What’s Up
24
4 - 10 Agustus 2014
Kelilingi Indonesia dalam Sehari “Lebaran di TMII Serasa Pulang Kampung”. Begitulah bunyi spanduk yang menyambut kunjungan Anda ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Sepertinya pihak pengelola TMII ingin “mengobati” kerinduan masyarakat yang tidak ikut mudik Lebaran untuk datang berkunjung ke tempat hiburan yang dijuluki “Indonesia mini” itu. Di sana, pengunjung, yang rindu kampung halaman, dapat berkunjung ke anjungan provinsi daerah asalnya, juga anjungan provinsi lain yang letaknya berdekatan.
M
enurut Manajer Humas dan Informasi TMII, Suryandoro, acara pada liburan Lebaran ini konsepnya wisata budaya dan kesenian. “Jadi, untuk mereka yang rindu kampung halaman, rindu budaya daerahnya, namun kebetulan tidak sempat pulang kampung, Taman Mini adalah tempat yang cocok,” ujar Suryandoro. Yang menyenangkan, letak anjungan-anjungan ini berada di sekitar danau, di mana di tengah danau terdapat ‘miniatur Indonesia’ berupa peta kepulauan Indonesia. Pemandangan ini akan terasa lebih indah jika Anda menyaksikannya dari kereta gantung yang melintas tepat di atas replika Kepulauan Indonesia. Nah, di tiap anjungan ini, berbagai informasi tentang daerah tersebut disampaikan, mulai dari budaya, adat istiadat, artefak etnografi seperti senjata khas dan perabotan sehari-hari, kerajinan tangan, kehidupan masyarakatnya, dll. Informasi yang disampaikan lumayan lengkap, sehingga bisa menambah referensi kita tentang Indonesia dan kehidupan masyarakat di berbagai daerah. Secara berseloroh banyak orang yang mengatakan, mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah ibarat mengunjungi Indonesia dalam sehari. Di TMII itulah “Indonesia mini” berada. Saat ini ada 33
anjungan provinsi di TMII, sebentar lagi akan bertambah satu anjungan lagi yakni Provinsi Kalimantan Utara, yang merupakan provinsi termuda yang gubernur pertamanya baru dilantik Menteri Dalam Negeri pada April 2013. Sebelumnya, saat TMII baru diresmikan tahun 1975, ada 27 anjungan provinsi termasuk Timor Timur. Setelah Timor Timur lepas dari Indonesia tahun 2002, status anjungan itu menjadi Museum Timor Timur. Jika Anda berkesemp ata n datang ke TMII saat-saat ini, setidaknya hingga 10 Agustus mendatang, maka akan menjadi pengalaman mengesankan karena untuk liburan Lebaran kali ini, pengelola TMII telah menyiapkan berbagai acara spesial mulai 28 Juli hingga 10 Agustus 2014. Selain aneka pertunjukan di sejumlah panggung terbuka, juga digelar acara di sejumlah anjungan. Yang pasti hanya dengan harga tiket masuk Rp12.000, Anda bisa menikmati semuanya. Harga tiket ini hanya berlaku selama dua minggu, yakni hingga 10 Agustus, setelah itu kembali seperti biasa yakni Rp 10.000. “Kenaikan harga tiket karena jam operasional TMII selama libur Lebaran diperpanjang hingga pukul 22.00, biasanya tutup pada 20.00,” jelas Suryandoro. DARI TRANSPORTASI DARAT HINGGA UDARA Pada liburan Lebaran ini, tambah Suryandoro lagi,
jumlah pengunjung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kalau biasanya, pada weekend hanya berkisar 20.000 orang, sejak Lebaran hari kedua dan seterusnya, pengunjung rata-rata melebihi 48.000 orang. Rata-rata ini melampaui liburan Lebaran tahun lalu. Diperkirakan jumlah pengunjung akan terus bertambah, khususnya pada weekend. “Biasanya setelah H+8 jumlah pengunjung akan mengalami penurunan sedikit demi sedikit, setelah itu kondisi akan berangsur normal seiring dengan usainya masa liburan,” tambahnya. Berlibur ke TMII sangat mengasyikkan, bahkan bisa lupa waktu.
Pasalnya, taman hiburan yang luasnya mencapai 150 hektar ini, tidak hanya berisi anjungan-anjungan daerah dan museum-museum, tapi juga berbagai wahana menarik lainnya. Setidaknya saat ini, TMII berisi 11 wahana permainan, 15 museum, dan 33 anjungan daerah. Namun, wahana-wahana yang bertebaran di areal demikian luas ini, sepertinya, tidak memungkinkan untuk dijangkau satu-persatu dengan berjalan kaki. Karena dijamin, kaki Anda bakal sangat pegal, belum lagi jika cuaca cukup terik. Tapi jangan khawatir, Anda bisa pergi ke penyewaan sepeda. Hanya dengan Rp 15.000 per jam, Anda
bisa berkeliling TMII. Jika malas menggowes, ada kereta api mini keliling, tarifnya Rp 10.000. Kalau datang rombongan, TMII juga menyiapkan penyewaan mobil, Rp 60.000 per jam. Tidak puas jalan darat, ada jalan udara dengan Aeromovel Indonesia atau Titih an Samirono. Dengan membayar tiket Rp 10.000, Anda bisa melihat “Indonesia mini” dari ketinggian. Ada juga kereta gantung (sky lift), harga tiketnya Rp 20.000 hari biasa dan Rp 25.000 pada weekend. Jika ada dana lebih, dan ingin menikmati tempat hiburan yang lebih menarik lainnya, juga tersedia di TMII. Seperti, mengunjungi Snowbay Water Park. Ini merupakan salah satu wahana yang paling difavoritkan pengunjung. Tarif masuknya Rp 100.000 pada hari biasa, dan Rp 120.000 pada weekend. Sesuai harganya, maka di dalamnya ada banyak permainan air yang mengasyikkan. Salah satu yang paling diminati adalah Spa Zone dimana ada kolam air dingin, hangat juga air terjun. Ada juga thypoon river, sungai terpanjang lebih daripada water park lainnya. Selain Snowbay Water Park, wahana yang juga digemari adalah Teater Keong Mas, Taman Burung dan Dunia Air Tawar. –Diana Runtu
Anjungan Bali yang Mempesona Salah satu anjung an yang paling menarik perhatian para pelancong TMII adalah Anjungan Provinsi Bali yang tampil dalam bentuk lingkungan perumahan tradisional Bali. Mengutip dari informasi anjungan TMII, disebutk an, perumaha n Bali senantiasa menampilkan pola arsitektur tradisional yang bersumber pada Astha Kosala-kosali, yang di dalamnya terdapat falsafah Tri Hita Kirana, yang menerangkan adanya tiga penyebab kebahagiaan, yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam (lingkungan hidup). Dijelaskan juga bahwa, karena pada dasarnya perumahan adalah kebutuhan perorangan secara pribadi. Oleh karena itu, faktor siapa yang menem pati rumah tersebut akan berpengaruh besar ter hadap proses pembangunannya. Sebelum memasuki arealnya, kita melewati gapura berbentu candi bentar, yakni bangunan belahan kembar dalam posisi berhadap-hadapan, karenanya disebut gapura belah. Di areal anjungan, terdapat balai bengong yang terdapat di sebelah kiri halaman. Di sana juga ada balai pengambuhan yang berfungsi sebagai balai kesenian dan balai paruman yang berfungsi sebagai balai musyawarah. Dibatasi dengan pagar memanjang, dimana terdapat pintu pintu masuk berupa candi gelung orang
sampai ke halaman dalam. Di sini terdapat bangunan balai aling-aling, letaknya di belakang candi gelung yang berfungsi sebagai penolak bala. Maksudnya, pikiran yang kurang baik yang didapat di luar, jangan sampai dibawa ke dalam, hingga unsur-unsur jahat tidak dibawa ke dalam rumah. Di dalam halam an ini juga terdapat balai rangki, tempat penyiapan kelengkapan upacara keagamaan, dan balai gede tempat upacara manusa yadya dilaksanakan. Di bagian lain terdapat bangunan pawon, dapur keluarga dan jineng. Terdapat pula bangunan balai dauh atau singosari dan balai bandung. Masing-masing aslinya berfungsi sebagai tempat tinggal para jejaka dan gadis. Di halaman ini masih terdapat sebuah bangunan lagi yaitu loji, yang berfungsi sebagai tempat istirahat sehabis berkerja keras. Di bagian lain terdapat pula areal khusus yang disebut merajan atau sanggah, yang merupakan tempat tersuci bagi keluarga. Di dalam merajan ini terdapat beberapa bangunan suci, antara lain padmasari, bangunan tinggi dengan bentuk kursi kosong di bagian atasnya, rong telu dan taksu, yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri di bidang keagamaan. Masih penasaran? Datanglah ke Anjungan Provinsi Bali, khususnya di hari Minggu dan hari libur lainnya, karena ada berbagai pertunjukkan digelar. –Diana Runtu
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
4 - 10 AGUSTUS 2014
Semangat Merah Putih
Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, kita sudah berada di bulan Agustus. Bulan yang penuh dengan semangat kebangsaan. Tujuh bulan sudah terlalui. Berikutnya kita menyongsong bulan kedelapan. Suasana merah putih sudah terasa memasuki awal Agustus. Bendera merah putih mulai berkibar. Penjual bendera mulai menjajakan dagangannya. Kendaraan sudah mulai dihiasi bendera. Ruangan pun dipasangi bendera merah putih. Saat perhelatan Piala Dunia, bendera peserta Piala Dunia yang berkibar. Siapa negara yang dijagokan, bendera negara itu yang dikerek dan dikibarkan. Mundur ke belakang, saat pemilu, apa partai politik pilihan, bendera partai itu yang berkibar. Sekarang semua bersatu dalam semangat merah putih. Bendera kebangsaan Indonesia yang berkibar. Semua bersatu dalam suasana kemeriahan menyambut bulan kemerdekaan. Tak hanya bendera merah putih yang membuat semangat. Masyarakat biasanya menggelar aneka kegiatan untuk mengisi acara Agustusan. Kalah
menang tak masalah karena semua menikmati. Rasa kebersamaan dan gotong royong ini yang menjadi pemenang. Edisi kali ini kami menampilkan pernak-pernik paska-Lebaran. Ada suasana libur Lebaran, aneka hidangan yang disajikan saat Lebaran, dan tempat rekreasi yang dipadati pengunjung ketika libur Lebaran. Setelah bermaaf-maafan, lalu berlibur, berikutnya adalah kembali beraktivitas untuk menyambut hari esok yang lebih baik. Salam Merah Putih
Mohon informasi nomor kontak dr. Diah Pradnya Paramita Duarsa Ibu Heny, 083119921xxx Nomor kontak dr. Diah: 0361 7457777 Mohon informasi nomor kontak dr. Gemini Sari yang pernah dimuat di Tabloid Tokoh Ibu Dayu, 08123859xxx Nomor kontak dr. Gemini Sari: 08123983276
Nabrak Kaca Pengalaman yang sangat memalukan pernah menimpa saya ketika mengikuti sebuah acara di suatu hotel di Jakarta. Awalnya, saya tidak ditugaskan untuk mengikuti pertemuan tersebut. Tetapi, seorang teman mendesak saya untuk ikut. Akhirnya saya mau ikut. Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu membuat saya lelah. Perut jadi lapar. Apalagi waktu sudah menunjukkan saatnya makan siang. Tetapi, untuk menghormati penyelenggara, saya bersabar saja. Saat yang dinantikan tiba. Pertemuan selesai dan semua peserta berhamburan ke luar ruangan. Mungkin mereka juga merasakan kelaparan seperti saya. Makanan yang disajikan merupakan makanan prasmanan. Karena perut sudah lapar, saya pun langsung ikut antrian.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Sepiring nasi lengkap dengan lauk dan sayur sudah di tangan kanan. Tangan kiri membawa air dan buah. Saya clingak-clinguk mencari tempat duduk. Tiba-tiba… gubrak…saya menabrak kaca pembatas antara ruang tempat mengambil makan dengan ruang tempat duduk. OMG… betapa malunya karena semua orang memperhatikan saya sembari tertawa. Piring yang saya pegang terlepas dari tangan. Untungnya piring tidak pecah karena jatuh di atas nasi. Petugas hotel lalu mendekati saya dan mempersilakan saya
mengambil makanan lagi. Petugas itu lalu membersihkan sisa makanan saya yang terjatuh. De ngan melupakan rasa malu dan mengutamakan rasa lapar, saya pun antri lagi untuk mengambil makanan. Tak berapa lama setelah tempat saya menabrak kaca dibersihkan, ada lagi korban lain. Kali ini seorang kameraman televisi yang menabrak kaca. Selain dirinya, kamera yang dibawa pun ikut membentur kaca. Ia pun meringis memegang jidat dan mengelus-elus kameranya yang lecet. Kali ini giliran saya yang tertawa. Gara-gara kaca terlalu bersih, kami tidak bisa membedakan mana pintu dan mana pembatas ruangan. M. Jeni
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
Selamatan
Dunia menyambut kemenangan Jokowi-JK. Obama dan Perdana Menteri Australia Putu Wijaya langsung menelepon. Bu Amat pun tak mau ketinggalan. Ia langsung potong ayam dan masak besar. Amat terkejut ketika melihat meja makan pakai taplak baru. Hidangannya heboh. Bahkan ada vas dengan bunga kana merah dari pagar rumah. “Cepat mandi, Pak, kita mau ada tamu,” kata Bu Amat menggertak suaminya. “Tamu? Siapa?” “Pak Made dengan istrinya. Pak Alit juga.” “Lho ada apa Bapak kok tidak tahu?” “Mereka juga tidak tahu! Ini saya mau undang sekarang?” “Untuk apa?” “Bapak ini bagaimana! Ya, selamatan. Kita kan menang. Ayo cepet mandi. Pakai baju batik!” Bu Amat yang sudah berdandan rapi, segera mau berangkat. “Tunggu!” “Nanti mereka terlanjur pergi keluar!” “Biarin!” Bu Amat tertegun. “Kok biarin?” “Kenapa mesti selamatan? Itu bisa membuat mereka marah. Mereka kan kalah?” “Bapak ini bagaimana! Justru mereka yang nagih terus supaya kita bikin selamatan. Menang kok diam-diam saja Bu Amat, kata mereka kalau ketemu. Saya kan jadi malu, Pak” Amat langsung menghampiri istrinya laiu mengajak duduk. “Lho kok saya diajak berunding. Ini mau ke tetangga. Nanti mereka terlanjur pergi!” “Dengar dulu, Bu. Begini. Itu semua kan pancingan untuk mempermalukan kita. Soalnya Bapak pernah bilang, jangan merayakan kemenangan Itu bisa menyulut pertentangan. Sebab yang kalah pasti akan merasa diejek. Jangan diikuti pancingan mereka, nanti kita jadi gunjingan orang!” Bu Amat tertegun. “Masak mereka sejahat itu?” “O, tidak. Mereka bukan orang jahat. Itu semua perilaku semua orang yang kalah yang tidak siap kalah. Kita jangan terpancing jadi orang menang, tapi tidak siap menang. Paham?” Bu Amat termenung. “ Terus mau diapakan masakan itu semua? “ “Ya kita makan sendiri. Atau, dikirim ke Ami!” “Jangan! Dia dan suaminya juga kalah.” Bu Amat kelihatan jengkel. Lalu mengurungkan niatnya. Ia masuk ke kamar sambil menggerutu. “Ikut-ikutan main politik, aku jadi bludrek!” Amat nyengir saja. Dia makan kenyang malam itu. Semua yang disukai ada betutu, sambal bongkot, anyang, sate buntel dan sayur kuning pepaya. Tapi esok paginya Pak Made mampir ke Amat “Pak Amat, nanti malam, repot tidak?” “Tidak. Kenapa?” “Apa bisa datang ke rumah kami nanti malam?” “Ada apa?” “Makan bersama.” “O ya, hajatan apa Pak Made! “Ya, merayakan kemenangan Pak Amat, ditunggu-tunggu, kok Pak Amat sendiri tak merayakan? Jadi kami rayakan, sekalian untuk menunjukkan kami siap kalah. “ Amat bingung. “Terus, Bapak berjanji akan datang?” tanya Bu Amat, mendengar cerita suaminya. Amat mengangguk. Bu Amat kecewa. “Itu artinya Bapak tidak siap menang!”
Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
4 - 10 AGUSTUS 2014
Mozaik
Helga Rif
23
Ingin Novelnya Jadi Best Seller Banyak yang dilakukan perempuan agar mencapai kesuksesan dengan tidak sia-sia. Salah satunya adalah menjadi penulis. Banyak di antara me reka mencapai kesuksesan karena ditunjang dengan minat serta hobinya.
Helga Rif Ini juga yang dilakukan Helga Rif, kelahiran 28 Maret. Dari hobinya suka membaca, dan memperba nyak kesukaannya dengan menulis, ia berhasil meningkatkan langkahnya. Dilengkapi dengan antusiasme dan visi kreatifnya, meluncurlah karyanya menyeruak di antara no vel karya perempuan lainnya yang kini semakin marak di pasaran. Belum lama ini, Helga juga meluncurkan novelnya yang berjudul “First Love”. Dengan intuisi serta kepekaannya dalam merangkai kata-kata yang semakin terasah, menjadikan novel kelima garapan istri Bagus Saka Putra ini perlahan berhasil menembus pasaran pembaca. Makna maupun pesan yang terk andung di dalam novel ini menggambarkan cinta pertama setiap orang pasti berbeda-beda. Ada yang berakhir bahagia ataupun berakhir tidak menyenangkan. Tetapi, terkadang tidak sedikit yang selalu mengingat atau terkenang cinta pertama mereka. Alvira dan Guntur, dua tokoh yang ada di novel “First Love” ini memiliki kisah cinta pertama yang tidak berakhir dengan pasti. Ada sesuatu yang mengganjal di antara mereka. Perpisahan karena jarak, membuat keduanya tidak memiliki kepastian akan hubungan mereka. Hingga akhirnya harus berakhir tanpa kejelasan. Ketika waktu kembali mempertemukan mereka berdua, mereka tidak mampu mengingkari bahwa mereka masih memiliki rasa satu
sama lain. Namun, se iring berjalannya waktu pula, ada banyak hal yang membuat mereka kembali tidak yakin akan hubungan mereka saat ini. Cinta butuh pengorbanan. Cinta layak diperjuangkan. Dan, cinta adalah hal yang pa ling mendasar dalam hidup manusia untuk merasakan bahagia. Meski karya-karyanya mengusung nuansa cinta, namun karena angle-nya yang beragam, ditambah kata hati dan pikirannya bisa menimbulkan sebuah ekspresi yang indah, romantik dan menyentuh. Ini menjadikan tulisannya selalu menarik untuk dibaca. Begitu juga dengan novel “Gara-Gara Irana jadi Arini” tahun 2007; “Menemukanmu”, dalam sebuah kisah cinta November 2011; “Kepingan Cinta Lalu” Juli 2012; “Melepaskanmu”, cerita cinta yang lain Januari 2013, adalah novel karya Helga yang sudah beredar di pasaran dan cukup diminati. Melihat ini, tak salah jika sastrawan Sapardi Djoko Damono mengatakan bahwa masa depan novel Indonesia berada di tangan perempuan. Begitulah proses kreatif Helga tak pernah terputus. Masih, de ngan wajah sumringah Helga juga mengatakan segera menyusul novel berikutnya yang akan terbit. Novel ini menggambarkan romansa cinta wanita Bali lengkap dengan lingkaran problem adatnya. “Ini masih dalam tahap edit di penerbit,” ungkap penulis yang juga seorang model dan atlet ini penuh sema ngat. “Sekarang ini saya juga tengah menyelesaikan sebuah cerita yang membahas tentang penyakit leukemia,” lanjutnya. Disinggung tentang proses kreatifnya, penyuka karya Da niel Steel, Cristian Simamora ini menga kui ketika menulis, tidak selamanya mulus. Terkadang ia juga mengalami blank tidak tahu mau menulis apa. Atau merasa kurang melakukan survei atas tema yang ingin ditulis. “Karena kendala waktu dan tidak bisa survei langsung ini, jadinya saya suka juga bertanya pada google saja,” kata ibu dua anak ini tersenyum. Diakuinya apa yang diraihnya di dunia menulis, semua berawal dari atmosfir suka membaca di keluarga nya. Ia pun terbawa kebiasaan baik senang membaca sejak kecil. Buku apapun diembatnya. Tak tanggung-
tanggung, meski sudah membeli semua jenis majalah remaja, Helga merasa masih kurang bacaan. Ia menambah bacaannya dengan me nyewa komik dan novel. Dari membaca, ia pun tergiring melangkah mencoba membuat cerita romansa. Berlanjut de ngan mengajukannya ke penerbit. Ketika itu, sekitar tahun 2007, ia justru diminta membuat cerita yang lebih remaja. “Ya karena ingin jadi penulis, saya bikinlah cerita remaja sesuai permintaan penerbit, cerita yang sudah ada saya simpan dulu,” cetusnya dan akhirnya terbitlah novel perdananya “Gara-Gara Irana jadi Arini”. Setelah terbit, kata Helga menjadi semakin penasaran dengan cerita romansa yang sudah ditulisnya pertama kali. “Diedit lagi diganti endingnya dan lain-lain. Karena saat itu ada lomba, saya kirim untuk ikut lomba menulis novel di internet dan masuk 20 besar. Akhirnya tulisan pertama yang disimpan diterbitkan menjadi tulisan kedua saya. Lega sekali rasanya,” ucap Helga penuh syukur dan katanya sejak itulah pintu kariernya menjadi seorang penulis novel terbuka lebar. Begitu pula gairahnya untuk terus menulis seiring dengan dihampirinya ia oleh penerbit untuk dimintai menulis naskah-naskah berikutnya. Jika ditanya bagaimana menda patkan ide dan inspirasi yang cemerlang untuk menulis sebuah novel, Helga mengatakan kisahkisah yang pernah ia tulis merupakan suatu kejadian sehari-hari. Peristiwa kehidupan di sekelilingnya. Termasuk dari cerita teman, nonton film atau sekadar hayal annya sendiri. Berbagai hal yang terjadi di depan matanya itulah yang kemudian dikembangkannya dalam cerita fiksi. “Apa yang ada di depan mata dan didengar di serap dalam otak. Biasanya setelah itu di kepala itu sudah ada beberapa kerangka ceri ta. Untuk melanjutkannya menjadi sebuah novel yang kurang lebih 325 halaman saya memerlukan suasana yang tenang ditemani secangkir kopi,” tuturnya. Ditanya harapan lainnya ter hadap novel-novel karyanya, Helga yang menamatkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ini, sangat ingin novelnya bisa menjadi best seller. “Bahkan bisa diterjemahkan ke bahasa asing atau difilmkan, hingga bisa disaksikan di layar lebar,” lanjutnya sambil menyatakan ini tujuannya agar karya yang dihasilkan tidak semata-mata hanya untuk diri sendiri, melainkan menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang. – Sri Ardhini
Workshop Keeping Children Safe
Saat ini komunikasi antara anak (sejak dalam kandungan sampai 18 tahun) kurang sehat, apalagi jika dalam pengasuhan keluarga single parent/broken home. Tanpa disadari dengan berbagai alasan akhirnya keluarga/orangtua menjadi pelaku pertama kekerasan fisik, mental, emosional, bahkan kekerasan seksual. Setiap orangtua (ayah dan ibu) sangat penting dan perlu memahami komunikasi dalam keluarga agar dapat mencegah kekerasan yang berawal dari rumah. Korban kekerasan yang terjadi di luar rumah merupakan pengulangan kekerasan yang sudah dialami sebelumnya di rumah. Komunikasi adalah kata yang mudah diucapkan, namun sulit dilaksanakan. Untuk dapat berkomunikasi dengan baik antara orangtua dan anak dalam membangun keluarga sehat fisik, mental/emosional dan sosial (harmonis) sehingga dapat mencegah anak menjadi korban tindak kekerasan, memperingati Hari Anak Nasional, Bali TV bekerjasama dengan Bagian/SMF Psikiatri FK Unud-RSUP Sanglah dan Lentera Anak Bali (LAB) menggelar workshop sehari bertema “Keeping Children Safe”, Minggu (3/8), pukul 08.30 s.d. 12.00 wita di Wantilan Gedung Pers Ketut Nadha (Bali TV), Denpasar. Menghadirkan pembicara Ir. Agung Bawantara (penulis cerita anak) dengan materi “Teknik Komunikasi melalui Dongeng” dan dr. AA Sri Wahyuni, Sp. KJ (psikiater) dengan materi “Keeping Children Safe”. –rls
Kunjungan ke Janda Veteran
Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali, melakukan kunjungan ke janda Veteran I Gusti Ngurah Rai, Desak Putu Kari (90), Kamis (31/7). Ketua PD INTI Bali Sudiarta Indrajaya mengatakan, kegiatan berkunjung kepada para janda pahlawan dan para veteran pejuang merupakan wujud penghormatan atas jasa-jasanya sehingga bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia mengatakan, sebelum mengunjungi janda pahlawan I Gusti Ngurah Rai, pihaknya juga mengunjungi janda tokoh veteran Bali Letnan Kolonel (Purn) I Gusti Made Oka Erlangga, yaitu Gusti Ayu Sunariati. “Dalam pertemuan di rumah Pak Oka Erlangga, kami juga menghadirkan sejumlah tokoh veteran lainnya antara lain pak Sardja Budaya. Kami mengunjungi istri Pak Oka Erlangga untuk menyerahkan bingkisan dan uang santunan dukacita atas meninggalnya Pak Oka Erlangga 4 Juli lalu,” ucap Sudiarta Indrajaya yang didampingi sekretarisnya Made Astika beserta pengurus lainnya. Saat mengunjungi Ibu Desak Putu Kari, rombongan INTI juga bertemu dengan janda Kolonel Wisnu, yakni Ida Ayu Made Oka Tirtha. “Kegiatan Bakti Bagimu Negeri’ tahun ini adalah sebagai program unggulan pengurus INTI yang sudah kami lakukan sejak berdirinya organisasi tersebut tahun 2007,” ucapnya. Sudiarta Indrajaya menambahkan puncak acara “Bakti Bagimu Negeri” akan diselenggarakan bertepatan dengan HUT ke-69 Kemerdekaan Indonesia di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli. “Kegiatan tersebut akan diisi acara pengobatan gratis bagi para veteran pejuang kemerdekaan dan penyerahan bingkisan,” katanya. –Wirati Astiti
Grand Opening Bali Tangi Spa dan Rumah Loloh
Grand Opening Bali Tangi Spa dan Rumah Loloh, Jumat, (1/8) di Jalan Tukad Unda III No. 2 Renon Denpasar. Selain menyediakan jasa untuk relaksasi dan sehat dengan bahanbahan herbal, di tempat ini juga tersedia beragam produk organic, seperti beras, sayur, buah-buahan dan beragam produk lainnya. Menurut Made Yuliani dan I Wayan Sukhana sang pemilik, keberadaan Bali Tangi Spa dan Rumah Loloh ini, juga ingin mengajak masyarakat kembali ke masa lalu untuk hidup sehat dengan loloh. –Sri Ardini
I Wayan Shukana dan Made Yuliani
22
Metropolitan
4 - 10 Agustus 2014
Libur Lebaran
Libur Satwa Bergeser Jakarta memang tampak lengang pada masa libur Lebaran. Tapi tidak, jika Anda berada di sejumlah kawasan tempat hiburan favorit di Jakarta. Setidaknya selama libur Lebaran ini ada empat tempat liburan favorit masyarakat Jabodetabek (Jakarta,Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi), yakni; Taman Margasatwa Ragunan di Pasar Minggu Jakarta Selatan, Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta Timur, Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara dan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat.
N
amun, dari empat tempat hiburan utama ini, yang paling padat dan paling membludak pengunjungnya adalah Taman Margasatwa Ragunan atau dikenal dengan sebutan Kebun Binatang (KB) Ragunan. Kalau pada weekend, jumlah pengunjung ratarata hanya 30.000 orang, maka pada liburan Lebaran melonjak drastis hingga mencapai seratus ribu lebih. Itu terlihat pada Lebaran hari kedua (29/7), ketiga (30/7) dan keempat (31/7). Rekor tertinggi jumlah pengunjung adalah pada hari ketiga (30/7) yang mencapai 166.796 orang. Jumlah ini melebihi libur Lebaran tahun lalu, dimana rekor tertinggi adalah 144.000 pengunjung. “Jumlah pengunjung H+3 adalah
puncak tertinggi selama Lebaran,” ujar Wahyudi Bambang, Humas KB Ragunan. Tak heran kalau lalu-lintas kawasan KB Ragunan menjadi macet parah, sehingga pihak kepolisian terpaksa membuat pengaturan lalu lintas khusus untuk mengurai kemacetan. Lalu lintas yang biasanya dua arah dibuat menjadi satu arah. Upaya ini lumayan membuat kondisi menjadi lebih baik, meski tetap saja padat. Menurut Wahyudi Bambang, membludaknya pengunjung saat libur Lebaran, sudah diantisipasi oleh pihak pengelola. Setidaknya, ratusan petugas dikerahkan, baik untuk memberi informasi pada pengunjung, keamanan dan kebersihan. Jumlah petugas kebersihan adalah yang terbanyak, yakni mencapai
300 orang. Hal ini agar KB Ragunan, meski dikunjungi ribuan orang setiap harinya, tetap bersih sehingga pengunjung pun nyaman. Di luar itu, klinik-klinik kesehatan juga disiapkan bagi pengunjung yang membutuhkan. “Kami juga menambah areal parkir , loket tiket darurat, mus hola, klinik kesehatan juga posko keamanan, dll. Untuk loket, kalau hari biasa hanya buka delapan loket maka pada libur Lebaran dibuka 32 loket agar masyarakat tidak harus mengantri lama,” tambahnya. Selain itu, ratusan polisi juga ikut membantu, baik untuk keamanan maupun mengatur arus lalu lintas seputar kawasan.
LIBURAN MURAH MERIAH Memang tak mengherankan kalau KB Ragunan, Pasar Minggu, menjadi tempat paling favorit untuk liburan keluarga bagi masyarakat Jabodetabek. Letaknya relatif tak jauh dari pusat kota, hanya 20 km. Taman seluas 147 hektare yang dihuni oleh lebih 2.000 ekor satwa ini juga terasa asri dan nyaman karena ditumbuhi oleh 50.000 pohon. Memasuki KB Ragunan ibarat memasuki sebuah hutan tropis mini yang di dalamnya terdapat keanekaragaman hayati yang memiliki nilai konservasi tinggi. Tapi tentu saja, bukan karena
Planten en Dierentuin BERBICARA tentang Taman Margasatwa Ragunan, agaknya kurang afdol kalau tidak menyinggung tentang sejarah berdirinya kebon binatang yang terletak di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tahukah Anda kalau kebon binatang ini usianya hampir mencapai 150 tahun. Ya, memang sudah tua! Berdasarkan catatan sejarah, kebon binatang ini didirikan pada tanggal 19 September tahun 1864 di Batavia (kini Jakarta ) dengan nama “ Planten en Dierentuin “. Ketika pertama kali didirikan, pusat satwa ini dikelola oleh perhimpunan penyayang
flora dan fauna Batavia (Culture Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia ). Sebelum dipindahkan ke Ragunan, kebun binatang ini berada di pusat kota, tepatnya, di Jl Cikini Raya No 73. Tanah seluas 10 hektare di Cikini Raya itu, merupakah hibah dari pelukis terkenal, Raden Saleh. Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1949 namanya diubah menjadi Kebun Binatang Cikini. Pesatnya perkembangan Jakarta, di sisi lain kebun binatang ini pun harus berkembang, akhirnya diputuskan dipindahkan
ke kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ketika dipindahkan, jumlah koleksi KB Cikini itu sekitar 450 hewan. KB Ragunan yang pada awalnya menempati areal seluas 30 hektare ini, diresmikan oleh Gubernur Jakarta, Ali Sadikin pada 22 Juni 1966, bertepatan dengan HUT Jakarta. Saat itu Gubernur Ali Sadikin memberinya nama Taman Margasatwa Ragunan. Saat ini luas Taman Margasatwa Ragunan mencapai 147 hektar dengan koleksi satwa 2101 ekor satwa dari 220 spesies. –Diana Runtu
tkh/ist
itu saja membuat masyarakat tertarik datang ke sana. Sudah barang tentu, karena tarif masuk yang murah meriah. Dijamin kantong Anda tidak ‘jebol’ meski mengajak keluarga dan para saudara datang ke sana. Tarif masuk KB Ragunan hanya Rp 4.500 untuk dewasa dan anak-anak Rp 3.500. Dengan harga tiket yang murah itu, pengunjung bukan hanya menikmati koleksi hewan ---dari yang jenis biasa sampai hewan langka--- tapi juga atraksi-atraksi menarik. Nah, kalau memiliki uang lebih, maka ada fasilitas menarik lainnya yang bisa dinikmati. Misalnya, ingin menunggang kuda, onta atau gajah berkeliling taman margasatwa. Tarifnya pun lumayan murah, Rp 5.000 untuk kuda, dan Rp 7.500 untuk onta dan gajah. Ini akan menjadi menjadi pengalaman menarik bagi pengunjung. Tak lupa Anda bisa ber- ‘selfie’ ria dengan binatang-binatang ini. Jika Anda ingin masuk ke Pusat Primata Schmutzer, dikenakan tarif Rp 7.500 khusus di hari raya, pada hari biasa tarifnya hanya Rp 6.000. Libur Lebaran memang menjadi pengecualian. Kalau biasanya--- sejak Februari 2014 lalu--- setiap hari Senin KB Ragunan tutup maka Senin lalu (28/7) yang bertepatan dengan Idul Fitri, KB Ragunan tetap buka. Menurut Wahyudi Bambang, hari libur satwa memang ditetapkan hari Senin namun prakteknya, apabila hari Senin bertepatan dengan libur nasional atau hari raya besar lainnya, maka hari libur satwa pun diundur atau diganti dengan hari lain. Meskipun satwa libur, namun para petugas tetap bekerja seperti biasa. Pada hari libur itu, satwa-satwa mendapat perawatan seharian penuh. Selain itu, para petugas juga melakukan pembenahan areal KB Ragunan seperti memangkas pohon, membersihkan kandang, dll. Intinya, hari libur itu selain memberi kesejahteraan satwa juga membuat KB Ragunan tetap nyaman dikunjungi. –Diana Runtu
3
Tiga Srikandi Peduli Pembangunan Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra, Ny. Antari Jayanegara, dan Ny. Kerti Rai Iswara adalah tiga sosok pemegang kendali organisasi yang merupakan mitra strategis pemerintah Denpasar dalam program-program kemasyarakatan yang aktual dan dilaksanakan dengan optimal.
K
Masyarakat berbondong bondong kunjungi Taman Margasatwa Ragunan
Sosialita
4 - 10 Agustus 2014
ekompakan Ke tua Dekranasda, TP PKK dan K3S Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra, bersama Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara sudah teruji dengan jalinan kerjasama yang baik dan biasa mereka lakukan selama ini dalam melakukan pengabdianya untuk masyarakat. Salah satu program pemerin tah dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui usaha-usaha kecil menengah, juga menjadi salah satu perhatian. Selama ini, tercatat sudah dilaksanakan dan menjadi agenda yang terus akan dijalankan adalah mengembangkan tenun ikat Bali yang bernama endek. Para desainer Ko t a D e n p a s a r sudah pula unjuk kreativitasnya melalui karya –karyanya dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-XXVI di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, belum lama ini. Para Duta Endek Kota Denpasar pun tak ketinggalan menampilkan keindahan dan keunikan busana –busana endek yang dibuat oleh desainer dan pengrajin Kota
Denpasar. Semua busana yang ditampilkan, mulai dari busana adat ke Pura, busana adat penganten dan busana modifikasi menyertakan endek, karya desainer Kota Denpasar. “Kreasi motif tenun ikat garapan salah satu pengrajin Kota Denpasar, Sekar Jepun memang tampil beda dan khas, sangat sulit untuk disamai,” puji Ny. Selly Mantra. Untuk itu, istri Wali Kota Denpasar ini mengharapkan kedepannya Kota Denpasar bisa menjadi pusat mode, yang membawa endek ke arah fashion berwawasan budaya. Bahkan selama ini para desainer Kota Denpasar sudah memperkenalkan endek
bukan hanya tingkat Provinsi tapi juga ke event nasional. DUTA ENDEK Menyadari endek merupakan
Ny Selly. D. Mantra, Ny. Antari Jayanegara dan Ny. Kerti Rai Iswara dalam sebuah kesempatan acara Pemiliha Putra Putri Tunarungu di Jakarta
salah satu produk bernilai kearifan lokal, dan dipandang mampu menjadi produk unggulan masa depan Bali. Maka, Denpasar, sebagai ibu kota Provinsi Bali dan merupakan pusat pemerintahan, ekonomi serta pendidikan, memiliki pe luang besar untuk terus mengangkat industri krea tif seperti endek sebagai produk lokal unggulan. Bentuk upaya promosi lainnya juga dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar, melalui Dekranasda dan Disperindag juga dilakukan dengan membentuk Duta Endek. Untuk tahun ini pemilih an Duta Endek kembali digelar. Pendaftarannya masih terbuka hingga 23 Agustus 2014. Puncak acara akan diselenggarakan di Gedung Ksirarnawa pada 2 Oktober mendatang.
Kini, kepada para pengrajin, Dekranasda terus melakukan araha n pengembangan motif, memperluas inovasi produk f ashion serta rutin menye lenggrakan pelatihan–pelatihan SDM. “Persoalan saat ini yang cukup mendesak adalah kurangnya SDM,” ujar Selly Mantra yang diamini oleh Ny. Antari Jayanegara dan Ny. Kerti Rai Iswara yang bersama komit mengenakan endek di berbagai kesempatan ini. Berikutnya melalui berbagai event, juga telah dilahirkan de sainer-desainer muda, yang diharapkan dengan telenta yang dimiliki mereka, yang akan maju untuk membantu memperkenalkan fashion endek yang ber wawasan budaya. Endek, berhasil digarap menjadi produk yang tidak ketinggalan zaman dan tetap menjadikan pilihan untuk tampil lebih trendi dan fashionable. Selanjutnya sebagai Ketua K3S Kota Denpasar juga sudah sangat banyak yang dilakukannya, seperti memotivasi para difabel untuk tetap berkarya dan berkreativita. Mereka telah menggarap album VCD untuk tunanetra, membuat film untuk anak tunarungu. Tahun ini juga kembali akan dilaksanakan”Pemilihan PutraPutri Tunarungu”. Selain itu te ngah digarap sebuah buku tentang perjalanan hidup seorang anak difabel, yang bernama Ayu Diah, seorang anak tunadaksa. “Buku ini ditulis sendiri oleh Ayu. Tujuan diterbitkannya buku ini adalah untuk memotivasi anak-anak yang lain untuk tetap bisa semangat walaupun mereka dalam kondisi kurang lengkap,” kata Ny. Selly dan menambakan K3S juga tetap melakukan pelatihan untuk para difabel seperti para tunanetra diberikan latihan memijat. Tahun ini mereka mendapatkan program pelatihan pijat refleksi. Tujuannya mereka bisa memberikan jasa pijat sesuai dengan yang sedang digemari atau tren saat ini, agar tidak ditinggal
pelanggan mereka. Para tunarungu mendapatkan pelatihan mengenai keterampil an merangkai bunga, sehingga mereka nantinya bisa bekerja di florist-florist yang menjamur di kota Denpasar. Akan lebih baik lagi jika mereka bisa membuka usaha sendiri. Seperti dari pelatiha n salon yang pernah diberikan, diantara mereka yang sudah bisa buka salon sendiri. POLA SINERGI Dalam hal memberikankan bantuan kepada penyandang disabilitas juga lansia di Kota Denpasar, seperti kursi roda, alat bantu dengar dan tongkat kaki empat dengan menyerahkan langsung kepada penyandang disabilitas dan lansia ini, K3S juga menjalin kerjasama dengan WHDI Kota Denpasar yang dipimpin Ny. Antari Jayanegara. Bantuan kepada para penyandang cacat, juga diberikan dalam bentuk motivasi dengan mengajak mereka tirtayatra serat mengunjungi tempat rekreasi. Ini, demi lebih mening katkan kemandirian mereka serta meningkatkan semangat menjalani kehidupan seharihari. Setiap tahunnya juga dalam meningkatkan kreativitas peyandang cacat juga digelar kegiatan peringatan Hari International Penyandang cacat (Hipenca). Begitu pula DWP Kota Denpasar yang diketuai Ny. Kerti Rai Iswara, organisasi istri PNS ini juga turut mendukung suami dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan, juga bersama-sama dengan orga nisasi lainnya secara harmonis menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk program kesejah teraan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Salah satunya DWP selalu bersinergi dengan TP PKK Kota Denpasar dalam melaksanakan Posyandu.–ard
4
Inspirasi
4 - 10 AGUSTUS 2014
dr. Debora Murthy
Liburan Idul Fitri di NTB
Bangga Jadi Dokter LSM
Berkarya sebagai dokter di LSM adalah mewujudkan mimpinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan kesehatan. Demikian dituturkan dr. Luh Debora Murthy, Ketua Yayasan Maha Bhoga Marga ( MBM) ini.
