Skip to main content

Tokoh Edisi 821 | Tokoh

Page 1

3 - 9 November 2014

24

Pemilihan Putra Putri Tunarungu 2014

Optimalkan Potensi Penyandang Disabilitas Pemerintah Kota Denpasar, dikenal memiliki perhatian yang tinggi terhadap semua penyandang disabilitas. Setelah memberikan berbagai bentuk pembinaan dan pelatihan keterampilan, dilanjutkan dengan menggarap seluruh potensi mereka agar bisa bermanfaat dan menjadikan mereka sosoksosok yang mandiri.

S

alah satu program yang belum lama ini dilaksana­k an adalah Pemilihan Putra Putri Tunarungu yang memasuki tahun kedua. Di sini, Pemerintah Kota Denpasar melalui Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) menggandeng Dewan Pengurus Ca­ bang Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (DPC Ger­ katin) Cabang Kota Denpasar. Salah seorang dewan juri, yang sejak tahun 2011 banyak aktif di kegiatan pembinaan bagi penyan­ dang disabilitas bersama K3S Kota Denpasar, Rah Tut XXX, mengata­ kan Pemilihan Putra Putri Tunarungu (PPTR) yang kedua kalinya ini juga dilangsungkan melalui beberapa tahapan. Bersama juri lainnya yakni guru SLB, Mister Deaf Asia (Putra Tunarungu Sedunia), dan unsur K3S Kota Denpasar, mereka sudah menyelekeksi mulai dari dokumen, wawancara hingga saat karantina. Terpilih 20 finalis, 10 finalis putra dan 10 finalis putri . Begitu pula saat Grand Final Pemilihan Putra Putri Tunarungu, yang berlangsung di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Rah Tut bersama Maryana, guru SLB B, Eka Arismana Teruna Denpasar dan Bagus Bali serta Nandika, Runner Up 2 Putri Pariwisata Nasional, kembali mem­ berikan penilaian akhir terhadap seluruh finalis. Akhirnya terpilih I Kadek Swanjaya asal Karangasem dan Yuliana asal Kota Denpasar

berhasil meraih predikat Putra dan Putri Tunarungu (PPTR) 2014. Sedangkan Runner Up 1 diraih Luh Yuniastini asal Singaraja dan Achmad Buhari asal Kota Denpasar, serta Runner Up 2 diraih pasangan Rai Ariesta Wandasari asal Kabupaten Badung dan A.A Gede Wahyu Nin­ grat asal Kabupaten Jembrana. Diakui oleh Rah Tut bahwa Yulia­ na , pemenang pertama Putri Tuna rungu memang memiliki potensi lebih dibanding yang lainnya, salah satunya ia mampu membuat puisi dengan bahasa isyarat. Ini karena ia masih memiliki kemampuan mendengar meski sedikit se­hingga bisa memiliki kosakata yang lu­ mayan. Rah Tut, juga menyam­paikan dalam ajang pencarian bakat PPTR 2014 belum lama ini, diikuti 41 orang peserta dari seluruh di Bali. Mereka dengan yakin me­ nampilkan berbagai bakat, ­seperti menari, pantomim, tatarias, hing­ ga modeling. Secara umum po­ tensi mereka yang ada kaitannya ­dengan visual dan gerak, kualitas­ nya mengalami peningkatan. Begitu juga mengenai lokasi acara, kalau tahun lalu di ruan­ gan tertutup, tahun ini acaranya ­sengaja diadakan di Lapangan Pu­ putan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar. Tentunya ini demi mem­ perlihatkan atau menunjukkan potensi mereka dan masyarakat umum mengetahui dan melihat langsung keberadaan mereka. Termasuk bagaimana mereka

Suasana seleksi babak sepuluh besar

Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra dan Ketua K3S Kota Denpasar mengapit pemenang PPTR 2014

berkomunikasi menggunakan ba­ hasa isyarat. JALIN KOMUNIKASI VIA MEDIA SOSIAL Dalam acara yang juga dihadiri oleh Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra itu, Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. IA Selly D. Mantra mengatakan melalui lomba ter­ sebut pemerintah membuka ruang untuk kreativitas dan mengeksplor keterampilan para penyandang disabilitas tunarungu yang ada di seluruh Bali. “Masing-masing dari mereka memiliki potensi yang cukup besar. Bahkan sat ini mereka lebih siap, karena bisa belajar dari peserta sebelumnya. Ajang PPTR ini selain menggali kembali juga membuka ruang berekspresi yang lebih luas lagi,” ujarnya. Ia juga menyatakan , kalau tahun lalu telah berhasil mem­

Rah Tut

Enam besar finalis PPTR 2014

berikan suport kepada pemenang Putra Putri Tunarungu Bali untuk unjuk kebolehan pada pemilihan Putra Putri Tunarungu Tingkat Na­ sional, di Jakarta dan berhasil keluar sebagai Runner Up 1. Lomba PPTR, selain menjadi media bagi penyandang disabilitas tunarungu ikut serta dalam pem­ bangunan Bali, juga untuk lebih lagi mengomunikasikan keberadaan dan potensi penyandang disabilitas tunarungu kepada masyarakat luas. Menariknya lagi, lanjut IA Selly D. Mantra, tahun ini panitia langsung datang ke SLB-SLB yang ada di se­ luruh Bali, melakukan sosialisasi. Begitu juga dengan anggota kepanitiaan juga berbeda dengan tahun lalu. “ Jika tahun lalu panitia semua ditangani oleh K3S Kota Denpasar, namun tahun ini sudah mulai bergeser, yakni bergabung­ nya Finalis Putra Putri Tunarungu (PPTR) 2013 dan Pertuni. Semen­ tara, kami dari K3S ikut mensuport mereka. Sebab selama ini, dari semua kegiatan yang dilakukan, penekanannya adalah menciptakan kemandirian untuk para penyan­ dang disabilitas,” ujar IA Selly D Mantra sambil menambahkan se­ cara kualitas mereka juga menjadi lebih baik dan lebih siap, karena bisa belajar dari finalis sebelumnya. Diakuinya juga bahwa kebersa­ maan, kerjasama dan ikatan satu dengan yang lainnya di antara para tunarungu sangat bagus, seper­ ti organisasi Gerkatin ini sangat solid. “Untuk jalinan komunikasi

di antara mereka juga dengan orang lain hampir semua sosial media mereka gunakan,” lanjutnya tersenyum. Sementara ,Yuliana, perempuan berwajah manis kelahiran Blitar, 17 Juni 1989, yang berhasil menyan­ dang gelar Putri Tunarungu 2014, mengaku tidak menyangka menjadi pemenang PPTR tahun ini. Meski orangtuanya tidak bisa hadir saat Fi­ nal PPTR, namun ia tetap berupaya selalu bersemangat termasuk saat karantina. “Aku juga senang dengan kemenangna ini, sebab di sana juga aku bertemu banyak sahabat,” kata Ana yang juga pernah menjadi juara mengarang dan juara lomba bahasa isyarat ini. Saat diwawancara Tokoh, Ana juga menyampaikan terima kasihnya pada Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra, dan Ketua K3S, IA Selly D. Mantra, dan para juri. “Khususnya, untuk Wali Kota dan Ketua K3S yang selama ini secara konsiten memper­ hatikan semua penyandang disabili­ tas di Kota Denpasar. Pertahankan semua hal baik yang sudah dilaku­ kan. Jika mungkin tingkatkan terus fasilitas yang ada. Terima kasih juga sudah memiliki perhatian positif pada kami para tunarungu, sampai dilaksanakannya ajang pemilihan Putra Putri Tunarungu ini,” ujar Ana yang saat ini bekerja sebagai pengajar bahasa isyarat dan tenaga administrasi pada CV Lumina, Renon, perusahaan yang menjual alat bantu dengar, mesin fotocopy dan mesin absensi ini. - ard


2

Ekspresso

3 - 9 November 2014

GORO-GORO

DAri daPUr Redaksi

7-8-9 dan 16 Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia sudah memilih 34 Menteri di Kabinet Kerja. Dari 34 nama tersebut ada satu nama Menteri dari Bali, AA Ngurah Puspayoga sebagai Menteri Koperasi dan UMKM. Namun, hal yang membuat Jokowi mendapat apresiasi adalah keberaniannya memilih 8 menteri wanita. Ke d e l a p a n m e n t e r i i n i adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Terlepas dari pro dan kontra, semua menteri wanita ini diminta untuk kerja, kerja, dan kerja. Mereka harus bisa membuktikan mereka dipilih

Bakti sosial ke Pasar Badung dalam rangkaian HUT ke-16 Tokoh, Jumat (31/10)

sebagai menteri karena memang memiliki kapabilitas dan kualitas mumpuni. Ini nantinya akan menunjukkan bahwa wanita memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam karier. Dalam menjalankan pemerintahan, Jokowi sudah memiliki 9 agenda prioritas yang terangkum dalam Nawa Cita. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Masih soal angka, Tokoh edisi 822 yang terbit 9 November 2014 meru-

pakan edisi khusus karena bertepatan dengan ulang tahun Tokoh yang ke-16. Rangkaian perayaan HUT kami mulai dengan berkunjung ke Pasar Badung, Jumat (31/10) untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak tukang suun Pasar Badung. Agenda kami berikutnya adalah: - 6 November 2014 Tirta yatra ke Pura Jagatnata dan Candi Narmada - 8 November 2014 Tabur bunga di Margarana - 10 November 2014 Puncak ultah Tokoh dan donor darah yang bekerjasama dengan Hsen Chii). Semoga semua lancar. Salam

Bukan yang Bertato Suatu hari, ketika saya menghadiri upacara agama di salah satu keluarga, saya bertemu dengan paman dan bibi. Mereka adalah sepupu dari ibu saya, tapi hubung­a n kami tidak terlalu dekat, karena jarang ketemu. Saat itu saya merasa salah tingkah karena paman dan bibi terus memper­h atikan semua gerak gerik saya. Beberapa hari telah berlalu, tiba-tiba mereka datang ke rumah dan ingin bertemu dengan kedua orangtua saya. Kaget bukan main saya mendengar perbincangan mereka. Paman dan bibi ingin meminta saya untuk jadi menantunya. Sedikit pun tak terlintas di pikiran saya untuk jadi menantunya karena mengenal meraka pun baru. Dengan

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

anaknya yang akan dijodohkan dengan saya pun tidak pernah saya kenal sama sekali. Mereka pun mengatur waktu pertemuan kami. Kini tiba saatnya untuk bertemu tepat pukul 18.30. Ketika saya sedang duduk di teras rumah, datanglah ia laki laki yang akan dijodohkan dengan saya, deg-degan dan penasaran yang saya rasakan tiba-tiba berubah menjadi kaget dan takut. Oh my God... orang pertama yang turun dari mobil badannya tinggi besar

dan penuh dengan tato. Saya segera masuk mencari Ibu saya dan bilang kalau saya tidak mau dijodohkan karena laki-laki itu seram dan banyak tatonya. Setelah ibu saya keluar dan melihat, lalu Ibu saya tertawa sambil berkata “Bukan itu yang mau ketemu kamu, tapi orangnya masih dalam mobil masih cari tempat parkir.” Ternyata orang yang penuh tato itu adalah sepupunya. - Widiantari

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Putu Wijaya

umbu

“Kuda Sumba” itu, sudah puluhan tahun berlari di Bali. Namanya Umbu Landu Paranggi. Amat mengenalnya waktu masih ABG di ruangan sastra remaja “Fajar Menyingsing”, majalah “Mimbar Indonesia.” “Kalimat sajak-sajaknya panjang, mengandung janji, kelak dia akan jadi penyair besar,” kata Amat bercerita pada Ami, “Bapak yang waktu itu, juga ingin jadi penyair, kagum, lalu mengirim surat perkenalan kepadanya. Di zaman itu bersahabat pena, jadi mode gaul, seperti fesbuk dan twitter sekarang.” “Lalu kenapa Bapak tidak jadi penyair?” “Karena dia tidak membalas surat perkenalan Bapak.” “Kenapa?” “Belakangan waktu akhirnya ketemu setelah gede, bapak tanya, kenapa surat perkenalan bapak tidak dibalas?” “Jawabnya?” “Tidak dijawab juga.” Ami ketawa. “Bapak tidak marah?” “Tidak.” “Kenapa?” “Sebab Bapak menghargai apa yang dilakukannya.” “Apa dia lakukan?” “Dia menjadi guru, tapi bukan guru biasa yang hanya bisanya menggurui, memerintah. Dia guru yang menempatkan dirinya sebagai teman, pembimbing, pemberi motivasi, semangat, anak muda-anak muda berbakat yang mau menjadi penyair. Dia seorang bapak angkat dan guru dengan caranya sendiri. Dia tidak membalas surat perkenalan bapak, mungkin karena melihat di surat itu, bapak tidak berbakat jadi penyair. Kalau toh dipaksakan paling banter bapak hanya jadi penyair kelas kambing. Untuk apa? Jadi terimakasih banyak, Bung Umbu, kata bapak. Untung surat bapak tidak dibalas, sehingga bapak kemudian mematikan keinginan jadi penyair, lalu memusatkan perhatian jadi guru, seperti dia. Seorang guru sejati yung harus mampu membaca masa depan muridnya, supaya muridnya tidak salah mengambil jalur keahlian untuk sandaran hidupnya kelak. Guru sejati bukan semata-mata berguna untuk menolong dapat ijazah! Tapi mengembangkan kepribadian murid sampai ke puncak kapasitas masing-masing anak didiknya. Yang delapan jadi delapan. Yang lima tetap bisa lima, stabil. Begitu!” Ami mengangguk kagum. “Wah hebat juga konsep guru Pak Umbu itu!” “Itu dia. Bukan hanya itu. Dia sendiri bahkan rela mengorbankan semburan darah penyairnya. Rela mengorbankan kepentingan pribadinya demi kesuksesan murid-muridnya. Karena dia ingin menegakkan citra guru sejati. Guru dalam arti yang cocok di zaman sekarang. Bukan asal guru seperti yang berserakan seperti sekarang. Guru sejati kini sudah sangat langka. Bahkan mungkin sudah habis. Yang tinggal hanya orang yang mencari nafkah hidup untuk keluarganya dengan memakai pekerjaan guru. Sementara bayak anak-anak muda kita yang berbakat yang kandas, karena mereka seperti yatim piatu. Orangtuanya sibuk bekerja dan berkarier, guru tidak bisa mengisi kehilangan itu. Akibatnya kualitas generasi muda kita memble.” “Jadi kita sekarang krisis guru?” “Betul! Kita krisis guru yang rela mengorbankan kepentingannya sendiri, demi kesuksesan anak-anak didiknya. Guru-guru sekarang jadi guru untuk cari makan!” “Termasuk Bli Sugi, menantu Bapak, suami Ami?” Amat tertegun. “Ya, kalau menantu, boleh dimaafkan.” Ami tersenyum. “Baik kalau begitu, di mana Pak Umbu sekarang?” “Opname di RS Sanglah.” “Kalau begitu, nanti Ami suruh Bli Sugi ke situ menjenguk, mendoakan supaya beliau cepat sembuh. Sambil berguru supaya bisa menjadi guru sejati.” Amat terkejut. “Jangan!” “Kok jangan? Kenapa?” “Sugi tidak perlu jadi guru sejati!” “Lho kenapa?” “Nanti siapa yang cari uang untuk menghidupi kamu dan anakmu?! Tak usah! Jangan!! Bapak saja nanti yang menengok Umbu! Mendoakan supaya “Kuda Sumba” itu kembali berlari di Bali.”

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang ­Pal­m erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

3 - 9 November 2014

23

Donor Darah Bonus Baca Garis Tangan

R

angkaian HUT k e - 1 6 To k o h menjadi momen yang istimewa. Acara puncak peringatan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2014. Biasanya, Tokoh mengadakan beberapa acara yang sudah menjadi rutinitas tahun sebelumnya, seperti bakti sosial, tirtayatra, tabur bunga, dan pemotongan tumpeng. Tahun ini, Tokoh memberi tambahan acara berupa donor darah berbonus baca garis tangan. “Bagi 16 pendaftar pertama donor darah akan kami beri kesempatan untuk mengetahui nasibnya melalui pembacaan garis tangan. Kami menghadir-

kan Guru Mangku Hipno yang ahli membaca garis tangan (palmstri),” ujar IGA Sri Ardhini, Ketua Panitia HUT ke-16 Tokoh. Ia menambahkan donor darah ini bekerja sama Hsien Chii International dan PMI Badung. Kegiatan ini akan diikuti 50 pendonor. Peserta donor bisa mendaftar mulai Senin (3/11) pukul 08.30 melalui Sekretariat Tokoh, Gedung Pers K. Nadha Lt. 3, Jln. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar, Tlp (0361) 425373 . Bagi Anda yang masih penasaran apa manfaat donor darah, berikut kami informasikan beberapa hal mengenai donor darah seperti diungkap-

kan dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp.PK(K), dari Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar: a. Dalam kondisi sehat b. Umur idealnya 17 tahun s.d. 60 tahun, tidak ada batasan usia maksimal pada donor reguler dan memenuhi semua persyaratan donor lainnya c. Berat badan ≥ 45 kg d. Kadar hemoglobin (Hb) ≥ 12,5 g/dL e. Tekanan darah 100-180/50100 mmHg f. Denyut nadi 50-100/menit, regular g. Tidak sedang menderita penyakit jantung, hati, paru-paru,

ginjal, kencing manis, dll. h. Tidak mengalami perdarahan, kejang, sesak nafas dan alergi i. Kulit lengan donor sehat j. Tidak menerima transfusi darah/komponen darah dalam 6 bulan terakhir k. Tidak menderita penyakit infeksi malaria, hepatitis, sifilis, HIV&AIDS

l. Bukan pecandu alkohol dan narkoba m. Tidak mendapat imunisasi dalam 4 minggu terakhir dan tidak demam n. Tidak digigit binatang yang menderita rabies dalam 1 tahun terakhir o. Bagi wanita : tidak sedang hamil, menyusui dan menstruasi.


22

Sosialita

3 - 9 November 2014

3 - 9 November 2014

3

Iriana Jokowi

Jadi Diri Sendiri Sosok Ibu Negara yang satu ini memang berbeda. Tidak terlalu banyak omong alias pendiam. Penampilannya sederhana. Kesederhanaan memang menjadi salah satu kekhasan Iriana, yang tetap dipertahankannya meski telah menduduki posisi sebagai Ibu Negara. “Saya ingin menjadi diri sendiri meski telah menjadi Ibu Negara,” begitu kata Iriana Joko Widodo dalam sebuah kesempatan.

S

oal kesederhanaan Iriana ini sempat juga jadi perbincangan saat ia menjadi Ketua Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta dan aktif turun ke lapangan. Sosoknya yang tak pernah tampil berlebih, apalagi saat acara ‘blusukan’ ibu-ibu PKK, membuat para istri-istri pejabat lainnya pun ikut menyesuaikan dengan penampilan ibu ketuanya. Masyarakat sendiri pun kadang pangling. Pernah suatu ketika ‘blusukan’ ke daerah banjir di kawasan Jakarta Timur, Iriana tampil hanya menggunakan make-up tipis, rambut digerai dan bercelana jeans. Bersama rombongan kecilnya, ia mengunjungi para korban banjir. Masyarakat yang sempat ber­bincang-bincang dengan Iriana sempat tidak ‘ngeh’ kalau yang datang itu adalah istri Jokowi. Tak heran mereka kaget campur senang ketika diberi tahu siapa Iriana sebenarnya. Lebih lucu lagi ketika pada saat yang sama rombongan Jokowi pun datang menin­ jau. Jokowi yang tidak tahu kalau

rombongan ibu-ibu PKK Provinsi DKI juga datang berkunjung sempat kaget ketika ada yang nyeletuk, ”Pak pengungsi yang ini tidak disapa?” Waktu Jokowi menengok, ternyata yang dimaksud adalah istrinya yang tengah berbincang dengan pengungsi. “Di sana (Solo), hal-hal seper­ ti itu sudah biasa saya lakukan. Jadi tidak ada yang berbeda, dulu sebagai istri Walikota Solo dan lalu sebagai istri Gubernur DKI Jakarta. Jadi ya biasa saja, tidak ada persiapan khusus. Yang penting semuanya dijalankan dengan ikhlas dan mau bekerja keras,” ungkap Iriana kepada Tokoh disela-sela sebuah acara di Balaikota, Jakarta. Menurutnya dimana pun suaminya bertugas, dalam posisi apapun, ia siap mendampingi. “Tidak ada persiapan khusus ya, semuanya mengalir saja. Tapi yang pasti, saya akan mendukung sepenuhnya Bapak sukses menjadi pemimpin yang berguna. Saya juga berharap masyarakat juga ikut mendukung kerja Bapak,” tam-

Jokowi bersama SBY dan JK usai pelantikan

bahnya lagi. Hal seperti itu pula di­sam­ paikan­nya kepada wartawan yang menemuinya di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Jl Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Menurutnya, tidak ada persiapan khusus yang dilakukannya untuk menjadi Ibu Negara. Pengalamannya sebagai istri Walikota Solo, kemudian Gubernur DKI Jakarta, menjadi bekalnya dalam menjalankan tugastugasnya sebagai Ibu Negara. SIAPKAN TIGA STEL Meski diakuinya, sebagai Ibu Negara pasti akan ada beberapa perubahan dimana ia harus menyesuaikan diri. Namun yang pasti katanya, tidak ada yang berubah dalam dirinya setelah menjadi Ibu Negara. “Ora ono perubahan. Paling sekarang harus menyesuaikan acara saja. Misalnya pakaian dalam acara resmi, bagaimana. Masak acara resmi pakai jeans, ya ndak toh,” katanya sembari ketawa. Meski sebagai Ibu Negara, katanya, tugasnya sebagai istri pun tetap dia jalankan. Misalnya, menyiapkan sendiri segala kebutuhan Jokowi dalam beraktivitas setiap harinya. Pagi hari misalnya, kebiasaannya adalah menyiapkan tiga stel pakaian. Ketika ditanya bagaimana perasaannya dengan capaian yang sekarang, Iriana mengaku sulit digambarkan dengan kata-kata.

“Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Alhamdulilah, dijalani saja,” katanya. Seperti diungkapkannya, sebagai Ibu Negara ia tidak akan berubah. Ia ingin tetap menjadi diri sendiri. “Saya mau jadi diri saya sendiri. Saya tidak pernah mengidolakan orang. Jadi diri sendiri saja,” ungkapnya. Dia juga mengaku tidak menggunakan media sosial yang kini tengah ngetren di berbagai kalangan. “Saya gaptek kalau masalah gini-ginian. Nggak punya (akun) Twitter. Saya cuma punya HP satu, jadul,” ucap ibu tiga anak ini. INDONESIA BANGET Satu lagi yang menjadi sorotan publik adalah soal busana

Iriana. Terkait dengan ini, berbagai pihak ikut berkomentar. Umumnya mereka menyukai gaya berbusana Iriana yang dinilai mewakili dirinya yang sederhana namun anggun. Salah satu penampilan Iriana yang paling banyak menuai komentar adalah saat mendampingi suaminya, Joko Widodo yang dilantik sebagai Presiden RI di Gedung MPR. Banyak yang menyebut gaya berbusana Iria­ na ini mirip dengan almarhumah Ibu Tien Soeharto. “Selendang di sebelah kiri, kebaya berbahan sifon dan motif bunga-bungannya serta bawahan batik sogan, seperti terinspirasi gaya Ibu Tien,” ucap desainer Barli Asmara Gaya tersebut, katanya, mewakili sosok Iriana yang sederhana seperti Jokowi, suaminya. “Bahan sifon motif bunga, tidak tergolong kain yang mahal harganya, namun member kesan bersahaja dan karismatik,” tambah Barli. Tika Bisono, psikolog yang mantan artis, juga menyampaikan hal serupa. Ia melihat gaya Iriana seperti Ibu Tien Soeharto. Tiap acara kepresidenan Ibu Tien sangat kental dengan kebaya dan sanggul. “Penampilan Ibu Iriana seperti melihat Ibu Tien ‘lahir’ kembali. Ini bisa dilihat dari sanggul dan model kebaya yang digunakan,” ujar Tika sembari menambahkan, ia suka dengan gaya sederhana yang selalu ditampilkan Iriana. Menurutnya, dengan kesederhanaan Iriana memberi kesan tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyatnya. “Dia nggak pernah jembrang-jembreng. Ini simbol Indonesia banget,” ucapnya. –Diana Runtu

Surat untuk Ibu Negara Yth, Ibu Iriana Jokowi, Ibu Negara Republik Indonesia. Saya ucapkan selamat atas dilantiknya Bapak sebagai Presiden RI ke-7 yang otomatis menempatkan ibu sebagai Ibu Negara RI yang ke-7. Semoga ibu bisa menjadi matahari bagi wanita–wanita di seluruh Indonesia dan tetaplah sederhana yang elegan. Selamat Bertugas Ibu. Istri Presiden RI ke 7 adalah Iriana Joko Widodo yang dilahirkan di Solo, ­1 Oktober 1963. Ia adalah wanita sederhana yang selalu tampil apa adanya. Iriana setia mendampingi suaminya dari nol dari karyawan BUMN hingga menjadi tukang kayu (pengusaha mebel). Iriana juga mendukung keputusan suaminya untuk memasuki dunia politik. Iriana ikhlas, waktu sang suami bersamanya dan ketiga anak–anaknya yaitu Gibran Rakabuming (26), Kahiyang Ayu (23), dan Kaesang Pangarep (19) mulai berkurang. Iriana juga tidak banyak berubah setelah menjadi istri pejabat. Dari menjadi istri Walikota Solo hingga menjadi istri Gubernur DKI Jakarta. Iriana tetap menjadi wanita Solo yang menjunjung tinggi nilai–nilai luhur dan cinta produk lokal. Itu terbukti dengan penampilannya saat pelantikan Presiden Indonesia di gedung MPR, Senin 20 Oktober 2014, Iriana tampil sederhana dengan kebaya model kutu baru dengan warna oranye cerah motif bunga bak matahari bersinar pilihan suaminya dengan selendang senada. Ia juga memakai sanggul klasik Jawa dihiasi bros kupu–kupu, giwang, dan

gelang emas, tas tangan putih, sandal hak berpayet serta kain batik coklat. Penampilan perdananya banyak mendapat pujian dari orang biasa hingga para desainer terkenal. Iriana memang punya selera berbusana yang bagus tanpa perlu pakai baju glamour nan mewah, sudah punya sesuatu yang diandalkan yaitu kharisma. Semoga dengan hadirnya Iriana sebagai Ibu Negara yang sederhana akan bisa menginspirasi banyak wanita Indonesia bahwa siapapun akan punya kesempatan sebagai Ibu Negara. Mulailah dengan menjadi Ibu Negara di rumah tangga, dengan menjaga anak–anak dan suami. Iriana yang sederhana menjadi istri yang tetap menyiapkan semua kebutuhan suaminya sebelum beraktivitas dan menjadi pengingat waktu makan dan penghibur sang presiden. -Utari


Inspirasi

4

3 - 9 November 2014

Susi Pudjiastuti

Menteri Nyentrik Ubah Jam Kerja Dari delapan menteri perempuan ‘Kabinet Kerja’ Jokowi-Jusuf Kalla, satu menteri yang paling menjadi sorotan publik adalah Susi ­Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan. Maklum gaya Bu ­Menteri yang satu ini memang agak berbeda, mulai dari rambutnya yang warna warni hingga soal tattoo. Belum lagi soal pendidikan formalnya yang hanya tamatan SMP. Tak heran terpilihnya Susi sebagai salah satu menteri dalam cabinet Jokowi-JK, menuai banyak pro dan kontra.

S

ebagian orang meragukan kemampuannya, namun yang mendukung pun tak kurang banyaknya. Mereka kagum dengan kemampuan wanita kelahiran Pangandaran, Jawa Barat, 15 Januari 1965 ini, dalam meniti kariernya. Meski pendidik­ annya terbatas, namun ia berhasil membuktikan diri mampu mencapai kesuksesan yang tak semua orang dapat menggapainya. Betapa tidak, ia tidak hanya sukses di bisnis perikanan dan hasil laut lainnya, namun ia juga berhasil membangun bisnis di bidang transportasi udara. Maskapai ‘Susi Air’ miliknya menjadi salah satu operator terbesar Cessna Grand Caravan di Asia Pasifik saat ini. Catatan sukses stori Susi ini juga sekaligus membuktikan bahwa pendidikan bukanlah satu-satunya tiket untuk menggapai sukses dalam kehidupan. Susi sendiri pun bukannya tidak tahu adanya ‘nada-nada’ sumbang terkait kemampuannya. Namun semua itu ditanggapinya dengan rendah hati. “Saya telah berdiskusi dengan pejabat Eselon I dan II. Ternyata mereka sangat berpikiran terbuka dan welcome. Padahal tadinya saya agak sedikit ragu. Mereka adalah akademisi anda, sementara dengan ijazah saya, apalaj saya ini ngobrol dengan bapak-bapak pejabat ese­ lon,” ungkap Susi dalam acara di auditorium Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dihadiri bukan hanya para pejabat tapi juga pegawai kementerian, Rabu (29/10). Meski lebih dikenal sebagai bos ‘Susi Air’ namun sesungguhnya bisnis di bidang kelautan dan perikanan lebih dulu dijajalnya. Justru di bisnis inilah ia lebih dulu meraih kesuksesan sebelum akhirnya mencetak sukses di bisnis transportasi udara. Maka tak heran ketika berbicara perikan­ an ia amat mahfum. Riris, seorang pensiunan Kementerian Kelautan dan Perikanan, menyebut Susi adalah seorang pekerja keras, yang merintis usahanya dari penjual bakul ikan. “Saya mengenal beliau dari ‘Nol’ hingga akhirnya jadi pengusaha sukses. Beliau adalah sosok yang sederhana, pekerja keras dan cepat dalam belajar,” ujar Riris kepada wartawan. Meski pendidikannya tidak tinggi, namun dengan peng­ alaman yang dimilikinya membuat

pengetahuannya setingkat para ahli. Karenanya Riris merasa yakin kalau Susi akan mampu membenahi persoalan di Kementerian Kelautan dan Perikanan. JUAL PERHIASAN UNTUK MODAL Perjalanan hidup Susi memang pantas membuat orang berdecak kagum. Ia memulai kiprahnya di bisnis perikanan tahun 1983 sebagai pengepul ikan di Pangandaran yang memang terkenal sebagai salah satu sentra nelayan di Jawa Barat. Saat itu boleh dibilang modal Susi sangatlah pas-pasan, hanya Rp 750 ribu. Itupun hasil menjual perhiasannya. Namun berkat kerja keras dan ketekunannya, ibu beranak tiga ini berhasil mengembangkan usahanya hingga akhirnya ia memiliki pabrik pengolahan ikan pada 1996 dibawah bendera PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan lobster sebagai produk unggulannya, dengan merk ‘Susi Brand’. Tahun 2005, ia mulai merambah ke bisnis penerbangan. Ada cerita menarik yang mengawali keputusan Susi merambah ke bisnis penerbangan. Rupanya semua bermula dari bisnis ikan. Ketika itu bisnis hasil lautnya tengah berkembang pesat, di satu sisi ia merasa transportasi yang digunakan untuk mengangkut hasil lautnya itu, terasa lambat yang berisiko terhadap produknya, seperti rusak atau bahkan mati. Kare­ nanya terpikir olehnya untuk menggunakan pesawat udara. Selain lebih cepat sampai, dagangannya pun akan tetap segar sampai ditujuan. Ia pun lantas me­­realisasikan angan­angannya dengan membeli pesawat Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar. De­ ngan pesawat itulah, Susi pun mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia untuk dipasarkan ke Jakarta dan Jepang.

Susi dan latar belakang pesawat miliknya

Nah ketika terjadi gempa bumi di kawasan Aceh dan pantai barat Sumatera, 26 Desember 2004, pesawat Susi menjadi pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di daerah yang terisolasi. Pengalaman mencapai daerah-daerah terpencil dan terisolasi itu lah justru meng­inspirasi Susi untuk membangun bisnis penerbangan di daerah perintis. Bisnis ini berkembang pesat. Seiring dengan itu, jumlah pesawatnya semakin bertambah, begitupun wilayah operasionalnya. Sekarang Susi yang berniat melepas jabatannya sebagai Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti Aviation setelah dilantik menjadi menteri, bukan hanya memiliki puluhan pesawat tapi juga mempekerjakan 180 orang pilot, dimana 175 orang di antaranya adalah pilot asing. Dengan prestasi luar biasa yang berhasil dicetaknya ini, tak heran kalau Susi meraih banyak penghargaan.

Susi Pudjiastuti

Di antaranya, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Repu­ blik Indonesia dan Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV. MENGUBAH JAM KERJA Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang meminta para menteri­ nya langsung bekerja begitu selesai dilantik, wanita gesit ini pun langsung melakukan gebrakan di hari pertama­

nya bekerja lewat sejumlah rapat yang dipimpinnya. “Saya akan membuat pemetaan yang bisa dikerjakan dalam waktu dekat. Misalnya terkait dengan illegal fishing, perikanan budi­ daya, pemasaran, hambatan impor tarif, dll,” tuturnya. Ia juga membuat target jangka pendek, misalnya, membuat program bantuan untuk nelayan pesisir. Menurut Susi, nelayan harus didik untuk memahami bisnis. Sementara kepada jajarannya, ia juga meminta agar dilakukan pendataan atas seluruh kapal yang ada di Indonesia. Baik kapal yang dikeluarkan oleh PKP, asing, maupun kapal milik warga Indonesia buatan asing. Yang juga cukup menarik perhatian adalah gebrakannya dengan meng­ubah jam kerja karyawan di kementeriannya, yakni masuk pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB. “Saya ubah jam kerja dari awalnya jam 8 menjadi jam 7 pagi, tapi waktu pulangnya bisa satu jam lebih cepat dari sebelumnya, yakni pukul 15,” tutur peraih penghargaan Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, ini. Susi punya alasan tersendiri kenapa jam kerjanya dimajukan. Menurut Susi makin pagi bekerja, yakni pukul 07.00 kondisi karyawan masih fresh juga lalu lintas belum macet. Begitu pun saat pulang kerja, tidak terlalu macet karena pulang pukul 15.00 sementara karyawan kantor lain biasanya pulang pukul 16.00 WIB ke atas. “Datang ke kantor pagi bisa lebih segar, pulang lebih cepat dan bisa bertemu dengan anak-anak,” ucapnya. -Diana Runtu

3 - 9 November 2014

21


20

3 - 9 November 2014

3 - 9 November 2014

Inspirasi Kongres Bedah Dunia Pertama di Bali

5

Sebarkan Kemajuan Ilmu Bedah ke Seluruh Dunia Suatu kehormatan sekaligus kebanggaan bagi profesi kedokteran Indonesia khususnya bagi dokter spesialis bedah karena menjadi tuan rumah pertamakalinya kongres bedah dunia, The 39th Biennial World Congress of the International College of Surgeons (ICS), 20-24 Oktober, di Bali International Convention Center The Westin Hotel, Nusa Dua, Bali.

