Skip to main content

Tokoh Edisi 831 | Tokoh

Page 1

12 - 18 Januari 2015

24

“PENYEMBUHAN MANIK SEKECAP SESI II” (SEMBUH DAN BERUBAH DALAM SEKEJAP) PERSEMBAHAN KOMUNITAS BRAHMAKUNTA SUPRANATURAL & SPIRITUAL, BRAHMAKUNTA HYPNOSIS & PRANA CLUB, HEADO THETA PROFESIONAL HEALING

“G

uru, saya menderita sakit kepala berkepanjangan sudah 8 tahun, tubuh terasa lemas, susah tidur, dada berdebar, sesak napas, cemas, ragu, takut dan sudah berobat kemana mana. Saya ke dokter, ke balian, ke paranormal bahkan sampai ke luar Bali, dan sudah mengeluarkan sangat banyak biaya. Saya juga sudah membongkar rumah karena katanya ada tetaneman, sudah melukat dimana mana, tiap kajeng kliwon sakit saya kumat, bahkan saya jadi bermusuhan dengan tetangga karena katanya dia yang membuat saya sakit,” kata seorang pasien putus-asa. “Duduklah dengan tenang, pejamkan mata, dengarkan, pikirkan, bayangkan apa pun yang Guru katakana,” ujar Guru Mangku Hipno. Beberapa detik kemudian pasien tersebut telah tertidur lelap, lalu Guru memberikan sugesti, ajaibnya dalam hitungan detik pula saat pasien membuka mata, untuk pertama kalinya merasakan kepalanya sangat ringan dan nyaman, dan sakit kepalanya sudah menghilang, kini dadanya terasa ringan dan plong dalam menarik napas. “Ini sakitnya psikosomatis, hanya mampu disembuhkan di alam bawah sadar atau di dalam gelombang theta, karena sakitnya ada di dalam perasaannya.” kata Guru Mangku Hipno menjelaskan. Di mana-mana hal seperti ini sering terjadi. Ketika seseorang lupa meyakini Tuhan, malahan membelokan keyakinannya dan lebih meyakini kekuatan black magic atau hal-hal negatif lainnya yang sangat susah untuk diterima logika dan dibuktikan. “Bagaimana Anda mampu sembuh jika Anda meyakini sakit Anda disebabkan oleh sesuatu yang tidak ada, bagaimana Anda menemukan solusi penyembuhan ataupun obatnya, bagaimana Anda mau introspeksi diri jika Anda selalu mencari kambing hitam dan menuduh orang lain menyakiti Anda, atau bahkan dengan bodohnya sering mengatakan tanah pekarangan yang tidak memiliki bayu, sabda, idep yang benda mati mampu menyakiti Anda, yang diciptakan sebagai mahluk hidup paling sempurna dimuka bumi ini??. Jangan menambah dosa, apalagi dengan mengatakan disakiti leluhur, di sakiti dewata. Mana ada leluhur dan Dewata yang memiliki sifat Welas Asih menyakiti Anda, yang ada pasti Anda yang sering menyakiti leluhur Anda dan para Dewata dengan pikiran buruk, perkataan buruk, dan tindakan buruk. Itu semua salah kaprah, namun bagi sebagian orang yang tidak memiliki pengetahuan spiritual masih saja meyakini kebenaran cerita seperti itu,” kata Guru Mangku Hipno. Sesungguhnya penyebab sakit itu hanya ada 3 hal yaitu sakit yang di akibatkan oleh salah olah pikir, salah olah rasa, salah olah tubuh. Ketiga salah olah inilah sumber penyakit sesungguhnya. Salah olah pikir berhubungan dengan rasa senang, maka lama kelamaan akan mempengaruhi dan melemahkan serta menyakiti organ tubuh Anda. Sakit salah olah pikir ini dapat dideteksi dan diidentifikasi dengan mudah oleh alat kedokteran. Salah olah rasa, sakit ini berhubungan dengan rasa tenang, maka yang lemah dan tersakiti adalah perasaan Anda, karena ini tentang sikap dan sifat maka takkan tampak jika dideteksi dengan alat apapun dan sakit (psikosomatis) inilah paling sering diidentifikasi sebagai sakit kena black magic. Sakit akibat salah olah tubuh sangat berhubungan dengan rasa nyaman, otot, kulit dan bagian terluar dari tubuh. Maka ketika kita mampu melakukan olah ketiganya dengan benar maka imunitas tubuh kita akan berada di dalam titik optimal. Tiap serangan penyakit tak akan mampu menembus kekebalan tubuh kita. Celakanya banyak orang yang tak mengerti tentang menjaga imunitas tubuh sehingga segala peringatan yang diberikan oleh tubuh, oleh pikiran, oleh perasaan di saat sudah mencapai titik lemah sering diabaikan. Tiap kelahiran dibekali potensi kekuatan oleh Tuhan, kekuatan untuk bertahan dari segala serangan cuaca alam semesta, dari segala serangan energi buruk, dari segala serangan pribadi lainnya. Potensi ini haruslah dikenali dan dikembangkan oleh tiap pribadi agar mampu digunakan secara optimal. Kekuatan itu tersebar di 9 area tubuh manusia yang biasa kita sebut 9 titik Cakra. Mulai dari cakra dasar yang berfungsi sebagai penarik keberuntungan, cakra seks sebagai penyeimbang perasaan, cakra pusar sebagai penghasil kekuatan energi yang mengalir melalui shumsuna, pinggala dan ida, lalu cakra jantung yang berfungsi untuk sensor mengenali perasaan pribadi lain, cakra tenggorokan untuk menguatkan kata kata melalui sugesti, cakra pikiran berfungsi untuk menguatkan fokus dan mendapatkan inspirasi, cakra mahkota sebagai jalan penghubung agar doa-doa kita sampai ke alam satyam atau sebagai alat manusia menerima pesan-pesan atau firasat dari Tuhan, lalu ada 2 cakra rahasia yang sering disebut cakra kembar. Ke 9 titik cakra tersebut adalah merupakan linggam Dewata Nawasanga. Mulai dari Cakra Dasar adalah linggam Dewa Brahma, Wisnu, Rudra, Iswara, Maheswara, Mahadewa, Cakra kembar Sambu dan Shankara dan dicakra Mahkota adalah linggam Dewa Siwa. Ketika kita mampu mengenali kekuatan ke 9 dewata ini, maka tubuh kita akan dipenuhi oleh cahaya suci Tuhan, maka setiap tubuh, pikiran dan perasaan akan memiliki karakter satyam, siwam, sundaram atau sering diterjemahkan sebagai kebenaran, kesucian, dan keindahan. Ketika memiliki ketiga sifat itu maka manusia akan dipenuhi berkah yang memungkinkan menjadikan diri mengenali jati dirinya, dan dengan mudah mendapatkan pertemanan yang baik, rezeki keberlimpahan, kegembiraan dan tentu saja penghormatan. Inilah landasan dasar seorang manusia mendapatkan kehidupan yang bahagia karena tentu memiliki lima hal penting sebagai penyokong kehidupannya yaitu pasti berkecukupan wareg (pangan), wisma (papan), wastra (sandang), wisata (penghiburan) dan wasita ( nama baik). Jika kita mau belajar, mengenali potensi diri, lalu memanfaatkan sebagai sumber daya yang luar biasa hebatnya dan meyakini kuasa Tuhan diatas segalanya maka sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang lalu berbahagia bukanlah hal yang susah untuk diraih.

Peserta Workshop Guru Mangku Hipno selalu membludak

Untuk itu, Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, Brahmakunta Hypnosis & Prana Club, serta HEADO THETA profesional Healing, akan mengajak Anda bergabung untuk mengetahui dan membongkar rahasia terdahsyat “SEMBUH DAN BERUBAH DALAM SEKEJAP” melalui penyadaran, pencerahan jiwa (soul illumination & body, mind, soul refresh), bagaimana potensi yang Anda miliki sesungguhnya adalah jalan terbaik menuju kehidupan yang bahagia lahir dan batin. Bagaimana membangkitkan energi potensi diri, energi tindakan (/ram), energi kata kata(/hum) dan energi pikiran (/Om) dan menggunakannya sebagai pemagaran diri, penguatan diri, sebagai sarana menyembuhkan diri serta menjadikan diri penyembuh dalam sekejap, Astungkara.

“HEADO THETA” ADALAH METODE PENYEMBUHAN TERDAHSYAT DAN SATU SATUNYA DI DUNIA, DI INDONESIA DAN DI BALI. Penyembuhan ini adalah penyembuhan terdahsyat yang pernah ada di muka bumi ini, namun melalui proses yang rasional, bisa dipertanggungjawabkan secara humanis dan teoritis. Penyembuhan ini tidak membedakan tinggi rendah, kaya miskin dan status sosial seseorang. Penyembuhan ini menjangkau kalangan manapun dan dilakukan tanpa alat, tanpa sentuhan dan tanpa mantra. Penyembuhan ini mampu membawa perubahan baru dalam kehidupan seseorang dalam hitungan detik, karena memanfaatkan dan menggunakan potensi diri setiap orang, karena sesungguhnya setiap manusia mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dengan mempergunakan secara nyata kekuatan terdahsyat yang ada dalam diri. Untuk itu, luangkan waktu Anda 2 jam saja dengan metode Illumination Soul, Mind and Body (Mind, Body, Soul, Refresh) dari kami. Dalam kesempatan yang baik ini, peserta akan diajak dan diajarkan rahasia terdalam untuk menyembuhkan diri sendiri dengan metode ”HEADO THETA” (Profesional Healing, dengan Energi, Air, Doa dan Olah Jiwa). Untuk itu mari luangkan waktu dan bergabung dalam workshop kami : Hari tanggal : Minggu, 18 Januari 2015 Tempat : Gedung PWI Bali. Jln. Gatot Subroto Tengah, Lumintang, Denpasar Waktu : 15.00 – 17.00 wita.

Pemesanan tiket dan info lebih lanjut hub : 1. JMS: 085738818906 2. Jro Putu Anta: 08563800133 3. Jro Abuck: 085238640217 4. Jro Agus Adi: 082247357268 5. Jro Ayuk: 0361 9133724 6. Jro Musna: 08124681851 7. Jro Mulyawan: 085738192585

Peserta juga akan dilengkapi dan disempurnakan kecerdasan dan pengetahuannya dengan diajarkan ilmu-ilmu modern (cara terdahsyat mengatasi penyakit pikiran, perasaan dan tubuh). Untuk sahabat yang dikasihi Tuhan, JANGAN BIARKAN POTENSI ANDA BARU DIKENALI KETIKA SUDAH TAK BERDAYA. Jangan biarkan sakit Anda berkepanjangan, JANGAN BIARKAN KELUARGA MENCARI KAMBING HITAM KETIKA SAKIT TAK TERSEMBUHKAN. MARI ambil kesempatan ini sebagai jalan terbaik untuk mendapatkan kesembuhan yang sempurna, perubahan yang sempurna. Untuk Anda yang memiliki atau yang menderita sakit yang selama ini belum tersembuhkan, dan untuk Anda yang mengalami penderitaan yang selama ini belum pernah terakhiri, mari datang dan bergabung dengan kami.

GMH. Ketut Gd Suatma Yasa, S.H., CH, CHt, MNNLP. Spiritualist, Pakar Prana, Hypnosis, Hypnotherapi, Instruktur NLP, EFT, EQB, Palmistri, Motivator Spiritual, Praktisi dan Profesioanal Healer SosioMedis dan Heado Theta, Pendiri Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, Pendiri Pusat Pengembangan Kecerdasan dan Karakter Diri. Pendiri Brahmakunta Hypnosis & Prana Club. Alamat : Brahmakunta Center. Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana 1 no 61 Kebo Iwa Utara, Denpasar-Bali. Telp: 0361-8442823, 085103112404 (center), Pin BB 20C6F65A FB : Guru Mangku Hipno Sebagai pusat penyembuhan dan pembelajaran supranatural, spiritual, hupnotherapi, dan prana, Brahmakunta Supranatural dan Spiritual Modern Center sudah memiliki surat izin resmi dari : Depkes nomor : 448.3/28.PT.XII.14/DIKES Kejari nomor : B-6076/P.1.10/Dsp.5/12/2014 IPATRI nomor : 139/DPC IPATRI DPS/2014. “Ini sangat penting untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada pasien yang membutuhkan penyembuhan. Sekarang banyak pengobat dan penyembuh yang hanya mencari keuntungan semata tanpa ada niat ber-sevanam demi kesejahteraan semua kehidupan,” kata Guru Mangku Hipno. Untuk memperoleh izin ini melalui proses tes dan wawancara instansi terkait. “Demi rasa aman dan nyaman, masyarakat harus cerdas memilih tempat penyembuhan,” tegasnya.


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

12 - 18 januari 2015

Belajar Mendengarkan Anak

Dalam acara Sosialisasi dan Deklarasi Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) di Denpasar, Lenny Nurhayati Rosalinda, Deputi Tumbuh Kembang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyinggung tentang 4 prinsip yang harus selalu dipegang dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Pertama, nondiskriminasi. Kedua, apa pun yang dilakukan haruslah yang terbaik untuk kepentingan anak. Ketiga, apa pun yang terjadi, harus membuat anak hidup, tumbuh, dan melangsungkan kehidupannya. Keempat, mendengar pendapat anak. Prinsip keempat ini menjadi perhatian karena mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan. Lenny pun menuturkan pengalaman seorang Wali Kota di Pulau Sumatera yang bermaksud membuat Taman Bacaan. Lahan sudah disiapkan

dan bahan untuk pembangunan juga sudah ada. Tinggal membangun saja. Sebelum pembangunan dimulai, Wali Kota itu bertemu Lenny dan mereka sempat membahas masalah tersebut. Pertanyaan Lenny adalah, apakah Wali Kota itu sudah berbicara dengan anak-anak yang disasar sebagai penerima manfaat dari Rumah Bacaan tersebut? Jawaban Wali Kota, belum. Saat kembali ke kotanya, Wali Kota itu mengumpulkan perwakilan anak-anak untuk ditanya dan dimintai pendapatnya tentang pemb a n g u n a n Ta m a n B a c a a n di lokasi yang dimaksud. Ternyata semua anak tidak sepakat dengan lokasi tersebut. Ada yang beralasan lokasinya jauh, tidak dilalui saat mereka pulang, dan sebagainya. Anak-anak pun mengusulkan lokasinya di dekat pantai. Wali Kota yang mau mendengar pendapat anak-anak itu setuju untuk m e m b a n g u n Ta m a n Bacaan di dekat pantai. Setelah Taman Bacaan

berdiri, tingkat minat baca anak-anak di kota itu meningkat. Ini membuktikan perlunya “orangtua” untuk mendengar pendapat anak. Kini di tengah sibuknya orangtua bekerja mencari nafkah, perlu untuk introspeksi, seberapa sering orangtua mau mendengar pendapat anaknya. Anak sekarang berbeda dengan anak zaman dulu. Anak sekarang sangat kritis. Mereka bisa tahun lebih cepat dari orangtuanya. Pengaruh teknologi merupakan salah satu penyebabnya. Anak yang sudah melek teknologi bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan lebih cepat dari orangtuanya. Orangtua pun harus ikut mengimbangi dengan mengikuti perkembangan. Berada di “frekuensi” yang sama akan memudahkan komunikasi orangtua dan anak. Prinsip saling mendengar dan saling mengeluarkan pendapat pun akan lebih mudah diaplikasikan. Semua itu proses dan harus dilalui untuk mewujudkan keluarga yang harmonis. Mari mulai dari sekarang. Salam.

Pegang Tangan Orang Lain Pengalaman yang saya alami saat SD ini selalu saya ingat. Mungkin orang lain pernah mengalami hal serupa. Betapa malunya mengalami hal ini. Saya punya tetangga bernama Fredi. Kami sekolah di SD yang sama, tetapi Fredi adik kelas. Karena bertetangga, saya dekat dengan keluarga Fredi. Saya juga sering diberi bonus es lilin oleh ibunya Fredi, yang punya usaha es lilin. Pulang sekolah, kami berhamburan keluar kelas. Bagi yang dijemput orangtua atau keluarganya, mereka pasti langsung menuju sang penjemput. Tetapi, bagi yang pulang sendirian, pasti langsung ngacir untuk pulang. Saya melihat ibu Fredi diantara kerumunan para penjemput. Sebagai tetangga yang baik, saya berinisiatif untuk membantu. “Tante, jemput Fredi ya. Ntar saya carikan. Tante

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

tunggu disini saja,” ujar saya dengan percaya diri. “Oh… terima kasih ya,” ujarnya. Di depan kelas Fredi, saya lihat banyak siswa. Saya yakin, siswa yang di depan saya adalah Fredi. “Fred…sudah dijemput ibu,” ujar saya sambil menarik tangan Fredi dan langsung membalik arah. Saya pun berkomentar, Fredi sudah ditunggu dari tadi. Panjang lebar saya bercerita tanpa menoleh ke belakang. Sampai di tempat ibu Fredi, saya langsung menyerahkan Fredi. Tetapi, ibu Fredi malah bengong. Saya heran. Ketika saya menoleh, saya memegang

tangan orang lain. Oh my God… ini bukan Fredi. Ini temannya Fredi. Pantas saja dia diam saja diajak ngomong. Saya pun melepaskan tangan anak itu seraya minta maaf. “Maaf, saya kira Fredi, soalnya mirip kalau dari belakang,” ujar saya sembari tersipu malu. Ibu Fredi pun ikut tersenyum melihat saya salah tingkah. Tak lama kemudian, Fredi yang asli muncul dan temannya Fredi itu pergi. Saya pun pulang bersama Fredi dan ibunya. Kami saling bercerita dan saya jadi bulan-bulanan karena salah pegang tangan tadi. Eka

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

GORO-GORO

Air Asia

Hampir semua orang terpaku di depan televisi mengikuti musibah pesawat Air Asia QZ 8501. Masing-masing Putu Wijaya fokusnya berbeda. Tentang nasib para penumpang, black box, pengerahan armada pencarian, kejanggalan prosedur penerbangan, kesedihan para keluarga dan sebagainya. Amat, lain lagi. Dia bertanya di dalam hati: mengapa tokoh-tokoh paranormal tidak dikerahkan, untuk mempercepat pencarian dan pengungkapan peristiwa. “Bukankah begitu banyak yang mengaku dirinya paranormal?” tanya Amat, ketika tak sanggup lagi menahan pertanyaannya dalam hati. “Badan intelejen rahasia Amerika pun di masa Ronald Reagan, memanfaatkannya. Mengapa kita tidak? Malu? Kenapa harus malu demi kebaikan? Namanya juga usaha!” Tak kurang dari lima orang kontan menanggapi. “Mungkin sudah, Pak Amat! Tapi tidak diumumkan,” kata Pak Made. “Karena bisa menimbulkan polemik. Beberapa kalangan akan menuding itu perbuatan musrik yang bertentangan dengan agama!” “Ah itu hanya akan menjadi sensasi,” kata Pak Alit. Akhirnya kita bisa diejek dunia internasional mencampurkan mistik ke dalm masalah-masalah konkrit!” “Bagaimana kalau terus berlarut-larut tidak diketemukan? Berapa besar biayanya. Siapa yang akan menanggung? Negara? Perusahaan penerbangan atau pihak asuransi?” “Sudahlah, itu nanti ada ahlinya yang ngurus,” kata Pak Ktut. “Kita doakan saja segala yang baik akan terjadi. Semua kan sudah diatur dari Yang Di Atas Itu!” Pertanyaan Amat jadi terhenti. Persoalan yang dibahas kemudian adalah masalah teori bagaimana pesawat jatuh. Semua setuju bahwa pesawat sudah berhasil keluar dari kemelut dan mendarat cantik di atas air. Pintu darurat sudah dibuka, beberapa penumpang sudah sempat keluar. Tapi cuaca terlalu buruk dan ombak sampai 5 meter membuat semua tak berdaya. Amat tidak puas. Ia masih penasaran. Lalu diam-diam ia menemui seorang tetangga yang mengaku punya indera keenam. “Tapi ini sulit Pak Amat,” kata tetangga yang paranormal itu, “seandainya benda hidup, saya masih dapat merasakan getarannya. Tapi yang Ini sulit.” “Maksud Pak, semua penumpang termasuk pilot dan awak kapal sudah meninggal semua?” “Saya tidak mengatakan begitu. Saya hanya tidak bisa merasakan getarannya.” “Karena semua sudah meninggal?” “Saya kurang tahu. Saya tidak berhasil meraba lokasinya.” “Kenapa?” “Pak Amat, dalam dunia paranormal, itu juga ada misteri. Kenapa kami dalam satu kasus bisa, tapi dalam kasus yang lain, tidak. Itu tetap menjadi pertanyaan yang tidak terjawab.” “Dengan kata lain,” kata Amat dalam hati,” Pak bukan paranormal sejati. Hanya pura-pura paranormal!” Amat pulang membawa rasa kesal. Ternyata di rumah sudah menuggu seorang tamu. “Bapak mencari saya?” tanya Amat. “Bapak pak Amat?” “Betul. Tapi rasanya maaf, saya tidak, maaf, belum kenal Bapak.” “Ya, memang.” “Maaf, bapak mencari saya untuk apa, kalau saya boleh bertanya?” “Maaf juga Pak Amat, saya bermimpi ketemu seseorang yang bilang bahwa Pak Amat ingin bertemu dengan saya, karena itulah saya ke mari.” Amat mulai curiga. “Siapa yang mengatakan saya mau bertemu dengan Anda?” “Seseorang di dalam mimpi, yang tidak saya kenal, tapi rasanya begitu dekat.” Amat mulai curiga. “Maaf, Pak paranormal?” “Ya, orang menyebut begitu, meskipun saya tak merasa punya kelebihan apa-apa.” Tiba-tiba Amat berbohong. “Kalau begitu kita sama.” Orang itu terkejut “Jadi Pak Amat juga paranormal?” “Betul. Karena itu, saya mau mencocokkan temuan saya dengan sesama paranormal. Saya yakin pesawat Air Asia QZ 8501 berasa di dalam air, di sektor lima. Mengingat angka 8501 yang jumlahnya 14 berarti 5, Pak setuju?” Paranormal itu tertegun, seperti mengerahkan batinnya ia lalu menjawab mantap! “Setuju!” Amat mengulurkan tangannya. Mereka berjabatan tangan. Begitu tamu paranormal itu pergi, Bu Amat langsung mendekati suaminya. “Dari dulu saya sudah curiga, bapak memang berbakat paranormal. Mengapa bapak tidak laporkan yang bapak ketahui itu pada komandan pencarian pesawat Air Asia yang jatuh itu?” Amat terkejut. Kalau istrinya yang biasa kritis itu saja percaya, bagaimana orang lain?

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

12 - 18 januari 2015

23

Guide Itu Pergi untuk Selamanya Ratri Sri Andiani (30), salah satu korban penumpang AirAsia QZ8501 yang ditemukan jenazahnya pada Rabu (7/1). Wanita ini bekerja sebagai tour leader yang mengantar rombongan Universal Travel and Tour Surabaya. Sebenarnya ia sebagai guide pengganti yang bertugas ke Singapura.

J

enazah Ratri tiba di rumah duka sore itu, setelah DVI mengumumkan identitasnya bersama 7 jenazah lainnya. Tangis kedua anak Ratri langsung meledak, ketika iring-iringan mobil ambulans milik Pemkot Surabaya mengantar jenazah. Kedua anak mendiang, Effrien Leondhika Ermilo Borealis (10) dan Effrien Sheilla Thabita

Budi mengaku heran sampai ada penerbangan yang dimajukan hingga 1,5 jam. Padahal yang kerap terjadi selama ini adalah delay. “Hal ini aneh saja bagi saya,” tandasnya. Budi yang baru datang dari Yogyakarta mengaku punya firasat bahwa jenazah yang ditemukan

oleh kapal Amerika Serikat itu adalah Ratri. Waktu itu, jenazah yang ditemukan mengenakan blazer hitam, celana jeans biru dan jam tangan G-Shock. “Memang waktu itu saya sudah menduga kalau jenazah Ratri ketemu. Dan, ternyata benar,” kata Budi. -Diyah

Jenazah yang sudah dievakuasi dan akan dikembalikan ke pihak keluarga di Polda Jatim

Amorez (8), langsung dipeluk neneknya, Ratna Fatmawati. Ketika suami Ratri, Effrien Dimas Radityo, turun dari iringiringan mobil yang mengiringi ambulan, Milo dan Sheilla (sapaan kedua anak itu) langsung memeluk ayahnya, sambil diselingi tangis memanggil mamanya. Tiga hari sebelum kejadian, Ratri baru pulang mengantar rombongan dari Korea. “Sebenarnya yang mengantar rombongan adalah bosnya sendiri, tetapi bosnya saat itu mengantar wisatawan ke Bali,” ujar Budi Suprayitno, kakak mertua almarhumah saat ditemui

Keluarga korban Air Asia saat akan menerima jenazah

Sejarah Unik Bir Pletok

Bir pletok ini adalah minuman khas Betawi yang belakangan kembali popular. Meski disebut bir, namun ini adalah satu-satunya bir yang tidak mengandung alkohol. Minuman ini terbuat dari rempah-rempah seperti serai, kapulaga, cengkih, kayu manis dan diberi warna dengan serutan kayu secang. Minuman dari rempah-rempah ini kemudian dikocok-kocok agar berbusa sehingga mirip bir. Supaya dingin, minuman ini dicampur dengan es batu dalam ruas bambu, kemudian diguncang-guncang sehingga menimbulkan suara pletak-pletok. Hasilnya adalah minuman dingin berbusa. JJ Rizal, sejarawan yang juga budayawan Betawi berkisah, pada masa penjajahan Belanda, tuan menir dan noni Belanda suka mengonsumsi bir untuk minuman. Masyarakat pribumi pun tak mau kalah, mereka pun ingin menyesap minuman mewah para ‘wong londo’ dengan membuatnya sendiri maka jadilah ‘bir pletok’. –Diana Runtu

di rumah duka di Perumahan Bluru Permai Blok FE 16. Menurut Budi, rencananya Ratri bersama suami dan anakanaknya akan berjalan-jalan saat pergantian tahun. Karena tenaga Ratri saat itu dibutuhkan oleh perusahaannya, akhirnya rencana di pergantian tahun tersebut tidak jadi. Ratri pun ikut dalam pesawat naas tersebut dan ia pergi untuk selamanya. “Saya salut buat Ratri. Anaknya tidak pernah mengeluh. Mereka anak hebat semua bisa dikerjakan sendiri tanpa mengeluh,” kata Budi.

Upacara penerimaan jenazah terhadap keluarga korban Air Asia di Polda Jatim

Keluarga korban yang sedang menunggu kedatangan jenazah di Polda Jatim

Sehat ala Bondan Winarno Meskipun Bondan Winarno penggemar makanan enak, namun jika melihat secara fisik, tubuh Bondan terlihat biasabiasa saja. Tidak tambun, seperti umumnya orang yang doyan makan atau ngemil. Ternyata, Bondan memiliki kiat tersendiri agar badannya tetap sehat meskipun sering menyantap makanan enak. ‘Your body is your tample’ begitu kata Bondan terkait kiatnya. Prinsipnya adalah hanya mengonsumsi makanan dan minum sehat. “Jadi nggak asal makan,” ucapnya. Bondan sendiri mengaku tidak memiliki pantangan makanan tertentu, ia juga termasuk orang yang doyan macammacam makanan. Namun, ia sangat memperhatikan jumlah yang ia makan. Dengan mengetahui RDA (Recommended Daily Allowance), ia bisa menakar berapa ban-

yak steak atau udang yang bisa disantap. “Selama kita tahu jumlah nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kita, konsumsi makanan apapun tidak berpantang. Misalnya makan udang. Jika kita makan 8 ekor per hari maka sudah melewati batas yang diperbolehkan. Tetapi kalau kita makan 1 ekor nggak masalah,” katanya. Selain itu, ia juga rajin berolah raga dan cek up kesehatan. Saat syuting, ungkapnya, dalam sehari ia mendatangi 8-12 tempat. Semua makanan dicicipi namun tidak dihabiskan. “Kalau tiga hari makan enak terus maka dua hari berikutnya saya melakukan detoksifikasi. Caranya, tidak makan sama sekali, hanya minum air putih dan setiap dua jam minum jus buah dan sayuran tanpa gula,” tuturnya. –Diana Runtu

Bondan Winarno


Metropolitan

22

Kuliner Betawi yang Terpinggirkan di Tanah Sendiri

Jakarta sudah menjadi ‘salad bowl’ bagi begitu banyak bangsa dan suku. Orang dari berbagai pelosok Nusantara datang dengan membawa impian dan mencoba peruntungannya, mereka juga membawa serta ikon budaya, kuliner khususunya, ke Ibukota. Kini hampir semua kuliner tradisional daerah Indonesia terwakili di Jakarta. Sayangnya, pada saat yang sama, masakan khas Betawi justru makin terpinggirkan. Itulah yang coba diungkap Bondan Winarno lewat bukunya ‘100 Mak Nyus Jakarta’ yang baru-baru ini dirilis di Jakarta.

S

iapa tak kenal Bondan Winarno? Bagi penggemar nonton TV, khususnya acaraacara hiburan, sosok lelaki yang memopulerkan slogan ‘Mak Nyus’ ini, tentu lah tidak asing. Dia lah yang mempelopori acara berburu kuliner enak di layar kaca, hingga akhirnya acara-acara sejenis itu marak di televisi. Berkat info itu akhirnya kita tahu berbagai kuliner ‘Mak Nyus’ dan tempat membelinya. ‘Mak Nyus’ diucapkan Bondan

apabila makanan yang dicicipinya itu benar-benar lezat. Bondan yang pernah bercitacita menjadi penerbang, mengawali kariernya sebagai juru kamera di Departemen Keamanan, kemudian menjadi wartawan. Terakhir ia menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Pembaruan. Selepas dari Suara Pembaruan, Bondan aktif menjadi kolumnis di sejumlah media, di luar itu ia juga berkiprah sebagai pengusaha. Namun, dari semua kiprahnya itu,

hanya diceritakan secara lisan, orang bisa lupa. Dalam kesempatan itu, ia mengusulkan perlu dibuat pusat kuliner Betawi di pusat kota. Menurutnya, daerah belakang HI tepatnya Waduk Melati, potensial sekali untuk dikembangkan menjadi perkampungan Betawi. Selain itu di daerah Cikini tepatnya sederetan dengan Kantor Pos, dan satu lagi daerah jalan Veteran yang sudah masuk Ring 1 Istana Negara. Ketiga tempat ini sangat representatif dan memiliki atmosfir Betawi, dengan sedikit sentuhan maka akan bisa menjadi panggung utama kuliner Betawi. Seorang penanya sempat melontarkan adanya persepsi bahwa kuliner Betawi lahir dari ketertindasan dan kemiskinan. Menurut Bondan, persepsi itu tidak sepenuhnya betul meski memang ada yang seperti itu. Di Eropa pun ada sejumlah kuliner yang lahir dari kemiskinan. Contohnya, bouillabaisse (buyabes), sup seafood yang terkenal dari Perancis, berasal dari nelayan. “Jadi dulu itu, para nelayan selesai melaut, sisa-sisa tangkapan seperti cumi, udang, dll, yang menyangkut di jaring, dimasak jadi satu dicampur sayur-mayur. Makanan tradisional ini kemudian berkembang bahkan dengan kreativitas masakan ini menjadi makanan yang enak dan dikenal. Di Italia juga ada jenis masakan seperti ini tapi namanya beda. Itu berangkat dari kemiskinan,” paparnya. Di Betawi juga ada yang seperti itu. Soto tangkar, misalnya. Di masa lalu, hanya orang Belanda dan keturunan Tionghoa dan India saja yang boleh membeli daging sapi. Kaum pribumi hanya mendapat sisa daging yang melekat di tulang sapi, tetelan dan lemak. Dari kondisi itulah, kemudian lahir kreativitas mengelola tulang sapi menjadi soto yang enak dan dikenal dengan sebutan soto tangkar. –Diana Runtu

Sosialita

3

A.A. Sagung Ngurah Indradewi

Ilmu sebagai Pedang Kemuliaan Kepemimpinan yang bertanggungjawab, penuh pengabdian, dedikasi, loyalitas, serta kebersamaan (konsep menyama braya) menjadikan sosok wanita yang satu ini bertekad memajukan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra (Undwi), Denpasar. Ia adalah Dr. Anak Agung Sagung Ngurah Indradewi, S.H.,M.H., Dekan Fakultas Hukum Undwi.

baik sebagai wartawan maupun pengusaha, nama Bondan justru melejit dan dikenal orang secara luas sebagai pakar kuliner. Untuk bidang yang dicintainya sejak kecil ini, Bondan telah berhasil menyabet penghargaan internasional. Bukunya, ‘100 Masakan Tradisional Indonesia Mak Nyus’ meraih Gourmand World Cookbook Awards dalam acara Beijing Cookbook Fair yang berlangsung di Beijing, Cina, Mei 2014. Ajang penghargaan bagi para penerbit,

Perlu Pusat Kuliner Betawi Marginalisasi kuliner Betawi kata Bondan Winarno, telah berlangsung sejak lama, namun tidak ada yang menyadarinya. “Hanya tinggal sebagian kecil ikon kuliner Betawi yang boleh dibilang masih eksis di tengah kota, seperti; kerak telor, nasi uduk dan soto betawi. Sedang yang lainnya, baru bisa ditemukan di daerah-daerah pinggiran Jakarta. “Kalau ingin makan gorengan- sajian khas Betawi yang mirip persilangan antara gulai dan semur kambing- kita harus mencari sentranya di Parung, Pondok Cabe. Sayur besan yang legit juga hanya bisa ditemukan di Pondok Cabe. Begitu pun pecak gurame dan gabus pucung bisa dijumpai di Ragunan, Jagakarsa, Srengseng Sawah. Laksa betawi yang gurih bisa ditemukan di sebuah gang kecil di Kebayoran Lama,” paparnya. Lebih menyedihkan lagi, gulai kebo yang dulu begitu popular di Palmerah, sekarang tidak pernah terdengar lagi. “Redupnya kejayaan kuliner Betawi ini perlu diputar arah nasibnya. Masakan khas Betawi punya keunggulan dan keistimewaan yang membuatnya mudah disukai banyak orang,” kata Bondan. Nasi uduk yang kerap disebut sebagai kuliner khas Jakarta, tidaklah benar-benar mewakili Jakarta. Nasi uduk merupakan hasil akulturasi kuliner Jawa dengan Jakarta. Nasi jenis ini, juga ada di daerah lainnya, misalnya, di Jawa disebut sego gurih dan di Malaysia disebut nasi lemak. Sementara nasi ulam, yang kebanyakan orang mengira itu makanan khas Bali, padahal berasal dari Betawi. Menurut Bondan, ia membutuhkan waktu cukup lama untuk menyusun buku ‘100 Kuliner Mak Nyus Jakarta’ ini. “Menu-menu itu antara lain adalah kumpulan catatan saya,” ungkapnya. Pencatatan menumenu kuliner, penting dilakukan, karena dengan catatan bisa disebarkan ke orang lain. Sedang jika

12 - 18 Januari 2015

12 - 18 Januari 2015

Bondan Winarno

penulis buku, jurnalis dan pegiat kuliner ini, diikuti sekitar 187 negara peserta. Dari jumlah itu disaring menjadi 43 negara dengan karya terbaik untuk 102 kategori. Saat menyusun buku kuliner nusantara ini, Bondan mengaku dirinya sempat kesulitan memilih 100 makanan istimewa, karena menurutnya, Indonesia memiliki begitu banyak makanan istimewa bukan hanya 100 namun ribuan. Namun, dia tidak bisa memasukkan semuanya, dan dengan terpaksa harus benar-benar memilihnya. Dari sana Bondan ingin menggambarkan betapa Indonesia begitu kaya dengan kuliner berstandar ‘Mak Nyus’. Nah, setelah sukses dengan buku resep masakan tradisional Indonesia, Bondan kembali meluncurkan buku kuliner masakan nusantara seri kedua, namun kali ini agak berbeda. Dalam buku berjudul ‘Mak Nyus Jakarta’, lelaki kelahiran Surabaya, April 1950 ini, paling banyak membahas kuliner khas Betawi, sedang selebihnya adalah kuliner nusantara yang ada di Jakarta. Acara peluncuran buku setebal 305 halaman ini berlangsung meriah. Atmosfer Betawi terasa begitu kental. Begitu masuk, para tamu sudah disambut panitia berpakaian

bondanwinarno.blogseleb.com

khas Betawi, juga ondel-ondel. Tak jauh dari sana, tersaji aneka kuliner Betawi yang siap disantap para tamu. Tak ketinggalan, hiburan kesenian Betawi. Di sela-sela itu, digelar acara bedah buku yang menghadirkan narasumber yakni sang penulis sendiri, Bondan Winarno, juga budayawan Betawi, JJ Rizal. Dalam buku yang digarapnya bersama dua temannya, Lidia Tanod dan Harry Nazarudin, Bondan mengungkapkan betapa Betawi atau Jakarta yang sebenarnya memiliki banyak makanan khas, namun sayangnya tidak banyak dikenal masyarakat. Bahkan menurut presenter acara ‘Wisata Kuliner’ ini, kuliner Betawi seolah terpinggirkan. Padahal kuliner daerah lain, justru bisa ‘berjaya’ di Jakarta. Sementara kuliner asli Jakarta, makin terpinggirkan. “Ironis, di tengah kebangkitan kesadararan akan kuliner tradi­ sional Indonesia yang kini sedang marak, kuliner Betawi tetap saja mati suri. Mana ada rumah makan atau restoran besar yang menyajikan masakan Betawi sebagai fokus sajian? Mana ada item masakan Betawi yang terwakili dalam menu fine dining beberapa restoran yang menyajikan masakan Indonesia,” ujarnya. –Diana Runtu

Peluncuran Buku 100 Mak Nyus Jakarta di Bentara Budaya Jakarta

Gung Indra dan keluarga

S

ebagai pimpinan fakultas yan g telah

terakreditasi dengan nilai B dan memiliki mahasiswa yang cukup banyak ini, Gung Indra bersama tim­ nya ber­tugas menjalankan fungsi pengelola­an fakultas dengan visi dan misi yang menyesuaikan de­ ngan yang telah ditetapkan uni­ versitas. Sebagaimana Visi Fakultas Hukum Undwi, ”Terciptanya ����������������� Sar­ jana Hukum yang Bermoral, Me­ mahami Budaya Bali, Unggul dan Berdaya Saing ”, wanita yang telah menggeluti dunia pendididkan sejak 1987 ini, bersama jajarannya fokus membentuk Sarjana Hukum yang mampu mengimplemen­ tasikan hukum, dan men­ jadi panutan di masyarakat. Disam­ping menggali teoriteori dan khasanah ilmu baru demi menunjang proses hukum yang benar, serta meng­ abdikannya untuk masyarakat. Ibu tiga anak yang dikenal tidak mudah me­ nyerah ini, set­ iap bekerja selalu berprinsip untuk menuntaskan dan m e m b e r i ka n yang terbaik. Te r u t a m a untuk uru­ san kegia­ tan aka­ demik s e b a ga i roh dari seluruh aktivitas perguru­ an tinggi

yang didalamnya meliputi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan-pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Begitu pula dengan strategi pen­ capaian pelaksanaan kurikulum 2013 yang masih baru dan berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional In­ donesia (KKNI), ia pun segera akan melakukan langkah–langkah se­ lanjutnya, untuk dapat membantu lebih memperjelas arah yang ingin dicapai oleh mahasiswa. Selain itu, Fakutas Hukum Undwi yang sudah memiliki jen­ jang S2 program Magister Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Adat dan Kebudayaan ini juga segera memberlakukan, se­ tiap mahasiswa selain memiliki ijazah sarjana mereka juga mesti memi­ liki sertifikat pendamping. Pada sertifikat ini tertuang d i a n t a ra nya mengenai cata­ t a n ke te ra m ­ pilannya, presta­ sinya, aktivitasnya, baik di ke­g iatan

organisasi, keaktif­a n mengikuti seminar selaku narasumber mau­ pun peserta, di dalam maupun di luar kampus. Hal ini nantinya, akan menjadi salah satu faktor yang membantu menjadi pertim­ bangan ketika mereka melamar pekerjaan. Menyadari pula hukum adalah suatu alat pengendali sosial yang memerlukan penyempurnaan terus menerus sesuai dengan di­ namika masyarakat. Gung Indra telah membekali civitas akademi­ kanya agar senantiasa memiliki keinginan belajar dan memperkaya keilmuannya. “Kita harus mampu melihat dan menilai diri kita, me­ lihat masa depan kita, meneropong jauh pada harapan dan cita-cita bangsa, menuju era global yang menantang di depan mata. Tidak bisa dimungkiri bahwa tantangan globalisasi harus disikapi dengan bijak, maka wajib membekali diri dengan imtaq yang kuat dibarengi skill yang tangguh. Dengan begitu makin luaslah cakrawala penge­ tahuan dan kematangan berpikir kita selalu bernalar positif, ber­ tindak secara smart menuju world class university,” paparnya. Ia mengajak mahasiswa Fakul­ tas Hukum Undwi juga meng­ gunakan ilmunya sebagai pedang kemuliaan. “Babatlah habis ke­ bodohan dan keculunan ilmu, agar kita masuk dalam golongan orangorang yang tidak merugi,” cetusnya. Singkatnya, bagaimana pendidikan tinggi hukum mampu menunjang pembangunan, maka para lulusan Fakultas Hukum Undwi harus di­ siapkan untuk turut serta memban­ gun suatu sistem hukum yang kuat, yang menunjang pemerintahan yang demokratis dan transparan, serta membantu terwujudkan­ nya good corporate gover­nance di perusahaan-perusaha­an pemerin­ tah dan swasta. Untuk itu semua pula manje­ men Fakultas Hukum Undwi pun terus meningkatkan kualitas SDM para pengajarnya terutama yang saat ini masih S2 untuk lebih cepat mengejar S3. Termasuk juga lang­ kahnya untuk menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah mau­ pun swasta, mengaktifkan secara intens praktek peradilan semu dengan banyak mengangkat kasuskasus hukum adat disamping se­ makin memantapkan Pusat Kajian Hukum Adat Bali MENJALANKAN DENGAN TULUS IKHLAS Istri dari I Gusti Ngurah Man­ dala Putra, S.H.,M.Si., yang berhasil berkarier di jalur pendidikan ini, ternyata mampu menyeimbang­ kan dengan tugasnya sebagai ibu dan seorang istri. Termasuk ketika dirinya dilantik sebagai Dekan Fakultas Hukum Undwi

