Para orangtua memberi doa kepada anak-anaknya, dan si anak mendoakan orangtua mereka. Kemudian kami makan bersama. Saat Imlek kami pergi ke klenteng berdoa kepada Tuhan dan juga leluhur. Sarana persembahyangan memakai buah nenas yang ada mahkotanya, untuk kehidupan yang lebih baik, apel untuk keselamatan, dan kue yang manis seperti kue mangkok, kue kura-kura atau kue ku, agar kehidupan di tahun baru menjadi lebih manis lagi dan lebih merekah, dan tentunya selalu panjang umur,” ucapnya. Tentu yang paling ditunggu, adalah pemberian angpao bagi mereka yang belum akil-balig. Pemberian angpao ini wajib hukumnya. Bukan dilihat dari isi angpao, tapi makna pemberian angpao ini. Bagi yang sudah menikah, wajib memberikan ang-
Kambing tidak bisa Ditebak Dalam setiap perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa mengenal Tahun Binatang atau biasa disebut Shio. Shio adalah simbol binatang Cina yang mewakili 12 siklus tahunan. Mereka mewakili konsep siklus waktu, tidak seperti konsep waktu Barat yang mewakili dengan bintangbintang. Setiap tahun atau saat perayaan tahun baru Imlek ditandai dengan Shio sesuai dengan siklus yang yang berputar dari Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi. Setiap dua belas tahun binatang atau Shio yang sama akan muncul. Masyarakat banyak melihat pengaruh Shio tiap tahun dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Menurut Adi Dharmaja keberadaan shio dalam kehidupan tidak begitu berpengaruh dalam menjalani kehidupan, karena setiap tahun harapan masyarakat itu sama. “Shio tidak begitu berpengaruh, karena tiap tahun masyarakat selalu mengharapkan kebahagian, kenyamanan, rejeki lancar dan hoki dalam tahun baru ini,” ujarnya. Menurut Hendra A. Wasita, tahun kambing dibaratkan seperti tingkah kambing yang tidak bisa diam dan dipegang. Artinya apa yang terlihat tidak bisa diartikan seperti yang terlihat alias tidak dapat ditebak. Kambing jangan dikira jinak, bisa-bisa ia menyeruduk tanpa komando. Banyak hal yang tidak bisa diprediksi. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Bali khususnya warga Tionghoa untuk bersama-sama mempererat persahabatan demi kerukunan umat dan bangsa. –Wirati Astiti/Jelantik
pao kepada keluarganya yang belum bekerja. Tujuannya, berbagi rezeki kepada sesama, dan menyambut suka-cita tahun yang baru. “Anakanak tentu sangat senang, karena mereka bisa mendapatkan banyak angpao dari beberapa sanak-saudaranya. Ada yang menabung uang angpao agar cukup dibelikan sesuatu barang atau dibelikan barang yang memang diinginkan,” kata lelaki yang hobi memelihara burung ini. Setelah 15 hari perayaan Imlek ada disebut perayaan Cap Go Meh. Biasanya disajikan satu makanan khusus yakni lontong cap go meh. Lontong biasanya dimakan dipotong-potong, diartikan saat itu setelah perayaan semua anggota keluarga akan kembali ke tempatnya
Wirya Subrata
Hendra Wasita
masing-masing. “Saat Imlek semua anggota keluarga berkumpul di rumah yang paling tua, setelah perayaan cap go meh, mereka kembali ke rumah masing-masing. Biasanya, ada juga pesta lampion. Ada kue dodol hitam yang dibungkus kulit tapis putih melambangkan persatuan yang erat,” kata Wirya. Ia menambahkan, perayaan Cap Go Meh yang unik ada di klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja. Hendra A. Wasita, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Bali, menambahkan perayaan Imlek tentu disambut dengan senang hati bagi semua warga Tionghoa di seluruh dunia. Di Bali, puncak perayaan Imlek direncanakan digelar 28 Februari di Hotel
Harris Sunset Road Kuta. Seluruh warga Tionghoa akan berkumpul bersama, merayakan tahun baru dengan suka cita. “Perayaan Imlek tahun ini tentu sangat istimewa, karena kami akan mengundang Konjen RRT untuk Bali, yang baru saja diresmikan. Berbagai kesenian dan budaya Tionghoa akan dipentaskan menghibur seluruh undangan. Perayaan Imlek tahun ini, bertema “Dengan Semangat Pengabdian Kita Eratkan Persahabatan”. Semoga tahun baru membawa keberuntungan bagi kita semua,” kata Hendra. Ia mengajak, seluruh masyarakat Bali, terutama warga Tionghoa menyikapi tahun baru yang memasuki tahun kambing ini lebih waspada dan berhati-hati. –Wirati Astiti
Akulturasi Budaya Tionghoa dan Hindu Setiap masyarakat mempunyai budayanya masing-masing dan tentunya dijaga supaya budaya tersebut tidak lenyap. Ketika kebudayaan luar masuk, masyarakat berusaha menjaga kebudayaan aslinya. Hasilnya, kebudayaan asli akan tetap terjaga dan tetap dilestarikan. Ada juga kebudayaan luar bisa diterima dan diolah ke dalam kebudayaan lokal. Akulturasi kebudayaan Tionghoa dan Hindu adalah salah satunya. Sebagai contoh dalam agama Hindu, pernak–pernik Tionghoa sudah ada lama di Bali seperti pis bolong, patra Cina dan Barongsai. Selain itu Agama Hindu juga mengenal istilah Siwa Budha dalam kebudayaan dan keagamaan sampai sekarang ini. Menurut Adi Dharmaja, kelian banjar Dharma Semadhi Kuta,
kebudayaan Tionghoa sudah lama melekat di Bali. “Kebudayaan Tionghoa sudah lama masuk di Bali ini, dalam cerita Kerajaan Jaya Pangus di Balingkang yang menikah dengan Kang Cing Wei putri dari kerajaan Tiongkok yang membawa kebudayaan Tionghoa dan melakukan perdagangan di Bali,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan budaya Tionghoa di Bali dibuktikan dengan keberadaan kuburan pada 1876 dan yang sekarang sudah menjadi Vihara yang megah. Keunikan Vihara Dharmayana (Leeng Gwan Bio) dalam akulturasi budaya yang lain yaitu dalam perkumpulan masyarakatnya. Banjar Dharma Semadhi Kuta, merupakan wadah perkumpulan warga Tionghoa yang bertempat di Vihara
Akulturasi budaya di Vihara Dharmayana (Leeng Gwan Bio) Kuta
Adi Darmaja
Dharmayana. Fungsinya hampir sama dengan banjar yang ada di Bali, tetapi Banjar Dharma Semadhi Kuta tidak terikat oleh adat istiadat yang ada di Bali, melainkan masuk ke dalam Dinas. Terdapat 147 KK yang merupakan anggota banjar Dharma Semadhi ini. Dalam perayaan Imlek di Vihara Dharmayana rangkaian acara sudah dilakukan pada awal bulan Desember 2014, dengan gotong royong membersihkan area dan bangunan Vihara, pemasangan lampion, mensucikan arca dewa-dewi dan persiapan lainya. Sehari sebelum Imlek, ada upacara tolak bala yang dimulai pukul 17.00 sampai selesai di pertigaan dan perempatan jalan raya dengan prosesi Liong atau Naga dan Barongsai. Naga dan Barongsai dipercaya sebagai kendaraan dewa-dewi dan juga menetralisir hal-hal negatif yang menimpa masyarakat. -Jelantik
20
Nine
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Meiyar Sang Motivator
Seorang ibu tiba-tiba memeluk erat Meiyar B.Sc, saat menggema lagu berjudul “Semua Karena Cinta”. Usai sang motivator menyampaikan materi Penghargaan dan Pujian dalam Wisata Nurani yang diselenggarakan di Gedung Sasana Dharma Polda Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, Ibu tersebut menangis sesegukan dipelukannya. larut dalam motivasi perubahan yang disampaikan. Itulah sebabnya, tak pelak, banyak peserta yang menangis karenanya. Pada kesempatan lain, Meiyar yang basic-nya seorang perawat ini kembali menjadi tempat curhat para peserta tentang berbagai trauma dan masalahnya. Dengan sabar, perempuan kelahiran Bandung, 31 Mei 1962 ini mengajak mereka bicara dari hati ke Meiyar bersama suami tercinta, Brigjen. Pol. Drs. Sriyono, M.Si. hati memberikan motivasi-motivasi uasana haru me- untuk perubahan dalam diri mernyelimuti kesedihan eka yang menyampaikan segala ibu tersebut diiringi curahan hatinya itu. Inilah salah lagu yang menggema satu aktivitas Ketua Bhayangkari mengisi ruang pelatihan. Sua- Daerah Nusa Tenggara Barat ini, sana seperti ini selalu terlihat tiap setidaknya sejak tahun 2005. kali Meiyar memberikan materi Ia banyak mengalami hal septersebut. Meiyar memang piawai erti ini, namun tetap tersenyum menyentuh hati para peserta, menghadapinya, sebanyak apapun
S
5
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
HUT ke-27 WHDI Provinsi Bali
Diramaikan Parade Gebogan
Puncak peringatan HUT ke-27 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali, diselenggarakan di Gedung Mendopo Kesari, Negara, Kamis (12/2) dengan tema “Membangun Budaya Bangsa Se suai Kearifan Lokal dan Bersama Membangun Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Anak Usia Dini”.