K

penerapan teknologi yang efektif dan efisien. Teknologi di bidang bedah berkembang dengan sangat cepat, dan lazimnya hal yang baru, muncul persoalan biaya implementasi. Karena itu, pembedahan yang baik selalu mempertimbangkan efisien biaya implementasi dan keterjangkauan biaya bagi pasien yang membutuhkan pelayanan pembedahan. Semua ahli bedah menyadari, pengobatan kasus bedah yang sudah lanjut akan sulit dan memakan biaya yang relatif besar. Oleh karena itu, Vice President of Congress Prof. Sri Maliawan yang juga dibutuhkan upaya untuk President Elect terpilih bersama istri Ny. Ayu Sanjiwani mendeteksi dan meng­ ulang, apakah kita telah melakukan obati kelainan bedah sedini mungkin, good surgery,” ujar profesor yang ter- yang pada akhirnya akan memberikan pilih menjadi Presiden ICS Indonesian keuntungan bagi pasien. Di samping itu, pelayanan tim bedah yang tangSection Periode 2014-2016 ini. ICS bertujuan membina kolegi- guh, bersama dengan disiplin ilmu alitas dan pertukaran ide di bidang yang terkait merupakan keharusan bedah di seluruh dunia. Disamping itu, dimana kerja sama interprofesional menyebarluaskan kemajuan ilmu be- sangat berperan penting. Menurut Prof. Sri Maliawan, dah ke seluruh ahli bedah di dunia. Menurut Wakil Ketua Kongres, dalam kongres ini dibicarakan tehnik Prof. Dr. dr. Sri Maliawan,Sp.BS(K), operasi dari yang paling sederhana sampai robotic surgery (operasi dengan robot). Operasi bisa juga dilakukan jarak jauh lewat internet. Harapan ke depan, dengan terselenggaranya kongres ICS ini, para dokter bedah khususnya dokter bedah di Indonesia dapat memberikan pelayanan bedah yang berkelas internasional. Acara yang juga dirangkaikan de­ ngan 20th Annual Scientific Meeting of Indonesian Surgeons Association dan The 1st International Meeting of Indonesian Scrub Nurse Association, menetapkan Prof. Dr. dr. Sri Maliawan, Sp. BS(K) sebagai President Elect of ICS Indonesian Prof. Sri Maliawan, Prof. Paul, dr. Sudarsa, dr. IB. Budiarta bersama panitia inti Section Periode 2014-2016. seluruh staf bedah RS Sanglah/FK Unud Dalam acara kongres ICS ke-39 pest, Hungaria. Dalam perjalanannya, ICS Indonesian Section mendapatkan disamping acara ilmiah dan acara organisasi ini memiliki badan hukum kehormatan sekaligus tugas yang kesejawatan juga terdapat acara di Chicago, AS. Organisasi ini berang- cukup berat karena pada kongres di pertunjukan seni tari Bali dan malam gotakan ahli bedah (termasuk di da- Bali, juga menetapkan Presiden Elect kekeluargaan serta kebudayaan Indolamnya ahli kebidanan dan kandungan, ICS. Sebagai tuan rumah, Indonesia nesia. Kegiatan ini merupakan bagian ahli mata, bedah mulut, dan THT) dan memiliki posisi strategis dalam proses yang menjadi daya tarik pertemuan subspesialis, serta anestesiologis, pa- pemilihan ini. Dalam hal ini sangat internasional ini. tologis dan radiologis, karena peran- diharapkan peran aktif nya yang penting dalam pembedahan anggota ICS Indonesian secara keseluruhan. Saat ini ICS terdiri Section untuk mendudari 65 negara anggota dan dibagi da- kung wakil Indonesia lam beberapa wilayah yakni Amerika sebagai President Elect Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia of ICS. Pasifik, dan Afrika. Topik yang dibica­ Indonesia ikut berperan aktif rakan dalam ICS medalam ICS sejak tahun 1975. Kong­res nyangkut multidisiplin ICS dilakukan tiap dua tahun sekali de­n gan fokus patient dan menjadi suatu kehormatan bagi safety, proper up to date Indonesia khususnya Bali mendapat- surgery, affordable & cost kan kesempatan sebagai tuan rumah efficient, early diagnosis & untuk yang pertamakalinya. treatment serta holistic Tema kongres ICS dunia ke-39 team approach. ini kali ini adalah “Heading to Good Patient safety meruSurgery”. pakan isu penting yang Menurut Prof. Paul Tahalele, ­Ketua menempatkan keamanan Panitia Kongres ICS ke-39, tema ini pasien bedah sebagai memiliki arti yang sangat luas dan fokus utama. Hal ini ha­ Prof. Sri Maliawan bersama Prof. President Congress mendalam. “Tema ini menggugah kita nya dapat dicapai dengan Prof. Paul Tahalele yang juga terpilih menjadi President ICS Indonesian Section Periode 2014-2016 semua untuk berpikir dan­ ­meninjau ke­­tepatan dan ­keakuratan ongres ini mendatangkan 1300 peserta, de­ ngan pembicara ­asing sebanyak 74 orang. Acara kongres ini dibuka Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes Prof. Akmal Taher. Kongres bedah dunia pertamakali di Indonesia dan di Bali ini pelaksana­ annya dipercayakan kepada Vice President of Congress Prof. Sri Maliawan bersama panitia tim bedah RS Sanglah/FK Unud. Panitia tugasnya mengha­dirkan pembicara terbaik di bidangnya dari seluruh dunia dan mendatangkan ahli bedah dari seluruh Indonesia untuk mengikuti pelatihan (workshop) dan mendengarkan world class presentation, sekaligus mengenalkan budaya Bali dengan mempertunjukkan tarian Bali ICS merupakan satu-satunya organisasi kedokteran dunia yang mempunyai perwakilan di WHO (head quarter ICS berada di Chicago AS). Ada 71 orang pakar dari 65 negara mewakili 5 benua dan 8 wilayah global di Kongres ICS Dunia ke-39 di Bali ini. ICS merupakan organisasi nirlaba internasional yang berdiri pada tahun 1935 di Geneva, Swiss. Pendirinya adalah Prof. Max Thorek dari Buda-

Jln. Tari Kecak No. 12, Gatot Subroto Timur, Denpasar. Tlp. 0361-426699, 426700. Faks. 0361-427800. Email: info@stpbali-int.ac.id. Website: www.stpbali-in.ac.id

Dari kiri: dr. Sudarsa, dr. Rudy, Prof. Paul, Prof. Akmal Taher, Prof. Sri Maliawan, dr. Kuning, dan Drg. Nugie

dr. Sudarsa, Prof. Sri Maliawan, Prof. Junichi Mizuno, dan Dr. Tjok Mahadewa

Susunan Panitia Kongres ICS: Advisory Committee: Dr. Rudi Yuwana, PhD, FINACS, FICS, Prof. Dr. dr. Sjamsuhidajat, FINACS,FICS, Prof. Arjono DP, MD, PhD, Prof. Dr. dr. IB Tjakra Manuaba, MPH, Sp.B(K) Onk. Chairman of Congress: Prof. Paul Pahalele, MD, PhD; Vice Chairman: Prof. Dr. dr. Sri Maliawan, Sp.BS(K), Urip Murtedjo, MD; Secretary General: dr. I Wayan Sudarsa, SpB (K) Onk; Vice Secretary General: dr. IB Budiarta, SpB,FINACS; Honorer Terasurer: dr. I Nengah Kuning Atmadjaya, SpB (K) Trauma, KKL, FINACS, dr Putu Anda Tusta Adiputra, SpB (K) Onk; Scientific: Prof. I. Riwanto, MD,PhD, Prof. Zaenal Mutaqim, MD,PhD, Dr. Dwirani Rosmala Praiwi, FINACS, FICS, dr. Ida Bagus darma Putra, SpB-KBD; Coordinator of Scientific Programe: dr. Gede Wirya Kusuma Duarsa, M.Kes,Sp.U, dr. I Gst. AA Manik Yuniawaty Wetan, Sp.B; Coordinator of Registration and Secretary: dr. I Wayan Periadijaya, SpB (K) Trauma, FINACS; Coordinator of Workshops and Course: dr. I Nyoman Semadi, SpB,SpBTKV, Dr. dr. Tjokorda Gde Bagus Mahadewa, M.Kes,SpBS, dr. I NYoman Putu Riasa, Sp BP-RE(K), dr. Ketut Widiana, SpB(K) Onk, dr. I Gede Budhi Setiawan, Sp (K) Onk, dr. I Made Mulyawan, SpB-KBD, dr. IB Made Suyawisesa, SpB(K) Onk, dr. I ketut Wiargitha, Sp.B (K) Trauma, FINACS; Coordinator Free paper & Posters: Dr. dr. Nyoman Golden, SpBS (K), dr. I Ketut Sudiasa, SpB(K) Trauma, FINACS; Coordinator of Publications and Documentation: dr.Agus Roy Rusly Hariantara Hamid, SpBP-RE, dr. I Made Suka Adnyana, SpBP-RE; Coodinator of Social Function and Entertainment Programe: dr. I Made Suka Adnyana, SpBP-RE; Coordinator of Acomodation, Transportation and Security: dr. Made dekker, SpOT, dr. I Wayan Niryana, M.Kes, Sp.BS, Coordinator of Health Support: dr. IGAB Krisna Wibawa, SpB, FINACS; Coordinator od Sport and Recreation: dr. I Ketut Sudartana, SpB-KBD, dr. I Made Darmaja, SpB, SpBA, dr.I Gst. Nyoman Wien Aryana, SpOT, dr.Made Putra Wirawan, Sp.BS; Coordinator of Ladies Programe: Ketut Ayu Sanjiwani, SE.


Women on Top

6

3 - 9 November 2014

Ni Ketut Sri Wahyuni, S.Sos.

Menang-Kalah Urusan Belakangan Keberadaannya yang strategis di jantung Kota Denpasar membuat wilayah ini banyak diserbu penduduk pendatang (duktang). Karena itu, Lurah Dangin Puri Dangri), Ni Ketut Sri Wayuni, S.Sos. bersama timnya secara berkesinambungan melaksanakan penertiban administrasi kependudukan, baik antarkabupaten maupun dari luar kabupaten.

“K

ami

tidak

melarang war­ ga luar ting­ gal di wilayah Kelurahan Dangri, namun harus tertib adminsitrasi kependudukan, agar mempermudah aparat banjar, lingkungan maupun kelurahan me­ monitor keberadaan serta aktivitas mereka,’’ ujarnya. Hal ini dikatakan­ nya sebagai upaya meminimalisir per­ masalahan yang muncul di kelurah­ an yang mewilayahi tujuh banjar/ lingkungan, yakni Banjar Kaliungu Kelod, Banjar Bun, Banjar Kayumas Kaja, Banjar Kayumas Kelod, Ban­ jar Abasan, Banjar Tegal Sari, dan Banjar Batu Mas. Mobilitas duktang di wilayahnya ini tergolong tinggi, terutama saat Lebaran. “Biasanya kami melakukan penertiban adminis­ trasi menjelang dan pasca Lebaran,” ungkap mantan Kasi. Rumah Makan, Bar dan Restoran Disparda Kota Denpasar ini. Duktang yang terjaring dalam ra­ zia ini, mereka yang belum mengan­ tongi KIPS (Kartu Identitas Penduduk

Sementara) dan STPPTS (Surat Tanda Pendaftaran Penduduk Tinggal Se­ mentara). Mereka selanjutnya digiring ke Balai Banjar untuk didata sekaligus dibuatkan kartu indentitas. “Padahal kami sudah sering melakukan so­ sialisasi tentang tata tertib duktang, bahwa mereka harus melaporkan diri 1x24 jam. Namun, masih ada saja yang kena razia. Saya harap setiap penduduk pendatang yang tinggal di Kelurahan Dangin Puri harus mengi­ kuti aturan yang ada. Jangan sampai sudah tinggal lama tidak melapor ke kaling maupun ke kelian banjar,” ujar Bu Lurah. Penertiban administrasi kependudukan ini melibatkan aparat lingkungan, banjar, Polmas, dan Babinsa. Tak heran jika Pemkot Den­ pasar menobatkan Kelurahan Dangri sebagai Juara 1 Lomba Admisnistrasi Kependudukan tahun 2013. AKTIFKAN LANSIA Wilayah Kelurahan Dangri yang berada di pusat kota ini, mau tak mau harus mendapatkan perhatian lebih, terutama dari segi kebersihan

lingkungan. Ruas-ruas jalan protokol yang menjadi mobilitas utama pun tak lepas dari perhatian Bu Lurah Sri Wahyuni. Tak jarang, pagi-pagi buta sebelum jam kerja dinas dimulai, Bu Lurah mengecek kebersihan ruas jalan ini. “Jika ada yang belum bersih, atau kemungkinan sampah belum terangkut petugas DKP, saya segera menugaskan moci untuk membersih­ kannya,” ujarnya. Moci (motor cikar) ini sejenis motor yang di belakangnya ada gandengan bak sampah. Moci ini merupakan sumbangan dari DKP Denpasar. Selain menyosialisasikan kebersi­ han di tiap kesempatan, seperti saat arisan dan rapat PKK serta rapat banjar, secara terjadwal pula Ke­ lurahan Dangri melibatkan warga sekitar melakukan Jumat bersih di lingkungannya. Selain member­ sihkan lingkungan, pihaknya juga menata lingkungan, karena wilayah Kelurahan Dangri banyak pemuki­ man, pertokoan, dan perkantoran. “Saya konsen terhadap kebersihan lingkungan karena Denpasar sebagai kota berawasan budaya harus clean and green seperti yang dicanangkan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawi­ jaya Mantra ,” papar istri I Nyoman Ardana, S.H. ini. Sejak menjabat Lurah di tahun 2012, Sri Wahyuni mulai mengak­ tifkan potensi-potensi yang ada di masyarakat dengan menggelar ber­ bagai kegiatan maupun mengikuti

berbagai macam lomba. “Kami ikuti saja semua lomba, soal menang-kalah itu urusan belakangan. Yang penting Kelurahan Dangri turut berpartisi­ pasi,” ujar ibu dua putra, I Gede Ari Yuda, S.E. dan I Made Ari Sena ini. Beberapa kegiatan yang dilakukan seperti men­ gaktifkan senam lansia di seluruh banjar, yang kemudian dipentas­ kan bersama saat perayaan Prokla­ masi RI belum lama ini atau saat momen-momen tertentu. Bu Lurah juga membentuk janger lansia di Banjar Bun yang sudah dipentas­ kan saat pe­ melaspasan banjar terse­ b u t be­

berapa waktu lalu. Dalam peringatan Hari Lansia 2014, Kelurahan Dangri yang diwakili Banjar Kayumas Kelod berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Pakaian Adat Berpasangan. Prestasi lain yang pernah diraih, antara lain, Juara 1 Lomba Rias Wajah dan Sanggul Tingkat Kota tahun 2013, Juara Harapan Lomba Kadarkum 2013, Juara Harapan Lomba Admin­ istrasi PKK dalam HKG-PKK 2012, dan Juara Harapan 1 Lomba Pemada­ man Api Secara Modern dalam HUT Kota Denpasar ke-225 tahun 2013. Semua kegiatan ini dikatakannya ber­ tujuan untuk memupuk rasa kebersa­ maan dan kekeluargaan dalam bingkai NKRI. “Dengan dilaksanakannya beragam kegiatan ini diharapkan dapat menyehatkan fisik dan psikis seluruh warga Dangri, dan Kota Denpasar pada umumnya, menuju kehidup­ an yang lebih damai dan sejahtera,” tandasnya. –Inten Indrawati

Yuliana Tirto

Enak 5 Menit Bayar 5 Hari Motivasi hidup sehat dan badan bebas dari sakit, menjadi alasan Yuliana Tirto bergabung di Rai Fitness enam bulan lalu. Perempuan kelahiran Malang yang mengaku dulu mengonsumsi makanan semau gue, sejak ikut fitness mulai mengatur pola makannya.

“D

i Rai Fitness, selain fitness untuk pemben­ tukan otot, kami juga dibekali pengetahuan untuk hidup sehat dengan mengatur pola makan. Sekarang saya makan full protein,” ujarnya. Nasi putih yang banyak mengandung karbohidrat, ia ganti dengan putih telur. “Jadi, nasi putih saya itu ya putih telur,” candanya. Saban hari, Yuliana mengonsumsi semangkok putih telur yang dikukus, untuk makan pagi, siang, dan malam. Setidaknya, 4 kg putih telur saja yang kini sudah tersedia di pasaran, dikonsumsinya untuk 14 hari dengan frekuensi makan tiga kali sehari. Lauknya bervariasi, bisa ikan, dada ayam 100-150 gr, atau tahu dan tempe yang pengola­ hannya serba direbus, tanpa bumbu. Dilengkapi dengan sayur yang berserat banyak, buahbuahan, seperti bengkuang, apel manalagi, kiwi, dan belimbing. “Kacang-kacangan mengandung gizi yang bagus, terutama kacang hijau,” ungkap Supervisor di XO Suki & Cuisine Restaurant MBG ini. Lalu, bagaimana jika sepulang kerja malam kelaparan? Yuliana mengatasinya dengan men­ gonsumsi susu protein atau teh hijau. Baginya, itu cukup mengenyangkan. Semua usahanya itu,

menata pola makannya menuju hidup sehat, didukung penuh sang mama, Nyoman Nardi, yang paling rajin membuatkan dan menyiapakan kacang hijau tiap sore. Untuk makanan mereka sehari-hari, Yuliana yang memiliki hobi mema­ sak ini langsung turun ke dapur, masak sendiri. Kalaupun masakan itu berbumbu, ia memilih bumbu rempah, seperti lada hitam, merica, dan pala. Untuk rasa asin, didapatkan dari garam vege. Sementara rasa manis, berasal dari madu, tropicana slim, gula aren, atau gula merah. Secara umum, konsumsi makanan yang dianjurkan adalah makanan berserat, tidak mengonsumsi makanan berminyak (gorengan), mengurangi karbohidrat, garam dan gula, serta memperbanyak protein. “Boleh saja mengon­ sumsi makanan tersebut, tapi minimalis, lebih banyak ke sayuran saja,” ucapnya. MENANG DUA KATAGORI Dua minggu pertama mengikuti fitness, penyuka western food ini tak menyangkal badan terasa sakit semua. Namun setelah itu, badan terasa segar dan enteng. Keluhan kram di leher dan pundak kaku, tak didapatinya lagi. Pere­ daran darahnya makin lancar. Ia mengambil kelas weight training/pembentukan otot. “Biar badan saya lebih berbentuk saja. Dulu berat saya 55 kg, kurusnya rata. Sekarng berat 49

Yuliana Tirto

kg, kurusnya berbentuk,” ungkapnya. Usaha kerasnya itu membuahkan hasil maksimal. Yuliana berhasil menggondol Juara

1 dalam dua kompetisi yang diikutinya yakni Body Contest-Women Figure dan Muscle Endurance Competition-Legs Press dalam An­ niversary 1 th Rai Fitness belum lama ini. Yuliana yang memiliki moto hidup se­ lalu berpikir positif ini, mengatakan semua itu dimulai dari pola makan, yang diimbang­ inya dengan latihan rutin cukup 1 jam sehari, tiga kali seminggu dan istirahat yang cukup. Menjelang kompetisi, Yuliana mengaku sangat mempersiapkan diri, yakni dengan memper­ ketat pola makan dan latihan dimaksimalkan menjadi seminggu lima kali dengan frekuensi waktu tak lebih dari tiga jam per hari. Latihan ini pun selalu didampingi instruktur agar tak cedera. Penyuka warna ungu, hitam dan putih ini mengisahkan pengalamannya saat menghadiri dinner party. Sebelum berangkat ke tempat itu, ia sudah berpikir pastinya makanan di sana mengandung kolesterol tinggi. “Kalau membawa bekal makanan, kayaknya repot. Akhirnya saya ikut makan dengan porsi kecil saja,” tuturnya. Namun apa yang terjadi? Keesokan harinya, badannya terasa tak enak, perut terasa membuncit, pipi kelihatan agak tembem, dan badan tersa berat. Perubahan kecil itu juga dirasakan pelatih fitnessnya. Un­ tuk mengembalikan kondisi badan ke semula, Yuliana pun harus membayarnya dengan lebih mengintensifkan jadwal dan waktu latihannya. “Enak lima menit harus saya bayar dengan latihan ketat yang dirapel lima hari,” ucapnya. Sejak saat itu, ia mulai berhati-hati dalam meng­ hadiri undangan makan. “Jika dapat undangan pesta lagi, saya akan makan dulu di rumah. Di tempat undangan, makan salad saja,” ucapnya tersenyum. –Inten indrawati

Sudut Pandang

3 - 9 November 2014

19

Jadilah Pahlawan Pemberantas Kemiskinan dan Kebodohan Masa sebelum kemerdekaan, rakyat Indonesia berjuang melawan penjajah. Kini, setelah merdeka, kita tak lagi berperang melawan kolonial, namun, pahlawan masa kini, adalah orang yang dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarganya, maupun lingkungan sekitarnya.

B

agi Ni Made Arlin Valinda, menjadi pahlawan masa kini, hendaknya dimulai dari diri sendiri. Artinya, kita mampu menjalankan pekerjaan kita de­ ngan baik dan bertanggungjawab dengan semua tugas yang dibebankan. “Sebagai seorang pribadi mandiri, kita mampu dan berani menghadapi tantangan hidup dan memecahkan masalah yang ada. Dalam hal pekerjaan, kita mampu mengatur waktu dengan baik, antara tugas kantor dan peran kita sebagai ibu dan istri, jika kita sudah menikah. Selalu berkoordinasi yang baik dengan atasan, dan menjaga hubungan harmonis dan mampu bekerja sama dengan tim,” tutur Public Relations and Event PT. Garuda Indonesia For Bali ini. Menurut Arlin, dari kisah hidupnya yang terlahir dari ayah asli Bali dan ibu dari Keraton Pakualam Yogyakarta, dua budaya yang berbeda membuat hidup­ nya lebih berwarna untuk satu tujuan keharmonisan. Begitulah ia memaknai hidup, agar tetap menjalin keharmonisan dengan keluarga besar mapun lingkungan sekitarnya. Bagi perempuan yang awal tahun depan genap berusia 30 tahun ini, se­ sibuk apapun dalam berkarier, ia selalu menyempatkan diri membagi waktu­ nya dengan baik untuk putri sematang wayangnya yang baru berusia 2,5 tahun. “Dengan tugas dan tanggungjawab saya di bidang public relations and event, saya memang tak punya waktu banyak untuk bersama si kecil. Namun, bagi saya, yang penting kualitas bukan kuantitas. Begitu juga, komunikasi selau terjaga dengan baik dengan suami. Saya berusaha men­ jadi “super mom” bagi keluarga,” tutur istri Dewa Nyoman Yudatama ini. Baginya, pahlwan masa kini, penuh dengan tantangan berat. Karena, global­ isasi harus disikapi dengan kedewasaan emosional. Karier yang sukses juga harus diimbangi dengan keluarga yang bahagia, dan kepedulian terhadap masyarakat. Itulah sejatinya, para pahlawan yang di­ harapkan mampu membentuk generasi bangsa yang lebih baik ke depannya. PAHLAWAN MASA KINI Kata pahlawan, secara etimologi berasal dari kata phala-wan (Bahasa Sanskerta) yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pen­

gorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang ga­ gah berani. Sebutan pahlawan mungkin tepat diperuntukkan mereka yang memperjuangkan kemer­ dekaan negeri ini pada zaman penjajahan dulu. Lalu, dalam era kekinian, adakah yang bisa kita sebut “pahlawan”? “Pahlawan masa kini adalah orang yang bisa dicontoh atau ditiru perilakunya yang sesuai dengan apa yang diucapkan­ nya. Tidak hanya tong kosong nyaring bunyinya,” ujar Ni Putu Asteria Yuniarti, S.Pd., remaja berprestasi yang baru saja menamatkan kuliah S-1nya di IKIP PGRI Bali. Seseorang yang bisa disebut pahlawan, dikatakannya juga mereka yang memberikan kontribusi sepanjang hayat. Sama halnya seperti pahlawan kemer­ dekaan yang selalu dikenang. Tetapi sekarang, menurut Asteria, pahlawan melawan kemiskinan dan kebodohan. “Walaupun saya tamatan keguruan, tetapi saya bercita-cita menjadi seorang entrepreneur yang bisa membantu orang lain untuk mendapatkan pekerjaan, dan saya berkeinginan untuk membuat Rumah Baca untuk anak-anak kurang mampu, sehingga mereka mendapatkan skill di luar jam sekolah,” ucap Juara I Duta Mahasiswa GenRe 2012 tingkat nasional ini. Baginya, tidak ada sesuatu yang mustahil. Karenanya, saat ini ia berjuang untuk mewujudkan impiannya tersebut. Di matanya, yang layak menjadi sosok pahlawan saat ini ada­ lah ibu. Kare­n a, ibu adalah sosok yang tak kenal lelah untuk men­ dedikasikan hidupnya ke­ pada keluarga, anak, dan suami. “Saya bersyukur di­besarkan dengan kasih sayang orangtua saya. Walaupun beliau tidak banyak memiliki materi, tapi beliau mengajar­ kan saya dan adik-adik tentang arti kehidupan, sehingga kami tumbuh menjadi anak-anak yang berbakti kepadanya,” ungkapnya haru. Namun, secara umum, Asteria me­ nyebut kriteria pah­ lawan masa kini adalah mereka yang memiliki

ide kreatif yang berdampak positif bagi orang lain, entah di bidang pendidikan,

sosial, politik,dll. Sosok pahlawan dalam kriterianya itu, cerdas, sederhana, ber­ wibawa, dan mampu menjadi sosok figur yang mudah ditiru. “Seperti Jokowi. Saya salah satu pengagum Presiden Jokowi, karena penampilannya yang sederhana,” ucapnya antusias. “Mungkin Jokowi bisa menjadi pahlawan karena dedikasinya untuk kinerja Indonesia,” imbuhnya. Untuk menjadi pahlawan, tidak memerlukan upaya atau cara. Karena predikat pahlawan adalah bentuk peng­ hargaan orang lain. Siapa pun orang yang rendah hati tentu tak berharap bahwa ia dikatakan pahlawan. Justru karena output/hasil yang ia lakukanlah, maka ia disebut pahlawan. “Karena pahlawan bukan dibuat-buat, ia murni ada ketu­ lusan untuk mengabdi dan memberikan pelayanan bagi orang lain,” tandasnya. –Wirati Astiti/Inten Indrawati


18

Kreasi

Konten Lokal di Pasar Global

I

ni merupakan pengantar dari aplikasi game terbaru berjudul “Adventure of Jalak” yang dihasilkan Miracle Gates Studio. Game ini dibuat dengan tata letak bermuatan lokal dipadu kreasi seni para punggawa Miracle Gates yang terdiri dari Orlando Nandito Nehemia (Nando), Gd. Ferry Marsellino (Ferry), Ilham Putra

standar. Namun, jika berdekatan dengan hari raya keagamaan seperti Galungan, Nyepi, mereka akan membuat season tersendiri dengan musik khusus seperti yang dilakukan Angry Bird.

Panjaitan (Ilham), dan Ghany Haqqi (Ghany). “Kami sering membaca berita atau melihat tayangan televisi yang membahas Jalak Bali. Burung ini merupakan maskot Bali yang dilindungi karena hampir punah. Kami pun tergugah untuk membuat game yang tokohnya burung jalak. Kami juga menjadikan game Flappy Bird sebagai contoh, kemudian kami kembangkan,” ungkap Nando. Setelah berembug, mereka mulai menggarap game ini bulan Juli 2014 disela-sela kegiatan kuliah di STMIK Primakara. Nando menambahkan, proses coding membuat mereka agak lama menyelesaikan game ini. Mere­ ka mengaku baru tahap belajar dalam coding sehingga banyak

melakukan perbaikan. Keempatnya berbgai tugas dalam pembuatan game ini. Nando sebagai game designer dan programmer, Ilham sebagai programmer, Ferry sebagai artist, dan ­Ghany mengurus sound. Kolaborasi empat remaja ini menghasilkan game yang bermuatan lokal yang siap bersaing di pasar global. “Kami mengusung muatan lokal dalam game ini. Contohnya, kami memasukkan patung Catur Muka yang ada di Denpasar, Museum Geopark di Kintamani, dan GWK yang ada di Ungasan. Dalam beberapa fitur, kami juga menyiapkan aksesoris untuk si jalak yang berupa destar,” ujar Ferry. Untuk tahap awal, game ini sudah menggunakan musik

tkh/ngurah budi

Pengembangan application memegang kunci setelah device dan network tersedia. Tampak seorang pemain game Adventure of Jalak memainkan game ini dengan jaringan Telkomsel

Aplikasi “Adventure of Jalak”

PAMER TELUR Nando menambahkan game ini sudah bisa diunduh di tiga operating system, iOS, Android, dan Windows Phone. Sejak diluncurkan 25 Oktober 2014, respons pecinta game cukup bagus. Pemain akan berlaku sebagai si jalak. Tugasnya mengumpulkan telur sebanyak-banyaknya. Ada tiga scene yang disiapkan dalam game ini Green Hill, Beach, dan Dark Forrest. Tahap awal, baru Green Hill yang dilatarbelakangi siluet patung GWK yang bisa dibuka. Selanjutnya akan dikembangkan scene Beach yang menggunakan pantai Kuta dan Dark Forrest yang dibuat seperti hutan fantasi. Pemain tinggal memilih di scene mana mereka bermain lalu akan ada si jalak yang bergerak untuk mengumpulkan telur-telurnya. “Tap-tap saja untuk memainkannya. Ada telur langsung ambil, ada batu harus menghindar. Telur-telur yang sudah dikumpulkan ini bisa dipamerkan di akun facebook. Pemain bisa menunjuk-

Life

Story

7

Dari Ruang Rawat ke Pelaminan

“Adventure of Jalak”

Dua laki-laki menangkap burung jalak yang sedang beristirahat. Tak hanya membawa kabur burung yang memiliki nama Latin Leucopsar Rothschildi ini, lelaki itu juga membawa telur-telur burung jalak. Saat melewati jalan berbatu, mobil oleng dan karung yang dipakai mengurung si burung jalak terhempas dan jatuh ke tanah. Di­mulailah petualangan si jalak mengumpulkan telur-telur yang berjatuhan.

3 - 9 November 2014

3 - 9 November 2014

Gatot P. Utomo

kan jumlah telur yang sudah dia kumpulkan,” ujar Nando. Saling pamer jumlah telur jalak ini juga bertujuan untuk saling mengingatkan bahwa semua harus peduli untuk menyelamatkan jalak Bali. “Kami ingin semua lapisan masyarakat peduli jalak Bali, mulai dari anak-anak hingga dewasa, makanya tokoh jalak kami buat berbasis kartun. Demikian juga dengan tata letak game yang eye catching dan tidak terlalu formal,” imbuh Ferry. “Kami berharap tahun ini semua fitur bisa selesai termasuk dual player dan scene,” kata Ilham. Selam proses pengerjaan game ini mereka memanfaatkan inkubator STMIK Primakara sebagai “kantor” dan mendapat dukungan fasilitas selama setahun. Setelah setahun mereka harus mandiri untuk mengerjakan karya-karya kreatif lainnya. EKOSISTEM DNA Karya kreatif generasi muda seperti Miracle Gates ini mendapat tanggapan dari GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra Gatot P. Utomo. Menurutnya, karya kreatif ini merupakan bentuk dari unsur A atau Application yang tengah dikembangkan di industri digital saat ini. “Sekarang yang berkembang adalah ekosistem DNA (Device, Network, dan Application). Pengembangan application ini yang memegang kunci setelah device dan network tersedia. Perlu kreativitas untuk mempercepat industri aplikasi,” tegas Gatot. Ia menambahkan meningkatnya tren penggunaan layanan digital ini dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan pelanggan untuk senantiasa terkoneksi dengan layanan yang dapat menunjang produktivitas termasuk sarana hiburan, salah satunya bermain game. –Ngurah Budi

Musik tradisional Ndiri Biola (pergelaran biola khas Bima), mengalun sepanjang malam memeriahkan pernikahan Selina (23), bukan nama sebenarnya, yang akan dilangsungkan keesokan harinya. Irama biola yang kadang mendayu-dayu, kadang tinggi dan terkadang menyayat juga riang, seakan menggambarkan kisah perjalanan hidup yang pernah dilewati oleh perempuan beranak satu ini.