P
erempuan kelahiran 6 Juli 1967 ini mengatakan, saat masih ba��� lita sampai berusia 10 tahun ia sering sakit batuk bahkan sampai sesak napas. “Orang tua saya keluarga sederhana, bapak seorang pendeta dari gereja kecil yang tidak mempunyai penghasilan tetap dan ibu seorang guru SD. Saya melewati masa kecil di Singaraja. Mungkin karena keuangan keluarga, saat sakit saya tidak segera diajak berobat. Saya baru berobat kalau sudah parah, bahkan kalau bibir saya sudah biru karena sesak napas. Berobat selalu ke dr. Sumarma, di Jalan Sawo. Situasi itu membekas di hati saya. Saya mengatakan pada orangtua saya, kelak saya ingin menjadi dokter dan membantu orang-orang miskin untuk bisa mendapat peng obatan,” kata dr. Debora. Setamat SMA, ia akhirnya mendaftar di Fakultas Kedokteran Unud, dan mulai kuliah tahun 1986 (angkatan Octavus) dan menyelesaikan studi tahun 1992. Tamat dokter, ia mengajukan PTT ke Papua. Namun, karena suaminya, Herman Adhiwirawan, tidak mengijinkan, Debora meng ulang kembali pengajuan PTT di
dr. Luh Debora Murthy
Bali. “Saya ditugaskan di Puskesmas Kubutambahan II. Desadesa yang menjadi wilayah kerja adalah desa-desa pertanian subur penghasil penghasil buah-buahan, cengkih, kopi, dan berlimpah curah hujan. Tetapi di tanah yang kaya ini banyak keluarga hidup dalam kemiskinan. Mereka adalah petani-petani gurem, yang hanya mengelola lahan pertanian sempit, bahkan hanya buruh tani.
Penghasilan terbatas, tapi banyak yang hobi judi dan mabuk. Seringkali di malam hari saya didatangi oleh kelompok masyarakat yang datang membawa orang-orang yang kecelakaan karena mabuk,” kata dr. Debora. Ia menyatakan, masalah kesehatan di wilayah ini adalah penyakit-penyakit infeksi seperti diare, TBC, bahkan kusta, namun banyak juga kasus-kasus kencing manis, stroke, dll, yang merupakan penyakit-penyakit gangguan metabolisme akibat pola hidup yang tidak sehat. Bukan hanya itu, beberapa kali ia bersama polisi melakukan visum et repertum untuk kasus-kasus bunuh diri dengan korban gantung diri. Juga, masih banyak kejadian kematian ibu dan bayi yang ditangani oleh tenaga nonmedis seperti dukun. Hal ini, dialami keluarga-keluarga mis kin. Mereka terlambat mengambil keputusan dan pertolongan. Saat ia melakukan audit atas kematian ibu dan bayi, kejadian fatal ini sering terjadi karena ba nyak perempuan di desa yang tak bisa mengambil keputusan secara cepat. “Mereka harus menunggu persetujuan keluarga terutama suami. Selain karena budaya patriakal juga karena umumnya
Kegiatan dr. Luh Debora Murthy dalam pemberdayaan masyarakat
Mandalika
4 - 10 AGUSTUS 2014
21
Masyarakat Lokal Serbu Pantai Kegiatan dr. Luh Debora Murthy dalam pemberdayaan masyarakat
perempuan tidak memegang uang,” kata Debora. Setelah merasakan peng alaman sebagai dokter PPT di Puskesmas Kubutambahan II dan Mengwi, tahun 1996, ia sempat menjadi dokter hotel untuk melayani wisatawan asing. Tahun 1998, ia bergabung de ngan Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM). Kegiatan yang dilakukan Yayasan MBM ada dua hal utama yakni pemberdayaan masyarakat melalui sektor ekonomi dan kese hatan serta advokasi kebijakan publik pro poor dan adil gender. “Untuk fokus dalam pemberdayaan ekonomi adalah pendam pingan keluarga miskin khususnya di bidang pertanian dan usaha kecil melalui pendampingan teknis dan modal usaha. Pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehat an fokus pada kesehatan reproduksi perempuan dan HIV/AIDS. Sementara, advokasi kebijakan dilakukan melalui dukungan terhadap desa dan kabupaten untuk membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dalam pembangunan sehingga pembangunan berpihak pada keluarga miskin, perempuan, dan anak,” kata dr. Debora. Ia menegaskan, sebagai bagian dari komitmen MBM dalam jejaring Forum Mitra Kasih untuk penanganan kasus-kasus kekeras an dalam rumah tangga (KDRT) di Bali, ia sudah memiliki rumah aman atau selter. ”Rumah aman ini adalah bagian dari komitmen kami, MBM, dalam jejaring Forum Mitra Kasih. Fasilitas ini kami siapkan untuk korban dan saksi KDRT
yang kondisinya tidak aman di lingkungannya,” ucap dr. Debora. Saat ini, walaupun, ia sibuk di dalam kegiatan sosial, ia juga tetap buka praktik dokter yang melayani para tetangga di perumahan tempat tinggalnya yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Selain itu, ia juga membantu di Rumah Sehat MBM untuk layanan kesehatan. ” Kalau kebetulan tidak ada dokter yang bertugas karena ke lapangan atau cuti, saya yang mengantikan mereka sementara,” kata putri pasangan I Wayan Radeg Moerthy dan Ni Nyoman Sarmi ini. Selain aktif dalam kegiatan LSM, Debora juga terjun ke bidang kerohanian. Periode 2012 – 2016, ia terpilih sebagai Ketua Umum Persekutuan Wanita Gereja Bali “Dian Kristawati”. “Saya merasa perlu dan penting menggerakkan organisasi wanita untuk terlibat dalam gerakangerakan sosial. Saat ini Dian Kris tawati aktif dalam Gerakan Bali Clean and Green, pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, dll,” jelasnya. Kesibukan lainnya, ia diminta Dinas Sosial Pemkab. Badung sebagai Ketua Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga Sekar Jepun Badung. Ia juga dipercaya sebagai koordinator daerah Program SAPA (Strategic Alliance for Poverty Alleviation) di Bali yang merupakan program Kemenkokesra untuk penanggulangan kemiskinan dalam kemitraan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dengan LSM internasional, nasional, dan lokal. Ia mengatakan, ada harapan untuk pribadi yang belum bisa ia wujudkan yakni ingin melan jutkan pendidikan S-2 untuk Ilmu Kesehatan Masyarakat atau Perencanaan Kebijakan Publik dalam Penanggulangan Kemis kinan. Ia berharap suatu saat bisa menjadi konsultan untuk menangani bidang-bidang tersebut. ”Saya bermimpi suatu saat MBM bisa menjadi lembaga swadaya masyarakat yang efektif dalam melakukan pendampingan untuk masyarakat tapi juga rujukan konsultasi pemerintah mulai dari tingkat daerah sampai pusat terutama dalam kesejahteraan masyarakat miskin. Saya sangat berharap, gereja dan lembaga-lembaga keagamaan di Bali menjadi mitra pemerintah dan motor dalam membangun gerakan sosial di Bali,” kata istri Ir. Gede Herman Adhiwirawan ini. -Wirati Astiti
Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah yang jatuh tanggal 28 Juli 2014, baru saja dirayakan oleh umat Islam seluruh dunia. Kebahagiaan menyambut hari kemenangan itu meriah dengan berbagai aktivitas baik keagamaan seperti Shalat Idul Fitri maupun aktivitas sosial lainnya. Mulai dari mudik alias pulang kampung, nyekar ke makam-makam orangtua dan keluarga, bermaaf-maafan, saling mengunjungi keluarga, hingga tetangga dan sahabat. Usai seluruh aktivitas tersebut, biasanya selalu disertai dengan mengunjungi tempat-tempat wisata untuk berlibur.
H
al ini serempak dilakukan umat muslim di manamana, termasuk di Bima, Nusa Tenggara Barat. Sebagai salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat, Bima memiliki cukup banyak potensi alam dan tempat liburan yang biasa padat dikunjungi masyarakat lokal, khususnya di musim liburan maupun hari raya seperti ini. Beberapa di antaranya yang sangat padat pengunjung adalah Pantai Kalaki, Pantai Lawata, Madapangga yang merupakan kolam alam yang terbentuk dari mata air, kolam renang alam yang ada di Kecamatan Wawo, hingga beberapa lokasi kolam renang seperti yang ada di sekitar Pantai Ule dan Pantai Kalaki. Tempat-tempat wisata tersebut tak perlu menanti kunjungan wisatawan asing atau dari luar daerah untuk meramaikannya. Sudah dapat dipastikan, ratus an bahkan ribuan orang lokal akan menyerbu tempat-tempat
wisata ini tiap liburan tiba, khususnya saat hari raya seperti ini. “Tiap hari setidaknya selama satu minggu setelah hari raya Idul Fitri, pantai ini sangat ramai dikunjungi warga dari segala arah Kota Bima dan Kabupaten Bima,” ungkap Basri, salah seorang pedagang makanan ringan dan pemilik tempat penyewaan ban untuk mengapung di Pantai Kalaki, Bima. Di sepanjang Pantai Kalaki yang terletak sekitar 20 menit dari pusat Kota Bima arah ke Dompu ini, para pedagang dan penjual makanan ringan dan berbagai kebutuhan lainnya berderet rapi di seberang jalan dari pantai. Mereka ini adalah penduduk yang tinggal di depan dan sekitar pantai tersebut. Sementara itu, di deretan pinggir pantainya sendiri, penduduk membangun semacam berugak sederhana yang biasa disebut salaja dalam Bahasa Bima, yang disewakan kepada para pengunjung. Selain yang dibangun penduduk setempat, ada beberapa salaja yang tampak bagus dan
rapi yang sengaja dibuat Pemerintah Daerah Bima sebagai fasilitas bagi pengunjung. Karena jumlahnya yang terbatas itulah, yang menginspirasi penduduk setempat membuat salaja untuk disewakan, karena para pengunjung memang sangat membutuhkannya sebagai tempat berteduh sambil menunggu anak-anak dan keluarga mereka berenang di pantai. Salaja dibuat dengan sangat sederhana dari bambu dan kayu pepohonan yang ada di sekitar pantai dan perbukitan di tempat itu. Atapnya ditutupi dengan terpal yang menurut para pemilik salaja ini seringkali diganti ketika musim angin datang karena selalu tercabik-cabik diterpa angin laut yang kencang. “Ongkos sewa salaja inilah yang kami pakai untuk merawat dan mengganti atap dan kayu serta bambu yang lapuk juga rusak,” kata Aminah, pemilik salaja sewaan ini. Salaja ini dibuat sebagai tempat istirahat dan berteduh dari panas, biasanya disewa oleh me reka yang datang bersama keluarga. “Harga sewanya hanya Rp 10.000 sekali pakai,” kata Aminah. Uniknya, tidak ada patokan waktu dari harga sewa semurah itu. “Ka mi bisa memakainya dari saat kami datang hingga kapan pun kami pulang, sekali pun hingga sore hari,” kata Yana, salah seorang pengunjung yang memfavoritKolam renang sekitar Pantai Ule yang terletak di atas perbukitan menjadi salah satu pilihan masyarakat kan Pantai Kalaki mengisi libur lebaran.
sebagai tempat liburan bersama keluarganya. Alternatif lokasi berwisata lainnya di beberapa kolam renang dengan harga murah terjangkau, yakni di sekitar Pantai Ule Kota Bima. Dengan tiket masuk Rp 10.000, bisa berenang sepuasnya. Lokasi kolam renang yang berada di ketinggian perbukitan ini, menampakkan dari kejauhan Pelabuhan Bima. Pemandangan alamnya terlihat apik karena tidak hanya Pelabuhan Bima yang bisa dilihat melainkan juga beberapa bagian Kota Bima dan Pantai Ule. Berkunjung ke Bima, sebenarnya tidak hanya di lokasilokasi wisata masyarakat lokal saja, melainkan bisa sekalian mengenal kuliner dan potensi alam Bima yang lain. Mulai dari salah satu kuliner khas Bima, yakni minasarua yang terbuat dari tape ketan dengan kuah dan rempah-rempah yang bisa menghangatkan tubuh. Tempatnya di Kampung Sumbawa, Bontokape di Kecamatan Bolo, sekitar 40 menit dari Kota Bima arah Dompu. Di kampung ini secara turun-temurun masyarakatnya menjadi pembuat dan penjual minasarua. Uniknya, minasa rua bisa dinikmati langsung di rumah-rumah penduduk di sini. Kebanyakan minasarua dijual di rumah masing-masing. Beberapa sentra kuliner juga ada di Bima seperti sentra pembuatan kue khas Bima, pangaha bunga di Desa Kananga di Bolo. Pangaha bunga juga merupakan kuliner khas yang secara turuntemurun dibuat dan dijual penduduk. Warga Kananga hampir seluruhnya memiliki usaha ini. Demikian juga dengan kuliner kagape, soto khas Bima dan juga karawiti yang terbuat dari kulit
sapi yang ada di desa Dorowila dan Kampung Sigi, Sila Bolo. Semua kuliner tradisional ini diproduksi langsung di rumahrumah penduduknya. Dari kampung minasarua ini, 10 menit kemudian menuju arah ke Bima Kota, masih di kecamatan yang sama Desa Muku, dapat dijumpai berpetakpetak empang berisi budidaya bandeng yang juga dikelola oleh masyarakat Bima. Dari sanalah bandeng gurih Bima berasal. Selain memelihara bandeng, masyarakat setempat juga dikenal sebagai pembuat garam. Muku memang dikenal sebagai sentra penghasil garam di Bima. Bima memang termasuk daerah yang memiliki banyak lokasi kuliner dan kekayaan alam yang lumayan kaya jika dikelola dengan baik. Namun begitu, kekhasan dan keaslian kuliner tradisional Bima, masih tetap terjaga, baik rasa maupun cara pengolahannya. Dan, kuliner-kuliner khas ini masih tetap dicari hingga saat ini, baik oleh masyarakat lokal maupun mereka yang telah lama meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke luar daerah dan merindukan kuliner-kuliner khas ini saat pulang mudik lebaran. Demikian pula dengan lokasilokasi wisata yang meskipun belum dikelola dengan maksimal, tetap saja memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. “Karena kami membutuhkan tempat refreshing yang murah meriah, maka tidak ada pilihan lain selain mengunjungi objekobjek wisata yang dekat dan murah serta mudah dijangkau,” ungkap Rohani, salah seorang pengunjung Pantai Kalaki. -Naniek I. Taufan
20
Nine
4 - 10 AGUSTUS 2014
Bobo Mee
Penyampai Pesan Tradisional Usai lebaran merupakan waktu yang banyak dipilih masyarakat Bima untuk menyelenggarakan acara pernikahan. Karena itu, satu atau dua hari setelah hari raya Idul Fitri, undangan pernikahan mulai berdatangan. Gedung-gedung mulai penuh dengan acara pernikahan. Kampung menjadi meriah dengan persiapan menuju resepsi demi resepsi pernikahan. di Bima. Uniknya, di Desa Rato Kecamatan Bolo, Bima, jasa pengantar kabar tradisional ini masih dipakai hingga saat ini. Adalah Habibah yang lebih dikenal dengan nama Bobo Mee, perempuan berusià 63 tahun ini, yang kini meneruskan tugas seorang pengantar kabar tradisional yang sangat terkenal di kampung ini, yang biasa dipanggil Dua Rao, yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Meski sudah ada undangan, jasa pengantar kabar tradisional ini, di sini masih diperlukan. “Sejak Dua Rao tidak kuat lagi jalan, saya yang menggantikan Dua Rao, mengantar kabar dari satu rumah ke rumah lainnya,” ungkap Bobo. Dua Rao memang telah menjadi semacam legenda penyampai kabar di kampung ini. Semasa hidupnya, tiap kali ia lewat, orang kampung sudah mengetahui akan ada hajatan di kampung tersebut. Maka ia akan mulai mampir beberapa menit dari satu teras ke teras lainnya. Berpindah-pindah untuk mengabarkan pada ibu-ibu sekampung itu. Saking terkenalnya almarhum, ia sampai dijuluki, Dua Rao Boe Pidu. Artinya Dua Rao Pukul Tujuh. Hal ikhwal mengapa ia disebut de ngan julukan itu adalah, karena tiap kali ia datang memberi kabar selalu diawali dengan kalimat, nembana atau mai karonggako amanat dari ibu....naisi boe pidu teka ra nee, didis made rawina. Arti nya, saya datang menyampaikan salam hormat atau amanat dari ibu.... bahwa besok jam tujuh acara teka Habibah yang dikenal dengan nama Bobo Mee, ra nee dan lusa pengantar kabar tradisional
Bobo Mee saat menyampaikan kabar hajatan pada ibu-ibu di RT 05 Desa Rato
hari H-nya. Sembari menyampaikan hal tersebut, ia juga akan menyampaikan acara apa yang akan diselenggarakan, apakah itu perkawinan, sunatan atau ngunduh mantu yang dalam bahasa Bima disebut ao rido, atau acara lainnya. Dan kini, Bobo menjadi penerus generasi pengantar kabar tradisional itu. Ia menjalankan profesinya ini tidak kurang dari sepuluh tahun belakangan ini. Meski tidak meneruskan kalimat dan ciri khas Dua Rao, ia mulai dikenal seperti halnya pendahulunya itu. Tiap kali ia lewat, ibu-ibu sudah bisa menebak bahwa ia datang untuk mengantar kabar. Ia akan berjalan menemui ibu-ibu untuk mengantarkan kabar sambil mengenakan jilbab khas suku Mbojo, Rimpu. Wilayah kerja nya meliputi empat RT di Di Desa Rato. Ia akan beruntung ketika bertemu dengan ibu-ibu yang biasa sedang berkumpul di salah satu rumah warga, sehingga ia tidak perlu mendatangi tiap rumah dari para ibu yang sudah ada di tempat itu. Ia akan menyampaikan kabar tersebut sekaligus kepada mereka. Ia akan melakukan perjalanan itu di pagi hari lalu beristirahat dan dilanjutkan siang atau sore hari. “Jika banyak tempat dan RT yang harus saya datangi, bisa sampai dua hari saya jalan,” ujarnya. Tidak ada kata malas dalam kamus Bobo saat menjalankan profesinya ini. Tanggung jawab akan tugasnya ini ia jalani se penuh hati. Nyaris tak satu rumah pun ia lewati dengan sengaja dalam menjalankan
tugasnya ini. Jika ada rumah yang ia datangi dan kebetulan pemilik rumah sedang tidak ada di rumah maka ia akan meminta bantuan agar tetangga terdekat orang tersebut untuk menyampaikan hal tersebut. “Karena ini amanat, jadi saya harus menyampaikannya secara langsung. Namun jika tidak dapat bertemu, saya minta bantuan tetangga terdekatnya untuk menyampaikannya,” jelasnya. Pengantar kabar tradisional ini di Desa Rato masih dibutuhkan. Meski pun undangan berupa secarik kertas telah disebar, pemilik hajatan masih banyak yang tetap menggunakan jasa Bobo dan penyampai pesan tradisional lainnya. “Rasanya lebih afdol jika kabar acara itu disampaikan lagi secara langsung oleh Bobo Mee,” kata Sri, salah seorang warga yang pernah memakai jasanya. Rupanya masyarakat di sini masih memegang nilai-nilai kekeluargaan dalam hal ini. Sehingga tidak cukup undangan kertas yang dikirim, warga juga mengirim Bobo Mee untuk menyampaikan kabar hajatan tersebut secara langsung. “Ada juga kekhawatiran undangan kertas tidak sampai atau tidak sempat terbaca, sehingga kabar tersebut tetap diketahui warga melalui Bobo Mee atau penyampai kabar tradisional lainnya,” kata Hj. Itam, warga Desa Rato. Kabar yang dibawa oleh pengantar kabar tradisional ini adalah acara yang berkaitan dengan ibu-ibu, yakni teka ra nee. Yaitu acara khusus untuk ibu-ibu yang datang pada hari menjelang akad nikah atau su-
natan. Mereka biasanya datang membawa beras, uang atau pun keperluan lain untuk hajatan seperti gula dan lainnya. Sekalian menghadiri dan menemani pe ngantin perempuan sebelum dan sesudah akad nikah berlangsung. Teka ra nee juga dilakukan saat acara sunatan. Uniknya lagi, dalam menyampaikan kabar berkeliling kampung, ibu empat anak ini selalu berjalan kaki. Tak kenal lelah dan bosan, ia lakoni aktivitasnya ini dengan senang hati. Meski ia mendapat “bayaran” pun secara tradisional seperti beras, gula dan juga uang serta lainnya, ia melakukan tugas dan tanggung jawab itu dengan sungguhsungguh. Ia sendiri tidak pernah memasang tarif berapa harga yang harus dibayar atas jasanya ini. “Seikhlas pemilik hajatan saya terima berapa pun jumlahnya,” katanya. Inilah salah satu profesi perempuan tradisional di Bima. “Janji” pahala dengan banyak bersilaturahmi menemui orangorang membuatnya tetap bersemangat melaksanakan tugasnya ini. Ia tidak tahu sampai kapan tugas ini akan dijalaninya. Yang pasti semangatnya tetap menyala sebagai penyampai pesan dan kabar tradisional. Jasanya menyambung silaturahmi inilah yang membuat ia dikenal. Di Desa Rato, selain Bobo, beberapa perempuan lainnya juga menjalankan profesi yang sama, sebagai penyampai pesan tradisional ini. Sayangnya saat ini generasi muda belum ada yang tertarik menjadi generasi yang akan meneruskan tugas mulia ini. -Naniek I. Taufan
Inspirasi
5
Sophie Navita
Terapkan Pola Makan Raw Food “Anda pilih green smothies atau green juice?” ujar Sophie Navita kepada peserta cooking class with Sophie Navita beberapa waktu lalu di Pertiwi Bisma 1, Ubud. Beberapa peserta mengatakan green smothies lebih bagus karena masih mengandung serat. Beberapa peserta lain, lebih memilih green juice karena bisa langsung meminum ekstraksinya tanpa serat.
“K
D
i samping keluarga yang pun ya hajatan pernikahan yang sibuk menyiapkan berbagai kebutuhan acara, masyarakat juga ikut membantu terutama ibu-ibu rumah tangga. Satu orang lagi yang juga ikut sibuk tiap kali ada hajatan pernikahan digelar, si pengantar kabar tradisional yang akan mendatangi satu rumah ke rumah lainnya untuk membawa kabar dari pemilik hajatan. Memang tugas dari pengantar kabar tradisional ini, tidak hanya mengantar kabar pernikahan melainkan juga kabar tentang sunatan atau ngunduh mantu atau lainnya. Dan, dalam mengantar kabar tersebut, ia akan menyebut si pemilik hajat an itu adalah ibu/perempuan yang berhajat, tidak menyebut nama keluarga yang biasanya laki-laki atau suami. Sejak teknologi maju, un dangan yang juga berfungsi sebagai pengumuman pernikahan atau hajatan lain banyak dipakai karena lebih praktis, tugas peng antar kabar tradisional ini secara umum tidak lagi banyak dipakai
4 - 10 AGUSTUS 2014
alau saya pilih kedua nya. Anda tidak mungkin kan mengonsumsi sayur dan buah sebanyak ini secara langsung? Tapi jika semua bahan ini dijadikan smoothies atau jus, pasti dalam beberapa tegukan langsung habis. Kandungan gizi yang masuk ke tubuh kita sama dengan yang tadi sebelum dijus,” paparnya. Artis yang kini memiki predikat chef untuk jenis makanan raw food ini mengawali sesi cooking class
AS, ketika satu-persatu keluarganya mulai sakit, bahkan anak laki-lakinya, Sergei Boutenko didiagnosis diabetes tipe 1 pada saat usianya 9 tahun. Ia berhasil sembuh total dengan mangadopsi pola makan raw diet alias mengonsumsi makanan mentah. Sementara, green juice juga campuran antara buah dan sayur hijau (plus batang) yang dimasukkan lewat juicer lalu diekstrasi sarinya dan diminum dengan minim serat, atau tak ada serat sama sekali. “Green juice mirip
Peserta cooking class menikmati smoothies buatan Sophie
tersebut dengan menjelaskan kedua jenis minuman tersebut. Greensmothies adalah minuman yang terbuat dari campuran sayur berdaun dan buah yang kemudian diblender dan hasilnya menjadi sebuah minuman hijau berserat tinggi dan bergizi baik. Green smothies dipopulerkan Victoria Boutenko, seorang imigran Rusia yang tinggal di
infus yang dimasukkan dalam tubuh dan memberikan efek segar dan bertenaga lagi karena tidak membebani saluran cerna,” ujarnya. Mengapa hanya sayur hijau? Lalu, bagaimana dengan sayur umbi (wortel,ketela) dan sayur bunga (kol, brokoli, dll.), apakan tidak bisa dijus? Untuk makanan yang satu ini, Sophie mengutip
Sophie Navita bersama peserta cooking class
Sophie Navita sebagai instruktur dalam cooking class
pemahaman food combaining, bahwa buah adalah makanan yang sangat egois. Karena, buah hanya dapat dimakan sendirian (kecuali dengan sayur berdaun hijau) pada perut yang kosong. “Jika ingin makan apa pun juga setelah itu, sebaiknya diberi jarak waktu 30 menit sampai 40 menit, untuk tidak membuat perut kembung,” ujarnya. Mengapa Sophie menerapkan raw food sebagai pola makan keluarganya, bahkan mengajak lebih banyak orang lagi dengan gerakan “Indonesia Makan Sayur”? “Dulu saya merokok dan minum. Perhatian saya terhadap kesehatan tinggi, tapi tidak mengerti caranya,” kisahnya. Niat itu kian mantap pasca meninggalnya bapak mertua dan nenek yang merawatnya sejak kecil. Dari sana ia berkesimpulan bahwa menjaga pola hidup sehat merupakan pilihan. Istri personel Band Jikustik, Pongky Barata ini pun mulai mencari tahu di internet jenis makanan berkelanjutan yang sehat yang bisa dikonsumsi manusia. Empat tahun lalu, perempuan berusia 39 tahun itu mulai mewujudkan keinginannya. Hal itu diyakini sebagai pola diet yang paling sehat dan masuk akal. Tidak hanya untuk menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga pola makan sehat. Langkah pertama yang ia lakukan ialah memperbanyak lalapan. “Bukan berarti saya dan keluarga tidak makan daging ayam. Kami tetap mengonsumsinya, namun lebih memperbanyak porsi sayuran.
sana dan mukai diterapkan di keluarganya dulu. Indonesia dikatakannya negara agraris yang sangat subur. Sayangnya banyak buah-buahan yang masih diimpor, padahal negara Indonesia kaya akan jenis buahbuahan. Seperti pisang saja ada banyak jenisnya, namun kenapa mesti impor buah? Kualitas buahbuahan kita pun menurutnya tak kalah dengan buah impor yang tak bisa dijamin terbebas dari kemungkinan rekayasa genetika. Ini juga menjadi faktor lain yang membuat Sophie menggagas terbentuknya Indonesia Makan Sayur. Agar masyarakat Indonesia lebih sadar bahwa mengonsumsi makanan utuh lebih baik, dan lebih baik lagi yang berjenis organik produksi lokal. Berawal dari sharing gaya makan keluarganya di media sosial, banyak orang lantas meng-upload green smoothies buatan mereka. Kini, Sophie merupakan satu dari tiga orang Indonesia yang memiliki sertifikat Raw Food Chef and Instructure. Setelah mendapatkan sertifikat Raw Food Chef and Instructure, Sophie sering diminta menjadi pembicara dalam kelaskelas raw food yang digelar secara privat ataupun kelompok.
Daging ayam yang kami pilih jenis ayam kampung yang kami tahu peternakannya menggunakan makanan ayam organik. Prinsipnya, apa yang kita makan harus tau asal-muasalnya darimana,” paparnya. Bagaimana mengajari anakanak mengonsumsi raw food? Sophie mengaku awalnya mencoba dengan jenis makanan yang sederhana, seperti timun yang dimakan memakai sambal, yang dikatakannya makan lalap-lalapan seperti ini sebenarnya memang budaya orang Indonesia. Ber ikutnya, ia mengenalkan green smoothies. “Greens moothies ini haram hukumnya jika sampai tidak enak. Jika kesan pertama tidak enak, akan susah lagi untuk mengenalkannya,” ujarnya. Menurut Sophie, makanan alami sesungguhnya mudah didapatkan. Yang membuat sulit, katanya kemauan dari diri sendiri. Karenanya, ibu dari Rangga Namora Putra Barata dan Radya Tuaro Putra Barata ini mulai membiasakan membawa m a k a n a n sendiri. Tak hanya itu, Sophie pun mempel ajari cara mengolah buah dan sayuran untuk dapat di konsumsi secara praktis, salah satunya jus. Dua tahun lalu, Sophie memutuskan sekolah ke Amerika Serikat untuk memperdalam pengetahuan tentang raw food, yakni pola makan yang melibatkan bahanb a ha n ma ka na n tanpa dimasak atau diproses. Ia mene mukan cara-cara dan manfaat tinggi dari raw Sophie food saat sekolah di
–Inten Indrawati
Navita
Woman on Top
6
Belajar dari Pengalaman
“T
amat SMA 2 Amlapura, sembari menunggu ijazah, saya diajak kakak ke Denpasar. Kakak saya I Made Gunarta kuliah di IHD. Saya disarankan mendaftar tes Sekolah Calon Bintara (Secaba) Komando Wanita
Angkatan Darat (Kowad). Saya mau saja dan lulus. Dari Kodam IX/Udayana ada 6 yang lulus dan mengikuti pendidikan di Pusdik Kowad di Lembang. Kami pendidikan 6 bulan di Lembang dilanjutkan pendidikan Kecabangan di Cimahi 3 bulan. Saya tamat tahun 1992 dan berpangkat Serda. Kakak saya setelah
Kapten Ni Ketut Adi saat melakukan kunjungan ke masyarakat bersama Wali Kota Denpasar
lulus IHD ikut SPA dan masuk TNI AL. Kami sama-sama dilantik tahun 1992. Sekarang dia berpangkat Letkol dan tugas di Surabaya,” kenang Danramil 1611-01 Denpasar Timur ini. Anak keempat dari lima bersaudara pasangan I Wayan Cidera dan Ni Nengah Ratnadi ini ditempatkan pertama kali di Direktorat Perbekalan Angkutan Angkatan Darat (Ditbekang AD) di Jakarta sampai tahun 2000. Setelah itu ia pindah ke Bali. “Saya pindah tugas ke Bali mengikuti suami yang ditugaskan ke Pomdam IX/Udayana di Denpasar,” ujar istri Kapten I Ketut Maharja Putra ini. Adi pun ditugaskan di Perbekalan Angkutan Kodam (Bekangdam) IX/ Udayana. Enam bulan kemudian, Adi yang kala itu berpangkat Serka mengikuti pendidikan (Sekolah Calon Perwira) Secapa di Bandung. Ia meraih pangkat Letda CBA pada Juli 2002 dan kembali ke Bekangdam hingga berpangkat Kapten tahun 2012. “20 Desember 2012, saya pindah ke Kodim 1611 Badung dan ditugaskan sebagai Danramil. Saya selalu ingat tanggal penugasan itu karena angka cantik 20-12-2012,” ujar ibu dua anak, Putu Bayu Setyadharma dan Kadek Meydiana Putri ini. Sebagai Danramil wanita pertama di Kodam IX/Udayana, ia merasa senang, takut, sedih. Senang karena masuk ke dunia baru dengan tantangan baru. Selama ini, ia lebih banyak bertugas di bagian staf. Masuk ke Koramil yang banyak berurusan dengan teritorial
membuat Adi harus belajar banyak. Ia belajar dari anggota dan belajar dari pengalaman. Prinsip alah bisa karena biasa membuatnya bisa melakoni tugas yang diamanatkan. “Secara personal, ada kesan ewuh pekewuh karena banyak anggota saya yang lebih senior. Tetapi, karena ini urusan dinas, saya harus percaya diri. Ada 38 anggota di Koramil 1611-01 Denpasar Timur termasuk PNS yang sangat membantu saya dalam melaksanakan tugas,” ujar wanita yang mengaku hobi berolahraga ini. SIAGA TIAP SAAT Ia menuturkan baru seminggu menjadi Danramil, ada kasus pembunuhan di Peguyangan. Ia pun berusaha untuk mempelajari situasi termasuk melakukan koordinasi dengan anggotanya. Apalagi wilayah Koramil Dentim juga membawahi wilayah Denpasar Utara. Kini, ia sudah terbiasa dengan kegiatan dan tanggung jawab sebagai Danramil. Ia kerap melakukan kunjung an ke masyarakat untuk memberikan ceramah. Waktunya pun banyak dihabiskan untuk patroli dan melakukan pengawasan. Kesibukan ini ternyata tak membuatnya mengabaikan keluarga. “Pagi sebelum ke kantor saya selalu menyelesaikan urusan rumah tangga. Menyiapkan sarapan untuk anak-anak. Kalau ada tugas pagi, saya juga bangun lebih pagi. Anak-anak sudah mandiri, jadi saya sangat terbantu,” ujar Adi yang suaminya kini bertugas sebagai Dan Subdenpom Singaraja ini.
Sudut Pandang
19
Selalu Bawa TTS
Kapten Ni Ketut Adi
Menjadi tentara tidak pernah terbersit di benak Ni Ketut Adi Rumawati. Sejak kecil ia hanya tahu polisi dan polisi wanita. Padahal rumahnya di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangsem berdekatan dengan Koramil Rendang. Ternyata perjalanan hidup membawa Adi menjadi Komandan Rayon Militer (Danramil) wanita pertama di wilayah Kodam IX/Udayana.
4 - 10 Agustus 2014
4 - 10 Agustus 2014
Menjadi tua adalah hal alami yang pasti terjadi pada semua orang. Namun, menjadi tua bukan berarti tidak melakukan aktivitas apa-apa.
Kapten Ni Ketut Adi
Satu hal yang selalu ia jaga adalah tidak berjanji kepada anak-anak. Ia tidak ingin anak-anaknya kecewa kalau janji tidak ditepati. Tugas sebagai Danramil yang harus siaga tiap saat membuat Adi tidak mau pergi jauh-jauh. Namun, ia selalu membuat skala prioritas, mana yang harus didahulukan. Untuk urusan adat, ia pun berusaha meluangkan waktunya. Adi maupun suami yang sama-sama tentara tidak pernah mengarahkan anak-anaknya untuk meneruskan jejak mereka. “Kami biarkan anak-anak untuk memilih jalur mereka. Dulu anak pertama suka pakai pakaian tentara. Ternyata setelah dia SMP, ayahnya pindah tugas ke Lombok. Akhirnya anak tidak mau lagi jadi tentara karena tugasnya pindah-pindah. Nanti biarlah mereka memilih apa yang ingin mereka tekuni. Kami sebagai orangtua hanya memberi dukungan,” tandas wanita kelahiran 19 Juni 1972 ini. –Ngurah Budi
S
alah seorang lansia yang tetap energik di usianya yang menginjak 85 tahun adalah Ny. Suwitri Riyasse. Walaupun istri IGP Riyasse ini, mengidap penyakit kencing manis, bukan berarti ia merasa dirinya sakit dan tidak melakukan apa-apa. Bahkan, wartawan perempuan pertama di Bali ini, mengatakan, ia tidak ada pantangan mengonsumsi makanan apapun. “Hanya mengurangi karena kondisi penyakit kencing manis,” tuturnya dengan semangat. Menurut Ny. Suwitri Riyasse, rutinitas yang dilakukan sehari-hari, mulai pagi hari adalah selalu bangun pagi. Kemudian, dia akan berjalanjalan di sekitar rumahnya, untuk menghirup udara segar. Hal rutin yang dilakukan kemudian, sarapan. Bubur gandum merupakan kesukaannya. Porsinya, 3 sendok makan bubur dimasak dengan air dan sedikit garam. Kemudian, saat akan makan, bubur dicampur dengan dua sendok madu. Siaplah sarapan pagi yang rutin dikonsumsi tiap dua hari sekali. Pukul 10, jadwalnya minum jus apel. Untuk siang atau malam hari, ia makan 4 sehat yang terdiri dari tempe atau tahu, daging ayam atau daging babi, dan sayur. Untuk tempe dan tahu menjadi makanan wajib. Porsi nasi hanya 200 gram untuk makan siang, sementara makan malam porsi nasi dikurangi menjadi 150 gram. Untuk ukuran tempe atau tahu sepotong, dan daging bisa dimasak apa saja, bisa suwir daging, tum, perkedel, dll dengan porsi satu potong. Untuk sarapan keesokan harinya, menunya berubah menjadi roti bakar yang diisi satu biji sosis atau ham. Hal ini dilakukan, agar ada variasi sehingga ia tidak bosan. Setelah sarapan, ia makanan satu buah tomat segar. Ia mengakui, kadang, walaupun ia sudah makan teratur tiba-tiba saja perutnya sakit atau diare. Biasanya, ia akan mengingat makanan apa saja yang sudah dimakan. “Mungkin bumbunya terlalu keras atau terlalu pedas,” kata Ny. Riyasse. Ia juga tak harus minum obat sakit perut. Biasanya, dengan mengubah menu makanan, hal itu bisa ditanggulangi segera. Setelah makan, ia rutin minum obat kencing manis dan vitamin. Aktivitasnya setelah sarapa n adalah membaca koran. Ia berlangganan 5 media massa. Kemudian, dilanjutkan dengan mengisi tekateki silang (TTS) dan menonton berita. Siang hari, tak lupa, ia tidur siang. “Kalau saya tak ada kegiatan, hanya menemani cucu-cucu di rumah. Namun, jika ada upacara adat, saya biasa pulang ke kampung halaman di Negara,” ucapnya. Kalau liburan, Ny. Riyasse, biasa pergi menengok anak-anaknya yang sudah tinggal berjauhan dengannya, misalnya menginap beberapa hari di rumah anaknya yang menikah
dengan orang asing di Kuta. Kadang, ia bepergian ke luar negeri. Baginya, usia tua bukanlah hambatan untuk menjalankan aktivitas apapun, asal dilakoni dengan senang dan semangat. Walaupun, ia menyadari memiliki penyakit kencing manis, itu bukanlah menajdi bebannya. “Kuncinya, adalah selalu merawat diri, baik itu berdandan, agar selalu terlihat bersih dan sehat. Yang paling penting, lakukan aktivitas yang disukai. Saya suka sekali mengisi TTS. Kemana saja saya pergi, TTS selalu saya bawa,” tuturnya. Berkomunikasi dengan sesama lansia juga kerap ia lakukan. “Biasanya, tiap bulan kami berkumpul untuk arisan. Dari pertemuan itu, kami kerap bertukar informasi bagaimana menjaga kesehatan agar tetap sehat dan fit di usia tua,” tutur Ny. Riyasse. SENAM LANSIA “Kenyataan jika kami kaum lansia, secara alami, pasti mengalami proses menjadi tua dan mengakibatkan kemunduran fisik, mental, dan sosial. Kami menyadari, menerima dan menikmatinya,” ungkap I Gusti Ayu Sulastri Tjahjadi (73), yang biasa disapa Bu Tjahjadi ini. Karena kondisi ini pula kata ketua Perkumpulan Wreda Sejahtera (PWS) Kota Denpasar ini, doa dan dukungan orang terdekat sangat besar maknanya untuk menambah kekuatan hati para lansia. Selain itu, sebagai lansia ia merasa perlu terus melalukan kegiatan kreatif dalam mengisi kegiatan sehari-hari, agar tidak merasa jenuh. “Saya juga bersyukur, karena hingga saat ini suami, I Gst Ngr Tjahjadi (83) sebagai teman hidup dan partner perjuangan selama ini masih bersama,” katanya yang sejak dulu mereka selalu dalam relasi yang saling memberi ruang bagi semangat positif satu sama lain. Selanjutnya Bu Tjahjadi menga takan, untuk orang seusianya dalam menjaga kebugaran, mesti terus bergerak dengan rajin berolahraga, selain mengonsumsi makanan bergizi. Karenanya, sejak mengawali hari, nenek 4 orang cucu ini, sudah mulai bergerak. Setelah merapikan sekelilingnya ia segera melakukan ritual wajibnya setiap pagi , sembahyang. “Kita wajib berdoa mengucapkan syukur setiap harinya, saya masih diberikan kehidupan dan kesehatan, serta mohon keselamatan,” katanya. Kalau urusan makanan, ia lebih memilih bahan-bahan yang herbal. Juga tak pernah ketinggalan mengonsumsi jus papaya, tomat dan wortel. “Selain itu kami juga menyukai minuman tra disional yang menyehatkan seperti loloh,”katanya . Sementara untuk urusan rumah tangga lainnya, ia selalu saling menguatkan dan bekerjasama dengan sang suami. “Seperti untuk acara
berbenah, kami lakukan bersama. Sebab kami di rumah tidak menggunakan tenaga pembantu rumah tangga. Kalau saya mencuci piring, bapak yang bertugas membersihkan meja,” tuturnya sambil tersenyum Untuk menjaga agar mereka tidak sampai kelelahan, mereka pun melakukan sesuai dengan kondisi. “Ketika merasa lelah, kami tidak akan melanjutkan pekerjaan dan segera beristirahat,” katanya dan mengatakan ia akan duduk santai dengan kaki berselojor. “Saat berselojor itu saya manfaatkan juga untuk membaca,” kata nenek yang mengaku tidak pernah tidur siang ini. Kegiatan yang lainnya yang juga menambah aktivitasnya bergerak adalah melakukan tugasnya sebagai ketua PWS Kota Denpasar. PWS memiliki agenda rutin senam khusus untuk lansia. “Ada yang dilaksanakan di banjar –banjar dan juga di wantilan DPRD Renon. Senamnya dilakukan dua kali seminggu,” Bu Tjahjadi, yang
Bu Tjahjadi
Bu Riyasse
biasa hadir bersama suami dan putra bungsunya I Gusti Ngurah Pariadi. “Senam lansia yang di wantilan, biasanya lebih rame dan seru. Sebab, di sana setelah senam ada beragam kegiatan lanjutan yang spontan. Mulai dari curhat atau memilih acara hiburan dengan menyanyi dan menyanyi. Semuanya khusus dari dan untuk kami para lanisa. Bapak juga suka bermain keyboard bergiliran dengan teman lainnya untuk mengiringi yang suka menyanyi,” tuturnya.
