Skip to main content

Tokoh Edisi 812 | Tokoh

Page 1

24

1 - 7 September 2014


Ekspresso DAri daPUr Redaksi

1 - 7 SEPTEMBER 2014

2

GORO-GORO

KEADILAN

Ayo Ikut

Festival Keluarga 2014

Suasana senam massal dalam acara Festival Keluarga Tokoh 2013 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar

W

aktu terus berlalu. Tak terasa, Agustus terlewati, September pun datang. September ceria pun menjadi momen yang berkesan bagi kami. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tokoh bersama Kelompok Media Bali

Post kembali menghadirkan Festival Keluarga. Tahun ini, acara bertajuk “Festival Keluarga Tokoh 2014. Sejuk Bersama Coolant” dilaksanakan Minggu, 28 September di lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar mulai pukul 06.30. ­Acaranya sepeda gembira, jalan sehat, senam massal, baz­z ar makan­an, games, dan door prize. Hadiah ­utama­nya sebuah

mobil Daihatsu Ayla. Tunggu apa lagi, silakan daf­ tarkan diri Anda dan keluarga di Sekretariat Tokoh, Sekretariat Bali Post, dan Sekretariat Samas. Hanya dengan Rp 15 ribu, Anda bisa mendapatkan tiket dan satu botol Coolant, minuman ion dan penyejuk. Sambil ber­ olahraga, Anda bisa menikmati wisata kuliner, pemeriksaan kesehatan, dan jika beruntung pulang bawa hadiah.

Don’t Judge the Book by It’s Cover

Hari itu seperti biasa, saya berangkat kerja pukul 6.30, tentu saja dengan mengendarai motor butut hasil kerja keras saya selama ini. Tapi sayang sekali, kita memang harus menghadapi yang namanya “bad day” atau hari yang kadang menjengkelkan. Tepat 100 meter dari tempat kerja, motor saya mogok di tengah jalan. Padahal bensin masih lumayan penuh. Dengan penuh kebingungan saya berhenti dan mendorong motor saya ke pinggir jalan. Saya sangat sadar di sekitar tempat itu,tidak ada satupun bengkel motor yang buka. Saya putuskan dengan sangat terpaksa, saya menggiring motor saya sambil berjalan pelan. Tibatiba ada seorang laki-laki menyapa saya dari belakang. Saya menoleh, waduh, perawakannya tinggi kekar. Rambutnya gondrong, lengannya bertato, beranting, bercelana sobek, dan berkacamata hitam. Menurut saya agak seram begitu. Dengan jantung berdegup, saya terpaksa tersenyum kepadanya sambil berdoa, mudah-mudahan orang ini tidak berbuat macammacam karena kebetulan jalan masih sepi. “Mogok ya motornya Gek,

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

boleh saya lihat?” Dengan agak gugup saya mengiyakan saja. Sekali lagi, pikiran negatif itu datang. Semoga orang ini memang tulus mau membantu, kata saya dalam hati. Saya membiarkan orang itu meng­ utak atik motor saya. Entah bagaimana caranya, motor saya kembali hidup. “Lain kali servis motor nya ya Gek, kasian cewek harus giring motor kalo sudah begini,” ujarnya sambil tertawa kecil. “Terima kasih ya pak,” kata saya sambil cepat-cepat berlalu. Memang keterlaluan juga saya, sudah ditolong, tanpa basa-basi lagi langsung berlalu meninggalkan orang itu. Pikiran saya adalah lumayan terlambat sampai di tempat kerja. Menjelang siang, saya keluar dari dapur tempat saya bekerja, hendak beristirahat. Saya melewati restoran di depan dan tiba-tiba mata saya tertuju kepada seorang yang tidak asing saya lihat hari ini. Dengan

asyik orang itu berbicara dengan bos saya sendiri di pojok restoran. Saya menarik tangan teman waitress saya yang kebetulan lewat di depan wajah saya.”Nik, siapa laki-laki yang ngobrol dengan bos kita itu ya?” “Oh itu namanya Pak Made yang punya rent car di pojok jalan itu lho. Dia baru pulang dari Australia, temen kecilnya bos,” jawab Anik sekenanya sambil berlalu. Astaga, berarti orang yang menolong saya tadi pagi, adalah teman bos saya sendiri ya, OMG! Benar kata pepatah “don’t judge the book by it’s cover”. Penampilanya saja yang begitu, tapi dia memang orang yang baik hati, tidak sombong, dan suka menolong pula. Terima kasih Pak Made, kata saya dalam hati lalu melanjutkan istirahat siang saya, sekalian melepaskan diri sejenak dari kepulan asap dapur tempat saya bekerja. Ayu

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Putu Wijaya

“Bagaimana caranya menegakkan keadilan, Pak?” tanya Bu Amat. Amat menjawab asal-asalan, “Ya, ditegakkan

saja!” “Bapak ini bagaimana, diajak berunding serius, kok malah srimulatan! Tahu tidak?!” “Lho, Bapak serius! Menegakkan ya menegakkan bukan memba­ ringkan! Bukan menidurkan!” “Ya bagaimana menegakkannya?! Susah ngomong sama orang ngelindur!” “Lho, menegakkan kalau tidak ditegakkan, bagaimana lagi, coba! Tidak ada cara lain!” “Ya menegakkan pancang memang begitu! Tegak lurus, beres! Tapi ini, yang ditegakkan keadilan, Pak! Keadilan! Bukan bambu! Barangnya tidak kelihatan!” Bu Amat kesal, lalu bertanya pada Pak Made, tetangganya. “Menegakkan keadilan?” jawab Pak Made, “Keadilan tidak usah ditegakkan Bu Amat. Keadilan itu sudah tegak. Selalu tegak! Yang harus kita lakukan hanya menyesuaikan supaya tidak melenceng! Harus sama lurus, tidak ke kiri, tidak ke kanan. Tinggal menirukan, seperti fotokopi begitu.” Bu Amat tambah kesal, tapi berpura-pura menyimak. “Ooo jadi begitu, Pak Made. Seperti fotokopi? Saya baru ngeh. Jadi gampang, tinggal memfotokopi saja? Tapi mesin fotokopinya di mana?!” “Memang Itu belum ada, tapi kan bisa diadakan dengan hati nurani. Asal jujur saja. Makanya saya juga heran. Kenapa orang ribut bertengkar soal keadilan. Kan tinggal mencocokkan saja dengan hati nurani. Coba sudah berapa miliar dihabiskan untuk mengejar keadilan yang ternyata sampai sekarang masih saja dikejar-kejar!” “Jadi susah kan, Pak Made?” “Sulit Bu Amat. Mengkopi keadilan itu tidak sama dengan mengkopi tulisan atau gambar, karena keadilan itu macam-macam, tiap sudut lain-lain, tergantung dari kepentingan manusianya. Kalau ada seratus orang, seratus juga keadilannya!” “Jadi sulit kan ?” “Dibilang sulit, memang sulit, tapi kalau digampangkan, juga bisa gampang, coba Ibu tanya Bapak!” “Bapak siapa?” “Pak Amat. Tanyakan nenegakkan keadilan itu bagaimana?” “Suami saya?” “Ya!” “Dia bilang ya ditegakkan saja!” “Betul! Tidak ada cara lain! Ditegakkan saja! Jangan dimiringkan atau ditidurkan seperti yang dilakukan banyak orang sekarang! Ditegakkan lurus, sembilan puluh derajat! Tidak boleh kurang, lebih juga salah!’ Bu Amat tambah dongkol. Malam hari ia nyemprot suaminya. “Rupanya Bapak sudah meracuni Pak Made!” Amat kaget. “Meracuni bagaimana?” “Kalau tahu, saya tidak akan bertanya pada Pak Made” “Menanyakan apa?” “Menegakkan keadilan itu bagaimana!!” “Kenapa ditegakkan lagi, keadilan sudah tegak. Kita saja yang miring, sehingga keadilan kelihatan tidak tegak, lalu keadilan dengan berbagai pertimbangan, berbagai akal dan cara, ditegakkan, sehingga miring!” Bu Amat menahan rasa kesalnya. “Jadi keadilan sekarang miring?” “Dimiringkan oleh penglihatan manusia penggunanya yang miring.” “Lalu bagaimana caranya untuk menegakkan kembali?” Sebelum Amat sempat menjawab, Bu Amat menjawab sendiri: “Ya ditegakkan! Jangan dimiringan jangan ditidurkan! Kan keadilan sudah tegak!” Amat malah mengangguk. “Betul! Memang begitu!” Bu Amat tidak bisa lagi menahan perasaan sebalnya. Ia pergi ke rumah Ami. “Nak Sugi,” katanya melapor pada menantunya, “Ibu tidak bisa lagi ikut membantu mengumpulkan pendapat untuk angket: bagaimana caranya menegakkan keadian. Baru 2 orang ibu tanya, semua menjawab nyeleneh, maaf.” Sugi mengangguk. “Tak apa, Bu. Memang begitu. Orang yang tidak tahu, atau tidak bisa menjawab, akan mengelak dengan pelesetan. Itu khas watak kita. Makanya banyak persoalan ngambang. Ibu sudah menegakkan keadilan!” Bu Amat tercengang. “Kalau keadilan sudah tegak tapi hati nurani manusianya yang miring,”lanjut Sugi, “kita cari orang yang tidak berpenglihatan miring! Kalau tidak ada, didik manusia membiasakan berpikir tegak! Kalau gagal, terus cari. Pengejaran itulah cara menegakkan keadilan!”

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang ­Pal­m erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

PIT XXI POGI dan HUT ke-60 POGI

23

Dari Acara Ilmiah hingga Peduli Lingkungan kepedulian para dokter terhadap kelesatrian lingkungan. Ada juga acara Malam Temu Alumni, ajang pelepas kangen dari para alumni masing-masing almamater. Acara ini diselenggarakan oleh perkumpulan alumni masing-masing, Kamis (28/8) di berbagai tempat yang mereka pilih. Sebagai acara puncak, digelar Malam Keakraban POGI berupa acara hiburan malam untuk seluruh keluarga besar POGI. Acara ini menghadirkan Koes Plus, Balawan and Batuan Ethnic, cabaret, dll, pada Sabtu (29/8).

P

dr. Pudjo dan dr. Suyasa Jaya

ertemuan Ilmiah Tahunan PIT XXI Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia atau disingkat PIT XXI POGI dilaksanakan di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, 28-30 Agustus 2014. Acara PIT kali ini bertepatan dengan Ulang Tahun POGI ke-60. Ketua Panitia Pelaksana PIT POGI XXI dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG(K) mengatakan tema PIT POGI XXI adalah “Menuju Kemajuan Ilmu dan Teknologi Obstetri Ginekologi yang Berlandaskan Etika Profesi Menyongsong Era Pasar Bebas.” Kegiatan akbar ini didahului acara Pra-PIT 24-27 Agustus 2014. “Acara Pra-PIT berisi kursus-kursus/workshop berbagai keterampilan di bidang obstetri ginekologi. Sedangkan saat PIT dibahas 270 makalah ilmiah, 132 presentasi oral dan

sisanya dalam bentuk poster,” ujar dr. Suyasa Jaya yang juga Ketua POGI Cabang Denpasar. Ia menambahkan, acara tahun ini dihadiri 2.600 dokter ahli kandungan se-Indonesia beserta keluarganya. Acara khusus yang juga dirangkaian dengan HUT ke-60 POGI ini antara lain bakti sosial di Badung dan Denpasar pada Juli- Agustus 2014, berupa deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA dan terapi cryo bagi yang positif (see and treat). “Acara yang tak kalah seru adalah “Save the Beach”, acara jalan santai para dokter dan masyarakat sambil membersihkan pantai di sepanjang pantai Sanur, selebrasi peringatan 60 tahun POGI dengan pelepasan 60 balon udara, senam bersama, pelepasan tukik, serta orasi Presiden elect POGI dr. Poedjo Hartono, Sp.OG(K),” ujar dr. Suyasa Jaya. Acara pelepasan tukik merupakan bagian dari

Pelepasan balon menandai HUT ke-60 POGI

KESEHATAN REPRODUKSI MASUK KURIKULUM SEKOLAH Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (Indonesian Society of Obstetrics and Gynecology) disingkat POGI (ISOG). POGI didirikan pada tanggal 5 Juli 1954 di Jakarta, dengan ketua pertamanya Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo, SpOG (1954-1963). POGI satusatunya organisasi profesi yang menghimpun para dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di Indonesia. Visi POGI adalah menjadi organisasi pelopor dalam memperjuangkan hak-hak kesehatan reproduksi untuk mencapai taraf kesehatan yang optimal di Indonesia. Misi POGI, menyelenggarakan mekanisme organisasi yang tertata baik; Aktif mengembangkan pendidikan dan penelitian di bidang obstetri ginekologi; Menyelenggarakan pelayanan yang bermutu berdasarkan standar dan etika profesi; Sebagai pelopor dalam menggerakkan upaya perbaikan pelayanan kesehatan re-

produksi; Membina kemitraan dengan pemerintah, organisasi nasional, internasional, lembaga pendidikan serta LSM guna meningkatkan taraf kesehatan reproduksi di Indonesia; Menghasilkan SDM berkualitas melalui pendidikan setara standar internasional berlandaskan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Presiden Elect POGI dr. Poedjo Hartono, Sp.OG. (K) memaparkan distribusi dokter-dokter spesialis obstetri ginekologi akan terus diperhatikan. Tujuannya antara lain ikut mendukung pemerintah menurunkan angka kematian ibu (AKI) serta melakukan

luang meningkat dengan laju penduduk yang tidak terkendali itu. Jika angka kepemilikan anak mencapai rata-rata 2,3 anak per keluarga, artinya masih banyak keluarga Indonesia yang mempunyai anak lebih dari 2. Ia menilai jika pertumbuhan penduduknya tinggi, idealnya kepemilikan anak harus ditekan di bawah anak-anak per keluarga. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia harus ditekan untuk meningkatkan kualitas hidup di masa mendatang,” jelasnya. Ia pun menyambut baik upaya pemerintah menggalakkan kembali program KB yang mampu meningkatkan

Pelepasan tukik di Pantai Sanur

sosialisasi Keluarga Berencana (KB). Hal ini memiliki kaitan dengan pengendalian jumlah penduduk. “Akan ada banyak dampak sosial yang ditimbulkan dengan jumlah penduduk yang tidak terkendali. Angka kematian ibu maupun anak juga berpe-

“Save the beach” yang melibatkan anggota POGI dan masyarakat Sanur

kesadaran masyarakat untuk merencanakan kelahiran. Hal lain yang juga terus didorong adalah pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah. Dokter Suyasa Jaya menambahkan banyaknya kasus seperti yang terjadi di masyarakat seperti aborsi, seks bebas dan lainnya, menjadi keprihatinan bangsa ini. Ini merupakan salah satu dampak dari pergaulan di era modern. “Kesehatan reproduksi ini menjadi penentu bagi penyiapan generasi masa mendatang yang lebih baik dan berkualitas,” tandas Suyasa. Terkait peraturan pemerintah tentang aborsi, ia mengatakan pemerintah harus membuat satu lembaga atau tim khusus guna melakukan penanganan aborsi. Perlu lembaga berkompeten yang bisa menanganinya, misalnya ketika dokter berhadapan pasien. Perlu keterlibatan tim yang terdiri dari dokter, psikolog, orangtua, rohaniawan. Kehadiran lembaga aborsi ini bisa membantu opsiopsi apakah pasien ini termasuk dalam aborsi kriminalis atau medis. -wah


Metropolitan

22

Raih Impian dengan Integritas Siapa tidak kenal dengan motivator ulung Merry Riana? Kisah enterpreneur, best selling author, dan motivational speaker yang inspiratif ini sering dibahas di media massa dan elektro­ nik. Sejumlah bukunya, seperti A Gift From A Friend (2006) dan biografinya “Mimpi Sejuta Dollar” (2011) menjadi best seller.

K

Anda?” ujar wanita kelahiran Mei 1980 kepada Tabloid Tokoh. “Jika jawabannya tidak, lalu bagaimana mungkin Anda berharap untuk bisa mencapai kesuksesan dalam hidup ini. Motivasi adalah salah satu aset terbesar untuk sukses,” tandas Merry. Ada dua cara mendapatkan motivasi, yakni internal (dari dalam diri sendiri) dan eksternal (baik dari buku, seminar, lagu, radio, TV show yang inspiratif, dll). Diri Anda, tegas Merry, merupakan sumber terhebat untuk mendapatkan motivasi. Namun, ada saatnya dimana Anda juga harus melihat dan mendengar

3

Swan Dewi

Merry Riana

emampuannya memotivasi, menginspirasi orang memang tidak diragukan lagi. Begitu banyak orang yang telah tergerak untuk menggapai mimpimimpinya setelah mendengar Merry berbicara ataupun membaca buku-bukunya. Tak heran kalau setiap acara yang menghadirkan Merry Riana sebagai pembicara selalu saja ramai peserta. Uniknya, banyak di antara peserta itu, mengaku bukan baru sekali datang mendengarkan wanita cantik ini berbicara, tapi berkali-kali. Mereka merasa motivasi harus terus menerus ‘diisi’ agar selalu semangat dalam menggapai mimpi. Menurut Merry, motivasi adalah satu kata yang selalu dicari setiap orang apabila menemui hambatan dalam langkahlangkahnya. Motivasi adalah salah satu aset terbesar untuk sukses. “Saat ini mungkin saja Anda adalah salah satu orang yang membutuhkan motivasi. Apakah Anda memiliki motivasi dalam diri

Sosialita

1 - 7 September 2014

1 - 7 September 2014

Istimewa di New Melati Kamis, 28 Agustus 2014, merupakan hari yang paling istimewa bagi Swan Dewi dan keluarganya. Salon New Melati yang berlokasi di Jalan ­Blam­bangan 1 (Jalan Ahmad Yani Utara) Denpasar, resmi re-opening. Salon yang dirintis dari tiga generasi ini, merupakan salon pusat, dari salon New Melati yang sudah membuka cabang di Jalan Badak Agung Renon.

Suasana seminar

orang lain yang sudah mencapai mimpinya dan melampaui hambatan dalam kehidupannya, sehingga kisah mereka dapat memotivasi diri Anda. Terkait dengan itu pula, maka Merry Riana menggelar Inspire Indonesia Conference 2014 bertajuk ‘Stairway to Success’ pada 6 September 2014 di ICC Kemayoran, Jakarta Pusat. Seminar ini boleh dibilang salah satu seminar terakbar yang digelar Merry, karena yang akan berbicara bukan hanya Merry sendiri tapi juga beberapa motivator top Indonesia. Mereka yang akan membagikan rahasia sukses kepada para peserta antara lain; Tung Desem Waringin--The Most Powerful People & Idea in Business versi Majalah SWA, Pembicara dan Pelatih Sukses No. 1 di Indonesia versi Majalah Marketing--- dan James Gwee--- Indonesia’s Favourite Trainer & Seminar Speaker, Author of 3 Consecutive National Best Selling books. “Motivasi yang akan Anda dapat dari orangorang hebat ini harus Anda tanamkan di dalam diri Anda. Sehingga, ketika Anda jatuh, suluh motivasi yang sudah tertanam dalam diri Anda akan membantu untuk membangkitkan kembali dari kegagalan,” ujar peraih Most Powerful Women Award 2012 ini. Dalam seminar nanti, Merry akan membagikan tentang hal yang berhubungan dengan ‘action’, sebagaimana terdapat dalam bukunya yang berjudul ‘Langkah

Sejuta Suluh’. Ia akan membagikan tiga pilar kesuksesan yakni: Mentor---Mentor akan bertindak seperti guru yang mengajarkan kita untuk berani mengambil langkah pertama, memberikan arahan dan masukan kepada kita agar kita bisa menjadi lebih baik lagi. Partner---Partner adalah teman dekat dan sahabat yang ada di sebelah kita. Mereka adalah pelengkap dari kekurangan kita. “Menemukan partner yang tepat merupakan hal yang sangat penting dalam hidup saya,” katanya. Tim---Memiliki sekelompok orang yang mempunyai visi dan misi yang sama, akan membuat semangat kita semakin besar dan membuat kita lebih cepat untuk mendapatkan impian kita. Rencana bakal digelarnya seminar tersebut mendapat respons hangat dari masyarakat. Setidaknya, sampai H-9 telah 1600 orang lebih mendaftarkan diri. Jumlah ini, diperkirakan akan terus bertambah mengingat acara baru akan dilaksanakan pada 6 September. Bagi yang ingin mendaftar, bisa melalui SMS ke 0878 2999 dengan format T_<NAMA>_<EMAIL> Menjawab pertanyaan tentang adanya kekhawatiran gagal sehingga membuat orang takut melangkah, Merry menyarankan untuk tidak khawatir. Beranilah mengambil langkah yang pertama. “Memang, tidak ada yang memastikan bila ikut bertanding pasti ada kemenangan.Tapi sudah dapat dipastikan, jika Anda tak ikut pertandingan, Anda takkan menang. Saya memiliki prinsip, lebih baik gagal dalam perjuangan meraih cita-cita daripada gagal tanpa tahu bagaimana rasanya berjuang,” tegas Merry. “Mengambil tindakan terus-

menerus dan melakukan apapun yang diperlukan untuk mencapai apa yang kita benar-benar inginkan. Selain itu, patuhi aturan. Karena ada aturan-aturan yang harus dipatuhi dalam usaha kita mencapai puncak. Berapa pun harganya untuk kita, dan apapun akibatnya, aturan ini harus dipegang teguh tanpa terkecuali. Aturan ‘emas’ ini disebut integritas,” paparnya. Menurutnya, hal ini adalah suatu hal yang tidak boleh dikompromikan oleh kita kapan pun juga. Karena tanpa integritas, tidak ada fondasi dasar yang kokoh untuk kesuksesan kita. “Kita dapat saja membangun karier semampu kita. Tapi tanpa integritas, semuanya itu bisa hilang runtuh dalam waktu semalam saja. Dalam usaha keras kita, pastikan bahwa apa yang kita lakukan itu baik secara moral, hukum dan etika”. Tentu, akan lebih mudah untuk mencapai sukses dengan mengikuti aturan moral, hukum dan etika daripada berakhir di penjara. Atau lebih buruk lagi, menghadapi perasaan bersalah kita. Ketika kita bekerja keras menggapai impian kita setiap harinya, tentunya kita ingin dapat pulang ke rumah dan tidur dengan nyenyak. Kita tidak ingin dihantui perasaan bersalah karena melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani. “Saya rasa saya tidak akan pernah cukup menegaskan ini. Tetapi setidaknya, saya akan mengatakannya sekali lagi. Jangan pernah menukar apapun dengan suara hati kita. Itu tidak sepadan! Raihlah impian kita dengan integritas. Tidak ada jalan lain!” tegas Merry menutup pembicaraan. –Diana Runtu

Ritual room

S

Ruang make up pengantin

alon kecantikan yang sudah eksis dan dikenal masyarakat Kota Denpasar ini awalnya bernama Salon Melati, dibuka tahun 1953 di Jalan Kartini ­No­mor 115

Denpasar oleh Ketut Sandri yang merupakan generasi pertama dan nenek dari Swan Dewi. Tahun 1971, Wisilawati, anak dari Ketut Sandri ikut membantu di salon. Tahun 1978, Wisilawati

Sukma Dewi (kiri) bersama costumer New Melati

sebagai generasi kedua, resmi membuka salon New Melati di Jalan Abimanyu 23 Denpasar. Kemudian tahun 1988, salon pindah ke Jalan Blambangan 1 Denpasar, yang merupakan tempat tinggal Wisilawati bersama keluarganya. Tahun 1997, Swan Dewi yang merupakan generasi ketiga, meneruskan salon New Melati. Dewi, begitu ia akrab disapa, mengembangkan sayap New Melati dan membuka cabang di Jalan Badak Agung, Renon. Dalam mengelola New Melati, Dewi dibantu kedua saudaranya, Trisna Dewi, dan Sukma Dewi. Trisna bagian urusan manajemen salon dan Sukma sebagai desainer gaun pesta dan pengantin. Dewi mengatakan sangat bersyukur, New Melati tetap eksis dan terus dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Bali umumnya dan Denpasar khususnya. Bangunan salon yang berlokasi di Jalan Blambangan ini sudah berusia 26 tahun. Akhirnya, disepakati, untuk direnovasi. New Melati Salon and Bridal juga bekerja sama dengan brand internasional Kerastase Paris yang fokus pada hair treatment untuk mengatasi kulit kepala dan batang rambut. Kini, New Melati memiliki ruangan khusus yang dinamakan ritual room. Di ruangan ini, segala masalah kulit kepala sensitif, kerontokan, ketombe, masalah

Artis Sigi Wimala dan Dewi

batang rambut, akan ditangani dengan baik. Selain itu, konsumen juga mendapatkan pelayanan rileksasi massage selama dua jam. Menurut Dewi, sebelum menggunakan produk Kerastase, rambut akan di-scan terlebih dahulu untuk mengetahui masalah kulit kepala. Setelah diketahui kondisi dan masalahnya, apakah rambut rontok, atau ketombe atau sensitif, akan diberikan solusi. Paket perawatan ini sangat spesial karena jika lima kali perawatan, konsumen akan mendapatkan satu kali gratis perawatan. Selain istimewa dari ­K erastase, New Melati juga memberikan pelayanan spesial bagi calon pengantin. Ada ruangan khusus untuk make up calon pasangan ­pengantin. Bridal room yang luas dan terpajang pakaian pengantin. PENAMPILAN MERUPAKAN ASET Re-opening New Melati menjadi sangat spesial karena kedatangan artis cantik Sigi Wimala, yang merupakan “Ambassador Family Kerastase”. Artis cantik ini berbagi pengalaman dengan para undangan yang sebagian besar merupakan kaum sosialita di Denpasar.

Trisna Dewi (kanan) bersama costumer New Melati

Sigi menuturkan, sebagai model, rambutnya sering di­utakatik untuk berbagai tatanan. Tak jarang, karena efek negatif zat kimia, rambutnya menjadi kaku dan kering, Selain itu, kata Sigi, perubahan hormon juga dapat membuat kerontokan rambut, termasuk stres dan makanan tidak sehat. Apalagi, Sigi mengatakan, kegiatannya banyak berada di luar ruangan. “Rambut saya se­ ring di-blow, sering kena panas matahari, memang agak susah menghindari kerusakan rambut. Belum lagi, masalah rambut juga bisa terjadi karena hormon, stres atau makanan yang tidak sehat,” tutur Sigi. Akhirnya, atas nasihat teman, ia mencoba produk Kerastase. Ternyata, hasilnya sangat memuaskan. Kerastase berhasil memberikan solusi dari permasalahan rambutnya. Tahun 2010, ketika ia ditawari sebagai Ambassador ­Family ­Kerastase, Sigi tak ragu lagi menerimanya, karena ia sudah merasakan manfaatnya. Menurutnya, dengan penggunaan produk Keras­tase, ia mengibaratkan sebagai investasi untuk masa depan. Bagi dirinya penampilan merupakan aset dalam berkarier. Education Manager Kerastase Veronica mengatakan, ada beberapa produk dari Kerastase untuk rambut sensitif, ketombe, berminyak, dan rontok. Yang paling terbaru, adalah menambah jumlah kepadatan rambut, ­sebanyak 1700 helai dalam tiga bulan. Ia menilai, dengan produk Kerastase ini, masyarakat Bali tak perlu khawatir dengan efek sinar matahari yang terik. Karena apapun masalah kulit kepala dan batang rambut, Kerastase memberikan solusi terbaik. Swan Dewi juga menyatakan New Melati memberikan pelayanan terbaik bagi Anda dalam hair treatment karena didukung staf yang sudah terlatih dan rasakan kenyamanan dan keistimewaan hari pernikahan Anda, dengan sentuhan New Melati. -ast


4

Inspirasi

1 - 7 SEPTEMBER 2014

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Mandalika

21

Oleh-oleh Khas Seganteng Harmonisasi dalam Tri Hita Karana Dr. I Made Suarta, S.H.,M.Hum.

Bertempat di Ruang Auditorium Redha Gunawan di kampus IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., yang kembali terpilih secara aklamasi, dilantik Jumat (29/8). Disaksikan perwakilan Ko­ pertis Wilayah VIII, Ketua PD PGRI Bali Wenten Aryasudha, Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PT IKIP PGRI Bali, dan ­segenap civitas kampus, Made Suarta dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Ketua Yayasan Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M. Pd. didampingi Ida Pedanda.

Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. bersama istri Dra. Ni Made Ariyatni, M.Pd.

S

ebelumnya, telah pula dilakukan upacara mejaya-jaya sebagai wujud rasa syukur dan memohon kesucian kepada Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) untuk memulai sesuatu. Dalam kepemimpinannya kini, Made Suarta kembali menegaskan bahwa terwujudnya kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi bisa dicapai dengan keharmonisan Tri Hita Karana, yakni hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya. Keharmonisan itu dimulai dari kampus sebagai rumah kedua. “Jika sudah harmonis, akan me­ nimbulkan rasa nyaman, ide-ide muncul dan inpiratif. Dalam kondisi inilah kita akan bisa memajukan kampus IKIP PGRI Bali tercinta ini,” ujarnya. Dari apa yang dicapainya kini, ia tak pernah berharap lebih. “Tekuni saja apa yang menjadi profesi dan tanggung jawab Anda. Lakukan apa yang bisa Anda lakukan. Tuhan akan melakukan apa yang tak bisa Anda lakukan.” Prinsip inilah yang selalu menjadi dasarnya berpijak yang selalu be­ kerja tanpa pamrih. PEGAWAI PERTAMA JADI REKTOR Garis tangan seseorang tak bisa ditebak. Begitu halnya dengan perjalan karir Made Suarta yang kini kembali didapuk menjabat

Rektor IKIP PGRI Bali masa bakti 2014-2018. Mungkin tak banyak orang yang tahu, bahwa Made Suarta dulu hanya sebagai pegawai biasa di IKIP PGRI Bali yang merangkap menjadi juru ketik, seksi konsumsi, dan tukang sapu. Karena itu, ia tahu betul sejarah dan seluk-beluk IKIP PGRI Bali. Pria bersahaja ini terpilih secara aklamasi menjadi rektor periode pertama (2010-2014), menggantikan posisi Redha ��������� Gunawan (alm). Sejak dilantik 17 September 2010, banyak gebrakan baru yang dibuatnya. Di antaranya, peningkatan kesejah­teraan pegawai dan dosen dengan kenaikan gaji; peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik dengan mem­ berikan beasiswa kepada do­sen yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-2 dan S-3, masingmasing sebesar ­­Rp 10 juta dan ­Rp 15 juta. Di bidang nonakademis, dibuat Rektor Cup yang melibatkan perguruan tinggi se-Bali. Pelaksanaan Rektor Cup ini kata Made Suarta selain untuk menjalin tali persahabatan antarkampus, juga untuk mengukur kualitas dan kemampuan para atlet Bali, khususnya atlet IKIP PGRI Bali, sebagai evaluasi persiapan dirinya bertarung ke kancah nasional hingga internasional. Selain bidang olahraga yang memang sarat dengan prestasi, Made Suarta yang seniman arja ini juga membentuk Prembon Inovatif IKIP PGRI Bali. Ini bukan

semata-mata karena ia menggeluti bidang seni tari dan suara tersebut, namun karena ia melihat ada potensi dan bakat besar dari mahasiswa. “Saya hanya ingin mengarahkan dan memberi wadah berkesenian mereka,” ujarnya. Prembon ini pun sudah kerap ­ngayah di beberapa Pura, dan tampil perdana di PKB 2012, berlanjut dalam PKB 2013 yang mendapat sambutan luar biasa para penonton dan penikmat seni. Karier yang dicapainya kini, dikatakan ayah tiga anak, Rendra, Wulan, dan Gema ini tak lepas dari peran pendahulunya almarhum Redha Gunawan yang memberikan motivasi dan menariknya ke IKIP PGRI Bali, serta peran keluarganya yang mendukung secara moril dan material. “Utamanya sesuunan saya yang telah memberikan petunjuk dan jalan dalam tiap langkah saya,” ujarnya. Made Suarta dulu hanyalah seorang remaja yatim dari keluarga tak mampu yang menetapkan cita-citanya sejak kecil menjadi guru. Itu karena kekagumannya pada sosok guru yang dinilainya pintar dan serbabisa. “Guru itu hebat, ditanya apa saja tahu,” pikir Suarta saat duduk di bangku SD. Dengan perekonomian yang pas-pasan, mengandalkan ibu yang hanya pedagang canang, dan bantuan kakak-kakaknya, Made Suarta bisa melanjutkan pen­

didikan tingginya di FKIP Singaraja. Baru berjalan 3 semester, sang ibu meninggal. Karena mempertimbangkan kedua adiknya yang harus tu­ rut dipikirkan, ia mengorbankan ­k aliahnya dan kembali ke Denpasar, mencari pekerjaan. Tahun 1983 Made Suarta di­ pekerjakan di IKIP oleh Redha Gunawan (alm.) yang saat itu masih menjabat PR II sebagai juru ketik. Saat itu ia sibuk membuat surat-surat untuk proses pendirian IKIP Made Suarta melakukan upacara mejaya-jaya PGRI Bali yang sebelum dilantik menjadi rektor diresmikan 25 Agustus 1985. “Karena itu saya memilih jurusan Bahasa Indonesia. tahu betul lika-liku perjalanan “Kamu harus berhasil”, demikian sejarah IKIP PGRI Bali,” ujarnya. selalu motivasi Redha Gunawan Meski sebagai pegawai, obsesi yang selalu mendukung Suarta Made Suarta untuk menjadi guru dalam bidang pendidikan. tak pernah pupus. Selepas jam Pemilik KSP Coblong Pamor kerja sebagai pegawai, ia melan­ ini menamatkan S-1 nya tahun jutkan kuliahnya di IKIP PGRI Bali. 1988 dan diangkat menjadi dosen Ia pun menjadi mahasiswa angkat­ tetap yayasan setahun kemudian. an pertama IKIP PGRI Bali dan Tahun 1991 ia diangkat sebagai dosen kopertis. Ia sempat menjabat wakil bendara yayasan, Ketua PS D-2 PGTK, dan PR II, sebelum akhirnya menjadi Rektor IKIP PGRI Bali. Meski disibukkan dengan kegiatan kampus, pria kelahiran 25 Oktober 1962 dari pasutri Nyoman Buda (alm.) dan Nyoman Rening (almh.), sesekali ia masih menjalankan aktivitas berkeseniannya sebagai seniman arja. Sebagai bentuk penghormatannya kepada almarhum orangtuanya, ia pun mendirikan Yayasan Dharma Sunu Mandare yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan agama. Nama itu pun diambil dari singkatan nama orangtuanya dan memiliki makna kewajiban seorang anak kepada orangtuanya. Yayasan ini menaungi PG/TK Lingga Murthi School yang sudah beroperasi Pelantikan Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. Made Suarta, masa bakti 2014-2018 sejak 2010. –ten

Berkarung-karung plastik transparan krupuk kulit di tata tiap hari di Pasar Mandalika Mataram, untuk dijual. Krupuk kulit ini berasal dari sentra pembuatan krupuk kulit yang sangat dikenal di Mataram, yakni dari Seganteng Cakranegara. Krupuk ini kerap menjadi oleh-oleh khas Kota Mataram karena rasanya yang gurih dan renyah.