L

ahir dari keluarga biasa, cenderung kekurangan, Selina termasuk beruntung. Orangtuanya yang bekerja sebagai buruh tani serabutan, memiliki cita-cita yang hebat untuk ukuran situasi kehidupan ekonomi seperti mereka, yakni menyekolahkan keempat anak mereka sampai perguruan tinggi, termasuk Selina. Sebagai anak sulung, Selina akhirnya mendapat kesempatan itu. Untuk biaya kuliah dan kos, ayah dan ibunya bekerja lebih keras lagi. Meski keduanya tidak sempat mengenyam bangku kuliah karena keterbatasan ekonomi, cucuran keringat yang mengucur di bawah terik matahari saat bekerja sebagai buruh tani, menjadi saksi betapa mere­ ka menginginkan Selina berhasil menyelesaikan kuliahnya. Tahun pertama, kuliah Selina lancar dengan nilai yang baik. Memasuki tahun ketiga, Selina seper­ti melupakan kerja keras dan usaha orangtuanya. Selina mulai sibuk pacaran. Ia mulai banyak berbohong dan selalu mencari-cari alasan seperti mengerjakan tugas atau pun penelitian -semua berbau perkuliahan- ia kerap tidak pulang bahkan hingga dua hari. Ia rupanya pergi dengan pacarnya entah ke mana. Sampai akhirnya, ia hamil. Betapa malunya orangtua Selina sehingga sempat menutupi kehamilan tersebut dan sempat pula berusaha kiri kanan untuk menggugurkannya. Ibunya merasa masa depan Selina hancur atas kehamilan itu. Namun, semua usaha itu sia-sia hingga akhirnya para tetangga pun mengetahui­ nya. Ini menjadi pembicaraan yang sangat memalukan. Apalagi usia kandungan Selina rupanya

telah berumur tujuh bulan. “Saya merasa bersalah dan berdosa pada ayah dan ibu,” ujarnya singkat tanpa mau banyak bercerita. Kisah ini diceritakan kembali oleh salah seorang sahabat Selina. Belum lagi sanggup menanggung malu atas kehamilan itu, orangtua Selina kembali mendapat cobaan. Pacar Selina yang telah menghamilinya tidak mau bertanggung jawab. Berhari-hari dicari ia menghindar dan bersembunyi. Ia selalu mengatakan bahwa ia ragu jika anak yang dikandung Selina adalah anaknya. “Jelas ini sangat memukul Selina dan orangtuanya,” kata Kartika, sahabat Selina. Tidak patah arang, orangtua Selina mencari pacar Selina hingga akhirnya ketemu. Mereka memohon agar pacar Selina mau menikahi Selina. “Terserah setelah itu mereka bercerai juga tidak apaapa,” kata Kartika mengisahkan perjuangan orangtua Selina untuk meminta pacar Selina bertanggung jawab. Atas kebaikan hati calon mertua Selina yang ikut membujuk, pacarnya itu akhirnya mau menikahinya. Akad nikah sederhana itu

berlangsung “setengah terpaksa” bagi suaminya. “Setelah menikah, hanya satu malam ia bermalam di rumah Selina, setelah itu ia pergi hingga tak pernah kembali sekali pun,” ujarnya. Selina beberapa kali mencarinya ke rumah mertuanya, namun ia tidak mau pulang jika mengetahui Selina ada datang ke rumahnya. “Untungnya mertua Selina baik dan terlihat kasihan pada Selina,” ujar Kartika. Mertua­nya juga sudah membujuk suami Selina agar mau kembali dan menjalankan perkawinan tersebut, namun suaminya itu tidak peduli lagi padanya. Beberapa hari ia menginap di rumah mertuanya menanti kedatangan suaminya, Selina mulai merasa bahwa ia tidak bisa mengharapkan apa-apa dari laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu. Ia pun meminta diri pada mertua­ nya untuk pulang. Rumah Selina dan suaminya beda kabupaten di Nusa Tenggara Barat. Saat ia pamit, mertua dan ipar-iparnya menahannya, meminta ia untuk bersabar sedikit lagi, sementara mereka tengah membujuk suaminya. Namun melihat tidak ada niat baik dari suaminya, ia memaksa untuk pulang. “Selina pulang dengan perut yang telah besar membawa serta pakaian dan keperluan bayi lainnya yang dibelikan oleh mertua dan iparnya,” kata

Ka r t i k a . H a n y a kebaikan mertua dan iparnya inilah yang sedikit menghibur hati Selina. Sampai akhirnya tiba waktunya ia melahirkan, suaminya juga tak

kunjung datang. Anak perempuannya yang lucu tumbuh tanpa seorang ayah. Ia sendiri telah melupakan suaminya itu. Meski tidak ada perceraian secara resmi, Selina menganggap bahwa me­ reka telah bercerai dan tidak lagi mengharapkan suaminya itu. Ia membesarkan sendiri anak semata wayangnya itu. Selina tampaknya menyesali semua hal yang telah terjadi pada dirinya. Ia membayar kekecewaan orangtuanya dengan menyelesaikan kuliahnya hingga menjadi sarjana. CERAI LALU KAWIN Karena rasa penyesalan inilah, Tuhan kemudian memberinya kemudahan. Tanpa diduga, lima tahun kemudian seorang lelaki baik hati dengan pekerjaan tetap datang melamarnya dengan cara yang baik. Kisah pertemuannya dengan lelaki ini juga cukup unik. Ketika setahun yang lalu ia menjaga kakeknya yang sakit di rumah sakit, ia bertemu pertama kalinya dengan laki-laki ini yang tengah menjaga istrinya yang sakit di ruang rawat yang sama. Lelaki ini juga memiliki seorang anak kecil. Kala itu, kata Kartika, belum ada benih-benih cinta di antara mereka. Namun,

anak kecil ini malah dekat dengan Selina bahkan cenderung manja. Selina sempat menggendong dan membantu menidurkannya ketika si ayah sibuk mengurus ibunya yang tengah sakit. Sebagai sesama penghuni ruang rawat itu, mereka pun akrab biasa saja. Hingga seminggu kemudian istri si laki-laki itu mening­gal dunia. Sejak kepulangan laki-laki itu membawa jenazah istrinya, tidak ada komunikasi lagi antar mereka. Namun, beberapa bulan kemudian, Selina menerima pesan pendek dari laki-laki ini. Selina ingat pernah memberi nomor hand phonenya pada laki-laki ini ketika ia menitip kakeknya di ruangan itu saat ia pergi membeli makanan. Ia minta bantuan laki-laki ini untuk menghubunginya jika kakeknya memerlukan sesuatu. “Rupanya nomor itu disimpan dengan baik,” kata Kartika. Sejak itulah mereka mulai menjalin hubungan sampai akhir­ nya laki-laki itu datang melamarnya. Melihat kebaikan laki-laki ini, Selina pun menerima lamaran tersebut. laki-laki inilah yang kemudian membantunya mengurusnya perceraian secara resmi. Mereka akhirnya kawin dalam sebuah perayaan sederhana, seminggu yang lalu. Kisah hidup yang telah terjadi padanya, menjadi bagian pelajaran yang paling berharga bagi Selina. Kini, ia mem­ buka lembaran baru bersama suami­ nya itu dalam sebuah perkawinan yang mereka harapkan menjadi bahagia hingga akhir hayatnya. Dalam balutan kebaya -yang tidak sempat terpikirkan untuk memakainya ketika “perkawinan terpaksa” lima tahun lalu, Selina tersenyum bahagia. -Naniek I. Taufan


Bunda & Ananda

8

3 - 9 November 2014

Mendekatkan yang Jauh tanpa Menjauhkan yang Dekat Pulang kantor Bu Kris membuka lemari. Ia mengeluarkan dua telepon seluler (ponsel) untuk diberikan kepada kedua putrinya. Keluarga ini sudah memiliki aturan, ponsel hanya boleh digunakan di rumah setelah pukul 16.00 atau setelah ibu pulang kantor.

Trisna Susanti

B

egitu menerima ponsel, Lia dan Anggi langsung menghidupkan ponselnya. Mereka pun sibuk memainkan ponsel jenis smartphone ini. Sosial media menjadi tujuan utama mereka. Alasannya, mau lihat status yang dibuat temantemannya hari itu. “Kami memang membuat kesepakatan tentang penggunaan ponsel. Saat belajar ya belajar, tidak ada ada main ponsel. Ponsel hanya digunakan di rumah. Kalau ke sekolah, kami tidak berikan mereka bawa. Kalau ada informasi atau keperluan mendadak, kami tinggal telepon sekolah atau sekolah menelepon kami,” ujar Bu Kris. Ia sendiri mengaku tidak terlalu paham tentang media sosial. Wanita yang bekerja sebagai PNS ini tahu tentang beberapa media sosial namun ia tidak memiliki akun. Ia hanya memperhatikan apa yang dilakukan kedua putrinya. Bu Kris juga tahu media sosial bermanfaat untuk mengetahui informasi dari kerabat mereka yang berada di luar Bali. Biasanya sang suamilah yang menginformasikan tentang informasi tersebut karena suaminya aktif di media sosial. Namun, keaktifan sang suami ternyata tak direspons anak-anak. “Suami saya katanya pernah di-unfollow. Kalau tidak salah dihapus dari daftar pertemanan,” ungkapnya. Salah satu tujuan pertemanan di dunia maya ini memang untuk mengetahui aktivitas teman. Ada yang memasang foto kegiatan yang sedang dilakukan, lokasi yang sedang dikunjungi, bahkan makanan yang disantap. Dari sinilah aktivitas orang lain bisa terpantau. Pengalaman dihapus dari per-

temanan pernah diungkapkan Rama. “Saya berteman dengan keponakan di salah satu media sosial. Suatu ketika dia memasang status tentang hal-hal yang berkaitan dengan percintaan. Ketika bertemu ibunya, saya ceritakan tentang status keponakan itu. Maksud saya memberitahu anak seumur dia belum saatnya bicara cinta. Mungkin ibunya ini memarahi putrinya, besoknya saya dihapus dari daftar pertemanan,” kenang Rama. Media sosial memang menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan yang jauh tetapi bisa menjauhkan yang dekat. Seperti yang diungkapkan Bu Kris, ia bisa mengetahui informasi tentang kerabatnya yang jauh. Tetapi, ketika ia bersama suami dan anak-anak sedang antri di dokter atau apotik, semua yang dekat terasa jauh karena mereka masing-masing sibuk sendiri dengan gadget-nya. Menurut Endra Diputra, Market & Customer Development Telkomsel Bali Nusra, pengguna smartphone di Indonesia saat ini diperkirakan 60 juta dengan penetrasi 30%. “1 dari 5 orang pasti pegang smartphone. Dalam sehari mereka rata-rata melihat ponselnya 150 kali. Untuk pilihan media sosial, Facebook dan Twitter masih mendominasi. Kalau Path yang memiliki 23 juta pengguna di seluruh dunia, 4 juta diantaranya dari Indonesia,” jelasnya. Di Bali Nusra, konten yang paling banyak diakses adalah portal dan media sosial, sekitar 55%. Dari pengakses itu, diakuinya ada anak-anak. Karenanya perlu ada edukasi, terutama sosialisasi internet sehat agar anak-anak memanfaatkan internet dengan baik dan benar. PUNYA 1000 TEMAN “Sekarang teknologi canggih. Anak-anak dengan mudahnya masuk ke kelompok sosial di dunia maya dengan berbekal gadget. Ada orangtua yang sengaja memberikan anaknya smartphone dengan alasan untuk mempermudah memantau posisi anaknya. Tinggal lihat status anaknya, orangtua sudah tahu dimana posisi anaknya,” ungkap Ni Made Trisna Susanti, S.Psi, Psikolog. Ia melihat kecenderungan ini terjadi karena orangtua sibuk bekerja sehingga memilih memberikan gadget kepada anak sebagai kompensasi sekaligus alat

3 - 9 November 2014

Anak-anak menggunakan media sosial untuk mengetahui status teman-temannya. Dengan ekosistem DNA (device, network, dan application) yang dikembangkan Telkomsel, teman yang jauh menjadi dekat tetapi jangan membuat teman yang dekat menjadi jauh

pemantau.Psikolog dari Konsultan Psikologi dan Klinik Hypnotherapy Dian Selaras ini menambahkan sah-sah saja jika orangtua memberikan gadget sejak dini kepada anak. Namun, ada hal-hal yang harus disepakati antara orangtua dan anak. Misalnya, pulsa, waktu, dan konten. “Ada orangtua yang bingung melihat anaknya karena tak pernah melihat anaknya bergaul. Si anak mengaku dia punya 1000 te-

man. Ia tunjukkan teman-temannya yang ada di Facebook. Tetapi, yang diinginkan orangtua itu ada teman anaknya datang berkunjung ke rumah. Mereka khawatir anaknya menjadi antisosial karena tidak pernah bergaul,” ujar istri Hari Imam Wahyudi ini. Salah satu dampak negatif kecanduan gadget memang kecenderungan anak menjadi antisosial. Anak hanya sibuk dengan gadget-nya sehingga lupa untuk

bersosialisasi dengan lingkungan. Dia tidak mau menyapa atau tidak mau memperkenalkan diri kepada orang lain. Padahal dalam kehidupan sosial, saling bertegur sapa menjadi bagian dari komunikasi. Jika hal ini tidak segera diatasi, anak bisa menjadi tidak percaya diri saat berada di lingkungan sosial. Ia hanya percaya diri jika bersama gadget-nya karena merasa sudah bergaul di lingkungan dunia maya. –Ngurah Budi

Dalam mendesain sebuah hunian rumah tinggal, tentunya ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan. Demikian pula yang dilakukan Tude Arya Kusuma Budhi yang akrab dipanggil Tude dalam merancang huniannya di kawasan Renon, Denpasar. “Ada empat hal penting yang menjadi acuan tim saya dalam mendesain, yakni memenuhi unsur fungsi tata ruang, pencahayaan, sirkulasi udara, selanjutnya tampak/estetikanya di samping unsur struktur,” ujar Direktur Tata Mitra Selaras Group ini disetujui ketua tim arsiteknya N.G. Dwi Mahadipta, ST.MT.IAI. etersediaan lahan untuk perumahan di Bali, khususnya di Kota Denpasar kian sempit dan mahal. Namun, tuntutan akan bangunan hunian terus meningkat. Solusinya hanyalah dengan mengoptimalkan lahan terbatas dan didesain oleh arsitek yang profesional. Indonesia sebagai daerah tropis, perlu juga menjadi perhatian dalam mendesain. Karena itu, untuk memaksimalkan fungsi ruang sekaligus hemat dalam operasional dan maintenance, Tude memanfaatkan pintu dan jendela kaca dengan bukaan lebar serta meminimalkan sekat tembok untuk memberikan kesan luas. Sehingga pandangan dan sirkulasi udara (sirkulasi silang) cukup

daerah tropis seakan terfilter oleh keberadaan tanaman-tanaman hijau. Karena itu, sebagai pengagum alam, keberadaan taman lengkap dengan gemericik air yang mampu memberikan kesejukan, ia hadirkan pada tiga area, yakni di depan, samping dan belakang. Bangunan berlantai dua ini, dengan luas tanah hanya 150 m2 namun terkesan luas dan “compac” dengan empat kamar tidur, kamar tamu, ruang keluarga di lantai atas dan bawah, mengambil konsep ethnic for modern living. Sentuhan etnik diaplikasikannya dalam pemilihan model pintu gebyok gaya JawaTimuran dan furnitur. “Meja dan kursi sengaja saya desain dengan model kuno. Pintu juga saya buat dari kayu-kayu jati

Mendongeng Lima Menit I Kecut dan Nenek

Made Taro

Ketika I Kecut, pemuda petani itu asyik membajak, seorang nenek bertanya, “Cut, di mana tempat

mencari rumput?” “Di situ!” jawab I Kecut sambil menunjuk tempat yang dimaksud. Sebentar kemudian, nenek cerewet itu bertanya lagi. “Cut, di mana tempat mencari rumput?” “Ya di situ!” jawab I Kecut jengkel, sambil melecut sapinya yang mogok. Dasar nenek cerewet. Ia bertanya dan bertanya lagi. I Kecut marah, lalu melecut nenek tua itu dengan pecut. Sang nenek jatuh terjerembab. Pemuda petani itu ketakutan dan kebingungan. Ia memeriksa denyut nadi sang nenek. “Mati”, pikirnya. I Kecut menangis. “Jangan mati, Nek! Kalau Nenek hidup, akan kutanggap tarian joged.” Melihat sang nenek lunglai, lalu katanya lagi, “Jangan mati, Nek! Kalau nenek hidup, akan kugendong ke mana-mana.” Sang Nenek tetap mati. Akhirnya I Kecut, dengan suara keras berkata, “Hiduplah, Nek! Kau akan kujadikan istriku!” Sang nenek membuka mata, bangkit dan tersenyum. “Kapan kita nikah, Cut?”

I Kecut terkejut dan takut. Ia berlari pulang. Ia menceritakan pengalamannya kepada ayahnya. Sang ayah marah. Namun, agar tidak dituduh ingkar janji, sang ayah memberi akal. Sesuai dengan petunjuk ayahnya, I Kecut mengajak nenek tua calon istrinya itu, menebang bambu di hutan. Lalu menyuruh sang nenek mengangkut sepuluh batang bambu ke rumah. Kalau berhasil sampai di rumah, maka nenek tua itu segera akan dikawinkan oleh I Kecut. Ternyata nenek keriput itu dengan enteng menjunjung semua bambu. Atas petunjuk ayahnya juga, I Kecut lagi-lagi menyanggupi kawin dengan nenek, setelah sang nenek mandi dekat sumur. Tiba-tiba I Kecut mendorong sang nenek hingga mencebur ke dalam sumur. I Kecut senang, demikian pula ayahnya. Namun, sesaat kemudian tiba-tiba seorang gadis cantik berdiri di halaman rumah. Katanya, “Akulah nenek yang kau bunuh itu! Sesungguhnya aku adalah penjelmaan Dewi Sri. Karena kau ingkar janji dan beriktikad buruk, maka seumur hidup kau tidak akan bertemu jodoh.” I Kecut dan ayahnya menyesal. Sejak itu I Kecut selalu berkata berhati-hati dan tidak pernah menyakiti hati orang.

17

Ethnic for Modern Living

K

tkh/ngurah budi

Griya

baik dan memungkinkan untuk tidak menggunakan penghawaan buatan (AC) dalam keseharian. Demikian halnya dengan pencahayaan, cukup dengan pencahayaan alam dari sinar matahari, kecuali pada malam hari membutuhkan pencahayaan buatan. Kehadiran taman penting, di samping memberikan kesan alami hijau turut mendukung penghawaan dalam ruangan. Setidaknya, panasnya

bekas kapal, agar antiknya dapat,” jelasnya. Untuk mendapatkan kesan rustic alami, beberapa furnitur difinishing white wash. Nuansa etnik lainnya, dicoba dihadirkan dengan keberadaan angkul-angkul yang mengadopsi bangunan tradisional bali. “Tetapi, saya tidak menyerap utuh-utuh. Bagian atapnya saya potong karena mempertimbangkan maintenance dan tampilan yang

beda-simple,” imbuhnya. Sentuhan modern dapat dilihat pada keseluruhan bentuk bangunan dan garis-garis geometri sebagai aksen bangunan dan aksesorisnya, seperti pada sanitary dan kitchen set. Pemilihan bahan kaca tempered untuk atap kanopi, selain memberi kesan modern, juga difungsikan agar tanaman di bawahnya tetap mendapatkan sinar matahari dan facade bangunan masih bisa dilihat karena tembus pandang. Pemilihan batu-batu alam, seperti paras putih Yogya, batu serai, batu marmo, batu random kapur, hingga bata merah, diaplikasikannya pada sisi-sisi dinding yang berbeda. Penguatan aksen pada bidang-bidang yang ingin ditonjolkan diperoleh lewat pencahayaan pada malam hari. Aksen lain sebagai unsur dekoratif dihadirkan pula dengan patung bola di atas tembok pagar, yang merupakan cerminan penghuninya yang penggemar bola, di samping memberikan sentuhan gaya kontemporer. Dalam merancang sebuah bangunan sampai ke interiornya, Tude mengatakan yang menjadi kuncinya adalah finishing touch. Ia mengibaratkan seperti pakaian, yang untuk mendapatkan hasil yang enak dipandang, memadukannya harus pas terutama perpaduan warna, bahan harus matching dan harmonis. Selaras dengan elemen lainnya,

seperti perpaduan warna putih, kuning, emas dan coklat pada kusen, tembok, serta dudukan bantalan kursi, sangat harmonis. Begitu juga dengan pemilihan ornamen lukisan yang seakan menyatu dengan ruang, menyatu dengan alam taman sekitarnya. Sentuhan akhir yang tidak kalah pentingnya adalah tata lampu/ pencahayaan khususnya pada malam hari yang membuat sosok bangunan menjadi lebih elegan, enak dipandang, seperti pendapat seorang arsitektur terkenal dalam bukunya “Architecture Without Lighting is Nothing”. Dikatakan, tata lampu dan

warna cahayanya sangat mendukung megahnya suatu bangunan dan dapat mendramatisasi suasana di dalam dan di sekitar bangunan tersebut. Tude menegaskan, memang untuk mewujudkan suatu bangunan harus direncanakan dan didesain dengan baik serta detil semua bagian dan elemennya, sehingga menghasilkan suatu bangunan yang enak dipandang dan nyaman dihuni. Bukan asal latah meniru, seperti banyak bangunan saat ini dikatakan model minimalis oleh pemiliknya yang “kering” sentuhan etnik dan kehilangan identitas kedaerahan kita. -Inten Indrawati


Edukasi

16

3 - 9 November 2014

Busana Adat Bali Masuk UI Pelatihan tata rias dan busana adat Bali tak hanya diminati warga Bali dan digelar di beberapa daerah di Bali. Pelatihan singkat yang dipandu Ketua Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung, AA Ayu Ketut Agung ini rupanya dilirik mahasiswi Hindu di luar Bali.

S

erangkaian 9th Hindu for Generation (HFG) yang digelar selama Bulan November, Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) Universitas Indonesia mengundang Bu Agung sebagai narasumber dalam Pelatihan Duta Muda Hindu 2014, Minggu (19/10) di Kampus setempat. Dalam pelatihan gratis yang mencakup materi tata rias untuk diri sendiri, membuat dan memasang sanggul Bali, sanggul modern, busana tengkuluk lelunakan, dan etika berbusana adat ke Pura yang baik dan benar, dihadirkan pula narasumber Ny.Bintang Puspayoga, Ketua Wanita Hindu

Dharma Indonesia (WHDI) Bali. Istri Menteri Koperasi dan UMKM RI ini memberikan apresiasi positif atas berlangsungnya kegiatan tersebut. Kegiatan yang juga dihadiri Ny. Wisnu Tenaya dan Ny. Satria Nara­ dha (Humas WHDI Bali) tersebut diikuti seluruh anggota KMHD UI. Mereka diberikan tips praktis merias diri dengan make up seadanya. Para peserta pelatihan dan undangan juga mendapatkan souvenir produk kosmetik dari sponsor Viva Cosmetic.Di akhir acara, Bu Agung yang juga anggota WHDI Bali menerima piagam penghargaan dari ketua panitia kegiatan.

9

Raja Congkak Penuhi Janji A

Dari kiri : Bu Agung, Ny. Satria Naradha, Ny. Wisnu Tenaya, Ny. Bintang Puspayoga dan sebagian pihak panitia berfoto bersama usai acara pelatihan tata rias

DISKON 50% KURSUS TATA RIAS Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap bidang tata rias dan busana adat Bali ini, Bu Agung memberikan kesempatan luas kepada masyarakat umum untuk mengikuti kursus reguler di LKP Agung dengan memberikan diskon 50%. Materi yang diajarkan mencakup Tata Kecantikan

Kulit (perawatan muka, make up wajah, perawatan tangan dan kaki, perawatan tubuh), Tata Kecantikan Rambut (potong, kriting, blow, set, sanggul, creambath, pelurusan, cat rambut), Tata Rias Pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, tengkuluk lelunakan). LKP Agung memiliki tempat belajar yang memadai dan kondusif di dua tempat di Denpasar, dan ditangani langsung

Bu Agung dibantu instruktur lain yang mempunyai latar belakang keahlian dan pengalaman legal yang telah mengantongi sertifikat kompetensi di bidang tata kecantikan. Disediakan pula beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Semua peralatan kursus disiapkan lembaga. Syarat dan ketentuan berlaku. Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. C a b a n g To h p a t i , Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: Ikp_agung@yahoo. com. website: www. salonagung.com

India Membidik Wisatawan Budha

memiliki arti sangat penting bagi kehidupan Sang Budha. Stupa ini dibangun untuk mengenang kemurahan hati seorang wanita bernama Sujata. Wanita itu menawarkan makanan kepada Siddhartha Gautama yang belum makan selama berminggu-minggu. Situs Budha paling utama di kota Bodhgaya yang tidak boleh dilewatkan adalah Vihara Mahabodhi. Kompleks vihara ini menandai tempat Siddhartha Gautama diyakini memperoleh pencerahan sempurna dan menjadi Sang Budha. Vihara ini dibangun oleh Kaisar Ashoka pada sekitar tahun 260 SM. Kubah Vihara Mahabodhi dilapisi lempengan emas seberat 290 kilogram oleh pemerintah Thailand. Situs Budha ini resmi diakui sebagai salah satu Situs Waris­an Budaya Dunia UNESCO pada Juni 2002. Beberapa bangunan di Vihara Mahabodhi memiliki kaitan sejarah dengan upaya Siddharta Gautama mencapai pencerahan. Animeshlocha Stupa atau stupa tidak berkedip di timur kompleks Vihara Mahabodhi menandai lokasi Siddharta berdiri dan memandangi pohon Bodhi tanpa berkedip selama seminggu penuh. Di lokasi yang sama, didirikan patung Budha dengan pandangan terpaku terhadap pohon Bodhi. Sang Budha juga diyakini berjalan bolak-balik dari

Mandalika

Ai meneng tunjung tilah mpak bau (air bening bunga utuh ikan ­didapat). Maknanya, untuk mencapai sebuah tujuan baiknya tidak ­menimbulkan masalah atau dalam menyelesaikan sebuah persoalan tidak menimbulkan ­persoalan baru.

Bu Agung menerima piagam penghargaan dari ketua panitia kegiatan

Namaste. Salam ini akan menyambut wisatawan saat tiba di India. India terus menggenjot upaya promosi pariwisatanya. Mengusung tagline “Incredible India”, pemerintah setempat membidik umat Budha sebagai segmen pasar baru yang potensial mengingat India memiliki banyak situs Budha yang dikenal dunia. Dari ibukota India, New Delhi, wisatawan terbang ke kota Bodhgaya di negara bagian Bihar, India Utara. Bandara di kota ini hanya dibuka saat high season yang biasanya berlangsung dari Oktober hingga Maret. Pemberhentian pertama di kota Bodhgaya adalah patung Sang Budha raksasa setinggi 25 meter dalam pose meditasi di atas bunga teratai. Patung ini mulai dibangun pada tahun 1982 dan diresmikan pada 18 November 1989. Yang Mulia Dalai Lama ke-14 berkesempatan menghadiri upacara peresmian dan memberkati patung Sang Budha raksasa ini. Patung ini terbuat dari campuran batu paras dan granit merah. Patung Sang Budha ini kemungkinan merupakan patung terbesar di India yang hanya bisa ditandingi oleh patung Sang Budha raksasa Daibutsu di Chiba, Jepang. Sekitar 8 kilometer dari pusat kota Bodhgaya, berdiri Sujata Kuti, sebuah bangunan stupa sederhana yang terbuat dari batu bata tetapi

3 - 9 November 2014

Patung Sang Budha

pohon Bodhi ke lokasi berdirinya Animeshlocha Stupa. Menurut legenda, bunga teratai tumbuh di sepanjang jalan yang dilalui Sang Budha yang kini dinamai Ratnachakarma atau jalan permata. Sebuah pilar menandai lokasi Sang Budha menjawab pertanyaan-pertanyaan Brahmin. Di sisi Barat vihara, tumbuh pohon Bodhi yang menaungi Sang Budha. Pohon Bodhi sebenarnya adalah pohon pipal dengan nama ilmiah Ficus religiosa. Pohon pipal yang menaungi

sang Budha sebenarnya sudah lama mati. Jadi, pohon yang kini tumbuh di Vihara Mahabodhi adalah pohon pengganti yang sengaja ditanam dan dipelihara. Masih di negara bagian Bihar, wisatawan seharusnya menyempatkan waktu untuk mengunjungi reruntuhan Nalanda. Nalanda pada awalnya hanyalah sebuah desa kecil di jalur perdagangan penting yang melewati kota Rajagriha yang kini dikenal dengan kota Rajgir. Sang Bud-

dha dikisahkan memberikan khotbah pertamanya di hutan Pravarik di desa Nalanda. Salah satu dari dua murid utama Sang Budha, Shariputra, lahir di desa Nalanda dan juga meraih nirwana di sana. Vihara Budha yang sangat megah kemudian dibangun di desa Nalanda yang sekaligus menjadi pusat belajar agama Budha dari abad kelima Masehi hingga 1197 Masehi. Banyak sejarawan menilai Nalanda sebagai universitas pertama di dunia. Nalanda berkembang pesat saat kekaisaran Pala. Saat itu, Nalanda menjadi tujuan belajar kaum terpelajar dari Tibet, Tiongkok, Korea dan Asia Tengah. Hal yang menonjol dari universitas ini adalah perpustakaannya yang berupa bangunan berlantai sembilan. Perpustakaan ini menyimpan banyak sekali salinan teksteks keagamaan. Nalanda mengalami kehancuran saat diserang tentara Dinasti Mamluk yang dipimpin Bakhtiyar Khilji pada tahun 1197 Masehi. India memiliki masih banyak situs Budha lainnya tetapi keempat situs Budha ini merupakan destinasi yang tergolong wajib dikunjungi peziarah. Meski demikian, tidak ada salahnya wisatawan non-Budha mengunjungi tempat-tempat itu, terutama bagi mereka yang ingin mengunjungi objek wisata berbeda. Namaste. -Purnawan

pe-ape te gawe pikir juluk (apa-apa yang hendak dikerjakan dipikir lebih dulu). Maknanya, apa saja yang dilakukan harus­lah dipikir matang-matang terlebih dahulu. Dua kalimat bijak ini merupakan dialog yang selalu diungkapkan tokoh Amaq Abir dalam tiap pertunjukan teater tradisional Amaq Abir di Lombok. Selain Cupak Gurantang, seni pertunjukan yang lahir dalam masyarakat Sasak Lombok yang memiliki nilai pesan moral tinggi yang mudah ditangkap dan dimengerti dalam cerita dan dialognya adalah teater Amaq Abir. Seni pertunjukan tradisio­nal ini lahir dan berkembang serta memiliki akar budaya dari komunitas pendukungnya, masyarakat Sasak Lombok. “Teater tradisional Amaq Abir, diperkirakan mulai berkembang seiring berkembangnya Islam di Pulau Lombok. Dulu, seni pertunjukan ini dipergunakan oleh para penyebar Islam untuk syiar Islam melalui dialog dan ceritanya. Cerita teater Amaq Abir merupakan lakon yang dimainkan kelompok seni pertunjukan ini secara turun temurun,” ungkap Sahibi, salah seorang penerus seni pertunjukan ini. Teater Amaq Abir ada di Desa Marong Praya Timur Lombok Tengah dan di Desa Mendana, Keruak, Lombok Timur. Mengenai siapa yang menciptakan seni pertunjukan ini untuk pertama kalinya di masa lampau, tidak seorang pun pasti mengenalnya. Namun, tokoh yang masih diingat sebagai pewaris kelompok

dan penerus seni pertunjukan teater Amaq Abir adalah dimulai dari Datuk Sombe yang kemudian dilanjutkan oleh Mamiq Rumintang lalu dilanjutkan lagi oleh Lalu Darmadji sebagai generasi kelimanya hingga akhirnya kini dilanjutkan oleh Lalu Sahibi sebagai generasi ketujuh di Marong Lombok Tengah. “Seluruh hal menyangkut per­ gelaran teater Amaq Abir erat kaitannya dengan kehidupan seharihari berupa keteladanan yang harus dijadikan contoh dan hal-hal yang harus dijauhi. Dalam tiap watak pelakonnya merupakan nilai-nilai baik dan buruk seperti yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itulah, pertunjukan teater Amaq Abir selalu berupaya me­ nyenangkan hati penontonnya agar ketika pulang mereka dapat menghayati arti pertunjukan tersebut,” ujar Sahibi. Dalam teater Amaq Abir dari masa ke masa lakon yang dimainkan baku, cuma satu cerita yakni tentang kisah-kisah kebaikan dan keburukan sifat manusia dengan setting sebuah kerajaan. Para tokoh merupakan representasi dari sifat dan karakter manusia, dimana rajanya (Datu Ida) lalim dan congkak yang memiliki pena­sehat nan bijaksana, alim, jujur dan adil (Amaq Tempenges), Panjak (ajudan Raja) serta terdapat pula serta seorang raksasa perempuan (Ida Ayu) yang menculik anak gadis sang raja, bernama Dende Ulan Sari. Tokoh utamanya adalah seorang kesatria nan gagah perkasa yakni Amaq Abir yang merupakan simbol ksatria. Tokoh lainnya yakni, Inaq

Rangde dan Amaq Beaq serta para prajurit yang disebut anak baris yang terdiri dari Amaq Anjus, Amaq Danta, Amaq Danti dan lain-lain. Di samping tokoh-tokoh tersebut, tokoh lainnya bisa bertambah sesuai kebutuhan pergelaran. Nama-nama yang dipilih sengaja menggunakan nama yang lucu untuk kepentingan hiburan. Tokoh-tokoh ini ada dalam pergelaran teater Amaq Abir versi Desa Marong. Selain desa Marong, Praya Timur, Lombok Tengah, teater Amaq Abir juga ada di Desa Mendana Lombok Timur. Seperti halnya di Marong, tokohtokoh utama pada teater Amaq Abir di Mendana juga sama, ada Amaq Abir, Raja, Raksasa, Amaq Tempenges, putri raja dengan nama Sri Buni. Tokoh pendukung lainnya adalah, Haji, Papuq Dulrahman (sahabat Amaq Abir), Klian (kades) dan tokoh lainnya. “Tokoh utama bernama Amaq Abir merupakan ksatria dengan segala kelebihan yang terkandung dalam sifat manusia pada umumnya. Ia menjadi tokoh penting dalam drama ini. Nama Amaq berarti dewasa, orang yang dianggap berkemampuan lengkap sedangkan Abir berarti besar. Makna nama Amaq Abir adalah hal-hal baik seperti kebijaksanaan, memiliki ilmu pengetahuan yang lengkap, me­miliki kemampuan nan digdaya, ksatria dan dalam arti segala-galanya,” kata Sahibi. Tidak seperti pertunjukan tea­ ter modern, teater tradisional Amaq Abir ceritanya baku hanya memiliki satu cerita. Dari panggung ke panggung ceritanya hanya

Cupak Gurantang, salah satu seni pertunjukan tradisional Sasak Lombok

Sahibi

itu-itu saja. Cerita tentang seorang raja yang lalim dengan segala sifat buruknya yang akhirnya takluk pada kebaikan karena situasi yang memaksanya harus mengalahkan sifat buruknya itu karena cinta kasihnya pada putri semata wayangnya yang diculik raksasa. Keangkuhan karena kekuasaannya runtuh ketika tidak seorang pun prajuritnya mampu mengalahkan raksasa tersebut sehingga anaknya tertawan dalam penderitaan. Nasehat-nasehat dari Amaq Tempenges untuk mengalahkan rasa sombongnya agar memberikan kesempatan kepada siapa pun yang dapat menyelamatkan putrinya dari ceng­kraman raksasa itu, dengan hadiah yang menggetarkan hati congkaknya, yakni menyerahkan putrinya untuk dipersunting oleh siapa pun yang mampu menyelamatkannya tidak peduli lelaki itu kaya atau miskin, tampan atau buruk rupa. Demi menyelamatkan putri kesayangannya, sang raja siap dengan rendah hati mengikuti nasehat tersebut. Selama anak kesayangannya nan cantik jelita berhati lembut ini diculik, lewat nasehat-nasehat bijak penasehatnya, raja terus melakukan instropeksi diri terhadap sifat dan prilakuna selama ini. TIGA RITUAL Tampillah seorang ksatria nan gagah perkasa, mengerahkan segala kemampuan dan mengorbankan jiwa raganya dengan ikhlas untuk membebaskan putri raja dari ­tangan raksasa tersebut. Keikhlasan dan pengorbanan serta usaha yang luar biasa hebatnya dengan taktik yang cerdas, membuat Amaq Abir akhirnya berhasil menyelamatkan sang putri dan mengembalikan ke tangan ayahnya dalam keadaan baik. Suasana haru dan bahagia tak terbendung dalam diri sang raja

ketika menerima putri tercintanya kembali ke pangkuannya. Peristiwa ini mengajarkan raja yang akhirnya menjadi seorang ksatria dengan memenuhi janjinya menikahkan putrinya dengan Amaq Abir. Seni pertunjukan tradisional yang dipergunakan sebagai media penyampai pesan ini terbilang unik karena sejak pertama kali teater ini diperkenalkan, semua tokoh yang bermain memakai topeng. Penggunaan topeng memiliki filosofi bahwa apa pun sifat dan karakter yang dimainkan bukanlah merupakan representasi pribadi dari tokoh yang bermain melainkan kebaikan dan keburukan yang diperankan tokoh-tokoh tersebut di balik topengnya haruslah dilihat sebagai sebuah pergelaran semata. Sebagai pelengkap pergelaran, tembangtembang berbahasa Sasak yang berisi pesan-pesan moral termasuk tentang pesan agama dilantunkan sepanjang pergelaran diiring musik tradisional Lombok. Keunikan lain dari pergelaran ini adalah pergelaran dilakukan hanya pada malam Senin, malam Kamis dan malam Jumat. Sebelum pertunjukan berlangsung, dari dulu hingga sekarang, selalu diawali dengan tiga ritual penting yakni, ritual topeng Amaq Abir, ritual bagi seluruh pemain dan ritual khusus bagi masingmasing pemain. Topeng- topeng yang dipakai dalam pergelaran diperlakukan secara khusus. Setelah pergelaran usai, topeng-topeng selalu disimpan di tempat khusus. Ketika akan dipakai untuk bermain lagi, sebelum dikeluarkan dari tempat penyimpanannya, ada ritual kecil yang dilakukan untuk seluruh topeng. Ritual ini dilakukan untuk meminta izin penggunaannya agar dapat menarik perhatian penonton untuk mendengarkan pesan-pesan moral yang disampaikan selama pertunjukan. -Naniek I. Taufan


Mozaik

10

3 - 9 November 2014

Wisata Timor Leste

Mengenang Paus Yohanes Paulus II Timor Leste menjadi wisata baru yang layak untuk dikunjungi. Dengan dibuka­nya rute penerbangan baru Garuda Indonesia, Denpasar-Dili­Denpasar, Timor Leste sedang mengepakkan sayapnya menjadi tujuan ­wisata dunia. Dalam penerbangan perdana Garuda Indonesia ke Timor Leste, Tokoh berkesempatan ikut serta menikmati panasnya bumi Lorosae itu.