Gung Indra dan suami

Denpasar, pada September 2014, yang berarti tugas dan tanggung jawabnya akan bertambah, Gung Indra, mengatakan semua dapat dijalaninya dengan baik. Dukungan seluruh keluarga ditambah dengan prinsipnya yang sederhana, yakni menjalankan se­ muanya dengan tulus dan ikhlas, maka semuanya akan menjadi ringan dan mudah. Keberhasilan yang diraihnya saat ini akibat ia mendapat cu­ kup banyak dukungan, terutama dari suami dan anak-anaknya. Pengertian serta dorongan seman­ gat terutama saat dirinya masih menempuh pendidikan S3. Meski diakuinya terkadang ia sempat merasa jenuh. “Di sinilah keluarga selalu tampil sebagai penyema­ ngat utama. Suami saya luar biasa memotivasi, membangkitkan se­ mangat saya kembali,” ujar putri kedua dari lima bersaudara anak pasutri I Gusti Ngurah Wirata dan Anak Agung Sagung Manik Asmariani ini. Akhirnya dengan semangat dan energi keluarga juga, ia bukan hanya mampu mengatur waktu untuk keluarga tapi juga akh­ irnya menuntaskan kuliahnya mengikuti Program Doktor Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Udayana bekerja sama dengan Program Doktor Ilmu Hu­ kum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, pada masa per­ kuliahan tahun akademik 2009 , Menyelesaikan program S3 dengan masa studi tepat 3 tahun sehingga mem­peroleh predikat cum laude dengan IP kumulatif 3,96. “Saya tak hentinya bersyukur

sebab semua keluarga sangat me­ mahami dunia kerja saya. Dengan segala dukungan mereka pula saya hingga kini melangkah ringan set­ iap harinya,” kata wanita kelahiran Denpasar, 18 April 1965 yang lahir dari seorang ayah yang berprofesi sebagai guru dan ibu pedagang. Ia juga bersyukur orangtuanya juga berhasil menanamkan jiwa disiplin sejak ia kecil. Hal ini juga yang diperlihatkannya pada ke­ tiga buah hatinya dengan tetap mengedepankan keterbukaaan sembari menekankan untuk selalu bersikap santun dan berbuat baik dimana saja serta menghargai dan mensyukuri apa yang ada. Begitu juga dengan pendidikan, ia membebaskan ketiga anaknya memilih jurusan yang disukainya. “Ternyata tak satupun dari me­ reka yang mengikuti saya kuliah di Hukum.Ketiganya punya pi­ lihan sendiri, mereka condong ke dunia kedokteran. Kami sebagai orangtua juga sadar itu pilihan mereka. Sebab kita tidak mung­ kin mem­pelajari sesuatu dengan baik, kecuali kita cinta dengan apa yang kita pelajari,” ucap ibu dari dr. A.A. Sagung Sthiti Manik Saraswati, S.Ked., dr. A.A. Ngurah Surya Pranata, S. Ked., dan A.A. Ngurah Krishna Pranata, yang baru saja mengawali kuliahnya di kedokteran gigi ini. Kini tugasnya baik di kam­ pus maupun di keluarga adalah bagaimana melangkah dengan sebaik mungkin setiap saat untuk mengembalikan kesuksesan itu juga pada orang-orang disekitar­ nya yang sudah membantunya meraihnya. -ard

Gung Indra usai melakukan kegiatan pengabdian masyarakat


Inspirasi

4

12 - 18 januari 2015

Dalam Keterbatasan tak Pernah Menyerah

di dunia ini. Tuhan pasti punya maksud dengan adanya ini, khususnya dalam kehidupan aku. Memang saat itu, aku belum bisa memahaminya. Aku malah sempat sedih dan bertanya kepada Tuhan kenapa hal itu terjadi. Kecelakaan pertama di Palembang, tidak parah, tapi lima bulan kemudian sungguh dahsyat. Kondisi aku benar-benar parah, sempat koma berharihari, setelahnya meski telah sadar tidak bisa berbuat apa-apa hanya berbaring di tempat tidur selama sekitar delapan bulan,” ungkap Laura saat dijumpai di kediamannya bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Gadis cantik ini sempat hampir menangis ketika bercerita tentang sahabat baiknya yang meninggal dalam kecelakaan itu, dan itu baru diketahuinya setelah sebulan kemudian. “Saat itu aku benar-benar terpukul,” ucap putri sulung pasangan Johnny Tentero (alm) dan Fanny, denLaura bersama mama tercinta gan mata berkaca-kaca. Peristiwa naas di Solo itu meeristiwa naas yang terjadi pada 30 No- mang kecelakaan pesawat kedua vember 2004 di Ban- kali yang dialami Laura. Dua perisdara Adisumarmo, tiwa itu tidak berjarak terlalu lama, menewaskan 26 orang dari 146 yakni hanya sekitar lima bulan. penumpang. Pilot dan sejumlah “Jalan hidup seseorang memang tewas, termasuk di antaranya se- tidak ada yang tahu. Tuhan memorang sahabat Laura. Laura sendiri beri aku kesempatan kedua. Aku yang mengalami luka parah pada yang sebelumnya tidak pernah sekujur tubuhnya, termasuk wajah mensyukuri atas apa yang aku sebelah kanan yang hancur, sempat dapat, bersikap semaunya dalam menjalani operasi di rumah sakit menghambur-hamburkan berkat Tuhan. Namun lewat tragedi itu, di Solo. Namun karena luka-lukanya aku menjadi tersadarkan. Dari terlampau parah akhirnya dibawa kejadian itu dan waktu-waktu yang ke Singapura untuk menjalani pen- aku lewati setelahnya, membuat gobatan. Adalah suatu mujizat, ka- mataku terbuka betapa baiknya lau akhirnya gadis kelahiran Maret Tuhan padaku. Ya, Tuhan memberi 1985 yang menjadi pramugari pada kesempatan untuk memperbaiki usia 18 tahun ini, berhasil sembuh. hidup aku,” ungkap Laura yang kini Ia sempat koma dan berbulan-bulan banyak tampil dalam acara-acara hanya bisa terbaring di tempat motivasi dan inspirasi. Mengomentari tentang kasus tidur tanpa bisa melakukan apaapa. Setidaknya, hampir setahun ia jatuhnya pesawat Air Asia, Laura berada di Negeri Singa itu untuk mengaku sangat sedih. Ia teringat menjalani perawatan sebelum tentang kengerian yang dialaminya dulu. “Aku sedih ya mendengar kembali ke Tanah Air. “Tidak ada yang kebetulan adanya kejadian itu. Aku tahu be-

P

nar bagaimana rasanya, bagaimana sedihnya keluarga,” ujarnya. TULANG RETAK LAGI Sepuluh tahun telah berlalu sejak kejadian naas itu. Penampilan Laura yang telah menjalani 17 kali operasi, kini memang jauh lebih baik. Kecantikan wajahnya boleh dibilang pulih, padahal dulu akibat kecelakaan maut itu, sebagian wajahnya hancur tak berdaging. Bahkan dia pun sempat shock berat saat secara tak sengaja melihat wajahnya yang mengerikan di cermin. “Daging di pipi kanan aku hilang, tulang pipi remuk. Bagian wajah yang lain juga dipenuhi lukaluka kecil yang cukup dalam. Bahu sebelah kanan tulangnya bergeser karena tertimpa benda berat, pinggang patah, begitu juga pinggul, dll. Kakiku mengalami infeksi yang parah nyaris diamputasi. Hampir setengah bagian daging betis kananku hilang,”paparnya panjang-lebar. Sepuluh tahun berlalu, wajah yang mengerikan itu sudah tak ada lagi. Bekas operasi hanya menyisakan seburat tipis garis di wajahnya yang kalau tidak diperhatikan benar, tidak terlihat. Ia telah kembali cantik. Laura sangat bersyukur untuk ini. Secara fisik, satu-satunya yang masih terlihat jelas adalah pada kaki kanannya yang masih dipasang pen. Dia tidak bisa berjalan terlalu jauh atau berdiri terlalu lama. “Sakit sekali,” ucap Laura yang masih menggunakan kursi roda apabila harus beraktivitas di luar rumah dalam waktu yang lama. “Kalau ke mal misalnya, aku terpaksa pakai kursi roda, karena kan lama, kakiku tidak

Mandalika

Perlu Sentuhan Wanita

Laura Lazarus

“Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Tidak ada yang terjadi tanpa seizin-Nya,” begitu disampaikan Laura Lazarus, salah satu korban kecelakaan pesawat udara sepuluh tahun lalu di Solo. Laura yang ketika itu menjadi pramugari pesawat Lion Air, menderita luka sangat parah dan sempat dikira telah meninggal dunia lantaran tubuhnya tertumpuk bersama jenazah lainnya. Beruntunglah, saat petugas masih sibuk melakukan perapihan jenazah, lirih rintihannya terdengar dan ia pun segera mendapat pertolongan.

12 - 18 januari 2015

“Disiplin, Profesional, Simpatik dan Humanis.” Itulah moto yang dipegang Satuan Polisi Pamong Praja, Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya dalam pelaksanaan tugas lapangan dalam rangka penegakan peraturan daerah, penyelenggaraan ketertiban dan ketentraman umum serta pembinaan Linmas.

Laura Lazarus sampai sekarang belum sembuh benar

kuat untuk keliling-keliling dalam waktu lama. Sakit,” tambahnya. Ya, Laura memang gadis yang aktif. Sebelum kecelakaan maupun setelahnya ia tetap tidak berubah. Ia tidak mau keterbatasan dirinya menjadi ‘penjara’ yang menghalanginya beraktivitas. Itu sebabnya, setelah dinyatakan bisa beraktivitas dengan normal, ia pun melakukan seabreg kesibukan, termasuk melakukan pelayanan gereja dan kegiatan social hingga ke pelosokpelosok daerah, bahkan ke mancanegara. Diakui Laura, trauma itu masih ada sekalipun peristiwa itu sudah berlalu sepuluh tahun. Termasuk soal terbang naik pesawat yang sampai kini masih dijalaninya. Memang pada awalnya, trauma itu begitu hebat. Kengerian akibat peristiwa naas itu selalu muncul saat naik pesawat. Namun seiring waktu, Laura bisa mengatasi perasaannya. “Di awal-awal pasca kecelakaan, aku memang mendapat pelayanan psikiater. Namun hanya sebentar. Karena psikiater menganggap aku cukup kuat mengatasi masalah aku. Mungkin ‘kekuatan’ aku ini karena sejak kecil terbiasa hidup ‘keras’. Tempaan itu yang membuat aku cukup kuat melalui pengalaman pahit ini. Dan tentu saja, ini semua berkat kekuatan yang diberikan Tuhan pada aku. Tanpa pertolongan Tuhan aku pasti tidak akan bisa seperti ini,” tutur Laura yang mengaku sejak kejadian itu, dirinya semakin mendekatkan diri kepada Yang di Atas. JADI PENULIS DAN PENERBIT BUKU Saat ini, kata Laura lagi, meski sepitas seolah dirinya sudah sembuh total namun sebenarnya belum sepenuhnya. Dalam pengertian, rasa sakit masih sesekali dirasakannya, khususnya pada kaki kanannya dimana dilakukan pencangkokan tulang. Belakangan ini, tulang cangkokan itu retak lagi “Maklum ini bukan tulang sendiri. Kata dokter perjalanannya (penyembuhannya) memang lama,” jelasnya.

Kondisi pesawat Lion Air dalam kecelakaan 30 November 2004 di Solo

Di luar itu, ia juga harus melakukan suntik setiap harinya untuk mencegah terjadinya kekeroposan tulang. “Aku suntik sendiri. Obatnya cukup mahal,” kata Laura yang dalam waktu dekat akan ke Singapura untuk melakukan pengobatan lanjutan. Sampai saat ini, kata Laura, untuk pemulihan, ia telah menjalani 17 kali operasi. Itu pun belum benarbenar sembuh. Ia, tambahnya, sebenarnya masih harus melakukan operasi lanjutan. “Khususnya untuk kaki kanan ini. Namun kata dokter operasi itu selain high risk juga berbiaya besar. Aku belum tahu biaya dari mana, tapi aku percaya pasti ada jalan,” ucapnya yakin. Saat ini, lanjut Laura, meski dengan keterbatasan fisik, ia tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Ia tak ingin bermanja-manja. Ia percaya, kalau dia bekerja keras, pasti segala sesuatu akan terbuka baginya. “Saat ini selain sering diundang dalam berbagai acara, aku juga membuka bisnis penerbitan. Perkembangannya cukup lumayan,” katanya bersemangat. Laura mengaku tak ingin terbelenggu dengan kekurangannya. Ia justru terus mengeksplorasi kemampuannya. Dalam bidang tarik suara misalnya, dia telah melahirkan dua album rohani pada 2010 dan 2013, dan kini tengah mempersiapkan peluncuran album ketiganya. Begitu pun dalam bidang tulis menulis. Untuk bidang yang satu ini, ungkap Laura, dulu dirinya tak pernah membayangkan kalau suatu hari kelak bakal terjun ke dunia tulis menulis. Dia malah tak pernah menyadari kalau dirinya ternyata memiliki bakat dalam bidang itu. Semua itu justru ditemuinya setelah ia melalui pengalaman pahit dalam hidupnya. Sampai saat itu, telah dua buku dihasilkannya. Satu buku berjudul, “Unbroken Wings” yang pertama kali diterbitkan tahun 2008. Buku yang menceritakan perjalanan hidupnya sejak kecil hingga akhirnya terjadi kecelakaan maut itu. Buku ini termasuk bestseller. Setelah memiliki penerbitan sendiri, Laura pun kembali mencetak ulang buku tersebut. Buku keduanya berjudul ‘Kazoku’ yang ditulisnya bersama sang mama tercinta, Fanny, terbit tahun 2013. Tahun ini, kata Laura, ia tengah mempersiapkan buku ketiganya yang berjudul ‘The Diary of Lazarus’. “Rencananya diluncurkan Maret tahun ini,” ujarnya. “Aku tidak pernah menyangka akan menjadi penulis. Ini sungguh luar biasa dan aku menyukainya. Banyak berkat aku terima dari ini,” ujar gadis yang sebentar lagi akan merayakan umurnya yang ke-30. “Aku sangat bersyukur dengan apa yang aku terima saat ini. Meski dalam keterbatasan aku tidak boleh menyerah. Jangan pernah menyerah!” tandasnya. -Diana Runtu

S

ebanyak 136 anggota Pol PP NTB telah memiliki tugas masingmasing. Dua peleton yang terdiri dari 50 anggota telah diplot untuk menempati pos-pos pengamanan Pendopo Gubernur dan Wakil Gubernur dan rumah jabatan Sekretaris Daerah NTB.

sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan. Penertiban-penertiban terhadap pelanggaran Perda dan Pergub di NTB, dilakukan tidak semata dengan penindakan. Melainkan ada upaya-upaya persuasif dan dialog yang dilakukan semaksimal mungkin terlebih dahulu. Meskipun

Pemusnahan miras hasil razia dilakukan Kasat. Pol. PP NTB, Ibnu Salim (paling kiri) bersama Wakil Gubernur NTB, M. Amin (paling kanan).

Ada juga yang bertugas melakukan pengawalan Gubernur dan Wakil Gubernur, piket siaga yang selalu siap digerakkan sewaktuwaktu untuk berpatroli. Selain itu juga anggota lainnya melakukan pengamanan di obyek vital lainnya termasuk melakukan pengawalanpengawalan. Selebihnya melakukan tugas operasi di lapangan, termasuk di dalamnya enam wanita. Kebutuhan anggota Pol PP NTB secara keseluruhan, idealnya 300 personel. Terlebih untuk menyukseskan agenda-agenda strategis daerah. “Tetapi dengan 136 anggota yang ada, sejauh ini bisa dimaksimalkan fungsinya,” ujar Ibnu Salim yang selalu menekankan pada anggotanya untuk melakukan tindakan-tindakan lapangan

pelanggaran terjadi berdasarkan peraturan daerah atau sejenisnya, Satpol PP NTB tidak main tindak di lapangan, melainkan mengupayakan pendekatan silaturahmi terlebih dahulu sebelum melakukan penindakan tegas bagi pelanggar tersebut. “Memaksimalkan komunikasi dan mengedepankan pendekatan persuasif, itu penekanan dalam tugas-tugas lapangan Satpol PP NTB,” katanya. LIBATKAN POLPRAJANITA Tugas menjadi seorang Pol PP, memang identik dengan laki-laki. Namun, beberapa di antaranya adalah srikandi anggota Pol PP wanita yang keberadaannya terbilang sangat penting. Srikandi Pol PP

Polprajanita saat melakukan razia penyakit masyarakat.

Ibnu Salim, SH., M.Si

ini memiliki peran yang cukup vital, terutama ketika melakukan operasi-operasi penertiban di lapangan. “Sentuhan wanita dalam operasi lapangan, sangat dibutuhkan untuk memberikan kesan kesejukan, lebih-lebih jika dalam operasi tersebut ada indikasi pelanggaran norma susila. Misalnya terkait tes urin untuk HIV atau narkoba,” kata Ibnu Salim, S.H., M.Si., Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTB. Dari 136 anggota Pol PP NTB, enam di antaranya adalah wanita yang siap setiap saat ditugaskan untuk mengawal penegakan Perda di daerah ini. Penugasan para Polprajanita (sebutan untuk anggota Pol PP wanita) ini tidak pernah dibedakan dengan tugas Pol PP laki-laki. Adalah kepuasan tersendiri bagi Ibnu Salim, melihat anggota Pol PP wanitanya memiliki semangat dan kekuatan yang tidak kalah dengan laki-laki. “Meski ditugaskan di waktu malam bahkan hingga dini hari, mereka tetap melaksanakan tugas tanpa mengeluh,” ujar mantan Kabag Humas dan Protokol, Setda Provinsi NTB ini. Meski demikian, ia selalu mengingat anggotanya yang wanita, untuk selalu berkomunikasi dengan suami dan keluarga mereka tentang tugas dan tanggung jawab yang mereka emban. Itu tidak lain, karena memang keberadaan Polprajanita ini sangat dibutuhkan untuk menangani persoalan lapangan yang tidak bisa dilakukan oleh Pol PP laki-laki, khususnya atas alasan etika. Tugas itu misalnya, melakukan pemeriksaan urin

bagi wanita yang terjaring dalam operasi penyakit masyarakat, sentuhan-sentuhan pada pelanggaran yang melibatkan wanita atau saat demonstrasi yang juga melibatkan wanita. Polprajanita yang kini tergabung dalam Pol PP NTB, tiga bertugas di dalam kantor sebagai tenaga administrasi dan tiga lainnya bertugas di bagian operasional. “Namun jika memang dalam operasi tersebut membutuhkan tenaga perempuan, maka keenamnya akan dioptimalkan untuk turun lapangan,” katanya. Karena itulah, dalam tiap operasi gabungan yang dilaksanakan kepolisian, TNI, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Pol PP, enam wanita ini kerap ikut bergabung dalam pasukan tersebut. Efektivitas Polprajanita, khususnya di lapangan, menurut Ibnu Salim, sangat terasa. Berbagai resistensi dalam penindakan di lapangan seperti penertiban PKL, penertiban aset-aset daerah hingga unjuk rasa, bisa diminimalisir dan lebih mudah dilakukan dengan mengedepankan perempuan. “Menampilkan perform wanita itu memiliki kesan tersendiri da-

21

menurut Ibnu Salim, bisa memberikan warna tersendiri dalam penegakan Perda dan Pergub di NTB. “Harapan saya, kami dapat memiliki setidaknya satu peleton Polprajanita,” katanya. Diakui oleh Ibnu Salim, adanya resistensi bagi penugasan, khususnya wanita di satuan ini, karena kesannya tugas lapangan yang berat. Apalagi tidak ada rekruitmen khusus bagi anggota Pol PP, melainkan mereka yang ditugaskan di sini adalah yang berasal dari SKPDSKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Sebagai pelaksana urusan wajib daerah, Satpol PP memiliki regulasi dan uniform (seragam) yang tersendiri. Karena itulah, ketika ada anggota baru yang masuk di satuan ini, biasanya melakukan adaptasi dan orientasi selama beberapa waktu untuk mengenal tugas-tugas Satpol PP. Setelah itu, barulah mereka mendapatkan pendidikan berupa pendidikan dasar ke-Pol PP-an dengan pola-pola yang sudah diatur sesuai ketentuan. Selain berharap ada sistem perekrutan yang khusus bagi anggota Pol PP, untuk memenuhi kebutuhan Polprajanita Satpol PP NTB, Ibnu Salim juga

Keberadaan Polprajanita sangat dibutuhkan untuk menangani persoalan lapangan yang tidak bisa dilakukan oleh Pol. PP laki-laki, khususnya atas alasan etika

lam tugas-tugas lapangan Pol PP,” ungkapnya. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan anggota Polprajanita, Satpol PP NTB saat ini, idealnya membutuhkan setidaknya satu peleton anggota Polprajanita atau sekitar 30 orang. Atau setidaknya punya satu regu anggota Pol PP wanita (11 orang),

Pol pp NTB saat menertibkan PKL

melakukan identifikasi potensi pegawai wanita yang ditargetkan untuk direkrut dari SKPD-SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Mereka ini sesungguhnya orangorang pilihan yang dilihat dengan kaca mata tugas khusus yang diemban Pol PP, sebagai wanita-wanita yang tangguh dan kuat. -Naniek I. Taufan


Nine

20

12 - 18 januari 2015

Ayu Viona

Razia Penyakit Masyarakat

Polprajanita Wajib Ikut

M

Penertiban PKL

ketiganya memberi kesan sangat ramah dan hangat dalam menyapa dan berinteraksi selama wawancara berlangsung. Tentu saja sikap seperti inilah yang dituntut harus ada dalam diri mereka ketika menjalankan tugas lapangan yang banyak berhadapan langsung dengan masyarakat. Moto “Disiplin, Profesional, Simpatik dan Humanis” dari Satpol PP NTB, dimaknai benar artinya ketika mereka menjalankan tugas di lapangan sebagai yang terdepan dalam penegakan Perda dan Pergub, demi terwujudnya kondusifitas masyarakat di daerah ini. Dengan penuh perasaan, mereka bertiga mengisahkan bagaimana ketika sebuah operasi gabungan dilakukan, dimana mereka ada di dalam pasukan itu, menjaring anakanak remaja yang hidup dalam dunia hitam pelacuran, harus mereka sentuh hatinya dengan mengajaknya berdialog. “Dari rasa kasihan dan simpati melihat nasib mereka, kami selalu menyelipkan nasihat agar mereka tidak kembali ke dunia hitam itu,” ujar Erna Ekawati. Naluri keibuan tiga srikandi Pol PP ini selalu ikut serta dalam tiap razia penyakit masyarakat khususnya ke hotel-hotel kelas melati, kafe-kafe dalam razia narkoba dan lainnya yang biasa ikut menjar-

P

Erna Ekawati saat ikut dalam operasi razia penyakit masyarakat.

ing kaum hawa. Inilah pentingnya keberadaan mereka dalam tiap operasi penyakit masyarakat yang dilakukan. Bisa dikatakan ketiganya “wajib” ikut dalam operasi razia penyakit masyarakat, karena biasanya ada wanita yang juga ikut terjaring. Dan dengan ketiga Polprajanita inilah para perempuan yang terjaring itu bisa berkeluh kesah bahkan tidak jarang akan memeluk mereka karena ketakutan. Tugas dan tanggung jawab ini mereka lakukan dengan sungguhsungguh. Bertemu dengan banyak orang dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, adalah kebanggaan tersendiri bagi ketiganya. Belum lagi mereka menjadi memiliki banyak kenalan yang berasal dari satuan tugas lain seperti polisi, tentara, petuga BNN NTB dan lainnya. “Kami jadi memiliki banyak kawan dan kenalan. Itu sangat membahagiakan,” kata Erna yang kini berusia 35 tahun ini. Tidak ada pembedaan tugas antara anggota Pol PP laki-laki dan wanita. “Malah kami yang wanita yang kerap wajib ikut dalam razia penyakit masyarakat,” ujar Rahmawati. Hal inilah yang mem-

buat mereka bahkan ikut turun lapangan di waktu malam hingga tidak jarang sampai dini hari tiba. Beruntungnya, ketiga Polprajanita yang memiliki suami yang bekerja swasta ini, selalu mendukung mereka dengan luar biasa. “Suami kami tidak pernah mempersoalkan jika pun kami harus pulang ke rumah subuh hari setelah melaksanakan operasi,” kata Veronika. Ketiga Polprajanita yang terlihat sangat akrab ini, sama-sama mengamini bahwa anak-anak mereka juga turut mendukung, setidaknya dengan tidak pernah protes jika mereka harus melaksanakan tugas di waktu malam. Seragam Pol PP yang melekat di tubuh mereka, menjadi penyelamat bagi mereka dalam urusan dengan “perasaan sosial” ketika sebagai seorang wanita, mereka harus pulang subuh hari usai melaksanakan tugas. “Melihat seragam Pol PP, tetangga kami maklum jika kami harus pulang subuh terutama dalam masa-masa banyaknya operasi gabungan menjelang puasa, Lebaran, Natal dan Tahun Baru,” ujar Veronika.

utri ketiga pasangan I Made Nita Atmaja dan Ni Wayan Metiani, kelahiran Denpasar 5 November 1993 ini menghabiskan waktunya dengan bekerja pada dua perusahaan, kuliah, dan “ngamen”. Lantas, bagaimana Ayu mengatur waktunya? “Senin sampai sabtu dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, saya bekerja di Koperasi Prasema. Di perusahaan kontraktor sebagai bagian administrasi, saya hanya datang sebentar saja, biasanya pas jam makan siang atau sepulang kerja, untuk mengambil data saya kerjakan laporannya di rumah. Pimpinan perusahaannya sudah ngerti kok. Jadwal kuliah Senin sampai Rabu jam 6 sampai 9 malam. Jadi, Kamis sampai Sabtu soremalam saya bisa nyanyi-nyanyi,” papar mahasiswi Jurusan Ekonomi Managemen Unmas ini. Baginya, ada keasyikan tersendiri memanage waktu untuk diisi dengan kegiatan-kegiatan positif. “Biar seimbang antara pendidikan, pekerjaan, hobi, dan karir,” ujar Ayu yang baru melanjutkan kuliahnya setelah ia berhasil mengumpulkan pundi demi pundi hasil keringatnya. “Saya belajar mandiri, tak mau membebani orangtua. Ada kepuasan tersendiri saja bisa kuliah

Ayu Viona

dengan biaya sendiri,” imbuhnya tersenyum. KAPOK MAKAN DURIAN Talenta Ayu di bidang entertaint sudah terlihat sejak bocah. Karena mentalnya cukup tinggi untuk berani tampil di depan umum, sampaisampai Ayu kecil diminta untuk ikut les menari oleh pemilik sanggar tari. Di TK, Ayu juga kerap mewakili sekolah dalam lomba busana adat. Ayu pertamakali tampil menyanyi saat duduk di kelas 3 SD dalam acara perpisahan sekolah. “Dulu, oleh

-Naniek I. Taufan

Ngeri-ngeri Sedap Mengemban tugas sebagai anggota Pol PP, awalnya di hati ketiganya, sempat terselip rasa khawatir dan juga takut. Pasalnya, sebelum bertugas di Satpol PP NTB, Veronika biasa berurusan dengan benda-benda purbakala di Museum Negeri NTB, Erna Ekawati sebagai pegawai di Biro Hukum dan Rahmawati pindahan dari Kantor Kecamatan Jonggat Lombok Tengah. “Ngeri-ngeri sedap,” ujar Veronika tertawa mengenang perasaannya ketika pertama kali ditugaskan tahun 2012. Begitu pula dengan Erna yang bergabung di Pol PP sejak tahun 2009 dan Rahmawati sejak tahun 2010. Mereka mengaku cukup lama beradaptasi dengan lingkungan yang sangat berbeda dengan tempat tugasnya sebelumnya, apalagi harus mengenakan uniform (seragam) yang juga terlihat maskulin. “Pakai uniform Pol PP yang membutuhkan adaptasi yang luar biasa,” ungkap Rahmawati yang berusia 42 tahun ini. Namun, seiring waktu berjalan, ketiganya menjadi sangat mencintai dan menyenangi tugas-tugas yang

mereka emban di satuan ini. Veronika yang kini berusia 46 tahun, bahkan melontarkan kecintaannya pada Satpol PP dengan ingin pensiun sebagai Polprajanita. “Kalau bisa saya ingin pensiun sebagai Pol PP,” kata Veronika yang terlihat luwes dan penuh semangat. Banyak pelajaran berharga yang bisa mereka petik dari suka duka menjadi Polprajanita dengan segala aktivitas tugas lapangannya. “Biasa mengamankan orang yang melanggar norma, etika dan susila, jangan sampai anak-anak kami yang gantian diamankan,” kata ketiganya. Ini menjadi kekhawatiran sendiri bagi para ibu ini. Karena itulah, tiap kali mereka menemukan peristiwa miris yang menimpa anak-anak remaja seusia anak-anak mereka, ketiganya selalu menasihati anak-anak mereka ketika sampai di rumah dengan menceritakan apa yang baru saja mereka dapatkan di lapangan. Dengan begitu mereka berharap, pengalaman tugas di Pol PP dapat menjadi kontrol diri bagi tugas-tugas mereka sebagai seorang ibu. --Naniek I. Taufan

Inspirasi

5

Jalani dengan 3B Di zaman sekarang dengan serba ketersediaan dan kemudahan, tak banyak anak muda yang mau bekerja keras dan memiliki prinsip. Salah seorang dara yang tak mau menghabiskan waktunya sia-sia adalah Ni Komang Ayu Novianti.

Hamparan perkebunan kopi menghijau di Dusun Pancasila Desa Tambora Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kebun-kebun kopi ini juga berbatasan langsung dengan perkebunan kopi yang berada di Dusun Tambora Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Ratusan hektar lahan perkebunan kopi di dua kabupaten ini telah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Hal inilah yang bahkan membuat kebun kopi menjadi ikon desa-desa yang berada di kaki Gunung Tambora, salah satunya Dusun Pancasila. mengambil ijazah kelulusan SMA-nya. “Lebih sedih lagi saat kami membopongnya karena ia sampai jatuh pingsan,” kata Veronika. Ia shock saat Pol PP menggerebek home stay tempatnya berselingkuh di wilayah Suranadi itu. Itulah salah satu tugas lapangan yang paling diingat oleh dua dari enam wanita anggota Satpol PP NTB ini. Keenam Polprajanita ini tergabung dalam 136 anggota Pol PP NTB. Tiga Tiga srikandi Polprajanita NTB, Erna Ekawati (paling kiri), Rahmawati (dua dari kanan) dan Veronika orang bertugas di Dorce (paling kanan) bersama Kasat Pol. PP Prov. NTB, lingkungan kantor Ibnu Salim. bidang administrasi, e n e m u k a n s e - sedangkan tiga lainnya, Veronorang perempuan ika, Erna Ekawati dan Rahmamuda yang baru wati menjalankan tugas lapangan. saja tamat SMA Tiga Polprajanita, khususnya yang dalam sebuah operasi penyakit melaksanakan tugas-tugas lapangan, masyarakat, membuat Veronika bukan sembarang wanita. Pekerjaan Dorce dan Erna Ekawati merasa sebagai petugas Pol PP yang identik miris. Pasalnya, gadis yang terjar- dilakukan oleh laki-laki ini, tidak ing razia penyakit masyarakat itu membuat mereka “kalah” dengan tertangkap tangan sedang bersel- anggota Pol PP laki-laki. Semangat ingkuh dengan seorang laki-laki mereka bertiga terpancar dari gaya dewasa yang sudah beristri dan bicaranya yang tidak lembek ketika memiliki anak, dalam sebuah ka- wawancara dilakukan. Ketiganya mar penginapan. terlihat gesit dan kuat secara fisik Sebagai seorang ibu, kedua dan siap diterjunkan kapan saja unanggota Satpol PP Provinsi NTB, tuk melaksanakan tugas lapangan, tersentuh hatinya yang paling tidak pandang waktu, siang, malam dalam melihat kenekatan gadis atau pun dini hari. remaja yang kala itu belum lagi Di balik sikap fisik yang kuat,

12 - 18 januari 2015

Ayu Viona saat tampil di acara Festival Keluarga Tokoh 2014

Ibu guru, kami dilatih menciptakan lagu sendiri dengan bahasa-bahasa yang simpel, terus dinyanyikan di depan kelas,” kisahnya. Sejak saat itu, Ayu makin tertarik dengan dunia olah vokal. Semua berlanjut hingga di bangku sekolah menengah pertama. Di SMPN 2 Denpasar, ia ikut ekskul paduan suara dan mewirama. Bungsu dari tiga bersaudara ini mengaku vokalnya lebih terlatih ketika belajar mewirama, mesloka, dan megeguritan. “Dalam menembangkan nyanyian-nyanyian suci ini, saya banyak belajar vibra dan cengkok,” ungkap Ayu yang kemudian kerap mewakili sekolahnya dalam lomba-lomba mewirama, mesloka, dan megeguritan tersebut. Hingga di bangku SMA pun, Ayu yang memilih ekskul seni vokal di SMA Dwijendra Denpasar ini kerap mewakili sekolah dalam lomba-lomba tersebut termasuk lomba lagu pop Bali dan pop Indonesia. Suatu ketika, Ayu yang juga suka mengisi acara (menyanyi) di acara-acara pernikahan dilirik penyanyi senior Bali, AA Raka Sidan yang menilai vokal Ayu berkarakter. Ayu diajarkan teknik vokal yang benar. “Akhirnya Ayu diajak rekaman. Astungkara, hasilnya lumayan memuaskan,” ujar penyuka seafood yang memang ngefans dengan Raka Sidan, Widi Widiana, dan Dek Ulik ini. Proses rekaman sigle pertama “Tambunang” ciptaan AA Raka Sidan, dan single kedua “Duda keren (Duren)” ciptaan Gus Rajes dilakukan dalam rentang tahun 2012-2013 yang tergabung dalam Album Kompilasi yang rencananya dirilis tahun ini. Selain itu, Ayu juga sempat menjadi model video klip penyanyi-penyanyi pendahulunya, seperti Gek Diah (3G Angels). Pemilik moto “Jalani hidup seperti air mengalir” ini mengaku tak terlalu saklek dengan pola makannya untuk menjaga kualitas suara, yang katanya dilarang makan gorengan dan es. “Makan juga sih, cuma tidak terlalu banyak. Yang penting, jangan menjelang nyanyi makan begituan. Dan, dua jam sebelum nyanyi, biasanya saya banyak minum air putih,” ucapnya tersenyum. Ayu mengisahkan pengalaman buruknya saat SMP. Ia yang doyan makan durian “kalap” mengonsumsi buah tersebut, padahal dua hari ke depan akan ikut lomba mekidung. Akibatnya, ketika hari H, suara Ayu serak, sehingga penampilannya jadi tak maksimal. “Untung saja waktu itu lomba mekidungnya berbanyak, jadi suara serak saya tak kentara. Akhirnya, saya yang seharusnya mengambil ugal, digantikan teman. Saya jadi merasa bersalah,” kisahnya. Sejak kejadian itu, Ayu kapok “kalap” makan durian. Dari perjalanannya itu, yang dimulai dari hobi menyanyi sejak kecil mengantarkannya hingga sampai pada karirnya seperti sekarang

Ayu Viona bersama Gek Diah (3G Ange

ls)

k dan Widi Widiana

Ayu Viona bersama Dek Uli

Ayu Viona bersama Bli Godel dan A.A.

ini, Ayu bersyukur dan benar-benar tak menyangka. Ini tak terlepas dari support keluarga, teman, dan penyanyi-penyanyi senior Bali yang memberikannya banyak pengalaman berharga. “​Saya ingin sukses dan membahagiakan orang tua, juga membuat semua orang terhibur dengan hasil karya saya,” ujar penyuka warna putih dan pink ini. Ada kebanggaan tersendiri

Raka Sidan

bagi Ayu, karena bahkan kini ia berkesempatan tampil sepanggung dengan penyanyi-penyanyi senior Bali, seperti Dek Ulik, Raka Sidan, dll, yang dulu hanya menjadi mimpi. Dalam menjalani itu semua, ia memegang prinsip 3B (berdoa, berusaha, bersyukur). “Ketiganya itu harus balance, sehingga ketika menjalaninya tidak goyah,” pungkasnya. -Inten Indrawati


Women on Top

6

I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi

Harus Kenal dengan Baik Hamil bukanlah halangan bagi I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi untuk tetap semangat menjalankan tanggungjawab sebagai Lurah Sempidi. Bagi wanita asal Tabanan ini, prinsipnya adalah selalu menikmati aktivitasnya dengan penuh keceriaan, dalam kondisi apapun.

“W

aktu belum hamil besar saya tetap menjalankan tugas seperti biasa dan tak pernah mewakilkan dalam berbagai acara. Tapi sejak kandungan sudah mulai memasuki usia 8 bulan, dokter menyarankan agar saya menjaga kondisi. Disamping karena usia saya yang sudah hampir kepala empat dan juga ini kehamilan

sung ditempatkan sebagai staf di kantor ca­ mat Mengwi. Sekitar lima tahun berkarier, ia dimutasi ke kepegawaian menduduki subag mu­

yang keempat,” tutur alumnus Sekolah Tinggi Pemerintah Da­ lam Negeri (STPDN) ini. Berkisah tentang perjalanan kariernya sebagai lurah, Oka Dewi sebelumnya, tak bercitacita untuk menjadi lurah. Ia hanya tahu, memilih sekolah di STPDN, setelah tamat mendap­ atkan kerja. Hanya itu. Kariernya terbilang mulus melangkah menuju kursi lurah, tak banyak hambatan untuk itu. Setamat STPDN, ia lang­

12 - 18 Januari 2015

tasi. Di sana, kariernya hanya enam bulan. Kemudian dia mendapatkan promosi men­ jaid Kasi Kesra di Kelurahan Kapal. Setelah bertugas enam bulan, ia diangkat menjadi Sekretaris Lurah di Kelura­ han Kuta selama lima tahun. Di sanalah ia banyak belajar bagaimana dan apa yang harus dilakukan sebagai lurah. Tang­ gal 12 Agustus 2011, jabatan prestisius dipercayakan kepa­ danya sebagai Lurah Sempidi. Kiatnya, sebagai pen­ datang, melakukan banyak penyesuaian yakni mengenal wilayah di mana ia ditem­ patkan. Setelah itu, ia melakukan pendeka­ tan dengan para tokoh masyarakat. Ia langsung turun ke lapangan seka­ ligus sebagai bentuk perkenalan dirinya kepada masyarakat. “Intinya, saya memohon bantuan agar tugas sebagai lurah dapat ber­ jalan dengan baik. Saya berusaha mengetahui, apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan sesuai adat dan kondisi wilayah setempat,” tutur mantan atlet judo Bali, ten­ tang kiat se­ bagai langkah awal menjadi lurah.

Hamidah

Saling Menyelamatkan Diberi kepercayaan untuk mengelola keuangan, bukanlah perkara mudah. Apalagi pengelolaan tersebut dilakukan dalam satu instansi atau dinas terkait. Sedikit saja melenceng dari aturan yang sudah ada, maka taruhannya adalah nama baik. Tidak hanya itu, si pengelola akan berhadapan dengan hukum yang bisa saja membuatnya harus mempertanggungjawabkan penyelewengan yang dilakukan itu di muka hukum.

