What’s Up
24
28 Juli - 3 Agustus 2014
2 Minute Miracle Gel
Lihat dan Rasakan Hasilnya dalam 2 Menit Apakah Anda memiliki waktu 2 menit? Tentu saja, sebab hanya dalam waktu 2 menit kita bisa mendapatkan perawatan kulit yang berkualitas dan manfaat anti-penuaan yang canggih setiap harinya.
H
al tersebut bisa terjadi dengan menggunakan 2 Minute Miracle Gel (2 MM Gel). Sebab, produk ini memiliki keunggulan yang luar biasa. Produk 2MM Gel ini. Ia menyebut nama Shelly Maquire, seorang formulator, pendidik, konsultan dan penulis buku “Dan cing in the Strom” yang berkisah tentang kehidupannya dan ketajaman bisnisnya. Ketika berusia sembilan tahun didiagnosa terkena penyakit cystic fibrosis dan memiliki harapan hidup hingga usia 18 tahun (saat ini 53 tahun). Ia bertekad memerangi pe nyakitnya. Mimpinya, membuka spa yang dikombinasikan dengan kesehatan jasmani dan batin, serta kecantikan luar pun menjadi kenyataan. Ia berhasil membuka dan meng operasikan salon dan spa dengan lebih dari 100 karyawan selama 10 tahun. Pendekatannya dengan pelanggan meng arah pada pengembangan produk 2 Minute Miracle Gel (2MM Gel) yang akhirnya sukses dan terkenal. Saat ini, Shelly menjalin
kemitraan dengan Ocean Avenue untuk memasarkan produknya yang istimewa tersebut. Kini 2 MM Gel hadir sebagai produk yang praktis dan ekonomis dengan tujuh (7) kegunaan yakni, sebagai pembersihan (cleanser), penga ngkatan sel kulit mati (exfoliator), penyegar (toner), pelembab kulit, pengecil pori-pori dan persiapan awal pengondisian kulit. Selanjutnya diformulasikan dengan 3.1 Skin Complex Ocean Avenue, 2 Minute Miracle Gel memberikan kombinasi ideal terhadap tiga komposisi bahan utama yang terbukti menghidupkan dan meremajakan kulit. Yakni, Antarcticine, mempertah ankan kelembaban dan melindungi kulit; Extrac Aloe, lidah buaya yang menutrisi kulit dan Extrac KBGA (Klamath Blue Green Algae), yang memperbaharui atau memulihkan kulit. Kegunaan 2 MM Gel yang tanpa bijibijian, tidak ada amprelas, tidak ada asam ataupun zat kimia yang bersifat keras, tidak ada pewarna atau pewangi artificial. Berguna untuk segala jenis kulit, kering, berminyak, kombinasi dan sensitif. Dapat digunakan pria dan wanita segala usia. Pria dapat menggunakannya sebelum bercukur, untuk melembutkan bulu dan persiapan kulit. Produk ini juga dapat digunakan setiap hari pada wajah, leher, dada, tangan, siku dan area dimana kulit Anda butuh untuk direvitalisasi atau diremajakan. Berikut nya, untuk mengoptimalkan fungsi dan hasil dari penggunaan produk perawatan kulit lainnya dan tidak menyebabkan sen sitivitas terhadap matahari, kemerahan atau iritasi.
2 Minute Miracle Gel Teruji Secara Klinis Hasil yang terlihat hanya sekali pemakaian: l 100% dari pengguna merasa kulit lebih lembab dan lembut l 100 % merasa adanya peningkatan yang signifikan terhadap kecerahan kulit l 97% menyadari kulit menjadi lebih cerah dan bersinar l 92% menyadari kulit lebih kencang l 92% menyadari kulit terlihat lebih muda l 90 % menyadari kerutan halus pada kulit berkurang l 80% menyadari penampilan kulit terlihat lebih sehat Hasil yang terlihat dalam 15 hari l 81,50 % peningkatan terhadap kolagen tipe-1 l 34 % peningkatan terhadap kolagen tipe-2 l 31,5 % peningkatan terhadap elastin kulit Hasil yang terlihat dalam 30 hari l 44,5 % pengurangan terhadap keriput atau kerutan kulit
Informasi Produk dan Pembelian Undangan hubungi :
lDenpasar
(0361) 9222221, 081 999 066 564, 081 238 60238 New Melati (0361) 781 8787 l Penatih 082 147 123 079 lKuta 087 862 144 005 lJimbaran 081337047063 lTabanan (0361) 7822277 lGianyar 081 239 681 714 lKlungkung 081 238 759 97 lSingaraja 087 762 150 757 lNegara 081 938 380 908 lSalon
Info Produk : Amour Boutique; Jalan Gatot Subroto IV Blok I No. 6 Denpasar; HP . 081 139 3341 dan Pin BB 75028454
2
Ekspresso
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
GORO-GORO
DAri daPUr Redaksi
Saatnya Jadi “Chef”
Lupakan permasalahan yang membuat kita berbeda pilihan dan berbeda pendapat. Kini saatnya bergandeng tangan melangkah maju, seperti kata Presiden Terpilih hasil pilpres 2014, Joko Widodo. Lupakan capres nomor 1, lupakan capres nomor 2, kini saatnya bersatu mendukung nomor 3, Persatuan Indonesia. Lebaran pun telah tiba. Umat Muslim merayakan suka cita suasana hari raya Idul Fitri 1435 H. Ritual mudik ke kampung halaman menjadi agenda tetap. Suasana kebersamaan keluarga besar, saling memaafkan, dan bersiap menyambut hari esok yang lebih baik menjadi topik yang hangat. Jakarta yang biasanya dihiasi kemacetan akan merasakan suasana yang berbeda. Ratusan ribu bahkan jutaan warga Jakarta mudik ke kampung halamannya. Jakarta lenggang. Denpasar pun agak terasa lenggang karena banyak warga yang mudik. Pedagang kaki lima mulai susah ditemui. Tapi, jangan khawatir Anda tidak bisa makan karena tak ada pedagang makanan. Kini saatnya Anda menjadi “chef” bagi diri Anda sendiri. Siapkan bahan-bahan yang kami sajikan di halaman Kuliner, ikuti petunjuknya, laksanakan. Hasilnya, silakan dinikmati. Mau kuliner lokal ada, mau kuliner Jepang juga ada. Anda tinggal pilih. So…luangkan waktu libur Lebaran dengan kegiatan bermanfaat bersama keluarga. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin
Kepada Ibu Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt., ada yang perlu saya sampaikan, yaitu (1) Selamat atas prestasi ibu menyandang gelar Doktor Pariwisata Perdana di Unud, (2) Saya kebetulan pemerhati gelar akademik, izinkan saya bertanya tentang gelar M.Mgt. itu singkatan dari apa, di bidang ilmu apa, diperoleh di PT mana ? dan (3) Apakah betul ibu “orangnya” yang menjadi pembicara/pemakalah pada seminar “Kemandirian Anak Usia Dini” tgl. 11 Desember 2004, di hotel Nikki, bersama-sama Dr. Seto Mulyadi (Kak Seto) ? Terima kasih. Romi Sudhita (081237171517) Jawaban Bu Dani: Terima kasih Pak Romi Gelar MMgt artinya Master of Management, gelar yang diberikan kepada para lulusan Graduate School of Management, Faculty of Economic Business and Law, The University of Queensland, Brisbane, Australia. Bidang keahlian: International Marketing Ya benar pak, saya pembicara pada seminar bersama Kak Seto pada seminar “Kemandirian Anak Usia Dini di Hotel Niki” pada tanggal tersebut
Tertipu Sandal Jepit Saya punya sahabat waktu kuliah di Makassar sebut saja namanya Lilis Kalau Lilis sakit, lalu saya datang, ia pasti sembuh. Suatu hari, Lilis sakit. Mamanya sendiri heran karena Lilis tidak mau bangun. Tapi giliran saya datang dan mengajak jalan-jalan dia malah mau dan bersemangat sambil senyum sama mamanya untuk pamitan. Kata mamanya, kirain sakit kok mau pergi. “Ini mam, si Tina rayu terus dan bikin saya tertawa selalu aja ada leluconnya,” ujarnya. Saya bilang saya dokter jadi saya tahu apa obatnya. Pasti ka ngen sama pacar yah. Akhirnya kami jadi juga berangkat kami ke bandara menjemput pacaranya Lilis. “Lis, sebenarnya Bang Jalil tidak mau kasih tahu kamu kalau dia jadi datang ini hari dia mau beri kejutan buat kamu. Tapi aku bilang kamu lagi sakit sudah nggak tahan mau ketemu kamu. Lilis tertawa. Tidak lama kami menunggu, muncullah Bang Jalil menghampiri kami. Aku jadi geli melihat mereka saling bertatapan muka.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Aku bilang so sweet…. Muka Lilis merah merona karena malu. Akhirnya kami beranjak dari bandara menuju rumah makan. Di tempat makan pun aku masih menjahili sahabatku. “Bang Jalil ayo dong suapi Lilis. Dia kan masih sakit demi kamu seorang dia datang jemput kamu.” Lilis protes. “Aku bukan anak kecil yang perlu disuapin kalau makan.” Setelah makan, kami menuju rumah kos Bang Jalil. Di sana Bang Jalil bongkar barang bawaannya. Aku tanya mana oleh-olehku. Bang Jalil bilang tidak ada oleh-oleh karena ia dari hutan untuk penelitian bukan dari Jakarta. Sambil tersenyum aku goda Lilis lagi. “Lilis mau menangis karena tidak dibawakan oleh-oleh. Harusnya
RALAT Terjadi kekeliruan dalam penulisan caption foto di halaman Mozaik edisi 806. Tertulis Iwan Setiawan, seharusnya Ir. AAM Sukadhana Wendha. Redaksi mohon maaf atas kekeliruan ini. Terima kasih.
bawa saja boneka monyet biar dia tahu kalau dari hutan penelitian,” ujarku. Bang Jalil mahasiswa jurusan Kehutanan yang sedang menyusun skripsi. Waktu tak terasa sudah malam aku dan Lilis pamit pulang. Bang Jalil lihat sandal jepit ku. Karena ukuran kaki kami sama, ia minta tukar. Lilis tidak setuju. Tapi aku bilang biar ada kenangannya Bang Jalil. Sebenarnya sandalku sudah putus dan menggunakan peniti untuk menyambung. Bang Jalil tidak tahu dan mau saja tukaran sandal jepit. Akhirnya aku pulang de ngan senang karena dapat sandal jepit masih bagus. Dua hari kemudian aku ketemu sama Lilis di kampus. Lilis tertawa menceritakan Bang Jalil kena tipu gara-gara sandal jepit. Baru dipakai beberapa meter, sandal itu sudah putus. Ummi Aisyah
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Putu Wijaya
damai
KPU telah mengumumkan siapa pemenang Pemilu. Presiden Indonesia ke-7 sudah terpilih. Seruan damai paskapemilu SBY telah dipatuhi. Tapi masih ada masalah. “Kedua anak saya yang berbeda pilihan malah sekarang berkelahi,” kata seorang tetangga mengadu kepada Bu Amat. “Sampai sama-sama menghunus keris mau bunuh-bunuhan, untung ada Pak Darsa yang polisi itu. Dia ancam anak saya akan ditembak pistol kalau masih berani melanggar himbauan SBY untuk menyikapi hasil pemilu dengan jiwa besar.” “Begitu, Pak,” kata Bu Amat, melanjutkan curhat tetangga itu kepada Amat. “Ya, sudahlah Bu, biar saja, anak sudah dewasa, nanti kan sadar sendiri, kok sama saudara mau bunuh-bunuhan! Kita tidak usah ikut campur!” “Bagaimana tidak, Pak. Bapak diminta menengahi mereka. Karena keduanya mau duel besok di kuburan, sampai salah satu mati!” “Masak?” “Betul Pak Amat. Tolong dicegah. Kalau sampai ada apa-apa kami sudah tua. Siapa lagi nanti yang akan merawat kami kalau mereka tikamtikaman sampai dua-dua mati?” Amat terkejut. Ia tidak mengerti kenapa politik bukannya membuat sejahtera tapi bikin gara-gara, lebih tidak mengerti lagi, mengapa ia yang harus menyelesaikan persoalan itu. “Ayolah Pak Amat, bantu mereka berdamai, siapa lagi kalau bukan Bapak yang bisa mendamaikan mereka?” Akhirnya karena didesak Amat terpaksa bertindak. Tetapi terus-terang, sebenarnya ia takut. Bagaimana kalau kedua kakak-beradik itu malah marah kepadanya lalu sama-sama menyerangnya? Dengan rasa cemas, Amat mulai dengan menyapa Raka, anak pertama. “Raka, Bapak dengar kamu mau duel dengan adikmu besok malam di kuburan, sampai ada salah satu yang mati. Itu betul?” “Betul, Pak!” “Bagaimana kalau bukan adikmu Rai yang mati, tapi kamu?” “Tidak apa. Yang penting saya tidak sudi melihat dia yang menguasai rumah pusaka kami!” “Maksudmu apa?” “Saya yang sudah jatuh-bangun pelihara rumah kami ini, saya tidak sudi kalau harta pusaka ini dimonopoli pemalas itu!” Amat terkejut. Tiba-tiba ia melihat jalan terang. Lalu tersenyum. “Raka, kamu tidak perlu mati. Rumah pusaka kamu tidak akan dikuasai adikmu, sebab bapak akan membelinya dan sudah disetujui bapakmu!” Raka terkejut. Amat lalu menyapa Rai, dengan cara yang sama. Ternyata jawaban Rai sama. Ia tidak sudi melihat rumah pusaka akan dikuasai Raka. Dan, ketika Amat bilang ia akan membeli. Rumah itu, ia juga sangat terkejut. Sesudah itu Amat menjumpai Pak Alit, ayah Raka dan Rai. “Bilang sama anak-anak bapak, Raka dan Rai, rumah warisan akan dijual. Jadi mereka tidak ada gunanya berkelahi. Ternyata persoalan mereka bukan karena politik, tapi karena Bapak pilih kasih kepada siapa rumah akan diwariskan.” Pak Alit manggut-manggut. Tapi sebelum sempat menyampaikan itu, Raka dan Rai sudah terlebih dahulu bertanya, apa betul rumah akan dibeli Amat. “Betul.” “Kenapa?” “Karena Pak Amat mau membelinya.” Raka dan Rai berbarengan marah. Mereka lupa mereka mau berduel. Sambil membawa keris, keduanya beringas mendatangi rumah Amat. De ngan mata membelalak, sambil menghunus keris mereka menggebrak. “Langkahi dulu mayat kami, kalau mau membeli rumah pusaka kami!” Amat pura-pura terkejut. Lalu minta maaf. Ia berjanji tidak akan membeli rumah itu. “Tapi mereka terus mengancam-ancam sampai Bapak berkali-kali menjelaskan tidak jadi membelinya,” kata Amat pada istrinya menceritakan kejadian itu. Bu Amat hanya manggut-mangut. Kemudian, bicara dengan suara dingin. “O, begitu ya! Makanya Bu Alit sore tadi datang mengejar-ngejar supaya kita bayar panjar cepat, sebab dia tidak mau uang itu jatuh ke tangan suaminya. Tapi tak lama kemudian Pak Alit yang datang uang itu harus diberikan penuh ke tangannya, jangan sampai jatuh ke istrinya. Rupanya Bapak diam-diam mau beli rumah itu ya. Untuk apa! Mau kawin lagi, ya!” Amat terkejut. Ternyata bukan damai yang datang, tapi perang baru mulai.
Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Mozaik
23
Momen Sungkeman M
udik menjelang Lebaran bagi Rio dan keluarganya merupakan kewajiban. Momen Lebaran dijadikan ajang berkumpul keluarga besarnya. “Kalau di luar hari Lebaran susah kumpulnya karena jadwal liburnya tidak sama. Momen kumpul keluarga besar ini biasanya setahun sekali. Saat semua kumpul, kami bisa sungkeman” ujarnya. Tahun ini Rio mudik bersama anak dan istrinya ke Surabaya lalu Bangil, Probolinggo, balik ke Jember dan Banyuwangi. Ia sengaja mengambil jalur terjauh dulu agar bisa balik dengan santai. Moda transportasi yang dipilih untuk mudik kali ini, sepeda motor. Biaya yang dikeluarkan lebih hemat dibanding naik angkutan umum. Mudik juga mendapat perhatian dari Telkomsel dan BRI. Sebagai wujud apresiasi kepada mitra outlet, Telkomsel menggelar program Mudik Bareng Outlet yang memberangkatkan 120 orang yang terdiri dari pemilik dan petugas pelayanan outlet seluler di Bali beserta keluarganya dari Denpasar menuju Surabaya. Pelepasan tiga bus yang memberangkatkan para pemudik tersebut dilakukan Manager Channel Operation Telkomsel Regional Bali Nusra Sandy Adyat di GraPARI Denpasar. “Program Mudik Bareng Outlet ini khusus kami selenggarakan untuk meng apresiasi mitra outlet yang telah berkontribusi positif dalam mendukung aktivitas penjualan kartu perdana serta layanan isi ulang pulsa Telkomsel. Kami berharap para peserta mudik gratis ini dapat menikmati peng alaman mudik yang aman dan nyaman dalam perjalanan untuk merayakan kebahagiaan Idul Fitri bersama dengan sanak-saudara dan keluarga di kampung halaman,” jelas Sandy. Para peserta Mudik Bareng Outlet ini terpilih berdasarkan parameter penjualan terbaik. Selain memperoleh paket makanan dan minuman untuk berbuka puasa dalam perjalanan, para peserta juga berkesempatan meraih doorprize berupa 1 unit smartphone Lennovo, 10 unit BlackBerry Curve 3G, dan 9 voucer pulsa Telkomsel masingmasing senilai Rp 100.000. Secara nasional Telkomsel telah memberangkatkan 2.400 peserta mudik secara gratis menggunakan tiga moda transportasi, yaitu pesawat terbang, kereta api, dan bus. Mudik pesawat terbang memberangkatkan 450 peserta dari Bandara SoekarnoHatta Jakarta dengan tujuan Solo,
Yogyakarta, dan Surabaya. Mudik kereta api, 600 peserta berangkat dari Stasiun Gambir Jakarta menuju Surabaya. Sementara 1.350 peserta yang diikuti oleh 330 mitra outlet beserta keluarganya diberangkatkan dengan 30 bus dari Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
mersil. Artinya, sebagian besar pengusaha-pengusaha pemula ini akan menjadi kuat dan bankable,” ucap Budi. Untuk gelaran mudik tahun ini, Acara Ngebuzz Bareng BRI ini juga memfasilitasi 40 TKI nasabah BRIfast Remittance yang berasal dari enam negara yaitu Malaysia (20 orang), Hongkong (10), Arab Saudi (1), UAE (6). Sementara, sisanya dari Korea MUDIK TKI serta Taiwan, untuk berlebaran Sementara itu, BRI melepas bersama keluarga di kampung 6.000 nasabah dan keluarganya halamannya. untuk bermudik ke kampung Selain mudik bareng, sehalaman masing-masing. Mudik jumlah acara telah berlangsung gratis bertajuk “Ngebuzz Bareng di antaranya Buka Bareng BRI BRI” ini digelar pada Kamis bersama 3.500 anak yatim piatu (24/7) di di Plaza Utara, GBK. se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Sekretaris Perusahaan BRI Depok, Tangerang, dan Bekasi). Budi Satria mengatakan acara ini Tahun ini merupakan penyetelah berlangsung setiap tahun lenggaraan ke-10 kalinya. Selain sejak 2004. “Hari ini kami mem- berbuka puasa bersama, anak berangkatkan lebih dari 6.000 yatim dan para undangan juga pemudik dengan menggunakan disuguhi tausyiah Ramadan, sho125 bus eksekutif ke beberapa lat maghrib dan isya berjamaah, kota tujuan mudik di Pulau Jawa serta diakhiri dengan hiburan antara lain Surabaya, Blitar, Pati, musik dari Grup Band Gigi. Yogyakarta, dan Wonogiri,” ujar –Ngurah Budi Budi. Budi menjelaskan, para pemudik tersebut terdiri atas nasabah BRI, baik nasabah simpanan maupun pinjaman. “Termasuk di antaranya debitur KUR (Kredit Usaha Rakyat), debitur KUR TKI, dan pekerja dasar dari rekanan kerja BRI. Sebagian besar debitur BRI yang dipulangkan secara gratis berasal dari debitur KUR BRI,” papar Budi. Budi menjelaskan, per Juni 2014, jumlah debitur KUR BRI, baik KUR Ritel maupun KUR Mikro, mencapai 10,4 juta nasabah dengan realisasi lebih dari Rp 102,5 triliun. Dibandingkan Mei 2014, realisasi KUR ini telah tumbuh lebih dari Rp 3,2 triliun. “Begitu juga dengan jumlah debiturnya yang naik lebih dari 246 ribu debitur. Kredit KUR termasuk kredit yang pruden, sebab besaran kredit bermasalahnya (nonperforming loan/NPL) hanya sebesar 2,48%. BRI juga sangat menjaga keberlangsungan usaha dari para debitur KUR ini, karena nantinya mereka yang akan menjadi embrio pengambil kredit ko-
Bulfest 2014 Buleleng Festival (Bulfest) 2014 akan dilaksanakan 6-10 Agustus 2014. Saat acara pembukaan, Tari Nelayan ciptaan seniman I Ketut Merdana dari Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu ini akan dipentaskan secara massal. Tari ini bakal dibawakan 500 penari dari kalangan pelajar SMA/SMK serta Perguruan Tinggi di Bali Utara. Mereka direncanakan pentas di sepanjang Jalan Ngurah Rai Singaraja. Ketua Panitia Bulfest 2014, Gede Suyasa mengatakan Tari Nelayan memiliki pesan moral kepada masyarakat bahwa Buleleng sejatinya memiliki potensi seni yang melimpah dan belum tergali maksimal. Bulfest tahun ini mengangkat tema “The Dynamic of Buleleng”, dan Tari Nelayan ini dinilai sesuai dengan tema yang diusung yakni potensi bahari Buleleng dan momentum kebangkitan bahari di Buleleng. –Darsana
Dukung Industri Lokal Sejumlah layanan digital XL siap untuk mendukung pengembangan industri lokal, termasuk kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan kalangan industri kreatif. Digital Advertising XL dengan merek dagang AdReach pun diperkenalkan sebagai suatu solusi kepada pelaku UMKM dalam mempromosikan usahanya kepada pelanggan melalui Location Based Advertising (LBA). Regional Pertnership Executive, Mobile Advertising Bali Nusra-I Gde Windhunegara, Rabu (23/7) mengatakan, XL berkomitmen untuk ikut berkontribusi mendorong bangkitnya industri dalam negeri, melalui penyediaan berbagai layanan digital. LBA merupakan layanan yang memanfaatkan keberadaan pelanggan XL, di mana mereka berada dan bersifat sangat lokal. Promosi melalui LBA ini dilakukan dengan memanfaatkan jalur SMS dan MMS sebagai media penyampaiannya. Pengiriman pesan dikirimkan secara real time kepada pelanggan hanya di lokasi yang diinginkan oleh pengiklan. –Ngurah Budi
Metropolitan
22
28 Juli - 3 Agustus 2014
Ramai-ramai Keluar Jakarta Musim mudik tiba. Seperti biasanya men jelang Lebaran sebagian besar masyarakat, khususnya di Jakarta, melakukan mudik. Lebaran terasa lebih afdol jika berkumpul bersama sanak saudara di kampung halam an. Mereka yang tak ‘memiliki’ kampung, tetap tinggal di Jakarta. Itu sebabnya ketika Lebaran tiba, hingga seminggu setelahnya, Jakarta akan terasa lengang. Tidak ada ke macetan lalu lintas, udara pun terasa lebih bersih karena berkurangnya polusi udara.
K
epala Dinas Per hubungan DKI Jakarta, M Akbar, memperkirakan, jumlah pemudik tahun ini mening kat 12% dibanding tahun 2013 lalu. Kalau tahun lalu jumlah pemudik dari Jakarta mencapai 3,7 juta jiwa lebih maka tahun ini diperkirakan mencapai 4 juta lebih. “Jutaan orang ini keluar dari seluruh titik pintu keluar, baik terminal, pelabuhan, bandara maupun mereka yang mudik menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Akbar. Gema mudik Lebaran memang paling terasa di Ibukota yang pen duduknya mencapai 10 juta jiwa lebih. Bukan hanya masyarakatnya saja yang ‘grabak-grubuk’ mem persiapkan mudiknya, tapi para pejabat hingga penegak hukum pun ikut sibuk mempersiapkan mudik masyarakat. Mulai dari infrastruktur sampai memberi fasilitas angkutan gratis mudik Lebaran seperti yang dilakukan Departemen Perhubungan. Tidak itu saja, demi mem bantu masyarakat, disediakan juga sejumlah gerbong kereta api untuk mengangkut motor-motor para pemudik secara gratis. Maksudnya, agar para pemudik jangan menggunakan motor ke tika mudik. Dengan demikian selain mengurangi kemacetan lalu lintas akibat tingginya arus mudik juga menekan angka kecelakaan lalu lintas. Pengemudi motor memang
menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah. Seiring naiknya jumlah pemudik tiap tahun, angka kecelakaan lalu lintas yang didomi nasi oleh pengguna sepeda motor, meningkat pula. Itu sebabnya, se lain digelar program mudik untuk seluruh masyarakat, tapi juga ada program khusus untuk pemudik sepeda motor. Mereka diberang katkan dengan menggunakan bus dari Monumen Nasional, Jakarta, sementara motornya diangkut dengan truk khusus. Dengan begi tu, di kampung mereka tetap bisa menggunakan motor kesayangan nya untuk berkunjung ke rumah saudara-saudaranya.
28 juli - 3 Agustus 2014
Sosialita
AA Sagung Mas Lestari, S.H.
Mewujudkan Keseimbangan Menyeimbangan kehidupan ini cukup sulit. Namun, ada yang bisa melakukannya dengan membuat skala prioritas. Hal ini dilakoni AA Sagung Mas Lestari, S.H. Sebelum melakukan pekerjaannya, ia mem buat perencanaan yang matang untuk menentukan mana yang harus diprioritaskan dan mana yang bisa dikerjakan belakangan. Dalam urusan pendidikan dan karier pun ia mampu melakukannya.
Suasana mudik lebaran
Bicara tentang layanan mudik gratis, bukan hanya Kementerian Perhubungan yang menggelarnya, tapi sejumlah perusahan plat merah maupun swasta, khusus nya perusahaan-perusahaan be sar, tak ketinggalan ikut ber partisipasi. Kesempatan mudik
dapat dinikmati semua warga. Tapi tentu saja, meski banyak fasilitas tersedia--- dengan ber bagai sebab--- tak semua orang berkesempatan memanfaatkan program layanan gratis tersebut. Mereka inilah yang berupaya mencari cara sendiri agar bisa
pulang kampung, meski dengan transportasi seadanya. Untuk kebanyakan pemudik, memang kenyamanan bukanlah salah satu pertimbangan. Asalkan bisa tiba dengan selamat di kampung halaman, itu sudah cukup. –Diana Runtu
Dari Motor, Bajaj, hingga Sepeda Mudik murah meriah, itulah yang menjadi pilihan kebanyakan masyarakat yang menggunakan motor sebagai trans portasi mudik. Apalagi kalau mudik harus memboyong keluarga, sedangkan dana pas-pasan, maka motor dirasakan pal ing tepat dan murah. Meski tahu hal itu berisiko. Apalagi naik motor bukan hanya sendiri atau berdua, melainkan tidak jarang bertiga atau empat. Yakni, ayah, ibu dan dua anak. Pemandangan seperti ini bukan hal yang aneh lagi. Ditambah lagi dengan berbagai kardus dan tas yang ikut diangkut dengan motor. Jadi bisa dibayangkan seperti apa kondisinya. Yang pasti, berbahaya! Sebe narnya pihak kepolisian sejak beberapa tahun lalu pernah memperingatkan hal
tersebut, bahkan sempat ada wacana laran gan mudik dengan motor berpenumpang lebih dari dua. Namun entah bagaimana, sampai kini tetap menjadi wacana. Karena faktanya masih banyak ditemui penumpang motor lebih dari dua. Sumarno, misalnya. Warga Yogyakarta yang telah 10 tahun bekerja di Jakarta. Sejak empat tahun terakhir, selalu meng gunakan motor. Bersama istri dan seorang anaknya mereka mengarungi jarak 547,8 km Jakarta-Yogya (PP-1095,6 km). “Naik motor lebih irit dibanding dengan angkutan umum biasa, apalagi harga tiket angkutan umum sudah naik. Paling tidak harus siap Rp 500 ribu sekali berangkat, belum lagi ongkos-ongkos lain selama mudik. Kalau naik motor, bisa setengahnya. Lagipula lebih santai,” ujar Marno. Tidak ada tuntutan harus terburuburu sampai di kampung halaman, kata Marno. Karenanya ia akan berhenti kalau tubuhnya terasa lelah atau mengantuk. “Saya tidak mau memaksakan, lagipula kasihan istri dan anak. Setiap empat atau lima jam, saya berhenti, kami istirahat,” ungkapnya. Pertimbangan biaya juga diungkap pengemudi bajaj, Poniman. Lelaki yang sehari-hari beroperasi di kawasan Jakarta Pusat, akan mudik bersama teman-te mannya sesama pengemudi bajaj. Biaya mudik dengan bajaj, jauh lebih murah dibanding dengan angkutan umum, apalagi jika mudik bersama keluarga. “Saya, istri dan dua anak, kalau naik bus berapa biayanya? Mahal! Mending naik bajaj, murah hanya 20 liter sampai kampung,” kata Poniman seraya menam bahkan, “Kami akan pulang rombongan,
ada lima bajaj bersama keluarga masingmasing,” ujarnya. Mereka kebetulan tinggal di kampung yang berdekatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Mudik bareng, katanya, terasa lebih menyenangkan karena lebih meriah. Lam batnya perjalanan karena kecepatan ba jajnya hanya maksimal 40 km/jam, belum lagi di saat-saat tertentu, harus berhenti untuk mendinginkan mesin menjadi tidak terlalu terasa karena perjalanan dilakukan beramai-ramai. Pun, jika terjadi gang guan pada kendaraan, mereka bisa saling membantu. Untuk itu, selain persiapan pulang kampung, mereka juga membawa peralatan guna mengatasi gangguan mesin selama perjalanan. Kegembiraan yang sama juga dirasakan oleh sejumlah pemudik yang menggunakan sepeda untuk pulang kampung. Meski tidak banyak terlihat, namun kelompokkelompok pemudik bersepeda memberi warna tersendiri dalam musim mudik Lebaran. Sebagian orang, mungkin, merasa heran dengan keputusan mereka yang nekad mudik dengan sepeda. Padahal ada banyak pilihan transportasi yang bisa digunakan. Namun bagi umumnya para pesepeda, bisa jadi bukan masalah biaya yang men jadi pertimbangan utama mereka. Tapi hobi dan tantangan di dalamnya yang membuat mereka memilih sepeda seba gai transportasi. Tradisi mudik dijadikan momentum untuk menyalurkan semangat petualangan mereka. Menggowes sepeda beratus-ratus kilometer, tentu bukan hal yang ringan apalagi dilakukan pada saat berpuasa. Di sinilah tantangan dan mereka bertekad menaklukkannya. -Diana Runtu
Gung Mas saat melayani pembeli di Toko Kencana
W
anita yang akrab disapa Gung Mas ini menyelesai kan pendidikan di SMA Bakti Idhata, Jakarta Selatan tahun 1985. Setelah tamat, ia tak lang sung kuliah. Ia memilih belajar di beberapa tempat kursus bahkan sempat bekerja di salon. Dari Jakarta, Gung Mas pu lang kampung ke Tabanan. Ia bekerja di Denpasar sebagai tenaga pengajar di sebuah kursus kecantikan. Dari pekerjaannya itu, ia bertemu sales Mustika Ratu yang menawarkannya men jadi beauty consultant. Impian menjadi pegawai negeri pun lenyap. Gung Mas memantapkan diri menekuni dunia kecantikan. “Orangtua inginnya saya jadi PNS. Tapi, saya lebih sreg di dunia kecantikan,” ujarnya. Namun, impiannya untuk melanjutkan pendidikan tak hil ang. Ia memilih fokus mengurus keluarga setelah menikah dengan Dr. AA Ngurah Gd. Sadiartha, S.E.,M.M. dari Puri Kaleran, Kediri, Tabanan tahun 1989. Ibu dari AA Sagung Istri Dessy Aryani, AA Ngurah Wisnu Parameswara, AA Sagung Mirah Oktaviani, dan AA Ngurah Satia Maheswara ini akhirnya kuliah tahun 2006 di Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar. “Saya ingin menyeimbangan karier dan
pendidikan. Kalau sebelumnya lebih banyak mengurus bisnis dan keluarga,” ujar perempuan kelahiran Tabanan, 26 Februari 1967 ini. Kuliah di usia yang tidak muda membuat Gung Mas lebih ber pengalaman dalam pergaulan. Kesempatan ini dia jadikan peluang untuk memperluas jaringan. “Ke mampuan saya merias ternyata menjadi peluang bagi saya untuk memperbanyak pelanggan. Sekali merengkuh dayung, dua-tiga pu lau terlampaui,” ungkap pemilik salon dan toko Kencana ini. Ia menuturkan pengalaman ketika dulu mengantar anak-anak sekolah, ia menyempatkan diri bertemu dengan ibu-ibu yang juga mengantar anak-anak mereka. Ia menawarkan mereka untuk merapikan alis. “Saya sekalian bawa produk kosmetik. Kalau mereka senang, mereka beli. Lama-kelamaan pelanggan saya bertambah. Akhirnya keluarga mendukung saya untuk membuat salon sendiri,” kenang wanita asal Puri Dangin, Tabanan ini. Ia juga mengikuti pelatihan tentang kecantikan untuk menambah ilmunya. Pengalaman lainnya me nangani pelanggan yang datang ke salon untuk perawatan wajah. Dari obrolan bersama pelang gan, ia sampaikan salon juga menyediakan tata rias. Pelang
gan pun tertarik dan mencoba ketika ada anaknya yang wisuda. Karena merasa cocok, mereka minta dirias lagi saat ada upacara pernikahan. Jejaringnya berkem bang ke banjar-banjar. “Kuncinya adalah komunikasi yang baik. Saya ajak pelanggan ngobrol. Saya tanyakan apa produk kosmetik yang digunakan. Sekalian saya tawarkan produk yang saya jual. Sambil menyelam minum air,” kata Gung Mas. Ia juga memberikan treatment khusus bagi pelanggan. Misalnya, bagi yang belanja di Toko Kencana yang berlokasi di Jalan Ratna no 63 Denpasar, telp. (0361) 8226981 dan (0361) 8585955, diberikan diskon untuk perawatan di salon Kencana di Jalan Pucuk no 14, Ketapian Denpasar, telp (0361) 263822. Upaya ini dilakukan Gung Mas untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen. Ia menyiapk an produk hingga melakukan perawatan. Men ghubungkan salon dan toko men jadi kiat bisnis untuk memperluas jangkauan. Selain itu ia juga rajin bertanya dan memuji pelanggan nya. Semua itu merupakan ilmu yang didapatnya sebagai beauty consultant. Kepada pelanggan diingatkan untuk melakukan perawatan dari dalam dan dari luar. Dari dalam dapat dilakukan dengan minum jamu sedangkan dari luar dilakukan dengan 5P, pembersihan, penye garan, penipisan, pemijatan, dan peremajaan. Di Toko Kencana yang baru dibuka, ia menyiapkan ruang khusus bagi produk kosme tik yang ingin mengadakan demo produk atau beauty class. NGADI SALIRO NGADI BUSONO Menekuni dunia kecantikan khususnya kosmetika membuat Gung Mas aktif di kegiatan Ngadi Saliro Ngadi Busono tahun 1986 sampai 1989. Program ini gen car dilaksanakan untuk ibu-ibu Dharma Wanita dari tingkat pusat hingga daerah ketika era Bu Tien Soeharto. “Sebagai beauty consultant, saya ditugaskan hingga
3 ke wilayah NTB dan NTT. Saya bersama Dyah Lestari. Kami satu tim yang tugasnya berk eliling hingga ke Lombok, Dompu, dan Bima untuk memberikan ceramah mengenai tata rias dan penampil an,” kenang Gung Mas yang kala itu menjadi konsultan termuda. Selama kegiatan itu, ia bertu gas memberi penjelasan mengenai pentingnya perawatan tubuh dan wajah kemudian cara ber penampilan yang elegan. Gung Mas sangat me nikmati per annya itu. Ia bahkan tak pernah merasa lelah jika sudah di tugaskan untuk m e m berikan ceramah kecantikan walaupun tempat n y a
jauh. P e n g a l a m a n memberi ceramah ini juga barengi Gung Mas dengan belajar bagaimana cara men jual produk. “Kami biasanya diberi tar get penjualan setelah memberi ceramah. Kalau setelah demo ada yang membeli produk kami, rasa nya senang sekali. Puas. Tetapi, ka dang per nah juga hanya laku satu item. Itu karena peserta
tidak membawa uang. Saya akali dengan mencatat pesanan mereka lalu keesokan harinya saya bawa kan. Senang bisa melayani mereka untuk mendapatkan produk kos metik yang diinginkan,” tegasnya seraya menuturkan pernah aktif kegiatan MLM namun akhirnya memilih fokus di dunia salon dan kosmetik. PRINSIP KEDISIPLINAN Gung Mas yang memiliki ke ahlian tata rias membuka salon dan toko sembari mengurus ke luarga. Ia mengatur waktunya dengan baik agar tidak ada pekerjaan yang terbengkalai. Pagi hari, ia menyiapkan semua keperluan suami dan anak-anak. Mulai pukul 09.00 hingga 13.00 men gurus salon. Dari pukul 13.00-16.00 Gung Mas memantau toko Kencana. Sore hari ia harus ada di rumah lagi. Rutini tas ini sudah menjadi agenda tetapnya. “Kalau ada jadwal merias pagi, saya usahakan sehari sebelumnya sudah saya siapkan se muanya. Jadi tidak sampai menganggu aktivi tas suami dan anakanak,” tan das wanita yang hobi membaca dan bernyanyi ini. Di sisi lain, sebagai anggota masyarakat, ia juga kerap terli bat dalam urusan kemasyaraka tan. Hal ini pun selalu ia atur waktunya agar kesem patan untuk bersosial isasi dengan masyarakat bisa di lakukan. Menyama braya ini meru pakan kewa jiban seba gai warga masyarakat di Bali untuk mewujudkan keseimbangan. Gung Mas menyadari semua aktivitas bisa ia lakoni karena ia memegang prinsip kedisiplinan. Disiplin mulai dari diri sendiri, misalnya disiplin bangun pagi. Makin pagi bangun, makin banyak rezeki yang bisa diraih. Impian Gung Mas berikut nya adalah menyiapkan masa depan untuk anak-anak agar mereka mandiri. “Kalau saya sendiri, sampai kapan pun, selama masih bisa, akan terus bergelut di bidang kosmetik,” tegas pemilik motto menjalankan semua pekerjaan dengan tulus ikhlas ini. –wah
Inspirasi
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Musik Itu Membungkus 4
“S
ejak SMP, saya sudah menyu kai seni. Na mun, genrenya masih tradisional, seperti megambel. Sekian lama saya megambel, saya merasa semakin cinta ter hadap yang namanya seni. Pada saat itu saya sangat bangga sebagai seniman gamelan. Darah seni ini kata ini mengalir dari kakek dari bapaknya, yang merupa kan seorang penari,” ungkap Mr. Botax. Sebagai penabuh, ia tampil di sekolah dan di tempat lainnya seperti hotel-hotel. Mr. Botax pun menuturkan kenangan masa lalunya yang selalu mengejek orang yang bermain musik pop, seperti mereka yang bermain gitar dengan ucapan sok artis. Suatu ketika di tahun 1994, ia bertemu dengan seorang teman yang sering diejek sok itu pada sebuah acara di hotel. “Di tempat yang sama itu, saya megambel dan teman saya bermain musik. Di sana kami sempat ngobrol. Saya bertanya nominal yang dia dapat dari bermusik, katanya dibayar Rp 500 ribu . Mendengar jawabannya saya langsung terdiam, karena saat itu saya megambel mendapat bayaran Rp 50 ribu,” ujar ayah dua anak ini, Gd. Lanang Arya Putra Udayana dan Made Ega Avatar Mahotama Putra Lanang. Ia pun langsung berpikir, kalau
ga 5 album. Kendala lain muncul, pembajakan yang sangat marak dan tidak bisa disentuh. Bersama Lolot sangat berke san bagi Lanang. Ada prestasi Lolot yang luar biasa. ketika mereka mendapat penghargaan di tingkat nasioal, yakni berhak atas SCTV Awards kategori Band Indie terbaik tahun 2005. Pada hal saingannya ada band-band besar seperti Netral, Ten2five, Mocca, dan Pandawa yang pada saat itu masih merupakan band indie. “Kami satu-satunya yang berbahasa daerah, bahasa Bali. Dulu setiap Lolot mengeluarkan album, setiap Lolot main se
lalu melampaui target. Kebetulan produser kami mencetak CD di Jakarta, rupanya di sana pihak SCTV mencari tahu detail dan menurut mereka sebagai band yang berbahasa Bali band kami luar biasa,” kenangnya. Lanang mengaku untuk urusan manggung, hampir semua peng alaman berkesan. Senangnya saat penontonnya tidak berantem, tidak ada keributan. Karena da lam suatu konser ada orang yang memang senang musik, senang tempat rame, senang bikin ribut dan ada yang sengaja mau buat rusuh. Kalau sudah selesai main dan semua damai itu luar biasa. Kalo sudah rusuh konsentrasi musisi hilang dan sangat meng ganggu penonton lain. KEMBALI KE TITIK NOL Setelah keluar dari Lolot, Lanang bersolo karier. Ia berkon sultasi dengan teman-temannya yang kemudian menyuruhnya menjadi penyanyi solo. Untuk nama, jika Lanang rasanya kurang gaul, lalu Lanang Botak masih
Mandalika
21
Santunan untuk Pasukan Kuning Ratusan orang berpakaian kuning khas petugas kebersih an yang tiap hari terlihat membersihkan jalan-jalan di Kota Mataram dan sekitarnya, beberapa hari lalu ber kumpul di Gedung Sangkareang Lingkup Kantor Guber nur Nusa Tenggara Barat. Mereka yang dikenal dengan pasukan kuning ini antusias datang ke tempat itu untuk menerima santunan dari Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Di wajah-wajah sumringah mereka yang kebanyakan tidak muda lagi alias sudah berumur itu, ter lihat harapan yang terselip dalam senyumnya.
