What’s Up
24
15 - 21 September 2014
Bangun Sinergi Wujudkan Badung yang Sejahtera Selasa, 9 September 2014, merupakan hari yang istimewa bagi I Made Sudiana, S.H.,M.Si. Ia dilantik sebagai Wakil Bupati Badung sisa masa jabatan 2010-2015 oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, di Ruang Gosana Utama, DPRD Kabupaten Badung.
G
ubernur dalam sambutannya menegaskan, turut bergembira karena proses konstitusional pergantian Wakil Bupati Badung sisa masa jabatan 2010-2015 telah dapat dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian tidak terjadi stagnasi berkepanjangan dalam pelaksanaan tugas dan tata kelola, pemerintahan oleh kepada daerah di Kabupaten Badung. Ia mengatakan, kepala dan wakil kepala daerah mempunyai peran strategis dalam menciptakan kea dilan dan k esejahteraan masyarakat. Karena itu, agar tugas pembangunan dapat berjalan dengan baik, bupati dan wakil bupati, harus menjalin hubungan harmonis dan fokus tujuan pembangunan sesuai visi dan misi kabupaten Badung. Pemerintah daerah dan DPRD memiliki kedudukan setara dan hubungan kerja yang bersifat kemitraan, antara kedua lembaga ini sinergi dan saling mendukung. Gubernur berharap kepada Bupati Badung, disamping secara internal terus memantapkan konsilidasi pemerintahan dan pembangunan, hubungan yang konstruktif dengan pemerintahan provinsi Bali dan pemerintahan kab/kota lainnya di Bali yang telah selama berjalan cukup baik agar terus ditingkatkan. Ia meng ingatkan, Wakil Bupati Badung agar mampu mendampingi Bupati Badung dalam menjalankan tugas berat dan mulia ini, demi mewujudkan masyarakat Badung yang sejahtera. Kekuasaan harus dikelola dengan baik, dan tidak mengubah manusia menjadi cong kak, sombong, dan lupa diri. Bupati Badung, AA Gde Agung menyambut baik di lantiknya I Made Sudiana, sebagai Wakil Bupati Badung. Ia merasa bersyukur, telah memiliki wakil yang membantu dalam tugas pe-
merintahan dan pelayanan ke masyarakat. PETANI MODERN Saat ini, Pemkab Badung sedang melakukan percepatan pem bangunan khususnya berkaitan hajat hidup orang banyak, yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati mengakui, banyak tantangan, misalnya dengan kenaikan harga BBM. Program lain, yakni menata perwajahan Badung menuju Badung yang hijau, bersih, dan berbudaya. Program melestarikan budaya di Badung juga sangat digencarkan. Satu terobosan telah dilakukan seperti Festival Budaya Pertanian. Hal ini dilakukan dengan tujuan, agar kegiatan festival tidak hanya difokuskan pada Badung Selatan, tapi geografis di Badung Utara juga menjanjikan sesuai dengan habitatnya yakni pertanian secara luas termasuk hortikultura. Tujuan lain festival pertanian adalah untuk mengenalkan produk. Yang tak kalah pen ting, masyarakat petani diberikan apresiasi untuk tampil. Biasa nya, festival yang digelar selalu menampilkan gemerlapan artis. Untuk festival ini sangat unik karena petani diberikan kesempatan tampil. Ia sangat menyayangkan, fes tival ini menuai beberapa kritikan, dengan mengatakan, festival pertanian minim transaksi. Padahal, menurut AA Gde Agung, tidak bisa mengukur keberhasilan festival tersebut dari jumlah transaksi. Namun, ini proses jangka panjang. “Badung telah memiliki sekolah kejuruan pertanian. Awal dibuka tahun 2006 hanya satu kelas. Kini telah ada enam kelas dan selalu penuh. Tamatannya tidak ada yang menganggur. Petani banyak mengeluh. Anaknya tidak mau jadi petani. Kami buatkan sekolah, agar mereka mau menjadi petani dengan cara yang lebih modern
Foto bersama Gubernur Bali
misalnya dari segi teknologi. Tujuannya, agar pendapatan mereka lebih meningkat. Intinya, kami menunggu yang kecil menjadi besar,” tandasnya. Bupati Badung menegaskan, tidak mudah membuka lahan baru. “Pemerintah Pusat saja membuka lahan gambut agak sulit. Di Badung ada 100 hektare lahan baru dengan swadaya masyarakat. Kami dukung dengan pembuatan irigasi. Ini upaya kami untuk melestarikan pertanian,” katanya. Ia menambahkan, satu terobosan mendukung pelestarian pertanian, sawah-sawah pertanian yang masing berfungsi baik itu di jalur hijau maupun di lahan basah dibebaskan pajak bumi dan bangunan. Dengan sisa waktu hanya setahun ini, Wakil Bupati Sudiana menegaskan, siap bekerja sama dengan Bupati Badung. Yang lebih diintensifkan adalah melakukan pengawasan. Badung merupakan daerah kaya. Dengan kekuatan finansial ini banyak yang bisa kita lakukan, dengan berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat. Sebagai prioritas sesuai tupoksi sebagai wakil bupati, pengawasan dan pembinaan dalam kegiatan di kecamatan dan desa. Menyinggung harapan warga
Pelantikan Wakil Bupati Badung
tentang kerusakan lingkungan akibat investor, Sudiana mengatakan, akan mencoba membangun komunikasi dengan para investor bagaimana caranya kegiatan usahan ya tidak merusak ling kungan. Perda sudah lengkap, tinggal sosialisasi perda yang ada, dan memberikan penyadaran kepada semua pihak, agar proses investasi berjalan dengan baik.
peningkatan prestasi bagi Badung, dan k esejahteraan masyarakat terus dapat ditingkatkan. Harapan saya, agar pemerintah dan DPRD selalu dapat bers inergi dan apa yang kita harapkan yakni mewujudkan masyarakat sejahtera terus dapat ditingkatkan,” ujarnya. Tokoh masyarat Ida Bagus Alita dari Gria Sibang berharap,
Anggota DPRD Badung Drs. I Made Sunarta, M.M.,M.Si. me ngatakan, sangat mendukung dengan dilantiknya I Made Sudiana sebagai Wakil Bupati Badung. “Dengan terisinya posisi wakil bupati, akan memberikan kinerja pemerintahan yang maksimal. Dengan sisa jabatan ini, ia berharap, dapat memberikan
dengan dilantiknya wakil bupati, kinerja pemerintahan menjadi lebih solid. Ia berharap, pengawasan terhadap lingkungan lebih ditingkatkan. Menurutnya, pengelolaan lingkungan belum profesional dengan maraknya kerusakan lingkungan akibat investor yang tidak bertanggungjawab. BAGI TUGAS TP PKK Ketua TP PKK Badung Ny. Ratna Agung mengaku sangat lega, karena kini ia telah memiliki wakil untuk berbagi tugas sebagai ketua tim penggerak PKK. Sebagai prioritas, tugas pertama diberikan kepada Ny Sritami Sudiana, yakni pendampingan penyerahan penilaian desa adat dan teruna-teruni. Ny. Sritami Sudiana pun siap bekerja sama dan mendukung semua program yang sudah diprioritaskan. “Saya siap berkoordinasi dengan ibu ketua untuk menjalankan tugas wakil TP PKK Badung,” ujarnya. -ast
2
Ekspresso
15 - 21 SEPTEMBER 2014
GORO-GORO
DAri daPUr Redaksi
Dari MoU ke MLM
Jumat 12 September 2014, Tokoh punya momen istimewa. Tokoh menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dwijendra Denpasar. Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari beberapa pertemuan dan kerja sama kami dengan Fikom Undwi. Tokoh dan Fikom Undwi sepakat untuk saling bekerja sama terkait dengan bidang jurnalistik. Inisiatif kegiatan untuk menunjang kerja sama ini dapat berasal dari Tokoh maupun Fikom Undwi. Acara penandatangan MoU dilaksanakan disela-sela Yu disum Sarjana XXV Fikom Undwi di Denpasar oleh Ngurah Budi sebagai Redaktur Pelaksana Tokoh dan Drs. I Wayan Kotaniartha, S.H., M.H. sebagai Dekan Fikom Undwi. Penandatangan juga disaksikan dr. I Ketur Karlota (Ketua Pembina Yayasan Dwijendra). Drs. Anak Agung Gede Bagus, M.Si (Pembantu Dekan Bidang Akademik), dan Anak Agung Gede Putra Dalem, S.E., M.Si (Pembantu Dekan B i d a n g
Penandatanganan MoU antara Tokoh dan Fikom Undwi
Kemahasiswaan dan Adminis trasi). Bagi Tokoh kerja sama ini merupakan salah satu langkah untuk menjalin relasi dengan dunia pendidikan. Apalagi bidang yang disasar adalah komunikasi. Secara akademis bisa didapatkan di bangku kuliah sedangkan secara praktek bisa didapat dengan terjun langsung ke dunia media massa. Satu hal lagi yang kami sa-
jikan kepada pembaca dan masyarakat adalah kolom Mendongeng Lima Menit (MLM). Kolom ini hasil pembicaraan kami dengan I Made Taro yang dikenal sebagai pendongeng dan pemerhati kesenian tradisional. Melalui MLM kami ingin orangtua menyempatkan waktu untuk mendongeng dan berkomunikasi dengan anaknya. Semoga apa kami harapkan bisa terwujud dan terlaksana. Salam
Kapok....... Takut....... Sebelum berangkat kami sepakat untuk bertemu di pantai Sanur. Setelah waktu yang ditentukan, langsung ke tempat penjualan tiket. Sesuai pesanan jumlahnya untuk dua puluh orang. Tepat pukul 08.00, boat berangkat menuju ke Jungut Batu. Empat orang dari jumlah rombongan mabuk, ketika boat diterjang gelombang. Yang lain tetap tidak ada komentar. Kami menunggu mobil untuk mengangkut ke tempat undang an. Sesampainya di tempat acara, mengambil jajan dan minuman sesuai dengan yang disenangi. Basa-basi pun tidak putus-putus selama acara berlangsung hingga pukul 16.30. Pukul 17.00 sesuai pesanan boat kami bersiap-siap untuk menuju lokasi boat yang ter-
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
tambat. Karena keluarga bertambah lagi tiga orang terjadilah transaksi pembayaran. Pembayaran selesai kami menuju boat yang dipesan. Saat itu air laut surut. Kami menuju boat yang jaraknya lebih dari 200 meter. Semula tidak mempergunakan alas kaki. Tetapi kaki terasa sakit, sehingga sandal terpaksa dipergunakan karena banyak kerang. Semua teman telah duduk di atas boat. Saat itu ada pula empat orang tamu yang ikut, sambil menunggu keberangkatan boat,
kami berbincang-bincang me ngenai air laut, jika surut seperti ini pasti tidak ada gelombang. Baru beberapa menit berangkat, gelombang pun datang. Boat seperti melompat-lompat di sertai suara plak-plak sehingga mulai situasi di boat agak tegang. Tak seorang pun ada yang berani berbicara. Setelah sampai di Sanur pukul 17.40, saya tanya rombongan, semua menjawab “kapok…….takut…….”. Bahkan ada yang mabuk sampai di Klungkung hingga pukul 22.00. Anak Agung Raka
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
englan
Ada berita duka dari Singaraja. Pak Englan, pemilik cafe “Ngiring Ngewedang” di atas danau Buyan, Bedugul, Bali, sudah tak ada. Amat buru-buru mencari Bu Amat yang sedang “mekutu” di tetangga. Walau berita itu terlambat beberapa hari, tak urung membuat torehan yang nyeri. “Soalnya kami kenal baik Pak Englan. Sudah seperti saudara sendiri. Bahkan dengan saudara pun tidak seerat itu,” kata Bu Amat pada tetangga. Malam hari Amat dan istrinya berdoa. Semoga almarhum mendapat tempat yang semestinya di sana. “Jantung,” kata Mang Jung dari Singaraja, yang dihubungi Ami lewat HP, “Tidak pakai sakit. Tiba-tiba saja.” Amat menyimpan kenangan spesial dari sahabatnya itu. “Kalau kita mau ke Singaraja, dia pasti menawarkan kendaraannya. Lalu disinggahkan ke “Ngiring Ngewedang”, diajak makan, dihidangkan kopi produksinya sendiri. Dan, tak lupa lak-lak kegemaranku,” kata Amat mengenang. “Kita baru saja kehilangan teman kita Silur, sekarang menyusul Pak Englan, membuat Singaraja terasa lengang,” sambung Amat,” Ya, tentu saja, lengang buat kita, sahabatnya. Tapi itu sudah membuktikan, bagaimana besarnya arti persahabatan.” “Kehilangan seorang sahabat, membuat kita merasa satu ruas tubuh kita kita dipreteli. Ya kan, Bu?” “Tergantung orangnya juga, Pak.” “Orang bilang, di kampung saudara sedarahlah yang menjadi kekayaan kita yang bisa dibanggakan. Kalau ada kesulitan, saudaralah yang akan membantu dan membela kita. Tapi di kota, para sahabat itulah yang membantu serta melindungi kita. Saudara di kota tidak didasarkan hubungan darah, tapi hubungan pekerjaan, tempat tinggal dan kepentingan, juga karena persamaan nasib!” “Tidak selalu begitu, Pak! Yang namanya saudara, ya, yang ada hubumgan keturunan, yang ada hubungan darah. Sedangkan sahabat, ya tetap sahabat, bukan saudara!” Amat tidak menjawab. Dalam suasana duka, ia tak mau kehilangan fokus. Seluruh perasaan dan pikirannya dipusatkan pada almarhum. Esoknya Amat berangkat ke Singaraja. Di Bedugul, sebelum turun tanjakan menuju Singaraja, ia belok kiri ke “Ngiring Ngewedang”. Duduk di kursi rumah ngopi itu, Amat bernostalgia minum kopi dan merokok memandang ke lembah. Ia menatap kembang azalea yang bermekaran di pagar. Pikirannya melayang-layang. Setahun yang lalu, Amat masih duduk berdua dengan almarhum. menegak kopi, menghisap rokok, membicarakan sebuah mimpi. Amat mengusulkan untuk mengadakan renungan suci memasuki tahun baru, semalam suntuk di “Ngiring Ngewedang”. Almarhum tersenyum sambil menyedot rokoknya. Tiba-tiba ada yang menegur. “Lho, Bapak kok ada di sini?” Amak terkejut. Ia membuang lamunannya. Menatap orang itu. Darahnya tersirap. “Pak Englan?” Orang itu tersenyum. Ia langsung duduk di depan Amat. “Pak Englan sudah tidak ada. Saya kan Satria, keponakan Bapak!” Amat terkejut. Sosok lelaki yang semula seperti almarhum, langsung berubah jadi Putu Satria keponakannya di desa. “Putu Satria?” “Ya! Mana Ibu? Tidak ikut.” “Satria, kamu kok ada di sini?” “Saya sedang mengumpulkan data. Saya sudah seminggu di sini mewawancarai tamu-tamu yang minum kopi di sini.” “Kenapa?” “Saya sedang menulis tesis tentang kopi dan rokok, dalam kehidupan bermasyarakat. Kenapa itu yang selalu disuguhkan untuk tamu, kalau ada perhelatan. Padahal semua tahu kopi dan rokok itu berbahaya untuk kesehatan.” “O, begitu? Kenapa?” “Itu dia yang mau saya cari. Bapak juga minum kopi dan merokok. Apa Bapak ketagihan minum kopi? Atau karena rokok dan kopi itu semacam simbol, sugesti rileksasi? Atau pengantar berpikir?” Amat terpukau. “Terus?” desak Bu Amat, tak sabar mendengar cerita suaminya yang tiba-tiba pulang, tak jadi ke Singaraja. “Terus, apa hubungannya dengan Putu Satria, kenapa tak jadi ke Singaraja?” “Terus, Satria bilang. Dia masih mau menginap di “Ngiring Ngewedang” seminggu lagi, supaya datanya lengkap. Tapi baru ketahuan dompetnya hilang. Entah jatuh atau ketinggalan di mana atau tidak terbawa. Ia sudah SMS teman-temannya, tapi tak ada yang menanggapi. Pulsanya gabis. Dia jadi panik. Bapak kasihan. Putu kan keponakan kita?!” “Terus?!” “Ya terus, tak berikan semua uang di dompet bapak, lalu pulang. Tidak jadi menengok keluarga Pak Englan.” Bu Amat manggut-manggut. “Jadi semua saudara sedarah itu betul-betul sahabat tapi sahabat itu belum tentu saudara?!”
Putu Wijaya
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Sambut Hari Suci Saraswati
23
Denpasar Book Fair Dibuka 3 Oktober D
enpasar Book Fair 2014 se gera hadir kembali. Mengingat, selama ini Denpasar Book Fair selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat umum, terutama pelajar dan mahasiswa. Karena itu, pameran buku yang merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Denpasar ini kembali dilaksanakan 3 s.d. 5 Oktober 2014 di Kawasan Pedestrian Jalan Kamboja, Denpasar. Denpasar Book Fair tahun ini mengusung tema “Spirit Saraswati Cipta Kreasi Anak Indonesia”. Penggambaran yang patut dipahami , bahwa spirit Saraswatilah yang mengilhami hasil daya cipta atau kreasi seseorang, hingga mampu mewujudkan ide yang kreatif. Pembukaan Denpasar Book Fair, dipastikan berlangsung Jumat, 3 Oktober 2014 pukul 17.00 Wita. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian menyambut Hari Suci Saraswati yang jatuh bertepatan pada tanggal 4 Oktober 2014. Denpasar Book Fair kali ini juga melibatkan seluruh anggota IKAPI Bali, pengusaha toko buku, lembagalembaga pendidikan, komunitas, sekolah-sekolah serta Rumah Pintar. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Kabid Perdagangan IA Dewi Citrawati, M.Si., dan Kasi Pembinaan Usaha Perdagangan, Laxmy Saraswaty, S.S. Wayan Gatra juga mengemukakan, Denpasar Book Fair
diselenggarakan setiap tahunnya sebagai salah satu upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pesta buku atau bazar buku kali ini pun tetap merefleksikan filosofi dari spirit Hari Saraswati sebagai sumber ilmu pengetahuan. Denpasar Book Fair, dikatakannya merupakan gerakan gemar membaca bagi para pelajar untuk menambah ilmu pengetahuan. Pameran buku ini juga diselenggarakan untuk bersama menyukseskan program Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan. Ikut serta dalam program mencerdaskan kehidupan bangsa melalui gerakan gemar membaca. Membantu mengembangkan industri penerbitan di Kota Denpasar. Sebagai media komunikasi antara penerbit, pembaca dan pengarang serta siswa-siswi dan masayarakat. Juga turut memberikan apresiasi dan ekspresi kepada siswa-siswi untuk menampilkan inovasi dan kreativitas mereka melalui hiburan yang sehat. MEMBACA, MENULIS, KREATIVITAS Sebagaimana yang kerap di sampaikan Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra, dalam hal mencerdaskan generasi muda. Ketika generasi muda kita gemar membaca, gemar menulis dan kreatif maka energi besar yang dimiliki anak Indonesia tersalurkan secara positif, Ke giatan book fair ini juga dapat membuka ruang masyarakat
Pembukaan Book Fair tahun 2010
untuk bakat, minat serta keahli an mereka. Hal ini juga dapat dilakukan dengan mengarahkan fokus kegiatan book fair kepada tiga hal yakni membaca, menulis dan kreativitas. Kegiatannya harus dipadukan menjadi satu. Jika generasi muda rajin membaca berarti mereka telah melakukan proses input. Mereka tumbuh menjadi generasi yang pintar dan cerdas. Setelah itu, me reka harus melakukan proses ouput dengan menulis. Paduan yang ketiga adalah kreativitas, kemampuan mencari ide atau gagasan yang cemerlang kemudian diolah menjadi sesuatu yang lebih produktif. Selain menggelar pameran buku, juga dilaksanakan berbagai kegiatan lainnya yang berkaitan langsung dengan ilmu pendidik an. Acara yang akan ditampilkan pun sangat menarik seperti ; Konvensi Anak Sekolah (Festival Scrapping Book dengan Triple
Dimensi tingkat SD, SMP dan SMA/SMK se-Kota Denpasar ). Untuk tema kali ini, mereka diminta mengangkat tentang “Denpasar Kotaku Rumahku”. Dalam kegiatan yang akan dilangsungkan selama tiga hari tersebut, tak ketinggalan dimeriahkan dengan bedah buku dan jumpa pengarang. Acara ini difasilitasi oleh toko buku dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Bali. Dengan acara ini diharapkan anak-anak pelajar memiliki keinginan terus me ningkatkan minat bacanya. Kemeriahan juga akan dilengkapi oleh Warna Ceria AnakAnak, Gempita Ekspresi Remaja bekerjasama dengan sanggarsanggar/production. Pada acara Gempita Ekspresi Remaja ini akan diisi dengan tales for children (mendongeng) untuk anakanak sekolah. Lomba Busana ke Pura untuk tingkat SD, SMP, SMA dan Lomba Busana Ready to Wear, menggunakan endek
Rapat para guru sekolah dan IKAPI Bali serta Toko Buku jelang book fair 2014
yang di -organized oleh Pelangi Production. Di samping itu, di lokasi pameran tersedia juga mobile library , disertai one book for school time visiting dan tales time for children. Sementara, siswa-siswi dari sekolah SMKN di Kota Denpasar juga dilibatkan untuk mengisi cafetaria booth , dengan menampilkan program Tata Boga mereka. Selanjutnya, Dayu Citra dan Laxmy pun tak lupa meng ingatkan bagi masyarakat umum, pecinta buku dan para pelajar untuk beramai-ramai mengha diri pameran buku ini. Berbagai jenis buku, baik fiksi maupun nonfiksi dari puluhan penerbit ternama bisa didapatkan di Denpasar Book Fair. Ini merupakan kesempatan terbaik untuk memperoleh buku-buku unik dan murah dari para penerbit, untuk penambahan koleksi perpustakaan keluarga dengan harga yang terjangkau. –ard
Metropolitan
22
15 - 21 September 2014
Inspire Indonesia Conference 2014
Kombinasikan Thinking Fast dan Thinking Slow Suasana hening dan sesekali riuh terdengar dari Grand Ballroom ICC Mega Kemayoran, tempat berlangsungnya seminar Inspire Indonesia Conference 2014. Sungguh luar biasa, ribuan peserta yang umumnya dari kalangan muda, begitu antusias mengikuti seminar yang di bawakan oleh empat motivator kondang, Merry Riana, Tung Desem Waringin, James Gwee dan Yeheskiel Zebua. Tak tampak kejenuhan ataupun lelah di wajah para peserta meskipun harus duduk berjam-jam.
I
ni tentunya sebuah fenomena menarik, ribuan peserta seminar bertajuk ‘Stairway to Success’ tetap bersemangat mengikuti sesi demi sesi tanpa beranjak dari kursinya kecuali ketika diminta berdiri sambil melakukan sesuatu, atau diminta datang ke panggung atau saat istirahat. Ini tentunya bukan sekadar materi yang disampaikan dalam tapi juga kepiawaian keempat motivator itu dalam ‘menghidupkan’ acara nya. Para peserta tidak hanya duduk diam dan mendengarkan tapi juga diajak berpartisipasi aktif. Tung Desem Waringin, motivator ulung yang juga penulis buku bestseller ‘Financial Revolution’ punya trik ‘menggedor’ para peserta. “Bapak-ibu, siapa mau kerjaan masuk sehari saja, pokoknya masuk saja, kerja nggak kerja, dapat uang Rp 100 juta??? Siapa yang mau? “ seru Tung Desem Waringin dengan lantang. Kontan, tawaran menggiurkan itu disambut acungan tangan ribuan peserta seminar, seraya berseru, “Sayaaaa!!!”. “Itu tidak berpikir!!” ucap Tung Desem Waringin melihat reaksi spontan para peserta. Sekarang, lanjut Tung lagi, “Siapa yang tidak mau, angkat tangannnn???” “Itu tidak berpikir juga!!” Jadi apapun jawaban Anda, pasti tidak berpikir dulu. Kalau Anda berpikir, butuh enam detik, tapi kalau kurang dari enam detik, itu tandanya Anda think
fast. Anda menjawab hanya berdasarkan intuisi,” jelasnya. Intuisi kadang kala dapat digunakan dalam keadaan tertentu, atau oleh orang yang sangat ahli di bidangnya. Orang berpikir cepat karena tahu cara menghitungnya. Di olahraga pun, kadang intuisi diperlukan. “Main pimpong misalnya. Kalau Anda berpikir dulu, antara ingin melakukan smash atau chop, maka bola terlanjur lewat. Tapi banyak orang salah mengambil keputusan. Think fast hanya karena suka –tidak suka. Banyak orang mengambil keputusan cepat untuk sebuah komitmen jangka panjang,” papar TDW, begitu nama Tung Desem Waringin kerap disebut. Tema ‘think fast’ yang disampaikan TDW adalah buah dari penelitian dan analisis Daniel Kahneman, seorang pemenang Nobel Economi Science tahun 2002, bersama temannya,Amos Tversky, tentang peran persepsi dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Menurut Kahneman, sebagaimana diungkap TDW, sistem berpikir manusia ada dua, yaitu thinking fast dan thinking slow. Problem yang sering terjadi pada manusia adalah, manusia berpikir supaya tidak berpikir. Banyak yang thinking fast karena tergesa-gesa dan malas berpikir lebih lama. Padahal jika dikombinasikan dengan baik, maka thinking fast dan thinking slow akan menghasilkan sesuatu yang
lebih baik. Dengan kombinasi itu kita belajar berpikir dan ‘melihat’ dari berbagai sudut. Untuk think fast, menurut TDW, dapat dilakukan untuk hal-hal yang tidak berisiko atau kurang berisiko terhadap kita, namun untuk hal-hal penting apalagi yang berefek besar dalam kehidupan kita, harus dipikirkan lebih panjang. Namun, masalahnya ada juga dimana orang raguragu mengambil keputusan meski tahu itu adalah menguntungkan. “Ini bagaimana? Sudah tahu itu menguntungkan, tapi ragu, antara ambil dan tidak. Sejauh mata memandang, telinga mendengar, hati merasakan, pikiran menganalisa, pikiran berhitung bahwa itu menguntungkan, ambil itu!” tegas TDW, sembari mengajak para peserta untuk mengucap ulang apa yang disampaikannya. MENGAMBIL KEPUTUSAN KARENA EMOSI Menurutnya, manusia seringkali terjebak dalam mengambil keputusan. “Orang salah
mengambil keputusan karena emosinya. Kalau emosinya salah, keputusannya juga salah,” katanya. Dalam mengambil keputusan, harus mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan data. “Orang yakin 100%. Kalau yakin 100%, dia tidak perduli lagi datanya benar atau salah. Dia tidak mau membuka mata lagi pada hal lain, atau tidak mau melihat sudut pandang lain,” jelasnya. “Keyakinan dan positive thinking diperlukan, namun tetap perlu memikirkan hal negatifnya untuk mengkritisi agar kita bisa objektif,” kata pemegang penghargaan The Most Powerful People In Business and Idea versi Majalah SWA. Orang yang berpikir dengan banyak sudut pandang akan menghasilkan keputusan yang berbeda daripada orang yang berpikir hanya dengan satu sudut pandang. Sementara Merry Riana menyebut tentang pentingnya partisipasi sepenuhnya. “Kalau Anda ingin mendapat sepenuhnya dalam hidup ini, Anda juga harus memberikan sepenuhnya. Berapa banyak Anda dapatkan tergantung dari berapa banyak yang bisa Anda berikan,” kata pengarang buku best seller ‘ Mimpi Sejuta Dolar’, ini. Menurutnya, banyak orang dalam hidup ini terbiasa untuk tidak memberikan sepenuhnya. “Dari hal-hal kecil menjadi kebiasaan. Jangan membiasakan diri melakukan (bekerja) setengah-setengah kalau ingin mendapat penuh.” Selain masalah pentingnya partisipasi ia juga menekankan pentingnya berani mengambil langkah pertama. Menurutnya, kita tidak harus menunggu ahli dulu dalam bidang tersebut
kemudian melangkah. “Saya adalah contoh nyata dari itu. Saya memulai suatu bidang meski tidak punya keahlian. Misalnya,, ketika memulai bisnis di bidang jasa keuangan, saya tidak punya keahlian di bidang itu. Kenapa saya bisa sukses? Karena saya berani memulainya,” tegas Merry. “Saya ditolak sana-sini, tapi justru penolakan orang-orang itu merupakan guru bagi saya, modal saya untuk terus melangkah.Memang bukan proses yang mudah. Orang yang bekerja keras akan menciptakan keberuntungan bagi dirinya ,” ujarnya. Kata Merry, ada tiga hal menuju kesuksesan, yakni, memiliki mimpi yang jelas, strategi yang berbeda dan tindakan apa yang harus dilakukan. “Ada banyak jalan menuju kesuksesan tapi saya tahu tujuan saya. Saya tahu strategi apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Ada banyak kunci untuk membuka pintu kesuksesan tapi Anda harus tahu ‘pintu’ di depan Anda seperti apa. Karena kalau Anda salah kunci, pintu tidak akan terbuka,” ujarnya. Senada dengan Merry, James Gwee juga mengatakan bahwa kesuksesan datang karena adanya aksi. Lalu ia pun mengajak para peserta menulis hal-hal apa yang harus dilakukan agar perubahan datang pada dirinya. “Jangan menunggu disuruh untuk melakukan sesuatu. Lakukanlah sebelum disuruh. Untuk menuju sukses, orang harus punya ide, kemampuan menyampaikan ide, kemudian menjual ide tersebut,” kata pengasuh acara ‘Smart Business Talk’ di sebuah radio, ini. –Diana Runtu
Sosialita
15 - 21 September 2014
3
Shinta Chrisna
Tak Pernah Puas Event tahunan Sanur Village Festival memang sudah berlalu. Namun, yang satu ini pasti masih berbekas dalam benak mereka yang menyaksikan pagelaran fashion show kala itu. “Epic of Mahabrata” by desainer muda Shinta Chrisna, cukup membuat penikmat seni busana khususnya, terhenyak. Shinta yang memang dalam tiap pagelarannya selalu memasukkan unsur treatikal, kali itu mengusung cerita pawayangan Mahabrata yang sarat akan nilai-nilai kebenaran. Karya-karyanya me rupakan representasi dari karakter para tokoh dalam cerita tersebut. dalam kebaya, bahkan sampai mendapatkan penghargaan Designer Culture oleh Indonesia Book of Records, Shinta merasa bertanggungjawab dan harus lebih mendalami lagi budaya Bali. Paling tidak, itulah salah satu alasan lain kenapa ia melanjutkan program doktor di Kajian Budaya. Selain, ia memang benar-benar mencintai budaya Bali yang penuh dengan filosofinya. Salah satunya, cerita Mahabrata. Sebelum dikemas dalam sebuah pagelaran, tentunya ia mendalami betul filosofi cerita tersebut, hingga akhirnya mampu direpresentasikannya dalam karya-karya kebaya yang dibuat detil hingga aksesorinya. Pagelaran fashion show “Epic of Mahabrata” belum lama ini pun dikatakannya merupakan sebuah pagelaran karya seni yang memberikannya kepuasan lahir batin.
K
Shinta Chrisna
arya-karya Shinta Chrisna sangat lekat dengan kesan glamour namun tetap cantik dan elegan. Tanpa menghilangkan ciri khas busana nusantara yakni kebaya yang menonjolkan culture of Bali, ia bereksplor dan bermain-main dengan detil dan cutting yang khas Shinta Chrisna. Brand “Shinta Chrisna” pun kini merambah tak hanya di lokal Bali dan nasional, namun sudah ke kancah internasional. Bahkan di tahun 2014 ini, dua penghargaan bergengsi dianugerahkan pada perempuan cantik kelahiran Denpasar 28 Mei 1981 ini, yakni penghargaan dari Indonesia Book of Records 2014 sebagai Designer Culture Wanita Muda Indonesia yang Berprestasi dak Eksis dalam Berkarya dan Berkreatifitas di Dunia Fashion Indonesia dan Creative Young Entrepreneur Award dari JCI (Junior Chamber International) Indonesia 2014. Pemilik nama I Gusti Ayu
Shinta Chrisnawati, S.E., M.M. ini memang tak pernah puas dalam menjalani sesuatu. Termasuk, mendalami sebuah ilmu. Ia tak cukup puas hanya menguasai ilmu ekonomi. Di sela-sela waktunya, ia juga mencuri ilmu desain interior di Bali Art Desain College, dan menyelami ilmu desain fashion di Sekolah Fashion Design Susan Budiharjo. Ibu dari Alicia Catharina Udayana, Alvino Devananda Udayana, Alodia Della Conchetta Udayana, dan Alexandria Fortunia Cleopatra Udayana ini selalu gatal ingin mencicipi ilmu-ilmu baru. Karena baginya, ilmu itu tak pernah habis. Karena itu pula, di tahun 2014 ini ia meneruskan pendidikan S3nya di Kajian Budaya Unud. Sebagai desainer yang mengusung dan selalu memasukkan unsur culture yang diterjemahkannya
KEBAYA ADALAH JATI DIRI Putri I Gusti Made Oka dan Komang Erawati, S.H. ini tak menampik jika ia banyak terinspirasi oleh desainer ternama. Salah satunya, Anne Avantie yang mengundangnya dalam “25 Tahun Anne Avantie Berkarya”, 3 September lalu di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre. Namun, ia tetap mencari identitas dirinya dengan terus berkarya dan berkarya. Pendidikan hanyalah dasar dari berpijak, akhirnya
Shinta Chrisna bersama suami dan keempat anaknya
pengalamanlah yang membentuk karakter. Kebayalah tempat ia memperlihatkan jati dirinya. Dalam kebaya, ia menemukan inilah branding Sinta Chrisna yang “menjual dirinya” secara keseluruhan. Dalam artian, totalitas karya yang ia sebut sebagai karya seni dengan segala eksentriksitasnya ini me rupakan suatu karya yang tampil beda. Kebaya ciptaannya bukanlah kebaya biasa untuk momen
yang biasa, tetapi kebayanya ini diperuntukkan wedding dan momentum penting lainnya. TERUS BERKREATIFITAS Terus berkreatifitas dan berinovasi, itulah Shinta Chrisna. Karena baginya, inilah basis kuat
yang bisa mengenalkan kita pada dunia. “Jangan pernah berhenti berkreasi. Pendidikan yang hanya mengajarkan teori tak bisa mentah-mentah diaplikasikan dalam dunia nyata, harus ada kreasi,” tegasnya. Di samping, harus juga ada passion, rasa cinta, dan dedikasi kepada apa yang kita geluti. Bahkan, berkecimpungnya istri Agus Umaryadi Udayana B.Com, MIB MBA ini dalam dunia fashion pun dikatakannya bukan cita-citanya sejak kecil. Semua itu hanya suatu keisengan dalam memanfaatkan ruang. “Sekitar tahun 2008, saya dan suami mendirikan Alodia Living yang bergerak dalam bidang desain interior. Kami membuka gallery di Jalan WR Supratman No. 279. Agar tampil lebih menarik, saya iseng memajang beberapa koleksi kebaya saya, dikombinasi dengan penataan interiornya. Ternyata banyak yang berminat,” paparnya. Karena tujuan awalnya hanya sekadar memajang kebaya koleksi pribadinya, ketika ada customer yang berminat, Shinta tentu tak mau menjualnya. Akhirnya, customer tersebut minta dibuatkan kebaya yang didesain khusus Shinta Chrisna. Darisanalah kemudian ia memberanikan diri memasang label “Shinta Chrisna” pada desain-desain kebayanya. Desain-desain kebaya Shinta Chrisna “yang berkarakter” ini mulai dilirik, diminati dan dikenal orang. Beberapa agency dan beberapa event besar pun meminta disponsori busana. Di antaranya, Pemilihan Putri Bali yang sudah ia tangani lima kali berturutturut, dan juga Pemilihan Health Ambassador. Dalam waktu dekat ini, Shinta Chrisna juga mensupport busana untuk Pemilihan Miss Internet 2014. Dan, khusus untuk pembaca Tokoh, desaindesain cantik dan terbaru “Shinta Chrisna” akan kami tampilkan di Tokoh edisi pekan depan. –ten
4
Inspirasi
15 - 21 SEPTEMBER 2014
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Mandalika
21
Berburu Referensi Kunci Sukses Berserah, Komitmen, ke Perpustakaan Anne Avantie
dan Kerja Keras
Di sebuah teras sederhana, rumah seorang perempuan desa yang peduli akan pendidikan, anak-anak berkumpul untuk belajar dan membaca buku-buku yang ada di lemari-lemari sederhana milik Jumilah. Mereka kadang membaca dengan suara keras sambil sang “Guru Jumilah” menjelaskan apa yang tengah mereka baca. Betapa pentingnya membaca, membuat Jumilah tidak segan meminta buku sebanyak-banyaknya kepada rekan dan sahabat bahkan orang yang mengunjungi tempat belajarnya itu.
SEPEREMPAT abad berkarya di dunia fashion dan mampu memper tahankan namanya tetap berada di atas, tentu bukan suatu yang mu dah. Tapi itu telah dilakukan oleh Anne Avantie, desainer kondang asal Semarang, yang berjuang dari nol hingga akhirnya mencapai sukses seperti sekarang. Di tangan Anne kebaya diolah dan menjelma menjadi adibusana yang menembus garis batas dan stigma kedaerahan, tanpa meninggalkan akar budayanya.