T

i dak ingin hal itu terjadi, Hamidah, Kasubbag Keuang­ an Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Teng­

gara Barat, memilih berhati-hati dalam bertindak. “Jika terjadi kesalahan dalam pengelolaannya keuangan di Satpol. PP NTB, baik yang tidak disengaja apalagi yang disengaja, sehingga itu men­ jadi temuan penyelewengan, suka tidak suka, maka yang bertang­ gung jawab akan hal itu adalah saya,” ungkap Hamidah. Hal inilah yang membuat Hamidah, rajin mempela­ jari tata cara dan aturan penggunaan keuangan di satuan tugasnya. Memi­ liki pengalaman mengelola keuangan sejak menjadi Pe­ gawai Negeri Sipisl (PNS) tahun 1996, saat ber­ tugas di Biro Kesejahtera­ an Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, membuat Hamidah tidak pernah ragu menjalankan tugas sebagai pengelola keuangan di Satpol. PP NTB. Di Biro ini ia sudah wara-wiri cukup

lama di bidang pengelolaan keuangan, baik dalam membantu bendahara maupun se­ bagai bendahara. Dari pengalaman inilah ia tidak merasa takut salah dalam menjalankan tugasnya karena baginya pekerjaan ini mu­ dah saja, tinggal mengikuti semua aturan dan tidak memiliki niat menyelewengkan keuangan. “Semua sudah ada aturannya. Kalau semua aturan itu diikuti sesuai dengan prosedurnya maka Insya Allah, seluruhnya akan berjalan baik,” kata wanita kelahiran 1967 ini. Untuk menghindari terjadinya temuan dalam pengelolaan keuangan ini oleh Inspektorat NTB, Hamidah mengaku rajin berkonsultasi dengan pihak inspek­ torat baik secara langsung maupun lewat telepon. Hal ini dilakukannya jika terpaksa harus menyiasati penggunaan anggaran dalam situasi yang memang harus dilakukan demi lancaranya penyelenggaranya kegiatan di Satpol. PP NTB. Misalnya pada triwulan satu terdapat kegiatan yang melebihi jum­ lah kegiatan seperti yang sudah ditentukan

PANTAU LEWAT PONSEL Tiga tahun bertugas di Sempidi, ia merasakan tak ada hal yang terlalu mengganggu konsetrasinya dalam bertugas. Semua dapat berjalan dengan baik. Karena baginya, selalu berkoordinasi tetap menjadi acuannya dalam memimpin. Kelurahan Sempidi mem­ bawahi 10 kedinasan, 12 banjar adat, dan dua bendesa adat. Di kantornya sendiri, stafnya me­ mang lebih banyak perempuan. Namun, bukan berarti tugasnya menjadi lebih mudah. Baginya, staf laki-laki dan perempuan adalah sama. Ia ses­ uaikan dengan potensi orangnya masing-masing. Jadi tidak ter­ gantung apakah itu laki-laki atau perempuan. “Saya maksimalkan potensi yang dalam diri mereka. Jadi saya harus mengenal mereka dengan baik, termasuk potensi dari mereka masing-masing,” ucapnya. Sejak hamil besar, ia memang merasakan ada sedikit ganjalan dalam bertugas. Untuk tugas malam, ia meminta stafnya untuk mewakilkan. Namun, ia tetap memantau lewat ponselnya. Ia tetap fokus menyeimbangkan tugasnya, walaupun tak berada di tempat. Beberapa prestasi yang sudah diraih Kelurahan Sempidi, diantaranya, juara II baleganjur dalam HUT Mangupura tahun 2014, Juara I Hansip tahun 2011, Juara I memasak cap cay dan membuat cane yang diwakili PKK Kelurahan Sempidi. –Wirati Astiti

dan disesuaikan dengan anggaran yang ada tetapi kegiatan tersebut harus dilakukan karena tuntutan situasi lapangan, maka di sinilah Hamidah berimprovisasi mencarikan jalan keluarnya. Sejauh ini sejak bertugas di Pol. PP NTB pada tahun 2012, ia tidak kaget dengan hal itu karena berdasarkan pengalaman sebelum­n ya ia selalu punya solusi jika terpaksa harus menyiasati penggunaan anggaran yang berkaitan dengan soal waktu seperti itu. Tentu saja penyiasatan atau improvisasi yang dilakukan itu masih berada dalam koridor yang diatur dan di­ bolehkan oleh undang-undang atau aturan yang berlaku. Sebagai seorang pengelola keuangan yang mengetahui persis mana jalan yang be­ nar dan mana yang menyeleweng, Hamidah turut memberikan masukan kepada atasan­ nya jika menemui situasi yang mengharuskan atasannya mengambil keputusan menyia­ sati situasi untuk memperlancar kegiatan di satuan ini. “Setelah saya berkonsultasi dengan pihak Inspektorat tentang hal itu, saya akan berdis­ kusi dengan atasan saya tentang hasil kon­ sultasi tersebut. Mau pilih jalan yang mana, itu kita sendiri yang menentukan. Apakah yang akan menjadi temuan penyelewengan kemudian menyusahkan diri sendiri atau mengikuti sesuai dengan hasil konsultasi dan semua selamat,” ujarnya sembari bersyukur bahwa selama ini ia memiliki atasan yang mau mendengar memahami hal tersebut. Ini semua dilakukannya untuk saling me­ nyelamatkan dari penyelewengan, selamat­ kan diri sendiri, selamatkan atasan bahkan juga bisa menyelamatkan stafnya. Ibu tiga anak ini menyadari, sebagai manusia biasa ia tidak lepas dari kekhilafan dan kekeliruan, namun usaha untuk menekan dan memi­ nimalkan kekeliruan itu selalu dilakukannya dalam kontrol diri yang baik. -Naniek I. Taufan

12 - 18 Januari 2015

Sudut Pandang

19

Tetap Tenang walau Takut Kecelakaan akibat cuaca buruk bisa terjadi di mana saja, di udara, di laut, maupun di darat. Selalu berusaha tenang dan terus berdoa, paling tidak itulah yang bisa dilakukan ketika kita berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

H

al itu disadari Dewa Ayu Sasih, staf di Pemkab G i a ­n y a r, B a l i . Meski beberapa kali sempat me­ ngalami kejadian menegangkan, namun ia mengaku tak pernah kapok naik pesawat. “Daripada ke luar kota melalui darat, capek, le­ bih baik lewat udara saja,” katanya. Ia masih mengingat betul peris­ tiwa menegangkan ketika naik pesawat dengan tujuan DenpasarLombok, beberapa tahun silam. “Saat itu memang cuaca kurang baik. Ketika take off pun memang sudah hujan,” ujar Dewa Ayu memulai kisahnya. Meski cuaca tak bersahabat, Dewa Ayu bersama suami mau tak mau memang harus berang­ kat ke Lombok untuk urusan pekerjaan. Selama perjalanan sekitar 30 menit tersebut, sudah terasa pesawat agak terguncang karena harus melewati awanawan tebal. Yang paling terasa ketika pesawat akan landing (mendarat). “Getarannya sangat keras, sampai-sampai beberapa penumpang berteriak histeris termasuk saya,” ujarnya. Saat itu, instruksi dari kabin meminta para penumpang untuk tetap tenang, duduk dan me­ ngenakan sabuk pengaman, kare­ na cuaca kurang baik. Sementara, pramugari tetap terlihat tenang dan tersenyum ramah, sembari menuntun penumpang untuk melakukan instruksi tersebut. Dalam keadaan panik seperti itu, Dewa Ayu hanya bisa berdoa agar selamat sampai tujuan. Demikian halnya sang suami yang duduk di sampingnya. “Dia lebih tenang, mungkin biar saya tidak makin panik. Tapi saya lihat dia juga berdoa terus,” ucapnya. Saat akan mendarat tersebut, Dewa Ayu merasakan pesawat agak terhempas ke samping. “Ternyata pesawat memutar balik mencoba untuk mendarat lagi, karena mungkin tidak pas dapat di landasan mendarat. Untunglah akhirnya pesawat dapat men­ darat dengan selamat,” ucapnya bersyukur. Saat itu, ia mengaku sama sekali tak terlintas pikiran buruk apakah pesawat akan jatuh atau yang lainnya. Ketika harus balik dari Lombok ke Denpasar, Dewa Ayu sempat merasa waswas, namun untungnya saat itu tidak hujan, jadi ia merasa lebih tenang.

Dari kejadian tersebut, tak lan­ tas membuat Dewa Ayu trauma untuk bepergian dengan pesawat terbang. “Belum lama ini, saya sekeluarga juga sempat bepergian ke Yogyakarta naik pesawat, hujan juga. Tapi, karena sudah pernah mengalami penerbangan dengan cuaca buruk waktu ke Lombok itu, meski ada rasa takut, saya berusaha tenang,” ungkapnya. Dewa Ayu yakin tiap maskapai pasti memiliki prosedur pener­ bangan yang aman, teruji dan berpengalaman di segala cuaca. PERAGAAN PETUNJUK KESELAMATAN Seorang pramugari tentu memiliki kualifikasi dan profesion­ alisme tersendiri. Betapa tidak, sejak baru naik pesawat, biasanya penumpang sudah disambut dengan senyum manisnya. Lalu ia akan membantu mencarikan tempat duduk. Jika diperlukan mereka juga membantu meletak­ kan barang bawaan penumpang. Selain itu juga, menyajikan maka­ nan dan minuman. Sesungguhnya tugas seorang pramugari tidaklah sesederhana itu. Tugas utamanya adalah sebagai awak kabin yang bertanggung jawab terhadap keselamatan penerbangan, dengan mem­ perhatikan aturan keselamatan penerbangan. Mereka harus memastikan penumpang tahu dan mengikuti sistem keselamatan penerbangan. Hal ini juga diakui Asmayaty, Ticketing Officer Senior Travel Center PT Garuda Indonesia di Bali Collection Nusa Dua, menge­ nang pengalamannya saat masih aktif sebagai pramugari Garuda pada tahun 1992 hingga 1999. Wanita yang biasa dipanggil Asti ini, meski sudah lama tidak lagi bertugas sebagai pramugari, selalu berupaya mengingatkan calon penumpang untuk tidak bosan melihat peragaan petunjuk keselamatan setiap kali bepergian. Peragaan tersebut akan menye­ garkan ingatan kita terhadap semua informasi keselamatan penerbangan. Sehingga, lebih mudah bagi kita untuk mengingat dan menggunakannya jika terjadi keadaan darurat. Asti juga menyatakan ka­ lau pramugari pun akan selalu mengingatkan penumpang tidak lupa meletakkan barang bawaan pada tempat yang sudah diten­

tukan. Seperti bagasi kabin di rak penyimpanan di atas tempat duduk atau di bawah kursi. Juga tetap duduk dengan sabuk penga­ manan yang masih terpasang pada saat pesawat lepas landas maupun ketika akan melakukan pendaratan. MATIKAN PONSEL Ditanya soal fungsi mematikan ponsel, ia mengatakan sebelum memasuki pesawat terbang akan lebih baik, sebab pesawat terbang modern banyak sekali bergan­ tung pada gelombang radio untuk menjalankan berbagai fungsi, ter­ masuk komunikasi dengan menara kontrol, navigasi dan pengaturan udara di dalam kabin. Interfensi gelombang radio yang berasal dari ponsel dapat mengacaukan fungsi-fungsi tersebut. “Para pemakai ponsel mung­ kin tidak menyadari bahwa dalam keadaan standby pun , ponsel

Asty

Dewa Ayu Sasih

tetap memancarkan sinyal elek­ tro magnetis. Makanya demi keselamatan diri kita dan ratus­ an penumpang lainnya matikan posel begitu masuk pintu kabin. Termasuk jika menyimpan ponsel lainnya di dalam tas periksalah dan pastikan juga sudah dimatikan, ”katanya. Ia juga menyebutkan UU No. 1 tahun 2009, tentang Pener­ bangan. Regulasi yang mengatur pelarangan pemakaian ponsel dalam pasal 412 ayat 5, yang menyatakan setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbang­ an yang mengoperasikan peralat­ an elektronik yang mengganggu navigasi penerbangan dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 200 juta. Ibu dua anak ini mengatakan kalaupun ada satu dua orang yang

agak bandel, misalnya pesawat sudah lepas landas namun masih menghidupkan ponsel, ia akan mendekatinya dan mengingat­ kannya secara baik-baik dengan menyampaikan alasannya. “Be­ gitu juga ketika pesawat sudah landing namun belum berhenti jalan, seringkali penumpang sudah membuka sabuk pengamannya bahkan beberapa malah sudah berdiri, ini kewajiban kami untuk mengingatkan,” ujar istri peng­ usaha Santosa Boediharjo ini. Disamping itu ia juga meng­ ingatkan berada di ketinggian dapat menyebabkan dehidra­ si, maka sarannya penumpang me­ngonsumsi cukup minuman nonalkohol. Selain itu, masih akibat ketinggian jika terjadi gang­ guan pendengaran dapat dihilang­ kan dengan me­nelan ludah atau menguap.–Inten Indrawati/ Sri Ardhini

Tiket Murah Pilihan Keselamatan Prioritas

Dalam pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlind­ ungan Konsumen dijelaskan, konsumen memiliki hak atas ke­selamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam mengon­ sumsi barang atau jasa. Hal ini berkaitan juga dalam keselamatan konsumen dalam penggunaan jasa penerbangan. Demikian disam­ paikan Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Bali, Putu ­Armaya, S.H. Ia menegaskan, dunia pen­ erbangan harus tunduk terh­ adap aturan yang ada, baik itu aturan UU Penerbangan maupun UU Perlindungan Konsumen. Kadang-kadang ketika terjadi masalah, apakah itu pesawat jatuh atau tenggelam, banyak yang tidak diungkit soal UU Perlindungan Konsumen. Padahal, dalam aturan tersebut, ada sanksi berat yang menyatakan, hukum pidana lima tahun dan denda dua miliar bagi pelaku usaha yang melakukan pelanggaran. Dalam UU konsumen juga diatur penggantirugian barang seusia harganya. Ada juga aturan dari pemerintah, ketika ada kecelakaan pesawat, ada ganti rugi sebesar Rp 1,25 miliar. Ia menyatakan, maskapai harus tunduk, den­ gan berbagai aturan, baik dari aspek penumpang termasuk asuransi, termasuk juga hal lain. “Jangan sampai, maskapai berlomba-lomba mengeluarkan promo tiket murah tapi keselamatan penumpang diabaikan. Keselamatan harus menjadi prioritas.

Pihak maskapai terlalu jor-joran menjual tiket promo sampai menipu konsumen. Ada salah satu maskapai memberi tiket promo murah, ketika dibeli, tiket sudah habis, atau promo sudah habis. Jam terbangnya dari subuh sampai pukul 6 pagi. Ini sama saja dengan menipu konsumen. Seharusnya, dijelaskan dengan baik kepada penumpang,” ucapnya. Ia tak menampik, tiket murah merupakan suatu pilihan. Namun, bukan berarti, harus mengabaikan keselamatan penumpang. Armaya juga mengatakan nyawa manu­ sia tak bisa dinilai dengan uang. “Ketika terjadi kecelakaan, apa upaya dari maskapai dalam mem­ berikan perlindungan, apakah dari sisi asuransi atau hal lain. Ke depannya, maskapai harus diatur oleh pemerintah sehingga, ketika terjadi kecelakaan, tidak saling tuduh. Pemerintah harus tegas soal regulasi keselamatan penumpang,” tegasnya. Ketika terjadi pelanggaran, ini termasuk per­ buatan melanggar hukum. Keluarga korban bisa melakukan gugatan. Gugatan bisa juga dilakukan bersama-sama atau berkelompok untuk menggugat maskapai penerbangan. “Paling tidak, ada tang­ gungjawab dari maskapai penerbangan sehingga ke depannya tidak lagi merugikan konsumen. Kalau semua maskapai tidak taat aturan dan banyak maskapai yang melanggar, ujung-ujungnya merugi­ kan konsumen,” tegas Armaya. -Wirati Astiti


Kreasi

18

12 - 18 Januari 2015

Dramatari “Visakha Dermawati Utama”

10 Pesan untuk Kaum Wanita Bagi kaum wanita rasanya perlu menyimak dramatari berjudul “Visakha Dermawati Utama” yang diproduksi oleh Forum Ibu-ibu Budhis bekerjasama de­ngan Sanggar Cahya Artsyuka Denpasar. Sajian seni berdurasi satu jam itu meng­angkat ketokohan Visakha sebagai seorang wanita yang memenuhi hampir seluruh perannya dalam kehidupan berumah tangga juga bermasyarakat.

C

erita itu dikemas dalam sebuah garapan seni yang apik. Karakter dari masing-masing penari begitu kental, sehingga sajiannya menjadi sangat menarik dan unik. Apalagi, mengangkat budaya Budhis yang dipadu dengan seni tradisional milik masyarakat Bali serta dikolaborasikan dengan kesenian luar negeri seperti India dan Thailand. Terasa indah penyajian serta mampu menyegarkan batin lewat pesan-pesan yang disampaikan. Ide cerita datang dari tokoh wanita Budhis, Erlina Kang Adiguna. Penata musik dipercayakan pada Ketut Lanus dan tari

oleh Desak Wedanaasih (Cahya Artsyuka). Naskah dibuat oleh I Made Astra sedangkan sutradaranya Erlina dan IB Purwa. Dramatari ini didukung oleh 55 seniman tari dan tabuh serta 5 orang narator. Drama ini pernah dipentaskan pada HUT Forum Ibu-ibu Budhis serta serangkaian Hari Ibu akhir Desember 2014 silam. Desak Wedanaasih meng­ atakan, dalam mengekspresikan cerita tersebut dirinya tak hanya berkutat pada seni tradisi yang ada. Ia juga memasukkan unsur kesenian lain termasuk dari luar negeri, sehingga menjadi sebuah garapan inovatif. Mulai dari gerak-gerak tari hingga pada penataan kostum.

“Kami juga memasukan seni India dan Thailand dari segi gerak tari dan kostum, sehingga menjadi lebih aktual,” kata Lanus. Dalam garapan itu, Desak berusaha memvisualkan kewajiban seorang istri lewat seni gerak. Dalam garapan ini ada 10 pesan kewajiban seorang istri yang disampaikan oleh ayah Visakha kepada dirinya. Pesan itu adalah jangan membawa keluar api dari rumah, jangan membawa api masuk ke rumah, berilah mereka yang memberi, janganlah memberi

mereka yang tidak memberi, berilah mereka yang memberi dan tidak memberi, duduklah dengan bahagia, makanlah de­ ngan bahagia, tidur dengan bahagia, jagalah api, dan hormati para dewa di dalam rumah. BINGKAI SPIRITUAL Dramatari dengan cerita universal, jelas Desak, akan lebih baik menggarap dengan sistem kerjasama dengan ahli cerita dan sutradara andal. Karena itu, selama 10 garapan yang sudah dibuat bekerjasama dengan Forum Ibu-ibu Budhis selalu sukses dalam pentasnya. “Dalam 10 garapan itu kami sudah bekerjasama dengan tiga sutradara seperti Anom Ranuara, Putu Satria dan IB. Purwa. Suatu saat bisa bekerja sama dengan yang lain,” ujarnya. Lanus menambahkan, dalam garapan ini mengangkat ketokohan Visakha sebagai cerminan seorang wanita sempurna, dari segi intelektual, budi pekerti, spiritual, dan religius. Visakha memiliki kecantikan luar dan dalam, sehingga ketokohannya dapat memberi inspsirasi bagi wanita di zaman kini. Tak hanya bagi wanita di lingkung­ an Budhis, tetapi lewat sosok

wanita yang universal juga dapat menginspirasi wanita secara umum. Walau ceritanya bersifat nasional, namun ia meramunya dalam sebuah garapan seni tradisi yang dipadu dengan narasi berbahasa Indonesia. “Dengan begitu orang bisa lebih cepat mengerti serta dapat memetik makna yang ada dalam cerita tersebut,” tambahnya. Tokoh Visakha ini, jelas Lanus, merupakan sosok wanita yang selalu menemukan masalah dalam kehidupannya. Misalnya masalah dengan suami, anak, mertua, tetangga hingga dengan masyarakat. Namun, ia tidak pernah kesal dan menyerah untuk mencari solusi, sehingga mampu memecahkan dengan bijaksana. “Sikap Visakha ini yang patut menjadi teladan bagi ibu-ibu,” imbuh Lanus. Kemampuan Visakha menyelesaikan permasalahan rumah tangga yang ibaratnya seperti api dalam sekam bisa diselesaikannya tanpa harus menimbulkan masalah lain. Artinya, bisa menyelesaikan masalah di rumah tangga dalam lingkup yang kecil. “Intinya kehidupan sehari-hari yang dibingkai de­ ngan spiritual dapat mengerem perilaku negatif,” tegasnya. -Darsana

Life

12 - 18 Januari 2015

Leily (37), bukan nama sebenarnya, menenteng keranjang berisi penuh sembako di sebuah minimarket di Pulau Sumbawa. Penampilannya selalu dibuat necis tiap kali ia keluar rumah. Leily yang supel dan dulu banyak disukai karena keramahannya, berubah menjadi dibenci orang di kampungnya karena ia telah merebut suami wanita lain, yang juga warga satu kampung dengannya.

S

iapa sangka, sebelumnya Leily ternyata mengalami hal yang sama. Sakit dalam sebuah perkawinan yang penuh pengkhianatan. Inilah kisah “balas dendam” yang dilakukan Leily atas perbuatan suaminya terdahulu. Namun, Leily lupa, bahwa apa yang dilakukannya itu telah menyakiti wanita lain beserta ke empat anaknya. Leily lahir dari keluarga yang cukup berada meskipun orangtuanya tidak kaya raya. Karena itu, usai SMA, Leily langsung melanjutkan kuliah di sebuah universitas swasta ternama di Pulau Jawa. Kala ia mulai kuliah, orangtuanya berinisiatif membagi sebagian warisan untuk anak-anaknya, termasuk kepada Leily. “Saya diberi warisan itu untuk membiayai sendiri kuliah saya sampai selesai,” kata Leily. Oleh sebab itulah, selama kuliah, Leily tidak pernah dikirimkan biaya oleh orangtuanya karena dari warisan yang didapat, ia bisa hidup dan membayar kuliahnya. Dari warisan itu pula, awalnya kuliah Leily berjalan lancar. Namun, pada tahun kedua kuliah, Leily kemudian berkenalan dengan seorang laki-laki yang berasal dari satu daerah, Nusa Tenggara Barat. Lelaki yang terbilang berasal dari keluarga tidak punya ini lalu menjadi kekasihnya. Mereka saling jatuh cinta, kemudian

Story

7

Dulu Dikasihani Sekarang Dibenci

memutuskan menikah. “Orang tua saya tidak setuju dengan pernikahan kami,” ungkap Leily dalam perjalanan pulang menuju kampung halamannya. Pernikahan itu memang ditentang oleh orangtuanya yang menginginkan ia menyelesaikan kuliah terlebih dahulu. Namun karena mereka berdua telah dimabuk cinta, keduanya nekat menikah di Pulau Jawa meski tanpa restu orangtua. Dalam perjalanan pernikahan itu, semua berjalan lancar, kecuali mereka lalu menemui masalah kekurangan biaya hidup dan kuliah mengingat suami Leily berasal dari keluarga yang tidak mampu. Ini yang membuat mereka berdua harus memilih prioritas, siapa yang harus kuliah dan siapa yang harus berhenti. Karena kebetulan Leily hamil, maka Leily mengalah tidak melanjutkan kuliah demi membiayai kuliah suaminya dari warisan yang diberikan orangtuanya itu. Leily habishabisan membiayai kuliah suaminya, sampai akhirnya suaminya itu meraih gelar sarjananya. Bersamaan dengan itu warisan Leily tinggal sedikit sekali, ha­ nya cukup untuk biaya pulang ke NTB dan biaya suaminya mencari pekerjaan. Mereka tidak memilih Pulau Sumbawa untuk pulang, melainkan bertahan di Pulau Lombok mengingat orangtua Leily tidak bisa menerima pernikahan mereka. Setahun tinggal di pelosok Lombok kabar baik mereka dapatkan, suami Leily diterima bekerja sebagai pegawai dengan gaji yang lumayan untuk hidup sehari-hari. Kehidupan mereka secara ekonomi mulai membaik. Membaiknya kehidupan ekonomi setelah Leily habis-habisan membiayai suaminya kuliah dan mencarikan pekerjaan untuknya, berbanding terbalik dengan kehidupan rumah tangganya

yang telah dikaruniai tiga anak. Suaminya mulai memperlihatkan sifat aslinya. Si miskin yang diangkatnya dari lumpur sehingga menjadi mutiara itu

ternyata tidak tahu berterima kasih, ia kasar dan sering memukuli Leily meski tanpa sebab yang jelas. Pria tidak tahu diri itu juga mulai sering kedapatan berselingkuh. Kehidupan rumah tangga Leily kacau balau. “Suami saya bahkan sampai tega membawa wanita selingkuhannya itu ke

rumah kontrakan kami,” katanya sedih. Betapa sakit hati Leily yang tetap sabar menerima perlakuan suaminya itu. “Kalau suaminya membawa wanita ke rumah mereka, kasihan Leily, ia harus kami tampung di rumah kawan-kawannya,” kata salah seorang kawan kerja Leily. Leily saat itu bekerja sebagai staf honorer di sebuah sekolah. Itulah masamasa pahit yang dihadapi Leily dengan penuh kesabaran. Menangisi hari-harinya sudah menjadi keseharian Leily kala itu. “Itu sebabnya kami kawankawannya menyarankannya untuk minta cerai saja dari suaminya yang bejat itu,” ujar kawan Leily itu.

CIBIRAN ORANG KAMPUNG Mungkin Leily mengamini apa yang disarankan kawankawannya itu, karena toh, suaminya tersebut tidak lagi bisa diharapkan untuk membahagiakan hidupnya. Leily mantap meminta cerai dan ia pulang kampung bersama ketiga anaknya. Beruntung orangtuanya mau menerimanya dengan rasa penyesalan Leily yang dalam. Kehidupannya mulai stabil bersama orangtuanya di kampung. Namun, entah apa yang ada dalam pikiran Leily, ia berubah menjadi wanita dengan sifat yang tidak pernah dikenal oleh kawan-kawannya sebelum-

nya. Ia sempat dipecat karena memakai uang kantor. Ia juga diketahui berselingkuh dengan beberapa pria yang sudah beristri. Kawan-kawannya menduga ia tengah membalaskan dendam akan sakit hati atas perlakuan suaminya terdahulu. Sampai pada puncaknya, ia berselingkuh terang-terangan dengan pria yang telah memiliki empat orang anak. “Ini jadi pembicaraan dan cibiran orang di kampung,” ujar kawannya yang juga mengaku tidak menyukai apa yang telah dilakukan Leily itu. Leily menjadi sangat tidak peduli. Ia asyik berpacaran dengan suami orang itu sampai akhirnya ia berhasil menikahinya. Lelaki itu pun meninggalkan istrinya yang terpukul hebat sampaisampai sempat masuk rumah sakit jiwa akibat perselingkuhan yang dilakukan suaminya itu dengan Leily. Laki-laki itu bahkan menceraikan istrinya dalam keadaan sakit jiwa demi seorang Leily. Kini Leily menguasai seluruh harta suaminya itu bersama ketiga anaknya. Rumah, mobil hingga gaji suaminya itu kini direbut sebagai hak Leily sepenuhnya. Entah apa yang akan terjadi pada Leily kelak. Kawan-kawannya yang dulu akrab dengannya saja kini menjauhinya karena tidak dapat menerima ketegaan Leily pada wanita itu. Leily yang malang kini hidup bermewahmewah di atas penderitaan wanita lain. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

12 - 18 januari 2015

Spirit Sapu Lidi

Dukung Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak

Meluangkan waktu untuk mendampingi anak tentu sangat sulit bagi orangtua yang sibuk bekerja. Waktu untuk bekerja bisa lebih banyak dibandingkan dengan waktu bersama anak. Hal ini membuat orangtua maupun anak merasa “kehilangan” waktu bersama. Hal inilah yang dirasakan para pekerja di beberapa perusahaan yang kemudian berkumpul kemudian menggagas sebuah organisasi yang kemudian diberi nama Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI).

“P

engalaman saya, waktu kerja di Jakarta antara 12-14 jam sedangkan waktu bertemu anak antara 3-4 jam. Tanpa terasa anak sudah kuliah. Teman-teman lain ternyata juga mengalami hal yang sama. Mereka kehilangan waktu untuk mendampingi anakanak. Kami pun sering ngobrol, tukar pengalaman, hingga melahirkan ide untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi anak-anak,” ungkap S. Luhur Budijarso, Ketua Umum APSAI Pusat. Ide ini mulai bergulir tahun 2010 yang kemudian terealisasi tahun 2011. Asosiasi ini diresmikan sebuah konferensi anak di Solo yang ketika itu Wali Kotanya Joko Widodo. APSAI setelah terbentuk sering berdiskusi dengan Ny. Linda Agum Gumelar yang menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “APSAI dalam menjalankan tujuannya untuk memberikan kontribusi bagi anak-anak memiliki tiga prinsip yang kami sebut 3P, Policy, Produk, Program. Semua ini mengacu dari amanat UU no 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” ujar Luhur yang didampingi Johana Jonatan, Sekjen APSAI Pusat dan RM Adji Srihandoyo, Penasihat APSAI Pusat. Ketiga prinsip ini dikembangkan di lingkungan perusahaan sendiri kemudian ditularkan kepada yang lain. Policy ini berkaitan dengan kebijakan yang ramah anak. Perusahaan tidak boleh mempekerjakan anak (dari usia 0-18 tahun), memberikan fasilitas dan pelayanan bagi karyawati yang hamil karena didalamnya sudah ada janin yang harus dlindungi, menyiapkan fasilitas ruang laktasi bagi karyawati yang sedang menyusui serta menyiapkan tempat bermain atau tempat penitipan anak. Produk berkaitan dengan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan harus ramah anak, Jangan sampai produk itu membahayakan anakanak. Program berkaitan dengan corporate social responsibility (CSR) yang ditujukan untuk kepentingan anak-anak. “Satu hal yang kami tekankan dalam perjalanan APSAI adalah kalau Bupati/Wali Kota mendukung program kepedulian terhadap perlindungan anak, baru kami masuk.

Bali merupakan wilayah pertama di luar Jakarta yang membentuk APSAI. Kami salut dengan komitmen Bupati Gianyar dan Wali Kota Denpasar yang untuk memberikan yang terbaik untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak,” tegas Luhur yang juga Managing Director Sanjaya Buana Indonesia ini. Adji menambahkan APSAI merupakan organisasi sosial yang lahir untuk menjadi mitra pemerintah dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. “Besar kecilnya perusahaan tidak menjadi ukuran, yang penting memiliki komitmen sama dalam mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak. Kalau ada pekerjaan besar lalu dikerjakan bersama-sama, tentu akan terasa ringan. Seperti kata Pak Luhur, kami menggunakan spirit sapu lidi dan gotong royong seperti warga masyarakat mengusung bade. Bersama kita kuat dan bersama menjadikan pekerjaan ringan,” ujar Corporate Affairs Director Carrefour ini. Ia mencontohkan di Carrefour yang berada di bawah PT Trans Retail Indonesia sudah menyiapkan fasilitas yang berkaitan dengan komitmen tersebut, diantaranya menyediakan ruang laktasi bagi pengunjung maupun karyawati yang sedang menyusui dan areal yang ramah untuk anak. “80% konsumen kami adalah wanita, jadi kami berusaha memberikan yang terbaik untuk konsumen sebagai bentuk aplikasi tiga prinsip APSAI. Suplier yang jumlahnya 3400 pun sudah mulai kami edukasi tentang hal ini,” kata Adji. ANUGERAH PELANGI APSAI Pusat yang memiliki 27 anggota ini juga memiliki Anugerah Pelangi yang diberikan setiap Hari Anak Nasional. Penerima anugerah adalah anggota yang memiliki nilai tertinggi dari penjabaran prisip 3P yang diturunkan menjadi 31 kriteria. Di sisi lain, Luhur maupun Adji tak menampik jika di kemudian hari ada kerja sama bisnis di kalangan anggotanya. Di era Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, APSAI juga sering berkomunikasi dan siap untuk menjadi mitra kerja. Hal ini diungkapkan Lenny Nurhayati Rosalinda, Deputi Tumbuh Kembang. “Kami sudah sinergi dengan

12 - 18 januari 2015

Griya

17

Kembali ke Tempo Dulu

Hadirkan Rumah Geladak Tak berbeda dengan rumah joglo, rumah geladak juga banyak diincar oleh mereka yang ingin menghadirkan nuansa zaman dulu. Sekarang, rumah-rumah tempo dulu tersebut sudah banyak diproduksi dengan kayu-kayu baru yang sengaja dibuat antik. Namun, banyak juga masyarakat yang benar-benar ingin menghadirkan rumah aslinya.

R

umah geladak mi­ salnya. Meski makin lama keberadaannya semakin langka, namun rumah panggung ini masih bisa ditemui di daerah Rembang, Jawa Timur. Seperti yang diungkapkan Gede Arta, pemilik Joglo

Drevo Art. “Rumah ini saya ambil di Rembang. Pemiliknya menjual rumah ini karena dia sudah punya rumah modern dari batu. Rumah ini sudah dihuni empat generasi,” ujarnya. Hal itu dibuktikannya dengan tampilan kayu jati tua yang menja-

di bahan utama lantai dan dinding rumah geladak. Rumah geladak ini dijelaskan pada zaman dulu hanya difungsikan sebagai tempat tidur, berbeda dengan rumah joglo yang merupakan bangunan kerajaan yang diperuntukkan sebagi tempat meeting, yang tentu

saja ukurannya jauh lebih besar dibandingkan rumah geladak. Rumah geladak yang didisplay di Joglo Drevo bersama barangbarang antik dan unik lainnya di kawasan Jalan Raya Batu Bulan ini, hanya berukuran 3m x 4,95 m. Detailnya, ukuran kamar 3m x 3,70m dengan tinggi plafon 2,55m. Ukuran teras 3m x 1,25m. Di Bali khususnya, rumah geladak banyak dipakai untuk vila. Namun biasanya, untuk melengkapinya dengan toilet, bagian samping belakang dibuka dan disambungkan dengan kebutuhan ruang lain. –Inten Indrawati

Gede Arta

Foto bersama kegiatan Komitmen Perusahaan anggota APSAI terhadap Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak di Denpasar

APSAI karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Apa yang menjadi kendala di lapangan, mari selesaikan bersama. Kami juga salut dengan Denpasar yang melaksanakan penandatanganan Komitmen Perusahaan anggota APSAI terhadap Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak,” tegas Lenny. Ia pun mengingatkan ada 4 prinsip yang harus selalu dipegang dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Pertama, nondiskriminasi. Kedua, apa pun yang dilakukan haruslah yang terbaik untuk kepentingan anak. Ketiga, apa pun yang terjadi, harus membuat anak hidup, tumbuh, dan melangsungkan kehidupannya. Keempat, mendengar pendapat anak. Wali Kota Denpasar IB Rai

Dharmawijaya Mantra berharap dengan adanya APSAI akan membuat banyak pihak makin peduli dengan anak. Apalagi anak adalah generasi yang akan menggantikan generasi sekarang ini. “Semua orang pernah menjadi anak. Pernah merasakan masa kecil. Dengan adanya APSAI, nanti kami tidak hanya bicara tentang CSR tetapi bagaimana komitmen mereka dengan anak-anak. Denpasar begitu mendeklarasikan sebagai kota layak anak yang ditargetkan tahun 2020 berusaha untuk menyelesaikan semua persoalan yang berkaitan dengan anak,” jelasnya. Lenny menambahkan Denpasar sudah mendeklarasikan sebagai kota layak anak sejak tahun 2011. Dari hasil asesmen, Denpasar masuk kategori Nindya. Ia pun “menantang” Wali Kota

Luhur Budijarso

Denpasar untuk memajukan target kota layak anak jangan tahun 2020 tetapi sebelum tahun 2020.

–Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit

Oleh-oleh Padi Muda

Sepeninggal suaminya, ibu muda itulah yang menggantikan bekerja di sawah. Ia bekerja keras, menanam padi dan memelihara dua anaknya yang masih keMade Taro cil. Ketika musim panen tiba, sebelum berangkat ke sawah, sang ibu berpesan kepada anaknya, “Anakku sayang, tidurkan adikmu di ayunan, ambil air penuhi tempayan, dan masaklah nasi.” “Baiklah, Bu! Jangan lupa oleh-oleh padi muda,” jawab anaknya. Ibu muda itu asyik memanen padi. Menjelang matahari tenggelam ia pulang. Ia dapati anak kesayangannya duduk di depan pintu rumah. “Mana padi mudaku, Bu?” “Maaf, karena keasyikan, ibu lupa. Besok pasti kubawakan,” jawab ibunya. Keesokan harinya pagi-pagi benar, sebelum berangkat ke sawah, ibu pekerja keras itu berpesan kepada anaknya, “Anakku sayang, tidurkan adikmu di ayunan, ambil air penuhi tempayan, dan masaklah nasi.” “Baiklah, Bu! Jangan lupa oleh-oleh padi muda,” jawab anaknya. Ibu muda itu asyik memanen padi. Menjelang matahari tenggelam ia pulang. Ia dapati anak kesayangannya duduk di depan pintu rumah. “Mana padi mudaku, Bu?”

Dua kali sudah ibu muda itu lupa memetikkan padi muda untuk anaknya. Ketiga kalinya ia lupa lagi. Ia dapati anak kesayangannya itu menunggu dengan sabar di depan pintu rumah. Ketika tiba hari keempat, sang anak yang ditinggal ke sawah itu melamun sendirian. Ia ingin sekali makan padi muda. Ia mengkhayal, seandainya ia menjadi burung, ia akan terbang ke sawah, lalu mengingatkan ibunya agar tidak lupa membawa oleh-oleh padi muda. Menjelang matahari tenggelam, ibu muda itu mendengar nyanyian burung yang melayang-layang di atasnya. “Priiit…, priiit…, jangan lupa Bu, oleholeh padi muda.” Ibu itu teringat janjinya. Ia segera memetik beberapa berkas padi muda, lalu pulang menemui anaknya. Sore itu sang anak tidak menunggu di depan pintu. Sang ibu memanggilnya berkali-kali. “Anakku sayang, telah kubawakan oleh-oleh padi muda.” Karena tak ada jawaban, ibu itu memanggil anaknya berkali-kali. Tiba-tiba ia melihat seekor burung hinggap di atas atap seraya mencicit, “Priiit…, priiit…, aku sudah jadi burung, aku sudah jadi burung, Bu.” Sang ibu menangis dan menyesali kelalaiannya. Sesaat kemudian ia masuk ke dapur. Didapatinya nasi telah masak dan tempayan sudah penuh air. Kemudian ia memeriksa ayunan. Didapatinya anaknya yang terkecil tidur amat lelap. Ibu itu menangis dan menangis lagi.

(Gambar tampak depan dan samping): Rumah geladak banyak diincar oleh mereka yang ingin menampilkan suasana tempo dulu. Makin tua kayu yang dipakai, makin berkualitas, dan makin eksotis pula tampilan rumah ini.Bentuk rumah geladak ini bentuknya mirip dengan limasan, namun berukuran lebih kecil.Bukaannya hanya ada satu pintu dan satu jendela.

(Gambar ruang dalam): Rumah panggung ini terbuat dari kayu jati untuk rangka, lantai dan dindingnya. Dinding menggunakan papan kayu jati dengan ketebalan 2,5cm. Sementara atapnya memakai genteng tempo dulu.

Foto 3(Detai struktur): Struktur utama rumah geladak memakai kayu-kayu balok besar berukuran 12x8cm. Demikian juga yang dapat kita lihat pada kusen dan pintu rumah ini, memakai kayu jati solid. Pemakaian kayu-kayu besar ini semakin memberi kesan kokoh pada rumah geladak.

Konstruksi rumah geladak memakai knockdown, sehingga memudahkan untuk dibongkar pasang dan ditempatkan di mana saja. Dengan konstruksi ini pula, sangat memungkinkan untuk memberikan tambahan-tambahan ruang sesuai kebutuhan pemakai.


12 - 18 Januari 2015

16

Menghanyutkan Kepenatan di Air Terjun Gitgit Menjelang liburan, orang sibuk mencari tempat rekreasi yang cocok untuk mengisi liburan. Berbagai tempat re­ kreasi pun menjadi bahan pertimbangan agar liburan me­ reka berkesan. Ada yang memilih menikmati suasana pan­ tai, persawahan, pegunungan, dan ada pula yang i­ngin menikmati keindah­an alam dengan mengunjungi tempat ­rekreasi air terjun. yang terbiasa dengan hiruk-pikuk suasana perkotaan yang padat penduduk, sangat cocok mengunjungi air terjun Gitgit untuk me-refresh pikiran. “Saya tinggal di daerah perkotaan yang padat penduduk, apalagi jika liburan seperti ini jalanan di kota sangat macet. Untuk menenangkan jiwa dan pikiran, saya bersama keluarga memutuskan untuk mengunjungi keindahan air terjun Gitgit dalam agenda liburan kali ini,” ujar Mahendra, salah seorang pengunjung. Alam tak akan henti-hentinya memanjakan kita dengan keindahannya, untuk itu keindahan alam patut kita jaga bersama. Jika kita bisa menjaga alam dengan baik, alam juga akan memberikan yang terbaik untuk kita semua. -Ary

D

i Bali ada air terjun yang sangat terkenal bernama Air Terjun Gitgit. Objek wisata Air Terjun Gitgit atau Gitgit Waterfall ini menawarkan keindahan air terjun, dengan segarnya air pegunungan yang bersumber dari lingkungan hutan alami. Tempat ini sangat cocok untuk pecinta petualangan. Air terjun ini terletak di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali. Dari Kota Singaraja berjarak 11 km ke arah Selatan, dari Denpasar berjarak 90 km. Jika kita datang dari arah Denpasar, kita akan melalui Danau Beratan. Monyet-monyet juga siap menyapa kita saat melewati jalanan menanjak setelah melewati Danau Beratan. Tenang saja, monyet-monyet ini tidak akan mengganggu perjalanan kita jika kita tidak usil kepada mereka. Untuk mencapai air terjun Gitgit ini kita harus berjalan kaki beberapa ratus meter. Sepanjang perjalanan kita akan merasakan sejuknya hawa pegunungan. Sebelum mencapai lokasi air terjun, sepanjang perjalanan banyak kita jumpai para penjual aneka kerajinan lokal. Rasa lelah seketika terbayarkan ketika kita sampai di pusat air terjun Gitgit. Kepenatan dalam pikiran seketika hanyut bersama aliran air terjun yang sangat jernih ini. Kesegaran dan kesejukan yang luar biasa membuat kita tak ingin meninggalkan tempat yang indah ini. Banyak pengunjung dari kota sengaja datang ke sini untuk menikmati keindahan air terjun ini. Mereka

Suasana penganugerahan K. Nadha Nugraha ke-14

Enam Tokoh Terima K. Nadha Nugraha ke-14 Bali Post kembali menganugerahkan penghargaan bagi tokoh-tokoh yang memberi kontribusi positif bagi Bali dan Indonesia. Pe­nyerahan K. Nadha Nugraha ke-14 dilaksanakan Sabtu (10/1) di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha. Mereka yang menerima adalah Ida Pedanda Made Sidemen (alm), IGK Manila, Tjokorda Gede Agung Sukawati (alm), Ketut Englan (alm), Direktur Walhi Pusat, dan Bendesa Adat Tanjung Benoa. Pimpinan KMB ABG Satria Naradha dalam sambutannya memberi apresiasi para penerima penghargaan yang sudah berkomitmen memberikan yang terbaik untuk Bali dan Indonesia. Acara penganugerahan juga dirangkaikan dengan diskusi bertema Revolusi Mental dimulai dari Bali Menyelamatkan Ibu Pertiwi yang dipandu oleh Gde Palgunadi. Hadir dalam acara ini antara lain Ketua DPRD Bali, Bupati Bangli, Bupati Buleleng, Bupati Jembrana, Danrem 163/Wirasatya, Rektor Unud, dan Ny. Bintang Puspayoga. IGK Manila dalam sambutannya sebagai penerima K.Nadha me­ ngaku salut dengan eksistensi Bali Post. “Saya bisa hidup dan menjadi seperti sekarang berkat didikan Pak Nadha. Jasa beliau sangat besar bagi hidup saya,” tegas pensiunan TNI dengan pangkat terakhir Mayor Jendral ini. -Ngurah Budi

12 - 18 januari 2015

Wasir Incar Mahasiswa dan Wanita Pernahkah kita berpikir kalau duduk atau pun berdiri dalam durasi waktu yang panjang bisa menyebabkan wasir? Lalu pernahkah kita memperhatikan siklus buang air besar yang tidak rutin dan terkadang mengejan terlalu kuat juga menyebabkan wasir. Cermati kondisi seperti ini di keseharian kita. Mengabaikan berarti membiarkan tubuh menjadi tanah yang subur bagi penyakit wasir ini.

