10 - 16 November 2014
24
D’TIK Festival
Menuju Lumintang sebagai Taman Teknologi
Kegiatan Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (D’TIK) Festival (Fes) 2014 kembali digelar. Acara yang berlangsung sejak 30 Oktober hingga 2 November 2014 ini merupakan kegiatan kedua kalinya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Denpasar. Dengan mengusung tema “Techno Smart” dari kegiatan pameran teknologi tersebut diharapkan akan tercipta pengguna-pengguna teknologi yang semakin cerdas (smart user) dari seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Kota Denpasar. Ini melihat perkembangan teknologi yang semakin pintar membuat konsep smart tak hanya diterapkan pada berbagai perangkat, tetapi juga pada penggunanya. Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Denpasar Dewa Made Agung, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam D’TIK Festival tahun 2014 ini lebih banyak menyasar anak-anak sekolah. “Sebab kami sangat menyadari yang lebih banyak bersentuhan langsung dengan teknologi adalah generasi pada fase ini. Kami harap, dengan dilaksanakannya kegiatan ini tujuan dari D’TIK Festival 2014 dapat dirasakan manfaatnya,” ujarnya. IB Rai D. Mantra, Wali Kota Denpasar
mengatakan, teknologi adalah kegiatan kreatif. Karenanya, kehadiran D’TIK Festival dapat memberi ruang kreativitas yang seluas-luasnya, sejauh-jauhnya bagi anak-anak muda, utamanya bagi mereka yang memang kreativitasnya di bidang teknologi. Dari sini pula, lanjut Rai Mantra pemerintah bisa mengetahui sampai sejauh mana keunggulan kompetitif dan kooperatifnya. Bicara keunggulan kompetitif, Rai Mantra mencetuskan konsep “one years one inovasi”. ”Kami mendorong agar setiap tahunnya minimal ada satu inovasi. Artinya, semua pihak yang berkecimpung di dunia teknologi, baik itu lembaga pendidikan, lembaga pemerintah didorong untuk menciptakan suatu inovasi minimal satu setiap tahunnya. Sebab, ini yang akan menjadikannya kompetitif,” katanya. Jika konsep ini dilaksanakan, sekolah yang komitmennya di teknologi bahkan setiap instansi pelayanan publik akan selalu memiliki inovasi. Bahkan, mungkin saja kedepannya akan dipilih inovasi terbaik dari sekian inovasi yang muncul setiap tahunnya. Dikatakannya, menyaksikan peserta pameran tahun ini, semakin berkembang dan hampir semua memiliki inovasi. Bahkan SMAN 3,disebutnya sudah memiliki branding, sebagai reaseat & develop school. Jadi, produk atau program yang disajikan cukup membanggakan. Ini, katanya dapat disebarkan dan diperluas seperti ke kecamatan-kecamatan. Rai Mantra juga menyampaikan Dinas Kominfo wajib menjadi badan yang komunikatif dan informatif. Sebab, teknologi informasi ini akan mempermudah pelayanan dan mempermudah masyarakat berkomunikasi. Pihaknya juga yakin Kominfo tentu sudah memiliki segudang rencana untuk tahun depan. Selanjutnya Denpasar bisa menjadi smart city dalam satu koridor budaya.“Kami berharap sekolah-sekolah dan komunitas IT lainnya bisa muncul membawa inovasi baru di D’TIK Festival berikutnya. Lumintang nantinya akan kami jadikan taman teknologi,” ucapnya. - ard
D’TIK Festival Berkompetisi dalam Lomba Fotografi D’TIK Festival 2014, diramaikan beberapa kompetisi dan lomba. Menariknya, lomba-lomba yang diselenggarakan selain diikuti masyarakat umum, anak-anak Sekolah Dasar juga melibatkan SKPD yang ada di Kota Denpasar. Untuk kalangan SKPD, Dinas Kominfo mengadakan lomba web pelayanan, lomba web instansi dan lomba web leadership. Bagi masyarakat umum, di antaranya diadakan Lomba Smart Rally Foto, dengan lokasi start dan finish di areal Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar. Dalam kegatan ini, Dinas Kominfo bekerja sama dengan Perhimpunan Fotografer Bali. Dari 44 peserta, dipilih tiga pemenang. Selain itu, ada juga Lomba Foto Sosmed melalui Istagram. Pemenangnya cukup menarik, karena berhasil mengangkat beragam peristiwa yang merepresentasikan kepedulian. Seperti Juara pemenang I Putu Soni Kurniawan, menampilkan foto berjudul “Akibat Banjir Semalam”.
Juara kedua, Desi Andini Pratiwi judul fotonya “Lestarikan Hutan Mangrove” dan Juara ketiga I Made Adi Dharmawan memilih “Keep Our Beaches Clean” sebagai judul fotonya. Salah seorang penonton Radinia dari Sesetan, berharap lomba foto yang menarik bagi anak muda ini dapat dilaksanakan kembali tahun mendatang. Sebab, untuk tahun ini ia mengaku belum sempat ikut dan akan mencobanya di tahun depan. ”Apalagi kalau kategorinya dibedakan antara anak sekolah, anak kuliah dan yang sudah kerja, pasti lebih rame yang ikut,” katanya. Masih menyoal lomba, saat pembukaan D’TIK juga dilangsungkan Lomba Senam Olah Karakter bagi siswa Sekolah Dasar. Selain itu pada program D’TIK Festival 2014 juga dilengkapi dengan workhsop serta seminar dari Kementerian Kominfo, Ditjen IKP untuk anakanak sekolah. Satu lagi yang mewarnai D’TIK tahun ini adalah diadakannya penilaian stan terfavorit, yang dinilai mulai dari penataan interior, eksterior juga keramahan dalam melayani pengunjung. Pemenangnya adalah, SMAN 3 Denpasar untuk kategori SMA, tingkat Universitas diraih STIMIK Primakara, dan tingkat umum dimenangkan Komunitas Radio Swasta. - ard
Ribuan Pengunjung Kunjungi D’TIK Festival D’TIK Festival tahun 2014 sudah terlaksana. Rangkaian program D’TIK Festival merupakan salah satu kegiatan pra event dari acara Denpasar Festival (Denfes) yang rutin digelar tiap tahunnya. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar I Dewa Made Agung, S.E., M.Si., didampingi Kepala Bidang Pos dan Telematika I BG.A Sutha Wijaya, S.E., M.M. Menurut Dewa Agung, peserta pameran kali ini sama seperti tahun yang lalu, yakni seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di bidang IT, diantaranya perusahaan IT, perguruan tinggi, sekolah IT termasuk para relawan IT tetap dilibatkan dalam mendukung acara ini. “Karenanya semua informasi yang ingin kami bagikan kepada masyarakat dapat lebih maksimal disampaikan, sehingga penerapan teknologi di kalangan masyarakat dapat dilakukan secara nyata,” katanya. “Dalam pagelaran D’TIK Festival 2014 yang berlangsung selama 4 (empat) hari, sejak 30 Oktober s.d. 2 September 2014, yang berlokasi di
ruas Jalan Mulawarman di Timur Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang tersebut, dihadiri lebih dari 10.000 orang pengunjung. Mereka terdiri dari pelajar, mahasiswa, karyawan dan kalangan masyarakat umum,” lanjut Sutha Wijaya. Lebih jauh Dewa Agung memaparkan pada D’TIK Festival yang kegiatan utamanya berupa ‘exhibition tik product’ , peserta yang ikut berpartisipasi tahun ini berjumlah sekitar 30 booth. Peserta pameran dikelompokan menjadi beberapa kategori, antara lain animasi, hardware, software, video, robot, riset/tugas akhir, internet, desain, foto, radio serta televisi. Disinggung soal konsep smart city, Dewa Agung mengatakan sebuah kota dengan dukungan teknologi pintar dalam menunjang aktivitas sehari-hari tentu akan makin memudahkan masyarakatnya. Konsep smart city ini, katanya harus kita dukung bersama, dengan pola pikir yang cerdas, terutama mereka yang di dunia pendidikan dengan memiliki kesadaran akan lingkungan, pemanfaatan teknologi yang maksimal, serta kesadaran menerapkan budaya positif. - ard
Aneka Lomba Web SKPD Kota Denpasar Dari berbagai lomba yang diselenggrakan D’TIK Festival, tak kalah serunya adalah lomba yang sengaja dilaksanakan untuk kalangan SKPD Kota Denpasar. Lomba internal tersebut berupa lomba web pelayanan, lomba web instansi dan lomba web leadership. Hal ini mendapat apresiasi positif dari Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra. Jika teknologi informasi dijadikan model pelayanan pemerintah terhadap masyarakat,maka semuanya tentunya akan lebih mudah, sebab masyarakat juga dapat mengontrol layanan publik dengan mudah. Teknologi informasi lanjut Rai Mantra juga untuk membuat daya saing yang
lebih tinggi termasuk untuk menghadapi MEA akhir 2015. Salah satunya UKM dengan ecommerce-nya.Sekarang sedang dilakukan terus pelatihan-pelatihan hingga di awal 2016 pra entrepreneur siap. Dalam lomba internal tersebut, tercatat pemenang lomba Web Subdomain atau Instansi yaitu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Denpasar sebagai pemenang pertama, PDAM kota Denpasar di posisi kedua dan Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan kota Denpasar sebagai pemenang ketiga. Lomba Web Pelayanan yang berhak diposisi 1,2, dan 3 masing-masing diraih Data Distan dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Denpasar, E-Commerce dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar serta E-Procurement dari Bagian Program Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Denpasar. Lomba Web Leadership yang dimenangkan PDAM Kota Denpasar sebagai juara pertama, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Denpasar sebagai pemenang kedua dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar sebagai pemenang ketiga. -ard
2
Ekspresso
10 - 16 November 2014
DAri daPUr Redaksi
Beranjak Dewasa
Minggu, 9 November 2014, Tokoh tepat berusia 16 tahun. Jika diibaratkan manusia, Tokoh dalam masa peralihan dari anak-anak ke remaja. Masa transisi yang sangat rentan. Tetapi, berkat kesolidan dan semangat “ We are Superteam”, kami berhasil melalui masa transisi ini. Memasuki usia 16 tahun, Tokoh belajar dari pengalamanpengalaman sebelumnya. Apa yang bagus kami teruskan, apa yang kurang kami lengkapi. Semua terangkai menjadi satu kesatuan dalam proses menuju kedewasaan. Bagi kami, semua yang kami jalani ada hikmahnya. Jalinan relasi kami perkuat. Kawan lama yang hampir terlupakan kami rangkul kembali. Kawan yang sangat dekat kami jaga. Kami ingin berada dalam track yang tepat untuk mewujudkan semua tujuan. Saat terbit pertama kali 9 November 1998, Tokoh meng
usung konsep “Tabloid Berita Mingguan Khas Tokoh” dengan moto “Mengungkap Langsung dari Sumbernya”. Sejak 1 Januari 2002, format Tokoh berubah dari kertas ukuran tabloid menjadi ukuran koran, dengan moto “Tokoh Koran Wanita Bacaan Keluarga”. Segmen wanita yang sangat prospektif menjadi jangkauan kami. Tokoh pun mengubah motonya dari “Tokoh Koran Wanita Bacaan Keluarga” menjadi “Tokoh Bacaan Wanita dan Keluarga” sejak tahun 2004. Saat ulang tahun ke-14, Tokoh kembali melakukan perubahan, kembali ke format tabloid, mengganti logo dan moto. Logo sampai saat ini masih kami pakai sedang kan moto “Mingguan Berita Wanita” kami revisi. Kami kembali ke moto “Bacaan Wanita dan Keluarga”. Salah satu alasan perubahan moto ini adalah materi yang kami sajikan di Tokoh juga mencakup segmen keluarga. Kami memiliki rubrik Bunda dan Ananda untuk anak-anak, rubrik Dara untuk rem-
aja, serta Sosialita dan Woman on Top untuk wanita karier. Sasaran kami tak hanya wanita tetapi keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Kami ingin sajian yang kami hadirkan bisa memberi manfaat untuk semuanya. Terima kasih kepada Pemimpin Kelompok Media Bali Post (KMB) yang sudah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada kami, terima kasih kepada para pimpinan Tokoh terdahulu yang sudah membuatkan fondasi sehingga kami bisa melanjutkan eksistensi Tokoh, terima kasih kepada para relasi yang sudah mempercayakan Tokoh sebagai media penyampai pesan kepada masyarakat, terima kasih kepada pelanggan dan masya rakat pembaca Tokoh yang sudah setia bersama kami, dan terima kasih kepada keluarga besar Tokoh (suami, istri, dan anak dari kru Tokoh) karena turut mendukung kinerja Tokoh. Semoga di usia yang beranjak dewasa ini, kami tetap memberikan yang terbaik untuk semua. ”Semangat Tokoh. Kita Bisa. Tokoh Jaya. KMB Jaya”
Ketinggalan “Apel” Salah satu agenda saya jika pulang ke Bali adalah wisata kuliner. Tempat-tempat kuliner yang dulu sering saya sambangi sebelum bertugas ke Jakarta, saya datangi lagi. Saya ingin tahu apakah menu yang mereka sajikan masih tetap atau ada yang berubah. Awal November 2014, saya pulang ke Bali. Saya pun meng ajak kakak untuk makan di wa rung M23 Renon. Karena menu kesukaan kami ayam pedas, kami pun sering menyebut wa rung itu warung ayam pedas. Sambil menikmati ayam pedas, kami bercerita tentang berbagai hal, termasuk urusan gadget terkini. Beberapa produk ponsel kami bahas. Agar lebih menyakinkan bagaimana produk itu, kami sekalian membukabuka internet dari ponsel. Kami juga mengomentari warung idola kami yang makin canggih karena memasang CCTV.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan ke Kuta karena keponakan saya mau bermain di salah satu arena bermain. Perjalanan tidak begitu macet, tetapi sampai di lokasi yang kami tuju, kami harus berputar dua kali untuk mencari parkir. Ketika ponakan saya bermain di tempat yang ia inginkan, saya dan kakak melihat-lihat topi di salah satu gerai perlengkapan surfing. Saat itu saya mulai menyadari, ada yang kurang lengkap. Saya periksa dompet masih ada, ternyata ponsel saya tak ada. Saya berusaha menenangkan diri dan mencari di mobil. Ternyata tak ada juga. Oh my God….ponsel
berlogo apel milik saya hilang. Pikiran kami lalu mengarah ke Warung M23. Untungnya slip pembayaran masih disimpan dan tercantum nomor telepon warung itu. Kami langsung menelepon ke warung. Lega rasa nya setelah mengetahui ponsel saya ada di warung M23. Kami langsung balik ke Renon. “Tadi ketinggalan di meja. Kami langsung simpan,” ujar salah satu petugas kasir. Saya pun mengucapkan terima kasih atas kejujuran petugas warung M23 karena sudah mengamankan ponsel saya. Semoga warung M23 makin laris. Duhita, Jakarta
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
DOA
“Hari ini, saya berdoa,” kata Amat di dalam hati, Putu Wijaya setelah menyapu halaman dari guguran daun sawo Belanda,”semoga presiden kita yang baru ini, dalam memimpin negara selama 5 tahun ke depan berhasil meningkatkan keamanan, kemakmuran, kesejahteraan, kemajuan, pendidikan, kebudayaan, ekonomi, industri, pertanian, kelautan, segala rencana pembangunan, olahraga, kepribadian bangsa, karakter, damai dalam perbedaan, citra bangsa dan lain sebagainya.” Setelah itu, ia baru menegak kopi. Mengunyah pisang goreng. Lalu membaca Bali Post. Pak Made yang mengintip kelakuan Amat menyapa. “Kelihatannya sedang berdoa, Pak Amat!” Amat kaget. “Betul Pak Made. Kok tahu?” “ Jokowi kan dilantik sebagai presiden kita yang ke-7. Sebagai pendukungnya, kalau saya Pak Amat, saya juga akan berdoa. Hanya doa Pak dengan doa saya pasti beda.” “Bedanya apa?” “Ya, doa saya, semoga Jokowi-jK nanti tidak gugup sebab baik DPR maupun MPR dipimpin dan dikuasai oleh koalisi Merah-Putih. Seperti misalnya sopir, kalau dia sampai gugup, mobilnya bisa nyenggol atau disenggol. Kalau korbannya kendaraan lain atau pohon, paling urusannya ganti rugi. Tapi kalau lawannya koalisi? Asuransi dikepot koalisi kan tidak ada! Ya tidak, Pak Amat?! Ha-ha-ha! Nanti tidak bisa lagi blasak-blusuk! Ha-ha-ha!” Tak terduga-duga, Amat ikut ketawa. Cekakakan bahkan lebih heboh dari Pak Made. “Ha-ha-ha:a-ha-ha-ha-ha ....” “Betul! Lucu, super lucu Pak Made! Ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha ....!” Pak Made kaget, lalu berhenti ketawa, sementara ketawa Amat makin pajang menjadi-jadi, nyaris seperti orang kesurupan. Pak Made cepat-cepat masuk rumah. “Ada apa, Pak?” tanya istri Pak Made,”kok ketawa Pak Amat, seperti orang kemasukan, begitu?” Pak Made menjawab ketus, “Biar saja! Niwatakuwaca yang menyerang khayangan lupa daratan melihat Arjuna kalah, lalu tertawa terbahak-bahak, sehingga Arjuna bisa memanah langit-langit mulutnya sampai riwayatnya tamat.” “Maksud Bapak, Pak Amat Niwatakuwaca? Arjunanya siapa?” “Siapa lagi! Ya kita! Ha-ha.ha!” Sementara itu, di rumah Amat, Bu Amat juga bertanya heran pada suaminya. “Pagi-pagi sudah ketawa seperti orang mabok, Pak? Kenapa?” Amat meringis. “Habis, Arjuna yang mestinya membunuh Niwatakuwaca, kelupaan. Di saat Niwatakuwaca sudah ketawa lebar, ketika langit-langit mulutnya jelas bisa dipanah dengan mudah, ternyata tidak kejadian.” Bu Amat heran. “Kenapa tidak?” “Karena Arjuna membawa terlalu banyak teman. Jadi sibuk. Waktu mau memanah, baru ketahuan anak panahnya ketinggalan di warung padang! Ketika dicari, sudah digaet pemulung. Lalu Arjuna marah dan protes pada dalang, kok jalannya cerita tidak sesuai skenario?! Dalang menjawab: ambisi boleh ambisi, pemenangnya suka-suka gua, dong! Ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-hah . . .” Istri Pak Made terkejut mendengar ketawa Amat bersambung. Ia menahan suaminya yang mau berangkat. “Sana Pak, coba lihat Pak Amat kok ketawa begitu? Jangan-jangan jiwanya terganggu!” Pak Made nampak sinis. “Memang! Orang susah karena terlalu stres, jiwanya memang bisa terganggu. Tapi, orang mabok kemenangan juga sama saja. Dulu kan ada penyiar RRI mendadak menang lotre 75 juta. Sekarang sekitar 75 miliar. Dia kaget, terlalu gembira, akhirnya jiwanya terganggu. Ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha h-ha…..!” Pak Made tertawa keras. Panjang sekali dan terasa dibuat-buat. Bu Made langsung memotong. “Sudah, Pak, sudah! Nanti tetangga datang menyangka bapak kerauhan!” Pak Made masih mau menyambung ketawanya. Tapi Amat dan istrinya keburu muncul. “Kenapa Pak Made? Ada apa, Bu?” Pak Made terpaksa memberangus ketawanya. Tapi dua tetangga yang lain masuk. Mereka bisik-bisik menanyai Bu Made. “Bapak kenapa, ada apa Bu Made?” Dengan gesit dan cerdas, istri Bu Made membelokkan persoalan sembari senyum manis. “Kami baru saja menonton pelantikan Pak Jokowi-JK yang berjalan mulus, bagus. Pidatonya singkat, bagus. Serah terimanya juga damai, bagus. Pak Prabowo juga hadir dan semua keplok tangan berdiri waktu beliau datang. Bagus!” Pak Made langsung menyambung. “Begitulah orang besar. Kalah-menang waktu pemilu, tidak penting lagi. Sekarang semua bersatu gotongroyong membangun negara. Kalah bukan berarti lemah tapi karena kebetulan ada orang lain yang lebih beruntung. Jadi mari kita semua ikuti jejak para pemimpin yang berjiwa besar itu. Mari berdoa, semoga presiden terpilih periode 20142019, dapat mermbawa bangsa dan negara jadi gemah ripah loh jinaewi tata tentrem, kerta raharja!” Semua berdoa.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
10 - 16 November 2014
Mozaik
Wanita Penggerak Ekonomi Nasional BNI bekerja sama dengan Bali Post menggelar seminar “Outlook Ekonomi 2015. Kebijakan Ekonomi Era Pemerintahan Baru” di Sanur, Rabu (5/11). Seminar yang dipandu Prof. Dr. Wayan Ramantha menghadirkan tiga narasumber, Ryan Kiryanto (Kepala Ekonom BNI), Agus Hartawan (Sekretaris Bappeda Badung), dan Ir. Gede Agus Hardyawan(founder GH Holdings). Seminar yang dibuka CEO BNI Wilayah Denpasar Aryanto Purwadi ini dihadiri kalangan pemerintah, pendidikan, dan wiraswasta. Dalam pemaparanya, Ryan mengatakan pemerintahan sekarang sibuk “blusukan” sehingga ekonominya mengarah ke ekonomi blusukan. “Tetapi, eforia itu jangan kelamaan. Setelah blusukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan, selanjutnya kerja, kerja, kerja. Karena itu kabinet kerja ini tidak punya waktu “bulan madu” karena langsung kerja,” tegasnya. Ia memaparkan beberapa agenda yang harus dilakukan pemerintah terkait kebijakan moneter dan fiskal, global economic outlook 2015 yang relatif membaik, Indonesian economic outlook 2015-2017, dan yang tak kalah penting isu politik. Salah satu upaya yang sudah dilakukan pemerintah untuk menyeimbangkan neraca perekonomian adalah menaikkan pajak beberapa barang impor. Kenaikannya
23
Pengenalan Logo Baru XL Bersamaan dengan peluncuran inovasi layanan terbaru (promo) real mobile 4G-LTE (Long Term Evolution), yang pertama di Indonesia, XL juga memperkenalkan logo baru perusahaan. Logo baru dengan nuansa warna kuning dan hijau, dengan latar belakang warna biru ini merupakan tonggak sejarah baru bagi XL di usia ke-18 tahun dalam melayani masyarakat Indonesia. Spirit logo baru ini adalah XL akan lebih dinamis, responsif dan inovatif dalam memberikan kualitas layanan dan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia. -wah
Polytron Produksi Feature Phone Mandiri Tkh/yudi karnaedi
Suasana seminar “Outlook Ekonomi 2015. Kebijakan Ekonomi Era Pemerintahan Baru” di Sanur, Rabu (5/11).
dari 2,5% ke 7%. Barang-barang ini misalnya pakaian, parfum, aksesoris, dan HP. “Kondisi di lapangan, wanita merupakan penggerak ekonomi nasional karena wanita dan ibu-ibu yang banyak melakukan belanja barang-barang tersebut, sementara bapak-bapak tukang bayar,” ujar Ryan sembari tersenyum. Disisi lain, Ryan mengakui pertumbuhan ekonomi dunia melambat karena lambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Tiongkok, ketegangan politik di Ukraina, konflik di Timur Tengah serta wabah ebola di Afrika Barat. Hardyawan yang akrab disapa Gede Hardys menambahkan kon-
sep Trisakti yang pernah diungkapkan Bung Karno cocok dipakai saat ini. “Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian secara social budaya sangat tepat digunakan dalam revolusi mental yang digelorakan Presiden Jokowi. Saya yakin di tahun 2015, banyak peluang untuk menumbuhkan bisnis di berbagai sector,” tegasnya. Sementara itu Agus Hartawan memaparkan Badung memprioritaskan sektor pariwisata, pertanian, dan industri untuk menggerakan perekonomian Badung. Antara Badung Utara dan Badung Selatan juga akan dikembangkan sesuai potensi masing-masing. –Ngurah Budi
HUT ke-9 Iwapi Gianyar
Dari Lokal, India sampai Hongkong Dalam rangka menyambut HUT ke-9 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Gianyar, Ketua DPC Iwapi Gianyar, Dra. Ni Made Rai Sukmawati BSc. M.Par. bersama jajarannya mengadakan serangkaian kegiatan. Diawali dengan pembentukan pengurus ranting Sukawati, 8 Oktober 2014, yang diketuai Putu Seminar “Hongkong The Ideal Partner in China”, menghadirkan Deasy Krisna Dewi A. Kegiatan berlajut dengan narasumber (dari kanan): Ketua Kadin Gianyar, I Wyn Gede Arsania, pelaksanaan lomba busana Ketua Iwapi Gianyar Rai Sukmawati, Mr. Matthew, Ms. Clare Wong (HKTDC), dan Ali Karisma kasual dan lomba busana ke seminar dengan tema “Hongkong The Ideal kantor dengan bahan baku lokal, yakni tenun Partner in China”, 7 November 2014, di Hotel ikat (endek), 19 Oktober 2014 di Gedung BCIC Swiss Belresort, Sanur. Tohpati. Kegiatan ini dilakukan hasil kerjasama Hongkong, dijelaskan Rai Sukmawati sebagai Iwapi Gianyar dengan Bali Creative Industry pusat perdagangan yang paling dekat dengan Centre (BCIC) yang bernaung di bawah KeIndonesia, khususnya Bali. Sehingga, Iwapi menterian Perindustrian. Gianyar yang diketuainya ini terus menjalin Selain itu, Iwapi Gianyar bekerja sama kerjasama untuk mendapatkan info-info pasar dengan pihak Trans Net Sukses Mandiri, sebuah dengan harapan bisa membantu dan membuka perusahaan yang bergerak di bidang jasa network wawasan pengusaha kita dalam menuju MEA. travel. Bersama pihak ini pula, pihak Iwapi Seperti diungkapkan Ms. Wong dalam ajang mengadakan kegiatan tirtayatra ke India pada pameran, selain memamerkan produk, kita juga 29 Oktober s.d. 5 November 2014. melihat dan mengukur kemampuan kita dengan Untuk meningkatkan pengetahuan pasar pengusaha lainnya yang ada di pasar tersebut. di era globalisasi dan menghadapi Masyarakat “Dan yang paling penting, sebagai seorang Ekonomi Asean (MEA), Iwapi Gianyar juga pengusaha jangan pernah takut untuk mencoba bekerja sama dengan Hong Kong Trade Desesuatu yang dianggap baru,” ujarnya. –ten velopment Council (HKTDC), mengadakan
Poto bareng dengan owner Tnets travel, Bintang mira, undangan, dan anggota Iwapi Gianyar
Regulasi yang dikeluarkan Pemerintah RI untuk menekan impor ponsel dengan mengeluarkan Peraturan Menteri berupa Peraturan Tanda Pendaftaran Produk Telepon Seluler dan Komputer Genggam. PT Hartono Istana Teknologi dengan produknya yang bernama Polytron adalah salah satu produsen mobile phone lokal. Polytron telah memproduksi jajaran feature phone sejak awal 2014 di pabrik Kudus. Santo Kadarusman, Public Relations dan Marketing Event Manager mengatakan, iklim produksi ponsel lokal akan makin cerah jika Indonesia telah memiliki pabrik komponen di dalam negeri. Polytron berusaha keras memasuki pasar menengah ini dengan banyak memproduksi feature phone dan smartphone berbasis Android dengan kualitas bersaing dan harga terjangkau.--rls
HUT Pandu Medika Berbagai kegiatan dilaksanakan keluarga besar Apotik Pandu Medika untuk merayakan hari ulang tahun yang ke-2. Pemilik Pandu Medika dr. Ni Made Sumiartini, Sp.A mengatakan acara yang dilaksanakan antara lain tirta yatra dan anjang sosial ke panti asuhan pada 19 Oktober 2014. Selanjutnya pada 25-26 Oktober 2014, mereka mengadakan family gathering. –wah
D’TIK Festival Smart dan Terhibur
Denpasar Teknologi Informasi Komunikasi Festival ( D’TIK Festival) yang digelar di kawasan Lapangan Lumintang Kota Denpasar, berhasil mengajak masyarakat lebih melek teknologi sekaligus menghibur. Sebab, sebagian besar stan yang hadir mengisi pameran, hampir setiap hari menghadirkan beragam acara untuk para pengunjung dan tentunya khusus bagi para komunitas pecinta IT di Kota denpasar. Saat pembukaan D’TIK Festival Kamis (30/10) juga istimewa, selain dihadiri Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang sekaligus membuka acara yang ditandai dengan penandatanganan sampul filateli, hadir pula Dirjen Penyelenggara Pos dan Informasi Kementerian Kominfo Pusat Kalamullah Ramli, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar Dewa Made Agung, Ketua APJII Bali serta seluruh pimpinan SKPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Di hari pertama D’TIK Festival itu, panggung utama dimeriahkan lomba senam OK oleh murid-murid Sekolah Dasar. Selain memang acaranya khusus
bicara IT, pemerintah Kota Denpasar juga menyediakan stan kuliner masakan lokal bagi pengunjung yang hadir. Sedangkan hiburan lainnya yang cukup menarik perhatian adalah disuguhkannya Denpasar Music Ethnic Fiesta. Acara ini merupakan perpaduan musik unsur kedaerahan dengan unsur musik modern. Ini untuk menghidupkan kembali musik tradisional yang semakin hilang peminatnya. Beberapa Seniman Musik Etnik yang tampil antara lain Balawan, Gus Teja, Emoni, Pekak Art, dan Penampilan dari Siswa SMA/SMK di Kota Denpasar. Penutupan D’TIK Festival juga tak kalah meriah dan istimewa. Acara yang dihadiri Wali Kota Denpasar I.B Rai D. Mantra dan para undangan didampingi oleh Kadis Kominfo Kota Denpasar Dewa Made Agung, sekaligus dimeriahkan juga dengan HUT ke-12 RPKD FM serta pemberian hadiah kepada para pemenag lomba. Semakin lengkap persembahannya, sebab di ujung acara tampil juga memeriahkan acara penyanyi sekelas Ayu Laksmi bersama Swara Semesta serta penampilan XXX Band yang menutup acara. -ard
Metropolitan
22
10 - 16 November 2014
Legend of Bali Berjaya di ‘Jakarta Cosplay Parade’
Mengeluarkan uang demi hobi, mengapa tidak? Bagi sebagian orang mengeluarkan uang untuk membiayai kegemarannya, bukan masalah. Malah ada yang rela merogok kocek hingga berjuta-juta rupiah asalkan bisa menjalankan hobinya. Itu juga yang terjadi pada para cosplayer yang demi hobinya rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk tampil menyerupai tokoh tertentu.
“B
iayanya lumayan besar namun karena sudah hobi, tidak masalah,” ungkap Delian Kurniasari, salah satu peserta ‘Jakarta Cosplay Parade’ yang digelar Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, akhir pekan lalu. Delian bersama kelompoknya dalam event akbar ini, mengangkat tokoh-tokoh legenda Indonesia. Ia menampilkan Legend of Bali: Barong Vs Rangda, dan memerankan Rangda Si Ratu Leak, sementara temannya menjadi Barong. Dalam mitologi Bali, Rangda adalah ratu para leak. Selain Rangda dan Barong, teman Delian lainnya menampilkan tokoh pewayangan sepert i Gatotkaca, Bima, War kudoro, dan Antareja, putra sulung Bima. Antareja ini tidak terdapat dalam Mahabharata karena me rupakan asli ciptaan para pujangga Jawa. Delian mengaku, mereka memang sengaja memilih tokoh-tokoh legenda Indonesia bukan hanya karena tema event tersebut adalah Rising of Indonesian Legend tapi juga karena mencintai budaya Indonesia. “Kami ingin karakter tokoh legenda Indonesia, superhero Indonesia, bisa mendunia dan dicintai oleh generasi muda,” ungkap Delian yang bersama teman-temannya menghabiskan biaya sekitar Rp 1-2 juta per kostum. Bagi penghobi, baik Delian juga
cosplayer lain, mengobankan uang dan waktu demi hobi adalah hal biasa. Apalagi untuk tampil di event sebesar ‘Jakarta Cosplay Parade’ yang juga dihadiri oleh cosplayer mancanegara seperti, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dll. Mereka berusaha tampil sebaik-baiknya karena event ini bukan sekadar hiburan biasa melainkan ada kompetisi di dalamnya. Ada sejumlah kategori yang dilombakan di antaranya; perorangan karakter Indonesia, kelompok karakter Indonesia, parade Eastern, Western, Best Performance, Best Costume, Best Armor, dll. Mereka dinilai bukan hanya kostumnya tapi juga aksi dan ekspresinya saat memerankan tokoh tersebut. ERANYA KREATIVITAS Ada 1026 cosplayer ikut ‘berlaga’ dalam ajang ini. Jadi bisa dibayangkan betapa ramainya Taman Monas kala itu. Tokoh-tokoh legenda Indonesia, Barat dan Timur, tumplek-bleg di Monas. Seolah-olah semua tokoh yang biasanya kita lihat lewat televisi, komik, anime, film, tampil nyata, lengkap dengan aksi-aksinya. Tentu saja masyarakat pun tak mau melewatkan per tunjukan ‘langka’ ini. Sejak siang mereka ber bondong-bondong membanjiri Monas, padahal saat itu acara belum dimulai. Para cosplayer masih bersiap-siap, sementara sebagian melakukan pendaftaran ulang.
10 - 16 November 2014
Sosialita
3
Byang Mangku Hipno
Menikmati Tarian Roda Kehidupan PEMBANGKITAN ENERGI QUANTUM UNTUK KETENANGAN DAN PENYEMBUHAN DIRI
Hidup itu haruslah memberi manfaat, sehingga dimana pun kita berada kehadiran kita selalu diharapkan dan keberadaan kita selalu memberi v ibrasi bahagia serta menguntungkan bagi siapapun. Jika mampu memberi senyuman yang membangkitkan kedamaian rasa, mengapa harus menebarkan derita bagi sesama.
“T
Delian (nomor dua dari kiri) memerankan Rangda si Ratu Leak
Acara itu sendiri baru dimulai sore hari, saat ribuan penonton sudah berjejal di seputar areal kompetisi. Sebagian penonton tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, mereka pun ‘berburu’ tokoh-tokoh unik untuk ber-selfie ria. Walhasil, tokoh Spiderman, Batman, Transformer, Power Ranger, Ksatria Baja Hitam, dll, mendapat ‘pekerjaan tambahan’ melayani permintaan foto para penonton. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman, meski acara ini mengadaptasi budaya luar, namun pihaknya berupaya menampilkan budaya tradisional yang dikemas secara modern. “Ini adalah cara Pemprov DKI memperkenalkan budaya Indonesia. Melalui tokoh legenda nusantara, diharapkan gener asi muda lebih mengenal karakter lokal. Selama ini, para cosplayer umumnya lebih memakai kostum komik dari negara lain. Padahal karakter legenda Indonesia tak kalah menariknya,” ucap Arie
Beginilah aksi para cosplayer
seraya berharap melalui acara ini para pelaku industri kreatif, khususnya yang menggeluti bidang cosplay, menjadi makin bersemangat dan lebih kreatif. “Kegiatan ini untuk memberikan apresiasi juga motivasi pada cosplayer Indonesia untuk mengembangkan kreativitasnya, sekaligus mempromosikan Jakarta sebagai destinasi pariwisata dan budaya,” tutur Arie yang belakangan ini sangat sibuk menggelar berbagai event untuk mendongkrak pariwisata Jakarta. Budaya cosplay yang sekarang sedang digandrungi sebagian anak muda, khususnya di Jakarta, mulai dikenal di Indonesia di tahun 2000-an, seiring dengan maraknya serbuan komik-komik asing khususnya asal Jepang. Di negeri Sakura sendiri, budaya wasei-eigo (cosplay) ini tumbuh subur sejak tahun 1970-an. Cosplay merupakan gabungan kata cos (costume atau kostum) dan play (bermain). Yang artinya,
tkh/ist
bermain dengan menampilkan karakter tokoh yang ada dalam komik, dongeng, animasi, video game, lengkap dengan kostum, aksesoris dan aksinya. Di Indonesia, budaya cosplay tumbuh subur seiring dengan makin banyaknya komunitas cosplay di kota-kota besar. Namun, karena budaya ini diadaptasi dari luar, khususnya Jepang, maka kebanyakan cosplayer Indonesia lebih mengenal tokoh-tokoh asing, ketimbang tokoh dalam negeri. Padahal Indonesia sendiri memiliki cukup banyak tokoh legenda yang dapat diadaptasi dalam budaya cosplay. Maka tak salah kalau dalam event akbar yang baru pertama kali digelar Pemda DKI Jakarta ini, mengangkat tema tokoh-tokoh legenda Indonesia. Maksudnya agar para cosplayer muda lebih mengenal tokoh dari negeri sendiri. Harapannya, dengan mengenal tokoh-tokoh nusantara dan memopulerkannya berarti juga ikut melestarikan budaya nusantara. Hal tersebut sesuai dengan harapan Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang disampaikan ketika menerima para cosplayer di Balai Kota Jakarta. “Ini merupakan momentum untuk mengingatkan kembali bahwa Indonesia juga memiliki karakterkarakter yang tak kalah hebatnya dibanding dari luar,” ucap Ahok. “Saat ini adalah eranya kreativitas. Dunia makin lama makin mengarah ke sana. Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan masyarakat menjadi makin terpacu untuk berkreasi,” ujar Ahok. Dia berharap, dengan meningkatnya kreativitas di kalangan masyarakat, dalam jangka pendek, Jakarta bisa menjadi tempat berbagai kreativitas, tempat impian orang-orang yang punya imajinasi untuk menciptakan sesuatu. “Jika itu terwujud, lalu untuk apa harus keluar negeri? Kita ini adalah bangsa besar, bangsa kreatif yang mampu menciptakan banyak hal,” tegasnya. –Diana Runtu
iap orang berhak atas sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang lalu berbahagia, mari kita ambil kesempatan bahagia itu dengan mempositifkan pikiran dan perasaan, selalu menjadikan diri berubah dan setiap perubahan yang terjadi haruslah ke arah positif,” ujar Byang Mangku Hipno Inten yang memiliki nama lengkap Anak Agung Sagung Inten, S.E., CH., CHt., MNNLP. Sebagai seorang pengu saha yang mempekerjakan banyak orang disamping sebagai penekun spiritual modern universal, praktisi ilmu metafisika, ilmu hypnosis hypnotherapy, hypnobeauty, ilmu prana, dan power human energy, ia memiliki kemauan dan kemampuan untuk selalu berkembang dan mengikuti perubahan pola pikir, pola rasa, pola tindak yang terjadi di masyarakat. Perubahan ini menjadi penting karena di tiap masa pasti terjadi perkembangan pemikiran, pengetahuan, jenis penyakit dan faktor penyebabnya. Di era globalisasi ini, ketika mengambil posisi sebagai penebar pengetahuan, pencerah kesadaran, penyembuh melalui pelayanan umat dan sebagai perpanjangan tangan Tuhan dengan menjadi profesional healer maka wajib selalu belajar baik melalui buku–buku pengetahuan. Byang Mangku juga belajar dari setiap kejadian sebagai guru suci, bersyukur atas masa yang telah lewat apapun bentuknya, bekerja keras dan bekerja cerdas saat ini serta selalu memberikan ruang dan waktu kepada diri sendiri berdoa untuk masa depan lebih baik. “Konsep sebuah keberhasilan untuk menjaga dan menjadi sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang adalah selalu larut dalam perubahan positif dengan setiap saat menambahkan ilmu pengetahuan yang dimiliki sebagai cara menjaga kesucian diri dan menjaga kebenaran dengan tidak menyimpang dari
norma hukum, norma agama, norma kesusilaan dan norma kesopanan. Nilai-nilai keindahan akan muncul dan memancar dari dalam diri dan vibrasinya berhasil mengubah dan menarik siapapun yang berada di sekitar kita, sehingga kita secara alamiah bisa memberi pengaruh dan mampu mengubah keluarga ke arah lebih baik, lingkungan sekitar bahkan memiliki peluang mengubah dunia,” imbuh ibu 3 anak, L. G. Rara Bianca Sarasaty, S.T., G. R. Nadine Tracy dan Ngr. Gede Pangeran Daffa Waisnawa ini. KOLABORASI BERSAMA GURU MANGKU HIPNO Setelah melakukan perjalanan panjang keliling wilayah Indonesia memberikan pembelajaran revolusi mental untuk membobol mental block, pencerahan spiritual psikologi dan penyembuhan massal, kini Byang Mangku Hipno Inten akan berkolaborasi dengan s u a m t e rcinta, Guru M a n g k u H i p n o . “Kami akan mengadakan pelatihan pembangkitan energi quantum Brahmakunta untuk mencapai ketenangan dan penyembuhan diri,” ujarnya. Pelatihan ini sangat penting bagi setiap pribadi untuk memberikan ruang kepada dirinya menemukan ketenangan batin yang paling dalam dan membangkitkan potensi dahsyat dirinya menjadi penyembuh karena faktanya tiada penyembuh yang lebih baik daripada diri sendiri. Sesungguhnya orang lain siapapun mereka apapun keahlian dan profesinya hanyalah pemicu kesembuhan melalui cara menyugesti yang dimilikinya. Ada yang menyugesti dengan obat, rapalan mantra, ramuan, sentuhan atau pijatan, dan
kata-kata. Semuanya bertujuan baik yaitu membuka dan menemukan kesadara n diri seseorang bahwa waktu sembuhnya telah tiba. Namun, jika seseorang telah disugesti dengan cara apapun tapi dirinya sendiri tidak meyakini dan mengikuti saran saran yang diberikan maka kesembuhan makin jauh. Apalagi bagi penderita sakit yang masih memiliki pola lama dalam cara pandang mengatasi sebuah derita ataupun penyakit, masih suka menuduh bahwa sakit seseorang lebih banyak disebabkan oleh faktor luar seperti sakit karena black magic, karang/tetaneman, dll. Sesungguhnya pola seperti ini biasanya hanya membuat terhambat dan gagalnya introspeksi diri si penderita terhadap dirinya sendiri mengapa bisa sakit, apakah salah dalam olah pikir, salah olah rasa ataukah salah mengolah tubuh. “Hal ini menjadi sangat pen ting karena setelah pengalaman kami berpraktek puluhan tahun merevolusi mental block dan telah menyembuhkan ribuan pasien baik dari wilayah Indonesia bahkan sampai mancanegara seperti Singapura, India, UEA, Prancis, Filipina, Korea, dan Australia, ternyata banyak pasien yang salah menemukan sistem dan cara penyembuhannya sehingga penyebab sakit utamanya tidak pernah tersentuh. Hal ini dapat menjadi psikologi traumatis dan memicu sakit psikosomatis yang di zaman ini hampir 70% menjadi sumber penyakit,” ujar Byang Mangku Hipno. Ia menyitir pepatah bijak yang mengatakan “Ketika menderita penyakit baik dengan keluhan penyakit pikiran, penyakit perasaan ataupun penyakit tubuh, Sebaiknya yang dituju adalah penyembuh yang memberi kesembuhan secara tuntas, dan bukan menuju pengobat yang hanya bisa mengobati namun tak mampu menemukan cara menyembuhkan”. Pernah ada orang yang sakit dengan berbagai keluhan. Ia sudah mencoba berbagai metode pengobatan. Karena telah putus asa akhirnya ia dan keluarganya datang ke Brahmakunta Center. “Dalam waktu yang sangat cepat dengan metode katarsis dan tes power human energy serta melakukan pendekatan NLP, kami berhasil mengidentifikasi sumber penyakitnya yaitu masalah ekonomi. Ia banyak hutang, bingung cara membayarnya. Kami sarankan si penderita menemui ahli perencanaan keuangan. Beberapa bulan berikutnya orang ini datang ke Center dengan wajah cerah, sehat bugar dan mengucapkan terimakasih telah menyelamatkannya,” kenang Byang Mangku Hipno.