B

ukit Sri Paus Yo­ hanes Paulus II di Tasi Tulo menjadi tujuan pertama kun­ jungan singkat ini. Paus Yohanes Paulus II pernah mengunjungi Timor Leste pada 12 Oktober 1989. Orang Dili biasa menye­ butnya ‘Joao Paulo II’. Saat itu

negara yang memiliki penganut Katolik Roma mencapai 98% ini masih menjadi provinsi ke27 Republik Indonesia. Untuk mengenang kedatangan Paus, pemerintah setempat memba­ ngun patung Paus lengkap dengan tongkat gembalanya. Presiden Dr. Jose Ramos Horta meresmikan

Pemandangan laut Dili yang indah

patung berikut kapel tersebut pada 15 Juni 2008. Patung tersebut dibangun di atas bukit Taci Tolu. Lokasinya di sebelah barat Dili. Lokasinya tak terlalu jauh dari Aeroporto Inter­ nacional Presidente Nicolau Lobato atau Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato. Menggunakan bus memerlukan waktu sekitar 5 hingga 10 menit. Jarak Dili ke Tasi Tulo sekitar 8 km ke arah barat. Sepanjang perjalanan yang terlihat bukit berwarna keemasan. Setelah melewati bundaran Ban­ dara Internasional Presiden Nicolau Lobata, di pelataran parkir peman­ dangan laut menyapa pengunjung. Garis pantai melengkung dengan ornamen jalan menuju Ermera. Tempat yang sempurna menyaksikan matahari terbenam. Selain bernilai religius, lokasi ini memiliki makna sejarah bagi masyarakat Timor Leste. Salah satu lokasi bersejarah adalah kuburan massal bekas pembanta­ ian peristiwa Santa Cruz 12 Nov

Suasana kebun raya Bogor

Jika berkunjung ke Jakarta, jangan lupa mampir ke Kebun Raya Bogor. Pasti Anda tidak menyesal. Karena, kebun raya pertama di Asia Teng­ gara ini, memang sungguh indah dan layak dikunjungi. Anda bukan hanya mendapat hiburan tapi juga pengetahuan, khususnya tentang botanical. Betapa tidak, “laborato­ rium botani” ini menyimpan 15.000 koleksi tanaman yang berasal bukan saja dari berbagai pelosok Indonesia tapi juga dari luar negeri. Tidak hanya tanaman, Anda juga bisa menyaksikan puluhan jenis burung yang berkem­ bang biak secara alami. Selain itu KRB juga mengembangkan koleksi berupa replika binatang dan koleksi awetan binatang yang dipamerkan di Museum Zoologi.

Menilik sejarah, cikal-bakal Kebun Raya Bogor ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Pajajaran pada abad ke-15. Ketika itu Sri Baduga Maharaja, Prabu Siliwangi, memerintahkan untuk membangun hutan buatan yang disebut samida. Penjelasan ini juga tercantum dalam Prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian ling­ kungan sebagai tempat memelihara benih-benih kayu yang langka. Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kera­ jaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah satu sudut­ nya pada pertengahan abad ke-18. Barulah ketika masa pemerintahan Gubernur Jenderal TS Raffles, taman

Lengan Pendek P

Ny. Emirsyah Satar istri Direktur Utama PT.Garuda Indonesia, Ny. Bambang Susantono istri President Commissioner PT. Garuda Indonesia, dan Ny. Erik Meijer (Maudy Koesnaedi) istri Direktur and Executive Vice President Marketing and Sales PT. Garuda Indonesia di depan patung Patung Paus Yohanes Paulus II.

1991. Di sini, ribuan pemuda ditembaki di pemakaman umum Santa Cruz. Jalan-jalan ke Timor Leste, Anda harus siapkan uang dolar AS, karena itu mata uang yang dipakai. Untuk membeli oleh-oleh dapat datang ke Pasar Tais. Aneka kain dan kerajin­ an tangan khas Timor Leste bisa Anda dapatkan. Cuma, harganya lumayan mahal. Satu kain seharga 15 dolar AS. –Wirati Astiti

Tais khas Timor Leste

Istana Bogor terlihat dari kebun raya Bogor

berkembang menjadi pusat pengem­ bangan ilmu pengetahuan tanaman tropis, akhirnya keberadaannya dipi­ sah. Tahun 1817, kebun raya ini tidak lagi menjadi bagian dari Istana. Anda bisa datang kapan saja ke Kebun Raya Bogor yang setiap hari terbuka untuk umum. Hari-hari kunjungan paling ramai biasanya week end dan hari libur, yang biasanya ramai dengan pengunjung rombongan. Lalu bagaimana dengan Istana

Indahnya kebun raya Bogor

Bogor? Sebenarnya, Anda pun bisa masuk ke Istana yang dulunya adalah rumah peristirahatan Gubernur Jen­ deral. Istana Bogor dibangun tahun 1744 oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff, pada 1870 hingga 1942 menjadi kediaman resmi 38 Gubernur Jenderal Inggris mau­ pun Belanda. Untuk masuk ke sana, Anda harus mengajukan surat permohonan ke Sekretariat Presiden di Jakarta atau Kepala Istana Bogor di Bogor. Dalam surat itu harus dilampirkan daftar nama pengunjung (minimal 25 orang) dan fotokopi identitasnya. Bila pergi sendiri, harus membawa surat legalisasi pejabat kantor kelurahan setempat. Jika malas mengurus izin, Anda tetap bisa masuk, tapi harus menung­ gu HUT Kota Bogor yang jatuh pada 3 Juni. Tapi harus mendaftar dulu di Kantor Disbudpar Bogor. Jika Anda malas melakukan itu semua, tak usah khawatir, karena tetap saja bisa meli­ hat Istana Bogor dari kejauhan, baik dari dalam Kebun Raya maupun dari Jalan Juanda. –Diana Runtu

Style

Keanggunan Kebaya Kebaya adalah salah satu warisan nenek moyang dengan ciri khas tersendiri. Balutan keanggunannya menjadi bagian fashion yang tidak pernah ketinggalan zaman.

Mengintip Keindahan Kebun Raya Bogor ini dikembangkan menjadi tempat meneliti berbagai tanaman hidup. Untuk mencapai Kebun Raya Bo­ gor relatif mudah. Jika Anda berada di Jakarta, maka untuk mencapai “Kota Hujan”--begitu julukan Kota Bogor-- itu hanya dibutuhkan waktu sekitar satu jam jika melewati Tol Jagorawi. Jangan khawatir jika Anda tidak menggunakan mobil pribadi, karena banyak bus di Jakarta menuju Bogor. Atau Anda bisa menggunakan kereta dari Stasiun Gambir. Sebenarnya agak kurang afdol jika sudah mengunjungi Kebun Raya Bogor tanpa masuk ke Istana Bogor, karena letaknya memang berdeka­ tan. Sejarahnya, Kebun Raya Bogor ini dulunya adalah halaman Istana Bogor. Namun, karena kebun raya ini

3 - 9 November 2014

ilihan model dan warnanya pun terus berkembang mengiktui tren mode dan keperluan pemakainya. Begitu disam­ paikan Dewi pemilik Calista Kebaya Bali saat ditemui di butiknya di kawasan Jalan Ulu Watu, Jimbaran. Rancangan yang dihadirkan pada halaman style pekan ini adalah berbagai gaya kebaya modern ber­ lengan pendek. Suguhan model ini, katanya dapat dipilih untuk menyambut acara-acara khusus seperti wisuda atau wedding.

Warna–warna terang pun dipilih untuk memberi­ kan kesan segar.Selanjutnya, untuk mendapatkan penampilan yang istimewa tinggal menyesuaikan aksesori dan padanannya. Seperti kebaya merah keemasan, bertabur payet, berbahan tile korneli ini jika dipadukan dengan songket dan prada Bali, cocok untuk acara wedding. Sedangkan kebaya hitam dari brokat tile yang bertabur payet golde, diapdukan dengan songket lasem, cantik untuk acara pesta pagi maupun malam hari. Begitu juga dengan kebaya blue black, ber­ hiaskan renda bunga dan payet timbul, kemudian dipadukan dengan songket Bali, serta kebaya baby pink yang dipadukan dengan paduan songket Bali dua warna menjadi sangat istimewa. Koleksi Calista Kebaya Bali kali ini dapat dikena­ kan untuk acara wisuda maupun pesta wedding. Hanya saja, kata Dewi untuk acara wisuda aplikasi ekor menjuntai tidak perlu dikenakan. – Sri Ardhini

15


Jelita

14

3 - 9 November 2014

Pesona Keindahan Mata

P

erawatan kulit khususnya wajah, memerlukan perhatian khusus. Karena, jenis produk dan perawatan disesuaikan dengan jenis kulit. Karena itu, dokter konsultan Klinik Kecantikan House of Dura Bali, dr. Rina Yusnita, mencoba meluruskan beberapa mitos ­sebagai berikut:

dibasahi terlebih dahulu dengan air agar warnanya keluar. Eyeliner ini mempunyai banyak macam warna.

M

dok. Cahya Dewi Salon Spa & Bridal

enurut Elang Alviano, salah seorang make- up artist dari Cahya Dewi Salon, Spa & Bridal yang berlokasi di kawasan Jalan Letda Tantular Renon , eyeliner adalah salah satu kunci menjadikan mata lebih indah. Selain itu, dengan sentuhan eyeliner, mata yang tampak lelah akan lebih segar sehingga membuat perempuan lebih cantik mempesona. Untuk memperoleh hasil terbaik, kata lelaki lebih dikenal dengan panggilan Gilang ini, selain mengetahui cara menggunkannya, kita perlu juga mengenal jenis-jenis eyeliner. Saat ini, berbagai merek eyeliner menawarkan ragam jenis maupun warnanya. Jenisnya mulai dari eyeliner pensil hingga yang berbentuk gel, dan warnanya dari hitam sampai putih. Bicara jenis eyeliner, dikatakannya, eyeliner pensil adalah jenis yang paling dikenal. Jika ingin menggunakannya pastikan memilih yang lunak hingga mudah mengaplikasikannya. Mengingat juga, jaringan daerah disekitar mata sangatlah halus. Eyeliner pensil, jelasnya banyak dipilih untuk sehari-hari karena penggunaannya mudah dan cepat. “Untuk hasil yang baik, upayakan ujung pensil selalu dalam keadaan tajam. Hanya saja model eyeliner pensil biasanya tidak terlalu awet jika dibandingan dengan bentuk eyeliner cair,” ujarnya. Berikutnya, eyeliner cair atau liquid eyeliner, banyak dijumpai berbentuk botol kecil yang dilengkapi dengan sikat tipis dan runcing. Sebelum eyeliner cair ini diterap­ kan pada mata, hendaknya dipastikan terlebih dahulu kuas yang akan digunakan tidak menggumpal. Eyeliner cair, paling tahan lama dan memiliki tingkat kepekatan paling kuat. “Namun, ingat saat membuat garis, tangan harus tenang dan tidak bergoyang,”cetus Gilang. Ada juga jenis eyeliner liquid pencil, serupa dengan eyeliner cair, hanya bentuknya seperti pensil. Sedangkan kuas dan kemasannya menyatu. Kuas pada eyeliner ini lebih tebal dari eyeliner cair, sangat cocok bagi pemula atau seseorang yang baru mulai belajar make up. Selanjutnya, eyeliner padat, yang secara tradisional banyak juga digunakan. Eyeliner ini lebih terlihat natural dan mudah dipulaskan. Disusul jenis eyeliner dengan ujung flannel , yang sangat mirip dengan eyeliner cair. “Kemudian ada juga eyeliner gel, yang dikemas dalam tempat berbentuk seperti pot. Bahan yang terkandung di dalamnya hampir sama dengan eyeliner cair hanya saja lebih kental. Eyeliner gel mempunyai bentuk kuas yang tipis dan run­cing,” ujarnya. Terakhir, kata Gilang terkait jenisnya ada eyeliner cake. Ini banyak digunakan oleh make-up artist untuk mengeksplorasi dan bereksperimen berbagai model riasan fantasi. Menggunakan eyeliner ini, kuas harus

11

Tabir Surya = Moisturizer?

Mata adalah bagian wajah yang paling sering mendapat perhatian. Bagi perempuan, mata yang hidup dan indah, menambah daya tarik sekaligus meningkat­kan rasa percaya diri.

BERAGAM KESAN Gilang mengatakan saat ini cukup banyak pilihan merek eyeliner yang bagus. Sehingga, katanya lebih mudah memilih produk eyeliner yang sesuai harapan. Ingat juga untuk mencermati tulisan yang ada dalam setiap produk eyeliner, karena setiap pilihan memberikan kesan yang berbeda.. Secara umum, lanjutnya saat menggoreskan eyeliner dengan menarik garis pada garis kelopak mata dari bagian dalam menuju ujung mata bagian luar. Jika digunakan sehari-hari cukup dengan satu kali tarikan garis. Namun, untuk mengaplikasikan gaya atau menampilkan kesan ‘smoky eyes’, dapat dilakukan dengan menambahkan garis di atas garis yang sudah dibuat sebelumnya, setelah garis eyeliner tersebut mengering. Sementara untuk sebuah riasan acara pemotretan

Mitos

3 - 9 November 2014

Gilang

prewedding atau upacara perkawinan, goresannya juga lebih dari satu kali. Ini untuk kesan lebih tajam dan lebih hidup. “Sedangkan kalau ingin gaya ala korea,cukup dengan membuat tarikan pada bagian terluar meruncing ke atas,”kata Gilang tersenyum. Melihat hasil riasannya yang menjadikan seseorang tampil beda, make- up artist yang satu ini, mengaku selama ini lebih banyak mengaplikasikan eyeliner cair berwarna hitam dan memadukannya dengan eyeliner pensil khusus untuk di bawah mata serta sedikit sentuhan eyeliner warna putih sebagai variasi di ujung mata dalam. Dengan memakai eyeliner secara tepat, kata Gilang mampu membuat bentuk mata menjadi istimewa. Dengan eyeliner pula kita menonjolkan bagian mata dan memusatkan perhatian pada eye make - up sehingga kekurangan yang ada bagian wajah lain bisa ditutupi. Kita bisa berkreasi dengan mencari bentuk eyeliner yang paling cocok untuk mata setiap orang. – Sri Ardhini

Mitos: Makin tinggi sun protection factor (SPF), makin tinggi proteksi yang diperoleh kulit. Fakta: Ya memang benar, karena makin tinggi SFP makin tinggi kemam­ puannya memberikan efek proteksi kepada kulit kita.

Mitos: Rutinitas perawatan wajah yang baik harus terdiri dari tiga langkah, cleanse, tone, moisturize. Fakta: Rutinitas perawatan yang terdiri dari tiga langkah tersebut tidak semua cocok untuk jenis kulit. Jadi, sangat tergantung pada kondisi kulit seseorang, terutama pada pemakaian moisturizer. Jika dalam kondisi kulit yang kering pemakain moisturizer sangat dibu­ tuhkan, tapi pada jenis kulit berminyak tidak terlalu dibutuhkan.

Mitos: Kulit ber­ minyak tak memerlukan ­moisturizer. Fakta: Base dari moisturizer itu cream yang agak berminyak karena diperlukan untuk kelem­ baban kulit. Jadi memang jarang dibutuhkan untuk kulit berminyak.

Mitos: Tabir surya sama dengan moisturizer. Fakta: Tabir surya tidak sama dengan moisturizer, karena fungsinya juga berbeda. Tapi den­ gan alasan kepraktisan biasanya dijadikan dalam satu produk. Pada tipe kulit tertentu, terutama berminyak, tidak disara­ nkan menggunakan tabir surya yang dijadikan satu dengan moisturizer, kar­ ena bisa menyebabkan jerawat.

Mitos: Jus lemon dapat mencerahkan kulit dan rambut. Fakta: Vitamin C yang terkandung dalam

lemon adalah salah satu antioksidan, jadi secara tidak langsung bermanfaat untuk kesehatan ku­ lit dan rambut. Selain itu, lemon juga mengan­ dung vitamin B, kalsium, fosfor, karbohidrat dan protein yang dapat membantu mencerahkan kulit. Mitos: Berjemur aman selama tidak men­ gandung sinar UVB. Fakta: Ultraviolet (UV A atau UV B) tidak bisa dibedakan secara kasat mata. Jadi, untuk lebih amannya adalah tetap gunakan sunblock pada saat kita terpapar sinar matahari.

Mitos: Tidak perlu tabir surya saat mend­ ung di siang hari. Fakta: Saat mendung memang sinar ma­ tahari akan berkurang intensitasnya, tetapi tetap saja masih ada. Jadi, tetap diperlukan pemakaian tabir surya atau sunblock.

Mitos: Menggosok wajah dengan sabun bayi akan menjaga kulit sehat dan bebas jerawat. Fakta: Sabun bayi memang mengandung ba­ han yang sangat ringan untuk kulit, tapi bukan berarti bisa membuat kulit bebas dari jerawat. Pada dasarnya sabun apapun yang dipakai asal­ kan sesuai dengan jenis kulit akan bisa menjaga kulit lebih sehat.

Mitos: Produk antipenuaan (krim antikerut) bisa menghapus keriput. Fakta: Krim antipenuaan atau yang biasa disebut dengan cream malam biasanya mengan­ dung vitamin-vitamin yang dibutuhkan oleh kulit wajah, sehingga kulit wajah menjadi lebih sehat. Tidak dapat menghapus keriput, tetapi memperlambat timbulnya keriput karena vita­ min-vitamin yang diberikan akan menyebabkan regenerasi dari sel-sel kulit dan serat kolagen pada kulit wajah. –Inten Indrawati

Anak Mulai Masturbasi dok. Cahya Dewi Salon Spa & Bridal

dok. Cahya Dewi Salon Spa & Bridal

Hal serupa ditanyakan juga oleh beberapa orangtua yang memiliki anak yang sudah memasuki masa remaja awal, atau sering disebut dengan istilah ABG (Anak Baru Gede). Jika memang para orangtua mengalami situasi yang serupa, sebaiknya memang tidak perlu khawatir, karena kejadian seperti ini masih tergolong wajar. Di usia ini, sesuai dengan perkembangan psikoseksualnya, si anak sudah berada pada awal fase genital, atau fase di mana si anak merasakan sensasi seksual sudah berada di kelaminnya secara sadar, karena saat ini juga sudah mulai muncul dorongan seksual yang dibentuk karena faktor mulai bekerjanya hormon seksual. Fase ini juga dikenal dengan istilah pubertas, saat mana juga sering kali pada lakilaki ditandai dengan kejadian munculnya mimpi basah.

“Dok, saya punya putra yang sudah mulai ABG, umur 13 tahun sekarang, tanpa sengaja sempat saya temukan sedang mempermainkan kelaminnya sendiri saat sedang sendiri di kamarnya, terlihat sekali dia menikmatinya. Saat pertama ketahuan, saya tidak langsung menegurnya saat kejadian, tetapi setelahnya saya tanyakan dan ajak diskusi tentang apa yang dilakukannya. Saya pernah membaca tentang hal ini akan terjadi pada anak saya, tetapi saya sempat juga terkejut dan merasa belum siap menghadapinya. Melihat hal ini, apa yang harus saya lakukan, Dok?” (Ibu Sagung, 38 thn) Fase genital biasanya dimulai sekitar usia 12 atau 13 tahun, yang saat ini sesungguhnya seorang manusia mulai masuk ke tahapan kehidupan seksual sesungguhnya yang ditandai dengan adanya tanda-tanda pubertas, dan sensasi seksual sudah dinikmati di organorgan seksnya secara sadar. Salah satu bentuk sadar buat menikmati sensasi dan dorongan seksual yang muncul adalah dengan melakukan hal seperti yang disebutkan dalam pertanyaan, yang biasa disebut dengan masturbasi atau onani. Masturbasi itu sendiri adalah aktivitas menggosok-gosokkan kelamin sendiri untuk mendapat­ kan kepuasan seksual. Dahulu kala, saat berbicara tentang seksualitas menjadi sesuatu hal yang sangat ditabukan, membicarakan tentang masturbasi pada akh-

irnya juga sering kali dianggap negatif, malu dan cenderung tidak diakui. Tanpa harus menutup mata, sesungguhnya masturbasi sudah sangat umum dilakukan oleh anak muda. Baik pada lakilaki maupun perempuan. Lakilaki hampir keseluruhan pernah melakukannya, sedangkan pada perempuan masih dalam jumlah lebih sedikit dibanding lakilaki, misalnya de­n gan meraba kelamin, menggesek-gesekkan kelamin dengan benda tertentu atau memasukkan benda tertentu ke dalam vagina misalnya. Di zaman yang makin terbuka, di mana saatnya semua itu bisa didiskusikan dengan ilmiah dan masuk akal, membicarakan seks dengan cara yang lebih terbuka, asalkan dengan orang yang tepat, misalnya anak dengan orangtua,

atau berbicara dengan dokter yang paham kesehatan seksual, seharusnya tidak lagi dipandang sebagai sebuah tabu. Karena aktivitas masturbasi sebenarnya bukanlah sebuah dosa dan berefek buruk, karena secara medis tidak ada akibat buruk yang ditimbulkannya selama tidak menggunakan alat bantu yang kotor dan dilakukan terlalu sering. Menggunakan alat bantu yang kotor, atau bisa juga jika tangan masih dalam keadaan kotor, dapat mengakibatkan infeksi, sementara jika dilakukan sering kali dan berlebihan, terutama di usia yang masih muda, akan berpotensi mengakibatkan ketergantungan. Lalu, bagaimana cara menjelaskan hal ini pada si remaja ABG? Apa yang dilakukan oleh Ibu Sagung yang menanyakan hal ini sudah benar, tinggal coba lebih tenang dan jangan panik berlebihan. Yang terjadi, secara biologis sebenarnya memang sudah memungkinkan dan tidak salah, tinggal bagaimana bisa berkomunikasi yang baik dengan anak, agar anak dan orangtua tetap bisa nyaman selama anak ada dalam masa barunya dengan berbagai macam perubahan, tumbuh dan berkembang sebagai remaja. Se-

muanya ini adalah tentang perubahan di masa pubertas. Baik sekali jika orang tua sanggup berdiskusi dan menyempatkan diri bertanya tentang hal ini, untuk kemudian menjadi pendengar yang baik tentang apa yang saat ini sedang dilalui si anak. Pastikan kemudian memberitahukan pada akhirnya dua hal tadi. Pertama, meminta anak agar tidak terpaku dan terlalu sering melakukan aktivitas masturbasi untuk kemudian mengelola waktu luang masa remaja yang ada dengan ingat pelajaran di sekolah, pekerjaan rumah dan ekstrakurikuler yang disenangi. Dukung selalu si anak untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan hobi dan hal lain yang lebih bermanfaat, tentu saja yang disenangi agar tidak banyak waktu kosong terbuang percuma, yang kemudian malah memberinya kesempatan lebih banyak untuk berpikir dan berfantasi seksual yang kemudian mendorongnya melakukan masturbasi. Kedua, berikan informasi, jika masturbasi tetap dilakukan, hendaknya jangan menggunakan tangan dan alat yang kotor atau yang bisa mengakibatkan perlukaan. Nah, semoga penjelasan ini bisa membantu. Terima kasih.


12

Kuliner Kuliner Bumi Lorosae Serba Ikan Be Pasih Sambel Embe 3 - 9 November 2014

Bahan: 160 gr : ikan tuna 30 gr : bawang putih 50 gr : bawang merah 20 gr : cabai merah besar 10 gr : cabai rawit 5 gr : terasi bakar Garam secukupnya

Putu Suwarsa

Ikan merupakan sumber protein yang sa­ ngat penting bagi tubuh. Menyajikan menu ikan sa­ngat mudah. Bisa disajikan dengan cara digoreng, dipanggang atau dibakar, dan ditumis dengan aneka bumbu. Berikut sajian ikan dari Executive Chef Hotel Natya Kuta, Putu Suwarsa. Satu bonus Ayam Betutu ala Coco’s. Selamat mencoba.

Cara membuat: - Panggang ikan sampai berwarna kecokelatan. - Bawang merah, bawang putih diiris kemudian digoreng. - Cabai merah besar dan cabai rawit diiris kemudian digoreng. - Bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit dicampur jadi satu. Beri garam

secukupnya. - Sajikan ikan bersama nasi putih yang sudah dibentuk tumpeng,

dan sayur plecing kacang panjang. Beri sambal embe di atas ikan. - Siap sajikan.

Ayam Betutu ala Coco’s Bahan: 250 gr : daging ayam/bagian dada atau paha 75 gr : sambal kaples 25 gr : sambel ulek Daun pisang Cara membuat: - Panggang ayam sampai berwarna kecokelatan. - Lumuri ayam dengan sambal kaples. Kemudian rebus daging dengan kaldu ayam selama 30 menit. - Bungkus daging tadi dengan daun pisang. Panggang selama 5 menit. Siap sajikan.

Pepes Ikan Bahan: 150 gr : fillet ikan 50 gr : sambal kaples 50 gr : tomat 10 gr : asam jawa 5 gr : daun salam Sambal ulek secukupnya Daun pisang Garam secukupnya

Jalan-jalan ke Timor Leste tak lengkap rasanya jika tak mencicipi makan­ an khas Bumi Lorosae. Makanan Timor Leste tak bisa dipisahkan dari makanan Protugis. Negara eks koloni Portugal ini banyak sekali meng­ adopsi resep maupun cara masak makanannya. Tokoh berkesempatan mengobrol dengan Jupita, Advisor Kementerian Pariwisata Timor Leste, saat berkunjung ke kawasan Mete Aut bersama rombongan Garuda ­Indonesia yang melakukan penerbangan perdana ke Timor Leste.

Salad

M

enurut Jupita, mina azeute ­( olive oil) dipakai hampir di setiap masakan Timor Leste. Juga, vinho atau anggur merah. Untuk karbohidrat, arriz branca atau nasi putih adalah makanan utama. Namun, roti juga sangat

popular. Roti pao dimakan di pagi hari diselipi da­ging panggang dengan kopi Timor yang nikmat. Orang Timor Leste juga suka sekali makan salad yang dibuat dari kubis, bunga kol, kentang, wortel, buncis, anggur hitam, telur ayam, dan ikan yang sudah direbus. Salad ini diberi bumbu

sedikit cuka, olive oil, merica, dan jeruk nipis. Di warung pinggir jalan, kita akan menemukan banyak penjual ketupat. Orang Timor Leste menyebutnya “katupa”. Ketupat ini dimakan bersama ayam atau ikan bakar. Di sepanjang pantai yang mengitari Timor Leste banyak penjual serba bakar, ikan, cumi, udang, dan ayam bakar. Biasanya, makanan serba bakar ini dimakan dengan sambal khas yakni sambal belimbing, yang rasanya sangat asam. Torta debatata, merupakan makanan yang terbuat dari kentang. Roti gulung dibuat dari kentang, dibuat seperti paste tertutup seperti hidangan kentang ongklok yang dipanggang. Setelah dibelah baru terlihat apa isi di dalam roti. Roti ini disajikan bersama salad yang terdiri dari irisan daun bombay, tomat, daun selada, dan anggur hitam. Kopi organik dengan aroma

-Wirati Astiti

Bahan: 50 gr : daging ikan tuna 50 gr : kelapa muda parut 75 gr : sambal kaples Gula merah sedikit Santan sedikit Garam secukupnya

Cara membuat: - Ikan dihaluskan, campur dengan kelapa parut. Tambahkan sambal kaples, gula merah, garam, dan santan. - Ambil tusukan sate, balurkan adonan daging tadi. Panggang sampai kecokelatan.

13

Rombongan Garuda Indonesia bersama Duta Besar Portugis menikmati makanan khas Timor Leste

citarasa yang khas sajian istimewa dari Timor Leste. Kopi ini sering menjadi oleh-oleh istimewa Timor Leste dengan harga 4,5 dolar AS, kita bisa mendapatkan kopi bermerk Café Timor seberat 250 gram. Pada kotak kemasan tertulis 100 % organic washed arabica mountain coffee. –Wirati Astiti

Katupa

Torta Debatata

Nasi Goreng Olaa

Sate Lilit

Cara membuat: - Ikan dipotong kecil-kecil. Tumis ikan sebentar. - Tumis bumbu kaples dan sambal ulek, tambahkan kaldu. Tuang air sedikit. Masukkan ikan tadi. Tambahkan daun salam, asam jawa, dan tomat. Masak dengan api kecil. - Angkat, tuang ke daun pisang. Bungkus dan kukus. Kemudian bakar sebentar sampai daun berwana kecokelatan. - Sajikan bersama nasi putih yang dibentuk tumpeng dan plecing kacang panjang. Beri tambahan kerupuk di sampingnya.

3 - 9 November 2014

Sarwan

Oseng-Oseng Jengkol Pedas Bahan: 1 kg : jengkol, rebus sampai empuk 15 cabe : rawit yg merah 1sdt : lada bubuk 15 buah : cabe rawit yang hijau 200 ml : air Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Bumbu 9 buah 4 siung 5 buah 4 buah 2 ruas

yang dihaluskan : : bawang merah : bawang putih : caabe rawit : kemiri sangrai : jari jahe

Cara membuat: - Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan cabe rawit merah dan hijau adukaduk sampai layu. - Masukkan rebusan jengkol, lalu masukkan air garam, gula, lada dan kaldu bubuk. - Rebus sampai air berkurang dan bumbu meresep di jengkol. - Siap untuk dihidangkan.

Kreco Bumbu Kare Bahan: 750 gr : kreco, buang ujung bawahnya, lalu cuci sampai bersih kotorannya 2 lembar : daun jeruk 1 batang : serai 1 ruas : jari lengkuwas, memarkan ½ kelapa : parut kasar 1 liter : air Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 9 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 10 buah : cabe rawit

2 ruas 3 butir 1 ruas 1 sdt ½ sdt

: : : : :

jari kunyit bakar kemiri sangrai jari jahe ketumbar jinten

Cara Membuat: - Tumis bumbu halus, sere, daun jeruk dan lengkuas sampai harum. - Siapkan panci untuk merebus kreco lalu masukkan bumbu yang sudah ditumis - Masukkan juga parutan kelapa lalu rebus sampai mendidih, rebus dengan api sedang lagi selama 10 menit, angkat. - Siap untuk dihidangkan.

Bahan: 500 gr 2 buah 100 gr 1 buah 100 gr 1btg 1buah 5 buah ½ sdt 1 1sdt 50 ml

: nasi : sosis, potong dadu kecil : ayam fille, potong-potong : wortel manis, potong dadu kecil : mi kuning yang sudah disiram air panas, tiriskan : bawang pre, potong-potong : cabe merah besar, iris iris : cabe kecil, iris-iris : kuyit halus tumis : bawang bombay sedang, iris dadu : lada bubuk : kecap manis

Gula, garam, kaldu bubuk secukupya Margarin secukupnya Cara Membuat: - Panaskan margarin dalam panci antilengket, lalu masukkan irisan bawang bombay bawang pre, tumis hingga harum. - Masukkan ayam fille potong, aduk merata dan masak sampai kecokelatan lalu masukkan semua bahan-bahan jadi satu. Aduk-aduk terus sampai bumbu tercampur rata. Dan kecilkan api, aduk terus sampai benar-benar matang, angkat. - Siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.