W

asir atau s e r­ i n g d i ­ sebut am­ beien ada­ lah penyakit atau gangguan pada anus, dimana bibir anus mengalami pembengkakan yang kadang-kadang disertai pendarahan. Dalam beberapa kasus, wasir atau ambeien disebabkan oleh kesalahan da­ lam melakukan gerakan pada olahraga tertentu. Misalnya pada olahraga angkat beban atau olahraga pernapasan, ter­ lalu banyak duduk atau berdiri, faktor genetika (keturunan), mengejan terlalu keras saat buang air besar (biasanya aki­

bat konstipasi) dan dapat ter­ jadi juga pada wanita hamil. Ke a d a a n m e t a b o l i s m e pencernaan sangat mempen­ garuhi terjadinya wasir. Maka­ nan yang tak berserat tinggi, dan kurang air putih sangat mempengaruhi proses pencer­ naan makanan dan menjadi­ kan ampas makanan dalam bentuk tinja ini saat dikeluar­ kan melalui anus akan keras dan membutuhkan peneka­ nan atau yang sering dikenal dengan mengejan juga terlalu keras. Sehingga, tinja terse­ but menggesek dinding anus bagian luar, dan apabila kon­ disi ini terjadi berulang- ulang

akan mengakibatkan luka. Kadang-kadang, wasir bisa juga menyebabkan keluarnya lendir dan menimbulkan peras­ aan bahwa masih ada isi rek­ tum yang belum dikeluarkan. Perut terasa mau jebol karena banyak tinja yang tertahan aki­ bat takut mengalamai rasa sakit saat buang air besar. Gatal pada daerah anus (pruritus ani) bisa menjadi gejala dari wasir. Rasa gatal ini terjadi karena keadaan wasir yang keluar itu meng­ hambat pembersihan anus secara efisien, dapat menyebab­ kan partikel-partikel kecil dari feses menumpuk pada kulit perianal dan bekerja sebagai

9 iritan. Iritan ini dapat berpo­ tensi menjadi kanker bila tidak segera ditangani. Ada juga yang mengalami rasa sakit di bagian tulang belakang bagian bawah. Biasanya, gejala itu di alami oleh penderita yang sudah pada ambeien stadium 2. Seringkali orang malas un­ tuk keluar masuk toilet untuk mengeluarkan tinja berulangulang, sehingga mengejan keras untuk mengeluarkan tinja di­ ambil untuk menuntaskannya. Terburu-buru saat buang air besar juga bisa menyebab­ kan wasir. Hal inilah yang ser­ ing terjadi pada mahasiswa yang tinggal di kos-kosan yang memiliki kamar mandi bersama untuk seluruh penghuni. Akibat antrian panjang untuk meng­ gunakan kamar mandi maka membuat orang tergesa-gesa dalam melakukan buang air besar, mengejan keras dilaku­ kan untuk mempercepat proses pembuangan tinja dan selesai. Wasir lebih rawan terjadi pada wanita ketimbang pria. Itu disebabkan karena wanita lebih sering mengalami pele­ baran pembuluh balik atau

pembuluh vena (misalnya saat menstruasi atau hamil) dibandingkan pria. Berolahraga, istirahat tera­ tur, serta makan makanan yang berserat tinggi akan menghin­ dari kita dari sembelit atau pun tinja yang keras yang me­ nyebabkan wasir. Terkadang kita sulit harus memakan yang berserat tinggi seperti buah dan sayuran karena enggan mengupas, memotong atau pun mengolah sayuran menjadi ma­ kanan yang siap disantap. Tak perlu khawatir, kini dengan Bio Teknologi, kita tak perlu lagi pusing menghabis­ kan sayur-buah sekeranjang untuk ketersediaan serat da­ lam tubuh. Cukup dengan meneteskan 3 tetes 3 kali se­ hari Bio HSA Jamu Tetes, akan memenuhi angka kecukupan gizi dan serat dalam tubuh. Bio HSA terbuat dari 25 macam buah dan sayuran yang sudah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indone­ sia (MURI) untuk jamu tetes yang memiliki unsur buah dan sayur terbanyak dalam kandungannya.

Untuk memperoleh BIO HSA Jamu Tetes sangat mu­ dah karena sudah tersedia di Apotek-apotek dan Toko Obat di seluruh Indonesia. Atau hubungi Bio HSA Pusat : 081212590300 / 081284157938 / 021-36486118, SMS Center Bio HSA 081223715206 atau cabang kami di setiap wilayah: Jabodetabek: 087880081009; ­Ba­nten: 082122718538; Jawa Timur: 085200209999; Jawa Barat: 082116302286; Jawa Tengah: 082136652507; Solo: 0271-8099752/ 085740787274; Bali & Lombok: 0361-2734190/085239132548 / 081372533562; Riau: 082172452269; Sumatera Utara: 085373894275; Batam: 081275684519; Lampung: 081369275775/081366578485; Jambi: 085369011272; Kalimantan Timur ( Bontang 081347338421, Samarinda 081347376882, Balik­ papan 085247318957, Tarakan 08125491931); ­Kalimantan Selatan (Banjarmasin 081317500100).


10

Bugar

Benjolan di Lipatan Paha Hati-hati Hernia Oleh:

dr. Ade Chandra, Sp.B.

Penulis adalah Spesialis Bedah umum di RS Siloam Bali.

S

12 - 18 januari 2015

ecara definisi, hernia atau turun berok merupakan suatu penonjolan  isi suatu rongga melalui celah atau bagian lemah dari dinding otot sehingga organ tubuh dapat menempati ruang yang tidak semestinya. Berdasarkan definisi ini maka setiap bagian tubuh manusia bisa terkena hernia, yang paling sering kita kenal dan temukan adalah hernia yang berlokasi di lipatan paha. Lokasi hernia yang lain adalah di pusar (sering pada bayi), hernia di dinding perut, hernia pada daerah bekas operasi, hernia di diafragma (antara rongga dada dan perut). Organ tubuh  yang mengalami penurunan biasanya adalah usus, lemak usus, kandung telur, atau kandung kemih. Hernia selain sering ditemukan pada orang dewasa, juga bisa terjadi pada bayi yang disebut dengan hernia kongenital karena kegagalan penutupan saluran zakar di lipatan paha saat bayi dalam kandungan. Sedangkan pada orang dewasa hernia sering terjadi karena faktor dapatan seperti karena pekerjaan (sering mengangkat beban berat), usia tua (karena kelemahan dinding otot), dan penyakit lain (seperti prostat dan gangguan pencernaan kronis). Hernia terdapat 6 kali lebih banyak pada pria dibandingkan wanita. Pada pria, 97 % dari hernia terjadi di daerah lipat paha sampai ke buah zakar, 2 %  terjadi di paha dan 1% sebagai hernia di pusar. Pada wanita variasinya sedikit berbeda, yaitu 50 % terjadi pada daerah lipat paha, 34 % pada bagian tengah paha dan 16 % pada pusar. Pada orang dewasa, terdapat dua faktor penyebab utama hernia yaitu peningkatan tekanan di dalam rongga tubuh dan melemahnya dinding otot. Tekanan yang meningkat pada abdomen terjadi karena : Men-

gangkat beban berat, batuk-batuk lama seperti pada pasien dengan sakit paru-paru, kesulitan buang air kecil seperti pada penyakit prostat, gangguan buang air besar seperti sembelit lama, tumor di dalam perut, kegemukan dan kehamilan. Sedangkan kelemahan dinding perut bisa terjadi karena : usia tua, kurang gisi, kerusakan saraf dan gangguan metabolisme protein. Gejala hernia biasanya mudah untuk diketahui, penderita mengeluhkan ada benjolan di lipatan paha yang hilang timbul. Muncul jika penderita berdiri, beraktivitas, batuk, bersin atau mengedan dan hilang jika penderita berbaring dan rileks. Sering disertai rasa tidak nyaman di lokasi benjolan. Pada keadaan ini penderita sering mengabaikan keluhannya dan tidak segera berobat karena tidak merasa sakit. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) bisa dilakukan untuk memastikan isi kantong yang menonjol. Pada kondisi yang lebih lanjut sering benjolan tersebut tidak bisa hilang lagi dan menetap di lipatan paha serta sering disertai rasa sangat tidak nyaman (hernia ireponible). Jika jepitan benjolan atau hernia itu sampai menimbulkan komplikasi seperti mengganggu aliran darah usus  maka akan menimbulkan efek yang bahaya bahkan kematian sehingga diperlukan operasi yang sifatnya emergensi. Pada keadaan yang berat dan parah maka penderita akan mengeluhkan sakit yang luar biasa disertai dengan muntah hebat, kesulitan buang gas dan buang air besar bahkan bisa jatuh dalam kondisi sepsis (infeksi berat) atau kekurangan cairan (dehidrasi). Sehingga, sangat dianjurkan supaya penderita hernia tidak hanya berobat pada saat kondisinya sudah berat karena risiko dan bahaya komplikasinya menjadi lebih besar dari pada berobat saat fase dini.

Gb1. Mekanisme terjadinya hernia

Gb 2. Lokasi terjadinya hernia Jika sudah dipastikan menderita hernia maka yang harus dilakukan adalah segeralah berobat. Pengobatan hernia yang rasional hanyalah satu saja yaitu operasi. Operasi yang dimaksud adalah untuk menutup lubang atau celah hernia dan meletakkan bahan sintetis (mesh) di atas lubang tersebut untuk lebih memperkuat otot yang lemah. Dengan persiapan yang baik, operasi hernia jarang menimbulkan komplikasi serius. Justru hasil yang didapat bisa langsung terlihat setelah operasi. Operasi yang dilakukan bisa bersifat “one day surgery � (pasien bisa langsung pulang setelah operasi) jika hernia nya belum terkomplikasi/terjepit. Pemakaian celana hernia untuk mengobati hernia tidak dianjurkan karena bisa menimbulkan komplikasi lain seperti kerusakan buah zakar, peradangan pada kulit, penekanan pada pembuluh

darah. Selain itu celana hernia harus dipakai seumur hidup dan membuat penderita menjadi tidak nyaman. Celana hernia barulah menjadi pilihan jika penderita hernia memiliki penyulit kesehatan yang lain (gagal jantung, ginjal, paru, dsb) yang membuatnya tidak layak untuk dioperasi. Pengobatan hernia adalah operasi untuk menutup lubang hernia dan memperkuat dinding otot yang lemah. Jika penyebab hernianya karena adanya penyakit yang lain maka penyakit yang lainnya pun juga harus diobati. Karena jika hanya mengobati hernia saja tanpa mengobati penyakit yang menjadi penyebabnya maka hernia bisa kambuh lagi. Sebagai contoh, penderita hernia karena gangguan prostat (karena sulit kencing) maka masalah prostatnya juga harus diselesaikan juga bersamaan dengan masalah hernianya. Dengan penanganan yang komprehensif dan menyeluruh angka kekambuhan hernia bisa dikurangi. Benjolan di lipatan paha yang hilang timbul adalah ciri khas  hernia. Pad a beberap a kas us , ad a juga benjolan di daerah paha yang bukan hernia seperti: pembesaran kalenjar limfe karena infeksi atau tumor, tumor di daerah lipatan paha, tumor pada buah zakar, infeksi pada buah zakar dan salurannya. Benjolanbenjolan tersebut biasanya menetap, tidak hilang timbul. Pengobatan pun berbeda beda dari masing masing keluhan tersebut. Hernia merupakan kelainan ya n g u m u m d a n s e r i n g t e r j a d i di masyarakat terutama pria, dengan gejala benjolan hilang timbul di daerah tertentu seperti di lipatan paha. Pengobatan hernia hanyalah satu yaitu operasi untuk memperbaiki celah atau lubang hernia. Pengobatan tanpa operasi bukanlah pilihan yang baik karena dapat menimbulkan masalah baru. pengobatan hernia yang disertai penyakit tertentu haruslah dilakukan secara komprehensif sehingga mencegah terjadinya kekambuhan.

12 - 18 januari 2015

Style

Sepatu Eksklusif Buatan Lokal Sepatu selain merupakan fashion penunjang penampilan, juga berfungsi sebagai alas kaki berbagai aktivitas. Ini berarti sepatu yang nyaman digunakan berkegiatan tanpa me­ ngorbankan gaya.

U

ntuk ini Tokoh memilihkan berbagai model sepatu dari Joanne Samallo, seorang desainer sepatu dan tas dengan merek J-Coll. Sepatu wanita dan pria dengan model-model yang tengah nge-

Joanne Samallo

tren ini, dibuat di Bali dengan bahan kulit, sintetis, dan berbagai jenis bahan tekstil. Sepatu handmade yang 100 persen Indonesia ini mamapu tampil esklusif, customized dan limited. Sepatu yang terasa nyaman saat dikenakan, karena

Joanne memberikan perhatian khusus saat seleksi bahan hingga proses pembuatannya. Menyadari setiap orang memiliki kaki dengan ukuran tersendiri, Joanne pun tak pernah berhenti meng­ eksplore desain dan kualitas sepatunya agar mendapatkan sepatu tidak hanya nyaman tapi juga modis. Nah, jika ingin tampilan alas kaki yang gaya, boleh juga mengintip beberapa model produk lokal koleksi J- Coll berikut ini. – Sri Ardhini

15


14

Jelita

Atasi Masalah Kulit dengan Laser Kini dengan kemajuan teknologi, semakin ban­ yak orang ingin memiliki penampilan yang terlihat lebih mulus, bersih bahkan lebih muda dari usia sebenarnya. Untuk memenuhi tuntutan ini, ber­ bagai inovasi kecantikan terus dilakukan dan se­ makin banyak pula klinik kecantikan yang dileng­ kapi layanan teknologi laser.

A

pa sebenarnya teknologi laser ini, apa saja manfaatnya, bagaimana cara kerjanya serta adakah risiko yang akan ditimbulkannya? Agar lebih jelas, Tokoh pun menemui dr. IGN Darma Putra, Sp.KK., diruang kerjanya pekan lalu. Dikatakannya kalau pengerjaan laser haruslah dilakukan dokter spesialis kulit atau dokter yang telah mendapat pelatihan khusus tentang laser. Pengerjaan laser harus hati-hati, sebab meski alatnya canggih, namun tetap ‘man behind the gun’ yang menentukan. Walaupun canggih, laser tidak bisa memberikan hasil yang sangat cepat, tetap memerlukan proses dan waktu. “Light amplification stimulated emission radiation atau disingkat laser adalah sinar yang mengalami penguatan atau amplifikasi yang distimulasi dari emisi radiasi. Gunanya bermacam-macam, salah satunya untuk mengatasi masalah kulit,

terutama mengatasi lapisan kulit paling atas atau epidermis hingga lapisan dermis atas serta folikel rambut dan pembuluh darah,” paparnya. Dokter spesialis kulit ini juga menyampaikan laser bisa menghaluskan dan mencerahkan kulit serta mengurangi kerutan halus sebagai tanda penuaan.

Sangat bagus hasilnya untuk menghilangkan tato serta menghilangkan bulu tubuh secara permanen. “Laser merupakan satu-satunya cara yang terbukti secara ilmiah dapat menghilangkan tato dan bulu dengan hasil yang memuaskan dan tidak menimbulkan bekas yang mengganggu penampilan,”katanya. Selain menangani penuaan dini, laser dapat menghaluskan dan mencerahkan kulit. Kemudian dapat mengangkat sel kulit mati sampai lapisan yang agak dalam sehingga hasilnya kulit akan mulus setelah dilaser. “ Sinar laser yang sampai ke kulit akan menimbulkan luka atau peradangan serta merangsang kolagen pada kulit bagian dalam. Selanjutnya mengenai zat warna (kromofor) pada kulit, pembu-

12 - 18 januari 2015

12 - 18 januari 2015

luh darah dan juga folikel rambut sehingga menimbulkan reaksi pada target tersebut. Terjadi pengelupasan sel kulit mati maupun kerusakan pada pembuluh darah maupun bulunya,” lanjutnya. Menurut dokter Darma laser memang bagus digunakan mengatasi pigmentasi pada kulit. Namun, untuk kasus flek, laser belum tentu bisa menghilangkan dengan cepat dan total. Terutama pada kasus flek dengan pigmen yang berlokasi dibagian kulit yang dalam. Sampai saat ini belum ada cara yang terbukti paling ampuh menghilangkan flek dan mencegah munculnya kembali. Flek sangat dipengaruhi paparan sinar matahari, selama terpapar matahari, akan berisiko untuk kekambuh­an flek. Pada beberapa kasus malahan laser dapat mengakibatkan flek menjadi tambah parah. Begitu pula untuk mengatasi bulu yang tidak diinginkan ditubuh secara permanen, dapat memaki laser. Biasanya laser digunakan untuk mengatasi bulu di kaki, tangan dan juga bulu ketiak. Laser juga efektif menghilangkan kumis dan janggut. Namun, menghilangkan bulu tidak bisa dilakukan sekali laser. Prosesnya perlu berkali- kali dengan jarak 2 minggu -1 bulan. “Bulu yang sudah dilaser sebenarnya bukannya tidak tumbuh sama sekali, melainkan tumbuh menjadi bulu-bulu halus sehingga tidak terlihat,”ucapnya. Sementara laser pada kasus jerawat terutama berperan untuk membantu menyamarkan lobanglobang bekas jerawat dan mengecilkan pori-pori sehingga permukaan kulit menjadi lebih rata dan halus. Sedangkan untuk melangsingkan tubuh, laser dapat berperan dengan cara laser liposuction yaitu penggunaan sinar laser untuk memecah sel lemak. Penggunaan laser pada tindakan sedot lemak dapat mempercepat masa penyembuhan setelah sedot lemak dan mengurangi memar, namun umumnya dilakukan pada area yang tidak begitu luas. Bicara soal harga treatment yang menggunakan laser, dokter yang juga pemilik D& I Skin Centre ini menyebut sangat bervariasi. Hal ini

tergantung kebijakan tempat yang menyediakan laser. Biasanya dipertimbangkan luas area yang dilaser dan jenis laser yang digunakan. “Satu jenis laser tidak dapat mengatasi semua jenis masalah kulit. Bahkan untuk laser tato, diperlukan satu laser untuk satu warna tertentu. Jadi kalau banyak warna dibutuhkan beberapa jenis laser,” terangnya. Disampaikannya pula peralatan canggih seperti laser bukan berarti tanpa efek samping. Umumnya setelah laser kulit menjadi sangat sensitif, akan terjadi kemerahan, kering, dan pengelupasan kulit dan terlihat seperti gosong. Saat kondisi tersebut sebaik­ nya menghindari paparan matahari langsung dan sering menggunakan vitamin kulit dan tabir surya. Apabila tidak dilindungi dengan benar, dapat menimbulkan kehitaman di kulit yang terlihat seperti flek. Diingatkannya juga kalau laser tidak dapat digunakan sendiri dirumah, karena perlu keahlian dan pengalaman khusus untuk melakukan laser. Sinar laser juga sangat berbahaya apabila mengenai mata, dapat menyebabkan kebutaan. Sehingga dalam melakukan laser diperlukan kacamata khusus untuk melindungi mata baik untuk pasien maupun dokternya Termasuk sebelum melakukan tindakan laser atau tindakan canggih lainnya, katanya, pastikan kita sudah mengetahui apa saja pantangan setelah laser dan berapa kali perlu dilakukan laser. Sebab, seringkali orang menganggap peralatan canggih akan memberikan hasil instan, dan jika setelah dilakukan tindakan ternyata belum didapatkan hasil yang diharapkan, akan menimbulkan rasa kecewa. Jadi diperlukan pengertian yang sama antara dokter dan pasien sehingga harapan sesuai dengan hasil yang di­ dapat. – Sri Ardhini

Mitos

11

Kenali dan Atasi Trauma Peristiwa yang mengguncangkan Bali bah­ kan dunia 12 Oktober 2002, Bom Bali I tentu meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi mereka yang terkait de­ ngan kejadian traumatis tersebut. De­ mikian halnya dengan tragedi tsunami di Aceh 26 Desember 2004, dan yang kini masih hangat diperbincangkan kecelakaan pesawat Air Asia.

D

alam siklus kehidup­ an,mengalami peristiwa mengecewakan, tak mengenakkan, bahkan menyedihkan pasti pernah terjadi. Tetapi, rasa kecewa, terpukul, takut, sakit, dan sedih yang bakal terulang lagi yang kita alami akibat peristiwa tersebut, biasanya akan hilang atau berkurang dengan sendirinya, seiring berjalannya waktu. Namun, tidak demikian dengan trauma. “Seseorang bisa disebut mengalami trauma jika ia menunjukkan gejala fisik maupun psikologis yang terus berlangsung, meskipun peristiwa traumatis itu sudah berlalu,” jelas Psikolog Ni Made Trisna Susanti, S.Psi. Owner Dian Selaras Konsultan Psikologi & Klinik Hypnoterapi ini pun meluruskan beberapa mitos terkait trauma. Mitos: Peristiwa buruk akan menjadi trauma. Fakta: Bisa jadi iya, namun tidak selalu. Semua tergantung daya tahan psikologis (resiliensi) seseorang dalam menghadapi masalah. Bisa jadi masalah yang dianggap ringan seseorang, justru

terasa berat bagi orang lain. Trauma adalah pengalaman yang terjadi tiba-tiba yang sangat menyakitkan atau menyedihkan, dan tak bisa terlupakan secara fisik dan psikologis. Trauma akan muncul kembali ketika seseorang yang resiliensinya lemah, mengalami kembali hal buruk yang sama, atau bahkan hal buruk yang sama yang dialami orang lain. Tak semua pengalaman buruk menyebabkan trauma. Misalnya seorang ibu yang ditinggal mati suami secara mendadak membuatnya down dan menarik diri dari pergaulan. Bisa jadi, ibu lain dengan kejadian sama, justru lebih tegar, lebih bersemangat dan bangkit lebih cepat. Mitos: Trauma dapat menyebabkan mimpi buruk. Fakta: Mimpi dimunculkan dari alam bawah sadar. Jika tak ada pendampingan yang baik saat kondisi seperti itu, yang bersangkutan akan mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), yakni gangguan psikologis yang terjadi akibat adanya pengalaman traumatis. Beberapa tanda-tanda seseorang yang mengalami PTSD antara lain; mengalami kejadian trauma-

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Mempertanyakan Keperjakaan “Dok, apa sih tandanya seorang cowok sudah nggak perjaka lagi? Katanya lututnya kopong, pantatnya tepos, terus kalau dilihat kelaminnya sudah menghitam dan spermanya encer. Apa benar ya dok?” (Risma, 23 thn) Hari gini mempertanyakan virginitas? Banyak yang bereaksi seperti itu ketika diajak diskusi tentang keperawanan. Tetapi ternyata masih banyak juga yang menanyakannya lagi. Selama ini yang dibahas justru

sebagian besar adalah tentang mengetahui keperawanan pada perempuan dan bukan keperjakaan pada laki-laki. Apakah yang membahas tentang bagaimana membuktikan keperjakaan laki-laki sudah ada?

tis secara terus-menerus dalam bentuk bayangan/pikiran/ingatan kejadian secara terus-menerus dan menyebabkan stres, mimpi-mimpi mengenai kejadian secara berulang, ilusi/halusinasi terkait kejadian, stres/muncul respons fisik seperti berkeringat dingin atau jantung berdegup kencang saat menemui hal-hal yang berkaitan dengan kejadian traumatis. Hal ini juga bisa dilihat dari adanya upaya seseorang untuk menghindari pikiran, perasaan, percakapan, aktivitas, tempat, atau orang-orang yang berkaitan dengan kejadian traumatis. Tandatanda lain ditunjukkan dengan tidak mampunya seseorang untuk mengingat aspek-aspek penting dari kejadian traumatis, kehilangan minat/partisipasi dalam aktivitasaktivitas yang sebelumnya biasa dilakukan, serta adanya peningkatan rangsangan secara terus menerus, yang hal ini tidak pernah terjadi sebelum kejadian traumatis, seperti sulit tidur atau malah tidur secara berlebihan, menjadi mudah marah, sulit berkonsentrasi, menjadi awal waspada secara berlebihan, se­ ring merasa terkejut/kaget secara berlebihan. Mitos: Trauma berkepanjangan bisa menyebabkan gila. Fakta : Tidak. Trauma berkepanjangan bisa menyebabkan depresi, dan jika dibiarkan bisa gila. Karena itu, diperlukan pendampingan bagi orang-orang yang mengalami peristiwa traumatis.

Tips mengatasi trauma: 1. Belajarlah dari pengalaman sebelum­n ya tentang peristiwa traumatis tersebut, mengapa hal itu bisa terjadi, memahami, dan mencari tahu apa yang harus dilakukan (solusi). Misalkan, peristiwa traumatis ketika naik pesawat terbang. Jika terjadi masalah/kecelakaan, kita harus melakukan apa dan sebagainya, sehingga ketika kejadian traumatis terulang kembali, tidak ada perasaan takut. 2. Pengalihan dengan memikir-

Jawabannya, memang sudah ada. Tapi berhati-hatilah kepada mitos atau informasi yang tidak benar, karena terkadang memang menyesatkan. Sebagian besar malah berani menilai bahwa keperjakaan bisa dinilai dari segi perubahan bentuk fisik atau bentuk luar semata. Beberapa pendapat yang beredar tentang keperjakaan adalah, seorang laki-laki disebutkan masih perjaka bila saat pertama kali berhubungan seksual ejakulasi atau pengeluaran cairan spermanya cepat terjadi pada awal penetrasi. Juga ada yang bilang seperti yang ditanyakan di atas, bahwa laki-laki yang sudah kehilangan keperjakaan maka lututnya akan kopong dan runcing, pantatnya menipis, rambutnya beruban dan kulit lebih keriput. Sebagian lagi dengan menebak bahwa laki-laki yang masih perjaka maka kepala penisnya akan berwarna kemerah-merahan sedangkan pada laki-laki sudah tidak perjaka akan berwarna gelap, kadang terdapat goresan-goresan bekas lecet, karena gesekan. Lalu, pada laki-laki yang tidak perjaka juga disebutkan sangat mudah

mengeluarkan cairan kelamin berwarna bening ketika saat terangsang, yang bukan sperma. Apa itu semua benar? Tentu saja itu semua keliru. Semuanya bisa dipastikan tidak benar. Tentang ejakulasi yang terlalu cepat terjadi saat pertama kali berhubungan seksual memang bisa terjadi, tetapi tidak menjamin itu terjadi pada hubungan seksual pertama kali. Bisa juga pada hubungan seksual yang kesekian kali hingga bertahuntahun lamanya hubungan seksual baru bisa terjadi. Atau sebaliknya, mereka yang baru pertama kali berhubungan seksual, hubungan seksual bisa terjadi lancar-lancar saja tanpa kejadian ejakulasi yang terlalu cepat. Demikian juga dengan perubahan fisik, pada laki-laki yang sudah berhubungan seksual tidak serta merta langsung terjadi perubahan. Setelah berhubungan seksual sama sekali tidak memunculkan perubahan apa-apa yang bisa dilihat. Tidak juga berubah cara berjalan. Tidak juga mengubah bentuk lutut dan bokong. Dan, tidak ada yang berubah dengan bentuk, anatomi dan fisiologi dari kelamin. Jadi, jangan

kan/membayangkan hal-hal yang positif. 3. Memberikan pemdampingan. Misalkan, trauma disuntik, karena ia sudah membayangkan pengalaman sebelumnya, bagaimana sakitnya disuntik, carikan orangtua, suami/istri untuk mendampinginya agar merasakan kenyamanan. Demikian halnya dengan trauma lainnya, dibutuhkan pendampingan dari orang-orang yang profesional di bidangnya sampai ia menemukan kenyamanan. “Trauma bisa terjadi sewaktu-waktu dalam usia berapa pun, bahkan bayi sekali pun. Mengatasi trauma pada anak akan berbeda dengan orang dewasa, karena anak belum memiliki keterampilan yang memadai untuk mengekspresikan diri atau keter­ batasan kosakata. Semua ada proses, yang penting kita mau menjalani proses itu,” ujar Trisna Susanti bijak. –Inten Indrawati

pernah mudah dan gampang termakan oleh mitos yang jelas tidak benar seperti ini. Bagaimana cara mengetahui laki-laki yang masih perjaka dan yang sudah tidak perjaka? Tidak ada jalan lain, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah hanya dengan ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan, walau ini juga sering kali tidak mudah, karena bagi banyak orang masalah keperjakaan atau keperawanan merupakan rahasia yang ingin disimpan baik-baik. “Laki-laki yang benar-benar mempunyai perasaan cinta yang tulus, tidak akan membohongi Anda”. Tetapi tentu harus siap dengan berbagai konsekuensi dari jawabannya dan apakah hal ini benar-benar penting untuk ditanyakan. Jadi, silakan berpikir bijak untuk permasalahan keperawanan dan keperjakaan ini, karena justru yang terbaik adalah melupakan hal yang dianggap buruk di masa lalu, serta berpikir positif untuk hubungan Anda saat ini dengan tanggung jawab dan komitmen dan yang disepakati bersama.


Kuliner

12 - 18 januari 2015

12

Menu Spesial ala Warung Ongan

Kolaborasi Barat dan Timur

Menu kali ini sangat ekpresif karena menyajikan perpaduan rasa makanan barat dan timur. Ada rasa asam yang khas pada saus mangga, sangat cocok dipadupadankan dengan daging kambing. Ada juga kerapu panggang dengan saus caper spesial. Menu lokal, ada bebek garing, pepes ikan, dan makanan penutup bola-bola pisang goreng. Lima menu ini bisa disebut kolaborasi Barat dan Timur yang sangat diminati tamu di Hotel Golden Tulip. Executive Chef Ketut Sumerata menyajikan untuk pembaca Tokoh kali ini.

Bebek Garing

putih, 20 gr cabai merah, 20 gr lombok besar, 15 gr kemiri, 10 gr kunyit, 10 gr kencur, 1 batang sereh, dan terasi secukupnya.

12 - 18 januari 2015

Kerapu Panggang Bahan: 450 gr : ikan kerapu 2 gr : herb daun dill 1 gr : herb thyme 2 gr : herb rosemary 1 buah : jeruk lemon 1 buah : jeruk nipis 1 sdt : merica hitam yang dihaluskan 3 sdt : olive oil Garam dan merica Kertas roti Cara membuat: - Ikan kerapu dibersihkan, beri

garam dan merica. Lumuri ikan dengan campuran herb. Bungkus ikan dengan kertas roti. - Oven ikan selama 25 menit. Setelah matang, sajikan bersama caper sauce, tomat dan kentang rebus. Bahan caper sauce: ½ buah tomat dipotong kecil, 2 sdm olive oil, 1 sdm campuran herb thyme, dill, dan rosemary, 1 buah jeruk nipis, garam, dan merica. • Campur semua bahan. Siap sajikan bersama ikan.

Mixed Juice Ikan bakar Jimbaran sudah menjadi makanan yang diburu para tamu yang datang ke Bali. Kini, menu ikan bakar jimba-

ran, tak hanya ditemui di Pantai Jimbaran. Di Denpasar, sudah mulai banyak warung makan yang menyajikan menu ikan bakar jimbaran. Salah satunya, Warung Ongan. Warung makan yang berlokasi dekat Dam Air Ongan ini, memberikan pilihan baru bagi Anda pencinta kuliner. Dengan bergaya arsitektur bangunan terbuka dekat dengan alam, pengunjung dapat menikmati menu spesial sembari melihat sungai ayung. Pemandangannya sangat eksotik, apalagi menjelang malam hari, begitu indah sembari menyaksikan bulan purnama. Menu makanan yang disajikan sangat bervariasi. Selain menu andalan ikan bakar jimbaran, ada juga makanan jepang sushi dan western food, mulai dari pizza, spaghetti, dan steak. Aneka minuman mulai dari jus, smoothie, juga tersedia. Warung Ongan dibuka setahun lalu, tepatnya bulan Februari

2014. Sejak setahun beroperasi, sambutan konsumen begitu luar biasa. “Kami tidak hanya menyajikan makanan yang enak dan lezat tapi juga ketenangan dan lokasi masih di Kota Denpasar,” ujar Manajer Warung Ongan Md.Gd. Brihanala Putra,S.S.,Par., yang juga dosen di STPBI ini. Jam buka mulai pukul 10 pagi sampai 11 malam. Tempat parkir sangat luas. Saat masuk, terdengar suara gemericik air sangat meneduhkan hati. Tersedia juga areal bermain bagi anak-anak. Bagi yang ingin duduk di gazebo juga disediakan 12 tempat. Warung Ongan merupakan tempat yang sangat representatif untuk acara ulang tahun, meeting, syukuran, atau jamuan makan. Anda tinggal pilih tempat yang Anda inginkan. Menu bervariasi, sehingga bisa mencakup anak-anak, remaja, dewasa, dan orangtua. Harga sangat terjangkau, terutama bagi kalangan anak muda. Bagi penggemar makanan Jepang sushi, bolehlah dicoba sushi ala Tahari Sushi2 ini. Sushi sudah disesuaikan dengan lidah orang lokal, jadi sangat enak dan pas sesuai selera. Seorang chef profesional meracik

menu makanan di Warung Ongan sehingga rasanya tidak usah diragukan lagi. Jika, Anda sedang mencari suasana baru untuk acara makan Anda, Warung ongan

13

bisa dijadikan pilihan. Ingin tahu menu-menu baru Warung Ongan? gabung saja di instagram warungongan. Selamat mencoba. -Wirati Astiti

• Campur semua bahan. Tumis sampai harum. Siap digunakan.

Bahan : 800 gr : bebek 100 gr : bumbu bali Pepes Ikan Bahan: 125 gr : ikan snapper, potong dadu Daun kemangi 2 sdm : bumbu bali 10 ml : santan Garam dan merica secukupnya

Bahan bumbu Bali: 50 gr lengkuas, 30 gr jahe, 25 gr bawang merah, 20 gr bawang

Penyelesaian: - Bebek dibelah dua kemudian direbus dengan bumbu bali, daun salam, daun jeruk, garam, dan merica. Masak sampai daging bebek lunak lebih kurang 3 jam. Angkat dan diamkan. Bumbu yang tersisa disaring kemudian dibalurkan di bebek. Goreng bebek sampai garing dan renyah. - Sajikan bebek garing bersama sambal matah dan sambal ulek.

Pepes Ikan

Ketut Sumerata

Bahan: 3 buah : potongan daging kambing,

Paket Sea Food

Bumbu untuk merendam daging: 50 gr bawang bombay dicincang, 1 batang herb rosemary dicincang, 1 batang daun thyme, ½ sdt mustard, 2 siung bawang putih yang dicincang, garam dan merica secukupnya, merica hitam yang dihaluskan secukupnya.

Bahan saus mango salsa: 50 gr mangga dipotong kecil, 30 gr bawang bombay dipotong kecil, 20 gr tomat dipotong kecil, 1 sdm herb rosemary, thyme dan dill, 1 sdm olive oil, 1 sdm jeruk nipis, garam, dan merica hitam yang dihaluskan. Cara membuat saus: - Semua bahan dicampur. Siap digunakan untuk saus lamb chop. - Saute Vegetable : wortel, brokoli, asparagus disiram air panas. Angkat, kemudian tumis dengan mentega. Siap sajikan.

Bahan: 1300 gr 500 gr 1 butir 1 sdt 1 sdm 1 sdt 1 liter 10 gr

: : : : : : : :

pisang kepok matang tepung terigu telur ayam baking soda gula pasir garam minyak goreng wijen yang disangrai

Cara membuat: - K u p a s p i ­ sang, hancurkan. Cam­p urkan pisang dengan telur ayam, baking powder, tepung

terigu, gula, dan garam. Campur semua bahan diuleni, tambahkan sedikit air bila perlu. - Goreng adonan masing-masing satu sendok makan sampai berwarna kecokelatan. Taburi di atasnya wijen yang disangrai. Sajikan bersama saus stroberi dan nenas.

Serombotan

Steak Ikan Salmon

tang rebus, dan mango salsa.

Pisang Goreng Golden Tulip Lelaki asal Singaraja ini, memulai pengalamannya sebagai chef sejak tahun 1989. Setamat BPLP Nusa Dua, ia mulai berkarier di Batam. Setelah lima tahun di Batam, ia memutuskan kembali ke Bali. Ketut Sumerata mulai berkarier di Westin, Amandari, Ritz Carlton, kemudian ke Bali Hyat Sanur. Setelah tujuh tahun di sana, akhirnya ia pindah ke Golden Tulip. Sumerata mengatakan, suka memasak sejak kecil. Setamat SMEA, ia melanjutkan ke D1 BPLP Nusa Dua. Sumerata sudah pernah melalang buana ke Spanyol, Shanghai, dan Oman untuk mempromosikan makanan Indonesia. Harapannya kini hanya satu, terus ingin berkreasi dengan masakan lokal yang ternyata sangat digemari para turis asing. –Wirati Astiti

Sushi

Lamb Chop

Cara membuat: - Campur semua bumbu rendaman. Daging kambing direndam dalam bumbu sekitar 30 menit. Simpan di kulkas. Panggang daging kambing sesuai selera. Sajikan bersama sauté vegetable, ken-

Cara membuat: - Tumis bumbu bali sampai harum. Masukkan ikan, tambahkan santan, garam, merica, dan terkahir masukkan daun kemangi. - Bungkus dengan daun pisang kemudian dipanggang. Bisa juga dipanggang dalam bambu. - Hidangkan pepes ikan bersama plecing kangkung.

Terus Berkreasi

Pizza

Pangsit Mi Ayam Sarwan Bahan: 400 gr : mi yang sudah jadi 3 sdm : minyak ½ sdt : lada bubuk 1 sdm : minyak wijen Garam secukupnya Selada keriting secukupnya Bahan Ayam Taburan 4 siung : bawang putih, cincang halus

2 sdm : minyak ½ sdt : minyak wijen ¼ sdt : jahe parut 200 gr : ayam cincang ½ sdt : lada bubuk Garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat : - Tumis- bawang putih dengan minyak dan minyak wijen sampai harum, masukkan jahe, cincangan ayam, dan tambahkan lada, garam, kaldu bubuk. Aduk

- -

-

-

hingga ayam matang, angkat, sisihkan. Rebus mi hingga lunak dan tiriskan. Campur minyak ayam dan lada, kecap asin, garam dan minyak wijen dalam mangkok, aduk hingga rata lalu masukan mi rebus. Aduk rata. Sajikan dengan ayam taburan, selada keriting dan kuah pangsit mi, serta tambahkan krupuk goreng pangsit di atasnya. Siap disajikan.

Ceker Kecap Bumbu Pedas Bahan : 750 gr : ceker yang sudah dibersihkan 10 buah : cabe rawit utuh 1 buah : bawang pre, iris serong 100 ml : kecap manis 1,5 liter : air Gula,garam, kaldu bubuk, minyak, secukupnya Bumbu yang dihaluskan: Bahan: 9 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 10 buah : cabe kriting merah 2 ruas : jari jahe 4 butir : kemiri sangrai

Cara Membuat : - Tumis bumbu halus sampai harum, lalu tiriskan. - Siapkan panci sayur, masukkan ceker, air, dan bumbu halus yang sudah ditumis. - Masukkan juga cabe rawit, irisan bawang pre, lalu rebus hingga ceker lunak dan air berkurang/tersisa +1 liter. - Masukkan kecap dan bumbu lainnya, diamkan sampai mendidih dan bumbu meresap. Angkat dari perapian. - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng di atasnya.

Bahan: 500 gr : ikan salmon, iris serong 1 buah : wortel manis, iris dadu 100 gr : jagung manis pipil 1 sdt : lada 1 sdm : bawang putih goreng 2 sdm : kecap perendam Garam, kaldu bubuk secukupnya Margarin secukupnya Bahan Saus Steak : 2 sdm : saus tiram 3 sdm : saus raja rasa 4 sdm : kecap manis 1 sdm : minyak wijen 7 buah : cabe rawit, iris halus 1 sdt : lada Cara Membuat : - Campur kecap perendam bersama lada dan bawang

putih halus. Tambahkan garam dan kaldu bubuk, campur jadi satu, lalu masukan irisan ikan salmon, diamkan selama 5 menit. - Siapkan teflon grill anti lengket, lalu panggang ikan salmon di dalam teflon grill, olesi dengan margarin, bolak-balik hingga matang dan sisihkan. - Rebus pipilan jagung manis dan irisan wortel, masak sampai matang dan sisihkan. Campur jadi satu dengan bumbu saus steak. - Ikan bakar salmon disajikan dengan saus yang sudah jadi, lalu diberi garnis rebusan jagung manis dan wortel. Bisa juga ditambahkan kentang goreng.