Nama Mr. Botax sudah dikenal masyarakat Bali khususnya pecinta layang-layang dan ogoh-ogoh. Pria bernama asli Gde Lanang Darma Wiweka mempopulerkan lagu “Rare Angon” yang identik dengan layang-layang seta lagu “Ogoh-ogoh”. terus bermain gamelan ini, berarti seni hanya lah sebagai hobi saja bukan pekerjaan. Be gitu di SMA di tahun 1996 ia menemukan teman-teman yang memang komunitas pemusik. Pergaulan dengan orang-orang yang berkecimpung di musik modern mem buatnya mulai nge band. “Awalnya, saya memainkan drum, karena belum bisa main gitar. Selanjutnya saya belajar sendiri, beruntung juga saya punya teman yang bisa saya ajak sharing sampai akhirnya saya bisa melampaui dia,” kenang Mr. Botax. Hanya dengan 3 kunci gitar, yaitu C, G dan D, yang dikuasai, ia sudah bisa mem buat sebuah lagu. Lagu ciptaannya ia nyanyikan saat malam pertun jukan di SMAN 2 Denpasar. Sejak akhir tahun 1996 Lanang sudah tampil di pub-pub, restoran di Kuta dan di Sanur. Ia pun punya banyak teman. Bayaran main band cukup, jika dihitung sebulannya melebihi gaji PNS. Kelas 2 SMA, Lanang mulai merambah dunia festival band, dan beruntungnya selalu menda pat juara. Bahkan pernah menda pat penghargaan vokalis terbaik juga. “Saya juga pernah buat satu album bersama Bobby dari S.I.D, nama bandnya “krutuchips” setelah itu saya buat Band Biroe. Bisa dibilang ketika itu kami raja festival di Bali, tapi saya memilih keluar saat itu. Peristiwa bom Bali 2002 pun membuat saya berhenti sejenak bermain musik karena tamu sepi. Padahal sebelum bom bisa tampil seminggu 6 kali,” ujarnya suami Made Suratni ini. Sejak tahun 2000, pria kelahir an Denpasar, 25 April 1978 ini juga membuat musik untuk Lolot, hingga jadilah Lolot Band tahun 2003. Yang jadi masalah pada saat itu, materi sudah ada tapi produser tidak mau ambil dibilang tidak akan laku. Sampai akhirnya mereka ketemu Gus Mantra se bagai produser. Albumnya Lolot booming dan menjadi penyebab saya mundur lagi kuliahnya. Lolot berjalan baik dengan merilis hing
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
kurang gaul. “Dapatnya Mr. Botax itu, karena dari saya melihat bule gundul. Mistere botak nok, saya ngomong keceplosan padahal saya kan juga botak. Akhirnya jadilah Mr. Botax nama saya,” ujarnya sembari tertawa. Dengan identitas baru ia kem bali ke titik nol, dengan bayaran
juga seperti pendatang baru. Namun di tahun 2009, respons penonton bagus dan honor jadi naik. Berlanjut dengan respon lebih baik lagi, maka honor pun merayap naik. Akhirnya hanya dalam dua minggu digit honor mencuat dan mengisi acara se
minggu tiga kali. Saat pilgub Bali, ia mengha diahkan lagu untuk Puspoyoga dan jatuh cinta dengan ideologi nya PDI Perjuangan. Lalu ia buat lagu partai dengan respons yang bagus dari orang-orang partai. Mr. Botax pun nyanyi sampai ke pelosok-pelosok. “Dari sini saya berani mengatakan tidak benar kalau main musik dan bernyanyi di dunia politik penggemarnya akan pecah. Sebab, musik itu bisa membungkus bukan untuk per pecahan, lagu itu ada energinya,” tegasnya. Mr. Botax yang memiliki fansnya adalah Para Boxy (para botax dan sexy) mengaku senang mengangkat budaya, meng gabungkan antara musik rock dan gamelan atau rock fusion. Genre keseluruhan tetap rock. Ia sudah menciptakan lebih dari 100-an lagu, ada koleksi yang hilang dan ada yang masih. Ia juga mengerjakan lagu-lagu iklan sampai lagu untuk festival tertentu. “Dalam berkarya dan be kerja, saya mengikuti hati. Dalam bekerja saya juga perlu kenya manan,” ujar pemilik motto “Selalu bisa berbuat baik untuk keluarga dan seluruh mahluk hidup di dunia, karena damai itu adalah surga”. -Nina
Mr. Botax dalam acara belajar membuat layangan di Bali TV
T
entu ini kebahagiaan bagi mereka, karena hari itu mereka masing-masing mendapatkan santunan yang diserahkan langsung oleh Guber nur NTB. “Mungkin bagi orang lain uang dan beras ini tidak banyak, tapi bagi kami ini banyak dan sangat membantu. Apalagi sebentar lagi lebaran tiba, se mua harga naik,” ungkap Hasan, salah seorang anggota “pasukan kuning”. Tergopoh-gopoh ia berjalan karena hendak segera pulang untuk mengantar rezeki hari itu kepada istri dan cucu yang tinggal dengannya di lingkungan Gomong Mataram. Keberadaan pasukan kuning ini menjadi bagian penting dari keindahan Kota Mataram yang merupakan ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mereka bertugas menyapu dan membersihkan jalan-jalan protokol hingga jalan-jalan umum lainnya di seluruh Kota Mataram. Dalam sehari jam kerja mulai pukul 05.0007.00 dan pukul 16.00-18.00. Tidak heran, ketika usai shalat subuh, tidak kurang dari 644 orang yang tergabung sebagai pasu kan kuning ini telah siap dengan sapu lidi “menyisir” membersihkan jalan-jalan di Kota Mataram. Menurut Kepala Dinas Kebersihan Kota Mataram, Desy Supriyadi, mereka yang sudah lama tergabung dalam pasukan kuning berstatus sebagai tenaga honorer
daerah dengan gaji Rp 700.000 sebulan. Sementara lainnya yang masih baru adalah tenaga kontrak yang kontraknya selalu diperpanjang setahun sekali. Jasa mereka sungguhlah besar mengingat kebersihan Kota Mataram menjadi tanggung jawab mereka. Karena itulah, selain Pemerintah Kota Mataram yang memberikan perhatian pada mereka ini, juga Pemerintah Provinsi NTB juga memperhatikan mereka. Salah satunya dengan memberikan santunan di bulan Ramadan ini. Dan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Provinsi NTB ber bagi kasih dengan memberikan santunan kepada pasukan kuning ini. Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi memang kerap menggelar acara silaturahmi dengan pasukan kuning setidaknya saat bulan suci Ramadan. Tahun ini, sebanyak 622 pasukan kuning yang terdiri dari 543 petugas kebersihan Kota Mataram, dan 79 petugas kebersihan Provinsi NTB, mendapat santunan uang sebesar Rp 250.000 dan 10 kg beras untuk masing-masing petugas kebersihan. “Atas nama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Mataram, saya meng ucapkan terimakasih kepada bapak ibu semua. Karena berkat bapak ibu semualah, wajah Kota Mataram dan juga Kantor Gubernur serta beberapa tempat-tempat penting dan tempat-tempat pusat peme rintahan di Kota Mataram ini bisa tetap
terjaga kebersihan serta kerapiannya,” kata Gubernur. Dalam sambutannya, Gubernur me nyebutkan bahwa tugas sebagai petugas kebersihan adalah tugas yang tidak kalah penting dengan tugas-tugas lainnya. Gu bernur juga mengapresiasi para petugas kebersihan berusia senja yang masih tetap semangat melaksanakan tugas, dan
menyampaikan harapan kepada mereka untuk terus melaksanakan tugas dengan sepenuh hati. “Mari kita laksanakan tugas yang penting itu dengan sepenuh hati kita. Kita luruskan niat kita bahwa apa yang kita lakukan itu tidak hanya ikhtiar kita untuk kehidupan dunia tapi juga ladang pahala dan ibadah bagi kita,” ujarnya. -Naniek I. Taufan
Nine
20
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Perempuan Penentu Segalanya Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat yang terletak di bagian utara Pulau Lombok adalah salah satu kabupaten yang masih memegang nilai-nilai tradisi dalam kehidupan masyarakatnya. Berbagai aktivitas dan ritual tradisi mewarnai berbagai proses kehidupan masyarakat, seperti kelahiran, perkawinan, kematian hingga upacara-upacara tradisinya.
W
arisan budaya turun-temurun dari masyarakat di sana masih kental dipertahankan. Salah satu wilayah yang masih sangat kuat memegang tradisi-tradisi itu adalah Desa Bayan. “Hampir di semua aspek dalam proses kehidupan masyarakat di sini, masih dilakukan sesuai dengan tradisi dan budaya yang berpegang pada nilai-nilai agama yang dianut masyarakatnya,” ungkap Rianom, tokoh adat Sasak Bayan. Dalam roh tradisi masyarakat Sasak Bayan, terungkap bahwa posisi perempuan menjadi salah satu hal yang memiliki keutamaan. Karena itulah, banyak predikat yang disandangkan pada perempuan untuk menunjukkan bahwa ia memiliki posisi yang dihormati dalam tradisi Sasak Bayan. Misalnya menyebut sebuah ruang khusus dan istimewa dari arsitektur rumah adat Sasak dengan sebutan inan bale yang berarti induk dari rumah tersebut. Inan Bale berdiri kokoh di tengah-tengah rumah adat Sasak yang tingginya menjulang menjelang atap. Inan bale yang terbuat dari kayu ini memiliki enam tiang yang disebut sekenam yang terbuat dari kayu-kayu pilih an. Untuk dapat naik ke atas inan bale, menggunakan tangga atau undak-undak melewati amben beri dan amben beleq yang posisinya bertingkat. ”Sebelum membuat rumah adat Sasak, yang pertama kali dibuat adalah Inan Bale ini. Dan ini menunjukkan betapa istimewanya perempuan dalam adat dan tradisi Sasak,” ujar Rianom. Fungsi dari inan bale ini sebagai tempat menyimpan barang yang dibanggakan dan yang sangat dibutuhkan keluarga, seperti benda keramat atau bersejarah yang tidak boleh dilihat orang lain (umum) selain keluarga. Juga, sebagai tempat menyimpan beras atau logistik lainnya. Pentingnya posisi perempuan dalam masyarakat adat Sasak Bayan juga dapat dilihat pada ritual bisoq meniq atau ritual cuci beras. Sebagai makanan pokok, di Bayan, beras diperlakukan secara khusus oleh masyarakat tradisionalnya. Perlakuan khusus terhadap beras ini dikenal dengan ritual atau upacara bisoq meniq. Kegiatan yang dilakukan masyarakat adat Bayan ini biasanya pada saat-saat
Inan bale ini yakni sebagai tempat menyimpan barang yang dibanggakan dan yang sangat dibutuhkan oleh keluarga
penyelenggaraan pesta alip atau gawe alip yang dilakukan delapan tahun sekali pada tahun alip (setiap delapan tahun sekali yang penyelenggaraannya pada tahun pertama windu tersebut). Selain pada gawe alip, bisoq meniq juga dilakukan pada acara gawe belek (acara-acara tradisional khitanan, perkawinan dan lain-lain) dan pada acara maulid adat. “Selain memiliki posisi penting, perempuan juga paling menentukan terutama dalam tradisi ini,” katanya. Bisoq meniq dilakukan oleh para perempuan yang tidak sedang menstruasi yang dipimpin oleh seorang pemangku adat de ngan julukan inan lokaq atau inan meniq. Dalam ritual ini keberadaan perempuan menjadi penentu yang sangat penting. Seluruh prosesi adat ini dilakukan oleh perempuan. Laki-laki hanya bertindak me nyiapkan jalan menuju lokasi bisoq
meniq agar tidak ada halangan. Inan lokaq/ inan meniq yang seorang perempuan adalah penentu segalagalanya dalam tradisi ini. Para perempuan yang ikut dalam ritual ini sangat menjaga kesakralan tradisi ini dengan benar-benar menjaga beras di junjungannya agar tidak sampai tumpah, apa pun rintangannya. Menurut kepercayaan masyarakat Bayan, jika sampai beras yang dijunjung itu tumpah, maka rezeki akan jauh, umur pendek dan menda patkan ketidakberuntungan. Itulah sebabnya, para perempuan sangat hati-hati menjaga beras yang dijunjungnya agar tidak tumpah. SULING DEWA Selain itu, ada satu lagi peran perempuan adat di Bayan adalah dalam pergelaran ritual seni musik Suling Dewa. Dalam prosesi suling dewa yang ditiup oleh seorang juru
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Inspirasi
Ida Ayu Oka Purnama Wati
5
Merintis Medical Tourism di Bali Indonesia termasuk terlambat dalam mengembangkan medical tourism. Tahun 2009, pemerintah baru mengembangkan program medical tourism, itu pun baru sebatas wellness khususnya spa, untuk menarik minat wisatawan asing ke Indonesia. Padahal, dalam medical tourism, selain program wellness, ada juga program health yang menjadi potensi Indonesia sebagai tujuan destinasi wisatawan asing.
Inane meniq dalam tradisi bisoq meniq
suling laki-laki (tetua/pemangku adat) yang disebut jro gamel, juga menyertakan perempuan sebagai pengiringnya yang dikenal dengan inan gending. Perempuan ini, seorang atau beberapa perempuan yang tugasnya melantunkan irama-irama nyanyian khas lelakaq (nyanyian) secara berirama seperti paduan suara mengikuti irama su ling. Mereka ini fungsinya seperti sinden di Jawa. Ada pula dua penari perempuan yang disebut amaq aki dan inaq ini, yang menarikan tarian Lokoq Sebia, Lembunang Meloang, Pampang Paoq dan beberapa tarian lainnya yang sangat lembut penuh penghayatan diringi gamelan Sasak. Syarat utama menjadi inan gending sebagai penyanyi, serta amaq aki dan inan ini sebagai penari adalah mereka yang dalam keadaan suci tidak sedang menstruasi. Suasana hikmat, sunyi dan serius selalu mewarnai pergelaran seni musik tradisional masyarakat Sasak Bayan ini. Tidak seorang pun melakukan hal-hal yang dianggap tabu selama pertunjukan berlangsung. Para pemusik yang terdiri dari juru suling, sinden hingga penari dan seluruh masyarakat yang menyaksikan pergelaran ini dilingkupi suasana sakral dengan sikap yang santun. Karena fungsi pergelaran yang sakral inilah yang membuat seluruh masyarakat yang hadir dalam pergelaran ini selalu hikmat memainkan peran masing-masing. Pergelaran suling dewa ber awal dari suatu waktu dimana masyarakat Bayan pernah meng alami masa-masa sulit dalam kehidupannya. Menurut Rianom, pada suatu waktu tempo dulu, kemarau panjang, musim panas tidak berkesudahan menimbulkan paceklik bagi masyarakat Bayan di Lombok Utara. Akibatnya kehidupan masyarakat
serba sulit, kelaparan melanda menyengsarakan. Menghadapi situasi kurang menguntungkan bagi masyarakat yang tampaknya tidak berujung ini membuat para tetua dan pemangku adat Bayan, Lombok Utara berkumpul untuk bermusyawarah mencari jalan keluarnya. Hasilnya, mereka bersepakat melakukan matur (memohon petunjuk) de ngan mendekatkan diri kepada Hyang Maha Kuasa, Sang Pencipta dengan melakukan ritual adat taekan lekoq buaq. Kala memohon petunjuk inilah, para tetua dan pemangku adat mendapatkan wangsit/petunjuk bahwa kemarau panjang itu terjadi karena masyarakat telah lupa pada leluhurnya. Petunjuk juga didapatkan bahwa masyarakat harus melakukan ritual yang disebut mendewa sebagai media “komunikasi” masyarakat dengan leluhurnya menggunakan sebuah irama yang keluar dari sebuah alat musik suling. Petunjuk lainnya dalam ritual mendewa ini adalah harus mempergunakan suling khusus, termasuk cara pembuatan dan bahan pembuatan suling sebagai media penyambung komunikasi dengan para leluhur masyarakat Bayan. Lokasi bambu khusus yang akan dipergunakan untuk membuat suling tersebut juga disebutkan dalam petunjuk yang didapat oleh para tetua dan pemangku adat itu yakni di pohon bambu yang tumbuh di wilayah Senaru di kaki Gunung Rinjani. Pohon bambu khusus yang disebut biloq mate (bambu wuluh) ini tidak ditebang dengan cara sembarang an, melainkan harus menggunakan ritual khusus pula semacam “berkomunikasi” meminta izin untuk menebang pohon bambu yang akan dipakai membuat alat musik berupa suling untuk kepentingan masyarakat banyak dalam ritual mendewa. -Naniek I. Taufan
Penari perempuan yang disebut Amaq Aki dan Inaq Ini, yang menarikan tarian Lokoq Sebia, Lembunang Meloang, Pampang Paoq dan beberapa tarian lainnya dalam ritual Suling Dewa
Ida Ayu Oka Purnama Wati
D
emikian dituturkan Ida Ayu Oka Purnama Wati, S.S., M.M., saat Tokoh menemuinya di Bali Royal Hospital (BROS) Kamis (24/7). Menurut perempuan yang selalu ceria dan bersemangat ini, menjadikan Bali sebagai bagian medical tourism ini, adalah wajib. Mengapa? “Karena Bali adalah daerah tujuan wisatawan dunia. Dengan keunggulan ini, wisatawan tak hanya datang ke Bali untuk berwisata, mereka juga dapat menikmati program-program kesehatan yang ditawarkan. “Ini menjadi pemikiran saya sejak dulu. Ketika saya dan kakak membuka klinik Merdeka Medical Centre (MMC), konsep ini sudah ada di benak saya,” tutur Direktur Marketing dan Business Development BROS ini. Ia menuturkan, suatu kebetul an, tahun 2005, ia ikut pameran di Singapura. “Waktu itu, saya mengikuti pameran pariwisata. Dengan menyewa satu stan, selain memajang brosur tentang wedding di Bali, saya juga menaruh buklet tentang klinik saya, MMC. Ternyata, salah seorang pengunjung adalah dokter RS Mount Elizabeth. Dari sang dokter, saya lantas diperkenalkan dengan suaminya yang ternyata adalah CEO Mount Elizabeth, dr. Tan See Leng. Dari beliau saya mendapatkan informasi bahwa, RS tersebut akan mengembangkan sayap ke Asia Tenggara. Pembicaraan sekilas yang berlanjut lewat email dan telepon, terus membekas di hati saya. Tahun 2008, saya mendapatkan informasi, mereka masih fokus untuk pengembangan rumah sakit di India,” tutur istri Ir. Ida Bagus Indrajaya ini. Walaupun sampai sekarang ia mengatakan belum ada kesempatan bertemu muka dengan dr. Tan See Leng, namun, ada kalimat motivasi yang membuatnya sangat bersemangat. “Kamu bangun saja rumah sakit di Bali, nanti kita bicara lagi ke depan.” Kalimat itu
memberikan beberapa kemudah an untuk saudara dan teman, yang paling tidak, bisa sedikit meri ngankan,” kata ibunda Ida Bagus Govinda Indra Karang dan Ida bagus Bianta Indra Karang ini. Sejak berdiri tahun 2010, BROS sudah mendapatkan banyak prestasi, dan tingkat hunian yang terus meningkat. “Astungkara ini berkat kepercayaan masyarakat terhadap BROS,” ucapnya. Selain memiliki 4 layanan unggulan yaitu bayi tabung (IVF), bedah kosmetik, endoscopy, dan neuro surgery, tanpa disadari BROS telah pelan-pelan meng arah ke konsep awal medical tourism. “Di awal, saya berpikir hanya general medical check up yang bisa dijual untuk medical tourism. Teryata melihat dari beberapa negara lain yang lebih dulu mengembangkan medical tourism, hampir semua jenis tindakan atau layanan kesehatan dapat dijadikan ‘bahan jualan’, bahkan bedah jantung, pergantian sendi lutut dan panggul, semua bisa dilakukan dalam medical tourism. Tentu saja yang bersifat elective, bukan yang emergency,” ujarnya. Dengan kelebihan yang dimiliki BROS, ia optimis bisa menyedia-
terus mengiang di telinganya dan membuatnya tanpa menyadari, terus mencari upaya agar ia dapat mendirikan satu rumah sakit yang representatif dan sesuai dengan konsep medical tourism yang Gek Oka menerima “The Best Regional Hospital” dari Health and Wellness Tourism, Stresa - Italia. Europe Business Assembly - UK dicita-citakannya. Bahkan, ia sudah membeli domain dan website usaha biro perjalanan wisata di se- yang bermarkas di UK Inggris. Bali Royal Hospital, walaupun luruh Indonesia dan mancanegara. Organisasi ini tak hanya bergerak rumah sakit belum diwujudkan. Beberapa respons positif didapat dalam bidang jasa kesehatan, tapi Dengan berbagai upaya, de dan mereka tertarik untuk be anggotanya berbagai organisasi ngan bantuan sang kakak yang kerja sama dengan BROS. bisnis di dunia. Ada beberapa juga seorang dokter spesialis Awal Juli lalu, Gek Oka baru kriteria yang dinilai, di antaranya, kandungan yang sangat terkenal di saja datang dari Stresa – Milan, wide medical staff experience, Bali dengan program bayi tabungItalia. Ia mengikuti pertemuan multidisciplinary medical services, nya, dan juga beberapa dokter, World Summit of Leader-Health national and international accreditamereka sepakat untuk memand Wellness Tourism. Dari 200 tion and certification, wide research buat satu rumah partisipan ber- base, high level of medical equipsakit yang sangat bagai negara, ment, favourable patients’ reports, representatif dan Gek Oka ber effectiveness and efficiency, focus mengacu pada kesempatan on patients and their satisfaction, k e n y a m a n a n menyampai- safety of treatment processes. seperti hunian kan presentasi BROS sebagai wakil Indonesia hotel. Dengan dan mencoba juga dinominasikan sebagai Leadbantuan suami berbagi peng ing Healthcare Provider bersama nya yang seorang alaman tentang Dubai, India, dan Macedonia. arsitek, tahun pengembang Prestasi ini tentu memacu se2010, bangunan an serta ken- mangat manajemen BROS untuk BROS berdiri dala pengem- terus meningkatkan pelayanan megah, rumah bangan medi- dan memberikan yang terbaik sakit dengan cal tourism di bagi pasien. Penghargaan ini konsep hunian Indonesia, dan merupakan hadiah istimewa bagi hotel diresmiBali khususnya. BROS yang merayakan ulang takan pada 17 Juli “Saya sampai hunnya yang ke-4, 17 Juli 2014. 2010. kan ada bebe Sedangkan untuk pengembang G e d u n g rapa hal yang an BROS ke depan, akan segera Gek Oka saat presentasi di World Summit of Leader BROS sangat ismembuat me dibuka klinik BROS di satu resort timewa, tidak saja dari bentuk kan layanan kesehatan tersebut. dical tourism di Indonesia belum di kawasan pantai Canggu. Hal ini bangunan yang seperti hotel, “Misalnya, bedah kosmetik. Sam- mampu berkembang dan bersaing dilakukan, untuk terus mengenalnamun, pemilihan warna juga sa bil berwisata, mereka bisa meng dengan negara lain, di antaranya kan BROS kepada masyarakat luas ngat diperhatikan. Ada tiga warna ubah atau mengoreksi bentuk kurangnya penguasaan bahasa dan dunia pariwisata. “Semoga BROS yang memiliki arti khusus hidung, kelopak mata, payudara, asing bagi tenaga kesehatan, tahun ini bisa terwujud,” ujarnya. yaitu warna hijau yang menanda- perut, dll. Mereka hanya butuh tingginya pajak impor alat-alat Menyinggung keberadaan kan kehidupan, warna emas yang waktu beberapa hari di rumah kesehatan, impor obat, bahan- beberapa rumah sakit swasta di berarti warna kemenangan, dan sakit, sisanya bisa tetap menikmati bahan/implant yang dikategorikan Bali, Gek Oka mengatakan, tak warna merah marun menandakan wisata di Bali,” imbuhnya. barang mewah yang berujung membuat mereka bersaing. Juskemewahan. Saat ini, BROS sudah bekerja pada harga, sehingga menyebab- tru, masing-masing rumah sakit Menurut Gek Oka, begitu sama dengan ABA Australia untuk kan harga kita sulit bersaing swasta memiliki keunggulan dan perempuan ini akrab disapa, bisnis bedah kosmetik dan dan agency dengan negara tetangga seperti saling melengkapi. “Kami memrumah sakit merupakan investasi dari Hongkong untuk program Malaysia, Singapura, Thailand, In- bentuk satu forum komunikasi jangka panjang. Artinya, hasilnya bayi tabung. Untuk pengembang dia dan Vietnam,” katanya. RS Swasta di Denpasar yang rutak terlihat dalam waktu yang an bisnis ke depan, BROS sudah Dalam kesempatan itu pula, tin menggelar pertemuan untuk dekat. Ia menegaskan, memiliki membuat beberapa gebrakan. Gek Oka mewakili BROS me membahas segala sesuatu yang rumah sakit memberinya kesem Dalam acara Bali Beyond Travel nerima penghargaan sebagai The berkaitan keberadaan rumah sakit patan manyama braya. “Paling Forum, BROS mencoba ber- Best Regional Hospital yang diberi- swasta di Denpasar,” kata Gek tidak saya bisa membantu atau bagi informasi dengan para pelaku kan oleh Europe Business Assembly Oka. –Wirati Astiti
6
Woman on Top
AKP Nuraini
“Polisi” bagi Diri Sendiri Berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya di Kota Mataram dan sekitarnya, AKP Nuraini, Kasat Binmas Polres Mataram, seperti tidak kenal lelah. Rajin turun lapangan, polisi yang mengawali kariernya sebagai bintara tahun 1984 ini, kerap terlihat di jalanjalan di wilayah Polres Kota Mataram, khususnya di pusat-pusat keramaian. Ia seperti ada di mana-mana, di terminal Mandalika, di jalan-jalan protokol, di pusat-pusat perbelan jaan, hingga ke kos-kosan, ia menjalani tugasnya untuk memberikan pembinaan, imbauanimbauan dan penyuluhan kamtibmas kepada masyarakat.
S
uaranya juga kerap terdengar lewat mikrofon dan pengeras suara yang selalu dibawanya ke mana-mana. Dari dalam mobil Binmas Polres Mataram, suara Nuraini bisa di dengar, baik di pagi hari maupun di waktu lain. Mikrofon dan pengeras suara serta selebaran juga pamplet menjadi bekalnya untuk mendekati masyarakat. Meski masih banyak masyarakat yang mengacuhkan selebaran berupa imbauan kamtibmas yang dibagikannya, ia tidak pernah patah semangat untuk memberikan dan menyebarkan selebaran penting itu. “Saya tidak akan berhenti memberikan dan menyebarkan selebaran imbauan kamtibmas sampai masyarakat benar-benar mau membaca dan memahami isi imbauan itu karena itu adalah sesuatu yang penting bagi kamtibmas maupun bagi diri warga itu sendiri,” ungkap AKP Nuraini yang kerap melihat masih ada yang merobek imbauan-imbauan itu. Kegigihan Nuraini dalam melaksanakan tugasnya terlihat ketika ham-
pir tiap hari ia bisa dijumpai tengah di lapangan terutama pada waktu “sibuk” seperti saat berjalannya proses pemilihan legislatif dan pemilihan presiden lalu. Semua tahapan proses pesta demokrasi itu, mulai dari per-
siapan, kampanye, masa tenang dan pemungutan suara, ia sibuk mengimbau dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama polisi memelihara kamtibmas. Ia masuk dan mendatangi warga memberikan imbauan untuk
tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas juga mengganggu jalannya proses demokrasi itu. Ia juga mendatangi para relawan dan pendukung pasangan calon, legislatif maupun presiden. “Kami imbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak menjadi golput serta kepada relawan agar tidak melakukan money politic,” katanya. Bersama delapan orang anggotanya, ia bergantian memberikan imbauan lewat pengeras suara. Dalam hal-hal tertentu khususnya topik yang berbau politik di masa pesta demokrasi berlangsung, ia kerap mengambil sendiri tugas untuk memberikan imbauan agar semua hal berjalan dengan tepat. Semua itu dilakukannya sebagai upaya pencegahan sebelum terjadinya gangguan kamtibmas. Kesibukan itu berlanjut juga saat ini ketika kegiatan masyarakat yang meningkat di bulan Ramadan dan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Hampir pasti ia selalu terlihat berada di lapangan. “Saya mengajak masyarakat untuk bisa menjadi ‘polisi’ bagi diri sendiri
AKP Nuraini saat memberikan imbauan kepada penjual kembang api
Sudut Pandang
28 juli - 3 Agustus 2014
28 juli - 3 Agustus 2014
19
Silaturahmi Bangun Interaksi Sosial AKP Nuraini
untuk menjaga keselamatan diri dan keluarganya, harta benda serta lingkungannya,” katanya tentang tugas pencegahan/preemtif yang tengah dilaksanakannya itu. Saat ini, Nuraini tengah disibukkan dengan Operasi Ketupat 2014, mengawal, melayani dan pengamankan warga baik yang beraktivitas selama bulan Ramadan maupun aktivitas menjelang Idul Fitri maupun yang mudik. Ibu dari dua orang anak yang asli Lombok Tengah namun sebelumnya banyak bertugas di luar NTB ini, juga rajin ke bank-bank di wilayah hukum Polres Mataram untuk memberikan pamplet berisi imbauan agar nasabah yang melakukan penarikan uang dalam jumlah yang banyak agar meminta pengawalan sekuriti atau polisi, tanpa dipungut biaya. Semua kesibukan ini dijalaninya dengan penuh tanggung jawab. Ia tidak berat melakukan tugas ini karena sebelumnya ia telah terbiasa bertugas di lapangan, seperti pernah menjadi intel dan juga tugas yang sama seperti saat ini ketika ber tugas di Polwil Kediri, Polres Blitar, Polda Papua, Polres Jayapura hingga akhirnya tahun 2011 ia bertugas di daerah kelahirannya Nusa Tenggara Barat. -Naniek I. Taufan
Dalam tradisi adat budaya dan agama, ber bagai cara dilakukan untuk menjalin silatur ahmi. Bagi masing-masing umat, silaturahmi sangat diperlukan dan rutin dilakukan untuk menjaga kerukunan baik antar keluarga mau pun dengan sesamanya.
S
ilaturahmi dikenal di semua agama. Namun, kemungkinan di tiap-tiap agama, makna dan filosofinya berbedabeda. “Islam sangat menganjur kan silaturahmi,” ungkap H. Zulkarnain Nasution, Lc., Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Hal ini mengacu pada surat (QS An-nisa) 4: 1 yang berbunyi “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (pelihara) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dari QS An-nisa tersebut, Zulkarnain menarik kesimpulan bahwa manusia tercipta dari satu sumber, dan karenanya harus saling merajut hubungan. Nabi Muhammad pun menganjurkan hal yang sama. Dari konsep Hadis Nabi dikatakan, jika memutuskan silaturahmi sama dengan tidak beriman dengan Allah. “Jadi, silaturahmi ini penting kaitannya dengan iman,” tegas Sekretaris Forum Ukhwah Islamiyah, Bali ini. Secara etimologi, silahturahmi
berasal dari dua kosakata, “silah” dan “rahmi”. Kata “silah” berasal dari kata kerja “wasala” yang kemudian menjadi “yasilu”, dan berubah menjadi kata benda “silah”. Artinya, menyambung/ menjalin kembali. Rahmi berasal dari kata “rahim”, yakni tempat janin, tempat asal umat dilahirkan, sebagai simbol kasih sayang. Istilah silaturahmi (bahasa Arab), di Indonesia dibudayakan dengan menjalin kembali hubungan kekeluargaan yang senasab (seketurunan). Dalam praktik silaturahmi, dua arah harus saling mengerti. Orang yang bersilaturahmi dan orang yang menerimanya harus seban ding. “Penerima harus memuliakan tamunya. Itu konsep yang diberikan Nabi,” tegas wakil ketua KNPI Provinsi Bali ini. Nabi juga bercerita, bahwa manfaat silaturahmi menambah panjang umur dan menambah rezeki. Panjang umur dijelaskan Zulkarnain dalam artian, ketika silaturahmi, kita bisa bertemu keluarga atau teman, saling tersenyum, menghilangkan kekesalan, penat, bisa tertawa-tawa, apalagi disambut baik tuan rumahnya, yang dari konsep kesehatan, tentunya ini membawa dampak positif. Manfaat lain, menambah rezeki. Dalam hal ini, rezeki bukan dalam bentuk langsung. Namun, dengan bertemu dan bertukar in-
dr. Debora
H. Zulkarnain Nasution, Lc
formasi, nantinya bisa menghasilkan uang/rezeki. Informasi paling bermanfaat. Konsep silaturahmi ini menjadi dasar membangun interaksi sosial. Silaturahmi tak pandang waktu, dalam artian tak ada keharusan melakukannya pada waktu tertentu saja. Namun, ada kebiasaan kaum Muslim bersilaturahmi pada bulan Ramadan, bulan pengampunan dari Allah. “Pada bulan suci Ramadan, selain pengampunan dari Allah, kaum Muslim juga meminta pengampunan dari orang-orang yang selama ini diajak berhubungan. Supaya hubungan vertikal (ke Tuhan) dan horizontal (ke manusia) seimbang, diampuni Allah dan manusia,” papar Zulkarnain. Karena itu pula, karyawan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali ini mengatakan mengapa menjelang Idul Fitri, kaum Muslim bela-belain mudik untuk menjumpai sanak keluar ga. Bersilaturahmi dan meminta maaf kepada keluarga, terutama
orangtua sangatlah penting. Ini istilahnya silaturahmi mudik. Bentuknya multimanfaat, spiritual, permintaan maaf, syukur, dan minta keberkahan dari orangtua. “Karena dalam Islam, ridho orangtua merupakan ridho Allah. Inilah yang dicari mudik,” tegasnya. Dalam bersilaturahmi langsung, biasanya ada mushafahah (bersalaman). Dengan bersalaman ini akan terasa aura positif-negatif yang mengalir, selain nilai persahabatan yang lebih terasa. Makna mushafahah, membuka kembali lembaran baru yang lama tertinggal, untuk buka lembar hidup ke depannya. Dalam silaturahmi multimakna ini, Zulkarnain ingin memutus anggapan bahwa tujuan mudik hanya mengantarkan keberhasilan kepada keluarga. Namun, yang lebih penting daripada itu adalah mudik untuk mendapatkan doa dan keberkahan dari orangtua agar hidup jadi bertambah sukses. Jika tak memungkinkan mudik untuk bertemu langsung, bentuk silaturahmi bisa dengan mengirimkan salam, memberikan kabar, bersurat, menelepon, mengirimkan sms, video call, atau dengan media lain. Namun realitanya, banyak umat yang memaksakan bersilaturahmi dengan berhutang. “Ini sudah dalam konsep memberatkan diri, sehingga silaturahmi justru membawa beban. Buat konsep silaturahmi sesederhana mungkin. Karena, konsep silaturahmi yang sebenarnya adalah untuk mencapai kesempurnaan,” tungkasnya.
Rasa Saling Memiliki Pada Hari Raya Galungan, ada keluarga umat Hindu yang melaksanakan ngejot dan membawa punjung atau soda ke beberapa keluarga lainnya termasuk ke rumah asal seorang ibu kandung. “Ini tujuannya mempererat hubungan kekerabatan. Bukan hanya itu, dalam arti yang lebih luas lagi, umat Hindu juga ngejot untuk tetanggannya,” ungkap Dr. Dra. Ida Ayu Tari Puspa, S.Ag, M.Par., dosen IHDN Denpasar Sedangkan saat Umanis Galungan, atau sehari setelah Hari Raya Galungan, juga akan terlihat suasana saling berkunjung ke rumah sanak keluarga dan kerabat. Kondisi ini umumnya lebih jelas tergambar di daerah perdesaan dibandingkan dengan di perkotaan. Setelah bersilaturahmi, umat Hindu biasanya berekreasi ke berbagai objek wisata. “Yang juga sering dilaksanakan umat Hindu adalah Dharma Shanti, bukan hanya oleh instansi tapi juga desa atau lembaga lainnya. Pada saat itulah satu sama lainnya saling memaafkan.
Khusus untuk instansi, umumnya melalui Dharma Santhi ini diharapkan tumbuhnya kebesaran hati di antara karyawan untuk saling memaafkan atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja sehingga mampu mempererat tali persaudaraan yang tulus dari dalam lubuk hati masingmasing. Begitu juga dilakukan di lingkungan keluarga, teman dan sahabat,” ujar Dayu Tary. Kegiatan silaturahmi juga bisa dilakukan saat berkumpulnya keluarga seperti saat adanya upacara perkawinan atau kegiatan umat Hindu lainnya. Apapun kesempatan atau kegiatan yang digunakan sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan termasuk silaturahmi. Intinya, kata Dayu Tari dalam silaturahmi tersebut ada rasa saling memiliki dalam hubungan kekeluargaan atau persaudaraan sebagaimana setiap orang memilikinya sebagai sebuah modal sosial dalam mempererat penyamabrayaan. –Sri Ardhini
SILATURAHMI KAPAN PUN Menurut Pendeta Eka Wiradarma, makna silaturahmi bagi umat Buddha adalah untuk menjaga kerukunan antar keluarga dan umat beragama. Ia menilai, silaturahmi tidak hanya harus dilakukan saat hari raya, namun, kebersamaan dalam menjaga kerukunan harus terus dilakukan kapan saja. Menurutnya, yang paling sering terlihat umat Buddha bersilaturahmi saat perayaan Tahun Baru Imlek. “Kami saling mengunjungi keluar ga, teman, handai taulan untuk
bersilaturahmi dan saling maaf memaafkan,” ujarnya. Ia mengatakan, saat silaturah mi menjadi sangat indah dan meriah karena ada jamuan makanan melengkapi perayaan Tahun Baru Imlek. “Umat menyambut perayaan Tahun Baru dengan gembira dan memohon semoga tahun yang baru membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi kita semua. Kami saling meng unjungi untuk tetap menjalin silaturahmi,” tuturnya. Begitu juga saat perayaan Hari Besar Waisak. Umat Buddha bertemu di wihara selain melakukan doa juga saling maaf memaafkan. Karena pada intinya, kata Pendeta Eka Wiradarma, silaturahmi adalah menjaga kerukunan dan persaudaraan. Bagi umat Kristiani, acara silaturahmi juga kerap dilakukan. Menurut Ketua Umum Persekutuan Wanita Gereja Bali Dian Kristawati, dr. Luh Debora Murthy, saat hari besar Paskah memperingati hari kematian dan kebangkitan Yesus Kristus mereka setelah berdoa di gereja langsung ziarah ke kuburan. Di sanalah mereka bertemu sanak keluarga dan kerabat. “Di kuburan saat ziarah, kami juga bersilaturahmi bertemu dengan keluarga besar atau teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Kami sama-sama berziarah ke anggota keluarga yang sudah meninggal,” kata dr. Debora. Begitu juga saat Hari Natal dalam peringatan Kelahiran Yesus Kristus, umat Kristiani bertemu bersilaturahmi saling maaf memaafkan. “Karena rumah saya dekat dengan gereja saya berjalan kaki menuju gereja. Biasanya mampir ke sana kemari sekalian silaturahmi dengan para tetangga, teman, dan keluarga. Tidak dikhususkan membawa antaran, tapi lebih difokuskan kunjungan untuk tetap menjalin kasih saying,” kata dr. Debora. Silaturahmi lebih bermakna kepada menjaga dan menjalin kasih sayang antara umat. “Saat mampir ke rumah-rumah tetangga menuju gereja, ada suguhan kopi dan kue khas yakni kaliadrem. Kami sambil mengobrol akrab sembari menikmati sajian istimewa ini, yang memang disajikan saat hari raya Natal. Kalau tidak hari raya, tentu kita tidak bisa berkumpul bersama dengan kesibukan masing-masing,” ucapnya. Setelah Natal keesokan harinya ada yang disebut hari anak Sidhi, yakni untuk hari pembaptisan. “Biasanya kami datang ke sana untuk menengok anak yang dibaptis. Dengan datang ke acara-acara tersebut sebagai salah satu cara kami untuk tetap menjalin silaturahmi kerukun an umat beragama,” kata dr. Debora. -Inten Indrawati/Wirati Astiti
Kreasi
18
28 juli - 3 Agustus 2014
Kesan Pertama Begitu Menggoda Sebuah band yang memainkan kombinasi musik modern dan tradisional Bali eksis di Jakarta. Personilnya gabungan dari anakanak muda yang berasal dari luar Jakarta. Band ini bernama Alam Dewata Band (ADB). Hasil olah kreasi mereka sudah di wujudkan dalam mini album.
