5 - 11 Januari 2015
24
Jln. Gatot Subroto IV Bok 1/6 Denpasar Tlp. (0361) 9009088; Hp 081 238 26388 Faks. (0361) 430109; Pin BB. 2B126B74 Gianyar Jln. Pudak - Gianyar Tlp. (0361) 208 6353; SMS. 081 6472 8192
Denpasar Jln. Nagasari No.1 Siulan PenatihDenpasar Tlp. (0361) 790 5547 SMS. 0821 4712 3079 Nusa Dua Jln. By Pass Ngurah Rai 50 Jimbaran-Nusa Dua Tlp. (0361) 365 1336; SMS. 0819 1625 8667 Pin BB. 2A44CE2C
Negara Jln. Sudirman No. 11A, Negara Hp 081938380908/ 082237799371 Pin BB 51794A6C
Tabanan Jln. Ngurah Rai No.62 Kediri-Tabanan Tlp. 0878 6009 1187 Faks. (0361)810 098 SMS (0361) 7822277
Klungkung Pasar SemarapuraLantai Basement Blok C. No.5 Klungkung Tlp. 0812 3875 997 Faks.( 0366)31523 SMS. 0878 6244 4768; Pin BB 7C9A15F9
Karangasem Jln. Ahmad Yani No.12 Subagan-Karangasem Tlp. 085792767065, 08123837028 SMS 08563855676
KUTA Jln.Raya Kuta No. 32 – Kuta, Bali Faks. 0361-774 410 SMS. 0878 6214 4005
SINGARAJA Jln. Raya Pemaron (depan pabrik kopi bubuk Banyuatis- Singaraja) 0852 3875 4521, 0877 6215 0757 Pin BB.2931E457
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
5 - 11 januari 2015
GORO-GORO
Semangat Baru Pesta perayaan pergantian tahun dari 2014 ke 2015 sudah usai. Kini saatnya fokus untuk bekerja kembali. Sisasisa “pekerjaan rumah” tahun lalu harus dibereskan sekaligus mengerjakan “tugas” tahun 2015. Suka dan duka selalu menyertai perjalanan hidup manusia. Duka di penghujung tahun 2014 -hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 Surabaya-Singapura, menjadi catatan untuk kita. Manusia boleh berusaha tetapi Tuhan yang menentukan. Kalau sudah kehendak Tuhan, rencana bersuka cita bisa berubah menjadi duka cita. Kita hanya bisa berdoa agar mendapatkan jalan terbaik. Berdoa dan berusaha menjadi kata kunci. Apa pun yang akan dilakukan harus diawali dengan berdoa, selanjutnya lakukan usaha dengan baik dan sepenuh hati. Target-target di tahun 2015 sudah kita pancangkan, sekarang tinggal melaksanakan. Kalau perlu berlari, harus berlari untuk mengejar target itu. Hal ini yang disampaikan Pimpinan Kelompok Media Bali Post ABG Satria Naradha
Putu Wijaya
Pimpinan KMB Satria Naradha menyerahkan program kerja Tokoh tahun 2015 kepada Redaktur Pelaksana Tokoh Ngurah Budi. Penyerahan program kerja juga dilakukan kepada semua media yang berada di Kelompok Media Bali Post
ketika memberikan sambutan pembuka di awal tahun 2015. Walaupun situasi ekonomi agak sulit, namun media massa tidak boleh diam saja. Harus ada terobosan-terobosan untuk menunjukkan jati diri sebagai insan pers. Harus ada semangat baru untuk hari esok yang lebih baik. Banyak tantangan yang akan dihadapi di tahun 2015, namun dengan sinergi dan segala potensi yang ada, semua tantangan pasti akan teratasi. Beragam kegiatan dan
Sales “Gagal”
Tamat kuliah, aku belum punya gambaran, apa pekerjaan yang akan aku tekuni. Tiap pagi kerjaanku membuka koran untuk mencari halaman lowongan kerja. Kalau ada yang cocok dari segi persyaratan, aku langsung buat surat lamaran lalu mengirimkan ke alamat tujuan. Suatu saat, ada yang menelepon dan mengatakan aku diterima bekerja. Perasaanku sangat senang karena merasa masa penantian dan pencarian telah berakhir. Aku pun mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja. Hari yang ditentukan tiba. Aku berangkat ke kantor tempat tujuan. Ternyata bayangkanku tentang kantor yang megah dan bertingkat itu sirna. Kantor yang kutuju sangat jauh dari bayangku. Kantor itu ternyata agen penjualan alat masak dan aku diterima sebagai sales. Aku mencoba tegar dan akan mencoba sekuat tenaga. Seorang pegawai senior memberi penjelasan tentang
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
alat masak yang harus kami jual. Rok dan sepatu hak tinggi yang kukenakan ternyata tak cocok dengan pekerjaan yang akan kulakoni. Aku dan beberapa orang diangkut dengan mobil. Kami dibekali brosur dan contoh barang. Aku tak ingat di daerah mana kami diturun kan untuk mulai aksi penjualan. Dalam hati, aku ingin menangis karena usaha belajar di kampus berujung menjadi sales alat masak. Tetapi, aku ingat juga banyak orang sukses yang mengawali karier sebagai sales. Sambil berjalan mencari rumah yang buka atau ada penghuninya, aku menghapal apa yang harus dikatakan untuk mempromosikan dagangan. Akhirnya aku menemu-
sajian sudah kami siapkan sepanjang 2015 ini untuk pembaca setia Tokoh dan masyarakat. Kami membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berbagi cerita dengan yang lainnya. Ada rubrik OMG dan Pelesir yang bisa dijadikan ruang berbagi cerita atau pengalaman. Kepada kaum remaja yang memiliki minat dan bakat di bidang jurnalistik, kami juga membuka peluang untuk bergabung dengan Tokoh. Kirimkan biodata dan contoh tulisan ke email redaksi@tokoh.co.id. Kami tunggu. Salam
kan sebuah rumah. Aku permisi dan mencoba masuk. Terdengar ada suara orang dari dalam yang mempersilakan masuk. Ketika orang itu keluar, aku kaget…oh my God…ini rumah dosenku. “Lis…kamu ngapain bawa alat masak,” tanya dosenku. Aku mati gaya. “Anu bu…saya mencoba jadi sales alat masak,” ujarku. Aku pun dipersilakan masuk dan duduk. Kami ngobrol tentang banyak hal. Aku bahkan diberi wejangan tentang dunia kerja. Ternyata dosen yang selama ini menurutku killer, orangnya baik hati. Pulang dari rumah dosen, aku langsung memutuskan untuk berhenti mencoba menjadi sales. Aku merasa sebagai sales gagal. Berkat dosenku, aku menemukan potensi diri. Aku akhirnya membuka les privat untuk anak-anak SD. Listya
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
2015
Tahun 2014 menolak di-PHK. Alasannya ada beberapa butir. Antara lain, karena susunan kabinet Jokowi-JK dinilainya diisi beberapa nama yang dianggapnya tak profesional. Amat kontan menyanggah, “Jangan menilai buku dari kulitnya. Nilai nanti kinerjanya. Belum apa-apa sudah memvonis. Itu namanya apriori, hanya mau ngerusuhin. Kasih kesempatan mereka bekerja dong! Kalau tidak puas juga, berusahalah menang 5 tahun lagi! Biar tahu bagaimana rasanya nyetir mobil sambil digelitik-gelitikin!” Bu Amat cepat-cepat membangunkan suaminya, sambil membentak, “Bapak ini bagaimana sih, sekarang kalau tidur suka ngelindur?! Ayo cepat bangun! Mandi!” Amat bangun dengan separuh pikirannya masih tertancap dalam mimpi. “Mandi? Mau ke mana kita?” “Ini kan tahun baru. Katanya mau ngajak jalan-jalan ke pasar, tukar udara!” “O, tahun baru sudah datang, jadi, ya?” “Bapak ini bagaimana! Tadi malam kan nonton televisi sampai larut menyambut tahun baru!” Amat mencoba mengingat. “Ya. Tapi tahun 2014 tidak mau pergi. Katanya . . . “ “Tidak mau bagaimana! Harus! Suka tidak suka tahun 2014 mesti pergi! Di mana dia sekarang?” Amat menunjuk ke bawah kolong tidur. “Ngumpet di situ!” “Pemalas! Ayo, Pak ambil sapu! Kita usir dia!” Bu Amat bergegas keluar mau mengambil sapu. Tapi kemudian muncul dengan pacul dan pisau dapur. “Sapunya ada yang ngambil. Pakai ini saja. Ayo Pak!” Bu Amat menyerahkan pacul pada Amat. Ia sendiri menyingkap seprei dan memberi suaminya isyarat. “Sodok saja, Pak!” Amat mengintip ke kolong tempat tidur, tapi tidak ada apaapa di situ. Hanya sapu. Bu Amat juga ikut mengintip. “Kok tidak ada?” “Mungkin dia sudah pergi.” “Tadinya bandel, tidak mau pergi. Kenapa?” “Dia kecewa susunan personil kabinet.” “Maunya bagaimana?” “Minta yang profesional semua, katanya.” “Ya kenapa dia tidak nyusun sendiri?” “Kan dia bukan presiden!” “Itu dia! Kalau mau nyusun kabinet, jadi presiden dulu! Kalau tidak, ya tunggu. Nanti kalau menterinya ada kesalahan boleh ngetengkong!” Tiba-tiba terdengar pintu diketuk. “Selamat pagi Pak Amat, Bu Amat.” Amat dan istrinya bareng menoleh dan serentak juga terkejut. “Selamat pagi, mungkin bapak-ibu sudah tahu, saya 2015.” Amat gugup. Bu Amat yang menjawab. “Tapi maaf, bisa tunggu sebentar, ini ada yang ngambek, tidak mau pergi. Katanya ….” “Sudah, tak apa, Bu. Itu normal. Memang kalah itu tidak mudah.” “Tapi dia kan tidak perlu merasa kalah, dia hanya kebetulan tidak beruntung?!” “Betul Pak Amat, saya juga semalam sudah bilang begitu. Tapi dia terus ngambek. Lalu saya bujuk, dengan sudut pandang lain: sebetulnya sekarang posisinya enak sekali. Tidak punya tugas, bebas tanggungjawab. Leluasa mencela, bebas mencerca, seperti penonton bola, yang boleh senaknya memaki mereka yang lagi berjuang di lapangan! Goblok! Kampungan! Kena suap! Dan sebagainya!” Amat tertegun. Bu Amat kembali mengguncang-guncang suaminya lebih keras. “Bangun! Bangun! Tahun Baru sudah datang, Pak!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
5 - 11 januari 2015
Catatan Denfes ke-7 Tahun 2014
23
Endek Jadi Center of Attention Perlahan endek semakin berkibar. Saat ini semakin banyak desainer yang melirik keindahan kain tradisional Bali ini dalam rancangannya. Untuk ini, Pemerintah Kota Denpasar pun tak pernah ketinggalan dengan terobosan-terobosan baru yang dilakukannya.
D
emi menjaga dedikasi pada warisan budaya yang bernilai tinggi ini, pada perhelatan Denfes ke-7 tahun 2014, Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar serta Dekranasda Kota Denpasar, selain menghadirkan 60 stan khusus fashion endek, juga menuangkannya dalam sebuah program lomba busana kerja endek. Seperti fashion yang lainnya, pakaian kerja pun mengalami banyak perkembangan mulai dari bentuk, model, termasuk variasi orang yang memakainya. Kalau selama ini yang menggunakannya baru sampai pada kalangan PNS, sekolah, kampus, bank, rumah Sakit, hotel dan profesional lainnya, maka tahun ini Pemkot Denpasar menyasar lembaga yang ada di desa, yakni LPD di lingkungan Kota Denpasar. Menurut Ketua Dekranasda,
Ida Ayu Selly D. Mantra, tak diduga ternyata peserta lomba cukup banyak. Ini berarti dengan mengikuti lomba ini, apalagi modelnya wajib dari anggota LPD bersangkutan, bukan hanya semakin mengenal endek, tapi juga paham bagaimana busana kerja yang baik. Selain itu, mengenakan busana rapi dan up to date tentu akan menambah semangat kerja serta menunjang percaya diri. Ia mengatakan, umumnya model pakaian kerja memang lebih sederhana tapi memberikan kesan berwibawa. Mempunyai konsep, sehingga pas dan nyaman dikenakan. “Rata-rata peserta lomba tampil dengan busana kerja yang baik, cutting serta detail sederhana yang memberikan kesan sopan, ” ujar Selly D. Mantra didampingi Ny. Antari Jaya Negara. “Selain itu, untuk sebuah busana kerja, pemilihan warna, keserasian dan kerapian juga menjadi perhatian dari keseluruhan pe-
Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra bersama pemenang lomba pakaian kerja endek LPD se-Kota Denpasar
Kadisperindag Kota Denpasar I Wayan Gatra (kiri) bersama Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra
Happy Fashion Dance oleh Duta Endek
nampilan,” lanjut salah seorang juri Qory Veronica, senior model Bali ini. Meski semua busana kerja yang dibawakan langsung oleh karyawan LPD tersebut mampu tampil memikat dan merebut tempat di hati para undangan, namun sesuai keputusan juri, maka pada lomba tersebut menghasilkan pemenang sebagai berikut: Juara 1 LPD Desa Pakraman Panjer; Juara 2 LPD Desa Pakraman Pedungan dan Juara 3 LPD Desa Pakraman Poh Gading.
ENDEK GAYA KASUAL & SIAP PAKAI Memang tak dipungkiri endek di pagelaran Denfes masih menjadi salah satu “center of attention”, pengunjung. “Kalau kita lihat hampir di seluruh stan fashion endek, produk busana ready to wearnya bagus-bagus. Pengrajin sudah semakin kreatif .Termasuk semakin banyak tersedianya kemeja untuk laki-laki dengan sentuhan endek. Selain itu, saat ini endek juga sudah banyak diaplikasikan pada kaus oblong maupun t-shirt.Variatif sekali,” ujar Selly D. Mantra antusias. Pihaknya juga menunjukkan sudah ada kreasi-kreasi lainnya berupa bros, bando , jepit rambut, dan banyak lagi hasil-hasil kreatif menarik lainnya yang sudah dikembangkan oleh para
pengrajin. Tak kalah menarik, katanya lebihlanjut adalah kehadiran para Duta Endek di panggung utama malam itu. Mereka menampilkan fashion show karya dari merek sendiri, yang tentu bergaya anak muda terkini yang dikemas dalam keceriaan Happy Fashion Dance. “Busana
Jegeg Bali Salon ini kembali tampil membawakan desain dari Lusi Damai, Artha Dharma, Wijaya Kusuma, dan Chacha. Mengusung konsep ready to wear yang memadukan bahan tradisional, teristimewa endek. Bermacam tema dan warna menginspirasi karya-karya desain busana berbahan endek. Mereka mampu memberikan kesan bahwa endek bisa dikemas dalam karya busana yang menarik, inovatif, dan pastinya modis dan trendi. “Dan ini yang sangat membanggakan kami. Animo generasi muda sangat tinggi untuk ikut melestarikan budaya bangsa,” katanya . Popy Dharsono, pendiri Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) yang di tahun 82 sudah membawa tenun ikat Ke Paris ini, nampak antusias melihat semuanya. “Saya kira ini usaha yang sangat baik dilakukan oleh Wali Kota Denpasar bersama Dinas terkait dan Dekranasda, karena dengan
Sebagian peserta lomba pakaian kerja endek LPD se-Kota Denpasar
yang disajikan terasa istimewa karena semua dari dan untuk anak mereka yang muda. Dari sisi karya anak, mereka sudah berhasil mempresentasikan endek menjadi fashionable dengan segala kekuatan etniknya tapi sesuai dengan jiwa mudanya,” ujar Selly D. Mantra. Selanjutnya, wajah-wajah segar yang tata riasnya ditangani oleh Kadek Sila dari
Poppy Dharsono (baju putih) turut menyaksikan lomba pakaian kerja endek LPD se-Kota Denpasar di Denfes ke-7 tahun 2014
acara seperti ini menjadikan semua masyarakat dari yang muda sampai yang tua dari kelas bawah sampai kelas atas untuk bersama-sama merasakan bagaimana industri kecil ini bisa bergairah,” ujarnya. Untuk ini pula, maka pada stan Dekranasda Kota Denpasar juga terpajang alat tenun songket yang yang dibuat dengan menggabungkan teknik alat tenun cag-cag dan alat tenun dobby, menjadikan alat tenun songket yan g lebih baik. “Alat ini untuk memperkenalkan pada generasi muda bahwa membuat kain songket tidak sesulit yang dibayangkan. Semoga setelah acara ini semakin banyak anak muda yang berminat,” harap istri orang nomor satu di Kota Denpasar ini. “Semoga pula semua upaya yang kami lakukan ini mampu memberi manfaat bagi perkembangan aset budaya bernama endek ini, dunia fashion dan tentunya yang lebih luas lagi para pengrajin serta menunjang dunia pariwisata di Kota Denpasar,” imbuh Kepala Disperindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si. - ard
Metropolitan
22
Tahunnya Wanita Aktif Tahun 2015 diramalkan akan menjadi tahunnya para wanita. Di tahun ini akan bermunculan wanita-wanita hebat, baik dalam karya maupun kepemimpinan. Di bidang pemerintahan, misalnya, para menteri wanita menunjukkan kinerja yang bagus, dan itu bukan hanya mendapat sorotan masyarakat tapi juga dunia internasional ikut melihat kiprah para wanita Indonesia. Begitu juga di dunia hiburan.
Suhu Naga
hal-hal positif yang menonjol. Sebut saja Menteri Susi. Nanti nya, kata Suhu Naga lagi, akan bermunculan wanita-wanita hebat sepeti Menteri Susi. Se dang di dunia keartisan, ada Maia Estiany juga Ria Irawan.
“Ria Irawan yang sekarang dikabarkan tengah sakit akan eksis kembali, begitu juga Maia yang akan eksis kembali di dunia hiburan. Dia akan men jadi inspirasi bagi para wanita,” tambahnya. Apa yang disampaikan Suhi Naga ini senada dengan yang diungkap astroshiopedia, yang menyebut tahun 2015 adalah saatnya para wanita menunjuk kan kemampuannya kepiawaian nya dalam memimpin. Kiprah para aktivis wanita pun semakin menunjukkan eksistensinya, kepedulian mereka terhadap masalah-masalah sosial, khusus nya masyarakat pinggiran terlihat menonjol. Meski demikian, tutur Suhu Naga, dalam penglihatannya akan ada kejadian tragis yang menimpa penyanyi wanita yang
kasusnya mirip kematian penyanyi Nike Ardila. “Sekali lagi ini hanya ramalan, saya hanya mencoba memprediksi bahwa akan ada kepergian tra gis seorang penyanyi wanita,” katanya. Terkait dengan kasus Olga Syahputra, Suhu Naga justru mendapat ‘pandangan’ berbeda. Menurutnya, artis kondang Olga Syahputra, yang lama menghilang karena sakit, akan muncul kembali di tahun 2015 ini. “Tentang Olga saya punya penglihatan berbeda dari yang lain. Saya lihat dia akan sem buh, dan muncul lagi ke dunia hiburan. Namun, memang, kon disi fisiknya tidak seperti dulu lagi yang terlihat segar bugar. Saya lihat dari sisi gelombang energi, Olga masih tetap bertahan. Dia survive,” paparnya. –Diana Runtu
“Angin Segar” dari Kalangan Swasta
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti
“T
ahun 2015 adalah tahun positif bagi para wanita yang aktif. Ini adalah ta hunnya mereka. Peluang untuk berkembang terbuka lebar,” ungkap peramal kondang, Suhu Naga, yang popular karena ramalan-ramalannya berkaitan dengan dunia entertainment. “Tahun 2015 adalah keberkahan bagi para wanita yang aktif,” tambahnya. Berdasarkan kalender Cina, tahun 2015 bershio ‘Kambing Kayu’ , dan ini akan dimulai pada 19 Februari 2015 dan berakhir pada 7 Februari 2016.
dok/bp
Namun, Suhu Naga agak ber beda menyebutnya. “Tahun 2015 bershio kam bing. Tapi dalam versi saya, ini adalah tahun kambing gunung betina bertanduk turun tebar pesona. Dikaitkan dengan simbolisasi ini, saya melihat ini adalah tahunnya female. Tahun nya wanita berkarya. Tetapi karena disimbolisasi dengan sifat shio kambing maka yang saya lihat adalah yang kuat berkiprah adalah wanita-wanita yang sendiri, atau wanita yang pernah berumah tangga,” ujar pakar psycho cybernetic. Nantinya, ada banyak wanita yang muncul dengan
Seperti diungkap sejumlah peramal, maka Suhu Naga juga melihat pemerintahan JokowiJK akan mendapat tantangan berat di tahun ini. Menurutnya, ujian pemerintahan Jokowi ini adalah dalam dua tahun kepemimpinannya. Ka lau dalam dua tahun ini Jokowi bisa melaluinya dengan baik, maka ke depannya langkahnya akan mulus. Dalam penglihatannya, dari berbagai program positif yang dijalankan, Indonesia mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. “Akan ada perubahan pada kesejahteraan rakyat, ada per baikan. Namun, memang untuk mencapai itu prosesnya tidak mudah. Ujian berat pemerintahan Jokowi ada pada dua tahun per tama kepemimpinannya. Kalau dalam dua tahun ini kinerja kabinet Jokowi bagus maka kedepannya akan bagus, kalau tidak bagus maka Jokowi cukup di lima tahun saja,” katanya. Hal senada juga disebut as troshiopedia, dimana gonjangganjing di dalam negeri akan terus terjadi. Namun demikian terlihat ada perbaikan pada kesejahteraan rakyat meskipun berjalan lambat karena banyaknya ‘gangguan’ dari pihak-pihak tertentu yang terancam kedudukannya. Pihak swasta juga akan turun membantu pemerintah dalam perbaikan kes ejahteraan. Peran serta kalangan swasta ini membawa angin segar di negeri ini dan membawa hal positif bagi Indoensia. Bencana alam masih banyak terjadi karena itu diminta setiap orang maupun pihak-pihak terkait mewaspadainya. Misalnya, gempa bumi, tanah amblas, gunung mel etus, gelombang besar di laut yang datang tiba-tiba, dll.
Di bidang hukum, KPK akan semakin eksis. Gerakan antikorupsi makin gencar. Ada banyak kasus korupsi terbongkar yang menjerat para politikus tua maupun muda. Di bidang pertah anan, Indonesia makin kuat dan disegani negara lain, khususnya negara tetangga. Di bidang politik, gonjang-ganjing dunia politik masih terus terjadi. -Diana Runtu
Sosialita
5 - 11 Januari 2015
5 - 11 Januari 2015
I r e n e
3
V i s i t r a
Belajar Banyak Hal Penampilannya yang ceria membuat penonton sangat menikmati alunan lagu Irene saat “Family Touring End of the Year 2014”. Ia menyanyikan lagu Bali dan lagu Indonesia. Irene makin cantik ketika bernyanyi sambil bermain gitar. Apa target anggota Trio Kirani JAR ini tahun 2015?
P
enyanyi bernama lengkap Irene Visi tra ini mulai serius menekuni dunia tarik suara sejak usia 13 tahun. Ia sering ikut lomba nyanyi. Darah seni ini mengalir ayahnya, Markus Wellbhy yang musisi. Dukungan juga datang dari ibunya, Luh Putu Budiasih yang selalu setia menemani Irene. “Saya menyanyikan macammacam lagu, termasuk top 40. Tampilnya ikut papa. Sejak SMA mulai menjajal kemampuan di lagu Bali. Dasarnya sama saja tetapi ada beberapa cengkoknya,” ujar wanita kelahiran 20 Mei 1991 ini. Irene pun menjajal kemam puan di ajang BRTV tahun 2006 yang digelar Bali TV. Saat itu lah ia bertemu Tut Asmara,
pemilik Jan uadi Record yang menjadi salah satu juri. Irene pun diminta merekam suara di studio Januadi di Celuk. Seminggu kemudian, Irene dihubungi lagi dan dinyatakan lolos audisi trio. “Saya bingung, kok tiba-tiba dibilang lolos audisi. Saya ndak tahu kalau Pak Tut men gadakan audisi untuk buat trio. Katanya karakter suara saya cocok dengan yang di cari. Saya lalu diper temukan dengan Putri Bulan dan Gek Triana. Kami lalu diberi penjelasan dan dijadikan Trio Kirani JAR. Kirani itu artinya ratu, sedangkan JAR itu Januadi Record. Jadi kami ini tiga ratu dari Januadi Record,” ungkap sarjana akuntansi lulusan FE Unud ini. Setelah materi terkum pul, Trio Kirani meluncurkan album “Galak” tahun 2007. Album ini berisi 10 lagu yang dinyanyikan bersama dan solo. Irene kebagian lagu “Kesiramin Tuba” untuk lagu solo. Tahun 2008, mereka meluncurkan
“Ratu Sejagat”. Tahun 2009 Trio Kirani JAR meluncurkan album kompilasi “Kode Alam” ber sama Trio Januadi. Dua tahun kemudian, mereka membuat album kompilasi lagi dengan judul “Layah tanpa Tulang”. “Tahun 2015 kami buat album kompilasi lagi menggandeng Tison dan Pak Tut Asmara. Materi sudah dikumpulkan, pemotretan juga sudah. Tunggu jadwal peluncurannya,” ujar Irene bersemangat. DUA SINGLE Padatnya aktivitas Irene di dunia musik membuatnya makin eksis. Ia tak pernah
berapa hotel. Irene juga menjadi MC di beberapa acara. Saat tampil solo, kesempatan Irene untuk memperkenalkan dua single miliknya, “It’s Enough” dan “Bagaimana Kamu”. Lagu pertama menceritakan cewek yang berkali-kali dikhianati oleh cowoknya. Lagu kedua tentang cewek yang suka dengan saha batnya. “Inspirasi lagu ini muncul begitu saja. Saya buat liriknya lalu mainkan gitar untuk men cocokkan melodi. Banyak yang mengira ini pengalaman pribadi,” kata penggemar Anggun C. Sasmi dan Eric Clapton ini sembari tertawa. Ketika ditanya lebih enak mana antara solo atau trio, Irene menjawab diplomatis. Baginya semua ada suka dukanya. Kalau tampil trio, mereka berbagi suara sehingga tidak terlalu menguras energi. Saat menunggu giliran pentas, mereka bisa ngobrol untuk mengisi waktu. Dukanya, semua harus pandai-pandai men gatur waktu dan kompromi agar bisa latihan. Kadang harus ada yang mengalah agar latihan atau pentas bisa jalan. Untungnya
Irene
markas Januadi di Celuk menjadi tempat yang posisinya di tengahtengah. “Saya belajar banyak hal di Trio Kirani. Selain kompromi,
kami juga saling toleransi. Ini semua demi kebaikan bersama,” tegasnya. Ia pun menuturkan pen galaman ketika tampil di lapangan Astina, Gianyar dalam suasana hu jan. Penonton yang bersemangat membuat trio ini juga semangat bernyanyi dan menari walau pang gung licin. Kalau menyanyi solo, Irene mengaku lebih banyak lagu yang ia bawakan sehingga tenaganya lebih ekstra. Namun, ia bisa berkreasi dengan bebas saat tampil. Saat tak ada kegiatan, pemilik moto “Be yourself, no matter what they say” ini suka menon ton rekaman video saat ia atau pun Trio Kirani pentas. “Mama yang bertugas mendokumentasi kan saya dan teman-teman saat tampil. Jadi peran mama, selain mengawal saya juga membantu dokumentasi,” ujarnya sembari tersenyum ke arah mamanya yang mendampingi saat wawancara. Video-video itu kadang membuat Irene tertawa sekaligus mendapat bahan evaluasi untuk penampilan di panggung. –Ngurah Budi
Irene dan Bagus Sudibya
mera sa le l a h . Semua jadwal disusun dengan baik agar tidak ada ben turan. Sebagai bagian dari Trio Kirani, ia memprioritas kan untuk tampil bersama. Tetapi, kalau trio ini sedang tak ada aktvitas, Irene tampil solo. Ia punya jadwal tampil regular bersama pa panya di be
Ingin Go International Tahun 2015, selain promo album Trio Kirani, Irene Visitra juga berencana untuk membuat single lagi. Ia ingin go national lalu go international seperti Agnez Mo. Impian ini ia buat setinggi-ting ginya agar menjadi motivasi untuk terus bekerja keras. Tahun 2014, Irene sudah mencoba peruntungkan de ngan mengirim demo lagunya ke Jakarta. Ia pun sempat diundang Republik Cinta Manaje men (RCM) pimpinan Ahmad Dhani untuk audisi. Namun, dewi fortuna belum berpihak kepada
Irene karena RSM lebih memprioritaskan for mat band. Pengalaman ini membuat Irene terpacu untuk terus belajar agar bisa menembus pasar nasional. Satu impian yang ingin di wujudkan Irene adalah melan jutkan pendidikan magister. Ia sudah mencari beberapa informasi. Ternyata kebanyak an waktu kuliah untuk jenjang magister di sore hingga malam hari sedangkan jadwal Irene di sore dan malam hari sudah penuh. “Kalau ambil di luar Bali sudah susah karena saya lebih ban yak kerja di Bali. Mudah-mudahan nanti ada solusi agar bisa kuliah magis ter,” ujar penyanyi yang juga mengurus studio musik dan les musik ini. –Ngurah Budi
Inspirasi
4
5 - 11 januari 2015
Endang Mikuwati
Indonesia Masuk dalam “Darurat Narkoba” Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional, sejak 2008 narkoba telah menyebar ke seluruh kabupaten dan kota di 33 provinsi, sehingga boleh dibilang tidak ada lagi daerah yang bebas dari peredaran benda laknat itu. Bahkan saat ini digambarkan kondisi semakin mencekam karena peredarannya bukan hanya menjangkau orang-orang yang berusia dewasa tapi sudah menembus lini generasi penerus bangsa, yakni para remaja dan anak-anak usia sekolah dasar.
K
ondisi yang sangat mengkhawatirkan ini tentunya harus menjadi kepedulian semua orang untuk bersama bahu-membahu membantu agar peredaran benda haram ini tidak semakin meluas. Sebenarnya sudah banyak anggota masyarakat ikut berpartisipasi untuk membantu memerangi narkoba, namun peredaran benda haram sepertinya begitu massif. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya angka pengguna narkoba dari waktu ke waktu. Di sisi lain, belum semua anggota masyarakat peduli dengan masalah ini. Padahal peran serta seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, sangat dibutuhkan untuk memerangi peredaran benda haram ini. Karenanya sosialisasi penting dan harus semakin gencar dilakukan, termasuk kepada anak-anak usia sekolah dasar yang kini telah menjadi target dari peredaran narkoba. Endang Mikuwati, salah seorang penggiat anti narkoba, misalnya, mencoba masuk ke sekolahsekolah dasar untuk melakukan sosialisasi ini. Nah, karena masih usia anak-anak dan kemampuan pemahaman yang masih terbatas, maka sosialisasi dikemas menjadi sesuatu yang menarik bagi anakanak. Bahasa yang digunakan pun sekomunikatif mungkin dan dapat dipahami oleh mereka. Akhirnya, munculah gagasan menghadirkan sosok ‘Kapten BeNN’ di tengah anak-anak. “Hadirnya Kapten BeNN yang diposisikan sebagai teman, sahabat anak-anak, diharapkan dapat merangkul anak-anak sekaligus memotivasi dan menginformasikan tentang bahayanya narkoba dalam bahasa atau komunikasi di level anak-anak. Saya kepingin anak-anak punya ketahanan. Jadi,
meskipun anak-anak tidak dengan orangtuanya, tidak dengan gurunya, mereka minimal mempunyai ketahanan mandiri dan peka atas berbagai stimulan yang mencoba menyelusupkan narkoba kepada mereka,” ujar Endang yang juga Ketua Yayasan Sahabat Putra Nusantara ini. Anak-anak, tambahnya, perlu dibekali pengetahuan tentang narkoba sejak dini. Begitu juga para orangtua. Mereka harus sama-sama tahu ada bahaya yang mengancam generasi penerus bangsa. “Anak-anak harus tahu bahwa sekarang mereka harus waspada terhadap orang asing dan lebih terbuka kepada orangtua. Anak-anal harus diinformasikan hal-hal berbahaya yang mengancamnya agar bisa selalu waspada. Kalau mereka tahu sesuatu yang membahayakan temannya, mereka harus memberitahukan kepada orangtua, guru atapun kerabat, agar hal tersebut bisa segera ditangani dnegan benar dan bijak.” tegas wanita kelahiran Jakarta Mei 1962 ini. Sebagaimana diberitakan, pengedar narkoba berupaya berbagai cara untuk mempengaruhi orang agar mengkonsumsi narkoba. Di lingkungan anak-anak seperti sekolah, misalnya, narkoba dimasukkan dalam jajanan sekolah. Inilah salah satu ‘jalan’ untuk membuat anak-anak mencicipi narkoba. “Pengedar menggunakan jajanan yang digemari anakanak. Bentuknya seperti coklat, permen, padahal
Kapten BeNN di tengah-tengah kampanye anak anak indonesia bebas narkoba
sudah dimasukkan narkoba,” kata Endang. “Anak-anak, kan, mudah diiming-imingi. Misalnya lewat permen warna-warni, padahal permen itu mengandung narkoba. Karena itu perlunya pengawasan orangtua agar mereka bisa menginformasikan kepada anak-anaknya agar waspada terhadap jajanan, juga orang asing yang memberi sesuatu,” katanya. Endang yang telah cukup lama berkecimpung dalam kegiatan anti narkoba mengaku, dirinya merasa terpanggil untuk terjun langsung melakukan sosialisasi anti narkoba ke lingkungan anak-anak sekolah, khususnya sekolah dasar. Karena tak dapat dipungkiri, saat ini para pengedar narkoba bukan hanya
Endang Mikuwati
berhasil menjangkau orang usia dewasa, juga remaja, tapi juga sudah merangsek sampai ke anak-anak usia sekolah dasar. “Saya terpanggil untuk membantu memangkas bahaya narkoba dari SD, karena pada usia dini inilah ancaman yang tak terlihat dan rawan bagi anak-anak kecil. Saya merasa harus berbuat sesuatu bagi bangsa, untuk menjaga generasi bangsa ini aman, tumbuh dengan baik dan cerdas juga jauh dari bahaya laten,” tutur wanita yang telah 12 tahun aktif dalam
gerakan anti narkoba, ini. Menurut Endang, program ‘Kapten BeNN Goes to School’ ini rencananya akan diadakan di semua sekolah dasar seluruh Indonesia, mulai dari kelas 1 hingga 6 SD. Kegiatan ini, diisi dengan berbagai aktivitas, di antaranya storytelling yang dilakukan oleh pendongeng dari tim ‘Kapten BeNN’ dan permainan interaktif. Selain itu, ditempat terpisah juga digelar talkshow untuk para orangtua murid dengan menghadirkan narasumber dari BNN. “Storytelling dibuat dalam bahasa anak-anak, bentuknya dongeng namun ada pesan-pesan yang disampaikan, juga dihadirkan sosok Kapten BeNN-nya. Sedang untuk orangtua yang hadir dalam talkshow, disampaikan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan pencegahannya,” jelasnya. Sejak program ini dilancarkan, katanya, sudah 8.077 murid SD dan 3.818 orangtua diedukasi oleh Yayasan Sahabat Putra Nusantara. Menurutnya, ada banyak hal dijumpai dalam menjalankan program ini. Di antaranya tentang ditemukannya enam anak SD yang menjadi korban narkoba. Mereka berasal dari lingkungan yang rawan peredaran narkoba, hidup di tengah orang-orang yang terindikasi menjadi pemakai dan pengedar narkoba. Ada pula orangtua murid yang berkonsultasi tentang bagaimana caranya dapat sembuh dari narkoba setelah menjadi pengguna yang cukup lama. “Ini harus dibina karena orangtua orang yang paling berperan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada anak,” katanya.-Diana Runtu
Mandalika
5 - 11 januari 2015
Wisata Alam Jadi Rebutan Seperti halnya menyambut tahun baru sebelumnya, suka cita masyarakat menyambut tahun 2015 di Lombok, juga dirayakan dengan rileksasi berlibur dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Pantai-pantai indah dan air terjun serta kolam renang di Pulau Lombok menjadi favorit kunjungan yang selalu dipadati warga. Libur tahun baru yang bersamaan dengan liburan sekolah, semakin membuat tempat-tempat wisata tersebut ramai didatangi anak-anak.