Ketua Bhayangkari NTB, Hj. Meiyar B.Sc (empat dari kiri) bersama Ketua PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi (tengah) dan istri-istri Mupida NTB
mereka yang curhat padanya, meski harus menghalangi waktu istirahatnya. Meiyar adalah seorang Bhayangkari yang memiliki spesifikasi yang berbeda yang mungkin tidak dimiliki orang lain, yakni sebagai seorang motivator. Hariharinya banyak dihabiskan untuk meggerakkan kesadaran perubahan di berbagai komunitas, termasuk di Bhayangkari NTB. Tiga puluh dua tahun mendampingi suami bertugas di berbagai daerah, membuat Meiyar memiliki banyak pengalaman suka dan duka terutama dalam hal perpindahan tugasnya sebagai PNS Polri. Meiyar memang memilih tetap bekerja atas persetujuan suaminya, namun tetap bisa menjadi Bhayangkari saat mendampingi suaminya. Sebagai seorang yang mencintai keluarga, dalam menjalankan tugas sebagai Ketua
Bhayangkari NTB kini, Meiyar kerap berpesan kepada ibu-ibu Bhayangkari agar mengutamakan keluarga demi terciptanya sebuah keluarga yang harmonis. “Sekali pun bekerja, keluarga harus diutamakan,” ujarnya. Meiyar tidak hanya bicara mengenai hal ini, namun ia telah melakukannya. Jika yang lain ada yang memilih meninggalkan pekerjaan untuk bisa mendampingi suami. Atau ada pula yang memilih tetap tinggal di tempatnya bekerja, sementara suaminya bertugas ke mana-mana. Namun tidak bagi Meiyar. Berkali-kali suaminya pindah tugas, ia tetap bertahan untuk bekerja sekali pun berkalikali pula ia harus ikhlas kerepotan mengurus perpindahan tugasnya sebagai pegawai. Sebuah prosedur yang tidak mudah mengingat perpindahan tugas itu lebih banyak terjadi dalam waktu yang tidak
terlalu panjang. Tetapi, ia memilih terus mendampingi suaminya ke mana pun suaminya bertugas sembari tetap juga bekerja demi kecintaannya pada keluarga. Kehadirannya yang selalu berada di samping suaminya adalah dukungan yang besar bagi Sriyono. Dan kesabarannya itu terbayar hingga akhirnya karir Sriyono mencapai puncaknya, sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat saat ini. Untuk dapat memimpin Bhayangkari Daerah NTB dengan sebaikbaiknya, Meiyar membagi waktunya dengan tugasnya sebagai Kasubid. Kespol Biddokes Polda NTB. Keputusan Meiyar untuk tetap bekerja, sesungguhnya telah didiskusikan secara serius bahkan sejak pertama kali ia menikah dengan Brigjen. Pol. Drs. Sriyono, M.Si, Kapolda NTB, 16 Mei 1985 silam. -Naniek I. Taufan
Temukan Solusi dengan Berdiskusi Meiyar dan Sriyono adalah dua sosok yang selalu menemukan solusi dengan cara berdiskusi, termasuk soal karir. Tentang siapa yang mau maju, apakah dirinya atau suaminya. Meiyar memilih suami yang karirnya harus maju, sementara dirinya sebagai pendukung utama dengan tetap berada pada wilayah kesadaran yang sewajarnya. Hal ini ia pilih, karena ia sadar sepenuhnya, sebagai seorang ibu dari tujuh anak yang dititipkan Allah SWT pada mereka, harus ia jaga dan rawat dengan sebaik-baiknya. Karena itu karirnya ia biarkan berjalan sewajarnya hingga hari ini ia menjadi PNS Polri. Kini setelah tujuh anak besar dan dewasa, Meiyar menikmati waktunya bekerja mengelola pelayanan kesehatan seluruh Personil Polda NTB, berupa pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemeriksaan kesehatan saat rekrutmen SDM Polda NTB dan lain-lainnya. Ritme bekerjanya sekarang lebih teratur dibandingkan ketika anak-anaknya masih kecil-kecil. “Kalau dulu pikiran saya, selain menjadi ibu Bhayangkari, juga sebagai PNS dan seorang ibu bagi anak-anak saya. Saya
Inspirasi
harus mengurus segala keperluan mereka. Kini, setelah anak-anak sudah besar, satu pekerjaan yang tidak lagi membutuhkan konsentrasi penuh saya bekurang, yakni mengurus anak,” katanya tersenyum. Hal inilah yang membuatnya begitu dekat dengan tiga anaknya yang kebetulan datang berlibur beberapa waktu lalu ke Mataram, Nusa Tenggara Barat. Uniknya, jika dahulu Meiyar mengurus tujuh orang anak, maka kini tidak seorang pun yang diurus langsung olehnya, karena anak-anaknya telah memiliki kehidupan sendiri-sendiri. Empat telah berkeluarga, dua orang kuliah dan seorang lagi tengah menempuh SMU di sebuah Boarding School di Jakarta. Ia kini tinggal berbeda kota dengan ke tujuh anak ini. Itulah sebabnya tiap kali bisa berkumpul bersama anak-anaknya, Meiyar menghabiskan waktunya untuk dekat dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Sebagai seorang perempuan, sejak kecil Meiyar yang anak seorang tentara ini, telah diajarkan disiplin yang ketat. Masa kecilnya banyak ia habiskan untuk bermain permainan anak laki-laki. “Saya dulu mainnya ketapel dan naik pohon,” ujarnya tertawa. Itulah sebabnya sosoknya terbentuk sebagai se-
orang perempuan yang kuat, tidak cengeng meski menghadapi situasi yang berat secara psikologi. Misalnya saat ia harus mengurus sendiri anak-anaknya, bekerja sebagai pegawai dan menyambi berdagang barang elektronik dan peralatan rumah tangga saat bertugas di Padang hingga menjadi ibu Bhayangkari, dilakoni Meiyar dengan penuh tanggung jawab. Ini menjadi bagian yang mewarnai lika-liku perjalanan hidupnya. Meskipun kini karir dan jabatan suaminya mencapai puncaknya, Meiyar tetap bersahaja. Begitu pula dengan Sriyono dan anak-anak mereka. Pasangan sederhana yang berasal dari keluarga biasa ini, memang selalu mengajarkan anak-anak mereka tentang arti kesederhanaan. Sejak anak-anaknya kecil, ia telah mengajarkan mereka untuk menabung terutama jika menginginkan sesuatu yang lebih dari budget uang belanja yang telah dijatahkan untuk tiap anak. Meski setelah kehidupan ekonomi yang bisa membuat mereka leluasa bergerak mengaturnya seiring meningkatnya perjalanan karir dan jabatan keduanya,
Meiyar dan Sriyono, tetap mengajarkan tentang hal itu. Tidak banyak yang diberikan Meiyar tentang konsep ini melainkan sebuah kalimat yang sederhana. “Kalau menjadi orang kaya, siapa saja bisa. Tidak perlu belajar untuk menjadi orang kaya. Namun, belajar untuk menghargai sebuah perjuangan dari proses itu, tidak semua orang bisa melakukannya,” ujarnya. Dengan menabung, menurutnya, dapat membentuk pribadi seseorang untuk memiliki daya juang yang akan membuatnya bisa menghargai hasil dari perjuangannya tersebut. Itulah yang ditanamkan pada anak-anaknya. Jika mereka sudah berupaya keras untuk menabung dan menginginkan sesuatu namun tabungannya tidak cukup, maka Meiyar cukup bangga untuk menambahnya agar apa yang diinginkan anakanaknya tercapai. “Meskipun nombok-nya lebih banyak, setidaknya saya menghargai usahanya untuk menabung, menyisihkan uang belanjanya untuk itu,” ujar Meiyar tertawa. Dengan begitu, mereka akan sangat menghargai barang miliknya karena ikut merasakan ‘pahitnya’ menabung. -Naniek I. Taufan
Ny. Rataya B Kentjanawathy
A
Ny. Bintang Puspayoga
cara yang dikemas sederhan namun berkesan tersebut di antaranya dihadiri Ketua Umum WHDI, Ketua WHDI Provinsi Bali, Ketua BKOW Provinsi Bali, Bupati dan Wakil Bupati serta jajaran pejabat di lingkungan Kabupaten Jembrana, Ketua PHDI Provinsi Bali, Ketua MUDP Provinsi Bali, Penasihat WHDI dan Ketua WHDI Kabupaten/Kota se-Bali.
Ani Kembang Hartawan
Selain pemotongan tumpeng, puncak perayaan HUT ke-27 WHDI Provinsi Bali juga diramaikan dengan stan pameran berbagai produk unggulan kerajinan binaan WHDI masing-masing Kabupaten/ Kota se-Bali. Sedangkan hiburan diisi oleh Jegog Widya Kusuma Ayu Jembrana, dan Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi yang beranggotakan pengurus dan anggota WHDI, mengiringi Tari Pendet ibu-ibu lansia Kabupaten
Jembrana, Tari Legong Tri Sakti, serta melantunkan Tabuh Gambang Suling. Pada kesempatan tersebut, Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Puspayoga yang juga istri Menteri Koperasi& UMKM ini, tampil membacakan sejarah singkat WHDI. Bahwa keinginan memiliki wadah organisasi wanita yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan keagamaan sudah ada menjelang dasawarsa 1980an. Selanjutnya, di beberapa daerah muncul kegairahan berkegiatan dan berorganisasi dalam berbagai skala dan lingkup kegiatan. Akhirnya, pada saat Mahasabha V PHDI di Bali tahun 1986, salah satu keputusannya mengimbau dibentuknya WHDI di seluruh Indonesia. Maka, pada 12 Pebruari 1988 terbentuklah WHDI dan tahun 1990 pengurus WHDI daerah Bali pun terbentuk, disusul pengurus di 9 Kabupaten/Kota di Bali. Catatan sejarah ini disampai-
Ketua WHDI Bali tengah melihat deretan gebogan peserta parade
kannya agar dapat menjadi acuan bagi organisasi dalam membina kehidupan organisasi mewujudkan peran sosialnya. Ketua Panitia, Ny. Ani Kembang Hartawan menyampaikan beberapa kegiatan sosial dan lainnya yang terselenggara dalam rangka HUT ke-27 WHDI. Salah satunya yang
turut meramaikan puncak acara adalah dilaksanakannya parade gebogan antar kabupaten/kota se-Bali, yang kemudian terpilih 3 terbaik dari seluruh peserta. Pada kesempatan tersebut, berdasarkan undian Bangli terpilih menjadi tempat acara HUT tahun depan. –Sri Ardhini
Bentuk PAUD Terintegrasi Hindu Sedangkan Ketua Umum WHDI, Ny. Rataya B Kentjanawathy Suwisma menyampaikan, perayaan HUT WHDI juga untuk memperbaharui komitmen dan semangat untuk bersatu menata gerak langkah ke depan dan kiprah perempuan Hindu mewujudkan peran sosial yang lebih baik dalm kehidupan kemasyarakatan, kenegaraan dan kebangsaan. Selanjutnya, WHDI diharapkan juga mampu meningkatkan peran dan kiprahnya sebagai garda terdepan dalam membina dan mendidik generasi muda bangsa dengan pendekatan kebudayaan, yang sangat tepat dalam mewujudkan karakter bangsa. Hal ini akan berhasil jika dimulai sejak dini. Ia juga mengajak semua anggota dan pengurus WHDI dari tingkat pusat hingga kelurahan/desa untuk segera membentuk lembaga PAUD terintegrasi agama Hindu di 31 Provinsi yang telah terbentuk kepengurusan WHDI. Demikian juga yang disampaikan Bupati Jembrana I Putu Arta pada kesempatan tersebut, WHDI sebagai salah satu organisasi sosial yang bercirikan Agama Hindu, diharapkan mampu meningkatkan peran melalui kiprahnya sebagai garda terdepan dalam mendidik generasi penerus bangsa, disertai semangat juang yang tinggi, ketabahan, kesabaran dan bijaksana. –Sri Ardhini
Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi
Pemotongan tumpeng HUT ke-27 WHDI Provinsi Bali
Ketua Umum dan Ketua WHDI Bali di salah satu stan pameran
Suasana HUT ke-27 WHDI Provinsi Bali
Jegog Widya Kusuma Ayu
Pemenang lomba gebogan
4
Inspirasi
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Ade Pujiati
Pendiri SMP Gratis
Tidak semua anak terlahir beruntung, memiliki orangtua yang mampu menyekolahkan anak-anaknya. Di Jakarta, misalnya, ternyata masih banyak anak-anak yang tidak memperoleh keberuntungan dalam hal pendidikan. Sekolah gratis program pemerintah yang didengung-dengungkan, nyatanya belum mampu menjangkau semua anak dari keluarga tidak mampu.