Kuliner

12 - 18 januari 2015

12

Menu Spesial ala Warung Ongan

Kolaborasi Barat dan Timur

Menu kali ini sangat ekpresif karena menyajikan perpaduan rasa makanan barat dan timur. Ada rasa asam yang khas pada saus mangga, sangat cocok dipadupadankan dengan daging kambing. Ada juga kerapu panggang dengan saus caper spesial. Menu lokal, ada bebek garing, pepes ikan, dan makanan penutup bola-bola pisang goreng. Lima menu ini bisa disebut kolaborasi Barat dan Timur yang sangat diminati tamu di Hotel Golden Tulip. Executive Chef Ketut Sumerata menyajikan untuk pembaca Tokoh kali ini.

Bebek Garing

putih, 20 gr cabai merah, 20 gr lombok besar, 15 gr kemiri, 10 gr kunyit, 10 gr kencur, 1 batang sereh, dan terasi secukupnya.

12 - 18 januari 2015

Kerapu Panggang Bahan: 450 gr : ikan kerapu 2 gr : herb daun dill 1 gr : herb thyme 2 gr : herb rosemary 1 buah : jeruk lemon 1 buah : jeruk nipis 1 sdt : merica hitam yang dihaluskan 3 sdt : olive oil Garam dan merica Kertas roti Cara membuat: - Ikan kerapu dibersihkan, beri

garam dan merica. Lumuri ikan dengan campuran herb. Bungkus ikan dengan kertas roti. - Oven ikan selama 25 menit. Setelah matang, sajikan bersama caper sauce, tomat dan kentang rebus. Bahan caper sauce: ½ buah tomat dipotong kecil, 2 sdm olive oil, 1 sdm campuran herb thyme, dill, dan rosemary, 1 buah jeruk nipis, garam, dan merica. • Campur semua bahan. Siap sajikan bersama ikan.

Mixed Juice Ikan bakar Jimbaran sudah menjadi makanan yang diburu para tamu yang datang ke Bali. Kini, menu ikan bakar jimba-

ran, tak hanya ditemui di Pantai Jimbaran. Di Denpasar, sudah mulai banyak warung makan yang menyajikan menu ikan bakar jimbaran. Salah satunya, Warung Ongan. Warung makan yang berlokasi dekat Dam Air Ongan ini, memberikan pilihan baru bagi Anda pencinta kuliner. Dengan bergaya arsitektur bangunan terbuka dekat dengan alam, pengunjung dapat menikmati menu spesial sembari melihat sungai ayung. Pemandangannya sangat eksotik, apalagi menjelang malam hari, begitu indah sembari menyaksikan bulan purnama. Menu makanan yang disajikan sangat bervariasi. Selain menu andalan ikan bakar jimbaran, ada juga makanan jepang sushi dan western food, mulai dari pizza, spaghetti, dan steak. Aneka minuman mulai dari jus, smoothie, juga tersedia. Warung Ongan dibuka setahun lalu, tepatnya bulan Februari

2014. Sejak setahun beroperasi, sambutan konsumen begitu luar biasa. “Kami tidak hanya menyajikan makanan yang enak dan lezat tapi juga ketenangan dan lokasi masih di Kota Denpasar,” ujar Manajer Warung Ongan Md.Gd. Brihanala Putra,S.S.,Par., yang juga dosen di STPBI ini. Jam buka mulai pukul 10 pagi sampai 11 malam. Tempat parkir sangat luas. Saat masuk, terdengar suara gemericik air sangat meneduhkan hati. Tersedia juga areal bermain bagi anak-anak. Bagi yang ingin duduk di gazebo juga disediakan 12 tempat. Warung Ongan merupakan tempat yang sangat representatif untuk acara ulang tahun, meeting, syukuran, atau jamuan makan. Anda tinggal pilih tempat yang Anda inginkan. Menu bervariasi, sehingga bisa mencakup anak-anak, remaja, dewasa, dan orangtua. Harga sangat terjangkau, terutama bagi kalangan anak muda. Bagi penggemar makanan Jepang sushi, bolehlah dicoba sushi ala Tahari Sushi2 ini. Sushi sudah disesuaikan dengan lidah orang lokal, jadi sangat enak dan pas sesuai selera. Seorang chef profesional meracik

menu makanan di Warung Ongan sehingga rasanya tidak usah diragukan lagi. Jika, Anda sedang mencari suasana baru untuk acara makan Anda, Warung ongan

13

bisa dijadikan pilihan. Ingin tahu menu-menu baru Warung Ongan? gabung saja di instagram warungongan. Selamat mencoba. -Wirati Astiti

• Campur semua bahan. Tumis sampai harum. Siap digunakan.

Bahan : 800 gr : bebek 100 gr : bumbu bali Pepes Ikan Bahan: 125 gr : ikan snapper, potong dadu Daun kemangi 2 sdm : bumbu bali 10 ml : santan Garam dan merica secukupnya

Bahan bumbu Bali: 50 gr lengkuas, 30 gr jahe, 25 gr bawang merah, 20 gr bawang

Penyelesaian: - Bebek dibelah dua kemudian direbus dengan bumbu bali, daun salam, daun jeruk, garam, dan merica. Masak sampai daging bebek lunak lebih kurang 3 jam. Angkat dan diamkan. Bumbu yang tersisa disaring kemudian dibalurkan di bebek. Goreng bebek sampai garing dan renyah. - Sajikan bebek garing bersama sambal matah dan sambal ulek.

Pepes Ikan

Ketut Sumerata

Bahan: 3 buah : potongan daging kambing,

Paket Sea Food

Bumbu untuk merendam daging: 50 gr bawang bombay dicincang, 1 batang herb rosemary dicincang, 1 batang daun thyme, ½ sdt mustard, 2 siung bawang putih yang dicincang, garam dan merica secukupnya, merica hitam yang dihaluskan secukupnya.

Bahan saus mango salsa: 50 gr mangga dipotong kecil, 30 gr bawang bombay dipotong kecil, 20 gr tomat dipotong kecil, 1 sdm herb rosemary, thyme dan dill, 1 sdm olive oil, 1 sdm jeruk nipis, garam, dan merica hitam yang dihaluskan. Cara membuat saus: - Semua bahan dicampur. Siap digunakan untuk saus lamb chop. - Saute Vegetable : wortel, brokoli, asparagus disiram air panas. Angkat, kemudian tumis dengan mentega. Siap sajikan.

Bahan: 1300 gr 500 gr 1 butir 1 sdt 1 sdm 1 sdt 1 liter 10 gr

: : : : : : : :

pisang kepok matang tepung terigu telur ayam baking soda gula pasir garam minyak goreng wijen yang disangrai

Cara membuat: - K u p a s p i ­ sang, hancurkan. Cam­p urkan pisang dengan telur ayam, baking powder, tepung

terigu, gula, dan garam. Campur semua bahan diuleni, tambahkan sedikit air bila perlu. - Goreng adonan masing-masing satu sendok makan sampai berwarna kecokelatan. Taburi di atasnya wijen yang disangrai. Sajikan bersama saus stroberi dan nenas.

Serombotan

Steak Ikan Salmon

tang rebus, dan mango salsa.

Pisang Goreng Golden Tulip Lelaki asal Singaraja ini, memulai pengalamannya sebagai chef sejak tahun 1989. Setamat BPLP Nusa Dua, ia mulai berkarier di Batam. Setelah lima tahun di Batam, ia memutuskan kembali ke Bali. Ketut Sumerata mulai berkarier di Westin, Amandari, Ritz Carlton, kemudian ke Bali Hyat Sanur. Setelah tujuh tahun di sana, akhirnya ia pindah ke Golden Tulip. Sumerata mengatakan, suka memasak sejak kecil. Setamat SMEA, ia melanjutkan ke D1 BPLP Nusa Dua. Sumerata sudah pernah melalang buana ke Spanyol, Shanghai, dan Oman untuk mempromosikan makanan Indonesia. Harapannya kini hanya satu, terus ingin berkreasi dengan masakan lokal yang ternyata sangat digemari para turis asing. –Wirati Astiti

Sushi

Lamb Chop

Cara membuat: - Campur semua bumbu rendaman. Daging kambing direndam dalam bumbu sekitar 30 menit. Simpan di kulkas. Panggang daging kambing sesuai selera. Sajikan bersama sauté vegetable, ken-

Cara membuat: - Tumis bumbu bali sampai harum. Masukkan ikan, tambahkan santan, garam, merica, dan terkahir masukkan daun kemangi. - Bungkus dengan daun pisang kemudian dipanggang. Bisa juga dipanggang dalam bambu. - Hidangkan pepes ikan bersama plecing kangkung.

Terus Berkreasi

Pizza

Pangsit Mi Ayam Sarwan Bahan: 400 gr : mi yang sudah jadi 3 sdm : minyak ½ sdt : lada bubuk 1 sdm : minyak wijen Garam secukupnya Selada keriting secukupnya Bahan Ayam Taburan 4 siung : bawang putih, cincang halus

2 sdm : minyak ½ sdt : minyak wijen ¼ sdt : jahe parut 200 gr : ayam cincang ½ sdt : lada bubuk Garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat : - Tumis- bawang putih dengan minyak dan minyak wijen sampai harum, masukkan jahe, cincangan ayam, dan tambahkan lada, garam, kaldu bubuk. Aduk

- -

-

-

hingga ayam matang, angkat, sisihkan. Rebus mi hingga lunak dan tiriskan. Campur minyak ayam dan lada, kecap asin, garam dan minyak wijen dalam mangkok, aduk hingga rata lalu masukan mi rebus. Aduk rata. Sajikan dengan ayam taburan, selada keriting dan kuah pangsit mi, serta tambahkan krupuk goreng pangsit di atasnya. Siap disajikan.

Ceker Kecap Bumbu Pedas Bahan : 750 gr : ceker yang sudah dibersihkan 10 buah : cabe rawit utuh 1 buah : bawang pre, iris serong 100 ml : kecap manis 1,5 liter : air Gula,garam, kaldu bubuk, minyak, secukupnya Bumbu yang dihaluskan: Bahan: 9 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 10 buah : cabe kriting merah 2 ruas : jari jahe 4 butir : kemiri sangrai

Cara Membuat : - Tumis bumbu halus sampai harum, lalu tiriskan. - Siapkan panci sayur, masukkan ceker, air, dan bumbu halus yang sudah ditumis. - Masukkan juga cabe rawit, irisan bawang pre, lalu rebus hingga ceker lunak dan air berkurang/tersisa +1 liter. - Masukkan kecap dan bumbu lainnya, diamkan sampai mendidih dan bumbu meresap. Angkat dari perapian. - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng di atasnya.

Bahan: 500 gr : ikan salmon, iris serong 1 buah : wortel manis, iris dadu 100 gr : jagung manis pipil 1 sdt : lada 1 sdm : bawang putih goreng 2 sdm : kecap perendam Garam, kaldu bubuk secukupnya Margarin secukupnya Bahan Saus Steak : 2 sdm : saus tiram 3 sdm : saus raja rasa 4 sdm : kecap manis 1 sdm : minyak wijen 7 buah : cabe rawit, iris halus 1 sdt : lada Cara Membuat : - Campur kecap perendam bersama lada dan bawang

putih halus. Tambahkan garam dan kaldu bubuk, campur jadi satu, lalu masukan irisan ikan salmon, diamkan selama 5 menit. - Siapkan teflon grill anti lengket, lalu panggang ikan salmon di dalam teflon grill, olesi dengan margarin, bolak-balik hingga matang dan sisihkan. - Rebus pipilan jagung manis dan irisan wortel, masak sampai matang dan sisihkan. Campur jadi satu dengan bumbu saus steak. - Ikan bakar salmon disajikan dengan saus yang sudah jadi, lalu diberi garnis rebusan jagung manis dan wortel. Bisa juga ditambahkan kentang goreng.


14

Jelita

Atasi Masalah Kulit dengan Laser Kini dengan kemajuan teknologi, semakin ban­ yak orang ingin memiliki penampilan yang terlihat lebih mulus, bersih bahkan lebih muda dari usia sebenarnya. Untuk memenuhi tuntutan ini, ber­ bagai inovasi kecantikan terus dilakukan dan se­ makin banyak pula klinik kecantikan yang dileng­ kapi layanan teknologi laser.

A

pa sebenarnya teknologi laser ini, apa saja manfaatnya, bagaimana cara kerjanya serta adakah risiko yang akan ditimbulkannya? Agar lebih jelas, Tokoh pun menemui dr. IGN Darma Putra, Sp.KK., diruang kerjanya pekan lalu. Dikatakannya kalau pengerjaan laser haruslah dilakukan dokter spesialis kulit atau dokter yang telah mendapat pelatihan khusus tentang laser. Pengerjaan laser harus hati-hati, sebab meski alatnya canggih, namun tetap ‘man behind the gun’ yang menentukan. Walaupun canggih, laser tidak bisa memberikan hasil yang sangat cepat, tetap memerlukan proses dan waktu. “Light amplification stimulated emission radiation atau disingkat laser adalah sinar yang mengalami penguatan atau amplifikasi yang distimulasi dari emisi radiasi. Gunanya bermacam-macam, salah satunya untuk mengatasi masalah kulit,

terutama mengatasi lapisan kulit paling atas atau epidermis hingga lapisan dermis atas serta folikel rambut dan pembuluh darah,” paparnya. Dokter spesialis kulit ini juga menyampaikan laser bisa menghaluskan dan mencerahkan kulit serta mengurangi kerutan halus sebagai tanda penuaan.

Sangat bagus hasilnya untuk menghilangkan tato serta menghilangkan bulu tubuh secara permanen. “Laser merupakan satu-satunya cara yang terbukti secara ilmiah dapat menghilangkan tato dan bulu dengan hasil yang memuaskan dan tidak menimbulkan bekas yang mengganggu penampilan,”katanya. Selain menangani penuaan dini, laser dapat menghaluskan dan mencerahkan kulit. Kemudian dapat mengangkat sel kulit mati sampai lapisan yang agak dalam sehingga hasilnya kulit akan mulus setelah dilaser. “ Sinar laser yang sampai ke kulit akan menimbulkan luka atau peradangan serta merangsang kolagen pada kulit bagian dalam. Selanjutnya mengenai zat warna (kromofor) pada kulit, pembu-

12 - 18 januari 2015

12 - 18 januari 2015

luh darah dan juga folikel rambut sehingga menimbulkan reaksi pada target tersebut. Terjadi pengelupasan sel kulit mati maupun kerusakan pada pembuluh darah maupun bulunya,” lanjutnya. Menurut dokter Darma laser memang bagus digunakan mengatasi pigmentasi pada kulit. Namun, untuk kasus flek, laser belum tentu bisa menghilangkan dengan cepat dan total. Terutama pada kasus flek dengan pigmen yang berlokasi dibagian kulit yang dalam. Sampai saat ini belum ada cara yang terbukti paling ampuh menghilangkan flek dan mencegah munculnya kembali. Flek sangat dipengaruhi paparan sinar matahari, selama terpapar matahari, akan berisiko untuk kekambuh­an flek. Pada beberapa kasus malahan laser dapat mengakibatkan flek menjadi tambah parah. Begitu pula untuk mengatasi bulu yang tidak diinginkan ditubuh secara permanen, dapat memaki laser. Biasanya laser digunakan untuk mengatasi bulu di kaki, tangan dan juga bulu ketiak. Laser juga efektif menghilangkan kumis dan janggut. Namun, menghilangkan bulu tidak bisa dilakukan sekali laser. Prosesnya perlu berkali- kali dengan jarak 2 minggu -1 bulan. “Bulu yang sudah dilaser sebenarnya bukannya tidak tumbuh sama sekali, melainkan tumbuh menjadi bulu-bulu halus sehingga tidak terlihat,”ucapnya. Sementara laser pada kasus jerawat terutama berperan untuk membantu menyamarkan lobanglobang bekas jerawat dan mengecilkan pori-pori sehingga permukaan kulit menjadi lebih rata dan halus. Sedangkan untuk melangsingkan tubuh, laser dapat berperan dengan cara laser liposuction yaitu penggunaan sinar laser untuk memecah sel lemak. Penggunaan laser pada tindakan sedot lemak dapat mempercepat masa penyembuhan setelah sedot lemak dan mengurangi memar, namun umumnya dilakukan pada area yang tidak begitu luas. Bicara soal harga treatment yang menggunakan laser, dokter yang juga pemilik D& I Skin Centre ini menyebut sangat bervariasi. Hal ini

tergantung kebijakan tempat yang menyediakan laser. Biasanya dipertimbangkan luas area yang dilaser dan jenis laser yang digunakan. “Satu jenis laser tidak dapat mengatasi semua jenis masalah kulit. Bahkan untuk laser tato, diperlukan satu laser untuk satu warna tertentu. Jadi kalau banyak warna dibutuhkan beberapa jenis laser,” terangnya. Disampaikannya pula peralatan canggih seperti laser bukan berarti tanpa efek samping. Umumnya setelah laser kulit menjadi sangat sensitif, akan terjadi kemerahan, kering, dan pengelupasan kulit dan terlihat seperti gosong. Saat kondisi tersebut sebaik­ nya menghindari paparan matahari langsung dan sering menggunakan vitamin kulit dan tabir surya. Apabila tidak dilindungi dengan benar, dapat menimbulkan kehitaman di kulit yang terlihat seperti flek. Diingatkannya juga kalau laser tidak dapat digunakan sendiri dirumah, karena perlu keahlian dan pengalaman khusus untuk melakukan laser. Sinar laser juga sangat berbahaya apabila mengenai mata, dapat menyebabkan kebutaan. Sehingga dalam melakukan laser diperlukan kacamata khusus untuk melindungi mata baik untuk pasien maupun dokternya Termasuk sebelum melakukan tindakan laser atau tindakan canggih lainnya, katanya, pastikan kita sudah mengetahui apa saja pantangan setelah laser dan berapa kali perlu dilakukan laser. Sebab, seringkali orang menganggap peralatan canggih akan memberikan hasil instan, dan jika setelah dilakukan tindakan ternyata belum didapatkan hasil yang diharapkan, akan menimbulkan rasa kecewa. Jadi diperlukan pengertian yang sama antara dokter dan pasien sehingga harapan sesuai dengan hasil yang di­ dapat. – Sri Ardhini

Mitos

11

Kenali dan Atasi Trauma Peristiwa yang mengguncangkan Bali bah­ kan dunia 12 Oktober 2002, Bom Bali I tentu meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi mereka yang terkait de­ ngan kejadian traumatis tersebut. De­ mikian halnya dengan tragedi tsunami di Aceh 26 Desember 2004, dan yang kini masih hangat diperbincangkan kecelakaan pesawat Air Asia.

D

alam siklus kehidup­ an,mengalami peristiwa mengecewakan, tak mengenakkan, bahkan menyedihkan pasti pernah terjadi. Tetapi, rasa kecewa, terpukul, takut, sakit, dan sedih yang bakal terulang lagi yang kita alami akibat peristiwa tersebut, biasanya akan hilang atau berkurang dengan sendirinya, seiring berjalannya waktu. Namun, tidak demikian dengan trauma. “Seseorang bisa disebut mengalami trauma jika ia menunjukkan gejala fisik maupun psikologis yang terus berlangsung, meskipun peristiwa traumatis itu sudah berlalu,” jelas Psikolog Ni Made Trisna Susanti, S.Psi. Owner Dian Selaras Konsultan Psikologi & Klinik Hypnoterapi ini pun meluruskan beberapa mitos terkait trauma. Mitos: Peristiwa buruk akan menjadi trauma. Fakta: Bisa jadi iya, namun tidak selalu. Semua tergantung daya tahan psikologis (resiliensi) seseorang dalam menghadapi masalah. Bisa jadi masalah yang dianggap ringan seseorang, justru

terasa berat bagi orang lain. Trauma adalah pengalaman yang terjadi tiba-tiba yang sangat menyakitkan atau menyedihkan, dan tak bisa terlupakan secara fisik dan psikologis. Trauma akan muncul kembali ketika seseorang yang resiliensinya lemah, mengalami kembali hal buruk yang sama, atau bahkan hal buruk yang sama yang dialami orang lain. Tak semua pengalaman buruk menyebabkan trauma. Misalnya seorang ibu yang ditinggal mati suami secara mendadak membuatnya down dan menarik diri dari pergaulan. Bisa jadi, ibu lain dengan kejadian sama, justru lebih tegar, lebih bersemangat dan bangkit lebih cepat. Mitos: Trauma dapat menyebabkan mimpi buruk. Fakta: Mimpi dimunculkan dari alam bawah sadar. Jika tak ada pendampingan yang baik saat kondisi seperti itu, yang bersangkutan akan mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), yakni gangguan psikologis yang terjadi akibat adanya pengalaman traumatis. Beberapa tanda-tanda seseorang yang mengalami PTSD antara lain; mengalami kejadian trauma-

Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di ­amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi ­Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.

Mempertanyakan Keperjakaan “Dok, apa sih tandanya seorang cowok sudah nggak perjaka lagi? Katanya lututnya kopong, pantatnya tepos, terus kalau dilihat kelaminnya sudah menghitam dan spermanya encer. Apa benar ya dok?” (Risma, 23 thn) Hari gini mempertanyakan virginitas? Banyak yang bereaksi seperti itu ketika diajak diskusi tentang keperawanan. Tetapi ternyata masih banyak juga yang menanyakannya lagi. Selama ini yang dibahas justru

sebagian besar adalah tentang mengetahui keperawanan pada perempuan dan bukan keperjakaan pada laki-laki. Apakah yang membahas tentang bagaimana membuktikan keperjakaan laki-laki sudah ada?

tis secara terus-menerus dalam bentuk bayangan/pikiran/ingatan kejadian secara terus-menerus dan menyebabkan stres, mimpi-mimpi mengenai kejadian secara berulang, ilusi/halusinasi terkait kejadian, stres/muncul respons fisik seperti berkeringat dingin atau jantung berdegup kencang saat menemui hal-hal yang berkaitan dengan kejadian traumatis. Hal ini juga bisa dilihat dari adanya upaya seseorang untuk menghindari pikiran, perasaan, percakapan, aktivitas, tempat, atau orang-orang yang berkaitan dengan kejadian traumatis. Tandatanda lain ditunjukkan dengan tidak mampunya seseorang untuk mengingat aspek-aspek penting dari kejadian traumatis, kehilangan minat/partisipasi dalam aktivitasaktivitas yang sebelumnya biasa dilakukan, serta adanya peningkatan rangsangan secara terus menerus, yang hal ini tidak pernah terjadi sebelum kejadian traumatis, seperti sulit tidur atau malah tidur secara berlebihan, menjadi mudah marah, sulit berkonsentrasi, menjadi awal waspada secara berlebihan, se­ ring merasa terkejut/kaget secara berlebihan. Mitos: Trauma berkepanjangan bisa menyebabkan gila. Fakta : Tidak. Trauma berkepanjangan bisa menyebabkan depresi, dan jika dibiarkan bisa gila. Karena itu, diperlukan pendampingan bagi orang-orang yang mengalami peristiwa traumatis.

Tips mengatasi trauma: 1. Belajarlah dari pengalaman sebelum­n ya tentang peristiwa traumatis tersebut, mengapa hal itu bisa terjadi, memahami, dan mencari tahu apa yang harus dilakukan (solusi). Misalkan, peristiwa traumatis ketika naik pesawat terbang. Jika terjadi masalah/kecelakaan, kita harus melakukan apa dan sebagainya, sehingga ketika kejadian traumatis terulang kembali, tidak ada perasaan takut. 2. Pengalihan dengan memikir-

Jawabannya, memang sudah ada. Tapi berhati-hatilah kepada mitos atau informasi yang tidak benar, karena terkadang memang menyesatkan. Sebagian besar malah berani menilai bahwa keperjakaan bisa dinilai dari segi perubahan bentuk fisik atau bentuk luar semata. Beberapa pendapat yang beredar tentang keperjakaan adalah, seorang laki-laki disebutkan masih perjaka bila saat pertama kali berhubungan seksual ejakulasi atau pengeluaran cairan spermanya cepat terjadi pada awal penetrasi. Juga ada yang bilang seperti yang ditanyakan di atas, bahwa laki-laki yang sudah kehilangan keperjakaan maka lututnya akan kopong dan runcing, pantatnya menipis, rambutnya beruban dan kulit lebih keriput. Sebagian lagi dengan menebak bahwa laki-laki yang masih perjaka maka kepala penisnya akan berwarna kemerah-merahan sedangkan pada laki-laki sudah tidak perjaka akan berwarna gelap, kadang terdapat goresan-goresan bekas lecet, karena gesekan. Lalu, pada laki-laki yang tidak perjaka juga disebutkan sangat mudah

mengeluarkan cairan kelamin berwarna bening ketika saat terangsang, yang bukan sperma. Apa itu semua benar? Tentu saja itu semua keliru. Semuanya bisa dipastikan tidak benar. Tentang ejakulasi yang terlalu cepat terjadi saat pertama kali berhubungan seksual memang bisa terjadi, tetapi tidak menjamin itu terjadi pada hubungan seksual pertama kali. Bisa juga pada hubungan seksual yang kesekian kali hingga bertahuntahun lamanya hubungan seksual baru bisa terjadi. Atau sebaliknya, mereka yang baru pertama kali berhubungan seksual, hubungan seksual bisa terjadi lancar-lancar saja tanpa kejadian ejakulasi yang terlalu cepat. Demikian juga dengan perubahan fisik, pada laki-laki yang sudah berhubungan seksual tidak serta merta langsung terjadi perubahan. Setelah berhubungan seksual sama sekali tidak memunculkan perubahan apa-apa yang bisa dilihat. Tidak juga berubah cara berjalan. Tidak juga mengubah bentuk lutut dan bokong. Dan, tidak ada yang berubah dengan bentuk, anatomi dan fisiologi dari kelamin. Jadi, jangan

kan/membayangkan hal-hal yang positif. 3. Memberikan pemdampingan. Misalkan, trauma disuntik, karena ia sudah membayangkan pengalaman sebelumnya, bagaimana sakitnya disuntik, carikan orangtua, suami/istri untuk mendampinginya agar merasakan kenyamanan. Demikian halnya dengan trauma lainnya, dibutuhkan pendampingan dari orang-orang yang profesional di bidangnya sampai ia menemukan kenyamanan. “Trauma bisa terjadi sewaktu-waktu dalam usia berapa pun, bahkan bayi sekali pun. Mengatasi trauma pada anak akan berbeda dengan orang dewasa, karena anak belum memiliki keterampilan yang memadai untuk mengekspresikan diri atau keter­ batasan kosakata. Semua ada proses, yang penting kita mau menjalani proses itu,” ujar Trisna Susanti bijak. –Inten Indrawati

pernah mudah dan gampang termakan oleh mitos yang jelas tidak benar seperti ini. Bagaimana cara mengetahui laki-laki yang masih perjaka dan yang sudah tidak perjaka? Tidak ada jalan lain, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah hanya dengan ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan, walau ini juga sering kali tidak mudah, karena bagi banyak orang masalah keperjakaan atau keperawanan merupakan rahasia yang ingin disimpan baik-baik. “Laki-laki yang benar-benar mempunyai perasaan cinta yang tulus, tidak akan membohongi Anda”. Tetapi tentu harus siap dengan berbagai konsekuensi dari jawabannya dan apakah hal ini benar-benar penting untuk ditanyakan. Jadi, silakan berpikir bijak untuk permasalahan keperawanan dan keperjakaan ini, karena justru yang terbaik adalah melupakan hal yang dianggap buruk di masa lalu, serta berpikir positif untuk hubungan Anda saat ini dengan tanggung jawab dan komitmen dan yang disepakati bersama.


10

Bugar

Benjolan di Lipatan Paha Hati-hati Hernia Oleh:

dr. Ade Chandra, Sp.B.

Penulis adalah Spesialis Bedah umum di RS Siloam Bali.

S

12 - 18 januari 2015

ecara definisi, hernia atau turun berok merupakan suatu penonjolan  isi suatu rongga melalui celah atau bagian lemah dari dinding otot sehingga organ tubuh dapat menempati ruang yang tidak semestinya. Berdasarkan definisi ini maka setiap bagian tubuh manusia bisa terkena hernia, yang paling sering kita kenal dan temukan adalah hernia yang berlokasi di lipatan paha. Lokasi hernia yang lain adalah di pusar (sering pada bayi), hernia di dinding perut, hernia pada daerah bekas operasi, hernia di diafragma (antara rongga dada dan perut). Organ tubuh  yang mengalami penurunan biasanya adalah usus, lemak usus, kandung telur, atau kandung kemih. Hernia selain sering ditemukan pada orang dewasa, juga bisa terjadi pada bayi yang disebut dengan hernia kongenital karena kegagalan penutupan saluran zakar di lipatan paha saat bayi dalam kandungan. Sedangkan pada orang dewasa hernia sering terjadi karena faktor dapatan seperti karena pekerjaan (sering mengangkat beban berat), usia tua (karena kelemahan dinding otot), dan penyakit lain (seperti prostat dan gangguan pencernaan kronis). Hernia terdapat 6 kali lebih banyak pada pria dibandingkan wanita. Pada pria, 97 % dari hernia terjadi di daerah lipat paha sampai ke buah zakar, 2 %  terjadi di paha dan 1% sebagai hernia di pusar. Pada wanita variasinya sedikit berbeda, yaitu 50 % terjadi pada daerah lipat paha, 34 % pada bagian tengah paha dan 16 % pada pusar. Pada orang dewasa, terdapat dua faktor penyebab utama hernia yaitu peningkatan tekanan di dalam rongga tubuh dan melemahnya dinding otot. Tekanan yang meningkat pada abdomen terjadi karena : Men-

gangkat beban berat, batuk-batuk lama seperti pada pasien dengan sakit paru-paru, kesulitan buang air kecil seperti pada penyakit prostat, gangguan buang air besar seperti sembelit lama, tumor di dalam perut, kegemukan dan kehamilan. Sedangkan kelemahan dinding perut bisa terjadi karena : usia tua, kurang gisi, kerusakan saraf dan gangguan metabolisme protein. Gejala hernia biasanya mudah untuk diketahui, penderita mengeluhkan ada benjolan di lipatan paha yang hilang timbul. Muncul jika penderita berdiri, beraktivitas, batuk, bersin atau mengedan dan hilang jika penderita berbaring dan rileks. Sering disertai rasa tidak nyaman di lokasi benjolan. Pada keadaan ini penderita sering mengabaikan keluhannya dan tidak segera berobat karena tidak merasa sakit. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) bisa dilakukan untuk memastikan isi kantong yang menonjol. Pada kondisi yang lebih lanjut sering benjolan tersebut tidak bisa hilang lagi dan menetap di lipatan paha serta sering disertai rasa sangat tidak nyaman (hernia ireponible). Jika jepitan benjolan atau hernia itu sampai menimbulkan komplikasi seperti mengganggu aliran darah usus  maka akan menimbulkan efek yang bahaya bahkan kematian sehingga diperlukan operasi yang sifatnya emergensi. Pada keadaan yang berat dan parah maka penderita akan mengeluhkan sakit yang luar biasa disertai dengan muntah hebat, kesulitan buang gas dan buang air besar bahkan bisa jatuh dalam kondisi sepsis (infeksi berat) atau kekurangan cairan (dehidrasi). Sehingga, sangat dianjurkan supaya penderita hernia tidak hanya berobat pada saat kondisinya sudah berat karena risiko dan bahaya komplikasinya menjadi lebih besar dari pada berobat saat fase dini.

Gb1. Mekanisme terjadinya hernia

Gb 2. Lokasi terjadinya hernia Jika sudah dipastikan menderita hernia maka yang harus dilakukan adalah segeralah berobat. Pengobatan hernia yang rasional hanyalah satu saja yaitu operasi. Operasi yang dimaksud adalah untuk menutup lubang atau celah hernia dan meletakkan bahan sintetis (mesh) di atas lubang tersebut untuk lebih memperkuat otot yang lemah. Dengan persiapan yang baik, operasi hernia jarang menimbulkan komplikasi serius. Justru hasil yang didapat bisa langsung terlihat setelah operasi. Operasi yang dilakukan bisa bersifat “one day surgery � (pasien bisa langsung pulang setelah operasi) jika hernia nya belum terkomplikasi/terjepit. Pemakaian celana hernia untuk mengobati hernia tidak dianjurkan karena bisa menimbulkan komplikasi lain seperti kerusakan buah zakar, peradangan pada kulit, penekanan pada pembuluh

darah. Selain itu celana hernia harus dipakai seumur hidup dan membuat penderita menjadi tidak nyaman. Celana hernia barulah menjadi pilihan jika penderita hernia memiliki penyulit kesehatan yang lain (gagal jantung, ginjal, paru, dsb) yang membuatnya tidak layak untuk dioperasi. Pengobatan hernia adalah operasi untuk menutup lubang hernia dan memperkuat dinding otot yang lemah. Jika penyebab hernianya karena adanya penyakit yang lain maka penyakit yang lainnya pun juga harus diobati. Karena jika hanya mengobati hernia saja tanpa mengobati penyakit yang menjadi penyebabnya maka hernia bisa kambuh lagi. Sebagai contoh, penderita hernia karena gangguan prostat (karena sulit kencing) maka masalah prostatnya juga harus diselesaikan juga bersamaan dengan masalah hernianya. Dengan penanganan yang komprehensif dan menyeluruh angka kekambuhan hernia bisa dikurangi. Benjolan di lipatan paha yang hilang timbul adalah ciri khas  hernia. Pad a beberap a kas us , ad a juga benjolan di daerah paha yang bukan hernia seperti: pembesaran kalenjar limfe karena infeksi atau tumor, tumor di daerah lipatan paha, tumor pada buah zakar, infeksi pada buah zakar dan salurannya. Benjolanbenjolan tersebut biasanya menetap, tidak hilang timbul. Pengobatan pun berbeda beda dari masing masing keluhan tersebut. Hernia merupakan kelainan ya n g u m u m d a n s e r i n g t e r j a d i di masyarakat terutama pria, dengan gejala benjolan hilang timbul di daerah tertentu seperti di lipatan paha. Pengobatan hernia hanyalah satu yaitu operasi untuk memperbaiki celah atau lubang hernia. Pengobatan tanpa operasi bukanlah pilihan yang baik karena dapat menimbulkan masalah baru. pengobatan hernia yang disertai penyakit tertentu haruslah dilakukan secara komprehensif sehingga mencegah terjadinya kekambuhan.

12 - 18 januari 2015

Style

Sepatu Eksklusif Buatan Lokal Sepatu selain merupakan fashion penunjang penampilan, juga berfungsi sebagai alas kaki berbagai aktivitas. Ini berarti sepatu yang nyaman digunakan berkegiatan tanpa me­ ngorbankan gaya.

U

ntuk ini Tokoh memilihkan berbagai model sepatu dari Joanne Samallo, seorang desainer sepatu dan tas dengan merek J-Coll. Sepatu wanita dan pria dengan model-model yang tengah nge-

Joanne Samallo

tren ini, dibuat di Bali dengan bahan kulit, sintetis, dan berbagai jenis bahan tekstil. Sepatu handmade yang 100 persen Indonesia ini mamapu tampil esklusif, customized dan limited. Sepatu yang terasa nyaman saat dikenakan, karena

Joanne memberikan perhatian khusus saat seleksi bahan hingga proses pembuatannya. Menyadari setiap orang memiliki kaki dengan ukuran tersendiri, Joanne pun tak pernah berhenti meng­ eksplore desain dan kualitas sepatunya agar mendapatkan sepatu tidak hanya nyaman tapi juga modis. Nah, jika ingin tampilan alas kaki yang gaya, boleh juga mengintip beberapa model produk lokal koleksi J- Coll berikut ini. – Sri Ardhini

15


12 - 18 Januari 2015

16

Menghanyutkan Kepenatan di Air Terjun Gitgit Menjelang liburan, orang sibuk mencari tempat rekreasi yang cocok untuk mengisi liburan. Berbagai tempat re­ kreasi pun menjadi bahan pertimbangan agar liburan me­ reka berkesan. Ada yang memilih menikmati suasana pan­ tai, persawahan, pegunungan, dan ada pula yang i­ngin menikmati keindah­an alam dengan mengunjungi tempat ­rekreasi air terjun. yang terbiasa dengan hiruk-pikuk suasana perkotaan yang padat penduduk, sangat cocok mengunjungi air terjun Gitgit untuk me-refresh pikiran. “Saya tinggal di daerah perkotaan yang padat penduduk, apalagi jika liburan seperti ini jalanan di kota sangat macet. Untuk menenangkan jiwa dan pikiran, saya bersama keluarga memutuskan untuk mengunjungi keindahan air terjun Gitgit dalam agenda liburan kali ini,” ujar Mahendra, salah seorang pengunjung. Alam tak akan henti-hentinya memanjakan kita dengan keindahannya, untuk itu keindahan alam patut kita jaga bersama. Jika kita bisa menjaga alam dengan baik, alam juga akan memberikan yang terbaik untuk kita semua. -Ary

D

i Bali ada air terjun yang sangat terkenal bernama Air Terjun Gitgit. Objek wisata Air Terjun Gitgit atau Gitgit Waterfall ini menawarkan keindahan air terjun, dengan segarnya air pegunungan yang bersumber dari lingkungan hutan alami. Tempat ini sangat cocok untuk pecinta petualangan. Air terjun ini terletak di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali. Dari Kota Singaraja berjarak 11 km ke arah Selatan, dari Denpasar berjarak 90 km. Jika kita datang dari arah Denpasar, kita akan melalui Danau Beratan. Monyet-monyet juga siap menyapa kita saat melewati jalanan menanjak setelah melewati Danau Beratan. Tenang saja, monyet-monyet ini tidak akan mengganggu perjalanan kita jika kita tidak usil kepada mereka. Untuk mencapai air terjun Gitgit ini kita harus berjalan kaki beberapa ratus meter. Sepanjang perjalanan kita akan merasakan sejuknya hawa pegunungan. Sebelum mencapai lokasi air terjun, sepanjang perjalanan banyak kita jumpai para penjual aneka kerajinan lokal. Rasa lelah seketika terbayarkan ketika kita sampai di pusat air terjun Gitgit. Kepenatan dalam pikiran seketika hanyut bersama aliran air terjun yang sangat jernih ini. Kesegaran dan kesejukan yang luar biasa membuat kita tak ingin meninggalkan tempat yang indah ini. Banyak pengunjung dari kota sengaja datang ke sini untuk menikmati keindahan air terjun ini. Mereka

Suasana penganugerahan K. Nadha Nugraha ke-14

Enam Tokoh Terima K. Nadha Nugraha ke-14 Bali Post kembali menganugerahkan penghargaan bagi tokoh-tokoh yang memberi kontribusi positif bagi Bali dan Indonesia. Pe­nyerahan K. Nadha Nugraha ke-14 dilaksanakan Sabtu (10/1) di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha. Mereka yang menerima adalah Ida Pedanda Made Sidemen (alm), IGK Manila, Tjokorda Gede Agung Sukawati (alm), Ketut Englan (alm), Direktur Walhi Pusat, dan Bendesa Adat Tanjung Benoa. Pimpinan KMB ABG Satria Naradha dalam sambutannya memberi apresiasi para penerima penghargaan yang sudah berkomitmen memberikan yang terbaik untuk Bali dan Indonesia. Acara penganugerahan juga dirangkaikan dengan diskusi bertema Revolusi Mental dimulai dari Bali Menyelamatkan Ibu Pertiwi yang dipandu oleh Gde Palgunadi. Hadir dalam acara ini antara lain Ketua DPRD Bali, Bupati Bangli, Bupati Buleleng, Bupati Jembrana, Danrem 163/Wirasatya, Rektor Unud, dan Ny. Bintang Puspayoga. IGK Manila dalam sambutannya sebagai penerima K.Nadha me­ ngaku salut dengan eksistensi Bali Post. “Saya bisa hidup dan menjadi seperti sekarang berkat didikan Pak Nadha. Jasa beliau sangat besar bagi hidup saya,” tegas pensiunan TNI dengan pangkat terakhir Mayor Jendral ini. -Ngurah Budi

12 - 18 januari 2015

Wasir Incar Mahasiswa dan Wanita Pernahkah kita berpikir kalau duduk atau pun berdiri dalam durasi waktu yang panjang bisa menyebabkan wasir? Lalu pernahkah kita memperhatikan siklus buang air besar yang tidak rutin dan terkadang mengejan terlalu kuat juga menyebabkan wasir. Cermati kondisi seperti ini di keseharian kita. Mengabaikan berarti membiarkan tubuh menjadi tanah yang subur bagi penyakit wasir ini.