Bu Tjahyadi juga mengatakan Pemerintah Kota Denpasar memberikan perhatian yang cukup besar pada para lansia, seperti adanya penyediaan pelayanan gratis berobat, dan penyediaan loket khusus bagi para lansia yang berobat ke puskesmas dan rumah sakit pemerintah. Begitu juga dengan Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra yang memiliki agenda untuk memberikan kegembiraan para lansia dengan melakukan rekreasi dan tirtayatra. –Wirati Astiti/Sri Ardhini
Ganti Kopi dengan Teh Masa tua semestinya menjadi masa menikmati pensiun atau masa menimang cucu. Namun realitanya, para lansia sekarang masih tetap aktif beraktivitas bahkan produktif, baik dalam organisasi maupun kegiatan lainnya. Satu dari sekian banyak lansia yang kurang beruntung adalah Ketut Sudiasih (60). Di usianya yang sepuh, ia harus tetap bekerja sebagai tukang suun untuk bisa menyambung hidup. Dengan langkah kaki terseok, mau tak mau perempuan tua asal Pesinggahan, Klungkung ini harus menyeret langkahnya sembari menjunjung barang belanjaan pembeli dari arah pasar menuju tempat parkiran. “Saya bawa sedikit demi sedikit agar tidak terlalu berat,” ujarnya. Siang itu, Sudiasih diupah seorang pelanggannya untuk mengangkut barang-barang belanjaannya yang lumayan banyak. Maklum, pelanggannya itu adalah pegawai sebuah warung makan. Karena itu pula, ia rela bolak-balik pasar-parkiran hingga enam kali untuk “menghabiskan” barang belanjaan pelanggannya. “Saya tidak berani memaksakan lagi menjunjung terlalu banyak. Dulu persendian tangan kanan saya pernah lepas saat terjatuh karena nyuun 15 butir kelapa muda,” kisahnya. Tangan kanannya itu cedera hingga dua kali. Demikian halnya dengan kaki kanannya, cedera akibat kecelakaan beberapa tahun lalu, yang lantas membuat langkah kakinya sedikit terseok. Karena cedera tangan itu, sebulan lamanya ia tak bisa menjalani pekerjaan yang sudah digelutinya sejak delapan tahun lalu itu. Hubungan yang kurang harmonis antara menantu dan mantu, membuat Sudiasih
mencari nafkah sendiri dan menggantungkan hidup kepada anak perempuannya yang masih melajang. “Meski kami tinggal serumah (dengan anak laki-laki dan menantunya), hanya anak perempuan saya yang mengurus selama sakit. Kalau suami saya masih hidup, saya tidak akan seperti ini,” kisahnya. Mungkin, itu pula yang menyebabkan anak kedua Sudiasih yang sudah berumur 32 tahun, enggan menikah. “Dia tidak punya pacar dan mungkin karena kasihan kepada saya tidak ada yang mengurus,” ujarnya mengira-ngira. Anak perempuannya juga beraktivitas di Pasar Badung sebagai pedagang kecil-kecilan. Hari-hari Sudiasih dihabiskan di pasar ini, mulai pukul 04.00 hingga 18.00. “Lebih baik saya menghabiskan waktu saya di pasar daripada di rumah tidak ada kerjaan,” ujarnya. Untuk tetap menjaga stamina dengan pola aktivitas yang cukup berat dalam usianya itu, Sudiasih mengimbanginya dengan makan teratur. Sebelum memulai aktivitas jam 04.00 itu, ia pasti makan nasi jenggo dan minum kopi yang kini sudah digantikan dengan teh. “Dulu, jika tidak dapat kopi, kepala pusing. Tapi sejak dokter menyarankan berhenti ngopi karena ia punya maag, pelan-pelan saya bisa mengalihkannya ke teh,” ujarnya. Dalam sehari, Sudiasih mengaku makan tiga kali, pukul 04.00, 13.00, dan pukul 19.00. Untuk tetap menjaga kesehatan, ia rajin kontrol dokter sebulan sekali dengan merogoh kocek Rp 80 ribu. Mata tuanya yang sudah tak jelas lagi melihat, belum mampu dibelikannya kacamata. Sudiasih tak tahu entah sampai kapan ia akan nyuun. Karena, untuk tetap bertahan hidup, tak ada pekerjaan lain yang bisa diambilnya selain nyuun. –Inten Indrawati
18
Kreasi
4 - 10 Agustus 2014
Ani mas i I Be l o g
Cukup Thriller Dulu Bagi orangtua yang sering mendongeng untuk anaknya, tentu tak asing dengan kisah I Belog. Belog adalah seorang anak yang lugu dan polos bahkan cenderung bodoh. Karena itulah ia disebut belog atau bodoh. Namun, Belog termasuk anak yang berbakti kepada ibunya. Apa pun perintah ibunya selalu ia turuti. Kisah I Belog yang menyimpan pesan moral ini ditransformasikan menjadi sebuah animasi yang kreatif. Thriller I Belog sudah bisa ditonton di YouTube.
“P
emilihan I Be log sebagai karakter ani masi melalui proses diskusi. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kami sebelum memutuskan karakter ini. Kisah I Belog ini sederhana, memungkinkan untuk dijadikan animasi pendek, kara kternya sedikit, ada unsur komedi atau humor dalam ceritanya, dan ada pesan edukasi yang bisa disampaikan ke masyarakat. Mungkin bisa disebut animasi Mr. Bean versi Bali,” ungkap Wayan Joniartha Siada, S.T., instruk tur yang terlibat dalam pembuatan thriller I Belog. Pembuatan animasi ini melibat kan 28 peserta diklat animasi yang diadakan Balai Diklat Industri (BDI) di Kuta, Juni 2014. Mereka dibagi menjadi 5 kelompok yang diben tuk sesuai dengan pilihan mereka. Masing-masing kelompok diminta membuat thriller animasi I Belog dalam waktu tiga minggu. “Keahlian peserta beragam, mulai dari yang awam hingga mahir. Ada yang sudah menguasai 3D, animasi dan yang lain nya. Proses awal, kami berikan materi
berupa konsep. Setelah itu mereka melakukan eksplorasi sesuai dengan kreativitas masing-masing,” kata Joni yang dibantu Kadek Dwi Paramandita sebagai asisten. Dwi yang bertugas membimbing peserta diklat jika ada hal-hal yang be lum dimengerti. “Secara umum tidak ada masalah dalam pengerjaan tugas karena peserta bisa berimprovisasi. Kalau sudah mentok, kami berdiskusi untuk mencari solusi,” imbuh maha siswa STIKI Indonesia ini. Dari lima kelompok, salah sa tunya sudah diunggah ke YouTube. Animasi I Belog karya Gd. Ferry Marsellino, Orlando Nandito Nehe mia, dkk ini bisa dinikmati sekitar 3 menit. “Dulu saya pernah ikut diklat 3D modelling. Ketika ada diklat animasi, saya ikut lagi karena merasa ilmu yang dulu masih kurang,” ujar Ferry. Alumnus SMK TI Bali Global ini ingin menambah ilmunya di bidang animasi. Pengetahuannya di bidang 3D modelling akan sangat bermanfaat jika dipadukan dengan animasi. Selama diklat animasi, ia pun rela begadang untuk menambah ilmunya. Waktu tidur dipakai untuk menyele
saikan tugas membuat thriller animasi I Belog. Karena merasa menemukan keasyikan di animasi, ia tak memper masalahkan jika harus mengorbankan waktu istirahat. Hal yang sama diung kapkan Nando. “Sampai saat ini kami cukup puas dengan thriller yang kami buat. Hasil kerja keras selama tiga minggu ini luar biasa,” ujar Nando yang bertugas di bagian post production. Nando dan Ferry yang tergabung dalam Miracle Gates studio bersama Ilham Putra ini mengaku sudah bek erja sama sejak lama. Mereka satu sekolah sejak SMK dan kini samasama kuliah di STMIK Primakara. Selama pengerjaan animasi I Be log, Nando merasa tak ada kesulitan. Begitu mendapat konsep tentang kisah I Belog, mereka langsung ber kreasi untuk membuat 3D model. Panitia diklat sudah menyiapk an model untuk Belog dan Ibu Belog. Tetapi, peserta dipersilakan melaku kan improvisasi terhadap model yang sudah ada. Tim Nando termasuk yang melakukan improvisasi. Mereka juga memilih menggunakan game engine sedangkan tim lain menggunakan rendering. “Kami mencari di internet tentang game engine. Prosesnya me mang lebih sulit, tetapi kami puas,” ujar Nando. Minggu pertama digu nakan untuk memaparkan konsep dan membuat model, minggu kedua menggarap animasi, dan minggu ketiga rendering (proses dari 3D ke movie) serta editing. ANIMASI LITTLE KRISNA Ferry menambahkan seb elum membuat animasi, ia dan temantemannya membayangkan karakter I Belog yang tinggal di perdesaan. Sua sana ini kemudian dituangkan dalam
Ferry dan Nando (duduk) berdiskusi dengan Joni dan Dwi
animasi hanya untum beberapa episode. Perkembangan selanjutnya, animasi yang berbasis budaya India ini mendapat dukungan dari sponsor sehingga dibuatkan lagi episode tam bahan. Sudiarta pun berharap animasi I Belog bisa seperti itu. Animasi yang berasal dari budaya lokal ini memiliki nikai edukasi yang bisa ditanamkan kepada anak-anak, antara lain pesan moral untuk tidak berbohong kepada orang lain. Pesan ini diselipkan dalam humor sehingga mudah dimengerti. Dari diklat animasi ini, Joni me nilai 95% peserta berhasil memenuhi ekspektasi. “Hal yang sangat luar biasa karena peserta sangat antusias mengikuti diklat. Mereka bisa ber kreasi dan berimprovisasi di dunia animasi. Langkah selanjutnya mereka tinggal mempraktikkan apa yang sudah didapat,” ujar arsitek yang memilih menekuni profesi animator ini. -Ngurah Budi
Story
Jatuh Cinta pada Tukang Kebun Saat pergi meninggalkan kampung halamannya di Sumbawa, Sabrina (nama samaran) berusia 19 tahun. Tahun 2009, ia memutuskan merantau menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Saudi Arabia selepas tamat Sekolah Menengah Atas. Ia memang termasuk terlambat menyelesaikan sekolahnya karena ia tergolong anak yang lambat dalam merespons. Meski tidak cacat, Sabrina lamban. Namun, ia hidup normal seperti perempuan lainnya. Parasnya gadis yang tinggal di desa yang cukup jauh dari Kota Sumbawa Besar ini, terbilang ayu. Meski banyak laki-laki yang meminang nya sebagai istri, ia memilih tidak menikah muda.
H
gambar lalu diproses sehingga meng hasilkan animasi. Dalam thriller ini ada karakter Belog, Ibu Belog, Ajik, Cow, dan Chicken. Setting suasana rumah di perdesaan, sungai, jembatan, dan pepohonan yang dikelilingi burung dibuat sangat alami dipadu musik yang riang. Ke depan, mereka ber harap thriller ini bisa dikembangkan menjadi animasi berseri. “Membuat film animasi termasuk pekerjaan skala menengah atau tinggi. Beda dengan pengerjaan game yang bisa digarap satu atau dua orang. Ani masi dikerjakan tim dan memerlukan waktu lama serta biaya tinggi. Untuk tahap awal, cukup mengerjakan thriller dulu. Nanti kalau ada sponsor, pengerjaannya akan dilanjutkan lagi,” ujar Putu Sudiarta dari Bamboomedia yang mendampingi peserta diklat. Ia mencontohkan animasi Little Krisna yang digemari anak-anak awalnya dikerjakan sebuah studio
Life
4 - 10 Agustus 2014
idup dengan orangtua dan seorang adiknya di desa itu tidak lah menggembirakan dalam hal ekonomi. Untungnya mereka memiliki sedikit lahan yang bisa digarap sehingga ada penghasilan yang dinanti, meski tidak banyak. Tiap hari mereka semua harus banting tulang mengurus lahan sawah yang tidak banyak itu. Orangtuanya juga bertekad untuk tidak menjual sawah tersebut apa pun alasannya. Dari pahitnya kehidupan inilah yang membuat Sabrina pergi merantau. Di Saudi Arabia, dengan se gala keterbatasannya yang lamban itu, ia beruntung karena bekerja pada seorang majikan yang baik. Ia diperlakukan dengan sangat baik dan gaji selalu dibayar te pat waktu. “Bahkan saya dapat bonus-bonus yang cukup banyak dari majikan,” katanya. Intinya ia termasuk salah seorang TKW yang sangat beruntung di antara begitu banyak kisah sedih yang
kerap didengar menimpa mereka yang disebut sebagai “pahlawan devisa” ini. Di rumah itu ia bekerja seba gai baby sitter yang mengurus bayi berusia 6 bulan dan seorang anak berusia 10 tahun. Ia telaten men gurus keduanya. Selain Sabrina, di rumah mewah itu ada pembantu rumah tangga asal Jawa Timur dan ada tukang kebun bernama Faisal (bukan nama sebenarnya), yang berasal dari Jawa Tengah. Tiap pagi Sabrina selalu berkeliling rumah majikannya untuk mengajak anak-anak maji kannya jalan dan berolah raga. Di sanalah, tiap pagi ia kerap bertemu dengan Faisal yang membersihkan taman dan kebun. Seringnya mereka bertemu membuat satu sama lain jatuh cinta. Mereka pun menjadi sepasang kekasih dan tak lama kemudian mereka menikah. “Majikan meminta kami untuk tetap tinggal di rumah itu dan memberikan kami satu ka mar di dekat dapur,” ungkapnya mengenang. Sayangnya, Sabrina
www.mei-azzahra.com
Mata uang Riyal
tidak mengabarkan pernikahan nya kepada orangtuanya. Sabrina sendiri tidak mengungkapkan ala san mengapa pernikahan itu tidak diberitahukan pada keluarganya. Perjalanan cinta dan pernika han mereka berjalan mulus. Sabrina hamil dan perutnya terus membesar. Pada usia kehamilan nya menginjak 7 bulan, sebuah kabar mengejutkan diterimanya pada suatu sore. “Begitu men dengar Faisal meninggal akibat ditabrak, saya tidak ingat apa-apa lagi,” ungkapnya. Ia pingsan dan mendadak melahirkan prematur. Untung anaknya selamat. Kesedi han tentu melandanya. Memiliki seorang bayi dengan beban tugas dan tanggung jawab juga untuk mengurus anak-anak majikannya, membuat Sabrina tidak sanggup melakukannya. “Saya tidak ingin mengecewakan majikan saya,” ujarnya. DITIPU CALO Dengan berat hati, ia pun menyampaikan permintaan untuk cuti dan pulang kampung, mem
Suasana Saudi Arabia
bawa bayinya. Lagi-lagi ia berun tung. Majikannya mengizinkannya pulang beberapa bulan namun ia diminta untuk kembali bekerja di rumah itu. Berbekal uang yang cukup, Sabrina membawa bayinya itu. Perjalanan yang jauh mem buatnya kelelahan namun selalu terhibur oleh bayi di gendongan nya. Ketika pulang itu, ia dibekali dengan uang riyal hasil kerja dan bonus khusus biaya pulang oleh majikannya. Jika dirupiahkan uang itu berjumlah Rp 21 juta. Namun, karena Sabrina terli hat seperti orang yang lambat, lelet rupanya menjadi “mangsa” yang empuk bagi para calo penu karan uang asing di Bandara Inter nasional Soekarno Hatta, Jakarta. Berlagak perhatian padanya, sese orang mendekatinya yang tampak kebingungan. Maklum, ia tidak terbiasa melakukan perjalanan dan bandara itu menjadi sangat asing baginya. Belum lagi ia kere potan mengurus bayi dan koper besar yang menyertainya. “Rasanya saya pasrah dan mengalah pada keadaan,” ka
www.kemeneg.go.id
7
tanya. Sampai akhirnya orang itulah yang membantu sekaligus menipunya untuk menukarkan uang riyal tersebut. “Semuanya hanya Rp 10.500.000,” katanya sedih. Meski kecewa, ia pun melanjutkan perjalanan pulangnya ke Pulau Sumbawa. Dari Jakarta ia naik pesawat menuju Bandara Internasional Lombok dengan harga tiket yang luar biasa ma hal. Lagi-lagi ia kena tipu. Malang benar nasib Sabrina. Belum usai kekecewaannya akan hal itu, belum lagi ia bersiap protes, calo jahat itu telah buruburu pergi. Ia sendiri tidak tahu harus melapor ke mana. Yang ia pikirkan secepatnya pulang kampung. Sepanjang perjalanan ia berpikir alasan apa yang akan diberikannya pada orangtua dan keluarganya mengenai bayi yang dibawanya. “Cukup pusing juga memikirkannya sepanjang per jalanan,” katanya. Dugaannya benar, begitu tiba di kampung halamannya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, Sabrina mengejutkan orangtua dan keluarganya di dusun itu. “Tidak satu pun orang yang da tang yang tidak bertanya, siapa bayi yang saya bawa,” katanya. Ia pun menjelaskan bahwa bayi itu anaknya. Untuk menghindari tuduhan orang yang negatif pa danya, ia pun memperlihatkan surat kematian suaminya. Inilah yang membuat situasinya lebih mudah diterima. BELI SAWAH Meski sedih, orangtua Sabrina tetap bahagia menerima kepulan gan anak dan cucu mereka. Sa brina juga kemudian menjelaskan bahwa kepulangannya itu untuk menitipkan anak laki-lakinya itu pada mereka. Ia akan kembali ke majikannya. Beberapa bulan kemudian, ia pun kembali ke Saudi Arabia dan meninggalkan bayinya yang tak henti-hentinya menangis saat ia hendak keluar rumah untuk pergi. Air matanya menetes ia memeluk bayi itu hingga tenang sembari mem berikan ASI padanya. Sabrina pun melanjutkan hidupnya di perantauan. Setelah dua tahun bekerja, ia sempat menjenguk anaknya dan kini ia berangkat lagi untuk bekerja di Qatar hingga dua tahun ke depan. “Suatu hari nanti, saya ingin hidup dan tinggal bersama anak saya di tanah kelahiran saya,” katanya sembari mengungkapkan satu tekadnya untuk menabung demi membesarkan anaknya kelak. Ia telah membeli beberapa petak sawah untuk bekal anaknya itu. Hidup bahagia bersama anak yang hanya sekitar 3 bulan ia susui, itu impian terbesar Sabrina. Perempuan desa nan lugu, yang bekerja keras demi meraih ke hidupan yang lebih layak. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
4 - 10 AGUSTUS 2014
Anak Pemalu Orangtua Galau
Memiliki anak yang pemalu kadang membuat orangtua khawatir. Anak yang terlalu pendiam dan tidak mau bergaul dengan temannya membuat anak kesulitan beradaptasi. Tetapi, semua itu bisa diatasi dengan melatih anak untuk belajar percaya diri sehingga karakter pemalu makin lama makin berkurang.
S
ejak masuk TK, Rendi selalu diantar orangtuanya ke sekolah. Awal mulai sekolah, bisa dimaklumi kalau ia minta dijaga. Ia perlu adaptasi dengan lingkungan sekolahnya. Namun, kondisi ini terus berlangsung sampai sebulan. Orangtuanya harus bergantian untuk menjaga Rendi. Kadang kakak sepupu Rendi yang ditugaskan untuk menjaga. “Rendi sangat pemalu. Ia tidak mau bermain dengan temantemannya. Kalau sudah ada di dalam kelas, pandangannya bukan ke guru tetapi ke jendela. Kalau yang menjaga tidak terlihat di jendela, ia bisa menangis,” ungkap ibu Rendi. Gurunya pun sering mengakali dengan mengajak Rendi bermain atau mengatakan ada teman yang berulang tahun. Namun, Rendi tetap saja menangis. Orangtua pun galau karena sikap anak se perti ini. Saat istirahat, Rendi memilih berada di dekat penjaganya dibanding bermain dengan teman sekelasnya. Walaupun sudah diajak bermain oleh teman-temannya, ia memilih diam. Ia hanya memperhatikan teman-temannya bermain. Namun, setelah masuk SD, Rendi mulai berubah. Ia sudah bisa bergaul dengan teman-temannya. Sikap pemalunya sudah mulai berkurang.
Pengalaman Lena tak jauh beda. Jika berada di sekolah, ia selalu menggandeng tangan ibunya. Ketika teman-temannya sudah masuk kelas, ia tak mau masuk kelas. “Saya sampai heran dengan sikap Lena. Teman-temannya sudah meng ajaknya masuk kelas. Bu Guru juga melakukan hal yang sama. Tetapi, Lena baru masu masuk kalau saya ikut masuk. Saya kan tidak enak kalau harus berada dalam kelas. Dua hari pertama, saya ladeni. Hari berikutnya saya sampaikan ke Lena berbagai macam alasan. Kadang sakit perut, ada telepon, supaya saya bisa keluar. Ternyata ini berhasil. Dia akhirnya mau membaur dengan teman-temannya,” kenang ibu Lena. Sikap pemalu yang ditunjukkan Lena sudah terlihat sejak kecil. Ia lebih suka menyendiri. Jika diajak jalan-jalan, ia memilih mengikuti kemana saja mamanya. Saat bertemu dengan kenalan mamanya, ia sungkan untuk diajak bersalaman, bahkan sering sembunyi di belakang mamanya. INTROVERT BELUM TENTU PEMALU Menurut IGA Diah Fridari, S,Psi. M.Psi, Psikolog, masingmasing anak yang lahir memiliki karakter emosi tertentu yang
jejaki.blogspot.com
akan membentuk kepribadiannya kelak. Meski demikian, perkembangan dalam pengelolaan dan kematangan emosi seseorang akan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengalaman yang diperoleh, pola asuh orang tua, pendidikan, lingkungan dan hal-hal lain yang membentuk persepsi, sikap dan pola pikir seseorang. “Perilaku anak yang pemalu tampak ketika seorang anak yang tidak mau memulai berkenalan dengan orang baru, tidak berani bertanya ketika ada hal yang ingin diketahui, tampak tidak nyaman berinteraksi dengan teman-teman sebayanya atau tidak aktif dalam kegiatan ke lompok. Sifat pemalu tidak sama dengan tipe kepribadian introvert. Individu dengan tipe kepribadian introvert dilihat dari bagaimana cara seseorang menganalisis suatu permasalahan, meskipun tampak pendiam, kepribadian introvert belum tentu pemalu,” ujar Diah. Anak yang pemalu saat usia di
Diah Fridari, S,Psi.
bawah lima tahun, dapat berubah ketika usianya bertambah dan mulai bersosialisasi di sekolah. Hal ini sangat tergantung dari pola asuh orangtua. Orangtua yang terlalu mengatur, mengambil segala keputusan untuk anaknya, banyak melarang dan tidak memberi keleluasaan anak meng eksplorasi sekitarnya, menyebabkan anak cenderung menjadi peragu, tidak berani mengambil inisiatif, dan menjadi pemalu. Banyak hal yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu menumbuhkan rasa percaya diri pada anak sehingga anak berani dan tidak pemalu. Salah satu aspek yang sudah lama dikembangkan dan
masyarakat luas sudah mengenalnya adalah dengan mengembangkan kecerdasan emosi. “Orangtua dengan kecerdasan emosi yang tinggi mampu membuat anak menjadi lebih percaya diri dan tidak pemalu. Pola asuh yang otoriter dan banyak mengatur dengan aturan-aturan yang kaku menghambat rasa percaya diri anak sehingga anak menjadi pemalu dan peragu. Pola asuh permisif dimana orangtua terlalu leluasa dan selalu memenuhi keinginan anak tanpa menetapkan aturan dan disiplin yang tegas juga tidak membuat anak mengembangkan pribadi yang positif,” jelas psikolog yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat ini. Pola asuh yang dapat menyeimbangkan antara menetapkan peraturan yang tegas dan juga memberi kebebasan dalam mengambil keputusan terhadap hal-hal tertentu akan membuat anak merasa nyaman dengan dirinya dan menjadikannya lebih percaya diri. “Orangtua dapat mempelajari bagaimana mening katkan kecerdasan emosi dan menerapkan pola asuh yang sesuai di berbagai sumber seperti media cetak, media elektronik, internet atau berkonsultasi ke psikolog anak dan perkembangan,” tegasnya. –Ngurah Budi
Griya
4 - 10 AGUSTUS 2014
17
Hemat dengan Batako Saat ini, biaya untuk membangun rumah sangat tinggi. Belum lagi harga lahan/tanah khususnya di Bali yang makin gila. Karena itu, untuk menekan biaya, beberapa orang memilih batako pres debagai bahan konstruksi dinding bangunannya. “Batako menjadi alternatif pengganti batu bata yang harganya jauh lebih mahal,” ujar Gede Suparamita, salah seorang pengusaha batako di Denpasar. dan hasilnya kurang bagus. Di tempat usahanya itu ada dua mesin pres batako. Satu mesin pres yang harus dikerjakan oleh dua orang itu menghasilkan 1.000 batako per harinya. Setelah selesai dicetak, batako itu kemudian dijemur. Menurut Gede, setelah sehari pengering an, batako sudah boleh ditumpuk dengan batako lainnya. Namun, untuk pemakaiannya, idealnya setelah empat hari pengeringan. Dalam sebulan, Gede rata-rata menerima orderan 25 ribu biji batako. Daerah pengirimannya masih di seputar Denpasar hingga Seminyak.
Proses pencetakan batako dengan mesin pres
B
atako adalah semacam batu cetak beton yang terbuat dari campuran pasir, semen, dan air yang dicetak menjadi balok-balok dalam ukuran tertentu. Secara umum di pasaran, dapat kita temui dua jenis batako, yakni batako pres berlubang, dan ba tako pres tanpa lubang. Ukur an standarnya 36 x 14-15 cm. Namun, Gede membuat ukuran yang lebih besar dari biasanya, yakni 38 x16 cm. Ini pula yang membuat batako pres tanpa lubang hasil cetakannya laris di pasaran. “Mungkin dari hasil hitung-hitungan mereka, menggunakan batako saya jatuhnya lebih murah,” ujar Gede yang baru beberapa tahun menggeluti usaha ini. Ia mengaku sebelumnya sempat beberapakali gagal menghasilkan batako yang berkualitas dan layak jual. “Mungkin
waktu itu campurannya kurang pas dan material yang saya pakai kurang bagus, dan ternyata cara mengaduknya pun cukup berpengaruh terhadap hasil cetakan. Mengaduknya harus rata,” ungkapnya. Namun kini, ia sudah menemukan komposisi yang pas untuk campuran batakonya. Untuk menghasilkan batako yang berkualitas, Gede Suparamita membutuhkan 11 kibik pasir dan 15 sak semen. Satu sak semen isinya 40 kg. “Pasir yang dipakai ini bukan seperti pasir biasa yang dipakai membuat luluh. Ini memang pasir khusus untuk membuat batako,” jelasnya, karena dulu ia pernah memakai pasir biasa
LEBIH HEMAT Penggunaan material batako terbukti lebih hemat biaya dari bata merah, karena bisa menghemat plesteran, jumlah pemakaian adukan semen sehingga harga dinding terpasang per meter persegi berkurang. Dari sisi berat materi terpa sang, pemasangan batako bisa men gurangi berat beban din ding dan lebih ringan sehingga
dimensi konstruksi ba ngunan untuk sloof, ring balk dan tiang penyangga menjadi relatif lebih kecil. Karena itu, batako identik dengan rumah se derhana. Dinding batako lebih ringan daripada dinding bata, sehingga menguntungkan untuk bangunan bertingkat banyak, karena mengurangi beban kons truksi. Bandingkan berat jenis batako yang sekitar 1.000 kg/m3, dibandingkan dengan berat jenis batu bata merah yang sebesar 2.000 kg/m3. Tetapi batako memiliki kuat tekan hanya 5,5 N/mm2 yang lebih kecil daripada batu merah kualitas baik yang bisa memiliki kuat tekan hingga 25 N/mm2 (SII-0021,1978). Batako memiliki ketahanan terhadap api selama 4
Batako yang siap pakai memerlukan waktu empat hari untuk pengeringan
Gede Suparamita
jam, lebih baik bila dibandingkan dengan bata merah yang memiliki ketahanan terhadap api hanya selama 2 jam. Kelebihan lainnya, batako kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rem besan air, penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9-12 m2, dan pemasanga nnya relatif lebih cepat. Batako juga akan terlihat menarik dan cocok jika digunakan sebagai dinding ekspose pada rumah bertema tradisional dan bertema natural/alami. Pemasanga n batako ekspose mengurangi biaya bahan dan biaya pengerjaan untuk pekerjaan plesteran dan pengacian dinding. –Inten Indrawati
Edukasi
16
4 - 10 Agustus 2014
Pesan Moral dalam Mahabarata Dari balik dinding kamar tidur Widarmo terdengar suara anak-anak melantunkan soundtrack sebuah tayangan televisi. “Cucu-cucu saya suka sekali nonton film Mahabarata,” ujar Widarmo kepada para tamu yang saat itu berkunjung ke rumahnya. Setelah bosan bermain dalam kamar ketiga cucu Widminarko keluar menemui kakeknya. “Ayo kesini, salam dulu sama om dan tante,” ujar Widarmo kepada bocah-bocah itu. Dua cucunya yang sudah duduk di bangku SD segera memberi salam kepada tamu-tamu Widarmo. Hanya cucunya yang paling kecil yang e nggan memberi salam. “Fabian, kalau tidak mau salam berarti Sakuni loh…kalau mau salam baru Arjuna,” ujar Widarmo kepada bocah 4 tahun tersebut. Tidak mau di sebut Sakuni, Fabian langsung memberi salam. lebih suka membaca buku ketimbang menonton filmnya. Karena menurut nya, dalam film ceritanya banyak melenceng, banyak improvisasi dari sutradara. Meski demikian, ia meng atakan film Mahabarata cukup memberi nilai positif pada adiknya. “Gek Anin yang dulu takut tidur sendiri, sekarang sudah berani. Dia bilang, orang baik selalu dijaga Tuhan,” tutur siswi kelas
9 SMPN 1 Denpasar yang baru saja datang dari program pertukaran pelajar ke Singapura ini. Dari cerita Mahabarata ini, Gek Amanda dapat mengambil hikmah kebersamaan dan persaudaraan yang sangat erat di antara lima Pandawa. “Contohnya, ketika Yudistira diuji Batara Dharma, disuruh memilih mana di antara saudaranya bisa hidup, ia
www-indianspiritualjourneys-com
S
akuni dan Arjuna adalah dua tokoh yang ada dalam film Mahabarata. Menurut Widarmo, film ini penuh dengan ajaran budi pekerti. Minimal anak-anak tahu mana karakter baik dan buruk. Cucu-cucu Widarmo hapal dengan semua tokoh dalam film tersebut. Sayang, belakangan ini, jam tayangnya lebih malam. Jadi, mereka hanya kadang-kadang saja menontonnya. “Paling nontonnya, Sabtu malam karena ada tayangan ulang beberapa episode. Tetapi, mereka juga sudah menonton DVD-nya yang berbahasa India. Mereka sudah lebih dulu tahu ceritanya, seperti Gatotkaca dikalahkan Karna,” jelasnya. Penyanyi cilik Bali, Gek Amanda juga mengakui hal yang sama. Kedua adik perempuannya, Gek Angel dan Gek Anin juga “gila” Mahabarata. “Dari mengagumi pemainnya yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik, serta penampilannya yang bagus dan anggun, mereka menjadi mengerti dan hapal alur cerita,” ujarnya. Ia mengaku
Ilustrasi film Mahabarata
Made Taro
namis. Nilai pendidikan/moral bisa diselipkan disini, dikemas dalam bentuk cerita,” ujarnya. Tayangan televisi menjadi tokoh media di rumah tangga yang pengaruh baik-buruknya sangat besar. Karena itu, Made Taro yang akrab dengan dunia anak-anak ini mengimbau para orangtua untuk mendampingi anak saat menonton televisi, karena “anak pemangsa segala”. Kesibukan orangtua masa kini dikatakannya menyebabkan jarang sekali ada komunikasi dengan anak lewat dongeng. “Perlu dengungkan kembali dongeng, cukup lima menit. Dengan begitu, anak dapat merasakan kasih sayang orangtua yang rela membacakan dongeng untuknya. Dalam dongeng, ada nilai luhur yang disampaikan, itu akan menyusup di hati anak sampai dewasa kelak, dan akan membentuk karakternya,” ujarnya. –Inten Indrawati
Eksotiknya Alam Badung Utara Air terjun yang banyak dikenal wisatawan saat berkunjung ke Bali adalah air terjun Gitgit di Buleleng. Selain Gitgit, ada air terjun lain di Bali. Lokasinya di Desa Nungnung, Petang, Badung. Suara air yang jatuh ke bumi bagai musik alam yang bening dan tenang membangkitkan rasa cinta terhadap
D
aerah Tujuan Wisata (DTW) Nungnung dekat dengan Jembatan Tukad Bangkung, jembatan yang menghubungkan Petang (Badung) dengan Kintamani (Bangli). Kedua objek ini ramai dikunjungi saat libur hari raya. Untuk mencapai Nungnung, dari Kota Denpasar bisa melalui Jalan Ahmad Yani terus ke Utara melewati Darmasaba, Sibang Gede, Sibang Kaja, Mambal, Abiansemal, Blahkiuh, Sangeh, Petang, dan Pelaga. Sampai di persimpangan desa, terdapat petunjuk arah bertuliskan “Nungnung Waterfall”. Dari pertigaan tersebut kemudian mengikuti jalan desa sekitar 500 meter hingga sampai di lokasi parkir. Agar sampai di dasar air terjun, dari tempat parkir melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuruni
ratusan anak tangga yang curam. Perjalanan ke sana melewati lembah. Perlu hati-hati pada saat menuruni anak tangga yang curam dan licin. Meskipun anak tangga tersebut sudah dibeton, namun karena alamnya dingin dan sejuk anak tangga itu berlumut. Tangga ini menjadi licin di musim hujan. Walau demikian, setiap tangga sudah disiapkan pegangan untuk memberikan kesempatan menarik napas dan bale bengong untuk istirahat. Selama perjalanan suasana menjadi sangat indah karena di sisi kiri dan kanan
anak tangga bisa melihat keindahan alam pegunungan yang eksotik. Kicauan burung seakan memberi makna setiap gemericik air terjun yang jatuh. Binatang kecil seperti kupu-kupu, capung dan lainnya mengisyaratkan kalau daerah ini sangat nyaman dan alami. Air terjun Nungnung memiliki pesona alam unik. Objek ini dikeliling pohon-pohon besar yang tumbuh subur yang menjaga air dalam bumi. Suasana nya tenang dan alami sangat
bagus untuk melepas kepenatan setelah melakukan pekerjaan di kantor. Jika udaranya cerah, di atas air wisatawan bisa melihat sekelompok binatang alam menari-nari di udara. Berada di lokasi air terjun uap air yang lembut seakan membuat tubuh menjadi lebih segar bugar dan sejuk sekali. Panorama alam yang romantis sangat
cocok bagi wisatawan berjiwa muda dan sangat cocok bagi kalangan anak muda bersantai bersama pasangannya. Air terjun ini belum tercemar, sehingga baik untuk mandi. Biasanya, anak-anak kecil memanfaatkan airnya untuk membersihkan diri atau sekadar bermain. Namun, air di DTW ini sangat dingin sehingga membutuhkan badan yang kuat untuk menahan rasa dingin itu. Pada musim-musim libur, objek wisata di Badung Utara ini banyak dikunjungi wisatawan, utamanya masyarakat lokal. Air terjun Nungnung diperkenalkan sebagai DTW sejak tahun 2012 melalui SK Bupati Kabupaten Badung. Karena itu, wisatawan yang ingin memasuki DTW Air Terjun Nungnung wajib membayar tiket. Bagi masyarakat lokal dewasa membayar Rp 7.500 dan sedang kan anak-anak Rp 5.000. Bagi wisatawan mancanegara yang dikenakan Rp 10.000 per orang. -Darsana
9
Razeland
Satu Lagu Dua Hari
lulus gemilang, dan akhirnya semua saudaranya hidup. Cerita Mahabarata ini juga mengajarkan ajaran kebenaran, budi pekerti dan religius,” paparnya.
TOKOH SIMBOLIS Fenomena demam Mahabrata ini tak hanya terjadi di kalangan anak-anak, remaja hingga dewasa pun tak kalah “gilanya” menggandrungi film yang bersumber dari cerita pewayangan ini. Menurut pakar dongeng dan permainan tradisional anak, Made Taro, cerita Mahabarata sangat bagus dan menarik untuk anak-anak. “Karakter baik-buruknya sangat jelas, sehingga anak-anak jelas harus meniru yang mana,” ujarnya. Meski penyajian film ini dinilainya agak berat untuk anak, tidak seperti film kartun Krisna yang memang didesain untuk anak, namun paling tidak, anakanak sudah memiliki tokoh panutan. Cerita Mahabarata yang bersumber dari Weda ini mengandung nilai-nilai moral yang sama dengan cerita-cerita rakyat/ dongeng. “Dongeng mengandung nilai kebenaran universal,” tegasnya. Pesan-pesan moral ini umumnya disampaikan lewat tokoh-tokoh simbolis yang pelakunya melukiskan watak manusia. Seperti, harimau yang disimbolkan raja berwatak angkuh/ sombong, gagak yang licik, kancil yang cerdik tapi licik, kelinci yang lemah lembut, menjangan yang angkuh dan sombong, siput yang lemah namun punya semangat gotong royong tinggi sehingga memenangkan pertarungan, dan burung crukcuk kuning yang suka menolong. “Anak-anak senang tokohtokoh simbolis seperti ini dibandingkan diberikan cerita riil, karena imajinasi dan fantasi anak hebat dan sangat di-
Dara
4 - 10 Agustus 2014
Awalnya band ini hanya sekadar main musik. Mereka adalah Anak Agung Ngurah Agung Putra Prawira /Agung (vokal), Mohammad Amry Yahya / Amry (lead guitar) dan I Gede Ary Suta Sanjaya /Ary Suta (rhytm guitar). Amry lalu mengajak Daniel Setiawan/Daniel ( drummer). Se telah sekian lama Krishna Diva Prati windhya/Krishna atau biasa dipanggil Bopas bergabung sebagai bassist.