M
Pagelaran 25 tahun berkarya Anne Avantie
elihat kesuk sesan Bunda An n e, begi tu namanya akrab disapa, orang tentu tidak mengira bahwa kehidupannya di masa lalu, memprihatinkan. Pendidikannya pun hanya SMP. Meski begitu, ia selalu penuh semangat untuk be kerja keras dan Tuhan pun mem buka jalan baginya untuk meraih kehidupan yang lebih baik lewat kesempatan-kesempatan yang didapatnya sepanjang kariernya. Anne mengaku kadang masih merasa tidak menyangka akan apa yang telah dicapainya. Bahkan 25 tahun telah dilaluinya dan akhirnya terwujud acara ini pun terasa bagai mimpi. “Yang saya rasakan sekarang seperti mimpi bisa menyeleng garakan fashion show 25 tahun berkarya,” ungkap wanita kelahiran Semarang 1964 ini kepada pers beberapa saat sebelum pagelaran “25 Tahun Berkarya Anne Avantie: Merenda Kasih” digelar di Jakarta Convention Centre, Senayan, Ja karta, Rabu (3/9). Kunci kesuksesannya, kata Anne, adalah berserah, komit men dan kerja keras. Ia berserah karena percaya bahwa segala sesuatunya telah diatur oleh Tu han. Dalam berserah, ada tangan Tuhan yang bekerja dan ia sangat merasakan hal tersebut. Komit men dan kerja keras, itu menjadi pegangannya dalam meniti karier nya hingga sekarang. Meski begitu, tidak ada jalan sukses yang mudah. Begitu pula
dialami wanita yang bernama lengkap Sianne Avantie. Bah kan boleh dibilang, perjalanan kariernya hingga mencapai se perti ini adalah sebuah perjuangan yang luar biasa. Dia mengawali nya dengan merancang kostum tari, kostum panggung, sekaligus membuka penyewaan. Ia tak mengira kalau dirinya kelak bakal menjadi desainer. Pasalnya, ia tak dapat mengambar pola, ia juga tak pernah mengenyam pendidikan mode secara khusus. Keterampil annya dipelajari secara otodidak. Adalah ibunya, Amie Indriati, ada lah orang yang selalu membim bing dan menyemangatinya. Tapi Tuhan berkehendak lain. Meskipun tidak mudah, namun Anne pun berproses menjadi seorang desainer bahkan akhirnya menjadi terkenal. Rancanganrancangannya bukan hanya diakui kalangan dalam negeri tapi juga
internasional. Dalam sebuah ke sempatan berbeda, Anne sempat menyatakan, “Perjalanan saya sebagai desainer bukannya tanpa cobaan. Bahkan boleh dibilang, begitu banyak cobaan, kadang menyakitkan dan penuh air mata. Ucapan-ucapan sinis dan menya kitkan tentang karya kebaya saya pun, saya terima dengan lapang dada, meski sangat menyakitkan. Saya terus berjalan karena yakin Tuhan membimbing,” katanya kala itu. “Ketika menengok ke belakang perjalanan hidup saya hingga mencapai seperti ini, sungguh suatu yang luar biasa,” tambahnya. Rabu (3/9) lalu adalah malam paling berbahagia bagi Anne yang bersama keluarganya---ibu,anak, suami dan cucu--- berkesempatan merayakan 25 tahun berkarya di JCC Senayan Jakarta. Sua sana perayaan pun dibuat sa ngat berbeda dari biasanya. JCC ‘berdandan’ bak pecinan dengan
I
Anne Avantie bersama ibu dan anak pertamanya, Intan
lampion-lampion sebagai salah satu hiasan utamanya. Sebanyak 4000 undangan yang datang dari berbagai kalangan, tumpah ruah di JCC. Ini memang ‘malamnya Anne Avantie’. Undangan yang da tang bukan hanya dari kalangan pejabat, tokoh-tokoh terkenal
Anne Avantie didampingi keluarganya dalam pagelaran 25 tahun berkarya
ataupun selebriti tapi banyak juga dari kalangan biasa, seperti para penjahit, pengrajin-pengrajin dari daerah yang memang sengaja diun dang Anne untuk ikut berbahagia bersamanya. Tak heran karena Anne Avantie bukan hanya sibuk berkiprah di dunia fashion tapi dia juga aktif di lingkungan gereja dan berbagai kegiatan social. Salah satu wujud dari kepedulian Avantie pada sesame adalah dibangunnya ‘Wisma Kasih Bunda’ untuk meno long penderita Hydrocephalus. Untuk hal ini dia bekerja sama dengan RS Elisabeth Semarang. “Saya memang mengundang
mereka. Saya tidak ingin page laran saya hanya dihadiri oleh orang-orang tertentu saja. Hal ini saya lakukan karena saya melihat kerinduan mereka terhadap page laran busana. Bagaimana mereka ingin menjadi bagian dari ini,” ungkap Anne. Pada pagelaran akbar ini, Anne menampilkan 125 karya ran cangannya yang telah dipersiap kannnya selama dua tahun untuk moment special ini. Kenapa waktu pengerjaan begitu lama, menurut Anne, ini karena dirinya tidak bisa membuat gambar atau sketsa. Selain itu, katanya, ritme kerja dirinya berbeda dengan desainer lainnya. “Kenapa lama, kartena saya tidak pernah bikin gambar dalam membuat kebaya. Saya bekerja dengan cara mengikuti alur nafas saya sendiri,” katanya, seraya menambahkan,” Ada 125 busana perempuan, jumlah itu belum termasuk busana laki-laki yang juga tampil,” ungkap Avantie yang kini memiliki 12 anak brand. Ada yang baru dari rancangan Anne kali ini yakni kebaya dengan motif polkadot dan garis-garis. Hal ini juga diakui Anne yang berharap ini akan menjadi tren di Indonesia. Sejumlah selebriti yang ikut memeriahkan acara Anne Avantie dengan berlenggaklenggok di catwalk antara lain; Atiqah Hasiholan, Bunga Citra Lestari, Raisa, Olga Lidya, dll. Tak ketinggalan sejumlah selebriti senior juga tampil seperti, Rima Melati, Marini, Widyawati, juga Dewi Motik. -Diana Runtu
a sendiri merasakan ke tika tidak dapat membaca, dunia ini ‘buta’ baginya. Hidup terkungkung da lam kebodohan, bukanlah hal yang mengenakkan. Selain tidak dihargai orang, ruang gerak juga terbatas bahkan kerapkali kena tipu. Tidak bisa baca dan tulis alias buta huruf adalah salah satu faktor utama kebodohan itu. Namun, ia tidak menyangka ketika di usianya yang sudah beranak dua baru bisa mem baca karena diajarkan oleh anaknya yang duduk di kelas dua sekolah dasar. Betapa matanya kemudian terbuka memampangkan dunia yang maha luas. Ia memperoleh wawasan yang kemudian mengantarkannya pada pertemuan-pertemuan penting dengan kalangan aktivis di luar tem patnya tinggal bahkan hingga keluar daerah. Ia pun membaca buku-buku dan mendapatkan hal-hal baru pada tiap buku yang dibacanya, ilmu yang selama ini tidak diketahuinya. Begitu pentingnya membaca, yang menurut Gubernur Nusa Teng gara Barat TGH M Zainul Majdi, membaca merupakan pintu kecer dasan. “Bahkan, ayat Alquran yang pertama kali diturunkan Allah SWT adalah iqra yang berarti bacalah,” ungkap Majdi dalam kegiatan Road show Minat Baca di halaman Kan tor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah NTB di Mataram, beberapa waktu lalu. Dengan membaca, selu ruh hal pengetahuan akan terbuka dan dapat memberikan bimbingan untuk dapat memilih langkah yang tepat dalam menyikapi sesuatu. Inilah pentingnya keberadaan perpustakaan bagi masyarakat. Karena selain sebagai sarana pusat penelitian, perpustakaan juga meru pakan tempat untuk menimba ilmu untuk mengasah kecerdasan inter personal, kecerdasan natural juga kecerdasan spritual yang dihasilkan dari membaca. Dengan membaca hal-hal yang berbau kepahlawanan lokal, tradisi, budaya, dan lainnya yang sarat dengan nilai-nilai, misalnya, akan dapat mem bentuk jati diri seseorang. “Semakin bagus buku yang kita baca, semakin bagus pula kepribadian kita. Orang yang tidak pernah membaca maka dia seperti tukang obat,” ungkapnya. Karena itulah, menurut Ma jdi, untuk mempersiapkan generasi bangsa di era globalisasi ini Peme rintah Provinsi NTB ke depan akan mulai memprogramkan untuk setiap sekolah agar setiap siswa diharuskan membaca minimal beberapa halaman buku dalam setiap minggunya, untuk
Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi dalam kegiatan Roadshow Minat Baca di Mataram
meningkatkan minat baca anak. Sekertaris Utama Perpustakaan Nasional RI, Drs. H. Dedi Junaidi, M.Si. yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan bahwa kegiatan roadshow diselenggarakan guna mem perluas jejaring informasi perpus takaan nasional serta menumbuh kembangkan minat baca masyarakat dan melaksanakan pembinaan bagi perpustakaan di kabupaten dan kota se-Indonesia. “Kegiatan ini merupakan de posit semua karya tulis, karya rekam maupun cetak yang ada di Indonesia dan di luar negeri agar bisa dilestarikan,” katanya. Hal ini dilakukan dalam rangka menyiapkan perpustakaan sebagai sarana belajar bagi masyarakat. Berbagai program untuk peningkatan minat baca ini dilaksanakan Perpustakaan Nasional RI di antaranya dengan memberikan bantuan stimulan mobil perpus takaan keliling sebanyak 496 di kabupaten/kota di Indonesia yang disertai harapan mendapat respons dari pemerintah daerah setempat. Di NTB, keinginan masyarakat untuk mengetahui sesuatu dari membaca buku, terlihat cukup baik. Melihat meningkatnya pen gunjung Perpustakaan Daerah NTB dari tahun ke tahun, memberikan gambaran bahwa masyarakat NTB sudah mulai sadar terhadap pen tingnya budaya membaca. Menurut catatan Badan Arsip dan Perpus takaan Provinsi NTB, minat baca masyarakat NTB menunjukkan peningkatan setidaknya dalam waktu tiga tahun belakangan. Data jumlah pengunjung di Perpustakaan dan Ar sip Provinsi NTB tiga tahun terakhir terlihat di tahun 2008 kunjungan mencapai 545.109 dan di tahun 2009 tercatat 579.777 pengunjung.
Sedangkan untuk tahun 2013 seba nyak 931.401 pengunjung. Dilihat dari jumlah pengunjung perhari sebanyak 1.500 hingga 2.000 orang, memberi gambaran bahwa minat baca daerah ini telah me ningkat. Mereka kebanyakan pelajar dan mahasiswa, serta masyarakat umum. Semakin banyak membaca akan membuat masyarakat semakin kritis dan peka terhadap hal-hal baru dan menjadikan pribadi yang pandai mengambil sikap kala menghadapi masalah. Hal inilah yang sempat dialami Jumilah yang membanding kan ketika ia tidak bisa membaca dan setelah ia bisa membaca dan membaca banyak buku.
Ruang baca Jumilah, meski buku terbatas anak-anak desa tetap semangat untuk belajar membaca
“Dulu saya ditipu-tipu orang, sekarang setidaknya saya aman dari niat jahat orang lain yang ingin menipu saya,” ungkapnya. Inilah yang membuatnya bercita-cita terus menambah koleksi bukunya meski pun sedikit demi sedikit, sebagai bahan bacaan anak-anak kampung di sekitar tempatnya tinggal. Selain Jumilah, kesadaran masyarakat untuk meningkatkan minat baca di kalangan anak, patut diapresiasi adalah seorang guru desa bernama Salmah. Di salah satu ruangan di rumah panggung nya yang sederhana, ia menye mangati anak-anak desanya untuk rajin membaca demi meningkatkan kualitas pendidikan desa itu dengan membuat sebuah perpustakaan sederhana di rumah panggung sederhana miliknya. Perpustakaan itu jauh dari fasilitas mewah, hanya sebuah ruangan 2 meter x 6 me ter, bekas dapur yang sudah tidak terpakai. Dan hanya ada beberapa lemari lama tempat menyimpan buku-buku dan meja kursi kayu seadanya saja. Namun, dari sinilah anak-anak Desa Ntori, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima banyak menimba ilmu dari buku-buku yang ada di perpustakaan ini. Meski koleksi bukunya masih terbatas, tiap sore tiba, ruangan per pustakaan di rumah panggung ini se lalu diramaikan anak-anak yang bel ajar dan membaca. Tidak hanya itu, banyak juga dari siswa SMP bahkan hingga anak kuliahan yang mencari referensi di perpustakaan ini. Tidak ketinggalan ibu-ibu rumah tangga juga kerap memanfaatkan waktu
NTB Raih WTP
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh. Amin, SH., M.Si., mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima penghargaan dari Pemerintah RI yang diserahkan oleh Wakil Presiden Boediono, di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, sebagai pemerintah daerah yang berhasil menyusun dan menyajikan LKPD tahun anggaran 2013 dengan capaian opini WTP dari BPK RI.
untuk belajar di sini. “Jika sedang ramai anak-anak di perpustakaan, biasanya ada juga yang membaca di halaman bawah dekat tangga naik. Mereka duduk di bale-bale bambu,” ungkap Salmah. KLUB BACA Demikian pula dengan sebuah klub baca yang dirintis masyarakat adat Bayan di Lombok Utara. Klub baca perempuan Bayan ini memiliki sebuah perpustakaan yang ada di lokasi di Tanah Ageman Gubuk, areal khusus yang dikelola oleh Rumah Adat Karang Bajo, Bayan Lombok Utara, ini sangat sederhana. Tempat ini disiapkan sebagai areal para ibu yang datang berkumpul untuk membaca. “Arahnya ke de pan, membangun perempuan adat yang mandiri dalam segala sisi,” kata Sarbiniwati, pengelola klub baca perempuan bayan. Peran serta masyarakat dalam meningkatkan minat baca seperti ini, banyak dirintis secara swadaya atas kesadaran bersama di suatu lingkungan yang dimotori oleh seseorang yang memiliki kepedu lian akan hal itu, seperti halnya, Jumilah, Salmah dan Sarbiniwati. Mereka berharap bahwa ke depan, perpustakaan sederhana mereka mendapat bantuan dan kepedulian dari pemerintah atau siapa saja yang ingin menyumbangkan buku-buku bacaan. Dari sana, mereka berharap generasi-generasi NTB ke depan akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan memiliki wawasan yang luas. -Naniek I. Taufan
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat kem bali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebagai bukti keseriusan daerah ini dalam mengelola keuangan secara transparan, akuntabel dan tersaji dengan baik. Penghargaan ini diperoleh bahkan secara berturut-turut tiga kali yakni dari pengelolaan keuangan tahun anggaran 2011, 2012 dan 2013. Tahun 2014 ini Provinsi Nusa Tenggara Barat memperoleh penghargaan atas keberhasilan menyu sun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2013 dengan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI, yang langsung diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono. Penghargaan ini diterima Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh. Amin, SH., M.Si. “Semua prestasi itu berkat dukungan semua pihak. Untuk itu saya ucapkan terima kasih,” ujar Wagub Amin usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2014 di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, beberapa hari lalu. -Naniek I. Taufan
Nine
20
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Siti Aisyah
Pembuat Permen Susu Alami Siti Aisyah menyambut ramah dua orang laki-laki yang datang mengantarkannya tiga liter susu sapi segar yang baru diperah. Sudah bertahun-tahun, dua peternak ini adalah langganan tetap Aisyah sebagai pemasok susu segar. Selain dua orang peternak ini, beberapa peternak lainnya juga silih berganti, datang mengantar susu segar, baik itu susu sapi, susu kerbau maupun susu kambing.
Siti Aisyah
S
ementara itu, di dapur sederhananya yang terlihat bersih dan rapi, Aisyah duduk memegang sutil panjang yang dibuatnya sendiri sembari dengan tekun dan telaten meng aduk susu-susu segar itu dalam sebuah wajan yang besar. Susususu tersebut terlihat cair. Cukup lama mengaduk hingga memakan waktu berjam-jam, Aisyah tetap sabar melakukan aktivitas ini hingga akhirnya perlahan-lahan, susu tersebut mengental. Terlihat perubahan warna alami dari warna susu segar yang putih menjadi berwarna kecokelatan alami. Inilah aktivitas yang dilakukan Aisyah sehari-hari, pembuat permen susu, kuliner khas Sumbawa. Dibutuhkan ketelatenan untuk bisa bertahan sebagai pelestari kuliner khas ini, seperti halnya Aisyah. Bagaimana tidak, untuk memperoleh hasil permen susu dengan cita rasa asli warisan turun-temurun masyarakat Sumbawa, proses memasak susu segar untuk memisahkan air yang terkandung dalam susu tersebut guna menghasilkan susu murni yang mengental, memerlukan waktu bertahan duduk sedikitnya tiga jam. “Pengadukan harus terus dilakukan dan tidak boleh berhenti mengaduk untuk mendapatkan hasil yang baik dengan warna cokelat yang merata. Menghentikan pengadukan akan menyebabkan susu yang mengental tidak matang merata sehingga
dapat mempengaruhi warna yang tidak rata,” kata Aisyah, perempuan Desa Penyaring, Moyo Utara Sumbawa yang dikenal sebagai pelestari permen susu. Aisyah hanya bisa santai saat awal perebusan. Namun, ketika susu mulai mendidih, proses pembuatan permen susu sudah ti dak bisa berhenti. Ketika mendidih dalam keadaan kental ini, susu meletup-letup ke sekitar termasuk dapat percikan susu panasnya dapat membakar tangan yang terkena letupannya. Karena itulah, Aisyah menyiasati alat pengaduknya sengaja dibuat panjang agar tangan terhindar dari hal tersebut. Keringat mulai terlihat di keningnya, namun ia tetap tersenyum sambil terus bekerja. Setelah susu mengental, dalam keadaan panas susu tersebut langsung dicetak dan diiris sesuai kebutuhan. Proses ini harus berlangsung sambung-menyambung. “Kalau susu dingin tidak akan bisa dicetak dan ketika diiris, permen susu akan pecah-pecah,” ujar A isyah. Ia lalu mencetak susu yang mengental itu dalam keadaan panas dalam sebuah cetakan yang lebar dan ukuran tingginya 1 cm. Ia menggilasnya dengan penggilas khusus hingga merata seluruh bagian sampingnya. Lalu memotong-motong dalam ukuran 3,5 cm x 1,5 cm.
Aisyah menggeluti usaha ini sejak tahun 1980-an. Keahlian membuat dan mempertahankan kekhasan rasa permen susu asli ini ia dapatkan secara turuntemurun. Meski pembuatannya sederhana dengan bahan hanya dari susu segar, gula dan garam, keaslian rasa permen susu berasal dari cara dan teknik pembuatan yang tepat. Aisyah menjadi salah seorang pembuat permen susu dengan rasa yang asli. Usaha rumah tangga ini terbilang berjalan lancar dan menjadi mata pencaharian bagi Aisyah dan keluarga. Di Desa Penyaring, tak hanya Aisyah seorang yang menjadi pem-
Tiap hari Aisyah scara terus menerus membuat dan memasok permen susu dalam jumlah yang banyak ke toko-toko di Sumbawa
dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari, Sp. KJ.
5
“Berkelana” Keliling Pulau Dibesarkan oleh kakek dan nenek (dari ibu) di Banjar Belumbang Tengah, Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan Tabanan dalam kultur perdesaan, membentuk pribadi sederhana dan tulus pada diri dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari, Sp. KJ. Sang ayah, Prof. dr Dewa Putu Widjana, ahli Parasitologi, mantan dosen dan Dekan FK Unud, serta almarhumah ibundanya, Dewa Ayu Putu Sukiasih, memberi tauladan bagi dr. Shinta bagaimana menjadi dokter yang baik.
Aisyah menyambut para peternak pengantar susu-susu segar sebagai bahan baku pembuatan permen susu
permen susu khas Sumbawa. Para ibu di desa ini menghabiskan sebagian waktunya untuk memproduksi permen susu yang dulu menjadi kuliner khas bangsawan Sumbawa. Kini, permen susu menjadi salah satu ikon kuliner Tana Samawa (Tanah Sumbawa) yang banyak dicari. Kekhasan rasa susu yang alami membuat permen ini berbeda dari permen lainnya.
Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran mengaduk susu segar berjam-jam untuk menghasilkan permen susu dengan rasa asli.
buat permen susu ini melainkan para ibu rumah tangga di sana juga menjadi pembuat permen susu. Dapur-dapur para perempuan di desa ini juga mengepulkan asap yang menyebarkan aroma susu segar. Desa Penyaring memang dikenal sebagai sentra produksi
Inspirasi
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Rasa gurih susu kerbau atau sapi sangat kental terasa. Karena terbuat dari susu asli kerbau dan sapi, permen susu tentu saja bernilai gizi tinggi. Keunikan permen susu terletak dari cara pengolahannya yang alami dan masih tradisional serta menjadi produk olahan rumah tangga yang dibuat dengan peralatan sederhana yang biasa ditemukan di dapur-dapur rumah tangga, meski cara mengolahnya tidak sederhana. Usaha ini terbilang sangat lancar. Aisyah bersyukur bisa melestarikan kuliner khas ini karena bahan bakunya yang selalu tersedia. Hal ini dimungkinkan karena para peternak sapi dan kerbau di Desa Penyaring khususnya, lebih memilih menyiapkan ternak-ternak mereka untuk diperah susunya ketimbang dipelihara untuk dijual. Kecuali, setelah sapi dan kerbau tersebut telah habis masa produksi susunya pada usia tua bahkan mencapai
15 tahunan, barulah dijual untuk dikonsumsi dagingnya. Lancarnya usaha pembuatan permen susu inilah yang membuat sebagian warga Penyaring memilih bekerja sebagai pemerah susu. Setidaknya dua kali sehari susu-susu segar mereka antar ke tempat-tempat pembuatan permen susu langganannya, termasuk ke rumah Aisyah. Aisyah memproduksi permen susu secara terus-menerus dalam jumlah yang banyak. Ia terbilang jarang libur dalam membuat permen susu karena ia menjadi salah seorang pemasok permen susu ke toko-toko di Sumbawa dalam jumlah yang banyak. “Saya harus terus menyediakan permen susu karena selalu dicari sebagai oleh-oleh,” ungkapnya yang bekerja dengan anak dan keluarganya dalam usaha ini. Permen susu memang menjadi kuliner yang memiliki ciri khas Sumbawa yang layak dijadikan oleh-oleh baik dari segi rasa maupun kemasannya. Karena itulah, jika berkunjung ke rumah Aisyah, khususnya di pagi atau siang hari kemungkinan besar akan bertemu dengan proses pembuatan permen susu secara langsung. Seperti halnya pelestari kuliner tradisional lainnya, Aisyah memiliki alasan budaya meng apa ia bertahan dengan cara dan teknik pembuatan permen susu sesuai aslinya. Aisyah masih terus mengolah permen susu bukan hanya sebagai usaha rumah tangga saja, melainkan sekaligus melestarikan kuliner khas ini sesuai aslinya termasuk keunggulan permen susu diproduksi secara tradisional adalah seluruh bahan olahan diolah secara alami dan dalam keadaan segar tanpa bahan pengawet. “Karena itulah tiap kali susu segar diantarkan, kami langsung mengolahnya saat itu juga agar susu tidak rusak,” ujar Aisyah yang mampu memproduksi permen susu dari 12-30 liter susu dalam sehari. Dalam 10 liter susu kerbau akan menghasilkan 2,5 kilogram permen susu. -Naniek I. Taufan
dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari
T
erbukti ketika kembali ke Kerambitan sebagai dokter di Puskesmas Kerambitan II tahun 1998, predikat Dokter Teladan III Bali berhasil diraihnya. Menyelesaikan pendidikan spesialis jiwa tahun 2005, sangat terasa pengaruh guru besar Prof. Dr dr. Luh Ketut Suryani Sp. KJ (K) yang berjuang keras mewujudkan pendidikan Spesialis Kejiwaan di Bali berbasis komunitas dan budaya. Prof. Suryani adalah guru besar di bidang Psikiatri. Saat pendidikan, dr. Shinta banyak sekali diajarkan tentang bagaimana berkomunikasi yang baik dengan diri-sendiri maupun dengan orang lain. Prof. Suryani mengajarkannya bagaimana mencegah orang sehat supaya tidak sakit dan mengobati
(K) yang sudah terlebih menjadi PNS di Nusa Tenggara Timur (NTT). Toh, NTT juga bagian dari NKRI, pikirnya saat itu. Jadilah sejak tamat pendidikan spesialis, dr. Shinta langsung bertugas di Kupang, NTT, tepatnya di RSUD Prof. Dr. WZ Johannes. DIRIKAN RSIA DEDARI Kondisi real pelayanan kesehatan fisik dan mental di Kupang, masih jauh lebih rendah dari daerah lain terutama dengan daerah Indonesia bagian barat. Angka kematian ibu dan anak masih tinggi. Melihat kondisi ini, ia dan suami yang adalah dokter ahli kandungan terketuk hatinya untuk ikut berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak serta dapat berperan dalam mendukung program Dinas Kesehatan Provinsi NTT yaitu Revolusi KIA dengan mendirikan sebuah Klinik Bersalin pada tahun 2009. Melihat tidak adanya pelayanan kesehatan swasta yang
dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari bersama staf RSIA Dedari NTT
sebaik mungkin orang sakit supaya lebih cepat sembuh lewat psikiatri komunitas. Kenangan yang paling melekat di benak perempuan kelahiran Denpasar, 6 April 1970 ini adalah ketika Prof. Suryani mengajaknya untuk ikut keliling ke kabupaten seluruh Bali melakukan terapi komunitas terhadap masyarakat Bali lewat sistem yang ia ciptakan, tanpa pamrih. Awalnya, setelah menyelesaikan tugas sebagai dokter PTT, dr. Shinta bermimpi untuk mengabdi di Bali karena Bali adalah tanah kelahirannya. Namun, kondisi pada saat itu lowongan untuk PNS sangat minim. Ia memutuskan mengikuti suami, dr. Dewa Putu Sahadewa, Sp.OG.
berkualitas di Kupang, Klinik Dedari digenjot dengan segala pahit getir usaha, menjadi sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di tahun 2010. Kini RSIA Dedari telah menjadi RSIA pilihan utama di Kota Kupang. Dengan kemampuan komunikasi sebagai seorang psikiater, dr. Shinta membina dokter, paramedis, dan karyawan untuk menjadi pribadi yang siap melayani, selalu ramah, disiplin dan tangguh. Tahun 2011, keluarga kecil ini menambah usaha mereka dengan mendirikan usaha kuliner “The Circle Cafe & Resto”. Usaha ini sepenuhnya menggunakan SDM pemuda asli NTT. Seiring semakin maraknya persaingan di bidang
milik mereka, untuk melihat anakanak yang bekerja di sana.
kuliner di Kupang, usaha ini agak menurun tapi tetap bisa eksis menyapa pelanggan dan menghidupi karyawannya. PELAYANAN KE LUAR PULAU Setelah bertugas di Kupang dan kerap ditugasi Dinkes Provinsi untuk memberikan pelayanan kesehatan jiwa hingga keluar pulau, dr. Shinta menyadari ternyata wilayah NKRI benar-benar sangat luas yang terdiri dari ribuan pulau, dan itu ada di NTT. Ia menjadi tahu pulau-pulau kecil yang hanya ia kenal lewat pelajaran Geografis, seperti Pulau Rote, Sabu, Flores, Sumba, Solor, Alor, dll. Wilayah NTT sangat indah, memiliki pesona yang luar biasa, dan tidak kalah dengan pemandangan alam di luar negeri, hanya saja belum ada yang mengembangkannya. Dari “perkelanaan”nya ke berbagai pulau tersebut, dr. Shinta mendapati banyak masyarakat kecil yang masih membutuhkan tenaga kesehatan, yang status sosial ekonominya masih rendah. Anak-anak banyak yang tidak melanjutkan sekolah, dan itu membuatnya benar-benar sedih. Sehari-harinya dr. Shinta bertugas di bagian jiwa RSUD Prof. WZ Johannes Kupang. Di sana ia bertemu dengan saudara-saudara kita yang mengalami gangguan jiwa dan berusaha membantu untuk bisa mengatasi masalah mereka sebaik mungkin. Selain di bagian jiwa, dr. Shinta juga bertugas di bagian pusat krisi terpadu perempuan dan anak
(PKT-PA) yang setiap saat harus siap memberikan pertolongan pada ibu-ibu dan anak yang mengalami kekerasan baik kekerasan fisik, seksual maupun mental. Ia juga harus siap ketika dipanggil ke P2TP2A jiga ada kasus yang harus ditangani untuk masalah kejiwaannya. Juga, harus siap setiap saat jika diminta menangani kasuskasus narkoba (sebagai konselor) karena dr. Shinta terlibat dalam Badan Narkotika Provinsi NTT. Setelah menyelesaikan tugas di rumah sakit umum, tugas selanjutnya menantinya di RSIA Dedari. Selain rutinitas tersebut, ia juga setiap harinya menyempatkan diri datang ke The Circle, kafe kecil
KETUA WHDI Di bidang sosial keagamaan, dr. Shinta aktif di tempekan dan di pura. Para tokoh agama di Kupang pun memberi kepercayaan dengan menyertakan dr. Shinta dalam kepengurusan PHDI Provinsi NTT, bahkan sejak tahun 2013 terpilih sebagai Ketua WHDI Kota Kupang. Di samping, tetap aktif sebagai pendiri dan pengurus Koperasi Wanita Hindu Maha Laksmi. Kegiatan WHDI pun jadi lebih semarak dengan program senam bersama yang dikombinasi dengan ceramah kesehatan, arisan dan berbagai lomba yang beraroma tradisi Hindu. Bagi ibu dua putra, Dewa Gede Sahabhiseka Dewanta (17) dan Dewa Made Dwiendra A. Dewanta (10) ini, menjalani hidup memang harus punya perencanaan, tetapi lebih sering ia harus mengikuti jalan yang direncanakan Ida Sang Hyang Widhi. Sehingga, ia bisa lebih enjoy dan bersyukur akan apa sudah didapatinya kini. Apa yang diraihnya sekarang, baik sebagai psikiater, pemilik RSIA dan cafe, pengurus organisasi sosial dan profesi (IDI), sebagian besar tidak termasuk dalam citacita masa kecilnya. Mimpinya sederhana saja, menjadi dokter yang baik dan ibu rumah tangga biasa. –Inten Indrawati
dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari bersama keluarga
Woman on Top
6
Ni Ketut Sutiarini, S.K.M., M.Kes.
Pelayanan Optimal Tak pernah terbayang dalam pikiran Ketut Sutiari sebelumnya, bahwa ia akan ditunjuk sebagai Kepala Puskesmas. Karena sepengetahuannya, yang bisa menjadi Kepala Puskesmas hanyalah dokter.
S
etelah lulus S-1 di Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Udayana (Unud) tahun 2006 pun, ia tak pernah berpikir jauh ke arah itu. Demikian halnya, ketika ia memutuskan melanjutkan kuliah S-2 di IKM Unud, hanya untuk meningkatkan potensi diri dan bisa memberi contoh kepada anakanaknya supaya lebih semangat menempuh pendidikan. Awalnya, pada tahun 2008 Ketut Sutiari ditugaskan menjadi Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Kesmas Sukawati I dengan SK Bupati Nomor 821.24/1967/BKD. Sebelum perempuan kelahiran Payangan 52 tahun silam ini me nyelesaikan pendidikan S-2, tahun 2010 ia dilantik lagi menjadi Kepala Puskesmas dengan SK Bupati No mor 821.2/2001/BKD. Ini baru pertama kali di Kabu paten Gianyar, Sarjana Kesehatan Masyarakat diperhitungkan. Ba rangkali pertimbangannya, dengan adanya Kebijakan Dasar Puskesmas
(Kepmenkes No. 128 tahun 2004), yang didalamnya juga menyebutkan bahwa kepala Puskesmas, seorang sarjana di bidang kesehatan yang kurikulum pendidikannya mencakup kesehatan masyarakat. Syukur, Sutiari masih ditugaskan di tempat semula. Wilayah kerja su dah diketahuinya dan masyarakatnya pun sudah ia kenal, sehingga tak be gitu menyulitkannya. Itu dikarena kan juga ia sudah terbiasa terjun ke lapangan sesuai dengan peran dan fungsi puskesmas yang lebih mengutamakan promo tif dan preventif, tetapi tetap mengupayakan kuratifnya. Apalagi, dengan 13 puskes mas di daerah Gianyar su dah menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD), tentunya ba nyak sekali tantangan. Pola pengelo laan keuangan BLUD memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktik-praktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Inilah tantangannya, mengubah pola pikir
teman-teman untuk bisa memberikan pelayanan yang optimal.
15 - 21 September 2014
BERBISNIS PERAK Ketut Sutiari dinikahi Drs. I Komang Jati, S.Pd., M.M. tahun 1983. Namun, untuk sementara pasutri ini harus berpisah karena Ketut Sutiari ditugaskan di Timortimur. Di sana ia mengamati mama (sebutan untuk kaum perempuan di Timor-timur) senang sekali me makai perhiasan perak dan emas. Hal ini disampaikannya kepada suami, agar dikirimkan perhiasan yang dipinjamkan dari keluarga di Bali. Upayanya ini juga didasari keadaan ekonomi keluarga me reka saat itu yang serba terbatas. Peluang ini pun, dimanfaatkannya betul. Sembari berjaga di rumah sakit, Sutiari berdagang perhiasan, dan kebetulan banyak diminati. Setelah kembali ke Bali sekitar tahun 1986, ia mencoba menjaja kan dagangannya ke Kuta dan Nusa Dua sambil refreshing dengan anakanak. Para pemilik toko di daerah pariwisata ini menyambut baik. Jika ada yang belum terjual, tak tanggung-tanggung Sutiari yang telah memiliki bisnis silver (perak) pergi ke pantai, berbincang-bincang dengan tamu-tamu Italia, mencoba membuka peluang pasar baru. Ia memulai memproduksi lebih banyak dan memajang di ruang tamu rumahnya. Ia juga dibantu Departemen Perdagangan yang mengajaknya ikut pameran baik di dalam maupun di luar negeri. Syukur semua berjalan baik sampai sekarang, dan usaha ini kini ditangani anak perta manya. DIRIKAN SEKOLAH Sekembalinya ke
Bali tahun 1986, ia ditugaskan di Puskesmas Sukawati I dan berkesempatan mengawal anak pertamanya yang sudah menginjak balita bertumbuh dan berkem bang. Ia berusaha membagi waktu agar juga bisa mencari pendapatan lain untuk membantu menopang kehidupan keluarga. Walau pun banyak keterbatasan, berb agai usaha dicoba dijalankannya. Akhirnya, Sutiari fokus pada usaha yang didukung lingkungannya. Di daerah Celuk banyak pengrajin perak dan emas, sehingga ia bisa lebih gambang mengembangkan usaha sembari menjaga anakanak. Ketika usahanya itu sudah berjalan dengan baik, ia masih tetap menjadi pelaku kesehatan. Saat itu, kebetulan Sutiari memegang program kesehatan anak yang waktunya lebih banyak dihabiskan di luar kantor, seperti kegiatan posyandu dan berkun jung ke sekolah-sekolah TK. Dari sana, hatinya tergugah un tuk mendirikan sekolah. Tujuannya. hanya menginginkan turut ambil bagian dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. Ia berkonsultasi dengan suami yang seorang pen didik, dan di samping itu juga ada permintaan dari masyarakat. Sutiari menyinergikan pendidikan dan kesehatan agar generasi kita lebih baik. Pendidikan itu penting, tapi sehat lebih penting. Akhirnya, berdirilah TK ANA yang bertujuan selain membentuk karakter, juga membiasakan anak-anak berpri laku hidup bersih sehat. TK ANA pun akhirnya terpilih menjadi Sekolah Sehat di Provinsi Bali tahun 2013. –Inten Indrawati
15 - 21 September 2014
Sudut Pandang
19
Sosmed bukan “Tempat Sampah” Tren social media (sosmed) saat ini seperti bebas tanpa batas. Fenomena ini terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Masyarakat seakan terhipnotis oleh keeksisan dunia sosmed ini. Tersedia kemudahan akses untuk menggunakan sosmed, seperti gadget masa kini, yang memberikan berbagai layanan internet. mengharuskan kita peka, dan menghargai privacy diri sendiri juga orang lain. “Apalagi etikanya orang kita orang Bali, adalah tahu baik dan buruk serta mengerti maknanya manusia, yakni manut teken sesanae dan nawang jele teken melah. Karenanya, etika pula yang membatasi mana yang boleh atau tidak. Etika dalam dunia sosmed tentu tujuannya agar para pengguna tidak asal, tapi tahu aturan. Ada etika dalam menggunakan bahasa, etika berbicara, serta etika menulis. Sebab, belajar dari berbagai kasus yang pernah ada salah posting bisa saja hukuman menghampiri.
K
adek Eni Marhaeni, dosen Poltek dan pemilik Daneswara Training mengata kan, poinnya adalah komunikasi. Ia pun menyebutkan “the quality of your life is the quality of your communication ” Ini berarti kalau bahasa yang dipakai seseorang buruk, itulah gambaran yang bersangkutan. Sebab, katanya jika dilihat dari sisi Tri Kaya Parisudha, maka you are what you think, what you say, and what you do. Dikatakannya , sebenarnya pemakaian sosmed tidak terbatas dan dibatasi, tetapi kehidupan masyarakat kita yang majemuk
JANGAN CANTUMKAN INFORMASI DETAIL Ibu tiga anak ini juga me ngatakan, sosmed dapat mem berikan dampak postif dan negatif terhadap para pecandunya. Se lanjutnya sebagai salah seorang instruktur kepribadian, agar tidak merusak perkembangan generasi anak muda saat ini, Eni memberikan beberapa catatan untuk mengguna kan sosmed dengan elegan. Hindari mengumbar data prib adi. Tersedianya kolom untuk men-share apa yang ingin tulis bu kan berarti semua harus diumbar. Apalagi sesuatu yang sensitif dan sangat pribadi. Ketika menggunakan sosmed untuk eksistensi, tempat galau, atau berkicau, sebaiknya tidak mencantumkan informasi terlalu detail seperti alamat ru
mah, nomor telepon atau seluler, sebab bisa mengundang tindak kejahatan atau dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab. Dalam melakukan komunikasi antar sesama pengguna sosmed, seseorang seringkali lupa etika komunikasi. Banyak ditemukan kata-kata kasar yang muncul pada percakapan antar sesama, baik itu secara sengaja atau tidak sengaja. Sebaiknya gunakanlah kata-kata yang layak dan sopan Sosmed bukanlah tempat sampah. Akan indah dan bermanfaat jika sosmed dijadikan microblogging untuk sharing informasi dan motivasi ke semua orang. Hindari hal yang berbau SARA, karena mudah menyulut respons bagi pihak lain. Jangan menaruh foto-foto yang berbau pornografi hal ini selain sangat tidak etis. Halhal tersebut akan mengundang re spons yang beragam dari berbagai pihak lebih parah bisa mengarah pada tindakan kriminal. Begitu pula bagi pencinta Twit ter, yang senang berkicau dengan 140 karakter, jangan mem-posting sesuatu yang dapat menying gung perasaan orang, sengaja atau tidak. Kalau ada postingan masalah orang lain, tidak perlu mencoba masuk ataupun sekadar RT. Juga tidak perlu overposting. Tidak semua yang sedang kita lakukan, dimana dan bersama mesti di-posting ke akun sosmed pribadi.