I
tu juga yang menjadi keprihatinan sebagian warga Jakarta yang akhirnya dengan ‘kocek’ sendiri menyelenggarakan sekolah gratis. Mereka ini adalah orang-orang yang tak ingin hanya mengucap ‘kata prihatin’ tanpa melakukan tindakan apapun. Langkah nyata lebih penting daripada hanya sekadar berkata-kata atau berwacana. Di antara orang yang berhati mulia itu adalah Ade Pujiati. Warga Pancoran Timur, Jakarta Selatan ini, mendirikan SMP gratis bagi anak tak mampu di rumahnya. Berdiri sejak September 2007 dengan nama TKBM (Tempat Kegiatan Belajar Mandiri ) SMP Gratis ‘Ibu Pertiwi’, telah puluhan siswa berhasil lulus. Sebagian besar dari mereka berhasil melanjutkan ke SMA bahkan hingga ke universitas berkat beasiswa. Sekolah yang telah mendapat pengakuan dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Selatan, menginduk pada SMPN 67 Jakarta Selatan. Dengan begitu para siswa bukan hanya dapat mengikuti ujian nasional di sekolah tersebut, tapi ijazah kelulusan mereka pun dikeluarkan oleh SMPN 67. “Alhamdulilah sebagian besar lulusan kami berhasil melanjutkan ke SMA, ada dua anak yang masuk perguruan tinggi yakni di Sekolah Bisnis dan Manajemen STEKPI. Dua anak ini mendapat beasiswa dari STEKPI karena nilai tesnya tinggi. Mereka anak pemulung. Tapi satu anak, selain mendapat beasiswa dari STEKPI juga menerima beasiswa unggulan dari Kemendikbud. Anak ini bukan saja orangtuanya yang pemulung, tapi dia sendiri pun dulunya juga pemulung. Tapi kemauan belajarnya tinggi sekali,” papar Ade Pujiati dengan rasa syukur. Baginya adalah suatu kebanggaan apabila anak-anak asuhnya bisa menoreh prestasi dan berkelakuan baik. “Nilai akademik bagus tanpa akhlak bagus adalah kesia-siaan. Jadi keduanya harus sama bagusnya, itu yang dinamakan keberhasilan,” ucap peraih penghargaan Indi Woman Award 2013 ini. BERAWAL DARI KEKESALAN Awalnya, tutur Ade mengenang latar belakang berdirinya sekolah gratis miliknya, sekolah tersebut didirikan karena kekesalannya pada Pemprov DKI. Kala itu, kata Ade, Pemda DKI Jakarta mengatakan anak-anak dapat sekolah gratis tanpa pungutan. Tapi ternyata, tetap saja ada pungutan malah makin menjadi-jadi. “Awalnya karena saya kecewa dengan Pemprov DKI Jakarta yang menyatakan sekolah gratis, bebas pungutan. Tapi nyatanya pungutan tetap ada. Malah setelah dibebaskan SPP- nya pungutan makin banyak. Mulai dari uang buku, uang ini-itu. Anak-anak asuh saya menceritakan hal ini. Lalu, saya kritisi hal tersebut ke pihak sekolah. Mungkin pihak sekolah tidak senang. Akibatnya, anak-anak asuh saya seolah ditekan, dan mereka menjadi tidak nyaman. Saya kesal sekali. Itu terjadi sekitar tahun 2005. Lalu terpikir, lebih baik saya bikin sekolah sendiri jadi anak-anak asuh saya bisa bersekolah di sekolah saya sendiri. Saya akan bikin sekolah gratis, benar-benar gratis dari ujung kaki sampai ujung rambut. Itu tekad saya,” tuturnya. Berbekal tekad itu, ia pun mulai mencari berbagai informasi pendirian
sekolah, termasuk konsepnya. Dia juga menghubungi orang-orang terdekatnya untuk men-share ide tersebut. Kala itu ada yang mengira Ade tidak serius dengan rencananya. Karena mereka tahu mendirikan sekolah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi sekolah ini bakal gratis dari ‘ujung ke ujung’. Itu artinya Ade harus mengeluarkan duit besar dari kocek sendiri. Tapi melihat tekad dan keseriusan Ade, akhirnya mereka pun ikut mendukung bahkan membantu agar sekolah itu dapat terwujud. Tepatnya, September 2007 SMP Gratis ‘Ibu Pertiwi’ dilucurkan. Untuk mendapatkan murid, mantan guru piano ini mencarinya sendiri lewat pemasangan pamflet di tempat-tempat strategis. Dari ‘iklan’ tersebut, calon-calon siswa berdatangan. Namun Ade tidak menerimanya begitu saja. Ia pun melakukan verifikasi dengan mendatangi rumah-rumah calon siswa untuk mengetahui kebenaran kondisi siswanya. “Itu saya lakukan pada tahun pertama saja, setelah itu tahun kedua dan seterusnya hingga kini, saya tidak mencari lagi lewat ‘iklan pamflet’ karena para calon siswa datang dengan sendirinya. Mungkin karena informasi dari mulut ke mulut,” jelasnya. Tak dinyana promosi ‘getok tular’ ini membuat calon siswa membludak, sampai-sampai Ade terpaksa menolak beberapa di antaranya. Bisa jadi. mereka tertarik karena sekolah ini tidak seperti sekolah gratis pada umumnya. Di sekolah ‘Ibu Pertiwi’ ini, mereka bukan hanya gratis belajar, tapi segala perlengkapan sekolah hingga sepatu dan seragam, bahkan makan mereka ditanggung. “Pokoknya, semua ditanggung, istilahnya dari ujung kaki sampai ujung rambut, ditanggung oleh pihak sekolah. Mereka makan 3 kali sehari, plus dua kali minum susu dalam sesehari. Kebutuhan mereka untuk ketrampilan yang mendatangkan uang untuk diri mereka sendiri pun ditanggung. Jadi mereka tinggal ‘duduk manis’ belajar saja,” ungkap Ade tentang anak-anak duafa yang dibinanya. Dengan segala fasilitas yang diberikan pihak sekolah, tentu bisa dibayangkan berapa besar biaya yang harus ditanggung sekolah untuk semua itu. Tapi ‘Maha Besar Tuhan’. Niat mulia Ade dan para relawan guru selalu mendapat jalan dari Tuhan. Selama tujuh tahun mengoperasikan SMP gratis ini, segala biaya relative bisa tercover. ‘Tuhan selalu membuka jalan. Ada saja sumbangan datang. Bahkan para guru yang semuanya relawan tanpa digaji pun, ikut menjadi donatur. “Relawan-relawan kami ini sungguh luar biasa. Mereka bukan hanya mendedikasikan waktunya untuk mendidik
anak-anak tapi juga ikut menyumbang uang untuk membantu operasional sekolah,” jelasnya. Mungkin itu juga yang membuat banyak calon siswa berlatar-belakang keluarga tak mampu ingin bersekolah di sini. Apalagi lulus SMP ini pun mendapat ijazah SMP Negeri. “Tapi saya tidak bisa menerima semua calon siswa itu. Karena tempat sangat terbatas, maklum sekolah ini kan diselenggarakan di rumah saya yang juga menjadi hunian keluarga kami. Jadi siswa yang diterima tidak bisa terlalu banyak,” kata Ade yang sempat kena ‘semprot’ orangtua calon siswa yang ditolak masuk SMP Ibu Pertiwi. Selain segala fasilitas yang diberikan kepada para siswanya, pihak sekolah ‘Ibu Pertiwi’ juga memberi beasiswa masuk SMA pada siswa yang berprestasi secara akademik serta berkelakuan baik dan tidak pernah melanggar aturan sekolah. Salah satu yang mendapat beasiswa itu adalah seorang murid yang disekolahkan di sebuah SMA Islam Dian Didaktika, Cinere, Depok. Ini adalah salah satu sekolah terbaik berstandar internasional di kota Depok, Jawa Barat. Jadi sudah barang tentu biayanya cukup mahal.