S
aat ada bazzar tim baseball SMAN 5 Denpasar pada Natal 2013. Jyo yang memegang keyboard mini belum gabung saat itu. “Kami main akustik di acara bazzar itu. Intinya Razeland terbentuk di tanggal cantik 11-12-13,” ujar Krishna yang juga ikut ekskul baseball bersama Daniel. Nama Razeland bermula dari razel yang ditulis Krishna di ponselnya. Amry dan teman-teman personil yang lain juga setuju. Karena sudah ada yang menggunakan username @razel di twitter, mereka memilih nama @ razeland. Semua sepakat nama
Razeland keren. Tetepai, untuk lebih memudahkan, mereka biasa menyebut Razel agar lebih mudah. Ketika ada acara ulang tahun sekolah GSF (Gema Smanela Four), Razeland tidak bisa akustik dan harus full band. “Kebetulan Amry, Jyo sama Daniel suka sama lagu-lagu band kakakku, Bundle of Dreams. Kami pun memilih aliran Razel menjadi pop punk. Setelah itu mulai belajar lagu dari kakakku,” ujar Bopas. Karena Bundle of Dreams memakai shynth juga dan Jyo punya dan bisa main shynth, I Made Jyotisa Adi Dwipatna/Jyo pun gabung menjadi personil
Dari kiri: Amry, Jyo, Agung, Arysuta, Daniel, dibawah Krishnadiva (Bopas)
Razeland. Mereka lalu belajar langsung dengan personil Bundle of Dreams. Sejauh ini Razeland baru main di bazzar-bazzar saja. Sebenarnya cukup banyak kesempatan untuk tampil, tapi karena personil-personilnya sibuk, mereka masih vakum sementara. Semua awak band adalah murid Smanela kelas XI Peminatan Matematika dan Ilmu Alam (PMIA) 1, kecuali Daniel sang drummer XI PMIA 2.
SIAPKAN SINGLE PERTAMA Menjelang GSF, Razeland mendapat waktu sekitar 3 minggu. Saat itu mereka hanya latihan 1 lagu yaitu lagu dari band Bundle of Dreams. “Kami belum tahu dan tidak menyangka bakal lolos seleksi buat manggung saat GSF. Jadinya kami latihannya khusus memaksimalkan latihan 1 lagu buat yang akan kami bawakan saat seleksi,” ujar Agung. Ternyata mereka berhasil lolos
seleksi dengan posisi juara 4. Mereka juga membuat rekor karena satu-satunya band dari kelas X yang bisa lolos seleksi melawan band-band kakakkakak kelas. “Setelah lolos seleksi tersebut, ternyata kami disuruh untuk membawakan 3 buah lagu. Sedangkan kami baru latihan 1 lagu saja plus intronya. Jadi kami terpaksa latihan ngebut 1 lagu lagi hanya dalam 2 hari,” ujar Amry. Begitu tampil di acara GSF mereka membawakan dua buah lagu. Lagu pertama itu lagu yang sudah latihan berminggu-minggu. Lagu kedua yang latihannya kebut-kebutan itu. Urusan manggung yang paling berkesan bagi Razeland saat GSF karena secara tidak langsung Razeland sepanggung dengan band idola sekaliber Sheila on Seven yang menjadi bintang tamu utama saat itu. Saat GSF itu penampilan Razeland yang paling banyak penontonnya. “Lagu yang kami bawakan saat GSF “Menunggu Disini (Bundle of Dreams) dan “Takkan Pernah Berhenti (Bundle of Dreams). Personil Razeland biasa latihan di rumah Krisna atau di rumah Daniel. Jika ada event, H-3 baru mereka ke studio untuk finishing. Kalau ada waktu luang pun mereka tetap rajin latihan dan ngumpul kumpul untuk buat lagu. “Saat ini dengan enam personil kami sebenarnya sedang mengerjakan single pertama kami. Mimpi dari band Razeland simpel saja. Kami akan selalu mencintai musik dan kalau berkesempatan mau go national,” tegas Krishna. -Nina
10
Bugar
4 - 10 AGUSTUS 2014
Waspadai Nyamuk Pembawa Virus Japanese Encephalitis
Saat ini, ada satu penyakit baru yang mematikan yang merambah ke Indonesia, namanya japanese encephalitis (VJE). Penyakit ini disebabkan gigitan nyamuk yang mengandung virus japanese encephalitis.
Ia mengatakan, di Indonesia virus japanese encephalitis telah diteliti sejak pada tahun 1972. Beberapa penelitian di Bali terutama di Rumah Sakit Sang lah sudah dimulai sejak awal tahun awal tahun 1990 dan ditemukan kasus serologi positif terhadap virus japanese encephalitis. Gejala virus japanese encephalitis ini dapat menginfeksi manusia karena kebetulan digigit oleh nyamuk yang telah mengandung virus japanese encephalitis. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak terutama di rentang usia 1-15 tahun, namun menurutnya, tidak semua manusia yang terinfeksi virus ini menjadi sakit dan menimbulkan gejala klinis.
dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked.,
M
enurut dosen pengajar di bagian/SMF. Mikrobiologi Klinik FK Unud/ RS Sanglah dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked., penyakit ini tergolong penyakit zoonosis atau penyakit yang mengenai hewan tetapi juga dapat menyerang manusia. Penyakit ini banyak ditemukan sporadis di negara-negara Asia yang termasuk agraris dimana masih banyak terdapat lahan pertanian seperti Filipina, Tiongkok, India, Thailand, Malaysia, termasuk Indonesia. “Penyakit japanese enchepalitis merupakan penyakit radang otak yang pertama dikenal pada tahun 1871 di Jepang, Penyakit ini telah menginfeksi lebih dari 6000 orang pada tahun 1924, dan se ring terjadi wabah setelahnya. Penyakit ini kemudian diketahui penyebabnya adalah virus japanese encephalitis setelah diisolasi pada tahun 1934 dari jaringan otak penderita ensefalitis yang telah meninggal,” ujar dokter yang pernah mengikuti Springschool on Tropical Medicine, Infectious Diseases and Molecular Biology, UMG, di Göttingen, Jerman dan Microbiology Research and Diagnostic, Erasmus Medical Centre, di Rotterdam, Belanda ini.
INKUBASI SAMPAI 14 HARI Para ahli mengatakan, hanya sekitar 0,1-0,25 % saja manusia yang telah terinfeksi akan menunjukkan gejala. “Kebanyak an infeksi virus ini telah dapat diatasi oleh sistem pertahanan tubuh sehingga hanya menunjukkan gejala subklinis yang bersifat ringan seperti demam dan flu biasa. Namun, dapat juga menjadi berat sampai terjadi koma, cacat dengan kelumpuhan dan keterbelakangan mental hingga fatal kematian dengan angka kematian berkisar 20-30%,” kata dr. Agus. Masa inkubasi penyakit ini sekitar 4 sampai 14 hari. Gejala yang akut pada pasien dapat mengalami nyeri kepala, gangguan pernapasan, mual, muntah, kelainan saraf, termasuk gangguan jiwa. Dapat timbul gejala kerusakan otak seperti kejang dan pergerakan abnormal. Hewan juga dapat terinfeksi virus ini seperti ternak lembu, sapi, babi, ayam, bebek, kambing, dan vertebrata lainnya. Virus dapat berkembang biak di dalam darah hewan tanpa menimbulkan penyakit serius. Pada hewan, yang terinfeksi penyakit ini dapat tidak memperlihatkan gejala dan sampai sering menimbulkan abortus atau tak bisa beranak. Penyakit ini disebabkan ovirus yang dapat dibawa nyamuk golongan culex sebagai vektornya. Paling sering spesies nyamuk culex tritaeniorhynchus yang banyak ada di persawahan, rawa-rawa, selokan atau kebun yang ada genangan air sehingga penyakit ini lebih banyak ditemukan di
Style
4 - 10 AGUSTUS 2014
Keindahan Sentuhan Tangan Desain dari Mardiana Ika selama ini dikenal sebagai karya tangan yang spesial. Karenanya, tak salah jika koleksi berlabel Ika Butoni ini menjadi karya collector’s items. Para penggemar karya Ika selalu menyimpannya sepanjang waktu. Sebab, keindahan masa depan buatan tangan ini akan menjadi karya Heritage.
S
elain itu, melihat ciri khasnya yang selalu sarat detil dan teknik yang tidak mudah dan berbeda dari yang lain, menjadikannya tidak akan ada lagi orang yang ingin mengerjakannya. Kalaupun ada, maka harganya akan sulit dijangkau. Karya Ika yang spesial ini pula dihadirkannya pada pagelaran Hongkong Fashion Week (HFW) belum
daerah perdesaan yang masih banyak ada lahan persawahan. Magister Ilmu Kedokteran Tropis Universitas Airlangga Surabaya ini me ngatakan, penyebaran penyakit ini lebih marak terutama pada musim hujan saat populasi nyamuk culex meningkat. “Nyamuk culex tritaeniorhynchus dapat menularkan virus ini baik ke manusia maupun ke hewan peliharaan lainnya, sehingga virus japanese encephalitis termasuk dalam kelompok penyakit arbovirus yaitu virus yang ditularkan oleh serangga atau nyamuk.,” jelasnya. Ia menambahkan, hewan ternak merupakan sumber penularan virus ini seperti babi, dapat juga oleh burung liar. Nyamuk culex betina memerlukan makanan berupa darah untuk bertelur yang kebetulan menghisap darah babi yang mengandung virus japanese encephalitis dan lalu mengigit manusia. Ia menyarankan, masyarakat di Bali terutama yang dekat dengan kandang babi harus lebih waspada dengan penyakit ini. Di Bali, babi merupakan salah satu ternak yang masih banyak dipelihara di sekitar pekarangan rumah dan banyak pula terdapat peternakan babi skala besar. Selain itu di Bali juga masih banyak terdapat lahan persawahan yang merupakan tempat yang baik untuk kembang biak nyamuk culex. PAKAI KELAMBU Penyakit ini belum ada pengobatan khusus antivirus yang dapat membunuh virus ini. Pengobatan pada pasien yang terkena lebih kepada pengobatan sim-
tomatis untuk menangani gejala yang timbul dan terapi suportif untuk menjaga kualitas hidup pasien yang terkena. “Pasien yang menunjukkan gejala harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan terapi agar mencegah terjadi kecacatan fisik, mental atau mencegah kematian. Pasien dengan defisit neurologis membutuhkan fisioterapi dan rehabilitasi,” ujar Wakil Ketua IDI Cabang Denpasar ini. Menurutnya, pengendalian penyebaran japanese encephalitis dapat dilakukan dengan memutus rantai penularan dari sumber penularan dan vektor nyamuk. Beberapa usaha yang dapat diterapkan seperti membuat kandang babi yang jauh dari pemukiman atau tempat tinggal. Mengendalikan nyamuk sebagai vektor penyakit dengan memberantas sarangnya. Menerapkan usaha perlindungan diri dari gigitan nyamuk seperti penggunaan kelambu dan obat nyamuk. “Penyakit ini dapat dicegah dengan memberikan vaksinasi. Beberapa negara di Asia sudah memasukkan imunisasi japanese encephalitis ke dalam program rutin. Namun, di Indonesia belum merupakan program imunisasi rutin. Vaksinasi pada manusia, terutama pada anak-anak perlu dberikan di daerah yang sering terjadi kasus japanese encephalitis. Imunisasi juga dianjurkan untuk orang yang bepergian ke daerah endemik japanese encephalitis. Selain vaksinasi terhadap manusia, ada juga vaksinasi untuk hewan terutama untuk kuda dan ternak lainnya,” kata suami I Dewa Ayu Novia Saraswati, S.H, dan ayahnda Putu Prasista Ardyaswari Mahavira ini. –Wirati Astiti
15
lama ini. Menurut Ika koleksinya di acara HFW yang kedua tahun ini yang mengusung tema “Du Temps – Timeless” terbagi menjadi dua. Pertama desain yang kaya warna. Ika berhasil merekam pulau Bali yang kaya warna, keindahan alamnya yang penuh gairah dan tak ketinggalan manusianya yang penuh dengan gairah kehidupan. Kedua, hitam-putih. Di sini Ika memperlihatkan keahliannya
bermain teknik lipat yang membentuk dimensi-dimensi baru. Deretan busana berbahan jersey, chiffon, brokat, satin ini semakin istimewa karena motifnya diprint. Selanjutnya, sesudah piping, dijahit dan dibentuk sesuai dengan yang diinginkan dalam digital printing. Inilah teknik terbaru yang dilakukan dan diperlihatkan Ika untuk persembahannya pekan ini. – Sri Ardhini
14
Jelita
Pria juga Perlu Merawat Kulit
D
ahulu orang selalu beranggapan, perawatan kulit selalu identik dengan wanita, sehingga pria kadang merasa tabu untuk melakukan perawatan kulit. Sekarang, baik karena tuntutan pekerjaan atau karena kesadaran sendiri akan pentingnya menjaga kesehatan kulit, pria juga makin banyak yang melakukan perawatan kulit. Namun, perlu diperhatikan bahwa kulit wanita dan pria memiliki perbedaan dan cara perawatannya pun juga berbeda. Menurut Dosen Ilmu kesehatan Kulit dan Kelamin FK. Unud/RS Sanglah, dr. I.G.N Darmaputra, Sp.KK, secara umum kulit wajah pria memiliki struktur kulit yang lebih tebal daripada kulit wanita dan memiliki tingkat sensitivitas terhadap produk perawatan kulit lebih rendah daripada wanita.Rangsangan hormon androgen yang dominan dimiliki pria, menyebabkan terjadinya penebalan kulit, sehingga kulit pria lebih tebal sekitar 25 % dari kulit wanita. Setelah masa puber, produksi minyak di wajah pada pria juga cenderung lebih banyak daripada wanita karena pengaruh hormon androgen. Selain itu pria juga memiliki pori-pori yang besar, sehingga pria umumnya memiliki masalah jerawat yang lebih lama. Owner D&I Skin centre Bali mengatakan, kesalahan pena nganan jerawat pada masa puber ini seringkali menyebabkan banyak pria yang memiliki kulit wajah dengan lubang-lubang bekas jerawat (acne scar). “Acne scar ini memerlukan pena nganan khusus dan umumnya tidak dapat kembali halus seperti semula. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk melakukan perawatan wajah bagi pria, dan bisa dimulai sejak masa puber,” ujar Member of Asia Pacific Academy of Cosmetic Surgery, ini. Ia menambahkan, flek di wajah serta terjadinya penuaan dini seperti keriput, kusam sangat dipengaruhi oleh paparan sinar matahari. Pria yang umumnya memiliki aktivitas di luar ruangan yang lebih banyak daripada wanita sangat beresiko terjadinya hal ini apabila tidak melakukan usaha pencegahan seperti penggunaan tabir surya secara rutin dan benar. Pria juga umumnya memiliki kebiasan buruk bergadang. “Bergadang dapat menyebabkan kulit mengalami penuanan dini karena kulit terhambat proses perkembangannya. Jadi penting bagi pria untuk memiliki jam tidur atau istirahat yang
cukup jika ingin kulitnya terlihat lebih sehat,” sarannya. Karena memiliki pori-pori yang besar dan produksi minyak yang berlebihan, pria wajib melakukan pembersihan wajah secara rutin terutama setelah beraktivitas diluar ruangan. Karena debu-debu dan kotoran yang melekat pada kulit dapat menyumbat pori-pori sehingga dapat merangsang timbulnya jerawat. Sabun wajah dan toner sebaiknya digunakan agar dapat mengangkat debu-debu dengan baik serta mengurangi minyak dikulit. Member of Dermatology and Aesthetic Surgery International League menyarankan, pembersihan wajah juga sebaiknya dilakukan pada pagi dan malam hari sebelum tidur. “Pemilihan tabir surya yang tepat sangat diperlukan disesuaikan dengan kondisi kulit dan aktivitas pria. Untuk kulit yang cenderung berminyak, sebaiknya dipilih tabir surya yang berbentuk gel atau lotion dan umumnya yang berwarna
bening atau netral, sebab pria tidak ingin terlihat seperti menggunakan bedak,” ucapnya. Untuk kulit yang berminyak sebaiknya tidak menggunakan tabir surya yang berbentuk krim, karena dapat merangsang timbulnya jerawat. Bagi pria yang sering beraktivitas di luar ruangan sebaiknya dipilih tabir surya dengan SPF 30 atau lebih. Penggunaan tabir surya yang benar adalah dioleskan 30 menit sebelum kulit kita terpapar sinar matahari, jadi diberikan waktu agar tabir surya dapat bekerja dengan baik. Jadi, bagi pria janganlah malu untuk melakukan perawatan kulit, karena kulit pria juga membutuhkan hal serupa seperti yang dibutuhkan kulit wanita. Kulit yang sehat akan menunjang penampilan anda dan produk yang tepat merupakan salah satu kunci untuk merawat kulit tetap sehat. Tips menjaga kesehatan kulit pria: lBersihkan wajah secara rutin setiap pulang dari bepergian lHindari bergadang. lGunakan Tabir surya dan krim perawatan yang tepat. Untuk menghindari efek buruk sinar matahari, wajib hukumnya untuk rutin menggunakan tabir surya sebelum keluar rumah. Sedangkan untuk malam hari dapat menggunakan produk-produk yang me ngandung asam hidroksi acid untuk mengangkat kulit mati sehingga kulit menjadi sehat dan cerah. Tentunya dalam penggunaan setiap produk harus berkonsultasi dengan dokter, sebab kesalahan pemakaian produk dapat menimbulkan berbagai masalah seperti iritasi sehingga kulit menjadi merah dan mengelupas. Pria tentunya sangat malu apabila wajahnya terlihat merah. –Wirati Astiti
Mitos
4 - 10 Agustus 2014
4 - 10 Agustus 2014
11
Pasta Gigi Merahkan Bibir Pengalaman orang-orang tua dahulu terkait penanganan ter hadap luka, kerapkali masih dipercayai kebenarannya hingga saat ini. Misalnya, hasil pembakaran kayu (berupa cairan) yang dioleskan pada kulit yang luka dipercayai bisa menyembuhkan dan menjadikan luka cepat kering. “Kemungkinan cairan ter sebut berfungsi sebagai katalisator penyembuhan luka luar. Kandungan mineral yang tersimpan di dalam batang kayu juga kuat sebagai alasan ini. Tapi, sepengetahuan saya belum ada literatur yang menyatakan bahwa cairan tersebut dapat me nangani luka,” ujar dr. AAA Laksmi Dewi B, Sp.KK.
B
anyak mitos terkait yang sekiranya masih perlu diluruskan. Berikut penjelasan dr. Amy yang praktik di RS Prima Medika ini. Mitos: Air liur untuk menangani gigitan serangga Fakta: Gatal akibat gigitan serangga atau alergi sebenarnya adalah suatu respons inflamasi (peradangan) dari tubuh kita terhadap alergen (penyebab alergi). Pada daerah gigitan akan bengkak, iritasi dan terasa gatal yang diakibatkan oleh tubuh yang melepaskan histamin dan kinin. Dengan kompres cairan hipertonis (salin) cairan yang ada pada gigitan serangga tersebut akan terserap keluar sehingga bengkak akan berkurang diikuti dengan berkurangnya rasa gatal. Air liur tidak mempunyai kemampuan osmotik tersebut, air liur tidak dapat menangani
gigitan serangga. Mitos: Mengoleskan pasta gigi untuk memerahkan bibir Fakta: Pasta gigi pada umumnya mengandung beberapa bahan aktif seperti baking soda, hydrogen peroxide, alkohol, mentol, minyak esensial, dan triclosan. Bahan-bahan tersebut berguna sebagai antiseptik yang berguna untuk membunuh bakteri, membersihkan kotoran dan memutihkan gigi. Pasta gigi dapat dimanfaatkan untuk memerahkan bibir, karena pasta gigi dapat mengeringkan sel-sel kulit mati pada bibir dan bila lapisan atas bibir mengelupas akan membersih kan pigmen yang hitam. Metode ini sangat cepat memerahkan bibir, tetapi sangat cepat juga menjadi gelap apabila terkena sinar matahari ataupun merokok. Diusahakan untuk melindungi lapisan bibir dengan lipbalm sebelum bepergian agar lapisan bibir tidak langsung terkena cahaya
matahari, bibir juga terlindungi dari kekeringan. Sebaiknya gunakan pasta gigi tanpa deterjen. Mitos: Pasta gigi dapat meng obati jerawat Fakta: Mungkin beberapa orang pernah punya pengalaman menggunakan pasta gigi untuk menangani jerawat dalam situasi mendesak dimana tidak tersedia obat jerawat di rumah. Karena kebetulan jerawat mengering dan tidak terjadi iritasi pada kulitnya, maka orang menyangka bahwa pasta gigi bisa digunakan sebagai obat jerawat. Hal ini sama sekali tidak benar. Kebanyakan orang mengalami iritasi dan kulit menjadi merah. Pasta gigi mengandung beberapa bahan aktif salah satunya adalah triclosan. Triclosan merupakan antibakteri yang sering terdapat pada sabun, deodoran, dan pembersih tubuh. Berbagai macam pasta gigi me ngandung triclosan, kemungkinan itu sebabnya pasta gigi digunakan
dr. AAA Laksmi Dewi B, Sp.KK.
sebagai obat jerawat. Triclosan memang efektif dalam membunuh bakteri. Akan tetapi pada produk perawatan jerawat, triclosan digunakan sebagai pengawet, bukan sebagai bahan aktif. Mitos: Madu dapat melembutkan kulit Fakta: Kita telah mengenal madu sejak berabad-abad yang lalu, sebagai penambah energi alami. Madu sangat baik untuk kulit kita, itu sebabnya kita dapat menemukan kandungan madu di banyak produk perawatan kulit. Karena, madu itu berefek anti-aging dan sebagai pelembab juga. Kaya akan antioksidan alami yang mempunyai efek antimikroba. Madu juga dapat melindungi kulit dari efek buruk sinar ultraviolet dan membantu peremajaan kulit. Madu juga dapat mempertahankan kelembaban sehingga sangat membantu hidrasi kulit, tampak segar dan lembut. Mitos: Pemakaian deterjen membuat kulit gatal dan kasar
Fakta: Deterjen merupakan sediaan pembersih yang terdiri dari zat aktif permukaan (surfaktan), bahan pengisi, pemutih, pewangi (bahan pembantu), bahan penimbul busa, dan optical brightener (bahan tambahan yang membuat pakaian lebih cemerlang). Bahan kimia yang merupakan bahan deterjen ada yang termasuk keras dan ada yang termasuk lunak. Keras lunaknya deterjen tergantung pada kadar pH (tingkat keasaman atau kebasaan) jenis zat-zat kimia dalam deterjen. Kadar pH deterjen yang sangat basa (9,5-12) membuat deterjen bersifat korosif. Hal ini dapat meng akibatkan iritasi pada kulit. Dari hasil survey diketahui keluhan yang biasanya dirasakan konsumen yaitu kulit terasa kering, melepuh dan retak-retak, kulit tangan gampang mengelupas, hingga timbulnya eksim kulit semacam bintik-bintik gatal berair di telapak tangan maupun kaki. Akhirnya kulit akan menjadi kasar. Untuk mengatasi itu, sebaik nya konsumen menghindari kontak langsung kulit dengan deterjen. Kalaupun sudah terlanjur kontak, maka tangan atau kaki yang terkena harus cepat dibilas air bersih dan dikeringkan. Adanya riwayat alergi juga berperan dalam timbulnya gatal dan kulit kasar pada pemakaian deterjen ini. Pada kondisi alergi terhadap deterjen bubuk dapat dipilih deterjen lunak, seperti deterjen cair. Bahan deterjen cair ini kurang menimbulkan iritasi tetapi daya pembersih deterjen cair ini lebih rendah dari deterjen bubuk. Jadi jika ingin aman, konsumen dapat memilih deterjen cair, tetapi jika ingin bersih dapat memilih deterjen bubuk. –Inten Indrawati
Jangan Simpan Kondom di Dompet menggunakan kondom. Kesalahan paling fatal adalah ketika melepaskan kondom saat masih berhubungan seks. Banyak laki-laki secara sugestif beralasan “Dok, saya mau bertanya tentang kondom. Saya dan suami sepakat menggunakan kondom untuk mencegah kehamilan. Tetapi ada masalah, Dok. Saat suami menggunakan kondom secara rutin kok malah saya menjadi hamil? Satu lagi, suami juga mengeluhkan saat memakai kondom menjadi tidak nyaman dan kurang memuaskannya. Apakah ada kesalahan, Dok?” (Rina, 29 th, Dps) Meski terlihat mudah dan sepele, ternyata tidak semua laki-laki dan perempuan selalu dapat memakai kondom dengan benar saat berhubungan seksual. Belum lama ini dipublikasikan sebuah hasil kajian terhadap 50 studi tentang penggunaan kondom dalam kurun waktu 16 tahun terakhir. Hasilnya didapatkan sejumlah daftar kesalahan yang sering dilakukan saat
jika rasa ketika tidak memakai kondom jauh lebih nikmat, padahal sesungguhnya belum fasih benar menggunakan kondom. Ibarat sudah biasa tidak menggunakan kendaraan bertipe matik, baru belajar menggunakan matik dianggap tidak menyenangkan. Terlambat menggunakan kondom adalah kesalahan yang juga banyak dilakukan. Sekitar 17-50% memasang kondom-
nya beberapa waktu setelah hubungan seks berjalan atau bahkan baru menggunakannya ketika akan ejakulasi dan mencapai puncak orgasme. Ini tidak direkomendasikan, karena pemakaian kondom yang baik tentu saja sejak dari awal hubungan seksual untuk mencegah infeksi menular seksual. Kondom juga mengandung pelumas pada vagina agar hubungan seks lebih nikmat dan lancar sejak awal. Atau, bisa juga ketika laki-laki sudah membuka kemasan kondom dan tidak langsung memakainya. Ini akan membuat kualitas kondom akan menurun jika kondom tidak langsung digunakan. Kesalahan lainnya adalah kesalahan penyimpanan. Kondom tidak boleh disimpan di dompet, di saku belakang atau di tempat panas karena akan menyebabkan kerusakan kondom. Tapi kenyataannya masih banyak yang melaku-
kannya. Banyak laki-lak yang tidak teliti terhadap kondom yang mereka beli. Mereka akan membeli kondom yang paling murah dengan kualitas yang rendah juga. Juga masih banyak laki-laki yang menggunakan kondom sobek dan bocor dan mereka tidak tahu bahwa kondom mereka rusak sehingga tidak lagi memiliki proteksi pencegahan kehamilan. Demikian juga hasil survei menemukan bahwa sebanyak 48,1% perempuan dan 41,6% laki-laki tidak menekan atau mengeluarkan udara yang ada di dalam ujung kondom sebelum digunakan. Terkadang akibat ketelodoran, kondom bisa mengalami kebocoran terkena benda tajam sebelum digunakan. Jika demikian, tidak akan bisa lagi berfungsi maksimal. Jadi sesungguhnya, untuk menggunakan kondom harusnya paham bagaimana menyimpan dan memasangkan kondom yang semestinya dengan mem-
perhatikan berbagai kesalahan yang pernah dilakukan orang atau diri sendiri selama ini dalam penggunaan kondom. Pastikan juga menggunakan pelumasnya dengan baik dan memilih kondom sesuai selera Anda, karena saat ini banyak beredar kondom dengan kualitas bagus yang sudah ditambahkan bahan perasa buah dan aroma tertentu dan juga bentuk-bentuk tambah an seperti bintik-bintik dot di permukaannya yang akan memberikan jaminan rasa menyenangkan saat berhubungan seksual. Pastikan juga ukuran kondom agar bisa pas dan leluasa dipakai, sebab jika terlalu ketat atau malah longgar tentu saja akan menjadi tidak nyaman. Satu lagi, pastikan tanggal kedaluwarsanya untuk menjamin kualitas kondom tetap terjaga. Sebagai variasi, dapat juga dicoba untuk pihak perempuan yang menggunakan kondom khusus buat perempuan.
12
Kuliner Bubur Ayam Pak Made
4 - 10 AGUSTUS 2014
Aneka Makanan Bugis di Hari Lebaran Hari Idul Fitri menjadi momen yang sangat penting untuk menjalin tali silaturahmi bagi umat muslim. Dalam perayaan ini, umat muslim bersukacita, saling maaf-memaafkan sembari menikmati hidangan pelengkap lebaran. Begitu juga tradisi yang dilakukan keluarga besar H.M. Sabik, asal Kampung Bugis ini. Menurut Hajah Maisarah, ada hidangan istimewa Bugis yang selalu disajikan saat Hari Lebaran.
H
idangan lauk-pauk berbahan dasar daging sapi yang dis ebut kedonting. Untuk bumbu dari kedonting, sangat spesial karena hampir mirip dengan bumbu genep Bali, seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, jahe, kencur, kemiri, lada, terasi, dan garam yang dihaluskan. Kemudian, ada satu lagi bahan pelengkap yang merupakan ciri khas kedonting yakni parutan kelapa yang disang rai, yang dicampurkan ke dalam bumbu ulek tadi.
Kedonting
Saat dimasak bersama daging sapi, parutan kelapa ini akan mengeluarkan minyak yang membuat rasa kedonting lebih gurih. Masak an ini dimasak selama ½ jam. Untuk membuat daging sapi menjadi lebih lembut dan mudah dalam memasaknya, daging direndam dalam parutan buah nenas selama 40 menit. Setelah masak, kedonting bisa disajikan bersama ketupat atau lontong. Ada juga makan an yang disebut burasa yang terbuat dari beras yang dimasak setengah matang bersama santan. Kemudian burasa dibungkus dengan daun pisang yang di dalamnya
Resep Burasa Bahan: 250 gr : beras 350 ml : santan dari ½ butir kelapa 1 lembar : daun pandan, disimpulkan ½ sdt : garam daun pisang benang kasur Cara membuat: - Rebus santan, daun pandan, dan garam sambil diaduk sampai mendidih. - Masukkan beras. Aduk di atas api sampai meresap. Angkat. - Ambil 1 lembar daun pisang. Sendokkan aronan. Isi di dalamnya serundeng daging. Bungkus se perti kue pisang dalam bentuk memanjang. - Tempelkan tiap 2 bungkus aronan. Ikat dengan benang kasur. - Rebus 3 jam dalam air mendidih yang ditambah dengan daun pandan sampai matang.
Burasa
Permen kacang
sudah diberi serundeng daging. Bungkusan burasa ini diikat dengan tali agar tak lepas. Untuk membuat serundeng daging ini, bahan utamanya adalah kelapa parut yang dicampur de ngan bumbu-bumbu, kemudian tambahkan daging yang sudah disuwir-suwir. Untuk menyajikan burasa, selain bisa disajikan begitu saja, burasa kadang dimakan bersama kedonting. Namun, jika Anda bepergian, makanan burasa dapat dijadikan sebagai bekal
Resep Serundeng Daging Bahan: 300 gr : daging sapi 2 lembar : daun salam 2 cm : jahe, dimemarkan 1.000 ml : air untuk merebus 5 lembar : daun jeruk, dibuang tulangnya, diiris halus 1 lembar : daun kunyit, dipotong-potong 1 sdt : asam jawa 3 sdm : air, untuk melarutkan asam jawa 300 ml : santan dari 1 butir kelapa 200 gr : kelapa parut kasar Bumbu Halus: 5 buah : cabai merah keriting 10 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 batang : serai, ambil putihnya 2 cm : lengkuas 1 cm : jahe 1 sdm : ketumbar 1/2 sdt : jintan 2 sdt : garam 1 sdm : gula merah sisir
Lepek-lepek dan srikaja
dalam perjalanan. Hidangan lain yang juga tak kalah enak adalah lepek-lepek. Hidangan ini dimakan bersama srikaja. Bahan utama dari lepeklepek adalah ketan putih yang diaru dengan santan kental dan diberi sedikit garam. Memasaknya cukup lama sekitar 8 jam agar makanan ini tidak mudah basi dan tahan lama. Lepek-lepek menjadi istimewa karena bungkusnya yang sangat unik, menggunakan helaian janur yang diikat cantik. Dalam masyarakat Bali, ikatan janur ini menyerupai kue bantal yang dibuat memajang. Rasa lepek-lepek ini tak manis, karena itu, disajikan bersama srikaja. Untuk membuat srikaja ba han utama adalah gula merah dan telur ayam yang dikocok
sampai mengembang. Kemudian adoan ini dikukus dan bentuk akhirnya seperti kue talam. Saat menghidangkan di piring, lepek-lepek dipotong-potong kecil, kemudian di sampingnya ditaruh sepotong srikaja. Warnanya pun sangat menarik, putih dan merah kecokelatan, sangat menarik hati untuk menikmati nya. Satu lagi yang unik, jabete kacang atau permen kacang. Kacang tanah disangrai, kemudian kulitnya dihilangkan. Buatlah air gula dengan warna-warni, me rah, kuning, dan hijau. Masukkan kacang tadi ke dalamnya dan tunggu sampai adonan mengental dan membungkus kacang tadi. Se telah mengering, jemur sebentar agar permen tambah kering. Siap Anda sajikan pada saat tamu baru datang. –Wirati Astiti
Sarapan pagi dengan bubur ayam, rasanya sangat enak dan segar. Apalagi, setelah melakukan olahraga pagi. Bagi Anda yang tertarik berolahraga di Taman Kota Denpasar, Lumintang, jangan lupa mampir sejenak ke Warung Bubur Ayam Pak Made. Sebenarnya bukan warung, karena tempat berjualannya menggunakan mobil station. Pak Made ditemani istrinya berjualan bubur dari pukul 07.00 sampai dengan 08.30. Kalau Anda datang terlambat, bubur ayam Pak Made sudah ludes diserbu pembeli yang sebagian besar baru selesai berolahraga. Walau pun tempatnya di taman kota, warung Pak Made juga diserbu warga kota Denpasar yang berangkat bekerja pagi. Warung ini buka tiap hari, kecuali libur nasional.
B
u b u r a y a m Pa k Made sangat khas. Buburnya biasa disebut bubur Bali. Satu piring bubur dihargai Rp 7.000. Bubur ini sangat spesial karena terbuat dari campuran beras putih dan merah. Satu porsi bubur dilengkapi dengan sayur urab, telur dadar, telur rebus, sambal goreng, dan kuah ayam. Porsinya sedang sehingga sangat cukup untuk sarapan pagi, tidak kurang dan tidak lebih. Tiap hari, Pak Made menghabiskan dua termos besar nasi bubur. Ia mengatakan, bahan pokok beras yang digunakan untuk membuat bubur hanya
2 kilo gram. Ia mencampur beras putih dan beras merah dalam buburnya, selain lebih sehat, agar rasa bubur lebih sedap. Pak Made berjualan selalu ditemani istrinya. Pak Made bagian melayani pembeli yang makan di tempat, dan istrinya melayani pembeli yang ingin membungkus membawa pulang. Bubur yang dibungkus menggunakan kotak sterofom putih dan kuahnya dibungkus plastik sehingga sangat efisien dan tidak repot dibawa. Jika Anda ingin membuka bungkus an bubur ini di jalan, tak usah khawatir, sudah tersedia satu sendok plastik di dalamnya.
Bukan hanya orang dewasa yang menggemari bubur ayam Pak Made. Para orang tua yang memiliki anak susah makan, atau bayi yang baru belajar makan, sering dibelikan bubur ayam Pak Made ini. Sisca, salah satunya. Sejak anaknya berusia 3 tahun, ia sering membeli bubur ayam Pak Made. Biasanya Sisca membeli bubur tanpa tambahan lauk atau sayur. Kini, anaknya sudah berusia 5 tahun, dan sudah duduk di TK. Sebelum ke sekolah, ia tetap setia membeli bubur Pak Made. Menurut Sisca, selain bubur ayam Pak Made enak, juga sehat karena bubur terbuat dari campuran beras putih dan merah.
4 - 10 AGUSTUS 2014
Bubur ayam
Bubur Bali Batubulan Anda tinggal di sekitar Batubulan, Gianyar? Cobalah bubur Bali yang berada di depan Kecak Barong dekat dengan terminal Batubulan, Gianyar. Bubur Bali ini disajikan dengan tambahan sayuran kuah jepang/labu siam dan sayur urab yang terdiri dari bayam dan toge. Tak ke tinggalan, kacang, serundeng dan satu kerupuk beras kericik. Sebagai lauknya ada ayam yang disisit. Bubur ini dijual seharga Rp 6.000 per porsinya. Penjualnya biasa dipanggil odah (nenek), mulai membuka wa rung buburnya dari pukul 06.00 sampai 09.00. Ia menuturkan, sebagian besar
–Wirati Astiti
pembeli dari seputaran Batubulan. Bubur ini menjadi sangat spesial karena semua bumbu yang digunakan tanpa bahan penyedap atau MSG. Selain itu, bahan sayuran dan bumbu, hasil tanaman sendiri. “Ini bubur sehat buatan odah,’ ujarnya berpromosi. –Wirati Astiti
Bubur Bali
Asam-asam Bandeng
Asam-asam Mujahir Pedas Sarwan
Keluarga HM Sabik
Bahan: 750 gr : mujahir bersih kan lumurin air jeruk nipis 2 batang : serai, memarkan 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 600 ml : air 3 sdm : air jeruk nipis 2 buah : tomat hijau belah jadi 4 Bumbu yang dihaluskan
Bahan: 9 buah : 3 siung : 3 buah : 10 buah : 4 butir : 2 ruas : 1 sdm : 1 ruas :
bawang merah bawang putih cabe merah cabe rawit kemiri bakar jari jahe asam jawa jari kunyit bakar
masak sampai mendidih. • Masukan tomat hijau iris, gula, garam, kaldu bubuk dan air jeruk. Kecilkan api, masak sampai mendidih. Tiriskan. • Siap dihidangkan.
Cara Membuat: • Panaskan minyak, masukkan bumbu halus, tumis hingga ha rum, masukkan lengkuas, serai dan ikan, masukan air dan aduk merata lalu tutup penggorengan,
Bahan: 500 gr : bandeng, bersihkan, sayat-sayat, lumuri dengan air jeruk nipis 9 buah : bawang merah, iris kasar 4 butir : bawang putih, iris kasar 2 ruas : jari jahe, memarkan 2 batang : serai 2 ruas : jari kunyit bakar, memarkan 1 buah : tomat iris, kasar 2 buah : cabe merah, iris serong 7 buah : cabe kecil atau rawit, potong jadi dua 7 buah : blimbing wuluh 50 gr : asam, rendam air panas 60 ml : air Gulam, garam, kaldu bubuk secukupya
Bebek Goreng Sambal Tomat
Cara membuat: - Rebus daging, daun salam, jahe, dan air sampai empuk. Angkat dan potong-potong daging searah serat. - Suwir-suwir daging memanjang tipis-tipis. - Campur daging suwir dengan bumbu halus, daun jeruk, daun kunyit, dan air asam. Remas-remas sampai terbalut rata. Diamkan 30 menit. - Pindahkan dalam wajan. Tuang santan. Masak dengan api kecil sampai meresap. - Masukkan kelapa parut kasar. Aduk sampai kering.
13
Bahan: 500 gr 7 buah 3 buah 2 ruas 2 ruas 1 sdm 3 lbr 500 ml
: bebek bagian paha, bersihkan dan lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama 5 menit : bawang merah halus : bawang putih halus : jari jahe halus : jari kunyit bakar halus : ketumbar halus : daun jeruk : air
Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya. Bahan sambal: 5 buah : bawang merah 2 siung : bawang putih 10 cabe : rawit 3 buah : cabe merah 3 buah : tomat, belah jadi 4
Cara membuat: • Bebek dicampur dengan bumbu yang sudah dihaluskan lalu rebus
sampai daging bebek empuk, dan bumbu meresep.Tiriskan. • Panaskan minyak, goreng bebek sampai matang kecokelatan, tiriskan. • Panaskan minyak, masukkan bahan sambal, bolak-balik bumbu sampai matang dan bahan sambal siap di haluskan. • Bebek siap disantap dengan sambal tomat dan lalapan menurut kesukaan.
Cara membuat: • Campur semua bahan jadi satu, kecuali air asam, lalu rebus sampai mendidih. Biarkan sekitar 15 menit, lalu masukkan rendaman air asam gula garam dan kaldu bubuk, kecilkan api sampai mendidih. • Siap untuk di hidangkan.