12

Kuliner Kuliner Bumi Lorosae Serba Ikan Be Pasih Sambel Embe 3 - 9 November 2014

Bahan: 160 gr : ikan tuna 30 gr : bawang putih 50 gr : bawang merah 20 gr : cabai merah besar 10 gr : cabai rawit 5 gr : terasi bakar Garam secukupnya

Putu Suwarsa

Ikan merupakan sumber protein yang sa­ ngat penting bagi tubuh. Menyajikan menu ikan sa­ngat mudah. Bisa disajikan dengan cara digoreng, dipanggang atau dibakar, dan ditumis dengan aneka bumbu. Berikut sajian ikan dari Executive Chef Hotel Natya Kuta, Putu Suwarsa. Satu bonus Ayam Betutu ala Coco’s. Selamat mencoba.

Cara membuat: - Panggang ikan sampai berwarna kecokelatan. - Bawang merah, bawang putih diiris kemudian digoreng. - Cabai merah besar dan cabai rawit diiris kemudian digoreng. - Bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit dicampur jadi satu. Beri garam

secukupnya. - Sajikan ikan bersama nasi putih yang sudah dibentuk tumpeng,

dan sayur plecing kacang panjang. Beri sambal embe di atas ikan. - Siap sajikan.

Ayam Betutu ala Coco’s Bahan: 250 gr : daging ayam/bagian dada atau paha 75 gr : sambal kaples 25 gr : sambel ulek Daun pisang Cara membuat: - Panggang ayam sampai berwarna kecokelatan. - Lumuri ayam dengan sambal kaples. Kemudian rebus daging dengan kaldu ayam selama 30 menit. - Bungkus daging tadi dengan daun pisang. Panggang selama 5 menit. Siap sajikan.

Pepes Ikan Bahan: 150 gr : fillet ikan 50 gr : sambal kaples 50 gr : tomat 10 gr : asam jawa 5 gr : daun salam Sambal ulek secukupnya Daun pisang Garam secukupnya

Jalan-jalan ke Timor Leste tak lengkap rasanya jika tak mencicipi makan­ an khas Bumi Lorosae. Makanan Timor Leste tak bisa dipisahkan dari makanan Protugis. Negara eks koloni Portugal ini banyak sekali meng­ adopsi resep maupun cara masak makanannya. Tokoh berkesempatan mengobrol dengan Jupita, Advisor Kementerian Pariwisata Timor Leste, saat berkunjung ke kawasan Mete Aut bersama rombongan Garuda ­Indonesia yang melakukan penerbangan perdana ke Timor Leste.

Salad

M

enurut Jupita, mina azeute ­( olive oil) dipakai hampir di setiap masakan Timor Leste. Juga, vinho atau anggur merah. Untuk karbohidrat, arriz branca atau nasi putih adalah makanan utama. Namun, roti juga sangat

popular. Roti pao dimakan di pagi hari diselipi da­ging panggang dengan kopi Timor yang nikmat. Orang Timor Leste juga suka sekali makan salad yang dibuat dari kubis, bunga kol, kentang, wortel, buncis, anggur hitam, telur ayam, dan ikan yang sudah direbus. Salad ini diberi bumbu

sedikit cuka, olive oil, merica, dan jeruk nipis. Di warung pinggir jalan, kita akan menemukan banyak penjual ketupat. Orang Timor Leste menyebutnya “katupa”. Ketupat ini dimakan bersama ayam atau ikan bakar. Di sepanjang pantai yang mengitari Timor Leste banyak penjual serba bakar, ikan, cumi, udang, dan ayam bakar. Biasanya, makanan serba bakar ini dimakan dengan sambal khas yakni sambal belimbing, yang rasanya sangat asam. Torta debatata, merupakan makanan yang terbuat dari kentang. Roti gulung dibuat dari kentang, dibuat seperti paste tertutup seperti hidangan kentang ongklok yang dipanggang. Setelah dibelah baru terlihat apa isi di dalam roti. Roti ini disajikan bersama salad yang terdiri dari irisan daun bombay, tomat, daun selada, dan anggur hitam. Kopi organik dengan aroma

-Wirati Astiti

Bahan: 50 gr : daging ikan tuna 50 gr : kelapa muda parut 75 gr : sambal kaples Gula merah sedikit Santan sedikit Garam secukupnya

Cara membuat: - Ikan dihaluskan, campur dengan kelapa parut. Tambahkan sambal kaples, gula merah, garam, dan santan. - Ambil tusukan sate, balurkan adonan daging tadi. Panggang sampai kecokelatan.

13

Rombongan Garuda Indonesia bersama Duta Besar Portugis menikmati makanan khas Timor Leste

citarasa yang khas sajian istimewa dari Timor Leste. Kopi ini sering menjadi oleh-oleh istimewa Timor Leste dengan harga 4,5 dolar AS, kita bisa mendapatkan kopi bermerk Café Timor seberat 250 gram. Pada kotak kemasan tertulis 100 % organic washed arabica mountain coffee. –Wirati Astiti

Katupa

Torta Debatata

Nasi Goreng Olaa

Sate Lilit

Cara membuat: - Ikan dipotong kecil-kecil. Tumis ikan sebentar. - Tumis bumbu kaples dan sambal ulek, tambahkan kaldu. Tuang air sedikit. Masukkan ikan tadi. Tambahkan daun salam, asam jawa, dan tomat. Masak dengan api kecil. - Angkat, tuang ke daun pisang. Bungkus dan kukus. Kemudian bakar sebentar sampai daun berwana kecokelatan. - Sajikan bersama nasi putih yang dibentuk tumpeng dan plecing kacang panjang. Beri tambahan kerupuk di sampingnya.

3 - 9 November 2014

Sarwan

Oseng-Oseng Jengkol Pedas Bahan: 1 kg : jengkol, rebus sampai empuk 15 cabe : rawit yg merah 1sdt : lada bubuk 15 buah : cabe rawit yang hijau 200 ml : air Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Bumbu 9 buah 4 siung 5 buah 4 buah 2 ruas

yang dihaluskan : : bawang merah : bawang putih : caabe rawit : kemiri sangrai : jari jahe

Cara membuat: - Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan cabe rawit merah dan hijau adukaduk sampai layu. - Masukkan rebusan jengkol, lalu masukkan air garam, gula, lada dan kaldu bubuk. - Rebus sampai air berkurang dan bumbu meresep di jengkol. - Siap untuk dihidangkan.

Kreco Bumbu Kare Bahan: 750 gr : kreco, buang ujung bawahnya, lalu cuci sampai bersih kotorannya 2 lembar : daun jeruk 1 batang : serai 1 ruas : jari lengkuwas, memarkan ½ kelapa : parut kasar 1 liter : air Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 9 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 10 buah : cabe rawit

2 ruas 3 butir 1 ruas 1 sdt ½ sdt

: : : : :

jari kunyit bakar kemiri sangrai jari jahe ketumbar jinten

Cara Membuat: - Tumis bumbu halus, sere, daun jeruk dan lengkuas sampai harum. - Siapkan panci untuk merebus kreco lalu masukkan bumbu yang sudah ditumis - Masukkan juga parutan kelapa lalu rebus sampai mendidih, rebus dengan api sedang lagi selama 10 menit, angkat. - Siap untuk dihidangkan.

Bahan: 500 gr 2 buah 100 gr 1 buah 100 gr 1btg 1buah 5 buah ½ sdt 1 1sdt 50 ml

: nasi : sosis, potong dadu kecil : ayam fille, potong-potong : wortel manis, potong dadu kecil : mi kuning yang sudah disiram air panas, tiriskan : bawang pre, potong-potong : cabe merah besar, iris iris : cabe kecil, iris-iris : kuyit halus tumis : bawang bombay sedang, iris dadu : lada bubuk : kecap manis

Gula, garam, kaldu bubuk secukupya Margarin secukupnya Cara Membuat: - Panaskan margarin dalam panci antilengket, lalu masukkan irisan bawang bombay bawang pre, tumis hingga harum. - Masukkan ayam fille potong, aduk merata dan masak sampai kecokelatan lalu masukkan semua bahan-bahan jadi satu. Aduk-aduk terus sampai bumbu tercampur rata. Dan kecilkan api, aduk terus sampai benar-benar matang, angkat. - Siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.


Jelita

14

3 - 9 November 2014

Pesona Keindahan Mata

P

erawatan kulit khususnya wajah, memerlukan perhatian khusus. Karena, jenis produk dan perawatan disesuaikan dengan jenis kulit. Karena itu, dokter konsultan Klinik Kecantikan House of Dura Bali, dr. Rina Yusnita, mencoba meluruskan beberapa mitos ­sebagai berikut:

dibasahi terlebih dahulu dengan air agar warnanya keluar. Eyeliner ini mempunyai banyak macam warna.

M

dok. Cahya Dewi Salon Spa & Bridal

enurut Elang Alviano, salah seorang make- up artist dari Cahya Dewi Salon, Spa & Bridal yang berlokasi di kawasan Jalan Letda Tantular Renon , eyeliner adalah salah satu kunci menjadikan mata lebih indah. Selain itu, dengan sentuhan eyeliner, mata yang tampak lelah akan lebih segar sehingga membuat perempuan lebih cantik mempesona. Untuk memperoleh hasil terbaik, kata lelaki lebih dikenal dengan panggilan Gilang ini, selain mengetahui cara menggunkannya, kita perlu juga mengenal jenis-jenis eyeliner. Saat ini, berbagai merek eyeliner menawarkan ragam jenis maupun warnanya. Jenisnya mulai dari eyeliner pensil hingga yang berbentuk gel, dan warnanya dari hitam sampai putih. Bicara jenis eyeliner, dikatakannya, eyeliner pensil adalah jenis yang paling dikenal. Jika ingin menggunakannya pastikan memilih yang lunak hingga mudah mengaplikasikannya. Mengingat juga, jaringan daerah disekitar mata sangatlah halus. Eyeliner pensil, jelasnya banyak dipilih untuk sehari-hari karena penggunaannya mudah dan cepat. “Untuk hasil yang baik, upayakan ujung pensil selalu dalam keadaan tajam. Hanya saja model eyeliner pensil biasanya tidak terlalu awet jika dibandingan dengan bentuk eyeliner cair,” ujarnya. Berikutnya, eyeliner cair atau liquid eyeliner, banyak dijumpai berbentuk botol kecil yang dilengkapi dengan sikat tipis dan runcing. Sebelum eyeliner cair ini diterap­ kan pada mata, hendaknya dipastikan terlebih dahulu kuas yang akan digunakan tidak menggumpal. Eyeliner cair, paling tahan lama dan memiliki tingkat kepekatan paling kuat. “Namun, ingat saat membuat garis, tangan harus tenang dan tidak bergoyang,”cetus Gilang. Ada juga jenis eyeliner liquid pencil, serupa dengan eyeliner cair, hanya bentuknya seperti pensil. Sedangkan kuas dan kemasannya menyatu. Kuas pada eyeliner ini lebih tebal dari eyeliner cair, sangat cocok bagi pemula atau seseorang yang baru mulai belajar make up. Selanjutnya, eyeliner padat, yang secara tradisional banyak juga digunakan. Eyeliner ini lebih terlihat natural dan mudah dipulaskan. Disusul jenis eyeliner dengan ujung flannel , yang sangat mirip dengan eyeliner cair. “Kemudian ada juga eyeliner gel, yang dikemas dalam tempat berbentuk seperti pot. Bahan yang terkandung di dalamnya hampir sama dengan eyeliner cair hanya saja lebih kental. Eyeliner gel mempunyai bentuk kuas yang tipis dan run­cing,” ujarnya. Terakhir, kata Gilang terkait jenisnya ada eyeliner cake. Ini banyak digunakan oleh make-up artist untuk mengeksplorasi dan bereksperimen berbagai model riasan fantasi. Menggunakan eyeliner ini, kuas harus

11

Tabir Surya = Moisturizer?

Mata adalah bagian wajah yang paling sering mendapat perhatian. Bagi perempuan, mata yang hidup dan indah, menambah daya tarik sekaligus meningkat­kan rasa percaya diri.

BERAGAM KESAN Gilang mengatakan saat ini cukup banyak pilihan merek eyeliner yang bagus. Sehingga, katanya lebih mudah memilih produk eyeliner yang sesuai harapan. Ingat juga untuk mencermati tulisan yang ada dalam setiap produk eyeliner, karena setiap pilihan memberikan kesan yang berbeda.. Secara umum, lanjutnya saat menggoreskan eyeliner dengan menarik garis pada garis kelopak mata dari bagian dalam menuju ujung mata bagian luar. Jika digunakan sehari-hari cukup dengan satu kali tarikan garis. Namun, untuk mengaplikasikan gaya atau menampilkan kesan ‘smoky eyes’, dapat dilakukan dengan menambahkan garis di atas garis yang sudah dibuat sebelumnya, setelah garis eyeliner tersebut mengering. Sementara untuk sebuah riasan acara pemotretan

Mitos

3 - 9 November 2014

Gilang

prewedding atau upacara perkawinan, goresannya juga lebih dari satu kali. Ini untuk kesan lebih tajam dan lebih hidup. “Sedangkan kalau ingin gaya ala korea,cukup dengan membuat tarikan pada bagian terluar meruncing ke atas,”kata Gilang tersenyum. Melihat hasil riasannya yang menjadikan seseorang tampil beda, make- up artist yang satu ini, mengaku selama ini lebih banyak mengaplikasikan eyeliner cair berwarna hitam dan memadukannya dengan eyeliner pensil khusus untuk di bawah mata serta sedikit sentuhan eyeliner warna putih sebagai variasi di ujung mata dalam. Dengan memakai eyeliner secara tepat, kata Gilang mampu membuat bentuk mata menjadi istimewa. Dengan eyeliner pula kita menonjolkan bagian mata dan memusatkan perhatian pada eye make - up sehingga kekurangan yang ada bagian wajah lain bisa ditutupi. Kita bisa berkreasi dengan mencari bentuk eyeliner yang paling cocok untuk mata setiap orang. – Sri Ardhini

Mitos: Makin tinggi sun protection factor (SPF), makin tinggi proteksi yang diperoleh kulit. Fakta: Ya memang benar, karena makin tinggi SFP makin tinggi kemam­ puannya memberikan efek proteksi kepada kulit kita.

Mitos: Rutinitas perawatan wajah yang baik harus terdiri dari tiga langkah, cleanse, tone, moisturize. Fakta: Rutinitas perawatan yang terdiri dari tiga langkah tersebut tidak semua cocok untuk jenis kulit. Jadi, sangat tergantung pada kondisi kulit seseorang, terutama pada pemakaian moisturizer. Jika dalam kondisi kulit yang kering pemakain moisturizer sangat dibu­ tuhkan, tapi pada jenis kulit berminyak tidak terlalu dibutuhkan.

Mitos: Kulit ber­ minyak tak memerlukan ­moisturizer. Fakta: Base dari moisturizer itu cream yang agak berminyak karena diperlukan untuk kelem­ baban kulit. Jadi memang jarang dibutuhkan untuk kulit berminyak.

Mitos: Tabir surya sama dengan moisturizer. Fakta: Tabir surya tidak sama dengan moisturizer, karena fungsinya juga berbeda. Tapi den­ gan alasan kepraktisan biasanya dijadikan dalam satu produk. Pada tipe kulit tertentu, terutama berminyak, tidak disara­ nkan menggunakan tabir surya yang dijadikan satu dengan moisturizer, kar­ ena bisa menyebabkan jerawat.

Mitos: Jus lemon dapat mencerahkan kulit dan rambut. Fakta: Vitamin C yang terkandung dalam

lemon adalah salah satu antioksidan, jadi secara tidak langsung bermanfaat untuk kesehatan ku­ lit dan rambut. Selain itu, lemon juga mengan­ dung vitamin B, kalsium, fosfor, karbohidrat dan protein yang dapat membantu mencerahkan kulit. Mitos: Berjemur aman selama tidak men­ gandung sinar UVB. Fakta: Ultraviolet (UV A atau UV B) tidak bisa dibedakan secara kasat mata. Jadi, untuk lebih amannya adalah tetap gunakan sunblock pada saat kita terpapar sinar matahari.

Mitos: Tidak perlu tabir surya saat mend­ ung di siang hari. Fakta: Saat mendung memang sinar ma­ tahari akan berkurang intensitasnya, tetapi tetap saja masih ada. Jadi, tetap diperlukan pemakaian tabir surya atau sunblock.

Mitos: Menggosok wajah dengan sabun bayi akan menjaga kulit sehat dan bebas jerawat. Fakta: Sabun bayi memang mengandung ba­ han yang sangat ringan untuk kulit, tapi bukan berarti bisa membuat kulit bebas dari jerawat. Pada dasarnya sabun apapun yang dipakai asal­ kan sesuai dengan jenis kulit akan bisa menjaga kulit lebih sehat.

Mitos: Produk antipenuaan (krim antikerut) bisa menghapus keriput. Fakta: Krim antipenuaan atau yang biasa disebut dengan cream malam biasanya mengan­ dung vitamin-vitamin yang dibutuhkan oleh kulit wajah, sehingga kulit wajah menjadi lebih sehat. Tidak dapat menghapus keriput, tetapi memperlambat timbulnya keriput karena vita­ min-vitamin yang diberikan akan menyebabkan regenerasi dari sel-sel kulit dan serat kolagen pada kulit wajah. –Inten Indrawati

Anak Mulai Masturbasi dok. Cahya Dewi Salon Spa & Bridal

dok. Cahya Dewi Salon Spa & Bridal

Hal serupa ditanyakan juga oleh beberapa orangtua yang memiliki anak yang sudah memasuki masa remaja awal, atau sering disebut dengan istilah ABG (Anak Baru Gede). Jika memang para orangtua mengalami situasi yang serupa, sebaiknya memang tidak perlu khawatir, karena kejadian seperti ini masih tergolong wajar. Di usia ini, sesuai dengan perkembangan psikoseksualnya, si anak sudah berada pada awal fase genital, atau fase di mana si anak merasakan sensasi seksual sudah berada di kelaminnya secara sadar, karena saat ini juga sudah mulai muncul dorongan seksual yang dibentuk karena faktor mulai bekerjanya hormon seksual. Fase ini juga dikenal dengan istilah pubertas, saat mana juga sering kali pada lakilaki ditandai dengan kejadian munculnya mimpi basah.

“Dok, saya punya putra yang sudah mulai ABG, umur 13 tahun sekarang, tanpa sengaja sempat saya temukan sedang mempermainkan kelaminnya sendiri saat sedang sendiri di kamarnya, terlihat sekali dia menikmatinya. Saat pertama ketahuan, saya tidak langsung menegurnya saat kejadian, tetapi setelahnya saya tanyakan dan ajak diskusi tentang apa yang dilakukannya. Saya pernah membaca tentang hal ini akan terjadi pada anak saya, tetapi saya sempat juga terkejut dan merasa belum siap menghadapinya. Melihat hal ini, apa yang harus saya lakukan, Dok?” (Ibu Sagung, 38 thn) Fase genital biasanya dimulai sekitar usia 12 atau 13 tahun, yang saat ini sesungguhnya seorang manusia mulai masuk ke tahapan kehidupan seksual sesungguhnya yang ditandai dengan adanya tanda-tanda pubertas, dan sensasi seksual sudah dinikmati di organorgan seksnya secara sadar. Salah satu bentuk sadar buat menikmati sensasi dan dorongan seksual yang muncul adalah dengan melakukan hal seperti yang disebutkan dalam pertanyaan, yang biasa disebut dengan masturbasi atau onani. Masturbasi itu sendiri adalah aktivitas menggosok-gosokkan kelamin sendiri untuk mendapat­ kan kepuasan seksual. Dahulu kala, saat berbicara tentang seksualitas menjadi sesuatu hal yang sangat ditabukan, membicarakan tentang masturbasi pada akh-

irnya juga sering kali dianggap negatif, malu dan cenderung tidak diakui. Tanpa harus menutup mata, sesungguhnya masturbasi sudah sangat umum dilakukan oleh anak muda. Baik pada lakilaki maupun perempuan. Lakilaki hampir keseluruhan pernah melakukannya, sedangkan pada perempuan masih dalam jumlah lebih sedikit dibanding lakilaki, misalnya de­n gan meraba kelamin, menggesek-gesekkan kelamin dengan benda tertentu atau memasukkan benda tertentu ke dalam vagina misalnya. Di zaman yang makin terbuka, di mana saatnya semua itu bisa didiskusikan dengan ilmiah dan masuk akal, membicarakan seks dengan cara yang lebih terbuka, asalkan dengan orang yang tepat, misalnya anak dengan orangtua,

atau berbicara dengan dokter yang paham kesehatan seksual, seharusnya tidak lagi dipandang sebagai sebuah tabu. Karena aktivitas masturbasi sebenarnya bukanlah sebuah dosa dan berefek buruk, karena secara medis tidak ada akibat buruk yang ditimbulkannya selama tidak menggunakan alat bantu yang kotor dan dilakukan terlalu sering. Menggunakan alat bantu yang kotor, atau bisa juga jika tangan masih dalam keadaan kotor, dapat mengakibatkan infeksi, sementara jika dilakukan sering kali dan berlebihan, terutama di usia yang masih muda, akan berpotensi mengakibatkan ketergantungan. Lalu, bagaimana cara menjelaskan hal ini pada si remaja ABG? Apa yang dilakukan oleh Ibu Sagung yang menanyakan hal ini sudah benar, tinggal coba lebih tenang dan jangan panik berlebihan. Yang terjadi, secara biologis sebenarnya memang sudah memungkinkan dan tidak salah, tinggal bagaimana bisa berkomunikasi yang baik dengan anak, agar anak dan orangtua tetap bisa nyaman selama anak ada dalam masa barunya dengan berbagai macam perubahan, tumbuh dan berkembang sebagai remaja. Se-

muanya ini adalah tentang perubahan di masa pubertas. Baik sekali jika orang tua sanggup berdiskusi dan menyempatkan diri bertanya tentang hal ini, untuk kemudian menjadi pendengar yang baik tentang apa yang saat ini sedang dilalui si anak. Pastikan kemudian memberitahukan pada akhirnya dua hal tadi. Pertama, meminta anak agar tidak terpaku dan terlalu sering melakukan aktivitas masturbasi untuk kemudian mengelola waktu luang masa remaja yang ada dengan ingat pelajaran di sekolah, pekerjaan rumah dan ekstrakurikuler yang disenangi. Dukung selalu si anak untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan hobi dan hal lain yang lebih bermanfaat, tentu saja yang disenangi agar tidak banyak waktu kosong terbuang percuma, yang kemudian malah memberinya kesempatan lebih banyak untuk berpikir dan berfantasi seksual yang kemudian mendorongnya melakukan masturbasi. Kedua, berikan informasi, jika masturbasi tetap dilakukan, hendaknya jangan menggunakan tangan dan alat yang kotor atau yang bisa mengakibatkan perlukaan. Nah, semoga penjelasan ini bisa membantu. Terima kasih.


Mozaik

10

3 - 9 November 2014

Wisata Timor Leste

Mengenang Paus Yohanes Paulus II Timor Leste menjadi wisata baru yang layak untuk dikunjungi. Dengan dibuka­nya rute penerbangan baru Garuda Indonesia, Denpasar-Dili­Denpasar, Timor Leste sedang mengepakkan sayapnya menjadi tujuan ­wisata dunia. Dalam penerbangan perdana Garuda Indonesia ke Timor Leste, Tokoh berkesempatan ikut serta menikmati panasnya bumi Lorosae itu.

B

ukit Sri Paus Yo­ hanes Paulus II di Tasi Tulo menjadi tujuan pertama kun­ jungan singkat ini. Paus Yohanes Paulus II pernah mengunjungi Timor Leste pada 12 Oktober 1989. Orang Dili biasa menye­ butnya ‘Joao Paulo II’. Saat itu

negara yang memiliki penganut Katolik Roma mencapai 98% ini masih menjadi provinsi ke27 Republik Indonesia. Untuk mengenang kedatangan Paus, pemerintah setempat memba­ ngun patung Paus lengkap dengan tongkat gembalanya. Presiden Dr. Jose Ramos Horta meresmikan

Pemandangan laut Dili yang indah

patung berikut kapel tersebut pada 15 Juni 2008. Patung tersebut dibangun di atas bukit Taci Tolu. Lokasinya di sebelah barat Dili. Lokasinya tak terlalu jauh dari Aeroporto Inter­ nacional Presidente Nicolau Lobato atau Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato. Menggunakan bus memerlukan waktu sekitar 5 hingga 10 menit. Jarak Dili ke Tasi Tulo sekitar 8 km ke arah barat. Sepanjang perjalanan yang terlihat bukit berwarna keemasan. Setelah melewati bundaran Ban­ dara Internasional Presiden Nicolau Lobata, di pelataran parkir peman­ dangan laut menyapa pengunjung. Garis pantai melengkung dengan ornamen jalan menuju Ermera. Tempat yang sempurna menyaksikan matahari terbenam. Selain bernilai religius, lokasi ini memiliki makna sejarah bagi masyarakat Timor Leste. Salah satu lokasi bersejarah adalah kuburan massal bekas pembanta­ ian peristiwa Santa Cruz 12 Nov

Suasana kebun raya Bogor

Jika berkunjung ke Jakarta, jangan lupa mampir ke Kebun Raya Bogor. Pasti Anda tidak menyesal. Karena, kebun raya pertama di Asia Teng­ gara ini, memang sungguh indah dan layak dikunjungi. Anda bukan hanya mendapat hiburan tapi juga pengetahuan, khususnya tentang botanical. Betapa tidak, “laborato­ rium botani” ini menyimpan 15.000 koleksi tanaman yang berasal bukan saja dari berbagai pelosok Indonesia tapi juga dari luar negeri. Tidak hanya tanaman, Anda juga bisa menyaksikan puluhan jenis burung yang berkem­ bang biak secara alami. Selain itu KRB juga mengembangkan koleksi berupa replika binatang dan koleksi awetan binatang yang dipamerkan di Museum Zoologi.

Menilik sejarah, cikal-bakal Kebun Raya Bogor ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Pajajaran pada abad ke-15. Ketika itu Sri Baduga Maharaja, Prabu Siliwangi, memerintahkan untuk membangun hutan buatan yang disebut samida. Penjelasan ini juga tercantum dalam Prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian ling­ kungan sebagai tempat memelihara benih-benih kayu yang langka. Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kera­ jaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah satu sudut­ nya pada pertengahan abad ke-18. Barulah ketika masa pemerintahan Gubernur Jenderal TS Raffles, taman

Lengan Pendek P

Ny. Emirsyah Satar istri Direktur Utama PT.Garuda Indonesia, Ny. Bambang Susantono istri President Commissioner PT. Garuda Indonesia, dan Ny. Erik Meijer (Maudy Koesnaedi) istri Direktur and Executive Vice President Marketing and Sales PT. Garuda Indonesia di depan patung Patung Paus Yohanes Paulus II.

1991. Di sini, ribuan pemuda ditembaki di pemakaman umum Santa Cruz. Jalan-jalan ke Timor Leste, Anda harus siapkan uang dolar AS, karena itu mata uang yang dipakai. Untuk membeli oleh-oleh dapat datang ke Pasar Tais. Aneka kain dan kerajin­ an tangan khas Timor Leste bisa Anda dapatkan. Cuma, harganya lumayan mahal. Satu kain seharga 15 dolar AS. –Wirati Astiti

Tais khas Timor Leste

Istana Bogor terlihat dari kebun raya Bogor

berkembang menjadi pusat pengem­ bangan ilmu pengetahuan tanaman tropis, akhirnya keberadaannya dipi­ sah. Tahun 1817, kebun raya ini tidak lagi menjadi bagian dari Istana. Anda bisa datang kapan saja ke Kebun Raya Bogor yang setiap hari terbuka untuk umum. Hari-hari kunjungan paling ramai biasanya week end dan hari libur, yang biasanya ramai dengan pengunjung rombongan. Lalu bagaimana dengan Istana

Indahnya kebun raya Bogor

Bogor? Sebenarnya, Anda pun bisa masuk ke Istana yang dulunya adalah rumah peristirahatan Gubernur Jen­ deral. Istana Bogor dibangun tahun 1744 oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff, pada 1870 hingga 1942 menjadi kediaman resmi 38 Gubernur Jenderal Inggris mau­ pun Belanda. Untuk masuk ke sana, Anda harus mengajukan surat permohonan ke Sekretariat Presiden di Jakarta atau Kepala Istana Bogor di Bogor. Dalam surat itu harus dilampirkan daftar nama pengunjung (minimal 25 orang) dan fotokopi identitasnya. Bila pergi sendiri, harus membawa surat legalisasi pejabat kantor kelurahan setempat. Jika malas mengurus izin, Anda tetap bisa masuk, tapi harus menung­ gu HUT Kota Bogor yang jatuh pada 3 Juni. Tapi harus mendaftar dulu di Kantor Disbudpar Bogor. Jika Anda malas melakukan itu semua, tak usah khawatir, karena tetap saja bisa meli­ hat Istana Bogor dari kejauhan, baik dari dalam Kebun Raya maupun dari Jalan Juanda. –Diana Runtu

Style

Keanggunan Kebaya Kebaya adalah salah satu warisan nenek moyang dengan ciri khas tersendiri. Balutan keanggunannya menjadi bagian fashion yang tidak pernah ketinggalan zaman.

Mengintip Keindahan Kebun Raya Bogor ini dikembangkan menjadi tempat meneliti berbagai tanaman hidup. Untuk mencapai Kebun Raya Bo­ gor relatif mudah. Jika Anda berada di Jakarta, maka untuk mencapai “Kota Hujan”--begitu julukan Kota Bogor-- itu hanya dibutuhkan waktu sekitar satu jam jika melewati Tol Jagorawi. Jangan khawatir jika Anda tidak menggunakan mobil pribadi, karena banyak bus di Jakarta menuju Bogor. Atau Anda bisa menggunakan kereta dari Stasiun Gambir. Sebenarnya agak kurang afdol jika sudah mengunjungi Kebun Raya Bogor tanpa masuk ke Istana Bogor, karena letaknya memang berdeka­ tan. Sejarahnya, Kebun Raya Bogor ini dulunya adalah halaman Istana Bogor. Namun, karena kebun raya ini

3 - 9 November 2014

ilihan model dan warnanya pun terus berkembang mengiktui tren mode dan keperluan pemakainya. Begitu disam­ paikan Dewi pemilik Calista Kebaya Bali saat ditemui di butiknya di kawasan Jalan Ulu Watu, Jimbaran. Rancangan yang dihadirkan pada halaman style pekan ini adalah berbagai gaya kebaya modern ber­ lengan pendek. Suguhan model ini, katanya dapat dipilih untuk menyambut acara-acara khusus seperti wisuda atau wedding.

Warna–warna terang pun dipilih untuk memberi­ kan kesan segar.Selanjutnya, untuk mendapatkan penampilan yang istimewa tinggal menyesuaikan aksesori dan padanannya. Seperti kebaya merah keemasan, bertabur payet, berbahan tile korneli ini jika dipadukan dengan songket dan prada Bali, cocok untuk acara wedding. Sedangkan kebaya hitam dari brokat tile yang bertabur payet golde, diapdukan dengan songket lasem, cantik untuk acara pesta pagi maupun malam hari. Begitu juga dengan kebaya blue black, ber­ hiaskan renda bunga dan payet timbul, kemudian dipadukan dengan songket Bali, serta kebaya baby pink yang dipadukan dengan paduan songket Bali dua warna menjadi sangat istimewa. Koleksi Calista Kebaya Bali kali ini dapat dikena­ kan untuk acara wisuda maupun pesta wedding. Hanya saja, kata Dewi untuk acara wisuda aplikasi ekor menjuntai tidak perlu dikenakan. – Sri Ardhini

15


Edukasi

16

3 - 9 November 2014

Busana Adat Bali Masuk UI Pelatihan tata rias dan busana adat Bali tak hanya diminati warga Bali dan digelar di beberapa daerah di Bali. Pelatihan singkat yang dipandu Ketua Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung, AA Ayu Ketut Agung ini rupanya dilirik mahasiswi Hindu di luar Bali.

S

erangkaian 9th Hindu for Generation (HFG) yang digelar selama Bulan November, Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) Universitas Indonesia mengundang Bu Agung sebagai narasumber dalam Pelatihan Duta Muda Hindu 2014, Minggu (19/10) di Kampus setempat. Dalam pelatihan gratis yang mencakup materi tata rias untuk diri sendiri, membuat dan memasang sanggul Bali, sanggul modern, busana tengkuluk lelunakan, dan etika berbusana adat ke Pura yang baik dan benar, dihadirkan pula narasumber Ny.Bintang Puspayoga, Ketua Wanita Hindu

Dharma Indonesia (WHDI) Bali. Istri Menteri Koperasi dan UMKM RI ini memberikan apresiasi positif atas berlangsungnya kegiatan tersebut. Kegiatan yang juga dihadiri Ny. Wisnu Tenaya dan Ny. Satria Nara­ dha (Humas WHDI Bali) tersebut diikuti seluruh anggota KMHD UI. Mereka diberikan tips praktis merias diri dengan make up seadanya. Para peserta pelatihan dan undangan juga mendapatkan souvenir produk kosmetik dari sponsor Viva Cosmetic.Di akhir acara, Bu Agung yang juga anggota WHDI Bali menerima piagam penghargaan dari ketua panitia kegiatan.