ENERGI QUANTUM UNTUK PENYEMBUHAN DIRI Metode yang digunakan Byang Mangku Hipno bersama suami sangat sederhana. Mereka menganalisa pemicu sakitnya mengunakan penelusuran neuro linguistik atau bahasa otak. Setelah menemukan sumbernya, mereka mengubah pola pikir, pola rasa, dan pola tindak si penderita dengan memasukkannya ke area bawah sadar. Di area ini semuanya menjadi terbuka, area ini merupakan zone ikhlas yaitu sebuah wilayah di hati yang bersifat “quantum” dan dirindukan para pencari kebahagiaan maupun pencinta ilmu pengetahuan. Zona ini diyakini berisikan segala kebutuhan hidup manusia bagai mata air sumber kecukupan alam semesta. Para ahli pikir dan ilmuan menyebut wilayah ini dengan berbagai nama seperti zero point field, A field, unified field, marphogenetic field, Akashic field, collective unconscius, super consciusness, hingga divine matrix. Zona itu dapat diakses oleh manusia dengan kunci rahasia berupa hati ikhlas, rela berserah kepada Sang
Pencipta. Dengan jiwa yang diliputi rasa syukur dalam menerima berkah penciptaan, sabar menjalani proses kehidupan, yakin akan wujud kasih sayangNya, tenang dalam merespons semua kejadian, dan bahagia menikmati tarian roda kehidupan. Dalam irama gelombang otak dan jantung yang selaras. “Semua ini akan kami kupas tuntas berikut kegunaannya dalam workshop “PEMBANGKITAN ENERGI QUANTUM BRAHMAKUNTA UNTUK KETENANGAN DAN PENYEMBUHAN DIRI”. Para peserta akan dituntun detik demi detik mengalami transformasi diri, mengubah pola hidup, memperbaiki karakter dan merevolusi mental sehingga mendapatkan pencerahan, penyadaran secara langsung oleh pakar power human energy, hypnosis, prana, Heado theta, neuro linguistic programmer, dan motivator spiritual psikologi dan pencapaian serta pendiri GMH Institute dan Komunitas Brahmakunta yang juga merupakan profesional healer, GMH KG Suatmayasa SH., CH., CHt., MNNLP yang dikenal dengan nama panggilan Guru Mangku Hipno. Workshop yang telah berhasil menjadikan ribuan peserta berubah lebih baik di seluruh wilayah Indonesia ini, dihadirkan khusus untuk Anda di Bali. Terbuka bagi umum, usia minimal 7 tahun, dan bisa mendengar dengan baik. Workshop ini diperuntukkan khusus bagi mereka yang telah bosan sakit ataupun menderita serta ingin menemukan jati diri serta berani mengambil langkah maju untuk kehidupan masa depannya. Ada bonus bagi seluruh peserta di sesi terakhir berupa “Hypnotherapy Gratis” secara bersama-sama.
Pembangkitan energi quantum Brahmakunta
WORKSHOP “PEMBANGKITAN ENERGI QUANTUM BRAHMAKUNTA UNTUK KETENANGAN DAN PENYEMBUHAN DIRI “
HARI : MINGGU, 16 NOVEMBER 2014 TEMPAT : GEDUNG PWI BALI, JL GATOT SUBROTO LUMINTANG DENPASAR WAKTU : 15.00 S.D. 17.00 WITA HARGA TIKET : HANYA RP 350 RIBU. INFO LENGKAP DAN TEMPAT PENDAFTARAN: BRAHMAKUNTA CENTER, PERUMAHAN GUNUNG SARI INDAH, JL TUKAD BUANA 1 NO. 61 KEBO IWA UTARA. TELP. (0361)8442823, (0361)7112404, PIN BB 7FB63D85, FB GURU MANGKU HIPNO.
TIKET JUGA DAPAT DIPESAN DAN DIANTAR MELALUI: 1. 085238640217 (JRO ABUCK) 2. 08563800133 (JRO ANTA) 3. 081999205505 (JRO GUS KIKO CH) 4. 085 738818906 (JRO SWANDRA CH) 5. 08123988724 (JRO AYUK) 6. 085935051555 (JRO MULYAWAN)
DAFTAR SEKARANG JUGA!!!
4
Inspirasi
10 - 16 November 2014
Yohana Susana Yembise
Kemajuan Wanita Terhambat Tradisi Suasana begitu mengharukan begitu Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Keluarga Sejahtera, dibagikan kepada para ibu di Kantor Pos mampang, Jakarta Selatan. Para ibu menangis bahagia sembari mengucapkan terima kasih. Bahkan saking bahagianya, seorang ibu sambil menangis lantas memeluk erat Yohana Susana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Bu menteri yang juga ikut larut dalam suasana haru, membalas pelukan itu dengan hangat sembari menepuk-nepuk punggung si ibu.
I
a berharap melalui program ini akan meningkatkan pemberdayaan perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga. “Program seperti ini membantu sekali. Saya berharap uangnya dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan-kebutuhan yang tepat guna dan tepat sasaran,” kata Yohana. Aktif dalam kegiatan memberdayakan perempuan memang bukan hal yang baru baginya. Sejak di Papua, Yo, begitu nama akrab Professor Wanita Pertama dari Papua itu disapa, sudah aktif di berbagai kegiatan kemasyarakatan. Karenanya ia tak canggung ketika berhadapan dengan para ibu yang tak mampu. Berbicara tentang pemberdayaan perempuan, ia pun lantas menyinggung tentang masih tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan di Indonesia Timur. Di Papua, misalnya, perempuan masih diperlakukan di luar batas kewajaran. Hal ini tak boleh terus dibiarkan, harus ada perbaikan. Menurutnya, masalah budaya juga ikut berpengaruh terhadap kondisi ini. Di Papua, katanya, bagi wanita yang sudah menikah harus selalu tunduk pada suaminya. Mereka tidak bisa melakukan kesibukan di luar rumah. “Mereka harus tinggal di rumah, urus anak, urus keluarga. Tidak bisa punya kesibukan di luar rumah, kalau
Yohana
itu dilakukan berarti melanggar aturan,” ungkap wanita kelahiran Manokwari, Papua Barat, 1 Oktober 1958. Yohana sendiri yang sejak kecil didik ayahnya untuk menjadi wanita maju, tidak bisa menerima itu sepenuhnya. Ia ingin tetap memiliki kegiatan di luar rumah namun tidak melupakan kewajibannya mengurus keluarga. Niatnya ini tentu tidak mudah, ia harus berjuang keras agar keinginannya itu tercapai. “Saya harus tabrak ‘tembok’ kalau tidak saya tidak bisa menjadi professor seperti sekarang ini,” ungkap anak kedua dari 11 bersaudara ini. Didikan keluarganya tentang pentingnya pendidikan begitu melekat dalam dirinya. Dia ingat benar bagaimana ayahnya yang mendorong semua anaknya (11 orang) untuk maju di bidang pendidikan. Bahkan untuk anak perempuan, ada pesan tambahan dari ayahnya, y a k n i , h a rus mampu mandiri dan untuk itu harus memiliki ‘modal’ pendidikan.
“Ayah berbicara begitu karena telah melihat bagaimana adat di daerah kami sehingga membuat perempuan tidak bisa mandiri. Itu sebabnya beliau tekankan kepada kami semua, anak-anak perempuan, agar sekolah yang baik dan bekerja supaya menjadi perempuan mandiri,” ujarnya. Untuk mewujudkan itu, tentu bukan hal mudah. Meski orangtuanya mendukung anak perempuan harus maju, namun tidak demikian dengan budaya setempat. Apalagi untuk wanita yang telah menikah. Di Biak misalnya, pria yang ingin menikah harus memiliki mas kawin yang besar. Karena itu mereka (laki-laki) berpikir kalau sudah menikah, sudah membayar mahal, maka perempuan harus tunduk padanya. Di Biak, tambahnya, dikriminasi itu masih sangat terlihat. “Tradisi menghambat perempuan untuk mengapai kemajuan karier lebih jauh. Mungkin karena berpikir, wanita pada akhirnya akan kembali ke dapur. Tapi saya menolak itu. Saya berjuang menyingkirkan semua hambatan untuk mencapai puncak karier saya,” kata peraih penghargaan ‘Tuto Thansen and Fainting Alumni Awards 2014’ dari Newcastle University, Australia. “Setiap perempuan dapat maju asalkan diberi kesempatan,” tambah istri Leo Danuwira ini. Yohana sendiri setelah menikah masih tetap melanjutkan pendidikannya di Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Cendrawasih . Ia mengambil Program Studi Bahasa Inggris jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Semasa kuliah, ia juga aktif sebagai asisten dosen selama tiga tahun sebelum akhirnya menjadi dosen tetap tahun 1987. Lewat program beasiswa, ia mengambil S2 di Fakultas Pendidikan Simon Fraser University British Colombia, Canada, dan meraih Master of Art tahun 1994. Sedang pendidikan S3 nya diraih di Australian School of Language and Media University of Newcastle, New South Wales, Australia, tahun 2007. Di luar itu, ibu dari Marcia, Dina Maria dan Bernie, memiliki beragam kesibukan baik saat masih kuliah maupun setelah bekerja. Ia pernah menjadi Diplomat Applied Linguistic TEFL (Dip. TEFL) dari Regional English Lan-
guage Centre (RELC), SEAMEO Singapore. Ia juga dipercaya sebagai ketua tim seleksi guru bahasa Inggris SMP, SMK, SMA di Kabupaten Merauke untuk persiapan pengiriman guru bahasa Inggris ke Sunshine Coast University Australia. Serta menjadi anggota Joint Selection Team (JST) Australian Development Scholarship beasiswa ADS/USAID tahun 2011. Saat masih sekolah ia juga aktif di bidang kesenian yang disponsori Badan Kesenian daerah Kabupaten Paniai di Nabire, juga pernah menjadi Wakil Ketua KNPI Kab Paniai tahun 1984. Dengan capai-capaian itu, bisa dibilang Yo bukan saja berhasil memecahkan stigma cultural masyarakat tentang perempuan yang telah menikah tapi juga membuktikan bahwa pemikiran wanita harus tunduk kepada suami tidak selalu bisa diberlakukan. Apalagi berkat kerja kerasnya ia juga membuktikan bahwa wanita bisa maju asalkan diberi kesempatan. Berbagai penghargaan yang diterimanya dari dalam maupun luar negeri, merupakan salah satu buktinya. Keberhasilannya meraih professor doctor bidang Silabus Desain dan Material Development pada November 2013, merupakan pembuktian lainnya. Dia menjadi wanita pertama Papua yang berhasil meraih gelar professor. Dan kini, ia pun menjadi wanita pertama Papua yang menjadi menteri. Sikap cinta pendidikan ini juga dia tularkan kepada ketiga anaknya, Marcia, Dina dan Bernie. Marcia yang kini berusia 27 tahun, telah memperoleh gelar master di bidang teknologi informasi dai Universitas Loyola di Chicago, AS dan kini bekerja di PT Freeport Indonesia, sedang Dina Maria kuliah di University of Cambridge, Inggris, sedang Bernie masih SMA. Yo mengaku, meski kesehariannya begitu sibuk, namun ia masih menyempatkan diri untuk memasak di kala senggang. Salah satu hobinya adalah mencoba resep-resep masakan yang baru didapatnya. “Saya suka memasak. Jadi, kalau ada waktu senggang, saya pasti masak. Kadang mencoba resep dari teman,” ujar penyuka coto makasar ini.
WANITA PENANTANG BADAI Terpilihnya Yohana Susana Yembise sebagai salah satu menteri Kabinet Jokowi-JK, mengejutkan banyak orang, khususnya masyarakat Papua. Pasalnya, namanya nyaris tak terdengar sebagai salah satu calon yang bakal dipilih sebagai menteri, apalagi pada masa itu banyak orang Papua yang datang ke Jokowi untuk mengajukan calon menteri dari wilayahnya. Tapi ternyata Jokowi justru menunjuk Yohana sebagai menteri. Yohana sendiri mengaku sangat terkejut atas penunjukkan itu. Ia sungguh tidak mengira, apalagi memang namanya pun tak pernah disebut-sebut sebagai calon menteri. “Seperti orang Papua lainnya, saya pun terkejut dengan ini. Presiden percayakan jabatan itu pada saya, dan saya katakan siap,” ujarnya. Selain itu, ungkapnya terus terang, dirinya pun senang karena mendapat kehormatan menjadi wanita pertama dari Papua yang ditunjuk menjadi menteri. Ia mengaku merasa tertantang dengan jabatan yang baru diembannya. “Saya melihat, kita di Indonesia masih sangat jauh dari kesetaraan gender. Itu tugas kita. Saya merasa ditempatkan dengan tantangan yang luar biasa dan ini sungguh tidak mudah, terutama menyangkut adat istiadat dan agama,” katanya. Teman dan keluarga Yohana pun mengaku terkejut bercampur senang dengan terpilihnya wanita enerjik ini sebagai menteri. Bagi mereka ini merupakan penghargaan kepada perempuan Papua secara keseluruhan, sekaligus memberi harapan bahwa menjadi seorang menteri bukan hanya dominasi laki-laki tetapi juga terbuka kesempatan bagi perempuan Papua yang memiliki kecerdasasan dan professional. Teman-temannya berkeyakinan Yo mampu mengemban tugasnya dengan baik, karena itu sudah dibuktikannya dalam kiprahnya selama ini. Ia pekerja keras dan disiplin. Yo adalah seorang wanita Papua yang kuat yang mampu mengatasi segala hambatan untuk membuka jalan bagi prestasinya. Ia adalah wanita yang berani menantang ‘badai’,” ucap Lien, temannya. -Diana Runtu
10 - 16 November 2014
Mandalika
21
Makan Bubur untuk Tolak Bala
Di suatu sore, anak-anak ramai berkumpul di halaman rumah Muhammad Amin, salah seorang warga di Bima Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. Mereka berbondong-bondong datang dengan membawa sendok masing-masing. Celoteh anak-anak ini ramai menanti bubur yang tengah disiapkan oleh pemilik rumah. Aktivitas makan bubur ini menjadi salah satu momen yang dinantikan oleh anak-anak, khususnya di Desa Rato Bima.
I
ni menjadi semacam kebiasaan yang telah lama dilakukan warga di sini sebagai ungkapan rasa syukur saat mendapat keberuntungan atau hal menyangkut kebaikan lainnya. Di samping itu, doa untuk anggota keluarga yang telah meninggal juga dilakukan acara makan bubur ini manakala keluarga mengingat almarhum atau almarhumah. Makan bubur ini bisa dilakukan sewaktu-waktu di hari Jumat pagi atau Kamis sore, karena tidak membutuhkan persiapan khusus. Makan bubur ini di Bima dikenal dengan sebutan “ngaha kawiri”. Ngaha artinya makan, sedangkan kawiri artinya bubur. Makan bubur seperti ini biasanya dilakukan masyarakat juga untuk tujuan tolak bala. Makan bubur adalah cara syukuran sederhana, karena biasanya untuk hajatan besar, warga biasanya menggelar syukuran yang diikuti oleh para orang tua. Ada pula yang menyelenggarakan keduanya. Syukuran bubur santan yang diikuti oleh anak dan syukuran yang diikuti oleh dewasa. Makan bubur sebagai tolak bala pernah dilakukan pada saatsaat ada kejadian luar biasa yang terjadi di kampung ini. Misalnya ketika beberapa tahun lalu gempa besar mengguncang desa ini. Gempa itu datang selama beberapa hari yang membuat warga sempat tinggal di tenda-tenda yang sengaja dibuat di halaman rumah masing-masing akibat takut rumah mereka roboh karena guncangan. “Saat itu, warga menyelenggarakan acara makan bubur hingga ke perempatan jalan di sekitar
kampung dan hampir semua kampung di sini menyelenggarakan makan bubur kala itu,” kata Damayanti, salah seorang warga Desa Rato yang juga kerap menyelenggarakan makan bubur bagi anak-anak ini. Acara makan bubur kala itu dilakukan secara berkelompok. Pernah pula pada beberapa bulan lalu, ketika ada seorang warga yang meninggal dan dianggap tidak wajar, masyarakat di kampung ini juga melakukan acara makan bubur. Di rumah-rumah keluarga besar yang meninggal dunia, serentak pada hari kedua hingga hari keempat kematiannya dengan melakukan kegiatan makan bubur. “Bahkan orang di kampung ini juga turut mendoakan almarhum dengan menggelar acara makan bubur,” kata Hj. Etam, warga lain yang biasa dituakan oleh warga di sini. Pen yel en gga r a a n ma ka n bubur ini dilakukan dengan san-
gat sederhana, tidak membutuhkan persiapan seperti orang selamatan. Makan bubur biasa dilakukan selain untuk tolak bala, juga ketika ada sanak famili atau keluarga yang baru sembuh dari sakit. Selain itu, segala hal baik yang diterima biasanya diungkapkan lewat syukuran sederhana makan bubur santan ini. Seperti akan ada hajatan pernikahan, masuk rumah baru hingga hal-hal baik lainnya. Meski tidak seramai dulu, makan bubur masih kerap dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur karena tidak membutuhkan persiapan khusus yang detil seperti acara selamatan lainnya. Cukup memasak bubur santan lalu dihidangkan pada tamu yang hampir seluruhnya anak-anak, maka acara syukuran khas ini pun bisa dilakukan. Waktu makan bubur biasanya dilakukan sepagi mungkin di hari Jumat, saat anak-anak belum berangkat ke sekolah, sekitar pukul 06.00. Mengundang anak-anak dilakukan secara tidak resmi. Cukup mendatangi rumah-rumah di pagi hari itu untuk mengabarkan ada acara makan bubur, maka anak-anak akan berlomba-lomba datang membawa sendok masingmasing. Selain di Jumat pagi, hari baik lain untuk menggelar acara makan bubur ini juga dilakukan pada Kamis sore. “Makan bubur Hari Kamis sore lebih ramai didatangi anak-anak, bahkan dari kampung-kampung sebelah juga turut datang meramaikan,” ujar Rina, warga lainnya. Acara makan bubur menjadi lebih semarak karena usai makan bubur, anak-anak yang ikut yang kebanyakan berusia 3 tahun-9 tahun ini mendapat pembagian uang dari yang menyelenggarakan
Tradisi makan bubur yang dilakukan anak-anak di NTB
acara. “Uangnya tidak banyak, sekadar sebagai uang belanja bagi anak-anak sebagai bentuk terima kasih yang berhajat atas doa anak-anak tersebut dari apa yang mereka hajatkan,” ungkap Hj. Etam. Saat penyelenggaraan makan bubur, tidak dilakukan di dalam rumah melainkan dilakukan di halaman atau teras rumah orang yang berhajat. Bubur juga tidak dimakan menggunakan piring-piring melainkan ditempatkan pada sebuah wadah besar, seperti nampan atau pun nare berukuran besar. Dengan alas daun pisang pada nampan atau nare, aroma khas bubur santan ini menggoda selera. Di sinilah kekhasan acara syukuran ini, pesertanya anak-anak dan cara makannya dilakukan dalam sebuah wadah yang dimakan bersama-sama. Anak-anak akan duduk mengelilingi nampan atau nare itu untuk menikmati sajian bubur yang
biasanya masih panas itu secara bersama-sama. Dalam satu wadah nampan bubur, biasanya dimakan oleh sekitar empat sampai enam anak. Hanya bubur yang dimakan oleh anak-anak ini, tanpa laukpauk atau sayur atau hidangan lainnya. Mereka akan asyik sendirisendiri menikmati bubur tersebut dengan tertib. Meski semua masih anak-anak, mereka tidak pernah berebutan bubur yang dimakan itu. Suasana sesaat akan hening ketika usai berdoa anak-anak ini diam menikmati bubur. Namun beberapa saat setelah makan bubur selesai, hiruk-pikuk suara anak-anak mulai terdengar ketika acara bagi uang dilakukan. “Bagi uang ini juga dimaknai sebagai sedekah,” ungkap Hj. Etam. Dari kegiatan beramai-ramai ngaha kawiri ini juga menjadi ajang berkumpulnya anak-anak satu RT atau bahkan satu RW untuk berinteraksi satu sama lain. –Naniek I Taufan
20
Nine Hj. Baiq Noviana Indriari, M.M.
10 - 16 November 2014
Berbekal Buku Pintar Buatan Sendiri Tanggal 23 Agustus 2014, belum genap 100 hari. Hari itu adalah hari yang sedih bagi Hj. Baiq Noviana Indriari, M.M. Hari itu ia kehilangan suami tercinta, Dr. H. Lalu Zaini Halim, M.M., yang menghadap Sang Khalik secara mendadak. Kepergian yang tiba-tiba lelaki yang menikahinya tahun 1988 itu sempat membuatnya shock berat. Perempuan berusia setengah abad ini, kehilangan support utamanya dalam kehidupan maupun dalam pekerjaan. Sempat larut dalam kesedihan, Iin, sapaan akrabnya, akhirnya mampu menguasai diri untuk tegar dan kembali melanjutkan hidupnya tanpa dukungan suami.
Hj. Baiq Noviana Indriari, MM.
S
emua itu dilakukannya demi kedua buah hatinya, Baiq Febi Amalia (24) dan Lalu Aditya Rahmad Gifari (20). “Saya harus tegar untuk anak-anak saya,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri (Kabid. PLN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat ini. Ia mengaku sadar bahwa jika ia menangis terus, toh tidak akan membuat suaminya kembali dan tidak ada orang lain yang bisa menolongnya dari rasa sedih itu kecuali dirinya sendiri. Selama ini, suaminyalah yang paling mendukung karirnya sehingga ia bisa menjadi seperti sekarang. Namun, ketika Allah SWT memisahkan mereka, Iin yang ceria ini memaknai hidupnya dengan lebih dalam lagi. “Kehilangan itu mengajarkan saya meng-
hargai sebuah arti. Arti sayang, arti cinta, arti kehilangan dan lainnya,” katanya tersenyum. Ia lalu bangkit untuk dirinya sendiri, untuk kedua anaknya dan untuk pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Kini, ia harus menjadi ibu sekaligus ayah bagi kedua anaknya dan tanpa harus menggangu aktivitas tugas dan tanggung jawab terhadap pekerjaannya. Iin dikenal sebagai salah seorang perempuan yang kerap diberi kepercayaan untuk jabatanjabatan penting di Pemerintah Provinsi NTB. Sebelum menjadi Kabid. PLN Disperindag NTB sejak tahun 2012 hingga sekarang, ia juga pernah dipercaya sebagai Kepala Bidang Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Dasar Dinas Dikpora NTB, tahun 2009-2011 dan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, 2011-2012. Tugas sebagai Kabid PLN, bukanlah tugas mudah. Itulah alasan mengapa ia harus bangkit meski tanpa suami yang menyanggahnya lagi. Bagi Iin yang tidak memiliki latar belakang bidang ini mengaku harus bekerja keras untuk memahami seluk beluk bidang yang menjadi tugasnya. Beruntung, ia adalah sosok pekerja keras dan mau belajar untuk bisa memahaminya. Ia pegang satu keyakinan, bahwa saat pimpinan menugaskannya di tempat ini, tentu memiliki alasan yang kuat dan menganggapnya mampu menjalankan tugas
itu. “Meski saya tidak banyak tahu saat itu, saya kemudian belajar untuk menjadi tahu dan saya tidak ingin ketinggalan dari yang lainnya terutama dari staf saya di kantor,” ujarnya. Penugasan itu ia terima sebagai sebuah tantangan. “Tidak ada dalam kamus hidup saya untuk bilang bahwa saya tidak bisa, melainkan apa yang tidak saya ketahui harus saya mencari tahu,” ujarnya. Iin selalu punya cara menyikapi hal seperti ini. Untuk
Hj. Baiq Noviana Indriari, MM. saat melakukan Monev. kerajinan perak dan mutiara Desa Ungge Lombok Tengah
Inspirasi
Finalis Putri Bali 2014
5
Kunjungi D&I Skin Centre Ada yang berbeda di Klinik Kecantikan D&I Skin Centre, Minggu (2/11). Hiasan balon berwarna pink menghiasi dinding di lantai II. Hari itu sangat spesial, karena Klinik Kecantikan D&I Skin Centre menyambut kedatangan para perempuan cantik yang terpilih sebagai Finalis Putri Bali 2014. Sebelum masa karantina, putri-putri yang cantik ini melakukan berbagai kunjungan. Salah satunya, kunjungan ke Klinik Kecantikan D&I Skin Centre, yang beralamat di Jalan Raya Puputan Nomor 70 Renon, Denpasar.
Hj. Baiq Noviana Indriari, MM., saat terlibat dalam kerja bakti di Bandara Internasional Lombok
gan bidangnya. Buku ini ia sebut sebagai buku pintar yang dibuatnya sendiri dan selalu dibawanya ke mana pun ia pergi. Sebagai orang yang diserahi tanggungjawab bidang perdagangan luar negeri yang menyang-
Memeriksa produk import di salah satu minimarket di Bima
keluar dari ketertinggalan itu, Iin rajin mencari semua sumber informasi mengenai bidang tugasnya dan ia rajin mengklipingnya agar ia tahu dari hal kecil hingga yang besar bidang ini. Sampai-sampai ia membukukan semua hal penting mengenai hal yang berkaitan den-
10 - 16 November 2014
kut ekspor dan impor, Iin tidak boleh salah mengambil keputusan. “Pekerjaan ini mengharuskan saya paham tentang regulasi ekspor-impor, dan untuk itu saya harus tepat dan benar, tidak boleh salah atau pun keliru,” katanya. Tantangan yang diterimanya dengan tangan terbuka itu akhirnya membuat ia kini menguasai bidang tersebut. Atas tanggung jawab pada tugasnya ini, kesibukan Iin menjadi bertambah. Ia rajin turun melakukan sosialisasi dan monitoring ke potensi-potensi ekspor NTB, termasuk ke desa-desa tempat sentra-sentra UKM berada. Biasanya para perajin dari komoditi ekspor NTB banyak yang bertanya tentang kemungkinan-kemungkinan ekspor yang bisa mereka lakukan. Inilah salah satu tugasnya. Sejauh ini menurutnya, banyak calon eksportir di NTB yang masih menjual barangnya antardaerah, belum menjadi ekportir langsung. Karena itulah ia menganggap perlu memberikan pemahaman agar calon eksportir mau melakukan ekspor secara langsung karena keuntungannya menjadi lebih dari segi harga. Lebih dari itu, dengan
melakukan ekspor langsung, para buyers akan mengetahui bahwa barang tersebut berasal dari NTB, bukan dari daerah pengepul sebagai perantara. Tugasnya juga memberi pemahaman dan pembinaan bahwa ketika calon eksportir akan melakukan ekspor barang, maka harus dipastikan mutu dan kualitas barang serta ketersediaan stok barang yang berkelanjutan. “Jika stok barang tidak bisa dijamin, maka buyers tidak akan percaya lagi,” katanya. Beberapa komoditas ekspor seperti perikanan dituntut untuk tepat waktu dan tidak boleh terlambat. Inilah yang membuat Iin beserta dua orang staf lainnya secara bergantian selalu standby 24 jam untuk menandatangani dokumen SKA (Surat Keterangan Asal) sebagai penyerta barang ekspor. Dalam menjalani tugas yang satu ini, ia selalu ditemani sebuah jenset yang standby di ruang kerjanya. “Listrik tidak boleh mati, karena jika itu terjadi bisa mengacaukan proses pembuatan dokumen SKA untuk ekspor khususnya untuk barang-barang yang lekas rusak,” katanya. Ini untuk menjamin barang ekspor tetap terjaga spesifikasinya. Bagaimana tidak, jika dokumen SKA telat maka perjalanan ekspor juga akan telat sehingga barang yang diekspor bisa menjadi tidak sesuai dengan spesifikasi yang diminta pembeli (buah atau ikan misalnya, jika telat maka akan rusak). “Hingga saat ini, baru ada sekitar 22 eksportir NTB yang melakukan ekspor langsung ke negara tujuan, selebihnya masih melalui daerah perantara,” katanya. Untuk itulah, Iin mendorong agar para eksportir dapat melakukan eksport secara langsung tanpa lewat daerah perantara. Selain pengeksport bisa mendapatkan keuntungan lebih besar, daerah juga mendapat keuntungan lain karena dalam SKA-nya akan tercantum NTB sebagai daerah asal barang-barang tersebut. -Naniek I. Taufan
Pemaparan tenteng kesehatan kulit dari dr. I.G.N. Darmaputra, Sp.KK.
S
ebanyak 10 orang finalis Putri Bali 2014 yang dikawal Putri Bali 2013, Ika Kusumadewi dan panitia pemilih an Putri Indonesia Provinsi Bali tiba di Klinik Kecantikan D&I Skin Centre, pukul 17.30. Mereka disambut Direktur D&I Skin Centre Mirah Kristina Agung, S.T, dan pemilik D&I Skin Centre dr. I.G.N. Darmaputra, Sp.KK. Setelah perkenalan, acara kunjungan diawali dengan pembekalan tentang kulit dan kecantikan yang dibawakan dr. IG.N. Darmaputra, Sp.KK. Acara dipandu Mega Duniadji, marketing D&I Skin Centre. Direktur D&I Skin Centre, Mirah Kristina Agung, dalam sambutannya mengatakan, D&I Skin Centre sebagai salah satu klinik kecantikan yang meraih “Best Beauty Clinic” dalam ajang “Bali Best Brand Award 2013” dipercaya panitia pemilihan Putri Indonesia Provinsi Bali memberikan pembekalan tentang kulit dan kecantikan dalam rangkaian seleksi
finalis Putri Bali 2014. “Sebagai klinik kecantikan yang tumbuh dan besar di Bali, D&I Skin Centre merasa ikut bertanggung jawab untuk memberikan pengetahuan yang benar tentang kulit dan perawatannya bagi putri Bali yang nantinya akan bersaing di tingkat nasional dalam pemilihan Putri Indonesia. Semoga pengetahuan yang kami berikan, bermanfaat bagi para finalis Putri Bali. Selain untuk bekal dalam melakukan perawatan kulitnya sendiri dan menjaga kecantikannya, kami berharap, para Putri Bali ini juga bisa menularkan ilmu yang diperoleh kepada teman atau masyarakat sekitarnya,” kata Mirah. Dokter IG.N. Darmaputra, Sp.KK yang juga Dosen dan Koordinator Pendidikan S-1 Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Unud/RS Sanglah dalam pemaparannya menyampaikan, perawatan kulit harus dilakukan secara tepat menyesuaikan dengan jenis kulit. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengenal kulit sendiri agar dapat memilih
Finalis Putri Bali 2014 sangat antusias mendengarkan pemaparan dari dr. I.G.N. Darmaputra, Sp.KK. dan Kadek Ayu Herawati
produk kecantikan sesuai dengan kulitnya. Alumnus dokter spesialis kulit Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, tahun 2009 ini menekankan, perawat an kulit bukanlah proses yang hanya sekali dengan harga mahal. Namun, memerlukan proses yang teratur. “Kulit kita secara alamiah akan selalu berganti. Kulit yang sudah rusak atau kulit mati, akan terus menumpuk di permukaaan kulit, sehingga memerlukan pe rawatan untuk mengangkat sel kulit mati tersebut,” ucap dokter yang menempuh pendidikan cosmetic surgery training di Shanghai-China, tahun 2010 ini. Intinya, ada tiga hal yang ditekankan Dokter Darmaputra, mengenal kondisi dan jenis kulit, pengetahuan dan perawatan yang tepat, serta perawatan secara teratur. Mirah menekankan, D&I Skin Centre hadir dengan konsep beauty for everyone. Artinya, produk dan perawatan terbaik dengan harga terjangkau. “Kami ingin menjangkau semua kalang an, karena semua orang berhak untuk tampil cantik dengan harga terjangkau. Kami harapkan setiap orang dapat terus menjaga kecantikan kulitnya. Harga yang murah bukan berarti produk dan perawatan kami tidak berkualitas. Produk kami diformulasikan sejak tahun 2004 oleh dokter spesialis kulit dr. I G.K. Darmada, Sp.KK (K), yang merupakan a yahanda dari dr. I G.N. Darmaputra, Sp.KK. Kini, dr. I G.N. Darmaputra, Sp.KK. yang melanjutkan dan mengembangkan formulasi produk kecantikan dari D&I Skin Centre,” ujarnya.
Finalis Putri Bali 2014 bersama dr. I.G.N. Darmaputra, Sp.KK. dan keluarga
Menurut Mirah, I G.N. Darmaputra, Sp.KK. telah menjadi member of Dermatology and Aesthetic Surgery International League (DASIL) dan member of Asia Pasific Academy of Cosmetic Surgery. Selain sebagai pengurus BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali, dr. Darmaputra, rutin berkontribusi untuk Beauty Tips Imvee Magazine, tabloid Tokoh, Koran Fajar Bali, dan DETIK.HEALTH (detik. com) - media online terbesar di Indonesia). Selain pemaparan dr. I G.N. Darmaputra, Sp.KK., ada juga materi lain dari Kadek Ayu Herawati tentang sulam alis, sulam biPutri Bali 2013 Ika Kusumadewi bir, dan sulam eyeliner. bersama dr. I.G.N. Darmaputra, Sp.KK. dan keluarga Menurut Herawati, jika masyarakat berkenan untuk ka terlihat sangat antusias men menambah alis lebih tebal, bibir dengarkan dan mengajukan beyang lebih merah merekah, dan berapa pertanyaan yang intinya kelopak mata yang lebih lebar, lebih banyak cara menjaga ke dapat melakukan sulam ini di halusan kulit wajah. Sementara, Putri Bali 2013, D&I Skin Centre. Teknik ini Ika Kusumadewi menyambut tidaklah sesakit yang dibayangbaik acara kunjungan langsung kan. Ada dua konsumen yang dihadirkan sebagai model yang dan mendapatkan pemaparan dari klinik kecantikan ini. Ia me juga memberi kesaksian. Pemaparan dr. I G.N. Darma ngatakan, mendapatkan banyak putra, Sp. KK. dan Kadek Ayu manfaat bagaimana cara menHerawati sangat menarik bagi jaga dan merawat kulit wajah para finalis Putri Bali 2014. Mere untuk sehari-hari. Ia juga sempat berbagi kisah, saat dalam pemilihan Putri Bali 2013, belum ada kunjungan langsung seperti itu. “Kami hanya mendapatkan pemaparan saat karantina. Menurut saya, hal ini sangat bagus memberi banyak ilmu bagi para finalis,” ucapnya. Setelah acara tanya-jawab selesai, dilanjutkan dengan foto bersama. Salah seorang finalis Putu Sandra menyatakan beruntung sekali ikut dalam pemilihan Putri Bali, karena banyak mendapatkan ilmu dan menambah wawasanKadek Ayu Herawati memberi pemaparan tentang sulam alis, bibir, nya. –ast dan eyeliner
Woman on Top
6
10 - 16 November 2014
Ririn Suhartini
Sawo Matang Itu Eksotis Memiliki warna kulit putih atau kuning langsat, mungkin menjadi impian sebagian besar wanita Indonesia. Tak demikian halnya dengan Ririn Suhartini. Perempuan kelahiran Lampung, 5 April 1973 yang dianugerahi warna kulit sawo matang ini, justru bangga dengan warna kulitnya. Apalagi ketika ia mengikuti Body Contest-Women Figure yang digelar Rai Fitness belum lama ini, saat memperlihatkan otot-otot lengan, paha, pantat, dan back body, warna kulitnya yang “eksotis”, cukup menunjang penampilannya secara keseluruhan.