Gaji Telat Jadi Status Bebasnya orang-orang berkomentar bahkan mengungkapkan kekesalan hati di medsos, menjadi pemicu ramainya kasuskasus yang akhir-akhir ini merebak. Hal ini ditanggapi serius Kepala SMAN 7 Denpasar Drs. IB Suyasaputra, M.Si. Menurutnya, ini adalah dampak negatif dari informasi dan komunikasi yang makin canggih. Di sekolah yang ia pimpin sejak 2010 itu, anak-anak dibina dan dididik sesuai dengan visi sekolah, yakni unggul dalam akademis, peduli lingkungan, pelayanan prima, dan berwawasan meta kecerdasan. “Dengan misi inilah kami berupaya membina karakter anak sehingga hal-hal negatif bisa dikendali kan. Namun, semua itu kembali ke pribadi masing-masing anak,” ujarnya. Anak yang sudah terbentuk karakternya melalui pendidikan informal dari orangtua dan rumah, ketika masuk ke lingkungan
pendidikan formal, penekanannya lebih kepada segi kognitif, afektif, dan psiko motorik. Anak pada usia SMP-SMA um umnya masih labil dan emosional, yang dipengaruhi juga latar belakang sosial ekonomi keluarganya. Untuk mengerem hal-hal negatif ter sebut, Suyasaputra memulainya dengan metakecerdasan, yakni melalui jalur spiri tual, mengawali proses belajar-mengajar dengan persembahyangan. Dalam PBM pun, nilai-nilai etika disampaikan melalui pelayanan guru di kelas dan di BK (bim bingan konseling). Pihak sekolah juga bekerjasama dengan orangtua murid, ter masuk kemungkinan pemalsuan tanda tan gan orangtua pada surat. Kondisi sekolah pun diciptakan senyaman mungkin untuk mengoptimalkan aktivitas anak di sekolah, sehingga pembentukan kelompok-kelom
Eni Marhaeni
Ketika kita sedang marah atau tengah mendapatkan masalah, sering secara tidak sadar kita meng-update akun sosmed kita dengan kata-kata kasar akibat emosi. Jauhkan sosmed, ketika kita sedang emosi. Pintarlah dalam membagikan informasi dan berkomunikasi da lam sosmed. Sesungguhnya begitu banyak kegunaannya yang bisa dimanfaatkan dalam situs jejaring informasi ini untuk keperluan kita. UPDATE STATUS SAAT LIBUR Kabag Humas dan Protokol Pemkab. Badung AA Gede Raka Yuda, mengatakan, sosmed saat ini sedang digandrungi anak muda untuk merealisasikan diri. Se luruh lapisan masyarakat dapat mengakses. Termasuk juga para PNS. “Dalam sosmed juga ada etika tata karma, dan budaya yang pantas, dengan substansi materi
pok (geng-geng) bisa dicegah. Suyasaputra tak menampik bahwa dengan kemajuan ilmu dan teknologi sekarang, akses komunikasi pun san gat dipermudah. Karena saking mudahnya, bah kan tak jarang fasili tas ini dipakai sebagai media mengungkapkan sesuatu yang akhirnya berdampak meluas. Ini pernah juga terjadi pada anak didiknya. Perbin cangan antara satu anak dengan anak lain yang beraroma perselisihan terbaca di web seko lah dan dibaca orangtua siswa, sampai-sampai orangtua siswa terse but datang ke sekolah. “Padahal sebenarnya, di antara anak tersebut tidak terjadi apa-apa, mereka hanya bercanda,” ujarnya. Kasus serupa juga pernah dilakukan salah satu guru honor sekolah ini be berapa tahun lalu. Ia sempat mengung kapkan kekecewaannya di Facebook karena belum mendapatkan gaji waktu itu. Status guru honor ini rupanya diendus Kepala Dinas Pendidikan, yang akhirnya
yang kita sampaikan. Media sosial akan dinikmati berbagai kalangan. Tentu suguhan bahasa, etika, sopan santun, perlu menjadi perhatian, terutama, konteks untuk di Bali itu sangat penting,” ujarnya. Menurutnya, peran media se bagai wahana membangun edukasi masyarakat. Bagaimana media sosial dapat menjadi sarana membangun kesepahaman, idealisme, secara cerdas dalam menanggapi berbagai persoalan. “Kehadiran komentar yang tidak pantas diungkapkan, justru akan menimbulkan isu yang berkembang bukan menjadi reda tapi malah melebar. Tentu ini bukan salahnya media sosial. Tapi kita yang belum siap memanfaatkan media,” tegasnya. Dengan kapasitas media bisa diunggah dan diunduh siapa saja, ia mengingatkan, apa yang dapat kita manfaatkan dari media sosial tersebut, sesuai fungsinya sebagai media edukasi dan hiburan. “Kita dapat memanfaatkan sosmed untuk membangun kebersamaaan rasa cinta air, misalnya, atau saling berbagai kinerja kita. Seperti PNS, bagaimana kita memerankan diri. Media sosial bisa dimanfaatkan untuk komunikasi kinerja sebagai aparatur negara. Berbagi ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas diri selaku aparatur. Se bagai PNS, ada aturan yang sudah melekat pada mereka, etika se bagai bagian dari aparatur. PNS menjadi figur panutan, apa yang pantas di-share ke publik,” ucap nya. Kadang, ia tak menampik, konteks pribadi juga masuk. “Update status saat mereka libur. Tentu, atasan tidak bisa menga wasi langsung setiap hari. Tapi, kalau itu sudah menyimpang, tentu sebagai atasan wajar meng ingatkan,” kata Agung Raka. –Sri Ardhini/Wirati Astiti
sampai memanggil Kasek Suyasaputra. Usut punya usut, saat itu gaji memang telat dibayarkan karena terbentur libur hari raya. “Tapi semua itu akhirnya sudah diklarifikasi. Saat itu, guru itu mengaku iseng menulis status di FB karena rasa kec ewanya. Padahal sebe narnya tak ada masalah apa-apa. Karena itu, jika ada masalah, sebaiknya 3K (komunikasi, koor dinasi, dan konsultasi) terlebih dahulu secara intern,” ucapnya. Wakasek Humas, Cok Istri Mirah me nambahkan, SMAN 7 Denpasar memiliki wa dah berinteraksi (web) yang bisa diisi guru dan murid. Untuk bisa memonitornya bahkan mengerem komentar-komentar yang dampaknya berisiko meluas, guru dituntut mampu mengimbangi kemampuan siswa dalam bermedia online. “Misalkan, guru ikut nimbrunglah di Line, Twitter anakanak,” contohnya. Prinsipnya, dalam setiap bentuk interaksi termasuk di media sosial, tetap harus beretika. –Inten Indrawati
Kreasi
18
15 - 21 September 2014
Bulan Oka Menimang Waktu Berkelana menelusuri relung kehidupan. Begitulah yang terpancar dari karyakarya Bulan Oka. Panorama realitas ke hidupan digerakkan dalam tanda, citra serta warna. Bulan masih seperti dulu, bagaimana mengungkap sisi memori kul tural melihat ruang kehidupan dari hal sederhana yang ada di sekitarnya mau pun nun jauh dan berjarak.
D
inamika sosial budaya masyarakat dan tempat tinggal yang ia jumpai menjadi persoalan penting dalam menimbang keseimbangan kehidupan. Sebagai perempuan Bali, ia harus memerankan diri sebagai ibu rumah tangga, menjalankan tradisi dan budaya, membantu bisnis keluarga, tanpa meninggalkan sosialita di lingkungan dan komunitasnya. Karya-karya Bulan Oka ini ditampilkan di Griya Santrian Gallery mulai 12 September-17 Oktober 2014. Episode hitam putih karya-karya Bulan di atas kanvas dan kertas, tidak lepas dari pandangannya dalam memahami dinamika sebuah kehidupan dimana dirinya berada. Seni rupa Bulan tidak membatasi cara pandang bahwa kerumitan dan kon flik harus disuguhkan sebagai sebuah teror maupun horor. Baginya, perjalanan melihat kehidupan adalah serial layaknya album yang dapat mengisahkan tiap halamannya. Bulan sedang berupaya menangkap sebuah realitas kehidupan dalam sebentuk catatan-catatan indah, namun juga sarat kritis. Simbolisme dan identitas Bali
dalam beragam bentuk seperti barong, persembahyangan di Pura, arsitektur, busana, keluarga dan ritme kehidupan ia letakkan sebagai bahasa ungkap yang dapat berinteraksi sebagai pertanda. Binatang-binatang seperti gajah, sapi, burung, dan naga yang terdeformasi menjadi ruang-ruang kehidupan sangat kuat mencitrakan bagaimana ia memerankan simbolisme secara lugas. Arsitektur kota, ruang-ruang jendela, kendaran yang mewakili ruang
gerak, berhasil dikemas menjadi dialog penting memvisualisasikan gagasannya. Bagi Bulan, Gajah dan sapi yang juga banyak hadir di karyakaryanya baik hitam putih maupun berwarna tidak lain adalah
bagian penting dari pengalaman ketika ia tinggal di Thailand, ia melihat kehidupan gajah nyata maupun mengenal filosofi penting yang sering diartikan sebagai sebuah simbol yang melambangkan kekuatan, penopang atau penyangga alam, kendaraan yang dinaiki oleh raja maupun ratu, serta lambang kebijaksanaan, kemajuan keabadian dan belas kasih. Sedangkan figur Sapi adalah bagian yang mengidentitaskan Bali dengan satwa eksotisnya. Sapi bagi Bulan adalah sosok perempuan sebagai ibu yang mulia yang memberi susu dan makan serta menjaga kehidupan. Berangkat dari pengalaman menempatkan simbolisme, maka ia tanpa sadar dengan sendirinya berhasil masuk pada relung ranah budaya. Simbolisme Bulan cukup menggelitik, kocak, dan dramatis untuk diingat sebagai catatan apa yang terjadi dengan ruang kehidupan sosial di Bali maupun perbandingan yang ia lihat di tempat lain. Jika mengamati figurfigur yang berperan dalam ruang kehidupan itu, maka sangat terlihat bagaimana sisi tampilan feminisme mendominasi ruang pembacaan. Maka sangatlah jelas kiranya, bagaimana Bulan ingin mengajak publik melihat persoalan perempuan dalam konstruksi budaya Bali. Bulan menyadari beberapa pengalaman melihat modernitas memang sering berbenturan dengan tradisi dan budaya Bali. Dari benturan itulah ia menyadari tidak bermaksud secara suntuk sebagai sosok feminis yang sedang mencari-cari apa yang terjadi dan membelanya, namun ia hanya ingin mengungkapkan
15 - 21 September 2014
rutinitas keseharian hingga ruang imaji. Menyaksikan karya Bulan bagaikan menatap perjalanan waktu, ia begitu gamblang membangun persentuhan antara tradisi dan modernitas yang terkadang tidak terasa telah menghanyutkan untuk dilupakan. Karya “Menimang Waktu” menurutnya lahir dari perasaan yang penuh pesona sekaligus kegamangan, artinya sebah paradok antara kekuatan tradisi dan kemajuan yang terjadi. Melalui karya-karyanya, ia telah berhasil membuat catatan untuk melihat perjalanan waktu khususnya di Bali dan di daerah lain yang pernah ia singgahi. –Yudha
Story
7
Mengejar Cinta Laki-laki Dunia Maya Berselancar di dunia maya menjadi hobi Tabita (18), bukan nama sebenarnya, sejak tamat se kolah. Gadis desa yang sudah ditinggal orang tuanya ini, kerap menghabiskan waktunya untuk bermain Facebook. Meski pun tinggal di sebuah desa di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, akses internet mudah diakses dari warnet.
D
gambaran persoalan perempuan Bali dan dinamika yang sedang terjadi. Figur-figur perempuan yang digarap secara naif oleh Bulan menunjukkan sebuah potret yang menohok pada kemajuan sosial yang menjadi evolusi penting peradaban kehidupan. Bulan sedang mengumpulkan pertanyaan, sekaligus mencoba menyuguhkan gambaran apa yang direkamnya menjadi tesis bahwa ada interaksi kehidupan dari segenap konflik sosial yang sedang terjadi di masyarakat Bali. Oleh karenanya, melalui pendekatan personal ia seperti menari-nari dapat menyentuh wilayah konflik itu, dari
Life
ari jejaring sosial inilah ia hampir terjerumus atau lebih tepatnya nyaris memilih jalan yang salah yang hampir-hampir membuatnya “jatuh ke dalam jurang”. Sihir social media (sosmed) telah membuatnya mengejar seorang laki-laki dari yang berperangai buruk hingga akhirnya menemukan laki-laki yang kemudian menjadi suaminya. Semua ia dapatkan melalui sosmed ini. Hidup sebagai yatim piatu sejak ba lita, membuat Tabita tidak memiliki pegangan yang kuat untuk bersandar. Terutama lagi sejak neneknya meninggal beberapa tahun yang lalu. Kasih sayang nenek ini memang membuat Tabita merasa memiliki tempat bersandar. Namun, setelah ia pergi, Tabita dititipkan pada seorang keluarga yang me rawat dan menyekolahkannya. Beruntung sekolahnya selesai hingga SMA. Tabita memang tidak sendiri. Ia memiliki saudarasaudara tiri, anak-anak ayahnya yang kala menikahi ibunya yang belia itu telah berusia sangat tua. Beban hidup yang berat karena kemiskinan membuat ibunya terpaksa dinikahkan dengan laki-laki tua yang cukup berada hidupnya. “Tapi pernikahan itu tidak berlangsung lama, kare na setelah Tabita lahir dan dua orang adiknya yang lahir lalu meninggal, ibundanya pun meninggal dunia,” kata Tarni, tetangga Tabita. Hanya Tabita seorang yang berhasil hidup karena setelah itu ayahnya menyusul sang ibu. Kakak-kakaknya inilah yang membantu biaya hidup dan sekolah Tabita. Ia memang memilih tinggal dengan keluarga yang dititipi oleh neneknya itu, tidak tinggal bersama kakak-kakaknya. Karena ia adalah anak perempuan satu-satunya dari ayahnya itu, Tabita lumayan disayang oleh kakak-
kakak laki-lakinya yang terbilang hidup tidak susah. Dari sanalah ia mendapatkan uang belanja sehari-hari yang sebagiannya ia pergunakan untuk menyewa warnet agar bisa eksis di dunia maya. Kebiasaan ini membuatnya memiliki banyak kenalan. Salah satunya ia berkenalan dengan seorang laki-laki dari Pulau Sumbawa. Ia kerap ngobrol dengan lakilaki itu dan rupanya saling membuat janji. “Mereka pun berjanji untuk bertemu,” kata Lina, kawan Tabita. Sejak awal, Lina
sebenarnya sudah melarang Tabita untuk menemui laki-laki, tapi Tabita bersikeras ingin menemuinya, menepati janji pertemuan itu. Celakanya, entah apa yang ada dalam pikiran Tabita, malah ia yang datang ke Pulau Sumbawa untuk menemui laki-laki itu. “Hal itu juga sudah sempat dicegah oleh keluarga yang merawatnya. Ia sempat tidak disuruh keluar rumah karena niatnya itu,” ujar Lina. Rupanya peringatan itu tidak diindah-
kan Tabita Ia seperti kena “guna-guna”, selalu saja ingin mendatangi laki-laki itu. Hingga suatu hari, Tabita tiba-tiba menghilang dan diketahui telah menuju Pulau Sumbawa untuk menemui laki-laki itu. Naik bus, ia nekat mencari laki-laki itu. Kepergiannya sempat menggemparkan keluarga dan tetangga. Seharian ia tak terlihat dan tidak pulang-pulang. Sampai akhirnya keluarganya mendapat kabar bahwa ia ada di rumah laki-laki itu.
sekali Tabita masih bisa juga keluar diamdiam dan tujuannya selalu ke warnet. Di sinilah Tabita kembali menemukan kawan, juga seorang laki-laki. Seperti halnya lakilaki pertama, laki-laki ini juga mengatakan ingin melamarnya untuk dinikahi. Laki-laki ini berasal dari salah satu kota di Jawa Tengah. Tabita yang bandel ini juga terbuai oleh rayuan laki-laki ini. Hingga akhirnya ia menyetujui ketika laki-laki ini hendak datang untuk melamarnya.
BUJUK RAYU YANG ALOT Tidak pikir panjang keluarganya lalu berangkat ke Pulau Sumbawa bersama seorang kakaknya untuk mengetahui keadaannya dan membujuknya pulang. Ia dalam keadaan baik-baik saja dan menolak dijemput untuk pulang. Jelas atas ulah Tabita yang seorang perempuan ini, keluarganya pun malu bukan kepalang. Namun, bagaimana pun juga persoalan ini harus diselesaikan. Keluarganya dan keluarga laki-laki itu diam-diam telah melakukan pembicaraan untuk mencari jalan keluar yang terbaik bagi Tabita dan laki-laki ini. Untungnya keluarga laki-laki ini jujur menceritakan tentang situasi si laki-laki. “Bawa pulang saja putri bapak dan ibu ini, jangan sampai mereka menikah,” ungkap Lina tentang kalimat keluarga si laki-laki. Bagaimana tidak, rupanya laki-laki itu bukanlah laki-laki yang baik. Menurut ke luarganya, ia bukan lakilaki yang bertanggung jawab. Ia juga sudah empat hingga lima kali kawin cerai. Intinya dia bukan laki-laki yang baik membuat keluarga Tabi ta gelisah bukan main. Namun, mereka tidak memaksa Tabita untuk pulang melainkan membujuknya dengan pelanpelan. Hingga akhirnya ia dijanjikan untuk menikah namun sebelum itu harus pulang dulu untuk menyiapkan pernikahannya. Setelah bujuk rayu yang teramat alot, Tabita yang seperti telah terhipnotis ini pun tidak keberatan untuk pulang sesuai janji keluarganya akan mempertemukan kembali ia dan calon suaminya itu. Tiba di rumah, Tabita dilarang keluar rumah apalagi ke warnet. Keluarganya menjaganya dengan ketat. Namun, se
PUNYA DUA ANAK “Untungnya laki-laki Jawa ini orangnya baik. Dia datang dengan sopan santun yang baik dan melamar Tabita baik-baik pada keluarganya. Ia juga menceritakan semua hal tentang dirinya sampai menceritakan bahwa ia pernah menikah dan memiliki seorang anak. Namun, pernikahannya gagal terus mereka bercerai,” kata Lina. Ia juga membawa serta surat cerai dan sangat berniat menikahi Tabita. Namun kedatangan laki-laki ini yang mendadak, tentu saja membuat keluarga Tabita kaget dan tidak siap menerima lamaran tersebut. Lagi-lagi, Tabita terlihat ngambek dan lebih banyak diam sampai akhirnya laki-laki ini diminta pulang dan kembali lagi dengan keluarganya untuk datang melamar. “Jelas keluarga Tabita keberatan, baru sekali datang langsung minta menikah,” ujar Lina. Melihat gelagat Tabita yang selalu ingin keluar setelah laki-laki itu pergi, ke luarganya semakin memperketat penga wasan. Tapi dasar Tabita, ia membandel. Entah apa yang dibicarakan dengan lakilaki itu sebelum pulang, ia tiba-tiba sudah menghilang dua hari setelah laki-laki itu pergi. Hilangnya Tabita membuat keluarganya kembali panik. Dicari ke sana ke mari, Tabita tidak ditemukan. Sampai beberapa minggu kemudian ia menelepon keluarganya dan mengabarkan bahwa ia telah berada di kampung halaman laki-laki itu di Jawa Tengah. Hal ini membuat keluarganya kaget berat. Lebih kaget lagi ketika ia menyampaikan kabar bahwa ia telah menikah dengan laki-laki itu. “Keluarganya ya…pasrah,” ungkap Lina. Sampai hari ini, Tabita belum kembali ke kampung halamannya. Ia telah memiliki dua anak. Ia termasuk pengguna jejaring yang beruntung dalam kasus-kasus seper ti ini, karena laki-laki yang kini menjadi suaminya itu adalah laki-laki yang baik. Setidaknya inilah gambaran yang diberikan oleh keluarganya yang sempat menjenguknya ke Jawa Tengah. Ia terlihat bahagia dan suaminya menyayangi ia dan kedua anaknya. Tabita kabarnya makin dewasa dan sempat meminta maaf pada keluarga nya atas pilihannya lari dari rumah untuk menemukan kebahagiaannya itu. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Kurang Air dan Serat Picu Sembelit
Aktvitas buang air besar (BAB) yang dilakukan anak-anak ada yang teratur dan ada yang tidak. Waktunya pun tidak tentu. Ada yang pagi hari, ada yang siang, sore, bahkan malam. Apakah anak yang BAB tidak teratur termasuk sembelit? Apa yang harus dilakukan orangtua?
R
ara rutin BAB tiap sore hari sebelum mandi. Orangtuanya sudah hapal dengan rutinitas Rara ini. Kadang ia minta dibantu untuk cebok, kadang ia cebok sendiri. Siswa playgrup ini memang sudah terbiasa untuk mandiri. Pengalaman Yuda lain lagi. Ia tak punya jadwal pasti untuk BAB. Kadang, dua hari sekali, kadang tiga hari sekali. Waktunya pun tak tentu. Kapan ia sakit perut, ia langsung ke kamar mandi. Menurut dr. I Putu Gede Karyana, Sp.A(K), konstipasi atau sembelit adalah masalah yang sangat umum di kalangan anak-anak. “Seorang anak dianggap konstipasi ketika dia buang air besar kurang dari tiga kali tiap minggu serta ketika tinja yang keluar keras, kering, dan besar. Sembelit biasanya tidak terlalu menjadi perhatian karena dapat dicegah dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik anak. Bila sulit buang air besar berlangsung lebih dari 2 minggu dikenal dengan istilah konstipasi akut. Apabila melewati lebih dari sebulan, konstipasi sudah termasuk yang kronik,” ujar dokter spesialis anak konsultan gastro hepatologi Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang sempat menjadi Kepala Puskesmas di Kecamatan Tutuala, Lantem, Timor Timur tahun 1993-1996 ini menjelaskan sebagian besar sembelit disebabkan oleh pola makan yang kurang air dan serat. Air dan serat berfungsi untuk membantu
pergerakan usus. Serat merupakan kerangka feses yang menyebabkan feses menjadi lebih lunak. “Anakanak yang sering makan makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, milk shake, permen, kue, minuman ringan manis biasanya lebih sering sembelit. Pada bayi, sembelit dapat terjadi akibat transisi dari ASI ke susu formula bayi, atau dari makanan bayi ke makanan padat,” ujarnya. Beberapa anak menahan pergi ke kamar mandi karena tidak ingin meninggalkan keasyikan mereka bermain, menggunakan toilet yang jauh dari rumah atau harus meminta ijin orang dewasa untuk pergi ke toilet. Bila hal ini berlanjut maka tinja akan makin mengeras dan terjadilah sembelit. “Stres juga dapat menyebabkan sembelit. Anak-anak bisa sembelit ketika mereka sedang cemas tentang sesuatu, seperti memulai di sekolah baru atau adanya masalah di rumah. Penelitian telah menunjukkan bahwa gangguan emosional dapat mempengaruhi fungsi usus sehingga menyebabkan sembelit maupun diare pada anak. Beberapa anak bisa sembelit karena kondisi yang disebut sindrom iritabel usus (Irritable Bowel Syndrome / IBS) yang dapat terjadi ketika mereka sedang stres atau makan makanan pemicu IBS misalnya makanan yang berlemak atau pedas. Seorang anak dengan IBS bisa sembelit atau diare dan disertai sakit perut atau banyak gas. Dalam kasus yang jarang, sembelit
dr. I Putu Gede Karyana, Sp.A(K)
merupakan tanda penyakit medis lainnya. Hal tersebut ditandai dengan sembelit yang terjadi terus menerus atau berlangsung selama 2 - 3 minggu,” ungkap dokter yang bertugas di RS Sanglah dan RS Puri Bunda ini. Ia menambahkan, anak-anak memiliki kebiasaan mandi yang berbeda. Seorang anak yang tidak memiliki gerakan usus setiap hari tidak selalu sembelit. Satu anak mungkin BAB tiga kali sehari, sementara yang lain mungkin BAB tiap 3 hari. Biasanya seorang anak mengalami konstipasi ketika BAB lebih sedikit dari biasanya. Anak dapat mengeluhkan perasaan penuh atau kembung pada perut, atau rasa sakit saat BAB dan berdarah. BANYAK MINUM AIR Ada beberapa langkah-langkah pencegahan dan pengobatan sembelit. Pertama, berikan anak lebih banyak cairan. Minum cukup air dan cairan lainnya membantu tinja bergerak lebih mudah melewati usus. Jumlah cairan yang dibutuh-
kan anak-anak akan bervariasi menurut berat dan usia. Tetapi kebanyakan anak usia sekolah memerlukan 3 sampai 4 gelas air setiap pagi hari. Jika bayi sembelit selama transisi dari ASI atau susu ke makanan padat, coba berikan beberapa ons buah pepaya setiap hari. Jika sembelit terus berlanjut segera konsultasikan ke dokter. Kedua, konsumsi makanan yang tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan roti gandum dapat membantu mencegah sembelit. Serat tidak dapat dicerna sehingga membantu membersihkan usus dengan menggerakkan usus keluar. Diet makanan berlemak, manis, atau tepung dapat memperlambat perut bawah. Sumber serat yng disarankan untuk anak-anak se perti apel, oatmeal, jeruk, pisang, kentang panggang, dan pop corn. Ketiga, pastikan anak-anak mendapatkan cukup olahraga. Aktivitas fisik dapat membantu peristaltik usus untuk bergerak, dorong anak untuk melakukan
aktivitas sederhana seperti berlarian, mengendarai sepeda, atau halang rintang. Keempat, menata jadwal makan secara teratur. Karena makanan adalah stimulan alami untuk perut, makan teratur dapat membantu anak-anak mengembangkan kebiasaan buang air besar secara rutin. Jika perlu buat jadwal sarapan sedikit lebih awal untuk memberikan anak kesempatan untuk BAB sebelum berangkat sekolah. Kelima, mengajari anak untuk rutin ke toilet. Sarankan pada anak untuk pergi ke toilet setidaknya selama 10 menit pada waktu yang sama setiap hari, terutama setelah makan. “Dalam kebanyakan kasus sembelit, perubahan kecil dapat membantu perut anak merasa lebih baik dan mencegah kembali munculnya sembelit,” ujar Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Gastrohepatologi dan Nutrisi Anak Indonesia (PGHNAI) ini.
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Sebagian orang kadang terobsesi dengan sebuah warna. Ada yang menganggap satu warna tertentu itu sebuah keberuntungan, sekadar warna favorit, atau untuk mendapatkan nuansa dan vibrasi tertentu dalam sebuah desain. Di sisi lain, warna bisa mencerminkan kepribadian, bahkan bisa mempengaruhi emosi dan memberikan efek psiko logis kepada semua orang yang melihatnya.
S
alah satu warna banyak disenangi orang adalah hijau. Menurut desainer interior Dwi Erayanti, S.Sn., warna hijau melambangkan ke sehatan, harmoni, keseimbang an, dan pertumbuhan. Hijau
Mendongeng Lima Menit
MATAHARI SI PENIDUR
Zaman dahulu Matahari diberi julukan si Penidur, karena ia lebih banyak tidur dari pada bekerja. Ia terbit dari Timur, merangkak ke Barat, memancarkan sinarnya memanasi bumi, lalu segera tenggelam di Barat. Tidur lagi. Dewa-Dewa mengeluh karena lebih banyak gelap dari pada terang. Mereka memancing, membajak, dan memasak sangat tergesa-gesa. Selalu merasa dikejar oleh waktu dan takut hari cepat-cepat gelap. Matahari tidur lagi. Pada suatu hari Dewa-Dewa itu mengadakan rapat. Mereka sepakat untuk memaksa sang Matahari bekerja lebih banyak. Mereka bergotongroyong menganyam sebuah jaring raksasa. Dengan jaring itu mereka akan menangkap Matahari, lalu memaksanya untuk bekerja sungguh-sungguh. Menjelang fajar menyingsing, hari masih gelap, Dewa-Dewa itu mendaki bukit ke arah Timur. Mereka melihat alam yang sangat gelap. Perlahanlahan keadaan gelap itu berubah, mula-mula redup, makin lama makin terang. Dewa-Dewa itu melihat Matahari menggeliat-geliat bangun sambil menguap. Nah, pada saat itulah Dewa-
Dewa itu mengayunkan jaringnya. Sang Matahari terperangkap. “Apa-apaan kamu! Jangan ganggu tidurku!” teriak Matahari. “Sebelum kamu memenuhi permintaanku, kamu takkan kulepaskan!” jawab Dewa-Dewa. Sang Matahari berusaha melepaskan perangkap. Ia meronta-ronta dan menggapai-gapaikan tangannya. Namun, jaring raksasa itu, makin ketat dan makin keras ikatannya. Akhirnya Matahari itu menyerah. “Baiklah, akan kupenuhi permintaanmu!” jawab Matahari. “Mulai hari ini kamu harus membagi waktumu menjadi dua bagian sama. Separuh untuk tidur dan separuh lagi untuk bekerja.” Matahari mengangguk. Dewa-Dewa pun melepaskan perangkapnya. Sejak peristiwa itu, Matahari memperpanjang jam kerjanya di bumi. Dewa-Dewa pun bekerja dengan tenang dan mengakhiri kegiatannya setelah hari gelap. Dalam waktu gelap itulah Dewa-Dewa beristirahat dan Matahari tidur lelap. Made Taro
17
Bermain dengan Hijau
–Ngurah Budi
dr. I Putu Gede Karyana sedang memeriksa kondisi seorang bayi
Griya
merupakan warna di ngin yang melambangkan alam dan kehidupan alam. Di samping itu, warna ini dapat memberikan efek batin yang berhubungan dengan kesehatan dan sangat cocok diterapkan pada ruang terapi. Bahkan, sebuah hasil penelitian menemukan bahwa hijau dapat meningkatkan kemampuan membaca. Warna ini juga sangat tepat jika diterapkan pada ruang bersantai karena dapat memberikan suasana yang segar. Warna hijau sering digunakan dalam dekorasi untuk memberi efek ketenangan dan menyatu dengan alam. Misalnya, dekorasi untuk ruang tamu, ruang makan, bahkan sebuah acara besar untuk memberi kesan santai dan bersahabat. Warna hijau memi-
liki beberapa variasi dan makna. Warna hijau tua melambangkan sifat yang maskulin dan konservatif. Warna hijau keabuan memberikan kesan ketenangan. Warna hijau citrus dapat memberikan kesan cerah, ceria, dan segar. Warna hijau juga bisa dikombinasi dengan warna lain yang selaras, serasi, bahkan dengan warna kontras, yang saling melengkapi satu dengan lainnya.Namun, hati-hati dalam memadukan warna, karena warna hijau kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain. Misalkan warna hijau dikombinasikan dengan merah, akan menjadi simbol Natal. Kombinasi antara warna hijau dan biru memberikan kesan alami, sementara kombinasi dengan cokelat atau krem memberikan kesan organik. –Inten Indrawati
Edukasi
16
15 - 21 September 2014
Mengubah Cerita Jadi Komputer G
karta, Denpasar, Palembang, Makassar dan Surabaya melalui Yayasan Sahabat Anak,” ujar Yogesh Anand, Marketing & Strategy Director, Mondelez Indonesia. “Komputer tersebut akan mem-
Yogesh Anand
bantu anak-anak termarjinalisasi untuk memperoleh informasi dan pendidikan yang layak. Semangat kebaikan dan kesiapan anak-anak Indonesia untuk berpartisipasi dalam gerakan Biskuat Pohon Kebaikan telah membantu kami mewujudkan tujuan akhir gerakan ini demi tujuan yang lebih besar,” tambah Yogesh. Gerakan Biskuat Pohon Kebaikan yang diluncurkan di ranah digital bulan Juni lalu, dalam waktu singkat telah mengumpulkan ratusan cerita. Hal ini merupakan sebuah bukti nyata besarnya semangat kebaikan yang tersimpan dalam anak-anak Indonesia. Semua ini dimungkinkan melalui dukungan dan motivasi orangtua untuk mengasah kecerdasan emosional anak-anaknya, menciptakan karakter cerdas, serta kepedulian terhadap lingkungan
Jangan Kehilangan Jati Diri Dara yang satu ini punya prestasi lumayan. Ia berhasil terpilih sebagai Teruni Jegeg SMA 5 Denpasar 2014. “Awalnya saya ditunjuk oleh teman-teman sekelas untuk ikut. Saat itu masih sangat ragu untuk mengikutinya, tapi setelah mendapat dukungan dari keluarga juga teman-teman akhirnya saya memberanikan diri untuk mengikuti ajang Pemilihan Teruna Bagus Teruni Jegeg di sekolah,” ungkap Rosmala.
sekitar mereka. “Yayasan Sahabat Anak meyakini, pendidikan merupakan salah satu kunci terpenting untuk mengangkat anak-anak dari kondisi termarjinalisasi. Kami percaya bahwa donasi komputer dari Biskuat akan membantu mengembangkan potensi dan kemampuan, tak hanya ratusan, namun bahkan hingga ribuan anak di tahuntahun mendatang,” tutur Alles Saragi, Direktur Yayasan Sahabat Anak. Ia berterima kasih kepada para orangtua yang telah mendukung gerakan ini. Kebaikan
yang dilakukan oleh anak-anak ini telah menginspirasi dan membantu ratusan anak-anak marjinal untuk melatih kemampuan belajar serta mengembangkan potensi mereka dengan dukungan perangkat komputer. “Kami percaya gerakan ini makin mendorong keyakinan orangtua untuk memberi dukungan anak Indonesia dalam mengembangkan semangat berbuat kebaikan dan membangun generasi yang penuh dengan semangat positif, untuk menghadirkan karyakarya yang membanggakan,” tegas Yogesh. –Ngurah Budi
Rasakan Sensasi Zaman Kerajaan
adat Hanta Ua Pua, pelantikan Sultan atau kegiatan-kegiatan lainnya seperti Festival Keraton Nusantara beberapa waktu lalu. Mengenal Istana Kesultanan Bima, tidak bisa lepas dari pintu utama yang disebut lare-lare ini. Pintu gerbang yang terbuat dari kayu jati pilihan ini, usianya bahkan lebih tua dari Istana Kesultanan Bima yang ada sekarang yang dibangun sejak tahun 1927 serta pernah dipugar. “Lare-lare ada sejak tahun 1800-an sejak adanya Istana Kesultanan Bima di masa pemerintahan Sultan Ibrahim (18881915),” kata Putri Mari yang menjadi salah satu pewaris Kesultanan Bima yang pernah berjaya di masanya ini. Mengenang kejayaan Kesultanan Bima, bisa dilakukan dengan berkunjung ke Istana Kesultanan Bima. Namun, sebelum masuk istana tua dengan bangunannya yang kokoh ini, orang sering melupakan pintu masuk kom-
Lare-lare yang usianya lebih tua dari Istana Kesultanan Bima yang ada sekarang.
Lare-lare lantai tiga tempat lonceng yang dijaga juru lonceng
pleks istana, sebuah gerbang unik yang juga memiliki nilai sejarah dan masih dipertahankan bentuk aslinya hingga hari ini. Pintu gerbang yang dahulunya merupakan gerbang utama untuk masuk komplek Istana Kesultanan Bima yang dijaga dengan ketat oleh para prajurit istnan. Pintu gerbang yang sangat kokoh berwarna merah marun ini merupakan bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting dari Istana Kesultanan Bima. Di istana ini, terdapat beberapa buah pintu masuk yang mengapit bangunan istana, yakni, pintu gerbang sebelah timur disebut Lawa Kala atau Lawa Seng. Lawa dalam Bahasa Bima berarti pintu. Menurut Putri Mari, disebut Lawa Seng karena pintu beratap seng. Sedangkan Lawa Kala atau pintu kala merupakan pintu masuk bagi anggota sara hukum dan para ulama. Sedangkan pintu gerbang yang berada di belakang istana disebut Lawa
mendengarkan musik ini. Rosmala juga mengakui ketika lomba rasa gugup pastinya ada, karena itu untuk pertama kalinya ia mengikuti acara lomba tersebut . “Rasa percaya diri saya sekitar 85%,” ujarnya. Namun, setelah menjadi Teruni Jegeg SMA 5, Rosmala mengatakan sangat bersyukur dan tentunya sangat senang bisa menjadi juara. Acara ini, membantunya meningkatkan rasa percaya diri dan juga memberi motivasi agar bisa menjadi lebih baik lagi. Sebagai murid SMA 5 Denpasar, Rosmala di sekolah juga
Anak-anak penerima bantuan komputer
Lewati Lare-lare
Dari atas sebuah pintu gerbang unik Istana Kesultanan Bima, sebuah lonceng berdentang tiga kali menandai resmi dibukanya kegiatan Festival Keraton Nusantara ke IX beberapa waktu lalu. Seorang berpakaian Siki Lanta,pakaian adat Mbojo dengan warna serba putih, menjadi petugas lonceng hari itu. Menurut Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, putri ketujuh Sultan Bima ke-14, Sultan Muhammad Salahuddin, yang dulunya tinggal dalam istana ini, juru lonceng ini dulunya bernama anangguru lonceng. Tiap bunyi yang dihasilkan dari lonceng ini, dulunya memiliki makna dan arti yang berbeda-beda. “Ada lonceng yang berfungsi sebagai penanda jam atau waktu, ada juga yang dibunyikan sebagai tanda bahaya, seperti jika terjadi kebakaran atau pengumuman agar rakyat berkumpul,” ungkap Putri Mari. Kini lonceng tersebut tidak lagi memiliki fungsi seperti itu melainkan, hanya dibunyikan sebagai simbol saja pada saat digelarnya upacara adat atau tradisi kesultanan seperti upacara
9
Komang Ayu Rosmala Dewi
Mendukung semangat anak Indonesia untuk melakukan apapun yang menjadi passion mereka, baik aktivitas fisik maupun intelektual terus dilakukan Biskuat. Kali ini dengan gerakan Biskuat Pohon Kebaikan, anak-anak Indonesia menunjukkan semangat untuk berbagi dan melakukan kebaikan untuk tujuan yang lebih besar. erakan Biskuat Pohon Kebaikan yang diluncurkan pada Juni 2014, telah memberi kesempatan bagi anakanak Indonesia untuk menonjol kan semangat dan kepedulian terhadap sesama. Dengan berbagi cerita tentang perbuatan baik, anak-anak Indonesia pun telah menginspirasi banyak orang melakukan perubahan bagi anakanak yang kurang beruntung. “Kami bangga atas partisipasi masyarakat Indonesia terhadap gerakan “Biskuat Pohon Ke baikan” ini. Kami menerima banyak cerita kebaikan dari anakanak Indonesia yang telah kami ubah menjadi unit komputer untuk anak-anak marginal di Jakarta, Bandung, Medan, Yogya-
Dara
15 - 21 September 2014
Weki, sebagai tempat masuk anggota keluarga istana. Satu gerbang istimewa adalah pintu gerbang bagian barat yang di sebut lare-lare.Inilah pintu gerbang resmi atau gerbang utama untuk masuk ke kompleks kesultanan Bima. Dari sinilah tempat masuknya sultan, para pejabat kesultanan dan tamu-tamu sultan. Gerbang berbentuk bangunan segi delapan dengan tiga tingkatan ini, menurut Putri Mari, dulunya menyimpan tiga buah lonceng dan satu tambur yang disebut tambur rancana. “Tambur rancana dulu ditabuh untuk memberi tanda kepada rakyat bahwa ada upacara adat yang akan berlangsung,” kata Putri Mari. Sebelum masuk ke kompleks istana, baiknya singgah dan naik terlebih dahulu ke lare-lareini dan tuntaskan hingga lantai tiga. Karena dari sini akan terlihat dengan jelas keseluruhan bangunan dan halaman Istana Kesultan
Bima dan di kejauhan akan tampak Masjid Kesultanan Bima serta lapangan Serasuba, lapangan yang berada di Barat istana. Puluhan anak tangga akan meng antar hingga di tempat yang dahulunya terdapat tiga buah lonceng besar dan sebuah tambur. “Kini lonceng itu tersimpan di istana dan tinggal dua buah,” ujar perempuan berusia 84 tahun yang berjuluk Ina Ka’u Mari ini. Tiap tingkatan lare-lare, dulu memiliki fungsi sendiri-sendiri. Tingkatan paling atas, tingkat tiga sebagai tempat lonceng dan tambur yang dijaga oleh anangguru lonceng atau juru lonceng. Sedangkan pada tingkat duanya tempat para prajurit yang siaga sepanjang hari dengan cara bergantian yang tugasnya menjaga sekaligus mengamati situasi sekitar istana. Pada lantai satu yakni tempat keluar masuknya sultan dan tamu-tamu sultan, dijaga oleh para prajurit yang juga siaga mencermati siapa saja yang masuk ke dalam istana. Lare-lare sempat dipugar beberapa kali namun tidak menghilangkan bentuk dan material aslinya yang masih bisa dipakai seperti kayu. Atapnya terbuat dari kayu pilihan. Meski suasana ini tidak lagi bisa ditemukan di Istana Kesultanan Bima saat ini, namun jika ingin merasakan sensasi zaman kerajaan, bisa datang ke Istana Kesultanan Bima untuk melewati lare-lare yang dijaga para prajurit istana pada saat upacara adat yang menjadi tradisi Kesultanan Bima, seperti Upacara Adat Hanta Ua Pua tiap perayaan maulid nabi Muhammad SAW atau saat pelantikan Sultan Bima. -Naniek I. Taufan
Komang Ayu Rosmala Dewi
P
emilik nama lengkap Komang Ayu Rosmala Dewi ini ketika dipilih mewakili kelasnya, mengatakan dirinya menyiapkan mental. Alasanya, ia akan berada di depan orang banyak, ini memerlukan rasa percaya diri yang baik. “Selain itu saya juga belajar dengan membuka website Kota Denpasar,” katanya. Ketika pemilihan itu Rosmala mengungkapkan visi dan misinya. Visinya menjadikan Smanela lebih dikenal masyarakat luas, mengembangkan kreativitas siswa Smanela dalam bidang budaya, menjadikan siswa Smanela sadar lingkungan. Untuk mendukung visi itu, ia memiliki misi menjadikan ekstraekstra kesenian lebih diminati oleh siswa Smanela seperti ekstra pesantian, tabuh, tari dengan menunjukkan keuntungan atau kelebihan jika mengikuti ekstra tersebut. Aktif mengikuti kegiatankegiatan lingkungan yang diadakan oleh masyarakat atau pemerintah setempat. “ Ide itu saya dapatkan karena menurut saya pribadi kita harus
tetap melestarikan budaya dari daerah kita sendiri agar kita tidak kehilangan jati diri. Karena peng aruh era globalisasi dan kita juga sebagai siswa harus selalu menjaga kebersihan lingkungan di manapun kita berada,” katanya Pertanyaan yang ditanyakan oleh juri saat itu ajang itu adalah bagian tubuh mana yang kamu sukai dan jelaskan kenapa kamu menyukainya? ”Saya menjawab otak karena menurut saya jika kita tidak mempunyai otak kita tidak akan bisa hidup karena otak merupakan pusat koordinasi tubuh dan jika saya tidak mempunyai otak saya tidak akan bisa berdiri seperti ini di sini. Itu yang saya jawab,” ujar putri pasangan I Wayan Sugiarta-Ni Nyoman Tantri ini. Rosmala juga mengatakan untuk pakaian dan make up saat mengikuti lomba itu, ia dibantu kakak perempuannya. Dukung an keluarga khususnya saudara kandung dan orangtua juga teman-teman saat lomba sangat luar biasa. “Mereka banyak yang datang saat lomba untuk memberi semangat,” kata dara yang hobi
Komang Ayu Rosmala Dewi (tengah) saat dinobatkan sebagai Teruni Jegeg SMA 5 2014
aktif mengikuti ekstrakurikuler pesantian dan KSPAN. “Karena di pesantian saya merasa bisa mengembangkan minat sekaligus bakat saya di bidang tersebut. Sedangkan mengikuti ekstra KSPAN karena menurut saya ekstra tersebut sangat bermanfaat untuk diri saya sendiri dan berharap dengan saya ikut KSPAN bisa bermanfaat untuk orang lain juga,” katanya lagi. Ia juga mengatakan kalau ekskul pesantian sudah diikutinya sejak dari SMP dan masih dilakukannya sampai sekarang. Mengenai kebiasaannya belajar,
Rosmala yang paling menyukai pelajaran Agama Hindu dan Bahasa Inggris ini mengaku terbiasa belajar di malam hari, pukul 19.00 hingga 21.00. Anggota seka teruna (ST) di Banjar Kaja, Pedungan ini mengatakan dirinya mengikuti ST mulai dari kelas 1 SMA . “Saya pernah menjadi penari Sekar Jagat saat ulang tahun ST. Sebelumnya saya juga pernah mewakili ST untuk mengikuti lomba mekidung antar banjar,” ujar pemilik moto “do your best at any moment that you have” ini. -Nina
Bugar
10
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Laser untuk Tatto Removal T
ren tato dekoratif yang berkembang saat ini di kalangan para remaja maupun orang dewasa makin meningkatkan tuntutan untuk dilakukannya tattoo removal (hapus tato). Pada pembuatan tato, tinta dimasukkan ke dalam lapisan kulit dermis dan tinta ini akan ditangkap oleh sel makrofag. Makrofag tidak dapat menghancurkan tinta tersebut sehingga tinta menjadi permanen di kulit. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk menghapus tato, yaitu jenis dan warna tato yang digunakan. Ada tiga jenis tato, yaitu: profesional, amatir, dan traumatik. Umumnya tato yang sering dilaku kan saat ini tergolong dalam tato profesional. Tato professional lebih sulit untuk dihapus dibandingkan tato amatir maupun traumatik karena pada tato profesional biasanya meng gunakan tinta dengan warna yang be ragam dan jumlah yang lebih banyak, yang dimasukkan ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam sehingga sering sulit untuk dihapus, sedangkan pada tato amatir umumnya jumlah tinta yang digunakan lebih sedikit dan di masukkan ke dalam lapisan kulit yang lebih luar sehingga lebih mudah untuk dihapus. Tato traumatik adalah tato yang terjadi akibat kecelakaan yang menyebabkan masuknya kotoran ke dalam lapisan kulit. Dahulu berbagai cara dilakukan untuk menghapus tato, yaitu: pembe dahan, dermabrasi, cryosurgery atau chemical peels yang menimbulkan bekas berupa scar (jaringan parut). Saat ini beberapa jenis laser telah menunjukkan hasil yang baik untuk menghapus tato dengan efek samp ing yang minimal. Prinsip kerja laser pada tattoo removal adalah sinar laser akan memecah tinta tato yang terdapat di dalam makrofag menjadi partikel-partikel yang lebih kecil seh ingga lebih mudah dieleminasi. Tattoo removal ini ideal dilakukan pada pasien dengan warna kulit yang terang dan memiliki tato yang berwarna biru gelap atau hitam yang telah dibuat minimal satu tahun. Se makin lama usia tato maka respons terhadap terapi laser akan lebih baik karena makrofag telah ada di dalam kulit yang secara aktif berusaha untuk menghancurkan partikel-partikel tinta di dalam tato dan membuangnya dari kulit. Terapi laser yang dilakukan
dr. Tinna Aswirani, M.Kes, Sp.KK.