A
Story
7
Menghantam Batu Menumpahkan Kegetiran Hidup Aliran Kronik
lam Dewata Band terbentuk 7 Maret 2004. Awalnya ber mula dari adanya festival band “Fiesta Sepadu” yang diadakan SMUN 1 Bekasi di Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi. “Saya bersama saudara saya (Dek Budi /Rhythm Guitar & vokal 2) mencoba membuat formasi band. Singkat cerita, setelah formasi band terbentuk, kami merasa belum puas, kami ingin tampil beda dalam festival tersebut, kami ingin memiliki aliran musik yang kami namakan Kronik, yakni Kolaborasi, Rock-Honey, Pop &
Life
28 juli - 3 Agustus 2014
Etnik. Kami pun mengajak serta paman-paman kami yang berpro fesi sebagai penabuh gamelan Bali untuk ikut menggarap atau meng aransemen ulang lagu “Ogoh – Ogoh” yang dipopulerkan Okid Kres dan Yan Bero, sebagai lagu kolaborasi pertama kami. ADB yang semua personilnya berlatih musik secara otodidak, meraih juara ke-3 (dari 10 peserta) dalam festival tersebut,” ungkap I Wayan Agus Sumarjaya, vokalis ADB. Sejak itu, ADB mulai dikenal di kalangan umat Hindu dan warga Bali di Jakarta dan komunitas lainnya. Mereka yang mendengar
atau menonton ADB menilai nu ansa gamelan membawa khayal nya mereka melayang ke Bali. Pria yang akrab disapa Wayan Agus ini menuturkan ADB pun kerap pentas di Jakarta, mulai dari acara Dharma Shanti Nyepi, Malam Sastra, pentas seni, hingga gathering. Formasi yang mereka tampilkan tetap kolaborasi antara musik modern dengan gamelan Bali. Namun, kadang pemainnya yang berganti-ganti. Saat tampil di gathering dan buka puasa bersama di Hotel Sul tan Jakarta, mereka menampil kan penabuh-penabuh cilik. “Kami ingin menyalurkan minat bermusik mereka dan suatu saat bisa menjadi generasi penerus kami. Kaderisasi atau regenerasi untuk melestarikan seni budaya Bali itu sangat perlu, rencana membentuk ADB Jr sudah terlin tas dalam benak kami. Seni bu daya harus dikenalkan sejak usia dini, agar tidak terlambat seperti kami. Seni membuat jiwa menjadi damai. Namun itu semua perlu
proses, tidak semudah memba likkan telapak tangan, dan karena kami menyadari, suatu saat kami akan tua, dan sebelum hal itu terjadi, kami harus mentransfer apa yang kami ketahui kepada junior,” ujar Agus. Ia menambahkan, ADB baru membuat mini album (4 lagu & 1 instrumental), dan membuat 1 video klip (Kangen Bali) yang sudah tayang di Bali TV sejak tanggal 22 Juli lalu. Target ADB ke depan menurut Agus sebe narnya banyak sekali. Namun, untuk jangka pendeknya, mereka ingin fokus berkarya terus untuk membuat full album, membuat video klip lagi dan berusaha tampil lebih baik lagi untuk menghibur timpal-timpal ADB kapan pun dan dimana pun berada. “Harapan ADB buat pengge mar musik Bali di tanah rantau, agar tetap jaga semangatnya un tuk tidak melupakan seni budaya warisan leluhur yang adiluhur, tidak lupa jati diri, tidak lupa ba hasa ibu. Tetap dukung karya cipta
para musisi/seniman Bali dengan tidak membeli CD/VCD/DVD ba jakan, serta terus adakan kegiatan pentas seni atau event yang dapat melestarikan seni budaya Bali. Jangan sampai gempuran budaya asing menenggelamkan budaya asli Nusantara. Serap sisi positif nya, akulturasikan, kolaborasikan, campur-adukkan, agar nuansanya bisa diterima generasi muda yang bergaya hidup modern. Libat kan para generasi muda yang masih cuek dan tak peduli ter hadap musik Bali, agar terbiasa mend engar, terbiasa melihat, sehingga kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah dia,” tegasnya. NGULIK Mengenai impian, ADB ingin punya full album, membuat video klip untuk semua lagu ADB di tempat-tempat yang belum per nah disinggahi sebelumnya, punya seperangkat alat musik modern dan tradisional yang lengkap (bukan hanya etnik Bali), punya studio rekaman sendiri, tampil di berbagai tempat yang berbeda. Mereka juga ingin bertemu de ngan timpal-timpal baru, mempe rbaiki diri, menginspirasi banyak orang, dan masih banyak lagi. Ketika ditanya bagaimana mengatur waktu latihan, Agus mengakui ini masalah utaman ya. Sejak band ini terbentuk, sebenarnya mereka ingin men jadwalkan latihan rutin seminggu minimal 2 – 3 kali, entah itu untuk melemaskan jari-jari tangan, ngulik (mencari chord/kunci) lagu-lagu yang sedang hits saat ini untuk menghibur diri, mengaranse men ulang lagu lama atau ngejam bareng untuk menemukan nada-nada baru. Namun, hingga saat ini, ren cana itu hanya menjadi sebuah teori saja, karena pada kenyataan nya, masing-masing dari 11 per sonil (band dan penabuh) memiliki kesibukan, yang jam kerjanya tidak sama & hari liburnya tidak sama. Saat tanggal merah pun, sebagian dari mereka tetap bekerja. Seh ingga ujung-ujungnya, seminggu sebelum pentas atau bahkan H-1 baru kelabakan. Meskipun kon disinya demikian, namun ADB tetap berusaha tampil semaksi mal mungkin dan seprofesional mungkin. –Ngurah Budi
Usianya baru menginjak 19 tahun ketika ia tersadar bahwa kini ia telah memikul beban berat. Tanggung jawabnya untuk membesarkan dua orang anak yang masih kecil-kecil, setelah ditinggal pergi suaminya. Menikah di usia dini sesungguhnya tidak pernah terbayangkan oleh Hadijah (bukan nama sebenarnya). Namun, karena kebanyakan gadis di kampungnya menikah muda, membuat ia tidak dapat menolak saat dipinang lakilaki yang telah beristri dua.
H
idup dalam kelu arga miskin sejak lahir, ia seper ti tidak dapat menolak takdirnya untuk keluar dari beban keluarga dengan me nikah muda. Apa hendak dikata, pernikahannya hanya berlangsung empat tahun karena lelaki itu meninggalkannya untuk menikah untuk keempat kalinya. Tubuh Hadijah basah kuyup, kakinya penuh lumpur. Di atas kepalanya ia menjunjung bakul berisi pasir seberat lebih dari 15 kilogram. Air dari bakul itu me netes deras membasahi wajahnya ketika tubuh kecilnya bersusah payah turun naik sungai untuk mengeruk pasir di dasar sungai. Inilah keseharian Hadijah, si pen gumpul pasir dari sebuah sungai di Pulau Lombok, NTB. Di sinilah ia mencari nafkah untuk menghidupi kedua anaknya yang baru beru sia tiga dan satu tahun. Selain mengambil pasir dari dasar su ngai, ia juga mengumpulkan batu untuk dipecah-pecah. Tangannya kuat memukulkan palu sekeraskerasnya hingga batu tersebut hancur berkeping-keping. Saat palu menghantam batu, ia seperti tengah menumpahkan kegetiran hidupnya. Belum lagi matahari benar-be nar bersinar, tiap pagi ia bersama ratusan orang yang juga menggan tungkan hidup sebagai pengumpul pasir, memadati sungai itu. Seperti halnya Hadijah, mereka adalah para penambang tradisional yang sudah turun temurun menggeluti pekerjaan ini. Di sungai itu sejak pukul 06.00 hingga 18.00, selama dua belas jam, bekerja tiada hentihentinya menyelam timbul dan tenggelam mengais rezeki dari butir-butir pasir, batu dan kerikil. Mereka dikenal sebagai penam bang pasir, batu dan kerikil yang dipakai sebagai bahan bangunan. Truk-truk yang datang dari berbagai daerah di Lombok antri, datang dan pergi tiap saat,
Sungai menjadi tempat Hadijah menggantungkan hidupnya bekerja demi anak-anaknya.
mengangkut hasil tambang mereka dengan meninggalkan beberapa lembar uang ribuan bagi penam bang kecil yang hanya mampu mengumpulkan beberapa bakul kecil pasir, batu, batu yang dipecah atau pun kerikil. Tidak banyak memang hasil yang diperoleh para penambang ini setiap harinya. “Se tiap dua hari sekali batu pecahan saya diambil 10 bakul dan dibayar
murah,” kata Hadijah. Para penambang di sini men gaku, mengikuti syarat dan ke tentuan dari pemerintah seperti, antara lain, tidak boleh menam bang melewati 10 meter dari sisi bendungan dan jangan sampai merusak untuk menjaga agar tidak terjadi erosi. Para penambang ini mengaku mentaati setiap pera turan tersebut karena hal ini se
mua demi kelangsungan tambang yang selama ini telah menghidupi mereka dan keluarganya. “Kalau tidak taat aturan, sungai rusak dan kami tidak bisa cari makan lagi,” kata Hadijah yang rupanya tiap hari bekerja selalu membawa kedua anaknya. Kedua anak ini patuh menanti ibu mereka ketika harus turun ke sungai mereka menanti di depan tumpukan pasir
dan batu kerikil yang dikumpulkan ibunya. “Saya selalu membawa mereka karena di rumah tidak ada yang menjaga, orangtua saya juga bekerja di sini,” katanya sambil menyuapkan makan siang untuk kedua anaknya. Saat datang be kerja, ia memang telah menyiap kan makan siang menu seadanya untuk kedua buah hatinya itu. –Naniek I. Taufan
Tidur di Pinggir Sungai Saat ditanya tentang suaminya, ia tersenyum saja. Tampak rasa tak suka ia perlihatkan. Sepertinya ia tidak lagi ingin mengingat lelaki yang telah me ninggalkannya begitu saja. “Biarkan dia pergi, mungkin sudah mati,” jawabnya ketus. Tengah hari telah tiba, waktunya ia beristirahat. Beberapa saat kemudian ia membaringkan dan mengipas-kipas kedua anaknya agar mereka tertidur. Di tempatnya bekerja ini, di pinggiran sungai yang cukup besar, ia sengaja membuat tempat peristirahatan seder hana dari kayu-kayu yang dibuatnya seperti huma. Di lantai tanah itu, ia gelar tikar untuk tempat tidur bagi anak-anaknya. Setelah mengganti pakaiannya yang basah, sambil berbincang, ia menyusui anaknya yang masih kecil sembari mengelus anak pertamanya. Tak lama kemudian keduanya tertidur dan ia melanjutkan pekerjaannya. Di bawah terik panas matahari, ia menggenggam kuat palu baja, menghantam-hantam kanya ke satu persatu batu yang sudah dikumpulkannya. Sekuat tenaga. Batu pecah berkeping-keping. Irama hantaman palu dari para pekerja di sini, bagai irama ke hidupan keras yang rata-rata mereka jalani. Suara riuh palu-palu para pekerja tidak mengusik kedua bocah yang tertidur pulas ini. “Mereka sudah terbiasa mendengar suara gaduh di sini sejak bayi,” ujarnya tersenyum. Hadijah tengah asyik memecah batu ketika sebuah truk datang. Wajahnya sumringah. Truk datang berarti hendak membeli pasir atau pecahan batu. “Mudah-mudahan mereka ke sini,” katanya pelan. Benar saja, ia beruntung, supir truk mendatanginya dan
membeli semua pasir miliknya. “Lumayan hari ini dapat banyak,” katanya tanpa mau merinci berapa ia dibayar. Hasil tambang berupa batu, pasir, kerikil dan batu pecahan, biasanya dijual sendiri oleh para penambang. Biasanya juga hasil tambang tersebut tidak menumpuk apa lagi menggunung karena selalu laku terjual. Tetapi di beberapa sisi sungai terlihat ada pasir, kerikil, batu atau pun batu pecahan yang menggunung. “Itu milik agen besar,” ungkap Hadijah. Agen ini biasanya menerima hasil tambang dari para penambang tersebut setiap harinya. Bagi mereka yang menjual sendiri hasil tambangnya bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan namun setiap harinya tidak pasti terjual. Tapi bagi mereka yang menjual lewat agen, setiap hari dapat mendapatkan bayaran namun teramat mu rah. “Saya mencoba menjualnya sendiri dulu, kalau tidak laku, barulah sore harinya saya jual ke sana,” katanya sambil menunjuk tum pukan pasir dan pecahan batu yang meng gunung agak jauh dari lokasinya bekerja. Berbekal tanggung jawab menghidupi kedua anak yang ditinggalkan suaminya itu, Hadijah tidak lagi memilih pekerjaan apa yang harus ia kerjakan. Asal dapat memberi sesuap nasi bagi keduanya, ia rela mengayun palu dan basah kuyub sepanjang hari. Tok…tok…tok…irama palu membentur batu jadi kesehariannya. Tampak benar beban hidup perempuan pemecah batu ini. Hantaman palu bertalu-talu mengisi lamunan pada masa depan kedua anaknya kelak. Sungguh, inilah kisah perempuan tegar si pemecah batu. Tiap hari diisi dengan harapan semoga hari ini ada truk parkir tepat di depannya dan segera mengangkut pecahan-pecahan batu dan pasir hasil kerja kerasnya hari ini. -Naniek I. Taufan
8
Bunda & Ananda
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Mengatur Pola Tidur Anak Narendra yang saat ini duduk di kelas IV SD swasta di Denpasar, mempunyai kebiasaan buruk yaitu selalu terlambat bangun pagi hari di saat akan sekolah. Kebiasaan ini dikarenakan Narendra tidur lebih malam sehabis menonton serial televisi yang lagi digemarinya saat ini. Tiap pagi, orangtua Narendra harus bersusah-payah membangunkannya untuk bersiap ke sekolah. Wajahnya masih terlihat mengantuk dan tidak bersemangat untuk ke sekolah. Kejadian seperti ini mungkin banyak dialami oleh anak-anak sekarang ini. Apakah Narendra kurang tidur? AA Ngurah Gede Dharmayuda
D
okter AA Ngurah Gede Dharmayuda menjelaskan, secara teori kuantitas tidur adalah jumlah kebutuhan tidur manusia yang biasanya dijelaskan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menjalani aktivitas tidur dalam satu hari untuk memulihkan kondisi individu tersebut. Kebutuhan tidur pada manusia bergantung pada tingkat perkembangan. Kuantitas tidur dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya penyakit, latihan dan kelelahan, stres, obat, nutrisi, lingkungan dan motivasi. Gangguan tidur sebagai kebutuhan fisiologis dasar manusia terjadi secara alami dengan fungsi fisiologis dan psikologis yang melekat merupakan suatu proses perbaikan tubuh. Secara umum, Kepala Puskesmas I Denpasar Selatan ini mengatakan, waktu tidur anak-anak tidak akan jauh berbeda dengan dewasa. Jumlah jam tidur sangat dipengaruhi umur. Semakin bertambah usia akan diikuti dengan berkurangnya jam tidur. Bayi berumur 0-1 tahun memiliki waktu tidur 14-15 jam yang terdiri dari 8 jam tidur malam, dan 6-7 jam tidur siang. Batita (1- 3 tahun), waktu tidurnya 12-14 jam, ter-
bagi atas 11 jam tidur malam, dan 2-3 jam di siang hari. Usia prasekolah 4-6 tahun memiliki waktu tidur 11-13 jam, yakni 10-11 jam tidur malam, dan 2 jam di siang hari. Usia sekolah 7-12 tahun, waktu tidurnya adalah 10-11 jam, terdiri dari 8-9 jam tidur malam, dan 2 jam di siang hari. Bila jumlah tidur anak tidak mencapai jumlah tersebut, dapat dikatakan kualitas tidur anak akan menurun. Gangguan tidur pada anak merupakan keadaan dimana individu meng alami suatu perubahan dalam kuantitas dan kualitas pola tidur yang menyebabkan rasa tidak nyaman atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan. Ganguan tidur pada anak jika tidak segera ditangani akan berdampak serius dan akan menjadi gangguan tidur yang kronis secara fisiologis, jika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup untuk mempertahankan kesehatan tubuh dapat menurun. Tidur yang terganggu dapat menurunkan kadar sel darah putih dalam tubuh. Dengan begitu, aktivitas sistem daya tubuhnya pun akan ikut menurun. Dampaknya, anak bisa jadi tidak bergairah lagi untuk tidur, padahal mungkin pada saat itu, kebutuhan tidurnya belum tercukupi.
Beberapa tips yang harus dilakukan orangtua dalam memperbaiki pola tidur anak - Luangkan waktu untuk bersama anak. Kebersamaan anak dengan orangtua akan memberikan rasa ketenangan bagi anak. Rancanglah juga aktivitas yg berkualitas bersamanya dengan melakukan berbagai permainan yang bisa menstimulasi berbagai kemampuan dan keterampilannya. - Pola tidur siang juga sebaiknya mulai dibenahi. Cukup paling lama 2 jam, dan bila sudah lebih dari 2 jam harus dibangunkan. - Sebaiknya anak tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan pada sore hari menjelang waktu tidur agar tak sering kaget saat tidur. - Saat menjelang tidur, kondisikan semua rumah bahwa saat itu adalah saatnya tidur. Matikan lampu-lampu, televisi, dan buatlah suasana menjadi tenang. - Memandikan si kecil dengan air hangat, memijat lembut dan melakukan aktivitas tenang seperti membaca dongeng, meninabobokan atau memperdengarkan musik tenang sebelum menidurkannya juga bisa menjadi alternatif yang bisa dilakukan orangtu agar anak tidur lebih awal. -Inten Indrawati
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Rumah bergaya minimalis masih menjadi pilihan masyarakat sekarang. Alasannya, di tengah kesibukan masyarakat dengan berbagai aktivitas, pemilihan bentuk yang minimalis alias simpel pada rumah sebagai tempat beristirahat, diharapkan bisa mengurangi kepenatan. Rumah berukuran minimalis juga dipandang lebih efektif.
I
merasa lebih segar dan nyaman. Semua beban terasa ringan,” ujarnya. Karena itu pula, meski lahan sempit, dalam mendesain rumahnya ini, Eva tetap memberikan space untuk pool (kolam renang). Apa bisa dengan lahan 1,5 are berisi pool? “Saya sudah membuktikannya. Sesempit apapun lahan, yang penting kita bisa mengaturnya, pasti bisa. Di zaman sekarang yang masyarakatnya
Ilustrasi foto: www.zwitsal.com
tanpa dibangunkan. Tetapi jika dalam beberapa hari, ia tidak bisa bangun sendiri, bisa jadi ia tidak bisa tidur saat malam hari,” jelas Wakil Sekretaris IDI Cabang Denpasar ini. Dampak lainnya, anak akan sering rewel. Agresif, sensitif dan emosional juga bisa menjadi pertanda bahwa ia tidak cukup tidur. Ra s a m e n g a n t u k d a n l e l a h karena kurang tidur membuat emosi anak menjadi tidak stabil dan mudah rewel. Meskipun kebiasaan tidur anak sudah terbentuk, tapi sesekali ia bisa saja tidur lebih awal. Hal itu akan membuatnya bangun lebih cepat, sementara aktivitas belum berjalan. Hal itu bisa membuat jam tidurnya
berubah dan mengantuk lebih cepat. Ganggguan tidur pada anak juga akan berakibat anak memiliki masalah di sekolah. Nilai yang turun karena sulit berkonsentrasi di kelas, tidur saat pelajaran berlangsung adalah tanda-tanda anak kurang tidur. “Melihat keadaan yang ditimbulkan tersebut, sangatlah penting bagi kita untuk melakukan upaya dalam memperbaiki pola tidur anak, agar anak terbiasa tidur dengan baik dan mengatur waktu tidur yang tepat. Membuat anak agar memiliki jadwal teratur sedini mungkin merupakan yang terbaik, dan itu tidak pernah terlambat untuk dilakukan,” ucapnya. –Inten Indrawati
Faktor yang mempengaruhi kualitas tidur anak di malam hari - Masalah fisik, seperti rasa lapar dan haus serta adanya gangguan -
-
pada gigi, telinga, kulit, saluran cerna, saluran napas, saluran kemih, otot atau tulangnya. Makanan dan minuman juga berpengaruh. Bayi lebih gampang tidur dalam keadaan kenyang. Jenis makanan atau minuman tertentu, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat asma juga mempengaruhi tidur anak. Masalah psikis, yang terkait dengan tahapan perkembangan anak, pola asuh, temperamen, aktifitas dan faktor lingkungan.
17
Berkreasi di Lahan Sempit
tu juga yang menjadi alasan Yoseva Listyati dalam mendesain rumah tinggal, meski rumah ini nantinya dikomersilkan. Rumah adalah refleksi dari karakter pemiliknya. Karena itu, rumah yang berdiri di lahan seluas 1,5 are ini tak lepas dari sentuhannya. Mulai dari desain bangunan hingga interiornya. Meski tak memiliki basic di bidang desain, Eva sapaan karibnya lebih senang mendesain
Tidur malam adalah masalah yang cukup penting bagi anak kita. Karena, saat tidur pertumbuhan otak mencapai puncaknya khususnya pada balita (bayi di bawah lima tahun). Otak juga mengkonsolidasi segala memori dan pengetahuan baru. Anak-anak yang memiliki kebiasaan tidur malam dan tidak teratur dapat mempenga ruhi kinerja otak mereka Tak hanya itu, otot, kulit, sistem jatung dan pembuluh darah, metabolisme tubuh, dan tulang mengalami pertumbuhan pesat saat tidur. Hal itu disebabkan tubuh balita memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak dibandingkan ketika dia terbangun. Karena itu, penting bagi kita untuk mengupayakan agar balita tidak mengalami gangguan tidur. Dampak yang ditimbulkan akibat gangguan tidur pada anak antara lain, anak sering tertidur di mobil saat perjalanan ke sekolah, hal itu merupakan tanda ia kurang tidur. Juga, susah dibangunkan saat tidur. “Jika dibiasakan, jam biologis anak akan terbentuk dan ia akan bangun tidur
Griya
sendiri, memasukkan unsur-unsur yang disukainya, dengan lebih mengutamakan nilai fungsional. Unsur air dan kayu menjadi ciri khasnya. Menurutnya, selain sebagai sumber kehidupan, air juga mampu menetralisir kesibuk an manusia dan memberikan kenyamanan. “Dengan mendengar kan gemericik air, menikmati keindahan air pancuran, ataupun berendam dalam air, tentunya kita
“Dengan mende ngarkan gemericik air, menikmati keindahan air pancuran, ataupun berendam dalam air, tentunya kita merasa lebih segar dan nyaman. Semua beban terasa ringan,”
super sibuk, tentunya ingin yang praktis. Pool bisa menjadi tempat refleksi terdekat bagi keluarga,” ucapnya. Di kolam renang keluarga ini, suara gemericik air bisa didengar selang beberapa menit. “Saya atur pakai timer,” ucapnya. Kolam renang mungil ini terletak di halaman belakang, berhadapan dengan ruang makan dan ruang tidur utama. Ruang lainnya di lan-
tai satu adalah ruang tamu, dapur, garase, dan teras yang dihadapkan pada taman mungil. Unsur kayu diaplikasikannya dalam furnitur dan difinishing natural untuk tetap menampilkan serat kayunya. Eva berpendapat bahwa sifat kayu sepanjang zaman. Dalam artian, kayu tetap menjadi tren sepanjang masa dan elegan, selain perawatannya yang mudah. Ia memilih meja kayu solid untuk meja makan. Sementara untuk kursi makan, ia lebih memilih bangku panjang. Pemilih an jenis bangku ini dikatakannya, selain tidak banyak menghabiskan tempat dan simpel, juga agar orang-orang yang duduk di sana merasa lebih dekat, lebih akrab, karena tempat duduknya tanpa sekat, tidak duduk sendiri-sendiri di kursi masing-masing. Agar tak monoton, di ruang tamu, dipilih furnitur yang lebih bergaya klasik. Dipermanis lagi dengan aksen warna krem dan coklat pada bantalan kursi. Ruang tamu ini menjadi satu areal de ngan ruang makan, hanya dibatasi dengan partisi/sketsel. Karena itu, ruangan ini pun menjadi multifungsi. Ketika menginginkan ruang makan yang lebih privacy, sketsel kayu menjadi pembatasnya. Sementara, jika menginginkan ruang yang lebih luas untuk sebuah acara/pertemuan misalnya, sketsel bisa dibuka/dipin-
dahkan sewaku-waktu. Secara keseluruhan, rumah ini mengambil warna-warna soft yakni putih, krem, dan cokelat. Dinding diwarna putih agar pemantulan cahaya dalam ruang lebih terang. Namun, di ruang makan dan ruang tamu yang dianggap sebagai areal yang lebih banyak melakukan aktivitas bersama, diberikan sentuhan berbeda. Yakni, dengan menghadirkan bata ekspose pada dinding. Dengan memberikan nuansa lain ini, diharapkan bisa menghilangkan kejenuhan penghuni rumah dan kembali bersemangat. LANTAI ATAS Di lantai atas, ada dua kamar tidur anak dan satu kamar tidur
pembantu. Kamar tidur anak ini pun masing-masing memiliki view dengan bukaan jendela yang lebar, sehingga sirkulasi pertukaran udara dan pencahayaan alami pun cukup bagus. Kamar tidur pembantu diposisikan paling belakang berdekatan dengan ruang cuci. Dan, yang paling penting diingat karena kerapkali terlupakan dalam setiap perencanaan bangunan adalah space (tempat) untuk menjemur pakaian. Namun, Eva sudah memikirkan betul hal tersebut. Space ini sangat mengganggu secara estetika, tetapi harus ada. Karena itu, ia meletakkannya di area belakang yang tentunya juga cukup mendapat sinar matahari. –Inten Indrawati
Yoseva Listyati
16
Edukasi
28 juli - 3 Agustus 2014
Kurikulum 2013
Teori Bagus, Implementasi Hati-hati Kurikulum 2013 sudah mulai diterapkan mulai tahun lalu pada 157 sekolah tingkat SD, SMP, SMA/SMK di Bali. Setelah dievaluasi, semua responden dari unsur orangtua murid, komite sekolah, pengawas, kepala sekolah, dan guru-guru sekolah yang pernah mengikuti diklat, semua menyatakan baik dan diteruskan. Hal ini diungkapkan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendididkan (LPMP ) Bali, Dr. I Made Alit Mariana.
D
iklat (pelatihan) kurikulum 2013 ini menyasar 21.539 guru di Bali. “Di tahun 2014 ini sudah terealisasi 18.933 guru SD, SMP, SMA/SMK, yang kami selenggarakan dalam empat tahap,” jelasnya. Sisanya, akan diundang mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) oleh Undiksha, dan khusus untuk guru-guru SMA bidang studi peminatan sedang melaksanakan diklat di Jakarta Pelaksanaan diklat guru sasaran dilaksanakan di tempat pelaksana an kurikulum TPK). TPK diambil dari skolah inti, yakni sekolah yang memiliki fasilitas memungkinkan untuk pelaksanaan diklat. Sekolah ini letaknya di masing-masing kecamatan. Pelatihan guru sasaran yang ada di TPK itu mengambil empat kelas dalam satu sekolah, yakni kelas 1,2, 4, dan kelas 5. “Pelaksanaannya sudah dilakukan saat liburan sekolah lalu agar tak mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Sehingga
diharapkan tahun ajaran baru 2014 ini di Provinsi Bali, implementasi kurikulum 2013 dapat berjalan lancar,” ucapnya. Ia menjelaskan, saat ini buku siswa sedang dikirim, namun belum semua sekolah menerimanya. Sementara, buku guru belum. “Di SD, bukunya belum diterima, tapi CD yang berisi buku siswa dan buku guru sudah diterima. Jika sampai Agustus buku-buku ini belum datang, sekolah diberikan hak mem-print out, tetapi tidak utuh, hanya tema tertentu yang diperlukan,” jelas Alit Mariana usai melakukan video conference dengan Menteri Pendidikan yang diikuti Kadisdikpora Provinsi beserta seluruh Kadisdikpora kabupaten/ kota se-Bali. Kurikulum 2013 ini sudah diimplementasikan di kelas 1, 2, 4, dan 5 SD. Kelas 3 dan 6 belum kena karena di kelas 3 sekarang, saat kelas 2 belum kena kurikulum baru. Sementara untuk kelas 6 agar tak mengganggu karena akan meng hadapi ujian. Demikian halnya di tingkat SMP, dan SMA/SMK, kurikulum 2013 sudah diterapkan di kelas 7,8, dan kelas 10, 11. “Untuk kelas
9 dan 12 akan diterapkan tahun 2015. Karena mereka akan ujian, maka diteruskan kurikulum lama agar mereka tidak terganggu. Sekarang dipersiapkan dulu. Kurikulum 2013 ini diimplementasikan dengan asas kehati-hatian, tidak merugikan siswa, serta memberikan motivasi dan keuntungan bagi siswa,” jelasnya. LPMP sebagai kepala unit implementasi kurikulum di provinsi ini melaksanakan diklat di TPK yang tersebar di tiap kecamatan di Bali. Sehingga, biaya operasional lebih murah. KURIKULUM 2013 Selain guru sasaran, diklat juga diberikan kepada instruktur nasional yang berasal dari guru-guru yang sudah dilatih. Narasumber nasional yakni Widya Iswara, LPMP, dosen perguruan tinggi, dan guru-guru di sekolah terpilih. Total guru sasaran dan instruktur nasional yang disasar adalah 22.115 dan yang sudah terdiklat per 2014 sebanyak 21.263. Kurikulum 2013 menggantikan KTSP yang diterapkan sejak 2006, dikembangkan dari konsensus na-
Dr. I Made Alit Mariana
sional oleh para tokoh, yang melihat arah pendidikan akan dibawa kemana. Karena itu, standar kompetensi kelulusan di-review harus mengadaptasi dan mengakomodasi indikator keberhasilan internasional, yang mengarah pada kompetensi yang dimiliki peserta didik lima tahun ke depan, bukan untuk saat ini. Ada tiga kebutuhan lokal yang harus disiapkan pengembang SDM sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berdaya saing internasional. “Sehingga, jika diadu dan dikolaborasikan dengan tingkat internasional, kita bisa sejajar. Standar kompetensi lulusan mencoba meramu hal itu. Secara teoritis kurikulum ini bagus, karena itu implementasi harus hatihati,” paparnya. Dari rumusan tersebut, dilakukanlah reorganisasi terhadap bahan ajar menjadi tematik terpadu. Misalkan, dalam tema “Diriku”, diajarkan tidak keakuan saja, tapi juga pertemanan, dikenalkan dengan lingkungan. Semua disiplin ilmu terakomodasi dalam tema tersebut. “Jadi, menggunakan berbagai disiplin ilmu untuk mengkaji tematik itu. Kontekstualnya disesuaikan dengan keperluan, standar isi dikembangkan,” jelas Alit.
Selain standar kompetensi lulusan dan standar isi, standar proses pun diubah. Interaksi guru dan siswa dioptimalkan. Siswa sebagai sumber belajar dalam mencapai standar kompetensi lulusan, sehingga dikembangkan pendekatan saintifik, konstruktivis me, pemecahan masalah, dsb. Pembelajaran diubah dalam diklat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). “Dari tiga standar itu, satu lagi dikembangkan adalah standar penilaian. Evaluasi autentik asesmen yang harus dilakukan guru terhadap peserta didik. Misalkan, jika menulis nilai 6, itu harus jelas kemampuan apa saja yang dicapainya dari angka 6 itu. Guru harus benar-benar mengenal anak didiknya. Dengan begitu, guru juga lebih pofesional. Ini tantangan baru kita,” tegasnya. Bagaimana jika dalam satu kelas ada 50 siswa? Kondisi ini diakui Alit masih menjadi PR besar. Selama ini, paham yang dipakai masih penilai an secara massal. Ke depannya ia optimis semua bisa berjalan de ngan baik. “Sulit tidak berarti tidak bisa. Kalaupun itu pahit untuk para guru, namun merupakan obat untuk pendidikan kita, mari kita telan bersama,” ujarnya. Karena itu, dalam implementasi kurikulum 2013 ini, ada program pendampingan dari PT dan narasumber (Widya Iswara). Alit mengatakan tiap program pasti ada kelebihan dan kelemahan. Ia mengutip pernyataan seorang ahli pendidikan yang mengatakan, pendidikan tidak bisa terhenti sementara menunggu sistem saranaprasarananya, kurikulum sempurna, pendidikan harus tetap jalan dalam kondisi apapun sambil kita sempurnakan terus-menerus. “Paradigma nya, kita harus mencari alternatif solusi terhadap permasalahan dalam implementasi suatu program inovatif itu, sehingga anak-anak benar-benar mendapatkan haknya dalam memperoleh pendidikan yang bermutu,” ujarnya. –Inten Indrawati
Pura Gunung Pengsong
T
iap hari raya atau hari besar Agama Hindu di Lombok, Pura Gunung Pengsong yang terletak di puncak Gunung Pengsong, Desa Kuranji Lombok Barat, selalu ramai dikunjungi umat Hindu yang datang dari seluruh pelosok Pulau Lombok untuk bersembahyang. Bahkan umat Hindu dari Bali pun kerapkali melakukan tirta yatra ke Pura Gunung Pengsong. Pura ini diamong 44 banjar yang berada di wilayah Pagesangan, Batu Dawa, Dusun Sengkongo dan BTN Telaga Waru serta BTN Gunung Pengsong Indah. Saat ada persembahyangan, umat Hindu datang silih berganti membawa sesajen berupa canang-canang. “Semua umat Hindu di Pulau Lombok, wajib bersembahyang di Pura Gunung Pengsong,” ungkap I Gusti Matas, S.Ag, salah seorang pengamong sekaligus mantan Ketua krama Pura Gunung Pengsong. Apabila melupakan maturan Gunung Pengsong dalam setahun tidak pernah sembahyang ke sana, diyakini hidup tidak akan bahagia atau pun akan mendapat kesusahan dalam hidup,
Awal Sejarah Ida Ketut Subali lanjutnya. Menurut Matas, ini tidak lepas dari sejarah Pura Gunung Pengsong yang merupakan tempat Ida Ketut Subali mendarat pertama kalinya di Padang Rea, tepi pantai Kuranji Lombok Barat. Kedatangan Ida Ketut Subali dengan 200 pasukannya kala itu, ketika berjalan masuk ke Pulau Lombok, ia rupanya menuju Gunung Pengsong dan tersesat di sana mengingat Gunung Pengsong yang amat lebat kala itu. Di atas puncak Gunung Pengsong yang disebut Mur itulah, Ia mendapat petunjuk bahwa Gunung Pengsong merupakan tempat suci yang di puncaknya harus berdiri sebuah pura, Pura Gunung Pengsong. Pura ini dibangun oleh kakaknya bernama Ida Wayan Subali. Sejak itulah, Pura Gunung Pengsong menjadi salah satu tempat suci bagi umat Hindu terutama di Lombok. Gunung Pengsong dengan ketinggian sekitar 550 meter dpl merupakan
sebuah bukit (namun lebih dikenal de ngan sebutan gunung) berada di wilayah Lombok Barat. Dari puncak Gunung Pengsong ini terdapat Pura Gunung Pengsong yang persis di tengah-tengah pura tersebut terdapat sebuah batu ceper berukuran besar. Batu tersebut menunjukkan posisi tertinggi dari Gunung Pengsong yang dulunya tempat duduk Ida Ketut Subali, pemimpin pasukan dari Kerajaan Karangasem Bali, saat meminta petunjuk Betara Bagus Alit Sakti yang ada di Pura Bukit Karangasem. Sebelum mencapai puncak Gunung Pengsong, 275 anak tangga harus dilewati hingga mencapai pesimpangan Gunung Pengsong. Di sini, sebelum naik
ke Pura Gunung Pengsong, umat Hindu selalu melakukan ritual sembahyang. Jalan kecil sempit dan menanjak di antara bebatuan, akan ditempuh sejauh sekitar 25 meter barulah tiba di puncak Gunung Pengsong, tempat Pura Gunung Pengsong berdiri. Sepanjang perjalan menuju puncak, satwa kera bergelantungan dan bermain-main di sekitar pengunjung. Mereka hidup dalam penjagaan yang baik. Kera-kera ini adalah penunggu Gunung Pengsong yang telah hidup sejak zaman dahulu. “Kera-kera ini kera yang dikeramatkan. Kera yang tinggal di sini disebut Jro Sedahan,” ujar Matas. Ketika ada pengunjung yang berniat atau berpikiran jahat,
kera-kera ini memiliki insting mengetahui hal tersebut. Tidak jarang ia akan menyerang ketika orang berniat jahat datang ke situ. Namun, dalam keadaan normal dan baik, kera-kera ini sangat bersahabat. Ketika berdiri di puncak Gunung Pengsong, sejauh mata memandang tampak pemandangan seluruh Kota Mataram dan Lombok Barat dan sekitarnya. Dari pura ini, menghadap arah utara bagian timur terlihat jelas Gunung Rinjani di Lombok Timur yang juga menjadi salah satu tempat suci bagi umat Hindu. Menghadap ke bawah Gunung Pengsong, tampak Pura Lumbung (tempat pelinggih Lumbung) dan di bawah Pura Lumbung terdapat gua anjing. Di pojok selatan bagian timur agak ke bawah, terdapat gua raksasa yang di atasnya terdapat tempat tinggal pelinggih Gunung Sari dan Betara Bagus Jawe (Majapahit). “Hal ini diterangkan dalam buku KupuKupu Kuning,” lanjut Matas. Di kejauhan tampak Pura Gunung Kuripan di Gunung Sasak, Kuripan Lombok Barat. Pada bagian selatan arah barat bawah, tempat pelinggih Ukir Kawah (Betara-betara yang masih muda). Dari sini akan terlihat Pura Singaji yang ada di Dusun Sengkongo, Kuranji dan juga dapat terlihat nun jauh di sana Pura Song Landak, di wilayah Sekotong Barat Dusun Medang Lombok Barat. Sedangkan arah barat pada puncak Gunung Pengsong terdapat pelinggih Gunung Agung dan di kejauhan tampak dengan jelas Gunung Agung di Pulau Bali. -Naniek I. Taufan
28 juli - 3 Agustus 2014
Dara
9
Vanessa Monica
Peduli Lingkungan Prestasi membanggakan diraih generasi muda Indonesia di ajang internasional. Ia adalah Vanessa Monica Fei Goeyardi. Vanessa dan kakaknya Patricia Cornelia Fei Goeyardi dinilai peduli terhadap lingkungan dan suka berbagi ilmu pada sesama. Kepedulian ini diganjar ‘Honorable Mention’ dalam kompetisi ‘International Young Eco Hero Awards 2014’ yang digelar organisasi Action for Nature yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat, awal Juni 2014.
A
tas prestasi itu, Vanessa yang lahir di Denpasar, 7 Juli 2004 ini mengaku senang dan bangga. Namun, prestasi itu tak membuatnya cepat puas. Ia bertekad untuk lebih serius, sehingga mampu mendukung program clean and green. “Saya sudah pernah mengikuti kegiatan ini, dua kali gagal, dan kali ini menang,” katanya. Siswi Taman Rama School Denpasar, grade 5 Cambridge Primary ini, memang menyukai kegiatan lingkungan. Bersama teman-temannya yang tergabung dalam The Green Team Indonesia (TGTI), mereka sering melaksanakan kegiatan sosial misalnya berkebun, menanam mangrove, beach clean up, menanam terumbu karang, menjadi pengajar bagi anak-anak tukang suun di Pasar Badung, panti asuhan dan mengajar Bahasa Inggris bagi anak-anak penyandang tunanetra. Dalam tim TGTI itu, Vanessa
sebagai co-founder. Komunitas ini dikelola anak-anak usia 9-13 tahun dengan bimbingan Dewa Gede Agung Dharmayasa, S.Pd. Misinya, berbagi kebaikan untuk lingkungan dan sesama. Bersama dengan sang kakak sebagai founder-nya, Vanessa adalah pengelola sekaligus penulis di www.greent34m.blogspot.com. Tim ini pernah masuk sebagai 10 Environmental Campaigns Recommended by Eco-generation Members” oleh Tunza-Eco Generation with UNEP Juni 2013. “Sekarang, saya sedang menyelesaikan buku ‘Chefpreneur: Serunya menghasilkan Uang Dari Dapur’. Buku ini merupakan kolaborasi dengan kakak dan ibu,” kata Vanessa yang hobi memasak, berkebun, dan membaca ini. Buah hati pasangan Dr. Alainsoen Goeyardi, MBA dan Debby Lukito Goeyardi, B.Sc. ini juga senang dengan fotografi. Ia pernah mendapat penghargaan Tunza-Eco generation & UNEP (Unit-
Daur ulang botol dan ember untuk berkebun
ed Nations Environment Programme): Winner of July 2013) competition: ‘Discover the Nature Around You’ with the photo and essay of Kangkong plant dan The essay and photo about Bangkong River Toad was selected for ‘Collective Biodiversity Map May 2014. Untuk lebih memaksimalkan kegiatan, Vanessa juga bergabung dalam klub fotografi di sekolah. Ia pernah menjadi model rubrik fashion di salah satu tabloid dan sering berpartisipasi dalam lomba essay yang diadakan oleh The GOI Peace Foundation and UNESCO (Jepang). Vanessa tergolong anak kreatif mengikuti lomba. Sekarang ini Vanessa sudah mengumpulkan puluhan piala dan penghargaan. Baik itu tingkat daerah Bali, nasional, juga internasional. Salah satunya juara Nasional Mentari Books Photography Contest 2013. Saat itu ia mengangkat tema ‘Celebrating Indonesian Independece Day
in My School’ dengan judul foto: Paddling the Victory (Mengayuh Kemenangan). “Dalam lomba ini saya peserta terkecil dan menang dua kali berturut-turut yaitu tahun 2012 dan 2013,” kenang leader di “Trophy Club”, klub fotografi di sekolahnya itu. Yang paling Vanessa sukai saat ini adalah memotret landscape dan binatang. HOBI BERKEBUN Disela-sela kesibukan belajar, Vanessa menyempatkan diri
Bersiap menanam terumbu karang
untuk berkebun juga memasak. Halaman rumahnya penuh dengan tanaman obat dan sayur organik. Karena tidak begitu luas, jadi Vanessa menanam dalam ember bekas yang dia daur ulang untuk menjadi pot-pot tanaman. Menyiramnya pun dengan botol air kemasan yang didaur ulang menjadi alat penyiram tanaman. Ta n a m a n n y a antara lain buncis, labu putih, paprika, berbagai lombok, kunyit, kacang merah, tomat, semangka, labu siam, sawi hijau, pare, sawi putih, srikaya, selada keriting dan sayur. Ia sudah sering memanen hasil kebunnya. Wa l a u p u n hanya dalam pot, tapi tanaman tumbuh subur karena dirawat. Vanessa rajin memberi pupuk dan menyiangi tanaman yang sekiranya sudah kering. Jika ada hama, dia cepat-cepat cari cara untuk mengatasinya. Masakan favorit yang bisa dibuat adalah kue bintang, garlico dan puding oreo. “Jari saya pernah luka karena tergores pisau, tapi saya tak pernah kapok dalam belajar memasak,” ujarnya. Karena sifatnya yang ramah dan ringan tangan, ia banyak memiliki teman. Bahkan, temantemannya sering menginap di rumahnya sambil memasak bersama. Jika tak ada kegiatan, Vanessa mengisi waktunya dengan membaca buku. Terkadang ia memburu bacaan hingga ke tokotoko buku. Di mana pun ada toko buku, Vanessa akan meluangkan waktu untuk mencari buku yang ia sukai. Vanessa juga penyayang binatang. Binatang kesayangannya kura-kura Brazil bernama Mumu. Beberapa waktu lalu ia menyelamatkan bayi kelelawar yang jatuh menabrak dinding. Karena masih bayi, jadi tidak bisa makan apa pun. Hanya diberi air gula yang ditaruh dalam selembar kapas agar si bayi kelelawar bisa menghisapnya. Namun, binatang malam itu akhirnya mati. -Darsana
10
Bugar
Mari Menyusui
Sulit menyusui? Kurang percaya diri untuk menyusui? Alasan ibu bekerja tidak bisa menyusui 6 bulan? Yuk belajar menyusui supaya tidak gagal dan putus asa. Pelajaran menyusui yang benar bisa didapatkan pada Konselor ASI di klinik laktasi.