9

Raja Congkak Penuhi Janji A

Dari kiri : Bu Agung, Ny. Satria Naradha, Ny. Wisnu Tenaya, Ny. Bintang Puspayoga dan sebagian pihak panitia berfoto bersama usai acara pelatihan tata rias

DISKON 50% KURSUS TATA RIAS Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap bidang tata rias dan busana adat Bali ini, Bu Agung memberikan kesempatan luas kepada masyarakat umum untuk mengikuti kursus reguler di LKP Agung dengan memberikan diskon 50%. Materi yang diajarkan mencakup Tata Kecantikan

Kulit (perawatan muka, make up wajah, perawatan tangan dan kaki, perawatan tubuh), Tata Kecantikan Rambut (potong, kriting, blow, set, sanggul, creambath, pelurusan, cat rambut), Tata Rias Pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, tengkuluk lelunakan). LKP Agung memiliki tempat belajar yang memadai dan kondusif di dua tempat di Denpasar, dan ditangani langsung

Bu Agung dibantu instruktur lain yang mempunyai latar belakang keahlian dan pengalaman legal yang telah mengantongi sertifikat kompetensi di bidang tata kecantikan. Disediakan pula beasiswa kursus gratis bagi mereka yang kurang mampu dan putus sekolah, yang benar-benar berminat di bidang tata kecantikan. Semua peralatan kursus disiapkan lembaga. Syarat dan ketentuan berlaku. Sekretariat LKP Agung, Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Telepon 0361 233850, 081 1393602, faks. 0361 247153. C a b a n g To h p a t i , Jalan WR. Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: Ikp_agung@yahoo. com. website: www. salonagung.com

India Membidik Wisatawan Budha

memiliki arti sangat penting bagi kehidupan Sang Budha. Stupa ini dibangun untuk mengenang kemurahan hati seorang wanita bernama Sujata. Wanita itu menawarkan makanan kepada Siddhartha Gautama yang belum makan selama berminggu-minggu. Situs Budha paling utama di kota Bodhgaya yang tidak boleh dilewatkan adalah Vihara Mahabodhi. Kompleks vihara ini menandai tempat Siddhartha Gautama diyakini memperoleh pencerahan sempurna dan menjadi Sang Budha. Vihara ini dibangun oleh Kaisar Ashoka pada sekitar tahun 260 SM. Kubah Vihara Mahabodhi dilapisi lempengan emas seberat 290 kilogram oleh pemerintah Thailand. Situs Budha ini resmi diakui sebagai salah satu Situs Waris­an Budaya Dunia UNESCO pada Juni 2002. Beberapa bangunan di Vihara Mahabodhi memiliki kaitan sejarah dengan upaya Siddharta Gautama mencapai pencerahan. Animeshlocha Stupa atau stupa tidak berkedip di timur kompleks Vihara Mahabodhi menandai lokasi Siddharta berdiri dan memandangi pohon Bodhi tanpa berkedip selama seminggu penuh. Di lokasi yang sama, didirikan patung Budha dengan pandangan terpaku terhadap pohon Bodhi. Sang Budha juga diyakini berjalan bolak-balik dari

Mandalika

Ai meneng tunjung tilah mpak bau (air bening bunga utuh ikan ­didapat). Maknanya, untuk mencapai sebuah tujuan baiknya tidak ­menimbulkan masalah atau dalam menyelesaikan sebuah persoalan tidak menimbulkan ­persoalan baru.

Bu Agung menerima piagam penghargaan dari ketua panitia kegiatan

Namaste. Salam ini akan menyambut wisatawan saat tiba di India. India terus menggenjot upaya promosi pariwisatanya. Mengusung tagline “Incredible India”, pemerintah setempat membidik umat Budha sebagai segmen pasar baru yang potensial mengingat India memiliki banyak situs Budha yang dikenal dunia. Dari ibukota India, New Delhi, wisatawan terbang ke kota Bodhgaya di negara bagian Bihar, India Utara. Bandara di kota ini hanya dibuka saat high season yang biasanya berlangsung dari Oktober hingga Maret. Pemberhentian pertama di kota Bodhgaya adalah patung Sang Budha raksasa setinggi 25 meter dalam pose meditasi di atas bunga teratai. Patung ini mulai dibangun pada tahun 1982 dan diresmikan pada 18 November 1989. Yang Mulia Dalai Lama ke-14 berkesempatan menghadiri upacara peresmian dan memberkati patung Sang Budha raksasa ini. Patung ini terbuat dari campuran batu paras dan granit merah. Patung Sang Budha ini kemungkinan merupakan patung terbesar di India yang hanya bisa ditandingi oleh patung Sang Budha raksasa Daibutsu di Chiba, Jepang. Sekitar 8 kilometer dari pusat kota Bodhgaya, berdiri Sujata Kuti, sebuah bangunan stupa sederhana yang terbuat dari batu bata tetapi

3 - 9 November 2014

Patung Sang Budha

pohon Bodhi ke lokasi berdirinya Animeshlocha Stupa. Menurut legenda, bunga teratai tumbuh di sepanjang jalan yang dilalui Sang Budha yang kini dinamai Ratnachakarma atau jalan permata. Sebuah pilar menandai lokasi Sang Budha menjawab pertanyaan-pertanyaan Brahmin. Di sisi Barat vihara, tumbuh pohon Bodhi yang menaungi Sang Budha. Pohon Bodhi sebenarnya adalah pohon pipal dengan nama ilmiah Ficus religiosa. Pohon pipal yang menaungi

sang Budha sebenarnya sudah lama mati. Jadi, pohon yang kini tumbuh di Vihara Mahabodhi adalah pohon pengganti yang sengaja ditanam dan dipelihara. Masih di negara bagian Bihar, wisatawan seharusnya menyempatkan waktu untuk mengunjungi reruntuhan Nalanda. Nalanda pada awalnya hanyalah sebuah desa kecil di jalur perdagangan penting yang melewati kota Rajagriha yang kini dikenal dengan kota Rajgir. Sang Bud-

dha dikisahkan memberikan khotbah pertamanya di hutan Pravarik di desa Nalanda. Salah satu dari dua murid utama Sang Budha, Shariputra, lahir di desa Nalanda dan juga meraih nirwana di sana. Vihara Budha yang sangat megah kemudian dibangun di desa Nalanda yang sekaligus menjadi pusat belajar agama Budha dari abad kelima Masehi hingga 1197 Masehi. Banyak sejarawan menilai Nalanda sebagai universitas pertama di dunia. Nalanda berkembang pesat saat kekaisaran Pala. Saat itu, Nalanda menjadi tujuan belajar kaum terpelajar dari Tibet, Tiongkok, Korea dan Asia Tengah. Hal yang menonjol dari universitas ini adalah perpustakaannya yang berupa bangunan berlantai sembilan. Perpustakaan ini menyimpan banyak sekali salinan teksteks keagamaan. Nalanda mengalami kehancuran saat diserang tentara Dinasti Mamluk yang dipimpin Bakhtiyar Khilji pada tahun 1197 Masehi. India memiliki masih banyak situs Budha lainnya tetapi keempat situs Budha ini merupakan destinasi yang tergolong wajib dikunjungi peziarah. Meski demikian, tidak ada salahnya wisatawan non-Budha mengunjungi tempat-tempat itu, terutama bagi mereka yang ingin mengunjungi objek wisata berbeda. Namaste. -Purnawan

pe-ape te gawe pikir juluk (apa-apa yang hendak dikerjakan dipikir lebih dulu). Maknanya, apa saja yang dilakukan harus­lah dipikir matang-matang terlebih dahulu. Dua kalimat bijak ini merupakan dialog yang selalu diungkapkan tokoh Amaq Abir dalam tiap pertunjukan teater tradisional Amaq Abir di Lombok. Selain Cupak Gurantang, seni pertunjukan yang lahir dalam masyarakat Sasak Lombok yang memiliki nilai pesan moral tinggi yang mudah ditangkap dan dimengerti dalam cerita dan dialognya adalah teater Amaq Abir. Seni pertunjukan tradisio­nal ini lahir dan berkembang serta memiliki akar budaya dari komunitas pendukungnya, masyarakat Sasak Lombok. “Teater tradisional Amaq Abir, diperkirakan mulai berkembang seiring berkembangnya Islam di Pulau Lombok. Dulu, seni pertunjukan ini dipergunakan oleh para penyebar Islam untuk syiar Islam melalui dialog dan ceritanya. Cerita teater Amaq Abir merupakan lakon yang dimainkan kelompok seni pertunjukan ini secara turun temurun,” ungkap Sahibi, salah seorang penerus seni pertunjukan ini. Teater Amaq Abir ada di Desa Marong Praya Timur Lombok Tengah dan di Desa Mendana, Keruak, Lombok Timur. Mengenai siapa yang menciptakan seni pertunjukan ini untuk pertama kalinya di masa lampau, tidak seorang pun pasti mengenalnya. Namun, tokoh yang masih diingat sebagai pewaris kelompok

dan penerus seni pertunjukan teater Amaq Abir adalah dimulai dari Datuk Sombe yang kemudian dilanjutkan oleh Mamiq Rumintang lalu dilanjutkan lagi oleh Lalu Darmadji sebagai generasi kelimanya hingga akhirnya kini dilanjutkan oleh Lalu Sahibi sebagai generasi ketujuh di Marong Lombok Tengah. “Seluruh hal menyangkut per­ gelaran teater Amaq Abir erat kaitannya dengan kehidupan seharihari berupa keteladanan yang harus dijadikan contoh dan hal-hal yang harus dijauhi. Dalam tiap watak pelakonnya merupakan nilai-nilai baik dan buruk seperti yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itulah, pertunjukan teater Amaq Abir selalu berupaya me­ nyenangkan hati penontonnya agar ketika pulang mereka dapat menghayati arti pertunjukan tersebut,” ujar Sahibi. Dalam teater Amaq Abir dari masa ke masa lakon yang dimainkan baku, cuma satu cerita yakni tentang kisah-kisah kebaikan dan keburukan sifat manusia dengan setting sebuah kerajaan. Para tokoh merupakan representasi dari sifat dan karakter manusia, dimana rajanya (Datu Ida) lalim dan congkak yang memiliki pena­sehat nan bijaksana, alim, jujur dan adil (Amaq Tempenges), Panjak (ajudan Raja) serta terdapat pula serta seorang raksasa perempuan (Ida Ayu) yang menculik anak gadis sang raja, bernama Dende Ulan Sari. Tokoh utamanya adalah seorang kesatria nan gagah perkasa yakni Amaq Abir yang merupakan simbol ksatria. Tokoh lainnya yakni, Inaq

Rangde dan Amaq Beaq serta para prajurit yang disebut anak baris yang terdiri dari Amaq Anjus, Amaq Danta, Amaq Danti dan lain-lain. Di samping tokoh-tokoh tersebut, tokoh lainnya bisa bertambah sesuai kebutuhan pergelaran. Nama-nama yang dipilih sengaja menggunakan nama yang lucu untuk kepentingan hiburan. Tokoh-tokoh ini ada dalam pergelaran teater Amaq Abir versi Desa Marong. Selain desa Marong, Praya Timur, Lombok Tengah, teater Amaq Abir juga ada di Desa Mendana Lombok Timur. Seperti halnya di Marong, tokohtokoh utama pada teater Amaq Abir di Mendana juga sama, ada Amaq Abir, Raja, Raksasa, Amaq Tempenges, putri raja dengan nama Sri Buni. Tokoh pendukung lainnya adalah, Haji, Papuq Dulrahman (sahabat Amaq Abir), Klian (kades) dan tokoh lainnya. “Tokoh utama bernama Amaq Abir merupakan ksatria dengan segala kelebihan yang terkandung dalam sifat manusia pada umumnya. Ia menjadi tokoh penting dalam drama ini. Nama Amaq berarti dewasa, orang yang dianggap berkemampuan lengkap sedangkan Abir berarti besar. Makna nama Amaq Abir adalah hal-hal baik seperti kebijaksanaan, memiliki ilmu pengetahuan yang lengkap, me­miliki kemampuan nan digdaya, ksatria dan dalam arti segala-galanya,” kata Sahibi. Tidak seperti pertunjukan tea­ ter modern, teater tradisional Amaq Abir ceritanya baku hanya memiliki satu cerita. Dari panggung ke panggung ceritanya hanya

Cupak Gurantang, salah satu seni pertunjukan tradisional Sasak Lombok

Sahibi

itu-itu saja. Cerita tentang seorang raja yang lalim dengan segala sifat buruknya yang akhirnya takluk pada kebaikan karena situasi yang memaksanya harus mengalahkan sifat buruknya itu karena cinta kasihnya pada putri semata wayangnya yang diculik raksasa. Keangkuhan karena kekuasaannya runtuh ketika tidak seorang pun prajuritnya mampu mengalahkan raksasa tersebut sehingga anaknya tertawan dalam penderitaan. Nasehat-nasehat dari Amaq Tempenges untuk mengalahkan rasa sombongnya agar memberikan kesempatan kepada siapa pun yang dapat menyelamatkan putrinya dari ceng­kraman raksasa itu, dengan hadiah yang menggetarkan hati congkaknya, yakni menyerahkan putrinya untuk dipersunting oleh siapa pun yang mampu menyelamatkannya tidak peduli lelaki itu kaya atau miskin, tampan atau buruk rupa. Demi menyelamatkan putri kesayangannya, sang raja siap dengan rendah hati mengikuti nasehat tersebut. Selama anak kesayangannya nan cantik jelita berhati lembut ini diculik, lewat nasehat-nasehat bijak penasehatnya, raja terus melakukan instropeksi diri terhadap sifat dan prilakuna selama ini. TIGA RITUAL Tampillah seorang ksatria nan gagah perkasa, mengerahkan segala kemampuan dan mengorbankan jiwa raganya dengan ikhlas untuk membebaskan putri raja dari ­tangan raksasa tersebut. Keikhlasan dan pengorbanan serta usaha yang luar biasa hebatnya dengan taktik yang cerdas, membuat Amaq Abir akhirnya berhasil menyelamatkan sang putri dan mengembalikan ke tangan ayahnya dalam keadaan baik. Suasana haru dan bahagia tak terbendung dalam diri sang raja

ketika menerima putri tercintanya kembali ke pangkuannya. Peristiwa ini mengajarkan raja yang akhirnya menjadi seorang ksatria dengan memenuhi janjinya menikahkan putrinya dengan Amaq Abir. Seni pertunjukan tradisional yang dipergunakan sebagai media penyampai pesan ini terbilang unik karena sejak pertama kali teater ini diperkenalkan, semua tokoh yang bermain memakai topeng. Penggunaan topeng memiliki filosofi bahwa apa pun sifat dan karakter yang dimainkan bukanlah merupakan representasi pribadi dari tokoh yang bermain melainkan kebaikan dan keburukan yang diperankan tokoh-tokoh tersebut di balik topengnya haruslah dilihat sebagai sebuah pergelaran semata. Sebagai pelengkap pergelaran, tembangtembang berbahasa Sasak yang berisi pesan-pesan moral termasuk tentang pesan agama dilantunkan sepanjang pergelaran diiring musik tradisional Lombok. Keunikan lain dari pergelaran ini adalah pergelaran dilakukan hanya pada malam Senin, malam Kamis dan malam Jumat. Sebelum pertunjukan berlangsung, dari dulu hingga sekarang, selalu diawali dengan tiga ritual penting yakni, ritual topeng Amaq Abir, ritual bagi seluruh pemain dan ritual khusus bagi masingmasing pemain. Topeng- topeng yang dipakai dalam pergelaran diperlakukan secara khusus. Setelah pergelaran usai, topeng-topeng selalu disimpan di tempat khusus. Ketika akan dipakai untuk bermain lagi, sebelum dikeluarkan dari tempat penyimpanannya, ada ritual kecil yang dilakukan untuk seluruh topeng. Ritual ini dilakukan untuk meminta izin penggunaannya agar dapat menarik perhatian penonton untuk mendengarkan pesan-pesan moral yang disampaikan selama pertunjukan. -Naniek I. Taufan


Bunda & Ananda

8

3 - 9 November 2014

Mendekatkan yang Jauh tanpa Menjauhkan yang Dekat Pulang kantor Bu Kris membuka lemari. Ia mengeluarkan dua telepon seluler (ponsel) untuk diberikan kepada kedua putrinya. Keluarga ini sudah memiliki aturan, ponsel hanya boleh digunakan di rumah setelah pukul 16.00 atau setelah ibu pulang kantor.

Trisna Susanti

B

egitu menerima ponsel, Lia dan Anggi langsung menghidupkan ponselnya. Mereka pun sibuk memainkan ponsel jenis smartphone ini. Sosial media menjadi tujuan utama mereka. Alasannya, mau lihat status yang dibuat temantemannya hari itu. “Kami memang membuat kesepakatan tentang penggunaan ponsel. Saat belajar ya belajar, tidak ada ada main ponsel. Ponsel hanya digunakan di rumah. Kalau ke sekolah, kami tidak berikan mereka bawa. Kalau ada informasi atau keperluan mendadak, kami tinggal telepon sekolah atau sekolah menelepon kami,” ujar Bu Kris. Ia sendiri mengaku tidak terlalu paham tentang media sosial. Wanita yang bekerja sebagai PNS ini tahu tentang beberapa media sosial namun ia tidak memiliki akun. Ia hanya memperhatikan apa yang dilakukan kedua putrinya. Bu Kris juga tahu media sosial bermanfaat untuk mengetahui informasi dari kerabat mereka yang berada di luar Bali. Biasanya sang suamilah yang menginformasikan tentang informasi tersebut karena suaminya aktif di media sosial. Namun, keaktifan sang suami ternyata tak direspons anak-anak. “Suami saya katanya pernah di-unfollow. Kalau tidak salah dihapus dari daftar pertemanan,” ungkapnya. Salah satu tujuan pertemanan di dunia maya ini memang untuk mengetahui aktivitas teman. Ada yang memasang foto kegiatan yang sedang dilakukan, lokasi yang sedang dikunjungi, bahkan makanan yang disantap. Dari sinilah aktivitas orang lain bisa terpantau. Pengalaman dihapus dari per-

temanan pernah diungkapkan Rama. “Saya berteman dengan keponakan di salah satu media sosial. Suatu ketika dia memasang status tentang hal-hal yang berkaitan dengan percintaan. Ketika bertemu ibunya, saya ceritakan tentang status keponakan itu. Maksud saya memberitahu anak seumur dia belum saatnya bicara cinta. Mungkin ibunya ini memarahi putrinya, besoknya saya dihapus dari daftar pertemanan,” kenang Rama. Media sosial memang menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan yang jauh tetapi bisa menjauhkan yang dekat. Seperti yang diungkapkan Bu Kris, ia bisa mengetahui informasi tentang kerabatnya yang jauh. Tetapi, ketika ia bersama suami dan anak-anak sedang antri di dokter atau apotik, semua yang dekat terasa jauh karena mereka masing-masing sibuk sendiri dengan gadget-nya. Menurut Endra Diputra, Market & Customer Development Telkomsel Bali Nusra, pengguna smartphone di Indonesia saat ini diperkirakan 60 juta dengan penetrasi 30%. “1 dari 5 orang pasti pegang smartphone. Dalam sehari mereka rata-rata melihat ponselnya 150 kali. Untuk pilihan media sosial, Facebook dan Twitter masih mendominasi. Kalau Path yang memiliki 23 juta pengguna di seluruh dunia, 4 juta diantaranya dari Indonesia,” jelasnya. Di Bali Nusra, konten yang paling banyak diakses adalah portal dan media sosial, sekitar 55%. Dari pengakses itu, diakuinya ada anak-anak. Karenanya perlu ada edukasi, terutama sosialisasi internet sehat agar anak-anak memanfaatkan internet dengan baik dan benar. PUNYA 1000 TEMAN “Sekarang teknologi canggih. Anak-anak dengan mudahnya masuk ke kelompok sosial di dunia maya dengan berbekal gadget. Ada orangtua yang sengaja memberikan anaknya smartphone dengan alasan untuk mempermudah memantau posisi anaknya. Tinggal lihat status anaknya, orangtua sudah tahu dimana posisi anaknya,” ungkap Ni Made Trisna Susanti, S.Psi, Psikolog. Ia melihat kecenderungan ini terjadi karena orangtua sibuk bekerja sehingga memilih memberikan gadget kepada anak sebagai kompensasi sekaligus alat

3 - 9 November 2014

Anak-anak menggunakan media sosial untuk mengetahui status teman-temannya. Dengan ekosistem DNA (device, network, dan application) yang dikembangkan Telkomsel, teman yang jauh menjadi dekat tetapi jangan membuat teman yang dekat menjadi jauh

pemantau.Psikolog dari Konsultan Psikologi dan Klinik Hypnotherapy Dian Selaras ini menambahkan sah-sah saja jika orangtua memberikan gadget sejak dini kepada anak. Namun, ada hal-hal yang harus disepakati antara orangtua dan anak. Misalnya, pulsa, waktu, dan konten. “Ada orangtua yang bingung melihat anaknya karena tak pernah melihat anaknya bergaul. Si anak mengaku dia punya 1000 te-

man. Ia tunjukkan teman-temannya yang ada di Facebook. Tetapi, yang diinginkan orangtua itu ada teman anaknya datang berkunjung ke rumah. Mereka khawatir anaknya menjadi antisosial karena tidak pernah bergaul,” ujar istri Hari Imam Wahyudi ini. Salah satu dampak negatif kecanduan gadget memang kecenderungan anak menjadi antisosial. Anak hanya sibuk dengan gadget-nya sehingga lupa untuk

bersosialisasi dengan lingkungan. Dia tidak mau menyapa atau tidak mau memperkenalkan diri kepada orang lain. Padahal dalam kehidupan sosial, saling bertegur sapa menjadi bagian dari komunikasi. Jika hal ini tidak segera diatasi, anak bisa menjadi tidak percaya diri saat berada di lingkungan sosial. Ia hanya percaya diri jika bersama gadget-nya karena merasa sudah bergaul di lingkungan dunia maya. –Ngurah Budi

Dalam mendesain sebuah hunian rumah tinggal, tentunya ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan. Demikian pula yang dilakukan Tude Arya Kusuma Budhi yang akrab dipanggil Tude dalam merancang huniannya di kawasan Renon, Denpasar. “Ada empat hal penting yang menjadi acuan tim saya dalam mendesain, yakni memenuhi unsur fungsi tata ruang, pencahayaan, sirkulasi udara, selanjutnya tampak/estetikanya di samping unsur struktur,” ujar Direktur Tata Mitra Selaras Group ini disetujui ketua tim arsiteknya N.G. Dwi Mahadipta, ST.MT.IAI. etersediaan lahan untuk perumahan di Bali, khususnya di Kota Denpasar kian sempit dan mahal. Namun, tuntutan akan bangunan hunian terus meningkat. Solusinya hanyalah dengan mengoptimalkan lahan terbatas dan didesain oleh arsitek yang profesional. Indonesia sebagai daerah tropis, perlu juga menjadi perhatian dalam mendesain. Karena itu, untuk memaksimalkan fungsi ruang sekaligus hemat dalam operasional dan maintenance, Tude memanfaatkan pintu dan jendela kaca dengan bukaan lebar serta meminimalkan sekat tembok untuk memberikan kesan luas. Sehingga pandangan dan sirkulasi udara (sirkulasi silang) cukup

daerah tropis seakan terfilter oleh keberadaan tanaman-tanaman hijau. Karena itu, sebagai pengagum alam, keberadaan taman lengkap dengan gemericik air yang mampu memberikan kesejukan, ia hadirkan pada tiga area, yakni di depan, samping dan belakang. Bangunan berlantai dua ini, dengan luas tanah hanya 150 m2 namun terkesan luas dan “compac” dengan empat kamar tidur, kamar tamu, ruang keluarga di lantai atas dan bawah, mengambil konsep ethnic for modern living. Sentuhan etnik diaplikasikannya dalam pemilihan model pintu gebyok gaya JawaTimuran dan furnitur. “Meja dan kursi sengaja saya desain dengan model kuno. Pintu juga saya buat dari kayu-kayu jati

Mendongeng Lima Menit I Kecut dan Nenek

Made Taro

Ketika I Kecut, pemuda petani itu asyik membajak, seorang nenek bertanya, “Cut, di mana tempat

mencari rumput?” “Di situ!” jawab I Kecut sambil menunjuk tempat yang dimaksud. Sebentar kemudian, nenek cerewet itu bertanya lagi. “Cut, di mana tempat mencari rumput?” “Ya di situ!” jawab I Kecut jengkel, sambil melecut sapinya yang mogok. Dasar nenek cerewet. Ia bertanya dan bertanya lagi. I Kecut marah, lalu melecut nenek tua itu dengan pecut. Sang nenek jatuh terjerembab. Pemuda petani itu ketakutan dan kebingungan. Ia memeriksa denyut nadi sang nenek. “Mati”, pikirnya. I Kecut menangis. “Jangan mati, Nek! Kalau Nenek hidup, akan kutanggap tarian joged.” Melihat sang nenek lunglai, lalu katanya lagi, “Jangan mati, Nek! Kalau nenek hidup, akan kugendong ke mana-mana.” Sang Nenek tetap mati. Akhirnya I Kecut, dengan suara keras berkata, “Hiduplah, Nek! Kau akan kujadikan istriku!” Sang nenek membuka mata, bangkit dan tersenyum. “Kapan kita nikah, Cut?”

I Kecut terkejut dan takut. Ia berlari pulang. Ia menceritakan pengalamannya kepada ayahnya. Sang ayah marah. Namun, agar tidak dituduh ingkar janji, sang ayah memberi akal. Sesuai dengan petunjuk ayahnya, I Kecut mengajak nenek tua calon istrinya itu, menebang bambu di hutan. Lalu menyuruh sang nenek mengangkut sepuluh batang bambu ke rumah. Kalau berhasil sampai di rumah, maka nenek tua itu segera akan dikawinkan oleh I Kecut. Ternyata nenek keriput itu dengan enteng menjunjung semua bambu. Atas petunjuk ayahnya juga, I Kecut lagi-lagi menyanggupi kawin dengan nenek, setelah sang nenek mandi dekat sumur. Tiba-tiba I Kecut mendorong sang nenek hingga mencebur ke dalam sumur. I Kecut senang, demikian pula ayahnya. Namun, sesaat kemudian tiba-tiba seorang gadis cantik berdiri di halaman rumah. Katanya, “Akulah nenek yang kau bunuh itu! Sesungguhnya aku adalah penjelmaan Dewi Sri. Karena kau ingkar janji dan beriktikad buruk, maka seumur hidup kau tidak akan bertemu jodoh.” I Kecut dan ayahnya menyesal. Sejak itu I Kecut selalu berkata berhati-hati dan tidak pernah menyakiti hati orang.

17

Ethnic for Modern Living

K

tkh/ngurah budi

Griya

baik dan memungkinkan untuk tidak menggunakan penghawaan buatan (AC) dalam keseharian. Demikian halnya dengan pencahayaan, cukup dengan pencahayaan alam dari sinar matahari, kecuali pada malam hari membutuhkan pencahayaan buatan. Kehadiran taman penting, di samping memberikan kesan alami hijau turut mendukung penghawaan dalam ruangan. Setidaknya, panasnya

bekas kapal, agar antiknya dapat,” jelasnya. Untuk mendapatkan kesan rustic alami, beberapa furnitur difinishing white wash. Nuansa etnik lainnya, dicoba dihadirkan dengan keberadaan angkul-angkul yang mengadopsi bangunan tradisional bali. “Tetapi, saya tidak menyerap utuh-utuh. Bagian atapnya saya potong karena mempertimbangkan maintenance dan tampilan yang

beda-simple,” imbuhnya. Sentuhan modern dapat dilihat pada keseluruhan bentuk bangunan dan garis-garis geometri sebagai aksen bangunan dan aksesorisnya, seperti pada sanitary dan kitchen set. Pemilihan bahan kaca tempered untuk atap kanopi, selain memberi kesan modern, juga difungsikan agar tanaman di bawahnya tetap mendapatkan sinar matahari dan facade bangunan masih bisa dilihat karena tembus pandang. Pemilihan batu-batu alam, seperti paras putih Yogya, batu serai, batu marmo, batu random kapur, hingga bata merah, diaplikasikannya pada sisi-sisi dinding yang berbeda. Penguatan aksen pada bidang-bidang yang ingin ditonjolkan diperoleh lewat pencahayaan pada malam hari. Aksen lain sebagai unsur dekoratif dihadirkan pula dengan patung bola di atas tembok pagar, yang merupakan cerminan penghuninya yang penggemar bola, di samping memberikan sentuhan gaya kontemporer. Dalam merancang sebuah bangunan sampai ke interiornya, Tude mengatakan yang menjadi kuncinya adalah finishing touch. Ia mengibaratkan seperti pakaian, yang untuk mendapatkan hasil yang enak dipandang, memadukannya harus pas terutama perpaduan warna, bahan harus matching dan harmonis. Selaras dengan elemen lainnya,

seperti perpaduan warna putih, kuning, emas dan coklat pada kusen, tembok, serta dudukan bantalan kursi, sangat harmonis. Begitu juga dengan pemilihan ornamen lukisan yang seakan menyatu dengan ruang, menyatu dengan alam taman sekitarnya. Sentuhan akhir yang tidak kalah pentingnya adalah tata lampu/ pencahayaan khususnya pada malam hari yang membuat sosok bangunan menjadi lebih elegan, enak dipandang, seperti pendapat seorang arsitektur terkenal dalam bukunya “Architecture Without Lighting is Nothing”. Dikatakan, tata lampu dan

warna cahayanya sangat mendukung megahnya suatu bangunan dan dapat mendramatisasi suasana di dalam dan di sekitar bangunan tersebut. Tude menegaskan, memang untuk mewujudkan suatu bangunan harus direncanakan dan didesain dengan baik serta detil semua bagian dan elemennya, sehingga menghasilkan suatu bangunan yang enak dipandang dan nyaman dihuni. Bukan asal latah meniru, seperti banyak bangunan saat ini dikatakan model minimalis oleh pemiliknya yang “kering” sentuhan etnik dan kehilangan identitas kedaerahan kita. -Inten Indrawati


18

Kreasi

Konten Lokal di Pasar Global

I

ni merupakan pengantar dari aplikasi game terbaru berjudul “Adventure of Jalak” yang dihasilkan Miracle Gates Studio. Game ini dibuat dengan tata letak bermuatan lokal dipadu kreasi seni para punggawa Miracle Gates yang terdiri dari Orlando Nandito Nehemia (Nando), Gd. Ferry Marsellino (Ferry), Ilham Putra

standar. Namun, jika berdekatan dengan hari raya keagamaan seperti Galungan, Nyepi, mereka akan membuat season tersendiri dengan musik khusus seperti yang dilakukan Angry Bird.

Panjaitan (Ilham), dan Ghany Haqqi (Ghany). “Kami sering membaca berita atau melihat tayangan televisi yang membahas Jalak Bali. Burung ini merupakan maskot Bali yang dilindungi karena hampir punah. Kami pun tergugah untuk membuat game yang tokohnya burung jalak. Kami juga menjadikan game Flappy Bird sebagai contoh, kemudian kami kembangkan,” ungkap Nando. Setelah berembug, mereka mulai menggarap game ini bulan Juli 2014 disela-sela kegiatan kuliah di STMIK Primakara. Nando menambahkan, proses coding membuat mereka agak lama menyelesaikan game ini. Mere­ ka mengaku baru tahap belajar dalam coding sehingga banyak

melakukan perbaikan. Keempatnya berbgai tugas dalam pembuatan game ini. Nando sebagai game designer dan programmer, Ilham sebagai programmer, Ferry sebagai artist, dan ­Ghany mengurus sound. Kolaborasi empat remaja ini menghasilkan game yang bermuatan lokal yang siap bersaing di pasar global. “Kami mengusung muatan lokal dalam game ini. Contohnya, kami memasukkan patung Catur Muka yang ada di Denpasar, Museum Geopark di Kintamani, dan GWK yang ada di Ungasan. Dalam beberapa fitur, kami juga menyiapkan aksesoris untuk si jalak yang berupa destar,” ujar Ferry. Untuk tahap awal, game ini sudah menggunakan musik

tkh/ngurah budi

Pengembangan application memegang kunci setelah device dan network tersedia. Tampak seorang pemain game Adventure of Jalak memainkan game ini dengan jaringan Telkomsel

Aplikasi “Adventure of Jalak”

PAMER TELUR Nando menambahkan game ini sudah bisa diunduh di tiga operating system, iOS, Android, dan Windows Phone. Sejak diluncurkan 25 Oktober 2014, respons pecinta game cukup bagus. Pemain akan berlaku sebagai si jalak. Tugasnya mengumpulkan telur sebanyak-banyaknya. Ada tiga scene yang disiapkan dalam game ini Green Hill, Beach, dan Dark Forrest. Tahap awal, baru Green Hill yang dilatarbelakangi siluet patung GWK yang bisa dibuka. Selanjutnya akan dikembangkan scene Beach yang menggunakan pantai Kuta dan Dark Forrest yang dibuat seperti hutan fantasi. Pemain tinggal memilih di scene mana mereka bermain lalu akan ada si jalak yang bergerak untuk mengumpulkan telur-telurnya. “Tap-tap saja untuk memainkannya. Ada telur langsung ambil, ada batu harus menghindar. Telur-telur yang sudah dikumpulkan ini bisa dipamerkan di akun facebook. Pemain bisa menunjuk-

Life

Story

7

Dari Ruang Rawat ke Pelaminan

“Adventure of Jalak”

Dua laki-laki menangkap burung jalak yang sedang beristirahat. Tak hanya membawa kabur burung yang memiliki nama Latin Leucopsar Rothschildi ini, lelaki itu juga membawa telur-telur burung jalak. Saat melewati jalan berbatu, mobil oleng dan karung yang dipakai mengurung si burung jalak terhempas dan jatuh ke tanah. Di­mulailah petualangan si jalak mengumpulkan telur-telur yang berjatuhan.

3 - 9 November 2014

3 - 9 November 2014

Gatot P. Utomo

kan jumlah telur yang sudah dia kumpulkan,” ujar Nando. Saling pamer jumlah telur jalak ini juga bertujuan untuk saling mengingatkan bahwa semua harus peduli untuk menyelamatkan jalak Bali. “Kami ingin semua lapisan masyarakat peduli jalak Bali, mulai dari anak-anak hingga dewasa, makanya tokoh jalak kami buat berbasis kartun. Demikian juga dengan tata letak game yang eye catching dan tidak terlalu formal,” imbuh Ferry. “Kami berharap tahun ini semua fitur bisa selesai termasuk dual player dan scene,” kata Ilham. Selam proses pengerjaan game ini mereka memanfaatkan inkubator STMIK Primakara sebagai “kantor” dan mendapat dukungan fasilitas selama setahun. Setelah setahun mereka harus mandiri untuk mengerjakan karya-karya kreatif lainnya. EKOSISTEM DNA Karya kreatif generasi muda seperti Miracle Gates ini mendapat tanggapan dari GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra Gatot P. Utomo. Menurutnya, karya kreatif ini merupakan bentuk dari unsur A atau Application yang tengah dikembangkan di industri digital saat ini. “Sekarang yang berkembang adalah ekosistem DNA (Device, Network, dan Application). Pengembangan application ini yang memegang kunci setelah device dan network tersedia. Perlu kreativitas untuk mempercepat industri aplikasi,” tegas Gatot. Ia menambahkan meningkatnya tren penggunaan layanan digital ini dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan pelanggan untuk senantiasa terkoneksi dengan layanan yang dapat menunjang produktivitas termasuk sarana hiburan, salah satunya bermain game. –Ngurah Budi

Musik tradisional Ndiri Biola (pergelaran biola khas Bima), mengalun sepanjang malam memeriahkan pernikahan Selina (23), bukan nama sebenarnya, yang akan dilangsungkan keesokan harinya. Irama biola yang kadang mendayu-dayu, kadang tinggi dan terkadang menyayat juga riang, seakan menggambarkan kisah perjalanan hidup yang pernah dilewati oleh perempuan beranak satu ini.