W

asir atau s e r­ i n g d i ­ sebut am­ beien ada­ lah penyakit atau gangguan pada anus, dimana bibir anus mengalami pembengkakan yang kadang-kadang disertai pendarahan. Dalam beberapa kasus, wasir atau ambeien disebabkan oleh kesalahan da­ lam melakukan gerakan pada olahraga tertentu. Misalnya pada olahraga angkat beban atau olahraga pernapasan, ter­ lalu banyak duduk atau berdiri, faktor genetika (keturunan), mengejan terlalu keras saat buang air besar (biasanya aki­

bat konstipasi) dan dapat ter­ jadi juga pada wanita hamil. Ke a d a a n m e t a b o l i s m e pencernaan sangat mempen­ garuhi terjadinya wasir. Maka­ nan yang tak berserat tinggi, dan kurang air putih sangat mempengaruhi proses pencer­ naan makanan dan menjadi­ kan ampas makanan dalam bentuk tinja ini saat dikeluar­ kan melalui anus akan keras dan membutuhkan peneka­ nan atau yang sering dikenal dengan mengejan juga terlalu keras. Sehingga, tinja terse­ but menggesek dinding anus bagian luar, dan apabila kon­ disi ini terjadi berulang- ulang

akan mengakibatkan luka. Kadang-kadang, wasir bisa juga menyebabkan keluarnya lendir dan menimbulkan peras­ aan bahwa masih ada isi rek­ tum yang belum dikeluarkan. Perut terasa mau jebol karena banyak tinja yang tertahan aki­ bat takut mengalamai rasa sakit saat buang air besar. Gatal pada daerah anus (pruritus ani) bisa menjadi gejala dari wasir. Rasa gatal ini terjadi karena keadaan wasir yang keluar itu meng­ hambat pembersihan anus secara efisien, dapat menyebab­ kan partikel-partikel kecil dari feses menumpuk pada kulit perianal dan bekerja sebagai

9 iritan. Iritan ini dapat berpo­ tensi menjadi kanker bila tidak segera ditangani. Ada juga yang mengalami rasa sakit di bagian tulang belakang bagian bawah. Biasanya, gejala itu di alami oleh penderita yang sudah pada ambeien stadium 2. Seringkali orang malas un­ tuk keluar masuk toilet untuk mengeluarkan tinja berulangulang, sehingga mengejan keras untuk mengeluarkan tinja di­ ambil untuk menuntaskannya. Terburu-buru saat buang air besar juga bisa menyebab­ kan wasir. Hal inilah yang ser­ ing terjadi pada mahasiswa yang tinggal di kos-kosan yang memiliki kamar mandi bersama untuk seluruh penghuni. Akibat antrian panjang untuk meng­ gunakan kamar mandi maka membuat orang tergesa-gesa dalam melakukan buang air besar, mengejan keras dilaku­ kan untuk mempercepat proses pembuangan tinja dan selesai. Wasir lebih rawan terjadi pada wanita ketimbang pria. Itu disebabkan karena wanita lebih sering mengalami pele­ baran pembuluh balik atau

pembuluh vena (misalnya saat menstruasi atau hamil) dibandingkan pria. Berolahraga, istirahat tera­ tur, serta makan makanan yang berserat tinggi akan menghin­ dari kita dari sembelit atau pun tinja yang keras yang me­ nyebabkan wasir. Terkadang kita sulit harus memakan yang berserat tinggi seperti buah dan sayuran karena enggan mengupas, memotong atau pun mengolah sayuran menjadi ma­ kanan yang siap disantap. Tak perlu khawatir, kini dengan Bio Teknologi, kita tak perlu lagi pusing menghabis­ kan sayur-buah sekeranjang untuk ketersediaan serat da­ lam tubuh. Cukup dengan meneteskan 3 tetes 3 kali se­ hari Bio HSA Jamu Tetes, akan memenuhi angka kecukupan gizi dan serat dalam tubuh. Bio HSA terbuat dari 25 macam buah dan sayuran yang sudah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indone­ sia (MURI) untuk jamu tetes yang memiliki unsur buah dan sayur terbanyak dalam kandungannya.

Untuk memperoleh BIO HSA Jamu Tetes sangat mu­ dah karena sudah tersedia di Apotek-apotek dan Toko Obat di seluruh Indonesia. Atau hubungi Bio HSA Pusat : 081212590300 / 081284157938 / 021-36486118, SMS Center Bio HSA 081223715206 atau cabang kami di setiap wilayah: Jabodetabek: 087880081009; ­Ba­nten: 082122718538; Jawa Timur: 085200209999; Jawa Barat: 082116302286; Jawa Tengah: 082136652507; Solo: 0271-8099752/ 085740787274; Bali & Lombok: 0361-2734190/085239132548 / 081372533562; Riau: 082172452269; Sumatera Utara: 085373894275; Batam: 081275684519; Lampung: 081369275775/081366578485; Jambi: 085369011272; Kalimantan Timur ( Bontang 081347338421, Samarinda 081347376882, Balik­ papan 085247318957, Tarakan 08125491931); ­Kalimantan Selatan (Banjarmasin 081317500100).


8

Bunda & Ananda

12 - 18 januari 2015

Spirit Sapu Lidi

Dukung Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak

Meluangkan waktu untuk mendampingi anak tentu sangat sulit bagi orangtua yang sibuk bekerja. Waktu untuk bekerja bisa lebih banyak dibandingkan dengan waktu bersama anak. Hal ini membuat orangtua maupun anak merasa “kehilangan” waktu bersama. Hal inilah yang dirasakan para pekerja di beberapa perusahaan yang kemudian berkumpul kemudian menggagas sebuah organisasi yang kemudian diberi nama Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI).

“P

engalaman saya, waktu kerja di Jakarta antara 12-14 jam sedangkan waktu bertemu anak antara 3-4 jam. Tanpa terasa anak sudah kuliah. Teman-teman lain ternyata juga mengalami hal yang sama. Mereka kehilangan waktu untuk mendampingi anakanak. Kami pun sering ngobrol, tukar pengalaman, hingga melahirkan ide untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi anak-anak,” ungkap S. Luhur Budijarso, Ketua Umum APSAI Pusat. Ide ini mulai bergulir tahun 2010 yang kemudian terealisasi tahun 2011. Asosiasi ini diresmikan sebuah konferensi anak di Solo yang ketika itu Wali Kotanya Joko Widodo. APSAI setelah terbentuk sering berdiskusi dengan Ny. Linda Agum Gumelar yang menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “APSAI dalam menjalankan tujuannya untuk memberikan kontribusi bagi anak-anak memiliki tiga prinsip yang kami sebut 3P, Policy, Produk, Program. Semua ini mengacu dari amanat UU no 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” ujar Luhur yang didampingi Johana Jonatan, Sekjen APSAI Pusat dan RM Adji Srihandoyo, Penasihat APSAI Pusat. Ketiga prinsip ini dikembangkan di lingkungan perusahaan sendiri kemudian ditularkan kepada yang lain. Policy ini berkaitan dengan kebijakan yang ramah anak. Perusahaan tidak boleh mempekerjakan anak (dari usia 0-18 tahun), memberikan fasilitas dan pelayanan bagi karyawati yang hamil karena didalamnya sudah ada janin yang harus dlindungi, menyiapkan fasilitas ruang laktasi bagi karyawati yang sedang menyusui serta menyiapkan tempat bermain atau tempat penitipan anak. Produk berkaitan dengan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan harus ramah anak, Jangan sampai produk itu membahayakan anakanak. Program berkaitan dengan corporate social responsibility (CSR) yang ditujukan untuk kepentingan anak-anak. “Satu hal yang kami tekankan dalam perjalanan APSAI adalah kalau Bupati/Wali Kota mendukung program kepedulian terhadap perlindungan anak, baru kami masuk.

Bali merupakan wilayah pertama di luar Jakarta yang membentuk APSAI. Kami salut dengan komitmen Bupati Gianyar dan Wali Kota Denpasar yang untuk memberikan yang terbaik untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak,” tegas Luhur yang juga Managing Director Sanjaya Buana Indonesia ini. Adji menambahkan APSAI merupakan organisasi sosial yang lahir untuk menjadi mitra pemerintah dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. “Besar kecilnya perusahaan tidak menjadi ukuran, yang penting memiliki komitmen sama dalam mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak. Kalau ada pekerjaan besar lalu dikerjakan bersama-sama, tentu akan terasa ringan. Seperti kata Pak Luhur, kami menggunakan spirit sapu lidi dan gotong royong seperti warga masyarakat mengusung bade. Bersama kita kuat dan bersama menjadikan pekerjaan ringan,” ujar Corporate Affairs Director Carrefour ini. Ia mencontohkan di Carrefour yang berada di bawah PT Trans Retail Indonesia sudah menyiapkan fasilitas yang berkaitan dengan komitmen tersebut, diantaranya menyediakan ruang laktasi bagi pengunjung maupun karyawati yang sedang menyusui dan areal yang ramah untuk anak. “80% konsumen kami adalah wanita, jadi kami berusaha memberikan yang terbaik untuk konsumen sebagai bentuk aplikasi tiga prinsip APSAI. Suplier yang jumlahnya 3400 pun sudah mulai kami edukasi tentang hal ini,” kata Adji. ANUGERAH PELANGI APSAI Pusat yang memiliki 27 anggota ini juga memiliki Anugerah Pelangi yang diberikan setiap Hari Anak Nasional. Penerima anugerah adalah anggota yang memiliki nilai tertinggi dari penjabaran prisip 3P yang diturunkan menjadi 31 kriteria. Di sisi lain, Luhur maupun Adji tak menampik jika di kemudian hari ada kerja sama bisnis di kalangan anggotanya. Di era Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, APSAI juga sering berkomunikasi dan siap untuk menjadi mitra kerja. Hal ini diungkapkan Lenny Nurhayati Rosalinda, Deputi Tumbuh Kembang. “Kami sudah sinergi dengan

12 - 18 januari 2015

Griya

17

Kembali ke Tempo Dulu

Hadirkan Rumah Geladak Tak berbeda dengan rumah joglo, rumah geladak juga banyak diincar oleh mereka yang ingin menghadirkan nuansa zaman dulu. Sekarang, rumah-rumah tempo dulu tersebut sudah banyak diproduksi dengan kayu-kayu baru yang sengaja dibuat antik. Namun, banyak juga masyarakat yang benar-benar ingin menghadirkan rumah aslinya.

R

umah geladak mi­ salnya. Meski makin lama keberadaannya semakin langka, namun rumah panggung ini masih bisa ditemui di daerah Rembang, Jawa Timur. Seperti yang diungkapkan Gede Arta, pemilik Joglo

Drevo Art. “Rumah ini saya ambil di Rembang. Pemiliknya menjual rumah ini karena dia sudah punya rumah modern dari batu. Rumah ini sudah dihuni empat generasi,” ujarnya. Hal itu dibuktikannya dengan tampilan kayu jati tua yang menja-

di bahan utama lantai dan dinding rumah geladak. Rumah geladak ini dijelaskan pada zaman dulu hanya difungsikan sebagai tempat tidur, berbeda dengan rumah joglo yang merupakan bangunan kerajaan yang diperuntukkan sebagi tempat meeting, yang tentu

saja ukurannya jauh lebih besar dibandingkan rumah geladak. Rumah geladak yang didisplay di Joglo Drevo bersama barangbarang antik dan unik lainnya di kawasan Jalan Raya Batu Bulan ini, hanya berukuran 3m x 4,95 m. Detailnya, ukuran kamar 3m x 3,70m dengan tinggi plafon 2,55m. Ukuran teras 3m x 1,25m. Di Bali khususnya, rumah geladak banyak dipakai untuk vila. Namun biasanya, untuk melengkapinya dengan toilet, bagian samping belakang dibuka dan disambungkan dengan kebutuhan ruang lain. –Inten Indrawati

Gede Arta

Foto bersama kegiatan Komitmen Perusahaan anggota APSAI terhadap Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak di Denpasar

APSAI karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Apa yang menjadi kendala di lapangan, mari selesaikan bersama. Kami juga salut dengan Denpasar yang melaksanakan penandatanganan Komitmen Perusahaan anggota APSAI terhadap Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak,” tegas Lenny. Ia pun mengingatkan ada 4 prinsip yang harus selalu dipegang dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Pertama, nondiskriminasi. Kedua, apa pun yang dilakukan haruslah yang terbaik untuk kepentingan anak. Ketiga, apa pun yang terjadi, harus membuat anak hidup, tumbuh, dan melangsungkan kehidupannya. Keempat, mendengar pendapat anak. Wali Kota Denpasar IB Rai

Dharmawijaya Mantra berharap dengan adanya APSAI akan membuat banyak pihak makin peduli dengan anak. Apalagi anak adalah generasi yang akan menggantikan generasi sekarang ini. “Semua orang pernah menjadi anak. Pernah merasakan masa kecil. Dengan adanya APSAI, nanti kami tidak hanya bicara tentang CSR tetapi bagaimana komitmen mereka dengan anak-anak. Denpasar begitu mendeklarasikan sebagai kota layak anak yang ditargetkan tahun 2020 berusaha untuk menyelesaikan semua persoalan yang berkaitan dengan anak,” jelasnya. Lenny menambahkan Denpasar sudah mendeklarasikan sebagai kota layak anak sejak tahun 2011. Dari hasil asesmen, Denpasar masuk kategori Nindya. Ia pun “menantang” Wali Kota

Luhur Budijarso

Denpasar untuk memajukan target kota layak anak jangan tahun 2020 tetapi sebelum tahun 2020.

–Ngurah Budi

Mendongeng Lima Menit

Oleh-oleh Padi Muda

Sepeninggal suaminya, ibu muda itulah yang menggantikan bekerja di sawah. Ia bekerja keras, menanam padi dan memelihara dua anaknya yang masih keMade Taro cil. Ketika musim panen tiba, sebelum berangkat ke sawah, sang ibu berpesan kepada anaknya, “Anakku sayang, tidurkan adikmu di ayunan, ambil air penuhi tempayan, dan masaklah nasi.” “Baiklah, Bu! Jangan lupa oleh-oleh padi muda,” jawab anaknya. Ibu muda itu asyik memanen padi. Menjelang matahari tenggelam ia pulang. Ia dapati anak kesayangannya duduk di depan pintu rumah. “Mana padi mudaku, Bu?” “Maaf, karena keasyikan, ibu lupa. Besok pasti kubawakan,” jawab ibunya. Keesokan harinya pagi-pagi benar, sebelum berangkat ke sawah, ibu pekerja keras itu berpesan kepada anaknya, “Anakku sayang, tidurkan adikmu di ayunan, ambil air penuhi tempayan, dan masaklah nasi.” “Baiklah, Bu! Jangan lupa oleh-oleh padi muda,” jawab anaknya. Ibu muda itu asyik memanen padi. Menjelang matahari tenggelam ia pulang. Ia dapati anak kesayangannya duduk di depan pintu rumah. “Mana padi mudaku, Bu?”

Dua kali sudah ibu muda itu lupa memetikkan padi muda untuk anaknya. Ketiga kalinya ia lupa lagi. Ia dapati anak kesayangannya itu menunggu dengan sabar di depan pintu rumah. Ketika tiba hari keempat, sang anak yang ditinggal ke sawah itu melamun sendirian. Ia ingin sekali makan padi muda. Ia mengkhayal, seandainya ia menjadi burung, ia akan terbang ke sawah, lalu mengingatkan ibunya agar tidak lupa membawa oleh-oleh padi muda. Menjelang matahari tenggelam, ibu muda itu mendengar nyanyian burung yang melayang-layang di atasnya. “Priiit…, priiit…, jangan lupa Bu, oleholeh padi muda.” Ibu itu teringat janjinya. Ia segera memetik beberapa berkas padi muda, lalu pulang menemui anaknya. Sore itu sang anak tidak menunggu di depan pintu. Sang ibu memanggilnya berkali-kali. “Anakku sayang, telah kubawakan oleh-oleh padi muda.” Karena tak ada jawaban, ibu itu memanggil anaknya berkali-kali. Tiba-tiba ia melihat seekor burung hinggap di atas atap seraya mencicit, “Priiit…, priiit…, aku sudah jadi burung, aku sudah jadi burung, Bu.” Sang ibu menangis dan menyesali kelalaiannya. Sesaat kemudian ia masuk ke dapur. Didapatinya nasi telah masak dan tempayan sudah penuh air. Kemudian ia memeriksa ayunan. Didapatinya anaknya yang terkecil tidur amat lelap. Ibu itu menangis dan menangis lagi.

(Gambar tampak depan dan samping): Rumah geladak banyak diincar oleh mereka yang ingin menampilkan suasana tempo dulu. Makin tua kayu yang dipakai, makin berkualitas, dan makin eksotis pula tampilan rumah ini.Bentuk rumah geladak ini bentuknya mirip dengan limasan, namun berukuran lebih kecil.Bukaannya hanya ada satu pintu dan satu jendela.

(Gambar ruang dalam): Rumah panggung ini terbuat dari kayu jati untuk rangka, lantai dan dindingnya. Dinding menggunakan papan kayu jati dengan ketebalan 2,5cm. Sementara atapnya memakai genteng tempo dulu.

Foto 3(Detai struktur): Struktur utama rumah geladak memakai kayu-kayu balok besar berukuran 12x8cm. Demikian juga yang dapat kita lihat pada kusen dan pintu rumah ini, memakai kayu jati solid. Pemakaian kayu-kayu besar ini semakin memberi kesan kokoh pada rumah geladak.

Konstruksi rumah geladak memakai knockdown, sehingga memudahkan untuk dibongkar pasang dan ditempatkan di mana saja. Dengan konstruksi ini pula, sangat memungkinkan untuk memberikan tambahan-tambahan ruang sesuai kebutuhan pemakai.


Kreasi

18

12 - 18 Januari 2015

Dramatari “Visakha Dermawati Utama”

10 Pesan untuk Kaum Wanita Bagi kaum wanita rasanya perlu menyimak dramatari berjudul “Visakha Dermawati Utama” yang diproduksi oleh Forum Ibu-ibu Budhis bekerjasama de­ngan Sanggar Cahya Artsyuka Denpasar. Sajian seni berdurasi satu jam itu meng­angkat ketokohan Visakha sebagai seorang wanita yang memenuhi hampir seluruh perannya dalam kehidupan berumah tangga juga bermasyarakat.

C

erita itu dikemas dalam sebuah garapan seni yang apik. Karakter dari masing-masing penari begitu kental, sehingga sajiannya menjadi sangat menarik dan unik. Apalagi, mengangkat budaya Budhis yang dipadu dengan seni tradisional milik masyarakat Bali serta dikolaborasikan dengan kesenian luar negeri seperti India dan Thailand. Terasa indah penyajian serta mampu menyegarkan batin lewat pesan-pesan yang disampaikan. Ide cerita datang dari tokoh wanita Budhis, Erlina Kang Adiguna. Penata musik dipercayakan pada Ketut Lanus dan tari

oleh Desak Wedanaasih (Cahya Artsyuka). Naskah dibuat oleh I Made Astra sedangkan sutradaranya Erlina dan IB Purwa. Dramatari ini didukung oleh 55 seniman tari dan tabuh serta 5 orang narator. Drama ini pernah dipentaskan pada HUT Forum Ibu-ibu Budhis serta serangkaian Hari Ibu akhir Desember 2014 silam. Desak Wedanaasih meng­ atakan, dalam mengekspresikan cerita tersebut dirinya tak hanya berkutat pada seni tradisi yang ada. Ia juga memasukkan unsur kesenian lain termasuk dari luar negeri, sehingga menjadi sebuah garapan inovatif. Mulai dari gerak-gerak tari hingga pada penataan kostum.

“Kami juga memasukan seni India dan Thailand dari segi gerak tari dan kostum, sehingga menjadi lebih aktual,” kata Lanus. Dalam garapan itu, Desak berusaha memvisualkan kewajiban seorang istri lewat seni gerak. Dalam garapan ini ada 10 pesan kewajiban seorang istri yang disampaikan oleh ayah Visakha kepada dirinya. Pesan itu adalah jangan membawa keluar api dari rumah, jangan membawa api masuk ke rumah, berilah mereka yang memberi, janganlah memberi

mereka yang tidak memberi, berilah mereka yang memberi dan tidak memberi, duduklah dengan bahagia, makanlah de­ ngan bahagia, tidur dengan bahagia, jagalah api, dan hormati para dewa di dalam rumah. BINGKAI SPIRITUAL Dramatari dengan cerita universal, jelas Desak, akan lebih baik menggarap dengan sistem kerjasama dengan ahli cerita dan sutradara andal. Karena itu, selama 10 garapan yang sudah dibuat bekerjasama dengan Forum Ibu-ibu Budhis selalu sukses dalam pentasnya. “Dalam 10 garapan itu kami sudah bekerjasama dengan tiga sutradara seperti Anom Ranuara, Putu Satria dan IB. Purwa. Suatu saat bisa bekerja sama dengan yang lain,” ujarnya. Lanus menambahkan, dalam garapan ini mengangkat ketokohan Visakha sebagai cerminan seorang wanita sempurna, dari segi intelektual, budi pekerti, spiritual, dan religius. Visakha memiliki kecantikan luar dan dalam, sehingga ketokohannya dapat memberi inspsirasi bagi wanita di zaman kini. Tak hanya bagi wanita di lingkung­ an Budhis, tetapi lewat sosok

wanita yang universal juga dapat menginspirasi wanita secara umum. Walau ceritanya bersifat nasional, namun ia meramunya dalam sebuah garapan seni tradisi yang dipadu dengan narasi berbahasa Indonesia. “Dengan begitu orang bisa lebih cepat mengerti serta dapat memetik makna yang ada dalam cerita tersebut,” tambahnya. Tokoh Visakha ini, jelas Lanus, merupakan sosok wanita yang selalu menemukan masalah dalam kehidupannya. Misalnya masalah dengan suami, anak, mertua, tetangga hingga dengan masyarakat. Namun, ia tidak pernah kesal dan menyerah untuk mencari solusi, sehingga mampu memecahkan dengan bijaksana. “Sikap Visakha ini yang patut menjadi teladan bagi ibu-ibu,” imbuh Lanus. Kemampuan Visakha menyelesaikan permasalahan rumah tangga yang ibaratnya seperti api dalam sekam bisa diselesaikannya tanpa harus menimbulkan masalah lain. Artinya, bisa menyelesaikan masalah di rumah tangga dalam lingkup yang kecil. “Intinya kehidupan sehari-hari yang dibingkai de­ ngan spiritual dapat mengerem perilaku negatif,” tegasnya. -Darsana

Life

12 - 18 Januari 2015

Leily (37), bukan nama sebenarnya, menenteng keranjang berisi penuh sembako di sebuah minimarket di Pulau Sumbawa. Penampilannya selalu dibuat necis tiap kali ia keluar rumah. Leily yang supel dan dulu banyak disukai karena keramahannya, berubah menjadi dibenci orang di kampungnya karena ia telah merebut suami wanita lain, yang juga warga satu kampung dengannya.

S

iapa sangka, sebelumnya Leily ternyata mengalami hal yang sama. Sakit dalam sebuah perkawinan yang penuh pengkhianatan. Inilah kisah “balas dendam” yang dilakukan Leily atas perbuatan suaminya terdahulu. Namun, Leily lupa, bahwa apa yang dilakukannya itu telah menyakiti wanita lain beserta ke empat anaknya. Leily lahir dari keluarga yang cukup berada meskipun orangtuanya tidak kaya raya. Karena itu, usai SMA, Leily langsung melanjutkan kuliah di sebuah universitas swasta ternama di Pulau Jawa. Kala ia mulai kuliah, orangtuanya berinisiatif membagi sebagian warisan untuk anak-anaknya, termasuk kepada Leily. “Saya diberi warisan itu untuk membiayai sendiri kuliah saya sampai selesai,” kata Leily. Oleh sebab itulah, selama kuliah, Leily tidak pernah dikirimkan biaya oleh orangtuanya karena dari warisan yang didapat, ia bisa hidup dan membayar kuliahnya. Dari warisan itu pula, awalnya kuliah Leily berjalan lancar. Namun, pada tahun kedua kuliah, Leily kemudian berkenalan dengan seorang laki-laki yang berasal dari satu daerah, Nusa Tenggara Barat. Lelaki yang terbilang berasal dari keluarga tidak punya ini lalu menjadi kekasihnya. Mereka saling jatuh cinta, kemudian

Story

7

Dulu Dikasihani Sekarang Dibenci

memutuskan menikah. “Orang tua saya tidak setuju dengan pernikahan kami,” ungkap Leily dalam perjalanan pulang menuju kampung halamannya. Pernikahan itu memang ditentang oleh orangtuanya yang menginginkan ia menyelesaikan kuliah terlebih dahulu. Namun karena mereka berdua telah dimabuk cinta, keduanya nekat menikah di Pulau Jawa meski tanpa restu orangtua. Dalam perjalanan pernikahan itu, semua berjalan lancar, kecuali mereka lalu menemui masalah kekurangan biaya hidup dan kuliah mengingat suami Leily berasal dari keluarga yang tidak mampu. Ini yang membuat mereka berdua harus memilih prioritas, siapa yang harus kuliah dan siapa yang harus berhenti. Karena kebetulan Leily hamil, maka Leily mengalah tidak melanjutkan kuliah demi membiayai kuliah suaminya dari warisan yang diberikan orangtuanya itu. Leily habishabisan membiayai kuliah suaminya, sampai akhirnya suaminya itu meraih gelar sarjananya. Bersamaan dengan itu warisan Leily tinggal sedikit sekali, ha­ nya cukup untuk biaya pulang ke NTB dan biaya suaminya mencari pekerjaan. Mereka tidak memilih Pulau Sumbawa untuk pulang, melainkan bertahan di Pulau Lombok mengingat orangtua Leily tidak bisa menerima pernikahan mereka. Setahun tinggal di pelosok Lombok kabar baik mereka dapatkan, suami Leily diterima bekerja sebagai pegawai dengan gaji yang lumayan untuk hidup sehari-hari. Kehidupan mereka secara ekonomi mulai membaik. Membaiknya kehidupan ekonomi setelah Leily habis-habisan membiayai suaminya kuliah dan mencarikan pekerjaan untuknya, berbanding terbalik dengan kehidupan rumah tangganya

yang telah dikaruniai tiga anak. Suaminya mulai memperlihatkan sifat aslinya. Si miskin yang diangkatnya dari lumpur sehingga menjadi mutiara itu

ternyata tidak tahu berterima kasih, ia kasar dan sering memukuli Leily meski tanpa sebab yang jelas. Pria tidak tahu diri itu juga mulai sering kedapatan berselingkuh. Kehidupan rumah tangga Leily kacau balau. “Suami saya bahkan sampai tega membawa wanita selingkuhannya itu ke

rumah kontrakan kami,” katanya sedih. Betapa sakit hati Leily yang tetap sabar menerima perlakuan suaminya itu. “Kalau suaminya membawa wanita ke rumah mereka, kasihan Leily, ia harus kami tampung di rumah kawan-kawannya,” kata salah seorang kawan kerja Leily. Leily saat itu bekerja sebagai staf honorer di sebuah sekolah. Itulah masamasa pahit yang dihadapi Leily dengan penuh kesabaran. Menangisi hari-harinya sudah menjadi keseharian Leily kala itu. “Itu sebabnya kami kawankawannya menyarankannya untuk minta cerai saja dari suaminya yang bejat itu,” ujar kawan Leily itu.

CIBIRAN ORANG KAMPUNG Mungkin Leily mengamini apa yang disarankan kawankawannya itu, karena toh, suaminya tersebut tidak lagi bisa diharapkan untuk membahagiakan hidupnya. Leily mantap meminta cerai dan ia pulang kampung bersama ketiga anaknya. Beruntung orangtuanya mau menerimanya dengan rasa penyesalan Leily yang dalam. Kehidupannya mulai stabil bersama orangtuanya di kampung. Namun, entah apa yang ada dalam pikiran Leily, ia berubah menjadi wanita dengan sifat yang tidak pernah dikenal oleh kawan-kawannya sebelum-

nya. Ia sempat dipecat karena memakai uang kantor. Ia juga diketahui berselingkuh dengan beberapa pria yang sudah beristri. Kawan-kawannya menduga ia tengah membalaskan dendam akan sakit hati atas perlakuan suaminya terdahulu. Sampai pada puncaknya, ia berselingkuh terang-terangan dengan pria yang telah memiliki empat orang anak. “Ini jadi pembicaraan dan cibiran orang di kampung,” ujar kawannya yang juga mengaku tidak menyukai apa yang telah dilakukan Leily itu. Leily menjadi sangat tidak peduli. Ia asyik berpacaran dengan suami orang itu sampai akhirnya ia berhasil menikahinya. Lelaki itu pun meninggalkan istrinya yang terpukul hebat sampaisampai sempat masuk rumah sakit jiwa akibat perselingkuhan yang dilakukan suaminya itu dengan Leily. Laki-laki itu bahkan menceraikan istrinya dalam keadaan sakit jiwa demi seorang Leily. Kini Leily menguasai seluruh harta suaminya itu bersama ketiga anaknya. Rumah, mobil hingga gaji suaminya itu kini direbut sebagai hak Leily sepenuhnya. Entah apa yang akan terjadi pada Leily kelak. Kawan-kawannya yang dulu akrab dengannya saja kini menjauhinya karena tidak dapat menerima ketegaan Leily pada wanita itu. Leily yang malang kini hidup bermewahmewah di atas penderitaan wanita lain. -Naniek I. Taufan


Women on Top

6

I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi

Harus Kenal dengan Baik Hamil bukanlah halangan bagi I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi untuk tetap semangat menjalankan tanggungjawab sebagai Lurah Sempidi. Bagi wanita asal Tabanan ini, prinsipnya adalah selalu menikmati aktivitasnya dengan penuh keceriaan, dalam kondisi apapun.

“W

aktu belum hamil besar saya tetap menjalankan tugas seperti biasa dan tak pernah mewakilkan dalam berbagai acara. Tapi sejak kandungan sudah mulai memasuki usia 8 bulan, dokter menyarankan agar saya menjaga kondisi. Disamping karena usia saya yang sudah hampir kepala empat dan juga ini kehamilan

sung ditempatkan sebagai staf di kantor ca­ mat Mengwi. Sekitar lima tahun berkarier, ia dimutasi ke kepegawaian menduduki subag mu­

yang keempat,” tutur alumnus Sekolah Tinggi Pemerintah Da­ lam Negeri (STPDN) ini. Berkisah tentang perjalanan kariernya sebagai lurah, Oka Dewi sebelumnya, tak bercitacita untuk menjadi lurah. Ia hanya tahu, memilih sekolah di STPDN, setelah tamat mendap­ atkan kerja. Hanya itu. Kariernya terbilang mulus melangkah menuju kursi lurah, tak banyak hambatan untuk itu. Setamat STPDN, ia lang­

12 - 18 Januari 2015

tasi. Di sana, kariernya hanya enam bulan. Kemudian dia mendapatkan promosi men­ jaid Kasi Kesra di Kelurahan Kapal. Setelah bertugas enam bulan, ia diangkat menjadi Sekretaris Lurah di Kelura­ han Kuta selama lima tahun. Di sanalah ia banyak belajar bagaimana dan apa yang harus dilakukan sebagai lurah. Tang­ gal 12 Agustus 2011, jabatan prestisius dipercayakan kepa­ danya sebagai Lurah Sempidi. Kiatnya, sebagai pen­ datang, melakukan banyak penyesuaian yakni mengenal wilayah di mana ia ditem­ patkan. Setelah itu, ia melakukan pendeka­ tan dengan para tokoh masyarakat. Ia langsung turun ke lapangan seka­ ligus sebagai bentuk perkenalan dirinya kepada masyarakat. “Intinya, saya memohon bantuan agar tugas sebagai lurah dapat ber­ jalan dengan baik. Saya berusaha mengetahui, apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan sesuai adat dan kondisi wilayah setempat,” tutur mantan atlet judo Bali, ten­ tang kiat se­ bagai langkah awal menjadi lurah.

Hamidah

Saling Menyelamatkan Diberi kepercayaan untuk mengelola keuangan, bukanlah perkara mudah. Apalagi pengelolaan tersebut dilakukan dalam satu instansi atau dinas terkait. Sedikit saja melenceng dari aturan yang sudah ada, maka taruhannya adalah nama baik. Tidak hanya itu, si pengelola akan berhadapan dengan hukum yang bisa saja membuatnya harus mempertanggungjawabkan penyelewengan yang dilakukan itu di muka hukum.

T

i dak ingin hal itu terjadi, Hamidah, Kasubbag Keuang­ an Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Teng­

gara Barat, memilih berhati-hati dalam bertindak. “Jika terjadi kesalahan dalam pengelolaannya keuangan di Satpol. PP NTB, baik yang tidak disengaja apalagi yang disengaja, sehingga itu men­ jadi temuan penyelewengan, suka tidak suka, maka yang bertang­ gung jawab akan hal itu adalah saya,” ungkap Hamidah. Hal inilah yang membuat Hamidah, rajin mempela­ jari tata cara dan aturan penggunaan keuangan di satuan tugasnya. Memi­ liki pengalaman mengelola keuangan sejak menjadi Pe­ gawai Negeri Sipisl (PNS) tahun 1996, saat ber­ tugas di Biro Kesejahtera­ an Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, membuat Hamidah tidak pernah ragu menjalankan tugas sebagai pengelola keuangan di Satpol. PP NTB. Di Biro ini ia sudah wara-wiri cukup

lama di bidang pengelolaan keuangan, baik dalam membantu bendahara maupun se­ bagai bendahara. Dari pengalaman inilah ia tidak merasa takut salah dalam menjalankan tugasnya karena baginya pekerjaan ini mu­ dah saja, tinggal mengikuti semua aturan dan tidak memiliki niat menyelewengkan keuangan. “Semua sudah ada aturannya. Kalau semua aturan itu diikuti sesuai dengan prosedurnya maka Insya Allah, seluruhnya akan berjalan baik,” kata wanita kelahiran 1967 ini. Untuk menghindari terjadinya temuan dalam pengelolaan keuangan ini oleh Inspektorat NTB, Hamidah mengaku rajin berkonsultasi dengan pihak inspek­ torat baik secara langsung maupun lewat telepon. Hal ini dilakukannya jika terpaksa harus menyiasati penggunaan anggaran dalam situasi yang memang harus dilakukan demi lancaranya penyelenggaranya kegiatan di Satpol. PP NTB. Misalnya pada triwulan satu terdapat kegiatan yang melebihi jum­ lah kegiatan seperti yang sudah ditentukan

PANTAU LEWAT PONSEL Tiga tahun bertugas di Sempidi, ia merasakan tak ada hal yang terlalu mengganggu konsetrasinya dalam bertugas. Semua dapat berjalan dengan baik. Karena baginya, selalu berkoordinasi tetap menjadi acuannya dalam memimpin. Kelurahan Sempidi mem­ bawahi 10 kedinasan, 12 banjar adat, dan dua bendesa adat. Di kantornya sendiri, stafnya me­ mang lebih banyak perempuan. Namun, bukan berarti tugasnya menjadi lebih mudah. Baginya, staf laki-laki dan perempuan adalah sama. Ia ses­ uaikan dengan potensi orangnya masing-masing. Jadi tidak ter­ gantung apakah itu laki-laki atau perempuan. “Saya maksimalkan potensi yang dalam diri mereka. Jadi saya harus mengenal mereka dengan baik, termasuk potensi dari mereka masing-masing,” ucapnya. Sejak hamil besar, ia memang merasakan ada sedikit ganjalan dalam bertugas. Untuk tugas malam, ia meminta stafnya untuk mewakilkan. Namun, ia tetap memantau lewat ponselnya. Ia tetap fokus menyeimbangkan tugasnya, walaupun tak berada di tempat. Beberapa prestasi yang sudah diraih Kelurahan Sempidi, diantaranya, juara II baleganjur dalam HUT Mangupura tahun 2014, Juara I Hansip tahun 2011, Juara I memasak cap cay dan membuat cane yang diwakili PKK Kelurahan Sempidi. –Wirati Astiti

dan disesuaikan dengan anggaran yang ada tetapi kegiatan tersebut harus dilakukan karena tuntutan situasi lapangan, maka di sinilah Hamidah berimprovisasi mencarikan jalan keluarnya. Sejauh ini sejak bertugas di Pol. PP NTB pada tahun 2012, ia tidak kaget dengan hal itu karena berdasarkan pengalaman sebelum­n ya ia selalu punya solusi jika terpaksa harus menyiasati penggunaan anggaran yang berkaitan dengan soal waktu seperti itu. Tentu saja penyiasatan atau improvisasi yang dilakukan itu masih berada dalam koridor yang diatur dan di­ bolehkan oleh undang-undang atau aturan yang berlaku. Sebagai seorang pengelola keuangan yang mengetahui persis mana jalan yang be­ nar dan mana yang menyeleweng, Hamidah turut memberikan masukan kepada atasan­ nya jika menemui situasi yang mengharuskan atasannya mengambil keputusan menyia­ sati situasi untuk memperlancar kegiatan di satuan ini. “Setelah saya berkonsultasi dengan pihak Inspektorat tentang hal itu, saya akan berdis­ kusi dengan atasan saya tentang hasil kon­ sultasi tersebut. Mau pilih jalan yang mana, itu kita sendiri yang menentukan. Apakah yang akan menjadi temuan penyelewengan kemudian menyusahkan diri sendiri atau mengikuti sesuai dengan hasil konsultasi dan semua selamat,” ujarnya sembari bersyukur bahwa selama ini ia memiliki atasan yang mau mendengar memahami hal tersebut. Ini semua dilakukannya untuk saling me­ nyelamatkan dari penyelewengan, selamat­ kan diri sendiri, selamatkan atasan bahkan juga bisa menyelamatkan stafnya. Ibu tiga anak ini menyadari, sebagai manusia biasa ia tidak lepas dari kekhilafan dan kekeliruan, namun usaha untuk menekan dan memi­ nimalkan kekeliruan itu selalu dilakukannya dalam kontrol diri yang baik. -Naniek I. Taufan

12 - 18 Januari 2015

Sudut Pandang

19

Tetap Tenang walau Takut Kecelakaan akibat cuaca buruk bisa terjadi di mana saja, di udara, di laut, maupun di darat. Selalu berusaha tenang dan terus berdoa, paling tidak itulah yang bisa dilakukan ketika kita berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

H

al itu disadari Dewa Ayu Sasih, staf di Pemkab G i a ­n y a r, B a l i . Meski beberapa kali sempat me­ ngalami kejadian menegangkan, namun ia mengaku tak pernah kapok naik pesawat. “Daripada ke luar kota melalui darat, capek, le­ bih baik lewat udara saja,” katanya. Ia masih mengingat betul peris­ tiwa menegangkan ketika naik pesawat dengan tujuan DenpasarLombok, beberapa tahun silam. “Saat itu memang cuaca kurang baik. Ketika take off pun memang sudah hujan,” ujar Dewa Ayu memulai kisahnya. Meski cuaca tak bersahabat, Dewa Ayu bersama suami mau tak mau memang harus berang­ kat ke Lombok untuk urusan pekerjaan. Selama perjalanan sekitar 30 menit tersebut, sudah terasa pesawat agak terguncang karena harus melewati awanawan tebal. Yang paling terasa ketika pesawat akan landing (mendarat). “Getarannya sangat keras, sampai-sampai beberapa penumpang berteriak histeris termasuk saya,” ujarnya. Saat itu, instruksi dari kabin meminta para penumpang untuk tetap tenang, duduk dan me­ ngenakan sabuk pengaman, kare­ na cuaca kurang baik. Sementara, pramugari tetap terlihat tenang dan tersenyum ramah, sembari menuntun penumpang untuk melakukan instruksi tersebut. Dalam keadaan panik seperti itu, Dewa Ayu hanya bisa berdoa agar selamat sampai tujuan. Demikian halnya sang suami yang duduk di sampingnya. “Dia lebih tenang, mungkin biar saya tidak makin panik. Tapi saya lihat dia juga berdoa terus,” ucapnya. Saat akan mendarat tersebut, Dewa Ayu merasakan pesawat agak terhempas ke samping. “Ternyata pesawat memutar balik mencoba untuk mendarat lagi, karena mungkin tidak pas dapat di landasan mendarat. Untunglah akhirnya pesawat dapat men­ darat dengan selamat,” ucapnya bersyukur. Saat itu, ia mengaku sama sekali tak terlintas pikiran buruk apakah pesawat akan jatuh atau yang lainnya. Ketika harus balik dari Lombok ke Denpasar, Dewa Ayu sempat merasa waswas, namun untungnya saat itu tidak hujan, jadi ia merasa lebih tenang.