12
Kuliner Bubur Ayam Pak Made
4 - 10 AGUSTUS 2014
Aneka Makanan Bugis di Hari Lebaran Hari Idul Fitri menjadi momen yang sangat penting untuk menjalin tali silaturahmi bagi umat muslim. Dalam perayaan ini, umat muslim bersukacita, saling maaf-memaafkan sembari menikmati hidangan pelengkap lebaran. Begitu juga tradisi yang dilakukan keluarga besar H.M. Sabik, asal Kampung Bugis ini. Menurut Hajah Maisarah, ada hidangan istimewa Bugis yang selalu disajikan saat Hari Lebaran.
H
idangan lauk-pauk berbahan dasar daging sapi yang dis ebut kedonting. Untuk bumbu dari kedonting, sangat spesial karena hampir mirip dengan bumbu genep Bali, seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, jahe, kencur, kemiri, lada, terasi, dan garam yang dihaluskan. Kemudian, ada satu lagi bahan pelengkap yang merupakan ciri khas kedonting yakni parutan kelapa yang disang rai, yang dicampurkan ke dalam bumbu ulek tadi.
Kedonting
Saat dimasak bersama daging sapi, parutan kelapa ini akan mengeluarkan minyak yang membuat rasa kedonting lebih gurih. Masak an ini dimasak selama ½ jam. Untuk membuat daging sapi menjadi lebih lembut dan mudah dalam memasaknya, daging direndam dalam parutan buah nenas selama 40 menit. Setelah masak, kedonting bisa disajikan bersama ketupat atau lontong. Ada juga makan an yang disebut burasa yang terbuat dari beras yang dimasak setengah matang bersama santan. Kemudian burasa dibungkus dengan daun pisang yang di dalamnya
Resep Burasa Bahan: 250 gr : beras 350 ml : santan dari ½ butir kelapa 1 lembar : daun pandan, disimpulkan ½ sdt : garam daun pisang benang kasur Cara membuat: - Rebus santan, daun pandan, dan garam sambil diaduk sampai mendidih. - Masukkan beras. Aduk di atas api sampai meresap. Angkat. - Ambil 1 lembar daun pisang. Sendokkan aronan. Isi di dalamnya serundeng daging. Bungkus se perti kue pisang dalam bentuk memanjang. - Tempelkan tiap 2 bungkus aronan. Ikat dengan benang kasur. - Rebus 3 jam dalam air mendidih yang ditambah dengan daun pandan sampai matang.
Burasa
Permen kacang
sudah diberi serundeng daging. Bungkusan burasa ini diikat dengan tali agar tak lepas. Untuk membuat serundeng daging ini, bahan utamanya adalah kelapa parut yang dicampur de ngan bumbu-bumbu, kemudian tambahkan daging yang sudah disuwir-suwir. Untuk menyajikan burasa, selain bisa disajikan begitu saja, burasa kadang dimakan bersama kedonting. Namun, jika Anda bepergian, makanan burasa dapat dijadikan sebagai bekal
Resep Serundeng Daging Bahan: 300 gr : daging sapi 2 lembar : daun salam 2 cm : jahe, dimemarkan 1.000 ml : air untuk merebus 5 lembar : daun jeruk, dibuang tulangnya, diiris halus 1 lembar : daun kunyit, dipotong-potong 1 sdt : asam jawa 3 sdm : air, untuk melarutkan asam jawa 300 ml : santan dari 1 butir kelapa 200 gr : kelapa parut kasar Bumbu Halus: 5 buah : cabai merah keriting 10 butir : bawang merah 3 siung : bawang putih 2 batang : serai, ambil putihnya 2 cm : lengkuas 1 cm : jahe 1 sdm : ketumbar 1/2 sdt : jintan 2 sdt : garam 1 sdm : gula merah sisir
Lepek-lepek dan srikaja
dalam perjalanan. Hidangan lain yang juga tak kalah enak adalah lepek-lepek. Hidangan ini dimakan bersama srikaja. Bahan utama dari lepeklepek adalah ketan putih yang diaru dengan santan kental dan diberi sedikit garam. Memasaknya cukup lama sekitar 8 jam agar makanan ini tidak mudah basi dan tahan lama. Lepek-lepek menjadi istimewa karena bungkusnya yang sangat unik, menggunakan helaian janur yang diikat cantik. Dalam masyarakat Bali, ikatan janur ini menyerupai kue bantal yang dibuat memajang. Rasa lepek-lepek ini tak manis, karena itu, disajikan bersama srikaja. Untuk membuat srikaja ba han utama adalah gula merah dan telur ayam yang dikocok
sampai mengembang. Kemudian adoan ini dikukus dan bentuk akhirnya seperti kue talam. Saat menghidangkan di piring, lepek-lepek dipotong-potong kecil, kemudian di sampingnya ditaruh sepotong srikaja. Warnanya pun sangat menarik, putih dan merah kecokelatan, sangat menarik hati untuk menikmati nya. Satu lagi yang unik, jabete kacang atau permen kacang. Kacang tanah disangrai, kemudian kulitnya dihilangkan. Buatlah air gula dengan warna-warni, me rah, kuning, dan hijau. Masukkan kacang tadi ke dalamnya dan tunggu sampai adonan mengental dan membungkus kacang tadi. Se telah mengering, jemur sebentar agar permen tambah kering. Siap Anda sajikan pada saat tamu baru datang. –Wirati Astiti
Sarapan pagi dengan bubur ayam, rasanya sangat enak dan segar. Apalagi, setelah melakukan olahraga pagi. Bagi Anda yang tertarik berolahraga di Taman Kota Denpasar, Lumintang, jangan lupa mampir sejenak ke Warung Bubur Ayam Pak Made. Sebenarnya bukan warung, karena tempat berjualannya menggunakan mobil station. Pak Made ditemani istrinya berjualan bubur dari pukul 07.00 sampai dengan 08.30. Kalau Anda datang terlambat, bubur ayam Pak Made sudah ludes diserbu pembeli yang sebagian besar baru selesai berolahraga. Walau pun tempatnya di taman kota, warung Pak Made juga diserbu warga kota Denpasar yang berangkat bekerja pagi. Warung ini buka tiap hari, kecuali libur nasional.
B
u b u r a y a m Pa k Made sangat khas. Buburnya biasa disebut bubur Bali. Satu piring bubur dihargai Rp 7.000. Bubur ini sangat spesial karena terbuat dari campuran beras putih dan merah. Satu porsi bubur dilengkapi dengan sayur urab, telur dadar, telur rebus, sambal goreng, dan kuah ayam. Porsinya sedang sehingga sangat cukup untuk sarapan pagi, tidak kurang dan tidak lebih. Tiap hari, Pak Made menghabiskan dua termos besar nasi bubur. Ia mengatakan, bahan pokok beras yang digunakan untuk membuat bubur hanya
2 kilo gram. Ia mencampur beras putih dan beras merah dalam buburnya, selain lebih sehat, agar rasa bubur lebih sedap. Pak Made berjualan selalu ditemani istrinya. Pak Made bagian melayani pembeli yang makan di tempat, dan istrinya melayani pembeli yang ingin membungkus membawa pulang. Bubur yang dibungkus menggunakan kotak sterofom putih dan kuahnya dibungkus plastik sehingga sangat efisien dan tidak repot dibawa. Jika Anda ingin membuka bungkus an bubur ini di jalan, tak usah khawatir, sudah tersedia satu sendok plastik di dalamnya.
Bukan hanya orang dewasa yang menggemari bubur ayam Pak Made. Para orang tua yang memiliki anak susah makan, atau bayi yang baru belajar makan, sering dibelikan bubur ayam Pak Made ini. Sisca, salah satunya. Sejak anaknya berusia 3 tahun, ia sering membeli bubur ayam Pak Made. Biasanya Sisca membeli bubur tanpa tambahan lauk atau sayur. Kini, anaknya sudah berusia 5 tahun, dan sudah duduk di TK. Sebelum ke sekolah, ia tetap setia membeli bubur Pak Made. Menurut Sisca, selain bubur ayam Pak Made enak, juga sehat karena bubur terbuat dari campuran beras putih dan merah.
4 - 10 AGUSTUS 2014
Bubur ayam
Bubur Bali Batubulan Anda tinggal di sekitar Batubulan, Gianyar? Cobalah bubur Bali yang berada di depan Kecak Barong dekat dengan terminal Batubulan, Gianyar. Bubur Bali ini disajikan dengan tambahan sayuran kuah jepang/labu siam dan sayur urab yang terdiri dari bayam dan toge. Tak ke tinggalan, kacang, serundeng dan satu kerupuk beras kericik. Sebagai lauknya ada ayam yang disisit. Bubur ini dijual seharga Rp 6.000 per porsinya. Penjualnya biasa dipanggil odah (nenek), mulai membuka wa rung buburnya dari pukul 06.00 sampai 09.00. Ia menuturkan, sebagian besar
–Wirati Astiti
pembeli dari seputaran Batubulan. Bubur ini menjadi sangat spesial karena semua bumbu yang digunakan tanpa bahan penyedap atau MSG. Selain itu, bahan sayuran dan bumbu, hasil tanaman sendiri. “Ini bubur sehat buatan odah,’ ujarnya berpromosi. –Wirati Astiti
Bubur Bali
Asam-asam Bandeng
Asam-asam Mujahir Pedas Sarwan
Keluarga HM Sabik
Bahan: 750 gr : mujahir bersih kan lumurin air jeruk nipis 2 batang : serai, memarkan 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 600 ml : air 3 sdm : air jeruk nipis 2 buah : tomat hijau belah jadi 4 Bumbu yang dihaluskan
Bahan: 9 buah : 3 siung : 3 buah : 10 buah : 4 butir : 2 ruas : 1 sdm : 1 ruas :
bawang merah bawang putih cabe merah cabe rawit kemiri bakar jari jahe asam jawa jari kunyit bakar
masak sampai mendidih. • Masukan tomat hijau iris, gula, garam, kaldu bubuk dan air jeruk. Kecilkan api, masak sampai mendidih. Tiriskan. • Siap dihidangkan.
Cara Membuat: • Panaskan minyak, masukkan bumbu halus, tumis hingga ha rum, masukkan lengkuas, serai dan ikan, masukan air dan aduk merata lalu tutup penggorengan,
Bahan: 500 gr : bandeng, bersihkan, sayat-sayat, lumuri dengan air jeruk nipis 9 buah : bawang merah, iris kasar 4 butir : bawang putih, iris kasar 2 ruas : jari jahe, memarkan 2 batang : serai 2 ruas : jari kunyit bakar, memarkan 1 buah : tomat iris, kasar 2 buah : cabe merah, iris serong 7 buah : cabe kecil atau rawit, potong jadi dua 7 buah : blimbing wuluh 50 gr : asam, rendam air panas 60 ml : air Gulam, garam, kaldu bubuk secukupya
Bebek Goreng Sambal Tomat
Cara membuat: - Rebus daging, daun salam, jahe, dan air sampai empuk. Angkat dan potong-potong daging searah serat. - Suwir-suwir daging memanjang tipis-tipis. - Campur daging suwir dengan bumbu halus, daun jeruk, daun kunyit, dan air asam. Remas-remas sampai terbalut rata. Diamkan 30 menit. - Pindahkan dalam wajan. Tuang santan. Masak dengan api kecil sampai meresap. - Masukkan kelapa parut kasar. Aduk sampai kering.
13
Bahan: 500 gr 7 buah 3 buah 2 ruas 2 ruas 1 sdm 3 lbr 500 ml
: bebek bagian paha, bersihkan dan lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama 5 menit : bawang merah halus : bawang putih halus : jari jahe halus : jari kunyit bakar halus : ketumbar halus : daun jeruk : air
Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya. Bahan sambal: 5 buah : bawang merah 2 siung : bawang putih 10 cabe : rawit 3 buah : cabe merah 3 buah : tomat, belah jadi 4
Cara membuat: • Bebek dicampur dengan bumbu yang sudah dihaluskan lalu rebus
sampai daging bebek empuk, dan bumbu meresep.Tiriskan. • Panaskan minyak, goreng bebek sampai matang kecokelatan, tiriskan. • Panaskan minyak, masukkan bahan sambal, bolak-balik bumbu sampai matang dan bahan sambal siap di haluskan. • Bebek siap disantap dengan sambal tomat dan lalapan menurut kesukaan.
Cara membuat: • Campur semua bahan jadi satu, kecuali air asam, lalu rebus sampai mendidih. Biarkan sekitar 15 menit, lalu masukkan rendaman air asam gula garam dan kaldu bubuk, kecilkan api sampai mendidih. • Siap untuk di hidangkan.
14
Jelita
Pria juga Perlu Merawat Kulit
D
ahulu orang selalu beranggapan, perawatan kulit selalu identik dengan wanita, sehingga pria kadang merasa tabu untuk melakukan perawatan kulit. Sekarang, baik karena tuntutan pekerjaan atau karena kesadaran sendiri akan pentingnya menjaga kesehatan kulit, pria juga makin banyak yang melakukan perawatan kulit. Namun, perlu diperhatikan bahwa kulit wanita dan pria memiliki perbedaan dan cara perawatannya pun juga berbeda. Menurut Dosen Ilmu kesehatan Kulit dan Kelamin FK. Unud/RS Sanglah, dr. I.G.N Darmaputra, Sp.KK, secara umum kulit wajah pria memiliki struktur kulit yang lebih tebal daripada kulit wanita dan memiliki tingkat sensitivitas terhadap produk perawatan kulit lebih rendah daripada wanita.Rangsangan hormon androgen yang dominan dimiliki pria, menyebabkan terjadinya penebalan kulit, sehingga kulit pria lebih tebal sekitar 25 % dari kulit wanita. Setelah masa puber, produksi minyak di wajah pada pria juga cenderung lebih banyak daripada wanita karena pengaruh hormon androgen. Selain itu pria juga memiliki pori-pori yang besar, sehingga pria umumnya memiliki masalah jerawat yang lebih lama. Owner D&I Skin centre Bali mengatakan, kesalahan pena nganan jerawat pada masa puber ini seringkali menyebabkan banyak pria yang memiliki kulit wajah dengan lubang-lubang bekas jerawat (acne scar). “Acne scar ini memerlukan pena nganan khusus dan umumnya tidak dapat kembali halus seperti semula. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk melakukan perawatan wajah bagi pria, dan bisa dimulai sejak masa puber,” ujar Member of Asia Pacific Academy of Cosmetic Surgery, ini. Ia menambahkan, flek di wajah serta terjadinya penuaan dini seperti keriput, kusam sangat dipengaruhi oleh paparan sinar matahari. Pria yang umumnya memiliki aktivitas di luar ruangan yang lebih banyak daripada wanita sangat beresiko terjadinya hal ini apabila tidak melakukan usaha pencegahan seperti penggunaan tabir surya secara rutin dan benar. Pria juga umumnya memiliki kebiasan buruk bergadang. “Bergadang dapat menyebabkan kulit mengalami penuanan dini karena kulit terhambat proses perkembangannya. Jadi penting bagi pria untuk memiliki jam tidur atau istirahat yang
cukup jika ingin kulitnya terlihat lebih sehat,” sarannya. Karena memiliki pori-pori yang besar dan produksi minyak yang berlebihan, pria wajib melakukan pembersihan wajah secara rutin terutama setelah beraktivitas diluar ruangan. Karena debu-debu dan kotoran yang melekat pada kulit dapat menyumbat pori-pori sehingga dapat merangsang timbulnya jerawat. Sabun wajah dan toner sebaiknya digunakan agar dapat mengangkat debu-debu dengan baik serta mengurangi minyak dikulit. Member of Dermatology and Aesthetic Surgery International League menyarankan, pembersihan wajah juga sebaiknya dilakukan pada pagi dan malam hari sebelum tidur. “Pemilihan tabir surya yang tepat sangat diperlukan disesuaikan dengan kondisi kulit dan aktivitas pria. Untuk kulit yang cenderung berminyak, sebaiknya dipilih tabir surya yang berbentuk gel atau lotion dan umumnya yang berwarna
bening atau netral, sebab pria tidak ingin terlihat seperti menggunakan bedak,” ucapnya. Untuk kulit yang berminyak sebaiknya tidak menggunakan tabir surya yang berbentuk krim, karena dapat merangsang timbulnya jerawat. Bagi pria yang sering beraktivitas di luar ruangan sebaiknya dipilih tabir surya dengan SPF 30 atau lebih. Penggunaan tabir surya yang benar adalah dioleskan 30 menit sebelum kulit kita terpapar sinar matahari, jadi diberikan waktu agar tabir surya dapat bekerja dengan baik. Jadi, bagi pria janganlah malu untuk melakukan perawatan kulit, karena kulit pria juga membutuhkan hal serupa seperti yang dibutuhkan kulit wanita. Kulit yang sehat akan menunjang penampilan anda dan produk yang tepat merupakan salah satu kunci untuk merawat kulit tetap sehat. Tips menjaga kesehatan kulit pria: lBersihkan wajah secara rutin setiap pulang dari bepergian lHindari bergadang. lGunakan Tabir surya dan krim perawatan yang tepat. Untuk menghindari efek buruk sinar matahari, wajib hukumnya untuk rutin menggunakan tabir surya sebelum keluar rumah. Sedangkan untuk malam hari dapat menggunakan produk-produk yang me ngandung asam hidroksi acid untuk mengangkat kulit mati sehingga kulit menjadi sehat dan cerah. Tentunya dalam penggunaan setiap produk harus berkonsultasi dengan dokter, sebab kesalahan pemakaian produk dapat menimbulkan berbagai masalah seperti iritasi sehingga kulit menjadi merah dan mengelupas. Pria tentunya sangat malu apabila wajahnya terlihat merah. –Wirati Astiti
Mitos
4 - 10 Agustus 2014
4 - 10 Agustus 2014
11
Pasta Gigi Merahkan Bibir Pengalaman orang-orang tua dahulu terkait penanganan ter hadap luka, kerapkali masih dipercayai kebenarannya hingga saat ini. Misalnya, hasil pembakaran kayu (berupa cairan) yang dioleskan pada kulit yang luka dipercayai bisa menyembuhkan dan menjadikan luka cepat kering. “Kemungkinan cairan ter sebut berfungsi sebagai katalisator penyembuhan luka luar. Kandungan mineral yang tersimpan di dalam batang kayu juga kuat sebagai alasan ini. Tapi, sepengetahuan saya belum ada literatur yang menyatakan bahwa cairan tersebut dapat me nangani luka,” ujar dr. AAA Laksmi Dewi B, Sp.KK.
B
anyak mitos terkait yang sekiranya masih perlu diluruskan. Berikut penjelasan dr. Amy yang praktik di RS Prima Medika ini. Mitos: Air liur untuk menangani gigitan serangga Fakta: Gatal akibat gigitan serangga atau alergi sebenarnya adalah suatu respons inflamasi (peradangan) dari tubuh kita terhadap alergen (penyebab alergi). Pada daerah gigitan akan bengkak, iritasi dan terasa gatal yang diakibatkan oleh tubuh yang melepaskan histamin dan kinin. Dengan kompres cairan hipertonis (salin) cairan yang ada pada gigitan serangga tersebut akan terserap keluar sehingga bengkak akan berkurang diikuti dengan berkurangnya rasa gatal. Air liur tidak mempunyai kemampuan osmotik tersebut, air liur tidak dapat menangani
gigitan serangga. Mitos: Mengoleskan pasta gigi untuk memerahkan bibir Fakta: Pasta gigi pada umumnya mengandung beberapa bahan aktif seperti baking soda, hydrogen peroxide, alkohol, mentol, minyak esensial, dan triclosan. Bahan-bahan tersebut berguna sebagai antiseptik yang berguna untuk membunuh bakteri, membersihkan kotoran dan memutihkan gigi. Pasta gigi dapat dimanfaatkan untuk memerahkan bibir, karena pasta gigi dapat mengeringkan sel-sel kulit mati pada bibir dan bila lapisan atas bibir mengelupas akan membersih kan pigmen yang hitam. Metode ini sangat cepat memerahkan bibir, tetapi sangat cepat juga menjadi gelap apabila terkena sinar matahari ataupun merokok. Diusahakan untuk melindungi lapisan bibir dengan lipbalm sebelum bepergian agar lapisan bibir tidak langsung terkena cahaya
matahari, bibir juga terlindungi dari kekeringan. Sebaiknya gunakan pasta gigi tanpa deterjen. Mitos: Pasta gigi dapat meng obati jerawat Fakta: Mungkin beberapa orang pernah punya pengalaman menggunakan pasta gigi untuk menangani jerawat dalam situasi mendesak dimana tidak tersedia obat jerawat di rumah. Karena kebetulan jerawat mengering dan tidak terjadi iritasi pada kulitnya, maka orang menyangka bahwa pasta gigi bisa digunakan sebagai obat jerawat. Hal ini sama sekali tidak benar. Kebanyakan orang mengalami iritasi dan kulit menjadi merah. Pasta gigi mengandung beberapa bahan aktif salah satunya adalah triclosan. Triclosan merupakan antibakteri yang sering terdapat pada sabun, deodoran, dan pembersih tubuh. Berbagai macam pasta gigi me ngandung triclosan, kemungkinan itu sebabnya pasta gigi digunakan
dr. AAA Laksmi Dewi B, Sp.KK.
sebagai obat jerawat. Triclosan memang efektif dalam membunuh bakteri. Akan tetapi pada produk perawatan jerawat, triclosan digunakan sebagai pengawet, bukan sebagai bahan aktif. Mitos: Madu dapat melembutkan kulit Fakta: Kita telah mengenal madu sejak berabad-abad yang lalu, sebagai penambah energi alami. Madu sangat baik untuk kulit kita, itu sebabnya kita dapat menemukan kandungan madu di banyak produk perawatan kulit. Karena, madu itu berefek anti-aging dan sebagai pelembab juga. Kaya akan antioksidan alami yang mempunyai efek antimikroba. Madu juga dapat melindungi kulit dari efek buruk sinar ultraviolet dan membantu peremajaan kulit. Madu juga dapat mempertahankan kelembaban sehingga sangat membantu hidrasi kulit, tampak segar dan lembut. Mitos: Pemakaian deterjen membuat kulit gatal dan kasar
Fakta: Deterjen merupakan sediaan pembersih yang terdiri dari zat aktif permukaan (surfaktan), bahan pengisi, pemutih, pewangi (bahan pembantu), bahan penimbul busa, dan optical brightener (bahan tambahan yang membuat pakaian lebih cemerlang). Bahan kimia yang merupakan bahan deterjen ada yang termasuk keras dan ada yang termasuk lunak. Keras lunaknya deterjen tergantung pada kadar pH (tingkat keasaman atau kebasaan) jenis zat-zat kimia dalam deterjen. Kadar pH deterjen yang sangat basa (9,5-12) membuat deterjen bersifat korosif. Hal ini dapat meng akibatkan iritasi pada kulit. Dari hasil survey diketahui keluhan yang biasanya dirasakan konsumen yaitu kulit terasa kering, melepuh dan retak-retak, kulit tangan gampang mengelupas, hingga timbulnya eksim kulit semacam bintik-bintik gatal berair di telapak tangan maupun kaki. Akhirnya kulit akan menjadi kasar. Untuk mengatasi itu, sebaik nya konsumen menghindari kontak langsung kulit dengan deterjen. Kalaupun sudah terlanjur kontak, maka tangan atau kaki yang terkena harus cepat dibilas air bersih dan dikeringkan. Adanya riwayat alergi juga berperan dalam timbulnya gatal dan kulit kasar pada pemakaian deterjen ini. Pada kondisi alergi terhadap deterjen bubuk dapat dipilih deterjen lunak, seperti deterjen cair. Bahan deterjen cair ini kurang menimbulkan iritasi tetapi daya pembersih deterjen cair ini lebih rendah dari deterjen bubuk. Jadi jika ingin aman, konsumen dapat memilih deterjen cair, tetapi jika ingin bersih dapat memilih deterjen bubuk. –Inten Indrawati
Jangan Simpan Kondom di Dompet menggunakan kondom. Kesalahan paling fatal adalah ketika melepaskan kondom saat masih berhubungan seks. Banyak laki-laki secara sugestif beralasan “Dok, saya mau bertanya tentang kondom. Saya dan suami sepakat menggunakan kondom untuk mencegah kehamilan. Tetapi ada masalah, Dok. Saat suami menggunakan kondom secara rutin kok malah saya menjadi hamil? Satu lagi, suami juga mengeluhkan saat memakai kondom menjadi tidak nyaman dan kurang memuaskannya. Apakah ada kesalahan, Dok?” (Rina, 29 th, Dps) Meski terlihat mudah dan sepele, ternyata tidak semua laki-laki dan perempuan selalu dapat memakai kondom dengan benar saat berhubungan seksual. Belum lama ini dipublikasikan sebuah hasil kajian terhadap 50 studi tentang penggunaan kondom dalam kurun waktu 16 tahun terakhir. Hasilnya didapatkan sejumlah daftar kesalahan yang sering dilakukan saat
jika rasa ketika tidak memakai kondom jauh lebih nikmat, padahal sesungguhnya belum fasih benar menggunakan kondom. Ibarat sudah biasa tidak menggunakan kendaraan bertipe matik, baru belajar menggunakan matik dianggap tidak menyenangkan. Terlambat menggunakan kondom adalah kesalahan yang juga banyak dilakukan. Sekitar 17-50% memasang kondom-
nya beberapa waktu setelah hubungan seks berjalan atau bahkan baru menggunakannya ketika akan ejakulasi dan mencapai puncak orgasme. Ini tidak direkomendasikan, karena pemakaian kondom yang baik tentu saja sejak dari awal hubungan seksual untuk mencegah infeksi menular seksual. Kondom juga mengandung pelumas pada vagina agar hubungan seks lebih nikmat dan lancar sejak awal. Atau, bisa juga ketika laki-laki sudah membuka kemasan kondom dan tidak langsung memakainya. Ini akan membuat kualitas kondom akan menurun jika kondom tidak langsung digunakan. Kesalahan lainnya adalah kesalahan penyimpanan. Kondom tidak boleh disimpan di dompet, di saku belakang atau di tempat panas karena akan menyebabkan kerusakan kondom. Tapi kenyataannya masih banyak yang melaku-
kannya. Banyak laki-lak yang tidak teliti terhadap kondom yang mereka beli. Mereka akan membeli kondom yang paling murah dengan kualitas yang rendah juga. Juga masih banyak laki-laki yang menggunakan kondom sobek dan bocor dan mereka tidak tahu bahwa kondom mereka rusak sehingga tidak lagi memiliki proteksi pencegahan kehamilan. Demikian juga hasil survei menemukan bahwa sebanyak 48,1% perempuan dan 41,6% laki-laki tidak menekan atau mengeluarkan udara yang ada di dalam ujung kondom sebelum digunakan. Terkadang akibat ketelodoran, kondom bisa mengalami kebocoran terkena benda tajam sebelum digunakan. Jika demikian, tidak akan bisa lagi berfungsi maksimal. Jadi sesungguhnya, untuk menggunakan kondom harusnya paham bagaimana menyimpan dan memasangkan kondom yang semestinya dengan mem-
perhatikan berbagai kesalahan yang pernah dilakukan orang atau diri sendiri selama ini dalam penggunaan kondom. Pastikan juga menggunakan pelumasnya dengan baik dan memilih kondom sesuai selera Anda, karena saat ini banyak beredar kondom dengan kualitas bagus yang sudah ditambahkan bahan perasa buah dan aroma tertentu dan juga bentuk-bentuk tambah an seperti bintik-bintik dot di permukaannya yang akan memberikan jaminan rasa menyenangkan saat berhubungan seksual. Pastikan juga ukuran kondom agar bisa pas dan leluasa dipakai, sebab jika terlalu ketat atau malah longgar tentu saja akan menjadi tidak nyaman. Satu lagi, pastikan tanggal kedaluwarsanya untuk menjamin kualitas kondom tetap terjaga. Sebagai variasi, dapat juga dicoba untuk pihak perempuan yang menggunakan kondom khusus buat perempuan.
10
Bugar
4 - 10 AGUSTUS 2014
Waspadai Nyamuk Pembawa Virus Japanese Encephalitis
Saat ini, ada satu penyakit baru yang mematikan yang merambah ke Indonesia, namanya japanese encephalitis (VJE). Penyakit ini disebabkan gigitan nyamuk yang mengandung virus japanese encephalitis.
Ia mengatakan, di Indonesia virus japanese encephalitis telah diteliti sejak pada tahun 1972. Beberapa penelitian di Bali terutama di Rumah Sakit Sang lah sudah dimulai sejak awal tahun awal tahun 1990 dan ditemukan kasus serologi positif terhadap virus japanese encephalitis. Gejala virus japanese encephalitis ini dapat menginfeksi manusia karena kebetulan digigit oleh nyamuk yang telah mengandung virus japanese encephalitis. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak terutama di rentang usia 1-15 tahun, namun menurutnya, tidak semua manusia yang terinfeksi virus ini menjadi sakit dan menimbulkan gejala klinis.
dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked.,
M
enurut dosen pengajar di bagian/SMF. Mikrobiologi Klinik FK Unud/ RS Sanglah dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked., penyakit ini tergolong penyakit zoonosis atau penyakit yang mengenai hewan tetapi juga dapat menyerang manusia. Penyakit ini banyak ditemukan sporadis di negara-negara Asia yang termasuk agraris dimana masih banyak terdapat lahan pertanian seperti Filipina, Tiongkok, India, Thailand, Malaysia, termasuk Indonesia. “Penyakit japanese enchepalitis merupakan penyakit radang otak yang pertama dikenal pada tahun 1871 di Jepang, Penyakit ini telah menginfeksi lebih dari 6000 orang pada tahun 1924, dan se ring terjadi wabah setelahnya. Penyakit ini kemudian diketahui penyebabnya adalah virus japanese encephalitis setelah diisolasi pada tahun 1934 dari jaringan otak penderita ensefalitis yang telah meninggal,” ujar dokter yang pernah mengikuti Springschool on Tropical Medicine, Infectious Diseases and Molecular Biology, UMG, di Göttingen, Jerman dan Microbiology Research and Diagnostic, Erasmus Medical Centre, di Rotterdam, Belanda ini.
INKUBASI SAMPAI 14 HARI Para ahli mengatakan, hanya sekitar 0,1-0,25 % saja manusia yang telah terinfeksi akan menunjukkan gejala. “Kebanyak an infeksi virus ini telah dapat diatasi oleh sistem pertahanan tubuh sehingga hanya menunjukkan gejala subklinis yang bersifat ringan seperti demam dan flu biasa. Namun, dapat juga menjadi berat sampai terjadi koma, cacat dengan kelumpuhan dan keterbelakangan mental hingga fatal kematian dengan angka kematian berkisar 20-30%,” kata dr. Agus. Masa inkubasi penyakit ini sekitar 4 sampai 14 hari. Gejala yang akut pada pasien dapat mengalami nyeri kepala, gangguan pernapasan, mual, muntah, kelainan saraf, termasuk gangguan jiwa. Dapat timbul gejala kerusakan otak seperti kejang dan pergerakan abnormal. Hewan juga dapat terinfeksi virus ini seperti ternak lembu, sapi, babi, ayam, bebek, kambing, dan vertebrata lainnya. Virus dapat berkembang biak di dalam darah hewan tanpa menimbulkan penyakit serius. Pada hewan, yang terinfeksi penyakit ini dapat tidak memperlihatkan gejala dan sampai sering menimbulkan abortus atau tak bisa beranak. Penyakit ini disebabkan ovirus yang dapat dibawa nyamuk golongan culex sebagai vektornya. Paling sering spesies nyamuk culex tritaeniorhynchus yang banyak ada di persawahan, rawa-rawa, selokan atau kebun yang ada genangan air sehingga penyakit ini lebih banyak ditemukan di
Style
4 - 10 AGUSTUS 2014
Keindahan Sentuhan Tangan Desain dari Mardiana Ika selama ini dikenal sebagai karya tangan yang spesial. Karenanya, tak salah jika koleksi berlabel Ika Butoni ini menjadi karya collector’s items. Para penggemar karya Ika selalu menyimpannya sepanjang waktu. Sebab, keindahan masa depan buatan tangan ini akan menjadi karya Heritage.
S
elain itu, melihat ciri khasnya yang selalu sarat detil dan teknik yang tidak mudah dan berbeda dari yang lain, menjadikannya tidak akan ada lagi orang yang ingin mengerjakannya. Kalaupun ada, maka harganya akan sulit dijangkau. Karya Ika yang spesial ini pula dihadirkannya pada pagelaran Hongkong Fashion Week (HFW) belum
daerah perdesaan yang masih banyak ada lahan persawahan. Magister Ilmu Kedokteran Tropis Universitas Airlangga Surabaya ini me ngatakan, penyebaran penyakit ini lebih marak terutama pada musim hujan saat populasi nyamuk culex meningkat. “Nyamuk culex tritaeniorhynchus dapat menularkan virus ini baik ke manusia maupun ke hewan peliharaan lainnya, sehingga virus japanese encephalitis termasuk dalam kelompok penyakit arbovirus yaitu virus yang ditularkan oleh serangga atau nyamuk.,” jelasnya. Ia menambahkan, hewan ternak merupakan sumber penularan virus ini seperti babi, dapat juga oleh burung liar. Nyamuk culex betina memerlukan makanan berupa darah untuk bertelur yang kebetulan menghisap darah babi yang mengandung virus japanese encephalitis dan lalu mengigit manusia. Ia menyarankan, masyarakat di Bali terutama yang dekat dengan kandang babi harus lebih waspada dengan penyakit ini. Di Bali, babi merupakan salah satu ternak yang masih banyak dipelihara di sekitar pekarangan rumah dan banyak pula terdapat peternakan babi skala besar. Selain itu di Bali juga masih banyak terdapat lahan persawahan yang merupakan tempat yang baik untuk kembang biak nyamuk culex. PAKAI KELAMBU Penyakit ini belum ada pengobatan khusus antivirus yang dapat membunuh virus ini. Pengobatan pada pasien yang terkena lebih kepada pengobatan sim-
tomatis untuk menangani gejala yang timbul dan terapi suportif untuk menjaga kualitas hidup pasien yang terkena. “Pasien yang menunjukkan gejala harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan terapi agar mencegah terjadi kecacatan fisik, mental atau mencegah kematian. Pasien dengan defisit neurologis membutuhkan fisioterapi dan rehabilitasi,” ujar Wakil Ketua IDI Cabang Denpasar ini. Menurutnya, pengendalian penyebaran japanese encephalitis dapat dilakukan dengan memutus rantai penularan dari sumber penularan dan vektor nyamuk. Beberapa usaha yang dapat diterapkan seperti membuat kandang babi yang jauh dari pemukiman atau tempat tinggal. Mengendalikan nyamuk sebagai vektor penyakit dengan memberantas sarangnya. Menerapkan usaha perlindungan diri dari gigitan nyamuk seperti penggunaan kelambu dan obat nyamuk. “Penyakit ini dapat dicegah dengan memberikan vaksinasi. Beberapa negara di Asia sudah memasukkan imunisasi japanese encephalitis ke dalam program rutin. Namun, di Indonesia belum merupakan program imunisasi rutin. Vaksinasi pada manusia, terutama pada anak-anak perlu dberikan di daerah yang sering terjadi kasus japanese encephalitis. Imunisasi juga dianjurkan untuk orang yang bepergian ke daerah endemik japanese encephalitis. Selain vaksinasi terhadap manusia, ada juga vaksinasi untuk hewan terutama untuk kuda dan ternak lainnya,” kata suami I Dewa Ayu Novia Saraswati, S.H, dan ayahnda Putu Prasista Ardyaswari Mahavira ini. –Wirati Astiti
15
lama ini. Menurut Ika koleksinya di acara HFW yang kedua tahun ini yang mengusung tema “Du Temps – Timeless” terbagi menjadi dua. Pertama desain yang kaya warna. Ika berhasil merekam pulau Bali yang kaya warna, keindahan alamnya yang penuh gairah dan tak ketinggalan manusianya yang penuh dengan gairah kehidupan. Kedua, hitam-putih. Di sini Ika memperlihatkan keahliannya
bermain teknik lipat yang membentuk dimensi-dimensi baru. Deretan busana berbahan jersey, chiffon, brokat, satin ini semakin istimewa karena motifnya diprint. Selanjutnya, sesudah piping, dijahit dan dibentuk sesuai dengan yang diinginkan dalam digital printing. Inilah teknik terbaru yang dilakukan dan diperlihatkan Ika untuk persembahannya pekan ini. – Sri Ardhini
Edukasi
16
4 - 10 Agustus 2014
Pesan Moral dalam Mahabarata Dari balik dinding kamar tidur Widarmo terdengar suara anak-anak melantunkan soundtrack sebuah tayangan televisi. “Cucu-cucu saya suka sekali nonton film Mahabarata,” ujar Widarmo kepada para tamu yang saat itu berkunjung ke rumahnya. Setelah bosan bermain dalam kamar ketiga cucu Widminarko keluar menemui kakeknya. “Ayo kesini, salam dulu sama om dan tante,” ujar Widarmo kepada bocah-bocah itu. Dua cucunya yang sudah duduk di bangku SD segera memberi salam kepada tamu-tamu Widarmo. Hanya cucunya yang paling kecil yang e nggan memberi salam. “Fabian, kalau tidak mau salam berarti Sakuni loh…kalau mau salam baru Arjuna,” ujar Widarmo kepada bocah 4 tahun tersebut. Tidak mau di sebut Sakuni, Fabian langsung memberi salam. lebih suka membaca buku ketimbang menonton filmnya. Karena menurut nya, dalam film ceritanya banyak melenceng, banyak improvisasi dari sutradara. Meski demikian, ia meng atakan film Mahabarata cukup memberi nilai positif pada adiknya. “Gek Anin yang dulu takut tidur sendiri, sekarang sudah berani. Dia bilang, orang baik selalu dijaga Tuhan,” tutur siswi kelas
9 SMPN 1 Denpasar yang baru saja datang dari program pertukaran pelajar ke Singapura ini. Dari cerita Mahabarata ini, Gek Amanda dapat mengambil hikmah kebersamaan dan persaudaraan yang sangat erat di antara lima Pandawa. “Contohnya, ketika Yudistira diuji Batara Dharma, disuruh memilih mana di antara saudaranya bisa hidup, ia
www-indianspiritualjourneys-com
S
akuni dan Arjuna adalah dua tokoh yang ada dalam film Mahabarata. Menurut Widarmo, film ini penuh dengan ajaran budi pekerti. Minimal anak-anak tahu mana karakter baik dan buruk. Cucu-cucu Widarmo hapal dengan semua tokoh dalam film tersebut. Sayang, belakangan ini, jam tayangnya lebih malam. Jadi, mereka hanya kadang-kadang saja menontonnya. “Paling nontonnya, Sabtu malam karena ada tayangan ulang beberapa episode. Tetapi, mereka juga sudah menonton DVD-nya yang berbahasa India. Mereka sudah lebih dulu tahu ceritanya, seperti Gatotkaca dikalahkan Karna,” jelasnya. Penyanyi cilik Bali, Gek Amanda juga mengakui hal yang sama. Kedua adik perempuannya, Gek Angel dan Gek Anin juga “gila” Mahabarata. “Dari mengagumi pemainnya yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik, serta penampilannya yang bagus dan anggun, mereka menjadi mengerti dan hapal alur cerita,” ujarnya. Ia mengaku
Ilustrasi film Mahabarata
Made Taro
namis. Nilai pendidikan/moral bisa diselipkan disini, dikemas dalam bentuk cerita,” ujarnya. Tayangan televisi menjadi tokoh media di rumah tangga yang pengaruh baik-buruknya sangat besar. Karena itu, Made Taro yang akrab dengan dunia anak-anak ini mengimbau para orangtua untuk mendampingi anak saat menonton televisi, karena “anak pemangsa segala”. Kesibukan orangtua masa kini dikatakannya menyebabkan jarang sekali ada komunikasi dengan anak lewat dongeng. “Perlu dengungkan kembali dongeng, cukup lima menit. Dengan begitu, anak dapat merasakan kasih sayang orangtua yang rela membacakan dongeng untuknya. Dalam dongeng, ada nilai luhur yang disampaikan, itu akan menyusup di hati anak sampai dewasa kelak, dan akan membentuk karakternya,” ujarnya. –Inten Indrawati
Eksotiknya Alam Badung Utara Air terjun yang banyak dikenal wisatawan saat berkunjung ke Bali adalah air terjun Gitgit di Buleleng. Selain Gitgit, ada air terjun lain di Bali. Lokasinya di Desa Nungnung, Petang, Badung. Suara air yang jatuh ke bumi bagai musik alam yang bening dan tenang membangkitkan rasa cinta terhadap
D
aerah Tujuan Wisata (DTW) Nungnung dekat dengan Jembatan Tukad Bangkung, jembatan yang menghubungkan Petang (Badung) dengan Kintamani (Bangli). Kedua objek ini ramai dikunjungi saat libur hari raya. Untuk mencapai Nungnung, dari Kota Denpasar bisa melalui Jalan Ahmad Yani terus ke Utara melewati Darmasaba, Sibang Gede, Sibang Kaja, Mambal, Abiansemal, Blahkiuh, Sangeh, Petang, dan Pelaga. Sampai di persimpangan desa, terdapat petunjuk arah bertuliskan “Nungnung Waterfall”. Dari pertigaan tersebut kemudian mengikuti jalan desa sekitar 500 meter hingga sampai di lokasi parkir. Agar sampai di dasar air terjun, dari tempat parkir melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuruni
ratusan anak tangga yang curam. Perjalanan ke sana melewati lembah. Perlu hati-hati pada saat menuruni anak tangga yang curam dan licin. Meskipun anak tangga tersebut sudah dibeton, namun karena alamnya dingin dan sejuk anak tangga itu berlumut. Tangga ini menjadi licin di musim hujan. Walau demikian, setiap tangga sudah disiapkan pegangan untuk memberikan kesempatan menarik napas dan bale bengong untuk istirahat. Selama perjalanan suasana menjadi sangat indah karena di sisi kiri dan kanan
anak tangga bisa melihat keindahan alam pegunungan yang eksotik. Kicauan burung seakan memberi makna setiap gemericik air terjun yang jatuh. Binatang kecil seperti kupu-kupu, capung dan lainnya mengisyaratkan kalau daerah ini sangat nyaman dan alami. Air terjun Nungnung memiliki pesona alam unik. Objek ini dikeliling pohon-pohon besar yang tumbuh subur yang menjaga air dalam bumi. Suasana nya tenang dan alami sangat
bagus untuk melepas kepenatan setelah melakukan pekerjaan di kantor. Jika udaranya cerah, di atas air wisatawan bisa melihat sekelompok binatang alam menari-nari di udara. Berada di lokasi air terjun uap air yang lembut seakan membuat tubuh menjadi lebih segar bugar dan sejuk sekali. Panorama alam yang romantis sangat
cocok bagi wisatawan berjiwa muda dan sangat cocok bagi kalangan anak muda bersantai bersama pasangannya. Air terjun ini belum tercemar, sehingga baik untuk mandi. Biasanya, anak-anak kecil memanfaatkan airnya untuk membersihkan diri atau sekadar bermain. Namun, air di DTW ini sangat dingin sehingga membutuhkan badan yang kuat untuk menahan rasa dingin itu. Pada musim-musim libur, objek wisata di Badung Utara ini banyak dikunjungi wisatawan, utamanya masyarakat lokal. Air terjun Nungnung diperkenalkan sebagai DTW sejak tahun 2012 melalui SK Bupati Kabupaten Badung. Karena itu, wisatawan yang ingin memasuki DTW Air Terjun Nungnung wajib membayar tiket. Bagi masyarakat lokal dewasa membayar Rp 7.500 dan sedang kan anak-anak Rp 5.000. Bagi wisatawan mancanegara yang dikenakan Rp 10.000 per orang. -Darsana
9
Razeland
Satu Lagu Dua Hari
lulus gemilang, dan akhirnya semua saudaranya hidup. Cerita Mahabarata ini juga mengajarkan ajaran kebenaran, budi pekerti dan religius,” paparnya.
TOKOH SIMBOLIS Fenomena demam Mahabrata ini tak hanya terjadi di kalangan anak-anak, remaja hingga dewasa pun tak kalah “gilanya” menggandrungi film yang bersumber dari cerita pewayangan ini. Menurut pakar dongeng dan permainan tradisional anak, Made Taro, cerita Mahabarata sangat bagus dan menarik untuk anak-anak. “Karakter baik-buruknya sangat jelas, sehingga anak-anak jelas harus meniru yang mana,” ujarnya. Meski penyajian film ini dinilainya agak berat untuk anak, tidak seperti film kartun Krisna yang memang didesain untuk anak, namun paling tidak, anakanak sudah memiliki tokoh panutan. Cerita Mahabarata yang bersumber dari Weda ini mengandung nilai-nilai moral yang sama dengan cerita-cerita rakyat/ dongeng. “Dongeng mengandung nilai kebenaran universal,” tegasnya. Pesan-pesan moral ini umumnya disampaikan lewat tokoh-tokoh simbolis yang pelakunya melukiskan watak manusia. Seperti, harimau yang disimbolkan raja berwatak angkuh/ sombong, gagak yang licik, kancil yang cerdik tapi licik, kelinci yang lemah lembut, menjangan yang angkuh dan sombong, siput yang lemah namun punya semangat gotong royong tinggi sehingga memenangkan pertarungan, dan burung crukcuk kuning yang suka menolong. “Anak-anak senang tokohtokoh simbolis seperti ini dibandingkan diberikan cerita riil, karena imajinasi dan fantasi anak hebat dan sangat di-
Dara
4 - 10 Agustus 2014
Awalnya band ini hanya sekadar main musik. Mereka adalah Anak Agung Ngurah Agung Putra Prawira /Agung (vokal), Mohammad Amry Yahya / Amry (lead guitar) dan I Gede Ary Suta Sanjaya /Ary Suta (rhytm guitar). Amry lalu mengajak Daniel Setiawan/Daniel ( drummer). Se telah sekian lama Krishna Diva Prati windhya/Krishna atau biasa dipanggil Bopas bergabung sebagai bassist.
S
aat ada bazzar tim baseball SMAN 5 Denpasar pada Natal 2013. Jyo yang memegang keyboard mini belum gabung saat itu. “Kami main akustik di acara bazzar itu. Intinya Razeland terbentuk di tanggal cantik 11-12-13,” ujar Krishna yang juga ikut ekskul baseball bersama Daniel. Nama Razeland bermula dari razel yang ditulis Krishna di ponselnya. Amry dan teman-teman personil yang lain juga setuju. Karena sudah ada yang menggunakan username @razel di twitter, mereka memilih nama @ razeland. Semua sepakat nama
Razeland keren. Tetepai, untuk lebih memudahkan, mereka biasa menyebut Razel agar lebih mudah. Ketika ada acara ulang tahun sekolah GSF (Gema Smanela Four), Razeland tidak bisa akustik dan harus full band. “Kebetulan Amry, Jyo sama Daniel suka sama lagu-lagu band kakakku, Bundle of Dreams. Kami pun memilih aliran Razel menjadi pop punk. Setelah itu mulai belajar lagu dari kakakku,” ujar Bopas. Karena Bundle of Dreams memakai shynth juga dan Jyo punya dan bisa main shynth, I Made Jyotisa Adi Dwipatna/Jyo pun gabung menjadi personil
Dari kiri: Amry, Jyo, Agung, Arysuta, Daniel, dibawah Krishnadiva (Bopas)
Razeland. Mereka lalu belajar langsung dengan personil Bundle of Dreams. Sejauh ini Razeland baru main di bazzar-bazzar saja. Sebenarnya cukup banyak kesempatan untuk tampil, tapi karena personil-personilnya sibuk, mereka masih vakum sementara. Semua awak band adalah murid Smanela kelas XI Peminatan Matematika dan Ilmu Alam (PMIA) 1, kecuali Daniel sang drummer XI PMIA 2.
SIAPKAN SINGLE PERTAMA Menjelang GSF, Razeland mendapat waktu sekitar 3 minggu. Saat itu mereka hanya latihan 1 lagu yaitu lagu dari band Bundle of Dreams. “Kami belum tahu dan tidak menyangka bakal lolos seleksi buat manggung saat GSF. Jadinya kami latihannya khusus memaksimalkan latihan 1 lagu buat yang akan kami bawakan saat seleksi,” ujar Agung. Ternyata mereka berhasil lolos
seleksi dengan posisi juara 4. Mereka juga membuat rekor karena satu-satunya band dari kelas X yang bisa lolos seleksi melawan band-band kakakkakak kelas. “Setelah lolos seleksi tersebut, ternyata kami disuruh untuk membawakan 3 buah lagu. Sedangkan kami baru latihan 1 lagu saja plus intronya. Jadi kami terpaksa latihan ngebut 1 lagu lagi hanya dalam 2 hari,” ujar Amry. Begitu tampil di acara GSF mereka membawakan dua buah lagu. Lagu pertama itu lagu yang sudah latihan berminggu-minggu. Lagu kedua yang latihannya kebut-kebutan itu. Urusan manggung yang paling berkesan bagi Razeland saat GSF karena secara tidak langsung Razeland sepanggung dengan band idola sekaliber Sheila on Seven yang menjadi bintang tamu utama saat itu. Saat GSF itu penampilan Razeland yang paling banyak penontonnya. “Lagu yang kami bawakan saat GSF “Menunggu Disini (Bundle of Dreams) dan “Takkan Pernah Berhenti (Bundle of Dreams). Personil Razeland biasa latihan di rumah Krisna atau di rumah Daniel. Jika ada event, H-3 baru mereka ke studio untuk finishing. Kalau ada waktu luang pun mereka tetap rajin latihan dan ngumpul kumpul untuk buat lagu. “Saat ini dengan enam personil kami sebenarnya sedang mengerjakan single pertama kami. Mimpi dari band Razeland simpel saja. Kami akan selalu mencintai musik dan kalau berkesempatan mau go national,” tegas Krishna. -Nina
8
Bunda & Ananda
4 - 10 AGUSTUS 2014
Anak Pemalu Orangtua Galau
Memiliki anak yang pemalu kadang membuat orangtua khawatir. Anak yang terlalu pendiam dan tidak mau bergaul dengan temannya membuat anak kesulitan beradaptasi. Tetapi, semua itu bisa diatasi dengan melatih anak untuk belajar percaya diri sehingga karakter pemalu makin lama makin berkurang.
S
ejak masuk TK, Rendi selalu diantar orangtuanya ke sekolah. Awal mulai sekolah, bisa dimaklumi kalau ia minta dijaga. Ia perlu adaptasi dengan lingkungan sekolahnya. Namun, kondisi ini terus berlangsung sampai sebulan. Orangtuanya harus bergantian untuk menjaga Rendi. Kadang kakak sepupu Rendi yang ditugaskan untuk menjaga. “Rendi sangat pemalu. Ia tidak mau bermain dengan temantemannya. Kalau sudah ada di dalam kelas, pandangannya bukan ke guru tetapi ke jendela. Kalau yang menjaga tidak terlihat di jendela, ia bisa menangis,” ungkap ibu Rendi. Gurunya pun sering mengakali dengan mengajak Rendi bermain atau mengatakan ada teman yang berulang tahun. Namun, Rendi tetap saja menangis. Orangtua pun galau karena sikap anak se perti ini. Saat istirahat, Rendi memilih berada di dekat penjaganya dibanding bermain dengan teman sekelasnya. Walaupun sudah diajak bermain oleh teman-temannya, ia memilih diam. Ia hanya memperhatikan teman-temannya bermain. Namun, setelah masuk SD, Rendi mulai berubah. Ia sudah bisa bergaul dengan teman-temannya. Sikap pemalunya sudah mulai berkurang.
Pengalaman Lena tak jauh beda. Jika berada di sekolah, ia selalu menggandeng tangan ibunya. Ketika teman-temannya sudah masuk kelas, ia tak mau masuk kelas. “Saya sampai heran dengan sikap Lena. Teman-temannya sudah meng ajaknya masuk kelas. Bu Guru juga melakukan hal yang sama. Tetapi, Lena baru masu masuk kalau saya ikut masuk. Saya kan tidak enak kalau harus berada dalam kelas. Dua hari pertama, saya ladeni. Hari berikutnya saya sampaikan ke Lena berbagai macam alasan. Kadang sakit perut, ada telepon, supaya saya bisa keluar. Ternyata ini berhasil. Dia akhirnya mau membaur dengan teman-temannya,” kenang ibu Lena. Sikap pemalu yang ditunjukkan Lena sudah terlihat sejak kecil. Ia lebih suka menyendiri. Jika diajak jalan-jalan, ia memilih mengikuti kemana saja mamanya. Saat bertemu dengan kenalan mamanya, ia sungkan untuk diajak bersalaman, bahkan sering sembunyi di belakang mamanya. INTROVERT BELUM TENTU PEMALU Menurut IGA Diah Fridari, S,Psi. M.Psi, Psikolog, masingmasing anak yang lahir memiliki karakter emosi tertentu yang
jejaki.blogspot.com
akan membentuk kepribadiannya kelak. Meski demikian, perkembangan dalam pengelolaan dan kematangan emosi seseorang akan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengalaman yang diperoleh, pola asuh orang tua, pendidikan, lingkungan dan hal-hal lain yang membentuk persepsi, sikap dan pola pikir seseorang. “Perilaku anak yang pemalu tampak ketika seorang anak yang tidak mau memulai berkenalan dengan orang baru, tidak berani bertanya ketika ada hal yang ingin diketahui, tampak tidak nyaman berinteraksi dengan teman-teman sebayanya atau tidak aktif dalam kegiatan ke lompok. Sifat pemalu tidak sama dengan tipe kepribadian introvert. Individu dengan tipe kepribadian introvert dilihat dari bagaimana cara seseorang menganalisis suatu permasalahan, meskipun tampak pendiam, kepribadian introvert belum tentu pemalu,” ujar Diah. Anak yang pemalu saat usia di
Diah Fridari, S,Psi.
bawah lima tahun, dapat berubah ketika usianya bertambah dan mulai bersosialisasi di sekolah. Hal ini sangat tergantung dari pola asuh orangtua. Orangtua yang terlalu mengatur, mengambil segala keputusan untuk anaknya, banyak melarang dan tidak memberi keleluasaan anak meng eksplorasi sekitarnya, menyebabkan anak cenderung menjadi peragu, tidak berani mengambil inisiatif, dan menjadi pemalu. Banyak hal yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu menumbuhkan rasa percaya diri pada anak sehingga anak berani dan tidak pemalu. Salah satu aspek yang sudah lama dikembangkan dan
masyarakat luas sudah mengenalnya adalah dengan mengembangkan kecerdasan emosi. “Orangtua dengan kecerdasan emosi yang tinggi mampu membuat anak menjadi lebih percaya diri dan tidak pemalu. Pola asuh yang otoriter dan banyak mengatur dengan aturan-aturan yang kaku menghambat rasa percaya diri anak sehingga anak menjadi pemalu dan peragu. Pola asuh permisif dimana orangtua terlalu leluasa dan selalu memenuhi keinginan anak tanpa menetapkan aturan dan disiplin yang tegas juga tidak membuat anak mengembangkan pribadi yang positif,” jelas psikolog yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat ini. Pola asuh yang dapat menyeimbangkan antara menetapkan peraturan yang tegas dan juga memberi kebebasan dalam mengambil keputusan terhadap hal-hal tertentu akan membuat anak merasa nyaman dengan dirinya dan menjadikannya lebih percaya diri. “Orangtua dapat mempelajari bagaimana mening katkan kecerdasan emosi dan menerapkan pola asuh yang sesuai di berbagai sumber seperti media cetak, media elektronik, internet atau berkonsultasi ke psikolog anak dan perkembangan,” tegasnya. –Ngurah Budi
Griya
4 - 10 AGUSTUS 2014
17
Hemat dengan Batako Saat ini, biaya untuk membangun rumah sangat tinggi. Belum lagi harga lahan/tanah khususnya di Bali yang makin gila. Karena itu, untuk menekan biaya, beberapa orang memilih batako pres debagai bahan konstruksi dinding bangunannya. “Batako menjadi alternatif pengganti batu bata yang harganya jauh lebih mahal,” ujar Gede Suparamita, salah seorang pengusaha batako di Denpasar. dan hasilnya kurang bagus. Di tempat usahanya itu ada dua mesin pres batako. Satu mesin pres yang harus dikerjakan oleh dua orang itu menghasilkan 1.000 batako per harinya. Setelah selesai dicetak, batako itu kemudian dijemur. Menurut Gede, setelah sehari pengering an, batako sudah boleh ditumpuk dengan batako lainnya. Namun, untuk pemakaiannya, idealnya setelah empat hari pengeringan. Dalam sebulan, Gede rata-rata menerima orderan 25 ribu biji batako. Daerah pengirimannya masih di seputar Denpasar hingga Seminyak.
Proses pencetakan batako dengan mesin pres
B
atako adalah semacam batu cetak beton yang terbuat dari campuran pasir, semen, dan air yang dicetak menjadi balok-balok dalam ukuran tertentu. Secara umum di pasaran, dapat kita temui dua jenis batako, yakni batako pres berlubang, dan ba tako pres tanpa lubang. Ukur an standarnya 36 x 14-15 cm. Namun, Gede membuat ukuran yang lebih besar dari biasanya, yakni 38 x16 cm. Ini pula yang membuat batako pres tanpa lubang hasil cetakannya laris di pasaran. “Mungkin dari hasil hitung-hitungan mereka, menggunakan batako saya jatuhnya lebih murah,” ujar Gede yang baru beberapa tahun menggeluti usaha ini. Ia mengaku sebelumnya sempat beberapakali gagal menghasilkan batako yang berkualitas dan layak jual. “Mungkin
waktu itu campurannya kurang pas dan material yang saya pakai kurang bagus, dan ternyata cara mengaduknya pun cukup berpengaruh terhadap hasil cetakan. Mengaduknya harus rata,” ungkapnya. Namun kini, ia sudah menemukan komposisi yang pas untuk campuran batakonya. Untuk menghasilkan batako yang berkualitas, Gede Suparamita membutuhkan 11 kibik pasir dan 15 sak semen. Satu sak semen isinya 40 kg. “Pasir yang dipakai ini bukan seperti pasir biasa yang dipakai membuat luluh. Ini memang pasir khusus untuk membuat batako,” jelasnya, karena dulu ia pernah memakai pasir biasa
LEBIH HEMAT Penggunaan material batako terbukti lebih hemat biaya dari bata merah, karena bisa menghemat plesteran, jumlah pemakaian adukan semen sehingga harga dinding terpasang per meter persegi berkurang. Dari sisi berat materi terpa sang, pemasangan batako bisa men gurangi berat beban din ding dan lebih ringan sehingga
dimensi konstruksi ba ngunan untuk sloof, ring balk dan tiang penyangga menjadi relatif lebih kecil. Karena itu, batako identik dengan rumah se derhana. Dinding batako lebih ringan daripada dinding bata, sehingga menguntungkan untuk bangunan bertingkat banyak, karena mengurangi beban kons truksi. Bandingkan berat jenis batako yang sekitar 1.000 kg/m3, dibandingkan dengan berat jenis batu bata merah yang sebesar 2.000 kg/m3. Tetapi batako memiliki kuat tekan hanya 5,5 N/mm2 yang lebih kecil daripada batu merah kualitas baik yang bisa memiliki kuat tekan hingga 25 N/mm2 (SII-0021,1978). Batako memiliki ketahanan terhadap api selama 4
Batako yang siap pakai memerlukan waktu empat hari untuk pengeringan
Gede Suparamita
jam, lebih baik bila dibandingkan dengan bata merah yang memiliki ketahanan terhadap api hanya selama 2 jam. Kelebihan lainnya, batako kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rem besan air, penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9-12 m2, dan pemasanga nnya relatif lebih cepat. Batako juga akan terlihat menarik dan cocok jika digunakan sebagai dinding ekspose pada rumah bertema tradisional dan bertema natural/alami. Pemasanga n batako ekspose mengurangi biaya bahan dan biaya pengerjaan untuk pekerjaan plesteran dan pengacian dinding. –Inten Indrawati
18
Kreasi
4 - 10 Agustus 2014
Ani mas i I Be l o g
Cukup Thriller Dulu Bagi orangtua yang sering mendongeng untuk anaknya, tentu tak asing dengan kisah I Belog. Belog adalah seorang anak yang lugu dan polos bahkan cenderung bodoh. Karena itulah ia disebut belog atau bodoh. Namun, Belog termasuk anak yang berbakti kepada ibunya. Apa pun perintah ibunya selalu ia turuti. Kisah I Belog yang menyimpan pesan moral ini ditransformasikan menjadi sebuah animasi yang kreatif. Thriller I Belog sudah bisa ditonton di YouTube.
“P
emilihan I Be log sebagai karakter ani masi melalui proses diskusi. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kami sebelum memutuskan karakter ini. Kisah I Belog ini sederhana, memungkinkan untuk dijadikan animasi pendek, kara kternya sedikit, ada unsur komedi atau humor dalam ceritanya, dan ada pesan edukasi yang bisa disampaikan ke masyarakat. Mungkin bisa disebut animasi Mr. Bean versi Bali,” ungkap Wayan Joniartha Siada, S.T., instruk tur yang terlibat dalam pembuatan thriller I Belog. Pembuatan animasi ini melibat kan 28 peserta diklat animasi yang diadakan Balai Diklat Industri (BDI) di Kuta, Juni 2014. Mereka dibagi menjadi 5 kelompok yang diben tuk sesuai dengan pilihan mereka. Masing-masing kelompok diminta membuat thriller animasi I Belog dalam waktu tiga minggu. “Keahlian peserta beragam, mulai dari yang awam hingga mahir. Ada yang sudah menguasai 3D, animasi dan yang lain nya. Proses awal, kami berikan materi
berupa konsep. Setelah itu mereka melakukan eksplorasi sesuai dengan kreativitas masing-masing,” kata Joni yang dibantu Kadek Dwi Paramandita sebagai asisten. Dwi yang bertugas membimbing peserta diklat jika ada hal-hal yang be lum dimengerti. “Secara umum tidak ada masalah dalam pengerjaan tugas karena peserta bisa berimprovisasi. Kalau sudah mentok, kami berdiskusi untuk mencari solusi,” imbuh maha siswa STIKI Indonesia ini. Dari lima kelompok, salah sa tunya sudah diunggah ke YouTube. Animasi I Belog karya Gd. Ferry Marsellino, Orlando Nandito Nehe mia, dkk ini bisa dinikmati sekitar 3 menit. “Dulu saya pernah ikut diklat 3D modelling. Ketika ada diklat animasi, saya ikut lagi karena merasa ilmu yang dulu masih kurang,” ujar Ferry. Alumnus SMK TI Bali Global ini ingin menambah ilmunya di bidang animasi. Pengetahuannya di bidang 3D modelling akan sangat bermanfaat jika dipadukan dengan animasi. Selama diklat animasi, ia pun rela begadang untuk menambah ilmunya. Waktu tidur dipakai untuk menyele
saikan tugas membuat thriller animasi I Belog. Karena merasa menemukan keasyikan di animasi, ia tak memper masalahkan jika harus mengorbankan waktu istirahat. Hal yang sama diung kapkan Nando. “Sampai saat ini kami cukup puas dengan thriller yang kami buat. Hasil kerja keras selama tiga minggu ini luar biasa,” ujar Nando yang bertugas di bagian post production. Nando dan Ferry yang tergabung dalam Miracle Gates studio bersama Ilham Putra ini mengaku sudah bek erja sama sejak lama. Mereka satu sekolah sejak SMK dan kini samasama kuliah di STMIK Primakara. Selama pengerjaan animasi I Be log, Nando merasa tak ada kesulitan. Begitu mendapat konsep tentang kisah I Belog, mereka langsung ber kreasi untuk membuat 3D model. Panitia diklat sudah menyiapk an model untuk Belog dan Ibu Belog. Tetapi, peserta dipersilakan melaku kan improvisasi terhadap model yang sudah ada. Tim Nando termasuk yang melakukan improvisasi. Mereka juga memilih menggunakan game engine sedangkan tim lain menggunakan rendering. “Kami mencari di internet tentang game engine. Prosesnya me mang lebih sulit, tetapi kami puas,” ujar Nando. Minggu pertama digu nakan untuk memaparkan konsep dan membuat model, minggu kedua menggarap animasi, dan minggu ketiga rendering (proses dari 3D ke movie) serta editing. ANIMASI LITTLE KRISNA Ferry menambahkan seb elum membuat animasi, ia dan temantemannya membayangkan karakter I Belog yang tinggal di perdesaan. Sua sana ini kemudian dituangkan dalam
Ferry dan Nando (duduk) berdiskusi dengan Joni dan Dwi
animasi hanya untum beberapa episode. Perkembangan selanjutnya, animasi yang berbasis budaya India ini mendapat dukungan dari sponsor sehingga dibuatkan lagi episode tam bahan. Sudiarta pun berharap animasi I Belog bisa seperti itu. Animasi yang berasal dari budaya lokal ini memiliki nikai edukasi yang bisa ditanamkan kepada anak-anak, antara lain pesan moral untuk tidak berbohong kepada orang lain. Pesan ini diselipkan dalam humor sehingga mudah dimengerti. Dari diklat animasi ini, Joni me nilai 95% peserta berhasil memenuhi ekspektasi. “Hal yang sangat luar biasa karena peserta sangat antusias mengikuti diklat. Mereka bisa ber kreasi dan berimprovisasi di dunia animasi. Langkah selanjutnya mereka tinggal mempraktikkan apa yang sudah didapat,” ujar arsitek yang memilih menekuni profesi animator ini. -Ngurah Budi
Story
Jatuh Cinta pada Tukang Kebun Saat pergi meninggalkan kampung halamannya di Sumbawa, Sabrina (nama samaran) berusia 19 tahun. Tahun 2009, ia memutuskan merantau menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Saudi Arabia selepas tamat Sekolah Menengah Atas. Ia memang termasuk terlambat menyelesaikan sekolahnya karena ia tergolong anak yang lambat dalam merespons. Meski tidak cacat, Sabrina lamban. Namun, ia hidup normal seperti perempuan lainnya. Parasnya gadis yang tinggal di desa yang cukup jauh dari Kota Sumbawa Besar ini, terbilang ayu. Meski banyak laki-laki yang meminang nya sebagai istri, ia memilih tidak menikah muda.
H
gambar lalu diproses sehingga meng hasilkan animasi. Dalam thriller ini ada karakter Belog, Ibu Belog, Ajik, Cow, dan Chicken. Setting suasana rumah di perdesaan, sungai, jembatan, dan pepohonan yang dikelilingi burung dibuat sangat alami dipadu musik yang riang. Ke depan, mereka ber harap thriller ini bisa dikembangkan menjadi animasi berseri. “Membuat film animasi termasuk pekerjaan skala menengah atau tinggi. Beda dengan pengerjaan game yang bisa digarap satu atau dua orang. Ani masi dikerjakan tim dan memerlukan waktu lama serta biaya tinggi. Untuk tahap awal, cukup mengerjakan thriller dulu. Nanti kalau ada sponsor, pengerjaannya akan dilanjutkan lagi,” ujar Putu Sudiarta dari Bamboomedia yang mendampingi peserta diklat. Ia mencontohkan animasi Little Krisna yang digemari anak-anak awalnya dikerjakan sebuah studio
Life
4 - 10 Agustus 2014
idup dengan orangtua dan seorang adiknya di desa itu tidak lah menggembirakan dalam hal ekonomi. Untungnya mereka memiliki sedikit lahan yang bisa digarap sehingga ada penghasilan yang dinanti, meski tidak banyak. Tiap hari mereka semua harus banting tulang mengurus lahan sawah yang tidak banyak itu. Orangtuanya juga bertekad untuk tidak menjual sawah tersebut apa pun alasannya. Dari pahitnya kehidupan inilah yang membuat Sabrina pergi merantau. Di Saudi Arabia, dengan se gala keterbatasannya yang lamban itu, ia beruntung karena bekerja pada seorang majikan yang baik. Ia diperlakukan dengan sangat baik dan gaji selalu dibayar te pat waktu. “Bahkan saya dapat bonus-bonus yang cukup banyak dari majikan,” katanya. Intinya ia termasuk salah seorang TKW yang sangat beruntung di antara begitu banyak kisah sedih yang
kerap didengar menimpa mereka yang disebut sebagai “pahlawan devisa” ini. Di rumah itu ia bekerja seba gai baby sitter yang mengurus bayi berusia 6 bulan dan seorang anak berusia 10 tahun. Ia telaten men gurus keduanya. Selain Sabrina, di rumah mewah itu ada pembantu rumah tangga asal Jawa Timur dan ada tukang kebun bernama Faisal (bukan nama sebenarnya), yang berasal dari Jawa Tengah. Tiap pagi Sabrina selalu berkeliling rumah majikannya untuk mengajak anak-anak maji kannya jalan dan berolah raga. Di sanalah, tiap pagi ia kerap bertemu dengan Faisal yang membersihkan taman dan kebun. Seringnya mereka bertemu membuat satu sama lain jatuh cinta. Mereka pun menjadi sepasang kekasih dan tak lama kemudian mereka menikah. “Majikan meminta kami untuk tetap tinggal di rumah itu dan memberikan kami satu ka mar di dekat dapur,” ungkapnya mengenang. Sayangnya, Sabrina
www.mei-azzahra.com
Mata uang Riyal
tidak mengabarkan pernikahan nya kepada orangtuanya. Sabrina sendiri tidak mengungkapkan ala san mengapa pernikahan itu tidak diberitahukan pada keluarganya. Perjalanan cinta dan pernika han mereka berjalan mulus. Sabrina hamil dan perutnya terus membesar. Pada usia kehamilan nya menginjak 7 bulan, sebuah kabar mengejutkan diterimanya pada suatu sore. “Begitu men dengar Faisal meninggal akibat ditabrak, saya tidak ingat apa-apa lagi,” ungkapnya. Ia pingsan dan mendadak melahirkan prematur. Untung anaknya selamat. Kesedi han tentu melandanya. Memiliki seorang bayi dengan beban tugas dan tanggung jawab juga untuk mengurus anak-anak majikannya, membuat Sabrina tidak sanggup melakukannya. “Saya tidak ingin mengecewakan majikan saya,” ujarnya. DITIPU CALO Dengan berat hati, ia pun menyampaikan permintaan untuk cuti dan pulang kampung, mem
Suasana Saudi Arabia
bawa bayinya. Lagi-lagi ia berun tung. Majikannya mengizinkannya pulang beberapa bulan namun ia diminta untuk kembali bekerja di rumah itu. Berbekal uang yang cukup, Sabrina membawa bayinya itu. Perjalanan yang jauh mem buatnya kelelahan namun selalu terhibur oleh bayi di gendongan nya. Ketika pulang itu, ia dibekali dengan uang riyal hasil kerja dan bonus khusus biaya pulang oleh majikannya. Jika dirupiahkan uang itu berjumlah Rp 21 juta. Namun, karena Sabrina terli hat seperti orang yang lambat, lelet rupanya menjadi “mangsa” yang empuk bagi para calo penu karan uang asing di Bandara Inter nasional Soekarno Hatta, Jakarta. Berlagak perhatian padanya, sese orang mendekatinya yang tampak kebingungan. Maklum, ia tidak terbiasa melakukan perjalanan dan bandara itu menjadi sangat asing baginya. Belum lagi ia kere potan mengurus bayi dan koper besar yang menyertainya. “Rasanya saya pasrah dan mengalah pada keadaan,” ka
www.kemeneg.go.id
7
tanya. Sampai akhirnya orang itulah yang membantu sekaligus menipunya untuk menukarkan uang riyal tersebut. “Semuanya hanya Rp 10.500.000,” katanya sedih. Meski kecewa, ia pun melanjutkan perjalanan pulangnya ke Pulau Sumbawa. Dari Jakarta ia naik pesawat menuju Bandara Internasional Lombok dengan harga tiket yang luar biasa ma hal. Lagi-lagi ia kena tipu. Malang benar nasib Sabrina. Belum usai kekecewaannya akan hal itu, belum lagi ia bersiap protes, calo jahat itu telah buruburu pergi. Ia sendiri tidak tahu harus melapor ke mana. Yang ia pikirkan secepatnya pulang kampung. Sepanjang perjalanan ia berpikir alasan apa yang akan diberikannya pada orangtua dan keluarganya mengenai bayi yang dibawanya. “Cukup pusing juga memikirkannya sepanjang per jalanan,” katanya. Dugaannya benar, begitu tiba di kampung halamannya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, Sabrina mengejutkan orangtua dan keluarganya di dusun itu. “Tidak satu pun orang yang da tang yang tidak bertanya, siapa bayi yang saya bawa,” katanya. Ia pun menjelaskan bahwa bayi itu anaknya. Untuk menghindari tuduhan orang yang negatif pa danya, ia pun memperlihatkan surat kematian suaminya. Inilah yang membuat situasinya lebih mudah diterima. BELI SAWAH Meski sedih, orangtua Sabrina tetap bahagia menerima kepulan gan anak dan cucu mereka. Sa brina juga kemudian menjelaskan bahwa kepulangannya itu untuk menitipkan anak laki-lakinya itu pada mereka. Ia akan kembali ke majikannya. Beberapa bulan kemudian, ia pun kembali ke Saudi Arabia dan meninggalkan bayinya yang tak henti-hentinya menangis saat ia hendak keluar rumah untuk pergi. Air matanya menetes ia memeluk bayi itu hingga tenang sembari mem berikan ASI padanya. Sabrina pun melanjutkan hidupnya di perantauan. Setelah dua tahun bekerja, ia sempat menjenguk anaknya dan kini ia berangkat lagi untuk bekerja di Qatar hingga dua tahun ke depan. “Suatu hari nanti, saya ingin hidup dan tinggal bersama anak saya di tanah kelahiran saya,” katanya sembari mengungkapkan satu tekadnya untuk menabung demi membesarkan anaknya kelak. Ia telah membeli beberapa petak sawah untuk bekal anaknya itu. Hidup bahagia bersama anak yang hanya sekitar 3 bulan ia susui, itu impian terbesar Sabrina. Perempuan desa nan lugu, yang bekerja keras demi meraih ke hidupan yang lebih layak. -Naniek I. Taufan
Woman on Top
6
Belajar dari Pengalaman
“T
amat SMA 2 Amlapura, sembari menunggu ijazah, saya diajak kakak ke Denpasar. Kakak saya I Made Gunarta kuliah di IHD. Saya disarankan mendaftar tes Sekolah Calon Bintara (Secaba) Komando Wanita
Angkatan Darat (Kowad). Saya mau saja dan lulus. Dari Kodam IX/Udayana ada 6 yang lulus dan mengikuti pendidikan di Pusdik Kowad di Lembang. Kami pendidikan 6 bulan di Lembang dilanjutkan pendidikan Kecabangan di Cimahi 3 bulan. Saya tamat tahun 1992 dan berpangkat Serda. Kakak saya setelah
Kapten Ni Ketut Adi saat melakukan kunjungan ke masyarakat bersama Wali Kota Denpasar
lulus IHD ikut SPA dan masuk TNI AL. Kami sama-sama dilantik tahun 1992. Sekarang dia berpangkat Letkol dan tugas di Surabaya,” kenang Danramil 1611-01 Denpasar Timur ini. Anak keempat dari lima bersaudara pasangan I Wayan Cidera dan Ni Nengah Ratnadi ini ditempatkan pertama kali di Direktorat Perbekalan Angkutan Angkatan Darat (Ditbekang AD) di Jakarta sampai tahun 2000. Setelah itu ia pindah ke Bali. “Saya pindah tugas ke Bali mengikuti suami yang ditugaskan ke Pomdam IX/Udayana di Denpasar,” ujar istri Kapten I Ketut Maharja Putra ini. Adi pun ditugaskan di Perbekalan Angkutan Kodam (Bekangdam) IX/ Udayana. Enam bulan kemudian, Adi yang kala itu berpangkat Serka mengikuti pendidikan (Sekolah Calon Perwira) Secapa di Bandung. Ia meraih pangkat Letda CBA pada Juli 2002 dan kembali ke Bekangdam hingga berpangkat Kapten tahun 2012. “20 Desember 2012, saya pindah ke Kodim 1611 Badung dan ditugaskan sebagai Danramil. Saya selalu ingat tanggal penugasan itu karena angka cantik 20-12-2012,” ujar ibu dua anak, Putu Bayu Setyadharma dan Kadek Meydiana Putri ini. Sebagai Danramil wanita pertama di Kodam IX/Udayana, ia merasa senang, takut, sedih. Senang karena masuk ke dunia baru dengan tantangan baru. Selama ini, ia lebih banyak bertugas di bagian staf. Masuk ke Koramil yang banyak berurusan dengan teritorial
membuat Adi harus belajar banyak. Ia belajar dari anggota dan belajar dari pengalaman. Prinsip alah bisa karena biasa membuatnya bisa melakoni tugas yang diamanatkan. “Secara personal, ada kesan ewuh pekewuh karena banyak anggota saya yang lebih senior. Tetapi, karena ini urusan dinas, saya harus percaya diri. Ada 38 anggota di Koramil 1611-01 Denpasar Timur termasuk PNS yang sangat membantu saya dalam melaksanakan tugas,” ujar wanita yang mengaku hobi berolahraga ini. SIAGA TIAP SAAT Ia menuturkan baru seminggu menjadi Danramil, ada kasus pembunuhan di Peguyangan. Ia pun berusaha untuk mempelajari situasi termasuk melakukan koordinasi dengan anggotanya. Apalagi wilayah Koramil Dentim juga membawahi wilayah Denpasar Utara. Kini, ia sudah terbiasa dengan kegiatan dan tanggung jawab sebagai Danramil. Ia kerap melakukan kunjung an ke masyarakat untuk memberikan ceramah. Waktunya pun banyak dihabiskan untuk patroli dan melakukan pengawasan. Kesibukan ini ternyata tak membuatnya mengabaikan keluarga. “Pagi sebelum ke kantor saya selalu menyelesaikan urusan rumah tangga. Menyiapkan sarapan untuk anak-anak. Kalau ada tugas pagi, saya juga bangun lebih pagi. Anak-anak sudah mandiri, jadi saya sangat terbantu,” ujar Adi yang suaminya kini bertugas sebagai Dan Subdenpom Singaraja ini.
Sudut Pandang
19
Selalu Bawa TTS
Kapten Ni Ketut Adi
Menjadi tentara tidak pernah terbersit di benak Ni Ketut Adi Rumawati. Sejak kecil ia hanya tahu polisi dan polisi wanita. Padahal rumahnya di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangsem berdekatan dengan Koramil Rendang. Ternyata perjalanan hidup membawa Adi menjadi Komandan Rayon Militer (Danramil) wanita pertama di wilayah Kodam IX/Udayana.
4 - 10 Agustus 2014
4 - 10 Agustus 2014
Menjadi tua adalah hal alami yang pasti terjadi pada semua orang. Namun, menjadi tua bukan berarti tidak melakukan aktivitas apa-apa.
Kapten Ni Ketut Adi
Satu hal yang selalu ia jaga adalah tidak berjanji kepada anak-anak. Ia tidak ingin anak-anaknya kecewa kalau janji tidak ditepati. Tugas sebagai Danramil yang harus siaga tiap saat membuat Adi tidak mau pergi jauh-jauh. Namun, ia selalu membuat skala prioritas, mana yang harus didahulukan. Untuk urusan adat, ia pun berusaha meluangkan waktunya. Adi maupun suami yang sama-sama tentara tidak pernah mengarahkan anak-anaknya untuk meneruskan jejak mereka. “Kami biarkan anak-anak untuk memilih jalur mereka. Dulu anak pertama suka pakai pakaian tentara. Ternyata setelah dia SMP, ayahnya pindah tugas ke Lombok. Akhirnya anak tidak mau lagi jadi tentara karena tugasnya pindah-pindah. Nanti biarlah mereka memilih apa yang ingin mereka tekuni. Kami sebagai orangtua hanya memberi dukungan,” tandas wanita kelahiran 19 Juni 1972 ini. –Ngurah Budi
S
alah seorang lansia yang tetap energik di usianya yang menginjak 85 tahun adalah Ny. Suwitri Riyasse. Walaupun istri IGP Riyasse ini, mengidap penyakit kencing manis, bukan berarti ia merasa dirinya sakit dan tidak melakukan apa-apa. Bahkan, wartawan perempuan pertama di Bali ini, mengatakan, ia tidak ada pantangan mengonsumsi makanan apapun. “Hanya mengurangi karena kondisi penyakit kencing manis,” tuturnya dengan semangat. Menurut Ny. Suwitri Riyasse, rutinitas yang dilakukan sehari-hari, mulai pagi hari adalah selalu bangun pagi. Kemudian, dia akan berjalanjalan di sekitar rumahnya, untuk menghirup udara segar. Hal rutin yang dilakukan kemudian, sarapan. Bubur gandum merupakan kesukaannya. Porsinya, 3 sendok makan bubur dimasak dengan air dan sedikit garam. Kemudian, saat akan makan, bubur dicampur dengan dua sendok madu. Siaplah sarapan pagi yang rutin dikonsumsi tiap dua hari sekali. Pukul 10, jadwalnya minum jus apel. Untuk siang atau malam hari, ia makan 4 sehat yang terdiri dari tempe atau tahu, daging ayam atau daging babi, dan sayur. Untuk tempe dan tahu menjadi makanan wajib. Porsi nasi hanya 200 gram untuk makan siang, sementara makan malam porsi nasi dikurangi menjadi 150 gram. Untuk ukuran tempe atau tahu sepotong, dan daging bisa dimasak apa saja, bisa suwir daging, tum, perkedel, dll dengan porsi satu potong. Untuk sarapan keesokan harinya, menunya berubah menjadi roti bakar yang diisi satu biji sosis atau ham. Hal ini dilakukan, agar ada variasi sehingga ia tidak bosan. Setelah sarapan, ia makanan satu buah tomat segar. Ia mengakui, kadang, walaupun ia sudah makan teratur tiba-tiba saja perutnya sakit atau diare. Biasanya, ia akan mengingat makanan apa saja yang sudah dimakan. “Mungkin bumbunya terlalu keras atau terlalu pedas,” kata Ny. Riyasse. Ia juga tak harus minum obat sakit perut. Biasanya, dengan mengubah menu makanan, hal itu bisa ditanggulangi segera. Setelah makan, ia rutin minum obat kencing manis dan vitamin. Aktivitasnya setelah sarapa n adalah membaca koran. Ia berlangganan 5 media massa. Kemudian, dilanjutkan dengan mengisi tekateki silang (TTS) dan menonton berita. Siang hari, tak lupa, ia tidur siang. “Kalau saya tak ada kegiatan, hanya menemani cucu-cucu di rumah. Namun, jika ada upacara adat, saya biasa pulang ke kampung halaman di Negara,” ucapnya. Kalau liburan, Ny. Riyasse, biasa pergi menengok anak-anaknya yang sudah tinggal berjauhan dengannya, misalnya menginap beberapa hari di rumah anaknya yang menikah
dengan orang asing di Kuta. Kadang, ia bepergian ke luar negeri. Baginya, usia tua bukanlah hambatan untuk menjalankan aktivitas apapun, asal dilakoni dengan senang dan semangat. Walaupun, ia menyadari memiliki penyakit kencing manis, itu bukanlah menajdi bebannya. “Kuncinya, adalah selalu merawat diri, baik itu berdandan, agar selalu terlihat bersih dan sehat. Yang paling penting, lakukan aktivitas yang disukai. Saya suka sekali mengisi TTS. Kemana saja saya pergi, TTS selalu saya bawa,” tuturnya. Berkomunikasi dengan sesama lansia juga kerap ia lakukan. “Biasanya, tiap bulan kami berkumpul untuk arisan. Dari pertemuan itu, kami kerap bertukar informasi bagaimana menjaga kesehatan agar tetap sehat dan fit di usia tua,” tutur Ny. Riyasse. SENAM LANSIA “Kenyataan jika kami kaum lansia, secara alami, pasti mengalami proses menjadi tua dan mengakibatkan kemunduran fisik, mental, dan sosial. Kami menyadari, menerima dan menikmatinya,” ungkap I Gusti Ayu Sulastri Tjahjadi (73), yang biasa disapa Bu Tjahjadi ini. Karena kondisi ini pula kata ketua Perkumpulan Wreda Sejahtera (PWS) Kota Denpasar ini, doa dan dukungan orang terdekat sangat besar maknanya untuk menambah kekuatan hati para lansia. Selain itu, sebagai lansia ia merasa perlu terus melalukan kegiatan kreatif dalam mengisi kegiatan sehari-hari, agar tidak merasa jenuh. “Saya juga bersyukur, karena hingga saat ini suami, I Gst Ngr Tjahjadi (83) sebagai teman hidup dan partner perjuangan selama ini masih bersama,” katanya yang sejak dulu mereka selalu dalam relasi yang saling memberi ruang bagi semangat positif satu sama lain. Selanjutnya Bu Tjahjadi menga takan, untuk orang seusianya dalam menjaga kebugaran, mesti terus bergerak dengan rajin berolahraga, selain mengonsumsi makanan bergizi. Karenanya, sejak mengawali hari, nenek 4 orang cucu ini, sudah mulai bergerak. Setelah merapikan sekelilingnya ia segera melakukan ritual wajibnya setiap pagi , sembahyang. “Kita wajib berdoa mengucapkan syukur setiap harinya, saya masih diberikan kehidupan dan kesehatan, serta mohon keselamatan,” katanya. Kalau urusan makanan, ia lebih memilih bahan-bahan yang herbal. Juga tak pernah ketinggalan mengonsumsi jus papaya, tomat dan wortel. “Selain itu kami juga menyukai minuman tra disional yang menyehatkan seperti loloh,”katanya . Sementara untuk urusan rumah tangga lainnya, ia selalu saling menguatkan dan bekerjasama dengan sang suami. “Seperti untuk acara
berbenah, kami lakukan bersama. Sebab kami di rumah tidak menggunakan tenaga pembantu rumah tangga. Kalau saya mencuci piring, bapak yang bertugas membersihkan meja,” tuturnya sambil tersenyum Untuk menjaga agar mereka tidak sampai kelelahan, mereka pun melakukan sesuai dengan kondisi. “Ketika merasa lelah, kami tidak akan melanjutkan pekerjaan dan segera beristirahat,” katanya dan mengatakan ia akan duduk santai dengan kaki berselojor. “Saat berselojor itu saya manfaatkan juga untuk membaca,” kata nenek yang mengaku tidak pernah tidur siang ini. Kegiatan yang lainnya yang juga menambah aktivitasnya bergerak adalah melakukan tugasnya sebagai ketua PWS Kota Denpasar. PWS memiliki agenda rutin senam khusus untuk lansia. “Ada yang dilaksanakan di banjar –banjar dan juga di wantilan DPRD Renon. Senamnya dilakukan dua kali seminggu,” Bu Tjahjadi, yang
Bu Tjahjadi
Bu Riyasse
biasa hadir bersama suami dan putra bungsunya I Gusti Ngurah Pariadi. “Senam lansia yang di wantilan, biasanya lebih rame dan seru. Sebab, di sana setelah senam ada beragam kegiatan lanjutan yang spontan. Mulai dari curhat atau memilih acara hiburan dengan menyanyi dan menyanyi. Semuanya khusus dari dan untuk kami para lanisa. Bapak juga suka bermain keyboard bergiliran dengan teman lainnya untuk mengiringi yang suka menyanyi,” tuturnya.
Bu Tjahyadi juga mengatakan Pemerintah Kota Denpasar memberikan perhatian yang cukup besar pada para lansia, seperti adanya penyediaan pelayanan gratis berobat, dan penyediaan loket khusus bagi para lansia yang berobat ke puskesmas dan rumah sakit pemerintah. Begitu juga dengan Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra yang memiliki agenda untuk memberikan kegembiraan para lansia dengan melakukan rekreasi dan tirtayatra. –Wirati Astiti/Sri Ardhini
Ganti Kopi dengan Teh Masa tua semestinya menjadi masa menikmati pensiun atau masa menimang cucu. Namun realitanya, para lansia sekarang masih tetap aktif beraktivitas bahkan produktif, baik dalam organisasi maupun kegiatan lainnya. Satu dari sekian banyak lansia yang kurang beruntung adalah Ketut Sudiasih (60). Di usianya yang sepuh, ia harus tetap bekerja sebagai tukang suun untuk bisa menyambung hidup. Dengan langkah kaki terseok, mau tak mau perempuan tua asal Pesinggahan, Klungkung ini harus menyeret langkahnya sembari menjunjung barang belanjaan pembeli dari arah pasar menuju tempat parkiran. “Saya bawa sedikit demi sedikit agar tidak terlalu berat,” ujarnya. Siang itu, Sudiasih diupah seorang pelanggannya untuk mengangkut barang-barang belanjaannya yang lumayan banyak. Maklum, pelanggannya itu adalah pegawai sebuah warung makan. Karena itu pula, ia rela bolak-balik pasar-parkiran hingga enam kali untuk “menghabiskan” barang belanjaan pelanggannya. “Saya tidak berani memaksakan lagi menjunjung terlalu banyak. Dulu persendian tangan kanan saya pernah lepas saat terjatuh karena nyuun 15 butir kelapa muda,” kisahnya. Tangan kanannya itu cedera hingga dua kali. Demikian halnya dengan kaki kanannya, cedera akibat kecelakaan beberapa tahun lalu, yang lantas membuat langkah kakinya sedikit terseok. Karena cedera tangan itu, sebulan lamanya ia tak bisa menjalani pekerjaan yang sudah digelutinya sejak delapan tahun lalu itu. Hubungan yang kurang harmonis antara menantu dan mantu, membuat Sudiasih
mencari nafkah sendiri dan menggantungkan hidup kepada anak perempuannya yang masih melajang. “Meski kami tinggal serumah (dengan anak laki-laki dan menantunya), hanya anak perempuan saya yang mengurus selama sakit. Kalau suami saya masih hidup, saya tidak akan seperti ini,” kisahnya. Mungkin, itu pula yang menyebabkan anak kedua Sudiasih yang sudah berumur 32 tahun, enggan menikah. “Dia tidak punya pacar dan mungkin karena kasihan kepada saya tidak ada yang mengurus,” ujarnya mengira-ngira. Anak perempuannya juga beraktivitas di Pasar Badung sebagai pedagang kecil-kecilan. Hari-hari Sudiasih dihabiskan di pasar ini, mulai pukul 04.00 hingga 18.00. “Lebih baik saya menghabiskan waktu saya di pasar daripada di rumah tidak ada kerjaan,” ujarnya. Untuk tetap menjaga stamina dengan pola aktivitas yang cukup berat dalam usianya itu, Sudiasih mengimbanginya dengan makan teratur. Sebelum memulai aktivitas jam 04.00 itu, ia pasti makan nasi jenggo dan minum kopi yang kini sudah digantikan dengan teh. “Dulu, jika tidak dapat kopi, kepala pusing. Tapi sejak dokter menyarankan berhenti ngopi karena ia punya maag, pelan-pelan saya bisa mengalihkannya ke teh,” ujarnya. Dalam sehari, Sudiasih mengaku makan tiga kali, pukul 04.00, 13.00, dan pukul 19.00. Untuk tetap menjaga kesehatan, ia rajin kontrol dokter sebulan sekali dengan merogoh kocek Rp 80 ribu. Mata tuanya yang sudah tak jelas lagi melihat, belum mampu dibelikannya kacamata. Sudiasih tak tahu entah sampai kapan ia akan nyuun. Karena, untuk tetap bertahan hidup, tak ada pekerjaan lain yang bisa diambilnya selain nyuun. –Inten Indrawati
20
Nine
4 - 10 AGUSTUS 2014
Bobo Mee
Penyampai Pesan Tradisional Usai lebaran merupakan waktu yang banyak dipilih masyarakat Bima untuk menyelenggarakan acara pernikahan. Karena itu, satu atau dua hari setelah hari raya Idul Fitri, undangan pernikahan mulai berdatangan. Gedung-gedung mulai penuh dengan acara pernikahan. Kampung menjadi meriah dengan persiapan menuju resepsi demi resepsi pernikahan. di Bima. Uniknya, di Desa Rato Kecamatan Bolo, Bima, jasa pengantar kabar tradisional ini masih dipakai hingga saat ini. Adalah Habibah yang lebih dikenal dengan nama Bobo Mee, perempuan berusià 63 tahun ini, yang kini meneruskan tugas seorang pengantar kabar tradisional yang sangat terkenal di kampung ini, yang biasa dipanggil Dua Rao, yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Meski sudah ada undangan, jasa pengantar kabar tradisional ini, di sini masih diperlukan. “Sejak Dua Rao tidak kuat lagi jalan, saya yang menggantikan Dua Rao, mengantar kabar dari satu rumah ke rumah lainnya,” ungkap Bobo. Dua Rao memang telah menjadi semacam legenda penyampai kabar di kampung ini. Semasa hidupnya, tiap kali ia lewat, orang kampung sudah mengetahui akan ada hajatan di kampung tersebut. Maka ia akan mulai mampir beberapa menit dari satu teras ke teras lainnya. Berpindah-pindah untuk mengabarkan pada ibu-ibu sekampung itu. Saking terkenalnya almarhum, ia sampai dijuluki, Dua Rao Boe Pidu. Artinya Dua Rao Pukul Tujuh. Hal ikhwal mengapa ia disebut de ngan julukan itu adalah, karena tiap kali ia datang memberi kabar selalu diawali dengan kalimat, nembana atau mai karonggako amanat dari ibu....naisi boe pidu teka ra nee, didis made rawina. Arti nya, saya datang menyampaikan salam hormat atau amanat dari ibu.... bahwa besok jam tujuh acara teka Habibah yang dikenal dengan nama Bobo Mee, ra nee dan lusa pengantar kabar tradisional
Bobo Mee saat menyampaikan kabar hajatan pada ibu-ibu di RT 05 Desa Rato
hari H-nya. Sembari menyampaikan hal tersebut, ia juga akan menyampaikan acara apa yang akan diselenggarakan, apakah itu perkawinan, sunatan atau ngunduh mantu yang dalam bahasa Bima disebut ao rido, atau acara lainnya. Dan kini, Bobo menjadi penerus generasi pengantar kabar tradisional itu. Ia menjalankan profesinya ini tidak kurang dari sepuluh tahun belakangan ini. Meski tidak meneruskan kalimat dan ciri khas Dua Rao, ia mulai dikenal seperti halnya pendahulunya itu. Tiap kali ia lewat, ibu-ibu sudah bisa menebak bahwa ia datang untuk mengantar kabar. Ia akan berjalan menemui ibu-ibu untuk mengantarkan kabar sambil mengenakan jilbab khas suku Mbojo, Rimpu. Wilayah kerja nya meliputi empat RT di Di Desa Rato. Ia akan beruntung ketika bertemu dengan ibu-ibu yang biasa sedang berkumpul di salah satu rumah warga, sehingga ia tidak perlu mendatangi tiap rumah dari para ibu yang sudah ada di tempat itu. Ia akan menyampaikan kabar tersebut sekaligus kepada mereka. Ia akan melakukan perjalanan itu di pagi hari lalu beristirahat dan dilanjutkan siang atau sore hari. “Jika banyak tempat dan RT yang harus saya datangi, bisa sampai dua hari saya jalan,” ujarnya. Tidak ada kata malas dalam kamus Bobo saat menjalankan profesinya ini. Tanggung jawab akan tugasnya ini ia jalani se penuh hati. Nyaris tak satu rumah pun ia lewati dengan sengaja dalam menjalankan
tugasnya ini. Jika ada rumah yang ia datangi dan kebetulan pemilik rumah sedang tidak ada di rumah maka ia akan meminta bantuan agar tetangga terdekat orang tersebut untuk menyampaikan hal tersebut. “Karena ini amanat, jadi saya harus menyampaikannya secara langsung. Namun jika tidak dapat bertemu, saya minta bantuan tetangga terdekatnya untuk menyampaikannya,” jelasnya. Pengantar kabar tradisional ini di Desa Rato masih dibutuhkan. Meski pun undangan berupa secarik kertas telah disebar, pemilik hajatan masih banyak yang tetap menggunakan jasa Bobo dan penyampai pesan tradisional lainnya. “Rasanya lebih afdol jika kabar acara itu disampaikan lagi secara langsung oleh Bobo Mee,” kata Sri, salah seorang warga yang pernah memakai jasanya. Rupanya masyarakat di sini masih memegang nilai-nilai kekeluargaan dalam hal ini. Sehingga tidak cukup undangan kertas yang dikirim, warga juga mengirim Bobo Mee untuk menyampaikan kabar hajatan tersebut secara langsung. “Ada juga kekhawatiran undangan kertas tidak sampai atau tidak sempat terbaca, sehingga kabar tersebut tetap diketahui warga melalui Bobo Mee atau penyampai kabar tradisional lainnya,” kata Hj. Itam, warga Desa Rato. Kabar yang dibawa oleh pengantar kabar tradisional ini adalah acara yang berkaitan dengan ibu-ibu, yakni teka ra nee. Yaitu acara khusus untuk ibu-ibu yang datang pada hari menjelang akad nikah atau su-
natan. Mereka biasanya datang membawa beras, uang atau pun keperluan lain untuk hajatan seperti gula dan lainnya. Sekalian menghadiri dan menemani pe ngantin perempuan sebelum dan sesudah akad nikah berlangsung. Teka ra nee juga dilakukan saat acara sunatan. Uniknya lagi, dalam menyampaikan kabar berkeliling kampung, ibu empat anak ini selalu berjalan kaki. Tak kenal lelah dan bosan, ia lakoni aktivitasnya ini dengan senang hati. Meski ia mendapat “bayaran” pun secara tradisional seperti beras, gula dan juga uang serta lainnya, ia melakukan tugas dan tanggung jawab itu dengan sungguhsungguh. Ia sendiri tidak pernah memasang tarif berapa harga yang harus dibayar atas jasanya ini. “Seikhlas pemilik hajatan saya terima berapa pun jumlahnya,” katanya. Inilah salah satu profesi perempuan tradisional di Bima. “Janji” pahala dengan banyak bersilaturahmi menemui orangorang membuatnya tetap bersemangat melaksanakan tugasnya ini. Ia tidak tahu sampai kapan tugas ini akan dijalaninya. Yang pasti semangatnya tetap menyala sebagai penyampai pesan dan kabar tradisional. Jasanya menyambung silaturahmi inilah yang membuat ia dikenal. Di Desa Rato, selain Bobo, beberapa perempuan lainnya juga menjalankan profesi yang sama, sebagai penyampai pesan tradisional ini. Sayangnya saat ini generasi muda belum ada yang tertarik menjadi generasi yang akan meneruskan tugas mulia ini. -Naniek I. Taufan
Inspirasi
5
Sophie Navita
Terapkan Pola Makan Raw Food “Anda pilih green smothies atau green juice?” ujar Sophie Navita kepada peserta cooking class with Sophie Navita beberapa waktu lalu di Pertiwi Bisma 1, Ubud. Beberapa peserta mengatakan green smothies lebih bagus karena masih mengandung serat. Beberapa peserta lain, lebih memilih green juice karena bisa langsung meminum ekstraksinya tanpa serat.
“K
D
i samping keluarga yang pun ya hajatan pernikahan yang sibuk menyiapkan berbagai kebutuhan acara, masyarakat juga ikut membantu terutama ibu-ibu rumah tangga. Satu orang lagi yang juga ikut sibuk tiap kali ada hajatan pernikahan digelar, si pengantar kabar tradisional yang akan mendatangi satu rumah ke rumah lainnya untuk membawa kabar dari pemilik hajatan. Memang tugas dari pengantar kabar tradisional ini, tidak hanya mengantar kabar pernikahan melainkan juga kabar tentang sunatan atau ngunduh mantu atau lainnya. Dan, dalam mengantar kabar tersebut, ia akan menyebut si pemilik hajat an itu adalah ibu/perempuan yang berhajat, tidak menyebut nama keluarga yang biasanya laki-laki atau suami. Sejak teknologi maju, un dangan yang juga berfungsi sebagai pengumuman pernikahan atau hajatan lain banyak dipakai karena lebih praktis, tugas peng antar kabar tradisional ini secara umum tidak lagi banyak dipakai
4 - 10 AGUSTUS 2014
alau saya pilih kedua nya. Anda tidak mungkin kan mengonsumsi sayur dan buah sebanyak ini secara langsung? Tapi jika semua bahan ini dijadikan smoothies atau jus, pasti dalam beberapa tegukan langsung habis. Kandungan gizi yang masuk ke tubuh kita sama dengan yang tadi sebelum dijus,” paparnya. Artis yang kini memiki predikat chef untuk jenis makanan raw food ini mengawali sesi cooking class
AS, ketika satu-persatu keluarganya mulai sakit, bahkan anak laki-lakinya, Sergei Boutenko didiagnosis diabetes tipe 1 pada saat usianya 9 tahun. Ia berhasil sembuh total dengan mangadopsi pola makan raw diet alias mengonsumsi makanan mentah. Sementara, green juice juga campuran antara buah dan sayur hijau (plus batang) yang dimasukkan lewat juicer lalu diekstrasi sarinya dan diminum dengan minim serat, atau tak ada serat sama sekali. “Green juice mirip
Peserta cooking class menikmati smoothies buatan Sophie
tersebut dengan menjelaskan kedua jenis minuman tersebut. Greensmothies adalah minuman yang terbuat dari campuran sayur berdaun dan buah yang kemudian diblender dan hasilnya menjadi sebuah minuman hijau berserat tinggi dan bergizi baik. Green smothies dipopulerkan Victoria Boutenko, seorang imigran Rusia yang tinggal di
infus yang dimasukkan dalam tubuh dan memberikan efek segar dan bertenaga lagi karena tidak membebani saluran cerna,” ujarnya. Mengapa hanya sayur hijau? Lalu, bagaimana dengan sayur umbi (wortel,ketela) dan sayur bunga (kol, brokoli, dll.), apakan tidak bisa dijus? Untuk makanan yang satu ini, Sophie mengutip
Sophie Navita bersama peserta cooking class
Sophie Navita sebagai instruktur dalam cooking class
pemahaman food combaining, bahwa buah adalah makanan yang sangat egois. Karena, buah hanya dapat dimakan sendirian (kecuali dengan sayur berdaun hijau) pada perut yang kosong. “Jika ingin makan apa pun juga setelah itu, sebaiknya diberi jarak waktu 30 menit sampai 40 menit, untuk tidak membuat perut kembung,” ujarnya. Mengapa Sophie menerapkan raw food sebagai pola makan keluarganya, bahkan mengajak lebih banyak orang lagi dengan gerakan “Indonesia Makan Sayur”? “Dulu saya merokok dan minum. Perhatian saya terhadap kesehatan tinggi, tapi tidak mengerti caranya,” kisahnya. Niat itu kian mantap pasca meninggalnya bapak mertua dan nenek yang merawatnya sejak kecil. Dari sana ia berkesimpulan bahwa menjaga pola hidup sehat merupakan pilihan. Istri personel Band Jikustik, Pongky Barata ini pun mulai mencari tahu di internet jenis makanan berkelanjutan yang sehat yang bisa dikonsumsi manusia. Empat tahun lalu, perempuan berusia 39 tahun itu mulai mewujudkan keinginannya. Hal itu diyakini sebagai pola diet yang paling sehat dan masuk akal. Tidak hanya untuk menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga pola makan sehat. Langkah pertama yang ia lakukan ialah memperbanyak lalapan. “Bukan berarti saya dan keluarga tidak makan daging ayam. Kami tetap mengonsumsinya, namun lebih memperbanyak porsi sayuran.
sana dan mukai diterapkan di keluarganya dulu. Indonesia dikatakannya negara agraris yang sangat subur. Sayangnya banyak buah-buahan yang masih diimpor, padahal negara Indonesia kaya akan jenis buahbuahan. Seperti pisang saja ada banyak jenisnya, namun kenapa mesti impor buah? Kualitas buahbuahan kita pun menurutnya tak kalah dengan buah impor yang tak bisa dijamin terbebas dari kemungkinan rekayasa genetika. Ini juga menjadi faktor lain yang membuat Sophie menggagas terbentuknya Indonesia Makan Sayur. Agar masyarakat Indonesia lebih sadar bahwa mengonsumsi makanan utuh lebih baik, dan lebih baik lagi yang berjenis organik produksi lokal. Berawal dari sharing gaya makan keluarganya di media sosial, banyak orang lantas meng-upload green smoothies buatan mereka. Kini, Sophie merupakan satu dari tiga orang Indonesia yang memiliki sertifikat Raw Food Chef and Instructure. Setelah mendapatkan sertifikat Raw Food Chef and Instructure, Sophie sering diminta menjadi pembicara dalam kelaskelas raw food yang digelar secara privat ataupun kelompok.
Daging ayam yang kami pilih jenis ayam kampung yang kami tahu peternakannya menggunakan makanan ayam organik. Prinsipnya, apa yang kita makan harus tau asal-muasalnya darimana,” paparnya. Bagaimana mengajari anakanak mengonsumsi raw food? Sophie mengaku awalnya mencoba dengan jenis makanan yang sederhana, seperti timun yang dimakan memakai sambal, yang dikatakannya makan lalap-lalapan seperti ini sebenarnya memang budaya orang Indonesia. Ber ikutnya, ia mengenalkan green smoothies. “Greens moothies ini haram hukumnya jika sampai tidak enak. Jika kesan pertama tidak enak, akan susah lagi untuk mengenalkannya,” ujarnya. Menurut Sophie, makanan alami sesungguhnya mudah didapatkan. Yang membuat sulit, katanya kemauan dari diri sendiri. Karenanya, ibu dari Rangga Namora Putra Barata dan Radya Tuaro Putra Barata ini mulai membiasakan membawa m a k a n a n sendiri. Tak hanya itu, Sophie pun mempel ajari cara mengolah buah dan sayuran untuk dapat di konsumsi secara praktis, salah satunya jus. Dua tahun lalu, Sophie memutuskan sekolah ke Amerika Serikat untuk memperdalam pengetahuan tentang raw food, yakni pola makan yang melibatkan bahanb a ha n ma ka na n tanpa dimasak atau diproses. Ia mene mukan cara-cara dan manfaat tinggi dari raw Sophie food saat sekolah di
–Inten Indrawati
Navita
4
Inspirasi
4 - 10 AGUSTUS 2014
dr. Debora Murthy
Liburan Idul Fitri di NTB
Bangga Jadi Dokter LSM
Berkarya sebagai dokter di LSM adalah mewujudkan mimpinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan kesehatan. Demikian dituturkan dr. Luh Debora Murthy, Ketua Yayasan Maha Bhoga Marga ( MBM) ini.
P
erempuan kelahiran 6 Juli 1967 ini mengatakan, saat masih ba��� lita sampai berusia 10 tahun ia sering sakit batuk bahkan sampai sesak napas. “Orang tua saya keluarga sederhana, bapak seorang pendeta dari gereja kecil yang tidak mempunyai penghasilan tetap dan ibu seorang guru SD. Saya melewati masa kecil di Singaraja. Mungkin karena keuangan keluarga, saat sakit saya tidak segera diajak berobat. Saya baru berobat kalau sudah parah, bahkan kalau bibir saya sudah biru karena sesak napas. Berobat selalu ke dr. Sumarma, di Jalan Sawo. Situasi itu membekas di hati saya. Saya mengatakan pada orangtua saya, kelak saya ingin menjadi dokter dan membantu orang-orang miskin untuk bisa mendapat peng obatan,” kata dr. Debora. Setamat SMA, ia akhirnya mendaftar di Fakultas Kedokteran Unud, dan mulai kuliah tahun 1986 (angkatan Octavus) dan menyelesaikan studi tahun 1992. Tamat dokter, ia mengajukan PTT ke Papua. Namun, karena suaminya, Herman Adhiwirawan, tidak mengijinkan, Debora meng ulang kembali pengajuan PTT di
dr. Luh Debora Murthy
Bali. “Saya ditugaskan di Puskesmas Kubutambahan II. Desadesa yang menjadi wilayah kerja adalah desa-desa pertanian subur penghasil penghasil buah-buahan, cengkih, kopi, dan berlimpah curah hujan. Tetapi di tanah yang kaya ini banyak keluarga hidup dalam kemiskinan. Mereka adalah petani-petani gurem, yang hanya mengelola lahan pertanian sempit, bahkan hanya buruh tani.
Penghasilan terbatas, tapi banyak yang hobi judi dan mabuk. Seringkali di malam hari saya didatangi oleh kelompok masyarakat yang datang membawa orang-orang yang kecelakaan karena mabuk,” kata dr. Debora. Ia menyatakan, masalah kesehatan di wilayah ini adalah penyakit-penyakit infeksi seperti diare, TBC, bahkan kusta, namun banyak juga kasus-kasus kencing manis, stroke, dll, yang merupakan penyakit-penyakit gangguan metabolisme akibat pola hidup yang tidak sehat. Bukan hanya itu, beberapa kali ia bersama polisi melakukan visum et repertum untuk kasus-kasus bunuh diri dengan korban gantung diri. Juga, masih banyak kejadian kematian ibu dan bayi yang ditangani oleh tenaga nonmedis seperti dukun. Hal ini, dialami keluarga-keluarga mis kin. Mereka terlambat mengambil keputusan dan pertolongan. Saat ia melakukan audit atas kematian ibu dan bayi, kejadian fatal ini sering terjadi karena ba nyak perempuan di desa yang tak bisa mengambil keputusan secara cepat. “Mereka harus menunggu persetujuan keluarga terutama suami. Selain karena budaya patriakal juga karena umumnya
Kegiatan dr. Luh Debora Murthy dalam pemberdayaan masyarakat
Mandalika
4 - 10 AGUSTUS 2014
21
Masyarakat Lokal Serbu Pantai Kegiatan dr. Luh Debora Murthy dalam pemberdayaan masyarakat
perempuan tidak memegang uang,” kata Debora. Setelah merasakan peng alaman sebagai dokter PPT di Puskesmas Kubutambahan II dan Mengwi, tahun 1996, ia sempat menjadi dokter hotel untuk melayani wisatawan asing. Tahun 1998, ia bergabung de ngan Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM). Kegiatan yang dilakukan Yayasan MBM ada dua hal utama yakni pemberdayaan masyarakat melalui sektor ekonomi dan kese hatan serta advokasi kebijakan publik pro poor dan adil gender. “Untuk fokus dalam pemberdayaan ekonomi adalah pendam pingan keluarga miskin khususnya di bidang pertanian dan usaha kecil melalui pendampingan teknis dan modal usaha. Pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehat an fokus pada kesehatan reproduksi perempuan dan HIV/AIDS. Sementara, advokasi kebijakan dilakukan melalui dukungan terhadap desa dan kabupaten untuk membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dalam pembangunan sehingga pembangunan berpihak pada keluarga miskin, perempuan, dan anak,” kata dr. Debora. Ia menegaskan, sebagai bagian dari komitmen MBM dalam jejaring Forum Mitra Kasih untuk penanganan kasus-kasus kekeras an dalam rumah tangga (KDRT) di Bali, ia sudah memiliki rumah aman atau selter. ”Rumah aman ini adalah bagian dari komitmen kami, MBM, dalam jejaring Forum Mitra Kasih. Fasilitas ini kami siapkan untuk korban dan saksi KDRT
yang kondisinya tidak aman di lingkungannya,” ucap dr. Debora. Saat ini, walaupun, ia sibuk di dalam kegiatan sosial, ia juga tetap buka praktik dokter yang melayani para tetangga di perumahan tempat tinggalnya yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Selain itu, ia juga membantu di Rumah Sehat MBM untuk layanan kesehatan. ” Kalau kebetulan tidak ada dokter yang bertugas karena ke lapangan atau cuti, saya yang mengantikan mereka sementara,” kata putri pasangan I Wayan Radeg Moerthy dan Ni Nyoman Sarmi ini. Selain aktif dalam kegiatan LSM, Debora juga terjun ke bidang kerohanian. Periode 2012 – 2016, ia terpilih sebagai Ketua Umum Persekutuan Wanita Gereja Bali “Dian Kristawati”. “Saya merasa perlu dan penting menggerakkan organisasi wanita untuk terlibat dalam gerakangerakan sosial. Saat ini Dian Kris tawati aktif dalam Gerakan Bali Clean and Green, pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, dll,” jelasnya. Kesibukan lainnya, ia diminta Dinas Sosial Pemkab. Badung sebagai Ketua Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga Sekar Jepun Badung. Ia juga dipercaya sebagai koordinator daerah Program SAPA (Strategic Alliance for Poverty Alleviation) di Bali yang merupakan program Kemenkokesra untuk penanggulangan kemiskinan dalam kemitraan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dengan LSM internasional, nasional, dan lokal. Ia mengatakan, ada harapan untuk pribadi yang belum bisa ia wujudkan yakni ingin melan jutkan pendidikan S-2 untuk Ilmu Kesehatan Masyarakat atau Perencanaan Kebijakan Publik dalam Penanggulangan Kemis kinan. Ia berharap suatu saat bisa menjadi konsultan untuk menangani bidang-bidang tersebut. ”Saya bermimpi suatu saat MBM bisa menjadi lembaga swadaya masyarakat yang efektif dalam melakukan pendampingan untuk masyarakat tapi juga rujukan konsultasi pemerintah mulai dari tingkat daerah sampai pusat terutama dalam kesejahteraan masyarakat miskin. Saya sangat berharap, gereja dan lembaga-lembaga keagamaan di Bali menjadi mitra pemerintah dan motor dalam membangun gerakan sosial di Bali,” kata istri Ir. Gede Herman Adhiwirawan ini. -Wirati Astiti
Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah yang jatuh tanggal 28 Juli 2014, baru saja dirayakan oleh umat Islam seluruh dunia. Kebahagiaan menyambut hari kemenangan itu meriah dengan berbagai aktivitas baik keagamaan seperti Shalat Idul Fitri maupun aktivitas sosial lainnya. Mulai dari mudik alias pulang kampung, nyekar ke makam-makam orangtua dan keluarga, bermaaf-maafan, saling mengunjungi keluarga, hingga tetangga dan sahabat. Usai seluruh aktivitas tersebut, biasanya selalu disertai dengan mengunjungi tempat-tempat wisata untuk berlibur.
H
al ini serempak dilakukan umat muslim di manamana, termasuk di Bima, Nusa Tenggara Barat. Sebagai salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat, Bima memiliki cukup banyak potensi alam dan tempat liburan yang biasa padat dikunjungi masyarakat lokal, khususnya di musim liburan maupun hari raya seperti ini. Beberapa di antaranya yang sangat padat pengunjung adalah Pantai Kalaki, Pantai Lawata, Madapangga yang merupakan kolam alam yang terbentuk dari mata air, kolam renang alam yang ada di Kecamatan Wawo, hingga beberapa lokasi kolam renang seperti yang ada di sekitar Pantai Ule dan Pantai Kalaki. Tempat-tempat wisata tersebut tak perlu menanti kunjungan wisatawan asing atau dari luar daerah untuk meramaikannya. Sudah dapat dipastikan, ratus an bahkan ribuan orang lokal akan menyerbu tempat-tempat
wisata ini tiap liburan tiba, khususnya saat hari raya seperti ini. “Tiap hari setidaknya selama satu minggu setelah hari raya Idul Fitri, pantai ini sangat ramai dikunjungi warga dari segala arah Kota Bima dan Kabupaten Bima,” ungkap Basri, salah seorang pedagang makanan ringan dan pemilik tempat penyewaan ban untuk mengapung di Pantai Kalaki, Bima. Di sepanjang Pantai Kalaki yang terletak sekitar 20 menit dari pusat Kota Bima arah ke Dompu ini, para pedagang dan penjual makanan ringan dan berbagai kebutuhan lainnya berderet rapi di seberang jalan dari pantai. Mereka ini adalah penduduk yang tinggal di depan dan sekitar pantai tersebut. Sementara itu, di deretan pinggir pantainya sendiri, penduduk membangun semacam berugak sederhana yang biasa disebut salaja dalam Bahasa Bima, yang disewakan kepada para pengunjung. Selain yang dibangun penduduk setempat, ada beberapa salaja yang tampak bagus dan
rapi yang sengaja dibuat Pemerintah Daerah Bima sebagai fasilitas bagi pengunjung. Karena jumlahnya yang terbatas itulah, yang menginspirasi penduduk setempat membuat salaja untuk disewakan, karena para pengunjung memang sangat membutuhkannya sebagai tempat berteduh sambil menunggu anak-anak dan keluarga mereka berenang di pantai. Salaja dibuat dengan sangat sederhana dari bambu dan kayu pepohonan yang ada di sekitar pantai dan perbukitan di tempat itu. Atapnya ditutupi dengan terpal yang menurut para pemilik salaja ini seringkali diganti ketika musim angin datang karena selalu tercabik-cabik diterpa angin laut yang kencang. “Ongkos sewa salaja inilah yang kami pakai untuk merawat dan mengganti atap dan kayu serta bambu yang lapuk juga rusak,” kata Aminah, pemilik salaja sewaan ini. Salaja ini dibuat sebagai tempat istirahat dan berteduh dari panas, biasanya disewa oleh me reka yang datang bersama keluarga. “Harga sewanya hanya Rp 10.000 sekali pakai,” kata Aminah. Uniknya, tidak ada patokan waktu dari harga sewa semurah itu. “Ka mi bisa memakainya dari saat kami datang hingga kapan pun kami pulang, sekali pun hingga sore hari,” kata Yana, salah seorang pengunjung yang memfavoritKolam renang sekitar Pantai Ule yang terletak di atas perbukitan menjadi salah satu pilihan masyarakat kan Pantai Kalaki mengisi libur lebaran.
sebagai tempat liburan bersama keluarganya. Alternatif lokasi berwisata lainnya di beberapa kolam renang dengan harga murah terjangkau, yakni di sekitar Pantai Ule Kota Bima. Dengan tiket masuk Rp 10.000, bisa berenang sepuasnya. Lokasi kolam renang yang berada di ketinggian perbukitan ini, menampakkan dari kejauhan Pelabuhan Bima. Pemandangan alamnya terlihat apik karena tidak hanya Pelabuhan Bima yang bisa dilihat melainkan juga beberapa bagian Kota Bima dan Pantai Ule. Berkunjung ke Bima, sebenarnya tidak hanya di lokasilokasi wisata masyarakat lokal saja, melainkan bisa sekalian mengenal kuliner dan potensi alam Bima yang lain. Mulai dari salah satu kuliner khas Bima, yakni minasarua yang terbuat dari tape ketan dengan kuah dan rempah-rempah yang bisa menghangatkan tubuh. Tempatnya di Kampung Sumbawa, Bontokape di Kecamatan Bolo, sekitar 40 menit dari Kota Bima arah Dompu. Di kampung ini secara turun-temurun masyarakatnya menjadi pembuat dan penjual minasarua. Uniknya, minasa rua bisa dinikmati langsung di rumah-rumah penduduk di sini. Kebanyakan minasarua dijual di rumah masing-masing. Beberapa sentra kuliner juga ada di Bima seperti sentra pembuatan kue khas Bima, pangaha bunga di Desa Kananga di Bolo. Pangaha bunga juga merupakan kuliner khas yang secara turuntemurun dibuat dan dijual penduduk. Warga Kananga hampir seluruhnya memiliki usaha ini. Demikian juga dengan kuliner kagape, soto khas Bima dan juga karawiti yang terbuat dari kulit
sapi yang ada di desa Dorowila dan Kampung Sigi, Sila Bolo. Semua kuliner tradisional ini diproduksi langsung di rumahrumah penduduknya. Dari kampung minasarua ini, 10 menit kemudian menuju arah ke Bima Kota, masih di kecamatan yang sama Desa Muku, dapat dijumpai berpetakpetak empang berisi budidaya bandeng yang juga dikelola oleh masyarakat Bima. Dari sanalah bandeng gurih Bima berasal. Selain memelihara bandeng, masyarakat setempat juga dikenal sebagai pembuat garam. Muku memang dikenal sebagai sentra penghasil garam di Bima. Bima memang termasuk daerah yang memiliki banyak lokasi kuliner dan kekayaan alam yang lumayan kaya jika dikelola dengan baik. Namun begitu, kekhasan dan keaslian kuliner tradisional Bima, masih tetap terjaga, baik rasa maupun cara pengolahannya. Dan, kuliner-kuliner khas ini masih tetap dicari hingga saat ini, baik oleh masyarakat lokal maupun mereka yang telah lama meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke luar daerah dan merindukan kuliner-kuliner khas ini saat pulang mudik lebaran. Demikian pula dengan lokasilokasi wisata yang meskipun belum dikelola dengan maksimal, tetap saja memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. “Karena kami membutuhkan tempat refreshing yang murah meriah, maka tidak ada pilihan lain selain mengunjungi objekobjek wisata yang dekat dan murah serta mudah dijangkau,” ungkap Rohani, salah seorang pengunjung Pantai Kalaki. -Naniek I. Taufan
22
Metropolitan
4 - 10 Agustus 2014
Libur Lebaran
Libur Satwa Bergeser Jakarta memang tampak lengang pada masa libur Lebaran. Tapi tidak, jika Anda berada di sejumlah kawasan tempat hiburan favorit di Jakarta. Setidaknya selama libur Lebaran ini ada empat tempat liburan favorit masyarakat Jabodetabek (Jakarta,Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi), yakni; Taman Margasatwa Ragunan di Pasar Minggu Jakarta Selatan, Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta Timur, Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara dan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat.
N
amun, dari empat tempat hiburan utama ini, yang paling padat dan paling membludak pengunjungnya adalah Taman Margasatwa Ragunan atau dikenal dengan sebutan Kebun Binatang (KB) Ragunan. Kalau pada weekend, jumlah pengunjung ratarata hanya 30.000 orang, maka pada liburan Lebaran melonjak drastis hingga mencapai seratus ribu lebih. Itu terlihat pada Lebaran hari kedua (29/7), ketiga (30/7) dan keempat (31/7). Rekor tertinggi jumlah pengunjung adalah pada hari ketiga (30/7) yang mencapai 166.796 orang. Jumlah ini melebihi libur Lebaran tahun lalu, dimana rekor tertinggi adalah 144.000 pengunjung. “Jumlah pengunjung H+3 adalah
puncak tertinggi selama Lebaran,” ujar Wahyudi Bambang, Humas KB Ragunan. Tak heran kalau lalu-lintas kawasan KB Ragunan menjadi macet parah, sehingga pihak kepolisian terpaksa membuat pengaturan lalu lintas khusus untuk mengurai kemacetan. Lalu lintas yang biasanya dua arah dibuat menjadi satu arah. Upaya ini lumayan membuat kondisi menjadi lebih baik, meski tetap saja padat. Menurut Wahyudi Bambang, membludaknya pengunjung saat libur Lebaran, sudah diantisipasi oleh pihak pengelola. Setidaknya, ratusan petugas dikerahkan, baik untuk memberi informasi pada pengunjung, keamanan dan kebersihan. Jumlah petugas kebersihan adalah yang terbanyak, yakni mencapai
300 orang. Hal ini agar KB Ragunan, meski dikunjungi ribuan orang setiap harinya, tetap bersih sehingga pengunjung pun nyaman. Di luar itu, klinik-klinik kesehatan juga disiapkan bagi pengunjung yang membutuhkan. “Kami juga menambah areal parkir , loket tiket darurat, mus hola, klinik kesehatan juga posko keamanan, dll. Untuk loket, kalau hari biasa hanya buka delapan loket maka pada libur Lebaran dibuka 32 loket agar masyarakat tidak harus mengantri lama,” tambahnya. Selain itu, ratusan polisi juga ikut membantu, baik untuk keamanan maupun mengatur arus lalu lintas seputar kawasan.
LIBURAN MURAH MERIAH Memang tak mengherankan kalau KB Ragunan, Pasar Minggu, menjadi tempat paling favorit untuk liburan keluarga bagi masyarakat Jabodetabek. Letaknya relatif tak jauh dari pusat kota, hanya 20 km. Taman seluas 147 hektare yang dihuni oleh lebih 2.000 ekor satwa ini juga terasa asri dan nyaman karena ditumbuhi oleh 50.000 pohon. Memasuki KB Ragunan ibarat memasuki sebuah hutan tropis mini yang di dalamnya terdapat keanekaragaman hayati yang memiliki nilai konservasi tinggi. Tapi tentu saja, bukan karena
Planten en Dierentuin BERBICARA tentang Taman Margasatwa Ragunan, agaknya kurang afdol kalau tidak menyinggung tentang sejarah berdirinya kebon binatang yang terletak di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tahukah Anda kalau kebon binatang ini usianya hampir mencapai 150 tahun. Ya, memang sudah tua! Berdasarkan catatan sejarah, kebon binatang ini didirikan pada tanggal 19 September tahun 1864 di Batavia (kini Jakarta ) dengan nama “ Planten en Dierentuin “. Ketika pertama kali didirikan, pusat satwa ini dikelola oleh perhimpunan penyayang
flora dan fauna Batavia (Culture Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia ). Sebelum dipindahkan ke Ragunan, kebun binatang ini berada di pusat kota, tepatnya, di Jl Cikini Raya No 73. Tanah seluas 10 hektare di Cikini Raya itu, merupakah hibah dari pelukis terkenal, Raden Saleh. Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1949 namanya diubah menjadi Kebun Binatang Cikini. Pesatnya perkembangan Jakarta, di sisi lain kebun binatang ini pun harus berkembang, akhirnya diputuskan dipindahkan
ke kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ketika dipindahkan, jumlah koleksi KB Cikini itu sekitar 450 hewan. KB Ragunan yang pada awalnya menempati areal seluas 30 hektare ini, diresmikan oleh Gubernur Jakarta, Ali Sadikin pada 22 Juni 1966, bertepatan dengan HUT Jakarta. Saat itu Gubernur Ali Sadikin memberinya nama Taman Margasatwa Ragunan. Saat ini luas Taman Margasatwa Ragunan mencapai 147 hektar dengan koleksi satwa 2101 ekor satwa dari 220 spesies. –Diana Runtu
tkh/ist
itu saja membuat masyarakat tertarik datang ke sana. Sudah barang tentu, karena tarif masuk yang murah meriah. Dijamin kantong Anda tidak ‘jebol’ meski mengajak keluarga dan para saudara datang ke sana. Tarif masuk KB Ragunan hanya Rp 4.500 untuk dewasa dan anak-anak Rp 3.500. Dengan harga tiket yang murah itu, pengunjung bukan hanya menikmati koleksi hewan ---dari yang jenis biasa sampai hewan langka--- tapi juga atraksi-atraksi menarik. Nah, kalau memiliki uang lebih, maka ada fasilitas menarik lainnya yang bisa dinikmati. Misalnya, ingin menunggang kuda, onta atau gajah berkeliling taman margasatwa. Tarifnya pun lumayan murah, Rp 5.000 untuk kuda, dan Rp 7.500 untuk onta dan gajah. Ini akan menjadi menjadi pengalaman menarik bagi pengunjung. Tak lupa Anda bisa ber- ‘selfie’ ria dengan binatang-binatang ini. Jika Anda ingin masuk ke Pusat Primata Schmutzer, dikenakan tarif Rp 7.500 khusus di hari raya, pada hari biasa tarifnya hanya Rp 6.000. Libur Lebaran memang menjadi pengecualian. Kalau biasanya--- sejak Februari 2014 lalu--- setiap hari Senin KB Ragunan tutup maka Senin lalu (28/7) yang bertepatan dengan Idul Fitri, KB Ragunan tetap buka. Menurut Wahyudi Bambang, hari libur satwa memang ditetapkan hari Senin namun prakteknya, apabila hari Senin bertepatan dengan libur nasional atau hari raya besar lainnya, maka hari libur satwa pun diundur atau diganti dengan hari lain. Meskipun satwa libur, namun para petugas tetap bekerja seperti biasa. Pada hari libur itu, satwa-satwa mendapat perawatan seharian penuh. Selain itu, para petugas juga melakukan pembenahan areal KB Ragunan seperti memangkas pohon, membersihkan kandang, dll. Intinya, hari libur itu selain memberi kesejahteraan satwa juga membuat KB Ragunan tetap nyaman dikunjungi. –Diana Runtu
3
Tiga Srikandi Peduli Pembangunan Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra, Ny. Antari Jayanegara, dan Ny. Kerti Rai Iswara adalah tiga sosok pemegang kendali organisasi yang merupakan mitra strategis pemerintah Denpasar dalam program-program kemasyarakatan yang aktual dan dilaksanakan dengan optimal.
K
Masyarakat berbondong bondong kunjungi Taman Margasatwa Ragunan
Sosialita
4 - 10 Agustus 2014
ekompakan Ke tua Dekranasda, TP PKK dan K3S Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra, bersama Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara sudah teruji dengan jalinan kerjasama yang baik dan biasa mereka lakukan selama ini dalam melakukan pengabdianya untuk masyarakat. Salah satu program pemerin tah dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui usaha-usaha kecil menengah, juga menjadi salah satu perhatian. Selama ini, tercatat sudah dilaksanakan dan menjadi agenda yang terus akan dijalankan adalah mengembangkan tenun ikat Bali yang bernama endek. Para desainer Ko t a D e n p a s a r sudah pula unjuk kreativitasnya melalui karya –karyanya dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-XXVI di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, belum lama ini. Para Duta Endek Kota Denpasar pun tak ketinggalan menampilkan keindahan dan keunikan busana –busana endek yang dibuat oleh desainer dan pengrajin Kota
Denpasar. Semua busana yang ditampilkan, mulai dari busana adat ke Pura, busana adat penganten dan busana modifikasi menyertakan endek, karya desainer Kota Denpasar. “Kreasi motif tenun ikat garapan salah satu pengrajin Kota Denpasar, Sekar Jepun memang tampil beda dan khas, sangat sulit untuk disamai,” puji Ny. Selly Mantra. Untuk itu, istri Wali Kota Denpasar ini mengharapkan kedepannya Kota Denpasar bisa menjadi pusat mode, yang membawa endek ke arah fashion berwawasan budaya. Bahkan selama ini para desainer Kota Denpasar sudah memperkenalkan endek
bukan hanya tingkat Provinsi tapi juga ke event nasional. DUTA ENDEK Menyadari endek merupakan
Ny Selly. D. Mantra, Ny. Antari Jayanegara dan Ny. Kerti Rai Iswara dalam sebuah kesempatan acara Pemiliha Putra Putri Tunarungu di Jakarta
salah satu produk bernilai kearifan lokal, dan dipandang mampu menjadi produk unggulan masa depan Bali. Maka, Denpasar, sebagai ibu kota Provinsi Bali dan merupakan pusat pemerintahan, ekonomi serta pendidikan, memiliki pe luang besar untuk terus mengangkat industri krea tif seperti endek sebagai produk lokal unggulan. Bentuk upaya promosi lainnya juga dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar, melalui Dekranasda dan Disperindag juga dilakukan dengan membentuk Duta Endek. Untuk tahun ini pemilih an Duta Endek kembali digelar. Pendaftarannya masih terbuka hingga 23 Agustus 2014. Puncak acara akan diselenggarakan di Gedung Ksirarnawa pada 2 Oktober mendatang.
Kini, kepada para pengrajin, Dekranasda terus melakukan araha n pengembangan motif, memperluas inovasi produk f ashion serta rutin menye lenggrakan pelatihan–pelatihan SDM. “Persoalan saat ini yang cukup mendesak adalah kurangnya SDM,” ujar Selly Mantra yang diamini oleh Ny. Antari Jayanegara dan Ny. Kerti Rai Iswara yang bersama komit mengenakan endek di berbagai kesempatan ini. Berikutnya melalui berbagai event, juga telah dilahirkan de sainer-desainer muda, yang diharapkan dengan telenta yang dimiliki mereka, yang akan maju untuk membantu memperkenalkan fashion endek yang ber wawasan budaya. Endek, berhasil digarap menjadi produk yang tidak ketinggalan zaman dan tetap menjadikan pilihan untuk tampil lebih trendi dan fashionable. Selanjutnya sebagai Ketua K3S Kota Denpasar juga sudah sangat banyak yang dilakukannya, seperti memotivasi para difabel untuk tetap berkarya dan berkreativita. Mereka telah menggarap album VCD untuk tunanetra, membuat film untuk anak tunarungu. Tahun ini juga kembali akan dilaksanakan”Pemilihan PutraPutri Tunarungu”. Selain itu te ngah digarap sebuah buku tentang perjalanan hidup seorang anak difabel, yang bernama Ayu Diah, seorang anak tunadaksa. “Buku ini ditulis sendiri oleh Ayu. Tujuan diterbitkannya buku ini adalah untuk memotivasi anak-anak yang lain untuk tetap bisa semangat walaupun mereka dalam kondisi kurang lengkap,” kata Ny. Selly dan menambakan K3S juga tetap melakukan pelatihan untuk para difabel seperti para tunanetra diberikan latihan memijat. Tahun ini mereka mendapatkan program pelatihan pijat refleksi. Tujuannya mereka bisa memberikan jasa pijat sesuai dengan yang sedang digemari atau tren saat ini, agar tidak ditinggal
pelanggan mereka. Para tunarungu mendapatkan pelatihan mengenai keterampil an merangkai bunga, sehingga mereka nantinya bisa bekerja di florist-florist yang menjamur di kota Denpasar. Akan lebih baik lagi jika mereka bisa membuka usaha sendiri. Seperti dari pelatiha n salon yang pernah diberikan, diantara mereka yang sudah bisa buka salon sendiri. POLA SINERGI Dalam hal memberikankan bantuan kepada penyandang disabilitas juga lansia di Kota Denpasar, seperti kursi roda, alat bantu dengar dan tongkat kaki empat dengan menyerahkan langsung kepada penyandang disabilitas dan lansia ini, K3S juga menjalin kerjasama dengan WHDI Kota Denpasar yang dipimpin Ny. Antari Jayanegara. Bantuan kepada para penyandang cacat, juga diberikan dalam bentuk motivasi dengan mengajak mereka tirtayatra serat mengunjungi tempat rekreasi. Ini, demi lebih mening katkan kemandirian mereka serta meningkatkan semangat menjalani kehidupan seharihari. Setiap tahunnya juga dalam meningkatkan kreativitas peyandang cacat juga digelar kegiatan peringatan Hari International Penyandang cacat (Hipenca). Begitu pula DWP Kota Denpasar yang diketuai Ny. Kerti Rai Iswara, organisasi istri PNS ini juga turut mendukung suami dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan, juga bersama-sama dengan orga nisasi lainnya secara harmonis menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk program kesejah teraan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Salah satunya DWP selalu bersinergi dengan TP PKK Kota Denpasar dalam melaksanakan Posyandu.–ard
2
Ekspresso DAri daPUr Redaksi
4 - 10 AGUSTUS 2014
Semangat Merah Putih
Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, kita sudah berada di bulan Agustus. Bulan yang penuh dengan semangat kebangsaan. Tujuh bulan sudah terlalui. Berikutnya kita menyongsong bulan kedelapan. Suasana merah putih sudah terasa memasuki awal Agustus. Bendera merah putih mulai berkibar. Penjual bendera mulai menjajakan dagangannya. Kendaraan sudah mulai dihiasi bendera. Ruangan pun dipasangi bendera merah putih. Saat perhelatan Piala Dunia, bendera peserta Piala Dunia yang berkibar. Siapa negara yang dijagokan, bendera negara itu yang dikerek dan dikibarkan. Mundur ke belakang, saat pemilu, apa partai politik pilihan, bendera partai itu yang berkibar. Sekarang semua bersatu dalam semangat merah putih. Bendera kebangsaan Indonesia yang berkibar. Semua bersatu dalam suasana kemeriahan menyambut bulan kemerdekaan. Tak hanya bendera merah putih yang membuat semangat. Masyarakat biasanya menggelar aneka kegiatan untuk mengisi acara Agustusan. Kalah
menang tak masalah karena semua menikmati. Rasa kebersamaan dan gotong royong ini yang menjadi pemenang. Edisi kali ini kami menampilkan pernak-pernik paska-Lebaran. Ada suasana libur Lebaran, aneka hidangan yang disajikan saat Lebaran, dan tempat rekreasi yang dipadati pengunjung ketika libur Lebaran. Setelah bermaaf-maafan, lalu berlibur, berikutnya adalah kembali beraktivitas untuk menyambut hari esok yang lebih baik. Salam Merah Putih
Mohon informasi nomor kontak dr. Diah Pradnya Paramita Duarsa Ibu Heny, 083119921xxx Nomor kontak dr. Diah: 0361 7457777 Mohon informasi nomor kontak dr. Gemini Sari yang pernah dimuat di Tabloid Tokoh Ibu Dayu, 08123859xxx Nomor kontak dr. Gemini Sari: 08123983276
Nabrak Kaca Pengalaman yang sangat memalukan pernah menimpa saya ketika mengikuti sebuah acara di suatu hotel di Jakarta. Awalnya, saya tidak ditugaskan untuk mengikuti pertemuan tersebut. Tetapi, seorang teman mendesak saya untuk ikut. Akhirnya saya mau ikut. Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu membuat saya lelah. Perut jadi lapar. Apalagi waktu sudah menunjukkan saatnya makan siang. Tetapi, untuk menghormati penyelenggara, saya bersabar saja. Saat yang dinantikan tiba. Pertemuan selesai dan semua peserta berhamburan ke luar ruangan. Mungkin mereka juga merasakan kelaparan seperti saya. Makanan yang disajikan merupakan makanan prasmanan. Karena perut sudah lapar, saya pun langsung ikut antrian.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Sepiring nasi lengkap dengan lauk dan sayur sudah di tangan kanan. Tangan kiri membawa air dan buah. Saya clingak-clinguk mencari tempat duduk. Tiba-tiba… gubrak…saya menabrak kaca pembatas antara ruang tempat mengambil makan dengan ruang tempat duduk. OMG… betapa malunya karena semua orang memperhatikan saya sembari tertawa. Piring yang saya pegang terlepas dari tangan. Untungnya piring tidak pecah karena jatuh di atas nasi. Petugas hotel lalu mendekati saya dan mempersilakan saya
mengambil makanan lagi. Petugas itu lalu membersihkan sisa makanan saya yang terjatuh. De ngan melupakan rasa malu dan mengutamakan rasa lapar, saya pun antri lagi untuk mengambil makanan. Tak berapa lama setelah tempat saya menabrak kaca dibersihkan, ada lagi korban lain. Kali ini seorang kameraman televisi yang menabrak kaca. Selain dirinya, kamera yang dibawa pun ikut membentur kaca. Ia pun meringis memegang jidat dan mengelus-elus kameranya yang lecet. Kali ini giliran saya yang tertawa. Gara-gara kaca terlalu bersih, kami tidak bisa membedakan mana pintu dan mana pembatas ruangan. M. Jeni
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
GORO-GORO
Selamatan
Dunia menyambut kemenangan Jokowi-JK. Obama dan Perdana Menteri Australia Putu Wijaya langsung menelepon. Bu Amat pun tak mau ketinggalan. Ia langsung potong ayam dan masak besar. Amat terkejut ketika melihat meja makan pakai taplak baru. Hidangannya heboh. Bahkan ada vas dengan bunga kana merah dari pagar rumah. “Cepat mandi, Pak, kita mau ada tamu,” kata Bu Amat menggertak suaminya. “Tamu? Siapa?” “Pak Made dengan istrinya. Pak Alit juga.” “Lho ada apa Bapak kok tidak tahu?” “Mereka juga tidak tahu! Ini saya mau undang sekarang?” “Untuk apa?” “Bapak ini bagaimana! Ya, selamatan. Kita kan menang. Ayo cepet mandi. Pakai baju batik!” Bu Amat yang sudah berdandan rapi, segera mau berangkat. “Tunggu!” “Nanti mereka terlanjur pergi keluar!” “Biarin!” Bu Amat tertegun. “Kok biarin?” “Kenapa mesti selamatan? Itu bisa membuat mereka marah. Mereka kan kalah?” “Bapak ini bagaimana! Justru mereka yang nagih terus supaya kita bikin selamatan. Menang kok diam-diam saja Bu Amat, kata mereka kalau ketemu. Saya kan jadi malu, Pak” Amat langsung menghampiri istrinya laiu mengajak duduk. “Lho kok saya diajak berunding. Ini mau ke tetangga. Nanti mereka terlanjur pergi!” “Dengar dulu, Bu. Begini. Itu semua kan pancingan untuk mempermalukan kita. Soalnya Bapak pernah bilang, jangan merayakan kemenangan Itu bisa menyulut pertentangan. Sebab yang kalah pasti akan merasa diejek. Jangan diikuti pancingan mereka, nanti kita jadi gunjingan orang!” Bu Amat tertegun. “Masak mereka sejahat itu?” “O, tidak. Mereka bukan orang jahat. Itu semua perilaku semua orang yang kalah yang tidak siap kalah. Kita jangan terpancing jadi orang menang, tapi tidak siap menang. Paham?” Bu Amat termenung. “ Terus mau diapakan masakan itu semua? “ “Ya kita makan sendiri. Atau, dikirim ke Ami!” “Jangan! Dia dan suaminya juga kalah.” Bu Amat kelihatan jengkel. Lalu mengurungkan niatnya. Ia masuk ke kamar sambil menggerutu. “Ikut-ikutan main politik, aku jadi bludrek!” Amat nyengir saja. Dia makan kenyang malam itu. Semua yang disukai ada betutu, sambal bongkot, anyang, sate buntel dan sayur kuning pepaya. Tapi esok paginya Pak Made mampir ke Amat “Pak Amat, nanti malam, repot tidak?” “Tidak. Kenapa?” “Apa bisa datang ke rumah kami nanti malam?” “Ada apa?” “Makan bersama.” “O ya, hajatan apa Pak Made! “Ya, merayakan kemenangan Pak Amat, ditunggu-tunggu, kok Pak Amat sendiri tak merayakan? Jadi kami rayakan, sekalian untuk menunjukkan kami siap kalah. “ Amat bingung. “Terus, Bapak berjanji akan datang?” tanya Bu Amat, mendengar cerita suaminya. Amat mengangguk. Bu Amat kecewa. “Itu artinya Bapak tidak siap menang!”
Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
4 - 10 AGUSTUS 2014
Mozaik
Helga Rif
23
Ingin Novelnya Jadi Best Seller Banyak yang dilakukan perempuan agar mencapai kesuksesan dengan tidak sia-sia. Salah satunya adalah menjadi penulis. Banyak di antara me reka mencapai kesuksesan karena ditunjang dengan minat serta hobinya.
Helga Rif Ini juga yang dilakukan Helga Rif, kelahiran 28 Maret. Dari hobinya suka membaca, dan memperba nyak kesukaannya dengan menulis, ia berhasil meningkatkan langkahnya. Dilengkapi dengan antusiasme dan visi kreatifnya, meluncurlah karyanya menyeruak di antara no vel karya perempuan lainnya yang kini semakin marak di pasaran. Belum lama ini, Helga juga meluncurkan novelnya yang berjudul “First Love”. Dengan intuisi serta kepekaannya dalam merangkai kata-kata yang semakin terasah, menjadikan novel kelima garapan istri Bagus Saka Putra ini perlahan berhasil menembus pasaran pembaca. Makna maupun pesan yang terk andung di dalam novel ini menggambarkan cinta pertama setiap orang pasti berbeda-beda. Ada yang berakhir bahagia ataupun berakhir tidak menyenangkan. Tetapi, terkadang tidak sedikit yang selalu mengingat atau terkenang cinta pertama mereka. Alvira dan Guntur, dua tokoh yang ada di novel “First Love” ini memiliki kisah cinta pertama yang tidak berakhir dengan pasti. Ada sesuatu yang mengganjal di antara mereka. Perpisahan karena jarak, membuat keduanya tidak memiliki kepastian akan hubungan mereka. Hingga akhirnya harus berakhir tanpa kejelasan. Ketika waktu kembali mempertemukan mereka berdua, mereka tidak mampu mengingkari bahwa mereka masih memiliki rasa satu
sama lain. Namun, se iring berjalannya waktu pula, ada banyak hal yang membuat mereka kembali tidak yakin akan hubungan mereka saat ini. Cinta butuh pengorbanan. Cinta layak diperjuangkan. Dan, cinta adalah hal yang pa ling mendasar dalam hidup manusia untuk merasakan bahagia. Meski karya-karyanya mengusung nuansa cinta, namun karena angle-nya yang beragam, ditambah kata hati dan pikirannya bisa menimbulkan sebuah ekspresi yang indah, romantik dan menyentuh. Ini menjadikan tulisannya selalu menarik untuk dibaca. Begitu juga dengan novel “Gara-Gara Irana jadi Arini” tahun 2007; “Menemukanmu”, dalam sebuah kisah cinta November 2011; “Kepingan Cinta Lalu” Juli 2012; “Melepaskanmu”, cerita cinta yang lain Januari 2013, adalah novel karya Helga yang sudah beredar di pasaran dan cukup diminati. Melihat ini, tak salah jika sastrawan Sapardi Djoko Damono mengatakan bahwa masa depan novel Indonesia berada di tangan perempuan. Begitulah proses kreatif Helga tak pernah terputus. Masih, de ngan wajah sumringah Helga juga mengatakan segera menyusul novel berikutnya yang akan terbit. Novel ini menggambarkan romansa cinta wanita Bali lengkap dengan lingkaran problem adatnya. “Ini masih dalam tahap edit di penerbit,” ungkap penulis yang juga seorang model dan atlet ini penuh sema ngat. “Sekarang ini saya juga tengah menyelesaikan sebuah cerita yang membahas tentang penyakit leukemia,” lanjutnya. Disinggung tentang proses kreatifnya, penyuka karya Da niel Steel, Cristian Simamora ini menga kui ketika menulis, tidak selamanya mulus. Terkadang ia juga mengalami blank tidak tahu mau menulis apa. Atau merasa kurang melakukan survei atas tema yang ingin ditulis. “Karena kendala waktu dan tidak bisa survei langsung ini, jadinya saya suka juga bertanya pada google saja,” kata ibu dua anak ini tersenyum. Diakuinya apa yang diraihnya di dunia menulis, semua berawal dari atmosfir suka membaca di keluarga nya. Ia pun terbawa kebiasaan baik senang membaca sejak kecil. Buku apapun diembatnya. Tak tanggung-
tanggung, meski sudah membeli semua jenis majalah remaja, Helga merasa masih kurang bacaan. Ia menambah bacaannya dengan me nyewa komik dan novel. Dari membaca, ia pun tergiring melangkah mencoba membuat cerita romansa. Berlanjut de ngan mengajukannya ke penerbit. Ketika itu, sekitar tahun 2007, ia justru diminta membuat cerita yang lebih remaja. “Ya karena ingin jadi penulis, saya bikinlah cerita remaja sesuai permintaan penerbit, cerita yang sudah ada saya simpan dulu,” cetusnya dan akhirnya terbitlah novel perdananya “Gara-Gara Irana jadi Arini”. Setelah terbit, kata Helga menjadi semakin penasaran dengan cerita romansa yang sudah ditulisnya pertama kali. “Diedit lagi diganti endingnya dan lain-lain. Karena saat itu ada lomba, saya kirim untuk ikut lomba menulis novel di internet dan masuk 20 besar. Akhirnya tulisan pertama yang disimpan diterbitkan menjadi tulisan kedua saya. Lega sekali rasanya,” ucap Helga penuh syukur dan katanya sejak itulah pintu kariernya menjadi seorang penulis novel terbuka lebar. Begitu pula gairahnya untuk terus menulis seiring dengan dihampirinya ia oleh penerbit untuk dimintai menulis naskah-naskah berikutnya. Jika ditanya bagaimana menda patkan ide dan inspirasi yang cemerlang untuk menulis sebuah novel, Helga mengatakan kisahkisah yang pernah ia tulis merupakan suatu kejadian sehari-hari. Peristiwa kehidupan di sekelilingnya. Termasuk dari cerita teman, nonton film atau sekadar hayal annya sendiri. Berbagai hal yang terjadi di depan matanya itulah yang kemudian dikembangkannya dalam cerita fiksi. “Apa yang ada di depan mata dan didengar di serap dalam otak. Biasanya setelah itu di kepala itu sudah ada beberapa kerangka ceri ta. Untuk melanjutkannya menjadi sebuah novel yang kurang lebih 325 halaman saya memerlukan suasana yang tenang ditemani secangkir kopi,” tuturnya. Ditanya harapan lainnya ter hadap novel-novel karyanya, Helga yang menamatkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ini, sangat ingin novelnya bisa menjadi best seller. “Bahkan bisa diterjemahkan ke bahasa asing atau difilmkan, hingga bisa disaksikan di layar lebar,” lanjutnya sambil menyatakan ini tujuannya agar karya yang dihasilkan tidak semata-mata hanya untuk diri sendiri, melainkan menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang. – Sri Ardhini
Workshop Keeping Children Safe
Saat ini komunikasi antara anak (sejak dalam kandungan sampai 18 tahun) kurang sehat, apalagi jika dalam pengasuhan keluarga single parent/broken home. Tanpa disadari dengan berbagai alasan akhirnya keluarga/orangtua menjadi pelaku pertama kekerasan fisik, mental, emosional, bahkan kekerasan seksual. Setiap orangtua (ayah dan ibu) sangat penting dan perlu memahami komunikasi dalam keluarga agar dapat mencegah kekerasan yang berawal dari rumah. Korban kekerasan yang terjadi di luar rumah merupakan pengulangan kekerasan yang sudah dialami sebelumnya di rumah. Komunikasi adalah kata yang mudah diucapkan, namun sulit dilaksanakan. Untuk dapat berkomunikasi dengan baik antara orangtua dan anak dalam membangun keluarga sehat fisik, mental/emosional dan sosial (harmonis) sehingga dapat mencegah anak menjadi korban tindak kekerasan, memperingati Hari Anak Nasional, Bali TV bekerjasama dengan Bagian/SMF Psikiatri FK Unud-RSUP Sanglah dan Lentera Anak Bali (LAB) menggelar workshop sehari bertema “Keeping Children Safe”, Minggu (3/8), pukul 08.30 s.d. 12.00 wita di Wantilan Gedung Pers Ketut Nadha (Bali TV), Denpasar. Menghadirkan pembicara Ir. Agung Bawantara (penulis cerita anak) dengan materi “Teknik Komunikasi melalui Dongeng” dan dr. AA Sri Wahyuni, Sp. KJ (psikiater) dengan materi “Keeping Children Safe”. –rls
Kunjungan ke Janda Veteran
Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali, melakukan kunjungan ke janda Veteran I Gusti Ngurah Rai, Desak Putu Kari (90), Kamis (31/7). Ketua PD INTI Bali Sudiarta Indrajaya mengatakan, kegiatan berkunjung kepada para janda pahlawan dan para veteran pejuang merupakan wujud penghormatan atas jasa-jasanya sehingga bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia mengatakan, sebelum mengunjungi janda pahlawan I Gusti Ngurah Rai, pihaknya juga mengunjungi janda tokoh veteran Bali Letnan Kolonel (Purn) I Gusti Made Oka Erlangga, yaitu Gusti Ayu Sunariati. “Dalam pertemuan di rumah Pak Oka Erlangga, kami juga menghadirkan sejumlah tokoh veteran lainnya antara lain pak Sardja Budaya. Kami mengunjungi istri Pak Oka Erlangga untuk menyerahkan bingkisan dan uang santunan dukacita atas meninggalnya Pak Oka Erlangga 4 Juli lalu,” ucap Sudiarta Indrajaya yang didampingi sekretarisnya Made Astika beserta pengurus lainnya. Saat mengunjungi Ibu Desak Putu Kari, rombongan INTI juga bertemu dengan janda Kolonel Wisnu, yakni Ida Ayu Made Oka Tirtha. “Kegiatan Bakti Bagimu Negeri’ tahun ini adalah sebagai program unggulan pengurus INTI yang sudah kami lakukan sejak berdirinya organisasi tersebut tahun 2007,” ucapnya. Sudiarta Indrajaya menambahkan puncak acara “Bakti Bagimu Negeri” akan diselenggarakan bertepatan dengan HUT ke-69 Kemerdekaan Indonesia di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli. “Kegiatan tersebut akan diisi acara pengobatan gratis bagi para veteran pejuang kemerdekaan dan penyerahan bingkisan,” katanya. –Wirati Astiti
Grand Opening Bali Tangi Spa dan Rumah Loloh
Grand Opening Bali Tangi Spa dan Rumah Loloh, Jumat, (1/8) di Jalan Tukad Unda III No. 2 Renon Denpasar. Selain menyediakan jasa untuk relaksasi dan sehat dengan bahanbahan herbal, di tempat ini juga tersedia beragam produk organic, seperti beras, sayur, buah-buahan dan beragam produk lainnya. Menurut Made Yuliani dan I Wayan Sukhana sang pemilik, keberadaan Bali Tangi Spa dan Rumah Loloh ini, juga ingin mengajak masyarakat kembali ke masa lalu untuk hidup sehat dengan loloh. –Sri Ardini
I Wayan Shukana dan Made Yuliani
What’s Up
24
4 - 10 Agustus 2014
Kelilingi Indonesia dalam Sehari “Lebaran di TMII Serasa Pulang Kampung”. Begitulah bunyi spanduk yang menyambut kunjungan Anda ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Sepertinya pihak pengelola TMII ingin “mengobati” kerinduan masyarakat yang tidak ikut mudik Lebaran untuk datang berkunjung ke tempat hiburan yang dijuluki “Indonesia mini” itu. Di sana, pengunjung, yang rindu kampung halaman, dapat berkunjung ke anjungan provinsi daerah asalnya, juga anjungan provinsi lain yang letaknya berdekatan.
M
enurut Manajer Humas dan Informasi TMII, Suryandoro, acara pada liburan Lebaran ini konsepnya wisata budaya dan kesenian. “Jadi, untuk mereka yang rindu kampung halaman, rindu budaya daerahnya, namun kebetulan tidak sempat pulang kampung, Taman Mini adalah tempat yang cocok,” ujar Suryandoro. Yang menyenangkan, letak anjungan-anjungan ini berada di sekitar danau, di mana di tengah danau terdapat ‘miniatur Indonesia’ berupa peta kepulauan Indonesia. Pemandangan ini akan terasa lebih indah jika Anda menyaksikannya dari kereta gantung yang melintas tepat di atas replika Kepulauan Indonesia. Nah, di tiap anjungan ini, berbagai informasi tentang daerah tersebut disampaikan, mulai dari budaya, adat istiadat, artefak etnografi seperti senjata khas dan perabotan sehari-hari, kerajinan tangan, kehidupan masyarakatnya, dll. Informasi yang disampaikan lumayan lengkap, sehingga bisa menambah referensi kita tentang Indonesia dan kehidupan masyarakat di berbagai daerah. Secara berseloroh banyak orang yang mengatakan, mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah ibarat mengunjungi Indonesia dalam sehari. Di TMII itulah “Indonesia mini” berada. Saat ini ada 33
anjungan provinsi di TMII, sebentar lagi akan bertambah satu anjungan lagi yakni Provinsi Kalimantan Utara, yang merupakan provinsi termuda yang gubernur pertamanya baru dilantik Menteri Dalam Negeri pada April 2013. Sebelumnya, saat TMII baru diresmikan tahun 1975, ada 27 anjungan provinsi termasuk Timor Timur. Setelah Timor Timur lepas dari Indonesia tahun 2002, status anjungan itu menjadi Museum Timor Timur. Jika Anda berkesemp ata n datang ke TMII saat-saat ini, setidaknya hingga 10 Agustus mendatang, maka akan menjadi pengalaman mengesankan karena untuk liburan Lebaran kali ini, pengelola TMII telah menyiapkan berbagai acara spesial mulai 28 Juli hingga 10 Agustus 2014. Selain aneka pertunjukan di sejumlah panggung terbuka, juga digelar acara di sejumlah anjungan. Yang pasti hanya dengan harga tiket masuk Rp12.000, Anda bisa menikmati semuanya. Harga tiket ini hanya berlaku selama dua minggu, yakni hingga 10 Agustus, setelah itu kembali seperti biasa yakni Rp 10.000. “Kenaikan harga tiket karena jam operasional TMII selama libur Lebaran diperpanjang hingga pukul 22.00, biasanya tutup pada 20.00,” jelas Suryandoro. DARI TRANSPORTASI DARAT HINGGA UDARA Pada liburan Lebaran ini, tambah Suryandoro lagi,
jumlah pengunjung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kalau biasanya, pada weekend hanya berkisar 20.000 orang, sejak Lebaran hari kedua dan seterusnya, pengunjung rata-rata melebihi 48.000 orang. Rata-rata ini melampaui liburan Lebaran tahun lalu. Diperkirakan jumlah pengunjung akan terus bertambah, khususnya pada weekend. “Biasanya setelah H+8 jumlah pengunjung akan mengalami penurunan sedikit demi sedikit, setelah itu kondisi akan berangsur normal seiring dengan usainya masa liburan,” tambahnya. Berlibur ke TMII sangat mengasyikkan, bahkan bisa lupa waktu.
Pasalnya, taman hiburan yang luasnya mencapai 150 hektar ini, tidak hanya berisi anjungan-anjungan daerah dan museum-museum, tapi juga berbagai wahana menarik lainnya. Setidaknya saat ini, TMII berisi 11 wahana permainan, 15 museum, dan 33 anjungan daerah. Namun, wahana-wahana yang bertebaran di areal demikian luas ini, sepertinya, tidak memungkinkan untuk dijangkau satu-persatu dengan berjalan kaki. Karena dijamin, kaki Anda bakal sangat pegal, belum lagi jika cuaca cukup terik. Tapi jangan khawatir, Anda bisa pergi ke penyewaan sepeda. Hanya dengan Rp 15.000 per jam, Anda
bisa berkeliling TMII. Jika malas menggowes, ada kereta api mini keliling, tarifnya Rp 10.000. Kalau datang rombongan, TMII juga menyiapkan penyewaan mobil, Rp 60.000 per jam. Tidak puas jalan darat, ada jalan udara dengan Aeromovel Indonesia atau Titih an Samirono. Dengan membayar tiket Rp 10.000, Anda bisa melihat “Indonesia mini” dari ketinggian. Ada juga kereta gantung (sky lift), harga tiketnya Rp 20.000 hari biasa dan Rp 25.000 pada weekend. Jika ada dana lebih, dan ingin menikmati tempat hiburan yang lebih menarik lainnya, juga tersedia di TMII. Seperti, mengunjungi Snowbay Water Park. Ini merupakan salah satu wahana yang paling difavoritkan pengunjung. Tarif masuknya Rp 100.000 pada hari biasa, dan Rp 120.000 pada weekend. Sesuai harganya, maka di dalamnya ada banyak permainan air yang mengasyikkan. Salah satu yang paling diminati adalah Spa Zone dimana ada kolam air dingin, hangat juga air terjun. Ada juga thypoon river, sungai terpanjang lebih daripada water park lainnya. Selain Snowbay Water Park, wahana yang juga digemari adalah Teater Keong Mas, Taman Burung dan Dunia Air Tawar. –Diana Runtu
Anjungan Bali yang Mempesona Salah satu anjung an yang paling menarik perhatian para pelancong TMII adalah Anjungan Provinsi Bali yang tampil dalam bentuk lingkungan perumahan tradisional Bali. Mengutip dari informasi anjungan TMII, disebutk an, perumaha n Bali senantiasa menampilkan pola arsitektur tradisional yang bersumber pada Astha Kosala-kosali, yang di dalamnya terdapat falsafah Tri Hita Kirana, yang menerangkan adanya tiga penyebab kebahagiaan, yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam (lingkungan hidup). Dijelaskan juga bahwa, karena pada dasarnya perumahan adalah kebutuhan perorangan secara pribadi. Oleh karena itu, faktor siapa yang menem pati rumah tersebut akan berpengaruh besar ter hadap proses pembangunannya. Sebelum memasuki arealnya, kita melewati gapura berbentu candi bentar, yakni bangunan belahan kembar dalam posisi berhadap-hadapan, karenanya disebut gapura belah. Di areal anjungan, terdapat balai bengong yang terdapat di sebelah kiri halaman. Di sana juga ada balai pengambuhan yang berfungsi sebagai balai kesenian dan balai paruman yang berfungsi sebagai balai musyawarah. Dibatasi dengan pagar memanjang, dimana terdapat pintu pintu masuk berupa candi gelung orang
sampai ke halaman dalam. Di sini terdapat bangunan balai aling-aling, letaknya di belakang candi gelung yang berfungsi sebagai penolak bala. Maksudnya, pikiran yang kurang baik yang didapat di luar, jangan sampai dibawa ke dalam, hingga unsur-unsur jahat tidak dibawa ke dalam rumah. Di dalam halam an ini juga terdapat balai rangki, tempat penyiapan kelengkapan upacara keagamaan, dan balai gede tempat upacara manusa yadya dilaksanakan. Di bagian lain terdapat bangunan pawon, dapur keluarga dan jineng. Terdapat pula bangunan balai dauh atau singosari dan balai bandung. Masing-masing aslinya berfungsi sebagai tempat tinggal para jejaka dan gadis. Di halaman ini masih terdapat sebuah bangunan lagi yaitu loji, yang berfungsi sebagai tempat istirahat sehabis berkerja keras. Di bagian lain terdapat pula areal khusus yang disebut merajan atau sanggah, yang merupakan tempat tersuci bagi keluarga. Di dalam merajan ini terdapat beberapa bangunan suci, antara lain padmasari, bangunan tinggi dengan bentuk kursi kosong di bagian atasnya, rong telu dan taksu, yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri di bidang keagamaan. Masih penasaran? Datanglah ke Anjungan Provinsi Bali, khususnya di hari Minggu dan hari libur lainnya, karena ada berbagai pertunjukkan digelar. –Diana Runtu