K

rupuk kulit kulit-kulit sapi segar untuk Lombok atau pembuatan krupuk. Rupanya, yang dikenal inilah kunci kegurihan dan redengan krunyahnya krupuk yang berasal puk kulit Seganteng bisa dari Seganteng ini. diperoleh di hampir semua Kulit-kulit sapi biasanya pasar tradisional di Mataram. tersedia di penjagalan-penjagBerbagai kualitas krupuk alan di Mataram dan Lombok kulit bisa didapatkan. Selain sekitarnya. Serta, ada juga di pasar-pasar tradisional, yang datang dari luar pulau oleh-oleh krupuk ini juga bisa Lombok. Ketelitian dalam diperoleh di rumah-rumah menjalankan usaha ini, rupapenduduk di Seganteng. Dinya menjadi faktor penting jual langsung di rumah-rumah yang tidak bisa diabaikan warga yang memiliki usaha begitu saja jika ingin bertahan pembuatan krupuk kulit. lama. Pandai berhitung akan Usaha pembuatan krusangat membantu lancarnya puk kulit sapi di Seganteng usaha ini. Mataram sudah dimulai seKrupuk kulit sapi biasa jak puluhan tahun dan tidak diproduksi dengan cara diiris pernah mati. Dari dua kamdan dibelah atau yang dikenal pung di Cakranegara inilah, Kulit sapi kering dipotong-potong sebelum diproses dengan nama krupuk iris dan menjadi aluman Seganteng Gubuk Pande dan tipis. Di pasar-pasar tradisi­ Seganteng Karang Monjok inilah kulit sapi, pengerokan bulu-bulu, onal di Mataram, krupuk kulit iris berkarung-karung plastik krupuk pemilahan dan pengirisan, aluman lebih banyak dijual dibandingkan kulit diproduksi setiap harinya. (gorengan krupuk kulit yang per- krupuk tipis. Karena rata-rata Aktivitas pembuatan krupuk kulit tama), hingga penggorengan utuh pembuat krupuk kulit lebih bandi sini berputar lancar. dan pengepakan sampai distribusi yak memproduksi krupuk iris karUsaha turun-temurun ini te- ke pasar-pasar. Hal ini disebabkan ena pembuatannya relatif mudah lah menjadikan dua Seganteng permintaan krupuk kulit yang cu- dan cepat. tersebut dikenal sebagai peng- kup banyak dan tiada henti. “Jadi, hasil krupuk kulit yang gurih dan tiap hari persediaan krupuk kulit berkualitas di Mataram. Selain selalu ada,” kata Tasnim, dijual di pasar-pasar tradisional di penjual krupuk kulit di Mataram, baik pasar induk mau- Pasar Kebon Roek. pun pasar kecil, krupuk kulit sapi Untuk bisa menSeganteng juga dipasarkan di selu- jaga keberlanjutan ruh pulau Lombok maupun keluar usaha ini, bukannya pulau seperti pulau Sumbawa dan tanpa kendala. Salah Bali. “Bahkan, oleh-oleh krupuk satu kendala yang kulit Seganteng sudah sampai berarti adalah persekeluar negeri, seperti Hongkong, diaan kulit sapi yang Jepang, Singapura dan lainnya,” menurut Salmah, tidak ungkap Salmah, salah seorang banyak. Masing-masing pedagang krupuk kulit. pembuat krupuk kulit ini Rata-rata warga di sana mem- hanya bisa dapat maksimal dua punyai usaha pembuatan camilan kulit sapi. Selama ini para pemkriuk ini. Kegiatan pembuatan buat krupuk kulit selalu berlangyang direndam dalam minyak krupuk kulit sapi tidak pernah ganan kulit sapi pada penjagalan Krupuk tipis mendidih, proses aluman berhenti. Setiap hari terus ber- yang ada di Mataram dan Lombok proses mulai dari pembelian Tengah. Mereka biasanya mencari ­Sedang­kan untuk krupuk tipis, terbilang bisa dihitung pengusahanya. Pembuatannya yang rumit dan butuh ketelatenan serta ketekunan menjadi alasan tidak banyak yang memilih membuat krupuk tipis meskipun harganya lebih mahal ketimbang krupuk iris. Proses pembuatannya jika dilihat tidak terlalu rumit, namun jika dikerjakan tidak segampang yang dibayangkan. Bagaimana tidak, untuk mengolah puluhan kilogram kulit sapi tersebut harus dikerjakan oleh mereka yang sudah terbiasa agar produksi berjalan lancer, mengingat setiap hari krupuk kulit harus didistribusikan ke pasar-pasar. Pengolahannya dimulai dengan merebus kulit sapi yang segar selama lebih kurang 30 menit kemudian dilanjutkan Salah satu aktivitas pembuatan krupuk kulit sapi di Seganteng dengan mengerik bulu-bulu sapi

Krupuk kulit sapi iris, siap dipasarkan

dengan pisau khusus yang tajam. Setelah itu kulit sapi dipisahkan bagian dalamnya yang berlendir dengan kulit biasa lalu diiris-iris memanjang dan digarami secukupnya. Kemudian dijemur selama dua atau tiga hari hingga benar-benar kering. Jika musim hujan tiba, penjemuran kulit sapi memakan waktu lebih lama dan dibantu dengan pemanasan dengan api yang khusus dibuat di sekitar penjemuran krupuk kulit. Ini harus dilakukan. Jika tidak kering betul krupuk akan terasa pahit. Rasa pahit ini disebabkan ulat yang berasal dari telur lalat yang mengerubungi kulit saat dijemur dan telat

kering. Proses selanjutnya, kulit sapi dipotong-potong sesuai kebutuhan, dilanjutkan dengan menggoreng pertama kali yang disebut aluman. Kulit sapi yang sudah kering dibuat aluman (goreng pertama dengan cara direndam) menggunakan minyak goreng putih. “Proses aluman ini dilakukan selama lebih dari lima jam,” ujar Salmah. Aluman kulit sapi ini bisa bertahan berbulanbulan sebelum digoreng mekar. Sebagai oleh-oleh, krupuk kulit sapi bisa diperoleh dalam dua macam, yakni yang sudah digoreng matang atau alumannya (yang digoreng setengah matang). Untuk menjamin kualitas rasa krupuk yang empuk dan gurih, aluman digoreng setengah matang menggunakan minyak goreng putih. Menggorengnya pun harus diawali dengan api yang kecil agar hasilnya mengembang bagus,” tambahnya. -Naniek I. Taufan

Proses penjemuran yang mengandalkan sinar matahari


Nine

20

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Melestarikan Karawiti dengan Resep Tradisional

Dengan terampil, tangan Hafsah, perempuan setengah baya ­meng­olah kulit sapi menjadi penganan khas Bima bernama ­Karawiti. ­Mengolah kulit sapi menjadi karawiti telah dilakoni oleh Hafsah ­secara turun temurun. Dan ia menjadi salah seorang “pewaris” keahlian membuat kuliner tradisional ini.

H

Hafsah

afsah yang sejak usia remaja telah mempelajari pembuatan karawiti, kini menghabiskan lebih dari separuh usianya untuk melakoni pekerjaan ini. Ia tidak hanya membuat karawiti melainkan juga menjualnya sendiri dengan cara berkeliling dan juga berjualan di pasar. Membuat dan menjual karawiti jadi mata pencahariannya. Tidak hanya itu, keberlangsung­ an usaha rumah tangga ini juga diwariskan secara turun temurun. Maka tidak heran, di Sila Bima, -khususnya dimana terdapat dua kampung yang beberapa warganya masih membuat karawiti-, jika dahulu nenek buyutnya dikenal sebagai pembuat dan penjual karawiti maka turunan berikutnya juga memiliki keahlian yang sama dan memilih profesi juga sebagai pembuat dan penjual karawiti sebagai penopang ekonomi keluarga. Kini, tidak banyak lagi orang Bima yang secara konsisten melestarikan kuliner-kuliner khas seperti ini karena mengonsumsi kuliner tradisional sudah mulai banyak ditinggalkan. Di samping

itu, langkanya para pembuat dan penjual kuliner ini, membuatnya relatif sulit ditemukan. Namun, Hafsah masih tetap setia menjadi pembuat dan penjual kuliner karawiti hingga kini. Dengan keahlian dan konsistensinya itu, Hafsah termasuk salah seorang dari tidak banyak lagi pelestari kuliner tradisional ini. “Ibu dan nenek saya juga dulu kerjanya membuat dan berjualan karawiti,” ujarnya. Karena itulah, dari kampungnya Dorowila, Sila di Bima, makan­ an khas orang Mbojo kini masih bisa dinikmati karawiti dengan rasa yang tidak berubah dari dulu hingga kini. Bukan rasanya saja yang tidak berubah melainkan juga cara pengolahannya yang sederhana khas makanan tradisional. Karawiti yang terbuat dari seluruh kulit badan sapi termasuk kulit kepala ini memiliki ciri berwarna hitam dengan campuran santan kental, kelapa parut dan irisan bulat belimbing wuluh. Uniknya, bumbu karawiti adalah semua bumbu mentah, tidak dimasak lebih dahulu. “Semua bumbu yang dipakai adalah bumbu mentah, itulah kekhasan

karawiti,” kata Hafsah yang tetap bertahan dengan cara pembuatan karawiti secara tradisonal. Seperti juga makanan khas Mbojo lainnya yang benar-benar tradisional, bumbu inti dan bumbu pelengkap karawiti tidak dimasak melainkan merupakan bumbu-bumbu mentah. Karena berbumbu mentah inilah, Hafsah selalu menyajikan dagangan karawitinya dalam keadaan segar. “Karawiti segar hanya bertahan sekitar enam jam saja,” ungkapnya. Karawiti biasa dikonsumsi sebagai camilan. Meski murni terbuat dari kulit sapi tanpa campuran lain, karawiti bukan merupakan lauk yang mendampingi makan nasi melainkan merupakan camilan saja walau pun ada juga yang akhirnya menjadikannya lauk namun tetap dianggap sebagai camilan. Rasanya gurih dan kenyal. Di pasar-pasar tradisional di Bima, masih dapat ditemui makanan khas ini dengan penataan bentuk yang khas pula sehingga dari jauh mudah mengidentifikasinya. Biasanya karawiti dijual dengan membuat tumpukan membukit dalam sebuah wadah dan penjualnya akan mengorek sisi terluar pada bagian yang berada di hadapannya mulai dari bawah hingga tumpuk­ an atasnya longsor sedikit demi sedikit. Cara menata dan menjual seperti ini merupakan salah satu keunikan karawiti karena dari dulu hingga kini perlakuan tersebut tidak pernah berubah. Selain dijajakan di pasar-pasar tradisional, karawiti juga dijajakan dengan cara dijual berkeliling dalam perkampungan. Para pembuat dan penjual karawiti biasanya berasal dari sekitar tempat-tempat penjagalan ternak di mana mudah mendapatkan kulit sapi sebagai bahan bakunya. Dua kampung yang masih setia melestarikan karawiti dengan rasa asli dan pengolahan cara tradisional di Bima adalah di Kampo Sigi dan Dorowila, Sila Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Para pembuat dan penjual karawiti dari dua kampung inilah yang masih tetap menjaga keaslian makanan khas ini. Dari sinilah karawiti berasal. Dua kampung ini merupakan sentra penjagalan ternak terutama sapi dan kerbau untuk kebutuhan masyarakat di Kecamatan Bolo. Karena itulah, secara turun temurun makanan khas ini masih dilestarikan. Para pembuat dan penjual

Karawiti, kuliner khas Bima

karawiti dari dua kampung inilah yang menjajakan dagangannya hingga ke desa-desa hingga kecamatan tetangga. Mereka meng­ olah karawiti di pagi dan sore hari. Jika pengolahannya pagi hari, maka mereka berjualan pada sore harinya. Namun jika pengolahan dilakukan sore hari maka akan dijual keesokan paginya. Kekhasan karawiti inilah yang membuat kuliner ini tidak pernah hilang dari daftar menu makanan asli suku Mbojo. Hal ini juga yang membuat karawiti menjadi usaha rumah tangga secara turun temurun. Selain menjual untuk konsumsi

umum, kini karawiti juga mulai kerap menjadi menu pelengkap dalam acara-acara resepsi yang dipesan secara khusus. Pengolahan dan penggunaan bahan serta bumbu yang alami, tanpa bahan pengawet, membuat karawiti hanya mampu bertahan baik untuk dimakan tidak lebih dari delapan jam. Di tangan Hafsah dan juga para pembuat karawiti lain yang jumlahnya sudah tidak banyak lagi, karawiti, kuliner khas yang tetap mempertahankan keaslian bahan, rasa dan tata cara peng­ olahannya secara tradisional. -Naniek I. Taufan

Inspirasi

1 - 7 SEPTEMBER 2014

5

AA Ayu Ketut Agung

Kelilingi Istana Negara Momen peringatan Hari Kemerdekaan RI ­tahun ini terasa sangat istimewa bagi AA Ayu Ketut Agung. ­Pasalnya, ­untuk ­ketiga kalinya ia diundang ke ­Istana Negara. Kedatangannya kali ini untuk ­menghadiri ­upacara penurunan ­bendera pusaka ­dalam rangka mem­peringati ­Dirgahayu Indonesia yang ke-69, ­ Minggu (17/8) sore.

S

ejak pagi Bu Agung ­ ersama tim Sab lon Agung, yakni Sagung Inten dan Wayan Erni ­sudah sibuk menangani tata rias dan ­busana tengkuluk ­l elunakan yang dikenakan 36 ­p enabuh dari The Ary Suta Center Gamelan ­Philharmonic yang juga akan tampil saat upacara penurunan bendera tersebut. Pada 17 Agustus siang, Bu Agung sudah berada di Istana Negara. Sementara menunggu berlangsungnya acara, oleh salah seorang staf istana, Bu Agung berkesempatan mengelilingi Istana Negara selama lebih kurang dua jam. Menjelang detik-detik penurunan Sang Merah Putih, para undangan disambut iringan gamelan The Ary Suta Center Gamelan Philharmonic pimpinan Otie Ary Suta, yang membawakan 17 lagu sekar gaduh. Penampilan mereka dalam balutan busana ikon Kota Denpasar, tengkuluk lelunakan tersebut disambut meriah. Bahkan usai acara, tak sedikit undangan berfoto bersama penabuh. Hal yang sama dialami Bu Agung. Ia tak menyangka banyak orang mengenal dirinya. Salah satunya, istri seorang TNI. “Ibu Agung dari Bali kan? Kemarin saya menonton Ibu di acara She Can You Can. Bagus sekali, lanjutkan ya Bu,” ujarnya seraya meminta berfoto bersama Bu Agung. SHE CAN YOU CAN Sabtu (16/8), Bu Agung tampil dalam acara She Can You Can yang ditayangkan Trans7 pukul 09.30 Wita,

sebagai perempuan inspiratif dari Bali. Shooting yang berlangsung lima hari tersebut, mengambil beberapa lokasi, yakni di Singaraja dan lebih difokuskan di Denpasar, di tempat kediaman Ibu Ida Ayu Asiawati Oka. Dalam tayangan ini dikisahkan alur perjalanan aktifitas seorang Bu Agung yang komit melestarikan budaya Bali lewat keterampilan tata rias yang dimilikinya. Keterampilannya itu pun kemudian dibagi kepada masyarakat luas, dengan memberikan pelatihan-pelatihan tata rias dan mengenalkan busana adat Bali yang baik dan benar. Dalam tiap roadshow-nya itu, pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agung ini selalu menyelipkan materi kiat praktis membuat sanggul Bali (pusung tagel), sanggul modern, dan tengkuluk lelunakan. Eksistensinya inilah yang membuat Bu Agung dipercaya untuk merias Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono dalam setiap pembukaan Pesta Kesenian Bali selama masa pemerintahannya. Kini dengan mulai maraknya orang-orang Bali hingga orang luar Bali memakai busana tengkuluk lelunakan dalam acara-acara khusus, perempuan kelahiran 30 Oktober 1959 ini mengaku terharu sekaligus bangga. Kesungguhan, ketekunan dan kerja kerasnya membuahkan hasil. Selain menembus Istana Negara, beberapa organisasi wanita juga telah mengenakannya, salah satunya oleh

istri-istri kepala kopertis se-Indonesia dan Kemendikbud saat berkegiatan di Bali. Termasuk, wisatawan asing yang tak mau melewatkan liburannya ke Bali tanpa mendokumentasikan dirinya berbusana adat Bali. Berhasilnya busana tengkuluk lelunakan ini masuk Istana Negara, dikatakan Bu Agung tak lepas dari peranan Otie Ary Suta yang selalu men-support dan tak pernah absen mengenakan busana adat Bali dalam tiap pementasan grup gamelan yang dipimpinnya itu. “Semua ini berkat dukungan semua pihak dan masyarakat luas,” ujar peraih APP (Anugerah Peduli Pendidikan) Award 2013 dari Kemendikbud ini. Sementara, tayangan aktifitas Bu Agung dalam acara She Can You Can tersebut tepat sehari sebelum peringatan HUT Kemerdekaan RI di Jakarta, dikatakan Bu Agung juga cukup berdampak luas. Apalagi, presenter Shahnaz Haque yang memandu acara tersebut juga tampil cantik dalam balutan busana tengkuluk lelunakan. “Jadilah, ketika bertemu muka langsung dengan Bu Agung dan sekaligus melihat tampilan prima The Ary Suta Center Gamelan Philharmonic, banyak undangan yang hadir di sana penasaran dan ingin tahu yang akhirnya meminta foto bersama,” ujar Bu Agung saat ditemui di selasela persiapan lomba karya keterampilan anak kejar paket B, yang akan tampil 31 Agustus s.d. 5 September 2014 di Kemendikbud, Jakarta.

Shahnaz Haque (kiri) bersama Bu Agung dalam acara She Can You Can

Diskon 50% Kursus Tata Rias di LKP Agung Hanya Rp 4,5 Juta

n 50%

Kursus Sampai Bisa dan Bersertifikat Disko Tata kecantikan kulit (perawatan muka, make up wajah, perawatan kaki dan tangan, perawatan tubuh) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Tata Kecantikan Rambut (potong, kriting, blow, set, sanggul, creambath, pelurusan, dan cat rambut) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Tata Rias pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, tengkuluk lelunakan) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Total biaya kursus Rp 9 juta Hanya Rp 4,5 juta *Disediakan beasiswa kursus gratis dengan syarat dan ketentuan berlaku Sekretariat LKP Agung: Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Tlp. 0361-233850, 231985, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. ­Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com.


Woman on Top

6

1 - 7 September 2014

1 - 7 September 2014

Dulu Antena Sekarang Streaming

Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E., Ak, M.Si., Ph.D

Tugas Itu Kepercayaan, bukan Beban Salah satu terobosan yang sedang dilakukan oleh Universitas Udayana saat ini adalah ­optimalisasi Kampus Bukit Jimbaran. Gedung-gedung yang dulunya tidak terurus dan lahan yang gersang disulap menjadi gedung perkuliahan yang memenuhi standar untuk perkuliahan kelas internasional dan areal parkir yang tertata serta kebun yang asri. Kawasan yang dipakai tempat kuliah berbagai program internasional yang di­miliki univer­sitas ini dikenal dengan nama areal Center for International Programs atau yang dikenal dengan CIP.

T

erobosan ini membuat Universitas Udayana semakin dilirik oleh mahasiswa asing sebagai tempat untuk kuliah, baik yang non-degree maupun degree program. Terobosan ini tidak sesederhana yang terlihat, karena ternyata banyak tantangan yang harus dihadapi. Tantangan tidak saja dalam hal teknis, tetapi juga dalam hal non-teknis, karena memerlukan dukungan seluruh civitas akademika, terutama para pembuat kebijakan di tataran universitas, dosen, staf dan pengelola semua program internasional. Salah satu nama yang bisa dilirik dibalik berbagai terobosan ini adalah Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E. Ak., M.Si, Ph.D. Setelah menamatkan PhD dalam bidang akuntansi dari University of Groningen, The Netherlands, Mimba, demikian biasa dia disapa, diminta memimpin IBSN, salah satu program internasional di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang mempunyai jumlah mahasiswa terbesar di Unud, sekitar 500 mahasiswa Jerman setiap tahunnya. IBSN adalah program internasional pertama yang memindahkan perkuliahan mahasiswa asing dari kampus di Denpasar ke kampus di Bukit Jimbaran pada tahun 2011, karena daya tampung kelas yang makin terbatas. “Berbagai penolakan sempat muncul pada tahap awal perpindahan ini. Fasilitas belajar mengajar yang memadai dan suasana lingkungan yang asri, dengan pelan tapi pasti bisa memupus keraguan berbagai pihak atas pemindahan perkuliahan mahasiswa asing ke kampus di Bukit Jimbaran,” ujar Mimba. Pengalaman pahit getir yang dia alami selama lima tahun menimba ilmu di negeri orang, membuat dia lebih siap menghadapi tantangan serta mampu berinteraksi dengan international stakeholders. Mimba menyampaikan dengan jumlah beasiswa yang sangat terbatas waktu itu, selama belajar, dia harus menjalani kehidupan terpisah dengan keluarga dan buah hatinya. Di samping itu, dia harus naik sepeda ke kampus menempuh jarak sekitar 18 km pulang pergi setiap harinya. Tantangan dia rasakan makin berat, tatkala anak ketiga lahir di Belanda, sementara dia juga harus menyelesaikan perkuliahan tepat waktu. Pola makan juga disesuaikan, tidak bisa makan nasi dan menu Indonesia setiap hari. Seringkali ia meminjam istilah ‘yang beriman’ untuk merujuk ke menu, kalau lagi kumpul dan masak bersama dengan mahasiswa lain dari Indonesia. “Misalnya kalau membuat nasi goreng udang, itu dimasak tanpa memakai udang. Ketika ada yang menanyakan mana udangnya, maka jawabannya adalah hanya orang-orang beriman yang melihat udangnya”, kenangnya sembari tertawa. Iklim yang sangat berbeda dengan cuaca yang sangat ekstrim, membuat tantangan tidak saja dalam hal akademis tetapi juga dalam hal nonakademis.

Ni Putu Sri Harta Mimba bersama keluarga

Mulai tahun 2013, Mimba dipercaya sebagai Direktur Center for International Programs (CIP) yang memiliki dua divisi, International Office dan Quality Assurance. Ini merupakan tantangan tersendiri, karena merupakan unit baru di lingkungan Universitas Udayana dan tupoksi dari unit ini yang sangat komprehensif, seperti mengembangkan international networking dan international program, mendorong lebih banyak lagi dosen dan mahasiswa yang melanjutkan studi di luar negeri, serta meningkatkan jumlah mahasiswa asing yang belajar di Universitas Udayana. Mimba sangat bersyukur, dia mendapat dukungan penuh keluarga dan universitas. Anak pasangan I Made Yasa Mimba, BA dan Ni Wayan Resmiathi Giri, BA, yang lahir di Malang, 41 tahun yang lalu, serta ibu dari tiga orang anak ini (Angga, Anggi dan Gita), juga aktif menulis di beberapa jurnal internasional serta sebagai reviewer dan presenter di berbagai seminar internasional di bidang akuntansi. Mimba juga aktif sebagai PIC dari beberapa seminar internasional yang diadakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan di lingkungan universitas. Terkait dengan kemahasiswaan, wanita yang suka traveling ini beberapa kali dilibatkan sebagai juri di berbagai lomba ilmiah tingkat nasional yang diadakan di fakultasnya. Mimba yang pernah menjadi mahasiswa berprestasi utama Universitas Udayana tahun 1994, sempat juga dilibatkan dalam seleksi mahasiswa berprestasi di fakultasnya.

MANAJEMEN WAKTU Di luar berbagai aktivitas di kampus, Mimba juga pernah ikut di APEC Projecton Human Resources di Seoul dan Tokyo tahun 2012 dan 2013. “Ini adalah pengalaman yang sangat berharga sebagai salah satu duta Indonesia di tingkat internasional. Beberapa international training juga pernah saya ikuti, seperti di Glasgow University, Scotland dan Massey University, New Zealand tahun 2013,” ujar mantan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Bali ini. Di periode kepengurusannya, bersama komisioner lainnya mereka membuat beberapa terobosan, seperti didukungnya program tidak bersiaran selama Nyepi oleh lembaga penyiaran, penayangan Tri Sandya oleh semua lembaga penyiaran lokal dan nasional yang ber-SSJ, lomba artikel tentang penyiaran serta KPID Awards. Mimba yang mempunyai hobi menyanyi ini, mempunyai semboyan hidup terus berusaha dan pantang menyerah. “Semboyan ini sangat sederhana, tetapi tidak sesederhana dalam penerapannya. Saya berusaha melihat berbagai tugas yang diberikan kepada saya lebih sebagai kepercayaan, bukan beban,” ujar penyuka warna hitam dan putih ini. Tantangan yang dihadapi sebagai wanita yang tinggal di Bali, tidak saja tantangan di bidang pekerjaan, tetapi juga urusan domestik dan bermasyarakat. Walaupun dia sudah berusaha menerapkan manajemen waktu, sebagai seorang ibu dia sangat berharap lebih bisa berbagai waktu dengan keluarga. Quality time menjadi sangat penting untuk diterapkan. Salah satu cara untuk membagi waktu adalah dengan manajemen waktu memakai bantuan fasilitas telepon genggam. “Saya usahakan untuk mencatat dulu semua kegiatan yang akan dilakukan, baik kegiatan akademis maupun kegiatan domestik. Setelah itu saya akan memberikan skala prioritas terhadap kegiatan-kegiatan yang kebetulan bersamaan. Bila tidak bisa dijadwal ulang, maka dengan bantuan fasilitas kalender, saya akan dengan mudah menentukan mengikut kegiatan yang lama. Saya usahakan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan akademis di rumah sambil menunggui anak belajar atau membuat pekerjaan rumah. Saya berharap anak akan termotivasi belajar bila dia melihat orang tuanya belajar. Motivasi belajar anak sangat penting,” tegas istri Ketut Udi Prayudi, S.E., S.H., M.H. seraya mengatakan dukungan keluarga sangat besar. Terkait dengan tugas kantor, stafnya bisa menelepon dia kapan saja dan dimana saja. Konsultasi bisa dilakukan via email dan media sosial lainnya. –Ngurah Budi

Sudut Pandang

19

“Di radio, aku dengar, lagu kesayanganmu Kutelepon di rumahmu sedang apa sayangku Kuharap engkau mendengar dan katakan rindu” Begitulah sekilas bait lagu yang popular di tahun 1986, yang dinyanyikan Gombloh. Saat itu, orang begitu antusias dengan keberadaan radio se­bagai salah satu media hiburan. Mulai dari lagu favorit, drama radio dan drama lokal Bali, sangat melekat di hati pendengarnya. Bahkan, tak jarang penyiar radio menjadi idola baik tua maupun muda. Namun, apakah radio masih eksis di zaman sekarang?

M

enurut Putu Ariyanti, media radio masih tetap eksis. Namun, memang ia akui, penikmatnya tak seramai dulu. “Waktu saya kecil, ada sandiwara radio yang sangat terkenal . Kami selalu menunggu di radio, agar tahu kelanjutan ceritanya. Sekarang ini, rasanya media televisi lebih mendominasi, karena kita bisa melihat visual gambar sehingga lebih menarik,” tutur anggota KPU Kabupaten Bangli ini. Apalagi, kata Ariyanti, tempat tinggalnya di Bangli, sangat sulit menangkap siaran radio. “Sinyal­ nya kurang bagus,” imbuhnya. Namun, menurutnya, radio pemerintah masih tetap eksis karena masih digunakan untuk siaran dalam kampanye pemilu. “Kadang, saya juga diundang menjadi pembicara, saat-saat kampanye pemilu,” katanya. Menurut Ariyanti, radio pemerintah masih bisa ditangkap dengan baik. Namun, acaranya tentu lebih banyak berita dan informasi dan lebih serius dibandingkan radio-radio swasta bergaya anak muda. Biasanya, banyak orang memanfaatkan, sembari menyetir mobil, mereka mendengarkan siaran radio. Tetapi, sinyal kadang tidak bagus ketika mendengarkan radio saat mengemudi. “Biasanya di mobil jika ingin mendengar musik, saya menyetel music dari CD saja. Daripada kelamaan mencari-cari sinyal yang kurang bagus. Mungkin karena jarak juga menjadi penyebab,” kata Ariyanti. Dengan perkembangan teknologi, menurutnya, anakanak muda, lebih suka browsing di internet. Apalagi, saat ini, ponsel yang sudah dilengkapi dengan internet memudahkan siapa saja untuk berselancar di dunia maya. “Contohnya anak-anak saya. Mereka lebih suka browsing internet untuk mencari informasi,” ucapnya. Penuturan Tiara lain lagi. Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Denpasar ini me­ ngatakan, mendengarkan radio juga bisa dilakukan lewat internet,

namanya radio streaming. Namun, menurut Tiara, tetap saja, lebih afdol kalau melihat visual gambar. Jadi menurutnya, media televisi lebih menarik. Dulu, kata Tiara, ia memang ngefans dengan salah satu radio swasta yang bergaya anak muda. Namun, dengan perkembangan teknologi gadget yang lebih menarik, ia lebih suka memanfaatkan media sosial untuk mencari hiburan dibandingkan radio. RADIO KOMUNITAS Harus diakui sejak diciptakan oleh Michael Farady pada abad 19, perkembangan radio dibandingkan alat komunikasi lainnya relatif tertinggal. Namun, banyak hal menarik yang dapat dikemukakan berkaitan dengan radio, terutama jika dimanfaatkan sebagai media pembelajaran atau edukasi. AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda mengatakan memanfaatkan radio dapat dilakukan dengan cara yang serius maupun santai. “Ini adalah kekuatan utama yang barangkali dapat dikemas agar radio memiliki kedayagunaan yang maksimal. Setiap orang dapat memiliki cara yang unik untuk memperoleh informasi melalui media ini. Misalnya, mendengar informasi sambil mengerjakan tugas-tugas rutin. Para ibu rumah tangga dapat memperoleh informasi sambil memasak di dapur dan mengerjakan tugas-tugas rumah,” ujar Dekan Fakultas Hukum Undiknas ini. Para karyawan tetap dapat meng-up date informasi sambil mengerjakan tugas kantor. Bahkan orang dapat memperoleh informasi sambil istirahat maupun menjelang tidur di malam hari. Jika menggunakan istilah keren, radio adalah media multitasking. Dapat mengerjakan beberapa hal saat bersamaan,” paparnya. Radio termasuk sumber informasi yang murah dibandingkan dengan media informasi yang lain. Ditengah perkembangan ekonomi yang diperkirakan kurang menguntungkan karena kebijakan penyesuaian BBM, nampaknya pilihan mendengarkan informasi melalui radio mungkin menjadi

AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda

Putu Ariyanti

Putu Suprapti Santy Sastra

hal yang baik. Namun, kemasan informasi menjadi kunci utama. Membeli televisi atau perangkat teknologi (gadget) pasti lebih mahal dibandingkan radio. Jangkauan radio juga relatif lebih luas dibandingkan sumber informasi lainnya. Dengan kemajuan teknologi, radio streaming dapat menjangkau seluruh belahan dunia. Jika ini dikemas secara lebih menarik, maka pembelajar­ an melalui radio akan memiliki keunggulan dibandingkan media konvensional lainnya. Cakupan dan kemampuan up date informasi radio melebihi koran konvensional, buku dan lainnya. “Radio tidak memerlukan tingkat pengetahuan yang tinggi untuk mengaksesnya. Bandingkan dengan komputer atau smartphone untuk memperoleh informasi. Sehingga semua golongan baik anak-anak tua dan muda, berpendidikan tinggi atau tidak, mudah memanfaatkannya. Radio tidak mengenal gagap teknologi untuk pengoperasiannya,” lanjut ibu dua anak ini. Namun, ada beberapa catatan menarik yang dikatakannya harus dipahami agar radio tetap memiliki kemampuan yang maksimal untuk menjadi alternatif pembelajaran bagi generasi muda. Radio hendaknya diarahkan pada radio komunitas agar penyampaian informasi lebih spesifik, jika memang radio ingin dijadikan media pembelajaran. Jika tidak, maka penyampaian informasi menjadi sangat general atau umum karena pendengarnya tidak ter­segmentasi. Terkait dengan radio komunitas, Gung Sri mengatakan kalangan akademisi atau pengelola pendidik­an dapat menjadi ujung tombaknya. Jurusan komunikasi dapat membuat radio yang digunakan untuk berbagai informasi dan sekaligus mempraktikkan pengetahuan komunikasinya. Para petani dapat mendirikan radio komunitas agrobisnis, untuk mengedukasi para petani dalam mengelola dan menafaatkan hasil panennya. Para seniman dapat memperkenalkan berbagai aktivitas sehingga seni dan budaya se-

makin dikenal dan dipertahankan. Demikian juga para siswa maupun himpunan mahasiswa dari berbagai jurusan dapat memanfaatkan radio sebagai media pembelajaran dan penyebaran informasi yang lebih tersegmentasi. “Kemajuan teknologi informasi dapat menjadikan radio terdepan dalam menyampaikan informasi yang tidak kalah cepat dengan televisi. Dengan menggunakan OB Van, radio dapat mendatangi sumber informasi dan menyampaikannya langsung kepada masyarakat. Namun, jika dibandingkan dengan televisi tentunya akan kurang menarik karena sifat radio yang auditif sedangkan televisi adalah audiovisual. Disinilah tantangan yang harus dipahami bagi pengelolaan radio jika ingin tetap menjadi pilihan masyarakat dalam mengupdate informasi,”katanya.

memutar lagu lagu daerah, ada yang hanya memutar semua jenis lagu dari Indonesia, ada yang hanya memutar lagu dangdut, ada yang hanya menyiarkan berita dan talkshow, dan ada pula yang mengombinasikan semuanya baik menyiarkan informasi, talkshow, maupun hiburan. Berkembang pesatnya jumlah stasiun radio juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Dengan perkembangan internet yang pesat, muncullah radio streaming yang memanfaatkan internet sebagai media penyiaran berbeda dengan radio konvensional yang menggunakan antena sebagai pemancar. Asyiknya lagi karena menggunakan jaringan internet, siaran sebuah radio dapat didengarkan secara global. Hal tersebut dibenarkan oleh Putu Suprapti Santy Sastra, S.H.CHt,CI yang biasa disapa Santy Sastra, dan sudah menjadi penyiar sejak 1975. Ia mengakui perkembangan radio sekarang maju pesat dibanding era 1980-an. Kini radio punya segmentasi msing-masing dan tidak hanya bersifat sebagai media hiburan namun orientasi sudah lebih ke arah bisnis dan dikelola secara profesional. Sebagai layaknya sebuah industri, tidak peduli di kota besar ataupun kecil, berprofesi di radio bisa menjadi sangat menjanjikan. “Para penyiarnya pun sudah lebih profesional artinya sudah memandang sebagai profesi dibanding hanya sekadar hobi. Karena dari seorang penyiar memiliki jenjang karier selanjutnya sebagai presenter ataupun MC yang semakin terbuka nyata,” ucap ibu dua anak ini. Ia juga tidak berhenti berinovasi dengan kreativitas dan tak pernah lelah. Setelah sukses dan berpengalaman di dunia radio konvensional pada 6 April 2012 membuat penetrasi dengan membuat radio berbasis internet. Berikutnya berkat ketenaran sebagai penyiar juga, ia mendapat kesempatan sebagai dubber maupun MC di berbagai acara.

KEKUATAN TRANSFORMASI Sebagai media yang terus berkembang di era digital, radio tetap dapat menjangkau masyarakat lokal bahkan hingga di seluruh dunia. Karenanya , tidak salah ketika Organisasi Pendidikan dan Kebudayaan Dunia, UNESCO mengakui radio sebagai media yang memiliki kekuatan untuk tranformasi masyarakat. Murah, cepat, dan menjangkau pelosok. Begitu pula imajinasi pendengar radio yang tidak bisa digantikan audiovisual ataupun barisan tulisan media cetak. Masih ingat dengan sandiwara radio “Saur Sepuh” yang memiliki tempat di hati pendengar radio. Bagaimana seorang pendengar mau tetap mendengarkan setiap episode tanpa menggeser gelombang radionya. Tentu itu menjadi kekuatan sendiri bagi radio. Tapi juga bukan berarti radio terus berkutat di keindahan masa lalu. Praktisi radio pastinya perlu mengeksplorasi diri terus menerus untuk mempertahankan pendengar masing-masing. Buktinya saatnya banyak sekali stasiun stasiun radio bermunculan. Masing masing punya segmentasi pendengar tersendiri. Ada yang

–Wirati Astiti/Sri Ardhini


Kreasi

18

1 - 7 September 2014

“Ular Tangga Edukasi”

Salah Jawab Soal, Nilai Berkurang Bagi anak-anak, bermain ular tangga sangat seru. Saat berhenti di kotak tangga, pemain bisa menaiki tangga hingga ujung tangga. Tetapi, kalau apes, bertemu ekor ular, bersiaplah untuk melorot ke bawah. Sekarang permainan ular tangga tak harus pakai kertas. Gadget pun bisa dipakai. Bagaimana caranya? 100 kotak, buatan Ode hanya 49 kotak. “Biar hemat, kami pakai 49 saja. Kalau 100 kotaknya terlalu kecil, susah memainkan. Kalau 49, itu kan 7 kanan-kiri dan 7 atas bawah. Bentuknya simetris,” ujar siswa kelas XII SMKN 1 Denpasar ini Pemain yang sudah mengunduh game yang ada di-publish di gadget berbasis android atau iOS ini bisa memulai bermain dengan mengocok dadu. Setelah dadu menunjukkan angka, pemain mulai langkahnya. Tiap pemberhentian, akan ada soal yang harus diselesaikan, mulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian. Soal matematika sederhana ini harus dijawab dengan benar agar mendapat nilai. Jika benar, nilai yang diperoleh akan bertambah. Setelah melewati angka 1 sampai 28, pemain sudah lolos level I. Berikutnya di level II, mulai kotak no 29 sampai 35 juga ada soal. “Di level II, ada soal menyusun huruf agar menjadi sebuat kata dalam bahasa Inggris. Masingmasing kotak kami beri tiga soal. Kalau satu soal, terlalu mudah dan cepat,” ujar Ode. Level III (kotak no 36 sampai 42), pemain ular tangga diajak adu cepat menyusun puzzle. Ada 15 varian puzzle yang

“S

aya terinspirasi permainan ular tangga yang digemari anakanak. Di sisi lain, saya ingin ikut memberi kontribusi agar anakanak mau belajar. Akhirnya jadilah “Ular Tangga Edukasi” sebagai game edukasi,” ungkap I Gede Wira Sanjaya

yang membuat game ini bersama Alvin dan Maylinda. Wira yang akrab disapa Ode ini menuturkan mereka bertiga tergabung dalam AMO studio diwajibkan memuat aplikasi games. Setelah melalui pemikiran yang matang, tercetuslah ide kreatif untuk mengombinasikan permainan dengan belajar berhitung. Kalau hanya berhitung saja, mereka yakin, anak-anak akan bosan. Cara permainan ular tangga edukasi ini agak berbeda dengan ular tangga biasa. Jika ular tangga biasa berisi

1 - 7 September 2014

pun nilainya bisa kecil,” ujar putra pasangan I Nyoman Widnyana-AA Alit Dwijati Puspasari ini. Ode menambahkan game yang dia buat ini menyasar anakanak TK dan SD yang sudah melek gadget. Karakter yang bisa dipilih pemain adalah ayam warna biru, merah, kuning, atau hijau. “Ular Tangga Edukasi” yang unik dan kreatif ini memang sengaja dibuat berbeda dengan aplikasi lain. Sistem permainannya pun dibuat mudah. –Ngurah Budi

Story

7

Anakku Keponakanku Setengah tersenyum Rukmini, 46, (bukan nama sebenarnya) menyisir dan mengikat rambut Tina yang panjang, hitam dan lebat. Usai mengikat rambut anaknya itu, suaminya telah siap mengantarkannya ke sekolah. Tina yang jutek itu pun menyalaminya dan berangkat sekolah dengan riang. Ia berlari mengibas-kibaskan rambut ekor kuda yang baru saja dirapikan oleh ibunya itu.

R

disiapkan. Level IV (kotak 43 sampai 49) ada game bermain warna. Warna harus diurutkan sesuai perintah. Namun, sebelumnya posisi warna diacak. Jika pemain bisa melangkah sampai kotak no 49, pemain mendapatkan piala dan skor akan tercatat. “Kalau semua lolos, tentu cepat sampai no 49. Tetapi, kalau kena ular dan harus turun, ya lebih lama prosesnya. Jika salah menjawab soal, nilai dikurangi. Bagi yang lolos sampai angka 49

Life

ambut gadis yang berpakaian seragam putih dan biru ini, bergelombang, tidak sama dengan rambut Rukmini yang lurus dan tipis. Kulit Tina terlihat putih mulus. Agak berbeda dengan kulit kakak perempuannya yang sawo matang. Model wajah Tina yang tirus juga berbeda sekali dengan wajah kakaknya yang cenderung oval. Begitu juga dengan perawakannya. Jika kakaknya bertubuh agak bongsor, Tina malah sebaliknya, langsing. Ia kelihatan lebih langsing dibandingkan kakaknya. Meski wajah Tina berbeda dengan kakaknya, ciri-ciri fisik dan perawakan Tina termasuk garis wajahnya, mirip dengan Rukmini dan suaminya. Namun, siapa sangka jika Tina bukan anak dari Rukmini. Para tetangga sebelumnya menganggap Tina adalah anak kedua dari Rukmini dan suaminya. Karena sejak bayi merah ketika mereka pindah pertama kali di tempatnya tinggal sekarang di Kota Mataram, Tina sudah dirawat dan dibesarkan oleh Rukmini. Tina dan kakaknya yang beda usia dua tahun itu, tumbuh bersama. Mereka seperti sebuah keluarga yang bahagia. Karena Tina dan kakaknya sama-sama manja pada orangtuanya. Hingga akhirnya seiring berjalannya waktu, terkuaklah kisah bahwa Tina bukan anak Rukmini melainkan anak suaminya. Lalu, siapakah ibu Tina? Kisah ibu Tina inilah yang kerap membuat Rukmini menangis. Perempuan yang hatinya lapang ini, pernah didera rasa sakit yang luar biasa akibat dikhianati suaminya. Namun, ia bersabar dan menerima keadaan itu de­ ngan keluasan hatinya termasuk menerima Tina, si bayi merah yang meninggalkan luka baginya seumur hidup itu. Tina sesungguhnya adalah anak dari adik kandung Rukmini, Teresa (nama samaran), yang semasa gadis tinggal bersamanya. Ia datang dari Pulau Jawa sebagai daerah asal mereka, ikut merantau bersama Rukmini dan suaminya. “Waktu itu tiap pagi sampai siang saya berdagang sembako di pasar. Saya tidak menyangka

yang bohong, biar Tuhan saja yang tahu,” kata Rukmini sambil tertawa. Mungkin karena pernah sakit yang teramat sangat membuat ia tampak benar ia sudah tidak peduli lagi pada peristiwa itu. Ia ingin berbagi kisah ini sebagai pelajaran bagi orang lain. Namun ia meminta untuk tidak menyebutkan identitasnya. “Biarkan orang mengambil kisah saya sebagai pelajaran tidak perlu mengetahui siapa kami semua,” katanya.

semua akhirnya jadi begini,” kata Rukmini mengenang cerita sedihnya 13 tahun lalu itu. Rukmini berangkat ke pasar untuk berdagang tiap pukul 07.30, di antar suaminya. Di pasar itu ia memiliki sebuah lapak yang lumayan laris. Menurut Rukmini, ketika ia tinggal berdagang, suaminya yang bekerja serabutan itu rupanya selalu pulang ke rumah sekitar pukul 11. 00. “Katanya mau istirahat,” ujar Rukmini pendek. Tidak sedikit pun rasa curiga dalam hati Rukmini, karena adiknya juga kala masih berusia 18 tahun.

PEMBALUT UTUH Hingga suatu hari, ia memperhatikan jika tubuh adiknya itu bertambah gemuk. Awalnya ia tidak curiga. Setelah beberapa bulan kemudian ia melihat adiknya kerap muntah-muntah dan perubahan fisiknya makin terlihat dengan perut yang berisi. Tadinya ia bicara berdua dengan suaminya mendiskusikan tentang kondisi adiknya itu. Dengan bijak suaminya itu mengatakan bahwa mungkin ia masuk angin. “Saya lihat dia santai saja sehingga saya juga berpikir adik saya sakit karena masuk angin,” katanya. Itu berlangsung beberapa hari sam-

Ia melihat suaminya sayang pada adiknya itu sewajarnya saja. “Saya tahu adik saya tidak nakal. Karena itulah saya tidak curiga sedikit pun,” katanya. Apalagi suaminya itu ia kenal sebagai laki-laki yang baik, pendiam dan tidak pernah minum-minuman keras atau lainnya. Ia orang rumahan. Di balik kebaikan suaminya itu, Rukmini tidak tahu bahwa sesuatu telah terjadi pada adiknya. “Menurut cerita adik saya, suaminya memaksa alias memperkosanya. Tetapi menurut suami saya mereka suka sama suka. Entah siapa yang jujur dan siapa

pai akhirnya kecurigaannya sepertinya menyambung dengan situasi beberapa bulan terakhir ia memperhatikan adiknya tidak pernah haid. Ia tidak pernah minta dibelikan pembalut lagi dan pembalut miliknya masih utuh sesuai dengan jumlah pemakaiannya sendiri saja. Rukmini akhirnya bertanya pada adiknya dan meminta adiknya berterus terang. “Sambil menangis dia mengakui kalau dirinya kemungkinan hamil,” katanya. Rukmini pun mendesak agar adiknya yang tadinya sama sekali tidak mau bicara, un-

tuk membuka suara dan mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas janin dalam rahimnya itu. Saat ia bertanya tentang hal itu, rupanya suaminya mendengar obrolan itu sehingga ia pergi entah ke mana. Suara sepeda motornya keras dan mengebut seperti orang tengah melarikan diri. “Bagaikan tertabrak kereta api, tubuh saya seperti tertindih kuat sekali ketika akhirnya adik saya mengaku kalau anak yang dikandungnya itu adalah anak suami saya,” kata Rukmini yang mengaku kala itu ia langsung jatuh lemas setengah pingsan. Adiknya itu menangis di kakinya dan memohon agar ia mau memaafkannya. Untungnya Rukmini masih berkepala dingin. Dalam sikapnya yang diam, ia menanti suaminya pulang yang seharian itu tak tampak batang hidungnya. Tengah malam baru ia kembali dan langsung menabrak dan memeluk tubuh Rukmini untuk meminta maaf. Perempuan sabar itu hanya terdiam dan dalam satu hentakan, ia menempeleng suaminya itu hingga terjungkal ke sudut ruangan. Lelaki itu menerima perlakuan Rukmini tanpa membalasanya. Untungnya ia sadar bahwa apa yang dilakukannya itu telah diinsyafinya dengan rasa menyesal. Menghadapi situasi itu, Rukmini yang tidak memiliki sanak saudara di Mataram itu, harus memikirkan sendiri jalan keluarnya. Meski sakit hati yang teramat sangat, ia meminta adiknya untuk segera pergi dari rumahnya sesaat setelah ia melahirkan. Kehamilannya itu ditutupi dari para tetangga. Selama hamil, adiknya itu tidak diperbolehkan keluar ruamh, kebetulan saat itu kehamilannya sudah berusia tujuh bulan. Dua bulan kemudian Tina lahir. Te­ngah malam ia dan suaminya mengantarkan sang adik ke rumah sakit. Usai melahirkan dan mendapatkan perawatan yang cukup, Rukmini memulangkan adiknya itu tanpa kembali ke rumahnya melainkan langsung menuju Jawa. Sedangkan anaknya, Tina, mereka bawa pulang. Sejak itulah Tina dirawat oleh Rukmini seperti anaknya sendiri. Ia hanya tidak ingin melihat ibu dari Tina meski ia adalah adiknya. “Biar sakit hati saya tidak kambuh lagi,” katanya sedih. Untuk menghindari gunjingan tetangga, Rukmini rela meninggalkan kontrakannya itu dan pindah ke kontrakan baru sehingga orang menganggap Tina adalah bayi Rukmini sebagai anak kedua dari ia dan suaminya. Sampai saat ini, menurut Rukmini, Tina tidak mengetahui kalau ia bukan ibu kandungnya. Rukmini menyayangi keponakannya itu seperti ia menyayangi anaknya sendiri. Ia sendiri tidak tahu entah sampai kapan rahasia perjalanan hidupnya ini bisa disimpannya. -Naniek I. Taufan


Bunda & Ananda

8

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Dampingi Anak Kerjakan PR Pulang sekolah, Gek Uti langsung membuka tasnya. Ia mengeluarkan buku Widyasari, buku penunjang materi Bahasa Bali kelas 2 SD. Buku tulis juga dikeluarkan. Tangan mungilnya pun sibuk menulis pekerjaan rumah (PR).

“K

alau su­ dah ada PR, dia langsung mengerja­k an. Pakaian sekolah belum diganti pun tak masalah. Yang penting PR beres dulu, baru makan. Sudah berapa kali diberitahu, PR bisa dikerjakan setelah ganti pakaian dan ma­ kan, tapi dia tidak mau,” ungkap Gung Yati, ibu Gek Uti. Saat mengerjakan PR, ia sa­n gat serius. Jika ada kesu­ litan, ia bertanya ke orangtua atau kakek-neneknya. Ketika mengerjakan PR Bahasa Bali, Gek Uti kesulitan untuk men­ jawab beberapa pertanyaan tentang tungkalikan (lawan kata). “Dulu waktu TK, dia malah sering minta gurunya memberi PR khususnya ber­ hitung,” kata Gung Yati yang rajin mendampingi putrinya saat mengerjakan PR. Namun, ada juga anak-anak yang mengerjakan PR di seko­ lah. Aktivitas ini biasanya di­ lakukan setelah pulang sekolah sembari menunggu jemputan. Sambil menunggu penjemput datang, anak-anak berkumpul untuk mengerjakan PR. Mer­ eka ber­a lasan, nanti sampai di rumah tidak sibuk lagi buat PR. Mengerjakan PR bersa­

ma ini menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi mereka. Anak-anak ini bisa berdiskusi kecil-kecilan. Ternyata tidak semua anak suka dengan PR. Ada sebagian anak masih merasa kebera­ tan jika dibebankan dengan PR. Apa sebenarnya misi dari guru memberikan PR untuk anak didiknya? “Pemberian PR kepada anak-anak itu sebagai upaya untuk mengulang ma­ teri pel­a jaran yang diberikan di sekolah, sehingga anak akan lebih memahami materi tersebut. Selain itu, dengan memberikan PR juga bertujuan untuk menumbuhkan moti­ vasi anak supaya mau belajar di rumah,” ujar I Gusti Ayu Rastiwi Arisanti, S.Pd., Wali Kelas IIIC SD Pelangi Dharma Nusantara. Realitanya, tak jarang ada anak yang tak akan belajar atau membuka buku pelajarannya jika tak ada PR. Jadi, dengan memberikan PR, mau tak mau anak harus membuka dan mem­ baca bukunya. Sebagai orangtua seharusnya mendampingi dan mengarahkan anaknya dalam mengerjakan PR. Karena sekarang, masih banyak orangtua siswa yang cuek den­ gan kegiatan anaknya, baik itu

Anak-anak memerlukan waktu untuk bermain

Tjok Minggu

Rastiwi

di sekolah maupun di rumah. Mungkin ini disebabkan oleh faktor kebutuhan ekonomi yang membuat mereka sibuk, seh­ ingga kurang memperhatikan perkembangan anaknya. Anak yang masih duduk di sekolah dasar masih sangat memerlukan perhatian yang lebih dari orangtuanya baik dalam mengerjakan PR maupun dalam kegiatan yang lain. Untuk itu ia mengimbau para orangtua murid supaya bisa menyisih­ kan waktu untuk memberikan perhatian kepada anaknya, terutama dalam membuat PR. “Minimal orangtua menanyakan pada anaknya bagaimana tadi di sekolah, apakah ada PR atau tidak. Sehingga, dapat membuat anak senang karena merasa diperhatikan dan membuat anak termotivasi untuk mem­ buat PR atau mengerjakan tugas lain yang diberikan di sekolah,” ujar Rastiwi.

Anak-anak kadang salah dalam menafsirkan belajar adalah membuat PR. Walau tidak ada PR, tetap harus belajar untuk menyiapkan pelajaran lainnya,” kata pendidik anak bangsa ini. Kepada guru pun diingat­ kan untuk tidak memberi PR

BUKU PENGHUBUNG Sementara itu Dra. Tjok ­Istri Mas Minggu Wathini, M.Pd. mengatakan PR bisa diberikan kepada siswa asal sesuai dengan kemampuan siswa. “Manfaat­ kan buku penghubung. Ketika guru memberikan PR, orangtua pun tahu. Selanjutnya orangtua memberikan keterangan, si anak sudah membuat PR dan ada tanda tangan orangtua. Buku penghubung ini menunjukkan antara guru dan orangtua samasama mengikuti perkembangan anak,” ujarnya. Ketua IGTKI Bali ini me­ nambahkan saat anak menger­ jakan PR, orangtua sebaiknya mendampingi. Tugas orangtua sebagai “guru” di rumah harus dijalankan dengan baik karena orangtua merupakan pendidik yang utama dan pertama. Jan­ gan sampai orangtua melimpah­ kan semua tanggung jawab pendidik­a n anaknya kepada sekolah. Ia juga mengakui ada orang­ tua yang meminta kepada guru untuk memberikan PR. “Kalau tidak ada PR, anak tidak mau belajar. Padahal belajar itu tidak harus dengan membuat PR.

terlalu banyak. Jika ada tiga mata pelajaran, jangan semua ada PR. Anak-anak juga perlu waktu untuk bermain dan ber­ sosialisasi dengan keluarga dan teman-temannya. Soal yang diberikan misalnya hanya 5 namun rutin tiap hari. Ini akan membuat anak termotivasi dari­ pada diberikan banyak tetapi tidak dikerjakan. Tjok Minggu yang juga Ketua Yayasan Raisma Putra menya­ rankan orangtua untuk meng­ ubah pola komunikasi dengan anak. Begitu anak pulang seko­ lah, jangan menanyakan apakah ada PR atau tidak. Sebaiknya awali dengan menanyakan ba­ gaimana aktivitasnya hari itu. Biarkan anak bercerita tentang kegiatan belajarnya di sekolah. Biasanya anak akan bercerita sendiri kalau ada PR dari guru­ nya. Jika ia tidak cerita, barulah dipancing dengan pertanyaan apakah ada PR atau tidak. – Ngurah Budi

Anak-anak membuat PR bersama

“Minimal orangtua menanyakan pada anaknya bagaimana tadi di sekolah, apakah ada PR atau tidak. Sehingga, dapat membuat anak senang karena merasa

1 - 7 SEPTEMBER 2014

17

Satu Terapi Banyak Manfaat

Gedung Victory di Jalan Moh. Yamin No. 37 Renon, Denpasar

P

erkembangan dunia yang makin pesat memicu perubahan gaya hidup manusia. Kesibukan akibat tuntutan gaya hidup yang serba tinggi berdampak terhadap penurunan kondisi ke­ sehatan secara umum. Penurunan kesehatan ini berpengaruh pada estetika seperti penuaan dini, kemerosotan fungsi hormon se­ hingga terjadi kerontokan rambut, serta pengeroposan tulang. Ini merupakan efek yang saling ber­ hubungan. Beragam solusi pun dicari untuk mengatasi permasalahan ini. Solusi untuk dunia medis dan dunia kecantikan pun bermuncul­ an. Namun, keperluan kesehatan tidak dapat sejalan dengan keper­ luan kecantikan. Banyak situs yang memberikan informasi dunia kecantikan seperti penanaman rambut, bedah plastik atau berbagai alternatif dengan penyuntikan botok atau tarik benang. Namun, solusi yang dita­ warkan ini membuat dilema bagi yang ingin mencoba atau sudah mencoba. Kadang muncul istilah “kalau mau penampilan keren jangan pikir tentang kesehatan”. Inilah yang merupakan suatu pilih­ an sulit dan dilematis. Dijelaskan juga tentang ke­ sehatan kulit wajah sangat erat dengan fungsi saraf dan hormonal karena 70% susunan saraf berada pada wajah sebagai panca indera. Pemakaian berbagai kimia yang terlalu keras akan merusak bah­ kan mengeroposkan tulang leher. Dari hasil survei menunjukan dari 10 wanita pemakai jenis TCA (jenis chemichal peeling dengan bahan pemutih) yang tinggi, 9 diantaranya mengalami gangguan hormonal serta pengeroposan tulang leher (cervical). Selain itu penggunaan mi­

noxidil sebagai serum penumbuh rambut juga sangat membahaya­ kan. Awalnya minoxidil digu­ nakan secara eksklusif sebagai obat tekanan darah tinggi yang kemudian memiliki efek samping menumbuhkan rambut. Namun, setelah dilakukan penelitian lagi, minoxidil ternyata dapat me­ nyebabkan kerontokan. “Kini jangan khawatir lagi ka­

ionthophoresis adalah teknik pe­ netrasi yang mengandalkan ion tu­ buh sehingga mampu membantu penetrasi serum ke dalam tubuh tanpa efek samping. “BLC Theraphy mampu me­ rangsang pertumbuhan sel baru untuk memperbaiki, menggantikan, dan menumbuhkan kembali sel tubuh yang rusak dan membantu mengatasi beragam masalah dari kulit, rambut, sampai permasalahan kesehatan,” jelas Diana. Ia menambahkan Victory di­ terima di dunia kesehatan in­ ternasional dan telah meraih hak paten dari Australia (Cer­ tificate of Granted) dengan nama “Improvised in General Body Health”. Keberhasilannya dalam menyumbangkan solusi di bidang kecantikan, penumbuhan rambut serta kesehatan secara keselu­ ruhan membuat BLC Theraphy merupakan solusi pertama di dunia yang menumbangkan istilah “kalau mau penampilan keren jangan pikir tentang kesehatan”. Kini hadir istilah yang lebih tepat, “cantik sekaligus sehat dalam proses yang non-invasif”.

Perawatan Tulang Bonus Perawatan Rambut Henry Kim, seorang pengusaha yang mempunyai keluhan di leher dan pinggang. Ia sampai tak bisa kerja karena makin hari makin sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter, Henry dinyatakan mengalami osteoporosis di leher dan pinggang. Untuk penyem­ buhan, ia disarankan operasi. Untuk menahan sakit, Henry mengonsumsi obat. Namun, keadaan makin memburuk. Tangan kanannya sudah digerakkan dan sering kesemutan. Kaki kirinya lemas dan tak kuat dipakai berjalan. Kondisi kesehatannya pun menurun drastic. Suatu ketika, Henry menonton televisi. Ia melihat kasus skoliosis dapat disembuhkan dengan BLC Therapy. “Saya pun mencoba terapi ini. Setelah tiga bulan masa perawatan, ada hasil yang menggembirakan. Leher dan pinggang tak lagi sakit atau kes­ emutan. Tangan kanan juga sudah bisa digerakkan secara normal. Bulan kelima, saya melakukan pemeriksaan. Ternyata penjepitan di leher sudah sembuh. Tulang belakang juga sudah tidak bengkok lagi,” kenangnya. Ia juga mendapat bonus perawatan rambut. Rambutnya yang sempat rontok dirawat dengan BLC Therapy sehingga tumbuh kembali. Henry merasa wajahnya juga menjadi seperti muda kembali.

Pemuatan di The Epoch Times

rena Victory telah berhasil mem­ berikan jawaban tepat melalui suatu pengembangan teknologi BLC Theraphy. Teknologi ini membuat Anda tampil cantik sekaligus men­ ingkatkan kesehat­an,” ujar Tanti Diana, penemu BLC Theraphy. CANTIK SEKALIGUS SEHAT Bio Living Cell (BLC) Thera­ phy adalah perawatan di bidang kesehatan dan kecantikan yang menggunakan proses natural tu­ buh melalui penggabungan serum kaya protein dan asam hialuronat dengan teknik iontophoresis. Pro­ tein dan asam hialuronat merupa­ kan zat penting yang ditemukan di dalam tubuh dimana terjadi regenerasi sel yang pesat. Teknik

diperhatikan dan membuat anak termotivasi untuk mem­ buat PR atau mengerjakan tugas lain yang diberikan di sekolah” Wajah Evi sebelum dan sesudah perawatan

Keberhasilannya ini termuat di The Epoch Time yang beredar di kawasan Asia Pasifik. Media ini memuat tentang BLC Theraphy merupakan terapi pertama di dunia yang mampu memberikan efek multifungsi dengan hasil yang lebih baik dari level operasi. Siaran TV Channel 7 di Australia juga menyatakan BLC Theraphy merupakan solusi yang paling tepat dan aman bagi dunia kecan­ tikan dan kesehatan. Sambutan keberhasilannya juga datang dari para ilmuan dunia yang mengatakan ini merupakan awal penemuan yang tepat bagi dunia medis dan estetika. Ini merupakan suatu yang sangat menggembira­ kan bagi kita semua karena layanan Victory telah hadir di Bali, jadi tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra ke luar negeri. BLC Therapy me­ nyediakan BLC for Hair, BLC for Health, dan BLC for Skin. Evi, seorang wanita yang meng­ alami permasalahan di kulit wajah­ nya mengaku sudah mencoba perawatan. “Metode perawatan BLC Therapy yang digunakan ternyata cukup ampuh untuk menghilangkan jerawat di wajah saya. Kini saya pun tampil lebih

percaya diri,” ujarnya. Kesaksian juga diungkapkan Agus yang wajahnya dulu berisi kutil. Setelah mendapat perawat­ an intensif, kutil di wajahnya hi­ lang. “Wajah saya menjadi bersih berkat BLC Therapy,” tegas pria berkumis ini.

Bagi Anda yang ingin membuk­ tikan satu terapi banyak manfaat ini, silakan berkonsultasi dengan tim Victory BLC Therapy, di Jalan Moh. Yamin No. 37 Renon, Denpasar. Telp. (0361) 247524, (0361) 7830730, www.victory­ blctherapy.com.


Edukasi

16

1 - 7 September 2014

Dies Natalis XXXI dan Wisuda XXXIII IKIP PGRI Bali

Sarat Prestasi di Berbagai Bidang Dalam kurun waktu satu semester, IKIP PGRI Bali mampu mendulang banyak prestasi di berbagai bidang. Hal ini disampaikan Rektor IKIP PGRI Bali dalam sambutannya pada Dies Natalis XXXI dan Wisuda XXXIII IKIP PGRI Bali, Senin (25/8) di Agung Room Grand Bali Beach, Denpasar.

D

i bidang olahraga, di tingkat regional, Tim Futsal IKIP PGRI Bali berhasil meraih Juara II dalam Porseni STIMI Handayani, Juara I Rektor Cup Sofball antarperguruan tinggi dan SMTA se-Bali, Juara I Rektor Cup Bola Voli antarperguruan tingg se-Bali. Di tingkat nasional, IKIP PGRI Bali Berjaya dalam panjat tebing nomor Boulders atas nama Nadia Putri. Ia juga berhasil meng­ antarkan nama IKIP PGRI Bali ke

tingkat internasional sebagai Juara II panjat tebing dalam nomor yang sama di Bangkok. Dan, ia juga berhasil meraih Juara I dalam nomor LEAD di Singapura. Dalam bidang seni, secara regular tampil di PKB, juara II Palawakya dalam Utsawa ma Gita tingkat nasional atas nama Ketut Adi Andre; peserta parade dalam Pembukaan PKB; berkolaborasi dengan Unhi dalam mengisi acara peragaan budaya Bali Mandara Mahalangu dengan menampilkan

Penyerahan penghargaan oleh Ketua Yayasan Arthanegara kepada tiga dosen bertitel Dokter, atas nama (dari kiri) Dr. I Made Gede Putra Wijaya, S.H., M.Si., Dr. I Wayan Susanta, M.Pd., dan Dr. I Wayan Gunarta, M. Pd.

Rektor Made Suarta mewisuda 944 wisudawan

sendratari “Sangkaning Tresna”; Juara I dalam Lomba Pidato Kependudukan yangbdoadakan BKKBN Bali atas nama Asteria Yuniarti; Juara III Putri dalam Lomba PIK. Tahun ini juga empat dosen IKIP PGRI Bali mampu memenangkan hibah bersaing penelitian desentralisasi Dirjen Dikti. Mereka adalah Dr.I Made, S.H., M. Hum., Dr. AA Adhi Putra, M.Pd. Dan dua orang penerima hibah penelitian disertasi atas nama Dr. I Wayan Susanta, M.Pd., dan Drs. I Made Darmada, M. Pd. Terkaik dengan Hak Kekayaan Intelektual (Haki), dua orang dosen juga berhasil mendapatkan Haki. Dalam penelitian, atas nama Dr. AA Adhi Putra, M.Pd., dan dalam bidang seni, Tari Kebesaran IKIP PGRI Bali “Sang Hyang Pramesti Guru” atas nama Dr.I Made, S.H., M. Hum. , telah mendaptkan hak paten. Rektor Made Suarta yang mewisuda 944 wisudawan itu berterimakasih kepada para

mahasiswa dan dosen yang telah bersungguh-sungguh mengisi dirinya untuk lebih berkualitas. Diserahkan juga penghargaan kepada lulusan terbaik dengan IPK 3,93 atas nama Ida Ayu Puspita

Penyerahan penghargaan oleh Sekretaris Yayasan IGN Oka ­kepada karyawan terlama, atas nama ­Ni Nyoman Erawati, S.Pd.

dari Prodi Pendidikan Sejarah. Kepada tiga dosen yang baru meyelesaikan program doktornya atas nama Dr. I Made Gede Putra Wijaya, S.H., M.Si., Dr. I Wayan Susanta, M.Pd., dan Dr. I Wayan Gunarta, M. Pd. Serta, karyawan terlama atas nama Ni Nyoman Erawati, S.Pd. Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M. Pd. mengimbuhkan, sudah ribuan sarjana IKIP PGRI Bali dilepas almamaternya sejak tahun 1988. Mereka tersebar kemana-mana. “Yang pasti, mereka tak hanya menjadi guru, tapi ada juga yang menjadi profesor, kepala dinas, pimpinan DPRD, bupati, dan rector seperti Rektor IKIP PGRI Bali sekarang, Dr. Made Suarta yang adalah lulusan pertama IKIP,” ujarnya. –ten

Dara

1 - 7 September 2014

Ratna dan David

Dua Bakat dalam Satu Aksi Panggung Melalui persaingan yang cukup ketat, akhirnya dewan juri menetapkan Komang David Darmawan dan Dewa Ayu Ratna Yulianti sebagai Putra-Putri Kampus IKIP PGRI Bali 2014. Grand final digelar Sabtu (24/8) di Ruang Auditorium Redha Gunawan di kampus setempat.

Penyerahan perhargaan oleh ­ ektor Made Suarta kepada mahasiswa R ­berprestasi, atas nama Ida Ayu Puspita (kiri) dan Asteria Yuniarti

Perawatan lebih Penting dari Ukuran Dok, aku merasa payudaraku berukuran kecil, jadi bikin minder. Apa benar dok, laki-laki suka dengan payudara perempuan yang besar? Terus apa benar payudara bisa diperbesar dengan diremas-remas? Dan satu lagi, apa benar kalau payudara kendor itu artinya sudah pernah ML? (Ayu, 18 th)

Tidak sedikit perempuan mengubah ukuran payudara agar terlihat sesuai keinginannya. Banyak lakilaki berpikir bahwa bagian tubuh perempuan yang paling memiliki daya tarik seksual adalah payudara. Karenanya payudara sangat sering menjadi topik pembicaraan yang tiada habisnya. Bagi perempuan, tentu saja payudara merupakan aset yang sangat berharga. Tetapi walaupun sekarang payudara semakin sering dijadikan bahan obrolan, pada kenyataan masih ba­ nyak yang tidak tahu apa saja yang harus dilakukan terhadap kesehatan payudara. Padahal membicarakan payudara, sebenarnya ukuran bukanlah hal yang penting. Yang penting adalah merawatnya agar tetap sehat. Tentang ukuran payudara, sering kali perempuan berpayudara mungil merasa rendah diri saat memban­ ding-bandingkan kepunyaannya de­

ngan perempuan lain karena masih banyak yang berpikir bahwa payudara yang memikat adalah yang berukuran besar, padahal itu tidaklah benar. Akhirnya tidak heran jika ada yang sampai memperbesar payudaranya de­ ngan menggunakan silikon misalnya, walaupun itu sesungguhnya berisiko demi meningkatkan kepercayaan diri dan kenyamanan saat berhubungan seksual juga. Sebenarnya, upaya pembesaran payudara bukan jaminan bisa meningkatkan potensi seksual seorang perempuan. Ada banyak kasus yang terjadi dimana saat payudara diperbesar justru membuat perempuan menjadi sesak dan merasa tidak nyaman saat berhubungan seksual, terlebih lagi sensitivitas payudara, terutama di bagian puting juga meng­ alami penurunan pascapembesaran payudara. Banyak juga perempuan yang memiliki payudara yang mungil tetapi performa seksualnya tetap bagus dan disukai oleh pasangannya. Kunci hubungan seksual yang hangat adalah

mencintai pasangan dan menerima baik kelebihan maupun kekurangannya. Jangan lupa, diskusikan variasivariasi baru saat berhubungan. Kalau sudah begitu, payudara kecil bukan lagi kendala lagi. Apakah selalu benar laki-laki lebih suka perempuan yang berpayudara besar karena lebih seksi? Ini juga tidak selalu benar karena ukuran tentang seksi atau tidak sangat relatif dan tergantung pada persepsi masingmasing orang. Merupakan hal yang biasa kalau kita punya persepsi tentang pasangan yang ideal. Seperti juga perempuan, ada yang senang dengan laki-laki yang atletis dan berbulu lebat, ada yang lebih memilih lakilaki yang kurus tinggi berkacamata, ada yang suka yang laki-laki chubby dan lain-lain. Laki-laki juga begitu. Ekspektasi mengenai pasangan ideal ini bisa bervariasi menyangkut tinggi badan, warna kulit, rambut ikal atau lurus, sampai masalah payudara. Selera laki-laki tentang payudara perempuan juga banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Misalnya, laki-laki

suku Indian lebih suka perempuan yang berdada besar dan memanjang ke bawah, sedangkan laki-laki dari eskimo lebih suka perempuan yang berdada rata. Jadi, tentu saja semuanya itu relatif. Apakah benar sentuhan dan remasan laki-laki pada payudara perempuan dapat merangsang pem­ besaran payudara? Tentu saja ini juga keliru. Ukuran payudara itu sangat individual. Ukuran ini sangat tergantung dari genetik. Tidak ada tindakan apapun yang dapat memperbesar atau mengecilkan payudara selain operasi atau bedah plastik. Berhatihati saja, jika laki-laki bilang begitu, janganlah dipercaya. Demikian juga masih banyak yang percaya jika perempuan yang payudaranya kendor dan melorot pasti sudah pernah berhubungan seks. Padahal ini jelas salah. Bila payudara yang besar dengan jaringan lemaknya banyak, otomatis bentuknya akan turun. Dengan bertambahnya umur, terjadi perubahan pada payudara. Pada usia 20-30 tahun payudara didominasi kelenjar susu, jadi bentuknya sangat padat. Sementara di atas usia 30 tahun, kelenjar susu berubah menjadi jaringan lemak. Sehingga secara alami, di atas usia 35 tahun, komposisi payudara lebih banyak jaringan lemak dibandingkan

dengan kelenjar susu. Olahraga berperan penting dalam membentuk otot dinding dada, dan bila otot ini kencang, secara otomatis akan menarik payudara. Satu lagi, ukuran dan bentuk bukanlah segalanya, tetapi justru yang perlu diperhatikan adalah merawatnya dan mendeteksi gangguan sejak dini. Potensi seksual juga tidaklah selalu terkait dengan ukuran payudara. Perhatikan selalu keadaan payudara, rajinlah melakukan pemeriksaan payudara mandiri baik dengan melihat di cermin ataupun dengan meraba-raba dengan cermat di setiap area payudara. Jika misal­ nya belum pernah berhubungan seks dan tidak sedang hamil, tapi payudara mengeluarkan cairan, atau pada payudara terdapat benjolan, payudara terasa selalu sakit padahal tidak sedang dalam masa men­jelang atau sedang menstruasi, maka perlu segera melakukan pemeriksan lebih lanjut. Hal-hal tadi bisa jadi merupakan gejala awal tumbuhnya tumor, yang dapat menjadi kanker payudara. Kalau hal-hal seperti ini terjadi jangan ragu, takut atau malu, segeralah periksakan diri ke dokter sebelum terlambat. Kalau dideteksi dan ditangani sejak dini, kanker ini dapat diatasi secara total dan akhir­ nya kita menjadi tetap sehat.

9

David dan Ratna, Putra-Putri Kampus IKIP PGRI Bali 2014

P

emilihan Putra-Putri Kampus (PPK) IKIP PGRI Bali 2014 diikuti 14 kandidat dari lima fakultas. Masing-masing fakultas mengirimkan putra-putri terbaik mereka untuk “diadu”. Beberapa poin yang menjadi penilaian dewan juri di antaranya, wawasan tentang kampus dan sosial, presentasi, serta kepribadian. Presiden Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Kadek Pande Yulia Sanjaya mengatakan, mereka yang ditetapkan sebagai PPK IKIP PGRI Bali ini nantinya menjadi corong dalam memperkenalkan IKIP PGRI Bali di khalayak luas, dan menjadi duta IKIP dalam pemilihan-pemilihan serupa baik di tingkat kota maupun di kabupaten. Ratna, sapaan karib Dewa Ayu Ratna Yulianti mengaku tak menyangka akan terpilih menjadi Putri Kampus IKIP PGRI 2014. Saingannya begitu ketat dan persiapan diri cukup mepet. Namun, dalam keterbatasan waktu tersebut Ratna

mendalami pengetahuannya tentang kampusnya tersebut dan mengasah kembali bakat menarinya. Gadis remaja kelahiran 4 Juli 1995 ini mengaku sudah suka menari sejak kecil dan sering ikut pentas. Bahkan, guru TK-nya yang melihat potensi Ratna dalam bidang tari ini sampai memanggil orangtua Ratna dan menyarankan untuk mengikutkannya les tari. Saat duduk di bangku SD pun, seorang pemilik sanggar tari memintanya ikut les nari di sanggarnya tanpa bayar. Jadilah Ratna bocah belajar menari, dan hingga saat ini hobi tersebut masih ditekuninya. Tak jarang pula ia diajak temannya untuk pentas di hotel-hotel. Meski mengaku sempat gugup saat tes wawancara, mahasiswi semester tiga Jurusan Ekonomi Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial ini mengatakan menyiasatinya dengan berusaha rileks dan percaya diri bahwa ia mampu. Cara berkomunikasinya cukup bagus, maklum saja, karena ia juga kerap

menjadi MC dalam acara-acara internal kampus. Cita-cita anak kedua dari I Dewa Nyoman Oka dan IG Ayu Rai Yeningsih ini pun tak mulukmuluk. Ia berkeinginan menjadi guru multitalenta. Jadi, sebagai guru nanti, ia tak ingin hanya mentok mengajar akademis, namun ia ingin membagi lebih banyak yaitu terkait keterampilannya kini dalam bidang tari dan presenter. Kisah lain diungkapkan Komang David Darmawan. Meski awalnya mengaku ragu ketika ditunjuk mewakili fakultasnya mengikuti ajang ini, namun David berusaha menunjukkan kemampuan dirinya yang sudah diberikan kepercayaan. Tak ada persiapan khusus mengikuti pemilihan PPK ini karena semua serba mendadak. David yang memang memiliki bakat dan kemampuan menari, merias dan menyanyi, kali ini optimis dan percaya diri dengan menunjuk-

kan dua bakatnya sekaligus menjadi satu aksi panggung yakni menari sambil menyanyi (mawirama), pasti memberikan warna lain. “Kebetulan saya penari arja berperan sebagai Liku. Mungkin di mata juri itu yang membuat saya mendapatkan nilai plus,” ujar pria kelahiran 22 Oktober 1993 ini. Kegiatan lain mahasiswa semester tujuh Jurusan Sendratasik (Seni drama tari dan musik) Fakultas Ilmu Pendidikan Bahasa dan Seni ini adalah menjadi Ketua Seksi Kesenian di tempat tinggalnya di Banjar Pegok Sesetan. Ia juga mengajar di Sanggar Widya Bhakti Br. Pegok. Selain itu, di usianya yang baru 21 tahun, dengan keterampilannya merias, ia membuka usaha kecil-kecilan jasa merias wedding, prawedding Bali Modifikasi, juga menyewakan pakaian tari bali dan juga menerima private tari Bali. Salonnya ini ia beri nama KDD Collection, yang artinya Komang David Darmawan Collec-

tion. “Ya lumayanlah, belakangan ini saya sudah bisa bayar kuliah sendiri,” ujarnya. Putra bungsu dari pasutri I Made Arjana dan Ni Wayan Warsini ini mengisahkan pengalaman berkesannya. Dulu, saat masih mengenyam pendidikan di SMKI (SMKN 3) Sukawati, berat badannya 80 kg. Di sekolah seni ini David memilih jurusan tari. Praktis saja, dengan postur tubuhnya itu ia tak pernah terpilih mengikuti acara-acara sekolah. Namun, sejak kuliah ia ingin ada perubahan dalam dirinya. Ia yakin, jika memiliki niat yang sungguh-sungguh, pasti berhasil. Ia pun berhasil menurunkan berat badannya 20 kg. “Senangnya dan benar saja saat ini saya sering terpilih mengikuti acara kampus seperti ikut mengisi acara dalam pembukaan PKB kemarin, mengikuti Fragmentari mewakili IKIP PGRI Bali dalam acara Bali Mandara,” tuturnya. –Inten Indrawati


10

Bugar

STROKE

Oleh dr. Putu Gde Budhi Setiawan, SpBS lukan perhatian khusus, maka penata­ laksanaannya harus dilakukan secara he­ mat dan efisien dengan mengikutsertakan peran keluarga dan pemerintah.

Dr. Putu Gde Budhi Setiawan, Sp.BS

Stroke merupakan masalah kedokteran yang serius oleh karena angka kejadian penyakit ini meningkat terus dan mengarah ke umur yang lebih muda serta merupakan penyebab kematian ketiga sesudah kecela­ kaan dan penyakit jantung. Disamping angka kematian maka angka kecacatan penyakit stroke juga cukup tinggi. Sebagian pasien stroke tidak dapat melanjutkan pekerjaannya semula dan tugastugas di dalam keluarga pun sering harus diwakilkan. Pencegahan merupakan kunci utama untuk menurunkan angka kejadian dan kecacatan. KESEPAKATAN DALAM PENANGGULANGAN STROKE Para pakar tentang stroke telah mem­ buat kesepakatan dalam penanggulangan stroke : 1. Stroke adalah serangan gangguan pembu­ luh darah otak dan merupakan kegawatan yang harus ditangani segera, tepat dan cermat. 2. Gejala dan tanda awal stroke harus di­s ebarluaskan ke seluruh petugas kesehat­an dan lapisan masyarakat pada setiap kesempatan agar pasien stroke segera dikirim ke rumah sakit yang tepat. 3. Terapi stroke yang belum terbukti secara ilmiah keberhasilannya tidak dianjurkan untuk dipakai. 4. Mengingat penanganan stroke memer­

APA YANG TERJADI PADA PASIEN STROKE ? Pasien stroke kemungkinan telah meng­ alami: 1. Penyumbatan pembuluh nadi otak yang menyebabkan kematian sebagian dari jaringan otak (infark otak). 2. Pecahnya pembuluh nadi otak yang menimbulkan perdarahan otak dan menyebabkan kerusakan sebagian dari jaringan otak. Infark otak dapat disebabkan oleh bekuan darah (trombosis) yang terbentuk dalam pembuluh nadi otak atau emboli (bekuan darah yang berasal dari tempat lain di luar otak) yang mengikuti aliran darah menimbulkan sumbatan pembuluh darah otak. Emboli dapat berasal dari pembuluh darah besar di leher dan atau berasal dari jantung. Penyebab trombosis, emboli atau rapuh­ nya pembuluh darah adalah suatu proses yang berlangsung bertahun-tahun, bahkan sejak anak-anak, remaja, dan dewasa. Ke­ salahan dalam pola makan dan pola hidup yang terus menerus bertahun-tahun baru dirasakan akibatnya pada umur sesudah 40 tahun. Infark ataupun perdarahan otak dapat menyebabkan : 1. Kerusakan sebagian otak 2. Edema otak (sembab otak) 3. Kenaikan tekanan intrakranial (dalam kepala) Ketiga keadaan tersebut akan lebih mem­ perparah kerusakan yang terjadi sehingga da­ pat menyebabkan kematian bila tidak dilakukan usaha untuk mengatasinya. Diagnosa stroke dilakukan di rumah sakit setelah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh baik pe­ meriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang (laboratorium, radiologi -> CT scan kepala, MRI Kepala).

GEJALA STROKE 1. RINGAN, bila gejala hilang dalam 24 jam (TIA = transient ischemic attack) separuh badan terasa semutan, tebal, lemah atau sulit bicara/pelo. 2. SEDANG, bila gejala kelumpuhan hanya ringan dan bisa pulih dalam beberapa hari atau minggu (RIND = reversible neurologic Deficit). 3. BERAT, bila gejala makin lama makin berat atau langsung lumpuh total separuh badan atau gangguan kesadaran/ koma (progressing stroke dan completed stroke) Berbagai gejala lain dapat menyertai ter­ gantung lokasi kelainan di otak dan luasnya kerusakan yang ditimbulkan. APA YANG HARUS DILAKUKAN SEJAK DINI ? Gejala ringan sekalipun harus dikonsul­ tasikan ke dokter spesialis saraf atau dokter spesialis bedah saraf. Untuk memastikan apakah gejala tersebut suatu serangan stroke dan menentukan derajat serta perawatan apa yang segera harus dilakukan. Pasien dengan gejala stroke sedang atau berat harus segera di bawa ke rumah sakit besar yang memiliki fasilitas lengkap. Oleh karena pasien stroke harus ditangani secara intensif sejak dini. Pasien stroke akan mengalami kom­plikasi apabila tidak dilakukan pertolongan yang te­ pat dalam waktu tiga jam sesudah serangan. Penanganan terbaik yang dini akan sangat membantu pemulihan dan mencegah komp­ likasi serta mencegah dari risiko kematian. PENCEGAHAN PRIMER Pencegahan primer adalah tindakan pencegahan dini terhadap serangan stroke dengan memasyarakatkan gaya hidup sehat bebas stroke. Tetapi harus disadari bahwa sebagian faktor-faktor pencetus stroke telah dipunyai oleh mereka yang berumur diatas 40 tahun sehingga pada umur tersebut kita hanya bisa mengurangi risiko tetapi sulit untuk mence­ gahnya. Usaha pencegahan terbaik dilakukan didalam keluarga sejak masa kanak-kanak dan dewasa muda.

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Usaha pencegahan primer : 1 Menghindari rokok, stres mental, alkohol, kegemukan, obat amfetamin, kokain, konsumsi garam berlebih dan sejenis­ nya. 2 Mengurangi kolesterol dan lemak dalam makanan. 3 Mengendalikan: - Hipertensi - Diabetes mellitus - Kelainan jantung 4 Menerapkan gizi seimbang dan olahraga teratur sejak dini. 5 Mengendalikan stres PENCEGAHAN SEKUNDER Tindakan pencegahan serangan ulang pada pasien stroke dan keluarga yang berisiko tinggi untuk terserang stroke adalah : 1. Memodifikasi gaya hidup berisiko stroke: - Hipertensi harus diatasi dan dikontrol - Diabetes melitus harus dikontrol - Kelainan jantung diterapi secara teratur - Kadar lemak darah diturunkan - Rokok dihentikan - Hindari alkohol,kegemukan, dan kurang gerak - Asam urat dikontrol - Kadar Hb dinormalkan 2. Melibatkan peran serta keluarga seopti­ mal mungkin 3. Pembinaan kesadaran akan arti dan fungsi hidup di dunia ini dengan sebaik-baiknya serta berusaha untuk menghindari dan mengendalikan stres.

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Urban Ikat Pagelaran busana di panggung “Sanur Village ­Festival”, Sabtu (23/8) pekan lalu, merupakan ­titik awal kiprah dua perancang muda berbakat Kota Denpasar, Paloma & Tary. Mengusung ­label “Urban Ikat”, koleksi mereka berhasil memukau penonton.

D

i sini Paloma & Ta r y m e n y u ­ guhkan delapan potong koleksi busana siap pakai yang kental dengan karakter mereka. Gaya keseharin yang feminin dan seksi elegan keduanya mampu menjadi sumber inspirasi desain bertema­ kan “Contemporary Culture” ini. Mengacu temanya, nuansa budaya muncul pada endek de­ ngan motifnya yang sangat khas Bali, sedangkan munculnya bahan kulit sebagai kombinasi, berhasil

KESIMPULAN Stroke merupakan kegawatdaruratan medik yang sering menimbulkan kecacatan dan kematian. Faktor penyebabnya banyak sekali tetapi intinya ialah kesalahan pola makan dalam waktu lama dan cara hidup yang tidak seimbang. Pencegahan yang terbaik adalah sejak masa kanak-kanak dan remaja. Oleh ka­ renanya lingkungan keluarga merupakan tempat pencegahan yang paling ideal. Di dalam keluarga yang mendidik dan memperhatikan pola makan menu seimbang dan cara hidup sehat dengan baik, berdoa dan menjalankan ibadah, serta kasih sayang antar sesama anggota keluarga.

Konsultasi gratis bagi pembaca setia Tabloid Tokoh di Rumah Sakit Siloam Bali. Spesialis Bedah Rumah Sakit Siloam Bali Dr. Putu Gde Budhi Setiawan, Sp.BS Spesialis Bedah Syaraf (0361) 779-900 ext. 29701

Style

Paloma & Tary

menguatkan kesan kontemporer atau modern. Mengingat material dasar yang dipakai sudah kaya motif, serta nilai budaya, Urban Ikat dari Bali ini pun nampak lebih mengarah­ kan garis desainnya pada simplicity dan minimalis “Kami ingin keindahan endek dapat lebih diapresiasi fashionista lokal seperti selama ini orangorang asing mengapresiasi dan merespon hasil budaya kita ini ,” harap Paloma & Tary. Pilihan warna dasar cerah

seperti ungun dan biru berhasil menambah kesan trendi pada busana wanita ini. Identitas bu­ daya juga melekat manis melalui aksen aksesori etnik yang juga dirancang sendiri. Paloma & Tary juga berha­ sil menunjukkan pesona ke­ beradaan merek lokal. Karya mereka sangat cocok untuk life style kalangan perempuan muda di perkotaan yang perlu kenyamanan dalam berpakaian tapi tetap gaya dan unik untuk ke berbagai acara. -Sri Ardhini

15


Jelita

14

Jangan Ikat Rambut Terlalu Keras Kerontokan rambut pada kulit kepala merupakan hal yang normal, jika rontoknya mencapai 50-100 he­ lai rambut. Masalah rambut rontok juga merupakan gangguan rambut yang diderita oleh banyak orang. Lantas bagaimana jika kerontokan­ nya lebih dari itu?

M

emang, kecan­ tikan bukan dipandang dari wajah dan tubuh semata. Namun, rambut pun juga menjadi perhatian. Sebab, selain sebagai mahkota pada se­ tiap orang, rambut juga memiliki fungsi menjaga kulit kepala dari paparan terik matahari, atau cuaca dingin. Karenanya untuk menjaga kesehatan dan keindahannya termasuk mencegah kerontokan dibutuhkan perawatan. Sebagai wajah, rambutpun perlu dimasker, untuk perawatan yang maksimal. Begitu disampaikan Kompyang Pariadnyani, pemilik Adibi Salon & Spa di kawasan Jalan Letda Tantular, Denpasar. Dikatakannya selama ini, yang seringkali terjadi seseorang ­setelah mengalami masalah ker­ ontokan rambut barulah mencari pertolongan. Padahal pencegahan juga dapat dilakukan. Namun, bagi yang sudah pada tahap keron­ tokan, tentunya perlu dilakukan diagnosis terlebih dahulu, apakah kerontokannya terjadi secara merata ataukah terbatas, ter­ masuk memeriksa keadaan dari kulit kepala. Menurut Kompyang jika ­kerontokannya parah umumnya disebabkan karena suatu penya­ kit, tentu untuk ini perlu bantuan dokter ahli. Selain itu,rambut ron­ tok juga dapat disebabkan oleh

kurangnya nutrisi dan vitamin yang cukup untuk akar rambut. Ini, menjadikan mudah rapuh dan menyebabkan rambut rontok. Diketahui bahwa, rambut memiliki siklus yang berkembang 3-4 tahun, kemudian istirahat 3-4 bulan untuk tumbuh lagi atau mengganti rambut baru. Rambut yang mengalami kerontokan men­ jadi sebuah tanda pada proses terjadinya pergantian rambut baru. Pada beberapa orang yang mengalami kerontokan rambut, rambut akan mudah tumbuh kembali dalam kurun waktu sem­ inggu atau beberapa bulan. Kompyang, juga mengatakan beberapa hal lain yang dapat mengakibatkan rambur rontok, diantaranya karena faktor gene­ tik, kemudian jarang keramas. Rambut akan terlihat lembab akibat paparan sinar matahari dan bercampurnya rambut serta akar rambut dengan keringat. Keron­ tokan juga terjadi akibat terlalu sering menggunakan pengering dan pengeritingan rambut, dan sering menggunakan bahan kimia saat mewarnai rambut Sementara soal ketidakseim­ bangan hormon, terutama pada mereka yang berusia di atas 30 tahun, juga dapat mengakibat­ kan kerontokan rambut. Hal ini biasanya terjadi pada se­ orang wanita yang sedang dalam masa kehamilan, memasuki masa menopause dan efek samping

Kompyang Pariadnyani

pemakaian pil kontrasepsi.. Rontok pun katanya bisa akibat radikal bebas baik dari paparan sinar matahari, polusi dan bahan kimia. Juga dapat disebabkan oleh seringnya mengikat rambut terlalu kuat dan terlalu lama. Stres yang terlalu berat, sehingga uraturat syaraf di sekitar kepala pun

memaksa akar rambut menjadi lemah dan akhirnya rambut men­ jadi rontok Karenanya Kompyang me­ nekankan, kalau yang namanya perawatan wajib dilakukan. Ini su­ paya rambut tidak mudah rontok dan rusak. Salah satu perawatan rambut yang baik disarankannya

yang rusak. Pemilihan masker yang cocok juga harus disesuai­ kan dengan jenis rambut. Untuk rambut kering atau kasar, pilih masker dengan kandungan superconditioning treatment atau pelembab ekstra. Sedangkan untuk rambut berminyak, pilih masker rambut dengan calriflying poduct atau pembersih. Selain itu , hair mask pun dapat mengurangi kadar minyak pada kulit kepala dan rambut. Cara pemakaiannya dengan menggunakan kuas, lalu sapukan kuas yang sudah diberi hair mask, oleskan pada rambut, tunggu hingga hair mask tersebut men­ gering, kemudian bilas. Karena rambut berminyak dapat me­ nyebabkan kerontokan rambut. Oleh karena itu, jika kita mengalami kerontokan pada rambut, yang harus diperhatikan adalah akar rambutnya. Bubuh­ kan tonik setiap habis keramas untuk memperkuat akar rambut. Jika kerontokan rambut terus berlanjut, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Ia juga mengingatkan agar saat tidur tidak membiarkan ram­ but terikat atau bando menempel karena ini juga akan memicu terjadinya kerontokan. Hal lain yang bisa dilakukan, adalah tidak menyisir ketika rambut basah. Biarkan kering alami. Kalaupun menggunakan hair dryer, cukup dengan temperatur rendah, be­ gitu juga dengan jarak hair dryer jarak 10-15 cm. Gunakan sisir rambut yang bergerigi panjang, Jangan lupa melindungi rambut dari sinar matahari. “Pastinya juga menyediakan waktu untuk merawat rambut,” cetusnya. Diingatkannya kembali untuk tidak menggosok kepala terlalu keras saat keramas. Selain akan menyakiti kulit kepala anda dan menarik akar rambut, ini bahkan bisa merusak folikel rambut. Sangat penting untuk memper­

Kerontokannya parah umumnya disebabkan karena suatu penyakit, tentu untuk ini perlu bantuan dokter ahli. Selain itu,rambut rontok juga dapat disebabkan oleh kurangnya ­nutrisi dan vitamin yang cukup untuk akar rambut.

www.bugar-cantik.blogspot.com

1 - 7 September 2014

1 - 7 September 2014

adalah hair mask. Hair mask atau yang dikenal dengan masker rambut ini, ber­ fungsi mengembalikan rambut

lakukan kulit kepala anda secara lembut saat keramas, dan jangan pernah menarik rambut dengan sisir. –Sri Ardhini

Mitos

Perawatan Bibir Indah dan Sehat

11

dr. Herny Tri Setiawati Board Certified in Aesthetic Medicine (USA), Dipl. Medical Aesthetic, Dipl. CIBTAC (UK) CosMedic Doctor BIMC Hospital Bibir merupakan bagian penting dalam ekspresi wajah yang seringkali menjadi pusat perhatian saat berbicara dan bertatapan dengan se­ seorang. Sama seperti bagian wajah lainnya, bentuk dan warna bibir diperoleh karena keturunan atau faktor genetika. Umumnya wanita se­lalu menutupi kekurangan bibir dengan memakai lipstik atau su­ lam bibir. Tapi seringkali terlupakan bahwa bibir juga membutuhkan ­perawatan ekstra dan perhatian khusus sebaik kulit wajah.

S

eiring pertambahan usia, kualitas bibir dari waktu ke waktu berubah, saat meng­ alami proses penuaan, kulit se­ makin menipis, dukungan otot mulut (orbicularis oris) di sekitar bibir mulai menurun, pengaruh perubahan struktur tulang dan berkurangnya volume jaringan lunak menyebabkan perubahan bentuk di area perioral (sekitar mulut), membuat bibir menjadi lebih tipis dan kurang ideal. Se­ cara visual, penuaan bibir ditandai dengan penurunan garis sudut bibir, penumpulan dari cupid’s bow

(garis lengkung tengah bibir), ba­ tas bibir menjadi terlihat kabur. Karena pengaruh aktivitas otot yang mengalami penuaan terjadi perubahan dari bentuk dan kadang menyebabkan seseorang terlihat sedih karena bentuk sudut bibir yang mengarah turun. Selain itu terdapat beberapa fak­ tor yang dapat mengakibatkan masalah pada bibir, seperti peng­ aruh kurangnya cairan tubuh, nutrisi, radikal bebas, polusi di sekitar kita, kebiasaan mer­ okok, sinar matahari, perubahan cuaca dan penggunaan lipstik yang berkepanjangan. Bibir ser­

ingkali mengalami masalah ke­keringan, penipisan, ke­ hilangan volume dan penuaan dini terjadi sehingga meng­ akibatkan munculnya keriput di sekeliling bibir. Masalah ini menjadikan penampilan yang kurang menarik, tampak terlihat tua dan tidak segar. Bibir ideal yang ingin dimiliki setiap wanita adalah yang terlihat natural, bervolume, Indah, batas tegas, tekstur halus mulus, lem­ bab, dan terlihat segar. Sayangnya, bentuk bibir ideal tidak semua wanita beruntung memilikinya. Seiring dengan perkembangan

teknologi di dunia kedokteran estetika, solusi tercepat, mudah, instan dan aman tanpa operasi un­ tuk peremajaan bibir dan mem­ buat bibir makin ideal, indah dan alami yaitu dengan penyuntikan filler asam hialuronat (HA) yang berbentuk gel ke dalam bibir. Bu­ kan silikon yang ber­bahaya, yang dapat membuat bibir menjadi tidak terkontrol. Bahan HA ini merupa­ kan filler yang paling aman, karena selain bersifat nonhewani sehingga risiko alergi sangat kecil dan selain itu dapat diserap oleh tubuh, bisa dinetralisir dan aman tanpa efek samping. Pada dasarnya semua orang memiliki asam hialuronat alami tubuh, hanya saja dengan

berbagai macam faktor dapat mengurangi kadar asam hialuronat di dalam kulit. Dengan penambahan ekstra asam hialuronat ke dalam kulit akan memberikan dua macam ke­ untungan. Pertama, dilihat dari segi estetika, untuk mempertegas garis bibir, memperindah dan menyem­ purnakan bentuk bibir sehingga tampak lebih ideal. Kedua, secara kesehatan, dapat mencerahkan juga melembabkan bibir yang pu­ cat, kering dan kehitaman karena keunggulan bahan HA memiliki kemampuan untuk menyerap air lebih banyak sehingga memberi­ kan kelembaban dan peremajaan pada kulit.


12

Kuliner

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Sehat dengan Ikan

Nasi Soto Babi IKIP

Bahan: 1 ekor : ikan mahi Bumbu: 1 ruas : jari kunyit 1 ruas jari jahe 1 buah : cabai merah besar 1 ruas : jari kencur 1 ruas : jari lengkuas 3 butir : bawang merah 1 siung : bawang putih 2 butir : kemiri 2 buah : tomat 1 sdm : gula 1 lembar : daun jeruk 2 lembar : daun salam 1 batang : sereh Garam secukupnya

Cara membuat: - Ikan dibersihkan dipotong sesuai selera. Semua bumbu dibersihkan dan dihaluskan.

Pepes Ikan Bahan: 1 ekor : ikan Bumbu: 1 ruas : 1 ruas : 1 buah : 1 ruas : 1 ruas : 3 butir : 1 siung : 2 butir : 2 buah : 1 sdm : 1 lembar : 2 lembar : 1 batang :

jari kunyit jari jahe cabai merah besar jari kencur jari lengkuas bawang merah bawang putih kemiri tomat gula daun jeruk daun salam sereh

- Kemudian tumis bumbu samapi harum. Tambahkan air, setelah mendidih, masukkan ikan. Masak sampai matang.

Garam secukupnya Cara membuat: - Ikan dibersihkan dipotong sesuai selera - Semua bumbu dihaluskan. - Masukkan garam dan gula merah. - Masukkan ikan campur dengan bumbu. - Bungkus dengan daun pisang, kukus sampai matang. Setelah itu bakar. Sajikan.

Ikan Acar Kuning Bahan: 1 ekor : ikan nila ukuran sedang 1 sdm : air jeruk nipis 2 cm : jahe, parut 100 gr : wortel, potong korek api 100 gr : ketimun, buang biji, potong 1/2 lingkaran 1 buah : cabai merah besar, buang bijinya, iris serong 1 batang : sereh, memarkan 2 sdt : gula pasir 500 ml : air 1 sdt : cuka 1 batang : daun bawang, iris serong Minyak goreng Garam secukupnya

Bahan: 500 grm : udang Bumbu: 1 siung : bawang putih ½ butir : bawang bombay ½ butir : paprika 2 sdm : saus tomat Garam secukupnya Minyak goreng Gula pasir Cara membuat: - Udang dibersihkan. - Semua bumbu dipotong tipis, kemudian tumis sampai harum. - Masukkan udang, saus tomat, garam secukupnya. - Masak sampai matang. - Siap dihidangkan

Nyoman Nadi sibuk menyiapkan soto pesanan pembeli

A

dalah Nyoman Nadi (35), karya­ wan koperasi yang membuat masakan nasi soto ini. Ia yang lulusan Tata Boga di SMTK Denpasar (dulu SMKN 3) sudah

akrab dengan dunia masakmemasak. Dulu ia setamat sekolah kejuruan, ia sempat berjualan sembako bersama dengan keluarganya. Beberapa tahun lalu ia juga pernah bekerja di salah satu

sekolah TK di Denpasar, bertugas menyiapkan makan siang dan snack untuk anak-anak TK. Belum genap setahun bekerja, Nyoman Nadi terpaksa berhenti karena suaminya kecelakaan. Sembari menurus suaminya di rumah, ia kerap menerima pesanan membuat ayam betutu. Baru enam bulan terakhir, ketika suaminya sudah bisa mandiri, ia kembali bekerja. Kebetulan di Koperasi IKIP PGRI Bali membutuhkan karya­ wan. Ia pun bekerja di sana sembari menitipkan nasi jenggo, nasi kuning, dan nasi goreng buatannya. Melihar peluang yang cukup bagus untuk menjual makanan, ia mencoba menawarkan nasi soto babi, dan ternyata ba­ nyak diminati karya­wan, dosen maupun mahasiswa. Ia pun menambah variasi menunya, Nasi soto dijual Rp 8.000, nasi bakso so­to ceker Rp 10.000. –Inten Indrawati

Soto Balung Babi Bahan: 2 kg 1 kg 1 kg ½ kg

: : : :

daging babi, dipotong dadu kecil-kecil tulang (balung) babi ceker ayam kolobak

Bumbu: 1 genggam : kemiri2 genggam : bawang putih 1 ruas : jari laos 1 ruas : jari jahe 2 batang : sereh. Dimemarkan 5 lembar : dau salam 3 batang: daun pre, dipotong besar Cara Membuat: - Bawang putih dan kemiri dikupas kulitnya, goreng sampai beraroma harum. Angkat. Dihaluskan. - Rebus air dalam panci sampai mendidih. - Masukkan semua bumbu, tambahkan garam secukupnya. - Masukkan tulang babi dan ceker, rebus sampai daging pada tulang empuk. - Masukkan daging babi, rebus dengan api kecil sampai matang. - Sajikan soto babi panas-panas, tambahkan seledri, brambang, merica, kecap asin sesuai selera. Siap disajikan.

Marmer Cake

Bumbu yang dihaluskan: 4 butir : bawang merah 2 siung : bawang putih 1 butir : kemiri, sangrai 2 cm : kunyit Merica secukupnya Cara membuat: - Lumuri ikan nila dengan air jeruk nipis, garam, dan jahe. Diamkan 15 menit. - Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang. - Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan wortel, ketimun, dan cabai merah iris. Aduk sampai layu. - Tambahkan garam, gula pasir, dan air. Masak sampai matang. Masukkan ikan. Aduk rata. Tambahkan cuka dan daun bawang. Aduk rata. –Wirati Astiti

Udang Asam Manis

13

Bagi Anda penikmat kuliner soto balung (tulang) babi, coba datang ke Koperasi IKIP PGRI Bali di Jalan Seroja Denpasar Utara. Meski makanan warung, cita rasa soto ini tak kalah enaknya. Daging babinya empuk sehingga tak menyulitkan Anda untuk menyeruput hingga tetes kuah terakhir.

Makanan ikan, selain rasanya enak, juga sehat, dan sangat mudah dalam pengolahannya. Ikan dapat dibuat masakan apapun. Kali ini, ada tiga menu spesial persembahan ibu-ibu PKK Kelurahan Sanur dan satu menu dari PKK Desa Sanur Kauh. Yuk, kita kampanyekan gemar makan ikan kepada seluruh keluarga. Nikmati hari libur Anda dengan sajian sedap olahan ikan untuk keluarga. Tercinta. Selamat mencoba.

Sup Kepala Ikan Mahi-mahi

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Cake Moca Sarwan Bahan: 100 m : tepung terigu 25 grm : susu bubuk 25 grm : tepung maizena ½ sdt : vanila bubuk 10 : kuning telur 2 : putih telur 125 grm : gula pasir 1 sdt : sp/emulsifer 1 sdm : moca pasta 125 grm : margarin cair Krim mentega moca 100 grm : mentega putih 200 grm : margarin 150 grm : cokelat batangan, tim sampai meleleh ½ sdt : moca pasta Cara membuat: - Ayak tepung terigu, susu bubuk, tepung maizena dan vanili. Sisihkan. - Kocok telur, gula pasir, sp/ emulsifer sampai mengembang. - Masukkan campuran tepung terigu, aduk rata tambahkan moca pasta,dan margarin cair,

aduk pelan sampai rata. - Siapkan loyang All New CKA pot, olesin dengan margarin lalu kasih kertas roti, olesin dengan margarin. - Masukkan adonan dan oven di dalam panci All New CKA pot yg udah di panasin terlebih dahulu, kasih tatakannya, lalu tutup panci CKA 25 atau 30 menit atau sampai matang. - Angkat, biarkan dan tunggu hingga dingin.

- Siap untuk dioleskan ke cake moca dan simpan di dalam lemari es selama 5 menit. - Cake Moca dipotong-potong menurut selera. - Siap disajikan.

Cara membuat krim moca: - Kocok mentega putih dan margarin sampai lembut, tambahkan cokelat cair dan pasta moca, kocok terus sampai lembut.

Kare Terong Pedas Bahan: 3 buah : terong potong-potong menurut selera 3 lembar : daun jeruk purut 1 ruas : jari lengkuas, memarkan 1 batang : serai, memarkan 500 ml : santan cair 250 ml : santan kental

1 ruas : jari utuh kayu manis 3 butir : cengkih Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya. Bumbu yg di haluskan: Bahan: 7 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih

Bahan: 200 grm : 200 grm : 1/4 sdt : 200 grm : 6 : 6 : 1 sdt :

mentega gula halus vanili tepung terigu kuning telor putih telor cokelat

Cara membuat : - Kocok putih telur sampai kaku, sisihkan. - Kocok mentega, gula halus dan vanila, sampai putih. - Masukkan kuning telur satupersatu sambil terus dikocokkocok. - Masukkan putih telur yg udah dikocok, lalu tambahkan terigu sedikit-sedikit, aduk rata, ambil seperempat bagian adonan. - Tambah kan cokelat bubuk, aduk rata. - Tuang adonan kuning ke da7 buah 4 butir ½ sdm 1 sdt ruas

: : : : :

cabe kecil kemiri sangrai ketumbar jinten jari kunyit bakar

Cara membuat: - Panaskan minyak, masukkan bumbu halus juga daun jeruk, lengkuas dan serai, tumis sampai harum, masukkan terong lalu aduk-aduk, masak sampai layu lalu pindah ke panik.

lam loyang CKA yang sudah diolesin dengan margarin, ratakan. - Masukkan adonan cokelat di atas adonan kuning. - Buatlah corak marmer dengan menggunakan garpu. - Panaskan panci CKA, masukkan tatan , tutup hinga panas, lalu masukkan loyang ke dalam panci CKA dan tutuplah panci CKA, open selama 10 atau 15 menit. Marmer cake siap di sajikan. - Masukkan santan cair, masak dengan api besar sampai mendidih. Jika santan telah mendidih, kecilkan api, masukkan garam, gula, kaldu bubuk, aduk merata hingga terong matang. - Masukkan santan kental, aduk perlahan agar santan tidak pecah, masak sampai mendidih. - Siap untuk dihidangkan de­ ngan taburan bawang putih goreng.


12

Kuliner

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Sehat dengan Ikan

Nasi Soto Babi IKIP

Bahan: 1 ekor : ikan mahi Bumbu: 1 ruas : jari kunyit 1 ruas jari jahe 1 buah : cabai merah besar 1 ruas : jari kencur 1 ruas : jari lengkuas 3 butir : bawang merah 1 siung : bawang putih 2 butir : kemiri 2 buah : tomat 1 sdm : gula 1 lembar : daun jeruk 2 lembar : daun salam 1 batang : sereh Garam secukupnya

Cara membuat: - Ikan dibersihkan dipotong sesuai selera. Semua bumbu dibersihkan dan dihaluskan.

Pepes Ikan Bahan: 1 ekor : ikan Bumbu: 1 ruas : 1 ruas : 1 buah : 1 ruas : 1 ruas : 3 butir : 1 siung : 2 butir : 2 buah : 1 sdm : 1 lembar : 2 lembar : 1 batang :

jari kunyit jari jahe cabai merah besar jari kencur jari lengkuas bawang merah bawang putih kemiri tomat gula daun jeruk daun salam sereh

- Kemudian tumis bumbu samapi harum. Tambahkan air, setelah mendidih, masukkan ikan. Masak sampai matang.

Garam secukupnya Cara membuat: - Ikan dibersihkan dipotong sesuai selera - Semua bumbu dihaluskan. - Masukkan garam dan gula merah. - Masukkan ikan campur dengan bumbu. - Bungkus dengan daun pisang, kukus sampai matang. Setelah itu bakar. Sajikan.

Ikan Acar Kuning Bahan: 1 ekor : ikan nila ukuran sedang 1 sdm : air jeruk nipis 2 cm : jahe, parut 100 gr : wortel, potong korek api 100 gr : ketimun, buang biji, potong 1/2 lingkaran 1 buah : cabai merah besar, buang bijinya, iris serong 1 batang : sereh, memarkan 2 sdt : gula pasir 500 ml : air 1 sdt : cuka 1 batang : daun bawang, iris serong Minyak goreng Garam secukupnya

Bahan: 500 grm : udang Bumbu: 1 siung : bawang putih ½ butir : bawang bombay ½ butir : paprika 2 sdm : saus tomat Garam secukupnya Minyak goreng Gula pasir Cara membuat: - Udang dibersihkan. - Semua bumbu dipotong tipis, kemudian tumis sampai harum. - Masukkan udang, saus tomat, garam secukupnya. - Masak sampai matang. - Siap dihidangkan

Nyoman Nadi sibuk menyiapkan soto pesanan pembeli

A

dalah Nyoman Nadi (35), karya­ wan koperasi yang membuat masakan nasi soto ini. Ia yang lulusan Tata Boga di SMTK Denpasar (dulu SMKN 3) sudah

akrab dengan dunia masakmemasak. Dulu ia setamat sekolah kejuruan, ia sempat berjualan sembako bersama dengan keluarganya. Beberapa tahun lalu ia juga pernah bekerja di salah satu

sekolah TK di Denpasar, bertugas menyiapkan makan siang dan snack untuk anak-anak TK. Belum genap setahun bekerja, Nyoman Nadi terpaksa berhenti karena suaminya kecelakaan. Sembari menurus suaminya di rumah, ia kerap menerima pesanan membuat ayam betutu. Baru enam bulan terakhir, ketika suaminya sudah bisa mandiri, ia kembali bekerja. Kebetulan di Koperasi IKIP PGRI Bali membutuhkan karya­ wan. Ia pun bekerja di sana sembari menitipkan nasi jenggo, nasi kuning, dan nasi goreng buatannya. Melihar peluang yang cukup bagus untuk menjual makanan, ia mencoba menawarkan nasi soto babi, dan ternyata ba­ nyak diminati karya­wan, dosen maupun mahasiswa. Ia pun menambah variasi menunya, Nasi soto dijual Rp 8.000, nasi bakso so­to ceker Rp 10.000. –Inten Indrawati

Soto Balung Babi Bahan: 2 kg 1 kg 1 kg ½ kg

: : : :

daging babi, dipotong dadu kecil-kecil tulang (balung) babi ceker ayam kolobak

Bumbu: 1 genggam : kemiri2 genggam : bawang putih 1 ruas : jari laos 1 ruas : jari jahe 2 batang : sereh. Dimemarkan 5 lembar : dau salam 3 batang: daun pre, dipotong besar Cara Membuat: - Bawang putih dan kemiri dikupas kulitnya, goreng sampai beraroma harum. Angkat. Dihaluskan. - Rebus air dalam panci sampai mendidih. - Masukkan semua bumbu, tambahkan garam secukupnya. - Masukkan tulang babi dan ceker, rebus sampai daging pada tulang empuk. - Masukkan daging babi, rebus dengan api kecil sampai matang. - Sajikan soto babi panas-panas, tambahkan seledri, brambang, merica, kecap asin sesuai selera. Siap disajikan.

Marmer Cake

Bumbu yang dihaluskan: 4 butir : bawang merah 2 siung : bawang putih 1 butir : kemiri, sangrai 2 cm : kunyit Merica secukupnya Cara membuat: - Lumuri ikan nila dengan air jeruk nipis, garam, dan jahe. Diamkan 15 menit. - Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang. - Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan wortel, ketimun, dan cabai merah iris. Aduk sampai layu. - Tambahkan garam, gula pasir, dan air. Masak sampai matang. Masukkan ikan. Aduk rata. Tambahkan cuka dan daun bawang. Aduk rata. –Wirati Astiti

Udang Asam Manis

13

Bagi Anda penikmat kuliner soto balung (tulang) babi, coba datang ke Koperasi IKIP PGRI Bali di Jalan Seroja Denpasar Utara. Meski makanan warung, cita rasa soto ini tak kalah enaknya. Daging babinya empuk sehingga tak menyulitkan Anda untuk menyeruput hingga tetes kuah terakhir.

Makanan ikan, selain rasanya enak, juga sehat, dan sangat mudah dalam pengolahannya. Ikan dapat dibuat masakan apapun. Kali ini, ada tiga menu spesial persembahan ibu-ibu PKK Kelurahan Sanur dan satu menu dari PKK Desa Sanur Kauh. Yuk, kita kampanyekan gemar makan ikan kepada seluruh keluarga. Nikmati hari libur Anda dengan sajian sedap olahan ikan untuk keluarga. Tercinta. Selamat mencoba.

Sup Kepala Ikan Mahi-mahi

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Cake Moca Sarwan Bahan: 100 m : tepung terigu 25 grm : susu bubuk 25 grm : tepung maizena ½ sdt : vanila bubuk 10 : kuning telur 2 : putih telur 125 grm : gula pasir 1 sdt : sp/emulsifer 1 sdm : moca pasta 125 grm : margarin cair Krim mentega moca 100 grm : mentega putih 200 grm : margarin 150 grm : cokelat batangan, tim sampai meleleh ½ sdt : moca pasta Cara membuat: - Ayak tepung terigu, susu bubuk, tepung maizena dan vanili. Sisihkan. - Kocok telur, gula pasir, sp/ emulsifer sampai mengembang. - Masukkan campuran tepung terigu, aduk rata tambahkan moca pasta,dan margarin cair,

aduk pelan sampai rata. - Siapkan loyang All New CKA pot, olesin dengan margarin lalu kasih kertas roti, olesin dengan margarin. - Masukkan adonan dan oven di dalam panci All New CKA pot yg udah di panasin terlebih dahulu, kasih tatakannya, lalu tutup panci CKA 25 atau 30 menit atau sampai matang. - Angkat, biarkan dan tunggu hingga dingin.

- Siap untuk dioleskan ke cake moca dan simpan di dalam lemari es selama 5 menit. - Cake Moca dipotong-potong menurut selera. - Siap disajikan.

Cara membuat krim moca: - Kocok mentega putih dan margarin sampai lembut, tambahkan cokelat cair dan pasta moca, kocok terus sampai lembut.

Kare Terong Pedas Bahan: 3 buah : terong potong-potong menurut selera 3 lembar : daun jeruk purut 1 ruas : jari lengkuas, memarkan 1 batang : serai, memarkan 500 ml : santan cair 250 ml : santan kental

1 ruas : jari utuh kayu manis 3 butir : cengkih Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya. Bumbu yg di haluskan: Bahan: 7 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih

Bahan: 200 grm : 200 grm : 1/4 sdt : 200 grm : 6 : 6 : 1 sdt :

mentega gula halus vanili tepung terigu kuning telor putih telor cokelat

Cara membuat : - Kocok putih telur sampai kaku, sisihkan. - Kocok mentega, gula halus dan vanila, sampai putih. - Masukkan kuning telur satupersatu sambil terus dikocokkocok. - Masukkan putih telur yg udah dikocok, lalu tambahkan terigu sedikit-sedikit, aduk rata, ambil seperempat bagian adonan. - Tambah kan cokelat bubuk, aduk rata. - Tuang adonan kuning ke da7 buah 4 butir ½ sdm 1 sdt ruas

: : : : :

cabe kecil kemiri sangrai ketumbar jinten jari kunyit bakar

Cara membuat: - Panaskan minyak, masukkan bumbu halus juga daun jeruk, lengkuas dan serai, tumis sampai harum, masukkan terong lalu aduk-aduk, masak sampai layu lalu pindah ke panik.

lam loyang CKA yang sudah diolesin dengan margarin, ratakan. - Masukkan adonan cokelat di atas adonan kuning. - Buatlah corak marmer dengan menggunakan garpu. - Panaskan panci CKA, masukkan tatan , tutup hinga panas, lalu masukkan loyang ke dalam panci CKA dan tutuplah panci CKA, open selama 10 atau 15 menit. Marmer cake siap di sajikan. - Masukkan santan cair, masak dengan api besar sampai mendidih. Jika santan telah mendidih, kecilkan api, masukkan garam, gula, kaldu bubuk, aduk merata hingga terong matang. - Masukkan santan kental, aduk perlahan agar santan tidak pecah, masak sampai mendidih. - Siap untuk dihidangkan de­ ngan taburan bawang putih goreng.


Jelita

14

Jangan Ikat Rambut Terlalu Keras Kerontokan rambut pada kulit kepala merupakan hal yang normal, jika rontoknya mencapai 50-100 he­ lai rambut. Masalah rambut rontok juga merupakan gangguan rambut yang diderita oleh banyak orang. Lantas bagaimana jika kerontokan­ nya lebih dari itu?

M

emang, kecan­ tikan bukan dipandang dari wajah dan tubuh semata. Namun, rambut pun juga menjadi perhatian. Sebab, selain sebagai mahkota pada se­ tiap orang, rambut juga memiliki fungsi menjaga kulit kepala dari paparan terik matahari, atau cuaca dingin. Karenanya untuk menjaga kesehatan dan keindahannya termasuk mencegah kerontokan dibutuhkan perawatan. Sebagai wajah, rambutpun perlu dimasker, untuk perawatan yang maksimal. Begitu disampaikan Kompyang Pariadnyani, pemilik Adibi Salon & Spa di kawasan Jalan Letda Tantular, Denpasar. Dikatakannya selama ini, yang seringkali terjadi seseorang ­setelah mengalami masalah ker­ ontokan rambut barulah mencari pertolongan. Padahal pencegahan juga dapat dilakukan. Namun, bagi yang sudah pada tahap keron­ tokan, tentunya perlu dilakukan diagnosis terlebih dahulu, apakah kerontokannya terjadi secara merata ataukah terbatas, ter­ masuk memeriksa keadaan dari kulit kepala. Menurut Kompyang jika ­kerontokannya parah umumnya disebabkan karena suatu penya­ kit, tentu untuk ini perlu bantuan dokter ahli. Selain itu,rambut ron­ tok juga dapat disebabkan oleh

kurangnya nutrisi dan vitamin yang cukup untuk akar rambut. Ini, menjadikan mudah rapuh dan menyebabkan rambut rontok. Diketahui bahwa, rambut memiliki siklus yang berkembang 3-4 tahun, kemudian istirahat 3-4 bulan untuk tumbuh lagi atau mengganti rambut baru. Rambut yang mengalami kerontokan men­ jadi sebuah tanda pada proses terjadinya pergantian rambut baru. Pada beberapa orang yang mengalami kerontokan rambut, rambut akan mudah tumbuh kembali dalam kurun waktu sem­ inggu atau beberapa bulan. Kompyang, juga mengatakan beberapa hal lain yang dapat mengakibatkan rambur rontok, diantaranya karena faktor gene­ tik, kemudian jarang keramas. Rambut akan terlihat lembab akibat paparan sinar matahari dan bercampurnya rambut serta akar rambut dengan keringat. Keron­ tokan juga terjadi akibat terlalu sering menggunakan pengering dan pengeritingan rambut, dan sering menggunakan bahan kimia saat mewarnai rambut Sementara soal ketidakseim­ bangan hormon, terutama pada mereka yang berusia di atas 30 tahun, juga dapat mengakibat­ kan kerontokan rambut. Hal ini biasanya terjadi pada se­ orang wanita yang sedang dalam masa kehamilan, memasuki masa menopause dan efek samping

Kompyang Pariadnyani

pemakaian pil kontrasepsi.. Rontok pun katanya bisa akibat radikal bebas baik dari paparan sinar matahari, polusi dan bahan kimia. Juga dapat disebabkan oleh seringnya mengikat rambut terlalu kuat dan terlalu lama. Stres yang terlalu berat, sehingga uraturat syaraf di sekitar kepala pun

memaksa akar rambut menjadi lemah dan akhirnya rambut men­ jadi rontok Karenanya Kompyang me­ nekankan, kalau yang namanya perawatan wajib dilakukan. Ini su­ paya rambut tidak mudah rontok dan rusak. Salah satu perawatan rambut yang baik disarankannya

yang rusak. Pemilihan masker yang cocok juga harus disesuai­ kan dengan jenis rambut. Untuk rambut kering atau kasar, pilih masker dengan kandungan superconditioning treatment atau pelembab ekstra. Sedangkan untuk rambut berminyak, pilih masker rambut dengan calriflying poduct atau pembersih. Selain itu , hair mask pun dapat mengurangi kadar minyak pada kulit kepala dan rambut. Cara pemakaiannya dengan menggunakan kuas, lalu sapukan kuas yang sudah diberi hair mask, oleskan pada rambut, tunggu hingga hair mask tersebut men­ gering, kemudian bilas. Karena rambut berminyak dapat me­ nyebabkan kerontokan rambut. Oleh karena itu, jika kita mengalami kerontokan pada rambut, yang harus diperhatikan adalah akar rambutnya. Bubuh­ kan tonik setiap habis keramas untuk memperkuat akar rambut. Jika kerontokan rambut terus berlanjut, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Ia juga mengingatkan agar saat tidur tidak membiarkan ram­ but terikat atau bando menempel karena ini juga akan memicu terjadinya kerontokan. Hal lain yang bisa dilakukan, adalah tidak menyisir ketika rambut basah. Biarkan kering alami. Kalaupun menggunakan hair dryer, cukup dengan temperatur rendah, be­ gitu juga dengan jarak hair dryer jarak 10-15 cm. Gunakan sisir rambut yang bergerigi panjang, Jangan lupa melindungi rambut dari sinar matahari. “Pastinya juga menyediakan waktu untuk merawat rambut,” cetusnya. Diingatkannya kembali untuk tidak menggosok kepala terlalu keras saat keramas. Selain akan menyakiti kulit kepala anda dan menarik akar rambut, ini bahkan bisa merusak folikel rambut. Sangat penting untuk memper­

Kerontokannya parah umumnya disebabkan karena suatu penyakit, tentu untuk ini perlu bantuan dokter ahli. Selain itu,rambut rontok juga dapat disebabkan oleh kurangnya ­nutrisi dan vitamin yang cukup untuk akar rambut.

www.bugar-cantik.blogspot.com

1 - 7 September 2014

1 - 7 September 2014

adalah hair mask. Hair mask atau yang dikenal dengan masker rambut ini, ber­ fungsi mengembalikan rambut

lakukan kulit kepala anda secara lembut saat keramas, dan jangan pernah menarik rambut dengan sisir. –Sri Ardhini

Mitos

Perawatan Bibir Indah dan Sehat

11

dr. Herny Tri Setiawati Board Certified in Aesthetic Medicine (USA), Dipl. Medical Aesthetic, Dipl. CIBTAC (UK) CosMedic Doctor BIMC Hospital Bibir merupakan bagian penting dalam ekspresi wajah yang seringkali menjadi pusat perhatian saat berbicara dan bertatapan dengan se­ seorang. Sama seperti bagian wajah lainnya, bentuk dan warna bibir diperoleh karena keturunan atau faktor genetika. Umumnya wanita se­lalu menutupi kekurangan bibir dengan memakai lipstik atau su­ lam bibir. Tapi seringkali terlupakan bahwa bibir juga membutuhkan ­perawatan ekstra dan perhatian khusus sebaik kulit wajah.

S

eiring pertambahan usia, kualitas bibir dari waktu ke waktu berubah, saat meng­ alami proses penuaan, kulit se­ makin menipis, dukungan otot mulut (orbicularis oris) di sekitar bibir mulai menurun, pengaruh perubahan struktur tulang dan berkurangnya volume jaringan lunak menyebabkan perubahan bentuk di area perioral (sekitar mulut), membuat bibir menjadi lebih tipis dan kurang ideal. Se­ cara visual, penuaan bibir ditandai dengan penurunan garis sudut bibir, penumpulan dari cupid’s bow

(garis lengkung tengah bibir), ba­ tas bibir menjadi terlihat kabur. Karena pengaruh aktivitas otot yang mengalami penuaan terjadi perubahan dari bentuk dan kadang menyebabkan seseorang terlihat sedih karena bentuk sudut bibir yang mengarah turun. Selain itu terdapat beberapa fak­ tor yang dapat mengakibatkan masalah pada bibir, seperti peng­ aruh kurangnya cairan tubuh, nutrisi, radikal bebas, polusi di sekitar kita, kebiasaan mer­ okok, sinar matahari, perubahan cuaca dan penggunaan lipstik yang berkepanjangan. Bibir ser­

ingkali mengalami masalah ke­keringan, penipisan, ke­ hilangan volume dan penuaan dini terjadi sehingga meng­ akibatkan munculnya keriput di sekeliling bibir. Masalah ini menjadikan penampilan yang kurang menarik, tampak terlihat tua dan tidak segar. Bibir ideal yang ingin dimiliki setiap wanita adalah yang terlihat natural, bervolume, Indah, batas tegas, tekstur halus mulus, lem­ bab, dan terlihat segar. Sayangnya, bentuk bibir ideal tidak semua wanita beruntung memilikinya. Seiring dengan perkembangan

teknologi di dunia kedokteran estetika, solusi tercepat, mudah, instan dan aman tanpa operasi un­ tuk peremajaan bibir dan mem­ buat bibir makin ideal, indah dan alami yaitu dengan penyuntikan filler asam hialuronat (HA) yang berbentuk gel ke dalam bibir. Bu­ kan silikon yang ber­bahaya, yang dapat membuat bibir menjadi tidak terkontrol. Bahan HA ini merupa­ kan filler yang paling aman, karena selain bersifat nonhewani sehingga risiko alergi sangat kecil dan selain itu dapat diserap oleh tubuh, bisa dinetralisir dan aman tanpa efek samping. Pada dasarnya semua orang memiliki asam hialuronat alami tubuh, hanya saja dengan

berbagai macam faktor dapat mengurangi kadar asam hialuronat di dalam kulit. Dengan penambahan ekstra asam hialuronat ke dalam kulit akan memberikan dua macam ke­ untungan. Pertama, dilihat dari segi estetika, untuk mempertegas garis bibir, memperindah dan menyem­ purnakan bentuk bibir sehingga tampak lebih ideal. Kedua, secara kesehatan, dapat mencerahkan juga melembabkan bibir yang pu­ cat, kering dan kehitaman karena keunggulan bahan HA memiliki kemampuan untuk menyerap air lebih banyak sehingga memberi­ kan kelembaban dan peremajaan pada kulit.


10

Bugar

STROKE

Oleh dr. Putu Gde Budhi Setiawan, SpBS lukan perhatian khusus, maka penata­ laksanaannya harus dilakukan secara he­ mat dan efisien dengan mengikutsertakan peran keluarga dan pemerintah.

Dr. Putu Gde Budhi Setiawan, Sp.BS

Stroke merupakan masalah kedokteran yang serius oleh karena angka kejadian penyakit ini meningkat terus dan mengarah ke umur yang lebih muda serta merupakan penyebab kematian ketiga sesudah kecela­ kaan dan penyakit jantung. Disamping angka kematian maka angka kecacatan penyakit stroke juga cukup tinggi. Sebagian pasien stroke tidak dapat melanjutkan pekerjaannya semula dan tugastugas di dalam keluarga pun sering harus diwakilkan. Pencegahan merupakan kunci utama untuk menurunkan angka kejadian dan kecacatan. KESEPAKATAN DALAM PENANGGULANGAN STROKE Para pakar tentang stroke telah mem­ buat kesepakatan dalam penanggulangan stroke : 1. Stroke adalah serangan gangguan pembu­ luh darah otak dan merupakan kegawatan yang harus ditangani segera, tepat dan cermat. 2. Gejala dan tanda awal stroke harus di­s ebarluaskan ke seluruh petugas kesehat­an dan lapisan masyarakat pada setiap kesempatan agar pasien stroke segera dikirim ke rumah sakit yang tepat. 3. Terapi stroke yang belum terbukti secara ilmiah keberhasilannya tidak dianjurkan untuk dipakai. 4. Mengingat penanganan stroke memer­

APA YANG TERJADI PADA PASIEN STROKE ? Pasien stroke kemungkinan telah meng­ alami: 1. Penyumbatan pembuluh nadi otak yang menyebabkan kematian sebagian dari jaringan otak (infark otak). 2. Pecahnya pembuluh nadi otak yang menimbulkan perdarahan otak dan menyebabkan kerusakan sebagian dari jaringan otak. Infark otak dapat disebabkan oleh bekuan darah (trombosis) yang terbentuk dalam pembuluh nadi otak atau emboli (bekuan darah yang berasal dari tempat lain di luar otak) yang mengikuti aliran darah menimbulkan sumbatan pembuluh darah otak. Emboli dapat berasal dari pembuluh darah besar di leher dan atau berasal dari jantung. Penyebab trombosis, emboli atau rapuh­ nya pembuluh darah adalah suatu proses yang berlangsung bertahun-tahun, bahkan sejak anak-anak, remaja, dan dewasa. Ke­ salahan dalam pola makan dan pola hidup yang terus menerus bertahun-tahun baru dirasakan akibatnya pada umur sesudah 40 tahun. Infark ataupun perdarahan otak dapat menyebabkan : 1. Kerusakan sebagian otak 2. Edema otak (sembab otak) 3. Kenaikan tekanan intrakranial (dalam kepala) Ketiga keadaan tersebut akan lebih mem­ perparah kerusakan yang terjadi sehingga da­ pat menyebabkan kematian bila tidak dilakukan usaha untuk mengatasinya. Diagnosa stroke dilakukan di rumah sakit setelah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh baik pe­ meriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang (laboratorium, radiologi -> CT scan kepala, MRI Kepala).

GEJALA STROKE 1. RINGAN, bila gejala hilang dalam 24 jam (TIA = transient ischemic attack) separuh badan terasa semutan, tebal, lemah atau sulit bicara/pelo. 2. SEDANG, bila gejala kelumpuhan hanya ringan dan bisa pulih dalam beberapa hari atau minggu (RIND = reversible neurologic Deficit). 3. BERAT, bila gejala makin lama makin berat atau langsung lumpuh total separuh badan atau gangguan kesadaran/ koma (progressing stroke dan completed stroke) Berbagai gejala lain dapat menyertai ter­ gantung lokasi kelainan di otak dan luasnya kerusakan yang ditimbulkan. APA YANG HARUS DILAKUKAN SEJAK DINI ? Gejala ringan sekalipun harus dikonsul­ tasikan ke dokter spesialis saraf atau dokter spesialis bedah saraf. Untuk memastikan apakah gejala tersebut suatu serangan stroke dan menentukan derajat serta perawatan apa yang segera harus dilakukan. Pasien dengan gejala stroke sedang atau berat harus segera di bawa ke rumah sakit besar yang memiliki fasilitas lengkap. Oleh karena pasien stroke harus ditangani secara intensif sejak dini. Pasien stroke akan mengalami kom­plikasi apabila tidak dilakukan pertolongan yang te­ pat dalam waktu tiga jam sesudah serangan. Penanganan terbaik yang dini akan sangat membantu pemulihan dan mencegah komp­ likasi serta mencegah dari risiko kematian. PENCEGAHAN PRIMER Pencegahan primer adalah tindakan pencegahan dini terhadap serangan stroke dengan memasyarakatkan gaya hidup sehat bebas stroke. Tetapi harus disadari bahwa sebagian faktor-faktor pencetus stroke telah dipunyai oleh mereka yang berumur diatas 40 tahun sehingga pada umur tersebut kita hanya bisa mengurangi risiko tetapi sulit untuk mence­ gahnya. Usaha pencegahan terbaik dilakukan didalam keluarga sejak masa kanak-kanak dan dewasa muda.

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Usaha pencegahan primer : 1 Menghindari rokok, stres mental, alkohol, kegemukan, obat amfetamin, kokain, konsumsi garam berlebih dan sejenis­ nya. 2 Mengurangi kolesterol dan lemak dalam makanan. 3 Mengendalikan: - Hipertensi - Diabetes mellitus - Kelainan jantung 4 Menerapkan gizi seimbang dan olahraga teratur sejak dini. 5 Mengendalikan stres PENCEGAHAN SEKUNDER Tindakan pencegahan serangan ulang pada pasien stroke dan keluarga yang berisiko tinggi untuk terserang stroke adalah : 1. Memodifikasi gaya hidup berisiko stroke: - Hipertensi harus diatasi dan dikontrol - Diabetes melitus harus dikontrol - Kelainan jantung diterapi secara teratur - Kadar lemak darah diturunkan - Rokok dihentikan - Hindari alkohol,kegemukan, dan kurang gerak - Asam urat dikontrol - Kadar Hb dinormalkan 2. Melibatkan peran serta keluarga seopti­ mal mungkin 3. Pembinaan kesadaran akan arti dan fungsi hidup di dunia ini dengan sebaik-baiknya serta berusaha untuk menghindari dan mengendalikan stres.

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Urban Ikat Pagelaran busana di panggung “Sanur Village ­Festival”, Sabtu (23/8) pekan lalu, merupakan ­titik awal kiprah dua perancang muda berbakat Kota Denpasar, Paloma & Tary. Mengusung ­label “Urban Ikat”, koleksi mereka berhasil memukau penonton.

D

i sini Paloma & Ta r y m e n y u ­ guhkan delapan potong koleksi busana siap pakai yang kental dengan karakter mereka. Gaya keseharin yang feminin dan seksi elegan keduanya mampu menjadi sumber inspirasi desain bertema­ kan “Contemporary Culture” ini. Mengacu temanya, nuansa budaya muncul pada endek de­ ngan motifnya yang sangat khas Bali, sedangkan munculnya bahan kulit sebagai kombinasi, berhasil

KESIMPULAN Stroke merupakan kegawatdaruratan medik yang sering menimbulkan kecacatan dan kematian. Faktor penyebabnya banyak sekali tetapi intinya ialah kesalahan pola makan dalam waktu lama dan cara hidup yang tidak seimbang. Pencegahan yang terbaik adalah sejak masa kanak-kanak dan remaja. Oleh ka­ renanya lingkungan keluarga merupakan tempat pencegahan yang paling ideal. Di dalam keluarga yang mendidik dan memperhatikan pola makan menu seimbang dan cara hidup sehat dengan baik, berdoa dan menjalankan ibadah, serta kasih sayang antar sesama anggota keluarga.

Konsultasi gratis bagi pembaca setia Tabloid Tokoh di Rumah Sakit Siloam Bali. Spesialis Bedah Rumah Sakit Siloam Bali Dr. Putu Gde Budhi Setiawan, Sp.BS Spesialis Bedah Syaraf (0361) 779-900 ext. 29701

Style

Paloma & Tary

menguatkan kesan kontemporer atau modern. Mengingat material dasar yang dipakai sudah kaya motif, serta nilai budaya, Urban Ikat dari Bali ini pun nampak lebih mengarah­ kan garis desainnya pada simplicity dan minimalis “Kami ingin keindahan endek dapat lebih diapresiasi fashionista lokal seperti selama ini orangorang asing mengapresiasi dan merespon hasil budaya kita ini ,” harap Paloma & Tary. Pilihan warna dasar cerah

seperti ungun dan biru berhasil menambah kesan trendi pada busana wanita ini. Identitas bu­ daya juga melekat manis melalui aksen aksesori etnik yang juga dirancang sendiri. Paloma & Tary juga berha­ sil menunjukkan pesona ke­ beradaan merek lokal. Karya mereka sangat cocok untuk life style kalangan perempuan muda di perkotaan yang perlu kenyamanan dalam berpakaian tapi tetap gaya dan unik untuk ke berbagai acara. -Sri Ardhini

15


Edukasi

16

1 - 7 September 2014

Dies Natalis XXXI dan Wisuda XXXIII IKIP PGRI Bali

Sarat Prestasi di Berbagai Bidang Dalam kurun waktu satu semester, IKIP PGRI Bali mampu mendulang banyak prestasi di berbagai bidang. Hal ini disampaikan Rektor IKIP PGRI Bali dalam sambutannya pada Dies Natalis XXXI dan Wisuda XXXIII IKIP PGRI Bali, Senin (25/8) di Agung Room Grand Bali Beach, Denpasar.

D

i bidang olahraga, di tingkat regional, Tim Futsal IKIP PGRI Bali berhasil meraih Juara II dalam Porseni STIMI Handayani, Juara I Rektor Cup Sofball antarperguruan tinggi dan SMTA se-Bali, Juara I Rektor Cup Bola Voli antarperguruan tingg se-Bali. Di tingkat nasional, IKIP PGRI Bali Berjaya dalam panjat tebing nomor Boulders atas nama Nadia Putri. Ia juga berhasil meng­ antarkan nama IKIP PGRI Bali ke

tingkat internasional sebagai Juara II panjat tebing dalam nomor yang sama di Bangkok. Dan, ia juga berhasil meraih Juara I dalam nomor LEAD di Singapura. Dalam bidang seni, secara regular tampil di PKB, juara II Palawakya dalam Utsawa ma Gita tingkat nasional atas nama Ketut Adi Andre; peserta parade dalam Pembukaan PKB; berkolaborasi dengan Unhi dalam mengisi acara peragaan budaya Bali Mandara Mahalangu dengan menampilkan

Penyerahan penghargaan oleh Ketua Yayasan Arthanegara kepada tiga dosen bertitel Dokter, atas nama (dari kiri) Dr. I Made Gede Putra Wijaya, S.H., M.Si., Dr. I Wayan Susanta, M.Pd., dan Dr. I Wayan Gunarta, M. Pd.

Rektor Made Suarta mewisuda 944 wisudawan

sendratari “Sangkaning Tresna”; Juara I dalam Lomba Pidato Kependudukan yangbdoadakan BKKBN Bali atas nama Asteria Yuniarti; Juara III Putri dalam Lomba PIK. Tahun ini juga empat dosen IKIP PGRI Bali mampu memenangkan hibah bersaing penelitian desentralisasi Dirjen Dikti. Mereka adalah Dr.I Made, S.H., M. Hum., Dr. AA Adhi Putra, M.Pd. Dan dua orang penerima hibah penelitian disertasi atas nama Dr. I Wayan Susanta, M.Pd., dan Drs. I Made Darmada, M. Pd. Terkaik dengan Hak Kekayaan Intelektual (Haki), dua orang dosen juga berhasil mendapatkan Haki. Dalam penelitian, atas nama Dr. AA Adhi Putra, M.Pd., dan dalam bidang seni, Tari Kebesaran IKIP PGRI Bali “Sang Hyang Pramesti Guru” atas nama Dr.I Made, S.H., M. Hum. , telah mendaptkan hak paten. Rektor Made Suarta yang mewisuda 944 wisudawan itu berterimakasih kepada para

mahasiswa dan dosen yang telah bersungguh-sungguh mengisi dirinya untuk lebih berkualitas. Diserahkan juga penghargaan kepada lulusan terbaik dengan IPK 3,93 atas nama Ida Ayu Puspita

Penyerahan penghargaan oleh Sekretaris Yayasan IGN Oka ­kepada karyawan terlama, atas nama ­Ni Nyoman Erawati, S.Pd.

dari Prodi Pendidikan Sejarah. Kepada tiga dosen yang baru meyelesaikan program doktornya atas nama Dr. I Made Gede Putra Wijaya, S.H., M.Si., Dr. I Wayan Susanta, M.Pd., dan Dr. I Wayan Gunarta, M. Pd. Serta, karyawan terlama atas nama Ni Nyoman Erawati, S.Pd. Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M. Pd. mengimbuhkan, sudah ribuan sarjana IKIP PGRI Bali dilepas almamaternya sejak tahun 1988. Mereka tersebar kemana-mana. “Yang pasti, mereka tak hanya menjadi guru, tapi ada juga yang menjadi profesor, kepala dinas, pimpinan DPRD, bupati, dan rector seperti Rektor IKIP PGRI Bali sekarang, Dr. Made Suarta yang adalah lulusan pertama IKIP,” ujarnya. –ten

Dara

1 - 7 September 2014

Ratna dan David

Dua Bakat dalam Satu Aksi Panggung Melalui persaingan yang cukup ketat, akhirnya dewan juri menetapkan Komang David Darmawan dan Dewa Ayu Ratna Yulianti sebagai Putra-Putri Kampus IKIP PGRI Bali 2014. Grand final digelar Sabtu (24/8) di Ruang Auditorium Redha Gunawan di kampus setempat.

Penyerahan perhargaan oleh ­ ektor Made Suarta kepada mahasiswa R ­berprestasi, atas nama Ida Ayu Puspita (kiri) dan Asteria Yuniarti

Perawatan lebih Penting dari Ukuran Dok, aku merasa payudaraku berukuran kecil, jadi bikin minder. Apa benar dok, laki-laki suka dengan payudara perempuan yang besar? Terus apa benar payudara bisa diperbesar dengan diremas-remas? Dan satu lagi, apa benar kalau payudara kendor itu artinya sudah pernah ML? (Ayu, 18 th)

Tidak sedikit perempuan mengubah ukuran payudara agar terlihat sesuai keinginannya. Banyak lakilaki berpikir bahwa bagian tubuh perempuan yang paling memiliki daya tarik seksual adalah payudara. Karenanya payudara sangat sering menjadi topik pembicaraan yang tiada habisnya. Bagi perempuan, tentu saja payudara merupakan aset yang sangat berharga. Tetapi walaupun sekarang payudara semakin sering dijadikan bahan obrolan, pada kenyataan masih ba­ nyak yang tidak tahu apa saja yang harus dilakukan terhadap kesehatan payudara. Padahal membicarakan payudara, sebenarnya ukuran bukanlah hal yang penting. Yang penting adalah merawatnya agar tetap sehat. Tentang ukuran payudara, sering kali perempuan berpayudara mungil merasa rendah diri saat memban­ ding-bandingkan kepunyaannya de­

ngan perempuan lain karena masih banyak yang berpikir bahwa payudara yang memikat adalah yang berukuran besar, padahal itu tidaklah benar. Akhirnya tidak heran jika ada yang sampai memperbesar payudaranya de­ ngan menggunakan silikon misalnya, walaupun itu sesungguhnya berisiko demi meningkatkan kepercayaan diri dan kenyamanan saat berhubungan seksual juga. Sebenarnya, upaya pembesaran payudara bukan jaminan bisa meningkatkan potensi seksual seorang perempuan. Ada banyak kasus yang terjadi dimana saat payudara diperbesar justru membuat perempuan menjadi sesak dan merasa tidak nyaman saat berhubungan seksual, terlebih lagi sensitivitas payudara, terutama di bagian puting juga meng­ alami penurunan pascapembesaran payudara. Banyak juga perempuan yang memiliki payudara yang mungil tetapi performa seksualnya tetap bagus dan disukai oleh pasangannya. Kunci hubungan seksual yang hangat adalah

mencintai pasangan dan menerima baik kelebihan maupun kekurangannya. Jangan lupa, diskusikan variasivariasi baru saat berhubungan. Kalau sudah begitu, payudara kecil bukan lagi kendala lagi. Apakah selalu benar laki-laki lebih suka perempuan yang berpayudara besar karena lebih seksi? Ini juga tidak selalu benar karena ukuran tentang seksi atau tidak sangat relatif dan tergantung pada persepsi masingmasing orang. Merupakan hal yang biasa kalau kita punya persepsi tentang pasangan yang ideal. Seperti juga perempuan, ada yang senang dengan laki-laki yang atletis dan berbulu lebat, ada yang lebih memilih lakilaki yang kurus tinggi berkacamata, ada yang suka yang laki-laki chubby dan lain-lain. Laki-laki juga begitu. Ekspektasi mengenai pasangan ideal ini bisa bervariasi menyangkut tinggi badan, warna kulit, rambut ikal atau lurus, sampai masalah payudara. Selera laki-laki tentang payudara perempuan juga banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Misalnya, laki-laki

suku Indian lebih suka perempuan yang berdada besar dan memanjang ke bawah, sedangkan laki-laki dari eskimo lebih suka perempuan yang berdada rata. Jadi, tentu saja semuanya itu relatif. Apakah benar sentuhan dan remasan laki-laki pada payudara perempuan dapat merangsang pem­ besaran payudara? Tentu saja ini juga keliru. Ukuran payudara itu sangat individual. Ukuran ini sangat tergantung dari genetik. Tidak ada tindakan apapun yang dapat memperbesar atau mengecilkan payudara selain operasi atau bedah plastik. Berhatihati saja, jika laki-laki bilang begitu, janganlah dipercaya. Demikian juga masih banyak yang percaya jika perempuan yang payudaranya kendor dan melorot pasti sudah pernah berhubungan seks. Padahal ini jelas salah. Bila payudara yang besar dengan jaringan lemaknya banyak, otomatis bentuknya akan turun. Dengan bertambahnya umur, terjadi perubahan pada payudara. Pada usia 20-30 tahun payudara didominasi kelenjar susu, jadi bentuknya sangat padat. Sementara di atas usia 30 tahun, kelenjar susu berubah menjadi jaringan lemak. Sehingga secara alami, di atas usia 35 tahun, komposisi payudara lebih banyak jaringan lemak dibandingkan

dengan kelenjar susu. Olahraga berperan penting dalam membentuk otot dinding dada, dan bila otot ini kencang, secara otomatis akan menarik payudara. Satu lagi, ukuran dan bentuk bukanlah segalanya, tetapi justru yang perlu diperhatikan adalah merawatnya dan mendeteksi gangguan sejak dini. Potensi seksual juga tidaklah selalu terkait dengan ukuran payudara. Perhatikan selalu keadaan payudara, rajinlah melakukan pemeriksaan payudara mandiri baik dengan melihat di cermin ataupun dengan meraba-raba dengan cermat di setiap area payudara. Jika misal­ nya belum pernah berhubungan seks dan tidak sedang hamil, tapi payudara mengeluarkan cairan, atau pada payudara terdapat benjolan, payudara terasa selalu sakit padahal tidak sedang dalam masa men­jelang atau sedang menstruasi, maka perlu segera melakukan pemeriksan lebih lanjut. Hal-hal tadi bisa jadi merupakan gejala awal tumbuhnya tumor, yang dapat menjadi kanker payudara. Kalau hal-hal seperti ini terjadi jangan ragu, takut atau malu, segeralah periksakan diri ke dokter sebelum terlambat. Kalau dideteksi dan ditangani sejak dini, kanker ini dapat diatasi secara total dan akhir­ nya kita menjadi tetap sehat.

9

David dan Ratna, Putra-Putri Kampus IKIP PGRI Bali 2014

P

emilihan Putra-Putri Kampus (PPK) IKIP PGRI Bali 2014 diikuti 14 kandidat dari lima fakultas. Masing-masing fakultas mengirimkan putra-putri terbaik mereka untuk “diadu”. Beberapa poin yang menjadi penilaian dewan juri di antaranya, wawasan tentang kampus dan sosial, presentasi, serta kepribadian. Presiden Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Kadek Pande Yulia Sanjaya mengatakan, mereka yang ditetapkan sebagai PPK IKIP PGRI Bali ini nantinya menjadi corong dalam memperkenalkan IKIP PGRI Bali di khalayak luas, dan menjadi duta IKIP dalam pemilihan-pemilihan serupa baik di tingkat kota maupun di kabupaten. Ratna, sapaan karib Dewa Ayu Ratna Yulianti mengaku tak menyangka akan terpilih menjadi Putri Kampus IKIP PGRI 2014. Saingannya begitu ketat dan persiapan diri cukup mepet. Namun, dalam keterbatasan waktu tersebut Ratna

mendalami pengetahuannya tentang kampusnya tersebut dan mengasah kembali bakat menarinya. Gadis remaja kelahiran 4 Juli 1995 ini mengaku sudah suka menari sejak kecil dan sering ikut pentas. Bahkan, guru TK-nya yang melihat potensi Ratna dalam bidang tari ini sampai memanggil orangtua Ratna dan menyarankan untuk mengikutkannya les tari. Saat duduk di bangku SD pun, seorang pemilik sanggar tari memintanya ikut les nari di sanggarnya tanpa bayar. Jadilah Ratna bocah belajar menari, dan hingga saat ini hobi tersebut masih ditekuninya. Tak jarang pula ia diajak temannya untuk pentas di hotel-hotel. Meski mengaku sempat gugup saat tes wawancara, mahasiswi semester tiga Jurusan Ekonomi Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial ini mengatakan menyiasatinya dengan berusaha rileks dan percaya diri bahwa ia mampu. Cara berkomunikasinya cukup bagus, maklum saja, karena ia juga kerap

menjadi MC dalam acara-acara internal kampus. Cita-cita anak kedua dari I Dewa Nyoman Oka dan IG Ayu Rai Yeningsih ini pun tak mulukmuluk. Ia berkeinginan menjadi guru multitalenta. Jadi, sebagai guru nanti, ia tak ingin hanya mentok mengajar akademis, namun ia ingin membagi lebih banyak yaitu terkait keterampilannya kini dalam bidang tari dan presenter. Kisah lain diungkapkan Komang David Darmawan. Meski awalnya mengaku ragu ketika ditunjuk mewakili fakultasnya mengikuti ajang ini, namun David berusaha menunjukkan kemampuan dirinya yang sudah diberikan kepercayaan. Tak ada persiapan khusus mengikuti pemilihan PPK ini karena semua serba mendadak. David yang memang memiliki bakat dan kemampuan menari, merias dan menyanyi, kali ini optimis dan percaya diri dengan menunjuk-

kan dua bakatnya sekaligus menjadi satu aksi panggung yakni menari sambil menyanyi (mawirama), pasti memberikan warna lain. “Kebetulan saya penari arja berperan sebagai Liku. Mungkin di mata juri itu yang membuat saya mendapatkan nilai plus,” ujar pria kelahiran 22 Oktober 1993 ini. Kegiatan lain mahasiswa semester tujuh Jurusan Sendratasik (Seni drama tari dan musik) Fakultas Ilmu Pendidikan Bahasa dan Seni ini adalah menjadi Ketua Seksi Kesenian di tempat tinggalnya di Banjar Pegok Sesetan. Ia juga mengajar di Sanggar Widya Bhakti Br. Pegok. Selain itu, di usianya yang baru 21 tahun, dengan keterampilannya merias, ia membuka usaha kecil-kecilan jasa merias wedding, prawedding Bali Modifikasi, juga menyewakan pakaian tari bali dan juga menerima private tari Bali. Salonnya ini ia beri nama KDD Collection, yang artinya Komang David Darmawan Collec-

tion. “Ya lumayanlah, belakangan ini saya sudah bisa bayar kuliah sendiri,” ujarnya. Putra bungsu dari pasutri I Made Arjana dan Ni Wayan Warsini ini mengisahkan pengalaman berkesannya. Dulu, saat masih mengenyam pendidikan di SMKI (SMKN 3) Sukawati, berat badannya 80 kg. Di sekolah seni ini David memilih jurusan tari. Praktis saja, dengan postur tubuhnya itu ia tak pernah terpilih mengikuti acara-acara sekolah. Namun, sejak kuliah ia ingin ada perubahan dalam dirinya. Ia yakin, jika memiliki niat yang sungguh-sungguh, pasti berhasil. Ia pun berhasil menurunkan berat badannya 20 kg. “Senangnya dan benar saja saat ini saya sering terpilih mengikuti acara kampus seperti ikut mengisi acara dalam pembukaan PKB kemarin, mengikuti Fragmentari mewakili IKIP PGRI Bali dalam acara Bali Mandara,” tuturnya. –Inten Indrawati


Bunda & Ananda

8

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Dampingi Anak Kerjakan PR Pulang sekolah, Gek Uti langsung membuka tasnya. Ia mengeluarkan buku Widyasari, buku penunjang materi Bahasa Bali kelas 2 SD. Buku tulis juga dikeluarkan. Tangan mungilnya pun sibuk menulis pekerjaan rumah (PR).

“K

alau su­ dah ada PR, dia langsung mengerja­k an. Pakaian sekolah belum diganti pun tak masalah. Yang penting PR beres dulu, baru makan. Sudah berapa kali diberitahu, PR bisa dikerjakan setelah ganti pakaian dan ma­ kan, tapi dia tidak mau,” ungkap Gung Yati, ibu Gek Uti. Saat mengerjakan PR, ia sa­n gat serius. Jika ada kesu­ litan, ia bertanya ke orangtua atau kakek-neneknya. Ketika mengerjakan PR Bahasa Bali, Gek Uti kesulitan untuk men­ jawab beberapa pertanyaan tentang tungkalikan (lawan kata). “Dulu waktu TK, dia malah sering minta gurunya memberi PR khususnya ber­ hitung,” kata Gung Yati yang rajin mendampingi putrinya saat mengerjakan PR. Namun, ada juga anak-anak yang mengerjakan PR di seko­ lah. Aktivitas ini biasanya di­ lakukan setelah pulang sekolah sembari menunggu jemputan. Sambil menunggu penjemput datang, anak-anak berkumpul untuk mengerjakan PR. Mer­ eka ber­a lasan, nanti sampai di rumah tidak sibuk lagi buat PR. Mengerjakan PR bersa­

ma ini menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi mereka. Anak-anak ini bisa berdiskusi kecil-kecilan. Ternyata tidak semua anak suka dengan PR. Ada sebagian anak masih merasa kebera­ tan jika dibebankan dengan PR. Apa sebenarnya misi dari guru memberikan PR untuk anak didiknya? “Pemberian PR kepada anak-anak itu sebagai upaya untuk mengulang ma­ teri pel­a jaran yang diberikan di sekolah, sehingga anak akan lebih memahami materi tersebut. Selain itu, dengan memberikan PR juga bertujuan untuk menumbuhkan moti­ vasi anak supaya mau belajar di rumah,” ujar I Gusti Ayu Rastiwi Arisanti, S.Pd., Wali Kelas IIIC SD Pelangi Dharma Nusantara. Realitanya, tak jarang ada anak yang tak akan belajar atau membuka buku pelajarannya jika tak ada PR. Jadi, dengan memberikan PR, mau tak mau anak harus membuka dan mem­ baca bukunya. Sebagai orangtua seharusnya mendampingi dan mengarahkan anaknya dalam mengerjakan PR. Karena sekarang, masih banyak orangtua siswa yang cuek den­ gan kegiatan anaknya, baik itu

Anak-anak memerlukan waktu untuk bermain

Tjok Minggu

Rastiwi

di sekolah maupun di rumah. Mungkin ini disebabkan oleh faktor kebutuhan ekonomi yang membuat mereka sibuk, seh­ ingga kurang memperhatikan perkembangan anaknya. Anak yang masih duduk di sekolah dasar masih sangat memerlukan perhatian yang lebih dari orangtuanya baik dalam mengerjakan PR maupun dalam kegiatan yang lain. Untuk itu ia mengimbau para orangtua murid supaya bisa menyisih­ kan waktu untuk memberikan perhatian kepada anaknya, terutama dalam membuat PR. “Minimal orangtua menanyakan pada anaknya bagaimana tadi di sekolah, apakah ada PR atau tidak. Sehingga, dapat membuat anak senang karena merasa diperhatikan dan membuat anak termotivasi untuk mem­ buat PR atau mengerjakan tugas lain yang diberikan di sekolah,” ujar Rastiwi.

Anak-anak kadang salah dalam menafsirkan belajar adalah membuat PR. Walau tidak ada PR, tetap harus belajar untuk menyiapkan pelajaran lainnya,” kata pendidik anak bangsa ini. Kepada guru pun diingat­ kan untuk tidak memberi PR

BUKU PENGHUBUNG Sementara itu Dra. Tjok ­Istri Mas Minggu Wathini, M.Pd. mengatakan PR bisa diberikan kepada siswa asal sesuai dengan kemampuan siswa. “Manfaat­ kan buku penghubung. Ketika guru memberikan PR, orangtua pun tahu. Selanjutnya orangtua memberikan keterangan, si anak sudah membuat PR dan ada tanda tangan orangtua. Buku penghubung ini menunjukkan antara guru dan orangtua samasama mengikuti perkembangan anak,” ujarnya. Ketua IGTKI Bali ini me­ nambahkan saat anak menger­ jakan PR, orangtua sebaiknya mendampingi. Tugas orangtua sebagai “guru” di rumah harus dijalankan dengan baik karena orangtua merupakan pendidik yang utama dan pertama. Jan­ gan sampai orangtua melimpah­ kan semua tanggung jawab pendidik­a n anaknya kepada sekolah. Ia juga mengakui ada orang­ tua yang meminta kepada guru untuk memberikan PR. “Kalau tidak ada PR, anak tidak mau belajar. Padahal belajar itu tidak harus dengan membuat PR.

terlalu banyak. Jika ada tiga mata pelajaran, jangan semua ada PR. Anak-anak juga perlu waktu untuk bermain dan ber­ sosialisasi dengan keluarga dan teman-temannya. Soal yang diberikan misalnya hanya 5 namun rutin tiap hari. Ini akan membuat anak termotivasi dari­ pada diberikan banyak tetapi tidak dikerjakan. Tjok Minggu yang juga Ketua Yayasan Raisma Putra menya­ rankan orangtua untuk meng­ ubah pola komunikasi dengan anak. Begitu anak pulang seko­ lah, jangan menanyakan apakah ada PR atau tidak. Sebaiknya awali dengan menanyakan ba­ gaimana aktivitasnya hari itu. Biarkan anak bercerita tentang kegiatan belajarnya di sekolah. Biasanya anak akan bercerita sendiri kalau ada PR dari guru­ nya. Jika ia tidak cerita, barulah dipancing dengan pertanyaan apakah ada PR atau tidak. – Ngurah Budi

Anak-anak membuat PR bersama

“Minimal orangtua menanyakan pada anaknya bagaimana tadi di sekolah, apakah ada PR atau tidak. Sehingga, dapat membuat anak senang karena merasa

1 - 7 SEPTEMBER 2014

17

Satu Terapi Banyak Manfaat

Gedung Victory di Jalan Moh. Yamin No. 37 Renon, Denpasar

P

erkembangan dunia yang makin pesat memicu perubahan gaya hidup manusia. Kesibukan akibat tuntutan gaya hidup yang serba tinggi berdampak terhadap penurunan kondisi ke­ sehatan secara umum. Penurunan kesehatan ini berpengaruh pada estetika seperti penuaan dini, kemerosotan fungsi hormon se­ hingga terjadi kerontokan rambut, serta pengeroposan tulang. Ini merupakan efek yang saling ber­ hubungan. Beragam solusi pun dicari untuk mengatasi permasalahan ini. Solusi untuk dunia medis dan dunia kecantikan pun bermuncul­ an. Namun, keperluan kesehatan tidak dapat sejalan dengan keper­ luan kecantikan. Banyak situs yang memberikan informasi dunia kecantikan seperti penanaman rambut, bedah plastik atau berbagai alternatif dengan penyuntikan botok atau tarik benang. Namun, solusi yang dita­ warkan ini membuat dilema bagi yang ingin mencoba atau sudah mencoba. Kadang muncul istilah “kalau mau penampilan keren jangan pikir tentang kesehatan”. Inilah yang merupakan suatu pilih­ an sulit dan dilematis. Dijelaskan juga tentang ke­ sehatan kulit wajah sangat erat dengan fungsi saraf dan hormonal karena 70% susunan saraf berada pada wajah sebagai panca indera. Pemakaian berbagai kimia yang terlalu keras akan merusak bah­ kan mengeroposkan tulang leher. Dari hasil survei menunjukan dari 10 wanita pemakai jenis TCA (jenis chemichal peeling dengan bahan pemutih) yang tinggi, 9 diantaranya mengalami gangguan hormonal serta pengeroposan tulang leher (cervical). Selain itu penggunaan mi­

noxidil sebagai serum penumbuh rambut juga sangat membahaya­ kan. Awalnya minoxidil digu­ nakan secara eksklusif sebagai obat tekanan darah tinggi yang kemudian memiliki efek samping menumbuhkan rambut. Namun, setelah dilakukan penelitian lagi, minoxidil ternyata dapat me­ nyebabkan kerontokan. “Kini jangan khawatir lagi ka­

ionthophoresis adalah teknik pe­ netrasi yang mengandalkan ion tu­ buh sehingga mampu membantu penetrasi serum ke dalam tubuh tanpa efek samping. “BLC Theraphy mampu me­ rangsang pertumbuhan sel baru untuk memperbaiki, menggantikan, dan menumbuhkan kembali sel tubuh yang rusak dan membantu mengatasi beragam masalah dari kulit, rambut, sampai permasalahan kesehatan,” jelas Diana. Ia menambahkan Victory di­ terima di dunia kesehatan in­ ternasional dan telah meraih hak paten dari Australia (Cer­ tificate of Granted) dengan nama “Improvised in General Body Health”. Keberhasilannya dalam menyumbangkan solusi di bidang kecantikan, penumbuhan rambut serta kesehatan secara keselu­ ruhan membuat BLC Theraphy merupakan solusi pertama di dunia yang menumbangkan istilah “kalau mau penampilan keren jangan pikir tentang kesehatan”. Kini hadir istilah yang lebih tepat, “cantik sekaligus sehat dalam proses yang non-invasif”.

Perawatan Tulang Bonus Perawatan Rambut Henry Kim, seorang pengusaha yang mempunyai keluhan di leher dan pinggang. Ia sampai tak bisa kerja karena makin hari makin sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter, Henry dinyatakan mengalami osteoporosis di leher dan pinggang. Untuk penyem­ buhan, ia disarankan operasi. Untuk menahan sakit, Henry mengonsumsi obat. Namun, keadaan makin memburuk. Tangan kanannya sudah digerakkan dan sering kesemutan. Kaki kirinya lemas dan tak kuat dipakai berjalan. Kondisi kesehatannya pun menurun drastic. Suatu ketika, Henry menonton televisi. Ia melihat kasus skoliosis dapat disembuhkan dengan BLC Therapy. “Saya pun mencoba terapi ini. Setelah tiga bulan masa perawatan, ada hasil yang menggembirakan. Leher dan pinggang tak lagi sakit atau kes­ emutan. Tangan kanan juga sudah bisa digerakkan secara normal. Bulan kelima, saya melakukan pemeriksaan. Ternyata penjepitan di leher sudah sembuh. Tulang belakang juga sudah tidak bengkok lagi,” kenangnya. Ia juga mendapat bonus perawatan rambut. Rambutnya yang sempat rontok dirawat dengan BLC Therapy sehingga tumbuh kembali. Henry merasa wajahnya juga menjadi seperti muda kembali.

Pemuatan di The Epoch Times

rena Victory telah berhasil mem­ berikan jawaban tepat melalui suatu pengembangan teknologi BLC Theraphy. Teknologi ini membuat Anda tampil cantik sekaligus men­ ingkatkan kesehat­an,” ujar Tanti Diana, penemu BLC Theraphy. CANTIK SEKALIGUS SEHAT Bio Living Cell (BLC) Thera­ phy adalah perawatan di bidang kesehatan dan kecantikan yang menggunakan proses natural tu­ buh melalui penggabungan serum kaya protein dan asam hialuronat dengan teknik iontophoresis. Pro­ tein dan asam hialuronat merupa­ kan zat penting yang ditemukan di dalam tubuh dimana terjadi regenerasi sel yang pesat. Teknik

diperhatikan dan membuat anak termotivasi untuk mem­ buat PR atau mengerjakan tugas lain yang diberikan di sekolah” Wajah Evi sebelum dan sesudah perawatan

Keberhasilannya ini termuat di The Epoch Time yang beredar di kawasan Asia Pasifik. Media ini memuat tentang BLC Theraphy merupakan terapi pertama di dunia yang mampu memberikan efek multifungsi dengan hasil yang lebih baik dari level operasi. Siaran TV Channel 7 di Australia juga menyatakan BLC Theraphy merupakan solusi yang paling tepat dan aman bagi dunia kecan­ tikan dan kesehatan. Sambutan keberhasilannya juga datang dari para ilmuan dunia yang mengatakan ini merupakan awal penemuan yang tepat bagi dunia medis dan estetika. Ini merupakan suatu yang sangat menggembira­ kan bagi kita semua karena layanan Victory telah hadir di Bali, jadi tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra ke luar negeri. BLC Therapy me­ nyediakan BLC for Hair, BLC for Health, dan BLC for Skin. Evi, seorang wanita yang meng­ alami permasalahan di kulit wajah­ nya mengaku sudah mencoba perawatan. “Metode perawatan BLC Therapy yang digunakan ternyata cukup ampuh untuk menghilangkan jerawat di wajah saya. Kini saya pun tampil lebih

percaya diri,” ujarnya. Kesaksian juga diungkapkan Agus yang wajahnya dulu berisi kutil. Setelah mendapat perawat­ an intensif, kutil di wajahnya hi­ lang. “Wajah saya menjadi bersih berkat BLC Therapy,” tegas pria berkumis ini.

Bagi Anda yang ingin membuk­ tikan satu terapi banyak manfaat ini, silakan berkonsultasi dengan tim Victory BLC Therapy, di Jalan Moh. Yamin No. 37 Renon, Denpasar. Telp. (0361) 247524, (0361) 7830730, www.victory­ blctherapy.com.


Kreasi

18

1 - 7 September 2014

“Ular Tangga Edukasi”

Salah Jawab Soal, Nilai Berkurang Bagi anak-anak, bermain ular tangga sangat seru. Saat berhenti di kotak tangga, pemain bisa menaiki tangga hingga ujung tangga. Tetapi, kalau apes, bertemu ekor ular, bersiaplah untuk melorot ke bawah. Sekarang permainan ular tangga tak harus pakai kertas. Gadget pun bisa dipakai. Bagaimana caranya? 100 kotak, buatan Ode hanya 49 kotak. “Biar hemat, kami pakai 49 saja. Kalau 100 kotaknya terlalu kecil, susah memainkan. Kalau 49, itu kan 7 kanan-kiri dan 7 atas bawah. Bentuknya simetris,” ujar siswa kelas XII SMKN 1 Denpasar ini Pemain yang sudah mengunduh game yang ada di-publish di gadget berbasis android atau iOS ini bisa memulai bermain dengan mengocok dadu. Setelah dadu menunjukkan angka, pemain mulai langkahnya. Tiap pemberhentian, akan ada soal yang harus diselesaikan, mulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian. Soal matematika sederhana ini harus dijawab dengan benar agar mendapat nilai. Jika benar, nilai yang diperoleh akan bertambah. Setelah melewati angka 1 sampai 28, pemain sudah lolos level I. Berikutnya di level II, mulai kotak no 29 sampai 35 juga ada soal. “Di level II, ada soal menyusun huruf agar menjadi sebuat kata dalam bahasa Inggris. Masingmasing kotak kami beri tiga soal. Kalau satu soal, terlalu mudah dan cepat,” ujar Ode. Level III (kotak no 36 sampai 42), pemain ular tangga diajak adu cepat menyusun puzzle. Ada 15 varian puzzle yang

“S

aya terinspirasi permainan ular tangga yang digemari anakanak. Di sisi lain, saya ingin ikut memberi kontribusi agar anakanak mau belajar. Akhirnya jadilah “Ular Tangga Edukasi” sebagai game edukasi,” ungkap I Gede Wira Sanjaya

yang membuat game ini bersama Alvin dan Maylinda. Wira yang akrab disapa Ode ini menuturkan mereka bertiga tergabung dalam AMO studio diwajibkan memuat aplikasi games. Setelah melalui pemikiran yang matang, tercetuslah ide kreatif untuk mengombinasikan permainan dengan belajar berhitung. Kalau hanya berhitung saja, mereka yakin, anak-anak akan bosan. Cara permainan ular tangga edukasi ini agak berbeda dengan ular tangga biasa. Jika ular tangga biasa berisi

1 - 7 September 2014

pun nilainya bisa kecil,” ujar putra pasangan I Nyoman Widnyana-AA Alit Dwijati Puspasari ini. Ode menambahkan game yang dia buat ini menyasar anakanak TK dan SD yang sudah melek gadget. Karakter yang bisa dipilih pemain adalah ayam warna biru, merah, kuning, atau hijau. “Ular Tangga Edukasi” yang unik dan kreatif ini memang sengaja dibuat berbeda dengan aplikasi lain. Sistem permainannya pun dibuat mudah. –Ngurah Budi

Story

7

Anakku Keponakanku Setengah tersenyum Rukmini, 46, (bukan nama sebenarnya) menyisir dan mengikat rambut Tina yang panjang, hitam dan lebat. Usai mengikat rambut anaknya itu, suaminya telah siap mengantarkannya ke sekolah. Tina yang jutek itu pun menyalaminya dan berangkat sekolah dengan riang. Ia berlari mengibas-kibaskan rambut ekor kuda yang baru saja dirapikan oleh ibunya itu.

R

disiapkan. Level IV (kotak 43 sampai 49) ada game bermain warna. Warna harus diurutkan sesuai perintah. Namun, sebelumnya posisi warna diacak. Jika pemain bisa melangkah sampai kotak no 49, pemain mendapatkan piala dan skor akan tercatat. “Kalau semua lolos, tentu cepat sampai no 49. Tetapi, kalau kena ular dan harus turun, ya lebih lama prosesnya. Jika salah menjawab soal, nilai dikurangi. Bagi yang lolos sampai angka 49

Life

ambut gadis yang berpakaian seragam putih dan biru ini, bergelombang, tidak sama dengan rambut Rukmini yang lurus dan tipis. Kulit Tina terlihat putih mulus. Agak berbeda dengan kulit kakak perempuannya yang sawo matang. Model wajah Tina yang tirus juga berbeda sekali dengan wajah kakaknya yang cenderung oval. Begitu juga dengan perawakannya. Jika kakaknya bertubuh agak bongsor, Tina malah sebaliknya, langsing. Ia kelihatan lebih langsing dibandingkan kakaknya. Meski wajah Tina berbeda dengan kakaknya, ciri-ciri fisik dan perawakan Tina termasuk garis wajahnya, mirip dengan Rukmini dan suaminya. Namun, siapa sangka jika Tina bukan anak dari Rukmini. Para tetangga sebelumnya menganggap Tina adalah anak kedua dari Rukmini dan suaminya. Karena sejak bayi merah ketika mereka pindah pertama kali di tempatnya tinggal sekarang di Kota Mataram, Tina sudah dirawat dan dibesarkan oleh Rukmini. Tina dan kakaknya yang beda usia dua tahun itu, tumbuh bersama. Mereka seperti sebuah keluarga yang bahagia. Karena Tina dan kakaknya sama-sama manja pada orangtuanya. Hingga akhirnya seiring berjalannya waktu, terkuaklah kisah bahwa Tina bukan anak Rukmini melainkan anak suaminya. Lalu, siapakah ibu Tina? Kisah ibu Tina inilah yang kerap membuat Rukmini menangis. Perempuan yang hatinya lapang ini, pernah didera rasa sakit yang luar biasa akibat dikhianati suaminya. Namun, ia bersabar dan menerima keadaan itu de­ ngan keluasan hatinya termasuk menerima Tina, si bayi merah yang meninggalkan luka baginya seumur hidup itu. Tina sesungguhnya adalah anak dari adik kandung Rukmini, Teresa (nama samaran), yang semasa gadis tinggal bersamanya. Ia datang dari Pulau Jawa sebagai daerah asal mereka, ikut merantau bersama Rukmini dan suaminya. “Waktu itu tiap pagi sampai siang saya berdagang sembako di pasar. Saya tidak menyangka

yang bohong, biar Tuhan saja yang tahu,” kata Rukmini sambil tertawa. Mungkin karena pernah sakit yang teramat sangat membuat ia tampak benar ia sudah tidak peduli lagi pada peristiwa itu. Ia ingin berbagi kisah ini sebagai pelajaran bagi orang lain. Namun ia meminta untuk tidak menyebutkan identitasnya. “Biarkan orang mengambil kisah saya sebagai pelajaran tidak perlu mengetahui siapa kami semua,” katanya.

semua akhirnya jadi begini,” kata Rukmini mengenang cerita sedihnya 13 tahun lalu itu. Rukmini berangkat ke pasar untuk berdagang tiap pukul 07.30, di antar suaminya. Di pasar itu ia memiliki sebuah lapak yang lumayan laris. Menurut Rukmini, ketika ia tinggal berdagang, suaminya yang bekerja serabutan itu rupanya selalu pulang ke rumah sekitar pukul 11. 00. “Katanya mau istirahat,” ujar Rukmini pendek. Tidak sedikit pun rasa curiga dalam hati Rukmini, karena adiknya juga kala masih berusia 18 tahun.

PEMBALUT UTUH Hingga suatu hari, ia memperhatikan jika tubuh adiknya itu bertambah gemuk. Awalnya ia tidak curiga. Setelah beberapa bulan kemudian ia melihat adiknya kerap muntah-muntah dan perubahan fisiknya makin terlihat dengan perut yang berisi. Tadinya ia bicara berdua dengan suaminya mendiskusikan tentang kondisi adiknya itu. Dengan bijak suaminya itu mengatakan bahwa mungkin ia masuk angin. “Saya lihat dia santai saja sehingga saya juga berpikir adik saya sakit karena masuk angin,” katanya. Itu berlangsung beberapa hari sam-

Ia melihat suaminya sayang pada adiknya itu sewajarnya saja. “Saya tahu adik saya tidak nakal. Karena itulah saya tidak curiga sedikit pun,” katanya. Apalagi suaminya itu ia kenal sebagai laki-laki yang baik, pendiam dan tidak pernah minum-minuman keras atau lainnya. Ia orang rumahan. Di balik kebaikan suaminya itu, Rukmini tidak tahu bahwa sesuatu telah terjadi pada adiknya. “Menurut cerita adik saya, suaminya memaksa alias memperkosanya. Tetapi menurut suami saya mereka suka sama suka. Entah siapa yang jujur dan siapa

pai akhirnya kecurigaannya sepertinya menyambung dengan situasi beberapa bulan terakhir ia memperhatikan adiknya tidak pernah haid. Ia tidak pernah minta dibelikan pembalut lagi dan pembalut miliknya masih utuh sesuai dengan jumlah pemakaiannya sendiri saja. Rukmini akhirnya bertanya pada adiknya dan meminta adiknya berterus terang. “Sambil menangis dia mengakui kalau dirinya kemungkinan hamil,” katanya. Rukmini pun mendesak agar adiknya yang tadinya sama sekali tidak mau bicara, un-

tuk membuka suara dan mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas janin dalam rahimnya itu. Saat ia bertanya tentang hal itu, rupanya suaminya mendengar obrolan itu sehingga ia pergi entah ke mana. Suara sepeda motornya keras dan mengebut seperti orang tengah melarikan diri. “Bagaikan tertabrak kereta api, tubuh saya seperti tertindih kuat sekali ketika akhirnya adik saya mengaku kalau anak yang dikandungnya itu adalah anak suami saya,” kata Rukmini yang mengaku kala itu ia langsung jatuh lemas setengah pingsan. Adiknya itu menangis di kakinya dan memohon agar ia mau memaafkannya. Untungnya Rukmini masih berkepala dingin. Dalam sikapnya yang diam, ia menanti suaminya pulang yang seharian itu tak tampak batang hidungnya. Tengah malam baru ia kembali dan langsung menabrak dan memeluk tubuh Rukmini untuk meminta maaf. Perempuan sabar itu hanya terdiam dan dalam satu hentakan, ia menempeleng suaminya itu hingga terjungkal ke sudut ruangan. Lelaki itu menerima perlakuan Rukmini tanpa membalasanya. Untungnya ia sadar bahwa apa yang dilakukannya itu telah diinsyafinya dengan rasa menyesal. Menghadapi situasi itu, Rukmini yang tidak memiliki sanak saudara di Mataram itu, harus memikirkan sendiri jalan keluarnya. Meski sakit hati yang teramat sangat, ia meminta adiknya untuk segera pergi dari rumahnya sesaat setelah ia melahirkan. Kehamilannya itu ditutupi dari para tetangga. Selama hamil, adiknya itu tidak diperbolehkan keluar ruamh, kebetulan saat itu kehamilannya sudah berusia tujuh bulan. Dua bulan kemudian Tina lahir. Te­ngah malam ia dan suaminya mengantarkan sang adik ke rumah sakit. Usai melahirkan dan mendapatkan perawatan yang cukup, Rukmini memulangkan adiknya itu tanpa kembali ke rumahnya melainkan langsung menuju Jawa. Sedangkan anaknya, Tina, mereka bawa pulang. Sejak itulah Tina dirawat oleh Rukmini seperti anaknya sendiri. Ia hanya tidak ingin melihat ibu dari Tina meski ia adalah adiknya. “Biar sakit hati saya tidak kambuh lagi,” katanya sedih. Untuk menghindari gunjingan tetangga, Rukmini rela meninggalkan kontrakannya itu dan pindah ke kontrakan baru sehingga orang menganggap Tina adalah bayi Rukmini sebagai anak kedua dari ia dan suaminya. Sampai saat ini, menurut Rukmini, Tina tidak mengetahui kalau ia bukan ibu kandungnya. Rukmini menyayangi keponakannya itu seperti ia menyayangi anaknya sendiri. Ia sendiri tidak tahu entah sampai kapan rahasia perjalanan hidupnya ini bisa disimpannya. -Naniek I. Taufan


Woman on Top

6

1 - 7 September 2014

1 - 7 September 2014

Dulu Antena Sekarang Streaming

Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E., Ak, M.Si., Ph.D

Tugas Itu Kepercayaan, bukan Beban Salah satu terobosan yang sedang dilakukan oleh Universitas Udayana saat ini adalah ­optimalisasi Kampus Bukit Jimbaran. Gedung-gedung yang dulunya tidak terurus dan lahan yang gersang disulap menjadi gedung perkuliahan yang memenuhi standar untuk perkuliahan kelas internasional dan areal parkir yang tertata serta kebun yang asri. Kawasan yang dipakai tempat kuliah berbagai program internasional yang di­miliki univer­sitas ini dikenal dengan nama areal Center for International Programs atau yang dikenal dengan CIP.