Ade Pujiati “Nilai akdemik anak kami tinggi, jadi kami berpikir harus menyekolahkannya di sekolah terbaik, sekalipun mahal. Jadi saya dan para guru relawan patungan untuk menyekolahkan dia. Untuk uang pangkal, kami mengeluarkan biaya Rp26 juta, dan SPP nya Rp 1 juta lebih per bulan. Tapi tidak sia-sia, karena anak ini belajar rajin dan memperoleh ranking tinggi di sekolahnya. Sekarang dia diberangkatkan ke Olimpiade Sains untuk bidang biologi,” kata Ade yang telah memperoleh berbagai penghargaan atas kiprahnya di bidang pendidikan. Sayangnya, sekalipun anak tersebut pintar dan nilainya tinggi, sekolah itu tidak memberi beasiswa. Padahal anak ini adalah anak dari keluarga miskin. “Mungkin dia satu-satunya anak miskin di sekolah itu,” ucap Ade. MELANGGAR ATURAN DIDENDA UANG Dikatakannya, dari pengalamannya dalam membina anak-anak duafa, didapat kenyataan bahwa anak-anak duafa pun apabila diberi kesempatan seperti anak lainnya, akan mampu berprestasi. Dan itu sudah dibuktikannya lewat mendidik mereka selama tujuh tahun. “Tidak mudah lho mendidik anak-anak ini yang terbiasa hidup ‘keras’ , bebas tanpa aturan. Belum
lagi latar belakang keluarganya yang bukan hanya miskin secara financial tapi juga ‘kekacauan’ dalam kehidupan berkeluarga, seperti KDRT, dll. Nah, kami di sini bukan sekadar mengajar mereka secara akademik, tapi juga kerap terlibat dalam problematic kehidupan keluarga mereka. Untuk merecovery atau ‘merehabilitasi’ mereka bukan hal yang mudah. Apalagi kalau orangtuanya tidak mendukung. Ini sungguh berat,” kata Ade. Karena itu, ucapnya lagi, untuk membentuk anak-anak ini, pihak sekolah memberlakukan peraturan yang ketat. “Ini sekolah gratis, tapi bukan berarti anak bisa berlaku semaunya. Kami ajarkan soal kedisiplinan, nilai-nilai kehidupan, keagamaan, dll. Kami menginginkan anakanak bukan saja pandai dalam pelajaran formal tapi juga memiliki akhlak yang baik dan berdisiplin tinggi. Hasilnya, meski pada awalnya siswa yang mendaftar banyak, namun dalam perjalanannya satu persatu mundur atau menghilang karena tidak tahan dengan aturan ketat yang diberlakukan. “Yang terjadi adalah seleksi alam. Hanya mereka yang benar-benar mau berubah dan ingin belajar secara serius lah yang bertahan hingga lulus,” kata Ade sembari menambahkan, mereka yang melanggar aturan dikenakan denda berupa uang. Yang juga menarik dilihat adalah para siswa mendapat aneka pendidikan ektrakurikuler seperti; tata boga, menjahit, keseniaan, olah raga juga pendidikan kewirausahaan. Dengan begitu mereka bisa mandiri bahkan dari karyanya bisa menghasilkan uang. Hal yang membahagiakan Ade, karena anak-anak asuhnya meski masih sekolah tapi bisa membantu perekonomian keluarganya. “Penghasilan mereka dari berjualan jajanan, menjahit, dll, sebagian ditabung sebagian lagi untuk membantu orangtua. Itu sebabnya, para orangtua senang, karena selain anaknya mendapat pendidikan, juga bisa memiliki penghasilan yang dapat membantu perekonomian keluarga. Saya sungguh bahagia dengan capaian ini,” kata Ade yang berharap suatu saat bisa memiliki gedung sekolah sendiri. –Diana Runtu
Mandalika
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
21
Bergerak Bersama Menuju Perubahan
Hiruk pikuk panggung politik negeri ini, yang saat ini turut melibatkan institusi kepolisian dalam pusaran masalah bangsa, tidak membuat Polda Nusa Tenggara Barat larut dalam hal itu. Brigjen. Pol. Drs. Sriyono, M.Si, Kapolda NTB, malah turun lapangan untuk menyapa langsung dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat hingga ke desadesa dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
P
rogram yang dirancang dan sudah dilakukan sejak pertamakali ia bertugas di NTB ini merupakan program pendekatan masyarakat yang mengedepankan ajakan untuk bergerak bersama menuju perubahan. Dalam kegiatan bertajuk Generasi Muda Bicara ini, polisipolisi muda dibiasakan untuk bicara dan berkomunikasi dengan masyarakat secara langsung untuk mendekatkan hubungan silatur-
ahmi masyarakat dengan polisi. Gemuruh tepuk tangan terdengar menggema di lapangan Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima, ketika menyaksikan video kesuksesan dari perjuangan sekelompok pinguin, semut dan kepiting dalam menghadapi ancaman binatang besar yang ingin memangsanya. Keberhasilan itu dicapai karena binatang-binatang kecil ini menghadapi binatang pengganggu secara bersamasama.
Ratusan orang warga Tente Kecamatan Woha memenuhi lapangan tersebut, dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua duduk menonton layar tancap yang sengaja diputar oleh Direktorat Binmas Polda NTB yang bekerja sama dengan Polres Bima untuk menghibur masyarakat. Misinya bukan sekedar menghibur, melainkan mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan perubahan secara bersama-sama. -Naniek I. Taufan
Pendekatan Model Baru Polda NTB
Dirbinmas Polda NTB, Kombes. Pol. Suwarto saat berbagai doorprize untuk masyarakat Dompu yang hadir dalam kegiatan
Generasi Muda Bicara ini, tidak hanya diselenggarakan di Kabupaten Bima, melainkan juga di Kabupaten Dompu dan Kota Bima. Pada kegiatan yang diselenggakan di tengah masyarakat ini, selalu ramai oleh tepuk tangan sebagai respons yang diberikan masyarakat atas video, lagu hingga materi inspiratif yang disampaikan oleh para Polwan Polda NTB yang baru saja ditugaskan ke polsek-polsek seluruh NTB. Sebanyak 134 Polwan baru ini oleh Kapolda NTB, sengaja dititipi pesan untuk menyentuh masyarakat hingga lapisan terbawah di masing-masing wilayah hukum Polsek tempatnya bertugas. Keberanian para Polwan baru untuk bicara di depan umum, mendapat apresiasi dari masyarakat yang merespons ajakan perubahan yang disampaikannya. Setidaknya respons spontan itu terlihat saat masyarakat ikut serta menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, bergandeng tangan dan memeluk pundak kawannya, seperti yang dilakukan dua pemuda di salah satu pojok lapangan Tente Bima saat kegiatan ini berlangsung. Ini menjadi model baru pendekatan yang dilakukan oleh jajaran Polda NTB bersama seluruh Polres yang ada di NTB dalam melakukan pembinaan masyarakat. “Kami ingin melatih para Pol-
wan baru untuk berani tampil di depan umum dan belajar menguasai situasi di wilayah tugas masingmasing,” ungkap Kombes. Pol. Suwarto, Direktur Binmas Polda NTB yang selalu mendampingi Polwan selama kegiatan ini berlangsung dalam menyampaikan
ajakan perubahan. Para Polwan yang akan bertugas dalam menangani kasus-kasus perempuan dan anak di masing-masing tempatnya bertugas ini, telah terlebih dahulu dilatih untuk memiliki kepekaan terhadap sekitarnya. Anak-anak muda ini bicara di depan ratusan warga tentang pentingnya persatuan dan kesatuan juga menyadarkan masyarakat akan kekayaan dan potensi bangsa Indonesia yang harus dijaga dengan persatuan bukan dengan konflik yang akan mendatangkan kerugian bagi masyarakat sendiri. Hadirnya anak-anak muda bicara di tengah warga, khususnya lokasi kegiatan di Kabupaten Bima, yang berada di sekitar kampung yang pernah terjadi konflik horizontal, setidaknya memberikan arti bagi masyarakat untuk menyadari bahwa konflik itu tidak berguna dan malah hanya akan menimbulkan kerugian bagi
Kapolda NTB, Brigjen. Pol. Drs. Sriyono, M.Si., memberikan doorprize kepada para pemulung dan pengguna sepeda motor yang membawa SIM yang hadir menyaksikan layar tancap di Lapangan Merdeka Kota Bima
masyarakat sendiri. Hadir dalam tiap gelar Generasi Muda Bicara di tiga kabupaten di Pulau Sumbawa ini, tokoh-tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, DPRD, tokoh pemuda, ulama hingga masyarakat luas. “Kegiatan ini sengaja digelar untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat untuk bersama-sama berupaya melakukan perubahan, yang dimulai dari hal-hal kecil dari sekarang dan mulai dari diri sendiri, kata Brigjen. Pol. Sriyono, Kapolda NTB yang juga selalu hadir di tengah masyarakat dalam
kegiatan ini. Harapan besar dari digelarnya kegiatan-kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa peduli antar sesama warga dan rasa cinta pada bangsa sehingga konflik-konflik horizontal yang selama ini terjadi di masyarakat bisa dicegah. Juga harapan agar terjadinya perubahan pola pikir masyarakat sekaligus menyadarkan masyarakat bahwa akibat dari konflik yang kerap terjadi itu tidaklah ada gunanya, malah hanyalah mendatangkan kerugian bagi warga itu sendiri. -Naniek I. Taufan
22
Sosialita
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Berburu Pernak-pernik Imlek di Petak Sembilan P
h mbut Imlek suda Semarak menya rbe ai a. Mal-mal mul as terasa di Jakart men-ornamen kh hias dengan orna eka ga penjualan an ju tu gi be k, le Im ebaran Imlek yang bert pernak-pernik . Tapi, pat perbelanjaan di berbagai tem adalah a paling terasa an as su , ja sa u karta tent Town Glodok Ja a in Ch an as w di ka ari 2015, rtengahan Janu Barat. Sejak pe ornaon dan berbagai tak penjualan lampi Pe na. Di kawasan men marak di sa jaan pusat perbelan i, ag al ap n, la bi . Sem ini begitu ramai
Sejarah Petak Sembilan Berbicara tentang Petak Sembilan, ternyata, nama itu memiliki sejarah tersendiri. Konon setelah terjadinya pembantaian warga Tionghoa di kawasan Kota (Sunda Kelapa) pada 1740, Belanda kemudian menempatkan warga Tionghoa di sejumlah tempat di luar kota. Sebagian ditempatkan di kawasan Glodok termasuk Petak Sembilan, sebagian lagi di Tangerang.