pada pasien dengan warna kulit gelap dapat menimbulkan efek samping berupa hipopigmentasi sementara (warna kulit yang diterapi menjadi lebih pucat dibandingkan daerah sekitarnya) maupun hiperpigmentasi permanen (warna kulit yang diterapi menjadi lebih gelap dibandingkan daerah sekitarnya). Perlu diketahui bahwa diper lukan beberapa sesi terapi untuk menghapus tato dengan menggu nakan laser, dimana sesi tersebut bervariasi mulai dari 5 hingga 20 kali sesi terapi. Interval antar terapi berkisar 6 sampai 8 minggu, dimana pada terapi berikutnya energi dari laser yang digunakan dapat diting katkan sesuai kebutuhan. Pada tato amatir biasanya dibutuhkan 4 sampai 6 kali sesi terapi untuk dapat meng hapus tato seluruhnya, sedangkan pada tato traumatik 1 atau 2 kali sesi terapi dapat menghapus tato seluruhnya. Pada tato profesional dibutuhkan lebih dari 10 kali sesi terapi untuk menghapus tato dan mungkin saja tato tidak dapat ter hapus seluruhnya mengingat warna tinta yang digunakan beragam. Sebelum terapi dengan laser ini dimulai, pengambilan foto tato sebe lum dan sesudah terapi perlu dilaku kan untuk melihat perkembangan terapi, menanyakan kepada pasien mengenai riwayat penggunaan obatobatan, alergi, operasi sebelumnya,
perdarahan maupun penyembuhan luka yang lama. Umumnya pasien tidak membutuhkan anestesi (pem biusan), namun penggunaan krim maupun injeksi untuk anastesi pada daerah yang akan diterapi dapat digunakan bila perlu. Saat prosedur laser dilakukan baik dokter maupun pasien dapat terpapar oleh infeksi maupun terjadi kerusakan mata. Pakaian khusus serta masker untuk melindungi harus dikenankan oleh dokter setiap prosedur dilakukan, selain itu dokter maupun pasien harus memakai pelindung mata. Satu tempat untuk menguji efek laser ter hadap tato yang akan dihapus harus ditentukan terlebih dahulu dengan tujuan dapat menyesuaikan energi dari laser yang akan digunakan serta dapat mengevaluasi efek samping yang terjadi. Setelah prosedur laser dilakukan akan tampak area yang menga lami abrasi. Perawatan untuk area tersebut dapat dilakukan dengan memberikan salap polysporin, petrolatum atau bacitracin yang ditutup dengan menggunakan kain kasa kering. Pasien harus meng ganti kain kasa tersebut dua kali sehari setelah area yang mengalami abrasi dibersihkan menggunakan air dan sabun. Perawatan ini dilakukan hingga area tersebut kembali men galami pertumbuhan sel kulit yang baru. Area tersebut harus dijaga agar tetap lembab menggunakan petrolatum. Penyembuhan da pat terjadi dalam waktu 5-14 hari. Pasien harus menghindari paparan
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Pilihan Desain Uniform U
sinar matahari dan menggunakan tabir surya setelah prosedur laser di lakukan untuk mencegah terjadinya hiperpigmentasi. Apabila terjadi hiperpigmentasi, krim hidrokuinon dapat digunakan. Efek samping yang dapat ter jadi setelah prosedur laser dilakukan berupa terjadinya hiperpigmentasi atau hipopigmentasi, luka bakar mau pun terbentuknya jaingan parut. Tatto removal sebelum dan sesudah terapi laser Saat ini tidak ada laser tunggal yang dapat menghapus seluruh tato. Beberapa jenis laser harus digunakan untuk menghapus seluruh warna tato. Laser Q-switched Ruby dengan panjang gelombang 694 nm efektif untuk menghapus tinta berwarna hitam, hijau dan biru,
laser ini tidak dapat menghapus tinta yang berwarna merah atau kuning. Efek samping penggunaan laser ini berupa terjadinya hipopigmentasi maupun hiperpigmentasi sementara pada pasien dengan warna kulit yang gelap karena laser ini memiliki daya serap yang tinggi terhadap melanin (pigmen kulit). Laser Q-Switched Nd:Yag dengan panjang gelombang 1064 nm efektif dan aman diguna kan untuk menghapus tinta yang berwarna biru,hijau dan hitam meskipun pada pasien dengan warna kulit yang gelap karena laser ini sedikit menyerap melanin, sedang kan laser dengan panjang gelombang 532 nm dapat menghapus tinta yang berwarna merah, oranye dan kun ing dengan efek samping berupa hipopigmentasi dan purpura semen tara. Laser Q-Switched Alexandrite dengan panjang gelombang 755 nm efektif untuk menghapus tinta yang berwarna hitam, hijau dan biru, na mun kurang berefek terhadap tinta yang berwarna merah dan kuning. Laser carbondioxide dengan panjang gelombang 10.600 nm dapat digu nakan untuk menghapus tato yang sulit dihilangkan dengan mengguna kan laser lain. Laser jenis ini dapat digunakan sebelum laser Q-Switched digunakan untuk mengangkat lapisan kulit epidermis, namun penggunaan laser ini dapat meninmbulkan jarin gan parut. dr. Tinna Aswirani, M.Kes, Sp.KK. Aesthetic Centre Rumah Sakit Siloam Telepon atau SMS: (0361) 3311333 Whatsapp (0361) 3311333 Pin BBM 7E10625C
Style
niform atau pakai an kerja meru pakan komponen penting dalam membangun citra dan karakter sebuah perusahaan serta me ngenalkannya pada masyarakat. Penampilan desain, model dan warna seragam yang baik juga mampu memproyeksikan citra positif perusahaan. Menurut Dewi Suarjani, salah seorang desainer Bali, memilih pakaian kerja memang mesti sele tif. Sebab, ketika berpikir tentang seragam tidak hanya mengenai apa yang kita ingin lihat. Tetapi juga kita perlu berpikir tentang penampilan apa yang mungkin ingin dilihat pelanggan. Karenanya, pemilik House of Dewi Fashion ini, pada Style
Tokoh pekan ini mempersem bahkan beberapa pilihan desain uniform bar & restoran. Baik untuk front & back office, waiter & waitress, restaurant manager, kitchen staff. Selain memperhatikan model atau potongan yang disesuaikan dengan pekerjaan, bahan pakaian yang digunakan pun dipilih. Di sini Dewi menggunakan katun dan polyester yang berkualitas serta nyaman saat dikenakan. Begitu juga dengan warna yang dipilih adalah warna natural namun di namis dan memunculkan kesan bersih. Pada uniform kali ini, sengaja dipilih desain yang simpel namun tetap dengan setuhan detil ala Dewi yang bisa dilihat pada bis, bor diran atau ikat pinggang atau juga
Dewi Suarjani
knit cap melengkapi busana pria yang menjadikan semakin menarik serta mendukung penampilan kerja pemakainya. – Sri Ardhini Lokasi Pemotretan: The Bali Dreams Villa & Resort Fotografer : Herni Prayekti
15
14
Jelita
Lebih Muda dengan Krim Malam Kulit sehat, segar, dan lembab adalah harapan semua perempuan. Padahal, setiap hari tanpa d isadari pori-pori kulit wajah terkena debu dan minyak dari udara bebas. Begitu juga dengan keringat yang mengering di wajah hingga leher.
M
enurut, N y o m a n Suaptiari pemilik Pusat Perawatan Kecantikan dan Spa Tiari, di kawasan Jalan Kejanti, Denpasar, untuk mendapatkan kulit sehat dan segar, adalah dengan memenuhi kebutuhan tidur yang cukup dan berkualitas setiap harinya. Sedangkan untuk memperoleh hasil lebih optimal, terutama pada kulit wajah, bisa dengan mengoleskan krim malam setiap akan tidur. Lantas seberapa efektifkah manfaat krim malam? Sebenarnya selama ini sebagian besar perempuan sudah melakukannya. Mereka sudah tak asing dengan berbagai jenis krim untuk perawatan kulit wajah. Salah satunya adalah krim malam atau night cream. Bu Man, begitu panggilannya, sangat m enyarankan untuk memberikan makanan kepada kulit wajah terutama di malam hari. Sebab, umumnya krim malam memiliki kandungan minyak. Karena kandungan
tersebutlah kulit pun akan terlindungi dan akan selalu lembab. Ia mengatakan saat malam hari kulit wajah akan meregenerasi. Kulit lebih siap dan efektif mengabsorpsi antioksidan dan gizi lainnya. Kemudian kandungan yang terdapat dalam krim malam dapat membantu memaksimalkan proses regerasi tersebut. Dengan proses alami memperbaiki diri menjadikan wajah nampak lebih muda. Pastikan juga, katanya bahwa krim malam yang dipilih benar, sehingga mudah menyerap ke dalam kulit dan bisa menghidrasi kulit sepanjang malam. Memakai krim malam juga mesti merata agar hasilnya pun terjadi secara merata. “ Begitu pula dengan problem wajah kusam akibat efek penuaan, yang membuat wajah layu dan tidak segar. Krim malam pun dapat membantu mengatasinya,” ujar Bu Man yang juga seorang perawat dan ahli totok wajah ini.
Kekenyalan, elastisitas kulit menurun akibat efek penuaan dan zat pengisi kulit wajah yang semakin sedikit. Begitu juga ketika melakukan diet ketat sangat berpengaruh pada kekenyalan kulit. Disini manfaat krim malam terlihat jika penggunaannya men gandung kolagen, asam hyaluronat,retinoid, gliserin, dan elastin dilakukan secara teratur. Kandungan di dalamnya mampu menambah kekenyalan dan elastisitas kulit wajah.”Jangan lupa untuk membaca dengan teliti ulasan kandungan di dalamnya, apakah ada bahan dasar yang bisa menimbulkan alergi di kulit,” katanya. Selanjutnya Bu Man mengatakan, beda usia dan jenis kulit beda juga krim malam yang diperlukan. Ada krim malam anti aging atau disebut firming, biasanya mengandung retinol, glycolic acid, asam asetat dan retinil salicyclic, yang membantu menyingkirkan kulit yang tua dan tergantikan dengan kulit baru. Dengan menggunakan krim malam berformula anti aging tersebut, garis halus dan keriput dapat memudar. Ada juga krim malam untuk memberikan kelembaban ekstra, sering disebut ultrahydrating dan deep nourishing. Pada malam hari saat tidur, apalagi menggunakan pendingin ruangan, kulit justru lebih mudah kering. Penggunaan krim malam sangat diperlukan untuk mengembalikan kelembaban alami pada kulit.
Berikutnya, dikatakan juga oleh Bu Man, memilih krim malamberdasarkan usia yakni, bagi perempuan usia 20-an tahun, pilih krim malam yang me ngandung bahan-bahan alami, seperti minyak essensial, lidah buaya dan madu. Untuk mereka yang berusia 30 tahunan, sebaiknya memilih krim malam yang mengandung bahan-bahan aktif, seperti asam amino, ceramide, retinol dan anti oksidan lainnya. Sementara bagi seseorang yang usianya sudah kepala 4, dianjurkan memilih krim malam yang mengandung ekstrak kedelai, peptidan, dan vitamin. Sedangkan untuk yang telah berusia 50 hingga 60 tahunan akan lebih baik memilih krim malam yang bisa memberi nutrisi ektsra, sehingga kulit wajah bisa sehat sepanjang hari. Jika seseorang rajin menggunakan krim malam maka manfaat keseluruhan berikut ini akan dirasakan pada wajah, seperti : w Menjadikan kulit lebih kenyal w Merawat dan merevitasisasi kulit w Memberikan kelembaban ekstra w Merangsang produksi kolagen dan elastin w Meningkatkan sirkulasi darah w Meminimalkan tanda-tanda penuaan w Membantu mempercepat proses pergantian kulit baru. - Sri Ardhini
Wajah Ideal tak Cukup dengan Tanam Benang tepat bagi Anda yang ingin memiliki bentuk wajah ideal dan kencang. Miracle V-Shape Perfection mengkombinasikan keunggulan beberapa perawatan.
Miracle Slimming Lifting Perawatan facial yang ditujukan untuk membuat wajah tampak lebih kencang dan tirus. Menggunakan alat berbasis gelombang radio frequency dengan teknologi fractional, sehingga menghasilkan energi panas dalam lapisan dermis kulit untuk menghasilkan kolagen. Dilengkapi dengan masker lifting yang memberikan efek pengencangan kulit wajah dengan hasil instan. Miracle Slimming Lifting disarankan untuk dilakukan dua kali dalam sebulan.
Prosedur pengencangan wajah tanpa operasi saat ini menjadi begitu populer karena mampu memberikan hasil dengan cepat, mudah, aman dengan harga yang makin terjangkau. Salah satu perawatan yang paling diminati untuk membentuk wajah ideal adalah dengan melakukan tanam benang pada wajah. Namun, apakah cukup dengan benang? Benang yang menjanjikan hasil permanen pun belum tentu memuaskan. Pada kenyataannya, diperlukan kombinasi berbagai perawatan untuk memberikan hasil pengencangan wajah yang optimal. Miracle V-Shape Perfection sangat
Miracle Autocell & Redefining Threadlift Salah satu perawatan di Miracle yang banyak digemari adalah Miracle Autocell Threadlift, merupakan prosedur penanaman benang dengan menggunakan benang Polydioxanone (PDO) dan dikombinasikan dengan plasma darah yang kaya akan kandungan growth factor. Jarum autocell threadlift bersifat non traumatic sehingga tidak menimbulkan nyeri saat diaplikasikan. Dalam waktu tiga bulan, benang PDO akan diserap dan digantikan dengan produksi kolagen yang lebih meningkat sehingga kulit menjadi lebih kenyal dan kencang. Miracle Redefining Thread merupakan alternatif pilihan bagi Anda yang menginginkan
efek pengencangan yang lebih kuat dan hasil yang bertahan lebih lama. Dengan benang polylactic acid dan glycolic acid yang dimasukkan ke jaringan kulit untuk membentuk kembali kontur wajah yang kendur. Di antaranya, pipi yang kendur, area dagu dan leher yang bergelombang, serta bagian bawah wajah yang mengalami penurunan. Kedua perawatan itu dapat dilakukan bersamaan. Selain untuk pengencangan kulit, kombinasi kedua perawatan tersebut dapat membentuk wajah menjadi proporsional, sekaligus mencerahkan dan meremajakan kulit. Miracle Botox Cosmetic Botulinum Toxin A (Botox) adalah prosedur injeksi dengan menggunakan protein yang telah dimurnikan untuk merelaksasikan otot yang menyebabkan keriput dan kerutan sehingga menghasilkan permukaan kulit yang lebih kencang. Selain itu, injeksi Botox dapat digunakan untuk membuat wajah menjadi lebih tirus dan membentuk garis rahang yang lebih tegas sehingga mendapatkan bentuk wajah V-Shape yang diharapkan. Miracle Dermal Filler Miracle Dermal Filler merupakan suatu perawatan wajah dengan mengisi lapisan kulit.
Miracle Aesthetic Clinic Jln. Letda Tantular No. 47 A Renon Telp. 0361 246148
Salah satu bahan yang aman dan paling banyak digunakan ialah asam hyaluronat. Di dalam prosedur pembentukan kontur wajah, manfaat utama Dermal Filler adalah menambah volume pada area tertentu untuk membentuk wajah lebih kencang dan ideal, misalnya penambahan volume pada dahi, pipi, hidung, dan dagu. Hasilnya akan segera terlihat setelah penyuntikan. Jadi, untuk mendapatkan bentuk wajah kencang dan ideal tidak cukup hanya dengan tanam benang, bukan? Segera kunjungi Miracle Aesthetic Clinic terdekat. Nikmati cash back dan penawaran istimewa lain untuk berbagai perawatan Miracle V-Shape Perfection selama 1 September hingga 31 Oktober 2014. Let’s experience the Miracle touch! (xav)
Keunggulan Miracle V-Shape Perfection - Kombinasi berbagai keunggulan perawatan tanpa pembedahan. - Tanpa luka dan waktu pemulihan minimal. - Proses perawatan relatif singkat dan nyaman. - Menggunakan bahan berkualitas yang teruji keamanannya. - Hasil langsung terlihat dalam satu sesi perawatan. - Memberikan hasil optimal dan bertahan selama 12-18 bulan.
Mitos
15 - 21 September 2014
15 - 21 September 2014
11
Mengenal Flu Singapura Oleh : dr. Putu Ayunda Trisnia, S.Ked. Bertugas di RS Karitas Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur Beberapa tahun belakangan ini masyarakat dikejutkan dengan adanya penyakit baru yang disebut-sebut sebagai Flu Singapura. Sebenarnya, flu Singapura bukanlah penyakit baru. Penyakit ini sudah lama ada di dunia. Flu Singapura, dalam istilah kedokteran dikenal dengan Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PTKM). Sebab, salah satu ciri penyakit ini adalah adanya lepuhan pada tangan, kaki, dan mulut.
P
enyakit ini dikenal dengan istilah flu Singapura karena dahulu penyakit ini sempat mewabah di Singapura dan diberitakan beberapa anak meninggal diduga terkena penyakit ini. Virus flu Singapura tidak ditularkan melalui hewan, melainkan ditularkan dari orang ke orang. Flu Singapura sering terjangkit pada musim panas, umumnya menyerang anak-anak usia 2 minggu hingga 5 tahun (kadang bisa sampai 10 tahun). Virus ini jarang mengenai orang dewasa, karena orang dewasa biasanya memiliki ke kebalan tubuh yang lebih kuat sehingga tidak menimbulkan masalah serius. Penyakit ini bisa disembuhkan asal penderita memiliki daya tahan tubuh yang baik. Meskipun tidak tergolong penyakit yang mematikan, penyakit ini harus diwaspadai. Bayi usia di bawah satu tahun, anakanak penderita asma dan kelainan jantung bawaan lebih rentan terkena penyakit ini, dikaitkan dengan daya tahan tubuh mereka yang cenderung lemah. Flu Singapura menular melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui udara, percikan air liur, dan urin. Penularan kontak secara tidak langsung terjadi melalui barang-barang yang terkontaminasi
cairan tubuh seperti handuk, baju, peralatan makan, dan mainan. Gejala Flu Singapura biasanya akan muncul 3 hingga 6 hari setelah anak terpapar virus. Awalnya anak akan mengalami demam dengan suhu tubuh 38oC – 39oC di sertai rewel atau lesu. Bayi tidak mau minum atau makan karena sakit saat menelan. Pada anak yang lebih besar biasanya mengeluhkan sakit tenggorokan. Satu atau dua hari berikutnya muncul bintik-bintik merah yang kemudian menjadi luka atau lecet di mulut mirip sariawan kecil-kecil dan banyak. Di samping itu muncul juga ruam atau lepuhan warna merah, kadang berisi cairan (seperti cacar air) yang tidak gatal pada telapak tangan dan kaki, dapat juga muncul pada lutut, siku, bokong atau daerah genital. Penyakit Flu Singapura biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Penyakit ini biasanya membaik sendiri tanpa pengobatan dalam kurun waktu 7 sampai 10 hari. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah antara lain : lBerikan anak cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. lIstirahat yang cukup. l Meningkatkan daya tahan tubuh dengan asupan gizi yang baik dan pemberian multivitamin. lUntuk meredakan nyeri dan demam dapat diberikan parasetamol (baca aturan pakai). Orangtua sebaiknya mewaspadai gejala dan tanda bahaya dari penyakit ini seperti,
panas lebih dari 39oC, demam tidak turun-turun, denyut jantung cepat, sesak, tidak mau makan-minum, muntah atau diare, kekurangan cairan (dehidrasi), lemah, kesadar an menurun, dan kejang. Jika ada tanda-tanda bahaya tersebut penderita harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Untuk mencegah terjangkit flu Singapura dapat dilakukan dengan cara menjaga sanitasi dan asupan nutrisi sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga serta menghindari kontak dekat dengan orang-orang yang sedang menderita penyakit ini. Penyakit ini belum dapat dicegah dengan imunisasi.
BAGAIMANA MENIKMATI HUBUNGAN SEKSUAL SAAT HAMIL? “Dok, aku sekarang tengah hamil dua bulan, dan ini kehamilan pertama. Kami baru saja menikah empat bulan dan masih ingin menikmati rasa menyenangkannya saling beromantisme dan berhubungan seksual, terutama suami. Tetapi karena hamil ini, jadi khawatir juga jika hubungan seksual akan membahayakan kehamilan. Bagaimana cara menikmati hubungan seksual yang aman saat hamil, Dok?” (Dayu, 23 thn)
Hubungan seks merupakan juga bentuk pernyataan kasih sayang, kebersamaan dan kedekatan perasaan dalam hubungan seorang perempuan dengan pasangannya, termasuk bagi perempuan yang sedang hamil. Namun, saat hamil, sering kali muncul keragu-raguan bahkan ketakutan untuk melakukan hubungan seks. Tentu saja hal penting yang harus dilakukan oleh pasangan suami isteri pertama-tama adalah memeriksakan dan konsultasikan dulu kehamilan untuk memastikan kandungan sehat dan normal. Jika kandungan sehat dan normal, maka jawabannya adalah ibu hamil boleh melakukan hubungan seks seperti biasa. Jadi hubungan seks akan aman jika kehamilan dalam keadaan normal. Hubungan seks tidak akan mencederai janin karena janin terlindung se-
cara alamiah oleh selaput yang menutup jalan lahir, yang sekaligus melindunginya terhadap kuman yang dapat masuk ke dalam rahim. Janin pun saat kehamilan berada di dalam rahim yang berisi cairan ketuban yang juga melindunginya. Pada beberapa keadaan hamil, beberapa perempuan justru menjadi lebih mudah terangsang, dan klimaks lebih cepat, sering, dan banyak laki-laki merasakan bahwa perempuan yang hamil lebih seksi dari sebelumnya. Selama melakukan hubungan seks dengan puncaknya akan mengalami orgasme, ibu hamil akan mengalami kontraksi rahim ringan selama beberapa menit, hal ini normal sebagai tanda orgasme dan bukan masalah bagi janin. Tetapi tentu saja perhatikan dan hindari dulu berhubungan seks jika selama berhubungan seks mengalami gejala
yang tidak biasa seperti rasa nyeri, kontraksi atau kram yang terus menerus dan terjadi perdarahan. Hubungan seks saat kehamilan baru disebut berisiko jika kehamilan termasuk ke dalam kehamilan dengan kategori risiko tinggi atau adanya indikasi terjadi komplikasi. Misalnya dalam keadaan: pernah mengalami keguguran atau terindikasi adanya ancaman keguguran, air ketuban sudah pecah, telah terjadinya pembukaan jalan lahir, riwayat kelahiran prematur, plasenta letak rendah hingga dalam kasus pasangan mengidap infeksi menular seksual. Beberapa Seputar Perubah an Yang Perlu Diketahui Selama Hamil 1.Trimester Pertama. Kelelahan di bulan-bulan awal, bersamaan dengan mual dan takut keguguran, ternyata hubungan seks dilaporkan
dirasakan tidak nyaman bagi banyak perempuan. Jikalau dirasa tidak nyaman, sebaiknya hubungan seks jangan dulu dilakukan, tetapi jika dirasa nyaman-nyaman saja, silakan dilakukan. 2. Trimester Kedua. Lonjakan hormonal berhenti. Kelelahan dan mual-mual di pagi hari biasanya berkurang, ketakutan akan kejadian keguguran makin menurun, dan banyak perempuan menunjukkan peningkatan gairah seksual. Saat ini jangan disia-siakan, silakan berhubungan seks dengan pasangan, karena hal ini juga bisa berarti suasana baru bagi laki-laki yang melihat perempuan hamil bergairah kembali. Jadi bisa kembali menikmati perasaan erotis baru dari pasangan adalah sesuatu yang sangat menarik. Meningkatnya sensitivitas di zona erogen atau daerah peka rangsangan seksual sangat membuat mereka lebih antusias untuk melakukan hubungan seks selama trimester ini. 3. Trimester Ketiga. Sering kali justru pada bulan-bulan akhir ini kembali muncul rasa tidak nyaman karena merasa perut terlalu besar, terlalu aneh, atau terlalu sibuk dengan persiapan persalinan di banding dengan menikmati hubungan seks. Pada trimester ketiga, ke-
banyakan perempuan menyatakan bahwa mereka lebih berfokus pada persiapan menjadi ibu bukannya hal-hal seksual. Bahkan kebanyakan dari mereka merasa risih untuk berhubungan, walau sesungguhnya silakan saja untuk tetap berhubungan seks asalkan tidak mendekati saat hari persalinan. Posisi Berhubungan Seks Yang Aman Berbaring atau terlentang adalah posisi yang perlu dihindari oleh ibu hamil, karena hal ini dapat membuat vena rahim menekan vena besar, jadi posisi misionaris di mana laki-laki berada di atas tubuh perempuan tidak lagi menjadi posisi ideal bagi ibu hamil. Yang paling penting dari posisi berhubungan seks adalah jangan meletakkan berat badan laki-laki ke perut ibu hamil atau batasilah tekanan-tekanan di perut ibu hamil. Tetapi sekali lagi, tentu saja hubungan seksual tetap dapat dinikmati. Ada beberapa posisi yang dapat dilakukan saat berhubungan seks dengan ibu hamil, antara lain posisi ibu hamil di atas, posisi berbaring miring, posisi ibu hamil berlutut, posisi ibu hamil duduk. Dengan demikian, saat hamil pun masih bisa menikmati hubungan seksual.
12
Kuliner
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Aneka Roti Manis
Tempe Penyet ala Warung Podosomo
Roti merupakan makanan yang digemari tua dan muda. Roti sering digunakan untuk mengganjal perut menunggu waktu makan atau untuk sarapan pagi.
R
oti merupakan makanan yang memiliki bahan dasar tepung terigu dan air yang difermentasikan oleh ragi. Dengan kemajuan teknologi, manusia membuat roti yang diolah dengan berbagai bahan seperti, garam, minyak, mentega ataupun telur untuk
menambahkan kadar protein di dalamnya, sehingga terdapat tekstur dan cita rasa tertentu. Roti juga memiliki banyak manfaat dan kandungan gizi. Yuk, kita belajar membuat roti bersama Chef Suama, dari Igloo’s Bakery, Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur. Selamat berkreasi.
Chef Suama
Adonan Roti Manis
Bahan: 1.000 gr 150 gr 5 gr 15 gr 15 gr 3 butir 150 gr 200 cc
: tepung protein tinggi : gula pasir : baker plus : yeast : garam : telur : mentega : air dingin
Cara membuat: - Campurkan semua bahan kecuali mentega, yang dimasukkan terakhir, agar adonan menjadi kalis dan lembut. Uleni hingga menjadi adonan lembut yang siap diolah. - Adonan bisa dibagi sesuai kebutuhan. - Adonan roti manis dapat dibuat
Roti Kepang Sosis Pizza Bahan: 600 gr 10 gr 100 gr 50 gr 50 gr 75 gr
: : : : : :
adonan roti manis sosis ayam paprika campur saus tomat saus cabai botolan mayonaise
Roti Kepang Keju Bahan: 600 gr 100 gr 100 gr 75 gr
: : : :
adonan roti manis keju cheddar keju mozzarella mayonaise
Cara membuat: - Timbang adonan roti manis 60 gram dan dibagi tiga bagian bentuk gulungan memanjang. Masing-masing bagian buatlah bentuk seperti kepang rambut. - Diamkan roti agar mengembang.
- Tambahkan sosis ayam yang sudah dipotong memanjang dan paprika yang sudah dipotong dadu. - Tambahkan potongan keju cheddar yang berbentuk dadu. - Beri mayonnaise dengan piping bag. - Tambahkan parutan keju mozzarella dan taburi sedikit daun oregano kering. - Oven dengan suhu 200°C selama lebih kurang 12 menit atau sampai matang.
Roti Abon Ayam beberapa variasi tergantung keinginan kita. Contohnya, roti kepang keju, sosis pizza,
100 gr : keju mozzarella Daun oregano Cara membuat: - Timbang adonan roti manis 60 gram dan dibagi tiga bagian bentuk gulungan memanjang.
cokelat vanila, pisang keju, roti boy, dan lain-lain sesuai selera.
- -
- -
Masing-masing bagian buatlah bentuk seperti kepang rambut. Diamkan roti agar mengembang. Tambahkan sosis ayam yang sudah dipotong memanjang dan paprika yang sudah di potong dadu. Beri mayonnaise. Tambahkan saus campuran antara tomat dan cabai dengan berbentuk garis-garis. Gunakan piping bag agar lebih rapi. Tambahkan parutan keju mozzarella dan taburi sedikit daun oregano kering. Oven dengan suhu 200°C selama lebihkurang 12 menit atau sampai matang.
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Menikmati kuliner kaki lima pasti tak kan habisnya di seputaran Kota Denpasar. Aneka makanan dengan segala macam kreasi ditawarkan dengan harga bersaing. Warung tenda pecel lele tak bisa dihitung jumlahnya. Sangat mudah menemukan warung pecel lele. Salah satunya, Warung Podosomo, di Jalan Ahmad Yani Utara menuju Peguyangan, Denpasar.
Ikan Goreng
W
arung ini buka mulai pukul 18.00 dan tutup 23.00. menu yang disajikan mulai dari pecel lele, tempe dan tahu penyet, ayam
goreng, ikan goreng, udang goreng atau cumi asam manis. Harganya sangat terjangkau. Satu porsi tempe penyet hanya Rp 6.000, sudah termasuk nasi putih. Nasi sudah dilengkapi dengan tempe, dan
lalapan. Yang istimewa, tentu sambalnya yang sangat pedas. Menurut penjual,nya Bude, untuk membuat sambal sangatlah mudah. Bahannya, cabai merah besar, cabai rawit, tomat, terasi, bawang merah, gula merah, dan garam. Semua bahan digoreng terlebih dahulu kemudian diulek. Sambal pedas sudah siap disajikan sebagai teman ikan, tempe, atau ayam. Yang unik, memang rasa sambal yang pedas. Bagi yang suka makanan pedas, warung ini dapat dijadikan referensi. Biasanya, ayam goreng dan pecel lele menjadi menu favorit konsumen. Setiap malam, warung ini selalu ramai. Karena harga yang sangat terjangkau, membuat konsumen menjadikan warung ini sebagai tempat makan favorit. Tempat duduknya juga nyaman, walaupun hanya warung tenda. –Wirati Astiti
Tips Tempe Goreng Renyah Tempe goreng bisa dijadikan lauk maupun camilan sebagai gorengan. Apalagi ditemani dengan sambal kecap manis, pasti lezat sekali. Tempe ditambah sambal pedas juga enak untuk makan nasi. Terdengar sangat mudah, membuat tempe goreng. Tapi tahukah Anda, membuat tempe goreng tak semudah yang kita pikirkan. Untuk mendapatkan tempe goreng yang gurih dan renyah, ada trik khusus. Berikut resepnya. Bahan: 300 gr : tempe, dipotong potong, dikerat-kerat 100 ml : air Minyak goreng untuk menggoreng
Bumbu 3 siung 4 butir 1 sdt 1/2 sdt
yang dihaluskan: : bawang putih : bawang merah : ketumbar : garam
Cara membuat: - Aduk rata bumbu halus dan air. Rendam tempe di dalamnya selama 15 menit. - Panaskan minyak. Goreng tempe dalam minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang. - Angkat. Sajikan hangat bersama sama sambal kecap atau sambal pedas. Sambal kecap manis Bahan : 2 butir : bawang merah, diiris 2 siung : bawang putih, diiris 5 buah : cabai rawit, diiris 4 sdm : kecap manis Campur semua bahan menjadi satu. Siap disajikan. –Wirati Astiti
Tempe Goreng
Sup Ayam Sambal Kecap
Bahan: 500 gr : adonan roti manis 100 gr : abon pedas 100 gr : mayonaise Cara membuat: - Timbang adonan seberat 50 gram. - Bentuk adonan oval. Biarkan mengembang dan oven dengan suhu 200 derajat celcius sampai matang. - Belah roti memanjang namun jangan sampai putus. Masukkan mayonaise dan tutup kembali. - Olesi atas roti dengan mayonaise taburi dengan abon ayam secukupnya. -Wirati Astiti
13
Kikil Tahu Bumbu Kuning secukupya.
Sarwan Bahan: 700 gr : kikil, bersihkan, lumuri dengan air jeruk nipis 4 buah : tahu ukuran sedang, iris seukuran jari, goreng hinga matang 2 ruas : jari jahe memarkan 2 ruas : lengkuas, memarkan 3 lembar : daun jeruk, buang tangkainya 2 lembar : daun salam 1 batang : serai, memarkan 600 ml : santan encer 350 ml : santal kental Gula, garam, lada, kaldu bubuk
Bumbu yang dihaluskan: 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 1sdt : ketumbar 2 ruas : jari kunyit bakar 3 butir : kemiri sangrai 10 buah : cabe kecil 1 ruas : jari kencur Cara membuat: - Panaskan minyak lalu masukkan bumbu halus, masak hingga harum, lalu panaskan panci, masukkan bumbu yang sudah di goreng. - Masukan kikil, tahu dan santan encer, juga serai, daun jeruk, lengkuas hingga mendidih lalu masukkan garam, gula, lada, kaldu bubuk aduk hingga tercampur. - Kecilkan api, masukkan santan
Sate Kambing Bumbu Kecap Bahan: 500 gr : daging kambing, iris dadu 150 ml : kecap manis 1 sdm : lada bubuk 3 sdm : air jeruk nipis Tusuk sate secukupnya Bawang merah secukupnya, mentah, iris-iris
Cara membuat: - Campur kecap, lada dan irisan bawang, aduk hinga tercampur lalu bagi menjadi 2 bagian, satu bagian untuk rendaman dan satu bagian untuk sambal sate. - Tusuk daging kambing dengan tusuk sate.
Bahan: 750 gr : ayam fille, potong dadu 1 sdt : lada bubuk 2 blok : kaldu batangan 1 liter : air 3 sdm : irisan seledri 2 sdm : bawang putih goreng 90 ml : kecap manis Garam, gula secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 5 siung : bawang putih ¼ sdt : pala
Cara membuat: - Panaskan margarin lalu masukkan bumbu halus hinga harum, masukkan irisan ayam, bolakbalik, masak hingga kecoke-
kental, aduk merata agar santan tidak pecah, masak sampai mendidih dan kikil matang. - Siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.
- Rendam daging tusuk selama 5 menit, tiriskan. - Bakar sate yang telah direndam dan bolak-balik, bakar hingga setengah matang, olesi sate dengan sisa rendaman kecap, bakar lagi hingga sate matang. - Sate siap untuk dihidangkan dengan sambal sate. - Hiasi dengan irisan tomat dan baby potatoes (kentang kecil) rebus agar lebih nikmat.
latan, lalu pindah ke panci sayur. - Masukkan air, lada, gula dan garam, masak hingga mendidih lalu masukkan kaldu blok/batangan, aduk perlahan hingga kaldu meleleh dan menyatu - Sup siap untuk dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng dan irisan daun seledri Bahan sambal kecap: - 10 buah cabe kecil dan 3 siung bawang putih, goreng hingga matang, tiriskan. Haluskan, lalu campur dengan kecap manis dan kasih air jeruk nipis jika suka.