Mengapa Perlu Menyusui? Sistem organ saluran cerna manusia adalah sistem organ yang paling luas dari semua organ tubuh manusia. Saluran cerna sebagai organ terpenting karena lebih kurang 80% sel pada saluran cerna menghasilkan antibodi dan 40% jaringan saluran cerna disusun oleh jaringan limfoid (getah bening) atau dikenal dengan gut associated lymphoid tissue (GALT) yang merupakan jaringan lim foid terbesar di dalam tubuh manusia. Kedua komponen tersebut sangat berperan dalam sistem imun (pertahanan) tubuh manusia. Di lain pihak, saluran cerna merupakan organ yang paling terpapar dengan lingkungan luar dan merupakan tempat masuknya zat asing ke dalam tubuh, baik berupa makanan maupun mikroorganisme. Oleh karena itu, tidak berlebihan bila saluran cerna dianggap sebagai organ terpenting dalam menciptakan kesehatan secara keseluruhan. Salah satu hal yang sangat menarik adalah keberadaan mikroorganisme dan makanan di dalam sa luran cerna ternyata berpengaruh terhadap perkembangan sistem imun saluran cerna manusia. Bayi yang diberikan ASI eksklusif maka saluran cernanya akan didominasi ku man baik yang akan selalu menjaga saluran cernanya. Selain itu di dalam saluran cerna terdapat sistem saraf (enteric nervous system) yang mengatur komunikasi ke otak sebanyak 80%, sehingga pencernaan yang sehat akan menghasilkan otak yang cerdas. Komunikasi otak dan saluran cerna disebut Gut Brain Axis. Otak hanya memberikan 20% ke sa luran cerna. Bila saluran cerna selalu sehat maka akan membuat anak yang cerdas. Proses kematangan fungsi saluran cerna hanya sempurna dengan diberikan ASI. Prinsip berhasil menyusui 90% terle tak pada psikis (kemauan/motivasi/pikiran positif/percaya diri/dukungan ayah dan ke luarga). Sisanya yang 10% ada pada keadaan fisik ibu. Jadi semangatlah, yakin bisa. Hari hari pertama menyusui apa yang terjadi? JUMLAH PRODUKSI ASI Sesuai dengan ukuran lambung bayi dan kebutuhan bayi. ASI diproduksi sedikit pada
hari ke-1 sampai dengan hari ke-3. Setelah itu meningkat jika ibu langsung menyusui bayinya.
Bayi baru lahir bisa bertahan 3 hari tanpa akan dan minum karena masih punya cadangan makanan yang mereka bawa dari dalam rahim ibu. Susui bayi sesering mungkin untuk me menuhi kebutuhannya sesuai tanda lapar bayi. Dan produksi ASI akan meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan bayi. Di awal-awal kelahiran bayi sampai pro ses menyusui lancar, susuilah bayi sekitar 2-3 jam sekali jadi dalam sehari/24 jam frekuensi menyusui antara 8-12 kali. Rata-rata durasi menyusui bervariasi, biasanya sekitar 20 menit, perhatikan bila bayi menyusui sangat lama (misal 1 jam) biasanya tidak sungguhsungguh menyusu tapi mengempeng. Bulan pertama pascakelahiran bayi adalah masa terpenting untuk Ibu dan bayi dalam hal me nyusui. Frequent nursing (sering menyusui) membantu mempercepat supply/produksi ASI dan mencegah pembengkakan payu dara (engorgement). Bila bayi sudah lancar/ established menyusunya, maka biarkan bayi menyusu on demand (sesuka bayi) atau tidak perlu dijadwal lagi seperti di awal-awal kelahiran. KAPAN TANDA KENYANG BAYI? Tanda-tanda bayi telah kenyang : • Saat awal menyusui beberapa bayi seperti tegang dan seiring dengan rasa kenyangnya ia akan menjadi rileks. Lihatlah genggaman tangan bayi akan terlihat rileks, tidak mengepal lagi. Sebaiknya sarung tangan tidak dikenakan saat proses menyusui.
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Transfer ASI Perhatikan irama menyusu bayi, yakni nyut, nyut, nyut…istirahat……nyut, nyut, nyut…istirahat dst, hal ini dikarenakan bayi beberapa kali melakukan hisapan lalu diikuti istirahat. Yang dimaksud dengan istirahat di sini adalah gerakan menelan ASI dan mengambil napas. Apabila istirahat terlalu lama, maka bayi perlu distimulasi dengan menyentuh bawah dagu bayi agar bayi tidak mengempeng. Untuk Ibu Bekerja : ASI perah dapat bertahan 6-8 jam pada suhu ruangan (≤25°C), 24 jam dalam cooler box dengan ice pack, 1-2 hari dalam rak kul kas (4°C), dapat disimpan di dalam freezer satu pintu (bersuhu -15°C) dapat tahan 2
Style
Kesan Kuat Biru Tosca
• Sebagian besar bayi melepas puting susu saat merasa kenyang dan sebagian lagi tetap mengisap dengan lembut sampai ia benar-benar tertidur. • Biarkan bayi mengisap sampai habis ASI dari payudara yang satu sebelum dialihkan ke payudara yang lain agar bayi mendapat ASI yang paling dalam (hind milk) disamping meningkatkan produksi ASI yang lebih baik pada payudara yang betul-betul telah habis dihisap. Sentuhkan payudara ibu ke mulut bayi, maka bayi yang kenyang akan mengunci mulutnya. CARA SUKSES MENYUSUI Menyusui itu alamiah, tapi bukan berarti ibu hanya menyodorkan payudara saja dan bayi akan langsung pintar menyusu. Agar proses menyusui dapat berjalan lancar, maka seorang ibu harus mempunyai keterampilan menyusui agar ASI dapat mengalir dari payu dara ibu ke bayi secara efektif. Keterampilan menyusui yang baik meliputi 3 hal yaitu : Posisi menyusui Posisi paling umum adalah posisi klasik. Teknik ini dikenal dengan Madonna atau gendongan atau cradle. Selain itu, ada po sisi bawah lengan, dan posisi menyilang. Pada prinsipnya pastikan posisi bayi miring menghadap ibu, perut bayi menempel ke perut ibu, lengan bayi segaris dengan telinga dan lengan ibu menyangga badan bayi. Ke tika menyusu, wajah bayi agak mendongak menghadap wajah ibunya dengan mata sa ling berpandangan. Posisi ini paling nyaman untuk bayi. Posisi sudah benar bila hidung bayi tidak tertutup oleh payudara dengan dagu menempel pada payudara Pelekatan bayi pada payudara yang harus tepat. Pelekatan yang dimaksud adalah masuknya puting dan sebagian besar areola (terutama bagian bawah) bisa tercakup mulut bayi. Dagu bayi menempel pada payudara, bibir membuka keluar dan mulut terbuka lebar. Bila pelekatan benar, sebagian besar kelenjar ASI yang berada di bawah areola akan terperah, ASI keluar lebih lancar dan puting ibu tidak akan merasa sakit.
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Bagi penggemar fashion berbahan dasar tenun ikat Bali, pekan ini Tokoh menyuguhkam deretan koleksi busana ready to wear milik desainer Bali asal Gianyar, Tude Togog. Pilihan endeknya bukan saja unik tapi juga sangat elegan. Semakin menarik dengan racikan warna biru tosca dan benhur yang memiliki kesan kuat serta mahal ini.
T
dr. Agustina Santi, MSc, SpA, MISPI
minggu, 3-6 bulan dalam freezer dua pintu (bersuhu -18°C), 3-6 bulan dalam freezer dua pintu (bersuhu -18°C), dan 6-12 bulan dalam deep freezer (-20°C). Tidak diperlu kan kulkas khusus untuk menyimpan ASI Perah. Pada usia 1 bulan itu juga, dengan bimbingan Konselor ASI, pengasuh bayi diajari cara meminumkan ASI Perah ke pada bayi dengan menggunakan gelas. Bayi diposisikan setengah duduk, boleh dengan menggunakan selendang gendong, dipasang celemek di dada bayi. Pengasuh menempel kan bibir gelas pada mulut bayi tepi gelas menyentuh kedua sudut mulut sedemikian rupa sehingga ASI Perah juga menyentuh lidah bayi. Jangan menuangkan ASI Perah ke dalam mulut bayi melainkan miringkan gelas pelan-pelan karena dengan sendirinya bayi akan menjilat ASI dan menghirup dan menelannya. Pastikan bayi telah habis me nelan ASI lalu miringkan ulang gelas. Bila gelas kosong, isi kembali dengan ASI perah dan berikan kepada bayi sampai ia tidak mau lagi (lihat dan baca tanda kenyang bayi). Ibu meneruskan menabung ASI perahnya sampai tiba waktunya bekerja. dr. Agustina Santi, MSc, SpA, MISPI - DOKTER SPESIALIS ANAK - KO N S E LO R M E N Y U S U I / A S I / PEMERHATI NUTRISI BAYI DAN ANAK - INSTRUKTUR TERAPI PIJAT BAYI DAN ANAK, PIJAT LAKTASI - DOSEN FISIOTERAPI UNIVERSITAS DHYANA PURA DENPASAR BALI - Email : agustina.santi@siloamhospitals.com; agustina_santi@yahoo.com - HP : 0813 2863 9891
anpa terlalu banyak menambah bahan lain pada busana nya, menjadikan keindahan produk tradisional Bali ini tampil utuh Mengusung tema “Purity”, pada pagelaran di panggung JFFF di Jakarta, beberapa waktu lalu, Tude
sangat jelas memperlihatkan motifmotif khas Bali. Dan, ini pulalah menjadi detil sekaligus kekuatan rancangannya berupa dress, long pants, blus, dan jacket Begitu juga dengan pengalam an sebagai produsen tenun ikat Bali lebih dari puluhan tahun membuat Tude Togog selalu
Tude Togog menjaga kualitas dan kenyamanan pemakaianya. Tangan terampilnya pun berhasil menampilkan ke murnian dan keindahan salah satu budaya lokal ini. – Sri Ardhini
15
14
Jelita
Kenali Ketombe Anda Anda tahu tentang ketombe? Ketombe bukan hanya me rusak rambut tapi juga mem buat gatal dan mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri seseorang.
K
etika kita melihat atau menemukan serpihan kuning atau kilauan putih di bahu atau di rambut , itulah tandatanda ketombe. Ketombe memang akan menimbulkan beragam permasalahan Menurut dr.Laksmi Anggari Duarsa, Sp.,KK., ketombe dapat disebabkan oleh produksi sebum yang tinggi. Terjadi peningkatan multiplikasi sel di lapisan epidermis, mikro-organisme berlebih yang disebut pityrosporum. Juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi dan tingkat kelembaban rambut yang sangat tinggi. Ketombe terjadi karena pengelupasan berlebihan sel kulit mati dari kulit kepala. Ketombe bukan organisme seperti kutu rambut, tetapi kulit mati yang menumpuk di kulit kepala. Sel kulit mati dan mengelupas adalah hal biasa, namun pada sebagian orang hal ini menjadi berlebihan. “Jika disertai kemerahan dan iritasi maka ketombe dapat merupakan gejala dermatitis seboroik atau psoriasis,” kata dokter Laksmi. Dikatakannya, ketombe tidak karena rambut kotor, mungkin karena produk yang digunakan menyebabkan kulit kepala terkelupas. Selain itu beberapa pewarna r a m but dan produk styling juga dapat meninggalkan residu, serpihan kering atau memicu reaksi kulit yang terlihat seperti ketombe. Dokter Laksmi pun menyebutkan beberapa penyebab ketombe pada kulit kepala : Kulit kering seringkali dialami bagian kulit yang terbuka , seperti kepala. Kulit kering adalah salah satu penyebab umum ketombe yang halus dan tidak begitu berminyak. Bentukan klinis ketombe bisa sebagai derma titis seboroik, jamur pada kulit kepala atau bisa sebagai manifestasi klinis psoriasis vul garis. Ada kondisi dermatitis seboroik dapat menyebabkan ketombe yang ditandai dengan kulit berminyak dan kerak kulit berwarna putih atau kuning. Kondisi ini tidak hanya dapat terjadi pada kulit kepala tetapi juga pada bagian kulit yang banyak mengandung kelenjar minyak seperti hidung, alis, dan dada. Ada pula psoriasis adalah kondisi gangguan kulit yang menyebabkan penumpukan sel kulit mati yang membentuk kerak kulit berwarna perak. Biasa terjadi pada kulit kepala, lutut, dan siku. “Bagi mereka yang tidak mencuci rambut secara teratur dengan sampo, juga akan membuat minyak dan sel kulit kepala menumpuk membentuk ketombe,”ujarnya. Ada beberapa orang memiliki kulit kepala yang sensitif terhadap bahan tertentu produk
perawatan rambut seperti paraphe nylene diamine (PPD) yang dapat menyebabkan ketombe. Begitu pula dengan eksim, bisa terjadi pada kulit kepala dan menyebabkan ketombe. Malassezia, sejenis jamur yang hidup pada kulit kepala kebanyakan orang dewasa sehat tanpa menyebabkan masalah. “Namun kadang-kadang pertumbuhannya tidak terkendali dan jamur ini makan dari minyak yang dikeluarkan folikel rambut. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit kepala dan menyebabkan sel-sel kulit kepala tumbuh lebih banyak,”papar dokter spesialis kulit ini. Kelebihan sel kulit kepala yang mati dan bergabung dengan minyak kulit kepala inilah menyebabkan ketombe. Pertumbuhan tak terkendali dari malassezia dapat disebabkan terlalu banyak minyak kepala, perubahan hormon, stres, kepala kotor, kulit kepala sensistif dan beberapa jenis penyakit. Ketombe juga dijumpai pada kulit kepala berminyak. Lapisan minyak yang berlebihan pada kulit kepala dapat mengering, menebal dan menjadi serpihan dalam bentuk ketombe. Bentuk tertentu dari ketombe juga diyakini disebabkan oleh jamur pada kulit kepala. Karena jamur ini tidak dapat dihilangkan sepenuhnya maka ketombe juga tidak dapat dibasmi habis, hanya bisa dikontrol. Penyebab ketombe, bisa juga karena cuaca dingin, penggunaan semprotan dan minyak rambut, sampo yang tidak sesuai, bilasan sampo yang kurang bersih, jarang mencuci rambut, diet, stres dan gangguan hormon. Diingatkannya pula bagi mereka yang berketombe, jika tidak rajin mencuci rambut akan membuat ketombe lebih parah karena sel-sel kulit mati menumpuk. Keramaslah tiap hari. Meski kebanyakan orang tidak mau keramas tiap hari karena takut rambutnya rusak. Namun bagi yang berketombe perlu membersihkan semua jamur dan minyak penyebab ketombe setiap hari. Ingat, gunakan sampo khusus anti ketombe.
Hindari makan makanan ber. minyak, walau sudah melakukan perawatan. Perbanyaklah mengonsumsi buah setiap hari. Konsumsi makanan bernutrisi tinggi dan sehat. Juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan kulit seperti makanan yang me ngandung vitamin B, asam lemak esensial dan zat besi seperti contoh brokoli, bayam, daging sapi, udang, kemiri dan kacang panggang. Jaga kulit kepala tetap bersih. Terlalu sering terkena panas atau menggunakan pengering rambut sebaiknya dihindari untuk mencegah masalah ketombe. Sisirlah rambut setiap hari untuk memperlancar sirkulasi darah, dan pijat kulit kepala sebelum atau sesudah menyisir. Jika ketombe tidak juga berkurang, kemungkinan Anda mengalami masalah lebih serius di kulit kepala. Untuk ini disaran kannya segera berkonsultasi dengan ahlinya untuk membantu menganalisis masalah rambut secara detail dan akurat. – Sri Ardhini
Mitos
28 juli - 3 Agustus 2014
28 juli - 3 Agustus 2014
11
Mengapa Bayi Kuning Dijemur? Menjemur bayi kerap dilakukan orangtua. Penjemuran dilakukan pagi hari untuk men dapatkan sinar matahari pagi. Waktunya sekitar pukul 07.00-09.00. Apakah penjemuran bayi ini wajib dilakukan ataukah hanya mitos?
K
ondisi bayi lahir dengan tubuh yang berwarna kekuningan bisa terjadi. Hal ini secara fisiologis disebabkan bayi minum sedikit, terlambat minum, atau saluran cernanya tidak lancar. Selama dua minggu pertama ini sering terjadi. Namun, jika berlangsung lebih dari dua minggu, orangtua patut memeriksakan kondisi bayinya. “Secara medis, bayi kuning ini disebut ikterus neonatorum yakni suatu kondisi munculnya warna kuning di kulit bayi baru lahir karena adanya bilirubin (pigmen empedu) pada kulit dan selaput mata sebagai akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah (hiperbilirubinemia),” jelas dr. Ni Md. Rini Suari, M.Biomed, Sp.A, dokter spesialis anak di RSIA Puri Bunda Denpasar. Kuning pada bayi sering terjadi pada bayi baru lahir. Kuning ini terkadang sulit untuk dideteksi. Secara umum penilaian kuning bisa dilihat pada warna putih mata dan kulit yang berwarna kuning-kekuningan. Warna ku ning-kekuningan ini dapat dilihat dengan lebih jelas apabila kulit
bayi ditekan lembut, biasnya tampak kelihatan kekuningan. Warna kekuningan pada bayi baru lahir adakalanya merupakan kejadian alamiah (fisologis), adakalanya menggambarkan suatu penyakit (patologis). Kejadian alamiah (fisiologis) jika warna kekuningan muncul pada hari kedua atau keempat setelah kelahiran, dan berangsur menghilang paling lama setelah 2 minggu. Ini terjadi karena fungsi hati belum sempurna (matang) dalam memproses sel darah merah. Jika dilakukan pemeriksa an laboratorium kadar bilirubin dalam darah tidak melebihi batas yang membahayakan atau kurang dari 12 mg%. Secara patologis, warna kekuningan nampak pada bayi sebelum umur 36 jam, cepat menyebar ke sekujur tubuh bayi, dan lebih lama menghilang (lebih dari 2 minggu). “Ada kalanya disertai dengan kulit memucat (anemia), kadar bilirubin dalam darah lebih dari 12 mg% pada bayi cukup bulan dan lebih dari 10 mg% pada bayi prematur. Jika ada tandatanda seperti ini, bayi kurang aktif, misalnya breast feeding dan breast milk, maka sebaiknya segera periks a ke
dr. Ni Md. Rini Suari, M.Biomed, Sp.A.
dokter terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan,” kata dr. Rini. Bilirubin juga dapat pecah jika bayi banyak mengeluarkan feses dan urin. Untuk itu bayi harus mendapatkan cukup ASI. ASI memiliki zat-zat terbaik bagi bayi yang dapat memperlancar buang air besar dan kecilnya. Pemberian ASI juga harus di bawah pengawasan dokter karena pada beberapa kasus, ASI justru meningkatkan kadar bilirubin bayi. Di dalam ASI terdapat hormon pregnandiol yang dapat mempengaruhi kadar bilirubinnya.
penjemuran dilakukan dengan membuka semua pakaian bayi dan menjemur secara merata selama 5 sampai 10 menit. Namun, tidak semua bayi harus dijemur. “Jika dalam waktu lebih dari minggu, bayi masih kuning, sebaiknya orangtua memeriksakan bayi ke tenaga medis. Jika hasil diagnose dokter menunjukkan bayi berada di kremer 3 sampai 5, akan dilakukan pengecekan lebih mendalam. Sumber penyebab dicari dengan fototerapi dan disinari selama dua dua sampai tiga hari,” imbuh dr Rini. Terapi dengan sinar matahari hanya merupakan terapi tambahan. Biasanya dianjurkan setelah bayi selesai dirawat di rumah sakit. Caranya, bayi dijemur selama setengah jam dengan posisi yang berbeda-beda. Seperempat jam dalam keadaan telentang, misalnya, seperempat jam kemudian telungkup. Pukul 07.00 sampai 09.00 merupakan waktu dimana sinar surya efektif mengurangi kadar bilirubin. Sebelum pukul
07.00 sinar ultraviolet belum cukup efektif, sedangkan setelah pukul 09.00 kekuatannya sudah terlalu tinggi sehingga akan merusak kulit. Jangan lupa menghindari posisi yang membuat bayi melihat langsung ke matahari karena dapat merusak matanya. Situasi di sekeliling terutama udara juga harus bersih. Jika bayi tidak mengalami ku ning, tak masalah jika tak dijemur. Seringkali orangtua zaman dulu terbawa suasana sehingga semua bayi wajib dijemur. Dokter Rini pun mengingatkan, perhatikan kondisi bayi dengan baik sebelum memutuskan untuk melakukan sesuatu. Jangan sampai karena terpengaruh mitos, hal tersebut harus dilakukan padahal tidak ada manfaatnya untuk bayi. Sebalik nya, jika memang memerlukan penanganan lebih lanjut karena merasa ada sesuatu yang tidak beres, berkonsultasilah dengan tenaga medis. –Ngurah Budi
TERAPI SINAR MATAHARI Pada bayi yang mengalami kuning ini, menjemur merupakan salah satu upaya untuk mendapatan tambahan vitamin D. Posisi
Senggama Terputus kehamilan. Tetapi ternyata keberhasilannya dalam mencegah kehamilan tidak cukup memuaskan. Kegagalannya cukup sering terjadi mengingat “Dok, suami saya saat berhubungan seksual biasanya menge luarkan air mani di luar untuk mencegah kehamilan, karena kami memang belum merencanakan memiliki anak lagi. Tetapi kemarin itu tanpa sepengetahuan saya, ada sedikit yang terdorong ke dalam. Apakah saya bisa hamil jika ada sedikit air mani di bibir vagina yang ikut terdorong ke dalam lagi. Tolong dijelaskan, Dok.” (Sri, 27) Logika awam banyak yang memperkirakan bahwa kalau tidak ada air mani atau sperma yang masuk ke vagina, maka tidak mungkin terjadi kehamilan. Hubung an seksual yang dilakukan dengan mengatur agar pengeluaran sperma terjadi di luar vagina disebut senggama terputus atau coitus interruptus. Sebenarnya cara ini merupakan salah satu cara sederhana untuk mencegah
banyak laki-laki yang kesulitan untuk benar-benar bisa me ngontrol ejakulasinya, atau dalam kasus ini malah sperma yang sudah diejakulasikan diluar vagina, segera terdorong kembali sebagian ke dalam vagina. Memang kalau tidak ada sperma yang masuk sama sekali, pasti kehamilan tidak akan terjadi. Masalahnya, sekali lagi, sering kali terjadi kegagalan buat mengontrolnya.
Ini adalah satu-satunya alasan kegagalan yang cukup tinggi dari senggama terputus. Pada senggama terputus tidak selalu terjamin tidak ada sperma yang masuk ke dalam vagina. Karena itu kegagalan sanggama terputus cukup tinggi. Demikan juga, spermatozoa hanya dapat bertahan hidup pada media tertentu dengan pH normal. Itu adalah di dalam lingkungan vagina, sedangkan di luar tubuh akan segera mati. Tetapi tetap saja masih ada usia hidup di luar tubuh sekitar setengah sampai satu jam, jadi jika belum lewat durasi itu ada sperma yang kembali ter dorong ke dalam, maka memunculkan kemungkinan terjadi kehamilan. Asal memang di pihak perempuan juga sedang dalam masa subur. Kehamilan dimungkinkan terjadi kalau ada pertemuan antara spermatozoa dan sel telur. Karena sel telur hanya dikeluarkan pada saat tertentu, yaitu pada saat wanita mengalami masa subur, maka hanya hubungan sek-
sual yang dilakukan pada masa subur, yang mungkin menimbulkan kehamilan. Di luar masa subur, hubungan seksual tidak akan menimbulkan kehamilan. Senggama terputus makin banyak dilakukan remaja yang sudah berhubungan seksual, seiring dengan derasnya sumber informasi keliru yang didapat. Baik itu lewat pergaulan sebaya hingga media, seperti video porno hingga informasi di internet. Tujuannya jelas memang untuk menghindari terjadinya kehamilan tanpa perlu menggunakan alat kontrasepsi. Sesungguhnya informasi tentang senggama terputus yang disebutkan menjamin seratus persen hubungan seksual yang dilakukan bisa terhindar dari kehamilan adalah sebuah informasi yang keliru. Karena sekali lagi, kegagalannya cukup tinggi. Ini juga serupa dengan banyaknya informasi keliru lain seperti sebuah mitos yang menyebutkan loncatloncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan
kehamilan. Faktanya, ketika sperma sudah memasuki vagina, maka spermatozoa akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi. Loncat-loncat tidak akan mengeluarkan sperma. Jadi, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan. Mitos serupa masih ba nyak beredar dan dipercaya. Pengaruhnya masih sangat kuat, bahkan juga di antara para anak muda yang justru sedang giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kesehatan reproduksi. Banyak yang mempercayai informasi yang belum tentu benar, se hingga tidak jarang kita temui kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan yang salah. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya.
Kuliner Belajar Masak Es Dawet Ayu Banjarnegara Makanan Jepang 12
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Jika Anda sering lewat di Jalan Letda Tantular Renon, Anda akan bertemu dengan penjual es dawet yang meng gunakan gerobak unik. Tempat dawet menggunakan gen tong dari tanah liat. Sementara, tempat gula merah terbuat dari batok kelapa.
N
ama penjualnya, Udin, asal Banyu mas, Jawa Tengah. Udin belum lama berjualan es dawet. Sebelum nya, ia ikut pamannya berjualan gorengan. Namun, ketika kondisi krisis harga minyak goreng men jadi naik. Udin akhirnya memutar otak bagaimana caranya agar tetap mempunyai usaha makanan. Timbullah keinginan untuk ber jualan es dawet, minuman khas kota asalnya. Perangkatnya pun dibuat sama persis dengan daerah asal dari es dawet ini. “Kalau di Banyumas, penjual es dawet biasa
habiskan satu kilogram tepung beras sebagai bahan utama dawet. Ia usahakan agar satu hari dawet yang ia buat habis terjual. “Saya usahakan habis terjual satu hari. Jadi saya tunggu sampai habis, baru pulang. Biasanya paling lama jam 19.00 sudah habis,” ujarnya. Menurut Udin, walau ia ber jualan es dawet dari pagi sampai petang, bukan berarti es dawetnya berasa asam. Ia sudah menyia satinya dengan merebus santan terlebih dahulu agar kuah santan tahan lama. Santan yang dipakai juga santan kental sehingga rasa dawet lebih enak. Untuk gula merah, ia gunakan gula merah kental yang su dah disaring sehingga benar-benar
Udin, penjual es dawet
menggunakan rombong seperti ini. Jadi ada ciri khas, itu es dawet ayu Banjarnegara,” kata Udin. Dengan perangkat gerobak es dawet khas Banjarnegara, ia berjualan di daerah Renon, tiap pukul 10.00 sampai petang hari. Sebelumnya, ia berjualan keliling dengan memikul rombong kecil es dawet. Udin mengatakan, agak lelah karena harus memikul beban yang cukup berat seharian. Kemu dian, ia mencoba beralih, ke ge robak beroda sehingga tak terlalu berat baginya. Ia pun memilih satu lokasi yang mudah dicari orang. “Saya tak mau pindah-pindah, nanti langganan bingung mencari saya,” kata Udin.
Bubur Campur
S
Siti
elain es dawet, ma kanan yang kerap diburu di bulan Ra madan adalah bubur campur. Satu porsi bubur campur terdiri dari bubur putih atau hijau, kolak pisang, biji mutiara, dan ketan hitam. Dengan satu porsi bubur campur ini, enak dimakan saat buka puasa, sarapan, camilan sore hari, atau disajikan saat aris an. Salah seorang penjual bubur campur yang bisa ditemui di Jalan Diponegoro Denpasar adalah Siti. Warung sederhananya yang berlokasi di Jalan Diponogoro dekat salah satu departement store yang dulu sudah tutup itu, tampak begitu jelas bagi pengendara ken daraan yang lewat. Ia buka setiap hari mulai pukul 11. sampai 17.00. Perempuan asli Banyuwangi ini sudah lama
Saat ini, pembeli es dawetnya sebagian orang yang berkantor di daerah Renon. Kadang, ada juga pembeli yang kebetulan lewat dan tertarik melihat gerobak uniknya. Saat bulan puasa, banyak yang membeli es dawetnya untuk bekal buka puasa. Sehingga, jualannya sudah habis sore hari. Untuk menarik pembeli lain nya, ia juga menjual es kelapa muda. “Iseng saja saya tambahkan es kelapa muda. Kalau yang tidak suka dawet bisa beli es kelapa muda. Saya membawa kelapa juga tidak banyak. Satu hari bisa habis empat kelapa saja,” kata Udin. Udin menuturkan, untuk bah an es dawetnya, satu hari ia meng sehingga cocok dijadikan pe nganan untuk arisan. Seperti yang dituturkan salah seorang pembeli, Ketut, yang sengaja memesan kue untuk upacara di rumahnya. “Bentuk kue lumpur dan lempernya unik. Rasanya juga enak dan lembut. Harganya juga terjangkau. Kebetulan saya perlu kue banyak untuk upacara adat di rumah. Dan kue ini sangat cocok,” ujar karyawan swasta ini, yang mengaku pelanggan Siti sejak dulu. Menurut Siti, ia khusus men jual kolak campur tanpa es. Bi asanya, kata Siti, kolaknya ramai dibeli, saat baru buka. “Karena masih panas, banyak karyawan toko di dekat warung saya yang beli. Biasanya sekaligus dengan kue-kue yang saya jual. Sembari menjual kolak, saya membung kus lemper. Jadi kadang belum selesai bungkus sudah ada pem beli yang datang. Ada juga pem beli mencari bubur putih untuk makan anaknya yang masih kecil,” kata Siti. –Wirati Astiti
menetap di Bali. Siti sudah berjualan hampir 15 tahun di tempat itu. Kare na itu, ia sudah memiliki pelanggan khusus. Siti menutur kan, selain berjualan bubur campur, ia juga menerima pe sanan kue, seperti sumping, lemper, dan nagas ari. Ia bela jar membuat kue karena sering membantu saudaranya yang mendapatkan pesanan kue saat hari raya. Akhirnya, Siti mencoba ikut berjualan kue. Sembari menjual kolak campur, ia menaruh beber apa kue buatannya untuk dijual. Saat bulan Ramadan, selain bubur campurnya kerap diborong, kuekue buatannya juga laku. Siti mem buat kue-kue dalam ukuran mungil dengan harga Rp 1.000. S e d a n g k a n , untuk kolak campur ia jual semangkok Rp 5.000. Kue-kue mungilnya ini, Kolak campur terlihat lucu
bersih. Untuk tempat gula merah, ia gunakan batok kelapa sehingga terlihat lebih indah dan manis. Tak ada resep khusus dari es dawet buatannya. Menurutnya, hanya dengan berjualan es dawet dalam gentong yang terbuat dari tanah liat, rasa es dawet buatan nya lebih gurih dan enak. “Karena, ditaruh di gentong tanah liat juga sangat berpengaruh pada rasa dawetnya. Coba saja kita taruh air minum di dalam kendi tanah liat pasti rasanya lebih segar. Mungkin ada pengaruh juga dawet jadi lebih tahan lama,” katanya berpromosi. Untuk satu gelas es dawet ia jual Rp 5.000. –Wirati Astiti
Es Dawet Ayu Banjarnegara Bahan : 600 gr : dawet 650 gr : es serut Bahan kuah santan : 2 ½ liter : santan dari 2 buah kelapa. 5 lembar : daun pandan Garam secukupnya Bahan sirup gula : 6 butir : buah nangka yang telah dipotong kotak-kotak 500 gr : gula merah, disisir 2 lembar : daun pandan 200 ml : air matang Garam secukupnya
Cara pembuatan: - Rebus santan bersama dengan daun pandan dan juga garam hingga mendidih, kemudian angkat dan dinginkan. - Membuat sirup gula: gula dire bus bersama nangka dan daun pandan, kemudian aduk hingga mengental, lalu dinginkan. - Masukkan dawet ke dalam mangkok atau gelas saji. Beri es serut. Setelah itu tambah kan santan dan gula. Es dawet siap disajikan. –Wirati Astiti
Anda menyukai makanan Jepang? Anda ingin menyajikan makanan ala Jepang di rumah untuk keluarga tercinta? Tak perlu khawatir. Hari ini, kita belajar memasak makanan Jepang bersama Ida Bagus Ketut Arimbawa, Japanese Sous Chef, Patra Jasa Bali Resort & Villas. Sebelum memasak makanan Jepang, Anda harus mengenal bahan-bahan yang biasa digunakan seperti mirin, adalah bumbu dapur untuk masakan Jepang berupa minuman beralkohol berwarna kuning, berasa manis, mengan dung gula sebanyak 40%-50% dan alkohol sekitar 14%. Mirin digunakan pada masakan Jepang yang diolah dengan cara nimono (merebus dengan kecap asin dan dashi) dan campuran un tuk berbagai macam saus, seperti saus untuk kabayaki (tare), saus untuk soba, saus untuk tempura dan saus teriyaki. Shoyu disebut juga shoya sauce atau kecap Jepang. Kecap ini me rupakan hasil fermentasi kedelai. Hondashi atau dashi merupakan kaldu instan dalam bentuk butiran
Bubur Sumsum Bahan: 50 gr : tepung beras 500 ml : santan encer 1 lembar : daun pandan Garam secukupnya Bahan kuah gula: 75 gr : gula merah 200 ml : air 1/4 sdt : garam 1 lembar : daun pandan
Cara membuat: - Campur tepung beras, santan encer, garam, dan daun pandan. Aduk rata. Masak di atas api kecil sambil diaduk hingga men didih dan mengental. Sisihkan. - Kuah gula: Campur gula me rah, air, garam, dan daun pandan. Aduk rata. Masak hingga mendidih. Sisihkan. - Letakkan bubur di mangkuk saji, siram dengan kuah gula. –Wirati Astiti
berwarna kemerahan. Bumbu ini merupakan bahan utama untuk membuat sup dan saus dalam masakan Jepang. Dibuat dari
bonio flakes, rumput laut dan teri besar yang direbus hingga keluar sarinya. Bentuk instan ini merupakan cara praktis membuat kaldu. Dijual dalam kemasan kecil atau botol dengan aroma khas seafood. Bisa dibeli di pasar swalayan besar atau toko bahan makanan Jepang. Sake adalah sebuah minuman beralkohol dari Jepang yang ber asal dari hasilfermentasi beras. Sering juga disebut dengan istilah anggur beras.
Satu set bento makanan Jepang
Sate Bumbu Kuning Sarwan Bahan: 50gr : ayam fillet iris dadu 100 ml : kecap manis 3 sdm : kecap asin Tusuk sate secukupnya Bumbu halus: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangrai 2 buah : cabe merah 5 buah : cabe kecil. 2 ruas : jari kunyit bakar. Garam, gula secukupnya.
Cara membuat: - Campur kecap manis dan asin - Tusuk- tusuk sate lalu rendam dengan bumbu kecap, diamkan selama kurang lebih 5 menit, lalu bakar dan bo lak-balik sate dengan ole san bumbu kecap, ba kar hingga matang, sisih kan. - Panaskan minyak, lalu masukkan bumbu ha lus, aduk merata hinga bum bu harum dan matang, tambahkan air 75 ml, bi arkan air sampai mendidih dan siapkan sate di pi ring saji
Pizza Kukus Sayur Pedas
Bahan: 2 butir : telor 50gr : gula pasir
1 sdt 50gr 2 sdm 50 gr 50 gr
: : : : :
saos pedas tepung terigu tepung maizena keju cedar parut margarin, lelehkan
Bahan toping: 200 gr : ayam cincang kasar 1 butir : bawang bombay sedang, cincang halus 1 buah : wortel, iris dadu kecil
- Siram sate yang telah dita ta dengan bumbu - Siap dihidangkan dengan tabur an bawang putih goreng.
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
13
Ida Bagus Arimbawa
Tempura Siapkan 5 sendok makan tepung terigu. Kuning telur dan air es dicampur sehingga menghasil kan cairan seperti air jeruk. Ambil kira-kira 5 sendok makan cairan kuning telur dicampur dengan tepung terigu tadi. Masukkan sayuran seperti terong, paprika, jamur, bawang bombay, udang, dan ikan. Goreng dengan panas minyak 130 derajat celcius. Cara mengetahui suhu yang tepat, ke tika memasukkan adonan, adonan langsung mengapung di atas mi nyak dan tak menempel. Untuk sausnya, dibuat dari membakar mirin agar alkohol nya berkurang. Masukkan kaldu Jepang, Setelah mendidih masuk kan kecap Jepang. Tunggu sampai
mendidih, masukkan hondashi dan langsung matikan api. Terayaki Bawang putih yang utuh se banyak15 siung dibakar. Kemu dian, dibersihkan warna hitamnya dan cincang kasar. Tambahkan prei, bawang bombay. Sake dan mirin dibakar. Masukkan shoyu dan gula. Masukkan bawang putih, prei, dan bawang Bombay. Masak dengan api kecil, aduk rata. Diamkan ½ jam kemudian disaring. Buang ampasnya. Ambil saus ini se perlunya sisanya disimpan di kulkas. Daging ayam bagian paha dibuat potongan seperti steak atau lempengan. Kemudian diba kar sampai cokelat. Olesi saus tadi. –Wirati Astiti
Ayam Bakar Bumbu Komplit Bahan: 750 gr : ayam, potong menurut selera 2 batang : serai, memarkan. 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 lbr : daun jeruk purut 2 lbr : daun salam 500 ml : air 3 buah : cabe merah. 7 buah : cabe kecil, dihaluskan Bumbu halus Garam, gula, lada, kaldu bubuk secukupnya.
1 sdt : ketumbar 1 ruas : jari kencur Cara membuat: - Campur semua bahan jadi satu, dan campur dengan bumbu halus lalu rebus selama 15 menit, bakar ayam hinga bumbu habis - Siap untuk disajikan.
Bahan: 7 buah : bawang merah 4 butir : bawang putih 3 butir : kemiri sangrai 2 ruas : kunyit bakar 2 ruas : jari jahe 2 sdm : saus tomat 3 sdm : saus sambal 1/5 sdt : lada bubuk 50gr : keju parut 1 buah : tomat, iris bulat. 1 buah : bawang bombay, iris bulat Garam, gula, kaldu bubuk secu kupnya
na, keju parut, margarin cair, aduk hinga tercampur merata, lalu tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dioles dengan margarin dan beralas kertas roti - Lalu kukus 10 menit, ang kat dan oleskan dengan top ing hinga rata - Campur bawang bombay Cara membuat: bulat dan tomat, taburi den - Telur, gula dan saos pedas gan keju parut, kukus lagi se dikocok hingga mengembang, lama 10 menit, angkat, po lalu masukan tepung maize tong dan siap disajikan.
Cara membuat topping: - Panaskan margarin atau min yak, lalu masukkan cincan gan bawang bombay hin ga layu - Masukkan cincangan ayam, aduk merata, masak ayam hingga beru bah kecokela tan. Lalu, masukkan saus tomat, saus sambal, wor tel, garam, gula, lada, ka ldu bubuk, aduk hinga ma tang - Siap dibuat topping
Kuliner Belajar Masak Es Dawet Ayu Banjarnegara Makanan Jepang 12
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Jika Anda sering lewat di Jalan Letda Tantular Renon, Anda akan bertemu dengan penjual es dawet yang meng gunakan gerobak unik. Tempat dawet menggunakan gen tong dari tanah liat. Sementara, tempat gula merah terbuat dari batok kelapa.