L

ahir dari keluarga biasa, cenderung kekurangan, Selina termasuk beruntung. Orangtuanya yang bekerja sebagai buruh tani serabutan, memiliki cita-cita yang hebat untuk ukuran situasi kehidupan ekonomi seperti mereka, yakni menyekolahkan keempat anak mereka sampai perguruan tinggi, termasuk Selina. Sebagai anak sulung, Selina akhirnya mendapat kesempatan itu. Untuk biaya kuliah dan kos, ayah dan ibunya bekerja lebih keras lagi. Meski keduanya tidak sempat mengenyam bangku kuliah karena keterbatasan ekonomi, cucuran keringat yang mengucur di bawah terik matahari saat bekerja sebagai buruh tani, menjadi saksi betapa mere­ ka menginginkan Selina berhasil menyelesaikan kuliahnya. Tahun pertama, kuliah Selina lancar dengan nilai yang baik. Memasuki tahun ketiga, Selina seper­ti melupakan kerja keras dan usaha orangtuanya. Selina mulai sibuk pacaran. Ia mulai banyak berbohong dan selalu mencari-cari alasan seperti mengerjakan tugas atau pun penelitian -semua berbau perkuliahan- ia kerap tidak pulang bahkan hingga dua hari. Ia rupanya pergi dengan pacarnya entah ke mana. Sampai akhirnya, ia hamil. Betapa malunya orangtua Selina sehingga sempat menutupi kehamilan tersebut dan sempat pula berusaha kiri kanan untuk menggugurkannya. Ibunya merasa masa depan Selina hancur atas kehamilan itu. Namun, semua usaha itu sia-sia hingga akhirnya para tetangga pun mengetahui­ nya. Ini menjadi pembicaraan yang sangat memalukan. Apalagi usia kandungan Selina rupanya

telah berumur tujuh bulan. “Saya merasa bersalah dan berdosa pada ayah dan ibu,” ujarnya singkat tanpa mau banyak bercerita. Kisah ini diceritakan kembali oleh salah seorang sahabat Selina. Belum lagi sanggup menanggung malu atas kehamilan itu, orangtua Selina kembali mendapat cobaan. Pacar Selina yang telah menghamilinya tidak mau bertanggung jawab. Berhari-hari dicari ia menghindar dan bersembunyi. Ia selalu mengatakan bahwa ia ragu jika anak yang dikandung Selina adalah anaknya. “Jelas ini sangat memukul Selina dan orangtuanya,” kata Kartika, sahabat Selina. Tidak patah arang, orangtua Selina mencari pacar Selina hingga akhirnya ketemu. Mereka memohon agar pacar Selina mau menikahi Selina. “Terserah setelah itu mereka bercerai juga tidak apaapa,” kata Kartika mengisahkan perjuangan orangtua Selina untuk meminta pacar Selina bertanggung jawab. Atas kebaikan hati calon mertua Selina yang ikut membujuk, pacarnya itu akhirnya mau menikahinya. Akad nikah sederhana itu

berlangsung “setengah terpaksa” bagi suaminya. “Setelah menikah, hanya satu malam ia bermalam di rumah Selina, setelah itu ia pergi hingga tak pernah kembali sekali pun,” ujarnya. Selina beberapa kali mencarinya ke rumah mertuanya, namun ia tidak mau pulang jika mengetahui Selina ada datang ke rumahnya. “Untungnya mertua Selina baik dan terlihat kasihan pada Selina,” ujar Kartika. Mertua­nya juga sudah membujuk suami Selina agar mau kembali dan menjalankan perkawinan tersebut, namun suaminya itu tidak peduli lagi padanya. Beberapa hari ia menginap di rumah mertuanya menanti kedatangan suaminya, Selina mulai merasa bahwa ia tidak bisa mengharapkan apa-apa dari laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu. Ia pun meminta diri pada mertua­ nya untuk pulang. Rumah Selina dan suaminya beda kabupaten di Nusa Tenggara Barat. Saat ia pamit, mertua dan ipar-iparnya menahannya, meminta ia untuk bersabar sedikit lagi, sementara mereka tengah membujuk suaminya. Namun melihat tidak ada niat baik dari suaminya, ia memaksa untuk pulang. “Selina pulang dengan perut yang telah besar membawa serta pakaian dan keperluan bayi lainnya yang dibelikan oleh mertua dan iparnya,” kata

Ka r t i k a . H a n y a kebaikan mertua dan iparnya inilah yang sedikit menghibur hati Selina. Sampai akhirnya tiba waktunya ia melahirkan, suaminya juga tak

kunjung datang. Anak perempuannya yang lucu tumbuh tanpa seorang ayah. Ia sendiri telah melupakan suaminya itu. Meski tidak ada perceraian secara resmi, Selina menganggap bahwa me­ reka telah bercerai dan tidak lagi mengharapkan suaminya itu. Ia membesarkan sendiri anak semata wayangnya itu. Selina tampaknya menyesali semua hal yang telah terjadi pada dirinya. Ia membayar kekecewaan orangtuanya dengan menyelesaikan kuliahnya hingga menjadi sarjana. CERAI LALU KAWIN Karena rasa penyesalan inilah, Tuhan kemudian memberinya kemudahan. Tanpa diduga, lima tahun kemudian seorang lelaki baik hati dengan pekerjaan tetap datang melamarnya dengan cara yang baik. Kisah pertemuannya dengan lelaki ini juga cukup unik. Ketika setahun yang lalu ia menjaga kakeknya yang sakit di rumah sakit, ia bertemu pertama kalinya dengan laki-laki ini yang tengah menjaga istrinya yang sakit di ruang rawat yang sama. Lelaki ini juga memiliki seorang anak kecil. Kala itu, kata Kartika, belum ada benih-benih cinta di antara mereka. Namun,

anak kecil ini malah dekat dengan Selina bahkan cenderung manja. Selina sempat menggendong dan membantu menidurkannya ketika si ayah sibuk mengurus ibunya yang tengah sakit. Sebagai sesama penghuni ruang rawat itu, mereka pun akrab biasa saja. Hingga seminggu kemudian istri si laki-laki itu mening­gal dunia. Sejak kepulangan laki-laki itu membawa jenazah istrinya, tidak ada komunikasi lagi antar mereka. Namun, beberapa bulan kemudian, Selina menerima pesan pendek dari laki-laki ini. Selina ingat pernah memberi nomor hand phonenya pada laki-laki ini ketika ia menitip kakeknya di ruangan itu saat ia pergi membeli makanan. Ia minta bantuan laki-laki ini untuk menghubunginya jika kakeknya memerlukan sesuatu. “Rupanya nomor itu disimpan dengan baik,” kata Kartika. Sejak itulah mereka mulai menjalin hubungan sampai akhir­ nya laki-laki itu datang melamarnya. Melihat kebaikan laki-laki ini, Selina pun menerima lamaran tersebut. laki-laki inilah yang kemudian membantunya mengurusnya perceraian secara resmi. Mereka akhirnya kawin dalam sebuah perayaan sederhana, seminggu yang lalu. Kisah hidup yang telah terjadi padanya, menjadi bagian pelajaran yang paling berharga bagi Selina. Kini, ia mem­ buka lembaran baru bersama suami­ nya itu dalam sebuah perkawinan yang mereka harapkan menjadi bahagia hingga akhir hayatnya. Dalam balutan kebaya -yang tidak sempat terpikirkan untuk memakainya ketika “perkawinan terpaksa” lima tahun lalu, Selina tersenyum bahagia. -Naniek I. Taufan


Women on Top

6

3 - 9 November 2014

Ni Ketut Sri Wahyuni, S.Sos.

Menang-Kalah Urusan Belakangan Keberadaannya yang strategis di jantung Kota Denpasar membuat wilayah ini banyak diserbu penduduk pendatang (duktang). Karena itu, Lurah Dangin Puri Dangri), Ni Ketut Sri Wayuni, S.Sos. bersama timnya secara berkesinambungan melaksanakan penertiban administrasi kependudukan, baik antarkabupaten maupun dari luar kabupaten.

“K

ami

tidak

melarang war­ ga luar ting­ gal di wilayah Kelurahan Dangri, namun harus tertib adminsitrasi kependudukan, agar mempermudah aparat banjar, lingkungan maupun kelurahan me­ monitor keberadaan serta aktivitas mereka,’’ ujarnya. Hal ini dikatakan­ nya sebagai upaya meminimalisir per­ masalahan yang muncul di kelurah­ an yang mewilayahi tujuh banjar/ lingkungan, yakni Banjar Kaliungu Kelod, Banjar Bun, Banjar Kayumas Kaja, Banjar Kayumas Kelod, Ban­ jar Abasan, Banjar Tegal Sari, dan Banjar Batu Mas. Mobilitas duktang di wilayahnya ini tergolong tinggi, terutama saat Lebaran. “Biasanya kami melakukan penertiban adminis­ trasi menjelang dan pasca Lebaran,” ungkap mantan Kasi. Rumah Makan, Bar dan Restoran Disparda Kota Denpasar ini. Duktang yang terjaring dalam ra­ zia ini, mereka yang belum mengan­ tongi KIPS (Kartu Identitas Penduduk

Sementara) dan STPPTS (Surat Tanda Pendaftaran Penduduk Tinggal Se­ mentara). Mereka selanjutnya digiring ke Balai Banjar untuk didata sekaligus dibuatkan kartu indentitas. “Padahal kami sudah sering melakukan so­ sialisasi tentang tata tertib duktang, bahwa mereka harus melaporkan diri 1x24 jam. Namun, masih ada saja yang kena razia. Saya harap setiap penduduk pendatang yang tinggal di Kelurahan Dangin Puri harus mengi­ kuti aturan yang ada. Jangan sampai sudah tinggal lama tidak melapor ke kaling maupun ke kelian banjar,” ujar Bu Lurah. Penertiban administrasi kependudukan ini melibatkan aparat lingkungan, banjar, Polmas, dan Babinsa. Tak heran jika Pemkot Den­ pasar menobatkan Kelurahan Dangri sebagai Juara 1 Lomba Admisnistrasi Kependudukan tahun 2013. AKTIFKAN LANSIA Wilayah Kelurahan Dangri yang berada di pusat kota ini, mau tak mau harus mendapatkan perhatian lebih, terutama dari segi kebersihan

lingkungan. Ruas-ruas jalan protokol yang menjadi mobilitas utama pun tak lepas dari perhatian Bu Lurah Sri Wahyuni. Tak jarang, pagi-pagi buta sebelum jam kerja dinas dimulai, Bu Lurah mengecek kebersihan ruas jalan ini. “Jika ada yang belum bersih, atau kemungkinan sampah belum terangkut petugas DKP, saya segera menugaskan moci untuk membersih­ kannya,” ujarnya. Moci (motor cikar) ini sejenis motor yang di belakangnya ada gandengan bak sampah. Moci ini merupakan sumbangan dari DKP Denpasar. Selain menyosialisasikan kebersi­ han di tiap kesempatan, seperti saat arisan dan rapat PKK serta rapat banjar, secara terjadwal pula Ke­ lurahan Dangri melibatkan warga sekitar melakukan Jumat bersih di lingkungannya. Selain member­ sihkan lingkungan, pihaknya juga menata lingkungan, karena wilayah Kelurahan Dangri banyak pemuki­ man, pertokoan, dan perkantoran. “Saya konsen terhadap kebersihan lingkungan karena Denpasar sebagai kota berawasan budaya harus clean and green seperti yang dicanangkan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawi­ jaya Mantra ,” papar istri I Nyoman Ardana, S.H. ini. Sejak menjabat Lurah di tahun 2012, Sri Wahyuni mulai mengak­ tifkan potensi-potensi yang ada di masyarakat dengan menggelar ber­ bagai kegiatan maupun mengikuti

berbagai macam lomba. “Kami ikuti saja semua lomba, soal menang-kalah itu urusan belakangan. Yang penting Kelurahan Dangri turut berpartisi­ pasi,” ujar ibu dua putra, I Gede Ari Yuda, S.E. dan I Made Ari Sena ini. Beberapa kegiatan yang dilakukan seperti men­ gaktifkan senam lansia di seluruh banjar, yang kemudian dipentas­ kan bersama saat perayaan Prokla­ masi RI belum lama ini atau saat momen-momen tertentu. Bu Lurah juga membentuk janger lansia di Banjar Bun yang sudah dipentas­ kan saat pe­ melaspasan banjar terse­ b u t be­

berapa waktu lalu. Dalam peringatan Hari Lansia 2014, Kelurahan Dangri yang diwakili Banjar Kayumas Kelod berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Pakaian Adat Berpasangan. Prestasi lain yang pernah diraih, antara lain, Juara 1 Lomba Rias Wajah dan Sanggul Tingkat Kota tahun 2013, Juara Harapan Lomba Kadarkum 2013, Juara Harapan Lomba Admin­ istrasi PKK dalam HKG-PKK 2012, dan Juara Harapan 1 Lomba Pemada­ man Api Secara Modern dalam HUT Kota Denpasar ke-225 tahun 2013. Semua kegiatan ini dikatakannya ber­ tujuan untuk memupuk rasa kebersa­ maan dan kekeluargaan dalam bingkai NKRI. “Dengan dilaksanakannya beragam kegiatan ini diharapkan dapat menyehatkan fisik dan psikis seluruh warga Dangri, dan Kota Denpasar pada umumnya, menuju kehidup­ an yang lebih damai dan sejahtera,” tandasnya. –Inten Indrawati

Yuliana Tirto

Enak 5 Menit Bayar 5 Hari Motivasi hidup sehat dan badan bebas dari sakit, menjadi alasan Yuliana Tirto bergabung di Rai Fitness enam bulan lalu. Perempuan kelahiran Malang yang mengaku dulu mengonsumsi makanan semau gue, sejak ikut fitness mulai mengatur pola makannya.

“D

i Rai Fitness, selain fitness untuk pemben­ tukan otot, kami juga dibekali pengetahuan untuk hidup sehat dengan mengatur pola makan. Sekarang saya makan full protein,” ujarnya. Nasi putih yang banyak mengandung karbohidrat, ia ganti dengan putih telur. “Jadi, nasi putih saya itu ya putih telur,” candanya. Saban hari, Yuliana mengonsumsi semangkok putih telur yang dikukus, untuk makan pagi, siang, dan malam. Setidaknya, 4 kg putih telur saja yang kini sudah tersedia di pasaran, dikonsumsinya untuk 14 hari dengan frekuensi makan tiga kali sehari. Lauknya bervariasi, bisa ikan, dada ayam 100-150 gr, atau tahu dan tempe yang pengola­ hannya serba direbus, tanpa bumbu. Dilengkapi dengan sayur yang berserat banyak, buahbuahan, seperti bengkuang, apel manalagi, kiwi, dan belimbing. “Kacang-kacangan mengandung gizi yang bagus, terutama kacang hijau,” ungkap Supervisor di XO Suki & Cuisine Restaurant MBG ini. Lalu, bagaimana jika sepulang kerja malam kelaparan? Yuliana mengatasinya dengan men­ gonsumsi susu protein atau teh hijau. Baginya, itu cukup mengenyangkan. Semua usahanya itu,

menata pola makannya menuju hidup sehat, didukung penuh sang mama, Nyoman Nardi, yang paling rajin membuatkan dan menyiapakan kacang hijau tiap sore. Untuk makanan mereka sehari-hari, Yuliana yang memiliki hobi mema­ sak ini langsung turun ke dapur, masak sendiri. Kalaupun masakan itu berbumbu, ia memilih bumbu rempah, seperti lada hitam, merica, dan pala. Untuk rasa asin, didapatkan dari garam vege. Sementara rasa manis, berasal dari madu, tropicana slim, gula aren, atau gula merah. Secara umum, konsumsi makanan yang dianjurkan adalah makanan berserat, tidak mengonsumsi makanan berminyak (gorengan), mengurangi karbohidrat, garam dan gula, serta memperbanyak protein. “Boleh saja mengon­ sumsi makanan tersebut, tapi minimalis, lebih banyak ke sayuran saja,” ucapnya. MENANG DUA KATAGORI Dua minggu pertama mengikuti fitness, penyuka western food ini tak menyangkal badan terasa sakit semua. Namun setelah itu, badan terasa segar dan enteng. Keluhan kram di leher dan pundak kaku, tak didapatinya lagi. Pere­ daran darahnya makin lancar. Ia mengambil kelas weight training/pembentukan otot. “Biar badan saya lebih berbentuk saja. Dulu berat saya 55 kg, kurusnya rata. Sekarng berat 49

Yuliana Tirto

kg, kurusnya berbentuk,” ungkapnya. Usaha kerasnya itu membuahkan hasil maksimal. Yuliana berhasil menggondol Juara

1 dalam dua kompetisi yang diikutinya yakni Body Contest-Women Figure dan Muscle Endurance Competition-Legs Press dalam An­ niversary 1 th Rai Fitness belum lama ini. Yuliana yang memiliki moto hidup se­ lalu berpikir positif ini, mengatakan semua itu dimulai dari pola makan, yang diimbang­ inya dengan latihan rutin cukup 1 jam sehari, tiga kali seminggu dan istirahat yang cukup. Menjelang kompetisi, Yuliana mengaku sangat mempersiapkan diri, yakni dengan memper­ ketat pola makan dan latihan dimaksimalkan menjadi seminggu lima kali dengan frekuensi waktu tak lebih dari tiga jam per hari. Latihan ini pun selalu didampingi instruktur agar tak cedera. Penyuka warna ungu, hitam dan putih ini mengisahkan pengalamannya saat menghadiri dinner party. Sebelum berangkat ke tempat itu, ia sudah berpikir pastinya makanan di sana mengandung kolesterol tinggi. “Kalau membawa bekal makanan, kayaknya repot. Akhirnya saya ikut makan dengan porsi kecil saja,” tuturnya. Namun apa yang terjadi? Keesokan harinya, badannya terasa tak enak, perut terasa membuncit, pipi kelihatan agak tembem, dan badan tersa berat. Perubahan kecil itu juga dirasakan pelatih fitnessnya. Un­ tuk mengembalikan kondisi badan ke semula, Yuliana pun harus membayarnya dengan lebih mengintensifkan jadwal dan waktu latihannya. “Enak lima menit harus saya bayar dengan latihan ketat yang dirapel lima hari,” ucapnya. Sejak saat itu, ia mulai berhati-hati dalam meng­ hadiri undangan makan. “Jika dapat undangan pesta lagi, saya akan makan dulu di rumah. Di tempat undangan, makan salad saja,” ucapnya tersenyum. –Inten indrawati

Sudut Pandang

3 - 9 November 2014

19

Jadilah Pahlawan Pemberantas Kemiskinan dan Kebodohan Masa sebelum kemerdekaan, rakyat Indonesia berjuang melawan penjajah. Kini, setelah merdeka, kita tak lagi berperang melawan kolonial, namun, pahlawan masa kini, adalah orang yang dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarganya, maupun lingkungan sekitarnya.

B

agi Ni Made Arlin Valinda, menjadi pahlawan masa kini, hendaknya dimulai dari diri sendiri. Artinya, kita mampu menjalankan pekerjaan kita de­ ngan baik dan bertanggungjawab dengan semua tugas yang dibebankan. “Sebagai seorang pribadi mandiri, kita mampu dan berani menghadapi tantangan hidup dan memecahkan masalah yang ada. Dalam hal pekerjaan, kita mampu mengatur waktu dengan baik, antara tugas kantor dan peran kita sebagai ibu dan istri, jika kita sudah menikah. Selalu berkoordinasi yang baik dengan atasan, dan menjaga hubungan harmonis dan mampu bekerja sama dengan tim,” tutur Public Relations and Event PT. Garuda Indonesia For Bali ini. Menurut Arlin, dari kisah hidupnya yang terlahir dari ayah asli Bali dan ibu dari Keraton Pakualam Yogyakarta, dua budaya yang berbeda membuat hidup­ nya lebih berwarna untuk satu tujuan keharmonisan. Begitulah ia memaknai hidup, agar tetap menjalin keharmonisan dengan keluarga besar mapun lingkungan sekitarnya. Bagi perempuan yang awal tahun depan genap berusia 30 tahun ini, se­ sibuk apapun dalam berkarier, ia selalu menyempatkan diri membagi waktu­ nya dengan baik untuk putri sematang wayangnya yang baru berusia 2,5 tahun. “Dengan tugas dan tanggungjawab saya di bidang public relations and event, saya memang tak punya waktu banyak untuk bersama si kecil. Namun, bagi saya, yang penting kualitas bukan kuantitas. Begitu juga, komunikasi selau terjaga dengan baik dengan suami. Saya berusaha men­ jadi “super mom” bagi keluarga,” tutur istri Dewa Nyoman Yudatama ini. Baginya, pahlwan masa kini, penuh dengan tantangan berat. Karena, global­ isasi harus disikapi dengan kedewasaan emosional. Karier yang sukses juga harus diimbangi dengan keluarga yang bahagia, dan kepedulian terhadap masyarakat. Itulah sejatinya, para pahlawan yang di­ harapkan mampu membentuk generasi bangsa yang lebih baik ke depannya. PAHLAWAN MASA KINI Kata pahlawan, secara etimologi berasal dari kata phala-wan (Bahasa Sanskerta) yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pen­

gorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang ga­ gah berani. Sebutan pahlawan mungkin tepat diperuntukkan mereka yang memperjuangkan kemer­ dekaan negeri ini pada zaman penjajahan dulu. Lalu, dalam era kekinian, adakah yang bisa kita sebut “pahlawan”? “Pahlawan masa kini adalah orang yang bisa dicontoh atau ditiru perilakunya yang sesuai dengan apa yang diucapkan­ nya. Tidak hanya tong kosong nyaring bunyinya,” ujar Ni Putu Asteria Yuniarti, S.Pd., remaja berprestasi yang baru saja menamatkan kuliah S-1nya di IKIP PGRI Bali. Seseorang yang bisa disebut pahlawan, dikatakannya juga mereka yang memberikan kontribusi sepanjang hayat. Sama halnya seperti pahlawan kemer­ dekaan yang selalu dikenang. Tetapi sekarang, menurut Asteria, pahlawan melawan kemiskinan dan kebodohan. “Walaupun saya tamatan keguruan, tetapi saya bercita-cita menjadi seorang entrepreneur yang bisa membantu orang lain untuk mendapatkan pekerjaan, dan saya berkeinginan untuk membuat Rumah Baca untuk anak-anak kurang mampu, sehingga mereka mendapatkan skill di luar jam sekolah,” ucap Juara I Duta Mahasiswa GenRe 2012 tingkat nasional ini. Baginya, tidak ada sesuatu yang mustahil. Karenanya, saat ini ia berjuang untuk mewujudkan impiannya tersebut. Di matanya, yang layak menjadi sosok pahlawan saat ini ada­ lah ibu. Kare­n a, ibu adalah sosok yang tak kenal lelah untuk men­ dedikasikan hidupnya ke­ pada keluarga, anak, dan suami. “Saya bersyukur di­besarkan dengan kasih sayang orangtua saya. Walaupun beliau tidak banyak memiliki materi, tapi beliau mengajar­ kan saya dan adik-adik tentang arti kehidupan, sehingga kami tumbuh menjadi anak-anak yang berbakti kepadanya,” ungkapnya haru. Namun, secara umum, Asteria me­ nyebut kriteria pah­ lawan masa kini adalah mereka yang memiliki

ide kreatif yang berdampak positif bagi orang lain, entah di bidang pendidikan,

sosial, politik,dll. Sosok pahlawan dalam kriterianya itu, cerdas, sederhana, ber­ wibawa, dan mampu menjadi sosok figur yang mudah ditiru. “Seperti Jokowi. Saya salah satu pengagum Presiden Jokowi, karena penampilannya yang sederhana,” ucapnya antusias. “Mungkin Jokowi bisa menjadi pahlawan karena dedikasinya untuk kinerja Indonesia,” imbuhnya. Untuk menjadi pahlawan, tidak memerlukan upaya atau cara. Karena predikat pahlawan adalah bentuk peng­ hargaan orang lain. Siapa pun orang yang rendah hati tentu tak berharap bahwa ia dikatakan pahlawan. Justru karena output/hasil yang ia lakukanlah, maka ia disebut pahlawan. “Karena pahlawan bukan dibuat-buat, ia murni ada ketu­ lusan untuk mengabdi dan memberikan pelayanan bagi orang lain,” tandasnya. –Wirati Astiti/Inten Indrawati


20

3 - 9 November 2014

3 - 9 November 2014

Inspirasi Kongres Bedah Dunia Pertama di Bali

5

Sebarkan Kemajuan Ilmu Bedah ke Seluruh Dunia Suatu kehormatan sekaligus kebanggaan bagi profesi kedokteran Indonesia khususnya bagi dokter spesialis bedah karena menjadi tuan rumah pertamakalinya kongres bedah dunia, The 39th Biennial World Congress of the International College of Surgeons (ICS), 20-24 Oktober, di Bali International Convention Center The Westin Hotel, Nusa Dua, Bali.

K

penerapan teknologi yang efektif dan efisien. Teknologi di bidang bedah berkembang dengan sangat cepat, dan lazimnya hal yang baru, muncul persoalan biaya implementasi. Karena itu, pembedahan yang baik selalu mempertimbangkan efisien biaya implementasi dan keterjangkauan biaya bagi pasien yang membutuhkan pelayanan pembedahan. Semua ahli bedah menyadari, pengobatan kasus bedah yang sudah lanjut akan sulit dan memakan biaya yang relatif besar. Oleh karena itu, Vice President of Congress Prof. Sri Maliawan yang juga dibutuhkan upaya untuk President Elect terpilih bersama istri Ny. Ayu Sanjiwani mendeteksi dan meng­ ulang, apakah kita telah melakukan obati kelainan bedah sedini mungkin, good surgery,” ujar profesor yang ter- yang pada akhirnya akan memberikan pilih menjadi Presiden ICS Indonesian keuntungan bagi pasien. Di samping itu, pelayanan tim bedah yang tangSection Periode 2014-2016 ini. ICS bertujuan membina kolegi- guh, bersama dengan disiplin ilmu alitas dan pertukaran ide di bidang yang terkait merupakan keharusan bedah di seluruh dunia. Disamping itu, dimana kerja sama interprofesional menyebarluaskan kemajuan ilmu be- sangat berperan penting. Menurut Prof. Sri Maliawan, dah ke seluruh ahli bedah di dunia. Menurut Wakil Ketua Kongres, dalam kongres ini dibicarakan tehnik Prof. Dr. dr. Sri Maliawan,Sp.BS(K), operasi dari yang paling sederhana sampai robotic surgery (operasi dengan robot). Operasi bisa juga dilakukan jarak jauh lewat internet. Harapan ke depan, dengan terselenggaranya kongres ICS ini, para dokter bedah khususnya dokter bedah di Indonesia dapat memberikan pelayanan bedah yang berkelas internasional. Acara yang juga dirangkaikan de­ ngan 20th Annual Scientific Meeting of Indonesian Surgeons Association dan The 1st International Meeting of Indonesian Scrub Nurse Association, menetapkan Prof. Dr. dr. Sri Maliawan, Sp. BS(K) sebagai President Elect of ICS Indonesian Prof. Sri Maliawan, Prof. Paul, dr. Sudarsa, dr. IB. Budiarta bersama panitia inti Section Periode 2014-2016. seluruh staf bedah RS Sanglah/FK Unud Dalam acara kongres ICS ke-39 pest, Hungaria. Dalam perjalanannya, ICS Indonesian Section mendapatkan disamping acara ilmiah dan acara organisasi ini memiliki badan hukum kehormatan sekaligus tugas yang kesejawatan juga terdapat acara di Chicago, AS. Organisasi ini berang- cukup berat karena pada kongres di pertunjukan seni tari Bali dan malam gotakan ahli bedah (termasuk di da- Bali, juga menetapkan Presiden Elect kekeluargaan serta kebudayaan Indolamnya ahli kebidanan dan kandungan, ICS. Sebagai tuan rumah, Indonesia nesia. Kegiatan ini merupakan bagian ahli mata, bedah mulut, dan THT) dan memiliki posisi strategis dalam proses yang menjadi daya tarik pertemuan subspesialis, serta anestesiologis, pa- pemilihan ini. Dalam hal ini sangat internasional ini. tologis dan radiologis, karena peran- diharapkan peran aktif nya yang penting dalam pembedahan anggota ICS Indonesian secara keseluruhan. Saat ini ICS terdiri Section untuk mendudari 65 negara anggota dan dibagi da- kung wakil Indonesia lam beberapa wilayah yakni Amerika sebagai President Elect Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia of ICS. Pasifik, dan Afrika. Topik yang dibica­ Indonesia ikut berperan aktif rakan dalam ICS medalam ICS sejak tahun 1975. Kong­res nyangkut multidisiplin ICS dilakukan tiap dua tahun sekali de­n gan fokus patient dan menjadi suatu kehormatan bagi safety, proper up to date Indonesia khususnya Bali mendapat- surgery, affordable & cost kan kesempatan sebagai tuan rumah efficient, early diagnosis & untuk yang pertamakalinya. treatment serta holistic Tema kongres ICS dunia ke-39 team approach. ini kali ini adalah “Heading to Good Patient safety meruSurgery”. pakan isu penting yang Menurut Prof. Paul Tahalele, ­Ketua menempatkan keamanan Panitia Kongres ICS ke-39, tema ini pasien bedah sebagai memiliki arti yang sangat luas dan fokus utama. Hal ini ha­ Prof. Sri Maliawan bersama Prof. President Congress mendalam. “Tema ini menggugah kita nya dapat dicapai dengan Prof. Paul Tahalele yang juga terpilih menjadi President ICS Indonesian Section Periode 2014-2016 semua untuk berpikir dan­ ­meninjau ke­­tepatan dan ­keakuratan ongres ini mendatangkan 1300 peserta, de­ ngan pembicara ­asing sebanyak 74 orang. Acara kongres ini dibuka Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes Prof. Akmal Taher. Kongres bedah dunia pertamakali di Indonesia dan di Bali ini pelaksana­ annya dipercayakan kepada Vice President of Congress Prof. Sri Maliawan bersama panitia tim bedah RS Sanglah/FK Unud. Panitia tugasnya mengha­dirkan pembicara terbaik di bidangnya dari seluruh dunia dan mendatangkan ahli bedah dari seluruh Indonesia untuk mengikuti pelatihan (workshop) dan mendengarkan world class presentation, sekaligus mengenalkan budaya Bali dengan mempertunjukkan tarian Bali ICS merupakan satu-satunya organisasi kedokteran dunia yang mempunyai perwakilan di WHO (head quarter ICS berada di Chicago AS). Ada 71 orang pakar dari 65 negara mewakili 5 benua dan 8 wilayah global di Kongres ICS Dunia ke-39 di Bali ini. ICS merupakan organisasi nirlaba internasional yang berdiri pada tahun 1935 di Geneva, Swiss. Pendirinya adalah Prof. Max Thorek dari Buda-

Jln. Tari Kecak No. 12, Gatot Subroto Timur, Denpasar. Tlp. 0361-426699, 426700. Faks. 0361-427800. Email: info@stpbali-int.ac.id. Website: www.stpbali-in.ac.id

Dari kiri: dr. Sudarsa, dr. Rudy, Prof. Paul, Prof. Akmal Taher, Prof. Sri Maliawan, dr. Kuning, dan Drg. Nugie

dr. Sudarsa, Prof. Sri Maliawan, Prof. Junichi Mizuno, dan Dr. Tjok Mahadewa

Susunan Panitia Kongres ICS: Advisory Committee: Dr. Rudi Yuwana, PhD, FINACS, FICS, Prof. Dr. dr. Sjamsuhidajat, FINACS,FICS, Prof. Arjono DP, MD, PhD, Prof. Dr. dr. IB Tjakra Manuaba, MPH, Sp.B(K) Onk. Chairman of Congress: Prof. Paul Pahalele, MD, PhD; Vice Chairman: Prof. Dr. dr. Sri Maliawan, Sp.BS(K), Urip Murtedjo, MD; Secretary General: dr. I Wayan Sudarsa, SpB (K) Onk; Vice Secretary General: dr. IB Budiarta, SpB,FINACS; Honorer Terasurer: dr. I Nengah Kuning Atmadjaya, SpB (K) Trauma, KKL, FINACS, dr Putu Anda Tusta Adiputra, SpB (K) Onk; Scientific: Prof. I. Riwanto, MD,PhD, Prof. Zaenal Mutaqim, MD,PhD, Dr. Dwirani Rosmala Praiwi, FINACS, FICS, dr. Ida Bagus darma Putra, SpB-KBD; Coordinator of Scientific Programe: dr. Gede Wirya Kusuma Duarsa, M.Kes,Sp.U, dr. I Gst. AA Manik Yuniawaty Wetan, Sp.B; Coordinator of Registration and Secretary: dr. I Wayan Periadijaya, SpB (K) Trauma, FINACS; Coordinator of Workshops and Course: dr. I Nyoman Semadi, SpB,SpBTKV, Dr. dr. Tjokorda Gde Bagus Mahadewa, M.Kes,SpBS, dr. I NYoman Putu Riasa, Sp BP-RE(K), dr. Ketut Widiana, SpB(K) Onk, dr. I Gede Budhi Setiawan, Sp (K) Onk, dr. I Made Mulyawan, SpB-KBD, dr. IB Made Suyawisesa, SpB(K) Onk, dr. I ketut Wiargitha, Sp.B (K) Trauma, FINACS; Coordinator Free paper & Posters: Dr. dr. Nyoman Golden, SpBS (K), dr. I Ketut Sudiasa, SpB(K) Trauma, FINACS; Coordinator of Publications and Documentation: dr.Agus Roy Rusly Hariantara Hamid, SpBP-RE, dr. I Made Suka Adnyana, SpBP-RE; Coodinator of Social Function and Entertainment Programe: dr. I Made Suka Adnyana, SpBP-RE; Coordinator of Acomodation, Transportation and Security: dr. Made dekker, SpOT, dr. I Wayan Niryana, M.Kes, Sp.BS, Coordinator of Health Support: dr. IGAB Krisna Wibawa, SpB, FINACS; Coordinator od Sport and Recreation: dr. I Ketut Sudartana, SpB-KBD, dr. I Made Darmaja, SpB, SpBA, dr.I Gst. Nyoman Wien Aryana, SpOT, dr.Made Putra Wirawan, Sp.BS; Coordinator of Ladies Programe: Ketut Ayu Sanjiwani, SE.


Inspirasi

4

3 - 9 November 2014

Susi Pudjiastuti

Menteri Nyentrik Ubah Jam Kerja Dari delapan menteri perempuan ‘Kabinet Kerja’ Jokowi-Jusuf Kalla, satu menteri yang paling menjadi sorotan publik adalah Susi ­Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan. Maklum gaya Bu ­Menteri yang satu ini memang agak berbeda, mulai dari rambutnya yang warna warni hingga soal tattoo. Belum lagi soal pendidikan formalnya yang hanya tamatan SMP. Tak heran terpilihnya Susi sebagai salah satu menteri dalam cabinet Jokowi-JK, menuai banyak pro dan kontra.

S

ebagian orang meragukan kemampuannya, namun yang mendukung pun tak kurang banyaknya. Mereka kagum dengan kemampuan wanita kelahiran Pangandaran, Jawa Barat, 15 Januari 1965 ini, dalam meniti kariernya. Meski pendidik­ annya terbatas, namun ia berhasil membuktikan diri mampu mencapai kesuksesan yang tak semua orang dapat menggapainya. Betapa tidak, ia tidak hanya sukses di bisnis perikanan dan hasil laut lainnya, namun ia juga berhasil membangun bisnis di bidang transportasi udara. Maskapai ‘Susi Air’ miliknya menjadi salah satu operator terbesar Cessna Grand Caravan di Asia Pasifik saat ini. Catatan sukses stori Susi ini juga sekaligus membuktikan bahwa pendidikan bukanlah satu-satunya tiket untuk menggapai sukses dalam kehidupan. Susi sendiri pun bukannya tidak tahu adanya ‘nada-nada’ sumbang terkait kemampuannya. Namun semua itu ditanggapinya dengan rendah hati. “Saya telah berdiskusi dengan pejabat Eselon I dan II. Ternyata mereka sangat berpikiran terbuka dan welcome. Padahal tadinya saya agak sedikit ragu. Mereka adalah akademisi anda, sementara dengan ijazah saya, apalaj saya ini ngobrol dengan bapak-bapak pejabat ese­ lon,” ungkap Susi dalam acara di auditorium Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dihadiri bukan hanya para pejabat tapi juga pegawai kementerian, Rabu (29/10). Meski lebih dikenal sebagai bos ‘Susi Air’ namun sesungguhnya bisnis di bidang kelautan dan perikanan lebih dulu dijajalnya. Justru di bisnis inilah ia lebih dulu meraih kesuksesan sebelum akhirnya mencetak sukses di bisnis transportasi udara. Maka tak heran ketika berbicara perikan­ an ia amat mahfum. Riris, seorang pensiunan Kementerian Kelautan dan Perikanan, menyebut Susi adalah seorang pekerja keras, yang merintis usahanya dari penjual bakul ikan. “Saya mengenal beliau dari ‘Nol’ hingga akhirnya jadi pengusaha sukses. Beliau adalah sosok yang sederhana, pekerja keras dan cepat dalam belajar,” ujar Riris kepada wartawan. Meski pendidikannya tidak tinggi, namun dengan peng­ alaman yang dimilikinya membuat

pengetahuannya setingkat para ahli. Karenanya Riris merasa yakin kalau Susi akan mampu membenahi persoalan di Kementerian Kelautan dan Perikanan. JUAL PERHIASAN UNTUK MODAL Perjalanan hidup Susi memang pantas membuat orang berdecak kagum. Ia memulai kiprahnya di bisnis perikanan tahun 1983 sebagai pengepul ikan di Pangandaran yang memang terkenal sebagai salah satu sentra nelayan di Jawa Barat. Saat itu boleh dibilang modal Susi sangatlah pas-pasan, hanya Rp 750 ribu. Itupun hasil menjual perhiasannya. Namun berkat kerja keras dan ketekunannya, ibu beranak tiga ini berhasil mengembangkan usahanya hingga akhirnya ia memiliki pabrik pengolahan ikan pada 1996 dibawah bendera PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan lobster sebagai produk unggulannya, dengan merk ‘Susi Brand’. Tahun 2005, ia mulai merambah ke bisnis penerbangan. Ada cerita menarik yang mengawali keputusan Susi merambah ke bisnis penerbangan. Rupanya semua bermula dari bisnis ikan. Ketika itu bisnis hasil lautnya tengah berkembang pesat, di satu sisi ia merasa transportasi yang digunakan untuk mengangkut hasil lautnya itu, terasa lambat yang berisiko terhadap produknya, seperti rusak atau bahkan mati. Kare­ nanya terpikir olehnya untuk menggunakan pesawat udara. Selain lebih cepat sampai, dagangannya pun akan tetap segar sampai ditujuan. Ia pun lantas me­­realisasikan angan­angannya dengan membeli pesawat Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar. De­ ngan pesawat itulah, Susi pun mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia untuk dipasarkan ke Jakarta dan Jepang.

Susi dan latar belakang pesawat miliknya

Nah ketika terjadi gempa bumi di kawasan Aceh dan pantai barat Sumatera, 26 Desember 2004, pesawat Susi menjadi pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di daerah yang terisolasi. Pengalaman mencapai daerah-daerah terpencil dan terisolasi itu lah justru meng­inspirasi Susi untuk membangun bisnis penerbangan di daerah perintis. Bisnis ini berkembang pesat. Seiring dengan itu, jumlah pesawatnya semakin bertambah, begitupun wilayah operasionalnya. Sekarang Susi yang berniat melepas jabatannya sebagai Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti Aviation setelah dilantik menjadi menteri, bukan hanya memiliki puluhan pesawat tapi juga mempekerjakan 180 orang pilot, dimana 175 orang di antaranya adalah pilot asing. Dengan prestasi luar biasa yang berhasil dicetaknya ini, tak heran kalau Susi meraih banyak penghargaan.

Susi Pudjiastuti

Di antaranya, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Repu­ blik Indonesia dan Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV. MENGUBAH JAM KERJA Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang meminta para menteri­ nya langsung bekerja begitu selesai dilantik, wanita gesit ini pun langsung melakukan gebrakan di hari pertama­

nya bekerja lewat sejumlah rapat yang dipimpinnya. “Saya akan membuat pemetaan yang bisa dikerjakan dalam waktu dekat. Misalnya terkait dengan illegal fishing, perikanan budi­ daya, pemasaran, hambatan impor tarif, dll,” tuturnya. Ia juga membuat target jangka pendek, misalnya, membuat program bantuan untuk nelayan pesisir. Menurut Susi, nelayan harus didik untuk memahami bisnis. Sementara kepada jajarannya, ia juga meminta agar dilakukan pendataan atas seluruh kapal yang ada di Indonesia. Baik kapal yang dikeluarkan oleh PKP, asing, maupun kapal milik warga Indonesia buatan asing. Yang juga cukup menarik perhatian adalah gebrakannya dengan meng­ubah jam kerja karyawan di kementeriannya, yakni masuk pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB. “Saya ubah jam kerja dari awalnya jam 8 menjadi jam 7 pagi, tapi waktu pulangnya bisa satu jam lebih cepat dari sebelumnya, yakni pukul 15,” tutur peraih penghargaan Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, ini. Susi punya alasan tersendiri kenapa jam kerjanya dimajukan. Menurut Susi makin pagi bekerja, yakni pukul 07.00 kondisi karyawan masih fresh juga lalu lintas belum macet. Begitu pun saat pulang kerja, tidak terlalu macet karena pulang pukul 15.00 sementara karyawan kantor lain biasanya pulang pukul 16.00 WIB ke atas. “Datang ke kantor pagi bisa lebih segar, pulang lebih cepat dan bisa bertemu dengan anak-anak,” ucapnya. -Diana Runtu

3 - 9 November 2014

21


22

Sosialita

3 - 9 November 2014

3 - 9 November 2014

3

Iriana Jokowi

Jadi Diri Sendiri Sosok Ibu Negara yang satu ini memang berbeda. Tidak terlalu banyak omong alias pendiam. Penampilannya sederhana. Kesederhanaan memang menjadi salah satu kekhasan Iriana, yang tetap dipertahankannya meski telah menduduki posisi sebagai Ibu Negara. “Saya ingin menjadi diri sendiri meski telah menjadi Ibu Negara,” begitu kata Iriana Joko Widodo dalam sebuah kesempatan.

S

oal kesederhanaan Iriana ini sempat juga jadi perbincangan saat ia menjadi Ketua Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta dan aktif turun ke lapangan. Sosoknya yang tak pernah tampil berlebih, apalagi saat acara ‘blusukan’ ibu-ibu PKK, membuat para istri-istri pejabat lainnya pun ikut menyesuaikan dengan penampilan ibu ketuanya. Masyarakat sendiri pun kadang pangling. Pernah suatu ketika ‘blusukan’ ke daerah banjir di kawasan Jakarta Timur, Iriana tampil hanya menggunakan make-up tipis, rambut digerai dan bercelana jeans. Bersama rombongan kecilnya, ia mengunjungi para korban banjir. Masyarakat yang sempat ber­bincang-bincang dengan Iriana sempat tidak ‘ngeh’ kalau yang datang itu adalah istri Jokowi. Tak heran mereka kaget campur senang ketika diberi tahu siapa Iriana sebenarnya. Lebih lucu lagi ketika pada saat yang sama rombongan Jokowi pun datang menin­ jau. Jokowi yang tidak tahu kalau

rombongan ibu-ibu PKK Provinsi DKI juga datang berkunjung sempat kaget ketika ada yang nyeletuk, ”Pak pengungsi yang ini tidak disapa?” Waktu Jokowi menengok, ternyata yang dimaksud adalah istrinya yang tengah berbincang dengan pengungsi. “Di sana (Solo), hal-hal seper­ ti itu sudah biasa saya lakukan. Jadi tidak ada yang berbeda, dulu sebagai istri Walikota Solo dan lalu sebagai istri Gubernur DKI Jakarta. Jadi ya biasa saja, tidak ada persiapan khusus. Yang penting semuanya dijalankan dengan ikhlas dan mau bekerja keras,” ungkap Iriana kepada Tokoh disela-sela sebuah acara di Balaikota, Jakarta. Menurutnya dimana pun suaminya bertugas, dalam posisi apapun, ia siap mendampingi. “Tidak ada persiapan khusus ya, semuanya mengalir saja. Tapi yang pasti, saya akan mendukung sepenuhnya Bapak sukses menjadi pemimpin yang berguna. Saya juga berharap masyarakat juga ikut mendukung kerja Bapak,” tam-

Jokowi bersama SBY dan JK usai pelantikan

bahnya lagi. Hal seperti itu pula di­sam­ paikan­nya kepada wartawan yang menemuinya di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Jl Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Menurutnya, tidak ada persiapan khusus yang dilakukannya untuk menjadi Ibu Negara. Pengalamannya sebagai istri Walikota Solo, kemudian Gubernur DKI Jakarta, menjadi bekalnya dalam menjalankan tugastugasnya sebagai Ibu Negara. SIAPKAN TIGA STEL Meski diakuinya, sebagai Ibu Negara pasti akan ada beberapa perubahan dimana ia harus menyesuaikan diri. Namun yang pasti katanya, tidak ada yang berubah dalam dirinya setelah menjadi Ibu Negara. “Ora ono perubahan. Paling sekarang harus menyesuaikan acara saja. Misalnya pakaian dalam acara resmi, bagaimana. Masak acara resmi pakai jeans, ya ndak toh,” katanya sembari ketawa. Meski sebagai Ibu Negara, katanya, tugasnya sebagai istri pun tetap dia jalankan. Misalnya, menyiapkan sendiri segala kebutuhan Jokowi dalam beraktivitas setiap harinya. Pagi hari misalnya, kebiasaannya adalah menyiapkan tiga stel pakaian. Ketika ditanya bagaimana perasaannya dengan capaian yang sekarang, Iriana mengaku sulit digambarkan dengan kata-kata.

“Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Alhamdulilah, dijalani saja,” katanya. Seperti diungkapkannya, sebagai Ibu Negara ia tidak akan berubah. Ia ingin tetap menjadi diri sendiri. “Saya mau jadi diri saya sendiri. Saya tidak pernah mengidolakan orang. Jadi diri sendiri saja,” ungkapnya. Dia juga mengaku tidak menggunakan media sosial yang kini tengah ngetren di berbagai kalangan. “Saya gaptek kalau masalah gini-ginian. Nggak punya (akun) Twitter. Saya cuma punya HP satu, jadul,” ucap ibu tiga anak ini. INDONESIA BANGET Satu lagi yang menjadi sorotan publik adalah soal busana

Iriana. Terkait dengan ini, berbagai pihak ikut berkomentar. Umumnya mereka menyukai gaya berbusana Iriana yang dinilai mewakili dirinya yang sederhana namun anggun. Salah satu penampilan Iriana yang paling banyak menuai komentar adalah saat mendampingi suaminya, Joko Widodo yang dilantik sebagai Presiden RI di Gedung MPR. Banyak yang menyebut gaya berbusana Iria­ na ini mirip dengan almarhumah Ibu Tien Soeharto. “Selendang di sebelah kiri, kebaya berbahan sifon dan motif bunga-bungannya serta bawahan batik sogan, seperti terinspirasi gaya Ibu Tien,” ucap desainer Barli Asmara Gaya tersebut, katanya, mewakili sosok Iriana yang sederhana seperti Jokowi, suaminya. “Bahan sifon motif bunga, tidak tergolong kain yang mahal harganya, namun member kesan bersahaja dan karismatik,” tambah Barli. Tika Bisono, psikolog yang mantan artis, juga menyampaikan hal serupa. Ia melihat gaya Iriana seperti Ibu Tien Soeharto. Tiap acara kepresidenan Ibu Tien sangat kental dengan kebaya dan sanggul. “Penampilan Ibu Iriana seperti melihat Ibu Tien ‘lahir’ kembali. Ini bisa dilihat dari sanggul dan model kebaya yang digunakan,” ujar Tika sembari menambahkan, ia suka dengan gaya sederhana yang selalu ditampilkan Iriana. Menurutnya, dengan kesederhanaan Iriana memberi kesan tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyatnya. “Dia nggak pernah jembrang-jembreng. Ini simbol Indonesia banget,” ucapnya. –Diana Runtu

Surat untuk Ibu Negara Yth, Ibu Iriana Jokowi, Ibu Negara Republik Indonesia. Saya ucapkan selamat atas dilantiknya Bapak sebagai Presiden RI ke-7 yang otomatis menempatkan ibu sebagai Ibu Negara RI yang ke-7. Semoga ibu bisa menjadi matahari bagi wanita–wanita di seluruh Indonesia dan tetaplah sederhana yang elegan. Selamat Bertugas Ibu. Istri Presiden RI ke 7 adalah Iriana Joko Widodo yang dilahirkan di Solo, ­1 Oktober 1963. Ia adalah wanita sederhana yang selalu tampil apa adanya. Iriana setia mendampingi suaminya dari nol dari karyawan BUMN hingga menjadi tukang kayu (pengusaha mebel). Iriana juga mendukung keputusan suaminya untuk memasuki dunia politik. Iriana ikhlas, waktu sang suami bersamanya dan ketiga anak–anaknya yaitu Gibran Rakabuming (26), Kahiyang Ayu (23), dan Kaesang Pangarep (19) mulai berkurang. Iriana juga tidak banyak berubah setelah menjadi istri pejabat. Dari menjadi istri Walikota Solo hingga menjadi istri Gubernur DKI Jakarta. Iriana tetap menjadi wanita Solo yang menjunjung tinggi nilai–nilai luhur dan cinta produk lokal. Itu terbukti dengan penampilannya saat pelantikan Presiden Indonesia di gedung MPR, Senin 20 Oktober 2014, Iriana tampil sederhana dengan kebaya model kutu baru dengan warna oranye cerah motif bunga bak matahari bersinar pilihan suaminya dengan selendang senada. Ia juga memakai sanggul klasik Jawa dihiasi bros kupu–kupu, giwang, dan

gelang emas, tas tangan putih, sandal hak berpayet serta kain batik coklat. Penampilan perdananya banyak mendapat pujian dari orang biasa hingga para desainer terkenal. Iriana memang punya selera berbusana yang bagus tanpa perlu pakai baju glamour nan mewah, sudah punya sesuatu yang diandalkan yaitu kharisma. Semoga dengan hadirnya Iriana sebagai Ibu Negara yang sederhana akan bisa menginspirasi banyak wanita Indonesia bahwa siapapun akan punya kesempatan sebagai Ibu Negara. Mulailah dengan menjadi Ibu Negara di rumah tangga, dengan menjaga anak–anak dan suami. Iriana yang sederhana menjadi istri yang tetap menyiapkan semua kebutuhan suaminya sebelum beraktivitas dan menjadi pengingat waktu makan dan penghibur sang presiden. -Utari


2

Ekspresso

3 - 9 November 2014

GORO-GORO

DAri daPUr Redaksi

7-8-9 dan 16 Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia sudah memilih 34 Menteri di Kabinet Kerja. Dari 34 nama tersebut ada satu nama Menteri dari Bali, AA Ngurah Puspayoga sebagai Menteri Koperasi dan UMKM. Namun, hal yang membuat Jokowi mendapat apresiasi adalah keberaniannya memilih 8 menteri wanita. Ke d e l a p a n m e n t e r i i n i adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Terlepas dari pro dan kontra, semua menteri wanita ini diminta untuk kerja, kerja, dan kerja. Mereka harus bisa membuktikan mereka dipilih

Bakti sosial ke Pasar Badung dalam rangkaian HUT ke-16 Tokoh, Jumat (31/10)

sebagai menteri karena memang memiliki kapabilitas dan kualitas mumpuni. Ini nantinya akan menunjukkan bahwa wanita memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam karier. Dalam menjalankan pemerintahan, Jokowi sudah memiliki 9 agenda prioritas yang terangkum dalam Nawa Cita. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Masih soal angka, Tokoh edisi 822 yang terbit 9 November 2014 meru-

pakan edisi khusus karena bertepatan dengan ulang tahun Tokoh yang ke-16. Rangkaian perayaan HUT kami mulai dengan berkunjung ke Pasar Badung, Jumat (31/10) untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak tukang suun Pasar Badung. Agenda kami berikutnya adalah: - 6 November 2014 Tirta yatra ke Pura Jagatnata dan Candi Narmada - 8 November 2014 Tabur bunga di Margarana - 10 November 2014 Puncak ultah Tokoh dan donor darah yang bekerjasama dengan Hsen Chii). Semoga semua lancar. Salam

Bukan yang Bertato Suatu hari, ketika saya menghadiri upacara agama di salah satu keluarga, saya bertemu dengan paman dan bibi. Mereka adalah sepupu dari ibu saya, tapi hubung­a n kami tidak terlalu dekat, karena jarang ketemu. Saat itu saya merasa salah tingkah karena paman dan bibi terus memper­h atikan semua gerak gerik saya. Beberapa hari telah berlalu, tiba-tiba mereka datang ke rumah dan ingin bertemu dengan kedua orangtua saya. Kaget bukan main saya mendengar perbincangan mereka. Paman dan bibi ingin meminta saya untuk jadi menantunya. Sedikit pun tak terlintas di pikiran saya untuk jadi menantunya karena mengenal meraka pun baru. Dengan

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

anaknya yang akan dijodohkan dengan saya pun tidak pernah saya kenal sama sekali. Mereka pun mengatur waktu pertemuan kami. Kini tiba saatnya untuk bertemu tepat pukul 18.30. Ketika saya sedang duduk di teras rumah, datanglah ia laki laki yang akan dijodohkan dengan saya, deg-degan dan penasaran yang saya rasakan tiba-tiba berubah menjadi kaget dan takut. Oh my God... orang pertama yang turun dari mobil badannya tinggi besar

dan penuh dengan tato. Saya segera masuk mencari Ibu saya dan bilang kalau saya tidak mau dijodohkan karena laki-laki itu seram dan banyak tatonya. Setelah ibu saya keluar dan melihat, lalu Ibu saya tertawa sambil berkata “Bukan itu yang mau ketemu kamu, tapi orangnya masih dalam mobil masih cari tempat parkir.” Ternyata orang yang penuh tato itu adalah sepupunya. - Widiantari

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Putu Wijaya

umbu

“Kuda Sumba” itu, sudah puluhan tahun berlari di Bali. Namanya Umbu Landu Paranggi. Amat mengenalnya waktu masih ABG di ruangan sastra remaja “Fajar Menyingsing”, majalah “Mimbar Indonesia.” “Kalimat sajak-sajaknya panjang, mengandung janji, kelak dia akan jadi penyair besar,” kata Amat bercerita pada Ami, “Bapak yang waktu itu, juga ingin jadi penyair, kagum, lalu mengirim surat perkenalan kepadanya. Di zaman itu bersahabat pena, jadi mode gaul, seperti fesbuk dan twitter sekarang.” “Lalu kenapa Bapak tidak jadi penyair?” “Karena dia tidak membalas surat perkenalan Bapak.” “Kenapa?” “Belakangan waktu akhirnya ketemu setelah gede, bapak tanya, kenapa surat perkenalan bapak tidak dibalas?” “Jawabnya?” “Tidak dijawab juga.” Ami ketawa. “Bapak tidak marah?” “Tidak.” “Kenapa?” “Sebab Bapak menghargai apa yang dilakukannya.” “Apa dia lakukan?” “Dia menjadi guru, tapi bukan guru biasa yang hanya bisanya menggurui, memerintah. Dia guru yang menempatkan dirinya sebagai teman, pembimbing, pemberi motivasi, semangat, anak muda-anak muda berbakat yang mau menjadi penyair. Dia seorang bapak angkat dan guru dengan caranya sendiri. Dia tidak membalas surat perkenalan bapak, mungkin karena melihat di surat itu, bapak tidak berbakat jadi penyair. Kalau toh dipaksakan paling banter bapak hanya jadi penyair kelas kambing. Untuk apa? Jadi terimakasih banyak, Bung Umbu, kata bapak. Untung surat bapak tidak dibalas, sehingga bapak kemudian mematikan keinginan jadi penyair, lalu memusatkan perhatian jadi guru, seperti dia. Seorang guru sejati yung harus mampu membaca masa depan muridnya, supaya muridnya tidak salah mengambil jalur keahlian untuk sandaran hidupnya kelak. Guru sejati bukan semata-mata berguna untuk menolong dapat ijazah! Tapi mengembangkan kepribadian murid sampai ke puncak kapasitas masing-masing anak didiknya. Yang delapan jadi delapan. Yang lima tetap bisa lima, stabil. Begitu!” Ami mengangguk kagum. “Wah hebat juga konsep guru Pak Umbu itu!” “Itu dia. Bukan hanya itu. Dia sendiri bahkan rela mengorbankan semburan darah penyairnya. Rela mengorbankan kepentingan pribadinya demi kesuksesan murid-muridnya. Karena dia ingin menegakkan citra guru sejati. Guru dalam arti yang cocok di zaman sekarang. Bukan asal guru seperti yang berserakan seperti sekarang. Guru sejati kini sudah sangat langka. Bahkan mungkin sudah habis. Yang tinggal hanya orang yang mencari nafkah hidup untuk keluarganya dengan memakai pekerjaan guru. Sementara bayak anak-anak muda kita yang berbakat yang kandas, karena mereka seperti yatim piatu. Orangtuanya sibuk bekerja dan berkarier, guru tidak bisa mengisi kehilangan itu. Akibatnya kualitas generasi muda kita memble.” “Jadi kita sekarang krisis guru?” “Betul! Kita krisis guru yang rela mengorbankan kepentingannya sendiri, demi kesuksesan anak-anak didiknya. Guru-guru sekarang jadi guru untuk cari makan!” “Termasuk Bli Sugi, menantu Bapak, suami Ami?” Amat tertegun. “Ya, kalau menantu, boleh dimaafkan.” Ami tersenyum. “Baik kalau begitu, di mana Pak Umbu sekarang?” “Opname di RS Sanglah.” “Kalau begitu, nanti Ami suruh Bli Sugi ke situ menjenguk, mendoakan supaya beliau cepat sembuh. Sambil berguru supaya bisa menjadi guru sejati.” Amat terkejut. “Jangan!” “Kok jangan? Kenapa?” “Sugi tidak perlu jadi guru sejati!” “Lho kenapa?” “Nanti siapa yang cari uang untuk menghidupi kamu dan anakmu?! Tak usah! Jangan!! Bapak saja nanti yang menengok Umbu! Mendoakan supaya “Kuda Sumba” itu kembali berlari di Bali.”

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang ­Pal­m erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

3 - 9 November 2014

23

Donor Darah Bonus Baca Garis Tangan

R

angkaian HUT k e - 1 6 To k o h menjadi momen yang istimewa. Acara puncak peringatan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2014. Biasanya, Tokoh mengadakan beberapa acara yang sudah menjadi rutinitas tahun sebelumnya, seperti bakti sosial, tirtayatra, tabur bunga, dan pemotongan tumpeng. Tahun ini, Tokoh memberi tambahan acara berupa donor darah berbonus baca garis tangan. “Bagi 16 pendaftar pertama donor darah akan kami beri kesempatan untuk mengetahui nasibnya melalui pembacaan garis tangan. Kami menghadir-

kan Guru Mangku Hipno yang ahli membaca garis tangan (palmstri),” ujar IGA Sri Ardhini, Ketua Panitia HUT ke-16 Tokoh. Ia menambahkan donor darah ini bekerja sama Hsien Chii International dan PMI Badung. Kegiatan ini akan diikuti 50 pendonor. Peserta donor bisa mendaftar mulai Senin (3/11) pukul 08.30 melalui Sekretariat Tokoh, Gedung Pers K. Nadha Lt. 3, Jln. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar, Tlp (0361) 425373 . Bagi Anda yang masih penasaran apa manfaat donor darah, berikut kami informasikan beberapa hal mengenai donor darah seperti diungkap-

kan dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp.PK(K), dari Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar: a. Dalam kondisi sehat b. Umur idealnya 17 tahun s.d. 60 tahun, tidak ada batasan usia maksimal pada donor reguler dan memenuhi semua persyaratan donor lainnya c. Berat badan ≥ 45 kg d. Kadar hemoglobin (Hb) ≥ 12,5 g/dL e. Tekanan darah 100-180/50100 mmHg f. Denyut nadi 50-100/menit, regular g. Tidak sedang menderita penyakit jantung, hati, paru-paru,

ginjal, kencing manis, dll. h. Tidak mengalami perdarahan, kejang, sesak nafas dan alergi i. Kulit lengan donor sehat j. Tidak menerima transfusi darah/komponen darah dalam 6 bulan terakhir k. Tidak menderita penyakit infeksi malaria, hepatitis, sifilis, HIV&AIDS

l. Bukan pecandu alkohol dan narkoba m. Tidak mendapat imunisasi dalam 4 minggu terakhir dan tidak demam n. Tidak digigit binatang yang menderita rabies dalam 1 tahun terakhir o. Bagi wanita : tidak sedang hamil, menyusui dan menstruasi.


3 - 9 November 2014

24

Pemilihan Putra Putri Tunarungu 2014

Optimalkan Potensi Penyandang Disabilitas Pemerintah Kota Denpasar, dikenal memiliki perhatian yang tinggi terhadap semua penyandang disabilitas. Setelah memberikan berbagai bentuk pembinaan dan pelatihan keterampilan, dilanjutkan dengan menggarap seluruh potensi mereka agar bisa bermanfaat dan menjadikan mereka sosoksosok yang mandiri.

S

alah satu program yang belum lama ini dilaksana­k an adalah Pemilihan Putra Putri Tunarungu yang memasuki tahun kedua. Di sini, Pemerintah Kota Denpasar melalui Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) menggandeng Dewan Pengurus Ca­ bang Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (DPC Ger­ katin) Cabang Kota Denpasar. Salah seorang dewan juri, yang sejak tahun 2011 banyak aktif di kegiatan pembinaan bagi penyan­ dang disabilitas bersama K3S Kota Denpasar, Rah Tut XXX, mengata­ kan Pemilihan Putra Putri Tunarungu (PPTR) yang kedua kalinya ini juga dilangsungkan melalui beberapa tahapan. Bersama juri lainnya yakni guru SLB, Mister Deaf Asia (Putra Tunarungu Sedunia), dan unsur K3S Kota Denpasar, mereka sudah menyelekeksi mulai dari dokumen, wawancara hingga saat karantina. Terpilih 20 finalis, 10 finalis putra dan 10 finalis putri . Begitu pula saat Grand Final Pemilihan Putra Putri Tunarungu, yang berlangsung di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Rah Tut bersama Maryana, guru SLB B, Eka Arismana Teruna Denpasar dan Bagus Bali serta Nandika, Runner Up 2 Putri Pariwisata Nasional, kembali mem­ berikan penilaian akhir terhadap seluruh finalis. Akhirnya terpilih I Kadek Swanjaya asal Karangasem dan Yuliana asal Kota Denpasar

berhasil meraih predikat Putra dan Putri Tunarungu (PPTR) 2014. Sedangkan Runner Up 1 diraih Luh Yuniastini asal Singaraja dan Achmad Buhari asal Kota Denpasar, serta Runner Up 2 diraih pasangan Rai Ariesta Wandasari asal Kabupaten Badung dan A.A Gede Wahyu Nin­ grat asal Kabupaten Jembrana. Diakui oleh Rah Tut bahwa Yulia­ na , pemenang pertama Putri Tuna rungu memang memiliki potensi lebih dibanding yang lainnya, salah satunya ia mampu membuat puisi dengan bahasa isyarat. Ini karena ia masih memiliki kemampuan mendengar meski sedikit se­hingga bisa memiliki kosakata yang lu­ mayan. Rah Tut, juga menyam­paikan dalam ajang pencarian bakat PPTR 2014 belum lama ini, diikuti 41 orang peserta dari seluruh di Bali. Mereka dengan yakin me­ nampilkan berbagai bakat, ­seperti menari, pantomim, tatarias, hing­ ga modeling. Secara umum po­ tensi mereka yang ada kaitannya ­dengan visual dan gerak, kualitas­ nya mengalami peningkatan. Begitu juga mengenai lokasi acara, kalau tahun lalu di ruan­ gan tertutup, tahun ini acaranya ­sengaja diadakan di Lapangan Pu­ putan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar. Tentunya ini demi mem­ perlihatkan atau menunjukkan potensi mereka dan masyarakat umum mengetahui dan melihat langsung keberadaan mereka. Termasuk bagaimana mereka

Suasana seleksi babak sepuluh besar

Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra dan Ketua K3S Kota Denpasar mengapit pemenang PPTR 2014

berkomunikasi menggunakan ba­ hasa isyarat. JALIN KOMUNIKASI VIA MEDIA SOSIAL Dalam acara yang juga dihadiri oleh Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra itu, Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. IA Selly D. Mantra mengatakan melalui lomba ter­ sebut pemerintah membuka ruang untuk kreativitas dan mengeksplor keterampilan para penyandang disabilitas tunarungu yang ada di seluruh Bali. “Masing-masing dari mereka memiliki potensi yang cukup besar. Bahkan sat ini mereka lebih siap, karena bisa belajar dari peserta sebelumnya. Ajang PPTR ini selain menggali kembali juga membuka ruang berekspresi yang lebih luas lagi,” ujarnya. Ia juga menyatakan , kalau tahun lalu telah berhasil mem­

Rah Tut

Enam besar finalis PPTR 2014

berikan suport kepada pemenang Putra Putri Tunarungu Bali untuk unjuk kebolehan pada pemilihan Putra Putri Tunarungu Tingkat Na­ sional, di Jakarta dan berhasil keluar sebagai Runner Up 1. Lomba PPTR, selain menjadi media bagi penyandang disabilitas tunarungu ikut serta dalam pem­ bangunan Bali, juga untuk lebih lagi mengomunikasikan keberadaan dan potensi penyandang disabilitas tunarungu kepada masyarakat luas. Menariknya lagi, lanjut IA Selly D. Mantra, tahun ini panitia langsung datang ke SLB-SLB yang ada di se­ luruh Bali, melakukan sosialisasi. Begitu juga dengan anggota kepanitiaan juga berbeda dengan tahun lalu. “ Jika tahun lalu panitia semua ditangani oleh K3S Kota Denpasar, namun tahun ini sudah mulai bergeser, yakni bergabung­ nya Finalis Putra Putri Tunarungu (PPTR) 2013 dan Pertuni. Semen­ tara, kami dari K3S ikut mensuport mereka. Sebab selama ini, dari semua kegiatan yang dilakukan, penekanannya adalah menciptakan kemandirian untuk para penyan­ dang disabilitas,” ujar IA Selly D Mantra sambil menambahkan se­ cara kualitas mereka juga menjadi lebih baik dan lebih siap, karena bisa belajar dari finalis sebelumnya. Diakuinya juga bahwa kebersa­ maan, kerjasama dan ikatan satu dengan yang lainnya di antara para tunarungu sangat bagus, seper­ ti organisasi Gerkatin ini sangat solid. “Untuk jalinan komunikasi

di antara mereka juga dengan orang lain hampir semua sosial media mereka gunakan,” lanjutnya tersenyum. Sementara ,Yuliana, perempuan berwajah manis kelahiran Blitar, 17 Juni 1989, yang berhasil menyan­ dang gelar Putri Tunarungu 2014, mengaku tidak menyangka menjadi pemenang PPTR tahun ini. Meski orangtuanya tidak bisa hadir saat Fi­ nal PPTR, namun ia tetap berupaya selalu bersemangat termasuk saat karantina. “Aku juga senang dengan kemenangna ini, sebab di sana juga aku bertemu banyak sahabat,” kata Ana yang juga pernah menjadi juara mengarang dan juara lomba bahasa isyarat ini. Saat diwawancara Tokoh, Ana juga menyampaikan terima kasihnya pada Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra, dan Ketua K3S, IA Selly D. Mantra, dan para juri. “Khususnya, untuk Wali Kota dan Ketua K3S yang selama ini secara konsiten memper­ hatikan semua penyandang disabili­ tas di Kota Denpasar. Pertahankan semua hal baik yang sudah dilaku­ kan. Jika mungkin tingkatkan terus fasilitas yang ada. Terima kasih juga sudah memiliki perhatian positif pada kami para tunarungu, sampai dilaksanakannya ajang pemilihan Putra Putri Tunarungu ini,” ujar Ana yang saat ini bekerja sebagai pengajar bahasa isyarat dan tenaga administrasi pada CV Lumina, Renon, perusahaan yang menjual alat bantu dengar, mesin fotocopy dan mesin absensi ini. - ard


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tokoh Edisi 821 | Tokoh by e-Paper KMB - Issuu