12
Kuliner
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Aneka Roti Manis
Tempe Penyet ala Warung Podosomo
Roti merupakan makanan yang digemari tua dan muda. Roti sering digunakan untuk mengganjal perut menunggu waktu makan atau untuk sarapan pagi.
R
oti merupakan makanan yang memiliki bahan dasar tepung terigu dan air yang difermentasikan oleh ragi. Dengan kemajuan teknologi, manusia membuat roti yang diolah dengan berbagai bahan seperti, garam, minyak, mentega ataupun telur untuk
menambahkan kadar protein di dalamnya, sehingga terdapat tekstur dan cita rasa tertentu. Roti juga memiliki banyak manfaat dan kandungan gizi. Yuk, kita belajar membuat roti bersama Chef Suama, dari Igloo’s Bakery, Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur. Selamat berkreasi.
Chef Suama
Adonan Roti Manis
Bahan: 1.000 gr 150 gr 5 gr 15 gr 15 gr 3 butir 150 gr 200 cc
: tepung protein tinggi : gula pasir : baker plus : yeast : garam : telur : mentega : air dingin
Cara membuat: - Campurkan semua bahan kecuali mentega, yang dimasukkan terakhir, agar adonan menjadi kalis dan lembut. Uleni hingga menjadi adonan lembut yang siap diolah. - Adonan bisa dibagi sesuai kebutuhan. - Adonan roti manis dapat dibuat
Roti Kepang Sosis Pizza Bahan: 600 gr 10 gr 100 gr 50 gr 50 gr 75 gr
: : : : : :
adonan roti manis sosis ayam paprika campur saus tomat saus cabai botolan mayonaise
Roti Kepang Keju Bahan: 600 gr 100 gr 100 gr 75 gr
: : : :
adonan roti manis keju cheddar keju mozzarella mayonaise
Cara membuat: - Timbang adonan roti manis 60 gram dan dibagi tiga bagian bentuk gulungan memanjang. Masing-masing bagian buatlah bentuk seperti kepang rambut. - Diamkan roti agar mengembang.
- Tambahkan sosis ayam yang sudah dipotong memanjang dan paprika yang sudah dipotong dadu. - Tambahkan potongan keju cheddar yang berbentuk dadu. - Beri mayonnaise dengan piping bag. - Tambahkan parutan keju mozzarella dan taburi sedikit daun oregano kering. - Oven dengan suhu 200°C selama lebih kurang 12 menit atau sampai matang.
Roti Abon Ayam beberapa variasi tergantung keinginan kita. Contohnya, roti kepang keju, sosis pizza,
100 gr : keju mozzarella Daun oregano Cara membuat: - Timbang adonan roti manis 60 gram dan dibagi tiga bagian bentuk gulungan memanjang.
cokelat vanila, pisang keju, roti boy, dan lain-lain sesuai selera.
- -
- -
Masing-masing bagian buatlah bentuk seperti kepang rambut. Diamkan roti agar mengembang. Tambahkan sosis ayam yang sudah dipotong memanjang dan paprika yang sudah di potong dadu. Beri mayonnaise. Tambahkan saus campuran antara tomat dan cabai dengan berbentuk garis-garis. Gunakan piping bag agar lebih rapi. Tambahkan parutan keju mozzarella dan taburi sedikit daun oregano kering. Oven dengan suhu 200°C selama lebihkurang 12 menit atau sampai matang.
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Menikmati kuliner kaki lima pasti tak kan habisnya di seputaran Kota Denpasar. Aneka makanan dengan segala macam kreasi ditawarkan dengan harga bersaing. Warung tenda pecel lele tak bisa dihitung jumlahnya. Sangat mudah menemukan warung pecel lele. Salah satunya, Warung Podosomo, di Jalan Ahmad Yani Utara menuju Peguyangan, Denpasar.
Ikan Goreng
W
arung ini buka mulai pukul 18.00 dan tutup 23.00. menu yang disajikan mulai dari pecel lele, tempe dan tahu penyet, ayam
goreng, ikan goreng, udang goreng atau cumi asam manis. Harganya sangat terjangkau. Satu porsi tempe penyet hanya Rp 6.000, sudah termasuk nasi putih. Nasi sudah dilengkapi dengan tempe, dan
lalapan. Yang istimewa, tentu sambalnya yang sangat pedas. Menurut penjual,nya Bude, untuk membuat sambal sangatlah mudah. Bahannya, cabai merah besar, cabai rawit, tomat, terasi, bawang merah, gula merah, dan garam. Semua bahan digoreng terlebih dahulu kemudian diulek. Sambal pedas sudah siap disajikan sebagai teman ikan, tempe, atau ayam. Yang unik, memang rasa sambal yang pedas. Bagi yang suka makanan pedas, warung ini dapat dijadikan referensi. Biasanya, ayam goreng dan pecel lele menjadi menu favorit konsumen. Setiap malam, warung ini selalu ramai. Karena harga yang sangat terjangkau, membuat konsumen menjadikan warung ini sebagai tempat makan favorit. Tempat duduknya juga nyaman, walaupun hanya warung tenda. –Wirati Astiti
Tips Tempe Goreng Renyah Tempe goreng bisa dijadikan lauk maupun camilan sebagai gorengan. Apalagi ditemani dengan sambal kecap manis, pasti lezat sekali. Tempe ditambah sambal pedas juga enak untuk makan nasi. Terdengar sangat mudah, membuat tempe goreng. Tapi tahukah Anda, membuat tempe goreng tak semudah yang kita pikirkan. Untuk mendapatkan tempe goreng yang gurih dan renyah, ada trik khusus. Berikut resepnya. Bahan: 300 gr : tempe, dipotong potong, dikerat-kerat 100 ml : air Minyak goreng untuk menggoreng
Bumbu 3 siung 4 butir 1 sdt 1/2 sdt
yang dihaluskan: : bawang putih : bawang merah : ketumbar : garam
Cara membuat: - Aduk rata bumbu halus dan air. Rendam tempe di dalamnya selama 15 menit. - Panaskan minyak. Goreng tempe dalam minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang. - Angkat. Sajikan hangat bersama sama sambal kecap atau sambal pedas. Sambal kecap manis Bahan : 2 butir : bawang merah, diiris 2 siung : bawang putih, diiris 5 buah : cabai rawit, diiris 4 sdm : kecap manis Campur semua bahan menjadi satu. Siap disajikan. –Wirati Astiti
Tempe Goreng
Sup Ayam Sambal Kecap
Bahan: 500 gr : adonan roti manis 100 gr : abon pedas 100 gr : mayonaise Cara membuat: - Timbang adonan seberat 50 gram. - Bentuk adonan oval. Biarkan mengembang dan oven dengan suhu 200 derajat celcius sampai matang. - Belah roti memanjang namun jangan sampai putus. Masukkan mayonaise dan tutup kembali. - Olesi atas roti dengan mayonaise taburi dengan abon ayam secukupnya. -Wirati Astiti
13
Kikil Tahu Bumbu Kuning secukupya.
Sarwan Bahan: 700 gr : kikil, bersihkan, lumuri dengan air jeruk nipis 4 buah : tahu ukuran sedang, iris seukuran jari, goreng hinga matang 2 ruas : jari jahe memarkan 2 ruas : lengkuas, memarkan 3 lembar : daun jeruk, buang tangkainya 2 lembar : daun salam 1 batang : serai, memarkan 600 ml : santan encer 350 ml : santal kental Gula, garam, lada, kaldu bubuk
Bumbu yang dihaluskan: 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 1sdt : ketumbar 2 ruas : jari kunyit bakar 3 butir : kemiri sangrai 10 buah : cabe kecil 1 ruas : jari kencur Cara membuat: - Panaskan minyak lalu masukkan bumbu halus, masak hingga harum, lalu panaskan panci, masukkan bumbu yang sudah di goreng. - Masukan kikil, tahu dan santan encer, juga serai, daun jeruk, lengkuas hingga mendidih lalu masukkan garam, gula, lada, kaldu bubuk aduk hingga tercampur. - Kecilkan api, masukkan santan
Sate Kambing Bumbu Kecap Bahan: 500 gr : daging kambing, iris dadu 150 ml : kecap manis 1 sdm : lada bubuk 3 sdm : air jeruk nipis Tusuk sate secukupnya Bawang merah secukupnya, mentah, iris-iris
Cara membuat: - Campur kecap, lada dan irisan bawang, aduk hinga tercampur lalu bagi menjadi 2 bagian, satu bagian untuk rendaman dan satu bagian untuk sambal sate. - Tusuk daging kambing dengan tusuk sate.
Bahan: 750 gr : ayam fille, potong dadu 1 sdt : lada bubuk 2 blok : kaldu batangan 1 liter : air 3 sdm : irisan seledri 2 sdm : bawang putih goreng 90 ml : kecap manis Garam, gula secukupnya Bumbu yang dihaluskan: 5 siung : bawang putih ¼ sdt : pala
Cara membuat: - Panaskan margarin lalu masukkan bumbu halus hinga harum, masukkan irisan ayam, bolakbalik, masak hingga kecoke-
kental, aduk merata agar santan tidak pecah, masak sampai mendidih dan kikil matang. - Siap dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng.
- Rendam daging tusuk selama 5 menit, tiriskan. - Bakar sate yang telah direndam dan bolak-balik, bakar hingga setengah matang, olesi sate dengan sisa rendaman kecap, bakar lagi hingga sate matang. - Sate siap untuk dihidangkan dengan sambal sate. - Hiasi dengan irisan tomat dan baby potatoes (kentang kecil) rebus agar lebih nikmat.
latan, lalu pindah ke panci sayur. - Masukkan air, lada, gula dan garam, masak hingga mendidih lalu masukkan kaldu blok/batangan, aduk perlahan hingga kaldu meleleh dan menyatu - Sup siap untuk dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng dan irisan daun seledri Bahan sambal kecap: - 10 buah cabe kecil dan 3 siung bawang putih, goreng hingga matang, tiriskan. Haluskan, lalu campur dengan kecap manis dan kasih air jeruk nipis jika suka.
14
Jelita
Lebih Muda dengan Krim Malam Kulit sehat, segar, dan lembab adalah harapan semua perempuan. Padahal, setiap hari tanpa d isadari pori-pori kulit wajah terkena debu dan minyak dari udara bebas. Begitu juga dengan keringat yang mengering di wajah hingga leher.
M
enurut, N y o m a n Suaptiari pemilik Pusat Perawatan Kecantikan dan Spa Tiari, di kawasan Jalan Kejanti, Denpasar, untuk mendapatkan kulit sehat dan segar, adalah dengan memenuhi kebutuhan tidur yang cukup dan berkualitas setiap harinya. Sedangkan untuk memperoleh hasil lebih optimal, terutama pada kulit wajah, bisa dengan mengoleskan krim malam setiap akan tidur. Lantas seberapa efektifkah manfaat krim malam? Sebenarnya selama ini sebagian besar perempuan sudah melakukannya. Mereka sudah tak asing dengan berbagai jenis krim untuk perawatan kulit wajah. Salah satunya adalah krim malam atau night cream. Bu Man, begitu panggilannya, sangat m enyarankan untuk memberikan makanan kepada kulit wajah terutama di malam hari. Sebab, umumnya krim malam memiliki kandungan minyak. Karena kandungan
tersebutlah kulit pun akan terlindungi dan akan selalu lembab. Ia mengatakan saat malam hari kulit wajah akan meregenerasi. Kulit lebih siap dan efektif mengabsorpsi antioksidan dan gizi lainnya. Kemudian kandungan yang terdapat dalam krim malam dapat membantu memaksimalkan proses regerasi tersebut. Dengan proses alami memperbaiki diri menjadikan wajah nampak lebih muda. Pastikan juga, katanya bahwa krim malam yang dipilih benar, sehingga mudah menyerap ke dalam kulit dan bisa menghidrasi kulit sepanjang malam. Memakai krim malam juga mesti merata agar hasilnya pun terjadi secara merata. “ Begitu pula dengan problem wajah kusam akibat efek penuaan, yang membuat wajah layu dan tidak segar. Krim malam pun dapat membantu mengatasinya,” ujar Bu Man yang juga seorang perawat dan ahli totok wajah ini.
Kekenyalan, elastisitas kulit menurun akibat efek penuaan dan zat pengisi kulit wajah yang semakin sedikit. Begitu juga ketika melakukan diet ketat sangat berpengaruh pada kekenyalan kulit. Disini manfaat krim malam terlihat jika penggunaannya men gandung kolagen, asam hyaluronat,retinoid, gliserin, dan elastin dilakukan secara teratur. Kandungan di dalamnya mampu menambah kekenyalan dan elastisitas kulit wajah.”Jangan lupa untuk membaca dengan teliti ulasan kandungan di dalamnya, apakah ada bahan dasar yang bisa menimbulkan alergi di kulit,” katanya. Selanjutnya Bu Man mengatakan, beda usia dan jenis kulit beda juga krim malam yang diperlukan. Ada krim malam anti aging atau disebut firming, biasanya mengandung retinol, glycolic acid, asam asetat dan retinil salicyclic, yang membantu menyingkirkan kulit yang tua dan tergantikan dengan kulit baru. Dengan menggunakan krim malam berformula anti aging tersebut, garis halus dan keriput dapat memudar. Ada juga krim malam untuk memberikan kelembaban ekstra, sering disebut ultrahydrating dan deep nourishing. Pada malam hari saat tidur, apalagi menggunakan pendingin ruangan, kulit justru lebih mudah kering. Penggunaan krim malam sangat diperlukan untuk mengembalikan kelembaban alami pada kulit.
Berikutnya, dikatakan juga oleh Bu Man, memilih krim malamberdasarkan usia yakni, bagi perempuan usia 20-an tahun, pilih krim malam yang me ngandung bahan-bahan alami, seperti minyak essensial, lidah buaya dan madu. Untuk mereka yang berusia 30 tahunan, sebaiknya memilih krim malam yang mengandung bahan-bahan aktif, seperti asam amino, ceramide, retinol dan anti oksidan lainnya. Sementara bagi seseorang yang usianya sudah kepala 4, dianjurkan memilih krim malam yang mengandung ekstrak kedelai, peptidan, dan vitamin. Sedangkan untuk yang telah berusia 50 hingga 60 tahunan akan lebih baik memilih krim malam yang bisa memberi nutrisi ektsra, sehingga kulit wajah bisa sehat sepanjang hari. Jika seseorang rajin menggunakan krim malam maka manfaat keseluruhan berikut ini akan dirasakan pada wajah, seperti : w Menjadikan kulit lebih kenyal w Merawat dan merevitasisasi kulit w Memberikan kelembaban ekstra w Merangsang produksi kolagen dan elastin w Meningkatkan sirkulasi darah w Meminimalkan tanda-tanda penuaan w Membantu mempercepat proses pergantian kulit baru. - Sri Ardhini
Wajah Ideal tak Cukup dengan Tanam Benang tepat bagi Anda yang ingin memiliki bentuk wajah ideal dan kencang. Miracle V-Shape Perfection mengkombinasikan keunggulan beberapa perawatan.
Miracle Slimming Lifting Perawatan facial yang ditujukan untuk membuat wajah tampak lebih kencang dan tirus. Menggunakan alat berbasis gelombang radio frequency dengan teknologi fractional, sehingga menghasilkan energi panas dalam lapisan dermis kulit untuk menghasilkan kolagen. Dilengkapi dengan masker lifting yang memberikan efek pengencangan kulit wajah dengan hasil instan. Miracle Slimming Lifting disarankan untuk dilakukan dua kali dalam sebulan.
Prosedur pengencangan wajah tanpa operasi saat ini menjadi begitu populer karena mampu memberikan hasil dengan cepat, mudah, aman dengan harga yang makin terjangkau. Salah satu perawatan yang paling diminati untuk membentuk wajah ideal adalah dengan melakukan tanam benang pada wajah. Namun, apakah cukup dengan benang? Benang yang menjanjikan hasil permanen pun belum tentu memuaskan. Pada kenyataannya, diperlukan kombinasi berbagai perawatan untuk memberikan hasil pengencangan wajah yang optimal. Miracle V-Shape Perfection sangat
Miracle Autocell & Redefining Threadlift Salah satu perawatan di Miracle yang banyak digemari adalah Miracle Autocell Threadlift, merupakan prosedur penanaman benang dengan menggunakan benang Polydioxanone (PDO) dan dikombinasikan dengan plasma darah yang kaya akan kandungan growth factor. Jarum autocell threadlift bersifat non traumatic sehingga tidak menimbulkan nyeri saat diaplikasikan. Dalam waktu tiga bulan, benang PDO akan diserap dan digantikan dengan produksi kolagen yang lebih meningkat sehingga kulit menjadi lebih kenyal dan kencang. Miracle Redefining Thread merupakan alternatif pilihan bagi Anda yang menginginkan
efek pengencangan yang lebih kuat dan hasil yang bertahan lebih lama. Dengan benang polylactic acid dan glycolic acid yang dimasukkan ke jaringan kulit untuk membentuk kembali kontur wajah yang kendur. Di antaranya, pipi yang kendur, area dagu dan leher yang bergelombang, serta bagian bawah wajah yang mengalami penurunan. Kedua perawatan itu dapat dilakukan bersamaan. Selain untuk pengencangan kulit, kombinasi kedua perawatan tersebut dapat membentuk wajah menjadi proporsional, sekaligus mencerahkan dan meremajakan kulit. Miracle Botox Cosmetic Botulinum Toxin A (Botox) adalah prosedur injeksi dengan menggunakan protein yang telah dimurnikan untuk merelaksasikan otot yang menyebabkan keriput dan kerutan sehingga menghasilkan permukaan kulit yang lebih kencang. Selain itu, injeksi Botox dapat digunakan untuk membuat wajah menjadi lebih tirus dan membentuk garis rahang yang lebih tegas sehingga mendapatkan bentuk wajah V-Shape yang diharapkan. Miracle Dermal Filler Miracle Dermal Filler merupakan suatu perawatan wajah dengan mengisi lapisan kulit.
Miracle Aesthetic Clinic Jln. Letda Tantular No. 47 A Renon Telp. 0361 246148
Salah satu bahan yang aman dan paling banyak digunakan ialah asam hyaluronat. Di dalam prosedur pembentukan kontur wajah, manfaat utama Dermal Filler adalah menambah volume pada area tertentu untuk membentuk wajah lebih kencang dan ideal, misalnya penambahan volume pada dahi, pipi, hidung, dan dagu. Hasilnya akan segera terlihat setelah penyuntikan. Jadi, untuk mendapatkan bentuk wajah kencang dan ideal tidak cukup hanya dengan tanam benang, bukan? Segera kunjungi Miracle Aesthetic Clinic terdekat. Nikmati cash back dan penawaran istimewa lain untuk berbagai perawatan Miracle V-Shape Perfection selama 1 September hingga 31 Oktober 2014. Let’s experience the Miracle touch! (xav)
Keunggulan Miracle V-Shape Perfection - Kombinasi berbagai keunggulan perawatan tanpa pembedahan. - Tanpa luka dan waktu pemulihan minimal. - Proses perawatan relatif singkat dan nyaman. - Menggunakan bahan berkualitas yang teruji keamanannya. - Hasil langsung terlihat dalam satu sesi perawatan. - Memberikan hasil optimal dan bertahan selama 12-18 bulan.
Mitos
15 - 21 September 2014
15 - 21 September 2014
11
Mengenal Flu Singapura Oleh : dr. Putu Ayunda Trisnia, S.Ked. Bertugas di RS Karitas Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur Beberapa tahun belakangan ini masyarakat dikejutkan dengan adanya penyakit baru yang disebut-sebut sebagai Flu Singapura. Sebenarnya, flu Singapura bukanlah penyakit baru. Penyakit ini sudah lama ada di dunia. Flu Singapura, dalam istilah kedokteran dikenal dengan Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PTKM). Sebab, salah satu ciri penyakit ini adalah adanya lepuhan pada tangan, kaki, dan mulut.
P
enyakit ini dikenal dengan istilah flu Singapura karena dahulu penyakit ini sempat mewabah di Singapura dan diberitakan beberapa anak meninggal diduga terkena penyakit ini. Virus flu Singapura tidak ditularkan melalui hewan, melainkan ditularkan dari orang ke orang. Flu Singapura sering terjangkit pada musim panas, umumnya menyerang anak-anak usia 2 minggu hingga 5 tahun (kadang bisa sampai 10 tahun). Virus ini jarang mengenai orang dewasa, karena orang dewasa biasanya memiliki ke kebalan tubuh yang lebih kuat sehingga tidak menimbulkan masalah serius. Penyakit ini bisa disembuhkan asal penderita memiliki daya tahan tubuh yang baik. Meskipun tidak tergolong penyakit yang mematikan, penyakit ini harus diwaspadai. Bayi usia di bawah satu tahun, anakanak penderita asma dan kelainan jantung bawaan lebih rentan terkena penyakit ini, dikaitkan dengan daya tahan tubuh mereka yang cenderung lemah. Flu Singapura menular melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui udara, percikan air liur, dan urin. Penularan kontak secara tidak langsung terjadi melalui barang-barang yang terkontaminasi
cairan tubuh seperti handuk, baju, peralatan makan, dan mainan. Gejala Flu Singapura biasanya akan muncul 3 hingga 6 hari setelah anak terpapar virus. Awalnya anak akan mengalami demam dengan suhu tubuh 38oC – 39oC di sertai rewel atau lesu. Bayi tidak mau minum atau makan karena sakit saat menelan. Pada anak yang lebih besar biasanya mengeluhkan sakit tenggorokan. Satu atau dua hari berikutnya muncul bintik-bintik merah yang kemudian menjadi luka atau lecet di mulut mirip sariawan kecil-kecil dan banyak. Di samping itu muncul juga ruam atau lepuhan warna merah, kadang berisi cairan (seperti cacar air) yang tidak gatal pada telapak tangan dan kaki, dapat juga muncul pada lutut, siku, bokong atau daerah genital. Penyakit Flu Singapura biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Penyakit ini biasanya membaik sendiri tanpa pengobatan dalam kurun waktu 7 sampai 10 hari. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah antara lain : lBerikan anak cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. lIstirahat yang cukup. l Meningkatkan daya tahan tubuh dengan asupan gizi yang baik dan pemberian multivitamin. lUntuk meredakan nyeri dan demam dapat diberikan parasetamol (baca aturan pakai). Orangtua sebaiknya mewaspadai gejala dan tanda bahaya dari penyakit ini seperti,
panas lebih dari 39oC, demam tidak turun-turun, denyut jantung cepat, sesak, tidak mau makan-minum, muntah atau diare, kekurangan cairan (dehidrasi), lemah, kesadar an menurun, dan kejang. Jika ada tanda-tanda bahaya tersebut penderita harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Untuk mencegah terjangkit flu Singapura dapat dilakukan dengan cara menjaga sanitasi dan asupan nutrisi sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga serta menghindari kontak dekat dengan orang-orang yang sedang menderita penyakit ini. Penyakit ini belum dapat dicegah dengan imunisasi.
BAGAIMANA MENIKMATI HUBUNGAN SEKSUAL SAAT HAMIL? “Dok, aku sekarang tengah hamil dua bulan, dan ini kehamilan pertama. Kami baru saja menikah empat bulan dan masih ingin menikmati rasa menyenangkannya saling beromantisme dan berhubungan seksual, terutama suami. Tetapi karena hamil ini, jadi khawatir juga jika hubungan seksual akan membahayakan kehamilan. Bagaimana cara menikmati hubungan seksual yang aman saat hamil, Dok?” (Dayu, 23 thn)
Hubungan seks merupakan juga bentuk pernyataan kasih sayang, kebersamaan dan kedekatan perasaan dalam hubungan seorang perempuan dengan pasangannya, termasuk bagi perempuan yang sedang hamil. Namun, saat hamil, sering kali muncul keragu-raguan bahkan ketakutan untuk melakukan hubungan seks. Tentu saja hal penting yang harus dilakukan oleh pasangan suami isteri pertama-tama adalah memeriksakan dan konsultasikan dulu kehamilan untuk memastikan kandungan sehat dan normal. Jika kandungan sehat dan normal, maka jawabannya adalah ibu hamil boleh melakukan hubungan seks seperti biasa. Jadi hubungan seks akan aman jika kehamilan dalam keadaan normal. Hubungan seks tidak akan mencederai janin karena janin terlindung se-
cara alamiah oleh selaput yang menutup jalan lahir, yang sekaligus melindunginya terhadap kuman yang dapat masuk ke dalam rahim. Janin pun saat kehamilan berada di dalam rahim yang berisi cairan ketuban yang juga melindunginya. Pada beberapa keadaan hamil, beberapa perempuan justru menjadi lebih mudah terangsang, dan klimaks lebih cepat, sering, dan banyak laki-laki merasakan bahwa perempuan yang hamil lebih seksi dari sebelumnya. Selama melakukan hubungan seks dengan puncaknya akan mengalami orgasme, ibu hamil akan mengalami kontraksi rahim ringan selama beberapa menit, hal ini normal sebagai tanda orgasme dan bukan masalah bagi janin. Tetapi tentu saja perhatikan dan hindari dulu berhubungan seks jika selama berhubungan seks mengalami gejala
yang tidak biasa seperti rasa nyeri, kontraksi atau kram yang terus menerus dan terjadi perdarahan. Hubungan seks saat kehamilan baru disebut berisiko jika kehamilan termasuk ke dalam kehamilan dengan kategori risiko tinggi atau adanya indikasi terjadi komplikasi. Misalnya dalam keadaan: pernah mengalami keguguran atau terindikasi adanya ancaman keguguran, air ketuban sudah pecah, telah terjadinya pembukaan jalan lahir, riwayat kelahiran prematur, plasenta letak rendah hingga dalam kasus pasangan mengidap infeksi menular seksual. Beberapa Seputar Perubah an Yang Perlu Diketahui Selama Hamil 1.Trimester Pertama. Kelelahan di bulan-bulan awal, bersamaan dengan mual dan takut keguguran, ternyata hubungan seks dilaporkan
dirasakan tidak nyaman bagi banyak perempuan. Jikalau dirasa tidak nyaman, sebaiknya hubungan seks jangan dulu dilakukan, tetapi jika dirasa nyaman-nyaman saja, silakan dilakukan. 2. Trimester Kedua. Lonjakan hormonal berhenti. Kelelahan dan mual-mual di pagi hari biasanya berkurang, ketakutan akan kejadian keguguran makin menurun, dan banyak perempuan menunjukkan peningkatan gairah seksual. Saat ini jangan disia-siakan, silakan berhubungan seks dengan pasangan, karena hal ini juga bisa berarti suasana baru bagi laki-laki yang melihat perempuan hamil bergairah kembali. Jadi bisa kembali menikmati perasaan erotis baru dari pasangan adalah sesuatu yang sangat menarik. Meningkatnya sensitivitas di zona erogen atau daerah peka rangsangan seksual sangat membuat mereka lebih antusias untuk melakukan hubungan seks selama trimester ini. 3. Trimester Ketiga. Sering kali justru pada bulan-bulan akhir ini kembali muncul rasa tidak nyaman karena merasa perut terlalu besar, terlalu aneh, atau terlalu sibuk dengan persiapan persalinan di banding dengan menikmati hubungan seks. Pada trimester ketiga, ke-
banyakan perempuan menyatakan bahwa mereka lebih berfokus pada persiapan menjadi ibu bukannya hal-hal seksual. Bahkan kebanyakan dari mereka merasa risih untuk berhubungan, walau sesungguhnya silakan saja untuk tetap berhubungan seks asalkan tidak mendekati saat hari persalinan. Posisi Berhubungan Seks Yang Aman Berbaring atau terlentang adalah posisi yang perlu dihindari oleh ibu hamil, karena hal ini dapat membuat vena rahim menekan vena besar, jadi posisi misionaris di mana laki-laki berada di atas tubuh perempuan tidak lagi menjadi posisi ideal bagi ibu hamil. Yang paling penting dari posisi berhubungan seks adalah jangan meletakkan berat badan laki-laki ke perut ibu hamil atau batasilah tekanan-tekanan di perut ibu hamil. Tetapi sekali lagi, tentu saja hubungan seksual tetap dapat dinikmati. Ada beberapa posisi yang dapat dilakukan saat berhubungan seks dengan ibu hamil, antara lain posisi ibu hamil di atas, posisi berbaring miring, posisi ibu hamil berlutut, posisi ibu hamil duduk. Dengan demikian, saat hamil pun masih bisa menikmati hubungan seksual.
Bugar
10
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Laser untuk Tatto Removal T
ren tato dekoratif yang berkembang saat ini di kalangan para remaja maupun orang dewasa makin meningkatkan tuntutan untuk dilakukannya tattoo removal (hapus tato). Pada pembuatan tato, tinta dimasukkan ke dalam lapisan kulit dermis dan tinta ini akan ditangkap oleh sel makrofag. Makrofag tidak dapat menghancurkan tinta tersebut sehingga tinta menjadi permanen di kulit. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk menghapus tato, yaitu jenis dan warna tato yang digunakan. Ada tiga jenis tato, yaitu: profesional, amatir, dan traumatik. Umumnya tato yang sering dilaku kan saat ini tergolong dalam tato profesional. Tato professional lebih sulit untuk dihapus dibandingkan tato amatir maupun traumatik karena pada tato profesional biasanya meng gunakan tinta dengan warna yang be ragam dan jumlah yang lebih banyak, yang dimasukkan ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam sehingga sering sulit untuk dihapus, sedangkan pada tato amatir umumnya jumlah tinta yang digunakan lebih sedikit dan di masukkan ke dalam lapisan kulit yang lebih luar sehingga lebih mudah untuk dihapus. Tato traumatik adalah tato yang terjadi akibat kecelakaan yang menyebabkan masuknya kotoran ke dalam lapisan kulit. Dahulu berbagai cara dilakukan untuk menghapus tato, yaitu: pembe dahan, dermabrasi, cryosurgery atau chemical peels yang menimbulkan bekas berupa scar (jaringan parut). Saat ini beberapa jenis laser telah menunjukkan hasil yang baik untuk menghapus tato dengan efek samp ing yang minimal. Prinsip kerja laser pada tattoo removal adalah sinar laser akan memecah tinta tato yang terdapat di dalam makrofag menjadi partikel-partikel yang lebih kecil seh ingga lebih mudah dieleminasi. Tattoo removal ini ideal dilakukan pada pasien dengan warna kulit yang terang dan memiliki tato yang berwarna biru gelap atau hitam yang telah dibuat minimal satu tahun. Se makin lama usia tato maka respons terhadap terapi laser akan lebih baik karena makrofag telah ada di dalam kulit yang secara aktif berusaha untuk menghancurkan partikel-partikel tinta di dalam tato dan membuangnya dari kulit. Terapi laser yang dilakukan
dr. Tinna Aswirani, M.Kes, Sp.KK.
pada pasien dengan warna kulit gelap dapat menimbulkan efek samping berupa hipopigmentasi sementara (warna kulit yang diterapi menjadi lebih pucat dibandingkan daerah sekitarnya) maupun hiperpigmentasi permanen (warna kulit yang diterapi menjadi lebih gelap dibandingkan daerah sekitarnya). Perlu diketahui bahwa diper lukan beberapa sesi terapi untuk menghapus tato dengan menggu nakan laser, dimana sesi tersebut bervariasi mulai dari 5 hingga 20 kali sesi terapi. Interval antar terapi berkisar 6 sampai 8 minggu, dimana pada terapi berikutnya energi dari laser yang digunakan dapat diting katkan sesuai kebutuhan. Pada tato amatir biasanya dibutuhkan 4 sampai 6 kali sesi terapi untuk dapat meng hapus tato seluruhnya, sedangkan pada tato traumatik 1 atau 2 kali sesi terapi dapat menghapus tato seluruhnya. Pada tato profesional dibutuhkan lebih dari 10 kali sesi terapi untuk menghapus tato dan mungkin saja tato tidak dapat ter hapus seluruhnya mengingat warna tinta yang digunakan beragam. Sebelum terapi dengan laser ini dimulai, pengambilan foto tato sebe lum dan sesudah terapi perlu dilaku kan untuk melihat perkembangan terapi, menanyakan kepada pasien mengenai riwayat penggunaan obatobatan, alergi, operasi sebelumnya,
perdarahan maupun penyembuhan luka yang lama. Umumnya pasien tidak membutuhkan anestesi (pem biusan), namun penggunaan krim maupun injeksi untuk anastesi pada daerah yang akan diterapi dapat digunakan bila perlu. Saat prosedur laser dilakukan baik dokter maupun pasien dapat terpapar oleh infeksi maupun terjadi kerusakan mata. Pakaian khusus serta masker untuk melindungi harus dikenankan oleh dokter setiap prosedur dilakukan, selain itu dokter maupun pasien harus memakai pelindung mata. Satu tempat untuk menguji efek laser ter hadap tato yang akan dihapus harus ditentukan terlebih dahulu dengan tujuan dapat menyesuaikan energi dari laser yang akan digunakan serta dapat mengevaluasi efek samping yang terjadi. Setelah prosedur laser dilakukan akan tampak area yang menga lami abrasi. Perawatan untuk area tersebut dapat dilakukan dengan memberikan salap polysporin, petrolatum atau bacitracin yang ditutup dengan menggunakan kain kasa kering. Pasien harus meng ganti kain kasa tersebut dua kali sehari setelah area yang mengalami abrasi dibersihkan menggunakan air dan sabun. Perawatan ini dilakukan hingga area tersebut kembali men galami pertumbuhan sel kulit yang baru. Area tersebut harus dijaga agar tetap lembab menggunakan petrolatum. Penyembuhan da pat terjadi dalam waktu 5-14 hari. Pasien harus menghindari paparan
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Pilihan Desain Uniform U
sinar matahari dan menggunakan tabir surya setelah prosedur laser di lakukan untuk mencegah terjadinya hiperpigmentasi. Apabila terjadi hiperpigmentasi, krim hidrokuinon dapat digunakan. Efek samping yang dapat ter jadi setelah prosedur laser dilakukan berupa terjadinya hiperpigmentasi atau hipopigmentasi, luka bakar mau pun terbentuknya jaingan parut. Tatto removal sebelum dan sesudah terapi laser Saat ini tidak ada laser tunggal yang dapat menghapus seluruh tato. Beberapa jenis laser harus digunakan untuk menghapus seluruh warna tato. Laser Q-switched Ruby dengan panjang gelombang 694 nm efektif untuk menghapus tinta berwarna hitam, hijau dan biru,
laser ini tidak dapat menghapus tinta yang berwarna merah atau kuning. Efek samping penggunaan laser ini berupa terjadinya hipopigmentasi maupun hiperpigmentasi sementara pada pasien dengan warna kulit yang gelap karena laser ini memiliki daya serap yang tinggi terhadap melanin (pigmen kulit). Laser Q-Switched Nd:Yag dengan panjang gelombang 1064 nm efektif dan aman diguna kan untuk menghapus tinta yang berwarna biru,hijau dan hitam meskipun pada pasien dengan warna kulit yang gelap karena laser ini sedikit menyerap melanin, sedang kan laser dengan panjang gelombang 532 nm dapat menghapus tinta yang berwarna merah, oranye dan kun ing dengan efek samping berupa hipopigmentasi dan purpura semen tara. Laser Q-Switched Alexandrite dengan panjang gelombang 755 nm efektif untuk menghapus tinta yang berwarna hitam, hijau dan biru, na mun kurang berefek terhadap tinta yang berwarna merah dan kuning. Laser carbondioxide dengan panjang gelombang 10.600 nm dapat digu nakan untuk menghapus tato yang sulit dihilangkan dengan mengguna kan laser lain. Laser jenis ini dapat digunakan sebelum laser Q-Switched digunakan untuk mengangkat lapisan kulit epidermis, namun penggunaan laser ini dapat meninmbulkan jarin gan parut. dr. Tinna Aswirani, M.Kes, Sp.KK. Aesthetic Centre Rumah Sakit Siloam Telepon atau SMS: (0361) 3311333 Whatsapp (0361) 3311333 Pin BBM 7E10625C
Style
niform atau pakai an kerja meru pakan komponen penting dalam membangun citra dan karakter sebuah perusahaan serta me ngenalkannya pada masyarakat. Penampilan desain, model dan warna seragam yang baik juga mampu memproyeksikan citra positif perusahaan. Menurut Dewi Suarjani, salah seorang desainer Bali, memilih pakaian kerja memang mesti sele tif. Sebab, ketika berpikir tentang seragam tidak hanya mengenai apa yang kita ingin lihat. Tetapi juga kita perlu berpikir tentang penampilan apa yang mungkin ingin dilihat pelanggan. Karenanya, pemilik House of Dewi Fashion ini, pada Style
Tokoh pekan ini mempersem bahkan beberapa pilihan desain uniform bar & restoran. Baik untuk front & back office, waiter & waitress, restaurant manager, kitchen staff. Selain memperhatikan model atau potongan yang disesuaikan dengan pekerjaan, bahan pakaian yang digunakan pun dipilih. Di sini Dewi menggunakan katun dan polyester yang berkualitas serta nyaman saat dikenakan. Begitu juga dengan warna yang dipilih adalah warna natural namun di namis dan memunculkan kesan bersih. Pada uniform kali ini, sengaja dipilih desain yang simpel namun tetap dengan setuhan detil ala Dewi yang bisa dilihat pada bis, bor diran atau ikat pinggang atau juga
Dewi Suarjani
knit cap melengkapi busana pria yang menjadikan semakin menarik serta mendukung penampilan kerja pemakainya. – Sri Ardhini Lokasi Pemotretan: The Bali Dreams Villa & Resort Fotografer : Herni Prayekti
15
Edukasi
16
15 - 21 September 2014
Mengubah Cerita Jadi Komputer G
karta, Denpasar, Palembang, Makassar dan Surabaya melalui Yayasan Sahabat Anak,” ujar Yogesh Anand, Marketing & Strategy Director, Mondelez Indonesia. “Komputer tersebut akan mem-
Yogesh Anand
bantu anak-anak termarjinalisasi untuk memperoleh informasi dan pendidikan yang layak. Semangat kebaikan dan kesiapan anak-anak Indonesia untuk berpartisipasi dalam gerakan Biskuat Pohon Kebaikan telah membantu kami mewujudkan tujuan akhir gerakan ini demi tujuan yang lebih besar,” tambah Yogesh. Gerakan Biskuat Pohon Kebaikan yang diluncurkan di ranah digital bulan Juni lalu, dalam waktu singkat telah mengumpulkan ratusan cerita. Hal ini merupakan sebuah bukti nyata besarnya semangat kebaikan yang tersimpan dalam anak-anak Indonesia. Semua ini dimungkinkan melalui dukungan dan motivasi orangtua untuk mengasah kecerdasan emosional anak-anaknya, menciptakan karakter cerdas, serta kepedulian terhadap lingkungan
Jangan Kehilangan Jati Diri Dara yang satu ini punya prestasi lumayan. Ia berhasil terpilih sebagai Teruni Jegeg SMA 5 Denpasar 2014. “Awalnya saya ditunjuk oleh teman-teman sekelas untuk ikut. Saat itu masih sangat ragu untuk mengikutinya, tapi setelah mendapat dukungan dari keluarga juga teman-teman akhirnya saya memberanikan diri untuk mengikuti ajang Pemilihan Teruna Bagus Teruni Jegeg di sekolah,” ungkap Rosmala.
sekitar mereka. “Yayasan Sahabat Anak meyakini, pendidikan merupakan salah satu kunci terpenting untuk mengangkat anak-anak dari kondisi termarjinalisasi. Kami percaya bahwa donasi komputer dari Biskuat akan membantu mengembangkan potensi dan kemampuan, tak hanya ratusan, namun bahkan hingga ribuan anak di tahuntahun mendatang,” tutur Alles Saragi, Direktur Yayasan Sahabat Anak. Ia berterima kasih kepada para orangtua yang telah mendukung gerakan ini. Kebaikan
yang dilakukan oleh anak-anak ini telah menginspirasi dan membantu ratusan anak-anak marjinal untuk melatih kemampuan belajar serta mengembangkan potensi mereka dengan dukungan perangkat komputer. “Kami percaya gerakan ini makin mendorong keyakinan orangtua untuk memberi dukungan anak Indonesia dalam mengembangkan semangat berbuat kebaikan dan membangun generasi yang penuh dengan semangat positif, untuk menghadirkan karyakarya yang membanggakan,” tegas Yogesh. –Ngurah Budi
Rasakan Sensasi Zaman Kerajaan
adat Hanta Ua Pua, pelantikan Sultan atau kegiatan-kegiatan lainnya seperti Festival Keraton Nusantara beberapa waktu lalu. Mengenal Istana Kesultanan Bima, tidak bisa lepas dari pintu utama yang disebut lare-lare ini. Pintu gerbang yang terbuat dari kayu jati pilihan ini, usianya bahkan lebih tua dari Istana Kesultanan Bima yang ada sekarang yang dibangun sejak tahun 1927 serta pernah dipugar. “Lare-lare ada sejak tahun 1800-an sejak adanya Istana Kesultanan Bima di masa pemerintahan Sultan Ibrahim (18881915),” kata Putri Mari yang menjadi salah satu pewaris Kesultanan Bima yang pernah berjaya di masanya ini. Mengenang kejayaan Kesultanan Bima, bisa dilakukan dengan berkunjung ke Istana Kesultanan Bima. Namun, sebelum masuk istana tua dengan bangunannya yang kokoh ini, orang sering melupakan pintu masuk kom-
Lare-lare yang usianya lebih tua dari Istana Kesultanan Bima yang ada sekarang.
Lare-lare lantai tiga tempat lonceng yang dijaga juru lonceng
pleks istana, sebuah gerbang unik yang juga memiliki nilai sejarah dan masih dipertahankan bentuk aslinya hingga hari ini. Pintu gerbang yang dahulunya merupakan gerbang utama untuk masuk komplek Istana Kesultanan Bima yang dijaga dengan ketat oleh para prajurit istnan. Pintu gerbang yang sangat kokoh berwarna merah marun ini merupakan bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting dari Istana Kesultanan Bima. Di istana ini, terdapat beberapa buah pintu masuk yang mengapit bangunan istana, yakni, pintu gerbang sebelah timur disebut Lawa Kala atau Lawa Seng. Lawa dalam Bahasa Bima berarti pintu. Menurut Putri Mari, disebut Lawa Seng karena pintu beratap seng. Sedangkan Lawa Kala atau pintu kala merupakan pintu masuk bagi anggota sara hukum dan para ulama. Sedangkan pintu gerbang yang berada di belakang istana disebut Lawa
mendengarkan musik ini. Rosmala juga mengakui ketika lomba rasa gugup pastinya ada, karena itu untuk pertama kalinya ia mengikuti acara lomba tersebut . “Rasa percaya diri saya sekitar 85%,” ujarnya. Namun, setelah menjadi Teruni Jegeg SMA 5, Rosmala mengatakan sangat bersyukur dan tentunya sangat senang bisa menjadi juara. Acara ini, membantunya meningkatkan rasa percaya diri dan juga memberi motivasi agar bisa menjadi lebih baik lagi. Sebagai murid SMA 5 Denpasar, Rosmala di sekolah juga
Anak-anak penerima bantuan komputer
Lewati Lare-lare
Dari atas sebuah pintu gerbang unik Istana Kesultanan Bima, sebuah lonceng berdentang tiga kali menandai resmi dibukanya kegiatan Festival Keraton Nusantara ke IX beberapa waktu lalu. Seorang berpakaian Siki Lanta,pakaian adat Mbojo dengan warna serba putih, menjadi petugas lonceng hari itu. Menurut Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, putri ketujuh Sultan Bima ke-14, Sultan Muhammad Salahuddin, yang dulunya tinggal dalam istana ini, juru lonceng ini dulunya bernama anangguru lonceng. Tiap bunyi yang dihasilkan dari lonceng ini, dulunya memiliki makna dan arti yang berbeda-beda. “Ada lonceng yang berfungsi sebagai penanda jam atau waktu, ada juga yang dibunyikan sebagai tanda bahaya, seperti jika terjadi kebakaran atau pengumuman agar rakyat berkumpul,” ungkap Putri Mari. Kini lonceng tersebut tidak lagi memiliki fungsi seperti itu melainkan, hanya dibunyikan sebagai simbol saja pada saat digelarnya upacara adat atau tradisi kesultanan seperti upacara
9
Komang Ayu Rosmala Dewi
Mendukung semangat anak Indonesia untuk melakukan apapun yang menjadi passion mereka, baik aktivitas fisik maupun intelektual terus dilakukan Biskuat. Kali ini dengan gerakan Biskuat Pohon Kebaikan, anak-anak Indonesia menunjukkan semangat untuk berbagi dan melakukan kebaikan untuk tujuan yang lebih besar. erakan Biskuat Pohon Kebaikan yang diluncurkan pada Juni 2014, telah memberi kesempatan bagi anakanak Indonesia untuk menonjol kan semangat dan kepedulian terhadap sesama. Dengan berbagi cerita tentang perbuatan baik, anak-anak Indonesia pun telah menginspirasi banyak orang melakukan perubahan bagi anakanak yang kurang beruntung. “Kami bangga atas partisipasi masyarakat Indonesia terhadap gerakan “Biskuat Pohon Ke baikan” ini. Kami menerima banyak cerita kebaikan dari anakanak Indonesia yang telah kami ubah menjadi unit komputer untuk anak-anak marginal di Jakarta, Bandung, Medan, Yogya-
Dara
15 - 21 September 2014
Weki, sebagai tempat masuk anggota keluarga istana. Satu gerbang istimewa adalah pintu gerbang bagian barat yang di sebut lare-lare.Inilah pintu gerbang resmi atau gerbang utama untuk masuk ke kompleks kesultanan Bima. Dari sinilah tempat masuknya sultan, para pejabat kesultanan dan tamu-tamu sultan. Gerbang berbentuk bangunan segi delapan dengan tiga tingkatan ini, menurut Putri Mari, dulunya menyimpan tiga buah lonceng dan satu tambur yang disebut tambur rancana. “Tambur rancana dulu ditabuh untuk memberi tanda kepada rakyat bahwa ada upacara adat yang akan berlangsung,” kata Putri Mari. Sebelum masuk ke kompleks istana, baiknya singgah dan naik terlebih dahulu ke lare-lareini dan tuntaskan hingga lantai tiga. Karena dari sini akan terlihat dengan jelas keseluruhan bangunan dan halaman Istana Kesultan
Bima dan di kejauhan akan tampak Masjid Kesultanan Bima serta lapangan Serasuba, lapangan yang berada di Barat istana. Puluhan anak tangga akan meng antar hingga di tempat yang dahulunya terdapat tiga buah lonceng besar dan sebuah tambur. “Kini lonceng itu tersimpan di istana dan tinggal dua buah,” ujar perempuan berusia 84 tahun yang berjuluk Ina Ka’u Mari ini. Tiap tingkatan lare-lare, dulu memiliki fungsi sendiri-sendiri. Tingkatan paling atas, tingkat tiga sebagai tempat lonceng dan tambur yang dijaga oleh anangguru lonceng atau juru lonceng. Sedangkan pada tingkat duanya tempat para prajurit yang siaga sepanjang hari dengan cara bergantian yang tugasnya menjaga sekaligus mengamati situasi sekitar istana. Pada lantai satu yakni tempat keluar masuknya sultan dan tamu-tamu sultan, dijaga oleh para prajurit yang juga siaga mencermati siapa saja yang masuk ke dalam istana. Lare-lare sempat dipugar beberapa kali namun tidak menghilangkan bentuk dan material aslinya yang masih bisa dipakai seperti kayu. Atapnya terbuat dari kayu pilihan. Meski suasana ini tidak lagi bisa ditemukan di Istana Kesultanan Bima saat ini, namun jika ingin merasakan sensasi zaman kerajaan, bisa datang ke Istana Kesultanan Bima untuk melewati lare-lare yang dijaga para prajurit istana pada saat upacara adat yang menjadi tradisi Kesultanan Bima, seperti Upacara Adat Hanta Ua Pua tiap perayaan maulid nabi Muhammad SAW atau saat pelantikan Sultan Bima. -Naniek I. Taufan
Komang Ayu Rosmala Dewi
P
emilik nama lengkap Komang Ayu Rosmala Dewi ini ketika dipilih mewakili kelasnya, mengatakan dirinya menyiapkan mental. Alasanya, ia akan berada di depan orang banyak, ini memerlukan rasa percaya diri yang baik. “Selain itu saya juga belajar dengan membuka website Kota Denpasar,” katanya. Ketika pemilihan itu Rosmala mengungkapkan visi dan misinya. Visinya menjadikan Smanela lebih dikenal masyarakat luas, mengembangkan kreativitas siswa Smanela dalam bidang budaya, menjadikan siswa Smanela sadar lingkungan. Untuk mendukung visi itu, ia memiliki misi menjadikan ekstraekstra kesenian lebih diminati oleh siswa Smanela seperti ekstra pesantian, tabuh, tari dengan menunjukkan keuntungan atau kelebihan jika mengikuti ekstra tersebut. Aktif mengikuti kegiatankegiatan lingkungan yang diadakan oleh masyarakat atau pemerintah setempat. “ Ide itu saya dapatkan karena menurut saya pribadi kita harus
tetap melestarikan budaya dari daerah kita sendiri agar kita tidak kehilangan jati diri. Karena peng aruh era globalisasi dan kita juga sebagai siswa harus selalu menjaga kebersihan lingkungan di manapun kita berada,” katanya Pertanyaan yang ditanyakan oleh juri saat itu ajang itu adalah bagian tubuh mana yang kamu sukai dan jelaskan kenapa kamu menyukainya? ”Saya menjawab otak karena menurut saya jika kita tidak mempunyai otak kita tidak akan bisa hidup karena otak merupakan pusat koordinasi tubuh dan jika saya tidak mempunyai otak saya tidak akan bisa berdiri seperti ini di sini. Itu yang saya jawab,” ujar putri pasangan I Wayan Sugiarta-Ni Nyoman Tantri ini. Rosmala juga mengatakan untuk pakaian dan make up saat mengikuti lomba itu, ia dibantu kakak perempuannya. Dukung an keluarga khususnya saudara kandung dan orangtua juga teman-teman saat lomba sangat luar biasa. “Mereka banyak yang datang saat lomba untuk memberi semangat,” kata dara yang hobi
Komang Ayu Rosmala Dewi (tengah) saat dinobatkan sebagai Teruni Jegeg SMA 5 2014
aktif mengikuti ekstrakurikuler pesantian dan KSPAN. “Karena di pesantian saya merasa bisa mengembangkan minat sekaligus bakat saya di bidang tersebut. Sedangkan mengikuti ekstra KSPAN karena menurut saya ekstra tersebut sangat bermanfaat untuk diri saya sendiri dan berharap dengan saya ikut KSPAN bisa bermanfaat untuk orang lain juga,” katanya lagi. Ia juga mengatakan kalau ekskul pesantian sudah diikutinya sejak dari SMP dan masih dilakukannya sampai sekarang. Mengenai kebiasaannya belajar,
Rosmala yang paling menyukai pelajaran Agama Hindu dan Bahasa Inggris ini mengaku terbiasa belajar di malam hari, pukul 19.00 hingga 21.00. Anggota seka teruna (ST) di Banjar Kaja, Pedungan ini mengatakan dirinya mengikuti ST mulai dari kelas 1 SMA . “Saya pernah menjadi penari Sekar Jagat saat ulang tahun ST. Sebelumnya saya juga pernah mewakili ST untuk mengikuti lomba mekidung antar banjar,” ujar pemilik moto “do your best at any moment that you have” ini. -Nina
8
Bunda & Ananda
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Kurang Air dan Serat Picu Sembelit
Aktvitas buang air besar (BAB) yang dilakukan anak-anak ada yang teratur dan ada yang tidak. Waktunya pun tidak tentu. Ada yang pagi hari, ada yang siang, sore, bahkan malam. Apakah anak yang BAB tidak teratur termasuk sembelit? Apa yang harus dilakukan orangtua?
R
ara rutin BAB tiap sore hari sebelum mandi. Orangtuanya sudah hapal dengan rutinitas Rara ini. Kadang ia minta dibantu untuk cebok, kadang ia cebok sendiri. Siswa playgrup ini memang sudah terbiasa untuk mandiri. Pengalaman Yuda lain lagi. Ia tak punya jadwal pasti untuk BAB. Kadang, dua hari sekali, kadang tiga hari sekali. Waktunya pun tak tentu. Kapan ia sakit perut, ia langsung ke kamar mandi. Menurut dr. I Putu Gede Karyana, Sp.A(K), konstipasi atau sembelit adalah masalah yang sangat umum di kalangan anak-anak. “Seorang anak dianggap konstipasi ketika dia buang air besar kurang dari tiga kali tiap minggu serta ketika tinja yang keluar keras, kering, dan besar. Sembelit biasanya tidak terlalu menjadi perhatian karena dapat dicegah dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik anak. Bila sulit buang air besar berlangsung lebih dari 2 minggu dikenal dengan istilah konstipasi akut. Apabila melewati lebih dari sebulan, konstipasi sudah termasuk yang kronik,” ujar dokter spesialis anak konsultan gastro hepatologi Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang sempat menjadi Kepala Puskesmas di Kecamatan Tutuala, Lantem, Timor Timur tahun 1993-1996 ini menjelaskan sebagian besar sembelit disebabkan oleh pola makan yang kurang air dan serat. Air dan serat berfungsi untuk membantu
pergerakan usus. Serat merupakan kerangka feses yang menyebabkan feses menjadi lebih lunak. “Anakanak yang sering makan makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, milk shake, permen, kue, minuman ringan manis biasanya lebih sering sembelit. Pada bayi, sembelit dapat terjadi akibat transisi dari ASI ke susu formula bayi, atau dari makanan bayi ke makanan padat,” ujarnya. Beberapa anak menahan pergi ke kamar mandi karena tidak ingin meninggalkan keasyikan mereka bermain, menggunakan toilet yang jauh dari rumah atau harus meminta ijin orang dewasa untuk pergi ke toilet. Bila hal ini berlanjut maka tinja akan makin mengeras dan terjadilah sembelit. “Stres juga dapat menyebabkan sembelit. Anak-anak bisa sembelit ketika mereka sedang cemas tentang sesuatu, seperti memulai di sekolah baru atau adanya masalah di rumah. Penelitian telah menunjukkan bahwa gangguan emosional dapat mempengaruhi fungsi usus sehingga menyebabkan sembelit maupun diare pada anak. Beberapa anak bisa sembelit karena kondisi yang disebut sindrom iritabel usus (Irritable Bowel Syndrome / IBS) yang dapat terjadi ketika mereka sedang stres atau makan makanan pemicu IBS misalnya makanan yang berlemak atau pedas. Seorang anak dengan IBS bisa sembelit atau diare dan disertai sakit perut atau banyak gas. Dalam kasus yang jarang, sembelit
dr. I Putu Gede Karyana, Sp.A(K)
merupakan tanda penyakit medis lainnya. Hal tersebut ditandai dengan sembelit yang terjadi terus menerus atau berlangsung selama 2 - 3 minggu,” ungkap dokter yang bertugas di RS Sanglah dan RS Puri Bunda ini. Ia menambahkan, anak-anak memiliki kebiasaan mandi yang berbeda. Seorang anak yang tidak memiliki gerakan usus setiap hari tidak selalu sembelit. Satu anak mungkin BAB tiga kali sehari, sementara yang lain mungkin BAB tiap 3 hari. Biasanya seorang anak mengalami konstipasi ketika BAB lebih sedikit dari biasanya. Anak dapat mengeluhkan perasaan penuh atau kembung pada perut, atau rasa sakit saat BAB dan berdarah. BANYAK MINUM AIR Ada beberapa langkah-langkah pencegahan dan pengobatan sembelit. Pertama, berikan anak lebih banyak cairan. Minum cukup air dan cairan lainnya membantu tinja bergerak lebih mudah melewati usus. Jumlah cairan yang dibutuh-
kan anak-anak akan bervariasi menurut berat dan usia. Tetapi kebanyakan anak usia sekolah memerlukan 3 sampai 4 gelas air setiap pagi hari. Jika bayi sembelit selama transisi dari ASI atau susu ke makanan padat, coba berikan beberapa ons buah pepaya setiap hari. Jika sembelit terus berlanjut segera konsultasikan ke dokter. Kedua, konsumsi makanan yang tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan roti gandum dapat membantu mencegah sembelit. Serat tidak dapat dicerna sehingga membantu membersihkan usus dengan menggerakkan usus keluar. Diet makanan berlemak, manis, atau tepung dapat memperlambat perut bawah. Sumber serat yng disarankan untuk anak-anak se perti apel, oatmeal, jeruk, pisang, kentang panggang, dan pop corn. Ketiga, pastikan anak-anak mendapatkan cukup olahraga. Aktivitas fisik dapat membantu peristaltik usus untuk bergerak, dorong anak untuk melakukan
aktivitas sederhana seperti berlarian, mengendarai sepeda, atau halang rintang. Keempat, menata jadwal makan secara teratur. Karena makanan adalah stimulan alami untuk perut, makan teratur dapat membantu anak-anak mengembangkan kebiasaan buang air besar secara rutin. Jika perlu buat jadwal sarapan sedikit lebih awal untuk memberikan anak kesempatan untuk BAB sebelum berangkat sekolah. Kelima, mengajari anak untuk rutin ke toilet. Sarankan pada anak untuk pergi ke toilet setidaknya selama 10 menit pada waktu yang sama setiap hari, terutama setelah makan. “Dalam kebanyakan kasus sembelit, perubahan kecil dapat membantu perut anak merasa lebih baik dan mencegah kembali munculnya sembelit,” ujar Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Gastrohepatologi dan Nutrisi Anak Indonesia (PGHNAI) ini.
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Sebagian orang kadang terobsesi dengan sebuah warna. Ada yang menganggap satu warna tertentu itu sebuah keberuntungan, sekadar warna favorit, atau untuk mendapatkan nuansa dan vibrasi tertentu dalam sebuah desain. Di sisi lain, warna bisa mencerminkan kepribadian, bahkan bisa mempengaruhi emosi dan memberikan efek psiko logis kepada semua orang yang melihatnya.
S
alah satu warna banyak disenangi orang adalah hijau. Menurut desainer interior Dwi Erayanti, S.Sn., warna hijau melambangkan ke sehatan, harmoni, keseimbang an, dan pertumbuhan. Hijau
Mendongeng Lima Menit
MATAHARI SI PENIDUR
Zaman dahulu Matahari diberi julukan si Penidur, karena ia lebih banyak tidur dari pada bekerja. Ia terbit dari Timur, merangkak ke Barat, memancarkan sinarnya memanasi bumi, lalu segera tenggelam di Barat. Tidur lagi. Dewa-Dewa mengeluh karena lebih banyak gelap dari pada terang. Mereka memancing, membajak, dan memasak sangat tergesa-gesa. Selalu merasa dikejar oleh waktu dan takut hari cepat-cepat gelap. Matahari tidur lagi. Pada suatu hari Dewa-Dewa itu mengadakan rapat. Mereka sepakat untuk memaksa sang Matahari bekerja lebih banyak. Mereka bergotongroyong menganyam sebuah jaring raksasa. Dengan jaring itu mereka akan menangkap Matahari, lalu memaksanya untuk bekerja sungguh-sungguh. Menjelang fajar menyingsing, hari masih gelap, Dewa-Dewa itu mendaki bukit ke arah Timur. Mereka melihat alam yang sangat gelap. Perlahanlahan keadaan gelap itu berubah, mula-mula redup, makin lama makin terang. Dewa-Dewa itu melihat Matahari menggeliat-geliat bangun sambil menguap. Nah, pada saat itulah Dewa-
Dewa itu mengayunkan jaringnya. Sang Matahari terperangkap. “Apa-apaan kamu! Jangan ganggu tidurku!” teriak Matahari. “Sebelum kamu memenuhi permintaanku, kamu takkan kulepaskan!” jawab Dewa-Dewa. Sang Matahari berusaha melepaskan perangkap. Ia meronta-ronta dan menggapai-gapaikan tangannya. Namun, jaring raksasa itu, makin ketat dan makin keras ikatannya. Akhirnya Matahari itu menyerah. “Baiklah, akan kupenuhi permintaanmu!” jawab Matahari. “Mulai hari ini kamu harus membagi waktumu menjadi dua bagian sama. Separuh untuk tidur dan separuh lagi untuk bekerja.” Matahari mengangguk. Dewa-Dewa pun melepaskan perangkapnya. Sejak peristiwa itu, Matahari memperpanjang jam kerjanya di bumi. Dewa-Dewa pun bekerja dengan tenang dan mengakhiri kegiatannya setelah hari gelap. Dalam waktu gelap itulah Dewa-Dewa beristirahat dan Matahari tidur lelap. Made Taro
17
Bermain dengan Hijau
–Ngurah Budi
dr. I Putu Gede Karyana sedang memeriksa kondisi seorang bayi
Griya
merupakan warna di ngin yang melambangkan alam dan kehidupan alam. Di samping itu, warna ini dapat memberikan efek batin yang berhubungan dengan kesehatan dan sangat cocok diterapkan pada ruang terapi. Bahkan, sebuah hasil penelitian menemukan bahwa hijau dapat meningkatkan kemampuan membaca. Warna ini juga sangat tepat jika diterapkan pada ruang bersantai karena dapat memberikan suasana yang segar. Warna hijau sering digunakan dalam dekorasi untuk memberi efek ketenangan dan menyatu dengan alam. Misalnya, dekorasi untuk ruang tamu, ruang makan, bahkan sebuah acara besar untuk memberi kesan santai dan bersahabat. Warna hijau memi-
liki beberapa variasi dan makna. Warna hijau tua melambangkan sifat yang maskulin dan konservatif. Warna hijau keabuan memberikan kesan ketenangan. Warna hijau citrus dapat memberikan kesan cerah, ceria, dan segar. Warna hijau juga bisa dikombinasi dengan warna lain yang selaras, serasi, bahkan dengan warna kontras, yang saling melengkapi satu dengan lainnya.Namun, hati-hati dalam memadukan warna, karena warna hijau kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain. Misalkan warna hijau dikombinasikan dengan merah, akan menjadi simbol Natal. Kombinasi antara warna hijau dan biru memberikan kesan alami, sementara kombinasi dengan cokelat atau krem memberikan kesan organik. –Inten Indrawati
Kreasi
18
15 - 21 September 2014
Bulan Oka Menimang Waktu Berkelana menelusuri relung kehidupan. Begitulah yang terpancar dari karyakarya Bulan Oka. Panorama realitas ke hidupan digerakkan dalam tanda, citra serta warna. Bulan masih seperti dulu, bagaimana mengungkap sisi memori kul tural melihat ruang kehidupan dari hal sederhana yang ada di sekitarnya mau pun nun jauh dan berjarak.
D
inamika sosial budaya masyarakat dan tempat tinggal yang ia jumpai menjadi persoalan penting dalam menimbang keseimbangan kehidupan. Sebagai perempuan Bali, ia harus memerankan diri sebagai ibu rumah tangga, menjalankan tradisi dan budaya, membantu bisnis keluarga, tanpa meninggalkan sosialita di lingkungan dan komunitasnya. Karya-karya Bulan Oka ini ditampilkan di Griya Santrian Gallery mulai 12 September-17 Oktober 2014. Episode hitam putih karya-karya Bulan di atas kanvas dan kertas, tidak lepas dari pandangannya dalam memahami dinamika sebuah kehidupan dimana dirinya berada. Seni rupa Bulan tidak membatasi cara pandang bahwa kerumitan dan kon flik harus disuguhkan sebagai sebuah teror maupun horor. Baginya, perjalanan melihat kehidupan adalah serial layaknya album yang dapat mengisahkan tiap halamannya. Bulan sedang berupaya menangkap sebuah realitas kehidupan dalam sebentuk catatan-catatan indah, namun juga sarat kritis. Simbolisme dan identitas Bali
dalam beragam bentuk seperti barong, persembahyangan di Pura, arsitektur, busana, keluarga dan ritme kehidupan ia letakkan sebagai bahasa ungkap yang dapat berinteraksi sebagai pertanda. Binatang-binatang seperti gajah, sapi, burung, dan naga yang terdeformasi menjadi ruang-ruang kehidupan sangat kuat mencitrakan bagaimana ia memerankan simbolisme secara lugas. Arsitektur kota, ruang-ruang jendela, kendaran yang mewakili ruang
gerak, berhasil dikemas menjadi dialog penting memvisualisasikan gagasannya. Bagi Bulan, Gajah dan sapi yang juga banyak hadir di karyakaryanya baik hitam putih maupun berwarna tidak lain adalah
bagian penting dari pengalaman ketika ia tinggal di Thailand, ia melihat kehidupan gajah nyata maupun mengenal filosofi penting yang sering diartikan sebagai sebuah simbol yang melambangkan kekuatan, penopang atau penyangga alam, kendaraan yang dinaiki oleh raja maupun ratu, serta lambang kebijaksanaan, kemajuan keabadian dan belas kasih. Sedangkan figur Sapi adalah bagian yang mengidentitaskan Bali dengan satwa eksotisnya. Sapi bagi Bulan adalah sosok perempuan sebagai ibu yang mulia yang memberi susu dan makan serta menjaga kehidupan. Berangkat dari pengalaman menempatkan simbolisme, maka ia tanpa sadar dengan sendirinya berhasil masuk pada relung ranah budaya. Simbolisme Bulan cukup menggelitik, kocak, dan dramatis untuk diingat sebagai catatan apa yang terjadi dengan ruang kehidupan sosial di Bali maupun perbandingan yang ia lihat di tempat lain. Jika mengamati figurfigur yang berperan dalam ruang kehidupan itu, maka sangat terlihat bagaimana sisi tampilan feminisme mendominasi ruang pembacaan. Maka sangatlah jelas kiranya, bagaimana Bulan ingin mengajak publik melihat persoalan perempuan dalam konstruksi budaya Bali. Bulan menyadari beberapa pengalaman melihat modernitas memang sering berbenturan dengan tradisi dan budaya Bali. Dari benturan itulah ia menyadari tidak bermaksud secara suntuk sebagai sosok feminis yang sedang mencari-cari apa yang terjadi dan membelanya, namun ia hanya ingin mengungkapkan
15 - 21 September 2014
rutinitas keseharian hingga ruang imaji. Menyaksikan karya Bulan bagaikan menatap perjalanan waktu, ia begitu gamblang membangun persentuhan antara tradisi dan modernitas yang terkadang tidak terasa telah menghanyutkan untuk dilupakan. Karya “Menimang Waktu” menurutnya lahir dari perasaan yang penuh pesona sekaligus kegamangan, artinya sebah paradok antara kekuatan tradisi dan kemajuan yang terjadi. Melalui karya-karyanya, ia telah berhasil membuat catatan untuk melihat perjalanan waktu khususnya di Bali dan di daerah lain yang pernah ia singgahi. –Yudha
Story
7
Mengejar Cinta Laki-laki Dunia Maya Berselancar di dunia maya menjadi hobi Tabita (18), bukan nama sebenarnya, sejak tamat se kolah. Gadis desa yang sudah ditinggal orang tuanya ini, kerap menghabiskan waktunya untuk bermain Facebook. Meski pun tinggal di sebuah desa di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, akses internet mudah diakses dari warnet.
D
gambaran persoalan perempuan Bali dan dinamika yang sedang terjadi. Figur-figur perempuan yang digarap secara naif oleh Bulan menunjukkan sebuah potret yang menohok pada kemajuan sosial yang menjadi evolusi penting peradaban kehidupan. Bulan sedang mengumpulkan pertanyaan, sekaligus mencoba menyuguhkan gambaran apa yang direkamnya menjadi tesis bahwa ada interaksi kehidupan dari segenap konflik sosial yang sedang terjadi di masyarakat Bali. Oleh karenanya, melalui pendekatan personal ia seperti menari-nari dapat menyentuh wilayah konflik itu, dari
Life
ari jejaring sosial inilah ia hampir terjerumus atau lebih tepatnya nyaris memilih jalan yang salah yang hampir-hampir membuatnya “jatuh ke dalam jurang”. Sihir social media (sosmed) telah membuatnya mengejar seorang laki-laki dari yang berperangai buruk hingga akhirnya menemukan laki-laki yang kemudian menjadi suaminya. Semua ia dapatkan melalui sosmed ini. Hidup sebagai yatim piatu sejak ba lita, membuat Tabita tidak memiliki pegangan yang kuat untuk bersandar. Terutama lagi sejak neneknya meninggal beberapa tahun yang lalu. Kasih sayang nenek ini memang membuat Tabita merasa memiliki tempat bersandar. Namun, setelah ia pergi, Tabita dititipkan pada seorang keluarga yang me rawat dan menyekolahkannya. Beruntung sekolahnya selesai hingga SMA. Tabita memang tidak sendiri. Ia memiliki saudarasaudara tiri, anak-anak ayahnya yang kala menikahi ibunya yang belia itu telah berusia sangat tua. Beban hidup yang berat karena kemiskinan membuat ibunya terpaksa dinikahkan dengan laki-laki tua yang cukup berada hidupnya. “Tapi pernikahan itu tidak berlangsung lama, kare na setelah Tabita lahir dan dua orang adiknya yang lahir lalu meninggal, ibundanya pun meninggal dunia,” kata Tarni, tetangga Tabita. Hanya Tabita seorang yang berhasil hidup karena setelah itu ayahnya menyusul sang ibu. Kakak-kakaknya inilah yang membantu biaya hidup dan sekolah Tabita. Ia memang memilih tinggal dengan keluarga yang dititipi oleh neneknya itu, tidak tinggal bersama kakak-kakaknya. Karena ia adalah anak perempuan satu-satunya dari ayahnya itu, Tabita lumayan disayang oleh kakak-
kakak laki-lakinya yang terbilang hidup tidak susah. Dari sanalah ia mendapatkan uang belanja sehari-hari yang sebagiannya ia pergunakan untuk menyewa warnet agar bisa eksis di dunia maya. Kebiasaan ini membuatnya memiliki banyak kenalan. Salah satunya ia berkenalan dengan seorang laki-laki dari Pulau Sumbawa. Ia kerap ngobrol dengan lakilaki itu dan rupanya saling membuat janji. “Mereka pun berjanji untuk bertemu,” kata Lina, kawan Tabita. Sejak awal, Lina
sebenarnya sudah melarang Tabita untuk menemui laki-laki, tapi Tabita bersikeras ingin menemuinya, menepati janji pertemuan itu. Celakanya, entah apa yang ada dalam pikiran Tabita, malah ia yang datang ke Pulau Sumbawa untuk menemui laki-laki itu. “Hal itu juga sudah sempat dicegah oleh keluarga yang merawatnya. Ia sempat tidak disuruh keluar rumah karena niatnya itu,” ujar Lina. Rupanya peringatan itu tidak diindah-
kan Tabita Ia seperti kena “guna-guna”, selalu saja ingin mendatangi laki-laki itu. Hingga suatu hari, Tabita tiba-tiba menghilang dan diketahui telah menuju Pulau Sumbawa untuk menemui laki-laki itu. Naik bus, ia nekat mencari laki-laki itu. Kepergiannya sempat menggemparkan keluarga dan tetangga. Seharian ia tak terlihat dan tidak pulang-pulang. Sampai akhirnya keluarganya mendapat kabar bahwa ia ada di rumah laki-laki itu.
sekali Tabita masih bisa juga keluar diamdiam dan tujuannya selalu ke warnet. Di sinilah Tabita kembali menemukan kawan, juga seorang laki-laki. Seperti halnya lakilaki pertama, laki-laki ini juga mengatakan ingin melamarnya untuk dinikahi. Laki-laki ini berasal dari salah satu kota di Jawa Tengah. Tabita yang bandel ini juga terbuai oleh rayuan laki-laki ini. Hingga akhirnya ia menyetujui ketika laki-laki ini hendak datang untuk melamarnya.
BUJUK RAYU YANG ALOT Tidak pikir panjang keluarganya lalu berangkat ke Pulau Sumbawa bersama seorang kakaknya untuk mengetahui keadaannya dan membujuknya pulang. Ia dalam keadaan baik-baik saja dan menolak dijemput untuk pulang. Jelas atas ulah Tabita yang seorang perempuan ini, keluarganya pun malu bukan kepalang. Namun, bagaimana pun juga persoalan ini harus diselesaikan. Keluarganya dan keluarga laki-laki itu diam-diam telah melakukan pembicaraan untuk mencari jalan keluar yang terbaik bagi Tabita dan laki-laki ini. Untungnya keluarga laki-laki ini jujur menceritakan tentang situasi si laki-laki. “Bawa pulang saja putri bapak dan ibu ini, jangan sampai mereka menikah,” ungkap Lina tentang kalimat keluarga si laki-laki. Bagaimana tidak, rupanya laki-laki itu bukanlah laki-laki yang baik. Menurut ke luarganya, ia bukan lakilaki yang bertanggung jawab. Ia juga sudah empat hingga lima kali kawin cerai. Intinya dia bukan laki-laki yang baik membuat keluarga Tabi ta gelisah bukan main. Namun, mereka tidak memaksa Tabita untuk pulang melainkan membujuknya dengan pelanpelan. Hingga akhirnya ia dijanjikan untuk menikah namun sebelum itu harus pulang dulu untuk menyiapkan pernikahannya. Setelah bujuk rayu yang teramat alot, Tabita yang seperti telah terhipnotis ini pun tidak keberatan untuk pulang sesuai janji keluarganya akan mempertemukan kembali ia dan calon suaminya itu. Tiba di rumah, Tabita dilarang keluar rumah apalagi ke warnet. Keluarganya menjaganya dengan ketat. Namun, se
PUNYA DUA ANAK “Untungnya laki-laki Jawa ini orangnya baik. Dia datang dengan sopan santun yang baik dan melamar Tabita baik-baik pada keluarganya. Ia juga menceritakan semua hal tentang dirinya sampai menceritakan bahwa ia pernah menikah dan memiliki seorang anak. Namun, pernikahannya gagal terus mereka bercerai,” kata Lina. Ia juga membawa serta surat cerai dan sangat berniat menikahi Tabita. Namun kedatangan laki-laki ini yang mendadak, tentu saja membuat keluarga Tabita kaget dan tidak siap menerima lamaran tersebut. Lagi-lagi, Tabita terlihat ngambek dan lebih banyak diam sampai akhirnya laki-laki ini diminta pulang dan kembali lagi dengan keluarganya untuk datang melamar. “Jelas keluarga Tabita keberatan, baru sekali datang langsung minta menikah,” ujar Lina. Melihat gelagat Tabita yang selalu ingin keluar setelah laki-laki itu pergi, ke luarganya semakin memperketat penga wasan. Tapi dasar Tabita, ia membandel. Entah apa yang dibicarakan dengan lakilaki itu sebelum pulang, ia tiba-tiba sudah menghilang dua hari setelah laki-laki itu pergi. Hilangnya Tabita membuat keluarganya kembali panik. Dicari ke sana ke mari, Tabita tidak ditemukan. Sampai beberapa minggu kemudian ia menelepon keluarganya dan mengabarkan bahwa ia telah berada di kampung halaman laki-laki itu di Jawa Tengah. Hal ini membuat keluarganya kaget berat. Lebih kaget lagi ketika ia menyampaikan kabar bahwa ia telah menikah dengan laki-laki itu. “Keluarganya ya…pasrah,” ungkap Lina. Sampai hari ini, Tabita belum kembali ke kampung halamannya. Ia telah memiliki dua anak. Ia termasuk pengguna jejaring yang beruntung dalam kasus-kasus seper ti ini, karena laki-laki yang kini menjadi suaminya itu adalah laki-laki yang baik. Setidaknya inilah gambaran yang diberikan oleh keluarganya yang sempat menjenguknya ke Jawa Tengah. Ia terlihat bahagia dan suaminya menyayangi ia dan kedua anaknya. Tabita kabarnya makin dewasa dan sempat meminta maaf pada keluarga nya atas pilihannya lari dari rumah untuk menemukan kebahagiaannya itu. -Naniek I. Taufan
Woman on Top
6
Ni Ketut Sutiarini, S.K.M., M.Kes.
Pelayanan Optimal Tak pernah terbayang dalam pikiran Ketut Sutiari sebelumnya, bahwa ia akan ditunjuk sebagai Kepala Puskesmas. Karena sepengetahuannya, yang bisa menjadi Kepala Puskesmas hanyalah dokter.
S
etelah lulus S-1 di Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Udayana (Unud) tahun 2006 pun, ia tak pernah berpikir jauh ke arah itu. Demikian halnya, ketika ia memutuskan melanjutkan kuliah S-2 di IKM Unud, hanya untuk meningkatkan potensi diri dan bisa memberi contoh kepada anakanaknya supaya lebih semangat menempuh pendidikan. Awalnya, pada tahun 2008 Ketut Sutiari ditugaskan menjadi Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Kesmas Sukawati I dengan SK Bupati Nomor 821.24/1967/BKD. Sebelum perempuan kelahiran Payangan 52 tahun silam ini me nyelesaikan pendidikan S-2, tahun 2010 ia dilantik lagi menjadi Kepala Puskesmas dengan SK Bupati No mor 821.2/2001/BKD. Ini baru pertama kali di Kabu paten Gianyar, Sarjana Kesehatan Masyarakat diperhitungkan. Ba rangkali pertimbangannya, dengan adanya Kebijakan Dasar Puskesmas
(Kepmenkes No. 128 tahun 2004), yang didalamnya juga menyebutkan bahwa kepala Puskesmas, seorang sarjana di bidang kesehatan yang kurikulum pendidikannya mencakup kesehatan masyarakat. Syukur, Sutiari masih ditugaskan di tempat semula. Wilayah kerja su dah diketahuinya dan masyarakatnya pun sudah ia kenal, sehingga tak be gitu menyulitkannya. Itu dikarena kan juga ia sudah terbiasa terjun ke lapangan sesuai dengan peran dan fungsi puskesmas yang lebih mengutamakan promo tif dan preventif, tetapi tetap mengupayakan kuratifnya. Apalagi, dengan 13 puskes mas di daerah Gianyar su dah menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD), tentunya ba nyak sekali tantangan. Pola pengelo laan keuangan BLUD memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktik-praktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Inilah tantangannya, mengubah pola pikir
teman-teman untuk bisa memberikan pelayanan yang optimal.
15 - 21 September 2014
BERBISNIS PERAK Ketut Sutiari dinikahi Drs. I Komang Jati, S.Pd., M.M. tahun 1983. Namun, untuk sementara pasutri ini harus berpisah karena Ketut Sutiari ditugaskan di Timortimur. Di sana ia mengamati mama (sebutan untuk kaum perempuan di Timor-timur) senang sekali me makai perhiasan perak dan emas. Hal ini disampaikannya kepada suami, agar dikirimkan perhiasan yang dipinjamkan dari keluarga di Bali. Upayanya ini juga didasari keadaan ekonomi keluarga me reka saat itu yang serba terbatas. Peluang ini pun, dimanfaatkannya betul. Sembari berjaga di rumah sakit, Sutiari berdagang perhiasan, dan kebetulan banyak diminati. Setelah kembali ke Bali sekitar tahun 1986, ia mencoba menjaja kan dagangannya ke Kuta dan Nusa Dua sambil refreshing dengan anakanak. Para pemilik toko di daerah pariwisata ini menyambut baik. Jika ada yang belum terjual, tak tanggung-tanggung Sutiari yang telah memiliki bisnis silver (perak) pergi ke pantai, berbincang-bincang dengan tamu-tamu Italia, mencoba membuka peluang pasar baru. Ia memulai memproduksi lebih banyak dan memajang di ruang tamu rumahnya. Ia juga dibantu Departemen Perdagangan yang mengajaknya ikut pameran baik di dalam maupun di luar negeri. Syukur semua berjalan baik sampai sekarang, dan usaha ini kini ditangani anak perta manya. DIRIKAN SEKOLAH Sekembalinya ke
Bali tahun 1986, ia ditugaskan di Puskesmas Sukawati I dan berkesempatan mengawal anak pertamanya yang sudah menginjak balita bertumbuh dan berkem bang. Ia berusaha membagi waktu agar juga bisa mencari pendapatan lain untuk membantu menopang kehidupan keluarga. Walau pun banyak keterbatasan, berb agai usaha dicoba dijalankannya. Akhirnya, Sutiari fokus pada usaha yang didukung lingkungannya. Di daerah Celuk banyak pengrajin perak dan emas, sehingga ia bisa lebih gambang mengembangkan usaha sembari menjaga anakanak. Ketika usahanya itu sudah berjalan dengan baik, ia masih tetap menjadi pelaku kesehatan. Saat itu, kebetulan Sutiari memegang program kesehatan anak yang waktunya lebih banyak dihabiskan di luar kantor, seperti kegiatan posyandu dan berkun jung ke sekolah-sekolah TK. Dari sana, hatinya tergugah un tuk mendirikan sekolah. Tujuannya. hanya menginginkan turut ambil bagian dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. Ia berkonsultasi dengan suami yang seorang pen didik, dan di samping itu juga ada permintaan dari masyarakat. Sutiari menyinergikan pendidikan dan kesehatan agar generasi kita lebih baik. Pendidikan itu penting, tapi sehat lebih penting. Akhirnya, berdirilah TK ANA yang bertujuan selain membentuk karakter, juga membiasakan anak-anak berpri laku hidup bersih sehat. TK ANA pun akhirnya terpilih menjadi Sekolah Sehat di Provinsi Bali tahun 2013. –Inten Indrawati
15 - 21 September 2014
Sudut Pandang
19
Sosmed bukan “Tempat Sampah” Tren social media (sosmed) saat ini seperti bebas tanpa batas. Fenomena ini terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Masyarakat seakan terhipnotis oleh keeksisan dunia sosmed ini. Tersedia kemudahan akses untuk menggunakan sosmed, seperti gadget masa kini, yang memberikan berbagai layanan internet. mengharuskan kita peka, dan menghargai privacy diri sendiri juga orang lain. “Apalagi etikanya orang kita orang Bali, adalah tahu baik dan buruk serta mengerti maknanya manusia, yakni manut teken sesanae dan nawang jele teken melah. Karenanya, etika pula yang membatasi mana yang boleh atau tidak. Etika dalam dunia sosmed tentu tujuannya agar para pengguna tidak asal, tapi tahu aturan. Ada etika dalam menggunakan bahasa, etika berbicara, serta etika menulis. Sebab, belajar dari berbagai kasus yang pernah ada salah posting bisa saja hukuman menghampiri.
K
adek Eni Marhaeni, dosen Poltek dan pemilik Daneswara Training mengata kan, poinnya adalah komunikasi. Ia pun menyebutkan “the quality of your life is the quality of your communication ” Ini berarti kalau bahasa yang dipakai seseorang buruk, itulah gambaran yang bersangkutan. Sebab, katanya jika dilihat dari sisi Tri Kaya Parisudha, maka you are what you think, what you say, and what you do. Dikatakannya , sebenarnya pemakaian sosmed tidak terbatas dan dibatasi, tetapi kehidupan masyarakat kita yang majemuk
JANGAN CANTUMKAN INFORMASI DETAIL Ibu tiga anak ini juga me ngatakan, sosmed dapat mem berikan dampak postif dan negatif terhadap para pecandunya. Se lanjutnya sebagai salah seorang instruktur kepribadian, agar tidak merusak perkembangan generasi anak muda saat ini, Eni memberikan beberapa catatan untuk mengguna kan sosmed dengan elegan. Hindari mengumbar data prib adi. Tersedianya kolom untuk men-share apa yang ingin tulis bu kan berarti semua harus diumbar. Apalagi sesuatu yang sensitif dan sangat pribadi. Ketika menggunakan sosmed untuk eksistensi, tempat galau, atau berkicau, sebaiknya tidak mencantumkan informasi terlalu detail seperti alamat ru
mah, nomor telepon atau seluler, sebab bisa mengundang tindak kejahatan atau dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab. Dalam melakukan komunikasi antar sesama pengguna sosmed, seseorang seringkali lupa etika komunikasi. Banyak ditemukan kata-kata kasar yang muncul pada percakapan antar sesama, baik itu secara sengaja atau tidak sengaja. Sebaiknya gunakanlah kata-kata yang layak dan sopan Sosmed bukanlah tempat sampah. Akan indah dan bermanfaat jika sosmed dijadikan microblogging untuk sharing informasi dan motivasi ke semua orang. Hindari hal yang berbau SARA, karena mudah menyulut respons bagi pihak lain. Jangan menaruh foto-foto yang berbau pornografi hal ini selain sangat tidak etis. Halhal tersebut akan mengundang re spons yang beragam dari berbagai pihak lebih parah bisa mengarah pada tindakan kriminal. Begitu pula bagi pencinta Twit ter, yang senang berkicau dengan 140 karakter, jangan mem-posting sesuatu yang dapat menying gung perasaan orang, sengaja atau tidak. Kalau ada postingan masalah orang lain, tidak perlu mencoba masuk ataupun sekadar RT. Juga tidak perlu overposting. Tidak semua yang sedang kita lakukan, dimana dan bersama mesti di-posting ke akun sosmed pribadi.
Gaji Telat Jadi Status Bebasnya orang-orang berkomentar bahkan mengungkapkan kekesalan hati di medsos, menjadi pemicu ramainya kasuskasus yang akhir-akhir ini merebak. Hal ini ditanggapi serius Kepala SMAN 7 Denpasar Drs. IB Suyasaputra, M.Si. Menurutnya, ini adalah dampak negatif dari informasi dan komunikasi yang makin canggih. Di sekolah yang ia pimpin sejak 2010 itu, anak-anak dibina dan dididik sesuai dengan visi sekolah, yakni unggul dalam akademis, peduli lingkungan, pelayanan prima, dan berwawasan meta kecerdasan. “Dengan misi inilah kami berupaya membina karakter anak sehingga hal-hal negatif bisa dikendali kan. Namun, semua itu kembali ke pribadi masing-masing anak,” ujarnya. Anak yang sudah terbentuk karakternya melalui pendidikan informal dari orangtua dan rumah, ketika masuk ke lingkungan
pendidikan formal, penekanannya lebih kepada segi kognitif, afektif, dan psiko motorik. Anak pada usia SMP-SMA um umnya masih labil dan emosional, yang dipengaruhi juga latar belakang sosial ekonomi keluarganya. Untuk mengerem hal-hal negatif ter sebut, Suyasaputra memulainya dengan metakecerdasan, yakni melalui jalur spiri tual, mengawali proses belajar-mengajar dengan persembahyangan. Dalam PBM pun, nilai-nilai etika disampaikan melalui pelayanan guru di kelas dan di BK (bim bingan konseling). Pihak sekolah juga bekerjasama dengan orangtua murid, ter masuk kemungkinan pemalsuan tanda tan gan orangtua pada surat. Kondisi sekolah pun diciptakan senyaman mungkin untuk mengoptimalkan aktivitas anak di sekolah, sehingga pembentukan kelompok-kelom
Eni Marhaeni
Ketika kita sedang marah atau tengah mendapatkan masalah, sering secara tidak sadar kita meng-update akun sosmed kita dengan kata-kata kasar akibat emosi. Jauhkan sosmed, ketika kita sedang emosi. Pintarlah dalam membagikan informasi dan berkomunikasi da lam sosmed. Sesungguhnya begitu banyak kegunaannya yang bisa dimanfaatkan dalam situs jejaring informasi ini untuk keperluan kita. UPDATE STATUS SAAT LIBUR Kabag Humas dan Protokol Pemkab. Badung AA Gede Raka Yuda, mengatakan, sosmed saat ini sedang digandrungi anak muda untuk merealisasikan diri. Se luruh lapisan masyarakat dapat mengakses. Termasuk juga para PNS. “Dalam sosmed juga ada etika tata karma, dan budaya yang pantas, dengan substansi materi
pok (geng-geng) bisa dicegah. Suyasaputra tak menampik bahwa dengan kemajuan ilmu dan teknologi sekarang, akses komunikasi pun san gat dipermudah. Karena saking mudahnya, bah kan tak jarang fasili tas ini dipakai sebagai media mengungkapkan sesuatu yang akhirnya berdampak meluas. Ini pernah juga terjadi pada anak didiknya. Perbin cangan antara satu anak dengan anak lain yang beraroma perselisihan terbaca di web seko lah dan dibaca orangtua siswa, sampai-sampai orangtua siswa terse but datang ke sekolah. “Padahal sebenarnya, di antara anak tersebut tidak terjadi apa-apa, mereka hanya bercanda,” ujarnya. Kasus serupa juga pernah dilakukan salah satu guru honor sekolah ini be berapa tahun lalu. Ia sempat mengung kapkan kekecewaannya di Facebook karena belum mendapatkan gaji waktu itu. Status guru honor ini rupanya diendus Kepala Dinas Pendidikan, yang akhirnya
yang kita sampaikan. Media sosial akan dinikmati berbagai kalangan. Tentu suguhan bahasa, etika, sopan santun, perlu menjadi perhatian, terutama, konteks untuk di Bali itu sangat penting,” ujarnya. Menurutnya, peran media se bagai wahana membangun edukasi masyarakat. Bagaimana media sosial dapat menjadi sarana membangun kesepahaman, idealisme, secara cerdas dalam menanggapi berbagai persoalan. “Kehadiran komentar yang tidak pantas diungkapkan, justru akan menimbulkan isu yang berkembang bukan menjadi reda tapi malah melebar. Tentu ini bukan salahnya media sosial. Tapi kita yang belum siap memanfaatkan media,” tegasnya. Dengan kapasitas media bisa diunggah dan diunduh siapa saja, ia mengingatkan, apa yang dapat kita manfaatkan dari media sosial tersebut, sesuai fungsinya sebagai media edukasi dan hiburan. “Kita dapat memanfaatkan sosmed untuk membangun kebersamaaan rasa cinta air, misalnya, atau saling berbagai kinerja kita. Seperti PNS, bagaimana kita memerankan diri. Media sosial bisa dimanfaatkan untuk komunikasi kinerja sebagai aparatur negara. Berbagi ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas diri selaku aparatur. Se bagai PNS, ada aturan yang sudah melekat pada mereka, etika se bagai bagian dari aparatur. PNS menjadi figur panutan, apa yang pantas di-share ke publik,” ucap nya. Kadang, ia tak menampik, konteks pribadi juga masuk. “Update status saat mereka libur. Tentu, atasan tidak bisa menga wasi langsung setiap hari. Tapi, kalau itu sudah menyimpang, tentu sebagai atasan wajar meng ingatkan,” kata Agung Raka. –Sri Ardhini/Wirati Astiti
sampai memanggil Kasek Suyasaputra. Usut punya usut, saat itu gaji memang telat dibayarkan karena terbentur libur hari raya. “Tapi semua itu akhirnya sudah diklarifikasi. Saat itu, guru itu mengaku iseng menulis status di FB karena rasa kec ewanya. Padahal sebe narnya tak ada masalah apa-apa. Karena itu, jika ada masalah, sebaiknya 3K (komunikasi, koor dinasi, dan konsultasi) terlebih dahulu secara intern,” ucapnya. Wakasek Humas, Cok Istri Mirah me nambahkan, SMAN 7 Denpasar memiliki wa dah berinteraksi (web) yang bisa diisi guru dan murid. Untuk bisa memonitornya bahkan mengerem komentar-komentar yang dampaknya berisiko meluas, guru dituntut mampu mengimbangi kemampuan siswa dalam bermedia online. “Misalkan, guru ikut nimbrunglah di Line, Twitter anakanak,” contohnya. Prinsipnya, dalam setiap bentuk interaksi termasuk di media sosial, tetap harus beretika. –Inten Indrawati
Nine
20
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Siti Aisyah
Pembuat Permen Susu Alami Siti Aisyah menyambut ramah dua orang laki-laki yang datang mengantarkannya tiga liter susu sapi segar yang baru diperah. Sudah bertahun-tahun, dua peternak ini adalah langganan tetap Aisyah sebagai pemasok susu segar. Selain dua orang peternak ini, beberapa peternak lainnya juga silih berganti, datang mengantar susu segar, baik itu susu sapi, susu kerbau maupun susu kambing.
Siti Aisyah
S
ementara itu, di dapur sederhananya yang terlihat bersih dan rapi, Aisyah duduk memegang sutil panjang yang dibuatnya sendiri sembari dengan tekun dan telaten meng aduk susu-susu segar itu dalam sebuah wajan yang besar. Susususu tersebut terlihat cair. Cukup lama mengaduk hingga memakan waktu berjam-jam, Aisyah tetap sabar melakukan aktivitas ini hingga akhirnya perlahan-lahan, susu tersebut mengental. Terlihat perubahan warna alami dari warna susu segar yang putih menjadi berwarna kecokelatan alami. Inilah aktivitas yang dilakukan Aisyah sehari-hari, pembuat permen susu, kuliner khas Sumbawa. Dibutuhkan ketelatenan untuk bisa bertahan sebagai pelestari kuliner khas ini, seperti halnya Aisyah. Bagaimana tidak, untuk memperoleh hasil permen susu dengan cita rasa asli warisan turun-temurun masyarakat Sumbawa, proses memasak susu segar untuk memisahkan air yang terkandung dalam susu tersebut guna menghasilkan susu murni yang mengental, memerlukan waktu bertahan duduk sedikitnya tiga jam. “Pengadukan harus terus dilakukan dan tidak boleh berhenti mengaduk untuk mendapatkan hasil yang baik dengan warna cokelat yang merata. Menghentikan pengadukan akan menyebabkan susu yang mengental tidak matang merata sehingga
dapat mempengaruhi warna yang tidak rata,” kata Aisyah, perempuan Desa Penyaring, Moyo Utara Sumbawa yang dikenal sebagai pelestari permen susu. Aisyah hanya bisa santai saat awal perebusan. Namun, ketika susu mulai mendidih, proses pembuatan permen susu sudah ti dak bisa berhenti. Ketika mendidih dalam keadaan kental ini, susu meletup-letup ke sekitar termasuk dapat percikan susu panasnya dapat membakar tangan yang terkena letupannya. Karena itulah, Aisyah menyiasati alat pengaduknya sengaja dibuat panjang agar tangan terhindar dari hal tersebut. Keringat mulai terlihat di keningnya, namun ia tetap tersenyum sambil terus bekerja. Setelah susu mengental, dalam keadaan panas susu tersebut langsung dicetak dan diiris sesuai kebutuhan. Proses ini harus berlangsung sambung-menyambung. “Kalau susu dingin tidak akan bisa dicetak dan ketika diiris, permen susu akan pecah-pecah,” ujar A isyah. Ia lalu mencetak susu yang mengental itu dalam keadaan panas dalam sebuah cetakan yang lebar dan ukuran tingginya 1 cm. Ia menggilasnya dengan penggilas khusus hingga merata seluruh bagian sampingnya. Lalu memotong-motong dalam ukuran 3,5 cm x 1,5 cm.
Aisyah menggeluti usaha ini sejak tahun 1980-an. Keahlian membuat dan mempertahankan kekhasan rasa permen susu asli ini ia dapatkan secara turuntemurun. Meski pembuatannya sederhana dengan bahan hanya dari susu segar, gula dan garam, keaslian rasa permen susu berasal dari cara dan teknik pembuatan yang tepat. Aisyah menjadi salah seorang pembuat permen susu dengan rasa yang asli. Usaha rumah tangga ini terbilang berjalan lancar dan menjadi mata pencaharian bagi Aisyah dan keluarga. Di Desa Penyaring, tak hanya Aisyah seorang yang menjadi pem-
Tiap hari Aisyah scara terus menerus membuat dan memasok permen susu dalam jumlah yang banyak ke toko-toko di Sumbawa
dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari, Sp. KJ.
5
“Berkelana” Keliling Pulau Dibesarkan oleh kakek dan nenek (dari ibu) di Banjar Belumbang Tengah, Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan Tabanan dalam kultur perdesaan, membentuk pribadi sederhana dan tulus pada diri dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari, Sp. KJ. Sang ayah, Prof. dr Dewa Putu Widjana, ahli Parasitologi, mantan dosen dan Dekan FK Unud, serta almarhumah ibundanya, Dewa Ayu Putu Sukiasih, memberi tauladan bagi dr. Shinta bagaimana menjadi dokter yang baik.
Aisyah menyambut para peternak pengantar susu-susu segar sebagai bahan baku pembuatan permen susu
permen susu khas Sumbawa. Para ibu di desa ini menghabiskan sebagian waktunya untuk memproduksi permen susu yang dulu menjadi kuliner khas bangsawan Sumbawa. Kini, permen susu menjadi salah satu ikon kuliner Tana Samawa (Tanah Sumbawa) yang banyak dicari. Kekhasan rasa susu yang alami membuat permen ini berbeda dari permen lainnya.
Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran mengaduk susu segar berjam-jam untuk menghasilkan permen susu dengan rasa asli.
buat permen susu ini melainkan para ibu rumah tangga di sana juga menjadi pembuat permen susu. Dapur-dapur para perempuan di desa ini juga mengepulkan asap yang menyebarkan aroma susu segar. Desa Penyaring memang dikenal sebagai sentra produksi
Inspirasi
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Rasa gurih susu kerbau atau sapi sangat kental terasa. Karena terbuat dari susu asli kerbau dan sapi, permen susu tentu saja bernilai gizi tinggi. Keunikan permen susu terletak dari cara pengolahannya yang alami dan masih tradisional serta menjadi produk olahan rumah tangga yang dibuat dengan peralatan sederhana yang biasa ditemukan di dapur-dapur rumah tangga, meski cara mengolahnya tidak sederhana. Usaha ini terbilang sangat lancar. Aisyah bersyukur bisa melestarikan kuliner khas ini karena bahan bakunya yang selalu tersedia. Hal ini dimungkinkan karena para peternak sapi dan kerbau di Desa Penyaring khususnya, lebih memilih menyiapkan ternak-ternak mereka untuk diperah susunya ketimbang dipelihara untuk dijual. Kecuali, setelah sapi dan kerbau tersebut telah habis masa produksi susunya pada usia tua bahkan mencapai
15 tahunan, barulah dijual untuk dikonsumsi dagingnya. Lancarnya usaha pembuatan permen susu inilah yang membuat sebagian warga Penyaring memilih bekerja sebagai pemerah susu. Setidaknya dua kali sehari susu-susu segar mereka antar ke tempat-tempat pembuatan permen susu langganannya, termasuk ke rumah Aisyah. Aisyah memproduksi permen susu secara terus-menerus dalam jumlah yang banyak. Ia terbilang jarang libur dalam membuat permen susu karena ia menjadi salah seorang pemasok permen susu ke toko-toko di Sumbawa dalam jumlah yang banyak. “Saya harus terus menyediakan permen susu karena selalu dicari sebagai oleh-oleh,” ungkapnya yang bekerja dengan anak dan keluarganya dalam usaha ini. Permen susu memang menjadi kuliner yang memiliki ciri khas Sumbawa yang layak dijadikan oleh-oleh baik dari segi rasa maupun kemasannya. Karena itulah, jika berkunjung ke rumah Aisyah, khususnya di pagi atau siang hari kemungkinan besar akan bertemu dengan proses pembuatan permen susu secara langsung. Seperti halnya pelestari kuliner tradisional lainnya, Aisyah memiliki alasan budaya meng apa ia bertahan dengan cara dan teknik pembuatan permen susu sesuai aslinya. Aisyah masih terus mengolah permen susu bukan hanya sebagai usaha rumah tangga saja, melainkan sekaligus melestarikan kuliner khas ini sesuai aslinya termasuk keunggulan permen susu diproduksi secara tradisional adalah seluruh bahan olahan diolah secara alami dan dalam keadaan segar tanpa bahan pengawet. “Karena itulah tiap kali susu segar diantarkan, kami langsung mengolahnya saat itu juga agar susu tidak rusak,” ujar Aisyah yang mampu memproduksi permen susu dari 12-30 liter susu dalam sehari. Dalam 10 liter susu kerbau akan menghasilkan 2,5 kilogram permen susu. -Naniek I. Taufan
dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari
T
erbukti ketika kembali ke Kerambitan sebagai dokter di Puskesmas Kerambitan II tahun 1998, predikat Dokter Teladan III Bali berhasil diraihnya. Menyelesaikan pendidikan spesialis jiwa tahun 2005, sangat terasa pengaruh guru besar Prof. Dr dr. Luh Ketut Suryani Sp. KJ (K) yang berjuang keras mewujudkan pendidikan Spesialis Kejiwaan di Bali berbasis komunitas dan budaya. Prof. Suryani adalah guru besar di bidang Psikiatri. Saat pendidikan, dr. Shinta banyak sekali diajarkan tentang bagaimana berkomunikasi yang baik dengan diri-sendiri maupun dengan orang lain. Prof. Suryani mengajarkannya bagaimana mencegah orang sehat supaya tidak sakit dan mengobati
(K) yang sudah terlebih menjadi PNS di Nusa Tenggara Timur (NTT). Toh, NTT juga bagian dari NKRI, pikirnya saat itu. Jadilah sejak tamat pendidikan spesialis, dr. Shinta langsung bertugas di Kupang, NTT, tepatnya di RSUD Prof. Dr. WZ Johannes. DIRIKAN RSIA DEDARI Kondisi real pelayanan kesehatan fisik dan mental di Kupang, masih jauh lebih rendah dari daerah lain terutama dengan daerah Indonesia bagian barat. Angka kematian ibu dan anak masih tinggi. Melihat kondisi ini, ia dan suami yang adalah dokter ahli kandungan terketuk hatinya untuk ikut berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak serta dapat berperan dalam mendukung program Dinas Kesehatan Provinsi NTT yaitu Revolusi KIA dengan mendirikan sebuah Klinik Bersalin pada tahun 2009. Melihat tidak adanya pelayanan kesehatan swasta yang
dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari bersama staf RSIA Dedari NTT
sebaik mungkin orang sakit supaya lebih cepat sembuh lewat psikiatri komunitas. Kenangan yang paling melekat di benak perempuan kelahiran Denpasar, 6 April 1970 ini adalah ketika Prof. Suryani mengajaknya untuk ikut keliling ke kabupaten seluruh Bali melakukan terapi komunitas terhadap masyarakat Bali lewat sistem yang ia ciptakan, tanpa pamrih. Awalnya, setelah menyelesaikan tugas sebagai dokter PTT, dr. Shinta bermimpi untuk mengabdi di Bali karena Bali adalah tanah kelahirannya. Namun, kondisi pada saat itu lowongan untuk PNS sangat minim. Ia memutuskan mengikuti suami, dr. Dewa Putu Sahadewa, Sp.OG.
berkualitas di Kupang, Klinik Dedari digenjot dengan segala pahit getir usaha, menjadi sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di tahun 2010. Kini RSIA Dedari telah menjadi RSIA pilihan utama di Kota Kupang. Dengan kemampuan komunikasi sebagai seorang psikiater, dr. Shinta membina dokter, paramedis, dan karyawan untuk menjadi pribadi yang siap melayani, selalu ramah, disiplin dan tangguh. Tahun 2011, keluarga kecil ini menambah usaha mereka dengan mendirikan usaha kuliner “The Circle Cafe & Resto”. Usaha ini sepenuhnya menggunakan SDM pemuda asli NTT. Seiring semakin maraknya persaingan di bidang
milik mereka, untuk melihat anakanak yang bekerja di sana.
kuliner di Kupang, usaha ini agak menurun tapi tetap bisa eksis menyapa pelanggan dan menghidupi karyawannya. PELAYANAN KE LUAR PULAU Setelah bertugas di Kupang dan kerap ditugasi Dinkes Provinsi untuk memberikan pelayanan kesehatan jiwa hingga keluar pulau, dr. Shinta menyadari ternyata wilayah NKRI benar-benar sangat luas yang terdiri dari ribuan pulau, dan itu ada di NTT. Ia menjadi tahu pulau-pulau kecil yang hanya ia kenal lewat pelajaran Geografis, seperti Pulau Rote, Sabu, Flores, Sumba, Solor, Alor, dll. Wilayah NTT sangat indah, memiliki pesona yang luar biasa, dan tidak kalah dengan pemandangan alam di luar negeri, hanya saja belum ada yang mengembangkannya. Dari “perkelanaan”nya ke berbagai pulau tersebut, dr. Shinta mendapati banyak masyarakat kecil yang masih membutuhkan tenaga kesehatan, yang status sosial ekonominya masih rendah. Anak-anak banyak yang tidak melanjutkan sekolah, dan itu membuatnya benar-benar sedih. Sehari-harinya dr. Shinta bertugas di bagian jiwa RSUD Prof. WZ Johannes Kupang. Di sana ia bertemu dengan saudara-saudara kita yang mengalami gangguan jiwa dan berusaha membantu untuk bisa mengatasi masalah mereka sebaik mungkin. Selain di bagian jiwa, dr. Shinta juga bertugas di bagian pusat krisi terpadu perempuan dan anak
(PKT-PA) yang setiap saat harus siap memberikan pertolongan pada ibu-ibu dan anak yang mengalami kekerasan baik kekerasan fisik, seksual maupun mental. Ia juga harus siap ketika dipanggil ke P2TP2A jiga ada kasus yang harus ditangani untuk masalah kejiwaannya. Juga, harus siap setiap saat jika diminta menangani kasuskasus narkoba (sebagai konselor) karena dr. Shinta terlibat dalam Badan Narkotika Provinsi NTT. Setelah menyelesaikan tugas di rumah sakit umum, tugas selanjutnya menantinya di RSIA Dedari. Selain rutinitas tersebut, ia juga setiap harinya menyempatkan diri datang ke The Circle, kafe kecil
KETUA WHDI Di bidang sosial keagamaan, dr. Shinta aktif di tempekan dan di pura. Para tokoh agama di Kupang pun memberi kepercayaan dengan menyertakan dr. Shinta dalam kepengurusan PHDI Provinsi NTT, bahkan sejak tahun 2013 terpilih sebagai Ketua WHDI Kota Kupang. Di samping, tetap aktif sebagai pendiri dan pengurus Koperasi Wanita Hindu Maha Laksmi. Kegiatan WHDI pun jadi lebih semarak dengan program senam bersama yang dikombinasi dengan ceramah kesehatan, arisan dan berbagai lomba yang beraroma tradisi Hindu. Bagi ibu dua putra, Dewa Gede Sahabhiseka Dewanta (17) dan Dewa Made Dwiendra A. Dewanta (10) ini, menjalani hidup memang harus punya perencanaan, tetapi lebih sering ia harus mengikuti jalan yang direncanakan Ida Sang Hyang Widhi. Sehingga, ia bisa lebih enjoy dan bersyukur akan apa sudah didapatinya kini. Apa yang diraihnya sekarang, baik sebagai psikiater, pemilik RSIA dan cafe, pengurus organisasi sosial dan profesi (IDI), sebagian besar tidak termasuk dalam citacita masa kecilnya. Mimpinya sederhana saja, menjadi dokter yang baik dan ibu rumah tangga biasa. –Inten Indrawati
dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari bersama keluarga
4
Inspirasi
15 - 21 SEPTEMBER 2014
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Mandalika
21
Berburu Referensi Kunci Sukses Berserah, Komitmen, ke Perpustakaan Anne Avantie
dan Kerja Keras
Di sebuah teras sederhana, rumah seorang perempuan desa yang peduli akan pendidikan, anak-anak berkumpul untuk belajar dan membaca buku-buku yang ada di lemari-lemari sederhana milik Jumilah. Mereka kadang membaca dengan suara keras sambil sang “Guru Jumilah” menjelaskan apa yang tengah mereka baca. Betapa pentingnya membaca, membuat Jumilah tidak segan meminta buku sebanyak-banyaknya kepada rekan dan sahabat bahkan orang yang mengunjungi tempat belajarnya itu.
SEPEREMPAT abad berkarya di dunia fashion dan mampu memper tahankan namanya tetap berada di atas, tentu bukan suatu yang mu dah. Tapi itu telah dilakukan oleh Anne Avantie, desainer kondang asal Semarang, yang berjuang dari nol hingga akhirnya mencapai sukses seperti sekarang. Di tangan Anne kebaya diolah dan menjelma menjadi adibusana yang menembus garis batas dan stigma kedaerahan, tanpa meninggalkan akar budayanya.
M
Pagelaran 25 tahun berkarya Anne Avantie
elihat kesuk sesan Bunda An n e, begi tu namanya akrab disapa, orang tentu tidak mengira bahwa kehidupannya di masa lalu, memprihatinkan. Pendidikannya pun hanya SMP. Meski begitu, ia selalu penuh semangat untuk be kerja keras dan Tuhan pun mem buka jalan baginya untuk meraih kehidupan yang lebih baik lewat kesempatan-kesempatan yang didapatnya sepanjang kariernya. Anne mengaku kadang masih merasa tidak menyangka akan apa yang telah dicapainya. Bahkan 25 tahun telah dilaluinya dan akhirnya terwujud acara ini pun terasa bagai mimpi. “Yang saya rasakan sekarang seperti mimpi bisa menyeleng garakan fashion show 25 tahun berkarya,” ungkap wanita kelahiran Semarang 1964 ini kepada pers beberapa saat sebelum pagelaran “25 Tahun Berkarya Anne Avantie: Merenda Kasih” digelar di Jakarta Convention Centre, Senayan, Ja karta, Rabu (3/9). Kunci kesuksesannya, kata Anne, adalah berserah, komit men dan kerja keras. Ia berserah karena percaya bahwa segala sesuatunya telah diatur oleh Tu han. Dalam berserah, ada tangan Tuhan yang bekerja dan ia sangat merasakan hal tersebut. Komit men dan kerja keras, itu menjadi pegangannya dalam meniti karier nya hingga sekarang. Meski begitu, tidak ada jalan sukses yang mudah. Begitu pula
dialami wanita yang bernama lengkap Sianne Avantie. Bah kan boleh dibilang, perjalanan kariernya hingga mencapai se perti ini adalah sebuah perjuangan yang luar biasa. Dia mengawali nya dengan merancang kostum tari, kostum panggung, sekaligus membuka penyewaan. Ia tak mengira kalau dirinya kelak bakal menjadi desainer. Pasalnya, ia tak dapat mengambar pola, ia juga tak pernah mengenyam pendidikan mode secara khusus. Keterampil annya dipelajari secara otodidak. Adalah ibunya, Amie Indriati, ada lah orang yang selalu membim bing dan menyemangatinya. Tapi Tuhan berkehendak lain. Meskipun tidak mudah, namun Anne pun berproses menjadi seorang desainer bahkan akhirnya menjadi terkenal. Rancanganrancangannya bukan hanya diakui kalangan dalam negeri tapi juga
internasional. Dalam sebuah ke sempatan berbeda, Anne sempat menyatakan, “Perjalanan saya sebagai desainer bukannya tanpa cobaan. Bahkan boleh dibilang, begitu banyak cobaan, kadang menyakitkan dan penuh air mata. Ucapan-ucapan sinis dan menya kitkan tentang karya kebaya saya pun, saya terima dengan lapang dada, meski sangat menyakitkan. Saya terus berjalan karena yakin Tuhan membimbing,” katanya kala itu. “Ketika menengok ke belakang perjalanan hidup saya hingga mencapai seperti ini, sungguh suatu yang luar biasa,” tambahnya. Rabu (3/9) lalu adalah malam paling berbahagia bagi Anne yang bersama keluarganya---ibu,anak, suami dan cucu--- berkesempatan merayakan 25 tahun berkarya di JCC Senayan Jakarta. Sua sana perayaan pun dibuat sa ngat berbeda dari biasanya. JCC ‘berdandan’ bak pecinan dengan
I
Anne Avantie bersama ibu dan anak pertamanya, Intan
lampion-lampion sebagai salah satu hiasan utamanya. Sebanyak 4000 undangan yang datang dari berbagai kalangan, tumpah ruah di JCC. Ini memang ‘malamnya Anne Avantie’. Undangan yang da tang bukan hanya dari kalangan pejabat, tokoh-tokoh terkenal
Anne Avantie didampingi keluarganya dalam pagelaran 25 tahun berkarya
ataupun selebriti tapi banyak juga dari kalangan biasa, seperti para penjahit, pengrajin-pengrajin dari daerah yang memang sengaja diun dang Anne untuk ikut berbahagia bersamanya. Tak heran karena Anne Avantie bukan hanya sibuk berkiprah di dunia fashion tapi dia juga aktif di lingkungan gereja dan berbagai kegiatan social. Salah satu wujud dari kepedulian Avantie pada sesame adalah dibangunnya ‘Wisma Kasih Bunda’ untuk meno long penderita Hydrocephalus. Untuk hal ini dia bekerja sama dengan RS Elisabeth Semarang. “Saya memang mengundang
mereka. Saya tidak ingin page laran saya hanya dihadiri oleh orang-orang tertentu saja. Hal ini saya lakukan karena saya melihat kerinduan mereka terhadap page laran busana. Bagaimana mereka ingin menjadi bagian dari ini,” ungkap Anne. Pada pagelaran akbar ini, Anne menampilkan 125 karya ran cangannya yang telah dipersiap kannnya selama dua tahun untuk moment special ini. Kenapa waktu pengerjaan begitu lama, menurut Anne, ini karena dirinya tidak bisa membuat gambar atau sketsa. Selain itu, katanya, ritme kerja dirinya berbeda dengan desainer lainnya. “Kenapa lama, kartena saya tidak pernah bikin gambar dalam membuat kebaya. Saya bekerja dengan cara mengikuti alur nafas saya sendiri,” katanya, seraya menambahkan,” Ada 125 busana perempuan, jumlah itu belum termasuk busana laki-laki yang juga tampil,” ungkap Avantie yang kini memiliki 12 anak brand. Ada yang baru dari rancangan Anne kali ini yakni kebaya dengan motif polkadot dan garis-garis. Hal ini juga diakui Anne yang berharap ini akan menjadi tren di Indonesia. Sejumlah selebriti yang ikut memeriahkan acara Anne Avantie dengan berlenggaklenggok di catwalk antara lain; Atiqah Hasiholan, Bunga Citra Lestari, Raisa, Olga Lidya, dll. Tak ketinggalan sejumlah selebriti senior juga tampil seperti, Rima Melati, Marini, Widyawati, juga Dewi Motik. -Diana Runtu
a sendiri merasakan ke tika tidak dapat membaca, dunia ini ‘buta’ baginya. Hidup terkungkung da lam kebodohan, bukanlah hal yang mengenakkan. Selain tidak dihargai orang, ruang gerak juga terbatas bahkan kerapkali kena tipu. Tidak bisa baca dan tulis alias buta huruf adalah salah satu faktor utama kebodohan itu. Namun, ia tidak menyangka ketika di usianya yang sudah beranak dua baru bisa mem baca karena diajarkan oleh anaknya yang duduk di kelas dua sekolah dasar. Betapa matanya kemudian terbuka memampangkan dunia yang maha luas. Ia memperoleh wawasan yang kemudian mengantarkannya pada pertemuan-pertemuan penting dengan kalangan aktivis di luar tem patnya tinggal bahkan hingga keluar daerah. Ia pun membaca buku-buku dan mendapatkan hal-hal baru pada tiap buku yang dibacanya, ilmu yang selama ini tidak diketahuinya. Begitu pentingnya membaca, yang menurut Gubernur Nusa Teng gara Barat TGH M Zainul Majdi, membaca merupakan pintu kecer dasan. “Bahkan, ayat Alquran yang pertama kali diturunkan Allah SWT adalah iqra yang berarti bacalah,” ungkap Majdi dalam kegiatan Road show Minat Baca di halaman Kan tor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah NTB di Mataram, beberapa waktu lalu. Dengan membaca, selu ruh hal pengetahuan akan terbuka dan dapat memberikan bimbingan untuk dapat memilih langkah yang tepat dalam menyikapi sesuatu. Inilah pentingnya keberadaan perpustakaan bagi masyarakat. Karena selain sebagai sarana pusat penelitian, perpustakaan juga meru pakan tempat untuk menimba ilmu untuk mengasah kecerdasan inter personal, kecerdasan natural juga kecerdasan spritual yang dihasilkan dari membaca. Dengan membaca hal-hal yang berbau kepahlawanan lokal, tradisi, budaya, dan lainnya yang sarat dengan nilai-nilai, misalnya, akan dapat mem bentuk jati diri seseorang. “Semakin bagus buku yang kita baca, semakin bagus pula kepribadian kita. Orang yang tidak pernah membaca maka dia seperti tukang obat,” ungkapnya. Karena itulah, menurut Ma jdi, untuk mempersiapkan generasi bangsa di era globalisasi ini Peme rintah Provinsi NTB ke depan akan mulai memprogramkan untuk setiap sekolah agar setiap siswa diharuskan membaca minimal beberapa halaman buku dalam setiap minggunya, untuk
Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi dalam kegiatan Roadshow Minat Baca di Mataram
meningkatkan minat baca anak. Sekertaris Utama Perpustakaan Nasional RI, Drs. H. Dedi Junaidi, M.Si. yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan bahwa kegiatan roadshow diselenggarakan guna mem perluas jejaring informasi perpus takaan nasional serta menumbuh kembangkan minat baca masyarakat dan melaksanakan pembinaan bagi perpustakaan di kabupaten dan kota se-Indonesia. “Kegiatan ini merupakan de posit semua karya tulis, karya rekam maupun cetak yang ada di Indonesia dan di luar negeri agar bisa dilestarikan,” katanya. Hal ini dilakukan dalam rangka menyiapkan perpustakaan sebagai sarana belajar bagi masyarakat. Berbagai program untuk peningkatan minat baca ini dilaksanakan Perpustakaan Nasional RI di antaranya dengan memberikan bantuan stimulan mobil perpus takaan keliling sebanyak 496 di kabupaten/kota di Indonesia yang disertai harapan mendapat respons dari pemerintah daerah setempat. Di NTB, keinginan masyarakat untuk mengetahui sesuatu dari membaca buku, terlihat cukup baik. Melihat meningkatnya pen gunjung Perpustakaan Daerah NTB dari tahun ke tahun, memberikan gambaran bahwa masyarakat NTB sudah mulai sadar terhadap pen tingnya budaya membaca. Menurut catatan Badan Arsip dan Perpus takaan Provinsi NTB, minat baca masyarakat NTB menunjukkan peningkatan setidaknya dalam waktu tiga tahun belakangan. Data jumlah pengunjung di Perpustakaan dan Ar sip Provinsi NTB tiga tahun terakhir terlihat di tahun 2008 kunjungan mencapai 545.109 dan di tahun 2009 tercatat 579.777 pengunjung.
Sedangkan untuk tahun 2013 seba nyak 931.401 pengunjung. Dilihat dari jumlah pengunjung perhari sebanyak 1.500 hingga 2.000 orang, memberi gambaran bahwa minat baca daerah ini telah me ningkat. Mereka kebanyakan pelajar dan mahasiswa, serta masyarakat umum. Semakin banyak membaca akan membuat masyarakat semakin kritis dan peka terhadap hal-hal baru dan menjadikan pribadi yang pandai mengambil sikap kala menghadapi masalah. Hal inilah yang sempat dialami Jumilah yang membanding kan ketika ia tidak bisa membaca dan setelah ia bisa membaca dan membaca banyak buku.
Ruang baca Jumilah, meski buku terbatas anak-anak desa tetap semangat untuk belajar membaca
“Dulu saya ditipu-tipu orang, sekarang setidaknya saya aman dari niat jahat orang lain yang ingin menipu saya,” ungkapnya. Inilah yang membuatnya bercita-cita terus menambah koleksi bukunya meski pun sedikit demi sedikit, sebagai bahan bacaan anak-anak kampung di sekitar tempatnya tinggal. Selain Jumilah, kesadaran masyarakat untuk meningkatkan minat baca di kalangan anak, patut diapresiasi adalah seorang guru desa bernama Salmah. Di salah satu ruangan di rumah panggung nya yang sederhana, ia menye mangati anak-anak desanya untuk rajin membaca demi meningkatkan kualitas pendidikan desa itu dengan membuat sebuah perpustakaan sederhana di rumah panggung sederhana miliknya. Perpustakaan itu jauh dari fasilitas mewah, hanya sebuah ruangan 2 meter x 6 me ter, bekas dapur yang sudah tidak terpakai. Dan hanya ada beberapa lemari lama tempat menyimpan buku-buku dan meja kursi kayu seadanya saja. Namun, dari sinilah anak-anak Desa Ntori, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima banyak menimba ilmu dari buku-buku yang ada di perpustakaan ini. Meski koleksi bukunya masih terbatas, tiap sore tiba, ruangan per pustakaan di rumah panggung ini se lalu diramaikan anak-anak yang bel ajar dan membaca. Tidak hanya itu, banyak juga dari siswa SMP bahkan hingga anak kuliahan yang mencari referensi di perpustakaan ini. Tidak ketinggalan ibu-ibu rumah tangga juga kerap memanfaatkan waktu
NTB Raih WTP
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh. Amin, SH., M.Si., mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima penghargaan dari Pemerintah RI yang diserahkan oleh Wakil Presiden Boediono, di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, sebagai pemerintah daerah yang berhasil menyusun dan menyajikan LKPD tahun anggaran 2013 dengan capaian opini WTP dari BPK RI.
untuk belajar di sini. “Jika sedang ramai anak-anak di perpustakaan, biasanya ada juga yang membaca di halaman bawah dekat tangga naik. Mereka duduk di bale-bale bambu,” ungkap Salmah. KLUB BACA Demikian pula dengan sebuah klub baca yang dirintis masyarakat adat Bayan di Lombok Utara. Klub baca perempuan Bayan ini memiliki sebuah perpustakaan yang ada di lokasi di Tanah Ageman Gubuk, areal khusus yang dikelola oleh Rumah Adat Karang Bajo, Bayan Lombok Utara, ini sangat sederhana. Tempat ini disiapkan sebagai areal para ibu yang datang berkumpul untuk membaca. “Arahnya ke de pan, membangun perempuan adat yang mandiri dalam segala sisi,” kata Sarbiniwati, pengelola klub baca perempuan bayan. Peran serta masyarakat dalam meningkatkan minat baca seperti ini, banyak dirintis secara swadaya atas kesadaran bersama di suatu lingkungan yang dimotori oleh seseorang yang memiliki kepedu lian akan hal itu, seperti halnya, Jumilah, Salmah dan Sarbiniwati. Mereka berharap bahwa ke depan, perpustakaan sederhana mereka mendapat bantuan dan kepedulian dari pemerintah atau siapa saja yang ingin menyumbangkan buku-buku bacaan. Dari sana, mereka berharap generasi-generasi NTB ke depan akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan memiliki wawasan yang luas. -Naniek I. Taufan
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat kem bali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebagai bukti keseriusan daerah ini dalam mengelola keuangan secara transparan, akuntabel dan tersaji dengan baik. Penghargaan ini diperoleh bahkan secara berturut-turut tiga kali yakni dari pengelolaan keuangan tahun anggaran 2011, 2012 dan 2013. Tahun 2014 ini Provinsi Nusa Tenggara Barat memperoleh penghargaan atas keberhasilan menyu sun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2013 dengan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI, yang langsung diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono. Penghargaan ini diterima Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh. Amin, SH., M.Si. “Semua prestasi itu berkat dukungan semua pihak. Untuk itu saya ucapkan terima kasih,” ujar Wagub Amin usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2014 di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, beberapa hari lalu. -Naniek I. Taufan
Metropolitan
22
15 - 21 September 2014
Inspire Indonesia Conference 2014
Kombinasikan Thinking Fast dan Thinking Slow Suasana hening dan sesekali riuh terdengar dari Grand Ballroom ICC Mega Kemayoran, tempat berlangsungnya seminar Inspire Indonesia Conference 2014. Sungguh luar biasa, ribuan peserta yang umumnya dari kalangan muda, begitu antusias mengikuti seminar yang di bawakan oleh empat motivator kondang, Merry Riana, Tung Desem Waringin, James Gwee dan Yeheskiel Zebua. Tak tampak kejenuhan ataupun lelah di wajah para peserta meskipun harus duduk berjam-jam.
I
ni tentunya sebuah fenomena menarik, ribuan peserta seminar bertajuk ‘Stairway to Success’ tetap bersemangat mengikuti sesi demi sesi tanpa beranjak dari kursinya kecuali ketika diminta berdiri sambil melakukan sesuatu, atau diminta datang ke panggung atau saat istirahat. Ini tentunya bukan sekadar materi yang disampaikan dalam tapi juga kepiawaian keempat motivator itu dalam ‘menghidupkan’ acara nya. Para peserta tidak hanya duduk diam dan mendengarkan tapi juga diajak berpartisipasi aktif. Tung Desem Waringin, motivator ulung yang juga penulis buku bestseller ‘Financial Revolution’ punya trik ‘menggedor’ para peserta. “Bapak-ibu, siapa mau kerjaan masuk sehari saja, pokoknya masuk saja, kerja nggak kerja, dapat uang Rp 100 juta??? Siapa yang mau? “ seru Tung Desem Waringin dengan lantang. Kontan, tawaran menggiurkan itu disambut acungan tangan ribuan peserta seminar, seraya berseru, “Sayaaaa!!!”. “Itu tidak berpikir!!” ucap Tung Desem Waringin melihat reaksi spontan para peserta. Sekarang, lanjut Tung lagi, “Siapa yang tidak mau, angkat tangannnn???” “Itu tidak berpikir juga!!” Jadi apapun jawaban Anda, pasti tidak berpikir dulu. Kalau Anda berpikir, butuh enam detik, tapi kalau kurang dari enam detik, itu tandanya Anda think
fast. Anda menjawab hanya berdasarkan intuisi,” jelasnya. Intuisi kadang kala dapat digunakan dalam keadaan tertentu, atau oleh orang yang sangat ahli di bidangnya. Orang berpikir cepat karena tahu cara menghitungnya. Di olahraga pun, kadang intuisi diperlukan. “Main pimpong misalnya. Kalau Anda berpikir dulu, antara ingin melakukan smash atau chop, maka bola terlanjur lewat. Tapi banyak orang salah mengambil keputusan. Think fast hanya karena suka –tidak suka. Banyak orang mengambil keputusan cepat untuk sebuah komitmen jangka panjang,” papar TDW, begitu nama Tung Desem Waringin kerap disebut. Tema ‘think fast’ yang disampaikan TDW adalah buah dari penelitian dan analisis Daniel Kahneman, seorang pemenang Nobel Economi Science tahun 2002, bersama temannya,Amos Tversky, tentang peran persepsi dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Menurut Kahneman, sebagaimana diungkap TDW, sistem berpikir manusia ada dua, yaitu thinking fast dan thinking slow. Problem yang sering terjadi pada manusia adalah, manusia berpikir supaya tidak berpikir. Banyak yang thinking fast karena tergesa-gesa dan malas berpikir lebih lama. Padahal jika dikombinasikan dengan baik, maka thinking fast dan thinking slow akan menghasilkan sesuatu yang
lebih baik. Dengan kombinasi itu kita belajar berpikir dan ‘melihat’ dari berbagai sudut. Untuk think fast, menurut TDW, dapat dilakukan untuk hal-hal yang tidak berisiko atau kurang berisiko terhadap kita, namun untuk hal-hal penting apalagi yang berefek besar dalam kehidupan kita, harus dipikirkan lebih panjang. Namun, masalahnya ada juga dimana orang raguragu mengambil keputusan meski tahu itu adalah menguntungkan. “Ini bagaimana? Sudah tahu itu menguntungkan, tapi ragu, antara ambil dan tidak. Sejauh mata memandang, telinga mendengar, hati merasakan, pikiran menganalisa, pikiran berhitung bahwa itu menguntungkan, ambil itu!” tegas TDW, sembari mengajak para peserta untuk mengucap ulang apa yang disampaikannya. MENGAMBIL KEPUTUSAN KARENA EMOSI Menurutnya, manusia seringkali terjebak dalam mengambil keputusan. “Orang salah
mengambil keputusan karena emosinya. Kalau emosinya salah, keputusannya juga salah,” katanya. Dalam mengambil keputusan, harus mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan data. “Orang yakin 100%. Kalau yakin 100%, dia tidak perduli lagi datanya benar atau salah. Dia tidak mau membuka mata lagi pada hal lain, atau tidak mau melihat sudut pandang lain,” jelasnya. “Keyakinan dan positive thinking diperlukan, namun tetap perlu memikirkan hal negatifnya untuk mengkritisi agar kita bisa objektif,” kata pemegang penghargaan The Most Powerful People In Business and Idea versi Majalah SWA. Orang yang berpikir dengan banyak sudut pandang akan menghasilkan keputusan yang berbeda daripada orang yang berpikir hanya dengan satu sudut pandang. Sementara Merry Riana menyebut tentang pentingnya partisipasi sepenuhnya. “Kalau Anda ingin mendapat sepenuhnya dalam hidup ini, Anda juga harus memberikan sepenuhnya. Berapa banyak Anda dapatkan tergantung dari berapa banyak yang bisa Anda berikan,” kata pengarang buku best seller ‘ Mimpi Sejuta Dolar’, ini. Menurutnya, banyak orang dalam hidup ini terbiasa untuk tidak memberikan sepenuhnya. “Dari hal-hal kecil menjadi kebiasaan. Jangan membiasakan diri melakukan (bekerja) setengah-setengah kalau ingin mendapat penuh.” Selain masalah pentingnya partisipasi ia juga menekankan pentingnya berani mengambil langkah pertama. Menurutnya, kita tidak harus menunggu ahli dulu dalam bidang tersebut
kemudian melangkah. “Saya adalah contoh nyata dari itu. Saya memulai suatu bidang meski tidak punya keahlian. Misalnya,, ketika memulai bisnis di bidang jasa keuangan, saya tidak punya keahlian di bidang itu. Kenapa saya bisa sukses? Karena saya berani memulainya,” tegas Merry. “Saya ditolak sana-sini, tapi justru penolakan orang-orang itu merupakan guru bagi saya, modal saya untuk terus melangkah.Memang bukan proses yang mudah. Orang yang bekerja keras akan menciptakan keberuntungan bagi dirinya ,” ujarnya. Kata Merry, ada tiga hal menuju kesuksesan, yakni, memiliki mimpi yang jelas, strategi yang berbeda dan tindakan apa yang harus dilakukan. “Ada banyak jalan menuju kesuksesan tapi saya tahu tujuan saya. Saya tahu strategi apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Ada banyak kunci untuk membuka pintu kesuksesan tapi Anda harus tahu ‘pintu’ di depan Anda seperti apa. Karena kalau Anda salah kunci, pintu tidak akan terbuka,” ujarnya. Senada dengan Merry, James Gwee juga mengatakan bahwa kesuksesan datang karena adanya aksi. Lalu ia pun mengajak para peserta menulis hal-hal apa yang harus dilakukan agar perubahan datang pada dirinya. “Jangan menunggu disuruh untuk melakukan sesuatu. Lakukanlah sebelum disuruh. Untuk menuju sukses, orang harus punya ide, kemampuan menyampaikan ide, kemudian menjual ide tersebut,” kata pengasuh acara ‘Smart Business Talk’ di sebuah radio, ini. –Diana Runtu
Sosialita
15 - 21 September 2014
3
Shinta Chrisna
Tak Pernah Puas Event tahunan Sanur Village Festival memang sudah berlalu. Namun, yang satu ini pasti masih berbekas dalam benak mereka yang menyaksikan pagelaran fashion show kala itu. “Epic of Mahabrata” by desainer muda Shinta Chrisna, cukup membuat penikmat seni busana khususnya, terhenyak. Shinta yang memang dalam tiap pagelarannya selalu memasukkan unsur treatikal, kali itu mengusung cerita pawayangan Mahabrata yang sarat akan nilai-nilai kebenaran. Karya-karyanya me rupakan representasi dari karakter para tokoh dalam cerita tersebut. dalam kebaya, bahkan sampai mendapatkan penghargaan Designer Culture oleh Indonesia Book of Records, Shinta merasa bertanggungjawab dan harus lebih mendalami lagi budaya Bali. Paling tidak, itulah salah satu alasan lain kenapa ia melanjutkan program doktor di Kajian Budaya. Selain, ia memang benar-benar mencintai budaya Bali yang penuh dengan filosofinya. Salah satunya, cerita Mahabrata. Sebelum dikemas dalam sebuah pagelaran, tentunya ia mendalami betul filosofi cerita tersebut, hingga akhirnya mampu direpresentasikannya dalam karya-karya kebaya yang dibuat detil hingga aksesorinya. Pagelaran fashion show “Epic of Mahabrata” belum lama ini pun dikatakannya merupakan sebuah pagelaran karya seni yang memberikannya kepuasan lahir batin.
K
Shinta Chrisna
arya-karya Shinta Chrisna sangat lekat dengan kesan glamour namun tetap cantik dan elegan. Tanpa menghilangkan ciri khas busana nusantara yakni kebaya yang menonjolkan culture of Bali, ia bereksplor dan bermain-main dengan detil dan cutting yang khas Shinta Chrisna. Brand “Shinta Chrisna” pun kini merambah tak hanya di lokal Bali dan nasional, namun sudah ke kancah internasional. Bahkan di tahun 2014 ini, dua penghargaan bergengsi dianugerahkan pada perempuan cantik kelahiran Denpasar 28 Mei 1981 ini, yakni penghargaan dari Indonesia Book of Records 2014 sebagai Designer Culture Wanita Muda Indonesia yang Berprestasi dak Eksis dalam Berkarya dan Berkreatifitas di Dunia Fashion Indonesia dan Creative Young Entrepreneur Award dari JCI (Junior Chamber International) Indonesia 2014. Pemilik nama I Gusti Ayu
Shinta Chrisnawati, S.E., M.M. ini memang tak pernah puas dalam menjalani sesuatu. Termasuk, mendalami sebuah ilmu. Ia tak cukup puas hanya menguasai ilmu ekonomi. Di sela-sela waktunya, ia juga mencuri ilmu desain interior di Bali Art Desain College, dan menyelami ilmu desain fashion di Sekolah Fashion Design Susan Budiharjo. Ibu dari Alicia Catharina Udayana, Alvino Devananda Udayana, Alodia Della Conchetta Udayana, dan Alexandria Fortunia Cleopatra Udayana ini selalu gatal ingin mencicipi ilmu-ilmu baru. Karena baginya, ilmu itu tak pernah habis. Karena itu pula, di tahun 2014 ini ia meneruskan pendidikan S3nya di Kajian Budaya Unud. Sebagai desainer yang mengusung dan selalu memasukkan unsur culture yang diterjemahkannya
KEBAYA ADALAH JATI DIRI Putri I Gusti Made Oka dan Komang Erawati, S.H. ini tak menampik jika ia banyak terinspirasi oleh desainer ternama. Salah satunya, Anne Avantie yang mengundangnya dalam “25 Tahun Anne Avantie Berkarya”, 3 September lalu di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre. Namun, ia tetap mencari identitas dirinya dengan terus berkarya dan berkarya. Pendidikan hanyalah dasar dari berpijak, akhirnya
Shinta Chrisna bersama suami dan keempat anaknya
pengalamanlah yang membentuk karakter. Kebayalah tempat ia memperlihatkan jati dirinya. Dalam kebaya, ia menemukan inilah branding Sinta Chrisna yang “menjual dirinya” secara keseluruhan. Dalam artian, totalitas karya yang ia sebut sebagai karya seni dengan segala eksentriksitasnya ini me rupakan suatu karya yang tampil beda. Kebaya ciptaannya bukanlah kebaya biasa untuk momen
yang biasa, tetapi kebayanya ini diperuntukkan wedding dan momentum penting lainnya. TERUS BERKREATIFITAS Terus berkreatifitas dan berinovasi, itulah Shinta Chrisna. Karena baginya, inilah basis kuat
yang bisa mengenalkan kita pada dunia. “Jangan pernah berhenti berkreasi. Pendidikan yang hanya mengajarkan teori tak bisa mentah-mentah diaplikasikan dalam dunia nyata, harus ada kreasi,” tegasnya. Di samping, harus juga ada passion, rasa cinta, dan dedikasi kepada apa yang kita geluti. Bahkan, berkecimpungnya istri Agus Umaryadi Udayana B.Com, MIB MBA ini dalam dunia fashion pun dikatakannya bukan cita-citanya sejak kecil. Semua itu hanya suatu keisengan dalam memanfaatkan ruang. “Sekitar tahun 2008, saya dan suami mendirikan Alodia Living yang bergerak dalam bidang desain interior. Kami membuka gallery di Jalan WR Supratman No. 279. Agar tampil lebih menarik, saya iseng memajang beberapa koleksi kebaya saya, dikombinasi dengan penataan interiornya. Ternyata banyak yang berminat,” paparnya. Karena tujuan awalnya hanya sekadar memajang kebaya koleksi pribadinya, ketika ada customer yang berminat, Shinta tentu tak mau menjualnya. Akhirnya, customer tersebut minta dibuatkan kebaya yang didesain khusus Shinta Chrisna. Darisanalah kemudian ia memberanikan diri memasang label “Shinta Chrisna” pada desain-desain kebayanya. Desain-desain kebaya Shinta Chrisna “yang berkarakter” ini mulai dilirik, diminati dan dikenal orang. Beberapa agency dan beberapa event besar pun meminta disponsori busana. Di antaranya, Pemilihan Putri Bali yang sudah ia tangani lima kali berturutturut, dan juga Pemilihan Health Ambassador. Dalam waktu dekat ini, Shinta Chrisna juga mensupport busana untuk Pemilihan Miss Internet 2014. Dan, khusus untuk pembaca Tokoh, desaindesain cantik dan terbaru “Shinta Chrisna” akan kami tampilkan di Tokoh edisi pekan depan. –ten
2
Ekspresso
15 - 21 SEPTEMBER 2014
GORO-GORO
DAri daPUr Redaksi
Dari MoU ke MLM
Jumat 12 September 2014, Tokoh punya momen istimewa. Tokoh menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dwijendra Denpasar. Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari beberapa pertemuan dan kerja sama kami dengan Fikom Undwi. Tokoh dan Fikom Undwi sepakat untuk saling bekerja sama terkait dengan bidang jurnalistik. Inisiatif kegiatan untuk menunjang kerja sama ini dapat berasal dari Tokoh maupun Fikom Undwi. Acara penandatangan MoU dilaksanakan disela-sela Yu disum Sarjana XXV Fikom Undwi di Denpasar oleh Ngurah Budi sebagai Redaktur Pelaksana Tokoh dan Drs. I Wayan Kotaniartha, S.H., M.H. sebagai Dekan Fikom Undwi. Penandatangan juga disaksikan dr. I Ketur Karlota (Ketua Pembina Yayasan Dwijendra). Drs. Anak Agung Gede Bagus, M.Si (Pembantu Dekan Bidang Akademik), dan Anak Agung Gede Putra Dalem, S.E., M.Si (Pembantu Dekan B i d a n g
Penandatanganan MoU antara Tokoh dan Fikom Undwi
Kemahasiswaan dan Adminis trasi). Bagi Tokoh kerja sama ini merupakan salah satu langkah untuk menjalin relasi dengan dunia pendidikan. Apalagi bidang yang disasar adalah komunikasi. Secara akademis bisa didapatkan di bangku kuliah sedangkan secara praktek bisa didapat dengan terjun langsung ke dunia media massa. Satu hal lagi yang kami sa-
jikan kepada pembaca dan masyarakat adalah kolom Mendongeng Lima Menit (MLM). Kolom ini hasil pembicaraan kami dengan I Made Taro yang dikenal sebagai pendongeng dan pemerhati kesenian tradisional. Melalui MLM kami ingin orangtua menyempatkan waktu untuk mendongeng dan berkomunikasi dengan anaknya. Semoga apa kami harapkan bisa terwujud dan terlaksana. Salam
Kapok....... Takut....... Sebelum berangkat kami sepakat untuk bertemu di pantai Sanur. Setelah waktu yang ditentukan, langsung ke tempat penjualan tiket. Sesuai pesanan jumlahnya untuk dua puluh orang. Tepat pukul 08.00, boat berangkat menuju ke Jungut Batu. Empat orang dari jumlah rombongan mabuk, ketika boat diterjang gelombang. Yang lain tetap tidak ada komentar. Kami menunggu mobil untuk mengangkut ke tempat undang an. Sesampainya di tempat acara, mengambil jajan dan minuman sesuai dengan yang disenangi. Basa-basi pun tidak putus-putus selama acara berlangsung hingga pukul 16.30. Pukul 17.00 sesuai pesanan boat kami bersiap-siap untuk menuju lokasi boat yang ter-
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
tambat. Karena keluarga bertambah lagi tiga orang terjadilah transaksi pembayaran. Pembayaran selesai kami menuju boat yang dipesan. Saat itu air laut surut. Kami menuju boat yang jaraknya lebih dari 200 meter. Semula tidak mempergunakan alas kaki. Tetapi kaki terasa sakit, sehingga sandal terpaksa dipergunakan karena banyak kerang. Semua teman telah duduk di atas boat. Saat itu ada pula empat orang tamu yang ikut, sambil menunggu keberangkatan boat,
kami berbincang-bincang me ngenai air laut, jika surut seperti ini pasti tidak ada gelombang. Baru beberapa menit berangkat, gelombang pun datang. Boat seperti melompat-lompat di sertai suara plak-plak sehingga mulai situasi di boat agak tegang. Tak seorang pun ada yang berani berbicara. Setelah sampai di Sanur pukul 17.40, saya tanya rombongan, semua menjawab “kapok…….takut…….”. Bahkan ada yang mabuk sampai di Klungkung hingga pukul 22.00. Anak Agung Raka
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
englan
Ada berita duka dari Singaraja. Pak Englan, pemilik cafe “Ngiring Ngewedang” di atas danau Buyan, Bedugul, Bali, sudah tak ada. Amat buru-buru mencari Bu Amat yang sedang “mekutu” di tetangga. Walau berita itu terlambat beberapa hari, tak urung membuat torehan yang nyeri. “Soalnya kami kenal baik Pak Englan. Sudah seperti saudara sendiri. Bahkan dengan saudara pun tidak seerat itu,” kata Bu Amat pada tetangga. Malam hari Amat dan istrinya berdoa. Semoga almarhum mendapat tempat yang semestinya di sana. “Jantung,” kata Mang Jung dari Singaraja, yang dihubungi Ami lewat HP, “Tidak pakai sakit. Tiba-tiba saja.” Amat menyimpan kenangan spesial dari sahabatnya itu. “Kalau kita mau ke Singaraja, dia pasti menawarkan kendaraannya. Lalu disinggahkan ke “Ngiring Ngewedang”, diajak makan, dihidangkan kopi produksinya sendiri. Dan, tak lupa lak-lak kegemaranku,” kata Amat mengenang. “Kita baru saja kehilangan teman kita Silur, sekarang menyusul Pak Englan, membuat Singaraja terasa lengang,” sambung Amat,” Ya, tentu saja, lengang buat kita, sahabatnya. Tapi itu sudah membuktikan, bagaimana besarnya arti persahabatan.” “Kehilangan seorang sahabat, membuat kita merasa satu ruas tubuh kita kita dipreteli. Ya kan, Bu?” “Tergantung orangnya juga, Pak.” “Orang bilang, di kampung saudara sedarahlah yang menjadi kekayaan kita yang bisa dibanggakan. Kalau ada kesulitan, saudaralah yang akan membantu dan membela kita. Tapi di kota, para sahabat itulah yang membantu serta melindungi kita. Saudara di kota tidak didasarkan hubungan darah, tapi hubungan pekerjaan, tempat tinggal dan kepentingan, juga karena persamaan nasib!” “Tidak selalu begitu, Pak! Yang namanya saudara, ya, yang ada hubumgan keturunan, yang ada hubungan darah. Sedangkan sahabat, ya tetap sahabat, bukan saudara!” Amat tidak menjawab. Dalam suasana duka, ia tak mau kehilangan fokus. Seluruh perasaan dan pikirannya dipusatkan pada almarhum. Esoknya Amat berangkat ke Singaraja. Di Bedugul, sebelum turun tanjakan menuju Singaraja, ia belok kiri ke “Ngiring Ngewedang”. Duduk di kursi rumah ngopi itu, Amat bernostalgia minum kopi dan merokok memandang ke lembah. Ia menatap kembang azalea yang bermekaran di pagar. Pikirannya melayang-layang. Setahun yang lalu, Amat masih duduk berdua dengan almarhum. menegak kopi, menghisap rokok, membicarakan sebuah mimpi. Amat mengusulkan untuk mengadakan renungan suci memasuki tahun baru, semalam suntuk di “Ngiring Ngewedang”. Almarhum tersenyum sambil menyedot rokoknya. Tiba-tiba ada yang menegur. “Lho, Bapak kok ada di sini?” Amak terkejut. Ia membuang lamunannya. Menatap orang itu. Darahnya tersirap. “Pak Englan?” Orang itu tersenyum. Ia langsung duduk di depan Amat. “Pak Englan sudah tidak ada. Saya kan Satria, keponakan Bapak!” Amat terkejut. Sosok lelaki yang semula seperti almarhum, langsung berubah jadi Putu Satria keponakannya di desa. “Putu Satria?” “Ya! Mana Ibu? Tidak ikut.” “Satria, kamu kok ada di sini?” “Saya sedang mengumpulkan data. Saya sudah seminggu di sini mewawancarai tamu-tamu yang minum kopi di sini.” “Kenapa?” “Saya sedang menulis tesis tentang kopi dan rokok, dalam kehidupan bermasyarakat. Kenapa itu yang selalu disuguhkan untuk tamu, kalau ada perhelatan. Padahal semua tahu kopi dan rokok itu berbahaya untuk kesehatan.” “O, begitu? Kenapa?” “Itu dia yang mau saya cari. Bapak juga minum kopi dan merokok. Apa Bapak ketagihan minum kopi? Atau karena rokok dan kopi itu semacam simbol, sugesti rileksasi? Atau pengantar berpikir?” Amat terpukau. “Terus?” desak Bu Amat, tak sabar mendengar cerita suaminya yang tiba-tiba pulang, tak jadi ke Singaraja. “Terus, apa hubungannya dengan Putu Satria, kenapa tak jadi ke Singaraja?” “Terus, Satria bilang. Dia masih mau menginap di “Ngiring Ngewedang” seminggu lagi, supaya datanya lengkap. Tapi baru ketahuan dompetnya hilang. Entah jatuh atau ketinggalan di mana atau tidak terbawa. Ia sudah SMS teman-temannya, tapi tak ada yang menanggapi. Pulsanya gabis. Dia jadi panik. Bapak kasihan. Putu kan keponakan kita?!” “Terus?!” “Ya terus, tak berikan semua uang di dompet bapak, lalu pulang. Tidak jadi menengok keluarga Pak Englan.” Bu Amat manggut-manggut. “Jadi semua saudara sedarah itu betul-betul sahabat tapi sahabat itu belum tentu saudara?!”
Putu Wijaya
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
15 - 21 SEPTEMBER 2014
Sambut Hari Suci Saraswati
23
Denpasar Book Fair Dibuka 3 Oktober D
enpasar Book Fair 2014 se gera hadir kembali. Mengingat, selama ini Denpasar Book Fair selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat umum, terutama pelajar dan mahasiswa. Karena itu, pameran buku yang merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Denpasar ini kembali dilaksanakan 3 s.d. 5 Oktober 2014 di Kawasan Pedestrian Jalan Kamboja, Denpasar. Denpasar Book Fair tahun ini mengusung tema “Spirit Saraswati Cipta Kreasi Anak Indonesia”. Penggambaran yang patut dipahami , bahwa spirit Saraswatilah yang mengilhami hasil daya cipta atau kreasi seseorang, hingga mampu mewujudkan ide yang kreatif. Pembukaan Denpasar Book Fair, dipastikan berlangsung Jumat, 3 Oktober 2014 pukul 17.00 Wita. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian menyambut Hari Suci Saraswati yang jatuh bertepatan pada tanggal 4 Oktober 2014. Denpasar Book Fair kali ini juga melibatkan seluruh anggota IKAPI Bali, pengusaha toko buku, lembagalembaga pendidikan, komunitas, sekolah-sekolah serta Rumah Pintar. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., didampingi Kabid Perdagangan IA Dewi Citrawati, M.Si., dan Kasi Pembinaan Usaha Perdagangan, Laxmy Saraswaty, S.S. Wayan Gatra juga mengemukakan, Denpasar Book Fair
diselenggarakan setiap tahunnya sebagai salah satu upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pesta buku atau bazar buku kali ini pun tetap merefleksikan filosofi dari spirit Hari Saraswati sebagai sumber ilmu pengetahuan. Denpasar Book Fair, dikatakannya merupakan gerakan gemar membaca bagi para pelajar untuk menambah ilmu pengetahuan. Pameran buku ini juga diselenggarakan untuk bersama menyukseskan program Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan. Ikut serta dalam program mencerdaskan kehidupan bangsa melalui gerakan gemar membaca. Membantu mengembangkan industri penerbitan di Kota Denpasar. Sebagai media komunikasi antara penerbit, pembaca dan pengarang serta siswa-siswi dan masayarakat. Juga turut memberikan apresiasi dan ekspresi kepada siswa-siswi untuk menampilkan inovasi dan kreativitas mereka melalui hiburan yang sehat. MEMBACA, MENULIS, KREATIVITAS Sebagaimana yang kerap di sampaikan Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra, dalam hal mencerdaskan generasi muda. Ketika generasi muda kita gemar membaca, gemar menulis dan kreatif maka energi besar yang dimiliki anak Indonesia tersalurkan secara positif, Ke giatan book fair ini juga dapat membuka ruang masyarakat
Pembukaan Book Fair tahun 2010
untuk bakat, minat serta keahli an mereka. Hal ini juga dapat dilakukan dengan mengarahkan fokus kegiatan book fair kepada tiga hal yakni membaca, menulis dan kreativitas. Kegiatannya harus dipadukan menjadi satu. Jika generasi muda rajin membaca berarti mereka telah melakukan proses input. Mereka tumbuh menjadi generasi yang pintar dan cerdas. Setelah itu, me reka harus melakukan proses ouput dengan menulis. Paduan yang ketiga adalah kreativitas, kemampuan mencari ide atau gagasan yang cemerlang kemudian diolah menjadi sesuatu yang lebih produktif. Selain menggelar pameran buku, juga dilaksanakan berbagai kegiatan lainnya yang berkaitan langsung dengan ilmu pendidik an. Acara yang akan ditampilkan pun sangat menarik seperti ; Konvensi Anak Sekolah (Festival Scrapping Book dengan Triple
Dimensi tingkat SD, SMP dan SMA/SMK se-Kota Denpasar ). Untuk tema kali ini, mereka diminta mengangkat tentang “Denpasar Kotaku Rumahku”. Dalam kegiatan yang akan dilangsungkan selama tiga hari tersebut, tak ketinggalan dimeriahkan dengan bedah buku dan jumpa pengarang. Acara ini difasilitasi oleh toko buku dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Bali. Dengan acara ini diharapkan anak-anak pelajar memiliki keinginan terus me ningkatkan minat bacanya. Kemeriahan juga akan dilengkapi oleh Warna Ceria AnakAnak, Gempita Ekspresi Remaja bekerjasama dengan sanggarsanggar/production. Pada acara Gempita Ekspresi Remaja ini akan diisi dengan tales for children (mendongeng) untuk anakanak sekolah. Lomba Busana ke Pura untuk tingkat SD, SMP, SMA dan Lomba Busana Ready to Wear, menggunakan endek
Rapat para guru sekolah dan IKAPI Bali serta Toko Buku jelang book fair 2014
yang di -organized oleh Pelangi Production. Di samping itu, di lokasi pameran tersedia juga mobile library , disertai one book for school time visiting dan tales time for children. Sementara, siswa-siswi dari sekolah SMKN di Kota Denpasar juga dilibatkan untuk mengisi cafetaria booth , dengan menampilkan program Tata Boga mereka. Selanjutnya, Dayu Citra dan Laxmy pun tak lupa meng ingatkan bagi masyarakat umum, pecinta buku dan para pelajar untuk beramai-ramai mengha diri pameran buku ini. Berbagai jenis buku, baik fiksi maupun nonfiksi dari puluhan penerbit ternama bisa didapatkan di Denpasar Book Fair. Ini merupakan kesempatan terbaik untuk memperoleh buku-buku unik dan murah dari para penerbit, untuk penambahan koleksi perpustakaan keluarga dengan harga yang terjangkau. –ard
What’s Up
24
15 - 21 September 2014
Bangun Sinergi Wujudkan Badung yang Sejahtera Selasa, 9 September 2014, merupakan hari yang istimewa bagi I Made Sudiana, S.H.,M.Si. Ia dilantik sebagai Wakil Bupati Badung sisa masa jabatan 2010-2015 oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, di Ruang Gosana Utama, DPRD Kabupaten Badung.
G
ubernur dalam sambutannya menegaskan, turut bergembira karena proses konstitusional pergantian Wakil Bupati Badung sisa masa jabatan 2010-2015 telah dapat dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian tidak terjadi stagnasi berkepanjangan dalam pelaksanaan tugas dan tata kelola, pemerintahan oleh kepada daerah di Kabupaten Badung. Ia mengatakan, kepala dan wakil kepala daerah mempunyai peran strategis dalam menciptakan kea dilan dan k esejahteraan masyarakat. Karena itu, agar tugas pembangunan dapat berjalan dengan baik, bupati dan wakil bupati, harus menjalin hubungan harmonis dan fokus tujuan pembangunan sesuai visi dan misi kabupaten Badung. Pemerintah daerah dan DPRD memiliki kedudukan setara dan hubungan kerja yang bersifat kemitraan, antara kedua lembaga ini sinergi dan saling mendukung. Gubernur berharap kepada Bupati Badung, disamping secara internal terus memantapkan konsilidasi pemerintahan dan pembangunan, hubungan yang konstruktif dengan pemerintahan provinsi Bali dan pemerintahan kab/kota lainnya di Bali yang telah selama berjalan cukup baik agar terus ditingkatkan. Ia meng ingatkan, Wakil Bupati Badung agar mampu mendampingi Bupati Badung dalam menjalankan tugas berat dan mulia ini, demi mewujudkan masyarakat Badung yang sejahtera. Kekuasaan harus dikelola dengan baik, dan tidak mengubah manusia menjadi cong kak, sombong, dan lupa diri. Bupati Badung, AA Gde Agung menyambut baik di lantiknya I Made Sudiana, sebagai Wakil Bupati Badung. Ia merasa bersyukur, telah memiliki wakil yang membantu dalam tugas pe-
merintahan dan pelayanan ke masyarakat. PETANI MODERN Saat ini, Pemkab Badung sedang melakukan percepatan pem bangunan khususnya berkaitan hajat hidup orang banyak, yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati mengakui, banyak tantangan, misalnya dengan kenaikan harga BBM. Program lain, yakni menata perwajahan Badung menuju Badung yang hijau, bersih, dan berbudaya. Program melestarikan budaya di Badung juga sangat digencarkan. Satu terobosan telah dilakukan seperti Festival Budaya Pertanian. Hal ini dilakukan dengan tujuan, agar kegiatan festival tidak hanya difokuskan pada Badung Selatan, tapi geografis di Badung Utara juga menjanjikan sesuai dengan habitatnya yakni pertanian secara luas termasuk hortikultura. Tujuan lain festival pertanian adalah untuk mengenalkan produk. Yang tak kalah pen ting, masyarakat petani diberikan apresiasi untuk tampil. Biasa nya, festival yang digelar selalu menampilkan gemerlapan artis. Untuk festival ini sangat unik karena petani diberikan kesempatan tampil. Ia sangat menyayangkan, fes tival ini menuai beberapa kritikan, dengan mengatakan, festival pertanian minim transaksi. Padahal, menurut AA Gde Agung, tidak bisa mengukur keberhasilan festival tersebut dari jumlah transaksi. Namun, ini proses jangka panjang. “Badung telah memiliki sekolah kejuruan pertanian. Awal dibuka tahun 2006 hanya satu kelas. Kini telah ada enam kelas dan selalu penuh. Tamatannya tidak ada yang menganggur. Petani banyak mengeluh. Anaknya tidak mau jadi petani. Kami buatkan sekolah, agar mereka mau menjadi petani dengan cara yang lebih modern
Foto bersama Gubernur Bali
misalnya dari segi teknologi. Tujuannya, agar pendapatan mereka lebih meningkat. Intinya, kami menunggu yang kecil menjadi besar,” tandasnya. Bupati Badung menegaskan, tidak mudah membuka lahan baru. “Pemerintah Pusat saja membuka lahan gambut agak sulit. Di Badung ada 100 hektare lahan baru dengan swadaya masyarakat. Kami dukung dengan pembuatan irigasi. Ini upaya kami untuk melestarikan pertanian,” katanya. Ia menambahkan, satu terobosan mendukung pelestarian pertanian, sawah-sawah pertanian yang masing berfungsi baik itu di jalur hijau maupun di lahan basah dibebaskan pajak bumi dan bangunan. Dengan sisa waktu hanya setahun ini, Wakil Bupati Sudiana menegaskan, siap bekerja sama dengan Bupati Badung. Yang lebih diintensifkan adalah melakukan pengawasan. Badung merupakan daerah kaya. Dengan kekuatan finansial ini banyak yang bisa kita lakukan, dengan berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat. Sebagai prioritas sesuai tupoksi sebagai wakil bupati, pengawasan dan pembinaan dalam kegiatan di kecamatan dan desa. Menyinggung harapan warga
Pelantikan Wakil Bupati Badung
tentang kerusakan lingkungan akibat investor, Sudiana mengatakan, akan mencoba membangun komunikasi dengan para investor bagaimana caranya kegiatan usahan ya tidak merusak ling kungan. Perda sudah lengkap, tinggal sosialisasi perda yang ada, dan memberikan penyadaran kepada semua pihak, agar proses investasi berjalan dengan baik.
peningkatan prestasi bagi Badung, dan k esejahteraan masyarakat terus dapat ditingkatkan. Harapan saya, agar pemerintah dan DPRD selalu dapat bers inergi dan apa yang kita harapkan yakni mewujudkan masyarakat sejahtera terus dapat ditingkatkan,” ujarnya. Tokoh masyarat Ida Bagus Alita dari Gria Sibang berharap,
Anggota DPRD Badung Drs. I Made Sunarta, M.M.,M.Si. me ngatakan, sangat mendukung dengan dilantiknya I Made Sudiana sebagai Wakil Bupati Badung. “Dengan terisinya posisi wakil bupati, akan memberikan kinerja pemerintahan yang maksimal. Dengan sisa jabatan ini, ia berharap, dapat memberikan
dengan dilantiknya wakil bupati, kinerja pemerintahan menjadi lebih solid. Ia berharap, pengawasan terhadap lingkungan lebih ditingkatkan. Menurutnya, pengelolaan lingkungan belum profesional dengan maraknya kerusakan lingkungan akibat investor yang tidak bertanggungjawab. BAGI TUGAS TP PKK Ketua TP PKK Badung Ny. Ratna Agung mengaku sangat lega, karena kini ia telah memiliki wakil untuk berbagi tugas sebagai ketua tim penggerak PKK. Sebagai prioritas, tugas pertama diberikan kepada Ny Sritami Sudiana, yakni pendampingan penyerahan penilaian desa adat dan teruna-teruni. Ny. Sritami Sudiana pun siap bekerja sama dan mendukung semua program yang sudah diprioritaskan. “Saya siap berkoordinasi dengan ibu ketua untuk menjalankan tugas wakil TP PKK Badung,” ujarnya. -ast