Dari kejadian tersebut, tak lan­ tas membuat Dewa Ayu trauma untuk bepergian dengan pesawat terbang. “Belum lama ini, saya sekeluarga juga sempat bepergian ke Yogyakarta naik pesawat, hujan juga. Tapi, karena sudah pernah mengalami penerbangan dengan cuaca buruk waktu ke Lombok itu, meski ada rasa takut, saya berusaha tenang,” ungkapnya. Dewa Ayu yakin tiap maskapai pasti memiliki prosedur pener­ bangan yang aman, teruji dan berpengalaman di segala cuaca. PERAGAAN PETUNJUK KESELAMATAN Seorang pramugari tentu memiliki kualifikasi dan profesion­ alisme tersendiri. Betapa tidak, sejak baru naik pesawat, biasanya penumpang sudah disambut dengan senyum manisnya. Lalu ia akan membantu mencarikan tempat duduk. Jika diperlukan mereka juga membantu meletak­ kan barang bawaan penumpang. Selain itu juga, menyajikan maka­ nan dan minuman. Sesungguhnya tugas seorang pramugari tidaklah sesederhana itu. Tugas utamanya adalah sebagai awak kabin yang bertanggung jawab terhadap keselamatan penerbangan, dengan mem­ perhatikan aturan keselamatan penerbangan. Mereka harus memastikan penumpang tahu dan mengikuti sistem keselamatan penerbangan. Hal ini juga diakui Asmayaty, Ticketing Officer Senior Travel Center PT Garuda Indonesia di Bali Collection Nusa Dua, menge­ nang pengalamannya saat masih aktif sebagai pramugari Garuda pada tahun 1992 hingga 1999. Wanita yang biasa dipanggil Asti ini, meski sudah lama tidak lagi bertugas sebagai pramugari, selalu berupaya mengingatkan calon penumpang untuk tidak bosan melihat peragaan petunjuk keselamatan setiap kali bepergian. Peragaan tersebut akan menye­ garkan ingatan kita terhadap semua informasi keselamatan penerbangan. Sehingga, lebih mudah bagi kita untuk mengingat dan menggunakannya jika terjadi keadaan darurat. Asti juga menyatakan ka­ lau pramugari pun akan selalu mengingatkan penumpang tidak lupa meletakkan barang bawaan pada tempat yang sudah diten­

tukan. Seperti bagasi kabin di rak penyimpanan di atas tempat duduk atau di bawah kursi. Juga tetap duduk dengan sabuk penga­ manan yang masih terpasang pada saat pesawat lepas landas maupun ketika akan melakukan pendaratan. MATIKAN PONSEL Ditanya soal fungsi mematikan ponsel, ia mengatakan sebelum memasuki pesawat terbang akan lebih baik, sebab pesawat terbang modern banyak sekali bergan­ tung pada gelombang radio untuk menjalankan berbagai fungsi, ter­ masuk komunikasi dengan menara kontrol, navigasi dan pengaturan udara di dalam kabin. Interfensi gelombang radio yang berasal dari ponsel dapat mengacaukan fungsi-fungsi tersebut. “Para pemakai ponsel mung­ kin tidak menyadari bahwa dalam keadaan standby pun , ponsel

Asty

Dewa Ayu Sasih

tetap memancarkan sinyal elek­ tro magnetis. Makanya demi keselamatan diri kita dan ratus­ an penumpang lainnya matikan posel begitu masuk pintu kabin. Termasuk jika menyimpan ponsel lainnya di dalam tas periksalah dan pastikan juga sudah dimatikan, ”katanya. Ia juga menyebutkan UU No. 1 tahun 2009, tentang Pener­ bangan. Regulasi yang mengatur pelarangan pemakaian ponsel dalam pasal 412 ayat 5, yang menyatakan setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbang­ an yang mengoperasikan peralat­ an elektronik yang mengganggu navigasi penerbangan dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 200 juta. Ibu dua anak ini mengatakan kalaupun ada satu dua orang yang

agak bandel, misalnya pesawat sudah lepas landas namun masih menghidupkan ponsel, ia akan mendekatinya dan mengingat­ kannya secara baik-baik dengan menyampaikan alasannya. “Be­ gitu juga ketika pesawat sudah landing namun belum berhenti jalan, seringkali penumpang sudah membuka sabuk pengamannya bahkan beberapa malah sudah berdiri, ini kewajiban kami untuk mengingatkan,” ujar istri peng­ usaha Santosa Boediharjo ini. Disamping itu ia juga meng­ ingatkan berada di ketinggian dapat menyebabkan dehidra­ si, maka sarannya penumpang me­ngonsumsi cukup minuman nonalkohol. Selain itu, masih akibat ketinggian jika terjadi gang­ guan pendengaran dapat dihilang­ kan dengan me­nelan ludah atau menguap.–Inten Indrawati/ Sri Ardhini

Tiket Murah Pilihan Keselamatan Prioritas

Dalam pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlind­ ungan Konsumen dijelaskan, konsumen memiliki hak atas ke­selamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam mengon­ sumsi barang atau jasa. Hal ini berkaitan juga dalam keselamatan konsumen dalam penggunaan jasa penerbangan. Demikian disam­ paikan Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Bali, Putu ­Armaya, S.H. Ia menegaskan, dunia pen­ erbangan harus tunduk terh­ adap aturan yang ada, baik itu aturan UU Penerbangan maupun UU Perlindungan Konsumen. Kadang-kadang ketika terjadi masalah, apakah itu pesawat jatuh atau tenggelam, banyak yang tidak diungkit soal UU Perlindungan Konsumen. Padahal, dalam aturan tersebut, ada sanksi berat yang menyatakan, hukum pidana lima tahun dan denda dua miliar bagi pelaku usaha yang melakukan pelanggaran. Dalam UU konsumen juga diatur penggantirugian barang seusia harganya. Ada juga aturan dari pemerintah, ketika ada kecelakaan pesawat, ada ganti rugi sebesar Rp 1,25 miliar. Ia menyatakan, maskapai harus tunduk, den­ gan berbagai aturan, baik dari aspek penumpang termasuk asuransi, termasuk juga hal lain. “Jangan sampai, maskapai berlomba-lomba mengeluarkan promo tiket murah tapi keselamatan penumpang diabaikan. Keselamatan harus menjadi prioritas.

Pihak maskapai terlalu jor-joran menjual tiket promo sampai menipu konsumen. Ada salah satu maskapai memberi tiket promo murah, ketika dibeli, tiket sudah habis, atau promo sudah habis. Jam terbangnya dari subuh sampai pukul 6 pagi. Ini sama saja dengan menipu konsumen. Seharusnya, dijelaskan dengan baik kepada penumpang,” ucapnya. Ia tak menampik, tiket murah merupakan suatu pilihan. Namun, bukan berarti, harus mengabaikan keselamatan penumpang. Armaya juga mengatakan nyawa manu­ sia tak bisa dinilai dengan uang. “Ketika terjadi kecelakaan, apa upaya dari maskapai dalam mem­ berikan perlindungan, apakah dari sisi asuransi atau hal lain. Ke depannya, maskapai harus diatur oleh pemerintah sehingga, ketika terjadi kecelakaan, tidak saling tuduh. Pemerintah harus tegas soal regulasi keselamatan penumpang,” tegasnya. Ketika terjadi pelanggaran, ini termasuk per­ buatan melanggar hukum. Keluarga korban bisa melakukan gugatan. Gugatan bisa juga dilakukan bersama-sama atau berkelompok untuk menggugat maskapai penerbangan. “Paling tidak, ada tang­ gungjawab dari maskapai penerbangan sehingga ke depannya tidak lagi merugikan konsumen. Kalau semua maskapai tidak taat aturan dan banyak maskapai yang melanggar, ujung-ujungnya merugi­ kan konsumen,” tegas Armaya. -Wirati Astiti


Nine

20

12 - 18 januari 2015

Ayu Viona

Razia Penyakit Masyarakat

Polprajanita Wajib Ikut

M

Penertiban PKL

ketiganya memberi kesan sangat ramah dan hangat dalam menyapa dan berinteraksi selama wawancara berlangsung. Tentu saja sikap seperti inilah yang dituntut harus ada dalam diri mereka ketika menjalankan tugas lapangan yang banyak berhadapan langsung dengan masyarakat. Moto “Disiplin, Profesional, Simpatik dan Humanis” dari Satpol PP NTB, dimaknai benar artinya ketika mereka menjalankan tugas di lapangan sebagai yang terdepan dalam penegakan Perda dan Pergub, demi terwujudnya kondusifitas masyarakat di daerah ini. Dengan penuh perasaan, mereka bertiga mengisahkan bagaimana ketika sebuah operasi gabungan dilakukan, dimana mereka ada di dalam pasukan itu, menjaring anakanak remaja yang hidup dalam dunia hitam pelacuran, harus mereka sentuh hatinya dengan mengajaknya berdialog. “Dari rasa kasihan dan simpati melihat nasib mereka, kami selalu menyelipkan nasihat agar mereka tidak kembali ke dunia hitam itu,” ujar Erna Ekawati. Naluri keibuan tiga srikandi Pol PP ini selalu ikut serta dalam tiap razia penyakit masyarakat khususnya ke hotel-hotel kelas melati, kafe-kafe dalam razia narkoba dan lainnya yang biasa ikut menjar-

P

Erna Ekawati saat ikut dalam operasi razia penyakit masyarakat.

ing kaum hawa. Inilah pentingnya keberadaan mereka dalam tiap operasi penyakit masyarakat yang dilakukan. Bisa dikatakan ketiganya “wajib” ikut dalam operasi razia penyakit masyarakat, karena biasanya ada wanita yang juga ikut terjaring. Dan dengan ketiga Polprajanita inilah para perempuan yang terjaring itu bisa berkeluh kesah bahkan tidak jarang akan memeluk mereka karena ketakutan. Tugas dan tanggung jawab ini mereka lakukan dengan sungguhsungguh. Bertemu dengan banyak orang dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, adalah kebanggaan tersendiri bagi ketiganya. Belum lagi mereka menjadi memiliki banyak kenalan yang berasal dari satuan tugas lain seperti polisi, tentara, petuga BNN NTB dan lainnya. “Kami jadi memiliki banyak kawan dan kenalan. Itu sangat membahagiakan,” kata Erna yang kini berusia 35 tahun ini. Tidak ada pembedaan tugas antara anggota Pol PP laki-laki dan wanita. “Malah kami yang wanita yang kerap wajib ikut dalam razia penyakit masyarakat,” ujar Rahmawati. Hal inilah yang mem-

buat mereka bahkan ikut turun lapangan di waktu malam hingga tidak jarang sampai dini hari tiba. Beruntungnya, ketiga Polprajanita yang memiliki suami yang bekerja swasta ini, selalu mendukung mereka dengan luar biasa. “Suami kami tidak pernah mempersoalkan jika pun kami harus pulang ke rumah subuh hari setelah melaksanakan operasi,” kata Veronika. Ketiga Polprajanita yang terlihat sangat akrab ini, sama-sama mengamini bahwa anak-anak mereka juga turut mendukung, setidaknya dengan tidak pernah protes jika mereka harus melaksanakan tugas di waktu malam. Seragam Pol PP yang melekat di tubuh mereka, menjadi penyelamat bagi mereka dalam urusan dengan “perasaan sosial” ketika sebagai seorang wanita, mereka harus pulang subuh hari usai melaksanakan tugas. “Melihat seragam Pol PP, tetangga kami maklum jika kami harus pulang subuh terutama dalam masa-masa banyaknya operasi gabungan menjelang puasa, Lebaran, Natal dan Tahun Baru,” ujar Veronika.

utri ketiga pasangan I Made Nita Atmaja dan Ni Wayan Metiani, kelahiran Denpasar 5 November 1993 ini menghabiskan waktunya dengan bekerja pada dua perusahaan, kuliah, dan “ngamen”. Lantas, bagaimana Ayu mengatur waktunya? “Senin sampai sabtu dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, saya bekerja di Koperasi Prasema. Di perusahaan kontraktor sebagai bagian administrasi, saya hanya datang sebentar saja, biasanya pas jam makan siang atau sepulang kerja, untuk mengambil data saya kerjakan laporannya di rumah. Pimpinan perusahaannya sudah ngerti kok. Jadwal kuliah Senin sampai Rabu jam 6 sampai 9 malam. Jadi, Kamis sampai Sabtu soremalam saya bisa nyanyi-nyanyi,” papar mahasiswi Jurusan Ekonomi Managemen Unmas ini. Baginya, ada keasyikan tersendiri memanage waktu untuk diisi dengan kegiatan-kegiatan positif. “Biar seimbang antara pendidikan, pekerjaan, hobi, dan karir,” ujar Ayu yang baru melanjutkan kuliahnya setelah ia berhasil mengumpulkan pundi demi pundi hasil keringatnya. “Saya belajar mandiri, tak mau membebani orangtua. Ada kepuasan tersendiri saja bisa kuliah

Ayu Viona

dengan biaya sendiri,” imbuhnya tersenyum. KAPOK MAKAN DURIAN Talenta Ayu di bidang entertaint sudah terlihat sejak bocah. Karena mentalnya cukup tinggi untuk berani tampil di depan umum, sampaisampai Ayu kecil diminta untuk ikut les menari oleh pemilik sanggar tari. Di TK, Ayu juga kerap mewakili sekolah dalam lomba busana adat. Ayu pertamakali tampil menyanyi saat duduk di kelas 3 SD dalam acara perpisahan sekolah. “Dulu, oleh

-Naniek I. Taufan

Ngeri-ngeri Sedap Mengemban tugas sebagai anggota Pol PP, awalnya di hati ketiganya, sempat terselip rasa khawatir dan juga takut. Pasalnya, sebelum bertugas di Satpol PP NTB, Veronika biasa berurusan dengan benda-benda purbakala di Museum Negeri NTB, Erna Ekawati sebagai pegawai di Biro Hukum dan Rahmawati pindahan dari Kantor Kecamatan Jonggat Lombok Tengah. “Ngeri-ngeri sedap,” ujar Veronika tertawa mengenang perasaannya ketika pertama kali ditugaskan tahun 2012. Begitu pula dengan Erna yang bergabung di Pol PP sejak tahun 2009 dan Rahmawati sejak tahun 2010. Mereka mengaku cukup lama beradaptasi dengan lingkungan yang sangat berbeda dengan tempat tugasnya sebelumnya, apalagi harus mengenakan uniform (seragam) yang juga terlihat maskulin. “Pakai uniform Pol PP yang membutuhkan adaptasi yang luar biasa,” ungkap Rahmawati yang berusia 42 tahun ini. Namun, seiring waktu berjalan, ketiganya menjadi sangat mencintai dan menyenangi tugas-tugas yang

mereka emban di satuan ini. Veronika yang kini berusia 46 tahun, bahkan melontarkan kecintaannya pada Satpol PP dengan ingin pensiun sebagai Polprajanita. “Kalau bisa saya ingin pensiun sebagai Pol PP,” kata Veronika yang terlihat luwes dan penuh semangat. Banyak pelajaran berharga yang bisa mereka petik dari suka duka menjadi Polprajanita dengan segala aktivitas tugas lapangannya. “Biasa mengamankan orang yang melanggar norma, etika dan susila, jangan sampai anak-anak kami yang gantian diamankan,” kata ketiganya. Ini menjadi kekhawatiran sendiri bagi para ibu ini. Karena itulah, tiap kali mereka menemukan peristiwa miris yang menimpa anak-anak remaja seusia anak-anak mereka, ketiganya selalu menasihati anak-anak mereka ketika sampai di rumah dengan menceritakan apa yang baru saja mereka dapatkan di lapangan. Dengan begitu mereka berharap, pengalaman tugas di Pol PP dapat menjadi kontrol diri bagi tugas-tugas mereka sebagai seorang ibu. --Naniek I. Taufan

Inspirasi

5

Jalani dengan 3B Di zaman sekarang dengan serba ketersediaan dan kemudahan, tak banyak anak muda yang mau bekerja keras dan memiliki prinsip. Salah seorang dara yang tak mau menghabiskan waktunya sia-sia adalah Ni Komang Ayu Novianti.

Hamparan perkebunan kopi menghijau di Dusun Pancasila Desa Tambora Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kebun-kebun kopi ini juga berbatasan langsung dengan perkebunan kopi yang berada di Dusun Tambora Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Ratusan hektar lahan perkebunan kopi di dua kabupaten ini telah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Hal inilah yang bahkan membuat kebun kopi menjadi ikon desa-desa yang berada di kaki Gunung Tambora, salah satunya Dusun Pancasila. mengambil ijazah kelulusan SMA-nya. “Lebih sedih lagi saat kami membopongnya karena ia sampai jatuh pingsan,” kata Veronika. Ia shock saat Pol PP menggerebek home stay tempatnya berselingkuh di wilayah Suranadi itu. Itulah salah satu tugas lapangan yang paling diingat oleh dua dari enam wanita anggota Satpol PP NTB ini. Keenam Polprajanita ini tergabung dalam 136 anggota Pol PP NTB. Tiga Tiga srikandi Polprajanita NTB, Erna Ekawati (paling kiri), Rahmawati (dua dari kanan) dan Veronika orang bertugas di Dorce (paling kanan) bersama Kasat Pol. PP Prov. NTB, lingkungan kantor Ibnu Salim. bidang administrasi, e n e m u k a n s e - sedangkan tiga lainnya, Veronorang perempuan ika, Erna Ekawati dan Rahmamuda yang baru wati menjalankan tugas lapangan. saja tamat SMA Tiga Polprajanita, khususnya yang dalam sebuah operasi penyakit melaksanakan tugas-tugas lapangan, masyarakat, membuat Veronika bukan sembarang wanita. Pekerjaan Dorce dan Erna Ekawati merasa sebagai petugas Pol PP yang identik miris. Pasalnya, gadis yang terjar- dilakukan oleh laki-laki ini, tidak ing razia penyakit masyarakat itu membuat mereka “kalah” dengan tertangkap tangan sedang bersel- anggota Pol PP laki-laki. Semangat ingkuh dengan seorang laki-laki mereka bertiga terpancar dari gaya dewasa yang sudah beristri dan bicaranya yang tidak lembek ketika memiliki anak, dalam sebuah ka- wawancara dilakukan. Ketiganya mar penginapan. terlihat gesit dan kuat secara fisik Sebagai seorang ibu, kedua dan siap diterjunkan kapan saja unanggota Satpol PP Provinsi NTB, tuk melaksanakan tugas lapangan, tersentuh hatinya yang paling tidak pandang waktu, siang, malam dalam melihat kenekatan gadis atau pun dini hari. remaja yang kala itu belum lagi Di balik sikap fisik yang kuat,

12 - 18 januari 2015

Ayu Viona saat tampil di acara Festival Keluarga Tokoh 2014

Ibu guru, kami dilatih menciptakan lagu sendiri dengan bahasa-bahasa yang simpel, terus dinyanyikan di depan kelas,” kisahnya. Sejak saat itu, Ayu makin tertarik dengan dunia olah vokal. Semua berlanjut hingga di bangku sekolah menengah pertama. Di SMPN 2 Denpasar, ia ikut ekskul paduan suara dan mewirama. Bungsu dari tiga bersaudara ini mengaku vokalnya lebih terlatih ketika belajar mewirama, mesloka, dan megeguritan. “Dalam menembangkan nyanyian-nyanyian suci ini, saya banyak belajar vibra dan cengkok,” ungkap Ayu yang kemudian kerap mewakili sekolahnya dalam lomba-lomba mewirama, mesloka, dan megeguritan tersebut. Hingga di bangku SMA pun, Ayu yang memilih ekskul seni vokal di SMA Dwijendra Denpasar ini kerap mewakili sekolah dalam lomba-lomba tersebut termasuk lomba lagu pop Bali dan pop Indonesia. Suatu ketika, Ayu yang juga suka mengisi acara (menyanyi) di acara-acara pernikahan dilirik penyanyi senior Bali, AA Raka Sidan yang menilai vokal Ayu berkarakter. Ayu diajarkan teknik vokal yang benar. “Akhirnya Ayu diajak rekaman. Astungkara, hasilnya lumayan memuaskan,” ujar penyuka seafood yang memang ngefans dengan Raka Sidan, Widi Widiana, dan Dek Ulik ini. Proses rekaman sigle pertama “Tambunang” ciptaan AA Raka Sidan, dan single kedua “Duda keren (Duren)” ciptaan Gus Rajes dilakukan dalam rentang tahun 2012-2013 yang tergabung dalam Album Kompilasi yang rencananya dirilis tahun ini. Selain itu, Ayu juga sempat menjadi model video klip penyanyi-penyanyi pendahulunya, seperti Gek Diah (3G Angels). Pemilik moto “Jalani hidup seperti air mengalir” ini mengaku tak terlalu saklek dengan pola makannya untuk menjaga kualitas suara, yang katanya dilarang makan gorengan dan es. “Makan juga sih, cuma tidak terlalu banyak. Yang penting, jangan menjelang nyanyi makan begituan. Dan, dua jam sebelum nyanyi, biasanya saya banyak minum air putih,” ucapnya tersenyum. Ayu mengisahkan pengalaman buruknya saat SMP. Ia yang doyan makan durian “kalap” mengonsumsi buah tersebut, padahal dua hari ke depan akan ikut lomba mekidung. Akibatnya, ketika hari H, suara Ayu serak, sehingga penampilannya jadi tak maksimal. “Untung saja waktu itu lomba mekidungnya berbanyak, jadi suara serak saya tak kentara. Akhirnya, saya yang seharusnya mengambil ugal, digantikan teman. Saya jadi merasa bersalah,” kisahnya. Sejak kejadian itu, Ayu kapok “kalap” makan durian. Dari perjalanannya itu, yang dimulai dari hobi menyanyi sejak kecil mengantarkannya hingga sampai pada karirnya seperti sekarang

Ayu Viona bersama Gek Diah (3G Ange

ls)

k dan Widi Widiana

Ayu Viona bersama Dek Uli

Ayu Viona bersama Bli Godel dan A.A.

ini, Ayu bersyukur dan benar-benar tak menyangka. Ini tak terlepas dari support keluarga, teman, dan penyanyi-penyanyi senior Bali yang memberikannya banyak pengalaman berharga. “​Saya ingin sukses dan membahagiakan orang tua, juga membuat semua orang terhibur dengan hasil karya saya,” ujar penyuka warna putih dan pink ini. Ada kebanggaan tersendiri

Raka Sidan

bagi Ayu, karena bahkan kini ia berkesempatan tampil sepanggung dengan penyanyi-penyanyi senior Bali, seperti Dek Ulik, Raka Sidan, dll, yang dulu hanya menjadi mimpi. Dalam menjalani itu semua, ia memegang prinsip 3B (berdoa, berusaha, bersyukur). “Ketiganya itu harus balance, sehingga ketika menjalaninya tidak goyah,” pungkasnya. -Inten Indrawati


Inspirasi

4

12 - 18 januari 2015

Dalam Keterbatasan tak Pernah Menyerah

di dunia ini. Tuhan pasti punya maksud dengan adanya ini, khususnya dalam kehidupan aku. Memang saat itu, aku belum bisa memahaminya. Aku malah sempat sedih dan bertanya kepada Tuhan kenapa hal itu terjadi. Kecelakaan pertama di Palembang, tidak parah, tapi lima bulan kemudian sungguh dahsyat. Kondisi aku benar-benar parah, sempat koma berharihari, setelahnya meski telah sadar tidak bisa berbuat apa-apa hanya berbaring di tempat tidur selama sekitar delapan bulan,” ungkap Laura saat dijumpai di kediamannya bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Gadis cantik ini sempat hampir menangis ketika bercerita tentang sahabat baiknya yang meninggal dalam kecelakaan itu, dan itu baru diketahuinya setelah sebulan kemudian. “Saat itu aku benar-benar terpukul,” ucap putri sulung pasangan Johnny Tentero (alm) dan Fanny, denLaura bersama mama tercinta gan mata berkaca-kaca. Peristiwa naas di Solo itu meeristiwa naas yang terjadi pada 30 No- mang kecelakaan pesawat kedua vember 2004 di Ban- kali yang dialami Laura. Dua perisdara Adisumarmo, tiwa itu tidak berjarak terlalu lama, menewaskan 26 orang dari 146 yakni hanya sekitar lima bulan. penumpang. Pilot dan sejumlah “Jalan hidup seseorang memang tewas, termasuk di antaranya se- tidak ada yang tahu. Tuhan memorang sahabat Laura. Laura sendiri beri aku kesempatan kedua. Aku yang mengalami luka parah pada yang sebelumnya tidak pernah sekujur tubuhnya, termasuk wajah mensyukuri atas apa yang aku sebelah kanan yang hancur, sempat dapat, bersikap semaunya dalam menjalani operasi di rumah sakit menghambur-hamburkan berkat Tuhan. Namun lewat tragedi itu, di Solo. Namun karena luka-lukanya aku menjadi tersadarkan. Dari terlampau parah akhirnya dibawa kejadian itu dan waktu-waktu yang ke Singapura untuk menjalani pen- aku lewati setelahnya, membuat gobatan. Adalah suatu mujizat, ka- mataku terbuka betapa baiknya lau akhirnya gadis kelahiran Maret Tuhan padaku. Ya, Tuhan memberi 1985 yang menjadi pramugari pada kesempatan untuk memperbaiki usia 18 tahun ini, berhasil sembuh. hidup aku,” ungkap Laura yang kini Ia sempat koma dan berbulan-bulan banyak tampil dalam acara-acara hanya bisa terbaring di tempat motivasi dan inspirasi. Mengomentari tentang kasus tidur tanpa bisa melakukan apaapa. Setidaknya, hampir setahun ia jatuhnya pesawat Air Asia, Laura berada di Negeri Singa itu untuk mengaku sangat sedih. Ia teringat menjalani perawatan sebelum tentang kengerian yang dialaminya dulu. “Aku sedih ya mendengar kembali ke Tanah Air. “Tidak ada yang kebetulan adanya kejadian itu. Aku tahu be-

P

nar bagaimana rasanya, bagaimana sedihnya keluarga,” ujarnya. TULANG RETAK LAGI Sepuluh tahun telah berlalu sejak kejadian naas itu. Penampilan Laura yang telah menjalani 17 kali operasi, kini memang jauh lebih baik. Kecantikan wajahnya boleh dibilang pulih, padahal dulu akibat kecelakaan maut itu, sebagian wajahnya hancur tak berdaging. Bahkan dia pun sempat shock berat saat secara tak sengaja melihat wajahnya yang mengerikan di cermin. “Daging di pipi kanan aku hilang, tulang pipi remuk. Bagian wajah yang lain juga dipenuhi lukaluka kecil yang cukup dalam. Bahu sebelah kanan tulangnya bergeser karena tertimpa benda berat, pinggang patah, begitu juga pinggul, dll. Kakiku mengalami infeksi yang parah nyaris diamputasi. Hampir setengah bagian daging betis kananku hilang,”paparnya panjang-lebar. Sepuluh tahun berlalu, wajah yang mengerikan itu sudah tak ada lagi. Bekas operasi hanya menyisakan seburat tipis garis di wajahnya yang kalau tidak diperhatikan benar, tidak terlihat. Ia telah kembali cantik. Laura sangat bersyukur untuk ini. Secara fisik, satu-satunya yang masih terlihat jelas adalah pada kaki kanannya yang masih dipasang pen. Dia tidak bisa berjalan terlalu jauh atau berdiri terlalu lama. “Sakit sekali,” ucap Laura yang masih menggunakan kursi roda apabila harus beraktivitas di luar rumah dalam waktu yang lama. “Kalau ke mal misalnya, aku terpaksa pakai kursi roda, karena kan lama, kakiku tidak

Mandalika

Perlu Sentuhan Wanita

Laura Lazarus

“Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Tidak ada yang terjadi tanpa seizin-Nya,” begitu disampaikan Laura Lazarus, salah satu korban kecelakaan pesawat udara sepuluh tahun lalu di Solo. Laura yang ketika itu menjadi pramugari pesawat Lion Air, menderita luka sangat parah dan sempat dikira telah meninggal dunia lantaran tubuhnya tertumpuk bersama jenazah lainnya. Beruntunglah, saat petugas masih sibuk melakukan perapihan jenazah, lirih rintihannya terdengar dan ia pun segera mendapat pertolongan.

12 - 18 januari 2015

“Disiplin, Profesional, Simpatik dan Humanis.” Itulah moto yang dipegang Satuan Polisi Pamong Praja, Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya dalam pelaksanaan tugas lapangan dalam rangka penegakan peraturan daerah, penyelenggaraan ketertiban dan ketentraman umum serta pembinaan Linmas.

Laura Lazarus sampai sekarang belum sembuh benar

kuat untuk keliling-keliling dalam waktu lama. Sakit,” tambahnya. Ya, Laura memang gadis yang aktif. Sebelum kecelakaan maupun setelahnya ia tetap tidak berubah. Ia tidak mau keterbatasan dirinya menjadi ‘penjara’ yang menghalanginya beraktivitas. Itu sebabnya, setelah dinyatakan bisa beraktivitas dengan normal, ia pun melakukan seabreg kesibukan, termasuk melakukan pelayanan gereja dan kegiatan social hingga ke pelosokpelosok daerah, bahkan ke mancanegara. Diakui Laura, trauma itu masih ada sekalipun peristiwa itu sudah berlalu sepuluh tahun. Termasuk soal terbang naik pesawat yang sampai kini masih dijalaninya. Memang pada awalnya, trauma itu begitu hebat. Kengerian akibat peristiwa naas itu selalu muncul saat naik pesawat. Namun seiring waktu, Laura bisa mengatasi perasaannya. “Di awal-awal pasca kecelakaan, aku memang mendapat pelayanan psikiater. Namun hanya sebentar. Karena psikiater menganggap aku cukup kuat mengatasi masalah aku. Mungkin ‘kekuatan’ aku ini karena sejak kecil terbiasa hidup ‘keras’. Tempaan itu yang membuat aku cukup kuat melalui pengalaman pahit ini. Dan tentu saja, ini semua berkat kekuatan yang diberikan Tuhan pada aku. Tanpa pertolongan Tuhan aku pasti tidak akan bisa seperti ini,” tutur Laura yang mengaku sejak kejadian itu, dirinya semakin mendekatkan diri kepada Yang di Atas. JADI PENULIS DAN PENERBIT BUKU Saat ini, kata Laura lagi, meski sepitas seolah dirinya sudah sembuh total namun sebenarnya belum sepenuhnya. Dalam pengertian, rasa sakit masih sesekali dirasakannya, khususnya pada kaki kanannya dimana dilakukan pencangkokan tulang. Belakangan ini, tulang cangkokan itu retak lagi “Maklum ini bukan tulang sendiri. Kata dokter perjalanannya (penyembuhannya) memang lama,” jelasnya.

Kondisi pesawat Lion Air dalam kecelakaan 30 November 2004 di Solo

Di luar itu, ia juga harus melakukan suntik setiap harinya untuk mencegah terjadinya kekeroposan tulang. “Aku suntik sendiri. Obatnya cukup mahal,” kata Laura yang dalam waktu dekat akan ke Singapura untuk melakukan pengobatan lanjutan. Sampai saat ini, kata Laura, untuk pemulihan, ia telah menjalani 17 kali operasi. Itu pun belum benarbenar sembuh. Ia, tambahnya, sebenarnya masih harus melakukan operasi lanjutan. “Khususnya untuk kaki kanan ini. Namun kata dokter operasi itu selain high risk juga berbiaya besar. Aku belum tahu biaya dari mana, tapi aku percaya pasti ada jalan,” ucapnya yakin. Saat ini, lanjut Laura, meski dengan keterbatasan fisik, ia tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Ia tak ingin bermanja-manja. Ia percaya, kalau dia bekerja keras, pasti segala sesuatu akan terbuka baginya. “Saat ini selain sering diundang dalam berbagai acara, aku juga membuka bisnis penerbitan. Perkembangannya cukup lumayan,” katanya bersemangat. Laura mengaku tak ingin terbelenggu dengan kekurangannya. Ia justru terus mengeksplorasi kemampuannya. Dalam bidang tarik suara misalnya, dia telah melahirkan dua album rohani pada 2010 dan 2013, dan kini tengah mempersiapkan peluncuran album ketiganya. Begitu pun dalam bidang tulis menulis. Untuk bidang yang satu ini, ungkap Laura, dulu dirinya tak pernah membayangkan kalau suatu hari kelak bakal terjun ke dunia tulis menulis. Dia malah tak pernah menyadari kalau dirinya ternyata memiliki bakat dalam bidang itu. Semua itu justru ditemuinya setelah ia melalui pengalaman pahit dalam hidupnya. Sampai saat itu, telah dua buku dihasilkannya. Satu buku berjudul, “Unbroken Wings” yang pertama kali diterbitkan tahun 2008. Buku yang menceritakan perjalanan hidupnya sejak kecil hingga akhirnya terjadi kecelakaan maut itu. Buku ini termasuk bestseller. Setelah memiliki penerbitan sendiri, Laura pun kembali mencetak ulang buku tersebut. Buku keduanya berjudul ‘Kazoku’ yang ditulisnya bersama sang mama tercinta, Fanny, terbit tahun 2013. Tahun ini, kata Laura, ia tengah mempersiapkan buku ketiganya yang berjudul ‘The Diary of Lazarus’. “Rencananya diluncurkan Maret tahun ini,” ujarnya. “Aku tidak pernah menyangka akan menjadi penulis. Ini sungguh luar biasa dan aku menyukainya. Banyak berkat aku terima dari ini,” ujar gadis yang sebentar lagi akan merayakan umurnya yang ke-30. “Aku sangat bersyukur dengan apa yang aku terima saat ini. Meski dalam keterbatasan aku tidak boleh menyerah. Jangan pernah menyerah!” tandasnya. -Diana Runtu

S

ebanyak 136 anggota Pol PP NTB telah memiliki tugas masingmasing. Dua peleton yang terdiri dari 50 anggota telah diplot untuk menempati pos-pos pengamanan Pendopo Gubernur dan Wakil Gubernur dan rumah jabatan Sekretaris Daerah NTB.

sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan. Penertiban-penertiban terhadap pelanggaran Perda dan Pergub di NTB, dilakukan tidak semata dengan penindakan. Melainkan ada upaya-upaya persuasif dan dialog yang dilakukan semaksimal mungkin terlebih dahulu. Meskipun

Pemusnahan miras hasil razia dilakukan Kasat. Pol. PP NTB, Ibnu Salim (paling kiri) bersama Wakil Gubernur NTB, M. Amin (paling kanan).

Ada juga yang bertugas melakukan pengawalan Gubernur dan Wakil Gubernur, piket siaga yang selalu siap digerakkan sewaktuwaktu untuk berpatroli. Selain itu juga anggota lainnya melakukan pengamanan di obyek vital lainnya termasuk melakukan pengawalanpengawalan. Selebihnya melakukan tugas operasi di lapangan, termasuk di dalamnya enam wanita. Kebutuhan anggota Pol PP NTB secara keseluruhan, idealnya 300 personel. Terlebih untuk menyukseskan agenda-agenda strategis daerah. “Tetapi dengan 136 anggota yang ada, sejauh ini bisa dimaksimalkan fungsinya,” ujar Ibnu Salim yang selalu menekankan pada anggotanya untuk melakukan tindakan-tindakan lapangan

pelanggaran terjadi berdasarkan peraturan daerah atau sejenisnya, Satpol PP NTB tidak main tindak di lapangan, melainkan mengupayakan pendekatan silaturahmi terlebih dahulu sebelum melakukan penindakan tegas bagi pelanggar tersebut. “Memaksimalkan komunikasi dan mengedepankan pendekatan persuasif, itu penekanan dalam tugas-tugas lapangan Satpol PP NTB,” katanya. LIBATKAN POLPRAJANITA Tugas menjadi seorang Pol PP, memang identik dengan laki-laki. Namun, beberapa di antaranya adalah srikandi anggota Pol PP wanita yang keberadaannya terbilang sangat penting. Srikandi Pol PP

Polprajanita saat melakukan razia penyakit masyarakat.

Ibnu Salim, SH., M.Si

ini memiliki peran yang cukup vital, terutama ketika melakukan operasi-operasi penertiban di lapangan. “Sentuhan wanita dalam operasi lapangan, sangat dibutuhkan untuk memberikan kesan kesejukan, lebih-lebih jika dalam operasi tersebut ada indikasi pelanggaran norma susila. Misalnya terkait tes urin untuk HIV atau narkoba,” kata Ibnu Salim, S.H., M.Si., Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTB. Dari 136 anggota Pol PP NTB, enam di antaranya adalah wanita yang siap setiap saat ditugaskan untuk mengawal penegakan Perda di daerah ini. Penugasan para Polprajanita (sebutan untuk anggota Pol PP wanita) ini tidak pernah dibedakan dengan tugas Pol PP laki-laki. Adalah kepuasan tersendiri bagi Ibnu Salim, melihat anggota Pol PP wanitanya memiliki semangat dan kekuatan yang tidak kalah dengan laki-laki. “Meski ditugaskan di waktu malam bahkan hingga dini hari, mereka tetap melaksanakan tugas tanpa mengeluh,” ujar mantan Kabag Humas dan Protokol, Setda Provinsi NTB ini. Meski demikian, ia selalu mengingat anggotanya yang wanita, untuk selalu berkomunikasi dengan suami dan keluarga mereka tentang tugas dan tanggung jawab yang mereka emban. Itu tidak lain, karena memang keberadaan Polprajanita ini sangat dibutuhkan untuk menangani persoalan lapangan yang tidak bisa dilakukan oleh Pol PP laki-laki, khususnya atas alasan etika. Tugas itu misalnya, melakukan pemeriksaan urin

bagi wanita yang terjaring dalam operasi penyakit masyarakat, sentuhan-sentuhan pada pelanggaran yang melibatkan wanita atau saat demonstrasi yang juga melibatkan wanita. Polprajanita yang kini tergabung dalam Pol PP NTB, tiga bertugas di dalam kantor sebagai tenaga administrasi dan tiga lainnya bertugas di bagian operasional. “Namun jika memang dalam operasi tersebut membutuhkan tenaga perempuan, maka keenamnya akan dioptimalkan untuk turun lapangan,” katanya. Karena itulah, dalam tiap operasi gabungan yang dilaksanakan kepolisian, TNI, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Pol PP, enam wanita ini kerap ikut bergabung dalam pasukan tersebut. Efektivitas Polprajanita, khususnya di lapangan, menurut Ibnu Salim, sangat terasa. Berbagai resistensi dalam penindakan di lapangan seperti penertiban PKL, penertiban aset-aset daerah hingga unjuk rasa, bisa diminimalisir dan lebih mudah dilakukan dengan mengedepankan perempuan. “Menampilkan perform wanita itu memiliki kesan tersendiri da-

21

menurut Ibnu Salim, bisa memberikan warna tersendiri dalam penegakan Perda dan Pergub di NTB. “Harapan saya, kami dapat memiliki setidaknya satu peleton Polprajanita,” katanya. Diakui oleh Ibnu Salim, adanya resistensi bagi penugasan, khususnya wanita di satuan ini, karena kesannya tugas lapangan yang berat. Apalagi tidak ada rekruitmen khusus bagi anggota Pol PP, melainkan mereka yang ditugaskan di sini adalah yang berasal dari SKPDSKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Sebagai pelaksana urusan wajib daerah, Satpol PP memiliki regulasi dan uniform (seragam) yang tersendiri. Karena itulah, ketika ada anggota baru yang masuk di satuan ini, biasanya melakukan adaptasi dan orientasi selama beberapa waktu untuk mengenal tugas-tugas Satpol PP. Setelah itu, barulah mereka mendapatkan pendidikan berupa pendidikan dasar ke-Pol PP-an dengan pola-pola yang sudah diatur sesuai ketentuan. Selain berharap ada sistem perekrutan yang khusus bagi anggota Pol PP, untuk memenuhi kebutuhan Polprajanita Satpol PP NTB, Ibnu Salim juga

Keberadaan Polprajanita sangat dibutuhkan untuk menangani persoalan lapangan yang tidak bisa dilakukan oleh Pol. PP laki-laki, khususnya atas alasan etika

lam tugas-tugas lapangan Pol PP,” ungkapnya. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan anggota Polprajanita, Satpol PP NTB saat ini, idealnya membutuhkan setidaknya satu peleton anggota Polprajanita atau sekitar 30 orang. Atau setidaknya punya satu regu anggota Pol PP wanita (11 orang),

Pol pp NTB saat menertibkan PKL

melakukan identifikasi potensi pegawai wanita yang ditargetkan untuk direkrut dari SKPD-SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Mereka ini sesungguhnya orangorang pilihan yang dilihat dengan kaca mata tugas khusus yang diemban Pol PP, sebagai wanita-wanita yang tangguh dan kuat. -Naniek I. Taufan


Metropolitan

22

Kuliner Betawi yang Terpinggirkan di Tanah Sendiri

Jakarta sudah menjadi ‘salad bowl’ bagi begitu banyak bangsa dan suku. Orang dari berbagai pelosok Nusantara datang dengan membawa impian dan mencoba peruntungannya, mereka juga membawa serta ikon budaya, kuliner khususunya, ke Ibukota. Kini hampir semua kuliner tradisional daerah Indonesia terwakili di Jakarta. Sayangnya, pada saat yang sama, masakan khas Betawi justru makin terpinggirkan. Itulah yang coba diungkap Bondan Winarno lewat bukunya ‘100 Mak Nyus Jakarta’ yang baru-baru ini dirilis di Jakarta.

S

iapa tak kenal Bondan Winarno? Bagi penggemar nonton TV, khususnya acaraacara hiburan, sosok lelaki yang memopulerkan slogan ‘Mak Nyus’ ini, tentu lah tidak asing. Dia lah yang mempelopori acara berburu kuliner enak di layar kaca, hingga akhirnya acara-acara sejenis itu marak di televisi. Berkat info itu akhirnya kita tahu berbagai kuliner ‘Mak Nyus’ dan tempat membelinya. ‘Mak Nyus’ diucapkan Bondan

apabila makanan yang dicicipinya itu benar-benar lezat. Bondan yang pernah bercitacita menjadi penerbang, mengawali kariernya sebagai juru kamera di Departemen Keamanan, kemudian menjadi wartawan. Terakhir ia menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Pembaruan. Selepas dari Suara Pembaruan, Bondan aktif menjadi kolumnis di sejumlah media, di luar itu ia juga berkiprah sebagai pengusaha. Namun, dari semua kiprahnya itu,

hanya diceritakan secara lisan, orang bisa lupa. Dalam kesempatan itu, ia mengusulkan perlu dibuat pusat kuliner Betawi di pusat kota. Menurutnya, daerah belakang HI tepatnya Waduk Melati, potensial sekali untuk dikembangkan menjadi perkampungan Betawi. Selain itu di daerah Cikini tepatnya sederetan dengan Kantor Pos, dan satu lagi daerah jalan Veteran yang sudah masuk Ring 1 Istana Negara. Ketiga tempat ini sangat representatif dan memiliki atmosfir Betawi, dengan sedikit sentuhan maka akan bisa menjadi panggung utama kuliner Betawi. Seorang penanya sempat melontarkan adanya persepsi bahwa kuliner Betawi lahir dari ketertindasan dan kemiskinan. Menurut Bondan, persepsi itu tidak sepenuhnya betul meski memang ada yang seperti itu. Di Eropa pun ada sejumlah kuliner yang lahir dari kemiskinan. Contohnya, bouillabaisse (buyabes), sup seafood yang terkenal dari Perancis, berasal dari nelayan. “Jadi dulu itu, para nelayan selesai melaut, sisa-sisa tangkapan seperti cumi, udang, dll, yang menyangkut di jaring, dimasak jadi satu dicampur sayur-mayur. Makanan tradisional ini kemudian berkembang bahkan dengan kreativitas masakan ini menjadi makanan yang enak dan dikenal. Di Italia juga ada jenis masakan seperti ini tapi namanya beda. Itu berangkat dari kemiskinan,” paparnya. Di Betawi juga ada yang seperti itu. Soto tangkar, misalnya. Di masa lalu, hanya orang Belanda dan keturunan Tionghoa dan India saja yang boleh membeli daging sapi. Kaum pribumi hanya mendapat sisa daging yang melekat di tulang sapi, tetelan dan lemak. Dari kondisi itulah, kemudian lahir kreativitas mengelola tulang sapi menjadi soto yang enak dan dikenal dengan sebutan soto tangkar. –Diana Runtu

Sosialita

3

A.A. Sagung Ngurah Indradewi

Ilmu sebagai Pedang Kemuliaan Kepemimpinan yang bertanggungjawab, penuh pengabdian, dedikasi, loyalitas, serta kebersamaan (konsep menyama braya) menjadikan sosok wanita yang satu ini bertekad memajukan Fakultas Hukum Universitas Dwijendra (Undwi), Denpasar. Ia adalah Dr. Anak Agung Sagung Ngurah Indradewi, S.H.,M.H., Dekan Fakultas Hukum Undwi.

baik sebagai wartawan maupun pengusaha, nama Bondan justru melejit dan dikenal orang secara luas sebagai pakar kuliner. Untuk bidang yang dicintainya sejak kecil ini, Bondan telah berhasil menyabet penghargaan internasional. Bukunya, ‘100 Masakan Tradisional Indonesia Mak Nyus’ meraih Gourmand World Cookbook Awards dalam acara Beijing Cookbook Fair yang berlangsung di Beijing, Cina, Mei 2014. Ajang penghargaan bagi para penerbit,

Perlu Pusat Kuliner Betawi Marginalisasi kuliner Betawi kata Bondan Winarno, telah berlangsung sejak lama, namun tidak ada yang menyadarinya. “Hanya tinggal sebagian kecil ikon kuliner Betawi yang boleh dibilang masih eksis di tengah kota, seperti; kerak telor, nasi uduk dan soto betawi. Sedang yang lainnya, baru bisa ditemukan di daerah-daerah pinggiran Jakarta. “Kalau ingin makan gorengan- sajian khas Betawi yang mirip persilangan antara gulai dan semur kambing- kita harus mencari sentranya di Parung, Pondok Cabe. Sayur besan yang legit juga hanya bisa ditemukan di Pondok Cabe. Begitu pun pecak gurame dan gabus pucung bisa dijumpai di Ragunan, Jagakarsa, Srengseng Sawah. Laksa betawi yang gurih bisa ditemukan di sebuah gang kecil di Kebayoran Lama,” paparnya. Lebih menyedihkan lagi, gulai kebo yang dulu begitu popular di Palmerah, sekarang tidak pernah terdengar lagi. “Redupnya kejayaan kuliner Betawi ini perlu diputar arah nasibnya. Masakan khas Betawi punya keunggulan dan keistimewaan yang membuatnya mudah disukai banyak orang,” kata Bondan. Nasi uduk yang kerap disebut sebagai kuliner khas Jakarta, tidaklah benar-benar mewakili Jakarta. Nasi uduk merupakan hasil akulturasi kuliner Jawa dengan Jakarta. Nasi jenis ini, juga ada di daerah lainnya, misalnya, di Jawa disebut sego gurih dan di Malaysia disebut nasi lemak. Sementara nasi ulam, yang kebanyakan orang mengira itu makanan khas Bali, padahal berasal dari Betawi. Menurut Bondan, ia membutuhkan waktu cukup lama untuk menyusun buku ‘100 Kuliner Mak Nyus Jakarta’ ini. “Menu-menu itu antara lain adalah kumpulan catatan saya,” ungkapnya. Pencatatan menumenu kuliner, penting dilakukan, karena dengan catatan bisa disebarkan ke orang lain. Sedang jika

12 - 18 Januari 2015

12 - 18 Januari 2015

Bondan Winarno

penulis buku, jurnalis dan pegiat kuliner ini, diikuti sekitar 187 negara peserta. Dari jumlah itu disaring menjadi 43 negara dengan karya terbaik untuk 102 kategori. Saat menyusun buku kuliner nusantara ini, Bondan mengaku dirinya sempat kesulitan memilih 100 makanan istimewa, karena menurutnya, Indonesia memiliki begitu banyak makanan istimewa bukan hanya 100 namun ribuan. Namun, dia tidak bisa memasukkan semuanya, dan dengan terpaksa harus benar-benar memilihnya. Dari sana Bondan ingin menggambarkan betapa Indonesia begitu kaya dengan kuliner berstandar ‘Mak Nyus’. Nah, setelah sukses dengan buku resep masakan tradisional Indonesia, Bondan kembali meluncurkan buku kuliner masakan nusantara seri kedua, namun kali ini agak berbeda. Dalam buku berjudul ‘Mak Nyus Jakarta’, lelaki kelahiran Surabaya, April 1950 ini, paling banyak membahas kuliner khas Betawi, sedang selebihnya adalah kuliner nusantara yang ada di Jakarta. Acara peluncuran buku setebal 305 halaman ini berlangsung meriah. Atmosfer Betawi terasa begitu kental. Begitu masuk, para tamu sudah disambut panitia berpakaian

bondanwinarno.blogseleb.com

khas Betawi, juga ondel-ondel. Tak jauh dari sana, tersaji aneka kuliner Betawi yang siap disantap para tamu. Tak ketinggalan, hiburan kesenian Betawi. Di sela-sela itu, digelar acara bedah buku yang menghadirkan narasumber yakni sang penulis sendiri, Bondan Winarno, juga budayawan Betawi, JJ Rizal. Dalam buku yang digarapnya bersama dua temannya, Lidia Tanod dan Harry Nazarudin, Bondan mengungkapkan betapa Betawi atau Jakarta yang sebenarnya memiliki banyak makanan khas, namun sayangnya tidak banyak dikenal masyarakat. Bahkan menurut presenter acara ‘Wisata Kuliner’ ini, kuliner Betawi seolah terpinggirkan. Padahal kuliner daerah lain, justru bisa ‘berjaya’ di Jakarta. Sementara kuliner asli Jakarta, makin terpinggirkan. “Ironis, di tengah kebangkitan kesadararan akan kuliner tradi­ sional Indonesia yang kini sedang marak, kuliner Betawi tetap saja mati suri. Mana ada rumah makan atau restoran besar yang menyajikan masakan Betawi sebagai fokus sajian? Mana ada item masakan Betawi yang terwakili dalam menu fine dining beberapa restoran yang menyajikan masakan Indonesia,” ujarnya. –Diana Runtu

Peluncuran Buku 100 Mak Nyus Jakarta di Bentara Budaya Jakarta

Gung Indra dan keluarga

S

ebagai pimpinan fakultas yan g telah

terakreditasi dengan nilai B dan memiliki mahasiswa yang cukup banyak ini, Gung Indra bersama tim­ nya ber­tugas menjalankan fungsi pengelola­an fakultas dengan visi dan misi yang menyesuaikan de­ ngan yang telah ditetapkan uni­ versitas. Sebagaimana Visi Fakultas Hukum Undwi, ”Terciptanya ����������������� Sar­ jana Hukum yang Bermoral, Me­ mahami Budaya Bali, Unggul dan Berdaya Saing ”, wanita yang telah menggeluti dunia pendididkan sejak 1987 ini, bersama jajarannya fokus membentuk Sarjana Hukum yang mampu mengimplemen­ tasikan hukum, dan men­ jadi panutan di masyarakat. Disam­ping menggali teoriteori dan khasanah ilmu baru demi menunjang proses hukum yang benar, serta meng­ abdikannya untuk masyarakat. Ibu tiga anak yang dikenal tidak mudah me­ nyerah ini, set­ iap bekerja selalu berprinsip untuk menuntaskan dan m e m b e r i ka n yang terbaik. Te r u t a m a untuk uru­ san kegia­ tan aka­ demik s e b a ga i roh dari seluruh aktivitas perguru­ an tinggi

yang didalamnya meliputi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan-pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Begitu pula dengan strategi pen­ capaian pelaksanaan kurikulum 2013 yang masih baru dan berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional In­ donesia (KKNI), ia pun segera akan melakukan langkah–langkah se­ lanjutnya, untuk dapat membantu lebih memperjelas arah yang ingin dicapai oleh mahasiswa. Selain itu, Fakutas Hukum Undwi yang sudah memiliki jen­ jang S2 program Magister Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Adat dan Kebudayaan ini juga segera memberlakukan, se­ tiap mahasiswa selain memiliki ijazah sarjana mereka juga mesti memi­ liki sertifikat pendamping. Pada sertifikat ini tertuang d i a n t a ra nya mengenai cata­ t a n ke te ra m ­ pilannya, presta­ sinya, aktivitasnya, baik di ke­g iatan

organisasi, keaktif­a n mengikuti seminar selaku narasumber mau­ pun peserta, di dalam maupun di luar kampus. Hal ini nantinya, akan menjadi salah satu faktor yang membantu menjadi pertim­ bangan ketika mereka melamar pekerjaan. Menyadari pula hukum adalah suatu alat pengendali sosial yang memerlukan penyempurnaan terus menerus sesuai dengan di­ namika masyarakat. Gung Indra telah membekali civitas akademi­ kanya agar senantiasa memiliki keinginan belajar dan memperkaya keilmuannya. “Kita harus mampu melihat dan menilai diri kita, me­ lihat masa depan kita, meneropong jauh pada harapan dan cita-cita bangsa, menuju era global yang menantang di depan mata. Tidak bisa dimungkiri bahwa tantangan globalisasi harus disikapi dengan bijak, maka wajib membekali diri dengan imtaq yang kuat dibarengi skill yang tangguh. Dengan begitu makin luaslah cakrawala penge­ tahuan dan kematangan berpikir kita selalu bernalar positif, ber­ tindak secara smart menuju world class university,” paparnya. Ia mengajak mahasiswa Fakul­ tas Hukum Undwi juga meng­ gunakan ilmunya sebagai pedang kemuliaan. “Babatlah habis ke­ bodohan dan keculunan ilmu, agar kita masuk dalam golongan orangorang yang tidak merugi,” cetusnya. Singkatnya, bagaimana pendidikan tinggi hukum mampu menunjang pembangunan, maka para lulusan Fakultas Hukum Undwi harus di­ siapkan untuk turut serta memban­ gun suatu sistem hukum yang kuat, yang menunjang pemerintahan yang demokratis dan transparan, serta membantu terwujudkan­ nya good corporate gover­nance di perusahaan-perusaha­an pemerin­ tah dan swasta. Untuk itu semua pula manje­ men Fakultas Hukum Undwi pun terus meningkatkan kualitas SDM para pengajarnya terutama yang saat ini masih S2 untuk lebih cepat mengejar S3. Termasuk juga lang­ kahnya untuk menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah mau­ pun swasta, mengaktifkan secara intens praktek peradilan semu dengan banyak mengangkat kasuskasus hukum adat disamping se­ makin memantapkan Pusat Kajian Hukum Adat Bali MENJALANKAN DENGAN TULUS IKHLAS Istri dari I Gusti Ngurah Man­ dala Putra, S.H.,M.Si., yang berhasil berkarier di jalur pendidikan ini, ternyata mampu menyeimbang­ kan dengan tugasnya sebagai ibu dan seorang istri. Termasuk ketika dirinya dilantik sebagai Dekan Fakultas Hukum Undwi

Gung Indra dan suami

Denpasar, pada September 2014, yang berarti tugas dan tanggung jawabnya akan bertambah, Gung Indra, mengatakan semua dapat dijalaninya dengan baik. Dukungan seluruh keluarga ditambah dengan prinsipnya yang sederhana, yakni menjalankan se­ muanya dengan tulus dan ikhlas, maka semuanya akan menjadi ringan dan mudah. Keberhasilan yang diraihnya saat ini akibat ia mendapat cu­ kup banyak dukungan, terutama dari suami dan anak-anaknya. Pengertian serta dorongan seman­ gat terutama saat dirinya masih menempuh pendidikan S3. Meski diakuinya terkadang ia sempat merasa jenuh. “Di sinilah keluarga selalu tampil sebagai penyema­ ngat utama. Suami saya luar biasa memotivasi, membangkitkan se­ mangat saya kembali,” ujar putri kedua dari lima bersaudara anak pasutri I Gusti Ngurah Wirata dan Anak Agung Sagung Manik Asmariani ini. Akhirnya dengan semangat dan energi keluarga juga, ia bukan hanya mampu mengatur waktu untuk keluarga tapi juga akh­ irnya menuntaskan kuliahnya mengikuti Program Doktor Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Udayana bekerja sama dengan Program Doktor Ilmu Hu­ kum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, pada masa per­ kuliahan tahun akademik 2009 , Menyelesaikan program S3 dengan masa studi tepat 3 tahun sehingga mem­peroleh predikat cum laude dengan IP kumulatif 3,96. “Saya tak hentinya bersyukur

sebab semua keluarga sangat me­ mahami dunia kerja saya. Dengan segala dukungan mereka pula saya hingga kini melangkah ringan set­ iap harinya,” kata wanita kelahiran Denpasar, 18 April 1965 yang lahir dari seorang ayah yang berprofesi sebagai guru dan ibu pedagang. Ia juga bersyukur orangtuanya juga berhasil menanamkan jiwa disiplin sejak ia kecil. Hal ini juga yang diperlihatkannya pada ke­ tiga buah hatinya dengan tetap mengedepankan keterbukaaan sembari menekankan untuk selalu bersikap santun dan berbuat baik dimana saja serta menghargai dan mensyukuri apa yang ada. Begitu juga dengan pendidikan, ia membebaskan ketiga anaknya memilih jurusan yang disukainya. “Ternyata tak satupun dari me­ reka yang mengikuti saya kuliah di Hukum.Ketiganya punya pi­ lihan sendiri, mereka condong ke dunia kedokteran. Kami sebagai orangtua juga sadar itu pilihan mereka. Sebab kita tidak mung­ kin mem­pelajari sesuatu dengan baik, kecuali kita cinta dengan apa yang kita pelajari,” ucap ibu dari dr. A.A. Sagung Sthiti Manik Saraswati, S.Ked., dr. A.A. Ngurah Surya Pranata, S. Ked., dan A.A. Ngurah Krishna Pranata, yang baru saja mengawali kuliahnya di kedokteran gigi ini. Kini tugasnya baik di kam­ pus maupun di keluarga adalah bagaimana melangkah dengan sebaik mungkin setiap saat untuk mengembalikan kesuksesan itu juga pada orang-orang disekitar­ nya yang sudah membantunya meraihnya. -ard

Gung Indra usai melakukan kegiatan pengabdian masyarakat


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

12 - 18 januari 2015

Belajar Mendengarkan Anak

Dalam acara Sosialisasi dan Deklarasi Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) di Denpasar, Lenny Nurhayati Rosalinda, Deputi Tumbuh Kembang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyinggung tentang 4 prinsip yang harus selalu dipegang dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Pertama, nondiskriminasi. Kedua, apa pun yang dilakukan haruslah yang terbaik untuk kepentingan anak. Ketiga, apa pun yang terjadi, harus membuat anak hidup, tumbuh, dan melangsungkan kehidupannya. Keempat, mendengar pendapat anak. Prinsip keempat ini menjadi perhatian karena mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan. Lenny pun menuturkan pengalaman seorang Wali Kota di Pulau Sumatera yang bermaksud membuat Taman Bacaan. Lahan sudah disiapkan

dan bahan untuk pembangunan juga sudah ada. Tinggal membangun saja. Sebelum pembangunan dimulai, Wali Kota itu bertemu Lenny dan mereka sempat membahas masalah tersebut. Pertanyaan Lenny adalah, apakah Wali Kota itu sudah berbicara dengan anak-anak yang disasar sebagai penerima manfaat dari Rumah Bacaan tersebut? Jawaban Wali Kota, belum. Saat kembali ke kotanya, Wali Kota itu mengumpulkan perwakilan anak-anak untuk ditanya dan dimintai pendapatnya tentang pemb a n g u n a n Ta m a n B a c a a n di lokasi yang dimaksud. Ternyata semua anak tidak sepakat dengan lokasi tersebut. Ada yang beralasan lokasinya jauh, tidak dilalui saat mereka pulang, dan sebagainya. Anak-anak pun mengusulkan lokasinya di dekat pantai. Wali Kota yang mau mendengar pendapat anak-anak itu setuju untuk m e m b a n g u n Ta m a n Bacaan di dekat pantai. Setelah Taman Bacaan

berdiri, tingkat minat baca anak-anak di kota itu meningkat. Ini membuktikan perlunya “orangtua” untuk mendengar pendapat anak. Kini di tengah sibuknya orangtua bekerja mencari nafkah, perlu untuk introspeksi, seberapa sering orangtua mau mendengar pendapat anaknya. Anak sekarang berbeda dengan anak zaman dulu. Anak sekarang sangat kritis. Mereka bisa tahun lebih cepat dari orangtuanya. Pengaruh teknologi merupakan salah satu penyebabnya. Anak yang sudah melek teknologi bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan lebih cepat dari orangtuanya. Orangtua pun harus ikut mengimbangi dengan mengikuti perkembangan. Berada di “frekuensi” yang sama akan memudahkan komunikasi orangtua dan anak. Prinsip saling mendengar dan saling mengeluarkan pendapat pun akan lebih mudah diaplikasikan. Semua itu proses dan harus dilalui untuk mewujudkan keluarga yang harmonis. Mari mulai dari sekarang. Salam.

Pegang Tangan Orang Lain Pengalaman yang saya alami saat SD ini selalu saya ingat. Mungkin orang lain pernah mengalami hal serupa. Betapa malunya mengalami hal ini. Saya punya tetangga bernama Fredi. Kami sekolah di SD yang sama, tetapi Fredi adik kelas. Karena bertetangga, saya dekat dengan keluarga Fredi. Saya juga sering diberi bonus es lilin oleh ibunya Fredi, yang punya usaha es lilin. Pulang sekolah, kami berhamburan keluar kelas. Bagi yang dijemput orangtua atau keluarganya, mereka pasti langsung menuju sang penjemput. Tetapi, bagi yang pulang sendirian, pasti langsung ngacir untuk pulang. Saya melihat ibu Fredi diantara kerumunan para penjemput. Sebagai tetangga yang baik, saya berinisiatif untuk membantu. “Tante, jemput Fredi ya. Ntar saya carikan. Tante

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

tunggu disini saja,” ujar saya dengan percaya diri. “Oh… terima kasih ya,” ujarnya. Di depan kelas Fredi, saya lihat banyak siswa. Saya yakin, siswa yang di depan saya adalah Fredi. “Fred…sudah dijemput ibu,” ujar saya sambil menarik tangan Fredi dan langsung membalik arah. Saya pun berkomentar, Fredi sudah ditunggu dari tadi. Panjang lebar saya bercerita tanpa menoleh ke belakang. Sampai di tempat ibu Fredi, saya langsung menyerahkan Fredi. Tetapi, ibu Fredi malah bengong. Saya heran. Ketika saya menoleh, saya memegang

tangan orang lain. Oh my God… ini bukan Fredi. Ini temannya Fredi. Pantas saja dia diam saja diajak ngomong. Saya pun melepaskan tangan anak itu seraya minta maaf. “Maaf, saya kira Fredi, soalnya mirip kalau dari belakang,” ujar saya sembari tersipu malu. Ibu Fredi pun ikut tersenyum melihat saya salah tingkah. Tak lama kemudian, Fredi yang asli muncul dan temannya Fredi itu pergi. Saya pun pulang bersama Fredi dan ibunya. Kami saling bercerita dan saya jadi bulan-bulanan karena salah pegang tangan tadi. Eka

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

GORO-GORO

Air Asia

Hampir semua orang terpaku di depan televisi mengikuti musibah pesawat Air Asia QZ 8501. Masing-masing Putu Wijaya fokusnya berbeda. Tentang nasib para penumpang, black box, pengerahan armada pencarian, kejanggalan prosedur penerbangan, kesedihan para keluarga dan sebagainya. Amat, lain lagi. Dia bertanya di dalam hati: mengapa tokoh-tokoh paranormal tidak dikerahkan, untuk mempercepat pencarian dan pengungkapan peristiwa. “Bukankah begitu banyak yang mengaku dirinya paranormal?” tanya Amat, ketika tak sanggup lagi menahan pertanyaannya dalam hati. “Badan intelejen rahasia Amerika pun di masa Ronald Reagan, memanfaatkannya. Mengapa kita tidak? Malu? Kenapa harus malu demi kebaikan? Namanya juga usaha!” Tak kurang dari lima orang kontan menanggapi. “Mungkin sudah, Pak Amat! Tapi tidak diumumkan,” kata Pak Made. “Karena bisa menimbulkan polemik. Beberapa kalangan akan menuding itu perbuatan musrik yang bertentangan dengan agama!” “Ah itu hanya akan menjadi sensasi,” kata Pak Alit. Akhirnya kita bisa diejek dunia internasional mencampurkan mistik ke dalm masalah-masalah konkrit!” “Bagaimana kalau terus berlarut-larut tidak diketemukan? Berapa besar biayanya. Siapa yang akan menanggung? Negara? Perusahaan penerbangan atau pihak asuransi?” “Sudahlah, itu nanti ada ahlinya yang ngurus,” kata Pak Ktut. “Kita doakan saja segala yang baik akan terjadi. Semua kan sudah diatur dari Yang Di Atas Itu!” Pertanyaan Amat jadi terhenti. Persoalan yang dibahas kemudian adalah masalah teori bagaimana pesawat jatuh. Semua setuju bahwa pesawat sudah berhasil keluar dari kemelut dan mendarat cantik di atas air. Pintu darurat sudah dibuka, beberapa penumpang sudah sempat keluar. Tapi cuaca terlalu buruk dan ombak sampai 5 meter membuat semua tak berdaya. Amat tidak puas. Ia masih penasaran. Lalu diam-diam ia menemui seorang tetangga yang mengaku punya indera keenam. “Tapi ini sulit Pak Amat,” kata tetangga yang paranormal itu, “seandainya benda hidup, saya masih dapat merasakan getarannya. Tapi yang Ini sulit.” “Maksud Pak, semua penumpang termasuk pilot dan awak kapal sudah meninggal semua?” “Saya tidak mengatakan begitu. Saya hanya tidak bisa merasakan getarannya.” “Karena semua sudah meninggal?” “Saya kurang tahu. Saya tidak berhasil meraba lokasinya.” “Kenapa?” “Pak Amat, dalam dunia paranormal, itu juga ada misteri. Kenapa kami dalam satu kasus bisa, tapi dalam kasus yang lain, tidak. Itu tetap menjadi pertanyaan yang tidak terjawab.” “Dengan kata lain,” kata Amat dalam hati,” Pak bukan paranormal sejati. Hanya pura-pura paranormal!” Amat pulang membawa rasa kesal. Ternyata di rumah sudah menuggu seorang tamu. “Bapak mencari saya?” tanya Amat. “Bapak pak Amat?” “Betul. Tapi rasanya maaf, saya tidak, maaf, belum kenal Bapak.” “Ya, memang.” “Maaf, bapak mencari saya untuk apa, kalau saya boleh bertanya?” “Maaf juga Pak Amat, saya bermimpi ketemu seseorang yang bilang bahwa Pak Amat ingin bertemu dengan saya, karena itulah saya ke mari.” Amat mulai curiga. “Siapa yang mengatakan saya mau bertemu dengan Anda?” “Seseorang di dalam mimpi, yang tidak saya kenal, tapi rasanya begitu dekat.” Amat mulai curiga. “Maaf, Pak paranormal?” “Ya, orang menyebut begitu, meskipun saya tak merasa punya kelebihan apa-apa.” Tiba-tiba Amat berbohong. “Kalau begitu kita sama.” Orang itu terkejut “Jadi Pak Amat juga paranormal?” “Betul. Karena itu, saya mau mencocokkan temuan saya dengan sesama paranormal. Saya yakin pesawat Air Asia QZ 8501 berasa di dalam air, di sektor lima. Mengingat angka 8501 yang jumlahnya 14 berarti 5, Pak setuju?” Paranormal itu tertegun, seperti mengerahkan batinnya ia lalu menjawab mantap! “Setuju!” Amat mengulurkan tangannya. Mereka berjabatan tangan. Begitu tamu paranormal itu pergi, Bu Amat langsung mendekati suaminya. “Dari dulu saya sudah curiga, bapak memang berbakat paranormal. Mengapa bapak tidak laporkan yang bapak ketahui itu pada komandan pencarian pesawat Air Asia yang jatuh itu?” Amat terkejut. Kalau istrinya yang biasa kritis itu saja percaya, bagaimana orang lain?

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

12 - 18 januari 2015

23

Guide Itu Pergi untuk Selamanya Ratri Sri Andiani (30), salah satu korban penumpang AirAsia QZ8501 yang ditemukan jenazahnya pada Rabu (7/1). Wanita ini bekerja sebagai tour leader yang mengantar rombongan Universal Travel and Tour Surabaya. Sebenarnya ia sebagai guide pengganti yang bertugas ke Singapura.

J

enazah Ratri tiba di rumah duka sore itu, setelah DVI mengumumkan identitasnya bersama 7 jenazah lainnya. Tangis kedua anak Ratri langsung meledak, ketika iring-iringan mobil ambulans milik Pemkot Surabaya mengantar jenazah. Kedua anak mendiang, Effrien Leondhika Ermilo Borealis (10) dan Effrien Sheilla Thabita

Budi mengaku heran sampai ada penerbangan yang dimajukan hingga 1,5 jam. Padahal yang kerap terjadi selama ini adalah delay. “Hal ini aneh saja bagi saya,” tandasnya. Budi yang baru datang dari Yogyakarta mengaku punya firasat bahwa jenazah yang ditemukan

oleh kapal Amerika Serikat itu adalah Ratri. Waktu itu, jenazah yang ditemukan mengenakan blazer hitam, celana jeans biru dan jam tangan G-Shock. “Memang waktu itu saya sudah menduga kalau jenazah Ratri ketemu. Dan, ternyata benar,” kata Budi. -Diyah

Jenazah yang sudah dievakuasi dan akan dikembalikan ke pihak keluarga di Polda Jatim

Amorez (8), langsung dipeluk neneknya, Ratna Fatmawati. Ketika suami Ratri, Effrien Dimas Radityo, turun dari iringiringan mobil yang mengiringi ambulan, Milo dan Sheilla (sapaan kedua anak itu) langsung memeluk ayahnya, sambil diselingi tangis memanggil mamanya. Tiga hari sebelum kejadian, Ratri baru pulang mengantar rombongan dari Korea. “Sebenarnya yang mengantar rombongan adalah bosnya sendiri, tetapi bosnya saat itu mengantar wisatawan ke Bali,” ujar Budi Suprayitno, kakak mertua almarhumah saat ditemui

Keluarga korban Air Asia saat akan menerima jenazah

Sejarah Unik Bir Pletok

Bir pletok ini adalah minuman khas Betawi yang belakangan kembali popular. Meski disebut bir, namun ini adalah satu-satunya bir yang tidak mengandung alkohol. Minuman ini terbuat dari rempah-rempah seperti serai, kapulaga, cengkih, kayu manis dan diberi warna dengan serutan kayu secang. Minuman dari rempah-rempah ini kemudian dikocok-kocok agar berbusa sehingga mirip bir. Supaya dingin, minuman ini dicampur dengan es batu dalam ruas bambu, kemudian diguncang-guncang sehingga menimbulkan suara pletak-pletok. Hasilnya adalah minuman dingin berbusa. JJ Rizal, sejarawan yang juga budayawan Betawi berkisah, pada masa penjajahan Belanda, tuan menir dan noni Belanda suka mengonsumsi bir untuk minuman. Masyarakat pribumi pun tak mau kalah, mereka pun ingin menyesap minuman mewah para ‘wong londo’ dengan membuatnya sendiri maka jadilah ‘bir pletok’. –Diana Runtu

di rumah duka di Perumahan Bluru Permai Blok FE 16. Menurut Budi, rencananya Ratri bersama suami dan anakanaknya akan berjalan-jalan saat pergantian tahun. Karena tenaga Ratri saat itu dibutuhkan oleh perusahaannya, akhirnya rencana di pergantian tahun tersebut tidak jadi. Ratri pun ikut dalam pesawat naas tersebut dan ia pergi untuk selamanya. “Saya salut buat Ratri. Anaknya tidak pernah mengeluh. Mereka anak hebat semua bisa dikerjakan sendiri tanpa mengeluh,” kata Budi.

Upacara penerimaan jenazah terhadap keluarga korban Air Asia di Polda Jatim

Keluarga korban yang sedang menunggu kedatangan jenazah di Polda Jatim

Sehat ala Bondan Winarno Meskipun Bondan Winarno penggemar makanan enak, namun jika melihat secara fisik, tubuh Bondan terlihat biasabiasa saja. Tidak tambun, seperti umumnya orang yang doyan makan atau ngemil. Ternyata, Bondan memiliki kiat tersendiri agar badannya tetap sehat meskipun sering menyantap makanan enak. ‘Your body is your tample’ begitu kata Bondan terkait kiatnya. Prinsipnya adalah hanya mengonsumsi makanan dan minum sehat. “Jadi nggak asal makan,” ucapnya. Bondan sendiri mengaku tidak memiliki pantangan makanan tertentu, ia juga termasuk orang yang doyan macammacam makanan. Namun, ia sangat memperhatikan jumlah yang ia makan. Dengan mengetahui RDA (Recommended Daily Allowance), ia bisa menakar berapa ban-

yak steak atau udang yang bisa disantap. “Selama kita tahu jumlah nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kita, konsumsi makanan apapun tidak berpantang. Misalnya makan udang. Jika kita makan 8 ekor per hari maka sudah melewati batas yang diperbolehkan. Tetapi kalau kita makan 1 ekor nggak masalah,” katanya. Selain itu, ia juga rajin berolah raga dan cek up kesehatan. Saat syuting, ungkapnya, dalam sehari ia mendatangi 8-12 tempat. Semua makanan dicicipi namun tidak dihabiskan. “Kalau tiga hari makan enak terus maka dua hari berikutnya saya melakukan detoksifikasi. Caranya, tidak makan sama sekali, hanya minum air putih dan setiap dua jam minum jus buah dan sayuran tanpa gula,” tuturnya. –Diana Runtu

Bondan Winarno


12 - 18 Januari 2015

24

“PENYEMBUHAN MANIK SEKECAP SESI II” (SEMBUH DAN BERUBAH DALAM SEKEJAP) PERSEMBAHAN KOMUNITAS BRAHMAKUNTA SUPRANATURAL & SPIRITUAL, BRAHMAKUNTA HYPNOSIS & PRANA CLUB, HEADO THETA PROFESIONAL HEALING

“G

uru, saya menderita sakit kepala berkepanjangan sudah 8 tahun, tubuh terasa lemas, susah tidur, dada berdebar, sesak napas, cemas, ragu, takut dan sudah berobat kemana mana. Saya ke dokter, ke balian, ke paranormal bahkan sampai ke luar Bali, dan sudah mengeluarkan sangat banyak biaya. Saya juga sudah membongkar rumah karena katanya ada tetaneman, sudah melukat dimana mana, tiap kajeng kliwon sakit saya kumat, bahkan saya jadi bermusuhan dengan tetangga karena katanya dia yang membuat saya sakit,” kata seorang pasien putus-asa. “Duduklah dengan tenang, pejamkan mata, dengarkan, pikirkan, bayangkan apa pun yang Guru katakana,” ujar Guru Mangku Hipno. Beberapa detik kemudian pasien tersebut telah tertidur lelap, lalu Guru memberikan sugesti, ajaibnya dalam hitungan detik pula saat pasien membuka mata, untuk pertama kalinya merasakan kepalanya sangat ringan dan nyaman, dan sakit kepalanya sudah menghilang, kini dadanya terasa ringan dan plong dalam menarik napas. “Ini sakitnya psikosomatis, hanya mampu disembuhkan di alam bawah sadar atau di dalam gelombang theta, karena sakitnya ada di dalam perasaannya.” kata Guru Mangku Hipno menjelaskan. Di mana-mana hal seperti ini sering terjadi. Ketika seseorang lupa meyakini Tuhan, malahan membelokan keyakinannya dan lebih meyakini kekuatan black magic atau hal-hal negatif lainnya yang sangat susah untuk diterima logika dan dibuktikan. “Bagaimana Anda mampu sembuh jika Anda meyakini sakit Anda disebabkan oleh sesuatu yang tidak ada, bagaimana Anda menemukan solusi penyembuhan ataupun obatnya, bagaimana Anda mau introspeksi diri jika Anda selalu mencari kambing hitam dan menuduh orang lain menyakiti Anda, atau bahkan dengan bodohnya sering mengatakan tanah pekarangan yang tidak memiliki bayu, sabda, idep yang benda mati mampu menyakiti Anda, yang diciptakan sebagai mahluk hidup paling sempurna dimuka bumi ini??. Jangan menambah dosa, apalagi dengan mengatakan disakiti leluhur, di sakiti dewata. Mana ada leluhur dan Dewata yang memiliki sifat Welas Asih menyakiti Anda, yang ada pasti Anda yang sering menyakiti leluhur Anda dan para Dewata dengan pikiran buruk, perkataan buruk, dan tindakan buruk. Itu semua salah kaprah, namun bagi sebagian orang yang tidak memiliki pengetahuan spiritual masih saja meyakini kebenaran cerita seperti itu,” kata Guru Mangku Hipno. Sesungguhnya penyebab sakit itu hanya ada 3 hal yaitu sakit yang di akibatkan oleh salah olah pikir, salah olah rasa, salah olah tubuh. Ketiga salah olah inilah sumber penyakit sesungguhnya. Salah olah pikir berhubungan dengan rasa senang, maka lama kelamaan akan mempengaruhi dan melemahkan serta menyakiti organ tubuh Anda. Sakit salah olah pikir ini dapat dideteksi dan diidentifikasi dengan mudah oleh alat kedokteran. Salah olah rasa, sakit ini berhubungan dengan rasa tenang, maka yang lemah dan tersakiti adalah perasaan Anda, karena ini tentang sikap dan sifat maka takkan tampak jika dideteksi dengan alat apapun dan sakit (psikosomatis) inilah paling sering diidentifikasi sebagai sakit kena black magic. Sakit akibat salah olah tubuh sangat berhubungan dengan rasa nyaman, otot, kulit dan bagian terluar dari tubuh. Maka ketika kita mampu melakukan olah ketiganya dengan benar maka imunitas tubuh kita akan berada di dalam titik optimal. Tiap serangan penyakit tak akan mampu menembus kekebalan tubuh kita. Celakanya banyak orang yang tak mengerti tentang menjaga imunitas tubuh sehingga segala peringatan yang diberikan oleh tubuh, oleh pikiran, oleh perasaan di saat sudah mencapai titik lemah sering diabaikan. Tiap kelahiran dibekali potensi kekuatan oleh Tuhan, kekuatan untuk bertahan dari segala serangan cuaca alam semesta, dari segala serangan energi buruk, dari segala serangan pribadi lainnya. Potensi ini haruslah dikenali dan dikembangkan oleh tiap pribadi agar mampu digunakan secara optimal. Kekuatan itu tersebar di 9 area tubuh manusia yang biasa kita sebut 9 titik Cakra. Mulai dari cakra dasar yang berfungsi sebagai penarik keberuntungan, cakra seks sebagai penyeimbang perasaan, cakra pusar sebagai penghasil kekuatan energi yang mengalir melalui shumsuna, pinggala dan ida, lalu cakra jantung yang berfungsi untuk sensor mengenali perasaan pribadi lain, cakra tenggorokan untuk menguatkan kata kata melalui sugesti, cakra pikiran berfungsi untuk menguatkan fokus dan mendapatkan inspirasi, cakra mahkota sebagai jalan penghubung agar doa-doa kita sampai ke alam satyam atau sebagai alat manusia menerima pesan-pesan atau firasat dari Tuhan, lalu ada 2 cakra rahasia yang sering disebut cakra kembar. Ke 9 titik cakra tersebut adalah merupakan linggam Dewata Nawasanga. Mulai dari Cakra Dasar adalah linggam Dewa Brahma, Wisnu, Rudra, Iswara, Maheswara, Mahadewa, Cakra kembar Sambu dan Shankara dan dicakra Mahkota adalah linggam Dewa Siwa. Ketika kita mampu mengenali kekuatan ke 9 dewata ini, maka tubuh kita akan dipenuhi oleh cahaya suci Tuhan, maka setiap tubuh, pikiran dan perasaan akan memiliki karakter satyam, siwam, sundaram atau sering diterjemahkan sebagai kebenaran, kesucian, dan keindahan. Ketika memiliki ketiga sifat itu maka manusia akan dipenuhi berkah yang memungkinkan menjadikan diri mengenali jati dirinya, dan dengan mudah mendapatkan pertemanan yang baik, rezeki keberlimpahan, kegembiraan dan tentu saja penghormatan. Inilah landasan dasar seorang manusia mendapatkan kehidupan yang bahagia karena tentu memiliki lima hal penting sebagai penyokong kehidupannya yaitu pasti berkecukupan wareg (pangan), wisma (papan), wastra (sandang), wisata (penghiburan) dan wasita ( nama baik). Jika kita mau belajar, mengenali potensi diri, lalu memanfaatkan sebagai sumber daya yang luar biasa hebatnya dan meyakini kuasa Tuhan diatas segalanya maka sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang lalu berbahagia bukanlah hal yang susah untuk diraih.

Peserta Workshop Guru Mangku Hipno selalu membludak

Untuk itu, Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, Brahmakunta Hypnosis & Prana Club, serta HEADO THETA profesional Healing, akan mengajak Anda bergabung untuk mengetahui dan membongkar rahasia terdahsyat “SEMBUH DAN BERUBAH DALAM SEKEJAP” melalui penyadaran, pencerahan jiwa (soul illumination & body, mind, soul refresh), bagaimana potensi yang Anda miliki sesungguhnya adalah jalan terbaik menuju kehidupan yang bahagia lahir dan batin. Bagaimana membangkitkan energi potensi diri, energi tindakan (/ram), energi kata kata(/hum) dan energi pikiran (/Om) dan menggunakannya sebagai pemagaran diri, penguatan diri, sebagai sarana menyembuhkan diri serta menjadikan diri penyembuh dalam sekejap, Astungkara.

“HEADO THETA” ADALAH METODE PENYEMBUHAN TERDAHSYAT DAN SATU SATUNYA DI DUNIA, DI INDONESIA DAN DI BALI. Penyembuhan ini adalah penyembuhan terdahsyat yang pernah ada di muka bumi ini, namun melalui proses yang rasional, bisa dipertanggungjawabkan secara humanis dan teoritis. Penyembuhan ini tidak membedakan tinggi rendah, kaya miskin dan status sosial seseorang. Penyembuhan ini menjangkau kalangan manapun dan dilakukan tanpa alat, tanpa sentuhan dan tanpa mantra. Penyembuhan ini mampu membawa perubahan baru dalam kehidupan seseorang dalam hitungan detik, karena memanfaatkan dan menggunakan potensi diri setiap orang, karena sesungguhnya setiap manusia mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dengan mempergunakan secara nyata kekuatan terdahsyat yang ada dalam diri. Untuk itu, luangkan waktu Anda 2 jam saja dengan metode Illumination Soul, Mind and Body (Mind, Body, Soul, Refresh) dari kami. Dalam kesempatan yang baik ini, peserta akan diajak dan diajarkan rahasia terdalam untuk menyembuhkan diri sendiri dengan metode ”HEADO THETA” (Profesional Healing, dengan Energi, Air, Doa dan Olah Jiwa). Untuk itu mari luangkan waktu dan bergabung dalam workshop kami : Hari tanggal : Minggu, 18 Januari 2015 Tempat : Gedung PWI Bali. Jln. Gatot Subroto Tengah, Lumintang, Denpasar Waktu : 15.00 – 17.00 wita.

Pemesanan tiket dan info lebih lanjut hub : 1. JMS: 085738818906 2. Jro Putu Anta: 08563800133 3. Jro Abuck: 085238640217 4. Jro Agus Adi: 082247357268 5. Jro Ayuk: 0361 9133724 6. Jro Musna: 08124681851 7. Jro Mulyawan: 085738192585

Peserta juga akan dilengkapi dan disempurnakan kecerdasan dan pengetahuannya dengan diajarkan ilmu-ilmu modern (cara terdahsyat mengatasi penyakit pikiran, perasaan dan tubuh). Untuk sahabat yang dikasihi Tuhan, JANGAN BIARKAN POTENSI ANDA BARU DIKENALI KETIKA SUDAH TAK BERDAYA. Jangan biarkan sakit Anda berkepanjangan, JANGAN BIARKAN KELUARGA MENCARI KAMBING HITAM KETIKA SAKIT TAK TERSEMBUHKAN. MARI ambil kesempatan ini sebagai jalan terbaik untuk mendapatkan kesembuhan yang sempurna, perubahan yang sempurna. Untuk Anda yang memiliki atau yang menderita sakit yang selama ini belum tersembuhkan, dan untuk Anda yang mengalami penderitaan yang selama ini belum pernah terakhiri, mari datang dan bergabung dengan kami.

GMH. Ketut Gd Suatma Yasa, S.H., CH, CHt, MNNLP. Spiritualist, Pakar Prana, Hypnosis, Hypnotherapi, Instruktur NLP, EFT, EQB, Palmistri, Motivator Spiritual, Praktisi dan Profesioanal Healer SosioMedis dan Heado Theta, Pendiri Brahmakunta Supranatural & Spiritual Modern Center, Pendiri Pusat Pengembangan Kecerdasan dan Karakter Diri. Pendiri Brahmakunta Hypnosis & Prana Club. Alamat : Brahmakunta Center. Perumahan Gunung Sari Indah, Jln. Tukad Buana 1 no 61 Kebo Iwa Utara, Denpasar-Bali. Telp: 0361-8442823, 085103112404 (center), Pin BB 20C6F65A FB : Guru Mangku Hipno Sebagai pusat penyembuhan dan pembelajaran supranatural, spiritual, hupnotherapi, dan prana, Brahmakunta Supranatural dan Spiritual Modern Center sudah memiliki surat izin resmi dari : Depkes nomor : 448.3/28.PT.XII.14/DIKES Kejari nomor : B-6076/P.1.10/Dsp.5/12/2014 IPATRI nomor : 139/DPC IPATRI DPS/2014. “Ini sangat penting untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada pasien yang membutuhkan penyembuhan. Sekarang banyak pengobat dan penyembuh yang hanya mencari keuntungan semata tanpa ada niat ber-sevanam demi kesejahteraan semua kehidupan,” kata Guru Mangku Hipno. Untuk memperoleh izin ini melalui proses tes dan wawancara instansi terkait. “Demi rasa aman dan nyaman, masyarakat harus cerdas memilih tempat penyembuhan,” tegasnya.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook