What’s Up
24
25 - 31 Agustus 2014
G ebuh
Cepat Sembuh karena Ngebrik Roger….roger…dicopy…break, itulah beberapa istilah khas dalam komunikasi dua arah di antara penghobi radio amatir. Hobi melakukan kegiatan radio amatir yang seringkali disebut ngebrik dan sempat populer pada dekade 1970-an hingga 1980-an inilah yang menjadi cikal- bakal terbentuknya Gebuh. Lantas apa sebenarnya Gebuh dan siapa saja anggotanya?
“S
ebetulnyalah alat two ways radio atau kegiatan brikbrikan ini sampai sekarang juga masih tetap berjalan. Selain praktis, harus diakui banyak juga kegunaannya,” ujar I Wayan Suarnyana (43), salah seorang tokoh brekeran di Bali ditemui usai syuting sebuah acara di Bali TV beberapa waktu lalu. Dikatakannya, bermula dari sering nya berkomunikasi dan berteman melalui udara, selanjutnya beberapa di antara mereka melakukan “kopi darat” yang cukup sering. Rupanya dari ser ingnya mereka kumpul-kumpul inilah, kemudian terbentuk sebuah komunitas bernama Gerakan Bali Utuh (Gebuh). “Sekitar tahun 2004-an, kami yang sehobi ngobrol di udara ini bersepakat bersama untuk berkumpul lebih intens lagi,” ucap Wayan Suarnyana, yang dipercaya dan diaulat menjadi koordi nator. Terbentuknya paguyuban ber nama Gebuh ini, katanya adalah untuk menguatkan komitmen yang selama ini sudah sering mereka gaungkan di udara, yakni turut menjaga, melestarikan adat dan budaya Bali. Mereka sangat menyadari kalau masyarakat Bali dikenal kuat memegang adat dan kebiasaan sejak berabad-abad silam. Apalagi jika diamati selama ini, pada setiap program yang melibatkan masyarakat nampaknya lebih efektif menggunakan pendekatan budaya. Untuk ini pula, Suarnyana membuat agenda pertemuan reguler secara langsung setiap enam bulan. Tujuan nya, agar setiap ada kegiatan mereka bisa lebih terkoordinir. “Misalnya, ada upacara atau karya di Besakih, anggota Gebuh ingin ngayah bersama. Jika ada koordinatornya, maka semua menjadi lebih rapi, dengan adanya pembagian tugas. Sebab, keahlian setiap anggota berbeda. Sudah diatur siapa yang majejaitan, membantu membuat tetaring dan sebagainya,” tutur Suarnyana
I Wayan Suarnyana
didampingi beberapa anggota Gebuh. Gerakan yang selama ini sudah nyata dan sering diwujudkan, adalah ngayah ke pura-pura ketika pelaksaan piodalan, seperti di Pura Gunung Raung, Besakih dan yang lainnya. Menariknya perkumpulan ini adalah keberagaman ang gotanya yang tersebar di seluruh Bali. Anggota Gebuh, terdiri dari kalangan wiraswastawa, peng usaha catering, sampai pemilik penginapan. Kalangan pegawai negeri dari pegawai biasa hingga kepala dinas. Juga, bergabungnya bermacam-macam profesi, hingga pemangku pun ada. “Namun, di antara mereka juga, sebagian besar seniman. Ada yang suka mesantian, membuat banten, megambel, menari, mulai dari penari legong, prembon sampai topeng juga ada. Karenanya, sangat mudah untuk menyiapkan sebuah pementasan, begitu dim inta berlatih masing-masing sudah siap memberikan atau membagi
kebisaannya,” papar Suarnyana. Pada komunitas Gebuh nilai keber samaan sangtlah dijunjung tinggi. Meski di antara anggota tercatat beberapa tokoh senior di bidangnya, namun mereka satu sama lain bersedia melepas atributnya demi kebersamaan yang me nyebarkan prinsip siap melayani. Salah satunya pakar layangan, IB Ugrasena pun dengan tulus melayani dan mem bantu para lansia ketika mereka mem persiapakan diri untuk tampil dalam sebuah pagelaran. “Kami juga menjadi memiliki kegiatan yang lebih menarik setelah Cak Gebuh dikolaborasikan dengan melayangan. Kami mendapat inspirasi dengan terbentuknya Cak Gebuh Melayangan. Malah di sini pula semakin terbuka kesempatan masingmasing anggota menyalurkan hobinya,” ucap Suarnyana. Suarnyana yang juga disebut-sebut sebagai anggota Gebuh termuda ini, mengisahkan usia anggota lainnya sangat berviariasi bahkan beberapa sudah berusia 85 tahun. “Mungkin boleh dikatakan anggota Gebuh didominasi para lansia. Namun, rata-rata mereka
Aksi Gebuh Kecak Kite
Gebuh saat tampil di acara Belajar Membuat Layangan
masih energik dan penuh semangat. Bahkan, anggota yang usianya 85 tahun juga masih kuat jalan, masih mampu ikut kegiatan kami seperti yang lainnya, dan sampai sekarang masih kuat juga nyangkul,” ujar Suarnyana yang juga Kepala Desa Jagapati ini. “Malah, dalam suatu kesempatan, maunya saya yang membantu ternyata justru saya yang tak bisa mengikuti lang kah beliau,” cetusnya. Rupanya, kondisi ini dianggap menarik, hingga dilakukan survei oleh tim kesehatan yang ada di Gebuh. “Mereka, anggota Gebuh yang berprofesi dokter dan bidang kesehatan, mencari tahu apa menu yang selama ini dikonsumsi oleh anggota yang berusia 85 tahun ini, sehingga kondisinya diusai lanjut tapi staminanya masih baik,” papar Suarnyana dan menyebutkan tim kesehatan mereka digawangi oleh dokter Swastika. Disinggung kembali tentang jalinan komunikasi sehari-hari di antara ang gota yang tersebar di seluruh Bali, sudah jelas dan pasti katanya dengan ngebrik. Mereka merasakan manfaat hobi ini dalam memperpendek jarak di antara mereka juga menghemat waktu. “Bagi kami para lansia ngobrol di udara juga merupakan hiburan lepas dari rutinitas. Banyolan-banyolan spontanitas yang diungkapkan teman-teman mampu menjadikan kami tertawa lepas,” ucap Ni Wayan Nerdiani, anggota Gebuh
lainnya. “Termasuk kalau ada anggota yang sakit, dengan ngebrik bisa jadi cepat sembuh, karena mendapatkan resep ajaib, bahwa penyakit bukan untuk dipikirkan melainkan dijauhkan dari pikiran maka ketika itu pula si penyakit akan hilang dengan sendirinya,” lanjut Wayan Surnyana dengan penuh tawa. Selain itu, dikatakannya yang utama adalah ajakan atau informasi untuk ngayah bareng, atau kegiatan sosial lainnya. Namun, lanjut sang koordina tor , yang membahagiakan mereka justru dominan membicarakan urusan kegiatan keagamaan. Misalnya ada yang bertanya kapan duase baik untuk mecaru, membangun rumah dan seba gainya. Sebab upacara dan upakara di Bali antara satu daerah dengan lainnya seringkali berbeda. “Ketika ada yang bertanya, maka ada yang ahli yang akan membagikan pengetahuannya. Untuk hal ini kami punya seorang pemandu ahli yang bernama Jero Mangku Jeng got,” ujarnya. Dalam lingkup yang lebih luas, saat di udara juga, mereka berkomunikasi membahas perkembangan berbagai hal, termasuk mencari solusi menghadapi permasalahan dan berbagai problema hidup kemasyarakatan di Bali. Dengan ikatan kekerabatan yang cukup kuat pula menjadikan suatu langkah untuk menyelesaikan setiap permasalahan anggota atau pun yang ada di masyarakat. Sedangkan saatsaat bertemu langsung, um umnya mereka satukan dengan kegiatan olahraga, salah satu yang menjadi acara favorit mereka adalah tracking. Malah sering dilakukan setiap minggu dengan lokasi yang berbedabeda. Bicara Gebuh, hal me narik lainnya adalah mereka memperingati keberadaan komunitasnya tidak dengan merayakan ulang tahun, me lainkan lebih memilih peringat an setiap enam bulan kalender Bali yang disebut otonon. Setiap enam bulan sudah pasti mereka melakukan persembahyangan bersama.- Sri Ardhini
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
25 - 31 AGUSTUS 2014
Cintai Rupiah Disela-sela kegiatannya di Bali, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara melakukan kunjungan ke Bali Post. Mirza bersama tim Bank Indonesia diterima pimpinan Kelompok Media Bali Post ABG Satria Naradha yang didampingi Pemimpin Redaksi dan Redaktur Pelaksana mediamedia KMB. Dalam pertemuan itu Mirza memaparkan apa saja yang sudah dilakukan Bank Indonesia, antara lain mengendalikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara (pegang mic) inflasi, mendorong pergerasaat melakukan kunjungan ke kantor Bali Post, Kamis (21/8). kan ekonomi daerah, serta tanganan MoU. mendorong pemakaian rupiah untuk transaksi Di sisi lain, Mirza memaparkan pertumbuhan dalam negeri. Khusus untuk pemakaian rupiah, ekonomi Bali yang mencapai 6,1% berada di atas pihak Bank Indonesia sudah gencar melakukan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sosialisasi. Transaksi di dalam negeri menggunakan 5,12%. Namun, ini tidak boleh membuat semua rupiah membuat situasi perekonomian stabil dan pihak terlena karena di Bali masih ada kemiskinan. permintaan valuta asing tidak terlalu tinggi. Ini Pemerintah diminta untuk membuat program artinya ada ajakan untuk mencintai rupiah. maupun kebijakan yang pro rakyat. Semoga. Ia juga menjelaskan upaya Bank Indonesia mendorong peningkatan transaksi nontunai, seperti penggunaan debit card, credit card, dan e-money. Dengan transaksi nontunai ini angka kebocoran bisa ditekan. Sebagai bentuk dukunMohon informasi nomor gan, Kementerian Keuangan dan Pemerintah kontak tentang dekorasi yang Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan penanda dimuat di rubrik Griya edisi 810 Bapak Gulantra, Denpasar Bapak Suamba, Gianyar Silakan menghubungi Kadek Loggo (Three Brother Dekorasi). Hp: 08814622059
Motor yang Tertinggal Setelah menyelesaikan tugas untuk mengirim barang, saya kembali ke kantor. Namun, sebelum sampai kantor, saya mampir ke sebuah warung makan yang berada di belakang kantor. Motor saya parkir di depan warung. Tak lama setelah memesan makanan, ada seorang teman datang. Dia teman sekantor saya. Kami pun makan bersama di warung itu. Usai makan, kami masih ngobrol ngalor ngidul. Karena merasa makanan tercerna dengan baik. Kami pun kembali ke kantor. Saya berjalan bersama teman ini. Sepanjang perjalanan menuju kantor yang berjarak 100 meter, kami terus ngbrol. Tiba di kantor, kami langsung menuju ruangan masing-masing untuk meneruskan pekerjaan. Pukul 16.00, waktunya pulang. Saya pun membereskan barang-barang lalu bersiap pulang. Setelah memencet mesin absen pulang, saya ke parkiran.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Saya celingak-celinguk mencari motor. Beberapa kali berputar parkiran, saya tak menemukan motor saya. Satpam pun saya damprat karena tidak becus menjaga parkiran. Motor karyawan kok bisa hilang. Kehebohan pun terjadi karena motor saya hilang. Karyawan dan karyawati yang mau pulang jadi ikut berkerumun menanyakan apa yang terjadi. Saya pun menjelaskan motor saya yang di parkir di kantor ternyata tidak ada alias hilang. Satpam yang bertugas pun ikut kelimpungan. Teman yang saya ajak makan tadi ikut nimbrung. Ia pun kaget karena motor saya hilang. Saya pun “diinterogasi” satpam. Saya
ceritakan apa saja kegiatan saya hari itu. Akhirnya teman yang saya ajak makan itu mengusulkan, bagaimana kalau cari motor di warung nasi. Saya dan satpam pun berangkat ke warung itu melalui pintu belakang kantor. “Oh my God…ternyata motor saya ada di warung. Saya baru ingat, tadi datang ke warung naik motor lalu kembali ke kantor jalan kaki,” ujar saya kepada satpam. Saya pun minta maaf atas kecerobohan saya. Untungnya satpam itu tidak marah. Dia malah tertawa melihat saya yang pucat pasi “kehilangan” motor akhirnya sumringah setelah motor ditemukan. D. Sudi
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
Putu Wijaya
sudut pandang
Sekitar 500 korban diberitakan meninggal dalam gelombang mudik tahun ini. Menurut penilaian sementara media massa, itu diakibatkan oleh buruknya sarana mudik yang disediakan pemerintah. Amat tidak setuju. “Angka itu menurun jika dibandingkan dengan jumlah korban tahun lalu,” kata Amat. “Jangan lupa jumlah yang mudik sekarang meningkat. Jadi sebenarnya itu sebuah kemajuan!” “Bapak salah hitung!” bantah Bu Amat. “Kemajuan, itu jangan diukur begitu. Meskipun jumlah kecelakaan menurun sedangkan yang mudik tambah banyak, tapi kalau masih saja ada kecelakaan dengan sebab yang sama, itu berarti, kita tidak belajar dari pengalaman! Jadi…?” “Jadi mundur?” “Pinter!” “Begini, Bu. Kita harus mencoba melihat persoalan dari sudut lain. Dengan sudut pandang positif. Jangan asal mengeritik! Main tuding menyalah-nyalahkan.” “Lho, ini bukan kritikan, Pak! Saya tidak berniat menyalahkan siapa-siapa. Saya hanya merasa, kalau segala sesuatu dilihat dari sudut pandang positif, berbahaya. Berpikir positif itu, bagus, Pak. Tapi jangan menyulap yang salah jadi benar. Itu namanya memutar-balik persoalan!” Amat mengangguk kecewa. “Jadi berpikir positif itu salah?” “Kalau mempositif-positifkan yang negatif, ya salah! Membenar-benarkan yang salah, itu namanya penipuan!” “Jadi yang salah dibiarkan saja salah?” “Ya, tidak!” “Harus dibelokkan jadi benar, kan?” “Memang!” “Ya itu namanya berpikir positif, Bu! Melihat dari sudut pandang yang lain!’ Giliran Bu Amat tak bisa menjawab. Amat ketawa, merasa menang. Lalu terus memberi kuliah tentang bagaimana melihat segala sesuatu dari sudut pandang baru, sehingga semuanya jadi positif. “Jadi begitu, Bu. Kita bisa membalikkan kekalahan jadi kemenangan, cukup dengan mengubah sudut pandang,”kata Amat. “Waktu kita gagal atau kalah, misalnya. Kalau itu diratapi, kita bisa stres. Tapi kalau itu disyukuri dengan menganggap itu sebagai pesan dari atas bahwa kita belum siap menang, kita akan berusaha meningkatkan diri, sehingga akhirnya menang pada saat kita sudah siap menang! Maka kemenangan kita akan sempurna! Beda kalau kita menang tapi mental belum siap! Ya, kan, Bu ?!” Bu Amat diam saja. Baru esok paginya ia menjawab. Ketika Amat bangun, ternyata tidak ada kopi, tidak ada sarapan. Rumah pun nampak berantakan. Meja makan masih berantakan. Amat kesal. Tapi sebelum ia sempat memberi komentar, Bu Amat mengganjal. “Sudahlah, Pak, terima saja, syukuri, berpikir positif saja! Pakai sudut pandang baru. Balikkan kekurangan jadi kelebihan! Berhenti minum kopi kan bagus untuk jantung Bapak!” Amat tak bisa ngomong. Sementara Bu Amat menyeruput kopinya dengan nikmat. “Begitu kan nasehat Bapak semalam!” “Ya. Tapi itu kan teori! Ini praktik! Ini praktik, Bu! Jangan dicampur-aduk! Ayo, mana kopiku! Cepat! Kepalaku sudah kenyat-kenyot!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
25 - 31 AGUSTUS 2014
23
Apa Hubungan Seks dengan Kualitas Hidup? Ketika berbicara seks, pada umumnya pikiran orang terhubung dengan kenikmatan, kehamilan sebagai akibatnya, atau sesuatu yang tidak harus dibicarakan secara terbuka. Pikiran ini tidak seluruhnya salah, walaupun tidak seluruhnya benar. Demikian kata pengantar Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, dalam peluncurkan bukunya yang berjudul “Seks dan Kualitas Hidup”, Kamis (21/8) di Kampus Universitas Udayana. Ketua Pusat Studi Anti-aging Medicine dan Ketua Program Magister dan D oktor Kekhususan Anti-aging U niversitas U dayana ini mengatakan, memang benar aktivitas seksual termasuk hubungan seksual memberikan kenikmatan seksual walaupun tidak semua orang mengalaminya. Benar juga hubungan seksual dapat menimbulkan kehamilan, walaupun kehamilan dapat dicegah dengan kontrasepsi. Benar pula, tidak semua yang berkaitan dengan seks layak dibicarakan secara terbuka dan rinci. Karena boleh jadi akan terseret ke dalam pornografi yang diatur oleh hukum setempat. “Tetapi menjadi tidak benar kalau urusan seks dianggap sebagai urusan kenikmatan saja. Ternyata seksualitas, yang maknanya jauh lebih luas daripada seks, menyangkut banyak aspek dalam kehidupan manusia. Sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran terkini, semakin jelas seksualitas bukan hanya soal orgasme atau kenikmatan, melainkan erat dengan kualitas hidup
manusia,” tegas Ketua Bagian Andrologi dan Seksologi ini. Menurutnya, tidak salah mengaitkan seks dengan kenikmatan dan kepuasan, karena memang ini esensi dasarnya. Justru kepuasan seksual mesti diperhatikan dalam konteks dengan pasangan dan pernikahan. Banyak masalah pernikahan yang berpangkal dari masalah seksual yang tidak diperhatikan. Apalagi pada masa kini perempuan tidak lagi pasrah hanya ditempatkan sebagai obyek seksual oleh pasangannya. Perempuan juga berani bersuara untuk dilayani. Karena itu, tanpa pengetahuan yang benar sangat berisiko memberikan informasi tentang seks kepada masyarakat. Apalagi, jika informasi itu salah. Banyak orang merasa tahu tentang seks hanya karena mereka telah dan sering melakukan aktivitas seksual. Padahal, sering melakukan aktivitas seksual bukan berarti mengerti tentang seksualitas dengan banyak aspeknya. Ban yak informasi tentang seks yang beredar di masyarakat hanya berdasarkan mitos,
Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila pengalaman pribadi, bahkan cerita yang ternyata salah. Bagaimana fungsi seksual dapat menjadi indikator kesehatan organ tubuh lain? Benarkah seks dapat menghambat proses penuaan? Bagaimana cara mendapatkan kehidupan seksual yang membahagiakan? Buku Seks dan Kualitas Hidup de ngan 228 halaman ini, akan menjawab semuanya, sekaligus menyuguhkan aneka informasi seksualitas yang tidak semata-mata hanya urusan orgasme,
tetapi juga terkait dengan kualitas hidup manusia. “Berdasarkan perkembangan iptek kedokteran termasuk anti-aging medicine digabung dengan pengalaman menangani banyak orang yang mengalami masalah seksual, saya berharap buku ini memberikan manfaat besar bagi banyak orang,” ucapnya. Selain buku tentang seks, satu buku yang berjudul “Seberkas Puisi untuk Negeri” juga turut diluncurkan. Buku puisi bersampul putih dengan tulisan berwarna pink ini menjadi pelengkap buku seks karena langsung menjadi bonusnya. Melalui puisi, Wimpie berekspresi dan mengolah rasa dalam kata yang merdu dan menyentuh hati. Buku kumpulan puisi yang menyentil kondisi negeri dan harapan masa depan bangsa ini, terangkai dalam 55 puisi. Sampai saat ini Prof. Wimpie telah menulis 20 buku tentang seksualitas, 2 buku tentang anti-aging medicine, 1 buku kumpulan opini masalah sosial kemasyarakatan, dan 2 novel. Salah satu novelnya, “Lingkaran Cinta”, telah diangkat ke layar film. Buku “Seks dan Kualitas Hidup” merupakan buku ke-21 mengenai seksualitas. Acara peluncuran buku menjadi sangat menarik karena Prof. Wimpie membaca tiga puisi yang sangat berkesan baginya. Tak tanggung-tanggung, Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD, juga didaulat membaca satu puisi yang berjudul “Suara yang Diam.” Acara yang dipandu dr. Oka Negara ini, dihadiri para akademisi Unud, budayawan, awak media, dan sebagian besar kaum perempuan. -Wirati Astiti
Seks di Pagi Hari Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar
tapi juga memiliki banyak dampak positif yang akan Anda rasakan selama seharian penuh.
“Dok, belakangan ini suami sering mengajak untuk berhubungan seksual di pagi hari, baik hari kerja maupun hari libur. Suamiku katanya menikmati sekali hubungan seksual di pagi hari. Ini bagaimana dok, apa ada manfaatnya?” (Egi, Jakarta, via email) Sesungguhnya Anda bisa mengganti pagi Anda menjadi sangat menyenangkan dengan melakukan hal lain yang bisa dinikmati di pagi hari, bukan dengan segelas kopi hangat, melainkan bercinta dengan pasangan Anda. Di pagi hari hormon testosteron laki-laki tengah tinggi-tingginya dan sirkulasi darah ke penis juga meningkat. Ini membuat laki-laki merasa sangat bergairah begitu mereka membuka mata di pagi hari, apalagi ereksi di pagi hari
memang terjadi sebagai tanda metabolisme tubuh masih bagus. Seperti juga hubungan seks yang biasa, hubungan seks di pagi hari akan melepaskan hormon endorfin yang membuat kita merasa nikmat dan senang, sekaligus juga hormon bahagia yang disebut oksitosin. Ini yang membuat orang merasa dicintai dan saling terikat secara emosional sepanjang hari. Belum banyak yang menyadari, bahwa hubungan seks di pagi hari tidak hanya menyenangkan
Apa saja manfaatnya? Menyehatkan Endorfin yang dihasilkan akan membuat tubuh merasa senang dan memicu kekebalan alami tubuh. Endorfin ini juga bisa berfungsi sebagai penghilang rasa sakit. Juga IgA (antibodi yang memainkan peran penting dalam imunitas) akan meningkat. Jika jumlah antibodi ini bertambah, Anda tidak akan mudah jatuh sakit. Memunculkan rasa bahagia Hubungan seks di pagi hari dapat melepaskan hormon oksitosin, senyawa kimia yang dapat memunculkan rasa bahagia. Tentu saja ini akan membuat pasangan merasa lebih dicintai dan akan terjaga keterikatan emosional yang membahagiakan sepanjang hari.
Membuat bugar Hubungan seks sebenarnya juga bisa disamakan dengan olahraga, karena hampir semua otot ikut bergerak bahkan kalori yang dikeluarkan bisa disamakan dengan lari pagi atau senam. Berhubungan seksual juga bisa dianggap sebagai bentuk lain dari senam kardio, yang berfungsi meningkatkan kebugaran jantung. Jadi Anda sesungguhnya tidak perlu repot-repot nge-gym pagi-pagi. Meningkatkan kepercayaan diri Pada perempuan, seks yang dilakukan di pagi hari akan membuat rasa senang, wajah terlihat lebih cerah dan lebih segar yang dihubungkan dengan terpeliharanya dengan baik fungsi dan level hormon estrogen. Hubungan seks yang dilakukan secara teratur di pagi hari pun telah terbukti menurunkan tekanan darah dan membuat Anda akan mampu menghadapi masalah yang Anda
sedang hadapi. Akhirnya Anda akan merasa jadi lebih rileks, mood semakin baik, senyum lebih lebar dan kepercayaan diri Anda akan meningkat seharian. Memulai kesibukan di pagi hari dengan lebih menyenangkan dapat menjadi langkah awal yang baik untuk memulai aktivitas sepanjang hari. Seks di pagi hari adalah pilihannya, yang bisa membuat Anda tersenyum di pagi hari dan bisa semangat sepanjang hari. Tetapi semua ada takaran dan variasinya, seks di pagi hari bisa juga menjadi hal membosankan jika dilakukan rutin setiap hari, terutama jika ternyata pasangan Anda memang kurang menyukai. Jadi, bila semuanya sudah bisa dipahami dan bisa mengatasi kejenuhan seksual, kenapa tidak mencobanya karena selain mendapatkan kenikmatan. Anda dan pasangan pun bisa lebih semangat untuk bangun pagi dan akan merasa lebih sehat, bugar dan bahagia. Itulah serunya seks di pagi hari.
Metropolitan
22
25 - 31 Agustus 2014
Lebih Terhormat daripada Mengemis
Razia joki three in one di kawasan Jakarta Selatan
J
umlah massa yang mencapai ribuan itu, membuat pihak kepolisian sibuk dalam pengamanan. Di sisi lain, masyarakat sudah mendengar informasi akan ada demonstrasi besar-besaran, banyak yang memutuskan tidak beraktivitas di kawasan Thamrin-SudirmanSenayan. Sementara sebagian pegawai yang berkantor di seputar sana pun, hanya bekerja setengah hari. Walhasil, Kamis sore itu, kawasan jalan Thamrin-Sudirman dan Senayan, lengang. “Saya tahu ada demo tapi nggak nyangka kalau akan seperti ini. Pantas saja jalanan sepi, sampai capai kaki tidak ada mobil yang datang. Katanya sih three in one tidak ada, polisi di MK semua,” ucap Ali, warga Palmerah, yang mengaku baru saja mendapat info dari temannya. Ali yang sering beroperasi di jembatan layang Slipi mengaku, akhir-akhir ini pendapatannya merosot , khususnya setelah seringnya penertiban dilakukan. “Sehari ini hanya dapat Rp25 ribu, itu pun didapat tadi pagi. Sore ini malah enggak dapat apa-apa,” keluhnya. Meski begitu, ia yakin kondisi akan normal kembali. Menurut Ali, dalam keadaan ‘normal’ penghasilan sebagai joki three in one lumayan bagus. Ia mengibaratkan, pekerjaannya ini jauh lebih ‘terhormat’ daripada mengemis, apalagi mencopet dan merampok. Karenanya, Ali merasa ‘nyaman’ menjadi joki, meskipun
tahu apa yang dilakukannya masuk dalam pelanggaran ketertiban. Beroperasi dua kali sehari sesuai jadwal ‘three in one’ yakni pukul 07.00-10.00 dan 16.30-19.00, Ali berhasil membawa pulang uang antara Rp 100 ribu-150 ribu per hari, atau Rp 2 juta -3 juta perbulan. “Paling apes, Rp 50 ribu sehari. Saya belum pernah kosong
sama sekali. Paling banter ada uang rokok seperti hari ini,” jelasnya. Sulitnya mencari pekerjaan, sementara dengan menjadi joki bisa meraup uang dengan mudah, mendorong banyak orang melakukan hal yang sama seperti Ali. Apalagi beredar kabar bahwa penghasilan seorang joki bisa jutaan rupiah sebulan. Cukup duduk manis di dalam
3
Katakan Cinta untuk Gigi Sehat mobil, mereka bisa mendapat uang antara Rp 20 ribu-25 ribu untuk jarak dekat, dan Rp 35 ribu-50 ribu untuk jarak menengah. Tarif memang tergantung negosiasi, namun tak jarang ada juga joki yang berani menetapkan tarif. Jika beruntung, kata Rokayah, ia bisa mendapat lebih dari Rp 50 ribu untuk sekali jalan jarak pendek. “Dari uang joki saya bisa menyekolahkan anak-anak hingga lulus SMA,” ujar ibu empat anak ini. JOKI “PLUS “ DAN JOKI “ABAL-ABAL” Faktanya, bukan hanya mereka dari kalangan bawah dan tak berpendidikan saja yang melakukan pekerjaan ini, tapi beberapa di antaranya dari kalangan menengah. Hal ini terlihat dari hasil razia petugas Satpol PP beberapa waktu lalu. Dari puluhan joki yang tertangkap, ada sarjana yang tengah mencari pekerjaan di Jakarta, guru honorer hingga mahasiswa yang mengaku mencari tambahan uang kuliah. Umumnya mereka mengaku membutuhkan uang dengan cara cepat dan mudah. Penghasilan yang menggiurkan itu pula, konon yang membuat aktivitas perjokian ini ‘disusupi’ oleh wanita-wanita nakal yang ingin menjajakan diri. Mereka disebut ‘joki plus-plus’. “Cewekcewek kayak gitu bisa terlihat kok, dandanannya pun berbeda dari yang lain. Mereka ‘menormenor’. Disebut joki plus karena ada layanan esek-esek,” kata Ali sembari tersenyum. “Tapi bukan hanya wanita nakal lho, laki-laki nakal juga ada yang jadi ‘ joki abal-abal’,” tambah Ali. ‘”Joki
abal-abal” ini juga memberi layanan plus pada mangsanya sesama lelaki. Joki three in one sampai kini menjadi salah satu ‘penyakit’ Jakarta. Profesi unik yang tumbuh setelah diberlakukannya Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 4104/2003 pada 23 Desember 2003 tentang Penetapa n Kawasan Pengendalian Lalu Lintas, sulit diberantas. Peraturan yang dimaksud untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dengan cara memberlakukan ketentuan mobil pribadi harus mengangkut tiga orang penumpang atau lebih pada jalan-jalan dan jam tertentu, justru menumbuhkan peluang mengais rezeki bagi sebagian masyarakat. Para joki ini tak jera meski kerap dikejar-kejar petugas keter tiban. “Sudah risiko,” ucap Rokayah yang pernah terjaring petugas Satpol PP. “Terpaksa, kalau tidak, bagaimana bisa dapat uang untuk hidup? Anak saya empat, bapaknya sudah tidak ada. Sepulang menjoki saya kerja cuci-setrika. Sorenya, menjoki lagi,” ucap wanita ini. Seperti Rokayah dan joki lainnya, mereka menggantungkan hidup dari pekerjaan yang dilakoni hanya lima setengah jam sehari (tiga jam pagi hari dan dua setengah jam pada petang). Namun, gantungan hidup mereka ini, sebentar lagi bakal berakhir seiring diberlakukannya ERP (electronic road pricing) atau jalan berbayar di sejumlah jalan yang sebelumnya menjadi kawasan Three In One. Penerapan ERP yang sekarang masih taraf uji coba, rencananya diterapkan pada tahun 2015. –Diana Runtu
Jadi Joki Sejak Usia 6 Tahun Kisah menyedihkan juga dijumpai Tokoh saat bertemu seorang anak yang mengaku menjadi joki sejak usia 6 tahun. Itu artinya, Minah, begitu nama anak berusia 10 tahun itu, sudah empat tahun bekerja sebagai joki. Dulu, ucapnya, saat ia masih kecil, ibunyalah yang kerap membawanya untuk menjadi joki. Namun, sejak setahun terakhir, ia beroperasi sendiri. Sedang ibunya menjoki pagi hari, dan dirinya menjadi joki sore hari. “Pagi saya sekolah, sore baru menjoki. Sekarang saya kelas V SD. Tidak ada yang menyuruh saya menjadi joki, ini kemauan sendiri untuk bantu ibu,” ungkap Minah yang ditemui tengah duduk di pinggir trotoar di depan Gedung BPK RI, Jl Gatot Subroto. Sore itu, wajah Minah tampak sedikit muram. Sambil menunduk dan sesekali bermain-main de
Sosialita
Dewa Ayu Wulandari
Joki Three in One
Kamis sore (21/8) para joki three in one benar benar kecele. Sejak pukul 16.15 mereka sudah stand by di lokasi-lokasi jalan menuju kawasan three in one. Sibuk mengacung-acungkan telunjuknya, namun sampai capai berdiri dan pegal mengacungkan telunjuk, tak satu pun pengendara mobil pribadi menghampiri. Mereka tidak tahu kalau sore itu, three in one tidak diberlakukan karena adanya konsentrasi massa di kawasan Thamrin-Sudirman, terkait pengumuman hasil sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi dan DKPP di Kementerian Agama.
25 - 31 Agustus 2014
ngan coretan iseng di tanah, Minah mengaku, belum mendapat hasil apapun padahal sudah dua jam lebih berdiri. Biasanya, paling sedikit ia mendapat Rp 50 ribu. Jika dihitung-hitung, penghasilan Minah
minimal Rp 250 ribu per minggu atau Rp 1 juta per bulan. “Uang itu untuk sekolah juga untuk bantu ibu,” ucapnya. Minah adalah anak keempat dari tujuh bersaudara, ayahnya sudah meninggal sejak ia masih kecil. Itu sebabnya ibunya bekerja keras untuk menghidupi mereka. “Ibu bekerja jadi tukang cuci dan jadi joki pada pagi hari,” katanya sambil menjelaskan. Dalam keluarganya hanya ibu dan dirinyalah yang bekerja sebagai joki. Meski jadi joki, ia hanya mau menemani penumpang hingga jembatan Kuningan, Jakarta Selatan. Karena kalau terlalu jauh, selain khawatir tersesat, ia juga merasa takut. “Kata ibu, jangan jarak jauh, hanya boleh sampai jembatan Kuningan. Biasa nya sekali jalan dapat Rp 25 ribu,” ucap bocah berambut panjang ini. –Diana Runtu
Gigi dikatakan sehat ketika kondisinya bersih tanpa adanya lubang. Perawatan gigi merupakan salah satu elemen yang tak kalah pen ting seperti juga perawatan pada organ tubuh lainnya. Tampilan gigi yang terlihat indah, putih dan cemerlang mengisyaratkan bahwa kondisi gigi selalu terawat dan terjaga de ngan baik. Hal ini diungkapkan drg. Dewa Ayu Wulandari saat ditemui di tempat prakteknya di Kamandhani Dental Care, Jalan Sidakarya 119, Sesetan, Denpasar.
M
enurut wanita yang akrab disapa Wulan ini, gigi merupakan salah satu diantara organ tubuh manusia yang terpenting. “Coba bayangkan tanpa adanya gigi bagaimana kita bakal mengunyah makanan. Dengan adanya gigi juga fungsi suara kita bakal terdengar sempurna. Jenis makanan yang lezat dapat kita nikmati pula ketika fungsi gigi bekerja dengan baik,” tutur bungsu dari tiga bersaudara pasangan drh. Dewa Made Ngurah Dharma, MSc.,Ph.D dan Desak Putu Parmini ini. Wulan mengatakan dari keadaan ini kita bercermin dari orang tua yang sudah tanpa gigi atau meski masih muda tetapi kondisi gigi mereka banyak yang lepas, lantas diganti dengan gigi palsu. “Apa yang akan terjadi? Pasti nikmat lezat dari sebuah makanan yang kita kunyah akan berubah menjadi hambar, intinya tidak senikmat sewaktu
gigi masih berfungsi secara normal,” ucap dokter gigi yang juga praktek di House of Dura di kawasan Jalan Tukad Yeh Ho, Renon ini. Dokter gigi yang juga seorang ibu dari AA Nandiswari (5) ini mengingatkan untuk memeriksakan gigi anak ke dokter gigi mulai dari usia mulai dibawah 5 tahun. Ini penting untuk mendeteksi kerusakan gigi sejak dini. Membiasakan anak akrab dengan dokter gigi sejak kecil juga dapat membuat anak tidak takut untuk memeriksakan kondisi giginya hingga dewasa kelak. “Jangan sampai ke dokter hanya sete lah giginya goyang dan mesti dicabut pula, sehingga kesannya ke
menciut sehingga gigi disebelahnya terkesan akan miring dan goyang. Kalau sudah begini akhirnya dicabut dan ompong lagi.
dokter gigi itu menyiksa. Bisa-bisa baru dengar suara bor sudah mau lari,” ujarnya. Hal ini juga tergantung pada para orangtua, bagaimana mereka bersedia mengenalkan dokter gigi pada putra-putrinya sedini mungkin. Sehingga, kesan awalnya ke dokter gigi itu tidak menyakitkan tapi nyaman. Wulan pun tak lupa kembali menekankan, pentingnya menjaga dan merawat kesehatan gigi bukan hanya pada anak tapi untuk seluruh keluarga. Hal yang kelihatan sepele adalah tidak membiasakan menyikat gigi dengan baik dan benar setidaknya 2 kali sehari. Bagi perempuan yang dikenal ramah ini, kini pelayanan kesehatan gigi sudah menjadi kebutuhan primer. “Rasanya, tidak ada orang yang mau sakit gigi terus-menerus. Masalah sekecil apapun itu perlu dikonsultasikan karena keadaan gigi sangat berpengaruh pada kegiatan sehari-hari,” paparnya. Perawatan behel dan memutihkan gigi juga berkaitan dengan estetika. Pekerjaan ini, bukan hanya menjadikan orang yang giginya bermasalah menjadi kembali membaik dan sehat, tapi ini juga bagian dari menjadikan seseorang menjadi tampil lebih percaya diri. Bicara pengalaman, ia mengaku untuk urusan perawatan secara tidak langsung, ia banyak mendapat pelajaran dari berbagai masalah gigi yang diderita klien yang datang padanya. Terutama, persoalan seringnya dilupakan atau diabaikan orang, ketika ia kehilangan gigi. Banyak juga yang membiarkannya cukup lama. Padahal risikonya, gusi akan menjadi
GANTI SIKAT SEBULAN SEKALI Soal kiatnya selama praktik, ia mengaku tidak ada kiat khusus. Namun, memang tiap kali praktik, yang lebih diperhatikannya adalah ketelitian. “Jika teliti maka kita akan mudah mengindentifikasi tiap masalah gigi yang diderita pasien,” tegasnya Ia juga menjamin kenyamanan setiap pasiennya dalam menjalani perawatan. “Kalau suka penampilan yang oke mesti katakan cinta untuk gigi sehat,“ ujarnya tersenyum. Mengenai perawatan gigi, Wulan pun semangat menekankan hal ini adalah kewajiban. Tidak akan memberatkan, ketika kita sadar bahwa gigi berfungsi ganda dalam keberlangsungan kehidupan. Peranan gigi sangat vital terhadap organ pencernaan. Jika fungsinya tidak bekerja sebagaimana mestinya, kita bisa dipastikan sering mengalami masalah pencernaan. “Jadi susah kan bisa menikmati pork steak,” katanya tertawa. Disamping itu, katanya perhatikan sikat gigi, gantilah sikat gigi minimal satu bulan sekali.
dibersihkan, lama kelamaan akan menjadi karang gigi,” katanya. Ia mengingatkan jangan lupa periksa dan berkonsultasilah kepada dokter gigi, minimal sekali dalam setahun atau enam bulan sekali. Jangan anggap sepele ketika gigi masih berfungsi dengan baik tanpa perlu adanya perawatan,” tegasnya. GANDENG BUTIK DAN KULINER Selain pengabdian pada profesinya, ia juga rajin memberikan edukasi. Wulan tergolong wanita yang tidak bisa diam. Apalagi ia sendiri memiliki banyak sekali kemampuan dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah bakatnya untuk berkreasi membuat beragam aksesori perempuan. Salah satu yang akhirnya berkembang menjadi bisnisnya adalah, usaha tas dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ini dilakukannya, karena ia sangat paham tas sudah menjadi item pelengkap yang tak bisa ditinggalkan dalam berpenampilan. Wulan juga menyadari untuk usahanya bisa terus maju dan sukses, diperlukan kreativitas dan inovasi. Ia pun tak pernah berhenti menggali kreativitas atas tas-tas koleksinya yang dia beri nama “Kamandhani Bag”. Mulai dari tas, usahanya kemudian merambah ke sandal dan gelang yang semuanya menggunakan bahan sama, yakni kulit binatang. Strategi pemasaran produk tas-nya cukup sederhana. Ia menggandengkan butiknya dengan usaha kuliner milik keluarganya “Warung Kamandhani Ribs & BBQ” di Jalan Raya Puputan, Denpasar. “Sambil menikmati pork ribs dan steak ribs-nya yang istimewa. Atau chicken bbq dan ikan gurami, sekalian bisa juga lanjut melihat-lihat koleksi saya,” ujarnya berpromosi. Masih bicara soal usaha, sang
drg. Wulan saat memeriksa gigi pasien
Menyikat gigi dengan rutin tiap 12 jam sekali merupakan aturan dasar yang harus dilakukan untuk mendapatkan gigi putih dan terlindungi dari plak dan noda yang membandel. Selanjutnya, membersihkan gigi dengan dental floss perlu untuk kotoran yang menyangkut di sela-sela gigi. “Kotoran yang menyelip di sela gigi ini, tidak
kakak menangani penginapan Kamandhani Cottage di Pengosekan, Ubud, Gianyar. Memadukan desain kontemporer dan arsitektur tradisional Bali dan desain modern minimalis. Halaman, teras, dan taman-taman pribadi menciptakan perasaan intim dan nyaman. “Kalau ada yang ingin mencari tempat istirahat di tepi Ubud, silakan,” katanya berpromosi lagi.-ard
Inspirasi
25 - 31 AGUSTUS 2014
21
“Pak Raden” Mengintip Keunikan Sambori
4
yang Jago Melukis Generasi tahun 1980-an tentu tak lupa dengan film serial televisi boneka Si Unyil yang mengudara setiap Minggu pagi di TVRI, kemudian ditayangkan kembali di RCTI dan TPI pada tahun 2002 dan 2003. Selain Unyil, yang juga dikenang masyarakat adalah sosok Pak Raden plus kumis tebalnya. Dandanannya yang khas, kain beskap berwarna hitam lengkap dengan blankon serta tongkat dengan pegangan mirip payung, hingga sekarang masih diingat masyarakat.
D
Mandalika
25 - 31 AGUSTUS 2014
alam kehidupan nyata, adakah to k o h s e p e r t i Pak Raden itu? “Tentu saja ada, “ ujar Suyadi yang akrab disapa dengan sebutan Pak Raden, lantaran dialah yang ‘menghidupkan’ tokoh tersebut dalam serial Si Unyil. Pak Raden yang digambarkan sebagai orang yang memiliki banyak sifat buruk seperti pemarah dan pelit, diperankan dengan sangat baik oleh Suyadi. “Keluarga priyayi, gayanya seperti itu, seperti Pak Raden, Ya seperti teman-temannya bapak saya,” ucapnya. Bercerita Suyadi tentang awal kelahiran tokoh Pak Raden. “Waktu Si Unyil pertama kali tayang, anak-anak suka sekali. Namun dari pihak pembuatnya, seperti saya misalnya, justru merasa waswas khawatir pemirsa bosan. Karena Unyil dan semuanya adalah karakter baik. Nah, kalau dalam cerita pewayangan, jika tidak ada
kurawa atau pun rahwana, lama kelamaan bisa membosankan. Karenanya diciptakanlah beberapa tokoh antagonis seperti ; Pak Raden dan Pak Ogah, Pak Raden digambarkan sebagai orang tua pensiunan yang hidupnya sudah melalui tiga jaman yakni jaman Belanda, Jepang dan Kemerdekaan. Tokoh ini punya sifat-sifat yang sangat tidak terpuji. Dia itu kikir dan pemarah,” jelas Suyadi. “Tapi kalau sekarang diminta memerankan kembali tokoh Pak Raden seperti dulu, saya tidak sanggup. Dulu itu, saya syuting dari pagi sampai sore, lalu malamnya mengisi suara. Sangat melelahkan, tapi saya kuat. Kalau sekarang, harus seperti itu lagi, saya ndak sanggup,” kata Pak Raden saat ditemui di rumahnya, bilangan Petamburan III, Jakarta Pusat. Namun begitu, lanjutnya, bukan berarti ia tak mau sama sekali memerankan Pak Raden lagi. Sampai saat ini undangan
Sebagian lukisan karya Pak Raden
untuk mendongeng ataupun memerankan Pak Raden masih kerap datang. “Nah kalau untuk undangan, dalam artian hanya sebentar, tentu saya mampu melakukannya. Yang saya maksud tidak sanggup, kalau syuting seperti dulu, dari pagi sampai malam, karena saya kan sudah tua,” jelas Pak Raden yang didera penyakit arthritis atau radang sendi. Usia Pak Raden memang sudah sepuh. Pada 28 November nanti, genap 82 tahun. Kekuatan fisiknya, tentu saja berbeda dengan saat memerankan Pak Raden pertama kalinya, tahun 1981. Kala itu usianya masih 49 tahun. Menariknya, meski sudah sepuh, suara Pak Raden yang berat dengan tawa yang menggelegar, masih sama seperti saat ia memerankan Pak Raden puluhan tahun lalu. PRODUKTIF MELUKIS Di luar kegiatan mendongeng, tutur lelaki kelahiran Puger, Jember, itu, ia banyak menghabiskan waktunya dengan melukis. “Inspirasi begitu banyak, sampaisampai saya merasa kekurangan waktu karena begitu banyak inspirasi yang ingin dituangkan.,” kata Pak Raden yang juga jebolan Fakultas Seni Rupa ITB Bandung. Usia lanjut, tambahnya, tidak membuatnya menjadi malas bergerak, justru sebaliknya ia selalu penuh semangat. “Saya ini tidak pernah tidak ada kegiatan. Bahkan kalau satu pekerjaan sudah selesai, langsung menyusul pekerjaan yang lain. Saya tidak bisa diam. Kalaupun saya tidak ingin melakukan sesuatu, saat diam pun, pikiran saya tetap berjalan, mengingat sesuatu
atau merencanakan sesuatu. Jadi saya baru benar-benar istirahat jika sedang tidur,” ujarnya. Seperti sekarang ini, ia tengah sibuk mempersiapkan pameran untuk memperingati 210 tahun Hans Christian Andersen, tokoh pendongeng yang termasyur sejagad. “Dulu karya-karya saya berupa ilustrasi cerita yang terdapat dalam buku-buku terjemahan HC Andersen dipamerkan di Museum HC Andersen di Odense, Denmark. Nah ilustrasi-ilustrasi itulah, yang sekarang sedang saya buat ulang dengan ukuran besar, untuk dipamerkan. Saya membuatnya persis sama dengan yang dibuku. Itu semua harus selesai akhir tahun ini. Nanti pada April 2015 akan dipamerkan,” tuturnya. Sebenarnya, tambah Pak Raden lagi, sebelumnya ia juga sempat mempersiapkan pameran lukisan dalam rangka Hari Anak Nasional pada Juli lalu di Galeri Nasional. Lalu, ia pun menunjuk sejumlah lukisan bertemakan Anak-anak Indonesia yang tergantung di dinding ruang tamu dan bengkel kerjanya. Namun acara pameran itu dibatalkan karena
adanya Pilpres. “Pihak galeri bilang, lukisan-lukisan itu disimpan saja untuk pameran Hari Anak Nasional tahun depan,” jelasnya. Sebagian dari lukisan tentang Anak Indonesia itu, kini tergantung di dinding ruang tamu dan bengkel kerjanya, berdampingan lukisan-lukisan bertemakan panggung hiburan rakyat. Sebut saja, teater keliling wayang orang dan panggung pentas dangdut pinggir jalan. “Saya ini gemar nonton wayang orang. Kalau nonton, tidak betah hanya duduk tapi saya blusukan ke dalam, ke belakang panggung. Di sanalah kita bisa memotret suka-duka kehidupan orang panggung. Kalau kita melihat dari depan, kan, hanya yang indah-indah. Padahal di belakang panggung, ya, seperti itu (sambil menunjuk salah
satu lukisannya). Jangan dikira, ya, itu seperti teater di Gedung Kesenian Jakarta yang megah tapi ini teater keliling di sebuah daerah kumuh. Ini sangat mengharukan,” papar Pak Raden panjang-lebar. Lukisan lainnya adalah tentang panggung hiburan di kawasan jembatan Jatinegara, Jakarta Timur, yang pada tahun 90-an cukup terkenal lantaran adanya pentas dangdut yang digelar di pinggir jalan setiap malam. “Lukisan itu saya buat pada tahun 1997,” ucapnya. Beruntung, kata Pak Raden lagi, ia hidup di bumi Indonesia di mana begitu banyak hal yang dapat menjadi inspirasinya dalam melukis. “Begitu keluar rumah, kita bisa melihat orang berjualan. Jika kita ke jalan raya, bisa melihat orang lalu lalang, dll,” katanya. Ini berbeda ketika ia tinggal di Belanda dan Prancis. “Saya pernah hidup di Belanda dan Prancis. Ketika di Belanda, saya merasa kesulitan mendapat inspirasi,. Nah kalau di Prancis, memang ada banyak sudut yang biasa menginspirasi saya untuk melukis. Lihat ini (menunjukkan ilustrasi poster
yang dibuatnya), itu merupakan rangkuman pengalaman saya , baik suka maupun duka, selama saya tinggal di Prancis,” kata Pak Raden yang mengenyam pendidikan animasi selama dua tahun di negeri fashion itu. Gemar memotret kehidupan dan menuangkannya dalam bentuk lukisan, namun jangan meminta Pak Raden melukis photo atau pemandangan. Karena sudah pasti, dia akan menolak. “Tidak tahu kenapa, tapi saya sangat tidak suka melukis photo, juga pemandangan. Saya sangat suka melihat pemandangan yang indah, sawah, tapi untuk menuangkannya dalam lukisan saya tidak mau,” kata mantan dosen seni ilustrasi ITB Bandung, juga pengajar animasi di Institut Kesenian Jakarta. -Diana Runtu
Salah satu desa tradisional yang menyimpan sisa-sisa kehidupan tradisi masyarakat Suku Mbojo di Bima Nusa Tenggara Barat adalah Desa Sambori yang terletak di atas dataran tinggi pegunungan Lambitu, dengan jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan dari Kota Bima.
S
Tobi
ambori sebuah desa kecil dan tradisional masuk dalam wilayah Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima yang memiliki keunikan sejarah dan budayanya. Salah satu keunikan dari Sambori adalah masyarakatnya yang hingga kini masih menggunakan bahasa daerah yang lain dari bahasa Bima atau Nggahi Mbojo umumnya. Bahasa Bima yang dipergunakan masyarakat Sambori, menurut Tobi salah seorang Tokoh Masyarakat, merupakan bahasa asli Suku Mbojo atau bahasa nenek moyang, yang hingga kini dipergunakan. Dan, masyarakat Sambori, setidaknya yang tinggal di Desa Kadi, Tarlawi, Teta, Kalodu, Kaboro dan Sambori di gugusan perbukitan Lambitu masih tetap mempertahankan menggunakan bahasa tersebut. Meski sentuhan modern mulai tampak di sekitar Sambori, namun kampung ini masih betah dengan kehidupan tradisionalnya. Misalnya peralatan dan perkakas yang dipergunakan sehari-hari seperti alat masak yang terbuat dari tanah liat, dan lainnya seperti payung atau lebih tepatnya penutup/pelindung kepala dari panas dan hujan yang terbuat dari daun lontar, kulit pohon atau daun pandan maupun rotan yang mereka sebut dengan waku. Masyarakat Sambori kerap disebut sebagai orang Donggo Timur atau dalam bahasa Bima disebut Dou Donggo Ele. Belum ada penjelasan lebih jauh mengapa mereka disebut orang Donggo timur. Yang jelas, di Kabupaten Bima terdapat juga
sebuah kecamatan Donggo yang letaknya di bagian barat Bima dan berada di atas perbukitan juga. Di Kecamatan Donggo ini, beberapa desanya juga masih merupakan desa dan kehidupan masyarakatnya tradisional, seperti Mbawa dan beberapa lokasi lainnya. Sedangkan Sambori, berada di sebelah tenggara Kota Bima dengan posisi agak ke timur. Keunikan lain yang tersimpan di Sambori adalah rumah tradisional Suku Mbojo Bima, yakni uma lengge dan Uma Jompa. Khususnya uma lengge yang terlihat sudah sangat langka, hanya tinggal beberapa rumah saja dari seluruh rumah yang ada di perkampungan tersebut. Meski tidak banyak lagi terlihat, rumah tradisional ini yang masih berdiri dan menyimpan sejarah serta filosofi kehidupan masyarakat Mbojo dari sisi arsitekturnya. Di Desa Sambori, uma lengge berfungsi sebagai rumah tinggal. Keunikan uma lengge yang dipakai sebagai tempat tinggal sama dengan uma lengge sebagai lumbung. Dalam arsitektur ini, leluhur orang Bima juga memperhatikan hal-hal yang bersifat privasi bagi pemilik rumah dan hal-hal yang memberikan simbol-simbol sopan-santun bagi pengunjung rumah yang bersangkutan. Pada konstruksi uma lengge sebagai tempat tinggal yang masih tersisa di Sambori, kini hanya terdiri dari dua lantai. “Aslinya, terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama digunakan sebagai tempat menerima tamu dan bersantai bagi pemilik rumah. Lantai kedua berfungsi
Salah satu rumah tua khas Suku Mbojo, Uma Lengge di Desa Tradisional Sambori
sebagai ruang privasi tempat tidur dan lainnya. Sedangkan lantai ketiga berfungsi sebagai penyimpanan logistik, seperti padi dan gabah,” ungkap Tobi, tokoh masyarakat Sambori dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu. Simbol interaksi sosial ada pada keadaan tiga pintu dari tiga lantai tersebut. Jika ada orang yang bertamu, maka orang tersebut harus memperhatikan keadaan pintu di tiga lantai uma lengge tersebut; terbuka atau tertutup. Jika daun pintu bagian terbawah yang disebut sara¸tertutup, maka masyarakat tradisional ini sudah dapat membaca bahwa pemilik rumah tengah keluar dan bepergian keluar kampung. Itu berarti memakan waktu yang lama untuk kembali ke rumahnya. “Kalau pintu sara tertutup, maka dipastikan pemilik rumah pergi jauh dan tidak usah ditunggu,” ujar Tobi. Jika daun pintu lantai dua tertutup yang disebut topa, maka pemilik rumah tengah keluar namun tidak jauh rumahnya. Yang bersangkutan berada di sekitar kampung tersebut. Namun, jika daun pintu lantai tiga yang tertutup maka penghuninya sedang berada di sekitar rumah atau di rumah tetangga. Inilah sebagian dari kearifan lokal suku Mbojo yang masih terus dilestarikan hingga saat ini.
Uma Lengge menjadi salah satu objek kunjungan wisata di Desa Sambori
SENI BALALEHA Seperti juga masyarakat adat lainnya, Sambori menyimpan kekayaan seni dan tradisi yang unik. Menurut Tobi, dalam tradisi atau sastra lisan, masyarakat Sambori tidak lepas dari pantun dan nasihat-nasihat saling menyapa dan mengingat yang secara spontan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sambori. Mereka tidak lepas dari “komunikasi” spiritual terhadap penciptanya yang diwujudkan dalam pujian yang mereka sebut balaleha, yang artinya seluruh kehidupan dan kematianku bersama Tuhan. Seni vokal balaleha biasanya dilantunkan ketika acara sunatan atau pernikahan yang berisi petuah dan pujian serta harapan doa agar bumi dan manusia selalu dilindungi Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari bencana. Beberapa seni tradisional lain berupa tarian, permainan dan tradisi . Yang masih diingat untuk dimainkan masyarakat di sini adalah Mpa’a Manca, Arugele, Mpa’a Lanca, Kalero dan lain-lain. TRADISI ARUGELE Masyarakat Sambori juga mengenal tradisi agraris seperti Arugele yang merupakan tarian dan nyanyian yang dilakukan di areal persawahan ketika saat musim tanam dan musim panen tiba. Tradisi ini mirip dengan tradisi Ngasak Rame masyarakat Suku Samawa Sumbawa. Para gadis dan perempuan dewasa dengan tongkat kayu yang ujungnya runcing berdiri berderet dan melangkah satu arah melubangi tanah dan memasukan bibit, sambil bersenandung. Di belakangnya diikuti para lelaki yang menutup dan merapikan tanah-tanah yang telah dimasukkan bibit-bibit tersebut. Seni Mpa’a Manca merupakan seni bela diri khas pasukan Kesultanan Bima tempo
dulu mirip Mencak di Sumbawa yang termasuk dalam jenis bela diri Pencak Silat. Seni ini memperlihatkan keindahan lagak dan gerakan para pesilat tradisional yang diwujudkan dalam tarian masing-masing pesilat di awal permainan. Hal ini seperti yang dilakukan para pepadu petarung peresean di Lombok yang kerap menampilkan tarian dan keindahan seni gerak sebelum bertanding. “Pertarungan” akan berlangsung menggunakan senjata yang disebut Kapodo terbuat dari kayu khas Suku Mbojo. Saling menyerang dan meraih kemenangan dalam suasana permainan untuk menghibur yang diiringi dengan irama gendang, gong dan serunai yang terbuat dari daun lontar khas Mbojo. Gendang bertalu-talu ditabuh selama permainan ini berlangsung dan semakin seru permainan ini, maka semakin tinggi pula irama serunai yang ditiup. Bunyi alat musik ini yang menjadi penyemangat dan penghibur dalam seni bela diri Mpa’a Manca. Seperti halnya peresean di Lombok, seni Mpa’a Manca yang dilakukan para pendekar Bima ini tidak menimbulkan dendam yang berkepanjangan. Karena usai permainan, mereka bersalaman, berpelukan dan saling memberi hormat satu sama lainnya. ADU BETIS Tradisi mpa’a lanca (adu betis) juga merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Sambori. Adu ketangkasan betis ini telah diwarisi secara turun-temurun dan menjadi permainan yang atraktif dan menarik yang menyuguhkan semangat juang dan keahlian khusus dari para “petarungnya”. Tidak semua orang bisa memainkan permainan ini, kata Tobi. Meski jenis-jenis seni dan tradisi ini kini mulai jarang dipertontonkan, namun masyarakat Sambori hidup dengan tetap melestarikan nilai-nilai kearifan dari tradisi dan seni yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari. -Naniek I. Taufan
Nine
20
25 - 31 AGUSTUS 2014
Nurhidayati
Inspirasi
25 - 31 AGUSTUS 2014
5
Prof. Dr. drh. Ni Ketut Suwiti, M.Kes
Pembuat Rumah Manjareal
Siapkan “Wafer Sapi Bali”
Dengan sangat teliti, seorang perempuan memainkan sekitar 30 cm daun lontar membentuk kelopak-kelopak bunga. Dengan mesin khusus yang terkesan sangat tradisional, ia me rapikan daun lontar tersebut sebelum menjalinnya satu-persatu hingga berbentuk tiga kelopak bunga.
Sapi Bali dikenal sebagai plasma nutfah asli Bali. Hal ini membuat sapi Bali mendapat perhatian khusus agar tetap lestaridan populasi ya terjaga. Salah satu tokoh yang ikut berkontribusi terhadap pelestarian sapi Bali adalah Prof. Dr. drh. Ni Ketut Suwiti, M.Kes. Ia adalah Ketua Pusat Kajian Sapi Bali (PKSB) Universitas Udayana.
D
engan sangat terampil pula, ia mengikat ketiga kelopak itu, pada ujung bagian bawah, tempat pertemuan lipatan kaki kelopak bunga lontar, lalu ia mengiris daun lontar sedikit sebagai tempat menguatkan benang yang diikat dengan cara dililitkan melingkar pada kaki pertemuan tiga kelopak bunga tersebut. Benang-benang tersebut juga dililitkan pada tiap sela kelopak bunga lontar tersebut untuk lebih menguatkan ikatannya. Benang yang dipakai saat ini adalah benang biasa. Setelah kelopak bunga lontar jadi, barulah dirapikan. Hanya butuh waktu 40 detik bagi Nurhidayati, perempuan Sumbawa yang memiliki keahlian membuat tiga kelopak bunga lontar sebagai rumah manjareal. Salah satu kuliner khas Sumbawa yang kekhasannya hampir tidak dimiliki daerah lain, terutama dalam bentuk dan penyajiannya meski pun terbuat dari bahan yang sama yakni kacang, tepung dan gula adalah camilan khas bernama manjareal. Kuliner yang secara turun-temurun ini diproduksi di rumah-rumah pen-
Pelanggan rumah manjareal yang tiap hari memesan dalam jumlah yang banyak pada Nurhidayati
duduk di Sumbawa masih tetap bertahan hingga saat ini. Usaha rumah tangga ini aktivitasnya terbilang baik. Ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri di sekitar sentra pembuatan kuliner khas ini, menjadi bagian dari usaha tersebut sebagai pekerja lepasnya.
Manjareal
Kekhasan kuliner ini terletak dari bentuknya seperti kelopak bunga. Rangka kelopak yang biasa disebut rumah manjareal ini berbentuk khas karena terbuat dari daun lontar membuat kuliner ini terkesan langka. Banyaknya produksi harian manjareal oleh para ibu rumah tangga dan remaja putri di Brang Bara yang dilakukan sembari menghabiskan waktu sambil bersosialisasi satu sama lain, membuat kebutuhan akan rumah manjareal ini cukup banyak. Membuat rumah manjareal sendiri membutuhkan keahlian khusus yang bahkan diwariskan secara turun-temurun. Bentuk yang kelihatan sederhana itu tidak sesederhana merangkaikannya. Karena itulah, tidak semua orang bisa membuatnya. Nurhidayati yang masih setia menggeluti keahliannya ini mengungkapkan, bahwa ia memperoleh keahlian itu secara turun-temurun. Sejak kecil ia telah terbiasa melihat nenek dan ibunya serta tetangganya ketika tinggal di Brang Bara, membuat rumah manjareal. Ketika usianya remaja, ia telah ikut terlibat membantu mereka membuat rumah manjareal. Usaha rumah tangga yang selalu
Nurhidayati
memberi mereka pendapatan tiap hari. Kini, tiap hari ia dibantu anakanaknya, dapat menghasilkan ribuan rumah manjareal. Ini artinya, sebagai perempuan dan ibu rumah tangga, ia telah mandiri secara ekonomi dan dapat memberikan kontribusi ekonomi dalam rumah tangganya. “Saya kerjakan di selasela mengerjakan pekerjaan rumah tangga,” ujarnya. Tiap hari, Nurhidayati menghabiskan waktunya membuat rumah manjareal yang dikerjakannya sembari melakukan pekerjaan rumah lainnya. Membentuk tiga kelopak bunga dari daun lontar sebagai rumah manjareal, tidaklah mudah. Namun karena hal ini telah terbiasa dilakukan, kegiatan ini pun mampu dikerjakannya sambil mengobrol. “Ini adalah pekerjaan yang sudah bertahuntahun saya lakoni. Lumayan bisa membantu ekonomi keluarga,” ungkap Nurhidayati. Meski pun permintaan rumah manjareal tidak pernah sepi, namun ia harus sedikit berusaha lebih keras untuk bisa mendapatkan daun lontar karena sudah mulai langka. Daun lontar yang datang dari berbagai pelosok Sumbawa, menurut Nurhidayati asal Brang Bara yang kini tinggal di Desa
Seketeng Sumbawa, kini terasa langka. Apalagi jika musim hujan tiba, daun lontar susah diperoleh. Namun sampai saat ini ketersediaannya masih ada. “Jika di pasar tidak ada yang menjual, kami mencari hingga ke Kecamatan Alas dan Utan,” ujarnya. Mereka selalu berusaha membuat rumah manjareal dari daun lontar, karena di situlah letak kekhasan dan keunikannya yang telah diwarisi leluhur mereka. “Kalau rumah
rumah juga rutin mengolah daun lontar dengan berbagai perlakuan sebelum dibuat menjadi rumah manjareal. Daun lontar tersebut ia jemur hingga benar-benar kering agar manjarealnya bisa awet dan tidak berjamur. “Kalau daun lontarnya basah, maka manjarealnya akan cepat berjamur,” katanya. Inilah salah satu hal yang paling diperhatikannya. Meski yang rugi bukan dirinya jika manjareal cepat berjamur dan rusak, namun Nurhidayati memiliki rasa tanggung jawab yang besar untuk memberikan rumah manjareal dengan kualitas terbaik kepada langganannya. Dan, ia tetap menjaga hal tersebut sebagaimana pewaris keahlian tersebut padanya. Ia juga akan dengan cermat memilih daun lontar yang cocok sebagai rumah manjareal yaitu yang masih muda sehingga warnanya kuning atau krem. Jika daun lontarnya tua, maka rumah manjareal warnanya kehijau-hijauan. “Para pembuat manjareal memilih yang warna lontarnya kuning atau krem saja, karena akan mempengaruhi aroma dan warna manjareal kurang
Tangan terampil Nurhidayati merapikan daun lontar dengan mesin sederhana sebelum dijalin menjadi kelopak bunga
manjareal diganti dengan yang lain, tentu bukan manjareal lagi namanya,” ungkapnya. Dengan tangan terampilnya, tiap hari Nurhidayati bisa menghasilkan 1.000 sampa dengan 1.500 rumah manjareal. Satu pelepah lontar yang terdiri dari daun lontar muda yang bersusunsusun selalu disetok. Hari-hari Nurhidayati, selain mengurus
Stok rumah manjareal yang siap diambil oleh pelanggan
menarik,” katanya. dalam satu pelepah lontar bisa menghasilkan lebih kurang 250 buah rumah manjareal. Untuk 1.000 buah rumah manjareal, dijual dengan harga sekitar Rp 40.000 kepada para pembuat manjareal di Sumbawa. Saat daun lontar siap diolah, ia pun bekerja dengan sangat giatnya. Diawali dengan membersihkan dan menjemur daun lontar sehari penuh jika matahari terik, yang biasanya mereka beli di pasar, lalu dilanjutkan dengan memisahkan daun lontar dari tulangnya. Setelah itu dengan alat khusus yang didesain dan dibuat sendiri berupa alat pembelah dan pemotong untuk membuat daun lontar agar berukuran lebar sama, dilanjutkan dengan membentuk lontar tersebut menjadi tiga kelopak bunga yang tertata apik. Setelah itu, ia tidak perlu capek berkeliling menjual rumah manjareal, karena para pembuat manjareal yang akan datang mengambil rumah-rumah manjareal sesuai kebutuhannya. -Naniek I. Taufan
W
anita kelahiran Temukus, Buleleng 16 Juli 1963 ini sejak kecil sudah bergelut dengan pertanian. Sebagai anak petani, ia memahami situasi pertanian di wilahahnya. Hal ini juga membuatnya mantap untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana tahun 1982. Setelah tamat kuliah, ia pulang kampung dan menjadi peternak ayam. “Saya anak petani, hidup di lingkungan petani. Aura saya ya aura petani. Begitu tamat kuliah, saya memutuskan untuk beternak ayam. Ini juga memiliki kaitan dengan pertanian,” kenang anak pasangan I Nyoman Sumantra-Ni Nyoman Suarni (almh) ini. Pendapatannya sebagai peternak ayam
menjadi PNS. Ia diterima sebagai dosen di Unud. Kariernya sebagai dosen pun melesat. Tahun 1994 ia melanjutkan pendidikan S2 di Unair Surabaya hingga tahun 1996. Dua tahun kemudian ia meneruskan pendidikan S3 di Unud. “Saya tidak termasuk orang pintar, tetapi saya tekun. Mungkin ini salah satu penyebab saya cepat meraih gelar guru besar. Setelah saya, teman-teman yang akhirnya menyusul,” ujar dosen yang meraih gelar guru besar tahun 2012 ini. Selain menjadi dosen, Suwiti juga anggota Badan Penjamin Mutu Unud, ketua Peneliti MP3EI srta Ketua PKSB. “Dulu namanya Pusat Penelitian Sapi Bali yang bernaung dibawah Lembaga Penelitian Masyarakat (LPM Unud). Sejak 2009, berubah menjadi PKSB yang berada
Foto bersama bimbingan S2.
cukup lumayan. Ia mempekerjakan beberapa orang untuk mengurus ayamnya. Suwiti hanya sesekali mengecek atau turun langsung untuk menyuntik ayam. Orangtua Suwiti ternyata kurang setuju dengan pilihan Suwiti untuk menjadi peternak. Sudah jauh-jauh dikuliahkan ke Denpasar malah pulang jadi peternak. Ia pun “diusir” disuruh ke Denpasar untk mencari pekerjaan khususnya PNS. Orangtuanya memang mengharapkan Suwiti menjadi PNS. Sesampai di Denpasar, Suwiti pun tak langsung jadi PNS. Sembari menunggu pembukaan lowongan PNS ia bekerja di hotel dengan tugas menjual paket tur. Akhirnya nasib mengantarkan Suwiti
dibawah Rektor. Saya awalnya menjadi Sekretaris PKSB tetapi sejak 2014 dipercaya menjadi Ketua,” ujar ibu dua putra ini, I Gde Oga Pramarsutha dan I Made Sutha Saskara “JEMPUT BOLA” Ia pun menuturkan ketertarikannya terhadap sapi Bali karena sebagai plasma nutfah, sapi Bali harus dijaga populasinya. Sebagai ikon Bali, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut memberi kontribusi bagi upaya pelestarian ini. Di sisi lain, nama sapi Bali yang sudah dikenal secara nasional memudahkan peneliti untuk mendapatkan hibah dana penelitian. Suwiti pun “jemput bola” untuk merealisasikan harapannya itu.
“Masalah sapi Bali saat ini bukan di penyakit. Tetapi di produktivitas dan manajemen pakan. Penyakit Jembrana yang dulu dianggap penyebab menurunnya populasi sapi Bali tidak terbukti karena adanya vaksinasi. Kendala yang ada di lapangan adalah bobot badan sapi Bali tidak maksimal karena manajemen pengelolaan tidak maksimal. Inilah yang kemudian kami bersama tim melakukan edukasi kepada peternak sapi Bali”
Ia keliling Bali untuk melihat sentra-sentra pengembangan sapi Bali. Berdiskusi dengan peternak dan kelompok ternak menjadi rutinitasnya. Sebagai dokter hewan, ia tidak berlaku eksklusif. Ia mengajak rekannya dari pertanian, peternakan, dan MIPA. Dengan bersinergi, segala permasalahan akan bisa diselesaikan. Istri Dr.drh. I Nengah Kerta Besung, M.Si. ini merasa Tuhan sudah menunjukkan jalan baginya untuk konsentrasi di pengembangan sapi Bali. “Masalah sapi Bali saat ini bukan di penyakit. Tetapi di produktivitas dan manajemen pakan. Penyakit Jembrana yang dulu dianggap penyebab menurunnya populasi sapi Bali tidak terbukti karena adanya vaksinasi. Kendala yang ada di lapangan adalah bobot badan sapi Bali tidak maksimal karena manajemen pengelolaan tidak maksimal. Inilah yang kemudian kami bersama tim melakukan edukasi kepada peternak sapi Bali,” tegas Prof. Suwiti. Para peternak kemudian diberi pemahaman bagaimana mengelola peternakan, mulai dari kondisi kandang, asupan makanan, pemeliharaan, hingga penyakit. Dari beberapa temuan di lapangan, kondisi tanah yang kurang mineral juga memiliki korelasi terhadap tidak maksimalnya pakan ternak. Untuk itu, dibuatlah formula pakan ternak yang sudah diujicobakan. Pakan yang disebut “wafer sapi Bali” ini bisa meningkatkan bobot sapi Bali antara 0,6-0,8 kg/ekor/hari. Pembuatan “wafer” ini akan dikerjasamakan dengan pihak swasta. Nantinya pihak inilah yang akan memproduksi secara massal. SKALA PRIORITAS Di sela-sela kegiatan sebagai dosen, peneliti, dan kegiatan lainnya, Suwiti tetap mengatur waktu untuk keluarga dan masyarakat. Walau ia dan suami dokter hewan, kedua
Formulasi Pakan MP3EI yang diusulkan menjadi paten produk
anak mereka tak ada yang mengikuti jejak orangtuanya. “Saya demokratis dengan anak-anak. Kami tidak mengarahkan mereka untuk jadi dokter hewan. Silakan mereka memilih sesuai keinginan. Yang sulung memilih ekonomi, yang bungsu kedokteran. Saya hanya menekankan anak-anak agar mandiri,” tegasnya. Di lingkungan masyarakat, ia juga berusaha meluangkan waktu dengan ikut arisan dan hadir saat ada upacara adat dan keagamaan. Suwiti berusaha mengatur waktu dengan membuat skala prioritas mana yang harus didahulukan. –Ngurah Budi
Lokasi penelitian MP3EI di pusat perbibitan sapi Bali di sobangan milik Dinas Peternakan Kabupaten Badung
Women on Top
6
25 - 31 Agustus 2014
Terapkan Skala Prioritas
P
rof. Raka demikian ia akrab disapa, mengaku hanya menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan. “Saya konsisten dengan aturan dan penyelenggaraan pelaksanaan di institusi akademik semua sesuai ISO,” ujarnya. Saat menjabat Direktur Pascasarjana periode pertama tahun 2009-2013, hal pertama yang dilakukan Prof. Raka adalah menata sistem. Karena menurutnya, ini sangat penting untuk kinerja berikutnya. Prosesnya mulai dari input yang bagus yang harus betul dan tertata. Itu bersamaan dengan penataan Dikti. Sehingga, akreditasi di Pascasarjana Unud tidak ada C, minimal B, dan sebagian besar A. Dari sistem yang sudah tertata itulah kemudian penerimaan mahasiswa baru Unud dilakukan online yang disiapkan sejak 2010 dan dioperasikan hingga sekarang. Karena, melayani satu orang akan melibatkan 1.000 orang. “Semua
tugas sudah terstruktur, semua sudah tahu tugasnya masing-masing, saya tinggal mengevaluasi,” tegasnya. Keberhasilannya dalam menata sistem pada periode pertama akhirnya mengantarkan Prof. Raka kembali mengemban tugas tertinggi di Pascasarjana Unud periode 2013-2017. Visinya, mewujudkan Program Pascasarjana Unud sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berdasarkan pola ilmiah pokok kebudayaan, sehingga dapat menghasikan magister dan doktor yang unggul, mandiri, dan berbudaya serta memiliki daya saing nasional dan internasional. Di luar akademik, sebagai dokter spesialis saraf, tentunya tenaga dan ilmunya juga diperlukan di bidang kesehatan. Tak jarang, sembari masih menjalani tugas di kampus, ia kerap menerima telepon dari rumah sakit yang mengonsultasikan
tindakan penanganan pasien. Sebagai istri dari Dr. IB Gede Udiyana, S.E, Ak., M.Si. dan ibu dari dr. IA Sri Wijayanti dan dr. IB Putra Pramana, kehadirannya juga diperlukan keluarga. Untuk hal ini, di tengah kesibukan di kampus dan di rumah sakit, Prof. Raka mengaku selalu menyempatkan berkomunikasi lewat telepon, dan berusaha selalu ada ketika mereka memerlukannya. Terutama ketika anak-anak masih remaja yang tentunya pergaulan mereka harus benar-benar diawasi. Terkadang anak-anak tak selalu mau terbuka kepada orangtuanya. Untuk itu, Prof. Raka biasanya mencari tahu dari teman-teman mereka akan masalah yang dihadapi anak-anaknya. “Yang penting ada komunikasi tentang berbagai hal dan mencarikan solusinya bersama. Bagaimana
i t r e k u S n a Ni Way
Saling Berbagi
Seorang wanita memiliki peran sangat penting dalam keluarga. Sebagai istri, ia harus menjadi pendamping yang baik untuk suami. Istri juga menjadi pemberi semangat untuk suaminya. Sebagai ibu, ia harus me rawat dan mendidik anak-anak. Tugas inipun tak bisa dilakukan sendiri. Ibu harus bekerja sama dengan ayah dalam memberi perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak.
T
ugas domestik yang diemban wanita memang cukup berat. Namun, masih ada wanita-wanita yang sanggup
berkiprah di masyarakat. Salah satunya Ni Wayan Sukerti, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Wisma Giri Santhi, Subak Abian Giri Sari Banjar Bon, Desa Belok,
Petang, Badung. Sukerti menuturkan KWT Wisma Giri Santhi berdiri sejak Januari 2014 dan beranggotakan 33 orang. “Awalnya ada lomba subak. Subak kami mewakili Badung. Salah satu persyaratan penilaian adalah adanya KWT. Untuk itu, dibuatlah KWT Wisma Giri Shanti,” ujarnya. Ibu-ibu (kelompok wanita Tani) KWT Wisma Giri Santhi, Subak Abian Giri Sari, Banjar Bon, Belok, Petang, Badung sedang melakukan pengolahan makanan nonberas dari bahan baku hasil perkebunan sebagai bentuk usaha pelestarian ketahanan panga yang di tampilkan pada saat lomba kelompok tani perkebunan tahun 2014 yang dinilai Tim Provinsi Sabtu, 22/7 yang lalu
Sudut Pandang
19
Sebelas Hari Makan “Nasi Kucing”
Prof. Dr. dr. AA Raka Sudewi, Sp. S (K)
Menjadi Direktur Program Pascasarjana Unud , bukanlah hal yang mainmain. Apalagi, dipercaya menjabat hingga dua periode. Tentunya, segala keputusan itu atas dasar pertimbangan sepak terjang seorang Prof. Dr. dr. AA Raka Sudewi, Sp. S (K) dalam memimpin Program Pascasarjana perguruan tinggi negeri terbesar di Bali ini pada periode sebelumnya.
25 - 31 Agustus 2014
Prof. Raka Sudewi saat memimpin sidang terbuka
anak bisa merencanakan keperluan mereka ke depan,” ujarnya. Sebagai makhluk sosial, Prof. Raka juga tak bisa lepas dari kegiatan adat di masyarakat. Prinsipnya,
KWT ini dibuat ternyata tidak sekadar untuk lomba subak. Mereka ternyata bisa memanfaatkan potensi yang ada di wilayahnya. Untuk mendukung kegiatan pemanfaatan lahan perkebunan, Sukerti bersama anggota kelompoknya membuat pengolahan makanan nonberas dari bahan baku hasil perkebunan. Ini sebagai bentuk usaha pelestarian ketahanan pangan. “Hasil perkebunan seperti ketela, pisang, labu, talas, dan terong belanda kami olah menjadi jajan atau sirup untuk konsumsi keluar ga,” ujarnya. Pengolaha n sirup mereka dapatkan dari pelatihan anggota PKK di desanya Sukerti menambahkan menjadi petani tidak lantas membuatnya berkecil hati. “Saya bertekad dan bersemangat untuk menekuni pekerjaan ini. Menjadi petani ini juga pekerjaan mulia,” tegas istri I Dewa Made Merta ini. Sebagai wanita yang tergabung dalam KWT, Sukerti tak melalaikan tugas domestiknya. Ia selalu menyiapkan segala keperluan suami serta dua putranya, I Dewa Gede Rama Yudiana dan I Dewa Gede Darma Putra. Mulai dari menyiapkan sarapan, masak untuk makan siang, kegiatan bersih-bersih rumah, dan kegiatan sebagai ibu rumah tangga umumnya. Setelah urusan domestik se-
waktu diatur seimbang antara karier di kampus, rumah sakit, di masyarakat, dan di rumah tangga. Ia mengaku menjalankan skala prioritas dan skala keseimbangan. Syukurnya, masyarakat adat di desa suaminya di Tabanan cukup fleksibel dan mentoleransi warganya yang punya tugas di luar daerah. “Untuk menghadiri kegiatan adat, saya biasanya berbagi dengan suami. Bahkan, berbagi dengan anak laki-laki saya saat ia belum menikah, mewakili orangtuanya,” ujarnya. Prof. Raka yang menjadi satu dari dua guru besar wanita di bidang ilmu penyakit saraf di Indonesia berpesan, “ketika kita belajar lepaskanlah segala atribut dan identitas kita”. Dengan begitu, segala sesuatu yang dipelajari akan bisa masuk. Dari apa yang dilaluinya hingga kini berada di puncak jabatan tertinggi di Program Pascasarjana Unud, satu hal yang dapat ia petik. Tiap fenomena hidup pasti ada hikmah positifnya. Selalulah berusaha mencari positifnya. –Inten Indrawati
lesai, Sukerti baru berkiprah di KWT. Ia pun belajar bersama para anggota KWT dan saling berbagi untuk mengetahui cara pengolah an hasil kebun dan info lainnya menjadi kunci keberhasilannya dalam memimpin kelompok tani tersebut. Mengenai penunjukan Suker ti sebagai ketua KWT dilandasi kepercayaan seluruh anggotanya untuk memimpin kelompok tani tersebut. “Saya berharap ke depannya kelompok tani ini dapat berkembang serta mendapatkan perhatian dari dinas terkait untuk pemasaran hasil olahan kebun untuk menambah pendapan keluarga,” tegasnya. -Sepi
Menjalani hidup merantau dan menjadi anak kos, terutama yang berlabel mahasiswa ternyata tidak cukup hanya mandiri menjaga diri dan pergaulan. Anak kos juga dituntut mampu menjaga stabilitas isi dompet. Apalagi untuk mereka yang berstatus penerima “beasiswa orangtua”.
H
al ini juga pernah dialami Ida Ayu Maharatni saat menempuh pendidikan Psikologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. “Pernah dengar lagu “Nasib Anak Kost” nya Project Pop? Cocok sekali dengan keadaan saya saat itu. Berteman dengan mi instant selalu,“ ujar ibu muda yang kerap disapa Nanik ini. ”Terus kalau ditanya bagaimana rasanya, ya..nano–nano.semua rasa ada didalamnya,” lanjut Nanik. Ia mengatakan, jauh dari ke luarga membuat ia mengurus urusan domestik sendiri. Ini adalah tantangan terberat bagi remaja seperti dirinya yang ketika itu juga yang sedang mencari jati diri. “Ada satu cerita yang paling berkesan, saat tanggal 1 uang bulanan dikirim. Begitu lihat ATM girang setengah mati karena melihat nominal yang ajaib, merasa banyak sekali, he..he... Langkah berikutnya adalah makan enak sehari empat kali, begitu seterusnya. Sampai tanggal 20 menghampiri dan dompet benar- bener kosong. Walhasil saya menelepon ke Bali dan bilang kalau uangnya habis. Bukan kiriman uang yang saya dapat tetapi komitmen awal dari orangtua bahwa uang bulanan cukup tidak cukup jatahnya ya segitu....mati saya…,” kenang Nanik. Celakanya, kalender bulan itu jumlahnya 31, artinya kesengsara an lebih panjang lagi. Ia pun segera menghubungi sang kakak yang juga kuliah di Kota Gudeg dan minta uang makan. Lagi-lagi bukannya diberi uang, ia malah dapat omelan tidak disiplin. Dengan berat hati kakaknya memberi selembar Rp 50 ribuan seraya berpesan itu sampai tanggal 1. Belum selesai urusan makan, kata Nanik menyusul urusan properti kehidupan seperti keperluan mandi, cuci, dandan juga menuntut segera dipenuhi. “Jadilah 11 hari menjaga hati dengan makan nasi kucing (nasi porsi kecil yang dijual di angkringan) dan pakai properti kehidupan yang termurah edisi pasar,” ujarnya tersenyum. Nanik pun melanjukan cerita lainnya yang tak kalah seru, Ia sakit cacar. Jadilah satu kos-an riweuh dibuatnya, persis seperti tahanan rumah, hanya komunikasi lewat jendela.
Belajar dari pengalaman, anik pun ingin tidak kekurangan N atau hidup pas-pasan ketika uang kiriman nyusut. Ia mengambil keputusan melamar pekerjaan. Nanik diterima sebagai tukang cuci piring di sebuah restoran di daerah Pakem menuju Kaliurang. “Senangnya bukan kepalang, upah pertama 7500 per hari plus makan gratis menjadi begitu menyenangkan,” serunya. Dari iseng-iseng untuk dapat uang tambahan, sampai akhirnya Nanik jadi supervisor, yang saat itu membangkitkan kepercayaan dirinya kalau ia mampu. Disinggung cerita di kampus, Bagi perempuan energik ini justru paling konyol. Ketika semua teman-temannya dari Bali dengan awalan nama Putu, Nyoman, Gede dan yang lainnya dinyatakan tidak lulus mata kuliah sosiologi, kecuali dirinya. “Mulailah kami semua beropini, saat itu ada 8 mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma asal Bali. Usut punya usut ternyata pak dosen pernah ditolak cintanya oleh gadis Bali, dan yang kena getahnya adalah mahasiswa Bali yang ikut kuliahnya. Ternyata nama saya yang depannya Ida Ayu, luput dari perhatiannya, karena ada teman bernama Ida yang berasal dari Sunda,” tuturnya penuh tawa. PULANG KAMPUNG SETELAH MENIKAH Pulau Bali banyak diburu kaum pendatang. Menurut orang-orang dari luar Bali, di Bali gampang mencari pekerjaan. Itu pula yang lantas membuat Hana (27) memutuskan merantau ke Bali tahun 2010. Berbekal keahlian salon, ia mengaku ingin mencari pengalaman bekerja di Bali. Empat tahun silam, perempuan asal Sumba ini merantau ke Mataram, ikut bekerja di salon kakak sepupunya. Selama tiga tahun ia banyak belajar cara creambath, facial, dan potong rambut. Bahkan, jika menjelang lebaran, Hana mengaku bisa hingga jam 03.00 masih melayani tamu yang ingin di-rebonding. Namun, ketika kakak sepupunya itu menutup salonnya dan memutuskan kembali ke Sumba, Hana yang turut diajak pulang bersikeras ingin mendalami keahliannya dalam persalonan, dengan mencoba peruntungan ke Bali. “Sebenarnya Mamak dan Bapak nyuruh saya
pulang, tapi saya masih ingin nyari uang,” kisahnya. Hana menceritakan, di daerah asalnya, perempuan-perempuan yang sudah menikah, jarang bekerja seperti ini. Mereka lebih banyak bekerja kantoran, seperti PNS, dan justru yang paling
banyak adalah menjadi ibu rumah tangga. Hanya anak-anak muda yang bekerja swasta seperti dirinya. Empat tahun silam, Hana menginjakkan kaki di Bali. Dari kakak sepupu yang lebih dulu bekerja di Bali di sebuah minimarket, Hana mencaricari informasi lowongan kerja di salon. “Teman kakak dulu bekerja di Ibu (sebutan untuk pemilik salon tempatnya bekerja sekarang). Saya minta tolong tanyakan, apakah perlu tenaga. Ternyata perlu, saya langsung bekerja di sini sampai sekarang,” tuturnya. Kini, empat tahun sudah Hana bekerja di salon di daerah Pesanggaran, Denpasar tersebut. Banyak hal yang ia dapat yang tentunya bernilai lebih dibandingkan ketika ia bekerja salon di Mataram dulu. “Salon di sana, cara kerjanya tidak sebagus di sini, cara pijatnya kurang bagus.
Sekarang saya sudah bisa massage,” ujarnya. Di salon tempat bekerjanya sekarang sama dalam hal tidak menerima tamu laki-laki, khususnya untuk pijat. Karena itu, Hana mengaku tak pernah khawatir tentang anggapan sebagian orang yang masih menilai negatif pegawai salon. “Semua itu kan tergantung pribadi kita masingmasing. Kalau di sini, Ibu benarbenar mengawasi kami, dan kami pun memakai pakaian seragam yang sopan,” ucapnya. Meski Hana mengaku betah bekerja di Bali, suatu saat nanti jika sudah menikah, ia memastikan akan pulang ke tanah kelahirannya, Sumba. Ia pun bermimpi ingin membuka salon di sana. “Saya cuma ingin di salon saja. Kalau pun nanti punya suami, saya tetap bekerja slon,” ujar Hana yang mengaku tiap Natal menyempatkan pulang ke Sumba. – Sri Ardhini/Inten Indrawati
Dari Homogen ke Heterogen Mempersiapkan mental sebelum memutuskan untuk hidup merantau dan jauh dari keluar ga penting dilakukan. Bagi remaja yang ingin merantau, persiapan ini bisa dilakukan setahun sebelumnya. Caranya dengan berlatih menginap di rumah saudara. Peran orangtua juga sangat penting jika si anak ingin merantau. “Orangtua harus membiasakan anak untuk mengerjakan pekerjaan seperti mencuci, menyetrik a, bahkan memasak. Walaupun di perantauan ada fasilitas laundry dan ada warung makan, tetapi itu tidak selalu buka. Ketika kondisi ini terjadi, kemandirian yang sudah terlatih menjadi sangat perlu. Orang yang merantau bisa mengerjakan sendiri keperluannya, termasuk hal-hal sederhana seperti mencuci dan memasak,” ujar psikolog Retno I G. Kusuma. Ia menambahkan, secara mental, seseorang yang merantau harus bisa menjadi pengambil keputusan bagi dirinya sendiri. Ia tidak bisa lagi bergantung kepada keluarganya. Jika men-
emukan masalah harus memiliki inisiatif sendiri untuk mencari solusi termasuk menghubungi siapa yang harus dihubungi. Kemampuan problem solving ini menjadi faktor yang perlu dikuasai jika merantau. Hal lain yang sering ditemui perantau adalah pengaturan finansial. Karena berada jauh dari keluarga, tentu harus bijak mengatur keuangan. Jangan sampai baru merantau sudah kehabisan uang. Bagi orangtua yang anaknya merantau, perlu mengamati bagaimana pola penggunaan uang anaknya. Hal ini sangat menentukan apakah si anak yang merantau akan diberikan uang saku mingguan atau bulanan. “Merantau itu latihan hidup mandiri, latihan belajar berumah tangga. Semua harus dikelola sendiri. Penting juga untuk mengatur antara keinginan dan keperluan. Jangan sampai salah kelola, malah berujung stres. Karena itu perlu latihan dulu, belajar bertanggung jawab,” ujar psikolog alumnus UGM Yogyakarta ini. Sebelum memutuskan merantau, Retno juga menyarankan perlunya survei. Hal ini untuk memastikan langkah-langkah yang bisa diambil jika sudah pasti merantau. Selain itu, perlu waktu untuk adaptasi dari lingkungan lama yang dianggap homogen ke lingkungan baru yang heterogen. Adaptasi ini diperkirakan sebulan hingga tiga bulan tergantung pribadi masing-masing. Ada yang cepat, ada yang lambat adaptasinya. Mereka yang adaptasinya cepat biasanya karena ada lingkungan lama yang ikut serta dalam perpindahan ini. Misalnya, ada teman sekolah atau teman satu daerah yang diajak di perantauan. Namun, bagi yang lambat adaptasinya, tak perlu langsung balik pulang ke kampung halaman. “Ada proses yang bisa dijalani. Salah satunya masuk ke komunitas daerah asal. Dari sana perluas pergaulan. Ibaratnya, masuk dari lingkungan homogen merambah ke lingkungan heterogen. Setelah itu kembangkan diri. Pasti bisa,” tegas pemilik lembaga konsultasi psikologi Pradnyagama ini.-Ngurah Budi
Kreasi
18
25 - 31 Agustus 2014
Pawai “Indonesia Bersatu” di Istana Negara Jakarta
Seni Disayang saat Diperlukan Semburan air mancur di halaman Istana Negara Jakarta dan Tugu Monumen Nasional (Monas) nan menjulang menjadi latar atraksi utama Pawai Seni dan Budaya Kreatif tahun 2014 pada Senin (18/8) sore yang cerah itu. Karnaval yang rutin digelar setiap tahun serangkaian dengan HUT Kemerdekaan RI tersebut, kali ini mengusung tema “Indonesia Bersatu”. Para kontingen pawai didatangkan dari seluruh penjuru Nusantara.
P
residen Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, para pejabat Negara serta undangan lainnya menyimak satu persatu atraksi yang dipersembahkan oleh duta 33 provinsi dan dua perusahan negara. Masing-masing kontingen tampil hanya 2,5 menit. Kebhinekaan budaya bangsa Indonesia terekspresi dari keberagaman keseniannya. Sebagai manikam yang sering dibanggakan mengawal martabat bangsa, puspa-ragam kesenian Nusantara menerima apresiasi yang istimewa pada perayaan kemerdekaan ke-69 itu. Melalui sajian pawai, masyarakat penonton dapat menyimak aneka seni tari dan musik dalam pertunjukan bergerak, yang berawal dari Istana Negara menuju Jalan Merdeka Barat dan berakhir di silang Monas. Diapresiasi oleh petinggi negara hingga rakyat jelata, tentu menggetarkan kebanggaan pelaku seni peserta pawai. Tampak mereka menunjukan kebolehan dan keindahan keseniannya dengan penuh kesungguhan. Tapi, betulkah kita sungguhsungguh menghargai kesenian kita? Semestinya begitu. Tengok lah antusiasnya Ibu Negara Ani Yudhoyono yang sibuk mengabadikan dengan kameranya penampilan para peserta pawai. Lalu, tidakkah pawai seni di halaman Istana Negara hanya merupakan media pengindahan, sebuah estetisasi politik kekuasaan seperti halnya pada zaman raja-raja di masa lampau? Tentu, terserah saja. Namun bagi I Nyoman Jegu, seorang petani dari Tabanan, Bali—salah satu penabuh gamelan okokan (sejenis musik masyarakat agraris tradisional)--yang sengaja diboyong ke Jakarta oleh PLN, hal itu tak terpikirkan. “Tiang demen polih pentas di istana presiden (saya suka dapat kesempatan tampil di istana presiden),” ujarnya polos sembari terengah usai pentas menggoyang instrumen yang terbuat dari kayu dengan berat sekitar 15 kilogram. Para peserta pawai yang da-
tang jauh-jauh dari pelosok daerah kiranya tak berbeda jauh dengan Nyoman Jegu, yang bangga ke Jakarta dan yang bangga “menguasai” halaman sakral Istana Negara, kendati hanya dua setengah menit. Kendati sesaat, hampir semua kontingen menunjukkan totalitas nya. Kontingen Bali misalnya, menyergap perhatian penonton dengan garapan “Garuda Jaya” yang sarat spectacle berdaya pukau. Kontingen Jambi yang tampil di halaman istana dengan karya seni bertajuk “Kakitau” juga tak kalah mempesona dengan semburan pesan kepedulian terhadap budaya agraris tradisional yang sarat kearifan. Demikian pula Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengetengahkan garapan “Mutiara Laut Selatan”, mengetuk perhatian penonton dengan kisah kemilau mutiara sebagai potensi yang menjanjikan masyarakat setempat. Menit-menit Indah yang Menyiksa Hadir unjuk pentas di Istana Negara bisa jadi memang membanggakan bagi seluruh peserta pawai. Tetapi dengan hanya di berikan durasi waktu dua se tengah menit bagi setiap kontingen tentu merupakan sebuah pembatasan yang terasa menyiksa. Ini terlihat ketika masingmasing kontingen tampil secara berantai dimana sambungan pementasan yang satu dengan yang lainnya terburu-buru. Tampak mengatur pentas yang berada di arena display sering setengah mengusir kepada tim kesenian yang kurang cepat beranjak seusai tampil di depan presiden. Ditarikditarik begitu yang disebabkan oleh pertimbangan waktu tentu kurang mengenakkan bagi para peserta pawai. Tim Bali dan Jambi termasuk cerdik menyiasati waktu dua setengah menit itu. Secara estetikkonseptual, rupanya mereka telah memperhitungkan dengan cermat. Kontingen Provinsi Bali dengan koreografer I Ketut Suteja dan komposer I Ketut Lanus, membagi detail garapan-
25 - 31 Agustus 2014
B
patut juga diapresiasi tata garap artistiknya. Didi Zosa selaku direktur artistik rupanya memiliki kiat-kiat menggarap karya seni dalam ruang terbuka panggung yang lapang. Melalui karya pentas bertajuk “Kakitau”, jatah waktu dua setengah menit, dituntaskan dengan visualisasi yang mantap secara estetik dan lontaran pesan yang menggugah komunikatif. Konsep estetik yang menyangga seni pentas tim Jambi yang dibawakan 120 orang ini mengisi seluruh ruang yang tersedia dengan tari, musik, dan properti kakitau (orangorangan sawah). Warna hijau dan warna-warna cerah yang mendominasi kostum penari mengesankan kesejukan alam nan lestari. Romantisme alam lestari yang terbangun, mengkomunikasikan tentang mendesaknya mengawal
“Betulkah kita sungguh-sungguh menghargai kesenian kita? Semestinya begitu. Tengoklah antusiasnya Ibu Negara Ani Yudhoyono yang sibuk mengabadikan dengan kameranya penampilan para peserta pawai. Lalu, tidakkah pawai seni di halaman Istana Negara hanya merupakan media pengindahan, sebuah estetisasi politik kekuasaan seperti halnya pada zaman raja-raja di masa lampau? Tentu, terserah saja” perkasa. Hanya sayang, narasi yang menggarisbawahi garapan tim Bali ini kurang jelas terdengar sehingga pesan-pesan nasionalisme dan persatuan bangsa yang ingin dilontarkan menjadi kurang menggugah. Persembahan Provinsi Jambi
alam lingkungan seperti sawah dan hutan sebelum habis dibabat bablas oleh prilaku kemaruk manusia masa kini. Jika tim juri kemudian memutuskan kontingen Bali masuk 10 besar (tanpa peringkat) dalam pawai berskala nasional ini kiranya
dapat diterima. Persoalannya kemudian adalah bagaimana dengan para kontingen yang dinyatakan tak termasuk hitungan 10 besar? Kontingen yang dikualifikasikan tim juri masuk 10, tentu boleh mengucap syukur, namun sungguh tak perlu dibesar-besarkan. Sebaliknya kontingen yang tak berhasil masuk ring sepuluh besar, tanpa maksud menghibur, tak usahlah berkecil hati. Pawai ini tidak memiliki pengaruh yang penting terhadap eksistensi seni dan budaya Nusantara. Justru yang penting dilakukan para seniman dan komunitas seni di daerah-daerah adalah melakukan penguatan estetik-kultural dan penguatan mental-spiritual, agar secara arif mengawal muatan nilai-nilai yang terkandung dalam ekspresi seni dan budaya mereka. Apabila seni dan budaya dengan kandungan nilai-nilainya; ketuhanan, manusiaan, persatuan, musyawah, dan keadilan--seperti tercantum dalam Pancasila-terbangun kondusif, niscaya “Indonesia Bersatu” yang dijadikan tema pawai tersebut tidak hanya menjadi jargon tanpa roh atau tidak hanya tergelincir menjadi hura-hura seni dan budaya, melainkan bersumbangsih pada kesejukan dan kedamaian berbangsa dan bernegara yang memuliakan indahnya keberagaman. Indahnya seni dan keluhuran budaya yang kita miliki semestinya telah mampu mengantar kita menjadi bangsa bermartabat dan berkeadaban. Sayangnya, seni dan budaya itu, hanya kita (termasuk pemerintah) pedulikan dengan sebelah mata saja. Dengan kata lain, seni hanya disayang dan budaya hanya dielus ketika dibutuhkan! Suartaya
Story
7
Kue Sisa untuk Adik Di dalam sebuah toko kue di Kota Mataram, Belina (54) bukan nama sebenarnya, asyik memilih kue-kue. Cukup banyak hari itu ia membeli kue. Kue-kue ini akhirnya mengingatkan ia pada kisah perjalanan hidupnya yang pahit. Kue yang dulunya sangat mustahil untuk ia peroleh dengan mudah seperti hari ini. “Saya mau bawakan kue ini untuk adik saya,” kata Belina yang baru saja tiba di Mataram sambil tersenyum.
nya dengan siasat yang memikat. Setelah bersiap sejenak, seluruh penari dari penabuh mengisi ruang arena pentas. Begitu degub suara kendang mengawali, seluruh instrumen gamelan balaganjur (ansambel prosesi) saling isi mengisi, melodi mengalir, ritme menghentak dan mamacu tempo naik turun nan dinamis. Sementara para penari bergerak mengelaborasi ruang dengan simbolik-simbolik maknawi, properti pajeng (payung berbinar khas Bali) di putar-putar dan tombak-tombak diacungayunkan, juga menjadi penegas keseluruhan koreografi. Garuda yang menjadi figur utama ditempatkan secara sentral yang bergerak lincah merajut ruang secara herisontal, diagonal, dan pada klimaksnya mencuat vertikal mengepakkan sayap dengan gagah
Life
elina tinggal di Pulau Jawa dan saat itu ia sedang pulang untuk menjenguk adiknya yang tinggal di Nusa Tenggara Barat, di sebuah kota tempat mereka besar bersama. Tekanan hidup akibat perceraian orangtua membuat Belina me ngarungi kehidupan-kehidupan yang keras. Sejak usia 9 tahun, ia bersama dua saudara lainnya telah mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidup mereka. Mulai dari menghadapi sikap dan tindakan-tindakan kasar dari keluarga ayahnya yang menceraikan ibundanya begitu saja. Ia juga jarang memiliki uang jajan selama bertahun-tahun, terutama saat bersekolah. Sejak orangtuanya berpisah, mereka tinggal bersama kakek dan nenek dari ayahnya, yang sangat menyayangi mereka. Ayahnya yang telah menikah lagi tinggal di luar kota sedangkan ibunya tinggal sendiri bekerja sebagai guru honorer di kota yang sama dengan namun agak jauh dari tempat tinggal mereka. “Mama selalu menangis karena ingin sekali bertemu dengan kami, tapi bibi (adik ayahnya) tidak pernah mengizinkan kami bertemu dengan mama,” kata Belina berlinangan air mata mengenang ibundanya yang telah tiada itu. Perempuan dengan sejuta kesabara n dalam dirinya ini,
mendera batin karena dadanya selalu sesak dengan rindu akan anak-anaknya. Bertahun-tahun ia dipisahkan secara paksa dengan anak-anaknya. Namun dengan berbagai cara ia selalu berusaha untuk bisa melihat anak-anaknya yang masih kecil-kecil itu. Ia selalu mengintip di depan sekolah anakanaknya manakala bel tanda pulang berbunyi.
jalani dengan ketabahan. dari tiga bersaudara ini, Belina sebagai anak kedua lalu tumbuh menjadi perempuan pemberani dan pembela saudara-saudaranya ketika dikasari bibinya. Memori kekasaran sikap dan kata-kata bibinya itulah yang tidak pernah bisa dilupakan oleh Belina. Meski ia telah dewasa, Belina mengaku pernah bertengkar hebat dengan bibinya itu ketika ia mencari-cari masalah dengannya. Belina yang menyimpan segala kemarahan pada perempuan kasar ini, sering meledak-ledak jika menghadapi bibinya yang suka cari gara-gara itu. “Saya benci dia, sejak kecil kami tidak diperlakukan baik. Bahkan hingga kami dewasa ia masih ingin mencoba-coba untuk jahat pada kami. Saya pernah bertengkar hebat dengannya atas kekasarannya itu,” kata Belina yang mengaku hampir pernah menghunus pisau hendak membunuh bibinya itu kala bertengkar. Sebuah kisah yang sangat mengharukan ia cerita kembali saat ia duduk di bangku kelas tiga sekolah
Mereka selalu dijemput oleh si bibi jahat sehingga membuatnya t i d a k bisa mendekat. Situasi di masa itu tidaklah seperti sekarang yang dengan mudah saja bisa ke manamana. Begitu juga halnya dengan ibunda Belina, yang tidak setiap waktu dapat melihat anakanaknya dengan cara seperti ini. “Pokoknya kami tidak boleh tinggal sama mama meskipun mama memohon-mohon agar kami bisa bersamanya,” kata Belina. Perjuangan untuk itu akhirnya kelak berhasil setelah mereka dewasa dan berani melawan bibinya. Situasi ini mereka bertiga
dasar. Dalam segala keterbatasan mereka, ia termasuk yang bisa mengemong kakak dan adiknya. Si kakak orangnya penakut dan lebih sering pasrah menghadapi bibinya itu. Sedangkan adiknya yang ke betulan menderita keterlambatan dalam beraktivitas. Kisah masa kecil adiknya ini lebih menyedihkan dari mereka berdua. Dan, Belina sangat memperhatikannya. Tiap pulang sekolah Belina selalu membawa kue-kue untuk adiknya yang tiap bel pulang berbunyi kerap menantinya di depan pintu gerbang sekolah. Kebetulan antara sekolah dan rumah me
reka berdekatan. Dengan penuh kasih sayang, Belina memberikan kue-kue yang tidak lagi utuh itu pada adiknya yang memiliki keterbatasan itu. Dari mana Belina mendapatkan kue-kue itu? Berderai air mata, Belina yang kini menjadi seorang pengusaha itu mengisahkannya dengan sangat mengharukan. MENULIS DAPAT KUE Mungkin inilah kisah yang tidak pernah ia ceritakan pada orang lain, betapa pahit kehidupan me reka kala itu. Ia lebih sering tidak memiliki uang jajan yang cukup karena kakeknya juga hidup paspasan. Sementara itu ibundanya yang setengah mati ingin bertemu dengan mereka bahkan untuk sekadar memberikan uang jajan tidak mendapat kesempatan untuk itu. Jadilah mereka anakanak yang menatap kosong ketika melihat teman sebaya mereka berlarian menuju kantin sekolah. Mereka hanya bisa bermain di halaman sekolah berlarian dengan perut lapar. Belina selalu menawarkan bantuannya menulis atau apa saja, yang penting ia bisa mendapat upah sekadar kue yang kadang ia bagi untuk dirinya dan sisanya ia bawa pulang untuk adiknya. Namun, ketika ia tidak mend apatkan “pekerjaan” itu di sekolah, ia selalu berpikir apa yang akan ia bawa pulang untuk adiknya hari itu? Adik yang selalu setia menunggunya di depan gerbang sekolah. Ia selalu membayangkan wajah
sang adik yang menyedihkan itu, menantinya dengan penuh harap. Karena itulah ia selalu menanti bila masuk kembali usai istirahat siang. Ketika jam istirahat telah usai, bel masuk pun berbunyi. Saat itulah anak-anak berhamburan masuk kelas masing-masing. Anak-anak warga keturunan yang belum sempat mengh abiskan kue-kuenya, biasanya membuang kue-kue tersebut ke lantai teras sekolah demi menghambur agar lekas masuk kelas. Saat inilah, Belina bukannya ikut meng hambur masuk kelas tapi sembari anak-anak lain dalam proses masuk kelas, ia malah terduduk di salah satu sudut sekolah itu. “Pelan-pelan saya lihat kiri kanan agar tidak ada yang melihat saya,” katanya tersenyum pahit. Belina selalu duduk di atas kue-kue yang dibuang tadi. Secara perlahan-lahan tangannya akan masuk di bawah tempatnya berjongkok, untuk mengambil kue-kue itu dan kemudian memasukannya di kantong roknya. “Saya selalu membayangkan wajah adik yang menunggu tiap kali saya pulang sekolah. Saya selalu membayangkan wajah cerianya ketika menerima kue-kue itu,” ujarnya. Betapa bahagianya ia jika berhasil membawa kue-kue itu untuk adiknya yang selalu sumringah menyambutnya, meski itu kue bekas. Kini, kisah kue bekas itu menjadi cerita perjalanan hidupnya yang tidak akan bisa dilupakannya sepanjang usianya. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
25 - 31 AGUSTUS 2014
Makanan Selingan yang Bermanfaat E
s krim bagi anakanak adalah makanan favorit. Es krim ini sering dipakai sebagai hadiah apabila anak dapat melakukan sesuatu atau sebagai suatu janji untuk meredakan tangis pada anak. Seringkali jika anak ngambek atau anak melakukan sesuatu untuk ibunya maka dijanjikan hadiah es krim atau coklat sebagai imbalannya. “Es krim merupakan salah satu jenis makanan selingan yang berbahan dasar susu yang disajikan dalam keadaan beku yang secara tinjauan zat gizi mempunyai manfaat yang cukup banyak,” ujar Ni Putu Agustini, S.K.M., M.Si. Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar ini mengatakan mutu es krim ditentukan oleh bahan bakunya yang bermutu tinggi serta proses pembuatan yang higienis. Komposisi per 100 gram es krim yang menonjol adalah energi (207 kkal), protein (4,0 g), dan lemak (12,5 g). Selain kandungan energi, protein dan lemak es krim juga tinggi mengandung zat gizi mikro seperti mineral Kalsium, vitamin A dan vitamin D, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B12 dan niasin. Hal ini disebabkan karena bahan baku es krim yang berupa susu sebagai bahan utama merupakan bahan makanan yang mengandung zat gizi yang lengkap dan mempunyai nilai biologis yang tinggi sehingga lebih mudah diserap di dalam usus halus. “Bahan baku es krim berupa susu memberikan manfaat yang cukup baik sebagai sumber zat gizi dan untuk meningkatkan kesehatan. Kandungan kalsium pada susu bermanfaat untuk menjaga kepadatan massa tulang dan pencegahan osteoporosis. Di samping kandungan protein dan mineral, susu juga mengandung laktoferin sebagai zat pertahanan tubuh non spesifik terhadap patogen seperti bakteri dan virus. Susu juga mengandung sitokin yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh,” ujar Agustini. Pandangan masyarakat selama ini, es krim dapat menyebabkan kegemukan atau obesitas. Hal ini tentu tidak sepenuhnya benar karena kontribusi es krim pertakaran saji 100 gram atau sekitar satu cangkir sedang hanya sekitar 10% dari total kebutuhan energi
per hari dan kontribusi lemaknya sekitar 15% dari total kebutuhan lemak per hari. Namun, apabila konsumsi es krim per hari melebihi takaran saji tersebut tentu akan dapat menimbulkan kegemukan karena kelebihan konsumsi energi dibandingkan dengan kebutuhan. Hal ini disebabkan karena es krim merupakan penganan yang nikmat dengan berbagai jenis rasa dan tambahan topping, lembut dan segar di mulut serta dengan sensasi dingin ini, sehingga tanpa terasa dikonsumsi dalam jumlah melebihi takaran yang dianjurkan. Di samping rasa yang nikmat, es krim juga tidak memberikan efek mengenyangkan sebagaimana halnya kita mengonsumsi sayur dan buah yang tinggi serat. Untuk meningkatkan manfaat kesehatan yang ada pada es krim saat ini telah banyak dibuat es krim yang dimodifikasi dalam proses pengolahannya, seperti es krim yang dibuat dari yogurt sebagai hasil fermentasi susu. Di dalam es krim yang terbuat dari yogurt disamping dapat manfaat dari kandungan zat gizi susu, juga memperoleh probiotik yaitu golongan bakteri asam laktat yang sangat baik untuk menjaga sistem pencernaan kita. “Modifikasi lain yang dikembangkan pada es krim adalah es krim yang berbahan dasar Modisco (Modified Dread Skimmed Milk and Corn Oil) suatu formula yang digunakan untuk menanggulangi anak-anak balita yang kekurangan gizi. Es krim yang berbahan dasar Modisco ini dapat membantu memenuhi kebutuhan energi anak balita sekitar 12,5-17,5 % dan kebutuhan protein sekitar 30%. Tingginya sumbangan protein pada es krim ini disebabkan karena susu yang digunakan adalah susu
Ni Putu Agustini, S.K.M., M.Si.
skim yang merupakan susu dengan kandungan protein yang tinggi,” ujar ibu empat anak ini. Disamping modifikasi tersebut, saat ini banyak beredar di pasaran es krim yang ditambahkan bahan makanan yang mempunyai kandungan zat fitokimia yang berfungsi sebagai antioksidan, seperti es krim
yang ditambahkan dengan ketela ungu dan es krim teh hijau. Teh hijau terkenal sebagai antioksidan karena kandungan katekin dan epigalokatekin. Sedangkan warna ungu alami yang terdapat pada ketela ungu merupakan golongan antosianin yang mempunyai aktivitas antioksidan yang cukup baik untuk menangkal radikal bebas di dalam tubuh. “Selain manfaat yang diberikan ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan dalam mengonsumsi es krim ini. Dampak yang kurang baik apabila konsumsi dari es krim ini setiap hari dengan jumlah yang melebihi takaran. Misalnya pada balita yang telah mendapatkan asupan zat gizi yang cukup dari makanan yang dikonsumsi sehari, jika kemudian ditambah konsumsi es krim tentu akan menyebabkan kelebihan konsumsi energi yang akan tercermin dengan peningkatan berat badannya. Untuk balita yang mempunyai daya tahan pada saluran napas yang sensitif konsumsi berlebihan es krim dapat
17
Penepis Panas Pemanis Bangunan
Es Krim
Nanda, Ata, dan Ade berlari menuju salah satu gerai es krim. Mereka berebutan untuk memilih es krim. Tak sampai lima menit, mereka keluar dari gerai lalu duduk menikmati es krim. Selanjutnya mereka asyik menikmati es krim masing-masing.
Griya
25 - 31 AGUSTUS 2014
Bagi Anda yang memiliki bangunan terbuka atau bangunan menghadap ke Timur atau ke Barat, tentu tidak nyaman ketika terpapar langsung sinar matahari. Aktivitas mungkin menjadi tidak maksimal kecuali Anda sedang berjemur. Untuk mengurangi paparan sinar matahari, Anda bisa memilih krei sebagai penepis panas langsung.
memicu pilek dan batuk. Hal ini berkaitan dengan suhu dingin es krim yang mengakibatkan daya tahan pada saluran nafas akan berkurang akibat udara dingin yang sering melewatinya,” papar istri Dr. Ir. Komang Agusjaya Mataram, M.Kes ini. Es krim memang merupakan panganan yang sangat nikmat untuk dikonsumsi dan memberikan banyak manfaat jika dikonsumsi dalam takaran yang cukup. Namun apapun yang dikonsumsi sangat sering dan berlebihan maka bukan manfaat yang didapatkan tetapi justru memberikan dampak yang kurang baik terhadap kesehatan. –Ngurah Budi
Ngurah Cree menunjukkan beberapa contoh krei
K
rei yang digantung di bawah atap bisa diturunkan ketika panas terik matahari menyinari. Namun, jika suasana sudah tidak panas lagi, krei bisa digulung atau dinaikkan. Cukup praktis. Krei pun menjadi pilihan untuk aksesoris bangunan. “Krei bisa multifungsi, sebagai penepis panas, penghalang air hujan, bahkan pemanis bangunan. Banyak villa dan hotel yang menjadikan krei sebagai aksesoris wajib. Bangunan di rumah pun bisa dipasangi krei,”
ujar Gusti Ketut Rai Pariana (38), pemilik Bambu Mutiara yang menjual krei, lampit berbagai ukuran. Pria yang akrab disapa Ngurah Cree ini menuturkan krei sebagai aksesoris outdoor ada yang terbuat dari bambu, rotan, kayu, dan pandan. Pemilihan bahan dasar ini tergantung pemesan atau pembeli. Selain itu tergantung juga bentuk bangunan yang akan dipasangi krei. “Selain krei, ada juga yang mengubah tikar sebagai krei atau sebaliknya, krei menjadi tikar. Semua ini tergantung keperluan.
Keduanya dapat saling dipertukarkan fungsinya,” ujar pria asal Br. Lambing, Desa Mekar Bhuana, Abiansemal, Badung yang sudah menekuni usaha krei sejak 2002 ini. Ia menambahkan harga krei berkisar mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu tergantung bahan dan ukuran. Ngurah yang dibantu lima pekerja untuk pembuatan dan pemasangan mengaku cukup kewalahan dengan order yang mereka terima. Dulu mereka bisa sambil membuat krei, tetapi sekarang mereka memasok dari Jawa dan Kalimantan. Peminat krei 75% warga lokal sisanya wisatawan asing. Krei Bambu Mutiara pun sudah sampai di Australia dan Eropa. Mengenai perawatan krei, ayah dua anak ini mengaku cukup mudah. “Krei lebih awet jika sering dibuka. Kalau hanya dibiarkan tergulung, krei menjadi lembab. Karena itu jika sering dibuka dan digulung ada sirkulasi yang baik. Bagian yang tadinya lembab menjadi kena sinar matahari sehingga tidak lembab lagi. Krei pun jadi tahan lama,” ujarnya. Dalam kondisi normal, krei berbahan kayu bisa tahan hingga 8 tahun sedangkan yang berbahan bambu bertahan antara 3-4 tahun. -Ngurah Budi
Contoh krei yang digantung
Krei yang terbuat dari kayu
Aneka pilihan krei
Edukasi
16
25 - 31 Agustus 2014
Semarakkan Dies Natalis XXXI IKIP PGRI Bali
Rektor Dr. Made Suarta
Menyambut Dies Natalis IKIP PGRI Bali XXXI, berbagai kegiatan digelar yang dimotori oleh Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM). Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. Made Suarta, S.H., M.Hum. mengapresiasi positif kegiatan ini yang dikatakannya sebagai wadah penyaluran minat, bakat, dan potensi mahasiswa khususnya di bidang olahraga dan seni. Ketua YPLP IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H.,
dibuka Sekretaris Yayasan Gusti Ngurah Oka, yang diikuti segenap sivitas kampus IKIP PGRI Bali. Di bidang olahraga, digelar Kejuaraan Bola Voli Rektor Cup 2014 yang bertema “Sportivitas dan Kreativitas dalam Bingkai Pendidikan Karakter”. Kegiatan dibuka Rektor Made Suarta ditandai dengan pemukulan bola pertama, Rabu (20/8) dan berlangsung hingga Minggu (24/8). Kejuaraan Bola Voli Rektor Cup 2014 ini menurut Presiden BEM Kadek Pande Yulia Sanjaya merupakan kontinuitas Rektor Cup IKIP PGRI Bali. “Kegitan ini juga untuk menjalin komunikasi antar perguruan tinggi di Bali, sebagai ajang promosi lembaga kepada kampus lainnya dan masyarakat
Kejuaraan Bola Voli Rektor Cup 2014 dibuka Rektor Suarta ditandai dengan pemukulan bola pertama
Dengan adanya 2 Minute Miracle (2MM) Gel Ocean Avenue, tiap orang, berapa pun usianya dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk rutinitas perawatan kulit sehari-hari tanpa khawatir akan adanya efek samping. Begitu dikatakan Aubree Ninows didampingi Ryan, pemilik 2MM , saat berbicara dalam seminar Kecantikan yang berlangsung di Intan Room, Hotel Nikki Denpasar, pekan lalu.
umum. Selain mencari tim terbaik, pada Rektor Cup kali ini juga ada perlombaan tambahan, yakni Sporter Yel-yel Terbaik, Pemain Terbaik, dan Eksibisi. Rektor Made Suarta menyampaikan kejuaraan ini sebagai ajang silaturahmi dan mencari persahabatan antara mahasiwa IKIP PGRI Bali dengan perguruan tinggi lainnya. Selain juga, untuk menyama braya, dan alat mengevaluasi diri akan skill yang dimiliki. “Cikal bakal atlet
diambil dari sini,” ujarnya. Demikian halnya dengan Pemilihan Putra-Putri Kampus IKIP PGRI Bali 2014 yang grandfinalnya dilaksanakan Sabtu (23/8) di Auditorium Re
IGB Arthanegara
dha Gunawan di kampus setempat, tak lain untuk menyiapkan kandidat-kandidat kampus yang nantinya akan turut berpatisipasi dalam ajang serupa di tingkat kota (Pemilihan Teruna-Teruni Denpasar) dan di tingkat Bali (Jegeg Bagus Bali). “Semua lomba akan coba kami ikuti, agar IKIP PGRI Bali makin dikenal, dicintai, dan akhirnya dicari,” tandas Rektor Suarta. –ten
Dari Istana Musim Panas Jadi Museum Setelah menghabiskan waktu selama dua malam di kota Sao Paulo, perjalanan dilanjutkan menuju kota Rio De Janeiro. Perjalanan sepanjang hampir 432 kilometer kami tempuh lewat jalur darat dengan menggunakan bus.
K
ota Rio De Janeiro bernama lengkap San Sebastian of Rio De Janeiro, ditemukan pada abad ke-16 oleh pelaut dari Portugis. Awalnya pelaut Portugis ini mendarat di Teluk Guanabara yang mereka pikir adalah sungai. Maka diberi nama Rio yang artinya sungai dan ditemukan pada bulan Janeiro atau bulan Januari. Selanjutnya diberi nama Rio de Janeiro. Kota ini merupakan kota terbesar kedua di Brasil setelah Sao Paulo. Namun, Rio de Janeiro adalah jantungnya Brasil dengan penduduk 5,5 juta jiwa. Sekitar 20% penduduk Rio tinggal di fapello atau rumah susun.
Menjelajahi kota Rio kami mulai dengan mengunjungi Petrop olis yang berjarak 68 kilometer dari Rio. Petropolis merupakan tempat istirahat para keluarga raja Portugis saat musim panas. Biasanya para keluarga kerajaan hanya tinggal di Petropolis selama 5 bulan, kemudian kembali ke Rio de Janeiro. Nama Petropolis diambil dari nama Don Pedro yang merupakan putra raja Portugis. Raja Portugis menyingkir ke Brasil karena menghindari serbuan dari Napoleon. Tahun 1889 Brasil berubah menjadi republik dari sebelumnya monarki. Keturunan monarki kemudian kembali ke Portugis, sehingga Petropolis kemudian dijadikan museum, bukan
Cable car di Sugar Loaf
istana musim panas lagi. Sepanjang jalan menuju Petropolis, ada pemandangan yang indah dari perbukitan Serra do Mar. Jalan menuju petroplois juga merupakan jalan yang pertama kali diaspal di Brasil. Selama menjadi negara koloni Portugis, banyak kebudayaan Por tugis yang dibawa ke Brasil. Populasi penduduk Petropolis sekitar 300 ribu jiwa dengan mata pencaharian dari sektor pariwisata. Saat akhir pekan kota ini sangat ramai dikunjungi karena udaranya yang sejuk dan pemandangannya yang indah. Disini ada juga gereja katedral bergaya neo gothic bernama gereja San Pedro Del Alcantara yang dibangun tahun 1884 dan mulai dibuka pada tahun 1925. TERTUA KETIGA DI DUNIA Selain Petropolis, kota Rio juga sangat terkenal dengan patung Kristus Sang Penebus atau patung Christ the Redeemer yang terletak di puncak bukit Corcovado. Patung setinggi 38 meter ini dibangun pada tahun 1922 oleh arsitektur dari Brasil, dan dibuka tahun 1931. Patung ini dibangun dengan biaya sebesar 250 US dollar pada masa itu, dengan situasi politik di Brasil yang belum stabil. Patung ini dibangun di bukit Corcovado setinggi 710 meter dengan pertimbangan karena sudah ada jalan di bukit Corcovado. Perjalanan menuju puncak bukit Corcovado ditempuh 20 menit dengan menggunakan kereta listrik atau trem. Selama perjalanan menuju puncak bukit terlihat hutan tropis dan pohon kopi hutan asli
K
Suasana saat Aubree memotivasi peserta
edua anak muda ini pun dirubung peserta yang ingin melihat langsung pemilik produk kecantikan yang sangat terkenal dari Amerika Serikat ini. Hanya dalam waktu 2 menit kita bisa mendapatkan perawatan kulit yang berkualitas, dengan manfaat anti-penuaan canggih setiap harinya dari sebagian kecil yang dibayarkan untuk sebuah perawatan yang mewah. Aubree pun memaparkan fugsi 2 Minute Miracle Gel untuk kulit yakni mampu melembabkan, melembutkan, mengecilkan poripori, menutrisi, mengangkat kulit mati serta menghilangkan kerutan kecil. “Para remaja putri khususnya, dengan produk ini kita dapat menghemat waktu dan uang ,” katanya sambil memberi contoh cara menggunakannya, dimulai dari mengoleskan gel pada bagian yang diinginkan. Kemudian diunggu 1-2 menit. Gosok dengan lembut sampai gel mencair (harus benar benar cair). Lanjutkan menggosok sampai semua kulit mati terkumpul. Bilas dan keringkan,” paparnya.
Ogek, Dhira dan Cokra dan Nina yang kebetulan hadir di acara tersebut juga melihat langsung, betapa 2MM Gel, secara dramatis dapat meningkatkan penampilan dan nuansa kulit seseorang. “Sangat luar biasa gel ini dapat membantu menghilangkan kulit mati dari wajah dan leher, sehingga menjadi lembut,” ucap Ogek yang diamini Dhira dan Cokra. 2MM sebagai salah satu perawatan yang cepat dan mudah, yang memerikan pasokan pada kulit dengan diet seimbang lengkap bersama protein, gula, asam amino, vitamin dan elemen penting lainnya untuk nutrisi kulit sehat. Pada saat yang sama 2 Minute Miracle Gel juga membersihkan, mengelupas kulit mati, dan melembabkan kulit, yang semua hanya dalam satu langkah. Produk ini lanjut Aubree dapat dikatakan terbebas dari pewarna, aroma buatan, bebas bahan-bahan kasar, bebas parabens, bebas grains atau pengikis. Meski 2 Minute Miracle Gel dikatakan produk instan, dengan memperlihat hasilnya segera. Namun, Aubree mengatakan bahkan menegaskan kalau produk ini
Pantai Copacabana
Brasil. Dari puncak bukit Corcovado pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan kota Rio de Janeiro yang indah. Kota Rio juga dikenal dikenal dengan pantainya yang indah. Ada dua pantai yang terkenal yakni pantai Ipanema dan pantai Copacabana. Pantai Copacabana terletak 7 kilometer dari pusat kota Rio. Sebelum memasuki pantai Copacabana, pengunjung akan melewati pantai Ipanema terlebih dahulu. Di Ipanema tiap hari Minggu digelar pasar kaget yang menjual berbagai souvenir menarik khas Brasil. Pasar kaget ini sudah dibuka sejak tahun 1960. Melihat kota Rio juga tak lengkap jika belum menikmati bukit Sugar Loaf setinggi 396 meter dengan menggunakan cable car atau kereta gantung. Cable car ini sudah ada sejak tahun 1912 dan telah direnovasi tahun 1972 dan 2012. Cable car ini mampu memuat 65 orang
Dara
9
Merawat Kulit dapat Penghasilan
Gelar Berbagai Kegiatan
M. Pd. menambahkan, digelarnya kegiatan ini dimaksudkan untuk mengaktifkan mahasiswa, karyawan, dan dosen dalam keharmonisasian untuk menjadi lebih maju. Sehingga, antara mahasiswa, dosen, dan karyawan tak hanya berhubungan secara kedinasan saja, namun terjalin hubungan secara emosional. Kegiatan yang digelar antara lain jalan santai, berbagai lomba (lari kelereng, makan krupuk, memasukkan belut ke botol, tenis meja, catur), dan donor darah, berlangsung Sabtu (16/8). Jalan santai
25 - 31 Agustus 2014
dan hanya memerlukan waktu 3 menit untuk mencapai puncak Sugar Loaf. Dari dalam kereta gantung ini, terlihat pemandangan Teluk Guanabara serta Laut Atlantik yang indah. Sugar Loaf juga merupakan tempat panjat tebing terbaik di Amerika Selatan. Cable car di Sugar Loaf merupakan kereta gantung tertua ketiga di dunia setelah yang ada di Italia dan Swis. Sugar Loaf juga pernah menjadi lokasi syuting film James Bond tahun 1970-an. Di sini juga ada penyewaan helikopter bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan Teluk Guanabara lewat udara. Dari puncak bukit Sugar Loaf, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan kota Rio de Janeiro, Teluk Guanabara, patung Kristus Sang Penebus, pantai Copacobana, dan pantai Ipanema dengan dikelilingi pemandangan hutan tropis.-Sugiarta
Ryan & Aubree Ninows
memiliki manfaat jangka panjang jika digunakan setiap hari. Selain itu produk ini juga berfungsi sebagai anti penuaan yang kuat dan sangat efektif karena bahan eksklusif. TEORI DAN PRAKTIK Sementara itu, perawatan kecantikan memang sudah akrab dengan AA Sagung Adrisyanti. Perempuan kelahiran 22 tahun silam ini adalah alumni Jurusan Tata Kecantikan SMKN 3 Denpasar. Menurutnya, perawatan mutlak dibutuhkan setiap orang, khususnya kaum perempuan yang ingin selalu tampil cantik dan menarik. Selain itu, pilihannya jatuh ke jurusan tersebut, karena ia melihat peluang kerjanya di Bali cukup bagus. “Di Bali banyak kegiatan adat yang mengharuskan kaum wanita berias,” ucapnya. Sebagai tugas praktik, ia kerap “menggarap” muka seseorang menjadikannya lebih cantik. Selepas pendidikan menengah kejuruan, ia mendalami ilmu tata rias dengan mengikuti kursus di LKP Agung. Sembari berprofesi
Jung Adris
sebagai perias freelance, Jung Adris sapaan akrabnya, dulu juga bekerja di sebuah klinik kecantikan. Tentu saja, teori-teori terkait perawatan muka (facial) yang didapatkannya di sekolah dan tempat kursus dipraktikkannya di sini. Momen saat menikah pun dimanfaatkannya betul untuk “mencuri” ilmu merias dari penata riasnya. “Oh begini riasannya ya. Perpaduan warnanya bagus,” ucapnya ketika mengamati hasil foto dirinya yang ia fokuskan pada make up mata. –Sri Ardhini/Inten Indrawati
10
Bugar
25 - 31 AGUSTUS 2014
Perubahan Gaya Hidup dalam Kehamilan Sauna dan Mandi Air Panas Mandi atau berendam dalam air panas serta sauna dengan suhu lebih dari 39 ºC selama 10 menit lebih tidak disarankan pada ibu hamil. Ibu juga dapat mengalami dehidrasi dan tekanan darah rendah yang akan membahayakan bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.
“Dok bolehkah saya berolahraga selama hamil?” “Bolehkah saya minum kopi atau soda selama hamil?” “Amankah kalau saya menggunakan ponsel selama hamil?” “Saya punya kucing, apakah aman untuk kehamil an saya?” Masih banyak lagi pertanyaanpertanyaan umum yang ditanyakan wanita hamil pada tenaga medis. Tentu saja ada beberapa penyesuaian dalam kehidupan sehari-hari selama Anda hamil agar janin tumbuh sehat dalam kandungan sampai melahirkan.
Kucing Perliharaan Jika Anda mempunyai kucing dan sudah hidup bersamanya cukup lama, mungkin Anda sudah terkena toksoplasmosis sehingga kini kebal terhadap penyakit itu. Dokter biasanya menyarankan untuk melakukan pemeriksaan darah pada trimester pertama kehamilan. Untuk pencegahan, Anda dapat membawa kucing ke dokter hewan untuk mengetahui apakah kucing tersebut dapat menularkan toksoplasma atau tidak. Pakailah sarung tangan saat berkebun. Cucilah semua buahbuahan dan sayuran serta kupas kulitnya atau masaklah hingga benar-benar matang. Hin dari makan makanan yang mentah.
Olahraga Kehamilan tidak mengharuskan Anda untuk menghentikan aktivitas olahraga. Malah disarankan untuk meneruskan ru tinitas olahraga ringan seperti senam hamil, jalan pagi, renang, dan lainnya. Asal jangan pernah berlatih hingga lelah dan intensitas yang berlebihan. Pada beberapa kasus se perti plasenta previa (lokasi plasenta tumbuh menutupi jalan lahir), preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan), kehamilan kembar, atau pun kehamilan berisiko lain nya, sebaiknya jenis olahraga dibatasi pada olahraga yang ringan. Kafein Bila Anda mempunyai kebiasan mi num kopi, sebaiknya Anda mengonsumsi hingga 200 miligram kafein sehari. Anda tidak harus menghindari kopi sama sekali. Namun, perlu diketahui kafein kopi da pat menembus plasenta, sehingga asupan yang berlebihan pada awal kehamilan sedikit meningkatkan risiko keguguran. Kafein juga dapat menyebabkan vasokonstriksi (mengecilnya pembuluh darah) di sekitar plasenta sehingga asupan oksigen dan nutrisi ke janin berkurang. Beberapa makanan dan minuman yang mengandung kafein antara lain cokelat, es krim cokelat, minuman kola bersoda, minuman berenergi dan lain sebagainya. Lihatlah label kafein berserta jumlahnya pada makanan atau minuman yang akan Anda konsumsi.
Merokok Asap rokok yang masuk ke aliran tubuh janin menyebabkan janin kurang oksigen dan janin tidak dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana seharusnya. Risiko lainnya antara lain kehamilan diluar kandungan, plasenta terlepas sebelum waktunya, pecah ketuban dini, dan persalinan prematur. Ba gaimana kalau suami atau orang di sekitar Anda perokok? Dapat dikatakan Anda sebagai perokok pasif. Hal ini juga tidak baik untuk janin. Mintalah untuk berhenti merokok atau menjauhlah dari asap rokok.
Alkohol Bagi Anda yang biasa minum alkohol dan baru mengetahui Anda hamil, sebaiknya hentikan mengonsumsi alkohol. Alkohol da pat masuk ke saluran darah janin dan dapat menyebabkan fetal alcohol syndrome yang dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat, gangguan wajah, dan gangguan pertumbuhan serta perilaku.
Telepon Genggam Sejauh ini, tidak diketahui adanya risiko penggunaan ponsel bagi janin dalam waktu jangka pendek. Namun, ada penelitian yang mengatakan hubungan penggunaan ponsel dengan ibu hamil, janin akan memiliki gangguan perilaku seperti hiperaktif pada saat anak-anak. Namun, penelitian ini tidak menyebutkan bukti yang meyakinkan untuk dipercaya.
dr. Made Surya Kumara, Sp.OG
Perawatan Rambut Tentu rambut Anda ingin tampil lebih indah pada saat hamil. Mengecat rambut, meluruskan rambut, highlight rambut, atau menggunakan wax masih dikatakan aman un tuk wanita hamil. Namun, alangkah baiknya bila dilakukan pada usia kehamilan lebih dari 12 minggu atau 3 bulan atau trimester per tama. Juga disarankan untuk menggunakan cat rambut atau bahan perawatan rambut lainnya yang tidak mengandung amoniak atau menggunakan pewarna rambut nabati atau alami. Perawatan Wajah dan Kulit Pastikan ahli kecantikan Anda untuk menggunakan produk yang paling nyaman dan paling sedikit menimbul kan efek samping. Sebaiknya hindari terapi perawatan wa jah yang keras seperti mikro dermabrasi yang akan mem buat iritasi kulit. Keamanan penggunaan obat suntikan pengisi seperti kolagen se lama masa kehamilan belum dipastikan melalui penelitian, sehingga lebih baik dihindari selama hamil. Hindari juga penggunaan obat-obat anti jerawat yang mengandung retinoid, vitamin K, BHA
Bohemian Style Pernah mencoba bohemian style? Gaya yang mengesankan ekspresi bebas, santai tapi damai. Gaya bohemian juga merupakan perpaduan dari banyak gaya seperti hippie, ethnic, gypsy, dan juga vintage.
(beta-hydroxy acid) dan asam salisilat. Bila Anda tidak yakin dengan kandungan obat perawatan wajah, tanyakanlah kepada ahli kecantikan atau dokter Anda apakah aman digunakan pada wanita hamil.
G
Perawatan kuku Tentu pada saat hamil kuku Anda tampil cantik. Tentu Anda boleh mengecat kuku tangan dan kaki. Namun, pastikan bahan yang Anda gunakan telah teruji secara klinis dan tidak mengandung toxic trio atau 3 bahan berbahaya, yaitu DBP (Dibutyl Phathalate), toluena dan formaldehida. Kadang kala aroma yang kuat dari cat kuku dapat menyebabkan pusing bahkan mual muntah. Jadi carilah ru ang yang berventilasi baik agar udara di dalam ruangan digantikan dengan udara segar. Aktivitas Seksual Pertanyaan ini sering sekali ditanyakan pada saat kontrol kehamilan ke bidan atau dokter. Sampai saat ini tidak ada larangan melakukan aktivitas seksual se lama kehamilan. Namun sebaiknya tidak melakukan aktivitas seksual bila mengalami perdarahan, kram perut, pecah ketuban, riwayat persalinan prematur karena leher rahim atau servik yang pendek, atau lokasi plasenta yang menutupi jalan lahir (placenta praevia). Pada beberapa kasus, dijumpai kram perut yang diikuti dengan keluar darah dari kemaluan. Pada kondisi seperti ini, sebaiknya tidak melakukan aktivitas seksual agar janin dapat tumbuh baik hingga pada waktunya. dr. Made Surya Kumara, Sp.OG Klinik Kandungan & Kebidanan Rumah Sakit SILOAM (0361) 779-900 ext. 29701 081533333532
Style
25 - 31 AGUSTUS 2014
Suandewi
aya Bohemian atau sering disebut boho chic, yang diusung Suandewi ini, diantaranya dihadirkan melalui busana maxi dan mini dress yang juga menjadi item wajibnya. Menariknya untuk mendapat look yang berbeda, ia pun memilih bahan endek bermotif penuh dan memadukannya dengan sifon berwarna segar natural untuk kesan melambai. Anggota ASBES (Asosiasi Bordir, Endek dan Songket) Kota Denpasar ini menyuguhkan pilihan lainnya berupa celana super wide pants, dan kitelike pants. Selain itu ada juga cropped shirt dan camisole shirt melengkapi deret an desain dengan brand “Anyar” ini. Sementara fringe atau rumbai-rumbai dihadirkannya pada tas yang keren dan juga etnik. Untuk aksesori pada koleksinya kali ini, Suandewi menyematkan anting, kalung yang unik dan gelang bertum puk. Tak ketinggalan headband yang menarik dan mampu menjadikan mood pemakainya lebih menyenangkan. Jika ingin penampilan dengan gaya pakaian yang unik dan berbeda sekaligus seru mungkin Style Tokoh pekan ini bisa jadi inspirasi. – Sri Ardhini
15
Jelita
14
Kiat Cantik di usia 20, 30, dan 40
Kecantikan di setiap usia tidaklah sama. Ketika beranjak pada usia selanjutnya , memerlukan treatment yang berbeda. Kali ini Tokoh menghadirkan tips perawatan kecantikan khusus pada usia 20, 30 dan 40, baik dari luar maupun dari dalam.
U
ntuk ini Tokoh pun menjumpai dr. Kadek De witini dari Miracle Aesthetic Clinic Denpasar, pekan lalu. Dikatakannya, pada usia 20 tahun, tubuh dan wajah sedang berada pada puncak atau yang paling ideal. Kadar kelembaban kulit juga dalam posisi terbaik, elastisitas dan rona kulitpun tampak sempurna. Kerutan dan garis halus belum terlihat. Perawatan dalam dekade ini, katanya akan menentukan kondisi selanjutnya. Tips Perawatan Kulit dan Tubuh di Usia 20 Tahun lRajin bersihkan wajah Jangan pernah tidur tanpa membersihkan wajah terlebih dahulu. Angkat semua bekas tata rias, keringat dan kotoran yang menyumbat pori –pori dengan pembersih wajah yang sesuai jenis kulit. Tambahkan toner agar pembersihan kulit wajah lebih optimal. lTabir surya sahabat Anda Iklim Indonesia yang panas dan cerah sepanjang tahun bisa mem bahayakan kulit jika tanpa per lindungan. Paparan UV A dan UV B dapat membuat kulit ber warna gelap, kasar, kemerahan dan mengalami penuaan dini. Karena itu, gunakan lotion yang mengandung SPF dan PA+++ lKrim malam dan krim mata Sekaranglah waktu yang paling tepat untuk memulai rajin mengguna kan krim malam dan krim matra. Pakailah kedua krim ini rutin setiap hari untuk mencegah penuaan dini. lAtur pola hidup anda sehari-hari Meski sedang menikmati usia muda yang tak bisa terulang lagi, Anda tetap harus mengatur gaya hidup. Hindari rokok, alkohol dan makanan yang mengandung kalori dan lemak tinggi serta berolahraga teratur agar tubuh tetap sehat dan produktivitas terus meningkat. Selanjutnya kata dokter Dewitini, memasuki usia 30-an, ini be rarti Anda sedang menapaki usia matang. Permasalahan kulit pada usia ini berada pada teksturnya. Proses regenerasinya cenderung
lebih lambat. Jagalah kecantikan de ngan perawatn yang sempurna. Tips Perawatan Kulit dan Tubuh di Usia 30 Tahun lKonsumsi antioksidan Untuk menunda timbulnya garisgaris halus, konsumsi makanan kaya vitamin A, C, dan E sebagai antiok sidan. Minum teh hijau dan anggur merah, serta perbanyak mengon sumsi buah-buahan dan sayuran segar. lPerawatan malam dengan krim anti aging Setiap malam menjelang tidur, gunakan krim mata dengan for mula anti aging untuk memperlambat munculnya tanda-tanda penu aan serta mengatasi garis-garis halus dan kerutan yang mulai tampak. lBatasi kalori dan porsi makan Kontrol porsi makan dan kalorinya. Dengan bertam bahnya usia, maka pembakaran kalori cenderung melam bat, berarti Anda tidak boleh sembarangan lagi makan demi menjaga berat badan tidak melonjak. lPeriksa kesehatan Lakukan general check up untuk mengetahui kondisi dan kesehatan tubuh. Bagi para perempuan, jangan lupakan papsmear setahun sekali sebagai lang kah preventif terhadap penyakit kanker leher rahim. lOlahraga Lakukan olahraga rutin, termasuk angkat beban dan kardio, untuk kesehatan jantung Anda. Lakukan sekira 4-5 kali setiap minggu se lama masing-masing 30-40 menit. lJangan lupa tabir surya Untuk menjaga kondisi kulit, selalu gunakan tabir surya mini mal SPF 20 saat keluar rumah. lMulai hidup sehat Jika saat ini Anda masih merokok, hentikan. Kurangi minuman beralkohol yang mempercepat berkurangnya kolagen dan elastin. Cukup istirahat dan segera bergaya hidup lebih sehat demi energi dan vitalitas yang terjaga Dokter Dewitini juga mengatakan pada usia 40 tahun, kemampuan kulit untuk mempertahankan kondisinya akan menurun, terlihat pada kandungan air, kelembutandan kekenyalan kulit. Proses penuaan pun akan se makin Nampak. Namun, katanya meski bertambah usai, penampi lan harus tetap prima agar tetap cantik dan menarik. Sebagaimana ungkapan pepatah mengatakan ”life begin at forty” Tips Perawatan Kulit dan Tubuh di Usia 40 Tahun lPerawatan sehari-hari Sebagai perawatan kecantikan sehari-hari , pilih pembersih yang mengandung antioksidan dan pelembab. Pada produk
Aksi Peduli Miracle Aesthetic Clinic
Bangun 10 Rumah Layak Huni
Tahun ini Miracle Aesthetic Clinic kem bali meluncurkan program CSR (Corporate Social Responsibility)-nya. Kali ini, program nya adalah membangun 10 rumah layak huni bagi masyarakat prasejahtera. Sebab, rumah adalah salah satu dasar untuk keluarga. “Rumah layak huni tidak harus besar, yang penting bisa memberikan dasar yang baik agar keluarga tumbuh dan berkembang. Meningkatkan kehidupan mereka, serta memberi masa depan lebih baik,” ujar Jap Budi Wijaya Direktur Operasional Miracle Aesthetic Clinic, saat acara Halal Bihalal yang diselenggarakan di Sector Bar, Inna Grand Bali Beach, Sanur, Kamis (21/8). Selama ini bentuk kepedulian Klinik Kecantikan Miracle bukan hanya ditujukan kepada pelanggannya, namun juga kepada masyarakat Indonesia secara luas, Salah satu nilai dalam budaya Miracle yaitu social concern, atau kepedulian dalam kehidupan sosial, yang sudah berjalan sejak tahun 2007. Kepedulian kali ini diwujudkan untuk pembangunan rumah layak huni. Program ini, lanjut Budi Wijaya, meru
pakan upaya merealisasikan program Believe in Miracle: The Miracle Touch for a Happy Healthy Home itu, dengan meng gandeng Habitat for Humanity Indonesia, sebuah lembaga kemanusiaan global yang konsen pada pengembangan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu di perdesaan. Budi Wijaya mengatakan kesepuluh rumah layak huni tahun ini, akan diper untukkan bagi keluarga berpenghasilan rendah dan dibangun di Jakarta, Surabaya
dan Bali. Pembangunannya akan dimulai pada September hingga Desember 2014. Di Bali, lokasi rumah yang akan dibangun adalah di Desa Gobleg, Buleleng. Sementara Clareta Gozali, Bali Branch Manager Habitat for Humanity Indonesia mengatakan kemiskinan adalah masalah yang kompleks di Indonesia. Rendahnya pendidikan, keterampilan serta minimnya infrastruktur menjadi kan keadaan masyarakat prasejahtera semakin terpuruk. Habitat for Humanity Indonesia yang berdiri sejak 1976 akan bertanggungjawab dalam manajemen kon struksi, mulai dari survei, analisis lokasi, pemilihan mitra rumah, hingga proses kon struksi dalam kerjasamanya dengan Miracle kali ini. -bns/ard
Usai penandatanganan kerja sama Miracle Aesthetic Clinic dengan Habitat for Humanity
25 - 31 Agustus 2014
25 - 31 Agustus 2014
Mitos
Deteksi dan Penanganan Demam Dengue Oleh: dr. Raymond Sebastian, Sp.PD
perawatan wajah, gunakan yang diperkaya kandungan glycerin, retinol,hyaluronic acid, serta peptides untuk membantu menjaga kondisi kulit . lPerawatan intensif Lakukan perawatan kulit lebih mendalam, seperti pengelu pasan kulit dengan menggunakan bahan kimiatertentru untuk peremajaan, mikrodermabrasi dan sebagainya lPerkaya vitamin Perbanyak konsumsi vi tamin seperti vitamin A,C,E, co-Q10, anggur dan ekstrak the hijau untuk membantu menjaga kondisi tubuh dan kulit dari radikal bebas. lKendalikan gejala menopause Untuk mengurangi dampak buruk dari gejala menopause , Anda perlu menjalankan p[ola makan seimbang dan bero lahraga teratur.Konsumsi air putih minimal 8 gelas perhari , protein hewani ( seperti daging, unggas, ikan), olahan susu (seperti yogurt, keju), mengonsumsi suplemen kal sium, vitamin D, dan Vitamin B-12 sertta kurangi asupan lemak, minyak, gula dan garam. Sebaiknya kunjungi dokter untuk saran profesional. lTetap berolahraga Jangan memaksa diri untuk berolahraga berat, karena kekuatan tulang kaki Anda mulai berkurang. Pilih jalan cepat atau senam low impact lSelalu berpikir positif Jaga mood Anda agar tetap positif, karena melalui perasaan yang bahagia dan ringan Anda akan tetap semangat dalam men jalankan aktivitas.Tak ada salahnya sesekali memanjakan diri di Spa., Selain itu perkaya diri dengan membaca buku-buku maupun menonton tayangan menarik, atau berlibur bersama keluarga. – Sri Ardhini
11
Demam berdarah atau demam dengue (baca dengei/dengi:) adalah penyakit yang umum terjadi dalam masyarakat kita. Tetapi, sering juga masyarakat belum mendapatkan pengetahuan yang benar tentang deteksi dan penanganan penyakit demam berdarah ini. Artikel ini dibuat untuk memberikan pengetahuan lebih jauh tentang penyakit demam berdarah (demam dengue)
P
enyakit ini disebabkan nyamuk aedes aegypti, sejenis nyamuk yang sering ber sarang/ berkembang biak di air yang ter genang. Frekuensi terbanyak terjadinya pada musim hujan. Virus dengue masuk ke dalam aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk jenis ini. Dalam penyakit demam dengue ini, adalah penting untuk mengingat kapan hari pertama timbulnya de mam, sehingga dokter/tenaga medis dapat menentukan perjalanan penyakitnya berdasarkan waktu timbulnya demam. Gejala awal adalah demam tinggi selama 2 sampai 7 hari. Demam ini biasanya juga disertai dengan nyeri hebat pada sendi, otot (break bone fever) terkadang sakit kepala disertai nyeri di belakang bola mata. Disam ping gejala di atas, biasanya penderita mengalami bintik kemerahan pada kulit dan penurunan nafsu makan. Jika mengalami gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui tindakan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan darah yang dilakukan adalah pemeriksaan darah rutin. Seperti umumnya penyakit virus, penyakit demam dengue ini menyebabkan penu runan jumlah trombosit darah dan leukosit darah (atau darah putih). Karakter ini kadang menyulitkan karena sulit membedakan demam dengue dengan infeksi virus lainnya. Ada beberapa marker pemeriksaan laboratorium un tuk mendiagnosa pasti dengue fever, contohnya Dengue NS1 antigen (Dengue NS1 Ag). Pemeriksaan Dengue NS1 Ag ini adalah pemeriksaan yang mendeteksi bagian tubuh virus dengue sendiri, maka pemeriksaan ini dilakukan paling baik saat panas hari ke-0 hingga hari ke -3. Karena nya pemeriksaan ini dapat mendeteksi infeksi virus dengue bahkan sebelum terjadi penurunan trombosit. Sehingga bila ada hasil NS1 yang positif menunjukkan
dr. Raymond Sebastian, Sp.PD
kalau seseorang ‘hampir pasti’ terkena infeksi virus dengue. Sedangkan, kalau hasil NS1 Ag menunjukkan hasil negatif tetap tidak menghilangkan kemungkinan infeksi virus dengue dan masih perlu dilakukan observasi serta pemeriksaan lanjutan. Ini terjadi karena untuk mendeteksi virus dengue diperlukan kadar yang cukup dari jumlah virus dengue yang beredar dalam darah, sedangkan pada fase awal mungkin belum terbentuk cukup banyak virus dengue atau apabila pengambilan dilakukan setelah munculnya antibodi maka kadar virus dengue juga akan turun. Sangat dianjurkan untuk pemeriksaan lanjutan dengan anti Dengue IgM , anti Dengue Ig G, yang mempunyai konsentrasi paling tinggi dalam darah setelah hari 5-6 sejak timbulnya demam. Apabila hasil itu positif, maka dapat dipastikan seorang terjangkit penyakit demam berdarah atau demam dengue. Penanganan demam dengue secara garis besar adalah dengan penanganan suportif. Antibiotik biasanya jarang diperlukan untuk demam dengue ini. Biasanya pen derita dianjurkan untuk meningkatkan konsumsi cairan/ minum. Cairan yang diperlukan dapat berupa air putih, jus, atau minuman yang mengandung elektrolit (sport
drink). Menurut WHO, penderita yang harus di rawat di rumah sakit, adalah penderita dengan tanda bahaya (warning sign), seperti nyeri perut hebat, muntah yang berlebihan yang dapat mengakibatkan dehidrasi, pening katan cairan yang menyebakan sesak napas, pendarahan hebat, lemas, gelisah, pembengkakan hati lebih dari 2 cm. Lebih berat lagi, apabila penderita sudah mengalami penurunan kesadaran, tekanan darah menurun disertai dengan denyut jantung dan napas yang cepat. Selain tanda bahaya yang disebutkan di atas, penderita dengue harus dirawat, apabila sebelumnya sudah menderita penyakit kencing manis (diabetes), penyakit gagal ginjal kronis (GGK), penyakit darah tinggi (hipertensi),obesitas, usia lanjut/ bayi, penyakit jantung, penyakit yang berhubun gan dengan darah, atau penyakit autoimmun, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit. Indikasi perawatan juga dapat karena indikasi sosial seperti tempat tinggal penderita yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan tanpa adanya transportasi yang memadai, atau penderita yang tinggal seorang diri. Selama perawatan di rumah sakit, biasanya penderita dilakukan pemantauan ketat trombosit dan hematokrit melalui pemeriksaan darah. Trombosit yang rendah dapat memudahkan terjadinya pendarahan spontan. Penderita biasanya diberikan cairan infus untuk mempertahankan volume cairan dalam tubuh . Transfusi darah hanya diberikan apabila pasien dengan aktif pendarahan disertai penurunan hemoglobin (sel darah merah). Masa kritikal demam dengue adalah hari ke kelima dan keenam, pada saat itu penderita bisa mengalami syok (penurunan tekanan darah) yang dapat membahayakan jiwanya. Akan tetapi penderita dengue biasanya akan sembuh spontan setelah hari ke tujuh demam. Sebagai penutup, “mencegah lebih baik daripada mengobati“. Tetapi, sampai saat ini belum ada vaksinasi tentang dengue. Adalah baik untuk selalu membersihkan sekitar rumah dari air mengenang, menggunakan lotion pengusir nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk. Akan tetapi bila saudara atau anggota keluarga terkena demam, jangan cemas, berikan obat penurun panas terlebih da hulu seperti golongan paracetamol, yang dapat diberikan setiap 4-6 jam sekali. Penggunaan obat demam/antinyeri golongan NSAID (Non Steroid Anti Inflamasi), seperti ibuprofen tidak dianjurkan karena bisa mempengaruhi penurunan trombosit. Bila demam berlanjut disertai tanda bahaya (warning sign), penderita harus secepatnya dibawa ke doketer atau rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Sumber : WHO dengue 2009, WHO Handbook clinical management dengue 2012.
12
Kuliner
25 - 31 AGUSTUS 2014
Aneka Olahan Ikan
Hidup Sehat dengan Loloh
Membuat sesuatu yang unik perlu sentuhan kreasi dan inovasi. Termasuk dalam hal memasak. Dalam ajang ”Sanur Village Festival”, Kamis (21/8), digelar lomba masak antar PKK se-kelurahan Sanur. PKK Desa Sanur Kauh yang meraih juara I dalam memasak olahan makanan ikan ini, berbagi resep dengan pembaca Tokoh.
Bola Ikan
Bola Ikan Bahan: 250 gr : ikan 500 gr : kentang 300 gr : tepung roti 3 butir : roti 3 butir : telur 1 buah : keju
tumis. Masukkan bumbu yang ditumis ke dalam kentang yang sudah dihaluskan sampai tercampur dengan rata. Tambahkan parutan
keju lalu dibentuk menjadi bola-bola. - Adonan bola dicelupkan ke dalam telur yang dikocok, kemudian digulingkan di atas tepung roti sampai merata. Bola digoreng sampai matang. Kemudian hias di atasnya dengan seledri.
Bumbu: 1 siung : bawang putih ½ butir : bawang Bombay 1 batang : prei Minyak secukupnya Garam dan merica secukupnya.
Udang Goreng Mayonaise Bahan: 400 gr 1 siung 1 buah 1/4 sdt 1 sdt 1 ½ sdt ½ sdt ½ sdt 1 butir 1 cangkir 6 sdm 2 sdm
: : : : : : : : : : : :
Selama ini, Renon dikenal sebagai salah satu kawasan usaha kuliner. Beragam menu dapat ditemui di sana. Salah satu yang cukup unik dan baru saja hadir adalah Rumah Loloh dan Spa Bali Tangi, yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Lapangan Renon, yakni di kawasan Jalan Tukad Yeh Unda, Renon Denpasar.
udang sedang dikupas dan bersihkan bawang putih cincang dihaluskan jeruk lemon saus mayonaise gula pasir meggie ayam garam merica hitam telur dikocok tepung terigu mayonnaise susu kental manis
Cara membuat: - Lumuri udang dengan bawang putih, gula, meggie, dan lemon, diamkan selama 15 menit. Celupkan udang ke dalam kocokan telur lalu digulingkan pada tepung. Goreng dengan minyak panas. - Saus: campur mayonaise, susu kental manis, dan lemon aduk rata. Siram mayonaise di atas udang yang sudah ditata. -Wirati Astiti
Cara membuat: - Cincang ikan yang sudah dibersihkan. - Kupas kentang lalu rebus sampai matang. Haluskan. - Haluskan bumbu, kemudian
25 - 31 AGUSTUS 2014
R
Yuliani dan loloh buatannya
umah loloh ini bukan hanya tampil khas dengan didominasi warna ungu, dan dikeli lingi toga (tanaman obat keluarga), namun apa yang disajikannya juga unik. Semuanya berbau tradisional. Salah satunya adalah tersedia beragam
minuma khas tradisonal Bali untuk kesehatan yang di sebut loloh. Menurut pemiliknya, Yuliani Sukhana, hadirnya rumah loloh ini, adalah untuk mengajak lebih banyak lagi masyarakat hidup lebih sehat dengan mengonsumsi bahan-bahan alami. Salah satunya adalah loloh, minuman tradisional alami, karena terbuat dari bahan herbal. Selain menyegarkan, loloh juga menyehatkan tubuh dan dapat dikonsumsi oleh siapa pun. Lebih lanjut dikatakannya, minuman tradisional Bali, yang memang sudah dikenal sejak dulu sebagai tradisi peninggalan leluhur ini, biasanya dinamai dengan nama daun atau bahan yang dipakai sebagai bahan dasar pembuatannya. Kemudian, untuk menambah cita rasa, loloh umumnya ditambahkan seperti gula tebu atau gula batu, daun sirih dan jeruk nipis, tanpa bahan pengawet. Sementara ini, pada Rumah Loloh miliknya, baru beberapa jenis loloh yang bisa disediakannya. Di antaranya loloh beluntas, yang dibuat dari daun beluntas, daun sirih, jeruk nipis, gula batu dan air sehat ini, sangat baik ntuk mengatasi bau badan, membersihkan darah, memperbaiki komposisi darah dan meningkatkan stamina. Begitu pula loloh piduh, terbuat dari daun piduh atau pegagan, daun sirih, gula tebu dan air sehat ini katanya, berfungsi sebagai detoksikasi atau peluruh racun, meningkatkan
Lemper Abon Ikan Bahan: 1 kg : ketan putih 250 gr : ikan laut 1 liter : santan Daun pisang Bumbu: ½ sdt : 1 sdm : ½ sdt : 1 lembar :
merica putih gula pasir garam daun jeruk
1 batang : sereh Cara membuat: - Rendam ketan selama dua jam lalu tiriskan selama 15 menit, angkat. - Aru dengan santan yang sudah dipanaskan dan ditambahkan garam secukupnya, aduk rata, kukus sampai matang. Angkat dan taruh.
Cara membuat isi: - Ikan dikukus sampai matang lalu disuwir-suwir. Campur semua bumbu kecuali daun jeruk dan sereh lalu campur dengan ikan. Masak hingga matang dan agak kering. - Ambil ketan dan isi abon ikan di dalamnya, kepal-kepal dan bungkus dengan daun pisang.
Kakap Gulung Isi Bayam Reginang
Bahan: 1/2 kg : ikan kakap dibersihkan dan dibuat fillet 1/2 sdm : garam 1/2 sdt : merica bubuk 1 sdm : kecap Inggris 50 gr : daun bayam ukuran lebar 2 butir : telur ayam kocok lepas 50 gr : reginang goreng
tumbuk kasar 500 ml : minyak goreng Saus sambal botolan secukupnya. Cara membuat: - Lumuri fillet ikan dengan garam, merica, dan kecap inggris hingga rata diamkan15 menit. - Ambil satu lembar fillet ikan le-
takkan daun bayam di atasnya lalu digulung. - Celupkan ke dalam telur, gulung ke dalam reginang, ratakan. - Panaskan minyak goreng, dan goreng kakap gulung hingga berwarna kecokelatan, angkat dan tiriskan. - Siap dihidangkan dengan saus sambal.
Sarwan PKK Desa Sanur Kauh
Bahan: 500 gr : ayam, potong-potong menurut selera 5 buah : cabe besar hijau, haluskan 10 buah : cabe rawit hijau, haluskan 7 buah : bawang merah halus 3 siung : bawang merah halus
Ayam Ungkep Bumbu Hijau
4 butir : kemiri sangrai halus 1sdt : lada halus 1sdt : terasi halus 1buah : tomat halus 350 ml : air 90 ml : santan kental 1ruas : jahe, memarkan Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya
Cara membuat : - Panaskan minyak dalam wajan, lalu masukkan bumbu-bumbu yang halus. Aduk-aduk hingga harum, lalu masukkan ayam, aduk-aduk hingga berubah warna kecokelatan. - Masukkan air garam gula, kaldu bubuk, lalu ungkep sampai ayam matang dan air berkurang. - Masukkan santan kental, kecilkan api aduk-aduk sampai mendidih dan santan agak kental. - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng
13
Loloh Piduh dan Keripik Piduh
kekebalan tubuh, membantu metabolisme otak dan saraf, mempercepat penyembuhan luka serta bagus untuk daya ingat. Sedangkan loloh temulawak, berguna untuk mengatasi masalah hati, mengatasi kelelahan, memperbaiki pencernaan serta menguatkan stamina. Beragam rasa loloh yang segar ini perbotolnya dijual seharga Rp 5 ribu. Sebenarnya kata Yuliani, loloh dapat dengan mudah dibuat sendiri. Begitu juga jenis loloh yang bisa dibuat pun masih banyak lagi seperti loloh daun jempiring, daun isen, daun jarak, daun sirih, daun kayu manis, daun tempoyak, kayu secang, loloh daun sirih dengan campuran bluntas, dan loloh cemcem dengan fungsinya masing- masing. Yuliani, yang juga salah seorang anggota PPT (Perkumpulan Pecinta Tanaman ) Denpasar dan sering diminta sebagai narasumber pelatihan membuat loloh ini, menyatakan saat ini loloh sudah bisa disuguhkan dengan inovasi aneka rasa yang segar. Tidak lagi seperti loloh yang dahulu dikenal hanya memiliki rasa pahit. “Sekarang, siapa pun bisa mengomsumsi loloh seperti munuman lainnya,”cetusnya. Hal ini juga dibuktikan oleh Damayanti, salah seorang pengunjung remaja yang mengaku bisa menyeruput loloh piduh dengan enak. “Teman-teman saya juga sekarang pada suka loloh, mereka bilang selain tampilan warnanya rasa, dan sensasinya juga menyegarkan. Kalau saya, selesai makan sukanya minum loloh rosela diisi es. Selain itu saya juga minum loloh piduh, biar otak saya lebih lancar menyerap pelajaran,” katanya tersenyum sambil menyantap salad dan keripik daun piduh yang juga bisa diperoleh di sana. – Sri Ardhini
Jus Aroma 3 Rasa Bahan: 100 ml : air teh siap pakai 50 ml : air jahe 100 ml : madu Jus nanas siap pakai Es batu secukupnya Cara membuat : - Semua bahan campur jadi satu, lalu diblender sampai halus. - Siap disajikan dengan ditambahkan es batu dan garnis dengan jeruk lemon.
Ayam Aroma Jahe Bahan : 500 gr 2 sdm 300 gr 3butir 1sdt 1sdm 1 sdt
: : : : : : :
ayam, potong menurut selera parutan jahe tepung bumbu siap pakai putih telur lada bubuk bawang putih halus garam
Cara membuat : - Rendam ayam jahe, bawang putih parut dan garam. Diamkan 5 menit. - Putih telur diaduk- aduk, lalu celupkan ayam ke putih telur, lalu guling- gulingkan di atas tepung bumbu hingga terbalut tempung ayam. - Panaskan minyak dalam wajan sampai minya bener-benar panas, lalu goreng ayam sampai matang dan berwarna kecokelatan. - Tiriskan, siap untuk dihidangkan dengan saos sambal.
12
Kuliner
25 - 31 AGUSTUS 2014
Aneka Olahan Ikan
Hidup Sehat dengan Loloh
Membuat sesuatu yang unik perlu sentuhan kreasi dan inovasi. Termasuk dalam hal memasak. Dalam ajang ”Sanur Village Festival”, Kamis (21/8), digelar lomba masak antar PKK se-kelurahan Sanur. PKK Desa Sanur Kauh yang meraih juara I dalam memasak olahan makanan ikan ini, berbagi resep dengan pembaca Tokoh.
Bola Ikan
Bola Ikan Bahan: 250 gr : ikan 500 gr : kentang 300 gr : tepung roti 3 butir : roti 3 butir : telur 1 buah : keju
tumis. Masukkan bumbu yang ditumis ke dalam kentang yang sudah dihaluskan sampai tercampur dengan rata. Tambahkan parutan
keju lalu dibentuk menjadi bola-bola. - Adonan bola dicelupkan ke dalam telur yang dikocok, kemudian digulingkan di atas tepung roti sampai merata. Bola digoreng sampai matang. Kemudian hias di atasnya dengan seledri.
Bumbu: 1 siung : bawang putih ½ butir : bawang Bombay 1 batang : prei Minyak secukupnya Garam dan merica secukupnya.
Udang Goreng Mayonaise Bahan: 400 gr 1 siung 1 buah 1/4 sdt 1 sdt 1 ½ sdt ½ sdt ½ sdt 1 butir 1 cangkir 6 sdm 2 sdm
: : : : : : : : : : : :
Selama ini, Renon dikenal sebagai salah satu kawasan usaha kuliner. Beragam menu dapat ditemui di sana. Salah satu yang cukup unik dan baru saja hadir adalah Rumah Loloh dan Spa Bali Tangi, yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Lapangan Renon, yakni di kawasan Jalan Tukad Yeh Unda, Renon Denpasar.
udang sedang dikupas dan bersihkan bawang putih cincang dihaluskan jeruk lemon saus mayonaise gula pasir meggie ayam garam merica hitam telur dikocok tepung terigu mayonnaise susu kental manis
Cara membuat: - Lumuri udang dengan bawang putih, gula, meggie, dan lemon, diamkan selama 15 menit. Celupkan udang ke dalam kocokan telur lalu digulingkan pada tepung. Goreng dengan minyak panas. - Saus: campur mayonaise, susu kental manis, dan lemon aduk rata. Siram mayonaise di atas udang yang sudah ditata. -Wirati Astiti
Cara membuat: - Cincang ikan yang sudah dibersihkan. - Kupas kentang lalu rebus sampai matang. Haluskan. - Haluskan bumbu, kemudian
25 - 31 AGUSTUS 2014
R
Yuliani dan loloh buatannya
umah loloh ini bukan hanya tampil khas dengan didominasi warna ungu, dan dikeli lingi toga (tanaman obat keluarga), namun apa yang disajikannya juga unik. Semuanya berbau tradisional. Salah satunya adalah tersedia beragam
minuma khas tradisonal Bali untuk kesehatan yang di sebut loloh. Menurut pemiliknya, Yuliani Sukhana, hadirnya rumah loloh ini, adalah untuk mengajak lebih banyak lagi masyarakat hidup lebih sehat dengan mengonsumsi bahan-bahan alami. Salah satunya adalah loloh, minuman tradisional alami, karena terbuat dari bahan herbal. Selain menyegarkan, loloh juga menyehatkan tubuh dan dapat dikonsumsi oleh siapa pun. Lebih lanjut dikatakannya, minuman tradisional Bali, yang memang sudah dikenal sejak dulu sebagai tradisi peninggalan leluhur ini, biasanya dinamai dengan nama daun atau bahan yang dipakai sebagai bahan dasar pembuatannya. Kemudian, untuk menambah cita rasa, loloh umumnya ditambahkan seperti gula tebu atau gula batu, daun sirih dan jeruk nipis, tanpa bahan pengawet. Sementara ini, pada Rumah Loloh miliknya, baru beberapa jenis loloh yang bisa disediakannya. Di antaranya loloh beluntas, yang dibuat dari daun beluntas, daun sirih, jeruk nipis, gula batu dan air sehat ini, sangat baik ntuk mengatasi bau badan, membersihkan darah, memperbaiki komposisi darah dan meningkatkan stamina. Begitu pula loloh piduh, terbuat dari daun piduh atau pegagan, daun sirih, gula tebu dan air sehat ini katanya, berfungsi sebagai detoksikasi atau peluruh racun, meningkatkan
Lemper Abon Ikan Bahan: 1 kg : ketan putih 250 gr : ikan laut 1 liter : santan Daun pisang Bumbu: ½ sdt : 1 sdm : ½ sdt : 1 lembar :
merica putih gula pasir garam daun jeruk
1 batang : sereh Cara membuat: - Rendam ketan selama dua jam lalu tiriskan selama 15 menit, angkat. - Aru dengan santan yang sudah dipanaskan dan ditambahkan garam secukupnya, aduk rata, kukus sampai matang. Angkat dan taruh.
Cara membuat isi: - Ikan dikukus sampai matang lalu disuwir-suwir. Campur semua bumbu kecuali daun jeruk dan sereh lalu campur dengan ikan. Masak hingga matang dan agak kering. - Ambil ketan dan isi abon ikan di dalamnya, kepal-kepal dan bungkus dengan daun pisang.
Kakap Gulung Isi Bayam Reginang
Bahan: 1/2 kg : ikan kakap dibersihkan dan dibuat fillet 1/2 sdm : garam 1/2 sdt : merica bubuk 1 sdm : kecap Inggris 50 gr : daun bayam ukuran lebar 2 butir : telur ayam kocok lepas 50 gr : reginang goreng
tumbuk kasar 500 ml : minyak goreng Saus sambal botolan secukupnya. Cara membuat: - Lumuri fillet ikan dengan garam, merica, dan kecap inggris hingga rata diamkan15 menit. - Ambil satu lembar fillet ikan le-
takkan daun bayam di atasnya lalu digulung. - Celupkan ke dalam telur, gulung ke dalam reginang, ratakan. - Panaskan minyak goreng, dan goreng kakap gulung hingga berwarna kecokelatan, angkat dan tiriskan. - Siap dihidangkan dengan saus sambal.
Sarwan PKK Desa Sanur Kauh
Bahan: 500 gr : ayam, potong-potong menurut selera 5 buah : cabe besar hijau, haluskan 10 buah : cabe rawit hijau, haluskan 7 buah : bawang merah halus 3 siung : bawang merah halus
Ayam Ungkep Bumbu Hijau
4 butir : kemiri sangrai halus 1sdt : lada halus 1sdt : terasi halus 1buah : tomat halus 350 ml : air 90 ml : santan kental 1ruas : jahe, memarkan Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya
Cara membuat : - Panaskan minyak dalam wajan, lalu masukkan bumbu-bumbu yang halus. Aduk-aduk hingga harum, lalu masukkan ayam, aduk-aduk hingga berubah warna kecokelatan. - Masukkan air garam gula, kaldu bubuk, lalu ungkep sampai ayam matang dan air berkurang. - Masukkan santan kental, kecilkan api aduk-aduk sampai mendidih dan santan agak kental. - Siap untuk disajikan dengan taburan bawang putih goreng
13
Loloh Piduh dan Keripik Piduh
kekebalan tubuh, membantu metabolisme otak dan saraf, mempercepat penyembuhan luka serta bagus untuk daya ingat. Sedangkan loloh temulawak, berguna untuk mengatasi masalah hati, mengatasi kelelahan, memperbaiki pencernaan serta menguatkan stamina. Beragam rasa loloh yang segar ini perbotolnya dijual seharga Rp 5 ribu. Sebenarnya kata Yuliani, loloh dapat dengan mudah dibuat sendiri. Begitu juga jenis loloh yang bisa dibuat pun masih banyak lagi seperti loloh daun jempiring, daun isen, daun jarak, daun sirih, daun kayu manis, daun tempoyak, kayu secang, loloh daun sirih dengan campuran bluntas, dan loloh cemcem dengan fungsinya masing- masing. Yuliani, yang juga salah seorang anggota PPT (Perkumpulan Pecinta Tanaman ) Denpasar dan sering diminta sebagai narasumber pelatihan membuat loloh ini, menyatakan saat ini loloh sudah bisa disuguhkan dengan inovasi aneka rasa yang segar. Tidak lagi seperti loloh yang dahulu dikenal hanya memiliki rasa pahit. “Sekarang, siapa pun bisa mengomsumsi loloh seperti munuman lainnya,”cetusnya. Hal ini juga dibuktikan oleh Damayanti, salah seorang pengunjung remaja yang mengaku bisa menyeruput loloh piduh dengan enak. “Teman-teman saya juga sekarang pada suka loloh, mereka bilang selain tampilan warnanya rasa, dan sensasinya juga menyegarkan. Kalau saya, selesai makan sukanya minum loloh rosela diisi es. Selain itu saya juga minum loloh piduh, biar otak saya lebih lancar menyerap pelajaran,” katanya tersenyum sambil menyantap salad dan keripik daun piduh yang juga bisa diperoleh di sana. – Sri Ardhini
Jus Aroma 3 Rasa Bahan: 100 ml : air teh siap pakai 50 ml : air jahe 100 ml : madu Jus nanas siap pakai Es batu secukupnya Cara membuat : - Semua bahan campur jadi satu, lalu diblender sampai halus. - Siap disajikan dengan ditambahkan es batu dan garnis dengan jeruk lemon.
Ayam Aroma Jahe Bahan : 500 gr 2 sdm 300 gr 3butir 1sdt 1sdm 1 sdt
: : : : : : :
ayam, potong menurut selera parutan jahe tepung bumbu siap pakai putih telur lada bubuk bawang putih halus garam
Cara membuat : - Rendam ayam jahe, bawang putih parut dan garam. Diamkan 5 menit. - Putih telur diaduk- aduk, lalu celupkan ayam ke putih telur, lalu guling- gulingkan di atas tepung bumbu hingga terbalut tempung ayam. - Panaskan minyak dalam wajan sampai minya bener-benar panas, lalu goreng ayam sampai matang dan berwarna kecokelatan. - Tiriskan, siap untuk dihidangkan dengan saos sambal.
Jelita
14
Kiat Cantik di usia 20, 30, dan 40
Kecantikan di setiap usia tidaklah sama. Ketika beranjak pada usia selanjutnya , memerlukan treatment yang berbeda. Kali ini Tokoh menghadirkan tips perawatan kecantikan khusus pada usia 20, 30 dan 40, baik dari luar maupun dari dalam.
U
ntuk ini Tokoh pun menjumpai dr. Kadek De witini dari Miracle Aesthetic Clinic Denpasar, pekan lalu. Dikatakannya, pada usia 20 tahun, tubuh dan wajah sedang berada pada puncak atau yang paling ideal. Kadar kelembaban kulit juga dalam posisi terbaik, elastisitas dan rona kulitpun tampak sempurna. Kerutan dan garis halus belum terlihat. Perawatan dalam dekade ini, katanya akan menentukan kondisi selanjutnya. Tips Perawatan Kulit dan Tubuh di Usia 20 Tahun lRajin bersihkan wajah Jangan pernah tidur tanpa membersihkan wajah terlebih dahulu. Angkat semua bekas tata rias, keringat dan kotoran yang menyumbat pori –pori dengan pembersih wajah yang sesuai jenis kulit. Tambahkan toner agar pembersihan kulit wajah lebih optimal. lTabir surya sahabat Anda Iklim Indonesia yang panas dan cerah sepanjang tahun bisa mem bahayakan kulit jika tanpa per lindungan. Paparan UV A dan UV B dapat membuat kulit ber warna gelap, kasar, kemerahan dan mengalami penuaan dini. Karena itu, gunakan lotion yang mengandung SPF dan PA+++ lKrim malam dan krim mata Sekaranglah waktu yang paling tepat untuk memulai rajin mengguna kan krim malam dan krim matra. Pakailah kedua krim ini rutin setiap hari untuk mencegah penuaan dini. lAtur pola hidup anda sehari-hari Meski sedang menikmati usia muda yang tak bisa terulang lagi, Anda tetap harus mengatur gaya hidup. Hindari rokok, alkohol dan makanan yang mengandung kalori dan lemak tinggi serta berolahraga teratur agar tubuh tetap sehat dan produktivitas terus meningkat. Selanjutnya kata dokter Dewitini, memasuki usia 30-an, ini be rarti Anda sedang menapaki usia matang. Permasalahan kulit pada usia ini berada pada teksturnya. Proses regenerasinya cenderung
lebih lambat. Jagalah kecantikan de ngan perawatn yang sempurna. Tips Perawatan Kulit dan Tubuh di Usia 30 Tahun lKonsumsi antioksidan Untuk menunda timbulnya garisgaris halus, konsumsi makanan kaya vitamin A, C, dan E sebagai antiok sidan. Minum teh hijau dan anggur merah, serta perbanyak mengon sumsi buah-buahan dan sayuran segar. lPerawatan malam dengan krim anti aging Setiap malam menjelang tidur, gunakan krim mata dengan for mula anti aging untuk memperlambat munculnya tanda-tanda penu aan serta mengatasi garis-garis halus dan kerutan yang mulai tampak. lBatasi kalori dan porsi makan Kontrol porsi makan dan kalorinya. Dengan bertam bahnya usia, maka pembakaran kalori cenderung melam bat, berarti Anda tidak boleh sembarangan lagi makan demi menjaga berat badan tidak melonjak. lPeriksa kesehatan Lakukan general check up untuk mengetahui kondisi dan kesehatan tubuh. Bagi para perempuan, jangan lupakan papsmear setahun sekali sebagai lang kah preventif terhadap penyakit kanker leher rahim. lOlahraga Lakukan olahraga rutin, termasuk angkat beban dan kardio, untuk kesehatan jantung Anda. Lakukan sekira 4-5 kali setiap minggu se lama masing-masing 30-40 menit. lJangan lupa tabir surya Untuk menjaga kondisi kulit, selalu gunakan tabir surya mini mal SPF 20 saat keluar rumah. lMulai hidup sehat Jika saat ini Anda masih merokok, hentikan. Kurangi minuman beralkohol yang mempercepat berkurangnya kolagen dan elastin. Cukup istirahat dan segera bergaya hidup lebih sehat demi energi dan vitalitas yang terjaga Dokter Dewitini juga mengatakan pada usia 40 tahun, kemampuan kulit untuk mempertahankan kondisinya akan menurun, terlihat pada kandungan air, kelembutandan kekenyalan kulit. Proses penuaan pun akan se makin Nampak. Namun, katanya meski bertambah usai, penampi lan harus tetap prima agar tetap cantik dan menarik. Sebagaimana ungkapan pepatah mengatakan ”life begin at forty” Tips Perawatan Kulit dan Tubuh di Usia 40 Tahun lPerawatan sehari-hari Sebagai perawatan kecantikan sehari-hari , pilih pembersih yang mengandung antioksidan dan pelembab. Pada produk
Aksi Peduli Miracle Aesthetic Clinic
Bangun 10 Rumah Layak Huni
Tahun ini Miracle Aesthetic Clinic kem bali meluncurkan program CSR (Corporate Social Responsibility)-nya. Kali ini, program nya adalah membangun 10 rumah layak huni bagi masyarakat prasejahtera. Sebab, rumah adalah salah satu dasar untuk keluarga. “Rumah layak huni tidak harus besar, yang penting bisa memberikan dasar yang baik agar keluarga tumbuh dan berkembang. Meningkatkan kehidupan mereka, serta memberi masa depan lebih baik,” ujar Jap Budi Wijaya Direktur Operasional Miracle Aesthetic Clinic, saat acara Halal Bihalal yang diselenggarakan di Sector Bar, Inna Grand Bali Beach, Sanur, Kamis (21/8). Selama ini bentuk kepedulian Klinik Kecantikan Miracle bukan hanya ditujukan kepada pelanggannya, namun juga kepada masyarakat Indonesia secara luas, Salah satu nilai dalam budaya Miracle yaitu social concern, atau kepedulian dalam kehidupan sosial, yang sudah berjalan sejak tahun 2007. Kepedulian kali ini diwujudkan untuk pembangunan rumah layak huni. Program ini, lanjut Budi Wijaya, meru
pakan upaya merealisasikan program Believe in Miracle: The Miracle Touch for a Happy Healthy Home itu, dengan meng gandeng Habitat for Humanity Indonesia, sebuah lembaga kemanusiaan global yang konsen pada pengembangan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu di perdesaan. Budi Wijaya mengatakan kesepuluh rumah layak huni tahun ini, akan diper untukkan bagi keluarga berpenghasilan rendah dan dibangun di Jakarta, Surabaya
dan Bali. Pembangunannya akan dimulai pada September hingga Desember 2014. Di Bali, lokasi rumah yang akan dibangun adalah di Desa Gobleg, Buleleng. Sementara Clareta Gozali, Bali Branch Manager Habitat for Humanity Indonesia mengatakan kemiskinan adalah masalah yang kompleks di Indonesia. Rendahnya pendidikan, keterampilan serta minimnya infrastruktur menjadi kan keadaan masyarakat prasejahtera semakin terpuruk. Habitat for Humanity Indonesia yang berdiri sejak 1976 akan bertanggungjawab dalam manajemen kon struksi, mulai dari survei, analisis lokasi, pemilihan mitra rumah, hingga proses kon struksi dalam kerjasamanya dengan Miracle kali ini. -bns/ard
Usai penandatanganan kerja sama Miracle Aesthetic Clinic dengan Habitat for Humanity
25 - 31 Agustus 2014
25 - 31 Agustus 2014
Mitos
Deteksi dan Penanganan Demam Dengue Oleh: dr. Raymond Sebastian, Sp.PD
perawatan wajah, gunakan yang diperkaya kandungan glycerin, retinol,hyaluronic acid, serta peptides untuk membantu menjaga kondisi kulit . lPerawatan intensif Lakukan perawatan kulit lebih mendalam, seperti pengelu pasan kulit dengan menggunakan bahan kimiatertentru untuk peremajaan, mikrodermabrasi dan sebagainya lPerkaya vitamin Perbanyak konsumsi vi tamin seperti vitamin A,C,E, co-Q10, anggur dan ekstrak the hijau untuk membantu menjaga kondisi tubuh dan kulit dari radikal bebas. lKendalikan gejala menopause Untuk mengurangi dampak buruk dari gejala menopause , Anda perlu menjalankan p[ola makan seimbang dan bero lahraga teratur.Konsumsi air putih minimal 8 gelas perhari , protein hewani ( seperti daging, unggas, ikan), olahan susu (seperti yogurt, keju), mengonsumsi suplemen kal sium, vitamin D, dan Vitamin B-12 sertta kurangi asupan lemak, minyak, gula dan garam. Sebaiknya kunjungi dokter untuk saran profesional. lTetap berolahraga Jangan memaksa diri untuk berolahraga berat, karena kekuatan tulang kaki Anda mulai berkurang. Pilih jalan cepat atau senam low impact lSelalu berpikir positif Jaga mood Anda agar tetap positif, karena melalui perasaan yang bahagia dan ringan Anda akan tetap semangat dalam men jalankan aktivitas.Tak ada salahnya sesekali memanjakan diri di Spa., Selain itu perkaya diri dengan membaca buku-buku maupun menonton tayangan menarik, atau berlibur bersama keluarga. – Sri Ardhini
11
Demam berdarah atau demam dengue (baca dengei/dengi:) adalah penyakit yang umum terjadi dalam masyarakat kita. Tetapi, sering juga masyarakat belum mendapatkan pengetahuan yang benar tentang deteksi dan penanganan penyakit demam berdarah ini. Artikel ini dibuat untuk memberikan pengetahuan lebih jauh tentang penyakit demam berdarah (demam dengue)
P
enyakit ini disebabkan nyamuk aedes aegypti, sejenis nyamuk yang sering ber sarang/ berkembang biak di air yang ter genang. Frekuensi terbanyak terjadinya pada musim hujan. Virus dengue masuk ke dalam aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk jenis ini. Dalam penyakit demam dengue ini, adalah penting untuk mengingat kapan hari pertama timbulnya de mam, sehingga dokter/tenaga medis dapat menentukan perjalanan penyakitnya berdasarkan waktu timbulnya demam. Gejala awal adalah demam tinggi selama 2 sampai 7 hari. Demam ini biasanya juga disertai dengan nyeri hebat pada sendi, otot (break bone fever) terkadang sakit kepala disertai nyeri di belakang bola mata. Disam ping gejala di atas, biasanya penderita mengalami bintik kemerahan pada kulit dan penurunan nafsu makan. Jika mengalami gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui tindakan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan darah yang dilakukan adalah pemeriksaan darah rutin. Seperti umumnya penyakit virus, penyakit demam dengue ini menyebabkan penu runan jumlah trombosit darah dan leukosit darah (atau darah putih). Karakter ini kadang menyulitkan karena sulit membedakan demam dengue dengan infeksi virus lainnya. Ada beberapa marker pemeriksaan laboratorium un tuk mendiagnosa pasti dengue fever, contohnya Dengue NS1 antigen (Dengue NS1 Ag). Pemeriksaan Dengue NS1 Ag ini adalah pemeriksaan yang mendeteksi bagian tubuh virus dengue sendiri, maka pemeriksaan ini dilakukan paling baik saat panas hari ke-0 hingga hari ke -3. Karena nya pemeriksaan ini dapat mendeteksi infeksi virus dengue bahkan sebelum terjadi penurunan trombosit. Sehingga bila ada hasil NS1 yang positif menunjukkan
dr. Raymond Sebastian, Sp.PD
kalau seseorang ‘hampir pasti’ terkena infeksi virus dengue. Sedangkan, kalau hasil NS1 Ag menunjukkan hasil negatif tetap tidak menghilangkan kemungkinan infeksi virus dengue dan masih perlu dilakukan observasi serta pemeriksaan lanjutan. Ini terjadi karena untuk mendeteksi virus dengue diperlukan kadar yang cukup dari jumlah virus dengue yang beredar dalam darah, sedangkan pada fase awal mungkin belum terbentuk cukup banyak virus dengue atau apabila pengambilan dilakukan setelah munculnya antibodi maka kadar virus dengue juga akan turun. Sangat dianjurkan untuk pemeriksaan lanjutan dengan anti Dengue IgM , anti Dengue Ig G, yang mempunyai konsentrasi paling tinggi dalam darah setelah hari 5-6 sejak timbulnya demam. Apabila hasil itu positif, maka dapat dipastikan seorang terjangkit penyakit demam berdarah atau demam dengue. Penanganan demam dengue secara garis besar adalah dengan penanganan suportif. Antibiotik biasanya jarang diperlukan untuk demam dengue ini. Biasanya pen derita dianjurkan untuk meningkatkan konsumsi cairan/ minum. Cairan yang diperlukan dapat berupa air putih, jus, atau minuman yang mengandung elektrolit (sport
drink). Menurut WHO, penderita yang harus di rawat di rumah sakit, adalah penderita dengan tanda bahaya (warning sign), seperti nyeri perut hebat, muntah yang berlebihan yang dapat mengakibatkan dehidrasi, pening katan cairan yang menyebakan sesak napas, pendarahan hebat, lemas, gelisah, pembengkakan hati lebih dari 2 cm. Lebih berat lagi, apabila penderita sudah mengalami penurunan kesadaran, tekanan darah menurun disertai dengan denyut jantung dan napas yang cepat. Selain tanda bahaya yang disebutkan di atas, penderita dengue harus dirawat, apabila sebelumnya sudah menderita penyakit kencing manis (diabetes), penyakit gagal ginjal kronis (GGK), penyakit darah tinggi (hipertensi),obesitas, usia lanjut/ bayi, penyakit jantung, penyakit yang berhubun gan dengan darah, atau penyakit autoimmun, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit. Indikasi perawatan juga dapat karena indikasi sosial seperti tempat tinggal penderita yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan tanpa adanya transportasi yang memadai, atau penderita yang tinggal seorang diri. Selama perawatan di rumah sakit, biasanya penderita dilakukan pemantauan ketat trombosit dan hematokrit melalui pemeriksaan darah. Trombosit yang rendah dapat memudahkan terjadinya pendarahan spontan. Penderita biasanya diberikan cairan infus untuk mempertahankan volume cairan dalam tubuh . Transfusi darah hanya diberikan apabila pasien dengan aktif pendarahan disertai penurunan hemoglobin (sel darah merah). Masa kritikal demam dengue adalah hari ke kelima dan keenam, pada saat itu penderita bisa mengalami syok (penurunan tekanan darah) yang dapat membahayakan jiwanya. Akan tetapi penderita dengue biasanya akan sembuh spontan setelah hari ke tujuh demam. Sebagai penutup, “mencegah lebih baik daripada mengobati“. Tetapi, sampai saat ini belum ada vaksinasi tentang dengue. Adalah baik untuk selalu membersihkan sekitar rumah dari air mengenang, menggunakan lotion pengusir nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk. Akan tetapi bila saudara atau anggota keluarga terkena demam, jangan cemas, berikan obat penurun panas terlebih da hulu seperti golongan paracetamol, yang dapat diberikan setiap 4-6 jam sekali. Penggunaan obat demam/antinyeri golongan NSAID (Non Steroid Anti Inflamasi), seperti ibuprofen tidak dianjurkan karena bisa mempengaruhi penurunan trombosit. Bila demam berlanjut disertai tanda bahaya (warning sign), penderita harus secepatnya dibawa ke doketer atau rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Sumber : WHO dengue 2009, WHO Handbook clinical management dengue 2012.
10
Bugar
25 - 31 AGUSTUS 2014
Perubahan Gaya Hidup dalam Kehamilan Sauna dan Mandi Air Panas Mandi atau berendam dalam air panas serta sauna dengan suhu lebih dari 39 ºC selama 10 menit lebih tidak disarankan pada ibu hamil. Ibu juga dapat mengalami dehidrasi dan tekanan darah rendah yang akan membahayakan bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.
“Dok bolehkah saya berolahraga selama hamil?” “Bolehkah saya minum kopi atau soda selama hamil?” “Amankah kalau saya menggunakan ponsel selama hamil?” “Saya punya kucing, apakah aman untuk kehamil an saya?” Masih banyak lagi pertanyaanpertanyaan umum yang ditanyakan wanita hamil pada tenaga medis. Tentu saja ada beberapa penyesuaian dalam kehidupan sehari-hari selama Anda hamil agar janin tumbuh sehat dalam kandungan sampai melahirkan.
Kucing Perliharaan Jika Anda mempunyai kucing dan sudah hidup bersamanya cukup lama, mungkin Anda sudah terkena toksoplasmosis sehingga kini kebal terhadap penyakit itu. Dokter biasanya menyarankan untuk melakukan pemeriksaan darah pada trimester pertama kehamilan. Untuk pencegahan, Anda dapat membawa kucing ke dokter hewan untuk mengetahui apakah kucing tersebut dapat menularkan toksoplasma atau tidak. Pakailah sarung tangan saat berkebun. Cucilah semua buahbuahan dan sayuran serta kupas kulitnya atau masaklah hingga benar-benar matang. Hin dari makan makanan yang mentah.
Olahraga Kehamilan tidak mengharuskan Anda untuk menghentikan aktivitas olahraga. Malah disarankan untuk meneruskan ru tinitas olahraga ringan seperti senam hamil, jalan pagi, renang, dan lainnya. Asal jangan pernah berlatih hingga lelah dan intensitas yang berlebihan. Pada beberapa kasus se perti plasenta previa (lokasi plasenta tumbuh menutupi jalan lahir), preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan), kehamilan kembar, atau pun kehamilan berisiko lain nya, sebaiknya jenis olahraga dibatasi pada olahraga yang ringan. Kafein Bila Anda mempunyai kebiasan mi num kopi, sebaiknya Anda mengonsumsi hingga 200 miligram kafein sehari. Anda tidak harus menghindari kopi sama sekali. Namun, perlu diketahui kafein kopi da pat menembus plasenta, sehingga asupan yang berlebihan pada awal kehamilan sedikit meningkatkan risiko keguguran. Kafein juga dapat menyebabkan vasokonstriksi (mengecilnya pembuluh darah) di sekitar plasenta sehingga asupan oksigen dan nutrisi ke janin berkurang. Beberapa makanan dan minuman yang mengandung kafein antara lain cokelat, es krim cokelat, minuman kola bersoda, minuman berenergi dan lain sebagainya. Lihatlah label kafein berserta jumlahnya pada makanan atau minuman yang akan Anda konsumsi.
Merokok Asap rokok yang masuk ke aliran tubuh janin menyebabkan janin kurang oksigen dan janin tidak dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana seharusnya. Risiko lainnya antara lain kehamilan diluar kandungan, plasenta terlepas sebelum waktunya, pecah ketuban dini, dan persalinan prematur. Ba gaimana kalau suami atau orang di sekitar Anda perokok? Dapat dikatakan Anda sebagai perokok pasif. Hal ini juga tidak baik untuk janin. Mintalah untuk berhenti merokok atau menjauhlah dari asap rokok.
Alkohol Bagi Anda yang biasa minum alkohol dan baru mengetahui Anda hamil, sebaiknya hentikan mengonsumsi alkohol. Alkohol da pat masuk ke saluran darah janin dan dapat menyebabkan fetal alcohol syndrome yang dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat, gangguan wajah, dan gangguan pertumbuhan serta perilaku.
Telepon Genggam Sejauh ini, tidak diketahui adanya risiko penggunaan ponsel bagi janin dalam waktu jangka pendek. Namun, ada penelitian yang mengatakan hubungan penggunaan ponsel dengan ibu hamil, janin akan memiliki gangguan perilaku seperti hiperaktif pada saat anak-anak. Namun, penelitian ini tidak menyebutkan bukti yang meyakinkan untuk dipercaya.
dr. Made Surya Kumara, Sp.OG
Perawatan Rambut Tentu rambut Anda ingin tampil lebih indah pada saat hamil. Mengecat rambut, meluruskan rambut, highlight rambut, atau menggunakan wax masih dikatakan aman un tuk wanita hamil. Namun, alangkah baiknya bila dilakukan pada usia kehamilan lebih dari 12 minggu atau 3 bulan atau trimester per tama. Juga disarankan untuk menggunakan cat rambut atau bahan perawatan rambut lainnya yang tidak mengandung amoniak atau menggunakan pewarna rambut nabati atau alami. Perawatan Wajah dan Kulit Pastikan ahli kecantikan Anda untuk menggunakan produk yang paling nyaman dan paling sedikit menimbul kan efek samping. Sebaiknya hindari terapi perawatan wa jah yang keras seperti mikro dermabrasi yang akan mem buat iritasi kulit. Keamanan penggunaan obat suntikan pengisi seperti kolagen se lama masa kehamilan belum dipastikan melalui penelitian, sehingga lebih baik dihindari selama hamil. Hindari juga penggunaan obat-obat anti jerawat yang mengandung retinoid, vitamin K, BHA
Bohemian Style Pernah mencoba bohemian style? Gaya yang mengesankan ekspresi bebas, santai tapi damai. Gaya bohemian juga merupakan perpaduan dari banyak gaya seperti hippie, ethnic, gypsy, dan juga vintage.
(beta-hydroxy acid) dan asam salisilat. Bila Anda tidak yakin dengan kandungan obat perawatan wajah, tanyakanlah kepada ahli kecantikan atau dokter Anda apakah aman digunakan pada wanita hamil.
G
Perawatan kuku Tentu pada saat hamil kuku Anda tampil cantik. Tentu Anda boleh mengecat kuku tangan dan kaki. Namun, pastikan bahan yang Anda gunakan telah teruji secara klinis dan tidak mengandung toxic trio atau 3 bahan berbahaya, yaitu DBP (Dibutyl Phathalate), toluena dan formaldehida. Kadang kala aroma yang kuat dari cat kuku dapat menyebabkan pusing bahkan mual muntah. Jadi carilah ru ang yang berventilasi baik agar udara di dalam ruangan digantikan dengan udara segar. Aktivitas Seksual Pertanyaan ini sering sekali ditanyakan pada saat kontrol kehamilan ke bidan atau dokter. Sampai saat ini tidak ada larangan melakukan aktivitas seksual se lama kehamilan. Namun sebaiknya tidak melakukan aktivitas seksual bila mengalami perdarahan, kram perut, pecah ketuban, riwayat persalinan prematur karena leher rahim atau servik yang pendek, atau lokasi plasenta yang menutupi jalan lahir (placenta praevia). Pada beberapa kasus, dijumpai kram perut yang diikuti dengan keluar darah dari kemaluan. Pada kondisi seperti ini, sebaiknya tidak melakukan aktivitas seksual agar janin dapat tumbuh baik hingga pada waktunya. dr. Made Surya Kumara, Sp.OG Klinik Kandungan & Kebidanan Rumah Sakit SILOAM (0361) 779-900 ext. 29701 081533333532
Style
25 - 31 AGUSTUS 2014
Suandewi
aya Bohemian atau sering disebut boho chic, yang diusung Suandewi ini, diantaranya dihadirkan melalui busana maxi dan mini dress yang juga menjadi item wajibnya. Menariknya untuk mendapat look yang berbeda, ia pun memilih bahan endek bermotif penuh dan memadukannya dengan sifon berwarna segar natural untuk kesan melambai. Anggota ASBES (Asosiasi Bordir, Endek dan Songket) Kota Denpasar ini menyuguhkan pilihan lainnya berupa celana super wide pants, dan kitelike pants. Selain itu ada juga cropped shirt dan camisole shirt melengkapi deret an desain dengan brand “Anyar” ini. Sementara fringe atau rumbai-rumbai dihadirkannya pada tas yang keren dan juga etnik. Untuk aksesori pada koleksinya kali ini, Suandewi menyematkan anting, kalung yang unik dan gelang bertum puk. Tak ketinggalan headband yang menarik dan mampu menjadikan mood pemakainya lebih menyenangkan. Jika ingin penampilan dengan gaya pakaian yang unik dan berbeda sekaligus seru mungkin Style Tokoh pekan ini bisa jadi inspirasi. – Sri Ardhini
15
Edukasi
16
25 - 31 Agustus 2014
Semarakkan Dies Natalis XXXI IKIP PGRI Bali
Rektor Dr. Made Suarta
Menyambut Dies Natalis IKIP PGRI Bali XXXI, berbagai kegiatan digelar yang dimotori oleh Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM). Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. Made Suarta, S.H., M.Hum. mengapresiasi positif kegiatan ini yang dikatakannya sebagai wadah penyaluran minat, bakat, dan potensi mahasiswa khususnya di bidang olahraga dan seni. Ketua YPLP IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H.,
dibuka Sekretaris Yayasan Gusti Ngurah Oka, yang diikuti segenap sivitas kampus IKIP PGRI Bali. Di bidang olahraga, digelar Kejuaraan Bola Voli Rektor Cup 2014 yang bertema “Sportivitas dan Kreativitas dalam Bingkai Pendidikan Karakter”. Kegiatan dibuka Rektor Made Suarta ditandai dengan pemukulan bola pertama, Rabu (20/8) dan berlangsung hingga Minggu (24/8). Kejuaraan Bola Voli Rektor Cup 2014 ini menurut Presiden BEM Kadek Pande Yulia Sanjaya merupakan kontinuitas Rektor Cup IKIP PGRI Bali. “Kegitan ini juga untuk menjalin komunikasi antar perguruan tinggi di Bali, sebagai ajang promosi lembaga kepada kampus lainnya dan masyarakat
Kejuaraan Bola Voli Rektor Cup 2014 dibuka Rektor Suarta ditandai dengan pemukulan bola pertama
Dengan adanya 2 Minute Miracle (2MM) Gel Ocean Avenue, tiap orang, berapa pun usianya dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk rutinitas perawatan kulit sehari-hari tanpa khawatir akan adanya efek samping. Begitu dikatakan Aubree Ninows didampingi Ryan, pemilik 2MM , saat berbicara dalam seminar Kecantikan yang berlangsung di Intan Room, Hotel Nikki Denpasar, pekan lalu.
umum. Selain mencari tim terbaik, pada Rektor Cup kali ini juga ada perlombaan tambahan, yakni Sporter Yel-yel Terbaik, Pemain Terbaik, dan Eksibisi. Rektor Made Suarta menyampaikan kejuaraan ini sebagai ajang silaturahmi dan mencari persahabatan antara mahasiwa IKIP PGRI Bali dengan perguruan tinggi lainnya. Selain juga, untuk menyama braya, dan alat mengevaluasi diri akan skill yang dimiliki. “Cikal bakal atlet
diambil dari sini,” ujarnya. Demikian halnya dengan Pemilihan Putra-Putri Kampus IKIP PGRI Bali 2014 yang grandfinalnya dilaksanakan Sabtu (23/8) di Auditorium Re
IGB Arthanegara
dha Gunawan di kampus setempat, tak lain untuk menyiapkan kandidat-kandidat kampus yang nantinya akan turut berpatisipasi dalam ajang serupa di tingkat kota (Pemilihan Teruna-Teruni Denpasar) dan di tingkat Bali (Jegeg Bagus Bali). “Semua lomba akan coba kami ikuti, agar IKIP PGRI Bali makin dikenal, dicintai, dan akhirnya dicari,” tandas Rektor Suarta. –ten
Dari Istana Musim Panas Jadi Museum Setelah menghabiskan waktu selama dua malam di kota Sao Paulo, perjalanan dilanjutkan menuju kota Rio De Janeiro. Perjalanan sepanjang hampir 432 kilometer kami tempuh lewat jalur darat dengan menggunakan bus.
K
ota Rio De Janeiro bernama lengkap San Sebastian of Rio De Janeiro, ditemukan pada abad ke-16 oleh pelaut dari Portugis. Awalnya pelaut Portugis ini mendarat di Teluk Guanabara yang mereka pikir adalah sungai. Maka diberi nama Rio yang artinya sungai dan ditemukan pada bulan Janeiro atau bulan Januari. Selanjutnya diberi nama Rio de Janeiro. Kota ini merupakan kota terbesar kedua di Brasil setelah Sao Paulo. Namun, Rio de Janeiro adalah jantungnya Brasil dengan penduduk 5,5 juta jiwa. Sekitar 20% penduduk Rio tinggal di fapello atau rumah susun.
Menjelajahi kota Rio kami mulai dengan mengunjungi Petrop olis yang berjarak 68 kilometer dari Rio. Petropolis merupakan tempat istirahat para keluarga raja Portugis saat musim panas. Biasanya para keluarga kerajaan hanya tinggal di Petropolis selama 5 bulan, kemudian kembali ke Rio de Janeiro. Nama Petropolis diambil dari nama Don Pedro yang merupakan putra raja Portugis. Raja Portugis menyingkir ke Brasil karena menghindari serbuan dari Napoleon. Tahun 1889 Brasil berubah menjadi republik dari sebelumnya monarki. Keturunan monarki kemudian kembali ke Portugis, sehingga Petropolis kemudian dijadikan museum, bukan
Cable car di Sugar Loaf
istana musim panas lagi. Sepanjang jalan menuju Petropolis, ada pemandangan yang indah dari perbukitan Serra do Mar. Jalan menuju petroplois juga merupakan jalan yang pertama kali diaspal di Brasil. Selama menjadi negara koloni Portugis, banyak kebudayaan Por tugis yang dibawa ke Brasil. Populasi penduduk Petropolis sekitar 300 ribu jiwa dengan mata pencaharian dari sektor pariwisata. Saat akhir pekan kota ini sangat ramai dikunjungi karena udaranya yang sejuk dan pemandangannya yang indah. Disini ada juga gereja katedral bergaya neo gothic bernama gereja San Pedro Del Alcantara yang dibangun tahun 1884 dan mulai dibuka pada tahun 1925. TERTUA KETIGA DI DUNIA Selain Petropolis, kota Rio juga sangat terkenal dengan patung Kristus Sang Penebus atau patung Christ the Redeemer yang terletak di puncak bukit Corcovado. Patung setinggi 38 meter ini dibangun pada tahun 1922 oleh arsitektur dari Brasil, dan dibuka tahun 1931. Patung ini dibangun dengan biaya sebesar 250 US dollar pada masa itu, dengan situasi politik di Brasil yang belum stabil. Patung ini dibangun di bukit Corcovado setinggi 710 meter dengan pertimbangan karena sudah ada jalan di bukit Corcovado. Perjalanan menuju puncak bukit Corcovado ditempuh 20 menit dengan menggunakan kereta listrik atau trem. Selama perjalanan menuju puncak bukit terlihat hutan tropis dan pohon kopi hutan asli
K
Suasana saat Aubree memotivasi peserta
edua anak muda ini pun dirubung peserta yang ingin melihat langsung pemilik produk kecantikan yang sangat terkenal dari Amerika Serikat ini. Hanya dalam waktu 2 menit kita bisa mendapatkan perawatan kulit yang berkualitas, dengan manfaat anti-penuaan canggih setiap harinya dari sebagian kecil yang dibayarkan untuk sebuah perawatan yang mewah. Aubree pun memaparkan fugsi 2 Minute Miracle Gel untuk kulit yakni mampu melembabkan, melembutkan, mengecilkan poripori, menutrisi, mengangkat kulit mati serta menghilangkan kerutan kecil. “Para remaja putri khususnya, dengan produk ini kita dapat menghemat waktu dan uang ,” katanya sambil memberi contoh cara menggunakannya, dimulai dari mengoleskan gel pada bagian yang diinginkan. Kemudian diunggu 1-2 menit. Gosok dengan lembut sampai gel mencair (harus benar benar cair). Lanjutkan menggosok sampai semua kulit mati terkumpul. Bilas dan keringkan,” paparnya.
Ogek, Dhira dan Cokra dan Nina yang kebetulan hadir di acara tersebut juga melihat langsung, betapa 2MM Gel, secara dramatis dapat meningkatkan penampilan dan nuansa kulit seseorang. “Sangat luar biasa gel ini dapat membantu menghilangkan kulit mati dari wajah dan leher, sehingga menjadi lembut,” ucap Ogek yang diamini Dhira dan Cokra. 2MM sebagai salah satu perawatan yang cepat dan mudah, yang memerikan pasokan pada kulit dengan diet seimbang lengkap bersama protein, gula, asam amino, vitamin dan elemen penting lainnya untuk nutrisi kulit sehat. Pada saat yang sama 2 Minute Miracle Gel juga membersihkan, mengelupas kulit mati, dan melembabkan kulit, yang semua hanya dalam satu langkah. Produk ini lanjut Aubree dapat dikatakan terbebas dari pewarna, aroma buatan, bebas bahan-bahan kasar, bebas parabens, bebas grains atau pengikis. Meski 2 Minute Miracle Gel dikatakan produk instan, dengan memperlihat hasilnya segera. Namun, Aubree mengatakan bahkan menegaskan kalau produk ini
Pantai Copacabana
Brasil. Dari puncak bukit Corcovado pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan kota Rio de Janeiro yang indah. Kota Rio juga dikenal dikenal dengan pantainya yang indah. Ada dua pantai yang terkenal yakni pantai Ipanema dan pantai Copacabana. Pantai Copacabana terletak 7 kilometer dari pusat kota Rio. Sebelum memasuki pantai Copacabana, pengunjung akan melewati pantai Ipanema terlebih dahulu. Di Ipanema tiap hari Minggu digelar pasar kaget yang menjual berbagai souvenir menarik khas Brasil. Pasar kaget ini sudah dibuka sejak tahun 1960. Melihat kota Rio juga tak lengkap jika belum menikmati bukit Sugar Loaf setinggi 396 meter dengan menggunakan cable car atau kereta gantung. Cable car ini sudah ada sejak tahun 1912 dan telah direnovasi tahun 1972 dan 2012. Cable car ini mampu memuat 65 orang
Dara
9
Merawat Kulit dapat Penghasilan
Gelar Berbagai Kegiatan
M. Pd. menambahkan, digelarnya kegiatan ini dimaksudkan untuk mengaktifkan mahasiswa, karyawan, dan dosen dalam keharmonisasian untuk menjadi lebih maju. Sehingga, antara mahasiswa, dosen, dan karyawan tak hanya berhubungan secara kedinasan saja, namun terjalin hubungan secara emosional. Kegiatan yang digelar antara lain jalan santai, berbagai lomba (lari kelereng, makan krupuk, memasukkan belut ke botol, tenis meja, catur), dan donor darah, berlangsung Sabtu (16/8). Jalan santai
25 - 31 Agustus 2014
dan hanya memerlukan waktu 3 menit untuk mencapai puncak Sugar Loaf. Dari dalam kereta gantung ini, terlihat pemandangan Teluk Guanabara serta Laut Atlantik yang indah. Sugar Loaf juga merupakan tempat panjat tebing terbaik di Amerika Selatan. Cable car di Sugar Loaf merupakan kereta gantung tertua ketiga di dunia setelah yang ada di Italia dan Swis. Sugar Loaf juga pernah menjadi lokasi syuting film James Bond tahun 1970-an. Di sini juga ada penyewaan helikopter bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan Teluk Guanabara lewat udara. Dari puncak bukit Sugar Loaf, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan kota Rio de Janeiro, Teluk Guanabara, patung Kristus Sang Penebus, pantai Copacobana, dan pantai Ipanema dengan dikelilingi pemandangan hutan tropis.-Sugiarta
Ryan & Aubree Ninows
memiliki manfaat jangka panjang jika digunakan setiap hari. Selain itu produk ini juga berfungsi sebagai anti penuaan yang kuat dan sangat efektif karena bahan eksklusif. TEORI DAN PRAKTIK Sementara itu, perawatan kecantikan memang sudah akrab dengan AA Sagung Adrisyanti. Perempuan kelahiran 22 tahun silam ini adalah alumni Jurusan Tata Kecantikan SMKN 3 Denpasar. Menurutnya, perawatan mutlak dibutuhkan setiap orang, khususnya kaum perempuan yang ingin selalu tampil cantik dan menarik. Selain itu, pilihannya jatuh ke jurusan tersebut, karena ia melihat peluang kerjanya di Bali cukup bagus. “Di Bali banyak kegiatan adat yang mengharuskan kaum wanita berias,” ucapnya. Sebagai tugas praktik, ia kerap “menggarap” muka seseorang menjadikannya lebih cantik. Selepas pendidikan menengah kejuruan, ia mendalami ilmu tata rias dengan mengikuti kursus di LKP Agung. Sembari berprofesi
Jung Adris
sebagai perias freelance, Jung Adris sapaan akrabnya, dulu juga bekerja di sebuah klinik kecantikan. Tentu saja, teori-teori terkait perawatan muka (facial) yang didapatkannya di sekolah dan tempat kursus dipraktikkannya di sini. Momen saat menikah pun dimanfaatkannya betul untuk “mencuri” ilmu merias dari penata riasnya. “Oh begini riasannya ya. Perpaduan warnanya bagus,” ucapnya ketika mengamati hasil foto dirinya yang ia fokuskan pada make up mata. –Sri Ardhini/Inten Indrawati
8
Bunda & Ananda
25 - 31 AGUSTUS 2014
Makanan Selingan yang Bermanfaat E
s krim bagi anakanak adalah makanan favorit. Es krim ini sering dipakai sebagai hadiah apabila anak dapat melakukan sesuatu atau sebagai suatu janji untuk meredakan tangis pada anak. Seringkali jika anak ngambek atau anak melakukan sesuatu untuk ibunya maka dijanjikan hadiah es krim atau coklat sebagai imbalannya. “Es krim merupakan salah satu jenis makanan selingan yang berbahan dasar susu yang disajikan dalam keadaan beku yang secara tinjauan zat gizi mempunyai manfaat yang cukup banyak,” ujar Ni Putu Agustini, S.K.M., M.Si. Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar ini mengatakan mutu es krim ditentukan oleh bahan bakunya yang bermutu tinggi serta proses pembuatan yang higienis. Komposisi per 100 gram es krim yang menonjol adalah energi (207 kkal), protein (4,0 g), dan lemak (12,5 g). Selain kandungan energi, protein dan lemak es krim juga tinggi mengandung zat gizi mikro seperti mineral Kalsium, vitamin A dan vitamin D, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B12 dan niasin. Hal ini disebabkan karena bahan baku es krim yang berupa susu sebagai bahan utama merupakan bahan makanan yang mengandung zat gizi yang lengkap dan mempunyai nilai biologis yang tinggi sehingga lebih mudah diserap di dalam usus halus. “Bahan baku es krim berupa susu memberikan manfaat yang cukup baik sebagai sumber zat gizi dan untuk meningkatkan kesehatan. Kandungan kalsium pada susu bermanfaat untuk menjaga kepadatan massa tulang dan pencegahan osteoporosis. Di samping kandungan protein dan mineral, susu juga mengandung laktoferin sebagai zat pertahanan tubuh non spesifik terhadap patogen seperti bakteri dan virus. Susu juga mengandung sitokin yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh,” ujar Agustini. Pandangan masyarakat selama ini, es krim dapat menyebabkan kegemukan atau obesitas. Hal ini tentu tidak sepenuhnya benar karena kontribusi es krim pertakaran saji 100 gram atau sekitar satu cangkir sedang hanya sekitar 10% dari total kebutuhan energi
per hari dan kontribusi lemaknya sekitar 15% dari total kebutuhan lemak per hari. Namun, apabila konsumsi es krim per hari melebihi takaran saji tersebut tentu akan dapat menimbulkan kegemukan karena kelebihan konsumsi energi dibandingkan dengan kebutuhan. Hal ini disebabkan karena es krim merupakan penganan yang nikmat dengan berbagai jenis rasa dan tambahan topping, lembut dan segar di mulut serta dengan sensasi dingin ini, sehingga tanpa terasa dikonsumsi dalam jumlah melebihi takaran yang dianjurkan. Di samping rasa yang nikmat, es krim juga tidak memberikan efek mengenyangkan sebagaimana halnya kita mengonsumsi sayur dan buah yang tinggi serat. Untuk meningkatkan manfaat kesehatan yang ada pada es krim saat ini telah banyak dibuat es krim yang dimodifikasi dalam proses pengolahannya, seperti es krim yang dibuat dari yogurt sebagai hasil fermentasi susu. Di dalam es krim yang terbuat dari yogurt disamping dapat manfaat dari kandungan zat gizi susu, juga memperoleh probiotik yaitu golongan bakteri asam laktat yang sangat baik untuk menjaga sistem pencernaan kita. “Modifikasi lain yang dikembangkan pada es krim adalah es krim yang berbahan dasar Modisco (Modified Dread Skimmed Milk and Corn Oil) suatu formula yang digunakan untuk menanggulangi anak-anak balita yang kekurangan gizi. Es krim yang berbahan dasar Modisco ini dapat membantu memenuhi kebutuhan energi anak balita sekitar 12,5-17,5 % dan kebutuhan protein sekitar 30%. Tingginya sumbangan protein pada es krim ini disebabkan karena susu yang digunakan adalah susu
Ni Putu Agustini, S.K.M., M.Si.
skim yang merupakan susu dengan kandungan protein yang tinggi,” ujar ibu empat anak ini. Disamping modifikasi tersebut, saat ini banyak beredar di pasaran es krim yang ditambahkan bahan makanan yang mempunyai kandungan zat fitokimia yang berfungsi sebagai antioksidan, seperti es krim
yang ditambahkan dengan ketela ungu dan es krim teh hijau. Teh hijau terkenal sebagai antioksidan karena kandungan katekin dan epigalokatekin. Sedangkan warna ungu alami yang terdapat pada ketela ungu merupakan golongan antosianin yang mempunyai aktivitas antioksidan yang cukup baik untuk menangkal radikal bebas di dalam tubuh. “Selain manfaat yang diberikan ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan dalam mengonsumsi es krim ini. Dampak yang kurang baik apabila konsumsi dari es krim ini setiap hari dengan jumlah yang melebihi takaran. Misalnya pada balita yang telah mendapatkan asupan zat gizi yang cukup dari makanan yang dikonsumsi sehari, jika kemudian ditambah konsumsi es krim tentu akan menyebabkan kelebihan konsumsi energi yang akan tercermin dengan peningkatan berat badannya. Untuk balita yang mempunyai daya tahan pada saluran napas yang sensitif konsumsi berlebihan es krim dapat
17
Penepis Panas Pemanis Bangunan
Es Krim
Nanda, Ata, dan Ade berlari menuju salah satu gerai es krim. Mereka berebutan untuk memilih es krim. Tak sampai lima menit, mereka keluar dari gerai lalu duduk menikmati es krim. Selanjutnya mereka asyik menikmati es krim masing-masing.
Griya
25 - 31 AGUSTUS 2014
Bagi Anda yang memiliki bangunan terbuka atau bangunan menghadap ke Timur atau ke Barat, tentu tidak nyaman ketika terpapar langsung sinar matahari. Aktivitas mungkin menjadi tidak maksimal kecuali Anda sedang berjemur. Untuk mengurangi paparan sinar matahari, Anda bisa memilih krei sebagai penepis panas langsung.
memicu pilek dan batuk. Hal ini berkaitan dengan suhu dingin es krim yang mengakibatkan daya tahan pada saluran nafas akan berkurang akibat udara dingin yang sering melewatinya,” papar istri Dr. Ir. Komang Agusjaya Mataram, M.Kes ini. Es krim memang merupakan panganan yang sangat nikmat untuk dikonsumsi dan memberikan banyak manfaat jika dikonsumsi dalam takaran yang cukup. Namun apapun yang dikonsumsi sangat sering dan berlebihan maka bukan manfaat yang didapatkan tetapi justru memberikan dampak yang kurang baik terhadap kesehatan. –Ngurah Budi
Ngurah Cree menunjukkan beberapa contoh krei
K
rei yang digantung di bawah atap bisa diturunkan ketika panas terik matahari menyinari. Namun, jika suasana sudah tidak panas lagi, krei bisa digulung atau dinaikkan. Cukup praktis. Krei pun menjadi pilihan untuk aksesoris bangunan. “Krei bisa multifungsi, sebagai penepis panas, penghalang air hujan, bahkan pemanis bangunan. Banyak villa dan hotel yang menjadikan krei sebagai aksesoris wajib. Bangunan di rumah pun bisa dipasangi krei,”
ujar Gusti Ketut Rai Pariana (38), pemilik Bambu Mutiara yang menjual krei, lampit berbagai ukuran. Pria yang akrab disapa Ngurah Cree ini menuturkan krei sebagai aksesoris outdoor ada yang terbuat dari bambu, rotan, kayu, dan pandan. Pemilihan bahan dasar ini tergantung pemesan atau pembeli. Selain itu tergantung juga bentuk bangunan yang akan dipasangi krei. “Selain krei, ada juga yang mengubah tikar sebagai krei atau sebaliknya, krei menjadi tikar. Semua ini tergantung keperluan.
Keduanya dapat saling dipertukarkan fungsinya,” ujar pria asal Br. Lambing, Desa Mekar Bhuana, Abiansemal, Badung yang sudah menekuni usaha krei sejak 2002 ini. Ia menambahkan harga krei berkisar mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu tergantung bahan dan ukuran. Ngurah yang dibantu lima pekerja untuk pembuatan dan pemasangan mengaku cukup kewalahan dengan order yang mereka terima. Dulu mereka bisa sambil membuat krei, tetapi sekarang mereka memasok dari Jawa dan Kalimantan. Peminat krei 75% warga lokal sisanya wisatawan asing. Krei Bambu Mutiara pun sudah sampai di Australia dan Eropa. Mengenai perawatan krei, ayah dua anak ini mengaku cukup mudah. “Krei lebih awet jika sering dibuka. Kalau hanya dibiarkan tergulung, krei menjadi lembab. Karena itu jika sering dibuka dan digulung ada sirkulasi yang baik. Bagian yang tadinya lembab menjadi kena sinar matahari sehingga tidak lembab lagi. Krei pun jadi tahan lama,” ujarnya. Dalam kondisi normal, krei berbahan kayu bisa tahan hingga 8 tahun sedangkan yang berbahan bambu bertahan antara 3-4 tahun. -Ngurah Budi
Contoh krei yang digantung
Krei yang terbuat dari kayu
Aneka pilihan krei
Kreasi
18
25 - 31 Agustus 2014
Pawai “Indonesia Bersatu” di Istana Negara Jakarta
Seni Disayang saat Diperlukan Semburan air mancur di halaman Istana Negara Jakarta dan Tugu Monumen Nasional (Monas) nan menjulang menjadi latar atraksi utama Pawai Seni dan Budaya Kreatif tahun 2014 pada Senin (18/8) sore yang cerah itu. Karnaval yang rutin digelar setiap tahun serangkaian dengan HUT Kemerdekaan RI tersebut, kali ini mengusung tema “Indonesia Bersatu”. Para kontingen pawai didatangkan dari seluruh penjuru Nusantara.
P
residen Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, para pejabat Negara serta undangan lainnya menyimak satu persatu atraksi yang dipersembahkan oleh duta 33 provinsi dan dua perusahan negara. Masing-masing kontingen tampil hanya 2,5 menit. Kebhinekaan budaya bangsa Indonesia terekspresi dari keberagaman keseniannya. Sebagai manikam yang sering dibanggakan mengawal martabat bangsa, puspa-ragam kesenian Nusantara menerima apresiasi yang istimewa pada perayaan kemerdekaan ke-69 itu. Melalui sajian pawai, masyarakat penonton dapat menyimak aneka seni tari dan musik dalam pertunjukan bergerak, yang berawal dari Istana Negara menuju Jalan Merdeka Barat dan berakhir di silang Monas. Diapresiasi oleh petinggi negara hingga rakyat jelata, tentu menggetarkan kebanggaan pelaku seni peserta pawai. Tampak mereka menunjukan kebolehan dan keindahan keseniannya dengan penuh kesungguhan. Tapi, betulkah kita sungguhsungguh menghargai kesenian kita? Semestinya begitu. Tengok lah antusiasnya Ibu Negara Ani Yudhoyono yang sibuk mengabadikan dengan kameranya penampilan para peserta pawai. Lalu, tidakkah pawai seni di halaman Istana Negara hanya merupakan media pengindahan, sebuah estetisasi politik kekuasaan seperti halnya pada zaman raja-raja di masa lampau? Tentu, terserah saja. Namun bagi I Nyoman Jegu, seorang petani dari Tabanan, Bali—salah satu penabuh gamelan okokan (sejenis musik masyarakat agraris tradisional)--yang sengaja diboyong ke Jakarta oleh PLN, hal itu tak terpikirkan. “Tiang demen polih pentas di istana presiden (saya suka dapat kesempatan tampil di istana presiden),” ujarnya polos sembari terengah usai pentas menggoyang instrumen yang terbuat dari kayu dengan berat sekitar 15 kilogram. Para peserta pawai yang da-
tang jauh-jauh dari pelosok daerah kiranya tak berbeda jauh dengan Nyoman Jegu, yang bangga ke Jakarta dan yang bangga “menguasai” halaman sakral Istana Negara, kendati hanya dua setengah menit. Kendati sesaat, hampir semua kontingen menunjukkan totalitas nya. Kontingen Bali misalnya, menyergap perhatian penonton dengan garapan “Garuda Jaya” yang sarat spectacle berdaya pukau. Kontingen Jambi yang tampil di halaman istana dengan karya seni bertajuk “Kakitau” juga tak kalah mempesona dengan semburan pesan kepedulian terhadap budaya agraris tradisional yang sarat kearifan. Demikian pula Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengetengahkan garapan “Mutiara Laut Selatan”, mengetuk perhatian penonton dengan kisah kemilau mutiara sebagai potensi yang menjanjikan masyarakat setempat. Menit-menit Indah yang Menyiksa Hadir unjuk pentas di Istana Negara bisa jadi memang membanggakan bagi seluruh peserta pawai. Tetapi dengan hanya di berikan durasi waktu dua se tengah menit bagi setiap kontingen tentu merupakan sebuah pembatasan yang terasa menyiksa. Ini terlihat ketika masingmasing kontingen tampil secara berantai dimana sambungan pementasan yang satu dengan yang lainnya terburu-buru. Tampak mengatur pentas yang berada di arena display sering setengah mengusir kepada tim kesenian yang kurang cepat beranjak seusai tampil di depan presiden. Ditarikditarik begitu yang disebabkan oleh pertimbangan waktu tentu kurang mengenakkan bagi para peserta pawai. Tim Bali dan Jambi termasuk cerdik menyiasati waktu dua setengah menit itu. Secara estetikkonseptual, rupanya mereka telah memperhitungkan dengan cermat. Kontingen Provinsi Bali dengan koreografer I Ketut Suteja dan komposer I Ketut Lanus, membagi detail garapan-
25 - 31 Agustus 2014
B
patut juga diapresiasi tata garap artistiknya. Didi Zosa selaku direktur artistik rupanya memiliki kiat-kiat menggarap karya seni dalam ruang terbuka panggung yang lapang. Melalui karya pentas bertajuk “Kakitau”, jatah waktu dua setengah menit, dituntaskan dengan visualisasi yang mantap secara estetik dan lontaran pesan yang menggugah komunikatif. Konsep estetik yang menyangga seni pentas tim Jambi yang dibawakan 120 orang ini mengisi seluruh ruang yang tersedia dengan tari, musik, dan properti kakitau (orangorangan sawah). Warna hijau dan warna-warna cerah yang mendominasi kostum penari mengesankan kesejukan alam nan lestari. Romantisme alam lestari yang terbangun, mengkomunikasikan tentang mendesaknya mengawal
“Betulkah kita sungguh-sungguh menghargai kesenian kita? Semestinya begitu. Tengoklah antusiasnya Ibu Negara Ani Yudhoyono yang sibuk mengabadikan dengan kameranya penampilan para peserta pawai. Lalu, tidakkah pawai seni di halaman Istana Negara hanya merupakan media pengindahan, sebuah estetisasi politik kekuasaan seperti halnya pada zaman raja-raja di masa lampau? Tentu, terserah saja” perkasa. Hanya sayang, narasi yang menggarisbawahi garapan tim Bali ini kurang jelas terdengar sehingga pesan-pesan nasionalisme dan persatuan bangsa yang ingin dilontarkan menjadi kurang menggugah. Persembahan Provinsi Jambi
alam lingkungan seperti sawah dan hutan sebelum habis dibabat bablas oleh prilaku kemaruk manusia masa kini. Jika tim juri kemudian memutuskan kontingen Bali masuk 10 besar (tanpa peringkat) dalam pawai berskala nasional ini kiranya
dapat diterima. Persoalannya kemudian adalah bagaimana dengan para kontingen yang dinyatakan tak termasuk hitungan 10 besar? Kontingen yang dikualifikasikan tim juri masuk 10, tentu boleh mengucap syukur, namun sungguh tak perlu dibesar-besarkan. Sebaliknya kontingen yang tak berhasil masuk ring sepuluh besar, tanpa maksud menghibur, tak usahlah berkecil hati. Pawai ini tidak memiliki pengaruh yang penting terhadap eksistensi seni dan budaya Nusantara. Justru yang penting dilakukan para seniman dan komunitas seni di daerah-daerah adalah melakukan penguatan estetik-kultural dan penguatan mental-spiritual, agar secara arif mengawal muatan nilai-nilai yang terkandung dalam ekspresi seni dan budaya mereka. Apabila seni dan budaya dengan kandungan nilai-nilainya; ketuhanan, manusiaan, persatuan, musyawah, dan keadilan--seperti tercantum dalam Pancasila-terbangun kondusif, niscaya “Indonesia Bersatu” yang dijadikan tema pawai tersebut tidak hanya menjadi jargon tanpa roh atau tidak hanya tergelincir menjadi hura-hura seni dan budaya, melainkan bersumbangsih pada kesejukan dan kedamaian berbangsa dan bernegara yang memuliakan indahnya keberagaman. Indahnya seni dan keluhuran budaya yang kita miliki semestinya telah mampu mengantar kita menjadi bangsa bermartabat dan berkeadaban. Sayangnya, seni dan budaya itu, hanya kita (termasuk pemerintah) pedulikan dengan sebelah mata saja. Dengan kata lain, seni hanya disayang dan budaya hanya dielus ketika dibutuhkan! Suartaya
Story
7
Kue Sisa untuk Adik Di dalam sebuah toko kue di Kota Mataram, Belina (54) bukan nama sebenarnya, asyik memilih kue-kue. Cukup banyak hari itu ia membeli kue. Kue-kue ini akhirnya mengingatkan ia pada kisah perjalanan hidupnya yang pahit. Kue yang dulunya sangat mustahil untuk ia peroleh dengan mudah seperti hari ini. “Saya mau bawakan kue ini untuk adik saya,” kata Belina yang baru saja tiba di Mataram sambil tersenyum.
nya dengan siasat yang memikat. Setelah bersiap sejenak, seluruh penari dari penabuh mengisi ruang arena pentas. Begitu degub suara kendang mengawali, seluruh instrumen gamelan balaganjur (ansambel prosesi) saling isi mengisi, melodi mengalir, ritme menghentak dan mamacu tempo naik turun nan dinamis. Sementara para penari bergerak mengelaborasi ruang dengan simbolik-simbolik maknawi, properti pajeng (payung berbinar khas Bali) di putar-putar dan tombak-tombak diacungayunkan, juga menjadi penegas keseluruhan koreografi. Garuda yang menjadi figur utama ditempatkan secara sentral yang bergerak lincah merajut ruang secara herisontal, diagonal, dan pada klimaksnya mencuat vertikal mengepakkan sayap dengan gagah
Life
elina tinggal di Pulau Jawa dan saat itu ia sedang pulang untuk menjenguk adiknya yang tinggal di Nusa Tenggara Barat, di sebuah kota tempat mereka besar bersama. Tekanan hidup akibat perceraian orangtua membuat Belina me ngarungi kehidupan-kehidupan yang keras. Sejak usia 9 tahun, ia bersama dua saudara lainnya telah mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidup mereka. Mulai dari menghadapi sikap dan tindakan-tindakan kasar dari keluarga ayahnya yang menceraikan ibundanya begitu saja. Ia juga jarang memiliki uang jajan selama bertahun-tahun, terutama saat bersekolah. Sejak orangtuanya berpisah, mereka tinggal bersama kakek dan nenek dari ayahnya, yang sangat menyayangi mereka. Ayahnya yang telah menikah lagi tinggal di luar kota sedangkan ibunya tinggal sendiri bekerja sebagai guru honorer di kota yang sama dengan namun agak jauh dari tempat tinggal mereka. “Mama selalu menangis karena ingin sekali bertemu dengan kami, tapi bibi (adik ayahnya) tidak pernah mengizinkan kami bertemu dengan mama,” kata Belina berlinangan air mata mengenang ibundanya yang telah tiada itu. Perempuan dengan sejuta kesabara n dalam dirinya ini,
mendera batin karena dadanya selalu sesak dengan rindu akan anak-anaknya. Bertahun-tahun ia dipisahkan secara paksa dengan anak-anaknya. Namun dengan berbagai cara ia selalu berusaha untuk bisa melihat anak-anaknya yang masih kecil-kecil itu. Ia selalu mengintip di depan sekolah anakanaknya manakala bel tanda pulang berbunyi.
jalani dengan ketabahan. dari tiga bersaudara ini, Belina sebagai anak kedua lalu tumbuh menjadi perempuan pemberani dan pembela saudara-saudaranya ketika dikasari bibinya. Memori kekasaran sikap dan kata-kata bibinya itulah yang tidak pernah bisa dilupakan oleh Belina. Meski ia telah dewasa, Belina mengaku pernah bertengkar hebat dengan bibinya itu ketika ia mencari-cari masalah dengannya. Belina yang menyimpan segala kemarahan pada perempuan kasar ini, sering meledak-ledak jika menghadapi bibinya yang suka cari gara-gara itu. “Saya benci dia, sejak kecil kami tidak diperlakukan baik. Bahkan hingga kami dewasa ia masih ingin mencoba-coba untuk jahat pada kami. Saya pernah bertengkar hebat dengannya atas kekasarannya itu,” kata Belina yang mengaku hampir pernah menghunus pisau hendak membunuh bibinya itu kala bertengkar. Sebuah kisah yang sangat mengharukan ia cerita kembali saat ia duduk di bangku kelas tiga sekolah
Mereka selalu dijemput oleh si bibi jahat sehingga membuatnya t i d a k bisa mendekat. Situasi di masa itu tidaklah seperti sekarang yang dengan mudah saja bisa ke manamana. Begitu juga halnya dengan ibunda Belina, yang tidak setiap waktu dapat melihat anakanaknya dengan cara seperti ini. “Pokoknya kami tidak boleh tinggal sama mama meskipun mama memohon-mohon agar kami bisa bersamanya,” kata Belina. Perjuangan untuk itu akhirnya kelak berhasil setelah mereka dewasa dan berani melawan bibinya. Situasi ini mereka bertiga
dasar. Dalam segala keterbatasan mereka, ia termasuk yang bisa mengemong kakak dan adiknya. Si kakak orangnya penakut dan lebih sering pasrah menghadapi bibinya itu. Sedangkan adiknya yang ke betulan menderita keterlambatan dalam beraktivitas. Kisah masa kecil adiknya ini lebih menyedihkan dari mereka berdua. Dan, Belina sangat memperhatikannya. Tiap pulang sekolah Belina selalu membawa kue-kue untuk adiknya yang tiap bel pulang berbunyi kerap menantinya di depan pintu gerbang sekolah. Kebetulan antara sekolah dan rumah me
reka berdekatan. Dengan penuh kasih sayang, Belina memberikan kue-kue yang tidak lagi utuh itu pada adiknya yang memiliki keterbatasan itu. Dari mana Belina mendapatkan kue-kue itu? Berderai air mata, Belina yang kini menjadi seorang pengusaha itu mengisahkannya dengan sangat mengharukan. MENULIS DAPAT KUE Mungkin inilah kisah yang tidak pernah ia ceritakan pada orang lain, betapa pahit kehidupan me reka kala itu. Ia lebih sering tidak memiliki uang jajan yang cukup karena kakeknya juga hidup paspasan. Sementara itu ibundanya yang setengah mati ingin bertemu dengan mereka bahkan untuk sekadar memberikan uang jajan tidak mendapat kesempatan untuk itu. Jadilah mereka anakanak yang menatap kosong ketika melihat teman sebaya mereka berlarian menuju kantin sekolah. Mereka hanya bisa bermain di halaman sekolah berlarian dengan perut lapar. Belina selalu menawarkan bantuannya menulis atau apa saja, yang penting ia bisa mendapat upah sekadar kue yang kadang ia bagi untuk dirinya dan sisanya ia bawa pulang untuk adiknya. Namun, ketika ia tidak mend apatkan “pekerjaan” itu di sekolah, ia selalu berpikir apa yang akan ia bawa pulang untuk adiknya hari itu? Adik yang selalu setia menunggunya di depan gerbang sekolah. Ia selalu membayangkan wajah
sang adik yang menyedihkan itu, menantinya dengan penuh harap. Karena itulah ia selalu menanti bila masuk kembali usai istirahat siang. Ketika jam istirahat telah usai, bel masuk pun berbunyi. Saat itulah anak-anak berhamburan masuk kelas masing-masing. Anak-anak warga keturunan yang belum sempat mengh abiskan kue-kuenya, biasanya membuang kue-kue tersebut ke lantai teras sekolah demi menghambur agar lekas masuk kelas. Saat inilah, Belina bukannya ikut meng hambur masuk kelas tapi sembari anak-anak lain dalam proses masuk kelas, ia malah terduduk di salah satu sudut sekolah itu. “Pelan-pelan saya lihat kiri kanan agar tidak ada yang melihat saya,” katanya tersenyum pahit. Belina selalu duduk di atas kue-kue yang dibuang tadi. Secara perlahan-lahan tangannya akan masuk di bawah tempatnya berjongkok, untuk mengambil kue-kue itu dan kemudian memasukannya di kantong roknya. “Saya selalu membayangkan wajah adik yang menunggu tiap kali saya pulang sekolah. Saya selalu membayangkan wajah cerianya ketika menerima kue-kue itu,” ujarnya. Betapa bahagianya ia jika berhasil membawa kue-kue itu untuk adiknya yang selalu sumringah menyambutnya, meski itu kue bekas. Kini, kisah kue bekas itu menjadi cerita perjalanan hidupnya yang tidak akan bisa dilupakannya sepanjang usianya. -Naniek I. Taufan
Women on Top
6
25 - 31 Agustus 2014
Terapkan Skala Prioritas
P
rof. Raka demikian ia akrab disapa, mengaku hanya menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan. “Saya konsisten dengan aturan dan penyelenggaraan pelaksanaan di institusi akademik semua sesuai ISO,” ujarnya. Saat menjabat Direktur Pascasarjana periode pertama tahun 2009-2013, hal pertama yang dilakukan Prof. Raka adalah menata sistem. Karena menurutnya, ini sangat penting untuk kinerja berikutnya. Prosesnya mulai dari input yang bagus yang harus betul dan tertata. Itu bersamaan dengan penataan Dikti. Sehingga, akreditasi di Pascasarjana Unud tidak ada C, minimal B, dan sebagian besar A. Dari sistem yang sudah tertata itulah kemudian penerimaan mahasiswa baru Unud dilakukan online yang disiapkan sejak 2010 dan dioperasikan hingga sekarang. Karena, melayani satu orang akan melibatkan 1.000 orang. “Semua
tugas sudah terstruktur, semua sudah tahu tugasnya masing-masing, saya tinggal mengevaluasi,” tegasnya. Keberhasilannya dalam menata sistem pada periode pertama akhirnya mengantarkan Prof. Raka kembali mengemban tugas tertinggi di Pascasarjana Unud periode 2013-2017. Visinya, mewujudkan Program Pascasarjana Unud sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berdasarkan pola ilmiah pokok kebudayaan, sehingga dapat menghasikan magister dan doktor yang unggul, mandiri, dan berbudaya serta memiliki daya saing nasional dan internasional. Di luar akademik, sebagai dokter spesialis saraf, tentunya tenaga dan ilmunya juga diperlukan di bidang kesehatan. Tak jarang, sembari masih menjalani tugas di kampus, ia kerap menerima telepon dari rumah sakit yang mengonsultasikan
tindakan penanganan pasien. Sebagai istri dari Dr. IB Gede Udiyana, S.E, Ak., M.Si. dan ibu dari dr. IA Sri Wijayanti dan dr. IB Putra Pramana, kehadirannya juga diperlukan keluarga. Untuk hal ini, di tengah kesibukan di kampus dan di rumah sakit, Prof. Raka mengaku selalu menyempatkan berkomunikasi lewat telepon, dan berusaha selalu ada ketika mereka memerlukannya. Terutama ketika anak-anak masih remaja yang tentunya pergaulan mereka harus benar-benar diawasi. Terkadang anak-anak tak selalu mau terbuka kepada orangtuanya. Untuk itu, Prof. Raka biasanya mencari tahu dari teman-teman mereka akan masalah yang dihadapi anak-anaknya. “Yang penting ada komunikasi tentang berbagai hal dan mencarikan solusinya bersama. Bagaimana
i t r e k u S n a Ni Way
Saling Berbagi
Seorang wanita memiliki peran sangat penting dalam keluarga. Sebagai istri, ia harus menjadi pendamping yang baik untuk suami. Istri juga menjadi pemberi semangat untuk suaminya. Sebagai ibu, ia harus me rawat dan mendidik anak-anak. Tugas inipun tak bisa dilakukan sendiri. Ibu harus bekerja sama dengan ayah dalam memberi perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak.
T
ugas domestik yang diemban wanita memang cukup berat. Namun, masih ada wanita-wanita yang sanggup
berkiprah di masyarakat. Salah satunya Ni Wayan Sukerti, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Wisma Giri Santhi, Subak Abian Giri Sari Banjar Bon, Desa Belok,
Petang, Badung. Sukerti menuturkan KWT Wisma Giri Santhi berdiri sejak Januari 2014 dan beranggotakan 33 orang. “Awalnya ada lomba subak. Subak kami mewakili Badung. Salah satu persyaratan penilaian adalah adanya KWT. Untuk itu, dibuatlah KWT Wisma Giri Shanti,” ujarnya. Ibu-ibu (kelompok wanita Tani) KWT Wisma Giri Santhi, Subak Abian Giri Sari, Banjar Bon, Belok, Petang, Badung sedang melakukan pengolahan makanan nonberas dari bahan baku hasil perkebunan sebagai bentuk usaha pelestarian ketahanan panga yang di tampilkan pada saat lomba kelompok tani perkebunan tahun 2014 yang dinilai Tim Provinsi Sabtu, 22/7 yang lalu
Sudut Pandang
19
Sebelas Hari Makan “Nasi Kucing”
Prof. Dr. dr. AA Raka Sudewi, Sp. S (K)
Menjadi Direktur Program Pascasarjana Unud , bukanlah hal yang mainmain. Apalagi, dipercaya menjabat hingga dua periode. Tentunya, segala keputusan itu atas dasar pertimbangan sepak terjang seorang Prof. Dr. dr. AA Raka Sudewi, Sp. S (K) dalam memimpin Program Pascasarjana perguruan tinggi negeri terbesar di Bali ini pada periode sebelumnya.
25 - 31 Agustus 2014
Prof. Raka Sudewi saat memimpin sidang terbuka
anak bisa merencanakan keperluan mereka ke depan,” ujarnya. Sebagai makhluk sosial, Prof. Raka juga tak bisa lepas dari kegiatan adat di masyarakat. Prinsipnya,
KWT ini dibuat ternyata tidak sekadar untuk lomba subak. Mereka ternyata bisa memanfaatkan potensi yang ada di wilayahnya. Untuk mendukung kegiatan pemanfaatan lahan perkebunan, Sukerti bersama anggota kelompoknya membuat pengolahan makanan nonberas dari bahan baku hasil perkebunan. Ini sebagai bentuk usaha pelestarian ketahanan pangan. “Hasil perkebunan seperti ketela, pisang, labu, talas, dan terong belanda kami olah menjadi jajan atau sirup untuk konsumsi keluar ga,” ujarnya. Pengolaha n sirup mereka dapatkan dari pelatihan anggota PKK di desanya Sukerti menambahkan menjadi petani tidak lantas membuatnya berkecil hati. “Saya bertekad dan bersemangat untuk menekuni pekerjaan ini. Menjadi petani ini juga pekerjaan mulia,” tegas istri I Dewa Made Merta ini. Sebagai wanita yang tergabung dalam KWT, Sukerti tak melalaikan tugas domestiknya. Ia selalu menyiapkan segala keperluan suami serta dua putranya, I Dewa Gede Rama Yudiana dan I Dewa Gede Darma Putra. Mulai dari menyiapkan sarapan, masak untuk makan siang, kegiatan bersih-bersih rumah, dan kegiatan sebagai ibu rumah tangga umumnya. Setelah urusan domestik se-
waktu diatur seimbang antara karier di kampus, rumah sakit, di masyarakat, dan di rumah tangga. Ia mengaku menjalankan skala prioritas dan skala keseimbangan. Syukurnya, masyarakat adat di desa suaminya di Tabanan cukup fleksibel dan mentoleransi warganya yang punya tugas di luar daerah. “Untuk menghadiri kegiatan adat, saya biasanya berbagi dengan suami. Bahkan, berbagi dengan anak laki-laki saya saat ia belum menikah, mewakili orangtuanya,” ujarnya. Prof. Raka yang menjadi satu dari dua guru besar wanita di bidang ilmu penyakit saraf di Indonesia berpesan, “ketika kita belajar lepaskanlah segala atribut dan identitas kita”. Dengan begitu, segala sesuatu yang dipelajari akan bisa masuk. Dari apa yang dilaluinya hingga kini berada di puncak jabatan tertinggi di Program Pascasarjana Unud, satu hal yang dapat ia petik. Tiap fenomena hidup pasti ada hikmah positifnya. Selalulah berusaha mencari positifnya. –Inten Indrawati
lesai, Sukerti baru berkiprah di KWT. Ia pun belajar bersama para anggota KWT dan saling berbagi untuk mengetahui cara pengolah an hasil kebun dan info lainnya menjadi kunci keberhasilannya dalam memimpin kelompok tani tersebut. Mengenai penunjukan Suker ti sebagai ketua KWT dilandasi kepercayaan seluruh anggotanya untuk memimpin kelompok tani tersebut. “Saya berharap ke depannya kelompok tani ini dapat berkembang serta mendapatkan perhatian dari dinas terkait untuk pemasaran hasil olahan kebun untuk menambah pendapan keluarga,” tegasnya. -Sepi
Menjalani hidup merantau dan menjadi anak kos, terutama yang berlabel mahasiswa ternyata tidak cukup hanya mandiri menjaga diri dan pergaulan. Anak kos juga dituntut mampu menjaga stabilitas isi dompet. Apalagi untuk mereka yang berstatus penerima “beasiswa orangtua”.
H
al ini juga pernah dialami Ida Ayu Maharatni saat menempuh pendidikan Psikologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. “Pernah dengar lagu “Nasib Anak Kost” nya Project Pop? Cocok sekali dengan keadaan saya saat itu. Berteman dengan mi instant selalu,“ ujar ibu muda yang kerap disapa Nanik ini. ”Terus kalau ditanya bagaimana rasanya, ya..nano–nano.semua rasa ada didalamnya,” lanjut Nanik. Ia mengatakan, jauh dari ke luarga membuat ia mengurus urusan domestik sendiri. Ini adalah tantangan terberat bagi remaja seperti dirinya yang ketika itu juga yang sedang mencari jati diri. “Ada satu cerita yang paling berkesan, saat tanggal 1 uang bulanan dikirim. Begitu lihat ATM girang setengah mati karena melihat nominal yang ajaib, merasa banyak sekali, he..he... Langkah berikutnya adalah makan enak sehari empat kali, begitu seterusnya. Sampai tanggal 20 menghampiri dan dompet benar- bener kosong. Walhasil saya menelepon ke Bali dan bilang kalau uangnya habis. Bukan kiriman uang yang saya dapat tetapi komitmen awal dari orangtua bahwa uang bulanan cukup tidak cukup jatahnya ya segitu....mati saya…,” kenang Nanik. Celakanya, kalender bulan itu jumlahnya 31, artinya kesengsara an lebih panjang lagi. Ia pun segera menghubungi sang kakak yang juga kuliah di Kota Gudeg dan minta uang makan. Lagi-lagi bukannya diberi uang, ia malah dapat omelan tidak disiplin. Dengan berat hati kakaknya memberi selembar Rp 50 ribuan seraya berpesan itu sampai tanggal 1. Belum selesai urusan makan, kata Nanik menyusul urusan properti kehidupan seperti keperluan mandi, cuci, dandan juga menuntut segera dipenuhi. “Jadilah 11 hari menjaga hati dengan makan nasi kucing (nasi porsi kecil yang dijual di angkringan) dan pakai properti kehidupan yang termurah edisi pasar,” ujarnya tersenyum. Nanik pun melanjukan cerita lainnya yang tak kalah seru, Ia sakit cacar. Jadilah satu kos-an riweuh dibuatnya, persis seperti tahanan rumah, hanya komunikasi lewat jendela.
Belajar dari pengalaman, anik pun ingin tidak kekurangan N atau hidup pas-pasan ketika uang kiriman nyusut. Ia mengambil keputusan melamar pekerjaan. Nanik diterima sebagai tukang cuci piring di sebuah restoran di daerah Pakem menuju Kaliurang. “Senangnya bukan kepalang, upah pertama 7500 per hari plus makan gratis menjadi begitu menyenangkan,” serunya. Dari iseng-iseng untuk dapat uang tambahan, sampai akhirnya Nanik jadi supervisor, yang saat itu membangkitkan kepercayaan dirinya kalau ia mampu. Disinggung cerita di kampus, Bagi perempuan energik ini justru paling konyol. Ketika semua teman-temannya dari Bali dengan awalan nama Putu, Nyoman, Gede dan yang lainnya dinyatakan tidak lulus mata kuliah sosiologi, kecuali dirinya. “Mulailah kami semua beropini, saat itu ada 8 mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma asal Bali. Usut punya usut ternyata pak dosen pernah ditolak cintanya oleh gadis Bali, dan yang kena getahnya adalah mahasiswa Bali yang ikut kuliahnya. Ternyata nama saya yang depannya Ida Ayu, luput dari perhatiannya, karena ada teman bernama Ida yang berasal dari Sunda,” tuturnya penuh tawa. PULANG KAMPUNG SETELAH MENIKAH Pulau Bali banyak diburu kaum pendatang. Menurut orang-orang dari luar Bali, di Bali gampang mencari pekerjaan. Itu pula yang lantas membuat Hana (27) memutuskan merantau ke Bali tahun 2010. Berbekal keahlian salon, ia mengaku ingin mencari pengalaman bekerja di Bali. Empat tahun silam, perempuan asal Sumba ini merantau ke Mataram, ikut bekerja di salon kakak sepupunya. Selama tiga tahun ia banyak belajar cara creambath, facial, dan potong rambut. Bahkan, jika menjelang lebaran, Hana mengaku bisa hingga jam 03.00 masih melayani tamu yang ingin di-rebonding. Namun, ketika kakak sepupunya itu menutup salonnya dan memutuskan kembali ke Sumba, Hana yang turut diajak pulang bersikeras ingin mendalami keahliannya dalam persalonan, dengan mencoba peruntungan ke Bali. “Sebenarnya Mamak dan Bapak nyuruh saya
pulang, tapi saya masih ingin nyari uang,” kisahnya. Hana menceritakan, di daerah asalnya, perempuan-perempuan yang sudah menikah, jarang bekerja seperti ini. Mereka lebih banyak bekerja kantoran, seperti PNS, dan justru yang paling
banyak adalah menjadi ibu rumah tangga. Hanya anak-anak muda yang bekerja swasta seperti dirinya. Empat tahun silam, Hana menginjakkan kaki di Bali. Dari kakak sepupu yang lebih dulu bekerja di Bali di sebuah minimarket, Hana mencaricari informasi lowongan kerja di salon. “Teman kakak dulu bekerja di Ibu (sebutan untuk pemilik salon tempatnya bekerja sekarang). Saya minta tolong tanyakan, apakah perlu tenaga. Ternyata perlu, saya langsung bekerja di sini sampai sekarang,” tuturnya. Kini, empat tahun sudah Hana bekerja di salon di daerah Pesanggaran, Denpasar tersebut. Banyak hal yang ia dapat yang tentunya bernilai lebih dibandingkan ketika ia bekerja salon di Mataram dulu. “Salon di sana, cara kerjanya tidak sebagus di sini, cara pijatnya kurang bagus.
Sekarang saya sudah bisa massage,” ujarnya. Di salon tempat bekerjanya sekarang sama dalam hal tidak menerima tamu laki-laki, khususnya untuk pijat. Karena itu, Hana mengaku tak pernah khawatir tentang anggapan sebagian orang yang masih menilai negatif pegawai salon. “Semua itu kan tergantung pribadi kita masingmasing. Kalau di sini, Ibu benarbenar mengawasi kami, dan kami pun memakai pakaian seragam yang sopan,” ucapnya. Meski Hana mengaku betah bekerja di Bali, suatu saat nanti jika sudah menikah, ia memastikan akan pulang ke tanah kelahirannya, Sumba. Ia pun bermimpi ingin membuka salon di sana. “Saya cuma ingin di salon saja. Kalau pun nanti punya suami, saya tetap bekerja slon,” ujar Hana yang mengaku tiap Natal menyempatkan pulang ke Sumba. – Sri Ardhini/Inten Indrawati
Dari Homogen ke Heterogen Mempersiapkan mental sebelum memutuskan untuk hidup merantau dan jauh dari keluar ga penting dilakukan. Bagi remaja yang ingin merantau, persiapan ini bisa dilakukan setahun sebelumnya. Caranya dengan berlatih menginap di rumah saudara. Peran orangtua juga sangat penting jika si anak ingin merantau. “Orangtua harus membiasakan anak untuk mengerjakan pekerjaan seperti mencuci, menyetrik a, bahkan memasak. Walaupun di perantauan ada fasilitas laundry dan ada warung makan, tetapi itu tidak selalu buka. Ketika kondisi ini terjadi, kemandirian yang sudah terlatih menjadi sangat perlu. Orang yang merantau bisa mengerjakan sendiri keperluannya, termasuk hal-hal sederhana seperti mencuci dan memasak,” ujar psikolog Retno I G. Kusuma. Ia menambahkan, secara mental, seseorang yang merantau harus bisa menjadi pengambil keputusan bagi dirinya sendiri. Ia tidak bisa lagi bergantung kepada keluarganya. Jika men-
emukan masalah harus memiliki inisiatif sendiri untuk mencari solusi termasuk menghubungi siapa yang harus dihubungi. Kemampuan problem solving ini menjadi faktor yang perlu dikuasai jika merantau. Hal lain yang sering ditemui perantau adalah pengaturan finansial. Karena berada jauh dari keluarga, tentu harus bijak mengatur keuangan. Jangan sampai baru merantau sudah kehabisan uang. Bagi orangtua yang anaknya merantau, perlu mengamati bagaimana pola penggunaan uang anaknya. Hal ini sangat menentukan apakah si anak yang merantau akan diberikan uang saku mingguan atau bulanan. “Merantau itu latihan hidup mandiri, latihan belajar berumah tangga. Semua harus dikelola sendiri. Penting juga untuk mengatur antara keinginan dan keperluan. Jangan sampai salah kelola, malah berujung stres. Karena itu perlu latihan dulu, belajar bertanggung jawab,” ujar psikolog alumnus UGM Yogyakarta ini. Sebelum memutuskan merantau, Retno juga menyarankan perlunya survei. Hal ini untuk memastikan langkah-langkah yang bisa diambil jika sudah pasti merantau. Selain itu, perlu waktu untuk adaptasi dari lingkungan lama yang dianggap homogen ke lingkungan baru yang heterogen. Adaptasi ini diperkirakan sebulan hingga tiga bulan tergantung pribadi masing-masing. Ada yang cepat, ada yang lambat adaptasinya. Mereka yang adaptasinya cepat biasanya karena ada lingkungan lama yang ikut serta dalam perpindahan ini. Misalnya, ada teman sekolah atau teman satu daerah yang diajak di perantauan. Namun, bagi yang lambat adaptasinya, tak perlu langsung balik pulang ke kampung halaman. “Ada proses yang bisa dijalani. Salah satunya masuk ke komunitas daerah asal. Dari sana perluas pergaulan. Ibaratnya, masuk dari lingkungan homogen merambah ke lingkungan heterogen. Setelah itu kembangkan diri. Pasti bisa,” tegas pemilik lembaga konsultasi psikologi Pradnyagama ini.-Ngurah Budi
Nine
20
25 - 31 AGUSTUS 2014
Nurhidayati
Inspirasi
25 - 31 AGUSTUS 2014
5
Prof. Dr. drh. Ni Ketut Suwiti, M.Kes
Pembuat Rumah Manjareal
Siapkan “Wafer Sapi Bali”
Dengan sangat teliti, seorang perempuan memainkan sekitar 30 cm daun lontar membentuk kelopak-kelopak bunga. Dengan mesin khusus yang terkesan sangat tradisional, ia me rapikan daun lontar tersebut sebelum menjalinnya satu-persatu hingga berbentuk tiga kelopak bunga.
Sapi Bali dikenal sebagai plasma nutfah asli Bali. Hal ini membuat sapi Bali mendapat perhatian khusus agar tetap lestaridan populasi ya terjaga. Salah satu tokoh yang ikut berkontribusi terhadap pelestarian sapi Bali adalah Prof. Dr. drh. Ni Ketut Suwiti, M.Kes. Ia adalah Ketua Pusat Kajian Sapi Bali (PKSB) Universitas Udayana.
D
engan sangat terampil pula, ia mengikat ketiga kelopak itu, pada ujung bagian bawah, tempat pertemuan lipatan kaki kelopak bunga lontar, lalu ia mengiris daun lontar sedikit sebagai tempat menguatkan benang yang diikat dengan cara dililitkan melingkar pada kaki pertemuan tiga kelopak bunga tersebut. Benang-benang tersebut juga dililitkan pada tiap sela kelopak bunga lontar tersebut untuk lebih menguatkan ikatannya. Benang yang dipakai saat ini adalah benang biasa. Setelah kelopak bunga lontar jadi, barulah dirapikan. Hanya butuh waktu 40 detik bagi Nurhidayati, perempuan Sumbawa yang memiliki keahlian membuat tiga kelopak bunga lontar sebagai rumah manjareal. Salah satu kuliner khas Sumbawa yang kekhasannya hampir tidak dimiliki daerah lain, terutama dalam bentuk dan penyajiannya meski pun terbuat dari bahan yang sama yakni kacang, tepung dan gula adalah camilan khas bernama manjareal. Kuliner yang secara turun-temurun ini diproduksi di rumah-rumah pen-
Pelanggan rumah manjareal yang tiap hari memesan dalam jumlah yang banyak pada Nurhidayati
duduk di Sumbawa masih tetap bertahan hingga saat ini. Usaha rumah tangga ini aktivitasnya terbilang baik. Ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri di sekitar sentra pembuatan kuliner khas ini, menjadi bagian dari usaha tersebut sebagai pekerja lepasnya.
Manjareal
Kekhasan kuliner ini terletak dari bentuknya seperti kelopak bunga. Rangka kelopak yang biasa disebut rumah manjareal ini berbentuk khas karena terbuat dari daun lontar membuat kuliner ini terkesan langka. Banyaknya produksi harian manjareal oleh para ibu rumah tangga dan remaja putri di Brang Bara yang dilakukan sembari menghabiskan waktu sambil bersosialisasi satu sama lain, membuat kebutuhan akan rumah manjareal ini cukup banyak. Membuat rumah manjareal sendiri membutuhkan keahlian khusus yang bahkan diwariskan secara turun-temurun. Bentuk yang kelihatan sederhana itu tidak sesederhana merangkaikannya. Karena itulah, tidak semua orang bisa membuatnya. Nurhidayati yang masih setia menggeluti keahliannya ini mengungkapkan, bahwa ia memperoleh keahlian itu secara turun-temurun. Sejak kecil ia telah terbiasa melihat nenek dan ibunya serta tetangganya ketika tinggal di Brang Bara, membuat rumah manjareal. Ketika usianya remaja, ia telah ikut terlibat membantu mereka membuat rumah manjareal. Usaha rumah tangga yang selalu
Nurhidayati
memberi mereka pendapatan tiap hari. Kini, tiap hari ia dibantu anakanaknya, dapat menghasilkan ribuan rumah manjareal. Ini artinya, sebagai perempuan dan ibu rumah tangga, ia telah mandiri secara ekonomi dan dapat memberikan kontribusi ekonomi dalam rumah tangganya. “Saya kerjakan di selasela mengerjakan pekerjaan rumah tangga,” ujarnya. Tiap hari, Nurhidayati menghabiskan waktunya membuat rumah manjareal yang dikerjakannya sembari melakukan pekerjaan rumah lainnya. Membentuk tiga kelopak bunga dari daun lontar sebagai rumah manjareal, tidaklah mudah. Namun karena hal ini telah terbiasa dilakukan, kegiatan ini pun mampu dikerjakannya sambil mengobrol. “Ini adalah pekerjaan yang sudah bertahuntahun saya lakoni. Lumayan bisa membantu ekonomi keluarga,” ungkap Nurhidayati. Meski pun permintaan rumah manjareal tidak pernah sepi, namun ia harus sedikit berusaha lebih keras untuk bisa mendapatkan daun lontar karena sudah mulai langka. Daun lontar yang datang dari berbagai pelosok Sumbawa, menurut Nurhidayati asal Brang Bara yang kini tinggal di Desa
Seketeng Sumbawa, kini terasa langka. Apalagi jika musim hujan tiba, daun lontar susah diperoleh. Namun sampai saat ini ketersediaannya masih ada. “Jika di pasar tidak ada yang menjual, kami mencari hingga ke Kecamatan Alas dan Utan,” ujarnya. Mereka selalu berusaha membuat rumah manjareal dari daun lontar, karena di situlah letak kekhasan dan keunikannya yang telah diwarisi leluhur mereka. “Kalau rumah
rumah juga rutin mengolah daun lontar dengan berbagai perlakuan sebelum dibuat menjadi rumah manjareal. Daun lontar tersebut ia jemur hingga benar-benar kering agar manjarealnya bisa awet dan tidak berjamur. “Kalau daun lontarnya basah, maka manjarealnya akan cepat berjamur,” katanya. Inilah salah satu hal yang paling diperhatikannya. Meski yang rugi bukan dirinya jika manjareal cepat berjamur dan rusak, namun Nurhidayati memiliki rasa tanggung jawab yang besar untuk memberikan rumah manjareal dengan kualitas terbaik kepada langganannya. Dan, ia tetap menjaga hal tersebut sebagaimana pewaris keahlian tersebut padanya. Ia juga akan dengan cermat memilih daun lontar yang cocok sebagai rumah manjareal yaitu yang masih muda sehingga warnanya kuning atau krem. Jika daun lontarnya tua, maka rumah manjareal warnanya kehijau-hijauan. “Para pembuat manjareal memilih yang warna lontarnya kuning atau krem saja, karena akan mempengaruhi aroma dan warna manjareal kurang
Tangan terampil Nurhidayati merapikan daun lontar dengan mesin sederhana sebelum dijalin menjadi kelopak bunga
manjareal diganti dengan yang lain, tentu bukan manjareal lagi namanya,” ungkapnya. Dengan tangan terampilnya, tiap hari Nurhidayati bisa menghasilkan 1.000 sampa dengan 1.500 rumah manjareal. Satu pelepah lontar yang terdiri dari daun lontar muda yang bersusunsusun selalu disetok. Hari-hari Nurhidayati, selain mengurus
Stok rumah manjareal yang siap diambil oleh pelanggan
menarik,” katanya. dalam satu pelepah lontar bisa menghasilkan lebih kurang 250 buah rumah manjareal. Untuk 1.000 buah rumah manjareal, dijual dengan harga sekitar Rp 40.000 kepada para pembuat manjareal di Sumbawa. Saat daun lontar siap diolah, ia pun bekerja dengan sangat giatnya. Diawali dengan membersihkan dan menjemur daun lontar sehari penuh jika matahari terik, yang biasanya mereka beli di pasar, lalu dilanjutkan dengan memisahkan daun lontar dari tulangnya. Setelah itu dengan alat khusus yang didesain dan dibuat sendiri berupa alat pembelah dan pemotong untuk membuat daun lontar agar berukuran lebar sama, dilanjutkan dengan membentuk lontar tersebut menjadi tiga kelopak bunga yang tertata apik. Setelah itu, ia tidak perlu capek berkeliling menjual rumah manjareal, karena para pembuat manjareal yang akan datang mengambil rumah-rumah manjareal sesuai kebutuhannya. -Naniek I. Taufan
W
anita kelahiran Temukus, Buleleng 16 Juli 1963 ini sejak kecil sudah bergelut dengan pertanian. Sebagai anak petani, ia memahami situasi pertanian di wilahahnya. Hal ini juga membuatnya mantap untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana tahun 1982. Setelah tamat kuliah, ia pulang kampung dan menjadi peternak ayam. “Saya anak petani, hidup di lingkungan petani. Aura saya ya aura petani. Begitu tamat kuliah, saya memutuskan untuk beternak ayam. Ini juga memiliki kaitan dengan pertanian,” kenang anak pasangan I Nyoman Sumantra-Ni Nyoman Suarni (almh) ini. Pendapatannya sebagai peternak ayam
menjadi PNS. Ia diterima sebagai dosen di Unud. Kariernya sebagai dosen pun melesat. Tahun 1994 ia melanjutkan pendidikan S2 di Unair Surabaya hingga tahun 1996. Dua tahun kemudian ia meneruskan pendidikan S3 di Unud. “Saya tidak termasuk orang pintar, tetapi saya tekun. Mungkin ini salah satu penyebab saya cepat meraih gelar guru besar. Setelah saya, teman-teman yang akhirnya menyusul,” ujar dosen yang meraih gelar guru besar tahun 2012 ini. Selain menjadi dosen, Suwiti juga anggota Badan Penjamin Mutu Unud, ketua Peneliti MP3EI srta Ketua PKSB. “Dulu namanya Pusat Penelitian Sapi Bali yang bernaung dibawah Lembaga Penelitian Masyarakat (LPM Unud). Sejak 2009, berubah menjadi PKSB yang berada
Foto bersama bimbingan S2.
cukup lumayan. Ia mempekerjakan beberapa orang untuk mengurus ayamnya. Suwiti hanya sesekali mengecek atau turun langsung untuk menyuntik ayam. Orangtua Suwiti ternyata kurang setuju dengan pilihan Suwiti untuk menjadi peternak. Sudah jauh-jauh dikuliahkan ke Denpasar malah pulang jadi peternak. Ia pun “diusir” disuruh ke Denpasar untk mencari pekerjaan khususnya PNS. Orangtuanya memang mengharapkan Suwiti menjadi PNS. Sesampai di Denpasar, Suwiti pun tak langsung jadi PNS. Sembari menunggu pembukaan lowongan PNS ia bekerja di hotel dengan tugas menjual paket tur. Akhirnya nasib mengantarkan Suwiti
dibawah Rektor. Saya awalnya menjadi Sekretaris PKSB tetapi sejak 2014 dipercaya menjadi Ketua,” ujar ibu dua putra ini, I Gde Oga Pramarsutha dan I Made Sutha Saskara “JEMPUT BOLA” Ia pun menuturkan ketertarikannya terhadap sapi Bali karena sebagai plasma nutfah, sapi Bali harus dijaga populasinya. Sebagai ikon Bali, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut memberi kontribusi bagi upaya pelestarian ini. Di sisi lain, nama sapi Bali yang sudah dikenal secara nasional memudahkan peneliti untuk mendapatkan hibah dana penelitian. Suwiti pun “jemput bola” untuk merealisasikan harapannya itu.
“Masalah sapi Bali saat ini bukan di penyakit. Tetapi di produktivitas dan manajemen pakan. Penyakit Jembrana yang dulu dianggap penyebab menurunnya populasi sapi Bali tidak terbukti karena adanya vaksinasi. Kendala yang ada di lapangan adalah bobot badan sapi Bali tidak maksimal karena manajemen pengelolaan tidak maksimal. Inilah yang kemudian kami bersama tim melakukan edukasi kepada peternak sapi Bali”
Ia keliling Bali untuk melihat sentra-sentra pengembangan sapi Bali. Berdiskusi dengan peternak dan kelompok ternak menjadi rutinitasnya. Sebagai dokter hewan, ia tidak berlaku eksklusif. Ia mengajak rekannya dari pertanian, peternakan, dan MIPA. Dengan bersinergi, segala permasalahan akan bisa diselesaikan. Istri Dr.drh. I Nengah Kerta Besung, M.Si. ini merasa Tuhan sudah menunjukkan jalan baginya untuk konsentrasi di pengembangan sapi Bali. “Masalah sapi Bali saat ini bukan di penyakit. Tetapi di produktivitas dan manajemen pakan. Penyakit Jembrana yang dulu dianggap penyebab menurunnya populasi sapi Bali tidak terbukti karena adanya vaksinasi. Kendala yang ada di lapangan adalah bobot badan sapi Bali tidak maksimal karena manajemen pengelolaan tidak maksimal. Inilah yang kemudian kami bersama tim melakukan edukasi kepada peternak sapi Bali,” tegas Prof. Suwiti. Para peternak kemudian diberi pemahaman bagaimana mengelola peternakan, mulai dari kondisi kandang, asupan makanan, pemeliharaan, hingga penyakit. Dari beberapa temuan di lapangan, kondisi tanah yang kurang mineral juga memiliki korelasi terhadap tidak maksimalnya pakan ternak. Untuk itu, dibuatlah formula pakan ternak yang sudah diujicobakan. Pakan yang disebut “wafer sapi Bali” ini bisa meningkatkan bobot sapi Bali antara 0,6-0,8 kg/ekor/hari. Pembuatan “wafer” ini akan dikerjasamakan dengan pihak swasta. Nantinya pihak inilah yang akan memproduksi secara massal. SKALA PRIORITAS Di sela-sela kegiatan sebagai dosen, peneliti, dan kegiatan lainnya, Suwiti tetap mengatur waktu untuk keluarga dan masyarakat. Walau ia dan suami dokter hewan, kedua
Formulasi Pakan MP3EI yang diusulkan menjadi paten produk
anak mereka tak ada yang mengikuti jejak orangtuanya. “Saya demokratis dengan anak-anak. Kami tidak mengarahkan mereka untuk jadi dokter hewan. Silakan mereka memilih sesuai keinginan. Yang sulung memilih ekonomi, yang bungsu kedokteran. Saya hanya menekankan anak-anak agar mandiri,” tegasnya. Di lingkungan masyarakat, ia juga berusaha meluangkan waktu dengan ikut arisan dan hadir saat ada upacara adat dan keagamaan. Suwiti berusaha mengatur waktu dengan membuat skala prioritas mana yang harus didahulukan. –Ngurah Budi
Lokasi penelitian MP3EI di pusat perbibitan sapi Bali di sobangan milik Dinas Peternakan Kabupaten Badung
Inspirasi
25 - 31 AGUSTUS 2014
21
“Pak Raden” Mengintip Keunikan Sambori
4
yang Jago Melukis Generasi tahun 1980-an tentu tak lupa dengan film serial televisi boneka Si Unyil yang mengudara setiap Minggu pagi di TVRI, kemudian ditayangkan kembali di RCTI dan TPI pada tahun 2002 dan 2003. Selain Unyil, yang juga dikenang masyarakat adalah sosok Pak Raden plus kumis tebalnya. Dandanannya yang khas, kain beskap berwarna hitam lengkap dengan blankon serta tongkat dengan pegangan mirip payung, hingga sekarang masih diingat masyarakat.
D
Mandalika
25 - 31 AGUSTUS 2014
alam kehidupan nyata, adakah to k o h s e p e r t i Pak Raden itu? “Tentu saja ada, “ ujar Suyadi yang akrab disapa dengan sebutan Pak Raden, lantaran dialah yang ‘menghidupkan’ tokoh tersebut dalam serial Si Unyil. Pak Raden yang digambarkan sebagai orang yang memiliki banyak sifat buruk seperti pemarah dan pelit, diperankan dengan sangat baik oleh Suyadi. “Keluarga priyayi, gayanya seperti itu, seperti Pak Raden, Ya seperti teman-temannya bapak saya,” ucapnya. Bercerita Suyadi tentang awal kelahiran tokoh Pak Raden. “Waktu Si Unyil pertama kali tayang, anak-anak suka sekali. Namun dari pihak pembuatnya, seperti saya misalnya, justru merasa waswas khawatir pemirsa bosan. Karena Unyil dan semuanya adalah karakter baik. Nah, kalau dalam cerita pewayangan, jika tidak ada
kurawa atau pun rahwana, lama kelamaan bisa membosankan. Karenanya diciptakanlah beberapa tokoh antagonis seperti ; Pak Raden dan Pak Ogah, Pak Raden digambarkan sebagai orang tua pensiunan yang hidupnya sudah melalui tiga jaman yakni jaman Belanda, Jepang dan Kemerdekaan. Tokoh ini punya sifat-sifat yang sangat tidak terpuji. Dia itu kikir dan pemarah,” jelas Suyadi. “Tapi kalau sekarang diminta memerankan kembali tokoh Pak Raden seperti dulu, saya tidak sanggup. Dulu itu, saya syuting dari pagi sampai sore, lalu malamnya mengisi suara. Sangat melelahkan, tapi saya kuat. Kalau sekarang, harus seperti itu lagi, saya ndak sanggup,” kata Pak Raden saat ditemui di rumahnya, bilangan Petamburan III, Jakarta Pusat. Namun begitu, lanjutnya, bukan berarti ia tak mau sama sekali memerankan Pak Raden lagi. Sampai saat ini undangan
Sebagian lukisan karya Pak Raden
untuk mendongeng ataupun memerankan Pak Raden masih kerap datang. “Nah kalau untuk undangan, dalam artian hanya sebentar, tentu saya mampu melakukannya. Yang saya maksud tidak sanggup, kalau syuting seperti dulu, dari pagi sampai malam, karena saya kan sudah tua,” jelas Pak Raden yang didera penyakit arthritis atau radang sendi. Usia Pak Raden memang sudah sepuh. Pada 28 November nanti, genap 82 tahun. Kekuatan fisiknya, tentu saja berbeda dengan saat memerankan Pak Raden pertama kalinya, tahun 1981. Kala itu usianya masih 49 tahun. Menariknya, meski sudah sepuh, suara Pak Raden yang berat dengan tawa yang menggelegar, masih sama seperti saat ia memerankan Pak Raden puluhan tahun lalu. PRODUKTIF MELUKIS Di luar kegiatan mendongeng, tutur lelaki kelahiran Puger, Jember, itu, ia banyak menghabiskan waktunya dengan melukis. “Inspirasi begitu banyak, sampaisampai saya merasa kekurangan waktu karena begitu banyak inspirasi yang ingin dituangkan.,” kata Pak Raden yang juga jebolan Fakultas Seni Rupa ITB Bandung. Usia lanjut, tambahnya, tidak membuatnya menjadi malas bergerak, justru sebaliknya ia selalu penuh semangat. “Saya ini tidak pernah tidak ada kegiatan. Bahkan kalau satu pekerjaan sudah selesai, langsung menyusul pekerjaan yang lain. Saya tidak bisa diam. Kalaupun saya tidak ingin melakukan sesuatu, saat diam pun, pikiran saya tetap berjalan, mengingat sesuatu
atau merencanakan sesuatu. Jadi saya baru benar-benar istirahat jika sedang tidur,” ujarnya. Seperti sekarang ini, ia tengah sibuk mempersiapkan pameran untuk memperingati 210 tahun Hans Christian Andersen, tokoh pendongeng yang termasyur sejagad. “Dulu karya-karya saya berupa ilustrasi cerita yang terdapat dalam buku-buku terjemahan HC Andersen dipamerkan di Museum HC Andersen di Odense, Denmark. Nah ilustrasi-ilustrasi itulah, yang sekarang sedang saya buat ulang dengan ukuran besar, untuk dipamerkan. Saya membuatnya persis sama dengan yang dibuku. Itu semua harus selesai akhir tahun ini. Nanti pada April 2015 akan dipamerkan,” tuturnya. Sebenarnya, tambah Pak Raden lagi, sebelumnya ia juga sempat mempersiapkan pameran lukisan dalam rangka Hari Anak Nasional pada Juli lalu di Galeri Nasional. Lalu, ia pun menunjuk sejumlah lukisan bertemakan Anak-anak Indonesia yang tergantung di dinding ruang tamu dan bengkel kerjanya. Namun acara pameran itu dibatalkan karena
adanya Pilpres. “Pihak galeri bilang, lukisan-lukisan itu disimpan saja untuk pameran Hari Anak Nasional tahun depan,” jelasnya. Sebagian dari lukisan tentang Anak Indonesia itu, kini tergantung di dinding ruang tamu dan bengkel kerjanya, berdampingan lukisan-lukisan bertemakan panggung hiburan rakyat. Sebut saja, teater keliling wayang orang dan panggung pentas dangdut pinggir jalan. “Saya ini gemar nonton wayang orang. Kalau nonton, tidak betah hanya duduk tapi saya blusukan ke dalam, ke belakang panggung. Di sanalah kita bisa memotret suka-duka kehidupan orang panggung. Kalau kita melihat dari depan, kan, hanya yang indah-indah. Padahal di belakang panggung, ya, seperti itu (sambil menunjuk salah
satu lukisannya). Jangan dikira, ya, itu seperti teater di Gedung Kesenian Jakarta yang megah tapi ini teater keliling di sebuah daerah kumuh. Ini sangat mengharukan,” papar Pak Raden panjang-lebar. Lukisan lainnya adalah tentang panggung hiburan di kawasan jembatan Jatinegara, Jakarta Timur, yang pada tahun 90-an cukup terkenal lantaran adanya pentas dangdut yang digelar di pinggir jalan setiap malam. “Lukisan itu saya buat pada tahun 1997,” ucapnya. Beruntung, kata Pak Raden lagi, ia hidup di bumi Indonesia di mana begitu banyak hal yang dapat menjadi inspirasinya dalam melukis. “Begitu keluar rumah, kita bisa melihat orang berjualan. Jika kita ke jalan raya, bisa melihat orang lalu lalang, dll,” katanya. Ini berbeda ketika ia tinggal di Belanda dan Prancis. “Saya pernah hidup di Belanda dan Prancis. Ketika di Belanda, saya merasa kesulitan mendapat inspirasi,. Nah kalau di Prancis, memang ada banyak sudut yang biasa menginspirasi saya untuk melukis. Lihat ini (menunjukkan ilustrasi poster
yang dibuatnya), itu merupakan rangkuman pengalaman saya , baik suka maupun duka, selama saya tinggal di Prancis,” kata Pak Raden yang mengenyam pendidikan animasi selama dua tahun di negeri fashion itu. Gemar memotret kehidupan dan menuangkannya dalam bentuk lukisan, namun jangan meminta Pak Raden melukis photo atau pemandangan. Karena sudah pasti, dia akan menolak. “Tidak tahu kenapa, tapi saya sangat tidak suka melukis photo, juga pemandangan. Saya sangat suka melihat pemandangan yang indah, sawah, tapi untuk menuangkannya dalam lukisan saya tidak mau,” kata mantan dosen seni ilustrasi ITB Bandung, juga pengajar animasi di Institut Kesenian Jakarta. -Diana Runtu
Salah satu desa tradisional yang menyimpan sisa-sisa kehidupan tradisi masyarakat Suku Mbojo di Bima Nusa Tenggara Barat adalah Desa Sambori yang terletak di atas dataran tinggi pegunungan Lambitu, dengan jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan dari Kota Bima.
S
Tobi
ambori sebuah desa kecil dan tradisional masuk dalam wilayah Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima yang memiliki keunikan sejarah dan budayanya. Salah satu keunikan dari Sambori adalah masyarakatnya yang hingga kini masih menggunakan bahasa daerah yang lain dari bahasa Bima atau Nggahi Mbojo umumnya. Bahasa Bima yang dipergunakan masyarakat Sambori, menurut Tobi salah seorang Tokoh Masyarakat, merupakan bahasa asli Suku Mbojo atau bahasa nenek moyang, yang hingga kini dipergunakan. Dan, masyarakat Sambori, setidaknya yang tinggal di Desa Kadi, Tarlawi, Teta, Kalodu, Kaboro dan Sambori di gugusan perbukitan Lambitu masih tetap mempertahankan menggunakan bahasa tersebut. Meski sentuhan modern mulai tampak di sekitar Sambori, namun kampung ini masih betah dengan kehidupan tradisionalnya. Misalnya peralatan dan perkakas yang dipergunakan sehari-hari seperti alat masak yang terbuat dari tanah liat, dan lainnya seperti payung atau lebih tepatnya penutup/pelindung kepala dari panas dan hujan yang terbuat dari daun lontar, kulit pohon atau daun pandan maupun rotan yang mereka sebut dengan waku. Masyarakat Sambori kerap disebut sebagai orang Donggo Timur atau dalam bahasa Bima disebut Dou Donggo Ele. Belum ada penjelasan lebih jauh mengapa mereka disebut orang Donggo timur. Yang jelas, di Kabupaten Bima terdapat juga
sebuah kecamatan Donggo yang letaknya di bagian barat Bima dan berada di atas perbukitan juga. Di Kecamatan Donggo ini, beberapa desanya juga masih merupakan desa dan kehidupan masyarakatnya tradisional, seperti Mbawa dan beberapa lokasi lainnya. Sedangkan Sambori, berada di sebelah tenggara Kota Bima dengan posisi agak ke timur. Keunikan lain yang tersimpan di Sambori adalah rumah tradisional Suku Mbojo Bima, yakni uma lengge dan Uma Jompa. Khususnya uma lengge yang terlihat sudah sangat langka, hanya tinggal beberapa rumah saja dari seluruh rumah yang ada di perkampungan tersebut. Meski tidak banyak lagi terlihat, rumah tradisional ini yang masih berdiri dan menyimpan sejarah serta filosofi kehidupan masyarakat Mbojo dari sisi arsitekturnya. Di Desa Sambori, uma lengge berfungsi sebagai rumah tinggal. Keunikan uma lengge yang dipakai sebagai tempat tinggal sama dengan uma lengge sebagai lumbung. Dalam arsitektur ini, leluhur orang Bima juga memperhatikan hal-hal yang bersifat privasi bagi pemilik rumah dan hal-hal yang memberikan simbol-simbol sopan-santun bagi pengunjung rumah yang bersangkutan. Pada konstruksi uma lengge sebagai tempat tinggal yang masih tersisa di Sambori, kini hanya terdiri dari dua lantai. “Aslinya, terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama digunakan sebagai tempat menerima tamu dan bersantai bagi pemilik rumah. Lantai kedua berfungsi
Salah satu rumah tua khas Suku Mbojo, Uma Lengge di Desa Tradisional Sambori
sebagai ruang privasi tempat tidur dan lainnya. Sedangkan lantai ketiga berfungsi sebagai penyimpanan logistik, seperti padi dan gabah,” ungkap Tobi, tokoh masyarakat Sambori dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu. Simbol interaksi sosial ada pada keadaan tiga pintu dari tiga lantai tersebut. Jika ada orang yang bertamu, maka orang tersebut harus memperhatikan keadaan pintu di tiga lantai uma lengge tersebut; terbuka atau tertutup. Jika daun pintu bagian terbawah yang disebut sara¸tertutup, maka masyarakat tradisional ini sudah dapat membaca bahwa pemilik rumah tengah keluar dan bepergian keluar kampung. Itu berarti memakan waktu yang lama untuk kembali ke rumahnya. “Kalau pintu sara tertutup, maka dipastikan pemilik rumah pergi jauh dan tidak usah ditunggu,” ujar Tobi. Jika daun pintu lantai dua tertutup yang disebut topa, maka pemilik rumah tengah keluar namun tidak jauh rumahnya. Yang bersangkutan berada di sekitar kampung tersebut. Namun, jika daun pintu lantai tiga yang tertutup maka penghuninya sedang berada di sekitar rumah atau di rumah tetangga. Inilah sebagian dari kearifan lokal suku Mbojo yang masih terus dilestarikan hingga saat ini.
Uma Lengge menjadi salah satu objek kunjungan wisata di Desa Sambori
SENI BALALEHA Seperti juga masyarakat adat lainnya, Sambori menyimpan kekayaan seni dan tradisi yang unik. Menurut Tobi, dalam tradisi atau sastra lisan, masyarakat Sambori tidak lepas dari pantun dan nasihat-nasihat saling menyapa dan mengingat yang secara spontan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sambori. Mereka tidak lepas dari “komunikasi” spiritual terhadap penciptanya yang diwujudkan dalam pujian yang mereka sebut balaleha, yang artinya seluruh kehidupan dan kematianku bersama Tuhan. Seni vokal balaleha biasanya dilantunkan ketika acara sunatan atau pernikahan yang berisi petuah dan pujian serta harapan doa agar bumi dan manusia selalu dilindungi Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari bencana. Beberapa seni tradisional lain berupa tarian, permainan dan tradisi . Yang masih diingat untuk dimainkan masyarakat di sini adalah Mpa’a Manca, Arugele, Mpa’a Lanca, Kalero dan lain-lain. TRADISI ARUGELE Masyarakat Sambori juga mengenal tradisi agraris seperti Arugele yang merupakan tarian dan nyanyian yang dilakukan di areal persawahan ketika saat musim tanam dan musim panen tiba. Tradisi ini mirip dengan tradisi Ngasak Rame masyarakat Suku Samawa Sumbawa. Para gadis dan perempuan dewasa dengan tongkat kayu yang ujungnya runcing berdiri berderet dan melangkah satu arah melubangi tanah dan memasukan bibit, sambil bersenandung. Di belakangnya diikuti para lelaki yang menutup dan merapikan tanah-tanah yang telah dimasukkan bibit-bibit tersebut. Seni Mpa’a Manca merupakan seni bela diri khas pasukan Kesultanan Bima tempo
dulu mirip Mencak di Sumbawa yang termasuk dalam jenis bela diri Pencak Silat. Seni ini memperlihatkan keindahan lagak dan gerakan para pesilat tradisional yang diwujudkan dalam tarian masing-masing pesilat di awal permainan. Hal ini seperti yang dilakukan para pepadu petarung peresean di Lombok yang kerap menampilkan tarian dan keindahan seni gerak sebelum bertanding. “Pertarungan” akan berlangsung menggunakan senjata yang disebut Kapodo terbuat dari kayu khas Suku Mbojo. Saling menyerang dan meraih kemenangan dalam suasana permainan untuk menghibur yang diiringi dengan irama gendang, gong dan serunai yang terbuat dari daun lontar khas Mbojo. Gendang bertalu-talu ditabuh selama permainan ini berlangsung dan semakin seru permainan ini, maka semakin tinggi pula irama serunai yang ditiup. Bunyi alat musik ini yang menjadi penyemangat dan penghibur dalam seni bela diri Mpa’a Manca. Seperti halnya peresean di Lombok, seni Mpa’a Manca yang dilakukan para pendekar Bima ini tidak menimbulkan dendam yang berkepanjangan. Karena usai permainan, mereka bersalaman, berpelukan dan saling memberi hormat satu sama lainnya. ADU BETIS Tradisi mpa’a lanca (adu betis) juga merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Sambori. Adu ketangkasan betis ini telah diwarisi secara turun-temurun dan menjadi permainan yang atraktif dan menarik yang menyuguhkan semangat juang dan keahlian khusus dari para “petarungnya”. Tidak semua orang bisa memainkan permainan ini, kata Tobi. Meski jenis-jenis seni dan tradisi ini kini mulai jarang dipertontonkan, namun masyarakat Sambori hidup dengan tetap melestarikan nilai-nilai kearifan dari tradisi dan seni yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari. -Naniek I. Taufan
Metropolitan
22
25 - 31 Agustus 2014
Lebih Terhormat daripada Mengemis
Razia joki three in one di kawasan Jakarta Selatan
J
umlah massa yang mencapai ribuan itu, membuat pihak kepolisian sibuk dalam pengamanan. Di sisi lain, masyarakat sudah mendengar informasi akan ada demonstrasi besar-besaran, banyak yang memutuskan tidak beraktivitas di kawasan Thamrin-SudirmanSenayan. Sementara sebagian pegawai yang berkantor di seputar sana pun, hanya bekerja setengah hari. Walhasil, Kamis sore itu, kawasan jalan Thamrin-Sudirman dan Senayan, lengang. “Saya tahu ada demo tapi nggak nyangka kalau akan seperti ini. Pantas saja jalanan sepi, sampai capai kaki tidak ada mobil yang datang. Katanya sih three in one tidak ada, polisi di MK semua,” ucap Ali, warga Palmerah, yang mengaku baru saja mendapat info dari temannya. Ali yang sering beroperasi di jembatan layang Slipi mengaku, akhir-akhir ini pendapatannya merosot , khususnya setelah seringnya penertiban dilakukan. “Sehari ini hanya dapat Rp25 ribu, itu pun didapat tadi pagi. Sore ini malah enggak dapat apa-apa,” keluhnya. Meski begitu, ia yakin kondisi akan normal kembali. Menurut Ali, dalam keadaan ‘normal’ penghasilan sebagai joki three in one lumayan bagus. Ia mengibaratkan, pekerjaannya ini jauh lebih ‘terhormat’ daripada mengemis, apalagi mencopet dan merampok. Karenanya, Ali merasa ‘nyaman’ menjadi joki, meskipun
tahu apa yang dilakukannya masuk dalam pelanggaran ketertiban. Beroperasi dua kali sehari sesuai jadwal ‘three in one’ yakni pukul 07.00-10.00 dan 16.30-19.00, Ali berhasil membawa pulang uang antara Rp 100 ribu-150 ribu per hari, atau Rp 2 juta -3 juta perbulan. “Paling apes, Rp 50 ribu sehari. Saya belum pernah kosong
sama sekali. Paling banter ada uang rokok seperti hari ini,” jelasnya. Sulitnya mencari pekerjaan, sementara dengan menjadi joki bisa meraup uang dengan mudah, mendorong banyak orang melakukan hal yang sama seperti Ali. Apalagi beredar kabar bahwa penghasilan seorang joki bisa jutaan rupiah sebulan. Cukup duduk manis di dalam
3
Katakan Cinta untuk Gigi Sehat mobil, mereka bisa mendapat uang antara Rp 20 ribu-25 ribu untuk jarak dekat, dan Rp 35 ribu-50 ribu untuk jarak menengah. Tarif memang tergantung negosiasi, namun tak jarang ada juga joki yang berani menetapkan tarif. Jika beruntung, kata Rokayah, ia bisa mendapat lebih dari Rp 50 ribu untuk sekali jalan jarak pendek. “Dari uang joki saya bisa menyekolahkan anak-anak hingga lulus SMA,” ujar ibu empat anak ini. JOKI “PLUS “ DAN JOKI “ABAL-ABAL” Faktanya, bukan hanya mereka dari kalangan bawah dan tak berpendidikan saja yang melakukan pekerjaan ini, tapi beberapa di antaranya dari kalangan menengah. Hal ini terlihat dari hasil razia petugas Satpol PP beberapa waktu lalu. Dari puluhan joki yang tertangkap, ada sarjana yang tengah mencari pekerjaan di Jakarta, guru honorer hingga mahasiswa yang mengaku mencari tambahan uang kuliah. Umumnya mereka mengaku membutuhkan uang dengan cara cepat dan mudah. Penghasilan yang menggiurkan itu pula, konon yang membuat aktivitas perjokian ini ‘disusupi’ oleh wanita-wanita nakal yang ingin menjajakan diri. Mereka disebut ‘joki plus-plus’. “Cewekcewek kayak gitu bisa terlihat kok, dandanannya pun berbeda dari yang lain. Mereka ‘menormenor’. Disebut joki plus karena ada layanan esek-esek,” kata Ali sembari tersenyum. “Tapi bukan hanya wanita nakal lho, laki-laki nakal juga ada yang jadi ‘ joki abal-abal’,” tambah Ali. ‘”Joki
abal-abal” ini juga memberi layanan plus pada mangsanya sesama lelaki. Joki three in one sampai kini menjadi salah satu ‘penyakit’ Jakarta. Profesi unik yang tumbuh setelah diberlakukannya Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 4104/2003 pada 23 Desember 2003 tentang Penetapa n Kawasan Pengendalian Lalu Lintas, sulit diberantas. Peraturan yang dimaksud untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dengan cara memberlakukan ketentuan mobil pribadi harus mengangkut tiga orang penumpang atau lebih pada jalan-jalan dan jam tertentu, justru menumbuhkan peluang mengais rezeki bagi sebagian masyarakat. Para joki ini tak jera meski kerap dikejar-kejar petugas keter tiban. “Sudah risiko,” ucap Rokayah yang pernah terjaring petugas Satpol PP. “Terpaksa, kalau tidak, bagaimana bisa dapat uang untuk hidup? Anak saya empat, bapaknya sudah tidak ada. Sepulang menjoki saya kerja cuci-setrika. Sorenya, menjoki lagi,” ucap wanita ini. Seperti Rokayah dan joki lainnya, mereka menggantungkan hidup dari pekerjaan yang dilakoni hanya lima setengah jam sehari (tiga jam pagi hari dan dua setengah jam pada petang). Namun, gantungan hidup mereka ini, sebentar lagi bakal berakhir seiring diberlakukannya ERP (electronic road pricing) atau jalan berbayar di sejumlah jalan yang sebelumnya menjadi kawasan Three In One. Penerapan ERP yang sekarang masih taraf uji coba, rencananya diterapkan pada tahun 2015. –Diana Runtu
Jadi Joki Sejak Usia 6 Tahun Kisah menyedihkan juga dijumpai Tokoh saat bertemu seorang anak yang mengaku menjadi joki sejak usia 6 tahun. Itu artinya, Minah, begitu nama anak berusia 10 tahun itu, sudah empat tahun bekerja sebagai joki. Dulu, ucapnya, saat ia masih kecil, ibunyalah yang kerap membawanya untuk menjadi joki. Namun, sejak setahun terakhir, ia beroperasi sendiri. Sedang ibunya menjoki pagi hari, dan dirinya menjadi joki sore hari. “Pagi saya sekolah, sore baru menjoki. Sekarang saya kelas V SD. Tidak ada yang menyuruh saya menjadi joki, ini kemauan sendiri untuk bantu ibu,” ungkap Minah yang ditemui tengah duduk di pinggir trotoar di depan Gedung BPK RI, Jl Gatot Subroto. Sore itu, wajah Minah tampak sedikit muram. Sambil menunduk dan sesekali bermain-main de
Sosialita
Dewa Ayu Wulandari
Joki Three in One
Kamis sore (21/8) para joki three in one benar benar kecele. Sejak pukul 16.15 mereka sudah stand by di lokasi-lokasi jalan menuju kawasan three in one. Sibuk mengacung-acungkan telunjuknya, namun sampai capai berdiri dan pegal mengacungkan telunjuk, tak satu pun pengendara mobil pribadi menghampiri. Mereka tidak tahu kalau sore itu, three in one tidak diberlakukan karena adanya konsentrasi massa di kawasan Thamrin-Sudirman, terkait pengumuman hasil sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi dan DKPP di Kementerian Agama.
25 - 31 Agustus 2014
ngan coretan iseng di tanah, Minah mengaku, belum mendapat hasil apapun padahal sudah dua jam lebih berdiri. Biasanya, paling sedikit ia mendapat Rp 50 ribu. Jika dihitung-hitung, penghasilan Minah
minimal Rp 250 ribu per minggu atau Rp 1 juta per bulan. “Uang itu untuk sekolah juga untuk bantu ibu,” ucapnya. Minah adalah anak keempat dari tujuh bersaudara, ayahnya sudah meninggal sejak ia masih kecil. Itu sebabnya ibunya bekerja keras untuk menghidupi mereka. “Ibu bekerja jadi tukang cuci dan jadi joki pada pagi hari,” katanya sambil menjelaskan. Dalam keluarganya hanya ibu dan dirinyalah yang bekerja sebagai joki. Meski jadi joki, ia hanya mau menemani penumpang hingga jembatan Kuningan, Jakarta Selatan. Karena kalau terlalu jauh, selain khawatir tersesat, ia juga merasa takut. “Kata ibu, jangan jarak jauh, hanya boleh sampai jembatan Kuningan. Biasa nya sekali jalan dapat Rp 25 ribu,” ucap bocah berambut panjang ini. –Diana Runtu
Gigi dikatakan sehat ketika kondisinya bersih tanpa adanya lubang. Perawatan gigi merupakan salah satu elemen yang tak kalah pen ting seperti juga perawatan pada organ tubuh lainnya. Tampilan gigi yang terlihat indah, putih dan cemerlang mengisyaratkan bahwa kondisi gigi selalu terawat dan terjaga de ngan baik. Hal ini diungkapkan drg. Dewa Ayu Wulandari saat ditemui di tempat prakteknya di Kamandhani Dental Care, Jalan Sidakarya 119, Sesetan, Denpasar.
M
enurut wanita yang akrab disapa Wulan ini, gigi merupakan salah satu diantara organ tubuh manusia yang terpenting. “Coba bayangkan tanpa adanya gigi bagaimana kita bakal mengunyah makanan. Dengan adanya gigi juga fungsi suara kita bakal terdengar sempurna. Jenis makanan yang lezat dapat kita nikmati pula ketika fungsi gigi bekerja dengan baik,” tutur bungsu dari tiga bersaudara pasangan drh. Dewa Made Ngurah Dharma, MSc.,Ph.D dan Desak Putu Parmini ini. Wulan mengatakan dari keadaan ini kita bercermin dari orang tua yang sudah tanpa gigi atau meski masih muda tetapi kondisi gigi mereka banyak yang lepas, lantas diganti dengan gigi palsu. “Apa yang akan terjadi? Pasti nikmat lezat dari sebuah makanan yang kita kunyah akan berubah menjadi hambar, intinya tidak senikmat sewaktu
gigi masih berfungsi secara normal,” ucap dokter gigi yang juga praktek di House of Dura di kawasan Jalan Tukad Yeh Ho, Renon ini. Dokter gigi yang juga seorang ibu dari AA Nandiswari (5) ini mengingatkan untuk memeriksakan gigi anak ke dokter gigi mulai dari usia mulai dibawah 5 tahun. Ini penting untuk mendeteksi kerusakan gigi sejak dini. Membiasakan anak akrab dengan dokter gigi sejak kecil juga dapat membuat anak tidak takut untuk memeriksakan kondisi giginya hingga dewasa kelak. “Jangan sampai ke dokter hanya sete lah giginya goyang dan mesti dicabut pula, sehingga kesannya ke
menciut sehingga gigi disebelahnya terkesan akan miring dan goyang. Kalau sudah begini akhirnya dicabut dan ompong lagi.
dokter gigi itu menyiksa. Bisa-bisa baru dengar suara bor sudah mau lari,” ujarnya. Hal ini juga tergantung pada para orangtua, bagaimana mereka bersedia mengenalkan dokter gigi pada putra-putrinya sedini mungkin. Sehingga, kesan awalnya ke dokter gigi itu tidak menyakitkan tapi nyaman. Wulan pun tak lupa kembali menekankan, pentingnya menjaga dan merawat kesehatan gigi bukan hanya pada anak tapi untuk seluruh keluarga. Hal yang kelihatan sepele adalah tidak membiasakan menyikat gigi dengan baik dan benar setidaknya 2 kali sehari. Bagi perempuan yang dikenal ramah ini, kini pelayanan kesehatan gigi sudah menjadi kebutuhan primer. “Rasanya, tidak ada orang yang mau sakit gigi terus-menerus. Masalah sekecil apapun itu perlu dikonsultasikan karena keadaan gigi sangat berpengaruh pada kegiatan sehari-hari,” paparnya. Perawatan behel dan memutihkan gigi juga berkaitan dengan estetika. Pekerjaan ini, bukan hanya menjadikan orang yang giginya bermasalah menjadi kembali membaik dan sehat, tapi ini juga bagian dari menjadikan seseorang menjadi tampil lebih percaya diri. Bicara pengalaman, ia mengaku untuk urusan perawatan secara tidak langsung, ia banyak mendapat pelajaran dari berbagai masalah gigi yang diderita klien yang datang padanya. Terutama, persoalan seringnya dilupakan atau diabaikan orang, ketika ia kehilangan gigi. Banyak juga yang membiarkannya cukup lama. Padahal risikonya, gusi akan menjadi
GANTI SIKAT SEBULAN SEKALI Soal kiatnya selama praktik, ia mengaku tidak ada kiat khusus. Namun, memang tiap kali praktik, yang lebih diperhatikannya adalah ketelitian. “Jika teliti maka kita akan mudah mengindentifikasi tiap masalah gigi yang diderita pasien,” tegasnya Ia juga menjamin kenyamanan setiap pasiennya dalam menjalani perawatan. “Kalau suka penampilan yang oke mesti katakan cinta untuk gigi sehat,“ ujarnya tersenyum. Mengenai perawatan gigi, Wulan pun semangat menekankan hal ini adalah kewajiban. Tidak akan memberatkan, ketika kita sadar bahwa gigi berfungsi ganda dalam keberlangsungan kehidupan. Peranan gigi sangat vital terhadap organ pencernaan. Jika fungsinya tidak bekerja sebagaimana mestinya, kita bisa dipastikan sering mengalami masalah pencernaan. “Jadi susah kan bisa menikmati pork steak,” katanya tertawa. Disamping itu, katanya perhatikan sikat gigi, gantilah sikat gigi minimal satu bulan sekali.
dibersihkan, lama kelamaan akan menjadi karang gigi,” katanya. Ia mengingatkan jangan lupa periksa dan berkonsultasilah kepada dokter gigi, minimal sekali dalam setahun atau enam bulan sekali. Jangan anggap sepele ketika gigi masih berfungsi dengan baik tanpa perlu adanya perawatan,” tegasnya. GANDENG BUTIK DAN KULINER Selain pengabdian pada profesinya, ia juga rajin memberikan edukasi. Wulan tergolong wanita yang tidak bisa diam. Apalagi ia sendiri memiliki banyak sekali kemampuan dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah bakatnya untuk berkreasi membuat beragam aksesori perempuan. Salah satu yang akhirnya berkembang menjadi bisnisnya adalah, usaha tas dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ini dilakukannya, karena ia sangat paham tas sudah menjadi item pelengkap yang tak bisa ditinggalkan dalam berpenampilan. Wulan juga menyadari untuk usahanya bisa terus maju dan sukses, diperlukan kreativitas dan inovasi. Ia pun tak pernah berhenti menggali kreativitas atas tas-tas koleksinya yang dia beri nama “Kamandhani Bag”. Mulai dari tas, usahanya kemudian merambah ke sandal dan gelang yang semuanya menggunakan bahan sama, yakni kulit binatang. Strategi pemasaran produk tas-nya cukup sederhana. Ia menggandengkan butiknya dengan usaha kuliner milik keluarganya “Warung Kamandhani Ribs & BBQ” di Jalan Raya Puputan, Denpasar. “Sambil menikmati pork ribs dan steak ribs-nya yang istimewa. Atau chicken bbq dan ikan gurami, sekalian bisa juga lanjut melihat-lihat koleksi saya,” ujarnya berpromosi. Masih bicara soal usaha, sang
drg. Wulan saat memeriksa gigi pasien
Menyikat gigi dengan rutin tiap 12 jam sekali merupakan aturan dasar yang harus dilakukan untuk mendapatkan gigi putih dan terlindungi dari plak dan noda yang membandel. Selanjutnya, membersihkan gigi dengan dental floss perlu untuk kotoran yang menyangkut di sela-sela gigi. “Kotoran yang menyelip di sela gigi ini, tidak
kakak menangani penginapan Kamandhani Cottage di Pengosekan, Ubud, Gianyar. Memadukan desain kontemporer dan arsitektur tradisional Bali dan desain modern minimalis. Halaman, teras, dan taman-taman pribadi menciptakan perasaan intim dan nyaman. “Kalau ada yang ingin mencari tempat istirahat di tepi Ubud, silakan,” katanya berpromosi lagi.-ard
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
25 - 31 AGUSTUS 2014
Cintai Rupiah Disela-sela kegiatannya di Bali, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara melakukan kunjungan ke Bali Post. Mirza bersama tim Bank Indonesia diterima pimpinan Kelompok Media Bali Post ABG Satria Naradha yang didampingi Pemimpin Redaksi dan Redaktur Pelaksana mediamedia KMB. Dalam pertemuan itu Mirza memaparkan apa saja yang sudah dilakukan Bank Indonesia, antara lain mengendalikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara (pegang mic) inflasi, mendorong pergerasaat melakukan kunjungan ke kantor Bali Post, Kamis (21/8). kan ekonomi daerah, serta tanganan MoU. mendorong pemakaian rupiah untuk transaksi Di sisi lain, Mirza memaparkan pertumbuhan dalam negeri. Khusus untuk pemakaian rupiah, ekonomi Bali yang mencapai 6,1% berada di atas pihak Bank Indonesia sudah gencar melakukan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sosialisasi. Transaksi di dalam negeri menggunakan 5,12%. Namun, ini tidak boleh membuat semua rupiah membuat situasi perekonomian stabil dan pihak terlena karena di Bali masih ada kemiskinan. permintaan valuta asing tidak terlalu tinggi. Ini Pemerintah diminta untuk membuat program artinya ada ajakan untuk mencintai rupiah. maupun kebijakan yang pro rakyat. Semoga. Ia juga menjelaskan upaya Bank Indonesia mendorong peningkatan transaksi nontunai, seperti penggunaan debit card, credit card, dan e-money. Dengan transaksi nontunai ini angka kebocoran bisa ditekan. Sebagai bentuk dukunMohon informasi nomor gan, Kementerian Keuangan dan Pemerintah kontak tentang dekorasi yang Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan penanda dimuat di rubrik Griya edisi 810 Bapak Gulantra, Denpasar Bapak Suamba, Gianyar Silakan menghubungi Kadek Loggo (Three Brother Dekorasi). Hp: 08814622059
Motor yang Tertinggal Setelah menyelesaikan tugas untuk mengirim barang, saya kembali ke kantor. Namun, sebelum sampai kantor, saya mampir ke sebuah warung makan yang berada di belakang kantor. Motor saya parkir di depan warung. Tak lama setelah memesan makanan, ada seorang teman datang. Dia teman sekantor saya. Kami pun makan bersama di warung itu. Usai makan, kami masih ngobrol ngalor ngidul. Karena merasa makanan tercerna dengan baik. Kami pun kembali ke kantor. Saya berjalan bersama teman ini. Sepanjang perjalanan menuju kantor yang berjarak 100 meter, kami terus ngbrol. Tiba di kantor, kami langsung menuju ruangan masing-masing untuk meneruskan pekerjaan. Pukul 16.00, waktunya pulang. Saya pun membereskan barang-barang lalu bersiap pulang. Setelah memencet mesin absen pulang, saya ke parkiran.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Saya celingak-celinguk mencari motor. Beberapa kali berputar parkiran, saya tak menemukan motor saya. Satpam pun saya damprat karena tidak becus menjaga parkiran. Motor karyawan kok bisa hilang. Kehebohan pun terjadi karena motor saya hilang. Karyawan dan karyawati yang mau pulang jadi ikut berkerumun menanyakan apa yang terjadi. Saya pun menjelaskan motor saya yang di parkir di kantor ternyata tidak ada alias hilang. Satpam yang bertugas pun ikut kelimpungan. Teman yang saya ajak makan tadi ikut nimbrung. Ia pun kaget karena motor saya hilang. Saya pun “diinterogasi” satpam. Saya
ceritakan apa saja kegiatan saya hari itu. Akhirnya teman yang saya ajak makan itu mengusulkan, bagaimana kalau cari motor di warung nasi. Saya dan satpam pun berangkat ke warung itu melalui pintu belakang kantor. “Oh my God…ternyata motor saya ada di warung. Saya baru ingat, tadi datang ke warung naik motor lalu kembali ke kantor jalan kaki,” ujar saya kepada satpam. Saya pun minta maaf atas kecerobohan saya. Untungnya satpam itu tidak marah. Dia malah tertawa melihat saya yang pucat pasi “kehilangan” motor akhirnya sumringah setelah motor ditemukan. D. Sudi
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
Putu Wijaya
sudut pandang
Sekitar 500 korban diberitakan meninggal dalam gelombang mudik tahun ini. Menurut penilaian sementara media massa, itu diakibatkan oleh buruknya sarana mudik yang disediakan pemerintah. Amat tidak setuju. “Angka itu menurun jika dibandingkan dengan jumlah korban tahun lalu,” kata Amat. “Jangan lupa jumlah yang mudik sekarang meningkat. Jadi sebenarnya itu sebuah kemajuan!” “Bapak salah hitung!” bantah Bu Amat. “Kemajuan, itu jangan diukur begitu. Meskipun jumlah kecelakaan menurun sedangkan yang mudik tambah banyak, tapi kalau masih saja ada kecelakaan dengan sebab yang sama, itu berarti, kita tidak belajar dari pengalaman! Jadi…?” “Jadi mundur?” “Pinter!” “Begini, Bu. Kita harus mencoba melihat persoalan dari sudut lain. Dengan sudut pandang positif. Jangan asal mengeritik! Main tuding menyalah-nyalahkan.” “Lho, ini bukan kritikan, Pak! Saya tidak berniat menyalahkan siapa-siapa. Saya hanya merasa, kalau segala sesuatu dilihat dari sudut pandang positif, berbahaya. Berpikir positif itu, bagus, Pak. Tapi jangan menyulap yang salah jadi benar. Itu namanya memutar-balik persoalan!” Amat mengangguk kecewa. “Jadi berpikir positif itu salah?” “Kalau mempositif-positifkan yang negatif, ya salah! Membenar-benarkan yang salah, itu namanya penipuan!” “Jadi yang salah dibiarkan saja salah?” “Ya, tidak!” “Harus dibelokkan jadi benar, kan?” “Memang!” “Ya itu namanya berpikir positif, Bu! Melihat dari sudut pandang yang lain!’ Giliran Bu Amat tak bisa menjawab. Amat ketawa, merasa menang. Lalu terus memberi kuliah tentang bagaimana melihat segala sesuatu dari sudut pandang baru, sehingga semuanya jadi positif. “Jadi begitu, Bu. Kita bisa membalikkan kekalahan jadi kemenangan, cukup dengan mengubah sudut pandang,”kata Amat. “Waktu kita gagal atau kalah, misalnya. Kalau itu diratapi, kita bisa stres. Tapi kalau itu disyukuri dengan menganggap itu sebagai pesan dari atas bahwa kita belum siap menang, kita akan berusaha meningkatkan diri, sehingga akhirnya menang pada saat kita sudah siap menang! Maka kemenangan kita akan sempurna! Beda kalau kita menang tapi mental belum siap! Ya, kan, Bu ?!” Bu Amat diam saja. Baru esok paginya ia menjawab. Ketika Amat bangun, ternyata tidak ada kopi, tidak ada sarapan. Rumah pun nampak berantakan. Meja makan masih berantakan. Amat kesal. Tapi sebelum ia sempat memberi komentar, Bu Amat mengganjal. “Sudahlah, Pak, terima saja, syukuri, berpikir positif saja! Pakai sudut pandang baru. Balikkan kekurangan jadi kelebihan! Berhenti minum kopi kan bagus untuk jantung Bapak!” Amat tak bisa ngomong. Sementara Bu Amat menyeruput kopinya dengan nikmat. “Begitu kan nasehat Bapak semalam!” “Ya. Tapi itu kan teori! Ini praktik! Ini praktik, Bu! Jangan dicampur-aduk! Ayo, mana kopiku! Cepat! Kepalaku sudah kenyat-kenyot!”
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Mozaik
25 - 31 AGUSTUS 2014
23
Apa Hubungan Seks dengan Kualitas Hidup? Ketika berbicara seks, pada umumnya pikiran orang terhubung dengan kenikmatan, kehamilan sebagai akibatnya, atau sesuatu yang tidak harus dibicarakan secara terbuka. Pikiran ini tidak seluruhnya salah, walaupun tidak seluruhnya benar. Demikian kata pengantar Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, dalam peluncurkan bukunya yang berjudul “Seks dan Kualitas Hidup”, Kamis (21/8) di Kampus Universitas Udayana. Ketua Pusat Studi Anti-aging Medicine dan Ketua Program Magister dan D oktor Kekhususan Anti-aging U niversitas U dayana ini mengatakan, memang benar aktivitas seksual termasuk hubungan seksual memberikan kenikmatan seksual walaupun tidak semua orang mengalaminya. Benar juga hubungan seksual dapat menimbulkan kehamilan, walaupun kehamilan dapat dicegah dengan kontrasepsi. Benar pula, tidak semua yang berkaitan dengan seks layak dibicarakan secara terbuka dan rinci. Karena boleh jadi akan terseret ke dalam pornografi yang diatur oleh hukum setempat. “Tetapi menjadi tidak benar kalau urusan seks dianggap sebagai urusan kenikmatan saja. Ternyata seksualitas, yang maknanya jauh lebih luas daripada seks, menyangkut banyak aspek dalam kehidupan manusia. Sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran terkini, semakin jelas seksualitas bukan hanya soal orgasme atau kenikmatan, melainkan erat dengan kualitas hidup
manusia,” tegas Ketua Bagian Andrologi dan Seksologi ini. Menurutnya, tidak salah mengaitkan seks dengan kenikmatan dan kepuasan, karena memang ini esensi dasarnya. Justru kepuasan seksual mesti diperhatikan dalam konteks dengan pasangan dan pernikahan. Banyak masalah pernikahan yang berpangkal dari masalah seksual yang tidak diperhatikan. Apalagi pada masa kini perempuan tidak lagi pasrah hanya ditempatkan sebagai obyek seksual oleh pasangannya. Perempuan juga berani bersuara untuk dilayani. Karena itu, tanpa pengetahuan yang benar sangat berisiko memberikan informasi tentang seks kepada masyarakat. Apalagi, jika informasi itu salah. Banyak orang merasa tahu tentang seks hanya karena mereka telah dan sering melakukan aktivitas seksual. Padahal, sering melakukan aktivitas seksual bukan berarti mengerti tentang seksualitas dengan banyak aspeknya. Ban yak informasi tentang seks yang beredar di masyarakat hanya berdasarkan mitos,
Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila pengalaman pribadi, bahkan cerita yang ternyata salah. Bagaimana fungsi seksual dapat menjadi indikator kesehatan organ tubuh lain? Benarkah seks dapat menghambat proses penuaan? Bagaimana cara mendapatkan kehidupan seksual yang membahagiakan? Buku Seks dan Kualitas Hidup de ngan 228 halaman ini, akan menjawab semuanya, sekaligus menyuguhkan aneka informasi seksualitas yang tidak semata-mata hanya urusan orgasme,
tetapi juga terkait dengan kualitas hidup manusia. “Berdasarkan perkembangan iptek kedokteran termasuk anti-aging medicine digabung dengan pengalaman menangani banyak orang yang mengalami masalah seksual, saya berharap buku ini memberikan manfaat besar bagi banyak orang,” ucapnya. Selain buku tentang seks, satu buku yang berjudul “Seberkas Puisi untuk Negeri” juga turut diluncurkan. Buku puisi bersampul putih dengan tulisan berwarna pink ini menjadi pelengkap buku seks karena langsung menjadi bonusnya. Melalui puisi, Wimpie berekspresi dan mengolah rasa dalam kata yang merdu dan menyentuh hati. Buku kumpulan puisi yang menyentil kondisi negeri dan harapan masa depan bangsa ini, terangkai dalam 55 puisi. Sampai saat ini Prof. Wimpie telah menulis 20 buku tentang seksualitas, 2 buku tentang anti-aging medicine, 1 buku kumpulan opini masalah sosial kemasyarakatan, dan 2 novel. Salah satu novelnya, “Lingkaran Cinta”, telah diangkat ke layar film. Buku “Seks dan Kualitas Hidup” merupakan buku ke-21 mengenai seksualitas. Acara peluncuran buku menjadi sangat menarik karena Prof. Wimpie membaca tiga puisi yang sangat berkesan baginya. Tak tanggung-tanggung, Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD, juga didaulat membaca satu puisi yang berjudul “Suara yang Diam.” Acara yang dipandu dr. Oka Negara ini, dihadiri para akademisi Unud, budayawan, awak media, dan sebagian besar kaum perempuan. -Wirati Astiti
Seks di Pagi Hari Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh. co.id. Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar
tapi juga memiliki banyak dampak positif yang akan Anda rasakan selama seharian penuh.
“Dok, belakangan ini suami sering mengajak untuk berhubungan seksual di pagi hari, baik hari kerja maupun hari libur. Suamiku katanya menikmati sekali hubungan seksual di pagi hari. Ini bagaimana dok, apa ada manfaatnya?” (Egi, Jakarta, via email) Sesungguhnya Anda bisa mengganti pagi Anda menjadi sangat menyenangkan dengan melakukan hal lain yang bisa dinikmati di pagi hari, bukan dengan segelas kopi hangat, melainkan bercinta dengan pasangan Anda. Di pagi hari hormon testosteron laki-laki tengah tinggi-tingginya dan sirkulasi darah ke penis juga meningkat. Ini membuat laki-laki merasa sangat bergairah begitu mereka membuka mata di pagi hari, apalagi ereksi di pagi hari
memang terjadi sebagai tanda metabolisme tubuh masih bagus. Seperti juga hubungan seks yang biasa, hubungan seks di pagi hari akan melepaskan hormon endorfin yang membuat kita merasa nikmat dan senang, sekaligus juga hormon bahagia yang disebut oksitosin. Ini yang membuat orang merasa dicintai dan saling terikat secara emosional sepanjang hari. Belum banyak yang menyadari, bahwa hubungan seks di pagi hari tidak hanya menyenangkan
Apa saja manfaatnya? Menyehatkan Endorfin yang dihasilkan akan membuat tubuh merasa senang dan memicu kekebalan alami tubuh. Endorfin ini juga bisa berfungsi sebagai penghilang rasa sakit. Juga IgA (antibodi yang memainkan peran penting dalam imunitas) akan meningkat. Jika jumlah antibodi ini bertambah, Anda tidak akan mudah jatuh sakit. Memunculkan rasa bahagia Hubungan seks di pagi hari dapat melepaskan hormon oksitosin, senyawa kimia yang dapat memunculkan rasa bahagia. Tentu saja ini akan membuat pasangan merasa lebih dicintai dan akan terjaga keterikatan emosional yang membahagiakan sepanjang hari.
Membuat bugar Hubungan seks sebenarnya juga bisa disamakan dengan olahraga, karena hampir semua otot ikut bergerak bahkan kalori yang dikeluarkan bisa disamakan dengan lari pagi atau senam. Berhubungan seksual juga bisa dianggap sebagai bentuk lain dari senam kardio, yang berfungsi meningkatkan kebugaran jantung. Jadi Anda sesungguhnya tidak perlu repot-repot nge-gym pagi-pagi. Meningkatkan kepercayaan diri Pada perempuan, seks yang dilakukan di pagi hari akan membuat rasa senang, wajah terlihat lebih cerah dan lebih segar yang dihubungkan dengan terpeliharanya dengan baik fungsi dan level hormon estrogen. Hubungan seks yang dilakukan secara teratur di pagi hari pun telah terbukti menurunkan tekanan darah dan membuat Anda akan mampu menghadapi masalah yang Anda
sedang hadapi. Akhirnya Anda akan merasa jadi lebih rileks, mood semakin baik, senyum lebih lebar dan kepercayaan diri Anda akan meningkat seharian. Memulai kesibukan di pagi hari dengan lebih menyenangkan dapat menjadi langkah awal yang baik untuk memulai aktivitas sepanjang hari. Seks di pagi hari adalah pilihannya, yang bisa membuat Anda tersenyum di pagi hari dan bisa semangat sepanjang hari. Tetapi semua ada takaran dan variasinya, seks di pagi hari bisa juga menjadi hal membosankan jika dilakukan rutin setiap hari, terutama jika ternyata pasangan Anda memang kurang menyukai. Jadi, bila semuanya sudah bisa dipahami dan bisa mengatasi kejenuhan seksual, kenapa tidak mencobanya karena selain mendapatkan kenikmatan. Anda dan pasangan pun bisa lebih semangat untuk bangun pagi dan akan merasa lebih sehat, bugar dan bahagia. Itulah serunya seks di pagi hari.
What’s Up
24
25 - 31 Agustus 2014
G ebuh
Cepat Sembuh karena Ngebrik Roger….roger…dicopy…break, itulah beberapa istilah khas dalam komunikasi dua arah di antara penghobi radio amatir. Hobi melakukan kegiatan radio amatir yang seringkali disebut ngebrik dan sempat populer pada dekade 1970-an hingga 1980-an inilah yang menjadi cikal- bakal terbentuknya Gebuh. Lantas apa sebenarnya Gebuh dan siapa saja anggotanya?
“S
ebetulnyalah alat two ways radio atau kegiatan brikbrikan ini sampai sekarang juga masih tetap berjalan. Selain praktis, harus diakui banyak juga kegunaannya,” ujar I Wayan Suarnyana (43), salah seorang tokoh brekeran di Bali ditemui usai syuting sebuah acara di Bali TV beberapa waktu lalu. Dikatakannya, bermula dari sering nya berkomunikasi dan berteman melalui udara, selanjutnya beberapa di antara mereka melakukan “kopi darat” yang cukup sering. Rupanya dari ser ingnya mereka kumpul-kumpul inilah, kemudian terbentuk sebuah komunitas bernama Gerakan Bali Utuh (Gebuh). “Sekitar tahun 2004-an, kami yang sehobi ngobrol di udara ini bersepakat bersama untuk berkumpul lebih intens lagi,” ucap Wayan Suarnyana, yang dipercaya dan diaulat menjadi koordi nator. Terbentuknya paguyuban ber nama Gebuh ini, katanya adalah untuk menguatkan komitmen yang selama ini sudah sering mereka gaungkan di udara, yakni turut menjaga, melestarikan adat dan budaya Bali. Mereka sangat menyadari kalau masyarakat Bali dikenal kuat memegang adat dan kebiasaan sejak berabad-abad silam. Apalagi jika diamati selama ini, pada setiap program yang melibatkan masyarakat nampaknya lebih efektif menggunakan pendekatan budaya. Untuk ini pula, Suarnyana membuat agenda pertemuan reguler secara langsung setiap enam bulan. Tujuan nya, agar setiap ada kegiatan mereka bisa lebih terkoordinir. “Misalnya, ada upacara atau karya di Besakih, anggota Gebuh ingin ngayah bersama. Jika ada koordinatornya, maka semua menjadi lebih rapi, dengan adanya pembagian tugas. Sebab, keahlian setiap anggota berbeda. Sudah diatur siapa yang majejaitan, membantu membuat tetaring dan sebagainya,” tutur Suarnyana
I Wayan Suarnyana
didampingi beberapa anggota Gebuh. Gerakan yang selama ini sudah nyata dan sering diwujudkan, adalah ngayah ke pura-pura ketika pelaksaan piodalan, seperti di Pura Gunung Raung, Besakih dan yang lainnya. Menariknya perkumpulan ini adalah keberagaman ang gotanya yang tersebar di seluruh Bali. Anggota Gebuh, terdiri dari kalangan wiraswastawa, peng usaha catering, sampai pemilik penginapan. Kalangan pegawai negeri dari pegawai biasa hingga kepala dinas. Juga, bergabungnya bermacam-macam profesi, hingga pemangku pun ada. “Namun, di antara mereka juga, sebagian besar seniman. Ada yang suka mesantian, membuat banten, megambel, menari, mulai dari penari legong, prembon sampai topeng juga ada. Karenanya, sangat mudah untuk menyiapkan sebuah pementasan, begitu dim inta berlatih masing-masing sudah siap memberikan atau membagi
kebisaannya,” papar Suarnyana. Pada komunitas Gebuh nilai keber samaan sangtlah dijunjung tinggi. Meski di antara anggota tercatat beberapa tokoh senior di bidangnya, namun mereka satu sama lain bersedia melepas atributnya demi kebersamaan yang me nyebarkan prinsip siap melayani. Salah satunya pakar layangan, IB Ugrasena pun dengan tulus melayani dan mem bantu para lansia ketika mereka mem persiapakan diri untuk tampil dalam sebuah pagelaran. “Kami juga menjadi memiliki kegiatan yang lebih menarik setelah Cak Gebuh dikolaborasikan dengan melayangan. Kami mendapat inspirasi dengan terbentuknya Cak Gebuh Melayangan. Malah di sini pula semakin terbuka kesempatan masingmasing anggota menyalurkan hobinya,” ucap Suarnyana. Suarnyana yang juga disebut-sebut sebagai anggota Gebuh termuda ini, mengisahkan usia anggota lainnya sangat berviariasi bahkan beberapa sudah berusia 85 tahun. “Mungkin boleh dikatakan anggota Gebuh didominasi para lansia. Namun, rata-rata mereka
Aksi Gebuh Kecak Kite
Gebuh saat tampil di acara Belajar Membuat Layangan
masih energik dan penuh semangat. Bahkan, anggota yang usianya 85 tahun juga masih kuat jalan, masih mampu ikut kegiatan kami seperti yang lainnya, dan sampai sekarang masih kuat juga nyangkul,” ujar Suarnyana yang juga Kepala Desa Jagapati ini. “Malah, dalam suatu kesempatan, maunya saya yang membantu ternyata justru saya yang tak bisa mengikuti lang kah beliau,” cetusnya. Rupanya, kondisi ini dianggap menarik, hingga dilakukan survei oleh tim kesehatan yang ada di Gebuh. “Mereka, anggota Gebuh yang berprofesi dokter dan bidang kesehatan, mencari tahu apa menu yang selama ini dikonsumsi oleh anggota yang berusia 85 tahun ini, sehingga kondisinya diusai lanjut tapi staminanya masih baik,” papar Suarnyana dan menyebutkan tim kesehatan mereka digawangi oleh dokter Swastika. Disinggung kembali tentang jalinan komunikasi sehari-hari di antara ang gota yang tersebar di seluruh Bali, sudah jelas dan pasti katanya dengan ngebrik. Mereka merasakan manfaat hobi ini dalam memperpendek jarak di antara mereka juga menghemat waktu. “Bagi kami para lansia ngobrol di udara juga merupakan hiburan lepas dari rutinitas. Banyolan-banyolan spontanitas yang diungkapkan teman-teman mampu menjadikan kami tertawa lepas,” ucap Ni Wayan Nerdiani, anggota Gebuh
lainnya. “Termasuk kalau ada anggota yang sakit, dengan ngebrik bisa jadi cepat sembuh, karena mendapatkan resep ajaib, bahwa penyakit bukan untuk dipikirkan melainkan dijauhkan dari pikiran maka ketika itu pula si penyakit akan hilang dengan sendirinya,” lanjut Wayan Surnyana dengan penuh tawa. Selain itu, dikatakannya yang utama adalah ajakan atau informasi untuk ngayah bareng, atau kegiatan sosial lainnya. Namun, lanjut sang koordina tor , yang membahagiakan mereka justru dominan membicarakan urusan kegiatan keagamaan. Misalnya ada yang bertanya kapan duase baik untuk mecaru, membangun rumah dan seba gainya. Sebab upacara dan upakara di Bali antara satu daerah dengan lainnya seringkali berbeda. “Ketika ada yang bertanya, maka ada yang ahli yang akan membagikan pengetahuannya. Untuk hal ini kami punya seorang pemandu ahli yang bernama Jero Mangku Jeng got,” ujarnya. Dalam lingkup yang lebih luas, saat di udara juga, mereka berkomunikasi membahas perkembangan berbagai hal, termasuk mencari solusi menghadapi permasalahan dan berbagai problema hidup kemasyarakatan di Bali. Dengan ikatan kekerabatan yang cukup kuat pula menjadikan suatu langkah untuk menyelesaikan setiap permasalahan anggota atau pun yang ada di masyarakat. Sedangkan saatsaat bertemu langsung, um umnya mereka satukan dengan kegiatan olahraga, salah satu yang menjadi acara favorit mereka adalah tracking. Malah sering dilakukan setiap minggu dengan lokasi yang berbedabeda. Bicara Gebuh, hal me narik lainnya adalah mereka memperingati keberadaan komunitasnya tidak dengan merayakan ulang tahun, me lainkan lebih memilih peringat an setiap enam bulan kalender Bali yang disebut otonon. Setiap enam bulan sudah pasti mereka melakukan persembahyangan bersama.- Sri Ardhini