P
Pantai Kute Lombok
Salah satu tempat wisata di Suranadi Lombok Barat
antai Senggigi dan Pantai Kerandangan Lombok Barat, Pantai Tanjung Karang Ampenan, Pantai Kute Lombok Tengah dan pantai-pantai lainnya di Lombok bagian selatan seperti Pantai Syurga, Pantai Kaliantan juga pantai bagian selatan di Tanjung Lombok Utara, adalah pantai yang selalu menjadi tujuan wisatawan lokal ini. Deretan kawasan wisata alam air terjun yang banyak dikunjungi adalah air terjun Sendang Gile Lombok Utara, air terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu di Lombok Tengah serta air terjun Otak Kokoq. Dan, hampir semua kolam renang umum di Kota Mataram dipadati anak-anak yang riang menikmati liburan sekolah. Termasuk juga Taman Narmada
Lombok Barat. Jika kalangan atas dapat berlibur di hotel-hotel dengan fasilitas yang lengkap dan mewah, maka tidak demikian dengan masyarakat umum dengan tingkat penghasilan biasa-biasa saja. Untuk memenuhi kebutuhan liburan dan kebersamaan dengan keluarga, pilihannya tentu mengunjungi tempattempat yang murah dijangkau kantung dan tidak membutuhkan budget yang “mencengangkan”, melainkan sederhana saja. “Yang penting bisa berlibur bersama keluarga,” kata Ramdan, yang membawa keluarganya mengunjungi banyak tempat selama liburan akhir tahun 2014 lalu. Ia membawa keluarganya menikmati pantai, air terjun hingga mengantar anak-anaknya berenang di kolam renang di Mat-
21
aram. Menurutnya ini cara liburan “bebas” biaya mahal. Tidak perlu biaya bayar hotel termasuk juga makan, karena mereka menyiapkan makanan lengkap yang dibawa dari rumah. Salah satu pesisir dengan hamparan pantai berpasir putih dan bulat bak merica, Pantai Kute Lombok Tengah, “kedatangan tamu” yang terbilang cukup banyak. Untuk mencapai pantai ini, dari Kota Mataram harus ditempuh dalam waktu lebih dari satu jam perjalanan. Meski di pantai indah ini minim fasilitas, Kute Lombok tetap menjadi favorit kunjungan. Keluarga Hamdan yang datang dari Bima, sengaja memilih Kute Lombok untuk menikmati keindahan pantai. “Kami tidak menginap di Kute, hanya berkunjung biasa mengantar anak-anak bermain
Taman Narmada Lombok Barat
pasir dan berenang,” ujar Hamdan yang datang bersama enam anggota keluarganya. Keluarga lain yang memilih Kute Lombok sebagai tempat liburan adalah Nourma bersama suami dan tiga orang anaknya. Kedua keluarga ini tampak bergembira menghabiskan waktu sejak siang hingga sore hari. Di tempat ini ada pedagang camilan dalam lapak-lapak sederhana, juga tersedia fasilitas umum seperti kamar mandi dan tempat bilas. Untuk masuk ke kawasan yang berdekatan dengan sebuah hotel berbintang di mana pantainya paling banyak dikunjungi ini, pengunjung harus membayar Rp 10.000 sebagai biaya masuk dan parkir mobil. Beberapa lokal kamar mandi juga ada yang menyiapkan air untuk bilasan. “Harganya Rp 10.000 per-jirigen atau sekitar 10 liter bersih,” kata Nourma. Jika ingin mandi di kamar mandi, pengunjung harus membayar Rp 10.000 perorang. Selain Kute, Pantai Kerandangan yang diteduhi pohon kelapa juga banyak dikunjungi. Di pantai ini, pengunjung tidak perlu repot membawa makanan dari rumah karena sudah ada pedagang yang menjual makanan, seperti kuliner khas Lombok, Sate Bulayak. Dengan harga Rp 20 ribu-25 ribu/ porsi, sate bulayak bisa dinikmati. Di tempat ini juga, ada tempat bilas sederhana yang dikelola oleh masyarakat. Biaya bilas di tempat ini lebih murah dibandingkan dengan di Kute Lombok Tengah. Dengan hanya membayar Rp 10.000, empat orang
anak dan keponakan Dewi dapat membilas tubuh mereka hingga benar-benar bersih usai bermain pasir dan mandi di pantai. “Murah meriah boleh pakai air sebanyak yang kita butuhkan,” kata Dewi yang datang dari Lombok Tengah. Sebuah sumur dan kamar mandi memang sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan air bersih pengunjung. Yang kini tengah tren juga adalah berwisata kuliner sambil berenang. Di kawasan Suranadi, Lombok Barat, terdapat beberapa lesehan yang sekaligus menyediakan kolam renang yang bisa diakses gratis atau hanya membayar dengan Rp 10.000/orang. Anak-anak bisa berenang sembari menikmati kuliner khas Lombok seperti pelecing kangkung, ayam taliwang hingga ikan bakar pelecing. Suasana alam yang masih asri di sekitar kawasan Suranadi, memberikan ketenangan dalam berlibur. Mereka yang datang ke tempat ini pandai menghitung biaya liburan yang efisien di tengah naiknya biaya masuk ke kolam-kolam renang umum di Kota Mataram yang mencapai Rp 40.000/orang di saat musim liburan tiba. “Di samping suasana yang tenang, di Suranadi anak-anak bisa sekalian berenang dengan biaya gratis atau hanya Rp 10.000/orang, bisa menghemat biaya,” ungkap Wati yang membawa serta delapan anggota keluarganya. Demikian juga di lokasi-lokasi wisata alam air terjun di Lombok yang menawarkan biaya liburan murahmeriah namun mengesankan. -Naniek I. Taufan
Nine
20
5 - 11 januari 2015
Ngopi Sebelum Mendaki Hamparan perkebunan kopi menghijau di Dusun Pancasila Desa Tambora Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kebun-kebun kopi ini juga berbatasan langsung dengan perkebunan kopi yang berada di Dusun Tambora Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Ratusan hektar lahan perkebunan kopi di dua kabupaten ini telah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Hal inilah yang bahkan membuat kebun kopi menjadi ikon desa-desa yang berada di kaki Gunung Tambora, salah satunya Dusun Pancasila.
D
Biji Kopi Tambora jenis robusta
i desa yang menjadi pintu masuk utama pendakian Gunung Tambora dengan jalur sangat menantang ini, Kopi Tambora dikenal sebagai kopi dengan rasa yang nikmat. Bagi para pendaki yang mendaki Gunung Tambora lewat jalur Pancasila, khususnya penyuka kopi, tidak lengkap rasanya jika tidak mencoba kopi dengan harum yang khas ini. Rasa smoot (lembut) saat menyeruput kopi Tambora jenis robusta ini meninggalkan kesan betapa nikmatnya ngopi di kaki Gunung Tambora ini. bagaimana tidak, selain terasa lembut di antara kepulan uap panas kopi, jika diperhatikan benar, akan terlihat seperti berminyak. Masyarakat di Dusun Pancasila, khususnya para perempuanlah yang mengolah Kopi Tambora ini menjadi kopi yang sedap dengan keharuman kopi yang kuat. Setidaknya sejak tahun 2012, masyarakat di sini, khususnya perempuan mengolah kopi Tambora dalam kelompok-
kelompok pengolahan kopi. “Kalau dulu kami menjual biji kopinya, sekarang kami sudah menjual kopi bubuk yang siap diminum,” ungkap Nila, salah seorang anggota kelompok pengolahan kopi bernama Tunas Harapan. Setidaknya, saat ini ada empat kelompok pengolahan kopi Tambora di dusun ini. Dalam kelompok-kelompok inilah para perempuan di dusun ini menghabiskan sebagian waktu mereka untuk berusaha mengolah kopi Tambora, selain sebagai pemetik kopi di saat panen kopi tiba. Tiap kelompok pengolahan kopi, terdapat sekitar 20 orang petani kopi dan juga ibu rumah tangga yang khusus mengolah kopi menjadi bubuk kopi yang nikmat itu. Menurut Nila, sejauh ini, mereka menggunakan modal sendiri yang tentu saja tidak banyak dalam memulai usaha ini. KOPI MURNI TANPA CAMPURAN Kopi Tambora memang masih diproduksi dalam jumlah terbatas
Para ibu rumah tangga dan petani kopi tergabung dalam kelompok pengolahan Kopi Tambora di Dusun Pancasila
alias belum menjadi produksi massal, mengingat keterbatasan alat dan pemasaran yang tidak terlalu lancar. Terkadang produksi Kopi Tambora dilakukan jika ada permintaan saja. Hal ini disebabkan lokasi Dusun Pancasila yang terbilang jauh dari pusat Kota Dompu apalagi Kota Bima, sebagai kota terdekat dengan jarak tempuh sekitar 6-7 jam perjalanan ke wilayah ini. Namun begitu, semangat ibuibu rumah tangga menyajikan kopi bubuk siap seduh ini tak pernah padam. Proses pengolahan bubuk Kopi Tambora berjalan terus dimulai dari mengumpulkan biji kopi dengan berat sesuai kesepakatan dalam kelompok. “Satu kali pengolahan biasanya sekitar 50 kilogram biji kopi,” kata Nila. Para ibu ini mengolah Kopi Tambora murni tanpa campuran apa pun termasuk beras. “Inilah salah satu keunggulan Kopi Tambora,” ungkap Ilham, Ketua Kelompok Pengolahan Kopi Tunas Tambora. Oleh kelompok-kelompok tersebut, kopi yang diolah menggunakan alat sangrai dari bantuan pemerintah daerah ini tidak pernah dicampur dengan apapun karena akan mengurangi kualitas dan rasa kopi. Jika sebelumnya, para ibu di dusun ini menggunakan wajan biasa (lebih tradisional lagi menggunakan wajan yang terbuat dari tanah liat), untuk meng-sangrai kopi dengan jumlah terbatas, maka dengan alat sangrai kapasitas 15 kilogram biji kopi sekali sangrai ini sangat membantu para ibu dalam mengolah bubuk kopi. Rasa nikmat Kopi Tambora, terletak dari kemurnian kopi dan cara mengolahnya. Dengan dua kali penggilingan biji kopi setelah disangrai selama sekitar 30 menit, menghasilkan bubuk kopi yang lembut dan berwarna hitam
Inspirasi
5 - 11 januari 2015
Pengabdian untuk Perubahan “Perubahan mutlak harus dilakukan. Mari kita renungkan, puncak gunung adalah inspirasi bagi setiap pemimpin, tetapi lembahlah yang mematangkannya. Lewat heningnya malam, bersihnya hati, saya sampaikan Selamat Tahun Baru 2015. Semoga semakin cepat langkah kita mengejar kebaikan menuju ampunan Tuhan.”
P
esan singkat yang hangat ini berisi tidak hanya sebuah ucapan selamat tahun baru yang terkesan basa-basi semata, melainkan mengandung ajakan perubahan yang dikirimkan oleh Drs. Srijono, M.Si, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Srijono, sosok polisi yang sederhana dan low profile, dalam memimpin. Dua puluh dua kali pindah tugas mengemban berbagai jabatan hingga mengantarkannya ke sejumlah daerah di Indonesia sejak tahun 1983, Srijono, merasakan benar nikmatnya menjadi seorang Bhayangkara. Selama 32 tahun (sejak lulus Akademi Kepolisian tahun 1983), ia memaknai tugasnya itu sebagai sebuah pengabdian. Pengabdian ini banyak memberikannya pengalaman yang kemudian menggerakkan hatinya untuk melakukan
menjadikan Polda NTB sebagai rule model perubahan yang dilakukan dengan metode NAC dengan target tidak hanya anggota Polri melainkan semua pihak yang berniat berubah termasuk tokoh masyarakat atau bahkan masyarakat umum. Kunjungan ke wilayah-wilayah di NTB, dilakukan dengan pendekatan perubahan mindset. Semua ini dilakukannya demi mewujudkan NTB yang damai dan juga menggapai mimpinya membawa Polri sebagai institusi yang berkarakter dan humanis sehingga Polri dapat berkontribusi dalam melakukan gerakan nasional perubahan mindset menuju NKRI yang kuat dan bermartabat. Namun, siapa sangka, perjalanan ayah dari Nurrosyid, Nurul H, Nurazizah, Nurroyani, Mohammad NP, Siti Fatimah E dan Taufik HS yang ramah dan murah senyum ini hingga mencapai titik sebagai
Pembeli Kopi Tambora ada yang langsung datang ke Dusun Pancasila
kecokelatan. Saat diseduh, kopi murni ini menyebarkan aroma harum kopi yang kuat dengan rasa kopi yang asli. “Kami pernah mencoba mencampur kopi dengan beras atau jahe, namun hasil dan rasanya tidak enak,” kata Nila. Selain memiliki alat sangrai, kelompok ini juga memiliki alat bubuk (penggilingan) yang terbilang memadai. Hasil bubuk kopi yang sangat lembut diperoleh dari dua kali proses penggilingan. “Setelah kopi digiling kasar kemudian dilanjutkan dengan penggilingan halus,” kata Nila. Proses inilah yang membuat Kopi Tambora tidak meninggalkan ampas yang mengambang di atas kopi ketika dihidangkan dalam gelas. Dengan alat sangrai dan alat bubuk (penggilingan) kopi yang dimiliki kelompok-kelompok pengolahan Kopi Tambora, membuat usaha ini semakin hari memberikan harapan bagi peningkatan ekonomi masyarakat di dusun ini.
Penggilingan Kopi Tambora dilakukan dalam dua kali proses, giling kasar dan kemudian giling halus
Dengan stok biji kopi yang selalu tersedia dengan label sederhana Kopi Tambora yang dibuat sendiri, harapan para perempuan pengolah bubuk kopi ini, setidaknya terbuka peluang pemasaran yang lebih luas. Tidak hanya terjual di sekitar Dompu dan Bima melainkan juga mereka berharap pemasaran dapat dilakukan hingga keluar Pulau Sumbawa. -Naniek I. Taufan
Kopi yang diolah menggunakan alat sangrai dari bantuan pemerintah daerah ini tidak pernah dicampur dengan apapun karena akan mengurangi kualitas dan rasa kopi. Jika sebelumnya, para ibu di dusun ini menggunakan wajan biasa (lebih tradisional lagi menggunakan wajan yang terbuat dari tanah liat), untuk meng-sangrai kopi dengan jumlah terbatas, maka dengan alat sangrai kapasitas 15 kilogram biji kopi sekali sangrai ini sangat membantu para ibu dalam mengolah bubuk kopi.
5
Kapolda NTB, bersama tokoh masyarakat di NTB
sebuah “perubahan” yang ia mulai dari dirinya sendiri, khususnya dalam hal perubahan mindset. Perhatiannya yang besar pada perubahan mindset dalam membangun institusi dan personal kepolisian yang humanis berkarakter, membuat Srijono dikenal sebagai seorang motivator, tidak hanya dalam lingkungan kepolisian melainkan juga pada lingkup birokrasi, kampus, berbagai komunitas hingga masyarakat umum. Kegelisahannya akan situasi kehidupan anak-anak bangsa yang mudah sekali terprovokasi dan kerap berakhir anarkis hingga terpecah-belah, membuatnya tidak pernah lelah untuk memberikan motivasi pada siapa pun untuk dapat berubah. WISATA NURANI Dengan metode Neuro Assosiative Conditioning (NAC), ia melakukan pendekatan perubahan itu. Srijono terlihat sangat serius dalam hal ini. Itulah sebabnya, di hari pertamanya sebagai Kapolda NTB, ia langsung menggelar kegiatan NAC bagi para pejabat utama Polda NTB yang diberinya istilah, wisata nurani. Sejak itulah, NAC terus berlanjut hingga ke Polres-Polres se-Nusa Tenggara Barat. Srijono
seorang motivator, berawal dari “tercengangnya” ia ketika menyadari bahwa putra pertamanya, mengalami “shock” secara psikologi akibat terlalu banyak berpindah sekolah saat mengikuti ke mana pun ia bertugas. Tidak kurang dari 14 kali, Nurrosyid pindah sekolah dan mau tidak mau harus belajar beradaptasi dan mengenal lingkungan baru. “Rupanya ini menjadi beban psikologi bagi anak saya,” ungkap mantan Wagub Akpol ini. Hingga akhirnya suatu hari Nurrosyid mengalami pusing yang membuatnya tidak bisa bersekolah.
Drs. Srijono, M.Si., berserta istri dan anak, menatu serta cucunya
Beberapa kali hal ini terjadi, tiap kali hendak berangkat sekolah, Nurrosyid selalu mengalami pusing. “Anak saya selalu pusing tiap kali hendak berangkat ke sekolah, menyadarkan saya bahwa 14 kali berpindah sekolah sejak kelas satu hingga kelas dua SMA, membuat anak saya mengalami beban psikologis yang serius,” ungkap TRAUMA PSIKOLOGI Usaha untuk mencari pengobatan terbaik bagi si sulung dilakukan dengan semaksimal mungkin, termasuk berkonsultasi dengan psikolog. Selama menjalani terapi psikologis, anak yang berdasarkan tes memiliki IQ di atas ratarata ini, tidak juga menunjukkan perkembangan yang signifikan, meskipun secara verbalnya, laporan psikolog atas kondisinya tercatat baik. “Satu-satunya catatan yang selalu diberikan oleh psikolog yang merawatnya adalah meminta kami sebagai orangtua untuk terus memberikan motivasi,” ujar Srijono yang bersama istrinya tidak hentihentinya mendukung buah hati mereka dengan memberi motivasi yang kuat sesuai anjuran psikolog. Tiga bulan konseling dilakukan namun tidak juga membuahkan hasil yang menggembirakan. Sebagai seorang ayah, tentulah pria kelahiran Klaten, 4 April 1958 bersama istri tercinta, Meiyar, BSc., cemas dengan hal ini dan bertekad harus mendukung si buah hati untuk bisa keluar dari masalah dan beban psikologi yang dialaminya. Mereka tidak ingin anaknya melewatkan
Meiyar BSc., saat menjadi motivator dalam sebuah kegiatan
kesempatan untuk memperoleh perdidikan karena masalah ini. Ia dan istrinya rajin bertanya dan mencari informasi bagaimana cara agar dapat menyembuhkan “trauma psikologi” yang dialami anak mereka hingga selalu pusing tiap kali hendak ke sekolah. Tahun 2004, Srijono kemudian mendapatkan informasi tentang seminar NAC yang bisa mengubah mindset seseorang bukan yang dimaksud itu orang bermasalah. Harapan akan termotivasinya sang anak itu lalu muncul. Srijono pun mendaftar untuk menjadi peserta meskipun seminar ini terbilang berbiaya relatif mahal. Tidak hanya Nurrosyid yang didaftarkan untuk mengikuti seminar ini melainkan ia dan istrinya juga ikut serta mendampingi sekaligus sebagai peserta. Dari tiga hari jadwal kegiatan yang dilakukan dengan metode dialog tersebut, pada hari pertama, sekitar delapan jam setelah mengikuti seminar atau sekitar jam lima sore, tiba-tiba Nurrosyid mengangkat tangannya meminta
untuk bicara. “Anak saya lalu mengucapkan terima kasih pada motivator yang memberi seminar karena menyadarkannya bahwa ia telah salah mengambil keputusan selama ini,” katanya. Saat itu, Srijono dan istri mengaku kaget dan terasa seperti sebuah kejutan yang membahagiakan mendengar anak mereka bicara demikian setelah berbulanbulan ia seperti mengalami tekanan psikologi yang hebat. Air mata Srijono yang kala itu berpangkat Komisaris Besar Polisi dan juga istri menetes ketika mereka berdua dipanggil berdiri di depan ratusan peserta lainnya, untuk mengeksplorasi suasana batin yang mereka rasakan saat itu manakala menemukan mindset putra mereka berubah dalam waktu yang relatif singkat dan mau bersekolah lagi. “Sejak itulah, saya berjanji, ilmu yang saya dapatkan dalam seminar itu akan saya bagikan kepada seluruh kawan polisi dan orang lain demi sebuah perubahan ke arah yang lebih baik,” ungkapnya. –Naniek I. Taufan
Masuk Kurikulum Pendidikan Polri Tahun 2005, ia mengawali aktivitas sebagai motivator dengan memberikan pelatihan perubahan mindset menuju etos kerja yang kondusif dan perubahan mindset menuju harmoni keluarga yang dimulai dari lingkungan Polri, yakni di SPN Mojokerto saat ia menjadi Kepala SPN tersebut. Atas izin pimpinannya ia terus memotivasi anggota Polri di tempat tugas berikutnya, ketika ia menjadi Dirreskrimum Polda Kalimantan Barat dengan memberikan pelatihan NAC kepada 600 orang dari organisasi pemuda dan mahasiswa. Kegiatan ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari Universitas Tanjungpura Pontianak sehingga meminta agar NAC menjadi salah satu bagian dari kegiatan saat orientasi mahasiswa baru. Gencarnya ia dalam memberikan motivasi melalui NAC khususnya dalam tubuh Polri dengan berkeliling ke Polda-Polda atas permintaan polda setempat, membuat institusi Polri merasakan manfaat baik dari kegiatan ini sehingga institusi ini akhirnya memasukkan NAC dalam kurikulum pendidikan Polri saat ini. Sejauh ini, Srijono telah melahirkan banyak trainer-trainer NAC yang dilatih untuk menjadi motivator menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Kepeduliannya pada sebuah perubahan, tidak main-main mengingat tidak hanya dirinya yang menjadi motivator melainkan juga istri tercinta yang juga turut rajin menjalankan “misi” perubahan yang tampaknya sejalan dengan revolusi mental yang kini tengah disuarakan oleh pemerintah. Meiyar ikut turun menjadi motivator mendampingi suami tercinta. -Naniek I. Taufan
Women on Top
6
5 - 11 Januari 2015
Dra. Ni Made Rinu, M.Si.
“Bumbu Penyedap” Sebagai pimpinan, harus memiliki jiwa pengabdian untuk me mikirkan hal yang lebih besar. Demikian diungkapkan Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar, Dra. Ni Made Rinu, M.Si., ketika disinggung rencana melanjutkan program dok tornya yang mesti ditunda karena kesibukannya di kampus.
D
ua kali menjabat sebagai Dekan FSRD (periode 2009-2013 dan 2013-2017) setelah sebelumnya menjabat Pembantu Dekan II (2204-2008) dan sebagai Pejabat Dekan (2008-2009), tentu bukan hal mudah untuk mewujudkan visi misi fakultas untuk menjadi pusat pengkajian, penyajian, dan pembinaan seni rupa yang unggul berbasis budaya lokal dalam membentuk karakter bangsa serta berperan dalam persaingan global. “Pengkajian dan penciptaan ini pedomanannya tugas akhir dan skripsi. Penyajian dengan menyelenggarakan pameran-pameran hingga mendatangkan orang asing. Pembinaan diimplementasikan lewat KKN, dan membina seniman-seniman di desa,” ujarnya. Untuk menjawab visi misi tersebut, Made Rinu memulainya dari kurikulum yang disebutkannya sebagai senjata untuk pengembangan proses belajar mengajar di
kampus. Pemuktahiran kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan stakeholder yang ada di masyarakat. Dalam proses pembelajaran, kedisiplinan dan komitmen mahasiswa penting untuk keberhasilannya. Karena itu, meski sudah di tingkat perguruan tinggi dengan tingkat intelegensi yang lebih tinggi pula, ia selalu mengingatkan para dosen di tiap mata kuliah untuk terus menyelipkan masalah kehidupan seperti bahaya penggunaan narkoba, untuk mengarahkan kedisiplinan dan budi pekerti mereka. Diakuinya, tanpa disadari banyak ada perubahan pada pribadi mahasiswa. Ketua Iswali (Ikatan Seniwati di Bali) yang bergerak di bidang seni lukis ini juga mengingatkan mahasiswa bahwa semua mata kuliah penting, karena juga akan berpengaruh terhadap kehidupan mereka yang lebih luas. Karena itu, ketika datang ke kampus, harus membawa “sesuatu” pulang. Dosen sebagai fasilitator pun diimbau untuk terus aktif mencari sesuatu
yang baru. “Jika ada perubahan pada mahasiswa, ini juga keberhasilan dosen,” ujar Made Rinu yang membuktikannya dengan mampu mengantarkan beberapa mahasiswa meraih nilai kelulusan hingga 3,94 dan mengawal FSRD terakreditasi B (gemuk) tahun 2013. Fakultas yang dipimpin Made Rinu membawahi tujuh program studi, yakni : PS Seni Rupa Murni dengan peminatan Seni Lukis dan Seni Patung; Kriya Seni dengan peminatan Kriya Kayu dan Keramik; Desain Komunikasi Visual, Desain Interior; Fotografi; Fashion; Televisi dan Film. Selain pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran, istri Drs. I Ketut Murdana, M.Si. ini menargetkan terjalinnya kerjasama regional, nasional dan internasional. Ini pun dikatakannya sebagai upaya untuk menjawab misi FSRD ISI Denpasar, yang selain berbasis warna lokal namun harus bertindak global dengan tak menutup kemungkinan kerjasama dengan orang luar, untuk meningkatkan daya saing.
DAMPAK INTERNASIONAL Tahun 2010 ISI Denpasar menandatangani MoU dengan The University of Western Australia yang MoA (Memorandum of Agrement)-nya dilaksanakan FSRD. Kerjasama ini sudah berlangsung selama empat tahun dengan saling mengirimkan mahasiswa dan para dosen. “Di sana, dosen kami juga menjadi artist residence, memberikan workshop, melukis di studio, pameran, dan mengajar di kelas,” ujarnya. Para mahasiswa luar negeri tersebut, selama belajar di FSRD ISI Denpasar mempelajari seni dan budaya Bali dan kehidupan sosial masyarakat Bali. Mereka pun diajak mendalami spiritual di Ashram Lembah Bhayam di Desa Bolangan, Penebel, Tabanan, dan di Ashram Vrata Wijaya, Denpasar. “Mereka sangat menyukainya. Mereka mengaku menemukan sesuatu yang baru dalam jiwa,” ujar Made Rinu yang juga pemilik
Ashram Vrata Wijaya yang menekuni spiritual sejak 25 tahun lalu ini. Dengan kerjasama ini, dikatakannya juga memberi imbas positif bagi para dosen dan mahasiswa. Mereka bisa mengaplikasikan ilmunya dan membuka cakrawala/wawasan dan bertukar ilmu. Selain juga, melatih bahasa Inggrisnya secara lisan. “Harapan kami kepada Rektor, agar MoU antara ISI Denpasar dengan The University of Western Australia yang berakhir tahun 2015 ini bisa berlanjut karena dampaknya sangat bagus memberikan dampak internasional. Ke depannya, agar kerjasama dengan pihak lain baik lokal, regional dan internasional ditambahkan lagi,” ucap Made Rinu, peraih Penghargaan Sebagai Ilustrator Terbaik dalam rangka Mengilustrasikan Mutu Pendidikan Kesehatan yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Amerika Serikat, tahun 1992. Keberhasilan yang dicapai FSRD dikatakannya juga tak lepas dari komitmen di antara pimpinan struktural di fakultas dan dukungan dari struktural ISI Denpasar. Dalam memimpin, Made Rinu berprinsip tak menyalahkan siapsiapa. Kekurangan harus dilengkapi, yang salah diperbaiki, dan yang lebih dihargai dihormati diapresiasi. Rintangan pasti selalu ada, anggap itu sebagai bumbu penyedap untuk mengoreksi diri. –Inten Indrawati
Menikmati Peran Ibu Tak terasa tahun 2014 hampir berakhir, hanya tinggal be berapa hari lagi. Banyak hal telah terjadi di tahun ‘Kuda Kayu’ ini, baik itu suka maupun duka, menjadi catatan penting dalam perjalanan hidup setiap orang. Ada banyak harapan ‘digantungkan’ untuk tahun 2015, yang pasti se mua orang berharap apa yang dicapai di tahun 2015 menda tang akan lebih baik dari tahun ini.
I
ntan Nuraini, artis yang telah membintangi puluhan sinetron dan film ini, berharap hal yang sama. Selain berharap kehidupannya menjadi lebih baik di tahun depan, ia berkeinginan menambah momongan. “Anakku sudah besar sekarang. Aku berharap tahun depan dapat momongan lagi. Doain ya,” ungkap Intan di Kuningan, Jakarta, pekan lalu. Intan menikah dengan Donny Azwan Putra, 30 Oktober 2011 lalu. Dari pernikahan tersebut, mereka
dikaruniai seorang putra, Alrazi Rabbani Azwan yang lahir pada 5 Desember 2012. Berbeda dengan artis sibuk lainnya, wanita berlesung pipit ini menolak memakai jasa baby sitter. Ia ingin mengasuh sendiri putranya, menyaksikan anak tumbuh kembang di bawah pengasuhannya. Karenanya, ia mengaku, sesibuk apapun dirinya, tetap ada waktu untuk mengurus anak semata wayangnya itu. “Yang lebih utama adalah keluarga, anak. Karena itu kalau dapat pekerjaan pasti pertimbangan utama adalah keluarga, anak. Aku hanya mau ambil pekerjaan yang tidak menghar-
uskan berlarut-larut, tak jauh dari rumah. Kalaupun syuting atau talkshow misalnya, ya sesekali saja, aku belum ambil yang full,” kata pemeran sinetron ‘Catatan Hati Seorang Istri’, ini. Demi keluarga dan anak pula, Intan yang juga sempat berkiprah di dunia tarik suara, ‘cuti’ dari dunia hiburan. Setelah menikah, apalagi kemudian memiliki bayi, intensitas Intan di dunia yang membesarkannya itu, jauh menurun. Kiprahnya jarang terdengar. Meski rindu akting, rindu manggung, namun Intan mengaku lebih menikmati perannya sebagai seorang ibu.
Sudut Pandang
5 - 11 Januari 2015
Penyakit Noninfeksi “Naik Daun”
Kini sang anak akan berusia 1 tahun, ia berharap saatnya menambah momongan. “Semoga tahun depan,” katanya. BERHARAP JODOH TERBAIK Lain lagi dengan Tyas Mirasih, yang belum lama ini putus cinta dengan pesepakbola Syamsir Alam. Tak patah arang dengan jalinan kasih yang kandas, artis sinetron yang juga berkiprah di dunia modeling ini mengaku, berharap tahun depan akan mendapat pacar baru. Tentu saja, bukan hanya soal jodoh yang diharapkan muncul di tahun 2015 tapi juga kehidupan dan perjalanan kariernya di dunia hiburan makin baik. “Aku berharap pekerjaan
Tyas Mirasih
makin baik, lancar, juga kesehatan yang baik. Pokoknya semua yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar, itu yang aku harap. Kalau soal jodoh, nggak usah ditanya, itu sudah pasti berharap dapat jodoh tahun depan…ha…ha…ha…Semoga mendapat jodoh terbaik,” kata gadis cantik kelahiran April 1987 ini sumringah. Untuk tahun baru ini, Tyas mengaku, tak ingin bekerja. Waktu liburan tahun baru ini akan digunakannya untuk berkumpul bersama keluarga, liburan ‘bareng’. “Jadi tahun baru ini fokus liburan. Semua pekerjaan sudah selesai, FTV juga sudah kelar, jadi sekarang giliran libur bareng keluarga,” ucap pemeran film ‘Setan Budeg’ ini. –Diana Runtu
penyakit yang sedang mewabah di luar negeri, terutama penyakit yang disebabkan virus yang mudah sekali menular lewat perantara. Beberapa penyakit seperti flu burung, flu singapura, flu babi, SARS, MERS-Cov, legionella, ebola, merupakan penyakit virus yang mematikan.
Tahun 2015 sudah mulai dijalani. Banyak hal yang menjadi “pekerjaan rumah” sisa tahun 2014 atau hasil evaluasi tahun 2014. Berikut ini sajian Tokoh mengenai harpan, target, dan tan tangan di tahun 205 yang dirangkum dari ber bagai bidang.
D
ari bidang kesehatan, angka kematian ibu melahirkan dan balita masih menjadi salah satu urgensi penanganan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Walaupun berada pada angka terendah di seluruh provinsi di Indonesia, namun penanganan terus dilakukan untuk meminimalkan kasus kematian ibu melahirkan dan balita. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, pekan lalu. Ia memaparkan, pada tahun 2012 jumlah kematian ibu melahirkan mencapai 63 orang. Tahun 2013 bisa diturunkan menjadi 49 orang, dan tahun 2014 menjadi 47 kasus. Penyebab kematian, karena sakit jantung dan asma. Isu yang juga masih menjadi perhatian serius, pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekskusif yang masih belum maksimal. Persentase pemberian ASI baru mencapai 72%, sehingga tahun 2015, masih menjadi fokus penanganan. Untuk angka kematian balita
dapat ditekan, dari tahun sebelumnya berjumlah 338 menjadi 333 balita tahun 2014. Sementara, kondisi gizi buruk balita masih berkisar 1,7 persen dari semua jumlah balita. Jumlah ini sangat kecil, namun, ia menegaskan, tetap menjadi fokus penanganan di tahun 2015. Salah satunya, dengan pemberian imunisasi dipermudah. Lima imunisasi dasar dijadikan satu. Sasarannya masih tetap bayi usia 0-12 bulan. Penyakit infeksi seperti HIV/ AIDS juga tetap menjadi isu terhangat. Berdasarkan data di bulan November, pengidap HIV/AIDS di Bali berjumlah 10.524. Diprediksi terjadi 100 kasus per bulan. “Hal ini juga menjadi tantangan di tahun 2015,” ujar dr. Suarjaya. Ia menyatakan, ke depan, beberapa penyakit noninfeksi juga mulai “naik daun”. Hal ini erat sekali kaitannya dengan pola hidup yang kurang sehat dari masyarakat. Penyakit kencing manis, stroke, dan kanker akan meningkat. Sementara, agar kasus rabies
Berkreasi dan Menambah Usaha Baru
Intan Nuraini
19
Dalam sebuah perbicangan, Made Asri Restuastuti, S.P. mengatakan perkembangan wanita Indonesia dalam bidang usaha mandiri sangat luar biasa. Melalui Iwapi, organisasi yang diikutinya, perkembangan itu bisa terukur dari pertambahan jumlah anggota. Sekretaris Iwapi Kota Denpasar ini juga menyampaikan tahun 2015 Iwapi ingin mewujudkan 1 juta pengusaha wanita. Melalui misinya pula Iwapi tak henti mengangkat kaum wanita Indonesia, dari pengusaha lemah sampai menjadi pengusaha tangguh. Sebagai seorang pengusaha dan aktivis Iwapi, Asri mengatakan dirinya akan selalu menggunakan semua peluang yang ada di sekitarnya dan tidak pernah takut bersaing. “Tentunya dengan senantiasanya menyertakan doa di setiap langkah,” tegasnya. Tahun ini Asri yang pemilik Indah Asri Dried Flower, berupa kerajinan berupa bunga-bunga kering ini, ingin meningkatkan karyanya dan berinovasi mengembangkan usahanya. “Maunya bisa ekspor lagi. Kemudian menciptakan kreasi baru dari bahan-bahan yang sudah ada ataupun bahan –bahan yang baru,” katanya Selain itu, Asri juga ingin melakukan pengembangan usaha de ngan membuat aksesoris dari bahan batu-batuan. Harapannya pada pemerintah, dapat lebih memperhatikan pengrajin UMKM, dengan sarana untuk promosi dan pemasaran yang lebih banyak lagi. –Sri Ardhini
dr. Suarjaya
tidak terulang kembali, program yang perlu dilakukan adalah mengendalikan populasi anjing. Untuk itu, Diskes akan bekerja sama Dinas Peternakan. Tahun 2015, anggaran untuk pengadaan vaksin antirabies VAR berkisar Rp 6-8 miliar. Tantangan ke depan, Bali sebagai daerah wisata juga rentan terhadap ancaman beberapa
AKREDITASI PUSKESMAS Sejak tahun 2011 sudah diimplementasikan sesuai sistem penanganan dunia, agar virusvirus yang sedang mewabah di luar negeri, tidak sampai menjadi kejadian luar biasa di Indonesia dan Bali khususnya. Walaupun prosentasi kejadian tersebut, masih minim, tapi pencegahan terus dilakukan. Misalnya, warga yang datang dari negara yang sedang terjadi wabah penyakit, diperiksa dan dipantau kesehatannya dalam kurun waktu tertentu. Itu salah satu cara pencegahan. Untuk itu, tantangan di tahun 2015, adalah mendorong rumah
sakit pemerintah maupun swasta untuk mendapatkan akreditasi paripurna. Selain itu, memperkuat garda terdepan yakni puskesmas sampai di tingkat desa. Puskesmas juga direvitalisasi. Puskesmas mempunyai fungsi sebagai promosi kesehatan. Pelayanan dan pengobatan itu hanya merupakan bagian. “Revitalisasi puskesmas bertujuan untuk meningkatkan mutu, edukasi disamping bisa juga untuk menyembuhkan. Untuk tahun 2015, akan dilakukan akreditasi puskesmas seluruh Bali. Puskesmas harus bisa mengobati 155 penyakit. Itu target ke depan,” kata dr. Suarjaya. Tantangan lainnya, adalah menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang profesional, sistem pembiayaan yang mudah, dan peningkatan akses dan kulitas pelayanan kesehatan, seperti membangun rumah sakit di Nusa Penida dan Buleleng. Menambah mobil ambulan di Buleleng, Karangasem, dan Klungkung. –Wirati Astiti
Dinamika Revolusi Mental Sudah menjadi kebiasaan umum dilakukan ketika tahun baru, adalah masing-masing orang memiliki resolusi (pencapaian) yang menjadi harapan dan target memasukai tahun yang baru saja datang. Dari kalangan birokrat misalnya, resolusi yang ingin diraih tentu saja kesuksesan dalam bidang tugas yang diemban masing-masing. Drs. H.L. Gita Aryadi, M.Si, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggadang resolusi akan terealisasikannya Mandalika Resort yang telah ditetapkan oleh Presiden RI sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui PP No. 52 Tahun 2014. “Setelah terbitnya PP 52/2014 tentang KEK Mandalika dan Kepres 46/2014 tentang Dewan Kawasan KEK Mandalika maka Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dituntut melakukan akselerasi (percepatan) pembangunan di kawasan yang nyaris dua dekade terabaikan itu,” ungkapnya. Dengan dua payung hukum dan kebijakankebijakan teknis lainnya sebagaimana diatur dalam UU no 39/2009 tentang KEK, maka diharapkan tahun 2015 arus investasi ke NTB khususnya ke kawasan Mandalika akan tumbuh signifikan. Selain resolusi baik akan bidang tugas yang ditanganinya, Gita Aryadi juga memiliki resolusi pribadi sebagai seorang birokrat yakni, meningkatkan kinerjanya di tengah dinamika revolusi mental yang sedang dan akan terjadi di negeri ini. Kasat Pol PP NTB, Ibnu Salim, S.H., memiliki resolusi di tahun 2015, agar Satpol PP NTB dapat terus mempertahankan dan tingkatkan kemampuan personil dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, sehingga dapat berkontribusi maksimal
bagi pencapaian pembangunan daerah NTB dengan target lebih memperkuat kemitraan dengan TNI dan Polri termasuk di seluruh kabupaten/ kota. Karena dengan kemitraan dan keterpaduan yang membuat efektifitas penanganan persoalan di lapangan dapat berjalan baik. Termasuk juga melakukan penguatàn personil dengan meningkatkan kemampuan berkomunikasi dàn berinteraksi yang menjadi salah satu penentu keberhasilan program pemerintàah di daearah terlebih masalah keamanan dan ketertiban. Keberhasilan Provinsi NTB meraih penghargaan MSGs dua kali berturut-turut di tahun 2013 dan 2014, membuat Ir. H. Rosiady H.Sayuti M.Sc.Ph.D., Asisten Tata Praja dan Aparatur Setda Provinsi NTB Provinsi NTB memiliki resolusi dengan target di tahun 2015, Provinsi NTB dapat mempertahankan MDGs Award dan Pangripta Nusantara untuk ketiga kalinya. Harapan lain adalah adanya peningkatan grade di bidang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dari C ke minimal B. Demikian pula dengan harapan peningkatan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dari rangking 18 ke 10 besar. Pun secara pribadi ia menetapkan harapan senantiasa dapat melaksanakan tugas lebih baik lagi dan kinerja SKPD yang dikoordinir bidang ini lebih meningkat lagi. Secara singkat, Kepala Bakorluh NTB, Husnanidiaty Nurdin, menyampaikan target utama melatih para penyuluh agar lebih pintar, memantapkan kelembagan petani dengan harapan agar terjadi peningkatan kesejahteraan petani, menjadi resolusinya di tahun 2015 ini. Sebagai birokrat ia juga memiliki resolusi pribadi memaksimalkan tugas pokoknya dalam mendukung dinas-dinas yang ada di Provinsi NTB. -Naniek I. Taufan
Kreasi
18
5 - 11 Januari 2015
Tradisi Budaya “Perang” di Karangasem Karangasem kaya seni budaya yang unik dan menarik. Hal itu terlihat saat tampil bareng dalam ajang yang dibalut dalam Parade Budaya Karangasem belum lama ini di halaman GOR Gunung Agung Amlapura. Berbagai tradisi seni budaya khas dari masing-masing 8 kecamatan tampil. Beberapa tradisi budaya “perang” ditampilkan diantaranya, perang api, perang ketupat, perang rotan, ada Sanghyang Jaran, kisah sejarah, dan tradisi seni budaya lainnya yang tak kalah menariknya.
Sanghyang Jaran Putih
“Perang” Ketupat
Tradisi “perang” ketupat yang disebut Mesantalan ada di Desa Apit Yeh, Kecamatan Manggis. Prosesi mesantalan merupakan upacara Dewa Yadnya dan Bhuta Yadnya. Kata mesantalan yang berasal dari kata santal yang masyarakat setempat diartikan sabat (lempar). Mesantalan berarti saling lempar antara lawan yang satu dengan yang lain dengan menggunakan sarana ketupat sebagai luapan rasa gembira karena panennya berhasil baik. Sebelum upacara mesantalan dimulai, dilakukan upacara mecaru yang bertujuan untuk menetralisir kekuatan bhuta kala agar menjaga ketentraman masyarakat di Desa Pakraman Apit Yeh. Setelah itu barulah dilanjutkan oleh warganya laki-laki
muda maupun orang tua melaksanakan acara mesantalan dalam wujud “perang” ketupat. Antara lawan yang satu dengan lawan yang lain saling lempar begitu sengit sampai ada yang kena, meski demikian diantara mereka menyelingi derai tawa saat “perang”. Diantara mereka berusaha saling lempar membenturkan ketupat ke tubuh lawan, bergerak-gerak mencari peluang untuk melempar lawan. Mereka tidak ada yang dendam, sampai ketupat yang mereka bawa hancur dan habis semuanya di pakai melempar lawan. Akhirnya “perang” ketupat selesai, kemudia dilanjutkan dengan meprani yaitu makan bersama dengan bersuka ria. Sejarah mesantalan diawali dari kepercayaan pada masyarakat Desa Apit Yeh, bahwa perkawinan putri Bhatara Dalem Desa Selumbung dengan putra Bhatara Dalem Desa Apit Yeh. Pada saat putri Bhatara Dalem Selumbung akan meninggalkan Puri Desa Selumbung dan akan menempuh perjalanan yang cukup jauh, maka Bhatara Dalem Desa Selumbung memberikan bekal ketupat sebagai wujud kasih sayang terhadap putrinya, namun sampai di Desa Apit Yeh ketupat tersebut dilemparkan dan dibagi-bagikan kepada masyarakat. Pelemparan ketupat tersebut merupakan berkah membawa kemakmuran tersendiri bagi masyarakat Desa Apit Yeh sehingga setiap tilem sasih Kedasa upacara mesantalan digelar oleh masyarakat Desa Apit Yeh.
“Perang” Rotan Plak, plak, plak, cebet, cebet. Begitu suara pukulan sebatang rotan membentur ende (perisai) dan sekali-kali menerpa tubuh lawan. Meski tubuhnya terkena pukulan rotan, mereka merasa gembira dan sembari menarinari kegirangan. Sementara suara gamelan baleganjur bertalu-talu sebagai pengiring memanaskan suasana ”perang”. Penonton pun sorak-sorai memberikan semangat. Mereka bertanding satu lawan satu. Sebatang rotan sebagai alat pemukul panjangnya sekitar satu meter. Sedangkan alat penangkisnya sebuah perisai bergaris tengah 60 cm terbuat dari lapisan kulit sapi kering yang terikat pada bingkai kayu.
Cara ”perang” mereka sangat menarik dan mengerikan, karena berduel satu lawan satu memakai alat pemukul dari rotan tanpa mengenakan baju hanya pakai busana kain adat saja. Tak pelak cucuran darah tubuhnya/kepala akan mengalir karena pukulan sebatang rotan, paling tidak bekas memar akan membekas setiap pukulan rotan itu mendarat di punggungnya apalagi Gebug ini dimainkan di bawah terik matahari. Atraksi Gebug umumnya dilakukan masyarakat Desa Seraya, Kecamatan Karangasem di selasela istirahat kerja di ladang pada siang/sore hari biasanya saat akan menjelang musim tanam di ladang. Masyarakat pendukungnya mempercayai, kalau permainan Gebug
salah satu pemainnya sampai mengeluarkan darah dari pukulan rotan maka ada kemungkinan hujan akan cepat turun. Singkatnya, menurut kepercayaan masyarakat Seraya, permainan Gebug digelar di wilayah desanya ini untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa agar hujan segera turun untuk keperluan pertanian dan konsumsi. Diakui memang tidak selalu sehabis atraksi Gebug hujan akan spontan turun, sebab turunnya
Selain di Desa Seraya dikenal Gebug, juga ada kegiatan ritual Sanghyang Jaran Putih. Meski Sanghyang Jaran belum sepopuler tradisi Gebug, tetapi Sanghyang Jaran Putih cukup menarik untuk disaksikan karena kedua penunggang Sanghyang Jaran yang terbuat dari kayu tersebut mengalami trance menerjang serta menginjak-nginjak bara api dari sekam yang dibakar. Dari sebuah sumber, adanya ritual Sanghyang Jaran terkait dengan historis tradisi Gebug Seraya. Awalnya sekitar abad ke-17, Raja Karangasem yang dipimpin oleh Raja I Gusti Anglurah Ketut Karangasem melakukan ekspansi perang Gumi Sasak. Para ksatria Seraya yang dikenal kuat, kebal dan gagah berani oleh Raja Karangasem dipilih sebanyak 40 orang yang lebih dikenal dengan soroh petang dasa untuk dijadikan sebagai pasukan inti, dengan diiringi pasukan dari masyarakat desa di wilayah Karangasem diantaranya Bugbug, Timbrah, Asak dan Jasri. Sebelum melaksanakan perang, pasukan perang dari Desa Seraya melaksanakan upacara mohon restu kepada Sanghyang Ananta Boga yang dipuja di Pura Puseh Desa Seraya melalui upacara Dewa Seraya. Dengan, iringan kidung “Masuara” dan tari Rejang Desa dimohonkan turunnya para dewa diiringi para bidadari dari kahyangan untuk ikut serta memberi restu kepada para pasukan perang Desa Seraya. Setelah diberikan kekuatan para prajurit mengalami trance dan melakukan tarian sesolahan Sumbu dengan diiringi oleh Gambelan Kendang Kempul, Dewa Ayu, dan Dewa Bagus Mas melakukan tarian disertai dengan masudukan (menusuknusukan) senjata keris kebagian tubuhnya. Tubuhnya kebal tidak terluka oleh tusukan keris. Perang ke bumi Sasak mulai dilaksanakan, dengan dipimpin “Sanghyang Jaran Putih” yang merupakan wujud Dewa Indra sebagai Puramdhara (penghancur benteng). Benteng pertahanan Gumi Sasak berhasil diterobos oleh Sanghyang Jaran Putih, disusul oleh serangan pasukan perang Kerajaan Karangasem dimana pasukan soroh petang dasa berada pada barisan perang paling depan. Sampai pada akhirnya Kerajaan Sasak dapat dikuasi oleh Kerajaan Karangasem. hujan tergantung kepada-Nya, paling tidak warga sudah berupaya memohon kepada yang kuasa. Atraksi ini biasanya berlangsung di tempat-tempat umum dengan mengundang lawan yang ada di desa sekitarnya termasuk Dusun Ujung Pesisi, sebuah kampung
“Perang” Api Tradisi budaya yang satu ini sangat mengerikan, perang api. Tradisi perang ini terdapat di Desa Saren, Budakeling, Kecamatan Bebadem, namanya materteran. Perang ini menggunakan serabut kelapa yang dibakar. Pelakunya laki-laki antar warga masyarakat banjar Saren tua maupun muda, tanpa mengenakan baju, hanya menganakan kain, saput poleng dan destar saja. Saat itu puluhan orang diantara meraka saling pukul bebas kepada peserta “perang”, aturannya hanya tidak boleh melempari sasaran kepala. Berakhirnya perang ini apabila serabut kelapa telah habis terbakar. Lebih mengerikan dan menegangkan lagi apabila dapat menyaksikan langsung materteran pada waktu pelaksanaan aslinya pada saat upacara piodalan di Pura Dalem Desa Saren pada tilem Kesanga. Materteran aslinya digelar tiga hari berturut-turut
pada sore menjelang malam hari, diawali dengan warga Desa Saren melaksanakan upacara persembahayangan di Pura Sege. Beberapa onggokan yang terdiri dari ratusan serabut kelapa telah disiapkan. Begitu warga selesai sembahyang, sepanjang jalan Desa Saren arah utara-selatan dipenuhi warga menyaksikan ajang perang tahunan. Bagi pelaku perang mulai menyulut serabut kelapa, lampu listrik rumah sepanjang jalan dimatikan, perang pun digelar diantara di kegelapan malam, hanya ada kilatan sinar serabut kelapa yang dibenturkan ke tubuh lawan. Sorak-
nelayan pinggir pantai Ujung yang penduduknya sebagain warga Muslim asal Pulau Lombok. Gebug dilakoni oleh baik anak kecil, dewasa maupun orang tua tak ketinggalan dalam mengadu kepintaran memainkan batangan rotan dan perisai. sorai penonton bergema menyaksikan pelaku perang terkena pukulan serabut. Menurut warga, tidak pernah ada kecelakaan berarti selama melangsungkan tradisi perang. Perang biasa berlangsung sampai 2 jam, dan berakhir sampai habisnya serabut kelapa. Materteran diselenggarakan sebagai simbol membuktikan ketangkasan bagi pria dan pembersih aura negatif dalam dirinya. –Pasek Antara
5 - 11 Januari 2015
Life
Story
7
Tragedi AirAsia QZ8501
Empat Pendiri [Option] Jadi Korban
Suasana tangis yang memenuhi Terminal T2 Juanda Surabaya
Duka mendalam bagi bangsa Indonesia menjelang tutup tahun 2014. Pesawat AirAsia yang terbang dari Surabaya ke Singapura mengalami hilang kontak Minggu (28 Desember 2014) dengan air traffic control pada pukul 07.24. Pesawat tersebut berangkat dari Surabaya pukul 05.36 dan diperkirakan sampai di Singa pura seharusnya pukul 08.30. Pesawat QZ8501 naas tersebut adalah Airbus A320-200 dengan nomer registrasi PKAXC. Jumlah penumpangnya 138 dewasa, 16 anak, dan 1 bayi serta 7 kru.
D
iantara para korban, terdapat para pecinta otomotif Surabaya. Mereka adalah David, Wira, Hendra dan Ganny. Keempatnya termasuk pendiri [Option], salah satu komuni-
tas mobil di Surabaya. Mereka berencana untuk liburan ke Singapura, namun David sempat ingin membatalkan kepergiannya. “Sabtu pagi itu, sebelum pesawat yang mereka tumpangi hilang. David sempat mengajak
saya untuk menemaninya pergi ke Yogya melihat mobil. Namun, saya tidak bisa karena saya
ada keperluan lain. Coba kalau saya bisa, pastinya kami sudah ke Yogyakarta dan si David batal ke Singapura,” ujar Andreas Stanley, rekan David. Hendra merupakan Ketua [Option] Surabaya, Wira wakilnya sedangkan David dan Ganny termasuk pendiri [Option]. “Mereka semua adalah senior dan orang penting di dunia modifikasi. Kami berharap ada kabar tentang keberadaan mereka,” kata Stanley lagi. General Manager PT Angkasa Pura Bandara Juanda, Trikora Harjo mengatakan, dari awal sudah membuka Crisis Centre untuk keluarga korban dan beberapa kali menggelar konferensi pers terkait insiden hilangnya pesawat AirAsia QZ8501. Ia menambahkan, saat ini keluarga penumpang penerbangan QZ8501 telah disiapkan penginapan di dekat Bandara Juanda
tkh/net
dengan dukungan petugas dari AirAsia untuk pemberian informasi. Setidaknya, hal ini bisa memberikan sedikit ketenangan bagi keluarga korban. Karena memang beberapa penumpang belum diketahui keberadaannya. Setelah ditemukannya beberapa jenazah, suasana Crisis Centre sudah terlihat sepi. Para keluarga korban diarahkan ke RS Bhayangkara Surabaya. “Ucapan duka pun diberikan beberapa pihak seperti Wali Kota Tri Rismaharini yang menghimbau masyarakat Surabaya untuk tidak merayakan tahun baru secara berlebihan. Beberapa dukungan bantuan dari instansi terkait seperti, kesehatan, Pelabuhan, psikolog, kepolisian membantu kesiapan Crisis Center dalam memberikan pelayanan kepada keluarga penumpang,” jelasnya. -Diyah
Bunda & Ananda
8
5 - 11 januari 2015
Dewi Suarjani
U
sia Aksha baru dua tahun, tetapi ia sudah bisa memilih pakaian. “Akhsa suka pakaian yang bercorak motor, terutama motor cross. Dia pun bisa memilih baju seperti yang dipakai ayahnya,” ujar Ratih, ibu Aksha. Penampilan Aksha pun sering diunggah Ratih di jejaring sosial. Pose yang menggemaskan ini sering mengundang komentar dari beberapa temannya. Ratih pun pernah mengikutkan Aksha dalam festival endek dan buah hatinya ini menjadi peserta termuda. Soal ukuran, Ratih tak terlalu masalah karena tubuh Aksha termasuk ukuran standar dan
pakaiannya mudah ditemukan di toko-toko pakaian anak. “Orangtua memang punya peran dalam mendandani anak karena orangtua tahu kesukaan anak,” ujarnya. Sementara itu, Rika yang memiliki putri kembar, Karina dan Kirana mengaku dirinya yang dominan menentukan gaya fashion putrinya. “Bagi kami, comfortable nomor 1 sedangkan trend nomor 2. Anak-anak suka kartun Disney dan Korean style,” ungkapnya. Rika menambahkan sejauh kedua putrinya ini tidak pernah protes karena mereka juga dilibatkan dalam pemilihan style dan warna pakaian. Tuntutan fashion hanya sebatas pemilihan gambar yang mereka suka, misalnya sekarang mereka lagi kena “Frozen attack” jadi baju, tas, sepatu diupayakan bergambar Putri Elsa dan Putri Anna. “Mendandani satu anak cewek saja rasanya senang apalagi mendandani kembar cewek rasanya luar biasa menyenangkannya. Dukanya adalah sering kali ada baju yang cute tapi stok atau ukurannya hanya pas di satu anak… akhirnya bajua nggak jadi dibeli, padahal lucu dan sayang kalo nggak dibeli,” tuturnya. Untuk urusan rambut, orangtua kadang memilihkan mode yang sedang trend. Hal ini dilakukan Dewi yang sering mencari referensi dari internet. “Trend rambut anak kadang mirip dengan trend rambut orang dewasa. Biasanya kalau ada public figure yang punya tatanan rambut rambu, pasti cepat diikuti,” ujar ibu satu putra ini. Ia mengatakan untuk urusan
Karina dan Kirana
Seperti perkembangan dunia fashion yang terus mengalami perubahan, tren arsitektur juga mengalami perubahan baik dalam segi konsep desain, pemilihan bahan dan warna, serta konsep desain interior yang akan diterapkan.
rambut, tinggal bilang ke tukang cukur langganan putranya. Mau model apa, bisa dibuatkan. Namun, kadang mood si anak juga mempengaruhi. Kalau mood sedang bagus, ia rela menunggu giliran potong rambut dan suka dengan model yang dipilihkan. Tetapi, kalau sedang tidak mood, mau di ajak ke tukang cukur saja tidak mau. KORBAN MODE Bergaya dengan busana bukan hanya monopoli orang dewasa. Apalagi gerai busana untuk anak supoaya bisa modis dan gaya, sekarang makin banyak. Menurut Dewi Suarjani, salah seorang desainer, anggota APPMI Bali, ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam memilih pakaian untuk anak . “Catatan yang utama atau yang perlu diingat adalah pakaian anak-anak, bukan pakaian orang dewasa yang berukuran kecil. Anak-anak tidak sepantasnya dipakaikan baju dewasa atau baju yang berkesan dewasa seperti tank top atau halter neck, hot pants atau sepatu berhak tinggi,” ujarnya mengingatkan. Anak-anak perlu diajarkan untuk memakai baju yang sopan dan sesuai umur mereka. Jika di rumah, boleh saja anak memakai kaus singlet atau celana pendek. Namun, saat keluar rumah, alangkah baiknya membiasakan
“N
Aksha
mereka sejak dini mengenakan pakaian yang sopan. Ada baiknya juga mulai mengenalkan kualitas pada anak-anak, bukan merek. Memang, memakai produk fashion bermerek dengan pertimbangan jaminan kualitas bagus. Dewi mengatakan tidak perlu menanamkan kepercayaan diri dan gengsi anak dengan benda bermerek, sebab hal ini bisa menjadikan mereka korban mode ketika besar nanti. Tidak ada salahnya juga mengajarkan anak menyukai produk– produk buatan lokal atau Indonesia. seperti endek juga sekarang banyak warnanya yang segar dan
cocok untuk anak-anak. Meski secara umum baju anak lebih simple, namun bukan tidak berarti mendesain baju anak menjadi lebih mudah dilakukan sebab yang sering terjadi orangtua selalu terlibat dalam memilih model dan warna saat membelikan baju untuk anak. “Intinya baju anak mesti mengesankan kalau baju tersebut untuk anak-anak, bukan yang biasanya dipakai orang dewasa. Sesuai sifat anak yang selalu ceria dan banyak bergerak. Baju anak juga harus punya karakter sendiri nyaman dan memberikan ruang gerak yang luas saat dikenakan,” ujar Dewi Suarjani. –Ngurah Budi/Sri Ardhini
amun, sepertinya untuk tren arsitektur 2015 masih didominasi oleh asitektur minimalis dengan beberapa penambahan ornamen, permainan batu alam ataupun penambahan unsur kayu serta permainan warna. Permasalahan lahan menjadi kendala utama dalam mewujudkan hunian, sehingga membuat orang berpikir untuk membuat rumah yang simpel dan modern tetapi tetap nyaman untuk dihuni,” ungkap I Gst Agung Bagus Arimbawa, S.T.,M.T. Gaya arsitektur minimalis yang simpel dan praktis masih menjadi benang merah dalam tren rancan-
gan arsitektur 2015 dengan penambahan ide-ide segar yang dapat menjadi acuan dalam mendesain hunian yang dikehendaki. Ide-ide segar tersebut antara lain: 1. Organisasi ruang yang sederhana dan efisien Perencanaan peletakan ruang secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap besarnya biaya konstruksi. Ruang-ruang yang yang fungsinya bersinggungan, seperti ruang makan dan dapur ataupun kamar tidur dan kamar mandi, sebaiknya diletakkan dengan jarak yang berdekatan. Bahkan, jika memungkinkan ruang tersebut dapat digabungkan menjadi satu ruang multifungsi.
Konsep ruang multifungsi yang biasa disebut dengan open plan merupakan salah satu cara untuk menekan biaya pembangunan. 2. Green architecture Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat menjadi tren asitektur 2015, dimana sebagian besar wilayah kita berada di daerah tropis, sehingga pemanfaatan cahaya dan sirkulasi udara alami dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam desain. Potensi ini dapat dimanfaatkan sebagai pencahayaan alami di siang hari, sehingga mengurangi titik lampu dan pemakaian AC. 3. Penggunakan konstruksi minimal Biaya struktur dan konstruksi dapat memakan hampir setengah dari total biaya membangun sehingga sistem struktur yang menjadi tren 2015 adalah sistem struktur modular. Sehingga tidak ada biaya tambahan karena sistem struktur yang tidak efisien. Pengulangan sistem struktur yang modular beru-
Nasi Kuning
membawa biji padi merah dan burung puter membawa biji padi kuning. Sebelum menyerahkan biji-bijian itu kepada manusia, keempat burung itu hinggap di sebuah cabang pohon. Lima orang pemburu bersaudara yang lewat di bawahnya berniat untuk menembak burung-burung itu. “Tar, tar, tar, tar,….!” Tembakan si Bungsu tepat sekali mengenai tembolok keempat burung itu. Ketika tembolok burung puter jatuh di tanah, tercium bau yang sangat harum dan sedap. Bau harum dan sedap itu adalah biji padi kuning yang berhamburan. Kelima pemburu itu berebutan memakan biji-bijian itu sampai habis. “Nyam, nyam, nyam…,” katanya sambil membuang kulit biji tersebut. Nah, itulah sebabnya sampai sekarang manusia tidak punya beras kuning. Mereka hanya punya beras putih, merah dan hitam. Namun keinginan manusia untuk menikmati nasi kuning tidak pernah hilang. Terpaksalah manusia mula-mula menanak nasi putih, lalu mencampurnya dengan warna kuning. Warna kuning dibuat dari umbi kunir atau kunyit. Konon, kunyit itu tumbuh dari kulit biji padi kuning yang dimakan habis oleh kelima pemburu itu. Kulit biji yang dibuang itu lalu tumbuh menjadi kunyit.
Permainan fasad rumah dengan unsur kayu dan batu alam
lang dapat meminimalisasi biaya. 4. Banyak Unsur Natural Tren minimalis 2015 akan lebih mendekati gaya natural dan sedikit terkesan rustic. Jangan kaget dengan semakin banyaknya pemanfaatan unsur kayu dan batu alam dalam fasad bangunan sebagai dekorasi dan sebagai pembentuk struktur bangunan. 5. Desain eksentrik Tren arsitektur minimalis 2015 akan banyak muncul dalam pengolahan fasad atau tampak bangunan. Kini rumah minialis hadir dalam desain yang unik, tetap mengetengahkan konsep simpel, tetapi dalam bentuk dan sentuhan yang tidak biasa. 6. Warna- warna cerah Tren permainan warna di tahun 2015 akan semakin berkembang, dimana warna pilihan yang menjadi standar rumah biasanya seperti warna putih ataupun cream dan abu, akan digantikan dengan permainan warna-warna cerah seperti, merah, kuning ataupun warna biru.
Mendongeng Lima Menit
Zaman dahulu manusia penghuni bumi ini sangat bodoh. Batara Guru yang bersemayam di surga menugaskan dewa-dewa Made Taro untuk mengajar manusia. Maka turunlah dewa-dewa itu. Ada yang mengajarkan industri, kesenian, budi pekerti, dan pertanian. Di bidang pertanian, manusia diajar mengolah tanah, membajak dan menanam umbi-umbian beserta memetiknya. Suatu ketika seorang manusia bertanya kepada Dewa Pertanian. “Maaf, junjungan hamba! Kami dengar di surga ada sejenis tanaman yang dinamakan padi. Sudi kiranya junjungan hamba mengirimi kami bibit padi. Terus terang, kami sudah jemu makan singkong dan ketela rambat.” Permohonan manusia itu dipenuhi oleh Batara Guru. Beliau lalu memerintahkan Dewi Sri untuk memenuhi kebutuhan manusia itu. Dewi Sri pun segera mengirim empat ekor burung kesayangannya mengangkut biji-biji padi ke bumi. Biji-biji padi itu disimpan dalam tembolok masing-masing burung. Burung perkutut membawa biji padi putih, merpati hitam membawa biji padi hitam, sugem
17
Minimalis yang Eksentrik
Nyaman Nomor 1 Tren Nomor 2 Penampilan anak-anak sekarang sangat fashionable. Mulai dari pakaian hingga tatanan rambut dibuat modis. Orangtua sangat berperan dalam mendandani anaknya. Banyak orangtua yang gaul dan memajang foto anaknya di jejaring sosial.
Griya
5 - 11 januari 2015
Memaksimalkan unsur pencahayaan alami pada bangunan
Roof garden sebagai pengganti halaman
7. Inspirasi Roof garden dapat menjadi pilihan tren arsitektur 2015,
I Gst Agung Bagus Arimbawa, S.T.,M.T.
mengingat keterbatasan lahan yang ada, sehingga atap rumah dapat difungsikan sebagai halaman untuk tempat bersantai bersama keluarga. Basement juga dapat menjadi pilihan dalam mendesain, dengan penempatan ruang-ruang seperti garase, gudang dan ruang servis. “Demikian beberapa ide segar yang dapat menjadi tren arsitektur 2015. Semoga menjadi masukan dalam mewujudkan rancangan hunian Anda,” tandas Arimbawa, owner Crea Bali Mandiri Architecture Consultant & General Contractor ini. –Inten Indrawati
Permainan batu alam pada fasad bangunan
Edukasi
16
5 - 11 Januari 2015
Pemerintah Harus Tegas Sepanjang tahun 2014, ada beberapa isu menonjol yang menyeruak di dunia pendidikan. Salah satunya yang masih hangat diperbincangkan adalah tentang kurikulum. Kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan yang memberikan pilihan kepada masing-masing sekolah untuk meng aplikasikan kurikulum 2006 (KTSP) atau kurikulum 2013, dinilai pengamat pendidikan Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., suatu tindakan yang ragu-ragu.
“P
emerintah seharusnya tegaskan saja memakai kurikulum yang mana. Dengan kebijakan yang kesannya ragu ini, sekolah bisa saja tetap menjalankannya tetapi hasilnya nanti pasti tidak maksimal. Ini dampak dari Kasek yang bingung, guru bingung, terlebih murid-murid. Pemerintah terkesan lepas tanggung jawab,” ucapnya. Menurut Rektor IKIP PGRI Bali ini, pemerintah semestinya tegas menginstruksikan memakai salah satu kurikulum, karena baik kurikulum 2006 maupun kurikulum 2013 sama-sama bagus. Kurikulum 2006 atau lebih dikenal dengan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) penekanannya pada kompetensi siswa. Tak berbeda dengan kurikulum 2013 yang penekanannya pada penguasaan skill, yang embrionya juga KTSP. Isu kedua yang disorotinya adalah kekurangan guru/tenaga pendidik. “Di Kota Denpasar saja masih kurang, apalagi guru sekolah di desadesa,” ungkapnya. Karena itu, Made Suarta menyebut pengangkatan guru tak bisa ditawar
lagi. Ini dalam rangka peningkatan kualitas guru, sehingga tak ada lagi guru yang merangkap, seperti guru agama mengajar Bahasa Bali, atau guru Bahasa Bali mengajar Bahasa Indonesia. “Sudah jelas disiplin ilmunya berbeda. Akhirnya guru merangkap itu diperbolehkan karena kekurangan guru,” paparnya. Masalah ketiga, sarana prasarana. Jika berbicara KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), kualitas bagi SMK yang mencetak tenaga siap kerja, sarana prasarana ini tak bisa diabaikan. “Selama ini sarana sudah ada, tetapi perlu dimaksimalkan,” ujarnya. Dalam rangka peningkatan kualitas itu juga diharapkan lebih sering diadakan workshop-workshop untuk guru. “Dengan guru sudah mengikuti workshop dan sarana prasana terlengkapi, guru akan mengajar sesuai disiplin ilmunya, sehingga tak ada alasan kualitasnya tak meningkat. Jika tidak, berarti ada kesalahan prosedur,” cetusnya.
Satu masalah lagi yang diangkat Made Suarta, terkait dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Ia yang beberapa periode pernah menjabat Ketua Komite di SD mengungkapkan penggunaan dana BOS yang digulirkan pemerintah tak cukup untuk operasional sekolah. “Jika hanya bergantung dengan dana tersebut, kegiatan sekolah tidak bisa berjalan maksimal. Bahkan, ada beberapa kegiatan yang terhenti karena ketiadaan dana operasional untuk intra dan ekstra sekolah. Dengan kondisi begini, kualitas jadi menurun,” ucapnya. Melihat fakta di lapangan, untuk ke depannya, Made Suarta mengatakan akan lebih baik jika dana BOS dikaji lagi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Ia juga menyentil wacana “Pendidikan Gratis” yang sempat digaungkan pemerintah. Karena realitanya, pemerintah tak bisa mem-backup semua kegiatan intra dan ekstra sekolah. Sementara masyarakat khususnya orangtua murid sudah terlanjur terpatok pada kata “gratis”, sehingga sekolah-sekolah pun dilema melakukan pungutan sekolah untuk tujuan peningkatan kualitas tersebut. –Inten Indrawati
Pesona Pulau Menjangan Pulau Menjangan adalah tempat dengan pantai berpasir putih dan memiliki keindahan bawah laut. Pulau yang berada di Utara Taman Nasional Bali Barat ini termasuk bagian dari Desa Sumber Klampok, Grokgak, Buleleng. Luasnya 175 hektare.
U
ntuk mencapai pulau ini menggunakan boat, sekitar 30 menit dari pelabuhan Lalang. Dari atas boat akan terlihat hamparan bukit yang mengagumkan di Selatan dan Barat pantai. Di pulau tak berpenghuni ini, konon menjangan ada tapi populasinya sangat
kecil. Yang menarik justru aktivitas menyelamnya. Dari beberapa informasi disebut-sebut kegiatan penyelam pertama dilakukan pada tahun 1978. Sejak itu Pulau Menjangan menjadi salah satu lokasi menyelam dengan taman laut terlengkap di Bali. Saat Tokoh berkunjung ke pulau itu, nampak sekelompok anak-anak muda tengah asyik menyelam.
Salah satu tujuan orang ke pulau ini adalah melakukan tirtayatra. Di pulau ini ada Pura Taman atau Beji; Pasraman Agung Brahma Ireng/Ratu Patih Lingsir Kebo Iwa; Pagoda Agung Dewi Kwan Im. Tak jauh dari Pagoda Dewi Kwan Im ada Pendopo Ida Betara Lingsir Dalem Gajah Mada/Hyang Wisnu Murti yang bernuansa Jawa, mulai dari bentuk atap hingga ukiran pintu atau joglo di depan pelinggih. Pemedek yang sembahyang
di sini, mendapatkan augerah benang tridatu berwarna merah, hitam dan putih, lambang Tri Murti. Selanjutnya ada Pura Sang Hyang Siwa Pasupati, dengan gaya arsitektur Bali; Pelinggih Ida Betara Lingsir Watu Renggong, yang di dalamnya terdapat tulisan Ida Betara Lingsir Airlangga; dan yang terakhir terdapat pelinggih Sang Hyang Ganesha. Perjalanan ke Pulau Menjangan, adalah perjalanan menyenangkan, sebab selain melakukan persembahyangan juga menjadi rekreasi yang unik. Bagi Anda yang ingin ke sana, jangan lupa membawa topi, air minum dan kamera untuk dokumentasi. Apalagi bagi penggemar fotografi, dijamin akan memperoleh gambar yang indah dan menarik untuk diabadikan. – Sri Ardhini
5 - 11 januari 2015
Semarak Denfes ke-7
9
Wujud Ragam Kreativitas Budaya Kota Denpasar Diawali dengan atraksi 1.000 topeng oleh anak-anak dan seniman Kota Denpasar, juga persembahan tari, tabuh, marching band, hingga Rare Bali dari Penggak Men Mersi dan diakhiri juga dengan berbagai penampilan kreativitas seni sekolah dan kampus di kota Denpasar, menjadikan Denpasar Festival (Denfes) berhasil mengisi kenangan di pengujung tahun 2014.
D
enfes yang mengusung tema” Dharma Cipta Maha Budaya” dan terlaksana selama empat hari ( 28-31 Desember 2014), sebagai penyatuan semangat dan gairah kreativitas warga menorehkan catatan tersendiri, dengan semakin meningkatnya animo masyarakat yang datang langsung. Beragam sajian kreativitas, mulai dari aneka kerajinan tangan seperti hiasan rumah, cindera mata, kipas, tas, kain tenun, hingga kerajinan topeng. Begitu pula kulinernya, dari nasi jinggo sampai burger dan tak ketinggalan pula seni pertunjukan tradisi maupun kontemporer melalui tiga panggung yang tersedia, sepenuhnya dipersembahkan untuk masyarakat. Seperti suguhan kuliner, juga menjadi bagian yang dicaricari di setiap ajang Denfes. Sebanyak 85 stan kuliner yang dipusatkan di Barat Catur Muka, sejak awal Denfes setiap hari selalu ramai pengunjung, bahkan menjelang malam dipastikan semakin padat. Hal ini bukan hanya karena di sana bisa diperoleh beragam jenis sate, namun juga para pedagang sangat kreatif memberi nama menu mereka. Seperti yang dilakukan stan Bli Bali Vegan In A Box yang me nyertakan nama-nama pemain Mahabaratha dalam menunya, di antaranya; Nasi campur cinta, Nasi jinggo krisna, Nasi sela pandawa, Burger blunder duryudana, Hotdog love sengkuni, Tipat belayag arjuna. Sedangkan yang lainnya di kawasan Jalan Kresna jejeran pedagang jajanan, salah satunya Warung
Candra, menyediakan Jaje Johnson. Menurut Jango Pramartha, acara Denfes tergolong cukup berhasil. Apalagi melihat pengunjungnya setiap tahun selalu meningkat. “Sebab, festival dunia yang gaungnya besar itu pe ngunjungnya sedikit,” cetusnya. Dikatakannya, meski ada yang menghujat Denfes, mungkin karena macet, namun Denfes ditunggu-tunggu kehadirannya. “Yang menunggu inilah yang lebih banyak,” lanjutnya. Terlebih katanya proses munculnya kreativitas yang art, mart dan smart tersebut dari berkumpulnya energi positif tokoh Denpasar dari berbagai unsur. “Jadi wajar ditunggu dan diapresiasi. Hanya satu catatan untuk kuliner, mungkin soal kemasannya masih sangat memerlukan perhatian,” katanya. Sementara Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, merasa bangga terutama melihat kreati vitas anak-anak muda yang menyadari bahwa mereka juga wajib ikut mempertahankan, menjaga, serta melestarikan aset budaya tanpa harus ketinggalan zaman. Terbukti mereka yang memenangkan ber bagai lomba kreatif yang diselenggarakan Denpasar Desain Centre serangkaian Denfes, semuanya luar biasa. Mulai dari desain motif endek hingga lomba IT, dimana mereka berhasil menciptakan produk memotret khusus untuk anak disabilitas. “Ternyata orang Bali pintar, ketika diberikan ruang dan kesempatan untuk berkreasi. Mereka mampu mengeluarkan potensinya,” katanya sambil meminta mereka yang sudah ada di dalam kegiatan kreatif ini terustermotivasi, berkarya dan berpretasi serta menjaga integritasnya. DARI WALI KOTA BANDUNG HINGGA WALI KOTA FREMANTLE Berbagai persembahan Denfes pantas jika disebut berhasil menggoda pengunjung, termasuk Wali Kota Bandung , Mochamad Ridwan Kamil, yang sempat mengikuti acara pembukaan Denfes. Ia bukan saja antusias melihat Denfes, namun lebih jauh tertarik untuk mempelajari tentang ekonomi kreatif yang selalu berpegang atau tidak lepas dari akar budaya. Lain lagi dengan Mr. Brad Pettit, Wali Kota Fremantle, kota budaya di Pert, Australia seperti yang dikutip Kartunis Bali Jango Pramartha, setelah berkeliling melihat penyatuan tradisi dan kontemporer di areal Denfes memberikan komentarnya “Great”. Bahkan menurut Jango yang hampir setiap tahun mendapat undangan dari Pert, Wali Kota Freamantle ini juga ingin mengundang Wali Kota Denpasar untuk datang ke Festival Pert. “Apalagi mengingat masyarakat Pert yang datang ke Bali setiap harinya mencapai 1.000 orang,” katanya. Sedangkan seorang koreografi kondang sekelas Ari Tulang dan presenter acara Just Alvin yakni Alvin Adam merasa senang ikut berbaur di tengah ramainya pengunjung Denfes. Mereka mengaku selain tertarik melihat keramaian yang ada, juga ingin mencoba kulinernya. Sementara Perancang Nasional Poppy Dharsono yang hadir langsung menyaksikan lomba busana kerja endek, menyatakan Denfes adalah program yang mampu mengangkat kearifan lokal. Ia sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah Kota Denpasar tersebut dan pantas untuk didukung dan diteruskan.
FOTO SELFIE & AJANG REUNI Hal menarik lainnya adalah ajang Denfes juga menjadi ajang reunian. Sepert i yang dikatakan Indrawati, ibu tiga anak dari Panjer, belum selesai ber tegur sapa dengan seorang teman lamanya ia mesti kembali melambaikan tangannya atas sapaan teman lainnya. Ia mengaku cukup banyak ketemu teman-teman lama lengkap dengan keluarganya . “Ternyata di Denfes seru juga, kami bisa reunian. Saling menyampaikan kabar terkini sekalian mengucapkan happy new year sambil makan-makan pula,” ucapnya. “Rupanya Denfes berhasil menggiring semua kalangan termasuk para penghobi ngopi. Mereka malah bisa mencoba kopi dari berbagai daerah di Indonesia,” lanjut Indrawati. Begitu juga dengan sekelompok anak sekolah yang nampak asyik menikmati santapannya di depan sebuah stan kuliner. Mereka mengaku sengaja janjian bertemu di Denfes. Nia salah seorang dari mereka, mengatakan mereka juga sekalian ingin tahu juga apa saja yang ada di Denfes. “Tamu dari luar kota saja pada ngomongin Denfes, masak kami anak muda Denpasar ndak tahu. Kami juga sekalian ngobrolin soal acara akhir tahun sambil mencicipi makanan yang ada. Kebetulan juga jenis hidangannya banyak. Kita bisa milih sesuai selera. Habis ini kami mau selfie lagi,” katanya menunjuk tongsis di meja sembari menyeruput es cendol yang digenggamnya. Begitulah setiap orang yang hadir di Denfes, memiliki tujuannya masing-masing. Ada yang memang datang ke stan kerajinan khusus berbelanja. Ada juga yang sengaja memboyong keluarganya untuk makan bersama. Dan,y ang tak kalah ramainya adalah foto selfie di beberapa tempat favorit seperti berfoto dengan background ikon Denfes di depan patung Catur Muka, foto boat tari baris tiga dimensi (3D) di depan stan pameran foto Denpasar Fotografer Community (DPC), hingga properti tong sampah yang bisa dibawa keliling seperti badut, dibuat stan milik penyanyi Nano Biroe pun menjadi rebutan untuk tempat berpose-ria. -ard
Bugar
10
5 - 11 januari 2015
Lensa Kontak Rigid Gas Permeable untuk Atasi Mata Silinder Oleh:
dr. Ariesanti Tri Handayani, Sp.M (K) Dokter Spesialis Mata RS Siloam Bali
S
elama ini kita cukup mengenal istilah softlens, yaitu suatu lensa kontak lunak yang diletakkan di depan kornea untuk membantu memperbaiki tajam penglihatan pada penderita kelainan refraksi seperti mata minus atau plus. Softlens sangatlah lunak sehingga nyaman digunakan karena mengikuti kelengkungan kornea. Namun, hal ini merupakan salah satu kelemahan softlens karena bentuknya yang lunak tersebut tidak dapat mengoreksi gangguan mata silinder yang cukup besar. Tak banyak orang tahu bahwa jenis lensa kontak tidak hanya softlens tetapi ada juga lensa kontak yang bentuknya lebih keras dan menggunakan bahan yang berbeda dengan softlens, yang dahulu disebut dengan hardlens, atau saat ini kita kenal dengan sebutan Rigid Gas Permeable Contact Lens (RGP-CL). Bahan RGP-CL yang keras inilah yang dapat membentuk kelengkungan kornea menjadi lebih rata sehingga dapat mengatasi Astigmatisme atau yang sering disebut mata silinder. Astigmatisme merupakan kelainan refraksi mata dimana sinar yang masuk ke dalam
bola mata dibiaskan pada beberapa titik di retina sehingga menghasilkan bayangan yang buram bagi penderitanya. Gejala Astigmatisme antara lain mata buram melihat jauh, melihat benda seperti berbayang atau dobel dan kadang melihat garis lurus menjadi bengkok atau miring. Sakit kepala terutama di daerah atas alis dan mata terasa cepat lelah juga merupakan salah satu gejala Astigmatisme. Mengapa RGP–CL dapat mengatasi silinder? Pada RGP– CL bahan yang digunakan adalah fluorinated silicone acrylate, yang menyebabkan bentuk RGP-CL lebih keras daripada softlens tetapi tajam penglihatan yang dihasilkan jauh lebih baik. Bahan silicone yang ada pada RGP–CL memungkinkan pertukaran oksigen dari lensa ke kornea lebih baik daripada softlens, sehingga dapat memperkecil resiko infeksi kornea pada pemakaian jangka panjang. Selain bahan pembentuknya, ukuran RGP–CL juga berbeda dengan softlens. Softlens berukuran lebih besar dari kornea tetapi RGP-CL diameternya lebih kecil dan masih dapat bergerak apabila kita berkedip atau melirik kar-
Courtesy of www.isec.my
dr. Ariesanti Tri Handayani, Sp.M (K)
ena adanya lapisan airmata di antara kornea dan lensa kontak tersebut. Lapisan air mata ini memiliki kekuatan refraksi sehingga mempengaruhi ukuran RGP–CL yang akan dipakai. Selain itu lapisan air mata ini juga menjaga kornea tetap basah sehingga RGP–CL masih menjadi pilihan untuk pasien dengan sindroma mata kering atau Dry Eye Syndrome, yang merupakan kontra indikasi untuk pemakaian sofltens. Apabila softlens dibuat secara massal, tidak demikian dengan RGP-CL. Lensa ini dibuat secara customized alias disesuaikan dengan kelengkungan kornea dan ukuran kelainan refraksi pemakai, sehingga nantinya benar–benar pas dan nyaman digunakan. Sebelum memesan RGP–CL perlu terlebih dulu dilakukan
pengukuran beberapa parameter lensa kontak antara lain Base curve, yaitu kelengkungan kornea pasien, Power atau ukuran kelainan refraksi mata pasien dan posisi serta kedudukan lensa tersebut di kornea. Pengukuran untuk pemesanan RGP-CL ini dilakukan oleh dokter ahli mata yang berpengalaman dalam hal lensa kontak. Cara pemakaian, penyimpanan dan pembersihan RGP–CL hampir sama dengan softlens. Cara pemasangan RGP–CL ke kornea tidak berbeda dengan Softlens, hanya untuk melepasnya kita memerlukan alat bantu pipet bervakum untuk dapat menarik lensa tersebut dari kornea. RGP–CL juga harus dilepas setiap malam untuk menghindarkan resiko infeksi walaupun risikonya lebih kecil daripada softlens. Sebelum disimpan dalam tempatnya RGP–CL dicuci dulu dengan sabun khusus untuk menghilangkan minyak dan kotoran di lensa tersebut. Sebelum dan sesudah memakai atau melepas RGP–CL kita harus mencuci tangan terlebih dahulu dan mengelapnya dengan tisu bersih hingga kering. Jangan menyimpan dan mencuci lensa kontak Anda dengan air karena air merupakan media yang potensial untuk berkembangnya parasit yang sering menimbulkan infeksi kornea pada pemakai lensa kontak. Rigid Gas Permeable Contact lens dapat secara optimal digunakan hingga 2-3 tahun bahkan lebih, apabila tidak terjadi perubahan ukuran
maupun masalah pada lensa tersebut. Hal ini secara ekonomis lebih menguntungkan dibandingkan dengan softlens yang perlu penggantian secara rutin baik harian, mingguan, bulanan ataupun tahunan. Hal–hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan RGP-CL ini adalah perlunya adaptasi saat memakai lensa kontak ini. Hal ini disebabkan karena bentuknya yang keras yang akan mengganjal saat pertama kali dipakai, sehingga pemakaian lensa ini dilakukan secara bertahap untuk mencapai kenyamanan pemakaian. Hari pertama pemakaian cukup selama 1 jam dan diselingi istirahat, dan keesokan harinya lama pemakaiannya dapat ditingkatkan setiap hari sampai mata dapat beradaptasi dengan baik. Pada umumnya pasien akan merasa nyaman setelah 1 minggu pemakaian. Selain mengatasi mata silinder, RGP–CL merupakan pilihan terapi bagi penderita kelainan refraksi di mana ukuran antara kedua mata berbeda jauh, yang disebut dengan anisometropia. Selain itu RGP–CL juga disarankan untuk anak – anak atau remaja yang memiliki minus atau plus yang tinggi yang ukurannya cenderung cepat bertambah. Pada beberapa studi penelitian disebutkan bahwa RGP–CL terbukti dapat menghambat penambahan minus dibandingkan dengan softlens. Lensa kontak ini akan membantu memperbaiki penglihatan pada penderita kelainan refraksi yang dengan kacamata tajam penglihatannya tidak maksimal atau untuk pasien yang tidak suka berkacamata.
KOREKSI Artikel yang telah dimuat minggu lalu (829) ditayangkan kembali pada edisi kali ini (830) karena kesalahan judul. Berikut adalah judul yang benar
Style
5 - 11 januari 2015
Harmonisasi di Awal Tahun Gemah Ripah Loh Jinawi adalah tema yang diangkat desainer satu ini. Sebuah gambaran keadaan yang makmur, penuh damai sejahtera dan melimpah. Namun dalam hidup tentu ada suka dan duka yang disertai pengharapan baru dalam segala aspek kehidupan.
D
i tahun baru ini pula, Yenli Wijaya yang juga salah seorang anggota APPMI Bali ini, menghadirkan koleksinya lengkap dengan har monisasinya, melalui perpadu an dua warna yakni gelap dan terang. Busana dari Yenli ini disertai permainan bahan sifon, yang juga
menjadi pelengkap tema, bahwa hidup ini harus terus berjalan sesulit apapun keadaannya. Dan, jika kita tetap punya berpeng harapan maka akan sesalu ada perubahan. Begitulah ia berhasil meng angkat warisan budaya Bali be rupa beberapa motif tradisi onalnya tenun ikat Gerinsing yang
Yenli Wijaya
dilengkapi ornament natural se perti tali temali dan batu- batuan. Keindahan karyanya dihadirkan dalam siluet A line, H line dan X line seperti yang terlihat di hala man Style Tokoh Minggu ini. – Sri Ardhini
15
Jelita
14
5 - 11 januari 2015
Trik Membuat Bulu Mata Lentik
Bersyukurlah jika Anda termasuk kelompok perempuan yang dikarunia bulu mata lentik alami. Sedangkan bagi mereka yang memiliki bulu mata pendek dan sedikit, juga tak perlu khawatir. Ada bulu mata palsu yang bisa membantu mengoreksinya dan menjadikan mata nampak lebih hidup dan indah, terutama untuk keperluan tampil menghadiri acara malam atau formal.
P
ersoalannya seka-
rang, apakah Anda sudah bisa memasang bulu mata palsu tersebut dengan tepat. Sebab, jika menggunakannya salah, justru menjadikan penampilan seseorang lebih jelek. “Tidak susah tapi bagi yang baru belajar, tentu perlu latihan,” ujar Hartatik . S.Sos., dari Tatik Scin Care. Dikatakannya dengan semakin sering berlatih
maka kita pun akan bisa memasang bulu mata palsu itu dengan mudah dan cepat. Selanjutnya, untuk terlihat lebih alami, perhatikan bulu mata yang dipilih agar cocok dengan waktu menggunakan apakah siang atau malam, acaranya santai atau pesta dan tentu yang utama adalah wajah sang pemakai. Untuk pemilik mata besar, dapat memilih bulu mata palsu berhelai tipis dan tidak terlalu tebal, agar tidak terkesan berat. Bagi yang mempunyai mata ke-
cil tak berkelopak, bisa memilih bulu mata palsu asimetris yang helaiannya tebal. Bagi seseorang dengan mata berkelopak kecil, pilihlah bulu mata berhelai tebal tipis dan panjang, serta berongga jarang. Jika bulu mata asli sangat pendek dan lurus, cukup oleskan lem tipis saja untuk merekatkannya pada bulu mata palsu, agar riasan lebih rapi. Kali ini juga Hartatik ingin membagi tips ringan , berupa langkah mudah memakai bulu mata palsu khususnya bagi pemula. lSebelum memasang bulu mata palsu selesaikan dulu riasan wajah lainnya dan lentikkan terlebih dahulu bulu mata yang asli. lKemudian siapkan bulu mata palsu yang sudah diukur panjangnya sesuai dengan kelopak mata. Jika panjangnya berlebihan guntinglah ujung-ujungnya agar tidak tertusuk saat memakainya. lSediakan juga lem khusus bulu mata dan liquid eyeliner.
lJepit bulu mata dan oleskan tipis-tipis lem bulu mata pada pita bulu lMata palsu dan tunggulah beberapa saat. lPakailah pinset ketika memasang bulu mata palsu, agar menempelnya sempurna dan tidak mudah lepas. Kalaupun salah juga lebih mudah untuk membetulkannya kembali. lLakukan mulai dengan sudut dalam atau bagian tengah mata ke arah sudut luar dengan cara menekannekannya. lPastikan bulu mata palsu, garis dari bulu mata palsu sejajar dengan garis bulu mata sendiri. lBersihkan sisa lem menggunakan cotton bud. lBegitu kedua mata selesai dan lem sudah mengering, teruskan dengan mengaplikasikan eyeliner cair di atas bulu mata palsu dari arah luar ke dalam. Ia menyarankan, untuk mereka yang bermata sipit , kami biasanya menanganinya dengan metode sistem jahit mata. Tujuannya, agar memunculkan kesan melek dan tidak keberatan bulu mata. Hasilnya, mendapatkan bulu mata yang indah dan cantik serta berkesan alami. – Sri Ardhini
5 - 11 januari 2015
Mitos
11
Berimajinasi Sesuai Mimpi
M
omen akhir tahun biasanya banyak dipakai orang sebagai “waktunya introspeksi diri”. Agus Binti Khoiriyah, S.Psi. memaparkan dan menjelaskan beberapa hal yang selama ini diyakini masyarakat terkait introspeksi diri. Berikut pembahasan psikolog pemilik Madania Centre ini.
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Seks dalam Air “Dok, suami saya mengajak saya terus untuk melakukan hubungan seksual di kolam renang. Katanya untuk variasi saja. Saya masih menolaknya, karena belum tahu risikonya. Sebenarnya, amankah ini? Atau malah bisa berbahaya?” (Reni, 24 thn) Sudah sering pasangan suami-istri mengeluhkan hubungan seksual yang membosankan hanya gara-gara dilakukan dengan cara konvensional dan itu-itu saja. Karenanya mencoba hal yang mendebarkan dengan mencoba melakukan hubungan seksual di kolam renang, atau malah juga di pantai, di laut terbuka, hingga air terjun di tempat tersembunyi tentu saja akan menjadi sebuah tantangan baru yang menggairahkan demi mendapatkan kepuasan seksual yang maksimal. Tentu saja semua harus disepakati bersama dan tanpa ada satu pihak pun yang terpaksa. Kalau hanya masalah
deg-degan takut dilihat orang lain misalnya, itu masih wajar dan bakal bisa diatasi. Air secara psikis dianggap membawa kesegaran. Setiap aliran dan guyuran air yang menerpa tubuh akan dirasakan membawa kesegaran dan ketenangan. Hubungan seksual dalam air akan menjadi aman jika air yang digunakan adalah air bersih dan tidak mengandung kuman serius. Pastikan air yang digunakan adalah air yang memenuhi syarat kesehatan (tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau), seperti yang cukup untuk dipakai mandi atau membasuh diri, membersihkan
Mitos: Keheningan dapat menenangkan diri dan menjernihkan pikiran. Fakta: Jika hati selalu dibersihkan dan disucikan dengan terus-menerus berdialog dengan Sang Pencipta, suasana apapun tidak akan berpengaruh dengan ketenangan batin. Karena, bukan pikiran yang mengendalikan namun kesadaran yang menciptakan. Mitos: Hidup sederhana adalah hidup hemat. Fakta: Benar, bahwa hidup sederhana adalah saat
manusia mampu membelanjakan hartanya dengan cermat/ tidak boros. Mitos: Manusia harus terus belajar “long life education”. Fakta: Benar, karena hidup adalah belajar dari berbagai masalah yang menjadikan manusia terpilih. Mitos: Kekuatan adalah kecepatan. Fakta: Benar, karena saat kita memiliki kekuatan untuk selalu tepat waktu, tidak menunda-nunda, maka akan menjadikan kekuatan energi/ motivasi yang luar biasa.
Mitos: Berimajinasilah sesuai dengan mimpimu. Fakta: Imajinasi manusia memiliki power yang diinginkan dan diimpikan sebagai realitas yang akan datang jika kita bisa memvisualisasikan dan merasakan bahwa apa yang diimpikan benar-benar terjadi dalam imajinasinya di kehidupan nyata. Mitos: Keserdehanaan juga bisa sukses. Fakta: Benar, gagasan sederhana bisa menjadikan sesuatu yang luar biasa saat manusia mampu mewujudkannya.
tubuh yang penuh keringat dan kotoran harian, termasuk mandi bareng pasangan. Karena organ intim perlu dibersihkan setiap hari, maka airpun akan bermanfaat banyak untuk kebersihan penis dan vagina. Cukup dengan air bersih saja, penis lebih mudah dibersihkan. Sedangkan vagina tentu saja perlu cara yang benar untuk membersihkannya, terlebih di saat buang air kecil, atau buang air besar, jangan sampai justru malah ada kotoran dari dubur yang masuk ke liang vagina misalnya. Ada yang merasa takut dengan masuknya air ke vagina, sesungguhnya perlu diketahui bahwa vagina itu tidak benar-benar steril. Banyak makhluk sangat kecil atau mikroorganisme yang hidup di dalamnya, berkompetisi dan bersinergi menciptakan sebuah keseimbangan alamiah. Tetapi, memang semua ada batasnya, jika kuman yang masuk jumlahnya berlebihan karena air yang digunakan tidak bersih, atau vagina kemasukan bahan-bahan yang berbahaya yang bersifat merusak dinding vagina, tentu saja akhirnya vagina bisa lecet, luka, meradang atau terkena infeksi. Tetapi, selama pasangan tidak mengidap infeksi menular seksual, baik yang disebakan oleh virus, bakteri, hingga jamur, sesungguhnya penetrasi tidak ada bedanya antara di air maupun di tempat kering. Lalu, adakah manfaat berhubungan seksual di dalam air? Manfaatnya lebih ke psikis.
Ini bisa dilakukan bila hubungan seksual sudah mendatangkan rasa bosan dan aktivitas harian juga sering mendatangkan ketegangan, baik di pekerjaan, pergaulan sosial, termasuk di hubungan dengan pasangan. Kebugaran bisa didapatkan kembali dengan menyingkirkan gangguan psikis melalui relaksasi. Dengan melakukan hubungan seksual dalam air, yang menjadi target adalah melakukan variasi seksual, melenyapkan kebosanan dan membuang ketegangan. Air bisa membawa sensasi relaksasi yang menyegarkan pikiran sekaligus badan, apalagi bisa dilakukan dengan pasangan sambil melakukan pijatan mesra bergantian untuk mengendorkan ketegangan otot dan memperlancar peredaran darah. Sebagai tujuan akhir dari semua tentu saja adalah pencapaian kepuasan seksual yang maksimal. Saat orgasme maksimal terjadi, maka otak akan melepaskan oksitosin dan endorfin, yang membuat rasa nikmat, lega sekaligus rileks yang amat sangat. Berhubungan seksual di media air juga bisa memunculkan banyak kreatifitas lainnya terutama dalam posisi dan saat foreplay atau pemanasan. Misalnya saat berhubungan seksual di bathtub, bisa dikondisikan dengan menambahkan banyak busa yang lembut, sehingga bisa saling bermain busa atau “foam party” kecil-kecilan dulu serta saling memandikan busa bersama pasangan sebelum
hubungan seksual penetrasi. Aksesoris pelengkap seperti bunga, aroma terapi, juga bisa digunakan sebagai pelengkap hubungan seksual dalam air. Tetapi, hati-hati tergelincir jika ingin berhubungan seks di air terjun, hati-hati tenggelam jika tidak pandai berenang dan melakukannya di kolam yang agak dalam. Satu lagi, hati-hati dilihat dan bahkan direkam orang jika melakukannya di tempat terbuka yang bisa diakses publik. Pandaipandailah memilih tempat dan situasi. Melakukan hubungan seksual di bak mandi atau bathtub juga perlu lihat kondisi dan ukuran bathtub. Harus dilakukan dengan smooth, jangan tergesa-gesa dan terlalu bersemangat, karena bisa jadi malah akibatnya memunculkan banyak benturan atau malah terpeleset, malah memar dan benjol-benjol nanti pascahubungan seksual. Jadi, hubungan seksual dalam air sebenarnya juga merupakan upaya variasi seksual. Variasi seksual itu kuncinya adalah disukai, disetujui bersama, tanpa paksaan dan tidak mengundang bahaya. Variasi seksual yang unik, menegangkan dan belum pernah dilakukan, sering kali sangat ditunggu dan bisa membakar hasrat dan dorongan seksual menjadi lebih menggelora. Silakan saja dilakukan, asal jangan menggunakan alat-alat bantu seksual yang berbahaya, atau di tempat yang berbahaya.
–Inten Indrawati
12
Gulungan Jukut Tempe Mecantok Meri Lusiani, dan Ni Kadek Juniantari, berhasil meraih juara I. Juara II dan Juara harapan diraih SMKN 3 Denpasar, dan juara III dari SMK Duta Bangsa. Tim juri dari Indonesian Chef Association (ICA) Bali terdiri dari Chef Komang Adi Arsana, Chef Ketut Swastika, Chef Nyoman Picha, Chef Gde Juastra, dan Chef Iwan Dusanta. Edisi kali ini, Tim SMKN 4 Denpasar, ikut berpartisipasi mengisi rubrik kuliner. Salah satu menu unik yang ditampilkan Gulungan Jukut Tempe Mecantok. Seperti apa? Berikut kreasi para siswi jurusan tata boga ini. –Wirati Astiti
K
Be Cokok Bahan: 200 gr : daging sapi 5 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 1 ruas : jari jahe 2 ruas : jari laos 1 ruas : jari kencur 2 buah : cabai rawit 2 buah : lombok besar 3 buah : kemiri 1 sdm : base wangen 1 buah : sereh 1 sdt : terasi 1 sdt : gula merah 1 sdt : air asam 1 lembar : daun jeruk 1 lembar : daun salam
Bahan: 2 butir : telur ayam 25 gr : wortel 1 buah : kecincang ½ sdm : tepung kanji 4 siung : bawang putih 1 buah : cabai merah 3 siung : bawang merah 3 buah : kemiri 1 ruas : jari kencur 1 gelas : santan Kelapa bakar Merica hitam
Cara membuat: - Wortel, kecincang, bawang putih, bawang merah, cabai merah, dipotong kecil-kecil. Telur ayam dikocok, tambahkan tepung kanji, dan bahan yang sudah dipotong kecil-kecil tadi. Aduk rata. Tambahkan santan. Cetak adonan telur, kukus. - Campur sedikit bumbu, tambahkan kelapa bakar diberi merica hitam, dihaluskan. Tumis. Tata di bawah telur. Sajikan.
Cara membuat: - Daging dicincang kasar. Semua bumbu dihaluskan, kecuali daun salam dan daun jeruk.
- Tumis bumbu sampai matang. Campurkan bumbu dengan daging tadi. Bentuk adonan daging seperti kerucut. Kukus hingga matang.
Gulungan Jukut Tempe Mecantok Bahan: 1 lembar : kubis 3 lembar : bayam 50 gr : rumput laut segar hijau 50 gr : taoge 1 buah : mentimun 1 buah : tempe 1 butir : telur ayam
1 lembar : daun jeruk 1 batang : sereh 3 buah : kemiri Garam secukupnya Merica secukupnya
kacang panjang telur ayam kelapa santan bawang ptuih
1 1 3 3 1 1
ruas jari: kunyit ruas jari: kencur siung : bawang merah buah : cabai besar sdm : terasi lembar : daun salam
ala Café
K
afe ini pun jadi satu kesatuan dengan showroom kitchen kontraktor. “Ide awalnya memang kami bergerak dalam usaha kitchen kontraktor. Dalam perjalanan waktu, kami juga ingin memiliki satu kafe yang sangat unik. Para pengunjung bisa langsung melihat para koki memasak. Jadi dapur
Cara membuat: - Kacang panjang direbus kemudian diiris tipis. Telur dadar diris tipis. Bawang merah, bawang putih, cabai, diiris kemudian digoreng. Terasi juga digoreng. - Bawang putih, kunyit, kencur, dihaluskan. Kemudian ditumis tambahkan daun jeruk, daun salam, dan sereh. Tambahkan santan. Aduk rata. Campur bumbu dengan kacang panjang dan telur dadar. Aduk rata.
Bumbu: 3 sdm : kacang tanah 3 siung : bawang putih 1 ruas : jari kencur 1 buah : cabai rawit 1 sdm : kecap manis Garam secukupnya
Cara membuat: - Semua sayuran dibersihkan kemudian direbus. Potong kecil. - Tempe, bawang putih, dan telur ayam diblender sampai halus. Kemudian dikukus. Potong-potong ½ cm, lalu digoreng sampai berwarna kuning kecokelatan. Semua bumbu dihaluskan, kemudian ditumis. - Tata sayuran dan tempe goreng tadi. Beri bumbu. Sajikan.
Chef Suama dan Flori
5 - 11 januari 2015
13
Inspirasi
Nama tempat makan ini sangat unik, Café Inspirasi. Karena konsep awalnya, memang ingin berbagi inspirasi dan saran bagi Anda pencinta kuliner, terutama pengusaha muda.
Tim juri
Kalas Kacang Panjang Telur Dadar
: : : : :
Taluh Kukus Mebasa Kle
Tim SMKN 4 Denpasar
ompetisi memasak kembali digelar dalam Perhelatan Denpasar Festival 2014, Minggu (28/12). Salah satu tema lomba, Balinese Risjtafel yang diikuti para siswa SMK di Kota Denpasar. Tim dari SMKN 4 Denpasar yang beranggotakan Ni Made Mika Sundari, Ni Kadek
Bahan: 100 gr 1 butir 1 sdm 1 gelas 3 siung
Kuliner Tongkrongan
5 - 11 januari 2015
dibuat terbuka. Sementara, dapur terbuka tersebut menggunakan satu set kitchen yang kami desain sendiri,” kata Floridus S.Sukur, Direktur PT Dapur Inspirasi Nusantara ini. Lelaki asal Flores ini menekankan, konsepnya mereka ingin menyajikan dapur sehat. Bagi pengunjung yang tertarik berkonsultasi mengenai dapur, mereka siap membantu. “Kami siap membantu mulai urusan kitchen, laundry equipment kontraktor, design, engineering, instalasi dan stainless fabric,” ucap Flori. Satu tempat disediakan untuk satu unit kafe dengan tujuan, selain sebagai tempat nongkrong,
juga dapat dijadikan tempat berbagi soal dapur. Chef profesional juga siap beraksi memasak di dapur inspirasi yang bisa dilihat para pengunjung. Ada dua menu unggulan yang ditawarkan, bebek nangkring dan sup buntut tomyang. Selain dua menu spesial tersebut, banyak menu lezat lainnya, mulai dari iga, pizza, spagheti, nasi goreng, mi goreng, aneka jus, dan minuman lainnya. “Kami juga menyasar anak-anak muda yang suka nongkrong. Karena itu, di kafe ini kami sediakan
Bebek Nangkring
free wifi,” kata lelaki yang akrab disapa Flori ini. Menurut Chef Suama, pengurus Indonesian Chef Associatioan (ICA) Bali yang sekaligus penyusun konsep menu di kafe ini, menu sup buntut tomyang memang sudah menjadi favoritnya sejak dulu. “Menu itu sebenarnya
Sup Buntut Tom Yang
kesukaan saya. Saya iseng saja bereksperimen dalam memasak karena tuntutan profesi dulu saat saya masih kerja di hotel. Ternyata buntut dan kuah tomyang dipadukan sangat cocok, rasa masakan jadi lebih sedap. Ternyata, menu ini juga disukai Pak Flori,” kata chef Suama. Sekarang menu ini dijadikan menu spesial di kafe yang berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai ini. Sementara, untuk bebek nangkring, hampir sama dengan bebek goreng biasa. Tapi tetap ada spesialnya, sangat renyah dan empuk, disajikan dalam bentuk potongan-potongan sehingga lebih mudah untuk memakannya. Ditemani dua sambal, sambal terasi dan sambal matah. Flori menambahkan, kapasitas kafe ini in door 20 orang dan out door 30 orang. Jam buka mulai pukul 08.00 sampai pukul 23.00. –Wirati Astiti
Orak-arik Kacang Panjang Daging Sarwan
Es Tape Ceria Bahan : 50 gr : tape ketan hitam 200 gr : tape singkong Sirup merah secukupnya Es batu serut secukupnya Cara Membuat : - Siapkan gelas saji, lalu masukkan tape ketan ke dalam gelas. - Tape singkong diblender sampai halus, lalu masukkan ke dalam gelas saji di atas tape ketan hitam. - Masukkan es serut ke dalam gelas saji, lalu hiasi di atasnya dengan susu putih kental manis atau cokelat. - Siap disajikan selagi dingin.
Spaghetti Bolognase Bahan: 250 gr : spaghetti Keju parut, secukupnya Bahan Saus: 1 sdm : margarin ½ butir : bawang bombay, cincang halus 2 siung : bawang putih, cincang halus 200 gr : daging ayam atau sapi, cincang 100 gr : tempe, iris dadu, goreng kering 1 sdt : lada bubuk ½ sdt : pala bubuk 1 sdt : oregano 4 sdm : saus tomat 3 sdm : saus sambal 2 sdm : pasta tomat 100 ml : kaldu Garam, kaldu bubuk secukupnya.
Cara Membuat : - Didihkan air, lalu rebus spaghetti sampai matang dan cukup lunak. Angkat dan tiriskan, lalu tambahkan margarin, adukaduk sampai tercampur rata, sisihkan. - Buatlah saus, panaskan margarin, tumis bawang bombay dan bawang putih, orak-arik hingga harum, lalu masukkan daging cincang, aduk-aduk sampai daging berubah warna kecokelatan. Tambahkan bumbubumbunya, yaitu saus tomat, saus sambal, lada, oregano dan bumbu-bumbu lainya, lalu aduk-aduk hingga bumbu matang dan meresap, - Spaghetti siap dihidangkan dengan saus daging, lalu taburi dengan parutan keju.
Bahan : 250 gr : daging, rebus sampai empuk, potong memanjang 5 buah : tahu potong dadu goring 200 gr : kacang panjang, potong ukuran 4 cm 1 buah : bawang bombay, iris dadu 2 ruas : jari jahe, memarkan 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 lembar : daun salam 3 siung : bawang putih, cincang halus 2 buah : cabe merah besar, iris serong 10 buah : cabe rawit, iris halus 1 sdt : lada bubuk 2 sdm : saus tiram 100 ml : air kaldu ayam Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Tu m i s i r i s a n bawang Bombay, jahe dan lengkuas, aduk-aduk sampai harum. - Masukkan daging, irisan cabe rawit dan cabe merah, lalu aduk-aduk hingga cabe layu. - Masukkan air kaldu dan juga bahan-bahan lainnya, aduk-aduk hingga mendidih dan bumbu meresap. - S i a p d i s a j i k a n dengan taburan bawang putih go reng di atasnya.
12
Gulungan Jukut Tempe Mecantok Meri Lusiani, dan Ni Kadek Juniantari, berhasil meraih juara I. Juara II dan Juara harapan diraih SMKN 3 Denpasar, dan juara III dari SMK Duta Bangsa. Tim juri dari Indonesian Chef Association (ICA) Bali terdiri dari Chef Komang Adi Arsana, Chef Ketut Swastika, Chef Nyoman Picha, Chef Gde Juastra, dan Chef Iwan Dusanta. Edisi kali ini, Tim SMKN 4 Denpasar, ikut berpartisipasi mengisi rubrik kuliner. Salah satu menu unik yang ditampilkan Gulungan Jukut Tempe Mecantok. Seperti apa? Berikut kreasi para siswi jurusan tata boga ini. –Wirati Astiti
K
Be Cokok Bahan: 200 gr : daging sapi 5 buah : bawang merah 5 siung : bawang putih 1 ruas : jari jahe 2 ruas : jari laos 1 ruas : jari kencur 2 buah : cabai rawit 2 buah : lombok besar 3 buah : kemiri 1 sdm : base wangen 1 buah : sereh 1 sdt : terasi 1 sdt : gula merah 1 sdt : air asam 1 lembar : daun jeruk 1 lembar : daun salam
Bahan: 2 butir : telur ayam 25 gr : wortel 1 buah : kecincang ½ sdm : tepung kanji 4 siung : bawang putih 1 buah : cabai merah 3 siung : bawang merah 3 buah : kemiri 1 ruas : jari kencur 1 gelas : santan Kelapa bakar Merica hitam
Cara membuat: - Wortel, kecincang, bawang putih, bawang merah, cabai merah, dipotong kecil-kecil. Telur ayam dikocok, tambahkan tepung kanji, dan bahan yang sudah dipotong kecil-kecil tadi. Aduk rata. Tambahkan santan. Cetak adonan telur, kukus. - Campur sedikit bumbu, tambahkan kelapa bakar diberi merica hitam, dihaluskan. Tumis. Tata di bawah telur. Sajikan.
Cara membuat: - Daging dicincang kasar. Semua bumbu dihaluskan, kecuali daun salam dan daun jeruk.
- Tumis bumbu sampai matang. Campurkan bumbu dengan daging tadi. Bentuk adonan daging seperti kerucut. Kukus hingga matang.
Gulungan Jukut Tempe Mecantok Bahan: 1 lembar : kubis 3 lembar : bayam 50 gr : rumput laut segar hijau 50 gr : taoge 1 buah : mentimun 1 buah : tempe 1 butir : telur ayam
1 lembar : daun jeruk 1 batang : sereh 3 buah : kemiri Garam secukupnya Merica secukupnya
kacang panjang telur ayam kelapa santan bawang ptuih
1 1 3 3 1 1
ruas jari: kunyit ruas jari: kencur siung : bawang merah buah : cabai besar sdm : terasi lembar : daun salam
ala Café
K
afe ini pun jadi satu kesatuan dengan showroom kitchen kontraktor. “Ide awalnya memang kami bergerak dalam usaha kitchen kontraktor. Dalam perjalanan waktu, kami juga ingin memiliki satu kafe yang sangat unik. Para pengunjung bisa langsung melihat para koki memasak. Jadi dapur
Cara membuat: - Kacang panjang direbus kemudian diiris tipis. Telur dadar diris tipis. Bawang merah, bawang putih, cabai, diiris kemudian digoreng. Terasi juga digoreng. - Bawang putih, kunyit, kencur, dihaluskan. Kemudian ditumis tambahkan daun jeruk, daun salam, dan sereh. Tambahkan santan. Aduk rata. Campur bumbu dengan kacang panjang dan telur dadar. Aduk rata.
Bumbu: 3 sdm : kacang tanah 3 siung : bawang putih 1 ruas : jari kencur 1 buah : cabai rawit 1 sdm : kecap manis Garam secukupnya
Cara membuat: - Semua sayuran dibersihkan kemudian direbus. Potong kecil. - Tempe, bawang putih, dan telur ayam diblender sampai halus. Kemudian dikukus. Potong-potong ½ cm, lalu digoreng sampai berwarna kuning kecokelatan. Semua bumbu dihaluskan, kemudian ditumis. - Tata sayuran dan tempe goreng tadi. Beri bumbu. Sajikan.
Chef Suama dan Flori
5 - 11 januari 2015
13
Inspirasi
Nama tempat makan ini sangat unik, Café Inspirasi. Karena konsep awalnya, memang ingin berbagi inspirasi dan saran bagi Anda pencinta kuliner, terutama pengusaha muda.
Tim juri
Kalas Kacang Panjang Telur Dadar
: : : : :
Taluh Kukus Mebasa Kle
Tim SMKN 4 Denpasar
ompetisi memasak kembali digelar dalam Perhelatan Denpasar Festival 2014, Minggu (28/12). Salah satu tema lomba, Balinese Risjtafel yang diikuti para siswa SMK di Kota Denpasar. Tim dari SMKN 4 Denpasar yang beranggotakan Ni Made Mika Sundari, Ni Kadek
Bahan: 100 gr 1 butir 1 sdm 1 gelas 3 siung
Kuliner Tongkrongan
5 - 11 januari 2015
dibuat terbuka. Sementara, dapur terbuka tersebut menggunakan satu set kitchen yang kami desain sendiri,” kata Floridus S.Sukur, Direktur PT Dapur Inspirasi Nusantara ini. Lelaki asal Flores ini menekankan, konsepnya mereka ingin menyajikan dapur sehat. Bagi pengunjung yang tertarik berkonsultasi mengenai dapur, mereka siap membantu. “Kami siap membantu mulai urusan kitchen, laundry equipment kontraktor, design, engineering, instalasi dan stainless fabric,” ucap Flori. Satu tempat disediakan untuk satu unit kafe dengan tujuan, selain sebagai tempat nongkrong,
juga dapat dijadikan tempat berbagi soal dapur. Chef profesional juga siap beraksi memasak di dapur inspirasi yang bisa dilihat para pengunjung. Ada dua menu unggulan yang ditawarkan, bebek nangkring dan sup buntut tomyang. Selain dua menu spesial tersebut, banyak menu lezat lainnya, mulai dari iga, pizza, spagheti, nasi goreng, mi goreng, aneka jus, dan minuman lainnya. “Kami juga menyasar anak-anak muda yang suka nongkrong. Karena itu, di kafe ini kami sediakan
Bebek Nangkring
free wifi,” kata lelaki yang akrab disapa Flori ini. Menurut Chef Suama, pengurus Indonesian Chef Associatioan (ICA) Bali yang sekaligus penyusun konsep menu di kafe ini, menu sup buntut tomyang memang sudah menjadi favoritnya sejak dulu. “Menu itu sebenarnya
Sup Buntut Tom Yang
kesukaan saya. Saya iseng saja bereksperimen dalam memasak karena tuntutan profesi dulu saat saya masih kerja di hotel. Ternyata buntut dan kuah tomyang dipadukan sangat cocok, rasa masakan jadi lebih sedap. Ternyata, menu ini juga disukai Pak Flori,” kata chef Suama. Sekarang menu ini dijadikan menu spesial di kafe yang berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai ini. Sementara, untuk bebek nangkring, hampir sama dengan bebek goreng biasa. Tapi tetap ada spesialnya, sangat renyah dan empuk, disajikan dalam bentuk potongan-potongan sehingga lebih mudah untuk memakannya. Ditemani dua sambal, sambal terasi dan sambal matah. Flori menambahkan, kapasitas kafe ini in door 20 orang dan out door 30 orang. Jam buka mulai pukul 08.00 sampai pukul 23.00. –Wirati Astiti
Orak-arik Kacang Panjang Daging Sarwan
Es Tape Ceria Bahan : 50 gr : tape ketan hitam 200 gr : tape singkong Sirup merah secukupnya Es batu serut secukupnya Cara Membuat : - Siapkan gelas saji, lalu masukkan tape ketan ke dalam gelas. - Tape singkong diblender sampai halus, lalu masukkan ke dalam gelas saji di atas tape ketan hitam. - Masukkan es serut ke dalam gelas saji, lalu hiasi di atasnya dengan susu putih kental manis atau cokelat. - Siap disajikan selagi dingin.
Spaghetti Bolognase Bahan: 250 gr : spaghetti Keju parut, secukupnya Bahan Saus: 1 sdm : margarin ½ butir : bawang bombay, cincang halus 2 siung : bawang putih, cincang halus 200 gr : daging ayam atau sapi, cincang 100 gr : tempe, iris dadu, goreng kering 1 sdt : lada bubuk ½ sdt : pala bubuk 1 sdt : oregano 4 sdm : saus tomat 3 sdm : saus sambal 2 sdm : pasta tomat 100 ml : kaldu Garam, kaldu bubuk secukupnya.
Cara Membuat : - Didihkan air, lalu rebus spaghetti sampai matang dan cukup lunak. Angkat dan tiriskan, lalu tambahkan margarin, adukaduk sampai tercampur rata, sisihkan. - Buatlah saus, panaskan margarin, tumis bawang bombay dan bawang putih, orak-arik hingga harum, lalu masukkan daging cincang, aduk-aduk sampai daging berubah warna kecokelatan. Tambahkan bumbubumbunya, yaitu saus tomat, saus sambal, lada, oregano dan bumbu-bumbu lainya, lalu aduk-aduk hingga bumbu matang dan meresap, - Spaghetti siap dihidangkan dengan saus daging, lalu taburi dengan parutan keju.
Bahan : 250 gr : daging, rebus sampai empuk, potong memanjang 5 buah : tahu potong dadu goring 200 gr : kacang panjang, potong ukuran 4 cm 1 buah : bawang bombay, iris dadu 2 ruas : jari jahe, memarkan 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 lembar : daun salam 3 siung : bawang putih, cincang halus 2 buah : cabe merah besar, iris serong 10 buah : cabe rawit, iris halus 1 sdt : lada bubuk 2 sdm : saus tiram 100 ml : air kaldu ayam Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: - Tu m i s i r i s a n bawang Bombay, jahe dan lengkuas, aduk-aduk sampai harum. - Masukkan daging, irisan cabe rawit dan cabe merah, lalu aduk-aduk hingga cabe layu. - Masukkan air kaldu dan juga bahan-bahan lainnya, aduk-aduk hingga mendidih dan bumbu meresap. - S i a p d i s a j i k a n dengan taburan bawang putih go reng di atasnya.
Jelita
14
5 - 11 januari 2015
Trik Membuat Bulu Mata Lentik
Bersyukurlah jika Anda termasuk kelompok perempuan yang dikarunia bulu mata lentik alami. Sedangkan bagi mereka yang memiliki bulu mata pendek dan sedikit, juga tak perlu khawatir. Ada bulu mata palsu yang bisa membantu mengoreksinya dan menjadikan mata nampak lebih hidup dan indah, terutama untuk keperluan tampil menghadiri acara malam atau formal.
P
ersoalannya seka-
rang, apakah Anda sudah bisa memasang bulu mata palsu tersebut dengan tepat. Sebab, jika menggunakannya salah, justru menjadikan penampilan seseorang lebih jelek. “Tidak susah tapi bagi yang baru belajar, tentu perlu latihan,” ujar Hartatik . S.Sos., dari Tatik Scin Care. Dikatakannya dengan semakin sering berlatih
maka kita pun akan bisa memasang bulu mata palsu itu dengan mudah dan cepat. Selanjutnya, untuk terlihat lebih alami, perhatikan bulu mata yang dipilih agar cocok dengan waktu menggunakan apakah siang atau malam, acaranya santai atau pesta dan tentu yang utama adalah wajah sang pemakai. Untuk pemilik mata besar, dapat memilih bulu mata palsu berhelai tipis dan tidak terlalu tebal, agar tidak terkesan berat. Bagi yang mempunyai mata ke-
cil tak berkelopak, bisa memilih bulu mata palsu asimetris yang helaiannya tebal. Bagi seseorang dengan mata berkelopak kecil, pilihlah bulu mata berhelai tebal tipis dan panjang, serta berongga jarang. Jika bulu mata asli sangat pendek dan lurus, cukup oleskan lem tipis saja untuk merekatkannya pada bulu mata palsu, agar riasan lebih rapi. Kali ini juga Hartatik ingin membagi tips ringan , berupa langkah mudah memakai bulu mata palsu khususnya bagi pemula. lSebelum memasang bulu mata palsu selesaikan dulu riasan wajah lainnya dan lentikkan terlebih dahulu bulu mata yang asli. lKemudian siapkan bulu mata palsu yang sudah diukur panjangnya sesuai dengan kelopak mata. Jika panjangnya berlebihan guntinglah ujung-ujungnya agar tidak tertusuk saat memakainya. lSediakan juga lem khusus bulu mata dan liquid eyeliner.
lJepit bulu mata dan oleskan tipis-tipis lem bulu mata pada pita bulu lMata palsu dan tunggulah beberapa saat. lPakailah pinset ketika memasang bulu mata palsu, agar menempelnya sempurna dan tidak mudah lepas. Kalaupun salah juga lebih mudah untuk membetulkannya kembali. lLakukan mulai dengan sudut dalam atau bagian tengah mata ke arah sudut luar dengan cara menekannekannya. lPastikan bulu mata palsu, garis dari bulu mata palsu sejajar dengan garis bulu mata sendiri. lBersihkan sisa lem menggunakan cotton bud. lBegitu kedua mata selesai dan lem sudah mengering, teruskan dengan mengaplikasikan eyeliner cair di atas bulu mata palsu dari arah luar ke dalam. Ia menyarankan, untuk mereka yang bermata sipit , kami biasanya menanganinya dengan metode sistem jahit mata. Tujuannya, agar memunculkan kesan melek dan tidak keberatan bulu mata. Hasilnya, mendapatkan bulu mata yang indah dan cantik serta berkesan alami. – Sri Ardhini
5 - 11 januari 2015
Mitos
11
Berimajinasi Sesuai Mimpi
M
omen akhir tahun biasanya banyak dipakai orang sebagai “waktunya introspeksi diri”. Agus Binti Khoiriyah, S.Psi. memaparkan dan menjelaskan beberapa hal yang selama ini diyakini masyarakat terkait introspeksi diri. Berikut pembahasan psikolog pemilik Madania Centre ini.
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Seks dalam Air “Dok, suami saya mengajak saya terus untuk melakukan hubungan seksual di kolam renang. Katanya untuk variasi saja. Saya masih menolaknya, karena belum tahu risikonya. Sebenarnya, amankah ini? Atau malah bisa berbahaya?” (Reni, 24 thn) Sudah sering pasangan suami-istri mengeluhkan hubungan seksual yang membosankan hanya gara-gara dilakukan dengan cara konvensional dan itu-itu saja. Karenanya mencoba hal yang mendebarkan dengan mencoba melakukan hubungan seksual di kolam renang, atau malah juga di pantai, di laut terbuka, hingga air terjun di tempat tersembunyi tentu saja akan menjadi sebuah tantangan baru yang menggairahkan demi mendapatkan kepuasan seksual yang maksimal. Tentu saja semua harus disepakati bersama dan tanpa ada satu pihak pun yang terpaksa. Kalau hanya masalah
deg-degan takut dilihat orang lain misalnya, itu masih wajar dan bakal bisa diatasi. Air secara psikis dianggap membawa kesegaran. Setiap aliran dan guyuran air yang menerpa tubuh akan dirasakan membawa kesegaran dan ketenangan. Hubungan seksual dalam air akan menjadi aman jika air yang digunakan adalah air bersih dan tidak mengandung kuman serius. Pastikan air yang digunakan adalah air yang memenuhi syarat kesehatan (tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau), seperti yang cukup untuk dipakai mandi atau membasuh diri, membersihkan
Mitos: Keheningan dapat menenangkan diri dan menjernihkan pikiran. Fakta: Jika hati selalu dibersihkan dan disucikan dengan terus-menerus berdialog dengan Sang Pencipta, suasana apapun tidak akan berpengaruh dengan ketenangan batin. Karena, bukan pikiran yang mengendalikan namun kesadaran yang menciptakan. Mitos: Hidup sederhana adalah hidup hemat. Fakta: Benar, bahwa hidup sederhana adalah saat
manusia mampu membelanjakan hartanya dengan cermat/ tidak boros. Mitos: Manusia harus terus belajar “long life education”. Fakta: Benar, karena hidup adalah belajar dari berbagai masalah yang menjadikan manusia terpilih. Mitos: Kekuatan adalah kecepatan. Fakta: Benar, karena saat kita memiliki kekuatan untuk selalu tepat waktu, tidak menunda-nunda, maka akan menjadikan kekuatan energi/ motivasi yang luar biasa.
Mitos: Berimajinasilah sesuai dengan mimpimu. Fakta: Imajinasi manusia memiliki power yang diinginkan dan diimpikan sebagai realitas yang akan datang jika kita bisa memvisualisasikan dan merasakan bahwa apa yang diimpikan benar-benar terjadi dalam imajinasinya di kehidupan nyata. Mitos: Keserdehanaan juga bisa sukses. Fakta: Benar, gagasan sederhana bisa menjadikan sesuatu yang luar biasa saat manusia mampu mewujudkannya.
tubuh yang penuh keringat dan kotoran harian, termasuk mandi bareng pasangan. Karena organ intim perlu dibersihkan setiap hari, maka airpun akan bermanfaat banyak untuk kebersihan penis dan vagina. Cukup dengan air bersih saja, penis lebih mudah dibersihkan. Sedangkan vagina tentu saja perlu cara yang benar untuk membersihkannya, terlebih di saat buang air kecil, atau buang air besar, jangan sampai justru malah ada kotoran dari dubur yang masuk ke liang vagina misalnya. Ada yang merasa takut dengan masuknya air ke vagina, sesungguhnya perlu diketahui bahwa vagina itu tidak benar-benar steril. Banyak makhluk sangat kecil atau mikroorganisme yang hidup di dalamnya, berkompetisi dan bersinergi menciptakan sebuah keseimbangan alamiah. Tetapi, memang semua ada batasnya, jika kuman yang masuk jumlahnya berlebihan karena air yang digunakan tidak bersih, atau vagina kemasukan bahan-bahan yang berbahaya yang bersifat merusak dinding vagina, tentu saja akhirnya vagina bisa lecet, luka, meradang atau terkena infeksi. Tetapi, selama pasangan tidak mengidap infeksi menular seksual, baik yang disebakan oleh virus, bakteri, hingga jamur, sesungguhnya penetrasi tidak ada bedanya antara di air maupun di tempat kering. Lalu, adakah manfaat berhubungan seksual di dalam air? Manfaatnya lebih ke psikis.
Ini bisa dilakukan bila hubungan seksual sudah mendatangkan rasa bosan dan aktivitas harian juga sering mendatangkan ketegangan, baik di pekerjaan, pergaulan sosial, termasuk di hubungan dengan pasangan. Kebugaran bisa didapatkan kembali dengan menyingkirkan gangguan psikis melalui relaksasi. Dengan melakukan hubungan seksual dalam air, yang menjadi target adalah melakukan variasi seksual, melenyapkan kebosanan dan membuang ketegangan. Air bisa membawa sensasi relaksasi yang menyegarkan pikiran sekaligus badan, apalagi bisa dilakukan dengan pasangan sambil melakukan pijatan mesra bergantian untuk mengendorkan ketegangan otot dan memperlancar peredaran darah. Sebagai tujuan akhir dari semua tentu saja adalah pencapaian kepuasan seksual yang maksimal. Saat orgasme maksimal terjadi, maka otak akan melepaskan oksitosin dan endorfin, yang membuat rasa nikmat, lega sekaligus rileks yang amat sangat. Berhubungan seksual di media air juga bisa memunculkan banyak kreatifitas lainnya terutama dalam posisi dan saat foreplay atau pemanasan. Misalnya saat berhubungan seksual di bathtub, bisa dikondisikan dengan menambahkan banyak busa yang lembut, sehingga bisa saling bermain busa atau “foam party” kecil-kecilan dulu serta saling memandikan busa bersama pasangan sebelum
hubungan seksual penetrasi. Aksesoris pelengkap seperti bunga, aroma terapi, juga bisa digunakan sebagai pelengkap hubungan seksual dalam air. Tetapi, hati-hati tergelincir jika ingin berhubungan seks di air terjun, hati-hati tenggelam jika tidak pandai berenang dan melakukannya di kolam yang agak dalam. Satu lagi, hati-hati dilihat dan bahkan direkam orang jika melakukannya di tempat terbuka yang bisa diakses publik. Pandaipandailah memilih tempat dan situasi. Melakukan hubungan seksual di bak mandi atau bathtub juga perlu lihat kondisi dan ukuran bathtub. Harus dilakukan dengan smooth, jangan tergesa-gesa dan terlalu bersemangat, karena bisa jadi malah akibatnya memunculkan banyak benturan atau malah terpeleset, malah memar dan benjol-benjol nanti pascahubungan seksual. Jadi, hubungan seksual dalam air sebenarnya juga merupakan upaya variasi seksual. Variasi seksual itu kuncinya adalah disukai, disetujui bersama, tanpa paksaan dan tidak mengundang bahaya. Variasi seksual yang unik, menegangkan dan belum pernah dilakukan, sering kali sangat ditunggu dan bisa membakar hasrat dan dorongan seksual menjadi lebih menggelora. Silakan saja dilakukan, asal jangan menggunakan alat-alat bantu seksual yang berbahaya, atau di tempat yang berbahaya.
–Inten Indrawati
Bugar
10
5 - 11 januari 2015
Lensa Kontak Rigid Gas Permeable untuk Atasi Mata Silinder Oleh:
dr. Ariesanti Tri Handayani, Sp.M (K) Dokter Spesialis Mata RS Siloam Bali
S
elama ini kita cukup mengenal istilah softlens, yaitu suatu lensa kontak lunak yang diletakkan di depan kornea untuk membantu memperbaiki tajam penglihatan pada penderita kelainan refraksi seperti mata minus atau plus. Softlens sangatlah lunak sehingga nyaman digunakan karena mengikuti kelengkungan kornea. Namun, hal ini merupakan salah satu kelemahan softlens karena bentuknya yang lunak tersebut tidak dapat mengoreksi gangguan mata silinder yang cukup besar. Tak banyak orang tahu bahwa jenis lensa kontak tidak hanya softlens tetapi ada juga lensa kontak yang bentuknya lebih keras dan menggunakan bahan yang berbeda dengan softlens, yang dahulu disebut dengan hardlens, atau saat ini kita kenal dengan sebutan Rigid Gas Permeable Contact Lens (RGP-CL). Bahan RGP-CL yang keras inilah yang dapat membentuk kelengkungan kornea menjadi lebih rata sehingga dapat mengatasi Astigmatisme atau yang sering disebut mata silinder. Astigmatisme merupakan kelainan refraksi mata dimana sinar yang masuk ke dalam
bola mata dibiaskan pada beberapa titik di retina sehingga menghasilkan bayangan yang buram bagi penderitanya. Gejala Astigmatisme antara lain mata buram melihat jauh, melihat benda seperti berbayang atau dobel dan kadang melihat garis lurus menjadi bengkok atau miring. Sakit kepala terutama di daerah atas alis dan mata terasa cepat lelah juga merupakan salah satu gejala Astigmatisme. Mengapa RGP–CL dapat mengatasi silinder? Pada RGP– CL bahan yang digunakan adalah fluorinated silicone acrylate, yang menyebabkan bentuk RGP-CL lebih keras daripada softlens tetapi tajam penglihatan yang dihasilkan jauh lebih baik. Bahan silicone yang ada pada RGP–CL memungkinkan pertukaran oksigen dari lensa ke kornea lebih baik daripada softlens, sehingga dapat memperkecil resiko infeksi kornea pada pemakaian jangka panjang. Selain bahan pembentuknya, ukuran RGP–CL juga berbeda dengan softlens. Softlens berukuran lebih besar dari kornea tetapi RGP-CL diameternya lebih kecil dan masih dapat bergerak apabila kita berkedip atau melirik kar-
Courtesy of www.isec.my
dr. Ariesanti Tri Handayani, Sp.M (K)
ena adanya lapisan airmata di antara kornea dan lensa kontak tersebut. Lapisan air mata ini memiliki kekuatan refraksi sehingga mempengaruhi ukuran RGP–CL yang akan dipakai. Selain itu lapisan air mata ini juga menjaga kornea tetap basah sehingga RGP–CL masih menjadi pilihan untuk pasien dengan sindroma mata kering atau Dry Eye Syndrome, yang merupakan kontra indikasi untuk pemakaian sofltens. Apabila softlens dibuat secara massal, tidak demikian dengan RGP-CL. Lensa ini dibuat secara customized alias disesuaikan dengan kelengkungan kornea dan ukuran kelainan refraksi pemakai, sehingga nantinya benar–benar pas dan nyaman digunakan. Sebelum memesan RGP–CL perlu terlebih dulu dilakukan
pengukuran beberapa parameter lensa kontak antara lain Base curve, yaitu kelengkungan kornea pasien, Power atau ukuran kelainan refraksi mata pasien dan posisi serta kedudukan lensa tersebut di kornea. Pengukuran untuk pemesanan RGP-CL ini dilakukan oleh dokter ahli mata yang berpengalaman dalam hal lensa kontak. Cara pemakaian, penyimpanan dan pembersihan RGP–CL hampir sama dengan softlens. Cara pemasangan RGP–CL ke kornea tidak berbeda dengan Softlens, hanya untuk melepasnya kita memerlukan alat bantu pipet bervakum untuk dapat menarik lensa tersebut dari kornea. RGP–CL juga harus dilepas setiap malam untuk menghindarkan resiko infeksi walaupun risikonya lebih kecil daripada softlens. Sebelum disimpan dalam tempatnya RGP–CL dicuci dulu dengan sabun khusus untuk menghilangkan minyak dan kotoran di lensa tersebut. Sebelum dan sesudah memakai atau melepas RGP–CL kita harus mencuci tangan terlebih dahulu dan mengelapnya dengan tisu bersih hingga kering. Jangan menyimpan dan mencuci lensa kontak Anda dengan air karena air merupakan media yang potensial untuk berkembangnya parasit yang sering menimbulkan infeksi kornea pada pemakai lensa kontak. Rigid Gas Permeable Contact lens dapat secara optimal digunakan hingga 2-3 tahun bahkan lebih, apabila tidak terjadi perubahan ukuran
maupun masalah pada lensa tersebut. Hal ini secara ekonomis lebih menguntungkan dibandingkan dengan softlens yang perlu penggantian secara rutin baik harian, mingguan, bulanan ataupun tahunan. Hal–hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan RGP-CL ini adalah perlunya adaptasi saat memakai lensa kontak ini. Hal ini disebabkan karena bentuknya yang keras yang akan mengganjal saat pertama kali dipakai, sehingga pemakaian lensa ini dilakukan secara bertahap untuk mencapai kenyamanan pemakaian. Hari pertama pemakaian cukup selama 1 jam dan diselingi istirahat, dan keesokan harinya lama pemakaiannya dapat ditingkatkan setiap hari sampai mata dapat beradaptasi dengan baik. Pada umumnya pasien akan merasa nyaman setelah 1 minggu pemakaian. Selain mengatasi mata silinder, RGP–CL merupakan pilihan terapi bagi penderita kelainan refraksi di mana ukuran antara kedua mata berbeda jauh, yang disebut dengan anisometropia. Selain itu RGP–CL juga disarankan untuk anak – anak atau remaja yang memiliki minus atau plus yang tinggi yang ukurannya cenderung cepat bertambah. Pada beberapa studi penelitian disebutkan bahwa RGP–CL terbukti dapat menghambat penambahan minus dibandingkan dengan softlens. Lensa kontak ini akan membantu memperbaiki penglihatan pada penderita kelainan refraksi yang dengan kacamata tajam penglihatannya tidak maksimal atau untuk pasien yang tidak suka berkacamata.
KOREKSI Artikel yang telah dimuat minggu lalu (829) ditayangkan kembali pada edisi kali ini (830) karena kesalahan judul. Berikut adalah judul yang benar
Style
5 - 11 januari 2015
Harmonisasi di Awal Tahun Gemah Ripah Loh Jinawi adalah tema yang diangkat desainer satu ini. Sebuah gambaran keadaan yang makmur, penuh damai sejahtera dan melimpah. Namun dalam hidup tentu ada suka dan duka yang disertai pengharapan baru dalam segala aspek kehidupan.
D
i tahun baru ini pula, Yenli Wijaya yang juga salah seorang anggota APPMI Bali ini, menghadirkan koleksinya lengkap dengan har monisasinya, melalui perpadu an dua warna yakni gelap dan terang. Busana dari Yenli ini disertai permainan bahan sifon, yang juga
menjadi pelengkap tema, bahwa hidup ini harus terus berjalan sesulit apapun keadaannya. Dan, jika kita tetap punya berpeng harapan maka akan sesalu ada perubahan. Begitulah ia berhasil meng angkat warisan budaya Bali be rupa beberapa motif tradisi onalnya tenun ikat Gerinsing yang
Yenli Wijaya
dilengkapi ornament natural se perti tali temali dan batu- batuan. Keindahan karyanya dihadirkan dalam siluet A line, H line dan X line seperti yang terlihat di hala man Style Tokoh Minggu ini. – Sri Ardhini
15
Edukasi
16
5 - 11 Januari 2015
Pemerintah Harus Tegas Sepanjang tahun 2014, ada beberapa isu menonjol yang menyeruak di dunia pendidikan. Salah satunya yang masih hangat diperbincangkan adalah tentang kurikulum. Kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan yang memberikan pilihan kepada masing-masing sekolah untuk meng aplikasikan kurikulum 2006 (KTSP) atau kurikulum 2013, dinilai pengamat pendidikan Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., suatu tindakan yang ragu-ragu.
“P
emerintah seharusnya tegaskan saja memakai kurikulum yang mana. Dengan kebijakan yang kesannya ragu ini, sekolah bisa saja tetap menjalankannya tetapi hasilnya nanti pasti tidak maksimal. Ini dampak dari Kasek yang bingung, guru bingung, terlebih murid-murid. Pemerintah terkesan lepas tanggung jawab,” ucapnya. Menurut Rektor IKIP PGRI Bali ini, pemerintah semestinya tegas menginstruksikan memakai salah satu kurikulum, karena baik kurikulum 2006 maupun kurikulum 2013 sama-sama bagus. Kurikulum 2006 atau lebih dikenal dengan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) penekanannya pada kompetensi siswa. Tak berbeda dengan kurikulum 2013 yang penekanannya pada penguasaan skill, yang embrionya juga KTSP. Isu kedua yang disorotinya adalah kekurangan guru/tenaga pendidik. “Di Kota Denpasar saja masih kurang, apalagi guru sekolah di desadesa,” ungkapnya. Karena itu, Made Suarta menyebut pengangkatan guru tak bisa ditawar
lagi. Ini dalam rangka peningkatan kualitas guru, sehingga tak ada lagi guru yang merangkap, seperti guru agama mengajar Bahasa Bali, atau guru Bahasa Bali mengajar Bahasa Indonesia. “Sudah jelas disiplin ilmunya berbeda. Akhirnya guru merangkap itu diperbolehkan karena kekurangan guru,” paparnya. Masalah ketiga, sarana prasarana. Jika berbicara KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), kualitas bagi SMK yang mencetak tenaga siap kerja, sarana prasarana ini tak bisa diabaikan. “Selama ini sarana sudah ada, tetapi perlu dimaksimalkan,” ujarnya. Dalam rangka peningkatan kualitas itu juga diharapkan lebih sering diadakan workshop-workshop untuk guru. “Dengan guru sudah mengikuti workshop dan sarana prasana terlengkapi, guru akan mengajar sesuai disiplin ilmunya, sehingga tak ada alasan kualitasnya tak meningkat. Jika tidak, berarti ada kesalahan prosedur,” cetusnya.
Satu masalah lagi yang diangkat Made Suarta, terkait dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Ia yang beberapa periode pernah menjabat Ketua Komite di SD mengungkapkan penggunaan dana BOS yang digulirkan pemerintah tak cukup untuk operasional sekolah. “Jika hanya bergantung dengan dana tersebut, kegiatan sekolah tidak bisa berjalan maksimal. Bahkan, ada beberapa kegiatan yang terhenti karena ketiadaan dana operasional untuk intra dan ekstra sekolah. Dengan kondisi begini, kualitas jadi menurun,” ucapnya. Melihat fakta di lapangan, untuk ke depannya, Made Suarta mengatakan akan lebih baik jika dana BOS dikaji lagi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Ia juga menyentil wacana “Pendidikan Gratis” yang sempat digaungkan pemerintah. Karena realitanya, pemerintah tak bisa mem-backup semua kegiatan intra dan ekstra sekolah. Sementara masyarakat khususnya orangtua murid sudah terlanjur terpatok pada kata “gratis”, sehingga sekolah-sekolah pun dilema melakukan pungutan sekolah untuk tujuan peningkatan kualitas tersebut. –Inten Indrawati
Pesona Pulau Menjangan Pulau Menjangan adalah tempat dengan pantai berpasir putih dan memiliki keindahan bawah laut. Pulau yang berada di Utara Taman Nasional Bali Barat ini termasuk bagian dari Desa Sumber Klampok, Grokgak, Buleleng. Luasnya 175 hektare.
U
ntuk mencapai pulau ini menggunakan boat, sekitar 30 menit dari pelabuhan Lalang. Dari atas boat akan terlihat hamparan bukit yang mengagumkan di Selatan dan Barat pantai. Di pulau tak berpenghuni ini, konon menjangan ada tapi populasinya sangat
kecil. Yang menarik justru aktivitas menyelamnya. Dari beberapa informasi disebut-sebut kegiatan penyelam pertama dilakukan pada tahun 1978. Sejak itu Pulau Menjangan menjadi salah satu lokasi menyelam dengan taman laut terlengkap di Bali. Saat Tokoh berkunjung ke pulau itu, nampak sekelompok anak-anak muda tengah asyik menyelam.
Salah satu tujuan orang ke pulau ini adalah melakukan tirtayatra. Di pulau ini ada Pura Taman atau Beji; Pasraman Agung Brahma Ireng/Ratu Patih Lingsir Kebo Iwa; Pagoda Agung Dewi Kwan Im. Tak jauh dari Pagoda Dewi Kwan Im ada Pendopo Ida Betara Lingsir Dalem Gajah Mada/Hyang Wisnu Murti yang bernuansa Jawa, mulai dari bentuk atap hingga ukiran pintu atau joglo di depan pelinggih. Pemedek yang sembahyang
di sini, mendapatkan augerah benang tridatu berwarna merah, hitam dan putih, lambang Tri Murti. Selanjutnya ada Pura Sang Hyang Siwa Pasupati, dengan gaya arsitektur Bali; Pelinggih Ida Betara Lingsir Watu Renggong, yang di dalamnya terdapat tulisan Ida Betara Lingsir Airlangga; dan yang terakhir terdapat pelinggih Sang Hyang Ganesha. Perjalanan ke Pulau Menjangan, adalah perjalanan menyenangkan, sebab selain melakukan persembahyangan juga menjadi rekreasi yang unik. Bagi Anda yang ingin ke sana, jangan lupa membawa topi, air minum dan kamera untuk dokumentasi. Apalagi bagi penggemar fotografi, dijamin akan memperoleh gambar yang indah dan menarik untuk diabadikan. – Sri Ardhini
5 - 11 januari 2015
Semarak Denfes ke-7
9
Wujud Ragam Kreativitas Budaya Kota Denpasar Diawali dengan atraksi 1.000 topeng oleh anak-anak dan seniman Kota Denpasar, juga persembahan tari, tabuh, marching band, hingga Rare Bali dari Penggak Men Mersi dan diakhiri juga dengan berbagai penampilan kreativitas seni sekolah dan kampus di kota Denpasar, menjadikan Denpasar Festival (Denfes) berhasil mengisi kenangan di pengujung tahun 2014.
D
enfes yang mengusung tema” Dharma Cipta Maha Budaya” dan terlaksana selama empat hari ( 28-31 Desember 2014), sebagai penyatuan semangat dan gairah kreativitas warga menorehkan catatan tersendiri, dengan semakin meningkatnya animo masyarakat yang datang langsung. Beragam sajian kreativitas, mulai dari aneka kerajinan tangan seperti hiasan rumah, cindera mata, kipas, tas, kain tenun, hingga kerajinan topeng. Begitu pula kulinernya, dari nasi jinggo sampai burger dan tak ketinggalan pula seni pertunjukan tradisi maupun kontemporer melalui tiga panggung yang tersedia, sepenuhnya dipersembahkan untuk masyarakat. Seperti suguhan kuliner, juga menjadi bagian yang dicaricari di setiap ajang Denfes. Sebanyak 85 stan kuliner yang dipusatkan di Barat Catur Muka, sejak awal Denfes setiap hari selalu ramai pengunjung, bahkan menjelang malam dipastikan semakin padat. Hal ini bukan hanya karena di sana bisa diperoleh beragam jenis sate, namun juga para pedagang sangat kreatif memberi nama menu mereka. Seperti yang dilakukan stan Bli Bali Vegan In A Box yang me nyertakan nama-nama pemain Mahabaratha dalam menunya, di antaranya; Nasi campur cinta, Nasi jinggo krisna, Nasi sela pandawa, Burger blunder duryudana, Hotdog love sengkuni, Tipat belayag arjuna. Sedangkan yang lainnya di kawasan Jalan Kresna jejeran pedagang jajanan, salah satunya Warung
Candra, menyediakan Jaje Johnson. Menurut Jango Pramartha, acara Denfes tergolong cukup berhasil. Apalagi melihat pengunjungnya setiap tahun selalu meningkat. “Sebab, festival dunia yang gaungnya besar itu pe ngunjungnya sedikit,” cetusnya. Dikatakannya, meski ada yang menghujat Denfes, mungkin karena macet, namun Denfes ditunggu-tunggu kehadirannya. “Yang menunggu inilah yang lebih banyak,” lanjutnya. Terlebih katanya proses munculnya kreativitas yang art, mart dan smart tersebut dari berkumpulnya energi positif tokoh Denpasar dari berbagai unsur. “Jadi wajar ditunggu dan diapresiasi. Hanya satu catatan untuk kuliner, mungkin soal kemasannya masih sangat memerlukan perhatian,” katanya. Sementara Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, merasa bangga terutama melihat kreati vitas anak-anak muda yang menyadari bahwa mereka juga wajib ikut mempertahankan, menjaga, serta melestarikan aset budaya tanpa harus ketinggalan zaman. Terbukti mereka yang memenangkan ber bagai lomba kreatif yang diselenggarakan Denpasar Desain Centre serangkaian Denfes, semuanya luar biasa. Mulai dari desain motif endek hingga lomba IT, dimana mereka berhasil menciptakan produk memotret khusus untuk anak disabilitas. “Ternyata orang Bali pintar, ketika diberikan ruang dan kesempatan untuk berkreasi. Mereka mampu mengeluarkan potensinya,” katanya sambil meminta mereka yang sudah ada di dalam kegiatan kreatif ini terustermotivasi, berkarya dan berpretasi serta menjaga integritasnya. DARI WALI KOTA BANDUNG HINGGA WALI KOTA FREMANTLE Berbagai persembahan Denfes pantas jika disebut berhasil menggoda pengunjung, termasuk Wali Kota Bandung , Mochamad Ridwan Kamil, yang sempat mengikuti acara pembukaan Denfes. Ia bukan saja antusias melihat Denfes, namun lebih jauh tertarik untuk mempelajari tentang ekonomi kreatif yang selalu berpegang atau tidak lepas dari akar budaya. Lain lagi dengan Mr. Brad Pettit, Wali Kota Fremantle, kota budaya di Pert, Australia seperti yang dikutip Kartunis Bali Jango Pramartha, setelah berkeliling melihat penyatuan tradisi dan kontemporer di areal Denfes memberikan komentarnya “Great”. Bahkan menurut Jango yang hampir setiap tahun mendapat undangan dari Pert, Wali Kota Freamantle ini juga ingin mengundang Wali Kota Denpasar untuk datang ke Festival Pert. “Apalagi mengingat masyarakat Pert yang datang ke Bali setiap harinya mencapai 1.000 orang,” katanya. Sedangkan seorang koreografi kondang sekelas Ari Tulang dan presenter acara Just Alvin yakni Alvin Adam merasa senang ikut berbaur di tengah ramainya pengunjung Denfes. Mereka mengaku selain tertarik melihat keramaian yang ada, juga ingin mencoba kulinernya. Sementara Perancang Nasional Poppy Dharsono yang hadir langsung menyaksikan lomba busana kerja endek, menyatakan Denfes adalah program yang mampu mengangkat kearifan lokal. Ia sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah Kota Denpasar tersebut dan pantas untuk didukung dan diteruskan.
FOTO SELFIE & AJANG REUNI Hal menarik lainnya adalah ajang Denfes juga menjadi ajang reunian. Sepert i yang dikatakan Indrawati, ibu tiga anak dari Panjer, belum selesai ber tegur sapa dengan seorang teman lamanya ia mesti kembali melambaikan tangannya atas sapaan teman lainnya. Ia mengaku cukup banyak ketemu teman-teman lama lengkap dengan keluarganya . “Ternyata di Denfes seru juga, kami bisa reunian. Saling menyampaikan kabar terkini sekalian mengucapkan happy new year sambil makan-makan pula,” ucapnya. “Rupanya Denfes berhasil menggiring semua kalangan termasuk para penghobi ngopi. Mereka malah bisa mencoba kopi dari berbagai daerah di Indonesia,” lanjut Indrawati. Begitu juga dengan sekelompok anak sekolah yang nampak asyik menikmati santapannya di depan sebuah stan kuliner. Mereka mengaku sengaja janjian bertemu di Denfes. Nia salah seorang dari mereka, mengatakan mereka juga sekalian ingin tahu juga apa saja yang ada di Denfes. “Tamu dari luar kota saja pada ngomongin Denfes, masak kami anak muda Denpasar ndak tahu. Kami juga sekalian ngobrolin soal acara akhir tahun sambil mencicipi makanan yang ada. Kebetulan juga jenis hidangannya banyak. Kita bisa milih sesuai selera. Habis ini kami mau selfie lagi,” katanya menunjuk tongsis di meja sembari menyeruput es cendol yang digenggamnya. Begitulah setiap orang yang hadir di Denfes, memiliki tujuannya masing-masing. Ada yang memang datang ke stan kerajinan khusus berbelanja. Ada juga yang sengaja memboyong keluarganya untuk makan bersama. Dan,y ang tak kalah ramainya adalah foto selfie di beberapa tempat favorit seperti berfoto dengan background ikon Denfes di depan patung Catur Muka, foto boat tari baris tiga dimensi (3D) di depan stan pameran foto Denpasar Fotografer Community (DPC), hingga properti tong sampah yang bisa dibawa keliling seperti badut, dibuat stan milik penyanyi Nano Biroe pun menjadi rebutan untuk tempat berpose-ria. -ard
Bunda & Ananda
8
5 - 11 januari 2015
Dewi Suarjani
U
sia Aksha baru dua tahun, tetapi ia sudah bisa memilih pakaian. “Akhsa suka pakaian yang bercorak motor, terutama motor cross. Dia pun bisa memilih baju seperti yang dipakai ayahnya,” ujar Ratih, ibu Aksha. Penampilan Aksha pun sering diunggah Ratih di jejaring sosial. Pose yang menggemaskan ini sering mengundang komentar dari beberapa temannya. Ratih pun pernah mengikutkan Aksha dalam festival endek dan buah hatinya ini menjadi peserta termuda. Soal ukuran, Ratih tak terlalu masalah karena tubuh Aksha termasuk ukuran standar dan
pakaiannya mudah ditemukan di toko-toko pakaian anak. “Orangtua memang punya peran dalam mendandani anak karena orangtua tahu kesukaan anak,” ujarnya. Sementara itu, Rika yang memiliki putri kembar, Karina dan Kirana mengaku dirinya yang dominan menentukan gaya fashion putrinya. “Bagi kami, comfortable nomor 1 sedangkan trend nomor 2. Anak-anak suka kartun Disney dan Korean style,” ungkapnya. Rika menambahkan sejauh kedua putrinya ini tidak pernah protes karena mereka juga dilibatkan dalam pemilihan style dan warna pakaian. Tuntutan fashion hanya sebatas pemilihan gambar yang mereka suka, misalnya sekarang mereka lagi kena “Frozen attack” jadi baju, tas, sepatu diupayakan bergambar Putri Elsa dan Putri Anna. “Mendandani satu anak cewek saja rasanya senang apalagi mendandani kembar cewek rasanya luar biasa menyenangkannya. Dukanya adalah sering kali ada baju yang cute tapi stok atau ukurannya hanya pas di satu anak… akhirnya bajua nggak jadi dibeli, padahal lucu dan sayang kalo nggak dibeli,” tuturnya. Untuk urusan rambut, orangtua kadang memilihkan mode yang sedang trend. Hal ini dilakukan Dewi yang sering mencari referensi dari internet. “Trend rambut anak kadang mirip dengan trend rambut orang dewasa. Biasanya kalau ada public figure yang punya tatanan rambut rambu, pasti cepat diikuti,” ujar ibu satu putra ini. Ia mengatakan untuk urusan
Karina dan Kirana
Seperti perkembangan dunia fashion yang terus mengalami perubahan, tren arsitektur juga mengalami perubahan baik dalam segi konsep desain, pemilihan bahan dan warna, serta konsep desain interior yang akan diterapkan.
rambut, tinggal bilang ke tukang cukur langganan putranya. Mau model apa, bisa dibuatkan. Namun, kadang mood si anak juga mempengaruhi. Kalau mood sedang bagus, ia rela menunggu giliran potong rambut dan suka dengan model yang dipilihkan. Tetapi, kalau sedang tidak mood, mau di ajak ke tukang cukur saja tidak mau. KORBAN MODE Bergaya dengan busana bukan hanya monopoli orang dewasa. Apalagi gerai busana untuk anak supoaya bisa modis dan gaya, sekarang makin banyak. Menurut Dewi Suarjani, salah seorang desainer, anggota APPMI Bali, ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam memilih pakaian untuk anak . “Catatan yang utama atau yang perlu diingat adalah pakaian anak-anak, bukan pakaian orang dewasa yang berukuran kecil. Anak-anak tidak sepantasnya dipakaikan baju dewasa atau baju yang berkesan dewasa seperti tank top atau halter neck, hot pants atau sepatu berhak tinggi,” ujarnya mengingatkan. Anak-anak perlu diajarkan untuk memakai baju yang sopan dan sesuai umur mereka. Jika di rumah, boleh saja anak memakai kaus singlet atau celana pendek. Namun, saat keluar rumah, alangkah baiknya membiasakan
“N
Aksha
mereka sejak dini mengenakan pakaian yang sopan. Ada baiknya juga mulai mengenalkan kualitas pada anak-anak, bukan merek. Memang, memakai produk fashion bermerek dengan pertimbangan jaminan kualitas bagus. Dewi mengatakan tidak perlu menanamkan kepercayaan diri dan gengsi anak dengan benda bermerek, sebab hal ini bisa menjadikan mereka korban mode ketika besar nanti. Tidak ada salahnya juga mengajarkan anak menyukai produk– produk buatan lokal atau Indonesia. seperti endek juga sekarang banyak warnanya yang segar dan
cocok untuk anak-anak. Meski secara umum baju anak lebih simple, namun bukan tidak berarti mendesain baju anak menjadi lebih mudah dilakukan sebab yang sering terjadi orangtua selalu terlibat dalam memilih model dan warna saat membelikan baju untuk anak. “Intinya baju anak mesti mengesankan kalau baju tersebut untuk anak-anak, bukan yang biasanya dipakai orang dewasa. Sesuai sifat anak yang selalu ceria dan banyak bergerak. Baju anak juga harus punya karakter sendiri nyaman dan memberikan ruang gerak yang luas saat dikenakan,” ujar Dewi Suarjani. –Ngurah Budi/Sri Ardhini
amun, sepertinya untuk tren arsitektur 2015 masih didominasi oleh asitektur minimalis dengan beberapa penambahan ornamen, permainan batu alam ataupun penambahan unsur kayu serta permainan warna. Permasalahan lahan menjadi kendala utama dalam mewujudkan hunian, sehingga membuat orang berpikir untuk membuat rumah yang simpel dan modern tetapi tetap nyaman untuk dihuni,” ungkap I Gst Agung Bagus Arimbawa, S.T.,M.T. Gaya arsitektur minimalis yang simpel dan praktis masih menjadi benang merah dalam tren rancan-
gan arsitektur 2015 dengan penambahan ide-ide segar yang dapat menjadi acuan dalam mendesain hunian yang dikehendaki. Ide-ide segar tersebut antara lain: 1. Organisasi ruang yang sederhana dan efisien Perencanaan peletakan ruang secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap besarnya biaya konstruksi. Ruang-ruang yang yang fungsinya bersinggungan, seperti ruang makan dan dapur ataupun kamar tidur dan kamar mandi, sebaiknya diletakkan dengan jarak yang berdekatan. Bahkan, jika memungkinkan ruang tersebut dapat digabungkan menjadi satu ruang multifungsi.
Konsep ruang multifungsi yang biasa disebut dengan open plan merupakan salah satu cara untuk menekan biaya pembangunan. 2. Green architecture Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat menjadi tren asitektur 2015, dimana sebagian besar wilayah kita berada di daerah tropis, sehingga pemanfaatan cahaya dan sirkulasi udara alami dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam desain. Potensi ini dapat dimanfaatkan sebagai pencahayaan alami di siang hari, sehingga mengurangi titik lampu dan pemakaian AC. 3. Penggunakan konstruksi minimal Biaya struktur dan konstruksi dapat memakan hampir setengah dari total biaya membangun sehingga sistem struktur yang menjadi tren 2015 adalah sistem struktur modular. Sehingga tidak ada biaya tambahan karena sistem struktur yang tidak efisien. Pengulangan sistem struktur yang modular beru-
Nasi Kuning
membawa biji padi merah dan burung puter membawa biji padi kuning. Sebelum menyerahkan biji-bijian itu kepada manusia, keempat burung itu hinggap di sebuah cabang pohon. Lima orang pemburu bersaudara yang lewat di bawahnya berniat untuk menembak burung-burung itu. “Tar, tar, tar, tar,….!” Tembakan si Bungsu tepat sekali mengenai tembolok keempat burung itu. Ketika tembolok burung puter jatuh di tanah, tercium bau yang sangat harum dan sedap. Bau harum dan sedap itu adalah biji padi kuning yang berhamburan. Kelima pemburu itu berebutan memakan biji-bijian itu sampai habis. “Nyam, nyam, nyam…,” katanya sambil membuang kulit biji tersebut. Nah, itulah sebabnya sampai sekarang manusia tidak punya beras kuning. Mereka hanya punya beras putih, merah dan hitam. Namun keinginan manusia untuk menikmati nasi kuning tidak pernah hilang. Terpaksalah manusia mula-mula menanak nasi putih, lalu mencampurnya dengan warna kuning. Warna kuning dibuat dari umbi kunir atau kunyit. Konon, kunyit itu tumbuh dari kulit biji padi kuning yang dimakan habis oleh kelima pemburu itu. Kulit biji yang dibuang itu lalu tumbuh menjadi kunyit.
Permainan fasad rumah dengan unsur kayu dan batu alam
lang dapat meminimalisasi biaya. 4. Banyak Unsur Natural Tren minimalis 2015 akan lebih mendekati gaya natural dan sedikit terkesan rustic. Jangan kaget dengan semakin banyaknya pemanfaatan unsur kayu dan batu alam dalam fasad bangunan sebagai dekorasi dan sebagai pembentuk struktur bangunan. 5. Desain eksentrik Tren arsitektur minimalis 2015 akan banyak muncul dalam pengolahan fasad atau tampak bangunan. Kini rumah minialis hadir dalam desain yang unik, tetap mengetengahkan konsep simpel, tetapi dalam bentuk dan sentuhan yang tidak biasa. 6. Warna- warna cerah Tren permainan warna di tahun 2015 akan semakin berkembang, dimana warna pilihan yang menjadi standar rumah biasanya seperti warna putih ataupun cream dan abu, akan digantikan dengan permainan warna-warna cerah seperti, merah, kuning ataupun warna biru.
Mendongeng Lima Menit
Zaman dahulu manusia penghuni bumi ini sangat bodoh. Batara Guru yang bersemayam di surga menugaskan dewa-dewa Made Taro untuk mengajar manusia. Maka turunlah dewa-dewa itu. Ada yang mengajarkan industri, kesenian, budi pekerti, dan pertanian. Di bidang pertanian, manusia diajar mengolah tanah, membajak dan menanam umbi-umbian beserta memetiknya. Suatu ketika seorang manusia bertanya kepada Dewa Pertanian. “Maaf, junjungan hamba! Kami dengar di surga ada sejenis tanaman yang dinamakan padi. Sudi kiranya junjungan hamba mengirimi kami bibit padi. Terus terang, kami sudah jemu makan singkong dan ketela rambat.” Permohonan manusia itu dipenuhi oleh Batara Guru. Beliau lalu memerintahkan Dewi Sri untuk memenuhi kebutuhan manusia itu. Dewi Sri pun segera mengirim empat ekor burung kesayangannya mengangkut biji-biji padi ke bumi. Biji-biji padi itu disimpan dalam tembolok masing-masing burung. Burung perkutut membawa biji padi putih, merpati hitam membawa biji padi hitam, sugem
17
Minimalis yang Eksentrik
Nyaman Nomor 1 Tren Nomor 2 Penampilan anak-anak sekarang sangat fashionable. Mulai dari pakaian hingga tatanan rambut dibuat modis. Orangtua sangat berperan dalam mendandani anaknya. Banyak orangtua yang gaul dan memajang foto anaknya di jejaring sosial.
Griya
5 - 11 januari 2015
Memaksimalkan unsur pencahayaan alami pada bangunan
Roof garden sebagai pengganti halaman
7. Inspirasi Roof garden dapat menjadi pilihan tren arsitektur 2015,
I Gst Agung Bagus Arimbawa, S.T.,M.T.
mengingat keterbatasan lahan yang ada, sehingga atap rumah dapat difungsikan sebagai halaman untuk tempat bersantai bersama keluarga. Basement juga dapat menjadi pilihan dalam mendesain, dengan penempatan ruang-ruang seperti garase, gudang dan ruang servis. “Demikian beberapa ide segar yang dapat menjadi tren arsitektur 2015. Semoga menjadi masukan dalam mewujudkan rancangan hunian Anda,” tandas Arimbawa, owner Crea Bali Mandiri Architecture Consultant & General Contractor ini. –Inten Indrawati
Permainan batu alam pada fasad bangunan
Kreasi
18
5 - 11 Januari 2015
Tradisi Budaya “Perang” di Karangasem Karangasem kaya seni budaya yang unik dan menarik. Hal itu terlihat saat tampil bareng dalam ajang yang dibalut dalam Parade Budaya Karangasem belum lama ini di halaman GOR Gunung Agung Amlapura. Berbagai tradisi seni budaya khas dari masing-masing 8 kecamatan tampil. Beberapa tradisi budaya “perang” ditampilkan diantaranya, perang api, perang ketupat, perang rotan, ada Sanghyang Jaran, kisah sejarah, dan tradisi seni budaya lainnya yang tak kalah menariknya.
Sanghyang Jaran Putih
“Perang” Ketupat
Tradisi “perang” ketupat yang disebut Mesantalan ada di Desa Apit Yeh, Kecamatan Manggis. Prosesi mesantalan merupakan upacara Dewa Yadnya dan Bhuta Yadnya. Kata mesantalan yang berasal dari kata santal yang masyarakat setempat diartikan sabat (lempar). Mesantalan berarti saling lempar antara lawan yang satu dengan yang lain dengan menggunakan sarana ketupat sebagai luapan rasa gembira karena panennya berhasil baik. Sebelum upacara mesantalan dimulai, dilakukan upacara mecaru yang bertujuan untuk menetralisir kekuatan bhuta kala agar menjaga ketentraman masyarakat di Desa Pakraman Apit Yeh. Setelah itu barulah dilanjutkan oleh warganya laki-laki
muda maupun orang tua melaksanakan acara mesantalan dalam wujud “perang” ketupat. Antara lawan yang satu dengan lawan yang lain saling lempar begitu sengit sampai ada yang kena, meski demikian diantara mereka menyelingi derai tawa saat “perang”. Diantara mereka berusaha saling lempar membenturkan ketupat ke tubuh lawan, bergerak-gerak mencari peluang untuk melempar lawan. Mereka tidak ada yang dendam, sampai ketupat yang mereka bawa hancur dan habis semuanya di pakai melempar lawan. Akhirnya “perang” ketupat selesai, kemudia dilanjutkan dengan meprani yaitu makan bersama dengan bersuka ria. Sejarah mesantalan diawali dari kepercayaan pada masyarakat Desa Apit Yeh, bahwa perkawinan putri Bhatara Dalem Desa Selumbung dengan putra Bhatara Dalem Desa Apit Yeh. Pada saat putri Bhatara Dalem Selumbung akan meninggalkan Puri Desa Selumbung dan akan menempuh perjalanan yang cukup jauh, maka Bhatara Dalem Desa Selumbung memberikan bekal ketupat sebagai wujud kasih sayang terhadap putrinya, namun sampai di Desa Apit Yeh ketupat tersebut dilemparkan dan dibagi-bagikan kepada masyarakat. Pelemparan ketupat tersebut merupakan berkah membawa kemakmuran tersendiri bagi masyarakat Desa Apit Yeh sehingga setiap tilem sasih Kedasa upacara mesantalan digelar oleh masyarakat Desa Apit Yeh.
“Perang” Rotan Plak, plak, plak, cebet, cebet. Begitu suara pukulan sebatang rotan membentur ende (perisai) dan sekali-kali menerpa tubuh lawan. Meski tubuhnya terkena pukulan rotan, mereka merasa gembira dan sembari menarinari kegirangan. Sementara suara gamelan baleganjur bertalu-talu sebagai pengiring memanaskan suasana ”perang”. Penonton pun sorak-sorai memberikan semangat. Mereka bertanding satu lawan satu. Sebatang rotan sebagai alat pemukul panjangnya sekitar satu meter. Sedangkan alat penangkisnya sebuah perisai bergaris tengah 60 cm terbuat dari lapisan kulit sapi kering yang terikat pada bingkai kayu.
Cara ”perang” mereka sangat menarik dan mengerikan, karena berduel satu lawan satu memakai alat pemukul dari rotan tanpa mengenakan baju hanya pakai busana kain adat saja. Tak pelak cucuran darah tubuhnya/kepala akan mengalir karena pukulan sebatang rotan, paling tidak bekas memar akan membekas setiap pukulan rotan itu mendarat di punggungnya apalagi Gebug ini dimainkan di bawah terik matahari. Atraksi Gebug umumnya dilakukan masyarakat Desa Seraya, Kecamatan Karangasem di selasela istirahat kerja di ladang pada siang/sore hari biasanya saat akan menjelang musim tanam di ladang. Masyarakat pendukungnya mempercayai, kalau permainan Gebug
salah satu pemainnya sampai mengeluarkan darah dari pukulan rotan maka ada kemungkinan hujan akan cepat turun. Singkatnya, menurut kepercayaan masyarakat Seraya, permainan Gebug digelar di wilayah desanya ini untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa agar hujan segera turun untuk keperluan pertanian dan konsumsi. Diakui memang tidak selalu sehabis atraksi Gebug hujan akan spontan turun, sebab turunnya
Selain di Desa Seraya dikenal Gebug, juga ada kegiatan ritual Sanghyang Jaran Putih. Meski Sanghyang Jaran belum sepopuler tradisi Gebug, tetapi Sanghyang Jaran Putih cukup menarik untuk disaksikan karena kedua penunggang Sanghyang Jaran yang terbuat dari kayu tersebut mengalami trance menerjang serta menginjak-nginjak bara api dari sekam yang dibakar. Dari sebuah sumber, adanya ritual Sanghyang Jaran terkait dengan historis tradisi Gebug Seraya. Awalnya sekitar abad ke-17, Raja Karangasem yang dipimpin oleh Raja I Gusti Anglurah Ketut Karangasem melakukan ekspansi perang Gumi Sasak. Para ksatria Seraya yang dikenal kuat, kebal dan gagah berani oleh Raja Karangasem dipilih sebanyak 40 orang yang lebih dikenal dengan soroh petang dasa untuk dijadikan sebagai pasukan inti, dengan diiringi pasukan dari masyarakat desa di wilayah Karangasem diantaranya Bugbug, Timbrah, Asak dan Jasri. Sebelum melaksanakan perang, pasukan perang dari Desa Seraya melaksanakan upacara mohon restu kepada Sanghyang Ananta Boga yang dipuja di Pura Puseh Desa Seraya melalui upacara Dewa Seraya. Dengan, iringan kidung “Masuara” dan tari Rejang Desa dimohonkan turunnya para dewa diiringi para bidadari dari kahyangan untuk ikut serta memberi restu kepada para pasukan perang Desa Seraya. Setelah diberikan kekuatan para prajurit mengalami trance dan melakukan tarian sesolahan Sumbu dengan diiringi oleh Gambelan Kendang Kempul, Dewa Ayu, dan Dewa Bagus Mas melakukan tarian disertai dengan masudukan (menusuknusukan) senjata keris kebagian tubuhnya. Tubuhnya kebal tidak terluka oleh tusukan keris. Perang ke bumi Sasak mulai dilaksanakan, dengan dipimpin “Sanghyang Jaran Putih” yang merupakan wujud Dewa Indra sebagai Puramdhara (penghancur benteng). Benteng pertahanan Gumi Sasak berhasil diterobos oleh Sanghyang Jaran Putih, disusul oleh serangan pasukan perang Kerajaan Karangasem dimana pasukan soroh petang dasa berada pada barisan perang paling depan. Sampai pada akhirnya Kerajaan Sasak dapat dikuasi oleh Kerajaan Karangasem. hujan tergantung kepada-Nya, paling tidak warga sudah berupaya memohon kepada yang kuasa. Atraksi ini biasanya berlangsung di tempat-tempat umum dengan mengundang lawan yang ada di desa sekitarnya termasuk Dusun Ujung Pesisi, sebuah kampung
“Perang” Api Tradisi budaya yang satu ini sangat mengerikan, perang api. Tradisi perang ini terdapat di Desa Saren, Budakeling, Kecamatan Bebadem, namanya materteran. Perang ini menggunakan serabut kelapa yang dibakar. Pelakunya laki-laki antar warga masyarakat banjar Saren tua maupun muda, tanpa mengenakan baju, hanya menganakan kain, saput poleng dan destar saja. Saat itu puluhan orang diantara meraka saling pukul bebas kepada peserta “perang”, aturannya hanya tidak boleh melempari sasaran kepala. Berakhirnya perang ini apabila serabut kelapa telah habis terbakar. Lebih mengerikan dan menegangkan lagi apabila dapat menyaksikan langsung materteran pada waktu pelaksanaan aslinya pada saat upacara piodalan di Pura Dalem Desa Saren pada tilem Kesanga. Materteran aslinya digelar tiga hari berturut-turut
pada sore menjelang malam hari, diawali dengan warga Desa Saren melaksanakan upacara persembahayangan di Pura Sege. Beberapa onggokan yang terdiri dari ratusan serabut kelapa telah disiapkan. Begitu warga selesai sembahyang, sepanjang jalan Desa Saren arah utara-selatan dipenuhi warga menyaksikan ajang perang tahunan. Bagi pelaku perang mulai menyulut serabut kelapa, lampu listrik rumah sepanjang jalan dimatikan, perang pun digelar diantara di kegelapan malam, hanya ada kilatan sinar serabut kelapa yang dibenturkan ke tubuh lawan. Sorak-
nelayan pinggir pantai Ujung yang penduduknya sebagain warga Muslim asal Pulau Lombok. Gebug dilakoni oleh baik anak kecil, dewasa maupun orang tua tak ketinggalan dalam mengadu kepintaran memainkan batangan rotan dan perisai. sorai penonton bergema menyaksikan pelaku perang terkena pukulan serabut. Menurut warga, tidak pernah ada kecelakaan berarti selama melangsungkan tradisi perang. Perang biasa berlangsung sampai 2 jam, dan berakhir sampai habisnya serabut kelapa. Materteran diselenggarakan sebagai simbol membuktikan ketangkasan bagi pria dan pembersih aura negatif dalam dirinya. –Pasek Antara
5 - 11 Januari 2015
Life
Story
7
Tragedi AirAsia QZ8501
Empat Pendiri [Option] Jadi Korban
Suasana tangis yang memenuhi Terminal T2 Juanda Surabaya
Duka mendalam bagi bangsa Indonesia menjelang tutup tahun 2014. Pesawat AirAsia yang terbang dari Surabaya ke Singapura mengalami hilang kontak Minggu (28 Desember 2014) dengan air traffic control pada pukul 07.24. Pesawat tersebut berangkat dari Surabaya pukul 05.36 dan diperkirakan sampai di Singa pura seharusnya pukul 08.30. Pesawat QZ8501 naas tersebut adalah Airbus A320-200 dengan nomer registrasi PKAXC. Jumlah penumpangnya 138 dewasa, 16 anak, dan 1 bayi serta 7 kru.
D
iantara para korban, terdapat para pecinta otomotif Surabaya. Mereka adalah David, Wira, Hendra dan Ganny. Keempatnya termasuk pendiri [Option], salah satu komuni-
tas mobil di Surabaya. Mereka berencana untuk liburan ke Singapura, namun David sempat ingin membatalkan kepergiannya. “Sabtu pagi itu, sebelum pesawat yang mereka tumpangi hilang. David sempat mengajak
saya untuk menemaninya pergi ke Yogya melihat mobil. Namun, saya tidak bisa karena saya
ada keperluan lain. Coba kalau saya bisa, pastinya kami sudah ke Yogyakarta dan si David batal ke Singapura,” ujar Andreas Stanley, rekan David. Hendra merupakan Ketua [Option] Surabaya, Wira wakilnya sedangkan David dan Ganny termasuk pendiri [Option]. “Mereka semua adalah senior dan orang penting di dunia modifikasi. Kami berharap ada kabar tentang keberadaan mereka,” kata Stanley lagi. General Manager PT Angkasa Pura Bandara Juanda, Trikora Harjo mengatakan, dari awal sudah membuka Crisis Centre untuk keluarga korban dan beberapa kali menggelar konferensi pers terkait insiden hilangnya pesawat AirAsia QZ8501. Ia menambahkan, saat ini keluarga penumpang penerbangan QZ8501 telah disiapkan penginapan di dekat Bandara Juanda
tkh/net
dengan dukungan petugas dari AirAsia untuk pemberian informasi. Setidaknya, hal ini bisa memberikan sedikit ketenangan bagi keluarga korban. Karena memang beberapa penumpang belum diketahui keberadaannya. Setelah ditemukannya beberapa jenazah, suasana Crisis Centre sudah terlihat sepi. Para keluarga korban diarahkan ke RS Bhayangkara Surabaya. “Ucapan duka pun diberikan beberapa pihak seperti Wali Kota Tri Rismaharini yang menghimbau masyarakat Surabaya untuk tidak merayakan tahun baru secara berlebihan. Beberapa dukungan bantuan dari instansi terkait seperti, kesehatan, Pelabuhan, psikolog, kepolisian membantu kesiapan Crisis Center dalam memberikan pelayanan kepada keluarga penumpang,” jelasnya. -Diyah
Women on Top
6
5 - 11 Januari 2015
Dra. Ni Made Rinu, M.Si.
“Bumbu Penyedap” Sebagai pimpinan, harus memiliki jiwa pengabdian untuk me mikirkan hal yang lebih besar. Demikian diungkapkan Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar, Dra. Ni Made Rinu, M.Si., ketika disinggung rencana melanjutkan program dok tornya yang mesti ditunda karena kesibukannya di kampus.
D
ua kali menjabat sebagai Dekan FSRD (periode 2009-2013 dan 2013-2017) setelah sebelumnya menjabat Pembantu Dekan II (2204-2008) dan sebagai Pejabat Dekan (2008-2009), tentu bukan hal mudah untuk mewujudkan visi misi fakultas untuk menjadi pusat pengkajian, penyajian, dan pembinaan seni rupa yang unggul berbasis budaya lokal dalam membentuk karakter bangsa serta berperan dalam persaingan global. “Pengkajian dan penciptaan ini pedomanannya tugas akhir dan skripsi. Penyajian dengan menyelenggarakan pameran-pameran hingga mendatangkan orang asing. Pembinaan diimplementasikan lewat KKN, dan membina seniman-seniman di desa,” ujarnya. Untuk menjawab visi misi tersebut, Made Rinu memulainya dari kurikulum yang disebutkannya sebagai senjata untuk pengembangan proses belajar mengajar di
kampus. Pemuktahiran kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan stakeholder yang ada di masyarakat. Dalam proses pembelajaran, kedisiplinan dan komitmen mahasiswa penting untuk keberhasilannya. Karena itu, meski sudah di tingkat perguruan tinggi dengan tingkat intelegensi yang lebih tinggi pula, ia selalu mengingatkan para dosen di tiap mata kuliah untuk terus menyelipkan masalah kehidupan seperti bahaya penggunaan narkoba, untuk mengarahkan kedisiplinan dan budi pekerti mereka. Diakuinya, tanpa disadari banyak ada perubahan pada pribadi mahasiswa. Ketua Iswali (Ikatan Seniwati di Bali) yang bergerak di bidang seni lukis ini juga mengingatkan mahasiswa bahwa semua mata kuliah penting, karena juga akan berpengaruh terhadap kehidupan mereka yang lebih luas. Karena itu, ketika datang ke kampus, harus membawa “sesuatu” pulang. Dosen sebagai fasilitator pun diimbau untuk terus aktif mencari sesuatu
yang baru. “Jika ada perubahan pada mahasiswa, ini juga keberhasilan dosen,” ujar Made Rinu yang membuktikannya dengan mampu mengantarkan beberapa mahasiswa meraih nilai kelulusan hingga 3,94 dan mengawal FSRD terakreditasi B (gemuk) tahun 2013. Fakultas yang dipimpin Made Rinu membawahi tujuh program studi, yakni : PS Seni Rupa Murni dengan peminatan Seni Lukis dan Seni Patung; Kriya Seni dengan peminatan Kriya Kayu dan Keramik; Desain Komunikasi Visual, Desain Interior; Fotografi; Fashion; Televisi dan Film. Selain pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran, istri Drs. I Ketut Murdana, M.Si. ini menargetkan terjalinnya kerjasama regional, nasional dan internasional. Ini pun dikatakannya sebagai upaya untuk menjawab misi FSRD ISI Denpasar, yang selain berbasis warna lokal namun harus bertindak global dengan tak menutup kemungkinan kerjasama dengan orang luar, untuk meningkatkan daya saing.
DAMPAK INTERNASIONAL Tahun 2010 ISI Denpasar menandatangani MoU dengan The University of Western Australia yang MoA (Memorandum of Agrement)-nya dilaksanakan FSRD. Kerjasama ini sudah berlangsung selama empat tahun dengan saling mengirimkan mahasiswa dan para dosen. “Di sana, dosen kami juga menjadi artist residence, memberikan workshop, melukis di studio, pameran, dan mengajar di kelas,” ujarnya. Para mahasiswa luar negeri tersebut, selama belajar di FSRD ISI Denpasar mempelajari seni dan budaya Bali dan kehidupan sosial masyarakat Bali. Mereka pun diajak mendalami spiritual di Ashram Lembah Bhayam di Desa Bolangan, Penebel, Tabanan, dan di Ashram Vrata Wijaya, Denpasar. “Mereka sangat menyukainya. Mereka mengaku menemukan sesuatu yang baru dalam jiwa,” ujar Made Rinu yang juga pemilik
Ashram Vrata Wijaya yang menekuni spiritual sejak 25 tahun lalu ini. Dengan kerjasama ini, dikatakannya juga memberi imbas positif bagi para dosen dan mahasiswa. Mereka bisa mengaplikasikan ilmunya dan membuka cakrawala/wawasan dan bertukar ilmu. Selain juga, melatih bahasa Inggrisnya secara lisan. “Harapan kami kepada Rektor, agar MoU antara ISI Denpasar dengan The University of Western Australia yang berakhir tahun 2015 ini bisa berlanjut karena dampaknya sangat bagus memberikan dampak internasional. Ke depannya, agar kerjasama dengan pihak lain baik lokal, regional dan internasional ditambahkan lagi,” ucap Made Rinu, peraih Penghargaan Sebagai Ilustrator Terbaik dalam rangka Mengilustrasikan Mutu Pendidikan Kesehatan yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Amerika Serikat, tahun 1992. Keberhasilan yang dicapai FSRD dikatakannya juga tak lepas dari komitmen di antara pimpinan struktural di fakultas dan dukungan dari struktural ISI Denpasar. Dalam memimpin, Made Rinu berprinsip tak menyalahkan siapsiapa. Kekurangan harus dilengkapi, yang salah diperbaiki, dan yang lebih dihargai dihormati diapresiasi. Rintangan pasti selalu ada, anggap itu sebagai bumbu penyedap untuk mengoreksi diri. –Inten Indrawati
Menikmati Peran Ibu Tak terasa tahun 2014 hampir berakhir, hanya tinggal be berapa hari lagi. Banyak hal telah terjadi di tahun ‘Kuda Kayu’ ini, baik itu suka maupun duka, menjadi catatan penting dalam perjalanan hidup setiap orang. Ada banyak harapan ‘digantungkan’ untuk tahun 2015, yang pasti se mua orang berharap apa yang dicapai di tahun 2015 menda tang akan lebih baik dari tahun ini.
I
ntan Nuraini, artis yang telah membintangi puluhan sinetron dan film ini, berharap hal yang sama. Selain berharap kehidupannya menjadi lebih baik di tahun depan, ia berkeinginan menambah momongan. “Anakku sudah besar sekarang. Aku berharap tahun depan dapat momongan lagi. Doain ya,” ungkap Intan di Kuningan, Jakarta, pekan lalu. Intan menikah dengan Donny Azwan Putra, 30 Oktober 2011 lalu. Dari pernikahan tersebut, mereka
dikaruniai seorang putra, Alrazi Rabbani Azwan yang lahir pada 5 Desember 2012. Berbeda dengan artis sibuk lainnya, wanita berlesung pipit ini menolak memakai jasa baby sitter. Ia ingin mengasuh sendiri putranya, menyaksikan anak tumbuh kembang di bawah pengasuhannya. Karenanya, ia mengaku, sesibuk apapun dirinya, tetap ada waktu untuk mengurus anak semata wayangnya itu. “Yang lebih utama adalah keluarga, anak. Karena itu kalau dapat pekerjaan pasti pertimbangan utama adalah keluarga, anak. Aku hanya mau ambil pekerjaan yang tidak menghar-
uskan berlarut-larut, tak jauh dari rumah. Kalaupun syuting atau talkshow misalnya, ya sesekali saja, aku belum ambil yang full,” kata pemeran sinetron ‘Catatan Hati Seorang Istri’, ini. Demi keluarga dan anak pula, Intan yang juga sempat berkiprah di dunia tarik suara, ‘cuti’ dari dunia hiburan. Setelah menikah, apalagi kemudian memiliki bayi, intensitas Intan di dunia yang membesarkannya itu, jauh menurun. Kiprahnya jarang terdengar. Meski rindu akting, rindu manggung, namun Intan mengaku lebih menikmati perannya sebagai seorang ibu.
Sudut Pandang
5 - 11 Januari 2015
Penyakit Noninfeksi “Naik Daun”
Kini sang anak akan berusia 1 tahun, ia berharap saatnya menambah momongan. “Semoga tahun depan,” katanya. BERHARAP JODOH TERBAIK Lain lagi dengan Tyas Mirasih, yang belum lama ini putus cinta dengan pesepakbola Syamsir Alam. Tak patah arang dengan jalinan kasih yang kandas, artis sinetron yang juga berkiprah di dunia modeling ini mengaku, berharap tahun depan akan mendapat pacar baru. Tentu saja, bukan hanya soal jodoh yang diharapkan muncul di tahun 2015 tapi juga kehidupan dan perjalanan kariernya di dunia hiburan makin baik. “Aku berharap pekerjaan
Tyas Mirasih
makin baik, lancar, juga kesehatan yang baik. Pokoknya semua yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar, itu yang aku harap. Kalau soal jodoh, nggak usah ditanya, itu sudah pasti berharap dapat jodoh tahun depan…ha…ha…ha…Semoga mendapat jodoh terbaik,” kata gadis cantik kelahiran April 1987 ini sumringah. Untuk tahun baru ini, Tyas mengaku, tak ingin bekerja. Waktu liburan tahun baru ini akan digunakannya untuk berkumpul bersama keluarga, liburan ‘bareng’. “Jadi tahun baru ini fokus liburan. Semua pekerjaan sudah selesai, FTV juga sudah kelar, jadi sekarang giliran libur bareng keluarga,” ucap pemeran film ‘Setan Budeg’ ini. –Diana Runtu
penyakit yang sedang mewabah di luar negeri, terutama penyakit yang disebabkan virus yang mudah sekali menular lewat perantara. Beberapa penyakit seperti flu burung, flu singapura, flu babi, SARS, MERS-Cov, legionella, ebola, merupakan penyakit virus yang mematikan.
Tahun 2015 sudah mulai dijalani. Banyak hal yang menjadi “pekerjaan rumah” sisa tahun 2014 atau hasil evaluasi tahun 2014. Berikut ini sajian Tokoh mengenai harpan, target, dan tan tangan di tahun 205 yang dirangkum dari ber bagai bidang.
D
ari bidang kesehatan, angka kematian ibu melahirkan dan balita masih menjadi salah satu urgensi penanganan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Walaupun berada pada angka terendah di seluruh provinsi di Indonesia, namun penanganan terus dilakukan untuk meminimalkan kasus kematian ibu melahirkan dan balita. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, pekan lalu. Ia memaparkan, pada tahun 2012 jumlah kematian ibu melahirkan mencapai 63 orang. Tahun 2013 bisa diturunkan menjadi 49 orang, dan tahun 2014 menjadi 47 kasus. Penyebab kematian, karena sakit jantung dan asma. Isu yang juga masih menjadi perhatian serius, pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekskusif yang masih belum maksimal. Persentase pemberian ASI baru mencapai 72%, sehingga tahun 2015, masih menjadi fokus penanganan. Untuk angka kematian balita
dapat ditekan, dari tahun sebelumnya berjumlah 338 menjadi 333 balita tahun 2014. Sementara, kondisi gizi buruk balita masih berkisar 1,7 persen dari semua jumlah balita. Jumlah ini sangat kecil, namun, ia menegaskan, tetap menjadi fokus penanganan di tahun 2015. Salah satunya, dengan pemberian imunisasi dipermudah. Lima imunisasi dasar dijadikan satu. Sasarannya masih tetap bayi usia 0-12 bulan. Penyakit infeksi seperti HIV/ AIDS juga tetap menjadi isu terhangat. Berdasarkan data di bulan November, pengidap HIV/AIDS di Bali berjumlah 10.524. Diprediksi terjadi 100 kasus per bulan. “Hal ini juga menjadi tantangan di tahun 2015,” ujar dr. Suarjaya. Ia menyatakan, ke depan, beberapa penyakit noninfeksi juga mulai “naik daun”. Hal ini erat sekali kaitannya dengan pola hidup yang kurang sehat dari masyarakat. Penyakit kencing manis, stroke, dan kanker akan meningkat. Sementara, agar kasus rabies
Berkreasi dan Menambah Usaha Baru
Intan Nuraini
19
Dalam sebuah perbicangan, Made Asri Restuastuti, S.P. mengatakan perkembangan wanita Indonesia dalam bidang usaha mandiri sangat luar biasa. Melalui Iwapi, organisasi yang diikutinya, perkembangan itu bisa terukur dari pertambahan jumlah anggota. Sekretaris Iwapi Kota Denpasar ini juga menyampaikan tahun 2015 Iwapi ingin mewujudkan 1 juta pengusaha wanita. Melalui misinya pula Iwapi tak henti mengangkat kaum wanita Indonesia, dari pengusaha lemah sampai menjadi pengusaha tangguh. Sebagai seorang pengusaha dan aktivis Iwapi, Asri mengatakan dirinya akan selalu menggunakan semua peluang yang ada di sekitarnya dan tidak pernah takut bersaing. “Tentunya dengan senantiasanya menyertakan doa di setiap langkah,” tegasnya. Tahun ini Asri yang pemilik Indah Asri Dried Flower, berupa kerajinan berupa bunga-bunga kering ini, ingin meningkatkan karyanya dan berinovasi mengembangkan usahanya. “Maunya bisa ekspor lagi. Kemudian menciptakan kreasi baru dari bahan-bahan yang sudah ada ataupun bahan –bahan yang baru,” katanya Selain itu, Asri juga ingin melakukan pengembangan usaha de ngan membuat aksesoris dari bahan batu-batuan. Harapannya pada pemerintah, dapat lebih memperhatikan pengrajin UMKM, dengan sarana untuk promosi dan pemasaran yang lebih banyak lagi. –Sri Ardhini
dr. Suarjaya
tidak terulang kembali, program yang perlu dilakukan adalah mengendalikan populasi anjing. Untuk itu, Diskes akan bekerja sama Dinas Peternakan. Tahun 2015, anggaran untuk pengadaan vaksin antirabies VAR berkisar Rp 6-8 miliar. Tantangan ke depan, Bali sebagai daerah wisata juga rentan terhadap ancaman beberapa
AKREDITASI PUSKESMAS Sejak tahun 2011 sudah diimplementasikan sesuai sistem penanganan dunia, agar virusvirus yang sedang mewabah di luar negeri, tidak sampai menjadi kejadian luar biasa di Indonesia dan Bali khususnya. Walaupun prosentasi kejadian tersebut, masih minim, tapi pencegahan terus dilakukan. Misalnya, warga yang datang dari negara yang sedang terjadi wabah penyakit, diperiksa dan dipantau kesehatannya dalam kurun waktu tertentu. Itu salah satu cara pencegahan. Untuk itu, tantangan di tahun 2015, adalah mendorong rumah
sakit pemerintah maupun swasta untuk mendapatkan akreditasi paripurna. Selain itu, memperkuat garda terdepan yakni puskesmas sampai di tingkat desa. Puskesmas juga direvitalisasi. Puskesmas mempunyai fungsi sebagai promosi kesehatan. Pelayanan dan pengobatan itu hanya merupakan bagian. “Revitalisasi puskesmas bertujuan untuk meningkatkan mutu, edukasi disamping bisa juga untuk menyembuhkan. Untuk tahun 2015, akan dilakukan akreditasi puskesmas seluruh Bali. Puskesmas harus bisa mengobati 155 penyakit. Itu target ke depan,” kata dr. Suarjaya. Tantangan lainnya, adalah menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang profesional, sistem pembiayaan yang mudah, dan peningkatan akses dan kulitas pelayanan kesehatan, seperti membangun rumah sakit di Nusa Penida dan Buleleng. Menambah mobil ambulan di Buleleng, Karangasem, dan Klungkung. –Wirati Astiti
Dinamika Revolusi Mental Sudah menjadi kebiasaan umum dilakukan ketika tahun baru, adalah masing-masing orang memiliki resolusi (pencapaian) yang menjadi harapan dan target memasukai tahun yang baru saja datang. Dari kalangan birokrat misalnya, resolusi yang ingin diraih tentu saja kesuksesan dalam bidang tugas yang diemban masing-masing. Drs. H.L. Gita Aryadi, M.Si, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggadang resolusi akan terealisasikannya Mandalika Resort yang telah ditetapkan oleh Presiden RI sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui PP No. 52 Tahun 2014. “Setelah terbitnya PP 52/2014 tentang KEK Mandalika dan Kepres 46/2014 tentang Dewan Kawasan KEK Mandalika maka Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dituntut melakukan akselerasi (percepatan) pembangunan di kawasan yang nyaris dua dekade terabaikan itu,” ungkapnya. Dengan dua payung hukum dan kebijakankebijakan teknis lainnya sebagaimana diatur dalam UU no 39/2009 tentang KEK, maka diharapkan tahun 2015 arus investasi ke NTB khususnya ke kawasan Mandalika akan tumbuh signifikan. Selain resolusi baik akan bidang tugas yang ditanganinya, Gita Aryadi juga memiliki resolusi pribadi sebagai seorang birokrat yakni, meningkatkan kinerjanya di tengah dinamika revolusi mental yang sedang dan akan terjadi di negeri ini. Kasat Pol PP NTB, Ibnu Salim, S.H., memiliki resolusi di tahun 2015, agar Satpol PP NTB dapat terus mempertahankan dan tingkatkan kemampuan personil dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, sehingga dapat berkontribusi maksimal
bagi pencapaian pembangunan daerah NTB dengan target lebih memperkuat kemitraan dengan TNI dan Polri termasuk di seluruh kabupaten/ kota. Karena dengan kemitraan dan keterpaduan yang membuat efektifitas penanganan persoalan di lapangan dapat berjalan baik. Termasuk juga melakukan penguatàn personil dengan meningkatkan kemampuan berkomunikasi dàn berinteraksi yang menjadi salah satu penentu keberhasilan program pemerintàah di daearah terlebih masalah keamanan dan ketertiban. Keberhasilan Provinsi NTB meraih penghargaan MSGs dua kali berturut-turut di tahun 2013 dan 2014, membuat Ir. H. Rosiady H.Sayuti M.Sc.Ph.D., Asisten Tata Praja dan Aparatur Setda Provinsi NTB Provinsi NTB memiliki resolusi dengan target di tahun 2015, Provinsi NTB dapat mempertahankan MDGs Award dan Pangripta Nusantara untuk ketiga kalinya. Harapan lain adalah adanya peningkatan grade di bidang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dari C ke minimal B. Demikian pula dengan harapan peningkatan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dari rangking 18 ke 10 besar. Pun secara pribadi ia menetapkan harapan senantiasa dapat melaksanakan tugas lebih baik lagi dan kinerja SKPD yang dikoordinir bidang ini lebih meningkat lagi. Secara singkat, Kepala Bakorluh NTB, Husnanidiaty Nurdin, menyampaikan target utama melatih para penyuluh agar lebih pintar, memantapkan kelembagan petani dengan harapan agar terjadi peningkatan kesejahteraan petani, menjadi resolusinya di tahun 2015 ini. Sebagai birokrat ia juga memiliki resolusi pribadi memaksimalkan tugas pokoknya dalam mendukung dinas-dinas yang ada di Provinsi NTB. -Naniek I. Taufan
Nine
20
5 - 11 januari 2015
Ngopi Sebelum Mendaki Hamparan perkebunan kopi menghijau di Dusun Pancasila Desa Tambora Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kebun-kebun kopi ini juga berbatasan langsung dengan perkebunan kopi yang berada di Dusun Tambora Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Ratusan hektar lahan perkebunan kopi di dua kabupaten ini telah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Hal inilah yang bahkan membuat kebun kopi menjadi ikon desa-desa yang berada di kaki Gunung Tambora, salah satunya Dusun Pancasila.
D
Biji Kopi Tambora jenis robusta
i desa yang menjadi pintu masuk utama pendakian Gunung Tambora dengan jalur sangat menantang ini, Kopi Tambora dikenal sebagai kopi dengan rasa yang nikmat. Bagi para pendaki yang mendaki Gunung Tambora lewat jalur Pancasila, khususnya penyuka kopi, tidak lengkap rasanya jika tidak mencoba kopi dengan harum yang khas ini. Rasa smoot (lembut) saat menyeruput kopi Tambora jenis robusta ini meninggalkan kesan betapa nikmatnya ngopi di kaki Gunung Tambora ini. bagaimana tidak, selain terasa lembut di antara kepulan uap panas kopi, jika diperhatikan benar, akan terlihat seperti berminyak. Masyarakat di Dusun Pancasila, khususnya para perempuanlah yang mengolah Kopi Tambora ini menjadi kopi yang sedap dengan keharuman kopi yang kuat. Setidaknya sejak tahun 2012, masyarakat di sini, khususnya perempuan mengolah kopi Tambora dalam kelompok-
kelompok pengolahan kopi. “Kalau dulu kami menjual biji kopinya, sekarang kami sudah menjual kopi bubuk yang siap diminum,” ungkap Nila, salah seorang anggota kelompok pengolahan kopi bernama Tunas Harapan. Setidaknya, saat ini ada empat kelompok pengolahan kopi Tambora di dusun ini. Dalam kelompok-kelompok inilah para perempuan di dusun ini menghabiskan sebagian waktu mereka untuk berusaha mengolah kopi Tambora, selain sebagai pemetik kopi di saat panen kopi tiba. Tiap kelompok pengolahan kopi, terdapat sekitar 20 orang petani kopi dan juga ibu rumah tangga yang khusus mengolah kopi menjadi bubuk kopi yang nikmat itu. Menurut Nila, sejauh ini, mereka menggunakan modal sendiri yang tentu saja tidak banyak dalam memulai usaha ini. KOPI MURNI TANPA CAMPURAN Kopi Tambora memang masih diproduksi dalam jumlah terbatas
Para ibu rumah tangga dan petani kopi tergabung dalam kelompok pengolahan Kopi Tambora di Dusun Pancasila
alias belum menjadi produksi massal, mengingat keterbatasan alat dan pemasaran yang tidak terlalu lancar. Terkadang produksi Kopi Tambora dilakukan jika ada permintaan saja. Hal ini disebabkan lokasi Dusun Pancasila yang terbilang jauh dari pusat Kota Dompu apalagi Kota Bima, sebagai kota terdekat dengan jarak tempuh sekitar 6-7 jam perjalanan ke wilayah ini. Namun begitu, semangat ibuibu rumah tangga menyajikan kopi bubuk siap seduh ini tak pernah padam. Proses pengolahan bubuk Kopi Tambora berjalan terus dimulai dari mengumpulkan biji kopi dengan berat sesuai kesepakatan dalam kelompok. “Satu kali pengolahan biasanya sekitar 50 kilogram biji kopi,” kata Nila. Para ibu ini mengolah Kopi Tambora murni tanpa campuran apa pun termasuk beras. “Inilah salah satu keunggulan Kopi Tambora,” ungkap Ilham, Ketua Kelompok Pengolahan Kopi Tunas Tambora. Oleh kelompok-kelompok tersebut, kopi yang diolah menggunakan alat sangrai dari bantuan pemerintah daerah ini tidak pernah dicampur dengan apapun karena akan mengurangi kualitas dan rasa kopi. Jika sebelumnya, para ibu di dusun ini menggunakan wajan biasa (lebih tradisional lagi menggunakan wajan yang terbuat dari tanah liat), untuk meng-sangrai kopi dengan jumlah terbatas, maka dengan alat sangrai kapasitas 15 kilogram biji kopi sekali sangrai ini sangat membantu para ibu dalam mengolah bubuk kopi. Rasa nikmat Kopi Tambora, terletak dari kemurnian kopi dan cara mengolahnya. Dengan dua kali penggilingan biji kopi setelah disangrai selama sekitar 30 menit, menghasilkan bubuk kopi yang lembut dan berwarna hitam
Inspirasi
5 - 11 januari 2015
Pengabdian untuk Perubahan “Perubahan mutlak harus dilakukan. Mari kita renungkan, puncak gunung adalah inspirasi bagi setiap pemimpin, tetapi lembahlah yang mematangkannya. Lewat heningnya malam, bersihnya hati, saya sampaikan Selamat Tahun Baru 2015. Semoga semakin cepat langkah kita mengejar kebaikan menuju ampunan Tuhan.”
P
esan singkat yang hangat ini berisi tidak hanya sebuah ucapan selamat tahun baru yang terkesan basa-basi semata, melainkan mengandung ajakan perubahan yang dikirimkan oleh Drs. Srijono, M.Si, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Srijono, sosok polisi yang sederhana dan low profile, dalam memimpin. Dua puluh dua kali pindah tugas mengemban berbagai jabatan hingga mengantarkannya ke sejumlah daerah di Indonesia sejak tahun 1983, Srijono, merasakan benar nikmatnya menjadi seorang Bhayangkara. Selama 32 tahun (sejak lulus Akademi Kepolisian tahun 1983), ia memaknai tugasnya itu sebagai sebuah pengabdian. Pengabdian ini banyak memberikannya pengalaman yang kemudian menggerakkan hatinya untuk melakukan
menjadikan Polda NTB sebagai rule model perubahan yang dilakukan dengan metode NAC dengan target tidak hanya anggota Polri melainkan semua pihak yang berniat berubah termasuk tokoh masyarakat atau bahkan masyarakat umum. Kunjungan ke wilayah-wilayah di NTB, dilakukan dengan pendekatan perubahan mindset. Semua ini dilakukannya demi mewujudkan NTB yang damai dan juga menggapai mimpinya membawa Polri sebagai institusi yang berkarakter dan humanis sehingga Polri dapat berkontribusi dalam melakukan gerakan nasional perubahan mindset menuju NKRI yang kuat dan bermartabat. Namun, siapa sangka, perjalanan ayah dari Nurrosyid, Nurul H, Nurazizah, Nurroyani, Mohammad NP, Siti Fatimah E dan Taufik HS yang ramah dan murah senyum ini hingga mencapai titik sebagai
Pembeli Kopi Tambora ada yang langsung datang ke Dusun Pancasila
kecokelatan. Saat diseduh, kopi murni ini menyebarkan aroma harum kopi yang kuat dengan rasa kopi yang asli. “Kami pernah mencoba mencampur kopi dengan beras atau jahe, namun hasil dan rasanya tidak enak,” kata Nila. Selain memiliki alat sangrai, kelompok ini juga memiliki alat bubuk (penggilingan) yang terbilang memadai. Hasil bubuk kopi yang sangat lembut diperoleh dari dua kali proses penggilingan. “Setelah kopi digiling kasar kemudian dilanjutkan dengan penggilingan halus,” kata Nila. Proses inilah yang membuat Kopi Tambora tidak meninggalkan ampas yang mengambang di atas kopi ketika dihidangkan dalam gelas. Dengan alat sangrai dan alat bubuk (penggilingan) kopi yang dimiliki kelompok-kelompok pengolahan Kopi Tambora, membuat usaha ini semakin hari memberikan harapan bagi peningkatan ekonomi masyarakat di dusun ini.
Penggilingan Kopi Tambora dilakukan dalam dua kali proses, giling kasar dan kemudian giling halus
Dengan stok biji kopi yang selalu tersedia dengan label sederhana Kopi Tambora yang dibuat sendiri, harapan para perempuan pengolah bubuk kopi ini, setidaknya terbuka peluang pemasaran yang lebih luas. Tidak hanya terjual di sekitar Dompu dan Bima melainkan juga mereka berharap pemasaran dapat dilakukan hingga keluar Pulau Sumbawa. -Naniek I. Taufan
Kopi yang diolah menggunakan alat sangrai dari bantuan pemerintah daerah ini tidak pernah dicampur dengan apapun karena akan mengurangi kualitas dan rasa kopi. Jika sebelumnya, para ibu di dusun ini menggunakan wajan biasa (lebih tradisional lagi menggunakan wajan yang terbuat dari tanah liat), untuk meng-sangrai kopi dengan jumlah terbatas, maka dengan alat sangrai kapasitas 15 kilogram biji kopi sekali sangrai ini sangat membantu para ibu dalam mengolah bubuk kopi.
5
Kapolda NTB, bersama tokoh masyarakat di NTB
sebuah “perubahan” yang ia mulai dari dirinya sendiri, khususnya dalam hal perubahan mindset. Perhatiannya yang besar pada perubahan mindset dalam membangun institusi dan personal kepolisian yang humanis berkarakter, membuat Srijono dikenal sebagai seorang motivator, tidak hanya dalam lingkungan kepolisian melainkan juga pada lingkup birokrasi, kampus, berbagai komunitas hingga masyarakat umum. Kegelisahannya akan situasi kehidupan anak-anak bangsa yang mudah sekali terprovokasi dan kerap berakhir anarkis hingga terpecah-belah, membuatnya tidak pernah lelah untuk memberikan motivasi pada siapa pun untuk dapat berubah. WISATA NURANI Dengan metode Neuro Assosiative Conditioning (NAC), ia melakukan pendekatan perubahan itu. Srijono terlihat sangat serius dalam hal ini. Itulah sebabnya, di hari pertamanya sebagai Kapolda NTB, ia langsung menggelar kegiatan NAC bagi para pejabat utama Polda NTB yang diberinya istilah, wisata nurani. Sejak itulah, NAC terus berlanjut hingga ke Polres-Polres se-Nusa Tenggara Barat. Srijono
seorang motivator, berawal dari “tercengangnya” ia ketika menyadari bahwa putra pertamanya, mengalami “shock” secara psikologi akibat terlalu banyak berpindah sekolah saat mengikuti ke mana pun ia bertugas. Tidak kurang dari 14 kali, Nurrosyid pindah sekolah dan mau tidak mau harus belajar beradaptasi dan mengenal lingkungan baru. “Rupanya ini menjadi beban psikologi bagi anak saya,” ungkap mantan Wagub Akpol ini. Hingga akhirnya suatu hari Nurrosyid mengalami pusing yang membuatnya tidak bisa bersekolah.
Drs. Srijono, M.Si., berserta istri dan anak, menatu serta cucunya
Beberapa kali hal ini terjadi, tiap kali hendak berangkat sekolah, Nurrosyid selalu mengalami pusing. “Anak saya selalu pusing tiap kali hendak berangkat ke sekolah, menyadarkan saya bahwa 14 kali berpindah sekolah sejak kelas satu hingga kelas dua SMA, membuat anak saya mengalami beban psikologis yang serius,” ungkap TRAUMA PSIKOLOGI Usaha untuk mencari pengobatan terbaik bagi si sulung dilakukan dengan semaksimal mungkin, termasuk berkonsultasi dengan psikolog. Selama menjalani terapi psikologis, anak yang berdasarkan tes memiliki IQ di atas ratarata ini, tidak juga menunjukkan perkembangan yang signifikan, meskipun secara verbalnya, laporan psikolog atas kondisinya tercatat baik. “Satu-satunya catatan yang selalu diberikan oleh psikolog yang merawatnya adalah meminta kami sebagai orangtua untuk terus memberikan motivasi,” ujar Srijono yang bersama istrinya tidak hentihentinya mendukung buah hati mereka dengan memberi motivasi yang kuat sesuai anjuran psikolog. Tiga bulan konseling dilakukan namun tidak juga membuahkan hasil yang menggembirakan. Sebagai seorang ayah, tentulah pria kelahiran Klaten, 4 April 1958 bersama istri tercinta, Meiyar, BSc., cemas dengan hal ini dan bertekad harus mendukung si buah hati untuk bisa keluar dari masalah dan beban psikologi yang dialaminya. Mereka tidak ingin anaknya melewatkan
Meiyar BSc., saat menjadi motivator dalam sebuah kegiatan
kesempatan untuk memperoleh perdidikan karena masalah ini. Ia dan istrinya rajin bertanya dan mencari informasi bagaimana cara agar dapat menyembuhkan “trauma psikologi” yang dialami anak mereka hingga selalu pusing tiap kali hendak ke sekolah. Tahun 2004, Srijono kemudian mendapatkan informasi tentang seminar NAC yang bisa mengubah mindset seseorang bukan yang dimaksud itu orang bermasalah. Harapan akan termotivasinya sang anak itu lalu muncul. Srijono pun mendaftar untuk menjadi peserta meskipun seminar ini terbilang berbiaya relatif mahal. Tidak hanya Nurrosyid yang didaftarkan untuk mengikuti seminar ini melainkan ia dan istrinya juga ikut serta mendampingi sekaligus sebagai peserta. Dari tiga hari jadwal kegiatan yang dilakukan dengan metode dialog tersebut, pada hari pertama, sekitar delapan jam setelah mengikuti seminar atau sekitar jam lima sore, tiba-tiba Nurrosyid mengangkat tangannya meminta
untuk bicara. “Anak saya lalu mengucapkan terima kasih pada motivator yang memberi seminar karena menyadarkannya bahwa ia telah salah mengambil keputusan selama ini,” katanya. Saat itu, Srijono dan istri mengaku kaget dan terasa seperti sebuah kejutan yang membahagiakan mendengar anak mereka bicara demikian setelah berbulanbulan ia seperti mengalami tekanan psikologi yang hebat. Air mata Srijono yang kala itu berpangkat Komisaris Besar Polisi dan juga istri menetes ketika mereka berdua dipanggil berdiri di depan ratusan peserta lainnya, untuk mengeksplorasi suasana batin yang mereka rasakan saat itu manakala menemukan mindset putra mereka berubah dalam waktu yang relatif singkat dan mau bersekolah lagi. “Sejak itulah, saya berjanji, ilmu yang saya dapatkan dalam seminar itu akan saya bagikan kepada seluruh kawan polisi dan orang lain demi sebuah perubahan ke arah yang lebih baik,” ungkapnya. –Naniek I. Taufan
Masuk Kurikulum Pendidikan Polri Tahun 2005, ia mengawali aktivitas sebagai motivator dengan memberikan pelatihan perubahan mindset menuju etos kerja yang kondusif dan perubahan mindset menuju harmoni keluarga yang dimulai dari lingkungan Polri, yakni di SPN Mojokerto saat ia menjadi Kepala SPN tersebut. Atas izin pimpinannya ia terus memotivasi anggota Polri di tempat tugas berikutnya, ketika ia menjadi Dirreskrimum Polda Kalimantan Barat dengan memberikan pelatihan NAC kepada 600 orang dari organisasi pemuda dan mahasiswa. Kegiatan ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari Universitas Tanjungpura Pontianak sehingga meminta agar NAC menjadi salah satu bagian dari kegiatan saat orientasi mahasiswa baru. Gencarnya ia dalam memberikan motivasi melalui NAC khususnya dalam tubuh Polri dengan berkeliling ke Polda-Polda atas permintaan polda setempat, membuat institusi Polri merasakan manfaat baik dari kegiatan ini sehingga institusi ini akhirnya memasukkan NAC dalam kurikulum pendidikan Polri saat ini. Sejauh ini, Srijono telah melahirkan banyak trainer-trainer NAC yang dilatih untuk menjadi motivator menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Kepeduliannya pada sebuah perubahan, tidak main-main mengingat tidak hanya dirinya yang menjadi motivator melainkan juga istri tercinta yang juga turut rajin menjalankan “misi” perubahan yang tampaknya sejalan dengan revolusi mental yang kini tengah disuarakan oleh pemerintah. Meiyar ikut turun menjadi motivator mendampingi suami tercinta. -Naniek I. Taufan
Inspirasi
4
5 - 11 januari 2015
Endang Mikuwati
Indonesia Masuk dalam “Darurat Narkoba” Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional, sejak 2008 narkoba telah menyebar ke seluruh kabupaten dan kota di 33 provinsi, sehingga boleh dibilang tidak ada lagi daerah yang bebas dari peredaran benda laknat itu. Bahkan saat ini digambarkan kondisi semakin mencekam karena peredarannya bukan hanya menjangkau orang-orang yang berusia dewasa tapi sudah menembus lini generasi penerus bangsa, yakni para remaja dan anak-anak usia sekolah dasar.
K
ondisi yang sangat mengkhawatirkan ini tentunya harus menjadi kepedulian semua orang untuk bersama bahu-membahu membantu agar peredaran benda haram ini tidak semakin meluas. Sebenarnya sudah banyak anggota masyarakat ikut berpartisipasi untuk membantu memerangi narkoba, namun peredaran benda haram sepertinya begitu massif. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya angka pengguna narkoba dari waktu ke waktu. Di sisi lain, belum semua anggota masyarakat peduli dengan masalah ini. Padahal peran serta seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, sangat dibutuhkan untuk memerangi peredaran benda haram ini. Karenanya sosialisasi penting dan harus semakin gencar dilakukan, termasuk kepada anak-anak usia sekolah dasar yang kini telah menjadi target dari peredaran narkoba. Endang Mikuwati, salah seorang penggiat anti narkoba, misalnya, mencoba masuk ke sekolahsekolah dasar untuk melakukan sosialisasi ini. Nah, karena masih usia anak-anak dan kemampuan pemahaman yang masih terbatas, maka sosialisasi dikemas menjadi sesuatu yang menarik bagi anakanak. Bahasa yang digunakan pun sekomunikatif mungkin dan dapat dipahami oleh mereka. Akhirnya, munculah gagasan menghadirkan sosok ‘Kapten BeNN’ di tengah anak-anak. “Hadirnya Kapten BeNN yang diposisikan sebagai teman, sahabat anak-anak, diharapkan dapat merangkul anak-anak sekaligus memotivasi dan menginformasikan tentang bahayanya narkoba dalam bahasa atau komunikasi di level anak-anak. Saya kepingin anak-anak punya ketahanan. Jadi,
meskipun anak-anak tidak dengan orangtuanya, tidak dengan gurunya, mereka minimal mempunyai ketahanan mandiri dan peka atas berbagai stimulan yang mencoba menyelusupkan narkoba kepada mereka,” ujar Endang yang juga Ketua Yayasan Sahabat Putra Nusantara ini. Anak-anak, tambahnya, perlu dibekali pengetahuan tentang narkoba sejak dini. Begitu juga para orangtua. Mereka harus sama-sama tahu ada bahaya yang mengancam generasi penerus bangsa. “Anak-anak harus tahu bahwa sekarang mereka harus waspada terhadap orang asing dan lebih terbuka kepada orangtua. Anak-anal harus diinformasikan hal-hal berbahaya yang mengancamnya agar bisa selalu waspada. Kalau mereka tahu sesuatu yang membahayakan temannya, mereka harus memberitahukan kepada orangtua, guru atapun kerabat, agar hal tersebut bisa segera ditangani dnegan benar dan bijak.” tegas wanita kelahiran Jakarta Mei 1962 ini. Sebagaimana diberitakan, pengedar narkoba berupaya berbagai cara untuk mempengaruhi orang agar mengkonsumsi narkoba. Di lingkungan anak-anak seperti sekolah, misalnya, narkoba dimasukkan dalam jajanan sekolah. Inilah salah satu ‘jalan’ untuk membuat anak-anak mencicipi narkoba. “Pengedar menggunakan jajanan yang digemari anakanak. Bentuknya seperti coklat, permen, padahal
Kapten BeNN di tengah-tengah kampanye anak anak indonesia bebas narkoba
sudah dimasukkan narkoba,” kata Endang. “Anak-anak, kan, mudah diiming-imingi. Misalnya lewat permen warna-warni, padahal permen itu mengandung narkoba. Karena itu perlunya pengawasan orangtua agar mereka bisa menginformasikan kepada anak-anaknya agar waspada terhadap jajanan, juga orang asing yang memberi sesuatu,” katanya. Endang yang telah cukup lama berkecimpung dalam kegiatan anti narkoba mengaku, dirinya merasa terpanggil untuk terjun langsung melakukan sosialisasi anti narkoba ke lingkungan anak-anak sekolah, khususnya sekolah dasar. Karena tak dapat dipungkiri, saat ini para pengedar narkoba bukan hanya
Endang Mikuwati
berhasil menjangkau orang usia dewasa, juga remaja, tapi juga sudah merangsek sampai ke anak-anak usia sekolah dasar. “Saya terpanggil untuk membantu memangkas bahaya narkoba dari SD, karena pada usia dini inilah ancaman yang tak terlihat dan rawan bagi anak-anak kecil. Saya merasa harus berbuat sesuatu bagi bangsa, untuk menjaga generasi bangsa ini aman, tumbuh dengan baik dan cerdas juga jauh dari bahaya laten,” tutur wanita yang telah 12 tahun aktif dalam
gerakan anti narkoba, ini. Menurut Endang, program ‘Kapten BeNN Goes to School’ ini rencananya akan diadakan di semua sekolah dasar seluruh Indonesia, mulai dari kelas 1 hingga 6 SD. Kegiatan ini, diisi dengan berbagai aktivitas, di antaranya storytelling yang dilakukan oleh pendongeng dari tim ‘Kapten BeNN’ dan permainan interaktif. Selain itu, ditempat terpisah juga digelar talkshow untuk para orangtua murid dengan menghadirkan narasumber dari BNN. “Storytelling dibuat dalam bahasa anak-anak, bentuknya dongeng namun ada pesan-pesan yang disampaikan, juga dihadirkan sosok Kapten BeNN-nya. Sedang untuk orangtua yang hadir dalam talkshow, disampaikan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan pencegahannya,” jelasnya. Sejak program ini dilancarkan, katanya, sudah 8.077 murid SD dan 3.818 orangtua diedukasi oleh Yayasan Sahabat Putra Nusantara. Menurutnya, ada banyak hal dijumpai dalam menjalankan program ini. Di antaranya tentang ditemukannya enam anak SD yang menjadi korban narkoba. Mereka berasal dari lingkungan yang rawan peredaran narkoba, hidup di tengah orang-orang yang terindikasi menjadi pemakai dan pengedar narkoba. Ada pula orangtua murid yang berkonsultasi tentang bagaimana caranya dapat sembuh dari narkoba setelah menjadi pengguna yang cukup lama. “Ini harus dibina karena orangtua orang yang paling berperan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada anak,” katanya.-Diana Runtu
Mandalika
5 - 11 januari 2015
Wisata Alam Jadi Rebutan Seperti halnya menyambut tahun baru sebelumnya, suka cita masyarakat menyambut tahun 2015 di Lombok, juga dirayakan dengan rileksasi berlibur dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Pantai-pantai indah dan air terjun serta kolam renang di Pulau Lombok menjadi favorit kunjungan yang selalu dipadati warga. Libur tahun baru yang bersamaan dengan liburan sekolah, semakin membuat tempat-tempat wisata tersebut ramai didatangi anak-anak.
P
Pantai Kute Lombok
Salah satu tempat wisata di Suranadi Lombok Barat
antai Senggigi dan Pantai Kerandangan Lombok Barat, Pantai Tanjung Karang Ampenan, Pantai Kute Lombok Tengah dan pantai-pantai lainnya di Lombok bagian selatan seperti Pantai Syurga, Pantai Kaliantan juga pantai bagian selatan di Tanjung Lombok Utara, adalah pantai yang selalu menjadi tujuan wisatawan lokal ini. Deretan kawasan wisata alam air terjun yang banyak dikunjungi adalah air terjun Sendang Gile Lombok Utara, air terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu di Lombok Tengah serta air terjun Otak Kokoq. Dan, hampir semua kolam renang umum di Kota Mataram dipadati anak-anak yang riang menikmati liburan sekolah. Termasuk juga Taman Narmada
Lombok Barat. Jika kalangan atas dapat berlibur di hotel-hotel dengan fasilitas yang lengkap dan mewah, maka tidak demikian dengan masyarakat umum dengan tingkat penghasilan biasa-biasa saja. Untuk memenuhi kebutuhan liburan dan kebersamaan dengan keluarga, pilihannya tentu mengunjungi tempattempat yang murah dijangkau kantung dan tidak membutuhkan budget yang “mencengangkan”, melainkan sederhana saja. “Yang penting bisa berlibur bersama keluarga,” kata Ramdan, yang membawa keluarganya mengunjungi banyak tempat selama liburan akhir tahun 2014 lalu. Ia membawa keluarganya menikmati pantai, air terjun hingga mengantar anak-anaknya berenang di kolam renang di Mat-
21
aram. Menurutnya ini cara liburan “bebas” biaya mahal. Tidak perlu biaya bayar hotel termasuk juga makan, karena mereka menyiapkan makanan lengkap yang dibawa dari rumah. Salah satu pesisir dengan hamparan pantai berpasir putih dan bulat bak merica, Pantai Kute Lombok Tengah, “kedatangan tamu” yang terbilang cukup banyak. Untuk mencapai pantai ini, dari Kota Mataram harus ditempuh dalam waktu lebih dari satu jam perjalanan. Meski di pantai indah ini minim fasilitas, Kute Lombok tetap menjadi favorit kunjungan. Keluarga Hamdan yang datang dari Bima, sengaja memilih Kute Lombok untuk menikmati keindahan pantai. “Kami tidak menginap di Kute, hanya berkunjung biasa mengantar anak-anak bermain
Taman Narmada Lombok Barat
pasir dan berenang,” ujar Hamdan yang datang bersama enam anggota keluarganya. Keluarga lain yang memilih Kute Lombok sebagai tempat liburan adalah Nourma bersama suami dan tiga orang anaknya. Kedua keluarga ini tampak bergembira menghabiskan waktu sejak siang hingga sore hari. Di tempat ini ada pedagang camilan dalam lapak-lapak sederhana, juga tersedia fasilitas umum seperti kamar mandi dan tempat bilas. Untuk masuk ke kawasan yang berdekatan dengan sebuah hotel berbintang di mana pantainya paling banyak dikunjungi ini, pengunjung harus membayar Rp 10.000 sebagai biaya masuk dan parkir mobil. Beberapa lokal kamar mandi juga ada yang menyiapkan air untuk bilasan. “Harganya Rp 10.000 per-jirigen atau sekitar 10 liter bersih,” kata Nourma. Jika ingin mandi di kamar mandi, pengunjung harus membayar Rp 10.000 perorang. Selain Kute, Pantai Kerandangan yang diteduhi pohon kelapa juga banyak dikunjungi. Di pantai ini, pengunjung tidak perlu repot membawa makanan dari rumah karena sudah ada pedagang yang menjual makanan, seperti kuliner khas Lombok, Sate Bulayak. Dengan harga Rp 20 ribu-25 ribu/ porsi, sate bulayak bisa dinikmati. Di tempat ini juga, ada tempat bilas sederhana yang dikelola oleh masyarakat. Biaya bilas di tempat ini lebih murah dibandingkan dengan di Kute Lombok Tengah. Dengan hanya membayar Rp 10.000, empat orang
anak dan keponakan Dewi dapat membilas tubuh mereka hingga benar-benar bersih usai bermain pasir dan mandi di pantai. “Murah meriah boleh pakai air sebanyak yang kita butuhkan,” kata Dewi yang datang dari Lombok Tengah. Sebuah sumur dan kamar mandi memang sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan air bersih pengunjung. Yang kini tengah tren juga adalah berwisata kuliner sambil berenang. Di kawasan Suranadi, Lombok Barat, terdapat beberapa lesehan yang sekaligus menyediakan kolam renang yang bisa diakses gratis atau hanya membayar dengan Rp 10.000/orang. Anak-anak bisa berenang sembari menikmati kuliner khas Lombok seperti pelecing kangkung, ayam taliwang hingga ikan bakar pelecing. Suasana alam yang masih asri di sekitar kawasan Suranadi, memberikan ketenangan dalam berlibur. Mereka yang datang ke tempat ini pandai menghitung biaya liburan yang efisien di tengah naiknya biaya masuk ke kolam-kolam renang umum di Kota Mataram yang mencapai Rp 40.000/orang di saat musim liburan tiba. “Di samping suasana yang tenang, di Suranadi anak-anak bisa sekalian berenang dengan biaya gratis atau hanya Rp 10.000/orang, bisa menghemat biaya,” ungkap Wati yang membawa serta delapan anggota keluarganya. Demikian juga di lokasi-lokasi wisata alam air terjun di Lombok yang menawarkan biaya liburan murahmeriah namun mengesankan. -Naniek I. Taufan
Metropolitan
22
Tahunnya Wanita Aktif Tahun 2015 diramalkan akan menjadi tahunnya para wanita. Di tahun ini akan bermunculan wanita-wanita hebat, baik dalam karya maupun kepemimpinan. Di bidang pemerintahan, misalnya, para menteri wanita menunjukkan kinerja yang bagus, dan itu bukan hanya mendapat sorotan masyarakat tapi juga dunia internasional ikut melihat kiprah para wanita Indonesia. Begitu juga di dunia hiburan.
Suhu Naga
hal-hal positif yang menonjol. Sebut saja Menteri Susi. Nanti nya, kata Suhu Naga lagi, akan bermunculan wanita-wanita hebat sepeti Menteri Susi. Se dang di dunia keartisan, ada Maia Estiany juga Ria Irawan.
“Ria Irawan yang sekarang dikabarkan tengah sakit akan eksis kembali, begitu juga Maia yang akan eksis kembali di dunia hiburan. Dia akan men jadi inspirasi bagi para wanita,” tambahnya. Apa yang disampaikan Suhi Naga ini senada dengan yang diungkap astroshiopedia, yang menyebut tahun 2015 adalah saatnya para wanita menunjuk kan kemampuannya kepiawaian nya dalam memimpin. Kiprah para aktivis wanita pun semakin menunjukkan eksistensinya, kepedulian mereka terhadap masalah-masalah sosial, khusus nya masyarakat pinggiran terlihat menonjol. Meski demikian, tutur Suhu Naga, dalam penglihatannya akan ada kejadian tragis yang menimpa penyanyi wanita yang
kasusnya mirip kematian penyanyi Nike Ardila. “Sekali lagi ini hanya ramalan, saya hanya mencoba memprediksi bahwa akan ada kepergian tra gis seorang penyanyi wanita,” katanya. Terkait dengan kasus Olga Syahputra, Suhu Naga justru mendapat ‘pandangan’ berbeda. Menurutnya, artis kondang Olga Syahputra, yang lama menghilang karena sakit, akan muncul kembali di tahun 2015 ini. “Tentang Olga saya punya penglihatan berbeda dari yang lain. Saya lihat dia akan sem buh, dan muncul lagi ke dunia hiburan. Namun, memang, kon disi fisiknya tidak seperti dulu lagi yang terlihat segar bugar. Saya lihat dari sisi gelombang energi, Olga masih tetap bertahan. Dia survive,” paparnya. –Diana Runtu
“Angin Segar” dari Kalangan Swasta
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti
“T
ahun 2015 adalah tahun positif bagi para wanita yang aktif. Ini adalah ta hunnya mereka. Peluang untuk berkembang terbuka lebar,” ungkap peramal kondang, Suhu Naga, yang popular karena ramalan-ramalannya berkaitan dengan dunia entertainment. “Tahun 2015 adalah keberkahan bagi para wanita yang aktif,” tambahnya. Berdasarkan kalender Cina, tahun 2015 bershio ‘Kambing Kayu’ , dan ini akan dimulai pada 19 Februari 2015 dan berakhir pada 7 Februari 2016.
dok/bp
Namun, Suhu Naga agak ber beda menyebutnya. “Tahun 2015 bershio kam bing. Tapi dalam versi saya, ini adalah tahun kambing gunung betina bertanduk turun tebar pesona. Dikaitkan dengan simbolisasi ini, saya melihat ini adalah tahunnya female. Tahun nya wanita berkarya. Tetapi karena disimbolisasi dengan sifat shio kambing maka yang saya lihat adalah yang kuat berkiprah adalah wanita-wanita yang sendiri, atau wanita yang pernah berumah tangga,” ujar pakar psycho cybernetic. Nantinya, ada banyak wanita yang muncul dengan
Seperti diungkap sejumlah peramal, maka Suhu Naga juga melihat pemerintahan JokowiJK akan mendapat tantangan berat di tahun ini. Menurutnya, ujian pemerintahan Jokowi ini adalah dalam dua tahun kepemimpinannya. Ka lau dalam dua tahun ini Jokowi bisa melaluinya dengan baik, maka ke depannya langkahnya akan mulus. Dalam penglihatannya, dari berbagai program positif yang dijalankan, Indonesia mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. “Akan ada perubahan pada kesejahteraan rakyat, ada per baikan. Namun, memang untuk mencapai itu prosesnya tidak mudah. Ujian berat pemerintahan Jokowi ada pada dua tahun per tama kepemimpinannya. Kalau dalam dua tahun ini kinerja kabinet Jokowi bagus maka kedepannya akan bagus, kalau tidak bagus maka Jokowi cukup di lima tahun saja,” katanya. Hal senada juga disebut as troshiopedia, dimana gonjangganjing di dalam negeri akan terus terjadi. Namun demikian terlihat ada perbaikan pada kesejahteraan rakyat meskipun berjalan lambat karena banyaknya ‘gangguan’ dari pihak-pihak tertentu yang terancam kedudukannya. Pihak swasta juga akan turun membantu pemerintah dalam perbaikan kes ejahteraan. Peran serta kalangan swasta ini membawa angin segar di negeri ini dan membawa hal positif bagi Indoensia. Bencana alam masih banyak terjadi karena itu diminta setiap orang maupun pihak-pihak terkait mewaspadainya. Misalnya, gempa bumi, tanah amblas, gunung mel etus, gelombang besar di laut yang datang tiba-tiba, dll.
Di bidang hukum, KPK akan semakin eksis. Gerakan antikorupsi makin gencar. Ada banyak kasus korupsi terbongkar yang menjerat para politikus tua maupun muda. Di bidang pertah anan, Indonesia makin kuat dan disegani negara lain, khususnya negara tetangga. Di bidang politik, gonjang-ganjing dunia politik masih terus terjadi. -Diana Runtu
Sosialita
5 - 11 Januari 2015
5 - 11 Januari 2015
I r e n e
3
V i s i t r a
Belajar Banyak Hal Penampilannya yang ceria membuat penonton sangat menikmati alunan lagu Irene saat “Family Touring End of the Year 2014”. Ia menyanyikan lagu Bali dan lagu Indonesia. Irene makin cantik ketika bernyanyi sambil bermain gitar. Apa target anggota Trio Kirani JAR ini tahun 2015?
P
enyanyi bernama lengkap Irene Visi tra ini mulai serius menekuni dunia tarik suara sejak usia 13 tahun. Ia sering ikut lomba nyanyi. Darah seni ini mengalir ayahnya, Markus Wellbhy yang musisi. Dukungan juga datang dari ibunya, Luh Putu Budiasih yang selalu setia menemani Irene. “Saya menyanyikan macammacam lagu, termasuk top 40. Tampilnya ikut papa. Sejak SMA mulai menjajal kemampuan di lagu Bali. Dasarnya sama saja tetapi ada beberapa cengkoknya,” ujar wanita kelahiran 20 Mei 1991 ini. Irene pun menjajal kemam puan di ajang BRTV tahun 2006 yang digelar Bali TV. Saat itu lah ia bertemu Tut Asmara,
pemilik Jan uadi Record yang menjadi salah satu juri. Irene pun diminta merekam suara di studio Januadi di Celuk. Seminggu kemudian, Irene dihubungi lagi dan dinyatakan lolos audisi trio. “Saya bingung, kok tiba-tiba dibilang lolos audisi. Saya ndak tahu kalau Pak Tut men gadakan audisi untuk buat trio. Katanya karakter suara saya cocok dengan yang di cari. Saya lalu diper temukan dengan Putri Bulan dan Gek Triana. Kami lalu diberi penjelasan dan dijadikan Trio Kirani JAR. Kirani itu artinya ratu, sedangkan JAR itu Januadi Record. Jadi kami ini tiga ratu dari Januadi Record,” ungkap sarjana akuntansi lulusan FE Unud ini. Setelah materi terkum pul, Trio Kirani meluncurkan album “Galak” tahun 2007. Album ini berisi 10 lagu yang dinyanyikan bersama dan solo. Irene kebagian lagu “Kesiramin Tuba” untuk lagu solo. Tahun 2008, mereka meluncurkan
“Ratu Sejagat”. Tahun 2009 Trio Kirani JAR meluncurkan album kompilasi “Kode Alam” ber sama Trio Januadi. Dua tahun kemudian, mereka membuat album kompilasi lagi dengan judul “Layah tanpa Tulang”. “Tahun 2015 kami buat album kompilasi lagi menggandeng Tison dan Pak Tut Asmara. Materi sudah dikumpulkan, pemotretan juga sudah. Tunggu jadwal peluncurannya,” ujar Irene bersemangat. DUA SINGLE Padatnya aktivitas Irene di dunia musik membuatnya makin eksis. Ia tak pernah
berapa hotel. Irene juga menjadi MC di beberapa acara. Saat tampil solo, kesempatan Irene untuk memperkenalkan dua single miliknya, “It’s Enough” dan “Bagaimana Kamu”. Lagu pertama menceritakan cewek yang berkali-kali dikhianati oleh cowoknya. Lagu kedua tentang cewek yang suka dengan saha batnya. “Inspirasi lagu ini muncul begitu saja. Saya buat liriknya lalu mainkan gitar untuk men cocokkan melodi. Banyak yang mengira ini pengalaman pribadi,” kata penggemar Anggun C. Sasmi dan Eric Clapton ini sembari tertawa. Ketika ditanya lebih enak mana antara solo atau trio, Irene menjawab diplomatis. Baginya semua ada suka dukanya. Kalau tampil trio, mereka berbagi suara sehingga tidak terlalu menguras energi. Saat menunggu giliran pentas, mereka bisa ngobrol untuk mengisi waktu. Dukanya, semua harus pandai-pandai men gatur waktu dan kompromi agar bisa latihan. Kadang harus ada yang mengalah agar latihan atau pentas bisa jalan. Untungnya
Irene
markas Januadi di Celuk menjadi tempat yang posisinya di tengahtengah. “Saya belajar banyak hal di Trio Kirani. Selain kompromi,
kami juga saling toleransi. Ini semua demi kebaikan bersama,” tegasnya. Ia pun menuturkan pen galaman ketika tampil di lapangan Astina, Gianyar dalam suasana hu jan. Penonton yang bersemangat membuat trio ini juga semangat bernyanyi dan menari walau pang gung licin. Kalau menyanyi solo, Irene mengaku lebih banyak lagu yang ia bawakan sehingga tenaganya lebih ekstra. Namun, ia bisa berkreasi dengan bebas saat tampil. Saat tak ada kegiatan, pemilik moto “Be yourself, no matter what they say” ini suka menon ton rekaman video saat ia atau pun Trio Kirani pentas. “Mama yang bertugas mendokumentasi kan saya dan teman-teman saat tampil. Jadi peran mama, selain mengawal saya juga membantu dokumentasi,” ujarnya sembari tersenyum ke arah mamanya yang mendampingi saat wawancara. Video-video itu kadang membuat Irene tertawa sekaligus mendapat bahan evaluasi untuk penampilan di panggung. –Ngurah Budi
Irene dan Bagus Sudibya
mera sa le l a h . Semua jadwal disusun dengan baik agar tidak ada ben turan. Sebagai bagian dari Trio Kirani, ia memprioritas kan untuk tampil bersama. Tetapi, kalau trio ini sedang tak ada aktvitas, Irene tampil solo. Ia punya jadwal tampil regular bersama pa panya di be
Ingin Go International Tahun 2015, selain promo album Trio Kirani, Irene Visitra juga berencana untuk membuat single lagi. Ia ingin go national lalu go international seperti Agnez Mo. Impian ini ia buat setinggi-ting ginya agar menjadi motivasi untuk terus bekerja keras. Tahun 2014, Irene sudah mencoba peruntungkan de ngan mengirim demo lagunya ke Jakarta. Ia pun sempat diundang Republik Cinta Manaje men (RCM) pimpinan Ahmad Dhani untuk audisi. Namun, dewi fortuna belum berpihak kepada
Irene karena RSM lebih memprioritaskan for mat band. Pengalaman ini membuat Irene terpacu untuk terus belajar agar bisa menembus pasar nasional. Satu impian yang ingin di wujudkan Irene adalah melan jutkan pendidikan magister. Ia sudah mencari beberapa informasi. Ternyata kebanyak an waktu kuliah untuk jenjang magister di sore hingga malam hari sedangkan jadwal Irene di sore dan malam hari sudah penuh. “Kalau ambil di luar Bali sudah susah karena saya lebih ban yak kerja di Bali. Mudah-mudahan nanti ada solusi agar bisa kuliah magis ter,” ujar penyanyi yang juga mengurus studio musik dan les musik ini. –Ngurah Budi
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
5 - 11 januari 2015
GORO-GORO
Semangat Baru Pesta perayaan pergantian tahun dari 2014 ke 2015 sudah usai. Kini saatnya fokus untuk bekerja kembali. Sisasisa “pekerjaan rumah” tahun lalu harus dibereskan sekaligus mengerjakan “tugas” tahun 2015. Suka dan duka selalu menyertai perjalanan hidup manusia. Duka di penghujung tahun 2014 -hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 Surabaya-Singapura, menjadi catatan untuk kita. Manusia boleh berusaha tetapi Tuhan yang menentukan. Kalau sudah kehendak Tuhan, rencana bersuka cita bisa berubah menjadi duka cita. Kita hanya bisa berdoa agar mendapatkan jalan terbaik. Berdoa dan berusaha menjadi kata kunci. Apa pun yang akan dilakukan harus diawali dengan berdoa, selanjutnya lakukan usaha dengan baik dan sepenuh hati. Target-target di tahun 2015 sudah kita pancangkan, sekarang tinggal melaksanakan. Kalau perlu berlari, harus berlari untuk mengejar target itu. Hal ini yang disampaikan Pimpinan Kelompok Media Bali Post ABG Satria Naradha
Putu Wijaya
Pimpinan KMB Satria Naradha menyerahkan program kerja Tokoh tahun 2015 kepada Redaktur Pelaksana Tokoh Ngurah Budi. Penyerahan program kerja juga dilakukan kepada semua media yang berada di Kelompok Media Bali Post
ketika memberikan sambutan pembuka di awal tahun 2015. Walaupun situasi ekonomi agak sulit, namun media massa tidak boleh diam saja. Harus ada terobosan-terobosan untuk menunjukkan jati diri sebagai insan pers. Harus ada semangat baru untuk hari esok yang lebih baik. Banyak tantangan yang akan dihadapi di tahun 2015, namun dengan sinergi dan segala potensi yang ada, semua tantangan pasti akan teratasi. Beragam kegiatan dan
Sales “Gagal”
Tamat kuliah, aku belum punya gambaran, apa pekerjaan yang akan aku tekuni. Tiap pagi kerjaanku membuka koran untuk mencari halaman lowongan kerja. Kalau ada yang cocok dari segi persyaratan, aku langsung buat surat lamaran lalu mengirimkan ke alamat tujuan. Suatu saat, ada yang menelepon dan mengatakan aku diterima bekerja. Perasaanku sangat senang karena merasa masa penantian dan pencarian telah berakhir. Aku pun mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja. Hari yang ditentukan tiba. Aku berangkat ke kantor tempat tujuan. Ternyata bayangkanku tentang kantor yang megah dan bertingkat itu sirna. Kantor yang kutuju sangat jauh dari bayangku. Kantor itu ternyata agen penjualan alat masak dan aku diterima sebagai sales. Aku mencoba tegar dan akan mencoba sekuat tenaga. Seorang pegawai senior memberi penjelasan tentang
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
alat masak yang harus kami jual. Rok dan sepatu hak tinggi yang kukenakan ternyata tak cocok dengan pekerjaan yang akan kulakoni. Aku dan beberapa orang diangkut dengan mobil. Kami dibekali brosur dan contoh barang. Aku tak ingat di daerah mana kami diturun kan untuk mulai aksi penjualan. Dalam hati, aku ingin menangis karena usaha belajar di kampus berujung menjadi sales alat masak. Tetapi, aku ingat juga banyak orang sukses yang mengawali karier sebagai sales. Sambil berjalan mencari rumah yang buka atau ada penghuninya, aku menghapal apa yang harus dikatakan untuk mempromosikan dagangan. Akhirnya aku menemu-
sajian sudah kami siapkan sepanjang 2015 ini untuk pembaca setia Tokoh dan masyarakat. Kami membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berbagi cerita dengan yang lainnya. Ada rubrik OMG dan Pelesir yang bisa dijadikan ruang berbagi cerita atau pengalaman. Kepada kaum remaja yang memiliki minat dan bakat di bidang jurnalistik, kami juga membuka peluang untuk bergabung dengan Tokoh. Kirimkan biodata dan contoh tulisan ke email redaksi@tokoh.co.id. Kami tunggu. Salam
kan sebuah rumah. Aku permisi dan mencoba masuk. Terdengar ada suara orang dari dalam yang mempersilakan masuk. Ketika orang itu keluar, aku kaget…oh my God…ini rumah dosenku. “Lis…kamu ngapain bawa alat masak,” tanya dosenku. Aku mati gaya. “Anu bu…saya mencoba jadi sales alat masak,” ujarku. Aku pun dipersilakan masuk dan duduk. Kami ngobrol tentang banyak hal. Aku bahkan diberi wejangan tentang dunia kerja. Ternyata dosen yang selama ini menurutku killer, orangnya baik hati. Pulang dari rumah dosen, aku langsung memutuskan untuk berhenti mencoba menjadi sales. Aku merasa sebagai sales gagal. Berkat dosenku, aku menemukan potensi diri. Aku akhirnya membuka les privat untuk anak-anak SD. Listya
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan nomor kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
2015
Tahun 2014 menolak di-PHK. Alasannya ada beberapa butir. Antara lain, karena susunan kabinet Jokowi-JK dinilainya diisi beberapa nama yang dianggapnya tak profesional. Amat kontan menyanggah, “Jangan menilai buku dari kulitnya. Nilai nanti kinerjanya. Belum apa-apa sudah memvonis. Itu namanya apriori, hanya mau ngerusuhin. Kasih kesempatan mereka bekerja dong! Kalau tidak puas juga, berusahalah menang 5 tahun lagi! Biar tahu bagaimana rasanya nyetir mobil sambil digelitik-gelitikin!” Bu Amat cepat-cepat membangunkan suaminya, sambil membentak, “Bapak ini bagaimana sih, sekarang kalau tidur suka ngelindur?! Ayo cepat bangun! Mandi!” Amat bangun dengan separuh pikirannya masih tertancap dalam mimpi. “Mandi? Mau ke mana kita?” “Ini kan tahun baru. Katanya mau ngajak jalan-jalan ke pasar, tukar udara!” “O, tahun baru sudah datang, jadi, ya?” “Bapak ini bagaimana! Tadi malam kan nonton televisi sampai larut menyambut tahun baru!” Amat mencoba mengingat. “Ya. Tapi tahun 2014 tidak mau pergi. Katanya . . . “ “Tidak mau bagaimana! Harus! Suka tidak suka tahun 2014 mesti pergi! Di mana dia sekarang?” Amat menunjuk ke bawah kolong tidur. “Ngumpet di situ!” “Pemalas! Ayo, Pak ambil sapu! Kita usir dia!” Bu Amat bergegas keluar mau mengambil sapu. Tapi kemudian muncul dengan pacul dan pisau dapur. “Sapunya ada yang ngambil. Pakai ini saja. Ayo Pak!” Bu Amat menyerahkan pacul pada Amat. Ia sendiri menyingkap seprei dan memberi suaminya isyarat. “Sodok saja, Pak!” Amat mengintip ke kolong tempat tidur, tapi tidak ada apaapa di situ. Hanya sapu. Bu Amat juga ikut mengintip. “Kok tidak ada?” “Mungkin dia sudah pergi.” “Tadinya bandel, tidak mau pergi. Kenapa?” “Dia kecewa susunan personil kabinet.” “Maunya bagaimana?” “Minta yang profesional semua, katanya.” “Ya kenapa dia tidak nyusun sendiri?” “Kan dia bukan presiden!” “Itu dia! Kalau mau nyusun kabinet, jadi presiden dulu! Kalau tidak, ya tunggu. Nanti kalau menterinya ada kesalahan boleh ngetengkong!” Tiba-tiba terdengar pintu diketuk. “Selamat pagi Pak Amat, Bu Amat.” Amat dan istrinya bareng menoleh dan serentak juga terkejut. “Selamat pagi, mungkin bapak-ibu sudah tahu, saya 2015.” Amat gugup. Bu Amat yang menjawab. “Tapi maaf, bisa tunggu sebentar, ini ada yang ngambek, tidak mau pergi. Katanya ….” “Sudah, tak apa, Bu. Itu normal. Memang kalah itu tidak mudah.” “Tapi dia kan tidak perlu merasa kalah, dia hanya kebetulan tidak beruntung?!” “Betul Pak Amat, saya juga semalam sudah bilang begitu. Tapi dia terus ngambek. Lalu saya bujuk, dengan sudut pandang lain: sebetulnya sekarang posisinya enak sekali. Tidak punya tugas, bebas tanggungjawab. Leluasa mencela, bebas mencerca, seperti penonton bola, yang boleh senaknya memaki mereka yang lagi berjuang di lapangan! Goblok! Kampungan! Kena suap! Dan sebagainya!” Amat tertegun. Bu Amat kembali mengguncang-guncang suaminya lebih keras. “Bangun! Bangun! Tahun Baru sudah datang, Pak!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
5 - 11 januari 2015
Catatan Denfes ke-7 Tahun 2014
23
Endek Jadi Center of Attention Perlahan endek semakin berkibar. Saat ini semakin banyak desainer yang melirik keindahan kain tradisional Bali ini dalam rancangannya. Untuk ini, Pemerintah Kota Denpasar pun tak pernah ketinggalan dengan terobosan-terobosan baru yang dilakukannya.
D
emi menjaga dedikasi pada warisan budaya yang bernilai tinggi ini, pada perhelatan Denfes ke-7 tahun 2014, Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar serta Dekranasda Kota Denpasar, selain menghadirkan 60 stan khusus fashion endek, juga menuangkannya dalam sebuah program lomba busana kerja endek. Seperti fashion yang lainnya, pakaian kerja pun mengalami banyak perkembangan mulai dari bentuk, model, termasuk variasi orang yang memakainya. Kalau selama ini yang menggunakannya baru sampai pada kalangan PNS, sekolah, kampus, bank, rumah Sakit, hotel dan profesional lainnya, maka tahun ini Pemkot Denpasar menyasar lembaga yang ada di desa, yakni LPD di lingkungan Kota Denpasar. Menurut Ketua Dekranasda,
Ida Ayu Selly D. Mantra, tak diduga ternyata peserta lomba cukup banyak. Ini berarti dengan mengikuti lomba ini, apalagi modelnya wajib dari anggota LPD bersangkutan, bukan hanya semakin mengenal endek, tapi juga paham bagaimana busana kerja yang baik. Selain itu, mengenakan busana rapi dan up to date tentu akan menambah semangat kerja serta menunjang percaya diri. Ia mengatakan, umumnya model pakaian kerja memang lebih sederhana tapi memberikan kesan berwibawa. Mempunyai konsep, sehingga pas dan nyaman dikenakan. “Rata-rata peserta lomba tampil dengan busana kerja yang baik, cutting serta detail sederhana yang memberikan kesan sopan, ” ujar Selly D. Mantra didampingi Ny. Antari Jaya Negara. “Selain itu, untuk sebuah busana kerja, pemilihan warna, keserasian dan kerapian juga menjadi perhatian dari keseluruhan pe-
Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra bersama pemenang lomba pakaian kerja endek LPD se-Kota Denpasar
Kadisperindag Kota Denpasar I Wayan Gatra (kiri) bersama Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra
Happy Fashion Dance oleh Duta Endek
nampilan,” lanjut salah seorang juri Qory Veronica, senior model Bali ini. Meski semua busana kerja yang dibawakan langsung oleh karyawan LPD tersebut mampu tampil memikat dan merebut tempat di hati para undangan, namun sesuai keputusan juri, maka pada lomba tersebut menghasilkan pemenang sebagai berikut: Juara 1 LPD Desa Pakraman Panjer; Juara 2 LPD Desa Pakraman Pedungan dan Juara 3 LPD Desa Pakraman Poh Gading.
ENDEK GAYA KASUAL & SIAP PAKAI Memang tak dipungkiri endek di pagelaran Denfes masih menjadi salah satu “center of attention”, pengunjung. “Kalau kita lihat hampir di seluruh stan fashion endek, produk busana ready to wearnya bagus-bagus. Pengrajin sudah semakin kreatif .Termasuk semakin banyak tersedianya kemeja untuk laki-laki dengan sentuhan endek. Selain itu, saat ini endek juga sudah banyak diaplikasikan pada kaus oblong maupun t-shirt.Variatif sekali,” ujar Selly D. Mantra antusias. Pihaknya juga menunjukkan sudah ada kreasi-kreasi lainnya berupa bros, bando , jepit rambut, dan banyak lagi hasil-hasil kreatif menarik lainnya yang sudah dikembangkan oleh para
pengrajin. Tak kalah menarik, katanya lebihlanjut adalah kehadiran para Duta Endek di panggung utama malam itu. Mereka menampilkan fashion show karya dari merek sendiri, yang tentu bergaya anak muda terkini yang dikemas dalam keceriaan Happy Fashion Dance. “Busana
Jegeg Bali Salon ini kembali tampil membawakan desain dari Lusi Damai, Artha Dharma, Wijaya Kusuma, dan Chacha. Mengusung konsep ready to wear yang memadukan bahan tradisional, teristimewa endek. Bermacam tema dan warna menginspirasi karya-karya desain busana berbahan endek. Mereka mampu memberikan kesan bahwa endek bisa dikemas dalam karya busana yang menarik, inovatif, dan pastinya modis dan trendi. “Dan ini yang sangat membanggakan kami. Animo generasi muda sangat tinggi untuk ikut melestarikan budaya bangsa,” katanya . Popy Dharsono, pendiri Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) yang di tahun 82 sudah membawa tenun ikat Ke Paris ini, nampak antusias melihat semuanya. “Saya kira ini usaha yang sangat baik dilakukan oleh Wali Kota Denpasar bersama Dinas terkait dan Dekranasda, karena dengan
Sebagian peserta lomba pakaian kerja endek LPD se-Kota Denpasar
yang disajikan terasa istimewa karena semua dari dan untuk anak mereka yang muda. Dari sisi karya anak, mereka sudah berhasil mempresentasikan endek menjadi fashionable dengan segala kekuatan etniknya tapi sesuai dengan jiwa mudanya,” ujar Selly D. Mantra. Selanjutnya, wajah-wajah segar yang tata riasnya ditangani oleh Kadek Sila dari
Poppy Dharsono (baju putih) turut menyaksikan lomba pakaian kerja endek LPD se-Kota Denpasar di Denfes ke-7 tahun 2014
acara seperti ini menjadikan semua masyarakat dari yang muda sampai yang tua dari kelas bawah sampai kelas atas untuk bersama-sama merasakan bagaimana industri kecil ini bisa bergairah,” ujarnya. Untuk ini pula, maka pada stan Dekranasda Kota Denpasar juga terpajang alat tenun songket yang yang dibuat dengan menggabungkan teknik alat tenun cag-cag dan alat tenun dobby, menjadikan alat tenun songket yan g lebih baik. “Alat ini untuk memperkenalkan pada generasi muda bahwa membuat kain songket tidak sesulit yang dibayangkan. Semoga setelah acara ini semakin banyak anak muda yang berminat,” harap istri orang nomor satu di Kota Denpasar ini. “Semoga pula semua upaya yang kami lakukan ini mampu memberi manfaat bagi perkembangan aset budaya bernama endek ini, dunia fashion dan tentunya yang lebih luas lagi para pengrajin serta menunjang dunia pariwisata di Kota Denpasar,” imbuh Kepala Disperindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si. - ard
5 - 11 Januari 2015
24
Jln. Gatot Subroto IV Bok 1/6 Denpasar Tlp. (0361) 9009088; Hp 081 238 26388 Faks. (0361) 430109; Pin BB. 2B126B74 Gianyar Jln. Pudak - Gianyar Tlp. (0361) 208 6353; SMS. 081 6472 8192
Denpasar Jln. Nagasari No.1 Siulan PenatihDenpasar Tlp. (0361) 790 5547 SMS. 0821 4712 3079 Nusa Dua Jln. By Pass Ngurah Rai 50 Jimbaran-Nusa Dua Tlp. (0361) 365 1336; SMS. 0819 1625 8667 Pin BB. 2A44CE2C
Negara Jln. Sudirman No. 11A, Negara Hp 081938380908/ 082237799371 Pin BB 51794A6C
Tabanan Jln. Ngurah Rai No.62 Kediri-Tabanan Tlp. 0878 6009 1187 Faks. (0361)810 098 SMS (0361) 7822277
Klungkung Pasar SemarapuraLantai Basement Blok C. No.5 Klungkung Tlp. 0812 3875 997 Faks.( 0366)31523 SMS. 0878 6244 4768; Pin BB 7C9A15F9
Karangasem Jln. Ahmad Yani No.12 Subagan-Karangasem Tlp. 085792767065, 08123837028 SMS 08563855676
KUTA Jln.Raya Kuta No. 32 – Kuta, Bali Faks. 0361-774 410 SMS. 0878 6214 4005
SINGARAJA Jln. Raya Pemaron (depan pabrik kopi bubuk Banyuatis- Singaraja) 0852 3875 4521, 0877 6215 0757 Pin BB.2931E457