Nah, kenapa disebut Petak Sembilan, karena konon, penduduknya berawal dari sembilan rumah yang berbentuk petak-petak. Sebutan ini pun terus dipakai hingga kini. Padahal sebenarnya kalau melihat nama jalan, maka Petak Sembilan itu termasuk dalam Jalan Kemenangan, namun orang lebih suka menggunakan sebutan lama sebagai Petak Sembilan. Penduduk di sana yang hampir sebagian besar adalah etnis
etak Sembilan, sejak lama dikenal sebagai tempat berburu aneka pernak-pernik, entah itu pernak-pernik Imlek maupun Natal, tergantung perayaan
Tionghoa, umumnya beraktivitas sebagai pedagang. Ada satu cerita menarik terkait Petak Sembilan. Ketika kerusuhan Mei 1998, di mana etnis Tionghoa menjadi sasaran amuk massa, Petak Sembilan justru aman. Kejadian ini tentu sangat luar biasa, mengingat pada masa itu kawasan Glodok begitu mencekam, dimana penjarahan dan pembakaran bangunan terjadi di sana. Tapi Petak Sembilan selamat dari kerusakan karena dijaga oleh mereka yang sehari-hari mencari makan di kawasan itu. Mereka adalah para tukang ojek, tukang parkir maupun pedagang kaki lima. Menjelang Imlek, seperti kawasan Pecinan lainnya yang ‘berdandan’, Petak Sembilan pun tak kalah meriah hiasannya. Jalan hingga rumah-rumah warga yang sebagian dijadikan tempat berjualan, pun berhias lampion. Kawasan ini menjadi semakin ramai karena di sana terdapat salah satu klenteng tertua di Jakarta, yakni, Vihara Dharma Bakti. Sejumlah petugas klenteng telah mulai bersih-bersih dan merias diri. Pagar besi yang berwarna merah
apa yang akan segera dihadapi. Dari berbagai aksesoris Imlek, makanan, pakaian hingga perlengkapan sembahyang, semua ada. Pembelinya yang kebanyakan adalah warga keturunan Tiong hoa datang dari berbagai tempat, bukan hanya dari kawasan Jakarta, tapi juga luar Jakarta. Tempat belanja Petak Sembilan memang merupakan salah satu ikon tempat perbelanjaan di Jakarta Barat. Ini lantaran selain jenis barangnya lumayan lengkap, lebih dari itu harga yang ditawarkan pun lumayan murah. Ornamen-ornamen dan telah mulai buram, kembali dicat sehingga merah cemerlang. Begitu juga bagian-bagian bangunan yang perlu diperbaiki telah dirapikan. Kelenteng ini boleh tak pernah sepi pengunjung, apalagi menjelang Imlek. Banyak yang datang untuk bersembahyang maupun wisatawan yang ingin melihat-lihat. Menurut sejarahnya, klenteng yang kini bernama Vihara Dharma Bakti, dulunya bernama Guan Yin Ting (Kwan Im Teng) atau berarti kediaman Guan Yin. Klenteng ini dibangun tahun 1650 oleh seorang letnan Tionghoa bernama Kwee Hoen untuk menghormati Dewi Kwan Im. Saat tragedi ‘Pembantaian Angke’ pecah pada 1740, banyak masyarakat Tionghoa yang kehilangan nyawa akibat pembantaian. Tempat ibadah pun ikut dirusak, salah satunya adalah klenteng ini, yang bukan hanya dirusak tapi juga dibakar. Lima belas tahun kemudian, klenteng ini kembali dibangun, kemudian diberi nama Jin De Yuan yang berarti ‘Klenteng Kebajikan Emas’. Kelenteng ini merupakan
Imlek, misalnya, jauh lebih murah Anda membelinya di Petak Sembilan ketimbang di tempat belanja lainnya. Menurut pedagang, saat ini yang paling laris terjual selain ornamen Imlek adalah makanan. Salah satunya adalah kue keranjang. Ini adalah kue khas yang merupakan makanan ‘wajib’ pada saat perayaan Tahun Baru Imlek. Terbuat dari tepung ketan dan gula. Selain untuk disantap, kue ini juga menjadi sesaji pada saat sembahyang leluhur, yakni tujuh hari menjelang Imlek, dan puncaknya pada malam Tahun Baru. Sebagai sesaji kue ini biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh atau malam ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Kue ini selain ditujukan untuk menyenangkan dewa juga memberi makna agar keluarga yang merayakan Imlek terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun akan datang. Selain kue keranjang, yang juga laris manis adalah aneka manisan kering seperti buah plum, kulit jeruk yang dimaniskan, dll. Makan lain yang juga banyak dicari adalah ikan bandeng. Menurut kepercayaan, ikan merupakan pelambang rezeki. Dengan menyantap ikan maka diharapkan rejeki mereka di tahun baru pun akan melimpah.
–Diana Runtu
kelenteng umum, artinya tidak secara khusus memuja salah satu agama/aliran saja, tetapi memuja berbagai agama seperti Tao, Khonghucu dan Buddha. Selain klenteng utama, di areal seluas 3.000 M2 itu, juga berdiri tiga klenteng lainnya yang ukurannya lebih kecil, yakni, Hui Ze Miao (kelenteng untuk leluhur Hakka), Di Cang Wang Miao (dipersembahkan kepada Raja Neraka) dan Xuan Tan Gong, yang dipersembahkan kepada dewa pemberi kekayaan. Saat Imlek 19 Februari mendatang, suasana di sana akan menjadi sangat padat. Mulai malam (18/2), biasanya akan banyak umat dari berbagai tempat datang sembahyang. Demikian juga keesokan paginya. Suasana akan semakin sesak karena ratusan pengemis dari berbagai tempat, baik dari dalam maupun luar kota Jakarta, akan berdatangan menunggu rejeki Imlek yang biasanya dibagikan oleh umat yang datang bersembahyang. -Diana Runtu
Sehat dengan Yoga
Bunda Dian
Menjadi seorang instruktur atau guru yoga adalah sesuatu yang mengalir dalam hidupnya. Ini bisa juga dikatakan sebuah karier yang bermanfaat. Sebab aktivitas yang dilakukan IGAN Dian Martika merupakan layanan yang dapat membantu seseorang menggapai keseimbangan secara mental, emosional, spiritual, dan fisik.
T
ak heran jika kini Bunda Dian, begitu ia biasa dipanggil mempunyai jadwal mengajar yang termasuk tinggi. Selain mengajar di lokasi pelatih an Yoga Healing Bali, permintaan untuk mengajar secara privat juga tinggi karena sebagian orang mem butuhkan konsentrasi lebih untuk belajar yoga. Dikatakannya, semua berawal saat ia memahami apa yoga itu sesungguhnya, pintu seolah-olah semakin terbuka dihadapan
nya. Terlebih setelah dirinya juga mengambil program Yoga Teacher Training 200 jam serta Program Healing atau penyembuhan, arah tujuan dalam hidupnya men jadi sangat jelas. Itulah saatnya ia berpikir, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah meneruskan manfaat yoga untuk masyarakat Kota Denpasar khususnya dan Bali umumnya, seperti yang dilakukan nya di Pasraman Rsi Markandeya yang ada di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Renon, Denpasar. Bunda Dian mengatakan cikal
Menuju Keharmonisan dan Kedamaian
Sejak lima tahun lalu masyarakat Denpasar dan sekitarnya bisa belajar di Pasraman Rsi Markandeya yang berlokasdi di Jalann Hayam Wuruk, Renon, Denpasar. Respons masyarakat Denpasar khususnya pun diakuinya sangat bagus. “Kami di sini banyak pula dibantu oleh Kelompok Media Bali Post,” kata Bunda Dian yang setiap Jumat pagi mengajar yoga di halaman Bali TV ini. Lebih lanjut dikatakannya, jika sebagian besar yang datang mengikuti yoga ditempatnya memiliki masalah, baik fisik maupun non fisik. Apalagi bagi masyarakat perkotaan, tingkat stres dan tun tutan pekerjaan yang semakin tinggi menyebabkan meningkatnya kesadaran pentingnya menjaga kesehatan. “Mereka mulai menyadari, diperlukan sebuah bentuk olahraga yang tidak hanya menekankan pada aspek fisik saja tetapi juga yang menyentuh aspek psikologis dan mental,” tuturnya. Makanya, bagi mereka yang dengan rutin melakukan yoga sebagain besar pula sudah tertolong. Yoga yang diajarkan nya adalah juga ter golong yoga
bakalnya adalah sejak kecil ia sudah senang olahraga. “Ketika masih berusia 9 tahun, saya biasa dibangunkan pukul 3 pagi oleh Ajik untuk diajak lari pagi. Usai olah raga langsung ke pasar berbelanja,” ujar putri sulung dari 4 bersaudara ini. Orangtuanya adalah seniman Jembrana, yang pertama kali mem bawa paduan suara lagu Makepung ke PKB, I Gst Ngurah Putu Dindia (alm) dan AAA Tharuni ini. Hobi olahraganya sempat berkurang ketika dirinya tengah menyelesaikan sekolah perawat di Semarang. Setelah berkeluarga, ia pun aktif kembali. “Tahun 1987 saya sebenarnya sudah menyukai yoga , namun lebih bersifat exercise,” katanya. Pada masa itu, Bunda Dian masih belajar dengan melihat piringan hitamnya salah satunya milik Jane Fonda. “Persoalannya, saya sudah bergerak dan yoga. Bahkan sudah mengajar yoga tapi mudah terserang penyakit. Padahal, kalau orang yoga katanya sehat. Saya jadi berpikir apanya yang masih kurang,” kata istri Ida Bagus Sukarna ini. Meski demikian ia terus melakukannya. Malah setiap harinya bisa dua kali, pagi dan sore. Benar, karena bergerak ia berhasil membentuk badan, tetapi kenyataan nya masih kekurangan O2. Hingga, sampai pada suatu kesempatan , ia be lajar Yoga di Ubud pada Guru Made Sumantra. “Guru Made yang pertama
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
3
Bunda Dian dalam kegatan work shop di Bali TV
kali menyampaikan Yoga Healing Bali, ajarannya Rsi Markandeya, yakni seni penyembuhan berupa perpaduan teknik olah tubuh, olah rasa dan olah jiwa dengan titik konsentrasi pada kesadaran Prana,”terang ibu dari Ida Bagus Gde Agung Aditya Karna dan Ida Ayu Wulan Kania Diatmika Karna ini. Jika ditanya mengapa tertarik ke tempatnya Guru Made Suman tra untuk belajar yoga dan tidak tempat lainnya, ia sulit untuk menjelaskan . “Saya merasa telah
Bunda Dian ketika sedang dalam kelas Yoga
tiba di tempat yang tepat,” tandas mantan penyanyi festival di era 80-an ini. Di sana Bunda Dian cukup lama berlatih dan berguru hingga benar-benar merasakan dan mengenal yoga yang sebenarnya. “Ternyata yoga bukan sekadar olah tubuh, tetapi juga olah jiwa dan pikiran. (mine, body and soul). Kalau hanya olah tubuh, seseorang masih mudah marah meledak-ledak atau sebaliknya saat sedih akan sedih sekali. Diakuinya sejak awal mem pelajari Yoga Healing Bali, ia bukan hanya mengerti manfaat saja, tetapi ajaran pembentu kan watak yang jarang dijumpai di tempat lain. Betapa banyaknya orang yang ditransformasikan ke arah yang lebih baik setelah mempelajarinya. Beberapa hal yang dirasakan Bunda Dian diantaranya; kedamaian , cinta kasih, kebaikan, lebih toleran, mening katnya hasrat pelayanan spiritual, aura yang lebih cerah dan seimbang, jasmani yang lebih sehat dan tidak mudah stres. Namun, setelah paham proses yoga yang sebenarnya, kalaupun emosi atau sedih dengan mudah dikelolanya. Disamping ia tidak mudah sakit, seperti sebelumnya. Sebab yang dulu hanya bergerak saja tanpa memperhatikan kapan menarik nafasnya. “Makanya bagi penggiat yoga di Pasraman Rsi Markandeya, saat berlatih disara nkan menutup mata supaya dapat fokus bermeditasi pada nafas, badan dan pikiran. –Sri Ardhini
healing atau penyembuhan,melalui olah badan, olah nafas dan olah jiwa. Selain itu Bunda Dian juga sempat menyampaikan kalau bicara yoga masih banyak orang salah persepsi. Ia menegaskan kalau yoga bukan untuk mencari kelenturan tubuh, melainkan mencari keseimbangan. Begitu juga dengan meditasi pada badan, meditasi pada nafas dan metiasi pada pikiran sesung guhnya itulah yoga. Bahkan karena ketidak-cukupan informasi tentang yoga pula telah mengundang tak sedikit persepsi keliru di kalangan awam, aktivitas yoga dihubung-hubungkan dengan sesuatu yang berbau klenik yang mendekati takhyul. “Ini salah besar,” tegasnya. Kembali ditekankannya , yoga adalah jalan untuk mencapai keseimbangan, mempertah ankan kesehatan menyeluruh, fisik, mental dan spiritual. Menariknya lagi yoga juga tidak terhalang batasi usia, semua dapat berlatih yoga. Begitu juga tak ada masalah dengan status sosial, profesi maupun kedudukan seseorang. Di tempatnya mengajar pun, tidak ada perbedaan antara seseorang yang baru berlatih atau sudah lama. Mere ka semua berbaur. Karenanya, setiap ada kelas Bunda Dian akan menekankan pada semua peserta untuk melakukannya di ujung kemampuan. Bicara yoga kedepannya, Bunda Dian tegas mengucapkan mimpi yang masih ingin digapainya, yakni dapat mengajarkan para guru SD atau SMP di seluruh Bali. Tujuannya agar mereka lebih paham apa sebenarnya yoga, dan yoga yang bagaimana yang tepat diberikan untuk anak-anak, tunas bangsa dalam rangka membentuk kepribadian mereka. “Ini adalah kesempatannya untuk menyentuh hidup tunas-tunas bangsa ini dengan cara yang positif. Mengajar mereka untuk membangun kekuatan mereka, dan bagaimana untuk meningkatkan kehidupan mereka, melalui rasa kesatuan dengan semua kehidupan,” ucapnya. “Rasanya belum semua kabupaten murid-muridnya mendapatkan yoga. Kalau di Denpasar sudah berjalan. Bahkan SMP 3 Denpasar sudah memiliki yoga center. Wali Kota Denpasar juga sangat mendukung keg iatan ini, Wali Kota juga telah menyerukan agar ada yoga di seluruh sekolah. Semoga kabupaten lain juga bisa demikian,” harap Bunda Dian yang pada Minggu (15/2) ini berbagi kiat untuk membuka aura kecantikan perempuan di Wantilan Bali TV. – Sri Ardhini
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Barongsai dan Shio Kambing Kamis 19 Februari 2014 adalah Tahun Baru Imlek 2566. Yang khas dari perayaan Tahun Baru Imlek adalah pertunjukkan barongsai dan pergantian shio. Adi Dharmaja Kusuma, Pembina Pusaka Tantra mengatakan banyak versi yang mengawali lahirnya barongsai. Satu diantaranya adalah barongsai muncul di Tiongkok Selatan pada masa pemerintahan dinasti Ming. Ketika itu terjadi bencana. Hasil pertanian masyarakat gagal total karena serangan hama. Berbagai upaya dilakukan untuk membersihkan hama. Para tetua lalu menganjurkan pembuatan “raksasa” seperti ogoh-ogoh di Bali. Binatang yang dipilih adalah singa dan naga. Pertunjukkan tariannya diiringi suara musik yang keras. Upaya ini ternyata berhasil sehingga hasil panen masyarakat Tiongkok Selatan berlimpah. Barongsai pun mengalami perkembangan sehingga menjadi budaya masyarakat setempat. Penambahan musik seperti tambur dan cengceng membuat pertunjukkan barongsai menjadi atraktif. Perkumpulan barongsai pun banyak berdiri. Selain itu, masyarakat juga ada yang membuat patung di sawah, seperti lelakut yang ada di Bali. Di Indonesia, barongsai masuk berbarengan dengan kedatangan warga Tionghoa. M e r e k a
Barongsai
pertama kali masuk melalui Semarang. Namun, karena situasi politik, tradisi barongsai sempat mengalami masa surut. Mereka tidak berani tampil di depan umum. Runtuhnya orde baru dan naiknya Gus Dur sebagai Presiden memberi angin bagi perkembangan barongsai. Sejak era Gus Dur, yang mengakui eksistensi warga Tionghoa, barongsai pun mulai bangkit kembali. Kelompok barongsai pun bermunculan dan pentas di berbagai lokasi. Tidak hanya untuk kepentingan ritual, tetapi ada yang dimainkan sebagai hiburan di pentas seni. Barongsai dipercaya menetralkan aura negatif dan mendatangkan kebahagiaan. Menjelang Imlek, kelompok barong-
sai Pusaka Tantra ini berkeliling di Kuta. Mereka melakukan ritual semacam nangluk merana (harmonisasi alam semesta). Barongsai bersama liong (naga) ini kerap menjadi tontonan masyarakat maupun wisatawan yang ada di Kuta. Mengenai shio, tahun ini adalah shio kambing. Tahun kambing dibaratkan seperti tingkah kambing yang tidak bisa diam dan dipegang. Artinya apa yang terlihat tidak bisa diartikan seperti yang terlihat alias tidak dapat ditebak. Kambing jangan dikira jinak, bisa-bisa ia menyeruduk tanpa komando. Banyak hal yang tidak bisa diprediksi. Karena itu, seluruh masyarakat agar bersamasama mempererat persahabatan demi kerukunan umat dan bangsa. Selamat Tahun Baru Imlek.
Ambil Pesanan Orang Minum sambil bersantai menjadi salah satu kegiatan yang tak boleh dilewatkan ketika jalanjalan di mal. Saya sering menjajal jika ada kafe baru di mal. Minuman favorit saya caramel macchiato. Minuman ini walau tanpa gula sudah terasa manis karena ada caramelnya. Awal Januari 2015, saya jalanjalan bersama keluarga. Karena kepala sudah pusing, saya ingin minum yang hangat-hangat. Karena hari libur, kafe yang saya masuki ramai pengunjung. Kami pun harus antri. Hampir 10 menit menunggu, barulah saya mendapat giliran untuk memesan. Satu caramel macchiato saya pesan berikut kue cinnamon rolls. Istri dan anak saya juga memesan minuman dan kue favorit mereka. Selanjutnya kami bergeser untuk menunggu pesanan datang.
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Tiba-tiba petugas kafe menyebut nama caramel macchiato. Saya pun mendekat dan berniat mengambil pesanan itu. Seorang ibu yang berdiri tak jauh dari saya juga mendekat. Gelas yang sudah saya pegang harus saya lepas lagi karena minuman itu pesanan si ibu. “Maaf pak, ini pesanan ibu. Pesanan bapak belum,” ujar petugas kafe. Saya pun menyampaikan permohonan maaf kepada ibu tadi dan menyerahkan minuman kepadanya. Saya malu sekali karena sudah mengambil pesanan orang. Dalam hati saya menggerutu, tumbentumbenan cepat dapat padahal
biasanya nunggu lama, ternyata punya orang lain. Istri dan anak saya tertawa melihat saya rebutan minuman dengan pelanggan lain. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanan caramel macchiato datang. Tetapi urusan belum beres karena kue favorit saya yang belum datang. Karena pembeli terlalu banyak, petugas kafe lupa menghangatkan kue. Kali ini dia yang minta maaf karena keterlambatan kue. Hari itu benar-benar hari yang tak bersahabat dengan saya. Kepala pusing jadi makin pusing. Rudi, Denpasar
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
MUNDUR
“Sebenarnya, apa artinya mundur,” tanya Pak Made di dalam pertemuan ramah-tamah Putu Wijaya warga. Tak ada yang menjawab. Semuanya hanya tersenyum, menganggap pertanyaan itu lelucon atau jebakan untuk ketawa. Selesai pertemuan, Amat nyamperin Pak Made. Menyapa, apa sebenarnya yang mau dikatakan tetangganya itu. “Anak kecil juga tahu, apa artinya mundur, Pak Made. Tapi pasti yang Pak Made maksudkan, bukan mundur dalam arti surut ke belakang, sebagai lawan dari maju. Ya, kan?” Pak Made nampak heran. “Lho, saya hanya mengisi pertemuan yang mendadak kehilangan bahan percakapan. Tadinya ramai, mendadak sepi, seperti ada setan lewat. Tidak ada maksud apa-apa, Pak Amat. Tidak ada hubungannya dengan anjuran rahasia di televisi, supaya calon Kapolri yang dianggap bermasalah oleh KPK, mundur saja meskipun sudah di-acc DPR , sehingga presiden akan lebih mudah menyelesaikan gesekan KPK dan Polri. Amat manggut-manggut. “Kok begitu, boleh saya menjawab sekarang?” Pak Made ketawa. “Terlambat, Pak Amat. Sekarang jawabannya tidak ada artinya. Kalau tadi di depan banyak orang, apa pun jawabannya, pasti memperkaya pandangan kita semua.” Amat kembali mengangguk-angguk. “Kok mengangguk-angguk terus? Tadi Bapak minum bir di situ, ya!?” tanya Bu Amat, melihat suaminya bengong terus pulang dari pertemuan. “Habis kaget.” “Kenapa?” “Tumben Pak Made, begitu cerdas.” “Kan memang S1, meskipun gelarnya dapat beli!” “Tapi malam ini, pertanyaannya mendalam.” “Apa yang dia tanyakan ?” “Apa artinya mundur?” Bu Amat tertegun. “Apa?” “Apa artinya mundur?”. “Jawabanya apa?” “Tidak ada yang menjawab.” “Bapak juga?” “O, Bapak bukan tidak tahu apa jawabannya. Hanya heran, apa sebenarnya maksud di balik pertanyaannya itu!” “Berarti, Bapak juga tidak menjawab!” “Sebetulnya menjawab! Hanya di dalam hati.” “Itu artinya tidak tahu! Hah! Masak mundur saja tidak tahu! Tapi memang mundur itu tergantung dari orangnya. Siapa yang mundur. Orang besar atau orang kuat kalau mundur, itu pasti siasat, Tergantung juga, di mana orang mundur? Di tepi jurang, artinya waras. Dan mengapa dia mundur. Mundur untuk menang, artinya pasti taktik, pasti siasat! Mundur karena takut atau kalah, itu istilahnya pecundang.” Amat kembali manggut-manggut. “Jadi seperti yang diharapkan banyak orang. Supaya calon Kapolri mengundurkan diri saja, untuk melepaskan presiden dari dilema dan mengakhiri gesekan KPK dengan Polri?” Bu Amat berbalik kesel. “Sebel ah!! Bapak sudah terpengaruh! Dasar lelaki! Semua dipolitisir!”
Mohon informasi alamat dan nomor kontak tentang kap lampu yang dimuat di rubrik Griya edisi 835. Adnyana, Denpasar Silakan menghubungi Bapak Tikno. Jalan By Pas Ngurah Rai No. 99xx, Kelan, Tuban, Bali. Telepon/Faks: (0361) 701723.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik Perempuan Kreatif Asal Dusun Grogol, Madiun
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
Pertahankan Kue Manco Dusun Grogol termasuk daerah yang terpencil dari Kota Madiun ke arah selatan hingga perbatasan antara Kabupaten Madiun dengan Ponorogo, Jawa Timur. Wilayahnya berada di Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari. Dusun Grogol terkenal dengan kue manconya.
Lasmi menjemur segitiga bahan baku manco ketan siap goreng
H
ingga kini kue manco bisa ditemuka di Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi, Pacitan-Jawa Timur bahkan Wonogiri- Jawa Tengah. Pembuatnya pun sudah turun temurun, hingga ditemukan generasi penerus yang kesekian kalinya dari nenek moyang mereka masing-masing. Pembuat kue manco, kebanya-
kan dilakukan oleh kaum perempuan setengah baya hingga yang sudah berusia lanjut. Meski usia tidak muda lagi dan tenaga juga tak sekuat yang dulu, tapi mereka punya kreasi dan semangat untuk berkreatif demi mempertahankan kue khas Kabupaten Madiun yang satu itu dari kepunahan. Kue jadul (jaman dulu) yang satu ini, memang bentuknya sengaja
dibuat segitiga bahkan modelnya tidak sebagus kue-kue atau jajanan pasar sekarang. Tapi, kue manco asal Dusun Grogol ini, mampu bersaing bahkan tidak mudah tergeserkan oleh kuekue maupun jajanan modern. Lasmi (63), adalah salah satu perempuan kreatif pembuat kue manco. Saat ditemui, ia tengah menjemur adonan matang dari tepung ketan tawun. Ia tak henti-hentinya membolak-balikkan lebaran demi lembaran adonan bahan baku kue manco itu, baik yang masih basah maupun yang sudah berbentuk segi tiga setengah kering. Kedua tangannya terus memilah-memilih, mencari lembaran kecil adonan ketan berbentuk segi tiga yang sudah kering dan siap untuk digoreng. “Kue ini memang rupanya jelek, tapi mengoda lidah untuk selalu dijadikan makanan ringan sebagai camilan keluarga. Selain rasanya manis, renyah juga gurih dari butiran-butiran wijen maupun karau,” tutur pembuat kue manco yang mengaku sudah generasi ketiga dari keluarganya. Saat ini, menurut dia, pembuatan kue manco di Dusun Grogol tidak sebagai kerjaan sampingan lagi, tapi sudah pencaharian utama masyarakat setempat. Bahkan demi mempertahan kue manco khas
Kue manco rasa karau
Kabupaten Madiun, kalangan ibuibu di Dusun itu rela membentuk kelompok yakni Sentral Kue Manco sebagai produk unggulan dibawah pengawasan Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata (Diskoperindagpar) Kabupaten Madiun. Mereka mendapat bimbingan, pemasaran, penjualan, menjaga rasa hingga solusi permodalan melalui unit-unit simpan pinjam. “Untuk produksi setiap hari, saya maupun ibu-ibu yang lain menyediakan beras ketan tawun sebanyak 5 kg. Jika ada pesanan, produksinya berani lebih dari produksi biasanya. Tapi, jika tidak ada pesanan, apalagi sekarang musim penghujan produksinya turun menjadi 3 kg beras ketan. Karena jika hujan, adonan tepung yang dijemur rusak bahkan
23
njamur karena tidak cukup kering sesuai kebutuhan layak goreng,” jelasnya. Ia mengatakan untuk harga jual yakni per biji antara Rp 500 hingga Rp 700 tergantung besar kecilnya kue manco itu. Harga itu, sebenarnya tidak sesuai dengan proses pengerjaannya. Beberapa tahapan harus dikerjakan dengan telaten dan sabar. “Terutama menjaga kualitas rasa kue manco, biar tidak pudar keaslian dari Dusun Grogol. Makanya, kami selalu mendiskusikan dengan ibu-ibu khusunya pembuat kue manco baik dari rasa manis gurih wijen maupun rasa manis gurih karau,” jelas Lasmi. Untuk proses pembuatan yakni mulai dari beras ketan tawun, digiling hingga menjadi tepung halus. Agar mendapatkan adonan yang bagus dan kenyal, tepung itu terlebih dulu diayak agar tepung bagian yang kasar terpisah dari bagian tepung yang halus. Bahkan tepung yang kasar ditampung, dan bisa digiling lagi. Setelah tepung lembut dikumpulkan pada tempat yang bersih, lalu diadon dengan menggunakan air mentah hingga menjadi lembek. “Adonan tepung ketan yang sudah matang berbentuk lembaran itu setengah kering, baru digunting membentuk segi tiga. Segi tiga itu, lalu dijemur lagi hingga benarbenar kering. Setelah kering, baru dilakukan pengorengan. Hasil yang sudah digoreng, dibiarkan dingin dan minyak benar-benar kesat. Habis itu, guntingan bentuk segi tiga tersebut baru dimasukan pada cairan gula yang sudah panas,” tandasnya. -Ajun Ally
24
Edisi 836/ 16 - 22 februari 2015
What’s Up
WORKSHOP “BANGKITKAN PRANA UNTUK PENYEMBUHAN DAN SOLUSI KEBAHAGIAAN SEJATI” BERSAMA GURU MANGKU HIPNO DAN KOMUNITAS BRAHMAKUNTA.
“Segala sakit dan CH., CHt., MNNLP yang biasa dipangil Guru deritamu, bukanlah Mangku Hipno mengajak seluruh kehidupan karena dia, dia, dia, menemukan kesenangan, ketenangan dan namun segala sakit kenyamanan dan bangkit dari keterpurukan. dan deritamu beDipersembahkan khusus kepada Anda yang rawal dari kesalahan ingin menemukan inspirasi, jalan keluar, dirimu sendiri mensolusi atas segala masalahnya selama ini, golah pikiran, menyang belum terpecahkan oleh siapa pun golah perasaan dan dengan cara apa pun dan dengan obat apa mengolah tubuhmu. pun. Bagi mereka yang belum menemuTiada satu orang pun kan cara terdahsyat meraih sehat, sukses, mampu menyakitimu keberlimpahan harta dan kasih sayang karena hanya dirimulalu menemukan bahagia sejati, sebuah lah yang mampu meworkshop tutur kejernihan, pencerahan, nyakiti diri sendiri. pemurnian, penyadaran, pembangkitan, Ketika dirimu mampu perubahan dengan tema “BANGKITKAN mengelola dan menPRANA UNTUK PENYEMBUHAN DAN gendalikan pikiran, SOLUSI KEBAHAGIAAN SEJATI”. perasaan dan tubuh Guru Mangku Hipno melakukan pemurnian diri kepada seluruh peserta workshop Guru Mangku Hipno dengan baik maka APA YANG DIDAPAT SAAT WORKSHOP? imunitas tubuhmu Workshop direncanakan berlangsung 3 jam. Mulai pukul 15.00 hari) dan akhirnya peserta akan melihat, mengalami, merasakan akan aktif, bahkan ditempat paling berpenyakit pun dirimu akan sd 18.00. Bertempat di Gedung PWI Bali, Jalan Gatot Subroto, Lukeajaiban kekuatan sihir Vedic. mampu tetap sehat,” kata Guru Mangku Hipno yang disambut gemintang Denpasar. Minggu, 22 Februari 2015. Harga tiket Rp350 Selesai workshop Guru Mangku Hipno juga membuka muruh tepuk tangan mengawali pencerahan spiritualnya di depan ribu/per orang. Tempat terbatas hanya untuk 50 orang. kesempatan kepada setiap peserta yang ingin memperdalam ratusan peserta seminar dari seluruh wilayah Indonesia di Hotel I. SESI I. keilmuan spiritual universal menjadi penyembuh, pembangGoodway, Jimbaran. 1. Diawali Guru Mangku Hipno akan menyampaikan tutur kekitan 9 Cakra, pembangkitan 7 Prana Satvik, pembangkitan Mulai saat ini hentikan tuduhan tuduhan keji, fitnah dan rasa jernihan, serangkaian tutur yang mengandung sugesti positif untuk AURA, belajar Hypnosis dan Hypnotherapi cepat (10 menit iri sebagai sesama ciptaan Tuhan. Ini tidak akan membuat sakitmu area bawah sadar seluruh peserta (gelombang theta) sehingga 100% garansi langsung bisa), Palmistri (meramal kehidutersembuhkan. Ini tidak akan memperbaiki kehidupanmu. Ini tanpa sadar proses berbaikan kualitas diri, identifikasi permasalapan), dan berbagai keilmuan yang dibutuhkan, diberikan hanyalah menambah beban hidupmu, dan tuduhan seperti itu tak han dan pemecahan masalah sudah dimulai sejak awal. dengan harga spesial, dari Rp 1 juta/ilmu menjadi hanya Rp mungkin bisa dibuktikan nyata dan hanya akan menjadikan diri 2. Pencerahan, setiap peserta akan diajak membuka pikiran dan 650 ribu/ilmu dengan cara mendaftar beberapa hari sebelkita semakin larut dalam derita, sakit berkepanjangan, bermusuhan hati, menggunakan energi Quantum dan kecerdasan cosmic berinumnya atau menghubungi panitia saat acara berlangsung. dengan saudara, tetangga, rekan kerja dan orang orang yang belum tikan “Sempurnakan Pekerjaanmu dengan Doa dan Sempurnakan “Sebagai informasi kami juga siap bekerja sama dengan berbagai tentu berdosa. Ini jelas sebuah kesalahan yang kalau dibiarkan dan Doamu dengan Bekerja”. pihak di seluruh wilayah Indonesia untuk dharma wacana, motivasi diikuti akan membuat kehidupan kita terusik, kehilangan arah, 3. Pemurnian, berisikan teknik mengikuti kata hati, memperbespiritual, kegiatan team building, revolusi mental dan pembanguperpecahan keluarga, hancurnya persahabatan, menghilangnya sar rasa syukur, karena rasa syukur tertinggi itu adalah bertindak. nan karakter sukses untuk siswa, mahasiswa, dan pekerja. Kami kedamaian. SebaSeluruh peserta akan juga membuka pelayanan umat, konsultasi, penyembuhan segala gai manusia yang diajak melepaskan penyakit, penyakit pikiran, penyakit perasaan (psikosomatis) dan hidup di zaman ikatan dosa dan kespenyakit tubuh lainnya. Kami melayani pembelajaran spiritual dan modern, sebagai alahan yang selama ini ilmu metafisika dan yang lainnya setiap hari Senin s/d Sabtu, mulai manusia yang mengendap di dalam pukul 09.00 sd 17.00. telah memiliki memori pikiran dan pengetahuan lebperasaan yang meruih baik, seharuspakan sumber segala nya bisa mengerti hambatan hidup dan Hubungi BRAHMAKUNTA CENTER/ bahwa di dunia penyakit yang memGMH INSTITUTE ini tiap kejadian buat malas dan terikat yang berhubunke masa lalu. IZIN & REKOMENDASI gan dengan diri 4. Penyadaran, DINKES NOMOR : 448.3/28.PT.XII.14/DIKES sendiri pastilah para peserta diingatIPATRI NOMOR : 139/DPC IPATRI DPS/2014. bisa dilogikakan. kan bahwa hanya aksi Misalnya, jika kita yang akan memunKEJAKSAAN NEGERI NOMOR : B-6076/P.1.10/Dsp.5/12.2014. sakit batuk, janculkan reaksi. Jadi KEMENAG NOMOR : Kd.18.09/III/BA.00/2662/2014) gan cepat cepat hindarkan kebiasaan menuduh orang berdiam diri ketika Peserta dibebaskan dari ikatan masa lalu yang membebani lain sebagai pesehat, ketika indera ALAMAT CENTER : PERUMAHAN GUNUNG SARI INDAH, JL nyebabnya, coba masih berfungsi baik TUKAD BUANA 1/61 KEBO IWA UTARA. PH 03618442823/ introspeksi diri, tanyakan kepada hati nurani, apakah yang kita . 085103112404, PIN BB 7FB63D85. makan atau minum secara berlebihan sehingga bisa sakit batuk?. 5. Pembangkitan, seluruh peserta akan dibangkitkan potensi diUNTUK PEMESANAN TIKET WORKSHOP “ PEMBANGKITAN Jika sakit ini kita kaitkan dengan pikiran tanpa logika, maka dengan rinya, melalui pembangkitan prana sehingga memunculkan pikiran PRANA UNTUK PENYEMBUHAN DAN SOLUSI BAHAGIA SEJATI” cepat kita bisa berpikir negatif dan mengatakan “saya kena sesuatu harmonis yang mampu membuka jalan menuju terbukanya pintu TGL 22 FEBRUARI 2015, yang ditaruh di makanan oleh seseorang”. keberuntungan, perasaan lebih baik, menghilangkan kemalasan KETIK SMS : WPP (Spasi) Nama (Spasi) Alamat Sebagai motivator spiritual, pakar metafisika, pakar hypnotherdan mampu bertindak cepat, menghidupkan intuisi, menguatkan api, NLP, prana dan professional healer, yang sudah biasa berkelilKirimke : kata-kata, mengaktifkan kekuatan pikiran (mind power) dan mening ke seluruh Indonesia memberikan pencerahan, penyadaran, jadi manusia yang lebih berkualitas. 1. 085103112404 (Center) pembangkitan, perubahan karakter, revolusi mental dan motivasi 2. 0812-4681-851 ( Jro Dukuh ) spiritual universal menuju sehat, sukses, keberlimpahan harta II. SESI II. 3. 0856-3800-133 ( Jro Tu Toriz ) dan kasih sayang lalu bahagia sejati, inilah fenomena yang sering 1. Pembuktian, seluruh peserta akan diajak secara langsung ditemukan. Pikiran-pikiran tertutup seperti inilah yang menutup merasakan efek ketika prana sudah diaktifkan. 4. 0812-3988-724 ( Jro Ayuk ) potensi hebat yang dianugrahkan Tuhan kepada setiap kelahiran 2. Perubahan, diakhir workshop seluruh peserta akan diberikan 5. 0857-3819-2585 ( Jro Made Chung ) manusia dan pikiran-pikiran tertutup seperti ini pula yang menjadi Psiko Hypnotherapi yaitu sebuah momen sangat penting bagi selu6. 0852-3864-0217 ( Jro Abuck ) penghambat kesembuhan, perbaikan diri, kebangkitan kehidupan ruh perserta, untuk rileksasi, mengubah pola pikir, meninggalkan menuju lebih baik. Mereka seolah lupa bahwa KELAHIRAN, HIDUPkebiasaan buruk, menetralisir emosi, nafsu, ambisi berlebihan, MATI, REZEKI JODOH ADALAH WILAYAH TUHAN, dan MENJADI membuang penyakit, mengaktivasi imunitas tubuh, penyembuhan ATAU Add BBM : 7FB63D85 lalu KETIK BBM : WPP (Spasi) SEHAT, SUKSES, KEBERLIMPAHAN DAN BERBAHAGIA ADALAH diri, menemukan inspirasi baru atas masa depan dan merasakan Nama (Spasi) Alamat WILAYAH DIRI SENDIRI SEBAGAI PENCIPTANYA. memasuki area Alfa dan Theta dalam waktu sekejap (dengan mediKetika kita sakit, hidup susah, kurang beruntung, menderita, tasi untuk mencapai tahap ini biasanya harus dilakukan berharimengalami hambatan dalam menjalani kehidupan ini lalu kita lupa mengoreksi diri, melupakan introspeksi diri, maka jangan berharap sakit, derita dan masalah itu dengan cepat tersembuhkan dan terselesaikan. Tiada satu pun obat di dunia ini mampu menyembuhkanmu, tiada satu pun saran baik di dunia ini mampu mengubahmu, karena fungsi obat dan saran hanyalah mengobati serta memberi solusi dan bukanlah menyembuhkan. Obat dan saran hanyalah sugesti, namun sugesti ini baru bisa berfungsi jika kita meyakininya dan kita mampu mengubah diri kita sendiri ke arah lebih baik, karena sesungguhnya penyembuh utama itu adalah diri sendiri dan atas Kuasa Tuhan, karena diri kita sendirilah yang paling tahu apakah sesungguhnya yang menjadi penyebab semuanya terjadi. Namun faktanya banyak pribadi yang lebih suka, menyalahkan orang lain, mengkambinghitamkan lingkungan dan hal hal tak jelas serta tak masuk akal lainnya sebagai sumber masalahnya. Lalu kapan sembuhnya? Kapan sempatnya dia menyelesaikan masalahnya jika dia lebih fokus mengharapkan orang lain yang berubah tanpa ingin mengubah diri terlebih dahulu. Pembangkitan jiwa yang harmonis dengan cosmic Untuk itu dengan berbangga hati, GMH KG SUATMAYASA SH.,