N
ama penjualnya, Udin, asal Banyu mas, Jawa Tengah. Udin belum lama berjualan es dawet. Sebelum nya, ia ikut pamannya berjualan gorengan. Namun, ketika kondisi krisis harga minyak goreng men jadi naik. Udin akhirnya memutar otak bagaimana caranya agar tetap mempunyai usaha makanan. Timbullah keinginan untuk ber jualan es dawet, minuman khas kota asalnya. Perangkatnya pun dibuat sama persis dengan daerah asal dari es dawet ini. “Kalau di Banyumas, penjual es dawet biasa
habiskan satu kilogram tepung beras sebagai bahan utama dawet. Ia usahakan agar satu hari dawet yang ia buat habis terjual. “Saya usahakan habis terjual satu hari. Jadi saya tunggu sampai habis, baru pulang. Biasanya paling lama jam 19.00 sudah habis,” ujarnya. Menurut Udin, walau ia ber jualan es dawet dari pagi sampai petang, bukan berarti es dawetnya berasa asam. Ia sudah menyia satinya dengan merebus santan terlebih dahulu agar kuah santan tahan lama. Santan yang dipakai juga santan kental sehingga rasa dawet lebih enak. Untuk gula merah, ia gunakan gula merah kental yang su dah disaring sehingga benar-benar
Udin, penjual es dawet
menggunakan rombong seperti ini. Jadi ada ciri khas, itu es dawet ayu Banjarnegara,” kata Udin. Dengan perangkat gerobak es dawet khas Banjarnegara, ia berjualan di daerah Renon, tiap pukul 10.00 sampai petang hari. Sebelumnya, ia berjualan keliling dengan memikul rombong kecil es dawet. Udin mengatakan, agak lelah karena harus memikul beban yang cukup berat seharian. Kemu dian, ia mencoba beralih, ke ge robak beroda sehingga tak terlalu berat baginya. Ia pun memilih satu lokasi yang mudah dicari orang. “Saya tak mau pindah-pindah, nanti langganan bingung mencari saya,” kata Udin.
Bubur Campur
S
Siti
elain es dawet, ma kanan yang kerap diburu di bulan Ra madan adalah bubur campur. Satu porsi bubur campur terdiri dari bubur putih atau hijau, kolak pisang, biji mutiara, dan ketan hitam. Dengan satu porsi bubur campur ini, enak dimakan saat buka puasa, sarapan, camilan sore hari, atau disajikan saat aris an. Salah seorang penjual bubur campur yang bisa ditemui di Jalan Diponegoro Denpasar adalah Siti. Warung sederhananya yang berlokasi di Jalan Diponogoro dekat salah satu departement store yang dulu sudah tutup itu, tampak begitu jelas bagi pengendara ken daraan yang lewat. Ia buka setiap hari mulai pukul 11. sampai 17.00. Perempuan asli Banyuwangi ini sudah lama
Saat ini, pembeli es dawetnya sebagian orang yang berkantor di daerah Renon. Kadang, ada juga pembeli yang kebetulan lewat dan tertarik melihat gerobak uniknya. Saat bulan puasa, banyak yang membeli es dawetnya untuk bekal buka puasa. Sehingga, jualannya sudah habis sore hari. Untuk menarik pembeli lain nya, ia juga menjual es kelapa muda. “Iseng saja saya tambahkan es kelapa muda. Kalau yang tidak suka dawet bisa beli es kelapa muda. Saya membawa kelapa juga tidak banyak. Satu hari bisa habis empat kelapa saja,” kata Udin. Udin menuturkan, untuk bah an es dawetnya, satu hari ia meng sehingga cocok dijadikan pe nganan untuk arisan. Seperti yang dituturkan salah seorang pembeli, Ketut, yang sengaja memesan kue untuk upacara di rumahnya. “Bentuk kue lumpur dan lempernya unik. Rasanya juga enak dan lembut. Harganya juga terjangkau. Kebetulan saya perlu kue banyak untuk upacara adat di rumah. Dan kue ini sangat cocok,” ujar karyawan swasta ini, yang mengaku pelanggan Siti sejak dulu. Menurut Siti, ia khusus men jual kolak campur tanpa es. Bi asanya, kata Siti, kolaknya ramai dibeli, saat baru buka. “Karena masih panas, banyak karyawan toko di dekat warung saya yang beli. Biasanya sekaligus dengan kue-kue yang saya jual. Sembari menjual kolak, saya membung kus lemper. Jadi kadang belum selesai bungkus sudah ada pem beli yang datang. Ada juga pem beli mencari bubur putih untuk makan anaknya yang masih kecil,” kata Siti. –Wirati Astiti
menetap di Bali. Siti sudah berjualan hampir 15 tahun di tempat itu. Kare na itu, ia sudah memiliki pelanggan khusus. Siti menutur kan, selain berjualan bubur campur, ia juga menerima pe sanan kue, seperti sumping, lemper, dan nagas ari. Ia bela jar membuat kue karena sering membantu saudaranya yang mendapatkan pesanan kue saat hari raya. Akhirnya, Siti mencoba ikut berjualan kue. Sembari menjual kolak campur, ia menaruh beber apa kue buatannya untuk dijual. Saat bulan Ramadan, selain bubur campurnya kerap diborong, kuekue buatannya juga laku. Siti mem buat kue-kue dalam ukuran mungil dengan harga Rp 1.000. S e d a n g k a n , untuk kolak campur ia jual semangkok Rp 5.000. Kue-kue mungilnya ini, Kolak campur terlihat lucu
bersih. Untuk tempat gula merah, ia gunakan batok kelapa sehingga terlihat lebih indah dan manis. Tak ada resep khusus dari es dawet buatannya. Menurutnya, hanya dengan berjualan es dawet dalam gentong yang terbuat dari tanah liat, rasa es dawet buatan nya lebih gurih dan enak. “Karena, ditaruh di gentong tanah liat juga sangat berpengaruh pada rasa dawetnya. Coba saja kita taruh air minum di dalam kendi tanah liat pasti rasanya lebih segar. Mungkin ada pengaruh juga dawet jadi lebih tahan lama,” katanya berpromosi. Untuk satu gelas es dawet ia jual Rp 5.000. –Wirati Astiti
Es Dawet Ayu Banjarnegara Bahan : 600 gr : dawet 650 gr : es serut Bahan kuah santan : 2 ½ liter : santan dari 2 buah kelapa. 5 lembar : daun pandan Garam secukupnya Bahan sirup gula : 6 butir : buah nangka yang telah dipotong kotak-kotak 500 gr : gula merah, disisir 2 lembar : daun pandan 200 ml : air matang Garam secukupnya
Cara pembuatan: - Rebus santan bersama dengan daun pandan dan juga garam hingga mendidih, kemudian angkat dan dinginkan. - Membuat sirup gula: gula dire bus bersama nangka dan daun pandan, kemudian aduk hingga mengental, lalu dinginkan. - Masukkan dawet ke dalam mangkok atau gelas saji. Beri es serut. Setelah itu tambah kan santan dan gula. Es dawet siap disajikan. –Wirati Astiti
Anda menyukai makanan Jepang? Anda ingin menyajikan makanan ala Jepang di rumah untuk keluarga tercinta? Tak perlu khawatir. Hari ini, kita belajar memasak makanan Jepang bersama Ida Bagus Ketut Arimbawa, Japanese Sous Chef, Patra Jasa Bali Resort & Villas. Sebelum memasak makanan Jepang, Anda harus mengenal bahan-bahan yang biasa digunakan seperti mirin, adalah bumbu dapur untuk masakan Jepang berupa minuman beralkohol berwarna kuning, berasa manis, mengan dung gula sebanyak 40%-50% dan alkohol sekitar 14%. Mirin digunakan pada masakan Jepang yang diolah dengan cara nimono (merebus dengan kecap asin dan dashi) dan campuran un tuk berbagai macam saus, seperti saus untuk kabayaki (tare), saus untuk soba, saus untuk tempura dan saus teriyaki. Shoyu disebut juga shoya sauce atau kecap Jepang. Kecap ini me rupakan hasil fermentasi kedelai. Hondashi atau dashi merupakan kaldu instan dalam bentuk butiran
Bubur Sumsum Bahan: 50 gr : tepung beras 500 ml : santan encer 1 lembar : daun pandan Garam secukupnya Bahan kuah gula: 75 gr : gula merah 200 ml : air 1/4 sdt : garam 1 lembar : daun pandan
Cara membuat: - Campur tepung beras, santan encer, garam, dan daun pandan. Aduk rata. Masak di atas api kecil sambil diaduk hingga men didih dan mengental. Sisihkan. - Kuah gula: Campur gula me rah, air, garam, dan daun pandan. Aduk rata. Masak hingga mendidih. Sisihkan. - Letakkan bubur di mangkuk saji, siram dengan kuah gula. –Wirati Astiti
berwarna kemerahan. Bumbu ini merupakan bahan utama untuk membuat sup dan saus dalam masakan Jepang. Dibuat dari
bonio flakes, rumput laut dan teri besar yang direbus hingga keluar sarinya. Bentuk instan ini merupakan cara praktis membuat kaldu. Dijual dalam kemasan kecil atau botol dengan aroma khas seafood. Bisa dibeli di pasar swalayan besar atau toko bahan makanan Jepang. Sake adalah sebuah minuman beralkohol dari Jepang yang ber asal dari hasilfermentasi beras. Sering juga disebut dengan istilah anggur beras.
Satu set bento makanan Jepang
Sate Bumbu Kuning Sarwan Bahan: 50gr : ayam fillet iris dadu 100 ml : kecap manis 3 sdm : kecap asin Tusuk sate secukupnya Bumbu halus: 7 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangrai 2 buah : cabe merah 5 buah : cabe kecil. 2 ruas : jari kunyit bakar. Garam, gula secukupnya.
Cara membuat: - Campur kecap manis dan asin - Tusuk- tusuk sate lalu rendam dengan bumbu kecap, diamkan selama kurang lebih 5 menit, lalu bakar dan bo lak-balik sate dengan ole san bumbu kecap, ba kar hingga matang, sisih kan. - Panaskan minyak, lalu masukkan bumbu ha lus, aduk merata hinga bum bu harum dan matang, tambahkan air 75 ml, bi arkan air sampai mendidih dan siapkan sate di pi ring saji
Pizza Kukus Sayur Pedas
Bahan: 2 butir : telor 50gr : gula pasir
1 sdt 50gr 2 sdm 50 gr 50 gr
: : : : :
saos pedas tepung terigu tepung maizena keju cedar parut margarin, lelehkan
Bahan toping: 200 gr : ayam cincang kasar 1 butir : bawang bombay sedang, cincang halus 1 buah : wortel, iris dadu kecil
- Siram sate yang telah dita ta dengan bumbu - Siap dihidangkan dengan tabur an bawang putih goreng.
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
13
Ida Bagus Arimbawa
Tempura Siapkan 5 sendok makan tepung terigu. Kuning telur dan air es dicampur sehingga menghasil kan cairan seperti air jeruk. Ambil kira-kira 5 sendok makan cairan kuning telur dicampur dengan tepung terigu tadi. Masukkan sayuran seperti terong, paprika, jamur, bawang bombay, udang, dan ikan. Goreng dengan panas minyak 130 derajat celcius. Cara mengetahui suhu yang tepat, ke tika memasukkan adonan, adonan langsung mengapung di atas mi nyak dan tak menempel. Untuk sausnya, dibuat dari membakar mirin agar alkohol nya berkurang. Masukkan kaldu Jepang, Setelah mendidih masuk kan kecap Jepang. Tunggu sampai
mendidih, masukkan hondashi dan langsung matikan api. Terayaki Bawang putih yang utuh se banyak15 siung dibakar. Kemu dian, dibersihkan warna hitamnya dan cincang kasar. Tambahkan prei, bawang bombay. Sake dan mirin dibakar. Masukkan shoyu dan gula. Masukkan bawang putih, prei, dan bawang Bombay. Masak dengan api kecil, aduk rata. Diamkan ½ jam kemudian disaring. Buang ampasnya. Ambil saus ini se perlunya sisanya disimpan di kulkas. Daging ayam bagian paha dibuat potongan seperti steak atau lempengan. Kemudian diba kar sampai cokelat. Olesi saus tadi. –Wirati Astiti
Ayam Bakar Bumbu Komplit Bahan: 750 gr : ayam, potong menurut selera 2 batang : serai, memarkan. 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 lbr : daun jeruk purut 2 lbr : daun salam 500 ml : air 3 buah : cabe merah. 7 buah : cabe kecil, dihaluskan Bumbu halus Garam, gula, lada, kaldu bubuk secukupnya.
1 sdt : ketumbar 1 ruas : jari kencur Cara membuat: - Campur semua bahan jadi satu, dan campur dengan bumbu halus lalu rebus selama 15 menit, bakar ayam hinga bumbu habis - Siap untuk disajikan.
Bahan: 7 buah : bawang merah 4 butir : bawang putih 3 butir : kemiri sangrai 2 ruas : kunyit bakar 2 ruas : jari jahe 2 sdm : saus tomat 3 sdm : saus sambal 1/5 sdt : lada bubuk 50gr : keju parut 1 buah : tomat, iris bulat. 1 buah : bawang bombay, iris bulat Garam, gula, kaldu bubuk secu kupnya
na, keju parut, margarin cair, aduk hinga tercampur merata, lalu tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dioles dengan margarin dan beralas kertas roti - Lalu kukus 10 menit, ang kat dan oleskan dengan top ing hinga rata - Campur bawang bombay Cara membuat: bulat dan tomat, taburi den - Telur, gula dan saos pedas gan keju parut, kukus lagi se dikocok hingga mengembang, lama 10 menit, angkat, po lalu masukan tepung maize tong dan siap disajikan.
Cara membuat topping: - Panaskan margarin atau min yak, lalu masukkan cincan gan bawang bombay hin ga layu - Masukkan cincangan ayam, aduk merata, masak ayam hingga beru bah kecokela tan. Lalu, masukkan saus tomat, saus sambal, wor tel, garam, gula, lada, ka ldu bubuk, aduk hinga ma tang - Siap dibuat topping
14
Jelita
Kenali Ketombe Anda Anda tahu tentang ketombe? Ketombe bukan hanya me rusak rambut tapi juga mem buat gatal dan mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri seseorang.
K
etika kita melihat atau menemukan serpihan kuning atau kilauan putih di bahu atau di rambut , itulah tandatanda ketombe. Ketombe memang akan menimbulkan beragam permasalahan Menurut dr.Laksmi Anggari Duarsa, Sp.,KK., ketombe dapat disebabkan oleh produksi sebum yang tinggi. Terjadi peningkatan multiplikasi sel di lapisan epidermis, mikro-organisme berlebih yang disebut pityrosporum. Juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi dan tingkat kelembaban rambut yang sangat tinggi. Ketombe terjadi karena pengelupasan berlebihan sel kulit mati dari kulit kepala. Ketombe bukan organisme seperti kutu rambut, tetapi kulit mati yang menumpuk di kulit kepala. Sel kulit mati dan mengelupas adalah hal biasa, namun pada sebagian orang hal ini menjadi berlebihan. “Jika disertai kemerahan dan iritasi maka ketombe dapat merupakan gejala dermatitis seboroik atau psoriasis,” kata dokter Laksmi. Dikatakannya, ketombe tidak karena rambut kotor, mungkin karena produk yang digunakan menyebabkan kulit kepala terkelupas. Selain itu beberapa pewarna r a m but dan produk styling juga dapat meninggalkan residu, serpihan kering atau memicu reaksi kulit yang terlihat seperti ketombe. Dokter Laksmi pun menyebutkan beberapa penyebab ketombe pada kulit kepala : Kulit kering seringkali dialami bagian kulit yang terbuka , seperti kepala. Kulit kering adalah salah satu penyebab umum ketombe yang halus dan tidak begitu berminyak. Bentukan klinis ketombe bisa sebagai derma titis seboroik, jamur pada kulit kepala atau bisa sebagai manifestasi klinis psoriasis vul garis. Ada kondisi dermatitis seboroik dapat menyebabkan ketombe yang ditandai dengan kulit berminyak dan kerak kulit berwarna putih atau kuning. Kondisi ini tidak hanya dapat terjadi pada kulit kepala tetapi juga pada bagian kulit yang banyak mengandung kelenjar minyak seperti hidung, alis, dan dada. Ada pula psoriasis adalah kondisi gangguan kulit yang menyebabkan penumpukan sel kulit mati yang membentuk kerak kulit berwarna perak. Biasa terjadi pada kulit kepala, lutut, dan siku. “Bagi mereka yang tidak mencuci rambut secara teratur dengan sampo, juga akan membuat minyak dan sel kulit kepala menumpuk membentuk ketombe,”ujarnya. Ada beberapa orang memiliki kulit kepala yang sensitif terhadap bahan tertentu produk
perawatan rambut seperti paraphe nylene diamine (PPD) yang dapat menyebabkan ketombe. Begitu pula dengan eksim, bisa terjadi pada kulit kepala dan menyebabkan ketombe. Malassezia, sejenis jamur yang hidup pada kulit kepala kebanyakan orang dewasa sehat tanpa menyebabkan masalah. “Namun kadang-kadang pertumbuhannya tidak terkendali dan jamur ini makan dari minyak yang dikeluarkan folikel rambut. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit kepala dan menyebabkan sel-sel kulit kepala tumbuh lebih banyak,”papar dokter spesialis kulit ini. Kelebihan sel kulit kepala yang mati dan bergabung dengan minyak kulit kepala inilah menyebabkan ketombe. Pertumbuhan tak terkendali dari malassezia dapat disebabkan terlalu banyak minyak kepala, perubahan hormon, stres, kepala kotor, kulit kepala sensistif dan beberapa jenis penyakit. Ketombe juga dijumpai pada kulit kepala berminyak. Lapisan minyak yang berlebihan pada kulit kepala dapat mengering, menebal dan menjadi serpihan dalam bentuk ketombe. Bentuk tertentu dari ketombe juga diyakini disebabkan oleh jamur pada kulit kepala. Karena jamur ini tidak dapat dihilangkan sepenuhnya maka ketombe juga tidak dapat dibasmi habis, hanya bisa dikontrol. Penyebab ketombe, bisa juga karena cuaca dingin, penggunaan semprotan dan minyak rambut, sampo yang tidak sesuai, bilasan sampo yang kurang bersih, jarang mencuci rambut, diet, stres dan gangguan hormon. Diingatkannya pula bagi mereka yang berketombe, jika tidak rajin mencuci rambut akan membuat ketombe lebih parah karena sel-sel kulit mati menumpuk. Keramaslah tiap hari. Meski kebanyakan orang tidak mau keramas tiap hari karena takut rambutnya rusak. Namun bagi yang berketombe perlu membersihkan semua jamur dan minyak penyebab ketombe setiap hari. Ingat, gunakan sampo khusus anti ketombe.
Hindari makan makanan ber. minyak, walau sudah melakukan perawatan. Perbanyaklah mengonsumsi buah setiap hari. Konsumsi makanan bernutrisi tinggi dan sehat. Juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan kulit seperti makanan yang me ngandung vitamin B, asam lemak esensial dan zat besi seperti contoh brokoli, bayam, daging sapi, udang, kemiri dan kacang panggang. Jaga kulit kepala tetap bersih. Terlalu sering terkena panas atau menggunakan pengering rambut sebaiknya dihindari untuk mencegah masalah ketombe. Sisirlah rambut setiap hari untuk memperlancar sirkulasi darah, dan pijat kulit kepala sebelum atau sesudah menyisir. Jika ketombe tidak juga berkurang, kemungkinan Anda mengalami masalah lebih serius di kulit kepala. Untuk ini disaran kannya segera berkonsultasi dengan ahlinya untuk membantu menganalisis masalah rambut secara detail dan akurat. – Sri Ardhini
Mitos
28 juli - 3 Agustus 2014
28 juli - 3 Agustus 2014
11
Mengapa Bayi Kuning Dijemur? Menjemur bayi kerap dilakukan orangtua. Penjemuran dilakukan pagi hari untuk men dapatkan sinar matahari pagi. Waktunya sekitar pukul 07.00-09.00. Apakah penjemuran bayi ini wajib dilakukan ataukah hanya mitos?
K
ondisi bayi lahir dengan tubuh yang berwarna kekuningan bisa terjadi. Hal ini secara fisiologis disebabkan bayi minum sedikit, terlambat minum, atau saluran cernanya tidak lancar. Selama dua minggu pertama ini sering terjadi. Namun, jika berlangsung lebih dari dua minggu, orangtua patut memeriksakan kondisi bayinya. “Secara medis, bayi kuning ini disebut ikterus neonatorum yakni suatu kondisi munculnya warna kuning di kulit bayi baru lahir karena adanya bilirubin (pigmen empedu) pada kulit dan selaput mata sebagai akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah (hiperbilirubinemia),” jelas dr. Ni Md. Rini Suari, M.Biomed, Sp.A, dokter spesialis anak di RSIA Puri Bunda Denpasar. Kuning pada bayi sering terjadi pada bayi baru lahir. Kuning ini terkadang sulit untuk dideteksi. Secara umum penilaian kuning bisa dilihat pada warna putih mata dan kulit yang berwarna kuning-kekuningan. Warna ku ning-kekuningan ini dapat dilihat dengan lebih jelas apabila kulit
bayi ditekan lembut, biasnya tampak kelihatan kekuningan. Warna kekuningan pada bayi baru lahir adakalanya merupakan kejadian alamiah (fisologis), adakalanya menggambarkan suatu penyakit (patologis). Kejadian alamiah (fisiologis) jika warna kekuningan muncul pada hari kedua atau keempat setelah kelahiran, dan berangsur menghilang paling lama setelah 2 minggu. Ini terjadi karena fungsi hati belum sempurna (matang) dalam memproses sel darah merah. Jika dilakukan pemeriksa an laboratorium kadar bilirubin dalam darah tidak melebihi batas yang membahayakan atau kurang dari 12 mg%. Secara patologis, warna kekuningan nampak pada bayi sebelum umur 36 jam, cepat menyebar ke sekujur tubuh bayi, dan lebih lama menghilang (lebih dari 2 minggu). “Ada kalanya disertai dengan kulit memucat (anemia), kadar bilirubin dalam darah lebih dari 12 mg% pada bayi cukup bulan dan lebih dari 10 mg% pada bayi prematur. Jika ada tandatanda seperti ini, bayi kurang aktif, misalnya breast feeding dan breast milk, maka sebaiknya segera periks a ke
dr. Ni Md. Rini Suari, M.Biomed, Sp.A.
dokter terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan,” kata dr. Rini. Bilirubin juga dapat pecah jika bayi banyak mengeluarkan feses dan urin. Untuk itu bayi harus mendapatkan cukup ASI. ASI memiliki zat-zat terbaik bagi bayi yang dapat memperlancar buang air besar dan kecilnya. Pemberian ASI juga harus di bawah pengawasan dokter karena pada beberapa kasus, ASI justru meningkatkan kadar bilirubin bayi. Di dalam ASI terdapat hormon pregnandiol yang dapat mempengaruhi kadar bilirubinnya.
penjemuran dilakukan dengan membuka semua pakaian bayi dan menjemur secara merata selama 5 sampai 10 menit. Namun, tidak semua bayi harus dijemur. “Jika dalam waktu lebih dari minggu, bayi masih kuning, sebaiknya orangtua memeriksakan bayi ke tenaga medis. Jika hasil diagnose dokter menunjukkan bayi berada di kremer 3 sampai 5, akan dilakukan pengecekan lebih mendalam. Sumber penyebab dicari dengan fototerapi dan disinari selama dua dua sampai tiga hari,” imbuh dr Rini. Terapi dengan sinar matahari hanya merupakan terapi tambahan. Biasanya dianjurkan setelah bayi selesai dirawat di rumah sakit. Caranya, bayi dijemur selama setengah jam dengan posisi yang berbeda-beda. Seperempat jam dalam keadaan telentang, misalnya, seperempat jam kemudian telungkup. Pukul 07.00 sampai 09.00 merupakan waktu dimana sinar surya efektif mengurangi kadar bilirubin. Sebelum pukul
07.00 sinar ultraviolet belum cukup efektif, sedangkan setelah pukul 09.00 kekuatannya sudah terlalu tinggi sehingga akan merusak kulit. Jangan lupa menghindari posisi yang membuat bayi melihat langsung ke matahari karena dapat merusak matanya. Situasi di sekeliling terutama udara juga harus bersih. Jika bayi tidak mengalami ku ning, tak masalah jika tak dijemur. Seringkali orangtua zaman dulu terbawa suasana sehingga semua bayi wajib dijemur. Dokter Rini pun mengingatkan, perhatikan kondisi bayi dengan baik sebelum memutuskan untuk melakukan sesuatu. Jangan sampai karena terpengaruh mitos, hal tersebut harus dilakukan padahal tidak ada manfaatnya untuk bayi. Sebalik nya, jika memang memerlukan penanganan lebih lanjut karena merasa ada sesuatu yang tidak beres, berkonsultasilah dengan tenaga medis. –Ngurah Budi
TERAPI SINAR MATAHARI Pada bayi yang mengalami kuning ini, menjemur merupakan salah satu upaya untuk mendapatan tambahan vitamin D. Posisi
Senggama Terputus kehamilan. Tetapi ternyata keberhasilannya dalam mencegah kehamilan tidak cukup memuaskan. Kegagalannya cukup sering terjadi mengingat “Dok, suami saya saat berhubungan seksual biasanya menge luarkan air mani di luar untuk mencegah kehamilan, karena kami memang belum merencanakan memiliki anak lagi. Tetapi kemarin itu tanpa sepengetahuan saya, ada sedikit yang terdorong ke dalam. Apakah saya bisa hamil jika ada sedikit air mani di bibir vagina yang ikut terdorong ke dalam lagi. Tolong dijelaskan, Dok.” (Sri, 27) Logika awam banyak yang memperkirakan bahwa kalau tidak ada air mani atau sperma yang masuk ke vagina, maka tidak mungkin terjadi kehamilan. Hubung an seksual yang dilakukan dengan mengatur agar pengeluaran sperma terjadi di luar vagina disebut senggama terputus atau coitus interruptus. Sebenarnya cara ini merupakan salah satu cara sederhana untuk mencegah
banyak laki-laki yang kesulitan untuk benar-benar bisa me ngontrol ejakulasinya, atau dalam kasus ini malah sperma yang sudah diejakulasikan diluar vagina, segera terdorong kembali sebagian ke dalam vagina. Memang kalau tidak ada sperma yang masuk sama sekali, pasti kehamilan tidak akan terjadi. Masalahnya, sekali lagi, sering kali terjadi kegagalan buat mengontrolnya.
Ini adalah satu-satunya alasan kegagalan yang cukup tinggi dari senggama terputus. Pada senggama terputus tidak selalu terjamin tidak ada sperma yang masuk ke dalam vagina. Karena itu kegagalan sanggama terputus cukup tinggi. Demikan juga, spermatozoa hanya dapat bertahan hidup pada media tertentu dengan pH normal. Itu adalah di dalam lingkungan vagina, sedangkan di luar tubuh akan segera mati. Tetapi tetap saja masih ada usia hidup di luar tubuh sekitar setengah sampai satu jam, jadi jika belum lewat durasi itu ada sperma yang kembali ter dorong ke dalam, maka memunculkan kemungkinan terjadi kehamilan. Asal memang di pihak perempuan juga sedang dalam masa subur. Kehamilan dimungkinkan terjadi kalau ada pertemuan antara spermatozoa dan sel telur. Karena sel telur hanya dikeluarkan pada saat tertentu, yaitu pada saat wanita mengalami masa subur, maka hanya hubungan sek-
sual yang dilakukan pada masa subur, yang mungkin menimbulkan kehamilan. Di luar masa subur, hubungan seksual tidak akan menimbulkan kehamilan. Senggama terputus makin banyak dilakukan remaja yang sudah berhubungan seksual, seiring dengan derasnya sumber informasi keliru yang didapat. Baik itu lewat pergaulan sebaya hingga media, seperti video porno hingga informasi di internet. Tujuannya jelas memang untuk menghindari terjadinya kehamilan tanpa perlu menggunakan alat kontrasepsi. Sesungguhnya informasi tentang senggama terputus yang disebutkan menjamin seratus persen hubungan seksual yang dilakukan bisa terhindar dari kehamilan adalah sebuah informasi yang keliru. Karena sekali lagi, kegagalannya cukup tinggi. Ini juga serupa dengan banyaknya informasi keliru lain seperti sebuah mitos yang menyebutkan loncatloncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan
kehamilan. Faktanya, ketika sperma sudah memasuki vagina, maka spermatozoa akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi. Loncat-loncat tidak akan mengeluarkan sperma. Jadi, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan. Mitos serupa masih ba nyak beredar dan dipercaya. Pengaruhnya masih sangat kuat, bahkan juga di antara para anak muda yang justru sedang giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kesehatan reproduksi. Banyak yang mempercayai informasi yang belum tentu benar, se hingga tidak jarang kita temui kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan yang salah. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya.
10
Bugar
Mari Menyusui
Sulit menyusui? Kurang percaya diri untuk menyusui? Alasan ibu bekerja tidak bisa menyusui 6 bulan? Yuk belajar menyusui supaya tidak gagal dan putus asa. Pelajaran menyusui yang benar bisa didapatkan pada Konselor ASI di klinik laktasi.
Mengapa Perlu Menyusui? Sistem organ saluran cerna manusia adalah sistem organ yang paling luas dari semua organ tubuh manusia. Saluran cerna sebagai organ terpenting karena lebih kurang 80% sel pada saluran cerna menghasilkan antibodi dan 40% jaringan saluran cerna disusun oleh jaringan limfoid (getah bening) atau dikenal dengan gut associated lymphoid tissue (GALT) yang merupakan jaringan lim foid terbesar di dalam tubuh manusia. Kedua komponen tersebut sangat berperan dalam sistem imun (pertahanan) tubuh manusia. Di lain pihak, saluran cerna merupakan organ yang paling terpapar dengan lingkungan luar dan merupakan tempat masuknya zat asing ke dalam tubuh, baik berupa makanan maupun mikroorganisme. Oleh karena itu, tidak berlebihan bila saluran cerna dianggap sebagai organ terpenting dalam menciptakan kesehatan secara keseluruhan. Salah satu hal yang sangat menarik adalah keberadaan mikroorganisme dan makanan di dalam sa luran cerna ternyata berpengaruh terhadap perkembangan sistem imun saluran cerna manusia. Bayi yang diberikan ASI eksklusif maka saluran cernanya akan didominasi ku man baik yang akan selalu menjaga saluran cernanya. Selain itu di dalam saluran cerna terdapat sistem saraf (enteric nervous system) yang mengatur komunikasi ke otak sebanyak 80%, sehingga pencernaan yang sehat akan menghasilkan otak yang cerdas. Komunikasi otak dan saluran cerna disebut Gut Brain Axis. Otak hanya memberikan 20% ke sa luran cerna. Bila saluran cerna selalu sehat maka akan membuat anak yang cerdas. Proses kematangan fungsi saluran cerna hanya sempurna dengan diberikan ASI. Prinsip berhasil menyusui 90% terle tak pada psikis (kemauan/motivasi/pikiran positif/percaya diri/dukungan ayah dan ke luarga). Sisanya yang 10% ada pada keadaan fisik ibu. Jadi semangatlah, yakin bisa. Hari hari pertama menyusui apa yang terjadi? JUMLAH PRODUKSI ASI Sesuai dengan ukuran lambung bayi dan kebutuhan bayi. ASI diproduksi sedikit pada
hari ke-1 sampai dengan hari ke-3. Setelah itu meningkat jika ibu langsung menyusui bayinya.
Bayi baru lahir bisa bertahan 3 hari tanpa akan dan minum karena masih punya cadangan makanan yang mereka bawa dari dalam rahim ibu. Susui bayi sesering mungkin untuk me menuhi kebutuhannya sesuai tanda lapar bayi. Dan produksi ASI akan meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan bayi. Di awal-awal kelahiran bayi sampai pro ses menyusui lancar, susuilah bayi sekitar 2-3 jam sekali jadi dalam sehari/24 jam frekuensi menyusui antara 8-12 kali. Rata-rata durasi menyusui bervariasi, biasanya sekitar 20 menit, perhatikan bila bayi menyusui sangat lama (misal 1 jam) biasanya tidak sungguhsungguh menyusu tapi mengempeng. Bulan pertama pascakelahiran bayi adalah masa terpenting untuk Ibu dan bayi dalam hal me nyusui. Frequent nursing (sering menyusui) membantu mempercepat supply/produksi ASI dan mencegah pembengkakan payu dara (engorgement). Bila bayi sudah lancar/ established menyusunya, maka biarkan bayi menyusu on demand (sesuka bayi) atau tidak perlu dijadwal lagi seperti di awal-awal kelahiran. KAPAN TANDA KENYANG BAYI? Tanda-tanda bayi telah kenyang : • Saat awal menyusui beberapa bayi seperti tegang dan seiring dengan rasa kenyangnya ia akan menjadi rileks. Lihatlah genggaman tangan bayi akan terlihat rileks, tidak mengepal lagi. Sebaiknya sarung tangan tidak dikenakan saat proses menyusui.
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Transfer ASI Perhatikan irama menyusu bayi, yakni nyut, nyut, nyut…istirahat……nyut, nyut, nyut…istirahat dst, hal ini dikarenakan bayi beberapa kali melakukan hisapan lalu diikuti istirahat. Yang dimaksud dengan istirahat di sini adalah gerakan menelan ASI dan mengambil napas. Apabila istirahat terlalu lama, maka bayi perlu distimulasi dengan menyentuh bawah dagu bayi agar bayi tidak mengempeng. Untuk Ibu Bekerja : ASI perah dapat bertahan 6-8 jam pada suhu ruangan (≤25°C), 24 jam dalam cooler box dengan ice pack, 1-2 hari dalam rak kul kas (4°C), dapat disimpan di dalam freezer satu pintu (bersuhu -15°C) dapat tahan 2
Style
Kesan Kuat Biru Tosca
• Sebagian besar bayi melepas puting susu saat merasa kenyang dan sebagian lagi tetap mengisap dengan lembut sampai ia benar-benar tertidur. • Biarkan bayi mengisap sampai habis ASI dari payudara yang satu sebelum dialihkan ke payudara yang lain agar bayi mendapat ASI yang paling dalam (hind milk) disamping meningkatkan produksi ASI yang lebih baik pada payudara yang betul-betul telah habis dihisap. Sentuhkan payudara ibu ke mulut bayi, maka bayi yang kenyang akan mengunci mulutnya. CARA SUKSES MENYUSUI Menyusui itu alamiah, tapi bukan berarti ibu hanya menyodorkan payudara saja dan bayi akan langsung pintar menyusu. Agar proses menyusui dapat berjalan lancar, maka seorang ibu harus mempunyai keterampilan menyusui agar ASI dapat mengalir dari payu dara ibu ke bayi secara efektif. Keterampilan menyusui yang baik meliputi 3 hal yaitu : Posisi menyusui Posisi paling umum adalah posisi klasik. Teknik ini dikenal dengan Madonna atau gendongan atau cradle. Selain itu, ada po sisi bawah lengan, dan posisi menyilang. Pada prinsipnya pastikan posisi bayi miring menghadap ibu, perut bayi menempel ke perut ibu, lengan bayi segaris dengan telinga dan lengan ibu menyangga badan bayi. Ke tika menyusu, wajah bayi agak mendongak menghadap wajah ibunya dengan mata sa ling berpandangan. Posisi ini paling nyaman untuk bayi. Posisi sudah benar bila hidung bayi tidak tertutup oleh payudara dengan dagu menempel pada payudara Pelekatan bayi pada payudara yang harus tepat. Pelekatan yang dimaksud adalah masuknya puting dan sebagian besar areola (terutama bagian bawah) bisa tercakup mulut bayi. Dagu bayi menempel pada payudara, bibir membuka keluar dan mulut terbuka lebar. Bila pelekatan benar, sebagian besar kelenjar ASI yang berada di bawah areola akan terperah, ASI keluar lebih lancar dan puting ibu tidak akan merasa sakit.
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Bagi penggemar fashion berbahan dasar tenun ikat Bali, pekan ini Tokoh menyuguhkam deretan koleksi busana ready to wear milik desainer Bali asal Gianyar, Tude Togog. Pilihan endeknya bukan saja unik tapi juga sangat elegan. Semakin menarik dengan racikan warna biru tosca dan benhur yang memiliki kesan kuat serta mahal ini.
T
dr. Agustina Santi, MSc, SpA, MISPI
minggu, 3-6 bulan dalam freezer dua pintu (bersuhu -18°C), 3-6 bulan dalam freezer dua pintu (bersuhu -18°C), dan 6-12 bulan dalam deep freezer (-20°C). Tidak diperlu kan kulkas khusus untuk menyimpan ASI Perah. Pada usia 1 bulan itu juga, dengan bimbingan Konselor ASI, pengasuh bayi diajari cara meminumkan ASI Perah ke pada bayi dengan menggunakan gelas. Bayi diposisikan setengah duduk, boleh dengan menggunakan selendang gendong, dipasang celemek di dada bayi. Pengasuh menempel kan bibir gelas pada mulut bayi tepi gelas menyentuh kedua sudut mulut sedemikian rupa sehingga ASI Perah juga menyentuh lidah bayi. Jangan menuangkan ASI Perah ke dalam mulut bayi melainkan miringkan gelas pelan-pelan karena dengan sendirinya bayi akan menjilat ASI dan menghirup dan menelannya. Pastikan bayi telah habis me nelan ASI lalu miringkan ulang gelas. Bila gelas kosong, isi kembali dengan ASI perah dan berikan kepada bayi sampai ia tidak mau lagi (lihat dan baca tanda kenyang bayi). Ibu meneruskan menabung ASI perahnya sampai tiba waktunya bekerja. dr. Agustina Santi, MSc, SpA, MISPI - DOKTER SPESIALIS ANAK - KO N S E LO R M E N Y U S U I / A S I / PEMERHATI NUTRISI BAYI DAN ANAK - INSTRUKTUR TERAPI PIJAT BAYI DAN ANAK, PIJAT LAKTASI - DOSEN FISIOTERAPI UNIVERSITAS DHYANA PURA DENPASAR BALI - Email : agustina.santi@siloamhospitals.com; agustina_santi@yahoo.com - HP : 0813 2863 9891
anpa terlalu banyak menambah bahan lain pada busana nya, menjadikan keindahan produk tradisional Bali ini tampil utuh Mengusung tema “Purity”, pada pagelaran di panggung JFFF di Jakarta, beberapa waktu lalu, Tude
sangat jelas memperlihatkan motifmotif khas Bali. Dan, ini pulalah menjadi detil sekaligus kekuatan rancangannya berupa dress, long pants, blus, dan jacket Begitu juga dengan pengalam an sebagai produsen tenun ikat Bali lebih dari puluhan tahun membuat Tude Togog selalu
Tude Togog menjaga kualitas dan kenyamanan pemakaianya. Tangan terampilnya pun berhasil menampilkan ke murnian dan keindahan salah satu budaya lokal ini. – Sri Ardhini
15
16
Edukasi
28 juli - 3 Agustus 2014
Kurikulum 2013
Teori Bagus, Implementasi Hati-hati Kurikulum 2013 sudah mulai diterapkan mulai tahun lalu pada 157 sekolah tingkat SD, SMP, SMA/SMK di Bali. Setelah dievaluasi, semua responden dari unsur orangtua murid, komite sekolah, pengawas, kepala sekolah, dan guru-guru sekolah yang pernah mengikuti diklat, semua menyatakan baik dan diteruskan. Hal ini diungkapkan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendididkan (LPMP ) Bali, Dr. I Made Alit Mariana.
D
iklat (pelatihan) kurikulum 2013 ini menyasar 21.539 guru di Bali. “Di tahun 2014 ini sudah terealisasi 18.933 guru SD, SMP, SMA/SMK, yang kami selenggarakan dalam empat tahap,” jelasnya. Sisanya, akan diundang mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) oleh Undiksha, dan khusus untuk guru-guru SMA bidang studi peminatan sedang melaksanakan diklat di Jakarta Pelaksanaan diklat guru sasaran dilaksanakan di tempat pelaksana an kurikulum TPK). TPK diambil dari skolah inti, yakni sekolah yang memiliki fasilitas memungkinkan untuk pelaksanaan diklat. Sekolah ini letaknya di masing-masing kecamatan. Pelatihan guru sasaran yang ada di TPK itu mengambil empat kelas dalam satu sekolah, yakni kelas 1,2, 4, dan kelas 5. “Pelaksanaannya sudah dilakukan saat liburan sekolah lalu agar tak mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Sehingga
diharapkan tahun ajaran baru 2014 ini di Provinsi Bali, implementasi kurikulum 2013 dapat berjalan lancar,” ucapnya. Ia menjelaskan, saat ini buku siswa sedang dikirim, namun belum semua sekolah menerimanya. Sementara, buku guru belum. “Di SD, bukunya belum diterima, tapi CD yang berisi buku siswa dan buku guru sudah diterima. Jika sampai Agustus buku-buku ini belum datang, sekolah diberikan hak mem-print out, tetapi tidak utuh, hanya tema tertentu yang diperlukan,” jelas Alit Mariana usai melakukan video conference dengan Menteri Pendidikan yang diikuti Kadisdikpora Provinsi beserta seluruh Kadisdikpora kabupaten/ kota se-Bali. Kurikulum 2013 ini sudah diimplementasikan di kelas 1, 2, 4, dan 5 SD. Kelas 3 dan 6 belum kena karena di kelas 3 sekarang, saat kelas 2 belum kena kurikulum baru. Sementara untuk kelas 6 agar tak mengganggu karena akan meng hadapi ujian. Demikian halnya di tingkat SMP, dan SMA/SMK, kurikulum 2013 sudah diterapkan di kelas 7,8, dan kelas 10, 11. “Untuk kelas
9 dan 12 akan diterapkan tahun 2015. Karena mereka akan ujian, maka diteruskan kurikulum lama agar mereka tidak terganggu. Sekarang dipersiapkan dulu. Kurikulum 2013 ini diimplementasikan dengan asas kehati-hatian, tidak merugikan siswa, serta memberikan motivasi dan keuntungan bagi siswa,” jelasnya. LPMP sebagai kepala unit implementasi kurikulum di provinsi ini melaksanakan diklat di TPK yang tersebar di tiap kecamatan di Bali. Sehingga, biaya operasional lebih murah. KURIKULUM 2013 Selain guru sasaran, diklat juga diberikan kepada instruktur nasional yang berasal dari guru-guru yang sudah dilatih. Narasumber nasional yakni Widya Iswara, LPMP, dosen perguruan tinggi, dan guru-guru di sekolah terpilih. Total guru sasaran dan instruktur nasional yang disasar adalah 22.115 dan yang sudah terdiklat per 2014 sebanyak 21.263. Kurikulum 2013 menggantikan KTSP yang diterapkan sejak 2006, dikembangkan dari konsensus na-
Dr. I Made Alit Mariana
sional oleh para tokoh, yang melihat arah pendidikan akan dibawa kemana. Karena itu, standar kompetensi kelulusan di-review harus mengadaptasi dan mengakomodasi indikator keberhasilan internasional, yang mengarah pada kompetensi yang dimiliki peserta didik lima tahun ke depan, bukan untuk saat ini. Ada tiga kebutuhan lokal yang harus disiapkan pengembang SDM sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berdaya saing internasional. “Sehingga, jika diadu dan dikolaborasikan dengan tingkat internasional, kita bisa sejajar. Standar kompetensi lulusan mencoba meramu hal itu. Secara teoritis kurikulum ini bagus, karena itu implementasi harus hatihati,” paparnya. Dari rumusan tersebut, dilakukanlah reorganisasi terhadap bahan ajar menjadi tematik terpadu. Misalkan, dalam tema “Diriku”, diajarkan tidak keakuan saja, tapi juga pertemanan, dikenalkan dengan lingkungan. Semua disiplin ilmu terakomodasi dalam tema tersebut. “Jadi, menggunakan berbagai disiplin ilmu untuk mengkaji tematik itu. Kontekstualnya disesuaikan dengan keperluan, standar isi dikembangkan,” jelas Alit.
Selain standar kompetensi lulusan dan standar isi, standar proses pun diubah. Interaksi guru dan siswa dioptimalkan. Siswa sebagai sumber belajar dalam mencapai standar kompetensi lulusan, sehingga dikembangkan pendekatan saintifik, konstruktivis me, pemecahan masalah, dsb. Pembelajaran diubah dalam diklat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). “Dari tiga standar itu, satu lagi dikembangkan adalah standar penilaian. Evaluasi autentik asesmen yang harus dilakukan guru terhadap peserta didik. Misalkan, jika menulis nilai 6, itu harus jelas kemampuan apa saja yang dicapainya dari angka 6 itu. Guru harus benar-benar mengenal anak didiknya. Dengan begitu, guru juga lebih pofesional. Ini tantangan baru kita,” tegasnya. Bagaimana jika dalam satu kelas ada 50 siswa? Kondisi ini diakui Alit masih menjadi PR besar. Selama ini, paham yang dipakai masih penilai an secara massal. Ke depannya ia optimis semua bisa berjalan de ngan baik. “Sulit tidak berarti tidak bisa. Kalaupun itu pahit untuk para guru, namun merupakan obat untuk pendidikan kita, mari kita telan bersama,” ujarnya. Karena itu, dalam implementasi kurikulum 2013 ini, ada program pendampingan dari PT dan narasumber (Widya Iswara). Alit mengatakan tiap program pasti ada kelebihan dan kelemahan. Ia mengutip pernyataan seorang ahli pendidikan yang mengatakan, pendidikan tidak bisa terhenti sementara menunggu sistem saranaprasarananya, kurikulum sempurna, pendidikan harus tetap jalan dalam kondisi apapun sambil kita sempurnakan terus-menerus. “Paradigma nya, kita harus mencari alternatif solusi terhadap permasalahan dalam implementasi suatu program inovatif itu, sehingga anak-anak benar-benar mendapatkan haknya dalam memperoleh pendidikan yang bermutu,” ujarnya. –Inten Indrawati
Pura Gunung Pengsong
T
iap hari raya atau hari besar Agama Hindu di Lombok, Pura Gunung Pengsong yang terletak di puncak Gunung Pengsong, Desa Kuranji Lombok Barat, selalu ramai dikunjungi umat Hindu yang datang dari seluruh pelosok Pulau Lombok untuk bersembahyang. Bahkan umat Hindu dari Bali pun kerapkali melakukan tirta yatra ke Pura Gunung Pengsong. Pura ini diamong 44 banjar yang berada di wilayah Pagesangan, Batu Dawa, Dusun Sengkongo dan BTN Telaga Waru serta BTN Gunung Pengsong Indah. Saat ada persembahyangan, umat Hindu datang silih berganti membawa sesajen berupa canang-canang. “Semua umat Hindu di Pulau Lombok, wajib bersembahyang di Pura Gunung Pengsong,” ungkap I Gusti Matas, S.Ag, salah seorang pengamong sekaligus mantan Ketua krama Pura Gunung Pengsong. Apabila melupakan maturan Gunung Pengsong dalam setahun tidak pernah sembahyang ke sana, diyakini hidup tidak akan bahagia atau pun akan mendapat kesusahan dalam hidup,
Awal Sejarah Ida Ketut Subali lanjutnya. Menurut Matas, ini tidak lepas dari sejarah Pura Gunung Pengsong yang merupakan tempat Ida Ketut Subali mendarat pertama kalinya di Padang Rea, tepi pantai Kuranji Lombok Barat. Kedatangan Ida Ketut Subali dengan 200 pasukannya kala itu, ketika berjalan masuk ke Pulau Lombok, ia rupanya menuju Gunung Pengsong dan tersesat di sana mengingat Gunung Pengsong yang amat lebat kala itu. Di atas puncak Gunung Pengsong yang disebut Mur itulah, Ia mendapat petunjuk bahwa Gunung Pengsong merupakan tempat suci yang di puncaknya harus berdiri sebuah pura, Pura Gunung Pengsong. Pura ini dibangun oleh kakaknya bernama Ida Wayan Subali. Sejak itulah, Pura Gunung Pengsong menjadi salah satu tempat suci bagi umat Hindu terutama di Lombok. Gunung Pengsong dengan ketinggian sekitar 550 meter dpl merupakan
sebuah bukit (namun lebih dikenal de ngan sebutan gunung) berada di wilayah Lombok Barat. Dari puncak Gunung Pengsong ini terdapat Pura Gunung Pengsong yang persis di tengah-tengah pura tersebut terdapat sebuah batu ceper berukuran besar. Batu tersebut menunjukkan posisi tertinggi dari Gunung Pengsong yang dulunya tempat duduk Ida Ketut Subali, pemimpin pasukan dari Kerajaan Karangasem Bali, saat meminta petunjuk Betara Bagus Alit Sakti yang ada di Pura Bukit Karangasem. Sebelum mencapai puncak Gunung Pengsong, 275 anak tangga harus dilewati hingga mencapai pesimpangan Gunung Pengsong. Di sini, sebelum naik
ke Pura Gunung Pengsong, umat Hindu selalu melakukan ritual sembahyang. Jalan kecil sempit dan menanjak di antara bebatuan, akan ditempuh sejauh sekitar 25 meter barulah tiba di puncak Gunung Pengsong, tempat Pura Gunung Pengsong berdiri. Sepanjang perjalan menuju puncak, satwa kera bergelantungan dan bermain-main di sekitar pengunjung. Mereka hidup dalam penjagaan yang baik. Kera-kera ini adalah penunggu Gunung Pengsong yang telah hidup sejak zaman dahulu. “Kera-kera ini kera yang dikeramatkan. Kera yang tinggal di sini disebut Jro Sedahan,” ujar Matas. Ketika ada pengunjung yang berniat atau berpikiran jahat,
kera-kera ini memiliki insting mengetahui hal tersebut. Tidak jarang ia akan menyerang ketika orang berniat jahat datang ke situ. Namun, dalam keadaan normal dan baik, kera-kera ini sangat bersahabat. Ketika berdiri di puncak Gunung Pengsong, sejauh mata memandang tampak pemandangan seluruh Kota Mataram dan Lombok Barat dan sekitarnya. Dari pura ini, menghadap arah utara bagian timur terlihat jelas Gunung Rinjani di Lombok Timur yang juga menjadi salah satu tempat suci bagi umat Hindu. Menghadap ke bawah Gunung Pengsong, tampak Pura Lumbung (tempat pelinggih Lumbung) dan di bawah Pura Lumbung terdapat gua anjing. Di pojok selatan bagian timur agak ke bawah, terdapat gua raksasa yang di atasnya terdapat tempat tinggal pelinggih Gunung Sari dan Betara Bagus Jawe (Majapahit). “Hal ini diterangkan dalam buku KupuKupu Kuning,” lanjut Matas. Di kejauhan tampak Pura Gunung Kuripan di Gunung Sasak, Kuripan Lombok Barat. Pada bagian selatan arah barat bawah, tempat pelinggih Ukir Kawah (Betara-betara yang masih muda). Dari sini akan terlihat Pura Singaji yang ada di Dusun Sengkongo, Kuranji dan juga dapat terlihat nun jauh di sana Pura Song Landak, di wilayah Sekotong Barat Dusun Medang Lombok Barat. Sedangkan arah barat pada puncak Gunung Pengsong terdapat pelinggih Gunung Agung dan di kejauhan tampak dengan jelas Gunung Agung di Pulau Bali. -Naniek I. Taufan
28 juli - 3 Agustus 2014
Dara
9
Vanessa Monica
Peduli Lingkungan Prestasi membanggakan diraih generasi muda Indonesia di ajang internasional. Ia adalah Vanessa Monica Fei Goeyardi. Vanessa dan kakaknya Patricia Cornelia Fei Goeyardi dinilai peduli terhadap lingkungan dan suka berbagi ilmu pada sesama. Kepedulian ini diganjar ‘Honorable Mention’ dalam kompetisi ‘International Young Eco Hero Awards 2014’ yang digelar organisasi Action for Nature yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat, awal Juni 2014.
A
tas prestasi itu, Vanessa yang lahir di Denpasar, 7 Juli 2004 ini mengaku senang dan bangga. Namun, prestasi itu tak membuatnya cepat puas. Ia bertekad untuk lebih serius, sehingga mampu mendukung program clean and green. “Saya sudah pernah mengikuti kegiatan ini, dua kali gagal, dan kali ini menang,” katanya. Siswi Taman Rama School Denpasar, grade 5 Cambridge Primary ini, memang menyukai kegiatan lingkungan. Bersama teman-temannya yang tergabung dalam The Green Team Indonesia (TGTI), mereka sering melaksanakan kegiatan sosial misalnya berkebun, menanam mangrove, beach clean up, menanam terumbu karang, menjadi pengajar bagi anak-anak tukang suun di Pasar Badung, panti asuhan dan mengajar Bahasa Inggris bagi anak-anak penyandang tunanetra. Dalam tim TGTI itu, Vanessa
sebagai co-founder. Komunitas ini dikelola anak-anak usia 9-13 tahun dengan bimbingan Dewa Gede Agung Dharmayasa, S.Pd. Misinya, berbagi kebaikan untuk lingkungan dan sesama. Bersama dengan sang kakak sebagai founder-nya, Vanessa adalah pengelola sekaligus penulis di www.greent34m.blogspot.com. Tim ini pernah masuk sebagai 10 Environmental Campaigns Recommended by Eco-generation Members” oleh Tunza-Eco Generation with UNEP Juni 2013. “Sekarang, saya sedang menyelesaikan buku ‘Chefpreneur: Serunya menghasilkan Uang Dari Dapur’. Buku ini merupakan kolaborasi dengan kakak dan ibu,” kata Vanessa yang hobi memasak, berkebun, dan membaca ini. Buah hati pasangan Dr. Alainsoen Goeyardi, MBA dan Debby Lukito Goeyardi, B.Sc. ini juga senang dengan fotografi. Ia pernah mendapat penghargaan Tunza-Eco generation & UNEP (Unit-
Daur ulang botol dan ember untuk berkebun
ed Nations Environment Programme): Winner of July 2013) competition: ‘Discover the Nature Around You’ with the photo and essay of Kangkong plant dan The essay and photo about Bangkong River Toad was selected for ‘Collective Biodiversity Map May 2014. Untuk lebih memaksimalkan kegiatan, Vanessa juga bergabung dalam klub fotografi di sekolah. Ia pernah menjadi model rubrik fashion di salah satu tabloid dan sering berpartisipasi dalam lomba essay yang diadakan oleh The GOI Peace Foundation and UNESCO (Jepang). Vanessa tergolong anak kreatif mengikuti lomba. Sekarang ini Vanessa sudah mengumpulkan puluhan piala dan penghargaan. Baik itu tingkat daerah Bali, nasional, juga internasional. Salah satunya juara Nasional Mentari Books Photography Contest 2013. Saat itu ia mengangkat tema ‘Celebrating Indonesian Independece Day
in My School’ dengan judul foto: Paddling the Victory (Mengayuh Kemenangan). “Dalam lomba ini saya peserta terkecil dan menang dua kali berturut-turut yaitu tahun 2012 dan 2013,” kenang leader di “Trophy Club”, klub fotografi di sekolahnya itu. Yang paling Vanessa sukai saat ini adalah memotret landscape dan binatang. HOBI BERKEBUN Disela-sela kesibukan belajar, Vanessa menyempatkan diri
Bersiap menanam terumbu karang
untuk berkebun juga memasak. Halaman rumahnya penuh dengan tanaman obat dan sayur organik. Karena tidak begitu luas, jadi Vanessa menanam dalam ember bekas yang dia daur ulang untuk menjadi pot-pot tanaman. Menyiramnya pun dengan botol air kemasan yang didaur ulang menjadi alat penyiram tanaman. Ta n a m a n n y a antara lain buncis, labu putih, paprika, berbagai lombok, kunyit, kacang merah, tomat, semangka, labu siam, sawi hijau, pare, sawi putih, srikaya, selada keriting dan sayur. Ia sudah sering memanen hasil kebunnya. Wa l a u p u n hanya dalam pot, tapi tanaman tumbuh subur karena dirawat. Vanessa rajin memberi pupuk dan menyiangi tanaman yang sekiranya sudah kering. Jika ada hama, dia cepat-cepat cari cara untuk mengatasinya. Masakan favorit yang bisa dibuat adalah kue bintang, garlico dan puding oreo. “Jari saya pernah luka karena tergores pisau, tapi saya tak pernah kapok dalam belajar memasak,” ujarnya. Karena sifatnya yang ramah dan ringan tangan, ia banyak memiliki teman. Bahkan, temantemannya sering menginap di rumahnya sambil memasak bersama. Jika tak ada kegiatan, Vanessa mengisi waktunya dengan membaca buku. Terkadang ia memburu bacaan hingga ke tokotoko buku. Di mana pun ada toko buku, Vanessa akan meluangkan waktu untuk mencari buku yang ia sukai. Vanessa juga penyayang binatang. Binatang kesayangannya kura-kura Brazil bernama Mumu. Beberapa waktu lalu ia menyelamatkan bayi kelelawar yang jatuh menabrak dinding. Karena masih bayi, jadi tidak bisa makan apa pun. Hanya diberi air gula yang ditaruh dalam selembar kapas agar si bayi kelelawar bisa menghisapnya. Namun, binatang malam itu akhirnya mati. -Darsana
8
Bunda & Ananda
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Mengatur Pola Tidur Anak Narendra yang saat ini duduk di kelas IV SD swasta di Denpasar, mempunyai kebiasaan buruk yaitu selalu terlambat bangun pagi hari di saat akan sekolah. Kebiasaan ini dikarenakan Narendra tidur lebih malam sehabis menonton serial televisi yang lagi digemarinya saat ini. Tiap pagi, orangtua Narendra harus bersusah-payah membangunkannya untuk bersiap ke sekolah. Wajahnya masih terlihat mengantuk dan tidak bersemangat untuk ke sekolah. Kejadian seperti ini mungkin banyak dialami oleh anak-anak sekarang ini. Apakah Narendra kurang tidur? AA Ngurah Gede Dharmayuda
D
okter AA Ngurah Gede Dharmayuda menjelaskan, secara teori kuantitas tidur adalah jumlah kebutuhan tidur manusia yang biasanya dijelaskan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menjalani aktivitas tidur dalam satu hari untuk memulihkan kondisi individu tersebut. Kebutuhan tidur pada manusia bergantung pada tingkat perkembangan. Kuantitas tidur dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya penyakit, latihan dan kelelahan, stres, obat, nutrisi, lingkungan dan motivasi. Gangguan tidur sebagai kebutuhan fisiologis dasar manusia terjadi secara alami dengan fungsi fisiologis dan psikologis yang melekat merupakan suatu proses perbaikan tubuh. Secara umum, Kepala Puskesmas I Denpasar Selatan ini mengatakan, waktu tidur anak-anak tidak akan jauh berbeda dengan dewasa. Jumlah jam tidur sangat dipengaruhi umur. Semakin bertambah usia akan diikuti dengan berkurangnya jam tidur. Bayi berumur 0-1 tahun memiliki waktu tidur 14-15 jam yang terdiri dari 8 jam tidur malam, dan 6-7 jam tidur siang. Batita (1- 3 tahun), waktu tidurnya 12-14 jam, ter-
bagi atas 11 jam tidur malam, dan 2-3 jam di siang hari. Usia prasekolah 4-6 tahun memiliki waktu tidur 11-13 jam, yakni 10-11 jam tidur malam, dan 2 jam di siang hari. Usia sekolah 7-12 tahun, waktu tidurnya adalah 10-11 jam, terdiri dari 8-9 jam tidur malam, dan 2 jam di siang hari. Bila jumlah tidur anak tidak mencapai jumlah tersebut, dapat dikatakan kualitas tidur anak akan menurun. Gangguan tidur pada anak merupakan keadaan dimana individu meng alami suatu perubahan dalam kuantitas dan kualitas pola tidur yang menyebabkan rasa tidak nyaman atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan. Ganguan tidur pada anak jika tidak segera ditangani akan berdampak serius dan akan menjadi gangguan tidur yang kronis secara fisiologis, jika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup untuk mempertahankan kesehatan tubuh dapat menurun. Tidur yang terganggu dapat menurunkan kadar sel darah putih dalam tubuh. Dengan begitu, aktivitas sistem daya tubuhnya pun akan ikut menurun. Dampaknya, anak bisa jadi tidak bergairah lagi untuk tidur, padahal mungkin pada saat itu, kebutuhan tidurnya belum tercukupi.
Beberapa tips yang harus dilakukan orangtua dalam memperbaiki pola tidur anak - Luangkan waktu untuk bersama anak. Kebersamaan anak dengan orangtua akan memberikan rasa ketenangan bagi anak. Rancanglah juga aktivitas yg berkualitas bersamanya dengan melakukan berbagai permainan yang bisa menstimulasi berbagai kemampuan dan keterampilannya. - Pola tidur siang juga sebaiknya mulai dibenahi. Cukup paling lama 2 jam, dan bila sudah lebih dari 2 jam harus dibangunkan. - Sebaiknya anak tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan pada sore hari menjelang waktu tidur agar tak sering kaget saat tidur. - Saat menjelang tidur, kondisikan semua rumah bahwa saat itu adalah saatnya tidur. Matikan lampu-lampu, televisi, dan buatlah suasana menjadi tenang. - Memandikan si kecil dengan air hangat, memijat lembut dan melakukan aktivitas tenang seperti membaca dongeng, meninabobokan atau memperdengarkan musik tenang sebelum menidurkannya juga bisa menjadi alternatif yang bisa dilakukan orangtu agar anak tidur lebih awal. -Inten Indrawati
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Rumah bergaya minimalis masih menjadi pilihan masyarakat sekarang. Alasannya, di tengah kesibukan masyarakat dengan berbagai aktivitas, pemilihan bentuk yang minimalis alias simpel pada rumah sebagai tempat beristirahat, diharapkan bisa mengurangi kepenatan. Rumah berukuran minimalis juga dipandang lebih efektif.
I
merasa lebih segar dan nyaman. Semua beban terasa ringan,” ujarnya. Karena itu pula, meski lahan sempit, dalam mendesain rumahnya ini, Eva tetap memberikan space untuk pool (kolam renang). Apa bisa dengan lahan 1,5 are berisi pool? “Saya sudah membuktikannya. Sesempit apapun lahan, yang penting kita bisa mengaturnya, pasti bisa. Di zaman sekarang yang masyarakatnya
Ilustrasi foto: www.zwitsal.com
tanpa dibangunkan. Tetapi jika dalam beberapa hari, ia tidak bisa bangun sendiri, bisa jadi ia tidak bisa tidur saat malam hari,” jelas Wakil Sekretaris IDI Cabang Denpasar ini. Dampak lainnya, anak akan sering rewel. Agresif, sensitif dan emosional juga bisa menjadi pertanda bahwa ia tidak cukup tidur. Ra s a m e n g a n t u k d a n l e l a h karena kurang tidur membuat emosi anak menjadi tidak stabil dan mudah rewel. Meskipun kebiasaan tidur anak sudah terbentuk, tapi sesekali ia bisa saja tidur lebih awal. Hal itu akan membuatnya bangun lebih cepat, sementara aktivitas belum berjalan. Hal itu bisa membuat jam tidurnya
berubah dan mengantuk lebih cepat. Ganggguan tidur pada anak juga akan berakibat anak memiliki masalah di sekolah. Nilai yang turun karena sulit berkonsentrasi di kelas, tidur saat pelajaran berlangsung adalah tanda-tanda anak kurang tidur. “Melihat keadaan yang ditimbulkan tersebut, sangatlah penting bagi kita untuk melakukan upaya dalam memperbaiki pola tidur anak, agar anak terbiasa tidur dengan baik dan mengatur waktu tidur yang tepat. Membuat anak agar memiliki jadwal teratur sedini mungkin merupakan yang terbaik, dan itu tidak pernah terlambat untuk dilakukan,” ucapnya. –Inten Indrawati
Faktor yang mempengaruhi kualitas tidur anak di malam hari - Masalah fisik, seperti rasa lapar dan haus serta adanya gangguan -
-
pada gigi, telinga, kulit, saluran cerna, saluran napas, saluran kemih, otot atau tulangnya. Makanan dan minuman juga berpengaruh. Bayi lebih gampang tidur dalam keadaan kenyang. Jenis makanan atau minuman tertentu, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat asma juga mempengaruhi tidur anak. Masalah psikis, yang terkait dengan tahapan perkembangan anak, pola asuh, temperamen, aktifitas dan faktor lingkungan.
17
Berkreasi di Lahan Sempit
tu juga yang menjadi alasan Yoseva Listyati dalam mendesain rumah tinggal, meski rumah ini nantinya dikomersilkan. Rumah adalah refleksi dari karakter pemiliknya. Karena itu, rumah yang berdiri di lahan seluas 1,5 are ini tak lepas dari sentuhannya. Mulai dari desain bangunan hingga interiornya. Meski tak memiliki basic di bidang desain, Eva sapaan karibnya lebih senang mendesain
Tidur malam adalah masalah yang cukup penting bagi anak kita. Karena, saat tidur pertumbuhan otak mencapai puncaknya khususnya pada balita (bayi di bawah lima tahun). Otak juga mengkonsolidasi segala memori dan pengetahuan baru. Anak-anak yang memiliki kebiasaan tidur malam dan tidak teratur dapat mempenga ruhi kinerja otak mereka Tak hanya itu, otot, kulit, sistem jatung dan pembuluh darah, metabolisme tubuh, dan tulang mengalami pertumbuhan pesat saat tidur. Hal itu disebabkan tubuh balita memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak dibandingkan ketika dia terbangun. Karena itu, penting bagi kita untuk mengupayakan agar balita tidak mengalami gangguan tidur. Dampak yang ditimbulkan akibat gangguan tidur pada anak antara lain, anak sering tertidur di mobil saat perjalanan ke sekolah, hal itu merupakan tanda ia kurang tidur. Juga, susah dibangunkan saat tidur. “Jika dibiasakan, jam biologis anak akan terbentuk dan ia akan bangun tidur
Griya
sendiri, memasukkan unsur-unsur yang disukainya, dengan lebih mengutamakan nilai fungsional. Unsur air dan kayu menjadi ciri khasnya. Menurutnya, selain sebagai sumber kehidupan, air juga mampu menetralisir kesibuk an manusia dan memberikan kenyamanan. “Dengan mendengar kan gemericik air, menikmati keindahan air pancuran, ataupun berendam dalam air, tentunya kita
“Dengan mende ngarkan gemericik air, menikmati keindahan air pancuran, ataupun berendam dalam air, tentunya kita merasa lebih segar dan nyaman. Semua beban terasa ringan,”
super sibuk, tentunya ingin yang praktis. Pool bisa menjadi tempat refleksi terdekat bagi keluarga,” ucapnya. Di kolam renang keluarga ini, suara gemericik air bisa didengar selang beberapa menit. “Saya atur pakai timer,” ucapnya. Kolam renang mungil ini terletak di halaman belakang, berhadapan dengan ruang makan dan ruang tidur utama. Ruang lainnya di lan-
tai satu adalah ruang tamu, dapur, garase, dan teras yang dihadapkan pada taman mungil. Unsur kayu diaplikasikannya dalam furnitur dan difinishing natural untuk tetap menampilkan serat kayunya. Eva berpendapat bahwa sifat kayu sepanjang zaman. Dalam artian, kayu tetap menjadi tren sepanjang masa dan elegan, selain perawatannya yang mudah. Ia memilih meja kayu solid untuk meja makan. Sementara untuk kursi makan, ia lebih memilih bangku panjang. Pemilih an jenis bangku ini dikatakannya, selain tidak banyak menghabiskan tempat dan simpel, juga agar orang-orang yang duduk di sana merasa lebih dekat, lebih akrab, karena tempat duduknya tanpa sekat, tidak duduk sendiri-sendiri di kursi masing-masing. Agar tak monoton, di ruang tamu, dipilih furnitur yang lebih bergaya klasik. Dipermanis lagi dengan aksen warna krem dan coklat pada bantalan kursi. Ruang tamu ini menjadi satu areal de ngan ruang makan, hanya dibatasi dengan partisi/sketsel. Karena itu, ruangan ini pun menjadi multifungsi. Ketika menginginkan ruang makan yang lebih privacy, sketsel kayu menjadi pembatasnya. Sementara, jika menginginkan ruang yang lebih luas untuk sebuah acara/pertemuan misalnya, sketsel bisa dibuka/dipin-
dahkan sewaku-waktu. Secara keseluruhan, rumah ini mengambil warna-warna soft yakni putih, krem, dan cokelat. Dinding diwarna putih agar pemantulan cahaya dalam ruang lebih terang. Namun, di ruang makan dan ruang tamu yang dianggap sebagai areal yang lebih banyak melakukan aktivitas bersama, diberikan sentuhan berbeda. Yakni, dengan menghadirkan bata ekspose pada dinding. Dengan memberikan nuansa lain ini, diharapkan bisa menghilangkan kejenuhan penghuni rumah dan kembali bersemangat. LANTAI ATAS Di lantai atas, ada dua kamar tidur anak dan satu kamar tidur
pembantu. Kamar tidur anak ini pun masing-masing memiliki view dengan bukaan jendela yang lebar, sehingga sirkulasi pertukaran udara dan pencahayaan alami pun cukup bagus. Kamar tidur pembantu diposisikan paling belakang berdekatan dengan ruang cuci. Dan, yang paling penting diingat karena kerapkali terlupakan dalam setiap perencanaan bangunan adalah space (tempat) untuk menjemur pakaian. Namun, Eva sudah memikirkan betul hal tersebut. Space ini sangat mengganggu secara estetika, tetapi harus ada. Karena itu, ia meletakkannya di area belakang yang tentunya juga cukup mendapat sinar matahari. –Inten Indrawati
Yoseva Listyati
Kreasi
18
28 juli - 3 Agustus 2014
Kesan Pertama Begitu Menggoda Sebuah band yang memainkan kombinasi musik modern dan tradisional Bali eksis di Jakarta. Personilnya gabungan dari anakanak muda yang berasal dari luar Jakarta. Band ini bernama Alam Dewata Band (ADB). Hasil olah kreasi mereka sudah di wujudkan dalam mini album.
A
Story
7
Menghantam Batu Menumpahkan Kegetiran Hidup Aliran Kronik
lam Dewata Band terbentuk 7 Maret 2004. Awalnya ber mula dari adanya festival band “Fiesta Sepadu” yang diadakan SMUN 1 Bekasi di Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi. “Saya bersama saudara saya (Dek Budi /Rhythm Guitar & vokal 2) mencoba membuat formasi band. Singkat cerita, setelah formasi band terbentuk, kami merasa belum puas, kami ingin tampil beda dalam festival tersebut, kami ingin memiliki aliran musik yang kami namakan Kronik, yakni Kolaborasi, Rock-Honey, Pop &
Life
28 juli - 3 Agustus 2014
Etnik. Kami pun mengajak serta paman-paman kami yang berpro fesi sebagai penabuh gamelan Bali untuk ikut menggarap atau meng aransemen ulang lagu “Ogoh – Ogoh” yang dipopulerkan Okid Kres dan Yan Bero, sebagai lagu kolaborasi pertama kami. ADB yang semua personilnya berlatih musik secara otodidak, meraih juara ke-3 (dari 10 peserta) dalam festival tersebut,” ungkap I Wayan Agus Sumarjaya, vokalis ADB. Sejak itu, ADB mulai dikenal di kalangan umat Hindu dan warga Bali di Jakarta dan komunitas lainnya. Mereka yang mendengar
atau menonton ADB menilai nu ansa gamelan membawa khayal nya mereka melayang ke Bali. Pria yang akrab disapa Wayan Agus ini menuturkan ADB pun kerap pentas di Jakarta, mulai dari acara Dharma Shanti Nyepi, Malam Sastra, pentas seni, hingga gathering. Formasi yang mereka tampilkan tetap kolaborasi antara musik modern dengan gamelan Bali. Namun, kadang pemainnya yang berganti-ganti. Saat tampil di gathering dan buka puasa bersama di Hotel Sul tan Jakarta, mereka menampil kan penabuh-penabuh cilik. “Kami ingin menyalurkan minat bermusik mereka dan suatu saat bisa menjadi generasi penerus kami. Kaderisasi atau regenerasi untuk melestarikan seni budaya Bali itu sangat perlu, rencana membentuk ADB Jr sudah terlin tas dalam benak kami. Seni bu daya harus dikenalkan sejak usia dini, agar tidak terlambat seperti kami. Seni membuat jiwa menjadi damai. Namun itu semua perlu
proses, tidak semudah memba likkan telapak tangan, dan karena kami menyadari, suatu saat kami akan tua, dan sebelum hal itu terjadi, kami harus mentransfer apa yang kami ketahui kepada junior,” ujar Agus. Ia menambahkan, ADB baru membuat mini album (4 lagu & 1 instrumental), dan membuat 1 video klip (Kangen Bali) yang sudah tayang di Bali TV sejak tanggal 22 Juli lalu. Target ADB ke depan menurut Agus sebe narnya banyak sekali. Namun, untuk jangka pendeknya, mereka ingin fokus berkarya terus untuk membuat full album, membuat video klip lagi dan berusaha tampil lebih baik lagi untuk menghibur timpal-timpal ADB kapan pun dan dimana pun berada. “Harapan ADB buat pengge mar musik Bali di tanah rantau, agar tetap jaga semangatnya un tuk tidak melupakan seni budaya warisan leluhur yang adiluhur, tidak lupa jati diri, tidak lupa ba hasa ibu. Tetap dukung karya cipta
para musisi/seniman Bali dengan tidak membeli CD/VCD/DVD ba jakan, serta terus adakan kegiatan pentas seni atau event yang dapat melestarikan seni budaya Bali. Jangan sampai gempuran budaya asing menenggelamkan budaya asli Nusantara. Serap sisi positif nya, akulturasikan, kolaborasikan, campur-adukkan, agar nuansanya bisa diterima generasi muda yang bergaya hidup modern. Libat kan para generasi muda yang masih cuek dan tak peduli ter hadap musik Bali, agar terbiasa mend engar, terbiasa melihat, sehingga kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah dia,” tegasnya. NGULIK Mengenai impian, ADB ingin punya full album, membuat video klip untuk semua lagu ADB di tempat-tempat yang belum per nah disinggahi sebelumnya, punya seperangkat alat musik modern dan tradisional yang lengkap (bukan hanya etnik Bali), punya studio rekaman sendiri, tampil di berbagai tempat yang berbeda. Mereka juga ingin bertemu de ngan timpal-timpal baru, mempe rbaiki diri, menginspirasi banyak orang, dan masih banyak lagi. Ketika ditanya bagaimana mengatur waktu latihan, Agus mengakui ini masalah utaman ya. Sejak band ini terbentuk, sebenarnya mereka ingin men jadwalkan latihan rutin seminggu minimal 2 – 3 kali, entah itu untuk melemaskan jari-jari tangan, ngulik (mencari chord/kunci) lagu-lagu yang sedang hits saat ini untuk menghibur diri, mengaranse men ulang lagu lama atau ngejam bareng untuk menemukan nada-nada baru. Namun, hingga saat ini, ren cana itu hanya menjadi sebuah teori saja, karena pada kenyataan nya, masing-masing dari 11 per sonil (band dan penabuh) memiliki kesibukan, yang jam kerjanya tidak sama & hari liburnya tidak sama. Saat tanggal merah pun, sebagian dari mereka tetap bekerja. Seh ingga ujung-ujungnya, seminggu sebelum pentas atau bahkan H-1 baru kelabakan. Meskipun kon disinya demikian, namun ADB tetap berusaha tampil semaksi mal mungkin dan seprofesional mungkin. –Ngurah Budi
Usianya baru menginjak 19 tahun ketika ia tersadar bahwa kini ia telah memikul beban berat. Tanggung jawabnya untuk membesarkan dua orang anak yang masih kecil-kecil, setelah ditinggal pergi suaminya. Menikah di usia dini sesungguhnya tidak pernah terbayangkan oleh Hadijah (bukan nama sebenarnya). Namun, karena kebanyakan gadis di kampungnya menikah muda, membuat ia tidak dapat menolak saat dipinang lakilaki yang telah beristri dua.
H
idup dalam kelu arga miskin sejak lahir, ia seper ti tidak dapat menolak takdirnya untuk keluar dari beban keluarga dengan me nikah muda. Apa hendak dikata, pernikahannya hanya berlangsung empat tahun karena lelaki itu meninggalkannya untuk menikah untuk keempat kalinya. Tubuh Hadijah basah kuyup, kakinya penuh lumpur. Di atas kepalanya ia menjunjung bakul berisi pasir seberat lebih dari 15 kilogram. Air dari bakul itu me netes deras membasahi wajahnya ketika tubuh kecilnya bersusah payah turun naik sungai untuk mengeruk pasir di dasar sungai. Inilah keseharian Hadijah, si pen gumpul pasir dari sebuah sungai di Pulau Lombok, NTB. Di sinilah ia mencari nafkah untuk menghidupi kedua anaknya yang baru beru sia tiga dan satu tahun. Selain mengambil pasir dari dasar su ngai, ia juga mengumpulkan batu untuk dipecah-pecah. Tangannya kuat memukulkan palu sekeraskerasnya hingga batu tersebut hancur berkeping-keping. Saat palu menghantam batu, ia seperti tengah menumpahkan kegetiran hidupnya. Belum lagi matahari benar-be nar bersinar, tiap pagi ia bersama ratusan orang yang juga menggan tungkan hidup sebagai pengumpul pasir, memadati sungai itu. Seperti halnya Hadijah, mereka adalah para penambang tradisional yang sudah turun temurun menggeluti pekerjaan ini. Di sungai itu sejak pukul 06.00 hingga 18.00, selama dua belas jam, bekerja tiada hentihentinya menyelam timbul dan tenggelam mengais rezeki dari butir-butir pasir, batu dan kerikil. Mereka dikenal sebagai penam bang pasir, batu dan kerikil yang dipakai sebagai bahan bangunan. Truk-truk yang datang dari berbagai daerah di Lombok antri, datang dan pergi tiap saat,
Sungai menjadi tempat Hadijah menggantungkan hidupnya bekerja demi anak-anaknya.
mengangkut hasil tambang mereka dengan meninggalkan beberapa lembar uang ribuan bagi penam bang kecil yang hanya mampu mengumpulkan beberapa bakul kecil pasir, batu, batu yang dipecah atau pun kerikil. Tidak banyak memang hasil yang diperoleh para penambang ini setiap harinya. “Se tiap dua hari sekali batu pecahan saya diambil 10 bakul dan dibayar
murah,” kata Hadijah. Para penambang di sini men gaku, mengikuti syarat dan ke tentuan dari pemerintah seperti, antara lain, tidak boleh menam bang melewati 10 meter dari sisi bendungan dan jangan sampai merusak untuk menjaga agar tidak terjadi erosi. Para penambang ini mengaku mentaati setiap pera turan tersebut karena hal ini se
mua demi kelangsungan tambang yang selama ini telah menghidupi mereka dan keluarganya. “Kalau tidak taat aturan, sungai rusak dan kami tidak bisa cari makan lagi,” kata Hadijah yang rupanya tiap hari bekerja selalu membawa kedua anaknya. Kedua anak ini patuh menanti ibu mereka ketika harus turun ke sungai mereka menanti di depan tumpukan pasir
dan batu kerikil yang dikumpulkan ibunya. “Saya selalu membawa mereka karena di rumah tidak ada yang menjaga, orangtua saya juga bekerja di sini,” katanya sambil menyuapkan makan siang untuk kedua anaknya. Saat datang be kerja, ia memang telah menyiap kan makan siang menu seadanya untuk kedua buah hatinya itu. –Naniek I. Taufan
Tidur di Pinggir Sungai Saat ditanya tentang suaminya, ia tersenyum saja. Tampak rasa tak suka ia perlihatkan. Sepertinya ia tidak lagi ingin mengingat lelaki yang telah me ninggalkannya begitu saja. “Biarkan dia pergi, mungkin sudah mati,” jawabnya ketus. Tengah hari telah tiba, waktunya ia beristirahat. Beberapa saat kemudian ia membaringkan dan mengipas-kipas kedua anaknya agar mereka tertidur. Di tempatnya bekerja ini, di pinggiran sungai yang cukup besar, ia sengaja membuat tempat peristirahatan seder hana dari kayu-kayu yang dibuatnya seperti huma. Di lantai tanah itu, ia gelar tikar untuk tempat tidur bagi anak-anaknya. Setelah mengganti pakaiannya yang basah, sambil berbincang, ia menyusui anaknya yang masih kecil sembari mengelus anak pertamanya. Tak lama kemudian keduanya tertidur dan ia melanjutkan pekerjaannya. Di bawah terik panas matahari, ia menggenggam kuat palu baja, menghantam-hantam kanya ke satu persatu batu yang sudah dikumpulkannya. Sekuat tenaga. Batu pecah berkeping-keping. Irama hantaman palu dari para pekerja di sini, bagai irama ke hidupan keras yang rata-rata mereka jalani. Suara riuh palu-palu para pekerja tidak mengusik kedua bocah yang tertidur pulas ini. “Mereka sudah terbiasa mendengar suara gaduh di sini sejak bayi,” ujarnya tersenyum. Hadijah tengah asyik memecah batu ketika sebuah truk datang. Wajahnya sumringah. Truk datang berarti hendak membeli pasir atau pecahan batu. “Mudah-mudahan mereka ke sini,” katanya pelan. Benar saja, ia beruntung, supir truk mendatanginya dan
membeli semua pasir miliknya. “Lumayan hari ini dapat banyak,” katanya tanpa mau merinci berapa ia dibayar. Hasil tambang berupa batu, pasir, kerikil dan batu pecahan, biasanya dijual sendiri oleh para penambang. Biasanya juga hasil tambang tersebut tidak menumpuk apa lagi menggunung karena selalu laku terjual. Tetapi di beberapa sisi sungai terlihat ada pasir, kerikil, batu atau pun batu pecahan yang menggunung. “Itu milik agen besar,” ungkap Hadijah. Agen ini biasanya menerima hasil tambang dari para penambang tersebut setiap harinya. Bagi mereka yang menjual sendiri hasil tambangnya bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan namun setiap harinya tidak pasti terjual. Tapi bagi mereka yang menjual lewat agen, setiap hari dapat mendapatkan bayaran namun teramat mu rah. “Saya mencoba menjualnya sendiri dulu, kalau tidak laku, barulah sore harinya saya jual ke sana,” katanya sambil menunjuk tum pukan pasir dan pecahan batu yang meng gunung agak jauh dari lokasinya bekerja. Berbekal tanggung jawab menghidupi kedua anak yang ditinggalkan suaminya itu, Hadijah tidak lagi memilih pekerjaan apa yang harus ia kerjakan. Asal dapat memberi sesuap nasi bagi keduanya, ia rela mengayun palu dan basah kuyub sepanjang hari. Tok…tok…tok…irama palu membentur batu jadi kesehariannya. Tampak benar beban hidup perempuan pemecah batu ini. Hantaman palu bertalu-talu mengisi lamunan pada masa depan kedua anaknya kelak. Sungguh, inilah kisah perempuan tegar si pemecah batu. Tiap hari diisi dengan harapan semoga hari ini ada truk parkir tepat di depannya dan segera mengangkut pecahan-pecahan batu dan pasir hasil kerja kerasnya hari ini. -Naniek I. Taufan
6
Woman on Top
AKP Nuraini
“Polisi” bagi Diri Sendiri Berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya di Kota Mataram dan sekitarnya, AKP Nuraini, Kasat Binmas Polres Mataram, seperti tidak kenal lelah. Rajin turun lapangan, polisi yang mengawali kariernya sebagai bintara tahun 1984 ini, kerap terlihat di jalanjalan di wilayah Polres Kota Mataram, khususnya di pusat-pusat keramaian. Ia seperti ada di mana-mana, di terminal Mandalika, di jalan-jalan protokol, di pusat-pusat perbelan jaan, hingga ke kos-kosan, ia menjalani tugasnya untuk memberikan pembinaan, imbauanimbauan dan penyuluhan kamtibmas kepada masyarakat.
S
uaranya juga kerap terdengar lewat mikrofon dan pengeras suara yang selalu dibawanya ke mana-mana. Dari dalam mobil Binmas Polres Mataram, suara Nuraini bisa di dengar, baik di pagi hari maupun di waktu lain. Mikrofon dan pengeras suara serta selebaran juga pamplet menjadi bekalnya untuk mendekati masyarakat. Meski masih banyak masyarakat yang mengacuhkan selebaran berupa imbauan kamtibmas yang dibagikannya, ia tidak pernah patah semangat untuk memberikan dan menyebarkan selebaran penting itu. “Saya tidak akan berhenti memberikan dan menyebarkan selebaran imbauan kamtibmas sampai masyarakat benar-benar mau membaca dan memahami isi imbauan itu karena itu adalah sesuatu yang penting bagi kamtibmas maupun bagi diri warga itu sendiri,” ungkap AKP Nuraini yang kerap melihat masih ada yang merobek imbauan-imbauan itu. Kegigihan Nuraini dalam melaksanakan tugasnya terlihat ketika ham-
pir tiap hari ia bisa dijumpai tengah di lapangan terutama pada waktu “sibuk” seperti saat berjalannya proses pemilihan legislatif dan pemilihan presiden lalu. Semua tahapan proses pesta demokrasi itu, mulai dari per-
siapan, kampanye, masa tenang dan pemungutan suara, ia sibuk mengimbau dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama polisi memelihara kamtibmas. Ia masuk dan mendatangi warga memberikan imbauan untuk
tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas juga mengganggu jalannya proses demokrasi itu. Ia juga mendatangi para relawan dan pendukung pasangan calon, legislatif maupun presiden. “Kami imbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak menjadi golput serta kepada relawan agar tidak melakukan money politic,” katanya. Bersama delapan orang anggotanya, ia bergantian memberikan imbauan lewat pengeras suara. Dalam hal-hal tertentu khususnya topik yang berbau politik di masa pesta demokrasi berlangsung, ia kerap mengambil sendiri tugas untuk memberikan imbauan agar semua hal berjalan dengan tepat. Semua itu dilakukannya sebagai upaya pencegahan sebelum terjadinya gangguan kamtibmas. Kesibukan itu berlanjut juga saat ini ketika kegiatan masyarakat yang meningkat di bulan Ramadan dan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Hampir pasti ia selalu terlihat berada di lapangan. “Saya mengajak masyarakat untuk bisa menjadi ‘polisi’ bagi diri sendiri
AKP Nuraini saat memberikan imbauan kepada penjual kembang api
Sudut Pandang
28 juli - 3 Agustus 2014
28 juli - 3 Agustus 2014
19
Silaturahmi Bangun Interaksi Sosial AKP Nuraini
untuk menjaga keselamatan diri dan keluarganya, harta benda serta lingkungannya,” katanya tentang tugas pencegahan/preemtif yang tengah dilaksanakannya itu. Saat ini, Nuraini tengah disibukkan dengan Operasi Ketupat 2014, mengawal, melayani dan pengamankan warga baik yang beraktivitas selama bulan Ramadan maupun aktivitas menjelang Idul Fitri maupun yang mudik. Ibu dari dua orang anak yang asli Lombok Tengah namun sebelumnya banyak bertugas di luar NTB ini, juga rajin ke bank-bank di wilayah hukum Polres Mataram untuk memberikan pamplet berisi imbauan agar nasabah yang melakukan penarikan uang dalam jumlah yang banyak agar meminta pengawalan sekuriti atau polisi, tanpa dipungut biaya. Semua kesibukan ini dijalaninya dengan penuh tanggung jawab. Ia tidak berat melakukan tugas ini karena sebelumnya ia telah terbiasa bertugas di lapangan, seperti pernah menjadi intel dan juga tugas yang sama seperti saat ini ketika ber tugas di Polwil Kediri, Polres Blitar, Polda Papua, Polres Jayapura hingga akhirnya tahun 2011 ia bertugas di daerah kelahirannya Nusa Tenggara Barat. -Naniek I. Taufan
Dalam tradisi adat budaya dan agama, ber bagai cara dilakukan untuk menjalin silatur ahmi. Bagi masing-masing umat, silaturahmi sangat diperlukan dan rutin dilakukan untuk menjaga kerukunan baik antar keluarga mau pun dengan sesamanya.
S
ilaturahmi dikenal di semua agama. Namun, kemungkinan di tiap-tiap agama, makna dan filosofinya berbedabeda. “Islam sangat menganjur kan silaturahmi,” ungkap H. Zulkarnain Nasution, Lc., Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Hal ini mengacu pada surat (QS An-nisa) 4: 1 yang berbunyi “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (pelihara) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dari QS An-nisa tersebut, Zulkarnain menarik kesimpulan bahwa manusia tercipta dari satu sumber, dan karenanya harus saling merajut hubungan. Nabi Muhammad pun menganjurkan hal yang sama. Dari konsep Hadis Nabi dikatakan, jika memutuskan silaturahmi sama dengan tidak beriman dengan Allah. “Jadi, silaturahmi ini penting kaitannya dengan iman,” tegas Sekretaris Forum Ukhwah Islamiyah, Bali ini. Secara etimologi, silahturahmi
berasal dari dua kosakata, “silah” dan “rahmi”. Kata “silah” berasal dari kata kerja “wasala” yang kemudian menjadi “yasilu”, dan berubah menjadi kata benda “silah”. Artinya, menyambung/ menjalin kembali. Rahmi berasal dari kata “rahim”, yakni tempat janin, tempat asal umat dilahirkan, sebagai simbol kasih sayang. Istilah silaturahmi (bahasa Arab), di Indonesia dibudayakan dengan menjalin kembali hubungan kekeluargaan yang senasab (seketurunan). Dalam praktik silaturahmi, dua arah harus saling mengerti. Orang yang bersilaturahmi dan orang yang menerimanya harus seban ding. “Penerima harus memuliakan tamunya. Itu konsep yang diberikan Nabi,” tegas wakil ketua KNPI Provinsi Bali ini. Nabi juga bercerita, bahwa manfaat silaturahmi menambah panjang umur dan menambah rezeki. Panjang umur dijelaskan Zulkarnain dalam artian, ketika silaturahmi, kita bisa bertemu keluarga atau teman, saling tersenyum, menghilangkan kekesalan, penat, bisa tertawa-tawa, apalagi disambut baik tuan rumahnya, yang dari konsep kesehatan, tentunya ini membawa dampak positif. Manfaat lain, menambah rezeki. Dalam hal ini, rezeki bukan dalam bentuk langsung. Namun, dengan bertemu dan bertukar in-
dr. Debora
H. Zulkarnain Nasution, Lc
formasi, nantinya bisa menghasilkan uang/rezeki. Informasi paling bermanfaat. Konsep silaturahmi ini menjadi dasar membangun interaksi sosial. Silaturahmi tak pandang waktu, dalam artian tak ada keharusan melakukannya pada waktu tertentu saja. Namun, ada kebiasaan kaum Muslim bersilaturahmi pada bulan Ramadan, bulan pengampunan dari Allah. “Pada bulan suci Ramadan, selain pengampunan dari Allah, kaum Muslim juga meminta pengampunan dari orang-orang yang selama ini diajak berhubungan. Supaya hubungan vertikal (ke Tuhan) dan horizontal (ke manusia) seimbang, diampuni Allah dan manusia,” papar Zulkarnain. Karena itu pula, karyawan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali ini mengatakan mengapa menjelang Idul Fitri, kaum Muslim bela-belain mudik untuk menjumpai sanak keluar ga. Bersilaturahmi dan meminta maaf kepada keluarga, terutama
orangtua sangatlah penting. Ini istilahnya silaturahmi mudik. Bentuknya multimanfaat, spiritual, permintaan maaf, syukur, dan minta keberkahan dari orangtua. “Karena dalam Islam, ridho orangtua merupakan ridho Allah. Inilah yang dicari mudik,” tegasnya. Dalam bersilaturahmi langsung, biasanya ada mushafahah (bersalaman). Dengan bersalaman ini akan terasa aura positif-negatif yang mengalir, selain nilai persahabatan yang lebih terasa. Makna mushafahah, membuka kembali lembaran baru yang lama tertinggal, untuk buka lembar hidup ke depannya. Dalam silaturahmi multimakna ini, Zulkarnain ingin memutus anggapan bahwa tujuan mudik hanya mengantarkan keberhasilan kepada keluarga. Namun, yang lebih penting daripada itu adalah mudik untuk mendapatkan doa dan keberkahan dari orangtua agar hidup jadi bertambah sukses. Jika tak memungkinkan mudik untuk bertemu langsung, bentuk silaturahmi bisa dengan mengirimkan salam, memberikan kabar, bersurat, menelepon, mengirimkan sms, video call, atau dengan media lain. Namun realitanya, banyak umat yang memaksakan bersilaturahmi dengan berhutang. “Ini sudah dalam konsep memberatkan diri, sehingga silaturahmi justru membawa beban. Buat konsep silaturahmi sesederhana mungkin. Karena, konsep silaturahmi yang sebenarnya adalah untuk mencapai kesempurnaan,” tungkasnya.
Rasa Saling Memiliki Pada Hari Raya Galungan, ada keluarga umat Hindu yang melaksanakan ngejot dan membawa punjung atau soda ke beberapa keluarga lainnya termasuk ke rumah asal seorang ibu kandung. “Ini tujuannya mempererat hubungan kekerabatan. Bukan hanya itu, dalam arti yang lebih luas lagi, umat Hindu juga ngejot untuk tetanggannya,” ungkap Dr. Dra. Ida Ayu Tari Puspa, S.Ag, M.Par., dosen IHDN Denpasar Sedangkan saat Umanis Galungan, atau sehari setelah Hari Raya Galungan, juga akan terlihat suasana saling berkunjung ke rumah sanak keluarga dan kerabat. Kondisi ini umumnya lebih jelas tergambar di daerah perdesaan dibandingkan dengan di perkotaan. Setelah bersilaturahmi, umat Hindu biasanya berekreasi ke berbagai objek wisata. “Yang juga sering dilaksanakan umat Hindu adalah Dharma Shanti, bukan hanya oleh instansi tapi juga desa atau lembaga lainnya. Pada saat itulah satu sama lainnya saling memaafkan.
Khusus untuk instansi, umumnya melalui Dharma Santhi ini diharapkan tumbuhnya kebesaran hati di antara karyawan untuk saling memaafkan atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja sehingga mampu mempererat tali persaudaraan yang tulus dari dalam lubuk hati masingmasing. Begitu juga dilakukan di lingkungan keluarga, teman dan sahabat,” ujar Dayu Tary. Kegiatan silaturahmi juga bisa dilakukan saat berkumpulnya keluarga seperti saat adanya upacara perkawinan atau kegiatan umat Hindu lainnya. Apapun kesempatan atau kegiatan yang digunakan sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan termasuk silaturahmi. Intinya, kata Dayu Tari dalam silaturahmi tersebut ada rasa saling memiliki dalam hubungan kekeluargaan atau persaudaraan sebagaimana setiap orang memilikinya sebagai sebuah modal sosial dalam mempererat penyamabrayaan. –Sri Ardhini
SILATURAHMI KAPAN PUN Menurut Pendeta Eka Wiradarma, makna silaturahmi bagi umat Buddha adalah untuk menjaga kerukunan antar keluarga dan umat beragama. Ia menilai, silaturahmi tidak hanya harus dilakukan saat hari raya, namun, kebersamaan dalam menjaga kerukunan harus terus dilakukan kapan saja. Menurutnya, yang paling sering terlihat umat Buddha bersilaturahmi saat perayaan Tahun Baru Imlek. “Kami saling mengunjungi keluar ga, teman, handai taulan untuk
bersilaturahmi dan saling maaf memaafkan,” ujarnya. Ia mengatakan, saat silaturah mi menjadi sangat indah dan meriah karena ada jamuan makanan melengkapi perayaan Tahun Baru Imlek. “Umat menyambut perayaan Tahun Baru dengan gembira dan memohon semoga tahun yang baru membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi kita semua. Kami saling meng unjungi untuk tetap menjalin silaturahmi,” tuturnya. Begitu juga saat perayaan Hari Besar Waisak. Umat Buddha bertemu di wihara selain melakukan doa juga saling maaf memaafkan. Karena pada intinya, kata Pendeta Eka Wiradarma, silaturahmi adalah menjaga kerukunan dan persaudaraan. Bagi umat Kristiani, acara silaturahmi juga kerap dilakukan. Menurut Ketua Umum Persekutuan Wanita Gereja Bali Dian Kristawati, dr. Luh Debora Murthy, saat hari besar Paskah memperingati hari kematian dan kebangkitan Yesus Kristus mereka setelah berdoa di gereja langsung ziarah ke kuburan. Di sanalah mereka bertemu sanak keluarga dan kerabat. “Di kuburan saat ziarah, kami juga bersilaturahmi bertemu dengan keluarga besar atau teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Kami sama-sama berziarah ke anggota keluarga yang sudah meninggal,” kata dr. Debora. Begitu juga saat Hari Natal dalam peringatan Kelahiran Yesus Kristus, umat Kristiani bertemu bersilaturahmi saling maaf memaafkan. “Karena rumah saya dekat dengan gereja saya berjalan kaki menuju gereja. Biasanya mampir ke sana kemari sekalian silaturahmi dengan para tetangga, teman, dan keluarga. Tidak dikhususkan membawa antaran, tapi lebih difokuskan kunjungan untuk tetap menjalin kasih saying,” kata dr. Debora. Silaturahmi lebih bermakna kepada menjaga dan menjalin kasih sayang antara umat. “Saat mampir ke rumah-rumah tetangga menuju gereja, ada suguhan kopi dan kue khas yakni kaliadrem. Kami sambil mengobrol akrab sembari menikmati sajian istimewa ini, yang memang disajikan saat hari raya Natal. Kalau tidak hari raya, tentu kita tidak bisa berkumpul bersama dengan kesibukan masing-masing,” ucapnya. Setelah Natal keesokan harinya ada yang disebut hari anak Sidhi, yakni untuk hari pembaptisan. “Biasanya kami datang ke sana untuk menengok anak yang dibaptis. Dengan datang ke acara-acara tersebut sebagai salah satu cara kami untuk tetap menjalin silaturahmi kerukun an umat beragama,” kata dr. Debora. -Inten Indrawati/Wirati Astiti
Nine
20
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Perempuan Penentu Segalanya Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat yang terletak di bagian utara Pulau Lombok adalah salah satu kabupaten yang masih memegang nilai-nilai tradisi dalam kehidupan masyarakatnya. Berbagai aktivitas dan ritual tradisi mewarnai berbagai proses kehidupan masyarakat, seperti kelahiran, perkawinan, kematian hingga upacara-upacara tradisinya.
W
arisan budaya turun-temurun dari masyarakat di sana masih kental dipertahankan. Salah satu wilayah yang masih sangat kuat memegang tradisi-tradisi itu adalah Desa Bayan. “Hampir di semua aspek dalam proses kehidupan masyarakat di sini, masih dilakukan sesuai dengan tradisi dan budaya yang berpegang pada nilai-nilai agama yang dianut masyarakatnya,” ungkap Rianom, tokoh adat Sasak Bayan. Dalam roh tradisi masyarakat Sasak Bayan, terungkap bahwa posisi perempuan menjadi salah satu hal yang memiliki keutamaan. Karena itulah, banyak predikat yang disandangkan pada perempuan untuk menunjukkan bahwa ia memiliki posisi yang dihormati dalam tradisi Sasak Bayan. Misalnya menyebut sebuah ruang khusus dan istimewa dari arsitektur rumah adat Sasak dengan sebutan inan bale yang berarti induk dari rumah tersebut. Inan Bale berdiri kokoh di tengah-tengah rumah adat Sasak yang tingginya menjulang menjelang atap. Inan bale yang terbuat dari kayu ini memiliki enam tiang yang disebut sekenam yang terbuat dari kayu-kayu pilih an. Untuk dapat naik ke atas inan bale, menggunakan tangga atau undak-undak melewati amben beri dan amben beleq yang posisinya bertingkat. ”Sebelum membuat rumah adat Sasak, yang pertama kali dibuat adalah Inan Bale ini. Dan ini menunjukkan betapa istimewanya perempuan dalam adat dan tradisi Sasak,” ujar Rianom. Fungsi dari inan bale ini sebagai tempat menyimpan barang yang dibanggakan dan yang sangat dibutuhkan keluarga, seperti benda keramat atau bersejarah yang tidak boleh dilihat orang lain (umum) selain keluarga. Juga, sebagai tempat menyimpan beras atau logistik lainnya. Pentingnya posisi perempuan dalam masyarakat adat Sasak Bayan juga dapat dilihat pada ritual bisoq meniq atau ritual cuci beras. Sebagai makanan pokok, di Bayan, beras diperlakukan secara khusus oleh masyarakat tradisionalnya. Perlakuan khusus terhadap beras ini dikenal dengan ritual atau upacara bisoq meniq. Kegiatan yang dilakukan masyarakat adat Bayan ini biasanya pada saat-saat
Inan bale ini yakni sebagai tempat menyimpan barang yang dibanggakan dan yang sangat dibutuhkan oleh keluarga
penyelenggaraan pesta alip atau gawe alip yang dilakukan delapan tahun sekali pada tahun alip (setiap delapan tahun sekali yang penyelenggaraannya pada tahun pertama windu tersebut). Selain pada gawe alip, bisoq meniq juga dilakukan pada acara gawe belek (acara-acara tradisional khitanan, perkawinan dan lain-lain) dan pada acara maulid adat. “Selain memiliki posisi penting, perempuan juga paling menentukan terutama dalam tradisi ini,” katanya. Bisoq meniq dilakukan oleh para perempuan yang tidak sedang menstruasi yang dipimpin oleh seorang pemangku adat de ngan julukan inan lokaq atau inan meniq. Dalam ritual ini keberadaan perempuan menjadi penentu yang sangat penting. Seluruh prosesi adat ini dilakukan oleh perempuan. Laki-laki hanya bertindak me nyiapkan jalan menuju lokasi bisoq
meniq agar tidak ada halangan. Inan lokaq/ inan meniq yang seorang perempuan adalah penentu segalagalanya dalam tradisi ini. Para perempuan yang ikut dalam ritual ini sangat menjaga kesakralan tradisi ini dengan benar-benar menjaga beras di junjungannya agar tidak sampai tumpah, apa pun rintangannya. Menurut kepercayaan masyarakat Bayan, jika sampai beras yang dijunjung itu tumpah, maka rezeki akan jauh, umur pendek dan menda patkan ketidakberuntungan. Itulah sebabnya, para perempuan sangat hati-hati menjaga beras yang dijunjungnya agar tidak tumpah. SULING DEWA Selain itu, ada satu lagi peran perempuan adat di Bayan adalah dalam pergelaran ritual seni musik Suling Dewa. Dalam prosesi suling dewa yang ditiup oleh seorang juru
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Inspirasi
Ida Ayu Oka Purnama Wati
5
Merintis Medical Tourism di Bali Indonesia termasuk terlambat dalam mengembangkan medical tourism. Tahun 2009, pemerintah baru mengembangkan program medical tourism, itu pun baru sebatas wellness khususnya spa, untuk menarik minat wisatawan asing ke Indonesia. Padahal, dalam medical tourism, selain program wellness, ada juga program health yang menjadi potensi Indonesia sebagai tujuan destinasi wisatawan asing.
Inane meniq dalam tradisi bisoq meniq
suling laki-laki (tetua/pemangku adat) yang disebut jro gamel, juga menyertakan perempuan sebagai pengiringnya yang dikenal dengan inan gending. Perempuan ini, seorang atau beberapa perempuan yang tugasnya melantunkan irama-irama nyanyian khas lelakaq (nyanyian) secara berirama seperti paduan suara mengikuti irama su ling. Mereka ini fungsinya seperti sinden di Jawa. Ada pula dua penari perempuan yang disebut amaq aki dan inaq ini, yang menarikan tarian Lokoq Sebia, Lembunang Meloang, Pampang Paoq dan beberapa tarian lainnya yang sangat lembut penuh penghayatan diringi gamelan Sasak. Syarat utama menjadi inan gending sebagai penyanyi, serta amaq aki dan inan ini sebagai penari adalah mereka yang dalam keadaan suci tidak sedang menstruasi. Suasana hikmat, sunyi dan serius selalu mewarnai pergelaran seni musik tradisional masyarakat Sasak Bayan ini. Tidak seorang pun melakukan hal-hal yang dianggap tabu selama pertunjukan berlangsung. Para pemusik yang terdiri dari juru suling, sinden hingga penari dan seluruh masyarakat yang menyaksikan pergelaran ini dilingkupi suasana sakral dengan sikap yang santun. Karena fungsi pergelaran yang sakral inilah yang membuat seluruh masyarakat yang hadir dalam pergelaran ini selalu hikmat memainkan peran masing-masing. Pergelaran suling dewa ber awal dari suatu waktu dimana masyarakat Bayan pernah meng alami masa-masa sulit dalam kehidupannya. Menurut Rianom, pada suatu waktu tempo dulu, kemarau panjang, musim panas tidak berkesudahan menimbulkan paceklik bagi masyarakat Bayan di Lombok Utara. Akibatnya kehidupan masyarakat
serba sulit, kelaparan melanda menyengsarakan. Menghadapi situasi kurang menguntungkan bagi masyarakat yang tampaknya tidak berujung ini membuat para tetua dan pemangku adat Bayan, Lombok Utara berkumpul untuk bermusyawarah mencari jalan keluarnya. Hasilnya, mereka bersepakat melakukan matur (memohon petunjuk) de ngan mendekatkan diri kepada Hyang Maha Kuasa, Sang Pencipta dengan melakukan ritual adat taekan lekoq buaq. Kala memohon petunjuk inilah, para tetua dan pemangku adat mendapatkan wangsit/petunjuk bahwa kemarau panjang itu terjadi karena masyarakat telah lupa pada leluhurnya. Petunjuk juga didapatkan bahwa masyarakat harus melakukan ritual yang disebut mendewa sebagai media “komunikasi” masyarakat dengan leluhurnya menggunakan sebuah irama yang keluar dari sebuah alat musik suling. Petunjuk lainnya dalam ritual mendewa ini adalah harus mempergunakan suling khusus, termasuk cara pembuatan dan bahan pembuatan suling sebagai media penyambung komunikasi dengan para leluhur masyarakat Bayan. Lokasi bambu khusus yang akan dipergunakan untuk membuat suling tersebut juga disebutkan dalam petunjuk yang didapat oleh para tetua dan pemangku adat itu yakni di pohon bambu yang tumbuh di wilayah Senaru di kaki Gunung Rinjani. Pohon bambu khusus yang disebut biloq mate (bambu wuluh) ini tidak ditebang dengan cara sembarang an, melainkan harus menggunakan ritual khusus pula semacam “berkomunikasi” meminta izin untuk menebang pohon bambu yang akan dipakai membuat alat musik berupa suling untuk kepentingan masyarakat banyak dalam ritual mendewa. -Naniek I. Taufan
Penari perempuan yang disebut Amaq Aki dan Inaq Ini, yang menarikan tarian Lokoq Sebia, Lembunang Meloang, Pampang Paoq dan beberapa tarian lainnya dalam ritual Suling Dewa
Ida Ayu Oka Purnama Wati
D
emikian dituturkan Ida Ayu Oka Purnama Wati, S.S., M.M., saat Tokoh menemuinya di Bali Royal Hospital (BROS) Kamis (24/7). Menurut perempuan yang selalu ceria dan bersemangat ini, menjadikan Bali sebagai bagian medical tourism ini, adalah wajib. Mengapa? “Karena Bali adalah daerah tujuan wisatawan dunia. Dengan keunggulan ini, wisatawan tak hanya datang ke Bali untuk berwisata, mereka juga dapat menikmati program-program kesehatan yang ditawarkan. “Ini menjadi pemikiran saya sejak dulu. Ketika saya dan kakak membuka klinik Merdeka Medical Centre (MMC), konsep ini sudah ada di benak saya,” tutur Direktur Marketing dan Business Development BROS ini. Ia menuturkan, suatu kebetul an, tahun 2005, ia ikut pameran di Singapura. “Waktu itu, saya mengikuti pameran pariwisata. Dengan menyewa satu stan, selain memajang brosur tentang wedding di Bali, saya juga menaruh buklet tentang klinik saya, MMC. Ternyata, salah seorang pengunjung adalah dokter RS Mount Elizabeth. Dari sang dokter, saya lantas diperkenalkan dengan suaminya yang ternyata adalah CEO Mount Elizabeth, dr. Tan See Leng. Dari beliau saya mendapatkan informasi bahwa, RS tersebut akan mengembangkan sayap ke Asia Tenggara. Pembicaraan sekilas yang berlanjut lewat email dan telepon, terus membekas di hati saya. Tahun 2008, saya mendapatkan informasi, mereka masih fokus untuk pengembangan rumah sakit di India,” tutur istri Ir. Ida Bagus Indrajaya ini. Walaupun sampai sekarang ia mengatakan belum ada kesempatan bertemu muka dengan dr. Tan See Leng, namun, ada kalimat motivasi yang membuatnya sangat bersemangat. “Kamu bangun saja rumah sakit di Bali, nanti kita bicara lagi ke depan.” Kalimat itu
memberikan beberapa kemudah an untuk saudara dan teman, yang paling tidak, bisa sedikit meri ngankan,” kata ibunda Ida Bagus Govinda Indra Karang dan Ida bagus Bianta Indra Karang ini. Sejak berdiri tahun 2010, BROS sudah mendapatkan banyak prestasi, dan tingkat hunian yang terus meningkat. “Astungkara ini berkat kepercayaan masyarakat terhadap BROS,” ucapnya. Selain memiliki 4 layanan unggulan yaitu bayi tabung (IVF), bedah kosmetik, endoscopy, dan neuro surgery, tanpa disadari BROS telah pelan-pelan meng arah ke konsep awal medical tourism. “Di awal, saya berpikir hanya general medical check up yang bisa dijual untuk medical tourism. Teryata melihat dari beberapa negara lain yang lebih dulu mengembangkan medical tourism, hampir semua jenis tindakan atau layanan kesehatan dapat dijadikan ‘bahan jualan’, bahkan bedah jantung, pergantian sendi lutut dan panggul, semua bisa dilakukan dalam medical tourism. Tentu saja yang bersifat elective, bukan yang emergency,” ujarnya. Dengan kelebihan yang dimiliki BROS, ia optimis bisa menyedia-
terus mengiang di telinganya dan membuatnya tanpa menyadari, terus mencari upaya agar ia dapat mendirikan satu rumah sakit yang representatif dan sesuai dengan konsep medical tourism yang Gek Oka menerima “The Best Regional Hospital” dari Health and Wellness Tourism, Stresa - Italia. Europe Business Assembly - UK dicita-citakannya. Bahkan, ia sudah membeli domain dan website usaha biro perjalanan wisata di se- yang bermarkas di UK Inggris. Bali Royal Hospital, walaupun luruh Indonesia dan mancanegara. Organisasi ini tak hanya bergerak rumah sakit belum diwujudkan. Beberapa respons positif didapat dalam bidang jasa kesehatan, tapi Dengan berbagai upaya, de dan mereka tertarik untuk be anggotanya berbagai organisasi ngan bantuan sang kakak yang kerja sama dengan BROS. bisnis di dunia. Ada beberapa juga seorang dokter spesialis Awal Juli lalu, Gek Oka baru kriteria yang dinilai, di antaranya, kandungan yang sangat terkenal di saja datang dari Stresa – Milan, wide medical staff experience, Bali dengan program bayi tabungItalia. Ia mengikuti pertemuan multidisciplinary medical services, nya, dan juga beberapa dokter, World Summit of Leader-Health national and international accreditamereka sepakat untuk memand Wellness Tourism. Dari 200 tion and certification, wide research buat satu rumah partisipan ber- base, high level of medical equipsakit yang sangat bagai negara, ment, favourable patients’ reports, representatif dan Gek Oka ber effectiveness and efficiency, focus mengacu pada kesempatan on patients and their satisfaction, k e n y a m a n a n menyampai- safety of treatment processes. seperti hunian kan presentasi BROS sebagai wakil Indonesia hotel. Dengan dan mencoba juga dinominasikan sebagai Leadbantuan suami berbagi peng ing Healthcare Provider bersama nya yang seorang alaman tentang Dubai, India, dan Macedonia. arsitek, tahun pengembang Prestasi ini tentu memacu se2010, bangunan an serta ken- mangat manajemen BROS untuk BROS berdiri dala pengem- terus meningkatkan pelayanan megah, rumah bangan medi- dan memberikan yang terbaik sakit dengan cal tourism di bagi pasien. Penghargaan ini konsep hunian Indonesia, dan merupakan hadiah istimewa bagi hotel diresmiBali khususnya. BROS yang merayakan ulang takan pada 17 Juli “Saya sampai hunnya yang ke-4, 17 Juli 2014. 2010. kan ada bebe Sedangkan untuk pengembang G e d u n g rapa hal yang an BROS ke depan, akan segera Gek Oka saat presentasi di World Summit of Leader BROS sangat ismembuat me dibuka klinik BROS di satu resort timewa, tidak saja dari bentuk kan layanan kesehatan tersebut. dical tourism di Indonesia belum di kawasan pantai Canggu. Hal ini bangunan yang seperti hotel, “Misalnya, bedah kosmetik. Sam- mampu berkembang dan bersaing dilakukan, untuk terus mengenalnamun, pemilihan warna juga sa bil berwisata, mereka bisa meng dengan negara lain, di antaranya kan BROS kepada masyarakat luas ngat diperhatikan. Ada tiga warna ubah atau mengoreksi bentuk kurangnya penguasaan bahasa dan dunia pariwisata. “Semoga BROS yang memiliki arti khusus hidung, kelopak mata, payudara, asing bagi tenaga kesehatan, tahun ini bisa terwujud,” ujarnya. yaitu warna hijau yang menanda- perut, dll. Mereka hanya butuh tingginya pajak impor alat-alat Menyinggung keberadaan kan kehidupan, warna emas yang waktu beberapa hari di rumah kesehatan, impor obat, bahan- beberapa rumah sakit swasta di berarti warna kemenangan, dan sakit, sisanya bisa tetap menikmati bahan/implant yang dikategorikan Bali, Gek Oka mengatakan, tak warna merah marun menandakan wisata di Bali,” imbuhnya. barang mewah yang berujung membuat mereka bersaing. Juskemewahan. Saat ini, BROS sudah bekerja pada harga, sehingga menyebab- tru, masing-masing rumah sakit Menurut Gek Oka, begitu sama dengan ABA Australia untuk kan harga kita sulit bersaing swasta memiliki keunggulan dan perempuan ini akrab disapa, bisnis bedah kosmetik dan dan agency dengan negara tetangga seperti saling melengkapi. “Kami memrumah sakit merupakan investasi dari Hongkong untuk program Malaysia, Singapura, Thailand, In- bentuk satu forum komunikasi jangka panjang. Artinya, hasilnya bayi tabung. Untuk pengembang dia dan Vietnam,” katanya. RS Swasta di Denpasar yang rutak terlihat dalam waktu yang an bisnis ke depan, BROS sudah Dalam kesempatan itu pula, tin menggelar pertemuan untuk dekat. Ia menegaskan, memiliki membuat beberapa gebrakan. Gek Oka mewakili BROS me membahas segala sesuatu yang rumah sakit memberinya kesem Dalam acara Bali Beyond Travel nerima penghargaan sebagai The berkaitan keberadaan rumah sakit patan manyama braya. “Paling Forum, BROS mencoba ber- Best Regional Hospital yang diberi- swasta di Denpasar,” kata Gek tidak saya bisa membantu atau bagi informasi dengan para pelaku kan oleh Europe Business Assembly Oka. –Wirati Astiti
Inspirasi
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Musik Itu Membungkus 4
“S
ejak SMP, saya sudah menyu kai seni. Na mun, genrenya masih tradisional, seperti megambel. Sekian lama saya megambel, saya merasa semakin cinta ter hadap yang namanya seni. Pada saat itu saya sangat bangga sebagai seniman gamelan. Darah seni ini kata ini mengalir dari kakek dari bapaknya, yang merupa kan seorang penari,” ungkap Mr. Botax. Sebagai penabuh, ia tampil di sekolah dan di tempat lainnya seperti hotel-hotel. Mr. Botax pun menuturkan kenangan masa lalunya yang selalu mengejek orang yang bermain musik pop, seperti mereka yang bermain gitar dengan ucapan sok artis. Suatu ketika di tahun 1994, ia bertemu dengan seorang teman yang sering diejek sok itu pada sebuah acara di hotel. “Di tempat yang sama itu, saya megambel dan teman saya bermain musik. Di sana kami sempat ngobrol. Saya bertanya nominal yang dia dapat dari bermusik, katanya dibayar Rp 500 ribu . Mendengar jawabannya saya langsung terdiam, karena saat itu saya megambel mendapat bayaran Rp 50 ribu,” ujar ayah dua anak ini, Gd. Lanang Arya Putra Udayana dan Made Ega Avatar Mahotama Putra Lanang. Ia pun langsung berpikir, kalau
ga 5 album. Kendala lain muncul, pembajakan yang sangat marak dan tidak bisa disentuh. Bersama Lolot sangat berke san bagi Lanang. Ada prestasi Lolot yang luar biasa. ketika mereka mendapat penghargaan di tingkat nasioal, yakni berhak atas SCTV Awards kategori Band Indie terbaik tahun 2005. Pada hal saingannya ada band-band besar seperti Netral, Ten2five, Mocca, dan Pandawa yang pada saat itu masih merupakan band indie. “Kami satu-satunya yang berbahasa daerah, bahasa Bali. Dulu setiap Lolot mengeluarkan album, setiap Lolot main se
lalu melampaui target. Kebetulan produser kami mencetak CD di Jakarta, rupanya di sana pihak SCTV mencari tahu detail dan menurut mereka sebagai band yang berbahasa Bali band kami luar biasa,” kenangnya. Lanang mengaku untuk urusan manggung, hampir semua peng alaman berkesan. Senangnya saat penontonnya tidak berantem, tidak ada keributan. Karena da lam suatu konser ada orang yang memang senang musik, senang tempat rame, senang bikin ribut dan ada yang sengaja mau buat rusuh. Kalau sudah selesai main dan semua damai itu luar biasa. Kalo sudah rusuh konsentrasi musisi hilang dan sangat meng ganggu penonton lain. KEMBALI KE TITIK NOL Setelah keluar dari Lolot, Lanang bersolo karier. Ia berkon sultasi dengan teman-temannya yang kemudian menyuruhnya menjadi penyanyi solo. Untuk nama, jika Lanang rasanya kurang gaul, lalu Lanang Botak masih
Mandalika
21
Santunan untuk Pasukan Kuning Ratusan orang berpakaian kuning khas petugas kebersih an yang tiap hari terlihat membersihkan jalan-jalan di Kota Mataram dan sekitarnya, beberapa hari lalu ber kumpul di Gedung Sangkareang Lingkup Kantor Guber nur Nusa Tenggara Barat. Mereka yang dikenal dengan pasukan kuning ini antusias datang ke tempat itu untuk menerima santunan dari Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Di wajah-wajah sumringah mereka yang kebanyakan tidak muda lagi alias sudah berumur itu, ter lihat harapan yang terselip dalam senyumnya.
Nama Mr. Botax sudah dikenal masyarakat Bali khususnya pecinta layang-layang dan ogoh-ogoh. Pria bernama asli Gde Lanang Darma Wiweka mempopulerkan lagu “Rare Angon” yang identik dengan layang-layang seta lagu “Ogoh-ogoh”. terus bermain gamelan ini, berarti seni hanya lah sebagai hobi saja bukan pekerjaan. Be gitu di SMA di tahun 1996 ia menemukan teman-teman yang memang komunitas pemusik. Pergaulan dengan orang-orang yang berkecimpung di musik modern mem buatnya mulai nge band. “Awalnya, saya memainkan drum, karena belum bisa main gitar. Selanjutnya saya belajar sendiri, beruntung juga saya punya teman yang bisa saya ajak sharing sampai akhirnya saya bisa melampaui dia,” kenang Mr. Botax. Hanya dengan 3 kunci gitar, yaitu C, G dan D, yang dikuasai, ia sudah bisa mem buat sebuah lagu. Lagu ciptaannya ia nyanyikan saat malam pertun jukan di SMAN 2 Denpasar. Sejak akhir tahun 1996 Lanang sudah tampil di pub-pub, restoran di Kuta dan di Sanur. Ia pun punya banyak teman. Bayaran main band cukup, jika dihitung sebulannya melebihi gaji PNS. Kelas 2 SMA, Lanang mulai merambah dunia festival band, dan beruntungnya selalu menda pat juara. Bahkan pernah menda pat penghargaan vokalis terbaik juga. “Saya juga pernah buat satu album bersama Bobby dari S.I.D, nama bandnya “krutuchips” setelah itu saya buat Band Biroe. Bisa dibilang ketika itu kami raja festival di Bali, tapi saya memilih keluar saat itu. Peristiwa bom Bali 2002 pun membuat saya berhenti sejenak bermain musik karena tamu sepi. Padahal sebelum bom bisa tampil seminggu 6 kali,” ujarnya suami Made Suratni ini. Sejak tahun 2000, pria kelahir an Denpasar, 25 April 1978 ini juga membuat musik untuk Lolot, hingga jadilah Lolot Band tahun 2003. Yang jadi masalah pada saat itu, materi sudah ada tapi produser tidak mau ambil dibilang tidak akan laku. Sampai akhirnya mereka ketemu Gus Mantra se bagai produser. Albumnya Lolot booming dan menjadi penyebab saya mundur lagi kuliahnya. Lolot berjalan baik dengan merilis hing
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
kurang gaul. “Dapatnya Mr. Botax itu, karena dari saya melihat bule gundul. Mistere botak nok, saya ngomong keceplosan padahal saya kan juga botak. Akhirnya jadilah Mr. Botax nama saya,” ujarnya sembari tertawa. Dengan identitas baru ia kem bali ke titik nol, dengan bayaran
juga seperti pendatang baru. Namun di tahun 2009, respons penonton bagus dan honor jadi naik. Berlanjut dengan respon lebih baik lagi, maka honor pun merayap naik. Akhirnya hanya dalam dua minggu digit honor mencuat dan mengisi acara se
minggu tiga kali. Saat pilgub Bali, ia mengha diahkan lagu untuk Puspoyoga dan jatuh cinta dengan ideologi nya PDI Perjuangan. Lalu ia buat lagu partai dengan respons yang bagus dari orang-orang partai. Mr. Botax pun nyanyi sampai ke pelosok-pelosok. “Dari sini saya berani mengatakan tidak benar kalau main musik dan bernyanyi di dunia politik penggemarnya akan pecah. Sebab, musik itu bisa membungkus bukan untuk per pecahan, lagu itu ada energinya,” tegasnya. Mr. Botax yang memiliki fansnya adalah Para Boxy (para botax dan sexy) mengaku senang mengangkat budaya, meng gabungkan antara musik rock dan gamelan atau rock fusion. Genre keseluruhan tetap rock. Ia sudah menciptakan lebih dari 100-an lagu, ada koleksi yang hilang dan ada yang masih. Ia juga mengerjakan lagu-lagu iklan sampai lagu untuk festival tertentu. “Dalam berkarya dan be kerja, saya mengikuti hati. Dalam bekerja saya juga perlu kenya manan,” ujar pemilik motto “Selalu bisa berbuat baik untuk keluarga dan seluruh mahluk hidup di dunia, karena damai itu adalah surga”. -Nina
Mr. Botax dalam acara belajar membuat layangan di Bali TV
T
entu ini kebahagiaan bagi mereka, karena hari itu mereka masing-masing mendapatkan santunan yang diserahkan langsung oleh Guber nur NTB. “Mungkin bagi orang lain uang dan beras ini tidak banyak, tapi bagi kami ini banyak dan sangat membantu. Apalagi sebentar lagi lebaran tiba, se mua harga naik,” ungkap Hasan, salah seorang anggota “pasukan kuning”. Tergopoh-gopoh ia berjalan karena hendak segera pulang untuk mengantar rezeki hari itu kepada istri dan cucu yang tinggal dengannya di lingkungan Gomong Mataram. Keberadaan pasukan kuning ini menjadi bagian penting dari keindahan Kota Mataram yang merupakan ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mereka bertugas menyapu dan membersihkan jalan-jalan protokol hingga jalan-jalan umum lainnya di seluruh Kota Mataram. Dalam sehari jam kerja mulai pukul 05.0007.00 dan pukul 16.00-18.00. Tidak heran, ketika usai shalat subuh, tidak kurang dari 644 orang yang tergabung sebagai pasu kan kuning ini telah siap dengan sapu lidi “menyisir” membersihkan jalan-jalan di Kota Mataram. Menurut Kepala Dinas Kebersihan Kota Mataram, Desy Supriyadi, mereka yang sudah lama tergabung dalam pasukan kuning berstatus sebagai tenaga honorer
daerah dengan gaji Rp 700.000 sebulan. Sementara lainnya yang masih baru adalah tenaga kontrak yang kontraknya selalu diperpanjang setahun sekali. Jasa mereka sungguhlah besar mengingat kebersihan Kota Mataram menjadi tanggung jawab mereka. Karena itulah, selain Pemerintah Kota Mataram yang memberikan perhatian pada mereka ini, juga Pemerintah Provinsi NTB juga memperhatikan mereka. Salah satunya dengan memberikan santunan di bulan Ramadan ini. Dan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Provinsi NTB ber bagi kasih dengan memberikan santunan kepada pasukan kuning ini. Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi memang kerap menggelar acara silaturahmi dengan pasukan kuning setidaknya saat bulan suci Ramadan. Tahun ini, sebanyak 622 pasukan kuning yang terdiri dari 543 petugas kebersihan Kota Mataram, dan 79 petugas kebersihan Provinsi NTB, mendapat santunan uang sebesar Rp 250.000 dan 10 kg beras untuk masing-masing petugas kebersihan. “Atas nama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Mataram, saya meng ucapkan terimakasih kepada bapak ibu semua. Karena berkat bapak ibu semualah, wajah Kota Mataram dan juga Kantor Gubernur serta beberapa tempat-tempat penting dan tempat-tempat pusat peme rintahan di Kota Mataram ini bisa tetap
terjaga kebersihan serta kerapiannya,” kata Gubernur. Dalam sambutannya, Gubernur me nyebutkan bahwa tugas sebagai petugas kebersihan adalah tugas yang tidak kalah penting dengan tugas-tugas lainnya. Gu bernur juga mengapresiasi para petugas kebersihan berusia senja yang masih tetap semangat melaksanakan tugas, dan
menyampaikan harapan kepada mereka untuk terus melaksanakan tugas dengan sepenuh hati. “Mari kita laksanakan tugas yang penting itu dengan sepenuh hati kita. Kita luruskan niat kita bahwa apa yang kita lakukan itu tidak hanya ikhtiar kita untuk kehidupan dunia tapi juga ladang pahala dan ibadah bagi kita,” ujarnya. -Naniek I. Taufan
Metropolitan
22
28 Juli - 3 Agustus 2014
Ramai-ramai Keluar Jakarta Musim mudik tiba. Seperti biasanya men jelang Lebaran sebagian besar masyarakat, khususnya di Jakarta, melakukan mudik. Lebaran terasa lebih afdol jika berkumpul bersama sanak saudara di kampung halam an. Mereka yang tak ‘memiliki’ kampung, tetap tinggal di Jakarta. Itu sebabnya ketika Lebaran tiba, hingga seminggu setelahnya, Jakarta akan terasa lengang. Tidak ada ke macetan lalu lintas, udara pun terasa lebih bersih karena berkurangnya polusi udara.
K
epala Dinas Per hubungan DKI Jakarta, M Akbar, memperkirakan, jumlah pemudik tahun ini mening kat 12% dibanding tahun 2013 lalu. Kalau tahun lalu jumlah pemudik dari Jakarta mencapai 3,7 juta jiwa lebih maka tahun ini diperkirakan mencapai 4 juta lebih. “Jutaan orang ini keluar dari seluruh titik pintu keluar, baik terminal, pelabuhan, bandara maupun mereka yang mudik menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Akbar. Gema mudik Lebaran memang paling terasa di Ibukota yang pen duduknya mencapai 10 juta jiwa lebih. Bukan hanya masyarakatnya saja yang ‘grabak-grubuk’ mem persiapkan mudiknya, tapi para pejabat hingga penegak hukum pun ikut sibuk mempersiapkan mudik masyarakat. Mulai dari infrastruktur sampai memberi fasilitas angkutan gratis mudik Lebaran seperti yang dilakukan Departemen Perhubungan. Tidak itu saja, demi mem bantu masyarakat, disediakan juga sejumlah gerbong kereta api untuk mengangkut motor-motor para pemudik secara gratis. Maksudnya, agar para pemudik jangan menggunakan motor ke tika mudik. Dengan demikian selain mengurangi kemacetan lalu lintas akibat tingginya arus mudik juga menekan angka kecelakaan lalu lintas. Pengemudi motor memang
menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah. Seiring naiknya jumlah pemudik tiap tahun, angka kecelakaan lalu lintas yang didomi nasi oleh pengguna sepeda motor, meningkat pula. Itu sebabnya, se lain digelar program mudik untuk seluruh masyarakat, tapi juga ada program khusus untuk pemudik sepeda motor. Mereka diberang katkan dengan menggunakan bus dari Monumen Nasional, Jakarta, sementara motornya diangkut dengan truk khusus. Dengan begi tu, di kampung mereka tetap bisa menggunakan motor kesayangan nya untuk berkunjung ke rumah saudara-saudaranya.
28 juli - 3 Agustus 2014
Sosialita
AA Sagung Mas Lestari, S.H.
Mewujudkan Keseimbangan Menyeimbangan kehidupan ini cukup sulit. Namun, ada yang bisa melakukannya dengan membuat skala prioritas. Hal ini dilakoni AA Sagung Mas Lestari, S.H. Sebelum melakukan pekerjaannya, ia mem buat perencanaan yang matang untuk menentukan mana yang harus diprioritaskan dan mana yang bisa dikerjakan belakangan. Dalam urusan pendidikan dan karier pun ia mampu melakukannya.
Suasana mudik lebaran
Bicara tentang layanan mudik gratis, bukan hanya Kementerian Perhubungan yang menggelarnya, tapi sejumlah perusahan plat merah maupun swasta, khusus nya perusahaan-perusahaan be sar, tak ketinggalan ikut ber partisipasi. Kesempatan mudik
dapat dinikmati semua warga. Tapi tentu saja, meski banyak fasilitas tersedia--- dengan ber bagai sebab--- tak semua orang berkesempatan memanfaatkan program layanan gratis tersebut. Mereka inilah yang berupaya mencari cara sendiri agar bisa
pulang kampung, meski dengan transportasi seadanya. Untuk kebanyakan pemudik, memang kenyamanan bukanlah salah satu pertimbangan. Asalkan bisa tiba dengan selamat di kampung halaman, itu sudah cukup. –Diana Runtu
Dari Motor, Bajaj, hingga Sepeda Mudik murah meriah, itulah yang menjadi pilihan kebanyakan masyarakat yang menggunakan motor sebagai trans portasi mudik. Apalagi kalau mudik harus memboyong keluarga, sedangkan dana pas-pasan, maka motor dirasakan pal ing tepat dan murah. Meski tahu hal itu berisiko. Apalagi naik motor bukan hanya sendiri atau berdua, melainkan tidak jarang bertiga atau empat. Yakni, ayah, ibu dan dua anak. Pemandangan seperti ini bukan hal yang aneh lagi. Ditambah lagi dengan berbagai kardus dan tas yang ikut diangkut dengan motor. Jadi bisa dibayangkan seperti apa kondisinya. Yang pasti, berbahaya! Sebe narnya pihak kepolisian sejak beberapa tahun lalu pernah memperingatkan hal
tersebut, bahkan sempat ada wacana laran gan mudik dengan motor berpenumpang lebih dari dua. Namun entah bagaimana, sampai kini tetap menjadi wacana. Karena faktanya masih banyak ditemui penumpang motor lebih dari dua. Sumarno, misalnya. Warga Yogyakarta yang telah 10 tahun bekerja di Jakarta. Sejak empat tahun terakhir, selalu meng gunakan motor. Bersama istri dan seorang anaknya mereka mengarungi jarak 547,8 km Jakarta-Yogya (PP-1095,6 km). “Naik motor lebih irit dibanding dengan angkutan umum biasa, apalagi harga tiket angkutan umum sudah naik. Paling tidak harus siap Rp 500 ribu sekali berangkat, belum lagi ongkos-ongkos lain selama mudik. Kalau naik motor, bisa setengahnya. Lagipula lebih santai,” ujar Marno. Tidak ada tuntutan harus terburuburu sampai di kampung halaman, kata Marno. Karenanya ia akan berhenti kalau tubuhnya terasa lelah atau mengantuk. “Saya tidak mau memaksakan, lagipula kasihan istri dan anak. Setiap empat atau lima jam, saya berhenti, kami istirahat,” ungkapnya. Pertimbangan biaya juga diungkap pengemudi bajaj, Poniman. Lelaki yang sehari-hari beroperasi di kawasan Jakarta Pusat, akan mudik bersama teman-te mannya sesama pengemudi bajaj. Biaya mudik dengan bajaj, jauh lebih murah dibanding dengan angkutan umum, apalagi jika mudik bersama keluarga. “Saya, istri dan dua anak, kalau naik bus berapa biayanya? Mahal! Mending naik bajaj, murah hanya 20 liter sampai kampung,” kata Poniman seraya menam bahkan, “Kami akan pulang rombongan,
ada lima bajaj bersama keluarga masingmasing,” ujarnya. Mereka kebetulan tinggal di kampung yang berdekatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Mudik bareng, katanya, terasa lebih menyenangkan karena lebih meriah. Lam batnya perjalanan karena kecepatan ba jajnya hanya maksimal 40 km/jam, belum lagi di saat-saat tertentu, harus berhenti untuk mendinginkan mesin menjadi tidak terlalu terasa karena perjalanan dilakukan beramai-ramai. Pun, jika terjadi gang guan pada kendaraan, mereka bisa saling membantu. Untuk itu, selain persiapan pulang kampung, mereka juga membawa peralatan guna mengatasi gangguan mesin selama perjalanan. Kegembiraan yang sama juga dirasakan oleh sejumlah pemudik yang menggunakan sepeda untuk pulang kampung. Meski tidak banyak terlihat, namun kelompokkelompok pemudik bersepeda memberi warna tersendiri dalam musim mudik Lebaran. Sebagian orang, mungkin, merasa heran dengan keputusan mereka yang nekad mudik dengan sepeda. Padahal ada banyak pilihan transportasi yang bisa digunakan. Namun bagi umumnya para pesepeda, bisa jadi bukan masalah biaya yang men jadi pertimbangan utama mereka. Tapi hobi dan tantangan di dalamnya yang membuat mereka memilih sepeda seba gai transportasi. Tradisi mudik dijadikan momentum untuk menyalurkan semangat petualangan mereka. Menggowes sepeda beratus-ratus kilometer, tentu bukan hal yang ringan apalagi dilakukan pada saat berpuasa. Di sinilah tantangan dan mereka bertekad menaklukkannya. -Diana Runtu
Gung Mas saat melayani pembeli di Toko Kencana
W
anita yang akrab disapa Gung Mas ini menyelesai kan pendidikan di SMA Bakti Idhata, Jakarta Selatan tahun 1985. Setelah tamat, ia tak lang sung kuliah. Ia memilih belajar di beberapa tempat kursus bahkan sempat bekerja di salon. Dari Jakarta, Gung Mas pu lang kampung ke Tabanan. Ia bekerja di Denpasar sebagai tenaga pengajar di sebuah kursus kecantikan. Dari pekerjaannya itu, ia bertemu sales Mustika Ratu yang menawarkannya men jadi beauty consultant. Impian menjadi pegawai negeri pun lenyap. Gung Mas memantapkan diri menekuni dunia kecantikan. “Orangtua inginnya saya jadi PNS. Tapi, saya lebih sreg di dunia kecantikan,” ujarnya. Namun, impiannya untuk melanjutkan pendidikan tak hil ang. Ia memilih fokus mengurus keluarga setelah menikah dengan Dr. AA Ngurah Gd. Sadiartha, S.E.,M.M. dari Puri Kaleran, Kediri, Tabanan tahun 1989. Ibu dari AA Sagung Istri Dessy Aryani, AA Ngurah Wisnu Parameswara, AA Sagung Mirah Oktaviani, dan AA Ngurah Satia Maheswara ini akhirnya kuliah tahun 2006 di Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar. “Saya ingin menyeimbangan karier dan
pendidikan. Kalau sebelumnya lebih banyak mengurus bisnis dan keluarga,” ujar perempuan kelahiran Tabanan, 26 Februari 1967 ini. Kuliah di usia yang tidak muda membuat Gung Mas lebih ber pengalaman dalam pergaulan. Kesempatan ini dia jadikan peluang untuk memperluas jaringan. “Ke mampuan saya merias ternyata menjadi peluang bagi saya untuk memperbanyak pelanggan. Sekali merengkuh dayung, dua-tiga pu lau terlampaui,” ungkap pemilik salon dan toko Kencana ini. Ia menuturkan pengalaman ketika dulu mengantar anak-anak sekolah, ia menyempatkan diri bertemu dengan ibu-ibu yang juga mengantar anak-anak mereka. Ia menawarkan mereka untuk merapikan alis. “Saya sekalian bawa produk kosmetik. Kalau mereka senang, mereka beli. Lama-kelamaan pelanggan saya bertambah. Akhirnya keluarga mendukung saya untuk membuat salon sendiri,” kenang wanita asal Puri Dangin, Tabanan ini. Ia juga mengikuti pelatihan tentang kecantikan untuk menambah ilmunya. Pengalaman lainnya me nangani pelanggan yang datang ke salon untuk perawatan wajah. Dari obrolan bersama pelang gan, ia sampaikan salon juga menyediakan tata rias. Pelang
gan pun tertarik dan mencoba ketika ada anaknya yang wisuda. Karena merasa cocok, mereka minta dirias lagi saat ada upacara pernikahan. Jejaringnya berkem bang ke banjar-banjar. “Kuncinya adalah komunikasi yang baik. Saya ajak pelanggan ngobrol. Saya tanyakan apa produk kosmetik yang digunakan. Sekalian saya tawarkan produk yang saya jual. Sambil menyelam minum air,” kata Gung Mas. Ia juga memberikan treatment khusus bagi pelanggan. Misalnya, bagi yang belanja di Toko Kencana yang berlokasi di Jalan Ratna no 63 Denpasar, telp. (0361) 8226981 dan (0361) 8585955, diberikan diskon untuk perawatan di salon Kencana di Jalan Pucuk no 14, Ketapian Denpasar, telp (0361) 263822. Upaya ini dilakukan Gung Mas untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen. Ia menyiapk an produk hingga melakukan perawatan. Men ghubungkan salon dan toko men jadi kiat bisnis untuk memperluas jangkauan. Selain itu ia juga rajin bertanya dan memuji pelanggan nya. Semua itu merupakan ilmu yang didapatnya sebagai beauty consultant. Kepada pelanggan diingatkan untuk melakukan perawatan dari dalam dan dari luar. Dari dalam dapat dilakukan dengan minum jamu sedangkan dari luar dilakukan dengan 5P, pembersihan, penye garan, penipisan, pemijatan, dan peremajaan. Di Toko Kencana yang baru dibuka, ia menyiapkan ruang khusus bagi produk kosme tik yang ingin mengadakan demo produk atau beauty class. NGADI SALIRO NGADI BUSONO Menekuni dunia kecantikan khususnya kosmetika membuat Gung Mas aktif di kegiatan Ngadi Saliro Ngadi Busono tahun 1986 sampai 1989. Program ini gen car dilaksanakan untuk ibu-ibu Dharma Wanita dari tingkat pusat hingga daerah ketika era Bu Tien Soeharto. “Sebagai beauty consultant, saya ditugaskan hingga
3 ke wilayah NTB dan NTT. Saya bersama Dyah Lestari. Kami satu tim yang tugasnya berk eliling hingga ke Lombok, Dompu, dan Bima untuk memberikan ceramah mengenai tata rias dan penampil an,” kenang Gung Mas yang kala itu menjadi konsultan termuda. Selama kegiatan itu, ia bertu gas memberi penjelasan mengenai pentingnya perawatan tubuh dan wajah kemudian cara ber penampilan yang elegan. Gung Mas sangat me nikmati per annya itu. Ia bahkan tak pernah merasa lelah jika sudah di tugaskan untuk m e m berikan ceramah kecantikan walaupun tempat n y a
jauh. P e n g a l a m a n memberi ceramah ini juga barengi Gung Mas dengan belajar bagaimana cara men jual produk. “Kami biasanya diberi tar get penjualan setelah memberi ceramah. Kalau setelah demo ada yang membeli produk kami, rasa nya senang sekali. Puas. Tetapi, ka dang per nah juga hanya laku satu item. Itu karena peserta
tidak membawa uang. Saya akali dengan mencatat pesanan mereka lalu keesokan harinya saya bawa kan. Senang bisa melayani mereka untuk mendapatkan produk kos metik yang diinginkan,” tegasnya seraya menuturkan pernah aktif kegiatan MLM namun akhirnya memilih fokus di dunia salon dan kosmetik. PRINSIP KEDISIPLINAN Gung Mas yang memiliki ke ahlian tata rias membuka salon dan toko sembari mengurus ke luarga. Ia mengatur waktunya dengan baik agar tidak ada pekerjaan yang terbengkalai. Pagi hari, ia menyiapkan semua keperluan suami dan anak-anak. Mulai pukul 09.00 hingga 13.00 men gurus salon. Dari pukul 13.00-16.00 Gung Mas memantau toko Kencana. Sore hari ia harus ada di rumah lagi. Rutini tas ini sudah menjadi agenda tetapnya. “Kalau ada jadwal merias pagi, saya usahakan sehari sebelumnya sudah saya siapkan se muanya. Jadi tidak sampai menganggu aktivi tas suami dan anakanak,” tan das wanita yang hobi membaca dan bernyanyi ini. Di sisi lain, sebagai anggota masyarakat, ia juga kerap terli bat dalam urusan kemasyaraka tan. Hal ini pun selalu ia atur waktunya agar kesem patan untuk bersosial isasi dengan masyarakat bisa di lakukan. Menyama braya ini meru pakan kewa jiban seba gai warga masyarakat di Bali untuk mewujudkan keseimbangan. Gung Mas menyadari semua aktivitas bisa ia lakoni karena ia memegang prinsip kedisiplinan. Disiplin mulai dari diri sendiri, misalnya disiplin bangun pagi. Makin pagi bangun, makin banyak rezeki yang bisa diraih. Impian Gung Mas berikut nya adalah menyiapkan masa depan untuk anak-anak agar mereka mandiri. “Kalau saya sendiri, sampai kapan pun, selama masih bisa, akan terus bergelut di bidang kosmetik,” tegas pemilik motto menjalankan semua pekerjaan dengan tulus ikhlas ini. –wah
2
Ekspresso
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
GORO-GORO
DAri daPUr Redaksi
Saatnya Jadi “Chef”
Lupakan permasalahan yang membuat kita berbeda pilihan dan berbeda pendapat. Kini saatnya bergandeng tangan melangkah maju, seperti kata Presiden Terpilih hasil pilpres 2014, Joko Widodo. Lupakan capres nomor 1, lupakan capres nomor 2, kini saatnya bersatu mendukung nomor 3, Persatuan Indonesia. Lebaran pun telah tiba. Umat Muslim merayakan suka cita suasana hari raya Idul Fitri 1435 H. Ritual mudik ke kampung halaman menjadi agenda tetap. Suasana kebersamaan keluarga besar, saling memaafkan, dan bersiap menyambut hari esok yang lebih baik menjadi topik yang hangat. Jakarta yang biasanya dihiasi kemacetan akan merasakan suasana yang berbeda. Ratusan ribu bahkan jutaan warga Jakarta mudik ke kampung halamannya. Jakarta lenggang. Denpasar pun agak terasa lenggang karena banyak warga yang mudik. Pedagang kaki lima mulai susah ditemui. Tapi, jangan khawatir Anda tidak bisa makan karena tak ada pedagang makanan. Kini saatnya Anda menjadi “chef” bagi diri Anda sendiri. Siapkan bahan-bahan yang kami sajikan di halaman Kuliner, ikuti petunjuknya, laksanakan. Hasilnya, silakan dinikmati. Mau kuliner lokal ada, mau kuliner Jepang juga ada. Anda tinggal pilih. So…luangkan waktu libur Lebaran dengan kegiatan bermanfaat bersama keluarga. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin
Kepada Ibu Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt., ada yang perlu saya sampaikan, yaitu (1) Selamat atas prestasi ibu menyandang gelar Doktor Pariwisata Perdana di Unud, (2) Saya kebetulan pemerhati gelar akademik, izinkan saya bertanya tentang gelar M.Mgt. itu singkatan dari apa, di bidang ilmu apa, diperoleh di PT mana ? dan (3) Apakah betul ibu “orangnya” yang menjadi pembicara/pemakalah pada seminar “Kemandirian Anak Usia Dini” tgl. 11 Desember 2004, di hotel Nikki, bersama-sama Dr. Seto Mulyadi (Kak Seto) ? Terima kasih. Romi Sudhita (081237171517) Jawaban Bu Dani: Terima kasih Pak Romi Gelar MMgt artinya Master of Management, gelar yang diberikan kepada para lulusan Graduate School of Management, Faculty of Economic Business and Law, The University of Queensland, Brisbane, Australia. Bidang keahlian: International Marketing Ya benar pak, saya pembicara pada seminar bersama Kak Seto pada seminar “Kemandirian Anak Usia Dini di Hotel Niki” pada tanggal tersebut
Tertipu Sandal Jepit Saya punya sahabat waktu kuliah di Makassar sebut saja namanya Lilis Kalau Lilis sakit, lalu saya datang, ia pasti sembuh. Suatu hari, Lilis sakit. Mamanya sendiri heran karena Lilis tidak mau bangun. Tapi giliran saya datang dan mengajak jalan-jalan dia malah mau dan bersemangat sambil senyum sama mamanya untuk pamitan. Kata mamanya, kirain sakit kok mau pergi. “Ini mam, si Tina rayu terus dan bikin saya tertawa selalu aja ada leluconnya,” ujarnya. Saya bilang saya dokter jadi saya tahu apa obatnya. Pasti ka ngen sama pacar yah. Akhirnya kami jadi juga berangkat kami ke bandara menjemput pacaranya Lilis. “Lis, sebenarnya Bang Jalil tidak mau kasih tahu kamu kalau dia jadi datang ini hari dia mau beri kejutan buat kamu. Tapi aku bilang kamu lagi sakit sudah nggak tahan mau ketemu kamu. Lilis tertawa. Tidak lama kami menunggu, muncullah Bang Jalil menghampiri kami. Aku jadi geli melihat mereka saling bertatapan muka.
mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
Aku bilang so sweet…. Muka Lilis merah merona karena malu. Akhirnya kami beranjak dari bandara menuju rumah makan. Di tempat makan pun aku masih menjahili sahabatku. “Bang Jalil ayo dong suapi Lilis. Dia kan masih sakit demi kamu seorang dia datang jemput kamu.” Lilis protes. “Aku bukan anak kecil yang perlu disuapin kalau makan.” Setelah makan, kami menuju rumah kos Bang Jalil. Di sana Bang Jalil bongkar barang bawaannya. Aku tanya mana oleh-olehku. Bang Jalil bilang tidak ada oleh-oleh karena ia dari hutan untuk penelitian bukan dari Jakarta. Sambil tersenyum aku goda Lilis lagi. “Lilis mau menangis karena tidak dibawakan oleh-oleh. Harusnya
RALAT Terjadi kekeliruan dalam penulisan caption foto di halaman Mozaik edisi 806. Tertulis Iwan Setiawan, seharusnya Ir. AAM Sukadhana Wendha. Redaksi mohon maaf atas kekeliruan ini. Terima kasih.
bawa saja boneka monyet biar dia tahu kalau dari hutan penelitian,” ujarku. Bang Jalil mahasiswa jurusan Kehutanan yang sedang menyusun skripsi. Waktu tak terasa sudah malam aku dan Lilis pamit pulang. Bang Jalil lihat sandal jepit ku. Karena ukuran kaki kami sama, ia minta tukar. Lilis tidak setuju. Tapi aku bilang biar ada kenangannya Bang Jalil. Sebenarnya sandalku sudah putus dan menggunakan peniti untuk menyambung. Bang Jalil tidak tahu dan mau saja tukaran sandal jepit. Akhirnya aku pulang de ngan senang karena dapat sandal jepit masih bagus. Dua hari kemudian aku ketemu sama Lilis di kampus. Lilis tertawa menceritakan Bang Jalil kena tipu gara-gara sandal jepit. Baru dipakai beberapa meter, sandal itu sudah putus. Ummi Aisyah
Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373
Putu Wijaya
damai
KPU telah mengumumkan siapa pemenang Pemilu. Presiden Indonesia ke-7 sudah terpilih. Seruan damai paskapemilu SBY telah dipatuhi. Tapi masih ada masalah. “Kedua anak saya yang berbeda pilihan malah sekarang berkelahi,” kata seorang tetangga mengadu kepada Bu Amat. “Sampai sama-sama menghunus keris mau bunuh-bunuhan, untung ada Pak Darsa yang polisi itu. Dia ancam anak saya akan ditembak pistol kalau masih berani melanggar himbauan SBY untuk menyikapi hasil pemilu dengan jiwa besar.” “Begitu, Pak,” kata Bu Amat, melanjutkan curhat tetangga itu kepada Amat. “Ya, sudahlah Bu, biar saja, anak sudah dewasa, nanti kan sadar sendiri, kok sama saudara mau bunuh-bunuhan! Kita tidak usah ikut campur!” “Bagaimana tidak, Pak. Bapak diminta menengahi mereka. Karena keduanya mau duel besok di kuburan, sampai salah satu mati!” “Masak?” “Betul Pak Amat. Tolong dicegah. Kalau sampai ada apa-apa kami sudah tua. Siapa lagi nanti yang akan merawat kami kalau mereka tikamtikaman sampai dua-dua mati?” Amat terkejut. Ia tidak mengerti kenapa politik bukannya membuat sejahtera tapi bikin gara-gara, lebih tidak mengerti lagi, mengapa ia yang harus menyelesaikan persoalan itu. “Ayolah Pak Amat, bantu mereka berdamai, siapa lagi kalau bukan Bapak yang bisa mendamaikan mereka?” Akhirnya karena didesak Amat terpaksa bertindak. Tetapi terus-terang, sebenarnya ia takut. Bagaimana kalau kedua kakak-beradik itu malah marah kepadanya lalu sama-sama menyerangnya? Dengan rasa cemas, Amat mulai dengan menyapa Raka, anak pertama. “Raka, Bapak dengar kamu mau duel dengan adikmu besok malam di kuburan, sampai ada salah satu yang mati. Itu betul?” “Betul, Pak!” “Bagaimana kalau bukan adikmu Rai yang mati, tapi kamu?” “Tidak apa. Yang penting saya tidak sudi melihat dia yang menguasai rumah pusaka kami!” “Maksudmu apa?” “Saya yang sudah jatuh-bangun pelihara rumah kami ini, saya tidak sudi kalau harta pusaka ini dimonopoli pemalas itu!” Amat terkejut. Tiba-tiba ia melihat jalan terang. Lalu tersenyum. “Raka, kamu tidak perlu mati. Rumah pusaka kamu tidak akan dikuasai adikmu, sebab bapak akan membelinya dan sudah disetujui bapakmu!” Raka terkejut. Amat lalu menyapa Rai, dengan cara yang sama. Ternyata jawaban Rai sama. Ia tidak sudi melihat rumah pusaka akan dikuasai Raka. Dan, ketika Amat bilang ia akan membeli. Rumah itu, ia juga sangat terkejut. Sesudah itu Amat menjumpai Pak Alit, ayah Raka dan Rai. “Bilang sama anak-anak bapak, Raka dan Rai, rumah warisan akan dijual. Jadi mereka tidak ada gunanya berkelahi. Ternyata persoalan mereka bukan karena politik, tapi karena Bapak pilih kasih kepada siapa rumah akan diwariskan.” Pak Alit manggut-manggut. Tapi sebelum sempat menyampaikan itu, Raka dan Rai sudah terlebih dahulu bertanya, apa betul rumah akan dibeli Amat. “Betul.” “Kenapa?” “Karena Pak Amat mau membelinya.” Raka dan Rai berbarengan marah. Mereka lupa mereka mau berduel. Sambil membawa keris, keduanya beringas mendatangi rumah Amat. De ngan mata membelalak, sambil menghunus keris mereka menggebrak. “Langkahi dulu mayat kami, kalau mau membeli rumah pusaka kami!” Amat pura-pura terkejut. Lalu minta maaf. Ia berjanji tidak akan membeli rumah itu. “Tapi mereka terus mengancam-ancam sampai Bapak berkali-kali menjelaskan tidak jadi membelinya,” kata Amat pada istrinya menceritakan kejadian itu. Bu Amat hanya manggut-mangut. Kemudian, bicara dengan suara dingin. “O, begitu ya! Makanya Bu Alit sore tadi datang mengejar-ngejar supaya kita bayar panjar cepat, sebab dia tidak mau uang itu jatuh ke tangan suaminya. Tapi tak lama kemudian Pak Alit yang datang uang itu harus diberikan penuh ke tangannya, jangan sampai jatuh ke istrinya. Rupanya Bapak diam-diam mau beli rumah itu ya. Untuk apa! Mau kawin lagi, ya!” Amat terkejut. Ternyata bukan damai yang datang, tapi perang baru mulai.
Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budia rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang Palm erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
28 juli - 3 AGUSTUS 2014
Mozaik
23
Momen Sungkeman M
udik menjelang Lebaran bagi Rio dan keluarganya merupakan kewajiban. Momen Lebaran dijadikan ajang berkumpul keluarga besarnya. “Kalau di luar hari Lebaran susah kumpulnya karena jadwal liburnya tidak sama. Momen kumpul keluarga besar ini biasanya setahun sekali. Saat semua kumpul, kami bisa sungkeman” ujarnya. Tahun ini Rio mudik bersama anak dan istrinya ke Surabaya lalu Bangil, Probolinggo, balik ke Jember dan Banyuwangi. Ia sengaja mengambil jalur terjauh dulu agar bisa balik dengan santai. Moda transportasi yang dipilih untuk mudik kali ini, sepeda motor. Biaya yang dikeluarkan lebih hemat dibanding naik angkutan umum. Mudik juga mendapat perhatian dari Telkomsel dan BRI. Sebagai wujud apresiasi kepada mitra outlet, Telkomsel menggelar program Mudik Bareng Outlet yang memberangkatkan 120 orang yang terdiri dari pemilik dan petugas pelayanan outlet seluler di Bali beserta keluarganya dari Denpasar menuju Surabaya. Pelepasan tiga bus yang memberangkatkan para pemudik tersebut dilakukan Manager Channel Operation Telkomsel Regional Bali Nusra Sandy Adyat di GraPARI Denpasar. “Program Mudik Bareng Outlet ini khusus kami selenggarakan untuk meng apresiasi mitra outlet yang telah berkontribusi positif dalam mendukung aktivitas penjualan kartu perdana serta layanan isi ulang pulsa Telkomsel. Kami berharap para peserta mudik gratis ini dapat menikmati peng alaman mudik yang aman dan nyaman dalam perjalanan untuk merayakan kebahagiaan Idul Fitri bersama dengan sanak-saudara dan keluarga di kampung halaman,” jelas Sandy. Para peserta Mudik Bareng Outlet ini terpilih berdasarkan parameter penjualan terbaik. Selain memperoleh paket makanan dan minuman untuk berbuka puasa dalam perjalanan, para peserta juga berkesempatan meraih doorprize berupa 1 unit smartphone Lennovo, 10 unit BlackBerry Curve 3G, dan 9 voucer pulsa Telkomsel masingmasing senilai Rp 100.000. Secara nasional Telkomsel telah memberangkatkan 2.400 peserta mudik secara gratis menggunakan tiga moda transportasi, yaitu pesawat terbang, kereta api, dan bus. Mudik pesawat terbang memberangkatkan 450 peserta dari Bandara SoekarnoHatta Jakarta dengan tujuan Solo,
Yogyakarta, dan Surabaya. Mudik kereta api, 600 peserta berangkat dari Stasiun Gambir Jakarta menuju Surabaya. Sementara 1.350 peserta yang diikuti oleh 330 mitra outlet beserta keluarganya diberangkatkan dengan 30 bus dari Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
mersil. Artinya, sebagian besar pengusaha-pengusaha pemula ini akan menjadi kuat dan bankable,” ucap Budi. Untuk gelaran mudik tahun ini, Acara Ngebuzz Bareng BRI ini juga memfasilitasi 40 TKI nasabah BRIfast Remittance yang berasal dari enam negara yaitu Malaysia (20 orang), Hongkong (10), Arab Saudi (1), UAE (6). Sementara, sisanya dari Korea MUDIK TKI serta Taiwan, untuk berlebaran Sementara itu, BRI melepas bersama keluarga di kampung 6.000 nasabah dan keluarganya halamannya. untuk bermudik ke kampung Selain mudik bareng, sehalaman masing-masing. Mudik jumlah acara telah berlangsung gratis bertajuk “Ngebuzz Bareng di antaranya Buka Bareng BRI BRI” ini digelar pada Kamis bersama 3.500 anak yatim piatu (24/7) di di Plaza Utara, GBK. se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Sekretaris Perusahaan BRI Depok, Tangerang, dan Bekasi). Budi Satria mengatakan acara ini Tahun ini merupakan penyetelah berlangsung setiap tahun lenggaraan ke-10 kalinya. Selain sejak 2004. “Hari ini kami mem- berbuka puasa bersama, anak berangkatkan lebih dari 6.000 yatim dan para undangan juga pemudik dengan menggunakan disuguhi tausyiah Ramadan, sho125 bus eksekutif ke beberapa lat maghrib dan isya berjamaah, kota tujuan mudik di Pulau Jawa serta diakhiri dengan hiburan antara lain Surabaya, Blitar, Pati, musik dari Grup Band Gigi. Yogyakarta, dan Wonogiri,” ujar –Ngurah Budi Budi. Budi menjelaskan, para pemudik tersebut terdiri atas nasabah BRI, baik nasabah simpanan maupun pinjaman. “Termasuk di antaranya debitur KUR (Kredit Usaha Rakyat), debitur KUR TKI, dan pekerja dasar dari rekanan kerja BRI. Sebagian besar debitur BRI yang dipulangkan secara gratis berasal dari debitur KUR BRI,” papar Budi. Budi menjelaskan, per Juni 2014, jumlah debitur KUR BRI, baik KUR Ritel maupun KUR Mikro, mencapai 10,4 juta nasabah dengan realisasi lebih dari Rp 102,5 triliun. Dibandingkan Mei 2014, realisasi KUR ini telah tumbuh lebih dari Rp 3,2 triliun. “Begitu juga dengan jumlah debiturnya yang naik lebih dari 246 ribu debitur. Kredit KUR termasuk kredit yang pruden, sebab besaran kredit bermasalahnya (nonperforming loan/NPL) hanya sebesar 2,48%. BRI juga sangat menjaga keberlangsungan usaha dari para debitur KUR ini, karena nantinya mereka yang akan menjadi embrio pengambil kredit ko-
Bulfest 2014 Buleleng Festival (Bulfest) 2014 akan dilaksanakan 6-10 Agustus 2014. Saat acara pembukaan, Tari Nelayan ciptaan seniman I Ketut Merdana dari Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu ini akan dipentaskan secara massal. Tari ini bakal dibawakan 500 penari dari kalangan pelajar SMA/SMK serta Perguruan Tinggi di Bali Utara. Mereka direncanakan pentas di sepanjang Jalan Ngurah Rai Singaraja. Ketua Panitia Bulfest 2014, Gede Suyasa mengatakan Tari Nelayan memiliki pesan moral kepada masyarakat bahwa Buleleng sejatinya memiliki potensi seni yang melimpah dan belum tergali maksimal. Bulfest tahun ini mengangkat tema “The Dynamic of Buleleng”, dan Tari Nelayan ini dinilai sesuai dengan tema yang diusung yakni potensi bahari Buleleng dan momentum kebangkitan bahari di Buleleng. –Darsana
Dukung Industri Lokal Sejumlah layanan digital XL siap untuk mendukung pengembangan industri lokal, termasuk kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan kalangan industri kreatif. Digital Advertising XL dengan merek dagang AdReach pun diperkenalkan sebagai suatu solusi kepada pelaku UMKM dalam mempromosikan usahanya kepada pelanggan melalui Location Based Advertising (LBA). Regional Pertnership Executive, Mobile Advertising Bali Nusra-I Gde Windhunegara, Rabu (23/7) mengatakan, XL berkomitmen untuk ikut berkontribusi mendorong bangkitnya industri dalam negeri, melalui penyediaan berbagai layanan digital. LBA merupakan layanan yang memanfaatkan keberadaan pelanggan XL, di mana mereka berada dan bersifat sangat lokal. Promosi melalui LBA ini dilakukan dengan memanfaatkan jalur SMS dan MMS sebagai media penyampaiannya. Pengiriman pesan dikirimkan secara real time kepada pelanggan hanya di lokasi yang diinginkan oleh pengiklan. –Ngurah Budi
What’s Up
24
28 Juli - 3 Agustus 2014
2 Minute Miracle Gel
Lihat dan Rasakan Hasilnya dalam 2 Menit Apakah Anda memiliki waktu 2 menit? Tentu saja, sebab hanya dalam waktu 2 menit kita bisa mendapatkan perawatan kulit yang berkualitas dan manfaat anti-penuaan yang canggih setiap harinya.
H
al tersebut bisa terjadi dengan menggunakan 2 Minute Miracle Gel (2 MM Gel). Sebab, produk ini memiliki keunggulan yang luar biasa. Produk 2MM Gel ini. Ia menyebut nama Shelly Maquire, seorang formulator, pendidik, konsultan dan penulis buku “Dan cing in the Strom” yang berkisah tentang kehidupannya dan ketajaman bisnisnya. Ketika berusia sembilan tahun didiagnosa terkena penyakit cystic fibrosis dan memiliki harapan hidup hingga usia 18 tahun (saat ini 53 tahun). Ia bertekad memerangi pe nyakitnya. Mimpinya, membuka spa yang dikombinasikan dengan kesehatan jasmani dan batin, serta kecantikan luar pun menjadi kenyataan. Ia berhasil membuka dan meng operasikan salon dan spa dengan lebih dari 100 karyawan selama 10 tahun. Pendekatannya dengan pelanggan meng arah pada pengembangan produk 2 Minute Miracle Gel (2MM Gel) yang akhirnya sukses dan terkenal. Saat ini, Shelly menjalin
kemitraan dengan Ocean Avenue untuk memasarkan produknya yang istimewa tersebut. Kini 2 MM Gel hadir sebagai produk yang praktis dan ekonomis dengan tujuh (7) kegunaan yakni, sebagai pembersihan (cleanser), penga ngkatan sel kulit mati (exfoliator), penyegar (toner), pelembab kulit, pengecil pori-pori dan persiapan awal pengondisian kulit. Selanjutnya diformulasikan dengan 3.1 Skin Complex Ocean Avenue, 2 Minute Miracle Gel memberikan kombinasi ideal terhadap tiga komposisi bahan utama yang terbukti menghidupkan dan meremajakan kulit. Yakni, Antarcticine, mempertah ankan kelembaban dan melindungi kulit; Extrac Aloe, lidah buaya yang menutrisi kulit dan Extrac KBGA (Klamath Blue Green Algae), yang memperbaharui atau memulihkan kulit. Kegunaan 2 MM Gel yang tanpa bijibijian, tidak ada amprelas, tidak ada asam ataupun zat kimia yang bersifat keras, tidak ada pewarna atau pewangi artificial. Berguna untuk segala jenis kulit, kering, berminyak, kombinasi dan sensitif. Dapat digunakan pria dan wanita segala usia. Pria dapat menggunakannya sebelum bercukur, untuk melembutkan bulu dan persiapan kulit. Produk ini juga dapat digunakan setiap hari pada wajah, leher, dada, tangan, siku dan area dimana kulit Anda butuh untuk direvitalisasi atau diremajakan. Berikut nya, untuk mengoptimalkan fungsi dan hasil dari penggunaan produk perawatan kulit lainnya dan tidak menyebabkan sen sitivitas terhadap matahari, kemerahan atau iritasi.
2 Minute Miracle Gel Teruji Secara Klinis Hasil yang terlihat hanya sekali pemakaian: l 100% dari pengguna merasa kulit lebih lembab dan lembut l 100 % merasa adanya peningkatan yang signifikan terhadap kecerahan kulit l 97% menyadari kulit menjadi lebih cerah dan bersinar l 92% menyadari kulit lebih kencang l 92% menyadari kulit terlihat lebih muda l 90 % menyadari kerutan halus pada kulit berkurang l 80% menyadari penampilan kulit terlihat lebih sehat Hasil yang terlihat dalam 15 hari l 81,50 % peningkatan terhadap kolagen tipe-1 l 34 % peningkatan terhadap kolagen tipe-2 l 31,5 % peningkatan terhadap elastin kulit Hasil yang terlihat dalam 30 hari l 44,5 % pengurangan terhadap keriput atau kerutan kulit
Informasi Produk dan Pembelian Undangan hubungi :
lDenpasar
(0361) 9222221, 081 999 066 564, 081 238 60238 New Melati (0361) 781 8787 l Penatih 082 147 123 079 lKuta 087 862 144 005 lJimbaran 081337047063 lTabanan (0361) 7822277 lGianyar 081 239 681 714 lKlungkung 081 238 759 97 lSingaraja 087 762 150 757 lNegara 081 938 380 908 lSalon
Info Produk : Amour Boutique; Jalan Gatot Subroto IV Blok I No. 6 Denpasar; HP . 081 139 3341 dan Pin BB 75028454