R
irin yang memi liki tinggi 170 cm dan berat 57 kg ini, memang menyukai olahraga sejak lama, terutama fitness, erobik, dan lari. Ia sudah menekuninya sejak 20 tahun lalu. Namun, setelah memasuki masa berumah tangga dan memiliki anak, aktivitasnya itu berkurang. “Ketika punya anak, dua tahun berhenti olahraga,” ujarnya. Ririn yang dinikahi pria bule berkebangsaan Perancis, Patrick Casalini ini memiliki dua putri, Naomi Paulinda Pycke (14) dan Tamara Casalini (4,5). Ia kembali rutin fitness dan olahraga sejak tiga tahun terakhir, pascamelahirkan pu tri bontotnya Tamara. Motivasinya tentu saja untuk menjaga tubuh tetap sehat, langsing dan propor sional. Sama sekali belum terbayang
di benaknya untuk body building. Namun, dari hobinya berolahraga sejak dulu itu, otot-ototnya ter bentuk secara alamiah. “Dulu, otot perut saya six pack. Setelah melahirkan melalui operasi, saya tidak diet ketat, jadinya ya perutnya kayak gini,” ucapnya. Ririn tetap bersyukur, meski tak melakukan persiapan khusus untuk lomba, ia berhasil meraih juara 2. Ia yang mengaku di awal tak berniat, setelah menang kompetisi merasa terpacu untuk mengikuti kompetisi serupa berikutnya. Malahan, ia berniat diet sejak awal untuk per siapan mengikuti lomba di hari-hari ke depan. Untuk memiliki badan yang bagus, ia menyadari harus bisa mengontrol pola makan. Meski selama ini menu santapannya su dah diupayakan sesehat mungkin,
namun menurutnya masih tetap perlu lebih dikontrol dan diperketat lagi. Ririn yang memasak sendiri untuk suami dan kedua putrinya itu, saban pagi mengonsumsi buah (jus buah) atau sereal/roti gandum sebagai sarapan. Setelah itu, rutini tasnya mengantarkan anak-anak sekolah, belanja-belanja, ke kan tor sekadar mengontrol proyek propertinya karena ia lebih banyak bekerja mobile, dan tak ketinggalan nge-gym minimal 1,5 jam tiap hari, sembari menunggu jam jemput anak sekolah. Menu makan siang keluarganya, nasi beras merah, salad, kentang re bus, dada ayam atau ayam file yang dipanggang dengan olive oil, minyak yang mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung. Bumbunya bawang putih, merica, dan garam. Kegemaran
Ririn Suhartini
Ririn mengonsumsi sayuran, mau tak mau akhirnya diikuti juga oleh suami dan anak-anaknya. Demikian
sebaliknya, ia pun kerap mengikuti selera suaminya dengan mengon sumsi westernfood, seperti salad dan steak. Sesekali, menu sayuran pe nyuka gado-gado ini diubah menjadi sayur rebus yang dimakan dengan sambal pedas. “Kata orang sih nggak bagus makan pedas-pedas, cuma sesekali kepengen juga. Tapi yang paling rutin di keluarga saya adalah nasi beras merah. Kami mengonsumsinya sejak dua tahun terakhir, karena katanya lebih ren dah karbohidrat dibandingkan nasi putih,” tuturnya. Untuk camilan, biasanya ia ma kan buah-buahan, seperti mangga dan apel. Makan malam dibatasinya sebelum pukul 19.00. Paling banter ia makan nasi beras merah dengan porsi kecil, atau hanya salad, ka dang juga daging. Sebagai makanan selingan , penyuka warna putih, hitam, dan hijau ini mengonsumsi 10 telur yang diambil putihnya saja, digoreng dengan olive oil. “Ini sama dengan satu porsi nasi,” jelasnya. Ia mengungkap keteledorannya dalam mempersiapkan diri, tepat nya seminggu menjelang lomba. Karena aroma masakan kikil sapi yang dimasak stafnya, pertahanan nya tak kuat. Tanpa beban Ririn menyantap lahap masakan tersebut. Setelah kenyang, ia baru tersadar dan merasa bersalah telah makan makanan tak sehat. Untuk mem pertanggungjawabkan kesalahan nya itu, ia bayar dengan olahraga kardio (running) 30 menit nonstop di tempat gym. –Inten Indrawati
Palebon almarhum IB Namayudha Berjalan Lancar
Keluarga Ida Ayu Puniadhi , ber syukur karena upacara pitrayadnya, palebon suaminya almarhum Drs. Ida Bagus Nam ayudha yang dilaksanakan pada Kamis , 30 Oktober 2014, berjalan dengan baik dan lancar. “Acara kami selesai tanpa hambatan dan alam pun sangat bersahabat “ demikian disampaikan Dra. Ida Ayu Puniadhi ketika ditemui di rumahnya di Jalan Noja II Gg.III No. 9. Br. Meranggi, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur , usai acara ngayud ke segara, pekan lalu. Bukan hanya itu, kata Dayu Puniadhi seluruh rangkaian kegiatan acara sejak awal, termasuk mulai dari pelayan di RS Sanglah, nyiramin layon dan setiap proses lainnya menuju waktu pelaksanaan palebon dapat berjalan baik karena semua pihak
yang membantu berlandaskan pada rasa tulus ikhlas . Sarjana Agama yang juga dikenal sebagai ahli pembaca kartu tarot ini, pada kesem patan tersebut juga menyam paikan ucapan terima kasih sedalam-dalamnya atas semua bantuan tenaga, pemikiran, spirit maupun materiil yang telah diterima keluarganya. “Untuk Krama Banjar Mer anggi yang telah membantu kelancaran seluruh acara dan sudah melakukan peran secara optimal dalam proses palebon almarhum, suami, ayah serta kakek tercinta kami,” tuturnya. Dayu Puniadhi juga menyampaikan ter ima kasihnya kepada Ratu Peranda lanangistri, yang telah muput karya. Demikian pula terhadap Ratu Peranda yang sudah hadir dalam suasana duka keluarganya dan memberikan doa pada almarhum.
Ucapan terima kasih berikutnya diper untukkan kepada krama Banjar Sala Pejeng Kawan Kecamatan Tampak Siring, (tempat kelahiran almarhum) yang telah datang dan turut mendoakan. Selanjutnya, pemimpin Lentera Anak
Bali (LAB) ini, mengucapkan terima kasihnya kepada beberapa lembaga pemerintah maupun swasta, yakni Pemerintah Kota Denpasar, Ba waslu Bali dan Bawaslu Kabupaten/ Kota se-Bali, Universitas Hindu Indonesia (Unhi), SMA Negeri 3 Denpasar, SMA Erlangga/Yayasan Sumerta Pura, Ikatan Alumni SMA Negeri 3, Ikatan Alumni SMP Negeri 3, SD dan TK PGRI Kota Denpasar, Kelurahan pemecutan, Tim Pengerak PKK Kecamatan Dentim, WHDI Provinsi Bali, WHDI Kecamatan Dentim, Lentera Anak Bali, Tabloid Tokoh, Bali Post , Koperasi Amoghasiddhi, dan Galery Tenun Ananda. “Kami sekeluarga juga berterima kasih kepada Bumbu Rujak Dayu Ade Sa nur, AA Raka Sueni pemilik Bebek Bengil, Ubud, Ni Komang Sariani pemilik Sari Coffie Bali. Begitu juga dengan Direktur RS Sanglah dan jajarannya terutama yang bertugas di UGD dan di ruang jenazah, sudah memberikan bantuannya dengan baik. Kepada seme ton lanang – istri yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu. Demikian juga para sahabat dan ha daitaulan. Sekali lagi terima kasih untuk segala bentuk ban tuan yang telah di berikan dari proses awal hingga akhir,” katanya. -ard
10 - 16 November 2014
19
18
10 - 16 November 2014
10 - 16 November 2014
Life
Story
7
Suami Pertama Pelit Suami Kedua Pencemburu Dengan muka pucat dan tubuh kurus, Dahniar (25), bukan nama sebenarnya, datang ke salon kecantikan tempatnya dulu pernah bekerja, di Mataram, NTB. Ia diam dan sesekali memainkan ponsel. Sahabatnya, Rica yang tengah bekerja hanya melihatnya sepintas. Setelah selesai melakukan facial pada langganannya, Rica pun mendekati Dahniar yang tiba-tiba menangis. Air matanya jatuh namun ia berusaha menyembunyikan.
S
etahun terakhir Dahniar memang telah berhenti bekerja karena kawin lagi dengan seorang laki-laki yang ketika pacaran tampak baik dan perhatian. Keputusan meninggalkan pekerjaan di salon yang sudah ditekuni 5 tahun ter akhir sebenarnya bukan pekerjaan yang mudah. Ia telah terbiasa bekerja dan mendapatkan gaji bulanan yang cukup lumayan untuk kehidupannya bersama seorang anak yang kini berusia 4 tahun. Anak “peninggalan” suaminya yang pernah hidup bersamanya. Suami yang memberinya kebahagiaan hanya dalam dua tahun pertama perkawinannya. Kisah hidup Dahniar mungkin ba nyak dialami perempuan lain. Cobaan bertubi-tubi itu membuatnya sempat menyesali dua kali keputusan untuk kawin. Ketika berusia 20 tahun, Dahniar memutuskan kawin dengan seorang laki-laki yang bekerja sebagai supir taksi. Perkawinannya hanya bertahan dua tahun. Kebiasaan suaminya pergi pagi pulang pagi bahkan tidak pulang berhari-hari, membuatnya tidak tahan menanggung sakit hati. Dalam dua tahun per kawinannya itu, ia mencoba memaklumi kebiasaan itu karena rasa cintanya. Namun, perjalanan waktu membuatnya mulai mengenal secara lengkap suami nya itu. “Siapa yang tahan, hampir tiap hari keluar pagi, pulangnya ya.. besok pagi juga. Itu pun pulang sebentar lalu keluar lagi siangnya. Kadang malah tidak pulang-pulang,” kata Dahniar. Suaminya itu pelit bukan main. Jika ada uang di dompetnya, ia selalu bi lang itu uang setoran. “Lalu untuk saya dan anaknya tidak kebagian apa-apa,” katanya. Untuk kehidupan sehari-hari,
Dahniar hanya diberi uang secukupnya yang jelas kurang untuk membiayai rumah tangga. Untungnya, ia masih punya gaji bekerja di salon sebagai tambahan biaya hidup selama sebulan, meski masih kerap kekurangan. Ia pun minta cerai namun suaminya menolak. Sampai akhirnya ketika ia tidak tahan lagi, ia pun meminta seorang kawan lakilakinya untuk mengirimkan pesan pendek ke telepon genggamnya, dengan nada yang mesra, seolah-olah ia berselingkuh. Targetnya agar suaminya membaca SMS itu lalu mereka ber tengkar agar ia bisa minta cerai. Target itu berhasil, suaminya marah membaca SMS tersebut dan hubungan mereka makin kacau. Sampai-sampai kawan laki-lakinya yang meng-SMS palsu itu diajaknya bertengkar lewat telepon. Dahniar yang merancang situasi itu, tertawa sendiri. Sejak itulah hubungan mereka kacau hingga akhirnya mereka bercerai secara agama. Dahniar asyik menikmati pekerjaannya di salon, sementara suaminya itu pergi entah ke mana. “Jenguk anaknya saja tidak pernah apalagi mau membiayai
hidupnya,” kata Dahniar kesal. Setelah cukup lama menjanda, Dahniar bertemu dengan seorang laki-laki yang menjadi salesman alat-alat rumah tangga. Penampilannya yang alim dan penuh perhatian membuat Dahniar jatuh hati padanya. Kebetulan duda beranak satu ini juga jatuh hati padanya. Saat pacaran, indahnya dunia tiada duanya yang dirasakan Dahniar. Namun, Dahniar belum bersedia untuk kawin sementara kekasihnya ini terlihat sudah tidak sabar lagi. Penolakan demi penolakan Dahniar rupanya membuatnya makin penasaran. “Sebenarnya saya masih trauma untuk kawin. Perasaan mau kawin atau tidak itu datang silih berganti,” ungkapnya tentang kebimbangannya. Hingga akhirnya kekasihnya itu membawanya lari untuk memperlihatkan keseriusannya. Tetapi Dahniar masih menolak, hingga akhir nya ia bicara baik-baik pada kekasih nya bahwa ia belum siap untuk kawin. Keputusan itu membuat “pelarian” kali ini gagal, Dahniar dipulangkan kembali. Dahniar yang bimbang tidak merasa kejadian itu mengganggunya, sehingga ia tetap menjalin hubung tkh/net an dengan kekasihnya itu seperti biasa. Sesekali kekasihnya mengantar dan menjemputnya ketika datang dan pulang kerja di salon itu. Hubungan yang berjalan baik ini membuat kekasihnya yang tidak sabar itu, kembali membawanya lari. Kali ini, Dahniar tidak dapat “melarikan” diri lagi. “Rasa bimbang saya memilih selama dalam pelarian itu, menemukan jawaban bahwa, ya sudah…saya menerima,” katanya. Kata hati yang diikutinya itu pun membawanya kemudian kawin dengan kekasihnya itu. Urusan surat cerai yang belum ada sempat menjadi ganjalan. Namun, karena kegesitan kekasihnya yang membantu mengurukannya, surat cerai
itu pun keluar dan mereka melangsungkan perkawinan tanpa kendala. DUA KALI KEGUGURAN Dahniar pun tinggal di rumah mertuanya. Di sana ia bertanggung jawab mengurus mertua, ipar dan anak suaminya. Sedangkan anaknya sendiri tinggal bersama ibunya. Di sinilah Dahniar mulai merasakan beratnya per kawinan itu. Suaminya terlihat seperti tidak mengizinkan ia bekerja lagi karena harus mengurus rumah tangga yang begitu rumit baginya. Bukan hanya itu, ia tidak diperbolehkan berdandan dan bertemu dengan laki-laki lain. “Pakai bedak apalagi lipstick sangat tidak boleh,” ujarnya. Rupanya suaminya ini bersifat pencemburu berat. Sampai akhirnya Dahniar benar-benar berhenti bekerja. Dua kali mengalami keguguran, membuat fisik Dahniar juga makin kelelahan. Rasa rindunya pada anak dan ibunya yang tinggal satu kota dengannya kian membuncah manakala suaminya seperti keberatan saat ia akan men jenguk kedua orang yang dicintainya itu. “Ini yang membuat saya berat,” katanya menangis. Kedatangannya ke salon tempatnya dulu bekerja itu, merupakan hari di mana ia sudah tidak lagi tahan dengan kehidupannya. Ditambah lagi anaknya tengah sakit dan suaminya keberatan ia datang menjenguk. Hari itu, sepertinya Dahniar memaksa pulang ke rumah orangtuanya untuk menjenguk dan merawat anaknya yang tengah sakit. Ia diantar oleh suaminya yang tidak ikhlas dengan kepergiannya itu. “Saat saya meng-SMS dia (suami) untuk menjemput saya, dia membalas tidak mau,” katanya. Kalimat-kalimat SMS suaminya yang sudah tidak mau lagi menjemputnya itu ia perlihatkan pada Rica sesaat sebelum ia meninggalkan salon untuk kembali ke rumah orangtuanya. Pada Ricalah ia mencurhatkan semua isi hatinya dan segala kekacauan dalam rumah tangganya. Memikirkan berpisah, mungkin saja sudah ada dalam hatinya. Hingga minggu lalu, menurut Rica, ia belum menyampaikan hal itu pada Rica. “Situasi terakhirnya, uring-uringan,” ujar Rica yang selalu memberinya nasehatnasehat selama ini, tetapi banyak diabaikan Dahniar. Kini, Dahniar tengah berada di rumah orangtuanya dan entah kapan ia dijemput oleh suaminya. -Naniek I. Taufan
Bunda & Ananda
8
10 - 16 November 2014
Anak Pertama Segera Anak Berikutnya Program
Seorang ibu muda datang ke dokter spesialis kandungan. Kepada dokter, ibu muda itu mengatakan ingin memeriksakan diri. Ia sudah terlambat datang bulan padahal anak pertamanya baru berusia lima bulan. Pengakuan ini mengejutkan sang dokter. Nasi sudah menjadi bubur karena ibu itu dinyatakan hamil.
Prof. Mangku
“Ini pengalaman yang saya alami sendiri. Ibu muda ini tidak menyadari dirinya hamil lagi padahal anak pertamanya yang baru berusia lima bulan masih memerlukan perhatian. Ini artinya persiapan kehamilan tidak diatur dengan baik,” ujar Prof. dr. Made Kornia Karkata, Sp.OG (K) saat seminar Seks dan Harmoni Keluarga yang diselenggarakan di Sanur, Minggu (2/11) serangkaian ulang tahun RSIA Puri Bunda. Prof. Kornia mengingatkan beberapa prinsip pokok bagi menuju keluarga bahagia. Menikah setelah dewasa dan memiliki pekerjaan, usia reproduksi sehat pria 2035 tahun, anak pertama segera, anak berikutnya program, hindari terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu jauh. Bila tak ingin hamil, pakai kontrasepsi, bila sudah lengkap pilih kontrasepsi mantap (MOW atau MOP). Ia menambahkan, bagi pasangan yang baru menikah, jika belum mau hamil, pilih alat kontrasepsi yang risikonya rendah. Tetapi, jika sudah siap, setahun usahakan sudah hamil. “Kadang ada yang belum siap ternyata dia terlambat haid, akhirnya minum yang anehaneh. Ini malah membahayakan ibu dan janin,” ujar dokter dari Divisi Feto-Maternal Bagian Obgin FK Unud/RS Sanglah ini. Jika sudah mengetahui kondisi hamil berdasarkan konfirmasi tes urine, ibu hamil sebaiknya memperhatikan asupan gizi. Beberapa pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan ibu dan janin sehat karena ada kehamilan berisiko rendah dan berisiko tinggi. Tiga bulan pertama merupakan masa untuk mengkonfirmasi usia kehamilan, jumlah janin apakah tunggal atau kembar, dan adakah kelainan uterus. Vaksinasi dan
konsultasi gigi juga penting dilakukan untuk mengurangi risiko. “Asupan nutrisi ibu hamil juga harus diperhatikan. Makanan 4 sehat 5 sempurna berupa makanan yang mengandung kalsium, berserat, zat besi, protein sangat penting diberikan. Makanan biasa yang terdiri dari nasi, sayur, daging, buah, dan susu. Makanan ini juga harus dicicil, jangan sampai perut kepenuhan atau jangan sampai kosong,” tegas dokter yang juga praktik di RSIA Puri Bunda ini. Dengan asupan makanan yang baik, berat badan ibu hamil akan naik stabil, tumbuh kembang janin juga sesuai kurva. Berat badan bayi yang normal antara 25003500 gram. Bagi ibu hamil, kadang muncul beberapa keluhan. Keluhan lazim diantaranya mual, muntah, pusing, cepat lelah, pegal, sering kram, vagina berlendir, dan varises. Keluhan tak lazim yang harus diwaspadai antara lain janin kurang aktif (tak bergerak), pecah ketuban, pendarahan, panas, pusing luar biasa, dan sering kontraksi. Setelah usia kehamilan cukup, saat menentukan skenario persalinan akan melahirkan secara normal ataukah memilih seksio sesaria. “The best method of delivery in the world is safe vaginal birth. Tetapi, jika dari pemeriksaan diketahui posisi bayi melintang, pilihannya ya seksio,” ujar Prof. Kornia. Ia juga menyakinkan para ibu yang akan melahirkan untuk mempersiapkan mental dalam mengatasi persalinan. Untuk mengatasi rasa nyeri, ada yang menggunakan pijatan, ada dengan hipnosis, dan ada dengan anastesi. Mengenai persalinan water birth tidak direkomendasikan oleh POGI (Perhimpunan Obstetri dan Ginekolog Indonesia). “Setelah melahirkan, segera berikan ASI eksklusif selama 6 bulan, lakukan perawatan bayi dengan baik, dan segera pakai kontrasepsi agar tidak kebobolan,” tegasnya. PROKREASI DAN PROREKREASI Sementara itu Prof. Dr. dr. I Nyoman Mangku Karmaya yang memaparkan materi Hubungan Suami-Istri dan Harmoni Keluarga menjelaskan faktor penyebab orang menikah. “Faktor biologis karena ada dorongan seksual dan naluri reproduksi. Faktor psikologis karena ada rasa sayang dan
cinta. Faktor sosiologis karena manusia membutuhkan manusia lain. Faktor budaya karena tiap orang “harus” kawin,” paparnya. Ia juga memaparkan kondisi anak-anak muda yang melakukan hubungan seks pranikah demi mencari pengalaman, karena adanya tekanan kelompok, agar ada yang dibanggakan, menunjukkan kejantanan dan kompensasi dari rasa rendah diri. Dari hubungan seks pranikah ini, Prof. Mangku mengungkapkan data, 28,6%
Prof. Kornia
istri dari pasangan usia subur telah hamil sebelum perkawinan, kehamilan remaja usia 13-19 tahun di Bali mencapai 5%, kejadian IMS di kalangan anak muda meningkat,
serta 80% populasi HIV pada usia muda dan 73% akibat heteroseksual berisiko. Dalam seminar yang dipandu dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG (K) ini, Prof. Mangku juga mengingatkan arti seksualitas bagi perkawinan. “Manusia memiliki libido yang menuntut penyaluran. Masa awal untuk prokreasi (membuat keturunan), sesudah jumlah anak tercapai lakukan prorekreasi (untuk kesenangan). Prokreasi dan prorekreasi ikut menentukan harmoni keluarga,” tegasnya. Untuk membina kehidupan seksual harmoni, pasangan suami-istri harus berkomunikasi dengan baik, saling memahami seksualitas, mencegah hubungan seksual yang rutin, monoton, dan menjemukan, serta jika terjadi gangguan seksual jangan dibiarkan. –Ngurah Budi
Suasana seminar
Mendongeng Lima Menit
Dongeng Kami Habis
Tiap malam Ibu Gajah mendongeng di bawah pohon beringin. Pendengarnya adalah anak-anaknya Made Taro dan anak-anak lain yang menjadi sahabat dan tetangganya. Pada suatu malam Ibu Gajah bingung, karena tak ada lagi sisa dongeng. Ia berusaha mengingat kembali dongeng-dongeng lama, tetapi semua terlupakan. “Buncit!” kata Ibu Gajah kepada anaknya yang paling kecil.“ Pergilah kamu mencari dongeng!” Malam itu juga si Buncit berjalan mencari-cari dongeng. Di lereng gunung ia berjumpa dengan si Burung Hantu. “Burung Hantu, Burung Hantu!” panggilnya. “Dongeng kami habis. Di mana tempat mencari dongeng?” “Cobalah tanya Burung Elang. Ia tahu banyak negeri,” jawab si Burung Hantu. “Burung Elang, Burung Elang! Dongeng kami habis. Di mana tempat mencari dongeng?” tanya si Buncit. “Maaf, seluruh permukaan bumi telah kujelajahi. Tak ada dongeng yang tercecer. Cobalah tanya si Kura-kura.” Ketika berjumpa si Kura-kura, si Buncit malu,
karena teringat riwayat ayah kakeknya dulu, kalah balapan lari melawan Kura-kura. Namun, karena ia sangat perlu bantuan, maka katanya, “Kura-kura, Kura-kura! Dongeng kami habis. Di mana tempat mencari dongeng?” “Rajaku amat kaya akan dongeng. Kalau kau mau, kuantar kau ke istananya di bawah laut. Mintalah dongeng kepadanya,” jawab Kura-kura. Singkat cerita, Kura-kura lalu mengantar si Buncit ke istana di bawah laut. “Raja Laut, Raja Laut! Dongeng kami habis. Sudilah Paduka memberi kami dongeng, sehingga ibu kami bisa mendongeng lagi.” “Sebetulnya kamu kaya dongeng, tetapi salahmu sendiri. Dongeng itu kamu buang sia-sia. Agar dongeng itu tak pernah habis, ambillah rumah kerang ini!” kata Raja Laut sambil menyerahkan sebuah kerang laut. “Tiap akan mendongeng, suruhlah ibumu menempelkan kerang itu ke kuping.” Malam berikutnya semua pendengar dongeng berkumpul lagi di bawah pohon beringin. Sesaat sebelum mendongeng, Ibu Gajah menempelkan kerang laut itu ke kupingnya. Lalu mulai mendongeng, “Pada suatu hari ….” Konon dalam kerang laut itu terdengar beriburibu dongeng, mulai dari dongeng masa lampau sampai dongeng-dongeng masa kini.
10 - 16 November 2014
17
Disperindag Kota Denpasar Kluster Produk Ekspor & Jejaring Eksportir
M
enjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir 2015, bukan hanya menjadi tantangan tapi juga peluang bagi pengusaha Bali, khususnya di Kota Denpasar. Begitu pun pasar bebas Asean tak dapat dihindari menjadikan persaingan ketat antar eksportir, sebab akan banyak eksportir dari negara Asean lainnya yang bakal datang ke Bali. Untuk ini, pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar” Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kluster Produk Ekspor”, Selasa (4/11) , yang diikuti 40 orang pengrajin dan pengusaha ekspor, dilanjutkan dengan “Pelatihan Membangun Jejaring Antar Eksportir” yang dihadiri para UKM dan eksportir pada Rabu (5/11) di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar. Pada Selasa (4/11), Kadis Perindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si.didampingi Kabid Perdagangan, Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E., M.Si. dan Kasi Ekspor Impor, A.Ag.A.Kartika Dewi, S.E., mengatakan kehadiran MEA di tahun 2015, bukan hanya memunculkan persaingan antar produk tapi SDM juga. Dengan dilaksanakannya FGD, diharapkan bisa menciptakan kluster dari produk ekspor Kota Denpasar yang berstandar internasional untuk menghadapi tantangan. Juga, membantu meningkatkan kapasitas, aksebilitas dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. “Kami tidak akan pernah menyerah melakukan pelatihan-pelatihan,” cetus Wayan Gatra. Ini upaya mengelompokkan industri inti yang saling berhubungan, baik jasa penunjang, infrastruktur, pendidikan, teknologi hingga sumber daya alamnya. Hal tersebut demi memperoleh manfaat sinergi dan efisiensi yang tinggi dibandingkan bekerja sendiri. Begitu pula dengan mewujudkan industri unggulan melalui pengembangan sentra industri dan pendukung lainnya serta penguatan kelembagaan UKM dan IKM guna mendorong peningkatan daya saing industri , peningkatan koordinasi serta sinergitas program pengembangan kluster produk ekspor. Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, SE., M.Si, Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud yang berbicara tentang “Produktivitas dan
Dayu Citrawati
Kembangkan Produk Kreatif
Suasana FGD
Kualitas Produk Ekspor Menghadapi MEA 2015” pada acara FGD tersebut menekankan bahwa produk yang berjati dirilah yang akan berjaya dan bisa bersaing di dunia global. Murjana juga menyinggung mengenai empat pilar yang diharapkan dari MEA, yakni: Adanya pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal; Kawasan dengan keunggulan kuat dan merata; Kawasan pertumbuhan yang adil; Integrasi dengan ekonomi global. Wujud nyata globalisasi ekonomi ada pada bidang produksi. Murjana juga mengatakan tahun 2030 diprediksi Indonesia akan menjadi negara nomor 7 terbesar di dunia bidang ekonomi. “Namun, dilihat dari 20 % indikator terlemah dalam daya saing Bali, justru terletak pada aspek tenaga kerja, yakni hubungan, produktivitas dan kapasitas SDM di perusahaaan, dan pertumbuhan penduduk,” kata Murjana. Menyongsong AFTA 2015, SDM Bali menghadapi dua tantangan sekaligus, yakni persaingan internal dan eksternal. Perlu memantapkan potensi pasar domestik, baik tenaga kerja maupun produk yang berbasis kreativitas dan budaya serta kearifan lokal dan terus menerus mengembangkan kompetensi.
Murjana saat memberi materi Peningkatan Produktivitas dan Kulaitas Produk Ekspor
Gde Sukaatmadja
I Wayan Gatra
I Made Rika
TINGKATKAN JEJARING EKSPORTIR Berikutnya, Rabu (5/11), Kabid Perdagangan, Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E., M.Si. didampingi Kasi Ekspor Impor, A.Ag.A.Kartika Dewi, S.E., menyatakan dibutuhkan sejumlah upaya untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UKM menghadapi MEA 2015. Salah satu solusinya adalah pengembangan jaringan berdasarkan sumber daya
lokal dengan orientasi ekspor. Kadis Perindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si. mengatakan untuk mengantisipasi persaingan bebas, potensi dan strategi pengembangan UKM/IKM perlu sentuhan eksportir. Peranan eksportir di sini, tidak hanya sebagai perantara menjual barang dari pengrajin atau pengusaha dengan kualitas sesuai harapan, tapi bersama-sama beripikir menguatkan daya saing dan berperan dalam pembinaan SDM. Hal ini akan lebih mudah jika dilakukan melalui sebuah asosiasi. Bicara UKM, ketika pemerintah memberikan kemudahan, rupanya memberikan dampak kurang memotivasi dan kesiapan pun berkurang dibanding negara lain. Wayan Gatra mencontohkan dengan pengusaha Spa. “Ketika urusan perizinan dilakukan secara normal hampir semua mengeluh. Namun akhirnya mereka bisa tanpa bantuan,” katanya . Selanjutnya, sangat perlu dikem-
Lely Susanthi
Agung Dewi
bangkan jejaring, karena eksportir tidak mungkin berdiri sendiri. Selain itu, diharapkan ada kerjasama antara satu eksportir dengan lainnya agar bisa saling berbagi informasi, bertukar pikiran demi menguatkan daya saing, baik kualitas maupun harga sebuah produksi. Kepala UPT BPSMD Provinsi, Drs. I Made Rika juga memaparkan, menuju MEA 2015, suka atau tidak semua harus siap. Jelang pasar bebas, katanya muncul tantangan seperti tuntutan pelayanan publik semakin tinggi. Konsumen semakin cerdas, kritis dan memiliki preferensi. Persaingan antarnegara semakin meningkat. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan kebijakan umum di bidang ekspor, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No.13/M-DAG/PER/3/2012 MEA, lanjut Made Rika bukan hanya tantangan tapi juga peluang, mulai dari terciptanya multiplier effect, meningkatkan posisi tawar (bargaining power) yang dimiliki oleh masyarakat dalam menentukan pilihan di tengah banyaknya produk. Ada juga transfer teknologi dari negara maju ke negara berkembang. Salah seorang anggota UKM Kota Denpasar, Dewa Ayu Nyoman Lely Susanthi pemilik Tri Agung Busana, yang bergerak di bidang tenun, endek, songket dan bordir mengakui banyak belajar dari mengikuti seminar, pelatihan dan studi banding yang dilakukan Disperindag Denpasar. Ilmu yang diperoleh sangat membantu usahanya. ”Khusus untuk tenun, kami mendapat kesempatan studi banding ke Makasar, Garut, Palembang dan Jepara. Di sana kami belajar tentang kapasitas produksi, sistem kerja, kinerja mesin dan lain-
nya yang sudah selangkah lebih maju, sehingga hasil produksinya melebihi hasil tukang tenun yang ada di Bali. Lely Susanthi berharap ke depannya Pemkot Denpasar tidak cukup hanya melakukan seminar dan pelatihan, tapi diterapkan. Perlu dibentuk asosiasi dari setiap UKM, apakah itu tukang tenun, spa dan yang lainnya, sehingga setiap UKM punya link dan bisa bekerjasama dengan asosiasi yang sama di provinsi lainnya. WKU Kadin Bali Bidang Pengembangan Manajemen Korporasi Dr. I Putu Gede Sukaatmaja, S.E., MP. menyampaikan bahwa Bali sebagai destinasi wisata terbukti membawa devisa melalui invisible exsport. Produk yang dihasilkan Bali lebih mudah dipasarkan, dan sejak krisis global, banyak eksportir menghadapi masalah. Lima tahun terakhir ada penurunan kinerja. “Salah satu terobosan yang bisa dilakukan dalam persaingan bebas adalah aksebilitas secara sinergi.Penguatan kreativitas dan inovasi,” ujar Sukaatmaja yang juga Dosen Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Unud ini. Peningkatan daya saing produk ekspor akan tercapai, jika berpikir dan bertindak kreatif dan ada inovasi. Apalagi kini teknologi berubah sangat cepat dan konsumen juga kini lebih pintar dengan tuntutan harapan lebih tinggi. Ia juga mengatakan mengakses pasar ekspor memerlukan kerjasama dengan perbankan lokal yang akan menangani urusan pembayaran ekspor dan impor. Pemerintah perlu melakukan reorientasi pasar ekspor dengan membangun sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk peningkatan pengamanan pasar dengan penerapan standar nasional Indonesia (SNI). - ard
Edukasi
16 Anak-anak putus sekolah yang dididik Anak Agung Ayu Ketut Agung di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agung, berhasil menyabet Juara 3 dalam Lomba Kecakap an Karya Keterampilan (LK3) Program Kesetaraan Paket B Tingkat Nasional 2014, yang dihelat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Direktorat Pembinaan SMP, belum lama ini. Pada waktu yang bersamaan pula, di tempat yang berbeda, Bu Agung didaulat untuk mengisi acara pembukaan International Seminar on Empowering Community Lear ning Centers in Enhancing Learning Society through Education for Sustainable Develop ment di Hotel Grand Sahid, Jakarta.
B
u Agung mengajak empat tutor PKBM Agung dan dua penari dari Ary Suta Center menampilkan Tari Panyembrahma. Usia penari-penari ini beragam, dimulai dari usia 24 tahun sampai dengan 65 tahun. Hiburan tari penyambutan dengan formasinya kala itu menuai pujian panitia dan peserta lain. Bahkan, pihak Unesco menyebut apa yang dilakukan PKBM Bu Agung tersebut 3 menjadi 1. Dalam artian, PKBM Agung telah menggabungkan pendidikan masyarakat, pemberdayaan perempuan, dan education for all. Ke b e r h a s i l a n a n a k - a n a k didiknya itu dalam LK3, walau hanya mendapat Juara 3, membuat Bu Agung yang juga seorang tutor beserta dua tutor kejar paket lainnya yang merangkap instruktur kursus, diundang mengikuti Bimbingan Teknis (Bintek) Penge lola dan Tutor/Pamong Belajar Program Paket B, Kemendikbud Dirjen Dikdas Diretorat Pem binanaan SMP, di Hotel Aston, 26-31 Oktober 2014. Di akhir acara, tepat saat penutupan Bintak, Bu Agung didaulat
untuk tampil di depan. Tak dinya na, dari belakang muncul panitia membawakan kue tar lengkap dengan lilinnya, dan menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” diikuti oleh peserta Bintek lainnya. Bu Agung yang mengaku tak pernah merayakan hari jadinya itu merasa terharu, karena ulang tahunnya yang ke-55 itu dirayakan peserta Bintek se-Indonesia. “Ini diluar dugaa n saya. Sekalinya Ultah, dirayain teman-teman seluruh Indonesia,” ujarnya haru. Bu Agung mengatakan memang sengaja tak pernah merayakan Ultahnya karena ia menerapkan ajeg Bali, alias hari kelahirannya di peringati secara hitungan Bali yang jatuh tiap 210 hari yang disebut otonan. “Meski demikian, saya benar-benar sangat berterima kasih kepada panitia dan semuanya,” imbuhnya. Karena itu, di hari jadinya ini, Bu Agung berbagi kebahagiaan kepada masyarakat umum dengan memberikan diskon 50% kursus reguler di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung. Materi yang diajarkan men cakup 3 paket yakni Tata Kecantik an Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas
10 - 16 November 2014
3 Jadi 1 di PKBM Agung
10 - 16 November 2014
Budjana Museumkan Gitar Lukis Siapa tak kenal nama Dewa Budjana, gitaris Band Gigi yang juga produser dan komposer ini. Di sela-sela kesibukannya manggung, pria kelahiran 30 Agustus 1963 ini menyempatkan diri berkunjung ke Gedung Pers Bali K. Nadha, Senin (3/11).
Bu Agung bersama Sekretaris Panitia Bintek Paket B, FX Sukatno, dan Agung Sudjatmoko, Konsultan Paket B Kemen diknas sekaligus Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, lembaga gerakan koperasi mitra pemerintah dalam membangun perkoperasian Indonesia
nista, madya, utama, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). LKP Agung memiliki tempat belajar yang memadai dan kondusif di dua tempat di Denpasar dan ditangani langsung Bu Agung dibantu instruktur lain yang mempunyai latar belakang keahlian dan pengalaman legal yang telah mengantongi sertifikat kompetensi di bidang tata kecantikan. “Kami juga menyediakan beasiswa kursus gratis bagi mere ka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan,” imbuh Ketua LKP Agung yang juga Ketua PKBM Agung, dan pemilik Salon Agung ini. Semua peralatan kursus disiapkan lembaga. Syarat dan ketentuan berlaku. Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website:
www.salonagung.com. Selain itu, Bu Agung juga berbagi kebahagian dengan meng undang masyarakat umum meng ikuti Seminar Gratis “Tata Rias Pengantin Bali Madya” sekaligus Uji Kompetensi yang akan digelar Jumat, 14 November 2014 di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha (Bali TV), Jalan Kebo Iwa 63 A denpasar, mulai pukul 10.00 wita. Kegiatan yang diprakarsai BisnisBali dan Kelompok Media Bali Post ini bekerjasama dengan WHDI Bali dan Viva Cosmetic. Akan dimeriahkan pula dengan Tarian Tektok Mahabrata oleh Sanggar Tari Purna Bone Gianyar. “Yang tak kalah senangnya, sampai saat ini Plt. Dirjen PAUDNI yang merangkap Dirjen Dikdas Kemendikbud Hamid Muhammad,M. Sc. Ph.D. memberikan apresiasi tinggi kepada kami,” ucapnya. Termasuk, istri Dirjen Ny. Ida Hamid Muhammad yang sudah lima kali berkesempatan men-
genakan busana adat Bali, salah satunya busana tengkuluk lelunak an. Busana yang menjadi ikon Kota Denpasar ini telah kerap pula dikenakan oleh para ibu pejabat, ibu Wali Kota/Kabupaten se-Bali, para istri Kopertis yang bahkan mengkolaborasikannya dengan jilbab/hijab, dan juga warga mancanegara. Karena itu pula, Bu Agung masih berharap busana tengkuluk lelunakan ini ke depannya bisa menjadi ikon Bali, karena dinilai paling simpel dan praktis. Impiannya, Bali bisa seperti Volendam, sebuah desa nelayan di Belanda, yang mana setiap wisatawan yang berkunjung ke sana pasti membuat dokumentasi diri dengan menge nakan pakaian Volendam. “Saya optimis Bali bisa seperti itu. Tiap wisatawan yang datang ke Bali, merasa belum afdol jika belum memiliki dokumentasi berbusana tengkuluk lelunakan,” ucapnya. –Inten Indrawati
Bu Agung, tutor PKBM Agung, dan dua penari dari Ary Suta Center menari Panyembrahma dalam pembukaan International Seminar on Empowering Community Learning Centers in Enhancing Learning Society through Education for Sustainable Development di Jakarta.
9
Budjana simakrama ke Gedung Pers Bali K. Nadha diterima pimpinan Kelompok Media Bali Post, ABG Satria Naradha
“S
aya ke Bali dalam rangka persiapan pembangunan museum gitar di Payogan, Ubud. Ide pembuatan museum sudah lama, kemudian bertemu Gung In (IGA Indrawati) yang mendukung proyek ini. Kami lalu kolaborasi,” ujar pemilik nama lengkap I Dewa Gede Budjana ini. Ia menuturkan konsep awal bermula dari pembuatan buku yang berisi gitar-gitar koleksinya. Gitar-gitar itu dilukis oleh 34 maestro seni lukis yang ada di Indonesia dan mayoritas dari Bali. Selanjutnya gitar-gitar ini dipamerkan di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Rencananya, lokasi berikutnya adalah Bali. Pameran ini akan berbarengan de ngan peresmian museum gitar. Kesibukan mempersiapkan museum ini membuat Budjana harus bolak-balik Jakarta-Denpasar. Namun, ia mengaku masih bisa mengatur jadwalnya termasuk urusan Gigi dan urusan keluarga. “Kalau Gigi tampil di luar Jakarta, kami biasanya hanya menginap semalam,” ujar gitaris yang bergabung dengan Gigi sejak 1994 ini. Saat tak ada kesibukan manggung, suami Putu Borrawati dan ayah dua putra I Dewa Gede Mahavishnu Devananda (10) dan I Dewa Gede Shakti Dawainanda (6) ini sibuk mengurus keluarga. Sejak awal, ia dan istrinya sudah berkomitmen untuk mengurus sendiri buah hati mereka. Hal ini membuatnya berusaha untuk selalu dekat dengan anak-anak. Ia pun punya tugas rutin untuk mengantar-jemput anaknya se kolah. Jika kebetulan manggung di luar Jakarta, istrinya yang bertugas
mengantar-jemput anak. “Walaupun tinggal di Jakarta, kami tetap mengenalkan budaya Bali kepada anak-anak. Tiap odal an atau hari raya, kami ajak anakanak pulang ke Bali,” ujar pria yang lahir di Waikabubak, Sumba Barat, NTT ini. Mengenai darah seni, Budjana mengaku anak-anaknya sudah mulai mengenal nada. Sebagai orangtua yang berprofesi sebagai musisi, ia mempersilakan anak-anaknya untuk menekuni apa yang mereka ingin tekuni. Saat ini kedua anaknya sudah menggemari musik Barat. Sekali waktu, saat berkumpul bersama keluarga, Budjana mengiringi anaknya bernyanyi de ngan alunan gitarnya. Gitar, bagi pria yang mengawali kiprahnya di musik jazz di bawah bimbingan Jack Lesmana ini merupakan benda kesayangan. Ia bahkan membuat biografi berjudul “Gitarku, Hidupku, Kekasihku” yang dirilis 2008. Salah satu ciri khas Budjana saat tampil bersama Gigi maupun Trisum (trio yang ia bentuk bersama Balawan dan Tohpati) adalah gitar yang berisi gambar aksara suci Ongkara. “Tidak semua berisi Ongkara, hanya beberapa yang
biasa saya pakai manggung,” ujarnya. KOLABORASI JAZZ DAN ROCK Dalam website resminya,www.dewabudjana.com, Budjana menuliskan perjalanan hidupnya menggabungkan aliran rock dan jazz. Ia mulai menekuni musik saat berusia 11 tahun, setelah membeli gitar pertamanya. Hasratnya untuk menekuni instrumen gitar mulai menyeruak ketika keluarganya pindah ke Surabaya mengikuti sang ayah yang bertugas sebagai jaksa. Di Kota Pahlawan ia mengenal musik yang dimainkan Leo Kristi dan John Denver. Selama periode ini, Budjana juga dipengaruhi John McLaughlin dengan Mahavishnu Orchestra, Yes, Gentle Giant, dan ELP. Belakangan, ciri musiknya juga dipengaruhi Keith Jarret, Jan Garbarek, Chick Corea, Bill Frissell, Jeff Beck, Pat Metheny dan Weat her Report yang bernuansa jazz. Tahun 1980, Budjana yang masih
bertemu dan berguru kepada Jack Lesmana yang dikenal sebagai musisi legendaris jazz Indonesia. Anak Jack Lesmana yakni Indra Lesmana menyarankan Budjana untuk bergabung dengan beberapa orkestra. Ini menjadi momen Budjana untuk tampil perdana di acara musik yang disiarkan televisi nasional. Tahun 1987, Budjana bergabung dengan Spirit Band dan merilis dua album. Selanjutnya ia bergabung dengan band Indra Lesmana, JavaJazz menghasilkan “Bulan diatas Asia” (1993). Bersama JavaJazz, ia juga tampil di North Sea Jazz Festival. Budjana kemudian menjadi salah satu pendiri Gigi tahun 1994 dan hingga kini sudah merilis 24 album serta duduk di bangku SMA membentuk menjadikan Gigi sebagai salah band pertamanya, Squirrel. Ia satu band pop rock terpopuler di menjadi gitaris sekaligus kom- Indonesia. Selain aktif bersama Gigi, Budposer. Saat band jazz memainkan jana juga mengerjakan beberapa musik band lain, Squirrel sudah memainkan karya Budjana, salah proyek solo dan kolaborasi. Proyek satunya berjudul “Nusa Damai”. ini menghasilkan “Gitarku” (2000), Band ini pun meraih predikat band “Samsara (2003), “Home” (2006), terbaik dalam Light Music Con- “First Edition” (2006), “Five in test yang diadakan tahun 1984. One” (2010), ”Dawai in Paradise Untuk lebih memantapkan karier (2011), dan “Surya Namaskar” nya, Budjana pindah ke Jakarta. Ia (2014). –Ngurah Budi
10
Bugar
10 - 16 November 2014
10 - 16 November 2014
Mengenal Gejala Dini Kanker Nasofaring
Waspadalah jika Anda menderita hidung buntu, perdarahan hidung, dan pilek menahun. Begitu pula, jika, telinga mendengung, krebek-krebek, bahkan pendengaran menurun serta keluar cairan putih kental dari telinga. Bisa jadi itu gejala kanker nasofaring (KNF). Kanker ini memang sangat spesifik karena tempatnya yang sangat sulit dijangkau.
M
enurut dr. I Gde Ardika Nuaba, Sp.THTKL (K), dari Divisi Onkologi THT-KL RS Sanglah, kanker nasofaring adalah tumor ganas yang tumbuh di daerah epitel/kulit permukaan nasofaring. Nasofaring adalah suatu ruangan yang terletak di belakang rongga hidung, di bagian atas tenggorok. Berhubungan dengan rongga hidung melalui choana dan ruang telinga tengah melalui tuba eustachius. “Oleh karena letak anatomi dari nasofaring yang cukup sulit serta potensi penyebaran yang cepat, menyebabkan diagnosisnya sering terlambat. Tumor ini sifatnya menyebar secara cepat ke kelenjar limfe leher dan organ jauh, seperti paru, hati, dan tulang,” ujarnya. KNF terjadi akibat gabungan dari faktor genetik, faktor lingkungan, dan infeksi Virus Epstein-Barr (EBV). KNF ini banyak dijumpai pada ras Mongoloid, yaitu penduduk Cina Selatan, Hongkong, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Faktafakta yang mendukung faktor genetik memiliki hubungan dengan karsinoma nasofaring adalah ditemukannya genotipe HLA-A2 clan HLA-Bsin2 pada ras Mongoloid. Ia juga menambahkan, mengonsumsi makanan yang mengandung volatile nitrosamine (misalnya makanan yang diasinkan atau dibakar), paparan formaldehide, akumulasi debu kapas, asam caustic, proses pewarnaan kain, merokok, nikel, alkohol, dan infeksi
menahun pada rongga hidung dan tenggorok meningkatkan risiko terjadinya KNF. “Infeksi EBV pada manusia bermanifestasi menjadi beberapa bentuk penyakit seperti mononukleosis, limfoma burkit dan KNF. EBV diduga mempunyai hubungan yang sangat erat dengan terjadinya KNF,” jelas dr Ardika. Di Indonesia angka kejadian KNF hampir merata di setiap daerah. RSCM Jakarta menemukan lebih dari 100 kasus setahun. RS Hasan Sadikin Bandung 60 kasus. Berdasarkan data di Poliklinik THT RS Sanglah dari bulan Januari 2011-2013, tercatat 221 pasien KNF baru dengan rentang usia 11 tahun sampai 80 tahun dan kelompok umur terbanyak adalah 41-50 tahun. Munculnya gejala KNF akibat dari penyebaran tumor ke jaringan sekitar yang menimbulkan gejala sesuai organ sekitarnya yang terkena seperti gejala muncul di hidung, telinga, dan saraf. Juga, penyebaran melalui pembuluh limfe yang menyebabkan timbulnya benjolan di leher, dan bisa juga, penyebaran tumor melalui pembuluh darah yang menyebabkan tumor menyebar sampai paru-paru, hati dan tulang. Gejala pada hidung dapat berupa hidung buntu, perdarahan hidung dan pilek menahun. Gejala yang muncul pada telinga seperti telinga mendengung, krebek-krebek, pendengaran menurun serta keluar cairan putih kental dari telinga. Gejala kelainan pada saraf muncul akibat perluasan tumor ke dasar tengkorak yang menimbulkan
“Oleh karena letak anatomi dari nasofaring yang cukup sulit serta potensi penyebaran yang cepat, menyebabkan diagnosisnya sering terlambat. Tumor ini sifatnya menyebar secara cepat ke kelenjar limfe leher dan organ jauh, seperti paru, hati, dan tulang”
dr. I Gde Ardika Nuaba, Sp.THT-KL (K kelumpuhan beberapa saraf kranialis. Gejala pada mata seperti penurunan ketajaman pengelihatan, pengelihatan dobel atau melihat benda-benda dobel serta bola mata tidak dapat digerakkan akibat kelumpuhan saraf II, III. IV dan VI. Gejala pada wajah berupa kesemutan pada wajah dan nyeri kepala akibat penekanan pada saraf V. Gejala pada tenggorok berupa sulit menelan akibat kelumpuhan saraf IX dan X. Gejala pada bahu berupa kesulitan mengangkat bahu akibat kelumpuhan saraf XI. Gejala pada lidah berupa deviasi lidah saat dijulurkan akibat kelumpuhan saraf XII. Gejala pada leher berupa benjolan pada leher akibat penyebaran tumor ke kelenjar getah bening leher. Letak benjolan di leher bagian atas,
di bawah telinga, padat kenyal dan tidak nyeri. Akibat penyebaran KNF melalui pembuluh darah gejala dapat muncul di paru-paru, hati, dan tulang. Gejala pada paru-paru berupa batuk lama, batuk dengan dahak bercampur darah dan sesak napas. Gejala pada hati berupa gangguan fungsi hati dan pembesaran hati. Gejala pada tulang berupa nyeri pada tulang belulang yang terkena penyebaran tumor. Diagnosis KNF ditegakkan berdasarkan wawancara mengenai keluhan pasien yang mengarah pada kecurigaan kearah penyakit KNF, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik pada daerah nasofaring dan leher. Pemeriksaan penunjang berupa rontgen kepala leher, CT-Scan, MRI, nasoendoskopi, FNAB/ biopsi jarum halus kelenjar getah bening leher, pemeriksaan imunologi dan yang paling penting untuk menegakkan diagnosis pasti KNF, dengan melakukan biopsi nasofaring yang dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi di laboratorium patologi anatomi. Penanganan KNF dengan cara radioterapi, kemoterapi, targeted terapi, pembedahan/ operasi serta perawatan paliatif. Tindakan operasi berupa diseksi leher secara radikal, dilakukan jika masih ada sisa kelenjar paska radiasi. Tumor primer dikatakan bersih/sudah hilang dibuktikan dengan pemeriksaan radiologi, histopatologi, dan serologi. “Operasi biasanya tidak dianjurkan kerena lokasi tumor tidak tahu persis dimana tempatnya. Karena jika operasi bisa membuka pembuluh darah yang malah meningkatkan risiko penyebarannya,” kata dr. Ardika. –Wirati Astiti
Style
Aksesoris
Bali
Khas tetap Memikat
Sejalan perkembangan fashion, mode aksesoris pun semakin beragam. Kini rancangan subeng, gelang, bros maupun ikat pinggang cantik banyak didesain dengan gold plated. Kreasi inipun semakin menarik. Seperti koleksi dari Sri Sutari pemilik Butik d’Tunjung, yang menyediakan kepentingan fashion bagi masyarakat Bali ini.
Sri Sutari
15
A
ksesori pilihannya adalah, hasil kerajinan tangan lokal. Alasannya selain ia memang mengagumi desain yang klasik dan unik, juga turut menjaga warisan budaya leluhur. Kini dengan sedikit sentuhan gaya kontemporer ini menjadikan bias aksesori berornamen Bali ini tampil cantik dan glamor namun tidak berlebihan. Menurut Sri Sutari, desain aksesori ini sangat cocok disematkan melengkapi busana seseorang untuk menghadiri acara pesta pernikahan, maupun mapendas (potong gigi). Juga, menarik untuk pelengkap busana nasional untuk acara wisuda atau acara pesta lainnya. Kalaupun kini banyak yang memilih dan mengenakan aksesori yang kuat ciri khas Balinya ini dengan ukuran cenderung agak besar, menurut Sri Sutari, itu yang tengah menjadi tren dan sangat digandrungi saat ini. – Sri Ardhini
14
Jelita
Tips Praktis Merawat Tumit Tumit pecah-pecah atau retak ringan jangan dianggap sepele. Sebab, jika dibiarkan dan tidak dirawat, pecah-pecahnya akan membesar. Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan tumit pecah-pecah? Bagaimana mencegah dan merawatnya secara tradisional? Simak perbincangan Tokoh dengan Yuliani Shukana, seorang pakar herbal di Denpasar berikut ini. Beberapa penyebab umum tumit pecah-pecah diantaranya: lKulit kering akibat kurang perawatan. lKulit kering dan tebal di sekitar tumit cenderung pecah karena kegiatan berlebih an dengan kaki. lKarena masalah penyakit kaki dan gangguan lainnya atau beberapa kondisi kulit lainnya lBerdiri lama di tempat lembab, seperti kamar mandi lAlergi terhadap sabun cuci atau detergen lTerlalu lama dalam ruangan ber-AC lSuhu atau cuaca yang ekstrim lRisiko usia yang semakin tua lAkibat alergi sandal atau sepatu. lSelain itu, pecah – pecah di tumit juga bisa disebabkan tubuh kekurangan vitamin, mineral serta asam lemak omega 3. Walaupun umumnya tumit yang pecah-pecahnya hakus tidak membahayakan, namun jika pecahnya dalam bisa menjadikan kulit berdarah dan sakit. Beberapa langkah untuk mencegah tumit pecah-pecah yakni: lJaga selalu kebersihan kaki lRendam kaki ke dalam air hangat seminggu sekali, untuk meningkatkan sirkulasi darah ke kaki. lUsahakan tidak terlalu lama di tempat basah atau lembab. lSaat mencuci pakaian, pastikan kaki terlindung dengan baik, sehingga air sabun tidak mengenai kaki. lSetelah mandi, oleskan pelembab ke tumit agar kelembabannya terjaga dan mencegah tumit retak.
lSaat mandi, gosok kaki untuk menghilangkan kotoran dan sel kulit mati. lHindari berjalan kaki tanpa alas lSehari-hari gunakan sepatu yang empuk dan nyaman untuk melindungi kaki. lPakai juga sepatu yang tertutup, untuk mencegah kaki kering, tetap bersih dan lembab lBegitu kaki terasa kering segera lakukan perawatan.
METODE PERAWATAN TRADISIONAL lCampurkan gliserin dengan setengah ember air. Rendam kaki selama 10 menit. Bilas dengan air dingin dan keringkan. Oleskan lotion untuk melembutkan kaki dan menjaganya tetap lembab. lMemijat kaki dengan pepaya yang dihaluskan. Selain itu getah pepaya muda juga sangta bagus dioleskan ditumit karena dapat melunakkan zat tanduk yang ada di tumit. lGunakan campur madu dan susu untuk merendam kaki selama 15-20 menit. Gosok dan bilas dengan air hangat. Untuk hasil terbaik, lakukan ini sekali dalam seminggu. lGosokkan tumbukan daun tapak lima yang sudah ditetesi minyak kelapa pada tumit yang sudah dibersihkan. lMengoleskan potongan labu siam yang mengeluarkan getah putih. Setelah kering, bilas dengan air hingga bersih. lOleskan minyak kelapa, atau minyak zaitun, kemudian gosok tumit dan kaki dengan batu apung dan bilas. lOleskan minyak kelapa pada tumit yang kering kemudian pakai kaos kaki yang bersih. Perawatan ini sangat baik dilakukan pada malam hari sebelum anda tidur. lParutan kelapa dicampurkan dengan satu sendok teh garam juga dapat digosokan pada tumit kering yangsudah dibersihkan. Waktu terbaik adalah pada malam hari.
lAir dan juga dapat digunakan membersihkan tumit pecah-pecah. Caranya rebus air secukupnya sampai mendidih, tuangkan ke ember dan biarkan sampai suam-suam kuku. Campurkan garam dapur dan gunakan untuk merendam kaki yang tumitnya pecah-pecah. Rendam sekitar lebih 30 menit. Lakukan terapi ini secara rutin. lJeruk nipis dibelah kemudian gosokkan pada tumit kaki yang pecah-pecah. lOleskan cairah mentimun yang sudah dihaluskan pada tumir yang pecah-pecah sambil dipijat sekitar sepuluh menit. lKonsumsi i makanan untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi dengan makanan yang sehat penuh vitamin dan mineral yang lengkap. lKurangi mengonsumsi gorengan . – Sri Ardhini
Mitos
10 - 16 November 2014
10 - 16 November 2014
11
Empat Mitos Tingkatkan Libido
B
agi orang dewasa yang sudah menikah, seks merupakan sebuah kebutuhan. Ada kalanya gairah seks pasangan menurun karena beberapa penyebab, antara lain tekanan psikologis seperti stres, kelelahan fisik, kurang tidur, serta pola makan yang salah. Lalu, muncul mitos-mitos yang diyakini dapat meningkatkan kembali gairah seks. Pakar seksologi Prof. Dr. dr Jahya Alex Pangkahila,M.Sc,Sp.And. mengatakan, tak semua mitos benar. Berikut penjelasannya. Mitos: Mengonsumsi minuman beralkohol meningkatkan gairah seksual Fakta: Minuman beralkohol megandung zat perangsang untuk semua, tak hanya untuk seks. Alkohol mengandung zat adiktif yang membuat ketergantungan/kecanduan. Dalam minuman beralkohol juga mengandung etanol yang menyebabkan penurunan kesadaran. Sebagian orang meyakini dengan mengonsumsi minuman beralkohol, merasa “lupa” akan masalahnya, dan timbul rasa gembira. Padahal, ada cara yang lebih ilmiah dan normal untuk meningkatkan gairah seksual. Lihat kesehatan tubuh Anda, bagus atau tidak? Untuk mendapatkan kualitas seksual yang bagus, hendaknya melakukan hubungan seksual pada saat kondisi tubuh siap, tidak sedang kepayahan, tidak melakukan hubungan seks setelah makan (sebaiknya minimal dua jam setelah makan), harus sehat dan bugar tanpa beban, serta tubuh dan psikis siap. Melakukan hubungan seksual ini pun sebaiknya diprogram, jangan lewat dari pukul 22.00, apalagi tengah malam, karena itu sudah waktunya tidur dan mengistirahatkan tubuh. Kalau pun masih ada yang melakukannya, itu berarti mereka belum mengetahui pola hidup.
Melakukan hubungan seks di pagi hari, masih dianggap sehat karena masih dalam suasana fresh. Lakukan hubungan seks secara rutin minimal dua kali seminggu karena pematangan sperma terjadi tiap tiga hari. Mitos: Mengonsumsi telur bebek, meningkatkan gairah seks/vitalitas pria Fakta: Telur bebek mengandung lemak (pada kuning telur) dan protein (pada putih telur) yang baik. Tak hanya telur bebek, telur ayam pun memiliki kandungan yang sama. Yang harus diwaspadai, tidakkah bebek yang Anda konsumsi telurnya itu, makanannya konsentrat, hormon untuk wanita? Sebetulnya, manfaat telur tak bersifat langsung bisa meningkatkan gairah seksual atau bahkan membuat kualitas sperma jadi prima. Melainkan, lebih untuk membantu meningkatkan kesehatan tubuh secara umum. Dengan tubuh yang sehat, tentunya gairah seks/libido tinggi, mudah terangsang, dan makin baik/sehat pula kehidupan seksualnya. M i t o s : M a k a n g u l a i k a m b i n g , STMJ (susu telur madu jahe), da rah ular dapat meningk atkan gairah seks? Fakta: Daging kambing mengandung lemak dan kolesterol tinggi. Demikian halnya dengan STMJ
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan ““Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Boneka Seks “Dok, aku sempat terkejut dan tidak percaya, sepulang aku ambil studi di luar negeri, aku sempatkan beres-beres lemari suami, ternyata aku menemukan ada boneka seks yang ditiup di dalam lemari. Suamiku sama sekali tidak pernah cerita tentang hal ini. Saat aku tanya dia bilang dibelikan sahabatnya di Jakarta, dan digunakan hanya selama aku di luar negeri, dan bilang sudah tidak pernah menggunakannya lagi. Menggunakan boneka seks seperti ini bisa membawa akibat buruk nggak, Dok? (Margie, 33 thn) Seiring dengan pengaruh keter bukaan media, makin banyak informasi tersedia tentang berbagai jenis alat bantu seksual. Sex doll atau boneka seks, yang biasanya berupa tiruan perempuan adalah salah satu yang paling populer, di samping alat bantu yang menyerupai kelamin laki-laki: dildo, vibrator, atau alat bantu yang menyerupai alat kelamin perempuan yang bisa bergetar: vaginator. Akibatnya memang makin banyak yang ingin tahu dan menggunakannya, terutama buat variasi seksual. Apakah menggunakan boneka seks itu berbahaya? Sesungguhnya semua tidak terlepas dari hakekat dasar manusia sebagai makhluk seksual yang memiliki dorongan seksual dan upaya mencapai kepuasan seksual untuk kesenangan maupun kebahagiaan. Dorongan seksual dan keinginan diri melepaskan hasrat seksual dapat menjadi alasan seseorang untuk melakukan eksplorasi seksual, termasuk dengan menggunakan alat bantu seks, dalam
hal ini adalah boneka seks yang di gunakan sering kali sebagai pengganti partner seksual. Selama boneka seks yang di gunakan tidak kotor atau aman dari gesekan yang bisa membuat luka atau lecet, sesungguhnya menggunakannya tidaklah membawa pengaruh negatif bagi kesehatan fisik. Bahkan secara psikis menggunakan boneka seks sebagai pengganti partner seksual dapat membuat seseorang merasa aman dan nyaman karena risiko penyakit atau infeksi menular seksual dari penggunaannya tidak ada. Ini tentu akan berbeda jika dibandingkan dengan melakukan hubungan seksual dengan orang yang bukan pasangan, atau berganti-ganti pasangan seksual di saat pasangan sendiri tidak sedang bersama kita. Sesungguhnya siapa saja bisa memakainya, selama menggunakannya dengan bertanggung jawab dan memperhatikan kebersihan alat. Tetapi ada syarat lainnya, sebaiknya menggunakan boneka seks sebagai pengganti partner
dan darah ular yang diyakini memiliki kalori yang tinggi sehingga menimbulkan efek badan panas. Tenaga berasal dari kalori makanan yang kita asup. Kolestrol merupakan lemak yang terdapat dalam aliran darah atau sel tubuh yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Namun, jika kadar kolestrol berlebihan, bisa mengakibatkan penyakit, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke. Kolesterol berlebih bisa juga menyebabkan penyumbatan saluran/saluran buntu yang berakibat impoten. Mitos : Seafood dapat meningkatkan libido karena mengandung seng, zat yang juga ada dalam sperma Fakta : Kand ungan sperma, tak hanya seng (zinc). Sperma juga mengandung zat-zat lain, seperti fruktosa (gula buah), asam askorbat (vitamin C), kolesterol, protein, kalsium, klorin, antigen golongan darah, asam sitrun, DNA, magnesium, vitamin B12, fosfor, sodium (garam), kalium, asam urat, asam laktat, nitrogen dan nutrisi lainnya. Seng (zinc) bermanfaat untuk meningkatkan daya tubuh. Fungsi dan peran seng dalam tubuh antara lain membantu pembuatan materi genetik sel-sel, pembentukan sel darah merah (hemoglobin), serta membantu
seksual haruslah dengan sepengetahuan dan seizin pasangannya. Satu lagi, digunakan seperlunya saja, di saat diperlukan, saat pasangan tidak sedang bersama kita dan saat memang dorongan seksual sedang tinggi-tinggi nya. Jadi, ini juga berlaku buat alat bantu seks yang lain juga, yang boleh-boleh saja digunakan bagi yang tidak sedang bersama pasangan seksualnya. Atau dalam keadaan lain pada mereka yang memang memutuskan tidak menikah atas alasan tertentu tetapi tetap ingin menikmati kebutuhan seksualnya. Dalam beberapa kasus, alat bantu seks dan boneka seks juga dapat digunakan juga sebagai variasi dalam hubungan seksual yang dijadikan bagian dalam hubungan seksual bersama pasangan. Atau, seperti dalam kasus ini, seorang istri yang karena pendidikan, berpisah sementara dari suaminya. Tentu saja dalam keadaan seperti ini, alat bantu seks, bisa menjadi salah satu solusi bagi keduanya, baik buat istri maupun suami, saat dorongan seksual muncul, disamping juga bisa beromantisme langsung secara jarak jauh meng-
fungsi-fungsi pankreas dalam proses pencernaan. Seng juga terlibat dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak, melepaskan vitamin A dari gudangnya sehingga menjadi bentuk aktif, serta meredam keganasan radikal bebas. Kekurangan zat gizi seng pada pria menyebabkan menurunnya fungsi testikular (testicular hypofunction) yang berdampak pada terganggunya proses spermatogenesis dan produksi hormon testosteron oleh sel-sel leydig. Testosteron adalah hormon yang mempengaruhi libido dan ciri-ciri kelamin sekunder laki-laki. Hasil sebuah penelitian menyebutkan, selain meningkatkan jumlah, ternyata zat gizi seng juga diperlukan dalam proses pematanga n dan kegesitan gerakan sperma. Motilitas sperma inilah yang menentukan kemampuan sperma mencapai dan menembus dinding sel telur (ovarium) pada proses pembuahan. Tiram merupakan sumber makanan yang mengandung seng paling tinggi. Meskipun peran zat gizi seng dikatakan penting dalam kesehatan tubuh dan proses reproduksi, selama konsumsinya seimbang dengan protein, kolesterol, karbohidrat , dan zat-zat lain, tidak menjadi masalah. Pada prinsipnya, dorongan seksual dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya fisik, psikis, sosiokultural, dan lingkungan. –Inten Indrawati
gunakan telepon, hingga bervideo chat online jika memahami penggunaannya. Boneka seks juga bisa jadi salah satu solusi, asalkan dikomunikasikan terlebih dahulu bersama-sama, dan disetujui, agar tidak terjadi keterkejutan dan kesalahan komunikasi di kemudian hari seperti dalam kasus ini. Karena jika disetujui bersama, hal ini bisa jadi solusi kebutuhan seksual, daripada muncul kekhawatiran akan terjadi hubungan seksual dengan orang lain atau dengan pekerja seks. Menggunakan boneka seks akan menjadi lebih aman dan bebas dari infeksi menular seksual. Juga disamping risiko medis dari berganti pasangan seksual, dalam norma dan budaya yang masih kita anut juga bisa muncul kerugian, dari segi nilai-nilai moral mungkin akan dipermasalahkan orang lain bila ketahuan berhubungan seksual dengan bukan pasangan yang sah, dan bisa jadi mempengaruhi pandangan orang ter hadap citra diri kita. Yang terpenting kemudian adalah, pastikan bahwa penggunaan boneka seks sebagai pengganti partner seksual
hanyalah untuk kepentingan sementara. Artinya, bukan jadi pengganti partner selamanya. Jadi saatnya sudah kembali bersama dengan pasangannya, saat istri kembali bersama suami, jadikanlah kembali keharmonisan dan kontak seksual dilakukan bersama lagi, tanpa perlu menggunakan boneka seks. Karenanya memang sebaiknya jangan terlalu sering digunakan, dan saat sudah kembali bersama pasangan, singkirkan kembali boneka seks yang ada. Karena sesungguhnya boneka seksual tetaplah tidak bisa menggantikan hubungan seksual yang sesungguhnya, kepuasan seksual akan tercapai dari kehangatan yang dimunculkan oleh pasangan yang dilanjutkan dengan kemesraan seksual yang dinikmati bersama. Tentu saja boneka seksual tidak akan menggantikan sentuhan, rabaan, ciuman dan kehangatan tubuh dari pasangan kan? Silakan selalu diskusikan dengan terbuka tentang hal seperti ini dengan pasangan, jangan sembunyi-sembunyi menggunakannya karena akan memunculkan persepsi salah dan dugaan ketidak percayaan seksual pada pasangan.
12
Kuliner Menu Vegan Oleh-oleh Khas Bali
10 - 16 November 2014
10 - 16 November 2014
Pesta Ceria
Executive Sous Chef I Nyoman Wijana dan Sous Chef I Made Artana
T
iga makanan spesial Bale Udang Kuta siap meramaikan pesta ceria Anda di Bulan Novem-
ber. Tiga menu ini sangat unik, karena perpaduan menu Nusantara dan tradisional Bali. Tentu Anda sudah biasa mendengar Sayur Pakis. Bah-
Ayam Bakar Bale Udang Bahan: 1 ekor : ayam pejantan Bumbu: 50 gr : bawang merah 25 gr : bawang putih 50 gr : cabai merah 10 gr : cabai rawit 25 gr : kemiri 20 gr : gula merah Cara membuat: - Iris semua bumbu, tumis sampai harum. Kemudian
bumbu dihaluskan. Setelah halus, bumbu ditumis kembali. Tambahkan garam. - Siapkan ayam pejantan, belah dadanya, bumbui dengan garam dan merica bubuk lalu dibakar sampai setengah matang. - Oleskan ayam dengan bumbu tadi dan panggang kembali. Lakukan berulang-ulang sampai berwarna kecokelatan dan beraroma harum. Siap disajikan.
kan, sayuran ini sering disajikan sebagai menu rumahan. Tahukah Anda, sayur pakis dapat juga disajikan istimewa untuk pesta Anda. Dengan tambahan udang, sayur pakis Anda menjadi lebih mewah. Gurami, masih menjadi menu andalan yang disukai banyak orang. Gurami dengan bumbu oles khas Bali, tentu belum banyak yang mencoba. Menu ini juga dapat dijadikan pilihan pesta Anda. Tak lupa, ayam bakar pedas ala Bale Udang. Pokoknya dijamin pesta Anda sangat berkesan. Terbukti menu ini menjadi favorit konsumen yang makan di Bale Udang. Dengan tambahan sambal terasi, sambal hijau, dan sambal matah, lengkap sudah kelezatan menu ini. Kalau Anda datang di hari Kamis, ada menu khas Bali tersaji di Bale Udang. Berikut resep spesial sajian Executive Sous Chef I Nyoman Wijana, dan Sous Chef I Made Artana dari Bale Udang, Kuta.
Gurami Bumbu Oles Bahan: 100 gr 25 gr 25 gr 100 gr 25 gr 25 gr 10 gr
: : : : : : :
bawang merah bawang putih kemiri cabai merah kencur lengkuas sereh
Cara membuat: - Iris semua bahan, kemudian dihaluskan, dan ditumis.
- Bumbui dengan garam dan merica, agar lebih meresap. - Bersihkan gurami, taruh sekujur sisinya. Bumbui dengan garam, merica, dan jeruk nipis. - Panggang setengah matang. - Oleskan dengan bumbu oles tadi berulang-ulang. Kemudian dipanggang kembali sampai harum. - Siap sajikan.
Tumis Pakis dengan Udang Bahan: 120 gr : sayur pakis 50 gr : udang 200 ml : kaldu ayam 20 gr : bawang merah 10 gr : bawang putih 10 gr : cabai merah Minyak goreng Cara membuat: - Iris bawang merah, bawang putih, dan cabai merah. Tumis sampai harum. - Masukkan udang dan daun pakis, Aduk rata. Tambahkan kaldu ayam. Biarkan sampai mendidih. Tambahkan garam dan merica secukupnya. Periksa rasanya. - Siap sajikan. –Wirati Astiti
I
Ni Luh Muliasih bersama Putu Eka Antoni Sukmajaya
ngin mencoba makanan sehat, cobalah makanan vegetarian. Ada menu spesial yang ditawarkan Warung Sai Krisna, Renon. Ada menu pandawa yang terdiri dari nasi sela, lindung, gerang, kacang saur, sera tabia, sambal bongkot, dan urap. Ada juga, mi super pedas korawa. Menu ini juga sedang dilirik untuk dijadikan oleh-oleh khas Bali. Dalam satu kotak cantik berwarna hijau, dua menu ini menjadi andalan warung vegetarian ini. Harganya juga sangat terjangkau berkisar Rp 10 ribu. Selain menu spesial pandawa dan korawa, ada juga nasi jinggo krisna, hotdog sekuni, burger blunder doryodana, sate ketipat bima, siobak arjuna, dan bubur karna. Selain menu
ala serial kolosal yang lagi booming ini, ada juga menu khas Bali seperti lawar, ayam betutu, babi guling, rawon, dll. Tak ketinggalan, minuman sehat green juice segar dari campuran sayur-sayuran dan buah-buahan. Menurut Ni Luh Muliasih, bahan utama makanan vegetarian ini adalah campuran kacang hijau dan kacang kedelai. Bumbunya, dari rempah-rempah khas Bali. Sementara, untuk bahan mi, terbuat dari tepung terigu, wortel atau bayam, sesuai variannya. Menurutnya, keistimewaan menu-menu Warung Sai Krisna, menunya beragam dan bisa menyesuaikan dengan selera semua orang, baik untuk anak-anak, tua, dan muda. Rasanya pun tak kalah
dengan makanan biasa. “Anak-anak suka burger dan hotdog, remaja lebih suka mi pedas,” imbuhnya. Ia mengatakan, bukan hanya masyarakat lokal Bali yang menggemari menu di warung ini, tapi, banyak juga penggemar warung ini para ekspatriat. “Promosinya dari mulut ke mulut saja. Kalau ada pameran, kami ikut. Baru saja, kami ikut pameran di Dtik Festival di Taman Kota Denpasar. Sambutannya lumayan bagus,” ucapnya. Intinya, ia ingin mengajak masyarakat mulai mengubah gaya hidup mereka kembali ke makanan sehat. “Semua makanan di warung ini, tanpa bahan pewarna, tanpa pengawet, tanpa MSG. Kami ini menawarkan makanan sehat lahir dan batin,” ujar Putu Eka Antoni Sukmajaya, menambahkan penjelasan istrinya. Ada satu kisah unik dituturkan Muliasih. Salah satu outletnya di dekat RS Sanglah, malah diminati para dokter, perawat, dan pasien. “Pasien-pasien yang memiliki banyak pantangan makan, banyak menjadi konsumen tetap di warung kami,” tambahnya. Warung Sai Krisna buka mulai pukul 06.00, dan tutup pukul 22.00. Jika Anda ingin variasi makanan, menu-menu vegatarian dapat dijadikan pilihan. Selain dapat membuat selera Anda termanjakan, manfaatnya juga, Anda menjadi lebih sehat. –Wirati Astiti
13
Capcay
Siobak
Rendang Babat Sarwan
Udang Goreng Crispy
Bahan: 750 gr : udang segar, kupas kulitnya, sisakan ekornya, belah punggungya 1butir : telor buat celupan 2 sdm : tepung maizena 300 gr : tepung panir Minyak goreng secukupnya Bahan Rendaman : 1 sdm : saur raja rasa 1 sdm : kecap ikan 1 sdm : bawang putih halus 1 sdt : lada bubuk Cara Membuat : - Campur semua bahan celupan jadi satu, lalu rendam udang selama 3 menit. Bolak-balik ke tepung maizena. - Celupkan ke dalam telur yang sudah diaduk-aduk - Celup dan bolak-balik ke tepung panir sampai rata tapi jangan kena ekor udang. - Panaskan minyak sampai panas, lalu goreng udang sampai matang kecokelatan, tiriskan. - Udang crispy disajikan dengan kecap ikan. Jika mau pedas, tambahkan irisan cabe rawit.
Kare Jengkol
Bahan: 500 gr : jengkol 500 ml : air 2 lembar : daun jeruk purut 1 batang : serai, memarkan 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 500 ml : santan encer 250 ml : santan kental 1 telunjuk : jari kayu manis Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih
12 buah : 3 butrir : 1 sdt : ½ sdt : 2 ruas : 2 ruas :
cabe rawit kemiri sangrai ketumbar jinten jari jahe kunyit bakar
Cara Membuat : - Rebus jengkol sampai empuk, tiriskan. - Tumis bumbu halus dan kayu manis, daun jeruk dan serai sampai harum. - Masukkan rebusan jengkol dan santan encer, diamkan, masak sampai mendidih dan santan encerya berkurang, lalu gunakan api sedang. - M a s u k k a n gula, garam, kaldu bubuk dan masukkan santan kental, aduk perlahanlahan agar santan tidak pecah. Masak sampai mendidih, angkat - Siap untuk dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.
Bahan: 2 kg : babat, bersihkan, lumuri dengan air jeruk nipis lalu keruk kotorannya. Iris sesuai selera 1 liter : air 1 lembar : daun salam 2 lembar : daun salam. 3 lembar : daun jeruk purut 3 sdm : air jawa 300 ml : santan kental Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya. Bumbu yg di haluskan: 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 20 buah : cabe rawit
10 cabe : rawit 2 ruas : jari jahe 2 ruas : jari lengkuas Cara Membuat: - Rebus babat sampai empuk, lalu tiriskan. - Tumis bumbu halus. Masukkan daun jeruk, daun kunyit dan daun salam, tumis sampai harum. - Masukkan babat ke dalam tumisan bumbu, lalu masukkan santan kental, garam, gula dan kaldu bubuk. Masak dengan api sedang, biarkan hingga matang dan santan berkurang, angkat. - Siap untuk dihidangkan.
12
Kuliner Menu Vegan Oleh-oleh Khas Bali
10 - 16 November 2014
10 - 16 November 2014
Pesta Ceria
Executive Sous Chef I Nyoman Wijana dan Sous Chef I Made Artana
T
iga makanan spesial Bale Udang Kuta siap meramaikan pesta ceria Anda di Bulan Novem-
ber. Tiga menu ini sangat unik, karena perpaduan menu Nusantara dan tradisional Bali. Tentu Anda sudah biasa mendengar Sayur Pakis. Bah-
Ayam Bakar Bale Udang Bahan: 1 ekor : ayam pejantan Bumbu: 50 gr : bawang merah 25 gr : bawang putih 50 gr : cabai merah 10 gr : cabai rawit 25 gr : kemiri 20 gr : gula merah Cara membuat: - Iris semua bumbu, tumis sampai harum. Kemudian
bumbu dihaluskan. Setelah halus, bumbu ditumis kembali. Tambahkan garam. - Siapkan ayam pejantan, belah dadanya, bumbui dengan garam dan merica bubuk lalu dibakar sampai setengah matang. - Oleskan ayam dengan bumbu tadi dan panggang kembali. Lakukan berulang-ulang sampai berwarna kecokelatan dan beraroma harum. Siap disajikan.
kan, sayuran ini sering disajikan sebagai menu rumahan. Tahukah Anda, sayur pakis dapat juga disajikan istimewa untuk pesta Anda. Dengan tambahan udang, sayur pakis Anda menjadi lebih mewah. Gurami, masih menjadi menu andalan yang disukai banyak orang. Gurami dengan bumbu oles khas Bali, tentu belum banyak yang mencoba. Menu ini juga dapat dijadikan pilihan pesta Anda. Tak lupa, ayam bakar pedas ala Bale Udang. Pokoknya dijamin pesta Anda sangat berkesan. Terbukti menu ini menjadi favorit konsumen yang makan di Bale Udang. Dengan tambahan sambal terasi, sambal hijau, dan sambal matah, lengkap sudah kelezatan menu ini. Kalau Anda datang di hari Kamis, ada menu khas Bali tersaji di Bale Udang. Berikut resep spesial sajian Executive Sous Chef I Nyoman Wijana, dan Sous Chef I Made Artana dari Bale Udang, Kuta.
Gurami Bumbu Oles Bahan: 100 gr 25 gr 25 gr 100 gr 25 gr 25 gr 10 gr
: : : : : : :
bawang merah bawang putih kemiri cabai merah kencur lengkuas sereh
Cara membuat: - Iris semua bahan, kemudian dihaluskan, dan ditumis.
- Bumbui dengan garam dan merica, agar lebih meresap. - Bersihkan gurami, taruh sekujur sisinya. Bumbui dengan garam, merica, dan jeruk nipis. - Panggang setengah matang. - Oleskan dengan bumbu oles tadi berulang-ulang. Kemudian dipanggang kembali sampai harum. - Siap sajikan.
Tumis Pakis dengan Udang Bahan: 120 gr : sayur pakis 50 gr : udang 200 ml : kaldu ayam 20 gr : bawang merah 10 gr : bawang putih 10 gr : cabai merah Minyak goreng Cara membuat: - Iris bawang merah, bawang putih, dan cabai merah. Tumis sampai harum. - Masukkan udang dan daun pakis, Aduk rata. Tambahkan kaldu ayam. Biarkan sampai mendidih. Tambahkan garam dan merica secukupnya. Periksa rasanya. - Siap sajikan. –Wirati Astiti
I
Ni Luh Muliasih bersama Putu Eka Antoni Sukmajaya
ngin mencoba makanan sehat, cobalah makanan vegetarian. Ada menu spesial yang ditawarkan Warung Sai Krisna, Renon. Ada menu pandawa yang terdiri dari nasi sela, lindung, gerang, kacang saur, sera tabia, sambal bongkot, dan urap. Ada juga, mi super pedas korawa. Menu ini juga sedang dilirik untuk dijadikan oleh-oleh khas Bali. Dalam satu kotak cantik berwarna hijau, dua menu ini menjadi andalan warung vegetarian ini. Harganya juga sangat terjangkau berkisar Rp 10 ribu. Selain menu spesial pandawa dan korawa, ada juga nasi jinggo krisna, hotdog sekuni, burger blunder doryodana, sate ketipat bima, siobak arjuna, dan bubur karna. Selain menu
ala serial kolosal yang lagi booming ini, ada juga menu khas Bali seperti lawar, ayam betutu, babi guling, rawon, dll. Tak ketinggalan, minuman sehat green juice segar dari campuran sayur-sayuran dan buah-buahan. Menurut Ni Luh Muliasih, bahan utama makanan vegetarian ini adalah campuran kacang hijau dan kacang kedelai. Bumbunya, dari rempah-rempah khas Bali. Sementara, untuk bahan mi, terbuat dari tepung terigu, wortel atau bayam, sesuai variannya. Menurutnya, keistimewaan menu-menu Warung Sai Krisna, menunya beragam dan bisa menyesuaikan dengan selera semua orang, baik untuk anak-anak, tua, dan muda. Rasanya pun tak kalah
dengan makanan biasa. “Anak-anak suka burger dan hotdog, remaja lebih suka mi pedas,” imbuhnya. Ia mengatakan, bukan hanya masyarakat lokal Bali yang menggemari menu di warung ini, tapi, banyak juga penggemar warung ini para ekspatriat. “Promosinya dari mulut ke mulut saja. Kalau ada pameran, kami ikut. Baru saja, kami ikut pameran di Dtik Festival di Taman Kota Denpasar. Sambutannya lumayan bagus,” ucapnya. Intinya, ia ingin mengajak masyarakat mulai mengubah gaya hidup mereka kembali ke makanan sehat. “Semua makanan di warung ini, tanpa bahan pewarna, tanpa pengawet, tanpa MSG. Kami ini menawarkan makanan sehat lahir dan batin,” ujar Putu Eka Antoni Sukmajaya, menambahkan penjelasan istrinya. Ada satu kisah unik dituturkan Muliasih. Salah satu outletnya di dekat RS Sanglah, malah diminati para dokter, perawat, dan pasien. “Pasien-pasien yang memiliki banyak pantangan makan, banyak menjadi konsumen tetap di warung kami,” tambahnya. Warung Sai Krisna buka mulai pukul 06.00, dan tutup pukul 22.00. Jika Anda ingin variasi makanan, menu-menu vegatarian dapat dijadikan pilihan. Selain dapat membuat selera Anda termanjakan, manfaatnya juga, Anda menjadi lebih sehat. –Wirati Astiti
13
Capcay
Siobak
Rendang Babat Sarwan
Udang Goreng Crispy
Bahan: 750 gr : udang segar, kupas kulitnya, sisakan ekornya, belah punggungya 1butir : telor buat celupan 2 sdm : tepung maizena 300 gr : tepung panir Minyak goreng secukupnya Bahan Rendaman : 1 sdm : saur raja rasa 1 sdm : kecap ikan 1 sdm : bawang putih halus 1 sdt : lada bubuk Cara Membuat : - Campur semua bahan celupan jadi satu, lalu rendam udang selama 3 menit. Bolak-balik ke tepung maizena. - Celupkan ke dalam telur yang sudah diaduk-aduk - Celup dan bolak-balik ke tepung panir sampai rata tapi jangan kena ekor udang. - Panaskan minyak sampai panas, lalu goreng udang sampai matang kecokelatan, tiriskan. - Udang crispy disajikan dengan kecap ikan. Jika mau pedas, tambahkan irisan cabe rawit.
Kare Jengkol
Bahan: 500 gr : jengkol 500 ml : air 2 lembar : daun jeruk purut 1 batang : serai, memarkan 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 500 ml : santan encer 250 ml : santan kental 1 telunjuk : jari kayu manis Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih
12 buah : 3 butrir : 1 sdt : ½ sdt : 2 ruas : 2 ruas :
cabe rawit kemiri sangrai ketumbar jinten jari jahe kunyit bakar
Cara Membuat : - Rebus jengkol sampai empuk, tiriskan. - Tumis bumbu halus dan kayu manis, daun jeruk dan serai sampai harum. - Masukkan rebusan jengkol dan santan encer, diamkan, masak sampai mendidih dan santan encerya berkurang, lalu gunakan api sedang. - M a s u k k a n gula, garam, kaldu bubuk dan masukkan santan kental, aduk perlahanlahan agar santan tidak pecah. Masak sampai mendidih, angkat - Siap untuk dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.
Bahan: 2 kg : babat, bersihkan, lumuri dengan air jeruk nipis lalu keruk kotorannya. Iris sesuai selera 1 liter : air 1 lembar : daun salam 2 lembar : daun salam. 3 lembar : daun jeruk purut 3 sdm : air jawa 300 ml : santan kental Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya. Bumbu yg di haluskan: 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 20 buah : cabe rawit
10 cabe : rawit 2 ruas : jari jahe 2 ruas : jari lengkuas Cara Membuat: - Rebus babat sampai empuk, lalu tiriskan. - Tumis bumbu halus. Masukkan daun jeruk, daun kunyit dan daun salam, tumis sampai harum. - Masukkan babat ke dalam tumisan bumbu, lalu masukkan santan kental, garam, gula dan kaldu bubuk. Masak dengan api sedang, biarkan hingga matang dan santan berkurang, angkat. - Siap untuk dihidangkan.
14
Jelita
Tips Praktis Merawat Tumit Tumit pecah-pecah atau retak ringan jangan dianggap sepele. Sebab, jika dibiarkan dan tidak dirawat, pecah-pecahnya akan membesar. Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan tumit pecah-pecah? Bagaimana mencegah dan merawatnya secara tradisional? Simak perbincangan Tokoh dengan Yuliani Shukana, seorang pakar herbal di Denpasar berikut ini. Beberapa penyebab umum tumit pecah-pecah diantaranya: lKulit kering akibat kurang perawatan. lKulit kering dan tebal di sekitar tumit cenderung pecah karena kegiatan berlebih an dengan kaki. lKarena masalah penyakit kaki dan gangguan lainnya atau beberapa kondisi kulit lainnya lBerdiri lama di tempat lembab, seperti kamar mandi lAlergi terhadap sabun cuci atau detergen lTerlalu lama dalam ruangan ber-AC lSuhu atau cuaca yang ekstrim lRisiko usia yang semakin tua lAkibat alergi sandal atau sepatu. lSelain itu, pecah – pecah di tumit juga bisa disebabkan tubuh kekurangan vitamin, mineral serta asam lemak omega 3. Walaupun umumnya tumit yang pecah-pecahnya hakus tidak membahayakan, namun jika pecahnya dalam bisa menjadikan kulit berdarah dan sakit. Beberapa langkah untuk mencegah tumit pecah-pecah yakni: lJaga selalu kebersihan kaki lRendam kaki ke dalam air hangat seminggu sekali, untuk meningkatkan sirkulasi darah ke kaki. lUsahakan tidak terlalu lama di tempat basah atau lembab. lSaat mencuci pakaian, pastikan kaki terlindung dengan baik, sehingga air sabun tidak mengenai kaki. lSetelah mandi, oleskan pelembab ke tumit agar kelembabannya terjaga dan mencegah tumit retak.
lSaat mandi, gosok kaki untuk menghilangkan kotoran dan sel kulit mati. lHindari berjalan kaki tanpa alas lSehari-hari gunakan sepatu yang empuk dan nyaman untuk melindungi kaki. lPakai juga sepatu yang tertutup, untuk mencegah kaki kering, tetap bersih dan lembab lBegitu kaki terasa kering segera lakukan perawatan.
METODE PERAWATAN TRADISIONAL lCampurkan gliserin dengan setengah ember air. Rendam kaki selama 10 menit. Bilas dengan air dingin dan keringkan. Oleskan lotion untuk melembutkan kaki dan menjaganya tetap lembab. lMemijat kaki dengan pepaya yang dihaluskan. Selain itu getah pepaya muda juga sangta bagus dioleskan ditumit karena dapat melunakkan zat tanduk yang ada di tumit. lGunakan campur madu dan susu untuk merendam kaki selama 15-20 menit. Gosok dan bilas dengan air hangat. Untuk hasil terbaik, lakukan ini sekali dalam seminggu. lGosokkan tumbukan daun tapak lima yang sudah ditetesi minyak kelapa pada tumit yang sudah dibersihkan. lMengoleskan potongan labu siam yang mengeluarkan getah putih. Setelah kering, bilas dengan air hingga bersih. lOleskan minyak kelapa, atau minyak zaitun, kemudian gosok tumit dan kaki dengan batu apung dan bilas. lOleskan minyak kelapa pada tumit yang kering kemudian pakai kaos kaki yang bersih. Perawatan ini sangat baik dilakukan pada malam hari sebelum anda tidur. lParutan kelapa dicampurkan dengan satu sendok teh garam juga dapat digosokan pada tumit kering yangsudah dibersihkan. Waktu terbaik adalah pada malam hari.
lAir dan juga dapat digunakan membersihkan tumit pecah-pecah. Caranya rebus air secukupnya sampai mendidih, tuangkan ke ember dan biarkan sampai suam-suam kuku. Campurkan garam dapur dan gunakan untuk merendam kaki yang tumitnya pecah-pecah. Rendam sekitar lebih 30 menit. Lakukan terapi ini secara rutin. lJeruk nipis dibelah kemudian gosokkan pada tumit kaki yang pecah-pecah. lOleskan cairah mentimun yang sudah dihaluskan pada tumir yang pecah-pecah sambil dipijat sekitar sepuluh menit. lKonsumsi i makanan untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi dengan makanan yang sehat penuh vitamin dan mineral yang lengkap. lKurangi mengonsumsi gorengan . – Sri Ardhini
Mitos
10 - 16 November 2014
10 - 16 November 2014
11
Empat Mitos Tingkatkan Libido
B
agi orang dewasa yang sudah menikah, seks merupakan sebuah kebutuhan. Ada kalanya gairah seks pasangan menurun karena beberapa penyebab, antara lain tekanan psikologis seperti stres, kelelahan fisik, kurang tidur, serta pola makan yang salah. Lalu, muncul mitos-mitos yang diyakini dapat meningkatkan kembali gairah seks. Pakar seksologi Prof. Dr. dr Jahya Alex Pangkahila,M.Sc,Sp.And. mengatakan, tak semua mitos benar. Berikut penjelasannya. Mitos: Mengonsumsi minuman beralkohol meningkatkan gairah seksual Fakta: Minuman beralkohol megandung zat perangsang untuk semua, tak hanya untuk seks. Alkohol mengandung zat adiktif yang membuat ketergantungan/kecanduan. Dalam minuman beralkohol juga mengandung etanol yang menyebabkan penurunan kesadaran. Sebagian orang meyakini dengan mengonsumsi minuman beralkohol, merasa “lupa” akan masalahnya, dan timbul rasa gembira. Padahal, ada cara yang lebih ilmiah dan normal untuk meningkatkan gairah seksual. Lihat kesehatan tubuh Anda, bagus atau tidak? Untuk mendapatkan kualitas seksual yang bagus, hendaknya melakukan hubungan seksual pada saat kondisi tubuh siap, tidak sedang kepayahan, tidak melakukan hubungan seks setelah makan (sebaiknya minimal dua jam setelah makan), harus sehat dan bugar tanpa beban, serta tubuh dan psikis siap. Melakukan hubungan seksual ini pun sebaiknya diprogram, jangan lewat dari pukul 22.00, apalagi tengah malam, karena itu sudah waktunya tidur dan mengistirahatkan tubuh. Kalau pun masih ada yang melakukannya, itu berarti mereka belum mengetahui pola hidup.
Melakukan hubungan seks di pagi hari, masih dianggap sehat karena masih dalam suasana fresh. Lakukan hubungan seks secara rutin minimal dua kali seminggu karena pematangan sperma terjadi tiap tiga hari. Mitos: Mengonsumsi telur bebek, meningkatkan gairah seks/vitalitas pria Fakta: Telur bebek mengandung lemak (pada kuning telur) dan protein (pada putih telur) yang baik. Tak hanya telur bebek, telur ayam pun memiliki kandungan yang sama. Yang harus diwaspadai, tidakkah bebek yang Anda konsumsi telurnya itu, makanannya konsentrat, hormon untuk wanita? Sebetulnya, manfaat telur tak bersifat langsung bisa meningkatkan gairah seksual atau bahkan membuat kualitas sperma jadi prima. Melainkan, lebih untuk membantu meningkatkan kesehatan tubuh secara umum. Dengan tubuh yang sehat, tentunya gairah seks/libido tinggi, mudah terangsang, dan makin baik/sehat pula kehidupan seksualnya. M i t o s : M a k a n g u l a i k a m b i n g , STMJ (susu telur madu jahe), da rah ular dapat meningk atkan gairah seks? Fakta: Daging kambing mengandung lemak dan kolesterol tinggi. Demikian halnya dengan STMJ
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan ““Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Boneka Seks “Dok, aku sempat terkejut dan tidak percaya, sepulang aku ambil studi di luar negeri, aku sempatkan beres-beres lemari suami, ternyata aku menemukan ada boneka seks yang ditiup di dalam lemari. Suamiku sama sekali tidak pernah cerita tentang hal ini. Saat aku tanya dia bilang dibelikan sahabatnya di Jakarta, dan digunakan hanya selama aku di luar negeri, dan bilang sudah tidak pernah menggunakannya lagi. Menggunakan boneka seks seperti ini bisa membawa akibat buruk nggak, Dok? (Margie, 33 thn) Seiring dengan pengaruh keter bukaan media, makin banyak informasi tersedia tentang berbagai jenis alat bantu seksual. Sex doll atau boneka seks, yang biasanya berupa tiruan perempuan adalah salah satu yang paling populer, di samping alat bantu yang menyerupai kelamin laki-laki: dildo, vibrator, atau alat bantu yang menyerupai alat kelamin perempuan yang bisa bergetar: vaginator. Akibatnya memang makin banyak yang ingin tahu dan menggunakannya, terutama buat variasi seksual. Apakah menggunakan boneka seks itu berbahaya? Sesungguhnya semua tidak terlepas dari hakekat dasar manusia sebagai makhluk seksual yang memiliki dorongan seksual dan upaya mencapai kepuasan seksual untuk kesenangan maupun kebahagiaan. Dorongan seksual dan keinginan diri melepaskan hasrat seksual dapat menjadi alasan seseorang untuk melakukan eksplorasi seksual, termasuk dengan menggunakan alat bantu seks, dalam
hal ini adalah boneka seks yang di gunakan sering kali sebagai pengganti partner seksual. Selama boneka seks yang di gunakan tidak kotor atau aman dari gesekan yang bisa membuat luka atau lecet, sesungguhnya menggunakannya tidaklah membawa pengaruh negatif bagi kesehatan fisik. Bahkan secara psikis menggunakan boneka seks sebagai pengganti partner seksual dapat membuat seseorang merasa aman dan nyaman karena risiko penyakit atau infeksi menular seksual dari penggunaannya tidak ada. Ini tentu akan berbeda jika dibandingkan dengan melakukan hubungan seksual dengan orang yang bukan pasangan, atau berganti-ganti pasangan seksual di saat pasangan sendiri tidak sedang bersama kita. Sesungguhnya siapa saja bisa memakainya, selama menggunakannya dengan bertanggung jawab dan memperhatikan kebersihan alat. Tetapi ada syarat lainnya, sebaiknya menggunakan boneka seks sebagai pengganti partner
dan darah ular yang diyakini memiliki kalori yang tinggi sehingga menimbulkan efek badan panas. Tenaga berasal dari kalori makanan yang kita asup. Kolestrol merupakan lemak yang terdapat dalam aliran darah atau sel tubuh yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Namun, jika kadar kolestrol berlebihan, bisa mengakibatkan penyakit, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke. Kolesterol berlebih bisa juga menyebabkan penyumbatan saluran/saluran buntu yang berakibat impoten. Mitos : Seafood dapat meningkatkan libido karena mengandung seng, zat yang juga ada dalam sperma Fakta : Kand ungan sperma, tak hanya seng (zinc). Sperma juga mengandung zat-zat lain, seperti fruktosa (gula buah), asam askorbat (vitamin C), kolesterol, protein, kalsium, klorin, antigen golongan darah, asam sitrun, DNA, magnesium, vitamin B12, fosfor, sodium (garam), kalium, asam urat, asam laktat, nitrogen dan nutrisi lainnya. Seng (zinc) bermanfaat untuk meningkatkan daya tubuh. Fungsi dan peran seng dalam tubuh antara lain membantu pembuatan materi genetik sel-sel, pembentukan sel darah merah (hemoglobin), serta membantu
seksual haruslah dengan sepengetahuan dan seizin pasangannya. Satu lagi, digunakan seperlunya saja, di saat diperlukan, saat pasangan tidak sedang bersama kita dan saat memang dorongan seksual sedang tinggi-tinggi nya. Jadi, ini juga berlaku buat alat bantu seks yang lain juga, yang boleh-boleh saja digunakan bagi yang tidak sedang bersama pasangan seksualnya. Atau dalam keadaan lain pada mereka yang memang memutuskan tidak menikah atas alasan tertentu tetapi tetap ingin menikmati kebutuhan seksualnya. Dalam beberapa kasus, alat bantu seks dan boneka seks juga dapat digunakan juga sebagai variasi dalam hubungan seksual yang dijadikan bagian dalam hubungan seksual bersama pasangan. Atau, seperti dalam kasus ini, seorang istri yang karena pendidikan, berpisah sementara dari suaminya. Tentu saja dalam keadaan seperti ini, alat bantu seks, bisa menjadi salah satu solusi bagi keduanya, baik buat istri maupun suami, saat dorongan seksual muncul, disamping juga bisa beromantisme langsung secara jarak jauh meng-
fungsi-fungsi pankreas dalam proses pencernaan. Seng juga terlibat dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak, melepaskan vitamin A dari gudangnya sehingga menjadi bentuk aktif, serta meredam keganasan radikal bebas. Kekurangan zat gizi seng pada pria menyebabkan menurunnya fungsi testikular (testicular hypofunction) yang berdampak pada terganggunya proses spermatogenesis dan produksi hormon testosteron oleh sel-sel leydig. Testosteron adalah hormon yang mempengaruhi libido dan ciri-ciri kelamin sekunder laki-laki. Hasil sebuah penelitian menyebutkan, selain meningkatkan jumlah, ternyata zat gizi seng juga diperlukan dalam proses pematanga n dan kegesitan gerakan sperma. Motilitas sperma inilah yang menentukan kemampuan sperma mencapai dan menembus dinding sel telur (ovarium) pada proses pembuahan. Tiram merupakan sumber makanan yang mengandung seng paling tinggi. Meskipun peran zat gizi seng dikatakan penting dalam kesehatan tubuh dan proses reproduksi, selama konsumsinya seimbang dengan protein, kolesterol, karbohidrat , dan zat-zat lain, tidak menjadi masalah. Pada prinsipnya, dorongan seksual dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya fisik, psikis, sosiokultural, dan lingkungan. –Inten Indrawati
gunakan telepon, hingga bervideo chat online jika memahami penggunaannya. Boneka seks juga bisa jadi salah satu solusi, asalkan dikomunikasikan terlebih dahulu bersama-sama, dan disetujui, agar tidak terjadi keterkejutan dan kesalahan komunikasi di kemudian hari seperti dalam kasus ini. Karena jika disetujui bersama, hal ini bisa jadi solusi kebutuhan seksual, daripada muncul kekhawatiran akan terjadi hubungan seksual dengan orang lain atau dengan pekerja seks. Menggunakan boneka seks akan menjadi lebih aman dan bebas dari infeksi menular seksual. Juga disamping risiko medis dari berganti pasangan seksual, dalam norma dan budaya yang masih kita anut juga bisa muncul kerugian, dari segi nilai-nilai moral mungkin akan dipermasalahkan orang lain bila ketahuan berhubungan seksual dengan bukan pasangan yang sah, dan bisa jadi mempengaruhi pandangan orang ter hadap citra diri kita. Yang terpenting kemudian adalah, pastikan bahwa penggunaan boneka seks sebagai pengganti partner seksual
hanyalah untuk kepentingan sementara. Artinya, bukan jadi pengganti partner selamanya. Jadi saatnya sudah kembali bersama dengan pasangannya, saat istri kembali bersama suami, jadikanlah kembali keharmonisan dan kontak seksual dilakukan bersama lagi, tanpa perlu menggunakan boneka seks. Karenanya memang sebaiknya jangan terlalu sering digunakan, dan saat sudah kembali bersama pasangan, singkirkan kembali boneka seks yang ada. Karena sesungguhnya boneka seksual tetaplah tidak bisa menggantikan hubungan seksual yang sesungguhnya, kepuasan seksual akan tercapai dari kehangatan yang dimunculkan oleh pasangan yang dilanjutkan dengan kemesraan seksual yang dinikmati bersama. Tentu saja boneka seksual tidak akan menggantikan sentuhan, rabaan, ciuman dan kehangatan tubuh dari pasangan kan? Silakan selalu diskusikan dengan terbuka tentang hal seperti ini dengan pasangan, jangan sembunyi-sembunyi menggunakannya karena akan memunculkan persepsi salah dan dugaan ketidak percayaan seksual pada pasangan.
10
Bugar
10 - 16 November 2014
10 - 16 November 2014
Mengenal Gejala Dini Kanker Nasofaring
Waspadalah jika Anda menderita hidung buntu, perdarahan hidung, dan pilek menahun. Begitu pula, jika, telinga mendengung, krebek-krebek, bahkan pendengaran menurun serta keluar cairan putih kental dari telinga. Bisa jadi itu gejala kanker nasofaring (KNF). Kanker ini memang sangat spesifik karena tempatnya yang sangat sulit dijangkau.
M
enurut dr. I Gde Ardika Nuaba, Sp.THTKL (K), dari Divisi Onkologi THT-KL RS Sanglah, kanker nasofaring adalah tumor ganas yang tumbuh di daerah epitel/kulit permukaan nasofaring. Nasofaring adalah suatu ruangan yang terletak di belakang rongga hidung, di bagian atas tenggorok. Berhubungan dengan rongga hidung melalui choana dan ruang telinga tengah melalui tuba eustachius. “Oleh karena letak anatomi dari nasofaring yang cukup sulit serta potensi penyebaran yang cepat, menyebabkan diagnosisnya sering terlambat. Tumor ini sifatnya menyebar secara cepat ke kelenjar limfe leher dan organ jauh, seperti paru, hati, dan tulang,” ujarnya. KNF terjadi akibat gabungan dari faktor genetik, faktor lingkungan, dan infeksi Virus Epstein-Barr (EBV). KNF ini banyak dijumpai pada ras Mongoloid, yaitu penduduk Cina Selatan, Hongkong, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Faktafakta yang mendukung faktor genetik memiliki hubungan dengan karsinoma nasofaring adalah ditemukannya genotipe HLA-A2 clan HLA-Bsin2 pada ras Mongoloid. Ia juga menambahkan, mengonsumsi makanan yang mengandung volatile nitrosamine (misalnya makanan yang diasinkan atau dibakar), paparan formaldehide, akumulasi debu kapas, asam caustic, proses pewarnaan kain, merokok, nikel, alkohol, dan infeksi
menahun pada rongga hidung dan tenggorok meningkatkan risiko terjadinya KNF. “Infeksi EBV pada manusia bermanifestasi menjadi beberapa bentuk penyakit seperti mononukleosis, limfoma burkit dan KNF. EBV diduga mempunyai hubungan yang sangat erat dengan terjadinya KNF,” jelas dr Ardika. Di Indonesia angka kejadian KNF hampir merata di setiap daerah. RSCM Jakarta menemukan lebih dari 100 kasus setahun. RS Hasan Sadikin Bandung 60 kasus. Berdasarkan data di Poliklinik THT RS Sanglah dari bulan Januari 2011-2013, tercatat 221 pasien KNF baru dengan rentang usia 11 tahun sampai 80 tahun dan kelompok umur terbanyak adalah 41-50 tahun. Munculnya gejala KNF akibat dari penyebaran tumor ke jaringan sekitar yang menimbulkan gejala sesuai organ sekitarnya yang terkena seperti gejala muncul di hidung, telinga, dan saraf. Juga, penyebaran melalui pembuluh limfe yang menyebabkan timbulnya benjolan di leher, dan bisa juga, penyebaran tumor melalui pembuluh darah yang menyebabkan tumor menyebar sampai paru-paru, hati dan tulang. Gejala pada hidung dapat berupa hidung buntu, perdarahan hidung dan pilek menahun. Gejala yang muncul pada telinga seperti telinga mendengung, krebek-krebek, pendengaran menurun serta keluar cairan putih kental dari telinga. Gejala kelainan pada saraf muncul akibat perluasan tumor ke dasar tengkorak yang menimbulkan
“Oleh karena letak anatomi dari nasofaring yang cukup sulit serta potensi penyebaran yang cepat, menyebabkan diagnosisnya sering terlambat. Tumor ini sifatnya menyebar secara cepat ke kelenjar limfe leher dan organ jauh, seperti paru, hati, dan tulang”
dr. I Gde Ardika Nuaba, Sp.THT-KL (K kelumpuhan beberapa saraf kranialis. Gejala pada mata seperti penurunan ketajaman pengelihatan, pengelihatan dobel atau melihat benda-benda dobel serta bola mata tidak dapat digerakkan akibat kelumpuhan saraf II, III. IV dan VI. Gejala pada wajah berupa kesemutan pada wajah dan nyeri kepala akibat penekanan pada saraf V. Gejala pada tenggorok berupa sulit menelan akibat kelumpuhan saraf IX dan X. Gejala pada bahu berupa kesulitan mengangkat bahu akibat kelumpuhan saraf XI. Gejala pada lidah berupa deviasi lidah saat dijulurkan akibat kelumpuhan saraf XII. Gejala pada leher berupa benjolan pada leher akibat penyebaran tumor ke kelenjar getah bening leher. Letak benjolan di leher bagian atas,
di bawah telinga, padat kenyal dan tidak nyeri. Akibat penyebaran KNF melalui pembuluh darah gejala dapat muncul di paru-paru, hati, dan tulang. Gejala pada paru-paru berupa batuk lama, batuk dengan dahak bercampur darah dan sesak napas. Gejala pada hati berupa gangguan fungsi hati dan pembesaran hati. Gejala pada tulang berupa nyeri pada tulang belulang yang terkena penyebaran tumor. Diagnosis KNF ditegakkan berdasarkan wawancara mengenai keluhan pasien yang mengarah pada kecurigaan kearah penyakit KNF, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik pada daerah nasofaring dan leher. Pemeriksaan penunjang berupa rontgen kepala leher, CT-Scan, MRI, nasoendoskopi, FNAB/ biopsi jarum halus kelenjar getah bening leher, pemeriksaan imunologi dan yang paling penting untuk menegakkan diagnosis pasti KNF, dengan melakukan biopsi nasofaring yang dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi di laboratorium patologi anatomi. Penanganan KNF dengan cara radioterapi, kemoterapi, targeted terapi, pembedahan/ operasi serta perawatan paliatif. Tindakan operasi berupa diseksi leher secara radikal, dilakukan jika masih ada sisa kelenjar paska radiasi. Tumor primer dikatakan bersih/sudah hilang dibuktikan dengan pemeriksaan radiologi, histopatologi, dan serologi. “Operasi biasanya tidak dianjurkan kerena lokasi tumor tidak tahu persis dimana tempatnya. Karena jika operasi bisa membuka pembuluh darah yang malah meningkatkan risiko penyebarannya,” kata dr. Ardika. –Wirati Astiti
Style
Aksesoris
Bali
Khas tetap Memikat
Sejalan perkembangan fashion, mode aksesoris pun semakin beragam. Kini rancangan subeng, gelang, bros maupun ikat pinggang cantik banyak didesain dengan gold plated. Kreasi inipun semakin menarik. Seperti koleksi dari Sri Sutari pemilik Butik d’Tunjung, yang menyediakan kepentingan fashion bagi masyarakat Bali ini.
Sri Sutari
15
A
ksesori pilihannya adalah, hasil kerajinan tangan lokal. Alasannya selain ia memang mengagumi desain yang klasik dan unik, juga turut menjaga warisan budaya leluhur. Kini dengan sedikit sentuhan gaya kontemporer ini menjadikan bias aksesori berornamen Bali ini tampil cantik dan glamor namun tidak berlebihan. Menurut Sri Sutari, desain aksesori ini sangat cocok disematkan melengkapi busana seseorang untuk menghadiri acara pesta pernikahan, maupun mapendas (potong gigi). Juga, menarik untuk pelengkap busana nasional untuk acara wisuda atau acara pesta lainnya. Kalaupun kini banyak yang memilih dan mengenakan aksesori yang kuat ciri khas Balinya ini dengan ukuran cenderung agak besar, menurut Sri Sutari, itu yang tengah menjadi tren dan sangat digandrungi saat ini. – Sri Ardhini
Edukasi
16 Anak-anak putus sekolah yang dididik Anak Agung Ayu Ketut Agung di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agung, berhasil menyabet Juara 3 dalam Lomba Kecakap an Karya Keterampilan (LK3) Program Kesetaraan Paket B Tingkat Nasional 2014, yang dihelat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Direktorat Pembinaan SMP, belum lama ini. Pada waktu yang bersamaan pula, di tempat yang berbeda, Bu Agung didaulat untuk mengisi acara pembukaan International Seminar on Empowering Community Lear ning Centers in Enhancing Learning Society through Education for Sustainable Develop ment di Hotel Grand Sahid, Jakarta.
B
u Agung mengajak empat tutor PKBM Agung dan dua penari dari Ary Suta Center menampilkan Tari Panyembrahma. Usia penari-penari ini beragam, dimulai dari usia 24 tahun sampai dengan 65 tahun. Hiburan tari penyambutan dengan formasinya kala itu menuai pujian panitia dan peserta lain. Bahkan, pihak Unesco menyebut apa yang dilakukan PKBM Bu Agung tersebut 3 menjadi 1. Dalam artian, PKBM Agung telah menggabungkan pendidikan masyarakat, pemberdayaan perempuan, dan education for all. Ke b e r h a s i l a n a n a k - a n a k didiknya itu dalam LK3, walau hanya mendapat Juara 3, membuat Bu Agung yang juga seorang tutor beserta dua tutor kejar paket lainnya yang merangkap instruktur kursus, diundang mengikuti Bimbingan Teknis (Bintek) Penge lola dan Tutor/Pamong Belajar Program Paket B, Kemendikbud Dirjen Dikdas Diretorat Pem binanaan SMP, di Hotel Aston, 26-31 Oktober 2014. Di akhir acara, tepat saat penutupan Bintak, Bu Agung didaulat
untuk tampil di depan. Tak dinya na, dari belakang muncul panitia membawakan kue tar lengkap dengan lilinnya, dan menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” diikuti oleh peserta Bintek lainnya. Bu Agung yang mengaku tak pernah merayakan hari jadinya itu merasa terharu, karena ulang tahunnya yang ke-55 itu dirayakan peserta Bintek se-Indonesia. “Ini diluar dugaa n saya. Sekalinya Ultah, dirayain teman-teman seluruh Indonesia,” ujarnya haru. Bu Agung mengatakan memang sengaja tak pernah merayakan Ultahnya karena ia menerapkan ajeg Bali, alias hari kelahirannya di peringati secara hitungan Bali yang jatuh tiap 210 hari yang disebut otonan. “Meski demikian, saya benar-benar sangat berterima kasih kepada panitia dan semuanya,” imbuhnya. Karena itu, di hari jadinya ini, Bu Agung berbagi kebahagiaan kepada masyarakat umum dengan memberikan diskon 50% kursus reguler di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung. Materi yang diajarkan men cakup 3 paket yakni Tata Kecantik an Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin (payas
10 - 16 November 2014
3 Jadi 1 di PKBM Agung
10 - 16 November 2014
Budjana Museumkan Gitar Lukis Siapa tak kenal nama Dewa Budjana, gitaris Band Gigi yang juga produser dan komposer ini. Di sela-sela kesibukannya manggung, pria kelahiran 30 Agustus 1963 ini menyempatkan diri berkunjung ke Gedung Pers Bali K. Nadha, Senin (3/11).
Bu Agung bersama Sekretaris Panitia Bintek Paket B, FX Sukatno, dan Agung Sudjatmoko, Konsultan Paket B Kemen diknas sekaligus Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, lembaga gerakan koperasi mitra pemerintah dalam membangun perkoperasian Indonesia
nista, madya, utama, modifikasi, dan tengkuluk lelunakan). LKP Agung memiliki tempat belajar yang memadai dan kondusif di dua tempat di Denpasar dan ditangani langsung Bu Agung dibantu instruktur lain yang mempunyai latar belakang keahlian dan pengalaman legal yang telah mengantongi sertifikat kompetensi di bidang tata kecantikan. “Kami juga menyediakan beasiswa kursus gratis bagi mere ka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan,” imbuh Ketua LKP Agung yang juga Ketua PKBM Agung, dan pemilik Salon Agung ini. Semua peralatan kursus disiapkan lembaga. Syarat dan ketentuan berlaku. Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website:
www.salonagung.com. Selain itu, Bu Agung juga berbagi kebahagian dengan meng undang masyarakat umum meng ikuti Seminar Gratis “Tata Rias Pengantin Bali Madya” sekaligus Uji Kompetensi yang akan digelar Jumat, 14 November 2014 di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha (Bali TV), Jalan Kebo Iwa 63 A denpasar, mulai pukul 10.00 wita. Kegiatan yang diprakarsai BisnisBali dan Kelompok Media Bali Post ini bekerjasama dengan WHDI Bali dan Viva Cosmetic. Akan dimeriahkan pula dengan Tarian Tektok Mahabrata oleh Sanggar Tari Purna Bone Gianyar. “Yang tak kalah senangnya, sampai saat ini Plt. Dirjen PAUDNI yang merangkap Dirjen Dikdas Kemendikbud Hamid Muhammad,M. Sc. Ph.D. memberikan apresiasi tinggi kepada kami,” ucapnya. Termasuk, istri Dirjen Ny. Ida Hamid Muhammad yang sudah lima kali berkesempatan men-
genakan busana adat Bali, salah satunya busana tengkuluk lelunak an. Busana yang menjadi ikon Kota Denpasar ini telah kerap pula dikenakan oleh para ibu pejabat, ibu Wali Kota/Kabupaten se-Bali, para istri Kopertis yang bahkan mengkolaborasikannya dengan jilbab/hijab, dan juga warga mancanegara. Karena itu pula, Bu Agung masih berharap busana tengkuluk lelunakan ini ke depannya bisa menjadi ikon Bali, karena dinilai paling simpel dan praktis. Impiannya, Bali bisa seperti Volendam, sebuah desa nelayan di Belanda, yang mana setiap wisatawan yang berkunjung ke sana pasti membuat dokumentasi diri dengan menge nakan pakaian Volendam. “Saya optimis Bali bisa seperti itu. Tiap wisatawan yang datang ke Bali, merasa belum afdol jika belum memiliki dokumentasi berbusana tengkuluk lelunakan,” ucapnya. –Inten Indrawati
Bu Agung, tutor PKBM Agung, dan dua penari dari Ary Suta Center menari Panyembrahma dalam pembukaan International Seminar on Empowering Community Learning Centers in Enhancing Learning Society through Education for Sustainable Development di Jakarta.
9
Budjana simakrama ke Gedung Pers Bali K. Nadha diterima pimpinan Kelompok Media Bali Post, ABG Satria Naradha
“S
aya ke Bali dalam rangka persiapan pembangunan museum gitar di Payogan, Ubud. Ide pembuatan museum sudah lama, kemudian bertemu Gung In (IGA Indrawati) yang mendukung proyek ini. Kami lalu kolaborasi,” ujar pemilik nama lengkap I Dewa Gede Budjana ini. Ia menuturkan konsep awal bermula dari pembuatan buku yang berisi gitar-gitar koleksinya. Gitar-gitar itu dilukis oleh 34 maestro seni lukis yang ada di Indonesia dan mayoritas dari Bali. Selanjutnya gitar-gitar ini dipamerkan di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Rencananya, lokasi berikutnya adalah Bali. Pameran ini akan berbarengan de ngan peresmian museum gitar. Kesibukan mempersiapkan museum ini membuat Budjana harus bolak-balik Jakarta-Denpasar. Namun, ia mengaku masih bisa mengatur jadwalnya termasuk urusan Gigi dan urusan keluarga. “Kalau Gigi tampil di luar Jakarta, kami biasanya hanya menginap semalam,” ujar gitaris yang bergabung dengan Gigi sejak 1994 ini. Saat tak ada kesibukan manggung, suami Putu Borrawati dan ayah dua putra I Dewa Gede Mahavishnu Devananda (10) dan I Dewa Gede Shakti Dawainanda (6) ini sibuk mengurus keluarga. Sejak awal, ia dan istrinya sudah berkomitmen untuk mengurus sendiri buah hati mereka. Hal ini membuatnya berusaha untuk selalu dekat dengan anak-anak. Ia pun punya tugas rutin untuk mengantar-jemput anaknya se kolah. Jika kebetulan manggung di luar Jakarta, istrinya yang bertugas
mengantar-jemput anak. “Walaupun tinggal di Jakarta, kami tetap mengenalkan budaya Bali kepada anak-anak. Tiap odal an atau hari raya, kami ajak anakanak pulang ke Bali,” ujar pria yang lahir di Waikabubak, Sumba Barat, NTT ini. Mengenai darah seni, Budjana mengaku anak-anaknya sudah mulai mengenal nada. Sebagai orangtua yang berprofesi sebagai musisi, ia mempersilakan anak-anaknya untuk menekuni apa yang mereka ingin tekuni. Saat ini kedua anaknya sudah menggemari musik Barat. Sekali waktu, saat berkumpul bersama keluarga, Budjana mengiringi anaknya bernyanyi de ngan alunan gitarnya. Gitar, bagi pria yang mengawali kiprahnya di musik jazz di bawah bimbingan Jack Lesmana ini merupakan benda kesayangan. Ia bahkan membuat biografi berjudul “Gitarku, Hidupku, Kekasihku” yang dirilis 2008. Salah satu ciri khas Budjana saat tampil bersama Gigi maupun Trisum (trio yang ia bentuk bersama Balawan dan Tohpati) adalah gitar yang berisi gambar aksara suci Ongkara. “Tidak semua berisi Ongkara, hanya beberapa yang
biasa saya pakai manggung,” ujarnya. KOLABORASI JAZZ DAN ROCK Dalam website resminya,www.dewabudjana.com, Budjana menuliskan perjalanan hidupnya menggabungkan aliran rock dan jazz. Ia mulai menekuni musik saat berusia 11 tahun, setelah membeli gitar pertamanya. Hasratnya untuk menekuni instrumen gitar mulai menyeruak ketika keluarganya pindah ke Surabaya mengikuti sang ayah yang bertugas sebagai jaksa. Di Kota Pahlawan ia mengenal musik yang dimainkan Leo Kristi dan John Denver. Selama periode ini, Budjana juga dipengaruhi John McLaughlin dengan Mahavishnu Orchestra, Yes, Gentle Giant, dan ELP. Belakangan, ciri musiknya juga dipengaruhi Keith Jarret, Jan Garbarek, Chick Corea, Bill Frissell, Jeff Beck, Pat Metheny dan Weat her Report yang bernuansa jazz. Tahun 1980, Budjana yang masih
bertemu dan berguru kepada Jack Lesmana yang dikenal sebagai musisi legendaris jazz Indonesia. Anak Jack Lesmana yakni Indra Lesmana menyarankan Budjana untuk bergabung dengan beberapa orkestra. Ini menjadi momen Budjana untuk tampil perdana di acara musik yang disiarkan televisi nasional. Tahun 1987, Budjana bergabung dengan Spirit Band dan merilis dua album. Selanjutnya ia bergabung dengan band Indra Lesmana, JavaJazz menghasilkan “Bulan diatas Asia” (1993). Bersama JavaJazz, ia juga tampil di North Sea Jazz Festival. Budjana kemudian menjadi salah satu pendiri Gigi tahun 1994 dan hingga kini sudah merilis 24 album serta duduk di bangku SMA membentuk menjadikan Gigi sebagai salah band pertamanya, Squirrel. Ia satu band pop rock terpopuler di menjadi gitaris sekaligus kom- Indonesia. Selain aktif bersama Gigi, Budposer. Saat band jazz memainkan jana juga mengerjakan beberapa musik band lain, Squirrel sudah memainkan karya Budjana, salah proyek solo dan kolaborasi. Proyek satunya berjudul “Nusa Damai”. ini menghasilkan “Gitarku” (2000), Band ini pun meraih predikat band “Samsara (2003), “Home” (2006), terbaik dalam Light Music Con- “First Edition” (2006), “Five in test yang diadakan tahun 1984. One” (2010), ”Dawai in Paradise Untuk lebih memantapkan karier (2011), dan “Surya Namaskar” nya, Budjana pindah ke Jakarta. Ia (2014). –Ngurah Budi
Bunda & Ananda
8
10 - 16 November 2014
Anak Pertama Segera Anak Berikutnya Program
Seorang ibu muda datang ke dokter spesialis kandungan. Kepada dokter, ibu muda itu mengatakan ingin memeriksakan diri. Ia sudah terlambat datang bulan padahal anak pertamanya baru berusia lima bulan. Pengakuan ini mengejutkan sang dokter. Nasi sudah menjadi bubur karena ibu itu dinyatakan hamil.
Prof. Mangku
“Ini pengalaman yang saya alami sendiri. Ibu muda ini tidak menyadari dirinya hamil lagi padahal anak pertamanya yang baru berusia lima bulan masih memerlukan perhatian. Ini artinya persiapan kehamilan tidak diatur dengan baik,” ujar Prof. dr. Made Kornia Karkata, Sp.OG (K) saat seminar Seks dan Harmoni Keluarga yang diselenggarakan di Sanur, Minggu (2/11) serangkaian ulang tahun RSIA Puri Bunda. Prof. Kornia mengingatkan beberapa prinsip pokok bagi menuju keluarga bahagia. Menikah setelah dewasa dan memiliki pekerjaan, usia reproduksi sehat pria 2035 tahun, anak pertama segera, anak berikutnya program, hindari terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu jauh. Bila tak ingin hamil, pakai kontrasepsi, bila sudah lengkap pilih kontrasepsi mantap (MOW atau MOP). Ia menambahkan, bagi pasangan yang baru menikah, jika belum mau hamil, pilih alat kontrasepsi yang risikonya rendah. Tetapi, jika sudah siap, setahun usahakan sudah hamil. “Kadang ada yang belum siap ternyata dia terlambat haid, akhirnya minum yang anehaneh. Ini malah membahayakan ibu dan janin,” ujar dokter dari Divisi Feto-Maternal Bagian Obgin FK Unud/RS Sanglah ini. Jika sudah mengetahui kondisi hamil berdasarkan konfirmasi tes urine, ibu hamil sebaiknya memperhatikan asupan gizi. Beberapa pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan ibu dan janin sehat karena ada kehamilan berisiko rendah dan berisiko tinggi. Tiga bulan pertama merupakan masa untuk mengkonfirmasi usia kehamilan, jumlah janin apakah tunggal atau kembar, dan adakah kelainan uterus. Vaksinasi dan
konsultasi gigi juga penting dilakukan untuk mengurangi risiko. “Asupan nutrisi ibu hamil juga harus diperhatikan. Makanan 4 sehat 5 sempurna berupa makanan yang mengandung kalsium, berserat, zat besi, protein sangat penting diberikan. Makanan biasa yang terdiri dari nasi, sayur, daging, buah, dan susu. Makanan ini juga harus dicicil, jangan sampai perut kepenuhan atau jangan sampai kosong,” tegas dokter yang juga praktik di RSIA Puri Bunda ini. Dengan asupan makanan yang baik, berat badan ibu hamil akan naik stabil, tumbuh kembang janin juga sesuai kurva. Berat badan bayi yang normal antara 25003500 gram. Bagi ibu hamil, kadang muncul beberapa keluhan. Keluhan lazim diantaranya mual, muntah, pusing, cepat lelah, pegal, sering kram, vagina berlendir, dan varises. Keluhan tak lazim yang harus diwaspadai antara lain janin kurang aktif (tak bergerak), pecah ketuban, pendarahan, panas, pusing luar biasa, dan sering kontraksi. Setelah usia kehamilan cukup, saat menentukan skenario persalinan akan melahirkan secara normal ataukah memilih seksio sesaria. “The best method of delivery in the world is safe vaginal birth. Tetapi, jika dari pemeriksaan diketahui posisi bayi melintang, pilihannya ya seksio,” ujar Prof. Kornia. Ia juga menyakinkan para ibu yang akan melahirkan untuk mempersiapkan mental dalam mengatasi persalinan. Untuk mengatasi rasa nyeri, ada yang menggunakan pijatan, ada dengan hipnosis, dan ada dengan anastesi. Mengenai persalinan water birth tidak direkomendasikan oleh POGI (Perhimpunan Obstetri dan Ginekolog Indonesia). “Setelah melahirkan, segera berikan ASI eksklusif selama 6 bulan, lakukan perawatan bayi dengan baik, dan segera pakai kontrasepsi agar tidak kebobolan,” tegasnya. PROKREASI DAN PROREKREASI Sementara itu Prof. Dr. dr. I Nyoman Mangku Karmaya yang memaparkan materi Hubungan Suami-Istri dan Harmoni Keluarga menjelaskan faktor penyebab orang menikah. “Faktor biologis karena ada dorongan seksual dan naluri reproduksi. Faktor psikologis karena ada rasa sayang dan
cinta. Faktor sosiologis karena manusia membutuhkan manusia lain. Faktor budaya karena tiap orang “harus” kawin,” paparnya. Ia juga memaparkan kondisi anak-anak muda yang melakukan hubungan seks pranikah demi mencari pengalaman, karena adanya tekanan kelompok, agar ada yang dibanggakan, menunjukkan kejantanan dan kompensasi dari rasa rendah diri. Dari hubungan seks pranikah ini, Prof. Mangku mengungkapkan data, 28,6%
Prof. Kornia
istri dari pasangan usia subur telah hamil sebelum perkawinan, kehamilan remaja usia 13-19 tahun di Bali mencapai 5%, kejadian IMS di kalangan anak muda meningkat,
serta 80% populasi HIV pada usia muda dan 73% akibat heteroseksual berisiko. Dalam seminar yang dipandu dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG (K) ini, Prof. Mangku juga mengingatkan arti seksualitas bagi perkawinan. “Manusia memiliki libido yang menuntut penyaluran. Masa awal untuk prokreasi (membuat keturunan), sesudah jumlah anak tercapai lakukan prorekreasi (untuk kesenangan). Prokreasi dan prorekreasi ikut menentukan harmoni keluarga,” tegasnya. Untuk membina kehidupan seksual harmoni, pasangan suami-istri harus berkomunikasi dengan baik, saling memahami seksualitas, mencegah hubungan seksual yang rutin, monoton, dan menjemukan, serta jika terjadi gangguan seksual jangan dibiarkan. –Ngurah Budi
Suasana seminar
Mendongeng Lima Menit
Dongeng Kami Habis
Tiap malam Ibu Gajah mendongeng di bawah pohon beringin. Pendengarnya adalah anak-anaknya Made Taro dan anak-anak lain yang menjadi sahabat dan tetangganya. Pada suatu malam Ibu Gajah bingung, karena tak ada lagi sisa dongeng. Ia berusaha mengingat kembali dongeng-dongeng lama, tetapi semua terlupakan. “Buncit!” kata Ibu Gajah kepada anaknya yang paling kecil.“ Pergilah kamu mencari dongeng!” Malam itu juga si Buncit berjalan mencari-cari dongeng. Di lereng gunung ia berjumpa dengan si Burung Hantu. “Burung Hantu, Burung Hantu!” panggilnya. “Dongeng kami habis. Di mana tempat mencari dongeng?” “Cobalah tanya Burung Elang. Ia tahu banyak negeri,” jawab si Burung Hantu. “Burung Elang, Burung Elang! Dongeng kami habis. Di mana tempat mencari dongeng?” tanya si Buncit. “Maaf, seluruh permukaan bumi telah kujelajahi. Tak ada dongeng yang tercecer. Cobalah tanya si Kura-kura.” Ketika berjumpa si Kura-kura, si Buncit malu,
karena teringat riwayat ayah kakeknya dulu, kalah balapan lari melawan Kura-kura. Namun, karena ia sangat perlu bantuan, maka katanya, “Kura-kura, Kura-kura! Dongeng kami habis. Di mana tempat mencari dongeng?” “Rajaku amat kaya akan dongeng. Kalau kau mau, kuantar kau ke istananya di bawah laut. Mintalah dongeng kepadanya,” jawab Kura-kura. Singkat cerita, Kura-kura lalu mengantar si Buncit ke istana di bawah laut. “Raja Laut, Raja Laut! Dongeng kami habis. Sudilah Paduka memberi kami dongeng, sehingga ibu kami bisa mendongeng lagi.” “Sebetulnya kamu kaya dongeng, tetapi salahmu sendiri. Dongeng itu kamu buang sia-sia. Agar dongeng itu tak pernah habis, ambillah rumah kerang ini!” kata Raja Laut sambil menyerahkan sebuah kerang laut. “Tiap akan mendongeng, suruhlah ibumu menempelkan kerang itu ke kuping.” Malam berikutnya semua pendengar dongeng berkumpul lagi di bawah pohon beringin. Sesaat sebelum mendongeng, Ibu Gajah menempelkan kerang laut itu ke kupingnya. Lalu mulai mendongeng, “Pada suatu hari ….” Konon dalam kerang laut itu terdengar beriburibu dongeng, mulai dari dongeng masa lampau sampai dongeng-dongeng masa kini.
10 - 16 November 2014
17
Disperindag Kota Denpasar Kluster Produk Ekspor & Jejaring Eksportir
M
enjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir 2015, bukan hanya menjadi tantangan tapi juga peluang bagi pengusaha Bali, khususnya di Kota Denpasar. Begitu pun pasar bebas Asean tak dapat dihindari menjadikan persaingan ketat antar eksportir, sebab akan banyak eksportir dari negara Asean lainnya yang bakal datang ke Bali. Untuk ini, pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar” Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kluster Produk Ekspor”, Selasa (4/11) , yang diikuti 40 orang pengrajin dan pengusaha ekspor, dilanjutkan dengan “Pelatihan Membangun Jejaring Antar Eksportir” yang dihadiri para UKM dan eksportir pada Rabu (5/11) di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar. Pada Selasa (4/11), Kadis Perindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si.didampingi Kabid Perdagangan, Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E., M.Si. dan Kasi Ekspor Impor, A.Ag.A.Kartika Dewi, S.E., mengatakan kehadiran MEA di tahun 2015, bukan hanya memunculkan persaingan antar produk tapi SDM juga. Dengan dilaksanakannya FGD, diharapkan bisa menciptakan kluster dari produk ekspor Kota Denpasar yang berstandar internasional untuk menghadapi tantangan. Juga, membantu meningkatkan kapasitas, aksebilitas dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. “Kami tidak akan pernah menyerah melakukan pelatihan-pelatihan,” cetus Wayan Gatra. Ini upaya mengelompokkan industri inti yang saling berhubungan, baik jasa penunjang, infrastruktur, pendidikan, teknologi hingga sumber daya alamnya. Hal tersebut demi memperoleh manfaat sinergi dan efisiensi yang tinggi dibandingkan bekerja sendiri. Begitu pula dengan mewujudkan industri unggulan melalui pengembangan sentra industri dan pendukung lainnya serta penguatan kelembagaan UKM dan IKM guna mendorong peningkatan daya saing industri , peningkatan koordinasi serta sinergitas program pengembangan kluster produk ekspor. Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, SE., M.Si, Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud yang berbicara tentang “Produktivitas dan
Dayu Citrawati
Kembangkan Produk Kreatif
Suasana FGD
Kualitas Produk Ekspor Menghadapi MEA 2015” pada acara FGD tersebut menekankan bahwa produk yang berjati dirilah yang akan berjaya dan bisa bersaing di dunia global. Murjana juga menyinggung mengenai empat pilar yang diharapkan dari MEA, yakni: Adanya pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal; Kawasan dengan keunggulan kuat dan merata; Kawasan pertumbuhan yang adil; Integrasi dengan ekonomi global. Wujud nyata globalisasi ekonomi ada pada bidang produksi. Murjana juga mengatakan tahun 2030 diprediksi Indonesia akan menjadi negara nomor 7 terbesar di dunia bidang ekonomi. “Namun, dilihat dari 20 % indikator terlemah dalam daya saing Bali, justru terletak pada aspek tenaga kerja, yakni hubungan, produktivitas dan kapasitas SDM di perusahaaan, dan pertumbuhan penduduk,” kata Murjana. Menyongsong AFTA 2015, SDM Bali menghadapi dua tantangan sekaligus, yakni persaingan internal dan eksternal. Perlu memantapkan potensi pasar domestik, baik tenaga kerja maupun produk yang berbasis kreativitas dan budaya serta kearifan lokal dan terus menerus mengembangkan kompetensi.
Murjana saat memberi materi Peningkatan Produktivitas dan Kulaitas Produk Ekspor
Gde Sukaatmadja
I Wayan Gatra
I Made Rika
TINGKATKAN JEJARING EKSPORTIR Berikutnya, Rabu (5/11), Kabid Perdagangan, Ida Ayu Dewi Citrawati, S.E., M.Si. didampingi Kasi Ekspor Impor, A.Ag.A.Kartika Dewi, S.E., menyatakan dibutuhkan sejumlah upaya untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UKM menghadapi MEA 2015. Salah satu solusinya adalah pengembangan jaringan berdasarkan sumber daya
lokal dengan orientasi ekspor. Kadis Perindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si. mengatakan untuk mengantisipasi persaingan bebas, potensi dan strategi pengembangan UKM/IKM perlu sentuhan eksportir. Peranan eksportir di sini, tidak hanya sebagai perantara menjual barang dari pengrajin atau pengusaha dengan kualitas sesuai harapan, tapi bersama-sama beripikir menguatkan daya saing dan berperan dalam pembinaan SDM. Hal ini akan lebih mudah jika dilakukan melalui sebuah asosiasi. Bicara UKM, ketika pemerintah memberikan kemudahan, rupanya memberikan dampak kurang memotivasi dan kesiapan pun berkurang dibanding negara lain. Wayan Gatra mencontohkan dengan pengusaha Spa. “Ketika urusan perizinan dilakukan secara normal hampir semua mengeluh. Namun akhirnya mereka bisa tanpa bantuan,” katanya . Selanjutnya, sangat perlu dikem-
Lely Susanthi
Agung Dewi
bangkan jejaring, karena eksportir tidak mungkin berdiri sendiri. Selain itu, diharapkan ada kerjasama antara satu eksportir dengan lainnya agar bisa saling berbagi informasi, bertukar pikiran demi menguatkan daya saing, baik kualitas maupun harga sebuah produksi. Kepala UPT BPSMD Provinsi, Drs. I Made Rika juga memaparkan, menuju MEA 2015, suka atau tidak semua harus siap. Jelang pasar bebas, katanya muncul tantangan seperti tuntutan pelayanan publik semakin tinggi. Konsumen semakin cerdas, kritis dan memiliki preferensi. Persaingan antarnegara semakin meningkat. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan kebijakan umum di bidang ekspor, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No.13/M-DAG/PER/3/2012 MEA, lanjut Made Rika bukan hanya tantangan tapi juga peluang, mulai dari terciptanya multiplier effect, meningkatkan posisi tawar (bargaining power) yang dimiliki oleh masyarakat dalam menentukan pilihan di tengah banyaknya produk. Ada juga transfer teknologi dari negara maju ke negara berkembang. Salah seorang anggota UKM Kota Denpasar, Dewa Ayu Nyoman Lely Susanthi pemilik Tri Agung Busana, yang bergerak di bidang tenun, endek, songket dan bordir mengakui banyak belajar dari mengikuti seminar, pelatihan dan studi banding yang dilakukan Disperindag Denpasar. Ilmu yang diperoleh sangat membantu usahanya. ”Khusus untuk tenun, kami mendapat kesempatan studi banding ke Makasar, Garut, Palembang dan Jepara. Di sana kami belajar tentang kapasitas produksi, sistem kerja, kinerja mesin dan lain-
nya yang sudah selangkah lebih maju, sehingga hasil produksinya melebihi hasil tukang tenun yang ada di Bali. Lely Susanthi berharap ke depannya Pemkot Denpasar tidak cukup hanya melakukan seminar dan pelatihan, tapi diterapkan. Perlu dibentuk asosiasi dari setiap UKM, apakah itu tukang tenun, spa dan yang lainnya, sehingga setiap UKM punya link dan bisa bekerjasama dengan asosiasi yang sama di provinsi lainnya. WKU Kadin Bali Bidang Pengembangan Manajemen Korporasi Dr. I Putu Gede Sukaatmaja, S.E., MP. menyampaikan bahwa Bali sebagai destinasi wisata terbukti membawa devisa melalui invisible exsport. Produk yang dihasilkan Bali lebih mudah dipasarkan, dan sejak krisis global, banyak eksportir menghadapi masalah. Lima tahun terakhir ada penurunan kinerja. “Salah satu terobosan yang bisa dilakukan dalam persaingan bebas adalah aksebilitas secara sinergi.Penguatan kreativitas dan inovasi,” ujar Sukaatmaja yang juga Dosen Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Unud ini. Peningkatan daya saing produk ekspor akan tercapai, jika berpikir dan bertindak kreatif dan ada inovasi. Apalagi kini teknologi berubah sangat cepat dan konsumen juga kini lebih pintar dengan tuntutan harapan lebih tinggi. Ia juga mengatakan mengakses pasar ekspor memerlukan kerjasama dengan perbankan lokal yang akan menangani urusan pembayaran ekspor dan impor. Pemerintah perlu melakukan reorientasi pasar ekspor dengan membangun sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk peningkatan pengamanan pasar dengan penerapan standar nasional Indonesia (SNI). - ard
18
10 - 16 November 2014
10 - 16 November 2014
Life
Story
7
Suami Pertama Pelit Suami Kedua Pencemburu Dengan muka pucat dan tubuh kurus, Dahniar (25), bukan nama sebenarnya, datang ke salon kecantikan tempatnya dulu pernah bekerja, di Mataram, NTB. Ia diam dan sesekali memainkan ponsel. Sahabatnya, Rica yang tengah bekerja hanya melihatnya sepintas. Setelah selesai melakukan facial pada langganannya, Rica pun mendekati Dahniar yang tiba-tiba menangis. Air matanya jatuh namun ia berusaha menyembunyikan.
S
etahun terakhir Dahniar memang telah berhenti bekerja karena kawin lagi dengan seorang laki-laki yang ketika pacaran tampak baik dan perhatian. Keputusan meninggalkan pekerjaan di salon yang sudah ditekuni 5 tahun ter akhir sebenarnya bukan pekerjaan yang mudah. Ia telah terbiasa bekerja dan mendapatkan gaji bulanan yang cukup lumayan untuk kehidupannya bersama seorang anak yang kini berusia 4 tahun. Anak “peninggalan” suaminya yang pernah hidup bersamanya. Suami yang memberinya kebahagiaan hanya dalam dua tahun pertama perkawinannya. Kisah hidup Dahniar mungkin ba nyak dialami perempuan lain. Cobaan bertubi-tubi itu membuatnya sempat menyesali dua kali keputusan untuk kawin. Ketika berusia 20 tahun, Dahniar memutuskan kawin dengan seorang laki-laki yang bekerja sebagai supir taksi. Perkawinannya hanya bertahan dua tahun. Kebiasaan suaminya pergi pagi pulang pagi bahkan tidak pulang berhari-hari, membuatnya tidak tahan menanggung sakit hati. Dalam dua tahun per kawinannya itu, ia mencoba memaklumi kebiasaan itu karena rasa cintanya. Namun, perjalanan waktu membuatnya mulai mengenal secara lengkap suami nya itu. “Siapa yang tahan, hampir tiap hari keluar pagi, pulangnya ya.. besok pagi juga. Itu pun pulang sebentar lalu keluar lagi siangnya. Kadang malah tidak pulang-pulang,” kata Dahniar. Suaminya itu pelit bukan main. Jika ada uang di dompetnya, ia selalu bi lang itu uang setoran. “Lalu untuk saya dan anaknya tidak kebagian apa-apa,” katanya. Untuk kehidupan sehari-hari,
Dahniar hanya diberi uang secukupnya yang jelas kurang untuk membiayai rumah tangga. Untungnya, ia masih punya gaji bekerja di salon sebagai tambahan biaya hidup selama sebulan, meski masih kerap kekurangan. Ia pun minta cerai namun suaminya menolak. Sampai akhirnya ketika ia tidak tahan lagi, ia pun meminta seorang kawan lakilakinya untuk mengirimkan pesan pendek ke telepon genggamnya, dengan nada yang mesra, seolah-olah ia berselingkuh. Targetnya agar suaminya membaca SMS itu lalu mereka ber tengkar agar ia bisa minta cerai. Target itu berhasil, suaminya marah membaca SMS tersebut dan hubungan mereka makin kacau. Sampai-sampai kawan laki-lakinya yang meng-SMS palsu itu diajaknya bertengkar lewat telepon. Dahniar yang merancang situasi itu, tertawa sendiri. Sejak itulah hubungan mereka kacau hingga akhirnya mereka bercerai secara agama. Dahniar asyik menikmati pekerjaannya di salon, sementara suaminya itu pergi entah ke mana. “Jenguk anaknya saja tidak pernah apalagi mau membiayai
hidupnya,” kata Dahniar kesal. Setelah cukup lama menjanda, Dahniar bertemu dengan seorang laki-laki yang menjadi salesman alat-alat rumah tangga. Penampilannya yang alim dan penuh perhatian membuat Dahniar jatuh hati padanya. Kebetulan duda beranak satu ini juga jatuh hati padanya. Saat pacaran, indahnya dunia tiada duanya yang dirasakan Dahniar. Namun, Dahniar belum bersedia untuk kawin sementara kekasihnya ini terlihat sudah tidak sabar lagi. Penolakan demi penolakan Dahniar rupanya membuatnya makin penasaran. “Sebenarnya saya masih trauma untuk kawin. Perasaan mau kawin atau tidak itu datang silih berganti,” ungkapnya tentang kebimbangannya. Hingga akhirnya kekasihnya itu membawanya lari untuk memperlihatkan keseriusannya. Tetapi Dahniar masih menolak, hingga akhir nya ia bicara baik-baik pada kekasih nya bahwa ia belum siap untuk kawin. Keputusan itu membuat “pelarian” kali ini gagal, Dahniar dipulangkan kembali. Dahniar yang bimbang tidak merasa kejadian itu mengganggunya, sehingga ia tetap menjalin hubung tkh/net an dengan kekasihnya itu seperti biasa. Sesekali kekasihnya mengantar dan menjemputnya ketika datang dan pulang kerja di salon itu. Hubungan yang berjalan baik ini membuat kekasihnya yang tidak sabar itu, kembali membawanya lari. Kali ini, Dahniar tidak dapat “melarikan” diri lagi. “Rasa bimbang saya memilih selama dalam pelarian itu, menemukan jawaban bahwa, ya sudah…saya menerima,” katanya. Kata hati yang diikutinya itu pun membawanya kemudian kawin dengan kekasihnya itu. Urusan surat cerai yang belum ada sempat menjadi ganjalan. Namun, karena kegesitan kekasihnya yang membantu mengurukannya, surat cerai
itu pun keluar dan mereka melangsungkan perkawinan tanpa kendala. DUA KALI KEGUGURAN Dahniar pun tinggal di rumah mertuanya. Di sana ia bertanggung jawab mengurus mertua, ipar dan anak suaminya. Sedangkan anaknya sendiri tinggal bersama ibunya. Di sinilah Dahniar mulai merasakan beratnya per kawinan itu. Suaminya terlihat seperti tidak mengizinkan ia bekerja lagi karena harus mengurus rumah tangga yang begitu rumit baginya. Bukan hanya itu, ia tidak diperbolehkan berdandan dan bertemu dengan laki-laki lain. “Pakai bedak apalagi lipstick sangat tidak boleh,” ujarnya. Rupanya suaminya ini bersifat pencemburu berat. Sampai akhirnya Dahniar benar-benar berhenti bekerja. Dua kali mengalami keguguran, membuat fisik Dahniar juga makin kelelahan. Rasa rindunya pada anak dan ibunya yang tinggal satu kota dengannya kian membuncah manakala suaminya seperti keberatan saat ia akan men jenguk kedua orang yang dicintainya itu. “Ini yang membuat saya berat,” katanya menangis. Kedatangannya ke salon tempatnya dulu bekerja itu, merupakan hari di mana ia sudah tidak lagi tahan dengan kehidupannya. Ditambah lagi anaknya tengah sakit dan suaminya keberatan ia datang menjenguk. Hari itu, sepertinya Dahniar memaksa pulang ke rumah orangtuanya untuk menjenguk dan merawat anaknya yang tengah sakit. Ia diantar oleh suaminya yang tidak ikhlas dengan kepergiannya itu. “Saat saya meng-SMS dia (suami) untuk menjemput saya, dia membalas tidak mau,” katanya. Kalimat-kalimat SMS suaminya yang sudah tidak mau lagi menjemputnya itu ia perlihatkan pada Rica sesaat sebelum ia meninggalkan salon untuk kembali ke rumah orangtuanya. Pada Ricalah ia mencurhatkan semua isi hatinya dan segala kekacauan dalam rumah tangganya. Memikirkan berpisah, mungkin saja sudah ada dalam hatinya. Hingga minggu lalu, menurut Rica, ia belum menyampaikan hal itu pada Rica. “Situasi terakhirnya, uring-uringan,” ujar Rica yang selalu memberinya nasehatnasehat selama ini, tetapi banyak diabaikan Dahniar. Kini, Dahniar tengah berada di rumah orangtuanya dan entah kapan ia dijemput oleh suaminya. -Naniek I. Taufan
Woman on Top
6
10 - 16 November 2014
Ririn Suhartini
Sawo Matang Itu Eksotis Memiliki warna kulit putih atau kuning langsat, mungkin menjadi impian sebagian besar wanita Indonesia. Tak demikian halnya dengan Ririn Suhartini. Perempuan kelahiran Lampung, 5 April 1973 yang dianugerahi warna kulit sawo matang ini, justru bangga dengan warna kulitnya. Apalagi ketika ia mengikuti Body Contest-Women Figure yang digelar Rai Fitness belum lama ini, saat memperlihatkan otot-otot lengan, paha, pantat, dan back body, warna kulitnya yang “eksotis”, cukup menunjang penampilannya secara keseluruhan.
R
irin yang memi liki tinggi 170 cm dan berat 57 kg ini, memang menyukai olahraga sejak lama, terutama fitness, erobik, dan lari. Ia sudah menekuninya sejak 20 tahun lalu. Namun, setelah memasuki masa berumah tangga dan memiliki anak, aktivitasnya itu berkurang. “Ketika punya anak, dua tahun berhenti olahraga,” ujarnya. Ririn yang dinikahi pria bule berkebangsaan Perancis, Patrick Casalini ini memiliki dua putri, Naomi Paulinda Pycke (14) dan Tamara Casalini (4,5). Ia kembali rutin fitness dan olahraga sejak tiga tahun terakhir, pascamelahirkan pu tri bontotnya Tamara. Motivasinya tentu saja untuk menjaga tubuh tetap sehat, langsing dan propor sional. Sama sekali belum terbayang
di benaknya untuk body building. Namun, dari hobinya berolahraga sejak dulu itu, otot-ototnya ter bentuk secara alamiah. “Dulu, otot perut saya six pack. Setelah melahirkan melalui operasi, saya tidak diet ketat, jadinya ya perutnya kayak gini,” ucapnya. Ririn tetap bersyukur, meski tak melakukan persiapan khusus untuk lomba, ia berhasil meraih juara 2. Ia yang mengaku di awal tak berniat, setelah menang kompetisi merasa terpacu untuk mengikuti kompetisi serupa berikutnya. Malahan, ia berniat diet sejak awal untuk per siapan mengikuti lomba di hari-hari ke depan. Untuk memiliki badan yang bagus, ia menyadari harus bisa mengontrol pola makan. Meski selama ini menu santapannya su dah diupayakan sesehat mungkin,
namun menurutnya masih tetap perlu lebih dikontrol dan diperketat lagi. Ririn yang memasak sendiri untuk suami dan kedua putrinya itu, saban pagi mengonsumsi buah (jus buah) atau sereal/roti gandum sebagai sarapan. Setelah itu, rutini tasnya mengantarkan anak-anak sekolah, belanja-belanja, ke kan tor sekadar mengontrol proyek propertinya karena ia lebih banyak bekerja mobile, dan tak ketinggalan nge-gym minimal 1,5 jam tiap hari, sembari menunggu jam jemput anak sekolah. Menu makan siang keluarganya, nasi beras merah, salad, kentang re bus, dada ayam atau ayam file yang dipanggang dengan olive oil, minyak yang mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung. Bumbunya bawang putih, merica, dan garam. Kegemaran
Ririn Suhartini
Ririn mengonsumsi sayuran, mau tak mau akhirnya diikuti juga oleh suami dan anak-anaknya. Demikian
sebaliknya, ia pun kerap mengikuti selera suaminya dengan mengon sumsi westernfood, seperti salad dan steak. Sesekali, menu sayuran pe nyuka gado-gado ini diubah menjadi sayur rebus yang dimakan dengan sambal pedas. “Kata orang sih nggak bagus makan pedas-pedas, cuma sesekali kepengen juga. Tapi yang paling rutin di keluarga saya adalah nasi beras merah. Kami mengonsumsinya sejak dua tahun terakhir, karena katanya lebih ren dah karbohidrat dibandingkan nasi putih,” tuturnya. Untuk camilan, biasanya ia ma kan buah-buahan, seperti mangga dan apel. Makan malam dibatasinya sebelum pukul 19.00. Paling banter ia makan nasi beras merah dengan porsi kecil, atau hanya salad, ka dang juga daging. Sebagai makanan selingan , penyuka warna putih, hitam, dan hijau ini mengonsumsi 10 telur yang diambil putihnya saja, digoreng dengan olive oil. “Ini sama dengan satu porsi nasi,” jelasnya. Ia mengungkap keteledorannya dalam mempersiapkan diri, tepat nya seminggu menjelang lomba. Karena aroma masakan kikil sapi yang dimasak stafnya, pertahanan nya tak kuat. Tanpa beban Ririn menyantap lahap masakan tersebut. Setelah kenyang, ia baru tersadar dan merasa bersalah telah makan makanan tak sehat. Untuk mem pertanggungjawabkan kesalahan nya itu, ia bayar dengan olahraga kardio (running) 30 menit nonstop di tempat gym. –Inten Indrawati
Palebon almarhum IB Namayudha Berjalan Lancar
Keluarga Ida Ayu Puniadhi , ber syukur karena upacara pitrayadnya, palebon suaminya almarhum Drs. Ida Bagus Nam ayudha yang dilaksanakan pada Kamis , 30 Oktober 2014, berjalan dengan baik dan lancar. “Acara kami selesai tanpa hambatan dan alam pun sangat bersahabat “ demikian disampaikan Dra. Ida Ayu Puniadhi ketika ditemui di rumahnya di Jalan Noja II Gg.III No. 9. Br. Meranggi, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur , usai acara ngayud ke segara, pekan lalu. Bukan hanya itu, kata Dayu Puniadhi seluruh rangkaian kegiatan acara sejak awal, termasuk mulai dari pelayan di RS Sanglah, nyiramin layon dan setiap proses lainnya menuju waktu pelaksanaan palebon dapat berjalan baik karena semua pihak
yang membantu berlandaskan pada rasa tulus ikhlas . Sarjana Agama yang juga dikenal sebagai ahli pembaca kartu tarot ini, pada kesem patan tersebut juga menyam paikan ucapan terima kasih sedalam-dalamnya atas semua bantuan tenaga, pemikiran, spirit maupun materiil yang telah diterima keluarganya. “Untuk Krama Banjar Mer anggi yang telah membantu kelancaran seluruh acara dan sudah melakukan peran secara optimal dalam proses palebon almarhum, suami, ayah serta kakek tercinta kami,” tuturnya. Dayu Puniadhi juga menyampaikan ter ima kasihnya kepada Ratu Peranda lanangistri, yang telah muput karya. Demikian pula terhadap Ratu Peranda yang sudah hadir dalam suasana duka keluarganya dan memberikan doa pada almarhum.
Ucapan terima kasih berikutnya diper untukkan kepada krama Banjar Sala Pejeng Kawan Kecamatan Tampak Siring, (tempat kelahiran almarhum) yang telah datang dan turut mendoakan. Selanjutnya, pemimpin Lentera Anak
Bali (LAB) ini, mengucapkan terima kasihnya kepada beberapa lembaga pemerintah maupun swasta, yakni Pemerintah Kota Denpasar, Ba waslu Bali dan Bawaslu Kabupaten/ Kota se-Bali, Universitas Hindu Indonesia (Unhi), SMA Negeri 3 Denpasar, SMA Erlangga/Yayasan Sumerta Pura, Ikatan Alumni SMA Negeri 3, Ikatan Alumni SMP Negeri 3, SD dan TK PGRI Kota Denpasar, Kelurahan pemecutan, Tim Pengerak PKK Kecamatan Dentim, WHDI Provinsi Bali, WHDI Kecamatan Dentim, Lentera Anak Bali, Tabloid Tokoh, Bali Post , Koperasi Amoghasiddhi, dan Galery Tenun Ananda. “Kami sekeluarga juga berterima kasih kepada Bumbu Rujak Dayu Ade Sa nur, AA Raka Sueni pemilik Bebek Bengil, Ubud, Ni Komang Sariani pemilik Sari Coffie Bali. Begitu juga dengan Direktur RS Sanglah dan jajarannya terutama yang bertugas di UGD dan di ruang jenazah, sudah memberikan bantuannya dengan baik. Kepada seme ton lanang – istri yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu. Demikian juga para sahabat dan ha daitaulan. Sekali lagi terima kasih untuk segala bentuk ban tuan yang telah di berikan dari proses awal hingga akhir,” katanya. -ard
10 - 16 November 2014
19
20
Nine Hj. Baiq Noviana Indriari, M.M.
10 - 16 November 2014
Berbekal Buku Pintar Buatan Sendiri Tanggal 23 Agustus 2014, belum genap 100 hari. Hari itu adalah hari yang sedih bagi Hj. Baiq Noviana Indriari, M.M. Hari itu ia kehilangan suami tercinta, Dr. H. Lalu Zaini Halim, M.M., yang menghadap Sang Khalik secara mendadak. Kepergian yang tiba-tiba lelaki yang menikahinya tahun 1988 itu sempat membuatnya shock berat. Perempuan berusia setengah abad ini, kehilangan support utamanya dalam kehidupan maupun dalam pekerjaan. Sempat larut dalam kesedihan, Iin, sapaan akrabnya, akhirnya mampu menguasai diri untuk tegar dan kembali melanjutkan hidupnya tanpa dukungan suami.
Hj. Baiq Noviana Indriari, MM.
S
emua itu dilakukannya demi kedua buah hatinya, Baiq Febi Amalia (24) dan Lalu Aditya Rahmad Gifari (20). “Saya harus tegar untuk anak-anak saya,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri (Kabid. PLN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat ini. Ia mengaku sadar bahwa jika ia menangis terus, toh tidak akan membuat suaminya kembali dan tidak ada orang lain yang bisa menolongnya dari rasa sedih itu kecuali dirinya sendiri. Selama ini, suaminyalah yang paling mendukung karirnya sehingga ia bisa menjadi seperti sekarang. Namun, ketika Allah SWT memisahkan mereka, Iin yang ceria ini memaknai hidupnya dengan lebih dalam lagi. “Kehilangan itu mengajarkan saya meng-
hargai sebuah arti. Arti sayang, arti cinta, arti kehilangan dan lainnya,” katanya tersenyum. Ia lalu bangkit untuk dirinya sendiri, untuk kedua anaknya dan untuk pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Kini, ia harus menjadi ibu sekaligus ayah bagi kedua anaknya dan tanpa harus menggangu aktivitas tugas dan tanggung jawab terhadap pekerjaannya. Iin dikenal sebagai salah seorang perempuan yang kerap diberi kepercayaan untuk jabatanjabatan penting di Pemerintah Provinsi NTB. Sebelum menjadi Kabid. PLN Disperindag NTB sejak tahun 2012 hingga sekarang, ia juga pernah dipercaya sebagai Kepala Bidang Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Dasar Dinas Dikpora NTB, tahun 2009-2011 dan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, 2011-2012. Tugas sebagai Kabid PLN, bukanlah tugas mudah. Itulah alasan mengapa ia harus bangkit meski tanpa suami yang menyanggahnya lagi. Bagi Iin yang tidak memiliki latar belakang bidang ini mengaku harus bekerja keras untuk memahami seluk beluk bidang yang menjadi tugasnya. Beruntung, ia adalah sosok pekerja keras dan mau belajar untuk bisa memahaminya. Ia pegang satu keyakinan, bahwa saat pimpinan menugaskannya di tempat ini, tentu memiliki alasan yang kuat dan menganggapnya mampu menjalankan tugas
itu. “Meski saya tidak banyak tahu saat itu, saya kemudian belajar untuk menjadi tahu dan saya tidak ingin ketinggalan dari yang lainnya terutama dari staf saya di kantor,” ujarnya. Penugasan itu ia terima sebagai sebuah tantangan. “Tidak ada dalam kamus hidup saya untuk bilang bahwa saya tidak bisa, melainkan apa yang tidak saya ketahui harus saya mencari tahu,” ujarnya. Iin selalu punya cara menyikapi hal seperti ini. Untuk
Hj. Baiq Noviana Indriari, MM. saat melakukan Monev. kerajinan perak dan mutiara Desa Ungge Lombok Tengah
Inspirasi
Finalis Putri Bali 2014
5
Kunjungi D&I Skin Centre Ada yang berbeda di Klinik Kecantikan D&I Skin Centre, Minggu (2/11). Hiasan balon berwarna pink menghiasi dinding di lantai II. Hari itu sangat spesial, karena Klinik Kecantikan D&I Skin Centre menyambut kedatangan para perempuan cantik yang terpilih sebagai Finalis Putri Bali 2014. Sebelum masa karantina, putri-putri yang cantik ini melakukan berbagai kunjungan. Salah satunya, kunjungan ke Klinik Kecantikan D&I Skin Centre, yang beralamat di Jalan Raya Puputan Nomor 70 Renon, Denpasar.
Hj. Baiq Noviana Indriari, MM., saat terlibat dalam kerja bakti di Bandara Internasional Lombok
gan bidangnya. Buku ini ia sebut sebagai buku pintar yang dibuatnya sendiri dan selalu dibawanya ke mana pun ia pergi. Sebagai orang yang diserahi tanggungjawab bidang perdagangan luar negeri yang menyang-
Memeriksa produk import di salah satu minimarket di Bima
keluar dari ketertinggalan itu, Iin rajin mencari semua sumber informasi mengenai bidang tugasnya dan ia rajin mengklipingnya agar ia tahu dari hal kecil hingga yang besar bidang ini. Sampai-sampai ia membukukan semua hal penting mengenai hal yang berkaitan den-
10 - 16 November 2014
kut ekspor dan impor, Iin tidak boleh salah mengambil keputusan. “Pekerjaan ini mengharuskan saya paham tentang regulasi ekspor-impor, dan untuk itu saya harus tepat dan benar, tidak boleh salah atau pun keliru,” katanya. Tantangan yang diterimanya dengan tangan terbuka itu akhirnya membuat ia kini menguasai bidang tersebut. Atas tanggung jawab pada tugasnya ini, kesibukan Iin menjadi bertambah. Ia rajin turun melakukan sosialisasi dan monitoring ke potensi-potensi ekspor NTB, termasuk ke desa-desa tempat sentra-sentra UKM berada. Biasanya para perajin dari komoditi ekspor NTB banyak yang bertanya tentang kemungkinan-kemungkinan ekspor yang bisa mereka lakukan. Inilah salah satu tugasnya. Sejauh ini menurutnya, banyak calon eksportir di NTB yang masih menjual barangnya antardaerah, belum menjadi ekportir langsung. Karena itulah ia menganggap perlu memberikan pemahaman agar calon eksportir mau melakukan ekspor secara langsung karena keuntungannya menjadi lebih dari segi harga. Lebih dari itu, dengan
melakukan ekspor langsung, para buyers akan mengetahui bahwa barang tersebut berasal dari NTB, bukan dari daerah pengepul sebagai perantara. Tugasnya juga memberi pemahaman dan pembinaan bahwa ketika calon eksportir akan melakukan ekspor barang, maka harus dipastikan mutu dan kualitas barang serta ketersediaan stok barang yang berkelanjutan. “Jika stok barang tidak bisa dijamin, maka buyers tidak akan percaya lagi,” katanya. Beberapa komoditas ekspor seperti perikanan dituntut untuk tepat waktu dan tidak boleh terlambat. Inilah yang membuat Iin beserta dua orang staf lainnya secara bergantian selalu standby 24 jam untuk menandatangani dokumen SKA (Surat Keterangan Asal) sebagai penyerta barang ekspor. Dalam menjalani tugas yang satu ini, ia selalu ditemani sebuah jenset yang standby di ruang kerjanya. “Listrik tidak boleh mati, karena jika itu terjadi bisa mengacaukan proses pembuatan dokumen SKA untuk ekspor khususnya untuk barang-barang yang lekas rusak,” katanya. Ini untuk menjamin barang ekspor tetap terjaga spesifikasinya. Bagaimana tidak, jika dokumen SKA telat maka perjalanan ekspor juga akan telat sehingga barang yang diekspor bisa menjadi tidak sesuai dengan spesifikasi yang diminta pembeli (buah atau ikan misalnya, jika telat maka akan rusak). “Hingga saat ini, baru ada sekitar 22 eksportir NTB yang melakukan ekspor langsung ke negara tujuan, selebihnya masih melalui daerah perantara,” katanya. Untuk itulah, Iin mendorong agar para eksportir dapat melakukan eksport secara langsung tanpa lewat daerah perantara. Selain pengeksport bisa mendapatkan keuntungan lebih besar, daerah juga mendapat keuntungan lain karena dalam SKA-nya akan tercantum NTB sebagai daerah asal barang-barang tersebut. -Naniek I. Taufan
Pemaparan tenteng kesehatan kulit dari dr. I.G.N. Darmaputra, Sp.KK.
S
ebanyak 10 orang finalis Putri Bali 2014 yang dikawal Putri Bali 2013, Ika Kusumadewi dan panitia pemilih an Putri Indonesia Provinsi Bali tiba di Klinik Kecantikan D&I Skin Centre, pukul 17.30. Mereka disambut Direktur D&I Skin Centre Mirah Kristina Agung, S.T, dan pemilik D&I Skin Centre dr. I.G.N. Darmaputra, Sp.KK. Setelah perkenalan, acara kunjungan diawali dengan pembekalan tentang kulit dan kecantikan yang dibawakan dr. IG.N. Darmaputra, Sp.KK. Acara dipandu Mega Duniadji, marketing D&I Skin Centre. Direktur D&I Skin Centre, Mirah Kristina Agung, dalam sambutannya mengatakan, D&I Skin Centre sebagai salah satu klinik kecantikan yang meraih “Best Beauty Clinic” dalam ajang “Bali Best Brand Award 2013” dipercaya panitia pemilihan Putri Indonesia Provinsi Bali memberikan pembekalan tentang kulit dan kecantikan dalam rangkaian seleksi
finalis Putri Bali 2014. “Sebagai klinik kecantikan yang tumbuh dan besar di Bali, D&I Skin Centre merasa ikut bertanggung jawab untuk memberikan pengetahuan yang benar tentang kulit dan perawatannya bagi putri Bali yang nantinya akan bersaing di tingkat nasional dalam pemilihan Putri Indonesia. Semoga pengetahuan yang kami berikan, bermanfaat bagi para finalis Putri Bali. Selain untuk bekal dalam melakukan perawatan kulitnya sendiri dan menjaga kecantikannya, kami berharap, para Putri Bali ini juga bisa menularkan ilmu yang diperoleh kepada teman atau masyarakat sekitarnya,” kata Mirah. Dokter IG.N. Darmaputra, Sp.KK yang juga Dosen dan Koordinator Pendidikan S-1 Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Unud/RS Sanglah dalam pemaparannya menyampaikan, perawatan kulit harus dilakukan secara tepat menyesuaikan dengan jenis kulit. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengenal kulit sendiri agar dapat memilih
Finalis Putri Bali 2014 sangat antusias mendengarkan pemaparan dari dr. I.G.N. Darmaputra, Sp.KK. dan Kadek Ayu Herawati
produk kecantikan sesuai dengan kulitnya. Alumnus dokter spesialis kulit Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, tahun 2009 ini menekankan, perawat an kulit bukanlah proses yang hanya sekali dengan harga mahal. Namun, memerlukan proses yang teratur. “Kulit kita secara alamiah akan selalu berganti. Kulit yang sudah rusak atau kulit mati, akan terus menumpuk di permukaaan kulit, sehingga memerlukan pe rawatan untuk mengangkat sel kulit mati tersebut,” ucap dokter yang menempuh pendidikan cosmetic surgery training di Shanghai-China, tahun 2010 ini. Intinya, ada tiga hal yang ditekankan Dokter Darmaputra, mengenal kondisi dan jenis kulit, pengetahuan dan perawatan yang tepat, serta perawatan secara teratur. Mirah menekankan, D&I Skin Centre hadir dengan konsep beauty for everyone. Artinya, produk dan perawatan terbaik dengan harga terjangkau. “Kami ingin menjangkau semua kalang an, karena semua orang berhak untuk tampil cantik dengan harga terjangkau. Kami harapkan setiap orang dapat terus menjaga kecantikan kulitnya. Harga yang murah bukan berarti produk dan perawatan kami tidak berkualitas. Produk kami diformulasikan sejak tahun 2004 oleh dokter spesialis kulit dr. I G.K. Darmada, Sp.KK (K), yang merupakan a yahanda dari dr. I G.N. Darmaputra, Sp.KK. Kini, dr. I G.N. Darmaputra, Sp.KK. yang melanjutkan dan mengembangkan formulasi produk kecantikan dari D&I Skin Centre,” ujarnya.
Finalis Putri Bali 2014 bersama dr. I.G.N. Darmaputra, Sp.KK. dan keluarga
Menurut Mirah, I G.N. Darmaputra, Sp.KK. telah menjadi member of Dermatology and Aesthetic Surgery International League (DASIL) dan member of Asia Pasific Academy of Cosmetic Surgery. Selain sebagai pengurus BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali, dr. Darmaputra, rutin berkontribusi untuk Beauty Tips Imvee Magazine, tabloid Tokoh, Koran Fajar Bali, dan DETIK.HEALTH (detik. com) - media online terbesar di Indonesia). Selain pemaparan dr. I G.N. Darmaputra, Sp.KK., ada juga materi lain dari Kadek Ayu Herawati tentang sulam alis, sulam biPutri Bali 2013 Ika Kusumadewi bir, dan sulam eyeliner. bersama dr. I.G.N. Darmaputra, Sp.KK. dan keluarga Menurut Herawati, jika masyarakat berkenan untuk ka terlihat sangat antusias men menambah alis lebih tebal, bibir dengarkan dan mengajukan beyang lebih merah merekah, dan berapa pertanyaan yang intinya kelopak mata yang lebih lebar, lebih banyak cara menjaga ke dapat melakukan sulam ini di halusan kulit wajah. Sementara, Putri Bali 2013, D&I Skin Centre. Teknik ini Ika Kusumadewi menyambut tidaklah sesakit yang dibayangbaik acara kunjungan langsung kan. Ada dua konsumen yang dihadirkan sebagai model yang dan mendapatkan pemaparan dari klinik kecantikan ini. Ia me juga memberi kesaksian. Pemaparan dr. I G.N. Darma ngatakan, mendapatkan banyak putra, Sp. KK. dan Kadek Ayu manfaat bagaimana cara menHerawati sangat menarik bagi jaga dan merawat kulit wajah para finalis Putri Bali 2014. Mere untuk sehari-hari. Ia juga sempat berbagi kisah, saat dalam pemilihan Putri Bali 2013, belum ada kunjungan langsung seperti itu. “Kami hanya mendapatkan pemaparan saat karantina. Menurut saya, hal ini sangat bagus memberi banyak ilmu bagi para finalis,” ucapnya. Setelah acara tanya-jawab selesai, dilanjutkan dengan foto bersama. Salah seorang finalis Putu Sandra menyatakan beruntung sekali ikut dalam pemilihan Putri Bali, karena banyak mendapatkan ilmu dan menambah wawasanKadek Ayu Herawati memberi pemaparan tentang sulam alis, bibir, nya. –ast dan eyeliner
4
Inspirasi
10 - 16 November 2014
Yohana Susana Yembise
Kemajuan Wanita Terhambat Tradisi Suasana begitu mengharukan begitu Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Keluarga Sejahtera, dibagikan kepada para ibu di Kantor Pos mampang, Jakarta Selatan. Para ibu menangis bahagia sembari mengucapkan terima kasih. Bahkan saking bahagianya, seorang ibu sambil menangis lantas memeluk erat Yohana Susana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Bu menteri yang juga ikut larut dalam suasana haru, membalas pelukan itu dengan hangat sembari menepuk-nepuk punggung si ibu.
I
a berharap melalui program ini akan meningkatkan pemberdayaan perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga. “Program seperti ini membantu sekali. Saya berharap uangnya dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan-kebutuhan yang tepat guna dan tepat sasaran,” kata Yohana. Aktif dalam kegiatan memberdayakan perempuan memang bukan hal yang baru baginya. Sejak di Papua, Yo, begitu nama akrab Professor Wanita Pertama dari Papua itu disapa, sudah aktif di berbagai kegiatan kemasyarakatan. Karenanya ia tak canggung ketika berhadapan dengan para ibu yang tak mampu. Berbicara tentang pemberdayaan perempuan, ia pun lantas menyinggung tentang masih tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan di Indonesia Timur. Di Papua, misalnya, perempuan masih diperlakukan di luar batas kewajaran. Hal ini tak boleh terus dibiarkan, harus ada perbaikan. Menurutnya, masalah budaya juga ikut berpengaruh terhadap kondisi ini. Di Papua, katanya, bagi wanita yang sudah menikah harus selalu tunduk pada suaminya. Mereka tidak bisa melakukan kesibukan di luar rumah. “Mereka harus tinggal di rumah, urus anak, urus keluarga. Tidak bisa punya kesibukan di luar rumah, kalau
Yohana
itu dilakukan berarti melanggar aturan,” ungkap wanita kelahiran Manokwari, Papua Barat, 1 Oktober 1958. Yohana sendiri yang sejak kecil didik ayahnya untuk menjadi wanita maju, tidak bisa menerima itu sepenuhnya. Ia ingin tetap memiliki kegiatan di luar rumah namun tidak melupakan kewajibannya mengurus keluarga. Niatnya ini tentu tidak mudah, ia harus berjuang keras agar keinginannya itu tercapai. “Saya harus tabrak ‘tembok’ kalau tidak saya tidak bisa menjadi professor seperti sekarang ini,” ungkap anak kedua dari 11 bersaudara ini. Didikan keluarganya tentang pentingnya pendidikan begitu melekat dalam dirinya. Dia ingat benar bagaimana ayahnya yang mendorong semua anaknya (11 orang) untuk maju di bidang pendidikan. Bahkan untuk anak perempuan, ada pesan tambahan dari ayahnya, y a k n i , h a rus mampu mandiri dan untuk itu harus memiliki ‘modal’ pendidikan.
“Ayah berbicara begitu karena telah melihat bagaimana adat di daerah kami sehingga membuat perempuan tidak bisa mandiri. Itu sebabnya beliau tekankan kepada kami semua, anak-anak perempuan, agar sekolah yang baik dan bekerja supaya menjadi perempuan mandiri,” ujarnya. Untuk mewujudkan itu, tentu bukan hal mudah. Meski orangtuanya mendukung anak perempuan harus maju, namun tidak demikian dengan budaya setempat. Apalagi untuk wanita yang telah menikah. Di Biak misalnya, pria yang ingin menikah harus memiliki mas kawin yang besar. Karena itu mereka (laki-laki) berpikir kalau sudah menikah, sudah membayar mahal, maka perempuan harus tunduk padanya. Di Biak, tambahnya, dikriminasi itu masih sangat terlihat. “Tradisi menghambat perempuan untuk mengapai kemajuan karier lebih jauh. Mungkin karena berpikir, wanita pada akhirnya akan kembali ke dapur. Tapi saya menolak itu. Saya berjuang menyingkirkan semua hambatan untuk mencapai puncak karier saya,” kata peraih penghargaan ‘Tuto Thansen and Fainting Alumni Awards 2014’ dari Newcastle University, Australia. “Setiap perempuan dapat maju asalkan diberi kesempatan,” tambah istri Leo Danuwira ini. Yohana sendiri setelah menikah masih tetap melanjutkan pendidikannya di Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Cendrawasih . Ia mengambil Program Studi Bahasa Inggris jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Semasa kuliah, ia juga aktif sebagai asisten dosen selama tiga tahun sebelum akhirnya menjadi dosen tetap tahun 1987. Lewat program beasiswa, ia mengambil S2 di Fakultas Pendidikan Simon Fraser University British Colombia, Canada, dan meraih Master of Art tahun 1994. Sedang pendidikan S3 nya diraih di Australian School of Language and Media University of Newcastle, New South Wales, Australia, tahun 2007. Di luar itu, ibu dari Marcia, Dina Maria dan Bernie, memiliki beragam kesibukan baik saat masih kuliah maupun setelah bekerja. Ia pernah menjadi Diplomat Applied Linguistic TEFL (Dip. TEFL) dari Regional English Lan-
guage Centre (RELC), SEAMEO Singapore. Ia juga dipercaya sebagai ketua tim seleksi guru bahasa Inggris SMP, SMK, SMA di Kabupaten Merauke untuk persiapan pengiriman guru bahasa Inggris ke Sunshine Coast University Australia. Serta menjadi anggota Joint Selection Team (JST) Australian Development Scholarship beasiswa ADS/USAID tahun 2011. Saat masih sekolah ia juga aktif di bidang kesenian yang disponsori Badan Kesenian daerah Kabupaten Paniai di Nabire, juga pernah menjadi Wakil Ketua KNPI Kab Paniai tahun 1984. Dengan capai-capaian itu, bisa dibilang Yo bukan saja berhasil memecahkan stigma cultural masyarakat tentang perempuan yang telah menikah tapi juga membuktikan bahwa pemikiran wanita harus tunduk kepada suami tidak selalu bisa diberlakukan. Apalagi berkat kerja kerasnya ia juga membuktikan bahwa wanita bisa maju asalkan diberi kesempatan. Berbagai penghargaan yang diterimanya dari dalam maupun luar negeri, merupakan salah satu buktinya. Keberhasilannya meraih professor doctor bidang Silabus Desain dan Material Development pada November 2013, merupakan pembuktian lainnya. Dia menjadi wanita pertama Papua yang berhasil meraih gelar professor. Dan kini, ia pun menjadi wanita pertama Papua yang menjadi menteri. Sikap cinta pendidikan ini juga dia tularkan kepada ketiga anaknya, Marcia, Dina dan Bernie. Marcia yang kini berusia 27 tahun, telah memperoleh gelar master di bidang teknologi informasi dai Universitas Loyola di Chicago, AS dan kini bekerja di PT Freeport Indonesia, sedang Dina Maria kuliah di University of Cambridge, Inggris, sedang Bernie masih SMA. Yo mengaku, meski kesehariannya begitu sibuk, namun ia masih menyempatkan diri untuk memasak di kala senggang. Salah satu hobinya adalah mencoba resep-resep masakan yang baru didapatnya. “Saya suka memasak. Jadi, kalau ada waktu senggang, saya pasti masak. Kadang mencoba resep dari teman,” ujar penyuka coto makasar ini.
WANITA PENANTANG BADAI Terpilihnya Yohana Susana Yembise sebagai salah satu menteri Kabinet Jokowi-JK, mengejutkan banyak orang, khususnya masyarakat Papua. Pasalnya, namanya nyaris tak terdengar sebagai salah satu calon yang bakal dipilih sebagai menteri, apalagi pada masa itu banyak orang Papua yang datang ke Jokowi untuk mengajukan calon menteri dari wilayahnya. Tapi ternyata Jokowi justru menunjuk Yohana sebagai menteri. Yohana sendiri mengaku sangat terkejut atas penunjukkan itu. Ia sungguh tidak mengira, apalagi memang namanya pun tak pernah disebut-sebut sebagai calon menteri. “Seperti orang Papua lainnya, saya pun terkejut dengan ini. Presiden percayakan jabatan itu pada saya, dan saya katakan siap,” ujarnya. Selain itu, ungkapnya terus terang, dirinya pun senang karena mendapat kehormatan menjadi wanita pertama dari Papua yang ditunjuk menjadi menteri. Ia mengaku merasa tertantang dengan jabatan yang baru diembannya. “Saya melihat, kita di Indonesia masih sangat jauh dari kesetaraan gender. Itu tugas kita. Saya merasa ditempatkan dengan tantangan yang luar biasa dan ini sungguh tidak mudah, terutama menyangkut adat istiadat dan agama,” katanya. Teman dan keluarga Yohana pun mengaku terkejut bercampur senang dengan terpilihnya wanita enerjik ini sebagai menteri. Bagi mereka ini merupakan penghargaan kepada perempuan Papua secara keseluruhan, sekaligus memberi harapan bahwa menjadi seorang menteri bukan hanya dominasi laki-laki tetapi juga terbuka kesempatan bagi perempuan Papua yang memiliki kecerdasasan dan professional. Teman-temannya berkeyakinan Yo mampu mengemban tugasnya dengan baik, karena itu sudah dibuktikannya dalam kiprahnya selama ini. Ia pekerja keras dan disiplin. Yo adalah seorang wanita Papua yang kuat yang mampu mengatasi segala hambatan untuk membuka jalan bagi prestasinya. Ia adalah wanita yang berani menantang ‘badai’,” ucap Lien, temannya. -Diana Runtu
10 - 16 November 2014
Mandalika
21
Makan Bubur untuk Tolak Bala
Di suatu sore, anak-anak ramai berkumpul di halaman rumah Muhammad Amin, salah seorang warga di Bima Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. Mereka berbondong-bondong datang dengan membawa sendok masing-masing. Celoteh anak-anak ini ramai menanti bubur yang tengah disiapkan oleh pemilik rumah. Aktivitas makan bubur ini menjadi salah satu momen yang dinantikan oleh anak-anak, khususnya di Desa Rato Bima.
I
ni menjadi semacam kebiasaan yang telah lama dilakukan warga di sini sebagai ungkapan rasa syukur saat mendapat keberuntungan atau hal menyangkut kebaikan lainnya. Di samping itu, doa untuk anggota keluarga yang telah meninggal juga dilakukan acara makan bubur ini manakala keluarga mengingat almarhum atau almarhumah. Makan bubur ini bisa dilakukan sewaktu-waktu di hari Jumat pagi atau Kamis sore, karena tidak membutuhkan persiapan khusus. Makan bubur ini di Bima dikenal dengan sebutan “ngaha kawiri”. Ngaha artinya makan, sedangkan kawiri artinya bubur. Makan bubur seperti ini biasanya dilakukan masyarakat juga untuk tujuan tolak bala. Makan bubur adalah cara syukuran sederhana, karena biasanya untuk hajatan besar, warga biasanya menggelar syukuran yang diikuti oleh para orang tua. Ada pula yang menyelenggarakan keduanya. Syukuran bubur santan yang diikuti oleh anak dan syukuran yang diikuti oleh dewasa. Makan bubur sebagai tolak bala pernah dilakukan pada saatsaat ada kejadian luar biasa yang terjadi di kampung ini. Misalnya ketika beberapa tahun lalu gempa besar mengguncang desa ini. Gempa itu datang selama beberapa hari yang membuat warga sempat tinggal di tenda-tenda yang sengaja dibuat di halaman rumah masing-masing akibat takut rumah mereka roboh karena guncangan. “Saat itu, warga menyelenggarakan acara makan bubur hingga ke perempatan jalan di sekitar
kampung dan hampir semua kampung di sini menyelenggarakan makan bubur kala itu,” kata Damayanti, salah seorang warga Desa Rato yang juga kerap menyelenggarakan makan bubur bagi anak-anak ini. Acara makan bubur kala itu dilakukan secara berkelompok. Pernah pula pada beberapa bulan lalu, ketika ada seorang warga yang meninggal dan dianggap tidak wajar, masyarakat di kampung ini juga melakukan acara makan bubur. Di rumah-rumah keluarga besar yang meninggal dunia, serentak pada hari kedua hingga hari keempat kematiannya dengan melakukan kegiatan makan bubur. “Bahkan orang di kampung ini juga turut mendoakan almarhum dengan menggelar acara makan bubur,” kata Hj. Etam, warga lain yang biasa dituakan oleh warga di sini. Pen yel en gga r a a n ma ka n bubur ini dilakukan dengan san-
gat sederhana, tidak membutuhkan persiapan seperti orang selamatan. Makan bubur biasa dilakukan selain untuk tolak bala, juga ketika ada sanak famili atau keluarga yang baru sembuh dari sakit. Selain itu, segala hal baik yang diterima biasanya diungkapkan lewat syukuran sederhana makan bubur santan ini. Seperti akan ada hajatan pernikahan, masuk rumah baru hingga hal-hal baik lainnya. Meski tidak seramai dulu, makan bubur masih kerap dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur karena tidak membutuhkan persiapan khusus yang detil seperti acara selamatan lainnya. Cukup memasak bubur santan lalu dihidangkan pada tamu yang hampir seluruhnya anak-anak, maka acara syukuran khas ini pun bisa dilakukan. Waktu makan bubur biasanya dilakukan sepagi mungkin di hari Jumat, saat anak-anak belum berangkat ke sekolah, sekitar pukul 06.00. Mengundang anak-anak dilakukan secara tidak resmi. Cukup mendatangi rumah-rumah di pagi hari itu untuk mengabarkan ada acara makan bubur, maka anak-anak akan berlomba-lomba datang membawa sendok masingmasing. Selain di Jumat pagi, hari baik lain untuk menggelar acara makan bubur ini juga dilakukan pada Kamis sore. “Makan bubur Hari Kamis sore lebih ramai didatangi anak-anak, bahkan dari kampung-kampung sebelah juga turut datang meramaikan,” ujar Rina, warga lainnya. Acara makan bubur menjadi lebih semarak karena usai makan bubur, anak-anak yang ikut yang kebanyakan berusia 3 tahun-9 tahun ini mendapat pembagian uang dari yang menyelenggarakan
Tradisi makan bubur yang dilakukan anak-anak di NTB
acara. “Uangnya tidak banyak, sekadar sebagai uang belanja bagi anak-anak sebagai bentuk terima kasih yang berhajat atas doa anak-anak tersebut dari apa yang mereka hajatkan,” ungkap Hj. Etam. Saat penyelenggaraan makan bubur, tidak dilakukan di dalam rumah melainkan dilakukan di halaman atau teras rumah orang yang berhajat. Bubur juga tidak dimakan menggunakan piring-piring melainkan ditempatkan pada sebuah wadah besar, seperti nampan atau pun nare berukuran besar. Dengan alas daun pisang pada nampan atau nare, aroma khas bubur santan ini menggoda selera. Di sinilah kekhasan acara syukuran ini, pesertanya anak-anak dan cara makannya dilakukan dalam sebuah wadah yang dimakan bersama-sama. Anak-anak akan duduk mengelilingi nampan atau nare itu untuk menikmati sajian bubur yang
biasanya masih panas itu secara bersama-sama. Dalam satu wadah nampan bubur, biasanya dimakan oleh sekitar empat sampai enam anak. Hanya bubur yang dimakan oleh anak-anak ini, tanpa laukpauk atau sayur atau hidangan lainnya. Mereka akan asyik sendirisendiri menikmati bubur tersebut dengan tertib. Meski semua masih anak-anak, mereka tidak pernah berebutan bubur yang dimakan itu. Suasana sesaat akan hening ketika usai berdoa anak-anak ini diam menikmati bubur. Namun beberapa saat setelah makan bubur selesai, hiruk-pikuk suara anak-anak mulai terdengar ketika acara bagi uang dilakukan. “Bagi uang ini juga dimaknai sebagai sedekah,” ungkap Hj. Etam. Dari kegiatan beramai-ramai ngaha kawiri ini juga menjadi ajang berkumpulnya anak-anak satu RT atau bahkan satu RW untuk berinteraksi satu sama lain. –Naniek I Taufan
Metropolitan
22
10 - 16 November 2014
Legend of Bali Berjaya di ‘Jakarta Cosplay Parade’
Mengeluarkan uang demi hobi, mengapa tidak? Bagi sebagian orang mengeluarkan uang untuk membiayai kegemarannya, bukan masalah. Malah ada yang rela merogok kocek hingga berjuta-juta rupiah asalkan bisa menjalankan hobinya. Itu juga yang terjadi pada para cosplayer yang demi hobinya rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk tampil menyerupai tokoh tertentu.
“B
iayanya lumayan besar namun karena sudah hobi, tidak masalah,” ungkap Delian Kurniasari, salah satu peserta ‘Jakarta Cosplay Parade’ yang digelar Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, akhir pekan lalu. Delian bersama kelompoknya dalam event akbar ini, mengangkat tokoh-tokoh legenda Indonesia. Ia menampilkan Legend of Bali: Barong Vs Rangda, dan memerankan Rangda Si Ratu Leak, sementara temannya menjadi Barong. Dalam mitologi Bali, Rangda adalah ratu para leak. Selain Rangda dan Barong, teman Delian lainnya menampilkan tokoh pewayangan sepert i Gatotkaca, Bima, War kudoro, dan Antareja, putra sulung Bima. Antareja ini tidak terdapat dalam Mahabharata karena me rupakan asli ciptaan para pujangga Jawa. Delian mengaku, mereka memang sengaja memilih tokoh-tokoh legenda Indonesia bukan hanya karena tema event tersebut adalah Rising of Indonesian Legend tapi juga karena mencintai budaya Indonesia. “Kami ingin karakter tokoh legenda Indonesia, superhero Indonesia, bisa mendunia dan dicintai oleh generasi muda,” ungkap Delian yang bersama teman-temannya menghabiskan biaya sekitar Rp 1-2 juta per kostum. Bagi penghobi, baik Delian juga
cosplayer lain, mengobankan uang dan waktu demi hobi adalah hal biasa. Apalagi untuk tampil di event sebesar ‘Jakarta Cosplay Parade’ yang juga dihadiri oleh cosplayer mancanegara seperti, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dll. Mereka berusaha tampil sebaik-baiknya karena event ini bukan sekadar hiburan biasa melainkan ada kompetisi di dalamnya. Ada sejumlah kategori yang dilombakan di antaranya; perorangan karakter Indonesia, kelompok karakter Indonesia, parade Eastern, Western, Best Performance, Best Costume, Best Armor, dll. Mereka dinilai bukan hanya kostumnya tapi juga aksi dan ekspresinya saat memerankan tokoh tersebut. ERANYA KREATIVITAS Ada 1026 cosplayer ikut ‘berlaga’ dalam ajang ini. Jadi bisa dibayangkan betapa ramainya Taman Monas kala itu. Tokoh-tokoh legenda Indonesia, Barat dan Timur, tumplek-bleg di Monas. Seolah-olah semua tokoh yang biasanya kita lihat lewat televisi, komik, anime, film, tampil nyata, lengkap dengan aksi-aksinya. Tentu saja masyarakat pun tak mau melewatkan per tunjukan ‘langka’ ini. Sejak siang mereka ber bondong-bondong membanjiri Monas, padahal saat itu acara belum dimulai. Para cosplayer masih bersiap-siap, sementara sebagian melakukan pendaftaran ulang.
10 - 16 November 2014
Sosialita
3
Byang Mangku Hipno
Menikmati Tarian Roda Kehidupan PEMBANGKITAN ENERGI QUANTUM UNTUK KETENANGAN DAN PENYEMBUHAN DIRI
Hidup itu haruslah memberi manfaat, sehingga dimana pun kita berada kehadiran kita selalu diharapkan dan keberadaan kita selalu memberi v ibrasi bahagia serta menguntungkan bagi siapapun. Jika mampu memberi senyuman yang membangkitkan kedamaian rasa, mengapa harus menebarkan derita bagi sesama.
“T
Delian (nomor dua dari kiri) memerankan Rangda si Ratu Leak
Acara itu sendiri baru dimulai sore hari, saat ribuan penonton sudah berjejal di seputar areal kompetisi. Sebagian penonton tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, mereka pun ‘berburu’ tokoh-tokoh unik untuk ber-selfie ria. Walhasil, tokoh Spiderman, Batman, Transformer, Power Ranger, Ksatria Baja Hitam, dll, mendapat ‘pekerjaan tambahan’ melayani permintaan foto para penonton. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman, meski acara ini mengadaptasi budaya luar, namun pihaknya berupaya menampilkan budaya tradisional yang dikemas secara modern. “Ini adalah cara Pemprov DKI memperkenalkan budaya Indonesia. Melalui tokoh legenda nusantara, diharapkan gener asi muda lebih mengenal karakter lokal. Selama ini, para cosplayer umumnya lebih memakai kostum komik dari negara lain. Padahal karakter legenda Indonesia tak kalah menariknya,” ucap Arie
Beginilah aksi para cosplayer
seraya berharap melalui acara ini para pelaku industri kreatif, khususnya yang menggeluti bidang cosplay, menjadi makin bersemangat dan lebih kreatif. “Kegiatan ini untuk memberikan apresiasi juga motivasi pada cosplayer Indonesia untuk mengembangkan kreativitasnya, sekaligus mempromosikan Jakarta sebagai destinasi pariwisata dan budaya,” tutur Arie yang belakangan ini sangat sibuk menggelar berbagai event untuk mendongkrak pariwisata Jakarta. Budaya cosplay yang sekarang sedang digandrungi sebagian anak muda, khususnya di Jakarta, mulai dikenal di Indonesia di tahun 2000-an, seiring dengan maraknya serbuan komik-komik asing khususnya asal Jepang. Di negeri Sakura sendiri, budaya wasei-eigo (cosplay) ini tumbuh subur sejak tahun 1970-an. Cosplay merupakan gabungan kata cos (costume atau kostum) dan play (bermain). Yang artinya,
tkh/ist
bermain dengan menampilkan karakter tokoh yang ada dalam komik, dongeng, animasi, video game, lengkap dengan kostum, aksesoris dan aksinya. Di Indonesia, budaya cosplay tumbuh subur seiring dengan makin banyaknya komunitas cosplay di kota-kota besar. Namun, karena budaya ini diadaptasi dari luar, khususnya Jepang, maka kebanyakan cosplayer Indonesia lebih mengenal tokoh-tokoh asing, ketimbang tokoh dalam negeri. Padahal Indonesia sendiri memiliki cukup banyak tokoh legenda yang dapat diadaptasi dalam budaya cosplay. Maka tak salah kalau dalam event akbar yang baru pertama kali digelar Pemda DKI Jakarta ini, mengangkat tema tokoh-tokoh legenda Indonesia. Maksudnya agar para cosplayer muda lebih mengenal tokoh dari negeri sendiri. Harapannya, dengan mengenal tokoh-tokoh nusantara dan memopulerkannya berarti juga ikut melestarikan budaya nusantara. Hal tersebut sesuai dengan harapan Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang disampaikan ketika menerima para cosplayer di Balai Kota Jakarta. “Ini merupakan momentum untuk mengingatkan kembali bahwa Indonesia juga memiliki karakterkarakter yang tak kalah hebatnya dibanding dari luar,” ucap Ahok. “Saat ini adalah eranya kreativitas. Dunia makin lama makin mengarah ke sana. Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan masyarakat menjadi makin terpacu untuk berkreasi,” ujar Ahok. Dia berharap, dengan meningkatnya kreativitas di kalangan masyarakat, dalam jangka pendek, Jakarta bisa menjadi tempat berbagai kreativitas, tempat impian orang-orang yang punya imajinasi untuk menciptakan sesuatu. “Jika itu terwujud, lalu untuk apa harus keluar negeri? Kita ini adalah bangsa besar, bangsa kreatif yang mampu menciptakan banyak hal,” tegasnya. –Diana Runtu
iap orang berhak atas sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang lalu berbahagia, mari kita ambil kesempatan bahagia itu dengan mempositifkan pikiran dan perasaan, selalu menjadikan diri berubah dan setiap perubahan yang terjadi haruslah ke arah positif,” ujar Byang Mangku Hipno Inten yang memiliki nama lengkap Anak Agung Sagung Inten, S.E., CH., CHt., MNNLP. Sebagai seorang pengu saha yang mempekerjakan banyak orang disamping sebagai penekun spiritual modern universal, praktisi ilmu metafisika, ilmu hypnosis hypnotherapy, hypnobeauty, ilmu prana, dan power human energy, ia memiliki kemauan dan kemampuan untuk selalu berkembang dan mengikuti perubahan pola pikir, pola rasa, pola tindak yang terjadi di masyarakat. Perubahan ini menjadi penting karena di tiap masa pasti terjadi perkembangan pemikiran, pengetahuan, jenis penyakit dan faktor penyebabnya. Di era globalisasi ini, ketika mengambil posisi sebagai penebar pengetahuan, pencerah kesadaran, penyembuh melalui pelayanan umat dan sebagai perpanjangan tangan Tuhan dengan menjadi profesional healer maka wajib selalu belajar baik melalui buku–buku pengetahuan. Byang Mangku juga belajar dari setiap kejadian sebagai guru suci, bersyukur atas masa yang telah lewat apapun bentuknya, bekerja keras dan bekerja cerdas saat ini serta selalu memberikan ruang dan waktu kepada diri sendiri berdoa untuk masa depan lebih baik. “Konsep sebuah keberhasilan untuk menjaga dan menjadi sehat, sukses, keberlimpahan harta dan kasih sayang adalah selalu larut dalam perubahan positif dengan setiap saat menambahkan ilmu pengetahuan yang dimiliki sebagai cara menjaga kesucian diri dan menjaga kebenaran dengan tidak menyimpang dari
norma hukum, norma agama, norma kesusilaan dan norma kesopanan. Nilai-nilai keindahan akan muncul dan memancar dari dalam diri dan vibrasinya berhasil mengubah dan menarik siapapun yang berada di sekitar kita, sehingga kita secara alamiah bisa memberi pengaruh dan mampu mengubah keluarga ke arah lebih baik, lingkungan sekitar bahkan memiliki peluang mengubah dunia,” imbuh ibu 3 anak, L. G. Rara Bianca Sarasaty, S.T., G. R. Nadine Tracy dan Ngr. Gede Pangeran Daffa Waisnawa ini. KOLABORASI BERSAMA GURU MANGKU HIPNO Setelah melakukan perjalanan panjang keliling wilayah Indonesia memberikan pembelajaran revolusi mental untuk membobol mental block, pencerahan spiritual psikologi dan penyembuhan massal, kini Byang Mangku Hipno Inten akan berkolaborasi dengan s u a m t e rcinta, Guru M a n g k u H i p n o . “Kami akan mengadakan pelatihan pembangkitan energi quantum Brahmakunta untuk mencapai ketenangan dan penyembuhan diri,” ujarnya. Pelatihan ini sangat penting bagi setiap pribadi untuk memberikan ruang kepada dirinya menemukan ketenangan batin yang paling dalam dan membangkitkan potensi dahsyat dirinya menjadi penyembuh karena faktanya tiada penyembuh yang lebih baik daripada diri sendiri. Sesungguhnya orang lain siapapun mereka apapun keahlian dan profesinya hanyalah pemicu kesembuhan melalui cara menyugesti yang dimilikinya. Ada yang menyugesti dengan obat, rapalan mantra, ramuan, sentuhan atau pijatan, dan
kata-kata. Semuanya bertujuan baik yaitu membuka dan menemukan kesadara n diri seseorang bahwa waktu sembuhnya telah tiba. Namun, jika seseorang telah disugesti dengan cara apapun tapi dirinya sendiri tidak meyakini dan mengikuti saran saran yang diberikan maka kesembuhan makin jauh. Apalagi bagi penderita sakit yang masih memiliki pola lama dalam cara pandang mengatasi sebuah derita ataupun penyakit, masih suka menuduh bahwa sakit seseorang lebih banyak disebabkan oleh faktor luar seperti sakit karena black magic, karang/tetaneman, dll. Sesungguhnya pola seperti ini biasanya hanya membuat terhambat dan gagalnya introspeksi diri si penderita terhadap dirinya sendiri mengapa bisa sakit, apakah salah dalam olah pikir, salah olah rasa ataukah salah mengolah tubuh. “Hal ini menjadi sangat pen ting karena setelah pengalaman kami berpraktek puluhan tahun merevolusi mental block dan telah menyembuhkan ribuan pasien baik dari wilayah Indonesia bahkan sampai mancanegara seperti Singapura, India, UEA, Prancis, Filipina, Korea, dan Australia, ternyata banyak pasien yang salah menemukan sistem dan cara penyembuhannya sehingga penyebab sakit utamanya tidak pernah tersentuh. Hal ini dapat menjadi psikologi traumatis dan memicu sakit psikosomatis yang di zaman ini hampir 70% menjadi sumber penyakit,” ujar Byang Mangku Hipno. Ia menyitir pepatah bijak yang mengatakan “Ketika menderita penyakit baik dengan keluhan penyakit pikiran, penyakit perasaan ataupun penyakit tubuh, Sebaiknya yang dituju adalah penyembuh yang memberi kesembuhan secara tuntas, dan bukan menuju pengobat yang hanya bisa mengobati namun tak mampu menemukan cara menyembuhkan”. Pernah ada orang yang sakit dengan berbagai keluhan. Ia sudah mencoba berbagai metode pengobatan. Karena telah putus asa akhirnya ia dan keluarganya datang ke Brahmakunta Center. “Dalam waktu yang sangat cepat dengan metode katarsis dan tes power human energy serta melakukan pendekatan NLP, kami berhasil mengidentifikasi sumber penyakitnya yaitu masalah ekonomi. Ia banyak hutang, bingung cara membayarnya. Kami sarankan si penderita menemui ahli perencanaan keuangan. Beberapa bulan berikutnya orang ini datang ke Center dengan wajah cerah, sehat bugar dan mengucapkan terimakasih telah menyelamatkannya,” kenang Byang Mangku Hipno.
ENERGI QUANTUM UNTUK PENYEMBUHAN DIRI Metode yang digunakan Byang Mangku Hipno bersama suami sangat sederhana. Mereka menganalisa pemicu sakitnya mengunakan penelusuran neuro linguistik atau bahasa otak. Setelah menemukan sumbernya, mereka mengubah pola pikir, pola rasa, dan pola tindak si penderita dengan memasukkannya ke area bawah sadar. Di area ini semuanya menjadi terbuka, area ini merupakan zone ikhlas yaitu sebuah wilayah di hati yang bersifat “quantum” dan dirindukan para pencari kebahagiaan maupun pencinta ilmu pengetahuan. Zona ini diyakini berisikan segala kebutuhan hidup manusia bagai mata air sumber kecukupan alam semesta. Para ahli pikir dan ilmuan menyebut wilayah ini dengan berbagai nama seperti zero point field, A field, unified field, marphogenetic field, Akashic field, collective unconscius, super consciusness, hingga divine matrix. Zona itu dapat diakses oleh manusia dengan kunci rahasia berupa hati ikhlas, rela berserah kepada Sang
Pencipta. Dengan jiwa yang diliputi rasa syukur dalam menerima berkah penciptaan, sabar menjalani proses kehidupan, yakin akan wujud kasih sayangNya, tenang dalam merespons semua kejadian, dan bahagia menikmati tarian roda kehidupan. Dalam irama gelombang otak dan jantung yang selaras. “Semua ini akan kami kupas tuntas berikut kegunaannya dalam workshop “PEMBANGKITAN ENERGI QUANTUM BRAHMAKUNTA UNTUK KETENANGAN DAN PENYEMBUHAN DIRI”. Para peserta akan dituntun detik demi detik mengalami transformasi diri, mengubah pola hidup, memperbaiki karakter dan merevolusi mental sehingga mendapatkan pencerahan, penyadaran secara langsung oleh pakar power human energy, hypnosis, prana, Heado theta, neuro linguistic programmer, dan motivator spiritual psikologi dan pencapaian serta pendiri GMH Institute dan Komunitas Brahmakunta yang juga merupakan profesional healer, GMH KG Suatmayasa SH., CH., CHt., MNNLP yang dikenal dengan nama panggilan Guru Mangku Hipno. Workshop yang telah berhasil menjadikan ribuan peserta berubah lebih baik di seluruh wilayah Indonesia ini, dihadirkan khusus untuk Anda di Bali. Terbuka bagi umum, usia minimal 7 tahun, dan bisa mendengar dengan baik. Workshop ini diperuntukkan khusus bagi mereka yang telah bosan sakit ataupun menderita serta ingin menemukan jati diri serta berani mengambil langkah maju untuk kehidupan masa depannya. Ada bonus bagi seluruh peserta di sesi terakhir berupa “Hypnotherapy Gratis” secara bersama-sama.
Pembangkitan energi quantum Brahmakunta
WORKSHOP “PEMBANGKITAN ENERGI QUANTUM BRAHMAKUNTA UNTUK KETENANGAN DAN PENYEMBUHAN DIRI “
HARI : MINGGU, 16 NOVEMBER 2014 TEMPAT : GEDUNG PWI BALI, JL GATOT SUBROTO LUMINTANG DENPASAR WAKTU : 15.00 S.D. 17.00 WITA HARGA TIKET : HANYA RP 350 RIBU. INFO LENGKAP DAN TEMPAT PENDAFTARAN: BRAHMAKUNTA CENTER, PERUMAHAN GUNUNG SARI INDAH, JL TUKAD BUANA 1 NO. 61 KEBO IWA UTARA. TELP. (0361)8442823, (0361)7112404, PIN BB 7FB63D85, FB GURU MANGKU HIPNO.
TIKET JUGA DAPAT DIPESAN DAN DIANTAR MELALUI: 1. 085238640217 (JRO ABUCK) 2. 08563800133 (JRO ANTA) 3. 081999205505 (JRO GUS KIKO CH) 4. 085 738818906 (JRO SWANDRA CH) 5. 08123988724 (JRO AYUK) 6. 085935051555 (JRO MULYAWAN)
DAFTAR SEKARANG JUGA!!!
2
Ekspresso
10 - 16 November 2014
DAri daPUr Redaksi
Beranjak Dewasa
Minggu, 9 November 2014, Tokoh tepat berusia 16 tahun. Jika diibaratkan manusia, Tokoh dalam masa peralihan dari anak-anak ke remaja. Masa transisi yang sangat rentan. Tetapi, berkat kesolidan dan semangat “ We are Superteam”, kami berhasil melalui masa transisi ini. Memasuki usia 16 tahun, Tokoh belajar dari pengalamanpengalaman sebelumnya. Apa yang bagus kami teruskan, apa yang kurang kami lengkapi. Semua terangkai menjadi satu kesatuan dalam proses menuju kedewasaan. Bagi kami, semua yang kami jalani ada hikmahnya. Jalinan relasi kami perkuat. Kawan lama yang hampir terlupakan kami rangkul kembali. Kawan yang sangat dekat kami jaga. Kami ingin berada dalam track yang tepat untuk mewujudkan semua tujuan. Saat terbit pertama kali 9 November 1998, Tokoh meng
usung konsep “Tabloid Berita Mingguan Khas Tokoh” dengan moto “Mengungkap Langsung dari Sumbernya”. Sejak 1 Januari 2002, format Tokoh berubah dari kertas ukuran tabloid menjadi ukuran koran, dengan moto “Tokoh Koran Wanita Bacaan Keluarga”. Segmen wanita yang sangat prospektif menjadi jangkauan kami. Tokoh pun mengubah motonya dari “Tokoh Koran Wanita Bacaan Keluarga” menjadi “Tokoh Bacaan Wanita dan Keluarga” sejak tahun 2004. Saat ulang tahun ke-14, Tokoh kembali melakukan perubahan, kembali ke format tabloid, mengganti logo dan moto. Logo sampai saat ini masih kami pakai sedang kan moto “Mingguan Berita Wanita” kami revisi. Kami kembali ke moto “Bacaan Wanita dan Keluarga”. Salah satu alasan perubahan moto ini adalah materi yang kami sajikan di Tokoh juga mencakup segmen keluarga. Kami memiliki rubrik Bunda dan Ananda untuk anak-anak, rubrik Dara untuk rem-
aja, serta Sosialita dan Woman on Top untuk wanita karier. Sasaran kami tak hanya wanita tetapi keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Kami ingin sajian yang kami hadirkan bisa memberi manfaat untuk semuanya. Terima kasih kepada Pemimpin Kelompok Media Bali Post (KMB) yang sudah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada kami, terima kasih kepada para pimpinan Tokoh terdahulu yang sudah membuatkan fondasi sehingga kami bisa melanjutkan eksistensi Tokoh, terima kasih kepada para relasi yang sudah mempercayakan Tokoh sebagai media penyampai pesan kepada masyarakat, terima kasih kepada pelanggan dan masya rakat pembaca Tokoh yang sudah setia bersama kami, dan terima kasih kepada keluarga besar Tokoh (suami, istri, dan anak dari kru Tokoh) karena turut mendukung kinerja Tokoh. Semoga di usia yang beranjak dewasa ini, kami tetap memberikan yang terbaik untuk semua. ”Semangat Tokoh. Kita Bisa. Tokoh Jaya. KMB Jaya”
Ketinggalan “Apel” Salah satu agenda saya jika pulang ke Bali adalah wisata kuliner. Tempat-tempat kuliner yang dulu sering saya sambangi sebelum bertugas ke Jakarta, saya datangi lagi. Saya ingin tahu apakah menu yang mereka sajikan masih tetap atau ada yang berubah. Awal November 2014, saya pulang ke Bali. Saya pun meng ajak kakak untuk makan di wa rung M23 Renon. Karena menu kesukaan kami ayam pedas, kami pun sering menyebut wa rung itu warung ayam pedas. Sambil menikmati ayam pedas, kami bercerita tentang berbagai hal, termasuk urusan gadget terkini. Beberapa produk ponsel kami bahas. Agar lebih menyakinkan bagaimana produk itu, kami sekalian membukabuka internet dari ponsel. Kami juga mengomentari warung idola kami yang makin canggih karena memasang CCTV.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan ke Kuta karena keponakan saya mau bermain di salah satu arena bermain. Perjalanan tidak begitu macet, tetapi sampai di lokasi yang kami tuju, kami harus berputar dua kali untuk mencari parkir. Ketika ponakan saya bermain di tempat yang ia inginkan, saya dan kakak melihat-lihat topi di salah satu gerai perlengkapan surfing. Saat itu saya mulai menyadari, ada yang kurang lengkap. Saya periksa dompet masih ada, ternyata ponsel saya tak ada. Saya berusaha menenangkan diri dan mencari di mobil. Ternyata tak ada juga. Oh my God….ponsel
berlogo apel milik saya hilang. Pikiran kami lalu mengarah ke Warung M23. Untungnya slip pembayaran masih disimpan dan tercantum nomor telepon warung itu. Kami langsung menelepon ke warung. Lega rasa nya setelah mengetahui ponsel saya ada di warung M23. Kami langsung balik ke Renon. “Tadi ketinggalan di meja. Kami langsung simpan,” ujar salah satu petugas kasir. Saya pun mengucapkan terima kasih atas kejujuran petugas warung M23 karena sudah mengamankan ponsel saya. Semoga warung M23 makin laris. Duhita, Jakarta
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
DOA
“Hari ini, saya berdoa,” kata Amat di dalam hati, Putu Wijaya setelah menyapu halaman dari guguran daun sawo Belanda,”semoga presiden kita yang baru ini, dalam memimpin negara selama 5 tahun ke depan berhasil meningkatkan keamanan, kemakmuran, kesejahteraan, kemajuan, pendidikan, kebudayaan, ekonomi, industri, pertanian, kelautan, segala rencana pembangunan, olahraga, kepribadian bangsa, karakter, damai dalam perbedaan, citra bangsa dan lain sebagainya.” Setelah itu, ia baru menegak kopi. Mengunyah pisang goreng. Lalu membaca Bali Post. Pak Made yang mengintip kelakuan Amat menyapa. “Kelihatannya sedang berdoa, Pak Amat!” Amat kaget. “Betul Pak Made. Kok tahu?” “ Jokowi kan dilantik sebagai presiden kita yang ke-7. Sebagai pendukungnya, kalau saya Pak Amat, saya juga akan berdoa. Hanya doa Pak dengan doa saya pasti beda.” “Bedanya apa?” “Ya, doa saya, semoga Jokowi-jK nanti tidak gugup sebab baik DPR maupun MPR dipimpin dan dikuasai oleh koalisi Merah-Putih. Seperti misalnya sopir, kalau dia sampai gugup, mobilnya bisa nyenggol atau disenggol. Kalau korbannya kendaraan lain atau pohon, paling urusannya ganti rugi. Tapi kalau lawannya koalisi? Asuransi dikepot koalisi kan tidak ada! Ya tidak, Pak Amat?! Ha-ha-ha! Nanti tidak bisa lagi blasak-blusuk! Ha-ha-ha!” Tak terduga-duga, Amat ikut ketawa. Cekakakan bahkan lebih heboh dari Pak Made. “Ha-ha-ha:a-ha-ha-ha-ha ....” “Betul! Lucu, super lucu Pak Made! Ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha ....!” Pak Made kaget, lalu berhenti ketawa, sementara ketawa Amat makin pajang menjadi-jadi, nyaris seperti orang kesurupan. Pak Made cepat-cepat masuk rumah. “Ada apa, Pak?” tanya istri Pak Made,”kok ketawa Pak Amat, seperti orang kemasukan, begitu?” Pak Made menjawab ketus, “Biar saja! Niwatakuwaca yang menyerang khayangan lupa daratan melihat Arjuna kalah, lalu tertawa terbahak-bahak, sehingga Arjuna bisa memanah langit-langit mulutnya sampai riwayatnya tamat.” “Maksud Bapak, Pak Amat Niwatakuwaca? Arjunanya siapa?” “Siapa lagi! Ya kita! Ha-ha.ha!” Sementara itu, di rumah Amat, Bu Amat juga bertanya heran pada suaminya. “Pagi-pagi sudah ketawa seperti orang mabok, Pak? Kenapa?” Amat meringis. “Habis, Arjuna yang mestinya membunuh Niwatakuwaca, kelupaan. Di saat Niwatakuwaca sudah ketawa lebar, ketika langit-langit mulutnya jelas bisa dipanah dengan mudah, ternyata tidak kejadian.” Bu Amat heran. “Kenapa tidak?” “Karena Arjuna membawa terlalu banyak teman. Jadi sibuk. Waktu mau memanah, baru ketahuan anak panahnya ketinggalan di warung padang! Ketika dicari, sudah digaet pemulung. Lalu Arjuna marah dan protes pada dalang, kok jalannya cerita tidak sesuai skenario?! Dalang menjawab: ambisi boleh ambisi, pemenangnya suka-suka gua, dong! Ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-hah . . .” Istri Pak Made terkejut mendengar ketawa Amat bersambung. Ia menahan suaminya yang mau berangkat. “Sana Pak, coba lihat Pak Amat kok ketawa begitu? Jangan-jangan jiwanya terganggu!” Pak Made nampak sinis. “Memang! Orang susah karena terlalu stres, jiwanya memang bisa terganggu. Tapi, orang mabok kemenangan juga sama saja. Dulu kan ada penyiar RRI mendadak menang lotre 75 juta. Sekarang sekitar 75 miliar. Dia kaget, terlalu gembira, akhirnya jiwanya terganggu. Ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha h-ha…..!” Pak Made tertawa keras. Panjang sekali dan terasa dibuat-buat. Bu Made langsung memotong. “Sudah, Pak, sudah! Nanti tetangga datang menyangka bapak kerauhan!” Pak Made masih mau menyambung ketawanya. Tapi Amat dan istrinya keburu muncul. “Kenapa Pak Made? Ada apa, Bu?” Pak Made terpaksa memberangus ketawanya. Tapi dua tetangga yang lain masuk. Mereka bisik-bisik menanyai Bu Made. “Bapak kenapa, ada apa Bu Made?” Dengan gesit dan cerdas, istri Bu Made membelokkan persoalan sembari senyum manis. “Kami baru saja menonton pelantikan Pak Jokowi-JK yang berjalan mulus, bagus. Pidatonya singkat, bagus. Serah terimanya juga damai, bagus. Pak Prabowo juga hadir dan semua keplok tangan berdiri waktu beliau datang. Bagus!” Pak Made langsung menyambung. “Begitulah orang besar. Kalah-menang waktu pemilu, tidak penting lagi. Sekarang semua bersatu gotongroyong membangun negara. Kalah bukan berarti lemah tapi karena kebetulan ada orang lain yang lebih beruntung. Jadi mari kita semua ikuti jejak para pemimpin yang berjiwa besar itu. Mari berdoa, semoga presiden terpilih periode 20142019, dapat mermbawa bangsa dan negara jadi gemah ripah loh jinaewi tata tentrem, kerta raharja!” Semua berdoa.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
10 - 16 November 2014
Mozaik
Wanita Penggerak Ekonomi Nasional BNI bekerja sama dengan Bali Post menggelar seminar “Outlook Ekonomi 2015. Kebijakan Ekonomi Era Pemerintahan Baru” di Sanur, Rabu (5/11). Seminar yang dipandu Prof. Dr. Wayan Ramantha menghadirkan tiga narasumber, Ryan Kiryanto (Kepala Ekonom BNI), Agus Hartawan (Sekretaris Bappeda Badung), dan Ir. Gede Agus Hardyawan(founder GH Holdings). Seminar yang dibuka CEO BNI Wilayah Denpasar Aryanto Purwadi ini dihadiri kalangan pemerintah, pendidikan, dan wiraswasta. Dalam pemaparanya, Ryan mengatakan pemerintahan sekarang sibuk “blusukan” sehingga ekonominya mengarah ke ekonomi blusukan. “Tetapi, eforia itu jangan kelamaan. Setelah blusukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan, selanjutnya kerja, kerja, kerja. Karena itu kabinet kerja ini tidak punya waktu “bulan madu” karena langsung kerja,” tegasnya. Ia memaparkan beberapa agenda yang harus dilakukan pemerintah terkait kebijakan moneter dan fiskal, global economic outlook 2015 yang relatif membaik, Indonesian economic outlook 2015-2017, dan yang tak kalah penting isu politik. Salah satu upaya yang sudah dilakukan pemerintah untuk menyeimbangkan neraca perekonomian adalah menaikkan pajak beberapa barang impor. Kenaikannya
23
Pengenalan Logo Baru XL Bersamaan dengan peluncuran inovasi layanan terbaru (promo) real mobile 4G-LTE (Long Term Evolution), yang pertama di Indonesia, XL juga memperkenalkan logo baru perusahaan. Logo baru dengan nuansa warna kuning dan hijau, dengan latar belakang warna biru ini merupakan tonggak sejarah baru bagi XL di usia ke-18 tahun dalam melayani masyarakat Indonesia. Spirit logo baru ini adalah XL akan lebih dinamis, responsif dan inovatif dalam memberikan kualitas layanan dan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia. -wah
Polytron Produksi Feature Phone Mandiri Tkh/yudi karnaedi
Suasana seminar “Outlook Ekonomi 2015. Kebijakan Ekonomi Era Pemerintahan Baru” di Sanur, Rabu (5/11).
dari 2,5% ke 7%. Barang-barang ini misalnya pakaian, parfum, aksesoris, dan HP. “Kondisi di lapangan, wanita merupakan penggerak ekonomi nasional karena wanita dan ibu-ibu yang banyak melakukan belanja barang-barang tersebut, sementara bapak-bapak tukang bayar,” ujar Ryan sembari tersenyum. Disisi lain, Ryan mengakui pertumbuhan ekonomi dunia melambat karena lambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Tiongkok, ketegangan politik di Ukraina, konflik di Timur Tengah serta wabah ebola di Afrika Barat. Hardyawan yang akrab disapa Gede Hardys menambahkan kon-
sep Trisakti yang pernah diungkapkan Bung Karno cocok dipakai saat ini. “Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian secara social budaya sangat tepat digunakan dalam revolusi mental yang digelorakan Presiden Jokowi. Saya yakin di tahun 2015, banyak peluang untuk menumbuhkan bisnis di berbagai sector,” tegasnya. Sementara itu Agus Hartawan memaparkan Badung memprioritaskan sektor pariwisata, pertanian, dan industri untuk menggerakan perekonomian Badung. Antara Badung Utara dan Badung Selatan juga akan dikembangkan sesuai potensi masing-masing. –Ngurah Budi
HUT ke-9 Iwapi Gianyar
Dari Lokal, India sampai Hongkong Dalam rangka menyambut HUT ke-9 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Gianyar, Ketua DPC Iwapi Gianyar, Dra. Ni Made Rai Sukmawati BSc. M.Par. bersama jajarannya mengadakan serangkaian kegiatan. Diawali dengan pembentukan pengurus ranting Sukawati, 8 Oktober 2014, yang diketuai Putu Seminar “Hongkong The Ideal Partner in China”, menghadirkan Deasy Krisna Dewi A. Kegiatan berlajut dengan narasumber (dari kanan): Ketua Kadin Gianyar, I Wyn Gede Arsania, pelaksanaan lomba busana Ketua Iwapi Gianyar Rai Sukmawati, Mr. Matthew, Ms. Clare Wong (HKTDC), dan Ali Karisma kasual dan lomba busana ke seminar dengan tema “Hongkong The Ideal kantor dengan bahan baku lokal, yakni tenun Partner in China”, 7 November 2014, di Hotel ikat (endek), 19 Oktober 2014 di Gedung BCIC Swiss Belresort, Sanur. Tohpati. Kegiatan ini dilakukan hasil kerjasama Hongkong, dijelaskan Rai Sukmawati sebagai Iwapi Gianyar dengan Bali Creative Industry pusat perdagangan yang paling dekat dengan Centre (BCIC) yang bernaung di bawah KeIndonesia, khususnya Bali. Sehingga, Iwapi menterian Perindustrian. Gianyar yang diketuainya ini terus menjalin Selain itu, Iwapi Gianyar bekerja sama kerjasama untuk mendapatkan info-info pasar dengan pihak Trans Net Sukses Mandiri, sebuah dengan harapan bisa membantu dan membuka perusahaan yang bergerak di bidang jasa network wawasan pengusaha kita dalam menuju MEA. travel. Bersama pihak ini pula, pihak Iwapi Seperti diungkapkan Ms. Wong dalam ajang mengadakan kegiatan tirtayatra ke India pada pameran, selain memamerkan produk, kita juga 29 Oktober s.d. 5 November 2014. melihat dan mengukur kemampuan kita dengan Untuk meningkatkan pengetahuan pasar pengusaha lainnya yang ada di pasar tersebut. di era globalisasi dan menghadapi Masyarakat “Dan yang paling penting, sebagai seorang Ekonomi Asean (MEA), Iwapi Gianyar juga pengusaha jangan pernah takut untuk mencoba bekerja sama dengan Hong Kong Trade Desesuatu yang dianggap baru,” ujarnya. –ten velopment Council (HKTDC), mengadakan
Poto bareng dengan owner Tnets travel, Bintang mira, undangan, dan anggota Iwapi Gianyar
Regulasi yang dikeluarkan Pemerintah RI untuk menekan impor ponsel dengan mengeluarkan Peraturan Menteri berupa Peraturan Tanda Pendaftaran Produk Telepon Seluler dan Komputer Genggam. PT Hartono Istana Teknologi dengan produknya yang bernama Polytron adalah salah satu produsen mobile phone lokal. Polytron telah memproduksi jajaran feature phone sejak awal 2014 di pabrik Kudus. Santo Kadarusman, Public Relations dan Marketing Event Manager mengatakan, iklim produksi ponsel lokal akan makin cerah jika Indonesia telah memiliki pabrik komponen di dalam negeri. Polytron berusaha keras memasuki pasar menengah ini dengan banyak memproduksi feature phone dan smartphone berbasis Android dengan kualitas bersaing dan harga terjangkau.--rls
HUT Pandu Medika Berbagai kegiatan dilaksanakan keluarga besar Apotik Pandu Medika untuk merayakan hari ulang tahun yang ke-2. Pemilik Pandu Medika dr. Ni Made Sumiartini, Sp.A mengatakan acara yang dilaksanakan antara lain tirta yatra dan anjang sosial ke panti asuhan pada 19 Oktober 2014. Selanjutnya pada 25-26 Oktober 2014, mereka mengadakan family gathering. –wah
D’TIK Festival Smart dan Terhibur
Denpasar Teknologi Informasi Komunikasi Festival ( D’TIK Festival) yang digelar di kawasan Lapangan Lumintang Kota Denpasar, berhasil mengajak masyarakat lebih melek teknologi sekaligus menghibur. Sebab, sebagian besar stan yang hadir mengisi pameran, hampir setiap hari menghadirkan beragam acara untuk para pengunjung dan tentunya khusus bagi para komunitas pecinta IT di Kota denpasar. Saat pembukaan D’TIK Festival Kamis (30/10) juga istimewa, selain dihadiri Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang sekaligus membuka acara yang ditandai dengan penandatanganan sampul filateli, hadir pula Dirjen Penyelenggara Pos dan Informasi Kementerian Kominfo Pusat Kalamullah Ramli, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar Dewa Made Agung, Ketua APJII Bali serta seluruh pimpinan SKPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Di hari pertama D’TIK Festival itu, panggung utama dimeriahkan lomba senam OK oleh murid-murid Sekolah Dasar. Selain memang acaranya khusus
bicara IT, pemerintah Kota Denpasar juga menyediakan stan kuliner masakan lokal bagi pengunjung yang hadir. Sedangkan hiburan lainnya yang cukup menarik perhatian adalah disuguhkannya Denpasar Music Ethnic Fiesta. Acara ini merupakan perpaduan musik unsur kedaerahan dengan unsur musik modern. Ini untuk menghidupkan kembali musik tradisional yang semakin hilang peminatnya. Beberapa Seniman Musik Etnik yang tampil antara lain Balawan, Gus Teja, Emoni, Pekak Art, dan Penampilan dari Siswa SMA/SMK di Kota Denpasar. Penutupan D’TIK Festival juga tak kalah meriah dan istimewa. Acara yang dihadiri Wali Kota Denpasar I.B Rai D. Mantra dan para undangan didampingi oleh Kadis Kominfo Kota Denpasar Dewa Made Agung, sekaligus dimeriahkan juga dengan HUT ke-12 RPKD FM serta pemberian hadiah kepada para pemenag lomba. Semakin lengkap persembahannya, sebab di ujung acara tampil juga memeriahkan acara penyanyi sekelas Ayu Laksmi bersama Swara Semesta serta penampilan XXX Band yang menutup acara. -ard
10 - 16 November 2014
24
D’TIK Festival
Menuju Lumintang sebagai Taman Teknologi
Kegiatan Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (D’TIK) Festival (Fes) 2014 kembali digelar. Acara yang berlangsung sejak 30 Oktober hingga 2 November 2014 ini merupakan kegiatan kedua kalinya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Denpasar. Dengan mengusung tema “Techno Smart” dari kegiatan pameran teknologi tersebut diharapkan akan tercipta pengguna-pengguna teknologi yang semakin cerdas (smart user) dari seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Kota Denpasar. Ini melihat perkembangan teknologi yang semakin pintar membuat konsep smart tak hanya diterapkan pada berbagai perangkat, tetapi juga pada penggunanya. Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Denpasar Dewa Made Agung, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam D’TIK Festival tahun 2014 ini lebih banyak menyasar anak-anak sekolah. “Sebab kami sangat menyadari yang lebih banyak bersentuhan langsung dengan teknologi adalah generasi pada fase ini. Kami harap, dengan dilaksanakannya kegiatan ini tujuan dari D’TIK Festival 2014 dapat dirasakan manfaatnya,” ujarnya. IB Rai D. Mantra, Wali Kota Denpasar
mengatakan, teknologi adalah kegiatan kreatif. Karenanya, kehadiran D’TIK Festival dapat memberi ruang kreativitas yang seluas-luasnya, sejauh-jauhnya bagi anak-anak muda, utamanya bagi mereka yang memang kreativitasnya di bidang teknologi. Dari sini pula, lanjut Rai Mantra pemerintah bisa mengetahui sampai sejauh mana keunggulan kompetitif dan kooperatifnya. Bicara keunggulan kompetitif, Rai Mantra mencetuskan konsep “one years one inovasi”. ”Kami mendorong agar setiap tahunnya minimal ada satu inovasi. Artinya, semua pihak yang berkecimpung di dunia teknologi, baik itu lembaga pendidikan, lembaga pemerintah didorong untuk menciptakan suatu inovasi minimal satu setiap tahunnya. Sebab, ini yang akan menjadikannya kompetitif,” katanya. Jika konsep ini dilaksanakan, sekolah yang komitmennya di teknologi bahkan setiap instansi pelayanan publik akan selalu memiliki inovasi. Bahkan, mungkin saja kedepannya akan dipilih inovasi terbaik dari sekian inovasi yang muncul setiap tahunnya. Dikatakannya, menyaksikan peserta pameran tahun ini, semakin berkembang dan hampir semua memiliki inovasi. Bahkan SMAN 3,disebutnya sudah memiliki branding, sebagai reaseat & develop school. Jadi, produk atau program yang disajikan cukup membanggakan. Ini, katanya dapat disebarkan dan diperluas seperti ke kecamatan-kecamatan. Rai Mantra juga menyampaikan Dinas Kominfo wajib menjadi badan yang komunikatif dan informatif. Sebab, teknologi informasi ini akan mempermudah pelayanan dan mempermudah masyarakat berkomunikasi. Pihaknya juga yakin Kominfo tentu sudah memiliki segudang rencana untuk tahun depan. Selanjutnya Denpasar bisa menjadi smart city dalam satu koridor budaya.“Kami berharap sekolah-sekolah dan komunitas IT lainnya bisa muncul membawa inovasi baru di D’TIK Festival berikutnya. Lumintang nantinya akan kami jadikan taman teknologi,” ucapnya. - ard
D’TIK Festival Berkompetisi dalam Lomba Fotografi D’TIK Festival 2014, diramaikan beberapa kompetisi dan lomba. Menariknya, lomba-lomba yang diselenggarakan selain diikuti masyarakat umum, anak-anak Sekolah Dasar juga melibatkan SKPD yang ada di Kota Denpasar. Untuk kalangan SKPD, Dinas Kominfo mengadakan lomba web pelayanan, lomba web instansi dan lomba web leadership. Bagi masyarakat umum, di antaranya diadakan Lomba Smart Rally Foto, dengan lokasi start dan finish di areal Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar. Dalam kegatan ini, Dinas Kominfo bekerja sama dengan Perhimpunan Fotografer Bali. Dari 44 peserta, dipilih tiga pemenang. Selain itu, ada juga Lomba Foto Sosmed melalui Istagram. Pemenangnya cukup menarik, karena berhasil mengangkat beragam peristiwa yang merepresentasikan kepedulian. Seperti Juara pemenang I Putu Soni Kurniawan, menampilkan foto berjudul “Akibat Banjir Semalam”.
Juara kedua, Desi Andini Pratiwi judul fotonya “Lestarikan Hutan Mangrove” dan Juara ketiga I Made Adi Dharmawan memilih “Keep Our Beaches Clean” sebagai judul fotonya. Salah seorang penonton Radinia dari Sesetan, berharap lomba foto yang menarik bagi anak muda ini dapat dilaksanakan kembali tahun mendatang. Sebab, untuk tahun ini ia mengaku belum sempat ikut dan akan mencobanya di tahun depan. ”Apalagi kalau kategorinya dibedakan antara anak sekolah, anak kuliah dan yang sudah kerja, pasti lebih rame yang ikut,” katanya. Masih menyoal lomba, saat pembukaan D’TIK juga dilangsungkan Lomba Senam Olah Karakter bagi siswa Sekolah Dasar. Selain itu pada program D’TIK Festival 2014 juga dilengkapi dengan workhsop serta seminar dari Kementerian Kominfo, Ditjen IKP untuk anakanak sekolah. Satu lagi yang mewarnai D’TIK tahun ini adalah diadakannya penilaian stan terfavorit, yang dinilai mulai dari penataan interior, eksterior juga keramahan dalam melayani pengunjung. Pemenangnya adalah, SMAN 3 Denpasar untuk kategori SMA, tingkat Universitas diraih STIMIK Primakara, dan tingkat umum dimenangkan Komunitas Radio Swasta. - ard
Ribuan Pengunjung Kunjungi D’TIK Festival D’TIK Festival tahun 2014 sudah terlaksana. Rangkaian program D’TIK Festival merupakan salah satu kegiatan pra event dari acara Denpasar Festival (Denfes) yang rutin digelar tiap tahunnya. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar I Dewa Made Agung, S.E., M.Si., didampingi Kepala Bidang Pos dan Telematika I BG.A Sutha Wijaya, S.E., M.M. Menurut Dewa Agung, peserta pameran kali ini sama seperti tahun yang lalu, yakni seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di bidang IT, diantaranya perusahaan IT, perguruan tinggi, sekolah IT termasuk para relawan IT tetap dilibatkan dalam mendukung acara ini. “Karenanya semua informasi yang ingin kami bagikan kepada masyarakat dapat lebih maksimal disampaikan, sehingga penerapan teknologi di kalangan masyarakat dapat dilakukan secara nyata,” katanya. “Dalam pagelaran D’TIK Festival 2014 yang berlangsung selama 4 (empat) hari, sejak 30 Oktober s.d. 2 September 2014, yang berlokasi di
ruas Jalan Mulawarman di Timur Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang tersebut, dihadiri lebih dari 10.000 orang pengunjung. Mereka terdiri dari pelajar, mahasiswa, karyawan dan kalangan masyarakat umum,” lanjut Sutha Wijaya. Lebih jauh Dewa Agung memaparkan pada D’TIK Festival yang kegiatan utamanya berupa ‘exhibition tik product’ , peserta yang ikut berpartisipasi tahun ini berjumlah sekitar 30 booth. Peserta pameran dikelompokan menjadi beberapa kategori, antara lain animasi, hardware, software, video, robot, riset/tugas akhir, internet, desain, foto, radio serta televisi. Disinggung soal konsep smart city, Dewa Agung mengatakan sebuah kota dengan dukungan teknologi pintar dalam menunjang aktivitas sehari-hari tentu akan makin memudahkan masyarakatnya. Konsep smart city ini, katanya harus kita dukung bersama, dengan pola pikir yang cerdas, terutama mereka yang di dunia pendidikan dengan memiliki kesadaran akan lingkungan, pemanfaatan teknologi yang maksimal, serta kesadaran menerapkan budaya positif. - ard
Aneka Lomba Web SKPD Kota Denpasar Dari berbagai lomba yang diselenggrakan D’TIK Festival, tak kalah serunya adalah lomba yang sengaja dilaksanakan untuk kalangan SKPD Kota Denpasar. Lomba internal tersebut berupa lomba web pelayanan, lomba web instansi dan lomba web leadership. Hal ini mendapat apresiasi positif dari Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra. Jika teknologi informasi dijadikan model pelayanan pemerintah terhadap masyarakat,maka semuanya tentunya akan lebih mudah, sebab masyarakat juga dapat mengontrol layanan publik dengan mudah. Teknologi informasi lanjut Rai Mantra juga untuk membuat daya saing yang
lebih tinggi termasuk untuk menghadapi MEA akhir 2015. Salah satunya UKM dengan ecommerce-nya.Sekarang sedang dilakukan terus pelatihan-pelatihan hingga di awal 2016 pra entrepreneur siap. Dalam lomba internal tersebut, tercatat pemenang lomba Web Subdomain atau Instansi yaitu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Denpasar sebagai pemenang pertama, PDAM kota Denpasar di posisi kedua dan Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan kota Denpasar sebagai pemenang ketiga. Lomba Web Pelayanan yang berhak diposisi 1,2, dan 3 masing-masing diraih Data Distan dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Denpasar, E-Commerce dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar serta E-Procurement dari Bagian Program Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Denpasar. Lomba Web Leadership yang dimenangkan PDAM Kota Denpasar sebagai juara pertama, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Denpasar sebagai pemenang kedua dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar sebagai pemenang ketiga. -ard