T

erobosan ini membuat Universitas Udayana semakin dilirik oleh mahasiswa asing sebagai tempat untuk kuliah, baik yang non-degree maupun degree program. Terobosan ini tidak sesederhana yang terlihat, karena ternyata banyak tantangan yang harus dihadapi. Tantangan tidak saja dalam hal teknis, tetapi juga dalam hal non-teknis, karena memerlukan dukungan seluruh civitas akademika, terutama para pembuat kebijakan di tataran universitas, dosen, staf dan pengelola semua program internasional. Salah satu nama yang bisa dilirik dibalik berbagai terobosan ini adalah Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E. Ak., M.Si, Ph.D. Setelah menamatkan PhD dalam bidang akuntansi dari University of Groningen, The Netherlands, Mimba, demikian biasa dia disapa, diminta memimpin IBSN, salah satu program internasional di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang mempunyai jumlah mahasiswa terbesar di Unud, sekitar 500 mahasiswa Jerman setiap tahunnya. IBSN adalah program internasional pertama yang memindahkan perkuliahan mahasiswa asing dari kampus di Denpasar ke kampus di Bukit Jimbaran pada tahun 2011, karena daya tampung kelas yang makin terbatas. “Berbagai penolakan sempat muncul pada tahap awal perpindahan ini. Fasilitas belajar mengajar yang memadai dan suasana lingkungan yang asri, dengan pelan tapi pasti bisa memupus keraguan berbagai pihak atas pemindahan perkuliahan mahasiswa asing ke kampus di Bukit Jimbaran,” ujar Mimba. Pengalaman pahit getir yang dia alami selama lima tahun menimba ilmu di negeri orang, membuat dia lebih siap menghadapi tantangan serta mampu berinteraksi dengan international stakeholders. Mimba menyampaikan dengan jumlah beasiswa yang sangat terbatas waktu itu, selama belajar, dia harus menjalani kehidupan terpisah dengan keluarga dan buah hatinya. Di samping itu, dia harus naik sepeda ke kampus menempuh jarak sekitar 18 km pulang pergi setiap harinya. Tantangan dia rasakan makin berat, tatkala anak ketiga lahir di Belanda, sementara dia juga harus menyelesaikan perkuliahan tepat waktu. Pola makan juga disesuaikan, tidak bisa makan nasi dan menu Indonesia setiap hari. Seringkali ia meminjam istilah ‘yang beriman’ untuk merujuk ke menu, kalau lagi kumpul dan masak bersama dengan mahasiswa lain dari Indonesia. “Misalnya kalau membuat nasi goreng udang, itu dimasak tanpa memakai udang. Ketika ada yang menanyakan mana udangnya, maka jawabannya adalah hanya orang-orang beriman yang melihat udangnya”, kenangnya sembari tertawa. Iklim yang sangat berbeda dengan cuaca yang sangat ekstrim, membuat tantangan tidak saja dalam hal akademis tetapi juga dalam hal nonakademis.

Ni Putu Sri Harta Mimba bersama keluarga

Mulai tahun 2013, Mimba dipercaya sebagai Direktur Center for International Programs (CIP) yang memiliki dua divisi, International Office dan Quality Assurance. Ini merupakan tantangan tersendiri, karena merupakan unit baru di lingkungan Universitas Udayana dan tupoksi dari unit ini yang sangat komprehensif, seperti mengembangkan international networking dan international program, mendorong lebih banyak lagi dosen dan mahasiswa yang melanjutkan studi di luar negeri, serta meningkatkan jumlah mahasiswa asing yang belajar di Universitas Udayana. Mimba sangat bersyukur, dia mendapat dukungan penuh keluarga dan universitas. Anak pasangan I Made Yasa Mimba, BA dan Ni Wayan Resmiathi Giri, BA, yang lahir di Malang, 41 tahun yang lalu, serta ibu dari tiga orang anak ini (Angga, Anggi dan Gita), juga aktif menulis di beberapa jurnal internasional serta sebagai reviewer dan presenter di berbagai seminar internasional di bidang akuntansi. Mimba juga aktif sebagai PIC dari beberapa seminar internasional yang diadakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan di lingkungan universitas. Terkait dengan kemahasiswaan, wanita yang suka traveling ini beberapa kali dilibatkan sebagai juri di berbagai lomba ilmiah tingkat nasional yang diadakan di fakultasnya. Mimba yang pernah menjadi mahasiswa berprestasi utama Universitas Udayana tahun 1994, sempat juga dilibatkan dalam seleksi mahasiswa berprestasi di fakultasnya.

MANAJEMEN WAKTU Di luar berbagai aktivitas di kampus, Mimba juga pernah ikut di APEC Projecton Human Resources di Seoul dan Tokyo tahun 2012 dan 2013. “Ini adalah pengalaman yang sangat berharga sebagai salah satu duta Indonesia di tingkat internasional. Beberapa international training juga pernah saya ikuti, seperti di Glasgow University, Scotland dan Massey University, New Zealand tahun 2013,” ujar mantan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Bali ini. Di periode kepengurusannya, bersama komisioner lainnya mereka membuat beberapa terobosan, seperti didukungnya program tidak bersiaran selama Nyepi oleh lembaga penyiaran, penayangan Tri Sandya oleh semua lembaga penyiaran lokal dan nasional yang ber-SSJ, lomba artikel tentang penyiaran serta KPID Awards. Mimba yang mempunyai hobi menyanyi ini, mempunyai semboyan hidup terus berusaha dan pantang menyerah. “Semboyan ini sangat sederhana, tetapi tidak sesederhana dalam penerapannya. Saya berusaha melihat berbagai tugas yang diberikan kepada saya lebih sebagai kepercayaan, bukan beban,” ujar penyuka warna hitam dan putih ini. Tantangan yang dihadapi sebagai wanita yang tinggal di Bali, tidak saja tantangan di bidang pekerjaan, tetapi juga urusan domestik dan bermasyarakat. Walaupun dia sudah berusaha menerapkan manajemen waktu, sebagai seorang ibu dia sangat berharap lebih bisa berbagai waktu dengan keluarga. Quality time menjadi sangat penting untuk diterapkan. Salah satu cara untuk membagi waktu adalah dengan manajemen waktu memakai bantuan fasilitas telepon genggam. “Saya usahakan untuk mencatat dulu semua kegiatan yang akan dilakukan, baik kegiatan akademis maupun kegiatan domestik. Setelah itu saya akan memberikan skala prioritas terhadap kegiatan-kegiatan yang kebetulan bersamaan. Bila tidak bisa dijadwal ulang, maka dengan bantuan fasilitas kalender, saya akan dengan mudah menentukan mengikut kegiatan yang lama. Saya usahakan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan akademis di rumah sambil menunggui anak belajar atau membuat pekerjaan rumah. Saya berharap anak akan termotivasi belajar bila dia melihat orang tuanya belajar. Motivasi belajar anak sangat penting,” tegas istri Ketut Udi Prayudi, S.E., S.H., M.H. seraya mengatakan dukungan keluarga sangat besar. Terkait dengan tugas kantor, stafnya bisa menelepon dia kapan saja dan dimana saja. Konsultasi bisa dilakukan via email dan media sosial lainnya. –Ngurah Budi

Sudut Pandang

19

“Di radio, aku dengar, lagu kesayanganmu Kutelepon di rumahmu sedang apa sayangku Kuharap engkau mendengar dan katakan rindu” Begitulah sekilas bait lagu yang popular di tahun 1986, yang dinyanyikan Gombloh. Saat itu, orang begitu antusias dengan keberadaan radio se­bagai salah satu media hiburan. Mulai dari lagu favorit, drama radio dan drama lokal Bali, sangat melekat di hati pendengarnya. Bahkan, tak jarang penyiar radio menjadi idola baik tua maupun muda. Namun, apakah radio masih eksis di zaman sekarang?

M

enurut Putu Ariyanti, media radio masih tetap eksis. Namun, memang ia akui, penikmatnya tak seramai dulu. “Waktu saya kecil, ada sandiwara radio yang sangat terkenal . Kami selalu menunggu di radio, agar tahu kelanjutan ceritanya. Sekarang ini, rasanya media televisi lebih mendominasi, karena kita bisa melihat visual gambar sehingga lebih menarik,” tutur anggota KPU Kabupaten Bangli ini. Apalagi, kata Ariyanti, tempat tinggalnya di Bangli, sangat sulit menangkap siaran radio. “Sinyal­ nya kurang bagus,” imbuhnya. Namun, menurutnya, radio pemerintah masih tetap eksis karena masih digunakan untuk siaran dalam kampanye pemilu. “Kadang, saya juga diundang menjadi pembicara, saat-saat kampanye pemilu,” katanya. Menurut Ariyanti, radio pemerintah masih bisa ditangkap dengan baik. Namun, acaranya tentu lebih banyak berita dan informasi dan lebih serius dibandingkan radio-radio swasta bergaya anak muda. Biasanya, banyak orang memanfaatkan, sembari menyetir mobil, mereka mendengarkan siaran radio. Tetapi, sinyal kadang tidak bagus ketika mendengarkan radio saat mengemudi. “Biasanya di mobil jika ingin mendengar musik, saya menyetel music dari CD saja. Daripada kelamaan mencari-cari sinyal yang kurang bagus. Mungkin karena jarak juga menjadi penyebab,” kata Ariyanti. Dengan perkembangan teknologi, menurutnya, anakanak muda, lebih suka browsing di internet. Apalagi, saat ini, ponsel yang sudah dilengkapi dengan internet memudahkan siapa saja untuk berselancar di dunia maya. “Contohnya anak-anak saya. Mereka lebih suka browsing internet untuk mencari informasi,” ucapnya. Penuturan Tiara lain lagi. Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Denpasar ini me­ ngatakan, mendengarkan radio juga bisa dilakukan lewat internet,

namanya radio streaming. Namun, menurut Tiara, tetap saja, lebih afdol kalau melihat visual gambar. Jadi menurutnya, media televisi lebih menarik. Dulu, kata Tiara, ia memang ngefans dengan salah satu radio swasta yang bergaya anak muda. Namun, dengan perkembangan teknologi gadget yang lebih menarik, ia lebih suka memanfaatkan media sosial untuk mencari hiburan dibandingkan radio. RADIO KOMUNITAS Harus diakui sejak diciptakan oleh Michael Farady pada abad 19, perkembangan radio dibandingkan alat komunikasi lainnya relatif tertinggal. Namun, banyak hal menarik yang dapat dikemukakan berkaitan dengan radio, terutama jika dimanfaatkan sebagai media pembelajaran atau edukasi. AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda mengatakan memanfaatkan radio dapat dilakukan dengan cara yang serius maupun santai. “Ini adalah kekuatan utama yang barangkali dapat dikemas agar radio memiliki kedayagunaan yang maksimal. Setiap orang dapat memiliki cara yang unik untuk memperoleh informasi melalui media ini. Misalnya, mendengar informasi sambil mengerjakan tugas-tugas rutin. Para ibu rumah tangga dapat memperoleh informasi sambil memasak di dapur dan mengerjakan tugas-tugas rumah,” ujar Dekan Fakultas Hukum Undiknas ini. Para karyawan tetap dapat meng-up date informasi sambil mengerjakan tugas kantor. Bahkan orang dapat memperoleh informasi sambil istirahat maupun menjelang tidur di malam hari. Jika menggunakan istilah keren, radio adalah media multitasking. Dapat mengerjakan beberapa hal saat bersamaan,” paparnya. Radio termasuk sumber informasi yang murah dibandingkan dengan media informasi yang lain. Ditengah perkembangan ekonomi yang diperkirakan kurang menguntungkan karena kebijakan penyesuaian BBM, nampaknya pilihan mendengarkan informasi melalui radio mungkin menjadi

AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda

Putu Ariyanti

Putu Suprapti Santy Sastra

hal yang baik. Namun, kemasan informasi menjadi kunci utama. Membeli televisi atau perangkat teknologi (gadget) pasti lebih mahal dibandingkan radio. Jangkauan radio juga relatif lebih luas dibandingkan sumber informasi lainnya. Dengan kemajuan teknologi, radio streaming dapat menjangkau seluruh belahan dunia. Jika ini dikemas secara lebih menarik, maka pembelajar­ an melalui radio akan memiliki keunggulan dibandingkan media konvensional lainnya. Cakupan dan kemampuan up date informasi radio melebihi koran konvensional, buku dan lainnya. “Radio tidak memerlukan tingkat pengetahuan yang tinggi untuk mengaksesnya. Bandingkan dengan komputer atau smartphone untuk memperoleh informasi. Sehingga semua golongan baik anak-anak tua dan muda, berpendidikan tinggi atau tidak, mudah memanfaatkannya. Radio tidak mengenal gagap teknologi untuk pengoperasiannya,” lanjut ibu dua anak ini. Namun, ada beberapa catatan menarik yang dikatakannya harus dipahami agar radio tetap memiliki kemampuan yang maksimal untuk menjadi alternatif pembelajaran bagi generasi muda. Radio hendaknya diarahkan pada radio komunitas agar penyampaian informasi lebih spesifik, jika memang radio ingin dijadikan media pembelajaran. Jika tidak, maka penyampaian informasi menjadi sangat general atau umum karena pendengarnya tidak ter­segmentasi. Terkait dengan radio komunitas, Gung Sri mengatakan kalangan akademisi atau pengelola pendidik­an dapat menjadi ujung tombaknya. Jurusan komunikasi dapat membuat radio yang digunakan untuk berbagai informasi dan sekaligus mempraktikkan pengetahuan komunikasinya. Para petani dapat mendirikan radio komunitas agrobisnis, untuk mengedukasi para petani dalam mengelola dan menafaatkan hasil panennya. Para seniman dapat memperkenalkan berbagai aktivitas sehingga seni dan budaya se-

makin dikenal dan dipertahankan. Demikian juga para siswa maupun himpunan mahasiswa dari berbagai jurusan dapat memanfaatkan radio sebagai media pembelajaran dan penyebaran informasi yang lebih tersegmentasi. “Kemajuan teknologi informasi dapat menjadikan radio terdepan dalam menyampaikan informasi yang tidak kalah cepat dengan televisi. Dengan menggunakan OB Van, radio dapat mendatangi sumber informasi dan menyampaikannya langsung kepada masyarakat. Namun, jika dibandingkan dengan televisi tentunya akan kurang menarik karena sifat radio yang auditif sedangkan televisi adalah audiovisual. Disinilah tantangan yang harus dipahami bagi pengelolaan radio jika ingin tetap menjadi pilihan masyarakat dalam mengupdate informasi,”katanya.

memutar lagu lagu daerah, ada yang hanya memutar semua jenis lagu dari Indonesia, ada yang hanya memutar lagu dangdut, ada yang hanya menyiarkan berita dan talkshow, dan ada pula yang mengombinasikan semuanya baik menyiarkan informasi, talkshow, maupun hiburan. Berkembang pesatnya jumlah stasiun radio juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Dengan perkembangan internet yang pesat, muncullah radio streaming yang memanfaatkan internet sebagai media penyiaran berbeda dengan radio konvensional yang menggunakan antena sebagai pemancar. Asyiknya lagi karena menggunakan jaringan internet, siaran sebuah radio dapat didengarkan secara global. Hal tersebut dibenarkan oleh Putu Suprapti Santy Sastra, S.H.CHt,CI yang biasa disapa Santy Sastra, dan sudah menjadi penyiar sejak 1975. Ia mengakui perkembangan radio sekarang maju pesat dibanding era 1980-an. Kini radio punya segmentasi msing-masing dan tidak hanya bersifat sebagai media hiburan namun orientasi sudah lebih ke arah bisnis dan dikelola secara profesional. Sebagai layaknya sebuah industri, tidak peduli di kota besar ataupun kecil, berprofesi di radio bisa menjadi sangat menjanjikan. “Para penyiarnya pun sudah lebih profesional artinya sudah memandang sebagai profesi dibanding hanya sekadar hobi. Karena dari seorang penyiar memiliki jenjang karier selanjutnya sebagai presenter ataupun MC yang semakin terbuka nyata,” ucap ibu dua anak ini. Ia juga tidak berhenti berinovasi dengan kreativitas dan tak pernah lelah. Setelah sukses dan berpengalaman di dunia radio konvensional pada 6 April 2012 membuat penetrasi dengan membuat radio berbasis internet. Berikutnya berkat ketenaran sebagai penyiar juga, ia mendapat kesempatan sebagai dubber maupun MC di berbagai acara.

KEKUATAN TRANSFORMASI Sebagai media yang terus berkembang di era digital, radio tetap dapat menjangkau masyarakat lokal bahkan hingga di seluruh dunia. Karenanya , tidak salah ketika Organisasi Pendidikan dan Kebudayaan Dunia, UNESCO mengakui radio sebagai media yang memiliki kekuatan untuk tranformasi masyarakat. Murah, cepat, dan menjangkau pelosok. Begitu pula imajinasi pendengar radio yang tidak bisa digantikan audiovisual ataupun barisan tulisan media cetak. Masih ingat dengan sandiwara radio “Saur Sepuh” yang memiliki tempat di hati pendengar radio. Bagaimana seorang pendengar mau tetap mendengarkan setiap episode tanpa menggeser gelombang radionya. Tentu itu menjadi kekuatan sendiri bagi radio. Tapi juga bukan berarti radio terus berkutat di keindahan masa lalu. Praktisi radio pastinya perlu mengeksplorasi diri terus menerus untuk mempertahankan pendengar masing-masing. Buktinya saatnya banyak sekali stasiun stasiun radio bermunculan. Masing masing punya segmentasi pendengar tersendiri. Ada yang

–Wirati Astiti/Sri Ardhini


Nine

20

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Melestarikan Karawiti dengan Resep Tradisional

Dengan terampil, tangan Hafsah, perempuan setengah baya ­meng­olah kulit sapi menjadi penganan khas Bima bernama ­Karawiti. ­Mengolah kulit sapi menjadi karawiti telah dilakoni oleh Hafsah ­secara turun temurun. Dan ia menjadi salah seorang “pewaris” keahlian membuat kuliner tradisional ini.

H

Hafsah

afsah yang sejak usia remaja telah mempelajari pembuatan karawiti, kini menghabiskan lebih dari separuh usianya untuk melakoni pekerjaan ini. Ia tidak hanya membuat karawiti melainkan juga menjualnya sendiri dengan cara berkeliling dan juga berjualan di pasar. Membuat dan menjual karawiti jadi mata pencahariannya. Tidak hanya itu, keberlangsung­ an usaha rumah tangga ini juga diwariskan secara turun temurun. Maka tidak heran, di Sila Bima, -khususnya dimana terdapat dua kampung yang beberapa warganya masih membuat karawiti-, jika dahulu nenek buyutnya dikenal sebagai pembuat dan penjual karawiti maka turunan berikutnya juga memiliki keahlian yang sama dan memilih profesi juga sebagai pembuat dan penjual karawiti sebagai penopang ekonomi keluarga. Kini, tidak banyak lagi orang Bima yang secara konsisten melestarikan kuliner-kuliner khas seperti ini karena mengonsumsi kuliner tradisional sudah mulai banyak ditinggalkan. Di samping

itu, langkanya para pembuat dan penjual kuliner ini, membuatnya relatif sulit ditemukan. Namun, Hafsah masih tetap setia menjadi pembuat dan penjual kuliner karawiti hingga kini. Dengan keahlian dan konsistensinya itu, Hafsah termasuk salah seorang dari tidak banyak lagi pelestari kuliner tradisional ini. “Ibu dan nenek saya juga dulu kerjanya membuat dan berjualan karawiti,” ujarnya. Karena itulah, dari kampungnya Dorowila, Sila di Bima, makan­ an khas orang Mbojo kini masih bisa dinikmati karawiti dengan rasa yang tidak berubah dari dulu hingga kini. Bukan rasanya saja yang tidak berubah melainkan juga cara pengolahannya yang sederhana khas makanan tradisional. Karawiti yang terbuat dari seluruh kulit badan sapi termasuk kulit kepala ini memiliki ciri berwarna hitam dengan campuran santan kental, kelapa parut dan irisan bulat belimbing wuluh. Uniknya, bumbu karawiti adalah semua bumbu mentah, tidak dimasak lebih dahulu. “Semua bumbu yang dipakai adalah bumbu mentah, itulah kekhasan

karawiti,” kata Hafsah yang tetap bertahan dengan cara pembuatan karawiti secara tradisonal. Seperti juga makanan khas Mbojo lainnya yang benar-benar tradisional, bumbu inti dan bumbu pelengkap karawiti tidak dimasak melainkan merupakan bumbu-bumbu mentah. Karena berbumbu mentah inilah, Hafsah selalu menyajikan dagangan karawitinya dalam keadaan segar. “Karawiti segar hanya bertahan sekitar enam jam saja,” ungkapnya. Karawiti biasa dikonsumsi sebagai camilan. Meski murni terbuat dari kulit sapi tanpa campuran lain, karawiti bukan merupakan lauk yang mendampingi makan nasi melainkan merupakan camilan saja walau pun ada juga yang akhirnya menjadikannya lauk namun tetap dianggap sebagai camilan. Rasanya gurih dan kenyal. Di pasar-pasar tradisional di Bima, masih dapat ditemui makanan khas ini dengan penataan bentuk yang khas pula sehingga dari jauh mudah mengidentifikasinya. Biasanya karawiti dijual dengan membuat tumpukan membukit dalam sebuah wadah dan penjualnya akan mengorek sisi terluar pada bagian yang berada di hadapannya mulai dari bawah hingga tumpuk­ an atasnya longsor sedikit demi sedikit. Cara menata dan menjual seperti ini merupakan salah satu keunikan karawiti karena dari dulu hingga kini perlakuan tersebut tidak pernah berubah. Selain dijajakan di pasar-pasar tradisional, karawiti juga dijajakan dengan cara dijual berkeliling dalam perkampungan. Para pembuat dan penjual karawiti biasanya berasal dari sekitar tempat-tempat penjagalan ternak di mana mudah mendapatkan kulit sapi sebagai bahan bakunya. Dua kampung yang masih setia melestarikan karawiti dengan rasa asli dan pengolahan cara tradisional di Bima adalah di Kampo Sigi dan Dorowila, Sila Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Para pembuat dan penjual karawiti dari dua kampung inilah yang masih tetap menjaga keaslian makanan khas ini. Dari sinilah karawiti berasal. Dua kampung ini merupakan sentra penjagalan ternak terutama sapi dan kerbau untuk kebutuhan masyarakat di Kecamatan Bolo. Karena itulah, secara turun temurun makanan khas ini masih dilestarikan. Para pembuat dan penjual

Karawiti, kuliner khas Bima

karawiti dari dua kampung inilah yang menjajakan dagangannya hingga ke desa-desa hingga kecamatan tetangga. Mereka meng­ olah karawiti di pagi dan sore hari. Jika pengolahannya pagi hari, maka mereka berjualan pada sore harinya. Namun jika pengolahan dilakukan sore hari maka akan dijual keesokan paginya. Kekhasan karawiti inilah yang membuat kuliner ini tidak pernah hilang dari daftar menu makanan asli suku Mbojo. Hal ini juga yang membuat karawiti menjadi usaha rumah tangga secara turun temurun. Selain menjual untuk konsumsi

umum, kini karawiti juga mulai kerap menjadi menu pelengkap dalam acara-acara resepsi yang dipesan secara khusus. Pengolahan dan penggunaan bahan serta bumbu yang alami, tanpa bahan pengawet, membuat karawiti hanya mampu bertahan baik untuk dimakan tidak lebih dari delapan jam. Di tangan Hafsah dan juga para pembuat karawiti lain yang jumlahnya sudah tidak banyak lagi, karawiti, kuliner khas yang tetap mempertahankan keaslian bahan, rasa dan tata cara peng­ olahannya secara tradisional. -Naniek I. Taufan

Inspirasi

1 - 7 SEPTEMBER 2014

5

AA Ayu Ketut Agung

Kelilingi Istana Negara Momen peringatan Hari Kemerdekaan RI ­tahun ini terasa sangat istimewa bagi AA Ayu Ketut Agung. ­Pasalnya, ­untuk ­ketiga kalinya ia diundang ke ­Istana Negara. Kedatangannya kali ini untuk ­menghadiri ­upacara penurunan ­bendera pusaka ­dalam rangka mem­peringati ­Dirgahayu Indonesia yang ke-69, ­ Minggu (17/8) sore.

S

ejak pagi Bu Agung ­ ersama tim Sab lon Agung, yakni Sagung Inten dan Wayan Erni ­sudah sibuk menangani tata rias dan ­busana tengkuluk ­l elunakan yang dikenakan 36 ­p enabuh dari The Ary Suta Center Gamelan ­Philharmonic yang juga akan tampil saat upacara penurunan bendera tersebut. Pada 17 Agustus siang, Bu Agung sudah berada di Istana Negara. Sementara menunggu berlangsungnya acara, oleh salah seorang staf istana, Bu Agung berkesempatan mengelilingi Istana Negara selama lebih kurang dua jam. Menjelang detik-detik penurunan Sang Merah Putih, para undangan disambut iringan gamelan The Ary Suta Center Gamelan Philharmonic pimpinan Otie Ary Suta, yang membawakan 17 lagu sekar gaduh. Penampilan mereka dalam balutan busana ikon Kota Denpasar, tengkuluk lelunakan tersebut disambut meriah. Bahkan usai acara, tak sedikit undangan berfoto bersama penabuh. Hal yang sama dialami Bu Agung. Ia tak menyangka banyak orang mengenal dirinya. Salah satunya, istri seorang TNI. “Ibu Agung dari Bali kan? Kemarin saya menonton Ibu di acara She Can You Can. Bagus sekali, lanjutkan ya Bu,” ujarnya seraya meminta berfoto bersama Bu Agung. SHE CAN YOU CAN Sabtu (16/8), Bu Agung tampil dalam acara She Can You Can yang ditayangkan Trans7 pukul 09.30 Wita,

sebagai perempuan inspiratif dari Bali. Shooting yang berlangsung lima hari tersebut, mengambil beberapa lokasi, yakni di Singaraja dan lebih difokuskan di Denpasar, di tempat kediaman Ibu Ida Ayu Asiawati Oka. Dalam tayangan ini dikisahkan alur perjalanan aktifitas seorang Bu Agung yang komit melestarikan budaya Bali lewat keterampilan tata rias yang dimilikinya. Keterampilannya itu pun kemudian dibagi kepada masyarakat luas, dengan memberikan pelatihan-pelatihan tata rias dan mengenalkan busana adat Bali yang baik dan benar. Dalam tiap roadshow-nya itu, pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agung ini selalu menyelipkan materi kiat praktis membuat sanggul Bali (pusung tagel), sanggul modern, dan tengkuluk lelunakan. Eksistensinya inilah yang membuat Bu Agung dipercaya untuk merias Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono dalam setiap pembukaan Pesta Kesenian Bali selama masa pemerintahannya. Kini dengan mulai maraknya orang-orang Bali hingga orang luar Bali memakai busana tengkuluk lelunakan dalam acara-acara khusus, perempuan kelahiran 30 Oktober 1959 ini mengaku terharu sekaligus bangga. Kesungguhan, ketekunan dan kerja kerasnya membuahkan hasil. Selain menembus Istana Negara, beberapa organisasi wanita juga telah mengenakannya, salah satunya oleh

istri-istri kepala kopertis se-Indonesia dan Kemendikbud saat berkegiatan di Bali. Termasuk, wisatawan asing yang tak mau melewatkan liburannya ke Bali tanpa mendokumentasikan dirinya berbusana adat Bali. Berhasilnya busana tengkuluk lelunakan ini masuk Istana Negara, dikatakan Bu Agung tak lepas dari peranan Otie Ary Suta yang selalu men-support dan tak pernah absen mengenakan busana adat Bali dalam tiap pementasan grup gamelan yang dipimpinnya itu. “Semua ini berkat dukungan semua pihak dan masyarakat luas,” ujar peraih APP (Anugerah Peduli Pendidikan) Award 2013 dari Kemendikbud ini. Sementara, tayangan aktifitas Bu Agung dalam acara She Can You Can tersebut tepat sehari sebelum peringatan HUT Kemerdekaan RI di Jakarta, dikatakan Bu Agung juga cukup berdampak luas. Apalagi, presenter Shahnaz Haque yang memandu acara tersebut juga tampil cantik dalam balutan busana tengkuluk lelunakan. “Jadilah, ketika bertemu muka langsung dengan Bu Agung dan sekaligus melihat tampilan prima The Ary Suta Center Gamelan Philharmonic, banyak undangan yang hadir di sana penasaran dan ingin tahu yang akhirnya meminta foto bersama,” ujar Bu Agung saat ditemui di selasela persiapan lomba karya keterampilan anak kejar paket B, yang akan tampil 31 Agustus s.d. 5 September 2014 di Kemendikbud, Jakarta.

Shahnaz Haque (kiri) bersama Bu Agung dalam acara She Can You Can

Diskon 50% Kursus Tata Rias di LKP Agung Hanya Rp 4,5 Juta

n 50%

Kursus Sampai Bisa dan Bersertifikat Disko Tata kecantikan kulit (perawatan muka, make up wajah, perawatan kaki dan tangan, perawatan tubuh) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Tata Kecantikan Rambut (potong, kriting, blow, set, sanggul, creambath, pelurusan, dan cat rambut) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Tata Rias pengantin (payas nista, madya, utama, modifikasi, tengkuluk lelunakan) senilai Rp 3 juta Rp 1,5 juta Total biaya kursus Rp 9 juta Hanya Rp 4,5 juta *Disediakan beasiswa kursus gratis dengan syarat dan ketentuan berlaku Sekretariat LKP Agung: Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar. Tlp. 0361-233850, 231985, faks. 0361 247153. Cabang Tohpati, Jalan WR. ­Supratman No. 303 A, Tohpati, Denpasar. Email: lkp_agung@yahoo.com. website: www.salonagung.com.


4

Inspirasi

1 - 7 SEPTEMBER 2014

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Mandalika

21

Oleh-oleh Khas Seganteng Harmonisasi dalam Tri Hita Karana Dr. I Made Suarta, S.H.,M.Hum.

Bertempat di Ruang Auditorium Redha Gunawan di kampus IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., yang kembali terpilih secara aklamasi, dilantik Jumat (29/8). Disaksikan perwakilan Ko­ pertis Wilayah VIII, Ketua PD PGRI Bali Wenten Aryasudha, Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PT IKIP PGRI Bali, dan ­segenap civitas kampus, Made Suarta dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Ketua Yayasan Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M. Pd. didampingi Ida Pedanda.

Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. bersama istri Dra. Ni Made Ariyatni, M.Pd.

S

ebelumnya, telah pula dilakukan upacara mejaya-jaya sebagai wujud rasa syukur dan memohon kesucian kepada Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) untuk memulai sesuatu. Dalam kepemimpinannya kini, Made Suarta kembali menegaskan bahwa terwujudnya kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi bisa dicapai dengan keharmonisan Tri Hita Karana, yakni hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya. Keharmonisan itu dimulai dari kampus sebagai rumah kedua. “Jika sudah harmonis, akan me­ nimbulkan rasa nyaman, ide-ide muncul dan inpiratif. Dalam kondisi inilah kita akan bisa memajukan kampus IKIP PGRI Bali tercinta ini,” ujarnya. Dari apa yang dicapainya kini, ia tak pernah berharap lebih. “Tekuni saja apa yang menjadi profesi dan tanggung jawab Anda. Lakukan apa yang bisa Anda lakukan. Tuhan akan melakukan apa yang tak bisa Anda lakukan.” Prinsip inilah yang selalu menjadi dasarnya berpijak yang selalu be­ kerja tanpa pamrih. PEGAWAI PERTAMA JADI REKTOR Garis tangan seseorang tak bisa ditebak. Begitu halnya dengan perjalan karir Made Suarta yang kini kembali didapuk menjabat

Rektor IKIP PGRI Bali masa bakti 2014-2018. Mungkin tak banyak orang yang tahu, bahwa Made Suarta dulu hanya sebagai pegawai biasa di IKIP PGRI Bali yang merangkap menjadi juru ketik, seksi konsumsi, dan tukang sapu. Karena itu, ia tahu betul sejarah dan seluk-beluk IKIP PGRI Bali. Pria bersahaja ini terpilih secara aklamasi menjadi rektor periode pertama (2010-2014), menggantikan posisi Redha ��������� Gunawan (alm). Sejak dilantik 17 September 2010, banyak gebrakan baru yang dibuatnya. Di antaranya, peningkatan kesejah­teraan pegawai dan dosen dengan kenaikan gaji; peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik dengan mem­ berikan beasiswa kepada do­sen yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-2 dan S-3, masingmasing sebesar ­­Rp 10 juta dan ­Rp 15 juta. Di bidang nonakademis, dibuat Rektor Cup yang melibatkan perguruan tinggi se-Bali. Pelaksanaan Rektor Cup ini kata Made Suarta selain untuk menjalin tali persahabatan antarkampus, juga untuk mengukur kualitas dan kemampuan para atlet Bali, khususnya atlet IKIP PGRI Bali, sebagai evaluasi persiapan dirinya bertarung ke kancah nasional hingga internasional. Selain bidang olahraga yang memang sarat dengan prestasi, Made Suarta yang seniman arja ini juga membentuk Prembon Inovatif IKIP PGRI Bali. Ini bukan

semata-mata karena ia menggeluti bidang seni tari dan suara tersebut, namun karena ia melihat ada potensi dan bakat besar dari mahasiswa. “Saya hanya ingin mengarahkan dan memberi wadah berkesenian mereka,” ujarnya. Prembon ini pun sudah kerap ­ngayah di beberapa Pura, dan tampil perdana di PKB 2012, berlanjut dalam PKB 2013 yang mendapat sambutan luar biasa para penonton dan penikmat seni. Karier yang dicapainya kini, dikatakan ayah tiga anak, Rendra, Wulan, dan Gema ini tak lepas dari peran pendahulunya almarhum Redha Gunawan yang memberikan motivasi dan menariknya ke IKIP PGRI Bali, serta peran keluarganya yang mendukung secara moril dan material. “Utamanya sesuunan saya yang telah memberikan petunjuk dan jalan dalam tiap langkah saya,” ujarnya. Made Suarta dulu hanyalah seorang remaja yatim dari keluarga tak mampu yang menetapkan cita-citanya sejak kecil menjadi guru. Itu karena kekagumannya pada sosok guru yang dinilainya pintar dan serbabisa. “Guru itu hebat, ditanya apa saja tahu,” pikir Suarta saat duduk di bangku SD. Dengan perekonomian yang pas-pasan, mengandalkan ibu yang hanya pedagang canang, dan bantuan kakak-kakaknya, Made Suarta bisa melanjutkan pen­

didikan tingginya di FKIP Singaraja. Baru berjalan 3 semester, sang ibu meninggal. Karena mempertimbangkan kedua adiknya yang harus tu­ rut dipikirkan, ia mengorbankan ­k aliahnya dan kembali ke Denpasar, mencari pekerjaan. Tahun 1983 Made Suarta di­ pekerjakan di IKIP oleh Redha Gunawan (alm.) yang saat itu masih menjabat PR II sebagai juru ketik. Saat itu ia sibuk membuat surat-surat untuk proses pendirian IKIP Made Suarta melakukan upacara mejaya-jaya PGRI Bali yang sebelum dilantik menjadi rektor diresmikan 25 Agustus 1985. “Karena itu saya memilih jurusan Bahasa Indonesia. tahu betul lika-liku perjalanan “Kamu harus berhasil”, demikian sejarah IKIP PGRI Bali,” ujarnya. selalu motivasi Redha Gunawan Meski sebagai pegawai, obsesi yang selalu mendukung Suarta Made Suarta untuk menjadi guru dalam bidang pendidikan. tak pernah pupus. Selepas jam Pemilik KSP Coblong Pamor kerja sebagai pegawai, ia melan­ ini menamatkan S-1 nya tahun jutkan kuliahnya di IKIP PGRI Bali. 1988 dan diangkat menjadi dosen Ia pun menjadi mahasiswa angkat­ tetap yayasan setahun kemudian. an pertama IKIP PGRI Bali dan Tahun 1991 ia diangkat sebagai dosen kopertis. Ia sempat menjabat wakil bendara yayasan, Ketua PS D-2 PGTK, dan PR II, sebelum akhirnya menjadi Rektor IKIP PGRI Bali. Meski disibukkan dengan kegiatan kampus, pria kelahiran 25 Oktober 1962 dari pasutri Nyoman Buda (alm.) dan Nyoman Rening (almh.), sesekali ia masih menjalankan aktivitas berkeseniannya sebagai seniman arja. Sebagai bentuk penghormatannya kepada almarhum orangtuanya, ia pun mendirikan Yayasan Dharma Sunu Mandare yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan agama. Nama itu pun diambil dari singkatan nama orangtuanya dan memiliki makna kewajiban seorang anak kepada orangtuanya. Yayasan ini menaungi PG/TK Lingga Murthi School yang sudah beroperasi Pelantikan Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. Made Suarta, masa bakti 2014-2018 sejak 2010. –ten

Berkarung-karung plastik transparan krupuk kulit di tata tiap hari di Pasar Mandalika Mataram, untuk dijual. Krupuk kulit ini berasal dari sentra pembuatan krupuk kulit yang sangat dikenal di Mataram, yakni dari Seganteng Cakranegara. Krupuk ini kerap menjadi oleh-oleh khas Kota Mataram karena rasanya yang gurih dan renyah.

K

rupuk kulit kulit-kulit sapi segar untuk Lombok atau pembuatan krupuk. Rupanya, yang dikenal inilah kunci kegurihan dan redengan krunyahnya krupuk yang berasal puk kulit Seganteng bisa dari Seganteng ini. diperoleh di hampir semua Kulit-kulit sapi biasanya pasar tradisional di Mataram. tersedia di penjagalan-penjagBerbagai kualitas krupuk alan di Mataram dan Lombok kulit bisa didapatkan. Selain sekitarnya. Serta, ada juga di pasar-pasar tradisional, yang datang dari luar pulau oleh-oleh krupuk ini juga bisa Lombok. Ketelitian dalam diperoleh di rumah-rumah menjalankan usaha ini, rupapenduduk di Seganteng. Dinya menjadi faktor penting jual langsung di rumah-rumah yang tidak bisa diabaikan warga yang memiliki usaha begitu saja jika ingin bertahan pembuatan krupuk kulit. lama. Pandai berhitung akan Usaha pembuatan krusangat membantu lancarnya puk kulit sapi di Seganteng usaha ini. Mataram sudah dimulai seKrupuk kulit sapi biasa jak puluhan tahun dan tidak diproduksi dengan cara diiris pernah mati. Dari dua kamdan dibelah atau yang dikenal pung di Cakranegara inilah, Kulit sapi kering dipotong-potong sebelum diproses dengan nama krupuk iris dan menjadi aluman Seganteng Gubuk Pande dan tipis. Di pasar-pasar tradisi­ Seganteng Karang Monjok inilah kulit sapi, pengerokan bulu-bulu, onal di Mataram, krupuk kulit iris berkarung-karung plastik krupuk pemilahan dan pengirisan, aluman lebih banyak dijual dibandingkan kulit diproduksi setiap harinya. (gorengan krupuk kulit yang per- krupuk tipis. Karena rata-rata Aktivitas pembuatan krupuk kulit tama), hingga penggorengan utuh pembuat krupuk kulit lebih bandi sini berputar lancar. dan pengepakan sampai distribusi yak memproduksi krupuk iris karUsaha turun-temurun ini te- ke pasar-pasar. Hal ini disebabkan ena pembuatannya relatif mudah lah menjadikan dua Seganteng permintaan krupuk kulit yang cu- dan cepat. tersebut dikenal sebagai peng- kup banyak dan tiada henti. “Jadi, hasil krupuk kulit yang gurih dan tiap hari persediaan krupuk kulit berkualitas di Mataram. Selain selalu ada,” kata Tasnim, dijual di pasar-pasar tradisional di penjual krupuk kulit di Mataram, baik pasar induk mau- Pasar Kebon Roek. pun pasar kecil, krupuk kulit sapi Untuk bisa menSeganteng juga dipasarkan di selu- jaga keberlanjutan ruh pulau Lombok maupun keluar usaha ini, bukannya pulau seperti pulau Sumbawa dan tanpa kendala. Salah Bali. “Bahkan, oleh-oleh krupuk satu kendala yang kulit Seganteng sudah sampai berarti adalah persekeluar negeri, seperti Hongkong, diaan kulit sapi yang Jepang, Singapura dan lainnya,” menurut Salmah, tidak ungkap Salmah, salah seorang banyak. Masing-masing pedagang krupuk kulit. pembuat krupuk kulit ini Rata-rata warga di sana mem- hanya bisa dapat maksimal dua punyai usaha pembuatan camilan kulit sapi. Selama ini para pemkriuk ini. Kegiatan pembuatan buat krupuk kulit selalu berlangyang direndam dalam minyak krupuk kulit sapi tidak pernah ganan kulit sapi pada penjagalan Krupuk tipis mendidih, proses aluman berhenti. Setiap hari terus ber- yang ada di Mataram dan Lombok proses mulai dari pembelian Tengah. Mereka biasanya mencari ­Sedang­kan untuk krupuk tipis, terbilang bisa dihitung pengusahanya. Pembuatannya yang rumit dan butuh ketelatenan serta ketekunan menjadi alasan tidak banyak yang memilih membuat krupuk tipis meskipun harganya lebih mahal ketimbang krupuk iris. Proses pembuatannya jika dilihat tidak terlalu rumit, namun jika dikerjakan tidak segampang yang dibayangkan. Bagaimana tidak, untuk mengolah puluhan kilogram kulit sapi tersebut harus dikerjakan oleh mereka yang sudah terbiasa agar produksi berjalan lancer, mengingat setiap hari krupuk kulit harus didistribusikan ke pasar-pasar. Pengolahannya dimulai dengan merebus kulit sapi yang segar selama lebih kurang 30 menit kemudian dilanjutkan Salah satu aktivitas pembuatan krupuk kulit sapi di Seganteng dengan mengerik bulu-bulu sapi

Krupuk kulit sapi iris, siap dipasarkan

dengan pisau khusus yang tajam. Setelah itu kulit sapi dipisahkan bagian dalamnya yang berlendir dengan kulit biasa lalu diiris-iris memanjang dan digarami secukupnya. Kemudian dijemur selama dua atau tiga hari hingga benar-benar kering. Jika musim hujan tiba, penjemuran kulit sapi memakan waktu lebih lama dan dibantu dengan pemanasan dengan api yang khusus dibuat di sekitar penjemuran krupuk kulit. Ini harus dilakukan. Jika tidak kering betul krupuk akan terasa pahit. Rasa pahit ini disebabkan ulat yang berasal dari telur lalat yang mengerubungi kulit saat dijemur dan telat

kering. Proses selanjutnya, kulit sapi dipotong-potong sesuai kebutuhan, dilanjutkan dengan menggoreng pertama kali yang disebut aluman. Kulit sapi yang sudah kering dibuat aluman (goreng pertama dengan cara direndam) menggunakan minyak goreng putih. “Proses aluman ini dilakukan selama lebih dari lima jam,” ujar Salmah. Aluman kulit sapi ini bisa bertahan berbulanbulan sebelum digoreng mekar. Sebagai oleh-oleh, krupuk kulit sapi bisa diperoleh dalam dua macam, yakni yang sudah digoreng matang atau alumannya (yang digoreng setengah matang). Untuk menjamin kualitas rasa krupuk yang empuk dan gurih, aluman digoreng setengah matang menggunakan minyak goreng putih. Menggorengnya pun harus diawali dengan api yang kecil agar hasilnya mengembang bagus,” tambahnya. -Naniek I. Taufan

Proses penjemuran yang mengandalkan sinar matahari


Metropolitan

22

Raih Impian dengan Integritas Siapa tidak kenal dengan motivator ulung Merry Riana? Kisah enterpreneur, best selling author, dan motivational speaker yang inspiratif ini sering dibahas di media massa dan elektro­ nik. Sejumlah bukunya, seperti A Gift From A Friend (2006) dan biografinya “Mimpi Sejuta Dollar” (2011) menjadi best seller.

K

Anda?” ujar wanita kelahiran Mei 1980 kepada Tabloid Tokoh. “Jika jawabannya tidak, lalu bagaimana mungkin Anda berharap untuk bisa mencapai kesuksesan dalam hidup ini. Motivasi adalah salah satu aset terbesar untuk sukses,” tandas Merry. Ada dua cara mendapatkan motivasi, yakni internal (dari dalam diri sendiri) dan eksternal (baik dari buku, seminar, lagu, radio, TV show yang inspiratif, dll). Diri Anda, tegas Merry, merupakan sumber terhebat untuk mendapatkan motivasi. Namun, ada saatnya dimana Anda juga harus melihat dan mendengar

3

Swan Dewi

Merry Riana

emampuannya memotivasi, menginspirasi orang memang tidak diragukan lagi. Begitu banyak orang yang telah tergerak untuk menggapai mimpimimpinya setelah mendengar Merry berbicara ataupun membaca buku-bukunya. Tak heran kalau setiap acara yang menghadirkan Merry Riana sebagai pembicara selalu saja ramai peserta. Uniknya, banyak di antara peserta itu, mengaku bukan baru sekali datang mendengarkan wanita cantik ini berbicara, tapi berkali-kali. Mereka merasa motivasi harus terus menerus ‘diisi’ agar selalu semangat dalam menggapai mimpi. Menurut Merry, motivasi adalah satu kata yang selalu dicari setiap orang apabila menemui hambatan dalam langkahlangkahnya. Motivasi adalah salah satu aset terbesar untuk sukses. “Saat ini mungkin saja Anda adalah salah satu orang yang membutuhkan motivasi. Apakah Anda memiliki motivasi dalam diri

Sosialita

1 - 7 September 2014

1 - 7 September 2014

Istimewa di New Melati Kamis, 28 Agustus 2014, merupakan hari yang paling istimewa bagi Swan Dewi dan keluarganya. Salon New Melati yang berlokasi di Jalan ­Blam­bangan 1 (Jalan Ahmad Yani Utara) Denpasar, resmi re-opening. Salon yang dirintis dari tiga generasi ini, merupakan salon pusat, dari salon New Melati yang sudah membuka cabang di Jalan Badak Agung Renon.

Suasana seminar

orang lain yang sudah mencapai mimpinya dan melampaui hambatan dalam kehidupannya, sehingga kisah mereka dapat memotivasi diri Anda. Terkait dengan itu pula, maka Merry Riana menggelar Inspire Indonesia Conference 2014 bertajuk ‘Stairway to Success’ pada 6 September 2014 di ICC Kemayoran, Jakarta Pusat. Seminar ini boleh dibilang salah satu seminar terakbar yang digelar Merry, karena yang akan berbicara bukan hanya Merry sendiri tapi juga beberapa motivator top Indonesia. Mereka yang akan membagikan rahasia sukses kepada para peserta antara lain; Tung Desem Waringin--The Most Powerful People & Idea in Business versi Majalah SWA, Pembicara dan Pelatih Sukses No. 1 di Indonesia versi Majalah Marketing--- dan James Gwee--- Indonesia’s Favourite Trainer & Seminar Speaker, Author of 3 Consecutive National Best Selling books. “Motivasi yang akan Anda dapat dari orangorang hebat ini harus Anda tanamkan di dalam diri Anda. Sehingga, ketika Anda jatuh, suluh motivasi yang sudah tertanam dalam diri Anda akan membantu untuk membangkitkan kembali dari kegagalan,” ujar peraih Most Powerful Women Award 2012 ini. Dalam seminar nanti, Merry akan membagikan tentang hal yang berhubungan dengan ‘action’, sebagaimana terdapat dalam bukunya yang berjudul ‘Langkah

Sejuta Suluh’. Ia akan membagikan tiga pilar kesuksesan yakni: Mentor---Mentor akan bertindak seperti guru yang mengajarkan kita untuk berani mengambil langkah pertama, memberikan arahan dan masukan kepada kita agar kita bisa menjadi lebih baik lagi. Partner---Partner adalah teman dekat dan sahabat yang ada di sebelah kita. Mereka adalah pelengkap dari kekurangan kita. “Menemukan partner yang tepat merupakan hal yang sangat penting dalam hidup saya,” katanya. Tim---Memiliki sekelompok orang yang mempunyai visi dan misi yang sama, akan membuat semangat kita semakin besar dan membuat kita lebih cepat untuk mendapatkan impian kita. Rencana bakal digelarnya seminar tersebut mendapat respons hangat dari masyarakat. Setidaknya, sampai H-9 telah 1600 orang lebih mendaftarkan diri. Jumlah ini, diperkirakan akan terus bertambah mengingat acara baru akan dilaksanakan pada 6 September. Bagi yang ingin mendaftar, bisa melalui SMS ke 0878 2999 dengan format T_<NAMA>_<EMAIL> Menjawab pertanyaan tentang adanya kekhawatiran gagal sehingga membuat orang takut melangkah, Merry menyarankan untuk tidak khawatir. Beranilah mengambil langkah yang pertama. “Memang, tidak ada yang memastikan bila ikut bertanding pasti ada kemenangan.Tapi sudah dapat dipastikan, jika Anda tak ikut pertandingan, Anda takkan menang. Saya memiliki prinsip, lebih baik gagal dalam perjuangan meraih cita-cita daripada gagal tanpa tahu bagaimana rasanya berjuang,” tegas Merry. “Mengambil tindakan terus-

menerus dan melakukan apapun yang diperlukan untuk mencapai apa yang kita benar-benar inginkan. Selain itu, patuhi aturan. Karena ada aturan-aturan yang harus dipatuhi dalam usaha kita mencapai puncak. Berapa pun harganya untuk kita, dan apapun akibatnya, aturan ini harus dipegang teguh tanpa terkecuali. Aturan ‘emas’ ini disebut integritas,” paparnya. Menurutnya, hal ini adalah suatu hal yang tidak boleh dikompromikan oleh kita kapan pun juga. Karena tanpa integritas, tidak ada fondasi dasar yang kokoh untuk kesuksesan kita. “Kita dapat saja membangun karier semampu kita. Tapi tanpa integritas, semuanya itu bisa hilang runtuh dalam waktu semalam saja. Dalam usaha keras kita, pastikan bahwa apa yang kita lakukan itu baik secara moral, hukum dan etika”. Tentu, akan lebih mudah untuk mencapai sukses dengan mengikuti aturan moral, hukum dan etika daripada berakhir di penjara. Atau lebih buruk lagi, menghadapi perasaan bersalah kita. Ketika kita bekerja keras menggapai impian kita setiap harinya, tentunya kita ingin dapat pulang ke rumah dan tidur dengan nyenyak. Kita tidak ingin dihantui perasaan bersalah karena melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani. “Saya rasa saya tidak akan pernah cukup menegaskan ini. Tetapi setidaknya, saya akan mengatakannya sekali lagi. Jangan pernah menukar apapun dengan suara hati kita. Itu tidak sepadan! Raihlah impian kita dengan integritas. Tidak ada jalan lain!” tegas Merry menutup pembicaraan. –Diana Runtu

Ritual room

S

Ruang make up pengantin

alon kecantikan yang sudah eksis dan dikenal masyarakat Kota Denpasar ini awalnya bernama Salon Melati, dibuka tahun 1953 di Jalan Kartini ­No­mor 115

Denpasar oleh Ketut Sandri yang merupakan generasi pertama dan nenek dari Swan Dewi. Tahun 1971, Wisilawati, anak dari Ketut Sandri ikut membantu di salon. Tahun 1978, Wisilawati

Sukma Dewi (kiri) bersama costumer New Melati

sebagai generasi kedua, resmi membuka salon New Melati di Jalan Abimanyu 23 Denpasar. Kemudian tahun 1988, salon pindah ke Jalan Blambangan 1 Denpasar, yang merupakan tempat tinggal Wisilawati bersama keluarganya. Tahun 1997, Swan Dewi yang merupakan generasi ketiga, meneruskan salon New Melati. Dewi, begitu ia akrab disapa, mengembangkan sayap New Melati dan membuka cabang di Jalan Badak Agung, Renon. Dalam mengelola New Melati, Dewi dibantu kedua saudaranya, Trisna Dewi, dan Sukma Dewi. Trisna bagian urusan manajemen salon dan Sukma sebagai desainer gaun pesta dan pengantin. Dewi mengatakan sangat bersyukur, New Melati tetap eksis dan terus dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Bali umumnya dan Denpasar khususnya. Bangunan salon yang berlokasi di Jalan Blambangan ini sudah berusia 26 tahun. Akhirnya, disepakati, untuk direnovasi. New Melati Salon and Bridal juga bekerja sama dengan brand internasional Kerastase Paris yang fokus pada hair treatment untuk mengatasi kulit kepala dan batang rambut. Kini, New Melati memiliki ruangan khusus yang dinamakan ritual room. Di ruangan ini, segala masalah kulit kepala sensitif, kerontokan, ketombe, masalah

Artis Sigi Wimala dan Dewi

batang rambut, akan ditangani dengan baik. Selain itu, konsumen juga mendapatkan pelayanan rileksasi massage selama dua jam. Menurut Dewi, sebelum menggunakan produk Kerastase, rambut akan di-scan terlebih dahulu untuk mengetahui masalah kulit kepala. Setelah diketahui kondisi dan masalahnya, apakah rambut rontok, atau ketombe atau sensitif, akan diberikan solusi. Paket perawatan ini sangat spesial karena jika lima kali perawatan, konsumen akan mendapatkan satu kali gratis perawatan. Selain istimewa dari ­K erastase, New Melati juga memberikan pelayanan spesial bagi calon pengantin. Ada ruangan khusus untuk make up calon pasangan ­pengantin. Bridal room yang luas dan terpajang pakaian pengantin. PENAMPILAN MERUPAKAN ASET Re-opening New Melati menjadi sangat spesial karena kedatangan artis cantik Sigi Wimala, yang merupakan “Ambassador Family Kerastase”. Artis cantik ini berbagi pengalaman dengan para undangan yang sebagian besar merupakan kaum sosialita di Denpasar.

Trisna Dewi (kanan) bersama costumer New Melati

Sigi menuturkan, sebagai model, rambutnya sering di­utakatik untuk berbagai tatanan. Tak jarang, karena efek negatif zat kimia, rambutnya menjadi kaku dan kering, Selain itu, kata Sigi, perubahan hormon juga dapat membuat kerontokan rambut, termasuk stres dan makanan tidak sehat. Apalagi, Sigi mengatakan, kegiatannya banyak berada di luar ruangan. “Rambut saya se­ ring di-blow, sering kena panas matahari, memang agak susah menghindari kerusakan rambut. Belum lagi, masalah rambut juga bisa terjadi karena hormon, stres atau makanan yang tidak sehat,” tutur Sigi. Akhirnya, atas nasihat teman, ia mencoba produk Kerastase. Ternyata, hasilnya sangat memuaskan. Kerastase berhasil memberikan solusi dari permasalahan rambutnya. Tahun 2010, ketika ia ditawari sebagai Ambassador ­Family ­Kerastase, Sigi tak ragu lagi menerimanya, karena ia sudah merasakan manfaatnya. Menurutnya, dengan penggunaan produk Keras­tase, ia mengibaratkan sebagai investasi untuk masa depan. Bagi dirinya penampilan merupakan aset dalam berkarier. Education Manager Kerastase Veronica mengatakan, ada beberapa produk dari Kerastase untuk rambut sensitif, ketombe, berminyak, dan rontok. Yang paling terbaru, adalah menambah jumlah kepadatan rambut, ­sebanyak 1700 helai dalam tiga bulan. Ia menilai, dengan produk Kerastase ini, masyarakat Bali tak perlu khawatir dengan efek sinar matahari yang terik. Karena apapun masalah kulit kepala dan batang rambut, Kerastase memberikan solusi terbaik. Swan Dewi juga menyatakan New Melati memberikan pelayanan terbaik bagi Anda dalam hair treatment karena didukung staf yang sudah terlatih dan rasakan kenyamanan dan keistimewaan hari pernikahan Anda, dengan sentuhan New Melati. -ast


Ekspresso DAri daPUr Redaksi

1 - 7 SEPTEMBER 2014

2

GORO-GORO

KEADILAN

Ayo Ikut

Festival Keluarga 2014

Suasana senam massal dalam acara Festival Keluarga Tokoh 2013 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar

W

aktu terus berlalu. Tak terasa, Agustus terlewati, September pun datang. September ceria pun menjadi momen yang berkesan bagi kami. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tokoh bersama Kelompok Media Bali

Post kembali menghadirkan Festival Keluarga. Tahun ini, acara bertajuk “Festival Keluarga Tokoh 2014. Sejuk Bersama Coolant” dilaksanakan Minggu, 28 September di lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar mulai pukul 06.30. ­Acaranya sepeda gembira, jalan sehat, senam massal, baz­z ar makan­an, games, dan door prize. Hadiah ­utama­nya sebuah

mobil Daihatsu Ayla. Tunggu apa lagi, silakan daf­ tarkan diri Anda dan keluarga di Sekretariat Tokoh, Sekretariat Bali Post, dan Sekretariat Samas. Hanya dengan Rp 15 ribu, Anda bisa mendapatkan tiket dan satu botol Coolant, minuman ion dan penyejuk. Sambil ber­ olahraga, Anda bisa menikmati wisata kuliner, pemeriksaan kesehatan, dan jika beruntung pulang bawa hadiah.

Don’t Judge the Book by It’s Cover

Hari itu seperti biasa, saya berangkat kerja pukul 6.30, tentu saja dengan mengendarai motor butut hasil kerja keras saya selama ini. Tapi sayang sekali, kita memang harus menghadapi yang namanya “bad day” atau hari yang kadang menjengkelkan. Tepat 100 meter dari tempat kerja, motor saya mogok di tengah jalan. Padahal bensin masih lumayan penuh. Dengan penuh kebingungan saya berhenti dan mendorong motor saya ke pinggir jalan. Saya sangat sadar di sekitar tempat itu,tidak ada satupun bengkel motor yang buka. Saya putuskan dengan sangat terpaksa, saya menggiring motor saya sambil berjalan pelan. Tibatiba ada seorang laki-laki menyapa saya dari belakang. Saya menoleh, waduh, perawakannya tinggi kekar. Rambutnya gondrong, lengannya bertato, beranting, bercelana sobek, dan berkacamata hitam. Menurut saya agak seram begitu. Dengan jantung berdegup, saya terpaksa tersenyum kepadanya sambil berdoa, mudah-mudahan orang ini tidak berbuat macammacam karena kebetulan jalan masih sepi. “Mogok ya motornya Gek,

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

boleh saya lihat?” Dengan agak gugup saya mengiyakan saja. Sekali lagi, pikiran negatif itu datang. Semoga orang ini memang tulus mau membantu, kata saya dalam hati. Saya membiarkan orang itu meng­ utak atik motor saya. Entah bagaimana caranya, motor saya kembali hidup. “Lain kali servis motor nya ya Gek, kasian cewek harus giring motor kalo sudah begini,” ujarnya sambil tertawa kecil. “Terima kasih ya pak,” kata saya sambil cepat-cepat berlalu. Memang keterlaluan juga saya, sudah ditolong, tanpa basa-basi lagi langsung berlalu meninggalkan orang itu. Pikiran saya adalah lumayan terlambat sampai di tempat kerja. Menjelang siang, saya keluar dari dapur tempat saya bekerja, hendak beristirahat. Saya melewati restoran di depan dan tiba-tiba mata saya tertuju kepada seorang yang tidak asing saya lihat hari ini. Dengan

asyik orang itu berbicara dengan bos saya sendiri di pojok restoran. Saya menarik tangan teman waitress saya yang kebetulan lewat di depan wajah saya.”Nik, siapa laki-laki yang ngobrol dengan bos kita itu ya?” “Oh itu namanya Pak Made yang punya rent car di pojok jalan itu lho. Dia baru pulang dari Australia, temen kecilnya bos,” jawab Anik sekenanya sambil berlalu. Astaga, berarti orang yang menolong saya tadi pagi, adalah teman bos saya sendiri ya, OMG! Benar kata pepatah “don’t judge the book by it’s cover”. Penampilanya saja yang begitu, tapi dia memang orang yang baik hati, tidak sombong, dan suka menolong pula. Terima kasih Pak Made, kata saya dalam hati lalu melanjutkan istirahat siang saya, sekalian melepaskan diri sejenak dari kepulan asap dapur tempat saya bekerja. Ayu

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

1 - 7 SEPTEMBER 2014

Putu Wijaya

“Bagaimana caranya menegakkan keadilan, Pak?” tanya Bu Amat. Amat menjawab asal-asalan, “Ya, ditegakkan

saja!” “Bapak ini bagaimana, diajak berunding serius, kok malah srimulatan! Tahu tidak?!” “Lho, Bapak serius! Menegakkan ya menegakkan bukan memba­ ringkan! Bukan menidurkan!” “Ya bagaimana menegakkannya?! Susah ngomong sama orang ngelindur!” “Lho, menegakkan kalau tidak ditegakkan, bagaimana lagi, coba! Tidak ada cara lain!” “Ya menegakkan pancang memang begitu! Tegak lurus, beres! Tapi ini, yang ditegakkan keadilan, Pak! Keadilan! Bukan bambu! Barangnya tidak kelihatan!” Bu Amat kesal, lalu bertanya pada Pak Made, tetangganya. “Menegakkan keadilan?” jawab Pak Made, “Keadilan tidak usah ditegakkan Bu Amat. Keadilan itu sudah tegak. Selalu tegak! Yang harus kita lakukan hanya menyesuaikan supaya tidak melenceng! Harus sama lurus, tidak ke kiri, tidak ke kanan. Tinggal menirukan, seperti fotokopi begitu.” Bu Amat tambah kesal, tapi berpura-pura menyimak. “Ooo jadi begitu, Pak Made. Seperti fotokopi? Saya baru ngeh. Jadi gampang, tinggal memfotokopi saja? Tapi mesin fotokopinya di mana?!” “Memang Itu belum ada, tapi kan bisa diadakan dengan hati nurani. Asal jujur saja. Makanya saya juga heran. Kenapa orang ribut bertengkar soal keadilan. Kan tinggal mencocokkan saja dengan hati nurani. Coba sudah berapa miliar dihabiskan untuk mengejar keadilan yang ternyata sampai sekarang masih saja dikejar-kejar!” “Jadi susah kan, Pak Made?” “Sulit Bu Amat. Mengkopi keadilan itu tidak sama dengan mengkopi tulisan atau gambar, karena keadilan itu macam-macam, tiap sudut lain-lain, tergantung dari kepentingan manusianya. Kalau ada seratus orang, seratus juga keadilannya!” “Jadi sulit kan ?” “Dibilang sulit, memang sulit, tapi kalau digampangkan, juga bisa gampang, coba Ibu tanya Bapak!” “Bapak siapa?” “Pak Amat. Tanyakan nenegakkan keadilan itu bagaimana?” “Suami saya?” “Ya!” “Dia bilang ya ditegakkan saja!” “Betul! Tidak ada cara lain! Ditegakkan saja! Jangan dimiringkan atau ditidurkan seperti yang dilakukan banyak orang sekarang! Ditegakkan lurus, sembilan puluh derajat! Tidak boleh kurang, lebih juga salah!’ Bu Amat tambah dongkol. Malam hari ia nyemprot suaminya. “Rupanya Bapak sudah meracuni Pak Made!” Amat kaget. “Meracuni bagaimana?” “Kalau tahu, saya tidak akan bertanya pada Pak Made” “Menanyakan apa?” “Menegakkan keadilan itu bagaimana!!” “Kenapa ditegakkan lagi, keadilan sudah tegak. Kita saja yang miring, sehingga keadilan kelihatan tidak tegak, lalu keadilan dengan berbagai pertimbangan, berbagai akal dan cara, ditegakkan, sehingga miring!” Bu Amat menahan rasa kesalnya. “Jadi keadilan sekarang miring?” “Dimiringkan oleh penglihatan manusia penggunanya yang miring.” “Lalu bagaimana caranya untuk menegakkan kembali?” Sebelum Amat sempat menjawab, Bu Amat menjawab sendiri: “Ya ditegakkan! Jangan dimiringan jangan ditidurkan! Kan keadilan sudah tegak!” Amat malah mengangguk. “Betul! Memang begitu!” Bu Amat tidak bisa lagi menahan perasaan sebalnya. Ia pergi ke rumah Ami. “Nak Sugi,” katanya melapor pada menantunya, “Ibu tidak bisa lagi ikut membantu mengumpulkan pendapat untuk angket: bagaimana caranya menegakkan keadian. Baru 2 orang ibu tanya, semua menjawab nyeleneh, maaf.” Sugi mengangguk. “Tak apa, Bu. Memang begitu. Orang yang tidak tahu, atau tidak bisa menjawab, akan mengelak dengan pelesetan. Itu khas watak kita. Makanya banyak persoalan ngambang. Ibu sudah menegakkan keadilan!” Bu Amat tercengang. “Kalau keadilan sudah tegak tapi hati nurani manusianya yang miring,”lanjut Sugi, “kita cari orang yang tidak berpenglihatan miring! Kalau tidak ada, didik manusia membiasakan berpikir tegak! Kalau gagal, terus cari. Pengejaran itulah cara menegakkan keadilan!”

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang ­Pal­m erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

PIT XXI POGI dan HUT ke-60 POGI

23

Dari Acara Ilmiah hingga Peduli Lingkungan kepedulian para dokter terhadap kelesatrian lingkungan. Ada juga acara Malam Temu Alumni, ajang pelepas kangen dari para alumni masing-masing almamater. Acara ini diselenggarakan oleh perkumpulan alumni masing-masing, Kamis (28/8) di berbagai tempat yang mereka pilih. Sebagai acara puncak, digelar Malam Keakraban POGI berupa acara hiburan malam untuk seluruh keluarga besar POGI. Acara ini menghadirkan Koes Plus, Balawan and Batuan Ethnic, cabaret, dll, pada Sabtu (29/8).

P

dr. Pudjo dan dr. Suyasa Jaya

ertemuan Ilmiah Tahunan PIT XXI Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia atau disingkat PIT XXI POGI dilaksanakan di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, 28-30 Agustus 2014. Acara PIT kali ini bertepatan dengan Ulang Tahun POGI ke-60. Ketua Panitia Pelaksana PIT POGI XXI dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG(K) mengatakan tema PIT POGI XXI adalah “Menuju Kemajuan Ilmu dan Teknologi Obstetri Ginekologi yang Berlandaskan Etika Profesi Menyongsong Era Pasar Bebas.” Kegiatan akbar ini didahului acara Pra-PIT 24-27 Agustus 2014. “Acara Pra-PIT berisi kursus-kursus/workshop berbagai keterampilan di bidang obstetri ginekologi. Sedangkan saat PIT dibahas 270 makalah ilmiah, 132 presentasi oral dan

sisanya dalam bentuk poster,” ujar dr. Suyasa Jaya yang juga Ketua POGI Cabang Denpasar. Ia menambahkan, acara tahun ini dihadiri 2.600 dokter ahli kandungan se-Indonesia beserta keluarganya. Acara khusus yang juga dirangkaian dengan HUT ke-60 POGI ini antara lain bakti sosial di Badung dan Denpasar pada Juli- Agustus 2014, berupa deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA dan terapi cryo bagi yang positif (see and treat). “Acara yang tak kalah seru adalah “Save the Beach”, acara jalan santai para dokter dan masyarakat sambil membersihkan pantai di sepanjang pantai Sanur, selebrasi peringatan 60 tahun POGI dengan pelepasan 60 balon udara, senam bersama, pelepasan tukik, serta orasi Presiden elect POGI dr. Poedjo Hartono, Sp.OG(K),” ujar dr. Suyasa Jaya. Acara pelepasan tukik merupakan bagian dari

Pelepasan balon menandai HUT ke-60 POGI

KESEHATAN REPRODUKSI MASUK KURIKULUM SEKOLAH Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (Indonesian Society of Obstetrics and Gynecology) disingkat POGI (ISOG). POGI didirikan pada tanggal 5 Juli 1954 di Jakarta, dengan ketua pertamanya Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo, SpOG (1954-1963). POGI satusatunya organisasi profesi yang menghimpun para dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di Indonesia. Visi POGI adalah menjadi organisasi pelopor dalam memperjuangkan hak-hak kesehatan reproduksi untuk mencapai taraf kesehatan yang optimal di Indonesia. Misi POGI, menyelenggarakan mekanisme organisasi yang tertata baik; Aktif mengembangkan pendidikan dan penelitian di bidang obstetri ginekologi; Menyelenggarakan pelayanan yang bermutu berdasarkan standar dan etika profesi; Sebagai pelopor dalam menggerakkan upaya perbaikan pelayanan kesehatan re-

produksi; Membina kemitraan dengan pemerintah, organisasi nasional, internasional, lembaga pendidikan serta LSM guna meningkatkan taraf kesehatan reproduksi di Indonesia; Menghasilkan SDM berkualitas melalui pendidikan setara standar internasional berlandaskan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Presiden Elect POGI dr. Poedjo Hartono, Sp.OG. (K) memaparkan distribusi dokter-dokter spesialis obstetri ginekologi akan terus diperhatikan. Tujuannya antara lain ikut mendukung pemerintah menurunkan angka kematian ibu (AKI) serta melakukan

luang meningkat dengan laju penduduk yang tidak terkendali itu. Jika angka kepemilikan anak mencapai rata-rata 2,3 anak per keluarga, artinya masih banyak keluarga Indonesia yang mempunyai anak lebih dari 2. Ia menilai jika pertumbuhan penduduknya tinggi, idealnya kepemilikan anak harus ditekan di bawah anak-anak per keluarga. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia harus ditekan untuk meningkatkan kualitas hidup di masa mendatang,” jelasnya. Ia pun menyambut baik upaya pemerintah menggalakkan kembali program KB yang mampu meningkatkan

Pelepasan tukik di Pantai Sanur

sosialisasi Keluarga Berencana (KB). Hal ini memiliki kaitan dengan pengendalian jumlah penduduk. “Akan ada banyak dampak sosial yang ditimbulkan dengan jumlah penduduk yang tidak terkendali. Angka kematian ibu maupun anak juga berpe-

“Save the beach” yang melibatkan anggota POGI dan masyarakat Sanur

kesadaran masyarakat untuk merencanakan kelahiran. Hal lain yang juga terus didorong adalah pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah. Dokter Suyasa Jaya menambahkan banyaknya kasus seperti yang terjadi di masyarakat seperti aborsi, seks bebas dan lainnya, menjadi keprihatinan bangsa ini. Ini merupakan salah satu dampak dari pergaulan di era modern. “Kesehatan reproduksi ini menjadi penentu bagi penyiapan generasi masa mendatang yang lebih baik dan berkualitas,” tandas Suyasa. Terkait peraturan pemerintah tentang aborsi, ia mengatakan pemerintah harus membuat satu lembaga atau tim khusus guna melakukan penanganan aborsi. Perlu lembaga berkompeten yang bisa menanganinya, misalnya ketika dokter berhadapan pasien. Perlu keterlibatan tim yang terdiri dari dokter, psikolog, orangtua, rohaniawan. Kehadiran lembaga aborsi ini bisa membantu opsiopsi apakah pasien ini termasuk dalam aborsi kriminalis atau medis. -wah


24

1 - 7 September 2014


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook